Skip to content
Back to announcement

20230808_PANI_Pengumuman RUPS_31359488_lamp4.pdf

RUPS notice Text extracted PANI

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 664

Page 1
Kusnanto & rekan
 Independent Business Appraisers
License : 2.19.0162
Indonesia
Page 2
No. : 00096/2.0162-00/BS/05/0153/1/VIII/2023                                7 Agustus 2023



Kepada Yth.

PT PANTAI INDAH KAPUK DUA TBK
Office Tower Agung Sedayu Group Lt. 8 dan 10
Jl. Marina Raya, Kamal Muara, Penjaringan
Jakarta Utara 14470

U.p. : Direksi

Hal : Ringkasan Penilaian 100,00% Saham PT Bumindo Mekar Wibawa


Dengan hormat,

Kantor Jasa Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan
(selanjutnya disebut “KR” atau “kami”) mendapat penugasan dari manajemen PT Pantai
Indah Kapuk Dua Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) untuk memberikan pendapat
sebagai penilai independen atas nilai pasar 100,00% saham PT Bumindo Mekar Wibawa
(selanjutnya disebut “BMW”). Penugasan kami tersebut sesuai dengan surat penugasan
No. KR/230412-001 tanggal 12 April 2023 telah disetujui oleh manajemen Perseroan.

Selanjutnya, kami sebagai KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan
No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar
modal di Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya disebut “OJK”) dengan Surat Tanda Terdaftar
Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK No. STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023 (penilai bisnis),
menyatakan bahwa kami telah meneliti dan menilai nilai pasar 100,00% saham BMW
(selanjutnya disebut “Objek Penilaian”) dengan tujuan untuk mengungkapkan pendapat
mengenai nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 30 Juni 2023.


ALASAN DAN LATAR BELAKANG RENCANA PENYERTAAN SAHAM

Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka
(publicly-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang
lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang perindustrian, aktivitas
perusahaan holding dan konsultasi manajemen. Perseroan dan entitas anaknya bergerak
dalam beberapa bidang usaha yang meliputi industri macam-macam wadah dari logam
berupa kaleng kemas, pengolahan hasil perikanan dan real estat. Perseroan berdomisili di
Jalan Marina Raya, Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara 14470, dengan nomor telepon:
(021) 2941 7685 dan email: corporate.secretary@agungsedayu.com.
Page 3
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
30 Juni 2023, Perseroan memiliki penyertaan saham pada beberapa entitas anak baik
langsung maupun tidak langsung dengan rincian sebagai berikut:


                                                      Perseroan


                                  99,00%                                                   51,00%
                        PT Panorama Eka
                                                                              PT Bangun Kosambi
                          Tunggal (PET)
                                                                                  Sukses (BKS)
                             BKS 1,00%
              51,00%              57,00%                     51,00%                        99,60%                        40,00%
                                                  PT Cahaya Gemilang
   PT Mega Andalan     PT Cahaya Kencana                                        PT Agung Surya               PT Fin Centerindo
                                                   Indah Cemerlang
       Sukses (MAS)         Indah (CKI)                                        Gemerlap (ASGE)                    Satu (FCS)
                                                        (CGIC)



PET, BKS, MAS, CKI, CGIC, ASGE, dan FCS selanjutnya secara bersama-sama disebut
“Entitas Anak Perseroan”.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, ruang lingkup kegiatan
usaha dan status Entitas Anak Perseroan adalah sebagai berikut:

 No.     Keterangan    Status         Domisili                                       Kegiatan Usaha

   1   PET             Tertutup       Indonesia       Aktivitas manajemen konsultasi lainnya dan real estat yang dimiliki sendiri atau
                                                     disewa mencakup usaha pembelian, penjualan, persewaan, dan pengoperasian
                                                     real estat baik yang dimiliki sendiri maupun disewa.
   2   BKS             Tertutup       Indonesia       Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                     penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                     maupun disewa.
   3   MAS             Tertutup       Indonesia       Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                     penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                     maupun disewa.
   4   CKI             Tertutup       Indonesia       Real estat.
   5   CGIC            Tertutup       Indonesia       Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                     penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                     maupun disewa.
   6   ASGE            Tertutup       Indonesia       Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                     penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                     maupun disewa.
   7   FCS             Tertutup       Indonesia       Jasa, real estat dan pembangunan (kontraktor).



Industri properti di Indonesia pada tahun 2023 mengalami peningkatan sejalan dengan
pertumbuhan positif ekonomi Indonesia setelah mengalami resesi akibat dampak pandemi
wabah Covid-19. Pemulihan ekonomi Indonesia tersebut dan peningkatan daya beli
konsumen dinilai merupakan faktor yang mendorong stabilitas indutri properti. Sebagai salah
satu industri yang memberikan kontribusi pertumbuhan industri nasional, dengan keunggulan
populasi yang dimiliki Indonesia yang didukung transformasi digitalisasi, industri properti terus
memacu pembangunan infrakstruktur untuk lebih berkualitas sehingga dapat meningkatkan
prospek pertumbuhan kinerjanya. Manajemen Perseroan memandang pertumbuhan industri
properti memiliki potensi untuk dapat berkembang yang didukung oleh pertumbuhan ekonomi
maupun sosial, meningkatnya populasi, dan meningkatnya daya beli masyarakat.
Dengan demikian Perseroan merencanakan untuk melakukan beberapa rencana aksi
korporasi dengan rincian sebagai berikut:



                                                            ii
Page 4
   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan modal
    ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh BMW melalui rencana peningkatan modal
    dasar BMW terlebih dahulu (selanjutnya disebut “Rencana Penyertaan Saham BMW”);

   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan modal
    ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Cahaya Inti Sentosa
    (selanjutnya disebut “CIS”) melalui rencana peningkatan modal dasar CIS terlebih dahulu
    (selanjutnya disebut “Rencana Penyertaan Saham CIS”);

   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan modal
    ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Jaya Indah Sentosa
    (selanjutnya disebut “JIS”) melalui rencana peningkatan modal dasar JIS terlebih dahulu
    (selanjutnya disebut “Rencana Penyertaan Saham JIS”);

   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan modal
    ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Kemilau Karya Utama
    (selanjutnya disebut “KKU”) dengan menerbitkan saham seri B yang memiliki seluruh hak
    yang sama dengan saham yang diterbitkan oleh KKU, yang selanjutnya akan menjadi
    saham seri A, kecuali perbedaan harga nominal per lembar saham untuk saham seri A
    dan saham seri B tersebut, melalui rencana peningkatan modal dasar KKU terlebih dahulu
    (selanjutnya disebut “Rencana Penyertaan Saham KKU”);

   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan modal
    ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Karunia Utama Selaras
    (selanjutnya disebut “KUS”) melalui rencana peningkatan modal dasar KUS terlebih
    dahulu (selanjutnya disebut “Rencana Penyertaan Saham KUS”);

   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan modal
    ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Sumber Cipta Utama
    (selanjutnya disebut “SCU”) melalui rencana peningkatan modal dasar SCU terlebih
    dahulu (selanjutnya disebut “Rencana Penyertaan Saham SCU”); dan

   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan modal
    ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Sharindo Matratama
    (selanjutnya disebut “SHM”) dengan menerbitkan saham seri B yang memiliki seluruh hak
    yang sama dengan saham yang diterbitkan oleh SHM, yang selanjutnya akan menjadi
    saham seri A, kecuali perbedaan harga nominal per lembar saham untuk saham seri A
    dan saham seri B tersebut, melalui rencana peningkatan modal dasar SHM terlebih dahulu
    (selanjutnya disebut “Rencana Penyertaan Saham SHM”).

Rencana Penyertaan Saham BMW, Rencana Penyertaan Saham CIS, Rencana Penyertaan
Saham JIS, Rencana Penyertaan Saham KKU, Rencana Penyertaan Saham KUS, Rencana
Penyertaan Saham SCU, dan Rencana Penyertaan Saham SHM selanjutnya secara
bersama-sama disebut “Rencana Penyertaan Saham”.




                                            iii
Page 5
Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada
tanggal 30 Juni 2023, ruang lingkup kegiatan usaha dan status perusahaan-perusahaan
dalam Rencana Penyertaan Saham adalah sebagai berikut:

 No.    Keterangan   Status     Domisili                                   Kegiatan Usaha

   1   BMW           Tertutup   Indonesia    Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa dan kawasan industri.
   2   CIS           Tertutup   Indonesia    Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                            penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                            maupun disewa.
   3   JIS           Tertutup   Indonesia    Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                            penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                            maupun disewa.
   4   KKU           Tertutup   Indonesia    Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa.
   5   KUS           Tertutup   Indonesia    Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                            penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                            maupun disewa.
   6   SCU           Tertutup   Indonesia    Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                            penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                            maupun disewa.
   7   SHM           Tertutup   Indonesia    Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                            penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                            maupun disewa.



Sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham, Perseroan merencanakan untuk
melakukan penawaran umum terbatas dengan hak memesan efek terlebih dahulu atas saham
dalam portepel Perseroan sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
No. 14/POJK.04/2019 tanggal 30 April 2019 tentang “Perubahan atas Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan Nomor 32/POJK.04/2015 tentang Penambahan Modal Perusahaan Terbuka
Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu” (selanjutnya disebut “POJK
14/2019”), dimana dalam rangka penyelesaian Rencana Penyertaan Saham, Perseroan
merencanakan untuk menggunakan dana hasil penawaran umum terbatas dengan hak
memesan efek terlebih dahulu atas saham portepel Perseroan (selanjutnya disebut “Rencana
PMDHMETD”).

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana Penyertaan
Saham dan Rencana PMDHMETD merupakan satu kesatuan transaksi yang tidak dapat
dipisahkan satu dengan yang lainnya dan selanjutnya secara bersama-sama disebut
“Rencana Transaksi”.

Sebelumnya, Perseroan telah melakukan penambahan kegiatan usaha dan mengembangkan
bisnis pada bidang real estat dengan melakukan akuisisi sebesar 51,00% saham pada BKS.
Selanjutnya, Perseroan melalui BKS telah melakukan akuisisi sebesar 51,00% saham
masing-masing pada MAS dan CGIC. Ruang lingkup kegiatan usaha BKS, MAS, dan CGIC
adalah bergerak pada bidang real estat dan memiliki lahan yang seluruhnya berada di
Kabupaten Tangerang dan ketiganya merupakan pengembang kawasan PIK 2. Berdasarkan
keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, saat ini, sebagian besar pendapatan
Perseroan berasal dari real estat.




                                                  iv
Page 6
Kawasan PIK 2 merupakan kota mandiri dengan konsep smart city yang dikembangkan oleh
Agung Sedayu dan Grup Salim, dengan lokasi yang terbentang pada lahan seluas lebih dari
6.000 hektar di bagian barat hingga bagian utara Jakarta. Disebut sebagai “the new Jakarta
City”, kawasan PIK 2 menghadirkan beberapa mega proyek seperti mal
(Sedayu Watertown Mall), kawasan bisnis (Islamic Financial Center), pusat olahraga, hunian,
destinasi kuliner, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya (RS Hermina, Tzu Chi
International School, berbagai tempat ibadah). Selanjutnya, pada kawasan PIK 2 juga
direncanakan akan dibangun berbagai fasilitas dan destinasi wisata unik seperti beach club,
Aloha Pasir Putih, Ginza Beach Walk sampai Community Park (event space), yang secara
efektif dapat menjadi daya tarik keramaian konsumen dan pada akhirnya dapat meningkatkan
permintaan properti PIK 2, terutama untuk hunian dan kaveling komersial. Selain itu, dengan
adanya proyek infrastruktur seperti pembangunan tol baru yang menghubungkan kawasan
PIK 2 dengan jalur tol lingkar luar Jakarta ke depannya dapat mempermudah akses ke
kawasan.

Sejalan dengan strategi bisnis Perseroan, Perseroan terus berupaya untuk menerapkan fokus
pada perluasan skala proyek Perseroan pada kawasan PIK 2 dengan merencanakan
pertumbuhan secara anorganik melalui Rencana Penyertaan Saham. Mengingat bahwa
Rencana Penyertaan Saham pada perusahaan-perusahaan tersebut merupakan salah satu
rencana pengembang kawasan PIK 2 yang memiliki proyek di kawasan yang sama dengan
lokasi proyek Perseroan di masa yang akan datang.

Dengan melakukan Rencana Penyertaan Saham, Perseroan senantiasa mencari peluang
bisnis potensial yang dapat memaksimalkan nilai investasi Perseroan di masa yang akan
datang. Perseroan memandang bahwa industri properti memiliki potensi yang dapat
berdampak positif bagi pengembangan bisnis Perseroan dan menciptakan sinergi bisnis yang
optimal khususnya pada pengembangan kawasan PIK 2 sehingga Perseroan dapat
mengambil seluruh potensi keuntungan yang dihasilkan di masa yang akan datang sehingga
pada akhirnya hal tersebut dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan
dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham Perseroan.

Sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham tersebut, Perseroan merencanakan untuk
melakukan Rencana PMDHMETD sesuai dengan POJK 14/2019, dimana dalam rangka
penyelesaian Rencana Penyertaan Saham, Perseroan merencanakan untuk menggunakan
dana hasil penawaran umum terbatas dengan hak memesan efek terlebih dahulu atas saham
portepel Perseroan sehingga Perseroan dapat mengembangkan portofolio bisnis Perseroan
khususnya pada bidang industri properti.

Setelah Rencana Transaksi telah menjadi efektif, Perseroan berharap dapat
mengembangkan seluruh proyek-proyek Perseroan dengan terciptanya sinergi antar
masing-masing kawasan yang tergabung dalam satu kawasan PIK 2 secara maksimal dimana
setiap masing-masing portofolio bisnis industri properti yang dimiliki oleh Perseroan dapat
memberikan nilai tambah bagi kinerja keuangan konsolidasian Perseroan.




                                            v
Page 7
Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

   Sejalan dengan strategi bisnis Perseroan, Perseroan terus berupaya untuk menerapkan
    fokus pada perluasan skala proyek Perseroan pada kawasan PIK 2 dengan
    merencanakan pertumbuhan secara anorganik melalui Rencana Penyertaan Saham.
    Mengingat bahwa Rencana Penyertaan Saham pada perusahaan-perusahaan tersebut
    merupakan salah satu rencana pengembang kawasan PIK 2 yang memiliki proyek di
    kawasan yang sama dengan lokasi proyek Perseroan di masa yang akan datang.

   Dengan melakukan Rencana Penyertaan Saham, Perseroan senantiasa mencari peluang
    bisnis potensial yang dapat memaksimalkan nilai investasi Perseroan di masa yang akan
    datang. Perseroan memandang bahwa industri properti memiliki potensi yang dapat
    berdampak positif bagi pengembangan bisnis Perseroan dan menciptakan sinergi bisnis
    yang optimal khususnya pada pengembangan kawasan PIK 2 sehingga Perseroan dapat
    mengambil seluruh potensi keuntungan yang dihasilkan di masa yang akan datang
    sehingga pada akhirnya hal tersebut dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian
    Perseroan dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham Perseroan.

   Setelah Rencana Transaksi telah menjadi efektif, Perseroan berharap dapat
    mengembangkan seluruh proyek-proyek Perseroan dengan terciptanya sinergi antar
    masing-masing kawasan yang tergabung dalam satu kawasan PIK 2 secara maksimal
    dimana setiap masing-masing portofolio bisnis industri properti yang dimiliki oleh
    Perseroan dapat memberikan nilai tambah bagi kinerja keuangan konsolidasian
    Perseroan.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, mengingat bahwa
terdapat kesamaan pengurus dan pengendalian Perseroan, BMW, CIS, BMW, KKU, KUS,
SCU, dan SHM, maka Rencana Penyertaan Saham merupakan transaksi afiliasi, sehingga
Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang
“Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan” (selanjutnya disebut
“POJK 42/2020”).

Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
Rencana Penyertaan Saham tersebut merupakan transaksi material, sehingga Perseroan
harus memenuhi Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang
“Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha” (selanjutnya disebut “POJK 17/2020”).

Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi dan transaksi material,
POJK 42/2020 dan POJK 17/2020 mensyaratkan adanya laporan penilaian saham atas
transaksi tersebut, yang disiapkan oleh penilai independen.

Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Penyertaan Saham tersebut, maka
Perseroan menunjuk penilai independen, KR untuk melakukan penilaian atas Objek Penilaian.

Mengingat BMW adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat diperjualbelikan di
pasar modal, maka saham BMW bersifat tidak likuid.




                                           vi
Page 8
PREMIS PENILAIAN

Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis penilaian
bahwa BMW adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.


TUJUAN DAN MAKSUD PENILAIAN

Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang nilai
pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau ekuivalensinya
pada tanggal 30 Juni 2023.

Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari Objek
Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan pertimbangan oleh
manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana Penyertaan Saham serta untuk
memenuhi POJK 42/2020 dan POJK 17/2020.

Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan OJK
No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”) serta Standar Penilaian
Indonesia (selanjutnya disebut “SPI”) 2018.


DEFINISI NILAI YANG DIGUNAKAN

Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka, maka
dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.

Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk digunakan dalam
penilaian ini adalah nilai pasar, dimana berdasarkan POJK 35/2020, nilai pasar didefinisikan
sebagai “estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau
liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang
berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara
layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang
dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.


INDEPENDENSI PENILAI

Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa adanya
benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan BMW ataupun pihak-pihak
yang terafiliasi dengan Perseroan dan BMW. KR juga tidak memiliki kepentingan ataupun
keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak
dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami
terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis
penilaian ini dan KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan
No. KR/230412-001 tanggal 12 April 2023 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.




                                            vii
Page 9
TANGGAL EFEKTIF PENILAIAN

Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal 30 Juni 2023.
Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian serta dari data
keuangan BMW yang kami terima. Data keuangan tersebut berupa laporan keuangan BMW
untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 yang menjadi dasar
penilaian ini.


JENIS LAPORAN

Jenis laporan penilaian 100,00% saham PT Bumindo Mekar Wibawa ini merupakan laporan
terinci.


KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL PENILAIAN (SUBSEQUENT EVENTS)

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal penilaian,
yaitu tanggal 30 Juni 2023, sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian 100,00%
saham PT Bumindo Mekar Wibawa tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal penilaian
(subsequent events) yang secara signifikan dapat mempengaruhi penilaian nilai pasar Objek
Penilaian.


DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN

Dalam melakukan penilaian untuk memperkirakan nilai pasar Objek Penilaian, kami telah
menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan
informasi sebagai berikut:

1. Laporan keuangan BMW untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
   30 Juni 2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (selanjutnya disebut “KAP”)
   Suharli, Sugiharto & Rekan (selanjutnya disebut “SSR”) sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00336/2.1315/AU.1/03/1415-3/1/VII/2023 tanggal 31 Juli 2023 dengan
   pendapat wajar tanpa pengecualian;

2. Laporan keuangan BMW untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang
   telah diaudit oleh KAP SSR sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00329/2.1315/AU.1/03/1415-2/1/VII/2023 tanggal 31 Juli 2023 dengan pendapat
   wajar tanpa pengecualian;

3. Laporan    keuangan    BMW      untuk  tahun     yang   berakhir   pada    tanggal
   31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP SSR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00321/2.1315/AU.1/03/1415-1/1/VII/2023 tanggal 31 Juli 2023 dengan
   pendapat wajar tanpa pengecualian;




                                            viii
Page 10
4. Laporan keuangan BMW untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 yang
   telah diaudit oleh KAP Haryono, Junianto & Asmoro (selanjutnya disebut “HJA”)
   sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00172/2.1132/AU.1/03/1113-6/1/V/2022
   tanggal 31 Mei 2022 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian;

5. Laporan keuangan BMW untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 yang
   telah diaudit oleh KAP HJA sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00171/2.1132/AU.1/03/1113-5/1/V/2022 tanggal 30 Mei 2022 dengan pendapat wajar
   tanpa pengecualian;

6. Laporan    keuangan    BMW      untuk  tahun    yang   berakhir  pada   tanggal
   31 Desember 2018 yang telah diaudit oleh KAP HJA sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00170/2.1132/AU.1/03/1113-4/1/V/2022 tanggal 25 Mei 2022 dengan
   pendapat wajar tanpa pengecualian;

7. Laporan penilaian properti BMW per 30 Juni 2023 yang disusun oleh KJPP Suwendho
   Rinaldy     &      Rekan      sebagaimana        tertuang      dalam  laporannya
   No. 00361/2.0059-02/PI/03/0242/1/VIII/2023 tanggal 7 Agustus 2023;

8. Anggaran dasar BMW yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta Notaris No. 45
   tanggal 27 Juni 2019 yang dibuat oleh Edison Jingga S.H., M.H., mengenai perubahan
   maksud dan tujuan serta kegiatan usaha dan pengangkatan kembali Direksi dan
   Komisaris;

9. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Yohanes Edmond Budiman
   dengan posisi sebagai Direktur, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal lain yang
   terkait dengan Rencana Transaksi;

10. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan BMW serta pihak-pihak lain yang
    relevan untuk penugasan;

11. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

12. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain website
    Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

13. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

14. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Transaksi; dan

15. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan hasil
    analisis lain yang kami anggap relevan.




                                            ix
Page 11
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan dan
kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan
kepada kami oleh Perseroan dan BMW atau yang tersedia secara umum dan kami tidak
bertanggung jawab atas kebenaran informasi-informasi tersebut.

Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari BMW. Jasa-jasa yang kami
berikan kepada Perseroan hanya merupakan penilaian atas Objek Penilaian dan bukan
jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian
tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu
penelaahan atau audit, atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi
keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan
kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan
keuangan, atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak
mencoba mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya yang dilakukan Perseroan.


KONDISI PEMBATAS DAN ASUMSI-ASUMSI POKOK

Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan
keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan tanggal
penerbitan laporan penilaian ini.

Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode penyesuaian aset bersih
didasarkan pada laporan keuangan BMW yang telah diaudit. Kami telah melakukan
penyesuaian atas laporan keuangan tersebut agar dapat mencerminkan nilai pasarnya. Kami
bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian berdasarkan kinerja historis BMW dan
informasi manajemen BMW terhadap laporan keuangan BMW tersebut. Kami juga
bertanggung jawab atas laporan penilaian BMW dan kesimpulan nilai akhir.

Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi dan
kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penilaian sampai
dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian. Kami
tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan
(update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain
yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan BMW atau yang tersedia secara umum yang
pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung
jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut.
Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan dan BMW bahwa mereka
tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada
kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.




                                            x
Page 12
Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat
mempengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggung jawab atas
perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya,
ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi sehingga
data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan/atau dapat disalahartikan.

Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang
mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan mengubah
hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data
yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa perbedaan yang
terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini telah dilaksanakan
dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami tidak dapat menerima tanggung
jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya
analisis tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan analisis
transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai dasar penilaian.
Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer opinion dan merupakan laporan
yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat
mempengaruhi operasional Perseroan dan BMW.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan dan tidak
dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan
prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat
dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan
atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum. Selanjutnya, kami
juga telah memperoleh informasi atas status hukum BMW berdasarkan anggaran dasar BMW.


TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI

Dalam menyusun laporan penilaian Objek Penilaian, KR diberikan kesempatan untuk
melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan laporan penilaian Objek Penilaian.




                                            xi
Page 13
PENDEKATAN PENILAIAN YANG DIGUNAKAN

Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis internal
akan berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis historis atas laporan
posisi keuangan, dan laporan laba rugi komprehensif BMW, pengkajian atas kondisi operasi
dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki BMW. Prospek BMW di masa yang akan
datang kami evaluasi berdasarkan rencana usaha yang telah kami kaji kewajaran dan
konsistensinya. Analisis eksternal didasarkan pada kajian singkat terhadap faktor-faktor
eksternal yang dipertimbangkan sebagai penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian
singkat atas prospek dari industri yang bersangkutan.

Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar suatu
“business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi keuangan dan
laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya diperlukan penyesuaian
terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan normalisasi keuntungan laporan laba rugi
komprehensif yang biasanya disusun oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun
nilai buku suatu perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan
laba rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis yang
dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian tersebut.


METODE PENILAIAN YANG DIGUNAKAN

Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method).

Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari semua
komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk
komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang
bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh dengan menghitung selisih
antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai pasar liabilitas.

Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen Perseroan dan
BMW. Tidak tertutup kemungkinan untuk diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian
lain yang dapat memberikan hasil yang berbeda.




                                            xii
Page 14
RINGKASAN HASIL PENILAIAN

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, ringkasan hasil penilaian kami adalah sebagai
berikut:

Berdasarkan metode penyesuaian aset bersih, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
100,00% saham BMW sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar Rp 150,40 miliar.
Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 40,00%, maka indikasi nilai pasar 100,00% saham
BMW adalah sebesar Rp 90,24 miliar. Dengan demikian, nilai pasar 100,00% saham BMW
berdasarkan metode penyesuaian aset bersih adalah sebesar Rp 90,24 miliar.


KESIMPULAN PENILAIAN

Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima dan dengan
mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang mempengaruhi penilaian, maka menurut
pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 30 Juni 2023 adalah sebesar
Rp 90,24 miliar.

Nilai pasar Objek Penilaian tersebut kami tentukan berdasarkan data dan informasi yang kami
peroleh dari pihak manajemen Perseroan dan BMW serta pihak-pihak lain yang relevan
dengan penilaian. Kami menganggap bahwa semua informasi tersebut adalah benar dan
bahwa tidak ada keadaan atau hal-hal yang tidak terungkap yang akan mempengaruhi nilai
pasar tersebut secara material.

Kami tidak melakukan penyelidikan dan juga bukan merupakan tanggung jawab kami
kemungkinan terjadinya masalah yang berkaitan dengan status hukum kepemilikan,
kewajiban utang dan/atau sengketa atas BMW. Kami tegaskan pula bahwa kami tidak
memperoleh manfaat atau keuntungan apapun baik saat ini maupun di masa mendatang dan
imbalan jasa yang telah disetujui atas penilaian BMW tidak tergantung pada nilai yang
dilaporkan.




                                            xiii
Page 15
DISTRIBUSI LAPORAN PENILAIAN

Penilaian ini hanya ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya dengan
Rencana Penyertaan Saham serta tidak dapat digunakan atau dikutip untuk tujuan lain tanpa
adanya izin tertulis dari KR dan/atau tidak untuk digunakan oleh pihak lain.

Penilaian ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
dan keuangan, serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk
menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi
setelah tanggal laporan ini. Walaupun demikian, kami memiliki hak untuk, jika diperlukan,
mengubah atau melengkapi hasil dari laporan ini jika terdapat tambahan informasi yang
relevan setelah tanggal laporan ini yang kami anggap dapat berpengaruh secara signifikan
terhadap hasil penilaian kami. Laporan penilaian ini hanya dipersiapkan untuk dapat
dipergunakan sesuai dengan tujuan yang telah disebutkan di atas dan tidak dapat
dipergunakan untuk tujuan lainnya.

Pendapat yang kami sampaikan di sini harus dipandang sebagai satu kesatuan bersama
dengan laporan lengkap yang telah kami siapkan. Penggunaan sebagian analisis dan
informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat menyebabkan
pandangan yang menyesatkan.

Penilaian ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan stempel
perusahaan (corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.


Hormat kami,
KJPP KUSNANTO & REKAN




Willy D. Kusnanto
Pimpinan Rekan

Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996




                                            xiv
Page 16
                          ASUMSI DAN SYARAT PEMBATAS


1. KR sama sekali tidak memiliki kepentingan keuangan atau apapun terhadap BMW untuk
   sekarang dan masa yang akan datang.

2. Biaya untuk penilaian ini tidak tergantung pada besarnya nilai yang diperoleh atau yang
   tercantum dalam laporan.

3. Nilai dicantumkan dalam mata uang Rupiah dan/atau ekuivalensinya atas permintaan
   pemberi tugas.

4. Laporan disajikan hanya untuk maksud dan tujuan seperti tertulis di dalam laporan serta
   ditujukan terbatas kepada klien dimaksud.

5. Baik seluruh maupun sebagian dari isi laporan ini tidak diizinkan untuk dipublikasikan
   melalui iklan atau media lainnya tanpa seizin dari KJPP Kusnanto & rekan.

6. Laporan penilaian ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan KR dan stempel
   perusahaan (corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.




                                           xv
Page 17
                       PERNYATAAN INDEPENDENSI PENILAI


1. KR tidak memiliki benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan perusahaan yang
   dinilai.

2. KR tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan usaha/saham
   perusahaan yang dinilai.

3. KR tidak memiliki pinjaman dengan perusahaan yang dinilai.

4. Laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
   manapun.

5. KR hanya menerima imbalan jasa sesuai dengan surat penugasan KR.


Tim Penilai:



Willy D. Kusnanto                                               .....................................
Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996



Erric Reynaldi                                                  .....................................
No. MAPPI      : 13-P-04625



Andry Steven                                                    .....................................
No. MAPPI    : 14-P-04891



Fergy Merzyana                                                  .....................................
No. MAPPI     : 20-P-10345




                                           xvi
Page 18
                                 SURAT PERNYATAAN


Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai penilai, kami yang bertanda tangan di
bawah ini menerangkan bahwa:

1. Pernyataan dalam laporan ini, yang menjadi dasar dari analisis, pendapat, dan kesimpulan
   yang diuraikan di dalamnya adalah benar. Laporan ini menjelaskan semua syarat-syarat
   pembatasan yang mempengaruhi analisis, pendapat, dan kesimpulan yang tertera dalam
   laporan ini dan laporan ini telah disusun sesuai dengan dan tunduk pada ketentuan-
   ketentuan dari Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020 tentang
   “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal” dan Standar Penilaian
   Indonesia (SPI) 2018 serta telah dibuat dengan memenuhi Kode Etik Penilai Indonesia
   (KEPI).

2. KR bertanggung jawab atas laporan penilaian.

3. Semua pernyataan dan data yang tercantum dalam laporan adalah benar adanya dan
   sesuai dengan pengetahuan dan itikad baik KR.

4. Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap Objek Penilaian pada tanggal
   penilaian yang ditentukan, yaitu 30 Juni 2023.

5. Penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan
   perundang-undangan yang berlaku.

6. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan penilaian.

7. Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan
   sebagai kesimpulan nilai.

8. KR tidak memiliki kepentingan pribadi atau kecenderungan untuk berpihak berkenaan
   dengan subjek dari laporan ini maupun pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.

9. KR telah memenuhi pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau diselenggarakan
   oleh Asosiasi Penilai yang diakui oleh Pemerintah.

10. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.

11. KR telah memiliki pemahaman mengenai Objek Penilaian yang dinilai.

12. Imbalan jasa yang diterima oleh KR tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari
    proses analisis Objek Penilaian.

13. Analisis dan kesimpulan nilai telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas.




                                           xvii
Page 19
14. Data ekonomi dan industri dalam laporan penilaian ini diperoleh dari berbagai sumber
    yang diyakini KR dapat dipertanggungjawabkan.

15. Tidak seorangpun selain yang disebutkan dalam laporan penilaian ini telah menyediakan
    bantuan profesional dalam menyiapkan laporan penilaian ini.

16. KR telah melakukan inspeksi atas aset tetap yang dimiliki oleh BMW serta telah
    melakukan inspeksi dan wawancara dengan manajemen Perseroan terkait dengan
    operasional, kinerja, dan prospek dari BMW.


Tim Penilai:



Willy D. Kusnanto                                              .....................................
Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996



Erric Reynaldi                                                 .....................................
No. MAPPI      : 13-P-04625



Andry Steven                                                   .....................................
No. MAPPI    : 14-P-04891



Fergy Merzyana                                                 .....................................
No. MAPPI     : 20-P-10345




                                          xviii
Page 20
                                      DAFTAR ISI

                                                                            HALAMAN

OPINI                                                                              i

ASUMSI DAN SYARAT PEMBATAS                                                       xv

PERNYATAAN INDEPENDENSI PENILAI                                                 xvi

SURAT PERNYATAAN                                                                xvii

DAFTAR ISI                                                                      xix

DAFTAR TABEL                                                                    xxii

DAFTAR GRAFIK                                                                   xxv

LAMPIRAN                                                                       xxvi

I.      RINGKASAN EKSEKUTIF

        A. Alasan dan Latar Belakang                                             1
        B. Objek serta Tujuan dan Maksud Penilaian                               6
        C. Premis Penilaian                                                      6
        D. Independensi Penilai                                                  7
        E. Tanggal Efektif Penilaian                                             7
        F. Profil PT Bumindo Mekar Wibawa                                        7
        G. Definisi Nilai yang Digunakan                                         8
        H. Pendekatan Penilaian yang Digunakan                                   9
        I. Metode Penilaian yang Digunakan                                       9
        J. Ringkasan Hasil Penilaian                                            10
        K. Kesimpulan Penilaian                                                 10

II.     DESKRIPSI PENUGASAN

        A. Alasan dan Latar Belakang                                            11
        B. Tujuan dan Maksud Penilaian                                          15
        C. Definisi Nilai yang Digunakan                                        15
        D. Tanggal Efektif Penilaian                                            15
        E. Data dan Informasi yang Digunakan                                    16
        F. Informasi Non-Keuangan                                               18
        G. Jenis Ekuitas                                                        19
        H. Kondisi Pembatas dan Asumsi-Asumsi Pokok                             19
        I. Tingkat Kedalaman Investigasi                                        21
        J. Distribusi Laporan Penilaian                                         21
        K. Jenis Laporan                                                        21
        L. Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events)       21




                                           xix
Page 21
                                                                        HALAMAN

III.    PENJELASAN SINGKAT MENGENAI OBJEK PENILAIAN

        A. Latar Belakang PT Bumindo Mekar Wibawa                               22
        B. Kegiatan Usaha                                                       22
        C. Manajemen                                                            22
        D. Kepemilikan Saham                                                    23
        E. Data Keuangan Historis                                               23

IV.     KONDISI DAN TINJAUAN EKONOMI

        A. Tinjauan Ekonomi Dunia                                               25
        B. Tinjauan Ekonomi Indonesia                                           27
        C. Proyeksi Ekonomi Indonesia                                           28
        D. Tingkat Suku Bunga                                                   28
        E. Inflasi                                                              29
        F. Nilai Tukar Rupiah                                                   30

V.      TINJAUAN INDUSTRI PROPERTI

        A. Tinjauan Industri Properti di Dunia                                  32
        B. Tinjauan Industri Properti di Indonesia                              35

VI.     ANALISIS LAPORAN KEUANGAN HISTORIS

        A. PT Bumindo Mekar Wibawa                                              40
        B. Analisis atas Common Size PT Bumindo Mekar Wibawa                    49
        C. Analisis atas Common Size Industri Properti                          50

VII.    ANALISIS RISIKO

        A. Risiko Pendanaan                                                     58
        B. Risiko Kenaikan Harga Bahan Bangunan dan Kelangkaan Bahan Bangunan   58
        C. Risiko Kenaikan Tingkat Suku Bunga                                   58
        D. Risiko Operasional                                                   59
        E. Risiko Bencana Alam                                                  59
        F. Risiko Kebijakan Pemerintah                                          59

VIII.   METODE PENILAIAN

        A. Metode-Metode Penilaian                                              60
        B. Metode Penilaian yang Digunakan                                      61
        C. Premis Penilaian                                                     62
        D. Aplikasi Diskon dan Premi                                            62
        E. Prosedur Penilaian                                                   62
        F. Independensi Penilai                                                 63




                                              xx
Page 22
                                                                             HALAMAN

IX.   PENILAIAN

      A. Premi Pengendalian (Premium for Control), Diskon Tanpa Pengendalian
         (Discount for Lack of Control) dan Diskon Likuiditas Pasar (Discount for
         Lack of Marketabilities)                                                   64
      B. Nilai Pasar Objek Penilaian Berdasarkan Metode Penyesuaian Aset Bersih     65
      C. Kesimpulan Penilaian                                                       67




                                         xxi
Page 23
                                   DAFTAR TABEL

                                                                            HALAMAN

Tabel 1    Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
           PT Bumindo Mekar Wibawa                                               8

Tabel 2    Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
           PT Bumindo Mekar Wibawa                                              23

Tabel 3    Laporan Posisi Keuangan
           PT Bumindo Mekar Wibawa
           Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 – 2022                         23

Tabel 4    Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
           PT Bumindo Mekar Wibawa
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2018 – 2022                              24

Tabel 5    Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Dunia                              25

Tabel 6    Pertumbuhan Inflasi                                                  26

Tabel 7    Pertumbuhan Suku Bunga Bank Sentral                                  27

Tabel 8    Kontributor Inflasi Terbesar Berdasarkan Provinsi                    30

Tabel 9    Perubahan Investasi Real Estate Komersial Berdasarkan Wilayah        32

Tabel 10   Proyeksi Harga Rumah di AS berdasarkan Kota pada Tahun 2030          33

Tabel 11   Pertumbuhan Triwulan Indeks Permintaan Properti Komersial
           Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek), Banten,
           Bandung dan Makassar                                                 35

Tabel 12   Pertumbuhan Triwulan Indeks Pasokan Properti Komersial
           Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek), Banten,
           Bandung dan Makassar                                                 36

Tabel 13   Pertumbuhan Triwulan Indeks Harga Properti Komersial
           Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek), Banten,
           Bandung dan Makassar                                                 36

Tabel 14   Laporan Posisi Keuangan
           PT Bumindo Mekar Wibawa
           Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 – 2022                         40




                                          xxii
Page 24
                                                                        HALAMAN

Tabel 15   Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
           PT Bumindo Mekar Wibawa
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2018 – 2022                          44

Tabel 16   Laporan Arus Kas
           PT Bumindo Mekar Wibawa
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2018 – 2022                          45

Tabel 17   Rasio-rasio Keuangan
           PT Bumindo Mekar Wibawa
           Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 – 2022                     48

Tabel 18   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan
           PT Bumindo Mekar Wibawa
           Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 – 2022                     49

Tabel 19   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           PT Bumi Serpong Damai Tbk
           Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 – 2022                     50

Tabel 20   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           PT Bumi Serpong Damai Tbk
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2018 – 2022                          52

Tabel 21   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           PT Summarecon Agung Tbk
           Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 – 2022                     53

Tabel 22   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           PT Summarecon Agung Tbk
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2018 – 2022                          55

Tabel 23   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           PT Ciputra Development Tbk
           Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 – 2022                     55




                                        xxiii
Page 25
                                                                     HALAMAN

Tabel 24   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           PT Ciputra Development Tbk
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2018 – 2022                       57

Tabel 25   Nilai Pasar 100,00% Saham
           PT Bumindo Mekar Wibawa
           Metode Penyesuaian Aset Bersih
           Per 30 Juni 2023                                              66




                                        xxiv
Page 26
                                 DAFTAR GRAFIK

                                                                             HALAMAN

Grafik 1   Perkembangan Suku Bunga Bank Indonesia                                28

Grafik 2   Perkembangan Inflasi Berdasarkan Indeks Harga Konsumen
           di Indonesia                                                          29

Grafik 3   Perkembangan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Mata Uang Asing              31

Grafik 4   Penjualan Rumah di AS Januari – Juni 2023                             33

Grafik 5   Persetujuan Pinjaman atau Kredit Bank Umum di Indonesia
           Bulan Desember 2022 – Januari 2023                                    37

Grafik 6   Proyeksi Penyelesaian Proyek Apartemen yang Tertunda di Jakarta
           Tahun 2023 – 2025                                                     38




                                        xxv
Page 27
                                   LAMPIRAN

                                              HALAMAN

Lampiran A   Nilai Pasar 100,00% Saham
             PT Bumindo Mekar Wibawa
             Metode Penyesuaian Aset Bersih
             Per 30 Juni 2023                     68




                                       xxvi
Page 28
I.     RINGKASAN EKSEKUTIF

I.A.   Alasan dan Latar Belakang

       PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) merupakan
       suatu       perseroan      terbatas     berstatus     perusahaan         terbuka
       (publicly-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
       Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam
       bidang perindustrian, aktivitas perusahaan holding dan konsultasi manajemen.
       Perseroan dan entitas anaknya bergerak dalam beberapa bidang usaha yang
       meliputi industri macam-macam wadah dari logam berupa kaleng kemas,
       pengolahan hasil perikanan dan real estat. Perseroan berdomisili di Jalan Marina
       Raya, Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara 14470, dengan nomor telepon:
       (021) 2941 7685 dan email: corporate.secretary@agungsedayu.com.

       Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
       30 Juni 2023, Perseroan memiliki penyertaan saham pada beberapa entitas anak
       baik langsung maupun tidak langsung dengan rincian sebagai berikut:


                                                              Perseroan


                                        99,00%                                                    51,00%
                              PT Panorama Eka
                                                                                     PT Bangun Kosambi
                                Tunggal (PET)
                                                                                         Sukses (BKS)
                                   BKS 1,00%
                    51,00%              57,00%                       51,00%                       99,60%                       40,00%
                                                        PT Cahaya Gemilang
          PT Mega Andalan    PT Cahaya Kencana                                          PT Agung Surya              PT Fin Centerindo
                                                         Indah Cemerlang
              Sukses (MAS)        Indah (CKI)                                          Gemerlap (ASGE)                  Satu (FCS)
                                                                (CGIC)



       PET, BKS, MAS, CKI, CGIC, ASGE, dan FCS selanjutnya secara bersama-sama
       disebut “Entitas Anak Perseroan”.

       Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, ruang
       lingkup kegiatan usaha dan status Entitas Anak Perseroan adalah sebagai berikut:

        No.    Keterangan    Status         Domisili                                        Kegiatan Usaha

          1   BMW            Tertutup       Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa dan kawasan industri.
          2   CIS            Tertutup       Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                             penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                             maupun disewa.
          3   JIS            Tertutup       Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                             penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                             maupun disewa.
          4   KKU            Tertutup       Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa.
          5   KUS            Tertutup       Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                             penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                             maupun disewa.
          6   SCU            Tertutup       Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                             penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                             maupun disewa.
          7   SHM            Tertutup       Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                             penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                             maupun disewa.




                                                         1
Page 29
Industri properti di Indonesia pada tahun 2023 mengalami peningkatan sejalan
dengan pertumbuhan positif ekonomi Indonesia setelah mengalami resesi akibat
dampak pandemi wabah Covid-19. Pemulihan ekonomi Indonesia tersebut dan
peningkatan daya beli konsumen dinilai merupakan faktor yang mendorong
stabilitas indutri properti. Sebagai salah satu industri yang memberikan kontribusi
pertumbuhan industri nasional, dengan keunggulan populasi yang dimiliki
Indonesia yang didukung transformasi digitalisasi, industri properti terus memacu
pembangunan infrakstruktur untuk lebih berkualitas sehingga dapat meningkatkan
prospek pertumbuhan kinerjanya. Manajemen Perseroan memandang
pertumbuhan industri properti memiliki potensi untuk dapat berkembang yang
didukung oleh pertumbuhan ekonomi maupun sosial, meningkatnya populasi, dan
meningkatnya daya beli masyarakat. Dengan demikian Perseroan merencanakan
untuk melakukan beberapa rencana aksi korporasi dengan rincian sebagai berikut:

   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan
    modal ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Bumindo Mekar
    Wibawa (selanjutnya disebut “BMW”) melalui rencana peningkatan modal
    dasar BMW terlebih dahulu (selanjutnya disebut “Rencana Penyertaan
    Saham BMW”);

   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan
    modal ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Cahaya Inti Sentosa
    (selanjutnya disebut “CIS”) melalui rencana peningkatan modal dasar CIS
    terlebih dahulu (selanjutnya disebut “Rencana Penyertaan Saham CIS”);

   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan
    modal ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Jaya Indah Sentosa
    (selanjutnya disebut “JIS”) melalui rencana peningkatan modal dasar JIS
    terlebih dahulu (selanjutnya disebut “Rencana Penyertaan Saham JIS”);

   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan
    modal ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Kemilau Karya Utama
    (selanjutnya disebut “KKU”) dengan menerbitkan saham seri B yang memiliki
    seluruh hak yang sama dengan saham yang diterbitkan oleh KKU, yang
    selanjutnya akan menjadi saham seri A, kecuali perbedaan harga nominal per
    lembar saham untuk saham seri A dan saham seri B tersebut, melalui rencana
    peningkatan modal dasar KKU terlebih dahulu (selanjutnya disebut “Rencana
    Penyertaan Saham KKU”);

   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan
    modal ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Karunia Utama Selaras
    (selanjutnya disebut “KUS”) melalui rencana peningkatan modal dasar KUS
    terlebih dahulu (selanjutnya disebut “Rencana Penyertaan Saham KUS”);

   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan
    modal ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Sumber Cipta Utama
    (selanjutnya disebut “SCU”) melalui rencana peningkatan modal dasar SCU
    terlebih dahulu (selanjutnya disebut “Rencana Penyertaan Saham SCU”); dan



                                   2
Page 30
         Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan
          modal ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Sharindo Matratama
          (selanjutnya disebut “SHM”) dengan menerbitkan saham seri B yang memiliki
          seluruh hak yang sama dengan saham yang diterbitkan oleh SHM, yang
          selanjutnya akan menjadi saham seri A, kecuali perbedaan harga nominal per
          lembar saham untuk saham seri A dan saham seri B tersebut, melalui rencana
          peningkatan modal dasar SHM terlebih dahulu (selanjutnya disebut “Rencana
          Penyertaan Saham SHM”).

Rencana Penyertaan Saham BMW, Rencana Penyertaan Saham CIS, Rencana
Penyertaan Saham JIS, Rencana Penyertaan Saham KKU, Rencana Penyertaan
Saham KUS, Rencana Penyertaan Saham SCU, dan Rencana Penyertaan Saham
SHM selanjutnya secara bersama-sama disebut “Rencana Penyertaan Saham”.

Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
pada tanggal 30 Juni 2023, ruang lingkup kegiatan usaha dan status
perusahaan-perusahaan dalam Rencana Penyertaan Saham adalah sebagai
berikut:

    No.    Keterangan   Status     Domisili                                       Kegiatan Usaha

      1   BMW           Tertutup   Indonesia        Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa dan kawasan industri.
      2   CIS           Tertutup   Indonesia        Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                   penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                   maupun disewa.
      3   JIS           Tertutup   Indonesia        Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                   penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                   maupun disewa.
      4   KKU           Tertutup   Indonesia        Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa.
      5   KUS           Tertutup   Indonesia        Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                   penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                   maupun disewa.
      6   SCU           Tertutup   Indonesia        Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                   penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                   maupun disewa.
      7   SHM           Tertutup   Indonesia        Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                   penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                   maupun disewa.




Sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham, Perseroan merencanakan
untuk melakukan penawaran umum terbatas dengan hak memesan efek terlebih
dahulu atas saham dalam portepel Perseroan sebagaimana diatur dalam
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 14/POJK.04/2019 tanggal 30 April 2019
tentang “Perubahan atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
32/POJK.04/2015 tentang Penambahan Modal Perusahaan Terbuka Dengan
Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu” (selanjutnya disebut
“POJK 14/2019”), dimana dalam rangka penyelesaian Rencana Penyertaan
Saham, Perseroan merencanakan untuk menggunakan dana hasil penawaran
umum terbatas dengan hak memesan efek terlebih dahulu atas saham portepel
Perseroan (selanjutnya disebut “Rencana PMDHMETD”).

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
Rencana Penyertaan Saham dan Rencana PMDHMETD merupakan satu
kesatuan transaksi yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya dan
selanjutnya secara bersama-sama disebut “Rencana Transaksi”.



                                               3
Page 31
Sebelumnya, Perseroan telah melakukan penambahan kegiatan usaha dan
mengembangkan bisnis pada bidang real estat dengan melakukan akuisisi
sebesar 51,00% saham pada BKS. Selanjutnya, Perseroan melalui BKS telah
melakukan akuisisi sebesar 51,00% saham masing-masing pada MAS dan CGIC.
Ruang lingkup kegiatan usaha BKS, MAS, dan CGIC adalah bergerak pada bidang
real estat dan memiliki lahan yang seluruhnya berada di Kabupaten Tangerang
dan ketiganya merupakan pengembang kawasan PIK 2. Berdasarkan keterangan
yang diperoleh dari manajemen Perseroan, saat ini, sebagian besar pendapatan
Perseroan berasal dari real estat.

Kawasan PIK 2 merupakan kota mandiri dengan konsep smart city yang
dikembangkan oleh Agung Sedayu dan Grup Salim, dengan lokasi yang
terbentang pada lahan seluas lebih dari 6.000 hektar di bagian barat hingga bagian
utara Jakarta. Disebut sebagai “the new Jakarta City”, kawasan PIK 2
menghadirkan          beberapa        mega        proyek         seperti      mal
(Sedayu Watertown Mall), kawasan bisnis (Islamic Financial Center), pusat
olahraga, hunian, destinasi kuliner, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya
(RS Hermina, Tzu Chi International School, berbagai tempat ibadah). Selanjutnya,
pada kawasan PIK 2 juga direncanakan akan dibangun berbagai fasilitas dan
destinasi wisata unik seperti beach club, Aloha Pasir Putih, Ginza Beach Walk
sampai Community Park (event space), yang secara efektif dapat menjadi daya
tarik keramaian konsumen dan pada akhirnya dapat meningkatkan permintaan
properti PIK 2, terutama untuk hunian dan kaveling komersial. Selain itu, dengan
adanya proyek infrastruktur seperti pembangunan tol baru yang menghubungkan
kawasan PIK 2 dengan jalur tol lingkar luar Jakarta ke depannya dapat
mempermudah akses ke kawasan.

Sejalan dengan strategi bisnis Perseroan, Perseroan terus berupaya untuk
menerapkan fokus pada perluasan skala proyek Perseroan pada kawasan PIK 2
dengan merencanakan pertumbuhan secara anorganik melalui Rencana
Penyertaan Saham. Mengingat bahwa Rencana Penyertaan Saham pada
perusahaan-perusahaan tersebut merupakan salah satu rencana pengembang
kawasan PIK 2 yang memiliki proyek di kawasan yang sama dengan lokasi proyek
Perseroan di masa yang akan datang.

Dengan melakukan Rencana Penyertaan Saham, Perseroan senantiasa mencari
peluang bisnis potensial yang dapat memaksimalkan nilai investasi Perseroan di
masa yang akan datang. Perseroan memandang bahwa industri properti memiliki
potensi yang dapat berdampak positif bagi pengembangan bisnis Perseroan dan
menciptakan sinergi bisnis yang optimal khususnya pada pengembangan
kawasan PIK 2 sehingga Perseroan dapat mengambil seluruh potensi keuntungan
yang dihasilkan di masa yang akan datang sehingga pada akhirnya hal tersebut
dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan dan memberikan
nilai tambah bagi para pemegang saham Perseroan.




                                  4
Page 32
Sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham tersebut, Perseroan
merencanakan untuk melakukan Rencana PMDHMETD sesuai dengan POJK
14/2019, dimana dalam rangka penyelesaian Rencana Penyertaan Saham,
Perseroan merencanakan untuk menggunakan dana hasil penawaran umum
terbatas dengan hak memesan efek terlebih dahulu atas saham portepel
Perseroan sehingga Perseroan dapat mengembangkan portofolio bisnis
Perseroan khususnya pada bidang industri properti.

Setelah Rencana Transaksi telah menjadi efektif, Perseroan berharap dapat
mengembangkan seluruh proyek-proyek Perseroan dengan terciptanya sinergi
antar masing-masing kawasan yang tergabung dalam satu kawasan PIK 2 secara
maksimal dimana setiap masing-masing portofolio bisnis industri properti yang
dimiliki oleh Perseroan dapat memberikan nilai tambah bagi kinerja keuangan
konsolidasian Perseroan.

Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

   Sejalan dengan strategi bisnis Perseroan, Perseroan terus berupaya untuk
    menerapkan fokus pada perluasan skala proyek Perseroan pada kawasan PIK
    2 dengan merencanakan pertumbuhan secara anorganik melalui Rencana
    Penyertaan Saham. Mengingat bahwa Rencana Penyertaan Saham pada
    perusahaan-perusahaan tersebut merupakan salah satu rencana
    pengembang kawasan PIK 2 yang memiliki proyek di kawasan yang sama
    dengan lokasi proyek Perseroan di masa yang akan datang.

   Dengan melakukan Rencana Penyertaan Saham, Perseroan senantiasa
    mencari peluang bisnis potensial yang dapat memaksimalkan nilai investasi
    Perseroan di masa yang akan datang. Perseroan memandang bahwa industri
    properti memiliki potensi yang dapat berdampak positif bagi pengembangan
    bisnis Perseroan dan menciptakan sinergi bisnis yang optimal khususnya pada
    pengembangan kawasan PIK 2 sehingga Perseroan dapat mengambil seluruh
    potensi keuntungan yang dihasilkan di masa yang akan datang sehingga pada
    akhirnya hal tersebut dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian
    Perseroan dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham
    Perseroan.

   Setelah Rencana Transaksi telah menjadi efektif, Perseroan berharap dapat
    mengembangkan seluruh proyek-proyek Perseroan dengan terciptanya sinergi
    antar masing-masing kawasan yang tergabung dalam satu kawasan PIK 2
    secara maksimal dimana setiap masing-masing portofolio bisnis industri
    properti yang dimiliki oleh Perseroan dapat memberikan nilai tambah bagi
    kinerja keuangan konsolidasian Perseroan.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, mengingat
bahwa terdapat kesamaan pengurus dan pengendalian Perseroan, BMW, CIS,
BMW, KKU, KUS, SCU, dan SHM, maka Rencana Penyertaan Saham merupakan
transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK
No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang “Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Benturan Kepentingan” (selanjutnya disebut “POJK 42/2020”).


                                  5
Page 33
       Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
       Rencana Penyertaan Saham tersebut merupakan transaksi material, sehingga
       Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal
       20 April 2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”
       (selanjutnya disebut “POJK 17/2020”).

       Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi dan transaksi
       material, POJK 42/2020 dan POJK 17/2020 mensyaratkan adanya laporan
       penilaian saham atas transaksi tersebut, yang disiapkan oleh penilai independen.

       Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Penyertaan Saham
       tersebut, maka Perseroan menunjuk penilai independent, Kantor Jasa Penilai
       Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya disebut “KR”
       atau “kami”) untuk melakukan penilaian atas 100,00% saham BMW.

       Mengingat BMW adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat
       diperjualbelikan di pasar modal, maka saham BMW bersifat tidak likuid.

I.B.   Objek serta Tujuan dan Maksud Penilaian

       Objek yang dinilai dalam penilaian ini adalah nilai pasar 100,00% saham BMW
       (selanjutnya disebut “Objek Penilaian”).

       Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen
       tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah
       dan/atau ekuivalensinya pada tanggal 30 Juni 2023.

       Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari
       Objek Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan
       pertimbangan oleh manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan
       Rencana Penyertaan Saham serta untuk memenuhi POJK 42/2020 dan
       POJK 17/2020.

       Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam
       Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan
       Penilaian Bisnis di Pasar Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK
       35/2020”) serta Standar Penilaian Indonesia (selanjutnya disebut “SPI”) 2018.

I.C.   Premis Penilaian

       Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis
       penilaian bahwa BMW adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.




                                        6
Page 34
I.D.   Independensi Penilai

       Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa
       adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan BMW
       ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan BMW. KR juga tidak
       memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
       Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan
       atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali
       tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis penilaian ini dan
       KR     hanya    menerima      imbalan     sesuai    dengan    surat     penugasan
       No. KR/230412-001 tanggal 12 April 2023 yang telah disetujui oleh manajemen
       Perseroan.

I.E.   Tanggal Efektif Penilaian

       Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal
       30 Juni 2023. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan
       penilaian serta dari data keuangan BMW yang kami terima. Data keuangan
       tersebut berupa laporan keuangan BMW untuk periode enam bulan yang berakhir
       pada tanggal 30 Juni 2023 yang menjadi dasar penilaian ini.

I.F.   Profil PT Bumindo Mekar Wibawa

       BMW didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 1 tanggal 6 Agustus 2007 dari
       Marijke Rooselin Sopaheluwakan, S.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian tersebut
       telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
       dalam     Surat   Keputusan    No.    C-04282      HT.01.01-TH.2007       tanggal
       23 November 2007.

       Anggaran dasar BMW telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan
       terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta Notaris No. 45 dari Edison Jingga,
       S.H., M.H., tanggal 27 Juni 2019 mengenai perubahan maksud dan tujuan serta
       kegiatan usaha dan pengangkatan kembali Direksi dan Komisaris. Akta perubahan
       tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
       Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-0035111.AH.01.02.Tahun 2019
       tanggal 5 Juli 2019.

       BMW berkedudukan di Tangerang dan berkantor di Jalan Inspeksi PIK 2
       Terusan Jalan Perancis No. 5, Dadap, Kosambi, Tangerang, Banten.




                                          7
Page 35
I.F.1.   Struktur Permodalan

         Susunan pemegang saham BMW berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
         30 Juni 2023 adalah sebagai berikut:

         Tabel 1
         PT Bumindo Mekar Wibawa
         Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham

                                                                                            (Dalam Rupiah)
                                                                        Persentase
                     Pemegang Saham                    Jumlah Saham                      Jumlah Modal
                                                                        Kepemilikan
         PT Multi Artha Pratama                                50.000           50,00%     25.000.000.000
         PT Tunas Mekar Jaya                                   50.000           50,00%     25.000.000.000
         Jumlah                                               100.000          100,00%     50.000.000.000



I.F.2.   Struktur Pengurus

         Susunan Dewan Komisaris dan Direksi BMW pada tanggal 30 Juni 2023 adalah
         sebagai berikut:

         Dewan Komisaris
         Komisaris Utama                               :   Kho Cing Siong
         Komisaris                                     :   Freddy Numberi

         Direksi
         Direktur Utama                                :   Nono Sampono
         Direktur                                      :   Yohanes Edmond Budiman
         Direktur                                      :   Surya Pranoto Budiharjo
         Direktur                                      :   Belly Djaliel

I.F.3.   Kegiatan Usaha

         Ruang lingkup kegiatan usaha BMW adalah bergerak dalam bidang real estat yang
         dimiliki sendiri atau disewa dan kawasan industri.

I.G.     Definisi Nilai yang Digunakan

         Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan
         terbuka, maka dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.

         Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk
         digunakan dalam penilaian ini adalah nilai pasar, dimana berdasarkan
         POJK 35/2020, nilai pasar didefinisikan sebagai “estimasi sejumlah uang yang
         dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal
         penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat
         menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan
         secara layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar
         pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.




                                                   8
Page 36
I.H.   Pendekatan Penilaian yang Digunakan

       Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis
       internal akan berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis
       historis atas laporan posisi keuangan, dan laporan laba rugi komprehensif BMW,
       pengkajian atas kondisi operasi dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki
       BMW. Prospek BMW di masa yang akan datang kami evaluasi berdasarkan
       rencana usaha yang telah kami kaji kewajaran dan konsistensinya. Analisis
       eksternal didasarkan pada kajian singkat terhadap faktor-faktor eksternal yang
       dipertimbangkan sebagai penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian
       singkat atas prospek dari industri yang bersangkutan.

       Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar
       suatu “business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi
       keuangan dan laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya
       diperlukan penyesuaian terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan
       normalisasi keuntungan laporan laba rugi komprehensif yang biasanya disusun
       oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun nilai buku suatu
       perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan laba
       rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis
       yang dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian
       tersebut.

I.I.   Metode Penilaian yang Digunakan

       Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
       penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method).

       Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari
       semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai
       pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai
       pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan
       kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai pasar seluruh aset
       (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai pasar liabilitas.

       Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai
       untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak
       manajemen Perseroan dan BMW. Tidak tertutup kemungkinan untuk
       diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat memberikan
       hasil yang berbeda.




                                          9
Page 37
I.J.   Ringkasan Hasil Penilaian

       Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, ringkasan hasil penilaian kami adalah
       sebagai berikut:

       Berdasarkan metode penyesuaian aset bersih, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai
       pasar 100,00% saham BMW sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
       Rp 150,40 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 40,00%, maka indikasi
       nilai pasar 100,00% saham BMW adalah sebesar Rp 90,24 miliar. Dengan
       demikian, nilai pasar 100,00% saham BMW berdasarkan metode penyesuaian
       aset bersih adalah sebesar Rp 90,24 miliar.

I.K.   Kesimpulan Penilaian

       Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima
       dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang mempengaruhi
       penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal
       30 Juni 2023 adalah sebesar Rp 90,24 miliar.

       Nilai pasar Objek Penilaian tersebut kami tentukan berdasarkan data dan informasi
       yang kami peroleh dari pihak manajemen Perseroan dan BMW serta pihak-pihak
       lain yang relevan dengan penilaian. Kami menganggap bahwa semua informasi
       tersebut adalah benar dan bahwa tidak ada keadaan atau hal-hal yang tidak
       terungkap yang akan mempengaruhi nilai pasar tersebut secara material.

       Kami tidak melakukan penyelidikan dan juga bukan merupakan tanggung jawab
       kami kemungkinan terjadinya masalah yang berkaitan dengan status hukum
       kepemilikan, kewajiban utang dan/atau sengketa atas BMW. Kami tegaskan pula
       bahwa kami tidak memperoleh manfaat atau keuntungan apapun baik saat ini
       maupun di masa mendatang dan imbalan jasa yang telah disetujui atas penilaian
       BMW tidak tergantung pada nilai yang dilaporkan.




                                        10
Page 38
II.     DESKRIPSI PENUGASAN

II.A.   Alasan dan Latar Belakang

        Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka
        (publicly-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
        Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam
        bidang perindustrian, aktivitas perusahaan holding dan konsultasi manajemen.
        Perseroan dan entitas anaknya bergerak dalam beberapa bidang usaha yang
        meliputi industri macam-macam wadah dari logam berupa kaleng kemas,
        pengolahan hasil perikanan dan real estat. Perseroan berdomisili di Jalan Marina
        Raya, Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara 14470, dengan nomor telepon:
        (021) 2941 7685 dan email: corporate.secretary@agungsedayu.com.

        Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
        30 Juni 2023, Perseroan memiliki penyertaan saham pada beberapa entitas anak
        baik langsung maupun tidak langsung dengan rincian sebagai berikut:


                                                                 Perseroan


                                           99,00%                                 51,00%

                                          PET
                                                                                BKS
                                     BKS 1,00%
                      51,00%               57,00%                    51,00%       99,60%        40,00%


                 MAS                      CKI                      CGIC        ASGE            FCS




        Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, ruang
        lingkup kegiatan usaha dan status Entitas Anak Perseroan adalah sebagai berikut:

         No.    Keterangan     Status           Domisili                      Kegiatan Usaha

           1   PET             Tertutup         Indonesia                        Real estat
           2   BKS             Tertutup         Indonesia                        Real estat
           3   MAS             Tertutup         Indonesia                        Real estat
           4   CKI             Tertutup         Indonesia                        Real estat
           5   CGIC            Tertutup         Indonesia                        Real estat
           6   ASGE            Tertutup         Indonesia                        Real estat
           7   FCS             Tertutup         Indonesia                        Real estat




                                                            11
Page 39
Industri properti di Indonesia pada tahun 2023 mengalami peningkatan sejalan
dengan pertumbuhan positif ekonomi Indonesia setelah mengalami resesi akibat
dampak pandemi wabah Covid-19. Pemulihan ekonomi Indonesia tersebut dan
peningkatan daya beli konsumen dinilai merupakan faktor yang mendorong
stabilitas indutri properti. Sebagai salah satu industri yang memberikan kontribusi
pertumbuhan industri nasional, dengan keunggulan populasi yang dimiliki
Indonesia yang didukung transformasi digitalisasi, industri properti terus memacu
pembangunan infrakstruktur untuk lebih berkualitas sehingga dapat meningkatkan
prospek pertumbuhan kinerjanya. Manajemen Perseroan memandang
pertumbuhan industri properti memiliki potensi untuk dapat berkembang yang
didukung oleh pertumbuhan ekonomi maupun sosial, meningkatnya populasi, dan
meningkatnya daya beli masyarakat. Dengan demikian Perseroan merencanakan
untuk melakukan Rencana Penyertaan Saham.

Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
pada tanggal 30 Juni 2023, ruang lingkup kegiatan usaha dan status
perusahaan-perusahaan dalam Rencana Penyertaan Saham adalah sebagai
berikut:

 No.    Keterangan   Status     Domisili                                        Kegiatan Usaha

   1   BMW           Tertutup   Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa dan kawasan industri.
   2   CIS           Tertutup   Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                 penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                 maupun disewa.
   3   JIS           Tertutup   Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                 penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                 maupun disewa.
   4   KKU           Tertutup   Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa.
   5   KUS           Tertutup   Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                 penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                 maupun disewa.
   6   SCU           Tertutup   Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                 penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                 maupun disewa.
   7   SHM           Tertutup   Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                 penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                 maupun disewa.



Sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham, Perseroan merencanakan
untuk melakukan Rencana PMDHMETD.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
Rencana Penyertaan Saham dan Rencana PMDHMETD merupakan satu
kesatuan transaksi yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya dan
selanjutnya secara bersama-sama disebut “Rencana Transaksi”.

Sebelumnya, Perseroan telah melakukan penambahan kegiatan usaha dan
mengembangkan bisnis pada bidang real estat dengan melakukan akuisisi
sebesar 51,00% saham pada BKS. Selanjutnya, Perseroan melalui BKS telah
melakukan akuisisi sebesar 51,00% saham masing-masing pada MAS dan CGIC.
Ruang lingkup kegiatan usaha BKS, MAS, dan CGIC adalah bergerak pada bidang
real estat dan memiliki lahan yang seluruhnya berada di Kabupaten Tangerang
dan ketiganya merupakan pengembang kawasan PIK 2. Berdasarkan keterangan
yang diperoleh dari manajemen Perseroan, saat ini, sebagian besar pendapatan
Perseroan berasal dari real estat.


                                            12
Page 40
Kawasan PIK 2 merupakan kota mandiri dengan konsep smart city yang
dikembangkan oleh Agung Sedayu dan Grup Salim, dengan lokasi yang
terbentang pada lahan seluas lebih dari 6.000 hektar di bagian barat hingga bagian
utara Jakarta. Disebut sebagai “the new Jakarta City”, kawasan PIK 2
menghadirkan          beberapa         mega         proyek         seperti      mal
(Sedayu Watertown Mall), kawasan bisnis (Islamic Financial Center), pusat
olahraga, hunian, destinasi kuliner, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya (RS
Hermina, Tzu Chi International School, berbagai tempat ibadah). Selanjutnya,
pada kawasan PIK 2 juga direncanakan akan dibangun berbagai fasilitas dan
destinasi wisata unik seperti beach club, Aloha Pasir Putih, Ginza Beach Walk
sampai Community Park (event space), yang secara efektif dapat menjadi daya
tarik keramaian konsumen dan pada akhirnya dapat meningkatkan permintaan
properti PIK 2, terutama untuk hunian dan kaveling komersial. Selain itu, dengan
adanya proyek infrastruktur seperti pembangunan tol baru yang menghubungkan
kawasan PIK 2 dengan jalur tol lingkar luar Jakarta ke depannya dapat
mempermudah akses ke kawasan.

Sejalan dengan strategi bisnis Perseroan, Perseroan terus berupaya untuk
menerapkan fokus pada perluasan skala proyek Perseroan pada kawasan PIK 2
dengan merencanakan pertumbuhan secara anorganik melalui Rencana
Penyertaan Saham. Mengingat bahwa Rencana Penyertaan Saham pada
perusahaan-perusahaan tersebut merupakan salah satu rencana pengembang
kawasan PIK 2 yang memiliki proyek di kawasan yang sama dengan lokasi proyek
Perseroan di masa yang akan datang.

Dengan melakukan Rencana Penyertaan Saham, Perseroan senantiasa mencari
peluang bisnis potensial yang dapat memaksimalkan nilai investasi Perseroan di
masa yang akan datang. Perseroan memandang bahwa industri properti memiliki
potensi yang dapat berdampak positif bagi pengembangan bisnis Perseroan dan
menciptakan sinergi bisnis yang optimal khususnya pada pengembangan
kawasan PIK 2 sehingga Perseroan dapat mengambil seluruh potensi keuntungan
yang dihasilkan di masa yang akan datang sehingga pada akhirnya hal tersebut
dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan dan memberikan
nilai tambah bagi para pemegang saham Perseroan.

Sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham tersebut, Perseroan
merencanakan untuk melakukan Rencana PMDHMETD sesuai dengan
POJK 14/2019, dimana dalam rangka penyelesaian Rencana Penyertaan Saham,
Perseroan merencanakan untuk menggunakan dana hasil penawaran umum
terbatas dengan hak memesan efek terlebih dahulu atas saham portepel
Perseroan sehingga Perseroan dapat mengembangkan portofolio bisnis
Perseroan khususnya pada bidang industri properti.

Setelah Rencana Transaksi telah menjadi efektif, Perseroan berharap dapat
mengembangkan seluruh proyek-proyek Perseroan dengan terciptanya sinergi
antar masing-masing kawasan yang tergabung dalam satu kawasan PIK 2 secara
maksimal dimana setiap masing-masing portofolio bisnis industri properti yang
dimiliki oleh Perseroan dapat memberikan nilai tambah bagi kinerja keuangan
konsolidasian Perseroan.


                                  13
Page 41
Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

   Sejalan dengan strategi bisnis Perseroan, Perseroan terus berupaya untuk
    menerapkan fokus pada perluasan skala proyek Perseroan pada kawasan PIK
    2 dengan merencanakan pertumbuhan secara anorganik melalui Rencana
    Penyertaan Saham. Mengingat bahwa Rencana Penyertaan Saham pada
    perusahaan-perusahaan tersebut merupakan salah satu rencana
    pengembang kawasan PIK 2 yang memiliki proyek di kawasan yang sama
    dengan lokasi proyek Perseroan di masa yang akan datang.

   Dengan melakukan Rencana Penyertaan Saham, Perseroan senantiasa
    mencari peluang bisnis potensial yang dapat memaksimalkan nilai investasi
    Perseroan di masa yang akan datang. Perseroan memandang bahwa industri
    properti memiliki potensi yang dapat berdampak positif bagi pengembangan
    bisnis Perseroan dan menciptakan sinergi bisnis yang optimal khususnya pada
    pengembangan kawasan PIK 2 sehingga Perseroan dapat mengambil seluruh
    potensi keuntungan yang dihasilkan di masa yang akan datang sehingga pada
    akhirnya hal tersebut dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian
    Perseroan dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham
    Perseroan.

   Setelah Rencana Transaksi telah menjadi efektif, Perseroan berharap dapat
    mengembangkan seluruh proyek-proyek Perseroan dengan terciptanya sinergi
    antar masing-masing kawasan yang tergabung dalam satu kawasan PIK 2
    secara maksimal dimana setiap masing-masing portofolio bisnis industri
    properti yang dimiliki oleh Perseroan dapat memberikan nilai tambah bagi
    kinerja keuangan konsolidasian Perseroan.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, mengingat
bahwa terdapat kesamaan pengurus dan pengendalian Perseroan, BMW, CIS,
BMW, KKU, KUS, SCU, dan SHM, maka Rencana Penyertaan Saham merupakan
transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus memenuhi POJK 42/2020.

Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
Rencana Penyertaan Saham tersebut merupakan transaksi material, sehingga
Perseroan harus memenuhi POJK 17/2020.

Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi dan transaksi
material, POJK 42/2020 dan POJK 17/2020 mensyaratkan adanya laporan
pendapat kewajaran atas transaksi tersebut, yang disiapkan oleh penilai
independen.

Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Penyertaan Saham
tersebut, maka Perseroan menunjuk penilai independen, KR untuk melakukan
penilaian atas Objek Penilaian.

Mengingat BMW adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat
diperjualbelikan di pasar modal, maka saham BMW bersifat tidak likuid.



                                 14
Page 42
II.B.   Tujuan dan Maksud Penilaian

        Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen
        tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah
        dan/atau ekuivalensinya pada tanggal 30 Juni 2023.

        Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari
        Objek Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan
        pertimbangan oleh manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana
        Penyertaan Saham serta untuk memenuhi POJK 42/2020 dan POJK 17/2020.

        Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam
        POJK 35/2020 serta SPI 2018.

II.C.   Definisi Nilai yang Digunakan

        Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan
        terbuka, maka dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.

        Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk
        digunakan dalam penilaian ini adalah nilai pasar, dimana berdasarkan
        POJK 35/2020, nilai pasar didefinisikan sebagai “estimasi sejumlah uang yang
        dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal
        penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat
        menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan
        secara layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar
        pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.

II.D.   Tanggal Efektif Penilaian

        Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal
        30 Juni 2023. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan
        penilaian serta dari data keuangan BMW yang kami terima. Data keuangan
        tersebut berupa laporan keuangan BMW untuk periode enam bulan yang berakhir
        pada tanggal 30 Juni 2023 yang menjadi dasar penilaian ini.




                                         15
Page 43
II.E.   Data dan Informasi yang Digunakan

        Dalam melakukan penilaian untuk memperkirakan nilai pasar Objek Penilaian,
        kami telah menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau melaksanakan
        prosedur atas data dan informasi sebagai berikut:

        1. Laporan keuangan BMW untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
           (selanjutnya disebut “KAP”) Suharli, Sugiharto & Rekan (selanjutnya disebut
           “SSR”)         sebagaimana          tertuang       dalam        laporannya
           No. 00336/2.1315/AU.1/03/1415-3/1/VII/2023 tanggal 31 Juli 2023 dengan
           pendapat wajar tanpa pengecualian;

        2. Laporan keuangan BMW untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP SSR sebagaimana tertuang
           dalam laporannya No. 00329/2.1315/AU.1/03/1415-2/1/VII/2023 tanggal
           31 Juli 2023 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian;

        3. Laporan keuangan BMW untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP SSR sebagaimana tertuang
           dalam laporannya No. 00321/2.1315/AU.1/03/1415-1/1/VII/2023 tanggal
           31 Juli 2023 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian;

        4. Laporan keuangan BMW untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP Haryono, Junianto & Asmoro
           (selanjutnya disebut “HJA”) sebagaimana tertuang dalam laporannya
           No. 00172/2.1132/AU.1/03/1113-6/1/V/2022 tanggal 31 Mei 2022 dengan
           pendapat wajar tanpa pengecualian;

        5. Laporan keuangan BMW untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2019 yang telah diaudit oleh KAP HJA sebagaimana tertuang
           dalam laporannya No. 00171/2.1132/AU.1/03/1113-5/1/V/2022 tanggal
           30 Mei 2022 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian;

        6. Laporan keuangan BMW untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2018 yang telah diaudit oleh KAP HJA sebagaimana tertuang
           dalam laporannya No. 00170/2.1132/AU.1/03/1113-4/1/V/2022 tanggal
           25 Mei 2022 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian;

        7. Laporan penilaian properti BMW per 30 Juni 2023 yang disusun oleh KJPP
           Suwendho Rinaldy & Rekan (selanjutnya disebut “SRR”) sebagaimana
           tertuang dalam laporannya No. 00361/2.0059-02/PI/03/0242/1/VIII/2023
           tanggal 7 Agustus 2023;

        8. Anggaran dasar BMW yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta
           Notaris No. 45 tanggal 27 Juni 2019 yang dibuat oleh Edison Jingga S.H., M.H.,
           mengenai perubahan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha dan
           pengangkatan kembali Direksi dan Komisaris;




                                         16
Page 44
9. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Yohanes
   Edmond Budiman dengan posisi sebagai Direktur, mengenai alasan, latar
   belakang, dan hal-hal lain yang terkait dengan Rencana Transaksi;

10. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan BMW serta pihak-pihak
    lain yang relevan untuk penugasan;

11. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik,
    antara lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website
    Bursa Efek Indonesia, dan Bloomberg;

12. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara
    lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek
    Indonesia, dan Bloomberg;

13. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik,
    antara lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website
    Bursa Efek Indonesia, dan Bloomberg;

14. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Transaksi; dan

15. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik
    dan hasil analisis lain yang kami anggap relevan.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan
informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan BMW
atau yang tersedia secara umum dan kami tidak bertanggung jawab atas
kebenaran informasi-informasi tersebut.

Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari BMW. Jasa-jasa
yang kami berikan kepada Perseroan hanya merupakan penilaian atas Objek
Penilaian dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Pekerjaan kami
yang berkaitan dengan penilaian tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan
merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan
prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak
dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian
internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau
pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak
mencoba mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya yang dilakukan
Perseroan.




                                 17
Page 45
II.F.     Informasi Non-Keuangan

II.F.1.   Produk yang Dihasilkan

          Ruang lingkup kegiatan usaha BMW adalah bergerak dalam bidang real estat yang
          dimiliki sendiri atau disewa dan kawasan industri. Dengan demikian, produk yang
          dihasilkan oleh BMW adalah sebagai berikut:

             Rumah residensial;
             Rumah kantor; dan
             Kavling komersial.

II.F.2.   Pasar Geografis

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pasar geografis BMW meliputi wilayah
          Tangerang.

II.F.3.   Pemasok Utama dan Pelanggan Kunci

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pemasok utama BMW adalah sebagai
          berikut:

             PT Maju Jaya;
             PT Permaisuri Indah Vania; dan
             PT Talenta Putra Utama.

          Selanjutnya, dalam menjalankan kegiatan usahanya, pelanggan kunci BMW
          adalah konsumen akhir yaitu perorangan dan perusahaan pengembang.

II.F.4.   Pesaing Usaha

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pesaing usaha BMW adalah sebagai
          berikut:

             PT Bumi Serpong Damai Tbk;
             PT Ciputra Development Tbk;
             PT Sinarmas Land Tbk;
             PT Summarecon Agung Tbk;
             PT Lippo Karawaci Group Tbk; dan
             PT Alam Sutra Realty Tbk.




                                          18
Page 46
II.F.5.   Strategi dan Rencana Masa Depan (Business Plan)

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, strategi dan rencana masa depan BMW
          adalah sebagai berikut:

             Memanfaatkan digital platform khususnya untuk product knowledge, sehingga
              memberikan gambaran yang terinci terkait dengan produk yang dijual serta
              dengan semua spesifikasinya dimana, hal tersebut bertujuan untuk
              memudahkan para konsumen dalam memilih produk yang tepat sebelum
              melakukan pembelian;
             Memberikan penawaran penjualan dengan berbagai promo seperti
              menawarkan program pembayaran yang menarik, memberikan diskon khusus,
              dan memberikan bonus atas penjualan;
             Melakukan survei kepuasan konsumen dan kebutuhan pasar secara berkala
              agar selalu terdepan dalam memberikan pelayanan maupun menyediakan
              produk;
             Menjalin kerjasama dengan pihak perbankan dalam rangka memberikan
              kemudahan dan kenyamanan bertransaksi bagi pelanggan serta bekerjasama
              dengan vendor terkemuka untuk menjaga mutu produk;
             Menjaga nama baik perusahaan agar nilai investasi produk selalu terjaga dan
              meningkat; dan
             Bekerjasama dengan para pelaku usaha di kawasan proyek untuk turut serta
              menggerakkan roda perekonomian negara.

II.G.     Jenis Ekuitas

          Saham yang dimiliki BMW merupakan saham biasa, dimana setiap pemegang
          saham BMW memiliki 1 hak suara per lembar saham.

II.H.     Kondisi Pembatas dan Asumsi-Asumsi Pokok

          Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum
          bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai
          dengan tanggal penerbitan laporan penilaian ini.

          Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode penyesuaian aset bersih
          didasarkan pada laporan keuangan BMW yang telah diaudit. Kami telah
          melakukan penyesuaian atas laporan keuangan tersebut agar dapat
          mencerminkan nilai pasarnya. Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan
          penilaian berdasarkan kinerja historis BMW dan informasi manajemen BMW
          terhadap laporan keuangan BMW tersebut. Kami juga bertanggung jawab atas
          laporan penilaian BMW dan kesimpulan nilai akhir.




                                           19
Page 47
Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi
dan kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal
penilaian sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi
perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi
yang digunakan dalam penilaian. Kami tidak bertanggung jawab untuk
menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan (update) pendapat kami
karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta peristiwa-peristiwa yang
terjadi setelah tanggal laporan ini.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan
informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan BMW
atau yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap,
dan tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung jawab untuk melakukan
pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut. Kami juga
bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan dan BMW bahwa mereka
tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang
diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi
tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami
tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun
segala kehilangan, kerusakan, biaya, ataupun pengeluaran apapun yang
disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi sehingga data yang kami peroleh
menjadi tidak lengkap dan/atau dapat disalahartikan.

Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi
yang mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar
akan mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa
perubahan terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil
penilaian dan bahwa perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi
dari laporan penilaian ini telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara
yang profesional, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan
terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya analisis
tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan
analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai
dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer opinion
dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan dan BMW.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan
dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit,
atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan
tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam
pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan,
atau pelanggaran hukum. Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas
status hukum BMW berdasarkan anggaran dasar BMW.




                                  20
Page 48
II.I.   Tingkat Kedalaman Investigasi

        Dalam menyusun laporan penilaian Objek Penilaian, KR diberikan kesempatan
        untuk melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan laporan penilaian
        Objek Penilaian.

II.J.   Distribusi Laporan Penilaian

        Penilaian ini hanya ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam
        kaitannya dengan Rencana Penyertaan Saham serta tidak dapat digunakan atau
        dikutip untuk tujuan lain tanpa adanya izin tertulis dari KR dan/atau tidak untuk
        digunakan oleh pihak lain.

        Penilaian ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
        umum bisnis dan keuangan, serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak
        bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami
        karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Walaupun
        demikian, kami memiliki hak untuk, jika diperlukan, mengubah atau melengkapi
        hasil dari laporan ini jika terdapat tambahan informasi yang relevan setelah tanggal
        laporan ini yang kami anggap dapat berpengaruh secara signifikan terhadap hasil
        penilaian kami. Laporan penilaian ini hanya dipersiapkan untuk dapat
        dipergunakan sesuai dengan tujuan yang telah disebutkan di atas dan tidak dapat
        dipergunakan untuk tujuan lainnya.

        Pendapat yang kami sampaikan di sini harus dipandang sebagai satu kesatuan
        bersama dengan laporan lengkap yang telah kami siapkan. Penggunaan sebagian
        analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan
        analisis dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan.

II.K.   Jenis Laporan

        Jenis laporan penilaian 100,00% saham PT Bumindo Mekar Wibawa ini
        merupakan laporan terinci.

II.L.   Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events)

        Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal
        penilaian, yaitu tanggal 30 Juni 2023, sampai dengan tanggal diterbitkannya
        laporan penilaian 100,00% saham PT Bumindo Mekar Wibawa tidak terdapat
        kejadian penting setelah tanggal penilaian (subsequent events) yang secara
        signifikan dapat mempengaruhi penilaian nilai pasar Objek Penilaian.




                                          21
Page 49
III.     PENJELASAN SINGKAT MENGENAI OBJEK PENILAIAN

III.A.   Latar Belakang PT Bumindo Mekar Wibawa

         BMW didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 1 tanggal 6 Agustus 2007 dari
         Marijke Rooselin Sopaheluwakan, S.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian tersebut
         telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
         dalam     Surat   Keputusan    No.    C-04282      HT.01.01-TH.2007       tanggal
         23 November 2007.

         Anggaran dasar BMW telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan
         terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta Notaris No. 45 dari Edison Jingga,
         S.H., M.H., tanggal 27 Juni 2019 mengenai perubahan maksud dan tujuan serta
         kegiatan usaha dan pengangkatan kembali Direksi dan Komisaris. Akta perubahan
         tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
         Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-0035111.AH.01.02.Tahun 2019
         tanggal 5 Juli 2019.

         BMW berkedudukan di Tangerang dan berkantor di Jalan Inspeksi PIK 2
         Terusan Jalan Perancis No. 5, Dadap, Kosambi, Tangerang, Banten.

III.B.   Kegiatan Usaha

         Ruang lingkup kegiatan usaha BMW adalah bergerak dalam bidang real estat yang
         dimiliki sendiri atau disewa dan kawasan industri.

III.C.   Manajemen

         Susunan Dewan Komisaris dan Direksi BMW pada tanggal 30 Juni 2023 adalah
         sebagai berikut:

         Dewan Komisaris
         Komisaris Utama                       :   Kho Cing Siong
         Komisaris                             :   Freddy Numberi

         Direksi
         Direktur Utama                        :   Nono Sampono
         Direktur                              :   Yohanes Edmond Budiman
         Direktur                              :   Surya Pranoto Budiharjo
         Direktur                              :   Belly Djaliel




                                          22
Page 50
III.D.   Kepemilikan Saham

         Susunan pemegang saham BMW berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
         30 Juni 2023 adalah sebagai berikut:

         Tabel 2
         PT Bumindo Mekar Wibawa
         Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham

                                                                                                                     (Dalam Rupiah)
                                                                                       Persentase
                         Pemegang Saham                    Jumlah Saham                                         Jumlah Modal
                                                                                      Kepemilikan
         PT Multi Artha Pratama                                          50.000                   50,00%            25.000.000.000
         PT Tunas Mekar Jaya                                             50.000                   50,00%            25.000.000.000
         Jumlah                                                         100.000                  100,00%            50.000.000.000



III.E.   Data Keuangan Historis

         Laporan keuangan BMW untuk tahun enam bulan yang berakhir pada tanggal
         30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
         31 Desember 2022 dan 2021 telah diaudit oleh KAP SSR masing-masing dengan
         pendapat wajar tanpa pengecualian. Laporan keuangan BMW untuk tahun yang
         berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020, 2019, dan 2018 telah diaudit
         oleh KAP HJA masing-masing dengan pendapat wajar tanpa pengecualian.

         Ikhtisar data keuangan penting BMW adalah sebagai berikut:
         Tabel 3
         PT Bumindo Mekar Wibawa
         Laporan Posisi Keuangan
         Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 - 2022

                                                                                                                    (Dalam jutaan Rupiah)

                              Keterangan                30/06/23      31/12/22     31/12/21     31/12/20       31/12/19       31/12/18

         ASET
         ASET LANCAR
         Kas dan setara kas                                  35.345      53.151       52.078         1.843          1.746          1.097
         Piutang lain-lain                                    1.005      27.962      311.722       313.533        313.533        303.483
         Uang muka                                            8.436       3.695            -             -          1.346          3.331
         Pajak dibayar di muka                               48.517      48.519        2.682         7.523          7.530          3.848
         Tanah yang belum dikembangkan                            -           -            -     1.191.662      1.157.442      1.084.049
         Jumlah Aset Lancar                                  93.303     133.327      366.482     1.514.560      1.481.597      1.395.809
         ASET TIDAK LANCAR
         Deposito berjangka                                  6.748         4.253            -              -              -              -
         Persediaan                                      2.319.463     2.053.877    1.228.637              -              -              -
         Aset tetap - neto                                     819           599            -              -              -              -
         Aset lain-lain                                         67            89            -              -              -              -
         Jumlah Aset Tidak Lancar                        2.327.098     2.058.817    1.228.637              -              -              -
         JUMLAH ASET                                     2.420.401     2.192.144    1.595.119    1.514.560      1.481.597      1.395.809




                                                        23
Page 51
                                                                                                                               (Dalam jutaan Rupiah)

                       Keterangan                        30/06/23        31/12/22        31/12/21        31/12/20        31/12/19       31/12/18

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha - pihak ketiga                                   56.892          54.783           3.038              27             127            260
Utang lain-lain                                           1.109.043         804.267         354.807         242.000         226.562        185.910
Utang obligasi                                              146.000         526.000       1.090.000               -               -              -
Biaya yang masih harus dibayar                                6.029           4.190           7.540               -               -              -
Utang pajak                                                   2.668           3.227           1.204             395             391            375
Uang muka penjualan                                         263.389          23.294           2.712               -               -              -
Bagian jangka pendek dari liabilitas jangka panjang:
  Utang bank                                                 54.137          43.260           2.450               -               -              -
  Liabilitas imbalan kerja                                   22.271          21.719               -               -               -              -
Beban akrual                                                      -               -               -           2.254           2.226          2.360
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                           1.660.428       1.480.742       1.461.750         244.676         229.306        188.905
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Uang muka penjualan                                         577.484         506.010          67.014                 -               -              -
Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi bagian
  jangka pendek:
  Utang bank                                                199.550         194.590          27.440               -               -              -
  Liabilitas imbalan kerja                                    1.881           1.835              46               -               -              -
Utang lain-lain                                                   -               -               -       1.224.000       1.206.500      1.161.000
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                            778.916         702.434          94.500       1.224.000       1.206.500      1.161.000
JUMLAH LIABILITAS                                         2.439.344       2.183.176       1.556.250       1.468.676       1.435.806      1.349.905
EKUITAS
Modal saham                                                   50.000         50.000          50.000          50.000          50.000         50.000
Uang muka setoran modal saham                                 25.290         25.290               -               -               -              -
Akumulasi kerugian                                           (94.233)       (66.322)        (11.131)         (4.116)         (4.210)        (4.096)
JUMLAH EKUITAS (DEFISIENSI MODAL)                            (18.943)         8.968          38.869          45.884          45.790         45.904
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS
(DEFISIENSI MODAL)                                        2.420.401       2.192.144       1.595.119       1.514.560       1.481.597      1.395.809



Tabel 4
PT Bumindo Mekar Wibawa
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2018 - 2022

                                                                                                                               (Dalam jutaan Rupiah)
                                                          30/06/23        31/12/22        31/12/21        31/12/20        31/12/19      31/12/18
                        Keterangan
                                                         (6 Bulan)       (1 Tahun)       (1 Tahun)       (1 Tahun)       (1 Tahun)     (1 Tahun)
Pendapatan                                                           -               -               -               -              -              -
Beban pokok pendapatan                                               -               -               -               -              -              -
Laba kotor                                                         -              -               -               -                -               -
Beban penjualan                                                 (964)        (3.018)         (6.782)              -                -               -
Beban umum dan administrasi                                  (27.109)       (52.010)           (214)             (8)            (194)              -
Penghasilan keuangan                                             447            968              45               -                -               -
Beban keuangan                                                  (286)        (1.042)            (58)              -                -               -
Pendapatan (beban) lain-lain                                       -            (54)             (8)            101               81               5
Laba (rugi) sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan        (27.912)       (55.155)         (7.018)             94             (114)              5
Manfaat (beban) pajak penghasilan                                  -              -               -               -                -               -
Laba (rugi) periode/tahun berjalan                           (27.912)       (55.155)         (7.018)             94             (114)              5
Pendapatan (rugi) komprehensif lainnya                             -            (36)              2               -                -               -
Jumlah rugi komprehensif periode/tahun berjalan              (27.912)       (55.191)         (7.015)             94             (114)              5




                                                         24
Page 52
IV.       KONDISI DAN TINJAUAN EKONOMI

IV.A.     Tinjauan Ekonomi Dunia

          Ketidakpastian perekonomian di dunia kembali meningkat dengan kecenderungan
          risiko pertumbuhan yang melambat dan kebijakan suku bunga moneter di negara
          maju yang lebih tinggi. Berdasarkan laporan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia
          (BI) yang berjudul Tinjauan Kebijakan Moneter Juni 2023, pertumbuhan ekonomi
          di dunia diproyeksikan tumbuh sebesar 2,70% year over year (yoy) dengan risiko
          perlambatan terutama di Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok. Sementara itu, di
          Tiongkok pertumbuhan ekonomi juga tidak sekuat prakiraan, sehingga mendorong
          pelonggaran kebijakan moneter. Pemulihan ekonomi di negara berkembang
          seperti di India tetap menguat disebabkan oleh kenaikan permintaan domestik dan
          ekspor jasa. Kondisi tersebut mendorong nilai tukar USD cenderung melemah
          terhadap mata uang di negara-negara maju namun menguat untuk mata uang
          pada negara-negara berkembang.

IV.A.1.   Produk Domestik Bruto
          Tabel 5
          Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Dunia

                                                                                                                     (Dalam %)
                                                                   Aktual                               Proyeksi
                         Keterangan
                                                    2019       2020      2021      2022       2023        2024        2025
          Dunia                                       2,80       (2,80)    6,30      3,40       2,60        2,70          3,20
          Negara Maju
           Amerika Serikat                             2,30      (2,80)    5,90       2,10      1,30        0,70          1,90
           Hong Kong                                  (1,70)     (6,50)    6,40      (3,50)     4,80        3,00          2,90
           Inggris                                     1,60     (11,00)    8,50       4,30      0,20        0,60          1,50
           Jepang                                     (0,40)     (4,30)    2,30       1,10      1,30        1,00          1,00
           Kanada                                      1,90      (5,10)    5,20       3,50      1,30        0,70          2,00
           Kawasan Eropa                               1,60      (6,00)    5,30       3,30      0,50        1,00          1,60
           Singapura                                   0,90      (4,10)    9,10       3,70      1,40        2,60          2,70
           Taiwan                                      3,10       3,40     6,50       2,40      1,00        3,00          2,50
           Korea Selatan                               2,20      (0,70)    4,30       2,60      1,20        2,20          2,50
          Negara Berkembang
           Argentina                                  (2,00)     (9,90)   10,70      5,00       (2,2)       (0,30)        2,00
           India                                       6,50       3,90    (5,80)     9,10        N/A         6,10         6,40
           Indonesia                                   5,00      (2,00)    3,70      5,30       5,00         5,00         5,20
           Kolombia                                    3,30      (6,80)   11,00      7,50       1,50         2,00         2,80
           Malaysia                                    4,30      (5,60)    3,10      8,70       4,20         4,50         4,50
           Meksiko                                    (0,20)     (8,00)    4,70      3,10       2,20         1,50         2,00
           Mesir                                       5,50       3,50     3,30      6,60       3,90         4,20         4,50
           Tiongkok                                    6,00       2,20     8,40      3,00       5,40         4,80         4,70

          Sumber: Bloomberg


          Salah satu indikator pertumbuhan ekonomi adalah Produk Domestik Bruto (PDB).
          Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada tahun 2023, PDB di dunia
          mengalami penurunan sebesar 0,80% secara keseluruhan. Penurunan PDB
          terbesar berasal dari kelompok negara maju yaitu Hong Kong, Inggris, Singapura,
          dan Taiwan masing-masing dengan persentase sebesar 9,90%, 4,20%, 5,40%,
          dan 4,10% serta dari kelompok negara berkembang yaitu Argentina, Kolombia,
          dan Tiongkok dengan persentase masing-masing sebesar 5,70%, 3,50%, dan
          5,40%. Namun demikian, PDB di negara-negara berkembang seperti India,
          Indonesia, Malaysia, dan Mesir mengalami pertumbuhan dengan persentase
          masing-masing sebesar 14,90%, 1,60%, 5,60%, dan 3,30%.



                                                        25
Page 53
IV.A.2.   Inflasi

          Inflasi merupakan salah satu indikator pertumbuhan ekonomi yang juga
          memegang peranan penting dalam menentukan perekonomian suatu negara.
          Tingkat inflasi mewakili mekanisme pasar di suatu negara yang mendorong
          kenaikan harga yang luas dan berkelanjutan.

          Dalam beberapa tahun terakhir, inflasi negara-negara di dunia mengalami
          fluktuasi. Secara keseluruhan, inflasi dunia pada tahun 2023 diproyeksikan
          mengalami penurunan sebesar 2,80% dibandingkan dengan tahun 2022. Tekanan
          inflasi di Amerika Serikat masih tinggi terutama disebabkan kelonggaran pasar
          tenaga kerja maupun tekanan stabilitas sistem keuangan yang mereda sehingga
          mendorong kemungkinan kenaikan federal funds rate ke depan.
          Tabel 6
          Pertumbuhan Inflasi

                                                                                                   (Dalam %)
                                                      Aktual                            Proyeksi
                         Keterangan
                                        2019      2020      2021      2022     2023       2024      2025
          Dunia                            3,50     3,20      4,70      8,70     5,90       4,00       3,60
          Negara Maju
           Amerika Serikat                 1,80      1,20     4,70      8,00     4,10       2,60       2,40
           Hong Kong                       2,90      0,30     1,60      1,90     2,40       2,30       2,30
           Inggris                         1,80      0,90     2,60      9,10     7,50       3,00       2,00
           Jepang                          0,50      0,00    (0,30)     2,50     2,90       1,70       1,40
           Kanada                          1,90      0,70     3,40      6,80     3,70       2,30       2,10
           Kawasan Eropa                   1,20      0,30     2,60      8,40     5,40       2,50       2,10
           Singapura                       0,60     (0,20)    2,30      6,10     4,90       3,00       1,80
           Taiwan                          0,60     (0,20)    2,00      3,00     2,10       1,50       1,80
           Korea Selatan                   0,40      0,50     2,50      5,10     3,30       2,10       2,10
          Negara Berkembang
           Argentina                      53,60    42,70     48,10     70,70   119,70     101,00      60,00
           India                           3,70     6,60      5,10      6,70      N/A       5,00       4,90
           Indonesia                       2,80     2,00      1,60      4,20     3,90       3,10       3,10
           Kolombia                        3,50     2,50      3,50     10,20    11,70       5,40       4,10
           Malaysia                        0,70    (1,10)     2,50      3,40     3,00       2,50       2,30
           Meksiko                         3,60     3,40      5,70      7,90     5,60       4,00       3,80
           Mesir                          13,90     5,70      4,50      8,50    26,90      18,00      12,50
           Tiongkok                        2,90     2,50      0,90      2,00     1,10       2,20       2,00


          Sumber: Bloomberg


          Pada tahun 2023, inflasi dunia tercatat sebesar 5,90%. Inflasi di dunia pada tahun
          2024 diperkirakan mengalami penurunan sebesar 1,90% menjadi 4,00% di tahun
          2024 dibandingkan pada tahun sebelumnya. Adanya tren penurunan tersebut
          dipicu oleh penurunan inflasi pada negara-negara maju dan negara-negara
          berkembang.

          Pada negara-negara maju, penurunan inflasi terbesar pada tahun 2023
          diperkirakan terjadi di AS, Inggris, Kanada, dan Kawasan Eropa masing-masing
          sebesar 3,90%, 1,60%, 3,10%, dan 3,00%. Sedangkan di negara-negara
          berkembang, penurunan inflasi terbesar diperkirakan terjadi di Malaysia dan
          Meksiko masing-masing sebesar 0,40% dan 2,30%. Namun demikian, kenaikan
          inflasi diperkirakan akan terjadi di Argentina dan Mesir pada tahun 2023 dengan
          peningkatan masing-masing sebesar 49,00% dan 18,40%.




                                            26
Page 54
IV.A.3.   Suku Bunga

          Pada tahun 2023, negara dengan suku bunga tertinggi adalah Argentina dengan
          presentase yang mencapai 113,40%, kemudian diikuti oleh negara Kolombia dan
          Meksiko masing-masing sebesar 12,15% dan 10,90%.
          Tabel 7
          Pertumbuhan Suku Bunga Bank Sentral

                                                                                                           (Dalam %)
                                                               Aktual                           Proyeksi
                         Keterangan
                                                2019       2020      2021     2022     2023       2024      2025
          Negara Maju
           Amerika Serikat                         1,75      0,25      0,25     4,50     5,40       3,85       3,10
           Hong Kong                               2,49      0,50      0,50     4,75      N/A        N/A        N/A
           Inggris                                 0,75      0,10      0,25     3,50     5,65       4,65       3,40
           Jepang                                 (0,10)     0,00      0,00     0,00     0,00       0,00       0,00
           Kanada                                  1,75      0,25      0,25     4,25     5,00       3,50        N/A
           Kawasan Eropa                           0,00      0,00      0,00     2,50     4,35       3,60       3,05
           Taiwan                                  1,38      1,13      1,13     1,75     1,85       1,70        N/A
           Korea Selatan                           1,25      0,50      1,00     3,25     3,40       2,45       2,35
          Negara Berkembang
           Argentina                               N/A        N/A       N/A      N/A   113,40      70,00      49,80
           India                                  5,15       4,00      4,00     6,25     6,40       5,75        N/A
           Indonesia                              5,00       3,75      3,50     5,50     5,55       4,80        N/A
           Kolombia                               4,25       1,75      3,00    12,00    12,15       6,95       5,20
           Malaysia                               3,00       1,75      1,75     2,72     3,10       2,90        N/A
           Meksiko                                7,28       4,40      5,43    10,55    10,90       7,80       6,60
           Mesir                                 12,25       8,25      8,25    16,25      N/A        N/A        N/A
           Tiongkok                               4,15       3,85      3,80     3,65     4,30        N/A        N/A

          Sumber: Bloomberg


          Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, suku bunga bank sentral pada
          tahun 2023 diperkirakan mengalami kenaikan dibandingkan dengan suku bunga
          pada tahun 2022. Negara maju yang diperkirakan mengalami kenaikan suku
          bunga bank sentral terbesar pada tahun adalah Kawasan Eropa dan Korea
          Selatan masing-masing sebesar 1,85% dan 1,65%. Sementara itu, negara
          berkembang yang diperkirakan mengalami kenaikan suku bunga tertinggi pada
          tahun 2023 yaitu Malaysia, Meksiko, dan Tiongkok masing-masing sebesar 0,38%,
          0,35%, dan 0,65%.

IV.B.     Tinjauan Ekonomi Indonesia

          Perekonomian Indonesia diperkirakan berpotensi lebih tinggi dibandingkan
          tahun-tahun sebelumnya yang didorong oleh adanya kenaikan ekspor serta
          permintaan domestik yang terus menunjukkan kinerja positif khususnya konsumsi
          swasta. BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2023 mencapai
          4,50% hingga 5,30%. Perbaikan ekonomi Indonesia tersebut dipicu oleh keyakinan
          konsumen yang meningkat dan penjualan eceran yang tumbuh positif.




                                                    27
Page 55
IV.C.   Proyeksi Ekonomi Indonesia

        Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada tahun yang berjalan pada
        triwulan II/2023 diprakirakan surplus didukung oleh berlanjutnya surplus neraca
        perdagangan yang mencatat sebesar USD 4,40 miliar di Mei 2023. Sementara itu,
        aliran masuk modal asing dalam bentuk portofolio pada triwulan II 2023 sampai
        dengan 20 Juni 2023 masih mencatat net inflows sebesar USD 0,13 miliar,
        meskipun pada Juni 2023 tercatat outflows sebesar USD 0,87 miliar akibat
        peningkatan ketidakpastian pasar keuangan global. Posisi cadangan devisa
        Indonesia akhir Mei 2023 tetap tinggi tercatat sebesar USD 139,30 miliar, setara
        dengan pembiayaan 6,10 bulan impor atau 6,00 bulan impor dan pembayaran
        utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan
        internasional sekitar 3,00 bulan impor. Perkembangan NPI yang positif
        diprakirakan berlanjut didukung transaksi berjalan yang diprakirakan terjaga sehat
        dalam kisaran surplus 0,40% sampai dengan defisit 0,40% dari PDB. Selain itu,
        neraca transaksi modal dan finansial diprakirakan juga mencatat surplus, ditopang
        oleh aliran masuk modal asing, baik dalam bentuk penanaman modal asing
        maupun investasi portofolio, sejalan persepsi positif investor terhadap prospek
        perekonomian nasional.

IV.D.   Tingkat Suku Bunga

        Suku bunga perbankan masih kondusif dalam rangka mendukung pemulihan
        ekonomi. Per Mei 2023, suku bunga deposito dan suku bunga kredit tercatat
        masing-masing adalah sebesar 4,13% dan 9,37%. Selanjutnya, per 21 Juni 2023
        suku bunga pada pasar uang yang tercatat adalah sebesar 5,62%.

        Grafik 1
        Perkembangan Suku Bunga BI

         6,00%                                                5,50%     5,55%

                                                                                 4,80%
         5,00%              5,00%

         4,00%                         3,75%
                                                    3,50%
         3,00%

         2,00%

         1,00%

         0,00%
                     2019           2020        2021        2022      2023*     2024*
        * Proyeksi
        Sumber: Bloomberg




                                               28
Page 56
        Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, suku bunga BI pada akhir tahun
        2022 mencapai 5,50%, mengalami kenaikan sebesar 2,00% dibandingkan dengan
        tahun 2021. Pada tahun 2023, suku bunga BI diperkirakan sebesar 5,55% atau
        mengalami kenaikan sebesar 0,0 5% dibandingkan dengan tahun 2022.

IV.E.   Inflasi

        Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan Mei 2023 tercatat sebesar 4,00% (yoy)
        atau berada di batas atas sasaran 3,0±1%. Penurunan inflasi terjadi di semua
        kelompok. Inflasi Mei 2023 tercatat 2,66% (yoy), lebih rendah dibandingkan
        dengan inflasi pada bulan sebelumnya sebesar 2,83% (yoy). Inflasi diperkirakan
        terkendali dalam kisaran angka 3,0±1% pada tahun 2023.

        Grafik 2
        Perkembangan Inflasi Berdasarkan Indeks Harga Konsumen di Indonesia

                                                4,20%    3,90%
         4,50%
         4,00%
         3,50%                                                      3,10%
                     2,80%
         3,00%
                                                                              3,10%
         2,50%
                                      1,60%
         2,00%
         1,50%               2,00%
         1,00%
         0,50%
         0,00%
                     2019    2020     2021     2022      2023*    2024*     2025*

        * Proyeksi
        Sumber: Bloomberg


        Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, inflasi pada tahun 2022
        mencapai sebesar 4,20%, mengalami kenaikan sebesar 2,60% dibandingkan
        dengan tahun 2021. Pada tahun 2023, tingkat inflasi diperkirakan sebesar 3,90%
        atau mengalami penurunan sebesar 0,30% dibandingkan tahun 2022.




                                        29
Page 57
        Tabel 8
        Kontributor Inflasi Terbesar
        Berdasarkan Provinsi

                                             (Dalam %)

        No.          Keterangan              Inflasi

          1   Maluku Utara                        5,70
          2   Maluku                              5,10
          3   Jawa Timur                          5,00
          4   Sulawesi Tenggara                   4,80
          5   DI Yogyakarta                       4,70
          6   Kalimantan Selatan                  4,70
          7   Sulawesi Selatan                    4,60
          8   Lampung                             4,30
          9   Jawa Barat                          4,30
         10   Kalimantan Tengah                   4,20
         11   Nusa Tenggara Timur                 4,20
         12   Sumatera Barat                      4,20

         Sumber: Tinjauan Kebijakan Moneter, Bank Indonesia


        Berdasarkan Tinjauan Kebijakan Moneter yang dikeluarkan oleh BI per Juni 2023,
        kontributor inflasi terbesar berada di daerah Maluku Utara, Maluku, Jawa Timur,
        Sulawesi Tenggara, DI Yogyakarta, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan,
        Lampung, dan Jawa Barat masing-masing sebesar 5,70%, 5,10%, 5,00%, 4,80%,
        4,70%, 4,70%, 4,60%, 4,30%, dan 4,30%.

IV.F.   Nilai Tukar Rupiah

        Ketidakpastian pasar keuangan di dunia menyebabkan nilai tukar Rupiah pada
        Juni 2023 melemah sebesar 0,56% dibandingkan dengan rata-rata kurs Mei 2023.
        Nilai tukar Rupiah pada Bulan Juni 2023 mengalami penguatan sebesar 4,17%
        dibandingkan akhir tahun 2022. Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan
        stabilisasi nilai tukar Rupiah khususnya melalui triple intervention dan twist
        operation untuk mengendalikan inflasi barang impor (imported inflation) dan
        memitigasi risiko rambatan ketidakpastian pasar keuangan di dunia.




                                                   30
Page 58
Grafik 3
Perkembangan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Mata Uang Asing

   20.000

   18.000

   16.000

   14.000

   12.000

   10.000

    8.000      Q3/2023*   Q4/2023*   Q1/2024*   Q2/2023*   2024*    2025*    2026*
         EUR    16.445     16.576     16.430     16.498    16.733   16.863   17.690
         SGD    11.157     11.128     11.198     11.145    11.192   11.231   11.731
         USD    14.950     14.800     14.670     14.600    14.550   14.600   15.250



* Proyeksi
Sumber: Bloomberg


Proyeksi nilai tukar Rupiah terhadap Euro pada Q3/2023 – 2026 secara
berturut-turut diperkirakan sebesar Rp 16.445, Rp 16.576, Rp 16.430, Rp 16.498,
Rp 16.733, Rp 16.863, dan Rp 17.690.

Proyeksi nilai tukar Rupiah terhadap SGD pada Q3/2023 – 2026 secara
berturut-turut diperkirakan sebesar Rp 11.157, Rp 11.128, Rp 11.198, Rp 11.145,
Rp 11.192, Rp 11.231, dan Rp 11.731.

Proyeksi nilai tukar Rupiah terhadap USD pada Q3/2023 – 2026 secara
berturut-turut diperkirakan sebesar Rp 14.950, Rp 14.800, Rp 14.670, Rp 14.600,
Rp 14.550, Rp 14.600, dan Rp 15.250.




                                       31
Page 59
V.     TINJAUAN INDUSTRI PROPERTI

V.A.   Tinjauan Industri Properti di Dunia

       Industri properti merupakan salah satu industri terbesar di dunia. Hal ini terlihat
       dari harga properti yang mengalami peningkatan pada setiap tahunnya.
       Sektor-sektor penting dalam industri properti antara lain meliputi sektor
       perumahan/real estate, apartemen, perkantoran, pusat perbelanjaan, perhotelan,
       serta kawasan industri.

       Berdasarkan data yang diperoleh dari Knight Frank dalam laporannya yang
       berjudul Global House Price Index Q1/2023, AS menempati posisi ke - 39 dengan
       persentase kenaikan harga rumah sebesar 0,70% selama setahun terakhir,
       sedangkan selama enam bulan terakhir mengalami penurunan sebesar 1,10%,
       dan kenaikan sebesar 1,00% selama tiga bulan terakhir pada Q1/2023.
       Peningkatan harga ini terutama disebabkan oleh pasokan rumah yang terbatas
       yang menopang pertumbuhan harga meskipun di tengah ketersediaan pasokan
       yang menurun.

       Tabel 9
       Perubahan Investasi Real Estat Komersial Berdasarkan Wilayah
       Q1/2023


               Bagian Wilayah             Perubahan

       Asia Pasifik                          -30,00%
       Eropa, Timur Tengah dan Afrika        -58,00%
       Amerika                               -61,00%

       Sumber: Jones Lang LaSalle (JLL)


       Selanjutnya, berdasarkan data yang diperoleh dari JLL, aktivitas merger dan
       akuisisi real estat di dunia pada Q1/2023 terlihat terbatas dan situasional, dengan
       transaksi strategis tertentu yang terjadi dalam skala lebih kecil di dunia.
       Investasi real estat komersial di dunia pada Q1/2023 mengalami penurunan paling
       tinggi di Amerika serta Eropa, Timur Tengah, dan Afrika masing-masing sebesar
       61,00% dan 58,00% dibandingkan dengan Q1/2022. Penurunan ini disebabkan
       oleh tingginya inflasi yang masih terjadi, suku bunga yang mengalami kenaikan,
       dan tingkat pengangguran yang meningkat sementara kesulitan di sektor
       perbankan turut menambah volatilitas.




                                                 32
Page 60
Grafik 4
Penjualan Rumah di AS
Januari – Juni 2023
(Dalam jutaan Unit)

                                 4,55
   4,60
   4,50                                          4,43
   4,40                                                        4,29   4,30
   4,30
                                                                             4,16
   4,20
   4,10          4,00
   4,00
   3,90
   3,80
   3,70
                 Jan             Feb             Mar           Apr    Mei    Jun

Sumber: Trading Economics


Selanjutnya, berdasarkan data yang diperoleh dari Trading Economics, penjualan
rumah di AS pada bulan Juni 2023 mengalami penurunan sebesar 3,26%
dibandingkan dengan penjualan rumah AS bulan Mei 2023. Penjualan rumah Juni
2023 merupakan yang terendah selama lima bulan terakhir, sementara proyeksi
penjualan bulan Juni 2023 adalah sebesar 4,20 juta unit rumah. Penurunan
penjualan rumah terjadi pada Amerika Selatan dan Barat masing-masing
mengalami penurunan sebesar 5,40% dan 5,10%.

Tabel 10
Proyeksi Harga Rumah di AS berdasarkan Kota pada Tahun 2030

                                              (Dalam jutaan USD)

      Kota              Negara Bagian                Harga

San Fransisco          California                            2,61
San Jose               California                            2,25
Oakland                California                            1,71
Seattle                Washington                            1,54
Los Angeles            California                            1,38
San Diego              California                            1,15
Boston                 Massachusetts                         1,13
Long Beach             California                            1,07
New York               New York                              0,96
Washington             District of Columbia                  0,96

Sumber: RenoFi




                                               33
Page 61
Menurut data yang dibuat oleh RenoFi, harga rata-rata rumah di AS pada tahun
2030 diproyeksikan sebesar USD 383,00 ribu mengingat harga rumah di AS telah
mengalami kenaikan sebesar 48,55%. Selain itu, enam dari sepuluh kota termahal
di AS terletak pada negara bagian California, dimana San Fransisco dan San Jose
diproyeksikan memiliki harga rumah termahal pada tahun 2030 masing-masing
senilai USD 2,61 juta dan USD 2,25 juta. Peningkatan proyeksi harga rumah di AS
terutama didorong oleh dampak pandemi Covid-19 dimana mayoritas penghuni di
AS telah menghabiskan sebagian besar waktu di rumah dan melakukan renovasi
pada propertinya, selain itu, fakfor dimana beberapa orang tidak perlu tinggal dekat
dengan tempat kerjanya dan pindah ke pinggiran kota juga turut mendukung
peningkatan harga rumah.

Faktor-faktor seperti peningkatan harga rumah di dunia dari tahun ke tahun,
kecenderungan penghuni yang menginginkan untuk menata huniannya sesuai
dengan keinginannya, dan kebutuhan untuk bekerja dari rumah merupakan faktor
pendorong bagi industri properti di masa yang akan datang. Peningkatan nilai
properti pada kota-kota pusat bisnis di seluruh dunia turut berperan bagi
peningkatan industri properti global, sehingga industri properti global diharapkan
terus bertumbuh positif dalam jangka waktu yang sangat lama di masa mendatang.




                                  34
Page 62
V.B.     Tinjauan Industri Properti di Indonesia

         Industri properti di Indonesia merupakan salah satu sektor industri yang
         memberikan kontribusi signifikan bagi pertumbuhan ekonomi, hal ini disebabkan
         industri properti saling terkait dengan industri-industri lainnya, misalnya industri
         bahan baku bangunan, konstruksi, logistik, bidang jasa, maupun industri keuangan
         serta perbankan dalam Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Pertumbuhan industri
         properti yang tinggi berdampak terhadap pendapatan domestik bruto nasional
         serta ketersediaan lapangan pekerjaan.

V.B.1.   Perkembangan Permintaan Properti Komersial

         Tabel 11
         Pertumbuhan Triwulan Indeks Permintaan Properti Komersial
         Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek), Banten, Bandung, dan Makassar
         Triwulan I/2022 - Triwulan I/2023

                                                                                                            (Dalam %)
                                                                          2022                              2023
                     Keterangan
                                                     I            II             III            IV            I

         Sewa:
           Perkantoran                                   (0,06)         0,09           0,21       0,88          0,99
           Ritel                                          0,24          0,20           0,59       0,15          0,40
           Apartemen                                     (1,40)         4,91           4,77      10,64          4,51
         Jual:
           Perkantoran                                   (0,06)          0,21          0,17          1,13       0,10
           Ritel                                          0,00          0,00           0,00          0,00       0,00
         Hotel                                           (8,80)        27,15        6,59         20,15        (13,35)
         Lahan Industri                                   0,51          0,64        0,07          0,04          0,04
         Convention hall                                 (3,44)        74,68       17,11         37,44         10,02
         Warehouse complex                                0,02          0,11        0,05          0,12          0,05

         Sumber: Perkembangan Properti Komersial (PPKOM) Triwulan I-2023, Bank Indonesia (BI)


         Berdasarkan data yang diperoleh dari BI dalam laporan yang berjudul PPKOM
         triwulan I/2023, indeks permintaan properti komersial untuk kategori sewa
         menunjukkan penurunan sebesar 10,66% dibandingkan dengan triwulan
         sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh perlambatan permintaan pada mayoritas
         segmen sewa terutama segmen hotel yang mengalami penurunan di seluruh kota
         cakupan survei. Begitu juga dengan indeks permintaan properti komersial untuk
         kategori jual yang menunjukkan penurunan sebesar 0,10%. Kondisi tersebut
         disebabkan oleh adanya stagnasi permintaan pada segmen perkantoran jual di
         Semarang, Jakarta, dan Surabaya karena rendahnya minat investor. Selain itu,
         permintaan pada segmen warehouse complex juga mengalami penurunan
         terutama di wilayah Bogor, Depok, dan Bekasi.




                                                    35
Page 63
V.B.2.   Perkembangan Pasokan Properti Komersial

         Tabel 12
         Pertumbuhan Triwulan Indeks Pasokan Properti Komersial
         Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek), Banten, Bandung, dan Makassar
         Triwulan I/2022 - Triwulan I/2023

                                                                                                              (Dalam %)
                                                                          2022                                 2023
                     Keterangan
                                                     I            II             III            IV               I
         Sewa:
           Perkantoran                                   (0,05)         0,37           0,44          0,68          0,84
           Ritel                                          0,54          0,06           0,44          0,10          0,57
           Apartemen                                     (0,37)        (0,33)          0,68          0,10          0,41
         Jual:
           Perkantoran                                   (0,02)         0,03           0,00          1,05         (0,01)
           Ritel                                          0,00          0,00           0,00          0,00          0,00
         Hotel                                           (0,04)        (0,06)           0,86         (1,03)        0,21
         Lahan Industri                                   0,34          1,32           (0,01)         0,20        (0,01)
         Convention hall                                 (1,04)        (0,29)          (0,25)         0,78        (0,06)
         Warehouse complex                                0,01          0,02            0,13          0,00         0,00

         Sumber: Perkembangan Properti Komersial (PPKOM) Triwulan I-2023, Bank Indonesia (BI)


         Selanjutnya, untuk kategori pasokan properti komersial menunjukkan peningkatan
         dibandingkan dengan triwulan sebelumnya dimana hal tersebut tercermin dari
         jumlah pertumbuhan indeks pasokan properti komersial untuk kategori sewa yang
         tercatat adalah sebesar 0,68%. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh
         adanya peningkatan pada mayoritas segmen kecuali segmen convention hall.

V.B.3.   Perkembangan Harga Properti Komersial

         Tabel 13
         Pertumbuhan Triwulan Indeks Harga Properti Komersial
         Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek), Banten, Bandung, dan Makassar
         Triwulan I/2022 - Triwulan I/2023

                                                                                                              (Dalam %)
                                                                          2022                                2023
                     Keterangan
                                                     I            II             III            IV              I
         Sewa:
           Perkantoran                                   0,55          (0,83)          (0,69)        (0,97)        0,01
           Ritel                                         0,00          (0,18)          (0,28)         0,07         0,40
           Apartemen                                     0,35           0,61            1,50          3,40        (0,38)
         Jual:
           Perkantoran                                   0,16           0,14           (0,23)        (0,42)       (0,15)
           Ritel                                         0,01           0,00            0,00          0,00         0,00
         Hotel                                           1,66          20,92           2,89      10,69            (8,43)
         Lahan Industri                                  0,04           0,23           0,08       0,19             0,03
         Convention hall                                 4,82           3,16           1,88      (3,05)           (0,39)
         Warehouse complex                               0,17           0,00           0,00       0,00             0,00

         Sumber: Perkembangan Properti Komersial (PPKOM) Triwulan I-2023, Bank Indonesia (BI)




                                                     36
Page 64
Sementara itu, untuk indeks harga properti komersial untuk kategori sewa
mengalami penurunan sebesar 6,00% dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.
Penurunan harga sewa terjadi pada mayoritas segmen seiring dengan adanya
penurunan harga pada segmen perkantoran sewa di Jakarta dan Bandung sebagai
langkah untuk meningkatkan okupansi. Selanjutnya, untuk indeks harga properti
komersial untuk kategori jual mengalami penurunan sebesar 0,06%. Hal ini
terutama disebabkan oleh melambatnya akselerasi harga segmen perkantoran
jual di Jakarta sebagai strategi untuk mempertahankan okupansi.

Grafik 5
Persetujuan Pinjaman atau Kredit Bank Umum di Indonesia
Bulan Desember 2022 – Januari 2023
(Dalam miliar Rupiah)

   700.000

   600.000

   500.000

   400.000

   300.000

   200.000

   100.000

          -
                    KPR dan KPA        Konstruksi            Real Estat
      Apr-23          648.154           401.441               193.908
      Mei-23          653.820           393.819               195.472

Sumber: Bank Indonesia


Berdasarkan data yang diperoleh dari Bank Indonesia pada bulan Mei 2023,
persetujuan pinjaman atau kredit bank umum di Indonesia untuk segmen KPR dan
KPA serta real estat masing-masing mengalami peningkatan sebesar
Rp 5.666,00 miliar dan Rp 1.564,00 miliar atau masing-masing setara dengan
0,87% dan 0,81% jika dibandingkan dengan bulan April 2023. Sementara itu, untuk
segmen konstruksi mengalami penurunan sebesar Rp 7.622,00 miliar atau setara
dengan 1,90% jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.




                                  37
Page 65
Grafik 6
Proyeksi Penyelesaian Proyek Apartemen yang Tertunda di Jakarta
Tahun 2023 - 2025
(Dalam unit)

                  8.000

                  7.000

                  6.000

                  5.000

                  4.000

                  3.000

                  2.000

                  1.000

                        -
                             2023            2024              2025
      Penyelesaian Unit      6.172           6.747             2.246

Sumber: Colliers Indonesia


Berdasarkan data yang diperoleh dari Colliers Indonesia, investor asing akan
bersikap lebih konservatif sampai dengan Q1/2024 yang merupakan periode
Pemilihan Umum, pengembang apartemen akan fokus untuk menjual unit yang
sudah ada dan tidak akan meluncurkan proyek baru serta menyelesaikan proyek
yang tertunda saat pandemi. Sebanyak 48,00% proyek apartemen yang akan
diselesaikan pada tahun 2025 terletak di Jakarta Selatan terutama mentargetkan
pasar kalangan menengah ke atas.




                                     38
Page 66
Perekonomian Indonesia pada tahun 2023 akan tumbuh sekitar 5,00% menurut
proyeksi International Monetary Fund, hal ini menunjukkan bahwa Indonesia
sudah mulai pulih dari dampak Covid-19. Dalam jangka menengah, perekonomian
Indonesia akan terus meningkat seiring dengan pemulihan ekonomi global serta
peningkatan perekonomian domestik yang didorong oleh kenaikan konsumsi,
investasi serta produktivitas yang didukung oleh kebijakan-kebijakan baik fiskal
maupun moneter. Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi
Indonesia dalam jangka menengah akan berada di kisaran 5,00% – 5,80% hingga
tahun 2027. Hal ini secara langsung maupun tidak langsung akan berpengaruh
pada prospek sektor properti. Selain itu Pemerintah berupaya mendukung sektor
properti dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan seperti memperpanjang
pelonggaran rasio loan to value untuk kredit/pembiayaan properti hingga akhir
2023, peningkatan batasan nilai hunian mewah yang dikenakan PPh (Pajak
Penghasilan) dan PPnBM (Pajak Penjualan Barang Mewah) dari
Rp 5,00 miliar – Rp 10,00 miliar menjadiRp 30,00 miliar, dan penurunan tarif PPh
Pasal 22 atas hunian mewah dari 5,00% menjadi 1,00%. Meningkatnya daya beli
masyarakat serta pelonggaran berbagai kebijakan-kebijakan dari Pemerintah
dapat mendorong pertumbuhan sektor properti serta meningkatkan prospek usaha
Perseroan.

Beberapa indikator ekonomi dan sektor properti juga menunjukkan tren yang baik,
sejalan dengan adanya data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik yang
menyatakan bahwa ekonomi tumbuh sebesar 5,03% pada Q1/2023 yang diikuti
oleh pertumbuhan atas indeks permintaan properti dari tahun ke tahun yang telah
meningkat sebesar 14,50% pada Q1/2023. Selanjutnya, menurut lembaga riset
internasional, McKinsey Global Institute, memperkirakan dengan tingkat
pertumbuhan ekonomi dunia yang stabil, negara Indonesia akan menjadi negara
dengan kekuatan ekonomi nomor tujuh di Dunia pada tahun 2030. Dengan situasi
tersebut, maka diperkirakan segmen apartemen dan sewa perkantoran akan
menjadi investasi yang masih diprioritaskan untuk menunjang aktivitas dan
mobilitas konsumen yang semakin tinggi di masa yang akan datang.




                                 39
Page 67
VI.       ANALISIS LAPORAN KEUANGAN HISTORIS

VI.A.     PT Bumindo Mekar Wibawa

          Laporan keuangan BMW untuk tahun enam bulan yang berakhir pada tanggal
          30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
          31 Desember 2022 dan 2021 telah diaudit oleh KAP SSR masing-masing dengan
          pendapat wajar tanpa pengecualian. Laporan keuangan BMW untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020, 2019, dan 2018 telah diaudit
          oleh KAP HJA masing-masing dengan pendapat wajar tanpa pengecualian.

VI.A.1.   Laporan Posisi Keuangan
          Tabel 14
          PT Bumindo Mekar Wibawa
          Laporan Posisi Keuangan
          Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 - 2022

                                                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)

                               Keterangan                30/06/23      31/12/22     31/12/21     31/12/20       31/12/19       31/12/18

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan setara kas                                  35.345      53.151       52.078         1.843          1.746          1.097
          Piutang lain-lain                                    1.005      27.962      311.722       313.533        313.533        303.483
          Uang muka                                            8.436       3.695            -             -          1.346          3.331
          Pajak dibayar di muka                               48.517      48.519        2.682         7.523          7.530          3.848
          Tanah yang belum dikembangkan                            -           -            -     1.191.662      1.157.442      1.084.049
          Jumlah Aset Lancar                                  93.303     133.327      366.482     1.514.560      1.481.597      1.395.809
          ASET TIDAK LANCAR
          Deposito berjangka                                  6.748         4.253            -              -              -              -
          Persediaan                                      2.319.463     2.053.877    1.228.637              -              -              -
          Aset tetap - neto                                     819           599            -              -              -              -
          Aset lain-lain                                         67            89            -              -              -              -
          Jumlah Aset Tidak Lancar                        2.327.098     2.058.817    1.228.637              -              -              -
          JUMLAH ASET                                     2.420.401     2.192.144    1.595.119    1.514.560      1.481.597      1.395.809




                                                         40
Page 68
                                                                                                                               (Dalam jutaan Rupiah)

                                 Keterangan                      30/06/23      31/12/22      31/12/21      31/12/20       31/12/19       31/12/18

          LIABILITAS DAN EKUITAS
          LIABILITAS
          LIABILITAS JANGKA PENDEK
          Utang usaha - pihak ketiga                                 56.892       54.783          3.038           27            127            260
          Utang lain-lain                                         1.109.043      804.267        354.807      242.000        226.562        185.910
          Utang obligasi                                            146.000      526.000      1.090.000            -              -              -
          Biaya yang masih harus dibayar                              6.029        4.190          7.540            -              -              -
          Utang pajak                                                 2.668        3.227          1.204          395            391            375
          Uang muka penjualan                                       263.389       23.294          2.712            -              -              -
          Bagian jangka pendek dari liabilitas jangka panjang:
            Utang bank                                                54.137      43.260         2.450             -              -              -
            Liabilitas imbalan kerja                                  22.271      21.719             -             -              -              -
          Beban akrual                                                     -           -             -         2.254          2.226          2.360
          Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                         1.660.428     1.480.742     1.461.750      244.676        229.306        188.905
          LIABILITAS JANGKA PANJANG
          Uang muka penjualan                                      577.484       506.010        67.014                -              -              -
          Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi bagian
            jangka pendek:
            Utang bank                                             199.550       194.590        27.440              -              -              -
            Liabilitas imbalan kerja                                 1.881         1.835            46              -              -              -
          Utang lain-lain                                                -             -             -      1.224.000      1.206.500      1.161.000
          Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                         778.916       702.434        94.500      1.224.000      1.206.500      1.161.000
          JUMLAH LIABILITAS                                       2.439.344     2.183.176     1.556.250     1.468.676      1.435.806      1.349.905
          EKUITAS
          Modal saham                                                50.000        50.000        50.000       50.000         50.000         50.000
          Uang muka setoran modal saham                              25.290        25.290             -            -              -              -
          Akumulasi kerugian                                        (94.233)      (66.322)      (11.131)      (4.116)        (4.210)        (4.096)
          JUMLAH EKUITAS (DEFISIENSI MODAL)                         (18.943)       8.968        38.869        45.884         45.790         45.904
          JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS
          (DEFISIENSI MODAL)                                      2.420.401     2.192.144     1.595.119     1.514.560      1.481.597      1.395.809




VI.A.2.   Aset

          Jumlah aset BMW pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023, 31 Desember 2022, 2021,
          2020, 2019, dan 2018 masing-masing adalah sebesar Rp 2.420,40 miliar,
          Rp 2.192,14 miliar, Rp 1.595,12 miliar, Rp 1.514,56 miliar, Rp 1.481,60 miliar, dan
          Rp 1.395,81 miliar.

          Pada tanggal 30 Juni 2023, jumlah aset BMW mengalami kenaikan sebesar
          Rp 228,26 miliar atau setara dengan 10,41% dibandingkan dengan jumlah aset
          pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan
          persediaan sebesar Rp 265,59 miliar yang disertai dengan penurunan kas dan
          setara kas serta piutang lain-lain masing-masing sebesar Rp 17,81 miliar dan
          Rp 26,96 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah aset BMW mengalami kenaikan sebesar
          Rp 597,03 miliar atau setara dengan 37,43% dibandingkan dengan jumlah aset
          pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan
          persediaan sebesar Rp 825,24 miliar yang disertai dengan penurunan piutang
          lain-lain sebesar Rp 283,76 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah aset BMW mengalami kenaikan sebesar
          Rp 80,56 miliar atau setara dengan 5,32% dibandingkan dengan jumlah aset pada
          tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan kas
          dan setara kas serta persediaan masing-masing sebesar Rp 50,24 miliar dan
          Rp 1.228,64 miliar yang disertai dengan penurunan tanah yang belum
          dikembangkan sebesar Rp 1.191,66 miliar.



                                                                 41
Page 69
          Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah aset BMW mengalami kenaikan sebesar
          Rp 32,96 miliar atau setara dengan 2,22% dibandingkan dengan jumlah aset pada
          tanggal 31 Desember 2019. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan
          tanah yang belum dikembangkan sebesar Rp 34,22 miliar yang disertai dengan
          penurunan uang muka sebesar Rp 1,35 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2019, jumlah aset BMW mengalami kenaikan sebesar
          Rp 85,79 miliar atau setara dengan 6,15% dibandingkan dengan jumlah aset pada
          tanggal 31 Desember 2018. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh piutang
          lain-lain dan tanah yang belum dikembangkan masing-masing sebesar
          Rp 10,05 miliar dan Rp 73,39 miliar.

VI.A.3.   Liabilitas

          Jumlah liabilitas BMW pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023, 31 Desember 2022,
          2021, 2020, 2019, dan 2018 masing-masing adalah sebesar Rp 2,439,34 miliar,
          Rp 2.183,18 miliar, Rp 1.556,25 miliar, Rp1.468,68 miliar, Rp 1.435,81 miliar, dan
          Rp 1.349,91 miliar.

          Pada tanggal 31 Maret 2023, jumlah liabilitas BMW mengalami kenaikan sebesar
          Rp 256,17 miliar atau setara dengan 11,73% dibandingkan dengan jumlah liabilitas
          pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan
          utang lain-lain dan uang muka penjualan masing-masing sebesar Rp 304,78 miliar
          dan Rp 311,57 miliar yang disertai dengan penurunan utang obligasi sebesar
          Rp 380,00 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah liabilitas BMW mengalami kenaikan
          sebesar Rp 626,93 miliar atau setara dengan 40,28% dibandingkan dengan jumlah
          liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
          kenaikan utang lain-lain, uang muka penjualan, dan utang bank masing-masing
          sebesar Rp 449,46 miliar, Rp 459,58 miliar, dan Rp 207,96 miliar yang disertai
          dengan penurunan utang obligasi sebesar Rp 564,00 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah liabilitas BMW mengalami kenaikan
          sebesar Rp 87,57 miliar atau setara dengan 5,96% dibandingkan dengan jumlah
          liabilitas pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
          kenaikan utang obligasi, uang muka penjualan, dan utang bank masing-masing
          sebesar Rp 1.090,00 miliar, Rp 69,73 miliar, dan Rp 29,89 miliar yang disertai
          dengan penurunan utang lain-lain sebesar Rp 1.111,19 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah liabilitas BMW mengalami kenaikan
          sebesar Rp 32,87 miliar atau setara dengan 2,29% dibandingkan dengan jumlah
          liabilitas pada tanggal 31 Desember 2019. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
          kenaikan utang lain-lain sebesar Rp 32,94 miliar.




                                            42
Page 70
          Pada tanggal 31 Desember 2019, jumlah liabilitas BMW mengalami kenaikan
          sebesar Rp 85,90 miliar atau setara dengan 6,36% dibandingkan dengan jumlah
          liabilitas pada tanggal 31 Desember 2018. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
          kenaikan utang lain-lain sebesar Rp 86,15 miliar.

VI.A.4.   Ekuitas (Defisiensi Modal)

          Jumlah defisiensi modal pada tanggal 30 Juni 2023 adalah sebesar
          Rp 18,94 miliar. Jumlah ekuitas BMW pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022,
          2021, 2020, 2019, dan 2018 masing-masing sebesar Rp 8,97 miliar,
          Rp 38,87 miliar, Rp 45,88 miliar, Rp 45,79 miliar, dan Rp45,90miliar.

          Pada tanggal 30 Juni 2023, jumlah defisiensi modal BMW mengalami kenaikan
          sebesar Rp 27,91 miliar atau setara dengan 311,23% dibandingkan dengan jumlah
          ekuitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini seluruhnya disebabkan oleh
          rugi periode berjalan yang dibukukan oleh BMW.

          Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah ekuitas BMW mengalami penurunan
          sebesar Rp 29,90 miliar atau setara dengan 76,93% dibandingkan dengan jumlah
          ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
          rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh BMW sebesar Rp 55,16 miliar yang
          disertai dengan penambahan uang muka setoran saham sebesar Rp 25,29 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah ekuitas BMW mengalami penurunan
          sebesar Rp 7,02 miliar atau setara dengan 15,29% dibandingkan dengan jumlah
          ekuitas pada tanggal 31 Desember 2020. Penurunan ini seluruhnya disebabkan
          oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh BMW.

          Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah ekuitas BMW mengalami kenaikan
          sebesar Rp 0,09 miliar atau setara dengan 0,20% dibandingkan dengan jumlah
          ekuitas pada tanggal 31 Desember 2019. Kenaikan ini seluruhnya disebabkan oleh
          laba tahun berjalan yang dibukukan oleh BMW.

          Pada tanggal 31 Desember 2019, jumlah ekuitas BMW mengalami penurunan
          sebesar Rp 0,11 miliar atau setara dengan 0,25% dibandingkan dengan jumlah
          ekuitas pada tanggal 31 Desember 2018. Penurunan ini seluruhnya disebabkan
          oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh BMW.




                                          43
Page 71
VI.A.5.   Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehansif Lain
          Tabel 15
          PT Bumindo Mekar Wibawa
          Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
          Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan
          untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2018 - 2022

                                                                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                    30/06/23        31/12/22        31/12/21        31/12/20        31/12/19      31/12/18
                                Keterangan
                                                                   (6 Bulan)       (1 Tahun)       (1 Tahun)       (1 Tahun)       (1 Tahun)     (1 Tahun)
          Pendapatan                                                           -               -               -               -             -              -
          Beban pokok pendapatan                                               -               -               -               -             -              -
          Laba kotor                                                         -              -               -              -                 -              -
          Beban penjualan                                                 (964)        (3.018)         (6.782)             -                 -              -
          Beban umum dan administrasi                                  (27.109)       (52.010)           (214)            (8)             (194)             -
          Penghasilan keuangan                                             447            968              45              -                 -              -
          Beban keuangan                                                  (286)        (1.042)            (58)             -                 -              -
          Pendapatan (beban) lain-lain                                       -            (54)             (8)           101                81              5
          Laba (rugi) sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan        (27.912)       (55.155)         (7.018)            94              (114)             5
          Manfaat (beban) pajak penghasilan                                  -              -               -              -                 -              -
          Laba (rugi) periode/tahun berjalan                           (27.912)       (55.155)         (7.018)            94              (114)             5
          Pendapatan (rugi) komprehensif lainnya                             -            (36)              2              -                 -              -
          Jumlah rugi komprehensif periode/tahun berjalan              (27.912)       (55.191)         (7.015)            94              (114)             5




VI.A.6.   Pendapatan

          Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan untuk
          tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019,
          dan 2018, BMW belum membukukan pendapatan.

VI.A.7.   Laba (Rugi) Periode/Tahun Berjalan

          Rugi periode/tahun berjalan BMW untuk periode enam bulan yang berakhir pada
          tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada
          tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 2021, dan 2019 masing-masing adalah
          sebesar Rp 27,91 miliar, Rp 55,16 miliar, Rp 7,02 miliar, dan Rp 0,11 miliar. Laba
          tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan
          2018 masing-masing sebesar Rp 0,09 miliar dan Rp 0,01 miliar.

          Rugi tahun berjalan BMW untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 48,14 miliar atau setara
          dengan 685,96% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.

          Rugi tahun berjalan BMW untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2021 mengalami kenaikan sebesar Rp 7,11 miliar dibandingkan
          dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2020.

          Laba tahun berjalan BMW untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2020 mengalami kenaikan sebesar Rp 0,21 miliar dibandingkan
          dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2019.




                                                                   44
Page 72
          Rugi tahun berjalan BMW untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2019 mengalami kenaikan sebesar Rp 0,12 miliar dibandingkan
          dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2018.

VI.A.8.   Laporan Arus Kas
          Tabel 16
          PT Bumindo Mekar Wibawa
          Laporan Arus Kas
          Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan
          untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2018 - 2022

                                                                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                     30/06/23        31/12/22        31/12/21        31/12/20        31/12/19      31/12/18
                                 Keterangan
                                                                     (6 Bulan)       (1 Tahun)       (1 Tahun)       (1 Tahun)       (1 Tahun)       (1 Tahun)
          ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
          Penerimaan kas dari pelanggan                                 311.569         460.077          69.227              -                -               -
          Pembayaran kepada pemasok dan lain-lain                      (230.951)       (512.247)         (2.340)             -                -               -
          Pembayaran kepada karyawan                                    (18.413)        (21.152)           (125)             -                -               -
          Pembayaran pajak final                                         (8.291)         (9.501)         (1.212)             -                -               -
          Penerimaan bunga                                                  447             968              45              -                -               -
          Laba setelah pajak penghasilan                                      -               -               -             94             (114)              5
          Perubahan Dalam Aktiva dan Kewajiban Operasi:
            Kenaikan (penurunan) piutang lain-lain                               -               -               -            -         (10.049)       (107.326)
            Kenaikan (penurunan) uang muka                                       -               -               -        1.346           1.986          (1.698)
            Kenaikan (penurunan) pajak dibayar di muka                           -               -               -            7          (3.682)              -
            Kenaikan (penurunan) tanah yang belum dikembangkan                   -               -               -      (34.220)        (73.392)        (32.213)
            Kenaikan (penurunan) utang usaha                                     -               -               -         (100)           (133)             (1)
            Kenaikan (penurunan) utang pajak                                     -               -               -            4              16            (172)
            Kenaikan (penurunan) beban akrual                                    -               -               -           28           1.988           2.360
            Kenaikan (penurunan) utang lain-lain                                 -               -               -       15.438          40.652        (145.500)
          Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
           Aktivitas Operasi                                              54.360        (81.855)         65.595         (17.404)        (42.728)       (284.544)
          ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
          Perolehan aset tetap                                              (329)          (700)                 -               -               -               -
          Perolehan aset takberwujud                                           -            (90)                 -               -               -               -
          Perolehan aset lain-lain                                             -            (10)                 -               -               -               -
          Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi                    (329)          (800)                 -               -               -               -
          ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
          Penerimaan (pembayaran) utang lain-lain - pihak berelasi      (75.223)       (115.056)        (21.193)         17.500          43.377         285.000
          Penerimaan uang muka setoran modal                                  -          25.290               -               -               -               -
          Penerimaan utang bank                                          15.838         207.960          29.890               -               -               -
          Pembayaran bunga                                              (12.452)        (34.465)        (24.057)              -               -               -
          Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
           Aktivitas Pendanaan                                          (71.837)         83.728         (15.360)         17.500          43.377         285.000
          KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
           SETARA KAS                                                   (17.806)          1.073          50.235             96              650            456
          KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                              53.151         52.078           1.843           1.746           1.097            641
          KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                             35.345         53.151          52.078           1.843           1.746           1.097




          Arus Kas dari (untuk) Aktivitas Operasi

          Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi BMW untuk periode enam
          bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir
          pada tanggal 31 Desember 2021 masing-masing adalah sebesar
          Rp 54,36 miliar dan Rp 65,56 miliar. Arus kas bersih yang digunakan
          untuk aktivitas operasi BMW untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
          31 Desember 2022, 2020, 2019, dan 2018 masing-masing sebesar
          Rp 81,86 miliar, Rp 17,40 miliar, Rp 42,73 miliar, dan Rp 284,54 miliar.




                                                                     45
Page 73
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi BMW untuk periode enam
bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 sebesar Rp 54,36 miliar terutama
berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 311,57 miliar yang disertai
dengan pembayaran kepada pemasok dan lain-lain, pembayaran kepada
karyawan, dan pembayaran pajak final masing-masing sebesar Rp 230,95 miliar,
Rp 18,41 miliar, dan Rp 8,29 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi BMW untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 81.86 miliar terutama
berasal dari pembayaran kepada pemasok dan lain-lain sebesar Rp 512,25 miliar
yang disertai dengan penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 460,08 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi BMW untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 65,56 miliar terutama
berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 69,23 miliar yang disertai
dengan pembayaran kepada pemasok dan lain-lain serta pembayaran pajak final
masing-masing sebesar Rp 2,34 miliar dan Rp 1,21 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi BMW untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 17,40 miliar terutama
berasal dari penurunan tanha yang belum dikembangkan sebesar Rp 34,22 miliar
yang disertai dengan kenaikan uang muka dan kenaikan utang lain-lain
masing-masing sebesar Rp 1,35 miliar dan Rp 15,44 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi BMW untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 42,73 miliar terutama
berasal dari penurunan piutang lain-lain dan tanah yang belum dikembangkan
masing-masing sebesar Rp 10,05 miliar dan Rp 73,39 miliar yang disertai dengan
kenaikan utang lain-lain sebesar Rp 40,65 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi BMW untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 sebesar Rp 284,54 miliar terutama
berasal dari penurunan piutang lain-lain dan utang lain-lain masing-masing
sebesar Rp 107,33 miliar dan Rp 145,50 miliar.

Arus Kas untuk Aktivitas Investasi

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi BMW untuk periode enam
bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2022 masing-masing sebesar Rp 0,33 miliar dan
Rp 0,80 miliar Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2021, 2020, 2019, dan 2018, BMW tidak memiliki arus kas bersih
yang diperoleh dari/digunakan untuk aktivitas investasi.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi BMW untuk periode enam
bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 sebesar Rp 0,33 miliar seluruhnya
berasal dari perolehan aset tetap.




                                 46
Page 74
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi BMW untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 0,80 miliar terutama berasal
dari perolehan aset tetap sebesar Rp 0,70 miliar.

Arus Kas dari (untuk) Aktivitas Pendanaan

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan BMW untuk periode
enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 masing-masing sebesar
Rp 71,84 miliar dan Rp 15,36 miliar. Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas
pendanaan      BMW      untuk      tahun    yang      berakhir   pada     tanggal
31 Desember 2022, 2020, 2019, dan 2018 masing-masing sebesar
Rp 83,73 miliar, Rp 17,50 miliar, Rp 43,38 miliar, dan Rp 285,00 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan BMW untuk periode
enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 sebesar
Rp 71,84 miliar terutama berasal dari pembayaran utang lain-lain - pihak berelasi
dan pembayaran bunga masing-masing sebesar Rp 75,22 miliar dan
Rp 12,45 miliar yang disertai dengan penerimaan utang bank Rp 15,84 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan BMW untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 83,73 miliar terutama
berasal dari penerimaan uang muka setoran modal dan penerimaan utang bank
masing-masing sebesar Rp 25,29 miliar dan Rp 207,96 miliar yang disertai
dengan pembayaran utang lain-lain – pihak berelasi dan pembayaran bunga
masing- masing sebesar Rp 115,06 miliar dan Rp 34,47 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan BMW untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 15,36 miliar terutama
berasal dari pembayaran utang lain-lain – pihak berelasi dan pembayaran bunga
masing-masing sebesar Rp 21,19 miliar dan Rp 24,06 miliar yang disertai dengan
penerimaan utang bank sebesar Rp 29,89 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan BMW untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 17,50 miliar seluruhnya
berasal dari penerimaan utang lain-lain – pihak berelasi.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan BMW untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 43,38 miliar seluruhnya
berasal dari penerimaan utang lain-lain – pihak berelasi.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan BMW untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 285,00 miliar seluruhnya
berasal dari penerimaan utang lain-lain – pihak berelasi.




                                  47
Page 75
VI.A.9.    Rasio-rasio Keuangan
           Tabel 17
           PT Bumindo Mekar Wibawa
           Rasio-rasio Keuangan
           Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 - 2022



                                   Keterangan             30/06/23       31/12/22      31/12/21      31/12/20     31/12/19      31/12/18

           Rasio Likuiditas
           Lancar                                               0,06           0,09          0,25         6,19         6,46          7,39
           Rasio Pengelolaan Aset
           Ekuitas terhadap jumlah aset                         (0,01)         0,00          0,02         0,03         0,03          0,03
           Rasio Solvabilitas
           Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset               1,01          1,00          0,98          0,97         0,97          0,97
           Jumlah liabilitas terhadap ekuitas                (128,77)       243,44         40,04         32,01        31,36         29,41
           Rasio Profitabilitas
           Marjin laba kotor                                       N/A           N/A           N/A          N/A           N/A          N/A
           Marjin laba (rugi) bersih                               N/A           N/A           N/A          N/A           N/A          N/A
           Imbal hasil aset                                    -2,31%        -2,52%        -0,44%        0,01%        -0,01%        0,00%
           Imbal hasil ekuitas                                     N/A     -615,02%       -18,05%        0,20%        -0,25%        0,01%




VI.A.10.   Pengelolaan Aset

           Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan BMW dalam
           menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi BMW.

           Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas BMW
           terhadap jumlah aset BMW. Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 2021, 2020,
           2019, dan 2018, rasio ekuitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,00;
           0,02; 0,03; 0,03; dan 0,03.

VI.A.11.   Solvabilitas

           Solvabilitas menunjukkan kemampuan BMW untuk memenuhi seluruh
           liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui
           perbandingan antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui perbandingan
           antara jumlah liabilitas dengan ekuitas.

           Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023, 31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019, dan
           2018, rasio jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 1,01;
           1,00; 0,98; 0,97; 0,97 dan 0,97. Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 2021,
           2020, 2019, dan 2018 rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas masing-masing
           adalah 243,44; 40,04; 32,01; 31,36; dan 29,41.

VI.A.12.   Profitabilitas

           Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan BMW dalam menghasilkan
           laba bersih dari aset yang dimilikinya. Imbal hasil aset untuk tahun yang berakhir
           pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2018 masing-masing adalah 0,01%
           dan 0,00%.

           Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan BMW dalam menghasilkan
           laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan. Imbal hasil ekuitas untuk tahun yang
           berakhir    pada     tanggal-tanggal  31    Desember       2020    dan    2018
           masing-masing adalah 0,20% dan 0,01%.


                                                          48
Page 76
VI.B.   Analisis atas Common Size PT Bumindo Mekar Wibawa

        Berikut adalah analisis common size BMW untuk periode enam bulan yang
        berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada
        tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019, dan 2018.

        Ikhtisar common size BMW adalah sebagai berikut:
        Tabel 18
        PT Bumindo Mekar Wibawa
        Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan
        Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 - 2022



                               Keterangan                      30/06/23      31/12/22     31/12/21     31/12/20     31/12/19     31/12/18

        ASET
        ASET LANCAR
        Kas dan setara kas                                          1,46%        2,42%        3,26%        0,12%        0,12%        0,08%
        Piutang lain-lain                                           0,04%        1,28%       19,54%       20,70%       21,16%       21,74%
        Uang muka                                                   0,35%        0,17%        0,00%        0,00%        0,09%        0,24%
        Pajak dibayar di muka                                       2,00%        2,21%        0,17%        0,50%        0,51%        0,28%
        Tanah yang belum dikembangkan                               0,00%        0,00%        0,00%       78,68%       78,12%       77,66%
        Jumlah Aset Lancar                                          3,85%        6,08%       22,98%      100,00%      100,00%      100,00%
        ASET TIDAK LANCAR
        Deposito berjangka                                           0,28%       0,19%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
        Persediaan                                                  95,83%      93,69%       77,02%        0,00%        0,00%        0,00%
        Aset tetap - neto                                            0,03%       0,03%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
        Aset lain-lain                                               0,00%       0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
        Jumlah Aset Tidak Lancar                                    96,15%      93,92%       77,02%        0,00%        0,00%        0,00%
        JUMLAH ASET                                              100,00%       100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%




                               Keterangan                      30/06/23      31/12/22     31/12/21     31/12/20     31/12/19     31/12/18

        LIABILITAS DAN EKUITAS
        LIABILITAS
        LIABILITAS JANGKA PENDEK
        Utang usaha - pihak ketiga                                   2,35%       2,50%        0,19%        0,00%        0,01%        0,02%
        Utang lain-lain                                             45,82%      36,69%       22,24%       15,98%       15,29%       13,32%
        Utang obligasi                                               6,03%      23,99%       68,33%        0,00%        0,00%        0,00%
        Biaya yang masih harus dibayar                               0,25%       0,19%        0,47%        0,00%        0,00%        0,00%
        Utang pajak                                                  0,11%       0,15%        0,08%        0,03%        0,03%        0,03%
        Uang muka penjualan                                         10,88%       1,06%        0,17%        0,00%        0,00%        0,00%
        Bagian jangka pendek dari liabilitas jangka panjang:
          Utang bank                                                2,24%        1,97%        0,15%        0,00%        0,00%        0,00%
          Liabilitas imbalan kerja                                  0,92%        0,99%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
        Beban akrual                                                0,00%        0,00%        0,00%        0,15%        0,15%        0,17%
        Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                             68,60%      67,55%       91,64%       16,15%       15,48%       13,53%
        LIABILITAS JANGKA PANJANG
        Uang muka penjualan                                         23,86%      23,08%        4,20%        0,00%        0,00%        0,00%
        Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi bagian
          jangka pendek:
          Utang bank                                                8,24%        8,88%        1,72%        0,00%        0,00%        0,00%
          Liabilitas imbalan kerja                                  0,08%        0,08%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
        Utang lain-lain                                             0,00%        0,00%        0,00%       80,82%       81,43%       83,18%
        Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                            32,18%      32,04%        5,92%       80,82%       81,43%       83,18%
        JUMLAH LIABILITAS                                        100,78%        99,59%       97,56%       96,97%       96,91%       96,71%
        EKUITAS
        Modal saham                                                  2,07%        2,28%        3,13%        3,30%        3,37%        3,58%
        Uang muka setoran modal saham                                1,04%        1,15%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
        Akumulasi kerugian                                          -3,89%       -3,03%       -0,70%       -0,27%       -0,28%       -0,29%
        JUMLAH EKUITAS (DEFISIENSI MODAL)                           -0,78%       0,41%        2,44%        3,03%        3,09%        3,29%
        JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS
          (DEFISIENSI MODAL)                                     100,00%       100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%




                                                               49
Page 77
VI.C.     Analisis atas Common Size Industri Properti

          Berikut adalah analisis common size untuk perusahaan sejenis dengan BMW,
          yaitu PT Bumi Serpong Damai Tbk, PT Summarecon Agung Tbk, dan
          PT Ciputra Development Tbk untuk periode enam bulan yang berakhir pada
          tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
          31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019, dan 2018.

          Ikhtisar common size untuk PT Bumi Serpong Damai Tbk, PT Summarecon Agung
          Tbk, dan PT Ciputra Development Tbk masing-masing adalah sebagai berikut:

VI.C.1.   PT Bumi Serpong Damai Tbk
          Tabel 19
          PT Bumi Serpong Damai Tbk
          Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
          Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 - 2022



                                Keterangan                       30/06/23*       31/12/22    31/12/21    31/12/20    31/12/19    31/12/18

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan setara kas                                           15,50%       14,98%      12,64%      17,27%      12,59%      15,61%
          Investasi                                                     3,30%        3,39%       6,63%       4,80%       5,35%       1,79%
          Piutang usaha
            Pihak berelasi                                              0,01%        0,01%       0,00%       0,01%       0,02%       0,03%
            Pihak ketiga                                                0,31%        0,27%       0,22%       0,22%       0,31%       0,53%
          Piutang lain-lain                                             0,08%        0,10%       0,11%       0,11%       0,15%       0,11%
          Piutang pihak berelasi non-usaha                              0,09%        0,35%       0,01%       0,00%       0,45%       0,31%
          Persediaan                                                   19,35%       19,40%      19,29%      17,58%      18,66%      17,33%
          Uang muka                                                     4,39%        5,38%       5,78%       5,73%       6,11%       3,25%
          Pajak dibayar di muka                                         1,28%        1,35%       1,28%       0,80%       0,84%       0,97%
          Biaya dibayar di muka yang akan jatuh tempo
            dalam waktu satu tahun                                      0,34%        0,30%       0,25%       0,10%       0,02%       0,04%
          Aset lain-lain                                                0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
          Investasi sewa neto pembiayaan yang akan jatuh tempo
            dalam waktu satu tahun                                      0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,17%
          Perlengkapan                                                  0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,01%
          Jumlah Aset Lancar                                           44,66%       45,52%      46,20%      46,60%      44,49%      40,16%
          ASET TIDAK LANCAR
          Investasi                                                     0,58%        0,29%       0,27%       2,92%       0,81%       2,59%
          Piutang lain-lain                                             0,02%        0,02%       0,03%       0,03%       0,04%       0,00%
          Piutang pihak berelasi non-usaha                              0,00%        0,02%       0,07%       0,03%       0,03%       0,03%
          Investasi dalam saham                                        10,00%       10,37%      10,12%      11,14%      13,11%      14,47%
          Biaya dibayar di muka                                         0,13%        0,21%       0,16%       0,13%       0,05%       0,04%
          Tanah yang belum dikembangkan                                23,21%       23,85%      23,54%      20,42%      22,13%      22,83%
          Aset tetap                                                    0,79%        0,84%       0,86%       0,96%       1,16%       1,30%
          Properti investasi                                           13,52%       11,91%      12,95%      13,63%      15,13%      15,49%
          Aset hak-guna                                                 0,02%        0,02%       0,01%       0,02%       0,00%       0,00%
          Goodwill                                                      0,01%        0,01%       0,02%       0,02%       0,02%       0,02%
          Aset tak berwujud                                             7,06%        6,92%       5,78%       4,09%       3,03%       0,00%
          Aset lain-lain                                                0,01%        0,01%       0,01%       0,01%       0,01%       0,01%
          Piutang usaha - pihak ketiga                                  0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
          Uang muka                                                     0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       3,07%
          Jumlah Aset Tidak Lancar                                     55,34%       54,48%      53,80%      53,40%      55,51%      59,84%
          JUMLAH ASET                                                  100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%

          * Tidak Diaudit




                                                                 50
Page 78
                        Keterangan                             30/06/23*     31/12/22    31/12/21    31/12/20    31/12/19    31/12/18

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek                                            0,05%        0,05%       0,00%       0,00%       0,00%       0,48%
Utang usaha
  Pihak berelasi                                                     0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
  Pihak ketiga                                                       1,61%       1,39%       1,81%       1,53%       1,27%       2,23%
Utang pajak                                                          0,11%       0,12%       0,12%       0,14%       0,20%       0,24%
Beban akrual                                                         0,39%       0,35%       0,40%       0,51%       0,36%       0,44%
Setoran jaminan                                                      0,40%       0,40%       0,42%       0,43%       0,43%       0,38%
Liabilitas kontrak                                                  12,58%      11,82%      10,52%       6,80%       0,00%       0,00%
Uang muka diterima                                                   0,17%       0,19%       0,19%       0,18%       7,01%       5,72%
Sewa diterima di muka                                                0,47%       0,41%       0,34%       0,35%       0,50%       0,59%
Uang muka setoran modal                                              0,00%       0,15%       0,00%       0,03%       0,05%       0,05%
Bagian liabilitas jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam
  waktu satu tahun:
  Utang bank jangka panjang                                         1,71%        2,20%       3,49%       1,08%       1,17%       0,25%
  Liabilitas sewa                                                   0,01%        0,01%       0,01%       0,02%       0,00%       0,01%
  Utang obligasi dan sukuk ijarah                                   0,00%        0,04%       0,00%       7,96%       0,00%       0,83%
  Dana syirkah temporer                                             0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,01%
Liabilitas lain-lain                                                0,31%        0,32%       0,55%       0,41%       0,33%       0,74%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                     17,80%      17,44%      17,84%      19,44%      11,33%      11,97%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Setoran jaminan                                                     0,20%        0,21%       0,20%       0,19%       0,18%       0,27%
Liabilitas kontrak                                                  4,54%        6,56%       5,95%       2,87%       0,00%       0,00%
Uang muka diterima                                                  0,18%        0,19%       0,19%       0,22%       1,54%       2,47%
Sewa diterima di muka                                               0,26%        0,48%       0,81%       0,88%       0,97%       1,09%
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang - bersih                    0,37%        0,38%       0,49%       0,59%       0,80%       0,72%
Taksiran liabilitas untuk pengembangan prasarana                    0,09%        0,10%       0,10%       0,10%       0,11%       0,14%
Provisi pelapisan jalan tol                                         0,01%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
  akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
  Utang bank jangka panjang                                         8,72%        7,35%       2,84%       5,97%       7,87%       6,22%
  Liabilitas sewa                                                   0,05%        0,05%       0,03%       0,03%       0,00%       0,00%
  Utang obligasi dan sukuk ijarah                                   8,09%        8,73%      13,15%      13,08%      15,54%      18,94%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                    22,51%      24,03%      23,76%      23,92%      27,02%      29,86%
JUMLAH LIABILITAS                                                   40,31%      41,47%      41,61%      43,36%      38,35%      41,83%
EKUITAS
Modal saham                                                          3,13%       3,26%       3,44%       3,48%       3,53%       3,69%
Tambahan modal disetor                                              11,04%      11,48%      12,14%      12,26%      11,75%      12,28%
Saham treasuri                                                      -0,43%      -0,44%      -0,47%      -0,47%      -0,53%      -0,55%
Ekuitas pada perubahan ekuitas lainnya dari entitas asosiasi         0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
Selisih nilai transaksi dengan kepentingan non pengendali            0,45%      -0,19%      -0,20%      -0,20%      -0,23%      -0,27%
Selisih penjabaran mata uang asing                                  -0,39%      -0,70%      -0,34%      -0,25%      -0,13%      -0,62%
Ekuitas pada keuntungan belum direalisasi atas kenaikan
  nilai investasi yang diukur pada nilai wajar melalui
  penghasilan komprehensif lain                                     0,14%        0,14%       0,12%       0,12%       0,00%       0,00%
Ekuitas pada keuntungan belum direalisasi atas
  kenaikan nilai investasi tersedia untuk dijual                    0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,01%       0,01%
Proforma ekuitas dari transaksi kombinasi bisnis entitas
  sepengendali                                                       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,14%       0,14%
Saldo laba                                                          38,50%      38,21%      36,47%      34,55%      39,03%      35,48%
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
  induk                                                             52,44%      51,75%      51,17%      49,49%      53,59%      50,16%
Kepentingan non-pengendali                                           7,25%       6,78%       7,22%       7,15%       8,06%       8,00%
JUMLAH EKUITAS                                                      59,69%      58,53%      58,39%      56,64%      61,65%      58,17%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                     100,00%      100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%

* Tidak Diaudit




                                                               51
Page 79
Tabel 20
PT Bumi Serpong Damai Tbk
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023
dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2018 - 2022


                                                              30/06/23*     31/12/22     31/12/21     31/12/20     31/12/19     31/12/18
                        Keterangan
                                                              (6 Bulan)     (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)
Pendapatan usaha                                                 100,00%       100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%
Beban pokok penjualan                                             36,43%        33,31%       38,08%       31,21%       28,49%       28,27%
Laba kotor                                                        63,57%        66,69%       61,92%       68,79%       71,51%       71,73%
Beban penjualan                                                  -14,22%       -13,61%      -12,95%      -13,14%      -13,39%      -15,31%
Beban umum dan administrasi                                      -14,07%       -13,62%      -14,63%      -19,99%      -18,69%      -19,64%
Beban pajak final                                                 -3,09%        -3,27%       -3,09%       -3,59%       -3,72%       -4,11%
Laba usaha                                                         32,19%       36,20%       31,25%       32,07%       35,70%       32,66%
Pendapatan bunga dan investasi                                      4,43%        3,25%        5,14%        9,06%        6,64%        5,83%
Keuntungan dari perubahan nilai wajar investasi yang diukur
  pada nilai wajar melalui laba rugi                               0,54%         0,45%        0,70%        2,72%        0,65%        0,27%
Dampak pendiskontoan aset dan liabilitas
  keuangan - bersih                                                0,04%         0,14%        0,04%        1,07%       -0,25%        0,26%
Pendapatan dividen                                                 0,09%         0,03%        0,04%        0,06%        0,07%        0,06%
Keuntungan penjualan aset tetap                                    0,02%         0,01%        0,16%        0,02%        0,01%        0,03%
Kerugian atas pelunasan obligasi                                   0,00%        -0,21%        0,00%        0,00%       -0,27%        0,00%
Keuntungan (kerugian) selisih kurs mata uang asing - bersih       -0,91%        -1,09%       -0,13%        0,02%       -1,03%        0,03%
Beban bunga dan keuangan lainnya                                 -15,92%       -16,30%      -21,49%      -28,82%      -14,73%      -13,77%
Keuntungan penilaian kembali nilai wajar investasi
  pada entitas yang dicatat dengan menggunakan
  metode ekuitas pada tanggal akuisisi                             0,00%         0,00%        0,12%        0,00%        0,50%        0,00%
Keuntungan dari akuisisi saham entitas anak                        0,00%         0,00%        2,01%        0,00%        0,31%        0,00%
Lain-lain - bersih                                                 1,51%         0,95%        1,19%        0,36%        1,40%       -0,14%
Dampak atas perubahan dasar pengukuran investasi
  pada entitas asosiasi                                            0,00%         0,00%        0,00%        0,00%       12,21%        0,00%
Keuntangan direalisasi dari penjualan investasi                    0,00%         0,00%        0,00%        0,00%        0,11%        0,38%
Ekuitas pada laba bersih entitas asosiasi dan ventura
  bersama                                                          5,22%         2,57%        1,19%       -8,54%        3,48%        0,95%
Laba sebelum pajak                                                 27,20%       26,00%       20,21%        8,03%       44,79%       26,56%
Beban pajak kini                                                   -0,13%       -0,05%       -0,11%       -0,26%       -0,51%       -0,88%
Laba setelah dampak transaksi kombinasi bisnis
  entitas sepengendali                                             27,07%       25,96%       20,10%        7,77%       44,28%       25,67%
Rugi pra-akuisisi dari dampak transaksi kombinasi bisnis
  entitas sepengendali                                             0,00%         0,00%        0,00%        0,10%       -0,10%        0,00%
Laba periode/tahun berjalan                                        27,07%       25,96%       20,10%        7,87%       44,18%       25,67%
Penghasilan (rugi) komprehensif lainnya                             3,93%       -2,45%       -0,12%        0,30%        3,29%       -3,89%
Jumlah penghasilan komprehensif                                    31,00%       23,51%       19,98%        8,17%       47,47%       21,78%
Laba bersih periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan
  kepada:
  Pemilik entitas induk                                            24,03%       23,77%       17,62%        4,56%       39,40%       19,52%
  Kepentingan non-pengendali                                        3,04%        2,19%        2,48%        3,31%        4,78%        6,15%




                                                              52
Page 80
VI.C.2.   PT Summarecon Agung Tbk
          Tabel 21
          PT Summarecon Agung Tbk
          Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
          Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 - 2022



                                 Keterangan                      30/06/23*       31/12/22    31/12/21    31/12/20    31/12/19    31/12/18

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan setara kas                                           10,90%       11,05%      10,65%       6,65%       6,81%       6,54%
          Piutang usaha - neto
            Pihak-pihak berelasi                                        0,03%        0,02%       0,02%       0,02%       0,04%       0,22%
            Pihak ketiga                                                0,83%        1,01%       0,93%       1,01%       0,87%       1,47%
          Piutang lain-lain                                             0,05%        0,05%       0,12%       0,08%       0,09%       0,08%
          Piutang pihak-pihak berelasi non-usaha                        0,24%        0,24%       0,25%       0,35%       0,20%       0,19%
          Persediaan                                                   34,97%       35,03%      35,52%      36,86%      34,84%      33,86%
          Pajak dibayar dimuka                                          1,98%        1,76%       1,39%       1,49%       1,25%       1,09%
          Biaya dibayar dimuka                                          0,21%        0,12%       0,19%       0,16%       0,12%       0,12%
          Uang muka                                                     0,92%        0,96%       0,94%       1,08%       1,39%       1,49%
          Aset keuangan lancar lainnya                                  0,01%        0,01%       0,01%       0,00%       0,02%       0,00%
          Aset lancar lainnya                                           0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
          Jumlah Aset Lancar                                           50,13%       50,26%      50,02%      47,70%      45,62%      45,06%
          ASET TIDAK LANCAR
          Piutang usaha - neto
            Pihak berelasi                                              0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,02%
            Pihak ketiga                                                0,09%        0,22%       0,12%       0,20%       0,18%       0,20%
          Piutang lain-lain                                             0,01%        0,01%       0,02%       0,02%       0,00%       0,00%
          Piutang pihak berelasi non-usaha                              0,23%        0,23%       0,20%       0,20%       0,27%       0,13%
          Tanah yang belum dikembangkan                                24,80%       23,78%      23,67%      25,12%      26,74%      27,62%
          Investasi pada entitas asosiasi                               0,29%        0,29%       0,28%       0,26%       0,24%       0,02%
          Uang muka                                                     3,30%        3,53%       3,45%       2,82%       2,93%       2,69%
          Aset tetap - neto                                             1,30%        1,30%       1,22%       1,33%       1,38%       1,62%
          Properti investasi - neto                                    16,42%       16,09%      16,35%      17,58%      17,82%      18,82%
          Aset pajak tangguhan                                          0,01%        0,01%       0,01%       0,01%       0,00%       0,00%
          Aset keuangan tidak lancar lainnya                            3,19%        4,02%       4,25%       4,40%       4,19%       3,05%
          Aset tidak lancar lainnya                                     0,22%        0,26%       0,41%       0,36%       0,60%       0,75%
          Jumlah Aset Tidak Lancar                                     49,87%       49,74%      49,98%      52,30%      54,38%      54,94%
          JUMLAH ASET                                                  100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%

          * Tidak Diaudit




                                                                 53
Page 81
                       Keterangan                           30/06/23*     31/12/22    31/12/21    31/12/20    31/12/19    31/12/18

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek                                          8,35%       7,10%       6,10%      10,72%       8,75%       7,65%
Utang usaha kepada pihak ketiga                                   0,21%       0,31%       0,27%       0,32%       0,35%       0,33%
Utang lain-lain                                                   1,33%       0,76%       1,28%       1,43%       1,47%       1,12%
Utang pihak berelasi non-usaha                                    0,08%       0,00%       0,00%       0,00%       0,27%       0,00%
Beban akrual                                                      3,58%       3,88%       3,13%       2,97%       4,81%       4,40%
Utang pajak                                                       0,20%       0,27%       0,28%       0,25%       0,27%       0,26%
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                            0,09%       0,11%       0,09%       0,14%       0,08%       0,08%
Liabilitas kontrak                                               21,09%      16,84%       8,76%      10,68%       8,42%       0,00%
Uang jaminan yang diterima                                        0,54%       0,55%       0,31%       0,37%       0,41%       7,03%
Pendapatan diterima dimuka                                        1,49%       1,47%       1,41%       1,44%       1,76%       1,87%
Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu
  tahun - neto:
  Utang bank dan lembaga pembiayaan                              2,16%        2,13%       3,18%       3,55%       4,98%       3,58%
  Liabilitas sewa                                                0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
  Utang obligasi                                                 0,00%        0,00%       1,92%       1,66%       5,30%       4,71%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                  39,13%      33,42%      26,75%      33,54%      36,89%      31,03%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang jangka panjang setelah dikurangi bagian yang
  jatuh tempo dalam satu tahun - neto:
  Utang bank dan lembaga pembiayaan                              8,41%        9,29%      15,05%      19,20%      13,13%      13,70%
  Utang obligasi                                                 2,18%        2,26%       0,76%       2,80%       4,53%       7,30%
  Liabilitas sewa                                                0,02%        0,02%       0,02%       0,02%       0,00%       0,00%
Utang lain-lain                                                  0,04%        0,04%       0,02%       0,05%       0,06%       0,05%
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                          0,44%        0,43%       0,49%       0,52%       0,49%       0,55%
Liabilitas kontrak                                               7,85%       12,21%      12,78%       6,38%       5,06%       0,00%
Uang jaminan yang diterima                                       0,41%        0,39%       0,38%       0,44%       0,46%       8,21%
Pendapatan diterima di muka                                      0,76%        0,55%       0,55%       0,50%       0,46%       0,23%
Liabilitas pajak tangguhan                                       0,06%        0,06%       0,07%       0,10%       0,13%       0,01%
Utang-utang pihak berelasi non-usaha                             0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,12%       0,01%
Liabilitas keuangan jangka panjang lainnya                       0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,03%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                 20,17%      25,26%      30,14%      30,00%      24,44%      30,08%
JUMLAH LIABILITAS                                                59,29%      58,68%      56,89%      63,54%      61,33%      61,11%
EKUITAS
Modal saham                                                       5,60%       5,81%       6,34%       5,79%       5,90%       6,19%
Tambahan modal disetor                                            4,43%       4,60%       5,02%       0,09%       0,09%       0,10%
Selisih nilai transaksi dengan kepentingan non-pengendali        -0,01%      -0,01%      -0,01%      -0,01%       0,01%       0,01%
Saldo laba                                                       22,27%      21,95%      21,90%      21,59%      24,14%      23,33%
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
  induk                                                          32,29%      32,35%      33,25%      27,47%      30,14%      29,63%
Kepentingan non-pengendali                                        8,41%       8,98%       9,86%       8,99%       8,53%       9,26%
JUMLAH EKUITAS                                                   40,71%      41,32%      43,11%      36,46%      38,67%      38,89%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                  100,00%      100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%

* Tidak Diaudit




                                                            54
Page 82
          Tabel 22
          PT Summarecon Agung Tbk
          Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
          Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023
          dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2018 - 2022


                                                                         30/06/23*     31/12/22     31/12/21     31/12/20     31/12/19     31/12/18
                                 Keterangan
                                                                         (6 Bulan)     (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)
          Pendapatan neto                                                   100,00%       100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%
          Beban pokok langsung dan beban langsung                            48,03%        47,55%       53,41%       54,43%       52,04%       51,62%
          Laba kotor                                                         51,97%        52,45%       46,59%       45,57%       47,96%       48,38%
          Beban penjualan                                                    -5,79%        -5,62%       -5,50%       -5,48%       -5,97%       -6,07%
          Beban umum dan administrasi                                       -15,52%       -16,65%      -13,17%      -14,84%      -15,41%      -15,11%
          Penghasilan operasi lain                                            0,10%         0,29%        0,25%        0,17%        0,24%        0,16%
          Beban operasi lain                                                 -0,04%        -0,59%       -0,19%       -0,05%       -0,09%       -0,03%
          Laba atas penjualan entitas anak                                    0,00%         0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        0,18%
          Laba usaha                                                         30,71%        29,87%       27,98%       25,37%       26,74%       27,52%
          Pendapatan keuangan                                                 3,02%         2,75%        3,45%        3,78%        2,11%        1,70%
          Biaya keuangan                                                    -11,52%       -14,99%      -18,00%      -20,53%      -13,38%      -12,10%
          Laba pada ekuitas entitas asosiasi                                  0,13%         0,16%        0,15%        0,12%        0,07%        0,00%
          Laba sebelum beban pajak final dan pajak penghasilan                22,35%       17,80%       13,58%        8,74%       15,53%       17,12%
          Beban pajak final                                                   -4,51%       -4,25%       -3,75%       -3,91%       -4,54%       -4,73%
          Laba sebelum beban pajak pengashilan                                17,84%       13,54%        9,82%        4,84%       10,99%       12,38%
          Manfaat (beban) pajak penghasilan - neto                            -0,04%       -0,05%        0,05%        0,05%       -0,67%       -0,18%
          Laba periode/tahun berjalan                                         17,80%       13,49%        9,87%        4,89%       10,32%       12,20%
          Pendapatan komprehensif lainnya                                      0,21%        0,17%       -0,01%       -0,27%        0,36%        0,30%
          Total penghasilan komprehensif periode berjalan                     18,02%       13,67%        9,86%        4,62%       10,67%       12,50%
          Laba periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
            Pemilik entitas induk                                             14,64%       10,93%        5,81%        3,58%        8,67%        7,93%
            Kepentingan non-pengendali                                         3,17%        2,56%        4,06%        1,31%        1,65%        4,27%

          * Tidak Diaudit



VI.C.3.   PT Ciputra Development Tbk
          Tabel 23
          PT Ciputra Development Tbk
          Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
          Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 - 2022



                                 Keterangan                              30/06/23*     31/12/22     31/12/21     31/12/20     31/12/19     31/12/18

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan setara kas                                                  22,33%       21,58%       17,61%       13,44%       11,71%        9,46%
          Piutang usaha dari pihak ketiga - neto                               1,79%        1,86%        2,13%        2,39%        3,24%        3,54%
          Piutang lain-lain                                                    3,15%        3,34%        4,06%        3,74%        4,11%        3,90%
          Persediaan                                                          27,27%       27,78%       28,47%       31,18%       29,45%       28,54%
          Biaya dibayar di muka                                                0,10%        0,07%        0,08%        0,09%        0,09%        0,09%
          Uang muka                                                            1,01%        0,51%        0,31%        0,36%        0,41%        0,35%
          Pajak dibayar di muka                                                1,17%        1,11%        1,22%        1,21%        1,26%        1,23%
          Aset derivatif                                                       0,00%        0,00%        0,02%        0,19%        0,00%        0,00%
          Jumlah Aset Lancar                                                  56,82%       56,25%       53,89%       52,59%       50,27%       47,11%
          ASET TIDAK LANCAR
          Investasi pada entitas asosiasi                                      2,60%        2,57%        2,35%        1,26%        1,02%        0,93%
          Piutang pihak berelasi                                               0,05%        0,06%        0,05%        0,06%        0,06%        0,49%
          Piutang lain-lain                                                    0,20%        0,20%        0,22%        0,22%        0,00%        0,00%
          Uang muka                                                            0,83%        1,31%        1,09%        1,22%        1,37%        1,64%
          Tanah untuk pengembangan                                            17,49%       17,69%       18,91%       19,27%       18,58%       19,48%
          Aset tetap - neto                                                    6,50%        6,13%        6,16%        6,61%        8,53%        9,08%
          Properti investasi - neto                                           12,50%       12,77%       13,59%       14,07%       14,84%       14,47%
          Aset pajak tangguhan - neto                                          0,03%        0,03%        0,04%        0,04%        0,06%        0,04%
          Aset derivatif                                                       0,03%        0,06%        0,00%        0,02%        0,11%        0,17%
          Aset tidak lancar lainnya                                            2,95%        2,93%        3,70%        4,64%        5,14%        6,60%
          Jumlah Aset Tidak Lancar                                            43,18%       43,75%       46,11%       47,41%       49,73%       52,89%
          JUMLAH ASET                                                       100,00%       100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%

          * Tidak Diaudit




                                                                         55
Page 83
                       Keterangan                           30/06/23*     31/12/22    31/12/21    31/12/20    31/12/19    31/12/18

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek                                          0,51%       0,88%       0,81%       2,02%       2,48%       3,22%
Utang usaha                                                       1,99%       2,07%       2,31%       2,23%       2,15%       2,43%
Utang lain-lain                                                   3,01%       2,20%       2,37%       2,02%       1,97%       1,84%
Beban akrual                                                      0,37%       0,54%       0,56%       0,56%       0,57%       0,61%
Utang pihak berelasi                                              0,04%       0,04%       0,00%       0,06%       0,07%       0,04%
Utang pajak                                                       0,29%       0,29%       0,28%       0,25%       0,40%       0,36%
Liabilitas kontrak                                               17,57%      17,97%      17,56%      15,81%      13,34%       0,00%
Pendapatan diterima di muka                                       0,49%       0,52%       0,56%       0,62%       0,67%       0,87%
Liabilitas jangka panjang jatuh tempo dalam satu tahun:
  Utang bank - neto                                              1,05%        1,22%       2,51%       1,76%       1,49%       0,92%
  Utang obligasi - neto                                          0,00%        0,00%       0,00%       0,20%       0,00%       0,64%
  Wesel bayar - neto                                             0,00%        0,00%       0,00%       4,05%       0,00%       0,00%
Uang muka yang diterima                                          0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%      12,37%
Liabilitas derivatif                                             0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,01%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                  25,32%      25,73%      26,96%      29,57%      23,12%      23,32%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas imbalan kerja                                         0,21%        0,21%       0,24%       0,36%       0,39%       0,37%
Liabilitas kontrak                                               5,14%        4,57%       4,52%       7,67%       0,00%       0,00%
Uang jaminan penyewa                                             0,36%        0,34%       0,34%       0,35%       0,36%       0,31%
Liabilitas pajak tangguhan - neto                                0,06%        0,06%       0,06%       0,07%       0,07%       0,08%
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
  jatuh tempo dalam satu tahun:
  Utang bank - neto                                              14,38%      15,06%      16,36%      17,51%      16,93%      15,06%
  Wesel bayar - neto                                              3,88%       4,12%       3,82%       0,00%       4,24%       4,58%
  Utang obligasi - neto                                           0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,22%       0,23%
Liabilitas derivatif                                              0,00%       0,00%       0,03%       0,00%       0,00%       0,00%
Uang muka yang diterima                                           0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       5,59%       7,51%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                 24,02%      24,36%      25,35%      25,95%      27,81%      28,14%
JUMLAH LIABILITAS                                                49,34%      50,09%      52,31%      55,53%      50,93%      51,46%
EKUITAS
Modal saham                                                      10,91%      11,07%      11,41%      11,82%      12,82%      13,53%
Tambahan modal disetor - neto                                     8,33%       8,52%       8,78%       9,09%       9,86%      10,48%
Selisih nilai transaksi ekuitas dengan kepentingan
  nonpengendali                                                   0,22%       0,23%       0,23%       0,23%       0,25%       0,20%
Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan                   0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
Rugi komprehensif lain                                           -0,19%      -0,36%      -0,04%      -0,18%      -0,16%      -0,19%
Saldo laba                                                       25,46%      24,62%      21,42%      18,18%      19,74%      18,00%
Saham tresuri                                                     0,00%      -0,08%      -0,08%      -0,08%      -0,09%      -0,10%
Total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada
  pemilik entitas induk                                          44,73%      44,00%      41,73%      39,06%      42,41%      41,92%
Kepentingan non-pengendali                                        5,93%       5,91%       5,96%       5,41%       6,66%       6,62%
JUMLAH EKUITAS                                                   50,66%      49,91%      47,69%      44,47%      49,07%      48,54%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                  100,00%      100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%

* Tidak Diaudit




                                                            56
Page 84
Tabel 24
PT Ciputra Development Tbk
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023
dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2018 - 2022


                                                              30/06/23*     31/12/22     31/12/21     31/12/20     31/12/19     31/12/18
                       Keterangan
                                                              (6 Bulan)     (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)
Pendapatan neto                                                  100,00%       100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%
Beban pokok penjualan dan beban langsung                          52,84%        49,95%       50,26%       48,93%       50,16%       52,70%
Laba kotor                                                        47,16%        50,05%       49,74%       51,07%       49,84%       47,30%
Beban umum dan administrasi                                      -15,17%       -13,77%      -12,10%      -14,45%      -16,47%      -15,78%
Beban penjualan                                                   -3,98%        -4,20%       -3,78%       -4,42%       -5,04%       -4,86%
Penghasilan lain-lain                                              2,48%         6,15%        5,56%        5,56%        5,32%        4,89%
Beban lain-lain                                                   -0,60%        -4,66%       -4,81%       -4,95%       -4,90%       -3,53%
Laba usaha                                                        29,88%        33,57%       34,61%       32,81%       28,75%       28,02%
Bagian laba entitas asosiasi - neto                                0,53%         0,74%        0,43%       -0,04%       -0,14%       -0,25%
Penghasilan keuangan - neto                                        3,81%         2,71%        2,45%        3,09%        4,56%        3,28%
Penghasilan keuangan - neto                                        0,00%         0,00%        0,00%        0,00%       -0,76%       -0,66%
Beban keuangan - neto                                            -12,59%       -11,72%      -12,85%      -15,30%      -11,97%       -9,55%
Laba sebelum pajak final dan pajak penghasilan                     21,62%       25,31%       24,63%       20,56%       20,44%       20,85%
Pajak final                                                        -2,72%       -2,74%       -2,67%       -2,87%       -3,13%       -3,31%
Laba sebelum pajak penghasilan                                     18,90%       22,57%       21,96%       17,69%       17,31%       17,54%
Beban pajak penghasilan - neto                                     -0,32%       -0,62%       -0,51%       -0,71%       -0,44%       -0,62%
Laba sebelum efek penyesuaian proforma                             18,58%       21,95%       21,46%       16,98%       16,87%       16,92%
Efek penyesuaian proforma - rugi sebelum akuisisi                   0,04%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        0,07%
Laba bersih periode/tahun berjalan                                 18,63%       21,95%       21,46%       16,98%       16,87%       16,98%
Penghasilan (rugi) komprehensif lain periode berjalan               1,55%       -1,50%        0,56%       -0,12%        0,07%        0,31%
Jumlah laba komprehensif periode/tahun berjalan                    20,17%       20,45%       22,02%       16,87%       16,94%       17,29%
Laba bersih periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan
  kepada:
  Pemilik entitas induk                                            17,43%       20,42%       17,84%       16,36%       15,22%       15,46%
  Kepentingan non-pengendali                                        1,20%        1,53%        3,62%        0,62%        1,65%        1,53%

* Tidak Diaudit




                                                              57
Page 85
VII.     ANALISIS RISIKO

         Dalam menjalankan kegiatan usahanya, BMW tidak terlepas dari berbagai risiko
         usaha yang dihadapi. Analisis risiko usaha terhadap BMW adalah sebagai berikut:

VII.A.   Risiko Pendanaan

         Pengembangan real estat yang sedang dikembangkan oleh BMW membutuhkan
         modal yang besar, sehingga kemampuan BMW dalam memperoleh dana untuk
         pengembangan, perolehan lahan dan pembangunannya memerlukan
         perencanaan yang matang. BMW harus dapat menjamin ketersediaan kecukupan
         dana untuk pembiayaan proyek tersebut dalam jangka panjang. Apabila BMW
         tidak dapat memperoleh pendanaan untuk mendukung pengembangan proyek
         BMW, maka pertumbuhan BMW dapat menurun yang pada akhirnya dapat
         menurunkan jumlah pendapatan dan laba BMW.

VII.B.   Risiko Kenaikan Harga Bahan Bangunan dan Kelangkaan Bahan Bangunan

         Bahan bangunan seperti semen, besi beton dan bahan bangunan lainnya
         merupakan bahan utama dalam pembangunan perumahan dan gedung-gedung
         komersial. Apabila bahan bangunan tersebut tidak tersedia pada saat dibutuhkan,
         maka akan terjadi keterlambatan dalam pembangunan dan penundaan pengakuan
         pendapatan BMW dari penjualan perumahan tersebut. Penundaan tersebut di atas
         berakibat pada hilangnya kepercayaan para konsumen/calon konsumen yang
         pada akhirnya menurunkan jumlah pendapatan BMW.

         Selain kelangkaan bahan baku, BMW juga dimungkinkan menghadapi kenaikan
         harga bahan bangunan yang merupakan dampak dari kondisi perekonomian yang
         memburuk. Kenaikan harga bahan baku dapat meningkatkan biaya konstruksi
         suatu proyek, sementara bahan baku untuk properti biasanya dibayar di muka
         sehingga hal tersebut tidak dapat merubah harga jual yang sebelumnya telah
         disepakati. Hal ini dapat merugikan BMW karena dapat mengurangi tingkat
         keuntungan BMW.

VII.C.   Risiko Kenaikan Tingkat Suku Bunga

         Kinerja BMW dapat dipengaruhi oleh kenaikan tingkat bunga perbankan terutama
         pada sektor konsumen. Kebijakan moneter uang ketat secara tidak langsung juga
         mempengaruhi kenaikan tingkat suku bunga termasuk suku bunga sektor
         konsumen yang dapat berdampak pada menurunnya daya beli konsumen
         terutama di sektor properti, sehingga pada akhirnya dapat berdampak pada kinerja
         keuangan BMW.




                                          58
Page 86
VII.D.   Risiko Operasional

         Kegiatan usaha properti dengan mengembangkan usaha real estat khususnya
         perumahan komersial, vila, dan apartemen yang memberikan fasilitas lainnya
         mengandung risiko-risiko di lapangan seperti risiko hak kepemilikan atas tanah,
         berkurangnya lahan yang tersedia, kebakaran, kerusuhan (demonstrasi maupun
         ancaman bom) dan bencana alam yang dapat berdampak buruk pada kegiatan
         usaha BMW. Hal tersebut di atas dapat menurunkan pendapatan dan keuntungan
         BMW.

VII.E.   Risiko Bencana Alam

         Dengan bisnis utama BMW di bidang real estat yang dimiliki sendiri atau disewa
         mencakup usaha pembelian, penjualan, persewaan dan pengoperasian real estat
         baik yang dimiliki sendiri maupun disewa, terdapat risiko kebakaran yang dapat
         memusnahkan aset utama BMW dalam menjalankan usaha. Risiko lain yang
         mungkin dihadapi BMW adalah jika terjadi bencana alam seperti gempa.

VII.F.   Risiko Kebijakan Pemerintah

         Seperti halnya semua industri, kegiatan usaha BMW dipengaruhi oleh perubahan
         kebijakan Pemerintah Indonesia baik langsung maupun tidak langsung. Kebijakan
         pemerintah yang secara langsung mempengaruhi BMW antara lain kemungkinan
         perubahan kebijakan rencana tata kota dan tata ruang, yang dapat mengakibatkan
         berkurangnya lahan yang dapat digunakan. Apabila kebijakan pemerintah tersebut
         diterapkan, dapat mengakibatkan berkurangnya jumlah unit yang akan dijual
         sehingga menurunkan jumlah pendapatan dan laba BMW.




                                         59
Page 87
VIII.       METODE PENILAIAN

VIII.A.     Metode-Metode Penilaian

VIII.A.1.   Metode Penyesuaian Aset Bersih

            Metode ini merupakan metode penilaian yang berdasarkan pada pendekatan aset
            (asset based approach). Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan
            liabilitas (liabilities) harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk
            komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank
            atau utang bank).

            Aset lancar (current assets) harus dinilai ulang, misalnya untuk piutang dengan
            mengurangkan jumlah yang tak dapat ditagih secara normal. Aset tetap seperti
            tanah, bangunan, dan mesin-mesin perlu dinilai dengan konsep penilaian properti
            yang berlaku umum.

            Selain aset berwujud, nilai pasar aset tak berwujud (intangible assets) seperti hak
            paten, lisensi, biaya riset dan pengembangan, karyawan yang telah terlatih dan
            siap bekerja (pool of employees), dan daftar langganan (pool of captive customer),
            juga harus dihitung. Nilai pasar aset tak berwujud tersebut diperoleh dengan
            melakukan penilaian terhadap tiap-tiap aset tersebut secara terpisah. Nilai pasar
            ekuitas (net worth) kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai
            seluruh aset dan liabilitas (liabilities) yang telah disesuaikan.

VIII.A.2.   Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek

            Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek merupakan metode
            penilaian yang didasarkan pada pendekatan pasar (market based approach).
            Dengan metode ini, nilai pasar saham ditetapkan berdasarkan harga yang telah
            atau pernah terjadi dari perusahaan sejenis yang sebanding dan sepadan. Nilai
            pasar dari perusahaan pembanding diambil dari pasar modal (perusahaan
            publik/terbuka).

            Syarat utama dari penggunaan metode ini adalah perusahaan pembanding harus
            sebanding dan sepadan dengan perusahaan yang akan dinilai dalam berbagai
            variabel pembanding, antara lain perputaran penjualan, ekuitas, struktur modal
            (leverage), aset dan komposisi aset, tingkat laba, dan rasio-rasio keuangan.

            Jika telah diperoleh perusahaan yang sebanding dan sepadan, nilai pasar saham
            perusahaan yang dinilai diperoleh dengan cara mengalikan pendapatan
            perusahaan dengan beberapa rasio yang diperoleh dari perusahaan pembanding,
            seperti rasio P/E (price/earnings), P/S (price/sales), P/BV (price/book value of
            equity) dan sebagainya.




                                              60
Page 88
VIII.A.3.   Metode Diskonto Arus Kas

            Metode diskonto arus kas ini merupakan metode penilaian yang didasarkan pada
            pendekatan pendapatan (income based approach).

            Untuk menggunakan metode ini, sebelum melakukan proses diskonto
            (discounting), terlebih dahulu harus diproyeksikan pendapatan mendatang berupa
            arus kas bersih untuk ekuitas (net cash flow to equity) atau arus kas bersih untuk
            kapital (net cash flow to invested capital) sesuai dengan sifat dan jenis usaha yang
            dinilai. Setelah proyeksi dibuat, langkah berikutnya adalah menetapkan tingkat
            diskonto (discount rate) yang tepat.

            Proses selanjutnya adalah mendiskonto nilai-nilai arus kas bersih yang telah
            diproyeksikan, termasuk nilai periode kekal (continuing value), dengan faktor
            diskonto (discount factor) yang diperoleh dari tingkat diskonto sesuai dengan
            periode proyeksinya. Jika yang didiskonto adalah arus kas bersih untuk ekuitas,
            maka nilai kini (present value) dari keseluruhan pendapatan di masa mendatang
            tersebut merupakan nilai ekuitas, sedangkan jika yang didiskonto adalah arus kas
            bersih untuk kapital, jumlah nilai kini tersebut merupakan nilai perusahaan
            (corporate value), yang masih harus dikurangi dengan nilai liabilitas untuk
            mendapatkan nilai ekuitas.

VIII.B.     Metode Penilaian yang Digunakan

            Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis
            internal akan berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis
            historis atas laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi komprehensif BMW,
            pengkajian atas kondisi operasi dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki
            BMW. Prospek BMW di masa yang akan datang kami evaluasi berdasarkan
            rencana usaha yang diberikan oleh manajemen yang telah kami kaji kewajaran
            dan konsistensinya. Analisis eksternal didasarkan pada kajian singkat terhadap
            faktor-faktor eksternal yang dipertimbangkan sebagai penggerak nilai (value
            drivers) termasuk juga kajian singkat atas prospek dari industri yang bersangkutan.

            Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar
            suatu “business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi
            keuangan dan laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya
            diperlukan penyesuaian terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan
            normalisasi keuntungan laporan laba rugi komprehensif yang biasanya disusun
            oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun nilai buku suatu
            perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan laba
            rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis
            yang dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian
            tersebut.




                                              61
Page 89
          Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
          penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method).

          Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari
          semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai
          pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai
          pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan
          kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai pasar seluruh aset
          (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai pasar liabilitas.

          Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai
          untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak
          manajemen Perseroan dan BMW. Tidak tertutup kemungkinan untuk
          diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat memberikan
          hasil yang berbeda.

VIII.C.   Premis Penilaian

          Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis
          penilaian bahwa BMW adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.

VIII.D.   Aplikasi Diskon dan Premi

          Diskon dan premi merupakan hal-hal yang tak terpisahkan dari proses penilaian
          perusahaan tertutup. Diskon dan premi terkait dengan ada/tidaknya tingkat kendali
          serta tingkat kemampuan untuk dipasarkan dari saham yang dinilai. Diskon adalah
          potongan yang diberikan kepada suatu indikasi nilai dari business interest atau
          saham yang berhasil diperkirakan. Pemberian diskon terkait dengan tidak adanya
          unsur kendali dalam saham yang dinilai dan disebut dengan Discount for Lack of
          Control – DLOC (Diskon Tanpa Pengendalian). Diskon juga terkait dengan tingkat
          kesulitan saham tersebut untuk dikonversi secara cepat menjadi uang tunai yang
          disebut dengan Discount for Lack of Marketabilities – DLOM (Diskon Likuiditas
          Pasar). Sedangkan, premi adalah tambahan nilai yang diberikan kepada indikasi
          nilai yang berhasil diperoleh dalam proses penilaian. Pemberian premi terkait
          dengan adanya unsur kendali dalam saham perusahaan yang dinilai dan disebut
          dengan Premium for Control (Premi Pengendalian).

VIII.E.   Prosedur Penilaian

          Berdasarkan pendekatan dan metode penilaian yang telah dipilih untuk
          menentukan indikasi nilai pasar Objek Penilaian, kami telah melakukan langkah-
          langkah sebagai berikut:

          1. Melakukan tinjauan atas faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi
             operasi BMW.
          2. Melakukan tinjauan atas laporan keuangan historis dari BMW.
          3. Melakukan penelaahan atas data operasional BMW.
          4. Melakukan penilaian Objek Penilaian dengan mengaplikasikan metode
             penyesuaian aset bersih dengan pendekatan aset.


                                           62
Page 90
VIII.F.   Independensi Penilai

          Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa
          adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan BMW
          ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan BMW. KR juga tidak
          memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
          Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan
          atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali
          tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis penilaian ini dan
          KR     hanya    menerima      imbalan     sesuai    dengan    surat     penugasan
          No. KR/230412-001 tanggal 12 April 2023 yang telah disetujui oleh manajemen
          Perseroan.




                                            63
Page 91
IX.     PENILAIAN

        Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode penilaian yang digunakan
        untuk menilai Objek Penilaian adalah metode penyesuaian aset bersih.

IX.A.   Premi Pengendalian (Premium for Control), Diskon Tanpa Pengendalian
        (Discount for Lack of Control), dan Diskon Likuiditas Pasar (Discount for
        Lack of Marketabilities)

        Berdasarkan POJK 35/2020, premi pengendalian didefinisikan sebagai “suatu
        jumlah atau persentase tertentu yang merupakan penambah dari nilai suatu
        ekuitas sebagai cerminan dari tingkat pengendalian atas objek penilaian”.

        Berdasarkan POJK 35/2020, diskon tanpa pengendalian didefinisikan sebagai
        “suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan pengurang dari nilai suatu
        ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya tingkat pengendalian atas objek
        penilaian”.

        Premi pengendalian dan diskon tanpa pengendalian mencerminkan penambahan
        terhadap nilai dari penyertaan minoritas atau pengurangan terhadap nilai dari
        penyertaan mayoritas dalam entitas anak yang dinilai sebagai pengaruh dari
        ketiadaan pengendalian dari pemilik yang berada dalam posisi minoritas atau
        dibatasi pengendaliannya.

        Pengurangan diperhitungkan karena pemilik yang dalam kondisi tidak memiliki
        kemampuan untuk mengendalikan akan memperoleh manfaat yang berbeda dari
        pemilik yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan karena adanya
        keleluasaan dari pemilik yang mengendalikan untuk mengoptimalkan manfaat
        dengan:

           Menentukan arah perkembangan jangka panjang perusahaan.
           Memilih pengurus inti perusahaan.
           Menentukan hak dan fasilitas untuk pengurus inti.
           Menentukan kebijakan investasi.
           Menentukan dengan pihak mana kegiatan usaha akan dilakukan.
           Menentukan besarnya dividen yang akan dibayarkan.
           Menolak usulan-usulan di atas yang berasal dari pemegang saham minoritas.




                                         64
Page 92
        Berdasarkan Peraturan POJK 35/2020, diskon likuiditas pasar didefinisikan
        sebagai “suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan pengurang dari
        nilai suatu ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya likuiditas objek penilaian”.

        Diskon likuiditas pasar mencerminkan pengurangan terhadap nilai dari
        perusahaan yang dinilai sebagai pengaruh dari tidak likuidnya saham perusahaan
        tersebut untuk diperdagangkan.

        Untuk penilaian atas BMW, sesuai dengan tujuan penilaian yang dilakukan, yaitu
        untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang nilai pasar dari
        Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau
        ekuivalensinya pada tanggal 30 Juni 2023, oleh karena itu atas indikasi nilai yang
        dihasilkan, dilakukan atau diaplikasikan penyesuaian terhadap kondisi
        ketidakmampuan untuk dipasarkan dengan cepat (diskon likuiditas pasar),
        dikenakan diskon sebesar 40,00%, dengan pertimbangan sebagai berikut:

           Berdasarkan POJK 35/2020, diskon likuiditas pasar untuk perusahaan tertutup
            bagi pemegang saham mayoritas adalah antara 20,00% - 40,00%.
           BMW merupakan perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
            (privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
            Indonesia.

IX.B.   Nilai Pasar Objek Penilaian Berdasarkan Metode Penyesuaian Aset Bersih

        Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode yang digunakan untuk
        menentukan nilai pasar 100,00% saham BMW adalah metode penyesuaian aset
        bersih. Metode ini merupakan metode penilaian yang didasarkan pada pendekatan
        aset. Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan liabilitas harus
        disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang
        telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank).

        Pada penilaian ini, kami melakukan penilaian berdasarkan nilai pasar persediaan
        yang telah dinilai oleh KJPP SRR sebagaimana tertuang dalam laporannya
        No. 00361/2.0059-02/PI/03/0242/1/VIII/2023 tanggal 7 Agustus 2023, dimana nilai
        pasar atas persediaan pada tanggal 30 Juni 2023 adalah sebesar
        Rp 2.488,81 miliar.

        Apabila nilai pasar atas persediaan tersebut direfleksikan dalam laporan posisi
        keuangan, maka jumlah aset BMW adalah sebesar Rp 2.589,75 miliar, sedangkan
        jumlah liabilitas BMW adalah tetap, yaitu sebesar Rp 2.439,34 miliar.

        Indikasi nilai pasar 100,00% saham BMW kemudian diperoleh dengan menghitung
        selisih antara nilai seluruh aset dan liabilitas. Dengan demikian, indikasi nilai pasar
        100,00% saham BMW sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
        Rp 150,40 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 40,00%, maka nilai pasar
        100,00% saham BMW adalah sebesar Rp 90,24 miliar. Dengan demikian, nilai
        pasar 100,00% saham BMW berdasarkan metode penyesuaian aset bersih adalah
        sebesar Rp 90,24 miliar.



                                            65
Page 93
Perincian perhitungan nilai pasar 100,00% saham BMW dengan menggunakan
metode penyesuaian aset bersih adalah sebagai berikut:

Tabel 25
PT Bumindo Mekar Wibawa                                                                                  Lampiran A
Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 30 Juni 2023

                                                                                             (Dalam jutaan Rupiah)

                        Keterangan                                   30/06/23       Penyesuaian       Nilai Pasar

ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                                        35.345                  -         35.345
Piutang lain-lain                                                          1.005                  -          1.005
Uang muka                                                                  8.436                  -          8.436
Pajak dibayar di muka                                                     48.517                  -         48.517
Jumlah Aset Lancar                                                        93.303                  -         93.303
ASET TIDAK LANCAR
Deposito berjangka                                                         6.748               -              6.748
Persediaan                                                             2.319.463         169.346          2.488.809
Aset tetap - neto                                                            819               -                819
Aset lain-lain                                                                67               -                 67
Jumlah Aset Tidak Lancar                                               2.327.098         169.346          2.496.444
JUMLAH ASET                                                            2.420.401         169.346          2.589.746
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha - pihak ketiga                                                56.892                  -         56.892
Utang lain-lain:
  Pihak berelasi                                                       1.108.527                  -       1.108.527
  Pihak ketiga                                                               516                  -             516
Utang obligasi                                                           146.000                  -         146.000
Biaya masih harus dibayar                                                  6.029                  -           6.029
Utang pajak                                                                2.668                  -           2.668
Uang muka penjualan                                                      263.389                  -         263.389
Bagian jangka pendek dari liabilitas jangka panjang:
  Utang bank                                                              54.137                  -         54.137
  Liabilitas imbalan kerja                                                22.271                  -         22.271
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                        1.660.428                  -       1.660.428
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Uang muka penjualan                                                      577.484                  -        577.484
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian
  jangka pendek:
  Utang bank                                                             199.550                  -        199.550
  Liabilitas imbalan kerja                                                 1.881                  -          1.881
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                         778.916                  -        778.916
JUMLAH LIABILITAS                                                      2.439.344                  -       2.439.344
EKUITAS                                                                  (18.943)        169.346           150.402
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                          2.420.401         169.346          2.589.746

Indikasi nilai pasar 100,00% saham sebelum diskon likuiditas pasar                                         150.402
Diskon likuiditas pasar (40,00%)                                                                           (60.161)
Nilai pasar 100,00% saham                                                                                   90.241




                                                   66
Page 94
IX.C.   Kesimpulan Penilaian

        Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima
        dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang mempengaruhi
        penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal
        30 Juni 2023 adalah sebesar Rp 90,24 miliar.




                                         67
Page 95
PT Bumindo Mekar Wibawa                                                                                  Lampiran A
Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 30 Juni 2023

                                                                                             (Dalam jutaan Rupiah)

                        Keterangan                                   30/06/23       Penyesuaian       Nilai Pasar

ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                                        35.345                  -         35.345
Piutang lain-lain                                                          1.005                  -          1.005
Uang muka                                                                  8.436                  -          8.436
Pajak dibayar di muka                                                     48.517                  -         48.517
Jumlah Aset Lancar                                                        93.303                  -         93.303
ASET TIDAK LANCAR
Deposito berjangka                                                         6.748               -              6.748
Persediaan                                                             2.319.463         169.346          2.488.809
Aset tetap - neto                                                            819               -                819
Aset lain-lain                                                                67               -                 67
Jumlah Aset Tidak Lancar                                               2.327.098         169.346          2.496.444
JUMLAH ASET                                                            2.420.401         169.346          2.589.746
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha - pihak ketiga                                                56.892                  -         56.892
Utang lain-lain:
  Pihak berelasi                                                       1.108.527                  -       1.108.527
  Pihak ketiga                                                               516                  -             516
Utang obligasi                                                           146.000                  -         146.000
Biaya masih harus dibayar                                                  6.029                  -           6.029
Utang pajak                                                                2.668                  -           2.668
Uang muka penjualan                                                      263.389                  -         263.389
Bagian jangka pendek dari liabilitas jangka panjang:
  Utang bank                                                              54.137                  -         54.137
  Liabilitas imbalan kerja                                                22.271                  -         22.271
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                        1.660.428                  -       1.660.428
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Uang muka penjualan                                                      577.484                  -        577.484
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian
  jangka pendek:
  Utang bank                                                             199.550                  -        199.550
  Liabilitas imbalan kerja                                                 1.881                  -          1.881
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                         778.916                  -        778.916
JUMLAH LIABILITAS                                                      2.439.344                  -       2.439.344
EKUITAS                                                                  (18.943)        169.346           150.402
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                          2.420.401         169.346          2.589.746

Indikasi nilai pasar 100,00% saham sebelum diskon likuiditas pasar                                         150.402
Diskon likuiditas pasar (40,00%)                                                                           (60.161)
Nilai pasar 100,00% saham                                                                                   90.241




                                                         68
Page 96
Kusnanto & rekan
 Independent Business Appraisers
License : 2.19.0162
Indonesia
Page 97
No. : 00097/2.0162-00/BS/05/0153/1/VIII/2023                                7 Agustus 2023



Kepada Yth.

PT PANTAI INDAH KAPUK DUA TBK
Office Tower Agung Sedayu Group Lt. 8 dan 10
Jl. Marina Raya, Kamal Muara, Penjaringan
Jakarta Utara 14470

U.p. : Direksi

Hal : Ringkasan Penilaian 100,00% Saham PT Cahaya Inti Sentosa


Dengan hormat,

Kantor Jasa Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya
disebut “KR” atau “kami”) mendapat penugasan dari manajemen PT Pantai Indah Kapuk Dua
Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) untuk memberikan pendapat sebagai penilai
independen atas nilai pasar distr100,00% saham PT Cahaya Inti Sentosa (selanjutnya disebut
“CIS”). Penugasan kami tersebut sesuai dengan surat penugasan No. KR/230412-001
tanggal 12 April 2023 telah disetujui oleh manajemen Perseroan.

Selanjutnya, kami sebagai KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan
No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar
modal di Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya disebut “OJK”) dengan Surat Tanda Terdaftar
Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK No. STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023 (penilai bisnis),
menyatakan bahwa kami telah meneliti dan menilai nilai pasar 100,00% saham CIS
(selanjutnya disebut “Objek Penilaian”) dengan tujuan untuk mengungkapkan pendapat
mengenai nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 30 Juni 2023.


ALASAN DAN LATAR BELAKANG RENCANA PENYERTAAN SAHAM

Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka
(publicly-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang
lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang perindustrian, aktivitas
perusahaan holding dan konsultasi manajemen. Perseroan dan entitas anaknya bergerak
dalam beberapa bidang usaha yang meliputi industri macam-macam wadah dari logam
berupa kaleng kemas, pengolahan hasil perikanan dan real estat. Perseroan berdomisili di
Jalan Marina Raya, Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara 14470, dengan nomor telepon:
(021) 2941 7685 dan email: corporate.secretary@agungsedayu.com.
Page 98
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
30 Juni 2023, Perseroan memiliki penyertaan saham pada beberapa entitas anak baik
langsung maupun tidak langsung dengan rincian sebagai berikut:


                                                      Perseroan


                                  99,00%                                                   51,00%
                        PT Panorama Eka
                                                                              PT Bangun Kosambi
                          Tunggal (PET)
                                                                                  Sukses (BKS)
                             BKS 1,00%
              51,00%              57,00%                     51,00%                        99,60%                        40,00%
                                                  PT Cahaya Gemilang
   PT Mega Andalan     PT Cahaya Kencana                                        PT Agung Surya               PT Fin Centerindo
                                                   Indah Cemerlang
       Sukses (MAS)         Indah (CKI)                                        Gemerlap (ASGE)                    Satu (FCS)
                                                        (CGIC)



PET, BKS, MAS, CKI, CGIC, ASGE, dan FCS selanjutnya secara bersama-sama disebut
“Entitas Anak Perseroan”.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, ruang lingkup kegiatan
usaha dan status Entitas Anak Perseroan adalah sebagai berikut:

 No.     Keterangan    Status         Domisili                                       Kegiatan Usaha

   1   PET             Tertutup       Indonesia       Aktivitas manajemen konsultasi lainnya dan real estat yang dimiliki sendiri atau
                                                     disewa mencakup usaha pembelian, penjualan, persewaan, dan pengoperasian
                                                     real estat baik yang dimiliki sendiri maupun disewa.
   2   BKS             Tertutup       Indonesia       Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                     penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                     maupun disewa.
   3   MAS             Tertutup       Indonesia       Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                     penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                     maupun disewa.
   4   CKI             Tertutup       Indonesia       Real estat.
   5   CGIC            Tertutup       Indonesia       Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                     penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                     maupun disewa.
   6   ASGE            Tertutup       Indonesia       Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                     penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                     maupun disewa.
   7   FCS             Tertutup       Indonesia       Jasa, real estat dan pembangunan (kontraktor).



Industri properti di Indonesia pada tahun 2023 mengalami peningkatan sejalan dengan
pertumbuhan positif ekonomi Indonesia setelah mengalami resesi akibat dampak pandemi
wabah Covid-19. Pemulihan ekonomi Indonesia tersebut dan peningkatan daya beli
konsumen dinilai merupakan faktor yang mendorong stabilitas indutri properti. Sebagai salah
satu industri yang memberikan kontribusi pertumbuhan industri nasional, dengan keunggulan
populasi yang dimiliki Indonesia yang didukung transformasi digitalisasi, industri properti terus
memacu pembangunan infrakstruktur untuk lebih berkualitas sehingga dapat meningkatkan
prospek pertumbuhan kinerjanya. Manajemen Perseroan memandang pertumbuhan industri
properti memiliki potensi untuk dapat berkembang yang didukung oleh pertumbuhan ekonomi
maupun sosial, meningkatnya populasi, dan meningkatnya daya beli masyarakat.
Dengan demikian Perseroan merencanakan untuk melakukan beberapa rencana aksi
korporasi dengan rincian sebagai berikut:



                                                            ii
Page 99
   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan modal
    ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh BMW melalui rencana peningkatan modal
    dasar BMW terlebih dahulu (selanjutnya disebut “Rencana Penyertaan Saham BMW”);

   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan modal
    ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh CIS melalui rencana peningkatan modal
    dasar CIS terlebih dahulu (selanjutnya disebut “Rencana Penyertaan Saham CIS”);

   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan modal
    ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Jaya Indah Sentosa
    (selanjutnya disebut “JIS”) melalui rencana peningkatan modal dasar JIS terlebih dahulu
    (selanjutnya disebut “Rencana Penyertaan Saham JIS”);

   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan modal
    ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Kemilau Karya Utama
    (selanjutnya disebut “KKU”) dengan menerbitkan saham seri B yang memiliki seluruh hak
    yang sama dengan saham yang diterbitkan oleh KKU, yang selanjutnya akan menjadi
    saham seri A, kecuali perbedaan harga nominal per lembar saham untuk saham seri A
    dan saham seri B tersebut, melalui rencana peningkatan modal dasar KKU terlebih dahulu
    (selanjutnya disebut “Rencana Penyertaan Saham KKU”);

   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan modal
    ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Karunia Utama Selaras
    (selanjutnya disebut “KUS”) melalui rencana peningkatan modal dasar KUS terlebih
    dahulu (selanjutnya disebut “Rencana Penyertaan Saham KUS”);

   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan modal
    ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Sumber Cipta Utama
    (selanjutnya disebut “SCU”) melalui rencana peningkatan modal dasar SCU terlebih
    dahulu (selanjutnya disebut “Rencana Penyertaan Saham SCU”); dan

   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan modal
    ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Sharindo Matratama
    (selanjutnya disebut “SHM”) dengan menerbitkan saham seri B yang memiliki seluruh hak
    yang sama dengan saham yang diterbitkan oleh SHM, yang selanjutnya akan menjadi
    saham seri A, kecuali perbedaan harga nominal per lembar saham untuk saham seri A
    dan saham seri B tersebut, melalui rencana peningkatan modal dasar SHM terlebih dahulu
    (selanjutnya disebut “Rencana Penyertaan Saham SHM”).

Rencana Penyertaan Saham BMW, Rencana Penyertaan Saham CIS, Rencana Penyertaan
Saham JIS, Rencana Penyertaan Saham KKU, Rencana Penyertaan Saham KUS, Rencana
Penyertaan Saham SCU, dan Rencana Penyertaan Saham SHM selanjutnya secara
bersama-sama disebut “Rencana Penyertaan Saham”.




                                            iii
Page 100
Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada
tanggal 30 Juni 2023, ruang lingkup kegiatan usaha dan status perusahaan-perusahaan
dalam Rencana Penyertaan Saham adalah sebagai berikut:

 No.    Keterangan   Status     Domisili                                   Kegiatan Usaha

   1   BMW           Tertutup   Indonesia    Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa dan kawasan industri.
   2   CIS           Tertutup   Indonesia    Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                            penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                            maupun disewa.
   3   JIS           Tertutup   Indonesia    Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                            penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                            maupun disewa.
   4   KKU           Tertutup   Indonesia    Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa.
   5   KUS           Tertutup   Indonesia    Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                            penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                            maupun disewa.
   6   SCU           Tertutup   Indonesia    Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                            penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                            maupun disewa.
   7   SHM           Tertutup   Indonesia    Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                            penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                            maupun disewa.



Sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham, Perseroan merencanakan untuk
melakukan penawaran umum terbatas dengan hak memesan efek terlebih dahulu atas saham
dalam portepel Perseroan sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
No. 14/POJK.04/2019 tanggal 30 April 2019 tentang “Perubahan atas Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan Nomor 32/POJK.04/2015 tentang Penambahan Modal Perusahaan Terbuka
Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu” (selanjutnya disebut “POJK
14/2019”), dimana dalam rangka penyelesaian Rencana Penyertaan Saham, Perseroan
merencanakan untuk menggunakan dana hasil penawaran umum terbatas dengan hak
memesan efek terlebih dahulu atas saham portepel Perseroan (selanjutnya disebut “Rencana
PMDHMETD”).

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana Penyertaan
Saham dan Rencana PMDHMETD merupakan satu kesatuan transaksi yang tidak dapat
dipisahkan satu dengan yang lainnya dan selanjutnya secara bersama-sama disebut
“Rencana Transaksi”.

Sebelumnya, Perseroan telah melakukan penambahan kegiatan usaha dan mengembangkan
bisnis pada bidang real estat dengan melakukan akuisisi sebesar 51,00% saham pada BKS.
Selanjutnya, Perseroan melalui BKS telah melakukan akuisisi sebesar 51,00% saham
masing-masing pada MAS dan CGIC. Ruang lingkup kegiatan usaha BKS, MAS, dan CGIC
adalah bergerak pada bidang real estat dan memiliki lahan yang seluruhnya berada di
Kabupaten Tangerang dan ketiganya merupakan pengembang kawasan PIK 2. Berdasarkan
keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, saat ini, sebagian besar pendapatan
Perseroan berasal dari real estat.




                                                  iv
Page 101
Kawasan PIK 2 merupakan kota mandiri dengan konsep smart city yang dikembangkan oleh
Agung Sedayu dan Grup Salim, dengan lokasi yang terbentang pada lahan seluas lebih dari
6.000 hektar di bagian barat hingga bagian utara Jakarta. Disebut sebagai “the new Jakarta
City”, kawasan PIK 2 menghadirkan beberapa mega proyek seperti mal
(Sedayu Watertown Mall), kawasan bisnis (Islamic Financial Center), pusat olahraga, hunian,
destinasi kuliner, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya (RS Hermina, Tzu Chi
International School, berbagai tempat ibadah). Selanjutnya, pada kawasan PIK 2 juga
direncanakan akan dibangun berbagai fasilitas dan destinasi wisata unik seperti beach club,
Aloha Pasir Putih, Ginza Beach Walk sampai Community Park (event space), yang secara
efektif dapat menjadi daya tarik keramaian konsumen dan pada akhirnya dapat meningkatkan
permintaan properti PIK 2, terutama untuk hunian dan kaveling komersial. Selain itu, dengan
adanya proyek infrastruktur seperti pembangunan tol baru yang menghubungkan kawasan
PIK 2 dengan jalur tol lingkar luar Jakarta ke depannya dapat mempermudah akses ke
kawasan.

Sejalan dengan strategi bisnis Perseroan, Perseroan terus berupaya untuk menerapkan fokus
pada perluasan skala proyek Perseroan pada kawasan PIK 2 dengan merencanakan
pertumbuhan secara anorganik melalui Rencana Penyertaan Saham. Mengingat bahwa
Rencana Penyertaan Saham pada perusahaan-perusahaan tersebut merupakan salah satu
rencana pengembang kawasan PIK 2 yang memiliki proyek di kawasan yang sama dengan
lokasi proyek Perseroan di masa yang akan datang.

Dengan melakukan Rencana Penyertaan Saham, Perseroan senantiasa mencari peluang
bisnis potensial yang dapat memaksimalkan nilai investasi Perseroan di masa yang akan
datang. Perseroan memandang bahwa industri properti memiliki potensi yang dapat
berdampak positif bagi pengembangan bisnis Perseroan dan menciptakan sinergi bisnis yang
optimal khususnya pada pengembangan kawasan PIK 2 sehingga Perseroan dapat
mengambil seluruh potensi keuntungan yang dihasilkan di masa yang akan datang sehingga
pada akhirnya hal tersebut dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan
dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham Perseroan.

Sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham tersebut, Perseroan merencanakan untuk
melakukan Rencana PMDHMETD sesuai dengan POJK 14/2019, dimana dalam rangka
penyelesaian Rencana Penyertaan Saham, Perseroan merencanakan untuk menggunakan
dana hasil penawaran umum terbatas dengan hak memesan efek terlebih dahulu atas saham
portepel Perseroan sehingga Perseroan dapat mengembangkan portofolio bisnis Perseroan
khususnya pada bidang industri properti.

Setelah Rencana Transaksi telah menjadi efektif, Perseroan berharap dapat
mengembangkan seluruh proyek-proyek Perseroan dengan terciptanya sinergi antar
masing-masing kawasan yang tergabung dalam satu kawasan PIK 2 secara maksimal dimana
setiap masing-masing portofolio bisnis industri properti yang dimiliki oleh Perseroan dapat
memberikan nilai tambah bagi kinerja keuangan konsolidasian Perseroan.




                                            v
Page 102
Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

   Sejalan dengan strategi bisnis Perseroan, Perseroan terus berupaya untuk menerapkan
    fokus pada perluasan skala proyek Perseroan pada kawasan PIK 2 dengan
    merencanakan pertumbuhan secara anorganik melalui Rencana Penyertaan Saham.
    Mengingat bahwa Rencana Penyertaan Saham pada perusahaan-perusahaan tersebut
    merupakan salah satu rencana pengembang kawasan PIK 2 yang memiliki proyek di
    kawasan yang sama dengan lokasi proyek Perseroan di masa yang akan datang.

   Dengan melakukan Rencana Penyertaan Saham, Perseroan senantiasa mencari peluang
    bisnis potensial yang dapat memaksimalkan nilai investasi Perseroan di masa yang akan
    datang. Perseroan memandang bahwa industri properti memiliki potensi yang dapat
    berdampak positif bagi pengembangan bisnis Perseroan dan menciptakan sinergi bisnis
    yang optimal khususnya pada pengembangan kawasan PIK 2 sehingga Perseroan dapat
    mengambil seluruh potensi keuntungan yang dihasilkan di masa yang akan datang
    sehingga pada akhirnya hal tersebut dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian
    Perseroan dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham Perseroan.

   Setelah Rencana Transaksi telah menjadi efektif, Perseroan berharap dapat
    mengembangkan seluruh proyek-proyek Perseroan dengan terciptanya sinergi antar
    masing-masing kawasan yang tergabung dalam satu kawasan PIK 2 secara maksimal
    dimana setiap masing-masing portofolio bisnis industri properti yang dimiliki oleh
    Perseroan dapat memberikan nilai tambah bagi kinerja keuangan konsolidasian
    Perseroan.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, mengingat bahwa
terdapat kesamaan pengurus dan pengendalian Perseroan, BMW, CIS, JIS, KKU, KUS, SCU,
dan SHM, maka Rencana Penyertaan Saham merupakan transaksi afiliasi, sehingga
Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang
“Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan” (selanjutnya disebut
“POJK 42/2020”).

Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
Rencana Penyertaan Saham tersebut merupakan transaksi material, sehingga Perseroan
harus memenuhi Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang
“Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha” (selanjutnya disebut “POJK 17/2020”).

Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi dan transaksi material,
POJK 42/2020 dan POJK 17/2020 mensyaratkan adanya laporan penilaian saham atas
transaksi tersebut, yang disiapkan oleh penilai independen.

Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Penyertaan Saham tersebut, maka
Perseroan menunjuk penilai independen, KR untuk melakukan penilaian atas Objek Penilaian.

Mengingat CIS adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat diperjualbelikan di
pasar modal, maka saham CIS bersifat tidak likuid.




                                           vi
Page 103
PREMIS PENILAIAN

Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis penilaian
bahwa CIS adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.


TUJUAN DAN MAKSUD PENILAIAN

Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang nilai
pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau ekuivalensinya
pada tanggal 30 Juni 2023.

Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari Objek
Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan pertimbangan oleh
manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana Penyertaan Saham serta untuk
memenuhi POJK 42/2020 dan POJK 17/2020.

Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan OJK
No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”) serta Standar Penilaian
Indonesia (selanjutnya disebut “SPI”) 2018.


DEFINISI NILAI YANG DIGUNAKAN

Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka, maka
dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.

Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk digunakan dalam
penilaian ini adalah nilai pasar, dimana berdasarkan POJK 35/2020, nilai pasar didefinisikan
sebagai “estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau
liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang
berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara
layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang
dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.


INDEPENDENSI PENILAI

Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa adanya
benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan CIS ataupun pihak-pihak
yang terafiliasi dengan Perseroan dan CIS. KR juga tidak memiliki kepentingan ataupun
keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak
dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami
terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis
penilaian ini dan KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan
No. KR/230412-001 tanggal 12 April 2023 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.




                                            vii
Page 104
TANGGAL EFEKTIF PENILAIAN

Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal 30 Juni 2023.
Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian serta dari data
keuangan CIS yang kami terima. Data keuangan tersebut berupa laporan keuangan CIS untuk
periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 yang menjadi dasar penilaian
ini.


JENIS LAPORAN

Jenis laporan penilaian 100,00% saham PT Cahaya Inti Sentosa ini merupakan laporan
terinci.


KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL PENILAIAN (SUBSEQUENT EVENTS)

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal penilaian,
yaitu tanggal 30 Juni 2023, sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian 100,00%
saham PT Cahaya Inti Sentosa tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal penilaian
(subsequent events) yang secara signifikan dapat mempengaruhi penilaian nilai pasar Objek
Penilaian.


DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN

Dalam melakukan penilaian untuk memperkirakan nilai pasar Objek Penilaian, kami telah
menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan
informasi sebagai berikut:

1. Laporan keuangan CIS untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
   30 Juni 2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (selanjutnya disebut “KAP”)
   Suharli, Sugiharto & Rekan (selanjutnya disebut “SSR”) sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00334/2.1315/AU.1/03/1415-3/1/VII/2023 tanggal 31 Juli 2023 dengan
   pendapat wajar tanpa pengecualian;

2. Laporan keuangan CIS untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang
   telah diaudit oleh KAP SSR sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00327/2.1315/AU.1/03/1415-2/1/VII/2023 tanggal 31 Juli 2023 dengan pendapat
   wajar tanpa pengecualian;

3. Laporan    keuangan     CIS    untuk  tahun     yang    berakhir  pada     tanggal
   31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP SSR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00319/2.1315/AU.1/03/1415-1/1/VII/2023 tanggal 31 Juli 2023 dengan
   pendapat wajar tanpa pengecualian;

4. Laporan keuangan CIS untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020;




                                            viii
Page 105
5. Laporan keuangan CIS untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019;

6. Laporan keuangan CIS untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018;

7. Laporan penilaian properti CIS per 30 Juni 2023 yang disusun oleh KJPP Suwendho
   Rinaldy & Rekan sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00362/2.0059-
   02/PI/03/0242/1/VIII/2023 tanggal 7 Agustus 2023;

8. Anggaran dasar CIS yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta Notaris No. 44
   tanggal 16 Maret 2020 yang dibuat oleh Edison Jingga S.H., M.H., mengenai perubahan
   tempat kedudukan CIS;

9. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Yohanes Edmond Budiman
   dengan posisi sebagai Direktur, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal lain yang
   terkait dengan Rencana Transaksi;

10. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan CIS serta pihak-pihak lain yang
    relevan untuk penugasan;

11. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

12. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain website
    Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

13. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

14. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Transaksi; dan

15. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan hasil
    analisis lain yang kami anggap relevan.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan dan
kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan
kepada kami oleh Perseroan dan CIS atau yang tersedia secara umum dan kami tidak
bertanggung jawab atas kebenaran informasi-informasi tersebut.




                                            ix
Page 106
Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari CIS. Jasa-jasa yang kami
berikan kepada Perseroan hanya merupakan penilaian atas Objek Penilaian dan bukan
jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian
tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu
penelaahan atau audit, atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi
keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan
kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan
keuangan, atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak
mencoba mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya yang dilakukan Perseroan.


KONDISI PEMBATAS DAN ASUMSI-ASUMSI POKOK

Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan
keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan tanggal
penerbitan laporan penilaian ini.

Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode penyesuaian aset bersih
didasarkan pada laporan keuangan CIS yang telah diaudit. Kami telah melakukan
penyesuaian atas laporan keuangan tersebut agar dapat mencerminkan nilai pasarnya. Kami
bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian berdasarkan kinerja historis CIS dan informasi
manajemen CIS terhadap laporan keuangan CIS tersebut. Kami juga bertanggung jawab atas
laporan penilaian CIS dan kesimpulan nilai akhir.

Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi dan
kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penilaian sampai
dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian. Kami
tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan
(update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain
yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan CIS atau yang tersedia secara umum yang
pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung
jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut.
Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan dan CIS bahwa mereka
tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada
kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat
mempengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggung jawab atas
perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya,
ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi sehingga
data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan/atau dapat disalahartikan.




                                            x
Page 107
Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang
mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan mengubah
hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data
yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa perbedaan yang
terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini telah dilaksanakan
dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami tidak dapat menerima tanggung
jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya
analisis tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan analisis
transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai dasar penilaian.
Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer opinion dan merupakan laporan
yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat
mempengaruhi operasional Perseroan dan CIS.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan dan tidak
dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan
prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat
dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan
atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum. Selanjutnya, kami
juga telah memperoleh informasi atas status hukum CIS berdasarkan anggaran dasar CIS.


TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI

Dalam menyusun laporan penilaian Objek Penilaian, KR diberikan kesempatan untuk
melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan laporan penilaian Objek Penilaian.


PENDEKATAN PENILAIAN YANG DIGUNAKAN

Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis internal
akan berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis historis atas laporan
posisi keuangan, dan laporan laba rugi komprehensif CIS, pengkajian atas kondisi operasi
dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki CIS. Prospek CIS di masa yang akan datang
kami evaluasi berdasarkan rencana usaha yang telah kami kaji kewajaran dan konsistensinya.
Analisis eksternal didasarkan pada kajian singkat terhadap faktor-faktor eksternal yang
dipertimbangkan sebagai penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian singkat atas
prospek dari industri yang bersangkutan.

Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar suatu
“business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi keuangan dan
laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya diperlukan penyesuaian
terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan normalisasi keuntungan laporan laba rugi
komprehensif yang biasanya disusun oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun
nilai buku suatu perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan
laba rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis yang
dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian tersebut.




                                             xi
Page 108
METODE PENILAIAN YANG DIGUNAKAN

Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method).

Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari semua
komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk
komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang
bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh dengan menghitung selisih
antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai pasar liabilitas.

Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen Perseroan dan
CIS. Tidak tertutup kemungkinan untuk diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian
lain yang dapat memberikan hasil yang berbeda.


RINGKASAN HASIL PENILAIAN

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, ringkasan hasil penilaian kami adalah sebagai
berikut:

Berdasarkan metode penyesuaian aset bersih, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
100,00% saham CIS sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar Rp 14,91 miliar. Dengan
diskon likuiditas pasar sebesar 40,00%, maka indikasi nilai pasar 100,00% saham CIS adalah
sebesar Rp 8,95 miliar. Dengan demikian, nilai pasar 100,00% saham CIS berdasarkan
metode penyesuaian aset bersih adalah sebesar Rp 8,95 miliar.


KESIMPULAN PENILAIAN

Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima dan dengan
mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang mempengaruhi penilaian, maka menurut
pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 30 Juni 2023 adalah sebesar
Rp 8,95 miliar.

Nilai pasar Objek Penilaian tersebut kami tentukan berdasarkan data dan informasi yang kami
peroleh dari pihak manajemen Perseroan dan CIS serta pihak-pihak lain yang relevan dengan
penilaian. Kami menganggap bahwa semua informasi tersebut adalah benar dan bahwa tidak
ada keadaan atau hal-hal yang tidak terungkap yang akan mempengaruhi nilai pasar tersebut
secara material.

Kami tidak melakukan penyelidikan dan juga bukan merupakan tanggung jawab kami
kemungkinan terjadinya masalah yang berkaitan dengan status hukum kepemilikan,
kewajiban utang dan/atau sengketa atas CIS. Kami tegaskan pula bahwa kami tidak
memperoleh manfaat atau keuntungan apapun baik saat ini maupun di masa mendatang dan
imbalan jasa yang telah disetujui atas penilaian CIS tidak tergantung pada nilai yang
dilaporkan.




                                            xii
Page 109
DISTRIBUSI LAPORAN PENILAIAN

Penilaian ini hanya ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya dengan
Rencana Penyertaan Saham serta tidak dapat digunakan atau dikutip untuk tujuan lain tanpa
adanya izin tertulis dari KR dan/atau tidak untuk digunakan oleh pihak lain.

Penilaian ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
dan keuangan, serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk
menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi
setelah tanggal laporan ini. Walaupun demikian, kami memiliki hak untuk, jika diperlukan,
mengubah atau melengkapi hasil dari laporan ini jika terdapat tambahan informasi yang
relevan setelah tanggal laporan ini yang kami anggap dapat berpengaruh secara signifikan
terhadap hasil penilaian kami. Laporan penilaian ini hanya dipersiapkan untuk dapat
dipergunakan sesuai dengan tujuan yang telah disebutkan di atas dan tidak dapat
dipergunakan untuk tujuan lainnya.

Pendapat yang kami sampaikan di sini harus dipandang sebagai satu kesatuan Bersama
dengan laporan lengkap yang telah kami siapkan. Penggunaan sebagian analisis dan
informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat menyebabkan
pandangan yang menyesatkan.

Penilaian ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan stempel
perusahaan (corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.


Hormat kami,
KJPP KUSNANTO & REKAN




Willy D. Kusnanto
Pimpinan Rekan

Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996




                                            xiii
Page 110
                          ASUMSI DAN SYARAT PEMBATAS


1. KR sama sekali tidak memiliki kepentingan keuangan atau apapun terhadap CIS untuk
   sekarang dan masa yang akan datang.

2. Biaya untuk penilaian ini tidak tergantung pada besarnya nilai yang diperoleh atau yang
   tercantum dalam laporan.

3. Nilai dicantumkan dalam mata uang Rupiah dan/atau ekuivalensinya atas permintaan
   pemberi tugas.

4. Laporan disajikan hanya untuk maksud dan tujuan seperti tertulis di dalam laporan serta
   ditujukan terbatas kepada klien dimaksud.

5. Baik seluruh maupun sebagian dari isi laporan ini tidak diizinkan untuk dipublikasikan
   melalui iklan atau media lainnya tanpa seizin dari KJPP Kusnanto & rekan.

6. Laporan penilaian ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan KR dan stempel
   perusahaan (corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.




                                           xiv
Page 111
                       PERNYATAAN INDEPENDENSI PENILAI


1. KR tidak memiliki benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan perusahaan yang
   dinilai.

2. KR tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan usaha/saham
   perusahaan yang dinilai.

3. KR tidak memiliki pinjaman dengan perusahaan yang dinilai.

4. Laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
   manapun.

5. KR hanya menerima imbalan jasa sesuai dengan surat penugasan KR.



Tim Penilai:



Willy D. Kusnanto                                               .....................................
Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996



Erric Reynaldi                                                  .....................................
No. MAPPI      : 13-P-04625



Andry Steven                                                    .....................................
No. MAPPI    : 14-P-04891



Fergy Merzyana                                                  .....................................
No. MAPPI     : 20-P-10345




                                           xv
Page 112
                                 SURAT PERNYATAAN


Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai penilai, kami yang bertanda tangan di
bawah ini menerangkan bahwa:

1. Pernyataan dalam laporan ini, yang menjadi dasar dari analisis, pendapat, dan kesimpulan
   yang diuraikan di dalamnya adalah benar. Laporan ini menjelaskan semua syarat-syarat
   pembatasan yang mempengaruhi analisis, pendapat, dan kesimpulan yang tertera dalam
   laporan ini dan laporan ini telah disusun sesuai dengan dan tunduk pada
   ketentuan-ketentuan dari Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020
   tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal” dan Standar
   Penilaian Indonesia (SPI) 2018 serta telah dibuat dengan memenuhi Kode Etik Penilai
   Indonesia (KEPI).

2. KR bertanggung jawab atas laporan penilaian.

3. Semua pernyataan dan data yang tercantum dalam laporan adalah benar adanya dan
   sesuai dengan pengetahuan dan itikad baik KR.

4. Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap Objek Penilaian pada tanggal
   penilaian yang ditentukan, yaitu 30 Juni 2023.

5. Penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan
   perundang-undangan yang berlaku.

6. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan penilaian.

7. Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan
   sebagai kesimpulan nilai.

8. KR tidak memiliki kepentingan pribadi atau kecenderungan untuk berpihak berkenaan
   dengan subjek dari laporan ini maupun pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.

9. KR telah memenuhi pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau diselenggarakan
   oleh Asosiasi Penilai yang diakui oleh Pemerintah.

10. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.

11. KR telah memiliki pemahaman mengenai Objek Penilaian yang dinilai.

12. Imbalan jasa yang diterima oleh KR tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari
    proses analisis Objek Penilaian.

13. Analisis dan kesimpulan nilai telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas.




                                            xvi
Page 113
14. Data ekonomi dan industri dalam laporan penilaian ini diperoleh dari berbagai sumber
    yang diyakini KR dapat dipertanggungjawabkan.

15. Tidak seorangpun selain yang disebutkan dalam laporan penilaian ini telah menyediakan
    bantuan profesional dalam menyiapkan laporan penilaian ini.

16. KR telah melakukan inspeksi atas aset tetap yang dimiliki oleh CIS serta telah melakukan
    inspeksi dan wawancara dengan manajemen Perseroan terkait dengan operasional,
    kinerja, dan prospek dari CIS.


Tim Penilai:



Willy D. Kusnanto                                                 .....................................
Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996



Erric Reynaldi                                                    .....................................
No. MAPPI      : 13-P-04625



Andry Steven                                                      .....................................
No. MAPPI    : 14-P-04891



Fergy Merzyana                                                    .....................................
No. MAPPI     : 20-P-10345




                                            xvii
Page 114
                                      DAFTAR ISI

                                                                            HALAMAN

OPINI                                                                              i

ASUMSI DAN SYARAT PEMBATAS                                                      xiv

PERNYATAAN INDEPENDENSI PENILAI                                                  xv

SURAT PERNYATAAN                                                                xvi

DAFTAR ISI                                                                     xviii

DAFTAR TABEL                                                                    xxi

DAFTAR GRAFIK                                                                  xxiv

LAMPIRAN                                                                        xxv

I.      RINGKASAN EKSEKUTIF

        A. Alasan dan Latar Belakang                                             1
        B. Objek serta Tujuan dan Maksud Penilaian                               6
        C. Premis Penilaian                                                      6
        D. Independensi Penilai                                                  7
        E. Tanggal Efektif Penilaian                                             7
        F. Profil PT Cahaya Inti Sentosa                                         7
        G. Definisi Nilai yang Digunakan                                         8
        H. Pendekatan Penilaian yang Digunakan                                   9
        I. Metode Penilaian yang Digunakan                                       9
        J. Ringkasan Hasil Penilaian                                            10
        K. Kesimpulan Penilaian                                                 10

II.     DESKRIPSI PENUGASAN

        A. Alasan dan Latar Belakang                                            11
        B. Tujuan dan Maksud Penilaian                                          15
        C. Definisi Nilai yang Digunakan                                        15
        D. Tanggal Efektif Penilaian                                            15
        E. Data dan Informasi yang Digunakan                                    16
        F. Informasi Non-Keuangan                                               18
        G. Jenis Ekuitas                                                        19
        H. Kondisi Pembatas dan Asumsi-Asumsi Pokok                             19
        I. Tingkat Kedalaman Investigasi                                        21
        J. Distribusi Laporan Penilaian                                         21
        K. Jenis Laporan                                                        21
        L. Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events)       21




                                          xviii
Page 115
                                                                        HALAMAN

III.    PENJELASAN SINGKAT MENGENAI OBJEK PENILAIAN

        A. Latar Belakang PT Cahaya Inti Sentosa                                22
        B. Kegiatan Usaha                                                       22
        C. Manajemen                                                            22
        D. Kepemilikan Saham                                                    23
        E. Data Keuangan Historis                                               23

IV.     KONDISI DAN TINJAUAN EKONOMI

        A. Tinjauan Ekonomi Dunia                                               25
        B. Tinjauan Ekonomi Indonesia                                           28
        C. Proyeksi Ekonomi Indonesia                                           28
        D. Tingkat Suku Bunga                                                   29
        E. Inflasi                                                              29
        F. Nilai Tukar Rupiah                                                   31

V.      TINJAUAN INDUSTRI PROPERTI

        A. Tinjauan Industri Properti di Dunia                                  32
        B. Tinjauan Industri Properti di Indonesia                              34

VI.     ANALISIS LAPORAN KEUANGAN HISTORIS

        A. PT Cahaya Inti Sentosa                                               40
        B. Analisis atas Common Size PT Cahaya Inti Sentosa                     49
        C. Analisis atas Common Size Industri Properti                          50

VII.    ANALISIS RISIKO

        A. Risiko Pendanaan                                                     59
        B. Risiko Kenaikan Harga Bahan Bangunan dan Kelangkaan Bahan Bangunan   59
        C. Risiko Kenaikan Tingkat Suku Bunga                                   59
        D. Risiko Operasional                                                   60
        E. Risiko Bencana Alam                                                  60
        F. Risiko Kebijakan Pemerintah                                          60

VIII.   METODE PENILAIAN

        A. Metode-Metode Penilaian                                              61
        B. Metode Penilaian yang Digunakan                                      62
        C. Premis Penilaian                                                     63
        D. Aplikasi Diskon dan Premi                                            63
        E. Prosedur Penilaian                                                   63
        F. Independensi Penilai                                                 64




                                             xix
Page 116
                                                                               HALAMAN

IX.   PENILAIAN

      A. Premi Pengendalian (Premium for Control), Diskon Tanpa Pengendalian
         (Discount for Lack of Control) dan Diskon Likuiditas Pasar (Discount for
         Lack of Marketabilities)                                                   65
      B. Nilai Pasar 100,00% Saham CIS
         Berdasarkan Metode Penyesuaian Aset Bersih                                 66
      C. Kesimpulan Penilaian                                                       68




                                           xx
Page 117
                                   DAFTAR TABEL

                                                                            HALAMAN

Tabel 1    Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
           PT Cahaya Inti Sentosa                                                8

Tabel 2    Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
           PT Cahaya Inti Sentosa                                               23

Tabel 3    Laporan Posisi Keuangan
           PT Cahaya Inti Sentosa
           Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 – 2022                         23

Tabel 4    Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
           PT Cahaya Inti Sentosa
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2018 – 2022                              24

Tabel 5    Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Dunia                              25

Tabel 6    Pertumbuhan Inflasi                                                  26

Tabel 7    Pertumbuhan Suku Bunga Bank Sentral                                  27

Tabel 8    Kontributor Inflasi Terbesar Berdasarkan Provinsi                    30

Tabel 9    Perubahan Investasi Real Estate Komersial Berdasarkan Wilayah        32

Tabel 10   Proyeksi Harga Rumah di AS berdasarkan Kota pada Tahun 2030          33

Tabel 11   Pertumbuhan Triwulan Indeks Permintaan Properti Komersial
           Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek), Banten,
           Bandung dan Makassar                                                 34

Tabel 12   Pertumbuhan Triwulan Indeks Pasokan Properti Komersial
           Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek), Banten,
           Bandung dan Makassar                                                 35

Tabel 13   Pertumbuhan Triwulan Indeks Harga Properti Komersial
           Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek), Banten,
           Bandung dan Makassar                                                 36

Tabel 14   Laporan Posisi Keuangan
           PT Cahaya Inti Sentosa
           Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 – 2022                         40




                                          xxi
Page 118
                                                                        HALAMAN

Tabel 15   Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
           PT Cahaya Inti Sentosa
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2018 – 2022                          43

Tabel 16   Laporan Arus Kas
           PT Cahaya Inti Sentosa
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2018 – 2022                          45

Tabel 17   Rasio-rasio Keuangan
           PT Cahaya Inti Sentosa
           Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 – 2022                     48

Tabel 18   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan
           PT Cahaya Inti Sentosa
           Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 – 2022                     49

Tabel 19   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           PT Bumi Serpong Damai Tbk
           Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 – 2022                     51

Tabel 20   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           PT Bumi Serpong Damai Tbk
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2018 – 2022                          53

Tabel 21   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           PT Summarecon Agung Tbk
           Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 – 2022                     54

Tabel 22   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           PT Summarecon Agung Tbk
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2018 – 2022                          56

Tabel 23   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           PT Ciputra Development Tbk
           Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 – 2022                     56




                                         xxii
Page 119
                                                                     HALAMAN

Tabel 24   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           PT Ciputra Development Tbk
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2018 – 2022                       58

Tabel 25   Nilai Pasar 100,00% Saham
           PT Cahaya Inti Sentosa
           Metode Penyesuaian Aset Bersih
           Per 30 Juni 2023                                              67




                                        xxiii
Page 120
                                 DAFTAR GRAFIK

                                                                             HALAMAN

Grafik 1   Perkembangan Suku Bunga Bank Indonesia                                29

Grafik 2   Perkembangan Inflasi Berdasarkan Indeks Harga Konsumen
           di Indonesia                                                          30

Grafik 3   Perkembangan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Mata Uang Asing              31

Grafik 4   Penjualan Rumah di AS Januari – Juni 2023                             33

Grafik 5   Persetujuan Pinjaman atau Kredit Bank Umum di Indonesia
           Bulan Desember 2022 – Januari 2023                                    37

Grafik 6   Proyeksi Penyelesaian Proyek Apartemen yang Tertunda di Jakarta
           Tahun 2023 – 2025                                                     38




                                        xxiv
Page 121
                                   LAMPIRAN

                                              HALAMAN

Lampiran A   Nilai Pasar 100,00% Saham
             PT Cahaya Inti Sentosa
             Metode Penyesuaian Aset Bersih
             Per 30 Juni 2023                     69




                                       xxv
Page 122
I.     RINGKASAN EKSEKUTIF

I.A.   Alasan dan Latar Belakang

       PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) merupakan
       suatu       perseroan      terbatas     berstatus     perusahaan         terbuka
       (publicly-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
       Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam
       bidang perindustrian, aktivitas perusahaan holding dan konsultasi manajemen.
       Perseroan dan entitas anaknya bergerak dalam beberapa bidang usaha yang
       meliputi industri macam-macam wadah dari logam berupa kaleng kemas,
       pengolahan hasil perikanan dan real estat. Perseroan berdomisili di Jalan Marina
       Raya, Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara 14470, dengan nomor telepon:
       (021) 2941 7685 dan email: corporate.secretary@agungsedayu.com.

       Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
       30 Juni 2023, Perseroan memiliki penyertaan saham pada beberapa entitas anak
       baik langsung maupun tidak langsung dengan rincian sebagai berikut:


                                                              Perseroan


                                        99,00%                                                    51,00%
                              PT Panorama Eka
                                                                                     PT Bangun Kosambi
                                Tunggal (PET)
                                                                                         Sukses (BKS)
                                   BKS 1,00%
                    51,00%              57,00%                       51,00%                       99,60%                       40,00%
                                                        PT Cahaya Gemilang
          PT Mega Andalan    PT Cahaya Kencana                                          PT Agung Surya              PT Fin Centerindo
                                                         Indah Cemerlang
              Sukses (MAS)        Indah (CKI)                                          Gemerlap (ASGE)                  Satu (FCS)
                                                                (CGIC)



       PET, BKS, MAS, CKI, CGIC, ASGE, dan FCS selanjutnya secara bersama-sama
       disebut “Entitas Anak Perseroan”.

       Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, ruang
       lingkup kegiatan usaha dan status Entitas Anak Perseroan adalah sebagai berikut:

        No.    Keterangan    Status         Domisili                                        Kegiatan Usaha

          1   BMW            Tertutup       Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa dan kawasan industri.
          2   CIS            Tertutup       Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                             penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                             maupun disewa.
          3   JIS            Tertutup       Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                             penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                             maupun disewa.
          4   KKU            Tertutup       Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa.
          5   KUS            Tertutup       Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                             penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                             maupun disewa.
          6   SCU            Tertutup       Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                             penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                             maupun disewa.
          7   SHM            Tertutup       Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                             penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                             maupun disewa.




                                                         1
Page 123
Industri properti di Indonesia pada tahun 2023 mengalami peningkatan sejalan
dengan pertumbuhan positif ekonomi Indonesia setelah mengalami resesi akibat
dampak pandemi wabah Covid-19. Pemulihan ekonomi Indonesia tersebut dan
peningkatan daya beli konsumen dinilai merupakan faktor yang mendorong
stabilitas indutri properti. Sebagai salah satu industri yang memberikan kontribusi
pertumbuhan industri nasional, dengan keunggulan populasi yang dimiliki
Indonesia yang didukung transformasi digitalisasi, industri properti terus memacu
pembangunan infrakstruktur untuk lebih berkualitas sehingga dapat meningkatkan
prospek pertumbuhan kinerjanya. Manajemen Perseroan memandang
pertumbuhan industri properti memiliki potensi untuk dapat berkembang yang
didukung oleh pertumbuhan ekonomi maupun sosial, meningkatnya populasi, dan
meningkatnya daya beli masyarakat. Dengan demikian Perseroan merencanakan
untuk melakukan beberapa rencana aksi korporasi dengan rincian sebagai berikut:

   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan
    modal ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Bumindo Mekar
    Wibawa (selanjutnya disebut “BMW”) melalui rencana peningkatan modal
    dasar BMW terlebih dahulu (selanjutnya disebut “Rencana Penyertaan
    Saham BMW”);

   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan
    modal ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Cahaya Inti Sentosa
    (selanjutnya disebut “CIS”) melalui rencana peningkatan modal dasar CIS
    terlebih dahulu (selanjutnya disebut “Rencana Penyertaan Saham CIS”);

   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan
    modal ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Jaya Indah Sentosa
    (selanjutnya disebut “JIS”) melalui rencana peningkatan modal dasar JIS
    terlebih dahulu (selanjutnya disebut “Rencana Penyertaan Saham JIS”);

   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan
    modal ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Kemilau Karya Utama
    (selanjutnya disebut “KKU”) dengan menerbitkan saham seri B yang memiliki
    seluruh hak yang sama dengan saham yang diterbitkan oleh KKU, yang
    selanjutnya akan menjadi saham seri A, kecuali perbedaan harga nominal per
    lembar saham untuk saham seri A dan saham seri B tersebut, melalui rencana
    peningkatan modal dasar KKU terlebih dahulu (selanjutnya disebut “Rencana
    Penyertaan Saham KKU”);

   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan
    modal ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Karunia Utama Selaras
    (selanjutnya disebut “KUS”) melalui rencana peningkatan modal dasar KUS
    terlebih dahulu (selanjutnya disebut “Rencana Penyertaan Saham KUS”);

   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan
    modal ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Sumber Cipta Utama
    (selanjutnya disebut “SCU”) melalui rencana peningkatan modal dasar SCU
    terlebih dahulu (selanjutnya disebut “Rencana Penyertaan Saham SCU”); dan



                                   2
Page 124
         Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan
          modal ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Sharindo Matratama
          (selanjutnya disebut “SHM”) dengan menerbitkan saham seri B yang memiliki
          seluruh hak yang sama dengan saham yang diterbitkan oleh SHM, yang
          selanjutnya akan menjadi saham seri A, kecuali perbedaan harga nominal per
          lembar saham untuk saham seri A dan saham seri B tersebut, melalui rencana
          peningkatan modal dasar SHM terlebih dahulu (selanjutnya disebut “Rencana
          Penyertaan Saham SHM”).

Rencana Penyertaan Saham BMW, Rencana Penyertaan Saham CIS, Rencana
Penyertaan Saham JIS, Rencana Penyertaan Saham KKU, Rencana Penyertaan
Saham KUS, Rencana Penyertaan Saham SCU, dan Rencana Penyertaan Saham
SHM selanjutnya secara bersama-sama disebut “Rencana Penyertaan Saham”.

Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
pada tanggal 30 Juni 2023, ruang lingkup kegiatan usaha dan status
perusahaan-perusahaan dalam Rencana Penyertaan Saham adalah sebagai
berikut:

    No.    Keterangan   Status     Domisili                                       Kegiatan Usaha

      1   BMW           Tertutup   Indonesia        Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa dan kawasan industri.
      2   CIS           Tertutup   Indonesia        Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                   penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                   maupun disewa.
      3   JIS           Tertutup   Indonesia        Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                   penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                   maupun disewa.
      4   KKU           Tertutup   Indonesia        Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa.
      5   KUS           Tertutup   Indonesia        Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                   penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                   maupun disewa.
      6   SCU           Tertutup   Indonesia        Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                   penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                   maupun disewa.
      7   SHM           Tertutup   Indonesia        Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                   penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                   maupun disewa.




Sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham, Perseroan merencanakan
untuk melakukan penawaran umum terbatas dengan hak memesan efek terlebih
dahulu atas saham dalam portepel Perseroan sebagaimana diatur dalam
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 14/POJK.04/2019 tanggal 30 April 2019
tentang “Perubahan atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
32/POJK.04/2015 tentang Penambahan Modal Perusahaan Terbuka Dengan
Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu” (selanjutnya disebut
“POJK 14/2019”), dimana dalam rangka penyelesaian Rencana Penyertaan
Saham, Perseroan merencanakan untuk menggunakan dana hasil penawaran
umum terbatas dengan hak memesan efek terlebih dahulu atas saham portepel
Perseroan (selanjutnya disebut “Rencana PMDHMETD”).

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
Rencana Penyertaan Saham dan Rencana PMDHMETD merupakan satu
kesatuan transaksi yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya dan
selanjutnya secara bersama-sama disebut “Rencana Transaksi”.



                                               3
Page 125
Sebelumnya, Perseroan telah melakukan penambahan kegiatan usaha dan
mengembangkan bisnis pada bidang real estat dengan melakukan akuisisi
sebesar 51,00% saham pada BKS. Selanjutnya, Perseroan melalui BKS telah
melakukan akuisisi sebesar 51,00% saham masing-masing pada MAS dan CGIC.
Ruang lingkup kegiatan usaha BKS, MAS, dan CGIC adalah bergerak pada bidang
real estat dan memiliki lahan yang seluruhnya berada di Kabupaten Tangerang
dan ketiganya merupakan pengembang kawasan PIK 2. Berdasarkan keterangan
yang diperoleh dari manajemen Perseroan, saat ini, sebagian besar pendapatan
Perseroan berasal dari real estat.

Kawasan PIK 2 merupakan kota mandiri dengan konsep smart city yang
dikembangkan oleh Agung Sedayu dan Grup Salim, dengan lokasi yang
terbentang pada lahan seluas lebih dari 6.000 hektar di bagian barat hingga bagian
utara Jakarta. Disebut sebagai “the new Jakarta City”, kawasan PIK 2
menghadirkan          beberapa        mega        proyek         seperti      mal
(Sedayu Watertown Mall), kawasan bisnis (Islamic Financial Center), pusat
olahraga, hunian, destinasi kuliner, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya
(RS Hermina, Tzu Chi International School, berbagai tempat ibadah). Selanjutnya,
pada kawasan PIK 2 juga direncanakan akan dibangun berbagai fasilitas dan
destinasi wisata unik seperti beach club, Aloha Pasir Putih, Ginza Beach Walk
sampai Community Park (event space), yang secara efektif dapat menjadi daya
tarik keramaian konsumen dan pada akhirnya dapat meningkatkan permintaan
properti PIK 2, terutama untuk hunian dan kaveling komersial. Selain itu, dengan
adanya proyek infrastruktur seperti pembangunan tol baru yang menghubungkan
kawasan PIK 2 dengan jalur tol lingkar luar Jakarta ke depannya dapat
mempermudah akses ke kawasan.

Sejalan dengan strategi bisnis Perseroan, Perseroan terus berupaya untuk
menerapkan fokus pada perluasan skala proyek Perseroan pada kawasan PIK 2
dengan merencanakan pertumbuhan secara anorganik melalui Rencana
Penyertaan Saham. Mengingat bahwa Rencana Penyertaan Saham pada
perusahaan-perusahaan tersebut merupakan salah satu rencana pengembang
kawasan PIK 2 yang memiliki proyek di kawasan yang sama dengan lokasi proyek
Perseroan di masa yang akan datang.

Dengan melakukan Rencana Penyertaan Saham, Perseroan senantiasa mencari
peluang bisnis potensial yang dapat memaksimalkan nilai investasi Perseroan di
masa yang akan datang. Perseroan memandang bahwa industri properti memiliki
potensi yang dapat berdampak positif bagi pengembangan bisnis Perseroan dan
menciptakan sinergi bisnis yang optimal khususnya pada pengembangan
kawasan PIK 2 sehingga Perseroan dapat mengambil seluruh potensi keuntungan
yang dihasilkan di masa yang akan datang sehingga pada akhirnya hal tersebut
dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan dan memberikan
nilai tambah bagi para pemegang saham Perseroan.




                                  4
Page 126
Sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham tersebut, Perseroan
merencanakan untuk melakukan Rencana PMDHMETD sesuai dengan POJK
14/2019, dimana dalam rangka penyelesaian Rencana Penyertaan Saham,
Perseroan merencanakan untuk menggunakan dana hasil penawaran umum
terbatas dengan hak memesan efek terlebih dahulu atas saham portepel
Perseroan sehingga Perseroan dapat mengembangkan portofolio bisnis
Perseroan khususnya pada bidang industri properti.

Setelah Rencana Transaksi telah menjadi efektif, Perseroan berharap dapat
mengembangkan seluruh proyek-proyek Perseroan dengan terciptanya sinergi
antar masing-masing kawasan yang tergabung dalam satu kawasan PIK 2 secara
maksimal dimana setiap masing-masing portofolio bisnis industri properti yang
dimiliki oleh Perseroan dapat memberikan nilai tambah bagi kinerja keuangan
konsolidasian Perseroan.

Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

   Sejalan dengan strategi bisnis Perseroan, Perseroan terus berupaya untuk
    menerapkan fokus pada perluasan skala proyek Perseroan pada kawasan PIK
    2 dengan merencanakan pertumbuhan secara anorganik melalui Rencana
    Penyertaan Saham. Mengingat bahwa Rencana Penyertaan Saham pada
    perusahaan-perusahaan tersebut merupakan salah satu rencana
    pengembang kawasan PIK 2 yang memiliki proyek di kawasan yang sama
    dengan lokasi proyek Perseroan di masa yang akan datang.

   Dengan melakukan Rencana Penyertaan Saham, Perseroan senantiasa
    mencari peluang bisnis potensial yang dapat memaksimalkan nilai investasi
    Perseroan di masa yang akan datang. Perseroan memandang bahwa industri
    properti memiliki potensi yang dapat berdampak positif bagi pengembangan
    bisnis Perseroan dan menciptakan sinergi bisnis yang optimal khususnya pada
    pengembangan kawasan PIK 2 sehingga Perseroan dapat mengambil seluruh
    potensi keuntungan yang dihasilkan di masa yang akan datang sehingga pada
    akhirnya hal tersebut dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian
    Perseroan dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham
    Perseroan.

   Setelah Rencana Transaksi telah menjadi efektif, Perseroan berharap dapat
    mengembangkan seluruh proyek-proyek Perseroan dengan terciptanya sinergi
    antar masing-masing kawasan yang tergabung dalam satu kawasan PIK 2
    secara maksimal dimana setiap masing-masing portofolio bisnis industri
    properti yang dimiliki oleh Perseroan dapat memberikan nilai tambah bagi
    kinerja keuangan konsolidasian Perseroan.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, mengingat
bahwa terdapat kesamaan pengurus dan pengendalian Perseroan, BMW, CIS,
JIS, KKU, KUS, SCU, dan SHM, maka Rencana Penyertaan Saham merupakan
transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK
No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang “Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Benturan Kepentingan” (selanjutnya disebut “POJK 42/2020”).


                                  5
Page 127
       Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
       Rencana Penyertaan Saham tersebut merupakan transaksi material, sehingga
       Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal
       20 April 2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”
       (selanjutnya disebut “POJK 17/2020”).

       Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi dan transaksi
       material, POJK 42/2020 dan POJK 17/2020 mensyaratkan adanya laporan
       penilaian saham atas transaksi tersebut, yang disiapkan oleh penilai independen.

       Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Penyertaan Saham
       tersebut, maka Perseroan menunjuk penilai independent, Kantor Jasa Penilai
       Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya disebut “KR”
       atau “kami”) untuk melakukan penilaian atas 100,00% saham CIS.

       Mengingat CIS adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat
       diperjualbelikan di pasar modal, maka saham CIS bersifat tidak likuid.

I.B.   Objek serta Tujuan dan Maksud Penilaian

       Objek yang dinilai dalam penilaian ini adalah nilai pasar 100,00% saham CIS
       (selanjutnya disebut “Objek Penilaian”).

       Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen
       tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah
       dan/atau ekuivalensinya pada tanggal 30 Juni 2023.

       Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari
       Objek Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan
       pertimbangan oleh manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana
       Penyertaan Saham serta untuk memenuhi POJK 42/2020 dan POJK 17/2020.

       Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam
       Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan
       Penilaian Bisnis di Pasar Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK
       35/2020”) serta Standar Penilaian Indonesia (selanjutnya disebut “SPI”) 2018.

I.C.   Premis Penilaian

       Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis
       penilaian bahwa CIS adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.




                                        6
Page 128
I.D.   Independensi Penilai

       Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa
       adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan CIS
       ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan CIS. KR juga tidak
       memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
       Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan
       atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali
       tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis penilaian ini dan
       KR     hanya    menerima      imbalan     sesuai    dengan     surat    penugasan
       No. KR/230412-001 tanggal 12 April 2023 yang telah disetujui oleh manajemen
       Perseroan.

I.E.   Tanggal Efektif Penilaian

       Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal
       30 Juni 2023. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan
       penilaian serta dari data keuangan CIS yang kami terima. Data keuangan tersebut
       berupa laporan keuangan CIS untuk periode enam bulan yang berakhir pada
       tanggal 30 Juni 2023 yang menjadi dasar penilaian ini.

I.F.   Profil PT Cahaya Inti Sentosa

       CIS didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 40 dari Edison Jingga, S.H.,
       tanggal 10 November 2012 dan disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
       Manusia       Republik    Indonesia     dalam        Surat   Keputusan
       No. AHU-01987.AH.01.01.Tahun 2013 tanggal 22 Januari 2013.

       Anggaran dasar CIS telah mengalami beberapa kali perubahan.
       Perubahan terakhir diaktakan dalam Akta Notaris No. 44 tanggal 16 Maret 2020
       yang dibuat oleh Notaris Edison Jingga, S.H., M.H., tentang perubahan tempat
       kedudukan CIS. Perubahan ini telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum
       dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
       No. AHU.0024736.AH.01.02.TAHUN 2020 tanggal 20 Maret 2020.

       CIS berkedudukan di Tangerang dan berkantor di Jalan Inspeksi PIK 2
       Terusan Jalan Perancis No. 5, Dadap, Kosambi, Tangerang, Banten.




                                          7
Page 129
I.F.1.   Struktur Permodalan

         Susunan pemegang saham CIS berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
         30 Juni 2023 adalah sebagai berikut:

         Tabel 1
         PT Cahaya Inti Sentosa
         Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham

                                                                                           (Dalam Rupiah)
                                                                       Persentase
                    Pemegang Saham                     Jumlah Saham                     Jumlah Modal
                                                                       Kepemilikan
         PT Agung Sedayu                                         300           50,00%       300.000.000
         PT Tunas Mekar Jaya                                     300           50,00%       300.000.000
         Jumlah                                                  600          100,00%       600.000.000



I.F.2.   Struktur Pengurus

         Susunan Dewan Komisaris dan Direksi CIS pada tanggal 30 Juni 2023 adalah
         sebagai berikut:

         Dewan Komisaris
         Komisaris Utama                               :   Kho Cing Siong
         Komisaris                                     :   Freddy Numberi

         Direksi
         Direktur Utama                                :   Nono Sampono
         Direktur                                      :   Yohanes Edmond Budiman
         Direktur                                      :   Surya Pranoto Budiharjo
         Direktur                                      :   Belly Djaliel

I.F.3.   Kegiatan Usaha

         Ruang lingkup kegiatan usaha CIS adalah bergerak dalam bidang real estat yang
         dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian, penjualan, persewaan,
         dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri maupun disewa.

I.G.     Definisi Nilai yang Digunakan

         Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan
         terbuka, maka dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.

         Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk
         digunakan dalam penilaian ini adalah nilai pasar, dimana berdasarkan POJK
         35/2020, nilai pasar didefinisikan sebagai “estimasi sejumlah uang yang dapat
         diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal penilaian,
         antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat menjual,
         dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara layak,
         di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang
         dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.



                                                   8
Page 130
I.H.   Pendekatan Penilaian yang Digunakan

       Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis
       internal akan berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis
       historis atas laporan posisi keuangan, dan laporan laba rugi komprehensif CIS,
       pengkajian atas kondisi operasi dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki
       CIS. Prospek CIS di masa yang akan datang kami evaluasi berdasarkan rencana
       usaha yang telah kami kaji kewajaran dan konsistensinya. Analisis eksternal
       didasarkan pada kajian singkat terhadap faktor-faktor eksternal yang
       dipertimbangkan sebagai penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian
       singkat atas prospek dari industri yang bersangkutan.

       Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar
       suatu “business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi
       keuangan dan laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya
       diperlukan penyesuaian terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan
       normalisasi keuntungan laporan laba rugi komprehensif yang biasanya disusun
       oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun nilai buku suatu
       perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan laba
       rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis
       yang dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian
       tersebut.

I.I.   Metode Penilaian yang Digunakan

       Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
       penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method).

       Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari
       semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai
       pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai
       pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan
       kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai pasar seluruh aset
       (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai pasar liabilitas.

       Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai
       untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak
       manajemen Perseroan dan CIS. Tidak tertutup kemungkinan untuk
       diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat memberikan
       hasil yang berbeda.




                                          9
Page 131
I.J.   Ringkasan Hasil Penilaian

       Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, ringkasan hasil penilaian kami adalah
       sebagai berikut:

       Berdasarkan metode penyesuaian aset bersih, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai
       pasar 100,00% saham CIS sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
       Rp 14,91 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 40,00%, maka indikasi
       nilai pasar 100,00% saham CIS adalah sebesar Rp 8,95 miliar. Dengan demikian,
       nilai pasar 100,00% saham CIS berdasarkan metode penyesuaian aset bersih
       adalah sebesar Rp 8,95 miliar.

I.K.   Kesimpulan Penilaian

       Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima
       dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang mempengaruhi
       penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal
       30 Juni 2023 adalah sebesar Rp 8,95 miliar.

       Nilai pasar Objek Penilaian tersebut kami tentukan berdasarkan data dan informasi
       yang kami peroleh dari pihak manajemen Perseroan dan CIS serta pihak-pihak
       lain yang relevan dengan penilaian. Kami menganggap bahwa semua informasi
       tersebut adalah benar dan bahwa tidak ada keadaan atau hal-hal yang tidak
       terungkap yang akan mempengaruhi nilai pasar tersebut secara material.

       Kami tidak melakukan penyelidikan dan juga bukan merupakan tanggung jawab
       kami kemungkinan terjadinya masalah yang berkaitan dengan status hukum
       kepemilikan, kewajiban utang dan/atau sengketa atas CIS. Kami tegaskan pula
       bahwa kami tidak memperoleh manfaat atau keuntungan apapun baik saat ini
       maupun di masa mendatang dan imbalan jasa yang telah disetujui atas penilaian
       CIS tidak tergantung pada nilai yang dilaporkan.




                                        10
Page 132
II.     DESKRIPSI PENUGASAN

II.A.   Alasan dan Latar Belakang

        Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka
        (publicly-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
        Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam
        bidang perindustrian, aktivitas perusahaan holding dan konsultasi manajemen.
        Perseroan dan entitas anaknya bergerak dalam beberapa bidang usaha yang
        meliputi industri macam-macam wadah dari logam berupa kaleng kemas,
        pengolahan hasil perikanan dan real estat. Perseroan berdomisili di Jalan Marina
        Raya, Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara 14470, dengan nomor telepon:
        (021) 2941 7685 dan email: corporate.secretary@agungsedayu.com.

        Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
        30 Juni 2023, Perseroan memiliki penyertaan saham pada beberapa entitas anak
        baik langsung maupun tidak langsung dengan rincian sebagai berikut:


                                                                 Perseroan


                                           99,00%                                 51,00%

                                          PET
                                                                                BKS
                                     BKS 1,00%
                      51,00%               57,00%                    51,00%       99,60%        40,00%


                 MAS                      CKI                      CGIC        ASGE            FCS




        Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, ruang
        lingkup kegiatan usaha dan status Entitas Anak Perseroan adalah sebagai berikut:

         No.    Keterangan     Status           Domisili                      Kegiatan Usaha

           1   PET             Tertutup         Indonesia                        Real estat
           2   BKS             Tertutup         Indonesia                        Real estat
           3   MAS             Tertutup         Indonesia                        Real estat
           4   CKI             Tertutup         Indonesia                        Real estat
           5   CGIC            Tertutup         Indonesia                        Real estat
           6   ASGE            Tertutup         Indonesia                        Real estat
           7   FCS             Tertutup         Indonesia                        Real estat




                                                            11
Page 133
Industri properti di Indonesia pada tahun 2023 mengalami peningkatan sejalan
dengan pertumbuhan positif ekonomi Indonesia setelah mengalami resesi akibat
dampak pandemi wabah Covid-19. Pemulihan ekonomi Indonesia tersebut dan
peningkatan daya beli konsumen dinilai merupakan faktor yang mendorong
stabilitas indutri properti. Sebagai salah satu industri yang memberikan kontribusi
pertumbuhan industri nasional, dengan keunggulan populasi yang dimiliki
Indonesia yang didukung transformasi digitalisasi, industri properti terus memacu
pembangunan infrakstruktur untuk lebih berkualitas sehingga dapat meningkatkan
prospek pertumbuhan kinerjanya. Manajemen Perseroan memandang
pertumbuhan industri properti memiliki potensi untuk dapat berkembang yang
didukung oleh pertumbuhan ekonomi maupun sosial, meningkatnya populasi, dan
meningkatnya daya beli masyarakat. Dengan demikian Perseroan merencanakan
untuk melakukan Rencana Penyertaan Saham.

Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
pada tanggal 30 Juni 2023, ruang lingkup kegiatan usaha dan status
perusahaan-perusahaan dalam Rencana Penyertaan Saham adalah sebagai
berikut:

 No.    Keterangan   Status     Domisili                                        Kegiatan Usaha

   1   BMW           Tertutup   Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa dan kawasan industri.
   2   CIS           Tertutup   Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                 penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                 maupun disewa.
   3   JIS           Tertutup   Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                 penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                 maupun disewa.
   4   KKU           Tertutup   Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa.
   5   KUS           Tertutup   Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                 penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                 maupun disewa.
   6   SCU           Tertutup   Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                 penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                 maupun disewa.
   7   SHM           Tertutup   Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                 penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                 maupun disewa.



Sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham, Perseroan merencanakan
untuk melakukan Rencana PMDHMETD.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
Rencana Penyertaan Saham dan Rencana PMDHMETD merupakan satu
kesatuan transaksi yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya dan
selanjutnya secara bersama-sama disebut “Rencana Transaksi”.

Sebelumnya, Perseroan telah melakukan penambahan kegiatan usaha dan
mengembangkan bisnis pada bidang real estat dengan melakukan akuisisi
sebesar 51,00% saham pada BKS. Selanjutnya, Perseroan melalui BKS telah
melakukan akuisisi sebesar 51,00% saham masing-masing pada MAS dan CGIC.
Ruang lingkup kegiatan usaha BKS, MAS, dan CGIC adalah bergerak pada bidang
real estat dan memiliki lahan yang seluruhnya berada di Kabupaten Tangerang
dan ketiganya merupakan pengembang kawasan PIK 2. Berdasarkan keterangan
yang diperoleh dari manajemen Perseroan, saat ini, sebagian besar pendapatan
Perseroan berasal dari real estat.


                                            12
Page 134
Kawasan PIK 2 merupakan kota mandiri dengan konsep smart city yang
dikembangkan oleh Agung Sedayu dan Grup Salim, dengan lokasi yang
terbentang pada lahan seluas lebih dari 6.000 hektar di bagian barat hingga bagian
utara Jakarta. Disebut sebagai “the new Jakarta City”, kawasan PIK 2
menghadirkan          beberapa         mega         proyek         seperti      mal
(Sedayu Watertown Mall), kawasan bisnis (Islamic Financial Center), pusat
olahraga, hunian, destinasi kuliner, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya (RS
Hermina, Tzu Chi International School, berbagai tempat ibadah). Selanjutnya,
pada kawasan PIK 2 juga direncanakan akan dibangun berbagai fasilitas dan
destinasi wisata unik seperti beach club, Aloha Pasir Putih, Ginza Beach Walk
sampai Community Park (event space), yang secara efektif dapat menjadi daya
tarik keramaian konsumen dan pada akhirnya dapat meningkatkan permintaan
properti PIK 2, terutama untuk hunian dan kaveling komersial. Selain itu, dengan
adanya proyek infrastruktur seperti pembangunan tol baru yang menghubungkan
kawasan PIK 2 dengan jalur tol lingkar luar Jakarta ke depannya dapat
mempermudah akses ke kawasan.

Sejalan dengan strategi bisnis Perseroan, Perseroan terus berupaya untuk
menerapkan fokus pada perluasan skala proyek Perseroan pada kawasan PIK 2
dengan merencanakan pertumbuhan secara anorganik melalui Rencana
Penyertaan Saham. Mengingat bahwa Rencana Penyertaan Saham pada
perusahaan-perusahaan tersebut merupakan salah satu rencana pengembang
kawasan PIK 2 yang memiliki proyek di kawasan yang sama dengan lokasi proyek
Perseroan di masa yang akan datang.

Dengan melakukan Rencana Penyertaan Saham, Perseroan senantiasa mencari
peluang bisnis potensial yang dapat memaksimalkan nilai investasi Perseroan di
masa yang akan datang. Perseroan memandang bahwa industri properti memiliki
potensi yang dapat berdampak positif bagi pengembangan bisnis Perseroan dan
menciptakan sinergi bisnis yang optimal khususnya pada pengembangan
kawasan PIK 2 sehingga Perseroan dapat mengambil seluruh potensi keuntungan
yang dihasilkan di masa yang akan datang sehingga pada akhirnya hal tersebut
dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan dan memberikan
nilai tambah bagi para pemegang saham Perseroan.

Sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham tersebut, Perseroan
merencanakan untuk melakukan Rencana PMDHMETD sesuai dengan
POJK 14/2019, dimana dalam rangka penyelesaian Rencana Penyertaan Saham,
Perseroan merencanakan untuk menggunakan dana hasil penawaran umum
terbatas dengan hak memesan efek terlebih dahulu atas saham portepel
Perseroan sehingga Perseroan dapat mengembangkan portofolio bisnis
Perseroan khususnya pada bidang industri properti.

Setelah Rencana Transaksi telah menjadi efektif, Perseroan berharap dapat
mengembangkan seluruh proyek-proyek Perseroan dengan terciptanya sinergi
antar masing-masing kawasan yang tergabung dalam satu kawasan PIK 2 secara
maksimal dimana setiap masing-masing portofolio bisnis industri properti yang
dimiliki oleh Perseroan dapat memberikan nilai tambah bagi kinerja keuangan
konsolidasian Perseroan.


                                  13
Page 135
Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

   Sejalan dengan strategi bisnis Perseroan, Perseroan terus berupaya untuk
    menerapkan fokus pada perluasan skala proyek Perseroan pada kawasan PIK
    2 dengan merencanakan pertumbuhan secara anorganik melalui Rencana
    Penyertaan Saham. Mengingat bahwa Rencana Penyertaan Saham pada
    perusahaan-perusahaan tersebut merupakan salah satu rencana
    pengembang kawasan PIK 2 yang memiliki proyek di kawasan yang sama
    dengan lokasi proyek Perseroan di masa yang akan datang.

   Dengan melakukan Rencana Penyertaan Saham, Perseroan senantiasa
    mencari peluang bisnis potensial yang dapat memaksimalkan nilai investasi
    Perseroan di masa yang akan datang. Perseroan memandang bahwa industri
    properti memiliki potensi yang dapat berdampak positif bagi pengembangan
    bisnis Perseroan dan menciptakan sinergi bisnis yang optimal khususnya pada
    pengembangan kawasan PIK 2 sehingga Perseroan dapat mengambil seluruh
    potensi keuntungan yang dihasilkan di masa yang akan datang sehingga pada
    akhirnya hal tersebut dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian
    Perseroan dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham
    Perseroan.

   Setelah Rencana Transaksi telah menjadi efektif, Perseroan berharap dapat
    mengembangkan seluruh proyek-proyek Perseroan dengan terciptanya sinergi
    antar masing-masing kawasan yang tergabung dalam satu kawasan PIK 2
    secara maksimal dimana setiap masing-masing portofolio bisnis industri
    properti yang dimiliki oleh Perseroan dapat memberikan nilai tambah bagi
    kinerja keuangan konsolidasian Perseroan.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, mengingat
bahwa terdapat kesamaan pengurus dan pengendalian Perseroan, BMW, CIS,
JIS, KKU, KUS, SCU, dan SHM, maka Rencana Penyertaan Saham merupakan
transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus memenuhi POJK 42/2020.

Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
Rencana Penyertaan Saham tersebut merupakan transaksi material, sehingga
Perseroan harus memenuhi POJK 17/2020.

Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi dan transaksi
material, POJK 42/2020 dan POJK 17/2020 mensyaratkan adanya laporan
penilaian saham atas transaksi tersebut, yang disiapkan oleh penilai independen.

Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Penyertaan Saham
tersebut, maka Perseroan menunjuk penilai independen, KR untuk melakukan
penilaian atas Objek Penilaian.

Mengingat CIS adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat
diperjualbelikan di pasar modal, maka saham CIS bersifat tidak likuid.




                                 14
Page 136
II.B.   Tujuan dan Maksud Penilaian

        Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen
        tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah
        dan/atau ekuivalensinya pada tanggal 30 Juni 2023.

        Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari
        Objek Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan
        pertimbangan oleh manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan
        Rencana Penyertaan Saham serta untuk memenuhi POJK 42/2020 dan POJK
        17/2020.

        Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam
        POJK 35/2020 serta SPI 2018.

II.C.   Definisi Nilai yang Digunakan

        Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan
        terbuka, maka dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.

        Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk
        digunakan dalam penilaian ini adalah nilai pasar, dimana berdasarkan
        POJK 35/2020, nilai pasar didefinisikan sebagai “estimasi sejumlah uang yang
        dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal
        penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat
        menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan
        secara layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar
        pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.

II.D.   Tanggal Efektif Penilaian

        Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal
        30 Juni 2023. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan
        penilaian serta dari data keuangan CIS yang kami terima. Data keuangan tersebut
        berupa laporan keuangan CIS untuk periode enam bulan yang berakhir pada
        tanggal 30 Juni 2023 yang menjadi dasar penilaian ini.




                                         15
Page 137
II.E.   Data dan Informasi yang Digunakan

        Dalam melakukan penilaian untuk memperkirakan nilai pasar Objek Penilaian,
        kami telah menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau melaksanakan
        prosedur atas data dan informasi sebagai berikut:

        1. Laporan keuangan CIS untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
           30 Juni 2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (selanjutnya
           disebut “KAP”) Suharli, Sugiharto & Rekan (selanjutnya disebut “SSR”)
           sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00334/2.1315/AU.1/03/1415-
           3/1/VII/2023 tanggal 31 Juli 2023 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian;

        2. Laporan keuangan CIS untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP SSR sebagaimana tertuang
           dalam laporannya No. 00327/2.1315/AU.1/03/1415-2/1/VII/2023 tanggal
           31 Juli 2023 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian;

        3. Laporan keuangan CIS untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP SSR sebagaimana tertuang
           dalam laporannya No. 00319/2.1315/AU.1/03/1415-1/1/VII/2023 tanggal
           31 Juli 2023 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian;

        4. Laporan keuangan       CIS   untuk   tahun   yang   berakhir   pada   tanggal
           31 Desember 2020;

        5. Laporan keuangan       CIS   untuk   tahun   yang   berakhir   pada   tanggal
           31 Desember 2019;

        6. Laporan keuangan       CIS   untuk   tahun   yang   berakhir   pada   tanggal
           31 Desember 2018;

        7. Laporan penilaian properti CIS per 30 Juni 2023 yang disusun oleh KJPP
           Suwendho Rinaldy & Rekan (selanjutnya disebut “SRR”) sebagaimana
           tertuang dalam laporannya No. 00362/2.0059-02/PI/03/0242/1/VIII/2023
           tanggal 7 Agustus 2023;

        8. Anggaran dasar CIS yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta
           Notaris No. 44 tanggal 16 Maret 2020 yang dibuat oleh Edison Jingga S.H.,
           M.H., mengenai perubahan tempat kedudukan CIS;

        9. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Yohanes
           Edmond Budiman dengan posisi sebagai Direktur, mengenai alasan, latar
           belakang, dan hal-hal lain yang terkait dengan Rencana Transaksi;

        10. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan CIS serta pihak-pihak lain
            yang relevan untuk penugasan;




                                         16
Page 138
11. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik,
    antara lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website
    Bursa Efek Indonesia, dan Bloomberg;

12. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara
    lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek
    Indonesia, dan Bloomberg;

13. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik,
    antara lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website
    Bursa Efek Indonesia, dan Bloomberg;

14. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Transaksi; dan

15. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik
    dan hasil analisis lain yang kami anggap relevan.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan
informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan CIS atau
yang tersedia secara umum dan kami tidak bertanggung jawab atas kebenaran
informasi-informasi tersebut.

Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari CIS. Jasa-jasa
yang kami berikan kepada Perseroan hanya merupakan penilaian atas Objek
Penilaian dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Pekerjaan kami
yang berkaitan dengan penilaian tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan
merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan
prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak
dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian
internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau
pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak
mencoba mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya yang dilakukan
Perseroan.




                                 17
Page 139
II.F.     Informasi Non-Keuangan

II.F.1.   Produk yang Dihasilkan

          Ruang lingkup kegiatan usaha CIS adalah bergerak dalam bidang real estat yang
          dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian, penjualan, persewaan,
          dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri maupun disewa. Dengan
          demikian, produk yang dihasilkan oleh CIS adalah kavling komersial dan rumah
          yang disewakan.

II.F.2.   Pasar Geografis

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pasar geografis CIS meliputi wilayah
          Tangerang.

II.F.3.   Pemasok Utama dan Pelanggan Kunci

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pemasok utama CIS adalah sebagai
          berikut:

             PT Talenta Putra Utama;
             PT Naga Surya Indah; dan
             PT Permaisuri Indah Vania.

          Selanjutnya, dalam menjalankan kegiatan usahanya, pelanggan kunci CIS adalah
          konsumen akhir yaitu perorangan dan perusahaan pengembang.

II.F.4.   Pesaing Usaha

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pesaing usaha CIS adalah sebagai
          berikut:

             PT Bumi Serpong Damai Tbk;
             PT Ciputra Development Tbk;
             PT Sinarmas Land Tbk;
             PT Summarecon Agung Tbk;
             PT Lippo Karawaci Group Tbk; dan
             PT Alam Sutra Realty Tbk.




                                           18
Page 140
II.F.5.   Strategi dan Rencana Masa Depan (Business Plan)

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, strategi dan rencana masa depan CIS
          adalah sebagai berikut:

             Memanfaatkan digital platform khususnya untuk product knowledge, sehingga
              memberikan gambaran yang terinci terkait dengan produk yang dijual serta
              dengan semua spesifikasinya dimana, hal tersebut bertujuan untuk
              memudahkan para konsumen dalam memilih produk yang tepat sebelum
              melakukan pembelian;
             Memberikan penawaran penjualan dengan berbagai promo seperti
              menawarkan program pembayaran yang menarik, memberikan diskon khusus,
              dan memberikan bonus atas penjualan;
             Melakukan survey kepuasan konsumen dan kebutuhan pasar secara berkala
              agar selalu terdepan dalam memberikan pelayanan maupun menyediakan
              produk;
             Menjalin kerjasama dengan pihak perbankan dalam rangka memberikan
              kemudahan dan kenyamanan bertransaksi bagi pelanggan serta bekerjasama
              dengan vendor terkemuka untuk menjaga mutu produk;
             Menjaga nama baik perusahaan agar nilai investasi produk selalu terjaga dan
              meningkat; dan
             Bekerjasama dengan para pelaku usaha di kawasan proyek untuk turut serta
              menggerakkan roda perekonomian negara.

II.G.     Jenis Ekuitas

          Saham yang dimiliki CIS merupakan saham biasa, dimana setiap pemegang
          saham CIS memiliki 1 hak suara per lembar saham.

II.H.     Kondisi Pembatas dan Asumsi-Asumsi Pokok

          Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum
          bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai
          dengan tanggal penerbitan laporan penilaian ini.

          Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode penyesuaian aset bersih
          didasarkan pada laporan keuangan CIS yang telah diaudit. Kami telah melakukan
          penyesuaian atas laporan keuangan tersebut agar dapat mencerminkan nilai
          pasarnya. Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian berdasarkan
          kinerja historis CIS dan informasi manajemen CIS terhadap laporan keuangan CIS
          tersebut. Kami juga bertanggung jawab atas laporan penilaian CIS dan kesimpulan
          nilai akhir.




                                           19
Page 141
Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi
dan kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal
penilaian sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi
perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi
yang digunakan dalam penilaian. Kami tidak bertanggung jawab untuk
menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan (update) pendapat kami
karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta peristiwa-peristiwa yang
terjadi setelah tanggal laporan ini.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan
informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan CIS atau
yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan
tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung jawab untuk melakukan
pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut. Kami juga
bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan dan CIS bahwa mereka
tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang
diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi
tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami
tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun
segala kehilangan, kerusakan, biaya, ataupun pengeluaran apapun yang
disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi sehingga data yang kami peroleh
menjadi tidak lengkap dan/atau dapat disalahartikan.

Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi
yang mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar
akan mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa
perubahan terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil
penilaian dan bahwa perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi
dari laporan penilaian ini telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara
yang profesional, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan
terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya analisis
tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan
analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai
dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer opinion
dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan dan CIS.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan
dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit,
atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan
tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam
pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan,
atau pelanggaran hukum. Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas
status hukum CIS berdasarkan anggaran dasar CIS.




                                  20
Page 142
II.I.   Tingkat Kedalaman Investigasi

        Dalam menyusun laporan penilaian Objek Penilaian, KR diberikan kesempatan
        untuk melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan laporan penilaian
        Objek Penilaian.

II.J.   Distribusi Laporan Penilaian

        Penilaian ini hanya ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam
        kaitannya dengan Rencana Penyertaan Saham serta tidak dapat digunakan atau
        dikutip untuk tujuan lain tanpa adanya izin tertulis dari KR dan/atau tidak untuk
        digunakan oleh pihak lain.

        Penilaian ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
        umum bisnis dan keuangan, serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak
        bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami
        karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Walaupun
        demikian, kami memiliki hak untuk, jika diperlukan, mengubah atau melengkapi
        hasil dari laporan ini jika terdapat tambahan informasi yang relevan setelah tanggal
        laporan ini yang kami anggap dapat berpengaruh secara signifikan terhadap hasil
        penilaian kami. Laporan penilaian ini hanya dipersiapkan untuk dapat
        dipergunakan sesuai dengan tujuan yang telah disebutkan di atas dan tidak dapat
        dipergunakan untuk tujuan lainnya.

        Pendapat yang kami sampaikan di sini harus dipandang sebagai satu kesatuan
        bersama dengan laporan lengkap yang telah kami siapkan. Penggunaan sebagian
        analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan
        analisis dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan.

II.K.   Jenis Laporan

        Jenis laporan penilaian 100,00% saham PT Cahaya Inti Sentosa ini merupakan
        laporan terinci.

II.L.   Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events)

        Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal
        penilaian, yaitu tanggal 30 Juni 2023, sampai dengan tanggal diterbitkannya
        laporan penilaian 100,00% saham PT Cahaya Inti Sentosa tidak terdapat kejadian
        penting setelah tanggal penilaian (subsequent events) yang secara signifikan
        dapat mempengaruhi penilaian nilai pasar Objek Penilaian.




                                          21
Page 143
III.     PENJELASAN SINGKAT MENGENAI OBJEK PENILAIAN

III.A.   Latar Belakang PT Cahaya Inti Sentosa

         CIS didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 40 dari Edison Jingga, S.H.,
         tanggal 10 November 2012 dan disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
         Manusia       Republik    Indonesia     dalam        Surat   Keputusan
         No. AHU-01987.AH.01.01.Tahun 2013 tanggal 22 Januari 2013.

         Anggaran dasar CIS telah mengalami beberapa kali perubahan.
         Perubahan terakhir diaktakan dalam Akta Notaris No. 44 tanggal 16 Maret 2020
         yang dibuat oleh Notaris Edison Jingga, S.H., M.H., tentang perubahan tempat
         kedudukan CIS. Perubahan ini telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum
         dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
         No. AHU.0024736.AH.01.02.TAHUN 2020 tanggal 20 Maret 2020.

         CIS berkedudukan di Tangerang dan berkantor di Jalan Inspeksi PIK 2
         Terusan Jalan Perancis No. 5, Dadap, Kosambi, Tangerang, Banten.

III.B.   Kegiatan Usaha

         Ruang lingkup kegiatan usaha CIS adalah bergerak dalam bidang real estat yang
         dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian, penjualan, persewaan,
         dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri maupun disewa.

III.C.   Manajemen

         Susunan Dewan Komisaris dan Direksi CIS pada tanggal 30 Juni 2023 adalah
         sebagai berikut:

         Dewan Komisaris
         Komisaris Utama                      :   Kho Cing Siong
         Komisaris                            :   Freddy Numberi

         Direksi
         Direktur Utama                       :   Nono Sampono
         Direktur                             :   Yohanes Edmond Budiman
         Direktur                             :   Surya Pranoto Budiharjo
         Direktur                             :   Belly Djaliel




                                         22
Page 144
III.D.   Kepemilikan Saham

         Susunan pemegang saham CIS berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
         30 Juni 2023 adalah sebagai berikut:

         Tabel 2
         PT Cahaya Inti Sentosa
         Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham

                                                                                                                     (Dalam Rupiah)
                                                                                      Persentase
                            Pemegang Saham                 Jumlah Saham                                          Jumlah Modal
                                                                                     Kepemilikan
         PT Agung Sedayu                                                    300                   50,00%                300.000.000
         PT Tunas Mekar Jaya                                                300                   50,00%                300.000.000
         Jumlah                                                             600                 100,00%                 600.000.000



III.E.   Data Keuangan Historis

         Laporan keuangan CIS untuk tahun enam bulan yang berakhir pada tanggal
         30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
         31 Desember 2022 dan 2021 telah diaudit oleh KAP SSR masing-masing dengan
         pendapat wajar tanpa pengecualian. Laporan keuangan CIS untuk tahun yang
         berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020, 2019, dan 2018.

         Ikhtisar data keuangan penting CIS adalah sebagai berikut:
         Tabel 3
         PT Cahaya Inti Sentosa
         Laporan Posisi Keuangan
         Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 - 2022

                                                                                                                    (Dalam jutaan Rupiah)

                              Keterangan                30/06/23     31/12/22     31/12/21     31/12/20*       31/12/19*       31/12/18*

         ASET
         ASET LANCAR
         Kas dan setara kas                                208.465       15.315        3.630        2.791           1.151             722
         Piutang lain-lain                               1.666.173    1.779.061    2.700.041    2.808.568       2.808.568       2.504.987
         Uang muka                                           9.824       17.150       18.000            -               -               -
         Pajak dibayar di muka                             198.093      157.789       41.165       30.383               -               -
         Proyek dalam pelaksanaan                                -            -            -      405.222         365.022               -
         Biaya dibayar di muka                                   -            -            -            -          29.947          14.064
         Jumlah Aset Lancar                              2.082.554    1.969.315    2.762.836    3.246.964       3.204.688       2.519.773
         ASET TIDAK LANCAR
         Persediaan                                      2.178.694    1.732.884     553.612                -               -      164.313
         Aset tetap - neto                                     107          108           -                -               -            -
         Jumlah Aset Tidak Lancar                        2.178.800    1.732.993     553.612                -               -      164.313
         JUMLAH ASET                                     4.261.354    3.702.308    3.316.448    3.246.964       3.204.688       2.684.086

         *) Tidak Diaudit




                                                        23
Page 145
                                                                                                                              (Dalam jutaan Rupiah)

                        Keterangan                       30/06/23        31/12/22       31/12/21        31/12/20*       31/12/19*       31/12/18*

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                                   28.035          2.196            221               -                -              -
Utang lain-lain                                            4.145.733      3.643.898      3.285.720       3.245.891        3.203.656      2.682.987
Biaya yang masih harus dibayar                                12.403          3.740         29.003               -                -              -
Utang pajak                                                    1.003            752            835             510              506            471
Bagian jangka pendek dari liabilitas jangka panjang:
  Liabilitas imbalan kerja                                       72             61                  -               -               -               -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                            4.187.245      3.650.647      3.315.778       3.246.401        3.204.161      2.683.458
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Uang muka penjualan                                           76.617         52.198                 -               -               -               -
Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi bagian
  jangka pendek:
  Liabilitas imbalan kerja                                      185            156                  -               -               -               -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                              76.802         52.354                 -               -               -               -
JUMLAH LIABILITAS                                          4.264.047      3.703.001      3.315.778       3.246.401        3.204.161      2.683.458
EKUITAS (DEFISIENSI MODAL)
Modal saham                                                      600            600           600             600               600           600
Saldo laba (akumulasi kerugian)                               (3.293)        (1.294)           70             (37)              (73)           28
JUMLAH EKUITAS (DEFISIENSI MODAL)                             (2.693)          (694)          670             563               527           628
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                              4.261.354      3.702.308      3.316.448       3.246.964        3.204.688      2.684.086

*) Tidak Diaudit


Tabel 4
PT Cahaya Inti Sentosa
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2018 - 2022

                                                                                                                              (Dalam jutaan Rupiah)
                                                          30/06/23        31/12/22       31/12/21       31/12/20*       31/12/19*     31/12/18*
                        Keterangan
                                                         (6 Bulan)       (1 Tahun)      (1 Tahun)       (1 Tahun)       (1 Tahun)     (1 Tahun)
Pendapatan                                                           -              0               -               -               -               -
Beban pokok pendapatan                                               -              -               -               -               -               -
Laba kotor                                                         -              0             -               -                 -              -
Beban penjualan                                                 (664)          (327)            -               -                 -              -
Beban umum dan administrasi                                   (1.696)        (1.126)           (6)             (9)             (117)           (15)
Penghasilan keuangan                                             377            102            16               -                 -              -
Beban keuangan                                                   (15)           (12)           (2)              -                 -              -
Penghasilan (beban) lain-lain - neto                              (2)             0            99              45                16             32
Laba (rugi) sebelum beban pajak final                         (1.999)        (1.363)          107              36              (102)            17
Manfaat (beban) pajak final                                        -             (0)            -               -                 -              -
Laba (rugi) periode/tahun berjalan                            (1.999)        (1.363)          107              36              (102)            17
Penghasilan komprehensif lainnya                                   -             (1)            -               -                 -              -
Jumlah laba (rugi) komprehensif periode/tahun berjalan        (1.999)        (1.364)          107              36              (102)            17

*) Tidak Diaudit




                                                         24
Page 146
IV.       KONDISI DAN TINJAUAN EKONOMI

IV.A.     Tinjauan Ekonomi Dunia

          Ketidakpastian perekonomian di dunia kembali meningkat dengan kecenderungan
          risiko pertumbuhan yang melambat dan kebijakan suku bunga moneter di negara
          maju yang lebih tinggi. Berdasarkan laporan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia
          (BI) yang berjudul Tinjauan Kebijakan Moneter Juni 2023, pertumbuhan ekonomi
          di dunia diproyeksikan tumbuh sebesar 2,70% year over year (yoy) dengan risiko
          perlambatan terutama di Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok. Sementara itu, di
          Tiongkok pertumbuhan ekonomi juga tidak sekuat prakiraan, sehingga mendorong
          pelonggaran kebijakan moneter. Pemulihan ekonomi di negara berkembang
          seperti di India tetap menguat disebabkan oleh kenaikan permintaan domestik dan
          ekspor jasa. Kondisi tersebut mendorong nilai tukar USD cenderung melemah
          terhadap mata uang di negara-negara maju namun menguat untuk mata uang
          pada negara-negara berkembang.

IV.A.1.   Produk Domestik Bruto
          Tabel 5
          Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Dunia

                                                                                                                     (Dalam %)
                                                                   Aktual                               Proyeksi
                         Keterangan
                                                    2019       2020      2021      2022       2023        2024        2025
          Dunia                                       2,80       (2,80)    6,30      3,40       2,60        2,70          3,20
          Negara Maju
           Amerika Serikat                             2,30      (2,80)    5,90       2,10      1,30        0,70          1,90
           Hong Kong                                  (1,70)     (6,50)    6,40      (3,50)     4,80        3,00          2,90
           Inggris                                     1,60     (11,00)    8,50       4,30      0,20        0,60          1,50
           Jepang                                     (0,40)     (4,30)    2,30       1,10      1,30        1,00          1,00
           Kanada                                      1,90      (5,10)    5,20       3,50      1,30        0,70          2,00
           Kawasan Eropa                               1,60      (6,00)    5,30       3,30      0,50        1,00          1,60
           Singapura                                   0,90      (4,10)    9,10       3,70      1,40        2,60          2,70
           Taiwan                                      3,10       3,40     6,50       2,40      1,00        3,00          2,50
           Korea Selatan                               2,20      (0,70)    4,30       2,60      1,20        2,20          2,50
          Negara Berkembang
           Argentina                                  (2,00)     (9,90)   10,70      5,00       (2,2)       (0,30)        2,00
           India                                       6,50       3,90    (5,80)     9,10        N/A         6,10         6,40
           Indonesia                                   5,00      (2,00)    3,70      5,30       5,00         5,00         5,20
           Kolombia                                    3,30      (6,80)   11,00      7,50       1,50         2,00         2,80
           Malaysia                                    4,30      (5,60)    3,10      8,70       4,20         4,50         4,50
           Meksiko                                    (0,20)     (8,00)    4,70      3,10       2,20         1,50         2,00
           Mesir                                       5,50       3,50     3,30      6,60       3,90         4,20         4,50
           Tiongkok                                    6,00       2,20     8,40      3,00       5,40         4,80         4,70

          Sumber: Bloomberg




                                                        25
Page 147
          Salah satu indikator pertumbuhan ekonomi adalah Produk Domestik Bruto (PDB).
          Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada tahun 2023, PDB di dunia
          mengalami penurunan sebesar 0,80% secara keseluruhan. Penurunan PDB
          terbesar berasal dari kelompok negara maju yaitu Hong Kong, Inggris, Singapura,
          dan Taiwan masing-masing dengan persentase sebesar 9,90%, 4,20%, 5,40%,
          dan 4,10% serta dari kelompok negara berkembang yaitu Argentina, Kolombia,
          dan Tiongkok dengan persentase masing-masing sebesar 5,70%, 3,50%, dan
          5,40%. Namun demikian, PDB di negara-negara berkembang seperti India,
          Indonesia, Malaysia, dan Mesir mengalami pertumbuhan dengan persentase
          masing-masing sebesar 14,90%, 1,60%, 5,60%, dan 3,30%.

IV.A.2.   Inflasi

          Inflasi merupakan salah satu indikator pertumbuhan ekonomi yang juga
          memegang peranan penting dalam menentukan perekonomian suatu negara.
          Tingkat inflasi mewakili mekanisme pasar di suatu negara yang mendorong
          kenaikan harga yang luas dan berkelanjutan.

          Dalam beberapa tahun terakhir, inflasi negara-negara di dunia mengalami
          fluktuasi. Secara keseluruhan, inflasi dunia pada tahun 2023 diproyeksikan
          mengalami penurunan sebesar 2,80% dibandingkan dengan tahun 2022. Tekanan
          inflasi di Amerika Serikat masih tinggi terutama disebabkan kelonggaran pasar
          tenaga kerja maupun tekanan stabilitas sistem keuangan yang mereda sehingga
          mendorong kemungkinan kenaikan federal funds rate ke depan.
          Tabel 6
          Pertumbuhan Inflasi

                                                                                                   (Dalam %)
                                                      Aktual                            Proyeksi
                         Keterangan
                                        2019      2020      2021      2022     2023       2024      2025
          Dunia                            3,50     3,20      4,70      8,70     5,90       4,00       3,60
          Negara Maju
           Amerika Serikat                 1,80      1,20     4,70      8,00     4,10       2,60       2,40
           Hong Kong                       2,90      0,30     1,60      1,90     2,40       2,30       2,30
           Inggris                         1,80      0,90     2,60      9,10     7,50       3,00       2,00
           Jepang                          0,50      0,00    (0,30)     2,50     2,90       1,70       1,40
           Kanada                          1,90      0,70     3,40      6,80     3,70       2,30       2,10
           Kawasan Eropa                   1,20      0,30     2,60      8,40     5,40       2,50       2,10
           Singapura                       0,60     (0,20)    2,30      6,10     4,90       3,00       1,80
           Taiwan                          0,60     (0,20)    2,00      3,00     2,10       1,50       1,80
           Korea Selatan                   0,40      0,50     2,50      5,10     3,30       2,10       2,10
          Negara Berkembang
           Argentina                      53,60    42,70     48,10     70,70   119,70     101,00      60,00
           India                           3,70     6,60      5,10      6,70      N/A       5,00       4,90
           Indonesia                       2,80     2,00      1,60      4,20     3,90       3,10       3,10
           Kolombia                        3,50     2,50      3,50     10,20    11,70       5,40       4,10
           Malaysia                        0,70    (1,10)     2,50      3,40     3,00       2,50       2,30
           Meksiko                         3,60     3,40      5,70      7,90     5,60       4,00       3,80
           Mesir                          13,90     5,70      4,50      8,50    26,90      18,00      12,50
           Tiongkok                        2,90     2,50      0,90      2,00     1,10       2,20       2,00


          Sumber: Bloomberg


          Pada tahun 2023, inflasi dunia tercatat sebesar 5,90%. Inflasi di dunia pada tahun
          2024 diperkirakan mengalami penurunan sebesar 1,90% menjadi 4,00% di tahun
          2024 dibandingkan pada tahun sebelumnya. Adanya tren penurunan tersebut
          dipicu oleh penurunan inflasi pada negara-negara maju dan negara-negara
          berkembang.



                                            26
Page 148
          Pada negara-negara maju, penurunan inflasi terbesar pada tahun 2023
          diperkirakan terjadi di AS, Inggris, Kanada, dan Kawasan Eropa masing-masing
          sebesar 3,90%, 1,60%, 3,10%, dan 3,00%. Sedangkan di negara-negara
          berkembang, penurunan inflasi terbesar diperkirakan terjadi di Malaysia dan
          Meksiko masing-masing sebesar 0,40% dan 2,30%. Namun demikian, kenaikan
          inflasi diperkirakan akan terjadi di Argentina dan Mesir pada tahun 2023 dengan
          peningkatan masing-masing sebesar 49,00% dan 18,40%.

IV.A.3.   Suku Bunga

          Pada tahun 2023, negara dengan suku bunga tertinggi adalah Argentina dengan
          presentase yang mencapai 113,40%, kemudian diikuti oleh negara Kolombia dan
          Meksiko masing-masing sebesar 12,15% dan 10,90%.
          Tabel 7
          Pertumbuhan Suku Bunga Bank Sentral

                                                                                                           (Dalam %)
                                                               Aktual                           Proyeksi
                         Keterangan
                                                2019       2020      2021     2022     2023       2024      2025
          Negara Maju
           Amerika Serikat                         1,75      0,25      0,25     4,50     5,40       3,85       3,10
           Hong Kong                               2,49      0,50      0,50     4,75      N/A        N/A        N/A
           Inggris                                 0,75      0,10      0,25     3,50     5,65       4,65       3,40
           Jepang                                 (0,10)     0,00      0,00     0,00     0,00       0,00       0,00
           Kanada                                  1,75      0,25      0,25     4,25     5,00       3,50        N/A
           Kawasan Eropa                           0,00      0,00      0,00     2,50     4,35       3,60       3,05
           Taiwan                                  1,38      1,13      1,13     1,75     1,85       1,70        N/A
           Korea Selatan                           1,25      0,50      1,00     3,25     3,40       2,45       2,35
          Negara Berkembang
           Argentina                               N/A        N/A       N/A      N/A   113,40      70,00      49,80
           India                                  5,15       4,00      4,00     6,25     6,40       5,75        N/A
           Indonesia                              5,00       3,75      3,50     5,50     5,55       4,80        N/A
           Kolombia                               4,25       1,75      3,00    12,00    12,15       6,95       5,20
           Malaysia                               3,00       1,75      1,75     2,72     3,10       2,90        N/A
           Meksiko                                7,28       4,40      5,43    10,55    10,90       7,80       6,60
           Mesir                                 12,25       8,25      8,25    16,25      N/A        N/A        N/A
           Tiongkok                               4,15       3,85      3,80     3,65     4,30        N/A        N/A

          Sumber: Bloomberg


          Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, suku bunga bank sentral pada
          tahun 2023 diperkirakan mengalami kenaikan dibandingkan dengan suku bunga
          pada tahun 2022. Negara maju yang diperkirakan mengalami kenaikan suku
          bunga bank sentral terbesar pada tahun adalah Kawasan Eropa dan Korea
          Selatan masing-masing sebesar 1,85% dan 1,65%. Sementara itu, negara
          berkembang yang diperkirakan mengalami kenaikan suku bunga tertinggi pada
          tahun 2023 yaitu Malaysia, Meksiko, dan Tiongkok masing-masing sebesar 0,38%,
          0,35%, dan 0,65%.




                                                    27
Page 149
IV.B.   Tinjauan Ekonomi Indonesia

        Perekonomian Indonesia diperkirakan berpotensi lebih tinggi dibandingkan
        tahun-tahun sebelumnya yang didorong oleh adanya kenaikan ekspor serta
        permintaan domestik yang terus menunjukkan kinerja positif khususnya konsumsi
        swasta. BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2023 mencapai
        4,50% hingga 5,30%. Perbaikan ekonomi Indonesia tersebut dipicu oleh keyakinan
        konsumen yang meningkat dan penjualan eceran yang tumbuh positif.

IV.C.   Proyeksi Ekonomi Indonesia

        Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada tahun yang berjalan pada
        triwulan II/2023 diprakirakan surplus didukung oleh berlanjutnya surplus neraca
        perdagangan yang mencatat sebesar USD 4,40 miliar di Mei 2023. Sementara itu,
        aliran masuk modal asing dalam bentuk portofolio pada triwulan II 2023 sampai
        dengan 20 Juni 2023 masih mencatat net inflows sebesar USD 0,13 miliar,
        meskipun pada Juni 2023 tercatat outflows sebesar USD 0,87 miliar akibat
        peningkatan ketidakpastian pasar keuangan global. Posisi cadangan devisa
        Indonesia akhir Mei 2023 tetap tinggi tercatat sebesar USD 139,30 miliar, setara
        dengan pembiayaan 6,10 bulan impor atau 6,00 bulan impor dan pembayaran
        utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan
        internasional sekitar 3,00 bulan impor. Perkembangan NPI yang positif
        diprakirakan berlanjut didukung transaksi berjalan yang diprakirakan terjaga sehat
        dalam kisaran surplus 0,40% sampai dengan defisit 0,40% dari PDB. Selain itu,
        neraca transaksi modal dan finansial diprakirakan juga mencatat surplus, ditopang
        oleh aliran masuk modal asing, baik dalam bentuk penanaman modal asing
        maupun investasi portofolio, sejalan persepsi positif investor terhadap prospek
        perekonomian nasional.




                                          28
Page 150
IV.D.   Tingkat Suku Bunga

        Suku bunga perbankan masih kondusif dalam rangka mendukung pemulihan
        ekonomi. Per Mei 2023, suku bunga deposito dan suku bunga kredit tercatat
        masing-masing adalah sebesar 4,13% dan 9,37%. Selanjutnya, per 21 Juni 2023
        suku bunga pada pasar uang yang tercatat adalah sebesar 5,62%.

        Grafik 1
        Perkembangan Suku Bunga BI

         6,00%                                                5,50%     5,55%
                                                                                 4,80%
         5,00%              5,00%

         4,00%                         3,75%
                                                    3,50%
         3,00%

         2,00%

         1,00%

         0,00%
                     2019           2020        2021        2022      2023*     2024*

        * Proyeksi
        Sumber: Bloomberg


        Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, suku bunga BI pada akhir tahun
        2022 mencapai 5,50%, mengalami kenaikan sebesar 2,00% dibandingkan dengan
        tahun 2021. Pada tahun 2023, suku bunga BI diperkirakan sebesar 5,55% atau
        mengalami kenaikan sebesar 0,0 5% dibandingkan dengan tahun 2022.

IV.E.   Inflasi

        Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan Mei 2023 tercatat sebesar 4,00% (yoy)
        atau berada di batas atas sasaran 3,0±1%. Penurunan inflasi terjadi di semua
        kelompok. Inflasi Mei 2023 tercatat 2,66% (yoy), lebih rendah dibandingkan
        dengan inflasi pada bulan sebelumnya sebesar 2,83% (yoy). Inflasi diperkirakan
        terkendali dalam kisaran angka 3,0±1% pada tahun 2023.




                                               29
Page 151
Grafik 2
Perkembangan Inflasi Berdasarkan Indeks Harga Konsumen di Indonesia

                                                      4,20%   3,90%
 4,50%
 4,00%
 3,50%                                                                 3,10%
              2,80%
 3,00%
                                                                                3,10%
 2,50%
                                        1,60%
 2,00%
 1,50%                    2,00%
 1,00%
 0,50%
 0,00%
              2019          2020        2021          2022    2023*   2024*    2025*

* Proyeksi
Sumber: Bloomberg


Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, inflasi pada tahun 2022
mencapai sebesar 4,20%, mengalami kenaikan sebesar 2,60% dibandingkan
dengan tahun 2021. Pada tahun 2023, tingkat inflasi diperkirakan sebesar 3,90%
atau mengalami penurunan sebesar 0,30% dibandingkan tahun 2022.

Tabel 8
Kontributor Inflasi Terbesar
Berdasarkan Provinsi

                                     (Dalam %)

No.          Keterangan              Inflasi

  1   Maluku Utara                        5,70
  2   Maluku                              5,10
  3   Jawa Timur                          5,00
  4   Sulawesi Tenggara                   4,80
  5   DI Yogyakarta                       4,70
  6   Kalimantan Selatan                  4,70
  7   Sulawesi Selatan                    4,60
  8   Lampung                             4,30
  9   Jawa Barat                          4,30
 10   Kalimantan Tengah                   4,20
 11   Nusa Tenggara Timur                 4,20
 12   Sumatera Barat                      4,20

 Sumber: Tinjauan Kebijakan Moneter, Bank Indonesia


Berdasarkan Tinjauan Kebijakan Moneter yang dikeluarkan oleh BI per Juni 2023,
kontributor inflasi terbesar berada di daerah Maluku Utara, Maluku, Jawa Timur,
Sulawesi Tenggara, DI Yogyakarta, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan,
Lampung, dan Jawa Barat masing-masing sebesar 5,70%, 5,10%, 5,00%, 4,80%,
4,70%, 4,70%, 4,60%, 4,30%, dan 4,30%.




                                           30
Page 152
IV.F.   Nilai Tukar Rupiah

        Ketidakpastian pasar keuangan di dunia menyebabkan nilai tukar Rupiah pada
        Juni 2023 melemah sebesar 0,56% dibandingkan dengan rata-rata kurs Mei 2023.
        Nilai tukar Rupiah pada Bulan Juni 2023 mengalami penguatan sebesar 4,17%
        dibandingkan akhir tahun 2022. Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan
        stabilisasi nilai tukar Rupiah khususnya melalui triple intervention dan twist
        operation untuk mengendalikan inflasi barang impor (imported inflation) dan
        memitigasi risiko rambatan ketidakpastian pasar keuangan di dunia.

        Grafik 3
        Perkembangan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Mata Uang Asing

           20.000

           18.000

           16.000

           14.000

           12.000

           10.000

            8.000      Q3/2023*   Q4/2023*   Q1/2024*   Q2/2023*   2024*    2025*    2026*
                 EUR    16.445     16.576     16.430     16.498    16.733   16.863   17.690
                 SGD    11.157     11.128     11.198     11.145    11.192   11.231   11.731
                 USD    14.950     14.800     14.670     14.600    14.550   14.600   15.250



        * Proyeksi
        Sumber: Bloomberg


        Proyeksi nilai tukar Rupiah terhadap Euro pada Q3/2023 – 2026 secara
        berturut-turut diperkirakan sebesar Rp 16.445, Rp 16.576, Rp 16.430, Rp 16.498,
        Rp 16.733, Rp 16.863, dan Rp 17.690.

        Proyeksi nilai tukar Rupiah terhadap SGD pada Q3/2023 – 2026 secara
        berturut-turut diperkirakan sebesar Rp 11.157, Rp 11.128, Rp 11.198, Rp 11.145,
        Rp 11.192, Rp 11.231, dan Rp 11.731.

        Proyeksi nilai tukar Rupiah terhadap USD pada Q3/2023 – 2026 secara
        berturut-turut diperkirakan sebesar Rp 14.950, Rp 14.800, Rp 14.670, Rp 14.600,
        Rp 14.550, Rp 14.600, dan Rp 15.250.




                                               31
Page 153
V.     TINJAUAN INDUSTRI PROPERTI

V.A.   Tinjauan Industri Properti di Dunia

       Industri properti merupakan salah satu industri terbesar di dunia. Hal ini terlihat
       dari harga properti yang mengalami peningkatan pada setiap tahunnya.
       Sektor-sektor penting dalam industri properti antara lain meliputi sektor
       perumahan/real estate, apartemen, perkantoran, pusat perbelanjaan, perhotelan,
       serta kawasan industri.

       Berdasarkan data yang diperoleh dari Knight Frank dalam laporannya yang
       berjudul Global House Price Index Q1/2023, AS menempati posisi ke - 39 dengan
       persentase kenaikan harga rumah sebesar 0,70% selama setahun terakhir,
       sedangkan selama enam bulan terakhir mengalami penurunan sebesar 1,10%,
       dan kenaikan sebesar 1,00% selama tiga bulan terakhir pada Q1/2023.
       Peningkatan harga ini terutama disebabkan oleh pasokan rumah yang terbatas
       yang menopang pertumbuhan harga meskipun di tengah ketersediaan pasokan
       yang menurun.

       Tabel 9
       Perubahan Investasi Real Estat Komersial Berdasarkan Wilayah
       Q1/2023


               Bagian Wilayah             Perubahan

       Asia Pasifik                          -30,00%
       Eropa, Timur Tengah dan Afrika        -58,00%
       Amerika                               -61,00%

       Sumber: Jones Lang LaSalle (JLL)


       Selanjutnya, berdasarkan data yang diperoleh dari JLL, aktivitas merger dan
       akuisisi real estat di dunia pada Q1/2023 terlihat terbatas dan situasional, dengan
       transaksi strategis tertentu yang terjadi dalam skala lebih kecil di dunia.
       Investasi real estat komersial di dunia pada Q1/2023 mengalami penurunan paling
       tinggi di Amerika serta Eropa, Timur Tengah, dan Afrika masing-masing sebesar
       61,00% dan 58,00% dibandingkan dengan Q1/2022. Penurunan ini disebabkan
       oleh tingginya inflasi yang masih terjadi, suku bunga yang mengalami kenaikan,
       dan tingkat pengangguran yang meningkat sementara kesulitan di sektor
       perbankan turut menambah volatilitas.




                                                 32
Page 154
Grafik 4
Penjualan Rumah di AS
Januari – Juni 2023
(Dalam jutaan Unit)

                                 4,55
   4,60
   4,50                                          4,43
   4,40                                                        4,29   4,30
   4,30
                                                                             4,16
   4,20
   4,10          4,00
   4,00
   3,90
   3,80
   3,70
                 Jan             Feb             Mar           Apr    Mei    Jun

Sumber: Trading Economics


Selanjutnya, berdasarkan data yang diperoleh dari Trading Economics, penjualan
rumah di AS pada bulan Juni 2023 mengalami penurunan sebesar 3,26%
dibandingkan dengan penjualan rumah AS bulan Mei 2023. Penjualan rumah Juni
2023 merupakan yang terendah selama lima bulan terakhir, sementara proyeksi
penjualan bulan Juni 2023 adalah sebesar 4,20 juta unit rumah. Penurunan
penjualan rumah terjadi pada Amerika Selatan dan Barat masing-masing
mengalami penurunan sebesar 5,40% dan 5,10%.

Tabel 10
Proyeksi Harga Rumah di AS berdasarkan Kota pada Tahun 2030

                                              (Dalam jutaan USD)

      Kota              Negara Bagian                Harga

San Fransisco          California                            2,61
San Jose               California                            2,25
Oakland                California                            1,71
Seattle                Washington                            1,54
Los Angeles            California                            1,38
San Diego              California                            1,15
Boston                 Massachusetts                         1,13
Long Beach             California                            1,07
New York               New York                              0,96
Washington             District of Columbia                  0,96

Sumber: RenoFi




                                               33
Page 155
         Menurut data yang dibuat oleh RenoFi, harga rata-rata rumah di AS pada tahun
         2030 diproyeksikan sebesar USD 383,00 ribu mengingat harga rumah di AS telah
         mengalami kenaikan sebesar 48,55%. Selain itu, enam dari sepuluh kota termahal
         di AS terletak pada negara bagian California, dimana San Fransisco dan San Jose
         diproyeksikan memiliki harga rumah termahal pada tahun 2030 masing-masing
         senilai USD 2,61 juta dan USD 2,25 juta. Peningkatan proyeksi harga rumah di AS
         terutama didorong oleh dampak pandemi Covid-19 dimana mayoritas penghuni di
         AS telah menghabiskan sebagian besar waktu di rumah dan melakukan renovasi
         pada propertinya, selain itu, fakfor dimana beberapa orang tidak perlu tinggal dekat
         dengan tempat kerjanya dan pindah ke pinggiran kota juga turut mendukung
         peningkatan harga rumah.

         Faktor-faktor seperti peningkatan harga rumah di dunia dari tahun ke tahun,
         kecenderungan penghuni yang menginginkan untuk menata huniannya sesuai
         dengan keinginannya, dan kebutuhan untuk bekerja dari rumah merupakan faktor
         pendorong bagi industri properti di masa yang akan datang. Peningkatan nilai
         properti pada kota-kota pusat bisnis di seluruh dunia turut berperan bagi
         peningkatan industri properti global, sehingga industri properti global diharapkan
         terus bertumbuh positif dalam jangka waktu yang sangat lama di masa mendatang.

V.B.     Tinjauan Industri Properti di Indonesia

         Industri properti di Indonesia merupakan salah satu sektor industri yang
         memberikan kontribusi signifikan bagi pertumbuhan ekonomi, hal ini disebabkan
         industri properti saling terkait dengan industri-industri lainnya, misalnya industri
         bahan baku bangunan, konstruksi, logistik, bidang jasa, maupun industri keuangan
         serta perbankan dalam Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Pertumbuhan industri
         properti yang tinggi berdampak terhadap pendapatan domestik bruto nasional
         serta ketersediaan lapangan pekerjaan.

V.B.1.   Perkembangan Permintaan Properti Komersial

         Tabel 11
         Pertumbuhan Triwulan Indeks Permintaan Properti Komersial
         Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek), Banten, Bandung, dan Makassar
         Triwulan I/2022 - Triwulan I/2023

                                                                                                            (Dalam %)
                                                                          2022                              2023
                     Keterangan
                                                     I            II             III            IV            I

         Sewa:
           Perkantoran                                   (0,06)         0,09           0,21       0,88          0,99
           Ritel                                          0,24          0,20           0,59       0,15          0,40
           Apartemen                                     (1,40)         4,91           4,77      10,64          4,51
         Jual:
           Perkantoran                                   (0,06)          0,21          0,17          1,13       0,10
           Ritel                                          0,00          0,00           0,00          0,00       0,00
         Hotel                                           (8,80)        27,15        6,59         20,15        (13,35)
         Lahan Industri                                   0,51          0,64        0,07          0,04          0,04
         Convention hall                                 (3,44)        74,68       17,11         37,44         10,02
         Warehouse complex                                0,02          0,11        0,05          0,12          0,05

         Sumber: Perkembangan Properti Komersial (PPKOM) Triwulan I-2023, Bank Indonesia (BI)




                                                    34
Page 156
         Berdasarkan data yang diperoleh dari BI dalam laporan yang berjudul PPKOM
         triwulan I/2023, indeks permintaan properti komersial untuk kategori sewa
         menunjukkan penurunan sebesar 10,66% dibandingkan dengan triwulan
         sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh perlambatan permintaan pada mayoritas
         segmen sewa terutama segmen hotel yang mengalami penurunan di seluruh kota
         cakupan survei. Begitu juga dengan indeks permintaan properti komersial untuk
         kategori jual yang menunjukkan penurunan sebesar 0,10%. Kondisi tersebut
         disebabkan oleh adanya stagnasi permintaan pada segmen perkantoran jual di
         Semarang, Jakarta, dan Surabaya karena rendahnya minat investor. Selain itu,
         permintaan pada segmen warehouse complex juga mengalami penurunan
         terutama di wilayah Bogor, Depok, dan Bekasi.

V.B.2.   Perkembangan Pasokan Properti Komersial

         Tabel 12
         Pertumbuhan Triwulan Indeks Pasokan Properti Komersial
         Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek), Banten, Bandung, dan Makassar
         Triwulan I/2022 - Triwulan I/2023

                                                                                                              (Dalam %)
                                                                          2022                                 2023
                     Keterangan
                                                     I            II             III            IV               I
         Sewa:
           Perkantoran                                   (0,05)         0,37           0,44          0,68          0,84
           Ritel                                          0,54          0,06           0,44          0,10          0,57
           Apartemen                                     (0,37)        (0,33)          0,68          0,10          0,41
         Jual:
           Perkantoran                                   (0,02)        0,03            0,00          1,05         (0,01)
           Ritel                                          0,00         0,00            0,00          0,00          0,00
         Hotel                                           (0,04)        (0,06)           0,86         (1,03)        0,21
         Lahan Industri                                   0,34          1,32           (0,01)         0,20        (0,01)
         Convention hall                                 (1,04)        (0,29)          (0,25)         0,78        (0,06)
         Warehouse complex                                0,01          0,02            0,13          0,00         0,00

         Sumber: Perkembangan Properti Komersial (PPKOM) Triwulan I-2023, Bank Indonesia (BI)


         Selanjutnya, untuk kategori pasokan properti komersial menunjukkan peningkatan
         dibandingkan dengan triwulan sebelumnya dimana hal tersebut tercermin dari
         jumlah pertumbuhan indeks pasokan properti komersial untuk kategori sewa yang
         tercatat adalah sebesar 0,68%. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh
         adanya peningkatan pada mayoritas segmen kecuali segmen convention hall.




                                                     35
Page 157
V.B.3.   Perkembangan Harga Properti Komersial

         Tabel 13
         Pertumbuhan Triwulan Indeks Harga Properti Komersial
         Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek), Banten, Bandung, dan Makassar
         Triwulan I/2022 - Triwulan I/2023

                                                                                                              (Dalam %)
                                                                          2022                                2023
                     Keterangan
                                                     I            II             III            IV              I
         Sewa:
           Perkantoran                                   0,55          (0,83)          (0,69)        (0,97)       0,01
           Ritel                                         0,00          (0,18)          (0,28)         0,07        0,40
           Apartemen                                     0,35           0,61            1,50          3,40       (0,38)
         Jual:
           Perkantoran                                   0,16           0,14           (0,23)        (0,42)      (0,15)
           Ritel                                         0,01           0,00            0,00          0,00        0,00
         Hotel                                           1,66          20,92           2,89      10,69           (8,43)
         Lahan Industri                                  0,04           0,23           0,08       0,19            0,03
         Convention hall                                 4,82           3,16           1,88      (3,05)          (0,39)
         Warehouse complex                               0,17           0,00           0,00       0,00            0,00

         Sumber: Perkembangan Properti Komersial (PPKOM) Triwulan I-2023, Bank Indonesia (BI)


         Sementara itu, untuk indeks harga properti komersial untuk kategori sewa
         mengalami penurunan sebesar 6,00% dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.
         Penurunan harga sewa terjadi pada mayoritas segmen seiring dengan adanya
         penurunan harga pada segmen perkantoran sewa di Jakarta dan Bandung sebagai
         langkah untuk meningkatkan okupansi. Selanjutnya, untuk indeks harga properti
         komersial untuk kategori jual mengalami penurunan sebesar 0,06%. Hal ini
         terutama disebabkan oleh melambatnya akselerasi harga segmen perkantoran
         jual di Jakarta sebagai strategi untuk mempertahankan okupansi.




                                                     36
Page 158
Grafik 5
Persetujuan Pinjaman atau Kredit Bank Umum di Indonesia
Bulan Desember 2022 – Januari 2023
(Dalam miliar Rupiah)

   700.000

   600.000

   500.000

   400.000

   300.000

   200.000

   100.000

          -
                    KPR dan KPA        Konstruksi            Real Estat
      Apr-23          648.154           401.441               193.908
      Mei-23          653.820           393.819               195.472

Sumber: Bank Indonesia


Berdasarkan data yang diperoleh dari Bank Indonesia pada bulan Mei 2023,
persetujuan pinjaman atau kredit bank umum di Indonesia untuk segmen KPR dan
KPA serta real estat masing-masing mengalami peningkatan sebesar
Rp 5.666,00 miliar dan Rp 1.564,00 miliar atau masing-masing setara dengan
0,87% dan 0,81% jika dibandingkan dengan bulan April 2023. Sementara itu, untuk
segmen konstruksi mengalami penurunan sebesar Rp 7.622,00 miliar atau setara
dengan 1,90% jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.




                                  37
Page 159
Grafik 6
Proyeksi Penyelesaian Proyek Apartemen yang Tertunda di Jakarta
Tahun 2023 - 2025
(Dalam unit)

                  8.000

                  7.000

                  6.000

                  5.000

                  4.000

                  3.000

                  2.000

                  1.000

                        -
                             2023            2024              2025
      Penyelesaian Unit      6.172           6.747             2.246

Sumber: Colliers Indonesia


Berdasarkan data yang diperoleh dari Colliers Indonesia, investor asing akan
bersikap lebih konservatif sampai dengan Q1/2024 yang merupakan periode
Pemilihan Umum, pengembang apartemen akan fokus untuk menjual unit yang
sudah ada dan tidak akan meluncurkan proyek baru serta menyelesaikan proyek
yang tertunda saat pandemi. Sebanyak 48,00% proyek apartemen yang akan
diselesaikan pada tahun 2025 terletak di Jakarta Selatan terutama mentargetkan
pasar kalangan menengah ke atas.




                                     38
Page 160
Perekonomian Indonesia pada tahun 2023 akan tumbuh sekitar 5,00% menurut
proyeksi International Monetary Fund, hal ini menunjukkan bahwa Indonesia
sudah mulai pulih dari dampak Covid-19. Dalam jangka menengah, perekonomian
Indonesia akan terus meningkat seiring dengan pemulihan ekonomi global serta
peningkatan perekonomian domestik yang didorong oleh kenaikan konsumsi,
investasi serta produktivitas yang didukung oleh kebijakan-kebijakan baik fiskal
maupun moneter. Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi
Indonesia dalam jangka menengah akan berada di kisaran 5,00% – 5,80% hingga
tahun 2027. Hal ini secara langsung maupun tidak langsung akan berpengaruh
pada prospek sektor properti. Selain itu Pemerintah berupaya mendukung sektor
properti dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan seperti memperpanjang
pelonggaran rasio loan to value untuk kredit/pembiayaan properti hingga akhir
2023, peningkatan batasan nilai hunian mewah yang dikenakan PPh (Pajak
Penghasilan) dan PPnBM (Pajak Penjualan Barang Mewah) dari
Rp 5,00 miliar – Rp 10,00 miliar menjadiRp 30,00 miliar, dan penurunan tarif PPh
Pasal 22 atas hunian mewah dari 5,00% menjadi 1,00%. Meningkatnya daya beli
masyarakat serta pelonggaran berbagai kebijakan-kebijakan dari Pemerintah
dapat mendorong pertumbuhan sektor properti serta meningkatkan prospek usaha
Perseroan.

Beberapa indikator ekonomi dan sektor properti juga menunjukkan tren yang baik,
sejalan dengan adanya data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik yang
menyatakan bahwa ekonomi tumbuh sebesar 5,03% pada Q1/2023 yang diikuti
oleh pertumbuhan atas indeks permintaan properti dari tahun ke tahun yang telah
meningkat sebesar 14,50% pada Q1/2023. Selanjutnya, menurut lembaga riset
internasional, McKinsey Global Institute, memperkirakan dengan tingkat
pertumbuhan ekonomi dunia yang stabil, negara Indonesia akan menjadi negara
dengan kekuatan ekonomi nomor tujuh di Dunia pada tahun 2030. Dengan situasi
tersebut, maka diperkirakan segmen apartemen dan sewa perkantoran akan
menjadi investasi yang masih diprioritaskan untuk menunjang aktivitas dan
mobilitas konsumen yang semakin tinggi di masa yang akan datang.




                                 39
Page 161
VI.       ANALISIS LAPORAN KEUANGAN HISTORIS

VI.A.     PT Cahaya Inti Sentosa

          Laporan keuangan CIS untuk tahun enam bulan yang berakhir pada tanggal
          30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
          31 Desember 2022 dan 2021 telah diaudit oleh KAP SSR masing-masing dengan
          pendapat wajar tanpa pengecualian. Laporan keuangan CIS untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020, 2019, dan 2018.

VI.A.1.   Laporan Posisi Keuangan
          Tabel 14
          PT Cahaya Inti Sentosa
          Laporan Posisi Keuangan
          Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 - 2022

                                                                                                                                  (Dalam jutaan Rupiah)

                                 Keterangan                      30/06/23       31/12/22      31/12/21       31/12/20*       31/12/19*       31/12/18*

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan setara kas                                        208.465         15.315         3.630          2.791           1.151             722
          Piutang lain-lain                                       1.666.173      1.779.061     2.700.041      2.808.568       2.808.568       2.504.987
          Uang muka                                                   9.824         17.150        18.000              -               -               -
          Pajak dibayar di muka                                     198.093        157.789        41.165         30.383               -               -
          Proyek dalam pelaksanaan                                        -              -             -        405.222         365.022               -
          Biaya dibayar di muka                                           -              -             -              -          29.947          14.064
          Jumlah Aset Lancar                                      2.082.554      1.969.315     2.762.836      3.246.964       3.204.688       2.519.773
          ASET TIDAK LANCAR
          Persediaan                                              2.178.694      1.732.884      553.612                  -               -      164.313
          Aset tetap - neto                                             107            108            -                  -               -            -
          Jumlah Aset Tidak Lancar                                2.178.800      1.732.993      553.612                  -               -      164.313
          JUMLAH ASET                                             4.261.354      3.702.308     3.316.448      3.246.964       3.204.688       2.684.086

          *) Tidak Diaudit



                                                                                                                                  (Dalam jutaan Rupiah)

                                 Keterangan                      30/06/23       31/12/22      31/12/21       31/12/20*       31/12/19*       31/12/18*

          LIABILITAS DAN EKUITAS
          LIABILITAS
          LIABILITAS JANGKA PENDEK
          Utang usaha                                                28.035          2.196           221              -               -               -
          Utang lain-lain                                         4.145.733      3.643.898     3.285.720      3.245.891       3.203.656       2.682.987
          Biaya yang masih harus dibayar                             12.403          3.740        29.003              -               -               -
          Utang pajak                                                 1.003            752           835            510             506             471
          Bagian jangka pendek dari liabilitas jangka panjang:
            Liabilitas imbalan kerja                                     72            61                -               -               -               -
          Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                         4.187.245      3.650.647     3.315.778      3.246.401       3.204.161       2.683.458
          LIABILITAS JANGKA PANJANG
          Uang muka penjualan                                         76.617       52.198                -               -               -               -
          Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi bagian
            jangka pendek:
            Liabilitas imbalan kerja                                    185           156                -               -               -               -
          Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                            76.802       52.354                -               -               -               -
          JUMLAH LIABILITAS                                       4.264.047      3.703.001     3.315.778      3.246.401       3.204.161       2.683.458
          EKUITAS (DEFISIENSI MODAL)
          Modal saham                                                    600           600          600            600             600             600
          Saldo laba (akumulasi kerugian)                             (3.293)       (1.294)          70            (37)            (73)             28
          JUMLAH EKUITAS (DEFISIENSI MODAL)                           (2.693)        (694)          670            563             527             628
          JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                           4.261.354      3.702.308     3.316.448      3.246.964       3.204.688       2.684.086

          *) Tidak Diaudit




                                                                 40
Page 162
VI.A.2.   Aset

          Jumlah aset CIS pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023, 31 Desember 2022, 2021,
          2020, 2019, dan 2018 masing-masing adalah sebesar Rp 4.261,35 miliar,
          Rp 3.702,31 miliar, Rp 3.316,45 miliar, Rp 3,246,96 miliar, Rp 3,204,69 miliar, dan
          Rp 2,684,09 miliar.

          Pada tanggal 30 Juni 2023, jumlah aset CIS mengalami kenaikan sebesar
          Rp 559,05 miliar atau setara dengan 15,10% dibandingkan dengan jumlah aset
          pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan
          persediaan sebesar Rp 445,81 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah aset CIS mengalami kenaikan sebesar
          Rp 385,86 miliar atau setara dengan 11,63% dibandingkan dengan jumlah aset
          pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan
          pajak dibayar di muka dan persediaan masing-masing sebesar Rp 116,63 miliar
          dan Rp 1.179,27 miliar yang disertai dengan penurunan piutang lain-lain sebesar
          Rp 920,98 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah aset CIS mengalami kenaikan sebesar
          Rp 69,48 miliar atau setara dengan 2,14% dibandingkan dengan jumlah aset pada
          tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan
          persediaan sebesar Rp 553,61 miliar yang disertai dengan penurunan piutang
          lain-lain dan proyek dalam pelaksanaan masing-masing sebesar Rp 108,53 miliar
          dan Rp 405,22 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah aset CIS mengalami keniakan sebesar
          Rp 42,28 miliar atau setara dengan 1,32% dibandingkan dengan jumlah aset pada
          tanggal 31 Desember 2019. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan pajak
          dibayar dimuka dan proyek dalam pelaksanaan masing-masing sebesar
          Rp 30,83 miliar dan Rp 40,20 miliar yang disertai dengan penurunan biaya dibayar
          di muka sebesar Rp 29,95 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2019, jumlah aset CIS mengalami kenaikan sebesar
          Rp 520,60 miliar atau setara dengan 19,40% dibandingkan dengan jumlah aset
          pada tanggal 31 Desember 2018. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan
          piutang lain-lain dan proyek dalam pelaksanaan masing-masing sebesar
          Rp 303,58 miliar dan Rp 365,02 miliar yang disertai dengan penurunan persediaan
          sebesar Rp 164,31 miliar.




                                            41
Page 163
VI.A.3.   Liabilitas

          Jumlah liabilitas CIS pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023, 31 Desember 2022, 2021,
          2020, 2019, dan 2018 masing-masing adalah sebesar Rp 4.264,05 miliar,
          Rp 3.703,00 miliar, Rp 3.315,78 miliar, Rp 3,246,40 miliar, Rp 3,204,16 miliar, dan
          Rp 2.683,46 miliar.

          Pada tanggal 30 Juni 2023, jumlah liabilitas CIS mengalami kenaikan sebesar
          Rp 561,05 miliar atau setara dengan 15,15% dibandingkan dengan jumlah
          liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
          kenaikan utang lain-lain sebesar Rp 501,84 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah liabilitas CIS mengalami kenaikan
          sebesar Rp 387,22 miliar atau setara dengan 11,68% dibandingkan dengan jumlah
          liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
          kenaikan utang lain-lain sebesar Rp 358,18 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah liabilitas CIS mengalami kenaikan
          sebesar Rp 69,38 miliar atau setara dengan 2,14% dibandingkan dengan jumlah
          liabilitas pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
          kenaikan utang lain-lain dan biaya yang masih harus dibayar masing-masing
          sebesar Rp 39,83 miliar dan Rp29,00 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah liabilitas CIS mengalami kenaikan
          sebesar Rp 42,24 miliar atau setara dengan 1,32% dibandingkan dengan jumlah
          liabilitas pada tanggal 31 Desember 2019. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
          kenaikan utang lain-lain sebesar Rp 42,24 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2019, jumlah liabilitas CIS mengalami kenaikan
          sebesar Rp 520,70 miliar atau setara dengan 19,40% dibandingkan dengan jumlah
          liabilitas pada tanggal 31 Desember 2018. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
          kenaikan utang lain-lain sebesar Rp 520,67 miliar.

VI.A.4.   Ekuitas

          Jumlah defisiensi modal CIS pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023 dan
          31 Desember 2022 masing-masing adalah sebesar Rp 2,69 miliar dan
          Rp 0,69 miliar. Jumlah ekuitas CIS pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021, 2020,
          2019, dan 2018 masing-masing sebesar Rp 0.67 miliar, Rp 0,56 miliar,
          Rp 0,53 miliar, dan Rp 0,63 miliar.

          Pada tanggal 30 Juni 2023, jumlah defisiensi modal CIS mengalami kenaikan
          sebesar Rp 2,00 miliar atau setara dengan 288,23% dibandingkan dengan jumlah
          ekuitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini seluruhnya disebabkan oleh
          kerugian periode berjalan yang dibukukan oleh CIS.




                                            42
Page 164
          Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah defisiensi modal CIS mengalami
          penurunan sebesar Rp 1,36 miliar atau setara dengan 203,53% dibandingkan
          dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini seluruhnya
          disebabkan oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh CIS.

          Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah ekuitas CIS mengalami kenaikan
          sebesar Rp 0,11 miliar atau setara dengan 19,03.% dibandingkan dengan jumlah
          ekuitas pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini seluruhnya disebabkan oleh
          laba tahun berjalan yang dibukukan oleh CIS.

          Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah ekuitas CIS mengalami kenaikan
          sebesar Rp 0,04 miliar atau setara dengan 6,86% dibandingkan dengan jumlah
          ekuitas pada tanggal 31 Desember 2019. Kenaikan ini seluruhnya disebabkan oleh
          laba tahun berjalan yang dibukukan oleh CIS.

          Pada tanggal 31 Desember 2019, jumlah ekuitas CIS mengalami penurunan
          sebesar Rp 0,10 miliar atau setara dengan 16,16% dibandingkan dengan jumlah
          ekuitas pada tanggal 31 Desember 2018. Penurunan ini seluruhnya disebabkan
          oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh CIS.

VI.A.5.   Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
          Tabel 15
          PT Cahaya Inti Sentosa
          Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
          Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan
          untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2018 - 2022

                                                                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                    30/06/23        31/12/22      31/12/21       31/12/20*       31/12/19*     31/12/18*
                                  Keterangan
                                                                   (6 Bulan)       (1 Tahun)     (1 Tahun)       (1 Tahun)       (1 Tahun)     (1 Tahun)
          Pendapatan                                                           -            0                -               -             -              -
          Beban pokok pendapatan                                               -            -                -               -             -              -
          Laba kotor                                                         -              0            -               -                 -              -
          Beban penjualan                                                 (664)          (327)           -               -                 -              -
          Beban umum dan administrasi                                   (1.696)        (1.126)          (6)             (9)             (117)           (15)
          Penghasilan keuangan                                             377            102           16               -                 -              -
          Beban keuangan                                                   (15)           (12)          (2)              -                 -              -
          Penghasilan (beban) lain-lain - neto                              (2)             0           99              45                16             32
          Laba (rugi) sebelum beban pajak final                         (1.999)        (1.363)         107              36              (102)            17
          Manfaat (beban) pajak final                                        -             (0)           -               -                 -              -
          Laba (rugi) periode/tahun berjalan                            (1.999)        (1.363)         107              36              (102)            17
          Penghasilan komprehensif lainnya                                   -             (1)           -               -                 -              -
          Jumlah laba (rugi) komprehensif periode/tahun berjalan        (1.999)        (1.364)         107              36              (102)            17

          *) Tidak Diaudit



VI.A.6.   Pendapatan

          Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan untuk
          tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021, 2020, 2019, dan
          2018, CIS belum membukukan pendapatan. Pendapatan CIS untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 0,16 juta.




                                                                   43
Page 165
VI.A.7.   Laba (Rugi) Periode/Tahun Berjalan

          Rugi     periode/tahun    berjalan     CIS    untuk     periode enam   bulan
          yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada
          tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2019 masing-masing sebesar
          Rp 2,00 miliar dan Rp 1,36 miliar. Laba tahun berjalan CIS untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021, 2020, dan 2018 masing-masing
          sebesar Rp 0,11 miliar, Rp 0,04 miliar, dan Rp 0,02 miliar.

          Rugi tahun berjalan CIS untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 1,47 miliar dibandingkan
          dengan laba bersih tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2021.

          Laba tahun berjalan CIS untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2021 mengalami kenaikan sebesar Rp 0,07 miliar atau setara
          dengan 196,70 % dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.

          Laba tahun berjalan CIS untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2020 mengalami kenaikan sebesar Rp 0,14 miliar atau setara
          dengan 135,57% dibandingkan dengan rugi bersih tahun berjalan untuk tahun
          yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019.

          Rugi tahun berjalan CIS untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2019 mengalami kenaikan sebesar Rp 0,12 miliar atau setara
          dengan 709,53% dibandingkan dengan laba tahun berjalan CIS untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal 31 Desember 2018.




                                         44
Page 166
VI.A.8.   Laporan Arus Kas
          Tabel 16
          PT Cahaya Inti Sentosa
          Laporan Arus Kas Konsolidasian
          Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan
          untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2018 - 2022

                                                                                                                                        (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                   30/06/23        31/12/22       31/12/21        31/12/20*       31/12/19*     31/12/18*
                                 Keterangan
                                                                   (6 Bulan)       (1 Tahun)      (1 Tahun)       (1 Tahun)       (1 Tahun)      (1 Tahun)
          ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
          Penerimaan kas dari pelanggan                                 24.419         52.198            110               -                -              -
          Pembayaran kepada pemasok dan lain-lain                     (323.050)      (347.465)       (33.023)           (627)        (178.956)       (91.657)
          Pembayaran kepada karyawan                                    (1.036)          (659)             -               -                -              -
          Pembayaran pajak final                                          (566)        (1.185)           (11)              -                -              -
          Penerimaan bunga                                                 377            102             16               -                -              -
          Beban operasional lainnya                                          -              -              -             (13)            (118)           (17)
          Penerimaan bunga                                                   -              -              -              49               17             33
          Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Operasi                (299.856)      (297.010)       (32.908)           (591)        (179.057)       (91.640)
          ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
          Perolehan aset tetap                                              (7)           (118)               -               -             -              -
          Penambahan piutang lain-lain dari pihak berelasi                   -               -                -               -      (303.581)    (2.504.987)
          Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi                    (7)           (118)               -               -      (303.581)    (2.504.987)
          ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
          Penerimaan pinjaman dari pihak berelasi                    3.951.706       1.785.178       340.293               -                -             -
          Pembayaran pinjaman kepada pihak berelasi                 (3.449.867)     (1.427.531)     (297.575)              -                -             -
          Pembayaran bunga                                              (8.827)        (48.835)       (8.971)              -                -             -
          Penerimaan utang lain-lain dari pihak berelasi                     -               -             -           2.231          483.067     2.596.073
          Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan               493.012         308.813         33.747           2.231          483.067     2.596.073
          KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
           SETARA KAS                                                 193.149          11.685           839            1.640              429           (554)
          KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                           15.315           3.630          2.791           1.151              722          1.277
          KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                         208.465          15.315          3.630           2.791            1.151           722

          *) Tidak Diaudit



          Arus Kas untuk Aktivitas Operasi

          Arus kas yang digunakan untuk aktivitas operasi CIS untuk periode enam bulan
          yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada
          tanggal 31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019, dan 2018 masing-masing adalah
          sebesar Rp 299,86 miliar, Rp 297,01 miliar, Rp 32,91 miliar, Rp 0,59 miliar,
          Rp 179,06 miliar, dan Rp 91,46 miliar.

          Arus kas yang digunakan untuk aktivitas operasi CIS untuk periode
          enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 sebesar Rp 299,86 miliar
          terutama berasal dari pembayaran kepada pemasok dan lain-lain sebesar
          Rp 323,05 miliar yang disertai dengan penerimaan kas dari pelanggan sebesar
          Rp 24,42 miliar.

          Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi CIS untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 297,01 miliar terutama
          berasal dari dari pembayaran kepada pemasok dan lain-lain sebesar
          Rp 347,47 miliar yang disertai dengan penerimaan kas dari pelanggan sebesar
          Rp 52,20 miliar.

          Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi CIS untuk
          tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 32,91 miliar
          terutama berasal dari dari pembayaran kepada pemasok dan lain-lain sebesar
          Rp 33,02 miliar.



                                                                   45
Page 167
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi CIS untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 0,59 miliar
terutama berasal dari dari pembayaran kepada pemasok dan lain-lain sebesar
Rp 0,63 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi CIS untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 179,06 miliar
terutama berasal dari dari pembayaran kepada pemasok dan lain-lain sebesar
Rp 178,96 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi CIS untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 sebesar Rp 91,64 miliar
terutama berasal dari dari pembayaran kepada pemasok dan lain-lain sebesar
Rp 91,66 miliar.

Arus Kas untuk Aktivitas Investasi

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi CIS untuk periode
enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 2019, dan 2018 masing-masing
adalah sebesar Rp 0,01 miliar, Rp 0,12 miliar, Rp 303,58 miliar, dan
Rp 2.504,99 miliar. Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2021 dan 2020, CIS tidak memiliki arus kas bersih yang diperoleh
dari/digunakan untuk aktivitas investasi.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi CIS untuk periode enam
bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 sebesar Rp 0,01 miliar seluruhnya
berasal dari perolehan aset tetap.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi CIS untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 0,12 miliar seluruhnya
berasal dari perolehan aset tetap.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi CIS untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 303,58 miliar seluruhnya
berasal dari penambahan piutang lain-lain dari pihak berelasi.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi CIS untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 sebesar Rp 2.504,99 miliar seluruhnya
berasal dari penambahan piutang lain-lain dari pihak berelasi.




                                46
Page 168
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan CIS untuk periode
enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019, dan 2018
masing-masing adalah sebesar Rp 493,01 miliar, Rp 308,81 miliar, Rp 33,75 miliar,
Rp 2,23 miliar, Rp 483,07 miliar, dan Rp 2.596,07 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan CIS untuk periode enam
bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 sebesar Rp 493,01 miliar terutama
berasal dari penerimaan pinjaman dari pihak berelasi sebesar Rp 3.951,71 miliar
yang disertai dengan pembayaran pinjaman kepada pihak berelasi sebesar
Rp 3.449,87 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan CIS untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 308,81 miliar terutama
berasal dari penerimaan pinjaman dari pihak berelasi sebesar Rp1.785,18 miliar
yang disertai dengan pembayaran pinjaman kepada pihak berelasi sebesar
Rp 1.427,53 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan CIS untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 33,75 miliar terutama
berasal dari penerimaan pinjaman dari pihak berelasi sebesar Rp 340,29 miliar
yang disertai dengan pembayaran pinjaman kepada pihak berelasi sebesar
Rp 297,58 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan CIS untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 2,23 miliar seluruhnya
berasal dari penerimaan utang lain-lain dari pihak berelasi.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan CIS untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 483,07 miliar seluruhnya
berasal dari penerimaan utang lain-lain dari pihak berelasi.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan CIS untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 sebesar Rp 2.596,07 miliar seluruhnya
berasal dari penerimaan utang lain-lain dari pihak berelasi.




                                 47
Page 169
VI.A.9.    Rasio-rasio Keuangan
           Tabel 17
           PT Cahaya Inti Sentosa
           Rasio-rasio Keuangan
           Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 - 2022



                                   Keterangan             30/06/23       31/12/22       31/12/21     31/12/20*     31/12/19*     31/12/18*

           Rasio Likuiditas
           Lancar                                               0,50            0,54         0,83          1,00          1,00          0,94
           Rasio Pengelolaan Aset
           Perputaran jumlah aset                                  N/A          0,00           N/A           N/A           N/A           N/A
           Ekuitas terhadap jumlah aset                         (0,00)         (0,00)        0,00          0,00          0,00          0,00
           Rasio Solvabilitas
           Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset               1,00            1,00          1,00         1,00          1,00          1,00
           Jumlah liabilitas terhadap ekuitas              (1.583,49)      (5.338,73)     4.949,09     5.767,88      6.083,08      4.271,25
           Rasio Profitabilitas
           Marjin laba kotor                                       N/A       100,00%           N/A           N/A           N/A           N/A
           Marjin laba (rugi) bersih                               N/A   -830893,90%           N/A           N/A           N/A           N/A
           Imbal hasil aset                                    -0,09%         -0,04%        0,00%         0,00%         0,00%         0,00%
           Imbal hasil ekuitas                                     N/A            N/A      15,99%         6,42%       -19,27%         2,65%

           *) Tidak Diaudit



VI.A.10.   Pengelolaan Aset

           Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan CIS dalam
           menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi CIS. Pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2022 adalah 0,00.

           Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas CIS
           terhadap jumlah aset CIS. Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021, 2020, 2019,
           dan 2018, rasio ekuitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,00; 0,00;
           0,00; dan 0,00.

VI.A.11.   Solvabilitas

           Solvabilitas menunjukkan kemampuan CIS untuk memenuhi seluruh liabilitasnya,
           yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui perbandingan
           antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui perbandingan antara jumlah
           liabilitas dengan ekuitas.

           Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023, 31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019, dan
           2018, rasio jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 1,00;
           1,00; 1,00; 1,00; 1,00; dan 1,00. Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021, 2020,
           2019, dan 2018, rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas masing-masing adalah
           4.949,09; 5.767,88; 6.083,08; dan 4.271,25.




                                                          48
Page 170
VI.A.12.   Profitabilitas

           Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan CIS dalam menghasilkan laba
           bersih dari aset yang dimilikinya. Imbal hasil aset untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2021, 2020, 2019, dan 2018 masing-masing adalah
           0,00%, 0,00%, 0,00%, dan 0,00%.

           Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan CIS dalam menghasilkan
           laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan. Imbal hasil ekuitas untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021, 2020, dan 2018,
           masing-masing adalah 15,99%, 6,42%, dan 2,65%.

VI.B.      Analisis atas Common Size PT Cahaya Inti Sentosa

           Berikut adalah analisis common size CIS untuk periode enam bulan yang berakhir
           pada tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019, dan 2018.

           Ikhtisar common size CIS adalah sebagai berikut:
           Tabel 18
           PT Cahaya Inti Sentosa
           Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan
           Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 - 2022



                                Keterangan                30/06/23    31/12/22    31/12/21    31/12/20*    31/12/19*    31/12/18*

           ASET
           ASET LANCAR
           Kas dan setara kas                                 4,89%       0,41%       0,11%        0,09%        0,04%        0,03%
           Piutang lain-lain                                 39,10%      48,05%      81,41%       86,50%       87,64%       93,33%
           Uang muka                                          0,23%       0,46%       0,54%        0,00%        0,00%        0,00%
           Pajak dibayar di muka                              4,65%       4,26%       1,24%        0,94%        0,00%        0,00%
           Proyek dalam pelaksanaan                           0,00%       0,00%       0,00%       12,48%       11,39%        0,00%
           Biaya dibayar di muka                              0,00%       0,00%       0,00%        0,00%        0,93%        0,52%
           Jumlah Aset Lancar                                48,87%      53,19%      83,31%      100,00%      100,00%       93,88%
           ASET TIDAK LANCAR
           Persediaan                                        51,13%      46,81%      16,69%        0,00%        0,00%        6,12%
           Aset tetap - neto                                  0,00%       0,00%       0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
           Jumlah Aset Tidak Lancar                          51,13%      46,81%      16,69%        0,00%        0,00%        6,12%
           JUMLAH ASET                                      100,00%     100,00%     100,00%      100,00%      100,00%      100,00%

           *) Tidak Diaudit




                                                          49
Page 171
                               Keterangan                      30/06/23      31/12/22     31/12/21    31/12/20*    31/12/19*    31/12/18*

        LIABILITAS DAN EKUITAS
        LIABILITAS
        LIABILITAS JANGKA PENDEK
        Utang usaha                                                  0,66%       0,06%        0,01%        0,00%        0,00%        0,00%
        Utang lain-lain                                             97,29%      98,42%       99,07%       99,97%       99,97%       99,96%
        Biaya yang masih harus dibayar                               0,29%       0,10%        0,87%        0,00%        0,00%        0,00%
        Utang pajak                                                  0,02%       0,02%        0,03%        0,02%        0,02%        0,02%
        Bagian jangka pendek dari liabilitas jangka panjang:
          Liabilitas imbalan kerja                                  0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
        Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                             98,26%      98,60%       99,98%       99,98%       99,98%       99,98%
        LIABILITAS JANGKA PANJANG
        Uang muka penjualan                                         1,80%        1,41%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
        Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi bagian
          jangka pendek:
          Liabilitas imbalan kerja                                  0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
        Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                            1,80%        1,41%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
        JUMLAH LIABILITAS                                        100,06%       100,02%       99,98%       99,98%       99,98%       99,98%
        EKUITAS (DEFISIENSI MODAL)
        Modal saham                                                  0,01%        0,02%       0,02%        0,02%        0,02%        0,02%
        Saldo laba (akumulasi kerugian)                             -0,08%       -0,03%       0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
        JUMLAH EKUITAS (DEFISIENSI MODAL)                           -0,06%       -0,02%       0,02%        0,02%        0,02%        0,02%
        JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                            100,00%       100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%

        *) Tidak Diaudit



VI.C.   Analisis atas Common Size Industri Properti

        Berikut adalah analisis common size untuk perusahaan sejenis dengan CIS, yaitu
        PT Bumi Serpong Damai Tbk, PT Summarecon Agung Tbk, dan
        PT Ciputra Development Tbk untuk periode enam bulan yang berakhir pada
        tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
        31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019, dan 2018.




                                                               50
Page 172
          Ikhtisar common size untuk PT Bumi Serpong Damai Tbk, PT Summarecon Agung
          Tbk, dan PT Ciputra Development Tbk masing-masing adalah sebagai berikut:

VI.C.1.   PT Bumi Serpong Damai Tbk
          Tabel 19
          PT Bumi Serpong Damai Tbk
          Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
          Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 - 2022



                                Keterangan                       30/06/23*       31/12/22    31/12/21    31/12/20    31/12/19    31/12/18

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan setara kas                                           15,50%       14,98%      12,64%      17,27%      12,59%      15,61%
          Investasi                                                     3,30%        3,39%       6,63%       4,80%       5,35%       1,79%
          Piutang usaha
            Pihak berelasi                                              0,01%        0,01%       0,00%       0,01%       0,02%       0,03%
            Pihak ketiga                                                0,31%        0,27%       0,22%       0,22%       0,31%       0,53%
          Piutang lain-lain                                             0,08%        0,10%       0,11%       0,11%       0,15%       0,11%
          Piutang pihak berelasi non-usaha                              0,09%        0,35%       0,01%       0,00%       0,45%       0,31%
          Persediaan                                                   19,35%       19,40%      19,29%      17,58%      18,66%      17,33%
          Uang muka                                                     4,39%        5,38%       5,78%       5,73%       6,11%       3,25%
          Pajak dibayar di muka                                         1,28%        1,35%       1,28%       0,80%       0,84%       0,97%
          Biaya dibayar di muka yang akan jatuh tempo
            dalam waktu satu tahun                                      0,34%        0,30%       0,25%       0,10%       0,02%       0,04%
          Aset lain-lain                                                0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
          Investasi sewa neto pembiayaan yang akan jatuh tempo
            dalam waktu satu tahun                                      0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,17%
          Perlengkapan                                                  0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,01%
          Jumlah Aset Lancar                                           44,66%       45,52%      46,20%      46,60%      44,49%      40,16%
          ASET TIDAK LANCAR
          Investasi                                                     0,58%        0,29%       0,27%       2,92%       0,81%       2,59%
          Piutang lain-lain                                             0,02%        0,02%       0,03%       0,03%       0,04%       0,00%
          Piutang pihak berelasi non-usaha                              0,00%        0,02%       0,07%       0,03%       0,03%       0,03%
          Investasi dalam saham                                        10,00%       10,37%      10,12%      11,14%      13,11%      14,47%
          Biaya dibayar di muka                                         0,13%        0,21%       0,16%       0,13%       0,05%       0,04%
          Tanah yang belum dikembangkan                                23,21%       23,85%      23,54%      20,42%      22,13%      22,83%
          Aset tetap                                                    0,79%        0,84%       0,86%       0,96%       1,16%       1,30%
          Properti investasi                                           13,52%       11,91%      12,95%      13,63%      15,13%      15,49%
          Aset hak-guna                                                 0,02%        0,02%       0,01%       0,02%       0,00%       0,00%
          Goodwill                                                      0,01%        0,01%       0,02%       0,02%       0,02%       0,02%
          Aset tak berwujud                                             7,06%        6,92%       5,78%       4,09%       3,03%       0,00%
          Aset lain-lain                                                0,01%        0,01%       0,01%       0,01%       0,01%       0,01%
          Piutang usaha - pihak ketiga                                  0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
          Uang muka                                                     0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       3,07%
          Jumlah Aset Tidak Lancar                                     55,34%       54,48%      53,80%      53,40%      55,51%      59,84%
          JUMLAH ASET                                                  100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%

          * Tidak Diaudit




                                                                 51
Page 173
                        Keterangan                             30/06/23*     31/12/22    31/12/21    31/12/20    31/12/19    31/12/18

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek                                            0,05%        0,05%       0,00%       0,00%       0,00%       0,48%
Utang usaha
  Pihak berelasi                                                     0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
  Pihak ketiga                                                       1,61%       1,39%       1,81%       1,53%       1,27%       2,23%
Utang pajak                                                          0,11%       0,12%       0,12%       0,14%       0,20%       0,24%
Beban akrual                                                         0,39%       0,35%       0,40%       0,51%       0,36%       0,44%
Setoran jaminan                                                      0,40%       0,40%       0,42%       0,43%       0,43%       0,38%
Liabilitas kontrak                                                  12,58%      11,82%      10,52%       6,80%       0,00%       0,00%
Uang muka diterima                                                   0,17%       0,19%       0,19%       0,18%       7,01%       5,72%
Sewa diterima di muka                                                0,47%       0,41%       0,34%       0,35%       0,50%       0,59%
Uang muka setoran modal                                              0,00%       0,15%       0,00%       0,03%       0,05%       0,05%
Bagian liabilitas jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam
  waktu satu tahun:
  Utang bank jangka panjang                                         1,71%        2,20%       3,49%       1,08%       1,17%       0,25%
  Liabilitas sewa                                                   0,01%        0,01%       0,01%       0,02%       0,00%       0,01%
  Utang obligasi dan sukuk ijarah                                   0,00%        0,04%       0,00%       7,96%       0,00%       0,83%
  Dana syirkah temporer                                             0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,01%
Liabilitas lain-lain                                                0,31%        0,32%       0,55%       0,41%       0,33%       0,74%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                     17,80%      17,44%      17,84%      19,44%      11,33%      11,97%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Setoran jaminan                                                     0,20%        0,21%       0,20%       0,19%       0,18%       0,27%
Liabilitas kontrak                                                  4,54%        6,56%       5,95%       2,87%       0,00%       0,00%
Uang muka diterima                                                  0,18%        0,19%       0,19%       0,22%       1,54%       2,47%
Sewa diterima di muka                                               0,26%        0,48%       0,81%       0,88%       0,97%       1,09%
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang - bersih                    0,37%        0,38%       0,49%       0,59%       0,80%       0,72%
Taksiran liabilitas untuk pengembangan prasarana                    0,09%        0,10%       0,10%       0,10%       0,11%       0,14%
Provisi pelapisan jalan tol                                         0,01%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
  akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
  Utang bank jangka panjang                                         8,72%        7,35%       2,84%       5,97%       7,87%       6,22%
  Liabilitas sewa                                                   0,05%        0,05%       0,03%       0,03%       0,00%       0,00%
  Utang obligasi dan sukuk ijarah                                   8,09%        8,73%      13,15%      13,08%      15,54%      18,94%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                    22,51%      24,03%      23,76%      23,92%      27,02%      29,86%
JUMLAH LIABILITAS                                                   40,31%      41,47%      41,61%      43,36%      38,35%      41,83%
EKUITAS
Modal saham                                                          3,13%       3,26%       3,44%       3,48%       3,53%       3,69%
Tambahan modal disetor                                              11,04%      11,48%      12,14%      12,26%      11,75%      12,28%
Saham treasuri                                                      -0,43%      -0,44%      -0,47%      -0,47%      -0,53%      -0,55%
Ekuitas pada perubahan ekuitas lainnya dari entitas asosiasi         0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
Selisih nilai transaksi dengan kepentingan non pengendali            0,45%      -0,19%      -0,20%      -0,20%      -0,23%      -0,27%
Selisih penjabaran mata uang asing                                  -0,39%      -0,70%      -0,34%      -0,25%      -0,13%      -0,62%
Ekuitas pada keuntungan belum direalisasi atas kenaikan
  nilai investasi yang diukur pada nilai wajar melalui
  penghasilan komprehensif lain                                     0,14%        0,14%       0,12%       0,12%       0,00%       0,00%
Ekuitas pada keuntungan belum direalisasi atas
  kenaikan nilai investasi tersedia untuk dijual                    0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,01%       0,01%
Proforma ekuitas dari transaksi kombinasi bisnis entitas
  sepengendali                                                       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,14%       0,14%
Saldo laba                                                          38,50%      38,21%      36,47%      34,55%      39,03%      35,48%
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
  induk                                                             52,44%      51,75%      51,17%      49,49%      53,59%      50,16%
Kepentingan non-pengendali                                           7,25%       6,78%       7,22%       7,15%       8,06%       8,00%
JUMLAH EKUITAS                                                      59,69%      58,53%      58,39%      56,64%      61,65%      58,17%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                     100,00%      100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%

* Tidak Diaudit




                                                               52
Page 174
Tabel 20
PT Bumi Serpong Damai Tbk
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023
dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2018 - 2022


                                                              30/06/23*     31/12/22     31/12/21     31/12/20     31/12/19     31/12/18
                        Keterangan
                                                              (6 Bulan)     (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)
Pendapatan usaha                                                 100,00%       100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%
Beban pokok penjualan                                             36,43%        33,31%       38,08%       31,21%       28,49%       28,27%
Laba kotor                                                        63,57%        66,69%       61,92%       68,79%       71,51%       71,73%
Beban penjualan                                                  -14,22%       -13,61%      -12,95%      -13,14%      -13,39%      -15,31%
Beban umum dan administrasi                                      -14,07%       -13,62%      -14,63%      -19,99%      -18,69%      -19,64%
Beban pajak final                                                 -3,09%        -3,27%       -3,09%       -3,59%       -3,72%       -4,11%
Laba usaha                                                         32,19%       36,20%       31,25%       32,07%       35,70%       32,66%
Pendapatan bunga dan investasi                                      4,43%        3,25%        5,14%        9,06%        6,64%        5,83%
Keuntungan dari perubahan nilai wajar investasi yang diukur
  pada nilai wajar melalui laba rugi                               0,54%         0,45%        0,70%        2,72%        0,65%        0,27%
Dampak pendiskontoan aset dan liabilitas
  keuangan - bersih                                                0,04%         0,14%        0,04%        1,07%       -0,25%        0,26%
Pendapatan dividen                                                 0,09%         0,03%        0,04%        0,06%        0,07%        0,06%
Keuntungan penjualan aset tetap                                    0,02%         0,01%        0,16%        0,02%        0,01%        0,03%
Kerugian atas pelunasan obligasi                                   0,00%        -0,21%        0,00%        0,00%       -0,27%        0,00%
Keuntungan (kerugian) selisih kurs mata uang asing - bersih       -0,91%        -1,09%       -0,13%        0,02%       -1,03%        0,03%
Beban bunga dan keuangan lainnya                                 -15,92%       -16,30%      -21,49%      -28,82%      -14,73%      -13,77%
Keuntungan penilaian kembali nilai wajar investasi
  pada entitas yang dicatat dengan menggunakan
  metode ekuitas pada tanggal akuisisi                             0,00%         0,00%        0,12%        0,00%        0,50%        0,00%
Keuntungan dari akuisisi saham entitas anak                        0,00%         0,00%        2,01%        0,00%        0,31%        0,00%
Lain-lain - bersih                                                 1,51%         0,95%        1,19%        0,36%        1,40%       -0,14%
Dampak atas perubahan dasar pengukuran investasi
  pada entitas asosiasi                                            0,00%         0,00%        0,00%        0,00%       12,21%        0,00%
Keuntangan direalisasi dari penjualan investasi                    0,00%         0,00%        0,00%        0,00%        0,11%        0,38%
Ekuitas pada laba bersih entitas asosiasi dan ventura
  bersama                                                          5,22%         2,57%        1,19%       -8,54%        3,48%        0,95%
Laba sebelum pajak                                                 27,20%       26,00%       20,21%        8,03%       44,79%       26,56%
Beban pajak kini                                                   -0,13%       -0,05%       -0,11%       -0,26%       -0,51%       -0,88%
Laba setelah dampak transaksi kombinasi bisnis
  entitas sepengendali                                             27,07%       25,96%       20,10%        7,77%       44,28%       25,67%
Rugi pra-akuisisi dari dampak transaksi kombinasi bisnis
  entitas sepengendali                                             0,00%         0,00%        0,00%        0,10%       -0,10%        0,00%
Laba periode/tahun berjalan                                        27,07%       25,96%       20,10%        7,87%       44,18%       25,67%
Penghasilan (rugi) komprehensif lainnya                             3,93%       -2,45%       -0,12%        0,30%        3,29%       -3,89%
Jumlah penghasilan komprehensif                                    31,00%       23,51%       19,98%        8,17%       47,47%       21,78%
Laba bersih periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan
  kepada:
  Pemilik entitas induk                                            24,03%       23,77%       17,62%        4,56%       39,40%       19,52%
  Kepentingan non-pengendali                                        3,04%        2,19%        2,48%        3,31%        4,78%        6,15%

* Tidak Diaudit




                                                              53
Page 175
VI.C.2.   PT Summarecon Agung Tbk
          Tabel 21
          PT Summarecon Agung Tbk
          Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
          Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 - 2022



                                 Keterangan                      30/06/23*       31/12/22    31/12/21    31/12/20    31/12/19    31/12/18

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan setara kas                                           10,90%       11,05%      10,65%       6,65%       6,81%       6,54%
          Piutang usaha - neto
            Pihak-pihak berelasi                                        0,03%        0,02%       0,02%       0,02%       0,04%       0,22%
            Pihak ketiga                                                0,83%        1,01%       0,93%       1,01%       0,87%       1,47%
          Piutang lain-lain                                             0,05%        0,05%       0,12%       0,08%       0,09%       0,08%
          Piutang pihak-pihak berelasi non-usaha                        0,24%        0,24%       0,25%       0,35%       0,20%       0,19%
          Persediaan                                                   34,97%       35,03%      35,52%      36,86%      34,84%      33,86%
          Pajak dibayar dimuka                                          1,98%        1,76%       1,39%       1,49%       1,25%       1,09%
          Biaya dibayar dimuka                                          0,21%        0,12%       0,19%       0,16%       0,12%       0,12%
          Uang muka                                                     0,92%        0,96%       0,94%       1,08%       1,39%       1,49%
          Aset keuangan lancar lainnya                                  0,01%        0,01%       0,01%       0,00%       0,02%       0,00%
          Aset lancar lainnya                                           0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
          Jumlah Aset Lancar                                           50,13%       50,26%      50,02%      47,70%      45,62%      45,06%
          ASET TIDAK LANCAR
          Piutang usaha - neto
            Pihak berelasi                                              0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,02%
            Pihak ketiga                                                0,09%        0,22%       0,12%       0,20%       0,18%       0,20%
          Piutang lain-lain                                             0,01%        0,01%       0,02%       0,02%       0,00%       0,00%
          Piutang pihak berelasi non-usaha                              0,23%        0,23%       0,20%       0,20%       0,27%       0,13%
          Tanah yang belum dikembangkan                                24,80%       23,78%      23,67%      25,12%      26,74%      27,62%
          Investasi pada entitas asosiasi                               0,29%        0,29%       0,28%       0,26%       0,24%       0,02%
          Uang muka                                                     3,30%        3,53%       3,45%       2,82%       2,93%       2,69%
          Aset tetap - neto                                             1,30%        1,30%       1,22%       1,33%       1,38%       1,62%
          Properti investasi - neto                                    16,42%       16,09%      16,35%      17,58%      17,82%      18,82%
          Aset pajak tangguhan                                          0,01%        0,01%       0,01%       0,01%       0,00%       0,00%
          Aset keuangan tidak lancar lainnya                            3,19%        4,02%       4,25%       4,40%       4,19%       3,05%
          Aset tidak lancar lainnya                                     0,22%        0,26%       0,41%       0,36%       0,60%       0,75%
          Jumlah Aset Tidak Lancar                                     49,87%       49,74%      49,98%      52,30%      54,38%      54,94%
          JUMLAH ASET                                                  100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%

          * Tidak Diaudit




                                                                 54
Page 176
                       Keterangan                           30/06/23*     31/12/22    31/12/21    31/12/20    31/12/19    31/12/18

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek                                          8,35%       7,10%       6,10%      10,72%       8,75%       7,65%
Utang usaha kepada pihak ketiga                                   0,21%       0,31%       0,27%       0,32%       0,35%       0,33%
Utang lain-lain                                                   1,33%       0,76%       1,28%       1,43%       1,47%       1,12%
Utang pihak berelasi non-usaha                                    0,08%       0,00%       0,00%       0,00%       0,27%       0,00%
Beban akrual                                                      3,58%       3,88%       3,13%       2,97%       4,81%       4,40%
Utang pajak                                                       0,20%       0,27%       0,28%       0,25%       0,27%       0,26%
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                            0,09%       0,11%       0,09%       0,14%       0,08%       0,08%
Liabilitas kontrak                                               21,09%      16,84%       8,76%      10,68%       8,42%       0,00%
Uang jaminan yang diterima                                        0,54%       0,55%       0,31%       0,37%       0,41%       7,03%
Pendapatan diterima dimuka                                        1,49%       1,47%       1,41%       1,44%       1,76%       1,87%
Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu
  tahun - neto:
  Utang bank dan lembaga pembiayaan                              2,16%        2,13%       3,18%       3,55%       4,98%       3,58%
  Liabilitas sewa                                                0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
  Utang obligasi                                                 0,00%        0,00%       1,92%       1,66%       5,30%       4,71%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                  39,13%      33,42%      26,75%      33,54%      36,89%      31,03%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang jangka panjang setelah dikurangi bagian yang
  jatuh tempo dalam satu tahun - neto:
  Utang bank dan lembaga pembiayaan                              8,41%        9,29%      15,05%      19,20%      13,13%      13,70%
  Utang obligasi                                                 2,18%        2,26%       0,76%       2,80%       4,53%       7,30%
  Liabilitas sewa                                                0,02%        0,02%       0,02%       0,02%       0,00%       0,00%
Utang lain-lain                                                  0,04%        0,04%       0,02%       0,05%       0,06%       0,05%
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                          0,44%        0,43%       0,49%       0,52%       0,49%       0,55%
Liabilitas kontrak                                               7,85%       12,21%      12,78%       6,38%       5,06%       0,00%
Uang jaminan yang diterima                                       0,41%        0,39%       0,38%       0,44%       0,46%       8,21%
Pendapatan diterima di muka                                      0,76%        0,55%       0,55%       0,50%       0,46%       0,23%
Liabilitas pajak tangguhan                                       0,06%        0,06%       0,07%       0,10%       0,13%       0,01%
Utang-utang pihak berelasi non-usaha                             0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,12%       0,01%
Liabilitas keuangan jangka panjang lainnya                       0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,03%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                 20,17%      25,26%      30,14%      30,00%      24,44%      30,08%
JUMLAH LIABILITAS                                                59,29%      58,68%      56,89%      63,54%      61,33%      61,11%
EKUITAS
Modal saham                                                       5,60%       5,81%       6,34%       5,79%       5,90%       6,19%
Tambahan modal disetor                                            4,43%       4,60%       5,02%       0,09%       0,09%       0,10%
Selisih nilai transaksi dengan kepentingan non-pengendali        -0,01%      -0,01%      -0,01%      -0,01%       0,01%       0,01%
Saldo laba                                                       22,27%      21,95%      21,90%      21,59%      24,14%      23,33%
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
  induk                                                          32,29%      32,35%      33,25%      27,47%      30,14%      29,63%
Kepentingan non-pengendali                                        8,41%       8,98%       9,86%       8,99%       8,53%       9,26%
JUMLAH EKUITAS                                                   40,71%      41,32%      43,11%      36,46%      38,67%      38,89%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                  100,00%      100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%

* Tidak Diaudit




                                                            55
Page 177
          Tabel 22
          PT Summarecon Agung Tbk
          Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
          Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023
          dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2018 - 2022


                                                                         30/06/23*     31/12/22     31/12/21     31/12/20     31/12/19     31/12/18
                                 Keterangan
                                                                         (6 Bulan)     (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)
          Pendapatan neto                                                   100,00%       100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%
          Beban pokok langsung dan beban langsung                            48,03%        47,55%       53,41%       54,43%       52,04%       51,62%
          Laba kotor                                                         51,97%        52,45%       46,59%       45,57%       47,96%       48,38%
          Beban penjualan                                                    -5,79%        -5,62%       -5,50%       -5,48%       -5,97%       -6,07%
          Beban umum dan administrasi                                       -15,52%       -16,65%      -13,17%      -14,84%      -15,41%      -15,11%
          Penghasilan operasi lain                                            0,10%         0,29%        0,25%        0,17%        0,24%        0,16%
          Beban operasi lain                                                 -0,04%        -0,59%       -0,19%       -0,05%       -0,09%       -0,03%
          Laba atas penjualan entitas anak                                    0,00%         0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        0,18%
          Laba usaha                                                         30,71%        29,87%       27,98%       25,37%       26,74%       27,52%
          Pendapatan keuangan                                                 3,02%         2,75%        3,45%        3,78%        2,11%        1,70%
          Biaya keuangan                                                    -11,52%       -14,99%      -18,00%      -20,53%      -13,38%      -12,10%
          Laba pada ekuitas entitas asosiasi                                  0,13%         0,16%        0,15%        0,12%        0,07%        0,00%
          Laba sebelum beban pajak final dan pajak penghasilan                22,35%       17,80%       13,58%        8,74%       15,53%       17,12%
          Beban pajak final                                                   -4,51%       -4,25%       -3,75%       -3,91%       -4,54%       -4,73%
          Laba sebelum beban pajak pengashilan                                17,84%       13,54%        9,82%        4,84%       10,99%       12,38%
          Manfaat (beban) pajak penghasilan - neto                            -0,04%       -0,05%        0,05%        0,05%       -0,67%       -0,18%
          Laba periode/tahun berjalan                                         17,80%       13,49%        9,87%        4,89%       10,32%       12,20%
          Pendapatan komprehensif lainnya                                      0,21%        0,17%       -0,01%       -0,27%        0,36%        0,30%
          Total penghasilan komprehensif periode berjalan                     18,02%       13,67%        9,86%        4,62%       10,67%       12,50%
          Laba periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
            Pemilik entitas induk                                             14,64%       10,93%        5,81%        3,58%        8,67%        7,93%
            Kepentingan non-pengendali                                         3,17%        2,56%        4,06%        1,31%        1,65%        4,27%

          * Tidak Diaudit



VI.C.3.   PT Ciputra Development Tbk
          Tabel 23
          PT Ciputra Development Tbk
          Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
          Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 - 2022



                                 Keterangan                              30/06/23*     31/12/22     31/12/21     31/12/20     31/12/19     31/12/18

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan setara kas                                                  22,33%       21,58%       17,61%       13,44%       11,71%        9,46%
          Piutang usaha dari pihak ketiga - neto                               1,79%        1,86%        2,13%        2,39%        3,24%        3,54%
          Piutang lain-lain                                                    3,15%        3,34%        4,06%        3,74%        4,11%        3,90%
          Persediaan                                                          27,27%       27,78%       28,47%       31,18%       29,45%       28,54%
          Biaya dibayar di muka                                                0,10%        0,07%        0,08%        0,09%        0,09%        0,09%
          Uang muka                                                            1,01%        0,51%        0,31%        0,36%        0,41%        0,35%
          Pajak dibayar di muka                                                1,17%        1,11%        1,22%        1,21%        1,26%        1,23%
          Aset derivatif                                                       0,00%        0,00%        0,02%        0,19%        0,00%        0,00%
          Jumlah Aset Lancar                                                  56,82%       56,25%       53,89%       52,59%       50,27%       47,11%
          ASET TIDAK LANCAR
          Investasi pada entitas asosiasi                                      2,60%        2,57%        2,35%        1,26%        1,02%        0,93%
          Piutang pihak berelasi                                               0,05%        0,06%        0,05%        0,06%        0,06%        0,49%
          Piutang lain-lain                                                    0,20%        0,20%        0,22%        0,22%        0,00%        0,00%
          Uang muka                                                            0,83%        1,31%        1,09%        1,22%        1,37%        1,64%
          Tanah untuk pengembangan                                            17,49%       17,69%       18,91%       19,27%       18,58%       19,48%
          Aset tetap - neto                                                    6,50%        6,13%        6,16%        6,61%        8,53%        9,08%
          Properti investasi - neto                                           12,50%       12,77%       13,59%       14,07%       14,84%       14,47%
          Aset pajak tangguhan - neto                                          0,03%        0,03%        0,04%        0,04%        0,06%        0,04%
          Aset derivatif                                                       0,03%        0,06%        0,00%        0,02%        0,11%        0,17%
          Aset tidak lancar lainnya                                            2,95%        2,93%        3,70%        4,64%        5,14%        6,60%
          Jumlah Aset Tidak Lancar                                            43,18%       43,75%       46,11%       47,41%       49,73%       52,89%
          JUMLAH ASET                                                       100,00%       100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%

          * Tidak Diaudit




                                                                         56
Page 178
                       Keterangan                           30/06/23*     31/12/22    31/12/21    31/12/20    31/12/19    31/12/18

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek                                          0,51%       0,88%       0,81%       2,02%       2,48%       3,22%
Utang usaha                                                       1,99%       2,07%       2,31%       2,23%       2,15%       2,43%
Utang lain-lain                                                   3,01%       2,20%       2,37%       2,02%       1,97%       1,84%
Beban akrual                                                      0,37%       0,54%       0,56%       0,56%       0,57%       0,61%
Utang pihak berelasi                                              0,04%       0,04%       0,00%       0,06%       0,07%       0,04%
Utang pajak                                                       0,29%       0,29%       0,28%       0,25%       0,40%       0,36%
Liabilitas kontrak                                               17,57%      17,97%      17,56%      15,81%      13,34%       0,00%
Pendapatan diterima di muka                                       0,49%       0,52%       0,56%       0,62%       0,67%       0,87%
Liabilitas jangka panjang jatuh tempo dalam satu tahun:
  Utang bank - neto                                              1,05%        1,22%       2,51%       1,76%       1,49%       0,92%
  Utang obligasi - neto                                          0,00%        0,00%       0,00%       0,20%       0,00%       0,64%
  Wesel bayar - neto                                             0,00%        0,00%       0,00%       4,05%       0,00%       0,00%
Uang muka yang diterima                                          0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%      12,37%
Liabilitas derivatif                                             0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,01%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                  25,32%      25,73%      26,96%      29,57%      23,12%      23,32%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas imbalan kerja                                         0,21%        0,21%       0,24%       0,36%       0,39%       0,37%
Liabilitas kontrak                                               5,14%        4,57%       4,52%       7,67%       0,00%       0,00%
Uang jaminan penyewa                                             0,36%        0,34%       0,34%       0,35%       0,36%       0,31%
Liabilitas pajak tangguhan - neto                                0,06%        0,06%       0,06%       0,07%       0,07%       0,08%
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
  jatuh tempo dalam satu tahun:
  Utang bank - neto                                              14,38%      15,06%      16,36%      17,51%      16,93%      15,06%
  Wesel bayar - neto                                              3,88%       4,12%       3,82%       0,00%       4,24%       4,58%
  Utang obligasi - neto                                           0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,22%       0,23%
Liabilitas derivatif                                              0,00%       0,00%       0,03%       0,00%       0,00%       0,00%
Uang muka yang diterima                                           0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       5,59%       7,51%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                 24,02%      24,36%      25,35%      25,95%      27,81%      28,14%
JUMLAH LIABILITAS                                                49,34%      50,09%      52,31%      55,53%      50,93%      51,46%
EKUITAS
Modal saham                                                      10,91%      11,07%      11,41%      11,82%      12,82%      13,53%
Tambahan modal disetor - neto                                     8,33%       8,52%       8,78%       9,09%       9,86%      10,48%
Selisih nilai transaksi ekuitas dengan kepentingan
  nonpengendali                                                   0,22%       0,23%       0,23%       0,23%       0,25%       0,20%
Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan                   0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
Rugi komprehensif lain                                           -0,19%      -0,36%      -0,04%      -0,18%      -0,16%      -0,19%
Saldo laba                                                       25,46%      24,62%      21,42%      18,18%      19,74%      18,00%
Saham tresuri                                                     0,00%      -0,08%      -0,08%      -0,08%      -0,09%      -0,10%
Total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada
  pemilik entitas induk                                          44,73%      44,00%      41,73%      39,06%      42,41%      41,92%
Kepentingan non-pengendali                                        5,93%       5,91%       5,96%       5,41%       6,66%       6,62%
JUMLAH EKUITAS                                                   50,66%      49,91%      47,69%      44,47%      49,07%      48,54%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                  100,00%      100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%

* Tidak Diaudit




                                                            57
Page 179
Tabel 24
PT Ciputra Development Tbk
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023
dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2018 - 2022


                                                              30/06/23*     31/12/22     31/12/21     31/12/20     31/12/19     31/12/18
                       Keterangan
                                                              (6 Bulan)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)
Pendapatan neto                                                  100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%
Beban pokok penjualan dan beban langsung                          52,84%       49,95%       50,26%       48,93%       50,16%       52,70%
Laba kotor                                                        47,16%       50,05%       49,74%       51,07%       49,84%       47,30%
Beban umum dan administrasi                                      -15,17%      -13,77%      -12,10%      -14,45%      -16,47%      -15,78%
Beban penjualan                                                   -3,98%       -4,20%       -3,78%       -4,42%       -5,04%       -4,86%
Penghasilan lain-lain                                              2,48%        6,15%        5,56%        5,56%        5,32%        4,89%
Beban lain-lain                                                   -0,60%       -4,66%       -4,81%       -4,95%       -4,90%       -3,53%
Laba usaha                                                        29,88%       33,57%       34,61%       32,81%       28,75%       28,02%
Bagian laba entitas asosiasi - neto                                0,53%        0,74%        0,43%       -0,04%       -0,14%       -0,25%
Penghasilan keuangan - neto                                        3,81%        2,71%        2,45%        3,09%        4,56%        3,28%
Penghasilan keuangan - neto                                        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%       -0,76%       -0,66%
Beban keuangan - neto                                            -12,59%      -11,72%      -12,85%      -15,30%      -11,97%       -9,55%
Laba sebelum pajak final dan pajak penghasilan                    21,62%       25,31%       24,63%       20,56%       20,44%       20,85%
Pajak final                                                       -2,72%       -2,74%       -2,67%       -2,87%       -3,13%       -3,31%
Laba sebelum pajak penghasilan                                    18,90%       22,57%       21,96%       17,69%       17,31%       17,54%
Beban pajak penghasilan - neto                                    -0,32%       -0,62%       -0,51%       -0,71%       -0,44%       -0,62%
Laba sebelum efek penyesuaian proforma                            18,58%       21,95%       21,46%       16,98%       16,87%       16,92%
Efek penyesuaian proforma - rugi sebelum akuisisi                  0,04%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        0,07%
Laba bersih periode/tahun berjalan                                18,63%       21,95%       21,46%       16,98%       16,87%       16,98%
Penghasilan (rugi) komprehensif lain periode berjalan              1,55%       -1,50%        0,56%       -0,12%        0,07%        0,31%
Jumlah laba komprehensif periode/tahun berjalan                   20,17%       20,45%       22,02%       16,87%       16,94%       17,29%
Laba bersih periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan
  kepada:
  Pemilik entitas induk                                           17,43%       20,42%       17,84%       16,36%       15,22%       15,46%
  Kepentingan non-pengendali                                       1,20%        1,53%        3,62%        0,62%        1,65%        1,53%

* Tidak Diaudit




                                                              58
Page 180
VII.     ANALISIS RISIKO

         Dalam menjalankan kegiatan usahanya, CIS tidak terlepas dari berbagai risiko
         usaha yang dihadapi. Analisis risiko usaha terhadap CIS adalah sebagai berikut:

VII.A.   Risiko Pendanaan

         Pengembangan real estat yang sedang dikembangkan oleh CIS membutuhkan
         modal yang besar, sehingga kemampuan CIS dalam memperoleh dana untuk
         pengembangan, perolehan lahan dan pembangunannya memerlukan
         perencanaan yang matang. CIS harus dapat menjamin ketersediaan kecukupan
         dana untuk pembiayaan proyek tersebut dalam jangka panjang. Apabila CIS tidak
         dapat memperoleh pendanaan untuk mendukung pengembangan proyek CIS,
         maka pertumbuhan CIS dapat menurun yang pada akhirnya dapat menurunkan
         jumlah pendapatan dan laba CIS.

VII.B.   Risiko Kenaikan Harga Bahan Bangunan dan Kelangkaan Bahan Bangunan

         Bahan bangunan seperti semen, besi beton dan bahan bangunan lainnya
         merupakan bahan utama dalam pembangunan perumahan dan gedung-gedung
         komersial. Apabila bahan bangunan tersebut tidak tersedia pada saat dibutuhkan,
         maka akan terjadi keterlambatan dalam pembangunan dan penundaan pengakuan
         pendapatan CIS dari penjualan perumahan tersebut. Penundaan tersebut di atas
         berakibat pada hilangnya kepercayaan para konsumen/calon konsumen yang
         pada akhirnya menurunkan jumlah pendapatan CIS.

         Selain kelangkaan bahan baku, CIS juga dimungkinkan menghadapi kenaikan
         harga bahan bangunan yang merupakan dampak dari kondisi perekonomian yang
         memburuk. Kenaikan harga bahan baku dapat meningkatkan biaya konstruksi
         suatu proyek, sementara bahan baku untuk properti biasanya dibayar di muka
         sehingga hal tersebut tidak dapat merubah harga jual yang sebelumnya telah
         disepakati. Hal ini dapat merugikan CIS karena dapat mengurangi tingkat
         keuntungan CIS.

VII.C.   Risiko Kenaikan Tingkat Suku Bunga

         Kinerja CIS dapat dipengaruhi oleh kenaikan tingkat bunga perbankan terutama
         pada sektor konsumen. Kebijakan moneter uang ketat secara tidak langsung juga
         mempengaruhi kenaikan tingkat suku bunga termasuk suku bunga sektor
         konsumen yang dapat berdampak pada menurunnya daya beli konsumen
         terutama di sektor properti, sehingga pada akhirnya dapat berdampak pada kinerja
         keuangan CIS.




                                          59
Page 181
VII.D.   Risiko Operasional

         Kegiatan usaha properti dengan mengembangkan usaha real estat khususnya
         perumahan komersial, vila, dan apartemen yang memberikan fasilitas lainnya
         mengandung risiko-risiko di lapangan seperti risiko hak kepemilikan atas tanah,
         berkurangnya lahan yang tersedia, kebakaran, kerusuhan (demonstrasi maupun
         ancaman bom) dan bencana alam yang dapat berdampak buruk pada kegiatan
         usaha CIS. Hal tersebut di atas dapat menurunkan pendapatan dan keuntungan
         CIS.

VII.E.   Risiko Bencana Alam

         Dengan bisnis utama CIS di bidang real estat yang dimiliki sendiri atau disewa
         mencakup usaha pembelian, penjualan, persewaan dan pengoperasian real estat
         baik yang dimiliki sendiri maupun disewa, terdapat risiko kebakaran yang dapat
         memusnahkan aset utama CIS dalam menjalankan usaha. Risiko lain yang
         mungkin dihadapi CIS adalah jika terjadi bencana alam seperti gempa.

VII.F.   Risiko Kebijakan Pemerintah

         Seperti halnya semua industri, kegiatan usaha CIS dipengaruhi oleh perubahan
         kebijakan Pemerintah Indonesia baik langsung maupun tidak langsung. Kebijakan
         pemerintah yang secara langsung mempengaruhi CIS antara lain kemungkinan
         perubahan kebijakan rencana tata kota dan tata ruang, yang dapat mengakibatkan
         berkurangnya lahan yang dapat digunakan. Apabila kebijakan pemerintah tersebut
         diterapkan, dapat mengakibatkan berkurangnya jumlah unit yang akan dijual
         sehingga menurunkan jumlah pendapatan dan laba CIS.




                                         60
Page 182
VIII.       METODE PENILAIAN

VIII.A.     Metode-Metode Penilaian

VIII.A.1.   Metode Penyesuaian Aset Bersih

            Metode ini merupakan metode penilaian yang berdasarkan pada pendekatan aset
            (asset based approach). Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan
            liabilitas (liabilities) harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk
            komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank
            atau utang bank).

            Aset lancar (current assets) harus dinilai ulang, misalnya untuk piutang dengan
            mengurangkan jumlah yang tak dapat ditagih secara normal. Aset tetap seperti
            tanah, bangunan, dan mesin-mesin perlu dinilai dengan konsep penilaian properti
            yang berlaku umum.

            Selain aset berwujud, nilai pasar aset tak berwujud (intangible assets) seperti hak
            paten, lisensi, biaya riset dan pengembangan, karyawan yang telah terlatih dan
            siap bekerja (pool of employees), dan daftar langganan (pool of captive customer),
            juga harus dihitung. Nilai pasar aset tak berwujud tersebut diperoleh dengan
            melakukan penilaian terhadap tiap-tiap aset tersebut secara terpisah. Nilai pasar
            ekuitas (net worth) kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai
            seluruh aset dan liabilitas (liabilities) yang telah disesuaikan.

VIII.A.2.   Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek

            Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek merupakan metode
            penilaian yang didasarkan pada pendekatan pasar (market based approach).
            Dengan metode ini, nilai pasar saham ditetapkan berdasarkan harga yang telah
            atau pernah terjadi dari perusahaan sejenis yang sebanding dan sepadan. Nilai
            pasar dari perusahaan pembanding diambil dari pasar modal (perusahaan
            publik/terbuka).

            Syarat utama dari penggunaan metode ini adalah perusahaan pembanding harus
            sebanding dan sepadan dengan perusahaan yang akan dinilai dalam berbagai
            variabel pembanding, antara lain perputaran penjualan, ekuitas, struktur modal
            (leverage), aset dan komposisi aset, tingkat laba, dan rasio-rasio keuangan.

            Jika telah diperoleh perusahaan yang sebanding dan sepadan, nilai pasar saham
            perusahaan yang dinilai diperoleh dengan cara mengalikan pendapatan
            perusahaan dengan beberapa rasio yang diperoleh dari perusahaan pembanding,
            seperti rasio P/E (price/earnings), P/S (price/sales), P/BV (price/book value of
            equity) dan sebagainya.




                                              61
Page 183
VIII.A.3.   Metode Diskonto Arus Kas

            Metode diskonto arus kas ini merupakan metode penilaian yang didasarkan pada
            pendekatan pendapatan (income based approach).

            Untuk menggunakan metode ini, sebelum melakukan proses diskonto
            (discounting), terlebih dahulu harus diproyeksikan pendapatan mendatang berupa
            arus kas bersih untuk ekuitas (net cash flow to equity) atau arus kas bersih untuk
            kapital (net cash flow to invested capital) sesuai dengan sifat dan jenis usaha yang
            dinilai. Setelah proyeksi dibuat, langkah berikutnya adalah menetapkan tingkat
            diskonto (discount rate) yang tepat.

            Proses selanjutnya adalah mendiskonto nilai-nilai arus kas bersih yang telah
            diproyeksikan, termasuk nilai periode kekal (continuing value), dengan faktor
            diskonto (discount factor) yang diperoleh dari tingkat diskonto sesuai dengan
            periode proyeksinya. Jika yang didiskonto adalah arus kas bersih untuk ekuitas,
            maka nilai kini (present value) dari keseluruhan pendapatan di masa mendatang
            tersebut merupakan nilai ekuitas, sedangkan jika yang didiskonto adalah arus kas
            bersih untuk kapital, jumlah nilai kini tersebut merupakan nilai perusahaan
            (corporate value), yang masih harus dikurangi dengan nilai liabilitas untuk
            mendapatkan nilai ekuitas.

VIII.B.     Metode Penilaian yang Digunakan

            Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis
            internal akan berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis
            historis atas laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi komprehensif CIS,
            pengkajian atas kondisi operasi dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki
            CIS. Prospek CIS di masa yang akan datang kami evaluasi berdasarkan rencana
            usaha yang diberikan oleh manajemen yang telah kami kaji kewajaran dan
            konsistensinya. Analisis eksternal didasarkan pada kajian singkat terhadap
            faktor-faktor eksternal yang dipertimbangkan sebagai penggerak nilai (value
            drivers) termasuk juga kajian singkat atas prospek dari industri yang bersangkutan.

            Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar
            suatu “business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi
            keuangan dan laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya
            diperlukan penyesuaian terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan
            normalisasi keuntungan laporan laba rugi komprehensif yang biasanya disusun
            oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun nilai buku suatu
            perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan laba
            rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis
            yang dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian
            tersebut.




                                              62
Page 184
          Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
          penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method).

          Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari
          semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai
          pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai
          pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan
          kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai pasar seluruh aset
          (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai pasar liabilitas.

          Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai
          untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak
          manajemen Perseroan dan CIS. Tidak tertutup kemungkinan untuk
          diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat memberikan
          hasil yang berbeda.

VIII.C.   Premis Penilaian

          Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis
          penilaian bahwa CIS adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.

VIII.D.   Aplikasi Diskon dan Premi

          Diskon dan premi merupakan hal-hal yang tak terpisahkan dari proses penilaian
          perusahaan tertutup. Diskon dan premi terkait dengan ada/tidaknya tingkat kendali
          serta tingkat kemampuan untuk dipasarkan dari saham yang dinilai. Diskon adalah
          potongan yang diberikan kepada suatu indikasi nilai dari business interest atau
          saham yang berhasil diperkirakan. Pemberian diskon terkait dengan tidak adanya
          unsur kendali dalam saham yang dinilai dan disebut dengan Discount for Lack of
          Control – DLOC (Diskon Tanpa Pengendalian). Diskon juga terkait dengan tingkat
          kesulitan saham tersebut untuk dikonversi secara cepat menjadi uang tunai yang
          disebut dengan Discount for Lack of Marketabilities – DLOM (Diskon Likuiditas
          Pasar). Sedangkan, premi adalah tambahan nilai yang diberikan kepada indikasi
          nilai yang berhasil diperoleh dalam proses penilaian. Pemberian premi terkait
          dengan adanya unsur kendali dalam saham perusahaan yang dinilai dan disebut
          dengan Premium for Control (Premi Pengendalian).

VIII.E.   Prosedur Penilaian

          Berdasarkan pendekatan dan metode penilaian yang telah dipilih untuk
          menentukan indikasi nilai pasar Objek Penilaian, kami telah melakukan langkah-
          langkah sebagai berikut:

          1. Melakukan tinjauan atas faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi
             operasi CIS.
          2. Melakukan tinjauan atas laporan keuangan historis dari CIS.
          3. Melakukan penelaahan atas data operasional CIS.
          4. Melakukan penilaian Objek Penilaian dengan mengaplikasikan metode
             penyesuaian aset bersih dengan pendekatan aset.


                                           63
Page 185
VIII.F.   Independensi Penilai

          Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa
          adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan CIS
          ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan CIS. KR juga tidak
          memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
          Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan
          atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali
          tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis penilaian ini dan
          KR     hanya    menerima      imbalan     sesuai    dengan    surat     penugasan
          No. KR/230412-001 tanggal 12 April 2023 yang telah disetujui oleh manajemen
          Perseroan.




                                            64
Page 186
IX.     PENILAIAN

        Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode penilaian yang digunakan
        untuk menilai Objek Penilaian adalah metode penyesuaian aset bersih.

IX.A.   Premi Pengendalian (Premium for Control), Diskon Tanpa Pengendalian
        (Discount for Lack of Control), dan Diskon Likuiditas Pasar (Discount for
        Lack of Marketabilities)

        Berdasarkan POJK 35/2020, premi pengendalian didefinisikan sebagai “suatu
        jumlah atau persentase tertentu yang merupakan penambah dari nilai suatu
        ekuitas sebagai cerminan dari tingkat pengendalian atas objek penilaian”.

        Berdasarkan POJK 35/2020, diskon tanpa pengendalian didefinisikan sebagai
        “suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan pengurang dari nilai suatu
        ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya tingkat pengendalian atas objek
        penilaian”.

        Premi pengendalian dan diskon tanpa pengendalian mencerminkan penambahan
        terhadap nilai dari penyertaan minoritas atau pengurangan terhadap nilai dari
        penyertaan mayoritas dalam entitas anak yang dinilai sebagai pengaruh dari
        ketiadaan pengendalian dari pemilik yang berada dalam posisi minoritas atau
        dibatasi pengendaliannya.

        Pengurangan diperhitungkan karena pemilik yang dalam kondisi tidak memiliki
        kemampuan untuk mengendalikan akan memperoleh manfaat yang berbeda dari
        pemilik yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan karena adanya
        keleluasaan dari pemilik yang mengendalikan untuk mengoptimalkan manfaat
        dengan:

           Menentukan arah perkembangan jangka panjang perusahaan.
           Memilih pengurus inti perusahaan.
           Menentukan hak dan fasilitas untuk pengurus inti.
           Menentukan kebijakan investasi.
           Menentukan dengan pihak mana kegiatan usaha akan dilakukan.
           Menentukan besarnya dividen yang akan dibayarkan.
           Menolak usulan-usulan di atas yang berasal dari pemegang saham minoritas.




                                         65
Page 187
        Berdasarkan Peraturan POJK 35/2020, diskon likuiditas pasar didefinisikan
        sebagai “suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan pengurang dari
        nilai suatu ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya likuiditas objek penilaian”.

        Diskon likuiditas pasar mencerminkan pengurangan terhadap nilai dari
        perusahaan yang dinilai sebagai pengaruh dari tidak likuidnya saham perusahaan
        tersebut untuk diperdagangkan.

        Untuk penilaian atas CIS, sesuai dengan tujuan penilaian yang dilakukan, yaitu
        untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang nilai pasar dari
        Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau
        ekuivalensinya pada tanggal 30 Juni 2023, oleh karena itu atas indikasi nilai yang
        dihasilkan, dilakukan atau diaplikasikan penyesuaian terhadap kondisi
        ketidakmampuan untuk dipasarkan dengan cepat (diskon likuiditas pasar),
        dikenakan diskon sebesar 40,00%, dengan pertimbangan sebagai berikut:

           Berdasarkan POJK 35/2020, diskon likuiditas pasar untuk perusahaan tertutup
            bagi pemegang saham mayoritas adalah antara 20,00% - 40,00%.
           CIS merupakan perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
            (privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
            Indonesia.

IX.B.   Nilai Pasar 100,00% Saham CIS Berdasarkan Metode Penyesuaian Aset
        Bersih

        Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode yang digunakan untuk
        menentukan nilai pasar 100,00% saham CIS adalah metode penyesuaian aset
        bersih. Metode ini merupakan metode penilaian yang didasarkan pada pendekatan
        aset. Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan liabilitas harus
        disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang
        telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank).

        Pada penilaian ini, kami melakukan penilaian berdasarkan nilai pasar persediaan
        yang telah dinilai oleh KJPP SRR sebagaimana tertuang dalam laporannya
        No. 00362/2.0059-02/PI/03/0242/1/VIII/2023 tanggal 7 Agustus 2023, dimana nilai
        pasar atas persediaan pada tanggal 30 Juni 2023 adalah sebesar
        Rp 2.196,30 miliar.

        Apabila nilai pasar atas persediaan tersebut direfleksikan dalam laporan posisi
        keuangan, maka jumlah aset CIS adalah sebesar Rp 4.278,96, sedangkan jumlah
        liabilitas CIS adalah tetap, yaitu sebesar Rp 4.264,05 miliar.

        Indikasi nilai pasar 100,00% saham CIS kemudian diperoleh dengan menghitung
        selisih antara nilai seluruh aset dan liabilitas. Dengan demikian, indikasi nilai pasar
        100,00% saham CIS sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
        Rp 14,91 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 40,00%, maka nilai pasar
        100,00% saham CIS adalah sebesar Rp 8,95 miliar. Dengan demikian, nilai pasar
        100,00% saham CIS berdasarkan metode penyesuaian aset bersih adalah
        sebesar Rp 8,95 miliar.


                                            66
Page 188
Perincian perhitungan nilai pasar 100,00% saham CIS dengan menggunakan
metode penyesuaian aset bersih adalah sebagai berikut:

Tabel 25
PT Cahaya Inti Sentosa                                                                                    Lampiran A
Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 30 Juni 2023

                                                                                              (Dalam jutaan Rupiah)

                        Keterangan                                   30/06/23        Penyesuaian       Nilai Pasar

ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                                       208.465                   -         208.465
Piutang lain-lain                                                      1.666.173                   -       1.666.173
Uang muka                                                                  9.824                   -           9.824
Pajak dibayar di muka                                                    198.093                   -         198.093
Jumlah Aset Lancar                                                     2.082.554                   -       2.082.554
ASET TIDAK LANCAR
Persediaan                                                             2.178.694           17.605          2.196.298
Aset tetap                                                                   107                -                107
Jumlah Aset Tidak Lancar                                               2.178.800           17.605          2.196.405
JUMLAH ASET                                                            4.261.354           17.605          4.278.959
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                                               28.035                   -         28.035
Utang lain-lain:
  Pihak berelasi                                                       4.145.206                   -       4.145.206
  Pihak ketiga                                                               526                   -             526
Biaya yang masih harus dibayar                                            12.403                   -          12.403
Utang pajak                                                                1.003                   -           1.003
Bagian jangka pendek dari liabilitas jangka panjang:
  Liabilitas imbalan kerja                                                      72                 -             72
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                        4.187.245                   -       4.187.245
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Uang muka penjualan                                                       76.617                   -         76.617
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian
  jangka pendek:
  Liabilitas imbalan kerja                                                  185                    -            185
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                          76.802                   -         76.802
JUMLAH LIABILITAS                                                      4.264.047                   -       4.264.047
EKUITAS                                                                   (2.693)          17.605            14.912
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                          4.261.354           17.605          4.278.959

Indikasi nilai pasar 100,00% saham sebelum diskon likuiditas pasar                                           14.912
Diskon likuiditas pasar (40,00%)                                                                             (5.965)
Nilai pasar 100,00% saham                                                                                     8.947




                                                   67
Page 189
IX.C.   Kesimpulan Penilaian

        Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima
        dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang mempengaruhi
        penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal
        30 Juni 2023 adalah sebesar Rp 8,95 miliar.




                                         68
Page 190
PT Cahaya Inti Sentosa                                                                                   Lampiran A
Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 30 Juni 2023

                                                                                              (Dalam jutaan Rupiah)

                        Keterangan                                   30/06/23        Penyesuaian       Nilai Pasar

ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                                       208.465                   -         208.465
Piutang lain-lain                                                      1.666.173                   -       1.666.173
Uang muka                                                                  9.824                   -           9.824
Pajak dibayar di muka                                                    198.093                   -         198.093
Jumlah Aset Lancar                                                     2.082.554                   -       2.082.554
ASET TIDAK LANCAR
Persediaan                                                             2.178.694           17.605          2.196.298
Aset tetap                                                                   107                -                107
Jumlah Aset Tidak Lancar                                               2.178.800           17.605          2.196.405
JUMLAH ASET                                                            4.261.354           17.605          4.278.959
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                                               28.035                   -         28.035
Utang lain-lain:
  Pihak berelasi                                                       4.145.206                   -       4.145.206
  Pihak ketiga                                                               526                   -             526
Biaya yang masih harus dibayar                                            12.403                   -          12.403
Utang pajak                                                                1.003                   -           1.003
Bagian jangka pendek dari liabilitas jangka panjang:
  Liabilitas imbalan kerja                                                      72                 -             72
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                        4.187.245                   -       4.187.245
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Uang muka penjualan                                                       76.617                   -         76.617
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian
  jangka pendek:
  Liabilitas imbalan kerja                                                  185                    -            185
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                          76.802                   -         76.802
JUMLAH LIABILITAS                                                      4.264.047                   -       4.264.047
EKUITAS                                                                   (2.693)          17.605            14.912
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                          4.261.354           17.605          4.278.959

Indikasi nilai pasar 100,00% saham sebelum diskon likuiditas pasar                                           14.912
Diskon likuiditas pasar (40,00%)                                                                             (5.965)
Nilai pasar 100,00% saham                                                                                     8.947




                                                         69
Page 191
Kusnanto & rekan
 Independent Business Appraisers
License : 2.19.0162
Indonesia
Page 192
No. : 00098/2.0162-00/BS/1/0153/1/VIII/2023                                 7 Agustus 2023



Kepada Yth.

PT PANTAI INDAH KAPUK DUA TBK
Office Tower Agung Sedayu Group Lt. 8 dan 10
Jl. Marina Raya, Kamal Muara, Penjaringan
Jakarta Utara 14470

U.p. : Direksi

Hal : Ringkasan Penilaian 100,00% Saham PT Jaya Indah Sentosa


Dengan hormat,

Kantor Jasa Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya
disebut “KR” atau “kami”) mendapat penugasan dari manajemen PT Pantai Indah Kapuk Dua
Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) untuk memberikan pendapat sebagai penilai
independen atas nilai pasar 100,00% saham PT Jaya Indah Sentosa (selanjutnya disebut
“JIS”). Penugasan kami tersebut sesuai dengan surat penugasan No. KR/230412-001 tanggal
12 April 2023 telah disetujui oleh manajemen Perseroan.

Selanjutnya, kami sebagai KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan
No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar
modal di Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya disebut “OJK”) dengan Surat Tanda Terdaftar
Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK No. STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023 (penilai bisnis),
menyatakan bahwa kami telah meneliti dan menilai nilai pasar 100,00% saham JIS
(selanjutnya disebut “Objek Penilaian”) dengan tujuan untuk mengungkapkan pendapat
mengenai nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 30 Juni 2023.


ALASAN DAN LATAR BELAKANG RENCANA PENYERTAAN SAHAM

Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka
(publicly-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang
lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang perindustrian, aktivitas
perusahaan holding dan konsultasi manajemen. Perseroan dan entitas anaknya bergerak
dalam beberapa bidang usaha yang meliputi industri macam-macam wadah dari logam
berupa kaleng kemas, pengolahan hasil perikanan dan real estat. Perseroan berdomisili di
Jalan Marina Raya, Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara 14470, dengan nomor telepon:
(021) 2941 7685 dan email: corporate.secretary@agungsedayu.com.
Page 193
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
30 Juni 2023, Perseroan memiliki penyertaan saham pada beberapa entitas anak baik
langsung maupun tidak langsung dengan rincian sebagai berikut:


                                                      Perseroan


                                  99,00%                                                   51,00%
                        PT Panorama Eka
                                                                              PT Bangun Kosambi
                          Tunggal (PET)
                                                                                  Sukses (BKS)
                             BKS 1,00%
              51,00%              57,00%                     51,00%                        99,60%                        40,00%
                                                  PT Cahaya Gemilang
   PT Mega Andalan     PT Cahaya Kencana                                        PT Agung Surya               PT Fin Centerindo
                                                   Indah Cemerlang
       Sukses (MAS)         Indah (CKI)                                        Gemerlap (ASGE)                    Satu (FCS)
                                                        (CGIC)



PET, BKS, MAS, CKI, CGIC, ASGE, dan FCS selanjutnya secara bersama-sama disebut
“Entitas Anak Perseroan”.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, ruang lingkup kegiatan
usaha dan status Entitas Anak Perseroan adalah sebagai berikut:

 No.     Keterangan    Status         Domisili                                       Kegiatan Usaha

   1   PET             Tertutup       Indonesia       Aktivitas manajemen konsultasi lainnya dan real estat yang dimiliki sendiri atau
                                                     disewa mencakup usaha pembelian, penjualan, persewaan, dan pengoperasian
                                                     real estat baik yang dimiliki sendiri maupun disewa.
   2   BKS             Tertutup       Indonesia       Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                     penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                     maupun disewa.
   3   MAS             Tertutup       Indonesia       Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                     penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                     maupun disewa.
   4   CKI             Tertutup       Indonesia       Real estat.
   5   CGIC            Tertutup       Indonesia       Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                     penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                     maupun disewa.
   6   ASGE            Tertutup       Indonesia       Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                     penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                     maupun disewa.
   7   FCS             Tertutup       Indonesia       Jasa, real estat dan pembangunan (kontraktor).



Industri properti di Indonesia pada tahun 2023 mengalami peningkatan sejalan dengan
pertumbuhan positif ekonomi Indonesia setelah mengalami resesi akibat dampak pandemi
wabah Covid-19. Pemulihan ekonomi Indonesia tersebut dan peningkatan daya beli
konsumen dinilai merupakan faktor yang mendorong stabilitas indutri properti. Sebagai salah
satu industri yang memberikan kontribusi pertumbuhan industri nasional, dengan keunggulan
populasi yang dimiliki Indonesia yang didukung transformasi digitalisasi, industri properti terus
memacu pembangunan infrakstruktur untuk lebih berkualitas sehingga dapat meningkatkan
prospek pertumbuhan kinerjanya. Manajemen Perseroan memandang pertumbuhan industri
properti memiliki potensi untuk dapat berkembang yang didukung oleh pertumbuhan ekonomi
maupun sosial, meningkatnya populasi, dan meningkatnya daya beli masyarakat.
Dengan demikian Perseroan merencanakan untuk melakukan beberapa rencana aksi
korporasi dengan rincian sebagai berikut:



                                                            ii
Page 194
   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan modal
    ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh BMW melalui rencana peningkatan modal
    dasar BMW terlebih dahulu (selanjutnya disebut “Rencana Penyertaan Saham BMW”);

   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan modal
    ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Cahaya Inti Sentosa (selanjutnya disebut
    “CIS”) melalui rencana peningkatan modal dasar CIS terlebih dahulu (selanjutnya disebut
    “Rencana Penyertaan Saham CIS”);

   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan modal
    ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh JIS melalui rencana peningkatan modal
    dasar JIS terlebih dahulu (selanjutnya disebut “Rencana Penyertaan Saham JIS”);

   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan modal
    ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Kemilau Karya Utama
    (selanjutnya disebut “KKU”) dengan menerbitkan saham seri B yang memiliki seluruh hak
    yang sama dengan saham yang diterbitkan oleh KKU, yang selanjutnya akan menjadi
    saham seri A, kecuali perbedaan harga nominal per lembar saham untuk saham seri A
    dan saham seri B tersebut, melalui rencana peningkatan modal dasar KKU terlebih dahulu
    (selanjutnya disebut “Rencana Penyertaan Saham KKU”);

   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan modal
    ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Karunia Utama Selaras
    (selanjutnya disebut “KUS”) melalui rencana peningkatan modal dasar KUS terlebih
    dahulu (selanjutnya disebut “Rencana Penyertaan Saham KUS”);

   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan modal
    ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Sumber Cipta Utama
    (selanjutnya disebut “SCU”) melalui rencana peningkatan modal dasar SCU terlebih
    dahulu (selanjutnya disebut “Rencana Penyertaan Saham SCU”); dan

   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan modal
    ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Sharindo Matratama
    (selanjutnya disebut “SHM”) dengan menerbitkan saham seri B yang memiliki seluruh hak
    yang sama dengan saham yang diterbitkan oleh SHM, yang selanjutnya akan menjadi
    saham seri A, kecuali perbedaan harga nominal per lembar saham untuk saham seri A
    dan saham seri B tersebut, melalui rencana peningkatan modal dasar SHM terlebih dahulu
    (selanjutnya disebut “Rencana Penyertaan Saham SHM”).

Rencana Penyertaan Saham BMW, Rencana Penyertaan Saham CIS, Rencana Penyertaan
Saham JIS, Rencana Penyertaan Saham KKU, Rencana Penyertaan Saham KUS, Rencana
Penyertaan Saham SCU, dan Rencana Penyertaan Saham SHM selanjutnya secara
bersama-sama disebut “Rencana Penyertaan Saham”.




                                            iii
Page 195
Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada
tanggal 30 Juni 2023, ruang lingkup kegiatan usaha dan status perusahaan-perusahaan
dalam Rencana Penyertaan Saham adalah sebagai berikut:

 No.    Keterangan   Status     Domisili                                   Kegiatan Usaha

   1   BMW           Tertutup   Indonesia    Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa dan kawasan industri.
   2   CIS           Tertutup   Indonesia    Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                            penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                            maupun disewa.
   3   JIS           Tertutup   Indonesia    Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                            penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                            maupun disewa.
   4   KKU           Tertutup   Indonesia    Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa.
   5   KUS           Tertutup   Indonesia    Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                            penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                            maupun disewa.
   6   SCU           Tertutup   Indonesia    Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                            penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                            maupun disewa.
   7   SHM           Tertutup   Indonesia    Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                            penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                            maupun disewa.



Sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham, Perseroan merencanakan untuk
melakukan penawaran umum terbatas dengan hak memesan efek terlebih dahulu atas saham
dalam portepel Perseroan sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
No. 14/POJK.04/2019 tanggal 30 April 2019 tentang “Perubahan atas Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan Nomor 32/POJK.04/2015 tentang Penambahan Modal Perusahaan Terbuka
Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu” (selanjutnya disebut “POJK
14/2019”), dimana dalam rangka penyelesaian Rencana Penyertaan Saham, Perseroan
merencanakan untuk menggunakan dana hasil penawaran umum terbatas dengan hak
memesan efek terlebih dahulu atas saham portepel Perseroan (selanjutnya disebut “Rencana
PMDHMETD”).

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana Penyertaan
Saham dan Rencana PMDHMETD merupakan satu kesatuan transaksi yang tidak dapat
dipisahkan satu dengan yang lainnya dan selanjutnya secara bersama-sama disebut
“Rencana Transaksi”.

Sebelumnya, Perseroan telah melakukan penambahan kegiatan usaha dan mengembangkan
bisnis pada bidang real estat dengan melakukan akuisisi sebesar 51,00% saham pada BKS.
Selanjutnya, Perseroan melalui BKS telah melakukan akuisisi sebesar 51,00% saham
masing-masing pada MAS dan CGIC. Ruang lingkup kegiatan usaha BKS, MAS, dan CGIC
adalah bergerak pada bidang real estat dan memiliki lahan yang seluruhnya berada di
Kabupaten Tangerang dan ketiganya merupakan pengembang kawasan PIK 2. Berdasarkan
keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, saat ini, sebagian besar pendapatan
Perseroan berasal dari real estat.




                                                  iv
Page 196
Kawasan PIK 2 merupakan kota mandiri dengan konsep smart city yang dikembangkan oleh
Agung Sedayu dan Grup Salim, dengan lokasi yang terbentang pada lahan seluas lebih dari
6.000 hektar di bagian barat hingga bagian utara Jakarta. Disebut sebagai “the new Jakarta
City”, kawasan PIK 2 menghadirkan beberapa mega proyek seperti mal
(Sedayu Watertown Mall), kawasan bisnis (Islamic Financial Center), pusat olahraga, hunian,
destinasi kuliner, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya (RS Hermina, Tzu Chi
International School, berbagai tempat ibadah). Selanjutnya, pada kawasan PIK 2 juga
direncanakan akan dibangun berbagai fasilitas dan destinasi wisata unik seperti beach club,
Aloha Pasir Putih, Ginza Beach Walk sampai Community Park (event space), yang secara
efektif dapat menjadi daya tarik keramaian konsumen dan pada akhirnya dapat meningkatkan
permintaan properti PIK 2, terutama untuk hunian dan kaveling komersial. Selain itu, dengan
adanya proyek infrastruktur seperti pembangunan tol baru yang menghubungkan kawasan
PIK 2 dengan jalur tol lingkar luar Jakarta ke depannya dapat mempermudah akses ke
kawasan.

Sejalan dengan strategi bisnis Perseroan, Perseroan terus berupaya untuk menerapkan fokus
pada perluasan skala proyek Perseroan pada kawasan PIK 2 dengan merencanakan
pertumbuhan secara anorganik melalui Rencana Penyertaan Saham. Mengingat bahwa
Rencana Penyertaan Saham pada perusahaan-perusahaan tersebut merupakan salah satu
rencana pengembang kawasan PIK 2 yang memiliki proyek di kawasan yang sama dengan
lokasi proyek Perseroan di masa yang akan datang.

Dengan melakukan Rencana Penyertaan Saham, Perseroan senantiasa mencari peluang
bisnis potensial yang dapat memaksimalkan nilai investasi Perseroan di masa yang akan
datang. Perseroan memandang bahwa industri properti memiliki potensi yang dapat
berdampak positif bagi pengembangan bisnis Perseroan dan menciptakan sinergi bisnis yang
optimal khususnya pada pengembangan kawasan PIK 2 sehingga Perseroan dapat
mengambil seluruh potensi keuntungan yang dihasilkan di masa yang akan datang sehingga
pada akhirnya hal tersebut dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan
dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham Perseroan.

Sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham tersebut, Perseroan merencanakan untuk
melakukan Rencana PMDHMETD sesuai dengan POJK 14/2019, dimana dalam rangka
penyelesaian Rencana Penyertaan Saham, Perseroan merencanakan untuk menggunakan
dana hasil penawaran umum terbatas dengan hak memesan efek terlebih dahulu atas saham
portepel Perseroan sehingga Perseroan dapat mengembangkan portofolio bisnis Perseroan
khususnya pada bidang industri properti.

Setelah Rencana Transaksi telah menjadi efektif, Perseroan berharap dapat
mengembangkan seluruh proyek-proyek Perseroan dengan terciptanya sinergi antar
masing-masing kawasan yang tergabung dalam satu kawasan PIK 2 secara maksimal dimana
setiap masing-masing portofolio bisnis industri properti yang dimiliki oleh Perseroan dapat
memberikan nilai tambah bagi kinerja keuangan konsolidasian Perseroan.




                                            v
Page 197
Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

   Sejalan dengan strategi bisnis Perseroan, Perseroan terus berupaya untuk menerapkan
    fokus pada perluasan skala proyek Perseroan pada kawasan PIK 2 dengan
    merencanakan pertumbuhan secara anorganik melalui Rencana Penyertaan Saham.
    Mengingat bahwa Rencana Penyertaan Saham pada perusahaan-perusahaan tersebut
    merupakan salah satu rencana pengembang kawasan PIK 2 yang memiliki proyek di
    kawasan yang sama dengan lokasi proyek Perseroan di masa yang akan datang.

   Dengan melakukan Rencana Penyertaan Saham, Perseroan senantiasa mencari peluang
    bisnis potensial yang dapat memaksimalkan nilai investasi Perseroan di masa yang akan
    datang. Perseroan memandang bahwa industri properti memiliki potensi yang dapat
    berdampak positif bagi pengembangan bisnis Perseroan dan menciptakan sinergi bisnis
    yang optimal khususnya pada pengembangan kawasan PIK 2 sehingga Perseroan dapat
    mengambil seluruh potensi keuntungan yang dihasilkan di masa yang akan datang
    sehingga pada akhirnya hal tersebut dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian
    Perseroan dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham Perseroan.

   Setelah Rencana Transaksi telah menjadi efektif, Perseroan berharap dapat
    mengembangkan seluruh proyek-proyek Perseroan dengan terciptanya sinergi antar
    masing-masing kawasan yang tergabung dalam satu kawasan PIK 2 secara maksimal
    dimana setiap masing-masing portofolio bisnis industri properti yang dimiliki oleh
    Perseroan dapat memberikan nilai tambah bagi kinerja keuangan konsolidasian
    Perseroan.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, mengingat bahwa
terdapat kesamaan pengurus dan pengendalian Perseroan, BMW, CIS, JIS, KKU, KUS, SCU,
dan SHM, maka Rencana Penyertaan Saham merupakan transaksi afiliasi, sehingga
Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang
“Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan” (selanjutnya disebut
“POJK 42/2020”).

Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
Rencana Penyertaan Saham tersebut merupakan transaksi material, sehingga Perseroan
harus memenuhi Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang
“Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha” (selanjutnya disebut “POJK 17/2020”).

Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi dan transaksi material,
POJK 42/2020 dan POJK 17/2020 mensyaratkan adanya laporan penilaian saham atas
transaksi tersebut, yang disiapkan oleh penilai independen.

Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Penyertaan Saham tersebut, maka
Perseroan menunjuk penilai independen, KR untuk melakukan penilaian atas Objek Penilaian.

Mengingat JIS adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat diperjualbelikan di
pasar modal, maka saham JIS bersifat tidak likuid.




                                           vi
Page 198
PREMIS PENILAIAN

Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis penilaian
bahwa JIS adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.


TUJUAN DAN MAKSUD PENILAIAN

Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang nilai
pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau ekuivalensinya
pada tanggal 30 Juni 2023.

Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari
Objek Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan pertimbangan oleh
manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana Penyertaan Saham serta untuk
memenuhi POJK 42/2020 dan POJK 17/2020.

Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan OJK
No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”) serta Standar Penilaian
Indonesia (selanjutnya disebut “SPI”) 2018.


DEFINISI NILAI YANG DIGUNAKAN

Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka, maka
dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.

Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk digunakan dalam
penilaian ini adalah nilai pasar, dimana berdasarkan POJK 35/2020, nilai pasar didefinisikan
sebagai “estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau
liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang
berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara
layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang
dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.


INDEPENDENSI PENILAI

Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa adanya
benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan JIS ataupun pihak-pihak
yang terafiliasi dengan Perseroan dan JIS. KR juga tidak memiliki kepentingan ataupun
keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak
dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami
terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis
penilaian ini dan KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan
No. KR/230412-001 tanggal 12 April 2023 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.




                                            vii
Page 199
TANGGAL EFEKTIF PENILAIAN

Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal 30 Juni 2023.
Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian serta dari data
keuangan JIS yang kami terima. Data keuangan tersebut berupa laporan keuangan JIS untuk
periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 yang menjadi dasar penilaian
ini.


JENIS LAPORAN

Jenis laporan penilaian 100,00% saham PT Jaya Indah Sentosa ini merupakan laporan terinci.


KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL PENILAIAN (SUBSEQUENT EVENTS)

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal penilaian,
yaitu tanggal 30 Juni 2023, sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian 100,00%
saham PT Jaya Indah Sentosa tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal penilaian
(subsequent events) yang secara signifikan dapat mempengaruhi penilaian nilai pasar Objek
Penilaian.


DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN

Dalam melakukan penilaian untuk memperkirakan nilai pasar Objek Penilaian, kami telah
menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan
informasi sebagai berikut:

1. Laporan keuangan JIS untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
   30 Juni 2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (selanjutnya disebut “KAP”)
   Suharli, Sugiharto & Rekan (selanjutnya disebut “SSR”) sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00333/2.1315/AU.1/03/1415-3/1/VII/2023 tanggal 31 Juli 2023 dengan
   pendapat wajar tanpa pengecualian;

2. Laporan keuangan JIS untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang
   telah diaudit oleh KAP SSR sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00326/2.1315/AU.1/03/1415-2/1/VII/2023 tanggal 31 Juli 2023 dengan pendapat
   wajar tanpa pengecualian;

3. Laporan    keuangan     JIS    untuk  tahun    yang     berakhir  pada     tanggal
   31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP SSR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00318/2.1315/AU.1/03/1415-1/1/VII/2023 tanggal 31 Juli 2023 dengan
   pendapat wajar tanpa pengecualian;

4. Laporan keuangan JIS untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020;

5. Laporan keuangan JIS untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019;




                                            viii
Page 200
6. Laporan keuangan JIS untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018;

7. Laporan penilaian properti JIS per 30 Juni 2023 yang disusun oleh KJPP Suwendho
   Rinaldy & Rekan sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00363/2.0059-
   02/PI/03/0242/1/VIII/2023 tanggal 7 Agustus 2023;

8. Anggaran dasar JIS yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta Notaris No. 16
   tanggal 1 Oktober 2019 yang dibuat oleh Edison Jingga S.H., M.H., mengenai perubahan
   tempat kedudukan JIS;

9. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Sugianto Kusuma dengan
   posisi sebagai Preseiden Direktur, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal lain yang
   terkait dengan Rencana Transaksi;

10. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan JIS serta pihak-pihak lain yang
    relevan untuk penugasan;

11. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

12. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain website
    Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

13. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

14. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Transaksi; dan

15. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan hasil
    analisis lain yang kami anggap relevan.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan dan
kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan
kepada kami oleh Perseroan dan JIS atau yang tersedia secara umum dan kami tidak
bertanggung jawab atas kebenaran informasi-informasi tersebut.

Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari JIS. Jasa-jasa yang kami
berikan kepada Perseroan hanya merupakan penilaian atas Objek Penilaian dan bukan
jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian
tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu
penelaahan atau audit, atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi
keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan
kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan
keuangan, atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak
mencoba mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya yang dilakukan Perseroan.




                                             ix
Page 201
KONDISI PEMBATAS DAN ASUMSI-ASUMSI POKOK

Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan
keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan tanggal
penerbitan laporan penilaian ini.

Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode penyesuaian aset bersih
didasarkan pada laporan keuangan JIS yang telah diaudit. Kami telah melakukan
penyesuaian atas laporan keuangan tersebut agar dapat mencerminkan nilai pasarnya. Kami
bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian berdasarkan kinerja historis JIS dan informasi
manajemen JIS terhadap laporan keuangan JIS tersebut. Kami juga bertanggung jawab atas
laporan penilaian JIS dan kesimpulan nilai akhir.

Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi dan
kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penilaian sampai
dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian. Kami
tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan
(update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta peristiwa-
peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain
yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan JIS atau yang tersedia secara umum yang
pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung
jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut.
Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan dan JIS bahwa mereka
tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada
kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat
mempengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggung jawab atas
perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya,
ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi sehingga
data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan/atau dapat disalahartikan.

Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang
mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan mengubah
hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data
yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa perbedaan yang
terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini telah dilaksanakan
dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami tidak dapat menerima tanggung
jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya
analisis tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan analisis
transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai dasar penilaian.
Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer opinion dan merupakan laporan
yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat
mempengaruhi operasional Perseroan dan JIS.


                                            x
Page 202
Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan dan tidak
dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan
prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat
dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan
atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum. Selanjutnya, kami
juga telah memperoleh informasi atas status hukum JIS berdasarkan anggaran dasar JIS.


TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI

Dalam menyusun laporan penilaian Objek Penilaian, KR diberikan kesempatan untuk
melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan laporan penilaian Objek Penilaian.


PENDEKATAN PENILAIAN YANG DIGUNAKAN

Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis internal
akan berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis historis atas laporan
posisi keuangan, dan laporan laba rugi komprehensif JIS, pengkajian atas kondisi operasi dan
manajemen serta sumber daya yang dimiliki JIS. Prospek JIS di masa yang akan datang kami
evaluasi berdasarkan rencana usaha yang telah kami kaji kewajaran dan konsistensinya.
Analisis eksternal didasarkan pada kajian singkat terhadap faktor-faktor eksternal yang
dipertimbangkan sebagai penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian singkat atas
prospek dari industri yang bersangkutan.

Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar suatu
“business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi keuangan dan
laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya diperlukan penyesuaian
terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan normalisasi keuntungan laporan laba rugi
komprehensif yang biasanya disusun oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun
nilai buku suatu perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan
laba rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis yang
dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian tersebut.




                                             xi
Page 203
METODE PENILAIAN YANG DIGUNAKAN

Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method).

Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari semua
komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk
komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang
bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh dengan menghitung selisih
antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai pasar liabilitas.

Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen Perseroan dan
JIS. Tidak tertutup kemungkinan untuk diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian
lain yang dapat memberikan hasil yang berbeda.


RINGKASAN HASIL PENILAIAN

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, ringkasan hasil penilaian kami adalah sebagai
berikut:

Berdasarkan metode penyesuaian aset bersih, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
100,00% saham JIS sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar Rp 172,35 miliar. Dengan
diskon likuiditas pasar sebesar 40,00%, maka indikasi nilai pasar 100,00% saham JIS adalah
sebesar Rp 103,41 miliar. Dengan demikian, nilai pasar 100,00% saham JIS berdasarkan
metode penyesuaian aset bersih adalah sebesar Rp 103,41 miliar.


KESIMPULAN PENILAIAN

Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima dan dengan
mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang mempengaruhi penilaian, maka menurut
pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 30 Juni 2023 adalah sebesar
Rp 103,41 miliar.

Nilai pasar Objek Penilaian tersebut kami tentukan berdasarkan data dan informasi yang kami
peroleh dari pihak manajemen Perseroan dan JIS serta pihak-pihak lain yang relevan dengan
penilaian. Kami menganggap bahwa semua informasi tersebut adalah benar dan bahwa tidak
ada keadaan atau hal-hal yang tidak terungkap yang akan mempengaruhi nilai pasar tersebut
secara material.

Kami tidak melakukan penyelidikan dan juga bukan merupakan tanggung jawab kami
kemungkinan terjadinya masalah yang berkaitan dengan status hukum kepemilikan,
kewajiban utang dan/atau sengketa atas JIS. Kami tegaskan pula bahwa kami tidak
memperoleh manfaat atau keuntungan apapun baik saat ini maupun di masa mendatang dan
imbalan jasa yang telah disetujui atas penilaian JIS tidak tergantung pada nilai yang
dilaporkan.




                                            xii
Page 204
DISTRIBUSI LAPORAN PENILAIAN

Penilaian ini hanya ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya dengan
Rencana Penyertaan Saham serta tidak dapat digunakan atau dikutip untuk tujuan lain tanpa
adanya izin tertulis dari KR dan/atau tidak untuk digunakan oleh pihak lain.

Penilaian ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
dan keuangan, serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk
menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi
setelah tanggal laporan ini. Walaupun demikian, kami memiliki hak untuk, jika diperlukan,
mengubah atau melengkapi hasil dari laporan ini jika terdapat tambahan informasi yang
relevan setelah tanggal laporan ini yang kami anggap dapat berpengaruh secara signifikan
terhadap hasil penilaian kami. Laporan penilaian ini hanya dipersiapkan untuk dapat
dipergunakan sesuai dengan tujuan yang telah disebutkan di atas dan tidak dapat
dipergunakan untuk tujuan lainnya.

Pendapat yang kami sampaikan di sini harus dipandang sebagai satu kesatuan Bersama
dengan laporan lengkap yang telah kami siapkan. Penggunaan sebagian analisis dan
informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat menyebabkan
pandangan yang menyesatkan.

Penilaian ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan stempel
perusahaan (corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.


Hormat kami,
KJPP KUSNANTO & REKAN




Willy D. Kusnanto
Pimpinan Rekan

Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996




                                            xiii
Page 205
                          ASUMSI DAN SYARAT PEMBATAS


1. KR sama sekali tidak memiliki kepentingan keuangan atau apapun terhadap JIS untuk
   sekarang dan masa yang akan datang.

2. Biaya untuk penilaian ini tidak tergantung pada besarnya nilai yang diperoleh atau yang
   tercantum dalam laporan.

3. Nilai dicantumkan dalam mata uang Rupiah dan/atau ekuivalensinya atas permintaan
   pemberi tugas.

4. Laporan disajikan hanya untuk maksud dan tujuan seperti tertulis di dalam laporan serta
   ditujukan terbatas kepada klien dimaksud.

5. Baik seluruh maupun sebagian dari isi laporan ini tidak diizinkan untuk dipublikasikan
   melalui iklan atau media lainnya tanpa seizin dari KJPP Kusnanto & rekan.

6. Laporan penilaian ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan KR dan sampel
   perusahaan (corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.




                                           xiv
Page 206
                       PERNYATAAN INDEPENDENSI PENILAI


1. KR tidak memiliki benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan perusahaan yang
   dinilai.

2. KR tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan usaha/saham
   perusahaan yang dinilai.

3. KR tidak memiliki pinjaman dengan perusahaan yang dinilai.

4. Laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
   manapun.

5. KR hanya menerima imbalan jasa sesuai dengan surat penugasan KR.


Tim Penilai:



Willy D. Kusnanto                                               .....................................
Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996



Erric Reynaldi                                                  .....................................
No. MAPPI      : 13-P-04625



Andry Steven                                                    .....................................
No. MAPPI    : 14-P-04891



Fergy Merzyana                                                  .....................................
No. MAPPI     : 20-P-10345




                                           xv
Page 207
                                 SURAT PERNYATAAN


Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai penilai, kami yang bertanda tangan di
bawah ini menerangkan bahwa:

1. Pernyataan dalam laporan ini, yang menjadi dasar dari analisis, pendapat, dan kesimpulan
   yang diuraikan di dalamnya adalah benar. Laporan ini menjelaskan semua syarat-syarat
   pembatasan yang mempengaruhi analisis, pendapat, dan kesimpulan yang tertera dalam
   laporan ini dan laporan ini telah disusun sesuai dengan dan tunduk pada
   ketentuan-ketentuan dari Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020
   tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal” dan Standar
   Penilaian Indonesia (SPI) 2018 serta telah dibuat dengan memenuhi Kode Etik Penilai
   Indonesia (KEPI).

2. KR bertanggung jawab atas laporan penilaian.

3. Semua pernyataan dan data yang tercantum dalam laporan adalah benar adanya dan
   sesuai dengan pengetahuan dan itikad baik KR.

4. Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap Objek Penilaian pada tanggal
   penilaian yang ditentukan, yaitu 30 Juni 2023.

5. Penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan
   perundang-undangan yang berlaku.

6. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan penilaian.

7. Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan
   sebagai kesimpulan nilai.

8. KR tidak memiliki kepentingan pribadi atau kecenderungan untuk berpihak berkenaan
   dengan subjek dari laporan ini maupun pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.

9. KR telah memenuhi pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau diselenggarakan
   oleh Asosiasi Penilai yang diakui oleh Pemerintah.

10. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.

11. KR telah memiliki pemahaman mengenai Objek Penilaian yang dinilai.

12. Imbalan jasa yang diterima oleh KR tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari
    proses analisis Objek Penilaian.

13. Analisis dan kesimpulan nilai telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas.




                                            xvi
Page 208
14. Data ekonomi dan industri dalam laporan penilaian ini diperoleh dari berbagai sumber
    yang diyakini KR dapat dipertanggungjawabkan.

15. Tidak seorangpun selain yang disebutkan dalam laporan penilaian ini telah menyediakan
    bantuan profesional dalam menyiapkan laporan penilaian ini.

16. KR telah melakukan inspeksi atas aset tetap yang dimiliki oleh JIS serta telah melakukan
    inspeksi dan wawancara dengan manajemen Perseroan terkait dengan operasional,
    kinerja, dan prospek dari JIS.


Tim Penilai:



Willy D. Kusnanto                                                 .....................................
Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996



Erric Reynaldi                                                    .....................................
No. MAPPI      : 13-P-04625



Andry Steven                                                      .....................................
No. MAPPI    : 14-P-04891



Fergy Merzyana                                                    .....................................
No. MAPPI     : 20-P-10345




                                            xvii
Page 209
                                      DAFTAR ISI

                                                                            HALAMAN

OPINI                                                                              i

ASUMSI DAN SYARAT PEMBATAS                                                      xiv

PERNYATAAN INDEPENDENSI PENILAI                                                  xv

SURAT PERNYATAAN                                                                xvi

DAFTAR ISI                                                                     xviii

DAFTAR TABEL                                                                    xxi

DAFTAR GRAFIK                                                                  xxiv

LAMPIRAN                                                                        xxv

I.      RINGKASAN EKSEKUTIF

        A. Alasan dan Latar Belakang                                             1
        B. Objek serta Tujuan dan Maksud Penilaian                               6
        C. Premis Penilaian                                                      6
        D. Independensi Penilai                                                  7
        E. Tanggal Efektif Penilaian                                             7
        F. Profil PT Jaya Indah Sentosa                                          7
        G. Definisi Nilai yang Digunakan                                         8
        H. Pendekatan Penilaian yang Digunakan                                   9
        I. Metode Penilaian yang Digunakan                                       9
        J. Ringkasan Hasil Penilaian                                            10
        K. Kesimpulan Penilaian                                                 10

II.     DESKRIPSI PENUGASAN

        A. Alasan dan Latar Belakang                                            11
        B. Tujuan dan Maksud Penilaian                                          15
        C. Definisi Nilai yang Digunakan                                        15
        D. Tanggal Efektif Penilaian                                            15
        E. Data dan Informasi yang Digunakan                                    16
        F. Informasi Non-Keuangan                                               18
        G. Jenis Ekuitas                                                        19
        H. Kondisi Pembatas dan Asumsi-Asumsi Pokok                             19
        I. Tingkat Kedalaman Investigasi                                        21
        J. Distribusi Laporan Penilaian                                         21
        K. Jenis Laporan                                                        21
        L. Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events)       21




                                          xviii
Page 210
                                                                        HALAMAN

III.    PENJELASAN SINGKAT MENGENAI OBJEK PENILAIAN

        A. Latar Belakang PT Jaya Indah Sentosa                                 22
        B. Kegiatan Usaha                                                       22
        C. Manajemen                                                            22
        D. Kepemilikan Saham                                                    23
        E. Data Keuangan Historis                                               23

IV.     KONDISI DAN TINJAUAN EKONOMI

        A. Tinjauan Ekonomi Dunia                                               25
        B. Tinjauan Ekonomi Indonesia                                           27
        C. Proyeksi Ekonomi Indonesia                                           28
        D. Tingkat Suku Bunga                                                   28
        E. Inflasi                                                              29
        F. Nilai Tukar Rupiah                                                   30

V.      TINJAUAN INDUSTRI PROPERTI

        A. Tinjauan Industri Properti di Dunia                                  32
        B. Tinjauan Industri Properti di Indonesia                              34

VI.     ANALISIS LAPORAN KEUANGAN HISTORIS

        A. PT Jaya Indah Sentosa                                                40
        B. Analisis atas Common Size PT Jaya Indah Sentosa                      48
        C. Analisis atas Common Size Industri Properti                          50

VII.    ANALISIS RISIKO

        A. Risiko Pendanaan                                                     58
        B. Risiko Kenaikan Harga Bahan Bangunan dan Kelangkaan Bahan Bangunan   58
        C. Risiko Kenaikan Tingkat Suku Bunga                                   58
        D. Risiko Operasional                                                   59
        E. Risiko Bencana Alam                                                  59
        F. Risiko Kebijakan Pemerintah                                          59

VIII.   METODE PENILAIAN

        A. Metode-Metode Penilaian                                              60
        B. Metode Penilaian yang Digunakan                                      61
        C. Premis Penilaian                                                     62
        D. Aplikasi Diskon dan Premi                                            62
        E. Prosedur Penilaian                                                   62
        F. Independensi Penilai                                                 63




                                             xix
Page 211
                                                                               HALAMAN

IX.   PENILAIAN

      A. Premi Pengendalian (Premium for Control), Diskon Tanpa Pengendalian
         (Discount for Lack of Control) dan Diskon Likuiditas Pasar (Discount for
         Lack of Marketabilities)                                                   64
      B. Nilai Pasar 100,00% Saham JIS
         Berdasarkan Metode Penyesuaian Aset Bersih                                 65
      C. Kesimpulan Penilaian                                                       67




                                           xx
Page 212
                                   DAFTAR TABEL

                                                                            HALAMAN

Tabel 1    Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
           PT Jaya Indah Sentosa                                                 8

Tabel 2    Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
           PT Jaya Indah Sentosa                                                23

Tabel 3    Laporan Posisi Keuangan
           PT Jaya Indah Sentosa
           Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 – 2022                         23

Tabel 4    Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
           PT Jaya Indah Sentosa
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2018 – 2022                              24

Tabel 5    Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Dunia                              25

Tabel 6    Pertumbuhan Inflasi                                                  26

Tabel 7    Pertumbuhan Suku Bunga Bank Sentral                                  27

Tabel 8    Kontributor Inflasi Terbesar Berdasarkan Provinsi                    30

Tabel 9    Perubahan Investasi Real Estate Komersial Berdasarkan Wilayah        32

Tabel 10   Proyeksi Harga Rumah di AS berdasarkan Kota pada Tahun 2030          33

Tabel 11   Pertumbuhan Triwulan Indeks Permintaan Properti Komersial
           Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek), Banten,
           Bandung dan Makassar                                                 34

Tabel 12   Pertumbuhan Triwulan Indeks Pasokan Properti Komersial
           Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek), Banten,
           Bandung dan Makassar                                                 35

Tabel 13   Pertumbuhan Triwulan Indeks Harga Properti Komersial
           Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek), Banten,
           Bandung dan Makassar                                                 36

Tabel 14   Laporan Posisi Keuangan
           PT Jaya Indah Sentosa
           Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 – 2022                         40




                                          xxi
Page 213
                                                                        HALAMAN

Tabel 15   Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
           PT Jaya Indah Sentosa
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2018 – 2022                          43

Tabel 16   Laporan Arus Kas
           PT Jaya Indah Sentosa
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2018 – 2022                          44

Tabel 17   Rasio-rasio Keuangan
           PT Jaya Indah Sentosa
           Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 – 2022                     47

Tabel 18   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan
           PT Jaya Indah Sentosa
           Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 – 2022                     48

Tabel 19   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain
           PT Jaya Indah Sentosa
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2018 – 2022                          49

Tabel 20   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           PT Bumi Serpong Damai Tbk
           Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 – 2022                     50

Tabel 21   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           PT Bumi Serpong Damai Tbk
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2018 – 2022                          52

Tabel 22   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           PT Summarecon Agung Tbk
           Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 – 2022                     53




                                         xxii
Page 214
                                                                        HALAMAN

Tabel 23   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           PT Summarecon Agung Tbk
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2018 – 2022                          55

Tabel 24   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           PT Ciputra Development Tbk
           Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 – 2022                     55

Tabel 25   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           PT Ciputra Development Tbk
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2018 – 2022                          57

Tabel 26   Nilai Pasar 100,00% Saham
           PT Jaya Indah Sentosa
           Metode Penyesuaian Aset Bersih
           Per 30 Juni 2023                                                 66




                                        xxiii
Page 215
                                 DAFTAR GRAFIK

                                                                             HALAMAN

Grafik 1   Perkembangan Suku Bunga Bank Indonesia                                28

Grafik 2   Perkembangan Inflasi Berdasarkan Indeks Harga Konsumen
           di Indonesia                                                          29

Grafik 3   Perkembangan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Mata Uang Asing              31

Grafik 4   Penjualan Rumah di AS Januari – Juni 2023                             33

Grafik 5   Persetujuan Pinjaman atau Kredit Bank Umum di Indonesia
           Bulan Desember 2022 – Januari 2023                                    37

Grafik 6   Proyeksi Penyelesaian Proyek Apartemen yang Tertunda di Jakarta
           Tahun 2023 – 2025                                                     38




                                        xxiv
Page 216
                                   LAMPIRAN

                                              HALAMAN

Lampiran A   Nilai Pasar 100,00% Saham
             PT Jaya Indah Sentosa
             Metode Penyesuaian Aset Bersih
             Per 30 Juni 2023                     68




                                       xxv
Page 217
I.     RINGKASAN EKSEKUTIF

I.A.   Alasan dan Latar Belakang

       PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) merupakan
       suatu       perseroan      terbatas     berstatus     perusahaan         terbuka
       (publicly-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
       Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam
       bidang perindustrian, aktivitas perusahaan holding dan konsultasi manajemen.
       Perseroan dan entitas anaknya bergerak dalam beberapa bidang usaha yang
       meliputi industri macam-macam wadah dari logam berupa kaleng kemas,
       pengolahan hasil perikanan dan real estat. Perseroan berdomisili di Jalan Marina
       Raya, Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara 14470, dengan nomor telepon:
       (021) 2941 7685 dan email: corporate.secretary@agungsedayu.com.

       Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
       30 Juni 2023, Perseroan memiliki penyertaan saham pada beberapa entitas anak
       baik langsung maupun tidak langsung dengan rincian sebagai berikut:


                                                              Perseroan


                                        99,00%                                                    51,00%
                              PT Panorama Eka
                                                                                     PT Bangun Kosambi
                                Tunggal (PET)
                                                                                         Sukses (BKS)
                                   BKS 1,00%
                    51,00%              57,00%                       51,00%                       99,60%                       40,00%
                                                        PT Cahaya Gemilang
          PT Mega Andalan    PT Cahaya Kencana                                          PT Agung Surya              PT Fin Centerindo
                                                         Indah Cemerlang
              Sukses (MAS)        Indah (CKI)                                          Gemerlap (ASGE)                  Satu (FCS)
                                                                (CGIC)



       PET, BKS, MAS, CKI, CGIC, ASGE, dan FCS selanjutnya secara bersama-sama
       disebut “Entitas Anak Perseroan”.

       Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, ruang
       lingkup kegiatan usaha dan status Entitas Anak Perseroan adalah sebagai berikut:

        No.    Keterangan    Status         Domisili                                        Kegiatan Usaha

          1   BMW            Tertutup       Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa dan kawasan industri.
          2   CIS            Tertutup       Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                             penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                             maupun disewa.
          3   JIS            Tertutup       Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                             penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                             maupun disewa.
          4   KKU            Tertutup       Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa.
          5   KUS            Tertutup       Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                             penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                             maupun disewa.
          6   SCU            Tertutup       Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                             penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                             maupun disewa.
          7   SHM            Tertutup       Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                             penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                             maupun disewa.




                                                         1
Page 218
Industri properti di Indonesia pada tahun 2023 mengalami peningkatan sejalan
dengan pertumbuhan positif ekonomi Indonesia setelah mengalami resesi akibat
dampak pandemi wabah Covid-19. Pemulihan ekonomi Indonesia tersebut dan
peningkatan daya beli konsumen dinilai merupakan faktor yang mendorong
stabilitas indutri properti. Sebagai salah satu industri yang memberikan kontribusi
pertumbuhan industri nasional, dengan keunggulan populasi yang dimiliki
Indonesia yang didukung transformasi digitalisasi, industri properti terus memacu
pembangunan infrakstruktur untuk lebih berkualitas sehingga dapat meningkatkan
prospek pertumbuhan kinerjanya. Manajemen Perseroan memandang
pertumbuhan industri properti memiliki potensi untuk dapat berkembang yang
didukung oleh pertumbuhan ekonomi maupun sosial, meningkatnya populasi, dan
meningkatnya daya beli masyarakat. Dengan demikian Perseroan merencanakan
untuk melakukan beberapa rencana aksi korporasi dengan rincian sebagai berikut:

   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan
    modal ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Bumindo Mekar
    Wibawa (selanjutnya disebut “BMW”) melalui rencana peningkatan modal
    dasar BMW terlebih dahulu (selanjutnya disebut “Rencana Penyertaan
    Saham BMW”);

   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan
    modal ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Cahaya Inti Sentosa
    (selanjutnya disebut “CIS”) melalui rencana peningkatan modal dasar CIS
    terlebih dahulu (selanjutnya disebut “Rencana Penyertaan Saham CIS”);

   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan
    modal ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Jaya Indah Sentosa
    (selanjutnya disebut “JIS”) melalui rencana peningkatan modal dasar JIS
    terlebih dahulu (selanjutnya disebut “Rencana Penyertaan Saham JIS”);

   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan
    modal ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Kemilau Karya Utama
    (selanjutnya disebut “KKU”) dengan menerbitkan saham seri B yang memiliki
    seluruh hak yang sama dengan saham yang diterbitkan oleh KKU, yang
    selanjutnya akan menjadi saham seri A, kecuali perbedaan harga nominal per
    lembar saham untuk saham seri A dan saham seri B tersebut, melalui rencana
    peningkatan modal dasar KKU terlebih dahulu (selanjutnya disebut “Rencana
    Penyertaan Saham KKU”);

   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan
    modal ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Karunia Utama Selaras
    (selanjutnya disebut “KUS”) melalui rencana peningkatan modal dasar KUS
    terlebih dahulu (selanjutnya disebut “Rencana Penyertaan Saham KUS”);

   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan
    modal ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Sumber Cipta Utama
    (selanjutnya disebut “SCU”) melalui rencana peningkatan modal dasar SCU
    terlebih dahulu (selanjutnya disebut “Rencana Penyertaan Saham SCU”); dan



                                   2
Page 219
         Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan
          modal ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Sharindo Matratama
          (selanjutnya disebut “SHM”) dengan menerbitkan saham seri B yang memiliki
          seluruh hak yang sama dengan saham yang diterbitkan oleh SHM, yang
          selanjutnya akan menjadi saham seri A, kecuali perbedaan harga nominal per
          lembar saham untuk saham seri A dan saham seri B tersebut, melalui rencana
          peningkatan modal dasar SHM terlebih dahulu (selanjutnya disebut “Rencana
          Penyertaan Saham SHM”).

Rencana Penyertaan Saham BMW, Rencana Penyertaan Saham CIS, Rencana
Penyertaan Saham JIS, Rencana Penyertaan Saham KKU, Rencana Penyertaan
Saham KUS, Rencana Penyertaan Saham SCU, dan Rencana Penyertaan Saham
SHM selanjutnya secara bersama-sama disebut “Rencana Penyertaan Saham”.

Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
pada tanggal 30 Juni 2023, ruang lingkup kegiatan usaha dan status
perusahaan-perusahaan dalam Rencana Penyertaan Saham adalah sebagai
berikut:

    No.    Keterangan   Status     Domisili                                       Kegiatan Usaha

      1   BMW           Tertutup   Indonesia        Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa dan kawasan industri.
      2   CIS           Tertutup   Indonesia        Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                   penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                   maupun disewa.
      3   JIS           Tertutup   Indonesia        Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                   penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                   maupun disewa.
      4   KKU           Tertutup   Indonesia        Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa.
      5   KUS           Tertutup   Indonesia        Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                   penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                   maupun disewa.
      6   SCU           Tertutup   Indonesia        Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                   penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                   maupun disewa.
      7   SHM           Tertutup   Indonesia        Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                   penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                   maupun disewa.




Sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham, Perseroan merencanakan
untuk melakukan penawaran umum terbatas dengan hak memesan efek terlebih
dahulu atas saham dalam portepel Perseroan sebagaimana diatur dalam
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 14/POJK.04/2019 tanggal 30 April 2019
tentang “Perubahan atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
32/POJK.04/2015 tentang Penambahan Modal Perusahaan Terbuka Dengan
Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu” (selanjutnya disebut
“POJK 14/2019”), dimana dalam rangka penyelesaian Rencana Penyertaan
Saham, Perseroan merencanakan untuk menggunakan dana hasil penawaran
umum terbatas dengan hak memesan efek terlebih dahulu atas saham portepel
Perseroan (selanjutnya disebut “Rencana PMDHMETD”).

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
Rencana Penyertaan Saham dan Rencana PMDHMETD merupakan satu
kesatuan transaksi yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya dan
selanjutnya secara bersama-sama disebut “Rencana Transaksi”.



                                               3
Page 220
Sebelumnya, Perseroan telah melakukan penambahan kegiatan usaha dan
mengembangkan bisnis pada bidang real estat dengan melakukan akuisisi
sebesar 51,00% saham pada BKS. Selanjutnya, Perseroan melalui BKS telah
melakukan akuisisi sebesar 51,00% saham masing-masing pada MAS dan CGIC.
Ruang lingkup kegiatan usaha BKS, MAS, dan CGIC adalah bergerak pada bidang
real estat dan memiliki lahan yang seluruhnya berada di Kabupaten Tangerang
dan ketiganya merupakan pengembang kawasan PIK 2. Berdasarkan keterangan
yang diperoleh dari manajemen Perseroan, saat ini, sebagian besar pendapatan
Perseroan berasal dari real estat.

Kawasan PIK 2 merupakan kota mandiri dengan konsep smart city yang
dikembangkan oleh Agung Sedayu dan Grup Salim, dengan lokasi yang
terbentang pada lahan seluas lebih dari 6.000 hektar di bagian barat hingga bagian
utara Jakarta. Disebut sebagai “the new Jakarta City”, kawasan PIK 2
menghadirkan          beberapa        mega        proyek         seperti       mal
(Sedayu Watertown Mall), kawasan bisnis (Islamic Financial Center), pusat
olahraga, hunian, destinasi kuliner, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya
(RS Hermina, Tzu Chi International School, berbagai tempat ibadah). Selanjutnya,
pada kawasan PIK 2 juga direncanakan akan dibangun berbagai fasilitas dan
destinasi wisata unik seperti beach club, Aloha Pasir Putih, Ginza Beach Walk
sampai Community Park (event space), yang secara efektif dapat menjadi daya
tarik keramaian konsumen dan pada akhirnya dapat meningkatkan permintaan
properti PIK 2, terutama untuk hunian dan kaveling komersial. Selain itu, dengan
adanya proyek infrastruktur seperti pembangunan tol baru yang menghubungkan
kawasan PIK 2 dengan jalur tol lingkar luar Jakarta ke depannya dapat
mempermudah akses ke kawasan.

Sejalan dengan strategi bisnis Perseroan, Perseroan terus berupaya untuk
menerapkan fokus pada perluasan skala proyek Perseroan pada kawasan PIK 2
dengan merencanakan pertumbuhan secara anorganik melalui Rencana
Penyertaan Saham. Mengingat bahwa Rencana Penyertaan Saham pada
perusahaan-perusahaan tersebut merupakan salah satu rencana pengembang
kawasan PIK 2 yang memiliki proyek di kawasan yang sama dengan lokasi proyek
Perseroan di masa yang akan datang.

Dengan melakukan Rencana Penyertaan Saham, Perseroan senantiasa mencari
peluang bisnis potensial yang dapat memaksimalkan nilai investasi Perseroan di
masa yang akan datang. Perseroan memandang bahwa industri properti memiliki
potensi yang dapat berdampak positif bagi pengembangan bisnis Perseroan dan
menciptakan sinergi bisnis yang optimal khususnya pada pengembangan
kawasan PIK 2 sehingga Perseroan dapat mengambil seluruh potensi keuntungan
yang dihasilkan di masa yang akan datang sehingga pada akhirnya hal tersebut
dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan dan memberikan
nilai tambah bagi para pemegang saham Perseroan.




                                  4
Page 221
Sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham tersebut, Perseroan
merencanakan untuk melakukan Rencana PMDHMETD sesuai dengan POJK
14/2019, dimana dalam rangka penyelesaian Rencana Penyertaan Saham,
Perseroan merencanakan untuk menggunakan dana hasil penawaran umum
terbatas dengan hak memesan efek terlebih dahulu atas saham portepel
Perseroan sehingga Perseroan dapat mengembangkan portofolio bisnis
Perseroan khususnya pada bidang industri properti.

Setelah Rencana Transaksi telah menjadi efektif, Perseroan berharap dapat
mengembangkan seluruh proyek-proyek Perseroan dengan terciptanya sinergi
antar masing-masing kawasan yang tergabung dalam satu kawasan PIK 2 secara
maksimal dimana setiap masing-masing portofolio bisnis industri properti yang
dimiliki oleh Perseroan dapat memberikan nilai tambah bagi kinerja keuangan
konsolidasian Perseroan.

Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

   Sejalan dengan strategi bisnis Perseroan, Perseroan terus berupaya untuk
    menerapkan fokus pada perluasan skala proyek Perseroan pada kawasan PIK
    2 dengan merencanakan pertumbuhan secara anorganik melalui Rencana
    Penyertaan Saham. Mengingat bahwa Rencana Penyertaan Saham pada
    perusahaan-perusahaan tersebut merupakan salah satu rencana
    pengembang kawasan PIK 2 yang memiliki proyek di kawasan yang sama
    dengan lokasi proyek Perseroan di masa yang akan datang.

   Dengan melakukan Rencana Penyertaan Saham, Perseroan senantiasa
    mencari peluang bisnis potensial yang dapat memaksimalkan nilai investasi
    Perseroan di masa yang akan datang. Perseroan memandang bahwa industri
    properti memiliki potensi yang dapat berdampak positif bagi pengembangan
    bisnis Perseroan dan menciptakan sinergi bisnis yang optimal khususnya pada
    pengembangan kawasan PIK 2 sehingga Perseroan dapat mengambil seluruh
    potensi keuntungan yang dihasilkan di masa yang akan datang sehingga pada
    akhirnya hal tersebut dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian
    Perseroan dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham
    Perseroan.

   Setelah Rencana Transaksi telah menjadi efektif, Perseroan berharap dapat
    mengembangkan seluruh proyek-proyek Perseroan dengan terciptanya sinergi
    antar masing-masing kawasan yang tergabung dalam satu kawasan PIK 2
    secara maksimal dimana setiap masing-masing portofolio bisnis industri
    properti yang dimiliki oleh Perseroan dapat memberikan nilai tambah bagi
    kinerja keuangan konsolidasian Perseroan.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, mengingat
bahwa terdapat kesamaan pengurus dan pengendalian Perseroan, BMW, CIS,
BMW, KKU, KUS, SCU, dan SHM, maka Rencana Penyertaan Saham merupakan
transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK
No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang “Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Benturan Kepentingan” (selanjutnya disebut “POJK 42/2020”).


                                  5
Page 222
       Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
       Rencana Penyertaan Saham tersebut merupakan transaksi material, sehingga
       Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal
       20 April 2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”
       (selanjutnya disebut “POJK 17/2020”).

       Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi dan transaksi
       material, POJK 42/2020 dan POJK 17/2020 mensyaratkan adanya laporan
       penilaian saham atas transaksi tersebut, yang disiapkan oleh penilai independen.

       Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Penyertaan Saham
       tersebut, maka Perseroan menunjuk penilai independent, Kantor Jasa Penilai
       Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya disebut “KR”
       atau “kami”) untuk melakukan penilaian atas 100,00% saham JIS.

       Mengingat JIS adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat
       diperjualbelikan di pasar modal, maka saham JIS bersifat tidak likuid.

I.B.   Objek serta Tujuan dan Maksud Penilaian

       Objek yang dinilai dalam penilaian ini adalah nilai pasar 100,00% saham JIS
       (selanjutnya disebut “Objek Penilaian”).

       Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen
       tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah
       dan/atau ekuivalensinya pada tanggal 30 Juni 2023.

       Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari
       Objek Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan
       pertimbangan oleh manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana
       Penyertaan Saham serta untuk memenuhi POJK 42/2020 dan POJK 17/2020.

       Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam
       Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan
       Penilaian Bisnis di Pasar Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK
       35/2020”) serta Standar Penilaian Indonesia (selanjutnya disebut “SPI”) 2018.

I.C.   Premis Penilaian

       Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis
       penilaian bahwa JIS adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.




                                        6
Page 223
I.D.   Independensi Penilai

       Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa
       adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan JIS
       ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan JIS. KR juga tidak
       memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
       Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan
       atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali
       tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis penilaian ini dan
       KR     hanya    menerima      imbalan     sesuai    dengan     surat    penugasan
       No. KR/230412-001 tanggal 12 April 2023 yang telah disetujui oleh manajemen
       Perseroan.

I.E.   Tanggal Efektif Penilaian

       Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal
       30 Juni 2023. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan
       penilaian serta dari data keuangan JIS yang kami terima. Data keuangan tersebut
       berupa laporan keuangan JIS untuk periode enam bulan yang berakhir pada
       tanggal 30 Juni 2023 yang menjadi dasar penilaian ini.

I.F.   Profil Jaya Indah Sentosa

       JIS didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 27 dari Edison Jingga, S.H., tanggal
       18 Mei 2010 dan disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam
       Surat Keputusan AHU-0047410.AH.01.09.Tahun 2010 tanggal 23 Juni 2010.

       Anggaran dasar JIS telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan
       terakhir diaktakan dalam Akta Notaris No. 16 tanggal 1 Oktober 2019 yang dibuat
       oleh Notaris Edison Jingga, S.H., M.H., tentang perubahan tempat kedudukan JIS.
       Perubahan ini telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
       Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-0348842
       tanggal 21 Oktober 2019.

       JIS berkedudukan di Tangerang dan berkantor di Jalan Inspeksi PIK 2
       Terusan Jalan Perancis No. 5, Dadap, Kosambi, Tangerang, Banten.




                                          7
Page 224
I.F.1.   Struktur Permodalan

         Susunan pemegang saham JIS berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
         30 Juni 2023 adalah sebagai berikut:

         Tabel 1
         PT Jaya Indah Sentosa
         Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham

                                                                                            (Dalam Rupiah)
                                                                        Persentase
                    Pemegang Saham                     Jumlah Saham                      Jumlah Modal
                                                                        Kepemilikan
         PT Agung Sedayu                                       25.000           50,00%     25.000.000.000
         PT Tunas Mekar Jaya                                   25.000           50,00%     25.000.000.000
         Jumlah                                                50.000          100,00%     50.000.000.000



I.F.2.   Struktur Pengurus

         Susunan Dewan Komisaris dan Direksi JIS pada tanggal 30 Juni 2023 adalah
         sebagai berikut:

         Dewan Komisaris
         Komisaris Utama                               :   Kho Cing Siong
         Komisaris                                     :   Freddy Numberi

         Direksi
         Direktur Utama                                :   Nono Sampono
         Direktur                                      :   Yohanes Edmond Budiman
         Direktur                                      :   Surya Pranoto Budiharjo
         Direktur                                      :   Belly Djaliel

I.F.3.   Kegiatan Usaha

         Ruang lingkup kegiatan usaha JIS adalah bergerak dalam bidang real estat yang
         dimiliki sendiri atau disewa mencakup pembelian, penjualan, persewaan, dan
         pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri maupun disewa.

I.G.     Definisi Nilai yang Digunakan

         Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan
         terbuka, maka dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.

         Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk
         digunakan dalam penilaian ini adalah nilai pasar, dimana berdasarkan
         POJK 35/2020, nilai pasar didefinisikan sebagai “estimasi sejumlah uang yang
         dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal
         penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat
         menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan
         secara layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar
         pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.



                                                   8
Page 225
I.H.   Pendekatan Penilaian yang Digunakan

       Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis
       internal akan berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis
       historis atas laporan posisi keuangan, dan laporan laba rugi komprehensif JIS,
       pengkajian atas kondisi operasi dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki
       JIS. Prospek JIS di masa yang akan datang kami evaluasi berdasarkan rencana
       usaha yang telah kami kaji kewajaran dan konsistensinya. Analisis eksternal
       didasarkan pada kajian singkat terhadap faktor-faktor eksternal yang
       dipertimbangkan sebagai penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian
       singkat atas prospek dari industri yang bersangkutan.

       Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar
       suatu “business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi
       keuangan dan laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya
       diperlukan penyesuaian terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan
       normalisasi keuntungan laporan laba rugi komprehensif yang biasanya disusun
       oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun nilai buku suatu
       perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan laba
       rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis
       yang dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian
       tersebut.

I.I.   Metode Penilaian yang Digunakan

       Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
       penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method).

       Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari
       semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai
       pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai
       pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan
       kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai pasar seluruh aset
       (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai pasar liabilitas.

       Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai
       untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak
       manajemen Perseroan dan JIS. Tidak tertutup kemungkinan untuk
       diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat memberikan
       hasil yang berbeda.




                                          9
Page 226
I.J.   Ringkasan Hasil Penilaian

       Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, ringkasan hasil penilaian kami adalah
       sebagai berikut:

       Berdasarkan metode penyesuaian aset bersih, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai
       pasar 100,00% saham JIS sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
       Rp 172,35 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 40,00%, maka indikasi
       nilai pasar 100,00% saham JIS adalah sebesar Rp 103,41 miliar. Dengan
       demikian, nilai pasar 100,00% saham JIS berdasarkan metode penyesuaian aset
       bersih adalah sebesar Rp 103,41 miliar..

I.K.   Kesimpulan Penilaian

       Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima
       dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang mempengaruhi
       penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal
       30 Juni 2023 adalah sebesar Rp 103,41 miliar.

       Nilai pasar Objek Penilaian tersebut kami tentukan berdasarkan data dan informasi
       yang kami peroleh dari pihak manajemen Perseroan dan JIS serta pihak-pihak lain
       yang relevan dengan penilaian. Kami menganggap bahwa semua informasi
       tersebut adalah benar dan bahwa tidak ada keadaan atau hal-hal yang tidak
       terungkap yang akan mempengaruhi nilai pasar tersebut secara material.

       Kami tidak melakukan penyelidikan dan juga bukan merupakan tanggung jawab
       kami kemungkinan terjadinya masalah yang berkaitan dengan status hukum
       kepemilikan, kewajiban utang dan/atau sengketa atas JIS. Kami tegaskan pula
       bahwa kami tidak memperoleh manfaat atau keuntungan apapun baik saat ini
       maupun di masa mendatang dan imbalan jasa yang telah disetujui atas penilaian
       JIS tidak tergantung pada nilai yang dilaporkan.




                                        10
Page 227
II.     DESKRIPSI PENUGASAN

II.A.   Alasan dan Latar Belakang

        Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka
        (publicly-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
        Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam
        bidang perindustrian, aktivitas perusahaan holding dan konsultasi manajemen.
        Perseroan dan entitas anaknya bergerak dalam beberapa bidang usaha yang
        meliputi industri macam-macam wadah dari logam berupa kaleng kemas,
        pengolahan hasil perikanan dan real estat. Perseroan berdomisili di Jalan Marina
        Raya, Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara 14470, dengan nomor telepon:
        (021) 2941 7685 dan email: corporate.secretary@agungsedayu.com.

        Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
        30 Juni 2023, Perseroan memiliki penyertaan saham pada beberapa entitas anak
        baik langsung maupun tidak langsung dengan rincian sebagai berikut:


                                                                 Perseroan


                                           99,00%                                 51,00%

                                          PET
                                                                                BKS
                                     BKS 1,00%
                      51,00%               57,00%                    51,00%       99,60%        40,00%


                 MAS                      CKI                      CGIC        ASGE            FCS




        Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, ruang
        lingkup kegiatan usaha dan status Entitas Anak Perseroan adalah sebagai berikut:

         No.    Keterangan     Status           Domisili                      Kegiatan Usaha

           1   PET             Tertutup         Indonesia                        Real estat
           2   BKS             Tertutup         Indonesia                        Real estat
           3   MAS             Tertutup         Indonesia                        Real estat
           4   CKI             Tertutup         Indonesia                        Real estat
           5   CGIC            Tertutup         Indonesia                        Real estat
           6   ASGE            Tertutup         Indonesia                        Real estat
           7   FCS             Tertutup         Indonesia                        Real estat




                                                            11
Page 228
Industri properti di Indonesia pada tahun 2023 mengalami peningkatan sejalan
dengan pertumbuhan positif ekonomi Indonesia setelah mengalami resesi akibat
dampak pandemi wabah Covid-19. Pemulihan ekonomi Indonesia tersebut dan
peningkatan daya beli konsumen dinilai merupakan faktor yang mendorong
stabilitas indutri properti. Sebagai salah satu industri yang memberikan kontribusi
pertumbuhan industri nasional, dengan keunggulan populasi yang dimiliki
Indonesia yang didukung transformasi digitalisasi, industri properti terus memacu
pembangunan infrakstruktur untuk lebih berkualitas sehingga dapat meningkatkan
prospek pertumbuhan kinerjanya. Manajemen Perseroan memandang
pertumbuhan industri properti memiliki potensi untuk dapat berkembang yang
didukung oleh pertumbuhan ekonomi maupun sosial, meningkatnya populasi, dan
meningkatnya daya beli masyarakat. Dengan demikian Perseroan merencanakan
untuk melakukan Rencana Penyertaan Saham.

Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
pada tanggal 30 Juni 2023, ruang lingkup kegiatan usaha dan status
perusahaan-perusahaan dalam Rencana Penyertaan Saham adalah sebagai
berikut:

 No.    Keterangan   Status     Domisili                                        Kegiatan Usaha

   1   BMW           Tertutup   Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa dan kawasan industri.
   2   CIS           Tertutup   Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                 penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                 maupun disewa.
   3   JIS           Tertutup   Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                 penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                 maupun disewa.
   4   KKU           Tertutup   Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa.
   5   KUS           Tertutup   Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                 penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                 maupun disewa.
   6   SCU           Tertutup   Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                 penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                 maupun disewa.
   7   SHM           Tertutup   Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                 penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                 maupun disewa.



Sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham, Perseroan merencanakan
untuk melakukan Rencana PMDHMETD.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
Rencana Penyertaan Saham dan Rencana PMDHMETD merupakan satu
kesatuan transaksi yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya dan
selanjutnya secara bersama-sama disebut “Rencana Transaksi”.

Sebelumnya, Perseroan telah melakukan penambahan kegiatan usaha dan
mengembangkan bisnis pada bidang real estat dengan melakukan akuisisi
sebesar 51,00% saham pada BKS. Selanjutnya, Perseroan melalui BKS telah
melakukan akuisisi sebesar 51,00% saham masing-masing pada MAS dan CGIC.
Ruang lingkup kegiatan usaha BKS, MAS, dan CGIC adalah bergerak pada bidang
real estat dan memiliki lahan yang seluruhnya berada di Kabupaten Tangerang
dan ketiganya merupakan pengembang kawasan PIK 2. Berdasarkan keterangan
yang diperoleh dari manajemen Perseroan, saat ini, sebagian besar pendapatan
Perseroan berasal dari real estat.


                                            12
Page 229
Kawasan PIK 2 merupakan kota mandiri dengan konsep smart city yang
dikembangkan oleh Agung Sedayu dan Grup Salim, dengan lokasi yang
terbentang pada lahan seluas lebih dari 6.000 hektar di bagian barat hingga bagian
utara Jakarta. Disebut sebagai “the new Jakarta City”, kawasan PIK 2
menghadirkan          beberapa         mega         proyek         seperti      mal
(Sedayu Watertown Mall), kawasan bisnis (Islamic Financial Center), pusat
olahraga, hunian, destinasi kuliner, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya (RS
Hermina, Tzu Chi International School, berbagai tempat ibadah). Selanjutnya,
pada kawasan PIK 2 juga direncanakan akan dibangun berbagai fasilitas dan
destinasi wisata unik seperti beach club, Aloha Pasir Putih, Ginza Beach Walk
sampai Community Park (event space), yang secara efektif dapat menjadi daya
tarik keramaian konsumen dan pada akhirnya dapat meningkatkan permintaan
properti PIK 2, terutama untuk hunian dan kaveling komersial. Selain itu, dengan
adanya proyek infrastruktur seperti pembangunan tol baru yang menghubungkan
kawasan PIK 2 dengan jalur tol lingkar luar Jakarta ke depannya dapat
mempermudah akses ke kawasan.

Sejalan dengan strategi bisnis Perseroan, Perseroan terus berupaya untuk
menerapkan fokus pada perluasan skala proyek Perseroan pada kawasan PIK 2
dengan merencanakan pertumbuhan secara anorganik melalui Rencana
Penyertaan Saham. Mengingat bahwa Rencana Penyertaan Saham pada
perusahaan-perusahaan tersebut merupakan salah satu rencana pengembang
kawasan PIK 2 yang memiliki proyek di kawasan yang sama dengan lokasi proyek
Perseroan di masa yang akan datang.

Dengan melakukan Rencana Penyertaan Saham, Perseroan senantiasa mencari
peluang bisnis potensial yang dapat memaksimalkan nilai investasi Perseroan di
masa yang akan datang. Perseroan memandang bahwa industri properti memiliki
potensi yang dapat berdampak positif bagi pengembangan bisnis Perseroan dan
menciptakan sinergi bisnis yang optimal khususnya pada pengembangan
kawasan PIK 2 sehingga Perseroan dapat mengambil seluruh potensi keuntungan
yang dihasilkan di masa yang akan datang sehingga pada akhirnya hal tersebut
dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan dan memberikan
nilai tambah bagi para pemegang saham Perseroan.

Sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham tersebut, Perseroan
merencanakan untuk melakukan Rencana PMDHMETD sesuai dengan
POJK 14/2019, dimana dalam rangka penyelesaian Rencana Penyertaan Saham,
Perseroan merencanakan untuk menggunakan dana hasil penawaran umum
terbatas dengan hak memesan efek terlebih dahulu atas saham portepel
Perseroan sehingga Perseroan dapat mengembangkan portofolio bisnis
Perseroan khususnya pada bidang industri properti.

Setelah Rencana Transaksi telah menjadi efektif, Perseroan berharap dapat
mengembangkan seluruh proyek-proyek Perseroan dengan terciptanya sinergi
antar masing-masing kawasan yang tergabung dalam satu kawasan PIK 2 secara
maksimal dimana setiap masing-masing portofolio bisnis industri properti yang
dimiliki oleh Perseroan dapat memberikan nilai tambah bagi kinerja keuangan
konsolidasian Perseroan.


                                  13
Page 230
Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

   Sejalan dengan strategi bisnis Perseroan, Perseroan terus berupaya untuk
    menerapkan fokus pada perluasan skala proyek Perseroan pada kawasan PIK
    2 dengan merencanakan pertumbuhan secara anorganik melalui Rencana
    Penyertaan Saham. Mengingat bahwa Rencana Penyertaan Saham pada
    perusahaan-perusahaan tersebut merupakan salah satu rencana
    pengembang kawasan PIK 2 yang memiliki proyek di kawasan yang sama
    dengan lokasi proyek Perseroan di masa yang akan datang.

   Dengan melakukan Rencana Penyertaan Saham, Perseroan senantiasa
    mencari peluang bisnis potensial yang dapat memaksimalkan nilai investasi
    Perseroan di masa yang akan datang. Perseroan memandang bahwa industri
    properti memiliki potensi yang dapat berdampak positif bagi pengembangan
    bisnis Perseroan dan menciptakan sinergi bisnis yang optimal khususnya pada
    pengembangan kawasan PIK 2 sehingga Perseroan dapat mengambil seluruh
    potensi keuntungan yang dihasilkan di masa yang akan datang sehingga pada
    akhirnya hal tersebut dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian
    Perseroan dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham
    Perseroan.

   Setelah Rencana Transaksi telah menjadi efektif, Perseroan berharap dapat
    mengembangkan seluruh proyek-proyek Perseroan dengan terciptanya sinergi
    antar masing-masing kawasan yang tergabung dalam satu kawasan PIK 2
    secara maksimal dimana setiap masing-masing portofolio bisnis industri
    properti yang dimiliki oleh Perseroan dapat memberikan nilai tambah bagi
    kinerja keuangan konsolidasian Perseroan.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, mengingat
bahwa terdapat kesamaan pengurus dan pengendalian Perseroan, BMW, CIS,
BMW, KKU, KUS, SCU, dan SHM, maka Rencana Penyertaan Saham merupakan
transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus memenuhi POJK 42/2020.

Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
Rencana Penyertaan Saham tersebut merupakan transaksi material, sehingga
Perseroan harus memenuhi POJK 17/2020.

Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi dan transaksi
material, POJK 42/2020 dan POJK 17/2020 mensyaratkan adanya laporan
penilaian saham atas transaksi tersebut, yang disiapkan oleh penilai independen.

Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Penyertaan Saham
tersebut, maka Perseroan menunjuk penilai independen, KR untuk melakukan
penilaian atas Objek Penilaian.

Mengingat JIS adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat
diperjualbelikan di pasar modal, maka saham JIS bersifat tidak likuid.




                                 14
Page 231
II.B.   Tujuan dan Maksud Penilaian

        Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen
        tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah
        dan/atau ekuivalensinya pada tanggal 30 Juni 2023.

        Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari
        Objek Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan
        pertimbangan oleh manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana
        Penyertaan Saham serta untuk memenuhi POJK 42/2020 dan POJK 17/2020.

        Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam
        POJK 35/2020 serta SPI 2018.

II.C.   Definisi Nilai yang Digunakan

        Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan
        terbuka, maka dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.

        Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk
        digunakan dalam penilaian ini adalah nilai pasar, dimana berdasarkan
        POJK 35/2020, nilai pasar didefinisikan sebagai “estimasi sejumlah uang yang
        dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal
        penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat
        menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan
        secara layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar
        pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.

II.D.   Tanggal Efektif Penilaian

        Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal
        30 Juni 2023. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan
        penilaian serta dari data keuangan JIS yang kami terima. Data keuangan tersebut
        berupa laporan keuangan JIS untuk periode enam bulan yang berakhir pada
        tanggal 30 Juni 2023 yang menjadi dasar penilaian ini.




                                         15
Page 232
II.E.   Data dan Informasi yang Digunakan

        Dalam melakukan penilaian untuk memperkirakan nilai pasar Objek Penilaian,
        kami telah menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau melaksanakan
        prosedur atas data dan informasi sebagai berikut:

        1. Laporan keuangan JIS untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
           30 Juni 2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
           (selanjutnya disebut “KAP”) Suharli, Sugiharto & Rekan (selanjutnya disebut
           “SSR”)         sebagaimana          tertuang       dalam        laporannya
           No. 00333/2.1315/AU.1/03/1415-3/1/VII/2023 tanggal 31 Juli 2023 dengan
           pendapat wajar tanpa pengecualian;

        2. Laporan keuangan JIS untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP SSR sebagaimana tertuang
           dalam laporannya No. 00326/2.1315/AU.1/03/1415-2/1/VII/2023 tanggal
           31 Juli 2023 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian;

        3. Laporan keuangan JIS untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP SSR sebagaimana tertuang
           dalam laporannya No. 00318/2.1315/AU.1/03/1415-1/1/VII/2023 tanggal
           31 Juli 2023 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian;

        4. Laporan keuangan       JIS   untuk   tahun   yang   berakhir   pada   tanggal
           31 Desember 2020;

        5. Laporan keuangan       JIS   untuk   tahun   yang   berakhir   pada   tanggal
           31 Desember 2019;

        6. Laporan keuangan       JIS   untuk   tahun   yang   berakhir   pada   tanggal
           31 Desember 2018;

        7. Laporan penilaian properti JIS per 30 Juni 2023 yang disusun oleh KJPP
           Suwendho Rinaldy & Rekan (selanjutnya disebut “SRR”) sebagaimana
           tertuang dalam laporannya No. 00363/2.0059-02/PI/03/0242/1/VIII/2023
           tanggal 7 Agustus 2023;

        8. Anggaran dasar JIS yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta Notaris
           No. 16 tanggal 1 Oktober 2019 yang dibuat oleh Edison Jingga S.H., M.H.,
           mengenai perubahan tempat kedudukan JIS;

        9. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Sugianto
           Kusuma dengan posisi sebagai Presiden Direktur, mengenai alasan, latar
           belakang, dan hal-hal lain yang terkait dengan Rencana Transaksi;

        10. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan JIS serta pihak-pihak lain
            yang relevan untuk penugasan;




                                         16
Page 233
11. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik,
    antara lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website
    Bursa Efek Indonesia, dan Bloomberg;

12. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara
    lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek
    Indonesia, dan Bloomberg;

13. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik,
    antara lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website
    Bursa Efek Indonesia, dan Bloomberg;

14. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Transaksi; dan

15. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik
    dan hasil analisis lain yang kami anggap relevan.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan
informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan JIS atau
yang tersedia secara umum dan kami tidak bertanggung jawab atas kebenaran
informasi-informasi tersebut.

Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari JIS. Jasa-jasa
yang kami berikan kepada Perseroan hanya merupakan penilaian atas Objek
Penilaian dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Pekerjaan kami
yang berkaitan dengan penilaian tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan
merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan
prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak
dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian
internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau
pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak
mencoba mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya yang dilakukan
Perseroan.




                                 17
Page 234
II.F.     Informasi Non-Keuangan

II.F.1.   Produk yang Dihasilkan

          Ruang lingkup kegiatan usaha JIS adalah bergerak dalam bidang real estat yang
          dimiliki sendiri atau disewa mencakup pembelian, penjualan, persewaan, dan
          pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri maupun disewa. Dengan
          demikian, produk yang dihasilkan oleh JIS adalah kavling komersial dan lahan
          yang disewakan.

II.F.2.   Pasar Geografis

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pasar geografis JIS meliputi wilayah
          Tangerang.

II.F.3.   Pemasok Utama dan Pelanggan Kunci

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pemasok utama JIS adalah PT Talenta
          Putri Utama.

          Selanjutnya, dalam menjalankan kegiatan usahanya, pelanggan kunci JIS adalah
          konsumen akhir yaitu perorangan dan perusahaan pengembang.

II.F.4.   Pesaing Usaha

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pesaing usaha JIS adalah sebagai
          berikut:

             PT Bumi Serpong Damai Tbk;
             PT Ciputra Development Tbk;
             PT Sinarmas Land Tbk;
             PT Summarecon Agung Tbk;
             PT Lippo Karawaci Group Tbk; dan
             PT Alam Sutra Realty Tbk.




                                          18
Page 235
II.F.5.   Strategi dan Rencana Masa Depan (Business Plan)

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, strategi dan rencana masa depan JIS
          adalah sebagai berikut:

             Memanfaatkan digital platform khususnya untuk product knowledge, sehingga
              memberikan gambaran yang terinci terkait dengan produk yang dijual serta
              dengan semua spesifikasinya dimana, hal tersebut bertujuan untuk
              memudahkan para konsumen dalam memilih produk yang tepat sebelum
              melakukan pembelian;
             Memberikan penawaran penjualan dengan berbagai promo seperti
              menawarkan program pembayaran yang menarik, memberikan diskon khusus,
              dan memberikan bonus atas penjualan;
             Melakukan survey kepuasan konsumen dan kebutuhan pasar secara berkala
              agar selalu terdepan dalam memberikan pelayanan maupun menyediakan
              produk;
             Menjalin kerjasama dengan pihak perbankan dalam rangka memberikan
              kemudahan dan kenyamanan bertransaksi bagi pelanggan serta bekerjasama
              dengan vendor terkemuka untuk menjaga mutu produk;
             Menjaga nama baik perusahaan agar nilai investasi produk selalu terjaga dan
              meningkat; dan
             Bekerjasama dengan para pelaku usaha di kawasan proyek untuk turut serta
              menggerakkan roda perekonomian negara.

II.G.     Jenis Ekuitas

          Saham yang dimiliki JIS merupakan saham biasa, dimana setiap pemegang
          saham JIS memiliki 1 hak suara per lembar saham.

II.H.     Kondisi Pembatas dan Asumsi-Asumsi Pokok

          Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum
          bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai
          dengan tanggal penerbitan laporan penilaian ini.

          Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode penyesuaian aset bersih
          didasarkan pada laporan keuangan JIS yang telah diaudit. Kami telah melakukan
          penyesuaian atas laporan keuangan tersebut agar dapat mencerminkan nilai
          pasarnya. Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian berdasarkan
          kinerja historis JIS dan informasi manajemen JIS terhadap laporan keuangan JIS
          tersebut. Kami juga bertanggung jawab atas laporan penilaian JIS dan kesimpulan
          nilai akhir.




                                           19
Page 236
Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi
dan kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal
penilaian sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi
perubahan       apapun     yang      berpengaruh secara  material     terhadap
asumsi-asumsiyang digunakan dalam penilaian. Kami tidak bertanggung jawab
untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan (update) pendapat
kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta peristiwa-peristiwa yang
terjadi setelah tanggal laporan ini.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan
informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan JIS atau
yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan
tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung jawab untuk melakukan
pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut. Kami juga
bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan dan JIS bahwa mereka
tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang
diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi
tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami
tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun
segala kehilangan, kerusakan, biaya, ataupun pengeluaran apapun yang
disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi sehingga data yang kami peroleh
menjadi tidak lengkap dan/atau dapat disalahartikan.

Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi
yang mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar
akan mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa
perubahan terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil
penilaian dan bahwa perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi
dari laporan penilaian ini telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara
yang profesional, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan
terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya analisis
tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan
analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai
dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer opinion
dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan dan JIS.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan
dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit,
atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan
tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam
pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan,
atau pelanggaran hukum. Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas
status hukum JIS berdasarkan anggaran dasar JIS.




                                  20
Page 237
II.I.   Tingkat Kedalaman Investigasi

        Dalam menyusun laporan penilaian Objek Penilaian, KR diberikan kesempatan
        untuk melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan laporan penilaian
        Objek Penilaian.

II.J.   Distribusi Laporan Penilaian

        Penilaian ini hanya ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam
        kaitannya dengan Rencana Penyertaan Saham serta tidak dapat digunakan atau
        dikutip untuk tujuan lain tanpa adanya izin tertulis dari KR dan/atau tidak untuk
        digunakan oleh pihak lain.

        Penilaian ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
        umum bisnis dan keuangan, serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak
        bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami
        karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Walaupun
        demikian, kami memiliki hak untuk, jika diperlukan, mengubah atau melengkapi
        hasil dari laporan ini jika terdapat tambahan informasi yang relevan setelah tanggal
        laporan ini yang kami anggap dapat berpengaruh secara signifikan terhadap hasil
        penilaian kami. Laporan penilaian ini hanya dipersiapkan untuk dapat
        dipergunakan sesuai dengan tujuan yang telah disebutkan di atas dan tidak dapat
        dipergunakan untuk tujuan lainnya.

        Pendapat yang kami sampaikan di sini harus dipandang sebagai satu kesatuan
        bersama dengan laporan lengkap yang telah kami siapkan. Penggunaan sebagian
        analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan
        analisis dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan.

II.K.   Jenis Laporan

        Jenis laporan penilaian 100,00% saham PT Jaya Indah Sentosa ini merupakan
        laporan terinci.

II.L.   Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events)

        Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal
        penilaian, yaitu tanggal 30 Juni 2023, sampai dengan tanggal diterbitkannya
        laporan penilaian 100,00% saham PT Jaya Indah Sentosa tidak terdapat kejadian
        penting setelah tanggal penilaian (subsequent events) yang secara signifikan
        dapat mempengaruhi penilaian nilai pasar Objek Penilaian.




                                          21
Page 238
III.     PENJELASAN SINGKAT MENGENAI OBJEK PENILAIAN

III.A.   Latar Belakang PT Jaya Indah Sentosa

         JIS didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 27 dari Edison Jingga, S.H., tanggal
         18 Mei 2010 dan disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam
         Surat Keputusan AHU-0047410.AH.01.09.Tahun 2010 tanggal 23 Juni 2010.

         Anggaran dasar JIS telah mengalami beberapa kali perubahan.
         Perubahan terakhir diaktakan dalam Akta Notaris No. 16 tanggal 1 Oktober 2019
         yang dibuat oleh Notaris Edison Jingga, S.H., M.H., tentang perubahan tempat
         kedudukan JIS. Perubahan ini telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum
         dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
         No. AHU-AH.01.03-0348842 tanggal 21 Oktober 2019.

         JIS berkedudukan di Tangerang dan berkantor di Jalan Inspeksi PIK 2
         Terusan Jalan Perancis No. 5, Dadap, Kosambi, Tangerang, Banten.

III.B.   Kegiatan Usaha

         Ruang lingkup kegiatan usaha JIS adalah bergerak dalam bidang real estat yang
         dimiliki sendiri atau disewa mencakup pembelian, penjualan, persewaan, dan
         pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri maupun disewa.

III.C.   Manajemen

         Susunan Dewan Komisaris dan Direksi JIS pada tanggal 30 Juni 2023 adalah
         sebagai berikut:

         Dewan Komisaris
         Komisaris Utama                      :   Kho Cing Siong
         Komisaris                            :   Freddy Numberi

         Direksi
         Direktur Utama                       :   Nono Sampono
         Direktur                             :   Yohanes Edmond Budiman
         Direktur                             :   Surya Pranoto Budiharjo
         Direktur                             :   Belly Djaliel




                                         22
Page 239
III.D.   Kepemilikan Saham

         Susunan pemegang saham JIS berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
         30 Juni 2023 adalah sebagai berikut:

         Tabel 2
         PT Jaya Indah Sentosa
         Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham

                                                                                                                      (Dalam Rupiah)
                                                                                        Persentase
                            Pemegang Saham                  Jumlah Saham                                         Jumlah Modal
                                                                                       Kepemilikan
         PT Agung Sedayu                                                 25.000                    50,00%            25.000.000.000
         PT Tunas Mekar Jaya                                             25.000                    50,00%            25.000.000.000
         Jumlah                                                          50.000                   100,00%            50.000.000.000



III.E.   Data Keuangan Historis

         Laporan keuangan JIS untuk tahun enam bulan yang berakhir pada tanggal
         30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
         31 Desember 2022 dan 2021 telah diaudit oleh KAP SSR masing-masing dengan
         pendapat wajar tanpa pengecualian. Laporan keuangan JIS untuk tahun yang
         berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020, 2019, dan 2018.

         Ikhtisar data keuangan penting JIS adalah sebagai berikut:
         Tabel 3
         PT Jaya Indah Sentosa
         Laporan Posisi Keuangan
         Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 - 2022

                                                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)

                              Keterangan                30/06/23     31/12/22     31/12/21     31/12/20*       31/12/19*       31/12/18*

         ASET
         ASET LANCAR
         Kas dan setara kas                                10.148        7.446        2.143         2.013           2.642           2.788
         Piutang lain-lain                                580.113      588.391      636.036       645.710         661.978         221.218
         Pajak dibayar di muka                              6.066        6.598        4.414         3.451           1.798           1.798
         Proyek dalam pelaksanaan                               -            -            -       618.930         575.155         548.938
         Jumlah Aset Lancar                               596.328      602.436      642.593      1.270.105       1.241.573        774.742
         ASET TIDAK LANCAR
         Persediaan                                       801.122      781.275      687.863                -               -               -
         Properti investasi                                 6.056        1.106            -                -               -               -
         Jumlah Aset Tidak Lancar                         807.178      782.381      687.863                -               -               -
         JUMLAH ASET                                     1.403.506    1.384.817    1.330.456     1.270.105       1.241.573        774.742

         *) Tidak Diaudit




                                                        23
Page 240
                                                                                                                                    (Dalam jutaan Rupiah)

                       Keterangan                       30/06/23          31/12/22         31/12/21           31/12/20*       31/12/19*       31/12/18*

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                                   5.732              723               31           1.218.222       1.188.640        721.830
Utang lain-lain                                           1.267.500        1.277.875        1.272.467                   -               -            196
Biaya masih harus dibayar                                     3.775            3.691           10.617                   -               -              -
Utang pajak                                                   1.035              759              746                 346             347              -
Bagian jangka pendek dari liabilitas jangka panjang:
  Liabilitas imbalan kerja                                      22               20                   -                   -               -               -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                           1.278.064        1.283.069        1.283.861           1.218.568       1.188.987        722.026
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Uang muka penjualan                                         79.418           55.148                   -                   -               -               -
Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi bagian
  jangka pendek:
  Liabilitas imbalan kerja                                      96               86                   -                   -               -               -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                            79.513           55.234                   -                   -               -               -
JUMLAH LIABILITAS                                         1.357.578        1.338.303        1.283.861           1.218.568       1.188.987        722.026
EKUITAS
Modal saham                                                 50.000           50.000           50.000              50.000           50.000         50.000
Uang muka setoran modal                                          -                -                -               5.000            5.000          5.000
Akumulasi kerugian                                          (4.072)          (3.486)          (3.405)             (3.462)          (2.414)        (2.284)
JUMLAH EKUITAS                                              45.928           46.514           46.595              51.538           52.586         52.716
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                             1.403.506        1.384.817        1.330.456           1.270.105       1.241.573        774.742

*) Tidak Diaudit



Tabel 4
PT Jaya Indah Sentosa
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2018 - 2022

                                                                                                                                    (Dalam jutaan Rupiah)
                                                          30/06/23         31/12/22         31/12/21          31/12/20*       31/12/19*     31/12/18*
                        Keterangan
                                                         (6 Bulan)        (1 Tahun)        (1 Tahun)          (1 Tahun)       (1 Tahun)     (1 Tahun)
Pendapatan                                                            -                2                  -            50                 -               -
Beban pokok pendapatan                                                -                -                  -             -                 -               -
Laba kotor                                                         -                2                   -              50               -              -
Beban penjualan                                                   (1)              (5)                  -          (1.102)              -              -
Beban umum dan administrasi                                     (453)            (328)                (11)            (22)              -              -
Penghasilan keuangan                                              40              182                  27               -               -              -
Beban keuangan                                                    (4)              (7)                 (3)              -               -              -
Penghasilan (beban) lain-lain - neto                            (168)              73                  45              30            (130)             3
Laba (rugi) sebelum pajak final dan pajak penghasilan           (586)             (83)                58           (1.043)           (130)             3
Pajak final                                                        -               (0)                 -                -               -              -
Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan                           (586)             (83)                58           (1.043)           (130)             3
Pajak penghasilan                                                  -               (3)                 -               (5)              -              -
Laba (rugi) periode/tahun berjalan                              (586)             (87)                58           (1.048)           (130)             3
Pendapatan komprehensif lainnya                                    -                5                  -                -               -              -
Jumlah laba komprehensif periode/tahun berjalan                 (586)             (81)                58           (1.048)           (130)             3

*) Tidak Diaudit




                                                         24
Page 241
IV.       KONDISI DAN TINJAUAN EKONOMI

IV.A.     Tinjauan Ekonomi Dunia

          Ketidakpastian perekonomian di dunia kembali meningkat dengan kecenderungan
          risiko pertumbuhan yang melambat dan kebijakan suku bunga moneter di negara
          maju yang lebih tinggi. Berdasarkan laporan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia
          (BI) yang berjudul Tinjauan Kebijakan Moneter Juni 2023, pertumbuhan ekonomi
          di dunia diproyeksikan tumbuh sebesar 2,70% year over year (yoy) dengan risiko
          perlambatan terutama di Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok. Sementara itu, di
          Tiongkok pertumbuhan ekonomi juga tidak sekuat prakiraan, sehingga mendorong
          pelonggaran kebijakan moneter. Pemulihan ekonomi di negara berkembang
          seperti di India tetap menguat disebabkan oleh kenaikan permintaan domestik dan
          ekspor jasa. Kondisi tersebut mendorong nilai tukar USD cenderung melemah
          terhadap mata uang di negara-negara maju namun menguat untuk mata uang
          pada negara-negara berkembang.

IV.A.1.   Produk Domestik Bruto
          Tabel 5
          Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Dunia

                                                                                                                     (Dalam %)
                                                                   Aktual                               Proyeksi
                         Keterangan
                                                    2019       2020      2021      2022       2023        2024        2025
          Dunia                                       2,80       (2,80)    6,30      3,40       2,60        2,70          3,20
          Negara Maju
           Amerika Serikat                             2,30      (2,80)    5,90       2,10      1,30        0,70          1,90
           Hong Kong                                  (1,70)     (6,50)    6,40      (3,50)     4,80        3,00          2,90
           Inggris                                     1,60     (11,00)    8,50       4,30      0,20        0,60          1,50
           Jepang                                     (0,40)     (4,30)    2,30       1,10      1,30        1,00          1,00
           Kanada                                      1,90      (5,10)    5,20       3,50      1,30        0,70          2,00
           Kawasan Eropa                               1,60      (6,00)    5,30       3,30      0,50        1,00          1,60
           Singapura                                   0,90      (4,10)    9,10       3,70      1,40        2,60          2,70
           Taiwan                                      3,10       3,40     6,50       2,40      1,00        3,00          2,50
           Korea Selatan                               2,20      (0,70)    4,30       2,60      1,20        2,20          2,50
          Negara Berkembang
           Argentina                                  (2,00)     (9,90)   10,70      5,00       (2,2)       (0,30)        2,00
           India                                       6,50       3,90    (5,80)     9,10        N/A         6,10         6,40
           Indonesia                                   5,00      (2,00)    3,70      5,30       5,00         5,00         5,20
           Kolombia                                    3,30      (6,80)   11,00      7,50       1,50         2,00         2,80
           Malaysia                                    4,30      (5,60)    3,10      8,70       4,20         4,50         4,50
           Meksiko                                    (0,20)     (8,00)    4,70      3,10       2,20         1,50         2,00
           Mesir                                       5,50       3,50     3,30      6,60       3,90         4,20         4,50
           Tiongkok                                    6,00       2,20     8,40      3,00       5,40         4,80         4,70

          Sumber: Bloomberg


          Salah satu indikator pertumbuhan ekonomi adalah Produk Domestik Bruto (PDB).
          Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada tahun 2023, PDB di dunia
          mengalami penurunan sebesar 0,80% secara keseluruhan. Penurunan PDB
          terbesar berasal dari kelompok negara maju yaitu Hong Kong, Inggris, Singapura,
          dan Taiwan masing-masing dengan persentase sebesar 9,90%, 4,20%, 5,40%,
          dan 4,10% serta dari kelompok negara berkembang yaitu Argentina, Kolombia,
          dan Tiongkok dengan persentase masing-masing sebesar 5,70%, 3,50%, dan
          5,40%. Namun demikian, PDB di negara-negara berkembang seperti India,
          Indonesia, Malaysia, dan Mesir mengalami pertumbuhan dengan persentase
          masing-masing sebesar 14,90%, 1,60%, 5,60%, dan 3,30%.



                                                        25
Page 242
IV.A.2.   Inflasi

          Inflasi merupakan salah satu indikator pertumbuhan ekonomi yang juga
          memegang peranan penting dalam menentukan perekonomian suatu negara.
          Tingkat inflasi mewakili mekanisme pasar di suatu negara yang mendorong
          kenaikan harga yang luas dan berkelanjutan.

          Dalam beberapa tahun terakhir, inflasi negara-negara di dunia mengalami
          fluktuasi. Secara keseluruhan, inflasi dunia pada tahun 2023 diproyeksikan
          mengalami penurunan sebesar 2,80% dibandingkan dengan tahun 2022. Tekanan
          inflasi di Amerika Serikat masih tinggi terutama disebabkan kelonggaran pasar
          tenaga kerja maupun tekanan stabilitas sistem keuangan yang mereda sehingga
          mendorong kemungkinan kenaikan federal funds rate ke depan.
          Tabel 6
          Pertumbuhan Inflasi

                                                                                                   (Dalam %)
                                                      Aktual                            Proyeksi
                         Keterangan
                                        2019      2020      2021      2022     2023       2024      2025
          Dunia                            3,50     3,20      4,70      8,70     5,90       4,00       3,60
          Negara Maju
           Amerika Serikat                 1,80      1,20     4,70      8,00     4,10       2,60       2,40
           Hong Kong                       2,90      0,30     1,60      1,90     2,40       2,30       2,30
           Inggris                         1,80      0,90     2,60      9,10     7,50       3,00       2,00
           Jepang                          0,50      0,00    (0,30)     2,50     2,90       1,70       1,40
           Kanada                          1,90      0,70     3,40      6,80     3,70       2,30       2,10
           Kawasan Eropa                   1,20      0,30     2,60      8,40     5,40       2,50       2,10
           Singapura                       0,60     (0,20)    2,30      6,10     4,90       3,00       1,80
           Taiwan                          0,60     (0,20)    2,00      3,00     2,10       1,50       1,80
           Korea Selatan                   0,40      0,50     2,50      5,10     3,30       2,10       2,10
          Negara Berkembang
           Argentina                      53,60    42,70     48,10     70,70   119,70     101,00      60,00
           India                           3,70     6,60      5,10      6,70      N/A       5,00       4,90
           Indonesia                       2,80     2,00      1,60      4,20     3,90       3,10       3,10
           Kolombia                        3,50     2,50      3,50     10,20    11,70       5,40       4,10
           Malaysia                        0,70    (1,10)     2,50      3,40     3,00       2,50       2,30
           Meksiko                         3,60     3,40      5,70      7,90     5,60       4,00       3,80
           Mesir                          13,90     5,70      4,50      8,50    26,90      18,00      12,50
           Tiongkok                        2,90     2,50      0,90      2,00     1,10       2,20       2,00


          Sumber: Bloomberg


          Pada tahun 2023, inflasi dunia tercatat sebesar 5,90%. Inflasi di dunia pada tahun
          2024 diperkirakan mengalami penurunan sebesar 1,90% menjadi 4,00% di tahun
          2024 dibandingkan pada tahun sebelumnya. Adanya tren penurunan tersebut
          dipicu oleh penurunan inflasi pada negara-negara maju dan negara-negara
          berkembang.

          Pada negara-negara maju, penurunan inflasi terbesar pada tahun 2023
          diperkirakan terjadi di AS, Inggris, Kanada, dan Kawasan Eropa masing-masing
          sebesar 3,90%, 1,60%, 3,10%, dan 3,00%. Sedangkan di negara-negara
          berkembang, penurunan inflasi terbesar diperkirakan terjadi di Malaysia dan
          Meksiko masing-masing sebesar 0,40% dan 2,30%. Namun demikian, kenaikan
          inflasi diperkirakan akan terjadi di Argentina dan Mesir pada tahun 2023 dengan
          peningkatan masing-masing sebesar 49,00% dan 18,40%.




                                            26
Page 243
IV.A.3.   Suku Bunga

          Pada tahun 2023, negara dengan suku bunga tertinggi adalah Argentina dengan
          presentase yang mencapai 113,40%, kemudian diikuti oleh negara Kolombia dan
          Meksiko masing-masing sebesar 12,15% dan 10,90%.
          Tabel 7
          Pertumbuhan Suku Bunga Bank Sentral

                                                                                                           (Dalam %)
                                                               Aktual                           Proyeksi
                         Keterangan
                                                2019       2020      2021     2022     2023       2024      2025
          Negara Maju
           Amerika Serikat                         1,75      0,25      0,25     4,50     5,40       3,85       3,10
           Hong Kong                               2,49      0,50      0,50     4,75      N/A        N/A        N/A
           Inggris                                 0,75      0,10      0,25     3,50     5,65       4,65       3,40
           Jepang                                 (0,10)     0,00      0,00     0,00     0,00       0,00       0,00
           Kanada                                  1,75      0,25      0,25     4,25     5,00       3,50        N/A
           Kawasan Eropa                           0,00      0,00      0,00     2,50     4,35       3,60       3,05
           Taiwan                                  1,38      1,13      1,13     1,75     1,85       1,70        N/A
           Korea Selatan                           1,25      0,50      1,00     3,25     3,40       2,45       2,35
          Negara Berkembang
           Argentina                               N/A        N/A       N/A      N/A   113,40      70,00      49,80
           India                                  5,15       4,00      4,00     6,25     6,40       5,75        N/A
           Indonesia                              5,00       3,75      3,50     5,50     5,55       4,80        N/A
           Kolombia                               4,25       1,75      3,00    12,00    12,15       6,95       5,20
           Malaysia                               3,00       1,75      1,75     2,72     3,10       2,90        N/A
           Meksiko                                7,28       4,40      5,43    10,55    10,90       7,80       6,60
           Mesir                                 12,25       8,25      8,25    16,25      N/A        N/A        N/A
           Tiongkok                               4,15       3,85      3,80     3,65     4,30        N/A        N/A

          Sumber: Bloomberg


          Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, suku bunga bank sentral pada
          tahun 2023 diperkirakan mengalami kenaikan dibandingkan dengan suku bunga
          pada tahun 2022. Negara maju yang diperkirakan mengalami kenaikan suku
          bunga bank sentral terbesar pada tahun adalah Kawasan Eropa dan Korea
          Selatan masing-masing sebesar 1,85% dan 1,65%. Sementara itu, negara
          berkembang yang diperkirakan mengalami kenaikan suku bunga tertinggi pada
          tahun 2023 yaitu Malaysia, Meksiko, dan Tiongkok masing-masing sebesar 0,38%,
          0,35%, dan 0,65%.

IV.B.     Tinjauan Ekonomi Indonesia

          Perekonomian Indonesia diperkirakan berpotensi lebih tinggi dibandingkan
          tahun-tahun sebelumnya yang didorong oleh adanya kenaikan ekspor serta
          permintaan domestik yang terus menunjukkan kinerja positif khususnya konsumsi
          swasta. BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2023 mencapai
          4,50% hingga 5,30%. Perbaikan ekonomi Indonesia tersebut dipicu oleh keyakinan
          konsumen yang meningkat dan penjualan eceran yang tumbuh positif.




                                                    27
Page 244
IV.C.   Proyeksi Ekonomi Indonesia

        Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada tahun yang berjalan pada
        triwulan II/2023 diprakirakan surplus didukung oleh berlanjutnya surplus neraca
        perdagangan yang mencatat sebesar USD 4,40 miliar di Mei 2023. Sementara itu,
        aliran masuk modal asing dalam bentuk portofolio pada triwulan II 2023 sampai
        dengan 20 Juni 2023 masih mencatat net inflows sebesar USD 0,13 miliar,
        meskipun pada Juni 2023 tercatat outflows sebesar USD 0,87 miliar akibat
        peningkatan ketidakpastian pasar keuangan global. Posisi cadangan devisa
        Indonesia akhir Mei 2023 tetap tinggi tercatat sebesar USD 139,30 miliar, setara
        dengan pembiayaan 6,10 bulan impor atau 6,00 bulan impor dan pembayaran
        utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan
        internasional sekitar 3,00 bulan impor. Perkembangan NPI yang positif
        diprakirakan berlanjut didukung transaksi berjalan yang diprakirakan terjaga sehat
        dalam kisaran surplus 0,40% sampai dengan defisit 0,40% dari PDB. Selain itu,
        neraca transaksi modal dan finansial diprakirakan juga mencatat surplus, ditopang
        oleh aliran masuk modal asing, baik dalam bentuk penanaman modal asing
        maupun investasi portofolio, sejalan persepsi positif investor terhadap prospek
        perekonomian nasional.

IV.D.   Tingkat Suku Bunga

        Suku bunga perbankan masih kondusif dalam rangka mendukung pemulihan
        ekonomi. Per Mei 2023, suku bunga deposito dan suku bunga kredit tercatat
        masing-masing adalah sebesar 4,13% dan 9,37%. Selanjutnya, per 21 Juni 2023
        suku bunga pada pasar uang yang tercatat adalah sebesar 5,62%.

        Grafik 1
        Perkembangan Suku Bunga BI

         6,00%                                                5,50%     5,55%

                                                                                 4,80%
         5,00%              5,00%

         4,00%                         3,75%
                                                    3,50%
         3,00%

         2,00%

         1,00%

         0,00%
                     2019           2020        2021        2022      2023*     2024*
        * Proyeksi
        Sumber: Bloomberg




                                               28
Page 245
        Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, suku bunga BI pada akhir tahun
        2022 mencapai 5,50%, mengalami kenaikan sebesar 2,00% dibandingkan dengan
        tahun 2021. Pada tahun 2023, suku bunga BI diperkirakan sebesar 5,55% atau
        mengalami kenaikan sebesar 0,0 5% dibandingkan dengan tahun 2022.

IV.E.   Inflasi

        Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan Mei 2023 tercatat sebesar 4,00% (yoy)
        atau berada di batas atas sasaran 3,0±1%. Penurunan inflasi terjadi di semua
        kelompok. Inflasi Mei 2023 tercatat 2,66% (yoy), lebih rendah dibandingkan
        dengan inflasi pada bulan sebelumnya sebesar 2,83% (yoy). Inflasi diperkirakan
        terkendali dalam kisaran angka 3,0±1% pada tahun 2023.

        Grafik 2
        Perkembangan Inflasi Berdasarkan Indeks Harga Konsumen di Indonesia

                                                4,20%    3,90%
         4,50%
         4,00%
         3,50%                                                      3,10%
                     2,80%
         3,00%
                                                                              3,10%
         2,50%
                                      1,60%
         2,00%
         1,50%               2,00%
         1,00%
         0,50%
         0,00%
                     2019    2020     2021     2022      2023*    2024*     2025*

        * Proyeksi
        Sumber: Bloomberg


        Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, inflasi pada tahun 2022
        mencapai sebesar 4,20%, mengalami kenaikan sebesar 2,60% dibandingkan
        dengan tahun 2021. Pada tahun 2023, tingkat inflasi diperkirakan sebesar 3,90%
        atau mengalami penurunan sebesar 0,30% dibandingkan tahun 2022.




                                        29
Page 246
        Tabel 8
        Kontributor Inflasi Terbesar
        Berdasarkan Provinsi

                                             (Dalam %)

        No.          Keterangan              Inflasi

          1   Maluku Utara                        5,70
          2   Maluku                              5,10
          3   Jawa Timur                          5,00
          4   Sulawesi Tenggara                   4,80
          5   DI Yogyakarta                       4,70
          6   Kalimantan Selatan                  4,70
          7   Sulawesi Selatan                    4,60
          8   Lampung                             4,30
          9   Jawa Barat                          4,30
         10   Kalimantan Tengah                   4,20
         11   Nusa Tenggara Timur                 4,20
         12   Sumatera Barat                      4,20

         Sumber: Tinjauan Kebijakan Moneter, Bank Indonesia


        Berdasarkan Tinjauan Kebijakan Moneter yang dikeluarkan oleh BI per Juni 2023,
        kontributor inflasi terbesar berada di daerah Maluku Utara, Maluku, Jawa Timur,
        Sulawesi Tenggara, DI Yogyakarta, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan,
        Lampung, dan Jawa Barat masing-masing sebesar 5,70%, 5,10%, 5,00%, 4,80%,
        4,70%, 4,70%, 4,60%, 4,30%, dan 4,30%.

IV.F.   Nilai Tukar Rupiah

        Ketidakpastian pasar keuangan di dunia menyebabkan nilai tukar Rupiah pada
        Juni 2023 melemah sebesar 0,56% dibandingkan dengan rata-rata kurs Mei 2023.
        Nilai tukar Rupiah pada Bulan Juni 2023 mengalami penguatan sebesar 4,17%
        dibandingkan akhir tahun 2022. Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan
        stabilisasi nilai tukar Rupiah khususnya melalui triple intervention dan twist
        operation untuk mengendalikan inflasi barang impor (imported inflation) dan
        memitigasi risiko rambatan ketidakpastian pasar keuangan di dunia.




                                                   30
Page 247
Grafik 3
Perkembangan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Mata Uang Asing

   20.000

   18.000

   16.000

   14.000

   12.000

   10.000

    8.000      Q3/2023*   Q4/2023*   Q1/2024*   Q2/2023*   2024*    2025*    2026*
         EUR    16.445     16.576     16.430     16.498    16.733   16.863   17.690
         SGD    11.157     11.128     11.198     11.145    11.192   11.231   11.731
         USD    14.950     14.800     14.670     14.600    14.550   14.600   15.250



* Proyeksi
Sumber: Bloomberg


Proyeksi nilai tukar Rupiah terhadap Euro pada Q3/2023 – 2026 secara
berturut-turut diperkirakan sebesar Rp 16.445, Rp 16.576, Rp 16.430, Rp 16.498,
Rp 16.733, Rp 16.863, dan Rp 17.690.

Proyeksi nilai tukar Rupiah terhadap SGD pada Q3/2023 – 2026 secara
berturut-turut diperkirakan sebesar Rp 11.157, Rp 11.128, Rp 11.198, Rp 11.145,
Rp 11.192, Rp 11.231, dan Rp 11.731.

Proyeksi nilai tukar Rupiah terhadap USD pada Q3/2023 – 2026 secara
berturut-turut diperkirakan sebesar Rp 14.950, Rp 14.800, Rp 14.670, Rp 14.600,
Rp 14.550, Rp 14.600, dan Rp 15.250.




                                       31
Page 248
V.     TINJAUAN INDUSTRI PROPERTI

V.A.   Tinjauan Industri Properti di Dunia

       Industri properti merupakan salah satu industri terbesar di dunia. Hal ini terlihat
       dari harga properti yang mengalami peningkatan pada setiap tahunnya.
       Sektor-sektor penting dalam industri properti antara lain meliputi sektor
       perumahan/real estate, apartemen, perkantoran, pusat perbelanjaan, perhotelan,
       serta kawasan industri.

       Berdasarkan data yang diperoleh dari Knight Frank dalam laporannya yang
       berjudul Global House Price Index Q1/2023, AS menempati posisi ke - 39 dengan
       persentase kenaikan harga rumah sebesar 0,70% selama setahun terakhir,
       sedangkan selama enam bulan terakhir mengalami penurunan sebesar 1,10%,
       dan kenaikan sebesar 1,00% selama tiga bulan terakhir pada Q1/2023.
       Peningkatan harga ini terutama disebabkan oleh pasokan rumah yang terbatas
       yang menopang pertumbuhan harga meskipun di tengah ketersediaan pasokan
       yang menurun.

       Tabel 9
       Perubahan Investasi Real Estat Komersial Berdasarkan Wilayah
       Q1/2023


               Bagian Wilayah             Perubahan

       Asia Pasifik                          -30,00%
       Eropa, Timur Tengah dan Afrika        -58,00%
       Amerika                               -61,00%

       Sumber: Jones Lang LaSalle (JLL)


       Selanjutnya, berdasarkan data yang diperoleh dari JLL, aktivitas merger dan
       akuisisi real estat di dunia pada Q1/2023 terlihat terbatas dan situasional, dengan
       transaksi strategis tertentu yang terjadi dalam skala lebih kecil di dunia.
       Investasi real estat komersial di dunia pada Q1/2023 mengalami penurunan paling
       tinggi di Amerika serta Eropa, Timur Tengah, dan Afrika masing-masing sebesar
       61,00% dan 58,00% dibandingkan dengan Q1/2022 sebelumnya. Penurunan ini
       disebabkan oleh tingginya inflasi yang masih terjadi, suku bunga yang mengalami
       kenaikan, dan tingkat pengangguran yang meningkat sementara kesulitan di
       sektor perbankan turut menambah volatilitas.




                                                 32
Page 249
Grafik 4
Penjualan Rumah di AS
Januari – Juni 2023
(Dalam jutaan Unit)

                                 4,55
   4,60
   4,50                                          4,43
   4,40                                                        4,29   4,30
   4,30
                                                                             4,16
   4,20
   4,10          4,00
   4,00
   3,90
   3,80
   3,70
                 Jan             Feb             Mar           Apr    Mei    Jun

Sumber: Trading Economics


Selanjutnya, berdasarkan data yang diperoleh dari Trading Economics, penjualan
rumah di AS pada bulan Juni 2023 mengalami penurunan sebesar 3,26%
dibandingkan dengan penjualan rumah AS bulan Mei 2023. Penjualan rumah Juni
2023 merupakan yang terendah selama lima bulan terakhir, sementara proyeksi
penjualan bulan Juni 2023 adalah sebesar 4,20 juta unit rumah. Penurunan
penjualan rumah terjadi pada Amerika Selatan dan Barat masing-masing
mengalami penurunan sebesar 5,40% dan 5,10%.

Tabel 10
Proyeksi Harga Rumah di AS berdasarkan Kota pada Tahun 2030

                                              (Dalam jutaan USD)

      Kota              Negara Bagian                Harga

San Fransisco          California                            2,61
San Jose               California                            2,25
Oakland                California                            1,71
Seattle                Washington                            1,54
Los Angeles            California                            1,38
San Diego              California                            1,15
Boston                 Massachusetts                         1,13
Long Beach             California                            1,07
New York               New York                              0,96
Washington             District of Columbia                  0,96

Sumber: RenoFi




                                               33
Page 250
         Menurut data yang dibuat oleh RenoFi, harga rata-rata rumah di AS pada tahun
         2030 diproyeksikan sebesar USD 383,00 ribu mengingat harga rumah di AS telah
         mengalami kenaikan sebesar 48,55%. Selain itu, enam dari sepuluh kota termahal
         di AS terletak pada negara bagian California, dimana San Fransisco dan San Jose
         diproyeksikan memiliki harga rumah termahal pada tahun 2030 masing-masing
         senilai USD 2,61 juta dan USD 2,25 juta. Peningkatan proyeksi harga rumah di AS
         terutama didorong oleh dampak pandemi Covid-19 dimana mayoritas penghuni di
         AS telah menghabiskan sebagian besar waktu di rumah dan melakukan renovasi
         pada propertinya, selain itu, fakfor dimana beberapa orang tidak perlu tinggal dekat
         dengan tempat kerjanya dan pindah ke pinggiran kota juga turut mendukung
         peningkatan harga rumah.

         Faktor-faktor seperti peningkatan harga rumah di dunia dari tahun ke tahun,
         kecenderungan penghuni yang menginginkan untuk menata huniannya sesuai
         dengan keinginannya, dan kebutuhan untuk bekerja dari rumah merupakan faktor
         pendorong bagi industri properti di masa yang akan datang. Peningkatan nilai
         properti pada kota-kota pusat bisnis di seluruh dunia turut berperan bagi
         peningkatan industri properti global, sehingga industri properti global diharapkan
         terus bertumbuh positif dalam jangka waktu yang sangat lama di masa mendatang.

V.B.     Tinjauan Industri Properti di Indonesia

         Industri properti di Indonesia merupakan salah satu sektor industri yang
         memberikan kontribusi signifikan bagi pertumbuhan ekonomi, hal ini disebabkan
         industri properti saling terkait dengan industri-industri lainnya, misalnya industri
         bahan baku bangunan, konstruksi, logistik, bidang jasa, maupun industri keuangan
         serta perbankan dalam Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Pertumbuhan industri
         properti yang tinggi berdampak terhadap pendapatan domestik bruto nasional
         serta ketersediaan lapangan pekerjaan.

V.B.1.   Perkembangan Permintaan Properti Komersial

         Tabel 11
         Pertumbuhan Triwulan Indeks Permintaan Properti Komersial
         Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek), Banten, Bandung, dan Makassar
         Triwulan I/2022 - Triwulan I/2023

                                                                                                            (Dalam %)
                                                                          2022                              2023
                     Keterangan
                                                     I            II             III            IV            I

         Sewa:
           Perkantoran                                   (0,06)         0,09           0,21       0,88          0,99
           Ritel                                          0,24          0,20           0,59       0,15          0,40
           Apartemen                                     (1,40)         4,91           4,77      10,64          4,51
         Jual:
           Perkantoran                                   (0,06)          0,21          0,17          1,13       0,10
           Ritel                                          0,00          0,00           0,00          0,00       0,00
         Hotel                                           (8,80)        27,15        6,59         20,15        (13,35)
         Lahan Industri                                   0,51          0,64        0,07          0,04          0,04
         Convention hall                                 (3,44)        74,68       17,11         37,44         10,02
         Warehouse complex                                0,02          0,11        0,05          0,12          0,05

         Sumber: Perkembangan Properti Komersial (PPKOM) Triwulan I-2023, Bank Indonesia (BI)




                                                    34
Page 251
         Berdasarkan data yang diperoleh dari BI dalam laporan yang berjudul PPKOM
         triwulan I/2023, indeks permintaan properti komersial untuk kategori sewa
         menunjukkan penurunan sebesar 10,66% dibandingkan dengan triwulan
         sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh perlambatan permintaan pada mayoritas
         segmen sewa terutama segmen hotel yang mengalami penurunan di seluruh kota
         cakupan survei. Begitu juga dengan indeks permintaan properti komersial untuk
         kategori jual yang menunjukkan penurunan sebesar 0,10%. Kondisi tersebut
         disebabkan oleh adanya stagnasi permintaan pada segmen perkantoran jual di
         Semarang, Jakarta, dan Surabaya karena rendahnya minat investor. Selain itu,
         permintaan pada segmen warehouse complex juga mengalami penurunan
         terutama di wilayah Bogor, Depok, dan Bekasi.

V.B.2.   Perkembangan Pasokan Properti Komersial

         Tabel 12
         Pertumbuhan Triwulan Indeks Pasokan Properti Komersial
         Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek), Banten, Bandung, dan Makassar
         Triwulan I/2022 - Triwulan I/2023

                                                                                                              (Dalam %)
                                                                          2022                                 2023
                     Keterangan
                                                     I            II             III            IV               I
         Sewa:
           Perkantoran                                   (0,05)         0,37           0,44          0,68          0,84
           Ritel                                          0,54          0,06           0,44          0,10          0,57
           Apartemen                                     (0,37)        (0,33)          0,68          0,10          0,41
         Jual:
           Perkantoran                                   (0,02)        0,03            0,00          1,05         (0,01)
           Ritel                                          0,00         0,00            0,00          0,00          0,00
         Hotel                                           (0,04)        (0,06)           0,86         (1,03)        0,21
         Lahan Industri                                   0,34          1,32           (0,01)         0,20        (0,01)
         Convention hall                                 (1,04)        (0,29)          (0,25)         0,78        (0,06)
         Warehouse complex                                0,01          0,02            0,13          0,00         0,00

         Sumber: Perkembangan Properti Komersial (PPKOM) Triwulan I-2023, Bank Indonesia (BI)


         Selanjutnya, untuk kategori pasokan properti komersial menunjukkan peningkatan
         dibandingkan dengan triwulan sebelumnya dimana hal tersebut tercermin dari
         jumlah pertumbuhan indeks pasokan properti komersial untuk kategori sewa yang
         tercatat adalah sebesar 0,68%. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh
         adanya peningkatan pada mayoritas segmen kecuali segmen convention hall.




                                                     35
Page 252
V.B.3.   Perkembangan Harga Properti Komersial

         Tabel 13
         Pertumbuhan Triwulan Indeks Harga Properti Komersial
         Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek), Banten, Bandung, dan Makassar
         Triwulan I/2022 - Triwulan I/2023

                                                                                                              (Dalam %)
                                                                          2022                                2023
                     Keterangan
                                                     I            II             III            IV              I
         Sewa:
           Perkantoran                                   0,55          (0,83)          (0,69)        (0,97)       0,01
           Ritel                                         0,00          (0,18)          (0,28)         0,07        0,40
           Apartemen                                     0,35           0,61            1,50          3,40       (0,38)
         Jual:
           Perkantoran                                   0,16           0,14           (0,23)        (0,42)      (0,15)
           Ritel                                         0,01           0,00            0,00          0,00        0,00
         Hotel                                           1,66          20,92           2,89      10,69           (8,43)
         Lahan Industri                                  0,04           0,23           0,08       0,19            0,03
         Convention hall                                 4,82           3,16           1,88      (3,05)          (0,39)
         Warehouse complex                               0,17           0,00           0,00       0,00            0,00

         Sumber: Perkembangan Properti Komersial (PPKOM) Triwulan I-2023, Bank Indonesia (BI)


         Sementara itu, untuk indeks harga properti komersial untuk kategori sewa
         mengalami penurunan sebesar 6,00% dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.
         Penurunan harga sewa terjadi pada mayoritas segmen seiring dengan adanya
         penurunan harga pada segmen perkantoran sewa di Jakarta dan Bandung sebagai
         langkah untuk meningkatkan okupansi. Selanjutnya, untuk indeks harga properti
         komersial untuk kategori jual mengalami penurunan sebesar 0,06%. Hal ini
         terutama disebabkan oleh melambatnya akselerasi harga segmen perkantoran
         jual di Jakarta sebagai strategi untuk mempertahankan okupansi.




                                                     36
Page 253
Grafik 5
Persetujuan Pinjaman atau Kredit Bank Umum di Indonesia
Bulan Desember 2022 – Januari 2023
(Dalam miliar Rupiah)

   700.000

   600.000

   500.000

   400.000

   300.000

   200.000

   100.000

          -
                    KPR dan KPA        Konstruksi            Real Estat
      Apr-23          648.154           401.441               193.908
      Mei-23          653.820           393.819               195.472

Sumber: Bank Indonesia


Berdasarkan data yang diperoleh dari Bank Indonesia pada bulan Mei 2023,
persetujuan pinjaman atau kredit bank umum di Indonesia untuk segmen KPR dan
KPA serta real estat masing-masing mengalami peningkatan sebesar
Rp 5.666,00 miliar dan Rp 1.564,00 miliar atau masing-masing setara dengan
0,87% dan 0,81% jika dibandingkan dengan bulan April 2023. Sementara itu, untuk
segmen konstruksi mengalami penurunan sebesar Rp 7.622,00 miliar atau setara
dengan 1,90% jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.




                                  37
Page 254
Grafik 6
Proyeksi Penyelesaian Proyek Apartemen yang Tertunda di Jakarta
Tahun 2023 - 2025
(Dalam unit)

                  8.000

                  7.000

                  6.000

                  5.000

                  4.000

                  3.000

                  2.000

                  1.000

                        -
                             2023            2024              2025
      Penyelesaian Unit      6.172           6.747             2.246

Sumber: Colliers Indonesia


Berdasarkan data yang diperoleh dari Colliers Indonesia, investor asing akan
bersikap lebih konservatif sampai dengan QI/2024 yang merupakan periode
Pemilihan Umum, pengembang apartemen akan fokus untuk menjual unit yang
sudah ada dan tidak akan meluncurkan proyek baru serta menyelesaikan proyek
yang tertunda saat pandemi. Sebanyak 48,00% proyek apartemen yang akan
diselesaikan pada tahun 2025 terletak di Jakarta Selatan terutama mentargetkan
pasar kalangan menengah ke atas.




                                     38
Page 255
Perekonomian Indonesia pada tahun 2023 akan tumbuh sekitar 5,00% menurut
proyeksi International Monetary Fund, hal ini menunjukkan bahwa Indonesia
sudah mulai pulih dari dampak Covid-19. Dalam jangka menengah, perekonomian
Indonesia akan terus meningkat seiring dengan pemulihan ekonomi global serta
peningkatan perekonomian domestik yang didorong oleh kenaikan konsumsi,
investasi serta produktivitas yang didukung oleh kebijakan-kebijakan baik fiskal
maupun moneter. Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi
Indonesia dalam jangka menengah akan berada di kisaran 5,00% – 5,80% hingga
tahun 2027. Hal ini secara langsung maupun tidak langsung akan berpengaruh
pada prospek sektor properti. Selain itu Pemerintah berupaya mendukung sektor
properti dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan seperti memperpanjang
pelonggaran rasio loan to value untuk kredit/pembiayaan properti hingga akhir
2023, peningkatan batasan nilai hunian mewah yang dikenakan PPh (Pajak
Penghasilan) dan PPnBM (Pajak Penjualan Barang Mewah) dari
Rp 5,00 miliar – Rp 10,00 miliar menjadiRp 30,00 miliar, dan penurunan tarif PPh
Pasal 22 atas hunian mewah dari 5,00% menjadi 1,00%. Meningkatnya daya beli
masyarakat serta pelonggaran berbagai kebijakan-kebijakan dari Pemerintah
dapat mendorong pertumbuhan sektor properti serta meningkatkan prospek usaha
Perseroan.

Beberapa indikator ekonomi dan sektor properti juga menunjukkan tren yang baik,
sejalan dengan adanya data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik yang
menyatakan bahwa ekonomi tumbuh sebesar 5,03% pada Q1/2023 yang diikuti
oleh pertumbuhan atas indeks permintaan properti dari tahun ke tahun yang telah
meningkat sebesar 14,50% pada Q1/2023. Selanjutnya, menurut lembaga riset
internasional, McKinsey Global Institute, memperkirakan dengan tingkat
pertumbuhan ekonomi dunia yang stabil, negara Indonesia akan menjadi negara
dengan kekuatan ekonomi nomor tujuh di dunia pada tahun 2030. Dengan situasi
tersebut, maka diperkirakan segmen apartemen dan sewa perkantoran akan
menjadi investasi yang masih diprioritaskan untuk menunjang aktivitas dan
mobilitas konsumen yang semakin tinggi di masa yang akan datang.




                                 39
Page 256
VI.       ANALISIS LAPORAN KEUANGAN HISTORIS

VI.A.     PT Jaya Indah Sentosa

          Laporan keuangan JIS untuk tahun enam bulan yang berakhir pada tanggal
          30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
          31 Desember 2022 dan 2021 telah diaudit oleh KAP SSR masing-masing dengan
          pendapat wajar tanpa pengecualian. Laporan keuangan JIS untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020, 2019, dan 2018.

          Ikhtisar data keuangan penting JIS adalah sebagai berikut:

VI.A.1.   Laporan Posisi Keuangan
          Tabel 14
          PT Jaya Indah Sentosa
          Laporan Posisi Keuangan
          Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 - 2022

                                                                                                                                (Dalam jutaan Rupiah)

                                 Keterangan                      30/06/23     31/12/22     31/12/21       31/12/20*       31/12/19*       31/12/18*

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan setara kas                                        10.148        7.446        2.143           2.013           2.642           2.788
          Piutang lain-lain                                        580.113      588.391      636.036         645.710         661.978         221.218
          Pajak dibayar di muka                                      6.066        6.598        4.414           3.451           1.798           1.798
          Proyek dalam pelaksanaan                                       -            -            -         618.930         575.155         548.938
          Jumlah Aset Lancar                                       596.328      602.436      642.593        1.270.105       1.241.573        774.742
          ASET TIDAK LANCAR
          Persediaan                                               801.122      781.275      687.863                  -               -               -
          Properti investasi                                         6.056        1.106            -                  -               -               -
          Jumlah Aset Tidak Lancar                                 807.178      782.381      687.863                  -               -               -
          JUMLAH ASET                                             1.403.506    1.384.817    1.330.456       1.270.105       1.241.573        774.742

          *) Tidak Diaudit



                                                                                                                                (Dalam jutaan Rupiah)

                                 Keterangan                      30/06/23     31/12/22     31/12/21       31/12/20*       31/12/19*       31/12/18*

          LIABILITAS DAN EKUITAS
          LIABILITAS
          LIABILITAS JANGKA PENDEK
          Utang usaha                                                 5.732          723           31       1.218.222       1.188.640        721.830
          Utang lain-lain                                         1.267.500    1.277.875    1.272.467               -               -            196
          Biaya masih harus dibayar                                   3.775        3.691       10.617               -               -              -
          Utang pajak                                                 1.035          759          746             346             347              -
          Bagian jangka pendek dari liabilitas jangka panjang:
            Liabilitas imbalan kerja                                    22           20               -               -               -               -
          Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                         1.278.064    1.283.069    1.283.861       1.218.568       1.188.987        722.026
          LIABILITAS JANGKA PANJANG
          Uang muka penjualan                                       79.418       55.148               -               -               -               -
          Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi bagian
            jangka pendek:
            Liabilitas imbalan kerja                                    96           86               -               -               -               -
          Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                          79.513       55.234               -               -               -               -
          JUMLAH LIABILITAS                                       1.357.578    1.338.303    1.283.861       1.218.568       1.188.987        722.026
          EKUITAS
          Modal saham                                               50.000       50.000       50.000          50.000           50.000         50.000
          Uang muka setoran modal                                        -            -            -           5.000            5.000          5.000
          Akumulasi kerugian                                        (4.072)      (3.486)      (3.405)         (3.462)          (2.414)        (2.284)
          JUMLAH EKUITAS                                            45.928       46.514       46.595          51.538           52.586         52.716
          JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                           1.403.506    1.384.817    1.330.456       1.270.105       1.241.573        774.742

          *) Tidak Diaudit




                                                                 40
Page 257
VI.A.2.   Aset

          Jumlah aset JIS pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023, 31 Desember 2022, 2021,
          2020, 2019, dan 2018 masing-masing adalah sebesar Rp 1.403,51 miliar,
          Rp 1.384,82 miliar, Rp 1.330,46 miliar, Rp 1.270,11 miliar, Rp 1.241,57 miliar, dan
          Rp 774,74 miliar.

          Pada tanggal 30 Juni 2023, jumlah aset JIS mengalami kenaikan sebesar
          Rp 18,69 miliar atau setara dengan 1,35% dibandingkan dengan jumlah aset pada
          tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan
          persediaan sebesar Rp 19,85 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah aset JIS mengalami kenaikan sebesar
          Rp 54,36 miliar atau setara dengan 4,09% dibandingkan dengan jumlah aset pada
          tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan
          persediaan sebesar Rp 93,41 miliar, yang disertai dengan penurunan piutang
          lain-lain sebesar Rp 47,65 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah aset JIS mengalami kenaikan sebesar
          Rp 60,35 miliar atau setara dengan 4,75% dibandingkan dengan jumlah aset pada
          tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan
          persediaan sebesar Rp 687,86 miliar, yang disertai dengan penurunan proyek
          dalam pelaksanaan sebesar Rp 618,93 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah aset JIS mengalami kenaikan sebesar
          Rp 28,53 miliar atau setara dengan 2,30% dibandingkan dengan jumlah aset pada
          tanggal 31 Desember 2019. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan
          proyek dalam pelaksanaan sebesar Rp 43,78 miliar, yang disertai dengan
          penurunan piutang lain-lain sebesar Rp 16,27 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2019, jumlah aset JIS mengalami kenaikan sebesar
          Rp 466,83 miliar atau setara dengan 60,26% dibandingkan dengan jumlah aset
          pada tanggal 31 Desember 2018. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh piutang
          lain-lain dan proyek dalam penyelesaian masing-masing sebesar Rp 440,76 miliar
          dan Rp 26,22 miliar.

VI.A.3.   Liabilitas

          Jumlah liabilitas JIS pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023, 31 Desember 2022, 2021,
          2020, 2019, dan 2018 masing-masing adalah sebesar Rp 1.357,58 miliar,
          Rp 1.338,30 miliar, Rp 1.283,86 miliar, Rp 1.218,57 miliar, Rp 1.188,99 miliar, dan
          Rp 722,03 miliar.

          Pada tanggal 30 Juni 2023, jumlah liabilitas JIS mengalami kenaikan sebesar
          Rp 19,28 miliar atau setara dengan 1,44% dibandingkan dengan jumlah liabilitas
          pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan
          uang muka penjualan sebesar Rp 24,27 miliar, yang disertai dengan penurunan
          utang lain-lain sebesar Rp 10,38 miliar.




                                            41
Page 258
         Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah liabilitas JIS mengalami kenaikan
         sebesar Rp 54,44 miliar atau setara dengan 4,24% dibandingkan dengan jumlah
         liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
         kenaikan uang muka penjualan sebesar Rp 55,15 miliar.

         Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah liabilitas JIS mengalami kenaikan
         sebesar Rp 65,29 miliar atau setara dengan 5,36% dibandingkan dengan jumlah
         liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
         kenaikan utang lain-lain sebesar Rp 1.272,47 miliar, yang disertai dengan
         penurunan utang usaha sebesar Rp 1.218,19 miliar.

         Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah liabilitas JIS mengalami kenaikan
         sebesar Rp 29,58 miliar atau setara dengan 2,49% dibandingkan dengan jumlah
         liabilitas pada tanggal 31 Desember 2019. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
         kenaikan utang usaha sebesar Rp 29,58 miliar.

         Pada tanggal 31 Desember 2019, jumlah liabilitas JIS mengalami kenaikan
         sebesar Rp 466,96 miliar atau setara dengan 64,67% dibandingkan dengan jumlah
         liabilitas pada tanggal 31 Desember 2018. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
         kenaikan utang usaha sebesar Rp 466,81 miliar.

V.A.4.   Ekuitas

         Jumlah ekuitas JIS pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023, 31 Desember 2022, 2021,
         2020, 2019, dan 2018 masing-masing adalah sebesar Rp 45,93 miliar,
         Rp 46,51 miliar, Rp 46,60 miliar, Rp 51,54 miliar, Rp 52,59 miliar, dan
         Rp 52,72 miliar.

         Pada tanggal 30 Juni 2023, jumlah ekuitas JIS mengalami penurunan sebesar
         Rp 0,59 miliar atau setara dengan 1,26% dibandingkan dengan jumlah ekuitas
         pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan ini seluruhnya disebabkan oleh rugi
         periode berjalan yang dibukukan oleh JIS.

         Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah ekuitas JIS mengalami penurunan
         sebesar Rp 0,08 miliar atau setara dengan 0,17% dibandingkan dengan jumlah
         ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
         rugi tahun berjalan sebesar Rp 0,09 miliar.

         Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah ekuitas JIS mengalami penurunan
         sebesar Rp 4,94 miliar atau setara dengan 9,59% dibandingkan dengan jumlah
         ekuitas pada tanggal 31 Desember 2020. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
         penurunan uang muka setoran modal sebesar Rp 5,00 miliar.

         Pada tanggal 31 Desember 2020, ekuitas JIS mengalami penurunan sebesar
         Rp 1,05 miliar atau setara dengan 1,99% dibandingkan dengan ekuitas pada
         tanggal 31 Desember 2019. Penurunan ini seluruhnya disebabkan oleh rugi
         periode berjalan yang dibukukan oleh JIS.




                                         42
Page 259
          Pada tanggal 31 Desember 2019, ekuitas JIS mengalami penurunan sebesar
          Rp 0,13 miliar atau setara dengan 0,25% dibandingkan dengan ekuitas pada
          tanggal 31 Desember 2018. Penurunan ini seluruhnya disebabkan oleh rugi
          periode berjalan yang dibukukan oleh JIS.

VI.A.5.   Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
          Tabel 15
          PT Jaya Indah Sentosa
          Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
          Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan
          untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2018 - 2022

                                                                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                    30/06/23        31/12/22      31/12/21       31/12/20*     31/12/19*     31/12/18*
                                  Keterangan
                                                                   (6 Bulan)       (1 Tahun)     (1 Tahun)       (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
          Pendapatan                                                           -            2                -          50               -              -
          Beban pokok pendapatan                                               -            -                -           -               -              -
          Laba kotor                                                         -              2             -              50              -              -
          Beban penjualan                                                   (1)            (5)            -          (1.102)             -              -
          Beban umum dan administrasi                                     (453)          (328)          (11)            (22)             -              -
          Penghasilan keuangan                                              40            182            27               -              -              -
          Beban keuangan                                                    (4)            (7)           (3)              -              -              -
          Penghasilan (beban) lain-lain - neto                            (168)            73            45              30           (130)             3
          Laba (rugi) sebelum pajak final dan pajak penghasilan           (586)           (83)          58           (1.043)          (130)             3
          Pajak final                                                        -             (0)           -                -              -              -
          Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan                           (586)           (83)          58           (1.043)          (130)             3
          Pajak penghasilan                                                  -             (3)           -               (5)             -              -
          Laba (rugi) periode/tahun berjalan                              (586)           (87)          58           (1.048)          (130)             3
          Pendapatan komprehensif lainnya                                    -              5            -                -              -              -
          Jumlah laba komprehensif periode/tahun berjalan                 (586)           (81)          58           (1.048)          (130)             3

          *) Tidak Diaudit



VI.A.6.   Pendapatan

          Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan untuk
          tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021, 2019, dan 2018,
          JIS tidak membukukan pendapatan. Pendapatan JIS untuk tahun yang berakhir
          pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2020 masing-masing adalah
          sebesar Rp 2,00 juta dan Rp 0,05 miliar.

VI.A.7.   Laba (Rugi) Periode/Tahun Berjalan

          Rugi bersih periode berjalan JIS untuk periode enam bulan yang berakhir pada
          tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
          31 Desember 2022, 2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar
          Rp 0,59 miliar, Rp 0,08 miliar, Rp 1,05 miliar, dan Rp 0,13 miliar. Laba bersih tahun
          berjalan JIS untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021
          dan 2018 masing-masing adalah sebesar Rp 0,06 miliar dan Rp 3,00 juta.

          Rugi bersih tahun berjalan JIS untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember2022 mengalami penurunan sebesar Rp 0,14 miliar atau setara
          dengan 249,89% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.




                                                                   43
Page 260
          Laba bersih tahun berjalan JIS untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2021 mengalami kenaikan sebesar Rp 1,11 miliar atau setara
          dengan 105,50% dibandingkan dengan laba periode dan tahun berjalan untuk
          tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.

          Rugi bersih tahun berjalan JIS untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2020 mengalami kenaikan sebesar Rp 0,92 miliar atau setara
          dengan 709,39% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal 31 Desember 2019.

          Rugi bersih tahun berjalan JIS untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2019 mengalami kenaikan sebesar Rp 0,13 miliar dibandingkan
          dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2018.

VI.A.8.   Laporan Arus Kas
          Tabel 16
          PT Jaya Indah Sentosa
          Laporan Arus Kas
          Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan
          untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2018 - 2022

                                                                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                   30/06/23        31/12/22      31/12/21        31/12/20*       31/12/19*     31/12/18*
                                 Keterangan
                                                                   (6 Bulan)       (1 Tahun)     (1 Tahun)       (1 Tahun)       (1 Tahun)      (1 Tahun)
          ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
          Penerimaan kas dari pelanggan                                24.270          55.200            50             105                -              -
          Pembayaran kepada pemasok dan lain-lain                        (165)        (17.197)      (31.726)         (4.978)         (25.040)          (342)
          Pembayaran kepada karyawan                                     (234)           (190)            -               -                -              -
          Pembayaran pajak final                                         (479)         (1.412)           (5)              -                -              -
          Penerimaan bunga                                                 40             182            27              33               14             12
          Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
           Aktivitas Operasi                                           23.433          36.583       (31.654)         (4.840)         (25.026)          (331)
          ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
          Perolehan properti investasi                                    (449)        (1.106)               -               -             -                -
          Penambahan piutang lain-lain dari pihak berelasi                   -              -                -               -      (440.760)               -
          Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi                  (449)        (1.106)               -               -      (440.760)               -
          ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
          Penerimaan pinjaman dari pihak berelasi                    1.410.000        946.408       121.500           4.212          465.640          2.325
          Pembayaran pinjaman kepada pihak berelasi                 (1.420.375)      (941.000)      (69.689)              -                -              -
          Pembayaran bunga                                              (9.906)       (35.581)      (20.027)              -                -              -
          Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
           Aktivitas Pendanaan                                         (20.282)       (30.173)       31.783           4.212          465.640          2.325
          KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
           SETARA KAS                                                    2.702          5.304          129             (628)            (146)         1.994
          KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                             7.446          2.143         2.013           2.642            2.788           794
          KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                          10.148           7.446         2.143           2.013            2.642          2.788

          *) Tidak Diaudit



          Arus Kas dari (untuk) Aktivitas Operasi

          Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi JIS untuk periode enam bulan
          yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada
          tanggal-tanggal 31 Desember 2022 masing-masing adalah sebesar
          Rp 23,43 miliar dan Rp 36,58 miliar. Arus kas bersih yang digunakan untuk
          aktivitas operasi JIS untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
          31 Desember 2021, 2020, 2019, dan 2018 masing-masing adalah sebesar
          Rp 31,65 miliar, Rp 4,84 miliar, Rp 25,03 miliar, dan Rp 0,33 miliar.




                                                                   44
Page 261
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi JIS untuk periode enam bulan
yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 sebesar Rp 23,43 miliar terutama berasal
dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 24,27 miliar, yang disertai dengan
pembayaran kepada karyawan dan pembayaran pajak final masing-masing
sebesar Rp 0,23 miliar dan Rp 0,48 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi JIS untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 36,58 miliar terutama berasal dari
penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 55,20 miliar, yang disertai dengan
pembayaran kepada pemasok dan lain-lain dan pembayaran pajak final
masing-masing sebesar Rp 17,20 miliar dan Rp 1,41 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi JIS untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 31,65 miliar terutama
berasal dari pembayaran kepada pemasok dan lain-lain sebesar Rp 31,73 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi JIS untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 4,84 miliar terutama berasal
dari pembayaran kepada pemasok dan lain-lain sebesar Rp 4,98 miliar, yang
disertai dengan penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 0,11 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi JIS untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 25,04 miliar terutama
berasal dari pembayaran kepada pemasok dan lain-lain sebesar Rp 25,04 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi JIS untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 sebesar Rp 0,33 miliar terutama berasal
dari pembayaran kepada pemasok dan lain-lain sebesar Rp 0,34 miliar.

Arus Kas Dari (untuk) Aktivitas Investasi

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi JIS untuk periode enam
bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2019 masing-masing adalah sebesar
Rp 0,45 miliar, Rp 1,11 miliar, dan Rp 440,76 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi JIS untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 sebesar Rp 0,45 seluruhnya berasal dari
perolehan properti investasi.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi JIS untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 1,11 miliar seluruhnya
berasal dari perolehan properti investasi.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi JIS untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 440,76 miliar seluruhnya
berasal dari penambahan piutang lain-lain dari pihak berelasi.




                                  45
Page 262
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan JIS untuk periode
enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 masing-masing adalah sebesar
Rp 20,28 miliar dan Rp 30,17 miliar. Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas
pendanaan JIS untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2021, 2020, 2019, dan 2018 masing-masing adalah sebesar
Rp 31,78 miliar, Rp 4,21 miliar, Rp 465,64 miliar, dan Rp 2,33 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan JIS untuk periode
enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 sebesar Rp 20,28 miliar
terutama berasal dari pembayaran pinjaman kepada pihak berelasi dan
pembayaran bunga masing-masing sebesar Rp 1.420,38 miliar dan Rp 9,91 miliar,
yang disertai dengan penerimaan pinjaman dari pihak berelasi sebesar
Rp 1.410,00 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan JIS untuk periode
enam bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar
Rp 30,17 miliar terutama berasal dari pembayaran pinjaman kepada pihak berelasi
dan pembayaran bunga masing-masing sebesar Rp 941,00 miliar dan
Rp 35,58 miliar, yang disertai dengan penerimaan pinjaman dari pihak berelasi
sebesar Rp 946,41 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan JIS untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 31,78 miliar terutama
berasal dari penerimaan pinjaman dari pihak berelasi sebesar Rp 121,50 miliar,
yang disertai dengan pembayaran pinjaman kepada pihak berelasi dan
pembayaran bunga masing-masing sebesar Rp 69,69 miliar dan Rp 20,03 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan JIS untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 4,21 miliar seluruhnya
berasal dari penerimaan pinjaman dari pihak berelasi.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan JIS untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 465,64 miliar seluruhnya
berasal dari penerimaan pinjaman dari pihak berelasi.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan JIS untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 sebesar Rp 2,33 miliar seluruhnya
berasal dari penerimaan pinjaman dari pihak berelasi.




                                  46
Page 263
VI.A.9.    Rasio-rasio Keuangan
           Tabel 17
           PT Jaya Indah Sentosa
           Rasio-rasio Keuangan
           Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 - 2022



                                   Keterangan             30/06/23      31/12/22     31/12/21    31/12/20*    31/12/19*    31/12/18*

           Rasio Likuiditas
           Lancar                                               0,47         0,47         0,50         1,04         1,04         1,07
           Rasio Pengelolaan Aset
           Perputaran jumlah aset                                  -         0,00            -         0,00            -            -
           Ekuitas terhadap jumlah aset                         0,03         0,03         0,04         0,04         0,04         0,07
           Rasio Solvabilitas
           Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset               0,97         0,97         0,96         0,96         0,96         0,93
           Jumlah liabilitas terhadap ekuitas                  29,56        28,77        27,55        23,64        22,61        13,70
           Rasio Profitabilitas
           Marjin laba kotor                                      N/A      100,00%         N/A      100,00%          N/A          N/A
           Marjin laba (rugi) usaha                               N/A    -4966,89%         N/A          N/A          N/A          N/A
           Marjin laba (rugi) bersih                              N/A    -5152,17%         N/A          N/A          N/A          N/A
           Laba (rugi) usaha terhadap jumlah aset              -0,08%       -0,01%       0,00%       -0,08%       -0,01%        0,00%
           Imbal hasil aset                                    -0,08%       -0,01%       0,00%       -0,08%       -0,01%        0,00%
           Laba (rugi) usaha terhadap ekuitas                  -2,55%       -0,18%       0,12%       -2,02%       -0,25%        0,01%
           Imbal hasil ekuitas                                 -2,55%       -0,19%       0,12%       -2,03%       -0,25%        0,01%

           *) Tidak Diaudit



VI.A.10.   Pengelolaan Aset

           Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan JIS dalam
           menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi JIS. Pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2022 dan 2020 rasio perputaran jumlah aset masing-masing adalah
           0,00 dan 0,00.

           Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas JIS
           terhadap jumlah aset JIS. Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023, 31 Desember 2022,
           2021, 2020, 2019, dan 2018 rasio ekuitas terhadap jumlah aset masing-masing
           adalah 0,03; 0,03; 0,04; 0,04; 0,04; dan 0,07.

VI.A.11.   Solvabilitas

           Solvabilitas menunjukkan kemampuan JIS untuk memenuhi seluruh liabilitasnya,
           yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui perbandingan
           antara jumlah liabilitas dengan jumlah aset dan melalui perbandingan antara
           jumlah liabilitas dengan ekuitas.

           Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023, 31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019, dan
           2018 rasio jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,97; 0,97;
           0,96; 0,96; 0,96; dan 0,93 sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas
           masing-masing adalah 29,56; 28,77; 27,55; 23,64; 22,61; dan 13,70.




                                                          47
Page 264
VI.A.12.   Profitabilitas

           Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan JIS dalam menghasilkan laba
           bersih dari aset yang dimilikinya. Imbal hasil aset untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2021 dan 2018 masing-masing adalah sebesar
           0,00% dan 0,00%.

           Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan JIS dalam menghasilkan
           laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan. Imbal hasil ekuitas untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2018 adalah sebesar 0,12% dan
           0,01%.

VI.B.      Analisis atas Common Size PT Jaya Indah Sentosa

           Berikut adalah analisis common size JIS untuk periode enam bulan yang berakhir
           pada tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019, dan 2018.

           Ikhtisar common size JIS adalah sebagai berikut:
           Tabel 18
           PT Jaya Indah Sentosa
           Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan
           Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 - 2022



                                Keterangan                30/06/23      31/12/22    31/12/21    31/12/20*    31/12/19*    31/12/18*

           ASET
           ASET LANCAR
           Kas dan setara kas                                   0,72%       0,54%       0,16%        0,16%        0,21%        0,36%
           Piutang lain-lain                                   41,33%      42,49%      47,81%       50,84%       53,32%       28,55%
           Pajak dibayar di muka                                0,43%       0,48%       0,33%        0,27%        0,14%        0,23%
           Proyek dalam pelaksanaan                             0,00%       0,00%       0,00%       48,73%       46,32%       70,85%
           Jumlah Aset Lancar                                  42,49%      43,50%      48,30%      100,00%      100,00%      100,00%
           ASET TIDAK LANCAR
           Persediaan                                          57,08%      56,42%      51,70%        0,00%        0,00%        0,00%
           Properti investasi                                   0,43%       0,08%       0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
           Jumlah Aset Tidak Lancar                            57,51%      56,50%      51,70%        0,00%        0,00%        0,00%
           JUMLAH ASET                                      100,00%       100,00%     100,00%      100,00%      100,00%      100,00%

           *) Tidak Diaudit




                                                          48
Page 265
                        Keterangan                       30/06/23      31/12/22         31/12/21     31/12/20*    31/12/19*     31/12/18*

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                                    0,41%           0,05%         0,00%       95,92%       95,74%        93,17%
Utang lain-lain                                               90,31%          92,28%        95,64%        0,00%        0,00%         0,03%
Biaya masih harus dibayar                                      0,27%           0,27%         0,80%        0,00%        0,00%         0,00%
Utang pajak                                                    0,07%           0,05%         0,06%        0,03%        0,03%         0,00%
Bagian jangka pendek dari liabilitas jangka panjang:
  Liabilitas imbalan kerja                                    0,00%            0,00%         0,00%        0,00%        0,00%         0,00%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                               91,06%          92,65%        96,50%       95,94%       95,76%        93,20%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Uang muka penjualan                                           5,66%            3,98%         0,00%        0,00%        0,00%         0,00%
Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi bagian
  jangka pendek:
  Liabilitas imbalan kerja                                    0,01%            0,01%         0,00%        0,00%        0,00%         0,00%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                              5,67%            3,99%         0,00%        0,00%        0,00%         0,00%
JUMLAH LIABILITAS                                             96,73%          96,64%        96,50%       95,94%       95,76%        93,20%
EKUITAS
Modal saham                                                    3,56%           3,61%         3,76%        3,94%         4,03%         6,45%
Uang muka setoran modal                                        0,00%           0,00%         0,00%        0,39%         0,40%         0,65%
Akumulasi kerugian                                            -0,29%          -0,25%        -0,26%       -0,27%        -0,19%        -0,29%
JUMLAH EKUITAS                                                3,27%            3,36%         3,50%        4,06%        4,24%         6,80%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                               100,00%          100,00%       100,00%      100,00%      100,00%       100,00%

*) Tidak Diaudit


Tabel 19
PT Jaya Indah Sentosa
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2018 - 2022


                                                         30/06/23       31/12/22         31/12/21    31/12/20*    31/12/19*     31/12/18*
                        Keterangan
                                                        (6 Bulan)      (1 Tahun)        (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)     (1 Tahun)
Pendapatan                                                     N/A           100,00%           N/A      100,00%          N/A           N/A
Beban pokok pendapatan                                         N/A             0,00%           N/A        0,00%          N/A           N/A
Laba kotor                                                     N/A            100,00%          N/A      100,00%          N/A           N/A
Beban penjualan                                                N/A           -300,77%          N/A    -2204,25%          N/A           N/A
Beban umum dan administrasi                                    N/A         -19524,90%          N/A      -43,62%          N/A           N/A
Penghasilan keuangan                                           N/A          10844,01%          N/A        0,00%          N/A           N/A
Beban keuangan                                                 N/A           -427,16%          N/A        0,00%          N/A           N/A
Penghasilan (beban) lain-lain - neto                           N/A           4341,93%          N/A       60,89%          N/A           N/A
Laba (rugi) sebelum pajak final dan pajak penghasilan          N/A          -4966,89%          N/A     2286,97%          N/A           N/A
Pajak final                                                    N/A             -2,50%          N/A        0,00%          N/A           N/A
Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan                          N/A          -4969,39%          N/A     2286,97%          N/A           N/A
Pajak penghasilan                                              N/A           -182,79%          N/A      -10,00%          N/A           N/A
Laba (rugi) periode/tahun berjalan                             N/A          -5152,17%          N/A     2276,97%          N/A           N/A
Pendapatan komprehensif lainnya                                N/A            303,87%          N/A        0,00%          N/A           N/A
Jumlah laba komprehensif periode/tahun berjalan                N/A          -4848,30%          N/A     2276,97%          N/A           N/A

*) Tidak Diaudit




                                                         49
Page 266
VI.C.     Analisis atas Common Size Industri Properti

          Berikut adalah analisis common size untuk perusahaan sejenis dengan JIS, yaitu
          PT Bumi Serpong Damai Tbk, PT Summarecon Agung Tbk, dan
          PT Ciputra Development Tbk untuk periode enam bulan yang berakhir pada
          tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
          31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019, dan 2018.

          Ikhtisar common size untuk PT Bumi Serpong Damai Tbk, PT Summarecon Agung
          Tbk, dan PT Ciputra Development Tbk masing-masing adalah sebagai berikut:

VI.C.1.   PT Bumi Serpong Damai Tbk
          Tabel 20
          PT Bumi Serpong Damai Tbk
          Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
          Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 - 2022



                                Keterangan                       30/06/23*       31/12/22    31/12/21    31/12/20    31/12/19    31/12/18

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan setara kas                                           15,50%       14,98%      12,64%      17,27%      12,59%      15,61%
          Investasi                                                     3,30%        3,39%       6,63%       4,80%       5,35%       1,79%
          Piutang usaha
            Pihak berelasi                                              0,01%        0,01%       0,00%       0,01%       0,02%       0,03%
            Pihak ketiga                                                0,31%        0,27%       0,22%       0,22%       0,31%       0,53%
          Piutang lain-lain                                             0,08%        0,10%       0,11%       0,11%       0,15%       0,11%
          Piutang pihak berelasi non-usaha                              0,09%        0,35%       0,01%       0,00%       0,45%       0,31%
          Persediaan                                                   19,35%       19,40%      19,29%      17,58%      18,66%      17,33%
          Uang muka                                                     4,39%        5,38%       5,78%       5,73%       6,11%       3,25%
          Pajak dibayar di muka                                         1,28%        1,35%       1,28%       0,80%       0,84%       0,97%
          Biaya dibayar di muka yang akan jatuh tempo
            dalam waktu satu tahun                                      0,34%        0,30%       0,25%       0,10%       0,02%       0,04%
          Aset lain-lain                                                0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
          Investasi sewa neto pembiayaan yang akan jatuh tempo
            dalam waktu satu tahun                                      0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,17%
          Perlengkapan                                                  0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,01%
          Jumlah Aset Lancar                                           44,66%       45,52%      46,20%      46,60%      44,49%      40,16%
          ASET TIDAK LANCAR
          Investasi                                                     0,58%        0,29%       0,27%       2,92%       0,81%       2,59%
          Piutang lain-lain                                             0,02%        0,02%       0,03%       0,03%       0,04%       0,00%
          Piutang pihak berelasi non-usaha                              0,00%        0,02%       0,07%       0,03%       0,03%       0,03%
          Investasi dalam saham                                        10,00%       10,37%      10,12%      11,14%      13,11%      14,47%
          Biaya dibayar di muka                                         0,13%        0,21%       0,16%       0,13%       0,05%       0,04%
          Tanah yang belum dikembangkan                                23,21%       23,85%      23,54%      20,42%      22,13%      22,83%
          Aset tetap                                                    0,79%        0,84%       0,86%       0,96%       1,16%       1,30%
          Properti investasi                                           13,52%       11,91%      12,95%      13,63%      15,13%      15,49%
          Aset hak-guna                                                 0,02%        0,02%       0,01%       0,02%       0,00%       0,00%
          Goodwill                                                      0,01%        0,01%       0,02%       0,02%       0,02%       0,02%
          Aset tak berwujud                                             7,06%        6,92%       5,78%       4,09%       3,03%       0,00%
          Aset lain-lain                                                0,01%        0,01%       0,01%       0,01%       0,01%       0,01%
          Piutang usaha - pihak ketiga                                  0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
          Uang muka                                                     0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       3,07%
          Jumlah Aset Tidak Lancar                                     55,34%       54,48%      53,80%      53,40%      55,51%      59,84%
          JUMLAH ASET                                                  100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%

          * Tidak Diaudit




                                                                 50
Page 267
                        Keterangan                             30/06/23*     31/12/22    31/12/21    31/12/20    31/12/19    31/12/18

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek                                            0,05%        0,05%       0,00%       0,00%       0,00%       0,48%
Utang usaha
  Pihak berelasi                                                     0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
  Pihak ketiga                                                       1,61%       1,39%       1,81%       1,53%       1,27%       2,23%
Utang pajak                                                          0,11%       0,12%       0,12%       0,14%       0,20%       0,24%
Beban akrual                                                         0,39%       0,35%       0,40%       0,51%       0,36%       0,44%
Setoran jaminan                                                      0,40%       0,40%       0,42%       0,43%       0,43%       0,38%
Liabilitas kontrak                                                  12,58%      11,82%      10,52%       6,80%       0,00%       0,00%
Uang muka diterima                                                   0,17%       0,19%       0,19%       0,18%       7,01%       5,72%
Sewa diterima di muka                                                0,47%       0,41%       0,34%       0,35%       0,50%       0,59%
Uang muka setoran modal                                              0,00%       0,15%       0,00%       0,03%       0,05%       0,05%
Bagian liabilitas jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam
  waktu satu tahun:
  Utang bank jangka panjang                                         1,71%        2,20%       3,49%       1,08%       1,17%       0,25%
  Liabilitas sewa                                                   0,01%        0,01%       0,01%       0,02%       0,00%       0,01%
  Utang obligasi dan sukuk ijarah                                   0,00%        0,04%       0,00%       7,96%       0,00%       0,83%
  Dana syirkah temporer                                             0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,01%
Liabilitas lain-lain                                                0,31%        0,32%       0,55%       0,41%       0,33%       0,74%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                     17,80%      17,44%      17,84%      19,44%      11,33%      11,97%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Setoran jaminan                                                     0,20%        0,21%       0,20%       0,19%       0,18%       0,27%
Liabilitas kontrak                                                  4,54%        6,56%       5,95%       2,87%       0,00%       0,00%
Uang muka diterima                                                  0,18%        0,19%       0,19%       0,22%       1,54%       2,47%
Sewa diterima di muka                                               0,26%        0,48%       0,81%       0,88%       0,97%       1,09%
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang - bersih                    0,37%        0,38%       0,49%       0,59%       0,80%       0,72%
Taksiran liabilitas untuk pengembangan prasarana                    0,09%        0,10%       0,10%       0,10%       0,11%       0,14%
Provisi pelapisan jalan tol                                         0,01%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
  akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
  Utang bank jangka panjang                                         8,72%        7,35%       2,84%       5,97%       7,87%       6,22%
  Liabilitas sewa                                                   0,05%        0,05%       0,03%       0,03%       0,00%       0,00%
  Utang obligasi dan sukuk ijarah                                   8,09%        8,73%      13,15%      13,08%      15,54%      18,94%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                    22,51%      24,03%      23,76%      23,92%      27,02%      29,86%
JUMLAH LIABILITAS                                                   40,31%      41,47%      41,61%      43,36%      38,35%      41,83%
EKUITAS
Modal saham                                                          3,13%       3,26%       3,44%       3,48%       3,53%       3,69%
Tambahan modal disetor                                              11,04%      11,48%      12,14%      12,26%      11,75%      12,28%
Saham treasuri                                                      -0,43%      -0,44%      -0,47%      -0,47%      -0,53%      -0,55%
Ekuitas pada perubahan ekuitas lainnya dari entitas asosiasi         0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
Selisih nilai transaksi dengan kepentingan non pengendali            0,45%      -0,19%      -0,20%      -0,20%      -0,23%      -0,27%
Selisih penjabaran mata uang asing                                  -0,39%      -0,70%      -0,34%      -0,25%      -0,13%      -0,62%
Ekuitas pada keuntungan belum direalisasi atas kenaikan
  nilai investasi yang diukur pada nilai wajar melalui
  penghasilan komprehensif lain                                     0,14%        0,14%       0,12%       0,12%       0,00%       0,00%
Ekuitas pada keuntungan belum direalisasi atas
  kenaikan nilai investasi tersedia untuk dijual                    0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,01%       0,01%
Proforma ekuitas dari transaksi kombinasi bisnis entitas
  sepengendali                                                       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,14%       0,14%
Saldo laba                                                          38,50%      38,21%      36,47%      34,55%      39,03%      35,48%
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
  induk                                                             52,44%      51,75%      51,17%      49,49%      53,59%      50,16%
Kepentingan non-pengendali                                           7,25%       6,78%       7,22%       7,15%       8,06%       8,00%
JUMLAH EKUITAS                                                      59,69%      58,53%      58,39%      56,64%      61,65%      58,17%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                     100,00%      100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%

* Tidak Diaudit




                                                               51
Page 268
Tabel 21
PT Bumi Serpong Damai Tbk
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023
dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2018 - 2022


                                                              30/06/23*     31/12/22     31/12/21     31/12/20     31/12/19     31/12/18
                        Keterangan
                                                              (6 Bulan)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)
Pendapatan usaha                                                 100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%
Beban pokok penjualan                                             36,43%       33,31%       38,08%       31,21%       28,49%       28,27%
Laba kotor                                                        63,57%       66,69%       61,92%       68,79%       71,51%       71,73%
Beban penjualan                                                  -14,22%      -13,61%      -12,95%      -13,14%      -13,39%      -15,31%
Beban umum dan administrasi                                      -14,07%      -13,62%      -14,63%      -19,99%      -18,69%      -19,64%
Beban pajak final                                                 -3,09%       -3,27%       -3,09%       -3,59%       -3,72%       -4,11%
Laba usaha                                                        32,19%       36,20%       31,25%       32,07%       35,70%       32,66%
Pendapatan bunga dan investasi                                     4,43%        3,25%        5,14%        9,06%        6,64%        5,83%
Keuntungan dari perubahan nilai wajar investasi yang diukur
  pada nilai wajar melalui laba rugi                               0,54%        0,45%        0,70%        2,72%        0,65%        0,27%
Dampak pendiskontoan aset dan liabilitas
  keuangan - bersih                                                0,04%        0,14%        0,04%        1,07%       -0,25%        0,26%
Pendapatan dividen                                                 0,09%        0,03%        0,04%        0,06%        0,07%        0,06%
Keuntungan penjualan aset tetap                                    0,02%        0,01%        0,16%        0,02%        0,01%        0,03%
Kerugian atas pelunasan obligasi                                   0,00%       -0,21%        0,00%        0,00%       -0,27%        0,00%
Keuntungan (kerugian) selisih kurs mata uang asing - bersih       -0,91%       -1,09%       -0,13%        0,02%       -1,03%        0,03%
Beban bunga dan keuangan lainnya                                 -15,92%      -16,30%      -21,49%      -28,82%      -14,73%      -13,77%
Keuntungan penilaian kembali nilai wajar investasi
  pada entitas yang dicatat dengan menggunakan
  metode ekuitas pada tanggal akuisisi                             0,00%        0,00%        0,12%        0,00%        0,50%        0,00%
Keuntungan dari akuisisi saham entitas anak                        0,00%        0,00%        2,01%        0,00%        0,31%        0,00%
Lain-lain - bersih                                                 1,51%        0,95%        1,19%        0,36%        1,40%       -0,14%
Dampak atas perubahan dasar pengukuran investasi
  pada entitas asosiasi                                            0,00%        0,00%        0,00%        0,00%       12,21%        0,00%
Keuntangan direalisasi dari penjualan investasi                    0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        0,11%        0,38%
Ekuitas pada laba bersih entitas asosiasi dan ventura
  bersama                                                          5,22%        2,57%        1,19%       -8,54%        3,48%        0,95%
Laba sebelum pajak                                                27,20%       26,00%       20,21%        8,03%       44,79%       26,56%
Beban pajak kini                                                  -0,13%       -0,05%       -0,11%       -0,26%       -0,51%       -0,88%
Laba setelah dampak transaksi kombinasi bisnis
  entitas sepengendali                                            27,07%       25,96%       20,10%        7,77%       44,28%       25,67%
Rugi pra-akuisisi dari dampak transaksi kombinasi bisnis
  entitas sepengendali                                             0,00%        0,00%        0,00%        0,10%       -0,10%        0,00%
Laba periode/tahun berjalan                                       27,07%       25,96%       20,10%        7,87%       44,18%       25,67%
Penghasilan (rugi) komprehensif lainnya                            3,93%       -2,45%       -0,12%        0,30%        3,29%       -3,89%
Jumlah penghasilan komprehensif                                   31,00%       23,51%       19,98%        8,17%       47,47%       21,78%
Laba bersih periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan
  kepada:
  Pemilik entitas induk                                           24,03%       23,77%       17,62%        4,56%       39,40%       19,52%
  Kepentingan non-pengendali                                       3,04%        2,19%        2,48%        3,31%        4,78%        6,15%

* Tidak Diaudit




                                                              52
Page 269
VI.C.2.   PT Summarecon Agung Tbk
          Tabel 22
          PT Summarecon Agung Tbk
          Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
          Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 - 2022



                                 Keterangan                      30/06/23*       31/12/22    31/12/21    31/12/20    31/12/19    31/12/18

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan setara kas                                           10,90%       11,05%      10,65%       6,65%       6,81%       6,54%
          Piutang usaha - neto
            Pihak-pihak berelasi                                        0,03%        0,02%       0,02%       0,02%       0,04%       0,22%
            Pihak ketiga                                                0,83%        1,01%       0,93%       1,01%       0,87%       1,47%
          Piutang lain-lain                                             0,05%        0,05%       0,12%       0,08%       0,09%       0,08%
          Piutang pihak-pihak berelasi non-usaha                        0,24%        0,24%       0,25%       0,35%       0,20%       0,19%
          Persediaan                                                   34,97%       35,03%      35,52%      36,86%      34,84%      33,86%
          Pajak dibayar dimuka                                          1,98%        1,76%       1,39%       1,49%       1,25%       1,09%
          Biaya dibayar dimuka                                          0,21%        0,12%       0,19%       0,16%       0,12%       0,12%
          Uang muka                                                     0,92%        0,96%       0,94%       1,08%       1,39%       1,49%
          Aset keuangan lancar lainnya                                  0,01%        0,01%       0,01%       0,00%       0,02%       0,00%
          Aset lancar lainnya                                           0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
          Jumlah Aset Lancar                                           50,13%       50,26%      50,02%      47,70%      45,62%      45,06%
          ASET TIDAK LANCAR
          Piutang usaha - neto
            Pihak berelasi                                              0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,02%
            Pihak ketiga                                                0,09%        0,22%       0,12%       0,20%       0,18%       0,20%
          Piutang lain-lain                                             0,01%        0,01%       0,02%       0,02%       0,00%       0,00%
          Piutang pihak berelasi non-usaha                              0,23%        0,23%       0,20%       0,20%       0,27%       0,13%
          Tanah yang belum dikembangkan                                24,80%       23,78%      23,67%      25,12%      26,74%      27,62%
          Investasi pada entitas asosiasi                               0,29%        0,29%       0,28%       0,26%       0,24%       0,02%
          Uang muka                                                     3,30%        3,53%       3,45%       2,82%       2,93%       2,69%
          Aset tetap - neto                                             1,30%        1,30%       1,22%       1,33%       1,38%       1,62%
          Properti investasi - neto                                    16,42%       16,09%      16,35%      17,58%      17,82%      18,82%
          Aset pajak tangguhan                                          0,01%        0,01%       0,01%       0,01%       0,00%       0,00%
          Aset keuangan tidak lancar lainnya                            3,19%        4,02%       4,25%       4,40%       4,19%       3,05%
          Aset tidak lancar lainnya                                     0,22%        0,26%       0,41%       0,36%       0,60%       0,75%
          Jumlah Aset Tidak Lancar                                     49,87%       49,74%      49,98%      52,30%      54,38%      54,94%
          JUMLAH ASET                                                  100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%

          * Tidak Diaudit




                                                                 53
Page 270
                       Keterangan                           30/06/23*     31/12/22    31/12/21    31/12/20    31/12/19    31/12/18

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek                                          8,35%       7,10%       6,10%      10,72%       8,75%       7,65%
Utang usaha kepada pihak ketiga                                   0,21%       0,31%       0,27%       0,32%       0,35%       0,33%
Utang lain-lain                                                   1,33%       0,76%       1,28%       1,43%       1,47%       1,12%
Utang pihak berelasi non-usaha                                    0,08%       0,00%       0,00%       0,00%       0,27%       0,00%
Beban akrual                                                      3,58%       3,88%       3,13%       2,97%       4,81%       4,40%
Utang pajak                                                       0,20%       0,27%       0,28%       0,25%       0,27%       0,26%
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                            0,09%       0,11%       0,09%       0,14%       0,08%       0,08%
Liabilitas kontrak                                               21,09%      16,84%       8,76%      10,68%       8,42%       0,00%
Uang jaminan yang diterima                                        0,54%       0,55%       0,31%       0,37%       0,41%       7,03%
Pendapatan diterima dimuka                                        1,49%       1,47%       1,41%       1,44%       1,76%       1,87%
Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu
  tahun - neto:
  Utang bank dan lembaga pembiayaan                              2,16%        2,13%       3,18%       3,55%       4,98%       3,58%
  Liabilitas sewa                                                0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
  Utang obligasi                                                 0,00%        0,00%       1,92%       1,66%       5,30%       4,71%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                  39,13%      33,42%      26,75%      33,54%      36,89%      31,03%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang jangka panjang setelah dikurangi bagian yang
  jatuh tempo dalam satu tahun - neto:
  Utang bank dan lembaga pembiayaan                              8,41%        9,29%      15,05%      19,20%      13,13%      13,70%
  Utang obligasi                                                 2,18%        2,26%       0,76%       2,80%       4,53%       7,30%
  Liabilitas sewa                                                0,02%        0,02%       0,02%       0,02%       0,00%       0,00%
Utang lain-lain                                                  0,04%        0,04%       0,02%       0,05%       0,06%       0,05%
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                          0,44%        0,43%       0,49%       0,52%       0,49%       0,55%
Liabilitas kontrak                                               7,85%       12,21%      12,78%       6,38%       5,06%       0,00%
Uang jaminan yang diterima                                       0,41%        0,39%       0,38%       0,44%       0,46%       8,21%
Pendapatan diterima di muka                                      0,76%        0,55%       0,55%       0,50%       0,46%       0,23%
Liabilitas pajak tangguhan                                       0,06%        0,06%       0,07%       0,10%       0,13%       0,01%
Utang-utang pihak berelasi non-usaha                             0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,12%       0,01%
Liabilitas keuangan jangka panjang lainnya                       0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,03%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                 20,17%      25,26%      30,14%      30,00%      24,44%      30,08%
JUMLAH LIABILITAS                                                59,29%      58,68%      56,89%      63,54%      61,33%      61,11%
EKUITAS
Modal saham                                                       5,60%       5,81%       6,34%       5,79%       5,90%       6,19%
Tambahan modal disetor                                            4,43%       4,60%       5,02%       0,09%       0,09%       0,10%
Selisih nilai transaksi dengan kepentingan non-pengendali        -0,01%      -0,01%      -0,01%      -0,01%       0,01%       0,01%
Saldo laba                                                       22,27%      21,95%      21,90%      21,59%      24,14%      23,33%
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
  induk                                                          32,29%      32,35%      33,25%      27,47%      30,14%      29,63%
Kepentingan non-pengendali                                        8,41%       8,98%       9,86%       8,99%       8,53%       9,26%
JUMLAH EKUITAS                                                   40,71%      41,32%      43,11%      36,46%      38,67%      38,89%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                  100,00%      100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%

* Tidak Diaudit




                                                            54
Page 271
          Tabel 23
          PT Summarecon Agung Tbk
          Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
          Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023
          dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2018 - 2022


                                                                         30/06/23*     31/12/22     31/12/21     31/12/20     31/12/19     31/12/18
                                 Keterangan
                                                                         (6 Bulan)     (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)
          Pendapatan neto                                                   100,00%       100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%
          Beban pokok langsung dan beban langsung                            48,03%        47,55%       53,41%       54,43%       52,04%       51,62%
          Laba kotor                                                         51,97%        52,45%       46,59%       45,57%       47,96%       48,38%
          Beban penjualan                                                    -5,79%        -5,62%       -5,50%       -5,48%       -5,97%       -6,07%
          Beban umum dan administrasi                                       -15,52%       -16,65%      -13,17%      -14,84%      -15,41%      -15,11%
          Penghasilan operasi lain                                            0,10%         0,29%        0,25%        0,17%        0,24%        0,16%
          Beban operasi lain                                                 -0,04%        -0,59%       -0,19%       -0,05%       -0,09%       -0,03%
          Laba atas penjualan entitas anak                                    0,00%         0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        0,18%
          Laba usaha                                                         30,71%        29,87%       27,98%       25,37%       26,74%       27,52%
          Pendapatan keuangan                                                 3,02%         2,75%        3,45%        3,78%        2,11%        1,70%
          Biaya keuangan                                                    -11,52%       -14,99%      -18,00%      -20,53%      -13,38%      -12,10%
          Laba pada ekuitas entitas asosiasi                                  0,13%         0,16%        0,15%        0,12%        0,07%        0,00%
          Laba sebelum beban pajak final dan pajak penghasilan                22,35%       17,80%       13,58%        8,74%       15,53%       17,12%
          Beban pajak final                                                   -4,51%       -4,25%       -3,75%       -3,91%       -4,54%       -4,73%
          Laba sebelum beban pajak pengashilan                                17,84%       13,54%        9,82%        4,84%       10,99%       12,38%
          Manfaat (beban) pajak penghasilan - neto                            -0,04%       -0,05%        0,05%        0,05%       -0,67%       -0,18%
          Laba periode/tahun berjalan                                         17,80%       13,49%        9,87%        4,89%       10,32%       12,20%
          Pendapatan komprehensif lainnya                                      0,21%        0,17%       -0,01%       -0,27%        0,36%        0,30%
          Total penghasilan komprehensif periode berjalan                     18,02%       13,67%        9,86%        4,62%       10,67%       12,50%
          Laba periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
            Pemilik entitas induk                                             14,64%       10,93%        5,81%        3,58%        8,67%        7,93%
            Kepentingan non-pengendali                                         3,17%        2,56%        4,06%        1,31%        1,65%        4,27%

          * Tidak Diaudit



VI.C.3.   PT Ciputra Development Tbk
          Tabel 24
          PT Ciputra Development Tbk
          Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
          Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 - 2022



                                 Keterangan                              30/06/23*     31/12/22     31/12/21     31/12/20     31/12/19     31/12/18

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan setara kas                                                  22,33%       21,58%       17,61%       13,44%       11,71%        9,46%
          Piutang usaha dari pihak ketiga - neto                               1,79%        1,86%        2,13%        2,39%        3,24%        3,54%
          Piutang lain-lain                                                    3,15%        3,34%        4,06%        3,74%        4,11%        3,90%
          Persediaan                                                          27,27%       27,78%       28,47%       31,18%       29,45%       28,54%
          Biaya dibayar di muka                                                0,10%        0,07%        0,08%        0,09%        0,09%        0,09%
          Uang muka                                                            1,01%        0,51%        0,31%        0,36%        0,41%        0,35%
          Pajak dibayar di muka                                                1,17%        1,11%        1,22%        1,21%        1,26%        1,23%
          Aset derivatif                                                       0,00%        0,00%        0,02%        0,19%        0,00%        0,00%
          Jumlah Aset Lancar                                                  56,82%       56,25%       53,89%       52,59%       50,27%       47,11%
          ASET TIDAK LANCAR
          Investasi pada entitas asosiasi                                      2,60%        2,57%        2,35%        1,26%        1,02%        0,93%
          Piutang pihak berelasi                                               0,05%        0,06%        0,05%        0,06%        0,06%        0,49%
          Piutang lain-lain                                                    0,20%        0,20%        0,22%        0,22%        0,00%        0,00%
          Uang muka                                                            0,83%        1,31%        1,09%        1,22%        1,37%        1,64%
          Tanah untuk pengembangan                                            17,49%       17,69%       18,91%       19,27%       18,58%       19,48%
          Aset tetap - neto                                                    6,50%        6,13%        6,16%        6,61%        8,53%        9,08%
          Properti investasi - neto                                           12,50%       12,77%       13,59%       14,07%       14,84%       14,47%
          Aset pajak tangguhan - neto                                          0,03%        0,03%        0,04%        0,04%        0,06%        0,04%
          Aset derivatif                                                       0,03%        0,06%        0,00%        0,02%        0,11%        0,17%
          Aset tidak lancar lainnya                                            2,95%        2,93%        3,70%        4,64%        5,14%        6,60%
          Jumlah Aset Tidak Lancar                                            43,18%       43,75%       46,11%       47,41%       49,73%       52,89%
          JUMLAH ASET                                                       100,00%       100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%

          * Tidak Diaudit




                                                                         55
Page 272
                       Keterangan                           30/06/23*     31/12/22    31/12/21    31/12/20    31/12/19    31/12/18

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek                                          0,51%       0,88%       0,81%       2,02%       2,48%       3,22%
Utang usaha                                                       1,99%       2,07%       2,31%       2,23%       2,15%       2,43%
Utang lain-lain                                                   3,01%       2,20%       2,37%       2,02%       1,97%       1,84%
Beban akrual                                                      0,37%       0,54%       0,56%       0,56%       0,57%       0,61%
Utang pihak berelasi                                              0,04%       0,04%       0,00%       0,06%       0,07%       0,04%
Utang pajak                                                       0,29%       0,29%       0,28%       0,25%       0,40%       0,36%
Liabilitas kontrak                                               17,57%      17,97%      17,56%      15,81%      13,34%       0,00%
Pendapatan diterima di muka                                       0,49%       0,52%       0,56%       0,62%       0,67%       0,87%
Liabilitas jangka panjang jatuh tempo dalam satu tahun:
  Utang bank - neto                                              1,05%        1,22%       2,51%       1,76%       1,49%       0,92%
  Utang obligasi - neto                                          0,00%        0,00%       0,00%       0,20%       0,00%       0,64%
  Wesel bayar - neto                                             0,00%        0,00%       0,00%       4,05%       0,00%       0,00%
Uang muka yang diterima                                          0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%      12,37%
Liabilitas derivatif                                             0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,01%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                  25,32%      25,73%      26,96%      29,57%      23,12%      23,32%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas imbalan kerja                                         0,21%        0,21%       0,24%       0,36%       0,39%       0,37%
Liabilitas kontrak                                               5,14%        4,57%       4,52%       7,67%       0,00%       0,00%
Uang jaminan penyewa                                             0,36%        0,34%       0,34%       0,35%       0,36%       0,31%
Liabilitas pajak tangguhan - neto                                0,06%        0,06%       0,06%       0,07%       0,07%       0,08%
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
  jatuh tempo dalam satu tahun:
  Utang bank - neto                                              14,38%      15,06%      16,36%      17,51%      16,93%      15,06%
  Wesel bayar - neto                                              3,88%       4,12%       3,82%       0,00%       4,24%       4,58%
  Utang obligasi - neto                                           0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,22%       0,23%
Liabilitas derivatif                                              0,00%       0,00%       0,03%       0,00%       0,00%       0,00%
Uang muka yang diterima                                           0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       5,59%       7,51%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                 24,02%      24,36%      25,35%      25,95%      27,81%      28,14%
JUMLAH LIABILITAS                                                49,34%      50,09%      52,31%      55,53%      50,93%      51,46%
EKUITAS
Modal saham                                                      10,91%      11,07%      11,41%      11,82%      12,82%      13,53%
Tambahan modal disetor - neto                                     8,33%       8,52%       8,78%       9,09%       9,86%      10,48%
Selisih nilai transaksi ekuitas dengan kepentingan
  nonpengendali                                                   0,22%       0,23%       0,23%       0,23%       0,25%       0,20%
Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan                   0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
Rugi komprehensif lain                                           -0,19%      -0,36%      -0,04%      -0,18%      -0,16%      -0,19%
Saldo laba                                                       25,46%      24,62%      21,42%      18,18%      19,74%      18,00%
Saham tresuri                                                     0,00%      -0,08%      -0,08%      -0,08%      -0,09%      -0,10%
Total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada
  pemilik entitas induk                                          44,73%      44,00%      41,73%      39,06%      42,41%      41,92%
Kepentingan non-pengendali                                        5,93%       5,91%       5,96%       5,41%       6,66%       6,62%
JUMLAH EKUITAS                                                   50,66%      49,91%      47,69%      44,47%      49,07%      48,54%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                  100,00%      100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%

* Tidak Diaudit




                                                            56
Page 273
Tabel 25
PT Ciputra Development Tbk
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023
dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2018 - 2022


                                                              30/06/23*     31/12/22     31/12/21     31/12/20     31/12/19     31/12/18
                       Keterangan
                                                              (6 Bulan)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)
Pendapatan neto                                                  100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%
Beban pokok penjualan dan beban langsung                          52,84%       49,95%       50,26%       48,93%       50,16%       52,70%
Laba kotor                                                        47,16%       50,05%       49,74%       51,07%       49,84%       47,30%
Beban umum dan administrasi                                      -15,17%      -13,77%      -12,10%      -14,45%      -16,47%      -15,78%
Beban penjualan                                                   -3,98%       -4,20%       -3,78%       -4,42%       -5,04%       -4,86%
Penghasilan lain-lain                                              2,48%        6,15%        5,56%        5,56%        5,32%        4,89%
Beban lain-lain                                                   -0,60%       -4,66%       -4,81%       -4,95%       -4,90%       -3,53%
Laba usaha                                                        29,88%       33,57%       34,61%       32,81%       28,75%       28,02%
Bagian laba entitas asosiasi - neto                                0,53%        0,74%        0,43%       -0,04%       -0,14%       -0,25%
Penghasilan keuangan - neto                                        3,81%        2,71%        2,45%        3,09%        4,56%        3,28%
Penghasilan keuangan - neto                                        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%       -0,76%       -0,66%
Beban keuangan - neto                                            -12,59%      -11,72%      -12,85%      -15,30%      -11,97%       -9,55%
Laba sebelum pajak final dan pajak penghasilan                    21,62%       25,31%       24,63%       20,56%       20,44%       20,85%
Pajak final                                                       -2,72%       -2,74%       -2,67%       -2,87%       -3,13%       -3,31%
Laba sebelum pajak penghasilan                                    18,90%       22,57%       21,96%       17,69%       17,31%       17,54%
Beban pajak penghasilan - neto                                    -0,32%       -0,62%       -0,51%       -0,71%       -0,44%       -0,62%
Laba sebelum efek penyesuaian proforma                            18,58%       21,95%       21,46%       16,98%       16,87%       16,92%
Efek penyesuaian proforma - rugi sebelum akuisisi                  0,04%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        0,07%
Laba bersih periode/tahun berjalan                                18,63%       21,95%       21,46%       16,98%       16,87%       16,98%
Penghasilan (rugi) komprehensif lain periode berjalan              1,55%       -1,50%        0,56%       -0,12%        0,07%        0,31%
Jumlah laba komprehensif periode/tahun berjalan                   20,17%       20,45%       22,02%       16,87%       16,94%       17,29%
Laba bersih periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan
  kepada:
  Pemilik entitas induk                                           17,43%       20,42%       17,84%       16,36%       15,22%       15,46%
  Kepentingan non-pengendali                                       1,20%        1,53%        3,62%        0,62%        1,65%        1,53%

* Tidak Diaudit




                                                              57
Page 274
VII.     ANALISIS RISIKO

         Dalam menjalankan kegiatan usahanya, JIS tidak terlepas dari berbagai risiko
         usaha yang dihadapi. Analisis risiko usaha terhadap JIS adalah sebagai berikut:

VII.A.   Risiko Pendanaan

         Pengembangan real estat yang sedang dikembangkan oleh JIS membutuhkan
         modal yang besar, sehingga kemampuan JIS dalam memperoleh dana untuk
         pengembangan, perolehan lahan dan pembangunannya memerlukan
         perencanaan yang matang. JIS harus dapat menjamin ketersediaan kecukupan
         dana untuk pembiayaan proyek tersebut dalam jangka panjang. Apabila JIS tidak
         dapat memperoleh pendanaan untuk mendukung pengembangan proyek JIS,
         maka pertumbuhan JIS dapat menurun yang pada akhirnya dapat menurunkan
         jumlah pendapatan dan laba JIS.

VII.B.   Risiko Kenaikan Harga Bahan Bangunan dan Kelangkaan Bahan Bangunan

         Bahan bangunan seperti semen, besi beton dan bahan bangunan lainnya
         merupakan bahan utama dalam pembangunan perumahan dan gedung-gedung
         komersial. Apabila bahan bangunan tersebut tidak tersedia pada saat dibutuhkan,
         maka akan terjadi keterlambatan dalam pembangunan dan penundaan pengakuan
         pendapatan JIS dari penjualan perumahan tersebut. Penundaan tersebut di atas
         berakibat pada hilangnya kepercayaan para konsumen/calon konsumen yang
         pada akhirnya menurunkan jumlah pendapatan JIS.

         Selain kelangkaan bahan baku, JIS juga dimungkinkan menghadapi kenaikan
         harga bahan bangunan yang merupakan dampak dari kondisi perekonomian yang
         memburuk. Kenaikan harga bahan baku dapat meningkatkan biaya konstruksi
         suatu proyek, sementara bahan baku untuk properti biasanya dibayar di muka
         sehingga hal tersebut tidak dapat merubah harga jual yang sebelumnya telah
         disepakati. Hal ini dapat merugikan JIS karena dapat mengurangi tingkat
         keuntungan JIS.

VII.C.   Risiko Kenaikan Tingkat Suku Bunga

         Kinerja JIS dapat dipengaruhi oleh kenaikan tingkat bunga perbankan terutama
         pada sektor konsumen. Kebijakan moneter uang ketat secara tidak langsung juga
         mempengaruhi kenaikan tingkat suku bunga termasuk suku bunga sektor
         konsumen yang dapat berdampak pada menurunnya daya beli konsumen
         terutama di sektor properti, sehingga pada akhirnya dapat berdampak pada kinerja
         keuangan JIS.




                                          58
Page 275
VII.D.   Risiko Operasional

         Kegiatan usaha properti dengan mengembangkan usaha real estat khususnya
         perumahan komersial, vila, dan apartemen yang memberikan fasilitas lainnya
         mengandung risiko-risiko di lapangan seperti risiko hak kepemilikan atas tanah,
         berkurangnya lahan yang tersedia, kebakaran, kerusuhan (demonstrasi maupun
         ancaman bom) dan bencana alam yang dapat berdampak buruk pada kegiatan
         usaha JIS. Hal tersebut di atas dapat menurunkan pendapatan dan keuntungan
         JIS.

VII.E.   Risiko Bencana Alam

         Dengan bisnis utama JIS di bidang real estat yang dimiliki sendiri atau disewa
         mencakup usaha pembelian, penjualan, persewaan dan pengoperasian real estat
         baik yang dimiliki sendiri maupun disewa, terdapat risiko kebakaran yang dapat
         memusnahkan aset utama JIS dalam menjalankan usaha. Risiko lain yang
         mungkin dihadapi JIS adalah jika terjadi bencana alam seperti gempa.

VII.F.   Risiko Kebijakan Pemerintah

         Seperti halnya semua industri, kegiatan usaha JIS dipengaruhi oleh perubahan
         kebijakan Pemerintah Indonesia baik langsung maupun tidak langsung. Kebijakan
         pemerintah yang secara langsung mempengaruhi JIS antara lain kemungkinan
         perubahan kebijakan rencana tata kota dan tata ruang, yang dapat mengakibatkan
         berkurangnya lahan yang dapat digunakan. Apabila kebijakan pemerintah tersebut
         diterapkan, dapat mengakibatkan berkurangnya jumlah unit yang akan dijual
         sehingga menurunkan jumlah pendapatan dan laba JIS.




                                         59
Page 276
VIII.       METODE PENILAIAN

VIII.A.     Metode-Metode Penilaian

VIII.A.1.   Metode Penyesuaian Aset Bersih

            Metode ini merupakan metode penilaian yang berdasarkan pada pendekatan aset
            (asset based approach). Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan
            liabilitas (liabilities) harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk
            komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank
            atau utang bank).

            Aset lancar (current assets) harus dinilai ulang, misalnya untuk piutang dengan
            mengurangkan jumlah yang tak dapat ditagih secara normal. Aset tetap seperti
            tanah, bangunan, dan mesin-mesin perlu dinilai dengan konsep penilaian properti
            yang berlaku umum.

            Selain aset berwujud, nilai pasar aset tak berwujud (intangible assets) seperti hak
            paten, lisensi, biaya riset dan pengembangan, karyawan yang telah terlatih dan
            siap bekerja (pool of employees), dan daftar langganan (pool of captive customer),
            juga harus dihitung. Nilai pasar aset tak berwujud tersebut diperoleh dengan
            melakukan penilaian terhadap tiap-tiap aset tersebut secara terpisah. Nilai pasar
            ekuitas (net worth) kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai
            seluruh aset dan liabilitas (liabilities) yang telah disesuaikan.

VIII.A.2.   Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek

            Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek merupakan metode
            penilaian yang didasarkan pada pendekatan pasar (market based approach).
            Dengan metode ini, nilai pasar saham ditetapkan berdasarkan harga yang telah
            atau pernah terjadi dari perusahaan sejenis yang sebanding dan sepadan. Nilai
            pasar dari perusahaan pembanding diambil dari pasar modal (perusahaan
            publik/terbuka).

            Syarat utama dari penggunaan metode ini adalah perusahaan pembanding harus
            sebanding dan sepadan dengan perusahaan yang akan dinilai dalam berbagai
            variabel pembanding, antara lain perputaran penjualan, ekuitas, struktur modal
            (leverage), aset dan komposisi aset, tingkat laba, dan rasio-rasio keuangan.

            Jika telah diperoleh perusahaan yang sebanding dan sepadan, nilai pasar saham
            perusahaan yang dinilai diperoleh dengan cara mengalikan pendapatan
            perusahaan dengan beberapa rasio yang diperoleh dari perusahaan pembanding,
            seperti rasio P/E (price/earnings), P/S (price/sales), P/BV (price/book value of
            equity) dan sebagainya.




                                              60
Page 277
VIII.A.3.   Metode Diskonto Arus Kas

            Metode diskonto arus kas ini merupakan metode penilaian yang didasarkan pada
            pendekatan pendapatan (income based approach).

            Untuk menggunakan metode ini, sebelum melakukan proses diskonto
            (discounting), terlebih dahulu harus diproyeksikan pendapatan mendatang berupa
            arus kas bersih untuk ekuitas (net cash flow to equity) atau arus kas bersih untuk
            kapital (net cash flow to invested capital) sesuai dengan sifat dan jenis usaha yang
            dinilai. Setelah proyeksi dibuat, langkah berikutnya adalah menetapkan tingkat
            diskonto (discount rate) yang tepat.

            Proses selanjutnya adalah mendiskonto nilai-nilai arus kas bersih yang telah
            diproyeksikan, termasuk nilai periode kekal (continuing value), dengan faktor
            diskonto (discount factor) yang diperoleh dari tingkat diskonto sesuai dengan
            periode proyeksinya. Jika yang didiskonto adalah arus kas bersih untuk ekuitas,
            maka nilai kini (present value) dari keseluruhan pendapatan di masa mendatang
            tersebut merupakan nilai ekuitas, sedangkan jika yang didiskonto adalah arus kas
            bersih untuk kapital, jumlah nilai kini tersebut merupakan nilai perusahaan
            (corporate value), yang masih harus dikurangi dengan nilai liabilitas untuk
            mendapatkan nilai ekuitas.

VIII.B.     Metode Penilaian yang Digunakan

            Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis
            internal akan berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis
            historis atas laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi komprehensif JIS,
            pengkajian atas kondisi operasi dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki
            JIS. Prospek JIS di masa yang akan datang kami evaluasi berdasarkan rencana
            usaha yang diberikan oleh manajemen yang telah kami kaji kewajaran dan
            konsistensinya. Analisis eksternal didasarkan pada kajian singkat terhadap
            faktor-faktor eksternal yang dipertimbangkan sebagai penggerak nilai (value
            drivers) termasuk juga kajian singkat atas prospek dari industri yang bersangkutan.

            Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar
            suatu “business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi
            keuangan dan laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya
            diperlukan penyesuaian terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan
            normalisasi keuntungan laporan laba rugi komprehensif yang biasanya disusun
            oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun nilai buku suatu
            perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan laba
            rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis
            yang dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian
            tersebut.




                                              61
Page 278
          Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
          penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method).

          Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari
          semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai
          pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai
          pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan
          kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai pasar seluruh aset
          (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai pasar liabilitas.

          Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai
          untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak
          manajemen Perseroan dan JIS. Tidak tertutup kemungkinan untuk
          diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat memberikan
          hasil yang berbeda.

VIII.C.   Premis Penilaian

          Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis
          penilaian bahwa JIS adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.

VIII.D.   Aplikasi Diskon dan Premi

          Diskon dan premi merupakan hal-hal yang tak terpisahkan dari proses penilaian
          perusahaan tertutup. Diskon dan premi terkait dengan ada/tidaknya tingkat kendali
          serta tingkat kemampuan untuk dipasarkan dari saham yang dinilai. Diskon adalah
          potongan yang diberikan kepada suatu indikasi nilai dari business interest atau
          saham yang berhasil diperkirakan. Pemberian diskon terkait dengan tidak adanya
          unsur kendali dalam saham yang dinilai dan disebut dengan Discount for Lack of
          Control – DLOC (Diskon Tanpa Pengendalian). Diskon juga terkait dengan tingkat
          kesulitan saham tersebut untuk dikonversi secara cepat menjadi uang tunai yang
          disebut dengan Discount for Lack of Marketabilities – DLOM (Diskon Likuiditas
          Pasar). Sedangkan, premi adalah tambahan nilai yang diberikan kepada indikasi
          nilai yang berhasil diperoleh dalam proses penilaian. Pemberian premi terkait
          dengan adanya unsur kendali dalam saham perusahaan yang dinilai dan disebut
          dengan Premium for Control (Premi Pengendalian).

VIII.E.   Prosedur Penilaian

          Berdasarkan pendekatan dan metode penilaian yang telah dipilih untuk
          menentukan indikasi nilai pasar Objek Penilaian, kami telah melakukan langkah-
          langkah sebagai berikut:

          1. Melakukan tinjauan atas faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi
             operasi JIS.
          2. Melakukan tinjauan atas laporan keuangan historis dari JIS.
          3. Melakukan penelaahan atas data operasional JIS.
          4. Melakukan penilaian Objek Penilaian dengan mengaplikasikan metode
             penyesuaian aset bersih dengan pendekatan aset.


                                           62
Page 279
VIII.F.   Independensi Penilai

          Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa
          adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan JIS
          ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan JIS. KR juga tidak
          memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
          Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan
          atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali
          tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis penilaian ini dan
          KR     hanya    menerima      imbalan     sesuai    dengan    surat     penugasan
          No. KR/230412-001 tanggal 12 April 2023 yang telah disetujui oleh manajemen
          Perseroan.




                                            63
Page 280
IX.     PENILAIAN

        Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode penilaian yang digunakan
        untuk menilai Objek Penilaian adalah metode penyesuaian aset bersih.

IX.A.   Premi Pengendalian (Premium for Control), Diskon Tanpa Pengendalian
        (Discount for Lack of Control), dan Diskon Likuiditas Pasar (Discount for
        Lack of Marketabilities)

        Berdasarkan POJK 35/2020, premi pengendalian didefinisikan sebagai “suatu
        jumlah atau persentase tertentu yang merupakan penambah dari nilai suatu
        ekuitas sebagai cerminan dari tingkat pengendalian atas objek penilaian”.

        Berdasarkan POJK 35/2020, diskon tanpa pengendalian didefinisikan sebagai
        “suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan pengurang dari nilai suatu
        ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya tingkat pengendalian atas objek
        penilaian”.

        Premi pengendalian dan diskon tanpa pengendalian mencerminkan penambahan
        terhadap nilai dari penyertaan minoritas atau pengurangan terhadap nilai dari
        penyertaan mayoritas dalam entitas anak yang dinilai sebagai pengaruh dari
        ketiadaan pengendalian dari pemilik yang berada dalam posisi minoritas atau
        dibatasi pengendaliannya.

        Pengurangan diperhitungkan karena pemilik yang dalam kondisi tidak memiliki
        kemampuan untuk mengendalikan akan memperoleh manfaat yang berbeda dari
        pemilik yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan karena adanya
        keleluasaan dari pemilik yang mengendalikan untuk mengoptimalkan manfaat
        dengan:

           Menentukan arah perkembangan jangka panjang perusahaan.
           Memilih pengurus inti perusahaan.
           Menentukan hak dan fasilitas untuk pengurus inti.
           Menentukan kebijakan investasi.
           Menentukan dengan pihak mana kegiatan usaha akan dilakukan.
           Menentukan besarnya dividen yang akan dibayarkan.
           Menolak usulan-usulan di atas yang berasal dari pemegang saham minoritas.

        Berdasarkan Peraturan POJK 35/2020, diskon likuiditas pasar didefinisikan
        sebagai “suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan pengurang dari
        nilai suatu ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya likuiditas objek penilaian”.

        Diskon likuiditas pasar mencerminkan pengurangan terhadap nilai dari
        perusahaan yang dinilai sebagai pengaruh dari tidak likuidnya saham perusahaan
        tersebut untuk diperdagangkan.




                                         64
Page 281
        Untuk penilaian atas JIS, sesuai dengan tujuan penilaian yang dilakukan, yaitu
        untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang nilai pasar dari
        Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau
        ekuivalensinya pada tanggal 30 Juni 2023, oleh karena itu atas indikasi nilai yang
        dihasilkan, dilakukan atau diaplikasikan penyesuaian terhadap kondisi
        ketidakmampuan untuk dipasarkan dengan cepat (diskon likuiditas pasar),
        dikenakan diskon sebesar 40,00%, dengan pertimbangan sebagai berikut:

           Berdasarkan POJK 35/2020, diskon likuiditas pasar untuk perusahaan tertutup
            bagi pemegang saham mayoritas adalah antara 20,00% - 40,00%.
           JIS merupakan perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
            (privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
            Indonesia.

IX.B.   Nilai Pasar 100,00% Saham JIS Berdasarkan Metode Penyesuaian Aset
        Bersih

        Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode yang digunakan untuk
        menentukan nilai pasar 100,00% saham JIS adalah metode penyesuaian aset
        bersih. Metode ini merupakan metode penilaian yang didasarkan pada pendekatan
        aset. Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan liabilitas harus
        disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang
        telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank).

        Pada penilaian ini, kami melakukan penilaian berdasarkan nilai pasar persediaan
        yang telah dinilai oleh KJPP SRR sebagaimana tertuang dalam laporannya
        No. 00363/2.0059-02/PI/03/0242/1/VIII/2023 tanggal 7 Agustus 2023, dimana nilai
        pasar atas persediaan pada tanggal 30 Juni 2023 adalah sebesar Rp 927,55 miliar.

        Apabila nilai pasar atas persediaan tersebut direfleksikan dalam laporan posisi
        keuangan, maka jumlah aset JIS adalah sebesar Rp 1.529,93 miliar, sedangkan
        jumlah liabilitas JIS adalah tetap, yaitu sebesar Rp 1.357,58 miliar.

        Indikasi nilai pasar 100,00% saham JIS kemudian diperoleh dengan menghitung
        selisih antara nilai seluruh aset dan liabilitas. Dengan demikian, indikasi nilai pasar
        100,00% saham JIS sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
        Rp 172,35 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 40,00%, maka nilai pasar
        100,00% saham JIS adalah sebesar Rp 103,41 miliar. Dengan demikian, nilai
        pasar 100,00% saham JIS berdasarkan metode penyesuaian aset bersih adalah
        sebesar Rp 103,41 miliar.




                                            65
Page 282
Perincian perhitungan nilai pasar 100,00% saham JIS dengan menggunakan
metode penyesuaian aset bersih adalah sebagai berikut:

Tabel 26
PT Jaya Indah Sentosa                                                                                     Lampiran A
Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 30 Juni 2023

                                                                                              (Dalam jutaan Rupiah)

                        Keterangan                                   30/06/23        Penyesuaian       Nilai Pasar

ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                                        10.148                   -         10.148
Piutang lain-lain                                                        580.113                   -        580.113
Pajak dibayar di muka                                                      6.066                   -          6.066
Jumlah Aset Lancar                                                       596.328                   -        596.328
ASET TIDAK LANCAR
Persediaan                                                               801.122          126.424           927.546
Properti investasi                                                         6.056                -             6.056
Jumlah Aset Tidak Lancar                                                 807.178          126.424           933.602
JUMLAH ASET                                                            1.403.506          126.424          1.529.930
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                                                5.732                   -           5.732
Utang lain-lain                                                        1.267.500                   -       1.267.500
Biaya masih harus dibayar                                                  3.775                   -           3.775
Utang pajak                                                                1.035                   -           1.035
Bagian jangka pendek dari liabilitas jangka panjang:
  Liabilitas imbalan kerja                                                      22                 -             22
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                        1.278.064                   -       1.278.064
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Uang muka penjualan                                                       79.418                   -         79.418
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian
  jangka pendek:
  Liabilitas imbalan kerja                                                      96                 -             96
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                          79.513                   -         79.513
JUMLAH LIABILITAS                                                      1.357.578                   -       1.357.578
EKUITAS                                                                   45.928          126.424           172.352
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                          1.403.506          126.424          1.529.930

Indikasi nilai pasar 100,00% saham sebelum diskon likuiditas pasar                                          172.352
Diskon likuiditas pasar (40,00%)                                                                            (68.941)
Nilai pasar 100,00% saham                                                                                   103.411




                                                   66
Page 283
IX.C.   Kesimpulan Penilaian

        Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima
        dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang mempengaruhi
        penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal
        30 Juni 2023 adalah sebesar Rp 103,41 miliar.




                                         67
Page 284
PT Jaya Indah Sentosa                                                                                     Lampiran A
Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 30 Juni 2023

                                                                                              (Dalam jutaan Rupiah)

                        Keterangan                                   30/06/23        Penyesuaian       Nilai Pasar

ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                                        10.148                   -         10.148
Piutang lain-lain                                                        580.113                   -        580.113
Pajak dibayar di muka                                                      6.066                   -          6.066
Jumlah Aset Lancar                                                       596.328                   -        596.328
ASET TIDAK LANCAR
Persediaan                                                               801.122          126.424           927.546
Properti investasi                                                         6.056                -             6.056
Jumlah Aset Tidak Lancar                                                 807.178          126.424           933.602
JUMLAH ASET                                                            1.403.506          126.424          1.529.930
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                                                5.732                   -           5.732
Utang lain-lain                                                        1.267.500                   -       1.267.500
Biaya masih harus dibayar                                                  3.775                   -           3.775
Utang pajak                                                                1.035                   -           1.035
Bagian jangka pendek dari liabilitas jangka panjang:
  Liabilitas imbalan kerja                                                      22                 -             22
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                        1.278.064                   -       1.278.064
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Uang muka penjualan                                                       79.418                   -         79.418
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian
  jangka pendek:
  Liabilitas imbalan kerja                                                      96                 -             96
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                          79.513                   -         79.513
JUMLAH LIABILITAS                                                      1.357.578                   -       1.357.578
EKUITAS                                                                   45.928          126.424           172.352
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                          1.403.506          126.424          1.529.930

Indikasi nilai pasar 100,00% saham sebelum diskon likuiditas pasar                                          172.352
Diskon likuiditas pasar (40,00%)                                                                            (68.941)
Nilai pasar 100,00% saham                                                                                   103.411




                                                         68
Page 285
Kusnanto & rekan
 Independent Business Appraisers
License : 2.19.0162
Indonesia
Page 286
No. : 00099/2.0162-00/BS/05/0153/1/VIII/2023                                7 Agustus 2023



Kepada Yth.

PT PANTAI INDAH KAPUK DUA TBK
Office Tower Agung Sedayu Group Lt. 8 dan 10
Jl. Marina Raya, Kamal Muara, Penjaringan
Jakarta Utara 14470

U.p. : Direksi

Hal : Ringkasan Penilaian 100,00% Saham PT Kemilau Karya Utama


Dengan hormat,

Kantor Jasa Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya
disebut “KR” atau “kami”) mendapat penugasan dari manajemen PT Pantai Indah Kapuk Dua
Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) untuk memberikan pendapat sebagai penilai
independen atas nilai pasar 100,00% saham PT Kemilau Karya Utama (selanjutnya disebut
“KKU”). Penugasan kami tersebut sesuai dengan surat penugasan No. KR/230412-001
tanggal 12 April 2023 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.

Selanjutnya, kami sebagai KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan
No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar
modal di Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya disebut “OJK”) dengan Surat Tanda Terdaftar
Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK No. STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023 (penilai bisnis),
menyatakan bahwa kami telah meneliti dan menilai nilai pasar 100,00% saham KKU
(selanjutnya disebut “Objek Penilaian”) dengan tujuan untuk mengungkapkan pendapat
mengenai nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 30 Juni 2023.


ALASAN DAN LATAR BELAKANG RENCANA PENYERTAAN SAHAM

Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka
(publicly-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang
lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang perindustrian, aktivitas
perusahaan holding dan konsultasi manajemen. Perseroan dan entitas anaknya bergerak
dalam beberapa bidang usaha yang meliputi industri macam-macam wadah dari logam
berupa kaleng kemas, pengolahan hasil perikanan dan real estat. Perseroan berdomisili di
Jalan Marina Raya, Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara 14470, dengan nomor telepon:
(021) 2941 7685 dan email: corporate.secretary@agungsedayu.com.
Page 287
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
30 Juni 2023, Perseroan memiliki penyertaan saham pada beberapa entitas anak baik
langsung maupun tidak langsung dengan rincian sebagai berikut:


                                                      Perseroan


                                  99,00%                                                   51,00%
                        PT Panorama Eka
                                                                              PT Bangun Kosambi
                          Tunggal (PET)
                                                                                  Sukses (BKS)
                             BKS 1,00%
              51,00%              57,00%                     51,00%                        99,60%                        40,00%
                                                  PT Cahaya Gemilang
   PT Mega Andalan     PT Cahaya Kencana                                        PT Agung Surya               PT Fin Centerindo
                                                   Indah Cemerlang
       Sukses (MAS)         Indah (CKI)                                        Gemerlap (ASGE)                    Satu (FCS)
                                                        (CGIC)



PET, BKS, MAS, CKI, CGIC, ASGE, dan FCS selanjutnya secara bersama-sama disebut
“Entitas Anak Perseroan”.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, ruang lingkup kegiatan
usaha dan status Entitas Anak Perseroan adalah sebagai berikut:

 No.     Keterangan    Status         Domisili                                       Kegiatan Usaha

   1   PET             Tertutup       Indonesia       Aktivitas manajemen konsultasi lainnya dan real estat yang dimiliki sendiri atau
                                                     disewa mencakup usaha pembelian, penjualan, persewaan, dan pengoperasian
                                                     real estat baik yang dimiliki sendiri maupun disewa.
   2   BKS             Tertutup       Indonesia       Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                     penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                     maupun disewa.
   3   MAS             Tertutup       Indonesia       Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                     penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                     maupun disewa.
   4   CKI             Tertutup       Indonesia       Real estat.
   5   CGIC            Tertutup       Indonesia       Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                     penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                     maupun disewa.
   6   ASGE            Tertutup       Indonesia       Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                     penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                     maupun disewa.
   7   FCS             Tertutup       Indonesia       Jasa, real estat dan pembangunan (kontraktor).



Industri properti di Indonesia pada tahun 2023 mengalami peningkatan sejalan dengan
pertumbuhan positif ekonomi Indonesia setelah mengalami resesi akibat dampak pandemi
wabah Covid-19. Pemulihan ekonomi Indonesia tersebut dan peningkatan daya beli
konsumen dinilai merupakan faktor yang mendorong stabilitas indutri properti. Sebagai salah
satu industri yang memberikan kontribusi pertumbuhan industri nasional, dengan keunggulan
populasi yang dimiliki Indonesia yang didukung transformasi digitalisasi, industri properti terus
memacu pembangunan infrakstruktur untuk lebih berkualitas sehingga dapat meningkatkan
prospek pertumbuhan kinerjanya. Manajemen Perseroan memandang pertumbuhan industri
properti memiliki potensi untuk dapat berkembang yang didukung oleh pertumbuhan ekonomi
maupun sosial, meningkatnya populasi, dan meningkatnya daya beli masyarakat.
Dengan demikian, Perseroan merencanakan untuk melakukan beberapa rencana aksi
korporasi dengan rincian sebagai berikut:



                                                            ii
Page 288
•   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan modal
    ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Bumindo Mekar Wibawa (selanjutnya
    disebut “BMW”), melalui rencana peningkatan modal dasar BMW terlebih dahulu
    (selanjutnya disebut “Rencana Penyertaan Saham BMW”);

•   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan modal
    ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Cahaya Inti Sentosa (selanjutnya disebut
    “CIS”), melalui rencana peningkatan modal dasar CIS terlebih dahulu (selanjutnya disebut
    “Rencana Penyertaan Saham CIS”);

•   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan modal
    ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Jaya Indah Sentosa (selanjutnya disebut
    “JIS”), melalui rencana peningkatan modal dasar JIS terlebih dahulu (selanjutnya disebut
    “Rencana Penyertaan Saham JIS”);

•   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan modal
    ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh KKU dengan menerbitkan saham seri B yang
    memiliki seluruh hak yang sama dengan saham yang diterbitkan oleh KKU, yang
    selanjutnya akan menjadi saham seri A, kecuali perbedaan harga nominal per lembar
    saham untuk saham seri A dan saham seri B tersebut, melalui rencana peningkatan modal
    dasar KKU terlebih dahulu (selanjutnya disebut “Rencana Penyertaan Saham KKU”);

•   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan modal
    ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Kemilau Karya Utama (selanjutnya
    disebut “KUS”), melalui rencana peningkatan modal dasar KUS terlebih dahulu
    (selanjutnya disebut “Rencana Penyertaan Saham KUS”);

•   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan modal
    ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Sumber Cipta Utama (selanjutnya disebut
    “SCU”), melalui rencana peningkatan modal dasar SCU terlebih dahulu (selanjutnya
    disebut “Rencana Penyertaan Saham SCU”); dan

•   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan modal
    ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Sharindo Matratama (selanjutnya disebut
    “SHM”), dengan menerbitkan saham seri B yang memiliki seluruh hak yang sama dengan
    saham yang diterbitkan oleh SHM, yang selanjutnya akan menjadi saham seri A, kecuali
    perbedaan harga nominal per lembar saham untuk saham seri A dan saham seri B
    tersebut, melalui rencana peningkatan modal dasar SHM terlebih dahulu (selanjutnya
    disebut “Rencana Penyertaan Saham SHM”).

Rencana Penyertaan Saham BMW, Rencana Penyertaan Saham CIS, Rencana Penyertaan
Saham JIS, Rencana Penyertaan Saham KKU, Rencana Penyertaan Saham KUS, Rencana
Penyertaan Saham SCU, dan Rencana Penyertaan Saham SHM selanjutnya secara
bersama-sama disebut “Rencana Penyertaan Saham”.




                                             iii
Page 289
Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada
tanggal 30 Juni 2023, ruang lingkup kegiatan usaha dan status perusahaan-perusahaan
dalam Rencana Penyertaan Saham adalah sebagai berikut:

 No.    Keterangan   Status     Domisili                                   Kegiatan Usaha

   1   BMW           Tertutup   Indonesia    Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa dan kawasan industri.
   2   CIS           Tertutup   Indonesia    Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                            penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                            maupun disewa.
   3   JIS           Tertutup   Indonesia    Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                            penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                            maupun disewa.
   4   KKU           Tertutup   Indonesia    Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa.
   5   KUS           Tertutup   Indonesia    Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                            penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                            maupun disewa.
   6   SCU           Tertutup   Indonesia    Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                            penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                            maupun disewa.
   7   SHM           Tertutup   Indonesia    Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                            penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                            maupun disewa.



Sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham, Perseroan merencanakan untuk
melakukan penawaran umum terbatas dengan hak memesan efek terlebih dahulu atas saham
dalam portepel Perseroan sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
No. 14/POJK.04/2019 tanggal 30 April 2019 tentang “Perubahan atas Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan Nomor 32/POJK.04/2015 tentang Penambahan Modal Perusahaan Terbuka
Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu” (selanjutnya disebut
“POJK 14/2019”), dimana dalam rangka penyelesaian Rencana Penyertaan Saham,
Perseroan merencanakan untuk menggunakan dana hasil penawaran umum terbatas dengan
hak memesan efek terlebih dahulu atas saham portepel Perseroan (selanjutnya disebut
“Rencana PMDHMETD”.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana Penyertaan
Saham dan Rencana PMDHMETD merupakan satu kesatuan transaksi yang tidak dapat
dipisahkan satu dengan yang lainnya dan selanjutnya secara bersama-sama disebut
“Rencana Transaksi”.

Sebelumnya, Perseroan telah melakukan penambahan kegiatan usaha dan mengembangkan
bisnis pada bidang real estat dengan melakukan akuisisi sebesar 51,00% saham pada BKS.
Selanjutnya, Perseroan melalui BKS telah melakukan akuisisi sebesar 51,00% saham
masing-masing pada MAS dan CGIC. Ruang lingkup kegiatan usaha BKS, MAS, dan CGIC
adalah bergerak pada bidang real estat dan memiliki lahan yang seluruhnya berada di
Kabupaten Tangerang dan ketiganya merupakan pengembang kawasan PIK 2. Berdasarkan
keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, saat ini, sebagian besar pendapatan
Perseroan berasal dari real estat.




                                                  iv
Page 290
Kawasan PIK 2 merupakan kota mandiri dengan konsep smart city yang dikembangkan oleh
Agung Sedayu dan Grup Salim, dengan lokasi yang terbentang pada lahan seluas lebih dari
6.000 hektar di bagian barat hingga bagian utara Jakarta. Disebut sebagai “the new Jakarta
City”, kawasan PIK 2 menghadirkan beberapa mega proyek seperti mal (Sedayu Watertown
Mall), kawasan bisnis (Islamic Financial Center), pusat olahraga, hunian, destinasi kuliner,
serta berbagai fasilitas pendukung lainnya (RS Hermina, Tzu Chi International School,
berbagai tempat ibadah). Selanjutnya, pada kawasan PIK 2 juga direncanakan akan dibangun
berbagai fasilitas dan destinasi wisata unik seperti beach club, Aloha Pasir Putih, Ginza Beach
Walk sampai Community Park (event space), yang secara efektif dapat menjadi daya tarik
keramaian konsumen dan pada akhirnya dapat meningkatkan permintaan properti PIK 2,
terutama untuk hunian dan kaveling komersial. Selain itu, dengan adanya proyek infrastruktur
seperti pembangunan tol baru yang menghubungkan kawasan PIK 2 dengan jalur tol lingkar
luar Jakarta ke depannya dapat mempermudah akses ke kawasan.

Sejalan dengan strategi bisnis Perseroan, Perseroan terus berupaya untuk menerapkan fokus
pada perluasan skala proyek Perseroan pada kawasan PIK 2 dengan merencanakan
pertumbuhan secara anorganik melalui Rencana Penyertaan Saham. Mengingat bahwa
Rencana Penyertaan Saham pada perusahaan-perusahaan tersebut merupakan salah satu
rencana pengembang kawasan PIK 2 yang memiliki proyek di kawasan yang sama dengan
lokasi proyek Perseroan di masa yang akan datang.

Dengan melakukan Rencana Penyertaan Saham, Perseroan senantiasa mencari peluang
bisnis potensial yang dapat memaksimalkan nilai investasi Perseroan di masa yang akan
datang. Perseroan memandang bahwa industri properti memiliki potensi yang dapat
berdampak positif bagi pengembangan bisnis Perseroan dan menciptakan sinergi bisnis yang
optimal khususnya pada pengembangan kawasan PIK 2 sehingga Perseroan dapat
mengambil seluruh potensi keuntungan yang dihasilkan di masa yang akan datang sehingga
pada akhirnya hal tersebut dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan
dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham Perseroan.

Sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham tersebut, Perseroan merencanakan untuk
melakukan Rencana PMDHMETD sesuai dengan POJK 14/2019, dimana dalam rangka
penyelesaian Rencana Penyertaan Saham, Perseroan merencanakan untuk menggunakan
dana hasil penawaran umum terbatas dengan hak memesan efek terlebih dahulu atas saham
portepel Perseroan sehingga Perseroan dapat mengembangkan portofolio bisnis Perseroan
khususnya pada bidang industri properti.

Setelah Rencana Transaksi telah menjadi efektif, Perseroan berharap dapat
mengembangkan seluruh proyek-proyek Perseroan dengan terciptanya sinergi antar
masing-masing kawasan yang tergabung dalam satu kawasan PIK 2 secara maksimal dimana
setiap masing-masing portofolio bisnis industri properti yang dimiliki oleh Perseroan dapat
memberikan nilai tambah bagi kinerja keuangan konsolidasian Perseroan.




                                              v
Page 291
Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Sejalan dengan strategi bisnis Perseroan, Perseroan terus berupaya untuk menerapkan
    fokus pada perluasan skala proyek Perseroan pada kawasan PIK 2 dengan
    merencanakan pertumbuhan secara anorganik melalui Rencana Penyertaan Saham.
    Mengingat bahwa Rencana Penyertaan Saham pada perusahaan-perusahaan tersebut
    merupakan salah satu rencana pengembang kawasan PIK 2 yang memiliki proyek di
    kawasan yang sama dengan lokasi proyek Perseroan di masa yang akan datang.

•   Dengan melakukan Rencana Penyertaan Saham, Perseroan senantiasa mencari peluang
    bisnis potensial yang dapat memaksimalkan nilai investasi Perseroan di masa yang akan
    datang. Perseroan memandang bahwa industri properti memiliki potensi yang dapat
    berdampak positif bagi pengembangan bisnis Perseroan dan menciptakan sinergi bisnis
    yang optimal khususnya pada pengembangan kawasan PIK 2 sehingga Perseroan dapat
    mengambil seluruh potensi keuntungan yang dihasilkan di masa yang akan datang
    sehingga pada akhirnya hal tersebut dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian
    Perseroan dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham Perseroan.

•   Setelah Rencana Transaksi telah menjadi efektif, Perseroan berharap dapat
    mengembangkan seluruh proyek-proyek Perseroan dengan terciptanya sinergi antar
    masing-masing kawasan yang tergabung dalam satu kawasan PIK 2 secara maksimal
    dimana setiap masing-masing portofolio bisnis industri properti yang dimiliki oleh
    Perseroan dapat memberikan nilai tambah bagi kinerja keuangan konsolidasian
    Perseroan.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, mengingat bahwa
terdapat kesamaan pengurus dan pengendalian Perseroan, BMW, CIS, JIS, KKU, KUS, SCU,
dan SHM, maka Rencana Penyertaan Saham merupakan transaksi afiliasi, sehingga
Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang
“Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan” (selanjutnya disebut
“POJK 42/2020”).

Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Penyertaan Saham tersebut merupakan transaksi material, sehingga Perseroan harus
memenuhi Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang “Transaksi
Material dan Perubahan Kegiatan Usaha” (selanjutnya disebut “POJK 17/2020”).

Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi dan transaksi material,
POJK 42/2020 dan POJK 17/2020 mensyaratkan adanya laporan penilaian saham atas
transaksi tersebut, yang disiapkan oleh penilai independen.

Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Penyertaan Saham tersebut, maka
Perseroan menunjuk penilai independen, KR untuk melakukan penilaian atas Objek Penilaian.

Mengingat KKU adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat diperjualbelikan di
pasar modal, maka saham KKU bersifat tidak likuid.




                                           vi
Page 292
PREMIS PENILAIAN

Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis penilaian
bahwa KKU adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.


TUJUAN DAN MAKSUD PENILAIAN

Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang nilai
pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau ekuivalensinya
pada tanggal 30 Juni 2023.

Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari Objek
Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan pertimbangan oleh
manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana Penyertaan Saham serta untuk
memenuhi POJK 42/2020 dan POJK 17/2020.

Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan OJK
No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”) serta Standar Penilaian
Indonesia (selanjutnya disebut “SPI”) 2018.


DEFINISI NILAI YANG DIGUNAKAN

Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka, maka
dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.

Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk digunakan dalam
penilaian ini adalah nilai pasar, dimana berdasarkan POJK 35/2020, nilai pasar didefinisikan
sebagai “estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau
liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang
berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara
layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang
dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.


INDEPENDENSI PENILAI

Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa adanya
benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan KKU ataupun pihak-pihak
yang terafiliasi dengan Perseroan dan KKU. KR juga tidak memiliki kepentingan ataupun
keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak
dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami
terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis
penilaian ini dan KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan
No. KR/230412-001 tanggal 12 April 2023 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.




                                            vii
Page 293
TANGGAL EFEKTIF PENILAIAN

Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal 30 Juni 2023.
Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian serta dari data
keuangan KKU yang kami terima. Data keuangan tersebut berupa laporan keuangan KKU
untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 yang menjadi dasar
penilaian ini.


JENIS LAPORAN

Jenis laporan penilaian 100,00% saham PT Kemilau Karya Utama ini merupakan laporan
terinci.


KEJADIAN PENTING SETELAH T ANGGAL PENILAIAN (SUBSEQUENT EVENTS)

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal penilaian,
yaitu tanggal 30 Juni 2023, sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian 100,00%
saham PT Kemilau Karya Utama tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal penilaian
(subsequent events) yang secara signifikan dapat mempengaruhi penilaian nilai pasar Objek
Penilaian.


DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN

Dalam melakukan penilaian untuk memperkirakan nilai pasar Objek Penilaian, kami telah
menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan
informasi sebagai berikut:

1. Laporan keuangan KKU untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
   30 Juni 2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (selanjutnya disebut “KAP”)
   Suharli, Sugiharto & Rekan (selanjutnya disebut “SSR”) sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00337/2.1315/AU.1/03/1415-3/1/VII/2023 tanggal 31 Juli 2023 dengan
   pendapat wajar tanpa pengecualian;

2. Laporan keuangan KKU untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang
   telah diaudit oleh KAP SSR sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00330/2.1315/AU.1/03/1415-2/1/VII/2023 tanggal 31 Juli 2023 dengan pendapat
   wajar tanpa pengecualian;

3. Laporan keuangan KKU untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 yang
   telah diaudit oleh KAP SSR sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00322/2.1315/AU.1/03/1415-1/1/VII/2023 tanggal 31 Juli 2023 dengan pendapat
   wajar tanpa pengecualian;

4. Laporan keuangan KKU untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020;




                                            viii
Page 294
5. Laporan keuangan KKU untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 yang
   telah diaudit oleh KAP Agus, Indra, Jeri & Rekan (selanjutnya disebut “AIJR”)
   sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00123/3.0419/AU.2/03/0091-2/1/VIII/2020
   tanggal 18 Agustus 2020 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian;

6. Laporan keuangan KKU untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 yang
   telah diaudit oleh KAP AIJR sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00022/3.0419/AU.1/03/0091-1/1/IV/2020 tanggal 6 April 2020 dengan pendapat wajar
   dengan modifikasian;

7. Laporan penilaian properti KKU per 30 Juni 2023 yang disusun oleh KJPP
   Suwendho Rinaldy & Rekan sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00345/2.0059-02/PI/03/0242/1/VII/2023 tanggal 27 Juli 2023;

8. Anggaran dasar KKU yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta Notaris No. 113
   tanggal 27 Juni 2023 yang dibuat oleh Edison Jingga, S.H., M.H., mengenai perubahan
   peningkatan modal dasar, ditempatkan dan disetor KKU;

9. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Yohanes Edmond Budiman
   dengan posisi sebagai Direktur, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal lain yang
   terkait dengan Rencana Transaksi;

10. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan KKU serta pihak-pihak lain yang
    relevan untuk penugasan;

11. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

12. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain website
    Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

13. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

14. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Transaksi; dan

15. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan hasil
    analisis lain yang kami anggap relevan.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan dan
kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan
kepada kami oleh Perseroan dan KKU atau yang tersedia secara umum dan kami tidak
bertanggung jawab atas kebenaran informasi-informasi tersebut.




                                            ix
Page 295
Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari KKU. Jasa-jasa yang kami
berikan kepada Perseroan hanya merupakan penilaian atas Objek Penilaian dan bukan
jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian
tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu
penelaahan atau audit, atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi
keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan
kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan
keuangan, atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak
mencoba mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya yang dilakukan Perseroan.


KONDISI PEMBATAS DAN ASUMSI-ASUMSI POKOK

Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan
keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan tanggal
penerbitan laporan penilaian ini.

Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode penyesuaian aset bersih
didasarkan pada laporan keuangan KKU yang telah diaudit. Kami telah melakukan
penyesuaian atas laporan keuangan tersebut agar dapat mencerminkan nilai pasarnya. Kami
bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian berdasarkan kinerja historis KKU dan
informasi manajemen KKU terhadap laporan keuangan KKU tersebut. Kami juga bertanggung
jawab atas laporan penilaian KKU dan kesimpulan nilai akhir.

Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi dan
kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penilaian sampai
dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian. Kami
tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan
(update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain
yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan KKU atau yang tersedia secara umum yang
pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung
jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut.
Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan dan KKU bahwa mereka
tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada
kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat
mempengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggung jawab atas
perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya,
ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi sehingga
data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan/atau dapat disalahartikan.




                                            x
Page 296
Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang
mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan mengubah
hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data
yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa perbedaan yang
terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini telah dilaksanakan
dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami tidak dapat menerima tanggung
jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya
analisis tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan analisis
transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai dasar penilaian.
Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer opinion dan merupakan laporan
yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat
mempengaruhi operasional Perseroan dan KKU.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan dan tidak
dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan
prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat
dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan
atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum. Selanjutnya, kami
juga telah memperoleh informasi atas status hukum KKU berdasarkan anggaran dasar KKU.


TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI

Dalam menyusun laporan penilaian Objek Penilaian, KR diberikan kesempatan untuk
melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan laporan penilaian Objek Penilaian.


PENDEKATAN PENILAIAN YANG DIGUNAKAN

Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis internal
akan berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis historis atas laporan
posisi keuangan, dan laporan laba rugi komprehensif KKU, pengkajian atas kondisi operasi
dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki KKU. Prospek KKU di masa yang akan
datang kami evaluasi berdasarkan rencana usaha yang telah kami kaji kewajaran dan
konsistensinya. Analisis eksternal didasarkan pada kajian singkat terhadap faktor-faktor
eksternal yang dipertimbangkan sebagai penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian
singkat atas prospek dari industri yang bersangkutan.

Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar suatu
“business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi keuangan dan
laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya diperlukan penyesuaian
terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan normalisasi keuntungan laporan laba rugi
komprehensif yang biasanya disusun oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun
nilai buku suatu perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan
laba rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis yang
dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian tersebut.




                                             xi
Page 297
METODE PENILAIAN YANG DIGUNAKAN

Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method).

Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari semua
komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk
komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang
bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh dengan menghitung selisih
antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai pasar liabilitas.

Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen Perseroan dan
KKU. Tidak tertutup kemungkinan untuk diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian
lain yang dapat memberikan hasil yang berbeda.


RINGKASAN HASIL PENILAIAN

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, ringkasan hasil penilaian kami adalah sebagai
berikut:

Berdasarkan metode penyesuaian aset bersih, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
100,00% saham KKU sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar Rp 19,57 miliar. Dengan
diskon likuiditas pasar sebesar 40,00%, maka nilai pasar 100,00% saham KKU adalah
sebesar Rp 11,74 miliar. Dengan demikian, nilai pasar 100,00% saham KKU berdasarkan
metode penyesuaian aset bersih adalah sebesar Rp 11,74 miliar.


KESIMPULAN PENILAIAN

Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima dan dengan
mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang mempengaruhi penilaian, maka menurut
pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 30 Juni 2023 adalah sebesar
Rp 11,74 miliar.

Nilai pasar Objek Penilaian tersebut kami tentukan berdasarkan data dan informasi yang kami
peroleh dari pihak manajemen Perseroan dan KKU serta pihak-pihak lain yang relevan
dengan penilaian. Kami menganggap bahwa semua informasi tersebut adalah benar dan
bahwa tidak ada keadaan atau hal-hal yang tidak terungkap yang akan mempengaruhi nilai
pasar tersebut secara material.

Kami tidak melakukan penyelidikan dan juga bukan merupakan tanggung jawab kami
kemungkinan terjadinya masalah yang berkaitan dengan status hukum kepemilikan,
kewajiban utang dan/atau sengketa atas KKU. Kami tegaskan pula bahwa kami tidak
memperoleh manfaat atau keuntungan apapun baik saat ini maupun di masa mendatang dan
imbalan jasa yang telah disetujui atas penilaian KKU tidak tergantung pada nilai yang
dilaporkan.




                                            xii
Page 298
DISTRIBUSI LAPORAN PENILAIAN

Penilaian ini hanya ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya dengan
Rencana Penyertaan Saham serta tidak dapat digunakan atau dikutip untuk tujuan lain tanpa
adanya izin tertulis dari KR dan/atau tidak untuk digunakan oleh pihak lain.

Penilaian ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
dan keuangan, serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk
menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi
setelah tanggal laporan ini. Walaupun demikian, kami memiliki hak untuk, jika diperlukan,
mengubah atau melengkapi hasil dari laporan ini jika terdapat tambahan informasi yang
relevan setelah tanggal laporan ini yang kami anggap dapat berpengaruh secara signifikan
terhadap hasil penilaian kami. Laporan penilaian ini hanya dipersiapkan untuk dapat
dipergunakan sesuai dengan tujuan yang telah disebutkan di atas dan tidak dapat
dipergunakan untuk tujuan lainnya.

Pendapat yang kami sampaikan di sini harus dipandang sebagai satu kesatuan bersama
dengan laporan lengkap yang telah kami siapkan. Penggunaan sebagian analisis dan
informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat menyebabkan
pandangan yang menyesatkan.

Penilaian ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan stempel
perusahaan (corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.


Hormat kami,
KJPP KUSNANTO & REKAN




Willy D. Kusnanto
Pimpinan Rekan

Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996




                                            xiii
Page 299
                          ASUMSI DAN SYARAT PEMBATAS


1. KR sama sekali tidak memiliki kepentingan keuangan atau apapun terhadap KKU untuk
   sekarang dan masa yang akan datang.

2. Biaya untuk penilaian ini tidak tergantung pada besarnya nilai yang diperoleh atau yang
   tercantum dalam laporan.

3. Nilai dicantumkan dalam mata uang Rupiah dan/atau ekuivalensinya atas permintaan
   pemberi tugas.

4. Laporan disajikan hanya untuk maksud dan tujuan seperti tertulis di dalam laporan serta
   ditujukan terbatas kepada klien dimaksud.

5. Baik seluruh maupun sebagian dari isi laporan ini tidak diizinkan untuk dipublikasikan
   melalui iklan atau media lainnya tanpa seizin dari KJPP Kusnanto & rekan.

6. Laporan penilaian ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan KR dan stempel
   perusahaan (corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.




                                           xiv
Page 300
                       PERNYATAAN INDEPENDENSI PENILAI


1. KR tidak memiliki benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan perusahaan yang
   dinilai.

2. KR tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan usaha/saham
   perusahaan yang dinilai.

3. KR tidak memiliki pinjaman dengan perusahaan yang dinilai.

4. Laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
   manapun.

5. KR hanya menerima imbalan jasa sesuai dengan surat penugasan KR.


Tim Penilai:



Willy D. Kusnanto                                               .....................................
Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996



Erric Reynaldi                                                  .....................................
No. MAPPI      : 13-P-04625



Andry Steven                                                    .....................................
No. MAPPI    : 14-P-04891



Fergy Merzyana                                                  .....................................
No. MAPPI     : 20-P-10345




                                           xv
Page 301
                                 SURAT PERNYATAAN


Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai penilai, kami yang bertanda tangan di
bawah ini menerangkan bahwa:

1. Pernyataan dalam laporan ini, yang menjadi dasar dari analisis, pendapat, dan kesimpulan
   yang diuraikan di dalamnya adalah benar. Laporan ini menjelaskan semua syarat-syarat
   pembatasan yang mempengaruhi analisis, pendapat, dan kesimpulan yang tertera dalam
   laporan ini dan laporan ini telah disusun sesuai dengan dan tunduk pada
   ketentuan-ketentuan dari Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020
   tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal” dan Standar
   Penilaian Indonesia (SPI) 2018 serta telah dibuat dengan memenuhi Kode Etik Penilai
   Indonesia (KEPI).

2. KR bertanggung jawab atas laporan penilaian.

3. Semua pernyataan dan data yang tercantum dalam laporan adalah benar adanya dan
   sesuai dengan pengetahuan dan itikad baik KR.

4. Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap Objek Penilaian pada tanggal
   penilaian yang ditentukan, yaitu 30 Juni 2023.

5. Penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan
   perundang-undangan yang berlaku.

6. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan penilaian.

7. Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan
   sebagai kesimpulan nilai.

8. KR tidak memiliki kepentingan pribadi atau kecenderungan untuk berpihak berkenaan
   dengan subjek dari laporan ini maupun pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.

9. KR telah memenuhi pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau diselenggarakan
   oleh Asosiasi Penilai yang diakui oleh Pemerintah.

10. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.

11. KR telah memiliki pemahaman mengenai Objek Penilaian yang dinilai.

12. Imbalan jasa yang diterima oleh KR tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari
    proses analisis Objek Penilaian.

13. Analisis dan kesimpulan nilai telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas.




                                            xvi
Page 302
14. Data ekonomi dan industri dalam laporan penilaian ini diperoleh dari berbagai sumber
    yang diyakini KR dapat dipertanggungjawabkan.

15. Tidak seorangpun selain yang disebutkan dalam laporan penilaian ini telah menyediakan
    bantuan profesional dalam menyiapkan laporan penilaian ini.

16. KR telah melakukan inspeksi atas aset tetap yang dimiliki oleh KKU serta telah melakukan
    inspeksi dan wawancara dengan manajemen Perseroan terkait dengan operasional,
    kinerja, dan prospek dari KKU.


Tim Penilai:



Willy D. Kusnanto                                                 .....................................
Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996



Erric Reynaldi                                                    .....................................
No. MAPPI      : 13-P-04625



Andry Steven                                                      .....................................
No. MAPPI    : 14-P-04891



Fergy Merzyana                                                    .....................................
No. MAPPI     : 20-P-10345




                                            xvii
Page 303
                                      DAFTAR ISI

                                                                            HALAMAN

OPINI                                                                              i

ASUMSI DAN SYARAT PEMBATAS                                                      xiv

PERNYATAAN INDEPENDENSI PENILAI                                                  xv

SURAT PERNYATAAN                                                                xvi

DAFTAR ISI                                                                     xviii

DAFTAR TABEL                                                                    xxi

DAFTAR GRAFIK                                                                  xxiv

LAMPIRAN                                                                        xxv

I.      RINGKASAN EKSEKUTIF

        A. Alasan dan Latar Belakang                                             1
        B. Objek serta Tujuan dan Maksud Penilaian                               6
        C. Premis Penilaian                                                      6
        D. Independensi Penilai                                                  7
        E. Tanggal Efektif Penilaian                                             7
        F. Profil PT Kemilau Karya Utama                                         7
        G. Definisi Nilai yang Digunakan                                         8
        H. Pendekatan Penilaian yang Digunakan                                   9
        I. Metode Penilaian yang Digunakan                                       9
        J. Ringkasan Hasil Penilaian                                            10
        K. Kesimpulan Penilaian                                                 10

II.     DESKRIPSI PENUGASAN

        A. Alasan dan Latar Belakang                                            11
        B. Tujuan dan Maksud Penilaian                                          15
        C. Definisi Nilai yang Digunakan                                        15
        D. Tanggal Efektif Penilaian                                            15
        E. Data dan Informasi yang Digunakan                                    15
        F. Informasi Non-Keuangan                                               17
        G. Jenis Ekuitas                                                        19
        H. Kondisi Pembatas dan Asumsi-Asumsi Pokok                             19
        I. Tingkat Kedalaman Investigasi                                        20
        J. Distribusi Laporan Penilaian                                         21
        K. Jenis Laporan                                                        21
        L. Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events)       21




                                          xviii
Page 304
                                                                        HALAMAN

III.    PENJELASAN SINGKAT MENGENAI OBJEK PENILAIAN

        A. Latar Belakang PT Kemilau Karya Utama                                22
        B. Kegiatan Usaha                                                       22
        C. Manajemen                                                            22
        D. Kepemilikan Saham                                                    23
        E. Data Keuangan Historis                                               23

IV.     KONDISI DAN TINJAUAN EKONOMI

        A. Tinjauan Ekonomi Dunia                                               25
        B. Tinjauan Ekonomi Indonesia                                           27
        C. Proyeksi Ekonomi Indonesia                                           28
        D. Tingkat Suku Bunga                                                   28
        E. Inflasi                                                              29
        F. Nilai Tukar Rupiah                                                   30

V.      TINJAUAN INDUSTRI PROPERTI

        A. Tinjauan Industri Properti di Dunia                                  32
        B. Tinjauan Industri Properti di Indonesia                              35

VI.     ANALISIS LAPORAN KEUANGAN HISTORIS

        A. PT Kemilau Karya Utama                                               40
        B. Analisis atas Common Size PT Kemilau Karya Utama                     46
        C. Analisis atas Common Size Industri Properti                          47

VII.    ANALISIS RISIKO

        A. Risiko Pendanaan                                                     56
        B. Risiko Kenaikan Harga Bahan Bangunan dan Kelangkaan Bahan Bangunan   56
        C. Risiko Kenaikan Tingkat Suku Bunga                                   56
        D. Risiko Operasional                                                   57
        E. Risiko Bencana Alam                                                  57
        F. Risiko Kebijakan Pemerintah                                          57

VIII.   METODE PENILAIAN

        A. Metode-Metode Penilaian                                              58
        B. Metode Penilaian yang Digunakan                                      59
        C. Premis Penilaian                                                     60
        D. Aplikasi Diskon dan Premi                                            60
        E. Prosedur Penilaian                                                   61
        F. Independensi Penilai                                                 61




                                             xix
Page 305
                                                                               HALAMAN

IX.   PENILAIAN

      A. Premi Pengendalian (Premium for Control), Diskon Tanpa Pengendalian
         (Discount for Lack of Control) dan Diskon Likuiditas Pasar (Discount for
         Lack of Marketabilities)                                                   62
      B. Nilai Pasar Objek Penilaian                                                63
      C. Kesimpulan Penilaian                                                       65




                                           xx
Page 306
                                   DAFTAR TABEL

                                                                            HALAMAN

Tabel 1    Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
           PT Kemilau Karya Utama                                                8

Tabel 2    Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
           PT Kemilau Karya Utama                                               23

Tabel 3    Laporan Posisi Keuangan
           PT Kemilau Karya Utama
           Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 – 2022                         23

Tabel 4    Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
           PT Kemilau Karya Utama
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2018 – 2022                              24

Tabel 5    Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Dunia                              25

Tabel 6    Pertumbuhan Inflasi                                                  26

Tabel 7    Pertumbuhan Suku Bunga Bank Sentral                                  27

Tabel 8    Kontributor Inflasi Terbesar Berdasarkan Provinsi                    30

Tabel 9    Perubahan Investasi Real Estate Komersial Berdasarkan Wilayah        32

Tabel 10   Proyeksi Harga Rumah di AS berdasarkan Kota pada Tahun 2030          33

Tabel 11   Pertumbuhan Triwulan Indeks Permintaan Properti Komersial
           Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek), Banten,
           Bandung dan Makassar                                                 35

Tabel 12   Pertumbuhan Triwulan Indeks Pasokan Properti Komersial
           Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek), Banten,
           Bandung dan Makassar                                                 36

Tabel 13   Pertumbuhan Triwulan Indeks Harga Properti Komersial
           Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek), Banten,
           Bandung dan Makassar                                                 36

Tabel 14   Laporan Posisi Keuangan
           PT Kemilau Karya Utama
           Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 – 2022                         40




                                          xxi
Page 307
                                                                        HALAMAN

Tabel 15   Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
           PT Kemilau Karya Utama
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2018 – 2022                          42

Tabel 16   Laporan Arus Kas
           PT Kemilau Karya Utama
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2018 – 2022                          43

Tabel 17   Rasio-rasio Keuangan
           PT Kemilau Karya Utama
           Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 – 2022                     45

Tabel 18   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan
           PT Kemilau Karya Utama
           Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 – 2022                     46

Tabel 19   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           PT Kemilau Karya Utama
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2018 – 2022                          47

Tabel 20   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           PT Bumi Serpong Damai Tbk
           Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 – 2022                     40

Tabel 21   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           PT Bumi Serpong Damai Tbk
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2018 – 2022                          50

Tabel 22   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           PT Summarecon Agung Tbk
           Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 – 2022                     51




                                         xxii
Page 308
                                                                        HALAMAN

Tabel 23   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           PT Summarecon Agung Tbk
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2018 – 2022                          53

Tabel 24   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           PT Ciputra Development Tbk
           Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 – 2022                     53

Tabel 25   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           PT Ciputra Development Tbk
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2018 – 2022                          55

Tabel 26   Nilai Pasar 100,00% Saham
           PT Kemilau Karya Utama
           Metode Penyesuaian Aset Bersih
           Per 30 Juni 2023                                                 64




                                        xxiii
Page 309
                                 DAFTAR GRAFIK

                                                                             HALAMAN

Grafik 1   Perkembangan Suku Bunga Bank Indonesia                                28

Grafik 2   Perkembangan Inflasi Berdasarkan Indeks Harga Konsumen
           di Indonesia                                                          29

Grafik 3   Perkembangan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Mata Uang Asing              31

Grafik 4   Penjualan Rumah di AS Januari – Juni 2023                             33

Grafik 5   Persetujuan Pinjaman atau Kredit Bank Umum di Indonesia
           Bulan Desember 2022 – Januari 2023                                    37

Grafik 6   Proyeksi Penyelesaian Proyek Apartemen yang Tertunda di Jakarta
           Tahun 2023 – 2025                                                     38




                                        xxiv
Page 310
                                   LAMPIRAN

                                              HALAMAN

Lampiran A   Nilai Pasar 100,00% Saham
             PT Kemilau Karya Utama
             Metode Penyesuaian Aset Bersih
             Per 30 Juni 2023                     66




                                       xxv
Page 311
I.     RINGKASAN EKSEKUTIF

I.A.   Alasan dan Latar Belakang

       PT Pantai Indah Kapuk Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) merupakan suatu
       perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held company),
       didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
       kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang perindustrian, aktivitas
       perusahaan holding dan konsultasi manajemen. Perseroan dan entitas anaknya
       bergerak dalam beberapa bidang usaha yang meliputi industri macam-macam
       wadah dari logam berupa kaleng kemas, pengolahan hasil perikanan dan real
       estat. Perseroan berdomisili di Jalan Marina Raya, Kamal Muara, Penjaringan,
       Jakarta Utara 14470, dengan nomor telepon: (021) 2941 7685 dan email:
       corporate.secretary@agungsedayu.com.

       Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
       30 Juni 2023, Perseroan memiliki penyertaan saham pada beberapa entitas anak
       baik langsung maupun tidak langsung dengan rincian sebagai berikut:


                                                              Perseroan


                                        99,00%                                                     51,00%
                              PT Panorama Eka
                                                                                      PT Bangun Kosambi
                                Tunggal (PET)
                                                                                          Sukses (BKS)
                                   BKS 1,00%
                    51,00%              57,00%                       51,00%                        99,60%                        40,00%
                                                        PT Cahaya Gemilang
         PT Mega Andalan     PT Cahaya Kencana                                          PT Agung Surya               PT Fin Centerindo
                                                         Indah Cemerlang
             Sukses (MAS)         Indah (CKI)                                          Gemerlap (ASGE)                    Satu (FCS)
                                                                (CGIC)



       PET, BKS, MAS, CKI, CGIC, ASGE, dan FCS selanjutnya secara bersama-sama
       disebut “Entitas Anak Perseroan”.

       Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, ruang
       lingkup kegiatan usaha dan status Entitas Anak Perseroan adalah sebagai berikut:

       No.     Keterangan    Status         Domisili                                         Kegiatan Usaha

         1   PET             Tertutup       Indonesia         Aktivitas manajemen konsultasi lainnya dan real estat yang dimiliki sendiri atau
                                                             disewa mencakup usaha pembelian, penjualan, persewaan, dan pengoperasian
                                                             real estat baik yang dimiliki sendiri maupun disewa.
         2   BKS             Tertutup       Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                             penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                             maupun disewa.
         3   MAS             Tertutup       Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                             penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                             maupun disewa.
         4   CKI             Tertutup       Indonesia         Real estat.
         5   CGIC            Tertutup       Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                             penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                             maupun disewa.
         6   ASGE            Tertutup       Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                             penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                             maupun disewa.
         7   FCS             Tertutup       Indonesia         Jasa, real estat dan pembangunan (kontraktor).




                                                         1
Page 312
Industri properti di Indonesia pada tahun 2023 mengalami peningkatan sejalan
dengan pertumbuhan positif ekonomi Indonesia setelah mengalami resesi akibat
dampak pandemi wabah Covid-19. Pemulihan ekonomi Indonesia tersebut dan
peningkatan daya beli konsumen dinilai merupakan faktor yang mendorong
stabilitas indutri properti. Sebagai salah satu industri yang memberikan kontribusi
pertumbuhan industri nasional, dengan keunggulan populasi yang dimiliki
Indonesia yang didukung transformasi digitalisasi, industri properti terus memacu
pembangunan infrakstruktur untuk lebih berkualitas sehingga dapat meningkatkan
prospek pertumbuhan kinerjanya. Manajemen Perseroan memandang
pertumbuhan industri properti memiliki potensi untuk dapat berkembang yang
didukung oleh pertumbuhan ekonomi maupun sosial, meningkatnya populasi, dan
meningkatnya daya beli masyarakat. Dengan demikian, Perseroan merencanakan
untuk melakukan beberapa rencana aksi korporasi dengan rincian sebagai berikut:

•   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan
    modal ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Bumindo Mekar
    Wibawa (selanjutnya disebut “BMW”), melalui rencana peningkatan modal
    dasar BMW terlebih dahulu (selanjutnya disebut “Rencana Penyertaan
    Saham BMW”);

•   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan
    modal ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Cahaya Inti Sentosa
    (selanjutnya disebut “CIS”), melalui rencana peningkatan modal dasar CIS
    terlebih dahulu (selanjutnya disebut “Rencana Penyertaan Saham CIS”);

•   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan
    modal ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Jaya Indah Sentosa
    (selanjutnya disebut “JIS”), melalui rencana peningkatan modal dasar JIS
    terlebih dahulu (selanjutnya disebut “Rencana Penyertaan Saham JIS”);

•   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan
    modal ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Kemilau Karya Utama
    (selanjutnya disebut “KKU”) dengan menerbitkan saham seri B yang memiliki
    seluruh hak yang sama dengan saham yang diterbitkan oleh KKU, yang
    selanjutnya akan menjadi saham seri A, kecuali perbedaan harga nominal per
    lembar saham untuk saham seri A dan saham seri B tersebut, melalui rencana
    peningkatan modal dasar KKU terlebih dahulu (selanjutnya disebut “Rencana
    Penyertaan Saham KKU”);

•   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan
    modal ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Karunia Utama Selaras
    (selanjutnya disebut “KUS”), melalui rencana peningkatan modal dasar KUS
    terlebih dahulu (selanjutnya disebut “Rencana Penyertaan Saham KUS”);

•   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan
    modal ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Sumber Cipta Utama
    (selanjutnya disebut “SCU”), melalui rencana peningkatan modal dasar SCU
    terlebih dahulu (selanjutnya disebut “Rencana Penyertaan Saham SCU”); dan



                                   2
Page 313
•       Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan
        modal ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Sharindo Matratama
        (selanjutnya disebut “SHM”), dengan menerbitkan saham seri B yang memiliki
        seluruh hak yang sama dengan saham yang diterbitkan oleh SHM, yang
        selanjutnya akan menjadi saham seri A, kecuali perbedaan harga nominal per
        lembar saham untuk saham seri A dan saham seri B tersebut, melalui rencana
        peningkatan modal dasar SHM terlebih dahulu (selanjutnya disebut “Rencana
        Penyertaan Saham SHM”).

Rencana Penyertaan Saham BMW, Rencana Penyertaan Saham CIS, Rencana
Penyertaan Saham JIS, Rencana Penyertaan Saham KKU, Rencana Penyertaan
Saham KUS, Rencana Penyertaan Saham SCU, dan Rencana Penyertaan Saham
SHM selanjutnya secara bersama-sama disebut “Rencana Penyertaan Saham”.

Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
pada tanggal 30 Juni 2023, ruang lingkup kegiatan usaha dan status
perusahaan-perusahaan dalam Rencana Penyertaan Saham adalah sebagai
berikut:

No.      Keterangan   Status     Domisili                                       Kegiatan Usaha

    1   BMW           Tertutup   Indonesia        Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa dan kawasan industri.
    2   CIS           Tertutup   Indonesia        Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                 penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                 maupun disewa.
    3   JIS           Tertutup   Indonesia        Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                 penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                 maupun disewa.
    4   KKU           Tertutup   Indonesia        Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa.
    5   KUS           Tertutup   Indonesia        Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                 penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                 maupun disewa.
    6   SCU           Tertutup   Indonesia        Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                 penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                 maupun disewa.
    7   SHM           Tertutup   Indonesia        Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                 penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                 maupun disewa.




Sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham, Perseroan merencanakan
untuk melakukan penawaran umum terbatas dengan hak memesan efek terlebih
dahulu atas saham dalam portepel Perseroan sebagaimana diatur dalam
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 14/POJK.04/2019 tanggal 30 April 2019
tentang    “Perubahan      atas    Peraturan Otoritas   Jasa    Keuangan
Nomor 32/POJK.04/2015 tentang Penambahan Modal Perusahaan Terbuka
Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu” (selanjutnya disebut
“POJK 14/2019”), dimana dalam rangka penyelesaian Rencana Penyertaan
Saham, Perseroan merencanakan untuk menggunakan dana hasil penawaran
umum terbatas dengan hak memesan efek terlebih dahulu atas saham portepel
Perseroan (selanjutnya disebut “Rencana PMDHMETD”.




                                             3
Page 314
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Penyertaan Saham dan Rencana PMDHMETD merupakan satu kesatuan
transaksi yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya dan selanjutnya
secara bersama-sama disebut “Rencana Transaksi”.

Sebelumnya, Perseroan telah melakukan penambahan kegiatan usaha dan
mengembangkan bisnis pada bidang real estat dengan melakukan akuisisi
sebesar 51,00% saham pada BKS. Selanjutnya, Perseroan melalui BKS telah
melakukan akuisisi sebesar 51,00% saham masing-masing pada MAS dan CGIC.
Ruang lingkup kegiatan usaha BKS, MAS, dan CGIC adalah bergerak pada bidang
real estat dan memiliki lahan yang seluruhnya berada di Kabupaten Tangerang
dan ketiganya merupakan pengembang kawasan PIK 2. Berdasarkan keterangan
yang diperoleh dari manajemen Perseroan, saat ini, sebagian besar pendapatan
Perseroan berasal dari real estat.

Kawasan PIK 2 merupakan kota mandiri dengan konsep smart city yang
dikembangkan oleh Agung Sedayu dan Grup Salim, dengan lokasi yang
terbentang pada lahan seluas lebih dari 6.000 hektar di bagian barat hingga bagian
utara Jakarta. Disebut sebagai “the new Jakarta City”, kawasan PIK 2
menghadirkan beberapa mega proyek seperti mal (Sedayu Watertown Mall),
kawasan bisnis (Islamic Financial Center), pusat olahraga, hunian, destinasi
kuliner, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya (RS Hermina, Tzu Chi
International School, berbagai tempat ibadah). Selanjutnya, pada kawasan PIK 2
juga direncanakan akan dibangun berbagai fasilitas dan destinasi wisata unik
seperti beach club, Aloha Pasir Putih, Ginza Beach Walk sampai Community Park
(event space), yang secara efektif dapat menjadi daya tarik keramaian konsumen
dan pada akhirnya dapat meningkatkan permintaan properti PIK 2, terutama untuk
hunian dan kaveling komersial. Selain itu, dengan adanya proyek infrastruktur
seperti pembangunan tol baru yang menghubungkan kawasan PIK 2 dengan jalur
tol lingkar luar Jakarta ke depannya dapat mempermudah akses ke kawasan.

Sejalan dengan strategi bisnis Perseroan, Perseroan terus berupaya untuk
menerapkan fokus pada perluasan skala proyek Perseroan pada kawasan PIK 2
dengan merencanakan pertumbuhan secara anorganik melalui Rencana
Penyertaan Saham. Mengingat bahwa Rencana Penyertaan Saham pada
perusahaan-perusahaan tersebut merupakan salah satu rencana pengembang
kawasan PIK 2 yang memiliki proyek di kawasan yang sama dengan lokasi proyek
Perseroan di masa yang akan datang.

Dengan melakukan Rencana Penyertaan Saham, Perseroan senantiasa mencari
peluang bisnis potensial yang dapat memaksimalkan nilai investasi Perseroan di
masa yang akan datang. Perseroan memandang bahwa industri properti memiliki
potensi yang dapat berdampak positif bagi pengembangan bisnis Perseroan dan
menciptakan sinergi bisnis yang optimal khususnya pada pengembangan
kawasan PIK 2 sehingga Perseroan dapat mengambil seluruh potensi keuntungan
yang dihasilkan di masa yang akan datang sehingga pada akhirnya hal tersebut
dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan dan memberikan
nilai tambah bagi para pemegang saham Perseroan.




                                  4
Page 315
Sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham tersebut, Perseroan
merencanakan untuk melakukan Rencana PMDHMETD sesuai dengan
POJK 14/2019, dimana dalam rangka penyelesaian Rencana Penyertaan Saham,
Perseroan merencanakan untuk menggunakan dana hasil penawaran umum
terbatas dengan hak memesan efek terlebih dahulu atas saham portepel
Perseroan sehingga Perseroan dapat mengembangkan portofolio bisnis
Perseroan khususnya pada bidang industri properti.

Setelah Rencana Transaksi telah menjadi efektif, Perseroan berharap dapat
mengembangkan seluruh proyek-proyek Perseroan dengan terciptanya sinergi
antar masing-masing kawasan yang tergabung dalam satu kawasan PIK 2 secara
maksimal dimana setiap masing-masing portofolio bisnis industri properti yang
dimiliki oleh Perseroan dapat memberikan nilai tambah bagi kinerja keuangan
konsolidasian Perseroan.

Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Sejalan dengan strategi bisnis Perseroan, Perseroan terus berupaya untuk
    menerapkan fokus pada perluasan skala proyek Perseroan pada kawasan PIK
    2 dengan merencanakan pertumbuhan secara anorganik melalui Rencana
    Penyertaan Saham. Mengingat bahwa Rencana Penyertaan Saham pada
    perusahaan-perusahaan tersebut merupakan salah satu rencana
    pengembang kawasan PIK 2 yang memiliki proyek di kawasan yang sama
    dengan lokasi proyek Perseroan di masa yang akan datang.

•   Dengan melakukan Rencana Penyertaan Saham, Perseroan senantiasa
    mencari peluang bisnis potensial yang dapat memaksimalkan nilai investasi
    Perseroan di masa yang akan datang. Perseroan memandang bahwa industri
    properti memiliki potensi yang dapat berdampak positif bagi pengembangan
    bisnis Perseroan dan menciptakan sinergi bisnis yang optimal khususnya pada
    pengembangan kawasan PIK 2 sehingga Perseroan dapat mengambil seluruh
    potensi keuntungan yang dihasilkan di masa yang akan datang sehingga pada
    akhirnya hal tersebut dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian
    Perseroan dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham
    Perseroan.

•   Setelah Rencana Transaksi telah menjadi efektif, Perseroan berharap dapat
    mengembangkan seluruh proyek-proyek Perseroan dengan terciptanya sinergi
    antar masing-masing kawasan yang tergabung dalam satu kawasan PIK 2
    secara maksimal dimana setiap masing-masing portofolio bisnis industri
    properti yang dimiliki oleh Perseroan dapat memberikan nilai tambah bagi
    kinerja keuangan konsolidasian Perseroan.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, mengingat
bahwa terdapat kesamaan pengurus dan pengendalian Perseroan, BMW, CIS,
JIS, KKU, KUS, SCU, dan SHM, maka Rencana Penyertaan Saham merupakan
transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK
No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang “Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Benturan Kepentingan” (selanjutnya disebut “POJK 42/2020”).


                                  5
Page 316
       Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
       Rencana Penyertaan Saham tersebut merupakan transaksi material, sehingga
       Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal
       20 April 2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”
       (selanjutnya disebut “POJK 17/2020”).

       Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi dan transaksi
       material, POJK 42/2020 dan POJK 17/2020 mensyaratkan adanya laporan
       penilaian saham atas transaksi tersebut, yang disiapkan oleh penilai independen.

       Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Penyertaan Saham
       tersebut, maka Perseroan menunjuk penilai independen, Kantor Jasa Penilai
       Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya disebut “KR”
       atau “kami”) untuk melakukan penilaian atas nilai pasar 100,00% saham KKU.

       Mengingat KKU adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat
       diperjualbelikan di pasar modal, maka saham KKU bersifat tidak likuid.

I.B.   Objek serta Tujuan dan Maksud Penilaian

       Objek yang dinilai dalam penilaian ini adalah nilai pasar 100,00% saham KKU
       (selanjutnya disebut “Objek Penilaian”).

       Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen
       tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah
       dan/atau ekuivalensinya pada tanggal 30 Juni 2023.

       Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari
       Objek Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan
       pertimbangan oleh manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana
       Penyertaan Saham serta untuk memenuhi POJK 42/2020 dan POJK 17/2020.

       Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam
       Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan
       Penilaian Bisnis di Pasar Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut
       “POJK 35/2020”) serta Standar Penilaian Indonesia (selanjutnya disebut “SPI”)
       2018.

I.C.   Premis Penilaian

       Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis
       penilaian bahwa KKU adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.




                                        6
Page 317
I.D.   Independensi Penilai

       Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa
       adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan KKU
       ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan KKU. KR juga tidak
       memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
       Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan
       atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali
       tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis penilaian ini dan
       KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan No. KR/230412-001
       tanggal 12 April 2023 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.

I.E.   Tanggal Efektif Penilaian

       Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal
       30 Juni 2023. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan
       penilaian serta dari data keuangan KKU yang kami terima. Data keuangan tersebut
       berupa laporan keuangan KKU untuk periode enam bulan yang berakhir pada
       tanggal 30 Juni 2023 yang menjadi dasar penilaian ini.

I.F.   Profil PT Kemilau Karya Utama

       KKU didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 60 dari Edison Jingga, S.H., tanggal
       8 September 2015. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri
       Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
       No. AHU-2456234.AH.01.01.TAHUN 2015 tanggal 15 September 2015.

       Anggaran dasar KKU telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
       sebagaimana dinyatakan dalam Akta Notaris No. 113 dari Edison Jingga, S.H.,
       M.H., tanggal 27 Juni 2023 mengenai perubahan peningkatan modal dasar,
       ditempatkan dan disetor KKU. Akta tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum
       dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
       No. AHU-0039639.AH.01.02.TAHUN 2023 tanggal 12 Juli 2023.

       KKU berkedudukan di Jakarta dan berdomisili di Jalan Mangga Dua Raya, Gedung
       Elektronik Harco Mangga Dua Lantai IV Mangga Dua Selatan, Sawah Besar,
       Jakarta Pusat.




                                          7
Page 318
I.F.1.   Struktur Permodalan

         Susunan pemegang saham KKU berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
         30 Juni 2023 adalah sebagai berikut:

         Tabel 1
         PT Kemilau Karya Utama
         Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham

                                                                                            (Dalam Rupiah)
                                                                        Persentase
                    Pemegang Saham                     Jumlah Saham                      Jumlah Modal
                                                                        Kepemilikan
         PT Kukuh Mandiri Lestari                             475.000           90,48%    475.000.000.000
         PT Trisula Indah Lestari                              25.000            4,76%     25.000.000.000
         PT Mandiri Bangun Makmur                              25.000            4,76%     25.000.000.000
         Jumlah                                               525.000          100,00%    525.000.000.000



I.F.2.   Struktur Pengurus

         Susunan Dewan Komisaris dan Direksi KKU pada tanggal 30 Juni 2023 adalah
         sebagai berikut:

         Dewan Komisaris
         Komisaris Utama                               :   Kho Cing Siong
         Komisaris                                     :   Freddy Numberi

         Direksi
         Direktur Utama                                :   Nono Sampono
         Direktur                                      :   Yohanes Edmond Budiman
         Direktur                                      :   Surya Pranoto Budiharjo
         Direktur                                      :   Belly Djaliel

I.F.3.   Kegiatan Usaha

         Ruang lingkup kegiatan usaha KKU adalah bergerak dalam bidang real estat yang
         dimiliki sendiri atau disewa.

I.G.     Definisi Nilai yang Digunakan

         Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan
         terbuka, maka dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.

         Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk
         digunakan dalam penilaian ini adalah nilai pasar, dimana berdasarkan
         POJK 35/2020, nilai pasar didefinisikan sebagai “estimasi sejumlah uang yang
         dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal
         penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat
         menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan
         secara layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar
         pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.



                                                   8
Page 319
I.H.   Pendekatan Penilaian yang Digunakan

       Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis
       internal akan berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis
       historis atas laporan posisi keuangan, dan laporan laba rugi komprehensif KKU,
       pengkajian atas kondisi operasi dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki
       KKU. Prospek KKU di masa yang akan datang kami evaluasi berdasarkan rencana
       usaha yang telah kami kaji kewajaran dan konsistensinya. Analisis eksternal
       didasarkan pada kajian singkat terhadap faktor-faktor eksternal yang
       dipertimbangkan sebagai penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian
       singkat atas prospek dari industri yang bersangkutan.

       Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar
       suatu “business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi
       keuangan dan laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya
       diperlukan penyesuaian terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan
       normalisasi keuntungan laporan laba rugi komprehensif yang biasanya disusun
       oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun nilai buku suatu
       perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan laba
       rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis
       yang dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian
       tersebut.

I.I.   Metode Penilaian yang Digunakan

       Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
       penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method).

       Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari
       semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai
       pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai
       pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan
       kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai pasar seluruh aset
       (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai pasar liabilitas.

       Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai
       untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak
       manajemen Perseroan dan KKU. Tidak tertutup kemungkinan untuk
       diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat memberikan
       hasil yang berbeda.




                                          9
Page 320
I.J.   Ringkasan Hasil Penilaian

       Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, ringkasan hasil penilaian kami adalah
       sebagai berikut:

       Berdasarkan metode penyesuaian aset bersih, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai
       pasar 100,00% saham KKU sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
       Rp 19,57 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 40,00%, maka nilai pasar
       100,00% saham KKU adalah sebesar Rp 11,74 miliar. Dengan demikian, nilai
       pasar 100,00% saham KKU berdasarkan metode penyesuaian aset bersih adalah
       sebesar Rp 11,74 miliar.

I.K.   Kesimpulan Penilaian

       Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima
       dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang mempengaruhi
       penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal
       30 Juni 2023 adalah sebesar Rp 11,74 miliar.

       Nilai pasar Objek Penilaian tersebut kami tentukan berdasarkan data dan informasi
       yang kami peroleh dari pihak manajemen Perseroan dan KKU serta pihak-pihak
       lain yang relevan dengan penilaian. Kami menganggap bahwa semua informasi
       tersebut adalah benar dan bahwa tidak ada keadaan atau hal-hal yang tidak
       terungkap yang akan mempengaruhi nilai pasar tersebut secara material.

       Kami tidak melakukan penyelidikan dan juga bukan merupakan tanggung jawab
       kami kemungkinan terjadinya masalah yang berkaitan dengan status hukum
       kepemilikan, kewajiban utang dan/atau sengketa atas KKU. Kami tegaskan pula
       bahwa kami tidak memperoleh manfaat atau keuntungan apapun baik saat ini
       maupun di masa mendatang dan imbalan jasa yang telah disetujui atas penilaian
       KKU tidak tergantung pada nilai yang dilaporkan.




                                        10
Page 321
II.     DESKRIPSI PENUGASAN

II.A.   Alasan dan Latar Belakang

        Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka
        (publicly-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
        Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam
        bidang perindustrian, aktivitas perusahaan holding dan konsultasi manajemen.
        Perseroan dan entitas anaknya bergerak dalam beberapa bidang usaha yang
        meliputi industri macam-macam wadah dari logam berupa kaleng kemas,
        pengolahan hasil perikanan dan real estat. Perseroan berdomisili di Jalan Marina
        Raya, Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara 14470, dengan nomor telepon:
        (021) 2941 7685 dan email: corporate.secretary@agungsedayu.com.

        Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
        30 Juni 2023, Perseroan memiliki penyertaan saham pada beberapa entitas anak
        baik langsung maupun tidak langsung dengan rincian sebagai berikut:


                                                                 Perseroan


                                          99,00%                                                      51,00%

                                         PET
                                                                                                   BKS
                                    BKS 1,00%
                     51,00%               57,00%                        51,00%                        99,60%                        40,00%


                    MAS                  CKI                        CGIC                          ASGE                           FCS




        Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, ruang
        lingkup kegiatan usaha dan status Entitas Anak Perseroan adalah sebagai berikut:

        No.    Keterangan     Status           Domisili                                         Kegiatan Usaha

          1   PET             Tertutup         Indonesia         Aktivitas manajemen konsultasi lainnya dan real estat yang dimiliki sendiri atau
                                                                disewa mencakup usaha pembelian, penjualan, persewaan, dan pengoperasian
                                                                real estat baik yang dimiliki sendiri maupun disewa.
          2   BKS             Tertutup         Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                                penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                                maupun disewa.
          3   MAS             Tertutup         Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                                penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                                maupun disewa.
          4   CKI             Tertutup         Indonesia         Real estat.
          5   CGIC            Tertutup         Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                                penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                                maupun disewa.
          6   ASGE            Tertutup         Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                                penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                                maupun disewa.
          7   FCS             Tertutup         Indonesia         Jasa, real estat dan pembangunan (kontraktor).




                                                           11
Page 322
Industri properti di Indonesia pada tahun 2023 mengalami peningkatan sejalan
dengan pertumbuhan positif ekonomi Indonesia setelah mengalami resesi akibat
dampak pandemi wabah Covid-19. Pemulihan ekonomi Indonesia tersebut dan
peningkatan daya beli konsumen dinilai merupakan faktor yang mendorong
stabilitas indutri properti. Sebagai salah satu industri yang memberikan kontribusi
pertumbuhan industri nasional, dengan keunggulan populasi yang dimiliki
Indonesia yang didukung transformasi digitalisasi, industri properti terus memacu
pembangunan infrakstruktur untuk lebih berkualitas sehingga dapat meningkatkan
prospek pertumbuhan kinerjanya. Manajemen Perseroan memandang
pertumbuhan industri properti memiliki potensi untuk dapat berkembang yang
didukung oleh pertumbuhan ekonomi maupun sosial, meningkatnya populasi, dan
meningkatnya daya beli masyarakat. Dengan demikian, Perseroan merencanakan
untuk melakukan Rencana Penyertaan Saham.

Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
pada tanggal 30 Juni 2023, ruang lingkup kegiatan usaha dan status
perusahaan-perusahaan dalam Rencana Penyertaan Saham adalah sebagai
berikut:

 No.    Keterangan   Status     Domisili                                        Kegiatan Usaha

   1   BMW           Tertutup   Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa dan kawasan industri.
   2   CIS           Tertutup   Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                 penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                 maupun disewa.
   3   JIS           Tertutup   Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                 penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                 maupun disewa.
   4   KKU           Tertutup   Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa.
   5   KUS           Tertutup   Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                 penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                 maupun disewa.
   6   SCU           Tertutup   Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                 penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                 maupun disewa.
   7   SHM           Tertutup   Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                 penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                 maupun disewa.




Sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham, Perseroan merencanakan
untuk melakukan Rencana PMDHMETD.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Penyertaan Saham dan Rencana PMDHMETD merupakan satu kesatuan
transaksi yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya dan selanjutnya
secara bersama-sama disebut “Rencana Transaksi”.

Sebelumnya, Perseroan telah melakukan penambahan kegiatan usaha dan
mengembangkan bisnis pada bidang real estat dengan melakukan akuisisi
sebesar 51,00% saham pada BKS. Selanjutnya, Perseroan melalui BKS telah
melakukan akuisisi sebesar 51,00% saham masing-masing pada MAS dan CGIC.
Ruang lingkup kegiatan usaha BKS, MAS, dan CGIC adalah bergerak pada bidang
real estat dan memiliki lahan yang seluruhnya berada di Kabupaten Tangerang
dan ketiganya merupakan pengembang kawasan PIK 2. Berdasarkan keterangan
yang diperoleh dari manajemen Perseroan, saat ini, sebagian besar pendapatan
Perseroan berasal dari real estat.


                                            12
Page 323
Kawasan PIK 2 merupakan kota mandiri dengan konsep smart city yang
dikembangkan oleh Agung Sedayu dan Grup Salim, dengan lokasi yang
terbentang pada lahan seluas lebih dari 6.000 hektar di bagian barat hingga bagian
utara Jakarta. Disebut sebagai “the new Jakarta City”, kawasan PIK 2
menghadirkan beberapa mega proyek seperti mal (Sedayu Watertown Mall),
kawasan bisnis (Islamic Financial Center), pusat olahraga, hunian, destinasi
kuliner, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya (RS Hermina, Tzu Chi
International School, berbagai tempat ibadah). Selanjutnya, pada kawasan PIK 2
juga direncanakan akan dibangun berbagai fasilitas dan destinasi wisata unik
seperti beach club, Aloha Pasir Putih, Ginza Beach Walk sampai Community Park
(event space), yang secara efektif dapat menjadi daya tarik keramaian konsumen
dan pada akhirnya dapat meningkatkan permintaan properti PIK 2, terutama untuk
hunian dan kaveling komersial. Selain itu, dengan adanya proyek infrastruktur
seperti pembangunan tol baru yang menghubungkan kawasan PIK 2 dengan jalur
tol lingkar luar Jakarta ke depannya dapat mempermudah akses ke kawasan.

Sejalan dengan strategi bisnis Perseroan, Perseroan terus berupaya untuk
menerapkan fokus pada perluasan skala proyek Perseroan pada kawasan PIK 2
dengan merencanakan pertumbuhan secara anorganik melalui Rencana
Penyertaan Saham. Mengingat bahwa Rencana Penyertaan Saham pada
perusahaan-perusahaan tersebut merupakan salah satu rencana pengembang
kawasan PIK 2 yang memiliki proyek di kawasan yang sama dengan lokasi proyek
Perseroan di masa yang akan datang.

Dengan melakukan Rencana Penyertaan Saham, Perseroan senantiasa mencari
peluang bisnis potensial yang dapat memaksimalkan nilai investasi Perseroan di
masa yang akan datang. Perseroan memandang bahwa industri properti memiliki
potensi yang dapat berdampak positif bagi pengembangan bisnis Perseroan dan
menciptakan sinergi bisnis yang optimal khususnya pada pengembangan
kawasan PIK 2 sehingga Perseroan dapat mengambil seluruh potensi keuntungan
yang dihasilkan di masa yang akan datang sehingga pada akhirnya hal tersebut
dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan dan memberikan
nilai tambah bagi para pemegang saham Perseroan.

Sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham tersebut, Perseroan
merencanakan untuk melakukan Rencana PMDHMETD sesuai dengan
POJK 14/2019, dimana dalam rangka penyelesaian Rencana Penyertaan Saham,
Perseroan merencanakan untuk menggunakan dana hasil penawaran umum
terbatas dengan hak memesan efek terlebih dahulu atas saham portepel
Perseroan sehingga Perseroan dapat mengembangkan portofolio bisnis
Perseroan khususnya pada bidang industri properti.

Setelah Rencana Transaksi telah menjadi efektif, Perseroan berharap dapat
mengembangkan seluruh proyek-proyek Perseroan dengan terciptanya sinergi
antar masing-masing kawasan yang tergabung dalam satu kawasan PIK 2 secara
maksimal dimana setiap masing-masing portofolio bisnis industri properti yang
dimiliki oleh Perseroan dapat memberikan nilai tambah bagi kinerja keuangan
konsolidasian Perseroan.




                                  13
Page 324
Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Sejalan dengan strategi bisnis Perseroan, Perseroan terus berupaya untuk
    menerapkan fokus pada perluasan skala proyek Perseroan pada kawasan PIK
    2 dengan merencanakan pertumbuhan secara anorganik melalui Rencana
    Penyertaan Saham. Mengingat bahwa Rencana Penyertaan Saham pada
    perusahaan-perusahaan tersebut merupakan salah satu rencana
    pengembang kawasan PIK 2 yang memiliki proyek di kawasan yang sama
    dengan lokasi proyek Perseroan di masa yang akan datang.

•   Dengan melakukan Rencana Penyertaan Saham, Perseroan senantiasa
    mencari peluang bisnis potensial yang dapat memaksimalkan nilai investasi
    Perseroan di masa yang akan datang. Perseroan memandang bahwa industri
    properti memiliki potensi yang dapat berdampak positif bagi pengembangan
    bisnis Perseroan dan menciptakan sinergi bisnis yang optimal khususnya pada
    pengembangan kawasan PIK 2 sehingga Perseroan dapat mengambil seluruh
    potensi keuntungan yang dihasilkan di masa yang akan datang sehingga pada
    akhirnya hal tersebut dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian
    Perseroan dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham
    Perseroan.

•   Setelah Rencana Transaksi telah menjadi efektif, Perseroan berharap dapat
    mengembangkan seluruh proyek-proyek Perseroan dengan terciptanya sinergi
    antar masing-masing kawasan yang tergabung dalam satu kawasan PIK 2
    secara maksimal dimana setiap masing-masing portofolio bisnis industri
    properti yang dimiliki oleh Perseroan dapat memberikan nilai tambah bagi
    kinerja keuangan konsolidasian Perseroan.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, mengingat
bahwa terdapat kesamaan pengurus dan pengendalian Perseroan, BMW, CIS,
JIS, KKU, KUS, SCU, dan SHM, maka Rencana Penyertaan Saham merupakan
transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus memenuhi POJK 42/2020.

Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
Rencana Penyertaan Saham tersebut merupakan transaksi material, sehingga
Perseroan harus memenuhi POJK 17/2020.

Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi dan transaksi
material, POJK 42/2020 dan POJK 17/2020 mensyaratkan adanya laporan
penilaian saham atas transaksi tersebut, yang disiapkan oleh penilai independen.

Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Penyertaan Saham
tersebut, maka Perseroan menunjuk penilai independen, KR untuk melakukan
penilaian atas Objek Penilaian.

Mengingat KKU adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat
diperjualbelikan di pasar modal, maka saham KKU bersifat tidak likuid.




                                 14
Page 325
II.B.   Tujuan dan Maksud Penilaian

        Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen
        tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah
        dan/atau ekuivalensinya pada tanggal 30 Juni 2023.

        Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari
        Objek Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan
        pertimbangan oleh manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana
        Penyertaan Saham serta untuk memenuhi POJK 42/2020 dan POJK 17/2020.

        Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam
        POJK 35/2020 serta SPI 2018.

II.C.   Definisi Nilai yang Digunakan

        Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan
        terbuka, maka dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.

        Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk
        digunakan dalam penilaian ini adalah nilai pasar, dimana berdasarkan
        POJK 35/2020, nilai pasar didefinisikan sebagai “estimasi sejumlah uang yang
        dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal
        penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat
        menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan
        secara layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar
        pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.

II.D.   Tanggal Efektif Penilaian

        Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal
        30 Juni 2023. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan
        penilaian serta dari data keuangan KKU yang kami terima. Data keuangan tersebut
        berupa laporan keuangan KKU untuk periode enam bulan yang berakhir pada
        tanggal 30 Juni 2023 yang menjadi dasar penilaian ini.

II.E.   Data dan Informasi yang Digunakan

        Dalam melakukan penilaian untuk memperkirakan nilai pasar Objek Penilaian,
        kami telah menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau melaksanakan
        prosedur atas data dan informasi sebagai berikut:

        1. Laporan keuangan KKU untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
           30 Juni 2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (selanjutnya
           disebut “KAP”) Suharli, Sugiharto & Rekan (selanjutnya disebut “SSR”)
           sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00337/2.1315/AU.1/03/1415-
           3/1/VII/2023 tanggal 31 Juli 2023 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian;




                                         15
Page 326
2. Laporan keuangan KKU untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP SSR sebagaimana tertuang
   dalam laporannya No. 00330/2.1315/AU.1/03/1415-2/1/VII/2023 tanggal
   31 Juli 2023 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian;

3. Laporan keuangan KKU untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP SSR sebagaimana tertuang
   dalam laporannya No. 00322/2.1315/AU.1/03/1415-1/1/VII/2023 tanggal
   31 Juli 2023 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian;

4. Laporan keuangan      KKU    untuk tahun     yang   berakhir   pada   tanggal
   31 Desember 2020;

5. Laporan keuangan KKU untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2019 yang telah diaudit oleh KAP Agus, Indra, Jeri & Rekan
   (selanjutnya disebut “AIJR”) sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00123/3.0419/AU.2/03/0091-2/1/VIII/2020 tanggal 18 Agustus 2020
   dengan pendapat wajar tanpa pengecualian;

6. Laporan keuangan KKU untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2018 yang telah diaudit oleh KAP AIJR sebagaimana tertuang
   dalam laporannya No. 00022/3.0419/AU.1/03/0091-1/1/IV/2020 tanggal
   6 April 2020 dengan pendapat wajar dengan modifikasian;

7. Laporan penilaian properti KKU per 30 Juni 2023 yang disusun oleh KJPP
   Suwendho Rinaldy & Rekan (selanjutnya disebut “SRR") sebagaimana
   tertuang dalam laporannya No. 00345/2.0059-02/PI/03/0242/1/VII/2023
   tanggal 27 Juli 2023;

8. Anggaran dasar KKU yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta
   Notaris No. 113 tanggal 27 Juni 2023 yang dibuat oleh Edison Jingga, S.H.,
   M.H., mengenai perubahan peningkatan modal dasar, ditempatkan dan disetor
   KKU;

9. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Yohanes
   Edmond Budiman dengan posisi sebagai Direktur, mengenai alasan, latar
   belakang, dan hal-hal lain yang terkait dengan Rencana Transaksi;

10. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan KKU serta pihak-pihak lain
    yang relevan untuk penugasan;

11. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik,
    antara lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website
    Bursa Efek Indonesia, dan Bloomberg;

12. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara
    lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek
    Indonesia, dan Bloomberg;




                                 16
Page 327
          13. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik,
              antara lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website
              Bursa Efek Indonesia, dan Bloomberg;

          14. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Transaksi; dan

          15. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik
              dan hasil analisis lain yang kami anggap relevan.

          Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
          keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan
          informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan KKU atau
          yang tersedia secara umum dan kami tidak bertanggung jawab atas kebenaran
          informasi-informasi tersebut.

          Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari KKU. Jasa-jasa
          yang kami berikan kepada Perseroan hanya merupakan penilaian atas Objek
          Penilaian dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Pekerjaan kami
          yang berkaitan dengan penilaian tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan
          merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan
          prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak
          dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian
          internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau
          pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak
          mencoba mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya yang dilakukan
          Perseroan.

II.F.     Informasi Non-Keuangan

II.F.1.   Produk dan/atau Jasa yang Dihasilkan

          Ruang lingkup kegiatan usaha KKU adalah bergerak dalam bidang real estat yang
          dimiliki sendiri atau disewa. Dengan demikian, produk yang dihasilkan oleh KKU
          adalah rumah tinggal.

II.F.2.   Pasar Geografis

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pasar geografis KKU meliputi wilayah
          Tangerang.




                                           17
Page 328
II.F.3.   Pemasok Utama dan Pelanggan Kunci

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pemasok utama KKU adalah PT Pancur
          Gading Sejahtera dan PT Permaisuri Indah Vania.

          Selanjutnya, dalam menjalankan kegiatan usahanya, pelanggan kunci KKU adalah
          orang pribadi, serta perusahaan bisnis dan pengembang.

II.F.4.   Pesaing Usaha

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pesaing usaha KKU adalah sebagai
          berikut:

          •   PT Bumi Serpong Damai Tbk;
          •   PT Ciputra Development Tbk;
          •   PT Sinarmas Land Tbk;
          •   PT Summarecon Agung Tbk;
          •   PT Lippo Karawaci Group Tbk; dan
          •   PT Alam Sutra Realty Tbk.

II.F.5.   Strategi dan Rencana Masa Depan (Business Plan)

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, strategi dan rencana masa depan KKU
          adalah sebagai berikut:

          •   Memanfaatkan digital platform khususnya untuk product knowledge, sehingga
              memberikan gambaran yang terinci terkait dengan produk yang dijual serta
              dengan semua spesifikasinya dimana, hal tersebut bertujuan untuk
              memudahkan para konsumen dalam memilih produk yang tepat sebelum
              melakukan pembelian;
          •   Memberikan penawaran penjualan dengan berbagai promo seperti
              menawarkan program pembayaran yang menarik, memberikan diskon khusus,
              dan memberikan bonus atas penjualan;
          •   Melakukan survei kepuasan konsumen dan kebutuhan pasar secara berkala
              agar selalu terdepan dalam memberikan pelayanan maupun menyediakan
              produk;
          •   Menjalin kerjasama dengan pihak perbankan dalam rangka memberikan
              kemudahan dan kenyamanan bertransaksi bagi pelanggan serta bekerjasama
              dengan vendor terkemuka untuk menjaga mutu produk;
          •   Menjaga nama baik perusahaan agar nilai investasi produk selalu terjaga dan
              meningkat; dan
          •   Bekerjasama dengan para pelaku usaha di kawasan proyek untuk turut serta
              menggerakkan roda perekonomian negara.




                                           18
Page 329
II.G.   Jenis Ekuitas

        Saham yang dimiliki KKU merupakan saham biasa, dimana setiap pemegang
        saham KKU memiliki 1 hak suara per lembar saham.

II.H.   Kondisi Pembatas dan Asumsi-Asumsi Pokok

        Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum
        bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai
        dengan tanggal penerbitan laporan penilaian ini.

        Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode penyesuaian aset bersih
        didasarkan pada laporan keuangan KKU yang telah diaudit. Kami telah melakukan
        penyesuaian atas laporan keuangan tersebut agar dapat mencerminkan nilai
        pasarnya. Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian berdasarkan
        kinerja historis KKU dan informasi manajemen KKU terhadap laporan keuangan
        KKU tersebut. Kami juga bertanggung jawab atas laporan penilaian KKU dan
        kesimpulan nilai akhir.

        Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi
        dan kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal
        penilaian sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi
        perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi
        yang digunakan dalam penilaian. Kami tidak bertanggung jawab
        untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan (update) pendapat
        kami     karena      adanya      perubahan     asumsi      dan kondisi  serta
        peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.

        Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
        keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan
        informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan KKU atau
        yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan
        tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung jawab untuk melakukan
        pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut. Kami juga
        bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan dan KKU bahwa mereka
        tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang
        diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

        Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
        sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi
        tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami
        tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun
        segala kehilangan, kerusakan, biaya, ataupun pengeluaran apapun yang
        disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi sehingga data yang kami peroleh
        menjadi tidak lengkap dan/atau dapat disalahartikan.




                                        19
Page 330
        Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi
        yang mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar
        akan mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa
        perubahan terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil
        penilaian dan bahwa perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi
        dari laporan penilaian ini telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara
        yang profesional, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan
        terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya analisis
        tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan
        analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai
        dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer opinion
        dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
        bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan dan KKU.

        Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan
        dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit,
        atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan
        tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam
        pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan,
        atau pelanggaran hukum. Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas
        status hukum KKU berdasarkan anggaran dasar KKU.

II.I.   Tingkat Kedalaman Investigasi

        Dalam menyusun laporan penilaian Objek Penilaian, KR diberikan kesempatan
        untuk melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan laporan penilaian
        Objek Penilaian.




                                          20
Page 331
II.J.   Distribusi Laporan Penilaian

        Penilaian ini hanya ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam
        kaitannya dengan Rencana Penyertaan Saham serta tidak dapat digunakan atau
        dikutip untuk tujuan lain tanpa adanya izin tertulis dari KR dan/atau tidak untuk
        digunakan oleh pihak lain.

        Penilaian ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
        umum bisnis dan keuangan, serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak
        bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami
        karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Walaupun
        demikian, kami memiliki hak untuk, jika diperlukan, mengubah atau melengkapi
        hasil dari laporan ini jika terdapat tambahan informasi yang relevan setelah tanggal
        laporan ini yang kami anggap dapat berpengaruh secara signifikan terhadap hasil
        penilaian kami. Laporan penilaian ini hanya dipersiapkan untuk dapat
        dipergunakan sesuai dengan tujuan yang telah disebutkan di atas dan tidak dapat
        dipergunakan untuk tujuan lainnya.

        Pendapat yang kami sampaikan di sini harus dipandang sebagai satu kesatuan
        bersama dengan laporan lengkap yang telah kami siapkan. Penggunaan sebagian
        analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan
        analisis dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan.

II.K.   Jenis Laporan

        Jenis laporan penilaian 100,00% saham PT Kemilau Karya Utama ini merupakan
        laporan terinci.

II.L.   Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events)

        Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal
        penilaian, yaitu tanggal 30 Juni 2023, sampai dengan tanggal diterbitkannya
        laporan penilaian 100,00% saham PT Kemilau Karya Utama tidak terdapat
        kejadian penting setelah tanggal penilaian (subsequent events) yang secara
        signifikan dapat mempengaruhi penilaian nilai pasar Objek Penilaian.




                                          21
Page 332
III.     PENJELASAN SINGKAT MENGENAI OBJEK PENILAIAN

III.A.   Latar Belakang PT Kemilau Karya Utama

         KKU didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 60 dari Edison Jingga, S.H., tanggal
         8 September 2015. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri
         Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
         No. AHU-2456234.AH.01.01.TAHUN 2015 tanggal 15 September 2015.

         Anggaran dasar KKU telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
         sebagaimana dinyatakan dalam Akta Notaris No. 113 dari Edison Jingga, S.H.,
         M.H., tanggal 27 Juni 2023 mengenai perubahan peningkatan modal dasar,
         ditempatkan dan disetor KKU. Akta tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum
         dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
         No. AHU-0039639.AH.01.02.TAHUN 2023 tanggal 12 Juli 2023.

         KKU berkedudukan di Jakarta dan berdomisili di Jalan Mangga Dua Raya, Gedung
         Elektronik Harco Mangga Dua Lantai IV, Mangga Dua Selatan, Sawah Besar,
         Jakarta Pusat.

III.B.   Kegiatan Usaha

         Ruang lingkup kegiatan usaha KKU adalah bergerak dalam bidang real estat yang
         dimiliki sendiri atau disewa.

III.C.   Manajemen

         Susunan Dewan Komisaris dan Direksi KKU pada tanggal 30 Juni 2023 adalah
         sebagai berikut:

         Dewan Komisaris
         Komisaris Utama                      :   Kho Cing Siong
         Komisaris                            :   Freddy Numberi

         Direksi
         Direktur Utama                       :   Nono Sampono
         Direktur                             :   Yohanes Edmond Budiman
         Direktur                             :   Surya Pranoto Budiharjo
         Direktur                             :   Belly Djaliel




                                         22
Page 333
III.D.   Kepemilikan Saham

         Susunan pemegang saham KKU berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
         30 Juni 2023 adalah sebagai berikut:

         Tabel 2
         PT Kemilau Karya Utama
         Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham

                                                                                                                   (Dalam Rupiah)
                                                                                     Persentase
                            Pemegang Saham                 Jumlah Saham                                       Jumlah Modal
                                                                                    Kepemilikan
         PT Kukuh Mandiri Lestari                                      475.000                     90,48%       475.000.000.000
         PT Trisula Indah Lestari                                       25.000                      4,76%        25.000.000.000
         PT Mandiri Bangun Makmur                                       25.000                      4,76%        25.000.000.000
         Jumlah                                                        525.000                   100,00%        525.000.000.000



III.E.   Data Keuangan Historis

         Laporan keuangan KKU untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
         30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
         31 Desember 2022 dan 2021 telah diaudit oleh KAP SSR dengan pendapat wajar
         tanpa pengecualian. Laporan keuangan KKU untuk tahun yang berakhir pada
         tanggal 31 Desember 2020. Laporan keuangan KKU untuk tahun yang berakhir
         pada tanggal 31 Desember 2019 telah diaudit oleh KAP AIJR dengan pendapat
         wajar tanpa pengecualian. Laporan keuangan KKU untuk tahun yang berakhir
         pada tanggal 31 Desember 2018 telah diaudit oleh KAP AIJR dengan pendapat
         wajar dengan modifikasian.

         Ikhtisar data keuangan penting KKU adalah sebagai berikut:
         Tabel 3
         PT Kemilau Karya Utama
         Laporan Posisi Keuangan
         Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 - 2022

                                                                                                                  (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan            30/06/23     31/12/22    31/12/21       31/12/20*    31/12/19      31/12/18

         ASET
         ASET LANCAR
         Kas dan setara kas                               102.375       61.714         605            605          649            649
         Piutang lain-lain pihak berelasi                     203          773           -              -            -              -
         Pajak dibayar di muka                             49.557       22.355           -              -            -              -
         Jumlah Aset Lancar                               152.135       84.842         605            605          649            649
         ASET TIDAK LANCAR
         Deposito berjangka                                   976          648              -            -           -              -
         Persediaan                                       857.745      844.070              -            -           -              -
         Investasi pada entitas asosiasi                        -            -              -        2.500       2.500          2.500
         Jumlah Aset Tidak Lancar                         858.721      844.719              -        2.500       2.500          2.500
         JUMLAH ASET                                     1.010.855     929.561         605           3.105       3.149          3.149

         * Tidak Diaudit




                                                        23
Page 334
                                                                                                                                 (Dalam jutaan Rupiah)

                       Keterangan                             30/06/23       31/12/22       31/12/21        31/12/20*       31/12/19        31/12/18

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                                        1.755          6.885                 -        2.500           2.500           2.500
Utang lain-lain pihak berelasi                                   388.667        820.167                 -            -               -               -
Utang pajak                                                          122            280                 -            -               -               -
Uang muka penjualan                                               22.318          1.185                 -            -               -               -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                  412.861        828.517                 -        2.500           2.500           2.500
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Uang muka penjualan                                                76.162        51.242                 -               -               -               -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                   76.162        51.242                 -               -               -               -
JUMLAH LIABILITAS                                                489.023        879.759                 -        2.500           2.500           2.500
EKUITAS
Modal saham                                                      525.000         50.000           600             600              600            600
Saldo laba (akumulasi kerugian)                                   (3.168)          (198)            5               5               49             49
JUMLAH EKUITAS                                                   521.832         49.802           605             605              649            649
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                  1.010.855        929.561           605            3.105           3.149           3.149

* Tidak Diaudit


Tabel 4
PT Kemilau Karya Utama
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023
dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2018 - 2022

                                                                                                                                 (Dalam jutaan Rupiah)
                                                              30/06/23       31/12/22       31/12/21        31/12/20*       31/12/19      31/12/18
                       Keterangan
                                                              (6 Bulan)      (1 Tahun)      (1 Tahun)       (1 Tahun)       (1 Tahun)       (1 Tahun)
Pendapatan                                                               4              1               -               -               -               -
Beban pokok pendapatan                                                   -              -               -               -               -               -
Laba bruto                                                              4             1                 -            -                  -               -
Beban penjualan                                                    (2.661)         (234)                -            -                  -               -
Beban umum dan administrasi                                          (416)          (44)                -          (44)                 -               -
Penghasilan keuangan                                                  141           111                 -            -                  -               -
Beban keuangan                                                        (37)          (37)                -            -                  -               -
Rugi sebelum pajak final dan pajak penghasilan                     (2.969)         (203)                -          (44)                 -               -
Pajak final                                                            (0)           (0)                -            -                  -               -
Rugi sebelum pajak penghasilan                                     (2.969)         (203)                -          (44)                 -               -
Pajak Penghasilan                                                       -             -                 -            -                  -               -
Rugi periode/tahun berjalan                                        (2.969)         (203)                -          (44)                 -               -
Penghasilan komprehensif lain                                           -             -                 -            -                  -               -
Rugi komprehensif periode/tahun berjalan                           (2.969)         (203)                -          (44)                 -               -
Rugi bersih periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan
 kepada:
 Pemilik entitas induk                                             (2.969)         (203)                -          (44)                 -               -
 Kepentingan non-pengendali                                             -             -                 -            -                  -               -

* Tidak Diaudit




                                                              24
Page 335
IV.       KONDISI DAN TINJAUAN EKONOMI

IV.A.     Tinjauan Ekonomi Dunia

          Ketidakpastian perekonomian di dunia kembali meningkat dengan kecenderungan
          risiko pertumbuhan yang melambat dan kebijakan suku bunga moneter di negara
          maju yang lebih tinggi. Berdasarkan laporan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia
          (BI) yang berjudul Tinjauan Kebijakan Moneter Juni 2023, pertumbuhan ekonomi
          di dunia diproyeksikan tumbuh sebesar 2,70% year over year (yoy) dengan risiko
          perlambatan terutama di Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok. Sementara itu, di
          Tiongkok pertumbuhan ekonomi juga tidak sekuat prakiraan, sehingga mendorong
          pelonggaran kebijakan moneter. Pemulihan ekonomi di negara berkembang
          seperti di India tetap menguat disebabkan oleh kenaikan permintaan domestik dan
          ekspor jasa. Kondisi tersebut mendorong nilai tukar USD cenderung melemah
          terhadap mata uang di negara-negara maju namun menguat untuk mata uang
          pada negara-negara berkembang.

IV.A.1.   Produk Domestik Bruto
          Tabel 5
          Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Dunia

                                                                                                                     (Dalam %)
                                                                   Aktual                               Proyeksi
                         Keterangan
                                                    2019       2020      2021      2022       2023        2024        2025
          Dunia                                       2,80       (2,80)    6,30      3,40       2,60        2,70          3,20
          Negara Maju
           Amerika Serikat                             2,30      (2,80)    5,90       2,10      1,30        0,70          1,90
           Hong Kong                                  (1,70)     (6,50)    6,40      (3,50)     4,80        3,00          2,90
           Inggris                                     1,60     (11,00)    8,50       4,30      0,20        0,60          1,50
           Jepang                                     (0,40)     (4,30)    2,30       1,10      1,30        1,00          1,00
           Kanada                                      1,90      (5,10)    5,20       3,50      1,30        0,70          2,00
           Kawasan Eropa                               1,60      (6,00)    5,30       3,30      0,50        1,00          1,60
           Singapura                                   0,90      (4,10)    9,10       3,70      1,40        2,60          2,70
           Taiwan                                      3,10       3,40     6,50       2,40      1,00        3,00          2,50
           Korea Selatan                               2,20      (0,70)    4,30       2,60      1,20        2,20          2,50
          Negara Berkembang
           Argentina                                  (2,00)     (9,90)   10,70      5,00       (2,2)       (0,30)        2,00
           India                                       6,50       3,90    (5,80)     9,10        N/A         6,10         6,40
           Indonesia                                   5,00      (2,00)    3,70      5,30       5,00         5,00         5,20
           Kolombia                                    3,30      (6,80)   11,00      7,50       1,50         2,00         2,80
           Malaysia                                    4,30      (5,60)    3,10      8,70       4,20         4,50         4,50
           Meksiko                                    (0,20)     (8,00)    4,70      3,10       2,20         1,50         2,00
           Mesir                                       5,50       3,50     3,30      6,60       3,90         4,20         4,50
           Tiongkok                                    6,00       2,20     8,40      3,00       5,40         4,80         4,70

          Sumber: Bloomberg


          Salah satu indikator pertumbuhan ekonomi adalah Produk Domestik Bruto (PDB).
          Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada tahun 2023, PDB di dunia
          mengalami penurunan sebesar 0,80% secara keseluruhan. Penurunan PDB
          terbesar berasal dari kelompok negara maju yaitu Hong Kong, Inggris, Singapura,
          dan Taiwan masing-masing dengan persentase sebesar 9,90%, 4,20%, 5,40%,
          dan 4,10% serta dari kelompok negara berkembang yaitu Argentina, Kolombia,
          dan Tiongkok dengan persentase masing-masing sebesar 5,70%, 3,50%, dan
          5,40%. Namun demikian, PDB di negara-negara berkembang seperti India,
          Indonesia, Malaysia, dan Mesir mengalami pertumbuhan dengan persentase
          masing-masing sebesar 14,90%, 1,60%, 5,60%, dan 3,30%.



                                                        25
Page 336
IV.A.2.   Inflasi

          Inflasi merupakan salah satu indikator pertumbuhan ekonomi yang juga
          memegang peranan penting dalam menentukan perekonomian suatu negara.
          Tingkat inflasi mewakili mekanisme pasar di suatu negara yang mendorong
          kenaikan harga yang luas dan berkelanjutan.

          Dalam beberapa tahun terakhir, inflasi negara-negara di dunia mengalami
          fluktuasi. Secara keseluruhan, inflasi dunia pada tahun 2023 diproyeksikan
          mengalami penurunan sebesar 2,80% dibandingkan dengan tahun 2022. Tekanan
          inflasi di Amerika Serikat masih tinggi terutama disebabkan kelonggaran pasar
          tenaga kerja maupun tekanan stabilitas sistem keuangan yang mereda sehingga
          mendorong kemungkinan kenaikan federal funds rate ke depan.
          Tabel 6
          Pertumbuhan Inflasi

                                                                                                   (Dalam %)
                                                      Aktual                            Proyeksi
                         Keterangan
                                        2019      2020      2021      2022     2023       2024      2025
          Dunia                            3,50     3,20      4,70      8,70     5,90       4,00       3,60
          Negara Maju
           Amerika Serikat                 1,80      1,20     4,70      8,00     4,10       2,60       2,40
           Hong Kong                       2,90      0,30     1,60      1,90     2,40       2,30       2,30
           Inggris                         1,80      0,90     2,60      9,10     7,50       3,00       2,00
           Jepang                          0,50      0,00    (0,30)     2,50     2,90       1,70       1,40
           Kanada                          1,90      0,70     3,40      6,80     3,70       2,30       2,10
           Kawasan Eropa                   1,20      0,30     2,60      8,40     5,40       2,50       2,10
           Singapura                       0,60     (0,20)    2,30      6,10     4,90       3,00       1,80
           Taiwan                          0,60     (0,20)    2,00      3,00     2,10       1,50       1,80
           Korea Selatan                   0,40      0,50     2,50      5,10     3,30       2,10       2,10
          Negara Berkembang
           Argentina                      53,60    42,70     48,10     70,70   119,70     101,00      60,00
           India                           3,70     6,60      5,10      6,70      N/A       5,00       4,90
           Indonesia                       2,80     2,00      1,60      4,20     3,90       3,10       3,10
           Kolombia                        3,50     2,50      3,50     10,20    11,70       5,40       4,10
           Malaysia                        0,70    (1,10)     2,50      3,40     3,00       2,50       2,30
           Meksiko                         3,60     3,40      5,70      7,90     5,60       4,00       3,80
           Mesir                          13,90     5,70      4,50      8,50    26,90      18,00      12,50
           Tiongkok                        2,90     2,50      0,90      2,00     1,10       2,20       2,00


          Sumber: Bloomberg


          Pada tahun 2023, inflasi dunia tercatat sebesar 5,90%. Inflasi di dunia pada tahun
          2024 diperkirakan mengalami penurunan sebesar 1,90% menjadi 4,00% di tahun
          2024 dibandingkan pada tahun sebelumnya. Adanya tren penurunan tersebut
          dipicu oleh penurunan inflasi pada negara-negara maju dan negara-negara
          berkembang.

          Pada negara-negara maju, penurunan inflasi terbesar pada tahun 2023
          diperkirakan terjadi di AS, Inggris, Kanada, dan Kawasan Eropa masing-masing
          sebesar 3,90%, 1,60%, 3,10%, dan 3,00%. Sedangkan di negara-negara
          berkembang, penurunan inflasi terbesar diperkirakan terjadi di Malaysia dan
          Meksiko masing-masing sebesar 0,40% dan 2,30%. Namun demikian, kenaikan
          inflasi diperkirakan akan terjadi di Argentina dan Mesir pada tahun 2023 dengan
          peningkatan masing-masing sebesar 49,00% dan 18,40%.




                                            26
Page 337
IV.A.3.   Suku Bunga

          Pada tahun 2023, negara dengan suku bunga tertinggi adalah Argentina dengan
          presentase yang mencapai 113,40%, kemudian diikuti oleh negara Kolombia dan
          Meksiko masing-masing sebesar 12,15% dan 10,90%.
          Tabel 7
          Pertumbuhan Suku Bunga Bank Sentral

                                                                                                           (Dalam %)
                                                               Aktual                           Proyeksi
                         Keterangan
                                                2019       2020      2021     2022     2023       2024      2025
          Negara Maju
           Amerika Serikat                         1,75      0,25      0,25     4,50     5,40       3,85       3,10
           Hong Kong                               2,49      0,50      0,50     4,75      N/A        N/A        N/A
           Inggris                                 0,75      0,10      0,25     3,50     5,65       4,65       3,40
           Jepang                                 (0,10)     0,00      0,00     0,00     0,00       0,00       0,00
           Kanada                                  1,75      0,25      0,25     4,25     5,00       3,50        N/A
           Kawasan Eropa                           0,00      0,00      0,00     2,50     4,35       3,60       3,05
           Taiwan                                  1,38      1,13      1,13     1,75     1,85       1,70        N/A
           Korea Selatan                           1,25      0,50      1,00     3,25     3,40       2,45       2,35
          Negara Berkembang
           Argentina                               N/A        N/A       N/A      N/A   113,40      70,00      49,80
           India                                  5,15       4,00      4,00     6,25     6,40       5,75        N/A
           Indonesia                              5,00       3,75      3,50     5,50     5,55       4,80        N/A
           Kolombia                               4,25       1,75      3,00    12,00    12,15       6,95       5,20
           Malaysia                               3,00       1,75      1,75     2,72     3,10       2,90        N/A
           Meksiko                                7,28       4,40      5,43    10,55    10,90       7,80       6,60
           Mesir                                 12,25       8,25      8,25    16,25      N/A        N/A        N/A
           Tiongkok                               4,15       3,85      3,80     3,65     4,30        N/A        N/A

          Sumber: Bloomberg


          Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, suku bunga bank sentral pada
          tahun 2023 diperkirakan mengalami kenaikan dibandingkan dengan suku bunga
          pada tahun 2022. Negara maju yang diperkirakan mengalami kenaikan suku
          bunga bank sentral terbesar pada tahun adalah Kawasan Eropa dan Korea
          Selatan masing-masing sebesar 1,85% dan 1,65%. Sementara itu, negara
          berkembang yang diperkirakan mengalami kenaikan suku bunga tertinggi pada
          tahun 2023 yaitu Malaysia, Meksiko, dan Tiongkok masing-masing sebesar 0,38%,
          0,35%, dan 0,65%.

IV.B.     Tinjauan Ekonomi Indonesia

          Perekonomian Indonesia diperkirakan berpotensi lebih tinggi dibandingkan
          tahun-tahun sebelumnya yang didorong oleh adanya kenaikan ekspor serta
          permintaan domestik yang terus menunjukkan kinerja positif khususnya konsumsi
          swasta. BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2023 mencapai
          4,50% hingga 5,30%. Perbaikan ekonomi Indonesia tersebut dipicu oleh keyakinan
          konsumen yang meningkat dan penjualan eceran yang tumbuh positif.




                                                    27
Page 338
IV.C.   Proyeksi Ekonomi Indonesia

        Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada tahun yang berjalan pada
        triwulan II/2023 diprakirakan surplus didukung oleh berlanjutnya surplus neraca
        perdagangan yang mencatat sebesar USD 4,40 miliar di Mei 2023. Sementara itu,
        aliran masuk modal asing dalam bentuk portofolio pada triwulan II 2023 sampai
        dengan 20 Juni 2023 masih mencatat net inflows sebesar USD 0,13 miliar,
        meskipun pada Juni 2023 tercatat outflows sebesar USD 0,87 miliar akibat
        peningkatan ketidakpastian pasar keuangan global. Posisi cadangan devisa
        Indonesia akhir Mei 2023 tetap tinggi tercatat sebesar USD 139,30 miliar, setara
        dengan pembiayaan 6,10 bulan impor atau 6,00 bulan impor dan pembayaran
        utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan
        internasional sekitar 3,00 bulan impor. Perkembangan NPI yang positif
        diprakirakan berlanjut didukung transaksi berjalan yang diprakirakan terjaga sehat
        dalam kisaran surplus 0,40% sampai dengan defisit 0,40% dari PDB. Selain itu,
        neraca transaksi modal dan finansial diprakirakan juga mencatat surplus, ditopang
        oleh aliran masuk modal asing, baik dalam bentuk penanaman modal asing
        maupun investasi portofolio, sejalan persepsi positif investor terhadap prospek
        perekonomian nasional.

IV.D.   Tingkat Suku Bunga

        Suku bunga perbankan masih kondusif dalam rangka mendukung pemulihan
        ekonomi. Per Mei 2023, suku bunga deposito dan suku bunga kredit tercatat
        masing-masing adalah sebesar 4,13% dan 9,37%. Selanjutnya, per 21 Juni 2023
        suku bunga pada pasar uang yang tercatat adalah sebesar 5,62%.

        Grafik 1
        Perkembangan Suku Bunga BI

         6,00%                                                5,50%     5,55%
                                                                                  4,80%
         5,00%              5,00%

         4,00%                         3,75%
                                                    3,50%
         3,00%

         2,00%

         1,00%

         0,00%
                     2019           2020        2021        2022      2023*     2024*
        * Proyeksi
        Sumber: Bloomberg




                                               28
Page 339
        Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, suku bunga BI pada akhir tahun
        2022 mencapai 5,50%, mengalami kenaikan sebesar 2,00% dibandingkan dengan
        tahun 2021. Pada tahun 2023, suku bunga BI diperkirakan sebesar 5,55% atau
        mengalami kenaikan sebesar 0,0 5% dibandingkan dengan tahun 2022.

IV.E.   Inflasi

        Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan Mei 2023 tercatat sebesar 4,00% (yoy)
        atau berada di batas atas sasaran 3,0±1%. Penurunan inflasi terjadi di semua
        kelompok. Inflasi Mei 2023 tercatat 2,66% (yoy), lebih rendah dibandingkan
        dengan inflasi pada bulan sebelumnya sebesar 2,83% (yoy). Inflasi diperkirakan
        terkendali dalam kisaran angka 3,0±1% pada tahun 2023.

        Grafik 2
        Perkembangan Inflasi Berdasarkan Indeks Harga Konsumen di Indonesia

                                                4,20%    3,90%
         4,50%
         4,00%
         3,50%                                                      3,10%
                     2,80%
         3,00%
                                                                              3,10%
         2,50%
                                      1,60%
         2,00%
         1,50%               2,00%
         1,00%
         0,50%
         0,00%
                     2019    2020     2021     2022      2023*    2024*     2025*

        * Proyeksi
        Sumber: Bloomberg


        Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, inflasi pada tahun 2022
        mencapai sebesar 4,20%, mengalami kenaikan sebesar 2,60% dibandingkan
        dengan tahun 2021. Pada tahun 2023, tingkat inflasi diperkirakan sebesar 3,90%
        atau mengalami penurunan sebesar 0,30% dibandingkan tahun 2022.




                                        29
Page 340
        Tabel 8
        Kontributor Inflasi Terbesar
        Berdasarkan Provinsi

                                             (Dalam %)

        No.          Keterangan              Inflasi

          1   Maluku Utara                        5,70
          2   Maluku                              5,10
          3   Jawa Timur                          5,00
          4   Sulawesi Tenggara                   4,80
          5   DI Yogyakarta                       4,70
          6   Kalimantan Selatan                  4,70
          7   Sulawesi Selatan                    4,60
          8   Lampung                             4,30
          9   Jawa Barat                          4,30
         10   Kalimantan Tengah                   4,20
         11   Nusa Tenggara Timur                 4,20
         12   Sumatera Barat                      4,20

         Sumber: Tinjauan Kebijakan Moneter, Bank Indonesia


        Berdasarkan Tinjauan Kebijakan Moneter yang dikeluarkan oleh BI per Juni 2023,
        kontributor inflasi terbesar berada di daerah Maluku Utara, Maluku, Jawa Timur,
        Sulawesi Tenggara, DI Yogyakarta, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan,
        Lampung, dan Jawa Barat masing-masing sebesar 5,70%, 5,10%, 5,00%, 4,80%,
        4,70%, 4,70%, 4,60%, 4,30%, dan 4,30%.

IV.F.   Nilai Tukar Rupiah

        Ketidakpastian pasar keuangan di dunia menyebabkan nilai tukar Rupiah pada
        Juni 2023 melemah sebesar 0,56% dibandingkan dengan rata-rata kurs Mei 2023.
        Nilai tukar Rupiah pada Bulan Juni 2023 mengalami penguatan sebesar 4,17%
        dibandingkan akhir tahun 2022. Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan
        stabilisasi nilai tukar Rupiah khususnya melalui triple intervention dan twist
        operation untuk mengendalikan inflasi barang impor (imported inflation) dan
        memitigasi risiko rambatan ketidakpastian pasar keuangan di dunia.




                                                   30
Page 341
Grafik 3
Perkembangan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Mata Uang Asing

   20.000

   18.000

   16.000

   14.000

   12.000

   10.000

    8.000      Q3/2023*   Q4/2023*   Q1/2024*   Q2/2023*   2024*    2025*    2026*
         EUR    16.445     16.576     16.430     16.498    16.733   16.863   17.690
         SGD    11.157     11.128     11.198     11.145    11.192   11.231   11.731
         USD    14.950     14.800     14.670     14.600    14.550   14.600   15.250



* Proyeksi
Sumber: Bloomberg


Proyeksi nilai tukar Rupiah terhadap Euro pada Q3/2023 – 2026 secara
berturut-turut diperkirakan sebesar Rp 16.445, Rp 16.576, Rp 16.430, Rp 16.498,
Rp 16.733, Rp 16.863, dan Rp 17.690.

Proyeksi nilai tukar Rupiah terhadap SGD pada Q3/2023 – 2026 secara
berturut-turut diperkirakan sebesar Rp 11.157, Rp 11.128, Rp 11.198, Rp 11.145,
Rp 11.192, Rp 11.231, dan Rp 11.731.

Proyeksi nilai tukar Rupiah terhadap USD pada Q3/2023 – 2026 secara
berturut-turut diperkirakan sebesar Rp 14.950, Rp 14.800, Rp 14.670, Rp 14.600,
Rp 14.550, Rp 14.600, dan Rp 15.250.




                                       31
Page 342
V.     TINJAUAN INDUSTRI PROPERTI

V.A.   Tinjauan Industri Properti di Dunia

       Industri properti merupakan salah satu industri terbesar di dunia. Hal ini terlihat
       dari harga properti yang mengalami peningkatan pada setiap tahunnya.
       Sektor-sektor penting dalam industri properti antara lain meliputi sektor
       perumahan/real estate, apartemen, perkantoran, pusat perbelanjaan, perhotelan,
       serta kawasan industri.

       Berdasarkan data yang diperoleh dari Knight Frank dalam laporannya yang
       berjudul Global House Price Index Q1/2023, AS menempati posisi ke - 39 dengan
       persentase kenaikan harga rumah sebesar 0,70% selama setahun terakhir,
       sedangkan selama enam bulan terakhir mengalami penurunan sebesar 1,10%,
       dan kenaikan sebesar 1,00% selama tiga bulan terakhir pada Q1/2023.
       Peningkatan harga ini terutama disebabkan oleh pasokan rumah yang terbatas
       yang menopang pertumbuhan harga meskipun di tengah ketersediaan pasokan
       yang menurun.

       Tabel 9
       Perubahan Investasi Real Estat Komersial Berdasarkan Wilayah
       Q1/2023


               Bagian Wilayah             Perubahan

       Asia Pasifik                          -30,00%
       Eropa, Timur Tengah dan Afrika        -58,00%
       Amerika                               -61,00%

       Sumber: Jones Lang LaSalle (JLL)


       Selanjutnya, berdasarkan data yang diperoleh dari JLL, aktivitas merger dan
       akuisisi real estat di dunia pada Q1/2023 terlihat terbatas dan situasional, dengan
       transaksi strategis tertentu yang terjadi dalam skala lebih kecil di dunia.
       Investasi real estat komersial di dunia pada Q1/2023 mengalami penurunan paling
       tinggi di Amerika serta Eropa, Timur Tengah, dan Afrika masing-masing sebesar
       61,00% dan 58,00% dibandingkan dengan Q1/2022. Penurunan ini disebabkan
       oleh tingginya inflasi yang masih terjadi, suku bunga yang mengalami kenaikan,
       dan tingkat pengangguran yang meningkat sementara kesulitan di sektor
       perbankan turut menambah volatilitas.




                                                 32
Page 343
Grafik 4
Penjualan Rumah di AS
Januari – Juni 2023
(Dalam jutaan Unit)

                                 4,55
   4,60
   4,50                                          4,43
   4,40                                                        4,29   4,30
   4,30
                                                                             4,16
   4,20
   4,10          4,00
   4,00
   3,90
   3,80
   3,70
                 Jan             Feb             Mar           Apr    Mei    Jun

Sumber: Trading Economics


Selanjutnya, berdasarkan data yang diperoleh dari Trading Economics, penjualan
rumah di AS pada bulan Juni 2023 mengalami penurunan sebesar 3,26%
dibandingkan dengan penjualan rumah AS bulan Mei 2023. Penjualan rumah Juni
2023 merupakan yang terendah selama lima bulan terakhir, sementara proyeksi
penjualan bulan Juni 2023 adalah sebesar 4,20 juta unit rumah. Penurunan
penjualan rumah terjadi pada Amerika Selatan dan Barat masing-masing
mengalami penurunan sebesar 5,40% dan 5,10%.

Tabel 10
Proyeksi Harga Rumah di AS berdasarkan Kota pada Tahun 2030

                                              (Dalam jutaan USD)

      Kota              Negara Bagian                Harga

San Fransisco          California                            2,61
San Jose               California                            2,25
Oakland                California                            1,71
Seattle                Washington                            1,54
Los Angeles            California                            1,38
San Diego              California                            1,15
Boston                 Massachusetts                         1,13
Long Beach             California                            1,07
New York               New York                              0,96
Washington             District of Columbia                  0,96

Sumber: RenoFi




                                               33
Page 344
Menurut data yang dibuat oleh RenoFi, harga rata-rata rumah di AS pada tahun
2030 diproyeksikan sebesar USD 383,00 ribu mengingat harga rumah di AS telah
mengalami kenaikan sebesar 48,55%. Selain itu, enam dari sepuluh kota termahal
di AS terletak pada negara bagian California, dimana San Fransisco dan San Jose
diproyeksikan memiliki harga rumah termahal pada tahun 2030 masing-masing
senilai USD 2,61 juta dan USD 2,25 juta. Peningkatan proyeksi harga rumah di AS
terutama didorong oleh dampak pandemi Covid-19 dimana mayoritas penghuni di
AS telah menghabiskan sebagian besar waktu di rumah dan melakukan renovasi
pada propertinya, selain itu, fakfor dimana beberapa orang tidak perlu tinggal dekat
dengan tempat kerjanya dan pindah ke pinggiran kota juga turut mendukung
peningkatan harga rumah.

Faktor-faktor seperti peningkatan harga rumah di dunia dari tahun ke tahun,
kecenderungan penghuni yang menginginkan untuk menata huniannya sesuai
dengan keinginannya, dan kebutuhan untuk bekerja dari rumah merupakan faktor
pendorong bagi industri properti di masa yang akan datang. Peningkatan nilai
properti pada kota-kota pusat bisnis di seluruh dunia turut berperan bagi
peningkatan industri properti global, sehingga industri properti global diharapkan
terus bertumbuh positif dalam jangka waktu yang sangat lama di masa mendatang.




                                  34
Page 345
V.B.     Tinjauan Industri Properti di Indonesia

         Industri properti di Indonesia merupakan salah satu sektor industri yang
         memberikan kontribusi signifikan bagi pertumbuhan ekonomi, hal ini disebabkan
         industri properti saling terkait dengan industri-industri lainnya, misalnya industri
         bahan baku bangunan, konstruksi, logistik, bidang jasa, maupun industri keuangan
         serta perbankan dalam Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Pertumbuhan industri
         properti yang tinggi berdampak terhadap pendapatan domestik bruto nasional
         serta ketersediaan lapangan pekerjaan.

V.B.1.   Perkembangan Permintaan Properti Komersial

         Tabel 11
         Pertumbuhan Triwulan Indeks Permintaan Properti Komersial
         Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek), Banten, Bandung, dan Makassar
         Triwulan I/2022 - Triwulan I/2023

                                                                                                            (Dalam %)
                                                                          2022                              2023
                     Keterangan
                                                     I            II             III            IV            I

         Sewa:
           Perkantoran                                   (0,06)         0,09           0,21       0,88          0,99
           Ritel                                          0,24          0,20           0,59       0,15          0,40
           Apartemen                                     (1,40)         4,91           4,77      10,64          4,51
         Jual:
           Perkantoran                                   (0,06)          0,21          0,17          1,13       0,10
           Ritel                                          0,00          0,00           0,00          0,00       0,00
         Hotel                                           (8,80)        27,15        6,59         20,15        (13,35)
         Lahan Industri                                   0,51          0,64        0,07          0,04          0,04
         Convention hall                                 (3,44)        74,68       17,11         37,44         10,02
         Warehouse complex                                0,02          0,11        0,05          0,12          0,05

         Sumber: Perkembangan Properti Komersial (PPKOM) Triwulan I-2023, Bank Indonesia (BI)


         Berdasarkan data yang diperoleh dari BI dalam laporan yang berjudul PPKOM
         triwulan I/2023, indeks permintaan properti komersial untuk kategori sewa
         menunjukkan penurunan sebesar 10,66% dibandingkan dengan triwulan
         sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh perlambatan permintaan pada mayoritas
         segmen sewa terutama segmen hotel yang mengalami penurunan di seluruh kota
         cakupan survei. Begitu juga dengan indeks permintaan properti komersial untuk
         kategori jual yang menunjukkan penurunan sebesar 0,10%. Kondisi tersebut
         disebabkan oleh adanya stagnasi permintaan pada segmen perkantoran jual di
         Semarang, Jakarta, dan Surabaya karena rendahnya minat investor. Selain itu,
         permintaan pada segmen warehouse complex juga mengalami penurunan
         terutama di wilayah Bogor, Depok, dan Bekasi.




                                                    35
Page 346
V.B.2.   Perkembangan Pasokan Properti Komersial

         Tabel 12
         Pertumbuhan Triwulan Indeks Pasokan Properti Komersial
         Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek), Banten, Bandung, dan Makassar
         Triwulan I/2022 - Triwulan I/2023

                                                                                                              (Dalam %)
                                                                          2022                                 2023
                     Keterangan
                                                     I            II             III            IV               I
         Sewa:
           Perkantoran                                   (0,05)         0,37           0,44          0,68          0,84
           Ritel                                          0,54          0,06           0,44          0,10          0,57
           Apartemen                                     (0,37)        (0,33)          0,68          0,10          0,41
         Jual:
           Perkantoran                                   (0,02)         0,03           0,00          1,05         (0,01)
           Ritel                                          0,00          0,00           0,00          0,00          0,00
         Hotel                                           (0,04)        (0,06)           0,86         (1,03)        0,21
         Lahan Industri                                   0,34          1,32           (0,01)         0,20        (0,01)
         Convention hall                                 (1,04)        (0,29)          (0,25)         0,78        (0,06)
         Warehouse complex                                0,01          0,02            0,13          0,00         0,00

         Sumber: Perkembangan Properti Komersial (PPKOM) Triwulan I-2023, Bank Indonesia (BI)


         Selanjutnya, untuk kategori pasokan properti komersial menunjukkan peningkatan
         dibandingkan dengan triwulan sebelumnya dimana hal tersebut tercermin dari
         jumlah pertumbuhan indeks pasokan properti komersial untuk kategori sewa yang
         tercatat adalah sebesar 0,68%. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh
         adanya peningkatan pada mayoritas segmen kecuali segmen convention hall.

V.B.3.   Perkembangan Harga Properti Komersial

         Tabel 13
         Pertumbuhan Triwulan Indeks Harga Properti Komersial
         Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek), Banten, Bandung, dan Makassar
         Triwulan I/2022 - Triwulan I/2023

                                                                                                              (Dalam %)
                                                                          2022                                2023
                     Keterangan
                                                     I            II             III            IV              I
         Sewa:
           Perkantoran                                   0,55          (0,83)          (0,69)        (0,97)        0,01
           Ritel                                         0,00          (0,18)          (0,28)         0,07         0,40
           Apartemen                                     0,35           0,61            1,50          3,40        (0,38)
         Jual:
           Perkantoran                                   0,16           0,14           (0,23)        (0,42)       (0,15)
           Ritel                                         0,01           0,00            0,00          0,00         0,00
         Hotel                                           1,66          20,92           2,89      10,69            (8,43)
         Lahan Industri                                  0,04           0,23           0,08       0,19             0,03
         Convention hall                                 4,82           3,16           1,88      (3,05)           (0,39)
         Warehouse complex                               0,17           0,00           0,00       0,00             0,00

         Sumber: Perkembangan Properti Komersial (PPKOM) Triwulan I-2023, Bank Indonesia (BI)




                                                     36
Page 347
Sementara itu, untuk indeks harga properti komersial untuk kategori sewa
mengalami penurunan sebesar 6,00% dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.
Penurunan harga sewa terjadi pada mayoritas segmen seiring dengan adanya
penurunan harga pada segmen perkantoran sewa di Jakarta dan Bandung sebagai
langkah untuk meningkatkan okupansi. Selanjutnya, untuk indeks harga properti
komersial untuk kategori jual mengalami penurunan sebesar 0,06%. Hal ini
terutama disebabkan oleh melambatnya akselerasi harga segmen perkantoran
jual di Jakarta sebagai strategi untuk mempertahankan okupansi.

Grafik 5
Persetujuan Pinjaman atau Kredit Bank Umum di Indonesia
Bulan Desember 2022 – Januari 2023
(Dalam miliar Rupiah)

   700.000

   600.000

   500.000

   400.000

   300.000

   200.000

   100.000

          -
                    KPR dan KPA        Konstruksi            Real Estat
      Apr-23          648.154           401.441               193.908
      Mei-23          653.820           393.819               195.472

Sumber: Bank Indonesia


Berdasarkan data yang diperoleh dari Bank Indonesia pada bulan Mei 2023,
persetujuan pinjaman atau kredit bank umum di Indonesia untuk segmen KPR dan
KPA serta real estat masing-masing mengalami peningkatan sebesar
Rp 5.666,00 miliar dan Rp 1.564,00 miliar atau masing-masing setara dengan
0,87% dan 0,81% jika dibandingkan dengan bulan April 2023. Sementara itu, untuk
segmen konstruksi mengalami penurunan sebesar Rp 7.622,00 miliar atau setara
dengan 1,90% jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.




                                  37
Page 348
Grafik 6
Proyeksi Penyelesaian Proyek Apartemen yang Tertunda di Jakarta
Tahun 2023 - 2025
(Dalam unit)

                  8.000

                  7.000

                  6.000

                  5.000

                  4.000

                  3.000

                  2.000

                  1.000

                        -
                             2023            2024              2025
      Penyelesaian Unit      6.172           6.747             2.246

Sumber: Colliers Indonesia


Berdasarkan data yang diperoleh dari Colliers Indonesia, investor asing akan
bersikap lebih konservatif sampai dengan Q1//2024 yang merupakan periode
Pemilihan Umum, pengembang apartemen akan fokus untuk menjual unit yang
sudah ada dan tidak akan meluncurkan proyek baru serta menyelesaikan proyek
yang tertunda saat pandemi. Sebanyak 48,00% proyek apartemen yang akan
diselesaikan pada tahun 2025 terletak di Jakarta Selatan terutama mentargetkan
pasar kalangan menengah ke atas.




                                     38
Page 349
Perekonomian Indonesia pada tahun 2023 akan tumbuh sekitar 5,00% menurut
proyeksi International Monetary Fund, hal ini menunjukkan bahwa Indonesia
sudah mulai pulih dari dampak Covid-19. Dalam jangka menengah, perekonomian
Indonesia akan terus meningkat seiring dengan pemulihan ekonomi global serta
peningkatan perekonomian domestik yang didorong oleh kenaikan konsumsi,
investasi serta produktivitas yang didukung oleh kebijakan-kebijakan baik fiskal
maupun moneter. Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi
Indonesia dalam jangka menengah akan berada di kisaran 5,00 - 5,80% hingga
tahun 2027. Hal ini secara langsung maupun tidak langsung akan berpengaruh
pada prospek sektor properti. Selain itu Pemerintah berupaya mendukung sektor
properti dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan seperti memperpanjang
pelonggaran rasio loan to value untuk kredit/pembiayaan properti hingga akhir
2023, peningkatan batasan nilai hunian mewah yang dikenakan PPh
(Pajak Penghasilan) dan PPnBM (Pajak Penjualan Barang Mewah) dari
Rp 5,00 miliar – Rp 10,00 miliar menjadi Rp 30,00 miliar, dan penurunan tarif PPh
Pasal 22 atas hunian mewah dari 5,00% menjadi 1,00%. Meningkatnya daya beli
masyarakat serta pelonggaran berbagai kebijakan-kebijakan dari Pemerintah
dapat mendorong pertumbuhan sektor properti serta meningkatkan prospek usaha
Perseroan.

Beberapa indikator ekonomi dan sektor properti juga menunjukkan tren yang baik,
sejalan dengan adanya data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik yang
menyatakan bahwa ekonomi tumbuh sebesar 5,03% pada Q1/2023 yang diikuti
oleh pertumbuhan atas indeks permintaan properti dari tahun ke tahun yang telah
meningkat sebesar 14,50% pada Q1/2023. Selanjutnya, menurut lembaga riset
internasional, McKinsey Global Institute, memperkirakan dengan tingkat
pertumbuhan ekonomi dunia yang stabil, negara Indonesia akan menjadi negara
dengan kekuatan ekonomi nomor tujuh di Dunia pada tahun 2030. Dengan situasi
tersebut, maka diperkirakan segmen apartemen dan sewa perkantoran akan
menjadi investasi yang masih diprioritaskan untuk menunjang aktivitas dan
mobilitas konsumen yang semakin tinggi di masa yang akan datang.




                                 39
Page 350
VI.       ANALISIS LAPORAN KEUANGAN HISTORIS

VI.A.     PT Kemilau Karya Utama

          Laporan keuangan KKU untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
          30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
          31 Desember 2022 dan 2021 telah diaudit oleh KAP SSR dengan pendapat wajar
          tanpa pengecualian. Laporan keuangan KKU untuk tahun yang berakhir pada
          tanggal 31 Desember 2020. Laporan keuangan KKU untuk tahun yang berakhir
          pada tanggal 31 Desember 2019 telah diaudit oleh KAP AIJR dengan pendapat
          wajar tanpa pengecualian. Laporan keuangan KKU untuk tahun yang berakhir
          pada tanggal 31 Desember 2018 telah diaudit oleh KAP AIJR dengan pendapat
          wajar dengan modifikasian.

          Ikhtisar data keuangan penting KKU adalah sebagai berikut:

VI.A.1.   Laporan Posisi Keuangan
          Tabel 14
          PT Kemilau Karya Utama
          Laporan Posisi Keuangan
          Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 - 2022

                                                                                                                        (Dalam jutaan Rupiah)

                                   Keterangan            30/06/23      31/12/22     31/12/21       31/12/20*       31/12/19       31/12/18

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan setara kas                               102.375        61.714          605            605             649            649
          Piutang lain-lain pihak berelasi                     203           773            -              -               -              -
          Pajak dibayar di muka                             49.557        22.355            -              -               -              -
          Jumlah Aset Lancar                               152.135        84.842          605            605             649            649
          ASET TIDAK LANCAR
          Deposito berjangka                                   976           648               -            -              -              -
          Persediaan                                       857.745       844.070               -            -              -              -
          Investasi pada entitas asosiasi                        -             -               -        2.500          2.500          2.500
          Jumlah Aset Tidak Lancar                         858.721       844.719               -        2.500          2.500          2.500
          JUMLAH ASET                                     1.010.855      929.561          605           3.105          3.149          3.149

          * Tidak Diaudit


                                                                                                                        (Dalam jutaan Rupiah)

                                   Keterangan            30/06/23      31/12/22     31/12/21       31/12/20*       31/12/19       31/12/18

          LIABILITAS DAN EKUITAS
          LIABILITAS
          LIABILITAS JANGKA PENDEK
          Utang usaha                                        1.755         6.885               -        2.500          2.500          2.500
          Utang lain-lain pihak berelasi                   388.667       820.167               -            -              -              -
          Utang pajak                                          122           280               -            -              -              -
          Uang muka penjualan                               22.318         1.185               -            -              -              -
          Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                  412.861       828.517               -        2.500          2.500          2.500
          LIABILITAS JANGKA PANJANG
          Uang muka penjualan                                 76.162      51.242               -               -              -              -
          Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                    76.162      51.242               -               -              -              -
          JUMLAH LIABILITAS                                489.023       879.759               -        2.500          2.500          2.500
          EKUITAS
          Modal saham                                      525.000        50.000          600            600             600            600
          Saldo laba (akumulasi kerugian)                   (3.168)         (198)           5              5              49             49
          JUMLAH EKUITAS                                   521.832        49.802          605            605             649            649
          JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                   1.010.855      929.561          605           3.105          3.149          3.149

          * Tidak Diaudit




                                                         40
Page 351
VI.A.2.   Aset

          Jumlah aset KKU untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
          30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
          31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019, dan 2018 masing-masing adalah sebesar
          Rp 1.010,86 miliar, Rp 929,56 miliar, Rp 0,61 miliar, Rp 3,11 miliar, Rp 3,15 miliar,
          dan Rp 3,15 miliar.

          Pada tanggal 30 Juni 2023, jumlah aset KKU mengalami kenaikan sebesar
          Rp 81,30 miliar atau setara dengan 8,75% dibandingkan dengan jumlah aset pada
          tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kas dan setara
          kas, pajak dibayar di muka dan persediaan sebesar Rp 40,66 miliar,
          Rp 27,20 miliar, dan Rp 13,67 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah aset KKU mengalami kenaikan sebesar
          Rp 928,96 miliar dibandingkan dengan jumlah aset pada tanggal 31 Desember
          2021. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kas dan setara kas, pajak dibayar di
          muka, dan persediaan masing-masing sebesar Rp 61,11 miliar, Rp 22,36 miliar,
          dan Rp 844,07 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah aset KKU mengalami penurunan sebesar
          Rp 2,50 miliar atau setara dengan 80,53% dibandingkan dengan jumlah aset pada
          tanggal 31 Desember 2020. Penurunan ini seluruhnya disebabkan oleh penurunan
          investasi pada entitas asosiasi.

          Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah aset KKU mengalami penurunan sebesar
          Rp 0,04 miliar atau setara dengan 1,40% dibandingkan dengan jumlah aset pada
          tanggal 31 Desember 2019. Penurunan ini seluruhnya disebabkan oleh kas dan
          setara kas.

VI.A.3.   Liabilitas

          Jumlah liabilitas KKU untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
          30 Juni 2023 dan tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022,
          2020, 2019, dan 2018 masing-masing adalah sebesar Rp 489,02 miliar,
          Rp 879,76 miliar, Rp 2,50 miliar, Rp 2,50 miliar, dan Rp 2,50 miliar. Untuk tahun
          yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021, KKU tidak memiliki liabilitas.

          Pada tanggal 30 Juni 2023, jumlah liabilitas KKU mengalami penurunan sebesar
          Rp 390,74 miliar atau setara dengan 44,41% dibandingkan dengan jumlah liabilitas
          pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan ini terutama disebabkan oleh utang
          lain-lain pihak berelasi sebesar Rp 431,50 miliar yang disertai dengan kenaikan
          uang muka penjualan sebesar Rp 46,05 miliar.




                                             41
Page 352
V.A.4.    Ekuitas

          Jumlah ekuitas KKU untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
          30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
          31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019, dan 2018 masing-masing adalah sebesar
          Rp 521,83 miliar, Rp 49,80 miliar, Rp 0,61 miliar, Rp 0,61 miliar, Rp 0,65 miliar,
          dan Rp 0,65 miliar.

          Pada tanggal 30 Juni 2023, jumlah ekuitas KKU mengalami kenaikan sebesar
          Rp 472,03 miliar atau setara dengan 947,82% dibandingkan dengan jumlah
          ekuitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
          modal saham sebesar Rp 475,00 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah ekuitas KKU mengalami kenaikan
          sebesar Rp 49,20 miliar dibandingkan dengan jumlah ekuitas pada tanggal
          31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan modal
          saham sebesar Rp 49,40 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah ekuitas KKU mengalami penurunan
          sebesar Rp 0,04 miliar atau setara dengan 6,78% dibandingkan dengan jumlah
          ekuitas pada tanggal 31 Desember 2020. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
          rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh KKU sebesar Rp 0,04 miliar.

VI.A.5.   Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
          Tabel 15
          PT Kemilau Karya Utama
          Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
          Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023
          dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2018 - 2022

                                                                                                                                           (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                        30/06/23       31/12/22       31/12/21        31/12/20*       31/12/19      31/12/18
                                 Keterangan
                                                                        (6 Bulan)      (1 Tahun)      (1 Tahun)       (1 Tahun)       (1 Tahun)       (1 Tahun)
          Pendapatan                                                               4              1               -               -               -               -
          Beban pokok pendapatan                                                   -              -               -               -               -               -
          Laba bruto                                                              4             1                 -            -                  -               -
          Beban penjualan                                                    (2.661)         (234)                -            -                  -               -
          Beban umum dan administrasi                                          (416)          (44)                -          (44)                 -               -
          Penghasilan keuangan                                                  141           111                 -            -                  -               -
          Beban keuangan                                                        (37)          (37)                -            -                  -               -
          Rugi sebelum pajak final dan pajak penghasilan                     (2.969)         (203)                -          (44)                 -               -
          Pajak final                                                            (0)           (0)                -            -                  -               -
          Rugi sebelum pajak penghasilan                                     (2.969)         (203)                -          (44)                 -               -
          Pajak Penghasilan                                                       -             -                 -            -                  -               -
          Rugi periode/tahun berjalan                                        (2.969)         (203)                -          (44)                 -               -
          Penghasilan komprehensif lain                                           -             -                 -            -                  -               -
          Rugi komprehensif periode/tahun berjalan                           (2.969)         (203)                -          (44)                 -               -
          Rugi bersih periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan
           kepada:
           Pemilik entitas induk                                             (2.969)         (203)                -          (44)                 -               -
           Kepentingan non-pengendali                                             -             -                 -            -                  -               -

          * Tidak Diaudit




                                                                        42
Page 353
VI.A.6.   Pendapatan

          Pendapatan KKU untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
          30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
          masing-masing adalah sebesar Rp 4,00 juta dan Rp 1,00 juta. Untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021, 2020, 2019, dan 2018, KKU
          belum membukukan pendapatan.

VI.A.7.   Laba (Rugi) Periode/Tahun Berjalan

          Rugi periode/tahun berjalan Perseroan untuk periode enam bulan yang berakhir
          pada tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
          31 Desember 2022 dan 2020 adalah sebesar Rp 2,97 miliar, Rp 0,20 miliar, dan
          Rp 0,04 miliar. Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember
          2021, 2019, dan 2018, KKU tidak membukukan laba (rugi) tahun berjalan.

VI.A.8.   Laporan Arus Kas
          Tabel 16
          PT Kemilau Karya Utama
          Laporan Arus Kas
          Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023
          dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2018 - 2022

                                                                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                    30/06/23        31/12/22        31/12/21       31/12/20*        31/12/19      31/12/18
                                Keterangan
                                                                   (6 Bulan)       (1 Tahun)       (1 Tahun)       (1 Tahun)       (1 Tahun)     (1 Tahun)
          ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
          Penerimaan kas dari pelanggan                                 46.057           51.655                -               -             -              -
          Pembayaran kepada pemasok dan lainnya                       (309.088)        (249.014)               -               -             -              -
          Pembayaran kepada karyawan                                       (94)               -                -               -             -              -
          Penerimaan pendapatan bunga                                      113               89                -               -             -              -
          Pembayaran pajak                                              (1.328)          (1.019)               -               -             -              -
          Pembayaran kas kepada pemasok dan untuk beban
           operasional lainnya                                                 -               -               -          (44)               -              -
          Kenaikan investasi lainnya                                           -               -               -            -                -         (2.500)
          Penurunan hutang usaha                                               -               -               -            -                -          2.500
          Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Operasi                (264.340)        (198.290)               -          (44)               -              -
          ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
          Penerimaan (pembayaran) utang lain-lain pihak berelasi      (170.000)        210.000                 -               -             -             -
          Penerimaan setoran modal saham                               475.000          49.400                 -               -             -             -
          Modal                                                              -               -                 -               -             -           600
          Laba ditahan                                                       -               -                 -               -             -            49
          Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan               305.000          259.400                 -               -             -           649
          KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
           SETARA KAS                                                   40.660          61.110                 -          (44)               -           649
          KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                            61.714             605           605             649               649              -
          KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                         102.375           61.714           605             605               649           649

          * Tidak Diaudit



          Arus Kas untuk Aktivitas Operasi

          Arus kas bersih digunakan untuk aktivitas operasi KKU untuk periode enam bulan
          yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan dan untuk tahun yang berakhir pada
          tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2020 masing-masing adalah sebesar
          Rp 264,34 miliar, Rp 198,29 miliar, dan Rp 0,04 miliar. Untuk tahun yang berakhir
          pada tanggal 31 Desember 2021, 2019, dan 2018, KKU belum memiliki arus kas
          bersih yang diperoleh dari/digunakan untuk aktivitas operasi.




                                                                   43
Page 354
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi KKU untuk periode enam
bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 sebesar Rp 264,34 miliar terutama
berasal dari pembayaran kepada pemasok dan lainnya sebesar Rp 309,09 miliar
yang disertai dengan penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 46,06 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi KKU untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 198,29 miliar terutama
berasal dari pembayaran kepada pemasok dan lainnya sebesar Rp 249,01 miliar
yang disertai dengan penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 51,66 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi KKU untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 0,04 miliar seluruhnya
berasal dari pembayaran kas kepada pemasok dan untuk beban operasional
lainnya.

Arus Kas dari (untuk) Aktivitas Investasi

Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019,
dan 2018, KKU belum memiliki arus kas bersih yang diperoleh dari/digunakan
untuk aktivitas investasi.

Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan KKU untuk periode enam
bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2018 masing-masing adalah
sebesar Rp 305,00 miliar, Rp 259,40 miliar, dan Rp 0,65 miliar. Untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021, 2020, dan 2019, KKU belum memiliki
arus kas bersih yang diperoleh dari/digunakan untuk aktivitas pendanaan.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan KKU untuk periode enam
bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 sebesar Rp 305,00 miliar terutama
berasal dari penerimaan setoran modal saham sebesar Rp 475,00 miliar yang
disertai dengan pembayaran utang lain-lain pihak berelasi Rp 170,00 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan KKU untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 259,40 miliar terutama
berasal dari penerimaan utang lain-lain pihak berelasi sebesar Rp 210,00 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan KKU untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 sebesar Rp 0,65 miliar terutama berasal
dari modal sebesar Rp 0,60 miliar.




                                 44
Page 355
VI.A.9.    Rasio-rasio Keuangan
           Tabel 17
           PT Kemilau Karya Utama
           Rasio-rasio Keuangan
           Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 - 2022



                                   Keterangan             30/06/23      31/12/22     31/12/21       31/12/20*    31/12/19    31/12/18

           Rasio Likuiditas
           Lancar                                               0,37         0,10          N/A            0,24        0,26        0,26
           Rasio Pengelolaan Aset
           Perputaran jumlah aset                               0,00         0,00            -               -           -           -
           Ekuitas terhadap jumlah aset                         0,52         0,05         1,00            0,19        0,21        0,21
           Rasio Solvabilitas
           Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset               0,48         0,95               -         0,81        0,79        0,79
           Jumlah liabilitas terhadap ekuitas                   0,94        17,67               -         4,14        3,86        3,86
           Rasio Profitabilitas
           Marjin laba kotor                                      N/A      100,00%         N/A             N/A         N/A         N/A
           Marjin laba (rugi) bersih                              N/A   -28567,61%         N/A             N/A         N/A         N/A
           Imbal hasil aset                                    -0,59%       -0,02%       0,00%          -1,42%       0,00%       0,00%
           Imbal hasil ekuitas                                 -1,14%       -0,41%       0,00%          -7,28%       0,00%       0,00%

           * Tidak Diaudit



VI.A.10.   Pengelolaan Aset

           Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan KKU dalam
           menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi KKU. Pada tanggal
           31 Desember 2022 rasio perputaran jumlah aset adalah 0,00.

           Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas KKU
           terhadap jumlah aset KKU. Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023,
           31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019, dan 2018 rasio ekuitas terhadap jumlah
           aset masing-masing adalah 0,52; 0,05; 1,00; 0,19; 0,21; dan 0,21.

VI.A.11.   Solvabilitas

           Solvabilitas menunjukkan kemampuan KKU untuk memenuhi seluruh liabilitasnya,
           yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui perbandingan
           antara jumlah liabilitas dengan jumlah aset dan melalui perbandingan antara
           jumlah liabilitas dengan ekuitas.

           Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023, 31 Desember 2022, 2020, 2019, dan 2018
           rasio jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,48; 0,95; 0,81;
           0,79; dan 0,79, sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas masing-masing
           adalah 0,94; 17,67; 4,14; 3,86; dan 3,86.




                                                          45
Page 356
VI.A.12.   Profitabilitas

           Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan KKU dalam menghasilkan laba
           bersih dari aset yang dimilikinya. Imbal hasil aset untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2021, 2019, dan 2018 adalah sebesar 0,00%;
           0,00%; dan 0,00%.

           Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan KKU dalam menghasilkan
           laba bersih dari ekuitas yang dimilikinya. Imbal hasil aset untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021, 2019, dan 2018 adalah sebesar
           0,00%; 0,00%; dan 0,00%.

VI.B.      Analisis atas Common Size PT Kemilau Karya Utama

           Berikut adalah analisis common size KKU untuk periode enam bulan yang berakhir
           pada tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019, dan 2018.

           Ikhtisar common size KKU adalah sebagai berikut:
           Tabel 18
           PT Kemilau Karya Utama
           Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan
           Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 - 2022



                                    Keterangan            30/06/23      31/12/22    31/12/21    31/12/20*    31/12/19    31/12/18

           ASET
           ASET LANCAR
           Kas dan setara kas                                  10,13%       6,64%     100,00%       19,47%      20,60%      20,60%
           Piutang lain-lain pihak berelasi                     0,02%       0,08%       0,00%        0,00%       0,00%       0,00%
           Pajak dibayar di muka                                4,90%       2,40%       0,00%        0,00%       0,00%       0,00%
           Jumlah Aset Lancar                                  15,05%       9,13%     100,00%       19,47%      20,60%      20,60%
           ASET TIDAK LANCAR
           Deposito berjangka                                   0,10%       0,07%       0,00%        0,00%       0,00%       0,00%
           Persediaan                                          84,85%      90,80%       0,00%        0,00%       0,00%       0,00%
           Investasi pada entitas asosiasi                      0,00%       0,00%       0,00%       80,53%      79,40%      79,40%
           Jumlah Aset Tidak Lancar                            84,95%      90,87%       0,00%       80,53%      79,40%      79,40%
           JUMLAH ASET                                      100,00%       100,00%     100,00%      100,00%     100,00%     100,00%

           * Tidak Diaudit




                                                          46
Page 357
                               Keterangan                             30/06/23      31/12/22     31/12/21     31/12/20*    31/12/19     31/12/18

        LIABILITAS DAN EKUITAS
        LIABILITAS
        LIABILITAS JANGKA PENDEK
        Utang usaha                                                         0,17%        0,74%        0,00%       80,53%       79,40%       79,40%
        Utang lain-lain pihak berelasi                                     38,45%       88,23%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
        Utang pajak                                                         0,01%        0,03%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
        Uang muka penjualan                                                 2,21%        0,13%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
        Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                    40,84%       89,13%        0,00%       80,53%       79,40%       79,40%
        LIABILITAS JANGKA PANJANG
        Uang muka penjualan                                                7,53%         5,51%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
        Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                   7,53%         5,51%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
        JUMLAH LIABILITAS                                                  48,38%       94,64%        0,00%       80,53%       79,40%       79,40%
        EKUITAS
        Modal saham                                                        51,94%        5,38%       99,26%       19,33%       19,06%       19,06%
        Saldo laba (akumulasi kerugian)                                    -0,31%       -0,02%        0,74%        0,14%        1,54%        1,54%
        JUMLAH EKUITAS                                                     51,62%        5,36%      100,00%       19,47%       20,60%       20,60%
        JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                    100,00%       100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%

        * Tidak Diaudit


        Tabel 19
        PT Kemilau Karya Utama
        Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
        Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023
        dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2018 - 2022


                                                                      30/06/23      31/12/22     31/12/21     31/12/20*    31/12/19     31/12/18
                               Keterangan
                                                                      (6 Bulan)     (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)
        Pendapatan                                                       100,00%       100,00%          N/A          N/A          N/A          N/A
        Beban pokok pendapatan                                             0,00%         0,00%          N/A          N/A          N/A          N/A
        Laba bruto                                                       100,00%       100,00%          N/A          N/A          N/A          N/A
        Beban penjualan                                               -67700,97%    -32895,77%          N/A          N/A          N/A          N/A
        Beban umum dan administrasi                                   -10581,07%     -6255,63%          N/A          N/A          N/A          N/A
        Penghasilan keuangan                                            3597,33%     15658,73%          N/A          N/A          N/A          N/A
        Beban keuangan                                                  -946,71%     -5172,39%          N/A          N/A          N/A          N/A
        Rugi sebelum pajak final dan pajak penghasilan                -75531,42%    -28565,07%          N/A          N/A          N/A          N/A
        Pajak final                                                       -2,49%        -2,54%          N/A          N/A          N/A          N/A
        Rugi sebelum pajak penghasilan                                -75533,91%    -28567,61%          N/A          N/A          N/A          N/A
        Pajak Penghasilan                                                  0,00%         0,00%          N/A          N/A          N/A          N/A
        Rugi periode/tahun berjalan                                   -75533,91%    -28567,61%          N/A          N/A          N/A          N/A
        Penghasilan komprehensif lain                                      0,00%         0,00%          N/A          N/A          N/A          N/A
        Rugi komprehensif periode/tahun berjalan                      -75533,91%    -28567,61%          N/A          N/A          N/A          N/A
        Rugi bersih periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan
         kepada:
         Pemilik entitas induk                                        -75533,91%    -28567,61%          N/A          N/A          N/A          N/A
         Kepentingan non-pengendali                                        0,00%         0,00%          N/A          N/A          N/A          N/A

        * Tidak Diaudit



VI.C.   Analisis atas Common Size Industri Properti

        Berikut adalah analisis common size untuk perusahaan sejenis dengan KKU, yaitu
        PT Bumi Serpong Damai Tbk, PT Summarecon Agung Tbk, dan PT Ciputra
        Development Tbk masing-masing untuk periode enam bulan yang berakhir pada
        tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
        31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019, dan 2018.

        Ikhtisar common size untuk PT Bumi Serpong Damai Tbk, PT Summarecon
        Agung Tbk, dan PT Ciputra Development Tbk masing-masing adalah sebagai
        berikut:




                                                                      47
Page 358
VI.C.1.   PT Bumi Serpong Damai Tbk
          Tabel 20
          PT Bumi Serpong Damai Tbk
          Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
          Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 - 2022



                                Keterangan                       30/06/23*       31/12/22    31/12/21    31/12/20    31/12/19    31/12/18

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan setara kas                                           15,50%       14,98%      12,64%      17,27%      12,59%      15,61%
          Investasi                                                     3,30%        3,39%       6,63%       4,80%       5,35%       1,79%
          Piutang usaha
            Pihak berelasi                                              0,01%        0,01%       0,00%       0,01%       0,02%       0,03%
            Pihak ketiga                                                0,31%        0,27%       0,22%       0,22%       0,31%       0,53%
          Piutang lain-lain                                             0,08%        0,10%       0,11%       0,11%       0,15%       0,11%
          Piutang pihak berelasi non-usaha                              0,09%        0,35%       0,01%       0,00%       0,45%       0,31%
          Persediaan                                                   19,35%       19,40%      19,29%      17,58%      18,66%      17,33%
          Uang muka                                                     4,39%        5,38%       5,78%       5,73%       6,11%       3,25%
          Pajak dibayar di muka                                         1,28%        1,35%       1,28%       0,80%       0,84%       0,97%
          Biaya dibayar di muka yang akan jatuh tempo
            dalam waktu satu tahun                                      0,34%        0,30%       0,25%       0,10%       0,02%       0,04%
          Aset lain-lain                                                0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
          Investasi sewa neto pembiayaan yang akan jatuh tempo
            dalam waktu satu tahun                                      0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,17%
          Perlengkapan                                                  0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,01%
          Jumlah Aset Lancar                                           44,66%       45,52%      46,20%      46,60%      44,49%      40,16%
          ASET TIDAK LANCAR
          Investasi                                                     0,58%        0,29%       0,27%       2,92%       0,81%       2,59%
          Piutang lain-lain                                             0,02%        0,02%       0,03%       0,03%       0,04%       0,00%
          Piutang pihak berelasi non-usaha                              0,00%        0,02%       0,07%       0,03%       0,03%       0,03%
          Investasi dalam saham                                        10,00%       10,37%      10,12%      11,14%      13,11%      14,47%
          Biaya dibayar di muka                                         0,13%        0,21%       0,16%       0,13%       0,05%       0,04%
          Tanah yang belum dikembangkan                                23,21%       23,85%      23,54%      20,42%      22,13%      22,83%
          Aset tetap                                                    0,79%        0,84%       0,86%       0,96%       1,16%       1,30%
          Properti investasi                                           13,52%       11,91%      12,95%      13,63%      15,13%      15,49%
          Aset hak-guna                                                 0,02%        0,02%       0,01%       0,02%       0,00%       0,00%
          Goodwill                                                      0,01%        0,01%       0,02%       0,02%       0,02%       0,02%
          Aset tak berwujud                                             7,06%        6,92%       5,78%       4,09%       3,03%       0,00%
          Aset lain-lain                                                0,01%        0,01%       0,01%       0,01%       0,01%       0,01%
          Piutang usaha - pihak ketiga                                  0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
          Uang muka                                                     0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       3,07%
          Jumlah Aset Tidak Lancar                                     55,34%       54,48%      53,80%      53,40%      55,51%      59,84%
          JUMLAH ASET                                                  100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%

          * Tidak Diaudit




                                                                 48
Page 359
                        Keterangan                             30/06/23*     31/12/22    31/12/21    31/12/20    31/12/19    31/12/18

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek                                            0,05%        0,05%       0,00%       0,00%       0,00%       0,48%
Utang usaha
  Pihak berelasi                                                     0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
  Pihak ketiga                                                       1,61%       1,39%       1,81%       1,53%       1,27%       2,23%
Utang pajak                                                          0,11%       0,12%       0,12%       0,14%       0,20%       0,24%
Beban akrual                                                         0,39%       0,35%       0,40%       0,51%       0,36%       0,44%
Setoran jaminan                                                      0,40%       0,40%       0,42%       0,43%       0,43%       0,38%
Liabilitas kontrak                                                  12,58%      11,82%      10,52%       6,80%       0,00%       0,00%
Uang muka diterima                                                   0,17%       0,19%       0,19%       0,18%       7,01%       5,72%
Sewa diterima di muka                                                0,47%       0,41%       0,34%       0,35%       0,50%       0,59%
Uang muka setoran modal                                              0,00%       0,15%       0,00%       0,03%       0,05%       0,05%
Bagian liabilitas jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam
  waktu satu tahun:
  Utang bank jangka panjang                                         1,71%        2,20%       3,49%       1,08%       1,17%       0,25%
  Liabilitas sewa                                                   0,01%        0,01%       0,01%       0,02%       0,00%       0,01%
  Utang obligasi dan sukuk ijarah                                   0,00%        0,04%       0,00%       7,96%       0,00%       0,83%
  Dana syirkah temporer                                             0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,01%
Liabilitas lain-lain                                                0,31%        0,32%       0,55%       0,41%       0,33%       0,74%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                     17,80%      17,44%      17,84%      19,44%      11,33%      11,97%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Setoran jaminan                                                     0,20%        0,21%       0,20%       0,19%       0,18%       0,27%
Liabilitas kontrak                                                  4,54%        6,56%       5,95%       2,87%       0,00%       0,00%
Uang muka diterima                                                  0,18%        0,19%       0,19%       0,22%       1,54%       2,47%
Sewa diterima di muka                                               0,26%        0,48%       0,81%       0,88%       0,97%       1,09%
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang - bersih                    0,37%        0,38%       0,49%       0,59%       0,80%       0,72%
Taksiran liabilitas untuk pengembangan prasarana                    0,09%        0,10%       0,10%       0,10%       0,11%       0,14%
Provisi pelapisan jalan tol                                         0,01%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
  akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
  Utang bank jangka panjang                                         8,72%        7,35%       2,84%       5,97%       7,87%       6,22%
  Liabilitas sewa                                                   0,05%        0,05%       0,03%       0,03%       0,00%       0,00%
  Utang obligasi dan sukuk ijarah                                   8,09%        8,73%      13,15%      13,08%      15,54%      18,94%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                    22,51%      24,03%      23,76%      23,92%      27,02%      29,86%
JUMLAH LIABILITAS                                                   40,31%      41,47%      41,61%      43,36%      38,35%      41,83%
EKUITAS
Modal saham                                                          3,13%       3,26%       3,44%       3,48%       3,53%       3,69%
Tambahan modal disetor                                              11,04%      11,48%      12,14%      12,26%      11,75%      12,28%
Saham treasuri                                                      -0,43%      -0,44%      -0,47%      -0,47%      -0,53%      -0,55%
Ekuitas pada perubahan ekuitas lainnya dari entitas asosiasi         0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
Selisih nilai transaksi dengan kepentingan non pengendali            0,45%      -0,19%      -0,20%      -0,20%      -0,23%      -0,27%
Selisih penjabaran mata uang asing                                  -0,39%      -0,70%      -0,34%      -0,25%      -0,13%      -0,62%
Ekuitas pada keuntungan belum direalisasi atas kenaikan
  nilai investasi yang diukur pada nilai wajar melalui
  penghasilan komprehensif lain                                     0,14%        0,14%       0,12%       0,12%       0,00%       0,00%
Ekuitas pada keuntungan belum direalisasi atas
  kenaikan nilai investasi tersedia untuk dijual                    0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,01%       0,01%
Proforma ekuitas dari transaksi kombinasi bisnis entitas
  sepengendali                                                       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,14%       0,14%
Saldo laba                                                          38,50%      38,21%      36,47%      34,55%      39,03%      35,48%
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
 induk                                                              52,44%      51,75%      51,17%      49,49%      53,59%      50,16%
Kepentingan non-pengendali                                           7,25%       6,78%       7,22%       7,15%       8,06%       8,00%
JUMLAH EKUITAS                                                      59,69%      58,53%      58,39%      56,64%      61,65%      58,17%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                     100,00%      100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%

* Tidak Diaudit




                                                               49
Page 360
Tabel 21
PT Bumi Serpong Damai Tbk
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023
dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2018 - 2022


                                                              30/06/23*      31/12/22     31/12/21     31/12/20     31/12/19     31/12/18
                        Keterangan
                                                              (6 Bulan)     (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)
Pendapatan usaha                                                 100,00%       100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%
Beban pokok penjualan                                             36,43%        33,31%       38,08%       31,21%       28,49%       28,27%
Laba kotor                                                        63,57%        66,69%       61,92%       68,79%       71,51%       71,73%
Beban penjualan                                                  -14,22%       -13,61%      -12,95%      -13,14%      -13,39%      -15,31%
Beban umum dan administrasi                                      -14,07%       -13,62%      -14,63%      -19,99%      -18,69%      -19,64%
Beban pajak final                                                 -3,09%        -3,27%       -3,09%       -3,59%       -3,72%       -4,11%
Laba usaha                                                         32,19%       36,20%       31,25%       32,07%       35,70%       32,66%
Pendapatan bunga dan investasi                                      4,43%        3,25%        5,14%        9,06%        6,64%        5,83%
Keuntungan dari perubahan nilai wajar investasi yang diukur
  pada nilai wajar melalui laba rugi                               0,54%         0,45%        0,70%        2,72%        0,65%        0,27%
Dampak pendiskontoan aset dan liabilitas
  keuangan - bersih                                                0,04%         0,14%        0,04%        1,07%       -0,25%        0,26%
Pendapatan dividen                                                 0,09%         0,03%        0,04%        0,06%        0,07%        0,06%
Keuntungan penjualan aset tetap                                    0,02%         0,01%        0,16%        0,02%        0,01%        0,03%
Kerugian atas pelunasan obligasi                                   0,00%        -0,21%        0,00%        0,00%       -0,27%        0,00%
Keuntungan (kerugian) selisih kurs mata uang asing - bersih       -0,91%        -1,09%       -0,13%        0,02%       -1,03%        0,03%
Beban bunga dan keuangan lainnya                                 -15,92%       -16,30%      -21,49%      -28,82%      -14,73%      -13,77%
Keuntungan penilaian kembali nilai wajar investasi
  pada entitas yang dicatat dengan menggunakan
  metode ekuitas pada tanggal akuisisi                             0,00%         0,00%        0,12%        0,00%        0,50%        0,00%
Keuntungan dari akuisisi saham entitas anak                        0,00%         0,00%        2,01%        0,00%        0,31%        0,00%
Lain-lain - bersih                                                 1,51%         0,95%        1,19%        0,36%        1,40%       -0,14%
Dampak atas perubahan dasar pengukuran investasi
  pada entitas asosiasi                                            0,00%         0,00%        0,00%        0,00%       12,21%        0,00%
Keuntangan direalisasi dari penjualan investasi                    0,00%         0,00%        0,00%        0,00%        0,11%        0,38%
Ekuitas pada laba bersih entitas asosiasi dan ventura
  bersama                                                          5,22%         2,57%        1,19%       -8,54%        3,48%        0,95%
Laba sebelum pajak                                                 27,20%       26,00%       20,21%        8,03%       44,79%       26,56%
Beban pajak kini                                                   -0,13%       -0,05%       -0,11%       -0,26%       -0,51%       -0,88%
Laba setelah dampak transaksi kombinasi bisnis
  entitas sepengendali                                             27,07%       25,96%       20,10%        7,77%       44,28%       25,67%
Rugi pra-akuisisi dari dampak transaksi kombinasi bisnis
  entitas sepengendali                                             0,00%         0,00%        0,00%        0,10%       -0,10%        0,00%
Laba periode/tahun berjalan                                        27,07%       25,96%       20,10%        7,87%       44,18%       25,67%
Penghasilan (rugi) komprehensif lainnya                             3,93%       -2,45%       -0,12%        0,30%        3,29%       -3,89%
Jumlah penghasilan komprehensif                                    31,00%       23,51%       19,98%        8,17%       47,47%       21,78%
Laba bersih periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan
  kepada:
  Pemilik entitas induk                                            24,03%       23,77%       17,62%        4,56%       39,40%       19,52%
  Kepentingan non-pengendali                                        3,04%        2,19%        2,48%        3,31%        4,78%        6,15%

* Tidak Diaudit




                                                              50
Page 361
VI.C.2.   PT Summarecon Agung Tbk
          Tabel 22
          PT Summarecon Agung Tbk
          Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
          Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 - 2022



                                 Keterangan                      30/06/23*       31/12/22    31/12/21    31/12/20    31/12/19    31/12/18

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan setara kas                                           10,90%       11,05%      10,65%       6,65%       6,81%       6,54%
          Piutang usaha - neto
            Pihak-pihak berelasi                                        0,03%        0,02%       0,02%       0,02%       0,04%       0,22%
            Pihak ketiga                                                0,83%        1,01%       0,93%       1,01%       0,87%       1,47%
          Piutang lain-lain                                             0,05%        0,05%       0,12%       0,08%       0,09%       0,08%
          Piutang pihak-pihak berelasi non-usaha                        0,24%        0,24%       0,25%       0,35%       0,20%       0,19%
          Persediaan                                                   34,97%       35,03%      35,52%      36,86%      34,84%      33,86%
          Pajak dibayar dimuka                                          1,98%        1,76%       1,39%       1,49%       1,25%       1,09%
          Biaya dibayar dimuka                                          0,21%        0,12%       0,19%       0,16%       0,12%       0,12%
          Uang muka                                                     0,92%        0,96%       0,94%       1,08%       1,39%       1,49%
          Aset keuangan lancar lainnya                                  0,01%        0,01%       0,01%       0,00%       0,02%       0,00%
          Aset lancar lainnya                                           0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
          Jumlah Aset Lancar                                           50,13%       50,26%      50,02%      47,70%      45,62%      45,06%
          ASET TIDAK LANCAR
          Piutang usaha - neto
            Pihak berelasi                                              0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,02%
            Pihak ketiga                                                0,09%        0,22%       0,12%       0,20%       0,18%       0,20%
          Piutang lain-lain                                             0,01%        0,01%       0,02%       0,02%       0,00%       0,00%
          Piutang pihak berelasi non-usaha                              0,23%        0,23%       0,20%       0,20%       0,27%       0,13%
          Tanah yang belum dikembangkan                                24,80%       23,78%      23,67%      25,12%      26,74%      27,62%
          Investasi pada entitas asosiasi                               0,29%        0,29%       0,28%       0,26%       0,24%       0,02%
          Uang muka                                                     3,30%        3,53%       3,45%       2,82%       2,93%       2,69%
          Aset tetap - neto                                             1,30%        1,30%       1,22%       1,33%       1,38%       1,62%
          Properti investasi - neto                                    16,42%       16,09%      16,35%      17,58%      17,82%      18,82%
          Aset pajak tangguhan                                          0,01%        0,01%       0,01%       0,01%       0,00%       0,00%
          Aset keuangan tidak lancar lainnya                            3,19%        4,02%       4,25%       4,40%       4,19%       3,05%
          Aset tidak lancar lainnya                                     0,22%        0,26%       0,41%       0,36%       0,60%       0,75%
          Jumlah Aset Tidak Lancar                                     49,87%       49,74%      49,98%      52,30%      54,38%      54,94%
          JUMLAH ASET                                                  100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%

          * Tidak Diaudit




                                                                 51
Page 362
                       Keterangan                           30/06/23*     31/12/22    31/12/21    31/12/20    31/12/19    31/12/18

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek                                          8,35%       7,10%       6,10%      10,72%       8,75%       7,65%
Utang usaha kepada pihak ketiga                                   0,21%       0,31%       0,27%       0,32%       0,35%       0,33%
Utang lain-lain                                                   1,33%       0,76%       1,28%       1,43%       1,47%       1,12%
Utang pihak berelasi non-usaha                                    0,08%       0,00%       0,00%       0,00%       0,27%       0,00%
Beban akrual                                                      3,58%       3,88%       3,13%       2,97%       4,81%       4,40%
Utang pajak                                                       0,20%       0,27%       0,28%       0,25%       0,27%       0,26%
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                            0,09%       0,11%       0,09%       0,14%       0,08%       0,08%
Liabilitas kontrak                                               21,09%      16,84%       8,76%      10,68%       8,42%       0,00%
Uang jaminan yang diterima                                        0,54%       0,55%       0,31%       0,37%       0,41%       7,03%
Pendapatan diterima dimuka                                        1,49%       1,47%       1,41%       1,44%       1,76%       1,87%
Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu
  tahun - neto:
  Utang bank dan lembaga pembiayaan                              2,16%        2,13%       3,18%       3,55%       4,98%       3,58%
  Liabilitas sewa                                                0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
  Utang obligasi                                                 0,00%        0,00%       1,92%       1,66%       5,30%       4,71%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                  39,13%      33,42%      26,75%      33,54%      36,89%      31,03%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang jangka panjang setelah dikurangi bagian yang
  jatuh tempo dalam satu tahun - neto:
  Utang bank dan lembaga pembiayaan                              8,41%        9,29%      15,05%      19,20%      13,13%      13,70%
  Utang obligasi                                                 2,18%        2,26%       0,76%       2,80%       4,53%       7,30%
  Liabilitas sewa                                                0,02%        0,02%       0,02%       0,02%       0,00%       0,00%
Utang lain-lain                                                  0,04%        0,04%       0,02%       0,05%       0,06%       0,05%
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                          0,44%        0,43%       0,49%       0,52%       0,49%       0,55%
Liabilitas kontrak                                               7,85%       12,21%      12,78%       6,38%       5,06%       0,00%
Uang jaminan yang diterima                                       0,41%        0,39%       0,38%       0,44%       0,46%       8,21%
Pendapatan diterima di muka                                      0,76%        0,55%       0,55%       0,50%       0,46%       0,23%
Liabilitas pajak tangguhan                                       0,06%        0,06%       0,07%       0,10%       0,13%       0,01%
Utang-utang pihak berelasi non-usaha                             0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,12%       0,01%
Liabilitas keuangan jangka panjang lainnya                       0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,03%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                 20,17%      25,26%      30,14%      30,00%      24,44%      30,08%
JUMLAH LIABILITAS                                                59,29%      58,68%      56,89%      63,54%      61,33%      61,11%
EKUITAS
Modal saham                                                       5,60%       5,81%       6,34%       5,79%       5,90%       6,19%
Tambahan modal disetor                                            4,43%       4,60%       5,02%       0,09%       0,09%       0,10%
Selisih nilai transaksi dengan kepentingan non-pengendali        -0,01%      -0,01%      -0,01%      -0,01%       0,01%       0,01%
Saldo laba                                                       22,27%      21,95%      21,90%      21,59%      24,14%      23,33%
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
 induk                                                           32,29%      32,35%      33,25%      27,47%      30,14%      29,63%
Kepentingan non-pengendali                                        8,41%       8,98%       9,86%       8,99%       8,53%       9,26%
JUMLAH EKUITAS                                                   40,71%      41,32%      43,11%      36,46%      38,67%      38,89%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                  100,00%      100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%

* Tidak Diaudit




                                                            52
Page 363
          Tabel 23
          PT Summarecon Agung Tbk
          Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
          Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023
          dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2018 - 2022


                                                                         30/06/23*     31/12/22     31/12/21     31/12/20     31/12/19     31/12/18
                                 Keterangan
                                                                         (6 Bulan)     (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)
          Pendapatan neto                                                   100,00%       100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%
          Beban pokok langsung dan beban langsung                            48,03%        47,55%       53,41%       54,43%       52,04%       51,62%
          Laba kotor                                                         51,97%        52,45%       46,59%       45,57%       47,96%       48,38%
          Beban penjualan                                                    -5,79%        -5,62%       -5,50%       -5,48%       -5,97%       -6,07%
          Beban umum dan administrasi                                       -15,52%       -16,65%      -13,17%      -14,84%      -15,41%      -15,11%
          Penghasilan operasi lain                                            0,10%         0,29%        0,25%        0,17%        0,24%        0,16%
          Beban operasi lain                                                 -0,04%        -0,59%       -0,19%       -0,05%       -0,09%       -0,03%
          Laba atas penjualan entitas anak                                    0,00%         0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        0,18%
          Laba usaha                                                         30,71%        29,87%       27,98%       25,37%       26,74%       27,52%
          Pendapatan keuangan                                                 3,02%         2,75%        3,45%        3,78%        2,11%        1,70%
          Biaya keuangan                                                    -11,52%       -14,99%      -18,00%      -20,53%      -13,38%      -12,10%
          Laba pada ekuitas entitas asosiasi                                  0,13%         0,16%        0,15%        0,12%        0,07%        0,00%
          Laba sebelum beban pajak final dan pajak penghasilan                22,35%       17,80%       13,58%        8,74%       15,53%       17,12%
          Beban pajak final                                                   -4,51%       -4,25%       -3,75%       -3,91%       -4,54%       -4,73%
          Laba sebelum beban pajak pengashilan                                17,84%       13,54%        9,82%        4,84%       10,99%       12,38%
          Manfaat (beban) pajak penghasilan - neto                            -0,04%       -0,05%        0,05%        0,05%       -0,67%       -0,18%
          Laba periode/tahun berjalan                                         17,80%       13,49%        9,87%        4,89%       10,32%       12,20%
          Pendapatan komprehensif lainnya                                      0,21%        0,17%       -0,01%       -0,27%        0,36%        0,30%
          Total penghasilan komprehensif periode berjalan                     18,02%       13,67%        9,86%        4,62%       10,67%       12,50%
          Laba periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
            Pemilik entitas induk                                             14,64%       10,93%        5,81%        3,58%        8,67%        7,93%
            Kepentingan non-pengendali                                         3,17%        2,56%        4,06%        1,31%        1,65%        4,27%

          * Tidak Diaudit



VI.C.3.   PT Ciputra Development Tbk
          Tabel 24
          PT Ciputra Development Tbk
          Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
          Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 - 2022



                                 Keterangan                              30/06/23*     31/12/22     31/12/21     31/12/20     31/12/19     31/12/18

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan setara kas                                                  22,33%       21,58%       17,61%       13,44%       11,71%        9,46%
          Piutang usaha dari pihak ketiga - neto                               1,79%        1,86%        2,13%        2,39%        3,24%        3,54%
          Piutang lain-lain                                                    3,15%        3,34%        4,06%        3,74%        4,11%        3,90%
          Persediaan                                                          27,27%       27,78%       28,47%       31,18%       29,45%       28,54%
          Biaya dibayar di muka                                                0,10%        0,07%        0,08%        0,09%        0,09%        0,09%
          Uang muka                                                            1,01%        0,51%        0,31%        0,36%        0,41%        0,35%
          Pajak dibayar di muka                                                1,17%        1,11%        1,22%        1,21%        1,26%        1,23%
          Aset derivatif                                                       0,00%        0,00%        0,02%        0,19%        0,00%        0,00%
          Jumlah Aset Lancar                                                  56,82%       56,25%       53,89%       52,59%       50,27%       47,11%
          ASET TIDAK LANCAR
          Investasi pada entitas asosiasi                                      2,60%        2,57%        2,35%        1,26%        1,02%        0,93%
          Piutang pihak berelasi                                               0,05%        0,06%        0,05%        0,06%        0,06%        0,49%
          Piutang lain-lain                                                    0,20%        0,20%        0,22%        0,22%        0,00%        0,00%
          Uang muka                                                            0,83%        1,31%        1,09%        1,22%        1,37%        1,64%
          Tanah untuk pengembangan                                            17,49%       17,69%       18,91%       19,27%       18,58%       19,48%
          Aset tetap - neto                                                    6,50%        6,13%        6,16%        6,61%        8,53%        9,08%
          Properti investasi - neto                                           12,50%       12,77%       13,59%       14,07%       14,84%       14,47%
          Aset pajak tangguhan - neto                                          0,03%        0,03%        0,04%        0,04%        0,06%        0,04%
          Aset derivatif                                                       0,03%        0,06%        0,00%        0,02%        0,11%        0,17%
          Aset tidak lancar lainnya                                            2,95%        2,93%        3,70%        4,64%        5,14%        6,60%
          Jumlah Aset Tidak Lancar                                            43,18%       43,75%       46,11%       47,41%       49,73%       52,89%
          JUMLAH ASET                                                       100,00%       100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%

          * Tidak Diaudit




                                                                         53
Page 364
                       Keterangan                           30/06/23*     31/12/22    31/12/21    31/12/20    31/12/19    31/12/18

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek                                          0,51%       0,88%       0,81%       2,02%       2,48%       3,22%
Utang usaha                                                       1,99%       2,07%       2,31%       2,23%       2,15%       2,43%
Utang lain-lain                                                   3,01%       2,20%       2,37%       2,02%       1,97%       1,84%
Beban akrual                                                      0,37%       0,54%       0,56%       0,56%       0,57%       0,61%
Utang pihak berelasi                                              0,04%       0,04%       0,00%       0,06%       0,07%       0,04%
Utang pajak                                                       0,29%       0,29%       0,28%       0,25%       0,40%       0,36%
Liabilitas kontrak                                               17,57%      17,97%      17,56%      15,81%      13,34%       0,00%
Pendapatan diterima di muka                                       0,49%       0,52%       0,56%       0,62%       0,67%       0,87%
Liabilitas jangka panjang jatuh tempo dalam satu tahun:
  Utang bank - neto                                              1,05%        1,22%       2,51%       1,76%       1,49%       0,92%
  Utang obligasi - neto                                          0,00%        0,00%       0,00%       0,20%       0,00%       0,64%
  Wesel bayar - neto                                             0,00%        0,00%       0,00%       4,05%       0,00%       0,00%
Uang muka yang diterima                                          0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%      12,37%
Liabilitas derivatif                                             0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,01%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                  25,32%      25,73%      26,96%      29,57%      23,12%      23,32%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas imbalan kerja                                         0,21%        0,21%       0,24%       0,36%       0,39%       0,37%
Liabilitas kontrak                                               5,14%        4,57%       4,52%       7,67%       0,00%       0,00%
Uang jaminan penyewa                                             0,36%        0,34%       0,34%       0,35%       0,36%       0,31%
Liabilitas pajak tangguhan - neto                                0,06%        0,06%       0,06%       0,07%       0,07%       0,08%
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
  jatuh tempo dalam satu tahun:
  Utang bank - neto                                              14,38%      15,06%      16,36%      17,51%      16,93%      15,06%
  Wesel bayar - neto                                              3,88%       4,12%       3,82%       0,00%       4,24%       4,58%
  Utang obligasi - neto                                           0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,22%       0,23%
Liabilitas derivatif                                              0,00%       0,00%       0,03%       0,00%       0,00%       0,00%
Uang muka yang diterima                                           0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       5,59%       7,51%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                 24,02%      24,36%      25,35%      25,95%      27,81%      28,14%
JUMLAH LIABILITAS                                                49,34%      50,09%      52,31%      55,53%      50,93%      51,46%
EKUITAS
Modal saham                                                      10,91%      11,07%      11,41%      11,82%      12,82%      13,53%
Tambahan modal disetor - neto                                     8,33%       8,52%       8,78%       9,09%       9,86%      10,48%
Selisih nilai transaksi ekuitas dengan kepentingan
  nonpengendali                                                   0,22%       0,23%       0,23%       0,23%       0,25%       0,20%
Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan                   0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
Rugi komprehensif lain                                           -0,19%      -0,36%      -0,04%      -0,18%      -0,16%      -0,19%
Saldo laba                                                       25,46%      24,62%      21,42%      18,18%      19,74%      18,00%
Saham tresuri                                                     0,00%      -0,08%      -0,08%      -0,08%      -0,09%      -0,10%
Total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada
  pemilik entitas induk                                          44,73%      44,00%      41,73%      39,06%      42,41%      41,92%
Kepentingan non-pengendali                                        5,93%       5,91%       5,96%       5,41%       6,66%       6,62%
JUMLAH EKUITAS                                                   50,66%      49,91%      47,69%      44,47%      49,07%      48,54%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                  100,00%      100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%

* Tidak Diaudit




                                                            54
Page 365
Tabel 25
PT Ciputra Development Tbk
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023
dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2018 - 2022


                                                              30/06/23*      31/12/22     31/12/21     31/12/20     31/12/19     31/12/18
                       Keterangan
                                                              (6 Bulan)     (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)
Pendapatan neto                                                  100,00%       100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%
Beban pokok penjualan dan beban langsung                          52,84%        49,95%       50,26%       48,93%       50,16%       52,70%
Laba kotor                                                        47,16%        50,05%       49,74%       51,07%       49,84%       47,30%
Beban umum dan administrasi                                      -15,17%       -13,77%      -12,10%      -14,45%      -16,47%      -15,78%
Beban penjualan                                                   -3,98%        -4,20%       -3,78%       -4,42%       -5,04%       -4,86%
Penghasilan lain-lain                                              2,48%         6,15%        5,56%        5,56%        5,32%        4,89%
Beban lain-lain                                                   -0,60%        -4,66%       -4,81%       -4,95%       -4,90%       -3,53%
Laba usaha                                                        29,88%        33,57%       34,61%       32,81%       28,75%       28,02%
Bagian laba entitas asosiasi - neto                                0,53%         0,74%        0,43%       -0,04%       -0,14%       -0,25%
Penghasilan keuangan - neto                                        3,81%         2,71%        2,45%        3,09%        4,56%        3,28%
Penghasilan keuangan - neto                                        0,00%         0,00%        0,00%        0,00%       -0,76%       -0,66%
Beban keuangan - neto                                            -12,59%       -11,72%      -12,85%      -15,30%      -11,97%       -9,55%
Laba sebelum pajak final dan pajak penghasilan                     21,62%       25,31%       24,63%       20,56%       20,44%       20,85%
Pajak final                                                        -2,72%       -2,74%       -2,67%       -2,87%       -3,13%       -3,31%
Laba sebelum pajak penghasilan                                     18,90%       22,57%       21,96%       17,69%       17,31%       17,54%
Beban pajak penghasilan - neto                                     -0,32%       -0,62%       -0,51%       -0,71%       -0,44%       -0,62%
Laba sebelum efek penyesuaian proforma                             18,58%       21,95%       21,46%       16,98%       16,87%       16,92%
Efek penyesuaian proforma - rugi sebelum akuisisi                   0,04%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        0,07%
Laba bersih periode/tahun berjalan                                 18,63%       21,95%       21,46%       16,98%       16,87%       16,98%
Penghasilan (rugi) komprehensif lain periode berjalan               1,55%       -1,50%        0,56%       -0,12%        0,07%        0,31%
Jumlah laba komprehensif periode/tahun berjalan                    20,17%       20,45%       22,02%       16,87%       16,94%       17,29%
Laba bersih periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan
  kepada:
  Pemilik entitas induk                                            17,43%       20,42%       17,84%       16,36%       15,22%       15,46%
  Kepentingan non-pengendali                                        1,20%        1,53%        3,62%        0,62%        1,65%        1,53%

* Tidak Diaudit




                                                              55
Page 366
VII.     ANALISIS RISIKO

         Dalam menjalankan kegiatan usahanya, KKU tidak terlepas dari berbagai risiko
         usaha yang dihadapi. Analisis risiko usaha terhadap KKU adalah sebagai berikut:

VII.A.   Risiko Pendanaan

         Pengembangan real estat yang sedang dikembangkan oleh KKU membutuhkan
         modal yang besar, sehingga kemampuan KKU dalam memperoleh dana untuk
         pengembangan, perolehan lahan dan pembangunannya memerlukan
         perencanaan yang matang. KKU harus dapat menjamin ketersediaan kecukupan
         dana untuk pembiayaan proyek tersebut dalam jangka panjang. Apabila KKU tidak
         dapat memperoleh pendanaan untuk mendukung pengembangan proyek KKU,
         maka pertumbuhan KKU dapat menurun yang pada akhirnya dapat menurunkan
         jumlah pendapatan dan laba KKU.

VII.B.   Risiko Kenaikan Harga Bahan Bangunan dan Kelangkaan Bahan Bangunan

         Bahan bangunan seperti semen, besi beton dan bahan bangunan lainnya
         merupakan bahan utama dalam pembangunan perumahan dan gedung-gedung
         komersial. Apabila bahan bangunan tersebut tidak tersedia pada saat dibutuhkan,
         maka akan terjadi keterlambatan dalam pembangunan dan penundaan pengakuan
         pendapatan KKU dari penjualan perumahan tersebut. Penundaan tersebut di atas
         berakibat pada hilangnya kepercayaan para konsumen/calon konsumen yang
         pada akhirnya menurunkan jumlah pendapatan KKU.

         Selain kelangkaan bahan baku, KKU juga dimungkinkan menghadapi kenaikan
         harga bahan bangunan yang merupakan dampak dari kondisi perekonomian yang
         memburuk. Kenaikan harga bahan baku dapat meningkatkan biaya konstruksi
         suatu proyek, sementara bahan baku untuk properti biasanya dibayar di muka
         sehingga hal tersebut tidak dapat merubah harga jual yang sebelumnya telah
         disepakati. Hal ini dapat merugikan KKU karena dapat mengurangi tingkat
         keuntungan KKU.

VII.C.   Risiko Kenaikan Tingkat Suku Bunga

         Kinerja KKU dapat dipengaruhi oleh kenaikan tingkat bunga perbankan terutama
         pada sektor konsumen. Kebijakan moneter uang ketat secara tidak langsung juga
         mempengaruhi kenaikan tingkat suku bunga termasuk suku bunga sektor
         konsumen yang dapat berdampak pada menurunnya daya beli konsumen
         terutama di sektor properti, sehingga pada akhirnya dapat berdampak pada kinerja
         keuangan KKU.




                                          56
Page 367
VII.D.   Risiko Operasional

         Kegiatan usaha properti dengan mengembangkan usaha real estat khususnya
         perumahan komersial, vila, dan apartemen yang memberikan fasilitas lainnya
         mengandung risiko-risiko di lapangan seperti risiko hak kepemilikan atas tanah,
         berkurangnya lahan yang tersedia, kebakaran, kerusuhan (demonstrasi maupun
         ancaman bom) dan bencana alam yang dapat berdampak buruk pada kegiatan
         usaha KKU. Hal tersebut di atas dapat menurunkan pendapatan dan keuntungan
         KKU.

VII.E.   Risiko Bencana Alam

         Dengan bisnis utama KKU di bidang real estat yang dimiliki sendiri atau disewa,
         terdapat risiko kebakaran yang dapat memusnahkan aset utama KKU dalam
         menjalankan usaha. Risiko lain yang mungkin dihadapi KKU adalah jika terjadi
         bencana alam seperti gempa.

VII.F.   Risiko Kebijakan Pemerintah

         Seperti halnya semua industri, kegiatan usaha KKU dipengaruhi oleh perubahan
         kebijakan Pemerintah Indonesia baik langsung maupun tidak langsung. Kebijakan
         pemerintah yang secara langsung mempengaruhi KKU antara lain kemungkinan
         perubahan kebijakan rencana tata kota dan tata ruang, yang dapat mengakibatkan
         berkurangnya lahan yang dapat digunakan. Apabila kebijakan pemerintah tersebut
         diterapkan, dapat mengakibatkan berkurangnya jumlah unit yang akan dijual
         sehingga menurunkan jumlah pendapatan dan laba KKU.




                                         57
Page 368
VIII.       METODE PENILAIAN

VIII.A.     Metode-Metode Penilaian

VIII.A.1.   Metode Penyesuaian Aset Bersih

            Metode ini merupakan metode penilaian yang berdasarkan pada pendekatan aset
            (asset based approach). Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan
            liabilitas (liabilities) harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk
            komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank
            atau utang bank).

            Aset lancar (current assets) harus dinilai ulang, misalnya untuk piutang dengan
            mengurangkan jumlah yang tak dapat ditagih secara normal. Aset tetap seperti
            tanah, bangunan, dan mesin-mesin perlu dinilai dengan konsep penilaian properti
            yang berlaku umum.

            Selain aset berwujud, nilai pasar aset tak berwujud (intangible assets) seperti hak
            paten, lisensi, biaya riset dan pengembangan, karyawan yang telah terlatih dan
            siap bekerja (pool of employees), dan daftar langganan (pool of captive customer),
            juga harus dihitung. Nilai pasar aset tak berwujud tersebut diperoleh dengan
            melakukan penilaian terhadap tiap-tiap aset tersebut secara terpisah. Nilai pasar
            ekuitas (net worth) kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai
            seluruh aset dan liabilitas (liabilities) yang telah disesuaikan.

VIII.A.2.   Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek

            Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek merupakan metode
            penilaian yang didasarkan pada pendekatan pasar (market based approach).
            Dengan metode ini, nilai pasar saham ditetapkan berdasarkan harga yang telah
            atau pernah terjadi dari perusahaan sejenis yang sebanding dan sepadan. Nilai
            pasar dari perusahaan pembanding diambil dari pasar modal (perusahaan
            publik/terbuka).

            Syarat utama dari penggunaan metode ini adalah perusahaan pembanding harus
            sebanding dan sepadan dengan perusahaan yang akan dinilai dalam berbagai
            variabel pembanding, antara lain perputaran penjualan, ekuitas, struktur modal
            (leverage), aset dan komposisi aset, tingkat laba, dan rasio-rasio keuangan.

            Jika telah diperoleh perusahaan yang sebanding dan sepadan, nilai pasar saham
            perusahaan yang dinilai diperoleh dengan cara mengalikan pendapatan
            perusahaan dengan beberapa rasio yang diperoleh dari perusahaan pembanding,
            seperti rasio P/E (price/earnings), P/S (price/sales), P/BV (price/book value of
            equity) dan sebagainya.




                                              58
Page 369
VIII.A.3.   Metode Diskonto Arus Kas

            Metode diskonto arus kas ini merupakan metode penilaian yang didasarkan pada
            pendekatan pendapatan (income based approach).

            Untuk menggunakan metode ini, sebelum melakukan proses diskonto
            (discounting), terlebih dahulu harus diproyeksikan pendapatan mendatang berupa
            arus kas bersih untuk ekuitas (net cash flow to equity) atau arus kas bersih untuk
            kapital (net cash flow to invested capital) sesuai dengan sifat dan jenis usaha yang
            dinilai. Setelah proyeksi dibuat, langkah berikutnya adalah menetapkan tingkat
            diskonto (discount rate) yang tepat.

            Proses selanjutnya adalah mendiskonto nilai-nilai arus kas bersih yang telah
            diproyeksikan, termasuk nilai periode kekal (continuing value), dengan faktor
            diskonto (discount factor) yang diperoleh dari tingkat diskonto sesuai dengan
            periode proyeksinya. Jika yang didiskonto adalah arus kas bersih untuk ekuitas,
            maka nilai kini (present value) dari keseluruhan pendapatan di masa mendatang
            tersebut merupakan nilai ekuitas, sedangkan jika yang didiskonto adalah arus kas
            bersih untuk kapital, jumlah nilai kini tersebut merupakan nilai perusahaan
            (corporate value), yang masih harus dikurangi dengan nilai liabilitas untuk
            mendapatkan nilai ekuitas.

VIII.B.     Metode Penilaian yang Digunakan

            Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis
            internal akan berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis
            historis atas laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi komprehensif KKU,
            pengkajian atas kondisi operasi dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki
            KKU. Prospek KKU di masa yang akan datang kami evaluasi berdasarkan rencana
            usaha yang diberikan oleh manajemen yang telah kami kaji kewajaran dan
            konsistensinya. Analisis eksternal didasarkan pada kajian singkat terhadap
            faktor-faktor eksternal yang dipertimbangkan sebagai penggerak nilai (value
            drivers) termasuk juga kajian singkat atas prospek dari industri yang bersangkutan.

            Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar
            suatu “business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi
            keuangan dan laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya
            diperlukan penyesuaian terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan
            normalisasi keuntungan laporan laba rugi komprehensif yang biasanya disusun
            oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun nilai buku suatu
            perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan laba
            rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis
            yang dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian
            tersebut.




                                              59
Page 370
          Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis
          internal akan berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis
          historis atas laporan posisi keuangan, dan laporan laba rugi komprehensif KKU,
          pengkajian atas kondisi operasi dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki
          KKU. Prospek KKU di masa yang akan datang kami evaluasi berdasarkan rencana
          usaha yang telah kami kaji kewajaran dan konsistensinya. Analisis eksternal
          didasarkan pada kajian singkat terhadap faktor-faktor eksternal yang
          dipertimbangkan sebagai penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian
          singkat atas prospek dari industri yang bersangkutan.

          Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar
          suatu “business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi
          keuangan dan laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya
          diperlukan penyesuaian terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan
          normalisasi keuntungan laporan laba rugi komprehensif yang biasanya disusun
          oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun nilai buku suatu
          perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan laba
          rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis
          yang dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian
          tersebut.

VIII.C.   Premis Penilaian

          Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis
          penilaian bahwa KKU adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.

VIII.D.   Aplikasi Diskon dan Premi

          Diskon dan premi merupakan hal-hal yang tak terpisahkan dari proses penilaian
          perusahaan tertutup. Diskon dan premi terkait dengan ada/tidaknya tingkat kendali
          serta tingkat kemampuan untuk dipasarkan dari saham yang dinilai. Diskon adalah
          potongan yang diberikan kepada suatu indikasi nilai dari business interest atau
          saham yang berhasil diperkirakan. Pemberian diskon terkait dengan tidak adanya
          unsur kendali dalam saham yang dinilai dan disebut dengan Discount for Lack of
          Control – DLOC (Diskon Tanpa Pengendalian). Diskon juga terkait dengan tingkat
          kesulitan saham tersebut untuk dikonversi secara cepat menjadi uang tunai yang
          disebut dengan Discount for Lack of Marketabilities – DLOM (Diskon Likuiditas
          Pasar). Sedangkan, premi adalah tambahan nilai yang diberikan kepada indikasi
          nilai yang berhasil diperoleh dalam proses penilaian. Pemberian premi terkait
          dengan adanya unsur kendali dalam saham perusahaan yang dinilai dan disebut
          dengan Premium for Control (Premi Pengendalian).




                                            60
Page 371
VIII.E.   Prosedur Penilaian

          Berdasarkan pendekatan dan metode penilaian yang telah dipilih untuk
          menentukan indikasi nilai pasar Objek Penilaian, kami telah melakukan
          langkah-langkah sebagai berikut:

          1. Melakukan tinjauan atas faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi
             operasi KKU.
          2. Melakukan tinjauan atas laporan keuangan historis dari KKU.
          3. Melakukan penelaahan atas data operasional KKU.
          4. Melakukan penilaian Objek Penilaian dengan mengaplikasikan metode
             penyesuaian aset bersih dengan pendekatan aset.

VIII.F.   Independensi Penilai

          Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa
          adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan KKU
          ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan KKU. KR juga tidak
          memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
          Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan
          atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali
          tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis penilaian ini dan
          KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan No. KR/230412-001
          tanggal 12 April 2023 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.




                                            61
Page 372
IX.     PENILAIAN

        Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode penilaian yang digunakan
        untuk menilai Objek Penilaian adalah metode penyesuaian aset bersih.

IX.A.   Premi Pengendalian (Premium for Control), Diskon Tanpa Pengendalian
        (Discount for Lack of Control), dan Diskon Likuiditas Pasar (Discount for
        Lack of Marketabilities)

        Berdasarkan POJK 35/2020, premi pengendalian didefinisikan sebagai “suatu
        jumlah atau persentase tertentu yang merupakan penambah dari nilai suatu
        ekuitas sebagai cerminan dari tingkat pengendalian atas objek penilaian”.

        Berdasarkan POJK 35/2020, diskon tanpa pengendalian didefinisikan sebagai
        “suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan pengurang dari nilai suatu
        ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya tingkat pengendalian atas objek
        penilaian”.

        Premi pengendalian dan diskon tanpa pengendalian mencerminkan penambahan
        terhadap nilai dari penyertaan minoritas atau pengurangan terhadap nilai dari
        penyertaan mayoritas dalam entitas anak yang dinilai sebagai pengaruh dari
        ketiadaan pengendalian dari pemilik yang berada dalam posisi minoritas atau
        dibatasi pengendaliannya.

        Pengurangan diperhitungkan karena pemilik yang dalam kondisi tidak memiliki
        kemampuan untuk mengendalikan akan memperoleh manfaat yang berbeda dari
        pemilik yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan karena adanya
        keleluasaan dari pemilik yang mengendalikan untuk mengoptimalkan manfaat
        dengan:

        •   Menentukan arah perkembangan jangka panjang perusahaan.
        •   Memilih pengurus inti perusahaan.
        •   Menentukan hak dan fasilitas untuk pengurus inti.
        •   Menentukan kebijakan investasi.
        •   Menentukan dengan pihak mana kegiatan usaha akan dilakukan.
        •   Menentukan besarnya dividen yang akan dibayarkan.
        •   Menolak usulan-usulan di atas yang berasal dari pemegang saham minoritas.

        Berdasarkan Peraturan POJK 35/2020, diskon likuiditas pasar didefinisikan
        sebagai “suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan pengurang dari
        nilai suatu ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya likuiditas objek penilaian”.

        Diskon likuiditas pasar mencerminkan pengurangan terhadap nilai dari
        perusahaan yang dinilai sebagai pengaruh dari tidak likuidnya saham perusahaan
        tersebut untuk diperdagangkan.




                                         62
Page 373
        Untuk penilaian atas KKU, sesuai dengan tujuan penilaian yang dilakukan, yaitu
        untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang nilai pasar dari
        Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau
        ekuivalensinya pada tanggal 30 Juni 2023, oleh karena itu atas indikasi nilai yang
        dihasilkan, dilakukan atau diaplikasikan penyesuaian terhadap kondisi
        ketidakmampuan untuk dipasarkan dengan cepat (diskon likuiditas pasar),
        dikenakan diskon sebesar 40,00%, dengan pertimbangan sebagai berikut:

        •   Berdasarkan POJK 35/2020, diskon likuiditas pasar untuk perusahaan tertutup
            bagi pemegang saham mayoritas adalah antara 20,00% - 40,00%.
        •   KKU merupakan perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
            (privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
            Indonesia.

IX.B.   Nilai Pasar Objek Penilaian

        Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode yang digunakan untuk
        menentukan nilai pasar 100,00% saham KKU adalah metode penyesuaian aset
        bersih. Metode ini merupakan metode penilaian yang didasarkan pada pendekatan
        aset. Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan liabilitas harus
        disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang
        telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank).

        Pada penilaian ini, kami melakukan penilaian berdasarkan nilai pasar persediaan
        yang telah dinilai oleh KJPP SRR sebagaimana tertuang dalam laporannya
        No. 00345/2.0059-02/PI/03/0242/1/VII/2023 tanggal 27 Juli 2023, dimana nilai
        pasar atas persediaan pada tanggal 30 Juni 2023 adalah sebesar
        Rp 355,48 miliar.

        Apabila nilai pasar atas persediaan tersebut direfleksikan dalam laporan posisi
        keuangan, maka jumlah aset KKU adalah sebesar Rp 508,59 miliar, sedangkan
        jumlah liabilitas KKU adalah tetap, yaitu sebesar Rp 489,02 miliar.

        Indikasi nilai pasar 100,00% saham KKU kemudian diperoleh dengan menghitung
        selisih antara nilai seluruh aset dan liabilitas. Dengan demikian, indikasi nilai pasar
        100,00% saham KKU sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
        Rp 19,57 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 40,00%, maka nilai pasar
        100,00% saham KKU adalah sebesar Rp 11,74 miliar. Dengan demikian, nilai
        pasar 100,00% saham KKU berdasarkan metode penyesuaian aset bersih adalah
        sebesar Rp 11,74 miliar.




                                            63
Page 374
Perincian perhitungan nilai pasar 100,00% saham KKU dengan menggunakan
metode penyesuaian aset bersih adalah sebagai berikut:

Tabel 26
PT Kemilau Karya Utama                                                                                  Lampiran A
Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 30 Juni 2023

                                                                                              (Dalam jutaan Rupiah)
                        Keterangan                                   30/06/23      Penyesuaian       Nilai Pasar

ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                                       102.375                 -         102.375
Piutang lain-lain                                                            203                 -             203
Pajak dibayar di muka                                                     49.557                 -          49.557
Jumlah Aset Lancar                                                       152.135                 -         152.135
ASET TIDAK LANCAR
Time deposit                                                                 976               -               976
Persediaan                                                               857.745        (502.267)          355.478
Jumlah Aset Tidak Lancar                                                 858.721        (502.267)          356.454
JUMLAH ASET                                                            1.010.855        (502.267)          508.589
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                                                1.755                 -           1.755
Utang lain-lain - pihak berelasi                                         388.667                 -         388.667
Utang pajak                                                                  122                 -             122
Uang muka pelanggan                                                       22.318                 -          22.318
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                          412.861                 -         412.861
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Uang muka pelanggan                                                       76.162                 -          76.162
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                          76.162                 -          76.162
JUMLAH LIABILITAS                                                        489.023                 -         489.023
EKUITAS                                                                  521.832        (502.267)           19.566
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                          1.010.855        (502.267)          508.589

Indikasi nilai pasar 100,00% saham sebelum diskon likuiditas pasar                                          19.566
Diskon likuiditas pasar (40,00%)                                                                            (7.826)
Nilai pasar 100,00% saham                                                                                   11.739




                                                 64
Page 375
IX.C.   Kesimpulan Penilaian

        Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima
        dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang mempengaruhi
        penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal
        30 Juni 2023 adalah sebesar Rp 11,74 miliar.




                                         65
Page 376
PT Kemilau Karya Utama                                                                                  Lampiran A
Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 30 Juni 2023

                                                                                              (Dalam jutaan Rupiah)
                        Keterangan                                   30/06/23      Penyesuaian       Nilai Pasar

ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                                       102.375                 -         102.375
Piutang lain-lain                                                            203                 -             203
Pajak dibayar di muka                                                     49.557                 -          49.557
Jumlah Aset Lancar                                                       152.135                 -         152.135
ASET TIDAK LANCAR
Time deposit                                                                 976               -               976
Persediaan                                                               857.745        (502.267)          355.478
Jumlah Aset Tidak Lancar                                                 858.721        (502.267)          356.454
JUMLAH ASET                                                            1.010.855        (502.267)          508.589
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                                                1.755                 -           1.755
Utang lain-lain - pihak berelasi                                         388.667                 -         388.667
Utang pajak                                                                  122                 -             122
Uang muka pelanggan                                                       22.318                 -          22.318
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                          412.861                 -         412.861
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Uang muka pelanggan                                                       76.162                 -          76.162
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                          76.162                 -          76.162
JUMLAH LIABILITAS                                                        489.023                 -         489.023
EKUITAS                                                                  521.832        (502.267)           19.566
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                          1.010.855        (502.267)          508.589

Indikasi nilai pasar 100,00% saham sebelum diskon likuiditas pasar                                          19.566
Diskon likuiditas pasar (40,00%)                                                                            (7.826)
Nilai pasar 100,00% saham                                                                                   11.739




                                                         66
Page 377
Kusnanto & rekan
 Independent Business Appraisers
License : 2.19.0162
Indonesia
Page 378
No. : 00100/2.0162-00/BS/05/0153/1/VIII/2023                                7 Agustus 2023



Kepada Yth.

PT PANTAI INDAH KAPUK DUA Tbk
Office Tower Agung Sedayu Group Lt. 8 & 10
Jl. Marina Raya, Kamal Muara, Penjaringan
Jakarta Utara 14470

U.p. : Direksi

Hal : Ringkasan Penilaian 100,00% Saham PT Karunia Utama Selaras


Dengan hormat,

Kantor Jasa Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya
disebut “KR” atau “kami”) mendapat penugasan dari manajemen PT Pantai Indah Kapuk Dua
Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) untuk memberikan pendapat sebagai penilai
independen atas nilai pasar 100,00% saham PT Karunia Utama Selaras (selanjutnya disebut
“KUS”). Penugasan kami tersebut sesuai dengan surat penugasan No. KR/230412-001
tanggal 12 April 2023 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.

Selanjutnya, kami sebagai KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan
No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar
modal di Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya disebut “OJK”) dengan Surat Tanda Terdaftar
Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK No. STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023 (penilai bisnis),
menyatakan bahwa kami telah meneliti dan menilai nilai pasar 100,00% saham KUS
(selanjutnya disebut “Objek Penilaian”) dengan tujuan untuk mengungkapkan pendapat
mengenai nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 30 Juni 2023.


ALASAN DAN LATAR BELAKANG RENCANA PENYERTAAN SAHAM

Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka
(publicly-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang
lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang perindustrian, aktivitas
perusahaan holding dan konsultasi manajemen. Perseroan dan entitas anaknya bergerak
dalam beberapa bidang usaha yang meliputi industri macam-macam wadah dari logam
berupa kaleng kemas, pengolahan hasil perikanan dan real estat. Perseroan berdomisili di
Jalan Marina Raya, Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara 14470, dengan nomor telepon:
(021) 2941 7685 dan email: corporate.secretary@agungsedayu.com.
Page 379
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
30 Juni 2023, Perseroan memiliki penyertaan saham pada beberapa entitas anak baik
langsung maupun tidak langsung dengan rincian sebagai berikut:


                                                      Perseroan


                                  99,00%                                                   51,00%
                        PT Panorama Eka
                                                                              PT Bangun Kosambi
                          Tunggal (PET)
                                                                                  Sukses (BKS)
                             BKS 1,00%
              51,00%              57,00%                     51,00%                        99,60%                        40,00%
                                                  PT Cahaya Gemilang
   PT Mega Andalan     PT Cahaya Kencana                                        PT Agung Surya               PT Fin Centerindo
                                                   Indah Cemerlang
       Sukses (MAS)         Indah (CKI)                                        Gemerlap (ASGE)                    Satu (FCS)
                                                        (CGIC)



PET, BKS, MAS, CKI, CGIC, ASGE, dan FCS selanjutnya secara bersama-sama disebut
“Entitas Anak Perseroan”.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, ruang lingkup kegiatan
usaha dan status Entitas Anak Perseroan adalah sebagai berikut:

 No.     Keterangan    Status         Domisili                                       Kegiatan Usaha

   1   PET             Tertutup       Indonesia       Aktivitas manajemen konsultasi lainnya dan real estat yang dimiliki sendiri atau
                                                     disewa mencakup usaha pembelian, penjualan, persewaan, dan pengoperasian
                                                     real estat baik yang dimiliki sendiri maupun disewa.
   2   BKS             Tertutup       Indonesia       Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                     penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                     maupun disewa.
   3   MAS             Tertutup       Indonesia       Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                     penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                     maupun disewa.
   4   CKI             Tertutup       Indonesia       Real estat.
   5   CGIC            Tertutup       Indonesia       Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                     penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                     maupun disewa.
   6   ASGE            Tertutup       Indonesia       Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                     penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                     maupun disewa.
   7   FCS             Tertutup       Indonesia       Jasa, real estat dan pembangunan (kontraktor).




                                                            ii
Page 380
Industri properti di Indonesia pada tahun 2023 mengalami peningkatan sejalan dengan
pertumbuhan positif ekonomi Indonesia setelah mengalami resesi akibat dampak pandemi
wabah Covid-19. Pemulihan ekonomi Indonesia tersebut dan peningkatan daya beli
konsumen dinilai merupakan faktor yang mendorong stabilitas indutri properti. Sebagai salah
satu industri yang memberikan kontribusi pertumbuhan industri nasional, dengan keunggulan
populasi yang dimiliki Indonesia yang didukung transformasi digitalisasi, industri properti terus
memacu pembangunan infrakstruktur untuk lebih berkualitas sehingga dapat meningkatkan
prospek pertumbuhan kinerjanya. Manajemen Perseroan memandang pertumbuhan industri
properti memiliki potensi untuk dapat berkembang yang didukung oleh pertumbuhan ekonomi
maupun sosial, meningkatnya populasi, dan meningkatnya daya beli masyarakat.
Dengan demikian, Perseroan merencanakan untuk melakukan beberapa rencana aksi
korporasi dengan rincian sebagai berikut:

   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan modal
    ditempatkan dan disetor yang akan dilakukan oleh PT Bumindo Mekar Wibawa
    (selanjutnya disebut “BMW”) melalui peningkatan modal dasar BMW terlebih dahulu
    (selanjutnya disebut “Rencana Penyertaan Saham BMW”);

   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan modal
    ditempatkan dan disetor yang akan dilakukan oleh PT Cahaya Inti Sentosa (selanjutnya
    disebut “CIS”) melalui peningkatan modal dasar CIS terlebih dahulu (selanjutnya disebut
    “Rencana Penyertaan Saham CIS”);

   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan modal
    ditempatkan dan disetor yang akan dilakukan oleh PT Jaya Indah Sentosa (selanjutnya
    disebut “JIS”) melalui peningkatan modal dasar JIS terlebih dahulu (selanjutnya disebut
    “Rencana Penyertaan Saham JIS”);

   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan modal
    ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Kemilau Karya Utama (selanjutnya
    disebut “KKU”) dengan menerbitkan saham seri B yang memiliki seluruh hak yang sama
    dengan saham yang diterbitkan oleh KKU, yang selanjutnya akan menjadi saham seri A,
    kecuali perbedaan harga nominal per lembar saham untuk saham seri A dan saham seri
    B tersebut, melalui rencana peningkatan modal dasar KKU terlebih dahulu (selanjutnya
    disebut “Rencana Penyertaan Saham KKU”);

   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan modal
    ditempatkan dan disetor yang akan dilakukan oleh KUS melalui peningkatan modal dasar
    KUS terlebih dahulu (selanjutnya disebut “Rencana Penyertaan Saham KUS”);




                                               iii
Page 381
     Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan modal
      ditempatkan dan disetor yang akan dilakukan oleh PT Sumber Cipta Utama (selanjutnya
      disebut “SCU”) melalui peningkatan modal dasar SCU terlebih dahulu (selanjutnya disebut
      “Rencana Penyertaan Saham SCU”); dan

     Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan modal
      ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Sharindo Matratama (selanjutnya disebut
      “SHM”), dengan menerbitkan saham seri B yang memiliki seluruh hak yang sama dengan
      saham yang diterbitkan oleh SHM, yang selanjutnya akan menjadi saham seri A, kecuali
      perbedaan harga nominal per lembar saham untuk saham seri A dan saham seri B
      tersebut, melalui rencana peningkatan modal dasar SHM terlebih dahulu (selanjutnya
      disebut “Rencana Penyertaan Saham SHM”).

Rencana Penyertaan Saham BMW, Rencana Penyertaan Saham CIS, Rencana Penyertaan
Saham JIS, Rencana Penyertaan Saham KKU, Rencana Penyertaan Saham KUS, Rencana
Penyertaan Saham SCU, dan Rencana Penyertaan Saham SHM selanjutnya secara
bersama-sama disebut “Rencana Penyertaan Saham”).

Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada
tanggal 30 Juni 2023, ruang lingkup kegiatan usaha dan status perusahaan-perusahaan
dalam Rencana Penyertaan Saham adalah sebagai berikut:

    No.    Keterangan   Status     Domisili                                   Kegiatan Usaha

      1   BMW           Tertutup   Indonesia    Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa dan kawasan industri.
      2   CIS           Tertutup   Indonesia    Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                               penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                               maupun disewa.
      3   JIS           Tertutup   Indonesia    Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                               penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                               maupun disewa.
      4   KKU           Tertutup   Indonesia    Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa.
      5   KUS           Tertutup   Indonesia    Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                               penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                               maupun disewa.
      6   SCU           Tertutup   Indonesia    Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                               penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                               maupun disewa.
      7   SHM           Tertutup   Indonesia    Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                               penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                               maupun disewa.




                                                     iv
Page 382
Sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham, Perseroan merencanakan untuk
melakukan penawaran umum terbatas dengan hak memesan efek terlebih dahulu atas saham
dalam portepel Perseroan sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
No. 14/POJK.04/2019 tanggal 30 April 2019 tentang “Perubahan atas Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan Nomor 32/POJK.04/2015 tentang Penambahan Modal Perusahaan Terbuka
Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu” (selanjutnya disebut
“POJK 14/2019”), dimana dalam rangka penyelesaian Rencana Penyertaan Saham,
Perseroan merencanakan untuk menggunakan dana hasil penawaran umum terbatas dengan
hak memesan efek terlebih dahulu atas saham portepel Perseroan (selanjutnya disebut
“Rencana PMDHMETD”.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana Penyertaan
Saham dan Rencana PMDHMETD merupakan satu kesatuan transaksi yang tidak dapat
dipisahkan satu dengan yang lainnya dan selanjutnya secara bersama-sama disebut
“Rencana Transaksi”.

Sebelumnya, Perseroan telah melakukan penambahan kegiatan usaha dan mengembangkan
bisnis pada bidang real estat dengan melakukan akuisisi sebesar 51,00% saham pada BKS.
Selanjutnya, Perseroan melalui BKS telah melakukan akuisisi sebesar 51,00% saham
masing-masing pada MASk dan CGIC. Ruang lingkup kegiatan usaha BKS, MAS, dan CGIC
adalah bergerak pada bidang real estat dan memiliki lahan yang seluruhnya berada di
Kabupaten Tangerang dan ketiganya merupakan pengembang kawasan PIK 2. Berdasarkan
keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, saat ini, sebagian besar pendapatan
Perseroan berasal dari real estat.

Kawasan PIK 2 merupakan kota mandiri dengan konsep smart city yang dikembangkan oleh
Agung Sedayu dan Grup Salim, dengan lokasi yang terbentang pada lahan seluas lebih dari
6.000 hektar di bagian barat hingga bagian utara Jakarta. Disebut sebagai “the new Jakarta
City”, kawasan PIK 2 menghadirkan beberapa mega proyek seperti mal (Sedayu Watertown
Mall), kawasan bisnis (Islamic Financial Center), pusat olahraga, hunian, destinasi kuliner,
serta berbagai fasilitas pendukung lainnya (RS Hermina, Tzu Chi International School,
berbagai tempat ibadah). Selanjutnya, pada kawasan PIK 2 juga direncanakan akan dibangun
berbagai fasilitas dan destinasi wisata unik seperti beach club, Aloha Pasir Putih, Ginza Beach
Walk sampai Community Park (event space), yang secara efektif dapat menjadi daya tarik
keramaian konsumen dan pada akhirnya dapat meningkatkan permintaan properti PIK 2,
terutama untuk hunian dan kaveling komersial. Selain itu, dengan adanya proyek infrastruktur
seperti pembangunan tol baru yang menghubungkan kawasan PIK 2 dengan jalur tol lingkar
luar Jakarta ke depannya dapat mempermudah akses ke kawasan.




                                              v
Page 383
Sejalan dengan strategi bisnis Perseroan, Perseroan terus berupaya untuk menerapkan fokus
pada perluasan skala proyek Perseroan pada kawasan PIK 2 dengan merencanakan
pertumbuhan secara anorganik melalui Rencana Penyertaan Saham. Mengingat bahwa
Rencana Penyertaan Saham pada perusahaan-perusahaan tersebut merupakan salah satu
rencana pengembang kawasan PIK 2 yang memiliki proyek di kawasan yang sama dengan
lokasi proyek Perseroan di masa yang akan datang.

Dengan melakukan Rencana Penyertaan Saham, Perseroan senantiasa mencari peluang
bisnis potensial yang dapat memaksimalkan nilai investasi Perseroan di masa yang akan
datang. Perseroan memandang bahwa industri properti memiliki potensi yang dapat
berdampak positif bagi pengembangan bisnis Perseroan dan menciptakan sinergi bisnis yang
optimal khususnya pada pengembangan kawasan PIK 2 sehingga Perseroan dapat
mengambil seluruh potensi keuntungan yang dihasilkan di masa yang akan datang sehingga
pada akhirnya hal tersebut dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan
dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham Perseroan.

Sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham tersebut, Perseroan merencanakan untuk
melakukan Rencana PMDHMETD sesuai dengan POJK 14/2019, dimana dalam rangka
penyelesaian Rencana Penyertaan Saham, Perseroan merencanakan untuk menggunakan
dana hasil penawaran umum terbatas dengan hak memesan efek terlebih dahulu atas saham
portepel Perseroan sehingga Perseroan dapat mengembangkan portofolio bisnis Perseroan
khususnya pada bidang industri properti.

Setelah Rencana Transaksi telah menjadi efektif, Perseroan berharap dapat
mengembangkan seluruh proyek-proyek Perseroan dengan terciptanya sinergi antar
masing-masing kawasan yang tergabung dalam satu kawasan PIK 2 secara maksimal dimana
setiap masing-masing portofolio bisnis industri properti yang dimiliki oleh Perseroan dapat
memberikan nilai tambah bagi kinerja keuangan konsolidasian Perseroan.

Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

   Sejalan dengan strategi bisnis Perseroan, Perseroan terus berupaya untuk menerapkan
    fokus pada perluasan skala proyek Perseroan pada kawasan PIK 2 dengan
    merencanakan pertumbuhan secara anorganik melalui Rencana Penyertaan Saham.
    Mengingat bahwa Rencana Penyertaan Saham pada perusahaan-perusahaan tersebut
    merupakan salah satu rencana pengembang kawasan PIK 2 yang memiliki proyek di
    kawasan yang sama dengan lokasi proyek Perseroan di masa yang akan datang.

   Dengan melakukan Rencana Penyertaan Saham, Perseroan senantiasa mencari peluang
    bisnis potensial yang dapat memaksimalkan nilai investasi Perseroan di masa yang akan
    datang. Perseroan memandang bahwa industri properti memiliki potensi yang dapat
    berdampak positif bagi pengembangan bisnis Perseroan dan menciptakan sinergi bisnis
    yang optimal khususnya pada pengembangan kawasan PIK 2 sehingga Perseroan dapat
    mengambil seluruh potensi keuntungan yang dihasilkan di masa yang akan datang
    sehingga pada akhirnya hal tersebut dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian
    Perseroan dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham Perseroan.




                                            vi
Page 384
   Setelah Rencana Transaksi telah menjadi efektif, Perseroan berharap dapat
    mengembangkan seluruh proyek-proyek Perseroan dengan terciptanya sinergi antar
    masing-masing kawasan yang tergabung dalam satu kawasan PIK 2 secara maksimal
    dimana setiap masing-masing portofolio bisnis industri properti yang dimiliki oleh
    Perseroan dapat memberikan nilai tambah bagi kinerja keuangan konsolidasian
    Perseroan.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, mengingat bahwa
terdapat kesamaan pengurus dan pengendalian Perseroan, BMW, CIS, JIS, KKU, KUS, SCU,
dan SHM, maka Rencana Penyertaan Saham merupakan transaksi afiliasi, sehingga
Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang
“Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan” (selanjutnya disebut
“POJK 42/2020”).

Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Penyertaan Saham tersebut merupakan transaksi material, sehingga Perseroan harus
memenuhi Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang “Transaksi
Material dan Perubahan Kegiatan Usaha” (selanjutnya disebut “POJK 17/2020”).

Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi dan transaksi material,
POJK 42/2020 dan POJK 17/2020 mensyaratkan adanya laporan penilaian saham atas
transaksi tersebut, yang disiapkan oleh penilai independen.

Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Penyertaan Saham tersebut, maka
Perseroan menunjuk penilai independen, KR untuk melakukan penilaian atas Objek Penilaian.

Mengingat KUS adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat diperjualbelikan di
pasar modal, maka saham KUS bersifat tidak likuid.


PREMIS PENILAIAN

Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis penilaian
bahwa KUS adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.




                                           vii
Page 385
TUJUAN DAN MAKSUD PENILAIAN

Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang nilai
pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau ekuivalensinya
pada tanggal 30 Juni 2023.

Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari Objek
Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan pertimbangan oleh
manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana Penyertaan Saham serta untuk
memenuhi POJK 42/2020 dan POJK 17/2020.

Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan OJK
No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”) serta Standar Penilaian
Indonesia (selanjutnya disebut “SPI”) 2018.


DEFINISI NILAI YANG DIGUNAKAN

Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka, maka
dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.

Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk digunakan dalam
penilaian ini adalah nilai pasar, dimana berdasarkan POJK 35/2020, nilai pasar didefinisikan
sebagai “estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau
liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang
berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara
layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang
dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.


INDEPENDENSI PENILAI

Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa adanya
benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan KUS ataupun pihak-pihak
yang terafiliasi dengan Perseroan dan KUS. KR juga tidak memiliki kepentingan ataupun
keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak
dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami
terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis
penilaian ini dan KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan
No. KR/230412-001 tanggal 12 April 2023 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.




                                            viii
Page 386
TANGGAL EFEKTIF PENILAIAN

Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal 30 Juni 2023.
Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian serta dari data
keuangan KUS yang kami terima. Data keuangan tersebut berupa laporan keuangan KUS
untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 yang menjadi dasar
penilaian ini.


JENIS LAPORAN

Jenis laporan penilaian 100,00% saham PT Karunia Utama Selaras ini merupakan laporan
terinci.


KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL PENILAIAN (SUBSEQUENT EVENTS)

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal penilaian,
yaitu tanggal 30 Juni 2023, sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian 100,00%
saham PT Karunia Utama Selaras tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal penilaian
(subsequent events) yang secara signifikan dapat mempengaruhi penilaian nilai pasar Objek
Penilaian.


DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN

Dalam melakukan penilaian untuk memperkirakan nilai pasar Objek Penilaian, kami telah
menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan
informasi sebagai berikut:

1. Laporan keuangan KUS untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
   30 Juni 2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (selanjutnya disebut “KAP”)
   Suharli, Sugiharto & Rekan (selanjutnya disebut “SSR”) sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00335/2.1315/AU.1/03/1415-3/1/VII/2023 tanggal 31 Juli 2023 dengan
   pendapat wajar tanpa pengecualian;

2. Laporan keuangan KUS untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang
   telah diaudit oleh KAP SSR sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00328/2.1315/AU.1/03/1415-2/1/VII/2023 tanggal 31 Juli 2023 dengan pendapat
   wajar tanpa pengecualian;

3. Laporan keuangan KUS untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 yang
   telah diaudit oleh KAP SSR sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00320/2.1315/AU.1/03/1415-1/1/VII/2023 tanggal 31 Juli 2023 dengan pendapat
   wajar tanpa pengecualian;




                                             ix
Page 387
4. Laporan keuangan KUS untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020;

5. Laporan keuangan KUS untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019;

6. Laporan keuangan KUS untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018;

7. Laporan penilaian properti KUS per 30 Juni 2023 yang disusun oleh KJPP Suwendho
   Rinaldy     &      Rekan      sebagaimana        tertuang      dalam  laporannya
   No. 00360/2.0059-02/PI/03/0242/1/VIII/2023 tanggal 7 Agustus 2023;

8. Anggaran dasar KUS yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam akta No. 39 tanggal
   16 Maret 2020 oleh Edison Jingga, S.H., M.H., terkait perubahan tempat kedudukan KUS;

9. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Yohanes Edmond Budiman
   dengan posisi sebagai Direktur, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal lain yang
   terkait dengan Rencana Transaksi;

10. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan KUS serta pihak-pihak lain yang
    relevan untuk penugasan;

11. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

12. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain website
    Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

13. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

14. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Transaksi; dan

15. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan hasil
    analisis lain yang kami anggap relevan.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan dan
kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan
kepada kami oleh Perseroan dan KUS atau yang tersedia secara umum dan kami tidak
bertanggung jawab atas kebenaran informasi-informasi tersebut.




                                            x
Page 388
Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari KUS. Jasa-jasa yang kami
berikan kepada Perseroan hanya merupakan penilaian atas Objek Penilaian dan bukan
jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian
tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu
penelaahan atau audit, atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi
keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan
kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan
keuangan, atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak
mencoba mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya yang dilakukan Perseroan.


KONDISI PEMBATAS DAN ASUMSI-ASUMSI POKOK

Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan
keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan tanggal
penerbitan laporan penilaian ini.

Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode penyesuaian aset bersih
didasarkan pada laporan keuangan KUS yang telah diaudit. Kami telah melakukan
penyesuaian atas laporan keuangan tersebut agar dapat mencerminkan nilai pasarnya. Kami
bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian berdasarkan kinerja historis KUS dan
informasi manajemen KUS terhadap laporan keuangan KUS tersebut. Kami juga bertanggung
jawab atas laporan penilaian KUS dan kesimpulan nilai akhir.

Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi dan
kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penilaian sampai
dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian. Kami
tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan
(update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain
yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan KUS atau yang tersedia secara umum yang
pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung
jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut.
Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan dan KUS bahwa mereka
tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada
kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat
mempengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggung jawab atas
perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya,
ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi sehingga
data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan/atau dapat disalahartikan.




                                            xi
Page 389
Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang
mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan mengubah
hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data
yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa perbedaan yang
terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini telah dilaksanakan
dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami tidak dapat menerima tanggung
jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya
analisis tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan analisis
transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai dasar penilaian.
Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer opinion dan merupakan laporan
yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat
mempengaruhi operasional Perseroan dan KUS.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan dan tidak
dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan
prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat
dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan
atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum. Selanjutnya, kami
juga telah memperoleh informasi atas status hukum KUS berdasarkan anggaran dasar KUS.


TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI

Dalam menyusun laporan penilaian Objek Penilaian, KR diberikan kesempatan untuk
melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan laporan penilaian Objek Penilaian.


PENDEKATAN PENILAIAN YANG DIGUNAKAN

Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis internal
akan berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis historis atas laporan
posisi keuangan, dan laporan laba rugi komprehensif KUS, pengkajian atas kondisi operasi
dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki KUS. Prospek KUS di masa yang akan
datang kami evaluasi berdasarkan rencana usaha yang telah kami kaji kewajaran dan
konsistensinya. Analisis eksternal didasarkan pada kajian singkat terhadap faktor-faktor
eksternal yang dipertimbangkan sebagai penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian
singkat atas prospek dari industri yang bersangkutan.

Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar suatu
“business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi keuangan dan
laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya diperlukan penyesuaian
terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan normalisasi keuntungan laporan laba rugi
komprehensif yang biasanya disusun oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun
nilai buku suatu perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan
laba rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis yang
dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian tersebut.




                                            xii
Page 390
METODE PENILAIAN YANG DIGUNAKAN

Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method).

Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari semua
komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk
komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang
bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh dengan menghitung selisih
antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai pasar liabilitas.

Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen Perseroan dan
KUS. Tidak tertutup kemungkinan untuk diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian
lain yang dapat memberikan hasil yang berbeda.


RINGKASAN HASIL PENILAIAN

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, ringkasan hasil penilaian kami adalah sebagai
berikut:

Berdasarkan metode penyesuaian aset bersih, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
100,00% saham KUS sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar Rp 25,05 miliar. Dengan
diskon likuiditas pasar sebesar 40,00%, maka nilai pasar 100,00% saham KUS adalah
sebesar Rp 15,03 miliar. Dengan demikian, nilai pasar 100,00% saham KUS berdasarkan
metode penyesuaian aset bersih adalah sebesar Rp 15,03 miliar.


KESIMPULAN PENILAIAN

Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima dan dengan
mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang mempengaruhi penilaian, maka menurut
pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 30 Juni 2023 adalah sebesar
Rp 15,03 miliar.

Nilai pasar Objek Penilaian tersebut kami tentukan berdasarkan data dan informasi yang kami
peroleh dari pihak manajemen Perseroan dan KUS serta pihak-pihak lain yang relevan
dengan penilaian. Kami menganggap bahwa semua informasi tersebut adalah benar dan
bahwa tidak ada keadaan atau hal-hal yang tidak terungkap yang akan mempengaruhi nilai
pasar tersebut secara material.

Kami tidak melakukan penyelidikan dan juga bukan merupakan tanggung jawab kami
kemungkinan terjadinya masalah yang berkaitan dengan status hukum kepemilikan,
kewajiban utang dan/atau sengketa atas KUS. Kami tegaskan pula bahwa kami tidak
memperoleh manfaat atau keuntungan apapun baik saat ini maupun di masa mendatang dan
imbalan jasa yang telah disetujui atas penilaian KUS tidak tergantung pada nilai yang
dilaporkan.




                                            xiii
Page 391
DISTRIBUSI LAPORAN PENILAIAN

Penilaian ini hanya ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya dengan
Rencana Penyertaan Saham serta tidak dapat digunakan atau dikutip untuk tujuan lain tanpa
adanya izin tertulis dari KR dan/atau tidak untuk digunakan oleh pihak lain.

Penilaian ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
dan keuangan, serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk
menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi
setelah tanggal laporan ini. Walaupun demikian, kami memiliki hak untuk, jika diperlukan,
mengubah atau melengkapi hasil dari laporan ini jika terdapat tambahan informasi yang
relevan setelah tanggal laporan ini yang kami anggap dapat berpengaruh secara signifikan
terhadap hasil penilaian kami. Laporan penilaian ini hanya dipersiapkan untuk dapat
dipergunakan sesuai dengan tujuan yang telah disebutkan di atas dan tidak dapat
dipergunakan untuk tujuan lainnya.

Pendapat yang kami sampaikan di sini harus dipandang sebagai satu kesatuan bersama
dengan laporan lengkap yang telah kami siapkan. Penggunaan sebagian analisis dan
informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat menyebabkan
pandangan yang menyesatkan.

Penilaian ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan stempel
perusahaan (corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.


Hormat kami,
KJPP KUSNANTO & REKAN




Willy D. Kusnanto
Pimpinan Rekan

Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996




                                            xiv
Page 392
                          ASUMSI DAN SYARAT PEMBATAS


1. KR sama sekali tidak memiliki kepentingan keuangan atau apapun terhadap KUS untuk
   sekarang dan masa yang akan datang.

2. Biaya untuk penilaian ini tidak tergantung pada besarnya nilai yang diperoleh atau yang
   tercantum dalam laporan.

3. Nilai dicantumkan dalam mata uang Rupiah dan/atau ekuivalensinya atas permintaan
   pemberi tugas.

4. Laporan disajikan hanya untuk maksud dan tujuan seperti tertulis di dalam laporan serta
   ditujukan terbatas kepada klien dimaksud.

5. Baik seluruh maupun sebagian dari isi laporan ini tidak diizinkan untuk dipublikasikan
   melalui iklan atau media lainnya tanpa seizin dari KJPP Kusnanto & rekan.

6. Laporan penilaian ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan KR dan stempel
   perusahaan (corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.




                                           xv
Page 393
                       PERNYATAAN INDEPENDENSI PENILAI


1. KR tidak memiliki benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan perusahaan yang
   dinilai.

2. KR tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan usaha/saham
   perusahaan yang dinilai.

3. KR tidak memiliki pinjaman dengan perusahaan yang dinilai.

4. Laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
   manapun.

5. KR hanya menerima imbalan jasa sesuai dengan surat penugasan KR.


Tim Penilai:



Willy D. Kusnanto                                               .....................................
Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996



Erric Reynaldi                                                  .....................................
No. MAPPI      : 13-P-04625



Andry Steven                                                    .....................................
No. MAPPI    : 14-P-04891



Fergy Merzyana                                                  .....................................
No. MAPPI     : 20-P-10345




                                           xvi
Page 394
                                 SURAT PERNYATAAN


Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai penilai, kami yang bertanda tangan di
bawah ini menerangkan bahwa:

1. Pernyataan dalam laporan ini, yang menjadi dasar dari analisis, pendapat, dan kesimpulan
   yang diuraikan di dalamnya adalah benar. Laporan ini menjelaskan semua syarat-syarat
   pembatasan yang mempengaruhi analisis, pendapat, dan kesimpulan yang tertera dalam
   laporan ini dan laporan ini telah disusun sesuai dengan dan tunduk pada
   ketentuan-ketentuan dari Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020
   tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal” dan Standar
   Penilaian Indonesia (SPI) 2018 serta telah dibuat dengan memenuhi Kode Etik Penilai
   Indonesia (KEPI).

2. KR bertanggung jawab atas laporan penilaian.

3. Semua pernyataan dan data yang tercantum dalam laporan adalah benar adanya dan
   sesuai dengan pengetahuan dan itikad baik KR.

4. Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap Objek Penilaian pada tanggal
   penilaian yang ditentukan, yaitu 30 Juni 2023.

5. Penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan
   perundang-undangan yang berlaku.

6. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan penilaian.

7. Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan
   sebagai kesimpulan nilai.

8. KR tidak memiliki kepentingan pribadi atau kecenderungan untuk berpihak berkenaan
   dengan subjek dari laporan ini maupun pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.

9. KR telah memenuhi pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau diselenggarakan
   oleh Asosiasi Penilai yang diakui oleh Pemerintah.

10. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.

11. KR telah memiliki pemahaman mengenai Objek Penilaian yang dinilai.

12. Imbalan jasa yang diterima oleh KR tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari
    proses analisis Objek Penilaian.

13. Analisis dan kesimpulan nilai telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas.




                                           xvii
Page 395
14. Data ekonomi dan industri dalam laporan penilaian ini diperoleh dari berbagai sumber
    yang diyakini KR dapat dipertanggungjawabkan.

15. Tidak seorangpun selain yang disebutkan dalam laporan penilaian ini telah menyediakan
    bantuan profesional dalam menyiapkan laporan penilaian ini.

16. KR telah melakukan inspeksi atas aset tetap yang dimiliki oleh KUS serta telah melakukan
    inspeksi dan wawancara dengan manajemen Perseroan terkait dengan operasional,
    kinerja, dan prospek dari KUS.


Tim Penilai:



Willy D. Kusnanto                                                 .....................................
Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996



Erric Reynaldi                                                    .....................................
No. MAPPI      : 13-P-04625



Andry Steven                                                      .....................................
No. MAPPI    : 14-P-04891



Fergy Merzyana                                                    .....................................
No. MAPPI     : 20-P-10345




                                            xviii
Page 396
                                      DAFTAR ISI

                                                                            HALAMAN

OPINI                                                                              i

ASUMSI DAN SYARAT PEMBATAS                                                       xv

PERNYATAAN INDEPENDENSI PENILAI                                                 xvi

SURAT PERNYATAAN                                                                xvii

DAFTAR ISI                                                                      xix

DAFTAR TABEL                                                                    xxii

DAFTAR GRAFIK                                                                   xxv

LAMPIRAN                                                                       xxvi

I.      RINGKASAN EKSEKUTIF

        A. Alasan dan Latar Belakang                                             1
        B. Objek serta Tujuan dan Maksud Penilaian                               6
        C. Premis Penilaian                                                      7
        D. Independensi Penilai                                                  7
        E. Tanggal Efektif Penilaian                                             7
        F. Profil PT Karunia Utama Selaras                                       7
        G. Definisi Nilai yang Digunakan                                         9
        H. Pendekatan Penilaian yang Digunakan                                   9
        I. Metode Penilaian yang Digunakan                                      10
        J. Ringkasan Hasil Penilaian                                            10
        K. Kesimpulan Penilaian                                                 11

II.     DESKRIPSI PENUGASAN

        A. Alasan dan Latar Belakang                                            12
        B. Tujuan dan Maksud Penilaian                                          16
        C. Definisi Nilai yang Digunakan                                        16
        D. Tanggal Efektif Penilaian                                            17
        E. Data dan Informasi yang Digunakan                                    17
        F. Informasi Non-Keuangan                                               19
        G. Jenis Ekuitas                                                        20
        H. Kondisi Pembatas dan Asumsi-Asumsi Pokok                             21
        I. Tingkat Kedalaman Investigasi                                        22
        J. Distribusi Laporan Penilaian                                         23
        K. Jenis Laporan                                                        23
        L. Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events)       23




                                           xix
Page 397
                                                                        HALAMAN

III.    PENJELASAN SINGKAT MENGENAI OBJEK PENILAIAN

        A. Latar Belakang PT Karunia Utama Selaras                              24
        B. Kegiatan Usaha                                                       24
        C. Manajemen                                                            24
        D. Kepemilikan Saham                                                    25
        E. Data Keuangan Historis                                               25

IV.     KONDISI DAN TINJAUAN EKONOMI

        A. Tinjauan Ekonomi Dunia                                               27
        B. Tinjauan Ekonomi Indonesia                                           29
        C. Proyeksi Ekonomi Indonesia                                           30
        D. Tingkat Suku Bunga                                                   30
        E. Inflasi                                                              31
        F. Nilai Tukar Rupiah                                                   32

V.      TINJAUAN INDUSTRI PROPERTI

        A. Tinjauan Industri Properti di Dunia                                  34
        B. Tinjauan Industri Properti di Indonesia                              36

VI.     ANALISIS LAPORAN KEUANGAN HISTORIS

        A. PT Karunia Utama Selaras                                             42
        B. Analisis atas Common Size PT Karunia Utama Selaras                   50
        C. Analisis atas Common Size Industri Properti                          51

VII.    ANALISIS RISIKO

        A. Risiko Pendanaan                                                     60
        B. Risiko Kenaikan Harga Bahan Bangunan dan Kelangkaan Bahan Bangunan   60
        C. Risiko Kenaikan Tingkat Suku Bunga                                   60
        D. Risiko Operasional                                                   61
        E. Risiko Bencana Alam                                                  61
        F. Risiko Kebijakan Pemerintah                                          61

VIII.   METODE PENILAIAN

        A. Metode-Metode Penilaian                                              62
        B. Metode Penilaian yang Digunakan                                      63
        C. Premis Penilaian                                                     64
        D. Aplikasi Diskon dan Premi                                            64
        E. Prosedur Penilaian                                                   65
        F. Independensi Penilai                                                 65




                                              xx
Page 398
                                                                               HALAMAN

IX.   PENILAIAN

      A. Premi Pengendalian (Premium for Control), Diskon Tanpa Pengendalian
         (Discount for Lack of Control) dan Diskon Likuiditas Pasar (Discount for
         Lack of Marketabilities)                                                   66
      B. Nilai Pasar Objek Penilaian                                                67
      C. Kesimpulan Penilaian                                                       69




                                           xxi
Page 399
                                   DAFTAR TABEL

                                                                            HALAMAN

Tabel 1    Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
           PT Karunia Utama Selaras                                              8

Tabel 2    Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
           PT Karunia Utama Selaras                                             25

Tabel 3    Laporan Posisi Keuangan
           PT Karunia Utama Selaras
           Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 – 2022                         25

Tabel 4    Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
           PT Karunia Utama Selaras
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2018 – 2022                              26

Tabel 5    Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Dunia                              27

Tabel 6    Pertumbuhan Inflasi                                                  28

Tabel 7    Pertumbuhan Suku Bunga Bank Sentral                                  29

Tabel 8    Kontributor Inflasi Terbesar Berdasarkan Provinsi                    32

Tabel 9    Perubahan Investasi Real Estate Komersial Berdasarkan Wilayah        34

Tabel 10   Proyeksi Harga Rumah di AS berdasarkan Kota pada Tahun 2030          35

Tabel 11   Pertumbuhan Triwulan Indeks Permintaan Properti Komersial
           Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek), Banten,
           Bandung dan Makassar                                                 36

Tabel 12   Pertumbuhan Triwulan Indeks Pasokan Properti Komersial
           Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek), Banten,
           Bandung dan Makassar                                                 37

Tabel 13   Pertumbuhan Triwulan Indeks Harga Properti Komersial
           Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek), Banten,
           Bandung dan Makassar                                                 38

Tabel 14   Laporan Posisi Keuangan
           PT Karunia Utama Selaras
           Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 – 2022                         42




                                          xxii
Page 400
                                                                        HALAMAN

Tabel 15   Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
           PT Karunia Utama Selaras
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2018 – 2022                          45

Tabel 16   Laporan Arus Kas
           PT Karunia Utama Selaras
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2018 – 2022                          47

Tabel 17   Rasio-rasio Keuangan
           PT Karunia Utama Selaras
           Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 – 2022                     49

Tabel 18   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan
           PT Karunia Utama Selaras
           Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 – 2022                     50

Tabel 19   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           PT Bumi Serpong Damai Tbk
           Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 – 2022                     52

Tabel 20   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           PT Bumi Serpong Damai Tbk
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2018 – 2022                          54

Tabel 21   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           PT Summarecon Agung Tbk
           Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 – 2022                     55

Tabel 22   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           PT Summarecon Agung Tbk
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2018 – 2022                          57

Tabel 23   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           PT Ciputra Development Tbk
           Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 – 2022                     57




                                        xxiii
Page 401
                                                                     HALAMAN

Tabel 24   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           PT Ciputra Development Tbk
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2018 – 2022                       59

Tabel 25   Nilai Pasar 100,00% Saham
           PT Karunia Utama Selaras
           Metode Penyesuaian Aset Bersih
           Per 30 Juni 2023                                              68




                                        xxiv
Page 402
                                 DAFTAR GRAFIK

                                                                             HALAMAN

Grafik 1   Perkembangan Suku Bunga Bank Indonesia                                30

Grafik 2   Perkembangan Inflasi Berdasarkan Indeks Harga Konsumen
           di Indonesia                                                          31

Grafik 3   Perkembangan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Mata Uang Asing              33

Grafik 4   Penjualan Rumah di AS Januari – Juni 2023                             35

Grafik 5   Persetujuan Pinjaman atau Kredit Bank Umum di Indonesia
           Bulan Desember 2022 – Januari 2023                                    39

Grafik 6   Proyeksi Penyelesaian Proyek Apartemen yang Tertunda di Jakarta
           Tahun 2023 – 2025                                                     40




                                        xxv
Page 403
                                   LAMPIRAN

                                              HALAMAN

Lampiran A   Nilai Pasar 100,00% Saham
             PT Karunia Utama Selaras
             Metode Penyesuaian Aset Bersih
             Per 30 Juni 2023                     70




                                       xxvi
Page 404
I.     RINGKASAN EKSEKUTIF

I.A.   Alasan dan Latar Belakang

       PT Pantai Indah Kapuk Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) merupakan suatu
       perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held company),
       didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
       kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang perindustrian, aktivitas
       perusahaan holding dan konsultasi manajemen. Perseroan dan entitas anaknya
       bergerak dalam beberapa bidang usaha yang meliputi industri macam-macam
       wadah dari logam berupa kaleng kemas, pengolahan hasil perikanan dan real
       estat. Perseroan berdomisili di Jalan Marina Raya, Kamal Muara, Penjaringan,
       Jakarta Utara 14470, dengan nomor telepon: (021) 2941 7685 dan
       email: corporate.secretary@agungsedayu.com.

       Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
       30 Juni 2023, Perseroan memiliki penyertaan saham pada beberapa entitas anak
       baik langsung maupun tidak langsung dengan rincian sebagai berikut:


                                                              Perseroan


                                        99,00%                                                     51,00%
                              PT Panorama Eka
                                                                                     PT Bangun Kosambi
                                Tunggal (PET)
                                                                                          Sukses (BKS)
                                   BKS 1,00%
                    51,00%              57,00%                       51,00%                        99,60%                        40,00%
                                                        PT Cahaya Gemilang
         PT Mega Andalan     PT Cahaya Kencana                                          PT Agung Surya               PT Fin Centerindo
                                                         Indah Cemerlang
             Sukses (MAS)         Indah (CKI)                                          Gemerlap (ASGE)                    Satu (FCS)
                                                                (CGIC)



       PET, BKS, MAS, CKI, CGIC, ASGE, dan FCS selanjutnya secara bersama-sama
       disebut “Entitas Anak Perseroan”.

       Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, ruang
       lingkup kegiatan usaha dan status Entitas Anak Perseroan adalah sebagai berikut:

       No.     Keterangan    Status         Domisili                                         Kegiatan Usaha

         1   PET             Tertutup       Indonesia         Aktivitas manajemen konsultasi lainnya dan real estat yang dimiliki sendiri atau
                                                             disewa mencakup usaha pembelian, penjualan, persewaan, dan pengoperasian
                                                             real estat baik yang dimiliki sendiri maupun disewa.
         2   BKS             Tertutup       Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                             penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                             maupun disewa.
         3   MAS             Tertutup       Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                             penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                             maupun disewa.
         4   CKI             Tertutup       Indonesia         Real estat.
         5   CGIC            Tertutup       Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                             penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                             maupun disewa.
         6   ASGE            Tertutup       Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                             penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                             maupun disewa.
         7   FCS             Tertutup       Indonesia         Jasa, real estat dan pembangunan (kontraktor).




                                                         1
Page 405
Industri properti di Indonesia pada tahun 2023 mengalami peningkatan sejalan
dengan pertumbuhan positif ekonomi Indonesia setelah mengalami resesi akibat
dampak pandemi wabah Covid-19. Pemulihan ekonomi Indonesia tersebut dan
peningkatan daya beli konsumen dinilai merupakan faktor yang mendorong
stabilitas indutri properti. Sebagai salah satu industri yang memberikan kontribusi
pertumbuhan industri nasional, dengan keunggulan populasi yang dimiliki
Indonesia yang didukung transformasi digitalisasi, industri properti terus memacu
pembangunan infrakstruktur untuk lebih berkualitas sehingga dapat meningkatkan
prospek pertumbuhan kinerjanya. Manajemen Perseroan memandang
pertumbuhan industri properti memiliki potensi untuk dapat berkembang yang
didukung oleh pertumbuhan ekonomi maupun sosial, meningkatnya populasi, dan
meningkatnya daya beli masyarakat. Dengan demikian, Perseroan merencanakan
untuk melakukan beberapa rencana aksi korporasi dengan rincian sebagai berikut:

   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan
    modal ditempatkan dan disetor yang akan dilakukan oleh PT Bumindo Mekar
    Wibawa (selanjutnya disebut “BMW”) melalui peningkatan modal dasar BMW
    terlebih dahulu (selanjutnya disebut “Rencana Penyertaan Saham BMW”);

   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan
    modal ditempatkan dan disetor yang akan dilakukan oleh PT Cahaya Inti
    Sentosa (selanjutnya disebut “CIS”) melalui peningkatan modal dasar CIS
    terlebih dahulu (selanjutnya disebut “Rencana Penyertaan Saham CIS”);

   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan
    modal ditempatkan dan disetor yang akan dilakukan oleh PT Jaya Indah
    Sentosa (selanjutnya disebut “JIS”) melalui peningkatan modal dasar JIS
    terlebih dahulu (selanjutnya disebut “Rencana Penyertaan Saham JIS”);

   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan
    modal ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Kemilau Karya Utama
    (selanjutnya disebut “KKU”) dengan menerbitkan saham seri B yang memiliki
    seluruh hak yang sama dengan saham yang diterbitkan oleh KKU, yang
    selanjutnya akan menjadi saham seri A, kecuali perbedaan harga nominal per
    lembar saham untuk saham seri A dan saham seri B tersebut, melalui rencana
    peningkatan modal dasar KKU terlebih dahulu (selanjutnya disebut “Rencana
    Penyertaan Saham KKU”);

   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan
    modal ditempatkan dan disetor yang akan dilakukan oleh PT Karunia Utama
    Selaras (selanjutnya disebut “KUS”) melalui peningkatan modal dasar KUS
    terlebih dahulu (selanjutnya disebut “Rencana Penyertaan Saham KUS”);

   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan
    modal ditempatkan dan disetor yang akan dilakukan oleh PT Sumber Cipta
    Utama (selanjutnya disebut “SCU”) melalui peningkatan modal dasar SCU
    terlebih dahulu (selanjutnya disebut “Rencana Penyertaan Saham SCU”); dan




                                   2
Page 406
       Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan
        modal ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Sharindo Matratama
        (selanjutnya disebut “SHM”), dengan menerbitkan saham seri B yang memiliki
        seluruh hak yang sama dengan saham yang diterbitkan oleh SHM, yang
        selanjutnya akan menjadi saham seri A, kecuali perbedaan harga nominal per
        lembar saham untuk saham seri A dan saham seri B tersebut, melalui rencana
        peningkatan modal dasar SHM terlebih dahulu (selanjutnya disebut “Rencana
        Penyertaan Saham SHM”).

Rencana Penyertaan Saham BMW, Rencana Penyertaan Saham CIS, Rencana
Penyertaan Saham JIS, Rencana Penyertaan Saham KKU, Rencana Penyertaan
Saham KUS, Rencana Penyertaan Saham SCU, dan Rencana Penyertaan Saham
SHM selanjutnya secara bersama-sama disebut “Rencana Penyertaan Saham”).

Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
pada tanggal 30 Juni 2023, ruang lingkup kegiatan usaha dan status
perusahaan-perusahaan dalam Rencana Penyertaan Saham adalah sebagai
berikut:

No.      Keterangan   Status     Domisili                                       Kegiatan Usaha

    1   BMW           Tertutup   Indonesia        Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa dan kawasan industri.
    2   CIS           Tertutup   Indonesia        Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                 penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                 maupun disewa.
    3   JIS           Tertutup   Indonesia        Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                 penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                 maupun disewa.
    4   KKU           Tertutup   Indonesia        Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa.
    5   KUS           Tertutup   Indonesia        Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                 penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                 maupun disewa.
    6   SCU           Tertutup   Indonesia        Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                 penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                 maupun disewa.
    7   SHM           Tertutup   Indonesia        Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                 penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                 maupun disewa.




Sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham, Perseroan merencanakan
untuk melakukan penawaran umum terbatas dengan hak memesan efek terlebih
dahulu atas saham dalam portepel Perseroan sebagaimana diatur dalam
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 14/POJK.04/2019 tanggal 30 April 2019
tentang    “Perubahan      atas    Peraturan Otoritas   Jasa    Keuangan
Nomor 32/POJK.04/2015 tentang Penambahan Modal Perusahaan Terbuka
Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu” (selanjutnya disebut
“POJK 14/2019”), dimana dalam rangka penyelesaian Rencana Penyertaan
Saham, Perseroan merencanakan untuk menggunakan dana hasil penawaran
umum terbatas dengan hak memesan efek terlebih dahulu atas saham portepel
Perseroan (selanjutnya disebut “Rencana PMDHMETD”.




                                             3
Page 407
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Penyertaan Saham dan Rencana PMDHMETD merupakan satu kesatuan
transaksi yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya dan selanjutnya
secara bersama-sama disebut “Rencana Transaksi”.

Sebelumnya, Perseroan telah melakukan penambahan kegiatan usaha dan
mengembangkan bisnis pada bidang real estat dengan melakukan akuisisi
sebesar 51,00% saham pada BKS. Selanjutnya, Perseroan melalui BKS telah
melakukan akuisisi sebesar 51,00% saham masing-masing pada MAS dan CGIC.
Ruang lingkup kegiatan usaha BKS, MAS, dan CGIC adalah bergerak pada bidang
real estat dan memiliki lahan yang seluruhnya berada di Kabupaten Tangerang
dan ketiganya merupakan pengembang kawasan PIK 2. Berdasarkan keterangan
yang diperoleh dari manajemen Perseroan, saat ini, sebagian besar pendapatan
Perseroan berasal dari real estat.

Kawasan PIK 2 merupakan kota mandiri dengan konsep smart city yang
dikembangkan oleh Agung Sedayu dan Grup Salim, dengan lokasi yang
terbentang pada lahan seluas lebih dari 6.000 hektar di bagian barat hingga bagian
utara Jakarta. Disebut sebagai “the new Jakarta City”, kawasan PIK 2
menghadirkan beberapa mega proyek seperti mal (Sedayu Watertown Mall),
kawasan bisnis (Islamic Financial Center), pusat olahraga, hunian, destinasi
kuliner, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya (RS Hermina, Tzu Chi
International School, berbagai tempat ibadah). Selanjutnya, pada kawasan PIK 2
juga direncanakan akan dibangun berbagai fasilitas dan destinasi wisata unik
seperti beach club, Aloha Pasir Putih, Ginza Beach Walk sampai Community Park
(event space), yang secara efektif dapat menjadi daya tarik keramaian konsumen
dan pada akhirnya dapat meningkatkan permintaan properti PIK 2, terutama untuk
hunian dan kaveling komersial. Selain itu, dengan adanya proyek infrastruktur
seperti pembangunan tol baru yang menghubungkan kawasan PIK 2 dengan jalur
tol lingkar luar Jakarta ke depannya dapat mempermudah akses ke kawasan.

Sejalan dengan strategi bisnis Perseroan, Perseroan terus berupaya untuk
menerapkan fokus pada perluasan skala proyek Perseroan pada kawasan PIK 2
dengan merencanakan pertumbuhan secara anorganik melalui Rencana
Penyertaan Saham. Mengingat bahwa Rencana Penyertaan Saham pada
perusahaan-perusahaan tersebut merupakan salah satu rencana pengembang
kawasan PIK 2 yang memiliki proyek di kawasan yang sama dengan lokasi proyek
Perseroan di masa yang akan datang.

Dengan melakukan Rencana Penyertaan Saham, Perseroan senantiasa mencari
peluang bisnis potensial yang dapat memaksimalkan nilai investasi Perseroan di
masa yang akan datang. Perseroan memandang bahwa industri properti memiliki
potensi yang dapat berdampak positif bagi pengembangan bisnis Perseroan dan
menciptakan sinergi bisnis yang optimal khususnya pada pengembangan
kawasan PIK 2 sehingga Perseroan dapat mengambil seluruh potensi keuntungan
yang dihasilkan di masa yang akan datang sehingga pada akhirnya hal tersebut
dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan dan memberikan
nilai tambah bagi para pemegang saham Perseroan.




                                  4
Page 408
Sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham tersebut, Perseroan
merencanakan untuk melakukan Rencana PMDHMETD sesuai dengan
POJK 14/2019, dimana dalam rangka penyelesaian Rencana Penyertaan Saham,
Perseroan merencanakan untuk menggunakan dana hasil penawaran umum
terbatas dengan hak memesan efek terlebih dahulu atas saham portepel
Perseroan sehingga Perseroan dapat mengembangkan portofolio bisnis
Perseroan khususnya pada bidang industri properti.

Setelah Rencana Transaksi telah menjadi efektif, Perseroan berharap dapat
mengembangkan seluruh proyek-proyek Perseroan dengan terciptanya sinergi
antar masing-masing kawasan yang tergabung dalam satu kawasan PIK 2 secara
maksimal dimana setiap masing-masing portofolio bisnis industri properti yang
dimiliki oleh Perseroan dapat memberikan nilai tambah bagi kinerja keuangan
konsolidasian Perseroan.

Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

   Sejalan dengan strategi bisnis Perseroan, Perseroan terus berupaya untuk
    menerapkan fokus pada perluasan skala proyek Perseroan pada kawasan PIK
    2 dengan merencanakan pertumbuhan secara anorganik melalui Rencana
    Penyertaan Saham. Mengingat bahwa Rencana Penyertaan Saham pada
    perusahaan-perusahaan tersebut merupakan salah satu rencana
    pengembang kawasan PIK 2 yang memiliki proyek di kawasan yang sama
    dengan lokasi proyek Perseroan di masa yang akan datang.

   Dengan melakukan Rencana Penyertaan Saham, Perseroan senantiasa
    mencari peluang bisnis potensial yang dapat memaksimalkan nilai investasi
    Perseroan di masa yang akan datang. Perseroan memandang bahwa industri
    properti memiliki potensi yang dapat berdampak positif bagi pengembangan
    bisnis Perseroan dan menciptakan sinergi bisnis yang optimal khususnya pada
    pengembangan kawasan PIK 2 sehingga Perseroan dapat mengambil seluruh
    potensi keuntungan yang dihasilkan di masa yang akan datang sehingga pada
    akhirnya hal tersebut dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian
    Perseroan dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham
    Perseroan.

   Setelah Rencana Transaksi telah menjadi efektif, Perseroan berharap dapat
    mengembangkan seluruh proyek-proyek Perseroan dengan terciptanya sinergi
    antar masing-masing kawasan yang tergabung dalam satu kawasan PIK 2
    secara maksimal dimana setiap masing-masing portofolio bisnis industri
    properti yang dimiliki oleh Perseroan dapat memberikan nilai tambah bagi
    kinerja keuangan konsolidasian Perseroan.




                                 5
Page 409
       Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, mengingat
       bahwa terdapat kesamaan pengurus dan pengendalian Perseroan, BMW, CIS,
       JIS, KKU, KUS, SCU, dan SHM, maka Rencana Penyertaan Saham merupakan
       transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK
       No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang “Transaksi Afiliasi dan Transaksi
       Benturan Kepentingan” (selanjutnya disebut “POJK 42/2020”).

       Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
       Rencana Penyertaan Saham tersebut merupakan transaksi material, sehingga
       Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal
       20 April 2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”
       (selanjutnya disebut “POJK 17/2020”).

       Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi dan transaksi
       material, POJK 42/2020 dan POJK 17/2020 mensyaratkan adanya laporan
       penilaian saham atas transaksi tersebut, yang disiapkan oleh penilai independen.

       Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Penyertaan Saham
       tersebut, maka Perseroan menunjuk penilai independen, Kantor Jasa Penilai
       Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya disebut “KR”
       atau “kami”) untuk melakukan penilaian atas nilai pasar 100,00% saham KUS.

       Mengingat KUS adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat
       diperjualbelikan di pasar modal, maka saham KUS bersifat tidak likuid.


I.B.   Objek serta Tujuan dan Maksud Penilaian

       Objek yang dinilai dalam penilaian ini adalah nilai pasar 100,00% saham KUS
       (selanjutnya disebut “Objek Penilaian”).

       Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen
       tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah
       dan/atau ekuivalensinya pada tanggal 30 Juni 2023.

       Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari
       Objek Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan
       pertimbangan oleh manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana
       Penyertaan Saham serta untuk memenuhi POJK 42/2020 dan POJK 17/2020.

       Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam
       Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan
       Penilaian Bisnis di Pasar Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut
       “POJK 35/2020”) serta Standar Penilaian Indonesia (selanjutnya disebut “SPI”)
       2018.




                                         6
Page 410
I.C.   Premis Penilaian

       Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis
       penilaian bahwa KUS adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.

I.D.   Independensi Penilai

       Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa
       adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan KUS
       ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan KUS. KR juga tidak
       memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
       Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan
       atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali
       tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis penilaian ini dan
       KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan No. KR/230412-001
       tanggal 12 April 2023 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.

I.E.   Tanggal Efektif Penilaian

       Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal
       30 Juni 2023. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan
       penilaian serta dari data keuangan KUS yang kami terima. Data keuangan tersebut
       berupa laporan keuangan KUS untuk periode enam bulan yang berakhir pada
       tanggal 30 Juni 2023 yang menjadi dasar penilaian ini.

I.F.   Profil PT Karunia Utama Selaras

       KUS didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 27 dari Notaris Edison Jingga, S.H.,
       M.H., tanggal 3 Oktober 2014 dan disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik
       Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-29385.40.10.2014 tanggal
       14 Oktober 2014.

       Anggaran Dasar KUS telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan
       terakhir diaktakan dalam Akta Notaris No. 39 tanggal 16 Maret 2020 yang dibuat
       oleh Notaris Edison Jingga, S.H., M.H., tentang perubahan tempat kedudukan
       KUS. Perubahan ini telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak
       Asasi      Manusia     Republik    Indonesia     dalam    Surat     Keputusan
       No. AHU-0024729.AH.01.02.Tahun 2020 tanggal 20 Maret 2020.

       KUS berkedudukan di Tangerang dan berkantor di Jalan Inspeksi PIK 2 Terusan
       Jalan Perancis No. 5, Tangerang, Banten.




                                          7
Page 411
I.F.1.   Struktur Permodalan

         Susunan pemegang saham KUS berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
         30 Juni 2023 adalah sebagai berikut:

         Tabel 1
         PT Karunia Utama Selaras
         Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham

                                                                                          (Dalam Rupiah)
                                                                       Persentase
                    Pemegang Saham                     Jumlah Saham                     Jumlah Modal
                                                                       Kepemilikan
         PT Agung Sedayu                                         300           50,00%       300.000.000
         PT Tunas Mekar Jaya                                     300           50,00%       300.000.000
         Jumlah                                                  600          100,00%       600.000.000



I.F.2.   Struktur Pengurus

         Susunan Dewan Komisaris dan Direksi KUS pada tanggal 30 Juni 2023 adalah
         sebagai berikut:

         Dewan Komisaris
         Komisaris Utama                               :   Kho Cing Siong
         Komisaris                                     :   Freddy Numberi

         Direksi
         Direktur Utama                                :   Nono Sampono
         Direktur                                      :   Yohanes Edmond Budiman
         Direktur                                      :   Surya Pranoto Budiharjo
         Direktur                                      :   Belly Djaliel

I.F.3.   Kegiatan Usaha

         Ruang lingkup kegiatan usaha KUS adalah bergerak dalam bidang real estat yang
         dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian, penjualan, persewaan,
         dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri maupun disewa.




                                                   8
Page 412
I.G.   Definisi Nilai yang Digunakan

       Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan
       terbuka, maka dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.

       Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk
       digunakan dalam penilaian ini adalah nilai pasar, dimana berdasarkan
       POJK 35/2020, nilai pasar didefinisikan sebagai “estimasi sejumlah uang yang
       dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal
       penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat
       menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan
       secara layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar
       pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.

I.H.   Pendekatan Penilaian yang Digunakan

       Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis
       internal akan berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis
       historis atas laporan posisi keuangan, dan laporan laba rugi komprehensif KUS,
       pengkajian atas kondisi operasi dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki
       KUS. Prospek KUS di masa yang akan datang kami evaluasi berdasarkan rencana
       usaha yang telah kami kaji kewajaran dan konsistensinya. Analisis eksternal
       didasarkan pada kajian singkat terhadap faktor-faktor eksternal yang
       dipertimbangkan sebagai penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian
       singkat atas prospek dari industri yang bersangkutan.

       Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar
       suatu “business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi
       keuangan dan laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya
       diperlukan penyesuaian terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan
       normalisasi keuntungan laporan laba rugi komprehensif yang biasanya disusun
       oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun nilai buku suatu
       perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan laba
       rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis
       yang dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian
       tersebut.




                                          9
Page 413
I.I.   Metode Penilaian yang Digunakan

       Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
       penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method).

       Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari
       semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai
       pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai
       pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan
       kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai pasar seluruh aset
       (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai pasar liabilitas.

       Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai
       untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak
       manajemen Perseroan dan KUS. Tidak tertutup kemungkinan untuk
       diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat memberikan
       hasil yang berbeda.

I.J.   Ringkasan Hasil Penilaian

       Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, ringkasan hasil penilaian kami adalah
       sebagai berikut:

       Berdasarkan metode penyesuaian aset bersih, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai
       pasar 100,00% saham KUS sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
       Rp 25,05 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 40,00%, maka nilai pasar
       100,00% saham KUS adalah sebesar Rp 15,03 miliar. Dengan demikian, nilai
       pasar 100,00% saham KUS berdasarkan metode penyesuaian aset bersih adalah
       sebesar Rp 15,03 miliar.




                                        10
Page 414
I.K.   Kesimpulan Penilaian

       Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima
       dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang mempengaruhi
       penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal
       30 Juni 2023 adalah sebesar Rp 15,03 miliar.

       Nilai pasar Objek Penilaian tersebut kami tentukan berdasarkan data dan informasi
       yang kami peroleh dari pihak manajemen Perseroan dan KUS serta pihak-pihak
       lain yang relevan dengan penilaian. Kami menganggap bahwa semua informasi
       tersebut adalah benar dan bahwa tidak ada keadaan atau hal-hal yang tidak
       terungkap yang akan mempengaruhi nilai pasar tersebut secara material.

       Kami tidak melakukan penyelidikan dan juga bukan merupakan tanggung jawab
       kami kemungkinan terjadinya masalah yang berkaitan dengan status hukum
       kepemilikan, kewajiban utang dan/atau sengketa atas KUS. Kami tegaskan pula
       bahwa kami tidak memperoleh manfaat atau keuntungan apapun baik saat ini
       maupun di masa mendatang dan imbalan jasa yang telah disetujui atas penilaian
       KUS tidak tergantung pada nilai yang dilaporkan.




                                        11
Page 415
II.     DESKRIPSI PENUGASAN

II.A.   Alasan dan Latar Belakang

        Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka
        (publicly-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
        Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam
        bidang perindustrian, aktivitas perusahaan holding dan konsultasi manajemen.
        Perseroan dan entitas anaknya bergerak dalam beberapa bidang usaha yang
        meliputi industri macam-macam wadah dari logam berupa kaleng kemas,
        pengolahan hasil perikanan dan real estat. Perseroan berdomisili di Jalan Marina
        Raya, Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara 14470, dengan nomor telepon:
        (021) 2941 7685 dan email: corporate.secretary@agungsedayu.com.

        Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
        30 Juni 2023, Perseroan memiliki penyertaan saham pada beberapa entitas anak
        baik langsung maupun tidak langsung dengan rincian sebagai berikut:


                                                                  Perseroan


                                           99,00%                                                     51,00%

                                          PET
                                                                                                   BKS
                                     BKS 1,00%
                      51,00%               57,00%                        51,00%                       99,60%                       40,00%


                     MAS                  CKI                        CGIC                         ASGE                           FCS




        Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, ruang
        lingkup kegiatan usaha dan status Entitas Anak Perseroan adalah sebagai berikut:

         No.    Keterangan     Status           Domisili                                        Kegiatan Usaha

           1   BMW             Tertutup         Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa dan kawasan industri.
           2   CIS             Tertutup         Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                                 penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                                 maupun disewa.
           3   JIS             Tertutup         Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                                 penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                                 maupun disewa.
           4   KKU             Tertutup         Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa.
           5   KUS             Tertutup         Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa.
           6   SCU             Tertutup         Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                                 penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                                 maupun disewa.
           7   SHM             Tertutup         Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                                 penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                                 maupun disewa.




                                                            12
Page 416
Industri properti di Indonesia pada tahun 2023 mengalami peningkatan sejalan
dengan pertumbuhan positif ekonomi Indonesia setelah mengalami resesi akibat
dampak pandemi wabah Covid-19. Pemulihan ekonomi Indonesia tersebut dan
peningkatan daya beli konsumen dinilai merupakan faktor yang mendorong
stabilitas indutri properti. Sebagai salah satu industri yang memberikan kontribusi
pertumbuhan industri nasional, dengan keunggulan populasi yang dimiliki
Indonesia yang didukung transformasi digitalisasi, industri properti terus memacu
pembangunan infrakstruktur untuk lebih berkualitas sehingga dapat meningkatkan
prospek pertumbuhan kinerjanya. Manajemen Perseroan memandang
pertumbuhan industri properti memiliki potensi untuk dapat berkembang yang
didukung oleh pertumbuhan ekonomi maupun sosial, meningkatnya populasi, dan
meningkatnya daya beli masyarakat. Dengan demikian, Perseroan merencanakan
untuk melakukan Rencana Penyertaan Saham.

Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
pada tanggal 30 Juni 2023, ruang lingkup kegiatan usaha dan status perusahaan-
perusahaan dalam Rencana Penyertaan Saham adalah sebagai berikut:

 No.    Keterangan   Status     Domisili                                        Kegiatan Usaha

   1   BMW           Tertutup   Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa dan kawasan industri.
   2   CIS           Tertutup   Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                 penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                 maupun disewa.
   3   JIS           Tertutup   Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                 penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                 maupun disewa.
   4   KKU           Tertutup   Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa.
   5   KUS           Tertutup   Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                 penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                 maupun disewa.
   6   SCU           Tertutup   Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                 penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                 maupun disewa.
   7   SHM           Tertutup   Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                 penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                 maupun disewa.




Sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham, Perseroan merencanakan
untuk melakukan Rencana PMDHMETD.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Penyertaan Saham dan Rencana PMDHMETD merupakan satu kesatuan
transaksi yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya dan selanjutnya
secara bersama-sama disebut “Rencana Transaksi”.




                                            13
Page 417
Sebelumnya, Perseroan telah melakukan penambahan kegiatan usaha dan
mengembangkan bisnis pada bidang real estat dengan melakukan akuisisi
sebesar 51,00% saham pada BKS. Selanjutnya, Perseroan melalui BKS telah
melakukan akuisisi sebesar 51,00% saham masing-masing pada MAS dan CGIC.
Ruang lingkup kegiatan usaha BKS, MAS, dan CGIC adalah bergerak pada bidang
real estat dan memiliki lahan yang seluruhnya berada di Kabupaten Tangerang
dan ketiganya merupakan pengembang kawasan PIK 2. Berdasarkan keterangan
yang diperoleh dari manajemen Perseroan, saat ini, sebagian besar pendapatan
Perseroan berasal dari real estat.

Kawasan PIK 2 merupakan kota mandiri dengan konsep smart city yang
dikembangkan oleh Agung Sedayu dan Grup Salim, dengan lokasi yang
terbentang pada lahan seluas lebih dari 6.000 hektar di bagian barat hingga bagian
utara Jakarta. Disebut sebagai “the new Jakarta City”, kawasan PIK 2
menghadirkan beberapa mega proyek seperti mal (Sedayu Watertown Mall),
kawasan bisnis (Islamic Financial Center), pusat olahraga, hunian, destinasi
kuliner, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya (RS Hermina, Tzu Chi
International School, berbagai tempat ibadah). Selanjutnya, pada kawasan PIK 2
juga direncanakan akan dibangun berbagai fasilitas dan destinasi wisata unik
seperti beach club, Aloha Pasir Putih, Ginza Beach Walk sampai Community Park
(event space), yang secara efektif dapat menjadi daya tarik keramaian konsumen
dan pada akhirnya dapat meningkatkan permintaan properti PIK 2, terutama untuk
hunian dan kaveling komersial. Selain itu, dengan adanya proyek infrastruktur
seperti pembangunan tol baru yang menghubungkan kawasan PIK 2 dengan jalur
tol lingkar luar Jakarta ke depannya dapat mempermudah akses ke kawasan.

Sejalan dengan strategi bisnis Perseroan, Perseroan terus berupaya untuk
menerapkan fokus pada perluasan skala proyek Perseroan pada kawasan PIK 2
dengan merencanakan pertumbuhan secara anorganik melalui Rencana
Penyertaan Saham. Mengingat bahwa Rencana Penyertaan Saham pada
perusahaan-perusahaan tersebut merupakan salah satu rencana pengembang
kawasan PIK 2 yang memiliki proyek di kawasan yang sama dengan lokasi proyek
Perseroan di masa yang akan datang.

Dengan melakukan Rencana Penyertaan Saham, Perseroan senantiasa mencari
peluang bisnis potensial yang dapat memaksimalkan nilai investasi Perseroan di
masa yang akan datang. Perseroan memandang bahwa industri properti memiliki
potensi yang dapat berdampak positif bagi pengembangan bisnis Perseroan dan
menciptakan sinergi bisnis yang optimal khususnya pada pengembangan
kawasan PIK 2 sehingga Perseroan dapat mengambil seluruh potensi keuntungan
yang dihasilkan di masa yang akan datang sehingga pada akhirnya hal tersebut
dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan dan memberikan
nilai tambah bagi para pemegang saham Perseroan.




                                  14
Page 418
Sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham tersebut, Perseroan
merencanakan untuk melakukan Rencana PMDHMETD sesuai dengan
POJK 14/2019, dimana dalam rangka penyelesaian Rencana Penyertaan Saham,
Perseroan merencanakan untuk menggunakan dana hasil penawaran umum
terbatas dengan hak memesan efek terlebih dahulu atas saham portepel
Perseroan sehingga Perseroan dapat mengembangkan portofolio bisnis
Perseroan khususnya pada bidang industri properti.

Setelah Rencana Transaksi telah menjadi efektif, Perseroan berharap dapat
mengembangkan seluruh proyek-proyek Perseroan dengan terciptanya sinergi
antar masing-masing kawasan yang tergabung dalam satu kawasan PIK 2 secara
maksimal dimana setiap masing-masing portofolio bisnis industri properti yang
dimiliki oleh Perseroan dapat memberikan nilai tambah bagi kinerja keuangan
konsolidasian Perseroan.

Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

   Sejalan dengan strategi bisnis Perseroan, Perseroan terus berupaya untuk
    menerapkan fokus pada perluasan skala proyek Perseroan pada kawasan PIK
    2 dengan merencanakan pertumbuhan secara anorganik melalui Rencana
    Penyertaan Saham. Mengingat bahwa Rencana Penyertaan Saham pada
    perusahaan-perusahaan tersebut merupakan salah satu rencana
    pengembang kawasan PIK 2 yang memiliki proyek di kawasan yang sama
    dengan lokasi proyek Perseroan di masa yang akan datang.

   Dengan melakukan Rencana Penyertaan Saham, Perseroan senantiasa
    mencari peluang bisnis potensial yang dapat memaksimalkan nilai investasi
    Perseroan di masa yang akan datang. Perseroan memandang bahwa industri
    properti memiliki potensi yang dapat berdampak positif bagi pengembangan
    bisnis Perseroan dan menciptakan sinergi bisnis yang optimal khususnya pada
    pengembangan kawasan PIK 2 sehingga Perseroan dapat mengambil seluruh
    potensi keuntungan yang dihasilkan di masa yang akan datang sehingga pada
    akhirnya hal tersebut dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian
    Perseroan dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham
    Perseroan.

   Setelah Rencana Transaksi telah menjadi efektif, Perseroan berharap dapat
    mengembangkan seluruh proyek-proyek Perseroan dengan terciptanya sinergi
    antar masing-masing kawasan yang tergabung dalam satu kawasan PIK 2
    secara maksimal dimana setiap masing-masing portofolio bisnis industri
    properti yang dimiliki oleh Perseroan dapat memberikan nilai tambah bagi
    kinerja keuangan konsolidasian Perseroan.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, mengingat
bahwa terdapat kesamaan pengurus dan pengendalian Perseroan, BMW, CIS,
JIS, KKU, KUS, SCU, dan SHM, maka Rencana Penyertaan Saham merupakan
transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus memenuhi POJK 42/2020.




                                 15
Page 419
        Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
        Rencana Penyertaan Saham tersebut merupakan transaksi material, sehingga
        Perseroan harus memenuhi POJK 17/2020.

        Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi dan transaksi
        material, POJK 42/2020 dan POJK 17/2020 mensyaratkan adanya laporan
        penilaian saham atas transaksi tersebut, yang disiapkan oleh penilai independen.

        Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Penyertaan Saham
        tersebut, maka Perseroan menunjuk penilai independen, KR untuk melakukan
        penilaian atas nilai pasar 100,00% saham KUS.

        Mengingat KUS adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat
        diperjualbelikan di pasar modal, maka saham KUS bersifat tidak likuid.

II.B.   Tujuan dan Maksud Penilaian

        Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen
        tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah
        dan/atau ekuivalensinya pada tanggal 30 Juni 2023.

        Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari
        Objek Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan
        pertimbangan oleh manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana
        Penyertaan Saham serta untuk memenuhi POJK 42/2020 dan POJK 17/2020.

        Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam
        POJK 35/2020 serta SPI 2018.

II.C.   Definisi Nilai yang Digunakan

        Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan
        terbuka, maka dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.

        Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk
        digunakan dalam penilaian ini adalah nilai pasar, dimana berdasarkan
        POJK 35/2020, nilai pasar didefinisikan sebagai “estimasi sejumlah uang yang
        dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal
        penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat
        menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan
        secara layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar
        pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.




                                         16
Page 420
II.D.   Tanggal Efektif Penilaian

        Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal
        30 Juni 2023. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan
        penilaian serta dari data keuangan KUS yang kami terima. Data keuangan tersebut
        berupa laporan keuangan KUS untuk periode enam bulan yang berakhir pada
        tanggal 30 Juni 2023 yang menjadi dasar penilaian ini.

II.E.   Data dan Informasi yang Digunakan

        Dalam melakukan penilaian untuk memperkirakan nilai pasar Objek Penilaian,
        kami telah menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau melaksanakan
        prosedur atas data dan informasi sebagai berikut:

        1. Laporan keuangan KUS untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
           30 Juni 2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (selanjutnya
           disebut “KAP”) Suharli, Sugiharto & Rekan (selanjutnya disebut “SSR”)
           sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00335/2.1315/AU.1/03/1415-
           3/1/VII/2023 tanggal 31 Juli 2023 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian;

        2. Laporan keuangan KUS untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP SSR sebagaimana tertuang
           dalam laporannya No. 00328/2.1315/AU.1/03/1415-2/1/VII/2023 tanggal
           31 Juli 2023 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian;

        3. Laporan keuangan KUS untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP SSR sebagaimana tertuang
           dalam laporannya No. 00320/2.1315/AU.1/03/1415-1/1/VII/2023 tanggal
           31 Juli 2023 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian;

        4. Laporan keuangan      KUS    untuk   tahun   yang   berakhir   pada   tanggal
           31 Desember 2020;

        5. Laporan keuangan      KUS    untuk   tahun   yang   berakhir   pada   tanggal
           31 Desember 2019;

        6. Laporan keuangan      KUS    untuk   tahun   yang   berakhir   pada   tanggal
           31 Desember 2018;




                                         17
Page 421
7. Laporan penilaian properti KUS per 30 Juni 2023 yang disusun oleh KJPP
   Suwendho Rinaldy & Rekan (selanjutnya disebut “SRR”) sebagaimana
   tertuang dalam laporannya No. 00360/2.0059-02/PI/03/0242/1/VIII/2023
   tanggal 7 Agustus 2023;

8. Anggaran dasar KUS yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam akta
   No. 39 tanggal 16 Maret 2020 oleh Edison Jingga, S.H., M.H., terkait
   perubahan tempat kedudukan KUS;

9. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Yohanes
   Edmond Budiman dengan posisi sebagai Direktur, mengenai alasan, latar
   belakang, dan hal-hal lain yang terkait dengan Rencana Transaksi;

10. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan KUS serta pihak-pihak lain
    yang relevan untuk penugasan;

11. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik,
    antara lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website
    Bursa Efek Indonesia, dan Bloomberg;

12. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara
    lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek
    Indonesia, dan Bloomberg;

13. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik,
    antara lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website
    Bursa Efek Indonesia, dan Bloomberg;

14. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Transaksi; dan

15. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik
    dan hasil analisis lain yang kami anggap relevan.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-
informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan KUS atau yang
tersedia secara umum dan kami tidak bertanggung jawab atas kebenaran
informasi-informasi tersebut.




                                 18
Page 422
          Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari KUS. Jasa-jasa
          yang kami berikan kepada Perseroan hanya merupakan penilaian atas Objek
          Penilaian dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Pekerjaan kami
          yang berkaitan dengan penilaian tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan
          merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan
          prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak
          dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian
          internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau
          pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak
          mencoba mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya yang dilakukan
          Perseroan.

II.F.     Informasi Non-Keuangan

II.F.1.   Produk dan/atau Jasa yang Dihasilkan

          Ruang lingkup kegiatan usaha KUS adalah bergerak dalam bidang real estat yang
          dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian, penjualan, persewaan,
          dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri maupun disewa. Dengan
          demikian, produk yang dihasilkan oleh KUS adalah kavling residential.

II.F.2.   Pasar Geografis

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pasar geografis KUS meliputi wilayah
          Tangerang.

II.F.3.   Pemasok Utama dan Pelanggan Kunci

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pemasok utama KUS adalah sebagai
          berikut:

             PT Prima Maju Jaya;
             PT Permaisuri Indah Vania; dan
             PT Sirtu Alam Makmur.

          Selanjutnya, dalam menjalankan kegiatan usahanya, pelanggan kunci KUS adalah
          orang pribadi, serta perusahaan bisnis dan pengembang.




                                           19
Page 423
II.F.4.   Pesaing Usaha

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pesaing usaha KUS adalah sebagai
          berikut:

             PT Bumi Serpong Damai Tbk;
             PT Ciputra Development Tbk;
             PT Sinarmas Land Tbk;
             PT Summarecon Agung Tbk;
             PT Lippo Karawaci Group Tbk; dan
             PT Alam Sutra Realty Tbk.

II.F.5.   Strategi dan Rencana Masa Depan (Business Plan)

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, strategi dan rencana masa depan KUS
          adalah sebagai berikut:

             Memanfaatkan digital platform khususnya untuk product knowledge, sehingga
              memberikan gambaran yang terinci terkait dengan produk yang dijual serta
              dengan semua spesifikasinya dimana, hal tersebut bertujuan untuk
              memudahkan para konsumen dalam memilih produk yang tepat sebelum
              melakukan pembelian;
             Memberikan penawaran penjualan dengan berbagai promo seperti
              menawarkan program pembayaran yang menarik, memberikan diskon khusus,
              dan memberikan bonus atas penjualan;
             Melakukan survei kepuasan konsumen dan kebutuhan pasar secara berkala
              agar selalu terdepan dalam memberikan pelayanan maupun menyediakan
              produk;
             Menjalin kerjasama dengan pihak perbankan dalam rangka memberikan
              kemudahan dan kenyamanan bertransaksi bagi pelanggan serta bekerjasama
              dengan vendor terkemuka untuk menjaga mutu produk;
             Menjaga nama baik perusahaan agar nilai investasi produk selalu terjaga dan
              meningkat; dan
             Bekerjasama dengan para pelaku usaha di kawasan proyek untuk turut serta
              menggerakkan roda perekonomian negara.

II.G.     Jenis Ekuitas

          Saham yang dimiliki KUS merupakan saham biasa, dimana setiap pemegang
          saham KUS memiliki 1 hak suara per lembar saham.




                                           20
Page 424
II.H.   Kondisi Pembatas dan Asumsi-Asumsi Pokok

        Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum
        bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai
        dengan tanggal penerbitan laporan penilaian ini.

        Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode penyesuaian aset bersih
        didasarkan pada laporan keuangan KUS yang telah diaudit. Kami telah melakukan
        penyesuaian atas laporan keuangan tersebut agar dapat mencerminkan nilai
        pasarnya. Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian berdasarkan
        kinerja historis KUS dan informasi manajemen KUS terhadap laporan keuangan
        KUS tersebut. Kami juga bertanggung jawab atas laporan penilaian KUS dan
        kesimpulan nilai akhir.

        Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi
        dan kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal
        penilaian sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi
        perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi
        yang digunakan dalam penilaian. Kami tidak bertanggung jawab untuk
        menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan (update) pendapat kami
        karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta peristiwa-peristiwa yang
        terjadi setelah tanggal laporan ini.

        Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
        keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan
        informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan KUS atau
        yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan
        tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung jawab untuk melakukan
        pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut. Kami juga
        bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan dan KUS bahwa mereka
        tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang
        diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

        Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
        sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi
        tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami
        tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun
        segala kehilangan, kerusakan, biaya, ataupun pengeluaran apapun yang
        disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi sehingga data yang kami peroleh
        menjadi tidak lengkap dan/atau dapat disalahartikan.




                                        21
Page 425
        Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi
        yang mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar
        akan mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa
        perubahan terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil
        penilaian dan bahwa perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi
        dari laporan penilaian ini telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara
        yang profesional, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan
        terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya analisis
        tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan
        analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai
        dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer opinion
        dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
        bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan dan KUS.

        Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan
        dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit,
        atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan
        tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam
        pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan,
        atau pelanggaran hukum. Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas
        status hukum KUS berdasarkan anggaran dasar KUS.

II.I.   Tingkat Kedalaman Investigasi

        Dalam menyusun laporan penilaian Objek Penilaian, KR diberikan kesempatan
        untuk melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan laporan penilaian
        Objek Penilaian.




                                          22
Page 426
II.J.   Distribusi Laporan Penilaian

        Penilaian ini hanya ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam
        kaitannya dengan Rencana Penyertaan Saham serta tidak dapat digunakan atau
        dikutip untuk tujuan lain tanpa adanya izin tertulis dari KR dan/atau tidak untuk
        digunakan oleh pihak lain.

        Penilaian ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
        umum bisnis dan keuangan, serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak
        bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami
        karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Walaupun
        demikian, kami memiliki hak untuk, jika diperlukan, mengubah atau melengkapi
        hasil dari laporan ini jika terdapat tambahan informasi yang relevan setelah tanggal
        laporan ini yang kami anggap dapat berpengaruh secara signifikan terhadap hasil
        penilaian kami. Laporan penilaian ini hanya dipersiapkan untuk dapat
        dipergunakan sesuai dengan tujuan yang telah disebutkan di atas dan tidak dapat
        dipergunakan untuk tujuan lainnya.

        Pendapat yang kami sampaikan di sini harus dipandang sebagai satu kesatuan
        bersama dengan laporan lengkap yang telah kami siapkan. Penggunaan sebagian
        analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan
        analisis dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan.

II.K.   Jenis Laporan

        Jenis laporan penilaian 100,00% saham PT Karunia Utama Selaras ini merupakan
        laporan terinci.

II.L.   Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events)

        Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal
        penilaian, yaitu tanggal 30 Juni 2023, sampai dengan tanggal diterbitkannya
        laporan penilaian 100,00% saham PT Karunia Utama Selaras tidak terdapat
        kejadian penting setelah tanggal penilaian (subsequent events) yang secara
        signifikan dapat mempengaruhi penilaian nilai pasar Objek Penilaian.




                                          23
Page 427
III.     PENJELASAN SINGKAT MENGENAI OBJEK PENILAIAN

III.A.   Latar Belakang PT Karunia Utama Selaras

         KUS didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 27 dari Notaris Edison Jingga, S.H.,
         M.H., tanggal 3 Oktober 2014 dan disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik
         Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-29385.40.10.2014 tanggal
         14 Oktober 2014.

         Anggaran Dasar KUS telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan
         terakhir diaktakan dalam Akta Notaris No. 39 tanggal 16 Maret 2020 yang dibuat
         oleh Notaris Edison Jingga, S.H., M.H., tentang perubahan tempat kedudukan
         KUS. Perubahan ini telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak
         Asasi      Manusia     Republik    Indonesia     dalam    Surat     Keputusan
         No. AHU-0024729.AH.01.02.Tahun 2020 tanggal 20 Maret 2020.

         KUS berkedudukan di Tangerang dan berkantor di Jalan Inspeksi PIK 2 Terusan
         Jalan Perancis No. 5, Tangerang, Banten.

III.B.   Kegiatan Usaha

         Ruang lingkup kegiatan usaha KUS adalah bergerak dalam bidang real estat yang
         dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian, penjualan, persewaan,
         dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri maupun disewa.

III.C.   Manajemen

         Susunan Dewan Komisaris dan Direksi KUS pada tanggal 30 Juni 2023 adalah
         sebagai berikut:

         Dewan Komisaris
         Komisaris Utama                      :   Kho Cing Siong
         Komisaris                            :   Freddy Numberi

         Direksi
         Direktur Utama                       :   Nono Sampono
         Direktur                             :   Yohanes Edmond Budiman
         Direktur                             :   Surya Pranoto Budiharjo
         Direktur                             :   Belly Djaliel




                                         24
Page 428
III.D.   Kepemilikan Saham

         Susunan pemegang saham KUS berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
         30 Juni 2023 adalah sebagai berikut:

         Tabel 2
         PT Karunia Utama Selaras
         Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham

                                                                                                                  (Dalam Rupiah)
                                                                                      Persentase
                            Pemegang Saham                 Jumlah Saham                                       Jumlah Modal
                                                                                     Kepemilikan
         PT Agung Sedayu                                                    300                   50,00%             300.000.000
         PT Tunas Mekar Jaya                                                300                   50,00%             300.000.000
         Jumlah                                                             600                 100,00%              600.000.000



III.E.   Data Keuangan Historis

          Laporan keuangan KUS untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
         30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
         31 Desember 2022 dan 2021 telah diaudit oleh KAP SSR masing-masing dengan
         pendapat wajar tanpa pengecualian. Laporan keuangan KUS untuk tahun yang
         berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020, 2019, dan 2018.

         Ikhtisar data keuangan penting KUS adalah sebagai berikut:
         Tabel 3
         PT Karunia Utama Selaras
         Laporan Posisi Keuangan
         Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 - 2022

                                                                                                                (Dalam jutaan Rupiah)

                                 Keterangan             30/06/23     31/12/22     31/12/21     31/12/20*    31/12/19*    31/12/18*

         ASET
         ASET LANCAR
         Kas dan setara kas                                 6.042       16.760        1.573         3.447        1.181         1.095
         Piutang lain-lain                                323.127      326.647      335.901       392.794      463.873       626.671
         Uang muka                                            685        1.080            -             -            -        41.335
         Pajak dibayar di muka                            103.659       99.071       89.417        83.787       76.690           972
         Jumlah Aset Lancar                               433.513      443.558      426.890       480.028      541.744       670.073
         ASET TIDAK LANCAR
         Persediaan                                      1.238.336    1.173.098    1.043.508      949.366      818.795       435.600
         Jumlah Aset Tidak Lancar                        1.238.336    1.173.098    1.043.508      949.366      818.795       435.600
         JUMLAH ASET                                     1.671.850    1.616.657    1.470.398    1.429.394    1.360.539     1.105.673

         *) Tidak Diaudit




                                                        25
Page 429
                                                                                                                                   (Dalam jutaan Rupiah)

                        Keterangan                            30/06/23        31/12/22        31/12/21        31/12/20*       31/12/19*       31/12/18*

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                                       20.902          20.991           5.199              52               36              -
Utang lain-lain                                                1.632.677       1.589.500       1.450.131       1.426.271        1.359.558      1.104.786
Biaya masih harus dibayar                                         17.737           4.384          13.662           2.013                -             16
Utang pajak                                                          100           1.085             695             355              372            256
Bagian jangka pendek dari liabilitas jangka panjang:
  Liabilitas imbalan kerja                                               8               7               -                -               -               -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                1.671.425       1.615.967       1.469.688       1.428.690        1.359.966      1.105.057
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian jangka
  pendek:
  Liabilitas imbalan kerja                                           30              26                  -                -               -               -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                     30              26                  -                -               -               -
JUMLAH LIABILITAS                                              1.671.454       1.615.994       1.469.688       1.428.690        1.359.966      1.105.057
EKUITAS
Modal saham                                                          600            600             600             600              600            600
Saldo laba                                                          (205)            63             110             104              (27)            16
JUMLAH EKUITAS                                                      395             663             710             704              573            616
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                  1.671.850       1.616.657       1.470.398       1.429.394        1.360.539      1.105.673

*) Tidak Diaudit


Tabel 4
PT Karunia Utama Selaras
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2018 - 2022

                                                                                                                                   (Dalam jutaan Rupiah)
                                                               30/06/23        31/12/22        31/12/21       31/12/20*       31/12/19*     31/12/18*
                        Keterangan
                                                              (6 Bulan)       (1 Tahun)       (1 Tahun)       (1 Tahun)       (1 Tahun)     (1 Tahun)
Pendapatan                                                                -               -               -               -               -               -
Beban pokok pendapatan                                                    -               -               -               -               -               -
Laba kotor                                                             -               -              -                -                -              -
Beban umum dan administrasi                                         (397)           (260)            (5)             (18)            (121)            (7)
Penghasilan keuangan                                                 132              96             15               46               29             18
Beban keuangan                                                        (3)             (4)            (3)              (2)              (1)            (1)
Laba usaha                                                          (267)           (168)                6            26              (93)            11
Penghasilan lain-lain                                                  -             120                 -           105               50              -
Laba (rugi) sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan               (267)            (48)                6           131              (43)            11
Manfaat (beban) pajak penghasilan                                      -               -                 -             -                -              -
Laba (rugi) periode/tahun berjalan                                  (267)            (48)                6           131              (43)            11
Pendapatan komprehensif lainnya                                        -               0                 -             -                -              -
Laba (rugi) komprehensif periode/tahun berjalan                     (267)            (48)                6           131              (43)            11

*) Tidak Diaudit




                                                              26
Page 430
IV.       KONDISI DAN TINJAUAN EKONOMI

IV.A.     Tinjauan Ekonomi Dunia

          Ketidakpastian perekonomian di dunia kembali meningkat dengan kecenderungan
          risiko pertumbuhan yang melambat dan kebijakan suku bunga moneter di negara
          maju yang lebih tinggi. Berdasarkan laporan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia
          (BI) yang berjudul Tinjauan Kebijakan Moneter Juni 2023, pertumbuhan ekonomi
          di dunia diproyeksikan tumbuh sebesar 2,70% year over year (yoy) dengan risiko
          perlambatan terutama di Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok. Sementara itu, di
          Tiongkok pertumbuhan ekonomi juga tidak sekuat prakiraan, sehingga mendorong
          pelonggaran kebijakan moneter. Pemulihan ekonomi di negara berkembang
          seperti di India tetap menguat disebabkan oleh kenaikan permintaan domestik dan
          ekspor jasa. Kondisi tersebut mendorong nilai tukar USD cenderung melemah
          terhadap mata uang di negara-negara maju namun menguat untuk mata uang
          pada negara-negara berkembang.

IV.A.1.   Produk Domestik Bruto
          Tabel 5
          Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Dunia

                                                                                                                     (Dalam %)
                                                                   Aktual                               Proyeksi
                         Keterangan
                                                    2019       2020      2021      2022       2023        2024        2025
          Dunia                                       2,80       (2,80)    6,30      3,40       2,60        2,70          3,20
          Negara Maju
           Amerika Serikat                             2,30      (2,80)    5,90       2,10      1,30        0,70          1,90
           Hong Kong                                  (1,70)     (6,50)    6,40      (3,50)     4,80        3,00          2,90
           Inggris                                     1,60     (11,00)    8,50       4,30      0,20        0,60          1,50
           Jepang                                     (0,40)     (4,30)    2,30       1,10      1,30        1,00          1,00
           Kanada                                      1,90      (5,10)    5,20       3,50      1,30        0,70          2,00
           Kawasan Eropa                               1,60      (6,00)    5,30       3,30      0,50        1,00          1,60
           Singapura                                   0,90      (4,10)    9,10       3,70      1,40        2,60          2,70
           Taiwan                                      3,10       3,40     6,50       2,40      1,00        3,00          2,50
           Korea Selatan                               2,20      (0,70)    4,30       2,60      1,20        2,20          2,50
          Negara Berkembang
           Argentina                                  (2,00)     (9,90)   10,70      5,00       (2,2)       (0,30)        2,00
           India                                       6,50       3,90    (5,80)     9,10        N/A         6,10         6,40
           Indonesia                                   5,00      (2,00)    3,70      5,30       5,00         5,00         5,20
           Kolombia                                    3,30      (6,80)   11,00      7,50       1,50         2,00         2,80
           Malaysia                                    4,30      (5,60)    3,10      8,70       4,20         4,50         4,50
           Meksiko                                    (0,20)     (8,00)    4,70      3,10       2,20         1,50         2,00
           Mesir                                       5,50       3,50     3,30      6,60       3,90         4,20         4,50
           Tiongkok                                    6,00       2,20     8,40      3,00       5,40         4,80         4,70

          Sumber: Bloomberg


          Salah satu indikator pertumbuhan ekonomi adalah Produk Domestik Bruto (PDB).
          Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada tahun 2023, PDB di dunia
          mengalami penurunan sebesar 0,80% secara keseluruhan. Penurunan PDB
          terbesar berasal dari kelompok negara maju yaitu Hong Kong, Inggris, Singapura,
          dan Taiwan masing-masing dengan persentase sebesar 9,90%, 4,20%, 5,40%,
          dan 4,10% serta dari kelompok negara berkembang yaitu Argentina, Kolombia,
          dan Tiongkok dengan persentase masing-masing sebesar 5,70%, 3,50%, dan
          5,40%. Namun demikian, PDB di negara-negara berkembang seperti India,
          Indonesia, Malaysia, dan Mesir mengalami pertumbuhan dengan persentase
          masing-masing sebesar 14,90%, 1,60%, 5,60%, dan 3,30%.



                                                        27
Page 431
IV.A.2.   Inflasi

          Inflasi merupakan salah satu indikator pertumbuhan ekonomi yang juga
          memegang peranan penting dalam menentukan perekonomian suatu negara.
          Tingkat inflasi mewakili mekanisme pasar di suatu negara yang mendorong
          kenaikan harga yang luas dan berkelanjutan.

          Dalam beberapa tahun terakhir, inflasi negara-negara di dunia mengalami
          fluktuasi. Secara keseluruhan, inflasi dunia pada tahun 2023 diproyeksikan
          mengalami penurunan sebesar 2,80% dibandingkan dengan tahun 2022. Tekanan
          inflasi di Amerika Serikat masih tinggi terutama disebabkan kelonggaran pasar
          tenaga kerja maupun tekanan stabilitas sistem keuangan yang mereda sehingga
          mendorong kemungkinan kenaikan federal funds rate ke depan.
          Tabel 6
          Pertumbuhan Inflasi

                                                                                                   (Dalam %)
                                                      Aktual                            Proyeksi
                         Keterangan
                                        2019      2020      2021      2022     2023       2024      2025
          Dunia                            3,50     3,20      4,70      8,70     5,90       4,00       3,60
          Negara Maju
           Amerika Serikat                 1,80      1,20     4,70      8,00     4,10       2,60       2,40
           Hong Kong                       2,90      0,30     1,60      1,90     2,40       2,30       2,30
           Inggris                         1,80      0,90     2,60      9,10     7,50       3,00       2,00
           Jepang                          0,50      0,00    (0,30)     2,50     2,90       1,70       1,40
           Kanada                          1,90      0,70     3,40      6,80     3,70       2,30       2,10
           Kawasan Eropa                   1,20      0,30     2,60      8,40     5,40       2,50       2,10
           Singapura                       0,60     (0,20)    2,30      6,10     4,90       3,00       1,80
           Taiwan                          0,60     (0,20)    2,00      3,00     2,10       1,50       1,80
           Korea Selatan                   0,40      0,50     2,50      5,10     3,30       2,10       2,10
          Negara Berkembang
           Argentina                      53,60    42,70     48,10     70,70   119,70     101,00      60,00
           India                           3,70     6,60      5,10      6,70      N/A       5,00       4,90
           Indonesia                       2,80     2,00      1,60      4,20     3,90       3,10       3,10
           Kolombia                        3,50     2,50      3,50     10,20    11,70       5,40       4,10
           Malaysia                        0,70    (1,10)     2,50      3,40     3,00       2,50       2,30
           Meksiko                         3,60     3,40      5,70      7,90     5,60       4,00       3,80
           Mesir                          13,90     5,70      4,50      8,50    26,90      18,00      12,50
           Tiongkok                        2,90     2,50      0,90      2,00     1,10       2,20       2,00


          Sumber: Bloomberg


          Pada tahun 2023, inflasi dunia tercatat sebesar 5,90%. Inflasi di dunia pada tahun
          2024 diperkirakan mengalami penurunan sebesar 1,90% menjadi 4,00% di tahun
          2024 dibandingkan pada tahun sebelumnya. Adanya tren penurunan tersebut
          dipicu oleh penurunan inflasi pada negara-negara maju dan negara-negara
          berkembang.

          Pada negara-negara maju, penurunan inflasi terbesar pada tahun 2023
          diperkirakan terjadi di AS, Inggris, Kanada, dan Kawasan Eropa masing-masing
          sebesar 3,90%, 1,60%, 3,10%, dan 3,00%. Sedangkan di negara-negara
          berkembang, penurunan inflasi terbesar diperkirakan terjadi di Malaysia dan
          Meksiko masing-masing sebesar 0,40% dan 2,30%. Namun demikian, kenaikan
          inflasi diperkirakan akan terjadi di Argentina dan Mesir pada tahun 2023 dengan
          peningkatan masing-masing sebesar 49,00% dan 18,40%.




                                            28
Page 432
IV.A.3.   Suku Bunga

          Pada tahun 2023, negara dengan suku bunga tertinggi adalah Argentina dengan
          presentase yang mencapai 113,40%, kemudian diikuti oleh negara Kolombia dan
          Meksiko masing-masing sebesar 12,15% dan 10,90%.
          Tabel 7
          Pertumbuhan Suku Bunga Bank Sentral

                                                                                                           (Dalam %)
                                                               Aktual                           Proyeksi
                         Keterangan
                                                2019       2020      2021     2022     2023       2024      2025
          Negara Maju
           Amerika Serikat                         1,75      0,25      0,25     4,50     5,40       3,85       3,10
           Hong Kong                               2,49      0,50      0,50     4,75      N/A        N/A        N/A
           Inggris                                 0,75      0,10      0,25     3,50     5,65       4,65       3,40
           Jepang                                 (0,10)     0,00      0,00     0,00     0,00       0,00       0,00
           Kanada                                  1,75      0,25      0,25     4,25     5,00       3,50        N/A
           Kawasan Eropa                           0,00      0,00      0,00     2,50     4,35       3,60       3,05
           Taiwan                                  1,38      1,13      1,13     1,75     1,85       1,70        N/A
           Korea Selatan                           1,25      0,50      1,00     3,25     3,40       2,45       2,35
          Negara Berkembang
           Argentina                               N/A        N/A       N/A      N/A   113,40      70,00      49,80
           India                                  5,15       4,00      4,00     6,25     6,40       5,75        N/A
           Indonesia                              5,00       3,75      3,50     5,50     5,55       4,80        N/A
           Kolombia                               4,25       1,75      3,00    12,00    12,15       6,95       5,20
           Malaysia                               3,00       1,75      1,75     2,72     3,10       2,90        N/A
           Meksiko                                7,28       4,40      5,43    10,55    10,90       7,80       6,60
           Mesir                                 12,25       8,25      8,25    16,25      N/A        N/A        N/A
           Tiongkok                               4,15       3,85      3,80     3,65     4,30        N/A        N/A

          Sumber: Bloomberg


          Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, suku bunga bank sentral pada
          tahun 2023 diperkirakan mengalami kenaikan dibandingkan dengan suku bunga
          pada tahun 2022. Negara maju yang diperkirakan mengalami kenaikan suku
          bunga bank sentral terbesar pada tahun adalah Kawasan Eropa dan Korea
          Selatan masing-masing sebesar 1,85% dan 1,65%. Sementara itu, negara
          berkembang yang diperkirakan mengalami kenaikan suku bunga tertinggi pada
          tahun 2023 yaitu Malaysia, Meksiko, dan Tiongkok masing-masing sebesar 0,38%,
          0,35%, dan 0,65%.

IV.B.     Tinjauan Ekonomi Indonesia

          Perekonomian Indonesia diperkirakan berpotensi lebih tinggi dibandingkan
          tahun-tahun sebelumnya yang didorong oleh adanya kenaikan ekspor serta
          permintaan domestik yang terus menunjukkan kinerja positif khususnya konsumsi
          swasta. BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2023 mencapai
          4,50% hingga 5,30%. Perbaikan ekonomi Indonesia tersebut dipicu oleh keyakinan
          konsumen yang meningkat dan penjualan eceran yang tumbuh positif.




                                                    29
Page 433
IV.C.   Proyeksi Ekonomi Indonesia

        Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada tahun yang berjalan pada
        triwulan II/2023 diprakirakan surplus didukung oleh berlanjutnya surplus neraca
        perdagangan yang mencatat sebesar USD 4,40 miliar di Mei 2023. Sementara itu,
        aliran masuk modal asing dalam bentuk portofolio pada triwulan II 2023 sampai
        dengan 20 Juni 2023 masih mencatat net inflows sebesar USD 0,13 miliar,
        meskipun pada Juni 2023 tercatat outflows sebesar USD 0,87 miliar akibat
        peningkatan ketidakpastian pasar keuangan global. Posisi cadangan devisa
        Indonesia akhir Mei 2023 tetap tinggi tercatat sebesar USD 139,30 miliar, setara
        dengan pembiayaan 6,10 bulan impor atau 6,00 bulan impor dan pembayaran
        utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan
        internasional sekitar 3,00 bulan impor. Perkembangan NPI yang positif
        diprakirakan berlanjut didukung transaksi berjalan yang diprakirakan terjaga sehat
        dalam kisaran surplus 0,40% sampai dengan defisit 0,40% dari PDB. Selain itu,
        neraca transaksi modal dan finansial diprakirakan juga mencatat surplus, ditopang
        oleh aliran masuk modal asing, baik dalam bentuk penanaman modal asing
        maupun investasi portofolio, sejalan persepsi positif investor terhadap prospek
        perekonomian nasional.

IV.D.   Tingkat Suku Bunga

        Suku bunga perbankan masih kondusif dalam rangka mendukung pemulihan
        ekonomi. Per Mei 2023, suku bunga deposito dan suku bunga kredit tercatat
        masing-masing adalah sebesar 4,13% dan 9,37%. Selanjutnya, per 21 Juni 2023
        suku bunga pada pasar uang yang tercatat adalah sebesar 5,62%.

        Grafik 1
        Perkembangan Suku Bunga BI

         6,00%                                                5,50%     5,55%

                                                                                 4,80%
         5,00%              5,00%

         4,00%                         3,75%
                                                    3,50%
         3,00%

         2,00%

         1,00%

         0,00%
                     2019           2020        2021        2022      2023*     2024*
        * Proyeksi
        Sumber: Bloomberg




                                               30
Page 434
        Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, suku bunga BI pada akhir tahun
        2022 mencapai 5,50%, mengalami kenaikan sebesar 2,00% dibandingkan dengan
        tahun 2021. Pada tahun 2023, suku bunga BI diperkirakan sebesar 5,55% atau
        mengalami kenaikan sebesar 0,0 5% dibandingkan dengan tahun 2022.

IV.E.   Inflasi

        Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan Mei 2023 tercatat sebesar 4,00% (yoy)
        atau berada di batas atas sasaran 3,0±1%. Penurunan inflasi terjadi di semua
        kelompok. Inflasi Mei 2023 tercatat 2,66% (yoy), lebih rendah dibandingkan
        dengan inflasi pada bulan sebelumnya sebesar 2,83% (yoy). Inflasi diperkirakan
        terkendali dalam kisaran angka 3,0±1% pada tahun 2023.

        Grafik 2
        Perkembangan Inflasi Berdasarkan Indeks Harga Konsumen di Indonesia

                                                4,20%    3,90%
         4,50%
         4,00%
         3,50%                                                      3,10%
                     2,80%
         3,00%
                                                                              3,10%
         2,50%
                                      1,60%
         2,00%
         1,50%               2,00%
         1,00%
         0,50%
         0,00%
                     2019    2020     2021     2022      2023*    2024*     2025*

        * Proyeksi
        Sumber: Bloomberg


        Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, inflasi pada tahun 2022
        mencapai sebesar 4,20%, mengalami kenaikan sebesar 2,60% dibandingkan
        dengan tahun 2021. Pada tahun 2023, tingkat inflasi diperkirakan sebesar 3,90%
        atau mengalami penurunan sebesar 0,30% dibandingkan tahun 2022.




                                        31
Page 435
        Tabel 8
        Kontributor Inflasi Terbesar
        Berdasarkan Provinsi

                                             (Dalam %)

        No.          Keterangan              Inflasi

          1   Maluku Utara                        5,70
          2   Maluku                              5,10
          3   Jawa Timur                          5,00
          4   Sulawesi Tenggara                   4,80
          5   DI Yogyakarta                       4,70
          6   Kalimantan Selatan                  4,70
          7   Sulawesi Selatan                    4,60
          8   Lampung                             4,30
          9   Jawa Barat                          4,30
         10   Kalimantan Tengah                   4,20
         11   Nusa Tenggara Timur                 4,20
         12   Sumatera Barat                      4,20

         Sumber: Tinjauan Kebijakan Moneter, Bank Indonesia


        Berdasarkan Tinjauan Kebijakan Moneter yang dikeluarkan oleh BI per Juni 2023,
        kontributor inflasi terbesar berada di daerah Maluku Utara, Maluku, Jawa Timur,
        Sulawesi Tenggara, DI Yogyakarta, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan,
        Lampung, dan Jawa Barat masing-masing sebesar 5,70%, 5,10%, 5,00%, 4,80%,
        4,70%, 4,70%, 4,60%, 4,30%, dan 4,30%.

IV.F.   Nilai Tukar Rupiah

        Ketidakpastian pasar keuangan di dunia menyebabkan nilai tukar Rupiah pada
        Juni 2023 melemah sebesar 0,56% dibandingkan dengan rata-rata kurs Mei 2023.
        Nilai tukar Rupiah pada Bulan Juni 2023 mengalami penguatan sebesar 4,17%
        dibandingkan akhir tahun 2022. Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan
        stabilisasi nilai tukar Rupiah khususnya melalui triple intervention dan twist
        operation untuk mengendalikan inflasi barang impor (imported inflation) dan
        memitigasi risiko rambatan ketidakpastian pasar keuangan di dunia.




                                                   32
Page 436
Grafik 3
Perkembangan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Mata Uang Asing

   20.000

   18.000

   16.000

   14.000

   12.000

   10.000

    8.000      Q3/2023*   Q4/2023*   Q1/2024*   Q2/2023*   2024*    2025*    2026*
         EUR    16.445     16.576     16.430     16.498    16.733   16.863   17.690
         SGD    11.157     11.128     11.198     11.145    11.192   11.231   11.731
         USD    14.950     14.800     14.670     14.600    14.550   14.600   15.250



* Proyeksi
Sumber: Bloomberg


Proyeksi nilai tukar Rupiah terhadap Euro pada Q3/2023 – 2026 secara
berturut-turut diperkirakan sebesar Rp 16.445, Rp 16.576, Rp 16.430, Rp 16.498,
Rp 16.733, Rp 16.863, dan Rp 17.690.

Proyeksi nilai tukar Rupiah terhadap SGD pada Q3/2023 – 2026 secara
berturut-turut diperkirakan sebesar Rp 11.157, Rp 11.128, Rp 11.198, Rp 11.145,
Rp 11.192, Rp 11.231, dan Rp 11.731.

Proyeksi nilai tukar Rupiah terhadap USD pada Q3/2023 – 2026 secara
berturut-turut diperkirakan sebesar Rp 14.950, Rp 14.800, Rp 14.670, Rp 14.600,
Rp 14.550, Rp 14.600, dan Rp 15.250.




                                       33
Page 437
V.     TINJAUAN INDUSTRI PROPERTI

V.A.   Tinjauan Industri Properti di Dunia

       Industri properti merupakan salah satu industri terbesar di dunia. Hal ini terlihat
       dari harga properti yang mengalami peningkatan pada setiap tahunnya.
       Sektor-sektor penting dalam industri properti antara lain meliputi sektor
       perumahan/real estate, apartemen, perkantoran, pusat perbelanjaan, perhotelan,
       serta kawasan industri.

       Berdasarkan data yang diperoleh dari Knight Frank dalam laporannya yang
       berjudul Global House Price Index Q1/2023, AS menempati posisi ke – 39 dengan
       persentase kenaikan harga rumah sebesar 0,70% selama setahun terakhir,
       sedangkan selama enam bulan terakhir mengalami penurunan sebesar 1,10%,
       dan kenaikan sebesar 1,00% selama tiga bulan terakhir pada Q1/2023.
       Peningkatan harga ini terutama disebabkan oleh pasokan rumah yang terbatas
       yang menopang pertumbuhan harga meskipun di tengah ketersediaan pasokan
       yang menurun.

       Tabel 9
       Perubahan Investasi Real Estat Komersial Berdasarkan Wilayah
       Q1/2023


               Bagian Wilayah             Perubahan

       Asia Pasifik                          -30,00%
       Eropa, Timur Tengah dan Afrika        -58,00%
       Amerika                               -61,00%

       Sumber: Jones Lang LaSalle (JLL)


       Selanjutnya, berdasarkan data yang diperoleh dari JLL, aktivitas merger dan
       akuisisi real estat di dunia pada Q1/2023 terlihat terbatas dan situasional, dengan
       transaksi strategis tertentu yang terjadi dalam skala lebih kecil di dunia.
       Investasi real estat komersial di dunia pada Q1/2023 mengalami penurunan paling
       tinggi di Amerika serta Eropa, Timur Tengah, dan Afrika masing-masing sebesar
       61,00% dan 58,00% dibandingkan dengan Q1/2022. Penurunan ini disebabkan
       oleh tingginya inflasi yang masih terjadi, suku bunga yang mengalami kenaikan,
       dan tingkat pengangguran yang meningkat sementara kesulitan di sektor
       perbankan turut menambah volatilitas.




                                                 34
Page 438
Grafik 4
Penjualan Rumah di AS
Januari – Juni 2023
(Dalam jutaan Unit)

                                 4,55
   4,60
   4,50                                          4,43
   4,40                                                        4,29   4,30
   4,30
                                                                             4,16
   4,20
   4,10          4,00
   4,00
   3,90
   3,80
   3,70
                 Jan             Feb             Mar           Apr    Mei    Jun

Sumber: Trading Economics


Selanjutnya, berdasarkan data yang diperoleh dari Trading Economics, penjualan
rumah di AS pada bulan Juni 2023 mengalami penurunan sebesar 3,26%
dibandingkan dengan penjualan rumah AS bulan Mei 2023. Penjualan rumah Juni
2023 merupakan yang terendah selama lima bulan terakhir, sementara proyeksi
penjualan bulan Juni 2023 adalah sebesar 4,20 juta unit rumah. Penurunan
penjualan rumah terjadi pada Amerika Selatan dan Barat masing-masing
mengalami penurunan sebesar 5,40% dan 5,10%.

Tabel 10
Proyeksi Harga Rumah di AS berdasarkan Kota pada Tahun 2030

                                              (Dalam jutaan USD)

      Kota              Negara Bagian                Harga

San Fransisco          California                            2,61
San Jose               California                            2,25
Oakland                California                            1,71
Seattle                Washington                            1,54
Los Angeles            California                            1,38
San Diego              California                            1,15
Boston                 Massachusetts                         1,13
Long Beach             California                            1,07
New York               New York                              0,96
Washington             District of Columbia                  0,96

Sumber: RenoFi




                                               35
Page 439
         Menurut data yang dibuat oleh RenoFi, harga rata-rata rumah di AS pada tahun
         2030 diproyeksikan sebesar USD 383,00 ribu mengingat harga rumah di AS telah
         mengalami kenaikan sebesar 48,55%. Selain itu, enam dari sepuluh kota termahal
         di AS terletak pada negara bagian California, dimana San Fransisco dan San Jose
         diproyeksikan memiliki harga rumah termahal pada tahun 2030 masing-masing
         senilai USD 2,61 juta dan USD 2,25 juta. Peningkatan proyeksi harga rumah di AS
         terutama didorong oleh dampak pandemi Covid-19 dimana mayoritas penghuni di
         AS telah menghabiskan sebagian besar waktu di rumah dan melakukan renovasi
         pada propertinya, selain itu, fakfor dimana beberapa orang tidak perlu tinggal dekat
         dengan tempat kerjanya dan pindah ke pinggiran kota juga turut mendukung
         peningkatan harga rumah.

         Faktor-faktor seperti peningkatan harga rumah di dunia dari tahun ke tahun,
         kecenderungan penghuni yang menginginkan untuk menata huniannya sesuai
         dengan keinginannya, dan kebutuhan untuk bekerja dari rumah merupakan faktor
         pendorong bagi industri properti di masa yang akan datang. Peningkatan nilai
         properti pada kota-kota pusat bisnis di seluruh dunia turut berperan bagi
         peningkatan industri properti global, sehingga industri properti global diharapkan
         terus bertumbuh positif dalam jangka waktu yang sangat lama di masa mendatang.

V.B.     Tinjauan Industri Properti di Indonesia

         Industri properti di Indonesia merupakan salah satu sektor industri yang
         memberikan kontribusi signifikan bagi pertumbuhan ekonomi, hal ini disebabkan
         industri properti saling terkait dengan industri-industri lainnya, misalnya industri
         bahan baku bangunan, konstruksi, logistik, bidang jasa, maupun industri keuangan
         serta perbankan dalam Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Pertumbuhan industri
         properti yang tinggi berdampak terhadap pendapatan domestik bruto nasional
         serta ketersediaan lapangan pekerjaan.

V.B.1.   Perkembangan Permintaan Properti Komersial

         Tabel 11
         Pertumbuhan Triwulan Indeks Permintaan Properti Komersial
         Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek), Banten, Bandung, dan Makassar
         Triwulan I/2022 - Triwulan I/2023

                                                                                                            (Dalam %)
                                                                          2022                              2023
                     Keterangan
                                                     I            II             III            IV            I

         Sewa:
           Perkantoran                                   (0,06)         0,09           0,21       0,88          0,99
           Ritel                                          0,24          0,20           0,59       0,15          0,40
           Apartemen                                     (1,40)         4,91           4,77      10,64          4,51
         Jual:
           Perkantoran                                   (0,06)          0,21          0,17          1,13       0,10
           Ritel                                          0,00          0,00           0,00          0,00       0,00
         Hotel                                           (8,80)        27,15        6,59         20,15        (13,35)
         Lahan Industri                                   0,51          0,64        0,07          0,04          0,04
         Convention hall                                 (3,44)        74,68       17,11         37,44         10,02
         Warehouse complex                                0,02          0,11        0,05          0,12          0,05

         Sumber: Perkembangan Properti Komersial (PPKOM) Triwulan I-2023, Bank Indonesia (BI)




                                                    36
Page 440
         Berdasarkan data yang diperoleh dari BI dalam laporan yang berjudul PPKOM
         triwulan I/2023, indeks permintaan properti komersial untuk kategori sewa
         menunjukkan penurunan sebesar 10,66% dibandingkan dengan triwulan
         sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh perlambatan permintaan pada mayoritas
         segmen sewa terutama segmen hotel yang mengalami penurunan di seluruh kota
         cakupan survei. Begitu juga dengan indeks permintaan properti komersial untuk
         kategori jual yang menunjukkan penurunan sebesar 0,10%. Kondisi tersebut
         disebabkan oleh adanya stagnasi permintaan pada segmen perkantoran jual di
         Semarang, Jakarta, dan Surabaya karena rendahnya minat investor. Selain itu,
         permintaan pada segmen warehouse complex juga mengalami penurunan
         terutama di wilayah Bogor, Depok, dan Bekasi.

V.B.2.   Perkembangan Pasokan Properti Komersial

         Tabel 12
         Pertumbuhan Triwulan Indeks Pasokan Properti Komersial
         Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek), Banten, Bandung, dan Makassar
         Triwulan I/2022 - Triwulan I/2023

                                                                                                              (Dalam %)
                                                                          2022                                 2023
                     Keterangan
                                                     I            II             III            IV               I
         Sewa:
           Perkantoran                                   (0,05)         0,37           0,44          0,68          0,84
           Ritel                                          0,54          0,06           0,44          0,10          0,57
           Apartemen                                     (0,37)        (0,33)          0,68          0,10          0,41
         Jual:
           Perkantoran                                   (0,02)        0,03            0,00          1,05         (0,01)
           Ritel                                          0,00         0,00            0,00          0,00          0,00
         Hotel                                           (0,04)        (0,06)           0,86         (1,03)        0,21
         Lahan Industri                                   0,34          1,32           (0,01)         0,20        (0,01)
         Convention hall                                 (1,04)        (0,29)          (0,25)         0,78        (0,06)
         Warehouse complex                                0,01          0,02            0,13          0,00         0,00

         Sumber: Perkembangan Properti Komersial (PPKOM) Triwulan I-2023, Bank Indonesia (BI)


         Selanjutnya, untuk kategori pasokan properti komersial menunjukkan peningkatan
         dibandingkan dengan triwulan sebelumnya dimana hal tersebut tercermin dari
         jumlah pertumbuhan indeks pasokan properti komersial untuk kategori sewa yang
         tercatat adalah sebesar 0,68%. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh
         adanya peningkatan pada mayoritas segmen kecuali segmen convention hall.




                                                     37
Page 441
V.B.3.   Perkembangan Harga Properti Komersial

         Tabel 13
         Pertumbuhan Triwulan Indeks Harga Properti Komersial
         Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek), Banten, Bandung, dan Makassar
         Triwulan I/2022 - Triwulan I/2023

                                                                                                              (Dalam %)
                                                                          2022                                2023
                     Keterangan
                                                     I            II             III            IV              I
         Sewa:
           Perkantoran                                   0,55          (0,83)          (0,69)        (0,97)       0,01
           Ritel                                         0,00          (0,18)          (0,28)         0,07        0,40
           Apartemen                                     0,35           0,61            1,50          3,40       (0,38)
         Jual:
           Perkantoran                                   0,16           0,14           (0,23)        (0,42)      (0,15)
           Ritel                                         0,01           0,00            0,00          0,00        0,00
         Hotel                                           1,66          20,92           2,89      10,69           (8,43)
         Lahan Industri                                  0,04           0,23           0,08       0,19            0,03
         Convention hall                                 4,82           3,16           1,88      (3,05)          (0,39)
         Warehouse complex                               0,17           0,00           0,00       0,00            0,00

         Sumber: Perkembangan Properti Komersial (PPKOM) Triwulan I-2023, Bank Indonesia (BI)


         Sementara itu, untuk indeks harga properti komersial untuk kategori sewa
         mengalami penurunan sebesar 6,00% dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.
         Penurunan harga sewa terjadi pada mayoritas segmen seiring dengan adanya
         penurunan harga pada segmen perkantoran sewa di Jakarta dan Bandung sebagai
         langkah untuk meningkatkan okupansi. Selanjutnya, untuk indeks harga properti
         komersial untuk kategori jual mengalami penurunan sebesar 0,06%. Hal ini
         terutama disebabkan oleh melambatnya akselerasi harga segmen perkantoran
         jual di Jakarta sebagai strategi untuk mempertahankan okupansi.




                                                     38
Page 442
Grafik 5
Persetujuan Pinjaman atau Kredit Bank Umum di Indonesia
Bulan Desember 2022 – Januari 2023
(Dalam miliar Rupiah)

   700.000

   600.000

   500.000

   400.000

   300.000

   200.000

   100.000

          -
                    KPR dan KPA        Konstruksi            Real Estat
      Apr-23          648.154           401.441               193.908
      Mei-23          653.820           393.819               195.472

Sumber: Bank Indonesia


Berdasarkan data yang diperoleh dari Bank Indonesia pada bulan Mei 2023,
persetujuan pinjaman atau kredit bank umum di Indonesia untuk segmen KPR dan
KPA serta real estat masing-masing mengalami peningkatan sebesar
Rp 5.666,00 miliar dan Rp 1.564,00 miliar atau masing-masing setara dengan
0,87% dan 0,81% jika dibandingkan dengan bulan April 2023. Sementara itu, untuk
segmen konstruksi mengalami penurunan sebesar Rp 7.622,00 miliar atau setara
dengan 1,90% jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.




                                  39
Page 443
Grafik 6
Proyeksi Penyelesaian Proyek Apartemen yang Tertunda di Jakarta
Tahun 2023 – 2025
(Dalam unit)

                  8.000

                  7.000

                  6.000

                  5.000

                  4.000

                  3.000

                  2.000

                  1.000

                        -
                             2023            2024              2025
      Penyelesaian Unit      6.172           6.747             2.246

Sumber: Colliers Indonesia


Berdasarkan data yang diperoleh dari Colliers Indonesia, investor asing akan
bersikap lebih konservatif sampai dengan Q1/2024 yang merupakan periode
Pemilihan Umum, pengembang apartemen akan fokus untuk menjual unit yang
sudah ada dan tidak akan meluncurkan proyek baru serta menyelesaikan proyek
yang tertunda saat pandemi. Sebanyak 48,00% proyek apartemen yang akan
diselesaikan pada tahun 2025 terletak di Jakarta Selatan terutama mentargetkan
pasar kalangan menengah ke atas.




                                     40
Page 444
Perekonomian Indonesia pada tahun 2023 akan tumbuh sekitar 5,00% menurut
proyeksi International Monetary Fund, hal ini menunjukkan bahwa Indonesia
sudah mulai pulih dari dampak Covid-19. Dalam jangka menengah, perekonomian
Indonesia akan terus meningkat seiring dengan pemulihan ekonomi global serta
peningkatan perekonomian domestik yang didorong oleh kenaikan konsumsi,
investasi serta produktivitas yang didukung oleh kebijakan-kebijakan baik fiskal
maupun moneter. Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi
Indonesia dalam jangka menengah akan berada di kisaran 5,00 – 5,80% hingga
tahun 2027. Hal ini secara langsung maupun tidak langsung akan berpengaruh
pada prospek sektor properti. Selain itu Pemerintah berupaya mendukung sektor
properti dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan seperti memperpanjang
pelonggaran rasio loan to value untuk kredit/pembiayaan properti hingga akhir
2023, peningkatan batasan nilai hunian mewah yang dikenakan PPh (Pajak
Penghasilan) dan PPnBM (Pajak Penjualan Barang Mewah) dari Rp5-10 miliar
menjadi Rp 30,00 miliar, dan penurunan tariff PPh Pasal 22 atas hunian mewah
dari 5,00% menjadi 1,00%. Meningkatnya daya beli masyarakat serta pelonggaran
berbagai kebijakan-kebijakan dari Pemerintah dapat mendorong pertumbuhan
sektor properti serta meningkatkan prospek usaha Perseroan.

Beberapa indikator ekonomi dan sektor properti juga menunjukkan tren yang baik,
sejalan dengan adanya data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik yang
menyatakan bahwa ekonomi tumbuh sebesar 5,03% pada Q1/2023 yang diikuti
oleh pertumbuhan atas indeks permintaan properti dari tahun ke tahun yang telah
meningkat sebesar 14,50% pada Q1/2023. Selanjutnya, menurut lembaga riset
internasional, McKinsey Global Institute, memperkirakan dengan tingkat
pertumbuhan ekonomi dunia yang stabil, negara Indonesia akan menjadi negara
dengan kekuatan ekonomi nomor tujuh di Dunia pada tahun 2030. Dengan situasi
tersebut, maka diperkirakan segmen apartemen dan sewa perkantoran akan
menjadi investasi yang masih diprioritaskan untuk menunjang aktivitas dan
mobilitas konsumen yang semakin tinggi di masa yang akan datang.




                                 41
Page 445
VI.       ANALISIS LAPORAN KEUANGAN HISTORIS

VI.A.     PT Karunia Utama Selaras

          Laporan keuangan KUS untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
          30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
          31 Desember 2022 dan 2021 telah diaudit oleh KAP SSR masing-masing dengan
          pendapat wajar tanpa pengecualian. Laporan keuangan KUS untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020, 2019, dan 2018.

          Ikhtisar data keuangan penting KUS adalah sebagai berikut:

VI.A.1.   Laporan Posisi Keuangan
          Tabel 14
          PT Karunia Utama Selaras
          Laporan Posisi Keuangan
          Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 - 2022

                                                                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan                            30/06/23       31/12/22       31/12/21       31/12/20*       31/12/19*       31/12/18*

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan setara kas                                                6.042         16.760          1.573           3.447           1.181           1.095
          Piutang lain-lain                                               323.127        326.647        335.901         392.794         463.873         626.671
          Uang muka                                                           685          1.080              -               -               -          41.335
          Pajak dibayar di muka                                           103.659         99.071         89.417          83.787          76.690             972
          Jumlah Aset Lancar                                              433.513        443.558        426.890         480.028         541.744         670.073
          ASET TIDAK LANCAR
          Persediaan                                                     1.238.336      1.173.098      1.043.508        949.366         818.795         435.600
          Jumlah Aset Tidak Lancar                                       1.238.336      1.173.098      1.043.508        949.366         818.795         435.600
          JUMLAH ASET                                                    1.671.850      1.616.657      1.470.398       1.429.394       1.360.539       1.105.673

          *) Tidak Diaudit


                                                                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan                            30/06/23       31/12/22       31/12/21       31/12/20*       31/12/19*       31/12/18*

          LIABILITAS DAN EKUITAS
          LIABILITAS
          LIABILITAS JANGKA PENDEK
          Utang usaha                                                       20.902         20.991          5.199             52              36               -
          Utang lain-lain                                                1.632.677      1.589.500      1.450.131      1.426.271       1.359.558       1.104.786
          Biaya masih harus dibayar                                         17.737          4.384         13.662          2.013               -              16
          Utang pajak                                                          100          1.085            695            355             372             256
          Bagian jangka pendek dari liabilitas jangka panjang:
            Liabilitas imbalan kerja                                               8              7              -               -               -               -
          Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                1.671.425      1.615.967      1.469.688      1.428.690       1.359.966       1.105.057
          LIABILITAS JANGKA PANJANG
          Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian jangka
            pendek:
            Liabilitas imbalan kerja                                           30             26                 -               -               -               -
          Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                     30             26                 -               -               -               -
          JUMLAH LIABILITAS                                              1.671.454      1.615.994      1.469.688      1.428.690       1.359.966       1.105.057
          EKUITAS
          Modal saham                                                         600            600            600             600             600             600
          Saldo laba                                                         (205)            63            110             104             (27)             16
          JUMLAH EKUITAS                                                      395            663            710             704             573             616
          JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                  1.671.850      1.616.657      1.470.398      1.429.394       1.360.539       1.105.673

            *) Tidak Diaudit




                                                                        42
Page 446
VI.A.2.   Aset

          Jumlah aset KUS pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023, 31 Desember 2022, 2021,
          2020, 2019 dan 2018 masing-masing adalah sebesar Rp 1.671,85 miliar,
          Rp 1.616,66 miliar, Rp 1.470,40 miliar, Rp 1.429,39 miliar, Rp 1.360,54 dan
          Rp 1.105,67 miliar.

          Pada tanggal 30 Juni 2023, jumlah aset KUS mengalami kenaikan sebesar
          Rp 55,19 miliar atau setara dengan 3,41% dibandingkan dengan jumlah aset pada
          tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan
          persediaan sebesar Rp 65,24 miliar, yang disertai dengan penurunan kas dan
          setara kas sebesar Rp 10,72 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah aset KUS mengalami kenaikan sebesar
          Rp 146,26 miliar atau setara dengan 9,95% dibandingkan dengan jumlah aset
          pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan
          persediaan serta kas dan setara kas masing-masing sebesar Rp 129,59 miliar dan
          Rp 15,19 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah aset KUS mengalami kenaikan sebesar
          Rp 41,00 miliar atau setara dengan 2,87% dibandingkan dengan jumlah aset pada
          tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan
          persediaan sebesar Rp 94,14 miliar, yang disertai dengan penurunan piutang
          lain-lain sebesar Rp. 56,89 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah aset KUS mengalami kenaikan sebesar
          Rp 68,86 miliar atau setara dengan 5,06% dibandingkan dengan jumlah aset pada
          tanggal 31 Desember 2019. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan
          persediaan sebesar Rp 130,57 miliar, yang disertai dengan penurunan piutang
          lain-lain sebesar Rp. 71,08 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2019, jumlah aset KUS mengalami kenaikan sebesar
          Rp 254,87 miliar atau setara dengan 23,05% dibandingkan dengan jumlah aset
          pada tanggal 31 Desember 2018. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan
          persediaan sebesar Rp 383,20 miliar, yang disertai dengan penurunan piutang
          lain-lain sebesar Rp. 162,80 miliar.




                                          43
Page 447
VI.A.3.   Liabilitas

          Jumlah liabilitas KUS pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023, 31 Desember 2022,
          2021, 2020, 2019 dan 2018 masing-masing adalah sebesar Rp 1.671,45 miliar,
          Rp 1.615,99 miliar, Rp.1.469,69 miliar, Rp 1.428,69 miliar, Rp 1.359,97 miliar, dan
          Rp 1.105,06 miliar.

          Pada tanggal 30 Juni 2023, jumlah liabilitas KUS mengalami kenaikan sebesar
          Rp 55,46 miliar atau setara dengan 3,43% dibandingkan dengan jumlah liabilitas
          pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan
          utang lain-lain dan biaya utang yang harus dibayar masing-masing sebesar
          Rp 43,18 miliar dan Rp 13,35 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah liabilitas KUS mengalami kenaikan
          sebesar Rp 146,31 miliar atau setara dengan 9,95% dibandingkan dengan jumlah
          liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
          kenaikan utang usaha dan utang lain-lain masing-masing sebesar Rp 15,79 miliar
          dan Rp 139,37 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah liabilitas KUS mengalami kenaikan
          sebesar Rp 41,00 miliar atau setara dengan 2,87% dibandingkan dengan jumlah
          liabilitas pada tanggal 31 Desember 2020 Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
          kenaikan utang usaha, utang lain-lain, dan biaya masih harus dibayar
          masing-masing sebesar Rp 5,15 miliar, Rp 23,86 miliar, dan Rp 11,65 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah liabilitas KUS mengalami kenaikan
          sebesar Rp 68,72 miliar atau setara dengan 5,05% dibandingkan dengan jumlah
          liabilitas pada tanggal 31 Desember 2019. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
          kenaikan utang lain-lain sebesar Rp 66,71 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2019, jumlah liabilitas KUS mengalami kenaikan
          sebesar Rp 254,91 miliar atau setara dengan 23,07% dibandingkan dengan jumlah
          liabilitas pada tanggal 31 Desember 2018. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
          kenaikan utang lain-lain sebesar Rp 254,77 miliar.

VI.A.4.   Ekuitas

          Jumlah ekuitas pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023, Desember 2022, 2021, 2020,
          2019 dan 2018 masing-masing adalah sebesar Rp 0,40 miliar, Rp 0,66 miliar,
          Rp 0,71 miliar, Rp 0,70 miliar, Rp 0,57 miliar, dan Rp 0,62 miliar.

          Pada tanggal 30 Juni 2023, jumlah ekuitas KUS mengalami penurunan sebesar
          Rp 0,27 miliar atau setara dengan 40,35% dibandingkan dengan jumlah ekuitas
          pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan ini seluruhnya disebabkan oleh rugi
          periode berjalan yang dibukukan oleh KUS.




                                            44
Page 448
          Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah ekuitas KUS mengalami penurunan
          sebesar Rp 0,05 miliar atau setara dengan 6,70% dibandingkan dengan jumlah
          ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini seluruhnya disebabkan
          oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh KUS.

          Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah ekuitas KUS mengalami kenaikan
          sebesar Rp 6,00 juta atau setara dengan 0,92% dibandingkan dengan jumlah
          ekuitas pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini seluruhnya disebabkan oleh
          laba tahun berjalan yang dibukukan oleh KUS.

          Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah ekuitas KUS mengalami kenaikan
          sebesar Rp 0,13 miliar atau setara dengan 22,90% dibandingkan dengan jumlah
          ekuitas pada tanggal 31 Desember 2019. Kenaikan ini seluruhnya disebabkan oleh
          laba tahun berjalan yang dibukukan oleh KUS

          Pada tanggal 31 Desember 2019, jumlah ekuitas KUS mengalami penurunan
          sebesar Rp 0,04 miliar atau setara dengan 6,94% dibandingkan dengan jumlah
          ekuitas pada tanggal 31 Desember 2018. Penurunan ini seluruhnya disebabkan
          oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh KUS.

VI.A.5.   Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehansif Lain
          Tabel 15
          PT Karunia Utama Selaras
          Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
          Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan
          Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2018 - 2022

                                                                                                                                        (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                    30/06/23        31/12/22        31/12/21       31/12/20*       31/12/19*     31/12/18*
                                  Keterangan
                                                                   (6 Bulan)       (1 Tahun)       (1 Tahun)       (1 Tahun)       (1 Tahun)     (1 Tahun)
          Pendapatan                                                           -               -               -               -             -              -
          Beban pokok pendapatan                                               -               -               -               -             -              -
          Laba kotor                                                        -               -              -                -                -             -
          Beban umum dan administrasi                                    (397)           (260)            (5)             (18)            (121)           (7)
          Penghasilan keuangan                                            132              96             15               46               29            18
          Beban keuangan                                                   (3)             (4)            (3)              (2)              (1)           (1)
          Laba usaha                                                     (267)           (168)             6              26               (93)           11
          Penghasilan lain-lain                                             -             120              -             105                50             -
          Laba (rugi) sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan          (267)            (48)             6             131               (43)           11
          Manfaat (beban) pajak penghasilan                                 -               -              -               -                 -             -
          Laba (rugi) periode/tahun berjalan                             (267)            (48)             6             131               (43)           11
          Pendapatan komprehensif lainnya                                   -               0              -               -                 -             -
          Laba (rugi) komprehensif periode/tahun berjalan                (267)            (48)             6             131               (43)           11

          *) Tidak Diaudit



VI.A.6.   Pendapatan

          Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan untuk
          tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019,
          dan 2018 KUS belum membukukan pendapatan.




                                                                   45
Page 449
VI.A.7.   Laba (Rugi) Periode/Tahun Berjalan

          Rugi periode berjalan KUS untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
          30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
          31 Desember 2022 dan 2019 masing-masing adalah sebesar Rp 0,27 miliar,
          Rp 0,04 miliar, dan Rp 0,04 miliar. Laba tahun berjalan untuk tahun yang berakhir
          pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021, 2020, dan 2018 masing-masing adalah
          sebesar Rp 6,00 juta, Rp 0,13 miliar, dan Rp 0,01 miliar.

          Rugi tahun berjalan KUS untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2022 mengalami penurunan sebesar Rp 0,05 miliar atau setara
          dengan 840,52% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.

          Laba tahun berjalan KUS untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2021 mengalami penurunan sebesar Rp 0,13 miliar atau setara
          dengan 95,08% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.

          Laba tahun berjalan KUS untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2020
          mengalami kenaikan sebesar Rp 0,17 miliar atau setara dengan 406,80%
          dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2019.

          Rugi tahun berjalan KUS untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2019 mengalami penurunan sebesar Rp 0,05 miliar atau setara
          dengan 506,37% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
          berakhir 31 Desember 2018.




                                           46
Page 450
VI.A.8.   Laporan Arus Kas
          Tabel 16
          PT Karunia Utama Selaras
          Laporan Arus Kas
          Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan
          Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2018 - 2022

                                                                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                   30/06/23        31/12/22        31/12/21      31/12/20*       31/12/19*     31/12/18*
                                 Keterangan
                                                                   (6 Bulan)       (1 Tahun)       (1 Tahun)     (1 Tahun)       (1 Tahun)      (1 Tahun)
          ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
          Penerimaan kas dari pelanggan                                     61             60               -           105               50              -
          Pembayaran kepada pemasok dan lain-lain                      (49.314)       (87.764)        (10.146)      (36.481)        (227.819)      (147.467)
          Pembayaran kepada karyawan                                      (180)          (208)              -             -                -              -
          Pembayaran pajak final                                          (210)             -               -           (11)              (5)             -
          Penerimaan bunga                                                 132             96              15            58               36             23
          Pembayaran kas untuk beban operasional lainnya                     -              -               -           (21)            (124)           (12)
          Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Operasi                 (49.511)       (87.816)        (10.131)      (36.349)        (227.862)      (147.456)
          ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
          Pengembalian pinjaman dari pihak berelasi                            -               -         600                 -             -              -
          Penambahan piutang lain-lain dari pihak berelasi                     -               -           -                 -          (600)      (406.928)
          Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
           Aktivitas Investasi                                                 -               -         600                 -          (600)      (406.928)
          ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
          Penerimaan pinjaman dari pihak berelasi                     223.000        1.603.000         43.861             -                -             -
          Pembayaran pinjaman kepada pihak berelasi                  (179.823)      (1.463.631)       (20.000)            -                -             -
          Pembayaran bunga                                             (4.384)         (36.365)       (16.204)            -                -             -
          Penerimaan utang lain-lain dari pihak berelasi                    -                -              -        38.616          228.548       553.886
          Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan                 38.793        103.003           7.657        38.616          228.548       553.886
          KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
           SETARA KAS                                                  (10.718)        15.188          (1.875)        2.266               86           (498)
          KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                            16.760          1.573           3.447         1.181            1.095          1.593
          KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                            6.042         16.760           1.573         3.447            1.181          1.095

          *) Tidak Diaudit



          Arus Kas untuk Aktivitas Operasi

          Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi KUS untuk periode enam
          bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir
          pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019, dan 2018
          masing-masing adalah sebesar Rp 49,51 miliar, Rp 87,82 miliar, Rp 10,13 miliar,
          Rp 36,35 miliar, Rp 227,86 miliar, dan Rp 147,46 miliar.

          Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi KUS untuk periode enam
          bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 sebesar Rp 49,51 miliar terutama
          berasal dari pembayaran kepada pemasok dan lain-lain sebesar Rp 49,31 miliar.

          Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi KUS untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 87,82 miliar terutama
          berasal dari pembayaran kepada pemasok dan lain-lain sebesar Rp 87,76 miliar.

          Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi KUS untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 10,13 miliar terutama
          berasal dari pembayaran pemasok dan lain-lain sebesar Rp 10,15 miliar.

          Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi KUS untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 36,35 miliar terutama
          berasal dari pembayaran kepada pemasok dan lain-lain sebesar Rp 36,35 miliar,
          yang disertai penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 0,11 miliar.



                                                                   47
Page 451
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi KUS untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 227,86 miliar terutama
berasal dari pembayaran kepada pemasok dan lain-lain sebesar Rp 227,82 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi KUS untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 sebesar Rp 147,46 miliar terutama
berasal dari pembayaran kepada pemasok dan lain-lain sebesar Rp 147,46 miliar.

Arus Kas dari (untuk) Aktivitas Investasi

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi KUS untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 adalah sebesar Rp 0,60 miliar. Arus kas
bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi KUS untuk tahun yang berakhir
pada tanggal-tanggal 31 Desember 2019 dan 2018 masing-masing adalah
sebesar Rp 0,60 miliar dan Rp 406,93 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi KUS untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 0,60 miliar yang seluruhnya
berasal dari pengembalian pinjaman dari pihak berelasi.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi KUS untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 0,60 miliar yang seluruhnya
berasal dari penambahan piutang lain-lain dari pihak berelasi.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi KUS untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 sebesar Rp 406,93 miliar yang
seluruhnya berasal dari penambahan piutang lain-lain dari pihak berelasi.

Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan KUS untuk periode enam
bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019, dan 2018
masing-masing adalah sebesar Rp 38,79 miliar, Rp 103,00 miliar, Rp 7,66 miliar,
Rp 38,62 miliar, Rp 228,55 miliar, dan Rp 553,89 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan KUS untuk periode enam
bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 sebesar Rp 38,79 miliar terutama
berasal dari penerimaan pinjaman pihak berelasi sebesar Rp 223,00 miliar, yang
disertai dengan pembayaran pinjaman kepada pihak berelasi sebesar
Rp 179,82 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan KUS untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 103,00 miliar terutama
berasal dari penerimaan pinjaman pihak berelasi sebesar Rp 1.603,00 miliar, yang
disertai dengan pembayaran pinjaman kepada pihak berelasi sebesar
Rp 1.463,63 miliar.




                                 48
Page 452
           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan KUS untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 7,66 miliar terutama berasal
           dari penerimaan pinjaman pihak berelasi sebesar Rp 43,86 miliar, yang disertai
           dengan pembayaran pinjaman kepada pihak berasi sebesar Rp 20,00 miliar.

           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan KUS untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 38,62 miliar yang
           seluruhnya berasal dari penerimaan utang lain-lain pihak berelasi.

           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan KUS untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 228,55 miliar yang
           seluruhnya berasal dari penerimaan utang lain-lain pihak berelasi.

           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan KUS untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 sebesar Rp 553,89 miliar yang
           seluruhnya berasal dari penerimaan utang lain-lain pihak berelasi.

VI.A.9.    Rasio-rasio Keuangan
           Tabel 17
           PT Karunia Utama Selaras
           Rasio-rasio Keuangan
           Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 - 2022



                                   Keterangan             30/06/23      31/12/22      31/12/21     31/12/20*     31/12/19*     31/12/18*

           Rasio Likuiditas
           Lancar                                               0,26          0,27         0,29          0,34          0,40          0,61
           Rasio Pengelolaan Aset
           Ekuitas terhadap jumlah aset                         0,00          0,00         0,00          0,00          0,00          0,00
           Rasio Solvabilitas
           Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset               1,00          1,00          1,00         1,00          1,00          1,00
           Jumlah liabilitas terhadap ekuitas               4.227,16      2.437,85      2.068,59     2.029,33      2.373,98      1.795,05
           Rasio Profitabilitas
           Marjin laba kotor                                      N/A           N/A          N/A           N/A           N/A           N/A
           Marjin laba (rugi) usaha                               N/A           N/A          N/A           N/A           N/A           N/A
           Marjin laba (rugi) bersih                              N/A           N/A          N/A           N/A           N/A           N/A
           Laba (rugi) usaha terhadap jumlah aset             -0,03%        -0,01%        0,00%         0,00%        -0,01%         0,00%
           Imbal hasil aset                                   -0,03%         0,00%        0,00%         0,01%         0,00%         0,00%
           Laba (rugi) usaha terhadap ekuitas               -135,29%       -25,32%        0,91%         3,72%       -16,19%         1,71%
           Imbal hasil ekuitas                              -135,29%        -7,22%        0,91%        18,63%        -7,46%         1,71%

           *) Tidak Diaudit



VI.A.10.   Pengelolaan Aset

           Rasio perputaran jumlah 49atin mencerminkan kemampuan KUS dalam
           menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi KUS.

           Rasio ekuitas terhadap jumlah 49atin menunjukkan perbandingan ekuitas KUS
           terhadap jumlah asset KUS. Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023,
           31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019 dan 2018 rasio ekuitas terhadap jumlah
           49atin masing-masing adalah 0,00; 0,00; 0,00; 0,00; 0,00; 0,00.




                                                          49
Page 453
VI.A.11.   Solvabilitas

           Solvabilitas menunjukkan kemampuan KUS untuk memenuhi seluruh liabilitasnya,
           yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui perbandingan
           antara jumlah liabilitas dan jumlah 50atin dan melalui perbandingan antara jumlah
           liabilitas dengan ekuitas.

           Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023, 31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019 dan
           2018, rasio jumlah liabilitas terhadap jumlah 50atin masing-masing adalah 1,00;
           1,00; 1,00; 1,00; 1,00 dan 1,00, sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas
           masing-masing adalah 4.227,16; 2.437,85; 2.068,59; 2.029,33, 2.373,98, dan
           1.795,05.

VI.A.12.   Profitabilitas

           Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan KUS dalam menghasilkan laba
           bersih dari aset yang dimilikinya. Imbal hasil aset untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019, dan 2018, masing-masing
           adalah sebesar 0,00%, 0,00%, 0,01%, 0,00%, dan 0,00%.

           Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan KUS dalam menghasilkan
           laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan Imbal hasil ekuitas untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021, 2020, dan 2018, masing-
           masing adalah sebesar 0,91%, 18,63%, dan 1,71%.

VI.B.      Analisis atas Common Size PT Karunia Utama Selaras

           Berikut adalah analisis common size KUS untuk periode enam bulan yang berakhir
           pada tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019, dan 2018.

           Ikhtisar common size KUS adalah sebagai berikut:
           Tabel 18
           PT Karunia Utama Selaras
           Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan
           Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 - 2022



                                   Keterangan             30/06/23    31/12/22    31/12/21    31/12/20*    31/12/19*    31/12/18*

           ASET
           ASET LANCAR
           Kas dan setara kas                                 0,36%       1,04%       0,11%        0,24%        0,09%        0,10%
           Piutang lain-lain                                 19,33%      20,21%      22,84%       27,48%       34,09%       56,68%
           Uang muka                                          0,04%       0,07%       0,00%        0,00%        0,00%        3,74%
           Pajak dibayar di muka                              6,20%       6,13%       6,08%        5,86%        5,64%        0,09%
           Jumlah Aset Lancar                                25,93%      27,44%      29,03%       33,58%       39,82%       60,60%
           ASET TIDAK LANCAR
           Persediaan                                        74,07%      72,56%      70,97%       66,42%       60,18%       39,40%
           Jumlah Aset Tidak Lancar                          74,07%      72,56%      70,97%       66,42%       60,18%       39,40%
           JUMLAH ASET                                      100,00%     100,00%     100,00%      100,00%      100,00%      100,00%

           *) Tidak Diaudit




                                                          50
Page 454
                                Keterangan                            30/06/23      31/12/22    31/12/21    31/12/20*    31/12/19*    31/12/18*

        LIABILITAS DAN EKUITAS
        LIABILITAS
        LIABILITAS JANGKA PENDEK
        Utang usaha                                                       1,25%         1,30%       0,35%        0,00%        0,00%        0,00%
        Utang lain-lain                                                  97,66%        98,32%      98,62%       99,78%       99,93%       99,92%
        Biaya masih harus dibayar                                         1,06%         0,27%       0,93%        0,14%        0,00%        0,00%
        Utang pajak                                                       0,01%         0,07%       0,05%        0,02%        0,03%        0,02%
        Bagian jangka pendek dari liabilitas jangka panjang:
          Liabilitas imbalan kerja                                         0,00%        0,00%       0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
        Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                  99,97%        99,96%      99,95%       99,95%       99,96%       99,94%
        LIABILITAS JANGKA PANJANG
        Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian jangka
          pendek:
          Liabilitas imbalan kerja                                         0,00%        0,00%       0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
        Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                   0,00%        0,00%       0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
        JUMLAH LIABILITAS                                                99,98%        99,96%      99,95%       99,95%       99,96%       99,94%
        EKUITAS
        Modal saham                                                         0,04%       0,04%       0,04%        0,04%        0,04%        0,05%
        Saldo laba                                                         -0,01%       0,00%       0,01%        0,01%        0,00%        0,00%
        JUMLAH EKUITAS                                                     0,02%        0,04%       0,05%        0,05%        0,04%        0,06%
        JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                   100,00%       100,00%     100,00%      100,00%      100,00%      100,00%

        *) Tidak Diaudit



VI.C.   Analisis atas Common Size Industri Properti

        Berikut adalah analisis common size untuk perusahaan sejenis dengan KUS, yaitu
        PT Bumi Serpong Damai Tbk, PT Summarecon Agung Tbk, dan PT Ciputra
        Development Tbk masing-masing untuk periode enam bulan yang berakhir pada
        tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
        31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019, dan 2018.




                                                                      51
Page 455
          Ikhtisar common size untuk PT Bumi Serpong Damai Tbk, PT Summarecon
          Agung Tbk, dan PT Ciputra Development Tbk masing-masing adalah sebagai
          berikut:

VI.C.1.   PT Bumi Serpong Damai Tbk
          Tabel 19
          PT Bumi Serpong Damai Tbk
          Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
          Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 - 2022



                                Keterangan                       30/06/23*       31/12/22    31/12/21    31/12/20    31/12/19    31/12/18

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan setara kas                                           15,50%       14,98%      12,64%      17,27%      12,59%      15,61%
          Investasi                                                     3,30%        3,39%       6,63%       4,80%       5,35%       1,79%
          Piutang usaha
            Pihak berelasi                                              0,01%        0,01%       0,00%       0,01%       0,02%       0,03%
            Pihak ketiga                                                0,31%        0,27%       0,22%       0,22%       0,31%       0,53%
          Piutang lain-lain                                             0,08%        0,10%       0,11%       0,11%       0,15%       0,11%
          Piutang pihak berelasi non-usaha                              0,09%        0,35%       0,01%       0,00%       0,45%       0,31%
          Persediaan                                                   19,35%       19,40%      19,29%      17,58%      18,66%      17,33%
          Uang muka                                                     4,39%        5,38%       5,78%       5,73%       6,11%       3,25%
          Pajak dibayar di muka                                         1,28%        1,35%       1,28%       0,80%       0,84%       0,97%
          Biaya dibayar di muka yang akan jatuh tempo
            dalam waktu satu tahun                                      0,34%        0,30%       0,25%       0,10%       0,02%       0,04%
          Aset lain-lain                                                0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
          Investasi sewa neto pembiayaan yang akan jatuh tempo
            dalam waktu satu tahun                                      0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,17%
          Perlengkapan                                                  0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,01%
          Jumlah Aset Lancar                                           44,66%       45,52%      46,20%      46,60%      44,49%      40,16%
          ASET TIDAK LANCAR
          Investasi                                                     0,58%        0,29%       0,27%       2,92%       0,81%       2,59%
          Piutang lain-lain                                             0,02%        0,02%       0,03%       0,03%       0,04%       0,00%
          Piutang pihak berelasi non-usaha                              0,00%        0,02%       0,07%       0,03%       0,03%       0,03%
          Investasi dalam saham                                        10,00%       10,37%      10,12%      11,14%      13,11%      14,47%
          Biaya dibayar di muka                                         0,13%        0,21%       0,16%       0,13%       0,05%       0,04%
          Tanah yang belum dikembangkan                                23,21%       23,85%      23,54%      20,42%      22,13%      22,83%
          Aset tetap                                                    0,79%        0,84%       0,86%       0,96%       1,16%       1,30%
          Properti investasi                                           13,52%       11,91%      12,95%      13,63%      15,13%      15,49%
          Aset hak-guna                                                 0,02%        0,02%       0,01%       0,02%       0,00%       0,00%
          Goodwill                                                      0,01%        0,01%       0,02%       0,02%       0,02%       0,02%
          Aset tak berwujud                                             7,06%        6,92%       5,78%       4,09%       3,03%       0,00%
          Aset lain-lain                                                0,01%        0,01%       0,01%       0,01%       0,01%       0,01%
          Piutang usaha - pihak ketiga                                  0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
          Uang muka                                                     0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       3,07%
          Jumlah Aset Tidak Lancar                                     55,34%       54,48%      53,80%      53,40%      55,51%      59,84%
          JUMLAH ASET                                                  100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%

          * Tidak Diaudit




                                                                 52
Page 456
                        Keterangan                             30/06/23*     31/12/22    31/12/21    31/12/20    31/12/19    31/12/18

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek                                            0,05%        0,05%       0,00%       0,00%       0,00%       0,48%
Utang usaha
  Pihak berelasi                                                     0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
  Pihak ketiga                                                       1,61%       1,39%       1,81%       1,53%       1,27%       2,23%
Utang pajak                                                          0,11%       0,12%       0,12%       0,14%       0,20%       0,24%
Beban akrual                                                         0,39%       0,35%       0,40%       0,51%       0,36%       0,44%
Setoran jaminan                                                      0,40%       0,40%       0,42%       0,43%       0,43%       0,38%
Liabilitas kontrak                                                  12,58%      11,82%      10,52%       6,80%       0,00%       0,00%
Uang muka diterima                                                   0,17%       0,19%       0,19%       0,18%       7,01%       5,72%
Sewa diterima di muka                                                0,47%       0,41%       0,34%       0,35%       0,50%       0,59%
Uang muka setoran modal                                              0,00%       0,15%       0,00%       0,03%       0,05%       0,05%
Bagian liabilitas jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam
  waktu satu tahun:
  Utang bank jangka panjang                                         1,71%        2,20%       3,49%       1,08%       1,17%       0,25%
  Liabilitas sewa                                                   0,01%        0,01%       0,01%       0,02%       0,00%       0,01%
  Utang obligasi dan sukuk ijarah                                   0,00%        0,04%       0,00%       7,96%       0,00%       0,83%
  Dana syirkah temporer                                             0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,01%
Liabilitas lain-lain                                                0,31%        0,32%       0,55%       0,41%       0,33%       0,74%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                     17,80%      17,44%      17,84%      19,44%      11,33%      11,97%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Setoran jaminan                                                     0,20%        0,21%       0,20%       0,19%       0,18%       0,27%
Liabilitas kontrak                                                  4,54%        6,56%       5,95%       2,87%       0,00%       0,00%
Uang muka diterima                                                  0,18%        0,19%       0,19%       0,22%       1,54%       2,47%
Sewa diterima di muka                                               0,26%        0,48%       0,81%       0,88%       0,97%       1,09%
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang - bersih                    0,37%        0,38%       0,49%       0,59%       0,80%       0,72%
Taksiran liabilitas untuk pengembangan prasarana                    0,09%        0,10%       0,10%       0,10%       0,11%       0,14%
Provisi pelapisan jalan tol                                         0,01%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
  akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
  Utang bank jangka panjang                                         8,72%        7,35%       2,84%       5,97%       7,87%       6,22%
  Liabilitas sewa                                                   0,05%        0,05%       0,03%       0,03%       0,00%       0,00%
  Utang obligasi dan sukuk ijarah                                   8,09%        8,73%      13,15%      13,08%      15,54%      18,94%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                    22,51%      24,03%      23,76%      23,92%      27,02%      29,86%
JUMLAH LIABILITAS                                                   40,31%      41,47%      41,61%      43,36%      38,35%      41,83%
EKUITAS
Modal saham                                                          3,13%       3,26%       3,44%       3,48%       3,53%       3,69%
Tambahan modal disetor                                              11,04%      11,48%      12,14%      12,26%      11,75%      12,28%
Saham treasuri                                                      -0,43%      -0,44%      -0,47%      -0,47%      -0,53%      -0,55%
Ekuitas pada perubahan ekuitas lainnya dari entitas asosiasi         0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
Selisih nilai transaksi dengan kepentingan non pengendali            0,45%      -0,19%      -0,20%      -0,20%      -0,23%      -0,27%
Selisih penjabaran mata uang asing                                  -0,39%      -0,70%      -0,34%      -0,25%      -0,13%      -0,62%
Ekuitas pada keuntungan belum direalisasi atas kenaikan
  nilai investasi yang diukur pada nilai wajar melalui
  penghasilan komprehensif lain                                     0,14%        0,14%       0,12%       0,12%       0,00%       0,00%
Ekuitas pada keuntungan belum direalisasi atas
  kenaikan nilai investasi tersedia untuk dijual                    0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,01%       0,01%
Proforma ekuitas dari transaksi kombinasi bisnis entitas
  sepengendali                                                       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,14%       0,14%
Saldo laba                                                          38,50%      38,21%      36,47%      34,55%      39,03%      35,48%
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
  induk                                                             52,44%      51,75%      51,17%      49,49%      53,59%      50,16%
Kepentingan non-pengendali                                           7,25%       6,78%       7,22%       7,15%       8,06%       8,00%
JUMLAH EKUITAS                                                      59,69%      58,53%      58,39%      56,64%      61,65%      58,17%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                     100,00%      100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%

* Tidak Diaudit




                                                               53
Page 457
Tabel 20
PT Bumi Serpong Damai Tbk
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023
dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2018 - 2022


                                                              30/06/23*      31/12/22     31/12/21     31/12/20     31/12/19     31/12/18
                        Keterangan
                                                              (6 Bulan)     (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)
Pendapatan usaha                                                 100,00%       100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%
Beban pokok penjualan                                             36,43%        33,31%       38,08%       31,21%       28,49%       28,27%
Laba kotor                                                        63,57%        66,69%       61,92%       68,79%       71,51%       71,73%
Beban penjualan                                                  -14,22%       -13,61%      -12,95%      -13,14%      -13,39%      -15,31%
Beban umum dan administrasi                                      -14,07%       -13,62%      -14,63%      -19,99%      -18,69%      -19,64%
Beban pajak final                                                 -3,09%        -3,27%       -3,09%       -3,59%       -3,72%       -4,11%
Laba usaha                                                         32,19%       36,20%       31,25%       32,07%       35,70%       32,66%
Pendapatan bunga dan investasi                                      4,43%        3,25%        5,14%        9,06%        6,64%        5,83%
Keuntungan dari perubahan nilai wajar investasi yang diukur
  pada nilai wajar melalui laba rugi                               0,54%         0,45%        0,70%        2,72%        0,65%        0,27%
Dampak pendiskontoan aset dan liabilitas
  keuangan - bersih                                                0,04%         0,14%        0,04%        1,07%       -0,25%        0,26%
Pendapatan dividen                                                 0,09%         0,03%        0,04%        0,06%        0,07%        0,06%
Keuntungan penjualan aset tetap                                    0,02%         0,01%        0,16%        0,02%        0,01%        0,03%
Kerugian atas pelunasan obligasi                                   0,00%        -0,21%        0,00%        0,00%       -0,27%        0,00%
Keuntungan (kerugian) selisih kurs mata uang asing - bersih       -0,91%        -1,09%       -0,13%        0,02%       -1,03%        0,03%
Beban bunga dan keuangan lainnya                                 -15,92%       -16,30%      -21,49%      -28,82%      -14,73%      -13,77%
Keuntungan penilaian kembali nilai wajar investasi
  pada entitas yang dicatat dengan menggunakan
  metode ekuitas pada tanggal akuisisi                             0,00%         0,00%        0,12%        0,00%        0,50%        0,00%
Keuntungan dari akuisisi saham entitas anak                        0,00%         0,00%        2,01%        0,00%        0,31%        0,00%
Lain-lain - bersih                                                 1,51%         0,95%        1,19%        0,36%        1,40%       -0,14%
Dampak atas perubahan dasar pengukuran investasi
  pada entitas asosiasi                                            0,00%         0,00%        0,00%        0,00%       12,21%        0,00%
Keuntangan direalisasi dari penjualan investasi                    0,00%         0,00%        0,00%        0,00%        0,11%        0,38%
Ekuitas pada laba bersih entitas asosiasi dan ventura
  bersama                                                          5,22%         2,57%        1,19%       -8,54%        3,48%        0,95%
Laba sebelum pajak                                                 27,20%       26,00%       20,21%        8,03%       44,79%       26,56%
Beban pajak kini                                                   -0,13%       -0,05%       -0,11%       -0,26%       -0,51%       -0,88%
Laba setelah dampak transaksi kombinasi bisnis
  entitas sepengendali                                             27,07%       25,96%       20,10%        7,77%       44,28%       25,67%
Rugi pra-akuisisi dari dampak transaksi kombinasi bisnis
  entitas sepengendali                                             0,00%         0,00%        0,00%        0,10%       -0,10%        0,00%
Laba periode/tahun berjalan                                        27,07%       25,96%       20,10%        7,87%       44,18%       25,67%
Penghasilan (rugi) komprehensif lainnya                             3,93%       -2,45%       -0,12%        0,30%        3,29%       -3,89%
Jumlah penghasilan komprehensif                                    31,00%       23,51%       19,98%        8,17%       47,47%       21,78%
Laba bersih periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan
  kepada:
  Pemilik entitas induk                                            24,03%       23,77%       17,62%        4,56%       39,40%       19,52%
  Kepentingan non-pengendali                                        3,04%        2,19%        2,48%        3,31%        4,78%        6,15%

* Tidak Diaudit




                                                              54
Page 458
VI.C.2.   PT Summarecon Agung Tbk
          Tabel 21
          PT Summarecon Agung Tbk
          Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
          Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 - 2022



                                 Keterangan                      30/06/23*       31/12/22    31/12/21    31/12/20    31/12/19    31/12/18

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan setara kas                                           10,90%       11,05%      10,65%       6,65%       6,81%       6,54%
          Piutang usaha - neto
            Pihak-pihak berelasi                                        0,03%        0,02%       0,02%       0,02%       0,04%       0,22%
            Pihak ketiga                                                0,83%        1,01%       0,93%       1,01%       0,87%       1,47%
          Piutang lain-lain                                             0,05%        0,05%       0,12%       0,08%       0,09%       0,08%
          Piutang pihak-pihak berelasi non-usaha                        0,24%        0,24%       0,25%       0,35%       0,20%       0,19%
          Persediaan                                                   34,97%       35,03%      35,52%      36,86%      34,84%      33,86%
          Pajak dibayar dimuka                                          1,98%        1,76%       1,39%       1,49%       1,25%       1,09%
          Biaya dibayar dimuka                                          0,21%        0,12%       0,19%       0,16%       0,12%       0,12%
          Uang muka                                                     0,92%        0,96%       0,94%       1,08%       1,39%       1,49%
          Aset keuangan lancar lainnya                                  0,01%        0,01%       0,01%       0,00%       0,02%       0,00%
          Aset lancar lainnya                                           0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
          Jumlah Aset Lancar                                           50,13%       50,26%      50,02%      47,70%      45,62%      45,06%
          ASET TIDAK LANCAR
          Piutang usaha - neto
            Pihak berelasi                                              0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,02%
            Pihak ketiga                                                0,09%        0,22%       0,12%       0,20%       0,18%       0,20%
          Piutang lain-lain                                             0,01%        0,01%       0,02%       0,02%       0,00%       0,00%
          Piutang pihak berelasi non-usaha                              0,23%        0,23%       0,20%       0,20%       0,27%       0,13%
          Tanah yang belum dikembangkan                                24,80%       23,78%      23,67%      25,12%      26,74%      27,62%
          Investasi pada entitas asosiasi                               0,29%        0,29%       0,28%       0,26%       0,24%       0,02%
          Uang muka                                                     3,30%        3,53%       3,45%       2,82%       2,93%       2,69%
          Aset tetap - neto                                             1,30%        1,30%       1,22%       1,33%       1,38%       1,62%
          Properti investasi - neto                                    16,42%       16,09%      16,35%      17,58%      17,82%      18,82%
          Aset pajak tangguhan                                          0,01%        0,01%       0,01%       0,01%       0,00%       0,00%
          Aset keuangan tidak lancar lainnya                            3,19%        4,02%       4,25%       4,40%       4,19%       3,05%
          Aset tidak lancar lainnya                                     0,22%        0,26%       0,41%       0,36%       0,60%       0,75%
          Jumlah Aset Tidak Lancar                                     49,87%       49,74%      49,98%      52,30%      54,38%      54,94%
          JUMLAH ASET                                                  100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%

          * Tidak Diaudit




                                                                 55
Page 459
                       Keterangan                           30/06/23*     31/12/22    31/12/21    31/12/20    31/12/19    31/12/18

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek                                          8,35%       7,10%       6,10%      10,72%       8,75%       7,65%
Utang usaha kepada pihak ketiga                                   0,21%       0,31%       0,27%       0,32%       0,35%       0,33%
Utang lain-lain                                                   1,33%       0,76%       1,28%       1,43%       1,47%       1,12%
Utang pihak berelasi non-usaha                                    0,08%       0,00%       0,00%       0,00%       0,27%       0,00%
Beban akrual                                                      3,58%       3,88%       3,13%       2,97%       4,81%       4,40%
Utang pajak                                                       0,20%       0,27%       0,28%       0,25%       0,27%       0,26%
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                            0,09%       0,11%       0,09%       0,14%       0,08%       0,08%
Liabilitas kontrak                                               21,09%      16,84%       8,76%      10,68%       8,42%       0,00%
Uang jaminan yang diterima                                        0,54%       0,55%       0,31%       0,37%       0,41%       7,03%
Pendapatan diterima dimuka                                        1,49%       1,47%       1,41%       1,44%       1,76%       1,87%
Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu
  tahun - neto:
  Utang bank dan lembaga pembiayaan                              2,16%        2,13%       3,18%       3,55%       4,98%       3,58%
  Liabilitas sewa                                                0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
  Utang obligasi                                                 0,00%        0,00%       1,92%       1,66%       5,30%       4,71%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                  39,13%      33,42%      26,75%      33,54%      36,89%      31,03%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang jangka panjang setelah dikurangi bagian yang
  jatuh tempo dalam satu tahun - neto:
  Utang bank dan lembaga pembiayaan                              8,41%        9,29%      15,05%      19,20%      13,13%      13,70%
  Utang obligasi                                                 2,18%        2,26%       0,76%       2,80%       4,53%       7,30%
  Liabilitas sewa                                                0,02%        0,02%       0,02%       0,02%       0,00%       0,00%
Utang lain-lain                                                  0,04%        0,04%       0,02%       0,05%       0,06%       0,05%
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                          0,44%        0,43%       0,49%       0,52%       0,49%       0,55%
Liabilitas kontrak                                               7,85%       12,21%      12,78%       6,38%       5,06%       0,00%
Uang jaminan yang diterima                                       0,41%        0,39%       0,38%       0,44%       0,46%       8,21%
Pendapatan diterima di muka                                      0,76%        0,55%       0,55%       0,50%       0,46%       0,23%
Liabilitas pajak tangguhan                                       0,06%        0,06%       0,07%       0,10%       0,13%       0,01%
Utang-utang pihak berelasi non-usaha                             0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,12%       0,01%
Liabilitas keuangan jangka panjang lainnya                       0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,03%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                 20,17%      25,26%      30,14%      30,00%      24,44%      30,08%
JUMLAH LIABILITAS                                                59,29%      58,68%      56,89%      63,54%      61,33%      61,11%
EKUITAS
Modal saham                                                       5,60%       5,81%       6,34%       5,79%       5,90%       6,19%
Tambahan modal disetor                                            4,43%       4,60%       5,02%       0,09%       0,09%       0,10%
Selisih nilai transaksi dengan kepentingan non-pengendali        -0,01%      -0,01%      -0,01%      -0,01%       0,01%       0,01%
Saldo laba                                                       22,27%      21,95%      21,90%      21,59%      24,14%      23,33%
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
  induk                                                          32,29%      32,35%      33,25%      27,47%      30,14%      29,63%
Kepentingan non-pengendali                                        8,41%       8,98%       9,86%       8,99%       8,53%       9,26%
JUMLAH EKUITAS                                                   40,71%      41,32%      43,11%      36,46%      38,67%      38,89%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                  100,00%      100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%

* Tidak Diaudit




                                                            56
Page 460
          Tabel 22
          PT Summarecon Agung Tbk
          Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
          Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023
          dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2018 - 2022


                                                                         30/06/23*     31/12/22     31/12/21     31/12/20     31/12/19     31/12/18
                                 Keterangan
                                                                         (6 Bulan)     (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)
          Pendapatan neto                                                   100,00%       100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%
          Beban pokok langsung dan beban langsung                            48,03%        47,55%       53,41%       54,43%       52,04%       51,62%
          Laba kotor                                                         51,97%        52,45%       46,59%       45,57%       47,96%       48,38%
          Beban penjualan                                                    -5,79%        -5,62%       -5,50%       -5,48%       -5,97%       -6,07%
          Beban umum dan administrasi                                       -15,52%       -16,65%      -13,17%      -14,84%      -15,41%      -15,11%
          Penghasilan operasi lain                                            0,10%         0,29%        0,25%        0,17%        0,24%        0,16%
          Beban operasi lain                                                 -0,04%        -0,59%       -0,19%       -0,05%       -0,09%       -0,03%
          Laba atas penjualan entitas anak                                    0,00%         0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        0,18%
          Laba usaha                                                         30,71%        29,87%       27,98%       25,37%       26,74%       27,52%
          Pendapatan keuangan                                                 3,02%         2,75%        3,45%        3,78%        2,11%        1,70%
          Biaya keuangan                                                    -11,52%       -14,99%      -18,00%      -20,53%      -13,38%      -12,10%
          Laba pada ekuitas entitas asosiasi                                  0,13%         0,16%        0,15%        0,12%        0,07%        0,00%
          Laba sebelum beban pajak final dan pajak penghasilan                22,35%       17,80%       13,58%        8,74%       15,53%       17,12%
          Beban pajak final                                                   -4,51%       -4,25%       -3,75%       -3,91%       -4,54%       -4,73%
          Laba sebelum beban pajak pengashilan                                17,84%       13,54%        9,82%        4,84%       10,99%       12,38%
          Manfaat (beban) pajak penghasilan - neto                            -0,04%       -0,05%        0,05%        0,05%       -0,67%       -0,18%
          Laba periode/tahun berjalan                                         17,80%       13,49%        9,87%        4,89%       10,32%       12,20%
          Pendapatan komprehensif lainnya                                      0,21%        0,17%       -0,01%       -0,27%        0,36%        0,30%
          Total penghasilan komprehensif periode berjalan                     18,02%       13,67%        9,86%        4,62%       10,67%       12,50%
          Laba periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
            Pemilik entitas induk                                             14,64%       10,93%        5,81%        3,58%        8,67%        7,93%
            Kepentingan non-pengendali                                         3,17%        2,56%        4,06%        1,31%        1,65%        4,27%

          * Tidak Diaudit



VI.C.3.   PT Ciputra Development Tbk
          Tabel 23
          PT Ciputra Development Tbk
          Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
          Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 - 2022



                                 Keterangan                              30/06/23*     31/12/22     31/12/21     31/12/20     31/12/19     31/12/18

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan setara kas                                                  22,33%       21,58%       17,61%       13,44%       11,71%        9,46%
          Piutang usaha dari pihak ketiga - neto                               1,79%        1,86%        2,13%        2,39%        3,24%        3,54%
          Piutang lain-lain                                                    3,15%        3,34%        4,06%        3,74%        4,11%        3,90%
          Persediaan                                                          27,27%       27,78%       28,47%       31,18%       29,45%       28,54%
          Biaya dibayar di muka                                                0,10%        0,07%        0,08%        0,09%        0,09%        0,09%
          Uang muka                                                            1,01%        0,51%        0,31%        0,36%        0,41%        0,35%
          Pajak dibayar di muka                                                1,17%        1,11%        1,22%        1,21%        1,26%        1,23%
          Aset derivatif                                                       0,00%        0,00%        0,02%        0,19%        0,00%        0,00%
          Jumlah Aset Lancar                                                  56,82%       56,25%       53,89%       52,59%       50,27%       47,11%
          ASET TIDAK LANCAR
          Investasi pada entitas asosiasi                                      2,60%        2,57%        2,35%        1,26%        1,02%        0,93%
          Piutang pihak berelasi                                               0,05%        0,06%        0,05%        0,06%        0,06%        0,49%
          Piutang lain-lain                                                    0,20%        0,20%        0,22%        0,22%        0,00%        0,00%
          Uang muka                                                            0,83%        1,31%        1,09%        1,22%        1,37%        1,64%
          Tanah untuk pengembangan                                            17,49%       17,69%       18,91%       19,27%       18,58%       19,48%
          Aset tetap - neto                                                    6,50%        6,13%        6,16%        6,61%        8,53%        9,08%
          Properti investasi - neto                                           12,50%       12,77%       13,59%       14,07%       14,84%       14,47%
          Aset pajak tangguhan - neto                                          0,03%        0,03%        0,04%        0,04%        0,06%        0,04%
          Aset derivatif                                                       0,03%        0,06%        0,00%        0,02%        0,11%        0,17%
          Aset tidak lancar lainnya                                            2,95%        2,93%        3,70%        4,64%        5,14%        6,60%
          Jumlah Aset Tidak Lancar                                            43,18%       43,75%       46,11%       47,41%       49,73%       52,89%
          JUMLAH ASET                                                       100,00%       100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%

          * Tidak Diaudit




                                                                         57
Page 461
                       Keterangan                           30/06/23*    31/12/22    31/12/21    31/12/20    31/12/19    31/12/18

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek                                         0,51%       0,88%       0,81%       2,02%       2,48%       3,22%
Utang usaha                                                      1,99%       2,07%       2,31%       2,23%       2,15%       2,43%
Utang lain-lain                                                  3,01%       2,20%       2,37%       2,02%       1,97%       1,84%
Beban akrual                                                     0,37%       0,54%       0,56%       0,56%       0,57%       0,61%
Utang pihak berelasi                                             0,04%       0,04%       0,00%       0,06%       0,07%       0,04%
Utang pajak                                                      0,29%       0,29%       0,28%       0,25%       0,40%       0,36%
Liabilitas kontrak                                              17,57%      17,97%      17,56%      15,81%      13,34%       0,00%
Pendapatan diterima di muka                                      0,49%       0,52%       0,56%       0,62%       0,67%       0,87%
Liabilitas jangka panjang jatuh tempo dalam satu tahun:
  Utang bank - neto                                              1,05%       1,22%       2,51%       1,76%       1,49%       0,92%
  Utang obligasi - neto                                          0,00%       0,00%       0,00%       0,20%       0,00%       0,64%
  Wesel bayar - neto                                             0,00%       0,00%       0,00%       4,05%       0,00%       0,00%
Uang muka yang diterima                                          0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%      12,37%
Liabilitas derivatif                                             0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,01%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                 25,32%      25,73%      26,96%      29,57%      23,12%      23,32%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas imbalan kerja                                         0,21%       0,21%       0,24%       0,36%       0,39%       0,37%
Liabilitas kontrak                                               5,14%       4,57%       4,52%       7,67%       0,00%       0,00%
Uang jaminan penyewa                                             0,36%       0,34%       0,34%       0,35%       0,36%       0,31%
Liabilitas pajak tangguhan - neto                                0,06%       0,06%       0,06%       0,07%       0,07%       0,08%
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
  jatuh tempo dalam satu tahun:
  Utang bank - neto                                             14,38%      15,06%      16,36%      17,51%      16,93%      15,06%
  Wesel bayar - neto                                             3,88%       4,12%       3,82%       0,00%       4,24%       4,58%
  Utang obligasi - neto                                          0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,22%       0,23%
Liabilitas derivatif                                             0,00%       0,00%       0,03%       0,00%       0,00%       0,00%
Uang muka yang diterima                                          0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       5,59%       7,51%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                24,02%      24,36%      25,35%      25,95%      27,81%      28,14%
JUMLAH LIABILITAS                                               49,34%      50,09%      52,31%      55,53%      50,93%      51,46%
EKUITAS
Modal saham                                                     10,91%      11,07%      11,41%      11,82%      12,82%      13,53%
Tambahan modal disetor - neto                                    8,33%       8,52%       8,78%       9,09%       9,86%      10,48%
Selisih nilai transaksi ekuitas dengan kepentingan
  nonpengendali                                                  0,22%       0,23%       0,23%       0,23%       0,25%       0,20%
Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan                  0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
Rugi komprehensif lain                                          -0,19%      -0,36%      -0,04%      -0,18%      -0,16%      -0,19%
Saldo laba                                                      25,46%      24,62%      21,42%      18,18%      19,74%      18,00%
Saham tresuri                                                    0,00%      -0,08%      -0,08%      -0,08%      -0,09%      -0,10%
Total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada
  pemilik entitas induk                                         44,73%      44,00%      41,73%      39,06%      42,41%      41,92%
Kepentingan non-pengendali                                       5,93%       5,91%       5,96%       5,41%       6,66%       6,62%
JUMLAH EKUITAS                                                  50,66%      49,91%      47,69%      44,47%      49,07%      48,54%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                  100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%

* Tidak Diaudit




                                                            58
Page 462
Tabel 24
PT Ciputra Development Tbk
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023
dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2018 - 2022


                                                              30/06/23*    31/12/22     31/12/21     31/12/20     31/12/19     31/12/18
                       Keterangan
                                                              (6 Bulan)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)
Pendapatan neto                                                  100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%
Beban pokok penjualan dan beban langsung                          52,84%       49,95%       50,26%       48,93%       50,16%       52,70%
Laba kotor                                                        47,16%       50,05%       49,74%       51,07%       49,84%       47,30%
Beban umum dan administrasi                                      -15,17%      -13,77%      -12,10%      -14,45%      -16,47%      -15,78%
Beban penjualan                                                   -3,98%       -4,20%       -3,78%       -4,42%       -5,04%       -4,86%
Penghasilan lain-lain                                              2,48%        6,15%        5,56%        5,56%        5,32%        4,89%
Beban lain-lain                                                   -0,60%       -4,66%       -4,81%       -4,95%       -4,90%       -3,53%
Laba usaha                                                        29,88%       33,57%       34,61%       32,81%       28,75%       28,02%
Bagian laba entitas asosiasi - neto                                0,53%        0,74%        0,43%       -0,04%       -0,14%       -0,25%
Penghasilan keuangan - neto                                        3,81%        2,71%        2,45%        3,09%        4,56%        3,28%
Penghasilan keuangan - neto                                        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%       -0,76%       -0,66%
Beban keuangan - neto                                            -12,59%      -11,72%      -12,85%      -15,30%      -11,97%       -9,55%
Laba sebelum pajak final dan pajak penghasilan                    21,62%       25,31%       24,63%       20,56%       20,44%       20,85%
Pajak final                                                       -2,72%       -2,74%       -2,67%       -2,87%       -3,13%       -3,31%
Laba sebelum pajak penghasilan                                    18,90%       22,57%       21,96%       17,69%       17,31%       17,54%
Beban pajak penghasilan - neto                                    -0,32%       -0,62%       -0,51%       -0,71%       -0,44%       -0,62%
Laba sebelum efek penyesuaian proforma                            18,58%       21,95%       21,46%       16,98%       16,87%       16,92%
Efek penyesuaian proforma - rugi sebelum akuisisi                  0,04%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        0,07%
Laba bersih periode/tahun berjalan                                18,63%       21,95%       21,46%       16,98%       16,87%       16,98%
Penghasilan (rugi) komprehensif lain periode berjalan              1,55%       -1,50%        0,56%       -0,12%        0,07%        0,31%
Jumlah laba komprehensif periode/tahun berjalan                   20,17%       20,45%       22,02%       16,87%       16,94%       17,29%
Laba bersih periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan
  kepada:
  Pemilik entitas induk                                           17,43%       20,42%       17,84%       16,36%       15,22%       15,46%
  Kepentingan non-pengendali                                       1,20%        1,53%        3,62%        0,62%        1,65%        1,53%

* Tidak Diaudit




                                                              59
Page 463
VII.     ANALISIS RISIKO

         Dalam menjalankan kegiatan usahanya, KUS tidak terlepas dari berbagai risiko
         usaha yang dihadapi. Analisis risiko usaha terhadap KUS adalah sebagai berikut:

VII.A.   Risiko Pendanaan

         Pengembangan real estat yang sedang dikembangkan oleh KUS membutuhkan
         modal yang besar, sehingga kemampuan KUS dalam memperoleh dana untuk
         pengembangan, perolehan lahan dan pembangunannya memerlukan
         perencanaan yang matang. KUS harus dapat menjamin ketersediaan kecukupan
         dana untuk pembiayaan proyek tersebut dalam jangka panjang. Apabila KUS tidak
         dapat memperoleh pendanaan untuk mendukung pengembangan proyek KUS,
         maka pertumbuhan KUS dapat menurun yang pada akhirnya dapat menurunkan
         jumlah pendapatan dan laba KUS.

VII.B.   Risiko Kenaikan Harga Bahan Bangunan dan Kelangkaan Bahan Bangunan

         Bahan bangunan seperti semen, besi beton dan bahan bangunan lainnya
         merupakan bahan utama dalam pembangunan perumahan dan gedung-gedung
         komersial. Apabila bahan bangunan tersebut tidak tersedia pada saat dibutuhkan,
         maka akan terjadi keterlambatan dalam pembangunan dan penundaan pengakuan
         pendapatan KUS dari penjualan perumahan tersebut. Penundaan tersebut di atas
         berakibat pada hilangnya kepercayaan para konsumen/calon konsumen yang
         pada akhirnya menurunkan jumlah pendapatan KUS.

         Selain kelangkaan bahan baku, KUS juga dimungkinkan menghadapi kenaikan
         harga bahan bangunan yang merupakan dampak dari kondisi perekonomian yang
         memburuk. Kenaikan harga bahan baku dapat meningkatkan biaya konstruksi
         suatu proyek, sementara bahan baku untuk properti biasanya dibayar di muka
         sehingga hal tersebut tidak dapat merubah harga jual yang sebelumnya telah
         disepakati. Hal ini dapat merugikan KUS karena dapat mengurangi tingkat
         keuntungan KUS.

VII.C.   Risiko Kenaikan Tingkat Suku Bunga

         Kinerja KUS dapat dipengaruhi oleh kenaikan tingkat bunga perbankan terutama
         pada sektor konsumen. Kebijakan moneter uang ketat secara tidak langsung juga
         mempengaruhi kenaikan tingkat suku bunga termasuk suku bunga sektor
         konsumen yang dapat berdampak pada menurunnya daya beli konsumen
         terutama di sektor properti, sehingga pada akhirnya dapat berdampak pada kinerja
         keuangan KUS.




                                          60
Page 464
VII.D.   Risiko Operasional

         Kegiatan usaha properti dengan mengembangkan usaha real estat khususnya
         perumahan komersial, vila, dan apartemen yang memberikan fasilitas lainnya
         mengandung risiko-risiko di lapangan seperti risiko hak kepemilikan atas tanah,
         berkurangnya lahan yang tersedia, kebakaran, kerusuhan (demonstrasi maupun
         ancaman bom) dan bencana alam yang dapat berdampak buruk pada kegiatan
         usaha KUS. Hal tersebut di atas dapat menurunkan pendapatan dan keuntungan
         KUS.

VII.E.   Risiko Bencana Alam

         Dengan bisnis utama KUS di bidang real estat yang dimiliki sendiri atau disewa,
         terdapat risiko kebakaran yang dapat memusnahkan aset utama KUS dalam
         menjalankan usaha. Risiko lain yang mungkin dihadapi KUS adalah jika terjadi
         bencana alam seperti gempa.

VII.F.   Risiko Kebijakan Pemerintah

         Seperti halnya semua industri, kegiatan usaha KUS dipengaruhi oleh perubahan
         kebijakan Pemerintah Indonesia baik langsung maupun tidak langsung. Kebijakan
         pemerintah yang secara langsung mempengaruhi KUS antara lain kemungkinan
         perubahan kebijakan rencana tata kota dan tata ruang, yang dapat mengakibatkan
         berkurangnya lahan yang dapat digunakan. Apabila kebijakan pemerintah tersebut
         diterapkan, dapat mengakibatkan berkurangnya jumlah unit yang akan dijual
         sehingga menurunkan jumlah pendapatan dan laba KUS.




                                         61
Page 465
VIII.       METODE PENILAIAN

VIII.A.     Metode-Metode Penilaian

VIII.A.1.   Metode Penyesuaian Aset Bersih

            Metode ini merupakan metode penilaian yang berdasarkan pada pendekatan aset
            (asset based approach). Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan
            liabilitas (liabilities) harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk
            komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank
            atau utang bank).

            Aset lancar (current assets) harus dinilai ulang, misalnya untuk piutang dengan
            mengurangkan jumlah yang tak dapat ditagih secara normal. Aset tetap seperti
            tanah, bangunan, dan mesin-mesin perlu dinilai dengan konsep penilaian properti
            yang berlaku umum.

            Selain aset berwujud, nilai pasar aset tak berwujud (intangible assets) seperti hak
            paten, lisensi, biaya riset dan pengembangan, karyawan yang telah terlatih dan
            siap bekerja (pool of employees), dan daftar langganan (pool of captive customer),
            juga harus dihitung. Nilai pasar aset tak berwujud tersebut diperoleh dengan
            melakukan penilaian terhadap tiap-tiap aset tersebut secara terpisah. Nilai pasar
            ekuitas (net worth) kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai
            seluruh aset dan liabilitas (liabilities) yang telah disesuaikan.

VIII.A.2.   Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek

            Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek merupakan metode
            penilaian yang didasarkan pada pendekatan pasar (market based approach).
            Dengan metode ini, nilai pasar saham ditetapkan berdasarkan harga yang telah
            atau pernah terjadi dari perusahaan sejenis yang sebanding dan sepadan. Nilai
            pasar dari perusahaan pembanding diambil dari pasar modal (perusahaan
            publik/terbuka).

            Syarat utama dari penggunaan metode ini adalah perusahaan pembanding harus
            sebanding dan sepadan dengan perusahaan yang akan dinilai dalam berbagai
            variabel pembanding, antara lain perputaran penjualan, ekuitas, struktur modal
            (leverage), aset dan komposisi aset, tingkat laba, dan rasio-rasio keuangan.

            Jika telah diperoleh perusahaan yang sebanding dan sepadan, nilai pasar saham
            perusahaan yang dinilai diperoleh dengan cara mengalikan pendapatan
            perusahaan dengan beberapa rasio yang diperoleh dari perusahaan pembanding,
            seperti rasio P/E (price/earnings), P/S (price/sales), P/BV (price/book value of
            equity) dan sebagainya.




                                              62
Page 466
VIII.A.3.   Metode Diskonto Arus Kas

            Metode diskonto arus kas ini merupakan metode penilaian yang didasarkan pada
            pendekatan pendapatan (income based approach).

            Untuk menggunakan metode ini, sebelum melakukan proses diskonto
            (discounting), terlebih dahulu harus diproyeksikan pendapatan mendatang berupa
            arus kas bersih untuk ekuitas (net cash flow to equity) atau arus kas bersih untuk
            kapital (net cash flow to invested capital) sesuai dengan sifat dan jenis usaha yang
            dinilai. Setelah proyeksi dibuat, langkah berikutnya adalah menetapkan tingkat
            diskonto (discount rate) yang tepat.

            Proses selanjutnya adalah mendiskonto nilai-nilai arus kas bersih yang telah
            diproyeksikan, termasuk nilai periode kekal (continuing value), dengan faktor
            diskonto (discount factor) yang diperoleh dari tingkat diskonto sesuai dengan
            periode proyeksinya. Jika yang didiskonto adalah arus kas bersih untuk ekuitas,
            maka nilai kini (present value) dari keseluruhan pendapatan di masa mendatang
            tersebut merupakan nilai ekuitas, sedangkan jika yang didiskonto adalah arus kas
            bersih untuk kapital, jumlah nilai kini tersebut merupakan nilai perusahaan
            (corporate value), yang masih harus dikurangi dengan nilai liabilitas untuk
            mendapatkan nilai ekuitas.

VIII.B.     Metode Penilaian yang Digunakan

            Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis
            internal akan berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis
            historis atas laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi komprehensif KUS,
            pengkajian atas kondisi operasi dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki
            KUS. Prospek KUS di masa yang akan datang kami evaluasi berdasarkan rencana
            usaha yang diberikan oleh manajemen yang telah kami kaji kewajaran dan
            konsistensinya. Analisis eksternal didasarkan pada kajian singkat terhadap
            faktor-faktor eksternal yang dipertimbangkan sebagai penggerak nilai (value
            drivers) termasuk juga kajian singkat atas prospek dari industri yang bersangkutan.

            Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar
            suatu “business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi
            keuangan dan laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya
            diperlukan penyesuaian terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan
            normalisasi keuntungan laporan laba rugi komprehensif yang biasanya disusun
            oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun nilai buku suatu
            perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan laba
            rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis
            yang dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian
            tersebut.




                                              63
Page 467
          Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis
          internal akan berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis
          historis atas laporan posisi keuangan, dan laporan laba rugi komprehensif KUS,
          pengkajian atas kondisi operasi dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki
          KUS. Prospek KUS di masa yang akan datang kami evaluasi berdasarkan rencana
          usaha yang telah kami kaji kewajaran dan konsistensinya. Analisis eksternal
          didasarkan pada kajian singkat terhadap faktor-faktor eksternal yang
          dipertimbangkan sebagai penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian
          singkat atas prospek dari industri yang bersangkutan.

          Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar
          suatu “business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi
          keuangan dan laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya
          diperlukan penyesuaian terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan
          normalisasi keuntungan laporan laba rugi komprehensif yang biasanya disusun
          oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun nilai buku suatu
          perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan laba
          rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis
          yang dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian
          tersebut.

VIII.C.   Premis Penilaian

          Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis
          penilaian bahwa KUS adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.

VIII.D.   Aplikasi Diskon dan Premi

          Diskon dan premi merupakan hal-hal yang tak terpisahkan dari proses penilaian
          perusahaan tertutup. Diskon dan premi terkait dengan ada/tidaknya tingkat kendali
          serta tingkat kemampuan untuk dipasarkan dari saham yang dinilai. Diskon adalah
          potongan yang diberikan kepada suatu indikasi nilai dari business interest atau
          saham yang berhasil diperkirakan. Pemberian diskon terkait dengan tidak adanya
          unsur kendali dalam saham yang dinilai dan disebut dengan Discount for Lack of
          Control – DLOC (Diskon Tanpa Pengendalian). Diskon juga terkait dengan tingkat
          kesulitan saham tersebut untuk dikonversi secara cepat menjadi uang tunai yang
          disebut dengan Discount for Lack of Marketabilities – DLOM (Diskon Likuiditas
          Pasar). Sedangkan, premi adalah tambahan nilai yang diberikan kepada indikasi
          nilai yang berhasil diperoleh dalam proses penilaian. Pemberian premi terkait
          dengan adanya unsur kendali dalam saham perusahaan yang dinilai dan disebut
          dengan Premium for Control (Premi Pengendalian).




                                            64
Page 468
VIII.E.   Prosedur Penilaian

          Berdasarkan pendekatan dan metode penilaian yang telah dipilih untuk
          menentukan indikasi nilai pasar Objek Penilaian, kami telah melakukan
          langkah-langkah sebagai berikut:

          1. Melakukan tinjauan atas faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi
             operasi KUS.
          2. Melakukan tinjauan atas laporan keuangan historis dari KUS.
          3. Melakukan penelaahan atas data operasional KUS.
          4. Melakukan penilaian Objek Penilaian dengan mengaplikasikan metode
             penyesuaian aset bersih dengan pendekatan aset.

VIII.F.   Independensi Penilai

          Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa
          adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan KUS
          ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan KUS. KR juga tidak
          memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
          Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan
          atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali
          tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis penilaian ini dan
          KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan No. KR/230412-001
          tanggal 12 April 2023 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.




                                            65
Page 469
IX.     PENILAIAN

        Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode penilaian yang digunakan
        untuk menilai Objek Penilaian adalah metode penyesuaian aset bersih.

IX.A.   Premi Pengendalian (Premium for Control), Diskon Tanpa Pengendalian
        (Discount for Lack of Control), dan Diskon Likuiditas Pasar (Discount for
        Lack of Marketabilities)

        Berdasarkan POJK 35/2020, premi pengendalian didefinisikan sebagai “suatu
        jumlah atau persentase tertentu yang merupakan penambah dari nilai suatu
        ekuitas sebagai cerminan dari tingkat pengendalian atas objek penilaian”.

        Berdasarkan POJK 35/2020, diskon tanpa pengendalian didefinisikan sebagai
        “suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan pengurang dari nilai suatu
        ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya tingkat pengendalian atas objek
        penilaian”.

        Premi pengendalian dan diskon tanpa pengendalian mencerminkan penambahan
        terhadap nilai dari penyertaan minoritas atau pengurangan terhadap nilai dari
        penyertaan mayoritas dalam entitas anak yang dinilai sebagai pengaruh dari
        ketiadaan pengendalian dari pemilik yang berada dalam posisi minoritas atau
        dibatasi pengendaliannya.

        Pengurangan diperhitungkan karena pemilik yang dalam kondisi tidak memiliki
        kemampuan untuk mengendalikan akan memperoleh manfaat yang berbeda dari
        pemilik yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan karena adanya
        keleluasaan dari pemilik yang mengendalikan untuk mengoptimalkan manfaat
        dengan:

           Menentukan arah perkembangan jangka panjang perusahaan.
           Memilih pengurus inti perusahaan.
           Menentukan hak dan fasilitas untuk pengurus inti.
           Menentukan kebijakan investasi.
           Menentukan dengan pihak mana kegiatan usaha akan dilakukan.
           Menentukan besarnya dividen yang akan dibayarkan.
           Menolak usulan-usulan di atas yang berasal dari pemegang saham minoritas.

        Berdasarkan Peraturan POJK 35/2020, diskon likuiditas pasar didefinisikan
        sebagai “suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan pengurang dari
        nilai suatu ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya likuiditas objek penilaian”.

        Diskon likuiditas pasar mencerminkan pengurangan terhadap nilai dari
        perusahaan yang dinilai sebagai pengaruh dari tidak likuidnya saham perusahaan
        tersebut untuk diperdagangkan.




                                         66
Page 470
        Untuk penilaian atas KUS, sesuai dengan tujuan penilaian yang dilakukan, yaitu
        untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang nilai pasar dari
        Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau
        ekuivalensinya pada tanggal 30 Juni 2023, oleh karena itu atas indikasi nilai yang
        dihasilkan, dilakukan atau diaplikasikan penyesuaian terhadap kondisi
        ketidakmampuan untuk dipasarkan dengan cepat (diskon likuiditas pasar),
        dikenakan diskon sebesar 40,00%, dengan pertimbangan sebagai berikut:

           Berdasarkan POJK 35/2020, diskon likuiditas pasar untuk perusahaan tertutup
            bagi pemegang saham mayoritas adalah antara 20,00% - 40,00%.
           KUS merupakan perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
            (privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
            Indonesia.

IX.B.   Nilai Pasar Objek Penilaian

        Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode yang digunakan untuk
        menentukan nilai pasar 100,00% saham KUS adalah metode penyesuaian aset
        bersih. Metode ini merupakan metode penilaian yang didasarkan pada pendekatan
        aset. Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan liabilitas harus
        disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang
        telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank).

        Pada penilaian ini, kami melakukan penilaian berdasarkan nilai pasar persediaan
        yang telah dinilai oleh KJPP SRR sebagaimana tertuang dalam laporannya
        No. 00360/2.0059-02/PI/03/0242/1/VIII/2023 tanggal 7 Agustus 2023, dimana nilai
        pasar atas persediaan pada tanggal 30 Juni 2023 adalah sebesar
        Rp 1.262,99 miliar.

        Apabila nilai pasar atas persediaan tersebut direfleksikan dalam laporan posisi
        keuangan, maka jumlah aset KUS adalah sebesar Rp 1.696,50 miliar, sedangkan
        jumlah liabilitas KUS adalah tetap, yaitu sebesar Rp 1.671,45 miliar.

        Indikasi nilai pasar 100,00% saham KUS kemudian diperoleh dengan menghitung
        selisih antara nilai seluruh aset dan liabilitas. Dengan demikian, indikasi nilai pasar
        100,00% saham KUS sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
        Rp 25,05 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 40,00%, maka nilai pasar
        100,00% saham KUS adalah sebesar Rp 15,03 miliar. Dengan demikian, nilai
        pasar 100,00% saham KUS berdasarkan metode penyesuaian aset bersih adalah
        sebesar Rp 15,03 miliar.




                                            67
Page 471
Perincian perhitungan nilai pasar 100,00% saham KUS dengan menggunakan
metode penyesuaian aset bersih adalah sebagai berikut:

Tabel 25
PT Karunia Utama Selaras                                                                                  Lampiran A
Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 30 Juni 2023

                                                                                              (Dalam jutaan Rupiah)

                        Keterangan                                   30/06/23        Penyesuaian       Nilai Pasar

ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                                         6.042                   -          6.042
Piutang lain-lain                                                        323.127                   -        323.127
Uang muka                                                                    685                   -            685
Pajak dibayar di muka                                                    103.659                   -        103.659
Jumlah Aset Lancar                                                       433.513                   -        433.513
ASET TIDAK LANCAR
Persediaan                                                             1.238.336           24.654          1.262.991
Jumlah Aset Tidak Lancar                                               1.238.336           24.654          1.262.991
JUMLAH ASET                                                            1.671.850           24.654          1.696.504
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                                               20.902                   -          20.902
Utang lain-lain                                                        1.632.677                   -       1.632.677
Biaya masih harus dibayar                                                 17.737                   -          17.737
Utang pajak                                                                  100                   -             100
Bagian jangka pendek dari liabilitas jangka panjang                            -                   -               -
Liabilitas imbalan kerja                                                       8                   -               8
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                        1.671.425                   -       1.671.425
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian                             -                 -              -
jangka pendek:                                                                   -                 -              -
Liabilitas imbalan kerja                                                        30                 -             30
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                                30                 -             30
JUMLAH LIABILITAS                                                      1.671.454                   -       1.671.454
EKUITAS                                                                     395            24.654            25.050
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                          1.671.850           24.654          1.696.504

Indikasi nilai pasar 100,00% saham sebelum diskon likuiditas pasar                                            25.050
Diskon likuiditas pasar (40,00%)                                                                             (10.020)
Nilai pasar 100,00% saham                                                                                    15.030




                                                   68
Page 472
IX.C.   Kesimpulan Penilaian

        Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima
        dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang mempengaruhi
        penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal
        30 Juni 2023 adalah sebesar Rp 15,03 miliar.




                                         69
Page 473
PT Karunia Utama Selaras                                                                                  Lampiran A
Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 30 Juni 2023

                                                                                              (Dalam jutaan Rupiah)

                        Keterangan                                   30/06/23        Penyesuaian       Nilai Pasar

ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                                         6.042                   -          6.042
Piutang lain-lain                                                        323.127                   -        323.127
Uang muka                                                                    685                   -            685
Pajak dibayar di muka                                                    103.659                   -        103.659
Jumlah Aset Lancar                                                       433.513                   -        433.513
ASET TIDAK LANCAR
Persediaan                                                             1.238.336           24.654          1.262.991
Jumlah Aset Tidak Lancar                                               1.238.336           24.654          1.262.991
JUMLAH ASET                                                            1.671.850           24.654          1.696.504
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                                               20.902                   -          20.902
Utang lain-lain                                                        1.632.677                   -       1.632.677
Biaya masih harus dibayar                                                 17.737                   -          17.737
Utang pajak                                                                  100                   -             100
Bagian jangka pendek dari liabilitas jangka panjang                            -                   -               -
Liabilitas imbalan kerja                                                       8                   -               8
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                        1.671.425                   -       1.671.425
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian                             -                 -              -
jangka pendek:                                                                   -                 -              -
Liabilitas imbalan kerja                                                        30                 -             30
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                                30                 -             30
JUMLAH LIABILITAS                                                      1.671.454                   -       1.671.454
EKUITAS                                                                     395            24.654            25.050
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                          1.671.850           24.654          1.696.504

Indikasi nilai pasar 100,00% saham sebelum diskon likuiditas pasar                                            25.050
Diskon likuiditas pasar (40,00%)                                                                             (10.020)
Nilai pasar 100,00% saham                                                                                    15.030




                                                         70
Page 474
Kusnanto & rekan
 Independent Business Appraisers
License : 2.19.0162
Indonesia
Page 475
No. : 00101/2.0162-00/BS/05/0153/1/VIII/2023                                7 Agustus 2023



Kepada Yth.

PT PANTAI INDAH KAPUK DUA Tbk
Office Tower Agung Sedayu Group Lt. 8 dan 10
Jl. Marina Raya, Kamal Muara, Penjaringan
Jakarta Utara 14470

U.p. : Direksi

Hal : Ringkasan Penilaian 100,00% Saham PT Sumber Cipta Utama


Dengan hormat,

Kantor Jasa Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya
disebut “KR” atau “kami”) mendapat penugasan dari manajemen PT Pantai Indah Kapuk Dua
Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) untuk memberikan pendapat sebagai penilai
independen atas nilai pasar 100,00% saham PT Sumber Cipta Utama (selanjutnya disebut
“SCU”). Penugasan kami tersebut sesuai dengan surat penugasan No. KR/230412-001
tanggal 12 April 2023 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.

Selanjutnya, kami sebagai KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan
No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar
modal di Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya disebut “OJK”) dengan Surat Tanda Terdaftar
Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK No. STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023 (penilai bisnis),
menyatakan bahwa kami telah meneliti dan menilai nilai pasar 100,00% saham SCU
(selanjutnya disebut “Objek Penilaian”) dengan tujuan untuk mengungkapkan pendapat
mengenai nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 30 Juni 2023.


ALASAN DAN LATAR BELAKANG RENCANA PENYERTAAN SAHAM

Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka
(publicly-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang
lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang perindustrian, aktivitas
perusahaan holding dan konsultasi manajemen. Perseroan dan entitas anaknya bergerak
dalam beberapa bidang usaha yang meliputi industri macam-macam wadah dari logam
berupa kaleng kemas, pengolahan hasil perikanan dan real estat. Perseroan berdomisili di
Jalan Marina Raya, Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara 14470, dengan nomor telepon:
(021) 2941 7685 dan email: corporate.secretary@agungsedayu.com.
Page 476
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
30 Juni 2023, Perseroan memiliki penyertaan saham pada beberapa entitas anak baik
langsung maupun tidak langsung dengan rincian sebagai berikut:


                                                      Perseroan


                                  99,00%                                                   51,00%
                        PT Panorama Eka
                                                                             PT Bangun Kosambi
                          Tunggal (PET)
                                                                                  Sukses (BKS)
                             BKS 1,00%
              51,00%              57,00%                     51,00%                        99,60%                        40,00%
                                                  PT Cahaya Gemilang
   PT Mega Andalan     PT Cahaya Kencana                                        PT Agung Surya               PT Fin Centerindo
                                                   Indah Cemerlang
       Sukses (MAS)         Indah (CKI)                                        Gemerlap (ASGE)                    Satu (FCS)
                                                        (CGIC)



PET, BKS, MAS, CKI, CGIC, ASGE, dan FCS selanjutnya secara bersama-sama disebut
“Entitas Anak Perseroan”.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, ruang lingkup kegiatan
usaha dan status Entitas Anak Perseroan adalah sebagai berikut:

 No.     Keterangan    Status         Domisili                                       Kegiatan Usaha

   1   PET             Tertutup       Indonesia       Aktivitas manajemen konsultasi lainnya dan real estat yang dimiliki sendiri atau
                                                     disewa mencakup usaha pembelian, penjualan, persewaan, dan pengoperasian
                                                     real estat baik yang dimiliki sendiri maupun disewa.
   2   BKS             Tertutup       Indonesia       Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                     penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                     maupun disewa.
   3   MAS             Tertutup       Indonesia       Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                     penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                     maupun disewa.
   4   CKI             Tertutup       Indonesia       Real estat.
   5   CGIC            Tertutup       Indonesia       Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                     penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                     maupun disewa.
   6   ASGE            Tertutup       Indonesia       Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                     penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                     maupun disewa.
   7   FCS             Tertutup       Indonesia       Jasa, real estat dan pembangunan (kontraktor).



Industri properti di Indonesia pada tahun 2023 mengalami peningkatan sejalan dengan
pertumbuhan positif ekonomi Indonesia setelah mengalami resesi akibat dampak pandemi
wabah Covid-19. Pemulihan ekonomi Indonesia tersebut dan peningkatan daya beli
konsumen dinilai merupakan faktor yang mendorong stabilitas indutri properti. Sebagai salah
satu industri yang memberikan kontribusi pertumbuhan industri nasional, dengan keunggulan
populasi yang dimiliki Indonesia yang didukung transformasi digitalisasi, industri properti terus
memacu pembangunan infrakstruktur untuk lebih berkualitas sehingga dapat meningkatkan
prospek pertumbuhan kinerjanya. Manajemen Perseroan memandang pertumbuhan industri
properti memiliki potensi untuk dapat berkembang yang didukung oleh pertumbuhan ekonomi
maupun sosial, meningkatnya populasi, dan meningkatnya daya beli masyarakat.
Dengan demikian, Perseroan merencanakan untuk melakukan beberapa rencana aksi
korporasi dengan rincian sebagai berikut:



                                                           ii
Page 477
   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan modal
    ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Bumindo Mekar Wibawa (selanjutnya
    disebut “BMW”), melalui rencana peningkatan modal dasar BMW terlebih dahulu
    (selanjutnya disebut “Rencana Penyertaan Saham BMW”);

   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan modal
    ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Cahaya Inti Sentosa (selanjutnya disebut
    “CIS”), melalui rencana peningkatan modal dasar CIS terlebih dahulu (selanjutnya disebut
    “Rencana Penyertaan Saham CIS”);

   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan modal
    ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Jaya Indah Sentosa (selanjutnya disebut
    “JIS”), melalui rencana peningkatan modal dasar JIS terlebih dahulu (selanjutnya disebut
    “Rencana Penyertaan Saham JIS”);

   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan modal
    ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Kemilau Karya Utama (selanjutnya
    disebut “KKU”) dengan menerbitkan saham seri B yang memiliki seluruh hak yang sama
    dengan saham yang diterbitkan oleh KKU, yang selanjutnya akan menjadi saham seri A,
    kecuali perbedaan harga nominal per lembar saham untuk saham seri A dan saham seri
    B tersebut, melalui rencana peningkatan modal dasar KKU terlebih dahulu (selanjutnya
    disebut “Rencana Penyertaan Saham KKU”);

   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan modal
    ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Karunia Utama Selaras (selanjutnya
    disebut “KUS”), melalui rencana peningkatan modal dasar KUS terlebih dahulu
    (selanjutnya disebut “Rencana Penyertaan Saham KUS”);

   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan modal
    ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh SCU, melalui rencana peningkatan modal
    dasar SCU terlebih dahulu (selanjutnya disebut “Rencana Penyertaan Saham SCU”);
    dan

   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan modal
    ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Sharindo Matratama (selanjutnya disebut
    “SHM”), dengan menerbitkan saham seri B yang memiliki seluruh hak yang sama dengan
    saham yang diterbitkan oleh SHM, yang selanjutnya akan menjadi saham seri A, kecuali
    perbedaan harga nominal per lembar saham untuk saham seri A dan saham seri B
    tersebut, melalui rencana peningkatan modal dasar SHM terlebih dahulu (selanjutnya
    disebut “Rencana Penyertaan Saham SHM”).

Rencana Penyertaan Saham BMW, Rencana Penyertaan Saham CIS, Rencana Penyertaan
Saham JIS, Rencana Penyertaan Saham KKU, Rencana Penyertaan Saham KUS, Rencana
Penyertaan Saham SCU, dan Rencana Penyertaan Saham SHM selanjutnya secara
bersama-sama disebut “Rencana Penyertaan Saham”.




                                             iii
Page 478
Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada
tanggal 30 Juni 2023, ruang lingkup kegiatan usaha dan status perusahaan-perusahaan
dalam Rencana Penyertaan Saham adalah sebagai berikut:

 No.    Keterangan   Status     Domisili                                   Kegiatan Usaha

   1   BMW           Tertutup   Indonesia    Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa dan kawasan industri.
   2   CIS           Tertutup   Indonesia    Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                            penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                            maupun disewa.
   3   JIS           Tertutup   Indonesia    Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                            penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                            maupun disewa.
   4   KKU           Tertutup   Indonesia    Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa.
   5   KUS           Tertutup   Indonesia    Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                            penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                            maupun disewa.
   6   SCU           Tertutup   Indonesia    Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                            penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                            maupun disewa.
   7   SHM           Tertutup   Indonesia    Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                            penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                            maupun disewa.



Sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham, Perseroan merencanakan untuk
melakukan penawaran umum terbatas dengan hak memesan efek terlebih dahulu atas saham
dalam portepel Perseroan sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
No. 14/POJK.04/2019 tanggal 30 April 2019 tentang “Perubahan atas Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan Nomor 32/POJK.04/2015 tentang Penambahan Modal Perusahaan Terbuka
Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu” (selanjutnya disebut
“POJK 14/2019”), dimana dalam rangka penyelesaian Rencana Penyertaan Saham,
Perseroan merencanakan untuk menggunakan dana hasil penawaran umum terbatas dengan
hak memesan efek terlebih dahulu atas saham portepel Perseroan (selanjutnya disebut
“Rencana PMDHMETD”).

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana Penyertaan
Saham dan Rencana PMDHMETD merupakan satu kesatuan transaksi yang tidak dapat
dipisahkan satu dengan yang lainnya dan selanjutnya secara bersama-sama disebut
“Rencana Transaksi”.

Sebelumnya, Perseroan telah melakukan penambahan kegiatan usaha dan mengembangkan
bisnis pada bidang real estat dengan melakukan akuisisi sebesar 51,00% saham pada BKS.
Selanjutnya, Perseroan melalui BKS telah melakukan akuisisi sebesar 51,00% saham
masing-masing pada MAS dan CGIC. Ruang lingkup kegiatan usaha BKS, MAS, dan CGIC
adalah bergerak pada bidang real estat dan memiliki lahan yang seluruhnya berada di
Kabupaten Tangerang dan ketiganya merupakan pengembang kawasan PIK 2. Berdasarkan
keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, saat ini, sebagaian besar pendapatan
Perseroan berasal dari real estat.




                                                  iv
Page 479
Kawasan PIK 2 merupakan kota mandiri dengan konsep smart city yang dikembangkan oleh
Agung Sedayu dan Grup Salim, dengan lokasi yang terbentang pada lahan seluas lebih dari
6.000 hektar di bagian barat hingga bagian utara Jakarta. Disebut sebagai “the new Jakarta
City”, kawasan PIK 2 menghadirkan beberapa mega proyek seperti mal (Sedayu Watertown
Mall), kawasan bisnis (Islamic Financial Center), pusat olahraga, hunian, destinasi kuliner,
serta berbagai fasilitas pendukung lainnya (RS Hermina, Tzu Chi International School,
berbagai tempat ibadah). Selanjutnya, pada kawasan PIK 2 juga direncanakan akan dibangun
berbagai fasilitas dan destinasi wisata unik seperti beach club, Aloha Pasir Putih, Ginza Beach
Walk sampai Community Park (event space), yang secara efektif dapat menjadi daya tarik
keramaian konsumen dan pada akhirnya dapat meningkatkan permintaan properti PIK 2,
terutama untuk hunian dan kaveling komersial. Selain itu, dengan adanya proyek infrastruktur
seperti pembangunan tol baru yang menghubungkan kawasan PIK 2 dengan jalur tol lingkar
luar Jakarta ke depannya dapat mempermudah akses ke kawasan.

Sejalan dengan strategi bisnis Perseroan, Perseroan terus berupaya untuk menerapkan fokus
pada perluasan skala proyek Perseroan pada kawasan PIK 2 dengan merencanakan
pertumbuhan secara anorganik melalui Rencana Penyertaan Saham. Mengingat bahwa
Rencana Penyertaan Saham pada perusahaan-perusahaan tersebut merupakan salah satu
rencana pengembang kawasan PIK 2 yang memiliki proyek di kawasan yang sama dengan
lokasi proyek Perseroan di masa yang akan datang.

Dengan melakukan Rencana Penyertaan Saham, Perseroan senantiasa mencari peluang
bisnis potensial yang dapat memaksimalkan nilai investasi Perseroan di masa yang akan
datang. Perseroan memandang bahwa industri properti memiliki potensi yang dapat
berdampak positif bagi pengembangan bisnis Perseroan dan menciptakan sinergi bisnis yang
optimal khususnya pada pengembangan kawasan PIK 2 sehingga Perseroan dapat
mengambil seluruh potensi keuntungan yang dihasilkan di masa yang akan datang sehingga
pada akhirnya hal tersebut dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan
dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham Perseroan.

Sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham tersebut, Perseroan merencanakan untuk
melakukan Rencana PMDHMETD sesuai dengan POJK 14/2019, dimana dalam rangka
penyelesaian Rencana Penyertaan Saham, Perseroan merencanakan untuk menggunakan
dana hasil penawaran umum terbatas dengan hak memesan efek terlebih dahulu atas saham
portepel Perseroan sehingga Perseroan dapat mengembangkan portofolio bisnis Perseroan
khususnya pada bidang industri properti.

Setelah Rencana Transaksi telah menjadi efektif, Perseroan berharap dapat
mengembangkan seluruh proyek-proyek Perseroan dengan terciptanya sinergi antar
masing-masing kawasan yang tergabung dalam satu kawasan PIK 2 secara maksimal dimana
setiap masing-masing portofolio bisnis industri properti yang dimiliki oleh Perseroan dapat
memberikan nilai tambah bagi kinerja keuangan konsolidasian Perseroan.




                                              v
Page 480
Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

   Sejalan dengan strategi bisnis Perseroan, Perseroan terus berupaya untuk menerapkan
    fokus pada perluasan skala proyek Perseroan pada kawasan PIK 2 dengan
    merencanakan pertumbuhan secara anorganik melalui Rencana Penyertaan Saham.
    Mengingat bahwa Rencana Penyertaan Saham pada perusahaan-perusahaan tersebut
    merupakan salah satu rencana pengembang kawasan PIK 2 yang memiliki proyek di
    kawasan yang sama dengan lokasi proyek Perseroan di masa yang akan datang.

   Dengan melakukan Rencana Penyertaan Saham, Perseroan senantiasa mencari peluang
    bisnis potensial yang dapat memaksimalkan nilai investasi Perseroan di masa yang akan
    datang. Perseroan memandang bahwa industri properti memiliki potensi yang dapat
    berdampak positif bagi pengembangan bisnis Perseroan dan menciptakan sinergi bisnis
    yang optimal khususnya pada pengembangan kawasan PIK 2 sehingga Perseroan dapat
    mengambil seluruh potensi keuntungan yang dihasilkan di masa yang akan datang
    sehingga pada akhirnya hal tersebut dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian
    Perseroan dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham Perseroan.

   Setelah Rencana Transaksi telah menjadi efektif, Perseroan berharap dapat
    mengembangkan seluruh proyek-proyek Perseroan dengan terciptanya sinergi antar
    masing-masing kawasan yang tergabung dalam satu kawasan PIK 2 secara maksimal
    dimana setiap masing-masing portofolio bisnis industri properti yang dimiliki oleh
    Perseroan dapat memberikan nilai tambah bagi kinerja keuangan konsolidasian
    Perseroan.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, mengingat bahwa
terdapat kesamaan pengurus dan pengendalian Perseroan, BMW, CIS, JIS, KKU, KUS, SCU,
dan SHM, maka Rencana Penyertaan Saham merupakan transaksi afiliasi, sehingga
Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang
“Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan” (selanjutnya disebut
“POJK 42/2020”).

Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Penyertaan Saham tersebut merupakan transaksi material, sehingga Perseroan harus
memenuhi Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang “Transaksi
Material dan Perubahan Kegiatan Usaha” (selanjutnya disebut “POJK 17/2020”).

Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi dan transaksi material,
POJK 42/2020 dan POJK 17/2020 mensyaratkan adanya laporan penilaian saham atas
transaksi tersebut, yang disiapkan oleh penilai independen.

Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Penyertaan Saham tersebut, maka
Perseroan menunjuk penilai independen, KR untuk melakukan penilaian atas Objek Penilaian.

Mengingat SCU adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat diperjualbelikan di
pasar modal, maka saham SCU bersifat tidak likuid.




                                           vi
Page 481
PREMIS PENILAIAN

Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis penilaian
bahwa SCU adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.


TUJUAN DAN MAKSUD PENILAIAN

Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang nilai
pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau ekuivalensinya
pada tanggal 30 Juni 2023.

Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari Objek
Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan pertimbangan oleh
manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana Penyertaan Saham serta untuk
memenuhi POJK 42/2020 dan POJK 17/2020.

Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan OJK
No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”) serta Standar Penilaian
Indonesia (selanjutnya disebut “SPI”) 2018.


DEFINISI NILAI YANG DIGUNAKAN

Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka, maka
dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.

Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk digunakan dalam
penilaian ini adalah nilai pasar, dimana berdasarkan POJK 35/2020, nilai pasar didefinisikan
sebagai “estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau
liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang
berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara
layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang
dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.


INDEPENDENSI PENILAI

Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa adanya
benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan SCU ataupun pihak-pihak
yang terafiliasi dengan Perseroan dan SCU. KR juga tidak memiliki kepentingan ataupun
keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak
dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami
terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis
penilaian ini dan KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan
No. KR/230412-001 tanggal 12 April 2023 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.




                                            vii
Page 482
TANGGAL EFEKTIF PENILAIAN

Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal 30 Juni 2023.
Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian serta dari data
keuangan SCU yang kami terima. Data keuangan tersebut berupa laporan keuangan SCU
untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 yang menjadi dasar
penilaian ini.


JENIS LAPORAN

Jenis laporan penilaian 100,00% saham PT Sumber Cipta Utama ini merupakan laporan
terinci.


KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL PENILAIAN (SUBSEQUENT EVENTS)

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal penilaian,
yaitu tanggal 30 Juni 2023, sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian 100,00%
saham PT Sumber Cipta Utama tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal penilaian
(subsequent events) yang secara signifikan dapat mempengaruhi penilaian nilai pasar Objek
Penilaian.


DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN

Dalam melakukan penilaian untuk memperkirakan nilai pasar Objek Penilaian, kami telah
menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan
informasi sebagai berikut:

1. Laporan keuangan SCU untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
   30 Juni 2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (selanjutnya disebut “KAP”)
   Suharli, Sugiharto & Rekan (selanjutnya disebut “SSR”) sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00338/2.1315/AU.1/03/1415-3/1/VII/2023 tanggal 31 Juli 2023 dengan
   pendapat wajar tanpa pengecualian;

2. Laporan keuangan SCU untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang
   telah diaudit oleh KAP SSR sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00331/2.1315/AU.1/03/1415-2/1/VII/2023 tanggal 31 Juli 2023 dengan pendapat
   wajar tanpa pengecualian;

3. Laporan keuangan SCU untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 yang
   telah diaudit oleh KAP SSR sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00323/2.1315/AU.1/03/1415-1/1/VII/2023 tanggal 31 Juli 2023 dengan pendapat
   wajar tanpa pengecualian;




                                            viii
Page 483
4. Laporan keuangan SCU untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 yang
   telah diaudit oleh KAP Haryono, Junianto & Asmoro (selanjutnya disebut “HJA”)
   sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00220/2.1132/AU.1/1113-4/1/XII/2021
   tanggal 17 Desember 2021 dengan pendapat wajar dengan pengecualian;

5. Laporan keuangan SCU untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 yang
   telah diaudit oleh KAP HJA sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00219/2.1132/AU.1/03/1113-3/1/XII/2021 tanggal 14 Desember 2021 dengan
   pendapat wajar dengan pengecualian;

6. Laporan keuangan SCU untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 yang
   telah diaudit oleh KAP HJA sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00186/2.1132/AU.1/03/1113-2/1/X/2021 tanggal 18 Juni 2021 dengan pendapat wajar
   dengan pengecualian;

7. Laporan penilaian properti SCU per 30 Juni 2023 yang disusun oleh KJPP Suwendho
   Rinaldy & Rekan sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00358/2.0059-
   02/PI/03/0242/1/VIII/2023 tanggal 7 Agustus 2023;

8. Anggaran dasar SCU yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta Notaris No. 38
   tanggal 16 Maret 2020 yang dibuat oleh Edison Jingga, S.H., M.H., mengenai perubahan
   tempat kedudukan SCU;

9. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Yohanes Edmond Budiman
   dengan posisi sebagai Direktur, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal lain yang
   terkait dengan Rencana Transaksi;

10. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan SCU serta pihak-pihak lain yang
    relevan untuk penugasan;

11. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

12. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain website
    Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

13. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

14. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Transaksi; dan

15. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan hasil
    analisis lain yang kami anggap relevan.




                                            ix
Page 484
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan dan
kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan
kepada kami oleh Perseroan dan SCU atau yang tersedia secara umum dan kami tidak
bertanggung jawab atas kebenaran informasi-informasi tersebut.

Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari SCU. Jasa-jasa yang kami
berikan kepada Perseroan hanya merupakan penilaian atas Objek Penilaian dan bukan
jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian
tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu
penelaahan atau audit, atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi
keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan
kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan
keuangan, atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak
mencoba mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya yang dilakukan Perseroan.


KONDISI PEMBATAS DAN ASUMSI-ASUMSI POKOK

Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan
keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan tanggal
penerbitan laporan penilaian ini.

Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode penyesuaian aset bersih
didasarkan pada laporan keuangan SCU yang telah diaudit. Kami telah melakukan
penyesuaian atas laporan keuangan tersebut agar dapat mencerminkan nilai pasarnya. Kami
bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian berdasarkan kinerja historis SCU dan
informasi manajemen SCU terhadap laporan keuangan SCU tersebut. Kami juga bertanggung
jawab atas laporan penilaian SCU dan kesimpulan nilai akhir.

Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi dan
kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penilaian sampai
dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian. Kami
tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan
(update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain
yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan SCU atau yang tersedia secara umum yang
pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung
jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut.
Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan dan SCU bahwa mereka
tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada
kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.




                                            x
Page 485
Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat
mempengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggung jawab atas
perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya,
ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi sehingga
data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan/atau dapat disalahartikan.

Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang
mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan mengubah
hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data
yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa perbedaan yang
terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini telah dilaksanakan
dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami tidak dapat menerima tanggung
jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya
analisis tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan analisis
transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai dasar penilaian.
Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer opinion dan merupakan laporan
yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat
mempengaruhi operasional Perseroan dan SCU.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan dan tidak
dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan
prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat
dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan
atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum. Selanjutnya, kami
juga telah memperoleh informasi atas status hukum SCU berdasarkan anggaran dasar SCU.


TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI

Dalam menyusun laporan penilaian Objek Penilaian, KR diberikan kesempatan untuk
melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan laporan penilaian Objek Penilaian.


PENDEKATAN PENILAIAN YANG DIGUNAKAN

Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis internal
akan berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis historis atas laporan
posisi keuangan, dan laporan laba rugi komprehensif SCU, pengkajian atas kondisi operasi
dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki SCU. Prospek SCU di masa yang akan
datang kami evaluasi berdasarkan rencana usaha yang telah kami kaji kewajaran dan
konsistensinya. Analisis eksternal didasarkan pada kajian singkat terhadap faktor-faktor
eksternal yang dipertimbangkan sebagai penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian
singkat atas prospek dari industri yang bersangkutan.




                                             xi
Page 486
Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar suatu
“business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi keuangan dan
laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya diperlukan penyesuaian
terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan normalisasi keuntungan laporan laba rugi
komprehensif yang biasanya disusun oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun
nilai buku suatu perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan
laba rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis yang
dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian tersebut.


METODE PENILAIAN YANG DIGUNAKAN

Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method).

Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari semua
komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk
komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang
bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh dengan menghitung selisih
antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai pasar liabilitas.

Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen Perseroan dan
SCU. Tidak tertutup kemungkinan untuk diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian
lain yang dapat memberikan hasil yang berbeda.


RINGKASAN HASIL PENILAIAN

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, ringkasan hasil penilaian kami adalah sebagai
berikut:

Berdasarkan metode penyesuaian aset bersih, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
100,00% saham SCU sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar Rp 55,41 miliar.
Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 40,00%, maka nilai pasar 100,00% saham SCU
adalah sebesar Rp 33,25 miliar. Dengan demikian, nilai pasar 100,00% saham SCU
berdasarkan metode penyesuaian aset bersih adalah sebesar Rp 33,25 miliar.




                                           xii
Page 487
KESIMPULAN PENILAIAN

Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima dan dengan
mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang mempengaruhi penilaian, maka menurut
pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 30 Juni 2023 adalah sebesar
Rp 33,25 miliar.

Nilai pasar Objek Penilaian tersebut kami tentukan berdasarkan data dan informasi yang kami
peroleh dari pihak manajemen Perseroan dan SCU serta pihak-pihak lain yang relevan
dengan penilaian. Kami menganggap bahwa semua informasi tersebut adalah benar dan
bahwa tidak ada keadaan atau hal-hal yang tidak terungkap yang akan mempengaruhi nilai
pasar tersebut secara material.

Kami tidak melakukan penyelidikan dan juga bukan merupakan tanggung jawab kami
kemungkinan terjadinya masalah yang berkaitan dengan status hukum kepemilikan,
kewajiban utang dan/atau sengketa atas SCU. Kami tegaskan pula bahwa kami tidak
memperoleh manfaat atau keuntungan apapun baik saat ini maupun di masa mendatang dan
imbalan jasa yang telah disetujui atas penilaian SCU tidak tergantung pada nilai yang
dilaporkan.


DISTRIBUSI LAPORAN PENILAIAN

Penilaian ini hanya ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya dengan
Rencana Penyertaan Saham serta tidak dapat digunakan atau dikutip untuk tujuan lain tanpa
adanya izin tertulis dari KR dan/atau tidak untuk digunakan oleh pihak lain.

Penilaian ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
dan keuangan, serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk
menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi
setelah tanggal laporan ini. Walaupun demikian, kami memiliki hak untuk, jika diperlukan,
mengubah atau melengkapi hasil dari laporan ini jika terdapat tambahan informasi yang
relevan setelah tanggal laporan ini yang kami anggap dapat berpengaruh secara signifikan
terhadap hasil penilaian kami. Laporan penilaian ini hanya dipersiapkan untuk dapat
dipergunakan sesuai dengan tujuan yang telah disebutkan di atas dan tidak dapat
dipergunakan untuk tujuan lainnya.

Pendapat yang kami sampaikan di sini harus dipandang sebagai satu kesatuan bersama
dengan laporan lengkap yang telah kami siapkan. Penggunaan sebagian analisis dan
informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat menyebabkan
pandangan yang menyesatkan.




                                            xiii
Page 488
Penilaian ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan stempel
perusahaan (corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.


Hormat kami,
KJPP KUSNANTO & REKAN




Willy D. Kusnanto
Pimpinan Rekan

Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996




                                            xiv
Page 489
                          ASUMSI DAN SYARAT PEMBATAS


1. KR sama sekali tidak memiliki kepentingan keuangan atau apapun terhadap SCU untuk
   sekarang dan masa yang akan datang.

2. Biaya untuk penilaian ini tidak tergantung pada besarnya nilai yang diperoleh atau yang
   tercantum dalam laporan.

3. Nilai dicantumkan dalam mata uang Rupiah dan/atau ekuivalensinya atas permintaan
   pemberi tugas.

4. Laporan disajikan hanya untuk maksud dan tujuan seperti tertulis di dalam laporan serta
   ditujukan terbatas kepada klien dimaksud.

5. Baik seluruh maupun sebagian dari isi laporan ini tidak diizinkan untuk dipublikasikan
   melalui iklan atau media lainnya tanpa seizin dari KJPP Kusnanto & rekan.

6. Laporan penilaian ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan KR dan stempel
   perusahaan (corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.




                                           xv
Page 490
                       PERNYATAAN INDEPENDENSI PENILAI


1. KR tidak memiliki benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan perusahaan yang
   dinilai.

2. KR tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan usaha/saham
   perusahaan yang dinilai.

3. KR tidak memiliki pinjaman dengan perusahaan yang dinilai.

4. Laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
   manapun.

5. KR hanya menerima imbalan jasa sesuai dengan surat penugasan KR.


Tim Penilai:



Willy D. Kusnanto                                               .....................................
Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996



Erric Reynaldi                                                  .....................................
No. MAPPI      : 13-P-04625



Andry Steven                                                    .....................................
No. MAPPI    : 14-P-04891



Fergy Merzyana                                                  .....................................
No. MAPPI     : 20-P-10345




                                           xvi
Page 491
                                 SURAT PERNYATAAN


Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai penilai, kami yang bertanda tangan di
bawah ini menerangkan bahwa:

1. Pernyataan dalam laporan ini, yang menjadi dasar dari analisis, pendapat, dan kesimpulan
   yang diuraikan di dalamnya adalah benar. Laporan ini menjelaskan semua syarat-syarat
   pembatasan yang mempengaruhi analisis, pendapat, dan kesimpulan yang tertera dalam
   laporan ini dan laporan ini telah disusun sesuai dengan dan tunduk pada
   ketentuan-ketentuan dari Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020
   tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal” dan Standar
   Penilaian Indonesia (SPI) 2018 serta telah dibuat dengan memenuhi Kode Etik Penilai
   Indonesia (KEPI).

2. KR bertanggung jawab atas laporan penilaian.

3. Semua pernyataan dan data yang tercantum dalam laporan adalah benar adanya dan
   sesuai dengan pengetahuan dan itikad baik KR.

4. Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap Objek Penilaian pada tanggal
   penilaian yang ditentukan, yaitu 30 Juni 2023.

5. Penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan
   perundang-undangan yang berlaku.

6. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan penilaian.

7. Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan
   sebagai kesimpulan nilai.

8. KR tidak memiliki kepentingan pribadi atau kecenderungan untuk berpihak berkenaan
   dengan subjek dari laporan ini maupun pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.

9. KR telah memenuhi pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau diselenggarakan
   oleh Asosiasi Penilai yang diakui oleh Pemerintah.

10. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.

11. KR telah memiliki pemahaman mengenai Objek Penilaian yang dinilai.

12. Imbalan jasa yang diterima oleh KR tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari
    proses analisis Objek Penilaian.

13. Analisis dan kesimpulan nilai telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas.




                                           xvii
Page 492
14. Data ekonomi dan industri dalam laporan penilaian ini diperoleh dari berbagai sumber
    yang diyakini KR dapat dipertanggungjawabkan.

15. Tidak seorangpun selain yang disebutkan dalam laporan penilaian ini telah menyediakan
    bantuan profesional dalam menyiapkan laporan penilaian ini.

16. KR telah melakukan inspeksi atas aset tetap yang dimiliki oleh SCU serta telah melakukan
    inspeksi dan wawancara dengan manajemen Perseroan terkait dengan operasional,
    kinerja, dan prospek dari SCU.


Tim Penilai:



Willy D. Kusnanto                                                 .....................................
Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996



Erric Reynaldi                                                    .....................................
No. MAPPI      : 13-P-04625



Andry Steven                                                      .....................................
No. MAPPI    : 14-P-04891



Fergy Merzyana                                                    .....................................
No. MAPPI     : 20-P-10345




                                            xviii
Page 493
                                      DAFTAR ISI

                                                                            HALAMAN

OPINI                                                                              i

ASUMSI DAN SYARAT PEMBATAS                                                       xv

PERNYATAAN INDEPENDENSI PENILAI                                                 xvi

SURAT PERNYATAAN                                                                xvii

DAFTAR ISI                                                                      xix

DAFTAR TABEL                                                                    xxii

DAFTAR GRAFIK                                                                   xxv

LAMPIRAN                                                                       xxvi

I.      RINGKASAN EKSEKUTIF

        A. Alasan dan Latar Belakang                                             1
        B. Objek serta Tujuan dan Maksud Penilaian                               6
        C. Premis Penilaian                                                      6
        D. Independensi Penilai                                                  7
        E. Tanggal Efektif Penilaian                                             7
        F. Profil PT Sumber Cipta Utama                                          7
        G. Definisi Nilai yang Digunakan                                         8
        H. Pendekatan Penilaian yang Digunakan                                   8
        I. Metode Penilaian yang Digunakan                                       9
        J. Ringkasan Hasil Penilaian                                             9
        K. Kesimpulan Penilaian                                                 10

II.     DESKRIPSI PENUGASAN

        A. Alasan dan Latar Belakang                                            11
        B. Tujuan dan Maksud Penilaian                                          15
        C. Definisi Nilai yang Digunakan                                        15
        D. Tanggal Efektif Penilaian                                            15
        E. Data dan Informasi yang Digunakan                                    15
        F. Informasi Non-Keuangan                                               17
        G. Jenis Ekuitas                                                        19
        H. Kondisi Pembatas dan Asumsi-Asumsi Pokok                             19
        I. Tingkat Kedalaman Investigasi                                        20
        J. Distribusi Laporan Penilaian                                         21
        K. Jenis Laporan                                                        21
        L. Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events)       21




                                           xix
Page 494
                                                                        HALAMAN

III.    PENJELASAN SINGKAT MENGENAI OBJEK PENILAIAN

        A. Latar Belakang PT Sumber Cipta Utama                                 22
        B. Kegiatan Usaha                                                       22
        C. Manajemen                                                            22
        D. Kepemilikan Saham                                                    23
        E. Data Keuangan Historis                                               23

IV.     KONDISI DAN TINJAUAN EKONOMI

        A. Tinjauan Ekonomi Dunia                                               25
        B. Tinjauan Ekonomi Indonesia                                           27
        C. Proyeksi Ekonomi Indonesia                                           28
        D. Tingkat Suku Bunga                                                   28
        E. Inflasi                                                              29
        F. Nilai Tukar Rupiah                                                   30

V.      TINJAUAN INDUSTRI PROPERTI

        A. Tinjauan Industri Properti di Dunia                                  32
        B. Tinjauan Industri Properti di Indonesia                              34

VI.     ANALISIS LAPORAN KEUANGAN HISTORIS

        A. PT Sumber Cipta Utama                                                40
        B. Analisis atas Common Size PT Sumber Cipta Utama                      49
        C. Analisis atas Common Size Industri Properti                          50

VII.    ANALISIS RISIKO

        A. Risiko Pendanaan                                                     59
        B. Risiko Kenaikan Harga Bahan Bangunan dan Kelangkaan Bahan Bangunan   59
        C. Risiko Kenaikan Tingkat Suku Bunga                                   59
        D. Risiko Operasional                                                   60
        E. Risiko Bencana Alam                                                  60
        F. Risiko Kebijakan Pemerintah                                          60

VIII.   METODE PENILAIAN

        A. Metode-Metode Penilaian                                              61
        B. Metode Penilaian yang Digunakan                                      62
        C. Premis Penilaian                                                     63
        D. Aplikasi Diskon dan Premi                                            63
        E. Prosedur Penilaian                                                   64
        F. Independensi Penilai                                                 64




                                              xx
Page 495
                                                                               HALAMAN

IX.   PENILAIAN

      A. Premi Pengendalian (Premium for Control), Diskon Tanpa Pengendalian
         (Discount for Lack of Control) dan Diskon Likuiditas Pasar (Discount for
         Lack of Marketabilities)                                                   65
      B. Nilai Pasar Objek Penilaian                                                66
      C. Kesimpulan Penilaian                                                       68




                                           xxi
Page 496
                                   DAFTAR TABEL

                                                                            HALAMAN

Tabel 1    Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
           PT Sumber Cipta Utama                                                 7

Tabel 2    Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
           PT Sumber Cipta Utama                                                23

Tabel 3    Laporan Posisi Keuangan
           PT Sumber Cipta Utama
           Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 – 2022                         23

Tabel 4    Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
           PT Sumber Cipta Utama
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2018 – 2022                              24

Tabel 5    Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Dunia                              25

Tabel 6    Pertumbuhan Inflasi                                                  26

Tabel 7    Pertumbuhan Suku Bunga Bank Sentral                                  27

Tabel 8    Kontributor Inflasi Terbesar Berdasarkan Provinsi                    30

Tabel 9    Perubahan Investasi Real Estate Komersial Berdasarkan Wilayah        32

Tabel 10   Proyeksi Harga Rumah di AS berdasarkan Kota pada Tahun 2030          33

Tabel 11   Pertumbuhan Triwulan Indeks Permintaan Properti Komersial
           Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek), Banten,
           Bandung dan Makassar                                                 35

Tabel 12   Pertumbuhan Triwulan Indeks Pasokan Properti Komersial
           Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek), Banten,
           Bandung dan Makassar                                                 36

Tabel 13   Pertumbuhan Triwulan Indeks Harga Properti Komersial
           Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek), Banten,
           Bandung dan Makassar                                                 36

Tabel 14   Laporan Posisi Keuangan
           PT Sumber Cipta Utama
           Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 – 2022                         40




                                          xxii
Page 497
                                                                        HALAMAN

Tabel 15   Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
           PT Sumber Cipta Utama
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2018 – 2022                          43

Tabel 16   Laporan Arus Kas
           PT Sumber Cipta Utama
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2018 – 2022                          45

Tabel 17   Rasio-rasio Keuangan
           PT Sumber Cipta Utama
           Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 – 2022                     47

Tabel 18   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan
           PT Sumber Cipta Utama
           Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 – 2022                     49

Tabel 19   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           PT Sumber Cipta Utama
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2018 – 2022                          50

Tabel 20   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           PT Bumi Serpong Damai Tbk
           Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 – 2022                     51

Tabel 21   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           PT Bumi Serpong Damai Tbk
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2018 – 2022                          53

Tabel 22   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           PT Summarecon Agung Tbk
           Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 – 2022                     54




                                        xxiii
Page 498
                                                                        HALAMAN

Tabel 23   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           PT Summarecon Agung Tbk
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2018 – 2022                          56

Tabel 24   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           PT Ciputra Development Tbk
           Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 – 2022                     56

Tabel 25   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           PT Ciputra Development Tbk
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2018 – 2022                          58

Tabel 26   Nilai Pasar 100,00% Saham
           PT Sumber Cipta Utama
           Metode Penyesuaian Aset Bersih
           Per 30 Juni 2023                                                 67




                                        xxiv
Page 499
                                 DAFTAR GRAFIK

                                                                             HALAMAN

Grafik 1   Perkembangan Suku Bunga Bank Indonesia                                28

Grafik 2   Perkembangan Inflasi Berdasarkan Indeks Harga Konsumen
           di Indonesia                                                          29

Grafik 3   Perkembangan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Mata Uang Asing              31

Grafik 4   Penjualan Rumah di AS Januari – Juni 2023                             33

Grafik 5   Persetujuan Pinjaman atau Kredit Bank Umum di Indonesia
           Bulan Desember 2022 – Januari 2023                                    37

Grafik 6   Proyeksi Penyelesaian Proyek Apartemen yang Tertunda di Jakarta
           Tahun 2023 – 2025                                                     38




                                        xxv
Page 500
                                   LAMPIRAN

                                              HALAMAN

Lampiran A   Nilai Pasar 100,00% Saham
             PT Sumber Cipta Utama
             Metode Penyesuaian Aset Bersih
             Per 30 Juni 2023                     69




                                       xxvi
Page 501
I.     RINGKASAN EKSEKUTIF

I.A.   Alasan dan Latar Belakang

       PT Pantai Indah Kapuk Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) merupakan suatu
       perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held company),
       didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
       kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang perindustrian, aktivitas
       perusahaan holding dan konsultasi manajemen. Perseroan dan entitas anaknya
       bergerak dalam beberapa bidang usaha yang meliputi industri macam-macam
       wadah dari logam berupa kaleng kemas, pengolahan hasil perikanan dan real
       estat. Perseroan berdomisili di Jalan Marina Raya, Kamal Muara, Penjaringan,
       Jakarta Utara 14470, dengan nomor telepon: (021) 2941 7685 dan
       email: corporate.secretary@agungsedayu.com.

       Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
       30 Juni 2023, Perseroan memiliki penyertaan saham pada beberapa entitas anak
       baik langsung maupun tidak langsung dengan rincian sebagai berikut:


                                                              Perseroan


                                        99,00%                                                     51,00%
                              PT Panorama Eka
                                                                                      PT Bangun Kosambi
                                Tunggal (PET)
                                                                                          Sukses (BKS)
                                   BKS 1,00%
                    51,00%              57,00%                       51,00%                        99,60%                        40,00%
                                                        PT Cahaya Gemilang
         PT Mega Andalan     PT Cahaya Kencana                                          PT Agung Surya               PT Fin Centerindo
                                                         Indah Cemerlang
             Sukses (MAS)         Indah (CKI)                                          Gemerlap (ASGE)                    Satu (FCS)
                                                                (CGIC)



       PET, BKS, MAS, CKI, CGIC, ASGE, dan FCS selanjutnya secara bersama-sama
       disebut “Entitas Anak Perseroan”.

       Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, ruang
       lingkup kegiatan usaha dan status Entitas Anak Perseroan adalah sebagai berikut:

       No.     Keterangan    Status         Domisili                                         Kegiatan Usaha

         1   PET             Tertutup       Indonesia         Aktivitas manajemen konsultasi lainnya dan real estat yang dimiliki sendiri atau
                                                             disewa mencakup usaha pembelian, penjualan, persewaan, dan pengoperasian
                                                             real estat baik yang dimiliki sendiri maupun disewa.
         2   BKS             Tertutup       Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                             penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                             maupun disewa.
         3   MAS             Tertutup       Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                             penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                             maupun disewa.
         4   CKI             Tertutup       Indonesia         Real estat.
         5   CGIC            Tertutup       Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                             penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                             maupun disewa.
         6   ASGE            Tertutup       Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                             penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                             maupun disewa.
         7   FCS             Tertutup       Indonesia         Jasa, real estat dan pembangunan (kontraktor).




                                                         1
Page 502
Industri properti di Indonesia pada tahun 2023 mengalami peningkatan sejalan
dengan pertumbuhan positif ekonomi Indonesia setelah mengalami resesi akibat
dampak pandemi wabah Covid-19. Pemulihan ekonomi Indonesia tersebut dan
peningkatan daya beli konsumen dinilai merupakan faktor yang mendorong
stabilitas indutri properti. Sebagai salah satu industri yang memberikan kontribusi
pertumbuhan industri nasional, dengan keunggulan populasi yang dimiliki
Indonesia yang didukung transformasi digitalisasi, industri properti terus memacu
pembangunan infrakstruktur untuk lebih berkualitas sehingga dapat meningkatkan
prospek pertumbuhan kinerjanya. Manajemen Perseroan memandang
pertumbuhan industri properti memiliki potensi untuk dapat berkembang yang
didukung oleh pertumbuhan ekonomi maupun sosial, meningkatnya populasi, dan
meningkatnya daya beli masyarakat. Dengan demikian, Perseroan merencanakan
untuk melakukan beberapa rencana aksi korporasi dengan rincian sebagai berikut:

   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan
    modal ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Bumindo Mekar
    Wibawa (selanjutnya disebut “BMW”), melalui rencana peningkatan modal
    dasar BMW terlebih dahulu (selanjutnya disebut “Rencana Penyertaan
    Saham BMW”);

   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan
    modal ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Cahaya Inti Sentosa
    (selanjutnya disebut “CIS”), melalui rencana peningkatan modal dasar CIS
    terlebih dahulu (selanjutnya disebut “Rencana Penyertaan Saham CIS”);

   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan
    modal ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Jaya Indah Sentosa
    (selanjutnya disebut “JIS”), melalui rencana peningkatan modal dasar JIS
    terlebih dahulu (selanjutnya disebut “Rencana Penyertaan Saham JIS”);

   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan
    modal ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Kemilau Karya Utama
    (selanjutnya disebut “KKU”) dengan menerbitkan saham seri B yang memiliki
    seluruh hak yang sama dengan saham yang diterbitkan oleh KKU, yang
    selanjutnya akan menjadi saham seri A, kecuali perbedaan harga nominal per
    lembar saham untuk saham seri A dan saham seri B tersebut, melalui rencana
    peningkatan modal dasar KKU terlebih dahulu (selanjutnya disebut “Rencana
    Penyertaan Saham KKU”);

   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan
    modal ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Karunia Utama Selaras
    (selanjutnya disebut “KUS”), melalui rencana peningkatan modal dasar KUS
    terlebih dahulu (selanjutnya disebut “Rencana Penyertaan Saham KUS”);

   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan
    modal ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh SCU, melalui rencana
    peningkatan modal dasar SCU terlebih dahulu (selanjutnya disebut “Rencana
    Penyertaan Saham SCU”); dan



                                   2
Page 503
       Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan
        modal ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Sharindo Matratama
        (selanjutnya disebut “SHM”), dengan menerbitkan saham seri B yang memiliki
        seluruh hak yang sama dengan saham yang diterbitkan oleh SHM, yang
        selanjutnya akan menjadi saham seri A, kecuali perbedaan harga nominal per
        lembar saham untuk saham seri A dan saham seri B tersebut, melalui rencana
        peningkatan modal dasar SHM terlebih dahulu (selanjutnya disebut “Rencana
        Penyertaan Saham SHM”).

Rencana Penyertaan Saham BMW, Rencana Penyertaan Saham CIS, Rencana
Penyertaan Saham JIS, Rencana Penyertaan Saham KKU, Rencana Penyertaan
Saham KUS, Rencana Penyertaan Saham SCU, dan Rencana Penyertaan Saham
SHM selanjutnya secara bersama-sama disebut “Rencana Penyertaan Saham”.

Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
pada tanggal 30 Juni 2023, ruang lingkup kegiatan usaha dan status
perusahaan-perusahaan dalam Rencana Penyertaan Saham adalah sebagai
berikut:

No.      Keterangan   Status     Domisili                                       Kegiatan Usaha

    1   BMW           Tertutup   Indonesia        Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa dan kawasan industri.
    2   CIS           Tertutup   Indonesia        Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                 penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                 maupun disewa.
    3   JIS           Tertutup   Indonesia        Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                 penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                 maupun disewa.
    4   KKU           Tertutup   Indonesia        Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa.
    5   KUS           Tertutup   Indonesia        Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                 penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                 maupun disewa.
    6   SCU           Tertutup   Indonesia        Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                 penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                 maupun disewa.
    7   SHM           Tertutup   Indonesia        Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                 penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                 maupun disewa.




Sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham, Perseroan merencanakan
untuk melakukan penawaran umum terbatas dengan hak memesan efek terlebih
dahulu atas saham dalam portepel Perseroan sebagaimana diatur dalam
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 14/POJK.04/2019 tanggal 30 April 2019
tentang    “Perubahan      atas    Peraturan Otoritas   Jasa    Keuangan
Nomor 32/POJK.04/2015 tentang Penambahan Modal Perusahaan Terbuka
Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu” (selanjutnya disebut
“POJK 14/2019”), dimana dalam rangka penyelesaian Rencana Penyertaan
Saham, Perseroan merencanakan untuk menggunakan dana hasil penawaran
umum terbatas dengan hak memesan efek terlebih dahulu atas saham portepel
Perseroan (selanjutnya disebut “Rencana PMDHMETD”).

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Penyertaan Saham dan Rencana PMDHMETD merupakan satu kesatuan
transaksi yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya dan selanjutnya
secara bersama-sama disebut “Rencana Transaksi”.



                                             3
Page 504
Sebelumnya, Perseroan telah melakukan penambahan kegiatan usaha dan
mengembangkan bisnis pada bidang real estat dengan melakukan akuisisi
sebesar 51,00% saham pada BKS. Selanjutnya, Perseroan melalui BKS telah
melakukan akuisisi sebesar 51,00% saham masing-masing pada MAS dan CGIC.
Ruang lingkup kegiatan usaha BKS, MAS, dan CGIC adalah bergerak pada bidang
real estat dan memiliki lahan yang seluruhnya berada di Kabupaten Tangerang
dan ketiganya merupakan pengembang kawasan PIK 2. Berdasarkan keterangan
yang diperoleh dari manajemen Perseroan, saat ini, sebagaian besar pendapatan
Perseroan berasal dari real estat.

Kawasan PIK 2 merupakan kota mandiri dengan konsep smart city yang
dikembangkan oleh Agung Sedayu dan Grup Salim, dengan lokasi yang
terbentang pada lahan seluas lebih dari 6.000 hektar di bagian barat hingga bagian
utara Jakarta. Disebut sebagai “the new Jakarta City”, kawasan PIK 2
menghadirkan beberapa mega proyek seperti mal (Sedayu Watertown Mall),
kawasan bisnis (Islamic Financial Center), pusat olahraga, hunian, destinasi
kuliner, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya (RS Hermina, Tzu Chi
International School, berbagai tempat ibadah). Selanjutnya, pada kawasan PIK 2
juga direncanakan akan dibangun berbagai fasilitas dan destinasi wisata unik
seperti beach club, Aloha Pasir Putih, Ginza Beach Walk sampai Community Park
(event space), yang secara efektif dapat menjadi daya tarik keramaian konsumen
dan pada akhirnya dapat meningkatkan permintaan properti PIK 2, terutama untuk
hunian dan kaveling komersial. Selain itu, dengan adanya proyek infrastruktur
seperti pembangunan tol baru yang menghubungkan kawasan PIK 2 dengan jalur
tol lingkar luar Jakarta ke depannya dapat mempermudah akses ke kawasan.

Sejalan dengan strategi bisnis Perseroan, Perseroan terus berupaya untuk
menerapkan fokus pada perluasan skala proyek Perseroan pada kawasan PIK 2
dengan merencanakan pertumbuhan secara anorganik melalui Rencana
Penyertaan Saham. Mengingat bahwa Rencana Penyertaan Saham pada
perusahaan-perusahaan tersebut merupakan salah satu rencana pengembang
kawasan PIK 2 yang memiliki proyek di kawasan yang sama dengan lokasi proyek
Perseroan di masa yang akan datang.

Dengan melakukan Rencana Penyertaan Saham, Perseroan senantiasa mencari
peluang bisnis potensial yang dapat memaksimalkan nilai investasi Perseroan di
masa yang akan datang. Perseroan memandang bahwa industri properti memiliki
potensi yang dapat berdampak positif bagi pengembangan bisnis Perseroan dan
menciptakan sinergi bisnis yang optimal khususnya pada pengembangan
kawasan PIK 2 sehingga Perseroan dapat mengambil seluruh potensi keuntungan
yang dihasilkan di masa yang akan datang sehingga pada akhirnya hal tersebut
dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan dan memberikan
nilai tambah bagi para pemegang saham Perseroan.




                                  4
Page 505
Sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham tersebut, Perseroan
merencanakan untuk melakukan Rencana PMDHMETD sesuai dengan
POJK 14/2019, dimana dalam rangka penyelesaian Rencana Penyertaan Saham,
Perseroan merencanakan untuk menggunakan dana hasil penawaran umum
terbatas dengan hak memesan efek terlebih dahulu atas saham portepel
Perseroan sehingga Perseroan dapat mengembangkan portofolio bisnis
Perseroan khususnya pada bidang industri properti.

Setelah Rencana Transaksi telah menjadi efektif, Perseroan berharap dapat
mengembangkan seluruh proyek-proyek Perseroan dengan terciptanya sinergi
antar masing-masing kawasan yang tergabung dalam satu kawasan PIK 2 secara
maksimal dimana setiap masing-masing portofolio bisnis industri properti yang
dimiliki oleh Perseroan dapat memberikan nilai tambah bagi kinerja keuangan
konsolidasian Perseroan.

Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

   Sejalan dengan strategi bisnis Perseroan, Perseroan terus berupaya untuk
    menerapkan fokus pada perluasan skala proyek Perseroan pada kawasan PIK
    2 dengan merencanakan pertumbuhan secara anorganik melalui Rencana
    Penyertaan Saham. Mengingat bahwa Rencana Penyertaan Saham pada
    perusahaan-perusahaan tersebut merupakan salah satu rencana
    pengembang kawasan PIK 2 yang memiliki proyek di kawasan yang sama
    dengan lokasi proyek Perseroan di masa yang akan datang.

   Dengan melakukan Rencana Penyertaan Saham, Perseroan senantiasa
    mencari peluang bisnis potensial yang dapat memaksimalkan nilai investasi
    Perseroan di masa yang akan datang. Perseroan memandang bahwa industri
    properti memiliki potensi yang dapat berdampak positif bagi pengembangan
    bisnis Perseroan dan menciptakan sinergi bisnis yang optimal khususnya pada
    pengembangan kawasan PIK 2 sehingga Perseroan dapat mengambil seluruh
    potensi keuntungan yang dihasilkan di masa yang akan datang sehingga pada
    akhirnya hal tersebut dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian
    Perseroan dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham
    Perseroan.

   Setelah Rencana Transaksi telah menjadi efektif, Perseroan berharap dapat
    mengembangkan seluruh proyek-proyek Perseroan dengan terciptanya sinergi
    antar masing-masing kawasan yang tergabung dalam satu kawasan PIK 2
    secara maksimal dimana setiap masing-masing portofolio bisnis industri
    properti yang dimiliki oleh Perseroan dapat memberikan nilai tambah bagi
    kinerja keuangan konsolidasian Perseroan.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, mengingat
bahwa terdapat kesamaan pengurus dan pengendalian Perseroan, BMW, CIS,
JIS, KKU, KUS, SCU, dan SHM, maka Rencana Penyertaan Saham merupakan
transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK
No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang “Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Benturan Kepentingan” (selanjutnya disebut “POJK 42/2020”).


                                  5
Page 506
       Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
       Rencana Penyertaan Saham tersebut merupakan transaksi material, sehingga
       Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal
       20 April 2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”
       (selanjutnya disebut “POJK 17/2020”).

       Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi dan transaksi
       material, POJK 42/2020 dan POJK 17/2020 mensyaratkan adanya laporan
       penilaian saham atas transaksi tersebut, yang disiapkan oleh penilai independen.

       Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Penyertaan Saham
       tersebut, maka Perseroan menunjuk penilai independen, Kantor Jasa Penilai
       Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya disebut “KR”
       atau “kami”) untuk melakukan penilaian atas nilai pasar 100,00% saham SCU.

       Mengingat SCU adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat
       diperjualbelikan di pasar modal, maka saham SCU bersifat tidak likuid.

I.B.   Objek serta Tujuan dan Maksud Penilaian

       Objek yang dinilai dalam penilaian ini adalah nilai pasar 100,00% saham SCU
       (selanjutnya disebut “Objek Penilaian”).

       Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen
       tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah
       dan/atau ekuivalensinya pada tanggal 30 Juni 2023.

       Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari
       Objek Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan
       pertimbangan oleh manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana
       Penyertaan Saham serta untuk memenuhi POJK 42/2020 dan POJK 17/2020.

       Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam
       Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan
       Penilaian Bisnis di Pasar Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut
       “POJK 35/2020”) serta Standar Penilaian Indonesia (selanjutnya disebut “SPI”)
       2018.

I.C.   Premis Penilaian

       Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis
       penilaian bahwa SCU adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.




                                        6
Page 507
I.D.     Independensi Penilai

         Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa
         adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan SCU
         ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan SCU. KR juga tidak
         memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
         Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan
         atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali
         tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis penilaian ini dan
         KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan No. KR/230412-001
         tanggal 12 April 2023 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.

I.E.     Tanggal Efektif Penilaian

         Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal
         30 Juni 2023. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan
         penilaian serta dari data keuangan SCU yang kami terima. Data keuangan tersebut
         berupa laporan keuangan SCU untuk periode enam bulan yang berakhir pada
         tanggal 30 Juni 2023 yang menjadi dasar penilaian ini.

I.F.     Profil PT Sumber Cipta Utama

         SCU didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 28 dari Edison Jingga, S.H., M.H.,
         tanggal 3 Oktober 2014 dan disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia
         dalam Surat Keputusan No. AHU-29387.40.10.2014 tanggal 14 Oktober 2014.

         Anggaran dasar SCU telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan
         terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta Notaris No. 38 dari Edison Jingga,
         S.H., M.H., tanggal 16 Maret 2020 mengenai perubahan tempat kedudukan SCU.
         Perubahan ini telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
         Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03.0156113
         tanggal 20 Maret 2020.

         Kantor pusat SCU berdomisili di Jalan Inspeksi PIK 2 Terusan Jalan Perancis
         No. 5, Tangerang, Banten.

I.F.1.   Struktur Permodalan

         Susunan pemegang saham SCU berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
         30 Juni 2023 adalah sebagai berikut:

         Tabel 1
         PT Sumber Cipta Utama
         Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham

                                                                                            (Dalam Rupiah)
                                                                        Persentase
                    Pemegang Saham                     Jumlah Saham                      Jumlah Modal
                                                                        Kepemilikan
         PT Agung Sedayu                                       25.000           50,00%     12.500.000.000
         PT Tunas Mekar Jaya                                   25.000           50,00%     12.500.000.000
         Jumlah                                                50.000          100,00%     25.000.000.000




                                                   7
Page 508
I.F.2.   Struktur Pengurus

         Susunan Dewan Komisaris dan Direksi SCU pada tanggal 30 Juni 2023 adalah
         sebagai berikut:

         Dewan Komisaris
         Komisaris Utama                        :   Kho Cing Siong
         Komisaris                              :   Freddy Numberi

         Direksi
         Direktur Utama                         :   Nono Sampono
         Direktur                               :   Yohanes Edmond Budiman
         Direktur                               :   Surya Pranoto Budiharjo
         Direktur                               :   Belly Djaliel

I.F.3.   Kegiatan Usaha

         Ruang lingkup kegiatan usaha SCU adalah bergerak dalam bidang real estat yang
         dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian, penjualan, persewaan
         dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri maupun disewa.

I.G.     Definisi Nilai yang Digunakan

         Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan
         terbuka, maka dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.

         Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk
         digunakan dalam penilaian ini adalah nilai pasar, dimana berdasarkan
         POJK 35/2020, nilai pasar didefinisikan sebagai “estimasi sejumlah uang yang
         dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal
         penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat
         menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan
         secara layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar
         pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.

I.H.     Pendekatan Penilaian yang Digunakan

         Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis
         internal akan berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis
         historis atas laporan posisi keuangan, dan laporan laba rugi komprehensif SCU,
         pengkajian atas kondisi operasi dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki
         SCU. Prospek SCU di masa yang akan datang kami evaluasi berdasarkan rencana
         usaha yang telah kami kaji kewajaran dan konsistensinya. Analisis eksternal
         didasarkan pada kajian singkat terhadap faktor-faktor eksternal yang
         dipertimbangkan sebagai penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian
         singkat atas prospek dari industri yang bersangkutan.




                                            8
Page 509
       Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar
       suatu “business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi
       keuangan dan laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya
       diperlukan penyesuaian terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan
       normalisasi keuntungan laporan laba rugi komprehensif yang biasanya disusun
       oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun nilai buku suatu
       perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan laba
       rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis
       yang dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian
       tersebut.

I.I.   Metode Penilaian yang Digunakan

       Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
       penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method).

       Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari
       semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai
       pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai
       pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan
       kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai pasar seluruh aset
       (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai pasar liabilitas.

       Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai
       untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak
       manajemen Perseroan dan SCU. Tidak tertutup kemungkinan untuk
       diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat memberikan
       hasil yang berbeda.

I.J.   Ringkasan Hasil Penilaian

       Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, ringkasan hasil penilaian kami adalah
       sebagai berikut:

       Berdasarkan metode penyesuaian aset bersih, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai
       pasar 100,00% saham SCU sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
       Rp 55,41 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 40,00%, maka nilai pasar
       100,00% saham SCU adalah sebesar Rp 33,25 miliar. Dengan demikian, nilai
       pasar 100,00% saham SCU berdasarkan metode penyesuaian aset bersih adalah
       sebesar Rp 33,25 miliar.




                                        9
Page 510
I.K.   Kesimpulan Penilaian

       Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima
       dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang mempengaruhi
       penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal
       30 Juni 2023 adalah sebesar Rp 33,25 miliar.

       Nilai pasar Objek Penilaian tersebut kami tentukan berdasarkan data dan informasi
       yang kami peroleh dari pihak manajemen Perseroan dan SCU serta pihak-pihak
       lain yang relevan dengan penilaian. Kami menganggap bahwa semua informasi
       tersebut adalah benar dan bahwa tidak ada keadaan atau hal-hal yang tidak
       terungkap yang akan mempengaruhi nilai pasar tersebut secara material.

       Kami tidak melakukan penyelidikan dan juga bukan merupakan tanggung jawab
       kami kemungkinan terjadinya masalah yang berkaitan dengan status hukum
       kepemilikan, kewajiban utang dan/atau sengketa atas SCU. Kami tegaskan pula
       bahwa kami tidak memperoleh manfaat atau keuntungan apapun baik saat ini
       maupun di masa mendatang dan imbalan jasa yang telah disetujui atas penilaian
       SCU tidak tergantung pada nilai yang dilaporkan.




                                        10
Page 511
II.     DESKRIPSI PENUGASAN

II.A.   Alasan dan Latar Belakang

        Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka
        (publicly-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
        Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam
        bidang perindustrian, aktivitas perusahaan holding dan konsultasi manajemen.
        Perseroan dan entitas anaknya bergerak dalam beberapa bidang usaha yang
        meliputi industri macam-macam wadah dari logam berupa kaleng kemas,
        pengolahan hasil perikanan dan real estat. Perseroan berdomisili di Jalan Marina
        Raya, Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara 14470, dengan nomor telepon:
        (021) 2941 7685 dan email: corporate.secretary@agungsedayu.com.

        Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
        30 Juni 2023, Perseroan memiliki penyertaan saham pada beberapa entitas anak
        baik langsung maupun tidak langsung dengan rincian sebagai berikut:


                                                                 Perseroan


                                          99,00%                                                      51,00%

                                         PET
                                                                                                   BKS
                                    BKS 1,00%
                     51,00%               57,00%                        51,00%                        99,60%                        40,00%


                    MAS                  CKI                        CGIC                          ASGE                           FCS




        Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, ruang
        lingkup kegiatan usaha dan status Entitas Anak Perseroan adalah sebagai berikut:

        No.    Keterangan     Status           Domisili                                         Kegiatan Usaha

          1   PET             Tertutup         Indonesia         Aktivitas manajemen konsultasi lainnya dan real estat yang dimiliki sendiri atau
                                                                disewa mencakup usaha pembelian, penjualan, persewaan, dan pengoperasian
                                                                real estat baik yang dimiliki sendiri maupun disewa.
          2   BKS             Tertutup         Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                                penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                                maupun disewa.
          3   MAS             Tertutup         Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                                penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                                maupun disewa.
          4   CKI             Tertutup         Indonesia         Real estat.
          5   CGIC            Tertutup         Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                                penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                                maupun disewa.
          6   ASGE            Tertutup         Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                                penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                                maupun disewa.
          7   FCS             Tertutup         Indonesia         Jasa, real estat dan pembangunan (kontraktor).




                                                           11
Page 512
Industri properti di Indonesia pada tahun 2023 mengalami peningkatan sejalan
dengan pertumbuhan positif ekonomi Indonesia setelah mengalami resesi akibat
dampak pandemi wabah Covid-19. Pemulihan ekonomi Indonesia tersebut dan
peningkatan daya beli konsumen dinilai merupakan faktor yang mendorong
stabilitas indutri properti. Sebagai salah satu industri yang memberikan kontribusi
pertumbuhan industri nasional, dengan keunggulan populasi yang dimiliki
Indonesia yang didukung transformasi digitalisasi, industri properti terus memacu
pembangunan infrakstruktur untuk lebih berkualitas sehingga dapat meningkatkan
prospek pertumbuhan kinerjanya. Manajemen Perseroan memandang
pertumbuhan industri properti memiliki potensi untuk dapat berkembang yang
didukung oleh pertumbuhan ekonomi maupun sosial, meningkatnya populasi, dan
meningkatnya daya beli masyarakat. Dengan demikian, Perseroan merencanakan
untuk melakukan Rencana Penyertaan Saham.

Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
pada tanggal 30 Juni 2023, ruang lingkup kegiatan usaha dan status
perusahaan-perusahaan dalam Rencana Penyertaan Saham adalah sebagai
berikut:

 No.    Keterangan   Status     Domisili                                        Kegiatan Usaha

   1   BMW           Tertutup   Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa dan kawasan industri.
   2   CIS           Tertutup   Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                 penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                 maupun disewa.
   3   JIS           Tertutup   Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                 penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                 maupun disewa.
   4   KKU           Tertutup   Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa.
   5   KUS           Tertutup   Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                 penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                 maupun disewa.
   6   SCU           Tertutup   Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                 penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                 maupun disewa.
   7   SHM           Tertutup   Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                 penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                 maupun disewa.




Sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham, Perseroan merencanakan
untuk melakukan Rencana PMDHMETD.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Penyertaan Saham dan Rencana PMDHMETD merupakan satu kesatuan
transaksi yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya dan selanjutnya
secara bersama-sama disebut “Rencana Transaksi”.

Sebelumnya, Perseroan telah melakukan penambahan kegiatan usaha dan
mengembangkan bisnis pada bidang real estat dengan melakukan akuisisi
sebesar 51,00% saham pada BKS. Selanjutnya, Perseroan melalui BKS telah
melakukan akuisisi sebesar 51,00% saham masing-masing pada MAS dan CGIC.
Ruang lingkup kegiatan usaha BKS, MAS, dan CGIC adalah bergerak pada bidang
real estat dan memiliki lahan yang seluruhnya berada di Kabupaten Tangerang
dan ketiganya merupakan pengembang kawasan PIK 2. Berdasarkan keterangan
yang diperoleh dari manajemen Perseroan, saat ini, sebagaian besar pendapatan
Perseroan berasal dari real estat.


                                            12
Page 513
Kawasan PIK 2 merupakan kota mandiri dengan konsep smart city yang
dikembangkan oleh Agung Sedayu dan Grup Salim, dengan lokasi yang
terbentang pada lahan seluas lebih dari 6.000 hektar di bagian barat hingga bagian
utara Jakarta. Disebut sebagai “the new Jakarta City”, kawasan PIK 2
menghadirkan beberapa mega proyek seperti mal (Sedayu Watertown Mall),
kawasan bisnis (Islamic Financial Center), pusat olahraga, hunian, destinasi
kuliner, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya (RS Hermina, Tzu Chi
International School, berbagai tempat ibadah). Selanjutnya, pada kawasan PIK 2
juga direncanakan akan dibangun berbagai fasilitas dan destinasi wisata unik
seperti beach club, Aloha Pasir Putih, Ginza Beach Walk sampai Community Park
(event space), yang secara efektif dapat menjadi daya tarik keramaian konsumen
dan pada akhirnya dapat meningkatkan permintaan properti PIK 2, terutama untuk
hunian dan kaveling komersial. Selain itu, dengan adanya proyek infrastruktur
seperti pembangunan tol baru yang menghubungkan kawasan PIK 2 dengan jalur
tol lingkar luar Jakarta ke depannya dapat mempermudah akses ke kawasan.

Sejalan dengan strategi bisnis Perseroan, Perseroan terus berupaya untuk
menerapkan fokus pada perluasan skala proyek Perseroan pada kawasan PIK 2
dengan merencanakan pertumbuhan secara anorganik melalui Rencana
Penyertaan Saham. Mengingat bahwa Rencana Penyertaan Saham pada
perusahaan-perusahaan tersebut merupakan salah satu rencana pengembang
kawasan PIK 2 yang memiliki proyek di kawasan yang sama dengan lokasi proyek
Perseroan di masa yang akan datang.

Dengan melakukan Rencana Penyertaan Saham, Perseroan senantiasa mencari
peluang bisnis potensial yang dapat memaksimalkan nilai investasi Perseroan di
masa yang akan datang. Perseroan memandang bahwa industri properti memiliki
potensi yang dapat berdampak positif bagi pengembangan bisnis Perseroan dan
menciptakan sinergi bisnis yang optimal khususnya pada pengembangan
kawasan PIK 2 sehingga Perseroan dapat mengambil seluruh potensi keuntungan
yang dihasilkan di masa yang akan datang sehingga pada akhirnya hal tersebut
dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan dan memberikan
nilai tambah bagi para pemegang saham Perseroan.

Sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham tersebut, Perseroan
merencanakan untuk melakukan Rencana PMDHMETD sesuai dengan
POJK 14/2019, dimana dalam rangka penyelesaian Rencana Penyertaan Saham,
Perseroan merencanakan untuk menggunakan dana hasil penawaran umum
terbatas dengan hak memesan efek terlebih dahulu atas saham portepel
Perseroan sehingga Perseroan dapat mengembangkan portofolio bisnis
Perseroan khususnya pada bidang industri properti.

Setelah Rencana Transaksi telah menjadi efektif, Perseroan berharap dapat
mengembangkan seluruh proyek-proyek Perseroan dengan terciptanya sinergi
antar masing-masing kawasan yang tergabung dalam satu kawasan PIK 2 secara
maksimal dimana setiap masing-masing portofolio bisnis industri properti yang
dimiliki oleh Perseroan dapat memberikan nilai tambah bagi kinerja keuangan
konsolidasian Perseroan.




                                  13
Page 514
Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

   Sejalan dengan strategi bisnis Perseroan, Perseroan terus berupaya untuk
    menerapkan fokus pada perluasan skala proyek Perseroan pada kawasan PIK
    2 dengan merencanakan pertumbuhan secara anorganik melalui Rencana
    Penyertaan Saham. Mengingat bahwa Rencana Penyertaan Saham pada
    perusahaan-perusahaan tersebut merupakan salah satu rencana
    pengembang kawasan PIK 2 yang memiliki proyek di kawasan yang sama
    dengan lokasi proyek Perseroan di masa yang akan datang.

   Dengan melakukan Rencana Penyertaan Saham, Perseroan senantiasa
    mencari peluang bisnis potensial yang dapat memaksimalkan nilai investasi
    Perseroan di masa yang akan datang. Perseroan memandang bahwa industri
    properti memiliki potensi yang dapat berdampak positif bagi pengembangan
    bisnis Perseroan dan menciptakan sinergi bisnis yang optimal khususnya pada
    pengembangan kawasan PIK 2 sehingga Perseroan dapat mengambil seluruh
    potensi keuntungan yang dihasilkan di masa yang akan datang sehingga pada
    akhirnya hal tersebut dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian
    Perseroan dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham
    Perseroan.

   Setelah Rencana Transaksi telah menjadi efektif, Perseroan berharap dapat
    mengembangkan seluruh proyek-proyek Perseroan dengan terciptanya sinergi
    antar masing-masing kawasan yang tergabung dalam satu kawasan PIK 2
    secara maksimal dimana setiap masing-masing portofolio bisnis industri
    properti yang dimiliki oleh Perseroan dapat memberikan nilai tambah bagi
    kinerja keuangan konsolidasian Perseroan.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, mengingat
bahwa terdapat kesamaan pengurus dan pengendalian Perseroan, BMW, CIS,
JIS, KKU, KUS, SCU, dan SHM, maka Rencana Penyertaan Saham merupakan
transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus memenuhi POJK 42/2020.

Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
Rencana Penyertaan Saham tersebut merupakan transaksi material, sehingga
Perseroan harus memenuhi POJK 17/2020.

Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi dan transaksi
material, POJK 42/2020 dan POJK 17/2020 mensyaratkan adanya laporan
penilaian saham atas transaksi tersebut, yang disiapkan oleh penilai independen.

Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Penyertaan Saham
tersebut, maka Perseroan menunjuk penilai independen, KR untuk melakukan
penilaian atas Objek Penilaian.

Mengingat SCU adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat
diperjualbelikan di pasar modal, maka saham SCU bersifat tidak likuid.




                                 14
Page 515
II.B.   Tujuan dan Maksud Penilaian

        Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen
        tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah
        dan/atau ekuivalensinya pada tanggal 30 Juni 2023.

        Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari
        Objek Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan
        pertimbangan oleh manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana
        Penyertaan Saham serta untuk memenuhi POJK 42/2020 dan POJK 17/2020.

        Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam
        POJK 35/2020 serta SPI 2018.

II.C.   Definisi Nilai yang Digunakan

        Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan
        terbuka, maka dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.

        Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk
        digunakan dalam penilaian ini adalah nilai pasar, dimana berdasarkan
        POJK 35/2020, nilai pasar didefinisikan sebagai “estimasi sejumlah uang yang
        dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal
        penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat
        menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan
        secara layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar
        pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.

II.D.   Tanggal Efektif Penilaian

        Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal
        30 Juni 2023. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan
        penilaian serta dari data keuangan SCU yang kami terima. Data keuangan tersebut
        berupa laporan keuangan SCU untuk periode enam bulan yang berakhir pada
        tanggal 30 Juni 2023 yang menjadi dasar penilaian ini.

II.E.   Data dan Informasi yang Digunakan

        Dalam melakukan penilaian untuk memperkirakan nilai pasar Objek Penilaian,
        kami telah menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau melaksanakan
        prosedur atas data dan informasi sebagai berikut:

        1. Laporan keuangan SCU untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
           30 Juni 2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (selanjutnya
           disebut “KAP”) Suharli, Sugiharto & Rekan (selanjutnya disebut “SSR”)
           sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00338/2.1315/AU.1/03/1415-
           3/1/VII/2023 tanggal 31 Juli 2023 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian;




                                         15
Page 516
2. Laporan keuangan SCU untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP SSR sebagaimana tertuang
   dalam laporannya No. 00331/2.1315/AU.1/03/1415-2/1/VII/2023 tanggal
   31 Juli 2023 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian;

3. Laporan keuangan SCU untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP SSR sebagaimana tertuang
   dalam laporannya No. 00323/2.1315/AU.1/03/1415-1/1/VII/2023 tanggal
   31 Juli 2023 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian;

4. Laporan keuangan SCU untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP Haryono, Junianto & Asmoro
   (selanjutnya disebut “HJA”) sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00220/2.1132/AU.1/1113-4/1/XII/2021 tanggal 17 Desember 2021 dengan
   pendapat wajar dengan pengecualian;

5. Laporan keuangan SCU untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2019 yang telah diaudit oleh KAP HJA sebagaimana tertuang
   dalam laporannya No. 00219/2.1132/AU.1/03/1113-3/1/XII/2021 tanggal
   14 Desember 2021 dengan pendapat wajar dengan pengecualian;

6. Laporan keuangan SCU untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2018 yang telah diaudit oleh KAP HJA sebagaimana tertuang
   dalam laporannya No. 00186/2.1132/AU.1/03/1113-2/1/X/2021 tanggal
   18 Juni 2021 dengan pendapat wajar dengan pengecualian;

7. Laporan penilaian properti SCU per 30 Juni 2023 yang disusun oleh KJPP
   Suwendho Rinaldy & Rekan (selanjutnya disebut “SRR”) sebagaimana
   tertuang dalam laporannya No. 00358/2.0059-02/PI/03/0242/1/VIII/2023
   tanggal 7 Agustus 2023;

8. Anggaran dasar SCU yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta
   Notaris No. 38 tanggal 16 Maret 2020 yang dibuat oleh Edison Jingga, S.H.,
   M.H., mengenai perubahan tempat kedudukan SCU;

9. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Yohanes
   Edmond Budiman dengan posisi sebagai Direktur, mengenai alasan, latar
   belakang, dan hal-hal lain yang terkait dengan Rencana Transaksi;

10. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan SCU serta pihak-pihak lain
    yang relevan untuk penugasan;

11. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik,
    antara lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website
    Bursa Efek Indonesia, dan Bloomberg;

12. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara
    lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek
    Indonesia, dan Bloomberg;


                                 16
Page 517
          13. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik,
              antara lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website
              Bursa Efek Indonesia, dan Bloomberg;

          14. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Transaksi; dan

          15. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik
              dan hasil analisis lain yang kami anggap relevan.

          Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
          keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan
          informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan SCU atau
          yang tersedia secara umum dan kami tidak bertanggung jawab atas kebenaran
          informasi-informasi tersebut.

          Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari SCU. Jasa-jasa
          yang kami berikan kepada Perseroan hanya merupakan penilaian atas Objek
          Penilaian dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Pekerjaan kami
          yang berkaitan dengan penilaian tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan
          merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan
          prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak
          dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian
          internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau
          pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak
          mencoba mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya yang dilakukan
          Perseroan.

II.F.     Informasi Non-Keuangan

II.F.1.   Produk dan/atau Jasa yang Dihasilkan

          Ruang lingkup kegiatan usaha SCU adalah bergerak dalam bidang real estat yang
          dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian, penjualan, persewaan
          dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri maupun disewa. Dengan
          demikian, produk yang dihasilkan oleh SCU adalah kavling komersial dan rumah
          tinggal.

II.F.2.   Pasar Geografis

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pasar geografis SCU meliputi wilayah
          Tangerang.




                                           17
Page 518
II.F.3.   Pemasok Utama dan Pelanggan Kunci

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pemasok utama SCU adalah PT Prima
          Maju Jaya dan PT Bina Sarana Inti Sejahtera.

          Selanjutnya, dalam menjalankan kegiatan usahanya, pelanggan kunci SCU adalah
          orang pribadi, serta perusahaan bisnis dan pengembang.

II.F.4.   Pesaing Usaha

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pesaing usaha SCU adalah sebagai
          berikut:

             PT Bumi Serpong Damai Tbk;
             PT Ciputra Development Tbk;
             PT Sinarmas Land Tbk;
             PT Summarecon Agung Tbk;
             PT Lippo Karawaci Group Tbk; dan
             PT Alam Sutra Realty Tbk.

II.F.5.   Strategi dan Rencana Masa Depan (Business Plan)

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, strategi dan rencana masa depan SCU
          adalah sebagai berikut:

             Memanfaatkan digital platform khususnya untuk product knowledge, sehingga
              memberikan gambaran yang terinci terkait dengan produk yang dijual serta
              dengan semua spesifikasinya dimana, hal tersebut bertujuan untuk
              memudahkan para konsumen dalam memilih produk yang tepat sebelum
              melakukan pembelian;
             Memberikan penawaran penjualan dengan berbagai promo seperti
              menawarkan program pembayaran yang menarik, memberikan diskon khusus,
              dan memberikan bonus atas penjualan;
             Melakukan survei kepuasan konsumen dan kebutuhan pasar secara berkala
              agar selalu terdepan dalam memberikan pelayanan maupun menyediakan
              produk;
             Menjalin kerjasama dengan pihak perbankan dalam rangka memberikan
              kemudahan dan kenyamanan bertransaksi bagi pelanggan serta bekerjasama
              dengan vendor terkemuka untuk menjaga mutu produk;
             Menjaga nama baik perusahaan agar nilai investasi produk selalu terjaga dan
              meningkat; dan
             Bekerjasama dengan para pelaku usaha di kawasan proyek untuk turut serta
              menggerakkan roda perekonomian negara.




                                           18
Page 519
II.G.   Jenis Ekuitas

        Saham yang dimiliki SCU merupakan saham biasa, dimana setiap pemegang
        saham SCU memiliki 1 hak suara per lembar saham.

II.H.   Kondisi Pembatas dan Asumsi-Asumsi Pokok

        Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum
        bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai
        dengan tanggal penerbitan laporan penilaian ini.

        Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode penyesuaian aset bersih
        didasarkan pada laporan keuangan SCU yang telah diaudit. Kami telah melakukan
        penyesuaian atas laporan keuangan tersebut agar dapat mencerminkan nilai
        pasarnya. Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian berdasarkan
        kinerja historis SCU dan informasi manajemen SCU terhadap laporan keuangan
        SCU tersebut. Kami juga bertanggung jawab atas laporan penilaian SCU dan
        kesimpulan nilai akhir.

        Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi
        dan kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal
        penilaian sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi
        perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi
        yang digunakan dalam penilaian. Kami tidak bertanggung jawab untuk
        menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan (update) pendapat kami
        karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta peristiwa-peristiwa yang
        terjadi setelah tanggal laporan ini.

        Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
        keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan
        informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan SCU atau
        yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan
        tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung jawab untuk melakukan
        pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut. Kami juga
        bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan dan SCU bahwa mereka
        tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang
        diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.




                                        19
Page 520
        Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
        sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi
        tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami
        tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun
        segala kehilangan, kerusakan, biaya, ataupun pengeluaran apapun yang
        disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi sehingga data yang kami peroleh
        menjadi tidak lengkap dan/atau dapat disalahartikan.

        Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi
        yang mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar
        akan mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa
        perubahan terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil
        penilaian dan bahwa perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi
        dari laporan penilaian ini telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara
        yang profesional, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan
        terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya analisis
        tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan
        analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai
        dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer opinion
        dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
        bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan dan SCU.

        Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan
        dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit,
        atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan
        tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam
        pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan,
        atau pelanggaran hukum. Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas
        status hukum SCU berdasarkan anggaran dasar SCU.

II.I.   Tingkat Kedalaman Investigasi

        Dalam menyusun laporan penilaian Objek Penilaian, KR diberikan kesempatan
        untuk melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan laporan penilaian
        Objek Penilaian.




                                          20
Page 521
II.J.   Distribusi Laporan Penilaian

        Penilaian ini hanya ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam
        kaitannya dengan Rencana Penyertaan Saham serta tidak dapat digunakan atau
        dikutip untuk tujuan lain tanpa adanya izin tertulis dari KR dan/atau tidak untuk
        digunakan oleh pihak lain.

        Penilaian ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
        umum bisnis dan keuangan, serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak
        bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami
        karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Walaupun
        demikian, kami memiliki hak untuk, jika diperlukan, mengubah atau melengkapi
        hasil dari laporan ini jika terdapat tambahan informasi yang relevan setelah tanggal
        laporan ini yang kami anggap dapat berpengaruh secara signifikan terhadap hasil
        penilaian kami. Laporan penilaian ini hanya dipersiapkan untuk dapat
        dipergunakan sesuai dengan tujuan yang telah disebutkan di atas dan tidak dapat
        dipergunakan untuk tujuan lainnya.

        Pendapat yang kami sampaikan di sini harus dipandang sebagai satu kesatuan
        bersama dengan laporan lengkap yang telah kami siapkan. Penggunaan sebagian
        analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan
        analisis dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan.

II.K.   Jenis Laporan

        Jenis laporan penilaian 100,00% saham PT Sumber Cipta Utama ini merupakan
        laporan terinci.

II.L.   Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events)

        Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal
        penilaian, yaitu tanggal 30 Juni 2023, sampai dengan tanggal diterbitkannya
        laporan penilaian 100,00% saham PT Sumber Cipta Utama tidak terdapat kejadian
        penting setelah tanggal penilaian (subsequent events) yang secara signifikan
        dapat mempengaruhi penilaian nilai pasar Objek Penilaian.




                                          21
Page 522
III.     PENJELASAN SINGKAT MENGENAI OBJEK PENILAIAN

III.A.   Latar Belakang PT Sumber Cipta Utama

         SCU didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 28 dari Edison Jingga, S.H., M.H.,
         tanggal 3 Oktober 2014 dan disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia
         dalam Surat Keputusan No. AHU-29387.40.10.2014 tanggal 14 Oktober 2014.

         Anggaran dasar SCU telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan
         terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta Notaris No. 38 dari Edison Jingga,
         S.H., M.H., tanggal 16 Maret 2020 mengenai perubahan tempat kedudukan SCU.
         Perubahan ini telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
         Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03.0156113
         tanggal 20 Maret 2020.

         Kantor pusat SCU berdomisili di Jalan Inspeksi PIK 2 Terusan Jalan Perancis
         No. 5, Tangerang, Banten.

III.B.   Kegiatan Usaha

         Ruang lingkup kegiatan usaha SCU adalah bergerak dalam bidang real estat yang
         dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian, penjualan, persewaan
         dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri maupun disewa.

III.C.   Manajemen

         Susunan Dewan Komisaris dan Direksi SCU pada tanggal 30 Juni 2023 adalah
         sebagai berikut:

         Dewan Komisaris
         Komisaris Utama                      :   Kho Cing Siong
         Komisaris                            :   Freddy Numberi

         Direksi
         Direktur Utama                       :   Nono Sampono
         Direktur                             :   Yohanes Edmond Budiman
         Direktur                             :   Surya Pranoto Budiharjo
         Direktur                             :   Belly Djaliel




                                         22
Page 523
III.D.   Kepemilikan Saham

         Susunan pemegang saham SCU berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
         30 Juni 2023 adalah sebagai berikut:

         Tabel 2
         PT Sumber Cipta Utama
         Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham

                                                                                                                 (Dalam Rupiah)
                                                                                       Persentase
                         Pemegang Saham                    Jumlah Saham                                     Jumlah Modal
                                                                                      Kepemilikan
         PT Agung Sedayu                                                 25.000                  50,00%         12.500.000.000
         PT Tunas Mekar Jaya                                             25.000                  50,00%         12.500.000.000
         Jumlah                                                          50.000                 100,00%         25.000.000.000



III.E.   Data Keuangan Historis

         Laporan keuangan SCU untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
         30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
         31 Desember 2022 dan 2021 telah diaudit oleh KAP SSR masing-masing dengan
         pendapat wajar tanpa pengecualian. Laporan keuangan SCU untuk tahun yang
         berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020, 2019, dan 2018 telah diaudit
         oleh KAP HJA masing-masing dengan pendapat wajar dengan pengecualian.

         Ikhtisar data keuangan penting SCU adalah sebagai berikut:
         Tabel 3
         PT Sumber Cipta Utama
         Laporan Posisi Keuangan
         Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 - 2022

                                                                                                               (Dalam jutaan Rupiah)

                              Keterangan                30/06/23      31/12/22     31/12/21    31/12/20    31/12/19       31/12/18

         ASET
         ASET LANCAR
         Kas dan setara kas                                 41.432        37.386      37.069      12.182       1.452          1.391
         Piutang lain-lain                                  72.231        60.593       9.636      36.350      27.631          6.000
         Persediaan                                      1.317.402     1.210.667     417.481           -           -              -
         Uang muka                                           2.036         4.349           -         501          43              0
         Pajak dibayar di muka                              49.659        65.445       9.366       5.361       2.169            867
         Proyek dalam pelaksanaan                                -             -           -     296.919     269.334        261.903
         Jumlah Aset Lancar                              1.482.760     1.378.440     473.552     351.313     300.628        270.163
         ASET TIDAK LANCAR
         Deposito berjangka                                   8.394       2.443            -           -              -              -
         Aset tetap - neto                                    7.594       7.976        8.216           -              -              -
         Aset lain-lain                                           -           -            -       1.098              -              -
         Jumlah Aset Tidak Lancar                            15.988      10.419        8.216       1.098              -              -
         JUMLAH ASET                                     1.498.748     1.388.859     481.768     352.411     300.628        270.163




                                                        23
Page 524
                                                                                                                                (Dalam jutaan Rupiah)

                        Keterangan                          30/06/23       31/12/22        31/12/21        31/12/20        31/12/19       31/12/18

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                                     85.900         25.366          18.394               -               -              -
Utang lain-lain                                                168.065        142.874           6.305         184.389         189.375        211.003
Utang obligasi                                                  60.000        299.560          60.000               -               -              -
Biaya yang masih harus dibayar                                     322            865             216           2.896               -              -
Utang pajak                                                      1.393          1.751           2.112           1.217             605            610
Uang muka penjualan                                            858.119        644.309         105.732         141.942          86.749         34.700
Bagian jangka pendek dari liabilitas jangka panjang:
  Utang bank                                                     11.912         5.686                  -               -              -              -
  Liabilitas imbalan kerja                                           13            12                  -               -              -              -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                              1.185.726      1.120.423         192.758         330.444         276.729        246.312
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Uang muka penjualan                                            214.706        235.858         268.903                  -              -              -
Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi bagian jangka
  pendek:
  Utang bank                                                     47.955        14.124               -                  -              -              -
  Liabilitas imbalan kerja                                          422           388              14                  -              -              -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                               263.083        250.370         268.917                  -              -              -
JUMLAH LIABILITAS                                            1.448.808      1.370.792         461.675         330.444         276.729        246.312
EKUITAS
Modal saham                                                      25.000        25.000          25.000          25.000           25.000        25.000
Saldo laba (akumulasi kerugian)                                  24.940        (6.934)         (4.908)         (3.034)          (1.101)       (1.150)
JUMLAH EKUITAS                                                   49.940        18.066          20.092          21.966           23.899        23.850
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                1.498.748      1.388.859         481.768         352.411         300.628        270.163



Tabel 4
PT Sumber Cipta Utama
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023
dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2018 - 2022

                                                                                                                                (Dalam jutaan Rupiah)
                                                             30/06/23       31/12/22        31/12/21        31/12/20        31/12/19      31/12/18
                        Keterangan
                                                            (6 Bulan)      (1 Tahun)       (1 Tahun)       (1 Tahun)       (1 Tahun)     (1 Tahun)
Pendapatan                                                     101.681                 -               -               -              -              -
Beban pokok pendapatan                                          65.622                 -               -               -              -              -
Laba bruto                                                       36.059             -               -               -                -              -
Beban penjualan                                                    (590)         (980)         (1.280)         (2.014)             (35)           (26)
Beban umum dan administrasi                                      (1.753)       (1.805)         (1.065)              -                -              -
Penghasilan keuangan                                                736           828             490               -                -              -
Beban keuangan                                                      (38)          (65)            (57)              -                -              -
Penghasilan (beban) lain-lain - neto                                  1           (25)             37              82               83             28
Laba (rugi) sebelum pajak final dan pajak penghasilan            34.415        (2.046)         (1.876)         (1.932)              48               2
Pajak final                                                      (2.542)            -               -
Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan                            31.873        (2.046)         (1.876)         (1.932)              48               2
Laba (rugi) periode/tahun berjalan                               31.873        (2.046)         (1.876)         (1.932)              48               2
Penghasilan komprehensif lain                                         -            20               2               -                -               -
Jumlah laba (rugi) komprehensif periode/tahun berjalan           31.873        (2.026)         (1.874)         (1.932)              48               2




                                                            24
Page 525
IV.       KONDISI DAN TINJAUAN EKONOMI

IV.A.     Tinjauan Ekonomi Dunia

          Ketidakpastian perekonomian di dunia kembali meningkat dengan kecenderungan
          risiko pertumbuhan yang melambat dan kebijakan suku bunga moneter di negara
          maju yang lebih tinggi. Berdasarkan laporan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia
          (BI) yang berjudul Tinjauan Kebijakan Moneter Juni 2023, pertumbuhan ekonomi
          di dunia diproyeksikan tumbuh sebesar 2,70% year over year (yoy) dengan risiko
          perlambatan terutama di Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok. Sementara itu, di
          Tiongkok pertumbuhan ekonomi juga tidak sekuat prakiraan, sehingga mendorong
          pelonggaran kebijakan moneter. Pemulihan ekonomi di negara berkembang
          seperti di India tetap menguat disebabkan oleh kenaikan permintaan domestik dan
          ekspor jasa. Kondisi tersebut mendorong nilai tukar USD cenderung melemah
          terhadap mata uang di negara-negara maju namun menguat untuk mata uang
          pada negara-negara berkembang.

IV.A.1.   Produk Domestik Bruto
          Tabel 5
          Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Dunia

                                                                                                                     (Dalam %)
                                                                   Aktual                               Proyeksi
                         Keterangan
                                                    2019       2020      2021      2022       2023        2024        2025
          Dunia                                       2,80       (2,80)    6,30      3,40       2,60        2,70          3,20
          Negara Maju
           Amerika Serikat                             2,30      (2,80)    5,90       2,10      1,30        0,70          1,90
           Hong Kong                                  (1,70)     (6,50)    6,40      (3,50)     4,80        3,00          2,90
           Inggris                                     1,60     (11,00)    8,50       4,30      0,20        0,60          1,50
           Jepang                                     (0,40)     (4,30)    2,30       1,10      1,30        1,00          1,00
           Kanada                                      1,90      (5,10)    5,20       3,50      1,30        0,70          2,00
           Kawasan Eropa                               1,60      (6,00)    5,30       3,30      0,50        1,00          1,60
           Singapura                                   0,90      (4,10)    9,10       3,70      1,40        2,60          2,70
           Taiwan                                      3,10       3,40     6,50       2,40      1,00        3,00          2,50
           Korea Selatan                               2,20      (0,70)    4,30       2,60      1,20        2,20          2,50
          Negara Berkembang
           Argentina                                  (2,00)     (9,90)   10,70      5,00       (2,2)       (0,30)        2,00
           India                                       6,50       3,90    (5,80)     9,10        N/A         6,10         6,40
           Indonesia                                   5,00      (2,00)    3,70      5,30       5,00         5,00         5,20
           Kolombia                                    3,30      (6,80)   11,00      7,50       1,50         2,00         2,80
           Malaysia                                    4,30      (5,60)    3,10      8,70       4,20         4,50         4,50
           Meksiko                                    (0,20)     (8,00)    4,70      3,10       2,20         1,50         2,00
           Mesir                                       5,50       3,50     3,30      6,60       3,90         4,20         4,50
           Tiongkok                                    6,00       2,20     8,40      3,00       5,40         4,80         4,70

          Sumber: Bloomberg


          Salah satu indikator pertumbuhan ekonomi adalah Produk Domestik Bruto (PDB).
          Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada tahun 2023, PDB di dunia
          mengalami penurunan sebesar 0,80% secara keseluruhan. Penurunan PDB
          terbesar berasal dari kelompok negara maju yaitu Hong Kong, Inggris, Singapura,
          dan Taiwan masing-masing dengan persentase sebesar 9,90%, 4,20%, 5,40%,
          dan 4,10% serta dari kelompok negara berkembang yaitu Argentina, Kolombia,
          dan Tiongkok dengan persentase masing-masing sebesar 5,70%, 3,50%, dan
          5,40%. Namun demikian, PDB di negara-negara berkembang seperti India,
          Indonesia, Malaysia, dan Mesir mengalami pertumbuhan dengan persentase
          masing-masing sebesar 14,90%, 1,60%, 5,60%, dan 3,30%.



                                                        25
Page 526
IV.A.2.   Inflasi

          Inflasi merupakan salah satu indikator pertumbuhan ekonomi yang juga
          memegang peranan penting dalam menentukan perekonomian suatu negara.
          Tingkat inflasi mewakili mekanisme pasar di suatu negara yang mendorong
          kenaikan harga yang luas dan berkelanjutan.

          Dalam beberapa tahun terakhir, inflasi negara-negara di dunia mengalami
          fluktuasi. Secara keseluruhan, inflasi dunia pada tahun 2023 diproyeksikan
          mengalami penurunan sebesar 2,80% dibandingkan dengan tahun 2022. Tekanan
          inflasi di Amerika Serikat masih tinggi terutama disebabkan kelonggaran pasar
          tenaga kerja maupun tekanan stabilitas sistem keuangan yang mereda sehingga
          mendorong kemungkinan kenaikan federal funds rate ke depan.
          Tabel 6
          Pertumbuhan Inflasi

                                                                                                   (Dalam %)
                                                      Aktual                            Proyeksi
                         Keterangan
                                        2019      2020      2021      2022     2023       2024      2025
          Dunia                            3,50     3,20      4,70      8,70     5,90       4,00       3,60
          Negara Maju
           Amerika Serikat                 1,80      1,20     4,70      8,00     4,10       2,60       2,40
           Hong Kong                       2,90      0,30     1,60      1,90     2,40       2,30       2,30
           Inggris                         1,80      0,90     2,60      9,10     7,50       3,00       2,00
           Jepang                          0,50      0,00    (0,30)     2,50     2,90       1,70       1,40
           Kanada                          1,90      0,70     3,40      6,80     3,70       2,30       2,10
           Kawasan Eropa                   1,20      0,30     2,60      8,40     5,40       2,50       2,10
           Singapura                       0,60     (0,20)    2,30      6,10     4,90       3,00       1,80
           Taiwan                          0,60     (0,20)    2,00      3,00     2,10       1,50       1,80
           Korea Selatan                   0,40      0,50     2,50      5,10     3,30       2,10       2,10
          Negara Berkembang
           Argentina                      53,60    42,70     48,10     70,70   119,70     101,00      60,00
           India                           3,70     6,60      5,10      6,70      N/A       5,00       4,90
           Indonesia                       2,80     2,00      1,60      4,20     3,90       3,10       3,10
           Kolombia                        3,50     2,50      3,50     10,20    11,70       5,40       4,10
           Malaysia                        0,70    (1,10)     2,50      3,40     3,00       2,50       2,30
           Meksiko                         3,60     3,40      5,70      7,90     5,60       4,00       3,80
           Mesir                          13,90     5,70      4,50      8,50    26,90      18,00      12,50
           Tiongkok                        2,90     2,50      0,90      2,00     1,10       2,20       2,00


          Sumber: Bloomberg


          Pada tahun 2023, inflasi dunia tercatat sebesar 5,90%. Inflasi di dunia pada tahun
          2024 diperkirakan mengalami penurunan sebesar 1,90% menjadi 4,00% di tahun
          2024 dibandingkan pada tahun sebelumnya. Adanya tren penurunan tersebut
          dipicu oleh penurunan inflasi pada negara-negara maju dan negara-negara
          berkembang.

          Pada negara-negara maju, penurunan inflasi terbesar pada tahun 2023
          diperkirakan terjadi di AS, Inggris, Kanada, dan Kawasan Eropa masing-masing
          sebesar 3,90%, 1,60%, 3,10%, dan 3,00%. Sedangkan di negara-negara
          berkembang, penurunan inflasi terbesar diperkirakan terjadi di Malaysia dan
          Meksiko masing-masing sebesar 0,40% dan 2,30%. Namun demikian, kenaikan
          inflasi diperkirakan akan terjadi di Argentina dan Mesir pada tahun 2023 dengan
          peningkatan masing-masing sebesar 49,00% dan 18,40%.




                                            26
Page 527
IV.A.3.   Suku Bunga

          Pada tahun 2023, negara dengan suku bunga tertinggi adalah Argentina dengan
          presentase yang mencapai 113,40%, kemudian diikuti oleh negara Kolombia dan
          Meksiko masing-masing sebesar 12,15% dan 10,90%.
          Tabel 7
          Pertumbuhan Suku Bunga Bank Sentral

                                                                                                           (Dalam %)
                                                               Aktual                           Proyeksi
                         Keterangan
                                                2019       2020      2021     2022     2023       2024      2025
          Negara Maju
           Amerika Serikat                         1,75      0,25      0,25     4,50     5,40       3,85       3,10
           Hong Kong                               2,49      0,50      0,50     4,75      N/A        N/A        N/A
           Inggris                                 0,75      0,10      0,25     3,50     5,65       4,65       3,40
           Jepang                                 (0,10)     0,00      0,00     0,00     0,00       0,00       0,00
           Kanada                                  1,75      0,25      0,25     4,25     5,00       3,50        N/A
           Kawasan Eropa                           0,00      0,00      0,00     2,50     4,35       3,60       3,05
           Taiwan                                  1,38      1,13      1,13     1,75     1,85       1,70        N/A
           Korea Selatan                           1,25      0,50      1,00     3,25     3,40       2,45       2,35
          Negara Berkembang
           Argentina                               N/A        N/A       N/A      N/A   113,40      70,00      49,80
           India                                  5,15       4,00      4,00     6,25     6,40       5,75        N/A
           Indonesia                              5,00       3,75      3,50     5,50     5,55       4,80        N/A
           Kolombia                               4,25       1,75      3,00    12,00    12,15       6,95       5,20
           Malaysia                               3,00       1,75      1,75     2,72     3,10       2,90        N/A
           Meksiko                                7,28       4,40      5,43    10,55    10,90       7,80       6,60
           Mesir                                 12,25       8,25      8,25    16,25      N/A        N/A        N/A
           Tiongkok                               4,15       3,85      3,80     3,65     4,30        N/A        N/A

          Sumber: Bloomberg


          Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, suku bunga bank sentral pada
          tahun 2023 diperkirakan mengalami kenaikan dibandingkan dengan suku bunga
          pada tahun 2022. Negara maju yang diperkirakan mengalami kenaikan suku
          bunga bank sentral terbesar pada tahun adalah Kawasan Eropa dan Korea
          Selatan masing-masing sebesar 1,85% dan 1,65%. Sementara itu, negara
          berkembang yang diperkirakan mengalami kenaikan suku bunga tertinggi pada
          tahun 2023 yaitu Malaysia, Meksiko, dan Tiongkok masing-masing sebesar 0,38%,
          0,35%, dan 0,65%.

IV.B.     Tinjauan Ekonomi Indonesia

          Perekonomian Indonesia diperkirakan berpotensi lebih tinggi dibandingkan
          tahun-tahun sebelumnya yang didorong oleh adanya kenaikan ekspor serta
          permintaan domestik yang terus menunjukkan kinerja positif khususnya konsumsi
          swasta. BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2023 mencapai
          4,50% hingga 5,30%. Perbaikan ekonomi Indonesia tersebut dipicu oleh keyakinan
          konsumen yang meningkat dan penjualan eceran yang tumbuh positif.




                                                    27
Page 528
IV.C.   Proyeksi Ekonomi Indonesia

        Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada tahun yang berjalan pada
        triwulan II/2023 diprakirakan surplus didukung oleh berlanjutnya surplus neraca
        perdagangan yang mencatat sebesar USD 4,40 miliar di Mei 2023. Sementara itu,
        aliran masuk modal asing dalam bentuk portofolio pada triwulan II 2023 sampai
        dengan 20 Juni 2023 masih mencatat net inflows sebesar USD 0,13 miliar,
        meskipun pada Juni 2023 tercatat outflows sebesar USD 0,87 miliar akibat
        peningkatan ketidakpastian pasar keuangan global. Posisi cadangan devisa
        Indonesia akhir Mei 2023 tetap tinggi tercatat sebesar USD 139,30 miliar, setara
        dengan pembiayaan 6,10 bulan impor atau 6,00 bulan impor dan pembayaran
        utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan
        internasional sekitar 3,00 bulan impor. Perkembangan NPI yang positif
        diprakirakan berlanjut didukung transaksi berjalan yang diprakirakan terjaga sehat
        dalam kisaran surplus 0,40% sampai dengan defisit 0,40% dari PDB. Selain itu,
        neraca transaksi modal dan finansial diprakirakan juga mencatat surplus, ditopang
        oleh aliran masuk modal asing, baik dalam bentuk penanaman modal asing
        maupun investasi portofolio, sejalan persepsi positif investor terhadap prospek
        perekonomian nasional.

IV.D.   Tingkat Suku Bunga

        Suku bunga perbankan masih kondusif dalam rangka mendukung pemulihan
        ekonomi. Per Mei 2023, suku bunga deposito dan suku bunga kredit tercatat
        masing-masing adalah sebesar 4,13% dan 9,37%. Selanjutnya, per 21 Juni 2023
        suku bunga pada pasar uang yang tercatat adalah sebesar 5,62%.

        Grafik 1
        Perkembangan Suku Bunga BI

         6,00%                                                5,50%     5,55%

                                                                                 4,80%
         5,00%              5,00%

         4,00%                         3,75%
                                                    3,50%
         3,00%

         2,00%

         1,00%

         0,00%
                     2019           2020        2021        2022      2023*     2024*
        * Proyeksi
        Sumber: Bloomberg




                                               28
Page 529
        Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, suku bunga BI pada akhir tahun
        2022 mencapai 5,50%, mengalami kenaikan sebesar 2,00% dibandingkan dengan
        tahun 2021. Pada tahun 2023, suku bunga BI diperkirakan sebesar 5,55% atau
        mengalami kenaikan sebesar 0,0 5% dibandingkan dengan tahun 2022.

IV.E.   Inflasi

        Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan Mei 2023 tercatat sebesar 4,00% (yoy)
        atau berada di batas atas sasaran 3,0±1%. Penurunan inflasi terjadi di semua
        kelompok. Inflasi Mei 2023 tercatat 2,66% (yoy), lebih rendah dibandingkan
        dengan inflasi pada bulan sebelumnya sebesar 2,83% (yoy). Inflasi diperkirakan
        terkendali dalam kisaran angka 3,0±1% pada tahun 2023.

        Grafik 2
        Perkembangan Inflasi Berdasarkan Indeks Harga Konsumen di Indonesia

                                                4,20%    3,90%
         4,50%
         4,00%
         3,50%                                                      3,10%
                     2,80%
         3,00%
                                                                              3,10%
         2,50%
                                      1,60%
         2,00%
         1,50%               2,00%
         1,00%
         0,50%
         0,00%
                     2019    2020     2021     2022      2023*    2024*     2025*

        * Proyeksi
        Sumber: Bloomberg


        Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, inflasi pada tahun 2022
        mencapai sebesar 4,20%, mengalami kenaikan sebesar 2,60% dibandingkan
        dengan tahun 2021. Pada tahun 2023, tingkat inflasi diperkirakan sebesar 3,90%
        atau mengalami penurunan sebesar 0,30% dibandingkan tahun 2022.




                                        29
Page 530
        Tabel 8
        Kontributor Inflasi Terbesar
        Berdasarkan Provinsi

                                             (Dalam %)

        No.          Keterangan              Inflasi

          1   Maluku Utara                        5,70
          2   Maluku                              5,10
          3   Jawa Timur                          5,00
          4   Sulawesi Tenggara                   4,80
          5   DI Yogyakarta                       4,70
          6   Kalimantan Selatan                  4,70
          7   Sulawesi Selatan                    4,60
          8   Lampung                             4,30
          9   Jawa Barat                          4,30
         10   Kalimantan Tengah                   4,20
         11   Nusa Tenggara Timur                 4,20
         12   Sumatera Barat                      4,20

         Sumber: Tinjauan Kebijakan Moneter, Bank Indonesia


        Berdasarkan Tinjauan Kebijakan Moneter yang dikeluarkan oleh BI per Juni 2023,
        kontributor inflasi terbesar berada di daerah Maluku Utara, Maluku, Jawa Timur,
        Sulawesi Tenggara, DI Yogyakarta, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan,
        Lampung, dan Jawa Barat masing-masing sebesar 5,70%, 5,10%, 5,00%, 4,80%,
        4,70%, 4,70%, 4,60%, 4,30%, dan 4,30%.

IV.F.   Nilai Tukar Rupiah

        Ketidakpastian pasar keuangan di dunia menyebabkan nilai tukar Rupiah pada
        Juni 2023 melemah sebesar 0,56% dibandingkan dengan rata-rata kurs Mei 2023.
        Nilai tukar Rupiah pada Bulan Juni 2023 mengalami penguatan sebesar 4,17%
        dibandingkan akhir tahun 2022. Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan
        stabilisasi nilai tukar Rupiah khususnya melalui triple intervention dan twist
        operation untuk mengendalikan inflasi barang impor (imported inflation) dan
        memitigasi risiko rambatan ketidakpastian pasar keuangan di dunia.




                                                   30
Page 531
Grafik 3
Perkembangan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Mata Uang Asing

   20.000

   18.000

   16.000

   14.000

   12.000

   10.000

    8.000      Q3/2023*   Q4/2023*   Q1/2024*   Q2/2023*   2024*    2025*    2026*
         EUR    16.445     16.576     16.430     16.498    16.733   16.863   17.690
         SGD    11.157     11.128     11.198     11.145    11.192   11.231   11.731
         USD    14.950     14.800     14.670     14.600    14.550   14.600   15.250



* Proyeksi
Sumber: Bloomberg


Proyeksi nilai tukar Rupiah terhadap Euro pada Q3/2023 – 2026 secara
berturut-turut diperkirakan sebesar Rp 16.445, Rp 16.576, Rp 16.430, Rp 16.498,
Rp 16.733, Rp 16.863, dan Rp 17.690.

Proyeksi nilai tukar Rupiah terhadap SGD pada Q3/2023 – 2026 secara
berturut-turut diperkirakan sebesar Rp 11.157, Rp 11.128, Rp 11.198, Rp 11.145,
Rp 11.192, Rp 11.231, dan Rp 11.731.

Proyeksi nilai tukar Rupiah terhadap USD pada Q3/2023 – 2026 secara
berturut-turut diperkirakan sebesar Rp 14.950, Rp 14.800, Rp 14.670, Rp 14.600,
Rp 14.550, Rp 14.600, dan Rp 15.250.




                                       31
Page 532
V.     TINJAUAN INDUSTRI PROPERTI

V.A.   Tinjauan Industri Properti di Dunia

       Industri properti merupakan salah satu industri terbesar di dunia. Hal ini terlihat
       dari harga properti yang mengalami peningkatan pada setiap tahunnya.
       Sektor-sektor penting dalam industri properti antara lain meliputi sektor
       perumahan/real estate, apartemen, perkantoran, pusat perbelanjaan, perhotelan,
       serta kawasan industri.

       Berdasarkan data yang diperoleh dari Knight Frank dalam laporannya yang
       berjudul Global House Price Index Q1/2023, AS menempati posisi ke - 39 dengan
       persentase kenaikan harga rumah sebesar 0,70% selama setahun terakhir,
       sedangkan selama enam bulan terakhir mengalami penurunan sebesar 1,10%,
       dan kenaikan sebesar 1,00% selama tiga bulan terakhir pada Q1/2023.
       Peningkatan harga ini terutama disebabkan oleh pasokan rumah yang terbatas
       yang menopang pertumbuhan harga meskipun di tengah ketersediaan pasokan
       yang menurun.

       Tabel 9
       Perubahan Investasi Real Estat Komersial Berdasarkan Wilayah
       Q1/2023


               Bagian Wilayah             Perubahan

       Asia Pasifik                          -30,00%
       Eropa, Timur Tengah dan Afrika        -58,00%
       Amerika                               -61,00%

       Sumber: Jones Lang LaSalle (JLL)


       Selanjutnya, berdasarkan data yang diperoleh dari JLL, aktivitas merger dan
       akuisisi real estat di dunia pada Q1/2023 terlihat terbatas dan situasional, dengan
       transaksi strategis tertentu yang terjadi dalam skala lebih kecil di dunia.
       Investasi real estat komersial di dunia pada Q1/2023 mengalami penurunan paling
       tinggi di Amerika serta Eropa, Timur Tengah, dan Afrika masing-masing sebesar
       61,00% dan 58,00% dibandingkan dengan Q1/2022. Penurunan ini disebabkan
       oleh tingginya inflasi yang masih terjadi, suku bunga yang mengalami kenaikan,
       dan tingkat pengangguran yang meningkat sementara kesulitan di sektor
       perbankan turut menambah volatilitas.




                                                 32
Page 533
Grafik 4
Penjualan Rumah di AS
Januari – Juni 2023
(Dalam jutaan Unit)

                                 4,55
   4,60
   4,50                                          4,43
   4,40                                                        4,29   4,30
   4,30
                                                                             4,16
   4,20
   4,10          4,00
   4,00
   3,90
   3,80
   3,70
                 Jan             Feb             Mar           Apr    Mei    Jun

Sumber: Trading Economics


Selanjutnya, berdasarkan data yang diperoleh dari Trading Economics, penjualan
rumah di AS pada bulan Juni 2023 mengalami penurunan sebesar 3,26%
dibandingkan dengan penjualan rumah AS bulan Mei 2023. Penjualan rumah Juni
2023 merupakan yang terendah selama lima bulan terakhir, sementara proyeksi
penjualan bulan Juni 2023 adalah sebesar 4,20 juta unit rumah. Penurunan
penjualan rumah terjadi pada Amerika Selatan dan Barat masing-masing
mengalami penurunan sebesar 5,40% dan 5,10%.

Tabel 10
Proyeksi Harga Rumah di AS berdasarkan Kota pada Tahun 2030

                                              (Dalam jutaan USD)

      Kota              Negara Bagian                Harga

San Fransisco          California                            2,61
San Jose               California                            2,25
Oakland                California                            1,71
Seattle                Washington                            1,54
Los Angeles            California                            1,38
San Diego              California                            1,15
Boston                 Massachusetts                         1,13
Long Beach             California                            1,07
New York               New York                              0,96
Washington             District of Columbia                  0,96

Sumber: RenoFi




                                               33
Page 534
         Menurut data yang dibuat oleh RenoFi, harga rata-rata rumah di AS pada tahun
         2030 diproyeksikan sebesar USD 383,00 ribu mengingat harga rumah di AS telah
         mengalami kenaikan sebesar 48,55%. Selain itu, enam dari sepuluh kota termahal
         di AS terletak pada negara bagian California, dimana San Fransisco dan San Jose
         diproyeksikan memiliki harga rumah termahal pada tahun 2030 masing-masing
         senilai USD 2,61 juta dan USD 2,25 juta. Peningkatan proyeksi harga rumah di AS
         terutama didorong oleh dampak pandemi Covid-19 dimana mayoritas penghuni di
         AS telah menghabiskan sebagian besar waktu di rumah dan melakukan renovasi
         pada propertinya, selain itu, fakfor dimana beberapa orang tidak perlu tinggal dekat
         dengan tempat kerjanya dan pindah ke pinggiran kota juga turut mendukung
         peningkatan harga rumah.

         Faktor-faktor seperti peningkatan harga rumah di dunia dari tahun ke tahun,
         kecenderungan penghuni yang menginginkan untuk menata huniannya sesuai
         dengan keinginannya, dan kebutuhan untuk bekerja dari rumah merupakan faktor
         pendorong bagi industri properti di masa yang akan datang. Peningkatan nilai
         properti pada kota-kota pusat bisnis di seluruh dunia turut berperan bagi
         peningkatan industri properti global, sehingga industri properti global diharapkan
         terus bertumbuh positif dalam jangka waktu yang sangat lama di masa mendatang.

V.B.     Tinjauan Industri Properti di Indonesia

         Industri properti di Indonesia merupakan salah satu sektor industri yang
         memberikan kontribusi signifikan bagi pertumbuhan ekonomi, hal ini disebabkan
         industri properti saling terkait dengan industri-industri lainnya, misalnya industri
         bahan baku bangunan, konstruksi, logistik, bidang jasa, maupun industri keuangan
         serta perbankan dalam Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Pertumbuhan industri
         properti yang tinggi berdampak terhadap pendapatan domestik bruto nasional
         serta ketersediaan lapangan pekerjaan.

V.B.1.   Perkembangan Permintaan Properti Komersial

         Tabel 11
         Pertumbuhan Triwulan Indeks Permintaan Properti Komersial
         Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek), Banten, Bandung, dan Makassar
         Triwulan I/2022 - Triwulan I/2023

                                                                                                            (Dalam %)
                                                                          2022                              2023
                     Keterangan
                                                     I            II             III            IV            I

         Sewa:
           Perkantoran                                   (0,06)         0,09           0,21       0,88          0,99
           Ritel                                          0,24          0,20           0,59       0,15          0,40
           Apartemen                                     (1,40)         4,91           4,77      10,64          4,51
         Jual:
           Perkantoran                                   (0,06)          0,21          0,17          1,13       0,10
           Ritel                                          0,00          0,00           0,00          0,00       0,00
         Hotel                                           (8,80)        27,15        6,59         20,15        (13,35)
         Lahan Industri                                   0,51          0,64        0,07          0,04          0,04
         Convention hall                                 (3,44)        74,68       17,11         37,44         10,02
         Warehouse complex                                0,02          0,11        0,05          0,12          0,05

         Sumber: Perkembangan Properti Komersial (PPKOM) Triwulan I-2023, Bank Indonesia (BI)




                                                    34
Page 535
         Berdasarkan data yang diperoleh dari BI dalam laporan yang berjudul PPKOM
         triwulan I/2023, indeks permintaan properti komersial untuk kategori sewa
         menunjukkan penurunan sebesar 10,66% dibandingkan dengan triwulan
         sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh perlambatan permintaan pada mayoritas
         segmen sewa terutama segmen hotel yang mengalami penurunan di seluruh kota
         cakupan survei. Begitu juga dengan indeks permintaan properti komersial untuk
         kategori jual yang menunjukkan penurunan sebesar 0,10%. Kondisi tersebut
         disebabkan oleh adanya stagnasi permintaan pada segmen perkantoran jual di
         Semarang, Jakarta, dan Surabaya karena rendahnya minat investor. Selain itu,
         permintaan pada segmen warehouse complex juga mengalami penurunan
         terutama di wilayah Bogor, Depok, dan Bekasi.

V.B.2.   Perkembangan Pasokan Properti Komersial

         Tabel 12
         Pertumbuhan Triwulan Indeks Pasokan Properti Komersial
         Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek), Banten, Bandung, dan Makassar
         Triwulan I/2022 - Triwulan I/2023

                                                                                                              (Dalam %)
                                                                          2022                                 2023
                     Keterangan
                                                     I            II             III            IV               I
         Sewa:
           Perkantoran                                   (0,05)         0,37           0,44          0,68          0,84
           Ritel                                          0,54          0,06           0,44          0,10          0,57
           Apartemen                                     (0,37)        (0,33)          0,68          0,10          0,41
         Jual:
           Perkantoran                                   (0,02)        0,03            0,00          1,05         (0,01)
           Ritel                                          0,00         0,00            0,00          0,00          0,00
         Hotel                                           (0,04)        (0,06)           0,86         (1,03)        0,21
         Lahan Industri                                   0,34          1,32           (0,01)         0,20        (0,01)
         Convention hall                                 (1,04)        (0,29)          (0,25)         0,78        (0,06)
         Warehouse complex                                0,01          0,02            0,13          0,00         0,00

         Sumber: Perkembangan Properti Komersial (PPKOM) Triwulan I-2023, Bank Indonesia (BI)


         Selanjutnya, untuk kategori pasokan properti komersial menunjukkan peningkatan
         dibandingkan dengan triwulan sebelumnya dimana hal tersebut tercermin dari
         jumlah pertumbuhan indeks pasokan properti komersial untuk kategori sewa yang
         tercatat adalah sebesar 0,68%. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh
         adanya peningkatan pada mayoritas segmen kecuali segmen convention hall.




                                                     35
Page 536
V.B.3.   Perkembangan Harga Properti Komersial

         Tabel 13
         Pertumbuhan Triwulan Indeks Harga Properti Komersial
         Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek), Banten, Bandung, dan Makassar
         Triwulan I/2022 - Triwulan I/2023

                                                                                                              (Dalam %)
                                                                          2022                                2023
                     Keterangan
                                                     I            II             III            IV              I
         Sewa:
           Perkantoran                                   0,55          (0,83)          (0,69)        (0,97)       0,01
           Ritel                                         0,00          (0,18)          (0,28)         0,07        0,40
           Apartemen                                     0,35           0,61            1,50          3,40       (0,38)
         Jual:
           Perkantoran                                   0,16           0,14           (0,23)        (0,42)      (0,15)
           Ritel                                         0,01           0,00            0,00          0,00        0,00
         Hotel                                           1,66          20,92           2,89      10,69           (8,43)
         Lahan Industri                                  0,04           0,23           0,08       0,19            0,03
         Convention hall                                 4,82           3,16           1,88      (3,05)          (0,39)
         Warehouse complex                               0,17           0,00           0,00       0,00            0,00

         Sumber: Perkembangan Properti Komersial (PPKOM) Triwulan I-2023, Bank Indonesia (BI)


         Sementara itu, untuk indeks harga properti komersial untuk kategori sewa
         mengalami penurunan sebesar 6,00% dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.
         Penurunan harga sewa terjadi pada mayoritas segmen seiring dengan adanya
         penurunan harga pada segmen perkantoran sewa di Jakarta dan Bandung sebagai
         langkah untuk meningkatkan okupansi. Selanjutnya, untuk indeks harga properti
         komersial untuk kategori jual mengalami penurunan sebesar 0,06%. Hal ini
         terutama disebabkan oleh melambatnya akselerasi harga segmen perkantoran
         jual di Jakarta sebagai strategi untuk mempertahankan okupansi.




                                                     36
Page 537
Grafik 5
Persetujuan Pinjaman atau Kredit Bank Umum di Indonesia
Bulan Desember 2022 – Januari 2023
(Dalam miliar Rupiah)

   700.000

   600.000

   500.000

   400.000

   300.000

   200.000

   100.000

          -
                    KPR dan KPA        Konstruksi            Real Estat
      Apr-23          648.154           401.441               193.908
      Mei-23          653.820           393.819               195.472

Sumber: Bank Indonesia


Berdasarkan data yang diperoleh dari Bank Indonesia pada bulan Mei 2023,
persetujuan pinjaman atau kredit bank umum di Indonesia untuk segmen KPR dan
KPA serta real estat masing-masing mengalami peningkatan sebesar
Rp 5.666,00 miliar dan Rp 1.564,00 miliar atau masing-masing setara dengan
0,87% dan 0,81% jika dibandingkan dengan bulan April 2023. Sementara itu, untuk
segmen konstruksi mengalami penurunan sebesar Rp 7.622,00 miliar atau setara
dengan 1,90% jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.




                                  37
Page 538
Grafik 6
Proyeksi Penyelesaian Proyek Apartemen yang Tertunda di Jakarta
Tahun 2023 - 2025
(Dalam unit)

                  8.000

                  7.000

                  6.000

                  5.000

                  4.000

                  3.000

                  2.000

                  1.000

                        -
                             2023            2024              2025
      Penyelesaian Unit      6.172           6.747             2.246

Sumber: Colliers Indonesia


Berdasarkan data yang diperoleh dari Colliers Indonesia, investor asing akan
bersikap lebih konservatif sampai dengan Q1/2024 yang merupakan periode
Pemilihan Umum, pengembang apartemen akan fokus untuk menjual unit yang
sudah ada dan tidak akan meluncurkan proyek baru serta menyelesaikan proyek
yang tertunda saat pandemi. Sebanyak 48,00% proyek apartemen yang akan
diselesaikan pada tahun 2025 terletak di Jakarta Selatan terutama mentargetkan
pasar kalangan menengah ke atas.




                                     38
Page 539
Perekonomian Indonesia pada tahun 2023 akan tumbuh sekitar 5,00% menurut
proyeksi International Monetary Fund, hal ini menunjukkan bahwa Indonesia
sudah mulai pulih dari dampak Covid-19. Dalam jangka menengah, perekonomian
Indonesia akan terus meningkat seiring dengan pemulihan ekonomi global serta
peningkatan perekonomian domestik yang didorong oleh kenaikan konsumsi,
investasi serta produktivitas yang didukung oleh kebijakan-kebijakan baik fiskal
maupun moneter. Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi
Indonesia dalam jangka menengah akan berada di kisaran 5,00 – 5,80% hingga
tahun 2027. Hal ini secara langsung maupun tidak langsung akan berpengaruh
pada prospek sektor properti. Selain itu Pemerintah berupaya mendukung sektor
properti dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan seperti memperpanjang
pelonggaran rasio loan to value untuk kredit/pembiayaan properti hingga akhir
2023, peningkatan batasan nilai hunian mewah yang dikenakan PPh
(Pajak Penghasilan) dan PPnBM (Pajak Penjualan Barang Mewah) dari
Rp 5,00 miliar – Rp 10,00 miliar menjadi Rp 30,00 miliar, dan penurunan tarif PPh
Pasal 22 atas hunian mewah dari 5,00% menjadi 1,00%. Meningkatnya daya beli
masyarakat serta pelonggaran berbagai kebijakan-kebijakan dari Pemerintah
dapat mendorong pertumbuhan sektor properti serta meningkatkan prospek usaha
Perseroan.

Beberapa indikator ekonomi dan sektor properti juga menunjukkan tren yang baik,
sejalan dengan adanya data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik yang
menyatakan bahwa ekonomi tumbuh sebesar 5,03% pada Q1/2023 yang diikuti
oleh pertumbuhan atas indeks permintaan properti dari tahun ke tahun yang telah
meningkat sebesar 14,50% pada Q1/2023. Selanjutnya, menurut lembaga riset
internasional, McKinsey Global Institute, memperkirakan dengan tingkat
pertumbuhan ekonomi dunia yang stabil, negara Indonesia akan menjadi negara
dengan kekuatan ekonomi nomor tujuh di Dunia pada tahun 2030. Dengan situasi
tersebut, maka diperkirakan segmen apartemen dan sewa perkantoran akan
menjadi investasi yang masih diprioritaskan untuk menunjang aktivitas dan
mobilitas konsumen yang semakin tinggi di masa yang akan datang.




                                 39
Page 540
VI.       ANALISIS LAPORAN KEUANGAN HISTORIS

VI.A.     PT Sumber Cipta Utama

          Laporan keuangan SCU untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
          30 Juni 2023 dan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2022 dan 2021 telah diaudit oleh KAP SSR dengan pendapat wajar
          tanpa pengecualian. Laporan keuangan SCU untuk tahun yang berakhir pada
          tanggal-tanggal 31 Desember 2020, 2019, dan 2018 telah diaudit oleh KAP HJA
          dengan pendapat wajar dengan pengecualian.

          Ikhtisar data keuangan penting SCU adalah sebagai berikut:

VI.A.1.   Laporan Posisi Keuangan
          Tabel 14
          PT Sumber Cipta Utama
          Laporan Posisi Keuangan
          Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 - 2022

                                                                                                                (Dalam jutaan Rupiah)

                               Keterangan                30/06/23      31/12/22     31/12/21    31/12/20    31/12/19       31/12/18

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan setara kas                                 41.432        37.386      37.069      12.182       1.452          1.391
          Piutang lain-lain                                  72.231        60.593       9.636      36.350      27.631          6.000
          Persediaan                                      1.317.402     1.210.667     417.481           -           -              -
          Uang muka                                           2.036         4.349           -         501          43              0
          Pajak dibayar di muka                              49.659        65.445       9.366       5.361       2.169            867
          Proyek dalam pelaksanaan                                -             -           -     296.919     269.334        261.903
          Jumlah Aset Lancar                              1.482.760     1.378.440     473.552     351.313     300.628        270.163
          ASET TIDAK LANCAR
          Deposito berjangka                                   8.394       2.443            -           -              -              -
          Aset tetap - neto                                    7.594       7.976        8.216           -              -              -
          Aset lain-lain                                           -           -            -       1.098              -              -
          Jumlah Aset Tidak Lancar                            15.988      10.419        8.216       1.098              -              -
          JUMLAH ASET                                     1.498.748     1.388.859     481.768     352.411     300.628        270.163




                                                         40
Page 541
                                                                                                                                   (Dalam jutaan Rupiah)

                                 Keterangan                           30/06/23      31/12/22     31/12/21       31/12/20       31/12/19       31/12/18

          LIABILITAS DAN EKUITAS
          LIABILITAS
          LIABILITAS JANGKA PENDEK
          Utang usaha                                                    85.900        25.366       18.394              -              -              -
          Utang lain-lain                                               168.065       142.874        6.305        184.389        189.375        211.003
          Utang obligasi                                                 60.000       299.560       60.000              -              -              -
          Biaya yang masih harus dibayar                                    322           865          216          2.896              -              -
          Utang pajak                                                     1.393         1.751        2.112          1.217            605            610
          Uang muka penjualan                                           858.119       644.309      105.732        141.942         86.749         34.700
          Bagian jangka pendek dari liabilitas jangka panjang:
            Utang bank                                                     11.912       5.686               -              -              -              -
            Liabilitas imbalan kerja                                           13          12               -              -              -              -
          Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                              1.185.726     1.120.423     192.758        330.444        276.729        246.312
          LIABILITAS JANGKA PANJANG
          Uang muka penjualan                                           214.706       235.858      268.903                 -              -              -
          Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi bagian jangka
            pendek:
            Utang bank                                                     47.955      14.124            -                 -              -              -
            Liabilitas imbalan kerja                                          422         388           14                 -              -              -
          Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                              263.083       250.370      268.917                 -              -              -
          JUMLAH LIABILITAS                                            1.448.808     1.370.792     461.675        330.444        276.729        246.312
          EKUITAS
          Modal saham                                                      25.000      25.000       25.000         25.000         25.000         25.000
          Saldo laba (akumulasi kerugian)                                  24.940      (6.934)      (4.908)        (3.034)        (1.101)        (1.150)
          JUMLAH EKUITAS                                                   49.940      18.066       20.092         21.966         23.899         23.850
          JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                1.498.748     1.388.859     481.768        352.411        300.628        270.163




VI.A.2.   Aset

          Jumlah aset SCU pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023, 31 Desember 2022, 2021,
          2020, 2019, dan 2018 masing-masing adalah sebesar Rp 1.498,75 miliar,
          Rp 1.388,86 miliar, Rp 481,77 miliar, Rp 352,41 miliar, Rp 300,63 miliar, dan
          Rp 270,16 miliar.

          Pada tanggal 30 Juni 2023, jumlah aset SCU mengalami kenaikan sebesar
          Rp 109,89 miliar atau setara dengan 7,91% dibandingkan dengan jumlah aset
          pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan
          persediaan sebesar Rp 106,74 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah aset SCU mengalami kenaikan sebesar
          Rp 907,09 miliar atau setara dengan 188,28% dibandingkan dengan jumlah aset
          pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan
          piutang lain-lain, persediaan, dan pajak dibayar di muka masing-masing sebesar
          Rp 50,96 miliar, Rp 793,19 miliar, dan Rp 56,08 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah aset SCU mengalami kenaikan sebesar
          Rp 129,36 miliar atau setara dengan 36,71% dibandingkan dengan jumlah aset
          pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan
          persediaan sebesar Rp 417,48 miliar yang disertai dengan penurunan proyek
          dalam pelaksanaan sebesar Rp 296,92 miliar.




                                                                      41
Page 542
          Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah aset SCU mengalami kenaikan sebesar
          Rp 51,78 miliar atau setara dengan 17,22% dibandingkan dengan jumlah aset
          pada tanggal 31 Desember 2019. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan
          kas dan setara kas, piutang lain-lain, serta proyek dalam pelaksanaan
          masing-masing sebesar Rp 10,73 miliar, Rp 8,72 miliar, Rp 27,59 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2019, jumlah aset SCU mengalami kenaikan sebesar
          Rp 30,47 miliar atau setara dengan 11.28% dibandingkan dengan jumlah aset
          pada tanggal 31 Desember 2018. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan
          piutang lain-lain dan proyek dalam pelaksanaan masing-masing sebesar
          Rp 21,63 miliar dan Rp 7,43 miliar.

VI.A.3.   Liabilitas

          Jumlah liabilitas SCU pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023, 31 Desember 2022,
          2021, 2020, 2019, dan 2018 masing-masing adalah sebesar Rp 1.448,81 miliar,
          Rp 1.370,79 miliar, Rp 461,68 miliar, Rp 330,44 miliar, Rp 276,73 miliar, dan
          Rp 246,31 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah liabilitas SCU mengalami kenaikan
          sebesar Rp 78,02 miliar atau setara dengan 5,69% dibandingkan dengan jumlah
          liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
          utang usaha, uang muka penjualan, dan utang bank masing-masing sebesar
          Rp 60,53 miliar, Rp 192,66 miliar, dan Rp 40,06 miliar yang disertai dengan
          penurunan utang obligasi sebesar Rp 239,56 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah liabilitas SCU mengalami kenaikan
          sebesar Rp 909,12 miliar atau setara dengan 196,92% dibandingkan dengan
          jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
          disebabkan oleh utang lain-lain, utang obligasi, dan uang muka penjualan
          masing- masing sebesar Rp 136,57 miliar, Rp 239,56 miliar, dan Rp 505,53 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah liabilitas SCU mengalami kenaikan
          sebesar Rp 131,23 miliar atau setara dengan 39,71% dibandingkan dengan jumlah
          liabilitas pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
          utang obligasi dan uang muka penjualan masing-masing sebesar Rp 60,00 miliar
          dan Rp 232,69 miliar yang disertai dengan penurunan utang lain-lain sebesar
          Rp 178,08 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah liabilitas SCU mengalami kenaikan
          sebesar Rp 53,72 miliar atau setara dengan 19,41% dibandingkan dengan jumlah
          liabilitas pada tanggal 31 Desember 2019. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
          kenaikan uang muka penjualan sebesar Rp 55,19 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2019, jumlah liabilitas SCU mengalami kenaikan
          sebesar Rp 30,42 miliar atau setara dengan 12,35% dibandingkan dengan jumlah
          liabilitas pada tanggal 31 Desember 2018. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
          kenaikan uang muka penjualan sebesar Rp 52,05 miliar yang disertai dengan
          penurunan utang lain-lain sebesar Rp 21,63 miliar.


                                           42
Page 543
VI.A.4.   Ekuitas

          Jumlah ekuitas SCU pada tanggal-tanggal tanggal 30 Juni 2023,
          31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019, dan 2018 masing-masing adalah sebesar
          Rp 49,94 miliar, Rp 18,07 miliar, Rp 20,09 miliar, Rp 21,97 miliar, Rp 23,90 miliar,
          dan Rp 23,85 miliar.

          Pada tanggal 31 Juni 2023, jumlah ekuitas SCU mengalami kenaikan sebesar
          Rp 31,87 miliar atau setara dengan 176,42% dibandingkan dengan jumlah ekuitas
          pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini seluruhnya disebabkan oleh laba
          periode berjalan yang dibukukan oleh SCU.

          Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah ekuitas SCU mengalami penurunan
          sebesar Rp 2,03 miliar atau setara dengan 10,08% dibandingkan dengan jumlah
          ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
          rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh SCU sebesar Rp 2,05 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah ekuitas SCU mengalami penurunan
          sebesar Rp 1,87 miliar atau setara dengan 8,53% dibandingkan dengan jumlah
          ekuitas pada tanggal 31 Desember 2020. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
          rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh SCU sebesar Rp 1,87 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah ekuitas SCU SCU mengalami penurunan
          sebesar Rp 1,93 miliar atau setara dengan 8,09% dibandingkan dengan jumlah
          ekuitas pada tanggal 31 Desember 2019. Penurunan ini seluruhnya disebabkan
          oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh SCU.

          Pada tanggal 31Desember 2019, jumlah ekuitas SCU mengalami kenaikan
          sebesar Rp 0,05 miliar atau setara dengan 0,20% dibandingkan dengan jumlah
          ekuitas pada tanggal 31 Desember 2018. Kenaikan ini seluruhnya disebabkan oleh
          laba tahun berjalan yang dibukukan oleh SCU.

VI.A.5.   Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
          Tabel 15
          PT Sumber Cipta Utama
          Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
          Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023
          dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2018 - 2022

                                                                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                    30/06/23       31/12/22        31/12/21        31/12/20        31/12/19      31/12/18
                                  Keterangan
                                                                   (6 Bulan)      (1 Tahun)       (1 Tahun)       (1 Tahun)       (1 Tahun)     (1 Tahun)
          Pendapatan                                                  101.681                 -               -               -             -              -
          Beban pokok pendapatan                                       65.622                 -               -               -             -              -
          Laba bruto                                                    36.059              -              -               -                -              -
          Beban penjualan                                                 (590)          (980)        (1.280)         (2.014)             (35)           (26)
          Beban umum dan administrasi                                   (1.753)        (1.805)        (1.065)              -                -              -
          Penghasilan keuangan                                             736            828            490               -                -              -
          Beban keuangan                                                   (38)           (65)           (57)              -                -              -
          Penghasilan (beban) lain-lain - neto                               1            (25)            37              82               83             28
          Laba (rugi) sebelum pajak final dan pajak penghasilan         34.415         (2.046)        (1.876)         (1.932)              48              2
          Pajak final                                                   (2.542)             -              -
          Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan                         31.873         (2.046)        (1.876)         (1.932)              48              2
          Laba (rugi) periode/tahun berjalan                            31.873         (2.046)        (1.876)         (1.932)              48              2
          Penghasilan komprehensif lain                                      -             20              2               -                -              -
          Jumlah laba (rugi) komprehensif periode/tahun berjalan        31.873         (2.026)        (1.874)         (1.932)              48              2




                                                                   43
Page 544
VI.A.6.   Pendapatan

          Pendapatan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023
          adalah sebesar Rp 101,68 miliar. Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
          31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019, dan 2018, SCU belum membukukan
          pendapatan.

VI.A.7.   Laba (Rugi) Periode/Tahun Berjalan

          Laba SCU untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023
          dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2019, dan
          2018, masing-masing adalah sebesar Rp 31,87 miliar, Rp 0,05 miliar, dan
          Rp 2,00 juta. Rugi SCU untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar
          Rp 2,05 miliar, Rp 1,88 miliar, dan Rp 1,93 miliar.

          Rugi tahun berjalan SCU untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 0,17 miliar dibandingkan
          dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2021.

          Rugi tahun berjalan SCU untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2021 mengalami penurunan sebesar Rp 0,06 miliar dibandingkan
          dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2020.

          Rugi tahun berjalan SCU untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2020 mengalami kenaikan sebesar Rp 1,98 miliar dibandingkan
          dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2019.

          Laba tahun berjalan SCU untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2019 mengalami kenaikan sebesar Rp 0,05 miliar dibandingkan
          dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2018.




                                          44
Page 545
VI.A.8.   Laporan Arus Kas
          Tabel 16
          PT Sumber Cipta Utama
          Laporan Arus Kas
          Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023
          dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2018 - 2022

                                                                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                   30/06/23       31/12/22         31/12/21      31/12/20        31/12/19      31/12/18
                                Keterangan
                                                                   (6 Bulan)      (1 Tahun)        (1 Tahun)     (1 Tahun)       (1 Tahun)       (1 Tahun)
          ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
          Laba (rugi) setelah pajak penghasilan                             -                 -             -        (1.932)             48               2
          Penerimaan kas dari pelanggan                               317.702           486.071       236.086             -               -               -
          Pembayaran kepada pemasok dan lain-lain                     (92.683)         (831.644)      (84.492)            -               -               -
          Pembayaran kas kepada karyawan                                 (683)             (403)         (135)            -               -               -
          Penerimaan bunga                                                736               828           490             -               -               -
          Pembayaran pajak final                                       (7.554)          (11.808)       (5.265)            -               -               -
          Kenaikan piutang lain-lain                                        -                 -             -        (8.719)        (21.631)         (6.000)
          Kenaikan pajak dibayar dimuka                                     -                 -             -        (3.193)         (1.301)           (867)
          Kenaikan uang muka                                                -                 -             -          (458)            (42)             (0)
          Kenaikan proyek dalam pelaksanaan                                 -                 -             -       (27.585)         (7.430)         (7.052)
          Penurunan utang lain-lain                                         -                 -             -        (4.986)        (21.627)        (21.000)
          Kenaikan (penurunan) utang pajak                                  -                 -             -           613              (5)            610
          Kenaikan beban akrual                                             -                 -             -         2.896               -               -
          Kenaikan pendapatan diterima dimuka                               -                 -             -        55.193          52.050          34.700
          Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
           Aktivitas Operasi                                          217.518          (356.956)      146.685        11.828              61            392
          ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
          Perolehan aset tetap                                            (114)            (684)       (7.693)            -                  -               -
          Pemberian pinjaman ke pihak berelasi                         (35.000)         (36.000)            -             -                  -               -
          Pengembalian pinjaman dari pihak berelasi                          -                -         5.000             -                  -               -
          Perolehan aset lain-lain                                           -                -             -        (1.098)                 -               -
          Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi               (35.114)         (36.684)       (2.693)       (1.098)                 -               -
          ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
          Penerimaan pinjaman dari pihak berelasi                      151.929          597.392        84.324                -               -               -
          Pembayaran pinjaman kepada pihak berelasi                   (366.299)        (221.262)     (201.756)               -               -               -
          Penerimaan utang bank                                         44.924           21.172             -                -               -               -
          Pembayaran utang bank                                         (4.866)          (1.363)            -                -               -               -
          Pembayaran bunga                                              (4.046)          (1.983)       (1.672)               -               -               -
          Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
           Aktivitas Pendanaan                                        (178.358)        393.957       (119.105)               -               -               -
          KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS                             4.047             316         24.887        10.730              61            392
          KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                            37.386          37.069         12.182         1.452           1.391           1.000
          KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                           41.432          37.386         37.069        12.182           1.452           1.391




          Arus Kas dari (untuk) Aktivitas Operasi

          Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi SCU untuk periode enam
          bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir
          pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021, 2020, 2019, dan 2018 masing-masing
          adalah sebesar Rp 217,52 miliar, Rp 146,69 miliar, Rp 11,83 miliar, 0,06 miliar,
          dan Rp 0,39 miliar. Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SCU
          untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 adalah sebesar
          Rp 356,96 miliar.

          Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi SCU untuk periode enam
          bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 sebesar Rp 217,52 miliar terutama
          berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 317,70 miliar yang disertai
          dengan pembayaran kepada pemasok dan lain-lain sebesar Rp 92,68 miliar.

          Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SCU untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 356,96 miliar terutama
          berasal dari pembayaran kepada pemasok dan lain-lain sebesar Rp 831,64 miliar
          yang disertai dengan penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 486,07 miliar.



                                                                   45
Page 546
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi SCU untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 146,69 miliar terutama
berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 236,09 miliar yang disertai
dengan pembayaran kepada pemasok dan lain-lain sebesar Rp 84,49 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi SCU untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 11,83 miliar terutama
berasal dari kenaikan pendapatan diterima dimuka sebesar Rp 55,19 miliar yang
disertai dengan kenaikan piutang lain-lain dan kenaikan proyek dalam
pelaksanaan masing-masing sebesar Rp 8,72 miliar dan Rp 27,59 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi SCU untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 0,06 miliar terutama berasal
dari kenaikan pendapatan diterima dimuka sebesar Rp 52,05 miliar yang disertai
dengan kenaikan piutang lain-lain, kenaikan proyek dalam pelaksanaan, dan
penurunan utang lain-lain masing-masing sebesar Rp 21,63 miliar, Rp 7,43 miliar,
dan Rp 21,63 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi SCU untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 sebesar Rp 0,39 miliar terutama berasal
dari kenaikan pendapatan diterima dimuka sebesar Rp 34,70 miliar yang disertai
dengan kenaikan piutang lain-lain, kenaikan proyek dalam pelaksanaan, dan
penurunan utang lain-lain masing-masing sebesar Rp 6,00 miliar, Rp 7,05 miliar,
dan Rp 21,00 miliar.

Arus Kas untuk Aktivitas Investasi

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SCU untuk periode enam
bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah
sebesar Rp 35,11 miliar, Rp 36,68 miliar, Rp 2,69 miliar, dan Rp 1,10 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SCU untuk periode enam
bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 sebesar Rp 35,11 miliar terutama
berasal dari pemberian pinjaman ke pihak berelasi sebesar Rp 35,00 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SCU untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 36,68 miliar terutama
berasal dari pemberian pinjaman ke pihak berelasi sebesar Rp 36,00 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SCU untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 2,69 miliar terutama berasal
dari perolehan aset tetap sebesar Rp 7,69 miliar yang disertai dengan
pengembalian pinjaman dari pihak berelasi sebesar Rp 5,00 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SCU untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 1,10 miliar seluruhnya
berasal dari perolehan aset lain-lain.




                                 46
Page 547
          Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan

          Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan SCU untuk periode
          enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 masing-masing adalah sebesar
          Rp 178,36 miliar dan Rp 119,11 miliar. Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas
          pendanaan SCU untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
          sebesar Rp 393,96 miliar.

          Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan SCU untuk periode
          enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 sebesar Rp 178,36 miliar
          terutama berasal dari pembayaran pinjaman kepada pihak berelasi sebesar
          Rp 366,30 miliar yang disertai dengan penerimaan pinjaman dari pihak berelasi
          dan penerimaan utang bank masing-masing sebesar Rp 151,93 miliar dan
          Rp 44,92 miliar.

          Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan SCU untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 393,96 miliar terutama
          berasal dari penerimaan pinjaman dari pihak berelasi dan penerimaan utang bank
          masing-masing sebesar Rp 597,39 miliar dan Rp 21,17 miliar yang disertai dengan
          pembayaran pinjaman kepada pihak berelasi sebesar Rp 221,26 miliar.

          Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan SCU untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 119,11 miliar terutama
          berasal dari pembayaran pinjaman kepada pihak berelasi sebesar Rp 201,76 miliar
          yang disertai dengan penerimaan pinjaman dari pihak berelasi sebesar
          Rp 84,32 miliar.

VI.A.9.   Rasio-rasio Keuangan
          Tabel 17
          PT Sumber Cipta Utama
          Rasio-rasio Keuangan
          Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 - 2022



                                  Keterangan             30/06/23     31/12/22     31/12/21     31/12/20     31/12/19    31/12/18

          Rasio Likuiditas
          Lancar                                               1,25        1,23         2,46         1,06         1,09        1,10
          Rasio Pengelolaan Aset
          Perputaran jumlah aset                               0,14           -            -            -            -           -
          Ekuitas terhadap jumlah aset                         0,03        0,01         0,04         0,06         0,08        0,09
          Rasio Solvabilitas
          Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset               0,97        0,99         0,96         0,94         0,92        0,91
          Jumlah liabilitas terhadap ekuitas                  29,01       75,88        22,98        15,04        11,58       10,33
          Rasio Profitabilitas
          Marjin laba kotor                                 35,46%           N/A          N/A          N/A         N/A         N/A
          Marjin laba (rugi) bersih                         31,35%           N/A          N/A          N/A         N/A         N/A
          Imbal hasil aset                                   4,25%        -0,15%       -0,39%       -0,55%       0,02%       0,00%
          Imbal hasil ekuitas                              127,65%       -11,33%       -9,33%       -8,80%       0,20%       0,01%




                                                         47
Page 548
VI.A.10.   Pengelolaan Aset

           Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan SCU dalam
           menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi SCU. Pada tanggal-tanggal
           30 Juni 2023, rasio perputaran jumlah aset adalah 0,14.

           Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas SCU
           terhadap jumlah aset SCU. Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023,
           31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019, dan 2018, rasio ekuitas terhadap jumlah
           aset masing-masing adalah 0,03; 0,01; 0,04; 0,06; 0,08; dan 0,09.

VI.A.11.   Solvabilitas

           Solvabilitas menunjukkan kemampuan SCU untuk memenuhi seluruh liabilitasnya,
           yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui perbandingan
           antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui perbandingan antara jumlah
           liabilitas dengan ekuitas.

           Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023, 31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019, dan
           2018, rasio jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,97;
           0,99; 0,96; 0,94; 0,92; dan 0,91, sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas
           masing-masing adalah 29,01; 75,88; 22,98; 15,04; 11,58; dan 10,33.

VI.A.12.   Profitabilitas

           Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan SCU dalam menghasilkan laba
           bersih dari aset yang dimilikinya. Imbal hasil aset untuk periode enam bulan yang
           berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2019 dan 2018, masing-masing adalah 4,25%,
           0,02%, dan 0,00%.

           Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan SCU dalam menghasilkan
           laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan. Imbal hasil ekuitas untuk periode enam
           bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir
           pada tanggal-tanggal 31 Desember 2019 dan 2018 masing-masing adalah
           127,65%, 0,20%, dan 0,01%.




                                             48
Page 549
VI.B.   Analisis atas Common Size PT Sumber Cipta Utama

        Berikut adalah analisis common size SCU untuk periode enam bulan yang berakhir
        pada tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
        31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019, dan 2018.

        Ikhtisar common size SCU adalah sebagai berikut:
        Tabel 18
        PT Sumber Cipta Utama
        Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan
        Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 - 2022



                               Keterangan                           30/06/23      31/12/22     31/12/21     31/12/20     31/12/19     31/12/18

        ASET
        ASET LANCAR
        Kas dan setara kas                                                2,76%       2,69%        7,69%        3,46%        0,48%        0,52%
        Piutang lain-lain                                                 4,82%       4,36%        2,00%       10,31%        9,19%        2,22%
        Persediaan                                                       87,90%      87,17%       86,66%        0,00%        0,00%        0,00%
        Uang muka                                                         0,14%       0,31%        0,00%        0,14%        0,01%        0,00%
        Pajak dibayar di muka                                             3,31%       4,71%        1,94%        1,52%        0,72%        0,32%
        Proyek dalam pelaksanaan                                          0,00%       0,00%        0,00%       84,25%       89,59%       96,94%
        Jumlah Aset Lancar                                               98,93%      99,25%       98,29%       99,69%      100,00%      100,00%
        ASET TIDAK LANCAR
        Deposito berjangka                                               0,56%        0,18%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
        Aset tetap - neto                                                0,51%        0,57%        1,71%        0,00%        0,00%        0,00%
        Aset lain-lain                                                   0,00%        0,00%        0,00%        0,31%        0,00%        0,00%
        Jumlah Aset Tidak Lancar                                         1,07%        0,75%        1,71%        0,31%        0,00%        0,00%
        JUMLAH ASET                                                   100,00%       100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%




                               Keterangan                           30/06/23      31/12/22     31/12/21     31/12/20     31/12/19     31/12/18

        LIABILITAS DAN EKUITAS
        LIABILITAS
        LIABILITAS JANGKA PENDEK
        Utang usaha                                                       5,73%       1,83%        3,82%        0,00%        0,00%        0,00%
        Utang lain-lain                                                  11,21%      10,29%        1,31%       52,32%       62,99%       78,10%
        Utang obligasi                                                    4,00%      21,57%       12,45%        0,00%        0,00%        0,00%
        Biaya yang masih harus dibayar                                    0,02%       0,06%        0,04%        0,82%        0,00%        0,00%
        Utang pajak                                                       0,09%       0,13%        0,44%        0,35%        0,20%        0,23%
        Uang muka penjualan                                              57,26%      46,39%       21,95%       40,28%       28,86%       12,84%
        Bagian jangka pendek dari liabilitas jangka panjang:
          Utang bank                                                     0,79%        0,41%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
          Liabilitas imbalan kerja                                       0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
        Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                  79,11%      80,67%       40,01%       93,77%       92,05%       91,17%
        LIABILITAS JANGKA PANJANG
        Uang muka penjualan                                              14,33%      16,98%       55,82%        0,00%        0,00%        0,00%
        Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi bagian jangka
          pendek:
          Utang bank                                                     3,20%        1,02%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
          Liabilitas imbalan kerja                                       0,03%        0,03%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
        Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                 17,55%      18,03%       55,82%        0,00%        0,00%        0,00%
        JUMLAH LIABILITAS                                                96,67%      98,70%       95,83%       93,77%       92,05%       91,17%
        EKUITAS
        Modal saham                                                      1,67%         1,80%        5,19%        7,09%        8,32%        9,25%
        Saldo laba (akumulasi kerugian)                                  1,66%        -0,50%       -1,02%       -0,86%       -0,37%       -0,43%
        JUMLAH EKUITAS                                                   3,33%        1,30%        4,17%        6,23%        7,95%        8,83%
        JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                 100,00%       100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%




                                                                    49
Page 550
        Tabel 19
        PT Sumber Cipta Utama
        Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
        Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023
        dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2018 - 2022


                                                                  30/06/23      31/12/22    31/12/21    31/12/20    31/12/19    31/12/18
                                Keterangan
                                                                 (6 Bulan)     (1 Tahun)   (1 Tahun)   (1 Tahun)   (1 Tahun)   (1 Tahun)
        Pendapatan                                                  100,00%          N/A         N/A         N/A         N/A         N/A
        Beban pokok pendapatan                                       64,54%          N/A         N/A         N/A         N/A         N/A
        Laba bruto                                                    35,46%         N/A         N/A         N/A         N/A         N/A
        Beban penjualan                                               -0,58%         N/A         N/A         N/A         N/A         N/A
        Beban umum dan administrasi                                   -1,72%         N/A         N/A         N/A         N/A         N/A
        Penghasilan keuangan                                           0,72%         N/A         N/A         N/A         N/A         N/A
        Beban keuangan                                                -0,04%         N/A         N/A         N/A         N/A         N/A
        Penghasilan (beban) lain-lain - neto                           0,00%         N/A         N/A         N/A         N/A         N/A
        Laba (rugi) sebelum pajak final dan pajak penghasilan         33,85%         N/A         N/A         N/A         N/A         N/A
        Pajak final                                                   -2,50%         N/A         N/A         N/A         N/A         N/A
        Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan                         31,31%         N/A         N/A         N/A         N/A         N/A
        Laba (rugi) periode/tahun berjalan                            31,31%         N/A         N/A         N/A         N/A         N/A
        Penghasilan komprehensif lain                                  0,00%         N/A         N/A         N/A         N/A         N/A
        Jumlah laba (rugi) komprehensif periode/tahun berjalan        31,31%         N/A         N/A         N/A         N/A         N/A




VI.C.   Analisis atas Common Size Industri Properti

        Berikut adalah analisis common size untuk perusahaan sejenis dengan SCU, yaitu
        PT Bumi Serpong Damai Tbk, PT Summarecon Agung Tbk, dan PT Ciputra
        Development Tbk masing-masing untuk periode enam bulan yang berakhir pada
        tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
        31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019, dan 2018.

        Ikhtisar common size untuk PT Bumi Serpong Damai Tbk, PT Summarecon
        Agung Tbk, dan PT Ciputra Development Tbk masing-masing adalah sebagai
        berikut:




                                                                 50
Page 551
VI.C.1.   PT Bumi Serpong Damai Tbk
          Tabel 20
          PT Bumi Serpong Damai Tbk
          Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
          Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 - 2022



                                Keterangan                       30/06/23*       31/12/22    31/12/21    31/12/20    31/12/19    31/12/18

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan setara kas                                           15,50%       14,98%      12,64%      17,27%      12,59%      15,61%
          Investasi                                                     3,30%        3,39%       6,63%       4,80%       5,35%       1,79%
          Piutang usaha
            Pihak berelasi                                              0,01%        0,01%       0,00%       0,01%       0,02%       0,03%
            Pihak ketiga                                                0,31%        0,27%       0,22%       0,22%       0,31%       0,53%
          Piutang lain-lain                                             0,08%        0,10%       0,11%       0,11%       0,15%       0,11%
          Piutang pihak berelasi non-usaha                              0,09%        0,35%       0,01%       0,00%       0,45%       0,31%
          Persediaan                                                   19,35%       19,40%      19,29%      17,58%      18,66%      17,33%
          Uang muka                                                     4,39%        5,38%       5,78%       5,73%       6,11%       3,25%
          Pajak dibayar di muka                                         1,28%        1,35%       1,28%       0,80%       0,84%       0,97%
          Biaya dibayar di muka yang akan jatuh tempo
            dalam waktu satu tahun                                      0,34%        0,30%       0,25%       0,10%       0,02%       0,04%
          Aset lain-lain                                                0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
          Investasi sewa neto pembiayaan yang akan jatuh tempo
            dalam waktu satu tahun                                      0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,17%
          Perlengkapan                                                  0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,01%
          Jumlah Aset Lancar                                           44,66%       45,52%      46,20%      46,60%      44,49%      40,16%
          ASET TIDAK LANCAR
          Investasi                                                     0,58%        0,29%       0,27%       2,92%       0,81%       2,59%
          Piutang lain-lain                                             0,02%        0,02%       0,03%       0,03%       0,04%       0,00%
          Piutang pihak berelasi non-usaha                              0,00%        0,02%       0,07%       0,03%       0,03%       0,03%
          Investasi dalam saham                                        10,00%       10,37%      10,12%      11,14%      13,11%      14,47%
          Biaya dibayar di muka                                         0,13%        0,21%       0,16%       0,13%       0,05%       0,04%
          Tanah yang belum dikembangkan                                23,21%       23,85%      23,54%      20,42%      22,13%      22,83%
          Aset tetap                                                    0,79%        0,84%       0,86%       0,96%       1,16%       1,30%
          Properti investasi                                           13,52%       11,91%      12,95%      13,63%      15,13%      15,49%
          Aset hak-guna                                                 0,02%        0,02%       0,01%       0,02%       0,00%       0,00%
          Goodwill                                                      0,01%        0,01%       0,02%       0,02%       0,02%       0,02%
          Aset tak berwujud                                             7,06%        6,92%       5,78%       4,09%       3,03%       0,00%
          Aset lain-lain                                                0,01%        0,01%       0,01%       0,01%       0,01%       0,01%
          Piutang usaha - pihak ketiga                                  0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
          Uang muka                                                     0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       3,07%
          Jumlah Aset Tidak Lancar                                     55,34%       54,48%      53,80%      53,40%      55,51%      59,84%
          JUMLAH ASET                                                  100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%

          * Tidak Diaudit




                                                                 51
Page 552
                        Keterangan                             30/06/23*     31/12/22    31/12/21    31/12/20    31/12/19    31/12/18

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek                                            0,05%        0,05%       0,00%       0,00%       0,00%       0,48%
Utang usaha
  Pihak berelasi                                                     0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
  Pihak ketiga                                                       1,61%       1,39%       1,81%       1,53%       1,27%       2,23%
Utang pajak                                                          0,11%       0,12%       0,12%       0,14%       0,20%       0,24%
Beban akrual                                                         0,39%       0,35%       0,40%       0,51%       0,36%       0,44%
Setoran jaminan                                                      0,40%       0,40%       0,42%       0,43%       0,43%       0,38%
Liabilitas kontrak                                                  12,58%      11,82%      10,52%       6,80%       0,00%       0,00%
Uang muka diterima                                                   0,17%       0,19%       0,19%       0,18%       7,01%       5,72%
Sewa diterima di muka                                                0,47%       0,41%       0,34%       0,35%       0,50%       0,59%
Uang muka setoran modal                                              0,00%       0,15%       0,00%       0,03%       0,05%       0,05%
Bagian liabilitas jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam
  waktu satu tahun:
  Utang bank jangka panjang                                         1,71%        2,20%       3,49%       1,08%       1,17%       0,25%
  Liabilitas sewa                                                   0,01%        0,01%       0,01%       0,02%       0,00%       0,01%
  Utang obligasi dan sukuk ijarah                                   0,00%        0,04%       0,00%       7,96%       0,00%       0,83%
  Dana syirkah temporer                                             0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,01%
Liabilitas lain-lain                                                0,31%        0,32%       0,55%       0,41%       0,33%       0,74%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                     17,80%      17,44%      17,84%      19,44%      11,33%      11,97%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Setoran jaminan                                                     0,20%        0,21%       0,20%       0,19%       0,18%       0,27%
Liabilitas kontrak                                                  4,54%        6,56%       5,95%       2,87%       0,00%       0,00%
Uang muka diterima                                                  0,18%        0,19%       0,19%       0,22%       1,54%       2,47%
Sewa diterima di muka                                               0,26%        0,48%       0,81%       0,88%       0,97%       1,09%
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang - bersih                    0,37%        0,38%       0,49%       0,59%       0,80%       0,72%
Taksiran liabilitas untuk pengembangan prasarana                    0,09%        0,10%       0,10%       0,10%       0,11%       0,14%
Provisi pelapisan jalan tol                                         0,01%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
  akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
  Utang bank jangka panjang                                         8,72%        7,35%       2,84%       5,97%       7,87%       6,22%
  Liabilitas sewa                                                   0,05%        0,05%       0,03%       0,03%       0,00%       0,00%
  Utang obligasi dan sukuk ijarah                                   8,09%        8,73%      13,15%      13,08%      15,54%      18,94%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                    22,51%      24,03%      23,76%      23,92%      27,02%      29,86%
JUMLAH LIABILITAS                                                   40,31%      41,47%      41,61%      43,36%      38,35%      41,83%
EKUITAS
Modal saham                                                          3,13%       3,26%       3,44%       3,48%       3,53%       3,69%
Tambahan modal disetor                                              11,04%      11,48%      12,14%      12,26%      11,75%      12,28%
Saham treasuri                                                      -0,43%      -0,44%      -0,47%      -0,47%      -0,53%      -0,55%
Ekuitas pada perubahan ekuitas lainnya dari entitas asosiasi         0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
Selisih nilai transaksi dengan kepentingan non pengendali            0,45%      -0,19%      -0,20%      -0,20%      -0,23%      -0,27%
Selisih penjabaran mata uang asing                                  -0,39%      -0,70%      -0,34%      -0,25%      -0,13%      -0,62%
Ekuitas pada keuntungan belum direalisasi atas kenaikan
  nilai investasi yang diukur pada nilai wajar melalui
  penghasilan komprehensif lain                                     0,14%        0,14%       0,12%       0,12%       0,00%       0,00%
Ekuitas pada keuntungan belum direalisasi atas
  kenaikan nilai investasi tersedia untuk dijual                    0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,01%       0,01%
Proforma ekuitas dari transaksi kombinasi bisnis entitas
  sepengendali                                                       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,14%       0,14%
Saldo laba                                                          38,50%      38,21%      36,47%      34,55%      39,03%      35,48%
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
  induk                                                             52,44%      51,75%      51,17%      49,49%      53,59%      50,16%
Kepentingan non-pengendali                                           7,25%       6,78%       7,22%       7,15%       8,06%       8,00%
JUMLAH EKUITAS                                                      59,69%      58,53%      58,39%      56,64%      61,65%      58,17%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                     100,00%      100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%

* Tidak Diaudit




                                                               52
Page 553
Tabel 21
PT Bumi Serpong Damai Tbk
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023
dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2018 - 2022


                                                              30/06/23*      31/12/22     31/12/21     31/12/20     31/12/19     31/12/18
                        Keterangan
                                                              (6 Bulan)     (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)
Pendapatan usaha                                                 100,00%       100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%
Beban pokok penjualan                                             36,43%        33,31%       38,08%       31,21%       28,49%       28,27%
Laba kotor                                                        63,57%        66,69%       61,92%       68,79%       71,51%       71,73%
Beban penjualan                                                  -14,22%       -13,61%      -12,95%      -13,14%      -13,39%      -15,31%
Beban umum dan administrasi                                      -14,07%       -13,62%      -14,63%      -19,99%      -18,69%      -19,64%
Beban pajak final                                                 -3,09%        -3,27%       -3,09%       -3,59%       -3,72%       -4,11%
Laba usaha                                                         32,19%       36,20%       31,25%       32,07%       35,70%       32,66%
Pendapatan bunga dan investasi                                      4,43%        3,25%        5,14%        9,06%        6,64%        5,83%
Keuntungan dari perubahan nilai wajar investasi yang diukur
  pada nilai wajar melalui laba rugi                               0,54%         0,45%        0,70%        2,72%        0,65%        0,27%
Dampak pendiskontoan aset dan liabilitas
  keuangan - bersih                                                0,04%         0,14%        0,04%        1,07%       -0,25%        0,26%
Pendapatan dividen                                                 0,09%         0,03%        0,04%        0,06%        0,07%        0,06%
Keuntungan penjualan aset tetap                                    0,02%         0,01%        0,16%        0,02%        0,01%        0,03%
Kerugian atas pelunasan obligasi                                   0,00%        -0,21%        0,00%        0,00%       -0,27%        0,00%
Keuntungan (kerugian) selisih kurs mata uang asing - bersih       -0,91%        -1,09%       -0,13%        0,02%       -1,03%        0,03%
Beban bunga dan keuangan lainnya                                 -15,92%       -16,30%      -21,49%      -28,82%      -14,73%      -13,77%
Keuntungan penilaian kembali nilai wajar investasi
  pada entitas yang dicatat dengan menggunakan
  metode ekuitas pada tanggal akuisisi                             0,00%         0,00%        0,12%        0,00%        0,50%        0,00%
Keuntungan dari akuisisi saham entitas anak                        0,00%         0,00%        2,01%        0,00%        0,31%        0,00%
Lain-lain - bersih                                                 1,51%         0,95%        1,19%        0,36%        1,40%       -0,14%
Dampak atas perubahan dasar pengukuran investasi
  pada entitas asosiasi                                            0,00%         0,00%        0,00%        0,00%       12,21%        0,00%
Keuntangan direalisasi dari penjualan investasi                    0,00%         0,00%        0,00%        0,00%        0,11%        0,38%
Ekuitas pada laba bersih entitas asosiasi dan ventura
  bersama                                                          5,22%         2,57%        1,19%       -8,54%        3,48%        0,95%
Laba sebelum pajak                                                 27,20%       26,00%       20,21%        8,03%       44,79%       26,56%
Beban pajak kini                                                   -0,13%       -0,05%       -0,11%       -0,26%       -0,51%       -0,88%
Laba setelah dampak transaksi kombinasi bisnis
  entitas sepengendali                                             27,07%       25,96%       20,10%        7,77%       44,28%       25,67%
Rugi pra-akuisisi dari dampak transaksi kombinasi bisnis
  entitas sepengendali                                             0,00%         0,00%        0,00%        0,10%       -0,10%        0,00%
Laba periode/tahun berjalan                                        27,07%       25,96%       20,10%        7,87%       44,18%       25,67%
Penghasilan (rugi) komprehensif lainnya                             3,93%       -2,45%       -0,12%        0,30%        3,29%       -3,89%
Jumlah penghasilan komprehensif                                    31,00%       23,51%       19,98%        8,17%       47,47%       21,78%
Laba bersih periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan
  kepada:
  Pemilik entitas induk                                            24,03%       23,77%       17,62%        4,56%       39,40%       19,52%
  Kepentingan non-pengendali                                        3,04%        2,19%        2,48%        3,31%        4,78%        6,15%

* Tidak Diaudit




                                                              53
Page 554
VI.C.2.   PT Summarecon Agung Tbk
          Tabel 22
          PT Summarecon Agung Tbk
          Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
          Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 - 2022



                                 Keterangan                      30/06/23*       31/12/22    31/12/21    31/12/20    31/12/19    31/12/18

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan setara kas                                           10,90%       11,05%      10,65%       6,65%       6,81%       6,54%
          Piutang usaha - neto
            Pihak-pihak berelasi                                        0,03%        0,02%       0,02%       0,02%       0,04%       0,22%
            Pihak ketiga                                                0,83%        1,01%       0,93%       1,01%       0,87%       1,47%
          Piutang lain-lain                                             0,05%        0,05%       0,12%       0,08%       0,09%       0,08%
          Piutang pihak-pihak berelasi non-usaha                        0,24%        0,24%       0,25%       0,35%       0,20%       0,19%
          Persediaan                                                   34,97%       35,03%      35,52%      36,86%      34,84%      33,86%
          Pajak dibayar dimuka                                          1,98%        1,76%       1,39%       1,49%       1,25%       1,09%
          Biaya dibayar dimuka                                          0,21%        0,12%       0,19%       0,16%       0,12%       0,12%
          Uang muka                                                     0,92%        0,96%       0,94%       1,08%       1,39%       1,49%
          Aset keuangan lancar lainnya                                  0,01%        0,01%       0,01%       0,00%       0,02%       0,00%
          Aset lancar lainnya                                           0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
          Jumlah Aset Lancar                                           50,13%       50,26%      50,02%      47,70%      45,62%      45,06%
          ASET TIDAK LANCAR
          Piutang usaha - neto
            Pihak berelasi                                              0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,02%
            Pihak ketiga                                                0,09%        0,22%       0,12%       0,20%       0,18%       0,20%
          Piutang lain-lain                                             0,01%        0,01%       0,02%       0,02%       0,00%       0,00%
          Piutang pihak berelasi non-usaha                              0,23%        0,23%       0,20%       0,20%       0,27%       0,13%
          Tanah yang belum dikembangkan                                24,80%       23,78%      23,67%      25,12%      26,74%      27,62%
          Investasi pada entitas asosiasi                               0,29%        0,29%       0,28%       0,26%       0,24%       0,02%
          Uang muka                                                     3,30%        3,53%       3,45%       2,82%       2,93%       2,69%
          Aset tetap - neto                                             1,30%        1,30%       1,22%       1,33%       1,38%       1,62%
          Properti investasi - neto                                    16,42%       16,09%      16,35%      17,58%      17,82%      18,82%
          Aset pajak tangguhan                                          0,01%        0,01%       0,01%       0,01%       0,00%       0,00%
          Aset keuangan tidak lancar lainnya                            3,19%        4,02%       4,25%       4,40%       4,19%       3,05%
          Aset tidak lancar lainnya                                     0,22%        0,26%       0,41%       0,36%       0,60%       0,75%
          Jumlah Aset Tidak Lancar                                     49,87%       49,74%      49,98%      52,30%      54,38%      54,94%
          JUMLAH ASET                                                  100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%

          * Tidak Diaudit




                                                                 54
Page 555
                       Keterangan                           30/06/23*     31/12/22    31/12/21    31/12/20    31/12/19    31/12/18

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek                                          8,35%       7,10%       6,10%      10,72%       8,75%       7,65%
Utang usaha kepada pihak ketiga                                   0,21%       0,31%       0,27%       0,32%       0,35%       0,33%
Utang lain-lain                                                   1,33%       0,76%       1,28%       1,43%       1,47%       1,12%
Utang pihak berelasi non-usaha                                    0,08%       0,00%       0,00%       0,00%       0,27%       0,00%
Beban akrual                                                      3,58%       3,88%       3,13%       2,97%       4,81%       4,40%
Utang pajak                                                       0,20%       0,27%       0,28%       0,25%       0,27%       0,26%
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                            0,09%       0,11%       0,09%       0,14%       0,08%       0,08%
Liabilitas kontrak                                               21,09%      16,84%       8,76%      10,68%       8,42%       0,00%
Uang jaminan yang diterima                                        0,54%       0,55%       0,31%       0,37%       0,41%       7,03%
Pendapatan diterima dimuka                                        1,49%       1,47%       1,41%       1,44%       1,76%       1,87%
Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu
  tahun - neto:
  Utang bank dan lembaga pembiayaan                              2,16%        2,13%       3,18%       3,55%       4,98%       3,58%
  Liabilitas sewa                                                0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
  Utang obligasi                                                 0,00%        0,00%       1,92%       1,66%       5,30%       4,71%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                  39,13%      33,42%      26,75%      33,54%      36,89%      31,03%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang jangka panjang setelah dikurangi bagian yang
  jatuh tempo dalam satu tahun - neto:
  Utang bank dan lembaga pembiayaan                              8,41%        9,29%      15,05%      19,20%      13,13%      13,70%
  Utang obligasi                                                 2,18%        2,26%       0,76%       2,80%       4,53%       7,30%
  Liabilitas sewa                                                0,02%        0,02%       0,02%       0,02%       0,00%       0,00%
Utang lain-lain                                                  0,04%        0,04%       0,02%       0,05%       0,06%       0,05%
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                          0,44%        0,43%       0,49%       0,52%       0,49%       0,55%
Liabilitas kontrak                                               7,85%       12,21%      12,78%       6,38%       5,06%       0,00%
Uang jaminan yang diterima                                       0,41%        0,39%       0,38%       0,44%       0,46%       8,21%
Pendapatan diterima di muka                                      0,76%        0,55%       0,55%       0,50%       0,46%       0,23%
Liabilitas pajak tangguhan                                       0,06%        0,06%       0,07%       0,10%       0,13%       0,01%
Utang-utang pihak berelasi non-usaha                             0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,12%       0,01%
Liabilitas keuangan jangka panjang lainnya                       0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,03%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                 20,17%      25,26%      30,14%      30,00%      24,44%      30,08%
JUMLAH LIABILITAS                                                59,29%      58,68%      56,89%      63,54%      61,33%      61,11%
EKUITAS
Modal saham                                                       5,60%       5,81%       6,34%       5,79%       5,90%       6,19%
Tambahan modal disetor                                            4,43%       4,60%       5,02%       0,09%       0,09%       0,10%
Selisih nilai transaksi dengan kepentingan non-pengendali        -0,01%      -0,01%      -0,01%      -0,01%       0,01%       0,01%
Saldo laba                                                       22,27%      21,95%      21,90%      21,59%      24,14%      23,33%
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
  induk                                                          32,29%      32,35%      33,25%      27,47%      30,14%      29,63%
Kepentingan non-pengendali                                        8,41%       8,98%       9,86%       8,99%       8,53%       9,26%
JUMLAH EKUITAS                                                   40,71%      41,32%      43,11%      36,46%      38,67%      38,89%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                  100,00%      100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%

* Tidak Diaudit




                                                            55
Page 556
          Tabel 23
          PT Summarecon Agung Tbk
          Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
          Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023
          dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2018 - 2022


                                                                         30/06/23*     31/12/22     31/12/21     31/12/20     31/12/19     31/12/18
                                 Keterangan
                                                                         (6 Bulan)     (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)
          Pendapatan neto                                                   100,00%       100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%
          Beban pokok langsung dan beban langsung                            48,03%        47,55%       53,41%       54,43%       52,04%       51,62%
          Laba kotor                                                         51,97%        52,45%       46,59%       45,57%       47,96%       48,38%
          Beban penjualan                                                    -5,79%        -5,62%       -5,50%       -5,48%       -5,97%       -6,07%
          Beban umum dan administrasi                                       -15,52%       -16,65%      -13,17%      -14,84%      -15,41%      -15,11%
          Penghasilan operasi lain                                            0,10%         0,29%        0,25%        0,17%        0,24%        0,16%
          Beban operasi lain                                                 -0,04%        -0,59%       -0,19%       -0,05%       -0,09%       -0,03%
          Laba atas penjualan entitas anak                                    0,00%         0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        0,18%
          Laba usaha                                                         30,71%        29,87%       27,98%       25,37%       26,74%       27,52%
          Pendapatan keuangan                                                 3,02%         2,75%        3,45%        3,78%        2,11%        1,70%
          Biaya keuangan                                                    -11,52%       -14,99%      -18,00%      -20,53%      -13,38%      -12,10%
          Laba pada ekuitas entitas asosiasi                                  0,13%         0,16%        0,15%        0,12%        0,07%        0,00%
          Laba sebelum beban pajak final dan pajak penghasilan                22,35%       17,80%       13,58%        8,74%       15,53%       17,12%
          Beban pajak final                                                   -4,51%       -4,25%       -3,75%       -3,91%       -4,54%       -4,73%
          Laba sebelum beban pajak pengashilan                                17,84%       13,54%        9,82%        4,84%       10,99%       12,38%
          Manfaat (beban) pajak penghasilan - neto                            -0,04%       -0,05%        0,05%        0,05%       -0,67%       -0,18%
          Laba periode/tahun berjalan                                         17,80%       13,49%        9,87%        4,89%       10,32%       12,20%
          Pendapatan komprehensif lainnya                                      0,21%        0,17%       -0,01%       -0,27%        0,36%        0,30%
          Total penghasilan komprehensif periode berjalan                     18,02%       13,67%        9,86%        4,62%       10,67%       12,50%
          Laba periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
            Pemilik entitas induk                                             14,64%       10,93%        5,81%        3,58%        8,67%        7,93%
            Kepentingan non-pengendali                                         3,17%        2,56%        4,06%        1,31%        1,65%        4,27%

          * Tidak Diaudit



VI.C.3.   PT Ciputra Development Tbk
          Tabel 24
          PT Ciputra Development Tbk
          Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
          Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 - 2022



                                 Keterangan                              30/06/23*     31/12/22     31/12/21     31/12/20     31/12/19     31/12/18

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan setara kas                                                  22,33%       21,58%       17,61%       13,44%       11,71%        9,46%
          Piutang usaha dari pihak ketiga - neto                               1,79%        1,86%        2,13%        2,39%        3,24%        3,54%
          Piutang lain-lain                                                    3,15%        3,34%        4,06%        3,74%        4,11%        3,90%
          Persediaan                                                          27,27%       27,78%       28,47%       31,18%       29,45%       28,54%
          Biaya dibayar di muka                                                0,10%        0,07%        0,08%        0,09%        0,09%        0,09%
          Uang muka                                                            1,01%        0,51%        0,31%        0,36%        0,41%        0,35%
          Pajak dibayar di muka                                                1,17%        1,11%        1,22%        1,21%        1,26%        1,23%
          Aset derivatif                                                       0,00%        0,00%        0,02%        0,19%        0,00%        0,00%
          Jumlah Aset Lancar                                                  56,82%       56,25%       53,89%       52,59%       50,27%       47,11%
          ASET TIDAK LANCAR
          Investasi pada entitas asosiasi                                      2,60%        2,57%        2,35%        1,26%        1,02%        0,93%
          Piutang pihak berelasi                                               0,05%        0,06%        0,05%        0,06%        0,06%        0,49%
          Piutang lain-lain                                                    0,20%        0,20%        0,22%        0,22%        0,00%        0,00%
          Uang muka                                                            0,83%        1,31%        1,09%        1,22%        1,37%        1,64%
          Tanah untuk pengembangan                                            17,49%       17,69%       18,91%       19,27%       18,58%       19,48%
          Aset tetap - neto                                                    6,50%        6,13%        6,16%        6,61%        8,53%        9,08%
          Properti investasi - neto                                           12,50%       12,77%       13,59%       14,07%       14,84%       14,47%
          Aset pajak tangguhan - neto                                          0,03%        0,03%        0,04%        0,04%        0,06%        0,04%
          Aset derivatif                                                       0,03%        0,06%        0,00%        0,02%        0,11%        0,17%
          Aset tidak lancar lainnya                                            2,95%        2,93%        3,70%        4,64%        5,14%        6,60%
          Jumlah Aset Tidak Lancar                                            43,18%       43,75%       46,11%       47,41%       49,73%       52,89%
          JUMLAH ASET                                                       100,00%       100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%

          * Tidak Diaudit




                                                                         56
Page 557
                       Keterangan                           30/06/23*     31/12/22    31/12/21    31/12/20    31/12/19    31/12/18

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek                                          0,51%       0,88%       0,81%       2,02%       2,48%       3,22%
Utang usaha                                                       1,99%       2,07%       2,31%       2,23%       2,15%       2,43%
Utang lain-lain                                                   3,01%       2,20%       2,37%       2,02%       1,97%       1,84%
Beban akrual                                                      0,37%       0,54%       0,56%       0,56%       0,57%       0,61%
Utang pihak berelasi                                              0,04%       0,04%       0,00%       0,06%       0,07%       0,04%
Utang pajak                                                       0,29%       0,29%       0,28%       0,25%       0,40%       0,36%
Liabilitas kontrak                                               17,57%      17,97%      17,56%      15,81%      13,34%       0,00%
Pendapatan diterima di muka                                       0,49%       0,52%       0,56%       0,62%       0,67%       0,87%
Liabilitas jangka panjang jatuh tempo dalam satu tahun:
  Utang bank - neto                                              1,05%        1,22%       2,51%       1,76%       1,49%       0,92%
  Utang obligasi - neto                                          0,00%        0,00%       0,00%       0,20%       0,00%       0,64%
  Wesel bayar - neto                                             0,00%        0,00%       0,00%       4,05%       0,00%       0,00%
Uang muka yang diterima                                          0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%      12,37%
Liabilitas derivatif                                             0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,01%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                  25,32%      25,73%      26,96%      29,57%      23,12%      23,32%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas imbalan kerja                                         0,21%        0,21%       0,24%       0,36%       0,39%       0,37%
Liabilitas kontrak                                               5,14%        4,57%       4,52%       7,67%       0,00%       0,00%
Uang jaminan penyewa                                             0,36%        0,34%       0,34%       0,35%       0,36%       0,31%
Liabilitas pajak tangguhan - neto                                0,06%        0,06%       0,06%       0,07%       0,07%       0,08%
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
  jatuh tempo dalam satu tahun:
  Utang bank - neto                                              14,38%      15,06%      16,36%      17,51%      16,93%      15,06%
  Wesel bayar - neto                                              3,88%       4,12%       3,82%       0,00%       4,24%       4,58%
  Utang obligasi - neto                                           0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,22%       0,23%
Liabilitas derivatif                                              0,00%       0,00%       0,03%       0,00%       0,00%       0,00%
Uang muka yang diterima                                           0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       5,59%       7,51%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                 24,02%      24,36%      25,35%      25,95%      27,81%      28,14%
JUMLAH LIABILITAS                                                49,34%      50,09%      52,31%      55,53%      50,93%      51,46%
EKUITAS
Modal saham                                                      10,91%      11,07%      11,41%      11,82%      12,82%      13,53%
Tambahan modal disetor - neto                                     8,33%       8,52%       8,78%       9,09%       9,86%      10,48%
Selisih nilai transaksi ekuitas dengan kepentingan
  nonpengendali                                                   0,22%       0,23%       0,23%       0,23%       0,25%       0,20%
Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan                   0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
Rugi komprehensif lain                                           -0,19%      -0,36%      -0,04%      -0,18%      -0,16%      -0,19%
Saldo laba                                                       25,46%      24,62%      21,42%      18,18%      19,74%      18,00%
Saham tresuri                                                     0,00%      -0,08%      -0,08%      -0,08%      -0,09%      -0,10%
Total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada
  pemilik entitas induk                                          44,73%      44,00%      41,73%      39,06%      42,41%      41,92%
Kepentingan non-pengendali                                        5,93%       5,91%       5,96%       5,41%       6,66%       6,62%
JUMLAH EKUITAS                                                   50,66%      49,91%      47,69%      44,47%      49,07%      48,54%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                  100,00%      100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%

* Tidak Diaudit




                                                            57
Page 558
Tabel 25
PT Ciputra Development Tbk
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023
dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2018 - 2022


                                                              30/06/23*     31/12/22     31/12/21     31/12/20     31/12/19     31/12/18
                       Keterangan
                                                              (6 Bulan)     (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)
Pendapatan neto                                                  100,00%       100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%
Beban pokok penjualan dan beban langsung                          52,84%        49,95%       50,26%       48,93%       50,16%       52,70%
Laba kotor                                                        47,16%        50,05%       49,74%       51,07%       49,84%       47,30%
Beban umum dan administrasi                                      -15,17%       -13,77%      -12,10%      -14,45%      -16,47%      -15,78%
Beban penjualan                                                   -3,98%        -4,20%       -3,78%       -4,42%       -5,04%       -4,86%
Penghasilan lain-lain                                              2,48%         6,15%        5,56%        5,56%        5,32%        4,89%
Beban lain-lain                                                   -0,60%        -4,66%       -4,81%       -4,95%       -4,90%       -3,53%
Laba usaha                                                        29,88%        33,57%       34,61%       32,81%       28,75%       28,02%
Bagian laba entitas asosiasi - neto                                0,53%         0,74%        0,43%       -0,04%       -0,14%       -0,25%
Penghasilan keuangan - neto                                        3,81%         2,71%        2,45%        3,09%        4,56%        3,28%
Penghasilan keuangan - neto                                        0,00%         0,00%        0,00%        0,00%       -0,76%       -0,66%
Beban keuangan - neto                                            -12,59%       -11,72%      -12,85%      -15,30%      -11,97%       -9,55%
Laba sebelum pajak final dan pajak penghasilan                     21,62%       25,31%       24,63%       20,56%       20,44%       20,85%
Pajak final                                                        -2,72%       -2,74%       -2,67%       -2,87%       -3,13%       -3,31%
Laba sebelum pajak penghasilan                                     18,90%       22,57%       21,96%       17,69%       17,31%       17,54%
Beban pajak penghasilan - neto                                     -0,32%       -0,62%       -0,51%       -0,71%       -0,44%       -0,62%
Laba sebelum efek penyesuaian proforma                             18,58%       21,95%       21,46%       16,98%       16,87%       16,92%
Efek penyesuaian proforma - rugi sebelum akuisisi                   0,04%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        0,07%
Laba bersih periode/tahun berjalan                                 18,63%       21,95%       21,46%       16,98%       16,87%       16,98%
Penghasilan (rugi) komprehensif lain periode berjalan               1,55%       -1,50%        0,56%       -0,12%        0,07%        0,31%
Jumlah laba komprehensif periode/tahun berjalan                    20,17%       20,45%       22,02%       16,87%       16,94%       17,29%
Laba bersih periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan
  kepada:
  Pemilik entitas induk                                            17,43%       20,42%       17,84%       16,36%       15,22%       15,46%
  Kepentingan non-pengendali                                        1,20%        1,53%        3,62%        0,62%        1,65%        1,53%

* Tidak Diaudit




                                                              58
Page 559
VII.     ANALISIS RISIKO

         Dalam menjalankan kegiatan usahanya, SCU tidak terlepas dari berbagai risiko
         usaha yang dihadapi. Analisis risiko usaha terhadap SCU adalah sebagai berikut:

VII.A.   Risiko Pendanaan

         Pengembangan real estat yang sedang dikembangkan oleh SCU membutuhkan
         modal yang besar, sehingga kemampuan SCU dalam memperoleh dana untuk
         pengembangan, perolehan lahan dan pembangunannya memerlukan
         perencanaan yang matang. SCU harus dapat menjamin ketersediaan kecukupan
         dana untuk pembiayaan proyek tersebut dalam jangka panjang. Apabila SCU tidak
         dapat memperoleh pendanaan untuk mendukung pengembangan proyek SCU,
         maka pertumbuhan SCU dapat menurun yang pada akhirnya dapat menurunkan
         jumlah pendapatan dan laba SCU.

VII.B.   Risiko Kenaikan Harga Bahan Bangunan dan Kelangkaan Bahan Bangunan

         Bahan bangunan seperti semen, besi beton dan bahan bangunan lainnya
         merupakan bahan utama dalam pembangunan perumahan dan gedung-gedung
         komersial. Apabila bahan bangunan tersebut tidak tersedia pada saat dibutuhkan,
         maka akan terjadi keterlambatan dalam pembangunan dan penundaan pengakuan
         pendapatan SCU dari penjualan perumahan tersebut. Penundaan tersebut di atas
         berakibat pada hilangnya kepercayaan para konsumen/calon konsumen yang
         pada akhirnya menurunkan jumlah pendapatan SCU.

         Selain kelangkaan bahan baku, SCU juga dimungkinkan menghadapi kenaikan
         harga bahan bangunan yang merupakan dampak dari kondisi perekonomian yang
         memburuk. Kenaikan harga bahan baku dapat meningkatkan biaya konstruksi
         suatu proyek, sementara bahan baku untuk properti biasanya dibayar di muka
         sehingga hal tersebut tidak dapat merubah harga jual yang sebelumnya telah
         disepakati. Hal ini dapat merugikan SCU karena dapat mengurangi tingkat
         keuntungan SCU.

VII.C.   Risiko Kenaikan Tingkat Suku Bunga

         Kinerja SCU dapat dipengaruhi oleh kenaikan tingkat bunga perbankan terutama
         pada sektor konsumen. Kebijakan moneter uang ketat secara tidak langsung juga
         mempengaruhi kenaikan tingkat suku bunga termasuk suku bunga sektor
         konsumen yang dapat berdampak pada menurunnya daya beli konsumen
         terutama di sektor properti, sehingga pada akhirnya dapat berdampak pada kinerja
         keuangan SCU.




                                          59
Page 560
VII.D.   Risiko Operasional

         Kegiatan usaha properti dengan mengembangkan usaha real estat khususnya
         perumahan komersial, vila, dan apartemen yang memberikan fasilitas lainnya
         mengandung risiko-risiko di lapangan seperti risiko hak kepemilikan atas tanah,
         berkurangnya lahan yang tersedia, kebakaran, kerusuhan (demonstrasi maupun
         ancaman bom) dan bencana alam yang dapat berdampak buruk pada kegiatan
         usaha SCU. Hal tersebut di atas dapat menurunkan pendapatan dan keuntungan
         SCU.

VII.E.   Risiko Bencana Alam

         Dengan bisnis utama SCU di bidang real estat yang dimiliki sendiri atau disewa
         mencakup usaha pembelian, penjualan, persewaan dan pengoperasian real estat
         baik yang dimiliki sendiri maupun disewa, terdapat risiko kebakaran yang dapat
         memusnahkan aset utama SCU dalam menjalankan usaha. Risiko lain yang
         mungkin dihadapi SCU adalah jika terjadi bencana alam seperti gempa.

VII.F.   Risiko Kebijakan Pemerintah

         Seperti halnya semua industri, kegiatan usaha SCU dipengaruhi oleh perubahan
         kebijakan Pemerintah Indonesia baik langsung maupun tidak langsung. Kebijakan
         pemerintah yang secara langsung mempengaruhi SCU antara lain kemungkinan
         perubahan kebijakan rencana tata kota dan tata ruang, yang dapat mengakibatkan
         berkurangnya lahan yang dapat digunakan. Apabila kebijakan pemerintah tersebut
         diterapkan, dapat mengakibatkan berkurangnya jumlah unit yang akan dijual
         sehingga menurunkan jumlah pendapatan dan laba SCU.




                                         60
Page 561
VIII.       METODE PENILAIAN

VIII.A.     Metode-Metode Penilaian

VIII.A.1.   Metode Penyesuaian Aset Bersih

            Metode ini merupakan metode penilaian yang berdasarkan pada pendekatan aset
            (asset based approach). Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan
            liabilitas (liabilities) harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk
            komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank
            atau utang bank).

            Aset lancar (current assets) harus dinilai ulang, misalnya untuk piutang dengan
            mengurangkan jumlah yang tak dapat ditagih secara normal. Aset tetap seperti
            tanah, bangunan, dan mesin-mesin perlu dinilai dengan konsep penilaian properti
            yang berlaku umum.

            Selain aset berwujud, nilai pasar aset tak berwujud (intangible assets) seperti hak
            paten, lisensi, biaya riset dan pengembangan, karyawan yang telah terlatih dan
            siap bekerja (pool of employees), dan daftar langganan (pool of captive customer),
            juga harus dihitung. Nilai pasar aset tak berwujud tersebut diperoleh dengan
            melakukan penilaian terhadap tiap-tiap aset tersebut secara terpisah. Nilai pasar
            ekuitas (net worth) kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai
            seluruh aset dan liabilitas (liabilities) yang telah disesuaikan.

VIII.A.2.   Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek

            Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek merupakan metode
            penilaian yang didasarkan pada pendekatan pasar (market based approach).
            Dengan metode ini, nilai pasar saham ditetapkan berdasarkan harga yang telah
            atau pernah terjadi dari perusahaan sejenis yang sebanding dan sepadan. Nilai
            pasar dari perusahaan pembanding diambil dari pasar modal (perusahaan
            publik/terbuka).

            Syarat utama dari penggunaan metode ini adalah perusahaan pembanding harus
            sebanding dan sepadan dengan perusahaan yang akan dinilai dalam berbagai
            variabel pembanding, antara lain perputaran penjualan, ekuitas, struktur modal
            (leverage), aset dan komposisi aset, tingkat laba, dan rasio-rasio keuangan.

            Jika telah diperoleh perusahaan yang sebanding dan sepadan, nilai pasar saham
            perusahaan yang dinilai diperoleh dengan cara mengalikan pendapatan
            perusahaan dengan beberapa rasio yang diperoleh dari perusahaan pembanding,
            seperti rasio P/E (price/earnings), P/S (price/sales), P/BV (price/book value of
            equity) dan sebagainya.




                                              61
Page 562
VIII.A.3.   Metode Diskonto Arus Kas

            Metode diskonto arus kas ini merupakan metode penilaian yang didasarkan pada
            pendekatan pendapatan (income based approach).

            Untuk menggunakan metode ini, sebelum melakukan proses diskonto
            (discounting), terlebih dahulu harus diproyeksikan pendapatan mendatang berupa
            arus kas bersih untuk ekuitas (net cash flow to equity) atau arus kas bersih untuk
            kapital (net cash flow to invested capital) sesuai dengan sifat dan jenis usaha yang
            dinilai. Setelah proyeksi dibuat, langkah berikutnya adalah menetapkan tingkat
            diskonto (discount rate) yang tepat.

            Proses selanjutnya adalah mendiskonto nilai-nilai arus kas bersih yang telah
            diproyeksikan, termasuk nilai periode kekal (continuing value), dengan faktor
            diskonto (discount factor) yang diperoleh dari tingkat diskonto sesuai dengan
            periode proyeksinya. Jika yang didiskonto adalah arus kas bersih untuk ekuitas,
            maka nilai kini (present value) dari keseluruhan pendapatan di masa mendatang
            tersebut merupakan nilai ekuitas, sedangkan jika yang didiskonto adalah arus kas
            bersih untuk kapital, jumlah nilai kini tersebut merupakan nilai perusahaan
            (corporate value), yang masih harus dikurangi dengan nilai liabilitas untuk
            mendapatkan nilai ekuitas.

VIII.B.     Metode Penilaian yang Digunakan

            Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis
            internal akan berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis
            historis atas laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi komprehensif SCU,
            pengkajian atas kondisi operasi dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki
            SCU. Prospek SCU di masa yang akan datang kami evaluasi berdasarkan rencana
            usaha yang diberikan oleh manajemen yang telah kami kaji kewajaran dan
            konsistensinya. Analisis eksternal didasarkan pada kajian singkat terhadap faktor-
            faktor eksternal yang dipertimbangkan sebagai penggerak nilai (value drivers)
            termasuk juga kajian singkat atas prospek dari industri yang bersangkutan.

            Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar
            suatu “business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi
            keuangan dan laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya
            diperlukan penyesuaian terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan
            normalisasi keuntungan laporan laba rugi komprehensif yang biasanya disusun
            oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun nilai buku suatu
            perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan laba
            rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis
            yang dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian
            tersebut.




                                              62
Page 563
          Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
          penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method).

          Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari
          semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai
          pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai
          pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan
          kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai pasar seluruh aset
          (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai pasar liabilitas.

          Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai
          untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak
          manajemen Perseroan dan SCU. Tidak tertutup kemungkinan untuk
          diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat memberikan
          hasil yang berbeda.

VIII.C.   Premis Penilaian

          Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis
          penilaian bahwa SCU adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.

VIII.D.   Aplikasi Diskon dan Premi

          Diskon dan premi merupakan hal-hal yang tak terpisahkan dari proses penilaian
          perusahaan tertutup. Diskon dan premi terkait dengan ada/tidaknya tingkat kendali
          serta tingkat kemampuan untuk dipasarkan dari saham yang dinilai. Diskon adalah
          potongan yang diberikan kepada suatu indikasi nilai dari business interest atau
          saham yang berhasil diperkirakan. Pemberian diskon terkait dengan tidak adanya
          unsur kendali dalam saham yang dinilai dan disebut dengan Discount for Lack of
          Control – DLOC (Diskon Tanpa Pengendalian). Diskon juga terkait dengan tingkat
          kesulitan saham tersebut untuk dikonversi secara cepat menjadi uang tunai yang
          disebut dengan Discount for Lack of Marketabilities – DLOM (Diskon Likuiditas
          Pasar). Sedangkan, premi adalah tambahan nilai yang diberikan kepada indikasi
          nilai yang berhasil diperoleh dalam proses penilaian. Pemberian premi terkait
          dengan adanya unsur kendali dalam saham perusahaan yang dinilai dan disebut
          dengan Premium for Control (Premi Pengendalian).




                                           63
Page 564
VIII.E.   Prosedur Penilaian

          Berdasarkan pendekatan dan metode penilaian yang telah dipilih untuk
          menentukan indikasi nilai pasar Objek Penilaian, kami telah melakukan langkah-
          langkah sebagai berikut:

          1. Melakukan tinjauan atas faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi
             operasi SCU.
          2. Melakukan tinjauan atas laporan keuangan historis dari SCU.
          3. Melakukan penelaahan atas data operasional SCU.
          4. Melakukan penilaian Objek Penilaian dengan mengaplikasikan metode
             penyesuaian aset bersih dengan pendekatan aset.

VIII.F.   Independensi Penilai

          Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa
          adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan SCU
          ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan SCU. KR juga tidak
          memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
          Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan
          atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali
          tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis penilaian ini dan
          KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan No. KR/230412-001
          tanggal 12 April 2023 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.




                                            64
Page 565
IX.     PENILAIAN

        Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode penilaian yang digunakan
        untuk menilai Objek Penilaian adalah metode penyesuaian aset bersih.

IX.A.   Premi Pengendalian (Premium for Control), Diskon Tanpa Pengendalian
        (Discount for Lack of Control), dan Diskon Likuiditas Pasar (Discount for
        Lack of Marketabilities)

        Berdasarkan POJK 35/2020, premi pengendalian didefinisikan sebagai “suatu
        jumlah atau persentase tertentu yang merupakan penambah dari nilai suatu
        ekuitas sebagai cerminan dari tingkat pengendalian atas objek penilaian”.

        Berdasarkan POJK 35/2020, diskon tanpa pengendalian didefinisikan sebagai
        “suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan pengurang dari nilai suatu
        ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya tingkat pengendalian atas objek
        penilaian”.

        Premi pengendalian dan diskon tanpa pengendalian mencerminkan penambahan
        terhadap nilai dari penyertaan minoritas atau pengurangan terhadap nilai dari
        penyertaan mayoritas dalam entitas anak yang dinilai sebagai pengaruh dari
        ketiadaan pengendalian dari pemilik yang berada dalam posisi minoritas atau
        dibatasi pengendaliannya.

        Pengurangan diperhitungkan karena pemilik yang dalam kondisi tidak memiliki
        kemampuan untuk mengendalikan akan memperoleh manfaat yang berbeda dari
        pemilik yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan karena adanya
        keleluasaan dari pemilik yang mengendalikan untuk mengoptimalkan manfaat
        dengan:

           Menentukan arah perkembangan jangka panjang perusahaan.
           Memilih pengurus inti perusahaan.
           Menentukan hak dan fasilitas untuk pengurus inti.
           Menentukan kebijakan investasi.
           Menentukan dengan pihak mana kegiatan usaha akan dilakukan.
           Menentukan besarnya dividen yang akan dibayarkan.
           Menolak usulan-usulan di atas yang berasal dari pemegang saham minoritas.

        Berdasarkan Peraturan POJK 35/2020, diskon likuiditas pasar didefinisikan
        sebagai “suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan pengurang dari
        nilai suatu ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya likuiditas objek penilaian”.

        Diskon likuiditas pasar mencerminkan pengurangan terhadap nilai dari
        perusahaan yang dinilai sebagai pengaruh dari tidak likuidnya saham perusahaan
        tersebut untuk diperdagangkan.




                                         65
Page 566
        Untuk penilaian atas SCU, sesuai dengan tujuan penilaian yang dilakukan, yaitu
        untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang nilai pasar dari
        Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau
        ekuivalensinya pada tanggal 30 Juni 2023, oleh karena itu atas indikasi nilai yang
        dihasilkan, dilakukan atau diaplikasikan penyesuaian terhadap kondisi
        ketidakmampuan untuk dipasarkan dengan cepat (diskon likuiditas pasar),
        dikenakan diskon sebesar 40,00%, dengan pertimbangan sebagai berikut:

           Berdasarkan POJK 35/2020, diskon likuiditas pasar untuk perusahaan tertutup
            bagi pemegang saham mayoritas adalah antara 20,00% - 40,00%.
           SCU merupakan perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
            (privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
            Indonesia.

IX.B.   Nilai Pasar Objek Penilaian

        Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode yang digunakan untuk
        menentukan nilai pasar 100,00% saham SCU adalah metode penyesuaian aset
        bersih. Metode ini merupakan metode penilaian yang didasarkan pada pendekatan
        aset. Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan liabilitas harus
        disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang
        telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank).

        Pada penilaian ini, kami melakukan penilaian berdasarkan nilai pasar persediaan
        yang telah dinilai oleh KJPP SRR sebagaimana tertuang dalam laporannya
        No. 00358/2.0059-02/PI/03/0242/1/VIII/2023 tanggal 7 Agustus 2023, dimana nilai
        pasar atas persediaan pada tanggal 30 Juni 2023 adalah sebesar
        Rp 1.322,88 miliar.

        Apabila nilai pasar atas persediaan tersebut direfleksikan dalam laporan posisi
        keuangan, maka jumlah aset SCU adalah sebesar Rp 1.504,22 miliar, sedangkan
        jumlah liabilitas SCU adalah tetap, yaitu sebesar Rp 1.448,81 miliar.

        Indikasi nilai pasar 100,00% saham SCU kemudian diperoleh dengan menghitung
        selisih antara nilai seluruh aset dan liabilitas. Dengan demikian, indikasi nilai pasar
        100,00% saham SCU sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
        Rp 55,41 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 40,00%, maka nilai pasar
        100,00% saham SCU adalah sebesar Rp 33,25 miliar. Dengan demikian, nilai
        pasar 100,00% saham SCU berdasarkan metode penyesuaian aset bersih adalah
        sebesar Rp 33,25 miliar.




                                            66
Page 567
Perincian perhitungan nilai pasar 100,00% saham SCU dengan menggunakan
metode penyesuaian aset bersih adalah sebagai berikut:

Tabel 26
PT Sumber Cipta Utama
Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 30 Juni 2023

                                                                                            (Dalam jutaan Rupiah)
                        Keterangan                                   30/06/23      Penyesuaian       Nilai Pasar

ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                                        41.432              -             41.432
Piutang lain-lain                                                         72.231              -             72.231
Persediaan                                                             1.317.402          5.473          1.322.875
Uang muka                                                                  2.036              -              2.036
Pajak dibayar di muka                                                     49.659              -             49.659
Jumlah Aset Lancar                                                     1.482.760          5.473          1.488.233
ASET TIDAK LANCAR
Deposito berjangka                                                         8.394                 -          8.394
Aset tetap - neto                                                          7.594                 -          7.594
Jumlah Aset Tidak Lancar                                                  15.988                 -         15.988
JUMLAH ASET                                                            1.498.748          5.473          1.504.221
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                                               85.900                 -         85.900
Utang lain-lain - pihak berelasi                                         168.065                 -        168.065
Utang obligasi                                                            60.000                 -         60.000
Biaya yang masih harus dibayar                                               322                 -            322
Utang pajak                                                                1.393                 -          1.393
Uang muka penjualan                                                      858.119                 -        858.119
Bagian jangka pendek dari liabilitas jangka panjang
  Utang bank                                                              11.912                 -         11.912
  Liabilitas imbalan kerja                                                    13                 -             13
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                        1.185.726                 -       1.185.726
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Uang muka penjualan                                                      214.706                 -        214.706
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian
  jangka pendek
  Utang bank                                                              47.955                 -         47.955
  Liabilitas imbalan kerja                                                   422                 -            422
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                         263.083                 -        263.083
JUMLAH LIABILITAS                                                      1.448.808                 -       1.448.808
EKUITAS                                                                   49.940          5.473            55.412
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                          1.498.748          5.473          1.504.221

Indikasi nilai pasar 100,00% saham sebelum diskon likuiditas pasar                                          55.412
Diskon likuiditas pasar (40,00%)                                                                           (22.165)
Nilai pasar 100,00% saham                                                                                  33.247




                                                   67
Page 568
IX.C.   Kesimpulan Penilaian

        Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima
        dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang mempengaruhi
        penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal
        30 Juni 2023 adalah sebesar Rp 33,25 miliar.




                                         68
Page 569
PT Sumber Cipta Utama                                                                                   Lampiran A
Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 30 Juni 2023

                                                                                            (Dalam jutaan Rupiah)
                        Keterangan                                   30/06/23      Penyesuaian       Nilai Pasar

ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                                        41.432              -             41.432
Piutang lain-lain                                                         72.231              -             72.231
Persediaan                                                             1.317.402          5.473          1.322.875
Uang muka                                                                  2.036              -              2.036
Pajak dibayar di muka                                                     49.659              -             49.659
Jumlah Aset Lancar                                                     1.482.760          5.473          1.488.233
ASET TIDAK LANCAR
Deposito berjangka                                                         8.394                 -          8.394
Aset tetap - neto                                                          7.594                 -          7.594
Jumlah Aset Tidak Lancar                                                  15.988                 -         15.988
JUMLAH ASET                                                            1.498.748          5.473          1.504.221
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                                               85.900                 -         85.900
Utang lain-lain - pihak berelasi                                         168.065                 -        168.065
Utang obligasi                                                            60.000                 -         60.000
Biaya yang masih harus dibayar                                               322                 -            322
Utang pajak                                                                1.393                 -          1.393
Uang muka penjualan                                                      858.119                 -        858.119
Bagian jangka pendek dari liabilitas jangka panjang
  Utang bank                                                              11.912                 -         11.912
  Liabilitas imbalan kerja                                                    13                 -             13
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                        1.185.726                 -       1.185.726
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Uang muka penjualan                                                      214.706                 -        214.706
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian
  jangka pendek
  Utang bank                                                              47.955                 -         47.955
  Liabilitas imbalan kerja                                                   422                 -            422
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                         263.083                 -        263.083
JUMLAH LIABILITAS                                                      1.448.808                 -       1.448.808
EKUITAS                                                                   49.940          5.473            55.412
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                          1.498.748          5.473          1.504.221

Indikasi nilai pasar 100,00% saham sebelum diskon likuiditas pasar                                          55.412
Diskon likuiditas pasar (40,00%)                                                                           (22.165)
Nilai pasar 100,00% saham                                                                                  33.247




                                                         69
Page 570
Kusnanto & rekan
 Independent Business Appraisers
License : 2.19.0162
Indonesia
Page 571
No. : 00102/2.0162-00/BS/05/0153/1/VIII/2023                                7 Agustus 2023



Kepada Yth.

PT PANTAI INDAH KAPUK DUA Tbk
Office Tower Agung Sedayu Group Lt. 8 dan 10
Jl. Marina Raya, Kamal Muara, Penjaringan
Jakarta Utara 14470

U.p. : Direksi

Hal : Ringkasan Penilaian 100,00% Saham PT Sharindo Matratama


Dengan hormat,

Kantor Jasa Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya
disebut “KR” atau “kami”) mendapat penugasan dari manajemen PT Pantai Indah Kapuk
Dua Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) untuk memberikan pendapat sebagai penilai
independen atas nilai pasar 100,00% saham PT Sharindo Matratama (selanjutnya disebut
“SHM”). Penugasan kami tersebut sesuai dengan surat penugasan No. KR/230412-001
tanggal 12 April 2023 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.

Selanjutnya, kami sebagai KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan
No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar
modal di Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya disebut “OJK”) dengan Surat Tanda Terdaftar
Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK No. STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023 (penilai bisnis),
menyatakan bahwa kami telah meneliti dan menilai nilai pasar 100,00% saham SHM
(selanjutnya disebut “Objek Penilaian”) dengan tujuan untuk mengungkapkan pendapat
mengenai nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 30 Juni 2023.


ALASAN DAN LATAR BELAKANG RENCANA PENYERTAAN SAHAM

Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka
(publicly-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang
lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang perindustrian, aktivitas
perusahaan holding dan konsultasi manajemen. Perseroan dan entitas anaknya bergerak
dalam beberapa bidang usaha yang meliputi industri macam-macam wadah dari logam
berupa kaleng kemas, pengolahan hasil perikanan dan real estat. Perseroan berdomisili di
Jalan Marina Raya, Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara 14470, dengan nomor telepon:
(021) 2941 7685 dan email: corporate.secretary@agungsedayu.com.
Page 572
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
30 Juni 2023, Perseroan memiliki penyertaan saham pada beberapa entitas anak baik
langsung maupun tidak langsung dengan rincian sebagai berikut:


                                                      Perseroan


                                  99,00%                                                   51,00%
                        PT Panorama Eka
                                                                              PT Bangun Kosambi
                          Tunggal (PET)
                                                                                  Sukses (BKS)
                             BKS 1,00%
              51,00%              57,00%                     51,00%                        99,60%                        40,00%
                                                  PT Cahaya Gemilang
   PT Mega Andalan     PT Cahaya Kencana                                        PT Agung Surya               PT Fin Centerindo
                                                   Indah Cemerlang
       Sukses (MAS)         Indah (CKI)                                        Gemerlap (ASGE)                    Satu (FCS)
                                                        (CGIC)



PET, BKS, MAS, CKI, CGIC, ASGE, dan FCS selanjutnya secara bersama-sama disebut
“Entitas Anak Perseroan”.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, ruang lingkup kegiatan
usaha dan status Entitas Anak Perseroan adalah sebagai berikut:

 No.     Keterangan    Status         Domisili                                       Kegiatan Usaha

   1   PET             Tertutup       Indonesia       Aktivitas manajemen konsultasi lainnya dan real estat yang dimiliki sendiri atau
                                                     disewa mencakup usaha pembelian, penjualan, persewaan, dan pengoperasian
                                                     real estat baik yang dimiliki sendiri maupun disewa.
   2   BKS             Tertutup       Indonesia       Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                     penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                     maupun disewa.
   3   MAS             Tertutup       Indonesia       Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                     penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                     maupun disewa.
   4   CKI             Tertutup       Indonesia       Real estat.
   5   CGIC            Tertutup       Indonesia       Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                     penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                     maupun disewa.
   6   ASGE            Tertutup       Indonesia       Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                     penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                     maupun disewa.
   7   FCS             Tertutup       Indonesia       Jasa, real estat dan pembangunan (kontraktor).



Industri properti di Indonesia pada tahun 2023 mengalami peningkatan sejalan dengan
pertumbuhan positif ekonomi Indonesia setelah mengalami resesi akibat dampak pandemi
wabah Covid-19. Pemulihan ekonomi Indonesia tersebut dan peningkatan daya beli
konsumen dinilai merupakan faktor yang mendorong stabilitas indutri properti. Sebagai salah
satu industri yang memberikan kontribusi pertumbuhan industri nasional, dengan keunggulan
populasi yang dimiliki Indonesia yang didukung transformasi digitalisasi, industri properti terus
memacu pembangunan infrakstruktur untuk lebih berkualitas sehingga dapat meningkatkan
prospek pertumbuhan kinerjanya. Manajemen Perseroan memandang pertumbuhan industri
properti memiliki potensi untuk dapat berkembang yang didukung oleh pertumbuhan ekonomi
maupun sosial, meningkatnya populasi, dan meningkatnya daya beli masyarakat.
Dengan demikian, Perseroan merencanakan untuk melakukan beberapa rencana aksi
korporasi dengan rincian sebagai berikut:



                                                            ii
Page 573
   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan modal
    ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Bumindo Mekar Wibawa (selanjutnya
    disebut “BMW”), melalui rencana peningkatan modal dasar BMW terlebih dahulu
    (selanjutnya disebut “Rencana Penyertaan Saham BMW”);

   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan modal
    ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Cahaya Inti Sentosa (selanjutnya disebut
    “CIS”), melalui rencana peningkatan modal dasar CIS terlebih dahulu (selanjutnya disebut
    “Rencana Penyertaan Saham CIS”);

   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan modal
    ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Jaya Indah Sentosa (selanjutnya disebut
    “JIS”), melalui rencana peningkatan modal dasar JIS terlebih dahulu (selanjutnya disebut
    “Rencana Penyertaan Saham JIS”);

   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan modal
    ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Kemilau Karya Utama (selanjutnya
    disebut “KKU”) dengan menerbitkan saham seri B yang memiliki seluruh hak yang sama
    dengan saham yang diterbitkan oleh KKU, yang selanjutnya akan menjadi saham seri A,
    kecuali perbedaan harga nominal per lembar saham untuk saham seri A dan saham seri
    B tersebut, melalui rencana peningkatan modal dasar KKU terlebih dahulu (selanjutnya
    disebut “Rencana Penyertaan Saham KKU”);

   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan modal
    ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Karunia Utama Selaras (selanjutnya
    disebut “KUS”), melalui rencana peningkatan modal dasar KUS terlebih dahulu
    (selanjutnya disebut “Rencana Penyertaan Saham KUS”);

   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan modal
    ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Sumber Cipta Utama (selanjutnya disebut
    “SCU”), melalui rencana peningkatan modal dasar SCU terlebih dahulu (selanjutnya
    disebut “Rencana Penyertaan Saham SCU”); dan

   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan modal
    ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh SHM, dengan menerbitkan saham seri B
    yang memiliki seluruh hak yang sama dengan saham yang diterbitkan oleh SHM, yang
    selanjutnya akan menjadi saham seri A, kecuali perbedaan harga nominal per lembar
    saham untuk saham seri A dan saham seri B tersebut, melalui rencana peningkatan modal
    dasar SHM terlebih dahulu (selanjutnya disebut “Rencana Penyertaan Saham SHM”).

Rencana Penyertaan Saham BMW, Rencana Penyertaan Saham CIS, Rencana Penyertaan
Saham JIS, Rencana Penyertaan Saham KKU, Rencana Penyertaan Saham KUS, Rencana
Penyertaan Saham SCU, dan Rencana Penyertaan Saham SHM selanjutnya secara
bersama-sama disebut “Rencana Penyertaan Saham”.




                                             iii
Page 574
Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada
tanggal 30 Juni 2023, ruang lingkup kegiatan usaha dan status perusahaan-perusahaan
dalam Rencana Penyertaan Saham adalah sebagai berikut:

 No.    Keterangan   Status     Domisili                                   Kegiatan Usaha

   1   BMW           Tertutup   Indonesia    Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa dan kawasan industri.
   2   CIS           Tertutup   Indonesia    Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                            penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                            maupun disewa.
   3   JIS           Tertutup   Indonesia    Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                            penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                            maupun disewa.
   4   KKU           Tertutup   Indonesia    Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa.
   5   KUS           Tertutup   Indonesia    Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                            penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                            maupun disewa.
   6   SCU           Tertutup   Indonesia    Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                            penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                            maupun disewa.
   7   SHM           Tertutup   Indonesia    Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                            penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                            maupun disewa.



Sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham, Perseroan merencanakan untuk
melakukan penawaran umum terbatas dengan hak memesan efek terlebih dahulu atas saham
dalam portepel Perseroan sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
No. 14/POJK.04/2019 tanggal 30 April 2019 tentang “Perubahan atas Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan Nomor 32/POJK.04/2015 tentang Penambahan Modal Perusahaan Terbuka
Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu” (selanjutnya disebut
“POJK 14/2019”), dimana dalam rangka penyelesaian Rencana Penyertaan Saham,
Perseroan merencanakan untuk menggunakan dana hasil penawaran umum terbatas dengan
hak memesan efek terlebih dahulu atas saham portepel Perseroan (selanjutnya disebut
“Rencana PMDHMETD”).

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana Penyertaan
Saham dan Rencana PMDHMETD merupakan satu kesatuan transaksi yang tidak dapat
dipisahkan satu dengan yang lainnya dan selanjutnya secara bersama-sama disebut
“Rencana Transaksi”.

Sebelumnya, Perseroan telah melakukan penambahan kegiatan usaha dan mengembangkan
bisnis pada bidang real estat dengan melakukan akuisisi sebesar 51,00% saham pada BKS.
Selanjutnya, Perseroan melalui BKS telah melakukan akuisisi sebesar 51,00% saham
masing-masing pada MAS dan CGIC. Ruang lingkup kegiatan usaha BKS, MAS, dan CGIC
adalah bergerak pada bidang real estat dan memiliki lahan yang seluruhnya berada di
Kabupaten Tangerang dan ketiganya merupakan pengembang kawasan PIK 2. Berdasarkan
keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, saat ini, sebagaian besar pendapatan
Perseroan berasal dari real estat.




                                                  iv
Page 575
Kawasan PIK 2 merupakan kota mandiri dengan konsep smart city yang dikembangkan oleh
Agung Sedayu dan Grup Salim, dengan lokasi yang terbentang pada lahan seluas lebih dari
6.000 hektar di bagian barat hingga bagian utara Jakarta. Disebut sebagai “the new Jakarta
City”, kawasan PIK 2 menghadirkan beberapa mega proyek seperti mal (Sedayu Watertown
Mall), kawasan bisnis (Islamic Financial Center), pusat olahraga, hunian, destinasi kuliner,
serta berbagai fasilitas pendukung lainnya (RS Hermina, Tzu Chi International School,
berbagai tempat ibadah). Selanjutnya, pada kawasan PIK 2 juga direncanakan akan dibangun
berbagai fasilitas dan destinasi wisata unik seperti beach club, Aloha Pasir Putih, Ginza Beach
Walk sampai Community Park (event space), yang secara efektif dapat menjadi daya tarik
keramaian konsumen dan pada akhirnya dapat meningkatkan permintaan properti PIK 2,
terutama untuk hunian dan kaveling komersial. Selain itu, dengan adanya proyek infrastruktur
seperti pembangunan tol baru yang menghubungkan kawasan PIK 2 dengan jalur tol lingkar
luar Jakarta ke depannya dapat mempermudah akses ke kawasan.

Sejalan dengan strategi bisnis Perseroan, Perseroan terus berupaya untuk menerapkan fokus
pada perluasan skala proyek Perseroan pada kawasan PIK 2 dengan merencanakan
pertumbuhan secara anorganik melalui Rencana Penyertaan Saham. Mengingat bahwa
Rencana Penyertaan Saham pada perusahaan-perusahaan tersebut merupakan salah satu
rencana pengembang kawasan PIK 2 yang memiliki proyek di kawasan yang sama dengan
lokasi proyek Perseroan di masa yang akan datang.

Dengan melakukan Rencana Penyertaan Saham, Perseroan senantiasa mencari peluang
bisnis potensial yang dapat memaksimalkan nilai investasi Perseroan di masa yang akan
datang. Perseroan memandang bahwa industri properti memiliki potensi yang dapat
berdampak positif bagi pengembangan bisnis Perseroan dan menciptakan sinergi bisnis yang
optimal khususnya pada pengembangan kawasan PIK 2 sehingga Perseroan dapat
mengambil seluruh potensi keuntungan yang dihasilkan di masa yang akan datang sehingga
pada akhirnya hal tersebut dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan
dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham Perseroan.

Sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham tersebut, Perseroan merencanakan untuk
melakukan Rencana PMDHMETD sesuai dengan POJK 14/2019, dimana dalam rangka
penyelesaian Rencana Penyertaan Saham, Perseroan merencanakan untuk menggunakan
dana hasil penawaran umum terbatas dengan hak memesan efek terlebih dahulu atas saham
portepel Perseroan sehingga Perseroan dapat mengembangkan portofolio bisnis Perseroan
khususnya pada bidang industri properti.

Setelah Rencana Transaksi telah menjadi efektif, Perseroan berharap dapat
mengembangkan seluruh proyek-proyek Perseroan dengan terciptanya sinergi antar
masing-masing kawasan yang tergabung dalam satu kawasan PIK 2 secara maksimal dimana
setiap masing-masing portofolio bisnis industri properti yang dimiliki oleh Perseroan dapat
memberikan nilai tambah bagi kinerja keuangan konsolidasian Perseroan.




                                              v
Page 576
Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

   Sejalan dengan strategi bisnis Perseroan, Perseroan terus berupaya untuk menerapkan
    fokus pada perluasan skala proyek Perseroan pada kawasan PIK 2 dengan
    merencanakan pertumbuhan secara anorganik melalui Rencana Penyertaan Saham.
    Mengingat bahwa Rencana Penyertaan Saham pada perusahaan-perusahaan tersebut
    merupakan salah satu rencana pengembang kawasan PIK 2 yang memiliki proyek di
    kawasan yang sama dengan lokasi proyek Perseroan di masa yang akan datang.

   Dengan melakukan Rencana Penyertaan Saham, Perseroan senantiasa mencari peluang
    bisnis potensial yang dapat memaksimalkan nilai investasi Perseroan di masa yang akan
    datang. Perseroan memandang bahwa industri properti memiliki potensi yang dapat
    berdampak positif bagi pengembangan bisnis Perseroan dan menciptakan sinergi bisnis
    yang optimal khususnya pada pengembangan kawasan PIK 2 sehingga Perseroan dapat
    mengambil seluruh potensi keuntungan yang dihasilkan di masa yang akan datang
    sehingga pada akhirnya hal tersebut dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian
    Perseroan dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham Perseroan.

   Setelah Rencana Transaksi telah menjadi efektif, Perseroan berharap dapat
    mengembangkan seluruh proyek-proyek Perseroan dengan terciptanya sinergi antar
    masing-masing kawasan yang tergabung dalam satu kawasan PIK 2 secara maksimal
    dimana setiap masing-masing portofolio bisnis industri properti yang dimiliki oleh
    Perseroan dapat memberikan nilai tambah bagi kinerja keuangan konsolidasian
    Perseroan.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, mengingat bahwa
terdapat kesamaan pengurus dan pengendalian Perseroan, BMW, CIS, JIS, KKU, KUS, SCU,
dan SHM, maka Rencana Penyertaan Saham merupakan transaksi afiliasi, sehingga
Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang
“Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan” (selanjutnya disebut
“POJK 42/2020”).

Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Penyertaan Saham tersebut merupakan transaksi material, sehingga Perseroan harus
memenuhi Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang “Transaksi
Material dan Perubahan Kegiatan Usaha” (selanjutnya disebut “POJK 17/2020”).

Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi dan transaksi material,
POJK 42/2020 dan POJK 17/2020 mensyaratkan adanya laporan penilaian saham atas
transaksi tersebut, yang disiapkan oleh penilai independen.

Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Penyertaan Saham tersebut, maka
Perseroan menunjuk penilai independen, KR untuk melakukan penilaian atas Objek Penilaian.

Mengingat SHM adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat diperjualbelikan di
pasar modal, maka saham SHM bersifat tidak likuid.




                                           vi
Page 577
PREMIS PENILAIAN

Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis penilaian
bahwa SHM adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.


TUJUAN DAN MAKSUD PENILAIAN

Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang nilai
pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau ekuivalensinya
pada tanggal 30 Juni 2023.

Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari Objek
Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan pertimbangan oleh
manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana Penyertaan Saham serta untuk
memenuhi POJK 42/2020 dan POJK 17/2020.

Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan OJK
No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”) serta Standar Penilaian
Indonesia (selanjutnya disebut “SPI”) 2018.


DEFINISI NILAI YANG DIGUNAKAN

Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka, maka
dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.

Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk digunakan dalam
penilaian ini adalah nilai pasar, dimana berdasarkan POJK 35/2020, nilai pasar didefinisikan
sebagai “estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau
liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang
berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara
layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang
dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.


INDEPENDENSI PENILAI

Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa adanya
benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan SHM ataupun pihak-pihak
yang terafiliasi dengan Perseroan dan SHM. KR juga tidak memiliki kepentingan ataupun
keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak
dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami
terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis
penilaian ini dan KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan
No. KR/230412-001 tanggal 12 April 2023 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.




                                            vii
Page 578
TANGGAL EFEKTIF PENILAIAN

Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal 30 Juni 2023.
Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian serta dari data
keuangan SHM yang kami terima. Data keuangan tersebut berupa laporan keuangan SHM
untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 yang menjadi dasar
penilaian ini.


JENIS LAPORAN

Jenis laporan penilaian 100,00% saham PT Sharindo Matratama ini merupakan laporan
terinci.


KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL PENILAIAN (SUBSEQUENT EVENTS)

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal penilaian,
yaitu tanggal 30 Juni 2023, sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian 100,00%
saham PT Sharindo Matratama tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal penilaian
(subsequent events) yang secara signifikan dapat mempengaruhi penilaian nilai pasar Objek
Penilaian.


DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN

Dalam melakukan penilaian untuk memperkirakan nilai pasar Objek Penilaian, kami telah
menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan
informasi sebagai berikut:

1. Laporan keuangan SHM untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
   30 Juni 2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (selanjutnya disebut “KAP”)
   Suharli, Sugiharto & Rekan (selanjutnya disebut “SSR”) sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00332/2.1315/AU.1/03/1415-2/1/VII/2023 tanggal 31 Juli 2023 dengan
   pendapat wajar tanpa pengecualian;

2. Laporan keuangan SHM untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang
   telah diaudit oleh KAP SSR sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00324/2.1315/AU.1/03/1415-1/1/VII/2023 tanggal 31 Juli 2023 dengan pendapat
   wajar tanpa pengecualian dengan hal lain;

3. Laporan keuangan SHM untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 yang
   telah diaudit oleh KAP Haryono, Junianto & Asmoro (selanjutnya disebut “HJA”)
   sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00016/3.0447/AU.1/03/1113-7/1/XI/2022
   tanggal 8 November 2022 dengan pendapat wajar dengan pengecualian;




                                            viii
Page 579
4. Laporan keuangan SHM untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 yang
   telah diaudit oleh KAP HJA sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00015/3.0447/AU.1/03/1113-6/1/XI/2022 tanggal 6 November 2022 dengan pendapat
   wajar dengan pengecualian;

5. Laporan keuangan SHM untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 yang
   telah diaudit oleh KAP HJA sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00014/3.0447/AU.1/03/1113-5/1/XI/2022 tanggal 3 November 2022 dengan pendapat
   wajar dengan pengecualian;

6. Laporan keuangan SHM untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 yang
   telah diaudit oleh KAP HJA sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00013/3.0447/AU.1/03/1113-4/1/XI/2022 tanggal 1 November 2022 dengan pendapat
   wajar dengan pengecualian;

7. Laporan penilaian properti SHM per 30 Juni 2023 yang disusun oleh KJPP Suwendho
   Rinaldy & Rekan sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00359/2.0059-
   02/PI/03/0242/1/VIII/2023 tanggal 7 Agustus 2023;

8. Anggaran dasar SHM yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta Notaris No. 43
   tanggal 16 Maret 2020 yang dibuat oleh Edison Jingga S.H., M.H., mengenai perubahan
   tempat kedudukan SHM;

9. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Yohanes Edmond Budiman
   dengan posisi sebagai Direktur, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal lain yang
   terkait dengan Rencana Transaksi;

10. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan SHM serta pihak-pihak lain yang
    relevan untuk penugasan;

11. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

12. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain website
    Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

13. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

14. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Transaksi; dan

15. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan hasil
    analisis lain yang kami anggap relevan.




                                            ix
Page 580
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan dan
kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan
kepada kami oleh Perseroan dan SHM atau yang tersedia secara umum dan kami tidak
bertanggung jawab atas kebenaran informasi-informasi tersebut.

Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari SHM. Jasa-jasa yang kami
berikan kepada Perseroan hanya merupakan penilaian atas Objek Penilaian dan bukan
jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian
tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu
penelaahan atau audit, atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi
keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan
kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan
keuangan, atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak
mencoba mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya yang dilakukan Perseroan.


KONDISI PEMBATAS DAN ASUMSI-ASUMSI POKOK

Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan
keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan tanggal
penerbitan laporan penilaian ini.

Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode penyesuaian aset bersih
didasarkan pada laporan keuangan SHM yang telah diaudit. Kami telah melakukan
penyesuaian atas laporan keuangan tersebut agar dapat mencerminkan nilai pasarnya. Kami
bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian berdasarkan kinerja historis SHM dan
informasi manajemen SHM terhadap laporan keuangan SHM tersebut. Kami juga
bertanggung jawab atas laporan penilaian SHM dan kesimpulan nilai akhir.

Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi dan
kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penilaian sampai
dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian. Kami
tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan
(update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain
yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan SHM atau yang tersedia secara umum yang
pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung
jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut.
Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan dan SHM bahwa mereka
tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada
kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.




                                            x
Page 581
Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat
mempengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggung jawab atas
perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya,
ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi sehingga
data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan/atau dapat disalahartikan.

Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang
mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan mengubah
hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data
yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa perbedaan yang
terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini telah dilaksanakan
dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami tidak dapat menerima tanggung
jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya
analisis tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan analisis
transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai dasar penilaian.
Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer opinion dan merupakan laporan
yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat
mempengaruhi operasional Perseroan dan SHM.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan dan tidak
dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan
prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat
dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan
atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum. Selanjutnya, kami
juga telah memperoleh informasi atas status hukum SHM berdasarkan anggaran dasar SHM.


TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI

Dalam menyusun laporan penilaian Objek Penilaian, KR diberikan kesempatan untuk
melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan laporan penilaian Objek Penilaian.


PENDEKATAN PENILAIAN YANG DIGUNAKAN

Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis internal
akan berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis historis atas laporan
posisi keuangan, dan laporan laba rugi komprehensif SHM, pengkajian atas kondisi operasi
dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki SHM. Prospek SHM di masa yang akan
datang kami evaluasi berdasarkan rencana usaha yang telah kami kaji kewajaran dan
konsistensinya. Analisis eksternal didasarkan pada kajian singkat terhadap faktor-faktor
eksternal yang dipertimbangkan sebagai penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian
singkat atas prospek dari industri yang bersangkutan.




                                             xi
Page 582
Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar suatu
“business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi keuangan dan
laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya diperlukan penyesuaian
terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan normalisasi keuntungan laporan laba rugi
komprehensif yang biasanya disusun oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun
nilai buku suatu perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan
laba rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis yang
dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian tersebut.


METODE PENILAIAN YANG DIGUNAKAN

Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method).

Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari semua
komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk
komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang
bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh dengan menghitung selisih
antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai pasar liabilitas.

Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen Perseroan dan
SHM. Tidak tertutup kemungkinan untuk diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian
lain yang dapat memberikan hasil yang berbeda.


RINGKASAN HASIL PENILAIAN

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, ringkasan hasil penilaian kami adalah sebagai
berikut:

Berdasarkan metode penyesuaian aset bersih, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
100,00% saham SHM sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar Rp 63,90 miliar.
Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 40,00%, maka nilai pasar 100,00% saham SHM
adalah sebesar Rp 38,34 miliar. Dengan demikian, nilai pasar 100,00% saham SHM
berdasarkan metode penyesuaian aset bersih adalah sebesar Rp 38,34 miliar.




                                           xii
Page 583
KESIMPULAN PENILAIAN

Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima dan dengan
mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang mempengaruhi penilaian, maka menurut
pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 30 Juni 2023 adalah sebesar
Rp 38,34 miliar.

Nilai pasar Objek Penilaian tersebut kami tentukan berdasarkan data dan informasi yang kami
peroleh dari pihak manajemen Perseroan dan SHM serta pihak-pihak lain yang relevan
dengan penilaian. Kami menganggap bahwa semua informasi tersebut adalah benar dan
bahwa tidak ada keadaan atau hal-hal yang tidak terungkap yang akan mempengaruhi nilai
pasar tersebut secara material.

Kami tidak melakukan penyelidikan dan juga bukan merupakan tanggung jawab kami
kemungkinan terjadinya masalah yang berkaitan dengan status hukum kepemilikan,
kewajiban utang dan/atau sengketa atas SHM. Kami tegaskan pula bahwa kami tidak
memperoleh manfaat atau keuntungan apapun baik saat ini maupun di masa mendatang dan
imbalan jasa yang telah disetujui atas penilaian SHM tidak tergantung pada nilai yang
dilaporkan.


DISTRIBUSI LAPORAN PENILAIAN

Penilaian ini hanya ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya dengan
Rencana Penyertaan Saham serta tidak dapat digunakan atau dikutip untuk tujuan lain tanpa
adanya izin tertulis dari KR dan/atau tidak untuk digunakan oleh pihak lain.

Penilaian ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
dan keuangan, serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk
menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi
setelah tanggal laporan ini. Walaupun demikian, kami memiliki hak untuk, jika diperlukan,
mengubah atau melengkapi hasil dari laporan ini jika terdapat tambahan informasi yang
relevan setelah tanggal laporan ini yang kami anggap dapat berpengaruh secara signifikan
terhadap hasil penilaian kami. Laporan penilaian ini hanya dipersiapkan untuk dapat
dipergunakan sesuai dengan tujuan yang telah disebutkan di atas dan tidak dapat
dipergunakan untuk tujuan lainnya.

Pendapat yang kami sampaikan di sini harus dipandang sebagai satu kesatuan bersama
dengan laporan lengkap yang telah kami siapkan. Penggunaan sebagian analisis dan
informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat menyebabkan
pandangan yang menyesatkan.




                                            xiii
Page 584
Penilaian ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan stempel
perusahaan (corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.


Hormat kami,
KJPP KUSNANTO & REKAN




Willy D. Kusnanto
Pimpinan Rekan

Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996




                                            xiv
Page 585
                          ASUMSI DAN SYARAT PEMBATAS


1. KR sama sekali tidak memiliki kepentingan keuangan atau apapun terhadap SHM untuk
   sekarang dan masa yang akan datang.

2. Biaya untuk penilaian ini tidak tergantung pada besarnya nilai yang diperoleh atau yang
   tercantum dalam laporan.

3. Nilai dicantumkan dalam mata uang Rupiah dan/atau ekuivalensinya atas permintaan
   pemberi tugas.

4. Laporan disajikan hanya untuk maksud dan tujuan seperti tertulis di dalam laporan serta
   ditujukan terbatas kepada klien dimaksud.

5. Baik seluruh maupun sebagian dari isi laporan ini tidak diizinkan untuk dipublikasikan
   melalui iklan atau media lainnya tanpa seizin dari KJPP Kusnanto & rekan.

6. Laporan penilaian ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan KR dan stempel
   perusahaan (corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.




                                           xv
Page 586
                       PERNYATAAN INDEPENDENSI PENILAI


1. KR tidak memiliki benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan perusahaan yang
   dinilai.

2. KR tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan usaha/saham
   perusahaan yang dinilai.

3. KR tidak memiliki pinjaman dengan perusahaan yang dinilai.

4. Laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
   manapun.

5. KR hanya menerima imbalan jasa sesuai dengan surat penugasan KR.


Tim Penilai:



Willy D. Kusnanto                                               .....................................
Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996



Erric Reynaldi                                                  .....................................
No. MAPPI      : 13-P-04625



Andry Steven                                                    .....................................
No. MAPPI    : 14-P-04891



Fergy Merzyana                                                  .....................................
No. MAPPI     : 20-P-10345




                                           xvi
Page 587
                                 SURAT PERNYATAAN


Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai penilai, kami yang bertanda tangan di
bawah ini menerangkan bahwa:

1. Pernyataan dalam laporan ini, yang menjadi dasar dari analisis, pendapat, dan kesimpulan
   yang diuraikan di dalamnya adalah benar. Laporan ini menjelaskan semua syarat-syarat
   pembatasan yang mempengaruhi analisis, pendapat, dan kesimpulan yang tertera dalam
   laporan ini dan laporan ini telah disusun sesuai dengan dan tunduk pada
   ketentuan-ketentuan dari Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020
   tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal” dan Standar
   Penilaian Indonesia (SPI) 2018 serta telah dibuat dengan memenuhi Kode Etik Penilai
   Indonesia (KEPI).

2. KR bertanggung jawab atas laporan penilaian.

3. Semua pernyataan dan data yang tercantum dalam laporan adalah benar adanya dan
   sesuai dengan pengetahuan dan itikad baik KR.

4. Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap Objek Penilaian pada tanggal
   penilaian yang ditentukan, yaitu 30 Juni 2023.

5. Penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan
   perundang-undangan yang berlaku.

6. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan penilaian.

7. Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan
   sebagai kesimpulan nilai.

8. KR tidak memiliki kepentingan pribadi atau kecenderungan untuk berpihak berkenaan
   dengan subjek dari laporan ini maupun pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.

9. KR telah memenuhi pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau diselenggarakan
   oleh Asosiasi Penilai yang diakui oleh Pemerintah.

10. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.

11. KR telah memiliki pemahaman mengenai Objek Penilaian yang dinilai.

12. Imbalan jasa yang diterima oleh KR tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari
    proses analisis Objek Penilaian.

13. Analisis dan kesimpulan nilai telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas.




                                           xvii
Page 588
14. Data ekonomi dan industri dalam laporan penilaian ini diperoleh dari berbagai sumber
    yang diyakini KR dapat dipertanggungjawabkan.

15. Tidak seorangpun selain yang disebutkan dalam laporan penilaian ini telah menyediakan
    bantuan profesional dalam menyiapkan laporan penilaian ini.

16. KR telah melakukan inspeksi atas aset tetap yang dimiliki oleh SHM serta telah melakukan
    inspeksi dan wawancara dengan manajemen Perseroan terkait dengan operasional,
    kinerja, dan prospek dari SHM.


Tim Penilai:



Willy D. Kusnanto                                                 .....................................
Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996



Erric Reynaldi                                                    .....................................
No. MAPPI      : 13-P-04625



Andry Steven                                                      .....................................
No. MAPPI    : 14-P-04891



Fergy Merzyana                                                    .....................................
No. MAPPI     : 20-P-10345




                                            xviii
Page 589
                                      DAFTAR ISI

                                                                            HALAMAN

OPINI                                                                              i

ASUMSI DAN SYARAT PEMBATAS                                                       xv

PERNYATAAN INDEPENDENSI PENILAI                                                 xvi

SURAT PERNYATAAN                                                                xvii

DAFTAR ISI                                                                      xix

DAFTAR TABEL                                                                    xxii

DAFTAR GRAFIK                                                                   xxv

LAMPIRAN                                                                       xxvi

I.      RINGKASAN EKSEKUTIF

        A. Alasan dan Latar Belakang                                             1
        B. Objek serta Tujuan dan Maksud Penilaian                               6
        C. Premis Penilaian                                                      6
        D. Independensi Penilai                                                  7
        E. Tanggal Efektif Penilaian                                             7
        F. Profil PT Sharindo Matratama                                          7
        G. Definisi Nilai yang Digunakan                                         8
        H. Pendekatan Penilaian yang Digunakan                                   9
        I. Metode Penilaian yang Digunakan                                       9
        J. Ringkasan Hasil Penilaian                                            10
        K. Kesimpulan Penilaian                                                 10

II.     DESKRIPSI PENUGASAN

        A. Alasan dan Latar Belakang                                            11
        B. Tujuan dan Maksud Penilaian                                          15
        C. Definisi Nilai yang Digunakan                                        15
        D. Tanggal Efektif Penilaian                                            15
        E. Data dan Informasi yang Digunakan                                    15
        F. Informasi Non-Keuangan                                               17
        G. Jenis Ekuitas                                                        19
        H. Kondisi Pembatas dan Asumsi-Asumsi Pokok                             19
        I. Tingkat Kedalaman Investigasi                                        20
        J. Distribusi Laporan Penilaian                                         21
        K. Jenis Laporan                                                        21
        L. Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events)       21




                                           xix
Page 590
                                                                        HALAMAN

III.    PENJELASAN SINGKAT MENGENAI OBJEK PENILAIAN

        A. Latar Belakang PT Sharindo Matratama                                 22
        B. Kegiatan Usaha                                                       22
        C. Manajemen                                                            22
        D. Kepemilikan Saham                                                    23
        E. Data Keuangan Historis                                               23

IV.     KONDISI DAN TINJAUAN EKONOMI

        A. Tinjauan Ekonomi Dunia                                               25
        B. Tinjauan Ekonomi Indonesia                                           27
        C. Proyeksi Ekonomi Indonesia                                           28
        D. Tingkat Suku Bunga                                                   28
        E. Inflasi                                                              29
        F. Nilai Tukar Rupiah                                                   30

V.      TINJAUAN INDUSTRI PROPERTI

        A. Tinjauan Industri Properti di Dunia                                  32
        B. Tinjauan Industri Properti di Indonesia                              34

VI.     ANALISIS LAPORAN KEUANGAN HISTORIS

        A. PT Sharindo Matratama                                                40
        B. Analisis atas Common Size PT Sharindo Matratama                      48
        C. Analisis atas Common Size Industri Properti                          49

VII.    ANALISIS RISIKO

        A. Risiko Pendanaan                                                     58
        B. Risiko Kenaikan Harga Bahan Bangunan dan Kelangkaan Bahan Bangunan   58
        C. Risiko Kenaikan Tingkat Suku Bunga                                   58
        D. Risiko Operasional                                                   59
        E. Risiko Bencana Alam                                                  59
        F. Risiko Kebijakan Pemerintah                                          59

VIII.   METODE PENILAIAN

        A. Metode-Metode Penilaian                                              58
        B. Metode Penilaian yang Digunakan                                      59
        C. Premis Penilaian                                                     60
        D. Aplikasi Diskon dan Premi                                            60
        E. Prosedur Penilaian                                                   61
        F. Independensi Penilai                                                 61




                                              xx
Page 591
                                                                               HALAMAN

IX.   PENILAIAN

      A. Premi Pengendalian (Premium for Control), Diskon Tanpa Pengendalian
         (Discount for Lack of Control) dan Diskon Likuiditas Pasar (Discount for
         Lack of Marketabilities)                                                   62
      B. Nilai Pasar Objek Penilaian                                                63
      C. Kesimpulan Penilaian                                                       65




                                           xxi
Page 592
                                   DAFTAR TABEL

                                                                            HALAMAN

Tabel 1    Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
           PT Sharindo Matratama                                                 8

Tabel 2    Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
           PT Sharindo Matratama                                                23

Tabel 3    Laporan Posisi Keuangan
           PT Sharindo Matratama
           Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 – 2022                         23

Tabel 4    Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
           PT Sharindo Matratama
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2018 – 2022                              24

Tabel 5    Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Dunia                              25

Tabel 6    Pertumbuhan Inflasi                                                  26

Tabel 7    Pertumbuhan Suku Bunga Bank Sentral                                  27

Tabel 8    Kontributor Inflasi Terbesar Berdasarkan Provinsi                    30

Tabel 9    Perubahan Investasi Real Estate Komersial Berdasarkan Wilayah        32

Tabel 10   Proyeksi Harga Rumah di AS berdasarkan Kota pada Tahun 2030          33

Tabel 11   Pertumbuhan Triwulan Indeks Permintaan Properti Komersial
           Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek), Banten,
           Bandung dan Makassar                                                 35

Tabel 12   Pertumbuhan Triwulan Indeks Pasokan Properti Komersial
           Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek), Banten,
           Bandung dan Makassar                                                 36

Tabel 13   Pertumbuhan Triwulan Indeks Harga Properti Komersial
           Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek), Banten,
           Bandung dan Makassar                                                 36

Tabel 14   Laporan Posisi Keuangan
           PT Sharindo Matratama
           Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 – 2022                         40




                                          xxii
Page 593
                                                                        HALAMAN

Tabel 15   Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
           PT Sharindo Matratama
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2018 – 2022                          42

Tabel 16   Laporan Arus Kas
           PT Sharindo Matratama
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2018 – 2022                          43

Tabel 17   Rasio-rasio Keuangan
           PT Sharindo Matratama
           Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 – 2022                     45

Tabel 18   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan
           PT Sharindo Matratama
           Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 – 2022                     46

Tabel 19   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           PT Sharindo Matratama
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2018 – 2022                          47

Tabel 20   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           PT Bumi Serpong Damai Tbk
           Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 – 2022                     40

Tabel 21   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           PT Bumi Serpong Damai Tbk
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2018 – 2022                          50

Tabel 22   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           PT Summarecon Agung Tbk
           Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 – 2022                     51




                                        xxiii
Page 594
                                                                        HALAMAN

Tabel 23   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           PT Summarecon Agung Tbk
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2018 – 2022                          53

Tabel 24   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           PT Ciputra Development Tbk
           Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 – 2022                     53

Tabel 25   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           PT Ciputra Development Tbk
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2018 – 2022                          55

Tabel 26   Nilai Pasar 100,00% Saham
           PT Sharindo Matratama
           Metode Penyesuaian Aset Bersih
           Per 30 Juni 2023                                                 64




                                        xxiv
Page 595
                                 DAFTAR GRAFIK

                                                                             HALAMAN

Grafik 1   Perkembangan Suku Bunga Bank Indonesia                                28

Grafik 2   Perkembangan Inflasi Berdasarkan Indeks Harga Konsumen
           di Indonesia                                                          29

Grafik 3   Perkembangan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Mata Uang Asing              31

Grafik 4   Penjualan Rumah di AS Januari – Juni 2023                             33

Grafik 5   Persetujuan Pinjaman atau Kredit Bank Umum di Indonesia
           Bulan Desember 2022 – Januari 2023                                    37

Grafik 6   Proyeksi Penyelesaian Proyek Apartemen yang Tertunda di Jakarta
           Tahun 2023 – 2025                                                     38




                                        xxv
Page 596
                                   LAMPIRAN

                                              HALAMAN

Lampiran A   Nilai Pasar 100,00% Saham
             PT Sharindo Matratama
             Metode Penyesuaian Aset Bersih
             Per 30 Juni 2023                     66




                                       xxvi
Page 597
I.     RINGKASAN EKSEKUTIF

I.A.   Alasan dan Latar Belakang

       PT Pantai Indah Kapuk Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) Perseroan
       merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka
       (publicly-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
       Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam
       bidang perindustrian, aktivitas perusahaan holding dan konsultasi manajemen.
       Perseroan dan entitas anaknya bergerak dalam beberapa bidang usaha yang
       meliputi industri macam-macam wadah dari logam berupa kaleng kemas,
       pengolahan hasil perikanan dan real estat. Perseroan berdomisili di Jalan Marina
       Raya, Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara 14470, dengan nomor telepon:
       (021) 2941 7685 dan email: corporate.secretary@agungsedayu.com.

       Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
       30 Juni 2023, Perseroan memiliki penyertaan saham pada beberapa entitas anak
       baik langsung maupun tidak langsung dengan rincian sebagai berikut:


                                                              Perseroan


                                        99,00%                                                     51,00%
                              PT Panorama Eka
                                                                                      PT Bangun Kosambi
                                Tunggal (PET)
                                                                                          Sukses (BKS)
                                   BKS 1,00%
                    51,00%              57,00%                       51,00%                        99,60%                        40,00%
                                                        PT Cahaya Gemilang
         PT Mega Andalan     PT Cahaya Kencana                                          PT Agung Surya               PT Fin Centerindo
                                                         Indah Cemerlang
             Sukses (MAS)         Indah (CKI)                                          Gemerlap (ASGE)                    Satu (FCS)
                                                                (CGIC)



       PET, BKS, MAS, CKI, CGIC, ASGE, dan FCS selanjutnya secara bersama-sama
       disebut “Entitas Anak Perseroan”.

       Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, ruang
       lingkup kegiatan usaha dan status Entitas Anak Perseroan adalah sebagai berikut:

       No.     Keterangan    Status         Domisili                                         Kegiatan Usaha

         1   PET             Tertutup       Indonesia         Aktivitas manajemen konsultasi lainnya dan real estat yang dimiliki sendiri atau
                                                             disewa mencakup usaha pembelian, penjualan, persewaan, dan pengoperasian
                                                             real estat baik yang dimiliki sendiri maupun disewa.
         2   BKS             Tertutup       Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                             penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                             maupun disewa.
         3   MAS             Tertutup       Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                             penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                             maupun disewa.
         4   CKI             Tertutup       Indonesia         Real estat.
         5   CGIC            Tertutup       Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                             penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                             maupun disewa.
         6   ASGE            Tertutup       Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                             penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                             maupun disewa.
         7   FCS             Tertutup       Indonesia         Jasa, real estat dan pembangunan (kontraktor).




                                                         1
Page 598
Industri properti di Indonesia pada tahun 2023 mengalami peningkatan sejalan
dengan pertumbuhan positif ekonomi Indonesia setelah mengalami resesi akibat
dampak pandemi wabah Covid-19. Pemulihan ekonomi Indonesia tersebut dan
peningkatan daya beli konsumen dinilai merupakan faktor yang mendorong
stabilitas indutri properti. Sebagai salah satu industri yang memberikan kontribusi
pertumbuhan industri nasional, dengan keunggulan populasi yang dimiliki
Indonesia yang didukung transformasi digitalisasi, industri properti terus memacu
pembangunan infrakstruktur untuk lebih berkualitas sehingga dapat meningkatkan
prospek pertumbuhan kinerjanya. Manajemen Perseroan memandang
pertumbuhan industri properti memiliki potensi untuk dapat berkembang yang
didukung oleh pertumbuhan ekonomi maupun sosial, meningkatnya populasi, dan
meningkatnya daya beli masyarakat. Dengan demikian, Perseroan merencanakan
untuk melakukan beberapa rencana aksi korporasi dengan rincian sebagai berikut:

   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan
    modal ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Bumindo Mekar
    Wibawa (selanjutnya disebut “BMW”), melalui rencana peningkatan modal
    dasar BMW terlebih dahulu (selanjutnya disebut “Rencana Penyertaan
    Saham BMW”);

   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan
    modal ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Cahaya Inti Sentosa
    (selanjutnya disebut “CIS”), melalui rencana peningkatan modal dasar CIS
    terlebih dahulu (selanjutnya disebut “Rencana Penyertaan Saham CIS”);

   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan
    modal ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Jaya Indah Sentosa
    (selanjutnya disebut “JIS”), melalui rencana peningkatan modal dasar JIS
    terlebih dahulu (selanjutnya disebut “Rencana Penyertaan Saham JIS”);

   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan
    modal ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Kemilau Karya Utama
    (selanjutnya disebut “KKU”) dengan menerbitkan saham seri B yang memiliki
    seluruh hak yang sama dengan saham yang diterbitkan oleh KKU, yang
    selanjutnya akan menjadi saham seri A, kecuali perbedaan harga nominal per
    lembar saham untuk saham seri A dan saham seri B tersebut, melalui rencana
    peningkatan modal dasar KKU terlebih dahulu (selanjutnya disebut “Rencana
    Penyertaan Saham KKU”);

   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan
    modal ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Karunia Utama Selaras
    (selanjutnya disebut “KUS”), melalui rencana peningkatan modal dasar KUS
    terlebih dahulu (selanjutnya disebut “Rencana Penyertaan Saham KUS”);

   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan
    modal ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Sumber Cipta Utama
    (selanjutnya disebut “SCU”), melalui rencana peningkatan modal dasar SCU
    terlebih dahulu (selanjutnya disebut “Rencana Penyertaan Saham SCU”); dan



                                   2
Page 599
       Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas rencana peningkatan
        modal ditempatkan dan disetor yang dilakukan oleh PT Sharindo Matratama
        (selanjutnya disebut “SHM”), dengan menerbitkan saham seri B yang memiliki
        seluruh hak yang sama dengan saham yang diterbitkan oleh SHM, yang
        selanjutnya akan menjadi saham seri A, kecuali perbedaan harga nominal per
        lembar saham untuk saham seri A dan saham seri B tersebut, melalui rencana
        peningkatan modal dasar SHM terlebih dahulu (selanjutnya disebut “Rencana
        Penyertaan Saham SHM”).

Rencana Penyertaan Saham BMW, Rencana Penyertaan Saham CIS, Rencana
Penyertaan Saham JIS, Rencana Penyertaan Saham KKU, Rencana Penyertaan
Saham KUS, Rencana Penyertaan Saham SCU, dan Rencana Penyertaan Saham
SHM selanjutnya secara bersama-sama disebut “Rencana Penyertaan Saham”.

Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
pada tanggal 30 Juni 2023, ruang lingkup kegiatan usaha dan status
perusahaan-perusahaan dalam Rencana Penyertaan Saham adalah sebagai
berikut:

No.      Keterangan   Status     Domisili                                       Kegiatan Usaha

    1   BMW           Tertutup   Indonesia        Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa dan kawasan industri.
    2   CIS           Tertutup   Indonesia        Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                 penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                 maupun disewa.
    3   JIS           Tertutup   Indonesia        Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                 penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                 maupun disewa.
    4   KKU           Tertutup   Indonesia        Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa.
    5   KUS           Tertutup   Indonesia        Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                 penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                 maupun disewa.
    6   SCU           Tertutup   Indonesia        Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                 penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                 maupun disewa.
    7   SHM           Tertutup   Indonesia        Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                 penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                 maupun disewa.




Sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham, Perseroan merencanakan
untuk melakukan penawaran umum terbatas dengan hak memesan efek terlebih
dahulu atas saham dalam portepel Perseroan sebagaimana diatur dalam
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 14/POJK.04/2019 tanggal 30 April 2019
tentang “Perubahan atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
32/POJK.04/2015 tentang Penambahan Modal Perusahaan Terbuka Dengan
Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu” (selanjutnya disebut
“POJK 14/2019”), dimana dalam rangka penyelesaian Rencana Penyertaan
Saham, Perseroan merencanakan untuk menggunakan dana hasil penawaran
umum terbatas dengan hak memesan efek terlebih dahulu atas saham portepel
Perseroan (selanjutnya disebut “Rencana PMDHMETD”).




                                             3
Page 600
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Penyertaan Saham dan Rencana PMDHMETD merupakan satu kesatuan
transaksi yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya dan selanjutnya
secara bersama-sama disebut “Rencana Transaksi”.

Sebelumnya, Perseroan telah melakukan penambahan kegiatan usaha dan
mengembangkan bisnis pada bidang real estat dengan melakukan akuisisi
sebesar 51,00% saham pada BKS. Selanjutnya, Perseroan melalui BKS telah
melakukan akuisisi sebesar 51,00% saham masing-masing pada MAS dan CGIC.
Ruang lingkup kegiatan usaha BKS, MAS, dan CGIC adalah bergerak pada bidang
real estat dan memiliki lahan yang seluruhnya berada di Kabupaten Tangerang
dan ketiganya merupakan pengembang kawasan PIK 2. Berdasarkan keterangan
yang diperoleh dari manajemen Perseroan, saat ini, sebagaian besar pendapatan
Perseroan berasal dari real estat.

Kawasan PIK 2 merupakan kota mandiri dengan konsep smart city yang
dikembangkan oleh Agung Sedayu dan Grup Salim, dengan lokasi yang
terbentang pada lahan seluas lebih dari 6.000 hektar di bagian barat hingga bagian
utara Jakarta. Disebut sebagai “the new Jakarta City”, kawasan PIK 2
menghadirkan beberapa mega proyek seperti mal (Sedayu Watertown Mall),
kawasan bisnis (Islamic Financial Center), pusat olahraga, hunian, destinasi
kuliner, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya (RS Hermina, Tzu Chi
International School, berbagai tempat ibadah). Selanjutnya, pada kawasan PIK 2
juga direncanakan akan dibangun berbagai fasilitas dan destinasi wisata unik
seperti beach club, Aloha Pasir Putih, Ginza Beach Walk sampai Community Park
(event space), yang secara efektif dapat menjadi daya tarik keramaian konsumen
dan pada akhirnya dapat meningkatkan permintaan properti PIK 2, terutama untuk
hunian dan kaveling komersial. Selain itu, dengan adanya proyek infrastruktur
seperti pembangunan tol baru yang menghubungkan kawasan PIK 2 dengan jalur
tol lingkar luar Jakarta ke depannya dapat mempermudah akses ke kawasan.

Sejalan dengan strategi bisnis Perseroan, Perseroan terus berupaya untuk
menerapkan fokus pada perluasan skala proyek Perseroan pada kawasan PIK 2
dengan merencanakan pertumbuhan secara anorganik melalui Rencana
Penyertaan Saham. Mengingat bahwa Rencana Penyertaan Saham pada
perusahaan-perusahaan tersebut merupakan salah satu rencana pengembang
kawasan PIK 2 yang memiliki proyek di kawasan yang sama dengan lokasi proyek
Perseroan di masa yang akan datang.

Dengan melakukan Rencana Penyertaan Saham, Perseroan senantiasa mencari
peluang bisnis potensial yang dapat memaksimalkan nilai investasi Perseroan di
masa yang akan datang. Perseroan memandang bahwa industri properti memiliki
potensi yang dapat berdampak positif bagi pengembangan bisnis Perseroan dan
menciptakan sinergi bisnis yang optimal khususnya pada pengembangan
kawasan PIK 2 sehingga Perseroan dapat mengambil seluruh potensi keuntungan
yang dihasilkan di masa yang akan datang sehingga pada akhirnya hal tersebut
dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan dan memberikan
nilai tambah bagi para pemegang saham Perseroan.




                                  4
Page 601
Sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham tersebut, Perseroan
merencanakan untuk melakukan Rencana PMDHMETD sesuai dengan
POJK 14/2019, dimana dalam rangka penyelesaian Rencana Penyertaan Saham,
Perseroan merencanakan untuk menggunakan dana hasil penawaran umum
terbatas dengan hak memesan efek terlebih dahulu atas saham portepel
Perseroan sehingga Perseroan dapat mengembangkan portofolio bisnis
Perseroan khususnya pada bidang industri properti.

Setelah Rencana Transaksi telah menjadi efektif, Perseroan berharap dapat
mengembangkan seluruh proyek-proyek Perseroan dengan terciptanya sinergi
antar masing-masing kawasan yang tergabung dalam satu kawasan PIK 2 secara
maksimal dimana setiap masing-masing portofolio bisnis industri properti yang
dimiliki oleh Perseroan dapat memberikan nilai tambah bagi kinerja keuangan
konsolidasian Perseroan.

Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

   Sejalan dengan strategi bisnis Perseroan, Perseroan terus berupaya untuk
    menerapkan fokus pada perluasan skala proyek Perseroan pada kawasan PIK
    2 dengan merencanakan pertumbuhan secara anorganik melalui Rencana
    Penyertaan Saham. Mengingat bahwa Rencana Penyertaan Saham pada
    perusahaan-perusahaan tersebut merupakan salah satu rencana
    pengembang kawasan PIK 2 yang memiliki proyek di kawasan yang sama
    dengan lokasi proyek Perseroan di masa yang akan datang.

   Dengan melakukan Rencana Penyertaan Saham, Perseroan senantiasa
    mencari peluang bisnis potensial yang dapat memaksimalkan nilai investasi
    Perseroan di masa yang akan datang. Perseroan memandang bahwa industri
    properti memiliki potensi yang dapat berdampak positif bagi pengembangan
    bisnis Perseroan dan menciptakan sinergi bisnis yang optimal khususnya pada
    pengembangan kawasan PIK 2 sehingga Perseroan dapat mengambil seluruh
    potensi keuntungan yang dihasilkan di masa yang akan datang sehingga pada
    akhirnya hal tersebut dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian
    Perseroan dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham
    Perseroan.

   Setelah Rencana Transaksi telah menjadi efektif, Perseroan berharap dapat
    mengembangkan seluruh proyek-proyek Perseroan dengan terciptanya sinergi
    antar masing-masing kawasan yang tergabung dalam satu kawasan PIK 2
    secara maksimal dimana setiap masing-masing portofolio bisnis industri
    properti yang dimiliki oleh Perseroan dapat memberikan nilai tambah bagi
    kinerja keuangan konsolidasian Perseroan.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, mengingat
bahwa terdapat kesamaan pengurus dan pengendalian Perseroan, BMW, CIS,
JIS, KKU, KUS, SCU, dan SHM, maka Rencana Penyertaan Saham merupakan
transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK
No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang “Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Benturan Kepentingan” (selanjutnya disebut “POJK 42/2020”).


                                  5
Page 602
       Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
       Rencana Penyertaan Saham tersebut merupakan transaksi material, sehingga
       Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal
       20 April 2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”
       (selanjutnya disebut “POJK 17/2020”).

       Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi dan transaksi
       material, POJK 42/2020 dan POJK 17/2020 mensyaratkan adanya laporan
       penilaian saham atas transaksi tersebut, yang disiapkan oleh penilai independen.

       Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Penyertaan Saham
       tersebut, maka Perseroan menunjuk penilai independen, Kantor Jasa Penilai
       Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya disebut “KR”
       atau “kami”) untuk melakukan penilaian atas nilai pasar 100,00% saham SHM.

       Mengingat SHM adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat
       diperjualbelikan di pasar modal, maka saham SHM bersifat tidak likuid.

I.B.   Objek serta Tujuan dan Maksud Penilaian

       Objek yang dinilai dalam penilaian ini adalah nilai pasar 100,00% saham SHM
       (selanjutnya disebut “Objek Penilaian”).

       Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen
       tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah
       dan/atau ekuivalensinya pada tanggal 30 Juni 2023.

       Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari
       Objek Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan
       pertimbangan oleh manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana
       Penyertaan Saham serta untuk memenuhi POJK 42/2020 dan POJK 17/2020.

       Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam
       Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan
       Penilaian Bisnis di Pasar Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut
       “POJK 35/2020”) serta Standar Penilaian Indonesia (selanjutnya disebut “SPI”)
       2018.

I.C.   Premis Penilaian

       Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis
       penilaian bahwa SHM adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.




                                        6
Page 603
I.D.   Independensi Penilai

       Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa
       adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan SHM
       ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan SHM. KR juga tidak
       memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
       Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan
       atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali
       tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis penilaian ini dan
       KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan No. KR/230412-001
       tanggal 12 April 2023 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.

I.E.   Tanggal Efektif Penilaian

       Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal
       30 Juni 2023. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan
       penilaian serta dari data keuangan SHM yang kami terima. Data keuangan
       tersebut berupa laporan keuangan SHM untuk periode enam bulan yang berakhir
       pada tanggal 30 Juni 2023 yang menjadi dasar penilaian ini.

I.F.   Profil PT Sharindo Matratama

       SHM didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 178 dari Misahardi Wilamarta, S.H.,
       tanggal 12 November 1988 dan disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik
       Indonesia dalam Surat Keputusan No. 02-2757.HT.01.01.TH.’89 tanggal
       1 April 1989.

       Anggaran dasar SHU telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan
       terakhir diaktakan dalam Akta Notaris No. 43 tanggal 16 Maret 2020 yang dibuat
       oleh Notaris Edison Jingga, S.H., M.H., tentang perubahan tempat kedudukan
       Perusahaan. Perubahan ini telah diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi
       Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
       dalam Surat Penerimaan Pemberitahuan No. AHU-0024735.AH.01.02.TAHUN
       2020 tanggal 20 Maret 2020.

       SHM berkedudukan di Tangerang dan berdomisili di Jalan Inspeksi PIK 2 Terusan
       Jalan Perancis No. 5, Tangerang, Banten.




                                          7
Page 604
I.F.1.   Struktur Permodalan

         Susunan pemegang saham SHM berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
         30 Juni 2023 adalah sebagai berikut:

         Tabel 1
         PT Sharindo Matratama
         Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham

                                                                                            (Dalam Rupiah)
                                                                        Persentase
                    Pemegang Saham                     Jumlah Saham                      Jumlah Modal
                                                                        Kepemilikan
         PT Agung Sedayu                                       50.000           50,00%     25.000.000.000
         PT Tunas Mekar Jaya                                   50.000           50,00%     25.000.000.000
         Jumlah                                               100.000          100,00%     50.000.000.000



I.F.2.   Struktur Pengurus

         Susunan Dewan Komisaris dan Direksi SHM pada tanggal 30 Juni 2023 adalah
         sebagai berikut:

         Dewan Komisaris
         Komisaris Utama                               :   Kho Cing Siong
         Komisaris                                     :   Freddy Numberi

         Direksi
         Direktur Utama                                :   Nono Sampono
         Direktur                                      :   Yohanes Edmond Budiman
         Direktur                                      :   Surya Pranoto Budiharjo
         Direktur                                      :   Belly Djaliel

I.F.3.   Kegiatan Usaha

         Ruang lingkup kegiatan usaha SHM adalah bergerak dalam bidang real estat yang
         dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian, penjualan, persewaan
         dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri maupun disewa.

I.G.     Definisi Nilai yang Digunakan

         Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan
         terbuka, maka dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.

         Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk
         digunakan dalam penilaian ini adalah nilai pasar, dimana berdasarkan
         POJK 35/2020, nilai pasar didefinisikan sebagai “estimasi sejumlah uang yang
         dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal
         penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat
         menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan
         secara layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar
         pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.



                                                   8
Page 605
I.H.   Pendekatan Penilaian yang Digunakan

       Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis
       internal akan berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis
       historis atas laporan posisi keuangan, dan laporan laba rugi komprehensif SHM,
       pengkajian atas kondisi operasi dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki
       SHM. Prospek SHM di masa yang akan datang kami evaluasi berdasarkan
       rencana usaha yang telah kami kaji kewajaran dan konsistensinya. Analisis
       eksternal didasarkan pada kajian singkat terhadap faktor-faktor eksternal yang
       dipertimbangkan sebagai penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian
       singkat atas prospek dari industri yang bersangkutan.

       Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar
       suatu “business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi
       keuangan dan laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya
       diperlukan penyesuaian terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan
       normalisasi keuntungan laporan laba rugi komprehensif yang biasanya disusun
       oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun nilai buku suatu
       perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan laba
       rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis
       yang dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian
       tersebut.

I.I.   Metode Penilaian yang Digunakan

       Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
       penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method).

       Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari
       semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai
       pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai
       pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan
       kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai pasar seluruh aset
       (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai pasar liabilitas.

       Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai
       untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak
       manajemen Perseroan dan SHM. Tidak tertutup kemungkinan untuk
       diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat memberikan
       hasil yang berbeda.




                                          9
Page 606
I.J.   Ringkasan Hasil Penilaian

       Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, ringkasan hasil penilaian kami adalah
       sebagai berikut:

       Berdasarkan metode penyesuaian aset bersih, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai
       pasar 100,00% saham SHM sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
       Rp 63,90 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 40,00%, maka nilai pasar
       100,00% saham SHM adalah sebesar Rp 38,34 miliar. Dengan demikian, nilai
       pasar 100,00% saham SHM berdasarkan metode penyesuaian aset bersih adalah
       sebesar Rp 38,34 miliar.

I.K.   Kesimpulan Penilaian

       Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima
       dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang mempengaruhi
       penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal
       30 Juni 2023 adalah sebesar Rp 38,34 miliar.

       Nilai pasar Objek Penilaian tersebut kami tentukan berdasarkan data dan informasi
       yang kami peroleh dari pihak manajemen Perseroan dan SHM serta pihak-pihak
       lain yang relevan dengan penilaian. Kami menganggap bahwa semua informasi
       tersebut adalah benar dan bahwa tidak ada keadaan atau hal-hal yang tidak
       terungkap yang akan mempengaruhi nilai pasar tersebut secara material.

       Kami tidak melakukan penyelidikan dan juga bukan merupakan tanggung jawab
       kami kemungkinan terjadinya masalah yang berkaitan dengan status hukum
       kepemilikan, kewajiban utang dan/atau sengketa atas SHM. Kami tegaskan pula
       bahwa kami tidak memperoleh manfaat atau keuntungan apapun baik saat ini
       maupun di masa mendatang dan imbalan jasa yang telah disetujui atas penilaian
       SHM tidak tergantung pada nilai yang dilaporkan.




                                        10
Page 607
II.     DESKRIPSI PENUGASAN

II.A.   Alasan dan Latar Belakang

        Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka
        (publicly-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
        Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam
        bidang perindustrian, aktivitas perusahaan holding dan konsultasi manajemen.
        Perseroan dan entitas anaknya bergerak dalam beberapa bidang usaha yang
        meliputi industri macam-macam wadah dari logam berupa kaleng kemas,
        pengolahan hasil perikanan dan real estat. Perseroan berdomisili di Jalan Marina
        Raya, Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara 14470, dengan nomor telepon:
        (021) 2941 7685 dan email: corporate.secretary@agungsedayu.com.

        Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
        30 Juni 2023, Perseroan memiliki penyertaan saham pada beberapa entitas anak
        baik langsung maupun tidak langsung dengan rincian sebagai berikut:


                                                                 Perseroan


                                          99,00%                                                      51,00%

                                         PET
                                                                                                   BKS
                                    BKS 1,00%
                     51,00%               57,00%                        51,00%                        99,60%                        40,00%


                    MAS                  CKI                        CGIC                          ASGE                           FCS




        Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, ruang
        lingkup kegiatan usaha dan status Entitas Anak Perseroan adalah sebagai berikut:

        No.    Keterangan     Status           Domisili                                         Kegiatan Usaha

          1   PET             Tertutup         Indonesia         Aktivitas manajemen konsultasi lainnya dan real estat yang dimiliki sendiri atau
                                                                disewa mencakup usaha pembelian, penjualan, persewaan, dan pengoperasian
                                                                real estat baik yang dimiliki sendiri maupun disewa.
          2   BKS             Tertutup         Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                                penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                                maupun disewa.
          3   MAS             Tertutup         Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                                penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                                maupun disewa.
          4   CKI             Tertutup         Indonesia         Real estat.
          5   CGIC            Tertutup         Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                                penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                                maupun disewa.
          6   ASGE            Tertutup         Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                                penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                                maupun disewa.
          7   FCS             Tertutup         Indonesia         Jasa, real estat dan pembangunan (kontraktor).




                                                           11
Page 608
Industri properti di Indonesia pada tahun 2023 mengalami peningkatan sejalan
dengan pertumbuhan positif ekonomi Indonesia setelah mengalami resesi akibat
dampak pandemi wabah Covid-19. Pemulihan ekonomi Indonesia tersebut dan
peningkatan daya beli konsumen dinilai merupakan faktor yang mendorong
stabilitas indutri properti. Sebagai salah satu industri yang memberikan kontribusi
pertumbuhan industri nasional, dengan keunggulan populasi yang dimiliki
Indonesia yang didukung transformasi digitalisasi, industri properti terus memacu
pembangunan infrakstruktur untuk lebih berkualitas sehingga dapat meningkatkan
prospek pertumbuhan kinerjanya. Manajemen Perseroan memandang
pertumbuhan industri properti memiliki potensi untuk dapat berkembang yang
didukung oleh pertumbuhan ekonomi maupun sosial, meningkatnya populasi, dan
meningkatnya daya beli masyarakat. Dengan demikian, Perseroan merencanakan
untuk melakukan Rencana Penyertaan Saham.

Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
pada tanggal 30 Juni 2023, ruang lingkup kegiatan usaha dan status
perusahaan-perusahaan dalam Rencana Penyertaan Saham adalah sebagai
berikut:

 No.    Keterangan   Status     Domisili                                        Kegiatan Usaha

   1   BMW           Tertutup   Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa dan kawasan industri.
   2   CIS           Tertutup   Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                 penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                 maupun disewa.
   3   JIS           Tertutup   Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                 penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                 maupun disewa.
   4   KKU           Tertutup   Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa.
   5   KUS           Tertutup   Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                 penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                 maupun disewa.
   6   SCU           Tertutup   Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                 penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                 maupun disewa.
   7   SHM           Tertutup   Indonesia         Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                                 penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                                 maupun disewa.




Sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham, Perseroan merencanakan
untuk melakukan Rencana PMDHMETD.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Penyertaan Saham dan Rencana PMDHMETD merupakan satu kesatuan
transaksi yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya dan selanjutnya
secara bersama-sama disebut “Rencana Transaksi”.

Sebelumnya, Perseroan telah melakukan penambahan kegiatan usaha dan
mengembangkan bisnis pada bidang real estat dengan melakukan akuisisi
sebesar 51,00% saham pada BKS. Selanjutnya, Perseroan melalui BKS telah
melakukan akuisisi sebesar 51,00% saham masing-masing pada MAS dan CGIC.
Ruang lingkup kegiatan usaha BKS, MAS, dan CGIC adalah bergerak pada bidang
real estat dan memiliki lahan yang seluruhnya berada di Kabupaten Tangerang
dan ketiganya merupakan pengembang kawasan PIK 2. Berdasarkan keterangan
yang diperoleh dari manajemen Perseroan, saat ini, sebagaian besar pendapatan
Perseroan berasal dari real estat.


                                            12
Page 609
Kawasan PIK 2 merupakan kota mandiri dengan konsep smart city yang
dikembangkan oleh Agung Sedayu dan Grup Salim, dengan lokasi yang
terbentang pada lahan seluas lebih dari 6.000 hektar di bagian barat hingga bagian
utara Jakarta. Disebut sebagai “the new Jakarta City”, kawasan PIK 2
menghadirkan beberapa mega proyek seperti mal (Sedayu Watertown Mall),
kawasan bisnis (Islamic Financial Center), pusat olahraga, hunian, destinasi
kuliner, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya (RS Hermina, Tzu Chi
International School, berbagai tempat ibadah). Selanjutnya, pada kawasan PIK 2
juga direncanakan akan dibangun berbagai fasilitas dan destinasi wisata unik
seperti beach club, Aloha Pasir Putih, Ginza Beach Walk sampai Community Park
(event space), yang secara efektif dapat menjadi daya tarik keramaian konsumen
dan pada akhirnya dapat meningkatkan permintaan properti PIK 2, terutama untuk
hunian dan kaveling komersial. Selain itu, dengan adanya proyek infrastruktur
seperti pembangunan tol baru yang menghubungkan kawasan PIK 2 dengan jalur
tol lingkar luar Jakarta ke depannya dapat mempermudah akses ke kawasan.

Sejalan dengan strategi bisnis Perseroan, Perseroan terus berupaya untuk
menerapkan fokus pada perluasan skala proyek Perseroan pada kawasan PIK 2
dengan merencanakan pertumbuhan secara anorganik melalui Rencana
Penyertaan Saham. Mengingat bahwa Rencana Penyertaan Saham pada
perusahaan-perusahaan tersebut merupakan salah satu rencana pengembang
kawasan PIK 2 yang memiliki proyek di kawasan yang sama dengan lokasi proyek
Perseroan di masa yang akan datang.

Dengan melakukan Rencana Penyertaan Saham, Perseroan senantiasa mencari
peluang bisnis potensial yang dapat memaksimalkan nilai investasi Perseroan di
masa yang akan datang. Perseroan memandang bahwa industri properti memiliki
potensi yang dapat berdampak positif bagi pengembangan bisnis Perseroan dan
menciptakan sinergi bisnis yang optimal khususnya pada pengembangan
kawasan PIK 2 sehingga Perseroan dapat mengambil seluruh potensi keuntungan
yang dihasilkan di masa yang akan datang sehingga pada akhirnya hal tersebut
dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan dan memberikan
nilai tambah bagi para pemegang saham Perseroan.

Sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham tersebut, Perseroan
merencanakan untuk melakukan Rencana PMDHMETD sesuai dengan
POJK 14/2019, dimana dalam rangka penyelesaian Rencana Penyertaan Saham,
Perseroan merencanakan untuk menggunakan dana hasil penawaran umum
terbatas dengan hak memesan efek terlebih dahulu atas saham portepel
Perseroan sehingga Perseroan dapat mengembangkan portofolio bisnis
Perseroan khususnya pada bidang industri properti.

Setelah Rencana Transaksi telah menjadi efektif, Perseroan berharap dapat
mengembangkan seluruh proyek-proyek Perseroan dengan terciptanya sinergi
antar masing-masing kawasan yang tergabung dalam satu kawasan PIK 2 secara
maksimal dimana setiap masing-masing portofolio bisnis industri properti yang
dimiliki oleh Perseroan dapat memberikan nilai tambah bagi kinerja keuangan
konsolidasian Perseroan.




                                  13
Page 610
Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

   Sejalan dengan strategi bisnis Perseroan, Perseroan terus berupaya untuk
    menerapkan fokus pada perluasan skala proyek Perseroan pada kawasan PIK
    2 dengan merencanakan pertumbuhan secara anorganik melalui Rencana
    Penyertaan Saham. Mengingat bahwa Rencana Penyertaan Saham pada
    perusahaan-perusahaan tersebut merupakan salah satu rencana
    pengembang kawasan PIK 2 yang memiliki proyek di kawasan yang sama
    dengan lokasi proyek Perseroan di masa yang akan datang.

   Dengan melakukan Rencana Penyertaan Saham, Perseroan senantiasa
    mencari peluang bisnis potensial yang dapat memaksimalkan nilai investasi
    Perseroan di masa yang akan datang. Perseroan memandang bahwa industri
    properti memiliki potensi yang dapat berdampak positif bagi pengembangan
    bisnis Perseroan dan menciptakan sinergi bisnis yang optimal khususnya pada
    pengembangan kawasan PIK 2 sehingga Perseroan dapat mengambil seluruh
    potensi keuntungan yang dihasilkan di masa yang akan datang sehingga pada
    akhirnya hal tersebut dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian
    Perseroan dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham
    Perseroan.

   Setelah Rencana Transaksi telah menjadi efektif, Perseroan berharap dapat
    mengembangkan seluruh proyek-proyek Perseroan dengan terciptanya sinergi
    antar masing-masing kawasan yang tergabung dalam satu kawasan PIK 2
    secara maksimal dimana setiap masing-masing portofolio bisnis industri
    properti yang dimiliki oleh Perseroan dapat memberikan nilai tambah bagi
    kinerja keuangan konsolidasian Perseroan.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, mengingat
bahwa terdapat kesamaan pengurus dan pengendalian Perseroan, BMW, CIS,
JIS, KKU, KUS, SCU, dan SHM, maka Rencana Penyertaan Saham merupakan
transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus memenuhi POJK 42/2020.

Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
Rencana Penyertaan Saham tersebut merupakan transaksi material, sehingga
Perseroan harus memenuhi POJK 17/2020.

Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi dan transaksi
material, POJK 42/2020 dan POJK 17/2020 mensyaratkan adanya laporan
penilaian saham atas transaksi tersebut, yang disiapkan oleh penilai independen.

Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Penyertaan Saham
tersebut, maka Perseroan menunjuk penilai independen, KR untuk melakukan
penilaian atas Objek Penilaian.

Mengingat SHM adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat
diperjualbelikan di pasar modal, maka saham SHM bersifat tidak likuid.




                                 14
Page 611
II.B.   Tujuan dan Maksud Penilaian

        Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen
        tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah
        dan/atau ekuivalensinya pada tanggal 30 Juni 2023.

        Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari
        Objek Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan
        pertimbangan oleh manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana
        Penyertaan Saham serta untuk memenuhi POJK 42/2020 dan POJK 17/2020.

        Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam
        POJK 35/2020 serta SPI 2018.

II.C.   Definisi Nilai yang Digunakan

        Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan
        terbuka, maka dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.

        Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk
        digunakan dalam penilaian ini adalah nilai pasar, dimana berdasarkan
        POJK 35/2020, nilai pasar didefinisikan sebagai “estimasi sejumlah uang yang
        dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal
        penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat
        menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan
        secara layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar
        pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.

II.D.   Tanggal Efektif Penilaian

        Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal
        30 Juni 2023. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan
        penilaian serta dari data keuangan SHM yang kami terima. Data keuangan
        tersebut berupa laporan keuangan SHM untuk periode enam bulan yang berakhir
        pada tanggal 30 Juni 2023 yang menjadi dasar penilaian ini.

II.E.   Data dan Informasi yang Digunakan

        Dalam melakukan penilaian untuk memperkirakan nilai pasar Objek Penilaian,
        kami telah menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau melaksanakan
        prosedur atas data dan informasi sebagai berikut:

        1. Laporan keuangan SHM untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
           (selanjutnya disebut “KAP”) Suharli, Sugiharto & Rekan (selanjutnya
           disebut     “SSR”)    sebagaimana       tertuang   dalam     laporannya
           No. 00332/2.1315/AU.1/03/1415-2/1/VII/2023 tanggal 31 Juli 2023 dengan
           pendapat wajar tanpa pengecualian;




                                         15
Page 612
2. Laporan keuangan SHM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP SSR sebagaimana tertuang
   dalam laporannya No. 00324/2.1315/AU.1/03/1415-1/1/VII/2023 tanggal
   31 Juli 2023 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian dengan hal lain;

3. Laporan keuangan SHM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP Haryono, Junianto & Asmoro
   (selanjutnya disebut “HJA”) sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00016/3.0447/AU.1/03/1113-7/1/XI/2022 tanggal 8 November 2022
   dengan pendapat wajar dengan pengecualian;

4. Laporan keuangan SHM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP HJA sebagaimana tertuang
   dalam laporannya No. 00015/3.0447/AU.1/03/1113-6/1/XI/2022 tanggal
   6 November 2022 dengan pendapat wajar dengan pengecualian;

5. Laporan keuangan SHM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2019 yang telah diaudit oleh KAP HJA sebagaimana tertuang
   dalam laporannya No. 00014/3.0447/AU.1/03/1113-5/1/XI/2022 tanggal
   3 November 2022 dengan pendapat wajar dengan pengecualian;

6. Laporan keuangan SHM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2018 yang telah diaudit oleh KAP HJA sebagaimana tertuang
   dalam laporannya No. 00013/3.0447/AU.1/03/1113-4/1/XI/2022 tanggal
   1 November 2022 dengan pendapat wajar dengan pengecualian;

7. Laporan penilaian properti SHM per 30 Juni 2023 yang disusun oleh KJPP
   Suwendho Rinaldy & Rekan sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00359/2.0059-02/PI/03/0242/1/VIII/2023 tanggal 7 Agustus 2023;

8. Anggaran dasar SHM yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta
   Notaris No. 43 tanggal 16 Maret 2020 yang dibuat oleh Edison Jingga S.H.,
   M.H., mengenai perubahan tempat kedudukan SHM;

9. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Yohanes
   Edmond Budiman dengan posisi sebagai Direktur, mengenai alasan, latar
   belakang, dan hal-hal lain yang terkait dengan Rencana Transaksi;

10. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan SHM serta pihak-pihak lain
    yang relevan untuk penugasan;

11. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik,
    antara lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website
    Bursa Efek Indonesia, dan Bloomberg;

12. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara
    lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek
    Indonesia, dan Bloomberg;




                                 16
Page 613
          13. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik,
              antara lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website
              Bursa Efek Indonesia, dan Bloomberg;

          14. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Transaksi; dan

          15. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik
              dan hasil analisis lain yang kami anggap relevan.

          Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
          keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan
          informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan SHM atau
          yang tersedia secara umum dan kami tidak bertanggung jawab atas kebenaran
          informasi-informasi tersebut.

          Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari SHM. Jasa-jasa
          yang kami berikan kepada Perseroan hanya merupakan penilaian atas Objek
          Penilaian dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Pekerjaan kami
          yang berkaitan dengan penilaian tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan
          merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan
          prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak
          dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian
          internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau
          pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak
          mencoba mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya yang dilakukan
          Perseroan.

II.F.     Informasi Non-Keuangan

II.F.1.   Produk dan/atau Jasa yang Dihasilkan

          Ruang lingkup kegiatan usaha SHM adalah bergerak dalam bidang real estat yang
          dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian, penjualan, persewaan
          dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri maupun disewa. Dengan
          demikian, produk yang dihasilkan oleh SHM adalah kavling komersial, ruko, small
          office home office, dan rumah tinggal.

II.F.2.   Pasar Geografis

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pasar geografis SHM meliputi wilayah
          Tangerang.




                                           17
Page 614
II.F.3.   Pemasok Utama dan Pelanggan Kunci

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pemasok utama SHM adalah sebagai
          berikut:

             PT Permaisuri Indah Vania;
             PT Naga Surya Indah; dan
             PT Pancur Gading Sejahtera.

          Selanjutnya, dalam menjalankan kegiatan usahanya, pelanggan kunci SHM
          adalah orang pribadi, serta perusahaan bisnis dan pengembang.

II.F.4.   Pesaing Usaha

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pesaing usaha SHM adalah sebagai
          berikut:

             PT Bumi Serpong Damai Tbk;
             PT Ciputra Development Tbk;
             PT Sinarmas Land Tbk;
             PT Summarecon Agung Tbk;
             PT Lippo Karawaci Group Tbk; dan
             PT Alam Sutra Realty Tbk.

II.F.5.   Strategi dan Rencana Masa Depan (Business Plan)

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, strategi dan rencana masa depan SHM
          adalah sebagai berikut:

             Memanfaatkan digital platform khususnya untuk product knowledge, sehingga
              memberikan gambaran yang terinci terkait dengan produk yang dijual serta
              dengan semua spesifikasinya dimana, hal tersebut bertujuan untuk
              memudahkan para konsumen dalam memilih produk yang tepat sebelum
              melakukan pembelian;
             Memberikan penawaran penjualan dengan berbagai promo seperti
              menawarkan program pembayaran yang menarik, memberikan diskon khusus,
              dan memberikan bonus atas penjualan;
             Melakukan survei kepuasan konsumen dan kebutuhan pasar secara berkala
              agar selalu terdepan dalam memberikan pelayanan maupun menyediakan
              produk;
             Menjalin kerjasama dengan pihak perbankan dalam rangka memberikan
              kemudahan dan kenyamanan bertransaksi bagi pelanggan serta bekerjasama
              dengan vendor terkemuka untuk menjaga mutu produk;
             Menjaga nama baik perusahaan agar nilai investasi produk selalu terjaga dan
              meningkat; dan
             Bekerjasama dengan para pelaku usaha di kawasan proyek untuk turut serta
              menggerakkan roda perekonomian negara.




                                            18
Page 615
II.G.   Jenis Ekuitas

        Saham yang dimiliki SHM merupakan saham biasa, dimana setiap pemegang
        saham SHM memiliki 1 hak suara per lembar saham.

II.H.   Kondisi Pembatas dan Asumsi-Asumsi Pokok

        Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum
        bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai
        dengan tanggal penerbitan laporan penilaian ini.

        Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode penyesuaian aset bersih
        didasarkan pada laporan keuangan SHM yang telah diaudit. Kami telah melakukan
        penyesuaian atas laporan keuangan tersebut agar dapat mencerminkan nilai
        pasarnya. Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian berdasarkan
        kinerja historis SHM dan informasi manajemen SHM terhadap laporan keuangan
        SHM tersebut. Kami juga bertanggung jawab atas laporan penilaian SHM dan
        kesimpulan nilai akhir.

        Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi
        dan kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal
        penilaian sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi
        perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi
        yang digunakan dalam penilaian. Kami tidak bertanggung jawab untuk
        menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan (update) pendapat kami
        karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta peristiwa-peristiwa yang
        terjadi setelah tanggal laporan ini.

        Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
        keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan
        informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan SHM atau
        yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan
        tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung jawab untuk melakukan
        pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut. Kami juga
        bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan dan SHM bahwa mereka
        tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang
        diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

        Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
        sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi
        tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami
        tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun
        segala kehilangan, kerusakan, biaya, ataupun pengeluaran apapun yang
        disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi sehingga data yang kami peroleh
        menjadi tidak lengkap dan/atau dapat disalahartikan.




                                        19
Page 616
        Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi
        yang mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar
        akan mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa
        perubahan terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil
        penilaian dan bahwa perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi
        dari laporan penilaian ini telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara
        yang profesional, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan
        terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya analisis
        tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan
        analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai
        dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer opinion
        dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
        bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan dan SHM.

        Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan
        dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit,
        atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan
        tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam
        pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan,
        atau pelanggaran hukum. Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas
        status hukum SHM berdasarkan anggaran dasar SHM.

II.I.   Tingkat Kedalaman Investigasi

        Dalam menyusun laporan penilaian Objek Penilaian, KR diberikan kesempatan
        untuk melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan laporan penilaian
        Objek Penilaian.




                                          20
Page 617
II.J.   Distribusi Laporan Penilaian

        Penilaian ini hanya ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam
        kaitannya dengan Rencana Penyertaan Saham serta tidak dapat digunakan atau
        dikutip untuk tujuan lain tanpa adanya izin tertulis dari KR dan/atau tidak untuk
        digunakan oleh pihak lain.

        Penilaian ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
        umum bisnis dan keuangan, serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak
        bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami
        karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Walaupun
        demikian, kami memiliki hak untuk, jika diperlukan, mengubah atau melengkapi
        hasil dari laporan ini jika terdapat tambahan informasi yang relevan setelah tanggal
        laporan ini yang kami anggap dapat berpengaruh secara signifikan terhadap hasil
        penilaian kami. Laporan penilaian ini hanya dipersiapkan untuk dapat
        dipergunakan sesuai dengan tujuan yang telah disebutkan di atas dan tidak dapat
        dipergunakan untuk tujuan lainnya.

        Pendapat yang kami sampaikan di sini harus dipandang sebagai satu kesatuan
        bersama dengan laporan lengkap yang telah kami siapkan. Penggunaan sebagian
        analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan
        analisis dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan.

II.K.   Jenis Laporan

        Jenis laporan penilaian 100,00% saham PT Sharindo Matratama ini merupakan
        laporan terinci.

II.L.   Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events)

        Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal
        penilaian, yaitu tanggal 30 Juni 2023, sampai dengan tanggal diterbitkannya
        laporan penilaian 100,00% saham PT Sharindo Matratama tidak terdapat kejadian
        penting setelah tanggal penilaian (subsequent events) yang secara signifikan
        dapat mempengaruhi penilaian nilai pasar Objek Penilaian.




                                          21
Page 618
III.     PENJELASAN SINGKAT MENGENAI OBJEK PENILAIAN

III.A.   Latar Belakang PT Sharindo Matrama

         SHM didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 178 dari Misahardi Wilamarta, S.H.,
         tanggal 12 November 1988 dan disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik
         Indonesia dalam Surat Keputusan No. 02-2757.HT.01.01.TH.89 tanggal
         1 April 1989.

         Anggaran dasar SHM telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan
         terakhir diaktakan dalam Akta Notaris No. 43 tanggal 16 Maret 2020 yang dibuat
         oleh Notaris Edison Jingga, S.H., M.H., tentang perubahan tempat kedudukan
         Perusahaan. Perubahan ini telah diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi
         Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
         dalam Surat Penerimaan Pemberitahuan No. AHU-0024735.AH.01.02.TAHUN
         2020 tanggal 20 Maret 2020.

         SHM berkedudukan di Tangerang dan berdomisili di Jalan Inspeksi PIK 2 Terusan
         Jalan Perancis No. 5, Tangerang, Banten.

III.B.   Kegiatan Usaha

         Ruang lingkup kegiatan usaha SHM adalah bergerak dalam bidang real estat yang
         dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian, penjualan, persewaan
         dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri maupun disewa.

III.C.   Manajemen

         Susunan Dewan Komisaris dan Direksi SHM pada tanggal 30 Juni 2023 adalah
         sebagai berikut:

         Dewan Komisaris
         Komisaris Utama                       :   Kho Cing Siong
         Komisaris                             :   Freddy Numberi

         Direksi
         Direktur Utama                        :   Nono Sampono
         Direktur                              :   Yohanes Edmond Budiman
         Direktur                              :   Surya Pranoto Budiharjo
         Direktur                              :   Belly Djaliel




                                          22
Page 619
III.D.   Kepemilikan Saham

         Susunan pemegang saham SHM berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
         30 Juni 2023 adalah sebagai berikut:

         Tabel 2
         PT Sharindo Matratama
         Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham

                                                                                                              (Dalam Rupiah)
                                                                                    Persentase
                         Pemegang Saham                  Jumlah Saham                                    Jumlah Modal
                                                                                   Kepemilikan
         PT Agung Sedayu                                               50.000                 50,00%         25.000.000.000
         PT Tunas Mekar Jaya                                           50.000                 50,00%         25.000.000.000
         Jumlah                                                       100.000                100,00%         50.000.000.000



III.E.   Data Keuangan Historis

         Laporan keuangan SHM untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
         30 Juni 2023 yang telah diaudit oleh KAP SSR dengan pendapat wajar tanpa
         pengecualian. Laporan keuangan SHM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
         31 Desember 2022 telah diaudit oleh KAP SSR dengan pendapat wajar tanpa
         pengecualian dengan hal lain. Laporan keuangan SHM untuk tahun yang berakhir
         pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021, 2020, 2019, dan 2018 telah diaudit oleh
         KJPP HJA masing-masing dengan pendapat dengan pengecualian.

         Ikhtisar data keuangan penting SHM adalah sebagai berikut:
         Tabel 3
         PT Sharindo Matratama
         Laporan Posisi Keuangan
         Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018-2022

                                                                                                             (Dalam jutaan Rupiah)

                              Keterangan              30/06/23      31/12/22    31/12/21    31/12/20    31/12/19      31/12/18

         ASET
         ASET LANCAR
         Kas dan setara kas                                36.970      41.865       2.710       1.432         495            671
         Piutang lain-lain                                 17.430      29.370      34.460      34.259      34.259         34.259
         Uang muka dan biaya dibayar di muka                  640       1.154           -           -          90            103
         Pajak dibayar di muka                             30.085      16.095         302           7           7              -
         Jumlah Aset Lancar                                85.125      88.484      37.471      35.697      34.850         35.032
         ASET TIDAK LANCAR
         Deposito berjangka                                1.097        1.097           -           -           -              -
         Persediaan                                    1.176.217      838.006     611.437     597.355     583.217        568.700
         Aset tetap - neto                                 4.019        2.534           -           -           -              -
         Aset lain-lain                                      141          165           -           -           -              -
         Jumlah Aset Tidak Lancar                      1.181.474      841.801     611.437     597.355     583.217        568.700
         JUMLAH ASET                                   1.266.598      930.285     648.908     633.053     618.067        603.732




                                                      23
Page 620
                                                                                                                                  (Dalam jutaan Rupiah)

                       Keterangan                           30/06/23        31/12/22        31/12/21        31/12/20        31/12/19       31/12/18

LIABILITAS DAN EKUITAS (DEFISIENSI MODAL)
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                                    200.680          17.347             140               -                -             -
Utang lain-lain                                                151.045         272.026         322.000         584.096          569.139       555.581
Utang obligasi                                                       -               -         265.500               -                -             -
Biaya masih harus dibayar                                          368             792             980             899              845             -
Utang pajak                                                      4.326           4.631             369             153              149           149
Uang muka penjualan                                              7.057             533               -               -                -             -
Bagian jangka pendek dari liabilitas jangka panjang:
  Utang bank                                                     12.739          4.276                  -               -              -              -
  Liabilitas imbalan kerja                                        5.534          5.104                  -               -              -              -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                381.749         304.709         588.988         585.148          570.134       555.730
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Uang muka penjualan                                            842.423         564.329          12.071                  -              -              -
Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi bagian jangka
  jangka pendek:                                                      -              -                  -               -              -              -
  Utang bank                                                     58.384         40.497                  -               -              -              -
  Liabilitas imbalan kerja                                       12.888         11.887                  -               -              -              -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                               913.695         616.713          12.071                  -              -              -
JUMLAH LIABILITAS                                            1.295.445         921.421         601.058         585.148          570.134       555.730
EKUITAS (DEFISIENSI MODAL)
Modal saham                                                     50.000          50.000          50.000          50.000           50.000        50.000
Akumulasi kerugian                                             (78.846)        (41.136)         (2.150)         (2.095)          (2.067)       (1.998)
JUMLAH EKUITAS (DEFISIENSI MODAL)                              (28.846)          8.864          47.850          47.905           47.933        48.002
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS
  (DEFISIENSI MODAL)                                         1.266.598         930.285         648.908         633.053          618.067       603.732



Tabel 4
PT Sharindo Matratama
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023
dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2018 - 2022

                                                                                                                                  (Dalam jutaan Rupiah)
                                                             30/06/23        31/12/22        31/12/21        31/12/20        31/12/19      31/12/18
                       Keterangan
                                                            (6 Bulan)       (1 Tahun)       (1 Tahun)       (1 Tahun)       (1 Tahun)     (1 Tahun)
Pendapatan                                                              -               -               -               -              -              -
Beban pokok pendapatan                                                  -               -               -               -              -              -
Laba bruto                                                           -               -               -               -                -              -
Beban penjualan                                                 (4.287)         (1.445)            (77)              -                -              -
Beban umum dan administrasi                                    (33.396)        (38.269)             (9)            (61)             (79)            (6)
Penghasilan keuangan                                               397             632              39               -                -              -
Beban keuangan                                                    (423)           (125)             (8)              -                -              -
Beban lain-lain                                                     (2)            (13)              -              (2)              (1)            (9)
Rugi sebelum pajak final dan pajak penghasilan                 (37.710)        (39.220)            (55)            (62)             (80)           (15)
Pajak final                                                          -               -               -              34               11             12
Rugi sebelum pajak penghasilan                                 (37.710)        (39.220)            (55)            (28)             (69)            (3)
Pajak penghasilan                                                    -               -               -               -                -              -
Rugi periode/tahun berjalan                                    (37.710)        (39.220)            (55)            (28)             (69)            (3)
Penghasilan komprehensif lainnya                                     -             234               -               -                -              -
Jumlah rugi komprehensif periode/tahun berjalan                (37.710)        (38.986)            (55)            (28)             (69)            (3)




                                                            24
Page 621
IV.       KONDISI DAN TINJAUAN EKONOMI

IV.A.     Tinjauan Ekonomi Dunia

          Ketidakpastian perekonomian di dunia kembali meningkat dengan kecenderungan
          risiko pertumbuhan yang melambat dan kebijakan suku bunga moneter di negara
          maju yang lebih tinggi. Berdasarkan laporan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia
          (BI) yang berjudul Tinjauan Kebijakan Moneter Juni 2023, pertumbuhan ekonomi
          di dunia diproyeksikan tumbuh sebesar 2,70% year over year (yoy) dengan risiko
          perlambatan terutama di Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok. Sementara itu, di
          Tiongkok pertumbuhan ekonomi juga tidak sekuat prakiraan, sehingga mendorong
          pelonggaran kebijakan moneter. Pemulihan ekonomi di negara berkembang
          seperti di India tetap menguat disebabkan oleh kenaikan permintaan domestik dan
          ekspor jasa. Kondisi tersebut mendorong nilai tukar USD cenderung melemah
          terhadap mata uang di negara-negara maju namun menguat untuk mata uang
          pada negara-negara berkembang.

IV.A.1.   Produk Domestik Bruto
          Tabel 5
          Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Dunia

                                                                                                                     (Dalam %)
                                                                   Aktual                               Proyeksi
                         Keterangan
                                                    2019       2020      2021      2022       2023        2024        2025
          Dunia                                       2,80       (2,80)    6,30      3,40       2,60        2,70          3,20
          Negara Maju
           Amerika Serikat                             2,30      (2,80)    5,90       2,10      1,30        0,70          1,90
           Hong Kong                                  (1,70)     (6,50)    6,40      (3,50)     4,80        3,00          2,90
           Inggris                                     1,60     (11,00)    8,50       4,30      0,20        0,60          1,50
           Jepang                                     (0,40)     (4,30)    2,30       1,10      1,30        1,00          1,00
           Kanada                                      1,90      (5,10)    5,20       3,50      1,30        0,70          2,00
           Kawasan Eropa                               1,60      (6,00)    5,30       3,30      0,50        1,00          1,60
           Singapura                                   0,90      (4,10)    9,10       3,70      1,40        2,60          2,70
           Taiwan                                      3,10       3,40     6,50       2,40      1,00        3,00          2,50
           Korea Selatan                               2,20      (0,70)    4,30       2,60      1,20        2,20          2,50
          Negara Berkembang
           Argentina                                  (2,00)     (9,90)   10,70      5,00       (2,2)       (0,30)        2,00
           India                                       6,50       3,90    (5,80)     9,10        N/A         6,10         6,40
           Indonesia                                   5,00      (2,00)    3,70      5,30       5,00         5,00         5,20
           Kolombia                                    3,30      (6,80)   11,00      7,50       1,50         2,00         2,80
           Malaysia                                    4,30      (5,60)    3,10      8,70       4,20         4,50         4,50
           Meksiko                                    (0,20)     (8,00)    4,70      3,10       2,20         1,50         2,00
           Mesir                                       5,50       3,50     3,30      6,60       3,90         4,20         4,50
           Tiongkok                                    6,00       2,20     8,40      3,00       5,40         4,80         4,70

          Sumber: Bloomberg


          Salah satu indikator pertumbuhan ekonomi adalah Produk Domestik Bruto (PDB).
          Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada tahun 2023, PDB di dunia
          mengalami penurunan sebesar 0,80% secara keseluruhan. Penurunan PDB
          terbesar berasal dari kelompok negara maju yaitu Hong Kong, Inggris, Singapura,
          dan Taiwan masing-masing dengan persentase sebesar 9,90%, 4,20%, 5,40%,
          dan 4,10% serta dari kelompok negara berkembang yaitu Argentina, Kolombia,
          dan Tiongkok dengan persentase masing-masing sebesar 5,70%, 3,50%, dan
          5,40%. Namun demikian, PDB di negara-negara berkembang seperti India,
          Indonesia, Malaysia, dan Mesir mengalami pertumbuhan dengan persentase
          masing-masing sebesar 14,90%, 1,60%, 5,60%, dan 3,30%.



                                                        25
Page 622
IV.A.2.   Inflasi

          Inflasi merupakan salah satu indikator pertumbuhan ekonomi yang juga
          memegang peranan penting dalam menentukan perekonomian suatu negara.
          Tingkat inflasi mewakili mekanisme pasar di suatu negara yang mendorong
          kenaikan harga yang luas dan berkelanjutan.

          Dalam beberapa tahun terakhir, inflasi negara-negara di dunia mengalami
          fluktuasi. Secara keseluruhan, inflasi dunia pada tahun 2023 diproyeksikan
          mengalami penurunan sebesar 2,80% dibandingkan dengan tahun 2022. Tekanan
          inflasi di Amerika Serikat masih tinggi terutama disebabkan kelonggaran pasar
          tenaga kerja maupun tekanan stabilitas sistem keuangan yang mereda sehingga
          mendorong kemungkinan kenaikan federal funds rate ke depan.
          Tabel 6
          Pertumbuhan Inflasi

                                                                                                   (Dalam %)
                                                      Aktual                            Proyeksi
                         Keterangan
                                        2019      2020      2021      2022     2023       2024      2025
          Dunia                            3,50     3,20      4,70      8,70     5,90       4,00       3,60
          Negara Maju
           Amerika Serikat                 1,80      1,20     4,70      8,00     4,10       2,60       2,40
           Hong Kong                       2,90      0,30     1,60      1,90     2,40       2,30       2,30
           Inggris                         1,80      0,90     2,60      9,10     7,50       3,00       2,00
           Jepang                          0,50      0,00    (0,30)     2,50     2,90       1,70       1,40
           Kanada                          1,90      0,70     3,40      6,80     3,70       2,30       2,10
           Kawasan Eropa                   1,20      0,30     2,60      8,40     5,40       2,50       2,10
           Singapura                       0,60     (0,20)    2,30      6,10     4,90       3,00       1,80
           Taiwan                          0,60     (0,20)    2,00      3,00     2,10       1,50       1,80
           Korea Selatan                   0,40      0,50     2,50      5,10     3,30       2,10       2,10
          Negara Berkembang
           Argentina                      53,60    42,70     48,10     70,70   119,70     101,00      60,00
           India                           3,70     6,60      5,10      6,70      N/A       5,00       4,90
           Indonesia                       2,80     2,00      1,60      4,20     3,90       3,10       3,10
           Kolombia                        3,50     2,50      3,50     10,20    11,70       5,40       4,10
           Malaysia                        0,70    (1,10)     2,50      3,40     3,00       2,50       2,30
           Meksiko                         3,60     3,40      5,70      7,90     5,60       4,00       3,80
           Mesir                          13,90     5,70      4,50      8,50    26,90      18,00      12,50
           Tiongkok                        2,90     2,50      0,90      2,00     1,10       2,20       2,00


          Sumber: Bloomberg


          Pada tahun 2023, inflasi dunia tercatat sebesar 5,90%. Inflasi di dunia pada tahun
          2024 diperkirakan mengalami penurunan sebesar 1,90% menjadi 4,00% di tahun
          2024 dibandingkan pada tahun sebelumnya. Adanya tren penurunan tersebut
          dipicu oleh penurunan inflasi pada negara-negara maju dan negara-negara
          berkembang.

          Pada negara-negara maju, penurunan inflasi terbesar pada tahun 2023
          diperkirakan terjadi di AS, Inggris, Kanada, dan Kawasan Eropa masing-masing
          sebesar 3,90%, 1,60%, 3,10%, dan 3,00%. Sedangkan di negara-negara
          berkembang, penurunan inflasi terbesar diperkirakan terjadi di Malaysia dan
          Meksiko masing-masing sebesar 0,40% dan 2,30%. Namun demikian, kenaikan
          inflasi diperkirakan akan terjadi di Argentina dan Mesir pada tahun 2023 dengan
          peningkatan masing-masing sebesar 49,00% dan 18,40%.




                                            26
Page 623
IV.A.3.   Suku Bunga

          Pada tahun 2023, negara dengan suku bunga tertinggi adalah Argentina dengan
          presentase yang mencapai 113,40%, kemudian diikuti oleh negara Kolombia dan
          Meksiko masing-masing sebesar 12,15% dan 10,90%.
          Tabel 7
          Pertumbuhan Suku Bunga Bank Sentral

                                                                                                           (Dalam %)
                                                               Aktual                           Proyeksi
                         Keterangan
                                                2019       2020      2021     2022     2023       2024      2025
          Negara Maju
           Amerika Serikat                         1,75      0,25      0,25     4,50     5,40       3,85       3,10
           Hong Kong                               2,49      0,50      0,50     4,75      N/A        N/A        N/A
           Inggris                                 0,75      0,10      0,25     3,50     5,65       4,65       3,40
           Jepang                                 (0,10)     0,00      0,00     0,00     0,00       0,00       0,00
           Kanada                                  1,75      0,25      0,25     4,25     5,00       3,50        N/A
           Kawasan Eropa                           0,00      0,00      0,00     2,50     4,35       3,60       3,05
           Taiwan                                  1,38      1,13      1,13     1,75     1,85       1,70        N/A
           Korea Selatan                           1,25      0,50      1,00     3,25     3,40       2,45       2,35
          Negara Berkembang
           Argentina                               N/A        N/A       N/A      N/A   113,40      70,00      49,80
           India                                  5,15       4,00      4,00     6,25     6,40       5,75        N/A
           Indonesia                              5,00       3,75      3,50     5,50     5,55       4,80        N/A
           Kolombia                               4,25       1,75      3,00    12,00    12,15       6,95       5,20
           Malaysia                               3,00       1,75      1,75     2,72     3,10       2,90        N/A
           Meksiko                                7,28       4,40      5,43    10,55    10,90       7,80       6,60
           Mesir                                 12,25       8,25      8,25    16,25      N/A        N/A        N/A
           Tiongkok                               4,15       3,85      3,80     3,65     4,30        N/A        N/A

          Sumber: Bloomberg


          Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, suku bunga bank sentral pada
          tahun 2023 diperkirakan mengalami kenaikan dibandingkan dengan suku bunga
          pada tahun 2022. Negara maju yang diperkirakan mengalami kenaikan suku
          bunga bank sentral terbesar pada tahun adalah Kawasan Eropa dan Korea
          Selatan masing-masing sebesar 1,85% dan 1,65%. Sementara itu, negara
          berkembang yang diperkirakan mengalami kenaikan suku bunga tertinggi pada
          tahun 2023 yaitu Malaysia, Meksiko, dan Tiongkok masing-masing sebesar 0,38%,
          0,35%, dan 0,65%.

IV.B.     Tinjauan Ekonomi Indonesia

          Perekonomian Indonesia diperkirakan berpotensi lebih tinggi dibandingkan
          tahun-tahun sebelumnya yang didorong oleh adanya kenaikan ekspor serta
          permintaan domestik yang terus menunjukkan kinerja positif khususnya konsumsi
          swasta. BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2023 mencapai
          4,50% hingga 5,30%. Perbaikan ekonomi Indonesia tersebut dipicu oleh keyakinan
          konsumen yang meningkat dan penjualan eceran yang tumbuh positif.




                                                    27
Page 624
IV.C.   Proyeksi Ekonomi Indonesia

        Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada tahun yang berjalan pada
        triwulan II/2023 diprakirakan surplus didukung oleh berlanjutnya surplus neraca
        perdagangan yang mencatat sebesar USD 4,40 miliar di Mei 2023. Sementara itu,
        aliran masuk modal asing dalam bentuk portofolio pada triwulan II 2023 sampai
        dengan 20 Juni 2023 masih mencatat net inflows sebesar USD 0,13 miliar,
        meskipun pada Juni 2023 tercatat outflows sebesar USD 0,87 miliar akibat
        peningkatan ketidakpastian pasar keuangan global. Posisi cadangan devisa
        Indonesia akhir Mei 2023 tetap tinggi tercatat sebesar USD 139,30 miliar, setara
        dengan pembiayaan 6,10 bulan impor atau 6,00 bulan impor dan pembayaran
        utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan
        internasional sekitar 3,00 bulan impor. Perkembangan NPI yang positif
        diprakirakan berlanjut didukung transaksi berjalan yang diprakirakan terjaga sehat
        dalam kisaran surplus 0,40% sampai dengan defisit 0,40% dari PDB. Selain itu,
        neraca transaksi modal dan finansial diprakirakan juga mencatat surplus, ditopang
        oleh aliran masuk modal asing, baik dalam bentuk penanaman modal asing
        maupun investasi portofolio, sejalan persepsi positif investor terhadap prospek
        perekonomian nasional.

IV.D.   Tingkat Suku Bunga

        Suku bunga perbankan masih kondusif dalam rangka mendukung pemulihan
        ekonomi. Per Mei 2023, suku bunga deposito dan suku bunga kredit tercatat
        masing-masing adalah sebesar 4,13% dan 9,37%. Selanjutnya, per 21 Juni 2023
        suku bunga pada pasar uang yang tercatat adalah sebesar 5,62%.

        Grafik 1
        Perkembangan Suku Bunga BI

         6,00%                                                5,50%     5,55%

                                                                                 4,80%
         5,00%              5,00%

         4,00%                         3,75%
                                                    3,50%
         3,00%

         2,00%

         1,00%

         0,00%
                     2019           2020        2021        2022      2023*     2024*
        * Proyeksi
        Sumber: Bloomberg




                                               28
Page 625
        Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, suku bunga BI pada akhir tahun
        2022 mencapai 5,50%, mengalami kenaikan sebesar 2,00% dibandingkan dengan
        tahun 2021. Pada tahun 2023, suku bunga BI diperkirakan sebesar 5,55% atau
        mengalami kenaikan sebesar 0,0 5% dibandingkan dengan tahun 2022.

IV.E.   Inflasi

        Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan Mei 2023 tercatat sebesar 4,00% (yoy)
        atau berada di batas atas sasaran 3,0±1%. Penurunan inflasi terjadi di semua
        kelompok. Inflasi Mei 2023 tercatat 2,66% (yoy), lebih rendah dibandingkan
        dengan inflasi pada bulan sebelumnya sebesar 2,83% (yoy). Inflasi diperkirakan
        terkendali dalam kisaran angka 3,0±1% pada tahun 2023.

        Grafik 2
        Perkembangan Inflasi Berdasarkan Indeks Harga Konsumen di Indonesia

                                                4,20%    3,90%
         4,50%
         4,00%
         3,50%                                                      3,10%
                     2,80%
         3,00%
                                                                              3,10%
         2,50%
                                      1,60%
         2,00%
         1,50%               2,00%
         1,00%
         0,50%
         0,00%
                     2019    2020     2021     2022      2023*    2024*     2025*

        * Proyeksi
        Sumber: Bloomberg


        Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, inflasi pada tahun 2022
        mencapai sebesar 4,20%, mengalami kenaikan sebesar 2,60% dibandingkan
        dengan tahun 2021. Pada tahun 2023, tingkat inflasi diperkirakan sebesar 3,90%
        atau mengalami penurunan sebesar 0,30% dibandingkan tahun 2022.




                                        29
Page 626
        Tabel 8
        Kontributor Inflasi Terbesar
        Berdasarkan Provinsi

                                             (Dalam %)

        No.          Keterangan              Inflasi

          1   Maluku Utara                        5,70
          2   Maluku                              5,10
          3   Jawa Timur                          5,00
          4   Sulawesi Tenggara                   4,80
          5   DI Yogyakarta                       4,70
          6   Kalimantan Selatan                  4,70
          7   Sulawesi Selatan                    4,60
          8   Lampung                             4,30
          9   Jawa Barat                          4,30
         10   Kalimantan Tengah                   4,20
         11   Nusa Tenggara Timur                 4,20
         12   Sumatera Barat                      4,20

         Sumber: Tinjauan Kebijakan Moneter, Bank Indonesia


        Berdasarkan Tinjauan Kebijakan Moneter yang dikeluarkan oleh BI per Juni 2023,
        kontributor inflasi terbesar berada di daerah Maluku Utara, Maluku, Jawa Timur,
        Sulawesi Tenggara, DI Yogyakarta, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan,
        Lampung, dan Jawa Barat masing-masing sebesar 5,70%, 5,10%, 5,00%, 4,80%,
        4,70%, 4,70%, 4,60%, 4,30%, dan 4,30%.

IV.F.   Nilai Tukar Rupiah

        Ketidakpastian pasar keuangan di dunia menyebabkan nilai tukar Rupiah pada
        Juni 2023 melemah sebesar 0,56% dibandingkan dengan rata-rata kurs Mei 2023.
        Nilai tukar Rupiah pada Bulan Juni 2023 mengalami penguatan sebesar 4,17%
        dibandingkan akhir tahun 2022. Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan
        stabilisasi nilai tukar Rupiah khususnya melalui triple intervention dan twist
        operation untuk mengendalikan inflasi barang impor (imported inflation) dan
        memitigasi risiko rambatan ketidakpastian pasar keuangan di dunia.




                                                   30
Page 627
Grafik 3
Perkembangan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Mata Uang Asing

   20.000

   18.000

   16.000

   14.000

   12.000

   10.000

    8.000      Q3/2023*   Q4/2023*   Q1/2024*   Q2/2023*   2024*    2025*    2026*
         EUR    16.445     16.576     16.430     16.498    16.733   16.863   17.690
         SGD    11.157     11.128     11.198     11.145    11.192   11.231   11.731
         USD    14.950     14.800     14.670     14.600    14.550   14.600   15.250



* Proyeksi
Sumber: Bloomberg


Proyeksi nilai tukar Rupiah terhadap Euro pada Q3/2023 – 2026 secara
berturut-turut diperkirakan sebesar Rp 16.445, Rp 16.576, Rp 16.430, Rp 16.498,
Rp 16.733, Rp 16.863, dan Rp 17.690.

Proyeksi nilai tukar Rupiah terhadap SGD pada Q3/2023 – 2026 secara
berturut-turut diperkirakan sebesar Rp 11.157, Rp 11.128, Rp 11.198, Rp 11.145,
Rp 11.192, Rp 11.231, dan Rp 11.731.

Proyeksi nilai tukar Rupiah terhadap USD pada Q3/2023 – 2026 secara
berturut-turut diperkirakan sebesar Rp 14.950, Rp 14.800, Rp 14.670, Rp 14.600,
Rp 14.550, Rp 14.600, dan Rp 15.250.




                                       31
Page 628
V.     TINJAUAN INDUSTRI PROPERTI

V.A.   Tinjauan Industri Properti di Dunia

       Industri properti merupakan salah satu industri terbesar di dunia. Hal ini terlihat
       dari harga properti yang mengalami peningkatan pada setiap tahunnya.
       Sektor-sektor penting dalam industri properti antara lain meliputi sektor
       perumahan/real estate, apartemen, perkantoran, pusat perbelanjaan, perhotelan,
       serta kawasan industri.

       Berdasarkan data yang diperoleh dari Knight Frank dalam laporannya yang
       berjudul Global House Price Index Q1/2023, AS menempati posisi ke - 39 dengan
       persentase kenaikan harga rumah sebesar 0,70% selama setahun terakhir,
       sedangkan selama enam bulan terakhir mengalami penurunan sebesar 1,10%,
       dan kenaikan sebesar 1,00% selama tiga bulan terakhir pada Q1/2023.
       Peningkatan harga ini terutama disebabkan oleh pasokan rumah yang terbatas
       yang menopang pertumbuhan harga meskipun di tengah ketersediaan pasokan
       yang menurun.

       Tabel 9
       Perubahan Investasi Real Estat Komersial Berdasarkan Wilayah
       Q1/2023


               Bagian Wilayah             Perubahan

       Asia Pasifik                          -30,00%
       Eropa, Timur Tengah dan Afrika        -58,00%
       Amerika                               -61,00%

       Sumber: Jones Lang LaSalle (JLL)


       Selanjutnya, berdasarkan data yang diperoleh dari JLL, aktivitas merger dan
       akuisisi real estat di dunia pada Q1/2023 terlihat terbatas dan situasional, dengan
       transaksi strategis tertentu yang terjadi dalam skala lebih kecil di dunia.
       Investasi real estat komersial di dunia pada Q1/2023 mengalami penurunan paling
       tinggi di Amerika serta Eropa, Timur Tengah, dan Afrika masing-masing sebesar
       61,00% dan 58,00% dibandingkan dengan Q1/2022. Penurunan ini disebabkan
       oleh tingginya inflasi yang masih terjadi, suku bunga yang mengalami kenaikan,
       dan tingkat pengangguran yang meningkat sementara kesulitan di sektor
       perbankan turut menambah volatilitas.




                                                 32
Page 629
Grafik 4
Penjualan Rumah di AS
Januari – Juni 2023
(Dalam jutaan Unit)

                                 4,55
   4,60
   4,50                                          4,43
   4,40                                                        4,29   4,30
   4,30
                                                                             4,16
   4,20
   4,10          4,00
   4,00
   3,90
   3,80
   3,70
                 Jan             Feb             Mar           Apr    Mei    Jun

Sumber: Trading Economics


Selanjutnya, berdasarkan data yang diperoleh dari Trading Economics, penjualan
rumah di AS pada bulan Juni 2023 mengalami penurunan sebesar 3,26%
dibandingkan dengan penjualan rumah AS bulan Mei 2023. Penjualan rumah Juni
2023 merupakan yang terendah selama lima bulan terakhir, sementara proyeksi
penjualan bulan Juni 2023 adalah sebesar 4,20 juta unit rumah. Penurunan
penjualan rumah terjadi pada Amerika Selatan dan Barat masing-masing
mengalami penurunan sebesar 5,40% dan 5,10%.

Tabel 10
Proyeksi Harga Rumah di AS berdasarkan Kota pada Tahun 2030

                                              (Dalam jutaan USD)

      Kota              Negara Bagian                Harga

San Fransisco          California                            2,61
San Jose               California                            2,25
Oakland                California                            1,71
Seattle                Washington                            1,54
Los Angeles            California                            1,38
San Diego              California                            1,15
Boston                 Massachusetts                         1,13
Long Beach             California                            1,07
New York               New York                              0,96
Washington             District of Columbia                  0,96

Sumber: RenoFi




                                               33
Page 630
         Menurut data yang dibuat oleh RenoFi, harga rata-rata rumah di AS pada tahun
         2030 diproyeksikan sebesar USD 383,00 ribu mengingat harga rumah di AS telah
         mengalami kenaikan sebesar 48,55%. Selain itu, enam dari sepuluh kota termahal
         di AS terletak pada negara bagian California, dimana San Fransisco dan San Jose
         diproyeksikan memiliki harga rumah termahal pada tahun 2030 masing-masing
         senilai USD 2,61 juta dan USD 2,25 juta. Peningkatan proyeksi harga rumah di AS
         terutama didorong oleh dampak pandemi Covid-19 dimana mayoritas penghuni di
         AS telah menghabiskan sebagian besar waktu di rumah dan melakukan renovasi
         pada propertinya, selain itu, fakfor dimana beberapa orang tidak perlu tinggal dekat
         dengan tempat kerjanya dan pindah ke pinggiran kota juga turut mendukung
         peningkatan harga rumah.

         Faktor-faktor seperti peningkatan harga rumah di dunia dari tahun ke tahun,
         kecenderungan penghuni yang menginginkan untuk menata huniannya sesuai
         dengan keinginannya, dan kebutuhan untuk bekerja dari rumah merupakan faktor
         pendorong bagi industri properti di masa yang akan datang. Peningkatan nilai
         properti pada kota-kota pusat bisnis di seluruh dunia turut berperan bagi
         peningkatan industri properti global, sehingga industri properti global diharapkan
         terus bertumbuh positif dalam jangka waktu yang sangat lama di masa mendatang.

V.B.     Tinjauan Industri Properti di Indonesia

         Industri properti di Indonesia merupakan salah satu sektor industri yang
         memberikan kontribusi signifikan bagi pertumbuhan ekonomi, hal ini disebabkan
         industri properti saling terkait dengan industri-industri lainnya, misalnya industri
         bahan baku bangunan, konstruksi, logistik, bidang jasa, maupun industri keuangan
         serta perbankan dalam Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Pertumbuhan industri
         properti yang tinggi berdampak terhadap pendapatan domestik bruto nasional
         serta ketersediaan lapangan pekerjaan.

V.B.1.   Perkembangan Permintaan Properti Komersial

         Tabel 11
         Pertumbuhan Triwulan Indeks Permintaan Properti Komersial
         Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek), Banten, Bandung, dan Makassar
         Triwulan I/2022 - Triwulan I/2023

                                                                                                            (Dalam %)
                                                                          2022                              2023
                     Keterangan
                                                     I            II             III            IV            I

         Sewa:
           Perkantoran                                   (0,06)         0,09           0,21       0,88          0,99
           Ritel                                          0,24          0,20           0,59       0,15          0,40
           Apartemen                                     (1,40)         4,91           4,77      10,64          4,51
         Jual:
           Perkantoran                                   (0,06)          0,21          0,17          1,13       0,10
           Ritel                                          0,00          0,00           0,00          0,00       0,00
         Hotel                                           (8,80)        27,15        6,59         20,15        (13,35)
         Lahan Industri                                   0,51          0,64        0,07          0,04          0,04
         Convention hall                                 (3,44)        74,68       17,11         37,44         10,02
         Warehouse complex                                0,02          0,11        0,05          0,12          0,05

         Sumber: Perkembangan Properti Komersial (PPKOM) Triwulan I-2023, Bank Indonesia (BI)




                                                    34
Page 631
         Berdasarkan data yang diperoleh dari BI dalam laporan yang berjudul PPKOM
         triwulan I/2023, indeks permintaan properti komersial untuk kategori sewa
         menunjukkan penurunan sebesar 10,66% dibandingkan dengan triwulan
         sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh perlambatan permintaan pada mayoritas
         segmen sewa terutama segmen hotel yang mengalami penurunan di seluruh kota
         cakupan survei. Begitu juga dengan indeks permintaan properti komersial untuk
         kategori jual yang menunjukkan penurunan sebesar 0,10%. Kondisi tersebut
         disebabkan oleh adanya stagnasi permintaan pada segmen perkantoran jual di
         Semarang, Jakarta, dan Surabaya karena rendahnya minat investor. Selain itu,
         permintaan pada segmen warehouse complex juga mengalami penurunan
         terutama di wilayah Bogor, Depok, dan Bekasi.

V.B.2.   Perkembangan Pasokan Properti Komersial

         Tabel 12
         Pertumbuhan Triwulan Indeks Pasokan Properti Komersial
         Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek), Banten, Bandung, dan Makassar
         Triwulan I/2022 - Triwulan I/2023

                                                                                                              (Dalam %)
                                                                          2022                                 2023
                     Keterangan
                                                     I            II             III            IV               I
         Sewa:
           Perkantoran                                   (0,05)         0,37           0,44          0,68          0,84
           Ritel                                          0,54          0,06           0,44          0,10          0,57
           Apartemen                                     (0,37)        (0,33)          0,68          0,10          0,41
         Jual:
           Perkantoran                                   (0,02)        0,03            0,00          1,05         (0,01)
           Ritel                                          0,00         0,00            0,00          0,00          0,00
         Hotel                                           (0,04)        (0,06)           0,86         (1,03)        0,21
         Lahan Industri                                   0,34          1,32           (0,01)         0,20        (0,01)
         Convention hall                                 (1,04)        (0,29)          (0,25)         0,78        (0,06)
         Warehouse complex                                0,01          0,02            0,13          0,00         0,00

         Sumber: Perkembangan Properti Komersial (PPKOM) Triwulan I-2023, Bank Indonesia (BI)


         Selanjutnya, untuk kategori pasokan properti komersial menunjukkan peningkatan
         dibandingkan dengan triwulan sebelumnya dimana hal tersebut tercermin dari
         jumlah pertumbuhan indeks pasokan properti komersial untuk kategori sewa yang
         tercatat adalah sebesar 0,68%. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh
         adanya peningkatan pada mayoritas segmen kecuali segmen convention hall.




                                                     35
Page 632
V.B.3.   Perkembangan Harga Properti Komersial

         Tabel 13
         Pertumbuhan Triwulan Indeks Harga Properti Komersial
         Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek), Banten, Bandung, dan Makassar
         Triwulan I/2022 - Triwulan I/2023

                                                                                                              (Dalam %)
                                                                          2022                                2023
                     Keterangan
                                                     I            II             III            IV              I
         Sewa:
           Perkantoran                                   0,55          (0,83)          (0,69)        (0,97)       0,01
           Ritel                                         0,00          (0,18)          (0,28)         0,07        0,40
           Apartemen                                     0,35           0,61            1,50          3,40       (0,38)
         Jual:
           Perkantoran                                   0,16           0,14           (0,23)        (0,42)      (0,15)
           Ritel                                         0,01           0,00            0,00          0,00        0,00
         Hotel                                           1,66          20,92           2,89      10,69           (8,43)
         Lahan Industri                                  0,04           0,23           0,08       0,19            0,03
         Convention hall                                 4,82           3,16           1,88      (3,05)          (0,39)
         Warehouse complex                               0,17           0,00           0,00       0,00            0,00

         Sumber: Perkembangan Properti Komersial (PPKOM) Triwulan I-2023, Bank Indonesia (BI)


         Sementara itu, untuk indeks harga properti komersial untuk kategori sewa
         mengalami penurunan sebesar 6,00% dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.
         Penurunan harga sewa terjadi pada mayoritas segmen seiring dengan adanya
         penurunan harga pada segmen perkantoran sewa di Jakarta dan Bandung sebagai
         langkah untuk meningkatkan okupansi. Selanjutnya, untuk indeks harga properti
         komersial untuk kategori jual mengalami penurunan sebesar 0,06%. Hal ini
         terutama disebabkan oleh melambatnya akselerasi harga segmen perkantoran
         jual di Jakarta sebagai strategi untuk mempertahankan okupansi.




                                                     36
Page 633
Grafik 5
Persetujuan Pinjaman atau Kredit Bank Umum di Indonesia
Bulan Desember 2022 – Januari 2023
(Dalam miliar Rupiah)

   700.000

   600.000

   500.000

   400.000

   300.000

   200.000

   100.000

          -
                    KPR dan KPA        Konstruksi            Real Estat
      Apr-23          648.154           401.441               193.908
      Mei-23          653.820           393.819               195.472

Sumber: Bank Indonesia


Berdasarkan data yang diperoleh dari Bank Indonesia pada bulan Mei 2023,
persetujuan pinjaman atau kredit bank umum di Indonesia untuk segmen KPR dan
KPA serta real estat masing-masing mengalami peningkatan sebesar
Rp 5.666,00 miliar dan Rp 1.564,00 miliar atau masing-masing setara dengan
0,87% dan 0,81% jika dibandingkan dengan bulan April 2023. Sementara itu, untuk
segmen konstruksi mengalami penurunan sebesar Rp 7.622,00 miliar atau setara
dengan 1,90% jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.




                                  37
Page 634
Grafik 6
Proyeksi Penyelesaian Proyek Apartemen yang Tertunda di Jakarta
Tahun 2023 - 2025
(Dalam unit)

                  8.000

                  7.000

                  6.000

                  5.000

                  4.000

                  3.000

                  2.000

                  1.000

                        -
                             2023            2024              2025
      Penyelesaian Unit      6.172           6.747             2.246

Sumber: Colliers Indonesia


Berdasarkan data yang diperoleh dari Colliers Indonesia, investor asing akan
bersikap lebih konservatif sampai dengan Q1/2024 yang merupakan periode
Pemilihan Umum, pengembang apartemen akan fokus untuk menjual unit yang
sudah ada dan tidak akan meluncurkan proyek baru serta menyelesaikan proyek
yang tertunda saat pandemi. Sebanyak 48,00% proyek apartemen yang akan
diselesaikan pada tahun 2025 terletak di Jakarta Selatan terutama mentargetkan
pasar kalangan menengah ke atas.




                                     38
Page 635
Perekonomian Indonesia pada tahun 2023 akan tumbuh sekitar 5,00% menurut
proyeksi International Monetary Fund, hal ini menunjukkan bahwa Indonesia
sudah mulai pulih dari dampak Covid-19. Dalam jangka menengah, perekonomian
Indonesia akan terus meningkat seiring dengan pemulihan ekonomi global serta
peningkatan perekonomian domestik yang didorong oleh kenaikan konsumsi,
investasi serta produktivitas yang didukung oleh kebijakan-kebijakan baik fiskal
maupun moneter. Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi
Indonesia dalam jangka menengah akan berada di kisaran 5,00 - 5,80% hingga
tahun 2027. Hal ini secara langsung maupun tidak langsung akan berpengaruh
pada prospek sektor properti. Selain itu Pemerintah berupaya mendukung sektor
properti dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan seperti memperpanjang
pelonggaran rasio loan to value untuk kredit/pembiayaan properti hingga akhir
2023, peningkatan batasan nilai hunian mewah yang dikenakan PPh
(Pajak Penghasilan) dan PPnBM (Pajak Penjualan Barang Mewah) dari
Rp 5,00 miliar – Rp 10,00 miliar menjadi Rp 30,00 miliar, dan penurunan tarif PPh
Pasal 22 atas hunian mewah dari 5,00% menjadi 1,00%. Meningkatnya daya beli
masyarakat serta pelonggaran berbagai kebijakan-kebijakan dari Pemerintah
dapat mendorong pertumbuhan sektor properti serta meningkatkan prospek usaha
Perseroan.

Beberapa indikator ekonomi dan sektor properti juga menunjukkan tren yang baik,
sejalan dengan adanya data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik yang
menyatakan bahwa ekonomi tumbuh sebesar 5,03% pada Q1/2023 yang diikuti
oleh pertumbuhan atas indeks permintaan properti dari tahun ke tahun yang telah
meningkat sebesar 14,50% pada Q1/2023. Selanjutnya, menurut lembaga riset
internasional, McKinsey Global Institute, memperkirakan dengan tingkat
pertumbuhan ekonomi dunia yang stabil, negara Indonesia akan menjadi negara
dengan kekuatan ekonomi nomor tujuh di Dunia pada tahun 2030. Dengan situasi
tersebut, maka diperkirakan segmen apartemen dan sewa perkantoran akan
menjadi investasi yang masih diprioritaskan untuk menunjang aktivitas dan
mobilitas konsumen yang semakin tinggi di masa yang akan datang.




                                 39
Page 636
VI.       ANALISIS LAPORAN KEUANGAN HISTORIS

VI.A.     PT Sharindo Matratama

          Laporan keuangan SHM untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
          30 Juni 2023, telah diaudit oleh KAP SSR dengan pendapat wajar tanpa
          pengecualian. Laporan keuangan SHM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2022, telah diaudit oleh KAP SSR dengan pendapat wajar tanpa
          pengecualian dengan hal lain. Laporan keuanan SHM untuk tahun yang berakhir
          pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021, 2020, 2019, dan 2018, telah diaudit oleh
          KAP HJA dengan pendapat wajar dengan pengecualian.

          Ikhtisar data keuangan penting SHM adalah sebagai berikut:

VI.A.1.   Laporan Posisi Keuangan
          Tabel 14
          PT Sharindo Matratama
          Laporan Posisi Keuangan
          Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018-2022

                                                                                                              (Dalam jutaan Rupiah)

                               Keterangan              30/06/23      31/12/22    31/12/21    31/12/20    31/12/19      31/12/18

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan setara kas                                36.970      41.865       2.710       1.432         495            671
          Piutang lain-lain                                 17.430      29.370      34.460      34.259      34.259         34.259
          Uang muka dan biaya dibayar di muka                  640       1.154           -           -          90            103
          Pajak dibayar di muka                             30.085      16.095         302           7           7              -
          Jumlah Aset Lancar                                85.125      88.484      37.471      35.697      34.850         35.032
          ASET TIDAK LANCAR
          Deposito berjangka                                1.097        1.097           -           -           -              -
          Persediaan                                    1.176.217      838.006     611.437     597.355     583.217        568.700
          Aset tetap - neto                                 4.019        2.534           -           -           -              -
          Aset lain-lain                                      141          165           -           -           -              -
          Jumlah Aset Tidak Lancar                      1.181.474      841.801     611.437     597.355     583.217        568.700
          JUMLAH ASET                                   1.266.598      930.285     648.908     633.053     618.067        603.732




                                                       40
Page 637
                                                                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)

                                 Keterangan                           30/06/23      31/12/22      31/12/21       31/12/20       31/12/19       31/12/18

          LIABILITAS DAN EKUITAS (DEFISIENSI MODAL)
          LIABILITAS
          LIABILITAS JANGKA PENDEK
          Utang usaha                                                   200.680        17.347           140              -              -              -
          Utang lain-lain                                               151.045       272.026       322.000        584.096        569.139        555.581
          Utang obligasi                                                      -             -       265.500              -              -              -
          Biaya masih harus dibayar                                         368           792           980            899            845              -
          Utang pajak                                                     4.326         4.631           369            153            149            149
          Uang muka penjualan                                             7.057           533             -              -              -              -
          Bagian jangka pendek dari liabilitas jangka panjang:
            Utang bank                                                     12.739       4.276                -              -              -              -
            Liabilitas imbalan kerja                                        5.534       5.104                -              -              -              -
          Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                               381.749       304.709       588.988        585.148        570.134        555.730
          LIABILITAS JANGKA PANJANG
          Uang muka penjualan                                           842.423       564.329        12.071                 -              -              -
          Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi bagian jangka
            jangka pendek:                                                      -           -                -              -              -              -
            Utang bank                                                     58.384      40.497                -              -              -              -
            Liabilitas imbalan kerja                                       12.888      11.887                -              -              -              -
          Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                              913.695       616.713        12.071                 -              -              -
          JUMLAH LIABILITAS                                            1.295.445      921.421       601.058        585.148        570.134        555.730
          EKUITAS (DEFISIENSI MODAL)
          Modal saham                                                     50.000        50.000       50.000         50.000         50.000         50.000
          Akumulasi kerugian                                             (78.846)      (41.136)      (2.150)        (2.095)        (2.067)        (1.998)
          JUMLAH EKUITAS (DEFISIENSI MODAL)                              (28.846)       8.864        47.850         47.905         47.933         48.002
          JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS
            (DEFISIENSI MODAL)                                         1.266.598      930.285       648.908        633.053        618.067        603.732




VI.A.2.   Aset

          Jumlah aset SHM pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023, 31 Desember 2022, 2021,
          2020, 2019, dan 2018 masing-masing adalah sebesar Rp 1.266,60 miliar,
          Rp 930,29 miliar, Rp 648,91 miliar, Rp 633,05 miliar, Rp 618,07 miliar, dan
          Rp 603,73 miliar.

          Pada tanggal 30 Juni 2023, jumlah aset SHM mengalami kenaikan sebesar
          Rp 336,31 miliar atau setara dengan 36,15% dibandingkan dengan jumlah aset
          pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan
          persediaan sebesar Rp 338,21 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah aset SHM mengalami kenaikan sebesar
          Rp 281,38 miliar atau setara dengan 43,36% dibandingkan dengan jumlah aset
          pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan
          kas dan setara kas dan persediaan masing-masing sebesar Rp 39,16 miliar dan
          Rp 226,57 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah aset SHM mengalami kenaikan sebesar
          Rp 15,86 miliar atau setara dengan 2,50% dibandingkan dengan jumlah aset pada
          tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan
          persediaan sebesar Rp 14,08 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah aset SHM mengalami kenaikan sebesar
          Rp 14,99 miliar atau setara dengan 2,42% dibandingkan dengan jumlah aset pada
          tanggal 31 Desember 2019. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan
          persediaan sebesar Rp 14,14 miliar.




                                                                      41
Page 638
          Pada tanggal 31 Desember 2019, jumlah aset SHM mengalami kenaikan sebesar
          Rp 14,34 miliar atau setara dengan 2,37% dibandingkan dengan jumlah aset pada
          tanggal 31 Desember 2018. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan
          persediaan sebesar Rp 14,52 miliar.

VI.A.3.   Liabilitas

          Jumlah liabilitas SHM pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023, 31 Desember 2022,
          2021, 2020, 2019, dan 2018, masing-masing adalah sebesar Rp 1.295,45 miliar,
          Rp 921,42 miliar, Rp 601,06 miliar, Rp 585,15 miliar, Rp 570,13 miliar, dan
          Rp 555,73 miliar.

          Pada tanggal 30 Juni 2023, jumlah liabilitas SHM mengalami kenaikan sebesar
          Rp 374,02 miliar atau setara dengan 40,59% dibandingkan dengan jumlah
          liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
          kenaikan utang usaha dan uang muka penjualan masing-masing sebesar
          Rp 183,33 miliar dan Rp 284,62 miliar yang disertai dengan penurunan utang
          lain-lain sebesar Rp 120,98 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah liabilitas SHM mengalami kenaikan
          sebesar Rp 320,36 miliar atau setara dengan 53,30% dibandingkan dengan jumlah
          liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
          kenaikan uang muka penjualan sebesar Rp 552,79 miliar yang disertai dengan
          penurunan utang obligasi sebesar Rp 265,50 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah liabilitas SHM mengalami kenaikan
          sebesar Rp 15,91 miliar atau setara dengan 2,72% dibandingkan dengan jumlah
          liabilitas pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
          kenaikan utang obligasi dan uang muka penjualan masing-masing sebesar
          Rp 265,50 miliar dan Rp 12,07 miliar yang disertai dengan penurunan utang
          lain-lain sebesar Rp 262,10 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah liabilitas SHM mengalami kenaikan
          sebesar Rp 15,01 miliar atau setara dengan 2,63% dibandingkan dengan jumlah
          liabilitas pada tanggal 31 Desember 2019. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
          kenaikan utang lain-lain sebesar Rp 14,96 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2019, jumlah liabilitas SHM mengalami kenaikan
          sebesar Rp 14,40 miliar atau setara dengan 2,59% dibandingkan dengan jumlah
          liabilitas pada tanggal 31 Desember 2018. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
          kenaikan utang lain-lain sebesar Rp 13,56 miliar.

VI.A.4.   Ekuitas (Defisiensi Modal)

          Jumlah defisiensi modal SHM pada tanggal 30 Juni 2023 adalah sebesar
          Rp 28,85 miliar. Jumlah ekuitas SHM pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022,
          2021, 2020, 2019, dan 2018, masing-masing adalah sebesar Rp 8,86 miliar,
          Rp 47,85 miliar, Rp 47,91 miliar, Rp 47,93 miliar, dan Rp 48,00 miliar.




                                          42
Page 639
          Pada tanggal 30 Juni 2023, jumlah defisiensi modal SHM mengalami kenaikan
          sebesar Rp 37,71 miliar atau setara dengan 425,43% dibandingkan dengan jumlah
          ekuitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini seluruhnya disebabkan oleh
          rugi periode berjalan yang dibukukan oleh SHM.

          Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah ekuitas SHM mengalami penurunan
          sebesar Rp 38,99 miliar atau setara dengan 81,48% dibandingkan dengan jumlah
          ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
          rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh SHM sebesar Rp 39,22 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah ekuitas SHM mengalami penurunan
          sebesar Rp 0,06 miliar atau setara dengan 0,11% dibandingkan dengan jumlah
          ekuitas pada tanggal 31 Desember 2020. Penurunan ini seluruhnya disebabkan
          oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh SHM.

          Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah ekuitas SHM mengalami penurunan
          sebesar Rp 0,03 miliar atau setara dengan 0,06% dibandingkan dengan jumlah
          ekuitas pada tanggal 31 Desember 2019. Penurunan ini seluruhnya disebabkan
          oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh SHM.

          Pada tanggal 31 Desember 2019, jumlah ekuitas SHM mengalami penurunan
          sebesar Rp 0,07 miliar atau setara dengan 0,14% dibandingkan dengan jumlah
          ekuitas pada tanggal 31 Desember 2018. Penurunan ini seluruhnya disebabkan
          oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh SHM.

VI.A.5.   Laporan Laba Rugi Komprehensif
          Tabel 15
          PT Sharindo Matratama
          Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
          Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023
          dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2018 - 2022

                                                                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                    30/06/23        31/12/22        31/12/21        31/12/20        31/12/19      31/12/18
                                Keterangan
                                                                   (6 Bulan)       (1 Tahun)       (1 Tahun)       (1 Tahun)       (1 Tahun)     (1 Tahun)
          Pendapatan                                                           -               -               -               -             -              -
          Beban pokok pendapatan                                               -               -               -               -             -              -
          Laba bruto                                                         -               -              -               -                -              -
          Beban penjualan                                               (4.287)         (1.445)           (77)              -                -              -
          Beban umum dan administrasi                                  (33.396)        (38.269)            (9)            (61)             (79)            (6)
          Penghasilan keuangan                                             397             632             39               -                -              -
          Beban keuangan                                                  (423)           (125)            (8)              -                -              -
          Beban lain-lain                                                   (2)            (13)             -              (2)              (1)            (9)
          Rugi sebelum pajak final dan pajak penghasilan               (37.710)        (39.220)           (55)            (62)             (80)           (15)
          Pajak final                                                        -               -              -              34               11             12
          Rugi sebelum pajak penghasilan                               (37.710)        (39.220)           (55)            (28)             (69)            (3)
          Pajak penghasilan                                                  -               -              -               -                -              -
          Rugi periode/tahun berjalan                                  (37.710)        (39.220)           (55)            (28)             (69)            (3)
          Penghasilan komprehensif lainnya                                   -             234              -               -                -              -
          Jumlah rugi komprehensif periode/tahun berjalan              (37.710)        (38.986)           (55)            (28)             (69)            (3)




                                                                   43
Page 640
VI.A.6.   Pendapatan

          Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan untuk
          tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019,
          dan 2018, SHM belum membukukan pendapatan.

VI.A.7.   Rugi Periode/Tahun Berjalan

          Rugi SHM untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan
          untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 2021, 2020,
          2019, dan 2018, masing-masing adalah sebesar Rp 37,71miliar, Rp 39,22 miliar,
          Rp 0,06 miliar, Rp 0,03 miliar, Rp 0,07, dan Rp 3,00 juta.

          Rugi tahun berjalan SHM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 39,17 miliar dibandingkan
          dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2021.

          Rugi tahun berjalan SHM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2021 mengalami kenaikan sebesar Rp 0,03 miliar atau setara
          dengan 93,86% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.

          Rugi tahun berjalan SHM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2020 mengalami penurunan sebesar Rp 0,04 miliar atau setara
          dengan 58,83% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk yang berakhir
          pada tanggal 31 Desember 2019.

          Rugi tahun berjalan SHM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2019 mengalami kenaikan sebesar Rp 0,07 miliar dibandingkan
          dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2018.




                                          44
Page 641
VI.A.8.   Laporan Arus Kas
          Tabel 16
          PT Sharindo Matratama
          Laporan Arus Kas
          Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023
          dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2018 - 2022

                                                                                                                                        (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                   30/06/23        31/12/22        31/12/21        31/12/20        31/12/19      31/12/18
                                 Keterangan
                                                                   (6 Bulan)       (1 Tahun)       (1 Tahun)       (1 Tahun)       (1 Tahun)       (1 Tahun)
          ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
          Rugi setelah pajak penghasilan                                     -                -             -             (28)            (69)             (3)
          Penerimaan kas dari pelanggan                                284.861          541.048        11.874               -               -               -
          Pembayaran kepada pemasok dan lain-lain                     (162.239)        (197.033)      (13.873)              -               -               -
          Pembayaran kepada karyawan                                   (24.299)         (15.059)            -               -               -               -
          Pembayaran pajak final                                        (4.924)         (12.069)         (262)              -               -               -
          Penerimaan bunga                                                 397              632            39               -               -               -
          Perubahan dalam aset dan liabilitas operasi:                                                                      -               -               -
           Kenaikan piutang lain                                               -               -               -            -               -         (34.259)
           Penurunan (kenaikan) uang muka                                      -               -               -           90              13             (12)
           Kenaikan pajak dibayar di muka                                      -               -               -            -              (7)              -
           Kenaikan persediaan                                                 -               -               -      (14.139)        (14.517)        (13.498)
           Penurunan utang lain                                                -               -               -       14.957          13.558          48.500
           Penurunan (kenaikan) utang pajak                                    -               -               -            3               1            (139)
           Penurunan beban akrual                                              -               -               -           54             845               -
          Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
           Aktivitas Operasi                                            93.797         317.519         (2.222)           937             (176)           590
          ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
          Perolehan aset tetap                                          (1.693)          (2.571)               -               -               -               -
          Perolehan aset tak berwujud                                        -             (188)               -               -               -               -
          Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi                (1.693)          (2.759)               -               -               -               -
          ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
          Penerimaan pinjaman dari pihak berelasi                       30.995          248.959       239.880                  -               -               -
          Pembayaran pinjaman kepada pihak berelasi                   (151.852)        (564.608)     (236.380)                 -               -               -
          Penerimaan utang bank                                         37.053           46.327             -                  -               -               -
          Pembayaran utang bank                                        (10.702)          (1.554)            -                  -               -               -
          Pembayaran bunga                                              (2.494)          (4.729)            -                  -               -               -
          Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
           Aktivitas Pendanaan                                         (97.000)        (275.605)        3.500                  -               -               -
          KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
           SETARA KAS                                                   (4.895)         39.155          1.278            937             (176)           590
          KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                            41.865            2.710         1.432            495              671             81
          KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                           36.970          41.865          2.710           1.432             495            671




          Arus Kas dari (untuk) Aktivitas Operasi

          Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi SHM untuk periode enam
          bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir
          pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 2020, dan 2018 masing-masing adalah
          sebesar Rp 93,80 miliar, Rp 317,52 miliar, Rp 0,94 miliar dan Rp 0,59 miliar. Arus
          kas yang digunakan untuk aktivitas operasi SHM untuk tahun yang berakhir pada
          tanggal-tanggal 31 Desember 2021 dan 2019 masing-masing adalah sebesar
          Rp 2,22 miliar dan Rp 0,18 miliar.

          Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi SHM untuk periode enam
          bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 sebesar Rp 93,80 miliar terutama
          berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 284,86 miliar yang disertai
          dengan pembayaran kepada pemasok dan lain-lain, serta pembayaran kepada
          karyawan masing-masing sebesar Rp 162,24 miliar dan Rp 24,30 miliar.




                                                                   45
Page 642
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi SHM untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 317,52 miliar terutama
berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 541,05 miliar yang disertai
dengan pembayaran kepada pemasok dan lain-lain masing-masing sebesar
Rp 197,03 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan dari aktivitas operasi SHM untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 2,22 miliar terutama berasal
dari pembayaran kepada pemasok dan lain-lain sebesar Rp 13,87 miliar yang
disertai dengan penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 11,87miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi SHM untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 0,94 miliar terutama berasal
dari penurunan utang lain sebesar Rp 14,96 miliar yang disertai dengan kenaikan
persediaan sebesar Rp 14,14 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SHM untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 0,18 miliar terutama berasal
dari kenaikan persediaan sebesar Rp 14,52 miliar yang disertai dengan penurunan
utang lain dan penurunan beban akrual masing-masing sebesar Rp 13,56 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi SHM untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 sebesar Rp 0,60 miliar terutama berasal
dari penurunan utang lain sebesar Rp 48,50 miliar yang disertai dengan kenaikan
piutang lain dan kenaikan persediaan masing-masing sebesar Rp 34,26 miliar dan
Rp 13,50 miliar.

Arus Kas untuk Aktivitas Investasi

Arus kas bersih yang digunakan untuk periode enam bulan yang berakhir pada
tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 masing-masing adalah sebesar Rp 1,69 miliar dan
Rp 2,76 miliar.  Untuk     tahun    yang      berakhir   pada tanggal-tanggal
31 Desember 2021, 2020, 2019, dan 2018, SHM belum memiliki arus kas bersih
yang diperoleh dari/digunakan untuk aktivitas investasi.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SHM untuk periode enam
bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 sebesar Rp 1,69 miliar seluruhnya
berasal dari perolehan aset tetap.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SHM untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 2,76 miliar terutama berasal
dari perolehan aset tetap sebesar Rp 2,57 miliar.




                                 46
Page 643
           Arus Kas dari (untuk) Aktivitas Pendanaan

           Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan SHM untuk periode
           enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 masing-masing adalah sebesar
           Rp 97,00 miliar dan Rp 275,61 miliar. Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas
           pendanaan SHM untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021
           sebesar Rp 3,50 miliar. Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2020, 2019, dan 2018, SHM belum memiliki arus kas bersih yang
           diperoleh dari/digunakan untuk aktivitas pendanaan.

           Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan SHM untuk periode
           enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 sebesar Rp 97,00 miliar
           terutama berasal dari pembayaran pinjaman kepada pihak berelasi sebesar
           Rp 151,85 miliar yang disertai dengan penerimaan pinjaman dari pihak berelasi
           dan penerimaan utang bank masing-masing sebesar Rp 31,00 miliar dan
           Rp 37,05 miliar.

           Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan SHM untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 275,61 miliar terutama
           berasal dari pembayaran pinjaman kepada pihak berelasi sebesar Rp 564,61 miliar
           yang disertai dengan penerimaan pinjaman dari pihak berelasi dan penerimaan
           utang bank masing-masing sebesar Rp 248,96 miliar dan Rp 46,33 miliar.

VI.A.9.    Rasio-rasio Keuangan
           Tabel 17
           PT Sharindo Matratama
           Rasio-rasio Keuangan
           Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018-2022



                                   Keterangan           30/06/23       31/12/22     31/12/21     31/12/20     31/12/19     31/12/18

           Rasio Likuiditas
           Lancar                                             0,22          0,29         0,06         0,06         0,06         0,06
           Rasio Pengelolaan Aset
           Perputaran jumlah aset                                 -            -            -            -            -            -
           Ekuitas terhadap jumlah aset                       (0,02)        0,01         0,07         0,08         0,08         0,08
           Rasio Solvabilitas
           Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset              1,02         0,99         0,93         0,92         0,92         0,92
           Jumlah liabilitas terhadap ekuitas                (44,91)      103,95        12,56        12,21        11,89        11,58
           Rasio Profitabilitas
           Imbal hasil aset                                -5,95%          -4,22%       -0,01%        0,00%       -0,01%        0,00%
           Imbal hasil ekuitas                            261,46%        -442,47%       -0,11%       -0,06%       -0,14%       -0,01%




VI.A.10.   Pengelolaan Aset

           Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan SHM dalam
           menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi SHM.

           Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas SHM
           terhadap jumlah aset SHM. Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 2021, 2020,
           2019, dan 2018, rasio ekuitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,01;
           0,07; 0,08; 0,08; dan 0,08.



                                                        47
Page 644
VI.A.11.   Solvabilitas

           Solvabilitas menunjukkan kemampuan SHM untuk memenuhi seluruh liabilitasnya,
           yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui perbandingan
           antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui perbandingan antara jumlah
           liabilitas dengan ekuitas.

           Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023, 31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019, dan
           2018, rasio jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 1,02;
           0,99; 0,93; 0,92; 0,92; dan 0,92, sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas
           pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019, dan 2018,
           masing-masing adalah 103,95,; 12,56; 12,21; 11,89; dan 11;58.

VI.A.12.   Profitabilitas

           Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan SHM dalam menghasilkan laba
           bersih dari aset yang dimilikinya. Imbal hasil aset untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2018 masing-masing adalah 0,00% dan
           0,00%.

           Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan SHM dalam menghasilkan
           laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan. Imbal hasil ekuitas untuk periode enam
           bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 adalah 261,46%.

VI.B.      Analisis atas Common Size PT Sharindo Matratama

           Berikut adalah analisis common size SHM untuk periode enam bulan yang berakhir
           pada tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019, dan 2018.

           Ikhtisar common size SHM adalah sebagai berikut:
           Tabel 18
           PT Sharindo Matratama
           Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan
           Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018-2022



                                Keterangan                30/06/23      31/12/22    31/12/21    31/12/20    31/12/19    31/12/18

           ASET
           ASET LANCAR
           Kas dan setara kas                                  2,92%        4,50%       0,42%       0,23%       0,08%       0,11%
           Piutang lain-lain                                   1,38%        3,16%       5,31%       5,41%       5,54%       5,67%
           Uang muka dan biaya dibayar di muka                 0,05%        0,12%       0,00%       0,00%       0,01%       0,02%
           Pajak dibayar di muka                               2,38%        1,73%       0,05%       0,00%       0,00%       0,00%
           Jumlah Aset Lancar                                  6,72%        9,51%       5,77%       5,64%       5,64%       5,80%
           ASET TIDAK LANCAR
           Deposito berjangka                                   0,09%       0,12%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
           Persediaan                                          92,86%      90,08%      94,23%      94,36%      94,36%      94,20%
           Aset tetap - neto                                    0,32%       0,27%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
           Aset lain-lain                                       0,01%       0,02%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
           Jumlah Aset Tidak Lancar                            93,28%      90,49%      94,23%      94,36%      94,36%      94,20%
           JUMLAH ASET                                      100,00%       100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%




                                                          48
Page 645
                               Keterangan                           30/06/23      31/12/22     31/12/21     31/12/20     31/12/19     31/12/18

        LIABILITAS DAN EKUITAS (DEFISIENSI MODAL)
        LIABILITAS
        LIABILITAS JANGKA PENDEK
        Utang usaha                                                      15,84%       1,86%        0,02%        0,00%        0,00%        0,00%
        Utang lain-lain                                                  11,93%      29,24%       49,62%       92,27%       92,08%       92,02%
        Utang obligasi                                                    0,00%       0,00%       40,91%        0,00%        0,00%        0,00%
        Biaya masih harus dibayar                                         0,03%       0,09%        0,15%        0,14%        0,14%        0,00%
        Utang pajak                                                       0,34%       0,50%        0,06%        0,02%        0,02%        0,02%
        Uang muka penjualan                                               0,56%       0,06%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
        Bagian jangka pendek dari liabilitas jangka panjang:
          Utang bank                                                     1,01%        0,46%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
          Liabilitas imbalan kerja                                       0,44%        0,55%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
        Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                  30,14%      32,75%       90,77%       92,43%       92,24%       92,05%
        LIABILITAS JANGKA PANJANG
        Uang muka penjualan                                              66,51%      60,66%        1,86%        0,00%        0,00%        0,00%
        Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi bagian jangka
          jangka pendek:                                                 0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
          Utang bank                                                     4,61%        4,35%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
          Liabilitas imbalan kerja                                       1,02%        1,28%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
        Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                 72,14%      66,29%        1,86%        0,00%        0,00%        0,00%
        JUMLAH LIABILITAS                                             102,28%        99,05%       92,63%       92,43%       92,24%       92,05%
        EKUITAS (DEFISIENSI MODAL)
        Modal saham                                                       3,95%        5,37%        7,71%        7,90%        8,09%        8,28%
        Akumulasi kerugian                                               -6,23%       -4,42%       -0,33%       -0,33%       -0,33%       -0,33%
        JUMLAH EKUITAS (DEFISIENSI MODAL)                                -2,28%       0,95%        7,37%        7,57%        7,76%        7,95%
        JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS
          (DEFISIENSI MODAL)                                          100,00%       100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%




VI.C.   Analisis atas Common Size Industri Properti

        Berikut adalah analisis common size untuk perusahaan sejenis dengan SHM, yaitu
        PT Bumi Serpong Damai Tbk, PT Summarecon Agung Tbk, dan PT Ciputra
        Development Tbk masing-masing untuk periode enam bulan yang berakhir pada
        tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
        31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019, dan 2018.

        Ikhtisar common size untuk PT Bumi Serpong Damai Tbk, PT Summarecon
        Agung Tbk, dan PT Ciputra Development Tbk masing-masing adalah sebagai
        berikut:




                                                                    49
Page 646
VI.C.1.   PT Bumi Serpong Damai Tbk
          Tabel 19
          PT Bumi Serpong Damai Tbk
          Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
          Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 - 2022



                                Keterangan                       30/06/23*       31/12/22    31/12/21    31/12/20    31/12/19    31/12/18

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan setara kas                                           15,50%       14,98%      12,64%      17,27%      12,59%      15,61%
          Investasi                                                     3,30%        3,39%       6,63%       4,80%       5,35%       1,79%
          Piutang usaha
            Pihak berelasi                                              0,01%        0,01%       0,00%       0,01%       0,02%       0,03%
            Pihak ketiga                                                0,31%        0,27%       0,22%       0,22%       0,31%       0,53%
          Piutang lain-lain                                             0,08%        0,10%       0,11%       0,11%       0,15%       0,11%
          Piutang pihak berelasi non-usaha                              0,09%        0,35%       0,01%       0,00%       0,45%       0,31%
          Persediaan                                                   19,35%       19,40%      19,29%      17,58%      18,66%      17,33%
          Uang muka                                                     4,39%        5,38%       5,78%       5,73%       6,11%       3,25%
          Pajak dibayar di muka                                         1,28%        1,35%       1,28%       0,80%       0,84%       0,97%
          Biaya dibayar di muka yang akan jatuh tempo
            dalam waktu satu tahun                                      0,34%        0,30%       0,25%       0,10%       0,02%       0,04%
          Aset lain-lain                                                0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
          Investasi sewa neto pembiayaan yang akan jatuh tempo
            dalam waktu satu tahun                                      0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,17%
          Perlengkapan                                                  0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,01%
          Jumlah Aset Lancar                                           44,66%       45,52%      46,20%      46,60%      44,49%      40,16%
          ASET TIDAK LANCAR
          Investasi                                                     0,58%        0,29%       0,27%       2,92%       0,81%       2,59%
          Piutang lain-lain                                             0,02%        0,02%       0,03%       0,03%       0,04%       0,00%
          Piutang pihak berelasi non-usaha                              0,00%        0,02%       0,07%       0,03%       0,03%       0,03%
          Investasi dalam saham                                        10,00%       10,37%      10,12%      11,14%      13,11%      14,47%
          Biaya dibayar di muka                                         0,13%        0,21%       0,16%       0,13%       0,05%       0,04%
          Tanah yang belum dikembangkan                                23,21%       23,85%      23,54%      20,42%      22,13%      22,83%
          Aset tetap                                                    0,79%        0,84%       0,86%       0,96%       1,16%       1,30%
          Properti investasi                                           13,52%       11,91%      12,95%      13,63%      15,13%      15,49%
          Aset hak-guna                                                 0,02%        0,02%       0,01%       0,02%       0,00%       0,00%
          Goodwill                                                      0,01%        0,01%       0,02%       0,02%       0,02%       0,02%
          Aset tak berwujud                                             7,06%        6,92%       5,78%       4,09%       3,03%       0,00%
          Aset lain-lain                                                0,01%        0,01%       0,01%       0,01%       0,01%       0,01%
          Piutang usaha - pihak ketiga                                  0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
          Uang muka                                                     0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       3,07%
          Jumlah Aset Tidak Lancar                                     55,34%       54,48%      53,80%      53,40%      55,51%      59,84%
          JUMLAH ASET                                                  100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%

          * Tidak Diaudit




                                                                 50
Page 647
                        Keterangan                             30/06/23*     31/12/22    31/12/21    31/12/20    31/12/19    31/12/18

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek                                            0,05%        0,05%       0,00%       0,00%       0,00%       0,48%
Utang usaha
  Pihak berelasi                                                     0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
  Pihak ketiga                                                       1,61%       1,39%       1,81%       1,53%       1,27%       2,23%
Utang pajak                                                          0,11%       0,12%       0,12%       0,14%       0,20%       0,24%
Beban akrual                                                         0,39%       0,35%       0,40%       0,51%       0,36%       0,44%
Setoran jaminan                                                      0,40%       0,40%       0,42%       0,43%       0,43%       0,38%
Liabilitas kontrak                                                  12,58%      11,82%      10,52%       6,80%       0,00%       0,00%
Uang muka diterima                                                   0,17%       0,19%       0,19%       0,18%       7,01%       5,72%
Sewa diterima di muka                                                0,47%       0,41%       0,34%       0,35%       0,50%       0,59%
Uang muka setoran modal                                              0,00%       0,15%       0,00%       0,03%       0,05%       0,05%
Bagian liabilitas jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam
  waktu satu tahun:
  Utang bank jangka panjang                                         1,71%        2,20%       3,49%       1,08%       1,17%       0,25%
  Liabilitas sewa                                                   0,01%        0,01%       0,01%       0,02%       0,00%       0,01%
  Utang obligasi dan sukuk ijarah                                   0,00%        0,04%       0,00%       7,96%       0,00%       0,83%
  Dana syirkah temporer                                             0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,01%
Liabilitas lain-lain                                                0,31%        0,32%       0,55%       0,41%       0,33%       0,74%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                     17,80%      17,44%      17,84%      19,44%      11,33%      11,97%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Setoran jaminan                                                     0,20%        0,21%       0,20%       0,19%       0,18%       0,27%
Liabilitas kontrak                                                  4,54%        6,56%       5,95%       2,87%       0,00%       0,00%
Uang muka diterima                                                  0,18%        0,19%       0,19%       0,22%       1,54%       2,47%
Sewa diterima di muka                                               0,26%        0,48%       0,81%       0,88%       0,97%       1,09%
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang - bersih                    0,37%        0,38%       0,49%       0,59%       0,80%       0,72%
Taksiran liabilitas untuk pengembangan prasarana                    0,09%        0,10%       0,10%       0,10%       0,11%       0,14%
Provisi pelapisan jalan tol                                         0,01%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
  akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
  Utang bank jangka panjang                                         8,72%        7,35%       2,84%       5,97%       7,87%       6,22%
  Liabilitas sewa                                                   0,05%        0,05%       0,03%       0,03%       0,00%       0,00%
  Utang obligasi dan sukuk ijarah                                   8,09%        8,73%      13,15%      13,08%      15,54%      18,94%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                    22,51%      24,03%      23,76%      23,92%      27,02%      29,86%
JUMLAH LIABILITAS                                                   40,31%      41,47%      41,61%      43,36%      38,35%      41,83%
EKUITAS
Modal saham                                                          3,13%       3,26%       3,44%       3,48%       3,53%       3,69%
Tambahan modal disetor                                              11,04%      11,48%      12,14%      12,26%      11,75%      12,28%
Saham treasuri                                                      -0,43%      -0,44%      -0,47%      -0,47%      -0,53%      -0,55%
Ekuitas pada perubahan ekuitas lainnya dari entitas asosiasi         0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
Selisih nilai transaksi dengan kepentingan non pengendali            0,45%      -0,19%      -0,20%      -0,20%      -0,23%      -0,27%
Selisih penjabaran mata uang asing                                  -0,39%      -0,70%      -0,34%      -0,25%      -0,13%      -0,62%
Ekuitas pada keuntungan belum direalisasi atas kenaikan
  nilai investasi yang diukur pada nilai wajar melalui
  penghasilan komprehensif lain                                     0,14%        0,14%       0,12%       0,12%       0,00%       0,00%
Ekuitas pada keuntungan belum direalisasi atas
  kenaikan nilai investasi tersedia untuk dijual                    0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,01%       0,01%
Proforma ekuitas dari transaksi kombinasi bisnis entitas
  sepengendali                                                       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,14%       0,14%
Saldo laba                                                          38,50%      38,21%      36,47%      34,55%      39,03%      35,48%
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
  induk                                                             52,44%      51,75%      51,17%      49,49%      53,59%      50,16%
Kepentingan non-pengendali                                           7,25%       6,78%       7,22%       7,15%       8,06%       8,00%
JUMLAH EKUITAS                                                      59,69%      58,53%      58,39%      56,64%      61,65%      58,17%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                     100,00%      100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%

* Tidak Diaudit




                                                               51
Page 648
Tabel 20
PT Bumi Serpong Damai Tbk
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023
dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2018 - 2022


                                                              30/06/23*      31/12/22     31/12/21     31/12/20     31/12/19     31/12/18
                        Keterangan
                                                              (6 Bulan)     (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)
Pendapatan usaha                                                 100,00%       100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%
Beban pokok penjualan                                             36,43%        33,31%       38,08%       31,21%       28,49%       28,27%
Laba kotor                                                        63,57%        66,69%       61,92%       68,79%       71,51%       71,73%
Beban penjualan                                                  -14,22%       -13,61%      -12,95%      -13,14%      -13,39%      -15,31%
Beban umum dan administrasi                                      -14,07%       -13,62%      -14,63%      -19,99%      -18,69%      -19,64%
Beban pajak final                                                 -3,09%        -3,27%       -3,09%       -3,59%       -3,72%       -4,11%
Laba usaha                                                         32,19%       36,20%       31,25%       32,07%       35,70%       32,66%
Pendapatan bunga dan investasi                                      4,43%        3,25%        5,14%        9,06%        6,64%        5,83%
Keuntungan dari perubahan nilai wajar investasi yang diukur
  pada nilai wajar melalui laba rugi                               0,54%         0,45%        0,70%        2,72%        0,65%        0,27%
Dampak pendiskontoan aset dan liabilitas
  keuangan - bersih                                                0,04%         0,14%        0,04%        1,07%       -0,25%        0,26%
Pendapatan dividen                                                 0,09%         0,03%        0,04%        0,06%        0,07%        0,06%
Keuntungan penjualan aset tetap                                    0,02%         0,01%        0,16%        0,02%        0,01%        0,03%
Kerugian atas pelunasan obligasi                                   0,00%        -0,21%        0,00%        0,00%       -0,27%        0,00%
Keuntungan (kerugian) selisih kurs mata uang asing - bersih       -0,91%        -1,09%       -0,13%        0,02%       -1,03%        0,03%
Beban bunga dan keuangan lainnya                                 -15,92%       -16,30%      -21,49%      -28,82%      -14,73%      -13,77%
Keuntungan penilaian kembali nilai wajar investasi
  pada entitas yang dicatat dengan menggunakan
  metode ekuitas pada tanggal akuisisi                             0,00%         0,00%        0,12%        0,00%        0,50%        0,00%
Keuntungan dari akuisisi saham entitas anak                        0,00%         0,00%        2,01%        0,00%        0,31%        0,00%
Lain-lain - bersih                                                 1,51%         0,95%        1,19%        0,36%        1,40%       -0,14%
Dampak atas perubahan dasar pengukuran investasi
  pada entitas asosiasi                                            0,00%         0,00%        0,00%        0,00%       12,21%        0,00%
Keuntangan direalisasi dari penjualan investasi                    0,00%         0,00%        0,00%        0,00%        0,11%        0,38%
Ekuitas pada laba bersih entitas asosiasi dan ventura
  bersama                                                          5,22%         2,57%        1,19%       -8,54%        3,48%        0,95%
Laba sebelum pajak                                                 27,20%       26,00%       20,21%        8,03%       44,79%       26,56%
Beban pajak kini                                                   -0,13%       -0,05%       -0,11%       -0,26%       -0,51%       -0,88%
Laba setelah dampak transaksi kombinasi bisnis
  entitas sepengendali                                             27,07%       25,96%       20,10%        7,77%       44,28%       25,67%
Rugi pra-akuisisi dari dampak transaksi kombinasi bisnis
  entitas sepengendali                                             0,00%         0,00%        0,00%        0,10%       -0,10%        0,00%
Laba periode/tahun berjalan                                        27,07%       25,96%       20,10%        7,87%       44,18%       25,67%
Penghasilan (rugi) komprehensif lainnya                             3,93%       -2,45%       -0,12%        0,30%        3,29%       -3,89%
Jumlah penghasilan komprehensif                                    31,00%       23,51%       19,98%        8,17%       47,47%       21,78%
Laba bersih periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan
  kepada:
  Pemilik entitas induk                                            24,03%       23,77%       17,62%        4,56%       39,40%       19,52%
  Kepentingan non-pengendali                                        3,04%        2,19%        2,48%        3,31%        4,78%        6,15%

* Tidak Diaudit




                                                              52
Page 649
VI.C.2.   PT Summarecon Agung Tbk
          Tabel 21
          PT Summarecon Agung Tbk
          Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
          Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 - 2022



                                 Keterangan                      30/06/23*       31/12/22    31/12/21    31/12/20    31/12/19    31/12/18

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan setara kas                                           10,90%       11,05%      10,65%       6,65%       6,81%       6,54%
          Piutang usaha - neto
            Pihak-pihak berelasi                                        0,03%        0,02%       0,02%       0,02%       0,04%       0,22%
            Pihak ketiga                                                0,83%        1,01%       0,93%       1,01%       0,87%       1,47%
          Piutang lain-lain                                             0,05%        0,05%       0,12%       0,08%       0,09%       0,08%
          Piutang pihak-pihak berelasi non-usaha                        0,24%        0,24%       0,25%       0,35%       0,20%       0,19%
          Persediaan                                                   34,97%       35,03%      35,52%      36,86%      34,84%      33,86%
          Pajak dibayar dimuka                                          1,98%        1,76%       1,39%       1,49%       1,25%       1,09%
          Biaya dibayar dimuka                                          0,21%        0,12%       0,19%       0,16%       0,12%       0,12%
          Uang muka                                                     0,92%        0,96%       0,94%       1,08%       1,39%       1,49%
          Aset keuangan lancar lainnya                                  0,01%        0,01%       0,01%       0,00%       0,02%       0,00%
          Aset lancar lainnya                                           0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
          Jumlah Aset Lancar                                           50,13%       50,26%      50,02%      47,70%      45,62%      45,06%
          ASET TIDAK LANCAR
          Piutang usaha - neto
            Pihak berelasi                                              0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,02%
            Pihak ketiga                                                0,09%        0,22%       0,12%       0,20%       0,18%       0,20%
          Piutang lain-lain                                             0,01%        0,01%       0,02%       0,02%       0,00%       0,00%
          Piutang pihak berelasi non-usaha                              0,23%        0,23%       0,20%       0,20%       0,27%       0,13%
          Tanah yang belum dikembangkan                                24,80%       23,78%      23,67%      25,12%      26,74%      27,62%
          Investasi pada entitas asosiasi                               0,29%        0,29%       0,28%       0,26%       0,24%       0,02%
          Uang muka                                                     3,30%        3,53%       3,45%       2,82%       2,93%       2,69%
          Aset tetap - neto                                             1,30%        1,30%       1,22%       1,33%       1,38%       1,62%
          Properti investasi - neto                                    16,42%       16,09%      16,35%      17,58%      17,82%      18,82%
          Aset pajak tangguhan                                          0,01%        0,01%       0,01%       0,01%       0,00%       0,00%
          Aset keuangan tidak lancar lainnya                            3,19%        4,02%       4,25%       4,40%       4,19%       3,05%
          Aset tidak lancar lainnya                                     0,22%        0,26%       0,41%       0,36%       0,60%       0,75%
          Jumlah Aset Tidak Lancar                                     49,87%       49,74%      49,98%      52,30%      54,38%      54,94%
          JUMLAH ASET                                                  100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%

          * Tidak Diaudit




                                                                 53
Page 650
                       Keterangan                           30/06/23*     31/12/22    31/12/21    31/12/20    31/12/19    31/12/18

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek                                          8,35%       7,10%       6,10%      10,72%       8,75%       7,65%
Utang usaha kepada pihak ketiga                                   0,21%       0,31%       0,27%       0,32%       0,35%       0,33%
Utang lain-lain                                                   1,33%       0,76%       1,28%       1,43%       1,47%       1,12%
Utang pihak berelasi non-usaha                                    0,08%       0,00%       0,00%       0,00%       0,27%       0,00%
Beban akrual                                                      3,58%       3,88%       3,13%       2,97%       4,81%       4,40%
Utang pajak                                                       0,20%       0,27%       0,28%       0,25%       0,27%       0,26%
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                            0,09%       0,11%       0,09%       0,14%       0,08%       0,08%
Liabilitas kontrak                                               21,09%      16,84%       8,76%      10,68%       8,42%       0,00%
Uang jaminan yang diterima                                        0,54%       0,55%       0,31%       0,37%       0,41%       7,03%
Pendapatan diterima dimuka                                        1,49%       1,47%       1,41%       1,44%       1,76%       1,87%
Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu
  tahun - neto:
  Utang bank dan lembaga pembiayaan                              2,16%        2,13%       3,18%       3,55%       4,98%       3,58%
  Liabilitas sewa                                                0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
  Utang obligasi                                                 0,00%        0,00%       1,92%       1,66%       5,30%       4,71%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                  39,13%      33,42%      26,75%      33,54%      36,89%      31,03%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang jangka panjang setelah dikurangi bagian yang
  jatuh tempo dalam satu tahun - neto:
  Utang bank dan lembaga pembiayaan                              8,41%        9,29%      15,05%      19,20%      13,13%      13,70%
  Utang obligasi                                                 2,18%        2,26%       0,76%       2,80%       4,53%       7,30%
  Liabilitas sewa                                                0,02%        0,02%       0,02%       0,02%       0,00%       0,00%
Utang lain-lain                                                  0,04%        0,04%       0,02%       0,05%       0,06%       0,05%
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                          0,44%        0,43%       0,49%       0,52%       0,49%       0,55%
Liabilitas kontrak                                               7,85%       12,21%      12,78%       6,38%       5,06%       0,00%
Uang jaminan yang diterima                                       0,41%        0,39%       0,38%       0,44%       0,46%       8,21%
Pendapatan diterima di muka                                      0,76%        0,55%       0,55%       0,50%       0,46%       0,23%
Liabilitas pajak tangguhan                                       0,06%        0,06%       0,07%       0,10%       0,13%       0,01%
Utang-utang pihak berelasi non-usaha                             0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,12%       0,01%
Liabilitas keuangan jangka panjang lainnya                       0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,03%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                 20,17%      25,26%      30,14%      30,00%      24,44%      30,08%
JUMLAH LIABILITAS                                                59,29%      58,68%      56,89%      63,54%      61,33%      61,11%
EKUITAS
Modal saham                                                       5,60%       5,81%       6,34%       5,79%       5,90%       6,19%
Tambahan modal disetor                                            4,43%       4,60%       5,02%       0,09%       0,09%       0,10%
Selisih nilai transaksi dengan kepentingan non-pengendali        -0,01%      -0,01%      -0,01%      -0,01%       0,01%       0,01%
Saldo laba                                                       22,27%      21,95%      21,90%      21,59%      24,14%      23,33%
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
  induk                                                          32,29%      32,35%      33,25%      27,47%      30,14%      29,63%
Kepentingan non-pengendali                                        8,41%       8,98%       9,86%       8,99%       8,53%       9,26%
JUMLAH EKUITAS                                                   40,71%      41,32%      43,11%      36,46%      38,67%      38,89%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                  100,00%      100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%

* Tidak Diaudit




                                                            54
Page 651
          Tabel 22
          PT Summarecon Agung Tbk
          Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
          Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023
          dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2018 - 2022


                                                                         30/06/23*     31/12/22     31/12/21     31/12/20     31/12/19     31/12/18
                                 Keterangan
                                                                         (6 Bulan)     (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)
          Pendapatan neto                                                   100,00%       100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%
          Beban pokok langsung dan beban langsung                            48,03%        47,55%       53,41%       54,43%       52,04%       51,62%
          Laba kotor                                                         51,97%        52,45%       46,59%       45,57%       47,96%       48,38%
          Beban penjualan                                                    -5,79%        -5,62%       -5,50%       -5,48%       -5,97%       -6,07%
          Beban umum dan administrasi                                       -15,52%       -16,65%      -13,17%      -14,84%      -15,41%      -15,11%
          Penghasilan operasi lain                                            0,10%         0,29%        0,25%        0,17%        0,24%        0,16%
          Beban operasi lain                                                 -0,04%        -0,59%       -0,19%       -0,05%       -0,09%       -0,03%
          Laba atas penjualan entitas anak                                    0,00%         0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        0,18%
          Laba usaha                                                         30,71%        29,87%       27,98%       25,37%       26,74%       27,52%
          Pendapatan keuangan                                                 3,02%         2,75%        3,45%        3,78%        2,11%        1,70%
          Biaya keuangan                                                    -11,52%       -14,99%      -18,00%      -20,53%      -13,38%      -12,10%
          Laba pada ekuitas entitas asosiasi                                  0,13%         0,16%        0,15%        0,12%        0,07%        0,00%
          Laba sebelum beban pajak final dan pajak penghasilan                22,35%       17,80%       13,58%        8,74%       15,53%       17,12%
          Beban pajak final                                                   -4,51%       -4,25%       -3,75%       -3,91%       -4,54%       -4,73%
          Laba sebelum beban pajak pengashilan                                17,84%       13,54%        9,82%        4,84%       10,99%       12,38%
          Manfaat (beban) pajak penghasilan - neto                            -0,04%       -0,05%        0,05%        0,05%       -0,67%       -0,18%
          Laba periode/tahun berjalan                                         17,80%       13,49%        9,87%        4,89%       10,32%       12,20%
          Pendapatan komprehensif lainnya                                      0,21%        0,17%       -0,01%       -0,27%        0,36%        0,30%
          Total penghasilan komprehensif periode berjalan                     18,02%       13,67%        9,86%        4,62%       10,67%       12,50%
          Laba periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
            Pemilik entitas induk                                             14,64%       10,93%        5,81%        3,58%        8,67%        7,93%
            Kepentingan non-pengendali                                         3,17%        2,56%        4,06%        1,31%        1,65%        4,27%

          * Tidak Diaudit



VI.C.3.   PT Ciputra Development Tbk
          Tabel 23
          PT Ciputra Development Tbk
          Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
          Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2018 - 2022



                                 Keterangan                              30/06/23*     31/12/22     31/12/21     31/12/20     31/12/19     31/12/18

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan setara kas                                                  22,33%       21,58%       17,61%       13,44%       11,71%        9,46%
          Piutang usaha dari pihak ketiga - neto                               1,79%        1,86%        2,13%        2,39%        3,24%        3,54%
          Piutang lain-lain                                                    3,15%        3,34%        4,06%        3,74%        4,11%        3,90%
          Persediaan                                                          27,27%       27,78%       28,47%       31,18%       29,45%       28,54%
          Biaya dibayar di muka                                                0,10%        0,07%        0,08%        0,09%        0,09%        0,09%
          Uang muka                                                            1,01%        0,51%        0,31%        0,36%        0,41%        0,35%
          Pajak dibayar di muka                                                1,17%        1,11%        1,22%        1,21%        1,26%        1,23%
          Aset derivatif                                                       0,00%        0,00%        0,02%        0,19%        0,00%        0,00%
          Jumlah Aset Lancar                                                  56,82%       56,25%       53,89%       52,59%       50,27%       47,11%
          ASET TIDAK LANCAR
          Investasi pada entitas asosiasi                                      2,60%        2,57%        2,35%        1,26%        1,02%        0,93%
          Piutang pihak berelasi                                               0,05%        0,06%        0,05%        0,06%        0,06%        0,49%
          Piutang lain-lain                                                    0,20%        0,20%        0,22%        0,22%        0,00%        0,00%
          Uang muka                                                            0,83%        1,31%        1,09%        1,22%        1,37%        1,64%
          Tanah untuk pengembangan                                            17,49%       17,69%       18,91%       19,27%       18,58%       19,48%
          Aset tetap - neto                                                    6,50%        6,13%        6,16%        6,61%        8,53%        9,08%
          Properti investasi - neto                                           12,50%       12,77%       13,59%       14,07%       14,84%       14,47%
          Aset pajak tangguhan - neto                                          0,03%        0,03%        0,04%        0,04%        0,06%        0,04%
          Aset derivatif                                                       0,03%        0,06%        0,00%        0,02%        0,11%        0,17%
          Aset tidak lancar lainnya                                            2,95%        2,93%        3,70%        4,64%        5,14%        6,60%
          Jumlah Aset Tidak Lancar                                            43,18%       43,75%       46,11%       47,41%       49,73%       52,89%
          JUMLAH ASET                                                       100,00%       100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%

          * Tidak Diaudit




                                                                         55
Page 652
                       Keterangan                           30/06/23*     31/12/22    31/12/21    31/12/20    31/12/19    31/12/18

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek                                          0,51%       0,88%       0,81%       2,02%       2,48%       3,22%
Utang usaha                                                       1,99%       2,07%       2,31%       2,23%       2,15%       2,43%
Utang lain-lain                                                   3,01%       2,20%       2,37%       2,02%       1,97%       1,84%
Beban akrual                                                      0,37%       0,54%       0,56%       0,56%       0,57%       0,61%
Utang pihak berelasi                                              0,04%       0,04%       0,00%       0,06%       0,07%       0,04%
Utang pajak                                                       0,29%       0,29%       0,28%       0,25%       0,40%       0,36%
Liabilitas kontrak                                               17,57%      17,97%      17,56%      15,81%      13,34%       0,00%
Pendapatan diterima di muka                                       0,49%       0,52%       0,56%       0,62%       0,67%       0,87%
Liabilitas jangka panjang jatuh tempo dalam satu tahun:
  Utang bank - neto                                              1,05%        1,22%       2,51%       1,76%       1,49%       0,92%
  Utang obligasi - neto                                          0,00%        0,00%       0,00%       0,20%       0,00%       0,64%
  Wesel bayar - neto                                             0,00%        0,00%       0,00%       4,05%       0,00%       0,00%
Uang muka yang diterima                                          0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%      12,37%
Liabilitas derivatif                                             0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,01%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                  25,32%      25,73%      26,96%      29,57%      23,12%      23,32%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas imbalan kerja                                         0,21%        0,21%       0,24%       0,36%       0,39%       0,37%
Liabilitas kontrak                                               5,14%        4,57%       4,52%       7,67%       0,00%       0,00%
Uang jaminan penyewa                                             0,36%        0,34%       0,34%       0,35%       0,36%       0,31%
Liabilitas pajak tangguhan - neto                                0,06%        0,06%       0,06%       0,07%       0,07%       0,08%
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
  jatuh tempo dalam satu tahun:
  Utang bank - neto                                              14,38%      15,06%      16,36%      17,51%      16,93%      15,06%
  Wesel bayar - neto                                              3,88%       4,12%       3,82%       0,00%       4,24%       4,58%
  Utang obligasi - neto                                           0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,22%       0,23%
Liabilitas derivatif                                              0,00%       0,00%       0,03%       0,00%       0,00%       0,00%
Uang muka yang diterima                                           0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       5,59%       7,51%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                 24,02%      24,36%      25,35%      25,95%      27,81%      28,14%
JUMLAH LIABILITAS                                                49,34%      50,09%      52,31%      55,53%      50,93%      51,46%
EKUITAS
Modal saham                                                      10,91%      11,07%      11,41%      11,82%      12,82%      13,53%
Tambahan modal disetor - neto                                     8,33%       8,52%       8,78%       9,09%       9,86%      10,48%
Selisih nilai transaksi ekuitas dengan kepentingan
  nonpengendali                                                   0,22%       0,23%       0,23%       0,23%       0,25%       0,20%
Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan                   0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
Rugi komprehensif lain                                           -0,19%      -0,36%      -0,04%      -0,18%      -0,16%      -0,19%
Saldo laba                                                       25,46%      24,62%      21,42%      18,18%      19,74%      18,00%
Saham tresuri                                                     0,00%      -0,08%      -0,08%      -0,08%      -0,09%      -0,10%
Total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada
  pemilik entitas induk                                          44,73%      44,00%      41,73%      39,06%      42,41%      41,92%
Kepentingan non-pengendali                                        5,93%       5,91%       5,96%       5,41%       6,66%       6,62%
JUMLAH EKUITAS                                                   50,66%      49,91%      47,69%      44,47%      49,07%      48,54%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                  100,00%      100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%

* Tidak Diaudit




                                                            56
Page 653
Tabel 24
PT Ciputra Development Tbk
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023
dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2018 - 2022


                                                              30/06/23*     31/12/22     31/12/21     31/12/20     31/12/19     31/12/18
                       Keterangan
                                                              (6 Bulan)     (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)
Pendapatan neto                                                  100,00%       100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%
Beban pokok penjualan dan beban langsung                          52,84%        49,95%       50,26%       48,93%       50,16%       52,70%
Laba kotor                                                        47,16%        50,05%       49,74%       51,07%       49,84%       47,30%
Beban umum dan administrasi                                      -15,17%       -13,77%      -12,10%      -14,45%      -16,47%      -15,78%
Beban penjualan                                                   -3,98%        -4,20%       -3,78%       -4,42%       -5,04%       -4,86%
Penghasilan lain-lain                                              2,48%         6,15%        5,56%        5,56%        5,32%        4,89%
Beban lain-lain                                                   -0,60%        -4,66%       -4,81%       -4,95%       -4,90%       -3,53%
Laba usaha                                                        29,88%        33,57%       34,61%       32,81%       28,75%       28,02%
Bagian laba entitas asosiasi - neto                                0,53%         0,74%        0,43%       -0,04%       -0,14%       -0,25%
Penghasilan keuangan - neto                                        3,81%         2,71%        2,45%        3,09%        4,56%        3,28%
Penghasilan keuangan - neto                                        0,00%         0,00%        0,00%        0,00%       -0,76%       -0,66%
Beban keuangan - neto                                            -12,59%       -11,72%      -12,85%      -15,30%      -11,97%       -9,55%
Laba sebelum pajak final dan pajak penghasilan                     21,62%       25,31%       24,63%       20,56%       20,44%       20,85%
Pajak final                                                        -2,72%       -2,74%       -2,67%       -2,87%       -3,13%       -3,31%
Laba sebelum pajak penghasilan                                     18,90%       22,57%       21,96%       17,69%       17,31%       17,54%
Beban pajak penghasilan - neto                                     -0,32%       -0,62%       -0,51%       -0,71%       -0,44%       -0,62%
Laba sebelum efek penyesuaian proforma                             18,58%       21,95%       21,46%       16,98%       16,87%       16,92%
Efek penyesuaian proforma - rugi sebelum akuisisi                   0,04%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        0,07%
Laba bersih periode/tahun berjalan                                 18,63%       21,95%       21,46%       16,98%       16,87%       16,98%
Penghasilan (rugi) komprehensif lain periode berjalan               1,55%       -1,50%        0,56%       -0,12%        0,07%        0,31%
Jumlah laba komprehensif periode/tahun berjalan                    20,17%       20,45%       22,02%       16,87%       16,94%       17,29%
Laba bersih periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan
  kepada:
  Pemilik entitas induk                                            17,43%       20,42%       17,84%       16,36%       15,22%       15,46%
  Kepentingan non-pengendali                                        1,20%        1,53%        3,62%        0,62%        1,65%        1,53%

* Tidak Diaudit




                                                              57
Page 654
VII.     ANALISIS RISIKO

         Dalam menjalankan kegiatan usahanya, SHM tidak terlepas dari berbagai risiko
         usaha yang dihadapi. Analisis risiko usaha terhadap SHM adalah sebagai berikut:

VII.A.   Risiko Pendanaan

         Pengembangan real estat yang sedang dikembangkan oleh SHM membutuhkan
         modal yang besar, sehingga kemampuan SHM dalam memperoleh dana untuk
         pengembangan, perolehan lahan dan pembangunannya memerlukan
         perencanaan yang matang. SHM harus dapat menjamin ketersediaan kecukupan
         dana untuk pembiayaan proyek tersebut dalam jangka panjang. Apabila SHM tidak
         dapat memperoleh pendanaan untuk mendukung pengembangan proyek SHM,
         maka pertumbuhan SHM dapat menurun yang pada akhirnya dapat menurunkan
         jumlah pendapatan dan laba SHM.

VII.B.   Risiko Kenaikan Harga Bahan Bangunan dan Kelangkaan Bahan Bangunan

         Bahan bangunan seperti semen, besi beton dan bahan bangunan lainnya
         merupakan bahan utama dalam pembangunan perumahan dan gedung-gedung
         komersial. Apabila bahan bangunan tersebut tidak tersedia pada saat dibutuhkan,
         maka akan terjadi keterlambatan dalam pembangunan dan penundaan pengakuan
         pendapatan SHM dari penjualan perumahan tersebut. Penundaan tersebut di atas
         berakibat pada hilangnya kepercayaan para konsumen/calon konsumen yang
         pada akhirnya menurunkan jumlah pendapatan SHM.

         Selain kelangkaan bahan baku, SHM juga dimungkinkan menghadapi kenaikan
         harga bahan bangunan yang merupakan dampak dari kondisi perekonomian yang
         memburuk. Kenaikan harga bahan baku dapat meningkatkan biaya konstruksi
         suatu proyek, sementara bahan baku untuk properti biasanya dibayar di muka
         sehingga hal tersebut tidak dapat merubah harga jual yang sebelumnya telah
         disepakati. Hal ini dapat merugikan SHM karena dapat mengurangi tingkat
         keuntungan SHM.

VII.C.   Risiko Kenaikan Tingkat Suku Bunga

         Kinerja SHM dapat dipengaruhi oleh kenaikan tingkat bunga perbankan terutama
         pada sektor konsumen. Kebijakan moneter uang ketat secara tidak langsung juga
         mempengaruhi kenaikan tingkat suku bunga termasuk suku bunga sektor
         konsumen yang dapat berdampak pada menurunnya daya beli konsumen
         terutama di sektor properti, sehingga pada akhirnya dapat berdampak pada kinerja
         keuangan SHM.




                                          58
Page 655
VII.D.   Risiko Operasional

         Kegiatan usaha properti dengan mengembangkan usaha real estat khususnya
         perumahan komersial, vila, dan apartemen yang memberikan fasilitas lainnya
         mengandung risiko-risiko di lapangan seperti risiko hak kepemilikan atas tanah,
         berkurangnya lahan yang tersedia, kebakaran, kerusuhan (demonstrasi maupun
         ancaman bom) dan bencana alam yang dapat berdampak buruk pada kegiatan
         usaha SHM. Hal tersebut di atas dapat menurunkan pendapatan dan keuntungan
         SHM.

VII.E.   Risiko Bencana Alam

         Dengan bisnis utama SHM di bidang real estat yang dimiliki sendiri atau disewa
         mencakup usaha pembelian, penjualan, persewaan dan pengoperasian real estat
         baik yang dimiliki sendiri maupun disewa, terdapat risiko kebakaran yang dapat
         memusnahkan aset utama SHM dalam menjalankan usaha. Risiko lain yang
         mungkin dihadapi SHM adalah jika terjadi bencana alam seperti gempa.

VII.F.   Risiko Kebijakan Pemerintah

         Seperti halnya semua industri, kegiatan usaha SHM dipengaruhi oleh perubahan
         kebijakan Pemerintah Indonesia baik langsung maupun tidak langsung. Kebijakan
         pemerintah yang secara langsung mempengaruhi SHM antara lain kemungkinan
         perubahan kebijakan rencana tata kota dan tata ruang, yang dapat mengakibatkan
         berkurangnya lahan yang dapat digunakan. Apabila kebijakan pemerintah tersebut
         diterapkan, dapat mengakibatkan berkurangnya jumlah unit yang akan dijual
         sehingga menurunkan jumlah pendapatan dan laba SHM.




                                         59
Page 656
VIII.       METODE PENILAIAN

VIII.A.     Metode-Metode Penilaian

VIII.A.1.   Metode Penyesuaian Aset Bersih

            Metode ini merupakan metode penilaian yang berdasarkan pada pendekatan aset
            (asset based approach). Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan
            liabilitas (liabilities) harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk
            komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank
            atau utang bank).

            Aset lancar (current assets) harus dinilai ulang, misalnya untuk piutang dengan
            mengurangkan jumlah yang tak dapat ditagih secara normal. Aset tetap seperti
            tanah, bangunan, dan mesin-mesin perlu dinilai dengan konsep penilaian properti
            yang berlaku umum.

            Selain aset berwujud, nilai pasar aset tak berwujud (intangible assets) seperti hak
            paten, lisensi, biaya riset dan pengembangan, karyawan yang telah terlatih dan
            siap bekerja (pool of employees), dan daftar langganan (pool of captive customer),
            juga harus dihitung. Nilai pasar aset tak berwujud tersebut diperoleh dengan
            melakukan penilaian terhadap tiap-tiap aset tersebut secara terpisah. Nilai pasar
            ekuitas (net worth) kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai
            seluruh aset dan liabilitas (liabilities) yang telah disesuaikan.

VIII.A.2.   Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek

            Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek merupakan metode
            penilaian yang didasarkan pada pendekatan pasar (market based approach).
            Dengan metode ini, nilai pasar saham ditetapkan berdasarkan harga yang telah
            atau pernah terjadi dari perusahaan sejenis yang sebanding dan sepadan. Nilai
            pasar dari perusahaan pembanding diambil dari pasar modal (perusahaan
            publik/terbuka).

            Syarat utama dari penggunaan metode ini adalah perusahaan pembanding harus
            sebanding dan sepadan dengan perusahaan yang akan dinilai dalam berbagai
            variabel pembanding, antara lain perputaran penjualan, ekuitas, struktur modal
            (leverage), aset dan komposisi aset, tingkat laba, dan rasio-rasio keuangan.

            Jika telah diperoleh perusahaan yang sebanding dan sepadan, nilai pasar saham
            perusahaan yang dinilai diperoleh dengan cara mengalikan pendapatan
            perusahaan dengan beberapa rasio yang diperoleh dari perusahaan pembanding,
            seperti rasio P/E (price/earnings), P/S (price/sales), P/BV (price/book value of
            equity) dan sebagainya.




                                              60
Page 657
VIII.A.3.   Metode Diskonto Arus Kas

            Metode diskonto arus kas ini merupakan metode penilaian yang didasarkan pada
            pendekatan pendapatan (income based approach).

            Untuk menggunakan metode ini, sebelum melakukan proses diskonto
            (discounting), terlebih dahulu harus diproyeksikan pendapatan mendatang berupa
            arus kas bersih untuk ekuitas (net cash flow to equity) atau arus kas bersih untuk
            kapital (net cash flow to invested capital) sesuai dengan sifat dan jenis usaha yang
            dinilai. Setelah proyeksi dibuat, langkah berikutnya adalah menetapkan tingkat
            diskonto (discount rate) yang tepat.

            Proses selanjutnya adalah mendiskonto nilai-nilai arus kas bersih yang telah
            diproyeksikan, termasuk nilai periode kekal (continuing value), dengan faktor
            diskonto (discount factor) yang diperoleh dari tingkat diskonto sesuai dengan
            periode proyeksinya. Jika yang didiskonto adalah arus kas bersih untuk ekuitas,
            maka nilai kini (present value) dari keseluruhan pendapatan di masa mendatang
            tersebut merupakan nilai ekuitas, sedangkan jika yang didiskonto adalah arus kas
            bersih untuk kapital, jumlah nilai kini tersebut merupakan nilai perusahaan
            (corporate value), yang masih harus dikurangi dengan nilai liabilitas untuk
            mendapatkan nilai ekuitas.

VIII.B.     Metode Penilaian yang Digunakan

            Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis
            internal akan berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis
            historis atas laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi komprehensif SHM,
            pengkajian atas kondisi operasi dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki
            SHM. Prospek SHM di masa yang akan datang kami evaluasi berdasarkan
            rencana usaha yang telah kami kaji kewajaran dan konsistensinya. Analisis
            eksternal didasarkan pada kajian singkat terhadap faktor-faktor eksternal yang
            dipertimbangkan sebagai penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian
            singkat atas prospek dari industri yang bersangkutan.

            Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar
            suatu “business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi
            keuangan dan laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya
            diperlukan penyesuaian terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan
            normalisasi keuntungan laporan laba rugi komprehensif yang biasanya disusun
            oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun nilai buku suatu
            perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan laba
            rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis
            yang dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian
            tersebut.




                                              61
Page 658
          Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
          penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method).

          Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari
          semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai
          pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai
          pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan
          kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai pasar seluruh aset
          (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai pasar liabilitas.

          Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai
          untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak
          manajemen Perseroan dan SHM. Tidak tertutup kemungkinan untuk
          diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat memberikan
          hasil yang berbeda.

VIII.C.   Premis Penilaian

          Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis
          penilaian bahwa SHM adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.

VIII.D.   Aplikasi Diskon dan Premi

          Diskon dan premi merupakan hal-hal yang tak terpisahkan dari proses penilaian
          perusahaan tertutup. Diskon dan premi terkait dengan ada/tidaknya tingkat kendali
          serta tingkat kemampuan untuk dipasarkan dari saham yang dinilai. Diskon adalah
          potongan yang diberikan kepada suatu indikasi nilai dari business interest atau
          saham yang berhasil diperkirakan. Pemberian diskon terkait dengan tidak adanya
          unsur kendali dalam saham yang dinilai dan disebut dengan Discount for Lack of
          Control – DLOC (Diskon Tanpa Pengendalian). Diskon juga terkait dengan tingkat
          kesulitan saham tersebut untuk dikonversi secara cepat menjadi uang tunai yang
          disebut dengan Discount for Lack of Marketabilities – DLOM (Diskon Likuiditas
          Pasar). Sedangkan, premi adalah tambahan nilai yang diberikan kepada indikasi
          nilai yang berhasil diperoleh dalam proses penilaian. Pemberian premi terkait
          dengan adanya unsur kendali dalam saham perusahaan yang dinilai dan disebut
          dengan Premium for Control (Premi Pengendalian).




                                           62
Page 659
VIII.E.   Prosedur Penilaian

          Berdasarkan pendekatan dan metode penilaian yang telah dipilih untuk
          menentukan indikasi nilai pasar Objek Penilaian, kami telah melakukan
          langkah-langkah sebagai berikut:

          1. Melakukan tinjauan atas faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi
             operasi SHM.
          2. Melakukan tinjauan atas laporan keuangan historis dari SHM.
          3. Melakukan penelaahan atas data operasional SHM.
          4. Melakukan penilaian Objek Penilaian dengan mengaplikasikan metode
             penyesuaian aset bersih dengan pendekatan aset.

VIII.F.   Independensi Penilai

          Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa
          adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan SHM
          ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan SHM. KR juga tidak
          memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
          Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan
          atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali
          tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis penilaian ini dan
          KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan No. KR/230412-001
          tanggal 12 April 2023 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.




                                            63
Page 660
IX.     PENILAIAN

        Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode penilaian yang digunakan
        untuk menilai Objek Penilaian adalah metode penyesuaian aset bersih.

IX.A.   Premi Pengendalian (Premium for Control), Diskon Tanpa Pengendalian
        (Discount for Lack of Control), dan Diskon Likuiditas Pasar (Discount for
        Lack of Marketabilities)

        Berdasarkan POJK 35/2020, premi pengendalian didefinisikan sebagai “suatu
        jumlah atau persentase tertentu yang merupakan penambah dari nilai suatu
        ekuitas sebagai cerminan dari tingkat pengendalian atas objek penilaian”.

        Berdasarkan POJK 35/2020, diskon tanpa pengendalian didefinisikan sebagai
        “suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan pengurang dari nilai suatu
        ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya tingkat pengendalian atas objek
        penilaian”.

        Premi pengendalian dan diskon tanpa pengendalian mencerminkan penambahan
        terhadap nilai dari penyertaan minoritas atau pengurangan terhadap nilai dari
        penyertaan mayoritas dalam entitas anak yang dinilai sebagai pengaruh dari
        ketiadaan pengendalian dari pemilik yang berada dalam posisi minoritas atau
        dibatasi pengendaliannya.

        Pengurangan diperhitungkan karena pemilik yang dalam kondisi tidak memiliki
        kemampuan untuk mengendalikan akan memperoleh manfaat yang berbeda dari
        pemilik yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan karena adanya
        keleluasaan dari pemilik yang mengendalikan untuk mengoptimalkan manfaat
        dengan:

           Menentukan arah perkembangan jangka panjang perusahaan.
           Memilih pengurus inti perusahaan.
           Menentukan hak dan fasilitas untuk pengurus inti.
           Menentukan kebijakan investasi.
           Menentukan dengan pihak mana kegiatan usaha akan dilakukan.
           Menentukan besarnya dividen yang akan dibayarkan.
           Menolak usulan-usulan di atas yang berasal dari pemegang saham minoritas.

        Berdasarkan Peraturan POJK 35/2020, diskon likuiditas pasar didefinisikan
        sebagai “suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan pengurang dari
        nilai suatu ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya likuiditas objek penilaian”.

        Diskon likuiditas pasar mencerminkan pengurangan terhadap nilai dari
        perusahaan yang dinilai sebagai pengaruh dari tidak likuidnya saham perusahaan
        tersebut untuk diperdagangkan.




                                         64
Page 661
        Untuk penilaian atas SHM, sesuai dengan tujuan penilaian yang dilakukan, yaitu
        untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang nilai pasar dari
        Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau
        ekuivalensinya pada tanggal 30 Juni 2023, oleh karena itu atas indikasi nilai yang
        dihasilkan, dilakukan atau diaplikasikan penyesuaian terhadap kondisi
        ketidakmampuan untuk dipasarkan dengan cepat (diskon likuiditas pasar),
        dikenakan diskon sebesar 40,00%, dengan pertimbangan sebagai berikut:

           Berdasarkan POJK 35/2020, diskon likuiditas pasar untuk perusahaan tertutup
            bagi pemegang saham mayoritas adalah antara 20,00% - 40,00%.
           SHM merupakan perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
            (privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
            Indonesia.

IX.B.   Nilai Pasar Objek Penilaian

        Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode yang digunakan untuk
        menentukan nilai pasar 100,00% saham SHM adalah metode penyesuaian aset
        bersih. Metode ini merupakan metode penilaian yang didasarkan pada pendekatan
        aset. Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan liabilitas harus
        disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang
        telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank).

        Pada penilaian ini, kami melakukan penilaian berdasarkan nilai pasar persediaan
        yang telah dinilai oleh KJPP SRR sebagaimana tertuang dalam laporannya
        No. 00359/2.0059-02/PI/03/0242/1/VIII/2023 tanggal 7 Agustus 2023, dimana nilai
        pasar atas persediaan pada tanggal 30 Juni 2023 adalah sebesar
        Rp 1.268,96 miliar.

        Apabila nilai pasar atas persediaan tersebut direfleksikan dalam laporan posisi
        keuangan, maka jumlah aset SHM adalah sebesar Rp 1.359,35 miliar, sedangkan
        jumlah liabilitas SHM adalah tetap, yaitu sebesar Rp 1.295,45 miliar.

        Indikasi nilai pasar 100,00% saham SHM kemudian diperoleh dengan menghitung
        selisih antara nilai seluruh aset dan liabilitas. Dengan demikian, indikasi nilai pasar
        100,00% saham SHM sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
        Rp 63,90 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 40,00%, maka nilai pasar
        100,00% saham SHM adalah sebesar Rp 38,34 miliar. Dengan demikian, nilai
        pasar 100,00% saham SHM berdasarkan metode penyesuaian aset bersih adalah
        sebesar Rp 38,34 miliar.




                                            65
Page 662
Perincian perhitungan nilai pasar 100,00% saham SHM dengan menggunakan
metode penyesuaian aset bersih adalah sebagai berikut:

Tabel 25
PT Sharindo Matratama
Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 30 Juni 2023

                                                                                             (Dalam jutaan Rupiah)
                        Keterangan                                   30/06/23       Penyesuaian       Nilai Pasar

ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                                        36.970                  -         36.970
Piutang lain-lain
  Pihak berelasi                                                          17.425                  -         17.425
  Pihak ketiga                                                                 5                  -              5
Uang muka                                                                    640                  -            640
Pajak dibayar di muka                                                     30.085                  -         30.085
Jumlah Aset Lancar                                                        85.125                  -         85.125
ASET TIDAK LANCAR
Deposito berjangka                                                         1.097               -              1.097
Persediaan                                                             1.176.217          92.747          1.268.964
Aset tetap - neto                                                          4.019               -              4.019
Aset lain-lain                                                               141               -                141
Jumlah Aset Tidak Lancar                                               1.181.474          92.747          1.274.221
JUMLAH ASET                                                            1.266.598          92.747          1.359.346
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                                              200.680                  -        200.680
Utang lain-lain
  Pihak berelasi                                                         150.995                  -        150.995
  Pihak ketiga                                                                50                  -             50
Biaya masih harus dibayar                                                    368                  -            368
Utang pajak                                                                4.326                  -          4.326
Uang muka penjualan                                                        7.057                  -          7.057
Bagian jangka pendek dari liabilitas jangka panjang:
  Utang bank                                                              12.739                  -         12.739
  Liabilitas imbalan kerja                                                 5.534                  -          5.534
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                          381.749                  -        381.749
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Uang muka penjualan                                                      842.423                  -        842.423
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian
  jangka pendek:
  Utang bank                                                              58.384                  -         58.384
  Liabilitas imbalan kerja                                                12.888                  -         12.888
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                         913.695                  -        913.695
JUMLAH LIABILITAS                                                      1.295.445                  -       1.295.445
EKUITAS                                                                  (28.846)         92.747            63.901
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                          1.266.598          92.747          1.359.346

Indikasi nilai pasar 100,00% saham sebelum diskon likuiditas pasar                                           63.901
Diskon likuiditas pasar (40,00%)                                                                            (25.560)
Nilai pasar 100,00% saham                                                                                   38.341




                                                   66
Page 663
IX.C.   Kesimpulan Penilaian

        Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima
        dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang mempengaruhi
        penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal
        30 Juni 2023 adalah sebesar Rp 38,34 miliar.




                                         67
Page 664
PT Sharindo Matratama                                                                                    Lampiran A
Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 30 Juni 2023

                                                                                             (Dalam jutaan Rupiah)
                        Keterangan                                   30/06/23       Penyesuaian       Nilai Pasar

ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                                        36.970                  -         36.970
Piutang lain-lain
  Pihak berelasi                                                          17.425                  -         17.425
  Pihak ketiga                                                                 5                  -              5
Uang muka                                                                    640                  -            640
Pajak dibayar di muka                                                     30.085                  -         30.085
Jumlah Aset Lancar                                                        85.125                  -         85.125
ASET TIDAK LANCAR
Deposito berjangka                                                         1.097               -              1.097
Persediaan                                                             1.176.217          92.747          1.268.964
Aset tetap - neto                                                          4.019               -              4.019
Aset lain-lain                                                               141               -                141
Jumlah Aset Tidak Lancar                                               1.181.474          92.747          1.274.221
JUMLAH ASET                                                            1.266.598          92.747          1.359.346
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                                              200.680                  -        200.680
Utang lain-lain
  Pihak berelasi                                                         150.995                  -        150.995
  Pihak ketiga                                                                50                  -             50
Biaya masih harus dibayar                                                    368                  -            368
Utang pajak                                                                4.326                  -          4.326
Uang muka penjualan                                                        7.057                  -          7.057
Bagian jangka pendek dari liabilitas jangka panjang:
  Utang bank                                                              12.739                  -         12.739
  Liabilitas imbalan kerja                                                 5.534                  -          5.534
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                          381.749                  -        381.749
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Uang muka penjualan                                                      842.423                  -        842.423
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian
  jangka pendek:
  Utang bank                                                              58.384                  -         58.384
  Liabilitas imbalan kerja                                                12.888                  -         12.888
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                         913.695                  -        913.695
JUMLAH LIABILITAS                                                      1.295.445                  -       1.295.445
EKUITAS                                                                  (28.846)         92.747            63.901
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                          1.266.598          92.747          1.359.346

Indikasi nilai pasar 100,00% saham sebelum diskon likuiditas pasar                                           63.901
Diskon likuiditas pasar (40,00%)                                                                            (25.560)
Nilai pasar 100,00% saham                                                                                   38.341




                                                         68

File

File Open PDF
Source IDX
Size6.51 MB
Published9 Aug 2023
Pages664
Characters1,899,761
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

The name pass has not read this document yet.

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result