Skip to content
Back to announcement

20230808_PANI_Pengumuman RUPS_31359488_lamp7.pdf

RUPS notice Text extracted PANI

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 239

Page 1
Kusnanto & rekan
 Independent Business Appraisers
License : 2.19.0162
Indonesia
Page 2
No. : 00103/2.0162-00/BS/05/0153/1/VIII/2023                            8 Agustus 2023



Kepada Yth.

PT PANTAI INDAH KAPUK DUA Tbk
Office Tower Agung Sedayu Group Lt. 8 & 10
Jl. Marina Raya, Kamal Muara, Penjaringan
Jakarta Utara 14470

U.p. : Direksi

Hal : Pendapat Kewajaran atas Rencana Penyertaan Saham

Dengan hormat,

PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) merencanakan untuk
melakukan beberapa rencana aksi korporasi dengan rincian sebagai berikut:

•   Pada tanggal 8 Agustus 2023, Perseroan dan PT Bumindo Mekar Wibawa (selanjutnya
    disebut “BMW”) telah menandatangani Perjanjian Pengambilan Bagian Saham
    Bersyarat (selanjutnya disebut “PPBSB BMW”), dimana BMW merencanakan untuk
    melakukan peningkatan modal dasar dari 200.000 lembar saham atau setara dengan
    Rp 100,00 miliar menjadi 6.140.000 lembar saham dengan nilai nominal sebesar
    Rp 500.000 per lembar saham atau setara dengan Rp 3,07 triliun dan selanjutnya
    merencanakan untuk melakukan peningkatan modal ditempatkan dan disetor, yang akan
    diambil bagian oleh Perseroan sebanyak 1.435.000 lembar saham dengan nilai nominal
    sebesar Rp 500.000 per lembar saham atau setara dengan 93,49% saham BMW
    dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 885.000,00 per lembar saham atau dengan nilai
    transaksi keseluruhan sebesar Rp 1,27 triliun (selanjutnya disebut “Rencana
    Penyertaan Saham BMW”).

•   Pada tanggal 8 Agustus 2023, Perseroan dan PT Cahaya Inti Sentosa (selanjutnya
    disebut “CIS”) telah menandatangani Perjanjian Pengikatan Penerbitan dan
    Pengambilan Bagian Saham Baru (selanjutnya disebut “PPBSB CIS”), dimana CIS
    merencanakan untuk melakukan peningkatan modal dasar dari 2.000 lembar saham
    atau setara dengan Rp 2,00 miliar menjadi 1.186.400 lembar saham dengan nilai
    nominal sebesar Rp 1.000.000 per lembar saham atau setara dengan Rp 1,19 triliun dan
    selanjutnya merencanakan untuk melakukan peningkatan modal ditempatkan dan
    disetor, yang akan diambil bagian oleh Perseroan sebanyak 296.000 lembar saham
    dengan nilai nominal sebesar Rp 1.000.000 per lembar saham atau setara dengan
    99,80% saham CIS dengan harga pelaksanaan Rp 14.050.000,00 per lembar saham
    atau dengan nilai transaksi keseluruhan sebesar Rp 4,16 triliun (selanjutnya disebut
    “Rencana Penyertaan Saham CIS”).
Page 3
•   Pada tanggal 8 Agustus 2023, Perseroan dan PT Jaya Indah Sentosa (selanjutnya
    disebut “JIS”) telah menandatangani Perjanjian Pengikatan Penerbitan dan Pengambilan
    Bagian Saham Baru (selanjutnya disebut “PPBSB JIS”), dimana JIS merencanakan
    untuk melakukan peningkatan modal dasar dari 100.000 lembar saham atau setara
    dengan Rp 100,00 miliar menjadi 2.820.000 lembar saham dengan nilai nominal sebesar
    Rp 1.000.000 per lembar saham atau setara dengan Rp 2,82 triliun dan selanjutnya
    merencanakan untuk melakukan peningkatan modal ditempatkan dan disetor, yang akan
    diambil bagian oleh Perseroan sebanyak 655.000 lembar saham dengan nilai nominal
    sebesar Rp 1.000.000 per lembar saham atau setara dengan 92,91% saham JIS dengan
    harga pelaksanaan sebesar Rp 1.950.000,00 per lembar saham atau dengan nilai
    transaksi keseluruhan sebesar Rp 1,28 triliun (selanjutnya disebut “Rencana
    Penyertaan Saham JIS”).

•   Pada tanggal 8 Agustus 2023, Perseroan dan PT Kemilau Karya Utama (selanjutnya
    disebut “KKU”) telah menandatangani Perjanjian Pengikatan Penerbitan dan
    Pengambilan Bagian Saham Baru (selanjutnya disebut “PPBSB KKU”), dimana KKU
    merencanakan untuk melakukan peningkatan modal dasar dari 600.000 lembar atau
    setara dengan Rp 600,00 miliar menjadi 600.000 lembar saham seri A dan 74.400.000
    lembar saham seri B masing-masing dengan nilai nominal sebesar Rp 1.000.000 per
    lembar saham dan Rp 21.000 per lembar saham atau setara dengan Rp 2,16 triliun dan
    selanjutnya merencanakan untuk menerbitkan saham seri B yang memiliki seluruh hak
    yang sama dengan saham yang telah diterbitkan oleh KKU, yang selanjutnya akan
    menjadi saham seri A, kecuali perbedaan harga nominal per lembar saham untuk saham
    seri A dan saham seri B tersebut, yang akan diambil bagian oleh Perseroan sebanyak
    18.600.000 lembar saham dengan nilai nominal sebesar Rp 21.000 per lembar saham
    atau setara dengan 97,25% saham KKU dengan harga pelaksanaan sebesar
    Rp 21.000,00 per lembar saham atau dengan nilai transaksi keseluruhan sebesar
    Rp 0,39 triliun (selanjutnya disebut “Rencana Penyertaan Saham KKU”).

•   Pada tanggal 8 Agustus 2023, Perseroan dan PT Karunia Utama Selaras (selanjutnya
    disebut “KUS”) telah menandatangani Perjanjian Pengikatan Penerbitan dan
    Pengambilan Bagian Saham Baru (selanjutnya disebut “PPBSB KUS”), dimana KUS
    merencanakan untuk melakukan peningkatan modal dasar dari 2.000 lembar saham
    atau setara dengan Rp 2,00 miliar menjadi 283.400 lembar saham dengan nilai nominal
    sebesar Rp 1.000.000 per lembar saham atau setara dengan Rp 283,40 miliar dan
    selanjutnya merencanakan untuk melakukan peningkatan modal ditempatkan dan
    disetor, yang akan diambil bagian oleh Perseroan sebanyak 70.250 lembar saham
    dengan nilai nominal sebesar Rp 1.000.000 per lembar saham atau setara dengan
    99,15% saham KUS dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 23.575.000,00 per lembar
    saham atau dengan nilai transaksi keseluruhan sebesar Rp 1,66 triliun (selanjutnya
    disebut “Rencana Penyertaan Saham KUS”).




                                           2
Page 4
•   Pada tanggal 8 Agustus 2023, Perseroan dan PT Sumber Cipta Utama (selanjutnya
    disebut “SCU”) telah menandatangani Perjanjian Pengikatan Penerbitan dan
    Pengambilan Bagian Saham Baru (selanjutnya disebut “PPBSB SCU”), dimana SCU
    merencanakan untuk melakukan peningkatan modal dasar dari 200.000 lembar saham
    atau setara dengan Rp 100,00 miliar menjadi 2.200.000 lembar saham dengan nilai
    nominal sebesar Rp 500.000 per lembar saham atau setara dengan Rp 1,10 triliun dan
    selanjutnya merencanakan untuk melakukan peningkatan modal ditempatkan dan
    disetor, yang akan diambil bagian oleh Perseroan sebanyak 500.000 lembar saham
    dengan nilai nominal sebesar Rp 500.000 per lembar saham atau setara dengan 90,91%
    saham SCU dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 625.000,00 per lembar saham atau
    dengan nilai transaksi keseluruhan sebesar Rp 0,31 triliun (selanjutnya disebut
    “Rencana Penyertaan Saham SCU”).

•   Pada tanggal 8 Agustus 2023, Perseroan dan PT Sharindo Matratama (selanjutnya
    disebut “SHM”) telah menandatangani Perjanjian Pengambilan Bagian Saham Bersyarat
    (selanjutnya disebut “PPBSB SHM”), dimana SHM merencanakan untuk melakukan
    peningkatan modal dasar dari 200.000 lembar atau setara dengan Rp 100,00 miliar
    menjadi 200.000 lembar saham seri A dan 3.800.000 lembar saham seri B
    masing-masing dengan nilai nominal sebesar Rp 500.000 per lembar saham dan
    Rp 360.000 per lembar saham atau setara dengan Rp 1,47 triliun dan selanjutnya
    merencanakan untuk menerbitkan saham seri B yang memiliki seluruh hak yang sama
    dengan saham yang telah diterbitkan oleh SHM, yang selanjutnya akan menjadi saham
    seri A, kecuali perbedaan harga nominal per lembar saham untuk saham seri A dan
    saham seri B tersebut, yang akan diambil bagian oleh Perseroan sebanyak 950.000
    lembar saham dengan nilai nominal sebesar Rp 360.000 per lembar saham atau setara
    dengan 90,48% saham SHM dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 360.000,00 per
    lembar saham atau dengan nilai transaksi keseluruhan sebesar Rp 0,34 triliun
    (selanjutnya disebut “Rencana Penyertaan Saham SHM”).

Rencana Penyertaan Saham BMW, Rencana Penyertaan Saham CIS, Rencana Penyertaan
Saham JIS, Rencana Penyertaan Saham KKU, Rencana Penyertaan Saham KUS, Rencana
Penyertaan Saham SCU, dan Rencana Penyertaan Saham SHM selanjutnya secara
bersama-sama disebut “Rencana Penyertaan Saham”).

Sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham, Perseroan merencanakan untuk
melakukan penawaran umum terbatas dengan hak memesan efek terlebih dahulu atas
saham dalam portepel Perseroan sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan No. 14/POJK.04/2019 tanggal 30 April 2019 tentang “Perubahan atas Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan Nomor 32/POJK.04/2015 tentang Penambahan Modal Perusahaan
Terbuka Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu” (selanjutnya disebut
“POJK 14/2019”), dimana dalam rangka penyelesaian Rencana Penyertaan Saham,
Perseroan merencanakan untuk menggunakan dana hasil penawaran umum terbatas
dengan hak memesan efek terlebih dahulu atas saham portepel Perseroan (selanjutnya
disebut “Rencana PMDHMETD”).

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana Penyertaan
Saham dan Rencana PMDHMETD merupakan satu kesatuan transaksi yang tidak dapat
dipisahkan satu dengan yang lainnya dan selanjutnya secara bersama-sama disebut
“Rencana Transaksi”.


                                          3
Page 5
Sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham tersebut, manajemen Perseroan telah
menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan
(selanjutnya disebut “KR” atau “kami”) untuk memberikan pendapat sebagai penilai
independen atas kewajaran Rencana Penyertaan Saham sesuai dengan surat penugasan
No. KR/230412-001 tanggal 12 April 2023 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.
Selanjutnya, kami sebagai KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan
No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang
pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya disebut “OJK”) dengan Surat Tanda
Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK No. STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
(penilai bisnis), menyampaikan pendapat kewajaran (fairness opinion) (selanjutnya disebut
“Pendapat Kewajaran”) atas Rencana Penyertaan Saham.


ALASAN DAN LATAR BELAKANG RENCANA PENYERTAAN SAHAM

Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang perindustrian, aktivitas
perusahaan holding dan konsultasi manajemen. Perseroan dan entitas anaknya bergerak
dalam beberapa bidang usaha yang meliputi industri macam-macam wadah dari logam
berupa kaleng kemas, pengolahan hasil perikanan dan real estat. Perseroan berdomisili di
Office Tower Agung Sedayu Group Lantai 8 dan 10 Jalan Marina Raya, Kamal Muara,
Penjaringan, Jakarta Utara 14470, dengan nomor telepon: (021) 2941 7685 dan email:
corporate.secretary@agungsedayu.com.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
30 Juni 2023, Perseroan memiliki penyertaan saham pada beberapa entitas anak baik
langsung maupun tidak langsung dengan rincian sebagai berikut:


                                            Perseroan


                            99,00%                                   51,00%
                     PT Panorama Eka
                                                             PT Bangun Kosambi
                      Tunggal (PET)
                                                               Sukses (BKS)
                        BKS 1,00%
          51,00%            57,00%               51,00%              99,60%              40,00%
                                        PT Cahaya Gemilang
  PT Mega Andalan   PT Cahaya Kencana                         PT Agung Surya     PT Fin Centerindo
                                         Indah Cemerlang
    Sukses (MAS)       Indah (CKI)                            Gemerlap (ASGE)       Satu (FCS)
                                              (CGIC)



PET, BKS, MAS, CKI, CGIC, ASGE, dan FCS selanjutnya secara bersama-sama disebut
“Entitas Anak Perseroan”.




                                                4
Page 6
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, ruang lingkup kegiatan
usaha dan status Entitas Anak Perseroan adalah sebagai berikut:

 No.    Keterangan   Status     Domisili                                   Kegiatan Usaha

   1   BMW           Tertutup   Indonesia    Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa dan kawasan industri.
   2   CIS           Tertutup   Indonesia    Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                            penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                            maupun disewa.
   3   JIS           Tertutup   Indonesia    Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                            penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                            maupun disewa.
   4   KKU           Tertutup   Indonesia    Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa.
   5   KUS           Tertutup   Indonesia    Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa.
   6   SCU           Tertutup   Indonesia    Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                            penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                            maupun disewa.
   7   SHM           Tertutup   Indonesia    Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                            penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                            maupun disewa.



Industri properti di Indonesia pada tahun 2023 mengalami peningkatan sejalan dengan
pertumbuhan positif ekonomi Indonesia setelah mengalami resesi akibat dampak pandemi
wabah Covid-19. Pemulihan ekonomi Indonesia tersebut dan peningkatan daya beli
konsumen dinilai merupakan faktor yang mendorong stabilitas indutri properti. Sebagai salah
satu industri yang memberikan kontribusi pertumbuhan industri nasional, dengan
keunggulan populasi yang dimiliki Indonesia yang didukung transformasi digitalisasi, industri
properti terus memacu pembangunan infrakstruktur untuk lebih berkualitas sehingga dapat
meningkatkan prospek pertumbuhan kinerjanya. Manajemen Perseroan memandang
pertumbuhan industri properti memiliki potensi untuk dapat berkembang yang didukung oleh
pertumbuhan ekonomi maupun sosial, meningkatnya populasi, dan meningkatnya daya beli
masyarakat.

Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada
tanggal 30 Juni 2023, ruang lingkup kegiatan usaha dan status perusahaan-perusahaan
dalam Rencana Penyertaan Saham adalah sebagai berikut:

 No.    Keterangan   Status     Domisili                                   Kegiatan Usaha

   1   BMW           Tertutup   Indonesia    Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa dan kawasan industri.
   2   CIS           Tertutup   Indonesia    Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                            penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                            maupun disewa.
   3   JIS           Tertutup   Indonesia    Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                            penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                            maupun disewa.
   4   KKU           Tertutup   Indonesia    Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa.
   5   KUS           Tertutup   Indonesia    Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                            penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                            maupun disewa.
   6   SCU           Tertutup   Indonesia    Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                            penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                            maupun disewa.
   7   SHM           Tertutup   Indonesia    Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian,
                                            penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri
                                            maupun disewa.




                                                  5
Page 7
Sebelumnya, Perseroan telah melakukan penambahan kegiatan usaha dan
mengembangkan bisnis pada bidang real estat dengan melakukan akuisisi sebesar 51,00%
saham pada BKS. Selanjutnya, Perseroan melalui BKS telah melakukan akuisisi sebesar
51,00% saham masing-masing pada MAS dan CGIC. Ruang lingkup kegiatan usaha BKS,
MAS, dan CGIC adalah bergerak pada bidang real estat dan memiliki lahan yang seluruhnya
berada di Kabupaten Tangerang dan ketiganya merupakan pengembang kawasan PIK 2.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, saat ini, sebagian
besar pendapatan Perseroan berasal dari real estat.

Kawasan PIK 2 merupakan kota mandiri dengan konsep smart city yang dikembangkan oleh
Agung Sedayu dan Grup Salim, dengan lokasi yang terbentang pada lahan seluas lebih dari
6.000 hektar di bagian barat hingga bagian utara Jakarta. Disebut sebagai “the new Jakarta
City”, kawasan PIK 2 menghadirkan beberapa mega proyek seperti mal (Sedayu Watertown
Mall), kawasan bisnis (Islamic Financial Center), pusat olahraga, hunian, destinasi kuliner,
serta berbagai fasilitas pendukung lainnya (RS Hermina, Tzu Chi International School,
berbagai tempat ibadah). Selanjutnya, pada kawasan PIK 2 juga direncanakan akan
dibangun berbagai fasilitas dan destinasi wisata unik seperti beach club, Aloha Pasir Putih,
Ginza Beach Walk sampai Community Park (event space), yang secara efektif dapat
menjadi daya tarik keramaian konsumen dan pada akhirnya dapat meningkatkan permintaan
properti PIK 2, terutama untuk hunian dan kaveling komersial. Selain itu, dengan adanya
proyek infrastruktur seperti pembangunan tol baru yang menghubungkan kawasan PIK 2
dengan jalur tol lingkar luar Jakarta ke depannya dapat mempermudah akses ke kawasan.

Sejalan dengan strategi bisnis Perseroan, Perseroan terus berupaya untuk menerapkan
fokus pada perluasan skala proyek Perseroan pada kawasan PIK 2 dengan merencanakan
pertumbuhan secara anorganik melalui Rencana Penyertaan Saham. Mengingat bahwa
Rencana Penyertaan Saham pada perusahaan-perusahaan tersebut merupakan salah satu
rencana pengembang kawasan PIK 2 yang memiliki proyek di kawasan yang sama dengan
lokasi proyek Perseroan di masa yang akan datang.

Dengan melakukan Rencana Penyertaan Saham, Perseroan senantiasa mencari peluang
bisnis potensial yang dapat memaksimalkan nilai investasi Perseroan di masa yang akan
datang. Perseroan memandang bahwa industri properti memiliki potensi yang dapat
berdampak positif bagi pengembangan bisnis Perseroan dan menciptakan sinergi bisnis
yang optimal khususnya pada pengembangan kawasan PIK 2 sehingga Perseroan dapat
mengambil seluruh potensi keuntungan yang dihasilkan di masa yang akan datang sehingga
pada akhirnya hal tersebut dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan
dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham Perseroan.




                                             6
Page 8
Sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham tersebut, Perseroan merencanakan
untuk melakukan Rencana PMDHMETD sesuai dengan POJK 14/2019, dimana dalam
rangka penyelesaian Rencana Penyertaan Saham, Perseroan merencanakan untuk
menggunakan dana hasil penawaran umum terbatas dengan hak memesan efek terlebih
dahulu atas saham portepel Perseroan sehingga Perseroan dapat mengembangkan
portofolio bisnis Perseroan khususnya pada bidang industri properti.

Setelah Rencana Transaksi telah menjadi efektif, Perseroan berharap dapat
mengembangkan seluruh proyek-proyek Perseroan dengan terciptanya sinergi antar
masing-masing kawasan yang tergabung dalam satu kawasan PIK 2 secara maksimal
dimana setiap masing-masing portofolio bisnis industri properti yang dimiliki oleh Perseroan
dapat memberikan nilai tambah bagi kinerja keuangan konsolidasian Perseroan.

Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Sejalan dengan strategi bisnis Perseroan, Perseroan terus berupaya untuk menerapkan
    fokus pada perluasan skala proyek Perseroan pada kawasan PIK 2 dengan
    merencanakan pertumbuhan secara anorganik melalui Rencana Penyertaan Saham.
    Mengingat bahwa Rencana Penyertaan Saham pada perusahaan-perusahaan tersebut
    merupakan salah satu rencana pengembang kawasan PIK 2 yang memiliki proyek di
    kawasan yang sama dengan lokasi proyek Perseroan di masa yang akan datang.

•   Dengan melakukan Rencana Penyertaan Saham, Perseroan senantiasa mencari
    peluang bisnis potensial yang dapat memaksimalkan nilai investasi Perseroan di masa
    yang akan datang. Perseroan memandang bahwa industri properti memiliki potensi yang
    dapat berdampak positif bagi pengembangan bisnis Perseroan dan menciptakan sinergi
    bisnis yang optimal khususnya pada pengembangan kawasan PIK 2 sehingga
    Perseroan dapat mengambil seluruh potensi keuntungan yang dihasilkan di masa yang
    akan datang sehingga pada akhirnya hal tersebut dapat meningkatkan kinerja keuangan
    konsolidasian Perseroan dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham
    Perseroan.

•   Setelah Rencana Transaksi telah menjadi efektif, Perseroan berharap dapat
    mengembangkan seluruh proyek-proyek Perseroan dengan terciptanya sinergi antar
    masing-masing kawasan yang tergabung dalam satu kawasan PIK 2 secara maksimal
    dimana setiap masing-masing portofolio bisnis industri properti yang dimiliki oleh
    Perseroan dapat memberikan nilai tambah bagi kinerja keuangan konsolidasian
    Perseroan.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, mengingat bahwa
terdapat kesamaan pengurus dan pengendalian Perseroan, BMW, CIS, JIS, KKU, KUS,
SCU, dan SHM, maka Rencana Penyertaan Saham merupakan transaksi afiliasi, sehingga
Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020
tentang “Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan” (selanjutnya disebut
“POJK 42/2020”).




                                             7
Page 9
Selanjutnya, berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
(selanjutnya disebut “KAP”) Johan Malonda Mustika & Rekan (selanjutnya disebut “JMMR”),
jumlah ekuitas Perseroan adalah sebesar Rp 7,97 triliun. Selanjutnya, berdasarkan PPBSB
BMW, PPBSB CIS, PPBSB JIS, PPBSB KKU, PPBSB KUS, PPBSB SCU, dan PPBSB
SHM, jumlah nilai transaksi atas Rencana Penyertaan Saham tersebut adalah sebesar
Rp 9,41 triliun.

Dengan demikian, jumlah nilai transaksi dari Rencana Penyertaan Saham tersebut
mencerminkan 118,05% ekuitas Perseroan per tanggal 30 Juni 2023 sehingga berdasarkan
keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana Penyertaan Saham
merupakan transaksi material, sehingga Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK
No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha” (selanjutnya disebut “POJK 17/2020”).

Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi dan transaksi material,
POJK 42/2020 dan POJK 17/2020 mensyaratkan adanya laporan pendapat kewajaran atas
transaksi tersebut, yang disiapkan oleh penilai independen.

Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Penyertaan Saham tersebut, maka
Perseroan menunjuk penilai independen, KR untuk memberikan Pendapat Kewajaran atas
Rencana Penyertaan Saham.

Selanjutnya, Pendapat Kewajaran ini hanya dapat digunakan sehubungan dengan Rencana
Penyertaan Saham dan tidak dapat digunakan untuk kepentingan lainnya. Pendapat
Kewajaran ini juga tidak dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi untuk menyetujui
atau tidak menyetujui Rencana Penyertaan Saham atau mengambil tindakan tertentu atas
Rencana Penyertaan Saham.


OBJEK TRANSAKSI PENDAPAT KEWAJARAN

Objek transaksi dalam Pendapat Kewajaran atas Rencana Penyertaan Saham adalah
sebagai berikut:

•   Rencana Penyertaan Saham dimana BMW merencanakan untuk melakukan
    peningkatan modal dasar dari 200.000 lembar saham atau setara dengan Rp 100,00
    miliar menjadi 6.140.000 lembar saham dengan nilai nominal sebesar Rp 500.000 per
    lembar saham atau setara dengan Rp 3,07 triliun dan selanjutnya merencanakan untuk
    melakukan peningkatan modal ditempatkan dan disetor, yang akan diambil bagian oleh
    Perseroan sebanyak 1.435.000 lembar saham dengan nilai nominal sebesar Rp 500.000
    per lembar saham atau setara dengan 93,49% saham BMW dengan harga pelaksanaan
    sebesar Rp 885.000,00 per lembar saham atau dengan nilai transaksi keseluruhan
    sebesar Rp 1,27 triliun sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham BMW.




                                           8
Page 10
•   Rencana Penyertaan Saham dimana CIS merencanakan untuk melakukan peningkatan
    modal dasar dari 2.000 lembar saham atau setara dengan Rp 2,00 miliar menjadi
    1.186.400 lembar saham dengan nilai nominal sebesar Rp 1.000.000 per lembar saham
    atau setara dengan Rp 1,19 triliun dan selanjutnya merencanakan untuk melakukan
    peningkatan modal ditempatkan dan disetor, yang akan diambil bagian oleh Perseroan
    sebanyak 296.000 lembar saham dengan nilai nominal sebesar Rp 1.000.000 per
    lembar saham atau setara dengan 99,80% saham CIS dengan harga pelaksanaan
    Rp 14.050.000,00 per lembar saham atau dengan nilai transaksi keseluruhan sebesar
    Rp 4,16 triliun sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham CIS.

•   Rencana Penyertaan Saham dimana JIS merencanakan untuk melakukan peningkatan
    modal dasar dari 100.000 lembar saham atau setara dengan Rp 100,00 miliar menjadi
    2.820.000 lembar saham dengan nilai nominal sebesar Rp 1.000.000 per lembar saham
    atau setara dengan Rp 2,82 triliun dan selanjutnya merencanakan untuk melakukan
    peningkatan modal ditempatkan dan disetor, yang akan diambil bagian oleh Perseroan
    sebanyak 655.000 lembar saham dengan nilai nominal sebesar Rp 1.000.000 per
    lembar saham atau setara dengan 92,91% saham JIS dengan harga pelaksanaan
    sebesar Rp 1.950.000,00 per lembar saham atau dengan nilai transaksi keseluruhan
    sebesar Rp 1,28 triliun sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham JIS.

•   Rencana Penyertaan Saham dimana KKU merencanakan untuk melakukan peningkatan
    modal dasar dari 600.000 lembar atau setara dengan Rp 600,00 miliar menjadi 600.000
    lembar saham seri A dan 74.400.000 lembar saham seri B masing-masing dengan nilai
    nominal sebesar Rp 1.000.000 per lembar saham dan Rp 21.000 per lembar saham atau
    setara dengan Rp 2,16 triliun dan selanjutnya merencanakan untuk menerbitkan saham
    seri B yang memiliki seluruh hak yang sama dengan saham yang telah diterbitkan oleh
    KKU, yang selanjutnya akan menjadi saham seri A, kecuali perbedaan harga nominal
    per lembar saham untuk saham seri A dan saham seri B tersebut, yang akan diambil
    bagian oleh Perseroan sebanyak 18.600.000 lembar saham dengan nilai nominal
    sebesar Rp 21.000 per lembar saham atau setara dengan 97,25% saham KKU dengan
    harga pelaksanaan sebesar Rp 21.000,00 per lembar saham atau dengan nilai transaksi
    keseluruhan sebesar Rp 0,39 triliun sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham
    KKU.

•   Rencana Penyertaan Saham dimana KUS merencanakan untuk melakukan peningkatan
    modal dasar dari 2.000 lembar saham atau setara dengan Rp 2,00 miliar menjadi
    283.400 lembar saham dengan nilai nominal sebesar Rp 1.000.000 per lembar saham
    atau setara dengan Rp 283,40 miliar dan selanjutnya merencanakan untuk melakukan
    peningkatan modal ditempatkan dan disetor, yang akan diambil bagian oleh Perseroan
    sebanyak 70.250 lembar saham dengan nilai nominal sebesar Rp 1.000.000 per lembar
    saham atau setara dengan 99,15% saham KUS dengan harga pelaksanaan sebesar
    Rp 23.575.000,00 per lembar saham atau dengan nilai transaksi keseluruhan sebesar
    Rp 1,66 triliun sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham KUS.




                                           9
Page 11
•   Rencana Penyertaan Saham dimana SCU merencanakan untuk melakukan peningkatan
    modal dasar dari 200.000 lembar saham atau setara dengan Rp 100,00 miliar menjadi
    2.200.000 lembar saham dengan nilai nominal sebesar Rp 500.000 per lembar saham
    atau setara dengan Rp 1,10 triliun dan selanjutnya merencanakan untuk melakukan
    peningkatan modal ditempatkan dan disetor, yang akan diambil bagian oleh Perseroan
    sebanyak 500.000 lembar saham dengan nilai nominal sebesar Rp 500.000 per lembar
    saham atau setara dengan 90,91% saham SCU dengan harga pelaksanaan sebesar
    Rp 625.000,00 per lembar saham atau dengan nilai transaksi keseluruhan sebesar
    Rp 0,31 triliun sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham SCU.

•   Rencana Penyertaan Saham dimana SHM merencanakan untuk melakukan peningkatan
    modal dasar dari 200.000 lembar atau setara dengan Rp 100,00 miliar menjadi 200.000
    lembar saham seri A dan 3.800.000 lembar saham seri B masing-masing dengan nilai
    nominal sebesar Rp 500.000 per lembar saham dan Rp 360.000 per lembar saham atau
    setara dengan Rp 1,47 triliun dan selanjutnya merencanakan untuk menerbitkan saham
    seri B yang memiliki seluruh hak yang sama dengan saham yang telah diterbitkan oleh
    SHM, yang selanjutnya akan menjadi saham seri A, kecuali perbedaan harga nominal
    per lembar saham untuk saham seri A dan saham seri B tersebut, yang akan diambil
    bagian oleh Perseroan sebanyak 950.000 lembar saham dengan nilai nominal sebesar
    Rp 360.000 per lembar saham atau setara dengan 90,48% saham SHM dengan harga
    pelaksanaan sebesar Rp 360.000,00 per lembar saham atau dengan nilai transaksi
    keseluruhan sebesar Rp 0,34 triliun sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham
    SHM.


MAKSUD DAN TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN

Maksud dan tujuan penyusunan laporan pendapat kewajaran atas Rencana Penyertaan
Saham adalah untuk memberikan gambaran kepada Direksi Perseroan mengenai kewajaran
Rencana Penyertaan Saham dari aspek keuangan dan untuk memenuhi ketentuan yang
berlaku, yaitu POJK 42/2020 dan POJK 17/2020.

Pendapat Kewajaran ini disusun dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan
OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
Pasar Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”) serta Standar
Penilaian Indonesia (selanjutnya disebut “SPI”) 2018.


TANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN

Pendapat Kewajaran atas Rencana Penyertaan Saham dalam Laporan Pendapat
Kewajaran diperhitungkan pada tanggal 30 Juni 2023. Tanggal ini dipilih atas dasar
pertimbangan kepentingan dan tujuan analisis Pendapat Kewajaran atas Rencana
Penyertaan Saham.




                                          10
Page 12
JENIS LAPORAN

Jenis Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Penyertaan Saham ini merupakan
laporan terinci.


DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN

Dalam menyusun Pendapat Kewajaran ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan,
mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi, antara lain sebagai berikut:

1. Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Rencana Transaksi yang disusun oleh
   manajemen Perseroan;

2. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk periode enam bulan yang berakhir
   pada tanggal 30 Juni 2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (selanjutnya
   disebut “KAP”) Johan Malonda Mustika & Rekan (selanjutnya disebut “JMMR”)
   sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00276/2.0826/AU.1/05/0726-3/1/VII/2023
   tanggal 31 Juli 2023 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian dengan hal lain;

3. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP JMMR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00069/2.0826/AU.1/04/0726-2/1/III/2023 tanggal 30 Maret 2023 dengan
   pendapat wajar tanpa pengecualian dengan penekanan suatu hal;

4. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP JMMR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00148/2.0826/AU.1/04/0726-1/1/lV/2022 tanggal 22 April 2022 dengan
   pendapat wajar tanpa pengecualian dengan hal lain;

5. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP Doli, Bambang, Sulistiyanto, Dadang &
   Ali (selanjutnya disebut “DBSDA”) sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00102/3.0262/AU.1/04/0413-3/1/V/2022 tanggal 24 Mei 2022 dengan pendapat
   wajar tanpa pengecualian dengan hal lain;

6. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2019 yang telah diaudit oleh KAP DBSDA sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00168/3.0262/AU.1/04/0413-1/1/III/2020 tanggal 24 Maret 2020 dengan
   pendapat wajar tanpa pengecualian dengan hal lain;

7. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2018 yang telah diaudit oleh KAP JMMR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00098/2.0826/AU.1/04/0727-1/1/III/2019 tanggal 22 Maret 2019 dengan
   pendapat wajar tanpa pengecualian;




                                           11
Page 13
8. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2017 yang telah diaudit oleh KAP JMMR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 18562-B1B/JMM3.PA3 tanggal 30 Juli 2018 dengan pendapat wajar
   tanpa pengecualian dengan penekanan suatu hal dan hal lain;

9. Laporan keuangan BMW untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
   30 Juni 2023 yang telah diaudit oleh KAP Suharli, Sugiharto & Rekan (selanjutnya
   disebut       “SSR”)      sebagaimana        tertuang      dalam      laporannya
   No. 00336/2.1315/AU.1/03/1415-3/1/VII/2023 tanggal 31 Juli 2023 dengan pendapat
   wajar tanpa pengecualian;

10. Laporan keuangan BMW untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
    yang telah diaudit oleh KAP SSR sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 00329/2.1315/AU.1/03/1415-2/1/VII/2023 tanggal 31 Juli 2023 dengan pendapat
    wajar tanpa pengecualian;

11. Laporan    keuangan    BMW      untuk  tahun     yang   berakhir   pada    tanggal
    31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP SSR sebagaimana tertuang dalam
    laporannya No. 00321/2.1315/AU.1/03/1415-1/1/VII/2023 tanggal 31 Juli 2023 dengan
    pendapat wajar tanpa pengecualian;

12. Laporan keuangan BMW untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020
    yang telah diaudit oleh KAP Haryono, Junianto & Asmoro (selanjutnya disebut “HJA”)
    sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00172/2.1132/AU.1/03/1113-6/1/V/2022
    tanggal 31 Mei 2022 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian;

13. Laporan keuangan BMW untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019
    yang telah diaudit oleh KAP HJA sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 00171/2.1132/AU.1/03/1113-5/1/V/2022 tanggal 30 Mei 2022 dengan pendapat
    wajar tanpa pengecualian;

14. Laporan    keuangan    BMW      untuk  tahun    yang   berakhir pada    tanggal
    31 Desember 2018 yang telah diaudit oleh KAP HJA sebagaimana tertuang dalam
    laporannya No. 00170/2.1132/AU.1/03/1113-4/1/V/2022 tanggal 25 Mei 2022 dengan
    pendapat wajar tanpa pengecualian;

15. Laporan keuangan CIS untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
    30 Juni 2023 yang telah diaudit oleh KAP SSR sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 00334/2.1315/AU.1/03/1415-3/1/VII/2023 tanggal 31 Juli 2023 dengan pendapat
    wajar tanpa pengecualian;

16. Laporan keuangan CIS untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
    yang telah diaudit oleh KAP SSR sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 00327/2.1315/AU.1/03/1415-2/1/VII/2023 tanggal 31 Juli 2023 dengan pendapat
    wajar tanpa pengecualian;




                                         12
Page 14
17. Laporan    keuangan     CIS    untuk  tahun     yang    berakhir  pada     tanggal
    31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP SSR sebagaimana tertuang dalam
    laporannya No. 00319/2.1315/AU.1/03/1415-1/1/VII/2023 tanggal 31 Juli 2023 dengan
    pendapat wajar tanpa pengecualian;

18. Laporan keuangan CIS untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020;

19. Laporan keuangan CIS untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019;

20. Laporan keuangan CIS untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018;

21. Laporan keuangan JIS untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
    30 Juni 2023 yang telah diaudit oleh KAP SSR sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 00333/2.1315/AU.1/03/1415-3/1/VII/2023 tanggal 31 Juli 2023 dengan pendapat
    wajar tanpa pengecualian;

22. Laporan keuangan JIS untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang
    telah diaudit oleh KAP SSR sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 00326/2.1315/AU.1/03/1415-2/1/VII/2023 tanggal 31 Juli 2023 dengan pendapat
    wajar tanpa pengecualian;

23. Laporan    keuangan     JIS    untuk  tahun    yang     berakhir  pada     tanggal
    31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP SSR sebagaimana tertuang dalam
    laporannya No. 00318/2.1315/AU.1/03/1415-1/1/VII/2023 tanggal 31 Juli 2023 dengan
    pendapat wajar tanpa pengecualian;

24. Laporan keuangan JIS untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020;

25. Laporan keuangan JIS untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019;

26. Laporan keuangan JIS untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018;

27. Laporan keuangan KKU untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
    30 Juni 2023 yang telah diaudit oleh KAP SSR sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 00337/2.1315/AU.1/03/1415-3/1/VII/2023 tanggal 31 Juli 2023 dengan pendapat
    wajar tanpa pengecualian;

28. Laporan keuangan KKU untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
    yang telah diaudit oleh KAP SSR sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 00330/2.1315/AU.1/03/1415-2/1/VII/2023 tanggal 31 Juli 2023 dengan pendapat
    wajar tanpa pengecualian;

29. Laporan keuangan KKU untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021
    yang telah diaudit oleh KAP SSR sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 00322/2.1315/AU.1/03/1415-1/1/VII/2023 tanggal 31 Juli 2023 dengan pendapat
    wajar tanpa pengecualian;




                                         13
Page 15
30. Laporan keuangan KKU untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020;

31. Laporan keuangan KKU untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019
    yang telah diaudit oleh KAP Agus, Indra, Jeri & Rekan (selanjutnya disebut “AIJR”)
    sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00123/3.0419/AU.2/03/0091-2/1/VIII/2020
    tanggal 18 Agustus 2020 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian;

32. Laporan keuangan KKU untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018
    yang telah diaudit oleh KAP AIJR sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 00022/3.0419/AU.1/03/0091-1/1/IV/2020 tanggal 6 April 2020 dengan pendapat
    wajar dengan modifikasian;

33. Laporan keuangan KUS untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
    30 Juni 2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (selanjutnya disebut “KAP”)
    Suharli, Sugiharto & Rekan (selanjutnya disebut “SSR”) sebagaimana tertuang dalam
    laporannya No. 00335/2.1315/AU.1/03/1415-3/1/VII/2023 tanggal 31 Juli 2023 dengan
    pendapat wajar tanpa pengecualian;

34. Laporan keuangan KUS untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
    yang telah diaudit oleh KAP SSR sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 00328/2.1315/AU.1/03/1415-2/1/VII/2023 tanggal 31 Juli 2023 dengan pendapat
    wajar tanpa pengecualian;

35. Laporan keuangan KUS untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021
    yang telah diaudit oleh KAP SSR sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 00320/2.1315/AU.1/03/1415-1/1/VII/2023 tanggal 31 Juli 2023 dengan pendapat
    wajar tanpa pengecualian;

36. Laporan keuangan KUS untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020;

37. Laporan keuangan KUS untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019;

38. Laporan keuangan KUS untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018;




                                           14
Page 16
39. Laporan keuangan SCU untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
    30 Juni 2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (selanjutnya disebut “KAP”)
    Suharli, Sugiharto & Rekan (selanjutnya disebut “SSR”) sebagaimana tertuang dalam
    laporannya No. 00338/2.1315/AU.1/03/1415-3/1/VII/2023 tanggal 31 Juli 2023 dengan
    pendapat wajar tanpa pengecualian;

40. Laporan keuangan SCU untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
    yang telah diaudit oleh KAP SSR sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 00331/2.1315/AU.1/03/1415-2/1/VII/2023 tanggal 31 Juli 2023 dengan pendapat
    wajar tanpa pengecualian;

41. Laporan keuangan SCU untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021
    yang telah diaudit oleh KAP SSR sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 00323/2.1315/AU.1/03/1415-1/1/VII/2023 tanggal 31 Juli 2023 dengan pendapat
    wajar tanpa pengecualian;

42. Laporan keuangan SCU untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020
    yang telah diaudit oleh KAP Haryono, Junianto & Asmoro (selanjutnya disebut “HJA”)
    sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00220/2.1132/AU.1/1113-4/1/XII/2021
    tanggal 17 Desember 2021 dengan pendapat wajar dengan pengecualian;

43. Laporan keuangan SCU untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019
    yang telah diaudit oleh KAP HJA sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 00219/2.1132/AU.1/03/1113-3/1/XII/2021 tanggal 14 Desember 2021 dengan
    pendapat wajar dengan pengecualian;

44. Laporan keuangan SCU untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018
    yang telah diaudit oleh KAP HJA sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 00186/2.1132/AU.1/03/1113-2/1/X/2021 tanggal 18 Juni 2021 dengan pendapat
    wajar dengan pengecualian;

45. Laporan keuangan SHM untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
    30 Juni 2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (selanjutnya disebut “KAP”)
    Suharli, Sugiharto & Rekan (selanjutnya disebut “SSR”) sebagaimana tertuang dalam
    laporannya No. 00332/2.1315/AU.1/03/1415-2/1/VII/2023 tanggal 31 Juli 2023 dengan
    pendapat wajar tanpa pengecualian;

46. Laporan keuangan SHM untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
    yang telah diaudit oleh KAP SSR sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 00324/2.1315/AU.1/03/1415-1/1/VII/2023 tanggal 31 Juli 2023 dengan pendapat
    wajar tanpa pengecualian dengan hal lain;

47. Laporan keuangan SHM untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021
    yang telah diaudit oleh KAP Haryono, Junianto & Asmoro (selanjutnya disebut “HJA”)
    sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00016/3.0447/AU.1/03/1113-7/1/XI/2022
    tanggal 8 November 2022 dengan pendapat wajar dengan pengecualian;




                                           15
Page 17
48. Laporan keuangan SHM untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020
    yang telah diaudit oleh KAP HJA sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 00015/3.0447/AU.1/03/1113-6/1/XI/2022 tanggal 6 November 2022 dengan
    pendapat wajar dengan pengecualian;

49. Laporan keuangan SHM untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019
    yang telah diaudit oleh KAP HJA sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 00014/3.0447/AU.1/03/1113-5/1/XI/2022 tanggal 3 November 2022 dengan
    pendapat wajar dengan pengecualian;

50. Laporan keuangan SHM untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018
    yang telah diaudit oleh KAP HJA sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 00013/3.0447/AU.1/03/1113-4/1/XI/2022 tanggal 1 November 2022 dengan
    pendapat wajar dengan pengecualian;

51. Laporan Asurans Praktisi Independen Atas Kompilasi Proforma Informasi Keuangan
    Konsolidasian Perseroan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
    30 Juni 2023 sehubungan dengan Rencana Transaksi yang telah direviu oleh KAP
    JMMR            sebagaimana            tertuang          dalam       laporannya
    No. 00104/2.0826/KP/05/0726-1/1/VIII/2023 tanggal 8 Agustus 2023;

52. Laporan penilaian 100,00% saham BMW per 30 Juni 2023 yang disusun oleh KJPP KR
    sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00096/2.0162-00/BS/05/0153/1/VIII/2023
    tanggal 7 Agustus 2023;

53. Laporan penilaian 100,00% saham CIS per 30 Juni 2023 yang disusun oleh KJPP KR
    sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00097/2.0162-00/BS/05/0153/1/VIII/2023
    tanggal 7 Agustus 2023;

54. Laporan penilaian 100,00% saham JIS per 30 Juni 2023 yang disusun oleh KJPP KR
    sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00098/2.0162-00/BS/05/0153/1/VIII/2023
    tanggal 7 Agustus 2023;

55. Laporan penilaian 100,00% saham KKU per 30 Juni 2023 yang disusun oleh KJPP KR
    sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00099/2.0162-00/BS/05/0153/1/VIII/2023
    tanggal 7 Agustus 2023;

56. Laporan penilaian 100,00% saham KUS per 30 Juni 2023 yang disusun oleh KJPP KR
    sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00100/2.0162-00/BS/05/0153/1/VIII/2023
    tanggal 7 Agustus 2023;

57. Laporan penilaian 100,00% saham SCU per 30 Juni 2023 yang disusun oleh KJPP KR
    sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00101/2.0162-00/BS/05/0153/1/VIII/2023
    tanggal 7 Agustus 2023;

58. Laporan penilaian 100,00% saham SHM per 30 Juni 2023 yang disusun oleh KJPP KR
    sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00102/2.0162-00/BS/05/0153/1/VIII/2023
    tanggal 7 Agustus 2023;




                                        16
Page 18
59. PPBSB BMW;

60. PPBSB CIS;

61. PPBSB JIS;

62. PPBSB KKU;

63. PPBSB KUS;

64. PPBSB SCU;

65. PPBSB SHM;

66. Anggaran dasar Perseroan yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam akta No. 37
    tanggal 19 Juni 2023 oleh Fathiah Helmi S.H., terkait perubahan nama Perseroan
    menjadi PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk;

67. Anggaran dasar BMW yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam akta No. 45 tanggal
    27 Juni 2019 oleh Edison Jingga, S.H., M.H., terkait perubahan maksud dan tujuan serta
    kegiatan usaha dan pengangkatan kembali Direksi dan Komisaris;

68. Anggaran dasar CIS yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam akta No. 44 tanggal
    16 Maret 2020 oleh Edison Jingga, S.H., M.H., terkait perubahan tempat kedudukan
    CIS;

69. Anggaran dasar JIS yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam akta No. 16 tanggal
    1 Oktober 2019 oleh Edison Jingga, S.H., M.H., terkait perubahan tempat kedudukan
    JIS;

70. Anggaran dasar KKU yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam akta No. 113
    tanggal 27 Juni 2023 oleh Edison Jingga, S.H., M.H., terkait perubahan peningkatan
    modal dasar, ditempatkan dan disetor KKU;

71. Anggaran dasar KUS yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam akta No. 39 tanggal
    16 Maret 2020 oleh Edison Jingga, S.H., M.H., terkait perubahan tempat kedudukan
    KUS;

72. Anggaran dasar SCU yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam akta No. 38 tanggal
    16 Maret 2020 oleh Edison Jingga, S.H., M.H., terkait perubahan tempat kedudukan
    SCU;

73. Anggaran dasar SHM yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam akta No. 43 tanggal
    16 Maret 2020 oleh Edison Jingga, S.H., M.H., terkait perubahan tempat kedudukan
    SHM;




                                           17
Page 19
74. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Yohanes Edmond Budiman
    dengan posisi sebagai Direktur, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal lain yang
    terkait dengan Rencana Transaksi;

75. Informasi mengenai rencana-rencana bisnis yang akan dilakukan oleh Perseroan di
    masa mendatang;

76. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Transaksi;

77. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran dengan link: www.damodaran.com, website Bank Indonesia
    dengan link: www.bi.go.id, website Bursa Efek Indonesia dengan link: www.idx.co.id, dan
    Bloomberg;

78. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran dengan link: www.damodaran.com, website Bank Indonesia
    dengan link: www.bi.go.id, website Bursa Efek Indonesia dengan link: www.idx.co.id, dan
    Bloomberg;

79. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran dengan link: www.damodaran.com, website Bank Indonesia
    dengan link: www.bi.go.id, website Bursa Efek Indonesia dengan link: www.idx.co.id, dan
    Bloomberg;

80. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan serta pihak-pihak lain yang relevan
    untuk penugasan; dan

81. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan hasil
    analisis lain yang kami anggap relevan.




                                            18
Page 20
KONDISI PEMBATAS DAN ASUMSI-ASUMSI POKOK

Analisis Pendapat Kewajaran atas Rencana Penyertaan Saham dipersiapkan menggunakan
data dan informasi sebagaimana diungkapkan di atas, data dan informasi mana telah kami
telaah. Dalam melaksanakan analisis, kami bergantung pada keakuratan, kehandalan, dan
kelengkapan dari semua informasi keuangan, informasi atas status hukum Perseroan dan
informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan atau yang tersedia
secara umum dan kami tidak bertanggung jawab atas kebenaran informasi-informasi
tersebut. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat mempengaruhi hasil
akhir pendapat kami secara material. Kami juga bergantung kepada jaminan dari
manajemen Perseroan bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan
informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.
Oleh karenanya, kami tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas Pendapat
Kewajaran kami dikarenakan adanya perubahan data dan informasi tersebut.

Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Rencana
Transaksi disusun oleh manajemen Perseroan. Kami telah melakukan penelaahan atas
proyeksi laporan keuangan tersebut dan proyeksi laporan keuangan tersebut telah
menggambarkan kondisi operasi dan kinerja Perseroan. Secara garis besar, tidak ada
penyesuaian yang signifikan yang perlu kami lakukan terhadap target kinerja Perseroan.

Kami tidak melakukan inspeksi atas aset tetap atau fasilitas Perseroan. Selain itu, kami juga
tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Rencana Penyertaan Saham.
Jasa-jasa yang kami berikan kepada Perseroan dalam kaitan dengan Rencana Penyertaan
Saham hanya merupakan pemberian Pendapat Kewajaran atas Rencana Penyertaan
Saham dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Kami tidak melakukan
penelitian atas keabsahan Rencana Penyertaan Saham dari aspek hukum dan implikasi
aspek perpajakan. Pendapat Kewajaran atas Rencana Penyertaan Saham hanya ditinjau
dari segi ekonomis dan keuangan. Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Penyertaan
Saham bersifat non-disclaimer opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik
kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional
Perseroan. Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum
Perseroan, BMW, CIS, JIS, KKU, KUS, SCU, dan SHM berdasarkan anggaran dasar
Perseroan, BMW, CIS, JIS, KKU, KUS, SCU, dan SHM.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Rencana Penyertaan Saham tidak merupakan dan
tidak dapat ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga
tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal,
kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum. Selain
itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak berada dalam posisi untuk mendapatkan
dan menganalisis suatu bentuk transaksi-transaksi lainnya di luar Rencana Penyertaan
Saham yang ada dan mungkin tersedia untuk Perseroan serta pengaruh dari transaksi-
transaksi tersebut terhadap Rencana Penyertaan Saham.




                                             19
Page 21
Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah terkait dengan Rencana
Penyertaan Saham pada tanggal Pendapat Kewajaran ini diterbitkan.

Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini, kami menggunakan beberapa asumsi, seperti
terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan serta semua pihak yang terlibat
dalam Rencana Penyertaan Saham. Rencana Penyertaan Saham akan dilaksanakan
seperti yang telah dijelaskan sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan serta
keakuratan informasi mengenai Rencana Penyertaan Saham yang diungkapkan oleh
manajemen Perseroan.

Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan informasi dan analisis lainnya secara
utuh sebagai satu kesatuan dapat menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang
menyesatkan atas proses yang mendasari Pendapat Kewajaran. Penyusunan Pendapat
Kewajaran ini merupakan suatu proses yang rumit dan mungkin tidak dapat dilakukan
melalui analisis yang tidak lengkap.

Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan Pendapat Kewajaran sampai
dengan tanggal terjadinya Rencana Penyertaan Saham ini tidak terjadi perubahan apapun
yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam
penyusunan Pendapat Kewajaran ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan
kembali atau melengkapi, memutakhirkan pendapat kami karena adanya perubahan asumsi
dan kondisi, serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Perhitungan
dan analisis dalam rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan dengan benar
dan kami bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.

Kesimpulan Pendapat Kewajaran ini berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang
memiliki dampak material terhadap Rencana Penyertaan Saham. Perubahan tersebut
termasuk, namun tidak terbatas pada, perubahan kondisi baik secara internal pada
Perseroan maupun secara eksternal, yaitu kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum
bisnis, perdagangan dan keuangan, serta peraturan-peraturan pemerintah Indonesia dan
peraturan terkait lainnya setelah tanggal Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan.
Bilamana setelah tanggal Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan terjadi perubahan-
perubahan tersebut di atas, maka Pendapat Kewajaran atas Rencana Penyertaan Saham
mungkin berbeda.




                                            20
Page 22
TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI

Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Penyertaan Saham, KR
diberikan kesempatan untuk melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan
Laporan Pendapat Kewajaran.


INDEPENDENSI PENILAI

Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Penyertaan Saham, KR
bertindak secara independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi
dengan Perseroan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan. KR juga tidak
memilki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya,
Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi
oleh kewajaran kesimpulan yang dihasilkan dari proses analisis Pendapat Kewajaran ini dan
KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan No. KR/230412-001 tanggal
12 April 2023 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.


KEJADIAN PENTING SETELAH T ANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN (SUBSEQUENT EVENTS)

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal Pendapat
Kewajaran, yaitu tanggal 30 Juni 2023, sampai dengan tanggal diterbitkannya Laporan
Pendapat Kewajaran, tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal Pendapat Kewajaran
(subsequent events), yang secara signifikan dapat mempengaruhi Pendapat Kewajaran.


PENDEKATAN DAN PROSEDUR PENDAPAT KEWAJARAN ATAS RENCANA PENYERTAAN SAHAM

Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Rencana Penyertaan Saham ini, kami telah
melakukan analisis melalui pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran atas Rencana
Penyertaan Saham dari hal-hal sebagai berikut:

I. Analisis atas Rencana Penyertaan Saham;
II. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif atas Rencana Penyertaan Saham; dan
III. Analisis atas Kewajaran Rencana Penyertaan Saham.




                                            21
Page 23
I.       ANALISIS RENCANA PENYERTAAN SAHAM

         Berdasarkan pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran atas Rencana
         Penyertaan Saham sebagaimana diuraikan di atas, analisis Rencana
         Penyertaan Saham adalah sebagai berikut:

I.A.     Identifikasi dan Analisis Hubungan antara Pihak-pihak yang Bertransaksi

I.A.1.   PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk

         Dalam Rencana Penyertaan Saham, Perseroan merupakan pihak yang
         merencanakan untuk melakukan beberapa rencana aksi korporasi dengan
         rincian sebagai berikut:

         •   Rencana Penyertaan Saham dimana Perseroan merencanakan untuk
             mengambil bagian atas peningkatan modal ditempatkan dan disetor yang
             akan diterbitkan oleh BMW sebanyak 1.435.000 lembar saham dengan nilai
             nominal sebesar Rp 500.000 per lembar saham atau setara dengan
             93,49% saham BMW dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 885.000,00
             per lembar saham atau dengan nilai transaksi keseluruhan sebesar
             Rp 1,27 triliun sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham BMW.

         •   Rencana Penyertaan Saham dimana Perseroan merencanakan untuk
             mengambil bagian atas peningkatan modal ditempatkan dan disetor yang
             akan diterbitkan oleh CIS sebanyak 296.000 lembar saham dengan nilai
             nominal sebesar Rp 1.000.000 per lembar saham atau setara dengan
             99,80% saham CIS dengan harga pelaksanaan Rp 14.050.000,00 per
             lembar saham atau dengan nilai transaksi keseluruhan sebesar
             Rp 4,16 triliun sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham CIS.

         •   Rencana Penyertaan Saham dimana Perseroan merencanakan untuk
             mengambil bagian atas peningkatan modal ditempatkan dan disetor yang
             akan diterbitkan oleh JIS sebanyak 655.000 lembar saham dengan nilai
             nominal sebesar Rp 1.000.000 per lembar saham atau setara dengan
             92,91% saham JIS dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 1.950.000,00
             per lembar saham atau dengan nilai transaksi keseluruhan sebesar
             Rp 1,28 triliun sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham JIS.

         •   Rencana Penyertaan Saham dimana Perseroan merencanakan untuk
             mengambil bagian saham seri B yang memiliki seluruh hak yang sama
             dengan saham yang telah diterbitkan oleh KKU, yang selanjutnya akan
             menjadi saham seri A, kecuali perbedaan harga nominal per lembar saham
             untuk saham seri A dan saham seri B tersebut, yang akan diambil bagian
             oleh Perseroan sebanyak 18.600.000 lembar saham dengan nilai nominal
             sebesar Rp 21.000 per lembar saham atau setara dengan 97,25% saham
             KKU dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 21.000,00 per lembar saham
             atau dengan nilai transaksi keseluruhan sebesar Rp 0,39 triliun
             sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham KKU.



                                        22
Page 24
           •   Rencana Penyertaan Saham dimana Perseroan merencanakan untuk
               mengambil bagian atas peningkatan modal ditempatkan dan disetor yang
               akan diterbitkan oleh KUS sebanyak 70.250 lembar saham dengan nilai
               nominal sebesar Rp 1.000.000 per lembar saham atau setara dengan
               99,15% saham KUS dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 23.575.000,00
               per lembar saham atau dengan nilai transaksi keseluruhan sebesar
               Rp 1,66 triliun sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham KUS.

           •   Rencana Penyertaan Saham dimana Perseroan merencanakan untuk
               mengambil bagian atas peningkatan modal ditempatkan dan disetor yang
               akan diterbitkan oleh SCU sebanyak 500.000 lembar saham dengan nilai
               nominal sebesar Rp 500.000 per lembar saham atau setara dengan
               90,91% saham SCU dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 625.000,00
               per lembar saham atau dengan nilai transaksi keseluruhan sebesar
               Rp 0,31 triliun sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham SCU.

           •   Rencana Penyertaan Saham dimana Perseroan merencanakan untuk
               mengambil bagian saham seri B yang memiliki seluruh hak yang sama
               dengan saham yang telah diterbitkan oleh SHM, yang selanjutnya akan
               menjadi saham seri A, kecuali perbedaan harga nominal per lembar saham
               untuk saham seri A dan saham seri B tersebut, yang diterbitkan oleh SHM
               sebanyak 950.000 lembar saham dengan nilai nominal sebesar Rp 360.000
               per lembar saham atau setara dengan 90,48% saham SHM dengan harga
               pelaksanaan sebesar Rp 360.000,00 per lembar saham atau dengan nilai
               transaksi keseluruhan sebesar Rp 0,34 triliun sehubungan dengan
               Rencana Penyertaan Saham SHM;

           Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Perseroan
           merupakan pihak yang terafiliasi dengan BMW, CIS, JIS, KKU, KUS, SCU, dan
           SHM. Latar belakang, manajemen, kepemilikan saham, dan kegiatan usaha
           Perseroan adalah sebagai berikut:

I.A.1.a.   Latar Belakang

           Perseroan (dahulu PT Pratama Abadi Nusa Industri Tbk) didirikan berdasarkan
           Akta Notaris No. 13 dari Ivonne Barnetha Sinyal, S.H. tanggal
           8 September 2000 dan disahkan oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi
           Manusia      Republik      Indonesia     dalam       Surat       Keputusan
           No. C-20932 HT.01.01.TH.2002 tanggal 28 Oktober 2002.

           Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, dengan
           perubahan terakhir berdasarkan Akta Notaris No. 37 dari Fathiah Helmi S.H.
           tanggal 19 Juni 2023 mengenai perubahan nama Perseroan menjadi PT Pantai
           Indah Kapuk Dua Tbk dan tempat kedudukan Perseroan. Akta perubahan ini
           telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
           dengan Surat Keputusan No. AHU-0037402.AH.01.02.Tahun 2023 tanggal
           4 Juli 2023.




                                         23
Page 25
           Perseroan berkedudukan di Jakarta dan berkantor di Office Tower Agung
           Sedayu Group Lantai 8 dan 10 Jalan Marina Raya, Kamal Muara, Penjaringan,
           Jakarta Utara 14470.

I.A.1.b.   Manajemen

           Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan pada tanggal 30 Juni 2023
           adalah sebagai berikut:

           Dewan Komisaris
           Komisaris Utama              :        Susanto Kusumo
           Wakil Komisaris Utama        :        Phiong Phillipus Darma
           Komisaris                    :        Steven Kusumo
           Komisaris                    :        Richard Halim Kusuma
           Komisaris Independen         :        Hardjo Subroto Lilik
           Komisaris Independen         :        Djisman Simandjuntak

           Direksi
           Presiden Direktur            :        Sugianto Kusuma
           Wakil Presiden Direktur      :        Alexander Halim Kusuma
           Wakil Presiden Direktur      :        Surya Pranoto Budihardjo
           Direktur                     :        Markus Kusumaputra
           Direktur                     :        Ipeng Widjoyo
           Direktur                     :        Arthur Salim
           Direktur                     :        Gianto Gunara
           Direktur                     :        Yohanes Edmond Budiman

I.A.1.c.   Kepemilikan Saham

           Susunan pemegang saham Perseroan berikut dengan kepemilikannya pada
           tanggal 30 Juni 2023 adalah sebagai berikut:

                                                                                        (Dalam Rupiah)
                                                                    Persentase
                       Pemegang Saham            Jumlah Saham                        Jumlah Modal
                                                                    Kepemilikan
           PT Multi Artha Pratama                  11.916.115.044           88,07%   1.191.611.504.400
           Masyarakat                               1.613.884.956           11,93%     161.388.495.600
           Jumlah                                  13.530.000.000          100,00%   1.353.000.000.000



I.A.1.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang
           perindustrian, aktivitas perusahaan holding dan konsultasi manajemen.
           Perseroan dan entitas anaknya bergerak dalam beberapa bidang usaha yang
           meliputi industri macam-macam wadah dari logam berupa kaleng kemas,
           pengolahan hasil perikanan dan real estat.




                                            24
Page 26
I.A.1.e.   Kegiatan Operasional dan Prospek Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang
           perindustrian, aktivitas perusahaan holding dan konsultasi manajemen.
           Perseroan dan entitas anaknya bergerak dalam beberapa bidang usaha yang
           meliputi industri macam-macam wadah dari logam berupa kaleng kemas,
           pengolahan hasil perikanan dan real estat.

           Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang kemasan, hasil olahan laut, dan
           properti, Perseroan mengedepankan prinsip kehati-hatian dengan terus
           memantau kondisi pasar dan industri serta mengambil langkah-langkah
           strategis yang tepat untuk menghadapi risiko dan memanfaatkan peluang yang
           ada. Selain itu, Perseroan terus bekerja sama dengan Pemerintah dan
           pemangku kepentingan terkait untuk mendukung perkembangan industri
           perikanan dan properti.

           Namun demikian, industri perikanan nasional masih menghadapi berbagai
           tantangan, seperti masalah overfishing, illegal fishing, dan pengelolaan sumber
           daya laut yang tidak optimal. Oleh karena itu, Perseroan berupaya untuk
           mengelola sumber daya laut dengan baik dan meningkatkan produktivitas
           sektor perikanan dan kelautan.

           Sementara itu, prospek industri properti nasional juga cukup menjanjikan.
           Pemerintah Indonesia telah mendorong pembangunan infrastruktur dan sektor
           properti melalui program pembangunan nasional. Selain itu, tingginya
           pertumbuhan ekonomi dan perkembangan kelas menengah juga mendorong
           permintaan pasar untuk hunian yang lebih baik dan fasilitas komersial.

           Meskipun demikian, seperti industri lainnya, sektor properti juga menghadapi
           berbagai tantangan, seperti terjadinya fluktuasi pasar, tingginya biaya bahan
           bangunan dan tanah, dan sulitnya akses pembiayaan. Oleh karena itu, penting
           bagi pemerintah dan Perseroan untuk mengembangkan kebijakan dan strategi
           untuk mengatasi tantangan yang ada dan meningkatkan pertumbuhan industri
           properti nasional.




                                          25
Page 27
           Beberapa rencana bisnis yang akan dilakukan oleh Perseroan adalah sebagai
           berikut:

           •   Menjaga kualitas dan keberlanjutan sumber daya laut dengan teknologi
               terbaru. Salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas perikanan
               adalah dengan memanfaatkan teknologi terbaru, seperti sistem
               pengawasan dan pengendalian yang terintegrasi, pemanenan ikan secara
               bijaksana dan pengolahan ikan yang ramah lingkungan.

           •   Menyesuaikan industri properti dengan tren gaya hidup dan lingkungan.
               Perseroan perlu memperhatikan tren gaya hidup dan lingkungan, seperti
               kebutuhan untuk hunian yang lebih ramah lingkungan, desain arsitektur
               yang inovatif, dan penggunaan teknologi yang tepat untuk meningkatkan
               efisiensi energi dan kenyamanan penghuni.

           •   Salah satu cara untuk mengurangi risiko bisnis dan meningkatkan
               pertumbuhan Perseroan adalah dengan melakukan diversifikasi portofolio
               bisnis, seperti melalui pengembangan bisnis yang terkait dengan sumber
               daya laut. Selain itu, pengembang properti juga dapat mempertimbangkan
               untuk mengembangkan proyek yang terkait dengan kegiatan di sekitar
               pantai, seperti pengembangan pusat rekreasi atau destinasi wisata.

I.A.2.     PT Bumindo Mekar Wibawa

           Dalam Rencana Penyertaan Saham, BMW merupakan pihak yang
           merencanakan untuk melakukan peningkatan modal dasar dari 200.000 lembar
           saham atau setara dengan Rp 100,00 miliar menjadi 6.140.000 lembar saham
           dengan nilai nominal sebesar Rp 500.000 per lembar saham atau setara
           dengan Rp 3,07 triliun dan selanjutnya merencanakan untuk melakukan
           peningkatan modal ditempatkan dan disetor, yang akan diambil bagian oleh
           Perseroan sebanyak 1.435.000 lembar saham dengan nilai nominal sebesar
           Rp 500.000 per lembar saham atau setara dengan 93,49% saham BMW
           dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 885.000,00 per lembar saham atau
           dengan nilai transaksi keseluruhan sebesar Rp 1,27 triliun sehubungan dengan
           Rencana Penyertaan Saham BMW.

           Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, BMW
           merupakan pihak yang terafiliasi dengan Perseroan. Latar belakang,
           manajemen, kepemilikan saham dan kegiatan usaha BMW adalah sebagai
           berikut:

I.A.2.a.   Latar Belakang

           BMW didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 1 tanggal 6 Agustus 2007 dari
           Notaris Marijke Rooselin Sopaheluwakan, S.H., Notaris di Jakarta. Akta
           Pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
           Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C-04282 HT.01.01-TH.2007
           tanggal 23 November 2007.



                                         26
Page 28
           Anggaran Dasar BMW telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan
           terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta Notaris No. 45 dari Notaris
           Edison Jingga, S.H., M.H., tanggal 27 Juni 2019 mengenai perubahan maksud
           dan tujuan serta kegiatan usaha dan pengangkatan kembali Direksi dan
           Komisaris. Akta perubahan tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum dan
           Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
           No. AHU-0035111.AH.01.02.Tahun 2019 tanggal 5 Juli 2019.

I.A.2.b.   Manajemen

           Susunan Dewan Komisaris dan Direksi BMW pada tanggal 30 Juni 2023
           adalah sebagai berikut:

           Dewan Komisaris
           Komisaris Utama              :        Kho Cing Siong
           Komisaris                    :        Freddy Numberi

           Direksi
           Direktur Utama               :        Nono Sampono
           Direktur                     :        Yohanes Edmond Budiman
           Direktur                     :        Surya Pranoto Budiharjo
           Direktur                     :        Belly Djaliel

I.A.2.c.   Kepemilikan Saham

           Susunan pemegang saham BMW berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
           30 Juni 2023 adalah sebagai berikut:

                                                                                      (Dalam Rupiah)
                                                                  Persentase
                       Pemegang Saham            Jumlah Saham                      Jumlah Modal
                                                                  Kepemilikan
           PT Multi Artha Pratama                        50.000           50,00%     25.000.000.000
           PT Tunas Mekar Jaya                           50.000           50,00%     25.000.000.000
           Jumlah                                       100.000          100,00%     50.000.000.000



I.A.2.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha BMW adalah bergerak dalam bidang real estat
           yang dimiliki sendiri atau disewa dan kawasan industri.




                                            27
Page 29
I.A.3.     PT Cahaya Inti Sentosa

           Dalam Rencana Penyertaan Saham, CIS merupakan pihak yang
           merencanakan untuk melakukan peningkatan modal dasar dari 2.000 lembar
           saham atau setara dengan Rp 2,00 miliar menjadi 1.186.400 lembar saham
           dengan nilai nominal sebesar Rp 1.000.000 per lembar saham atau setara
           dengan Rp 1,19 triliun dan selanjutnya merencanakan untuk melakukan
           peningkatan modal ditempatkan dan disetor, yang akan diambil bagian oleh
           Perseroan sebanyak 296.000 lembar saham dengan nilai nominal sebesar Rp
           1.000.000 per lembar saham atau setara dengan 99,80% saham CIS dengan
           harga pelaksanaan Rp 14.050.000,00 per lembar saham atau dengan nilai
           transaksi keseluruhan sebesar Rp 4,16 triliun sehubungan dengan Rencana
           Penyertaan Saham CIS.

           Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, CIS
           merupakan pihak yang terafiliasi dengan Perseroan. Latar belakang,
           manajemen, kepemilikan saham dan kegiatan usaha CIS adalah sebagai
           berikut:

I.A.3.a    Latar Belakang

           CIS didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 40 dari Edison Jingga, S.H., tanggal
           10 November 2012 dan disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
           Republik          Indonesia          dalam           Surat          Keputusan
           No. AHU-01987.AH.01.01.Tahun 2013 tanggal 22 Januari 2013.

           Anggaran Dasar CIS telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan
           terakhir diaktakan dalam Akta Notaris No. 44 tanggal 16 Maret 2020 yang
           dibuat oleh Notaris Edison Jingga, S.H., M.H., tentang perubahan tempat
           kedudukan CIS. Perubahan ini telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum
           dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
           No. AHU.0024736.AH.01.02.Tahun 2020 tanggal 20 Maret 2020.

I.A.3.b.   Manajemen

           Susunan Dewan Komisaris dan Direksi CIS pada tanggal 30 Juni 2023 adalah
           sebagai berikut:

           Dewan Komisaris
           Komisaris Utama                :        Kho Cing Siong
           Komisaris                      :        Freddy Numberi

           Direksi
           Direktur Utama                 :        Nono Sampono
           Direktur                       :        Yohanes Edmond Budiman
           Direktur                       :        Surya Pranoto Budiharjo
           Direktur                       :        Belly Djaliel




                                              28
Page 30
I.A.3.c.   Kepemilikan Saham

           Susunan pemegang saham CIS berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
           30 Juni 2023 adalah sebagai berikut:

                                                                                   (Dalam Rupiah)
                                                               Persentase
                      Pemegang Saham           Jumlah Saham                     Jumlah Modal
                                                               Kepemilikan
           PT Agung Sedayu                               300           50,00%       300.000.000
           PT Tunas Mekar Jaya                           300           50,00%       300.000.000
           Jumlah                                        600          100,00%       600.000.000



I.A.3.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha CIS adalah bergerak dalam bidang real estat
           yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian, penjualan,
           persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri maupun
           disewa.

I.A.4.     PT Jaya Indah Sentosa

           Dalam Rencana Penyertaan Saham, JIS merupakan pihak yang merencanakan
           untuk melakukan peningkatan modal dasar dari 100.000 lembar saham atau
           setara dengan Rp 100,00 miliar menjadi 2.820.000 lembar saham dengan nilai
           nominal sebesar Rp 1.000.000 per lembar saham atau setara dengan
           Rp 2,82 triliun dan selanjutnya merencanakan untuk melakukan peningkatan
           modal ditempatkan dan disetor, yang akan diambil bagian oleh Perseroan
           sebanyak 655.000 lembar saham dengan nilai nominal sebesar Rp 1.000.000
           per lembar saham atau setara dengan 92,91% saham JIS dengan harga
           pelaksanaan sebesar Rp 1.950.000,00 per lembar saham atau dengan nilai
           transaksi keseluruhan sebesar Rp 1,28 triliun sehubungan dengan Rencana
           Penyertaan Saham JIS.

           Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, JIS
           merupakan pihak yang terafiliasi dengan Perseroan. Latar belakang,
           manajemen, kepemilikan saham dan kegiatan usaha JIS adalah sebagai
           berikut:

I.A.4.a    Latar Belakang

           JIS didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 27 dari Notaris Edison Jingga, S.H.,
           tanggal 18 Mei 2010 dan disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia
           dalam Surat Keputusan AHU-0047410.AH.01.09.Tahun 2010 tanggal
           23 Juni 2010.




                                          29
Page 31
           Anggaran Dasar JIS telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan
           terakhir diaktakan dalam Akta Notaris No. 16 tanggal 1 Oktober 2019 yang
           dibuat oleh Notaris Edison Jingga, S.H., M.H., tentang perubahan tempat
           kedudukan JIS. Perubahan ini telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum
           dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
           No. AHU-AH.01.03-0348842 tanggal 21 Oktober 2019.

I.A.4.b.   Manajemen

           Susunan Dewan Komisaris dan Direksi JIS pada tanggal 30 Juni 2023 adalah
           sebagai berikut:

           Dewan Komisaris
           Komisaris Utama              :        Kho Cing Siong
           Komisaris                    :        Freddy Numberi

           Direksi
           Direktur Utama               :        Nono Sampono
           Direktur                     :        Yohanes Edmond Budiman
           Direktur                     :        Surya Pranoto Budiharjo
           Direktur                     :        Belly Djaliel

I.A.4.c.   Kepemilikan Saham

           Susunan pemegang saham JIS berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
           30 Juni 2023 adalah sebagai berikut:

                                                                                      (Dalam Rupiah)
                                                                  Persentase
                      Pemegang Saham             Jumlah Saham                      Jumlah Modal
                                                                  Kepemilikan
           PT Agung Sedayu                               25.000           50,00%     25.000.000.000
           PT Tunas Mekar Jaya                           25.000           50,00%     25.000.000.000
           Jumlah                                        50.000          100,00%     50.000.000.000



I.A.4.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha JIS adalah bergerak dalam bidang real estat
           yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian, penjualan,
           persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri maupun
           disewa.




                                            30
Page 32
I.A.5.    PT Kemilau Karya Utama

          Dalam Rencana Penyertaan Saham, KKU merupakan pihak yang
          merencanakan untuk melakukan peningkatan modal dasar dari 600.000 lembar
          atau setara dengan Rp 600,00 miliar menjadi 600.000 lembar saham seri A dan
          74.400.000 lembar saham seri B masing-masing dengan nilai nominal sebesar
          Rp 1.000.000 per lembar saham dan Rp 21.000 per lembar saham atau setara
          dengan Rp 2,16 triliun dan selanjutnya merencanakan untuk menerbitkan
          saham seri B yang memiliki seluruh hak yang sama dengan saham yang telah
          diterbitkan oleh KKU, yang selanjutnya akan menjadi saham seri A, kecuali
          perbedaan harga nominal per lembar saham untuk saham seri A dan saham
          seri B tersebut, yang akan diambil bagian oleh Perseroan sebanyak 18.600.000
          lembar saham dengan nilai nominal sebesar Rp 21.000 per lembar saham atau
          setara dengan 97,25% saham KKU dengan harga pelaksanaan sebesar
          Rp 21.000,00 per lembar saham atau dengan nilai transaksi keseluruhan
          sebesar Rp 0,39 triliun sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham KKU.

          Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, KKU
          merupakan pihak yang terafiliasi dengan Perseroan. Latar belakang,
          manajemen, kepemilikan saham dan kegiatan usaha KKU adalah sebagai
          berikut:

I.A.5.a   Latar Belakang

          KKU didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 60 dari Notaris Edison Jingga,
          S.H., tanggal 8 September 2015. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh
          Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
          Keputusan       No.    AHU-2456234.AH.01.01.Tahun          2015     tanggal
          15 September 2015.

          Anggaran Dasar KKU telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
          sebagaimana dinyatakan dalam Akta Notaris No. 113 dari Notaris Edison
          Jingga, S.H., M.H., tanggal 27 Juni 2023 mengenai perubahan peningkatan
          modal dasar, ditempatkan dan disetor KKU. Akta tersebut telah disetujui oleh
          Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
          Keputusan No. AHU-0039639.AH.01.02.Tahun 2023 tanggal 12 Juli 2023.




                                        31
Page 33
I.A.5.b.   Manajemen

           Susunan Dewan Komisaris dan Direksi KKU pada tanggal 30 Juni 2023 adalah
           sebagai berikut:

           Dewan Komisaris
           Komisaris Utama             :        Kho Cing Siong
           Komisaris                   :        Freddy Numberi

           Direksi
           Direktur Utama              :        Nono Sampono
           Direktur                    :        Yohanes Edmond Budiman
           Direktur                    :        Surya Pranoto Budiharjo
           Direktur                    :        Belly Djaliel

I.A.5.c.   Kepemilikan Saham

           Susunan pemegang saham KKU berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
           30 Juni 2023 adalah sebagai berikut:

                                                                                     (Dalam Rupiah)
                                                                 Persentase
                      Pemegang Saham            Jumlah Saham                      Jumlah Modal
                                                                 Kepemilikan
           PT Kukuh Mandiri Lestari                    475.000           90,48%    475.000.000.000
           PT Trisula Indah Lestari                     25.000            4,76%     25.000.000.000
           PT Mandiri Bangun Makmur                     25.000            4,76%     25.000.000.000
           Jumlah                                      525.000          100,00%    525.000.000.000



I.A.5.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha KKU adalah bergerak dalam bidang real estat
           yang dimiliki sendiri atau disewa.

I.A.6.     PT Karunia Utama Selaras

           Dalam Rencana Penyertaan Saham, KUS merupakan pihak yang
           merencanakan untuk melakukan peningkatan modal dasar dari 2.000 lembar
           saham atau setara dengan Rp 2,00 miliar menjadi 283.400 lembar saham
           dengan nilai nominal sebesar Rp 1.000.000 per lembar saham atau setara
           dengan Rp 283,40 miliar dan selanjutnya merencanakan untuk melakukan
           peningkatan modal ditempatkan dan disetor, yang akan diambil bagian oleh
           Perseroan sebanyak 70.250 lembar saham dengan nilai nominal sebesar Rp
           1.000.000 per lembar saham atau setara dengan 99,15% saham KUS dengan
           harga pelaksanaan sebesar Rp 23.575.000,00 per lembar saham atau dengan
           nilai transaksi keseluruhan sebesar Rp 1,66 triliun sehubungan dengan
           Rencana Penyertaan Saham KUS.




                                           32
Page 34
           Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, KUS
           merupakan pihak yang terafiliasi dengan Perseroan. Latar belakang,
           manajemen, kepemilikan saham dan kegiatan usaha KUS adalah sebagai
           berikut:

I.A.6.a    Latar Belakang

           KUS didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 27 dari Notaris Edison Jingga,
           S.H., M.H., tanggal 3 Oktober 2014 dan disahkan oleh Menteri Kehakiman
           Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-29385.40.10.2014
           tanggal 14 Oktober 2014.

           Anggaran Dasar KUS telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan
           terakhir diaktakan dalam Akta Notaris No. 39 tanggal 16 Maret 2020 yang
           dibuat oleh Notaris Edison Jingga, S.H., M.H., tentang perubahan tempat
           kedudukan KUS. Perubahan ini telah mendapat persetujuan dari Menteri
           Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
           No. AHU-0024729.AH.01.02.Tahun 2020 tanggal 20 Maret 2020.

I.A.6.b.   Manajemen

           Susunan Dewan Komisaris dan Direksi KUS pada tanggal 30 Juni 2023 adalah
           sebagai berikut:

           Dewan Komisaris
           Komisaris Utama             :        Kho Cing Siong
           Komisaris                   :        Freddy Numberi

           Direksi
           Direktur Utama              :        Nono Sampono
           Direktur                    :        Yohanes Edmond Budiman
           Direktur                    :        Surya Pranoto Budiharjo
           Direktur                    :        Belly Djaliel

I.A.6.c.   Kepemilikan Saham

           Susunan pemegang saham KUS berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
           30 Juni 2023 adalah sebagai berikut:

                                                                                    (Dalam Rupiah)
                                                                 Persentase
                      Pemegang Saham            Jumlah Saham                      Jumlah Modal
                                                                 Kepemilikan
           PT Agung Sedayu                                300            50,00%       300.000.000
           PT Tunas Mekar Jaya                            300            50,00%       300.000.000
           Jumlah                                         600           100,00%       600.000.000




                                           33
Page 35
I.A.6.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha KUS adalah bergerak dalam bidang real estat
           yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian, penjualan,
           persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri maupun
           disewa.

I.A.7.     PT Sumber Cipta Utama

           Dalam Rencana Penyertaan Saham, SCU merupakan pihak yang
           merencanakan untuk melakukan peningkatan modal dasar dari 200.000 lembar
           saham atau setara dengan Rp 100,00 miliar menjadi 2.200.000 lembar saham
           dengan nilai nominal sebesar Rp 500.000 per lembar saham atau setara
           dengan Rp 1,10 triliun dan selanjutnya merencanakan untuk melakukan
           peningkatan modal ditempatkan dan disetor, yang akan diambil bagian oleh
           Perseroan sebanyak 500.000 lembar saham dengan nilai nominal sebesar
           Rp 500.000 per lembar saham atau setara dengan 90,91% saham SCU
           dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 625.000,00 per lembar saham atau
           dengan nilai transaksi keseluruhan sebesar Rp 0,31 triliun sehubungan dengan
           Rencana Penyertaan Saham SCU.

           Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, SCU
           merupakan pihak yang terafiliasi dengan Perseroan. Latar belakang,
           manajemen, kepemilikan saham dan kegiatan usaha SCU adalah sebagai
           berikut:

I.A.7.a    Latar Belakang

           SCU didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 28 dari Notaris Edison Jingga,
           S.H., M.H., tanggal 3 Oktober 2014 dan disahkan oleh Menteri Kehakiman
           Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-29387.40.10.2014
           tanggal 14 Oktober 2014.

           Anggaran Dasar SCU telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan
           terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta Notaris No. 38 dari Notaris
           Edison Jingga, S.H., M.H., tanggal 16 Maret 2020 mengenai perubahan tempat
           kedudukan SCU. Perubahan ini telah mendapat persetujuan dari Menteri
           Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
           No. AHU-AH.01.03.0156113 tanggal 20 Maret 2020.




                                         34
Page 36
I.A.7.b.   Manajemen

           Susunan Dewan Komisaris dan Direksi SCU pada tanggal 30 Juni 2023 adalah
           sebagai berikut:

           Dewan Komisaris
           Komisaris Utama             :        Kho Cing Siong
           Komisaris                   :        Freddy Numberi

           Direksi
           Direktur Utama              :        Nono Sampono
           Direktur                    :        Yohanes Edmond Budiman
           Direktur                    :        Surya Pranoto Budiharjo
           Direktur                    :        Belly Djaliel

I.A.7.c.   Kepemilikan Saham

           Susunan pemegang saham SCU berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
           30 Juni 2023 adalah sebagai berikut:

                                                                                     (Dalam Rupiah)
                                                                 Persentase
                      Pemegang Saham            Jumlah Saham                      Jumlah Modal
                                                                 Kepemilikan
           PT Agung Sedayu                              25.000           50,00%     12.500.000.000
           PT Tunas Mekar Jaya                          25.000           50,00%     12.500.000.000
           Jumlah                                       50.000          100,00%     25.000.000.000



I.A.7.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha SCU adalah bergerak dalam bidang real estat
           yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian, penjualan,
           persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri maupun
           disewa.




                                           35
Page 37
I.A.8.    PT Sharindo Matratama

          Dalam Rencana Penyertaan Saham, SHM merupakan pihak yang
          merencanakan untuk melakukan peningkatan modal dasar dari 200.000 lembar
          atau setara dengan Rp 100,00 miliar menjadi 200.000 lembar saham seri A dan
          3.800.000 lembar saham seri B masing-masing dengan nilai nominal sebesar
          Rp 500.000 per lembar saham dan Rp 360.000 per lembar sahamatau setara
          dengan Rp 1,47 triliun dan selanjutnya merencanakan untuk menerbitkan
          saham seri B yang memiliki seluruh hak yang sama dengan saham yang telah
          diterbitkan oleh SHM, yang selanjutnya akan menjadi saham seri A, kecuali
          perbedaan harga nominal per lembar saham untuk saham seri A dan saham
          seri B tersebut, yang akan diambil bagian oleh Perseroan sebanyak 950.000
          lembar saham dengan nilai nominal sebesar Rp 360.000 per lembar saham
          atau setara dengan 90,48% saham SHM dengan harga pelaksanaan sebesar
          Rp 360.000,00 per lembar saham atau dengan nilai transaksi keseluruhan
          sebesar Rp 0,34 triliun sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham
          SHM.

          Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, SHM
          merupakan pihak yang terafiliasi dengan Perseroan. Latar belakang,
          manajemen, kepemilikan saham dan kegiatan usaha SHM adalah sebagai
          berikut:

I.A.8.a   Latar Belakang

          SHM didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 178 dari Notaris Misahardi
          Wilamarta, S.H., tanggal 12 November 1988 dan disahkan oleh Menteri
          Kehakiman      Republik      Indonesia      dalam Surat    Keputusan
          No. 02-2757.HT.01.01.TH.89 tanggal 1 April 1989.

          Anggaran Dasar SHM telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan
          terakhir diaktakan dalam Akta Notaris No. 43 tanggal 16 Maret 2020 yang
          dibuat oleh Notaris Edison Jingga, S.H., M.H., tentang perubahan tempat
          kedudukan SHM. Perubahan ini telah diterima dan dicatat di dalam Sistem
          Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
          Republik      Indonesia  dalam     Surat    Penerimaan    Pemberitahuan
          No. AHU- 0024735.AH.01.02.Tahun 2020 tanggal 20 Maret 2020.




                                        36
Page 38
I.A.8.b.   Manajemen

           Susunan Dewan Komisaris dan Direksi SHM pada tanggal 30 Juni 2023 adalah
           sebagai berikut:

           Dewan Komisaris
           Komisaris Utama             :        Kho Cing Siong
           Komisaris                   :        Freddy Numberi

           Direksi
           Direktur Utama              :        Nono Sampono
           Direktur                    :        Yohanes Edmond Budiman
           Direktur                    :        Surya Pranoto Budiharjo
           Direktur                    :        Belly Djaliel

I.A.8.c.   Kepemilikan Saham

           Susunan pemegang saham SHM berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
           30 Juni 2023 adalah sebagai berikut:

                                                                                     (Dalam Rupiah)
                                                                 Persentase
                      Pemegang Saham            Jumlah Saham                      Jumlah Modal
                                                                 Kepemilikan
           PT Agung Sedayu                              50.000           50,00%     25.000.000.000
           PT Tunas Mekar Jaya                          50.000           50,00%     25.000.000.000
           Jumlah                                      100.000          100,00%     50.000.000.000



I.A.8.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha SHM adalah bergerak dalam bidang real estat
           yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian, penjualan,
           persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri maupun
           disewa.




                                           37
Page 39
I.B.     Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Rencana
         Penyertaan Saham

I.B.1.   PPBSB BMW

         Pada tanggal 8 Agustus 2023, Perseroan dan BMW telah menandatangani
         PPBSB BMW sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham BMW. Pokok-
         pokok kesepakatan penting dalam PPBSB BMW adalah sebagai berikut:

         •   Pihak-pihak yang Bertransaksi

             Pihak-pihak yang bertransaksi     berdasarkan   PPBSB    BMW    adalah
             Perseroan dan BMW.

         •   Objek dan Nilai Rencana Penyertaan Saham

             Objek transaksi berdasarkan PPBSB BMW adalah transaksi dimana BMW
             merencanakan untuk melakukan peningkatan modal dasar dari 200.000
             lembar saham atau setara dengan Rp 100,00 miliar menjadi 6.140.000
             lembar saham dengan nilai nominal sebesar Rp 500.000 per lembar saham
             atau setara dengan Rp 3,07 triliun dan selanjutnya merencanakan untuk
             melakukan peningkatan modal ditempatkan dan disetor, yang akan diambil
             bagian oleh Perseroan sebanyak 1.435.000 lembar saham dengan nilai
             nominal sebesar Rp 500.000 per lembar saham atau setara dengan
             93,49% saham BMW dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 885.000,00
             per lembar saham atau dengan nilai transaksi keseluruhan sebesar
             Rp 1,27 triliun.

         •   Persyaratan Pendahuluan

             Dengan tunduk pada pemenuhan atau pengesampingan persyaratan
             pendahuluan (apabila diizinkan berdasarkan Hukum yang berlaku) oleh
             Perseroan, Penyelesaian akan terjadi pada Tanggal Penyelesaian, dengan
             ketentuan bahwa:

             -   Persetujuan oleh Direksi, Dewan Komisaris, atau para pemegang
                 saham (sebagaimana relevan) dari setiap Pihak (sebagaimana relevan)
                 telah diperoleh;
             -   Tidak terdapat dampak merugikan decara material atas BMW atau
                 usaha yang dijalankan olehnya kecuali sebagaimana dimaksud
                 berdasarkan Restrukturisasi BMW;
             -   Tidak ada undang-undang, perintah pengadilan atau lembaga
                 berwenang lainnya, putusan sela, pihak manapun yang melarang atau
                 membuat menjadi melawan hukum apabila dilakukan penyertaan modal
                 atau Restrukturisasi BMW;




                                        38
Page 40
    -   Penerbitan Saham Baru oleh BMW telah ditawarkan terlebih dahulu
        kepada setiap pemegang saham eksisting BMW seimbang dengan
        pemilikan saham untuk klasifikasi saham yang sama (pre-emptive
        rights) dan setiap pemegang saham eksisting BMW telah menyatakan
        tidak berminat untuk mengambil bagian atas Saham Baru Perseroan;
        dan
    -   Pengumuman atas pengambilalihan yang diusulkan oleh para pembeli
        oleh BMW, yaitu:

        i. Dalam surat kabar yang beredar secara nasional; dan
        ii. Kepada seluruh karyawan BMW, tertanggal paling lambat tiga puluh
            (30) hari sebelum tanggal panggilan RUPSLB BMW untuk
            menyetujui pelaksanaan transaksi.

    -   Diterimanya seluruh pengajuan, pendaftaran, perizinan, dan
        persetujuan yang diwajibkan oleh setiap Otoritas Pemerintah atau pihak
        lainnya sebagaimana diperlukan untuk transaksi berdasarkan Perjanjian
        ini, termasuk telah diperolehnya pernyataan efektif pernyataan
        pendaftaran Perseroan dari OJK sehubungan dengan pelaksanaan
        Rencana PMDHMETD.

    Para pihak berjanji untuk segera memberitahukan pihak lainnya mengenai
    kemajuan atas dan/atau pemenuhan persyaratan dan untuk
    memberitahukan pihak lainnya mengenai setiap peristiwa yang akan
    dan/atau dapat diperkirakan secara wajar yang memiliki kemungkinan
    dapat menghalangi setiap Persyaratan Pendahuluan untuk dipenuhi. Para
    pihak sepakat bahwa pasal di atas akan dinilai dan dipenuhi sebelum
    Perseroan melakukan setoran modal untuk pengambilan saham baru
    Perseroan.

•   Penyelesaian

    Dengan tunduk pada pemenuhan atau pengesampingan seluruh
    persyaratan pendahuluan (apabila ditentukan berdasarkan Hukum yang
    berlaku), penyelesaian akan terjadi pada tanggal penyelesaian, dengan
    ketentuan bahwa:

    -   Pada atau sekitar tanggal yang jatuh 2 (dua) hari kerja sebelum
        perkiraan tanggal penyelesaian, para pihak akan mengadakan rapat
        pra-penyelesaian untuk menegaskan seluruh pengaturan dan dokumen
        yang akan diberikan sehubungan dengan penyelesaian.
    -   Penerbitan Saham Baru Perseroan akan dilaksanakan dengan cara:

        i.  Penandatanganan keputusan sirkuler/Risalah RUPSLB oleh para
            pemegang saham BMW untuk menyetujui antara lain masuknya
            Perseroan sebagai pemegang saham BMW dan penerbitan Saham
            Baru Perseroan untuk diambil bagian oleh Perseroan;
        ii. Penandatanganan akta notaris BMW yang menyatakan kembali
            keputusan RUPSLB; dan


                               39
Page 41
                 iii. Diterimanya nominal setoran modal untuk pengambilan saham baru
                      Perseroan dari Perseroan pada rekening BMW.

             -   Pada saat Penyelesaian, Perseroan harus memberikan kepada
                 Perseroan salinan daftar pemegang saham BMW yang menunjukan
                 bahwa Perseroan telah memiliki 93,49% (sembilan puluh tiga koma
                 empat puluh sembilan persen) saham BMW.

I.B.2.   PPBSB CIS

         Pada tanggal 8 Agustus 2023, Perseroan dan CIS telah menandatangani
         PPBSB CIS sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham CIS. Pokok-
         pokok kesepakatan penting dalam PPBSB CIS adalah sebagai berikut:

         •   Pihak-pihak yang Bertransaksi

             Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan PPBSB CIS adalah Perseroan
             dan CIS.

         •   Objek dan Nilai Rencana Penyertaan Saham

             Objek transaksi berdasarkan PPBSB CIS adalah transaksi dimana CIS
             merencanakan untuk melakukan peningkatan modal dasar dari 2.000
             lembar saham atau setara dengan Rp 2,00 miliar menjadi 1.186.400 lembar
             saham dengan nilai nominal sebesar Rp 1.000.000 per lembar saham atau
             setara dengan Rp 1,19 triliun dan selanjutnya merencanakan untuk
             melakukan peningkatan modal ditempatkan dan disetor, yang akan diambil
             bagian oleh Perseroan sebanyak 296.000 lembar saham dengan nilai
             nominal sebesar Rp 1.000.000 per lembar saham atau setara dengan
             99,80% saham CIS dengan harga pelaksanaan Rp 14.050.000,00 per
             lembar saham atau dengan nilai transaksi keseluruhan sebesar
             Rp 4,16 triliun.

         •   Persyaratan Pendahuluan

             Dengan tunduk pada pemenuhan atau pengesampingan persyaratan
             pendahuluan (apabila diizinkan berdasarkan Hukum yang berlaku) oleh
             Perseroan, Penyelesaian akan terjadi pada Tanggal Penyelesaian, dengan
             ketentuan bahwa:

             -   Persetujuan oleh direksi, dewan komisaris, atau para pemegang saham
                 (sebagaimana relevan) dari setiap Pihak (sebagaimana relevan) telah
                 diperoleh;
             -   Tidak terdapat dampak merugikan decara material atas CIS atau usaha
                 yang dijalankan olehnya kecuali sebagaimana dimaksud berdasarkan
                 restrukturisasi CIS;
             -   Tidak ada undang-undang, perintah pengadilan atau lembaga
                 berwenang lainnya, putusan sela, pihak manapun yang melarang atau
                 membuat menjadi melawan hukum apabila dilakukan penyertaan modal
                 atau restrukturisasi CIS;


                                        40
Page 42
    -   Penerbitan Saham Baru oleh CIS telah ditawarkan terlebih dahulu
        kepada setiap pemegang saham eksisting CIS seimbang dengan
        pemilikan saham untuk klasifikasi saham yang sama (pre-emptive
        rights) dan setiap pemegang saham eksisting CIS telah menyatakan
        tidak berminat untuk mengambil bagian atas saham baru Perseroan;
        dan
    -   Pengumuman atas pengambilalihan yang diusulkan oleh para pembeli
        oleh CIS, yaitu:

        iii. Dalam surat kabar yang beredar secara nasional; dan
        iv. Kepada seluruh karyawan CIS, tertanggal paling lambat tiga puluh
             (30) hari sebelum tanggal panggilan RUPSLB CIS untuk menyetujui
             pelaksanaan transaksi.

    -   Diterimanya seluruh pengajuan, pendaftaran, perizinan, dan
        persetujuan yang diwajibkan oleh setiap Otoritas Pemerintah atau pihak
        lainnya sebagaimana diperlukan untuk transaksi berdasarkan Perjanjian
        ini, termasuk telah diperolehnya pernyataan efektif pernyataan
        pendaftaran Perseroan dari OJK sehubungan dengan pelaksanaan
        Rencana PMDHMETD.

    Para pihak berjanji untuk segera memberitahukan pihak lainnya mengenai
    kemajuan atas dan/atau pemenuhan persyaratan dan untuk
    memberitahukan pihak lainnya mengenai setiap peristiwa yang akan
    dan/atau dapat diperkirakan secara wajar yang memiliki kemungkinan
    dapat menghalangi setiap Persyaratan Pendahuluan untuk dipenuhi. Para
    pihak sepakat bahwa pasal di atas akan dinilai dan dipenuhi sebelum
    Perseroan melakukan setoran modal untuk pengambilan saham baru
    Perseroan.

•   Penyelesaian

    Dengan tunduk pada pemenuhan atau pengesampingan seluruh
    persyaratan pendahuluan (apabila ditentukan berdasarkan Hukum yang
    berlaku), penyelesaian akan terjadi pada tanggal penyelesaian, dengan
    ketentuan bahwa:

    -   Pada atau sekitar tanggal yang jatuh 2 (dua) hari kerja sebelum
        perkiraan tanggal penyelesaian, para pihak akan mengadakan rapat
        pra-penyelesaian untuk menegaskan seluruh pengaturan dan dokumen
        yang akan diberikan sehubungan dengan penyelesaian.
    -   Penerbitan Saham Baru Perseroan akan dilaksanakan dengan cara:

        i.  Penandatanganan keputusan sirkuler/Risalah RUPSLB oleh para
            pemegang saham CIS untuk menyetujui antara lain masuknya
            Perseroan sebagai pemegang saham CIS dan penerbitan Saham
            Baru Perseroan untuk diambil bagian oleh Perseroan;
        ii. Penandatanganan akta notaris CIS yang menyatakan kembali
            keputusan RUPSLB; dan



                               41
Page 43
                 iii. Diterimanya nominal setoran modal untuk pengambilan saham baru
                      Perseroan dari Perseroan pada rekening CIS.

             -   Pada saat Penyelesaian, Perseroan harus memberikan kepada
                 Perseroan salinan daftar pemegang saham CIS yang menunjukan
                 bahwa Perseroan telah memiliki 99,80% (sembilan puluh sembilan
                 koma delapan puluh persen) saham CIS.

I.B.3.   PPBSB JIS

         Pada tanggal 8 Agustus 2023, Perseroan dan JIS telah menandatangani
         PPBSB JIS sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham JIS. Pokok-
         pokok kesepakatan penting dalam PPBSB JIS adalah sebagai berikut:

         •   Pihak-pihak yang Bertransaksi

             Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan PPBSB JIS adalah Perseroan
             dan JIS.

         •   Objek dan Nilai Rencana Penyertaan Saham

             Objek transaksi berdasarkan PPBSB JIS adalah transaksi dimana JIS
             merencanakan untuk melakukan peningkatan modal dasar dari 100.000
             lembar saham atau setara dengan Rp 100,00 miliar menjadi 2.820.000
             lembar saham dengan nilai nominal sebesar Rp 1.000.000 per lembar
             saham atau setara dengan Rp 2,82 triliun dan selanjutnya merencanakan
             untuk melakukan peningkatan modal ditempatkan dan disetor, yang akan
             diambil bagian oleh Perseroan sebanyak 655.000 lembar saham dengan
             nilai nominal sebesar Rp 1.000.000 per lembar saham atau setara dengan
             92,91% saham JIS dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 1.950.000,00
             per lembar saham atau dengan nilai transaksi keseluruhan sebesar
             Rp 1,28 triliun.

         •   Persyaratan Pendahuluan

             Dengan tunduk pada pemenuhan atau pengesampingan persyaratan
             pendahuluan (apabila diizinkan berdasarkan Hukum yang berlaku) oleh
             Perseroan, Penyelesaian akan terjadi pada Tanggal Penyelesaian, dengan
             ketentuan bahwa:

             -   Persetujuan oleh direksi, dewan komisaris, atau para pemegang saham
                 (sebagaimana relevan) dari setiap Pihak (sebagaimana relevan) telah
                 diperoleh;
             -   Tidak terdapat dampak merugikan decara material atas JIS atau usaha
                 yang dijalankan olehnya kecuali sebagaimana dimaksud berdasarkan
                 restrukturisasi JIS;
             -   Tidak ada undang-undang, perintah pengadilan atau lembaga
                 berwenang lainnya, putusan sela, pihak manapun yang melarang atau
                 membuat menjadi melawan hukum apabila dilakukan penyertaan modal
                 atau restrukturisasi JIS;


                                        42
Page 44
    -   Penerbitan Saham Baru oleh JIS telah ditawarkan terlebih dahulu
        kepada setiap pemegang saham eksisting JIS seimbang dengan
        pemilikan saham untuk klasifikasi saham yang sama (pre-emptive
        rights) dan setiap pemegang saham eksisting JIS telah menyatakan
        tidak berminat untuk mengambil bagian atas saham baru Perseroan;
        dan
    -   Pengumuman atas pengambilalihan yang diusulkan oleh para pembeli
        oleh JIS, yaitu:

        i. Dalam surat kabar yang beredar secara nasional; dan
        ii. Kepada seluruh karyawan JIS, tertanggal paling lambat tiga puluh
            (30) hari sebelum tanggal panggilan RUPSLB JIS untuk menyetujui
            pelaksanaan transaksi.

    -   Diterimanya seluruh pengajuan, pendaftaran, perizinan, dan
        persetujuan yang diwajibkan oleh setiap Otoritas Pemerintah atau pihak
        lainnya sebagaimana diperlukan untuk transaksi berdasarkan Perjanjian
        ini, termasuk telah diperolehnya pernyataan efektif pernyataan
        pendaftaran Perseroan dari OJK sehubungan dengan pelaksanaan
        Rencana PMDHMETD.

    Para pihak berjanji untuk segera memberitahukan pihak lainnya mengenai
    kemajuan atas dan/atau pemenuhan persyaratan dan untuk
    memberitahukan pihak lainnya mengenai setiap peristiwa yang akan
    dan/atau dapat diperkirakan secara wajar yang memiliki kemungkinan
    dapat menghalangi setiap Persyaratan Pendahuluan untuk dipenuhi. Para
    pihak sepakat bahwa pasal di atas akan dinilai dan dipenuhi sebelum
    Perseroan melakukan setoran modal untuk pengambilan saham baru
    Perseroan.

•   Penyelesaian

    Dengan tunduk pada pemenuhan atau pengesampingan seluruh
    persyaratan pendahuluan (apabila ditentukan berdasarkan Hukum yang
    berlaku), penyelesaian akan terjadi pada tanggal penyelesaian, dengan
    ketentuan bahwa:

    -   Pada atau sekitar tanggal yang jatuh 2 (dua) hari kerja sebelum
        perkiraan tanggal penyelesaian, para pihak akan mengadakan rapat
        pra-penyelesaian untuk menegaskan seluruh pengaturan dan dokumen
        yang akan diberikan sehubungan dengan penyelesaian.




                               43
Page 45
             -   Penerbitan Saham Baru Perseroan akan dilaksanakan dengan cara:

                 i.   Penandatanganan keputusan sirkuler/Risalah RUPSLB oleh para
                      pemegang saham JIS untuk menyetujui antara lain masuknya
                      Perseroan sebagai pemegang saham JIS dan penerbitan Saham
                      Baru Perseroan untuk diambil bagian oleh Perseroan;
                 ii. Penandatanganan akta notaris JIS yang menyatakan kembali
                      keputusan RUPSLB; dan
                 iii. Diterimanya nominal setoran modal untuk pengambilan saham baru
                      Perseroan dari Perseroan pada rekening JIS.

             -   Pada saat Penyelesaian, Perseroan harus memberikan kepada
                 Perseroan salinan daftar pemegang saham JIS yang menunjukan
                 bahwa Perseroan telah memiliki 92,91% (sembilan puluh dua koma
                 sembilan puluh satu persen) saham JIS.

I.B.4.   PPBSB KKU

         Pada tanggal 8 Agustus 2023, Perseroan dan KKU telah menandatangani
         PPBSB KKU sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham KKU. Pokok-
         pokok kesepakatan penting dalam PPBSB KKU adalah sebagai berikut:

         •   Pihak-pihak yang Bertransaksi

             Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan PPBSB KKU adalah Perseroan
             dan KKU.

         •   Objek dan Nilai Rencana Penyertaan Saham

             Objek transaksi berdasarkan PPBSB KKU adalah transaksi dimana KKU
             merencanakan untuk melakukan peningkatan modal dasar dari 600.000
             lembar atau setara dengan Rp 600,00 miliar menjadi 600.000 lembar
             saham seri A dan 74.400.000 lembar saham seri B masing-masing dengan
             nilai nominal sebesar Rp 1.000.000 per lembar saham dan Rp 21.000 per
             lembar saham atau setara dengan Rp 2,16 triliun dan selanjutnya
             merencanakan untuk menerbitkan saham seri B yang memiliki seluruh hak
             yang sama dengan saham yang telah diterbitkan oleh KKU, yang
             selanjutnya akan menjadi saham seri A, kecuali perbedaan harga nominal
             per lembar saham untuk saham seri A dan saham seri B tersebut, yang
             akan diambil bagian oleh Perseroan sebanyak 18.600.000 lembar saham
             dengan nilai nominal sebesar Rp 21.000 per lembar saham atau setara
             dengan 97,25% saham KKU dengan harga pelaksanaan sebesar
             Rp 21.000,00 per lembar saham atau dengan nilai transaksi keseluruhan
             sebesar Rp 0,39 triliun.




                                        44
Page 46
•   Persyaratan Pendahuluan

    Dengan tunduk pada pemenuhan atau pengesampingan persyaratan
    pendahuluan (apabila diizinkan berdasarkan Hukum yang berlaku) oleh
    Perseroan, Penyelesaian akan terjadi pada Tanggal Penyelesaian, dengan
    ketentuan bahwa:

    -   Persetujuan oleh direksi, dewan komisaris, atau para pemegang saham
        (sebagaimana relevan) dari setiap Pihak (sebagaimana relevan) telah
        diperoleh;
    -   Tidak terdapat dampak merugikan decara material atas KKU atau
        usaha yang dijalankan olehnya kecuali sebagaimana dimaksud
        berdasarkan restrukturisasi KKU;
    -   Tidak ada undang-undang, perintah pengadilan atau lembaga
        berwenang lainnya, putusan sela, pihak manapun yang melarang atau
        membuat menjadi melawan hukum apabila dilakukan penyertaan modal
        atau restrukturisasi KKU;
    -   Penerbitan Saham Baru oleh KKU telah ditawarkan terlebih dahulu
        kepada setiap pemegang saham eksisting KKU seimbang dengan
        pemilikan saham untuk klasifikasi saham yang sama (pre-emptive
        rights) dan setiap pemegang saham eksisting KKU telah menyatakan
        tidak berminat untuk mengambil bagian atas saham baru Perseroan;
        dan
    -   Pengumuman atas pengambilalihan yang diusulkan oleh para pembeli
        oleh KKU, yaitu:

        i. Dalam surat kabar yang beredar secara nasional; dan
        ii. Kepada seluruh karyawan KKU, tertanggal paling lambat tiga puluh
            (30) hari sebelum tanggal panggilan RUPSLB KKU untuk
            menyetujui pelaksanaan transaksi.

    -   Diterimanya seluruh pengajuan, pendaftaran, perizinan, dan
        persetujuan yang diwajibkan oleh setiap Otoritas Pemerintah atau pihak
        lainnya sebagaimana diperlukan untuk transaksi berdasarkan Perjanjian
        ini, termasuk telah diperolehnya pernyataan efektif pernyataan
        pendaftaran Perseroan dari OJK sehubungan dengan pelaksanaan
        Rencana PMDHMETD.

    Para pihak berjanji untuk segera memberitahukan pihak lainnya mengenai
    kemajuan atas dan/atau pemenuhan persyaratan dan untuk
    memberitahukan pihak lainnya mengenai setiap peristiwa yang akan
    dan/atau dapat diperkirakan secara wajar yang memiliki kemungkinan
    dapat menghalangi setiap Persyaratan Pendahuluan untuk dipenuhi. Para
    pihak sepakat bahwa pasal di atas akan dinilai dan dipenuhi sebelum
    Perseroan melakukan setoran modal untuk pengambilan saham baru
    Perseroan.




                               45
Page 47
         •   Penyelesaian

             Dengan tunduk pada pemenuhan atau pengesampingan seluruh
             persyaratan pendahuluan (apabila ditentukan berdasarkan Hukum yang
             berlaku), penyelesaian akan terjadi pada tanggal penyelesaian, dengan
             ketentuan bahwa:

             -   Pada atau sekitar tanggal yang jatuh 2 (dua) hari kerja sebelum
                 perkiraan tanggal penyelesaian, para pihak akan mengadakan rapat
                 pra-penyelesaian untuk menegaskan seluruh pengaturan dan dokumen
                 yang akan diberikan sehubungan dengan penyelesaian.
             -   Penerbitan Saham Baru Perseroan akan dilaksanakan dengan cara:

                 i.   Penandatanganan keputusan sirkuler/Risalah RUPSLB oleh para
                      pemegang saham KKU untuk menyetujui antara lain masuknya
                      Perseroan sebagai pemegang saham KKU dan penerbitan Saham
                      Baru Perseroan untuk diambil bagian oleh Perseroan;
                 ii. Penandatanganan akta notaris KKU yang menyatakan kembali
                      keputusan RUPSLB; dan
                 iii. Diterimanya nominal setoran modal untuk pengambilan saham baru
                      Perseroan dari Perseroan pada rekening KKU.

             -   Pada saat Penyelesaian, Perseroan harus memberikan kepada
                 Perseroan salinan daftar pemegang saham KKU yang menunjukan
                 bahwa Perseroan telah memiliki 97,25% (sembilan puluh tujuh koma
                 dua puluh lima persen) saham KKU.

I.B.5.   PPBSB KUS

         Pada tanggal 8 Agustus 2023, Perseroan dan KUS telah menandatangani
         PPBSB KUS sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham KUS. Pokok-
         pokok kesepakatan penting dalam PPBSB KUS adalah sebagai berikut:

         •   Pihak-pihak yang Bertransaksi

             Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan PPBSB KUS adalah Perseroan
             dan KUS.




                                        46
Page 48
•   Objek dan Nilai Rencana Penyertaan Saham

    Objek transaksi berdasarkan PPBSB KUS adalah transaksi dimana KUS
    merencanakan untuk melakukan peningkatan modal dasar dari 2.000
    lembar saham atau setara dengan Rp 2,00 miliar menjadi 283.400 lembar
    saham dengan nilai nominal sebesar Rp 1.000.000 per lembar saham atau
    setara dengan Rp 283,40 miliar dan selanjutnya merencanakan untuk
    melakukan peningkatan modal ditempatkan dan disetor, yang akan diambil
    bagian oleh Perseroan sebanyak 70.250 lembar saham dengan nilai
    nominal sebesar Rp 1.000.000 per lembar saham atau setara dengan
    99,15% saham KUS dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 23.575.000,00
    per lembar saham atau dengan nilai transaksi keseluruhan sebesar
    Rp 1,66 triliun.

•   Persyaratan Pendahuluan

    Dengan tunduk pada pemenuhan atau pengesampingan persyaratan
    pendahuluan (apabila diizinkan berdasarkan Hukum yang berlaku) oleh
    Perseroan, Penyelesaian akan terjadi pada Tanggal Penyelesaian, dengan
    ketentuan bahwa:

    -   Persetujuan oleh direksi, dewan komisaris, atau para pemegang saham
        (sebagaimana relevan) dari setiap Pihak (sebagaimana relevan) telah
        diperoleh;
    -   Tidak terdapat dampak merugikan decara material atas KUS atau
        usaha yang dijalankan olehnya kecuali sebagaimana dimaksud
        berdasarkan restrukturisasi KUS;
    -   Tidak ada undang-undang, perintah pengadilan atau lembaga
        berwenang lainnya, putusan sela, pihak manapun yang melarang atau
        membuat menjadi melawan hukum apabila dilakukan penyertaan modal
        atau restrukturisasi KUS;
    -   Penerbitan Saham Baru oleh KUS telah ditawarkan terlebih dahulu
        kepada setiap pemegang saham eksisting KUS seimbang dengan
        pemilikan saham untuk klasifikasi saham yang sama (pre-emptive
        rights) dan setiap pemegang saham eksisting KUS telah menyatakan
        tidak berminat untuk mengambil bagian atas saham baru Perseroan;
        dan
    -   Pengumuman atas pengambilalihan yang diusulkan oleh para pembeli
        oleh KUS, yaitu:

        i. Dalam surat kabar yang beredar secara nasional; dan
        ii. Kepada seluruh karyawan KUS, tertanggal paling lambat tiga puluh
            (30) hari sebelum tanggal panggilan RUPSLB KUS untuk
            menyetujui pelaksanaan transaksi.




                               47
Page 49
    -   Diterimanya seluruh pengajuan, pendaftaran, perizinan, dan
        persetujuan yang diwajibkan oleh setiap Otoritas Pemerintah atau pihak
        lainnya sebagaimana diperlukan untuk transaksi berdasarkan Perjanjian
        ini, termasuk telah diperolehnya pernyataan efektif pernyataan
        pendaftaran Perseroan dari OJK sehubungan dengan pelaksanaan
        Rencana PMDHMETD.

    Para pihak berjanji untuk segera memberitahukan pihak lainnya mengenai
    kemajuan atas dan/atau pemenuhan persyaratan dan untuk
    memberitahukan pihak lainnya mengenai setiap peristiwa yang akan
    dan/atau dapat diperkirakan secara wajar yang memiliki kemungkinan
    dapat menghalangi setiap Persyaratan Pendahuluan untuk dipenuhi. Para
    pihak sepakat bahwa pasal di atas akan dinilai dan dipenuhi sebelum
    Perseroan melakukan setoran modal untuk pengambilan saham baru
    Perseroan.

•   Penyelesaian

    Dengan tunduk pada pemenuhan atau pengesampingan seluruh
    persyaratan pendahuluan (apabila ditentukan berdasarkan Hukum yang
    berlaku), penyelesaian akan terjadi pada tanggal penyelesaian, dengan
    ketentuan bahwa:

    -   Pada atau sekitar tanggal yang jatuh 2 (dua) hari kerja sebelum
        perkiraan tanggal penyelesaian, para pihak akan mengadakan rapat
        pra-penyelesaian untuk menegaskan seluruh pengaturan dan dokumen
        yang akan diberikan sehubungan dengan penyelesaian.
    -   Penerbitan Saham Baru Perseroan akan dilaksanakan dengan cara:

        i.   Penandatanganan keputusan sirkuler/Risalah RUPSLB oleh para
             pemegang saham KUS untuk menyetujui antara lain masuknya
             Perseroan sebagai pemegang saham KUS dan penerbitan Saham
             Baru Perseroan untuk diambil bagian oleh Perseroan;
        ii. Penandatanganan akta notaris KUS yang menyatakan kembali
             keputusan RUPSLB; dan
        iii. Diterimanya nominal setoran modal untuk pengambilan saham baru
             Perseroan dari Perseroan pada rekening KUS.

    -   Pada saat Penyelesaian, Perseroan harus memberikan kepada
        Perseroan salinan daftar pemegang saham KUS yang menunjukan
        bahwa Perseroan telah memiliki 99,15% (sembilan puluh sembilan
        koma lima belas persen) saham KUS.




                               48
Page 50
I.B.6.   PPBSB SCU

         Pada tanggal 8 Agustus 2023, Perseroan dan SCU telah menandatangani
         PPBSB SCU sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham SCU. Pokok-
         pokok kesepakatan penting dalam PPBSB SCU adalah sebagai berikut:

         •   Pihak-pihak yang Bertransaksi

             Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan PPBSB SCU adalah Perseroan
             dan SCU.

         •   Objek dan Nilai Rencana Penyertaan Saham

             Objek transaksi berdasarkan PPBSB SCU adalah transaksi dimana SCU
             merencanakan untuk melakukan peningkatan modal dasar dari 200.000
             lembar saham atau setara dengan Rp 100,00 miliar menjadi 2.200.000
             lembar saham dengan nilai nominal sebesar Rp 500.000 per lembar saham
             atau setara dengan Rp 1,10 triliun dan selanjutnya merencanakan untuk
             melakukan peningkatan modal ditempatkan dan disetor, yang akan diambil
             bagian oleh Perseroan sebanyak 500.000 lembar saham dengan nilai
             nominal sebesar Rp 500.000 per lembar saham atau setara dengan
             90,91% saham SCU dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 625.000,00
             per lembar saham atau dengan nilai transaksi keseluruhan sebesar
             Rp 0,31 triliun.

         •   Persyaratan Pendahuluan

             Dengan tunduk pada pemenuhan atau pengesampingan persyaratan
             pendahuluan (apabila diizinkan berdasarkan Hukum yang berlaku) oleh
             Perseroan, Penyelesaian akan terjadi pada Tanggal Penyelesaian, dengan
             ketentuan bahwa:

             -   Persetujuan oleh direksi, dewan komisaris, atau para pemegang saham
                 (sebagaimana relevan) dari setiap Pihak (sebagaimana relevan) telah
                 diperoleh;
             -   Tidak terdapat dampak merugikan decara material atas SCU atau
                 usaha yang dijalankan olehnya kecuali sebagaimana dimaksud
                 berdasarkan restrukturisasi SCU;
             -   Tidak ada undang-undang, perintah pengadilan atau lembaga
                 berwenang lainnya, putusan sela, pihak manapun yang melarang atau
                 membuat menjadi melawan hukum apabila dilakukan penyertaan modal
                 atau restrukturisasi SCU;
             -   Penerbitan Saham Baru oleh SCU telah ditawarkan terlebih dahulu
                 kepada setiap pemegang saham eksisting SCU seimbang dengan
                 pemilikan saham untuk klasifikasi saham yang sama (pre-emptive
                 rights) dan setiap pemegang saham eksisting SCU telah menyatakan
                 tidak berminat untuk mengambil bagian atas saham baru Perseroan;
                 dan



                                        49
Page 51
    -   Pengumuman atas pengambilalihan yang diusulkan oleh para pembeli
        oleh SCU, yaitu:

        i. Dalam surat kabar yang beredar secara nasional; dan
        ii. Kepada seluruh karyawan SCU, tertanggal paling lambat tiga puluh
            (30) hari sebelum tanggal panggilan RUPSLB SCU untuk
            menyetujui pelaksanaan transaksi.

    -   Diterimanya seluruh pengajuan, pendaftaran, perizinan, dan
        persetujuan yang diwajibkan oleh setiap Otoritas Pemerintah atau pihak
        lainnya sebagaimana diperlukan untuk transaksi berdasarkan Perjanjian
        ini, termasuk telah diperolehnya pernyataan efektif pernyataan
        pendaftaran Perseroan dari OJK sehubungan dengan pelaksanaan
        Rencana PMDHMETD.

    Para pihak berjanji untuk segera memberitahukan pihak lainnya mengenai
    kemajuan atas dan/atau pemenuhan persyaratan dan untuk
    memberitahukan pihak lainnya mengenai setiap peristiwa yang akan
    dan/atau dapat diperkirakan secara wajar yang memiliki kemungkinan
    dapat menghalangi setiap Persyaratan Pendahuluan untuk dipenuhi. Para
    pihak sepakat bahwa pasal di atas akan dinilai dan dipenuhi sebelum
    Perseroan melakukan setoran modal untuk pengambilan saham baru
    Perseroan.

•   Penyelesaian

    Dengan tunduk pada pemenuhan atau pengesampingan seluruh
    persyaratan pendahuluan (apabila ditentukan berdasarkan Hukum yang
    berlaku), penyelesaian akan terjadi pada tanggal penyelesaian, dengan
    ketentuan bahwa:

    -   Pada atau sekitar tanggal yang jatuh 2 (dua) hari kerja sebelum
        perkiraan tanggal penyelesaian, para pihak akan mengadakan rapat
        pra-penyelesaian untuk menegaskan seluruh pengaturan dan dokumen
        yang akan diberikan sehubungan dengan penyelesaian.
    -   Penerbitan Saham Baru Perseroan akan dilaksanakan dengan cara:

        i.   Penandatanganan keputusan sirkuler/Risalah RUPSLB oleh para
             pemegang saham SCU untuk menyetujui antara lain masuknya
             Perseroan sebagai pemegang saham SCU dan penerbitan Saham
             Baru Perseroan untuk diambil bagian oleh Perseroan;
        ii. Penandatanganan akta notaris SCU yang menyatakan kembali
             keputusan RUPSLB; dan
        iii. Diterimanya nominal setoran modal untuk pengambilan saham baru
             Perseroan dari Perseroan pada rekening SCU.

    -   Pada saat Penyelesaian, Perseroan harus memberikan kepada
        Perseroan salinan daftar pemegang saham SCU yang menunjukan
        bahwa Perseroan telah memiliki 90,91% (sembilan puluh koma
        sembilan puluh satu persen) saham SCU.


                               50
Page 52
I.B.7.   PPBSB SHM

         Pada tanggal 8 Agustus 2023, Perseroan dan SHM telah menandatangani
         PPBSB SHM sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham SHM. Pokok-
         pokok kesepakatan penting dalam PPBSB SHM adalah sebagai berikut:

         •   Pihak-pihak yang Bertransaksi

             Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan PPBSB SHM adalah Perseroan
             dan SHM.

         •   Objek dan Nilai Rencana Penyertaan Saham

             Objek transaksi berdasarkan PPBSB SHM adalah transaksi dimana SHM
             merencanakan untuk melakukan peningkatan modal dasar dari 200.000
             lembar atau setara dengan Rp 100,00 miliar menjadi 200.000 lembar
             saham seri A dan 3.800.000 lembar saham seri B masing-masing dengan
             nilai nominal sebesar Rp 500.000 per lembar saham dan Rp 360.000 per
             lembar saham atau setara dengan Rp 1,47 triliun dan selanjutnya
             merencanakan untuk menerbitkan saham seri B yang memiliki seluruh hak
             yang sama dengan saham yang telah diterbitkan oleh SHM, yang
             selanjutnya akan menjadi saham seri A, kecuali perbedaan harga nominal
             per lembar saham untuk saham seri A dan saham seri B tersebut, yang
             akan diambil bagian oleh Perseroan sebanyak 950.000 lembar saham
             dengan nilai nominal sebesar Rp 360.000 per lembar saham atau setara
             dengan 90,48% saham SHM dengan harga pelaksanaan sebesar
             Rp 360.000,00 per lembar saham atau dengan nilai transaksi keseluruhan
             sebesar Rp 0,34 triliun.

         •   Persyaratan Pendahuluan

             Dengan tunduk pada pemenuhan atau pengesampingan persyaratan
             pendahuluan (apabila diizinkan berdasarkan Hukum yang berlaku) oleh
             Perseroan, Penyelesaian akan terjadi pada Tanggal Penyelesaian, dengan
             ketentuan bahwa:

             -   Persetujuan oleh direksi, dewan komisaris, atau para pemegang saham
                 (sebagaimana relevan) dari setiap Pihak (sebagaimana relevan) telah
                 diperoleh;
             -   Tidak terdapat dampak merugikan decara material atas SHM atau
                 usaha yang dijalankan olehnya kecuali sebagaimana dimaksud
                 berdasarkan restrukturisasi SHM;
             -   Tidak ada undang-undang, perintah pengadilan atau lembaga
                 berwenang lainnya, putusan sela, pihak manapun yang melarang atau
                 membuat menjadi melawan hukum apabila dilakukan penyertaan modal
                 atau restrukturisasi SHM;




                                        51
Page 53
    -   Penerbitan Saham Baru oleh SHM telah ditawarkan terlebih dahulu
        kepada setiap pemegang saham eksisting SHM seimbang dengan
        pemilikan saham untuk klasifikasi saham yang sama (pre-emptive
        rights) dan setiap pemegang saham eksisting SHM telah menyatakan
        tidak berminat untuk mengambil bagian atas saham baru Perseroan;
        dan
    -   Pengumuman atas pengambilalihan yang diusulkan oleh para pembeli
        oleh SHM, yaitu:

        i. Dalam surat kabar yang beredar secara nasional; dan
        ii. Kepada seluruh karyawan SHM, tertanggal paling lambat tiga puluh
            (30) hari sebelum tanggal panggilan RUPSLB SHM untuk
            menyetujui pelaksanaan transaksi.

    -   Diterimanya seluruh pengajuan, pendaftaran, perizinan, dan
        persetujuan yang diwajibkan oleh setiap Otoritas Pemerintah atau pihak
        lainnya sebagaimana diperlukan untuk transaksi berdasarkan Perjanjian
        ini, termasuk telah diperolehnya pernyataan efektif pernyataan
        pendaftaran Perseroan dari OJK sehubungan dengan pelaksanaan
        Rencana PMDHMETD.

    Para pihak berjanji untuk segera memberitahukan pihak lainnya mengenai
    kemajuan atas dan/atau pemenuhan persyaratan dan untuk
    memberitahukan pihak lainnya mengenai setiap peristiwa yang akan
    dan/atau dapat diperkirakan secara wajar yang memiliki kemungkinan
    dapat menghalangi setiap Persyaratan Pendahuluan untuk dipenuhi. Para
    pihak sepakat bahwa pasal di atas akan dinilai dan dipenuhi sebelum
    Perseroan melakukan setoran modal untuk pengambilan saham baru
    Perseroan.

•   Penyelesaian

    Dengan tunduk pada pemenuhan atau pengesampingan seluruh
    persyaratan pendahuluan (apabila ditentukan berdasarkan Hukum yang
    berlaku), penyelesaian akan terjadi pada tanggal penyelesaian, dengan
    ketentuan bahwa:

    -   Pada atau sekitar tanggal yang jatuh 2 (dua) hari kerja sebelum
        perkiraan tanggal penyelesaian, para pihak akan mengadakan rapat
        pra-penyelesaian untuk menegaskan seluruh pengaturan dan dokumen
        yang akan diberikan sehubungan dengan penyelesaian.
    -   Penerbitan Saham Baru Perseroan akan dilaksanakan dengan cara:

        i.  Penandatanganan keputusan sirkuler/Risalah RUPSLB oleh para
            pemegang saham SHM untuk menyetujui antara lain masuknya
            Perseroan sebagai pemegang saham SHM dan penerbitan Saham
            Baru Perseroan untuk diambil bagian oleh Perseroan;
        ii. Penandatanganan akta notaris SHM yang menyatakan kembali
            keputusan RUPSLB; dan


                               52
Page 54
               iii. Diterimanya nominal setoran modal untuk pengambilan saham baru
                    Perseroan dari Perseroan pada rekening SHM.

           -   Pada saat Penyelesaian, Perseroan harus memberikan kepada
               Perseroan salinan daftar pemegang saham SHM yang menunjukan
               bahwa Perseroan telah memiliki 90,48% (sembilan puluh koma empat
               puluh delapan persen) saham SHM.

I.C.   Analisis atas Manfaat dan Risiko dari Rencana Transaksi

       Manfaat Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

       •   Sejalan dengan strategi bisnis Perseroan, Perseroan terus berupaya untuk
           menerapkan fokus pada perluasan skala proyek Perseroan pada kawasan
           PIK 2 dengan merencanakan pertumbuhan secara anorganik melalui
           Rencana Penyertaan Saham. Mengingat bahwa Rencana Penyertaan
           Saham pada perusahaan-perusahaan tersebut merupakan salah satu
           rencana pengembang kawasan PIK 2 yang memiliki proyek di kawasan
           yang sama dengan lokasi proyek Perseroan di masa yang akan datang.

       •   Dengan melakukan Rencana Penyertaan Saham, Perseroan senantiasa
           mencari peluang bisnis potensial yang dapat memaksimalkan nilai investasi
           Perseroan di masa yang akan datang. Perseroan memandang bahwa
           industri properti memiliki potensi yang dapat berdampak positif bagi
           pengembangan bisnis Perseroan dan menciptakan sinergi bisnis yang
           optimal khususnya pada pengembangan kawasan PIK 2 sehingga
           Perseroan dapat mengambil seluruh potensi keuntungan yang dihasilkan di
           masa yang akan datang sehingga pada akhirnya hal tersebut dapat
           meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan dan memberikan
           nilai tambah bagi para pemegang saham Perseroan.

       •   Setelah Rencana Transaksi telah menjadi efektif, Perseroan berharap
           dapat mengembangkan seluruh proyek-proyek Perseroan dengan
           terciptanya sinergi antar masing-masing kawasan yang tergabung dalam
           satu kawasan PIK 2 secara maksimal dimana setiap masing-masing
           portofolio bisnis industri properti yang dimiliki oleh Perseroan dapat
           memberikan nilai tambah bagi kinerja keuangan konsolidasian Perseroan.




                                      53
Page 55
Risiko Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Perseroan mungkin akan kehilangan kesempatan untuk memanfaatkan
    dana tersebut untuk investasi lain yang mungkin memiliki tingkat balikan
    yang lebih menguntungkan dibandingkan dengan Rencana Penyertaan
    Saham.

•   Terdapat kemungkinan dimana BMW, CIS, JIS, KKU, KUS, SCU, dan SHM
    tidak dapat memaksimalkan penggunaan dana atas yang diperoleh dari
    Rencana PMDHMETD yang pada akhirnya berpotensi pada penurunan
    kinerja BMW, CIS, JIS, KKU, KUS, SCU, dan SHM.

•   Tidak tertutup kemungkinan dalam pengembangan bisnis BMW, CIS, JIS,
    KKU, KUS, SCU, dan SHM pada masa yang akan datang, BMW, CIS, JIS,
    KKU, KUS, SCU, dan SHM masih memerlukan dukungan pendanaan dari
    Perseroan maupun BMW, CIS, JIS, KKU, KUS, SCU, dan SHM, yang
    berpotensi memberikan dampak bagi likuiditas dan kinerja keuangan
    konsolidasian Perseroan.




                              54
Page 56
II.       ANALISIS KUALITATIF ATAS RENCANA PENYERTAAN SAHAM

II.A.     PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk

II.A.1.   Latar Belakang

          Perseroan (dahulu PT Pratama Abadi Nusa Industri Tbk) didirikan berdasarkan
          Akta Notaris No. 13 dari Ivonne Barnetha Sinyal, S.H. tanggal
          8 September 2000 dan disahkan oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi
          Manusia      Republik      Indonesia     dalam       Surat       Keputusan
          No. C-20932 HT.01.01.TH.2002 tanggal 28 Oktober 2002.

          Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, dengan
          perubahan terakhir berdasarkan Akta Notaris No. 37 dari Fathiah Helmi S.H.
          tanggal 19 Juni 2023 mengenai perubahan nama Perseroan menjadi PT Pantai
          Indah Kapuk Dua Tbk dan tempat kedudukan Perseroan. Akta perubahan ini
          telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
          dengan Surat Keputusan No. AHU-0037402.AH.01.02.Tahun 2023 tanggal
          4 Juli 2023.

          Perseroan berkedudukan di Jakarta dan berkantor di Office Tower Agung
          Sedayu Group Lantai 8 dan 10 Jalan Marina Raya, Kamal Muara, Penjaringan,
          Jakarta Utara 14470.

II.A.2.   Kegiatan Usaha

          Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang
          perindustrian, aktivitas perusahaan holding dan konsultasi manajemen.
          Perseroan dan entitas anaknya bergerak dalam beberapa bidang usaha yang
          meliputi industri macam-macam wadah dari logam berupa kaleng kemas,
          pengolahan hasil perikanan dan real estat.




                                        55
Page 57
II.B.     Tinjauan Industri Properti

II.B.1.   Tinjauan Industri Properti di Dunia

          Industri properti merupakan salah satu industri terbesar di dunia. Hal ini terlihat
          dari harga properti yang mengalami peningkatan pada setiap tahunnya.
          Sektor-sektor penting dalam industri properti antara lain meliputi sektor
          perumahan/real estate, apartemen, perkantoran, pusat perbelanjaan,
          perhotelan, serta kawasan industri.

          Berdasarkan data yang diperoleh dari Knight Frank dalam laporannya yang
          berjudul Global House Price Index Q1/2023, AS menempati posisi ke - 39
          dengan persentase kenaikan harga rumah sebesar 0,70% selama setahun
          terakhir, sedangkan selama enam bulan terakhir mengalami penurunan
          sebesar 1,10%, dan kenaikan sebesar 1,00% selama tiga bulan terakhir pada
          Q1/2023. Peningkatan harga ini terutama disebabkan oleh pasokan rumah
          yang terbatas yang menopang pertumbuhan harga meskipun di tengah
          ketersediaan pasokan yang menurun.

          Perubahan Investasi Real Estat Komersial Berdasarkan Wilayah
          Q1/2023


                  Bagian Wilayah             Perubahan

          Asia Pasifik                          -30,00%
          Eropa, Timur Tengah dan Afrika        -58,00%
          Amerika                               -61,00%

          Sumber: Jones Lang LaSalle (JLL)


          Selanjutnya, berdasarkan data yang diperoleh dari JLL, aktivitas merger dan
          akuisisi real estat di dunia pada Q1/2023 terlihat terbatas dan situasional,
          dengan transaksi strategis tertentu yang terjadi dalam skala lebih kecil di dunia.
          Investasi real estat komersial di dunia pada Q1/2023 mengalami penurunan
          paling tinggi di Amerika serta Eropa, Timur Tengah, dan Afrika masing-masing
          sebesar 61,00% dan 58,00% dibandingkan dengan Q1/2022 sebelumnya.
          Penurunan ini disebabkan oleh tingginya inflasi yang masih terjadi, suku bunga
          yang mengalami kenaikan, dan tingkat pengangguran yang meningkat
          sementara kesulitan di sektor perbankan turut menambah volatilitas.




                                                  56
Page 58
Penjualan Rumah di AS
Januari – Juni 2023
(Dalam jutaan Unit)

                               4,55
   4,60
   4,50                                         4,43
   4,40                                                      4,29      4,30
   4,30
                                                                              4,16
   4,20
   4,10          4,00
   4,00
   3,90
   3,80
   3,70
                 Jan           Feb              Mar              Apr   Mei    Jun

Sumber: Trading Economics


Selanjutnya, berdasarkan data yang diperoleh dari Trading Economics,
penjualan rumah di AS pada bulan Juni 2023 mengalami penurunan sebesar
3,26% dibandingkan dengan penjualan rumah AS bulan Mei 2023. Penjualan
rumah Juni 2023 merupakan yang terendah selama lima bulan terakhir,
sementara proyeksi penjualan bulan Juni 2023 adalah sebesar 4,20 juta unit
rumah. Penurunan penjualan rumah terjadi pada Amerika Selatan dan Barat
masing-masing mengalami penurunan sebesar 5,40% dan 5,10%.

Proyeksi Harga Rumah di AS berdasarkan Kota pada Tahun 2030

                                           (Dalam jutaan USD)

      Kota              Negara Bagian             Harga

San Fransisco       California                            2,61
San Jose            California                            2,25
Oakland             California                            1,71
Seattle             Washington                            1,54
Los Angeles         California                            1,38
San Diego           California                            1,15
Boston              Massachusetts                         1,13
Long Beach          California                            1,07
New York            New York                              0,96
Washington          District of Columbia                  0,96

Sumber: RenoFi




                                           57
Page 59
            Menurut data yang dibuat oleh RenoFi, harga rata-rata rumah di AS pada tahun
            2030 diproyeksikan sebesar USD 383,00 ribu mengingat harga rumah di AS
            telah mengalami kenaikan sebesar 48,55%. Selain itu, enam dari sepuluh kota
            termahal di AS terletak pada negara bagian California, dimana San Fransisco
            dan San Jose diproyeksikan memiliki harga rumah termahal pada tahun 2030
            masing-masing senilai USD 2,61 juta dan USD 2,25 juta. Peningkatan proyeksi
            harga rumah di AS terutama didorong oleh dampak pandemi Covid-19 dimana
            mayoritas penghuni di AS telah menghabiskan sebagian besar waktu di rumah
            dan melakukan renovasi pada propertinya, selain itu, fakfor dimana beberapa
            orang tidak perlu tinggal dekat dengan tempat kerjanya dan pindah ke
            pinggiran kota juga turut mendukung peningkatan harga rumah.

            Faktor-faktor seperti peningkatan harga rumah di dunia dari tahun ke tahun,
            kecenderungan penghuni yang menginginkan untuk menata huniannya sesuai
            dengan keinginannya, dan kebutuhan untuk bekerja dari rumah merupakan
            faktor pendorong bagi industri properti di masa yang akan datang. Peningkatan
            nilai properti pada kota-kota pusat bisnis di seluruh dunia turut berperan bagi
            peningkatan industri properti global, sehingga industri properti global
            diharapkan terus bertumbuh positif dalam jangka waktu yang sangat lama di
            masa mendatang.

II.B.2.     Tinjauan Industri Properti di Indonesia

            Industri properti di Indonesia merupakan salah satu sektor industri yang
            memberikan kontribusi signifikan bagi pertumbuhan ekonomi, hal ini
            disebabkan industri properti saling terkait dengan industri-industri lainnya,
            misalnya industri bahan baku bangunan, konstruksi, logistik, bidang jasa,
            maupun industri keuangan serta perbankan dalam Kredit Pemilikan Rumah
            (KPR). Pertumbuhan industri properti yang tinggi berdampak terhadap
            pendapatan domestik bruto nasional serta ketersediaan lapangan pekerjaan.

II.B.2.a.   Perkembangan Permintaan Properti Komersial
            Pertumbuhan Triwulan Indeks Permintaan Properti Komersial
            Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek), Banten, Bandung, dan Makassar
            Triwulan I/2022 - Triwulan I/2023

                                                                                                               (Dalam %)
                                                                             2022                              2023
                        Keterangan
                                                        I            II             III            IV            I

            Sewa:
              Perkantoran                                   (0,06)         0,09           0,21       0,88          0,99
              Ritel                                          0,24          0,20           0,59       0,15          0,40
              Apartemen                                     (1,40)         4,91           4,77      10,64          4,51
            Jual:
              Perkantoran                                   (0,06)          0,21          0,17          1,13       0,10
              Ritel                                          0,00          0,00           0,00          0,00       0,00
            Hotel                                           (8,80)        27,15        6,59         20,15        (13,35)
            Lahan Industri                                   0,51          0,64        0,07          0,04          0,04
            Convention hall                                 (3,44)        74,68       17,11         37,44         10,02
            Warehouse complex                                0,02          0,11        0,05          0,12          0,05




                                                      58
Page 60
            Berdasarkan data yang diperoleh dari BI dalam laporan yang berjudul PPKOM
            triwulan I/2023, indeks permintaan properti komersial untuk kategori sewa
            menunjukkan penurunan sebesar 10,66% dibandingkan dengan triwulan
            sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh perlambatan permintaan pada mayoritas
            segmen sewa terutama segmen hotel yang mengalami penurunan di seluruh
            kota cakupan survei. Begitu juga dengan indeks permintaan properti komersial
            untuk kategori jual yang menunjukkan penurunan sebesar 0,10%. Kondisi
            tersebut disebabkan oleh adanya stagnasi permintaan pada segmen
            perkantoran jual di Semarang, Jakarta, dan Surabaya karena rendahnya minat
            investor. Selain itu, permintaan pada segmen warehouse complex juga
            mengalami penurunan terutama di wilayah Bogor, Depok, dan Bekasi.

II.B.2.b.   Perkembangan Pasokan Properti Komersial

            Pertumbuhan Triwulan Indeks Pasokan Properti Komersial
            Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek), Banten, Bandung, dan Makassar
            Triwulan I/2022 - Triwulan I/2023

                                                                                                                 (Dalam %)
                                                                             2022                                 2023
                        Keterangan
                                                        I            II             III            IV               I
            Sewa:
              Perkantoran                                   (0,05)         0,37           0,44          0,68          0,84
              Ritel                                          0,54          0,06           0,44          0,10          0,57
              Apartemen                                     (0,37)        (0,33)          0,68          0,10          0,41
            Jual:
              Perkantoran                                   (0,02)        0,03            0,00          1,05         (0,01)
              Ritel                                          0,00         0,00            0,00          0,00          0,00
            Hotel                                           (0,04)        (0,06)           0,86         (1,03)        0,21
            Lahan Industri                                   0,34          1,32           (0,01)         0,20        (0,01)
            Convention hall                                 (1,04)        (0,29)          (0,25)         0,78        (0,06)
            Warehouse complex                                0,01          0,02            0,13          0,00         0,00



            Selanjutnya, untuk kategori pasokan properti komersial menunjukkan
            peningkatan dibandingkan dengan triwulan sebelumnya dimana hal tersebut
            tercermin dari jumlah pertumbuhan indeks pasokan properti komersial untuk
            kategori sewa yang tercatat adalah sebesar 0,68%. Peningkatan tersebut
            terutama disebabkan oleh adanya peningkatan pada mayoritas segmen kecuali
            segmen convention hall.




                                                      59
Page 61
II.B.2.c.   Perkembangan Harga Properti Komersial

            Pertumbuhan Triwulan Indeks Harga Properti Komersial
            Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek), Banten, Bandung, dan Makassar
            Triwulan I/2022 - Triwulan I/2023

                                                                                                                   (Dalam %)
                                                                              2022                                 2023
                           Keterangan
                                                        I             II             III             IV              I
            Sewa:
              Perkantoran                                   0,55           (0,83)          (0,69)         (0,97)       0,01
              Ritel                                         0,00           (0,18)          (0,28)          0,07        0,40
              Apartemen                                     0,35            0,61            1,50           3,40       (0,38)
            Jual:
              Perkantoran                                   0,16            0,14           (0,23)         (0,42)      (0,15)
              Ritel                                         0,01            0,00            0,00           0,00        0,00
            Hotel                                           1,66           20,92           2,89        10,69          (8,43)
            Lahan Industri                                  0,04            0,23           0,08         0,19           0,03
            Convention hall                                 4,82            3,16           1,88        (3,05)         (0,39)
            Warehouse complex                               0,17            0,00           0,00         0,00           0,00



            Sementara itu, untuk indeks harga properti komersial untuk kategori sewa
            mengalami penurunan sebesar 6,00% dibandingkan dengan triwulan
            sebelumnya. Penurunan harga sewa terjadi pada mayoritas segmen seiring
            dengan adanya penurunan harga pada segmen perkantoran sewa di Jakarta
            dan Bandung sebagai langkah untuk meningkatkan okupansi. Selanjutnya,
            untuk indeks harga properti komersial untuk kategori jual mengalami penurunan
            sebesar 0,06%. Hal ini terutama disebabkan oleh melambatnya akselerasi
            harga segmen perkantoran jual di Jakarta sebagai strategi untuk
            mempertahankan okupansi.

            Persetujuan Pinjaman atau Kredit Bank Umum di Indonesia
            Bulan Desember 2022 – Januari 2023
            (Dalam miliar Rupiah)

               700.000

               600.000

               500.000

               400.000

               300.000

               200.000

               100.000

                       -
                                  KPR dan KPA                      Konstruksi                       Real Estat
                  Apr-23            648.154                         401.441                          193.908
                  Mei-23            653.820                         393.819                          195.472

            Sumber: Bank Indonesia




                                                      60
Page 62
Berdasarkan data yang diperoleh dari Bank Indonesia pada bulan Mei 2023,
persetujuan pinjaman atau kredit bank umum di Indonesia untuk segmen KPR
dan KPA serta real estat masing-masing mengalami peningkatan sebesar
Rp 5.666,00 miliar dan Rp 1.564,00 miliar atau masing-masing setara dengan
0,87% dan 0,81% jika dibandingkan dengan bulan April 2023. Sementara itu,
untuk segmen konstruksi mengalami penurunan sebesar Rp 7.622,00 miliar
atau setara dengan 1,90% jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Proyeksi Penyelesaian Proyek Apartemen yang Tertunda di Jakarta
Tahun 2023 - 2025
(Dalam unit)

                  8.000

                  7.000

                  6.000

                  5.000

                  4.000

                  3.000

                  2.000

                  1.000

                        -
                             2023           2024              2025
      Penyelesaian Unit      6.172          6.747             2.246

Sumber: Colliers Indonesia


Berdasarkan data yang diperoleh dari Colliers Indonesia, investor asing akan
bersikap lebih konservatif sampai dengan Q1/2024 yang merupakan periode
Pemilihan Umum, pengembang apartemen akan fokus untuk menjual unit yang
sudah ada dan tidak akan meluncurkan proyek baru serta menyelesaikan
proyek yang tertunda saat pandemi. Sebanyak 48,00% proyek apartemen yang
akan diselesaikan pada tahun 2025 terletak di Jakarta Selatan terutama
mentargetkan pasar kalangan menengah ke atas.




                                 61
Page 63
Perekonomian Indonesia pada tahun 2023 akan tumbuh sekitar 5,0% menurut
proyeksi IMF, hal ini menunjukkan bahwa Indonesia sudah mulai pulih dari
dampak Covid-19. Dalam jangka menengah, perekonomian Indonesia akan
terus meningkat seiring dengan pemulihan ekonomi global serta peningkatan
perekonomian domestik yang didorong oleh kenaikan konsumsi, investasi serta
produktivitas yang didukung oleh kebijakan-kebijakan baik fiskal maupun
moneter. Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia
dalam jangka menengah akan berada di kisaran 5,0-5,8% hingga tahun 2027.
Hal ini secara langsung maupun tidak langsung akan berpengaruh pada
prospek sektor properti. Selain itu Pemerintah berupaya mendukung sektor
properti dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan seperti memperpanjang
pelonggaran rasio loan to value untuk kredit/pembiayaan properti hingga akhir
2023, peningkatan batasan nilai hunian mewah yang dikenakan PPh (Pajak
Penghasilan) dan PPnBM (Pajak Penjualan Barang Mewah) dari Rp5-10 miliar
menjadi Rp30 miliar, dan penurunan tariff PPh Pasal 22 atas hunian mewah
dari 5% menjadi 1%. Meningkatnya daya beli masyarakat serta pelonggaran
berbagai kebijakan-kebijakan dari Pemerintah dapat mendorong pertumbuhan
sektor properti serta meningkatkan prospek usaha Perseroan.

Beberapa indikator ekonomi dan sektor properti juga menunjukkan tren yang
baik, sejalan dengan adanya data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik
yang menyatakan bahwa ekonomi tumbuh sebesar 5,03% pada Q1/2023 yang
diikuti oleh pertumbuhan atas indeks permintaan properti dari tahun ke tahun
yang telah meningkat sebesar 14,50% pada Q1/2023. Selanjutnya, menurut
lembaga riset internasional, McKinsey Global Institute, memperkirakan dengan
tingkat pertumbuhan ekonomi dunia yang stabil, negara Indonesia akan
menjadi negara dengan kekuatan ekonomi nomor tujuh di Dunia pada tahun
2030. Dengan situasi tersebut, maka diperkirakan segmen apartemen dan
sewa perkantoran akan menjadi investasi yang masih diprioritaskan untuk
menunjang aktivitas dan mobilitas konsumen yang semakin tinggi di masa yang
akan datang.




                               62
Page 64
II.C.   Kegiatan Operasional dan Prospek Usaha

        Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang
        perindustrian, aktivitas perusahaan holding dan konsultasi manajemen.
        Perseroan dan entitas anaknya bergerak dalam beberapa bidang usaha yang
        meliputi industri macam-macam wadah dari logam berupa kaleng kemas,
        pengolahan hasil perikanan dan real estat.

        Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang kemasan, hasil olahan laut, dan
        properti, Perseroan mengedepankan prinsip kehati-hatian dengan terus
        memantau kondisi pasar dan industri serta mengambil langkah-langkah
        strategis yang tepat untuk menghadapi risiko dan memanfaatkan peluang yang
        ada. Selain itu, Perseroan terus bekerja sama dengan pemerintah dan
        pemangku kepentingan terkait untuk mendukung perkembangan industri
        perikanan dan properti.

        Namun, industri perikanan nasional masih menghadapi berbagai tantangan,
        seperti masalah overfishing, illegal fishing, dan pengelolaan sumber daya laut
        yang tidak optimal. Oleh karena itu, Perseroan berupaya untuk mengelola
        sumber daya laut dengan baik dan meningkatkan produktivitas sektor
        perikanan dan kelautan.

        Sementara itu, prospek industri properti nasional juga cukup menjanjikan.
        Pemerintah Indonesia telah mendorong pembangunan infrastruktur dan sektor
        properti melalui program pembangunan nasional. Selain itu, tingginya
        pertumbuhan ekonomi dan perkembangan kelas menengah juga mendorong
        permintaan pasar untuk hunian yang lebih baik dan fasilitas komersial.

        Meskipun demikian, seperti industri lainnya, sektor properti juga menghadapi
        berbagai tantangan, seperti terjadinya fluktuasi pasar, tingginya biaya bahan
        bangunan dan tanah, dan sulitnya akses pembiayaan. Oleh karena itu, penting
        bagi pemerintah dan Perseroan untuk mengembangkan kebijakan dan strategi
        untuk mengatasi tantangan yang ada dan meningkatkan pertumbuhan industri
        properti nasional.

        Beberapa rencana bisnis yang akan dilakukan oleh Perseroan adalah sebagai
        berikut:

        •   Menjaga kualitas dan keberlanjutan sumber daya laut dengan teknologi
            terbaru. Salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas perikanan
            adalah dengan memanfaatkan teknologi terbaru, seperti sistem
            pengawasan dan pengendalian yang terintegrasi, pemanenan ikan secara
            bijaksana dan pengolahan ikan yang ramah lingkungan.




                                       63
Page 65
        •   Menyesuaikan industri properti dengan tren gaya hidup dan lingkungan.
            Perseroan perlu memperhatikan tren gaya hidup dan lingkungan, seperti
            kebutuhan untuk hunian yang lebih ramah lingkungan, desain arsitektur
            yang inovatif, dan penggunaan teknologi yang tepat untuk meningkatkan
            efisiensi energi dan kenyamanan penghuni.

        Salah satu cara untuk mengurangi risiko bisnis dan meningkatkan pertumbuhan
        Perseroan adalah dengan melakukan diversifikasi portofolio bisnis, seperti
        melalui pengembangan bisnis yang terkait dengan sumber daya laut. Selain itu,
        pengembang properti juga dapat mempertimbangkan untuk mengembangkan
        proyek yang terkait dengan kegiatan di sekitar pantai, seperti pengembangan
        pusat rekreasi atau destinasi wisata.

II.D.   Alasan Dilakukan Rencana Transaksi

        Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

        •   Sejalan dengan strategi bisnis Perseroan, Perseroan terus berupaya untuk
            menerapkan fokus pada perluasan skala proyek Perseroan pada kawasan
            PIK 2 dengan merencanakan pertumbuhan secara anorganik melalui
            Rencana Penyertaan Saham. Mengingat bahwa Rencana Penyertaan
            Saham pada perusahaan-perusahaan tersebut merupakan salah satu
            rencana pengembang kawasan PIK 2 yang memiliki proyek di kawasan
            yang sama dengan lokasi proyek Perseroan di masa yang akan datang.

        •   Dengan melakukan Rencana Penyertaan Saham, Perseroan senantiasa
            mencari peluang bisnis potensial yang dapat memaksimalkan nilai investasi
            Perseroan di masa yang akan datang. Perseroan memandang bahwa
            industri properti memiliki potensi yang dapat berdampak positif bagi
            pengembangan bisnis Perseroan dan menciptakan sinergi bisnis yang
            optimal khususnya pada pengembangan kawasan PIK 2 sehingga
            Perseroan dapat mengambil seluruh potensi keuntungan yang dihasilkan di
            masa yang akan datang sehingga pada akhirnya hal tersebut dapat
            meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan dan memberikan
            nilai tambah bagi para pemegang saham Perseroan.




                                       64
Page 66
        •   Setelah Rencana Transaksi telah menjadi efektif, Perseroan berharap
            dapat mengembangkan seluruh proyek-proyek Perseroan dengan
            terciptanya sinergi antar masing-masing kawasan yang tergabung dalam
            satu kawasan PIK 2 secara maksimal dimana setiap masing-masing
            portofolio bisnis industri properti yang dimiliki oleh Perseroan dapat
            memberikan nilai tambah bagi kinerja keuangan konsolidasian Perseroan.

II.E.   Analisis Keuntungan dan Kerugian dari Rencana Transaksi

        Keuntungan Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

        •   Sejalan dengan strategi bisnis Perseroan, Perseroan terus berupaya untuk
            menerapkan fokus pada perluasan skala proyek Perseroan pada kawasan
            PIK 2 dengan merencanakan pertumbuhan secara anorganik melalui
            Rencana Penyertaan Saham. Mengingat bahwa Rencana Penyertaan
            Saham pada perusahaan-perusahaan tersebut merupakan salah satu
            rencana pengembang kawasan PIK 2 yang memiliki proyek di kawasan
            yang sama dengan lokasi proyek Perseroan di masa yang akan datang.

        •   Dengan melakukan Rencana Penyertaan Saham, Perseroan senantiasa
            mencari peluang bisnis potensial yang dapat memaksimalkan nilai investasi
            Perseroan di masa yang akan datang. Perseroan memandang bahwa
            industri properti memiliki potensi yang dapat berdampak positif bagi
            pengembangan bisnis Perseroan dan menciptakan sinergi bisnis yang
            optimal khususnya pada pengembangan kawasan PIK 2 sehingga
            Perseroan dapat mengambil seluruh potensi keuntungan yang dihasilkan di
            masa yang akan datang sehingga pada akhirnya hal tersebut dapat
            meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan dan memberikan
            nilai tambah bagi para pemegang saham Perseroan.

        •   Setelah Rencana Transaksi telah menjadi efektif, Perseroan berharap
            dapat mengembangkan seluruh proyek-proyek Perseroan dengan
            terciptanya sinergi antar masing-masing kawasan yang tergabung dalam
            satu kawasan PIK 2 secara maksimal dimana setiap masing-masing
            portofolio bisnis industri properti yang dimiliki oleh Perseroan dapat
            memberikan nilai tambah bagi kinerja keuangan konsolidasian Perseroan.




                                       65
Page 67
Kerugian Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Perseroan mungkin akan kehilangan kesempatan untuk memanfaatkan
    dana tersebut untuk investasi lain yang mungkin memiliki tingkat balikan
    yang lebih menguntungkan dibandingkan dengan Rencana Penyertaan
    Saham.

•   Terdapat kemungkinan dimana BMW, CIS, JIS, KKU, KUS, SCU, dan SHM
    tidak dapat memaksimalkan penggunaan dana atas yang diperoleh dari
    Rencana PMDHMETD yang pada akhirnya berpotensi pada penurunan
    kinerja BMW, CIS, JIS, KKU, KUS, SCU, dan SHM.

•   Tidak tertutup kemungkinan dalam pengembangan bisnis BMW, CIS, JIS,
    KKU, KUS, SCU, dan SHM pada masa yang akan datang, BMW, CIS, JIS,
    KKU, KUS, SCU, dan SHM masih memerlukan dukungan pendanaan dari
    Perseroan maupun BMW, CIS, JIS, KKU, KUS, SCU, dan SHM, yang
    berpotensi memberikan dampak bagi likuiditas dan kinerja keuangan
    konsolidasian Perseroan.




                              66
Page 68
III.       ANALISIS KUANTITATIF ATAS RENCANA PENYERTAAN SAHAM

III.A.     Analisis atas Kinerja Historis Perseroan

           Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk periode enam bulan yang
           berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 telah diaudit oleh KAP JMMR dengan
           pendapat wajar tanpa pengecualian dengan hal lain. Laporan keuangan
           konsoliasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31    Desember     2022 telah    diaudit    oleh   KAP    JMMR    dengan
           pendapat wajar tanpa pengecualian dengan penekanan suatu hal. Laporan
           keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021 telah diaudit oleh KAP JMMR dengan pendapat wajar
           tanpa pengecualian dengan hal lain. Laporan keuangan konsolidasian
           Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020
           dan 2019 telah diaudit oleh KAP DBSDA masing-masing dengan pendapat
           wajar tanpa pengecualian dengan hal lain. Laporan keuangan konsolidasian
           Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 telah
           diaudit oleh KAP JMMR dengan pendapat wajar tanpa pengecualian.

           Ikhtisar data keuangan penting Perseroan adalah sebagai berikut:

III.A.1.   Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
                                                                                                              (Dalam jutaan Rupiah)

                                Keterangan       30/06/23       31/12/22      31/12/21      31/12/20     31/12/19      31/12/18

           ASET
           ASET LANCAR
           Kas dan bank                              720.162     1.417.035       662.742        4.347       13.371         18.363
           Piutang usaha kepada pihak ketiga             481         1.581         2.350        1.385        3.271          3.332
           Piutang lain-lain                       1.813.491       548.700     1.381.355            -            2              9
           Persediaan                              7.749.541     7.072.643     2.754.135       49.794       68.801         76.687
           Uang muka dan biaya dibayar di muka        26.949        46.991        95.305       16.844        5.071         10.424
           Pajak dibayar di muka                     630.292       545.867       353.820           84        1.343            690
           Biaya emisi saham                               -             -         8.104            -            -              -
           Jumlah Aset Lancar                     10.940.915     9.632.816     5.257.810       72.455       91.859        109.505
           ASET TIDAK LANCAR
           Deposito berjangka                        102.653       141.864       171.687            -            -              -
           Persediaan                              4.982.451     5.462.627     7.193.699            -            -              -
           Investasi pada entitas asosiasi           655.725       653.824       642.829            -            -              -
           Aset tetap - bersih                        11.472        39.405        27.940       24.866       26.480         20.070
           Aset pengampunan pajak - bersih                 -            80            86           91           97            103
           Aset hak guna                               4.844         7.266              -           -            -              -
           Aset pajak tangguhan                           92           561           686          779          646            882
           Uang muka                                       --            --        1.523-           --         628         19.033
           Jumlah Aset Tidak Lancar                5.757.237     6.305.628     8.038.449       25.737       27.850         40.088
           JUMLAH ASET                            16.698.153    15.938.444    13.296.260       98.191      119.709        149.593




                                                 67
Page 69
                                                                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan                         30/06/23       31/12/22       31/12/21       31/12/20       31/12/19       31/12/18

           LIABILITAS DAN EKUITAS
           LIABILITAS
           LIABILITAS JANGKA PENDEK
           Utang bank jangka pendek                                             -      10.000          7.010         11.353                 -       1.920
           Utang usaha:
             Pihak berelasi                                                  151            46              -             -              -              -
             Pihak ketiga                                                320.719       452.365        353.953         2.016          5.452          3.388
           Utang lain-lain                                                 1.553         1.922      3.084.876           140            244          9.398
           Utang pajak                                                    47.301        48.928         36.690           181            238            527
           Akrual                                                              0           470         67.508            44              -              -
           Uang muka pelanggan                                         6.754.913     7.624.468      4.943.417        33.231         52.026         68.799
           Bagian jangka pendek dari liabilitas jangka panjang:
             Utang bank                                                    60.266     123.005          95.170         2.221          3.311          7.147
             Liabilitas pembiayaan konsumen                                     -         187              96           161              -             74
             Liabilitas sewa                                                4.976       4.818               -             -            181              -
             Liabilitas imbalan kerja                                       8.163           -               -             -              -              -
             Utang obligasi                                                     -           -       4.137.800             -              -              -
           Biaya yang masih harus dibayar                                       -           -               -             -            139            271
           Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                             7.198.042     8.266.209     12.726.520        49.347         61.591         91.525
           LIABILITAS JANGKA PANJANG
           Uang muka pelanggan                                         1.253.632               -              -              -              -              -
           Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi bagian
             jangka pendek:
               Utang bank                                                 257.160     262.022         85.250          4.121         14.279         13.551
               Liabilitas pembiayaan konsumen                                   -         280             71            158            310            167
               Liabilitas sewa                                                  -       2.528              -              -              -              -
               Liabilitas imbalan kerja                                    20.552      29.191         10.197          4.600          3.564          4.486
           Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                            1.531.344      294.021         95.518          8.880         18.153         18.204
           JUMLAH LIABILITAS                                           8.729.386     8.560.229     12.822.038        58.226         79.745        109.729
           EKUITAS
           Modal saham                                                 1.353.000     1.353.000        41.000         41.000         41.000         41.000
           Tambahan modal disetor                                        530.782       530.782           185            185             69             69
           Saldo laba (rugi)                                             350.420       139.360           518         (1.478)        (1.897)          (673)
           Ekuitas merging entities                                            -             -       432.241              -              -              -
           Selisih aset dan liabilitas pengampunan pajak                       -             -             -              -            116            116
           Penghasilan komprehensif lain                                       -             -             -              -            420           (903)
           Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
             induk                                                     2.234.202     2.023.141       473.943         39.706         39.707         39.608
           Kepentingan non-pengendali                                  5.734.565     5.355.073           279            258            258            256
           JUMLAH EKUITAS                                              7.968.766     7.378.215       474.222         39.965         39.964         39.864
           JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                              16.698.153    15.938.444     13.296.260        98.191        119.709        149.593




III.A.2.   Aset

           Jumlah aset Perseroan pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023, 31 Desember
           2022, 2021, 2020, 2019, dan 2018 masing-masing adalah sebesar
           Rp 16.698,15 miliar, Rp 15.938,44 miliar, Rp 13.296,26 miliar, Rp 98,19 miliar,
           Rp 119,71 miliar, dan Rp 149,59 miliar.

           Pada tanggal 30 Juni 2023, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar Rp 759,71 miliar atau setara dengan 4,77% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan piutang lain-lain dan persediaan masing-masing
           sebesar Rp 1.264,79 miliar dan Rp 676,88 miliar yang disertai dengan
           penurunan kas dan bank serta persediaan masing-masing sebesar
           Rp 696,87 miliar dan Rp 480,18 miliar.




                                                                     68
Page 70
           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar Rp 2.642,18 miliar atau setara dengan 19,87% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan kas dan bank serta persediaan masing-masing
           sebesar Rp 754,29 miliar dan Rp 2.587,44 miliar yang disertai dengan
           penurunan piutang lain-lain sebesar Rp 832,66 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar Rp 13.198,07 miliar dibandingkan dengan jumlah aset pada tanggal
           31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan
           persediaan sebesar Rp 9.898,04 miliar yang disertai dengan penurunan
           piutang lain-lain sebesar Rp 1.381,36 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah aset Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 21,52 miliar atau setara dengan 17,98% dibandingkan
           dengan jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2019. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh penurunan persediaan sebesar Rp 19,00 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2019, jumlah aset Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 29,88 miliar atau setara dengan 19,98% dibandingkan
           dengan jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2018. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh penurunan persediaan dan uang muka masing-masing
           sebesar Rp 7,89 miliar dan Rp 18,41 miliar.

III.A.3.   Liabilitas

           Jumlah liabilitas Perseroan pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023,
           31 Desember 2022, 2021, 2020 2019, dan 2018 masing-masing adalah
           sebesar Rp 8.729,39 miliar, Rp 8,560,23 miliar, Rp 12.822,04 miliar,
           Rp 58,23 miliar, Rp 79,75 miliar, dan Rp 109,73 miliar.

           Pada tanggal 30 Juni 2023, jumlah liabilitas Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar Rp 169,16 miliar atau setara dengan 1,98% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan uang muka pelanggan sebesar Rp 384,08 miliar
           yang disertai dengan penurunan utang usaha – pihak ketiga dan utang bank
           masing-masing sebesar Rp 131,65 miliar dan Rp 67,60 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 4.261,81 miliar atau setara dengan 33,24%
           dibandingkan dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021.
           Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan utang lain-lain dan utang
           obligasi masing-masing sebesar Rp 3.082,95 miliar dan Rp 4.137,80 miliar
           yang disertai dengan kenaikan uang muka pelanggan sebesar
           Rp 2.681,05 miliar.




                                        69
Page 71
           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 12.763,81 miliar dibandingkan dengan jumlah liabilitas
           pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh utang
           lain-lain, uang muka pelanggan, dan utang obligasi masing-masing sebesar
           Rp 3.084,74 miliar, Rp 4.910,19 miliar, dan Rp 4.137,80 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 21,52 miliar atau setara dengan 26,98% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2019. Penurunan ini
           terutama disebabkan oleh penurunan uang muka pelanggan sebesar
           Rp 18,80 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2019, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 29,98 miliar atau setara dengan 27,33% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2018. Penurunan ini
           terutama disebabkan oleh penurunan uang muka penjualan dan utang lain-lain
           kepada pihak berelasi masing-masing sebesar Rp 9,16 miliar dan
           Rp 16,77 miliar.

III.A.4.   Ekuitas

           Jumlah ekuitas Perseroan pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023,
           31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019, dan 2018 masing-masing adalah
           sebesar Rp 7.968,77 miliar, Rp 7.378,22 miliar, Rp 474,22 miliar,
           Rp 39,97 miliar, Rp 39,96 miliar, dan Rp 39,86 miliar.

           Pada tanggal 30 Juni 2023, jumlah ekuitas Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar Rp 590,55 miliar atau setara dengan 8,00% dibandingkan dengan
           jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh laba periode berjalan yang dibukukan oleh Perseroan dan
           uang muka setoran modal masing-masing sebesar Rp 547,99 miliar dan
           Rp 43,30 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 6.903,99 miliar dibandingkan dengan jumlah ekuitas pada
           tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama berasal dari penerbitan
           saham dan kepentingan nonpengendali dari kombinasi bisnis entitas
           sepengendali     masing-masing      sebesar    Rp       6.550,34   miliar   dan
           Rp 5.112,22 miliar yang disertai dengan selisih nilai transaksi kombinasi bisnis
           entitas sepengendali sebesar Rp 4.707,74 miliar.




                                           70
Page 72
           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 434,26 dibandingkan dengan jumlah ekuitas pada
           tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan
           ekuitas merging entities sebesar Rp 432,24 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 0,49 juta atau setara dengan 0,00% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2018. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh laba tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan sebesar
           Rp 0,22 miliar yang disertai dengan penurunan penghasilan komprehensif lain
           sebesar Rp 0,22 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2019, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 0,10 miliar atau setara dengan 0,25% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2018. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan penghasilan komprehensif lain sebesar
           Rp 0,90 miliar yang disertai dengan rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh
           Perseroan sebesar Rp 1,24 miliar.

III.A.5.   Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
                                                                                                                                    (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                    30/06/23        31/12/22      31/12/21      31/12/20       31/12/19      31/12/18
                                  Keterangan
                                                                    (6 Bulan)       (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)      (1 Tahun)     (1 Tahun)
           Pendapatan neto                                           1.242.102         872.132       316.183       180.461        230.646       294.974
           Beban pokok pendapatan                                      603.014         456.331       298.583       164.845        214.745       280.922
           Laba kotor                                                    639.087       415.801        17.600        15.616         15.901        14.053
           Beban penjualan                                               (18.430)      (13.139)       (4.457)         (177)          (229)         (422)
           Beban umum dan administrasi                                   (50.529)     (128.191)      (23.980)      (12.669)       (14.555)       (9.981)
           Bagian atas laba bersih entitas asosiasi                        1.901        10.996         3.252             -              -             -
           Penghasilan keuangan                                           74.874        18.580         5.754             -              -             -
           Beban keuangan                                                (52.572)      (26.831)       (3.555)       (2.091)        (1.874)       (2.084)
           Lain-lain - neto                                                 (197)       (1.307)          (92)           64            232           232
           Laba (rugi) penjualan aset tetap                                    -             -             -             -             (5)           29
           Pendapatan bunga                                                    -             -             -            21             21           371
           Biaya emisi saham                                                   -             -             -             -              -          (144)
           Laba (rugi) sebelum pajak final dan pajal penghasilan         594.134       275.908        (5.479)          764           (509)         2.055
           Pajak final                                                   (31.058)      (14.363)         (835)            -              -              -
           Beban pajak penghasilan                                       (16.175)       (1.002)         (709)         (540)          (728)          (680)
           Laba/(rugi) setelah efek penyesuaian rugi dari
             merging entities                                            546.901       260.544        (7.022)         224          (1.236)         1.375
           Efek penyesuaian rugi merging entities                              -        27.767         8.702            -               -           (200)
           Laba (rugi) periode/tahun berjalan dari operasi
             yang dilanjutkan                                            546.901       288.311         1.680          224          (1.236)         1.175
           Laba periode berjalan dari operasi yang dihentikan              1.090             -             -            -               -              -
           Laba (rugi) periode/tahun berjalan                            547.991       288.311         1.680           224         (1.236)         1.175
           Penghasilan (rugi) komprehensif lain                                -         1.059           336          (224)         1.337           (519)
           Jumlah laba (rugi) komprehensif periode/tahun berjalan        547.991       289.371         2.016               0          100           656
           Laba (rugi) tahun berjalan yang dapat diatribusikan
             kepada:
             Pemilik entitas induk                                       211.060       138.192         1.661          221          (1.249)         1.163
             Kepentingan non-pengendali                                  336.931       150.120            19            3              12             12




                                                                    71
Page 73
III.A.6   Pendapatan neto

          Pendapatan neto Perseroan untuk periode enam bulan yang berakhir pada
          tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
          31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019, dan 2018 masing-masing adalah
          sebesar Rp 1.242,10 miliar, Rp 872,13 miliar, Rp 316.18 miliar,
          Rp 180,46 miliar, Rp 230,65 miliar, dan Rp 294,97 miliar.

          Pendapatan neto Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 555,95 miliar atau setara
          dengan 175,83% dibandingkan dengan pendapatan neto untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.

          Pendapatan neto Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember2021 mengalami kenaikan sebesar Rp 135,72 miliar atau setara
          dengan 75,21% dibandingkan dengan penjualan untuk tahun yang berakhir
          pada tanggal 31 Desember 2020.

          Pendapatan neto Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2020 mengalami penurunan sebesar Rp 50,19 miliar atau setara
          dengan 21,76% dibandingkan dengan pendapatan neto untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal 31 Desember 2019

          Pendapatan neto Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2019 mengalami penurunan sebesar Rp 64,33 miliar atau setara
          dengan 21,81% dibandingkan dengan pendapatan neto untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal 31 Desember 2018.




                                       72
Page 74
III.A.7.   Laba (Rugi) Periode/Tahun Berjalan

           Laba periode berjalan Perseroan untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2022, 2021, 2020, dan 2018 masing-masing adalah sebesar
           Rp 547,99 miliar, Rp 288,31 miliar, Rp 1,68 miliar, Rp 0,22 miliar, dan
           Rp 1,18 miliar. Rugi tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 1,24 miliar.

           Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 286,63 miliar
           dibandingkan dengan laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir
           pada tanggal 31 Desember 2021.

           Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021 mengalami kenaikan sebesar Rp 1,46 miliar atau setara
           dengan 649,44% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan Perseroan untuk
           tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.

           Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2020 mengalami kenaikan sebesar Rp 1,46 miliar atau setara
           dengan 118,13% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan Perseroan untuk
           tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019.

           Rugi tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2019 mengalami kenaikan sebesar Rp 2,41 miliar atau setara
           dengan 205,21% dibandingkan dengan laba tahun berjalan Perseroan untuk
           tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018.




                                         73
Page 75
III.A.8.   Laporan Arus Kas Konsolidasian
                                                                                                                                                 (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                            30/06/23        31/12/22        31/12/21        31/12/20        31/12/19      31/12/18
                                  Keterangan
                                                                           (6 Bulan)       (1 Tahun)       (1 Tahun)       (1 Tahun)       (1 Tahun)     (1 Tahun)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
           Penerimaan kas dari pelanggan                                    1.627.278        3.553.952       1.009.879        163.551          213.934        342.201
           Pembayaran kas kepada pemasok dan operasional lainnya             (900.788)      (2.812.996)     (1.325.772)      (152.916)        (197.197)      (320.962)
           Pembayaran kas kepada karyawan                                     (37.024)         (78.585)        (22.642)       (15.763)             879        (11.906)
           Penerimaan bunga                                                    11.292           18.580           5.754              -                -              -
           Pembayaran pajak penghasilan badan                                  (9.849)            (979)           (510)          (658)          (1.303)          (698)
           Pembayaran pajak final                                             (50.261)         (75.199)        (26.403)             -                -              -
           Penerimaan kas lainnya                                                   -                -               -              7                -              -
           Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
            Aktivitas Operasi                                                   640.649       604.774        (359.693)         (5.780)          16.314          8.636
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
           Penambahan piutang lain-lain dari pihak ketiga                   (1.370.000)                -               -               -             -              -
           Penerimaan bunga dari pinjaman piutang lain-lain
             pihak ketiga                                                        53.878             -                -              -                -              -
           Pencairan deposito berjangka                                          39.211        29.823            6.977              -                -              -
           Penerimaan dari penjualan investasi pada entitas anak                 26.381             -                -              -                -              -
           Penerimaan (penambahan) piutang lain-lain dari pihak berelasi            939             -                -              -                -              -
           Penerimaan dari penjualan (perolehan) aset tetap                       2.315       (14.878)          (2.705)        (1.058)          (5.499)        (6.210)
           Uang muka pembelian aset tetap                                             -             -                -              -                -        (18.931)
           Investasi dalam saham                                                      -             -                -              -                -        (15.000)
           Penerimaan bunga                                                           -             -                -              -                -            353
           Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
            Aktivitas Investasi                                             (1.247.276)        14.945           4.272          (1.058)          (5.499)       (39.788)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
           Penerimaan uang muka setoran modal dari pihak
             nonpengendali                                                       43.300         92.051              -               -                -             -
           Penerimaan (pembayaran) utang lain-lain pihak berelasi                  (521)    (3.049.337)       (11.205)           (104)          (9.155)        9.000
           Penerimaan (pembayaran) utang bank                                   (77.601)       207.598        (56.211)            105           (5.028)       11.175
           Penerimaan setoran modal dari pihak nonpengendali                          2              -              -               -                -        16.200
           Pembayaran bunga pinjaman bank                                       (52.400)       (26.009)        (3.543)         (1.987)               -        (2.004)
           Pembayaran liabilitas sewa                                            (2.370)        (6.611)             -               -                -             -
           Pembayaran liabilitas pembiayaan konsumen                               (467)          (327)          (152)           (172)             250           (56)
           Pembayaran bunga liabilitas sewa                                        (178)             -              -               -                -             -
           Pembayaran bunga liabilitas pembiayaan konsumen                          (11)           (34)           (26)            (27)               -            (9)
           Penerimaan utang lain-lain pihak ketiga                                    -              -              -               -                -             -
           Pembayaran utang obligasi                                                  -     (4.137.800)             -               -                -             -
           Penerimaan dari penerbitan utang obligasi                                  -              -        437.302               -                -             -
           Pembayaran bunga utang obligasi                                            -       (131.336)       (32.016)              -                -             -
           Penerimaan dari piutang lain-lain pihak berelasi                           -        627.935        318.266               -                -        15.500
           Penerimaan uang muka setoran modal dari merging entities                   -              -          4.710               -                -             -
           Pembayaran utang dividen merging entities                                  -              -       (500.000)              -                -             -
           Penerimaan dari (pembayaran biaya) penerbitan saham                        -      6.558.443         (8.104)              -                -             -
           Pembayaran beban keuangan                                                  -              -              -               -           (1.874)            -
           Pembayaran utang lain-lain                                                 -              -              -               -                -           (45)
           Biaya emisi saham                                                          -              -              -               -                -        (1.344)
           Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
            Aktivitas Pendanaan                                                 (90.245)      134.574         149.021          (2.186)         (15.806)       48.416
           KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
            SETARA KAS                                                       (696.873)        754.293        (206.401)         (9.024)          (4.992)       17.264
           KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                               1.417.035         662.742           4.347          13.371           18.363          1.099
           KAS DAN SETARA KAS DARI MERGING ENTITIES                                    -               -      864.796                  -             -              -
           KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                                  720.162     1.417.035         662.742           4.347           13.371        18.363




                                                                           74
Page 76
Arus Kas dari (untuk) Aktivitas Operasi

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk perioede
enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 2019, dan 2018,
masing-masing adalah sebesar Rp 640,65 miliar, Rp 604,77 miliar,
Rp 16,31 miliar dan Rp 8,64 miliar. Arus kas bersih yang digunakan untuk
aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2021 dan 2020 adalah sebesar Rp 359,69 miliar dan
Rp 5,78 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk periode
enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 sebesar Rp 640,65 miliar
terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar
Rp1.627,28 miliar yang disertai dengan pembayaran kepada pemasok dan
operasional lainnya, pembayaran kas kepada karyawan, dan pembayaran
pajak final masing-masing sebesar Rp 900,79 miliar, Rp 37,02 miliar, dan
Rp 50,26 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 604,77 miliar
terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar
Rp 3.553,95 miliar yang disertai dengan pembayaran kepada pemasok dan
operasional lainnya, pembayaran kas kepada karyawan, dan pembayaran
pajak final masing-masing sebesar Rp 2.813,00 miliar, Rp 78,59 miliar, dan
Rp 75,20 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 359,69 miliar
terutama berasal dari pembayaran kas kepada pemasok dan operasional
lainnya sebesar Rp 1.325,77 miliar yang disertai dengan penerimaan kas dari
pelanggan sebesar Rp 1.009,88 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 5,78 miliar
terutama berasal dari pembayaran kas kepada pemasok dan lainnya serta
pembayaran kas kepada karyawan masing-masing sebesar Rp 152,91 miliar
dan Rp 15,76 miliar yang disertai dengan penerimaan kas dari pelanggan
sebesar Rp 163,55 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 16,31 miliar
terutama berasal dari penerimaan dari pelanggan sebesar Rp 213,93 miliar
yang disertai dengan pembayaran kas kepada pemasok dan lainnya sebesar
Rp 197,20 miliar.




                               75
Page 77
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 sebesar Rp 8,64 miliar
terutama berasal dari penerimaan dari pelanggan sebesar Rp 342,20 miliar
yang disertai dengan pembayaran kas kepada pemasok dan lainnya serta
pembayaran kas kepada karyawan masing-masing sebesar Rp 320,96 miliar
dan Rp 11,91 miliar.

Arus Kas dari (untuk) Aktivitas Investasi

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020, 2019, dan 2018
masing-masing adalah sebesar Rp 1.247,28 miliar, Rp 1,06 miliar,
Rp 5,50 miliar, dan Rp 39,79 miliar. Arus kas bersih yang diperoleh dari
aktivitas investasi Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 dan 2021 masing-masing sebesar Rp 14,95 miliar dan
Rp 4,27 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 sebesar
Rp 1.247,28 miliar terutama berasal dari penambahan piutang lain-lain dari
pihak ketiga sebesar Rp 1.370,00 miliar yang disertai dengan penerimaan
bunga dari pinjaman piutang lain-lain pihak ketiga, pencairan deposito
berjangka, dan penerimaan dari penjualan investasi pada entitas anak
masing-masing sebesar Rp 53,88 miliar, Rp 39,21 miliar, dan Rp 26,38 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 14,95 miliar
terutama berasal dari penerimaan dari penjualan aset tetap sebesar
Rp 14,88 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 4,27 miliar
terutama berasal dari pencairan deposito berjangka sebesar Rp 6,98 miliar
yang disertai dengan perolehan aset tetap sebesar Rp 2,71 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 1,06 miliar
seluruhnya berasal dari perolehan aset tetap.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 5,50 miliar
seluruhnya berasal dari perolehan aset tetap.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 sebesar Rp 39,79 miliar
terutama berasal dari investasi dalam saham dan uang muka pembelian aset
tetap masing-masing sebesar Rp 15,00 miliar dan Rp 18,93 miliar.




                               76
Page 78
Arus Kas dari (untuk) Aktivitas Pendanaan

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2019
masing-masing adalah sebesar Rp 90,25 miliar, Rp 2,19 miliar dan
Rp 15,81 miliar. Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan
Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022,
2021, dan 2018 masing-masing sebesar Rp 134,57 miliar, Rp 149,02 miliar,
dan Rp 48,42 miliar.

Arus kas bersih yang digunakannuntuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 sebesar
Rp 90,25 miliar terutama berasal dari pembayaran utang bank dan pembayaran
bunga pinjaman bank masing-masing sebesar Rp 77,60 miliar dan
Rp 52,40 miliar yang disertai dengan penerimaan uang muka setoran modal
dari pihak nonpengendali sebesar Rp 43,30 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 134,57 miliar
terutama berasal dari penerimaan utang bank, penerimaan dari piutang lain-lain
pihak berelasi, dan penerimaan dari penerbitan saham masing-masing sebesar
Rp 207,60 miliar, Rp 627,94 miliar, dan Rp 6.558,44 miliar yang disertai dengan
pembayaran utang lain-lain pihak berelasi, pembayaran utang obligasi, dan
pembayaran bunga utang obligasi masing-masing sebesar Rp 3.049,34 miliar,
Rp 4.137,80 miliar, dan Rp 131,34 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 149,02 miliar
terutama berasal dari penerimaan dari penerbitan utang obligasi dan
penerimaan dari piutang lain-lain pihak berelasi masing-masing sebesar
Rp 437,30 miliar dan Rp 318,27 miliar yang disertai dengan pembayaran utang
lain-lain pihak berelasi, pembayaran utang bank, pembayaran bunga utang
obligasi, pembayaran utang dividen merging entities dan pembayaran biaya
penerbitan saham masing-masing sebesar Rp 11,21 miliar, Rp 56,21 miliar,
Rp 32,02 miliar, Rp 500,00 miliar, dan Rp 8,10 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 2,19 miliar
terutama berasal dari pembayaran bunga pinjaman bank sebesar
Rp 1,99 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 15,81 miliar
terutama berasal dari pembayaran utang lain-lain pihak berelasi dan
pembayaran utang bank masing-masing sebesar Rp 9,16 miliar dan
Rp 5,03 miliar




                               77
Page 79
            Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
            yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 sebesar Rp 48,42 miliar
            terutama berasal dari penerimaan utang bank, penerimaan setoran modal dari
            pihak nonpengendali, dan penerimaan dari piutang lain-lain pihak berelasi
            masing-masing sebesar Rp 11,18 miliar, Rp 16,20 miliar, dan Rp 15,50 miliar.

III.A.9.    Rasio-rasio Keuangan

                                    Keterangan       30/06/23      31/12/22    31/12/21    31/12/20    31/12/19     31/12/18

            Rasio Likuiditas
            Lancar                                         1,52         1,17        0,41        1,47        1,49         1,20
            Rasio Pengelolaan Aset
            Perputaran jumlah aset                         0,15         0,07        0,03        1,84        1,93         1,97
            Ekuitas terhadap jumlah aset                   0,48         0,46        0,04        0,41        0,33         0,27
            Rasio Solvabilitas
            Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset         0,52         0,54        0,96        0,59        0,67         0,73
            Jumlah liabilitas terhadap ekuitas             1,10         1,16       27,04        1,46        2,00         2,75
            Rasio Profitabilitas
            Marjin laba kotor                             51,45%      47,68%       5,57%       8,65%        6,89%       4,76%
            Marjin laba (rugi) bersih                     44,12%      33,06%       0,53%       0,12%       -0,54%       0,40%
            Imbal hasil aset                               6,56%       2,41%       0,02%       0,23%       -1,03%       0,79%
            Imbal hasil ekuitas                           13,75%       5,21%       0,47%       0,56%       -3,09%       2,95%




III.D.10.   Pengelolaan Aset

            Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan Perseroan
            dalam menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi Perseroan. Pada
            tanggal-tanggal 30 Juni 2023, 31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019 dan 2018,
            rasio perputaran jumlah aset masing-masing adalah 0,15; 0,07; 0,03; 1,84;
            1,93; dan 1,97.

            Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas
            Perseroan terhadap jumlah aset Perseroan. Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023
            31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019, dan 2018, rasio ekuitas terhadap jumlah
            aset masing-masing adalah 0,48; 0,46; 0,04; 0,41; 0,33; dan 0,27.

III.D.11.   Solvabilitas

            Solvabilitas menunjukkan kemampuan Perseroan untuk memenuhi seluruh
            liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dengan ekuitas.

            Pada tanggal-tanggal30 Juni 2023, 31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019, dan
            2018, rasio jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,52;
            0,54; 0,96; 0,59; 0,67; dan 0,73, sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap
            ekuitas masing-masing adalah 1,10; 1,16; 27,04; 1,46; 2,00; dan 2,75.




                                                     78
Page 80
III.D.12.   Profitabilitas

            Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
            menghasilkan laba bersih dari aset yang dimilikinya. Imbal hasil aset untuk
            tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023, 31 Desember 2022,
            2021, 2020, dan 2018 masing-masing adalah 6,56%, 2,41%, 0,02%,0,23%,
            dan 0,79%.

            Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
            menghasilkan laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan. Imbal hasil ekuitas
            untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023,
            31 Desember 2022, 2021, 2020, dan 2018 masing-masing adalah 13,75%,
            5,21%, 0,47%, 0,56%, dan 2,95%.




                                          79
Page 81
III.B.     Analisis atas Kinerja Historis BMW

           Laporan keuangan BMW untuk tahun enam bulan yang berakhir pada tanggal
           30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2022 dan 2021 telah diaudit oleh KAP SSR masing-masing
           dengan pendapat wajar tanpa pengecualian. Laporan keuangan BMW untuk
           tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020, 2019, dan 2018
           telah diaudit oleh KAP HJA masing-masing dengan pendapat wajar tanpa
           pengecualian.

           Ikhtisar data keuangan penting BMW adalah sebagai berikut:

III.B.1.   Laporan Posisi Keuangan
                                                                                                                                  (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan                      30/06/23        31/12/22      31/12/21      31/12/20       31/12/19       31/12/18

           ASET
           ASET LANCAR
           Kas dan setara kas                                           35.345       53.151        52.078          1.843          1.746          1.097
           Piutang lain-lain                                             1.005       27.962       311.722        313.533        313.533        303.483
           Uang muka                                                     8.436        3.695             -              -          1.346          3.331
           Pajak dibayar di muka                                        48.517       48.519         2.682          7.523          7.530          3.848
           Tanah yang belum dikembangkan                                     -            -             -      1.191.662      1.157.442      1.084.049
           Jumlah Aset Lancar                                           93.303      133.327       366.482      1.514.560      1.481.597      1.395.809
           ASET TIDAK LANCAR
           Deposito berjangka                                          6.748           4.253             -               -              -              -
           Persediaan                                              2.319.463       2.053.877     1.228.637               -              -              -
           Aset tetap - neto                                             819             599             -               -              -              -
           Aset lain-lain                                                 67              89             -               -              -              -
           Jumlah Aset Tidak Lancar                                2.327.098       2.058.817     1.228.637               -              -              -
           JUMLAH ASET                                             2.420.401       2.192.144     1.595.119     1.514.560      1.481.597      1.395.809



                                                                                                                                  (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan                      30/06/23        31/12/22      31/12/21      31/12/20       31/12/19       31/12/18

           LIABILITAS DAN EKUITAS
           LIABILITAS
           LIABILITAS JANGKA PENDEK
           Utang usaha - pihak ketiga                                 56.892         54.783          3.038           27            127            260
           Utang lain-lain                                         1.109.043        804.267        354.807      242.000        226.562        185.910
           Utang obligasi                                            146.000        526.000      1.090.000            -              -              -
           Biaya yang masih harus dibayar                              6.029          4.190          7.540            -              -              -
           Utang pajak                                                 2.668          3.227          1.204          395            391            375
           Uang muka penjualan                                       263.389         23.294          2.712            -              -              -
           Bagian jangka pendek dari liabilitas jangka panjang:
             Utang bank                                                 54.137       43.260         2.450             -              -              -
             Liabilitas imbalan kerja                                   22.271       21.719             -             -              -              -
           Beban akrual                                                      -            -             -         2.254          2.226          2.360
           Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                         1.660.428       1.480.742     1.461.750      244.676        229.306        188.905
           LIABILITAS JANGKA PANJANG
           Uang muka penjualan                                         577.484      506.010        67.014                -              -              -
           Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi bagian
             jangka pendek:
             Utang bank                                                199.550      194.590        27.440              -              -              -
             Liabilitas imbalan kerja                                    1.881        1.835            46              -              -              -
           Utang lain-lain                                                   -            -             -      1.224.000      1.206.500      1.161.000
           Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                            778.916      702.434        94.500      1.224.000      1.206.500      1.161.000
           JUMLAH LIABILITAS                                       2.439.344       2.183.176     1.556.250     1.468.676      1.435.806      1.349.905
           EKUITAS
           Modal saham                                                  50.000        50.000        50.000       50.000         50.000         50.000
           Uang muka setoran modal saham                                25.290        25.290             -            -              -              -
           Akumulasi kerugian                                          (94.233)      (66.322)      (11.131)      (4.116)        (4.210)        (4.096)
           JUMLAH EKUITAS (DEFISIENSI MODAL)                           (18.943)       8.968        38.869        45.884         45.790         45.904
           JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS
             (DEFISIENSI MODAL)                                    2.420.401       2.192.144     1.595.119     1.514.560      1.481.597      1.395.809




                                                                  80
Page 82
III.B.2.   Aset

           Jumlah aset BMW pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023, 31 Desember 2022,
           2021,   2020,     2019,    dan   2018 masing-masing adalah            sebesar
           Rp 2.420,40 miliar, Rp 2.192,14 miliar, Rp 1.595,12 miliar, Rp 1.514,56 miliar,
           Rp 1.481,60 miliar, dan Rp 1.395,81 miliar.

           Pada tanggal 30 Juni 2023, jumlah aset BMW mengalami kenaikan sebesar
           Rp 228,26 miliar atau setara dengan 10,41% dibandingkan dengan jumlah aset
           pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
           kenaikan persediaan sebesar Rp 265,59 miliar yang disertai dengan penurunan
           kas dan setara kas serta piutang lain-lain masing-masing sebesar
           Rp 17,81 miliar dan Rp 26,96 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah aset BMW mengalami kenaikan
           sebesar Rp 597,03 miliar atau setara dengan 37,43% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan persediaan sebesar Rp 825,24 miliar yang disertai
           dengan penurunan piutang lain-lain sebesar Rp 283,76 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah aset BMW mengalami kenaikan
           sebesar Rp 80,56 miliar atau setara dengan 5,32% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan kas dan setara kas serta persediaan masing-masing
           sebesar Rp 50,24 miliar dan Rp 1.228,64 miliar yang disertai dengan
           penurunan tanah yang belum dikembangkan sebesar Rp 1.191,66 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah aset BMW mengalami kenaikan
           sebesar Rp 32,96 miliar atau setara dengan 2,22% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2019. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan tanah yang belum dikembangkan sebesar
           Rp 34,22 miliar yang disertai dengan penurunan uang muka sebesar
           Rp 1,35 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2019, jumlah aset BMW mengalami kenaikan
           sebesar Rp 85,79 miliar atau setara dengan 6,15% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2018. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh piutang lain-lain dan tanah yang belum dikembangkan
           masing-masing sebesar Rp 10,05 miliar dan Rp 73,39 miliar.




                                          81
Page 83
III.B.3.   Liabilitas

           Jumlah liabilitas BMW pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023, 31 Desember 2022,
           2021,    2020,     2019,   dan   2018 masing-masing adalah           sebesar
           Rp 2,439,34 miliar, Rp 2.183,18 miliar, Rp 1.556,25 miliar, Rp1.468,68 miliar,
           Rp 1.435,81 miliar, dan Rp 1.349,91 miliar.

           Pada tanggal 31 Maret 2023, jumlah liabilitas BMW mengalami kenaikan
           sebesar Rp 256,17 miliar atau setara dengan 11,73% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan utang lain-lain dan uang muka penjualan
           masing-masing sebesar Rp 304,78 miliar dan Rp 311,57 miliar yang disertai
           dengan penurunan utang obligasi sebesar Rp 380,00 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah liabilitas BMW mengalami kenaikan
           sebesar Rp 626,93 miliar atau setara dengan 40,28% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan utang lain-lain, uang muka penjualan, dan utang
           bank masing-masing sebesar Rp 449,46 miliar, Rp 459,58 miliar, dan
           Rp 207,96 miliar yang disertai dengan penurunan utang obligasi sebesar
           Rp 564,00 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah liabilitas BMW mengalami kenaikan
           sebesar Rp 87,57 miliar atau setara dengan 5,96% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan utang obligasi, uang muka penjualan, dan utang
           bank masing-masing sebesar Rp 1.090,00 miliar, Rp 69,73 miliar, dan
           Rp 29,89 miliar yang disertai dengan penurunan utang lain-lain sebesar
           Rp 1.111,19 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah liabilitas BMW mengalami kenaikan
           sebesar Rp 32,87 miliar atau setara dengan 2,29% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2019. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan utang lain-lain sebesar Rp 32,94 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2019, jumlah liabilitas BMW mengalami kenaikan
           sebesar Rp 85,90 miliar atau setara dengan 6,36% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2018. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan utang lain-lain sebesar Rp 86,15 miliar.




                                          82
Page 84
III.B.4.   Ekuitas (Defisiensi Modal)

           Jumlah defisiensi modal pada tanggal 30 Juni 2023 adalah sebesar
           Rp 18,94 miliar.   Jumlah     ekuitas  BMW       pada   tanggal-tanggal
           31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019, dan 2018 masing-masing sebesar
           Rp 8,97 miliar, Rp 38,87 miliar, Rp 45,88 miliar, Rp 45,79 miliar, dan
           Rp 45,90 miliar.

           Pada tanggal 30 Juni 2023, jumlah defisiensi modal BMW mengalami kenaikan
           sebesar Rp 27,91 miliar atau setara dengan 311,23% dibandingkan dengan
           jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini seluruhnya
           disebabkan oleh rugi periode berjalan yang dibukukan oleh BMW.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah ekuitas BMW mengalami penurunan
           sebesar Rp 29,90 miliar atau setara dengan 76,93% dibandingkan dengan
           jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh BMW sebesar
           Rp 55,16 miliar yang disertai dengan penambahan uang muka setoran saham
           sebesar Rp 25,29 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah ekuitas BMW mengalami penurunan
           sebesar Rp 7,02 miliar atau setara dengan 15,29% dibandingkan dengan
           jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2020. Penurunan ini seluruhnya
           disebabkan oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh BMW.

           Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah ekuitas BMW mengalami kenaikan
           sebesar Rp 0,09 miliar atau setara dengan 0,20% dibandingkan dengan jumlah
           ekuitas pada tanggal 31 Desember 2019. Kenaikan ini seluruhnya disebabkan
           oleh laba tahun berjalan yang dibukukan oleh BMW.

           Pada tanggal 31 Desember 2019, jumlah ekuitas BMW mengalami penurunan
           sebesar Rp 0,11 miliar atau setara dengan 0,25% dibandingkan dengan jumlah
           ekuitas pada tanggal 31 Desember 2018. Penurunan ini seluruhnya
           disebabkan oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh BMW.




                                        83
Page 85
III.B.5.   Laporan Laba Rugi Komprehensif
                                                                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                    30/06/23        31/12/22        31/12/21        31/12/20        31/12/19      31/12/18
                                 Keterangan
                                                                   (6 Bulan)       (1 Tahun)       (1 Tahun)       (1 Tahun)       (1 Tahun)     (1 Tahun)
           Pendapatan                                                          -               -               -               -             -              -
           Beban pokok pendapatan                                              -               -               -               -             -              -
           Laba kotor                                                         -             -               -              -                 -              -
           Beban penjualan                                                 (964)       (3.018)         (6.782)             -                 -              -
           Beban umum dan administrasi                                  (27.109)      (52.010)           (214)            (8)             (194)             -
           Penghasilan keuangan                                             447           968              45              -                 -              -
           Beban keuangan                                                  (286)       (1.042)            (58)             -                 -              -
           Pendapatan (beban) lain-lain                                       -           (54)             (8)           101                81              5
           Laba (rugi) sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan        (27.912)      (55.155)         (7.018)            94              (114)             5
           Manfaat (beban) pajak penghasilan                                  -             -               -              -                 -              -
           Laba (rugi) periode/tahun berjalan                           (27.912)      (55.155)         (7.018)            94              (114)             5
           Pendapatan (rugi) komprehensif lainnya                             -           (36)              2              -                 -              -
           Jumlah rugi komprehensif periode/tahun berjalan              (27.912)      (55.191)         (7.015)            94              (114)             5




III.B.6    Pendapatan

           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan untuk
           tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 2021, 2020,
           2019, dan 2018, BMW belum membukukan pendapatan.

III.B.7.   Laba (Rugi) Periode/Tahun Berjalan

           Rugi periode/tahun berjalan BMW untuk periode enam bulan yang berakhir
           pada tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 2021, dan 2019 masing-masing adalah
           sebesar Rp 27,91 miliar, Rp 55,16 miliar, Rp 7,02 miliar, dan Rp 0,11 miliar.
           Laba tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2020 dan 2018 masing-masing sebesar Rp 0,09 miliar dan
           Rp 0,01 miliar.

           Rugi tahun berjalan BMW untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 48,14 miliar atau setara
           dengan 685,96% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.

           Rugi tahun berjalan BMW untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021 mengalami kenaikan sebesar Rp 7,11 miliar dibandingkan
           dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2020.

           Laba tahun berjalan BMW untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2020 mengalami kenaikan sebesar Rp 0,21 miliar dibandingkan
           dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2019.




                                                                   84
Page 86
           Rugi tahun berjalan BMW untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2019 mengalami kenaikan sebesar Rp 0,12 miliar dibandingkan
           dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2018.

III.B.8.   Laporan Arus Kas
                                                                                                                                            (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                       30/06/23        31/12/22        31/12/21        31/12/20        31/12/19      31/12/18
                                  Keterangan
                                                                      (6 Bulan)       (1 Tahun)       (1 Tahun)       (1 Tahun)       (1 Tahun)     (1 Tahun)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
           Penerimaan kas dari pelanggan                                 311.569         460.077          69.227              -                 -              -
           Pembayaran kepada pemasok dan lain-lain                      (230.951)       (512.247)         (2.340)             -                 -              -
           Pembayaran kepada karyawan                                    (18.413)        (21.152)           (125)             -                 -              -
           Pembayaran pajak final                                         (8.291)         (9.501)         (1.212)             -                 -              -
           Penerimaan bunga                                                  447             968              45              -                 -              -
           Laba setelah pajak penghasilan                                      -               -               -             94              (114)             5
           Perubahan Dalam Aktiva dan Kewajiban Operasi:
             Kenaikan (penurunan) piutang lain-lain                               -               -               -            -          (10.049)      (107.326)
             Kenaikan (penurunan) uang muka                                       -               -               -        1.346            1.986         (1.698)
             Kenaikan (penurunan) pajak dibayar di muka                           -               -               -            7           (3.682)             -
             Kenaikan (penurunan) tanah yang belum dikembangkan                   -               -               -      (34.220)         (73.392)       (32.213)
             Kenaikan (penurunan) utang usaha                                     -               -               -         (100)            (133)            (1)
             Kenaikan (penurunan) utang pajak                                     -               -               -            4               16           (172)
             Kenaikan (penurunan) beban akrual                                    -               -               -           28            1.988          2.360
             Kenaikan (penurunan) utang lain-lain                                 -               -               -       15.438           40.652       (145.500)
           Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
            Aktivitas Operasi                                              54.360        (81.855)         65.595         (17.404)         (42.728)      (284.544)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
           Perolehan aset tetap                                               (329)         (700)                 -               -             -              -
           Perolehan aset takberwujud                                            -           (90)                 -               -             -              -
           Perolehan aset lain-lain                                              -           (10)                 -               -             -              -
           Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi                     (329)         (800)                 -               -             -              -
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
           Penerimaan (pembayaran) utang lain-lain - pihak berelasi        (75.223)     (115.056)        (21.193)         17.500           43.377       285.000
           Penerimaan uang muka setoran modal                                    -        25.290               -               -                -             -
           Penerimaan utang bank                                            15.838       207.960          29.890               -                -             -
           Pembayaran bunga                                                (12.452)      (34.465)        (24.057)              -                -             -
           Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
            Aktivitas Pendanaan                                            (71.837)       83.728         (15.360)         17.500           43.377       285.000
           KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
            SETARA KAS                                                     (17.806)        1.073          50.235             96               650           456
           KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                              53.151         52.078           1.843           1.746            1.097           641
           KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                             35.345         53.151          52.078           1.843            1.746          1.097




           Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Operasi

           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi BMW untuk periode enam
           bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir
           pada tanggal 31 Desember 2021 masing-masing adalah sebesar
           Rp 54,36 miliar dan Rp 65,56 miliar. Arus kas bersih yang digunakan
           untuk aktivitas operasi BMW untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2022, 2020, 2019, dan 2018 masing-masing sebesar
           Rp 81,86 miliar, Rp 17,40 miliar, Rp 42,73 miliar, dan Rp 284,54 miliar.




                                                                      85
Page 87
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi BMW untuk periode enam
bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 sebesar Rp 54,36 miliar
terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 311,57 miliar
yang disertai dengan pembayaran kepada pemasok dan lain-lain, pembayaran
kepada karyawan, dan pembayaran pajak final masing-masing sebesar
Rp 230,95 miliar, Rp 18,41 miliar, dan Rp 8,29 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi BMW untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 81.86 miliar terutama
berasal dari pembayaran kepada pemasok dan lain-lain sebesar
Rp 512,25 miliar yang disertai dengan penerimaan kas dari pelanggan sebesar
Rp 460,08 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi BMW untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 65,56 miliar terutama
berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 69,23 miliar yang
disertai dengan pembayaran kepada pemasok dan lain-lain serta pembayaran
pajak final masing-masing sebesar Rp 2,34 miliar dan Rp 1,21 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi BMW untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 17,40 miliar terutama
berasal dari penurunan tanha yang belum dikembangkan sebesar Rp 34,22
miliar yang disertai dengan kenaikan uang muka dan kenaikan utang lain-lain
masing-masing sebesar Rp 1,35 miliar dan Rp 15,44 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi BMW untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 42,73 miliar terutama
berasal dari penurunan piutang lain-lain dan tanah yang belum dikembangkan
masing-masing sebesar Rp 10,05 miliar dan Rp 73,39 miliar yang disertai
dengan kenaikan utang lain-lain sebesar Rp 40,65 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi BMW untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 sebesar Rp 284,54 miliar terutama
berasal dari penurunan piutang lain-lain dan utang lain-lain masing-masing
sebesar Rp 107,33 miliar dan Rp 145,50 miliar.




                              86
Page 88
Arus Kas Untuk Aktivitas Investasi

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi BMW untuk periode
enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 masing-masing sebesar
Rp 0,33 miliar dan Rp 0,80 miliar Untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2021, 2020, 2019, dan 2018, BMW tidak memiliki
arus kas bersih yang diperoleh dari/digunakan untuk aktivitas investasi.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi BMW untuk periode
enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 sebesar Rp 0,33 miliar
seluruhnya berasal dari perolehan aset tetap.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi BMW untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 0,80 miliar
terutama berasal dari perolehan aset tetap sebesar Rp 0,70 miliar.

Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Pendanaan

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan BMW untuk periode
enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 masing-masing sebesar
Rp 71,84 miliar dan Rp 15,36 miliar. Arus kas bersih yang diperoleh dari
aktivitas pendanaan BMW untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022, 2020, 2019, dan 2018 masing-masing sebesar
Rp 83,73 miliar, Rp 17,50 miliar, Rp 43,38 miliar, dan Rp 285,00 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan BMW untuk periode
enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 sebesar
Rp 71,84 miliar terutama berasal dari pembayaran utang lain-lain - pihak
berelasi dan pembayaran bunga masing-masing sebesar Rp 75,22 miliar dan
Rp 12,45 miliar yang disertai dengan penerimaan utang bank Rp 15,84 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan BMW untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 83,73 miliar
terutama berasal dari penerimaan uang muka setoran modal dan penerimaan
utang bank masing-masing sebesar Rp 25,29 miliar dan Rp 207,96 miliar yang
disertai dengan pembayaran utang lain-lain – pihak berelasi dan pembayaran
bunga masing- masing sebesar Rp 115,06 miliar dan Rp 34,47 miliar.




                              87
Page 89
            Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan BMW untuk tahun
            yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 15,36 miliar
            terutama berasal dari pembayaran utang lain-lain – pihak berelasi dan
            pembayaran bunga masing-masing sebesar Rp 21,19 miliar dan
            Rp 24,06 miliar yang disertai dengan penerimaan utang bank sebesar
            Rp 29,89 miliar.

            Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan BMW untuk tahun
            yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 17,50 miliar
            seluruhnya berasal dari penerimaan utang lain-lain – pihak berelasi.

            Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan BMW untuk tahun
            yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 43,38 miliar
            seluruhnya berasal dari penerimaan utang lain-lain – pihak berelasi.

            Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan BMW untuk tahun
            yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 285,00 miliar
            seluruhnya berasal dari penerimaan utang lain-lain – pihak berelasi.

III.B.9.    Rasio-rasio Keuangan

                                    Keterangan       30/06/23        31/12/22      31/12/21      31/12/20     31/12/19      31/12/18

            Rasio Likuiditas
            Lancar                                           0,06          0,09          0,25         6,19         6,46          7,39
            Rasio Pengelolaan Aset
            Ekuitas terhadap jumlah aset                    (0,01)         0,00          0,02         0,03         0,03          0,03
            Rasio Solvabilitas
            Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset           1,01         1,00          0,98          0,97         0,97          0,97
            Jumlah liabilitas terhadap ekuitas            (128,77)      243,44         40,04         32,01        31,36         29,41
            Rasio Profitabilitas
            Marjin laba kotor                                  N/A           N/A           N/A          N/A           N/A          N/A
            Marjin laba (rugi) bersih                          N/A           N/A           N/A          N/A           N/A          N/A
            Imbal hasil aset                               -2,31%        -2,52%        -0,44%        0,01%        -0,01%        0,00%
            Imbal hasil ekuitas                                N/A     -615,02%       -18,05%        0,20%        -0,25%        0,01%




III.B.10.   Pengelolaan Aset

            Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan BMW dalam
            menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi BMW.

            Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas BMW
            terhadap jumlah aset BMW. Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 2021,
            2020, 2019, dan 2018, rasio ekuitas terhadap jumlah aset masing-masing
            adalah 0,00; 0,02; 0,03; 0,03; dan 0,03.




                                                     88
Page 90
III.B.11.   Solvabilitas

            Solvabilitas menunjukkan kemampuan BMW untuk memenuhi seluruh
            liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dengan ekuitas.

            Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023, 31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019, dan
            2018, rasio jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 1,01;
            1,00; 0,98; 0,97; 0,97 dan 0,97. Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022,
            2021, 2020, 2019, dan 2018 rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas masing-
            masing adalah 243,44; 40,04; 32,01; 31,36; dan 29,41.

III.B.12.   Profitabilitas

            Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan BMW dalam menghasilkan
            laba bersih dari aset yang dimilikinya. Imbal hasil aset untuk tahun yang
            berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2018 masing-masing
            adalah 0,01% dan 0,00%.

            Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan BMW dalam
            menghasilkan laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan. Imbal hasil ekuitas
            untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2018
            masing-masing adalah 0,20% dan 0,01%.




                                           89
Page 91
III.C.     Analisis atas Kinerja Historis CIS

           Laporan keuangan CIS untuk tahun enam bulan yang berakhir pada tanggal
           30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2022 dan 2021 telah diaudit oleh KAP SSR masing-masing
           dengan pendapat wajar tanpa pengecualian. Laporan keuangan CIS untuk
           tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020, 2019, dan 2018.

           Ikhtisar data keuangan penting CIS adalah sebagai berikut:

III.C.1.   Laporan Posisi Keuangan
                                                                                                                                    (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan                      30/06/23       31/12/22      31/12/21       31/12/20*       31/12/19*       31/12/18*

           ASET
           ASET LANCAR
           Kas dan setara kas                                        208.465         15.315         3.630           2.791           1.151             722
           Piutang lain-lain                                       1.666.173      1.779.061     2.700.041       2.808.568       2.808.568       2.504.987
           Uang muka                                                   9.824         17.150        18.000               -               -               -
           Pajak dibayar di muka                                     198.093        157.789        41.165          30.383               -               -
           Proyek dalam pelaksanaan                                        -              -             -         405.222         365.022               -
           Biaya dibayar di muka                                           -              -             -               -          29.947          14.064
           Jumlah Aset Lancar                                      2.082.554      1.969.315     2.762.836       3.246.964       3.204.688       2.519.773
           ASET TIDAK LANCAR
           Persediaan                                              2.178.694      1.732.884      553.612                  -               -      164.313
           Aset tetap - neto                                             107            108            -                  -               -            -
           Jumlah Aset Tidak Lancar                                2.178.800      1.732.993      553.612                  -               -      164.313
           JUMLAH ASET                                             4.261.354      3.702.308     3.316.448       3.246.964       3.204.688       2.684.086

           *) Tidak Diaudit


                                                                                                                                    (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan                      30/06/23       31/12/22      31/12/21       31/12/20*       31/12/19*       31/12/18*

           LIABILITAS DAN EKUITAS
           LIABILITAS
           LIABILITAS JANGKA PENDEK
           Utang usaha                                                28.035          2.196           221              -               -               -
           Utang lain-lain                                         4.145.733      3.643.898     3.285.720      3.245.891       3.203.656       2.682.987
           Biaya yang masih harus dibayar                             12.403          3.740        29.003              -               -               -
           Utang pajak                                                 1.003            752           835            510             506             471
           Bagian jangka pendek dari liabilitas jangka panjang:
             Liabilitas imbalan kerja                                     72            61                -               -               -               -
           Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                         4.187.245      3.650.647     3.315.778      3.246.401       3.204.161       2.683.458
           LIABILITAS JANGKA PANJANG
           Uang muka penjualan                                         76.617       52.198                -               -               -               -
           Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi bagian
             jangka pendek:
             Liabilitas imbalan kerja                                    185           156                -               -               -               -
           Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                            76.802       52.354                -               -               -               -
           JUMLAH LIABILITAS                                       4.264.047      3.703.001     3.315.778      3.246.401       3.204.161       2.683.458
           EKUITAS (DEFISIENSI MODAL)
           Modal saham                                                    600           600          600             600             600             600
           Saldo laba (akumulasi kerugian)                             (3.293)       (1.294)          70             (37)            (73)             28
           JUMLAH EKUITAS (DEFISIENSI MODAL)                           (2.693)        (694)          670             563             527             628
           JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                           4.261.354      3.702.308     3.316.448      3.246.964       3.204.688       2.684.086

           *) Tidak Diaudit




                                                                  90
Page 92
III.C.2.   Aset

           Jumlah aset CIS pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023, 31 Desember 2022, 2021,
           2020, 2019, dan 2018 masing-masing adalah sebesar Rp 4.261,35 miliar,
           Rp 3.702,31 miliar, Rp 3.316,45 miliar, Rp 3,246,96 miliar, Rp 3,204,69 miliar,
           dan Rp 2,684,09 miliar.

           Pada tanggal 30 Juni 2023, jumlah aset CIS mengalami kenaikan sebesar
           Rp 559,05 miliar atau setara dengan 15,10% dibandingkan dengan jumlah aset
           pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
           kenaikan persediaan sebesar Rp 445,81 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah aset CIS mengalami kenaikan
           sebesar Rp 385,86 miliar atau setara dengan 11,63% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan pajak dibayar di muka dan persediaan
           masing-masing sebesar Rp 116,63 miliar dan Rp 1.179,27 miliar yang disertai
           dengan penurunan piutang lain-lain sebesar Rp 920,98 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah aset CIS mengalami kenaikan
           sebesar Rp 69,48 miliar atau setara dengan 2,14% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan persediaan sebesar Rp 553,61 miliar yang disertai
           dengan penurunan piutang lain-lain dan proyek dalam pelaksanaan
           masing-masing sebesar Rp 108,53 miliar dan Rp 405,22 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah aset CIS mengalami keniakan
           sebesar Rp 42,28 miliar atau setara dengan 1,32% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2019. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan pajak dibayar dimuka dan proyek dalam
           pelaksanaan masing-masing sebesar Rp 30,83 miliar dan Rp 40,20 miliar yang
           disertai dengan penurunan biaya dibayar di muka sebesar Rp 29,95 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2019, jumlah aset CIS mengalami kenaikan
           sebesar Rp 520,60 miliar atau setara dengan 19,40% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2018. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan piutang lain-lain dan proyek dalam pelaksanaan
           masing-masing sebesar Rp 303,58 miliar dan Rp 365,02 miliar yang disertai
           dengan penurunan persediaan sebesar Rp 164,31 miliar.




                                          91
Page 93
III.C.3.   Liabilitas

           Jumlah liabilitas CIS pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023, 31 Desember 2022,
           2021,    2020,     2019,   dan   2018 masing-masing adalah            sebesar
           Rp 4.264,05 miliar, Rp 3.703,00 miliar, Rp 3.315,78 miliar, Rp 3,246,40 miliar,
           Rp 3,204,16 miliar, dan Rp 2.683,46 miliar.

           Pada tanggal 30 Juni 2023, jumlah liabilitas CIS mengalami kenaikan sebesar
           Rp 561,05 miliar atau setara dengan 15,15% dibandingkan dengan jumlah
           liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan
           oleh kenaikan utang lain-lain sebesar Rp 501,84 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah liabilitas CIS mengalami kenaikan
           sebesar Rp 387,22 miliar atau setara dengan 11,68% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan utang lain-lain sebesar Rp 358,18 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah liabilitas CIS mengalami kenaikan
           sebesar Rp 69,38 miliar atau setara dengan 2,14% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan utang lain-lain dan biaya yang masih harus dibayar
           masing-masing sebesar Rp 39,83 miliar dan Rp29,00 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah liabilitas CIS mengalami kenaikan
           sebesar Rp 42,24 miliar atau setara dengan 1,32% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2019. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan utang lain-lain sebesar Rp 42,24 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2019, jumlah liabilitas CIS mengalami kenaikan
           sebesar Rp 520,70 miliar atau setara dengan 19,40% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2018. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan utang lain-lain sebesar Rp 520,67 miliar.

III.C.4.   Ekuitas

           Jumlah defisiensi modal CIS pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023 dan
           31 Desember 2022 masing-masing adalah sebesar Rp 2,69 miliar dan
           Rp 0,69 miliar. Jumlah ekuitas CIS pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021,
           2020, 2019, dan 2018 masing-masing sebesar Rp 0.67 miliar, Rp 0,56 miliar,
           Rp 0,53 miliar, dan Rp 0,63 miliar.

           Pada tanggal 30 Juni 2023, jumlah defisiensi modal CIS mengalami kenaikan
           sebesar Rp 2,00 miliar atau setara dengan 288,23% dibandingkan dengan
           jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini seluruhnya
           disebabkan oleh kerugian periode berjalan yang dibukukan oleh CIS.




                                          92
Page 94
           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah defisiensi modal CIS mengalami
           penurunan sebesar Rp 1,36 miliar atau setara dengan 203,53% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini
           seluruhnya disebabkan oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh CIS.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah ekuitas CIS mengalami kenaikan
           sebesar Rp 0,11 miliar atau setara dengan 19,03% dibandingkan dengan
           jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini seluruhnya
           disebabkan oleh laba tahun berjalan yang dibukukan oleh CIS.

           Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah ekuitas CIS mengalami kenaikan
           sebesar Rp 0,04 miliar atau setara dengan 6,86% dibandingkan dengan jumlah
           ekuitas pada tanggal 31 Desember 2019. Kenaikan ini seluruhnya disebabkan
           oleh laba tahun berjalan yang dibukukan oleh CIS.

           Pada tanggal 31 Desember 2019, jumlah ekuitas CIS mengalami penurunan
           sebesar Rp 0,10 miliar atau setara dengan 16,16% dibandingkan dengan
           jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2018. Penurunan ini seluruhnya
           disebabkan oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh CIS.

III.C.5.   Laporan Laba Rugi Komprehensif
                                                                                                                                        (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                     30/06/23        31/12/22      31/12/21       31/12/20*       31/12/19*     31/12/18*
                                   Keterangan
                                                                    (6 Bulan)       (1 Tahun)     (1 Tahun)       (1 Tahun)       (1 Tahun)     (1 Tahun)
           Pendapatan                                                           -            0                -               -             -              -
           Beban pokok pendapatan                                               -            -                -               -             -              -
           Laba kotor                                                         -              0            -               -                 -              -
           Beban penjualan                                                 (664)          (327)           -               -                 -              -
           Beban umum dan administrasi                                   (1.696)        (1.126)          (6)             (9)             (117)           (15)
           Penghasilan keuangan                                             377            102           16               -                 -              -
           Beban keuangan                                                   (15)           (12)          (2)              -                 -              -
           Penghasilan (beban) lain-lain - neto                              (2)             0           99              45                16             32
           Laba (rugi) sebelum beban pajak final                         (1.999)        (1.363)         107              36              (102)            17
           Manfaat (beban) pajak final                                        -             (0)           -               -                 -              -
           Laba (rugi) periode/tahun berjalan                            (1.999)        (1.363)         107              36              (102)            17
           Penghasilan komprehensif lainnya                                   -             (1)           -               -                 -              -
           Jumlah laba (rugi) komprehensif periode/tahun berjalan        (1.999)        (1.364)         107              36              (102)            17

           *) Tidak Diaudit



III.C.6    Pendapatan

           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan untuk
           tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021, 2020, 2019, dan
           2018, CIS belum membukukan pendapatan. Pendapatan CIS untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 0,16 juta.




                                                                    93
Page 95
III.C.7.   Laba (Rugi) Periode/Tahun Berjalan

           Rugi    periode/tahun   berjalan    CIS     untuk    periode     enam bulan
           yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2019 masing-masing sebesar
           Rp 2,00 miliar dan Rp 1,36 miliar. Laba tahun berjalan CIS untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021, 2020, dan 2018 masing-
           masing sebesar Rp 0,11 miliar, Rp 0,04 miliar, dan Rp 0,02 miliar.

           Rugi tahun berjalan CIS untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 1,47 miliar dibandingkan
           dengan laba bersih tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021.

           Laba tahun berjalan CIS untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021 mengalami kenaikan sebesar Rp 0,07 miliar atau setara
           dengan 196,70 % dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.

           Laba tahun berjalan CIS untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2020 mengalami kenaikan sebesar Rp 0,14 miliar atau setara
           dengan 135,57% dibandingkan dengan rugi bersih tahun berjalan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019.

           Rugi tahun berjalan CIS untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2019 mengalami kenaikan sebesar Rp 0,12 miliar atau setara
           dengan 709,53% dibandingkan dengan laba tahun berjalan CIS untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018.




                                         94
Page 96
III.C.8.   Laporan Arus Kas
                                                                                                                                    (Dalam jutaan Rupiah)
                                                               30/06/23         31/12/22       31/12/21       31/12/20*       31/12/19*     31/12/18*
                                  Keterangan
                                                              (6 Bulan)        (1 Tahun)      (1 Tahun)       (1 Tahun)       (1 Tahun)     (1 Tahun)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
           Penerimaan kas dari pelanggan                             24.419        52.198            110               -                -              -
           Pembayaran kepada pemasok dan lain-lain                 (323.050)     (347.465)       (33.023)           (627)        (178.956)       (91.657)
           Pembayaran kepada karyawan                                (1.036)         (659)             -               -                -              -
           Pembayaran pajak final                                      (566)       (1.185)           (11)              -                -              -
           Penerimaan bunga                                             377           102             16               -                -              -
           Beban operasional lainnya                                      -             -              -             (13)            (118)           (17)
           Penerimaan bunga                                               -             -              -              49               17             33
           Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Operasi            (299.856)     (297.010)       (32.908)           (591)        (179.057)       (91.640)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
           Perolehan aset tetap                                          (7)          (118)               -               -             -              -
           Penambahan piutang lain-lain dari pihak berelasi               -              -                -               -      (303.581)    (2.504.987)
           Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi                (7)          (118)               -               -      (303.581)    (2.504.987)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
           Penerimaan pinjaman dari pihak berelasi              3.951.706        1.785.178       340.293               -                -             -
           Pembayaran pinjaman kepada pihak berelasi           (3.449.867)      (1.427.531)     (297.575)              -                -             -
           Pembayaran bunga                                        (8.827)         (48.835)       (8.971)              -                -             -
           Penerimaan utang lain-lain dari pihak berelasi               -                -             -           2.231          483.067     2.596.073
           Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan           493.012        308.813         33.747           2.231          483.067     2.596.073
           KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
            SETARA KAS                                             193.149         11.685           839            1.640              429           (554)
           KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                       15.315          3.630          2.791           1.151              722          1.277
           KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                     208.465         15.315          3.630           2.791            1.151           722

           *) Tidak Diaudit



           Arus Kas Untuk Aktivitas Operasi

           Arus kas yang digunakan untuk aktivitas operasi CIS untuk periode enam bulan
           yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal 31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019, dan 2018 masing-masing
           adalah sebesar Rp 299,86 miliar, Rp 297,01 miliar, Rp 32,91 miliar,
           Rp 0,59 miliar, Rp 179,06 miliar, dan Rp 91,46 miliar.

           Arus kas yang digunakan untuk aktivitas operasi CIS untuk periode
           enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 sebesar Rp 299,86 miliar
           terutama berasal dari pembayaran kepada pemasok dan lain-lain sebesar
           Rp 323,05 miliar yang disertai dengan penerimaan kas dari pelanggan sebesar
           Rp 24,42 miliar.

           Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi CIS untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 297,01 miliar terutama
           berasal dari dari pembayaran kepada pemasok dan lain-lain sebesar
           Rp 347,47 miliar yang disertai dengan penerimaan kas dari pelanggan sebesar
           Rp 52,20 miliar.

           Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi CIS untuk
           tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 32,91 miliar
           terutama berasal dari dari pembayaran kepada pemasok dan lain-lain sebesar
           Rp 33,02 miliar.




                                                              95
Page 97
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi CIS untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 0,59 miliar
terutama berasal dari dari pembayaran kepada pemasok dan lain-lain sebesar
Rp 0,63 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi CIS untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 179,06 miliar
terutama berasal dari dari pembayaran kepada pemasok dan lain-lain sebesar
Rp 178,96 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi CIS untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 sebesar Rp 91,64 miliar
terutama berasal dari dari pembayaran kepada pemasok dan lain-lain sebesar
Rp 91,66 miliar.

Arus Kas Untuk Aktivitas Investasi

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi CIS untuk periode
enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 2019, dan 2018 masing-
masing adalah sebesar Rp 0,01 miliar, Rp 0,12 miliar, Rp 303,58 miliar, dan
Rp 2.504,99 miliar. Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2021 dan 2020, CIS tidak memiliki arus kas bersih yang
diperoleh dari/digunakan untuk aktivitas investasi.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi CIS untuk periode
enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 sebesar Rp 0,01 miliar
seluruhnya berasal dari perolehan aset tetap.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi CIS untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 0,12 miliar seluruhnya
berasal dari perolehan aset tetap.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi CIS untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 303,58 miliar seluruhnya
berasal dari penambahan piutang lain-lain dari pihak berelasi.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi CIS untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 sebesar Rp 2.504,99 miliar
seluruhnya berasal dari penambahan piutang lain-lain dari pihak berelasi.




                               96
Page 98
           Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan

           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan CIS untuk periode
           enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 sebesar Rp 493,01 miliar
           terutama berasal dari penerimaan pinjaman dari pihak berelasi sebesar
           Rp 3.951,71 miliar yang disertai dengan pembayaran pinjaman kepada pihak
           berelasi sebesar Rp 3.449,87 miliar.

           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan CIS untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 308,81 miliar terutama
           berasal dari penerimaan pinjaman dari pihak berelasi sebesar
           Rp 1.785,18 miliar yang disertai dengan pembayaran pinjaman kepada pihak
           berelasi sebesar Rp 1.427,53 miliar.

           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan CIS untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 33,75 miliar terutama
           berasal dari penerimaan pinjaman dari pihak berelasi sebesar Rp 340,29 miliar
           yang disertai dengan pembayaran pinjaman kepada pihak berelasi sebesar
           Rp 297,58 miliar.

           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan CIS untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 2,23 miliar seluruhnya
           berasal dari penerimaan utang lain-lain dari pihak berelasi.

           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan CIS untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 483,07 miliar seluruhnya
           berasal dari penerimaan utang lain-lain dari pihak berelasi.

           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan CIS untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 sebesar Rp 2.596,07 miliar
           seluruhnya berasal dari penerimaan utang lain-lain dari pihak berelasi.

III.C.9.   Rasio-rasio Keuangan

                                   Keterangan       30/06/23       31/12/22       31/12/21     31/12/20*     31/12/19*     31/12/18*

           Rasio Likuiditas
           Lancar                                         0,50            0,54         0,83          1,00          1,00          0,94
           Rasio Pengelolaan Aset
           Perputaran jumlah aset                            N/A          0,00           N/A           N/A           N/A           N/A
           Ekuitas terhadap jumlah aset                   (0,00)         (0,00)        0,00          0,00          0,00          0,00
           Rasio Solvabilitas
           Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset         1,00            1,00          1,00         1,00          1,00          1,00
           Jumlah liabilitas terhadap ekuitas        (1.583,49)      (5.338,73)     4.949,09     5.767,88      6.083,08      4.271,25
           Rasio Profitabilitas
           Marjin laba kotor                                 N/A       100,00%           N/A           N/A           N/A           N/A
           Marjin laba (rugi) bersih                         N/A   -830893,90%           N/A           N/A           N/A           N/A
           Imbal hasil aset                              -0,09%         -0,04%        0,00%         0,00%         0,00%         0,00%
           Imbal hasil ekuitas                               N/A            N/A      15,99%         6,42%       -19,27%         2,65%

           *) Tidak Diaudit




                                                    97
Page 99
III.C.10.   Pengelolaan Aset

            Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan CIS dalam
            menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi CIS. Pada tanggal-tanggal
            31 Desember 2022 adalah 0,00.

            Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas CIS
            terhadap jumlah aset CIS. Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021, 2020,
            2019, dan 2018, rasio ekuitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah
            0,00; 0,00; 0,00; dan 0,00.

III.C.11.   Solvabilitas

            Solvabilitas menunjukkan kemampuan CIS untuk memenuhi seluruh
            liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dengan ekuitas.

            Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023, 31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019, dan
            2018, rasio jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 1,00;
            1,00; 1,00; 1,00; 1,00; dan 1,00. Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021,
            2020, 2019, dan 2018, rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas masing-masing
            adalah 4.949,09; 5.767,88; 6.083,08; dan 4.271,25.

III.C.12.   Profitabilitas

            Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan CIS dalam menghasilkan
            laba bersih dari aset yang dimilikinya. Imbal hasil aset untuk tahun yang
            berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021, 2020, 2019, dan 2018
            masing-masing adalah 0,00%, 0,00%, 0,00%, dan 0,00%.

            Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan CIS dalam menghasilkan
            laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan. Imbal hasil ekuitas untuk tahun
            yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021, 2020, dan 2018,
            masing-masing adalah 15,99%, 6,42%, dan 2,65%.




                                           98
Page 100
III.D.     Analisis atas Kinerja Historis JIS

           Laporan keuangan JIS untuk tahun enam bulan yang berakhir pada tanggal
           30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2022 dan 2021 telah diaudit oleh KAP SSR masing-masing
           dengan pendapat wajar tanpa pengecualian. Laporan keuangan JIS untuk
           tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020, 2019, dan 2018.

           Ikhtisar data keuangan penting JIS adalah sebagai berikut:

III.D.1.   Laporan Posisi Keuangan
                                                                                                                                   (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan                      30/06/23       31/12/22     31/12/21       31/12/20*       31/12/19*       31/12/18*

           ASET
           ASET LANCAR
           Kas dan setara kas                                        10.148          7.446        2.143           2.013           2.642           2.788
           Piutang lain-lain                                        580.113        588.391      636.036         645.710         661.978         221.218
           Pajak dibayar di muka                                      6.066          6.598        4.414           3.451           1.798           1.798
           Proyek dalam pelaksanaan                                       -              -            -         618.930         575.155         548.938
           Jumlah Aset Lancar                                       596.328        602.436      642.593        1.270.105       1.241.573        774.742
           ASET TIDAK LANCAR
           Persediaan                                               801.122        781.275      687.863                  -               -               -
           Properti investasi                                         6.056          1.106            -                  -               -               -
           Jumlah Aset Tidak Lancar                                 807.178        782.381      687.863                  -               -               -
           JUMLAH ASET                                             1.403.506      1.384.817    1.330.456       1.270.105       1.241.573        774.742

           *) Tidak Diaudit


                                                                                                                                   (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan                      30/06/23       31/12/22     31/12/21       31/12/20*       31/12/19*       31/12/18*

           LIABILITAS DAN EKUITAS
           LIABILITAS
           LIABILITAS JANGKA PENDEK
           Utang usaha                                                 5.732            723           31       1.218.222       1.188.640        721.830
           Utang lain-lain                                         1.267.500      1.277.875    1.272.467               -               -            196
           Biaya masih harus dibayar                                   3.775          3.691       10.617               -               -              -
           Utang pajak                                                 1.035            759          746             346             347              -
           Bagian jangka pendek dari liabilitas jangka panjang:
             Liabilitas imbalan kerja                                      22           20               -               -               -               -
           Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                         1.278.064      1.283.069    1.283.861       1.218.568       1.188.987        722.026
           LIABILITAS JANGKA PANJANG
           Uang muka penjualan                                         79.418       55.148               -               -               -               -
           Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi bagian
             jangka pendek:
             Liabilitas imbalan kerja                                      96           86               -               -               -               -
           Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                            79.513       55.234               -               -               -               -
           JUMLAH LIABILITAS                                       1.357.578      1.338.303    1.283.861       1.218.568       1.188.987        722.026
           EKUITAS
           Modal saham                                                 50.000       50.000       50.000           50.000          50.000         50.000
           Uang muka setoran modal                                          -            -            -            5.000           5.000          5.000
           Akumulasi kerugian                                          (4.072)      (3.486)      (3.405)          (3.462)         (2.414)        (2.284)
           JUMLAH EKUITAS                                              45.928       46.514       46.595           51.538          52.586         52.716
           JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                           1.403.506      1.384.817    1.330.456       1.270.105       1.241.573        774.742

           *) Tidak Diaudit




                                                                  99
Page 101
III.D.2.   Aset

           Jumlah aset JIS pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023, 31 Desember 2022, 2021,
           2020, 2019, dan 2018 masing-masing adalah sebesar Rp 1.403,51 miliar,
           Rp 1.384,82 miliar, Rp 1.330,46 miliar, Rp 1.270,11 miliar, Rp 1.241,57 miliar,
           dan Rp 774,74 miliar.

           Pada tanggal 30 Juni 2023, jumlah aset JIS mengalami kenaikan sebesar
           Rp 18,69 miliar atau setara dengan 1,35% dibandingkan dengan jumlah aset
           pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
           kenaikan persediaan sebesar Rp 19,85 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah aset JIS mengalami kenaikan
           sebesar Rp 54,36 miliar atau setara dengan 4,09% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan persediaan sebesar Rp 93,41 miliar, yang disertai
           dengan penurunan piutang lain-lain sebesar Rp 47,65 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah aset JIS mengalami kenaikan
           sebesar Rp 60,35 miliar atau setara dengan 4,75% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan persediaan sebesar Rp 687,86 miliar, yang disertai
           dengan penurunan proyek dalam pelaksanaan sebesar Rp 618,93 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah aset JIS mengalami kenaikan
           sebesar Rp 28,53 miliar atau setara dengan 2,30% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2019. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan proyek dalam pelaksanaan sebesar Rp 43,78 miliar,
           yang disertai dengan penurunan piutang lain-lain sebesar Rp 16,27 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2019, jumlah aset JIS mengalami kenaikan
           sebesar Rp 466,83 miliar atau setara dengan 60,26% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2018. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh piutang lain-lain dan proyek dalam penyelesaian
           masing-masing sebesar Rp 440,76 miliar dan Rp 26,22 miliar.




                                          100
Page 102
III.D.3.   Liabilitas

           Jumlah liabilitas JIS pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023, 31 Desember 2022,
           2021,    2020,     2019,   dan   2018 masing-masing          adalah   sebesar
           Rp 1.357,58 miliar, Rp 1.338,30 miliar, Rp 1.283,86 miliar, Rp 1.218,57 miliar,
           Rp 1.188,99 miliar, dan Rp 722,03 miliar.

           Pada tanggal 30 Juni 2023, jumlah liabilitas JIS mengalami kenaikan sebesar
           Rp 19,28 miliar atau setara dengan 1,44% dibandingkan dengan jumlah
           liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan
           oleh kenaikan uang muka penjualan sebesar Rp 24,27 miliar, yang disertai
           dengan penurunan utang lain-lain sebesar Rp 10,38 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah liabilitas JIS mengalami kenaikan
           sebesar Rp 54,44 miliar atau setara dengan 4,24% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan uang muka penjualan sebesar Rp 55,15 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah liabilitas JIS mengalami kenaikan
           sebesar Rp 65,29 miliar atau setara dengan 5,36% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan utang lain-lain sebesar Rp 1.272,47 miliar, yang
           disertai dengan penurunan utang usaha sebesar Rp 1.218,19 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah liabilitas JIS mengalami kenaikan
           sebesar Rp 29,58 miliar atau setara dengan 2,49% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2019. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan utang usaha sebesar Rp 29,58 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2019, jumlah liabilitas JIS mengalami kenaikan
           sebesar Rp 466,96 miliar atau setara dengan 64,67% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2018. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan utang usaha sebesar Rp 466,81 miliar.




                                          101
Page 103
III.D.4.   Ekuitas

           Jumlah ekuitas JIS pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023, 31 Desember 2022,
           2021, 2020, 2019, dan 2018 masing-masing adalah sebesar Rp 45,93 miliar,
           Rp 46,51 miliar, Rp 46,60 miliar, Rp 51,54 miliar, Rp 52,59 miliar, dan
           Rp 52,72 miliar.

           Pada tanggal 30 Juni 2023, jumlah ekuitas JIS mengalami penurunan sebesar
           Rp 0,59 miliar atau setara dengan 1,26% dibandingkan dengan jumlah ekuitas
           pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan ini seluruhnya disebabkan oleh
           rugi periode berjalan yang dibukukan oleh JIS.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah ekuitas JIS mengalami penurunan
           sebesar Rp 0,08 miliar atau setara dengan 0,17% dibandingkan dengan jumlah
           ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama disebabkan
           oleh rugi tahun berjalan sebesar Rp 0,09 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah ekuitas JIS mengalami penurunan
           sebesar Rp 4,94 miliar atau setara dengan 9,59% dibandingkan dengan jumlah
           ekuitas pada tanggal 31 Desember 2020. Penurunan ini terutama disebabkan
           oleh penurunan uang muka setoran modal sebesar Rp 5,00 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2020, ekuitas JIS mengalami penurunan sebesar
           Rp 1,05 miliar atau setara dengan 1,99% dibandingkan dengan ekuitas pada
           tanggal 31 Desember 2019. Penurunan ini seluruhnya disebabkan oleh rugi
           periode berjalan yang dibukukan oleh JIS.

           Pada tanggal 31 Desember 2019, ekuitas JIS mengalami penurunan sebesar
           Rp 0,13 miliar atau setara dengan 0,25% dibandingkan dengan ekuitas pada
           tanggal 31 Desember 2018. Penurunan ini seluruhnya disebabkan oleh rugi
           periode berjalan yang dibukukan oleh JIS.




                                        102
Page 104
III.D.5.   Laporan Laba Rugi Komprehensif
                                                                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                     30/06/23        31/12/22      31/12/21       31/12/20*     31/12/19*     31/12/18*
                                   Keterangan
                                                                    (6 Bulan)       (1 Tahun)     (1 Tahun)       (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
           Pendapatan                                                           -            2                -          50               -              -
           Beban pokok pendapatan                                               -            -                -           -               -              -
           Laba kotor                                                        -               2             -              50              -              -
           Beban penjualan                                                  (1)             (5)            -          (1.102)             -              -
           Beban umum dan administrasi                                    (453)           (328)          (11)            (22)             -              -
           Penghasilan keuangan                                             40             182            27               -              -              -
           Beban keuangan                                                   (4)             (7)           (3)              -              -              -
           Penghasilan (beban) lain-lain - neto                           (168)             73            45              30           (130)             3
           Laba (rugi) sebelum pajak final dan pajak penghasilan          (586)            (83)          58           (1.043)          (130)             3
           Pajak final                                                       -              (0)           -                -              -              -
           Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan                          (586)            (83)          58           (1.043)          (130)             3
           Pajak penghasilan                                                 -              (3)           -               (5)             -              -
           Laba (rugi) periode/tahun berjalan                             (586)            (87)          58           (1.048)          (130)             3
           Pendapatan komprehensif lainnya                                   -               5            -                -              -              -
           Jumlah laba komprehensif periode/tahun berjalan                (586)            (81)          58           (1.048)          (130)             3

           *) Tidak Diaudit



III.D.6    Pendapatan

           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan untuk
           tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021, 2019, dan 2018,
           JIS tidak membukukan pendapatan. Pendapatan JIS untuk tahun yang berakhir
           pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2020 masing-masing adalah
           sebesar Rp 2,00 juta dan Rp 0,05 miliar.

III.D.7.   Laba (Rugi) Periode/Tahun Berjalan

           Rugi bersih periode berjalan JIS untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2022, 2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar
           Rp 0,59 miliar, Rp 0,08 miliar, Rp 1,05 miliar, dan Rp 0,13 miliar. Laba bersih
           tahun berjalan JIS untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2021 dan 2018 masing-masing adalah sebesar Rp 0,06 miliar
           dan Rp 3,00 juta.

           Rugi bersih tahun berjalan JIS untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember2022 mengalami penurunan sebesar Rp 0,14 miliar atau setara
           dengan 249,89% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.




                                                                   103
Page 105
           Laba bersih tahun berjalan JIS untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021 mengalami kenaikan sebesar Rp 1,11 miliar atau setara
           dengan 105,50% dibandingkan dengan laba periode dan tahun berjalan untuk
           tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.

           Rugi bersih tahun berjalan JIS untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2020 mengalami kenaikan sebesar Rp 0,92 miliar atau setara
           dengan 709,39% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2019.

           Rugi bersih tahun berjalan JIS untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2019 mengalami kenaikan sebesar Rp 0,13 miliar dibandingkan
           dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2018.

III.D.8.   Laporan Arus Kas
                                                                                                                                   (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                30/06/23        31/12/22      31/12/21       31/12/20*       31/12/19*     31/12/18*
                                  Keterangan
                                                               (6 Bulan)       (1 Tahun)     (1 Tahun)       (1 Tahun)       (1 Tahun)     (1 Tahun)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
           Penerimaan kas dari pelanggan                            24.270         55.200            50             105                -              -
           Pembayaran kepada pemasok dan lain-lain                    (165)       (17.197)      (31.726)         (4.978)         (25.040)          (342)
           Pembayaran kepada karyawan                                 (234)          (190)            -               -                -              -
           Pembayaran pajak final                                     (479)        (1.412)           (5)              -                -              -
           Penerimaan bunga                                             40            182            27              33               14             12
           Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
            Aktivitas Operasi                                       23.433         36.583       (31.654)         (4.840)         (25.026)          (331)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
           Perolehan properti investasi                                (449)       (1.106)               -               -             -              -
           Penambahan piutang lain-lain dari pihak berelasi               -             -                -               -      (440.760)             -
           Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi              (449)       (1.106)               -               -      (440.760)             -
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
           Penerimaan pinjaman dari pihak berelasi               1.410.000        946.408       121.500           4.212          465.640          2.325
           Pembayaran pinjaman kepada pihak berelasi            (1.420.375)      (941.000)      (69.689)              -                -              -
           Pembayaran bunga                                         (9.906)       (35.581)      (20.027)              -                -              -
           Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
            Aktivitas Pendanaan                                     (20.282)      (30.173)       31.783           4.212          465.640          2.325
           KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
            SETARA KAS                                               2.702          5.304          129             (628)            (146)         1.994
           KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                        7.446          2.143         2.013           2.642            2.788           794
           KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                      10.148          7.446         2.143           2.013            2.642          2.788

           *) Tidak Diaudit



           Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Operasi

           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi JIS untuk periode enam
           bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir
           pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022 masing-masing adalah sebesar
           Rp 23,43 miliar dan Rp 36,58 miliar. Arus kas bersih yang digunakan untuk
           aktivitas operasi JIS untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2021, 2020, 2019, dan 2018 masing-masing adalah sebesar
           Rp 31,65 miliar, Rp 4,84 miliar, Rp 25,03 miliar, dan Rp 0,33 miliar.




                                                              104
Page 106
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi JIS untuk periode enam
bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 sebesar Rp 23,43 miliar
terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 24,27 miliar,
yang disertai dengan pembayaran kepada karyawan dan pembayaran pajak
final masing-masing sebesar Rp 0,23 miliar dan Rp 0,48 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi JIS untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 36,58 miliar terutama
berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 55,20 miliar, yang
disertai dengan pembayaran kepada pemasok dan lain-lain dan pembayaran
pajak final masing-masing sebesar Rp 17,20 miliar dan Rp 1,41 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi JIS untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 31,65 miliar terutama
berasal dari pembayaran kepada pemasok dan lain-lain sebesar
Rp 31,73 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi JIS untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 4,84 miliar terutama
berasal dari pembayaran kepada pemasok dan lain-lain sebesar Rp 4,98 miliar,
yang disertai dengan penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 0,11 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi JIS untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 25,04 miliar terutama
berasal dari pembayaran kepada pemasok dan lain-lain sebesar
Rp 25,04 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi JIS untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 sebesar Rp 0,33 miliar terutama
berasal dari pembayaran kepada pemasok dan lain-lain sebesar Rp 0,34 miliar.

Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Investasi

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi JIS untuk periode
enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2019 masing-masing adalah
sebesar Rp 0,45 miliar, Rp 1,11 miliar, dan Rp 440,76 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi JIS untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 sebesar Rp 0,45 seluruhnya berasal dari
perolehan properti investasi.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi JIS untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 1,11 miliar seluruhnya
berasal dari perolehan properti investasi.




                              105
Page 107
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi JIS untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 440,76 miliar seluruhnya
berasal dari penambahan piutang lain-lain dari pihak berelasi.

Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan JIS untuk periode
enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 masing-masing adalah sebesar
Rp 20,28 miliar dan Rp 30,17 miliar. Arus kas bersih yang diperoleh dari
aktivitas pendanaan JIS untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2021, 2020, 2019, dan 2018 masing-masing adalah sebesar
Rp 31,78 miliar, Rp 4,21 miliar, Rp 465,64 miliar, dan Rp 2,33 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan JIS untuk periode
enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 sebesar Rp 20,28 miliar
terutama berasal dari pembayaran pinjaman kepada pihak berelasi dan
pembayaran bunga masing-masing sebesar Rp 1.420,38 miliar dan
Rp 9,91 miliar, yang disertai dengan penerimaan pinjaman dari pihak berelasi
sebesar Rp 1.410,00 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan JIS untuk periode
enam bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar
Rp 30,17 miliar terutama berasal dari pembayaran pinjaman kepada pihak
berelasi dan pembayaran bunga masing-masing sebesar Rp 941,00 miliar dan
Rp 35,58 miliar, yang disertai dengan penerimaan pinjaman dari pihak berelasi
sebesar Rp 946,41 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan JIS untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 31,78 miliar terutama
berasal dari penerimaan pinjaman dari pihak berelasi sebesar Rp 121,50 miliar,
yang disertai dengan pembayaran pinjaman kepada pihak berelasi dan
pembayaran bunga masing-masing sebesar Rp 69,69 miliar dan
Rp 20,03 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan JIS untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 4,21 miliar seluruhnya
berasal dari penerimaan pinjaman dari pihak berelasi.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan JIS untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 465,64 miliar seluruhnya
berasal dari penerimaan pinjaman dari pihak berelasi.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan JIS untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 sebesar Rp 2,33 miliar seluruhnya
berasal dari penerimaan pinjaman dari pihak berelasi.




                              106
Page 108
III.D.9.    Rasio-rasio Keuangan

                                    Keterangan        30/06/23      31/12/22     31/12/21    31/12/20*    31/12/19*    31/12/18*

            Rasio Likuiditas
            Lancar                                          0,47         0,47         0,50         1,04         1,04         1,07
            Rasio Pengelolaan Aset
            Perputaran jumlah aset                             -         0,00            -         0,00            -            -
            Ekuitas terhadap jumlah aset                    0,03         0,03         0,04         0,04         0,04         0,07
            Rasio Solvabilitas
            Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset          0,97         0,97         0,96         0,96         0,96         0,93
            Jumlah liabilitas terhadap ekuitas             29,56        28,77        27,55        23,64        22,61        13,70
            Rasio Profitabilitas
            Marjin laba kotor                                 N/A      100,00%         N/A      100,00%          N/A          N/A
            Marjin laba (rugi) usaha                          N/A    -4966,89%         N/A          N/A          N/A          N/A
            Marjin laba (rugi) bersih                         N/A    -5152,17%         N/A          N/A          N/A          N/A
            Laba (rugi) usaha terhadap jumlah aset         -0,08%       -0,01%       0,00%       -0,08%       -0,01%        0,00%
            Imbal hasil aset                               -0,08%       -0,01%       0,00%       -0,08%       -0,01%        0,00%
            Laba (rugi) usaha terhadap ekuitas             -2,55%       -0,18%       0,12%       -2,02%       -0,25%        0,01%
            Imbal hasil ekuitas                            -2,55%       -0,19%       0,12%       -2,03%       -0,25%        0,01%

            *) Tidak Diaudit



III.D.10.   Pengelolaan Aset

            Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan JIS dalam
            menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi JIS. Pada tanggal-tanggal
            31 Desember 2022 dan 2020 rasio perputaran jumlah aset masing-masing
            adalah 0,00 dan 0,00.

            Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas JIS
            terhadap jumlah aset JIS. Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023,
            31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019, dan 2018 rasio ekuitas terhadap jumlah
            aset masing-masing adalah 0,03; 0,03; 0,04; 0,04; 0,04; dan 0,07.

III.D.11.   Solvabilitas

            Solvabilitas menunjukkan kemampuan JIS untuk memenuhi seluruh
            liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dengan jumlah aset dan melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dengan ekuitas.

            Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023, 31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019, dan
            2018 rasio jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,97;
            0,97; 0,96; 0,96; 0,96; dan 0,93 sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap
            ekuitas masing-masing adalah 29,56; 28,77; 27,55; 23,64; 22,61; dan 13,70.




                                                     107
Page 109
III.D.12.   Profitabilitas

            Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan JIS dalam menghasilkan
            laba bersih dari aset yang dimilikinya. Imbal hasil aset untuk tahun yang
            berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 dan 2018 masing-masing
            adalah sebesar 0,00% dan 0,00%.

            Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan JIS dalam menghasilkan
            laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan. Imbal hasil ekuitas untuk tahun yang
            berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2018 adalah sebesar 0,12% dan
            0,01%.




                                          108
Page 110
III.E.     Analisis atas Kinerja Historis KKU

           Laporan keuangan KKU untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
           30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2022 dan 2021 telah diaudit oleh KAP SSR dengan pendapat
           wajar tanpa pengecualian. Laporan keuangan KKU untuk tahun yang berakhir
           pada tanggal 31 Desember 2020. Laporan keuangan KKU untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 telah diaudit oleh KAP AIJR dengan
           pendapat wajar tanpa pengecualian. Laporan keuangan KKU untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 telah diaudit oleh KAP AIJR dengan
           pendapat wajar dengan modifikasian.

           Ikhtisar data keuangan penting KKU adalah sebagai berikut:

III.E.1.   Laporan Posisi Keuangan
                                                                                                                 (Dalam jutaan Rupiah)

                                    Keterangan    30/06/23      31/12/22     31/12/21       31/12/20*       31/12/19       31/12/18

           ASET
           ASET LANCAR
           Kas dan setara kas                       102.375        61.714          605            605             649            649
           Piutang lain-lain pihak berelasi             203           773            -              -               -              -
           Pajak dibayar di muka                     49.557        22.355            -              -               -              -
           Jumlah Aset Lancar                       152.135        84.842          605            605             649            649
           ASET TIDAK LANCAR
           Deposito berjangka                           976           648               -            -              -              -
           Persediaan                               857.745       844.070               -            -              -              -
           Investasi pada entitas asosiasi                -             -               -        2.500          2.500          2.500
           Jumlah Aset Tidak Lancar                 858.721       844.719               -        2.500          2.500          2.500
           JUMLAH ASET                             1.010.855      929.561          605           3.105          3.149          3.149

           * Tidak Diaudit


                                                                                                                 (Dalam jutaan Rupiah)

                                    Keterangan    30/06/23      31/12/22     31/12/21       31/12/20*       31/12/19       31/12/18

           LIABILITAS DAN EKUITAS
           LIABILITAS
           LIABILITAS JANGKA PENDEK
           Utang usaha                                1.755         6.885               -        2.500          2.500           2.500
           Utang lain-lain pihak berelasi           388.667       820.167               -            -              -               -
           Utang pajak                                  122           280               -            -              -               -
           Uang muka penjualan                       22.318         1.185               -            -              -               -
           Jumlah Liabilitas Jangka Pendek          412.861       828.517               -        2.500          2.500           2.500
           LIABILITAS JANGKA PANJANG
           Uang muka penjualan                         76.162      51.242               -               -              -              -
           Jumlah Liabilitas Jangka Panjang            76.162      51.242               -               -              -              -
           JUMLAH LIABILITAS                        489.023       879.759               -        2.500          2.500           2.500
           EKUITAS
           Modal saham                              525.000        50.000          600            600             600            600
           Saldo laba (akumulasi kerugian)           (3.168)         (198)           5              5              49             49
           JUMLAH EKUITAS                           521.832        49.802          605            605             649            649
           JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS           1.010.855      929.561          605           3.105          3.149           3.149

           * Tidak Diaudit




                                                 109
Page 111
III.E.2.   Aset

           Jumlah aset KKU untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
           30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019, dan 2018 masing-masing adalah
           sebesar Rp 1.010,86 miliar, Rp 929,56 miliar, Rp 0,61 miliar, Rp 3,11 miliar,
           Rp 3,15 miliar, dan Rp 3,15 miliar.

           Pada tanggal 30 Juni 2023, jumlah aset KKU mengalami kenaikan sebesar
           Rp 81,30 miliar atau setara dengan 8,75% dibandingkan dengan jumlah aset
           pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kas
           dan setara kas, pajak dibayar di muka dan persediaan sebesar Rp 40,66 miliar,
           Rp 27,20 miliar, dan Rp 13,67 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah aset KKU mengalami kenaikan
           sebesar Rp 928,96 miliar dibandingkan dengan jumlah aset pada tanggal
           31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kas dan setara kas,
           pajak dibayar di muka, dan persediaan masing-masing sebesar
           Rp 61,11 miliar, Rp 22,36 miliar, dan Rp 844,07 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah aset KKU mengalami penurunan
           sebesar Rp 2,50 miliar atau setara dengan 80,53% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2020. Penurunan ini seluruhnya
           disebabkan oleh penurunan investasi pada entitas asosiasi.

           Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah aset KKU mengalami penurunan
           sebesar Rp 0,04 miliar atau setara dengan 1,40% dibandingkan dengan jumlah
           aset pada tanggal 31 Desember 2019. Penurunan ini seluruhnya disebabkan
           oleh kas dan setara kas.

III.E.3.   Liabilitas

           Jumlah liabilitas KKU untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
           30 Juni 2023 dan tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2022, 2020, 2019, dan 2018 masing-masing adalah sebesar
           Rp 489,02 miliar, Rp 879,76 miliar, Rp 2,50 miliar, Rp 2,50 miliar, dan
           Rp 2,50 miliar. Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021,
           KKU tidak memiliki liabilitas.

           Pada tanggal 30 Juni 2023, jumlah liabilitas KKU mengalami penurunan
           sebesar Rp 390,74 miliar atau setara dengan 44,41% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh utang lain-lain pihak berelasi sebesar Rp 431,50 miliar yang
           disertai dengan kenaikan uang muka penjualan sebesar Rp 46,05 miliar.




                                         110
Page 112
III.E.4.   Ekuitas

           Jumlah ekuitas KKU untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
           30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019, dan 2018 masing-masing adalah
           sebesar Rp 521,83 miliar, Rp 49,80 miliar, Rp 0,61 miliar, Rp 0,61 miliar,
           Rp 0,65 miliar, dan Rp 0,65 miliar.

           Pada tanggal 30 Juni 2023, jumlah ekuitas KKU mengalami kenaikan sebesar
           Rp 472,03 miliar atau setara dengan 947,82% dibandingkan dengan jumlah
           ekuitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan
           oleh modal saham sebesar Rp 475,00 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah ekuitas KKU mengalami kenaikan
           sebesar Rp 49,20 miliar dibandingkan dengan jumlah ekuitas pada tanggal
           31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan modal
           saham sebesar Rp 49,40 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah ekuitas KKU mengalami penurunan
           sebesar Rp 0,04 miliar atau setara dengan 6,78% dibandingkan dengan jumlah
           ekuitas pada tanggal 31 Desember 2020. Penurunan ini terutama disebabkan
           oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh KKU sebesar Rp 0,04 miliar.

III.E.5.   Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
                                                                                                                                             (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                           30/06/23       31/12/22      31/12/21       31/12/20*        31/12/19      31/12/18
                                  Keterangan
                                                                          (6 Bulan)      (1 Tahun)     (1 Tahun)       (1 Tahun)       (1 Tahun)     (1 Tahun)
           Pendapatan                                                               4             1                -               -             -              -
           Beban pokok pendapatan                                                   -             -                -               -             -              -
           Laba bruto                                                               4             1                -            -                -              -
           Beban penjualan                                                     (2.661)         (234)               -            -                -              -
           Beban umum dan administrasi                                           (416)          (44)               -          (44)               -              -
           Penghasilan keuangan                                                   141           111                -            -                -              -
           Beban keuangan                                                         (37)          (37)               -            -                -              -
           Rugi sebelum pajak final dan pajak penghasilan                      (2.969)         (203)               -          (44)               -              -
           Pajak final                                                             (0)           (0)               -            -                -              -
           Rugi sebelum pajak penghasilan                                      (2.969)         (203)               -          (44)               -              -
           Pajak Penghasilan                                                        -             -                -            -                -              -
           Rugi periode/tahun berjalan                                         (2.969)         (203)               -          (44)               -              -
           Penghasilan komprehensif lain                                            -             -                -            -                -              -
           Rugi komprehensif periode/tahun berjalan                            (2.969)         (203)               -          (44)               -              -
           Rugi bersih periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan
            kepada:
            Pemilik entitas induk                                              (2.969)         (203)               -          (44)               -              -
            Kepentingan non-pengendali                                              -             -                -            -                -              -

           * Tidak Diaudit




                                                                         111
Page 113
III.E.6    Pendapatan

           Pendapatan KKU untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
           30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
           masing-masing adalah sebesar Rp 4,00 juta dan Rp 1,00 juta. Untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021, 2020, 2019, dan 2018,
           KKU belum membukukan pendapatan.

III.E.7.   Laba (Rugi) Periode/Tahun Berjalan

           Rugi periode/tahun berjalan Perseroan untuk periode enam bulan yang
           berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2020 adalah sebesar Rp 2,97 miliar,
           Rp 0,20 miliar, dan Rp 0,04 miliar. Untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2021, 2019, dan 2018, KKU tidak membukukan
           laba (rugi) tahun berjalan.

III.E.8.   Laporan Arus Kas
                                                                                                                                           (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                      30/06/23        31/12/22        31/12/21       31/12/20*        31/12/19      31/12/18
                                 Keterangan
                                                                     (6 Bulan)       (1 Tahun)       (1 Tahun)       (1 Tahun)       (1 Tahun)     (1 Tahun)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
           Penerimaan kas dari pelanggan                                 46.057          51.655                  -               -             -              -
           Pembayaran kepada pemasok dan lainnya                       (309.088)       (249.014)                 -               -             -              -
           Pembayaran kepada karyawan                                       (94)              -                  -               -             -              -
           Penerimaan pendapatan bunga                                      113              89                  -               -             -              -
           Pembayaran pajak                                              (1.328)         (1.019)                 -               -             -              -
           Pembayaran kas kepada pemasok dan untuk beban
            operasional lainnya                                                  -               -               -          (44)               -              -
           Kenaikan investasi lainnya                                            -               -               -            -                -         (2.500)
           Penurunan hutang usaha                                                -               -               -            -                -          2.500
           Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Operasi                (264.340)       (198.290)                 -          (44)               -              -
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
           Penerimaan (pembayaran) utang lain-lain pihak berelasi      (170.000)        210.000                  -               -             -             -
           Penerimaan setoran modal saham                               475.000          49.400                  -               -             -             -
           Modal                                                              -               -                  -               -             -           600
           Laba ditahan                                                       -               -                  -               -             -            49
           Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan                305.000         259.400                  -               -             -           649
           KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
            SETARA KAS                                                    40.660         61.110                  -          (44)               -           649
           KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                             61.714           605             605             649               649              -
           KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                          102.375          61.714            605             605               649           649

           * Tidak Diaudit



           Arus Kas Untuk Aktivitas Operasi

           Arus kas bersih digunakan untuk aktivitas operasi KKU untuk periode enam
           bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan dan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2020 masing-masing
           adalah sebesar Rp 264,34 miliar, Rp 198,29 miliar, dan Rp 0,04 miliar. Untuk
           tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021, 2019, dan 2018, KKU
           belum memiliki arus kas bersih yang diperoleh dari/digunakan untuk aktivitas
           operasi.




                                                                    112
Page 114
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi KKU untuk periode
enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 sebesar Rp 264,34 miliar
terutama berasal dari pembayaran kepada pemasok dan lainnya sebesar
Rp 309,09 miliar yang disertai dengan penerimaan kas dari pelanggan sebesar
Rp 46,06 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi KKU untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 198,29 miliar terutama
berasal dari pembayaran kepada pemasok dan lainnya sebesar
Rp 249,01 miliar yang disertai dengan penerimaan kas dari pelanggan sebesar
Rp 51,66 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi KKU untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 0,04 miliar seluruhnya
berasal dari pembayaran kas kepada pemasok dan untuk beban operasional
lainnya.

Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Investasi

Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 2021, 2020,
2019, dan 2018, KKU belum memiliki arus kas bersih yang diperoleh
dari/digunakan untuk aktivitas investasi.

Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan KKU untuk periode
enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2018 masing-masing
adalah sebesar Rp 305,00 miliar, Rp 259,40 miliar, dan Rp 0,65 miliar. Untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021, 2020, dan 2019, KKU
belum memiliki arus kas bersih yang diperoleh dari/digunakan untuk aktivitas
pendanaan.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan KKU untuk periode
enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 sebesar Rp 305,00 miliar
terutama berasal dari penerimaan setoran modal saham sebesar
Rp 475,00 miliar yang disertai dengan pembayaran utang lain-lain pihak
berelasi Rp 170,00 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan KKU untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 259,40 miliar terutama
berasal dari penerimaan utang lain-lain pihak berelasi sebesar
Rp 210,00 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan KKU untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 sebesar Rp 0,65 miliar terutama
berasal dari modal sebesar Rp 0,60 miliar.




                              113
Page 115
III.E.9.    Rasio-rasio Keuangan

                                    Keterangan        30/06/23      31/12/22     31/12/21       31/12/20*    31/12/19    31/12/18

            Rasio Likuiditas
            Lancar                                          0,37         0,10          N/A            0,24        0,26        0,26
            Rasio Pengelolaan Aset
            Perputaran jumlah aset                          0,00         0,00            -               -           -           -
            Ekuitas terhadap jumlah aset                    0,52         0,05         1,00            0,19        0,21        0,21
            Rasio Solvabilitas
            Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset          0,48         0,95               -         0,81        0,79        0,79
            Jumlah liabilitas terhadap ekuitas              0,94        17,67               -         4,14        3,86        3,86
            Rasio Profitabilitas
            Marjin laba kotor                                 N/A      100,00%         N/A             N/A         N/A         N/A
            Marjin laba (rugi) bersih                         N/A   -28567,61%         N/A             N/A         N/A         N/A
            Imbal hasil aset                               -0,59%       -0,02%       0,00%          -1,42%       0,00%       0,00%
            Imbal hasil ekuitas                            -1,14%       -0,41%       0,00%          -7,28%       0,00%       0,00%

            * Tidak Diaudit



III.E.10.   Pengelolaan Aset

            Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan KKU dalam
            menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi KKU. Pada tanggal
            31 Desember 2022 rasio perputaran jumlah aset adalah 0,00.

            Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas KKU
            terhadap jumlah aset KKU. Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023,
            31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019, dan 2018 rasio ekuitas terhadap jumlah
            aset masing-masing adalah 0,52; 0,05; 1,00; 0,19; 0,21; dan 0,21.

III.E.11.   Solvabilitas

            Solvabilitas menunjukkan kemampuan KKU untuk memenuhi seluruh
            liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dengan jumlah aset dan melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dengan ekuitas.

            Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023, 31 Desember 2022, 2020, 2019, dan 2018
            rasio jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,48; 0,95;
            0,81; 0,79; dan 0,79, sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas
            masing-masing adalah 0,94; 17,67; 4,14; 3,86; dan 3,86.




                                                     114
Page 116
III.E.12.   Profitabilitas

            Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan KKU dalam menghasilkan
            laba bersih dari aset yang dimilikinya. Imbal hasil aset untuk tahun yang
            berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021, 2019, dan 2018 adalah
            sebesar 0,00%; 0,00%; dan 0,00%.

            Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan KKU dalam
            menghasilkan laba bersih dari ekuitas yang dimilikinya. Imbal hasil aset untuk
            tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021, 2019, dan 2018
            adalah sebesar 0,00%; 0,00%; dan 0,00%.




                                          115
Page 117
III.F.     Analisis atas Kinerja Historis KUS

           Laporan keuangan KUS untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
           30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2022 dan 2021 telah diaudit oleh KAP SSR masing-masing
           dengan pendapat wajar tanpa pengecualian. Laporan keuangan KUS untuk
           tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020, 2019, dan 2018.

           Ikhtisar data keuangan penting KUS adalah sebagai berikut:

III.F.1.   Laporan Posisi Keuangan
                                                                                                                                            (Dalam jutaan Rupiah)

                                   Keterangan                             30/06/23       31/12/22       31/12/21       31/12/20*       31/12/19*       31/12/18*

           ASET
           ASET LANCAR
           Kas dan setara kas                                                 6.042         16.760          1.573           3.447           1.181           1.095
           Piutang lain-lain                                                323.127        326.647        335.901         392.794         463.873         626.671
           Uang muka                                                            685          1.080              -               -               -          41.335
           Pajak dibayar di muka                                            103.659         99.071         89.417          83.787          76.690             972
           Jumlah Aset Lancar                                               433.513        443.558        426.890         480.028         541.744         670.073
           ASET TIDAK LANCAR
           Persediaan                                                      1.238.336      1.173.098      1.043.508        949.366         818.795         435.600
           Jumlah Aset Tidak Lancar                                        1.238.336      1.173.098      1.043.508        949.366         818.795         435.600
           JUMLAH ASET                                                     1.671.850      1.616.657      1.470.398      1.429.394       1.360.539       1.105.673

           *) Tidak Diaudit


                                                                                                                                            (Dalam jutaan Rupiah)

                                   Keterangan                             30/06/23       31/12/22       31/12/21       31/12/20*       31/12/19*       31/12/18*

           LIABILITAS DAN EKUITAS
           LIABILITAS
           LIABILITAS JANGKA PENDEK
           Utang usaha                                                        20.902         20.991          5.199             52               36               -
           Utang lain-lain                                                 1.632.677      1.589.500      1.450.131      1.426.271        1.359.558       1.104.786
           Biaya masih harus dibayar                                          17.737          4.384         13.662          2.013                -              16
           Utang pajak                                                           100          1.085            695            355              372             256
           Bagian jangka pendek dari liabilitas jangka panjang:
             Liabilitas imbalan kerja                                                8              7              -               -               -               -
           Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                 1.671.425      1.615.967      1.469.688      1.428.690        1.359.966       1.105.057
           LIABILITAS JANGKA PANJANG
           Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian jangka
             pendek:
             Liabilitas imbalan kerja                                            30             26                 -               -               -               -
           Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                      30             26                 -               -               -               -
           JUMLAH LIABILITAS                                               1.671.454      1.615.994      1.469.688      1.428.690        1.359.966       1.105.057
           EKUITAS
           Modal saham                                                           600           600            600            600              600             600
           Saldo laba                                                           (205)           63            110            104              (27)             16
           JUMLAH EKUITAS                                                       395            663            710            704              573             616
           JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                   1.671.850      1.616.657      1.470.398      1.429.394        1.360.539       1.105.673

           *) Tidak Diaudit




                                                                         116
Page 118
III.F.2.   Aset

           Jumlah aset KUS pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023, 31 Desember 2022,
           2021, 2020, 2019 dan 2018 masing-masing adalah sebesar Rp 1.671,85 miliar,
           Rp 1.616,66 miliar, Rp 1.470,40 miliar, Rp 1.429,39 miliar, Rp 1.360,54 miliar
           dan Rp 1.105,67 miliar.

           Pada tanggal 30 Juni 2023, jumlah aset KUS mengalami kenaikan sebesar
           Rp 55,19 miliar atau setara dengan 3,41% dibandingkan dengan jumlah aset
           pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
           kenaikan persediaan sebesar Rp 65,24 miliar, yang disertai dengan penurunan
           kas dan setara kas sebesar Rp 10,72 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah aset KUS mengalami kenaikan
           sebesar Rp 146,26 miliar atau setara dengan 9,95% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan persediaan serta kas dan setara kas masing-masing
           sebesar Rp 129,59 miliar dan Rp 15,19 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah aset KUS mengalami kenaikan
           sebesar Rp 41,00 miliar atau setara dengan 2,87% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan persediaan sebesar Rp 94,14 miliar, yang disertai
           dengan penurunan piutang lain-lain sebesar Rp. 56,89 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah aset KUS mengalami kenaikan
           sebesar Rp 68,86 miliar atau setara dengan 5,06% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2019. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan persediaan sebesar Rp 130,57 miliar, yang disertai
           dengan penurunan piutang lain-lain sebesar Rp. 71,08 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2019, jumlah aset KUS mengalami kenaikan
           sebesar Rp 254,87 miliar atau setara dengan 23,05% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2018. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan persediaan sebesar Rp 383,20 miliar, yang disertai
           dengan penurunan piutang lain-lain sebesar Rp. 162,80 miliar.




                                         117
Page 119
III.F.3.   Liabilitas

           Jumlah liabilitas KUS pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023, 31 Desember 2022,
           2021, 2020, 2019 dan 2018 masing-masing adalah sebesar Rp 1.671,45 miliar,
           Rp 1.615,99 miliar, Rp.1.469,69 miliar, Rp 1.428,69 miliar, Rp 1.359,97 miliar,
           dan Rp 1.105,06 miliar.

           Pada tanggal 30 Juni 2023, jumlah liabilitas KUS mengalami kenaikan sebesar
           Rp 55,46 miliar atau setara dengan 3,43% dibandingkan dengan jumlah
           liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. kenaikan ini terutama disebabkan
           oleh kenaikan utang lain-lain biaya utang yang harus dibayar masing-masing
           sebesar Rp 43,18 miliar dan Rp 13,35 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah liabilitas KUS mengalami kenaikan
           sebesar Rp 146,31 miliar atau setara dengan 9,95% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan utang usaha dan utang lain-lain masing-masing
           sebesar Rp 15,79 miliar dan Rp 139,37 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah liabilitas KUS mengalami kenaikan
           sebesar Rp 41,00 miliar atau setara dengan 2,87% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2020 Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan utang usaha, utang lain-lain, dan biaya masih harus
           dibayar masing-masing sebesar Rp 5,15 miliar, Rp 23,86 miliar, dan
           Rp 11,65 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah liabilitas KUS mengalami kenaikan
           sebesar Rp 68,72 miliar atau setara dengan 5,05% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2019. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan utang lain-lain sebesar Rp 66,71 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2019, jumlah liabilitas KUS mengalami kenaikan
           sebesar Rp 254,91 miliar atau setara dengan 23,07% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2018. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan utang lain-lain sebesar Rp 254,77 miliar.

III.F.4.   Ekuitas

           Jumlah ekuitas pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023, Desember 2022, 2021,
           2020, 2019 dan 2018 masing-masing adalah sebesar Rp 0,40 miliar,
           Rp 0,66 miliar, Rp 0,71 miliar, Rp 0,70 miliar, Rp 0,57 miliar, dan Rp 0,62 miliar.

           Pada tanggal 30 Juni 2023, jumlah ekuitas KUS mengalami penurunan sebesar
           Rp 0,27 miliar atau setara dengan 40,35% dibandingkan dengan jumlah ekuitas
           pada tanggal 31 Desember 2022. penurunan ini seluruhnya disebabkan oleh
           rugi periode berjalan yang dibukukan oleh KUS.




                                           118
Page 120
           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah ekuitas KUS mengalami penurunan
           sebesar Rp 0,05 miliar atau setara dengan 6,70% dibandingkan dengan jumlah
           ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini seluruhnya
           disebabkan oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh KUS.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah ekuitas KUS mengalami kenaikan
           sebesar Rp 6,00 juta atau setara dengan 0,92% dibandingkan dengan jumlah
           ekuitas pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini seluruhnya disebabkan
           oleh laba tahun berjalan yang dibukukan oleh KUS.

           Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah ekuitas KUS mengalami kenaikan
           sebesar Rp 0,13 miliar atau setara dengan 22,90% dibandingkan dengan
           jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2019. Kenaikan ini seluruhnya
           disebabkan oleh laba tahun berjalan yang dibukukan oleh KUS

           Pada tanggal 31 Desember 2019, jumlah ekuitas KUS mengalami penurunan
           sebesar Rp 0,04 miliar atau setara dengan 6,94% dibandingkan dengan jumlah
           ekuitas pada tanggal 31 Desember 2018. Penurunan ini seluruhnya
           disebabkan oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh KUS.

III.F.5.   Laporan Laba Rugi Komprehensif
                                                                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                     30/06/23        31/12/22        31/12/21       31/12/20*       31/12/19*     31/12/18*
                                   Keterangan
                                                                    (6 Bulan)       (1 Tahun)       (1 Tahun)       (1 Tahun)       (1 Tahun)     (1 Tahun)
           Pendapatan                                                           -               -               -               -             -              -
           Beban pokok pendapatan                                               -               -               -               -             -              -
           Laba kotor                                                        -               -              -                -                -             -
           Beban umum dan administrasi                                    (397)           (260)            (5)             (18)            (121)           (7)
           Penghasilan keuangan                                            132              96             15               46               29            18
           Beban keuangan                                                   (3)             (4)            (3)              (2)              (1)           (1)
           Laba usaha                                                     (267)           (168)             6              26               (93)           11
           Penghasilan lain-lain                                             -             120              -             105                50             -
           Laba (rugi) sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan          (267)            (48)             6             131               (43)           11
           Manfaat (beban) pajak penghasilan                                 -               -              -               -                 -             -
           Laba (rugi) periode/tahun berjalan                             (267)            (48)             6             131               (43)           11
           Pendapatan komprehensif lainnya                                   -               0              -               -                 -             -
           Laba (rugi) komprehensif periode/tahun berjalan                (267)            (48)             6             131               (43)           11

           *) Tidak Diaudit



III.F.6    Pendapatan

           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan untuk
           tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 2021, 2020,
           2019, dan 2018 KUS belum membukukan pendapatan.




                                                                   119
Page 121
III.F.7.   Laba (Rugi) Periode/Tahun Berjalan

           Rugi periode berjalan KUS untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2022 dan 2019 masing-masing adalah sebesar Rp 0,27 miliar,
           Rp 0,04 miliar, dan Rp 0,04 miliar. Laba tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021, 2020, dan 2018
           masing-masing adalah sebesar Rp 6,00 juta, Rp 0,13 miliar, dan Rp 0,01 miliar.

           Rugi tahun berjalan KUS untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 mengalami penurunan sebesar Rp 0,05 miliar atau setara
           dengan 840,52% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.

           Laba tahun berjalan KUS untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021 mengalami penurunan sebesar Rp 0,13 miliar atau setara
           dengan 95,08% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.

           Laba tahun berjalan KUS untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2020
           mengalami kenaikan sebesar Rp 0,17 miliar atau setara dengan 406,80%
           dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal 31 Desember 2019.

           Rugi tahun berjalan KUS untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2019 mengalami penurunan sebesar Rp 0,05 miliar atau setara
           dengan 506,37% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir 31 Desember 2018.




                                         120
Page 122
III.F.8.   Laporan Arus Kas
                                                                                                                                   (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                30/06/23        31/12/22        31/12/21     31/12/20*       31/12/19*     31/12/18*
                                  Keterangan
                                                               (6 Bulan)       (1 Tahun)       (1 Tahun)     (1 Tahun)       (1 Tahun)     (1 Tahun)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
           Penerimaan kas dari pelanggan                                 61            60               -           105               50              -
           Pembayaran kepada pemasok dan lain-lain                  (49.314)      (87.764)        (10.146)      (36.481)        (227.819)      (147.467)
           Pembayaran kepada karyawan                                  (180)         (208)              -             -                -              -
           Pembayaran pajak final                                      (210)            -               -           (11)              (5)             -
           Penerimaan bunga                                             132            96              15            58               36             23
           Pembayaran kas untuk beban operasional lainnya                 -             -               -           (21)            (124)           (12)
           Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Operasi             (49.511)      (87.816)        (10.131)      (36.349)        (227.862)      (147.456)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
           Pengembalian pinjaman dari pihak berelasi                       -               -         600                 -             -              -
           Penambahan piutang lain-lain dari pihak berelasi                -               -           -                 -          (600)      (406.928)
           Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
            Aktivitas Investasi                                            -               -         600                 -          (600)      (406.928)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
           Penerimaan pinjaman dari pihak berelasi                223.000        1.603.000         43.861             -                -             -
           Pembayaran pinjaman kepada pihak berelasi             (179.823)      (1.463.631)       (20.000)            -                -             -
           Pembayaran bunga                                        (4.384)         (36.365)       (16.204)            -                -             -
           Penerimaan utang lain-lain dari pihak berelasi               -                -              -        38.616          228.548       553.886
           Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan            38.793        103.003           7.657        38.616          228.548       553.886
           KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
            SETARA KAS                                              (10.718)       15.188          (1.875)        2.266               86           (498)
           KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                       16.760          1.573           3.447         1.181            1.095          1.593
           KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                       6.042         16.760           1.573         3.447            1.181          1.095

           *) Tidak Diaudit



           Arus Kas Untuk Aktivitas Operasi

           Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi KUS untuk periode
           enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019, dan 2018
           masing-masing adalah sebesar Rp 49,51 miliar, Rp 87,82 miliar,
           Rp 10,13 miliar, Rp 36,35 miliar, Rp 227,86 miliar, dan Rp 147,46 miliar.

           Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi KUS untuk periode
           enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 sebesar Rp 49,51 miliar
           terutama berasal dari pembayaran kepada pemasok dan lain-lain sebesar
           Rp 49,31 miliar.

           Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi KUS untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 87,82 miliar terutama
           berasal dari pembayaran kepada pemasok dan lain-lain sebesar
           Rp 87,76 miliar.

           Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi KUS untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 10,13 miliar terutama
           berasal dari pembayaran pemasok dan lain-lain sebesar Rp 10,15 miliar.

           Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi KUS untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 36,35 miliar terutama
           berasal dari pembayaran kepada pemasok dan lain-lain sebesar
           Rp 36,35 miliar, yang disertai penerimaan kas dari pelanggan sebesar
           Rp. 0,11 miliar.




                                                              121
Page 123
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi KUS untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 227,86 miliar terutama
berasal dari pembayaran kepada pemasok dan lain-lain sebesar
Rp 227,82 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi KUS untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 sebesar Rp 147,46 miliar terutama
berasal dari pembayaran kepada pemasok dan lain-lain sebesar
Rp 147,46 miliar.

Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Investasi

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi KUS untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 adalah sebesar Rp 0,60 miliar. Arus
kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi KUS untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2019 dan 2018 masing-masing
adalah sebesar Rp 0,60 miliar dan Rp 406,93 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi KUS untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 0,60 miliar yang
seluruhnya berasal dari pengembalian pinjaman dari pihak berelasi.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi KUS untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 0,60 miliar yang
seluruhnya berasal dari penambahan piutang lain-lain dari pihak berelasi.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi KUS untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 sebesar Rp 406,93 miliar yang
seluruhnya berasal dari penambahan piutang lain-lain dari pihak berelasi.

Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Pendanaan

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan KUS untuk periode
enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019, dan 2018
masing-masing adalah sebesar Rp 38,79 miliar, Rp 103,00 miliar,
Rp 7,66 miliar, Rp 38,62 miliar, Rp 228,55 miliar, dan Rp 553,89 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan KUS untuk periode
enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 sebesar Rp 38,79 miliar
terutama berasal dari penerimaan pinjaman pihak berelasi sebesar
Rp 223,00 miliar, yang disertai dengan pembayaran pinjaman kepada pihak
berelasi sebesar Rp 179,82 miliar.




                              122
Page 124
           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan KUS untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 103,00 miliar terutama
           berasal dari penerimaan pinjaman pihak berelasi sebesar Rp 1.603,00 miliar,
           yang disertai dengan pembayaran pinjaman kepada pihak berelasi sebesar
           Rp 1.463,63 miliar.

           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan KUS untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 7,66 miliar terutama
           berasal dari penerimaan pinjaman pihak berelasi sebesar Rp 43,86 miliar, yang
           disertai dengan pembayaran pinjaman kepada pihak berasi sebesar
           Rp 20,00 miliar.

           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan KUS untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 38,62 miliar yang
           seluruhnya berasal dari penerimaan utang lain-lain pihak berelasi.

           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan KUS untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 228,55 miliar yang
           seluruhnya berasal dari penerimaan utang lain-lain pihak berelasi.

           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan KUS untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 sebesar Rp 553,89 miliar yang
           seluruhnya berasal dari penerimaan utang lain-lain pihak berelasi.

III.F.9.   Rasio-rasio Keuangan

                                   Keterangan        30/06/23      31/12/22      31/12/21     31/12/20*     31/12/19*     31/12/18*

           Rasio Likuiditas
           Lancar                                          0,26          0,27         0,29          0,34          0,40          0,61
           Rasio Pengelolaan Aset
           Ekuitas terhadap jumlah aset                    0,00          0,00         0,00          0,00          0,00          0,00
           Rasio Solvabilitas
           Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset          1,00          1,00          1,00         1,00          1,00          1,00
           Jumlah liabilitas terhadap ekuitas          4.227,16      2.437,85      2.068,59     2.029,33      2.373,98      1.795,05
           Rasio Profitabilitas
           Marjin laba kotor                                 N/A           N/A          N/A           N/A           N/A           N/A
           Marjin laba (rugi) usaha                          N/A           N/A          N/A           N/A           N/A           N/A
           Marjin laba (rugi) bersih                         N/A           N/A          N/A           N/A           N/A           N/A
           Laba (rugi) usaha terhadap jumlah aset        -0,03%        -0,01%        0,00%         0,00%        -0,01%         0,00%
           Imbal hasil aset                              -0,03%         0,00%        0,00%         0,01%         0,00%         0,00%
           Laba (rugi) usaha terhadap ekuitas          -135,29%       -25,32%        0,91%         3,72%       -16,19%         1,71%
           Imbal hasil ekuitas                         -135,29%        -7,22%        0,91%        18,63%        -7,46%         1,71%

           *) Tidak Diaudit




                                                    123
Page 125
III.F.10.   Pengelolaan Aset

            Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan KUS dalam
            menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi KUS.

            Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas KUS
            terhadap jumlah asset KUS. pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023,
            31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019 dan 2018 rasio ekuitas terhadap jumlah
            aset masing-masing adalah 0,00; 0,00; 0,00; 0,00; 0,00; 0,00.

III.F.11.   Solvabilitas

            Solvabilitas menunjukkan kemampuan KUS untuk memenuhi seluruh
            liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dengan ekuitas.

            Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023, 31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019 dan
            2018, rasio jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 1,00;
            1,00; 1,00; 1,00; 1,00 dan 1,00, sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap
            ekuitas masing-masing adalah 4.227,16; 2.437,85; 2.068,59; 2.029,33,
            2.373,98, dan 1.795,05.

III.F.12.   Profitabilitas

            Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan KUS dalam menghasilkan
            laba bersih dari aset yang dimilikinya. Imbal hasil aset untuk tahun yang
            berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019, dan
            2018, masing-masing adalah sebesar 0,00%, 0,00%, 0,01%, 0,00%, dan
            0,00%.

            Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan KUS dalam
            menghasilkan laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan Imbal hasil ekuitas
            untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021, 2020, dan
            2018, masing-masing adalah sebesar 0,91%, 18,63%, dan 1,71%.




                                          124
Page 126
III.G.     Analisis atas Kinerja Historis SCU

           Laporan keuangan SCU untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
           30 Juni 2023 dan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 dan 2021 telah diaudit oleh KAP SSR dengan pendapat
           wajar tanpa pengecualian. Laporan keuangan SCU untuk tahun yang berakhir
           pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020, 2019, dan 2018 telah diaudit oleh
           KAP HJA dengan pendapat wajar dengan pengecualian.

           Ikhtisar data keuangan penting SCU adalah sebagai berikut:

III.G.1.   Laporan Posisi Keuangan
                                                                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan                            30/06/23      31/12/22     31/12/21       31/12/20       31/12/19       31/12/18

           ASET
           ASET LANCAR
           Kas dan setara kas                                               41.432        37.386      37.069         12.182          1.452          1.391
           Piutang lain-lain                                                72.231        60.593       9.636         36.350         27.631          6.000
           Persediaan                                                    1.317.402     1.210.667     417.481              -              -              -
           Uang muka                                                         2.036         4.349           -            501             43              0
           Pajak dibayar di muka                                            49.659        65.445       9.366          5.361          2.169            867
           Proyek dalam pelaksanaan                                              -             -           -        296.919        269.334        261.903
           Jumlah Aset Lancar                                            1.482.760     1.378.440     473.552        351.313        300.628        270.163
           ASET TIDAK LANCAR
           Deposito berjangka                                                 8.394       2.443            -              -                 -              -
           Aset tetap - neto                                                  7.594       7.976        8.216              -                 -              -
           Aset lain-lain                                                         -           -            -          1.098                 -              -
           Jumlah Aset Tidak Lancar                                          15.988      10.419        8.216          1.098                 -              -
           JUMLAH ASET                                                   1.498.748     1.388.859     481.768        352.411        300.628        270.163



                                                                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan                            30/06/23      31/12/22     31/12/21       31/12/20       31/12/19       31/12/18

           LIABILITAS DAN EKUITAS
           LIABILITAS
           LIABILITAS JANGKA PENDEK
           Utang usaha                                                     85.900        25.366       18.394              -              -              -
           Utang lain-lain                                                168.065       142.874        6.305        184.389        189.375        211.003
           Utang obligasi                                                  60.000       299.560       60.000              -              -              -
           Biaya yang masih harus dibayar                                     322           865          216          2.896              -              -
           Utang pajak                                                      1.393         1.751        2.112          1.217            605            610
           Uang muka penjualan                                            858.119       644.309      105.732        141.942         86.749         34.700
           Bagian jangka pendek dari liabilitas jangka panjang:
             Utang bank                                                      11.912       5.686               -              -              -              -
             Liabilitas imbalan kerja                                            13          12               -              -              -              -
           Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                               1.185.726     1.120.423     192.758        330.444        276.729        246.312
           LIABILITAS JANGKA PANJANG
           Uang muka penjualan                                            214.706       235.858      268.903                 -              -              -
           Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi bagian jangka
             pendek:
             Utang bank                                                      47.955      14.124            -                 -              -              -
             Liabilitas imbalan kerja                                           422         388           14                 -              -              -
           Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                               263.083       250.370      268.917                 -              -              -
           JUMLAH LIABILITAS                                             1.448.808     1.370.792     461.675        330.444        276.729        246.312
           EKUITAS
           Modal saham                                                       25.000      25.000       25.000         25.000         25.000         25.000
           Saldo laba (akumulasi kerugian)                                   24.940      (6.934)      (4.908)        (3.034)        (1.101)        (1.150)
           JUMLAH EKUITAS                                                    49.940      18.066       20.092         21.966         23.899         23.850
           JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                 1.498.748     1.388.859     481.768        352.411        300.628        270.163




                                                                       125
Page 127
III.G.2.   Aset

           Jumlah aset SCU pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023, 31 Desember 2022,
           2021,   2020,     2019,   dan    2018 masing-masing adalah        sebesar
           Rp 1.498,75 miliar, Rp 1.388,86 miliar, Rp 481,77 miliar, Rp 352,41 miliar,
           Rp 300,63 miliar, dan Rp 270,16 miliar.

           Pada tanggal 30 Juni 2023, jumlah aset SCU mengalami kenaikan sebesar
           Rp 109,89 miliar atau setara dengan 7,91% dibandingkan dengan jumlah aset
           pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
           kenaikan persediaan sebesar Rp 106,74 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah aset SCU mengalami kenaikan
           sebesar Rp 907,09 miliar atau setara dengan 188,28% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan piutang lain-lain, persediaan, dan pajak dibayar di
           muka masing-masing sebesar Rp 50,96 miliar, Rp 793,19 miliar, dan
           Rp 56,08 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah aset SCU mengalami kenaikan
           sebesar Rp 129,36 miliar atau setara dengan 36,71% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan persediaan sebesar Rp 417,48 miliar yang disertai
           dengan penurunan proyek dalam pelaksanaan sebesar Rp 296,92 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah aset SCU mengalami kenaikan
           sebesar Rp 51,78 miliar atau setara dengan 17,22% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2019. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan kas dan setara kas, piutang lain-lain, serta proyek
           dalam pelaksanaan masing-masing sebesar Rp 10,73 miliar, Rp 8,72 miliar,
           Rp 27,59 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2019, jumlah aset SCU mengalami kenaikan
           sebesar Rp 30,47 miliar atau setara dengan 11.28% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2018. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan piutang lain-lain dan proyek dalam pelaksanaan
           masing-masing sebesar Rp 21,63 miliar dan Rp 7,43 miliar.




                                         126
Page 128
III.G.3.   Liabilitas

           Jumlah liabilitas SCU pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023, 31 Desember 2022,
           2021,    2020,     2019,  dan    2018 masing-masing adalah        sebesar
           Rp 1.448,81 miliar, Rp 1.370,79 miliar, Rp 461,68 miliar, Rp 330,44 miliar,
           Rp 276,73 miliar, dan Rp 246,31 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah liabilitas SCU mengalami kenaikan
           sebesar Rp 78,02 miliar atau setara dengan 5,69% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh utang usaha, uang muka penjualan, dan utang bank
           masing-masing sebesar Rp 60,53 miliar, Rp 192,66 miliar, dan Rp 40,06 miliar
           yang disertai dengan penurunan utang obligasi sebesar Rp 239,56 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah liabilitas SCU mengalami kenaikan
           sebesar Rp 909,12 miliar atau setara dengan 196,92% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh utang lain-lain, utang obligasi, dan uang muka penjualan
           masing- masing sebesar Rp 136,57 miliar, Rp 239,56 miliar, dan
           Rp 505,53 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah liabilitas SCU mengalami kenaikan
           sebesar Rp 131,23 miliar atau setara dengan 39,71% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh utang obligasi dan uang muka penjualan masing-masing
           sebesar Rp 60,00 miliar dan Rp 232,69 miliar yang disertai dengan penurunan
           utang lain-lain sebesar Rp 178,08 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah liabilitas SCU mengalami kenaikan
           sebesar Rp 53,72 miliar atau setara dengan 19,41% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2019. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan uang muka penjualan sebesar Rp 55,19 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2019, jumlah liabilitas SCU mengalami kenaikan
           sebesar Rp 30,42 miliar atau setara dengan 12,35% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2018. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan uang muka penjualan sebesar Rp 52,05 miliar yang
           disertai dengan penurunan utang lain-lain sebesar Rp 21,63 miliar.




                                         127
Page 129
III.G.4.   Ekuitas

           Jumlah ekuitas SCU pada tanggal-tanggal tanggal 30 Juni 2023,
           31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019, dan 2018 masing-masing adalah
           sebesar Rp 49,94 miliar, Rp 18,07 miliar, Rp 20,09 miliar, Rp 21,97 miliar,
           Rp 23,90 miliar, dan Rp 23,85 miliar.

           Pada tanggal 31 Juni 2023, jumlah ekuitas SCU mengalami kenaikan sebesar
           Rp 31,87 miliar atau setara dengan 176,42% dibandingkan dengan jumlah
           ekuitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini seluruhnya disebabkan
           oleh laba periode berjalan yang dibukukan oleh SCU.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah ekuitas SCU mengalami penurunan
           sebesar Rp 2,03 miliar atau setara dengan 10,08% dibandingkan dengan
           jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh SCU sebesar
           Rp 2,05 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah ekuitas SCU mengalami penurunan
           sebesar Rp 1,87 miliar atau setara dengan 8,53% dibandingkan dengan jumlah
           ekuitas pada tanggal 31 Desember 2020. Penurunan ini terutama disebabkan
           oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh SCU sebesar Rp 1,87 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah ekuitas SCU SCU mengalami
           penurunan sebesar Rp 1,93 miliar atau setara dengan 8,09% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2019. Penurunan ini
           seluruhnya disebabkan oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh SCU.

           Pada tanggal 31Desember 2019, jumlah ekuitas SCU mengalami kenaikan
           sebesar Rp 0,05 miliar atau setara dengan 0,20% dibandingkan dengan jumlah
           ekuitas pada tanggal 31 Desember 2018. Kenaikan ini seluruhnya disebabkan
           oleh laba tahun berjalan yang dibukukan oleh SCU.

III.G.5.   Laporan Laba Rugi Komprehensif
                                                                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                      30/06/23       31/12/22        31/12/21        31/12/20        31/12/19      31/12/18
                                   Keterangan
                                                                     (6 Bulan)      (1 Tahun)       (1 Tahun)       (1 Tahun)       (1 Tahun)     (1 Tahun)
           Pendapatan                                                   101.681                 -               -               -             -              -
           Beban pokok pendapatan                                        65.622                 -               -               -             -              -
           Laba bruto                                                     36.059             -               -               -                -              -
           Beban penjualan                                                  (590)         (980)         (1.280)         (2.014)             (35)           (26)
           Beban umum dan administrasi                                    (1.753)       (1.805)         (1.065)              -                -              -
           Penghasilan keuangan                                              736           828             490               -                -              -
           Beban keuangan                                                    (38)          (65)            (57)              -                -              -
           Penghasilan (beban) lain-lain - neto                                1           (25)             37              82               83             28
           Laba (rugi) sebelum pajak final dan pajak penghasilan          34.415        (2.046)         (1.876)         (1.932)              48              2
           Pajak final                                                    (2.542)            -               -
           Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan                          31.873        (2.046)         (1.876)         (1.932)              48              2
           Laba (rugi) periode/tahun berjalan                             31.873        (2.046)         (1.876)         (1.932)              48              2
           Penghasilan komprehensif lain                                       -            20               2               -                -              -
           Jumlah laba (rugi) komprehensif periode/tahun berjalan         31.873        (2.026)         (1.874)         (1.932)              48              2




                                                                    128
Page 130
III.G.6    Pendapatan

           Pendapatan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
           30 Juni 2023 adalah sebesar Rp 101,68 miliar. Untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019, dan 2018, SCU belum
           membukukan pendapatan.

III.G.7.   Laba (Rugi) Periode/Tahun Berjalan

           Laba SCU untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023
           dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2019, dan
           2018, masing-masing adalah sebesar Rp 31,87 miliar, Rp 0,05 miliar, dan
           Rp 2,00 juta. Rugi SCU untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar
           Rp 2,05 miliar, Rp 1,88 miliar, dan Rp 1,93 miliar.

           Rugi tahun berjalan SCU untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 0,17 miliar dibandingkan
           dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021.

           Rugi tahun berjalan SCU untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021 mengalami penurunan sebesar Rp 0,06 miliar dibandingkan
           dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2020.

           Rugi tahun berjalan SCU untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2020 mengalami kenaikan sebesar Rp 1,98 miliar dibandingkan
           dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2019.

           Laba tahun berjalan SCU untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2019 mengalami kenaikan sebesar Rp 0,05 miliar dibandingkan
           dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2018.




                                         129
Page 131
III.G.8.   Laporan Arus Kas
                                                                                                                              (Dalam jutaan Rupiah)
                                                              30/06/23        31/12/22      31/12/21      31/12/20        31/12/19      31/12/18
                                 Keterangan
                                                             (6 Bulan)       (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)       (1 Tahun)     (1 Tahun)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
           Laba (rugi) setelah pajak penghasilan                      -               -             -        (1.932)              48             2
           Penerimaan kas dari pelanggan                        317.702         486.071       236.086             -                -             -
           Pembayaran kepada pemasok dan lain-lain              (92.683)       (831.644)      (84.492)            -                -             -
           Pembayaran kas kepada karyawan                          (683)           (403)         (135)            -                -             -
           Penerimaan bunga                                         736             828           490             -                -             -
           Pembayaran pajak final                                (7.554)        (11.808)       (5.265)            -                -             -
           Kenaikan piutang lain-lain                                 -               -             -        (8.719)         (21.631)       (6.000)
           Kenaikan pajak dibayar dimuka                              -               -             -        (3.193)          (1.301)         (867)
           Kenaikan uang muka                                         -               -             -          (458)             (42)           (0)
           Kenaikan proyek dalam pelaksanaan                          -               -             -       (27.585)          (7.430)       (7.052)
           Penurunan utang lain-lain                                  -               -             -        (4.986)         (21.627)      (21.000)
           Kenaikan (penurunan) utang pajak                           -               -             -           613               (5)          610
           Kenaikan beban akrual                                      -               -             -         2.896                -             -
           Kenaikan pendapatan diterima dimuka                        -               -             -        55.193           52.050        34.700
           Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
            Aktivitas Operasi                                   217.518        (356.956)      146.685        11.828               61           392
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
           Perolehan aset tetap                                      (114)         (684)       (7.693)            -                -              -
           Pemberian pinjaman ke pihak berelasi                   (35.000)      (36.000)            -             -                -              -
           Pengembalian pinjaman dari pihak berelasi                    -             -         5.000             -                -              -
           Perolehan aset lain-lain                                     -             -             -        (1.098)               -              -
           Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi         (35.114)      (36.684)       (2.693)       (1.098)               -              -
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
           Penerimaan pinjaman dari pihak berelasi              151.929         597.392        84.324                -             -              -
           Pembayaran pinjaman kepada pihak berelasi           (366.299)       (221.262)     (201.756)               -             -              -
           Penerimaan utang bank                                 44.924          21.172             -                -             -              -
           Pembayaran utang bank                                 (4.866)         (1.363)            -                -             -              -
           Pembayaran bunga                                      (4.046)         (1.983)       (1.672)               -             -              -
           Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
            Aktivitas Pendanaan                                (178.358)        393.957      (119.105)               -             -              -
           KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS                      4.047           316         24.887        10.730               61           392
           KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                     37.386         37.069        12.182         1.452            1.391         1.000
           KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                    41.432         37.386        37.069        12.182            1.452         1.391




           Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Operasi

           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi SCU untuk periode enam
           bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir
           pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021, 2020, 2019, dan 2018
           masing-masing adalah sebesar Rp 217,52 miliar, Rp 146,69 miliar, Rp 11,83
           miliar, 0,06 miliar, dan Rp 0,39 miliar. Arus kas bersih yang digunakan untuk
           aktivitas operasi SCU untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
           2022 adalah sebesar Rp 356,96 miliar.

           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi SCU untuk periode enam
           bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 sebesar Rp 217,52 miliar
           terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 317,70 miliar
           yang disertai dengan pembayaran kepada pemasok dan lain-lain sebesar
           Rp 92,68 miliar.

           Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SCU untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 356,96 miliar terutama
           berasal dari pembayaran kepada pemasok dan lain-lain sebesar
           Rp 831,64 miliar yang disertai dengan penerimaan kas dari pelanggan sebesar
           Rp 486,07 miliar.




                                                            130
Page 132
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi SCU untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 146,69 miliar terutama
berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 236,09 miliar yang
disertai dengan pembayaran kepada pemasok dan lain-lain sebesar
Rp 84,49 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi SCU untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 11,83 miliar terutama
berasal dari kenaikan pendapatan diterima dimuka sebesar Rp 55,19 miliar
yang disertai dengan kenaikan piutang lain-lain dan kenaikan proyek dalam
pelaksanaan masing-masing sebesar Rp 8,72 miliar dan Rp 27,59 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi SCU untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 0,06 miliar terutama
berasal dari kenaikan pendapatan diterima dimuka sebesar Rp 52,05 miliar
yang disertai dengan kenaikan piutang lain-lain, kenaikan proyek dalam
pelaksanaan, dan penurunan utang lain-lain masing-masing sebesar
Rp 21,63 miliar, Rp 7,43 miliar, dan Rp 21,63 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi SCU untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 sebesar Rp 0,39 miliar terutama
berasal dari kenaikan pendapatan diterima dimuka sebesar Rp 34,70 miliar
yang disertai dengan kenaikan piutang lain-lain, kenaikan proyek dalam
pelaksanaan, dan penurunan utang lain-lain masing-masing sebesar
Rp 6,00 miliar, Rp 7,05 miliar, dan Rp 21,00 miliar.

Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Investasi

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SCU untuk periode
enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 2021, dan 2020 masing-
masing adalah sebesar Rp 35,11 miliar, Rp 36,68 miliar, Rp 2,69 miliar, dan
Rp 1,10 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SCU untuk periode
enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 sebesar Rp 35,11 miliar
terutama berasal dari pemberian pinjaman ke pihak berelasi sebesar
Rp 35,00 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SCU untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 36,68 miliar
terutama berasal dari pemberian pinjaman ke pihak berelasi sebesar
Rp 36,00 miliar.




                             131
Page 133
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SCU untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 2,69 miliar
terutama berasal dari perolehan aset tetap sebesar Rp 7,69 miliar yang disertai
dengan pengembalian pinjaman dari pihak berelasi sebesar Rp 5,00 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SCU untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 1,10 miliar
seluruhnya berasal dari perolehan aset lain-lain.

Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Pendanaan

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan SCU untuk periode
enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 masing-masing adalah sebesar
Rp 178,36 miliar dan Rp 119,11 miliar. Arus kas bersih yang diperoleh dari
aktivitas pendanaan SCU untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 sebesar Rp 393,96 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan SCU untuk periode
enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 sebesar Rp 178,36 miliar
terutama berasal dari pembayaran pinjaman kepada pihak berelasi sebesar
Rp 366,30 miliar yang disertai dengan penerimaan pinjaman dari pihak berelasi
dan penerimaan utang bank masing-masing sebesar Rp 151,93 miliar dan
Rp 44,92 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan SCU untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 393,96 miliar terutama
berasal dari penerimaan pinjaman dari pihak berelasi dan penerimaan utang
bank masing-masing sebesar Rp 597,39 miliar dan Rp 21,17 miliar yang
disertai dengan pembayaran pinjaman kepada pihak berelasi sebesar
Rp 221,26 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan SCU untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 119,11 miliar
terutama berasal dari pembayaran pinjaman kepada pihak berelasi sebesar
Rp 201,76 miliar yang disertai dengan penerimaan pinjaman dari pihak berelasi
sebesar Rp 84,32 miliar.




                               132
Page 134
III.G.9.    Rasio-rasio Keuangan

                                    Keterangan        30/06/23     31/12/22     31/12/21     31/12/20     31/12/19    31/12/18

            Rasio Likuiditas
            Lancar                                          1,25        1,23         2,46         1,06         1,09        1,10
            Rasio Pengelolaan Aset
            Perputaran jumlah aset                          0,14           -            -            -            -           -
            Ekuitas terhadap jumlah aset                    0,03        0,01         0,04         0,06         0,08        0,09
            Rasio Solvabilitas
            Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset          0,97        0,99         0,96         0,94         0,92        0,91
            Jumlah liabilitas terhadap ekuitas             29,01       75,88        22,98        15,04        11,58       10,33
            Rasio Profitabilitas
            Marjin laba kotor                            35,46%           N/A          N/A          N/A         N/A         N/A
            Marjin laba (rugi) bersih                    31,35%           N/A          N/A          N/A         N/A         N/A
            Imbal hasil aset                              4,25%        -0,15%       -0,39%       -0,55%       0,02%       0,00%
            Imbal hasil ekuitas                         127,65%       -11,33%       -9,33%       -8,80%       0,20%       0,01%




III.G.10.   Pengelolaan Aset

            Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan SCU dalam
            menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi SCU. Pada tanggal-tanggal
            30 Juni 2023, rasio perputaran jumlah aset adalah 0,14.

            Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas SCU
            terhadap jumlah aset SCU. Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023,
            31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019, dan 2018, rasio ekuitas terhadap jumlah
            aset masing-masing adalah 0,03; 0,01; 0,04; 0,06; 0,08; dan 0,09.

III.G.11.   Solvabilitas

            Solvabilitas menunjukkan kemampuan SCU untuk memenuhi seluruh
            liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dengan ekuitas.

            Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023, 31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019, dan
            2018, rasio jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,97;
            0,99; 0,96; 0,94; 0,92; dan 0,91, sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap
            ekuitas masing-masing adalah 29,01; 75,88; 22,98; 15,04; 11,58; dan 10,33.

III.G.12.   Profitabilitas

            Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan SCU dalam menghasilkan
            laba bersih dari aset yang dimilikinya. Imbal hasil aset untuk periode enam
            bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir
            pada tanggal-tanggal 31 Desember 2019 dan 2018, masing-masing adalah
            4,25%, 0,02%, dan 0,00%.

            Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan SCU dalam
            menghasilkan laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan. Imbal hasil ekuitas
            untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan untuk
            tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2019 dan 2018
            masing-masing adalah 127,65%, 0,20%, dan 0,01%.


                                                     133
Page 135
III.H.     Analisis atas Kinerja Historis SHM

           Laporan keuangan SHM untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
           30 Juni 2023, telah diaudit oleh KAP SSR dengan pendapat wajar tanpa
           pengecualian. Laporan keuangan SHM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022, telah diaudit oleh KAP SSR dengan pendapat wajar tanpa
           pengecualian dengan hal lain. Laporan keuanan SHM untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021, 2020, 2019, dan 2018, telah
           diaudit oleh KAP HJA dengan pendapat wajar dengan pengecualian.

           Ikhtisar data keuangan penting SHM adalah sebagai berikut:

III.H.1.   Laporan Posisi Keuangan
                                                                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan                            30/06/23        31/12/22      31/12/21       31/12/20       31/12/19       31/12/18

           ASET
           ASET LANCAR
           Kas dan setara kas                                                36.970        41.865         2.710          1.432            495            671
           Piutang lain-lain                                                 17.430        29.370        34.460         34.259         34.259         34.259
           Uang muka dan biaya dibayar di muka                                  640         1.154             -              -             90            103
           Pajak dibayar di muka                                             30.085        16.095           302              7              7              -
           Jumlah Aset Lancar                                                85.125        88.484        37.471         35.697         34.850         35.032
           ASET TIDAK LANCAR
           Deposito berjangka                                                1.097          1.097             -              -              -              -
           Persediaan                                                    1.176.217        838.006       611.437        597.355        583.217        568.700
           Aset tetap - neto                                                 4.019          2.534             -              -              -              -
           Aset lain-lain                                                      141            165             -              -              -              -
           Jumlah Aset Tidak Lancar                                      1.181.474        841.801       611.437        597.355        583.217        568.700
           JUMLAH ASET                                                   1.266.598        930.285       648.908        633.053        618.067        603.732



                                                                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan                            30/06/23        31/12/22      31/12/21       31/12/20       31/12/19       31/12/18

           LIABILITAS DAN EKUITAS (DEFISIENSI MODAL)
           LIABILITAS
           LIABILITAS JANGKA PENDEK
           Utang usaha                                                    200.680          17.347           140              -              -              -
           Utang lain-lain                                                151.045         272.026       322.000        584.096        569.139        555.581
           Utang obligasi                                                       -               -       265.500              -              -              -
           Biaya masih harus dibayar                                          368             792           980            899            845              -
           Utang pajak                                                      4.326           4.631           369            153            149            149
           Uang muka penjualan                                              7.057             533             -              -              -              -
           Bagian jangka pendek dari liabilitas jangka panjang:
             Utang bank                                                      12.739         4.276                -              -              -              -
             Liabilitas imbalan kerja                                         5.534         5.104                -              -              -              -
           Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                381.749         304.709       588.988        585.148        570.134        555.730
           LIABILITAS JANGKA PANJANG
           Uang muka penjualan                                            842.423         564.329        12.071                 -              -              -
           Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi bagian jangka
             jangka pendek:                                                       -             -                -              -              -              -
             Utang bank                                                      58.384        40.497                -              -              -              -
             Liabilitas imbalan kerja                                        12.888        11.887                -              -              -              -
           Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                               913.695         616.713        12.071                 -              -              -
           JUMLAH LIABILITAS                                             1.295.445        921.421       601.058        585.148        570.134        555.730
           EKUITAS (DEFISIENSI MODAL)
           Modal saham                                                        50.000        50.000       50.000         50.000         50.000         50.000
           Akumulasi kerugian                                                (78.846)      (41.136)      (2.150)        (2.095)        (2.067)        (1.998)
           JUMLAH EKUITAS (DEFISIENSI MODAL)                                 (28.846)       8.864        47.850         47.905         47.933         48.002
           JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS
            (DEFISIENSI MODAL)                                           1.266.598        930.285       648.908        633.053        618.067        603.732




                                                                       134
Page 136
III.H.2.   Aset

           Jumlah aset SHM pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023, 31 Desember 2022,
           2021,   2020,     2019,   dan    2018 masing-masing adalah       sebesar
           Rp 1.266,60 miliar, Rp 930,29 miliar, Rp 648,91 miliar, Rp 633,05 miliar,
           Rp 618,07 miliar, dan Rp 603,73 miliar.

           Pada tanggal 30 Juni 2023, jumlah aset SHM mengalami kenaikan sebesar
           Rp 336,31 miliar atau setara dengan 36,15% dibandingkan dengan jumlah aset
           pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
           kenaikan persediaan sebesar Rp 338,21 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah aset SHM mengalami kenaikan
           sebesar Rp 281,38 miliar atau setara dengan 43,36% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan kas dan setara kas dan persediaan masing-masing
           sebesar Rp 39,16 miliar dan Rp 226,57 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah aset SHM mengalami kenaikan
           sebesar Rp 15,86 miliar atau setara dengan 2,50% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan persediaan sebesar Rp 14,08 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah aset SHM mengalami kenaikan
           sebesar Rp 14,99 miliar atau setara dengan 2,42% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2019. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan persediaan sebesar Rp 14,14 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2019, jumlah aset SHM mengalami kenaikan
           sebesar Rp 14,34 miliar atau setara dengan 2,37% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2018. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan persediaan sebesar Rp 14,52 miliar.

III.H.3.   Liabilitas

           Jumlah liabilitas SHM pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023, 31 Desember 2022,
           2021, 2020, 2019, dan 2018, masing-masing adalah sebesar
           Rp 1.295,45 miliar, Rp 921,42 miliar, Rp 601,06 miliar, Rp 585,15 miliar,
           Rp 570,13 miliar, dan Rp 555,73 miliar.

           Pada tanggal 30 Juni 2023, jumlah liabilitas SHM mengalami kenaikan sebesar
           Rp 374,02 miliar atau setara dengan 40,59% dibandingkan dengan jumlah
           liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan
           oleh kenaikan utang usaha dan uang muka penjualan masing-masing sebesar
           Rp 183,33 miliar dan Rp 284,62 miliar yang disertai dengan penurunan utang
           lain-lain sebesar Rp 120,98 miliar.




                                        135
Page 137
           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah liabilitas SHM mengalami kenaikan
           sebesar Rp 320,36 miliar atau setara dengan 53,30% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan uang muka penjualan sebesar Rp 552,79 miliar yang
           disertai dengan penurunan utang obligasi sebesar Rp 265,50 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah liabilitas SHM mengalami kenaikan
           sebesar Rp 15,91 miliar atau setara dengan 2,72% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan utang obligasi dan uang muka penjualan
           masing-masing sebesar Rp 265,50 miliar dan Rp 12,07 miliar yang disertai
           dengan penurunan utang lain-lain sebesar Rp 262,10 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah liabilitas SHM mengalami kenaikan
           sebesar Rp 15,01 miliar atau setara dengan 2,63% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2019. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan utang lain-lain sebesar Rp 14,96 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2019, jumlah liabilitas SHM mengalami kenaikan
           sebesar Rp 14,40 miliar atau setara dengan 2,59% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2018. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan utang lain-lain sebesar Rp 13,56 miliar.

III.H.4.   Ekuitas (Defisiensi Modal)

           Jumlah defisiensi modal SHM pada tanggal 30 Juni 2023 adalah sebesar
           Rp 28,85 miliar. Jumlah ekuitas SHM pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022,
           2021, 2020, 2019, dan 2018, masing-masing adalah sebesar Rp 8,86 miliar,
           Rp 47,85 miliar, Rp 47,91 miliar, Rp 47,93 miliar, dan Rp 48,00 miliar.

           Pada tanggal 30 Juni 2023, jumlah defisiensi modal SHM mengalami kenaikan
           sebesar Rp 37,71 miliar atau setara dengan 425,43% dibandingkan dengan
           jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini seluruhnya
           disebabkan oleh rugi periode berjalan yang dibukukan oleh SHM.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah ekuitas SHM mengalami penurunan
           sebesar Rp 38,99 miliar atau setara dengan 81,48% dibandingkan dengan
           jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh SHM sebesar
           Rp 39,22 miliar.




                                        136
Page 138
           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah ekuitas SHM mengalami penurunan
           sebesar Rp 0,06 miliar atau setara dengan 0,11% dibandingkan dengan jumlah
           ekuitas pada tanggal 31 Desember 2020. Penurunan ini seluruhnya
           disebabkan oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh SHM.

           Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah ekuitas SHM mengalami penurunan
           sebesar Rp 0,03 miliar atau setara dengan 0,06% dibandingkan dengan jumlah
           ekuitas pada tanggal 31 Desember 2019. Penurunan ini seluruhnya
           disebabkan oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh SHM.

           Pada tanggal 31 Desember 2019, jumlah ekuitas SHM mengalami penurunan
           sebesar Rp 0,07 miliar atau setara dengan 0,14% dibandingkan dengan jumlah
           ekuitas pada tanggal 31 Desember 2018. Penurunan ini seluruhnya
           disebabkan oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh SHM.

III.H.5.   Laporan Laba Rugi Komprehensif
                                                                                                                                    (Dalam jutaan Rupiah)
                                                               30/06/23        31/12/22        31/12/21        31/12/20        31/12/19      31/12/18
                                 Keterangan
                                                              (6 Bulan)       (1 Tahun)       (1 Tahun)       (1 Tahun)       (1 Tahun)     (1 Tahun)
           Pendapatan                                                     -               -               -               -             -              -
           Beban pokok pendapatan                                         -               -               -               -             -              -
           Laba bruto                                                    -             -               -               -                -              -
           Beban penjualan                                          (4.287)       (1.445)            (77)              -                -              -
           Beban umum dan administrasi                             (33.396)      (38.269)             (9)            (61)             (79)            (6)
           Penghasilan keuangan                                        397           632              39               -                -              -
           Beban keuangan                                             (423)         (125)             (8)              -                -              -
           Beban lain-lain                                              (2)          (13)              -              (2)              (1)            (9)
           Rugi sebelum pajak final dan pajak penghasilan          (37.710)      (39.220)            (55)            (62)             (80)           (15)
           Pajak final                                                   -             -               -              34               11             12
           Rugi sebelum pajak penghasilan                          (37.710)      (39.220)            (55)            (28)             (69)            (3)
           Pajak penghasilan                                             -             -               -               -                -              -
           Rugi periode/tahun berjalan                             (37.710)      (39.220)            (55)            (28)             (69)            (3)
           Penghasilan komprehensif lainnya                              -           234               -               -                -              -
           Jumlah rugi komprehensif periode/tahun berjalan         (37.710)      (38.986)            (55)            (28)             (69)            (3)




III.H.6    Pendapatan

           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan untuk
           tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 2021, 2020,
           2019, dan 2018, SHM belum membukukan pendapatan.




                                                             137
Page 139
III.H.7.   Rugi Periode/Tahun Berjalan

           Rugi bersih SHM untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
           30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019, dan 2018, masing-masing adalah
           sebesar Rp 37,71miliar, Rp 39,22 miliar, Rp 0,06 miliar, Rp 0,03 miliar,
           Rp 0,07, dan Rp 3,00 juta.

           Rugi tahun berjalan SHM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 39,17 miliar dibandingkan
           dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021.

           Rugi tahun berjalan SHM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021 mengalami kenaikan sebesar Rp 0,03 miliar atau setara
           dengan 93,86% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.

           Rugi tahun berjalan SHM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2020 mengalami penurunan sebesar Rp 0,04 miliar atau setara
           dengan 58,83% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk yang berakhir
           pada tanggal 31 Desember 2019.

           Rugi tahun berjalan SHM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2019 mengalami kenaikan sebesar Rp 0,07 miliar dibandingkan
           dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2018.




                                         138
Page 140
III.H.8.   Laporan Arus Kas
                                                                                                                                  (Dalam jutaan Rupiah)
                                                             30/06/23        31/12/22        31/12/21        31/12/20        31/12/19      31/12/18
                                  Keterangan
                                                             (6 Bulan)       (1 Tahun)       (1 Tahun)       (1 Tahun)       (1 Tahun)       (1 Tahun)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
           Rugi setelah pajak penghasilan                             -               -               -             (28)            (69)             (3)
           Penerimaan kas dari pelanggan                        284.861         541.048          11.874               -               -               -
           Pembayaran kepada pemasok dan lain-lain             (162.239)       (197.033)        (13.873)              -               -               -
           Pembayaran kepada karyawan                           (24.299)        (15.059)              -               -               -               -
           Pembayaran pajak final                                (4.924)        (12.069)           (262)              -               -               -
           Penerimaan bunga                                         397             632              39               -               -               -
           Perubahan dalam aset dan liabilitas operasi:                                                               -               -               -
            Kenaikan piutang lain                                        -               -               -            -               -         (34.259)
            Penurunan (kenaikan) uang muka                               -               -               -           90              13             (12)
            Kenaikan pajak dibayar di muka                               -               -               -            -              (7)              -
            Kenaikan persediaan                                          -               -               -      (14.139)        (14.517)        (13.498)
            Penurunan utang lain                                         -               -               -       14.957          13.558          48.500
            Penurunan (kenaikan) utang pajak                             -               -               -            3               1            (139)
            Penurunan beban akrual                                       -               -               -           54             845               -
           Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
            Aktivitas Operasi                                     93.797        317.519          (2.222)           937             (176)           590
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
           Perolehan aset tetap                                   (1.693)        (2.571)                 -               -               -               -
           Perolehan aset tak berwujud                                 -           (188)                 -               -               -               -
           Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi         (1.693)        (2.759)                 -               -               -               -
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
           Penerimaan pinjaman dari pihak berelasi               30.995         248.959         239.880                  -               -               -
           Pembayaran pinjaman kepada pihak berelasi           (151.852)       (564.608)       (236.380)                 -               -               -
           Penerimaan utang bank                                 37.053          46.327               -                  -               -               -
           Pembayaran utang bank                                (10.702)         (1.554)              -                  -               -               -
           Pembayaran bunga                                      (2.494)         (4.729)              -                  -               -               -
           Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
            Aktivitas Pendanaan                                 (97.000)       (275.605)          3.500                  -               -               -
           KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
            SETARA KAS                                            (4.895)        39.155           1.278            937             (176)           590
           KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                     41.865          2.710           1.432            495              671             81
           KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                    36.970         41.865           2.710           1.432             495            671




           Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Operasi

           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi SHM untuk periode enam
           bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir
           pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 2020, dan 2018 masing-masing
           adalah sebesar Rp 93,80 miliar, Rp 317,52 miliar, Rp 0,94 miliar dan Rp 0,59
           miliar. Arus kas yang digunakan untuk aktivitas operasi SHM untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 dan 2019 masing-masing
           adalah sebesar Rp 2,22 miliar dan Rp 0,18 miliar.

           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi SHM untuk periode enam
           bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 sebesar Rp 93,80 miliar
           terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 284,86 miliar
           yang disertai dengan pembayaran kepada pemasok dan lain-lain, serta
           pembayaran kepada karyawan masing-masing sebesar Rp 162,24 miliar dan
           Rp 24,30 miliar.




                                                            139
Page 141
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi SHM untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 317,52 miliar terutama
berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 541,05 miliar yang
disertai dengan pembayaran kepada pemasok dan lain-lain masing-masing
sebesar Rp 197,03 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan dari aktivitas operasi SHM untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 2,22 miliar terutama
berasal dari pembayaran kepada pemasok dan lain-lain sebesar
Rp 13,87 miliar yang disertai dengan penerimaan kas dari pelanggan sebesar
Rp 11,87miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi SHM untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 0,94 miliar terutama
berasal dari penurunan utang lain sebesar Rp 14,96 miliar yang disertai
dengan kenaikan persediaan sebesar Rp 14,14 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SHM untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 0,18 miliar terutama
berasal dari kenaikan persediaan sebesar Rp 14,52 miliar yang disertai dengan
penurunan utang lain dan penurunan beban akrual masing-masing sebesar
Rp 13,56 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi SHM untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 sebesar Rp 0,60 miliar terutama
berasal dari penurunan utang lain sebesar Rp 48,50 miliar yang disertai
dengan kenaikan piutang lain dan kenaikan persediaan masing-masing
sebesar Rp 34,26 miliar dan Rp 13,50 miliar.

Arus Kas Untuk Aktivitas Investasi

Arus kas bersih yang digunakan untuk periode enam bulan yang berakhir pada
tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 masing-masing adalah sebesar Rp 1,69 miliar dan
Rp 2,76 miliar. Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2021, 2020, 2019, dan 2018, SHM belum memiliki arus kas
bersih yang diperoleh dari/digunakan untuk aktivitas investasi.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SHM untuk periode
enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 sebesar Rp 1,69 miliar
seluruhnya berasal dari perolehan aset tetap.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SHM untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 2,76 miliar
terutama berasal dari perolehan aset tetap sebesar Rp 2,57 miliar.




                              140
Page 142
            Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Pendanaan

            Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan SHM untuk periode
            enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang
            berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 masing-masing adalah sebesar
            Rp 97,00 miliar dan Rp 275,61 miliar. Arus kas bersih yang diperoleh dari
            aktivitas pendanaan SHM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
            31 Desember 2021 sebesar Rp 3,50 miliar. Untuk tahun yang berakhir pada
            tanggal-tanggal 31 Desember 2020, 2019, dan 2018, SHM belum memiliki arus
            kas bersih yang diperoleh dari/digunakan untuk aktivitas pendanaan.

            Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan SHM untuk periode
            enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 sebesar Rp 97,00 miliar
            terutama berasal dari pembayaran pinjaman kepada pihak berelasi sebesar
            Rp 151,85 miliar yang disertai dengan penerimaan pinjaman dari pihak berelasi
            dan penerimaan utang bank masing-masing sebesar Rp 31,00 miliar dan
            Rp 37,05 miliar.

            Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan SHM untuk tahun
            yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 275,61 miliar
            terutama berasal dari pembayaran pinjaman kepada pihak berelasi sebesar
            Rp 564,61 miliar yang disertai dengan penerimaan pinjaman dari pihak berelasi
            dan penerimaan utang bank masing-masing sebesar Rp 248,96 miliar dan
            Rp 46,33 miliar.

III.H.9.    Rasio-rasio Keuangan

                                    Keterangan        30/06/23       31/12/22     31/12/21     31/12/20     31/12/19     31/12/18

            Rasio Likuiditas
            Lancar                                          0,22          0,29         0,06         0,06         0,06         0,06
            Rasio Pengelolaan Aset
            Perputaran jumlah aset                              -            -            -            -            -            -
            Ekuitas terhadap jumlah aset                    (0,02)        0,01         0,07         0,08         0,08         0,08
            Rasio Solvabilitas
            Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset           1,02         0,99         0,93         0,92         0,92         0,92
            Jumlah liabilitas terhadap ekuitas             (44,91)      103,95        12,56        12,21        11,89        11,58
            Rasio Profitabilitas
            Imbal hasil aset                             -5,95%          -4,22%       -0,01%        0,00%       -0,01%        0,00%
            Imbal hasil ekuitas                         261,46%        -442,47%       -0,11%       -0,06%       -0,14%       -0,01%




III.H.10.   Pengelolaan Aset

            Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan SHM dalam
            menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi SHM.

            Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas SHM
            terhadap jumlah aset SHM. Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 2021,
            2020, 2019, dan 2018, rasio ekuitas terhadap jumlah aset masing-masing
            adalah 0,01; 0,07; 0,08; 0,08; dan 0,08.




                                                     141
Page 143
III.H.11.   Solvabilitas

            Solvabilitas menunjukkan kemampuan SHM untuk memenuhi seluruh
            liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dengan ekuitas.

            Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023, 31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019, dan
            2018, rasio jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 1,02;
            0,99; 0,93; 0,92; 0,92; dan 0,92, sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap
            ekuitas pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019, dan 2018,
            masing-masing adalah 103,95; 12,56; 12,21; 11,89; dan 11;58.

III.H.12.   Profitabilitas

            Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan SHM dalam menghasilkan
            laba bersih dari aset yang dimilikinya. Imbal hasil aset untuk tahun yang
            berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2018 masing-masing
            adalah 0,00% dan 0,00%.

            Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan SHM dalam
            menghasilkan laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan. Imbal hasil ekuitas
            untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 adalah
            261,46%.




                                          142
Page 144
III.I.   Analisis atas Laporan Proforma

         Analisis atas Proforma Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan Sebelum
         dan Setelah Rencana Transaksi.

         Tabel di bawah ini menunjukkan ikhtisar mengenai proforma laporan posisi
         keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Rencana Transaksi
         yang telah direviu oleh KAP JMMR.

         Ikhtisar data keuangan penting proforma pada tanggal 30 Juni 2023:

                                                                             (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                      Setelah
                                Keterangan           30/06/23      Penyesuaian      Rencana
                                                                                    Transaksi
         ASET
         ASET LANCAR
         Kas dan setara kas                              720.162       2.070.387        2.790.549
         Piutang usaha dari pihak ketiga                     481               -              481
         Piutang lain-lain
           Pihak berelasi                                431.719       2.660.278        3.091.997
           Pihak ketiga                                1.381.771               5        1.381.776
         Persediaan                                    7.749.541       1.317.402        9.066.942
         Uang muka dan biaya dibayar di muka              26.949          21.621           48.570
         Pajak dibayar di muka                           630.292         485.636        1.115.928
         Jumlah Aset Lancar                           10.940.915       6.555.328       17.496.243
         ASET TIDAK LANCAR
         Deposito berjangka                              102.653          17.215          119.868
         Persediaan                                    4.982.451       8.571.577       13.554.028
         Investasi pada entitas asosiasi                 655.725               -          655.725
         Properti investasi                                    -           6.056            6.056
         Aset tetap - bersih                              11.472          12.538           24.011
         Aset hak guna                                     4.844               -            4.844
         Aset pajak tangguhan                                 92               -               92
         Aset lain-lain                                        -             208              208
         Jumlah Aset Tidak Lancar                      5.757.237       8.607.595       14.364.832
         JUMLAH ASET                                  16.698.153      15.162.923       31.861.075




                                               143
Page 145
                                                                                  (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                           Setelah
                        Keterangan                        30/06/23      Penyesuaian      Rencana
                                                                                         Transaksi
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha
  Pihak berelasi                                                  151              -               151
  Pihak ketiga                                                320.719        146.592           467.312
Utang lain-lain
  Pihak berelasi                                                1.359               -            1.359
  Pihak ketiga                                                    194           1.092            1.286
Utang pajak                                                    47.301          10.648           57.948
Akrual                                                              0           1.235            1.236
Uang muka pelanggan                                         6.754.913       1.150.883        7.905.796
Bagian jangka pendek dari liabilitas jangka panjang
  Utang bank                                                   60.266         78.789           139.055
  Liabilitas sewa                                               4.976              -             4.976
  Liabilitas imbalan kerja                                      8.163         27.920            36.083
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                             7.198.042       1.417.159        8.615.201
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Uang muka pelanggan                                         1.253.632       1.866.811        3.120.443
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian
  jangka pendek
  Utang bank                                                  257.160        305.889           563.049
  Liabilitas imbalan kerja                                     20.552         15.501            36.053
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                            1.531.344       2.188.201        3.719.545
JUMLAH LIABILITAS                                           8.729.386       3.605.360       12.334.746
EKUITAS
Modal saham                                                 1.353.000         800.000        2.153.000
Tambahan modal disetor                                        530.782      10.448.321       10.979.103
Saldo laba                                                    350.420               -          350.420
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
  Induk                                                     2.234.202      11.248.321       13.482.523
Kepentingan non-pengendali                                  5.734.565         309.242        6.043.806
JUMLAH EKUITAS                                              7.968.766      11.557.563       19.526.329
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                              16.698.153      15.162.923       31.861.075




                                                144
Page 146
                                                                                   (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                            Setelah
                        Keterangan                       30/06/23       Penyesuaian       Rencana
                                                                                          Transaksi
Pendapatan neto                                            1.242.102         101.685          1.343.786
Beban pokok pendapatan                                       603.014          65.622            668.636
Laba bruto                                                   639.087           36.063           675.150
Beban penjualan                                              (18.430)          (9.167)          (27.597)
Beban umum dan administrasi                                  (50.529)         (65.220)         (115.749)
Bagian atas laba bersih entitas asosiasi                       1.901                -             1.901
Penghasilan keuangan                                          74.874            2.270            77.145
Beban keuangan                                               (52.572)            (805)          (53.377)
Lain-lain, neto                                                 (197)            (170)             (368)
Laba (rugi) sebelum pajak final dan pajak penghasilan        594.134          (37.029)          557.105
Pajak final                                                  (31.058)          (2.542)          (33.600)
Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan                        563.076          (39.571)          523.505
Manfaat (beban) pajak penghasilan                            (16.175)               -           (16.175)
Laba setelah proforma dampak transaksi restrukturisasi
  entitas sepengendali                                       546.901          (39.571)          507.331
Proforma dampak transaksi restrukturisasi entitas
  sepengendali                                                      -         39.571             39.571
Laba periode berjalan dari operasi yang dilanjutkan          546.901                  -         546.901
Operasi yang dihentikan                                        1.090                  -           1.090
Laba periode berjalan                                        547.991                  -         547.991
Laba yang diatribusikan kepada:
  Pemilik entitas induk                                      211.060                  -         211.060
  Kepentingan non-pengendali                                 336.931                  -         336.931



Laporan posisi keuangan konsolidasian interim dan laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian interim dan ringkasan proforma
konsolidasian interim telah disajikan dengan menggunakan kriteria sebagai
berikut:

a. Laporan keuangan konsolidasian interim Perseroan per 30 Juni 2023 dan
   untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut yang telah
   diaudit oleh KAP JMMR.

b. Laporan keuangan interim BMW, CIS, JIS, KKU, KUS, SCU, dan SHM per
   30 Juni 2023 dan untuk periode enam bulan tahun yang berakhir pada
   tanggal tersebut yang telah diaudit oleh KAP SSR.

c. Peningkatan modal disetor Perseroan melalui penawaran umum terbatas
   kepada masyarakat dengan memberikan hak memesan efek terlebih
   dahulu dengan asumsi dilakukan pada tanggal 30 Juni 2023 dengan jumlah
   hasil Rencana PMDHMETD sekitar Rp 11,00 triliun.

d. Transaksi material dan transaksi afiliasi Rencana Penyertaan Saham oleh
   Perseroan atas penerbitan saham baru BMW, CIS, JIS, KKU, KUS, SCU,
   dan SHM dengan kepemilikan masing-masing sebesar 93,49%, 99,80%,
   92,91%, 97,25%, 99,15%, 90,91% dan 90,48% dengan asumsi dilakukan
   pada tanggal 30 Juni 2023.




                                               145
Page 147
e. Rencana Penyertaan Saham dilaksanakan berdasarkan PSAK 38 (2012):
   Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali.

f.   BMW, CIS, JIS, KKU, KUS, SCU, dan SHM membayar utang kepada pihak
     berelasi dan pihak ketiga yang dilakukan pada tanggal 30 Juni 2023.

g. Biaya emisi saham atas Rencana PMDHMETD kepada masyarakat dengan
   memberikan hak memesan efek terlebih dahulu dengan asumsi dilakukan
   pada tanggal 30 Juni 2023 sebesar sekitar Rp 10,05 miliar.

Berikut adalah rincian penyesuaian yang terjadi sehubungan dengan Rencana
PMDHMETD sebanyak-banyaknya 8.000.000.000 saham biasa atas nama
yang dikeluarkan dari portepel Perseroan dengan nilai nominal Rp 100 setiap
saham, transaksi material dan transaksi afiliasi disertai dengan dasar transaksi
yang mendasari penyesuaiannya sebagai berikut:

a. Penerimaan dari Rencana PMDHMETD sebesar Rp 11,00 triliun atas
   penerbitan 8.000.000.000 saham baru dengan nilai nominal Rp 100 per
   saham, yang menimbulkan agio saham sebesar Rp 10,19 triliun. Rencana
   Penyertaan Saham yang dikeluarkan oleh BMW, CIS, JIS, KKU, KUS,
   SCU, dan SHM, yang merupakan pihak sepengendali menimbulkan selisih
   nilai    transaksi   restrukturisasi entitas  sepengendali    sebesar
   Rp 258.37 miliar. Hasil perolehan dana akan digunakan untuk investasi
   baru pada entitas anak dan pengembangan bisnis Perseroan melalui
   entitas anak Perseroan.

     Rincian penyesuaian atas akun modal saham dan tambahan modal disetor
     sebagai berikut:

                                                                                             (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                                     Tambahan
                              Keterangan                            Jumlah Saham    Modal Saham
                                                                                                   Modal Disetor
     Harga pelaksanaan                                                  8.000.000        800.000       10.200.000
     Biaya emisi                                                                                           10.050
     Agio saham dari Rencana PMDHMETD                                                                  10.189.950
     Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali
      dari Rencana PMDHMETD                                                                               258.371
     Jumlah Penyesuaian                                                                                10.448.321




                                                   146
Page 148
   Rencana Penyertaan Saham dimana Perseroan melakukan penyertaan
   baru atas saham baru yang dikeluarkan oleh BMW, CIS, JIS, KKU, KUS,
   SCU, dan SHM, dengan rincian sebagai berikut:

                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                            Persentase          Nilai
                   Perusahaan Target                    Jumlah Saham
                                                                            Kepemilikan      Transaksi
   BMW                                                         1.435.000           93,49%        1.269.975
   CIS                                                           296.000           99,80%        4.158.800
   JIS                                                           655.000           92,91%        1.277.250
   KKU                                                        18.600.000           97,25%          390.600
   KUS                                                            70.250           99,15%        1.656.144
   SCU                                                           500.000           90,91%          312.500
   SHM                                                           950.000           90,48%          342.000
   Jumlah                                                                                        9.407.269



   Rincian penyesuaian akun kas dan setara kas adalah sebagai berikut:

                                                    (Dalam jutaan Rupiah)

                      Keterangan                            Jumlah

   Penerimaan kas Perseroan dari Rencana PMDHMETD             11.000.000
   Penggunaan PANI untuk penyertaan saham BMW                 (1.269.975)
   Penggunaan PANI untuk penyertaan saham CIS                 (4.158.800)
   Penggunaan PANI untuk penyertaan saham JIS                 (1.277.250)
   Penggunaan PANI untuk penyertaan saham KKU                   (390.600)
   Penggunaan PANI untuk penyertaan saham KUS                 (1.656.144)
   Penggunaan PANI untuk penyertaan saham SCU                   (312.500)
   Penggunaan PANI untuk penyertaan saham SHM                   (342.000)
   Kas dan setara kas BMW                                         45.607
   Kas dan setara kas CIS                                        209.672
   Kas dan setara kas JIS                                         16.128
   Kas dan setara kas KKU                                        104.308
   Kas dan setara kas KUS                                         11.775
   Kas dan setara kas SCU                                         53.461
   Kas dan setara kas SHM                                         46.755
   Biaya emisi                                                   (10.050)
   Jumlah                                                       2.070.387



b. Perseroan melakukan penyertaan saham baru yang dikeluarkan oleh BMW,
   CIS, JIS, KKU, KUS, SCU, dan SHM dengan kepemilikan masing-masing
   sebesar 93,49%, 99,80%, 92,91%, 97,25%, 99,15%, 90,91% dan 90,48%
   dengan nilai transaksi secara keseluruhan sebesar Rp 9,41 triliun.

   Rencana Penyertaan Saham atas saham BMW, CIS, JIS, KKU, KUS, SCU,
   dan SHM dicatat sesuai dengan PSAK 38 (2012): Kombinasi Bisnis Entitas
   Sepengendali. Selisih antara nilai transaksi (harga pengalihan) dengan nilai
   buku setiap transaksi restrukturisasi antara entitas sepengendali dibukukan
   dalam akun “Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali”
   sebagai bagian dari Tambahan Modal Disetor.




                                       147
Page 149
c. Rincian penyesuaian atas proforma dampak transaksi restrukturisasi entitas
   sepengendali merupakan rugi (laba) periode berjalan dari perusahaan
   target, dengan rincian sebagai berikut:

                                                      (Dalam jutaan Rupiah)

                             Keterangan                        Jumlah

    BMW                                                              27.912
    CIS                                                               1.999
    JIS                                                                 586
    KKU                                                               2.969
    KUS                                                                 267
    SCU                                                             (31.873)
    SHM                                                              37.710
    Jumlah                                                           39.571




d. Penggunaan dana oleh perusahaan target untuk melunasi utang kepada
   pihak berelasi dan pihak ketiga yang dilakukan pada tanggal 30 Juni 2023
   sebagai berikut:

    i.       BMW melunasi utang kepada pihak berelasi sebesar Rp 1,26 triliun
             dari dana yang diperoleh dari Rencana Penyertaan Saham BMW,
             dengan rincian sebagai berikut:
                                                          (Dalam jutaan Rupiah)

                                     Keterangan                    Jumlah

             Utang lain-lain - Pihak berelasi
               PT Kukuh Mandiri Lestari                                860.000
               PT Persada Graha Pertama                                186.000
               PT Trisula Indah Lestari                                 53.000
               PT Cakra Karya Semesta                                    7.902
               PT Mega Andalan Sukses                                    1.625
             Sub-jumlah                                              1.108.527
             Akrual - Pihak berelasi
               PT Agung Sedayu                                           3.209
               PT Persada Graha Pertama                                  1.977
             Sub-jumlah                                                  5.186
             Utang obligasi - Pihak berelasi
               PT Agung Sedayu                                         146.000
             Jumlah                                                  1.259.713




                                                148
Page 150
ii. CIS melunasi utang kepada pihak berelasi sebesar Rp 4,16 triliun dari
   dana yang diperoleh dari Rencana Penyertaan Saham CIS, dengan
   rincian sebagai berikut:
                                             (Dalam jutaan Rupiah)

                              Keterangan             Jumlah

    Utang lain-lain - Pihak berelasi
      PT Agung Sedayu                                   3.633.706
      PT Trisula Indah Lestari                            430.500
      PT Saptapusaka Investama                             54.000
      PT Bintang Sedayu Makmur                             15.000
      PT Duta Merlin                                       12.000
    Sub-jumlah                                          4.145.206
    Akrual - Pihak berelasi
      PT Agung Sedayu                                      12.387
    Jumlah                                              4.157.593



iii. JIS melunasi utang kepada pihak berelasi sebesar Rp 1,27 triliun dari
     dana yang diperoleh dari Rencana Penyertaan Saham JIS, dengan
     rincian sebagai berikut:
                                             (Dalam jutaan Rupiah)

                              Keterangan             Jumlah

    Utang lain-lain - Pihak berelasi
      PT Agung Sedayu                                     308.000
      PT Kukuh Mandiri Lestari                            653.500
      PT Agung Sedayu Permai                               65.000
      PT Sumber Cipta Utama                                71.000
      PT Citra Abadi Mandiri                              165.000
      UMSM PT Agung Sedayu                                  2.500
      UMSM PT Tunas Mekar Jaya                              2.500
    Sub-jumlah                                          1.267.500
    Akrual - Pihak berelasi
      PT Agung Sedayu                                       2.939
      PT Citra Abadi Mandiri                                  831
    Sub-jumlah                                              3.770
    Jumlah                                              1.271.270



iv. KKU melunasi utang kepada pihak berelasi sebesar Rp 0,39 triliun
    dari dana yang diperoleh dari Rencana Penyertaan Saham KKU,
    dengan rincian sebagai berikut:
                                             (Dalam jutaan Rupiah)

                              Keterangan              Jumlah

    Utang lain-lain - Pihak berelasi
      PT Trisula Indah Lestari                             40.000
    Akrual - Pihak berelasi
      PT Bintang Cipta Utama                              348.667
    Jumlah                                                388.667




                                       149
Page 151
v. KUS melunasi utang kepada pihak berelasi sebesar Rp 1,65 triliun
   dari dana yang diperoleh dari Rencana Penyertaan Saham KUS,
   dengan rincian sebagai berikut:
                                              (Dalam jutaan Rupiah)

                              Keterangan              Jumlah

    Utang lain-lain - Pihak berelasi
      PT Catur Kusuma Abadi Sejahtera                    1.021.500
      PT Trisula Indah Lestari                             333.000
      PT Agung Sedayu                                      238.000
      PT Duta Merlin                                        40.000
      PT Kapuk Naga Indah                                      138
      PT Kukuh Mandiri Lestari                                  39
    Sub-jumlah                                           1.632.677
    Akrual - Pihak berelasi
      PT Duta Merlin                                           503
      PT Catur Kusuma Abadi Sejahtera                       12.840
      PT Agung Sedayu                                        4.392
    Sub-jumlah                                              17.734
    Jumlah                                               1.650.411



vi. SCU melunasi utang kepada pihak berelasi sebesar Rp 0,23 triliun
    dan pihak ketiga sebesar Rp 72.08 miliar dari dana yang diperoleh
    dari Rencana Penyertaan Saham SCU, dengan rincian sebagai
    berikut:
                                              (Dalam jutaan Rupiah)

                              Keterangan              Jumlah

    Utang lain-lain - Pihak berelasi
      PT Cakra Karya Semesta                               142.935
      PT Kukuh Mandiri Lestari                              25.130
    Sub-jumlah                                             168.065
    Akrual - Pihak berelasi
      PT Agung Sedayu                                          322
    Utang obligasi - Pihak berelasi
      PT Agung Sedayu                                       60.000
    Jumlah - Pihak berelasi                                228.388
    Utang - Pihak ketiga
    PT Permaisuri Indah Vania                               19.176
    PT Bangun Karya Persada Nusantara                        9.163
    PT Prima Maju Jaya                                       7.019
    PT Geotekindo                                            5.042
    PT Titik Indah Permai                                    4.444
    PT Rekagunatek Persada                                   3.912
    PT Geotekondo                                            3.219
    PT Kartika Eka Jaya Abadi                                2.400
    PT Primacipta Grahasentosa                               1.976
    PT Titik Indah Putra                                     1.843
    PT Prabu Maju Sukses Mandiri                             1.581
    PT Rekacipta Bangun Pratama                              1.313
    PT Geotekindo                                            1.024
    Lain-lain (Saldo dibawah Rp 1.000.000)                   9.972
    Sub-jumlah                                              72.084
    Jumlah                                                 300.472




                                        150
Page 152
vii. SHM melunasi utang kepada pihak berelasi sebesar Rp 0,15 triliun
     dan pihak ketiga sebesar Rp 0,18 triliun dari dana yang diperoleh dari
     Rencana Penyertaan Saham SHM, dengan rincian sebagai berikut:
                                               (Dalam jutaan Rupiah)

                             Keterangan                Jumlah

     Utang lain-lain - Pihak berelasi
       PT Kukuh Mandiri Lestari                             120.000
       PT Trisula Indah Lestari                              30.000
       PT Bumindo Mekar Wibawa                                  995
     Sub-jumlah                                             150.995
     Utang - Pihak ketiga
     PT Geotekindo                                           44.387
     PT Permaisuri Indah Vania                               39.705
     PT Naga Surya Indah                                     23.847
     PT Pancur Gading Sejahtera                              17.458
     PT Multi Pembangunan Usahajaya                           9.300
     PT Hai Yin                                               9.123
     PT Geostructure Dynamics                                 6.151
     PT Prabu Maju Sukses Mandiri                             3.923
     PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                            3.600
     PT Gemilang Karunia Tama                                 3.487
     PT Bangun Karya Persada Nusantara                        3.353
     PT Ikagriya Darmapersada                                 3.326
     PT Prima Maju Jaya                                       2.877
     PT Karya Majujaya Perkasa                                1.834
     PT Multi Anugerah Swadaya                                1.300
     PT Inova Mitra Alam Hijau                                1.231
     PT Waskita Beton Precast Tbk                             1.128
     Lain-lain (saldo dibawah Rp 1.000.000)                   5.189
     Sub-jumlah                                             181.219
     Jumlah                                                 332.214




                                         151
Page 153
III.J.   Analisis atas Laporan Penilaian 100,00% Saham BMW

         KR, KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162
         tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar
         modal di OJK dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal
         dari OJK No. STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023 (penilai bisnis), telah ditunjuk
         oleh manajemen Perseroan sebagai penilai independen sesuai dengan surat
         penugasan No. KR/230412-001 tanggal 12 April 2023 yang telah disetujui oleh
         manajemen Perseroan untuk memberikan pendapat sebagai penilai
         independen atas nilai pasar 100,00% saham BMW. Hasil penilaian atas
         100,00% saham BMW tersebut tertuang dalam laporan penilaian 100,00%
         saham BMW dengan No. 00096/2.0162-00/BS/05/0153/1/VIII/2023 tanggal
         7 Agustus 2023 dengan ringkasan sebagai berikut:

         1. Pihak-pihak yang Bertransaksi

            Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Rencana Penyertaan Saham BMW
            adalah Perseroan dan BMW.

         2. Objek Penilaian

            Objek Penilaian adalah nilai pasar 100,00% saham BMW.

         3. Tujuan Penilaian

            Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat
            independen tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam
            mata uang Rupiah dan/atau ekuivalensinya pada tanggal 30 Juni 2023.

         4. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas

            Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
            umum bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang
            berlaku sampai dengan tanggal penerbitan laporan penilaian ini.

            Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode penyesuaian
            aset bersih didasarkan pada laporan keuangan BMW yang telah diaudit.
            Kami telah melakukan penyesuaian atas laporan keuangan tersebut agar
            dapat mencerminkan nilai pasarnya. Kami bertanggung jawab atas
            pelaksanaan penilaian berdasarkan kinerja historis BMW dan informasi
            manajemen BMW terhadap laporan keuangan BMW tersebut. Kami juga
            bertanggung jawab atas laporan penilaian BMW dan kesimpulan nilai akhir.




                                       152
Page 154
Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua
kondisi dan kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari
tanggal penilaian sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian
tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap
asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian. Kami tidak bertanggung
jawab untuk menegaskan 153embali atau melengkapi, memutakhirkan
(update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi
serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan
dan informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan
dan BMW atau yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah
benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung jawab
untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi
tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan
dan BMW bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan
informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau
menyesatkan.

Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan
informasi sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data
dan informasi tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir pendapat kami
secara material. Kami tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan
atas penilaian kami maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya, ataupun
pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi
sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan/atau dapat
disalahartikan.

Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-
asumsi yang mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi
sesuai data pasar akan mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena
itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data yang digunakan
dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa perbedaan yang
terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini telah
dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami
tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya
perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya analisis tambahan,
diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan analisis
transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai
dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer
opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat
informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional
Perseroan dan BMW.




                            153
Page 155
   Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak
   merupakan dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu
   penelaahan atau audit, atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas
   informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan
   untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan
   atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum.
   Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum
   BMW berdasarkan anggaran dasar BMW.

5. Metode Penilaian yang Digunakan

   Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah
   metode penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method).

   Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih,
   nilai dari semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan
   menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah
   menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank). Nilai pasar
   keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh dengan menghitung selisih
   antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai
   pasar liabilitas.

   Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling
   sesuai untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh
   pihak manajemen Perseroan dan BMW. Tidak tertutup kemungkinan untuk
   diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat
   memberikan hasil yang berbeda.

6. Kesimpulan Penilaian

   Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami
   terima dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang
   mempengaruhi penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek
   Penilaian pada tanggal 30 Juni 2023 adalah sebesar Rp 90,24 miliar.




                              154
Page 156
III.K.   Analisis atas Laporan Penilaian 100,00% Saham CIS

         KR, KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162
         tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar
         modal di OJK dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal
         dari OJK No. STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023 (penilai bisnis), telah ditunjuk
         oleh manajemen Perseroan sebagai penilai independen sesuai dengan surat
         penugasan No. KR/230412-001 tanggal 12 April 2023 yang telah disetujui oleh
         manajemen Perseroan untuk memberikan pendapat sebagai penilai
         independen atas nilai pasar 100,00% saham CIS. Hasil penilaian atas 100,00%
         saham CIS tersebut tertuang dalam laporan penilaian 100,00% saham CIS
         dengan No. 00097/2.0162-00/BS/05/0153/1/VIII/2023 tanggal 7 Agustus 2023
         dengan ringkasan sebagai berikut:

         1. Pihak-pihak yang Bertransaksi

            Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Rencana Penyertaan Saham CIS
            adalah Perseroan dan CIS.

         2. Objek Penilaian

            Objek Penilaian adalah nilai pasar 100,00% saham CIS.

         3. Tujuan Penilaian

            Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat
            independen tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam
            mata uang Rupiah dan/atau ekuivalensinya pada tanggal 30 Juni 2023.

         4. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas

            Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
            umum bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang
            berlaku sampai dengan tanggal penerbitan laporan penilaian ini.

            Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode penyesuaian
            aset bersih didasarkan pada laporan keuangan CIS yang telah diaudit.
            Kami telah melakukan penyesuaian atas laporan keuangan tersebut agar
            dapat mencerminkan nilai pasarnya. Kami bertanggung jawab atas
            pelaksanaan penilaian berdasarkan kinerja historis CIS dan informasi
            manajemen CIS terhadap laporan keuangan CIS tersebut. Kami juga
            bertanggung jawab atas laporan penilaian CIS dan kesimpulan nilai akhir.




                                       155
Page 157
Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua
kondisi dan kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari
tanggal penilaian sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian
tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap
asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian. Kami tidak bertanggung
jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan
(update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi
serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan
dan informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan
dan CIS atau yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah
benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung jawab
untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi
tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan
dan CIS bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan
informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau
menyesatkan.

Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan
informasi sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data
dan informasi tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir pendapat kami
secara material. Kami tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan
atas penilaian kami maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya, ataupun
pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi
sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan/atau dapat
disalahartikan.

Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-
asumsi yang mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi
sesuai data pasar akan mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena
itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data yang digunakan
dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa perbedaan yang
terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini telah
dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami
tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya
perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya analisis tambahan,
diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan analisis
transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai
dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer
opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat
informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional
Perseroan dan CIS.




                            156
Page 158
   Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak
   merupakan dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu
   penelaahan atau audit, atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas
   informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan
   untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan
   atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum.
   Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum CIS
   berdasarkan anggaran dasar CIS.

5. Metode Penilaian yang Digunakan

   Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah
   metode penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method).

   Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih,
   nilai dari semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan
   menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah
   menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank). Nilai pasar
   keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh dengan menghitung selisih
   antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai
   pasar liabilitas.

   Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling
   sesuai untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh
   pihak manajemen Perseroan dan CIS. Tidak tertutup kemungkinan untuk
   diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat
   memberikan hasil yang berbeda.

6. Kesimpulan Penilaian

   Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami
   terima dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang
   mempengaruhi penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek
   Penilaian pada tanggal 30 Juni 2023 adalah sebesar Rp 8,95 miliar.




                              157
Page 159
III.L.   Analisis atas Laporan Penilaian 100,00% Saham JIS

         KR, KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162
         tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar
         modal di OJK dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal
         dari OJK No. STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023 (penilai bisnis), telah ditunjuk
         oleh manajemen Perseroan sebagai penilai independen sesuai dengan surat
         penugasan No. KR/230412-001 tanggal 12 April 2023 yang telah disetujui oleh
         manajemen Perseroan untuk memberikan pendapat sebagai penilai
         independen atas nilai pasar 100,00% saham JIS. Hasil penilaian atas 100,00%
         saham JIS tersebut tertuang dalam laporan penilaian 100,00% saham JIS
         dengan No. 00098/2.0162-00/BS/05/0153/1/VIII/2023 tanggal 7 Agustus 2023
         dengan ringkasan sebagai berikut:

         1. Pihak-pihak yang Bertransaksi

            Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Rencana Penyertaan Saham JIS
            adalah Perseroan dan JIS.

         2. Objek Penilaian

            Objek Penilaian adalah nilai pasar 100,00% saham JIS.

         3. Tujuan Penilaian

            Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat
            independen tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam
            mata uang Rupiah dan/atau ekuivalensinya pada tanggal 30 Juni 2023.

         4. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas

            Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
            umum bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang
            berlaku sampai dengan tanggal penerbitan laporan penilaian ini.

            Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode penyesuaian
            aset bersih didasarkan pada laporan keuangan JIS yang telah diaudit. Kami
            telah melakukan penyesuaian atas laporan keuangan tersebut agar dapat
            mencerminkan nilai pasarnya. Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan
            penilaian berdasarkan kinerja historis JIS dan informasi manajemen JIS
            terhadap laporan keuangan JIS tersebut. Kami juga bertanggung jawab
            atas laporan penilaian JIS dan kesimpulan nilai akhir.




                                       158
Page 160
Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua
kondisi dan kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari
tanggal penilaian sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian
tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap
asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian. Kami tidak bertanggung
jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan
(update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi
serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan
dan informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan
dan JIS atau yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah
benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung jawab
untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi
tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan
dan JIS bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan
informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau
menyesatkan.

Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan
informasi sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data
dan informasi tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir pendapat kami
secara material. Kami tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan
atas penilaian kami maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya, ataupun
pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi
sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan/atau dapat
disalahartikan.

Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-
asumsi yang mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi
sesuai data pasar akan mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena
itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data yang digunakan
dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa perbedaan yang
terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini telah
dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami
tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya
perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya analisis tambahan,
diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan analisis
transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai
dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer
opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat
informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional
Perseroan dan JIS.




                            159
Page 161
   Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak
   merupakan dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu
   penelaahan atau audit, atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas
   informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan
   untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan
   atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum.
   Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum JIS
   berdasarkan anggaran dasar JIS.

5. Metode Penilaian yang Digunakan

   Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah
   metode penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method).

   Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih,
   nilai dari semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan
   menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah
   menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank). Nilai pasar
   keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh dengan menghitung selisih
   antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai
   pasar liabilitas.

   Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling
   sesuai untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh
   pihak manajemen Perseroan dan JIS. Tidak tertutup kemungkinan untuk
   diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat
   memberikan hasil yang berbeda.

6. Kesimpulan Penilaian

   Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami
   terima dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang
   mempengaruhi penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek
   Penilaian pada tanggal 30 Juni 2023 adalah sebesar Rp 103,41 miliar.




                              160
Page 162
III.M.   Analisis atas Laporan Penilaian 100,00% Saham KKU

         KR, KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162
         tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar
         modal di OJK dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal
         dari OJK No. STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023 (penilai bisnis), telah ditunjuk
         oleh manajemen Perseroan sebagai penilai independen sesuai dengan surat
         penugasan No. KR/230412-001 tanggal 12 April 2023 yang telah disetujui oleh
         manajemen Perseroan untuk memberikan pendapat sebagai penilai
         independen atas nilai pasar 100,00% saham KKU. Hasil penilaian atas
         100,00% saham KKU tersebut tertuang dalam laporan penilaian 100,00%
         saham KKU dengan No. 00099/2.0162-00/BS/05/0153/1/VIII/2023 tanggal
         7 Agustus 2023 dengan ringkasan sebagai berikut:

         1. Pihak-pihak yang Bertransaksi

            Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Rencana Penyertaan Saham KKU
            adalah Perseroan dan KKU.

         2. Objek Penilaian

            Objek Penilaian adalah nilai pasar 100,00% saham KKU.

         3. Tujuan Penilaian

            Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat
            independen tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam
            mata uang Rupiah dan/atau ekuivalensinya pada tanggal 30 Juni 2023.

         4. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas

            Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
            umum bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang
            berlaku sampai dengan tanggal penerbitan laporan penilaian ini.

            Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode penyesuaian
            aset bersih didasarkan pada laporan keuangan KKU yang telah diaudit.
            Kami telah melakukan penyesuaian atas laporan keuangan tersebut agar
            dapat mencerminkan nilai pasarnya. Kami bertanggung jawab atas
            pelaksanaan penilaian berdasarkan kinerja historis KKU dan informasi
            manajemen KKU terhadap laporan keuangan KKU tersebut. Kami juga
            bertanggung jawab atas laporan penilaian KKU dan kesimpulan nilai akhir.




                                       161
Page 163
Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua
kondisi dan kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari
tanggal penilaian sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian
tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap
asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian. Kami tidak bertanggung
jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan
(update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi
serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan
dan informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan
dan KKU atau yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah
benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung jawab
untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi
tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan
dan KKU bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan
informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau
menyesatkan.

Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan
informasi sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data
dan informasi tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir pendapat kami
secara material. Kami tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan
atas penilaian kami maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya, ataupun
pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi
sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan/atau dapat
disalahartikan.

Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-
asumsi yang mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi
sesuai data pasar akan mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena
itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data yang digunakan
dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa perbedaan yang
terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini telah
dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami
tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya
perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya analisis tambahan,
diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan analisis
transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai
dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer
opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat
informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional
Perseroan dan KKU.




                            162
Page 164
   Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak
   merupakan dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu
   penelaahan atau audit, atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas
   informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan
   untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan
   atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum.
   Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum KKU
   berdasarkan anggaran dasar KKU.

5. Metode Penilaian yang Digunakan

   Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah
   metode penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method).

   Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih,
   nilai dari semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan
   menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah
   menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank). Nilai pasar
   keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh dengan menghitung selisih
   antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai
   pasar liabilitas.

   Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling
   sesuai untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh
   pihak manajemen Perseroan dan KKU. Tidak tertutup kemungkinan untuk
   diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat
   memberikan hasil yang berbeda.

6. Kesimpulan Penilaian

   Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami
   terima dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang
   mempengaruhi penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek
   Penilaian pada tanggal 30 Juni 2023 adalah sebesar Rp 11,74 miliar.




                              163
Page 165
III.N.   Analisis atas Laporan Penilaian 100,00% Saham KUS

         KR, KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162
         tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar
         modal di OJK dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal
         dari OJK No. STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023 (penilai bisnis), telah ditunjuk
         oleh manajemen Perseroan sebagai penilai independen sesuai dengan surat
         penugasan No. KR/230412-001 tanggal 12 April 2023 yang telah disetujui oleh
         manajemen Perseroan untuk memberikan pendapat sebagai penilai
         independen atas nilai pasar 100,00% saham KUS. Hasil penilaian atas
         100,00% saham KUS tersebut tertuang dalam laporan penilaian 100,00%
         saham KUS dengan No. 00100/2.0162-00/BS/05/0153/1/VIII/2023 tanggal
         7 Agustus 2023 dengan ringkasan sebagai berikut:

         1. Pihak-pihak yang Bertransaksi

            Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Rencana Penyertaan Saham KUS
            adalah Perseroan dan KUS.

         2. Objek Penilaian

            Objek Penilaian adalah nilai pasar 100,00% saham KUS.

         3. Tujuan Penilaian

            Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat
            independen tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam
            mata uang Rupiah dan/atau ekuivalensinya pada tanggal 30 Juni 2023.

         4. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas

            Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
            umum bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang
            berlaku sampai dengan tanggal penerbitan laporan penilaian ini.

            Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode penyesuaian
            aset bersih didasarkan pada laporan keuangan KUS yang telah diaudit.
            Kami telah melakukan penyesuaian atas laporan keuangan tersebut agar
            dapat mencerminkan nilai pasarnya. Kami bertanggung jawab atas
            pelaksanaan penilaian berdasarkan kinerja historis KUS dan informasi
            manajemen KUS terhadap laporan keuangan KUS tersebut. Kami juga
            bertanggung jawab atas laporan penilaian KUS dan kesimpulan nilai akhir.




                                       164
Page 166
Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua
kondisi dan kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari
tanggal penilaian sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian
tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap
asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian. Kami tidak bertanggung
jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan
(update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi
serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan
dan informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan
dan KUS atau yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah
benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung jawab
untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi
tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan
dan KUS bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan
informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau
menyesatkan.

Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan
informasi sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data
dan informasi tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir pendapat kami
secara material. Kami tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan
atas penilaian kami maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya, ataupun
pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi
sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan/atau dapat
disalahartikan.

Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-
asumsi yang mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi
sesuai data pasar akan mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena
itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data yang digunakan
dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa perbedaan yang
terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini telah
dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami
tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya
perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya analisis tambahan,
diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan analisis
transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai
dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer
opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat
informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional
Perseroan dan KUS.




                            165
Page 167
   Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak
   merupakan dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu
   penelaahan atau audit, atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas
   informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan
   untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan
   atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum.
   Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum KUS
   berdasarkan anggaran dasar KUS.

5. Metode Penilaian yang Digunakan

   Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah
   metode penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method).

   Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih,
   nilai dari semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan
   menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah
   menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank). Nilai pasar
   keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh dengan menghitung selisih
   antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai
   pasar liabilitas.

   Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling
   sesuai untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh
   pihak manajemen Perseroan dan KUS. Tidak tertutup kemungkinan untuk
   diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat
   memberikan hasil yang berbeda.

6. Kesimpulan Penilaian

   Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami
   terima dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang
   mempengaruhi penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek
   Penilaian pada tanggal 30 Juni 2023 adalah sebesar Rp 15,03 miliar.




                              166
Page 168
III.O.   Analisis atas Laporan Penilaian 100,00% Saham SCU

         KR, KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162
         tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar
         modal di OJK dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal
         dari OJK No. STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023 (penilai bisnis), telah ditunjuk
         oleh manajemen Perseroan sebagai penilai independen sesuai dengan surat
         penugasan No. KR/230412-001 tanggal 12 April 2023 yang telah disetujui oleh
         manajemen Perseroan untuk memberikan pendapat sebagai penilai
         independen atas nilai pasar 100,00% saham SCU. Hasil penilaian atas
         100,00% saham SCU tersebut tertuang dalam laporan penilaian 100,00%
         saham SCU dengan No. 00101/2.0162-00/BS/05/0153/1/VIII/2023 tanggal
         7 Agustus 2023 dengan ringkasan sebagai berikut:

         1. Pihak-pihak yang Bertransaksi

            Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Rencana Penyertaan Saham SCU
            adalah Perseroan dan SCU.

         2. Objek Penilaian

            Objek Penilaian adalah nilai pasar 100,00% saham SCU.

         3. Tujuan Penilaian

            Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat
            independen tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam
            mata uang Rupiah dan/atau ekuivalensinya pada tanggal 30 Juni 2023.

         4. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas

            Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
            umum bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang
            berlaku sampai dengan tanggal penerbitan laporan penilaian ini.

            Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode penyesuaian
            aset bersih didasarkan pada laporan keuangan SCU yang telah diaudit.
            Kami telah melakukan penyesuaian atas laporan keuangan tersebut agar
            dapat mencerminkan nilai pasarnya. Kami bertanggung jawab atas
            pelaksanaan penilaian berdasarkan kinerja historis SCU dan informasi
            manajemen SCU terhadap laporan keuangan SCU tersebut. Kami juga
            bertanggung jawab atas laporan penilaian SCU dan kesimpulan nilai akhir.




                                       167
Page 169
Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua
kondisi dan kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari
tanggal penilaian sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian
tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap
asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian. Kami tidak bertanggung
jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan
(update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi
serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan
dan informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan
dan SCU atau yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah
benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung jawab
untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi
tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan
dan SCU bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan
informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau
menyesatkan.

Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan
informasi sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data
dan informasi tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir pendapat kami
secara material. Kami tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan
atas penilaian kami maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya, ataupun
pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi
sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan/atau dapat
disalahartikan.

Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-
asumsi yang mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi
sesuai data pasar akan mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena
itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data yang digunakan
dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa perbedaan yang
terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini telah
dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami
tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya
perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya analisis tambahan,
diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan analisis
transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai
dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer
opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat
informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional
Perseroan dan SCU.




                            168
Page 170
   Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak
   merupakan dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu
   penelaahan atau audit, atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas
   informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan
   untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan
   atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum.
   Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum SCU
   berdasarkan anggaran dasar SCU.

5. Metode Penilaian yang Digunakan

   Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah
   metode penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method).

   Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih,
   nilai dari semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan
   menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah
   menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank). Nilai pasar
   keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh dengan menghitung selisih
   antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai
   pasar liabilitas.

   Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling
   sesuai untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh
   pihak manajemen Perseroan dan SCU. Tidak tertutup kemungkinan untuk
   diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat
   memberikan hasil yang berbeda.

6. Kesimpulan Penilaian

   Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami
   terima dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang
   mempengaruhi penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek
   Penilaian pada tanggal 30 Juni 2023 adalah sebesar Rp 33,25 miliar.




                              169
Page 171
III.P.   Analisis atas Laporan Penilaian 100,00% Saham SHM

         KR, KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162
         tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar
         modal di OJK dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal
         dari OJK No. STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023 (penilai bisnis), telah ditunjuk
         oleh manajemen Perseroan sebagai penilai independen sesuai dengan surat
         penugasan No. KR/230412-001 tanggal 12 April 2023 yang telah disetujui oleh
         manajemen Perseroan untuk memberikan pendapat sebagai penilai
         independen atas nilai pasar 100,00% saham SHM. Hasil penilaian atas
         100,00% saham SHM tersebut tertuang dalam laporan penilaian 100,00%
         saham SHM dengan No. 00096/2.0162-00/BS/05/0153/1/VIII/2023 tanggal
         7 Agustus 2023 dengan ringkasan sebagai berikut:

         1. Pihak-pihak yang Bertransaksi

            Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Rencana Penyertaan Saham SHM
            adalah Perseroan dan SHM.

         2. Objek Penilaian

            Objek Penilaian adalah nilai pasar 100,00% saham SHM.

         3. Tujuan Penilaian

            Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat
            independen tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam
            mata uang Rupiah dan/atau ekuivalensinya pada tanggal 30 Juni 2023.

         4. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas

            Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
            umum bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang
            berlaku sampai dengan tanggal penerbitan laporan penilaian ini.

            Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode penyesuaian
            aset bersih didasarkan pada laporan keuangan SHM yang telah diaudit.
            Kami telah melakukan penyesuaian atas laporan keuangan tersebut agar
            dapat mencerminkan nilai pasarnya. Kami bertanggung jawab atas
            pelaksanaan penilaian berdasarkan kinerja historis SHM dan informasi
            manajemen SHM terhadap laporan keuangan SHM tersebut. Kami juga
            bertanggung jawab atas laporan penilaian SHM dan kesimpulan nilai akhir.




                                       170
Page 172
Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua
kondisi dan kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari
tanggal penilaian sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian
tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap
asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian. Kami tidak bertanggung
jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan
(update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi
serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan
dan informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan
dan SHM atau yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah
benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung jawab
untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi
tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan
dan SHM bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan
informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau
menyesatkan.

Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan
informasi sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data
dan informasi tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir pendapat kami
secara material. Kami tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan
atas penilaian kami maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya, ataupun
pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi
sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan/atau dapat
disalahartikan.

Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-
asumsi yang mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi
sesuai data pasar akan mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena
itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data yang digunakan
dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa perbedaan yang
terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini telah
dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami
tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya
perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya analisis tambahan,
diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan analisis
transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai
dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer
opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat
informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional
Perseroan dan SHM.




                            171
Page 173
             Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak
             merupakan dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu
             penelaahan atau audit, atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas
             informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan
             untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan
             atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum.
             Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum SHM
             berdasarkan anggaran dasar SHM.

         5. Metode Penilaian yang Digunakan

             Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah
             metode penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method).

             Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih,
             nilai dari semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan
             menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah
             menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank). Nilai pasar
             keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh dengan menghitung selisih
             antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai
             pasar liabilitas.

             Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling
             sesuai untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh
             pihak manajemen Perseroan dan SHM. Tidak tertutup kemungkinan untuk
             diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat
             memberikan hasil yang berbeda.

         6. Kesimpulan Penilaian

             Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami
             terima dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang
             mempengaruhi penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek
             Penilaian pada tanggal 30 Juni 2023 adalah sebesar Rp 38,34 miliar.

III.Q.   Analisis Inkremental

         Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Rencana Penyertaan Saham ini,
         kami juga melakukan analisis inkremental dengan mempertimbangkan hal-hal
         antara lain sebagai berikut:

         •   Kontribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari transaksi
             yang akan dilakukan, termasuk dampaknya terhadap proyeksi keuangan
             Perseroan;
         •   Biaya atau pendapatan yang relevan;
         •   Informasi non-keuangan yang relevan; dan
         •   Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan
             rencana dan nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.



                                        172
Page 174
III.Q.1.   Kontribusi Nilai Tambah terhadap Perseroan

           Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan untuk
           periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dan untuk
           tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033:

           Sebelum Rencana Transaksi
                                                                                                                (Dalam jutaan Rupiah)
                                                31/12/23       31/12/24       31/12/25       31/12/26       31/12/27      31/12/28
                                 Keterangan
                                               (6 Bulan)      (1 Tahun)      (1 Tahun)      (1 Tahun)      (1 Tahun)     (1 Tahun)
           Pendapatan neto                      2.475.691      4.272.065      6.041.271       4.204.596      3.961.913     3.939.347
           Beban pokok pendapatan                 697.285      1.745.425      1.891.171       1.310.881        903.462       923.899
           Laba bruto                           1.778.407      2.526.640      4.150.099       2.893.715      3.058.451     3.015.448
           Beban usaha                            283.873        544.020        523.936         537.330        539.863       551.456
           Laba usaha                           1.494.533      1.982.620      3.626.163       2.356.385      2.518.588     2.463.992
           Beban lain-lain                        (57.654)       (71.932)       (97.041)        (99.355)       (80.797)      (72.320)
           Laba sebelum pajak penghasilan       1.436.879      1.910.688      3.529.123       2.257.030      2.437.790     2.391.673
           Pajak penghasilan                      (62.518)      (105.884)      (150.084)       (104.137)       (98.038)      (97.440)
           Laba periode/tahun berjalan          1.374.361      1.804.805      3.379.039       2.152.893      2.339.752     2.294.233



                                                                                                 (Dalam jutaan Rupiah)
                                                31/12/29       31/12/30       31/12/31       31/12/32      31/12/33
                                 Keterangan
                                               (1 Tahun)      (1 Tahun)      (1 Tahun)      (1 Tahun)     (1 Tahun)
           Pendapatan neto                      4.525.286      3.383.333      3.705.183       4.270.489     46.632.250
           Beban pokok pendapatan               1.168.981      1.211.504      1.301.478       1.545.439     15.522.660
           Laba bruto                           3.356.305      2.171.829      2.403.705       2.725.050     31.109.590
           Beban usaha                            439.488      1.701.346      1.678.699       1.619.300        684.448
           Laba usaha                           2.916.817        470.483        725.006       1.105.750     30.425.142
           Beban lain-lain                        (44.560)       (14.796)        (2.337)           (532)          (150)
           Laba sebelum pajak penghasilan       2.872.257        455.687        722.669       1.105.218     30.424.992
           Pajak penghasilan                     (112.053)       (83.467)       (91.476)       (105.568)    (1.164.579)
           Laba periode/tahun berjalan          2.760.204        372.220        631.193        999.650      29.260.413




           Setelah Rencana Transaksi
                                                                                                                (Dalam jutaan Rupiah)
                                                31/12/23       31/12/24       31/12/25       31/12/26       31/12/27      31/12/28
                                 Keterangan
                                               (6 Bulan)      (1 Tahun)      (1 Tahun)      (1 Tahun)      (1 Tahun)     (1 Tahun)
           Pendapatan neto                       2.769.947      5.772.042      8.816.729      7.931.005      8.693.653      9.147.254
           Beban pokok pendapatan                  845.894      2.556.532      3.339.819      3.035.215      2.791.811      2.905.983
           Laba bruto                            1.924.053      3.215.510      5.476.909      4.895.790      5.901.842      6.241.271
           Beban usaha                             615.290      1.363.566      1.372.836      1.873.596      2.364.894      2.721.502
           Laba usaha                            1.308.763      1.851.944      4.104.074      3.022.194      3.536.949      3.519.768
           Beban lain-lain                        (156.345)      (235.086)      (298.328)      (291.625)      (223.449)      (168.148)
           Laba sebelum pajak penghasilan        1.152.418      1.616.858      3.805.745      2.730.569      3.313.500      3.351.620
           Pajak penghasilan                       (69.874)      (143.383)      (219.470)      (197.297)      (216.331)      (227.637)
           Laba periode/tahun berjalan           1.082.544      1.473.475      3.586.275      2.533.272      3.097.169      3.123.983




                                              173
Page 175
                                                                                   (Dalam jutaan Rupiah)
                                     31/12/29      31/12/30      31/12/31      31/12/32      31/12/33
                      Keterangan
                                    (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
Pendapatan neto                     10.523.354    13.701.381    13.451.945     22.962.200    101.376.476
Beban pokok pendapatan               3.663.198     5.164.811     4.990.694      7.936.638     29.882.368
Laba bruto                           6.860.156     8.536.570     8.461.251     15.025.563     71.494.107
Beban usaha                          2.835.473     3.821.438     3.489.716      2.640.587      5.215.012
Laba usaha                           4.024.683     4.715.132     4.971.535     12.384.976     66.279.095
Beban lain-lain                       (119.362)      (45.980)       (3.928)        (1.072)          (305)
Laba sebelum pajak penghasilan       3.905.322     4.669.152     4.967.607     12.383.904     66.278.791
Pajak penghasilan                     (262.005)     (341.419)     (335.145)      (572.861)    (2.533.185)
Laba periode/tahun berjalan          3.643.317     4.327.733     4.632.462     11.811.043     63.745.606




Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah pendapatan neto dan
laba periode/tahun berjalan Perseroan sebelum Rencana Transaksi
masing-masing adalah sebesar Rp 84,41 triliun dan Rp 47,37 triliun.

Selanjutnya, proyeksi jumlah pendapatan neto dan laba periode/tahun berjalan
Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar
Rp 205,15 triliun dan Rp 103,06 triliun.

Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif
tersebut di atas, setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan
berpotensi memperoleh tambahan laba periode/tahun berjalan untuk periode
enam bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033, sehingga
diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan Perseroan pada masa yang
akan datang.




                                   174
Page 176
III.Q.2.         Biaya atau Pendapatan yang Relevan

                 Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, tidak
                 terdapat biaya atau pendapatan yang relevan yang signifikan terkait dengan
                 Rencana Transaksi, selain yang telah diungkapkan dalam Laporan Pendapat
                 Kewajaran.

III.Q.3.         Informasi Non-Keuangan yang Relevan

III.Q.3.a.       Informasi Non-Keuangan yang Relevan - BMW

III.Q.3.a.i.     Produk yang dihasilkan

                 Ruang lingkup kegiatan usaha BMW adalah bergerak dalam bidang real estat
                 yang dimiliki sendiri atau disewa dan kawasan industri. Dengan demikian,
                 produk yang dihasilkan oleh BMW adalah sebagai berikut:

                 •   Rumah residensial;
                 •   Rukan; dan
                 •   Kavling komersial.

III.E.3.a.ii.    Pasar Geografis

                 Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pasar geografis BMW meliputi wilayah
                 Tangerang.

III.E.3.a.iii.   Pesaing Usaha

                 Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pesaing usaha BMW adalah sebagai
                 berikut:

                 •   PT Bumi Serpong Damai Tbk;
                 •   PT. Ciputra Development Tbk;
                 •   PT. Sinarmas Land Tbk;
                 •   PT. Summarecon Agung Tbk;
                 •   PT. Lippo Karawaci Group Tbk; dan
                 •   PT. Alam Sutra Realty Tbk.




                                              175
Page 177
III.E.3.a.iv. Strategi dan Rencana Masa Depan (Business Plan)

                Dalam menjalankan kegiatan usahanya, strategi dan rencana masa depan
                BMW adalah sebagai berikut:

                •   Memanfaatkan digital platform khususnya untuk product knowledge,
                    sehingga memberikan gambaran yang terinci terkait dengan produk yang
                    dijual serta dengan semua spesifikasinya dimana, hal tersebut bertujuan
                    untuk memudahkan para konsumen dalam memilih produk yang tepat
                    sebelum melakukan pembelian;
                •   Memberikan penawaran penjualan dengan berbagai promo seperti
                    menawarkan program pembayaran yang menarik, memberikan diskon
                    khusus, dan memberikan bonus atas penjualan;
                •   Melakukan survei kepuasan konsumen dan kebutuhan pasar secara
                    berkala agar selalu terdepan dalam memberikan pelayanan maupun
                    menyediakan produk;
                •   Menjalin kerjasama dengan pihak perbankan dalam rangka memberikan
                    kemudahan dan kenyamanan bertransaksi bagi pelanggan serta
                    bekerjasama dengan vendor terkemuka untuk menjaga mutu produk;
                •   Menjaga nama baik perusahaan agar nilai investasi produk selalu terjaga
                    dan meningkat; dan
                •   Bekerjasama dengan para pelaku usaha di kawasan proyek untuk turut
                    serta menggerakkan roda perekonomian negara.

III.Q.3.b.      Informasi Non-Keuangan yang Relevan - CIS

III.Q.3.b.i.    Produk yang dihasilkan

                Ruang lingkup kegiatan usaha CIS adalah bergerak dalam bidang real estat
                yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian, penjualan,
                persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri maupun
                disewa. Dengan demikian, produk yang dihasilkan oleh CIS adalah sebagai
                berikut:

                •   Kavling Komersial; dan
                •   Rumah Residensial.

III.E.3.b.ii.   Pasar Geografis

                Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pasar geografis CIS meliputi wilayah
                Tangerang.




                                              176
Page 178
III.E.3.b.iii.   Pesaing Usaha

                 Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pesaing usaha CIS adalah sebagai
                 berikut:

                 •   PT Bumi Serpong Damai Tbk;
                 •   PT. Ciputra Development Tbk;
                 •   PT. Sinarmas Land Tbk;
                 •   PT. Summarecon Agung Tbk;
                 •   PT. Lippo Karawaci Group Tbk; dan
                 •   PT. Alam Sutra Realty Tbk.

III.E.3.b.iv. Strategi dan Rencana Masa Depan (Business Plan)

                 Dalam menjalankan kegiatan usahanya, strategi dan rencana masa depan CIS
                 adalah sebagai berikut:

                 •   Memanfaatkan digital platform khususnya untuk product knowledge,
                     sehingga memberikan gambaran yang terinci terkait dengan produk yang
                     dijual serta dengan semua spesifikasinya dimana, hal tersebut bertujuan
                     untuk memudahkan para konsumen dalam memilih produk yang tepat
                     sebelum melakukan pembelian;
                 •   Memberikan penawaran penjualan dengan berbagai promo seperti
                     menawarkan program pembayaran yang menarik, memberikan diskon
                     khusus, dan memberikan bonus atas penjualan;
                 •   Melakukan survei kepuasan konsumen dan kebutuhan pasar secara
                     berkala agar selalu terdepan dalam memberikan pelayanan maupun
                     menyediakan produk;
                 •   Menjalin kerjasama dengan pihak perbankan dalam rangka memberikan
                     kemudahan dan kenyamanan bertransaksi bagi pelanggan serta
                     bekerjasama dengan vendor terkemuka untuk menjaga mutu produk;
                 •   Menjaga nama baik perusahaan agar nilai investasi produk selalu terjaga
                     dan meningkat; dan
                 •   Bekerjasama dengan para pelaku usaha di kawasan proyek untuk turut
                     serta menggerakkan roda perekonomian negara.




                                              177
Page 179
III.Q.3.c.       Informasi Non-Keuangan yang Relevan - JIS

III.Q.3.c.i.     Produk yang dihasilkan

                 Ruang lingkup kegiatan usaha JIS adalah bergerak dalam bidang real estat
                 yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian, penjualan,
                 persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri maupun
                 disewa. Dengan demikian, produk yang dihasilkan oleh JIS adalah sebagai
                 berikut:

                 •   Kavling komersial; dan
                 •   Lahan yang akan disewakan.

III.E.3.c.ii.    Pasar Geografis

                 Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pasar geografis JIS meliputi wilayah
                 Tangerang.

III.E.3.c.iii.   Pesaing Usaha

                 Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pesaing usaha JIS adalah sebagai
                 berikut:

                 •   PT Bumi Serpong Damai Tbk;
                 •   PT. Ciputra Development Tbk;
                 •   PT. Sinarmas Land Tbk;
                 •   PT. Summarecon Agung Tbk;
                 •   PT. Lippo Karawaci Group Tbk; dan
                 •   PT. Alam Sutra Realty Tbk.




                                              178
Page 180
III.E.3.c.iv.   Strategi dan Rencana Masa Depan (Business Plan)

                Dalam menjalankan kegiatan usahanya, strategi dan rencana masa depan JIS
                adalah sebagai berikut:

                •   Memanfaatkan digital platform khususnya untuk product knowledge,
                    sehingga memberikan gambaran yang terinci terkait dengan produk yang
                    dijual serta dengan semua spesifikasinya dimana, hal tersebut bertujuan
                    untuk memudahkan para konsumen dalam memilih produk yang tepat
                    sebelum melakukan pembelian;
                •   Memberikan penawaran penjualan dengan berbagai promo seperti
                    menawarkan program pembayaran yang menarik, memberikan diskon
                    khusus, dan memberikan bonus atas penjualan;
                •   Melakukan survei kepuasan konsumen dan kebutuhan pasar secara
                    berkala agar selalu terdepan dalam memberikan pelayanan maupun
                    menyediakan produk;
                •   Menjalin kerjasama dengan pihak perbankan dalam rangka memberikan
                    kemudahan dan kenyamanan bertransaksi bagi pelanggan serta
                    bekerjasama dengan vendor terkemuka untuk menjaga mutu produk;
                •   Menjaga nama baik perusahaan agar nilai investasi produk selalu terjaga
                    dan meningkat; dan
                •   Bekerjasama dengan para pelaku usaha di kawasan proyek untuk turut
                    serta menggerakkan roda perekonomian negara.

III.Q.3.d.      Informasi Non-Keuangan yang Relevan - KKU

III.Q.3.d.i.    Produk yang dihasilkan

                Ruang lingkup kegiatan usaha KKU adalah bergerak dalam bidang real estat
                yang dimiliki sendiri atau disewa. Dengan demikian, produk yang dihasilkan
                oleh KKU adalah rumah residential.

III.E.3.d.ii.   Pasar Geografis

                Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pasar geografis KKU meliputi wilayah
                Tangerang.




                                             179
Page 181
III.E.3.d.iii.   Pesaing Usaha

                 Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pesaing usaha KKU adalah sebagai
                 berikut:

                 •   PT Bumi Serpong Damai Tbk;
                 •   PT. Ciputra Development Tbk;
                 •   PT. Sinarmas Land Tbk;
                 •   PT. Summarecon Agung Tbk;
                 •   PT. Lippo Karawaci Group Tbk; dan
                 •   PT. Alam Sutra Realty Tbk.

III.E.3.d.iv. Strategi dan Rencana Masa Depan (Business Plan)

                 Dalam menjalankan kegiatan usahanya, strategi dan rencana masa depan KKU
                 adalah sebagai berikut:

                 •   Memanfaatkan digital platform khususnya untuk product knowledge,
                     sehingga memberikan gambaran yang terinci terkait dengan produk yang
                     dijual serta dengan semua spesifikasinya dimana, hal tersebut bertujuan
                     untuk memudahkan para konsumen dalam memilih produk yang tepat
                     sebelum melakukan pembelian;
                 •   Memberikan penawaran penjualan dengan berbagai promo seperti
                     menawarkan program pembayaran yang menarik, memberikan diskon
                     khusus, dan memberikan bonus atas penjualan;
                 •   Melakukan survei kepuasan konsumen dan kebutuhan pasar secara
                     berkala agar selalu terdepan dalam memberikan pelayanan maupun
                     menyediakan produk;
                 •   Menjalin kerjasama dengan pihak perbankan dalam rangka memberikan
                     kemudahan dan kenyamanan bertransaksi bagi pelanggan serta
                     bekerjasama dengan vendor terkemuka untuk menjaga mutu produk;
                 •   Menjaga nama baik perusahaan agar nilai investasi produk selalu terjaga
                     dan meningkat; dan
                 •   Bekerjasama dengan para pelaku usaha di kawasan proyek untuk turut
                     serta menggerakkan roda perekonomian negara.




                                              180
Page 182
III.Q.3.e.       Informasi Non-Keuangan yang Relevan - KUS

III.Q.3.e.i.     Produk yang dihasilkan

                 Ruang lingkup kegiatan usaha KUS adalah bergerak dalam bidang real estat
                 yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian, penjualan,
                 persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri maupun
                 disewa. Dengan demikian, produk yang dihasilkan oleh KUS adalah kavling
                 residential.

III.E.3.e.ii.    Pasar Geografis

                 Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pasar geografis KUS meliputi wilayah
                 Tangerang.

III.E.3.e.iii.   Pesaing Usaha

                 Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pesaing usaha KUS adalah sebagai
                 berikut:

                 •   PT Bumi Serpong Damai Tbk;
                 •   PT. Ciputra Development Tbk;
                 •   PT. Sinarmas Land Tbk;
                 •   PT. Summarecon Agung Tbk;
                 •   PT. Lippo Karawaci Group Tbk; dan
                 •   PT. Alam Sutra Realty Tbk.




                                              181
Page 183
III.E.3.e.iv. Strategi dan Rencana Masa Depan (Business Plan)

                Dalam menjalankan kegiatan usahanya, strategi dan rencana masa depan KUS
                adalah sebagai berikut:

                •   Memanfaatkan digital platform khususnya untuk product knowledge,
                    sehingga memberikan gambaran yang terinci terkait dengan produk yang
                    dijual serta dengan semua spesifikasinya dimana, hal tersebut bertujuan
                    untuk memudahkan para konsumen dalam memilih produk yang tepat
                    sebelum melakukan pembelian;
                •   Memberikan penawaran penjualan dengan berbagai promo seperti
                    menawarkan program pembayaran yang menarik, memberikan diskon
                    khusus, dan memberikan bonus atas penjualan;
                •   Melakukan survei kepuasan konsumen dan kebutuhan pasar secara
                    berkala agar selalu terdepan dalam memberikan pelayanan maupun
                    menyediakan produk;
                •   Menjalin kerjasama dengan pihak perbankan dalam rangka memberikan
                    kemudahan dan kenyamanan bertransaksi bagi pelanggan serta
                    bekerjasama dengan vendor terkemuka untuk menjaga mutu produk;
                •   Menjaga nama baik perusahaan agar nilai investasi produk selalu terjaga
                    dan meningkat; dan
                •   Bekerjasama dengan para pelaku usaha di kawasan proyek untuk turut
                    serta menggerakkan roda perekonomian negara.

III.Q.3.f.      Informasi Non-Keuangan yang Relevan - SCU

III.Q.3.f.i.    Produk yang dihasilkan

                Ruang lingkup kegiatan usaha SCU adalah bergerak dalam bidang real estat
                yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian, penjualan,
                persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri maupun
                disewa. Dengan demikian, produk yang dihasilkan oleh SCU adalah sebagai
                berikut:

                •   Kavling komersial; dan
                •   Rumah residential.

III.E.3.f.ii.   Pasar Geografis

                Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pasar geografis SCU meliputi wilayah
                Tangerang.




                                             182
Page 184
III.E.3.f.iii.   Pesaing Usaha

                 Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pesaing usaha SCU adalah sebagai
                 berikut:

                 •   PT Bumi Serpong Damai Tbk;
                 •   PT. Ciputra Development Tbk;
                 •   PT. Sinarmas Land Tbk;
                 •   PT. Summarecon Agung Tbk;
                 •   PT. Lippo Karawaci Group Tbk; dan
                 •   PT. Alam Sutra Realty Tbk.

III.E.3.f.iv.    Strategi dan Rencana Masa Depan (Business Plan)

                 Dalam menjalankan kegiatan usahanya, strategi dan rencana masa depan
                 SCU adalah sebagai berikut:

                 •   Memanfaatkan digital platform khususnya untuk product knowledge,
                     sehingga memberikan gambaran yang terinci terkait dengan produk yang
                     dijual serta dengan semua spesifikasinya dimana, hal tersebut bertujuan
                     untuk memudahkan para konsumen dalam memilih produk yang tepat
                     sebelum melakukan pembelian;
                 •   Memberikan penawaran penjualan dengan berbagai promo seperti
                     menawarkan program pembayaran yang menarik, memberikan diskon
                     khusus, dan memberikan bonus atas penjualan;
                 •   Melakukan survei kepuasan konsumen dan kebutuhan pasar secara
                     berkala agar selalu terdepan dalam memberikan pelayanan maupun
                     menyediakan produk;
                 •   Menjalin kerjasama dengan pihak perbankan dalam rangka memberikan
                     kemudahan dan kenyamanan bertransaksi bagi pelanggan serta
                     bekerjasama dengan vendor terkemuka untuk menjaga mutu produk;
                 •   Menjaga nama baik perusahaan agar nilai investasi produk selalu terjaga
                     dan meningkat; dan
                 •   Bekerjasama dengan para pelaku usaha di kawasan proyek untuk turut
                     serta menggerakkan roda perekonomian negara.




                                              183
Page 185
III.Q.3.g.       Informasi Non-Keuangan yang Relevan - SHM

III.Q.3.g.i.     Produk yang dihasilkan

                 Ruang lingkup kegiatan usaha SHM adalah bergerak dalam bidang real estat
                 yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup usaha pembelian, penjualan,
                 persewaan, dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri maupun
                 disewa. Dengan demikian, produk yang dihasilkan oleh SHM adalah sebagai
                 berikut:

                 •   Kavling Komersial;
                 •   Ruko/Rukan;
                 •   SOHO;
                 •   Rumah Residensial.

III.E.3.g.ii.    Pasar Geografis

                 Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pasar geografis SHM meliputi wilayah
                 Tangerang.

III.E.3.g.iii.   Pesaing Usaha

                 Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pesaing usaha SHM adalah sebagai
                 berikut:

                 •   PT Bumi Serpong Damai Tbk;
                 •   PT Ciputra Development Tbk;
                 •   PT Sinarmas Land Tbk;
                 •   PT Summarecon Agung Tbk;
                 •   PT Lippo Karawaci Group Tbk; dan
                 •   PT Alam Sutra Realty Tbk.




                                              184
Page 186
III.E.3.g.iv. Strategi dan Rencana Masa Depan (Business Plan)

             Dalam menjalankan kegiatan usahanya, strategi dan rencana masa depan
             SHM adalah sebagai berikut:

             •   Memanfaatkan digital platform khususnya untuk product knowledge,
                 sehingga memberikan gambaran yang terinci terkait dengan produk yang
                 dijual serta dengan semua spesifikasinya dimana, hal tersebut bertujuan
                 untuk memudahkan para konsumen dalam memilih produk yang tepat
                 sebelum melakukan pembelian;
             •   Memberikan penawaran penjualan dengan berbagai promo seperti
                 menawarkan program pembayaran yang menarik, memberikan diskon
                 khusus, dan memberikan bonus atas penjualan;
             •   Melakukan survei kepuasan konsumen dan kebutuhan pasar secara
                 berkala agar selalu terdepan dalam memberikan pelayanan maupun
                 menyediakan produk;
             •   Menjalin kerjasama dengan pihak perbankan dalam rangka memberikan
                 kemudahan dan kenyamanan bertransaksi bagi pelanggan serta
                 bekerjasama dengan vendor terkemuka untuk menjaga mutu produk;
             •   Menjaga nama baik perusahaan agar nilai investasi produk selalu terjaga
                 dan meningkat; dan
             •   Bekerjasama dengan para pelaku usaha di kawasan proyek untuk turut
                 serta menggerakkan roda perekonomian negara.

III.E.3.e.   Prosedur Pengambilan Keputusan atas Rencana Penyertaan Saham

             Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, proses
             pengambilan keputusan atas Rencana Penyertaan Saham telah dilakukan
             melalui proses yang sesuai prosedur internal Perseroan. Setelah menentukan
             rencana atas Rencana Penyertaan Saham, Direktur harus memperoleh
             persetujuan dari Direktur Utama dan Dewan Komisaris. Sebelum Direktur
             mengusulkan usulan rencana atas Rencana Penyertaan Saham, Direktur telah
             melalui tahapan proses analisis internal, sebagaimana konfirmasi dengan
             manajemen Perseroan. Dengan demikian, manajemen telah mengikuti
             prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan rencana
             dan nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.




                                           185
Page 187
IV.   ANALISIS ATAS KEWAJARAN RENCANA PENYERTAAN SAHAM

      Analisis kewajaran Rencana Penyertaan Saham secara lengkap adalah
      sebagai berikut:

      1. Berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh KJPP KR terhadap 100,00%
         saham      BMW       sebagaimana      termuat     dalam     laporannya
         No. 00096/2.0162-00/BS/05/0153/1/VIII/2023 tanggal 7 Agustus 2023, nilai
         pasar 100,00% saham BMW adalah sebesar Rp 90,24 miliar.

         Setelah Rencana Penyertaan Saham BMW menjadi efektif, susunan
         pemegang saham BMW adalah sebagai berikut:
                                                                                                (Dalam Rupiah)
                                                                            Persentase
                            Pemegang Saham              Jumlah Saham                           Jumlah Modal
                                                                           Kepemilikan
          PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk - saham baru          1.435.000             93,49% 717.500.000.000
          PT Agung Sedayu                                        50.000              3,26% 25.000.000.000
          PT Tunas Mekar Jaya                                    50.000              3,26% 25.000.000.000
          Jumlah                                              1.535.000            100,00% 767.500.000.000



         Dengan pertimbangan nilai pasar 100,00% saham BMW adalah sebesar
         Rp 90,24 miliar dan setelah Rencana Transaksi menjadi efektif kepemilikan
         Perseroan atas BMW sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham
         BMW adalah sebesar 93,49%, maka secara teoritis, Perseroan perlu
         melakukan penambaham modal kepada BMW sebesar Rp 1,29 triliun,
         dengan perhitungan sebagai berikut:
                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)

                               Keterangan                Nilai Pasar        Persentase

          Nilai pasar 100,00% saham BMW                          90.241              6,51%
          Rencana Penyertaan Saham BMW                        1.294.963             93,49%
          Nilai pasar 100,00% BMW - setelah
            Rencana Penyertaan Saham                          1.385.205            100,00%



         Dengan demikian, nilai transaksi sebesar Rp 1,27 triliun adalah lebih
         rendah dari nilai pasar 93,49% saham BMW sebesar Rp 1,29 triliun,
         sehingga Perseroan berpotensi membukukan keuntungan. Selisih nilai
         transaksi sebesar 1,93% tersebut telah sesuai dengan POJK 35/2020,
         persentase mana tidak melebihi 7,50% dari nilai pasar 93,49% saham
         BMW sebesar Rp 1,29 triliun.




                                                  186
Page 188
2. Berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh KJPP KR terhadap 100,00%
   saham      CIS      sebagaimana       termuat    dalam      laporannya
   No. 00097/2.0162-00/BS/05/0153/1/VIII/2023 tanggal 7 Agustus 2023, nilai
   pasar 100,00% saham CIS adalah sebesar Rp 8,95 miliar.

   Setelah Rencana Penyertaan Saham menjadi efektif, susunan pemegang
   saham CIS adalah sebagai berikut:
                                                                                            (Dalam Rupiah)
                                                                       Persentase
                       Pemegang Saham              Jumlah Saham                           Jumlah Modal
                                                                      Kepemilikan
    PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk - saham baru             296.000              99,80%    296.000.000.000
    PT Agung Sedayu                                            300               0,10%        300.000.000
    PT Tunas Mekar Jaya                                        300               0,10%        300.000.000
    Jumlah                                                 296.600            100,00%     296.600.000.000



   Dengan pertimbangan nilai pasar 100,00% saham CIS adalah sebesar
   Rp 8,95 miliar dan setelah Rencana Transaksi menjadi efektif kepemilikan
   Perseroan atas CIS sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham CIS
   adalah sebesar 99,80%, maka secara teoritis, peningkatan Perseroan perlu
   melakukan penambahan modal kepada CIS sebesar Rp 4,41 triliun, dengan
   perhitungan sebagai berikut:
                                                                  (Dalam jutaan Rupiah)

                          Keterangan                Nilai Pasar        Persentase

    Nilai pasar 100,00% saham CIS                            8.947              0,20%
    Rencana Penyertaan Saham CIS                         4.413.909             99,80%
    Nilai pasar 100,00% CIS - setelah
      Rencana Penyertaan Saham                           4.422.856            100,00%



   Dengan demikian, nilai transaksi sebesar Rp 4,16 triliun adalah lebih
   rendah dari nilai pasar 99,80% saham CIS sebesar Rp 4,41 triliun,
   sehingga Perseroan berpotensi membukukan keuntungan. Selisih nilai
   transaksi sebesar 5,78% tersebut telah sesuai dengan POJK 35/2020,
   persentase mana tidak melebihi 7,50% dari nilai pasar 99,80% saham CIS
   adalah sebesar Rp 4,41 triliun.




                                             187
Page 189
3. Berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh KJPP KR terhadap 100,00%
   saham      JIS     sebagaimana       termuat     dalam      laporannya
   No. 00098/2.0162-00/BS/05/0153/1/VIII/2023 tanggal 7 Agustus 2023, nilai
   pasar 100,00% saham JIS adalah sebesar Rp 103,41 miliar.

   Setelah Rencana Penyertaan Saham menjadi efektif, susunan pemegang
   saham JIS adalah sebagai berikut:
                                                                                          (Dalam Rupiah)
                                                                      Persentase
                       Pemegang Saham             Jumlah Saham                           Jumlah Modal
                                                                     Kepemilikan
    PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk - saham baru           655.000              92,91% 655.000.000.000
    PT Agung Sedayu                                       25.000               3,55% 25.000.000.000
    PT Tunas Mekar Jaya                                   25.000               3,55% 25.000.000.000
    Jumlah                                               705.000             100,00% 705.000.000.000



   Dengan pertimbangan nilai pasar 100,00% saham JIS adalah sebesar
   Rp 103,41 miliar dan setelah Rencana Transaksi menjadi efektif
   kepemilikan Perseroan atas JIS sehubungan dengan Rencana Penyertaan
   Saham JIS adalah sebesar 92,91%, maka secara teoritis, Perseroan perlu
   melakukan penambahan modal kepada JIS sebesar Rp 1,35 triliun, dengan
   perhitungan sebagai berikut:
                                                                 (Dalam jutaan Rupiah)

                          Keterangan               Nilai Pasar        Persentase

    Nilai pasar 100,00% saham JIS                         103.411              7,09%
    Rencana Penyertaan Saham JIS                        1.354.686             92,91%
    Nilai pasar 100,00% JIS - setelah
      Rencana Penyertaan Saham                          1.458.097            100,00%



   Dengan demikian, nilai transaksi sebesar Rp 1,28 triliun adalah lebih
   rendah dari nilai pasar 92,91% saham JIS sebesar Rp 1,35 triliun, sehingga
   Perseroan berpotensi membukukan keuntungan. Selisih nilai transaksi
   sebesar 5,72% tersebut telah sesuai dengan POJK 35/2020, persentase
   mana tidak melebihi 7,50% dari nilai pasar 92,91% saham JIS adalah
   sebesar Rp 1,35 triliun.




                                            188
Page 190
4. Berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh KJPP KR terhadap 100,00%
   saham KKU sebagaimana termuat dalam laporannya No. 00099/2.0162-
   00/BS/05/0153/1/VIII/2023 tanggal 7 Agustus 2023, nilai pasar 100,00%
   saham KKU adalah sebesar Rp 11,74 miliar.

   Setelah Rencana Penyertaan Saham menjadi efektif, susunan pemegang
   saham KKU adalah sebagai berikut:
                                                                                          (Dalam Rupiah)
                                                                      Persentase
                       Pemegang Saham             Jumlah Saham                           Jumlah Modal
                                                                     Kepemilikan
    Saham biasa seri A
    PT Mandiri Bangun Makmur                              25.000                0,13% 25.000.000.000
    PT Trisula Indah Lestari                              25.000                0,13% 25.000.000.000
    PT Kukuh Mandiri Lestari                             475.000                2,48% 475.000.000.000
    Sub-jumlah                                           525.000                2,75% 525.000.000.000
    Saham biasa seri B
    PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk - saham baru         18.600.000             97,25% 390.600.000.000
    Sub-jumlah                                         18.600.000             97,25% 390.600.000.000
    Jumlah                                             19.125.000            100,00% 915.600.000.000



   Dengan pertimbangan nilai pasar 100,00% saham KKU adalah sebesar
   Rp 11,74 miliar dan setelah Rencana Transaksi menjadi efektif kepemilikan
   Perseroan atas KKU sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham
   KKU adalah sebesar 97,25%, maka secara teoritis, Perseroan perlu
   melakukan penambahan modal kepada KKU sebesar Rp 415,91 miliar,
   dengan perhitungan sebagai berikut:
                                                                 (Dalam jutaan Rupiah)

                          Keterangan               Nilai Pasar        Persentase

    Nilai pasar 100,00% saham KKU                         11.739               2,75%
    Rencana Penyertaan Saham KKU                         415.911              97,25%
    Nilai pasar 100,00% KKU - setelah
      Rencana Penyertaan Saham                           427.651             100,00%



   Dengan demikian, nilai transaksi sebesar Rp 390,60 triliun adalah lebih
   rendah dari nilai pasar 97,25% saham KKU sebesar Rp 415,91 triliun,
   sehingga Perseroan berpotensi membukukan keuntungan. Selisih nilai
   transaksi sebesar 6,09% tersebut telah sesuai dengan POJK 35/2020,
   persentase mana tidak melebihi 7,50% dari nilai pasar 97,25% saham KKU
   adalah sebesar Rp 415,91 miliar.




                                            189
Page 191
5. Berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh KJPP KR terhadap 100,00%
   saham      KUS      sebagaimana       termuat     dalam     laporannya
   No. 00100/2.0162-00/BS/05/0153/1/VIII/2023 tanggal 7 Agustus 2023, nilai
   pasar 100,00% saham KUS adalah sebesar Rp 15,03 miliar.

   Setelah Rencana Penyertaan Saham menjadi efektif, susunan pemegang
   saham KUS adalah sebagai berikut:
                                                                                           (Dalam Rupiah)
                                                                      Persentase
                       Pemegang Saham             Jumlah Saham                           Jumlah Modal
                                                                     Kepemilikan
    PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk - saham baru            70.250              99,15%      70.250.000.000
    PT Agung Sedayu                                          300               0,42%         300.000.000
    PT Tunas Mekar Jaya                                      300               0,42%         300.000.000
    Jumlah                                                70.850             100,00%      70.850.000.000



   Dengan pertimbangan nilai pasar 100,00% saham KUS adalah sebesar
   Rp 15,03 miliar dan setelah Rencana Transaksi menjadi efektif kepemilikan
   Perseroan atas KUS sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham
   KUS adalah sebesar 99,15%, maka secara teoritis, Perseroan perlu
   melakukan penambahan modal kepada KUS sebesar Rp 1,76 triliun,
   dengan perhitungan sebagai berikut:
                                                                 (Dalam jutaan Rupiah)

                          Keterangan               Nilai Pasar        Persentase

    Nilai pasar 100,00% saham KUS                          15.030              0,85%
    Rencana Penyertaan Saham KUS                        1.759.750             99,15%
    Nilai pasar 100,00% KUS - setelah
      Rencana Penyertaan Saham                          1.774.780            100,00%



   Dengan demikian, nilai transaksi sebesar Rp 1,66 triliun adalah lebih
   rendah dari nilai pasar 99,15% saham KUS sebesar Rp 1,76 triliun,
   sehingga Perseroan berpotensi membukukan keuntungan. Selisih nilai
   transaksi sebesar 5,89% tersebut telah sesuai dengan POJK 35/2020,
   persentase mana tidak melebihi 7,50% dari nilai pasar 99,15% saham KUS
   adalah sebesar Rp 1,76 triliun.




                                            190
Page 192
6. Berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh KJPP KR terhadap 100,00%
   saham      SCU      sebagaimana       termuat     dalam     laporannya
   No. 00101/2.0162-00/BS/05/0153/1/VIII/2023 tanggal 7 Agustus 2023, nilai
   pasar 100,00% saham SCU adalah sebesar Rp 33,25 miliar.

   Setelah Rencana Penyertaan Saham menjadi efektif, susunan pemegang
   saham SCU adalah sebagai berikut:
                                                                                          (Dalam Rupiah)
                                                                      Persentase
                       Pemegang Saham             Jumlah Saham                           Jumlah Modal
                                                                     Kepemilikan
    PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk - saham baru           500.000              90,91% 250.000.000.000
    PT Agung Sedayu                                       25.000               4,55% 12.500.000.000
    PT Tunas Mekar Jaya                                   25.000               4,55% 12.500.000.000
    Jumlah                                               550.000             100,00% 275.000.000.000



   Dengan pertimbangan nilai pasar 100,00% saham SCU adalah sebesar
   Rp 33,25 miliar dan setelah Rencana Penyertaan Saham menjadi efektif
   kepemilikan Perseroan atas SCU sehubungan dengan Rencana
   Penyertaan Saham SCU adalah sebesar 90,91%, maka secara teoritis,
   peningkatan modal ditempatkan dan disetor pada SCU yang dilakukan oleh
   Perseroan adalah sebesar Rp 332,47 miliar, dengan perhitungan sebagai
   berikut:
                                                                 (Dalam jutaan Rupiah)

                          Keterangan               Nilai Pasar        Persentase

    Nilai pasar 100,00% saham SCU                         33.247               9,09%
    Rencana Penyertaan Saham SCU                         332.474              90,91%
    Nilai pasar 100,00% SCU - setelah
      Rencana Penyertaan Saham                           365.721             100,00%



   Dengan demikian, nilai transaksi sebesar Rp 312,50 miliar adalah lebih
   rendah dari nilai pasar 90,91% saham SCU sebesar Rp 332,47 miliar,
   sehingga Perseroan berpotensi membukukan keuntungan. Selisih nilai
   transaksi sebesar 6,01% tersebut telah sesuai dengan POJK 35/2020,
   persentase mana tidak melebihi 7,50% dari nilai pasar 90,91% saham SCU
   adalah sebesar Rp 332,47 miliar.




                                            191
Page 193
7. Berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh KJPP KR terhadap 100,00%
   saham      SHM      sebagaimana       termuat     dalam     laporannya
   No. 00102/2.0162-00/BS/05/0153/1/VIII/2023 tanggal 7 Agustus 2023, nilai
   pasar 100,00% saham SHM adalah sebesar Rp 38,34 miliar.

   Setelah Rencana Penyertaan Saham menjadi efektif, susunan pemegang
   saham SHM adalah sebagai berikut:
                                                                                           (Dalam Rupiah)
                                                                      Persentase
                      Pemegang Saham              Jumlah Saham                           Jumlah Modal
                                                                     Kepemilikan
    Saham biasa seri A
    PT Agung Sedayu                                       50.000               4,76%      25.000.000.000
    PT Tunas Mekar Jaya                                   50.000               4,76%      25.000.000.000
    Sub-jumlah                                           100.000               9,52%      50.000.000.000
    Saham biasa seri B
    PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk - saham baru           950.000              90,48% 342.000.000.000
    Sub-jumlah                                           950.000              90,48% 342.000.000.000
    Jumlah                                              1.050.000            100,00% 392.000.000.000



   Dengan pertimbangan nilai pasar 100,00% saham SHM adalah sebesar
   Rp 38,34 miliar dan setelah Rencana Penyertaan Saham menjadi efektif
   kepemilikan Perseroan atas SHM sehubungan dengan Rencana
   Penyertaan Saham SHM adalah sebesar 90,48%, maka secara teoritis,
   Perseroan perlu melakukan penambahan modal kepada SHM sebesar
   Rp 364,24 miliar, dengan perhitungan sebagai berikut:
                                                                 (Dalam jutaan Rupiah)

                          Keterangan               Nilai Pasar        Persentase

    Nilai pasar 100,00% saham SHM                         38.341               9,52%
    Rencana Penyertaan Saham SHM                         364.235              90,48%
    Nilai pasar 100,00% SHM - setelah
      Rencana Penyertaan Saham                           402.575             100,00%



   Dengan demikian, nilai transaksi sebesar Rp 342,00 miliar adalah lebih
   rendah dari nilai pasar 90,48% saham SHM sebesar Rp 364,24 miliar,
   sehingga Perseroan berpotensi membukukan keuntungan. Selisih nilai
   transaksi sebesar 6,10% tersebut telah sesuai dengan POJK 35/2020,
   persentase mana tidak melebihi 7,50% dari nilai pasar 90,48% saham SHM
   adalah sebesar Rp 364,24 miliar.




                                            192
Page 194
8. Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan untuk
   periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dan
   untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033:

   Sebelum Rencana Transaksi
                                                                                                           (Dalam jutaan Rupiah)
                                         31/12/23         31/12/24       31/12/25       31/12/26       31/12/27      31/12/28
                         Keterangan
                                        (6 Bulan)        (1 Tahun)      (1 Tahun)      (1 Tahun)      (1 Tahun)     (1 Tahun)
   Pendapatan neto                          2.475.691      4.272.065      6.041.271      4.204.596      3.961.913      3.939.347
   Beban pokok pendapatan                     697.285      1.745.425      1.891.171      1.310.881        903.462        923.899
   Laba bruto                               1.778.407      2.526.640      4.150.099      2.893.715      3.058.451      3.015.448
   Beban usaha                                283.873        544.020        523.936        537.330        539.863        551.456
   Laba usaha                               1.494.533      1.982.620      3.626.163      2.356.385      2.518.588      2.463.992
   Beban lain-lain                            (57.654)       (71.932)       (97.041)       (99.355)       (80.797)       (72.320)
   Laba sebelum pajak penghasilan           1.436.879      1.910.688      3.529.123      2.257.030      2.437.790      2.391.673
   Pajak penghasilan                          (62.518)      (105.884)      (150.084)      (104.137)       (98.038)       (97.440)
   Laba periode/tahun berjalan              1.374.361      1.804.805      3.379.039      2.152.893      2.339.752      2.294.233



                                                                                            (Dalam jutaan Rupiah)
                                         31/12/29         31/12/30       31/12/31       31/12/32      31/12/33
                         Keterangan
                                        (1 Tahun)        (1 Tahun)      (1 Tahun)      (1 Tahun)     (1 Tahun)
   Pendapatan neto                          4.525.286     3.383.333      3.705.183       4.270.489    46.632.250
   Beban pokok pendapatan                   1.168.981     1.211.504      1.301.478       1.545.439    15.522.660
   Laba bruto                               3.356.305     2.171.829      2.403.705       2.725.050    31.109.590
   Beban usaha                                439.488     1.701.346      1.678.699       1.619.300       684.448
   Laba usaha                               2.916.817       470.483        725.006       1.105.750    30.425.142
   Beban lain-lain                            (44.560)      (14.796)        (2.337)           (532)         (150)
   Laba sebelum pajak penghasilan           2.872.257       455.687        722.669       1.105.218    30.424.992
   Pajak penghasilan                         (112.053)      (83.467)       (91.476)       (105.568)   (1.164.579)
   Laba periode/tahun berjalan              2.760.204       372.220        631.193        999.650     29.260.413




   Setelah Rencana Transaksi
                                                                                                           (Dalam jutaan Rupiah)
                                         31/12/23         31/12/24       31/12/25       31/12/26       31/12/27      31/12/28
                         Keterangan
                                        (6 Bulan)        (1 Tahun)      (1 Tahun)      (1 Tahun)      (1 Tahun)     (1 Tahun)
   Pendapatan neto                          2.769.947     5.772.042      8.816.729       7.931.005      8.693.653     9.147.254
   Beban pokok pendapatan                     845.894     2.556.532      3.339.819       3.035.215      2.791.811     2.905.983
   Laba bruto                               1.924.053     3.215.510      5.476.909       4.895.790      5.901.842     6.241.271
   Beban usaha                                615.290     1.363.566      1.372.836       1.873.596      2.364.894     2.721.502
   Laba usaha                               1.308.763     1.851.944      4.104.074       3.022.194      3.536.949     3.519.768
   Beban lain-lain                           (156.345)     (235.086)      (298.328)       (291.625)      (223.449)     (168.148)
   Laba sebelum pajak penghasilan           1.152.418     1.616.858      3.805.745       2.730.569      3.313.500     3.351.620
   Pajak penghasilan                          (69.874)     (143.383)      (219.470)       (197.297)      (216.331)     (227.637)
   Laba periode/tahun berjalan              1.082.544     1.473.475      3.586.275       2.533.272      3.097.169     3.123.983




                                      193
Page 195
                                                                                        (Dalam jutaan Rupiah)
                                      31/12/29          31/12/30      31/12/31      31/12/32      31/12/33
                      Keterangan
                                     (1 Tahun)         (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
Pendapatan neto                          10.523.354    13.701.381    13.451.945     22.962.200    101.376.476
Beban pokok pendapatan                    3.663.198     5.164.811     4.990.694      7.936.638     29.882.368
Laba bruto                                6.860.156     8.536.570     8.461.251     15.025.563     71.494.107
Beban usaha                               2.835.473     3.821.438     3.489.716      2.640.587      5.215.012
Laba usaha                                4.024.683     4.715.132     4.971.535     12.384.976     66.279.095
Beban lain-lain                            (119.362)      (45.980)       (3.928)        (1.072)          (305)
Laba sebelum pajak penghasilan            3.905.322     4.669.152     4.967.607     12.383.904     66.278.791
Pajak penghasilan                          (262.005)     (341.419)     (335.145)      (572.861)    (2.533.185)
Laba periode/tahun berjalan               3.643.317     4.327.733     4.632.462     11.811.043     63.745.606




Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah pendapatan neto dan
laba periode/tahun berjalan Perseroan sebelum Rencana Transaksi
masing-masing adalah sebesar Rp 84,41 triliun dan Rp 47,37 triliun.

Selanjutnya, proyeksi jumlah pendapatan neto dan laba periode/tahun
berjalan Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-masing adalah
sebesar Rp 205,15 triliun dan Rp 103,06 triliun.

Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif
tersebut di atas, setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan
berpotensi memperoleh tambahan laba periode/tahun berjalan untuk
periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033,
sehingga diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan Perseroan
pada masa yang akan datang.




                                   194
Page 196
9. Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun/periode berjalan
   konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Rencana Transaksi untuk
   periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dan
   untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033
   masing-masing adalah sebesar Rp 20,80 triliun dan Rp 40,31 triliun.
   Dengan demikian, jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun/periode berjalan
   konsolidasian Perseroan setelah Rencana Transaksi untuk periode enam
   bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dan untuk tahun yang
   berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033 lebih besar
   daripada jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun/periode berjalan
   konsolidasian Perseroan sebelum Rencana Transaksi untuk periode enam
   bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dan untuk tahun yang
   berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033. Dalam
   perhitungan nilai kini, digunakan tingkat diskonto sebesar 10,84%, yang
   merupakan biaya modal kapital Perseroan, yang ditentukan dengan
   menggunakan formula sebagai berikut:

   WACC =         (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)

   Dimana:

   ke    =        Biaya modal ekuitas/saham biasa
   kd    =        Biaya modal utang
   We    =        Bobot ekuitas dalam struktur ekuitas
   Wd    =        Bobot utang dalam struktur kapital
   t     =        Pajak penghasilan perusahaan

   Biaya Modal untuk Ekuitas

   ke    =        Rf + ( β x RPm ) – RBDS

   dimana:

   ke        =   Tingkat balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu,
                 atau biaya modal ekuitas/saham biasa
   Rf        =   Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko
                 (risk free rate)
   β         =   Beta
   RPm       =   Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
                 premium)




                                  195
Page 197
Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap
tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas
risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk
jangka panjang. Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal
30 Juni 2023, maka instrumen bebas risiko yang dipakai yaitu obligasi
Indonesia berjangka panjang dalam mata uang Rupiah dengan jangka
waktu 10 tahun dengan tingkat yield rata-rata sebesar 6,34%, yang
diperoleh dari Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) dan angka tersebut
akan digunakan sebagai tingkat balikan bebas risiko.

RPm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan
tingkat balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity
market risk premium memasukkan premi untuk risiko spesifik negara
(country-specific risk premiums) seperti volatilitas harga saham untuk
menghasilkan base equity market risk premium. Dengan mengikutsertakan
risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi
perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar
negara yang bersangkutan. Untuk penilaian ini, kami menggunakan tingkat
premi risiko sebesar 7,89%, yang diperoleh dari riset Aswath Damodaran
(New York University Business School) tahun 2022 yang diterbitkan pada
bulan Juli tahun 2023.

Dalam penilaian ini juga digunakan RBDS untuk melakukan penyesuaian
terhadap biaya modal ekuitas, mengingat dalam perhitungan biaya modal
ekuitas ini digunakan RPm yang berasal dari hasil riset Aswath Damodaran,
dimana RBDS sebesar 2,04% digunakan untuk mengurangi besaran biaya
modal ekuitas.

Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas.
Beta akan dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity
risk premium.

Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding diperoleh dari riset
Aswath Damodaran (New York University Business School) sampai dengan
tahun 2022 sebesar 0,40 yang kemudian di-relever dengan tingkat leverage
yang berlaku di pasar untuk memperoleh beta yang sesuai untuk
mendiskonto AKB Perseroan tersebut dengan formula sebagai berikut:

βL   =   βU x (1 + (1-T) x DER)

Dalam penilaian ini, kami menggunakan rata-rata debt to equity ratio (DER)
dari perusahaan-perusahaan publik sejenis sebesar 208,57% untuk
memperoleh beta Perseroan. Tarif pajak yang digunakan untuk Perseroan
sesuai dengan tarif pajak final. Dengan demikian, maka diperoleh beta
Perseroan sebesar 1,24 dengan rincian perhitungan sebagai berikut:

βL   =   0,40 x (1 + (1 – 0,00%) x 208,57%) = 1,24




                           196
Page 198
Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan
CAPM dengan memperhitungkan rating-based default spread sebesar
2,04% diperoleh biaya modal atas ekuitas Perseroan sebagaimana tampak
dalam perhitungan di bawah ini:

ke   =      Rf + ( β x RPm ) – RBDS
     =      6,34% + ( 1,24 x 7,89% ) – 2,04%
     =      14,05%

Biaya Modal untuk Utang

Karena perhitungan nilai ekuitas Perseroan dilakukan dengan mendiskonto
tingkat balikan terhadap keseluruhan modal (AKB untuk kapital atau free
cash flow to invested capital), maka tingkat diskonto yang digunakan adalah
tingkat diskonto yang merupakan rata-rata tertimbang biaya modal, baik
yang berasal dari pinjaman jangka panjang (biaya modal untuk utang)
maupun yang berasal dari ekuitas (biaya modal untuk ekuitas).

Dalam penilaian ini, biaya modal untuk utang yang digunakan adalah suku
bunga pinjaman dalam mata uang Rupiah yang diambil dari suku bunga
kredit investasi bank Persero untuk bulan Juni 2023 yang dipublikasikan
oleh Bank Indonesia sebesar 9,30%.

Weighted Average Cost of Capital

Berdasarkan biaya modal untuk ekuitas, biaya modal untuk utang, bobot
ekuitas sebesar 32,41%, dan bobot utang sebesar 67,59%, yang diolah dari
data rata-rata DER dari perusahaan-perusahaan publik yang sejenis
dengan tarif pajak yang berlaku untuk Perseroan sesuai dengan tarif pajak
final, maka weighted average cost of capital (WACC) adalah sebagai
berikut:

WACC      = (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)
WACC      = (14,05% x 32,41%) + (9,30% x [1 – 0,00%] x 67,59%)
          = 10,84%




                           197
Page 199
Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba periode/tahun berjalan
Perseroan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2024 – 2033 adalah sebagai berikut:

Sebelum Rencana Transaksi
                                                                                                 (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                       Proyeksi
                    Keterangan
                                       31/12/23     31/12/24     31/12/25    31/12/26       31/12/27       31/12/28
Laba bersih                             1.374.361    1.804.805    3.379.039    2.152.893     2.339.752       2.294.233
Faktor diskonto                            0,9022       0,8140       0,7344       0,6626        0,5978          0,5393
Nilai kini                              1.239.948    1.469.111    2.481.566    1.426.507     1.398.704       1.237.280



                                                                                  (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                 Proyeksi
                    Keterangan
                                       31/12/29     31/12/30     31/12/31     31/12/32     31/12/33
Laba bersih                             2.760.204     372.220       631.193     999.650     29.260.413
Faktor diskonto                            0,4866      0,4390        0,3961      0,3574         0,3224
Nilai kini                              1.343.115     163.404       250.016     357.275      9.433.557
Jumlah nilai kini                      20.800.484




Setelah Rencana Transaksi
                                                                                                 (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                       Proyeksi
                    Keterangan
                                       31/12/23     31/12/24     31/12/25    31/12/26      31/12/27       31/12/28
Laba bersih                             1.082.544    1.473.475    3.586.275    2.533.272     3.097.169      3.123.983
Faktor diskonto                            0,9022       0,8140       0,7344       0,6626        0,5978         0,5393
Nilai kini                               976.671     1.199.408    2.633.760    1.678.546     1.851.487      1.684.764



                                                                                  (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                 Proyeksi
                    Keterangan
                                       31/12/29     31/12/30     31/12/31     31/12/32     31/12/33
Laba bersih                             3.643.317    4.327.733    4.632.462   11.811.043    63.745.606
Faktor diskonto                            0,4866       0,4390       0,3961       0,3574        0,3224
Nilai kini                              1.772.838    1.899.875    1.834.918    4.221.267    20.551.583
Jumlah nilai kini                      40.305.118




                                 198
Page 200
             10. Berdasarkan proforma laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum
                 dan setelah Rencana Transaksi untuk periode enam bulan yang berakhir
                 pada tanggal 31 Desember 2023 yang telah direviu oleh KAP JMMR,
                 setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan berpotensi
                 menurunkan leverage ratio Perseroan dari 109,55% menjadi 63,17% yang
                 diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan
                 dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham Perseroan.

             11. Sejalan dengan strategi bisnis Perseroan, Perseroan terus berupaya untuk
                 menerapkan fokus pada perluasan skala proyek Perseroan pada kawasan
                 PIK 2 dengan merencanakan pertumbuhan secara anorganik melalui
                 Rencana Penyertaan Saham. Mengingat bahwa Rencana Penyertaan
                 Saham pada perusahaan-perusahaan tersebut merupakan salah satu
                 rencana pengembang kawasan PIK 2 yang memiliki proyek di kawasan
                 yang sama dengan lokasi proyek Perseroan di masa yang akan datang.

             12. Dengan melakukan Rencana Penyertaan Saham, Perseroan senantiasa
                 mencari peluang bisnis potensial yang dapat memaksimalkan nilai investasi
                 Perseroan di masa yang akan datang. Perseroan memandang bahwa
                 industri properti memiliki potensi yang dapat berdampak positif bagi
                 pengembangan bisnis Perseroan dan menciptakan sinergi bisnis yang
                 optimal khususnya pada pengembangan kawasan PIK 2 sehingga
                 Perseroan dapat mengambil seluruh potensi keuntungan yang dihasilkan di
                 masa yang akan datang sehingga pada akhirnya hal tersebut dapat
                 meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan dan memberikan
                 nilai tambah bagi para pemegang saham Perseroan.

             13. Setelah Rencana Transaksi telah menjadi efektif, Perseroan berharap
                 dapat mengembangkan seluruh proyek-proyek Perseroan dengan
                 terciptanya sinergi antar masing-masing kawasan yang tergabung dalam
                 satu kawasan PIK 2 secara maksimal dimana setiap masing-masing
                 portofolio bisnis industri properti yang dimiliki oleh Perseroan dapat
                 memberikan nilai tambah bagi kinerja keuangan konsolidasian Perseroan.

KESIMPULAN

Berdasarkan ruang lingkup pekerjaan, asumsi-asumsi, data, dan informasi yang diperoleh
dari manajemen Perseroan yang digunakan dalam penyusunan laporan ini, penelaahan atas
dampak keuangan Rencana Penyertaan Saham sebagaimana diungkapkan dalam Laporan
Pendapat Kewajaran ini, kami berpendapat bahwa Rencana Penyertaan Saham adalah
wajar.




                                           199
Page 201
DISTRIBUSI PENDAPAT KEWAJARAN INI

Pendapat Kewajaran ini ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya
dengan Rencana Penyertaan Saham dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain atau untuk
kepentingan lain. Pendapat Kewajaran ini tidak merupakan rekomendasi kepada pemegang
saham untuk menyetujui Rencana Penyertaan Saham atau melakukan tindakan lainnya
dalam kaitan dengan Rencana Penyertaan Saham dan tidak dapat digunakan secara
demikian oleh pemegang saham.

Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan isi Pendapat Kewajaran ini secara
keseluruhan dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang
mendasari Pendapat Kewajaran ini.

Pendapat Kewajaran ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung
jawab untuk memutakhirkan atau melengkapi Pendapat Kewajaran kami karena peristiwa-
peristiwa yang terjadi setelah tanggal Pendapat Kewajaran ini. Pendapat Kewajaran ini tidak
sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan stempel perusahaan
(corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.



Hormat kami,
KJPP KUSNANTO & REKAN




Willy D. Kusnanto
Pimpinan Rekan

Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996




                                           200
Page 202
                                                                             Lampiran A

                                PERNYATAAN PENILAI


1. KR tidak memiliki benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan ataupun
   pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan.

2. KR tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.

3. KR tidak memiliki pinjaman dengan Perseroan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi
   dengan Perseroan.

4. Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
   merugikan pihak manapun.

5. KR hanya menerima imbalan jasa sesuai dengan surat penugasan KR.

6. Perhitungan dan analisis dalam rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan
   dengan benar dan kami bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.




                                          201
Page 203
                                                                                                                          Lampiran B
PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Sebelum Rencana Transaksi
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 - 2033

                                                                                                                        (Dalam jutaan Rupiah)
                                                        31/12/23       31/12/24      31/12/25        31/12/26       31/12/27      31/12/28
                      Keterangan
                                                       (6 Bulan)      (1 Tahun)     (1 Tahun)       (1 Tahun)      (1 Tahun)     (1 Tahun)
Pendapatan neto                                          2.475.691     4.272.065     6.041.271        4.204.596      3.961.913     3.939.347
Beban pokok pendapatan                                     697.285     1.745.425     1.891.171        1.310.881        903.462       923.899
Laba bruto                                               1.778.407     2.526.640     4.150.099        2.893.715      3.058.451     3.015.448
Beban usaha                                                283.873       544.020       523.936          537.330        539.863       551.456
Laba usaha                                               1.494.533     1.982.620     3.626.163        2.356.385      2.518.588     2.463.992
Beban lain-lain                                            (57.654)      (71.932)      (97.041)         (99.355)       (80.797)      (72.320)
Laba sebelum pajak penghasilan                           1.436.879     1.910.688     3.529.123        2.257.030      2.437.790     2.391.673
Pajak penghasilan                                          (62.518)     (105.884)     (150.084)        (104.137)       (98.038)      (97.440)
Laba periode/tahun berjalan                              1.374.361     1.804.805     3.379.039        2.152.893      2.339.752     2.294.233



                                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)
                                                        31/12/29       31/12/30      31/12/31        31/12/32      31/12/33
                      Keterangan
                                                       (1 Tahun)      (1 Tahun)     (1 Tahun)       (1 Tahun)     (1 Tahun)
Pendapatan neto                                          4.525.286     3.383.333     3.705.183        4.270.489     46.632.250
Beban pokok pendapatan                                   1.168.981     1.211.504     1.301.478        1.545.439     15.522.660
Laba bruto                                               3.356.305     2.171.829     2.403.705        2.725.050     31.109.590
Beban usaha                                                439.488     1.701.346     1.678.699        1.619.300        684.448
Laba usaha                                               2.916.817       470.483         725.006      1.105.750     30.425.142
Beban lain-lain                                            (44.560)      (14.796)         (2.337)          (532)          (150)
Laba sebelum pajak penghasilan                           2.872.257       455.687         722.669      1.105.218     30.424.992
Pajak penghasilan                                         (112.053)      (83.467)        (91.476)      (105.568)    (1.164.579)
Laba periode/tahun berjalan                              2.760.204       372.220         631.193       999.650      29.260.413



PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Setelah Rencana Transaksi
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 - 2033

                                                                                                                        (Dalam jutaan Rupiah)
                                                        31/12/23       31/12/24      31/12/25        31/12/26       31/12/27      31/12/28
                      Keterangan
                                                       (6 Bulan)      (1 Tahun)     (1 Tahun)       (1 Tahun)      (1 Tahun)     (1 Tahun)
Pendapatan neto                                          2.769.947     5.772.042     8.816.729        7.931.005      8.693.653     9.147.254
Beban pokok pendapatan                                     845.894     2.556.532     3.339.819        3.035.215      2.791.811     2.905.983
Laba bruto                                               1.924.053     3.215.510     5.476.909        4.895.790      5.901.842     6.241.271
Beban usaha                                                615.290     1.363.566     1.372.836        1.873.596      2.364.894     2.721.502
Laba usaha                                               1.308.763     1.851.944     4.104.074        3.022.194      3.536.949     3.519.768
Beban lain-lain                                           (156.345)     (235.086)     (298.328)        (291.625)      (223.449)     (168.148)
Laba sebelum pajak penghasilan                           1.152.418     1.616.858     3.805.745        2.730.569      3.313.500     3.351.620
Pajak penghasilan                                          (69.874)     (143.383)     (219.470)        (197.297)      (216.331)     (227.637)
Laba periode/tahun berjalan                              1.082.544     1.473.475     3.586.275        2.533.272      3.097.169     3.123.983



                                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)
                                                        31/12/29       31/12/30      31/12/31        31/12/32      31/12/33
                      Keterangan
                                                       (1 Tahun)      (1 Tahun)     (1 Tahun)       (1 Tahun)     (1 Tahun)
Pendapatan neto                                         10.523.354    13.701.381    13.451.945       22.962.200    101.376.476
Beban pokok pendapatan                                   3.663.198     5.164.811     4.990.694        7.936.638     29.882.368
Laba bruto                                               6.860.156     8.536.570     8.461.251       15.025.563     71.494.107
Beban usaha                                              2.835.473     3.821.438     3.489.716        2.640.587      5.215.012
Laba usaha                                               4.024.683     4.715.132     4.971.535       12.384.976     66.279.095
Beban lain-lain                                           (119.362)      (45.980)       (3.928)          (1.072)          (305)
Laba sebelum pajak penghasilan                           3.905.322     4.669.152     4.967.607       12.383.904     66.278.791
Pajak penghasilan                                         (262.005)     (341.419)     (335.145)        (572.861)    (2.533.185)
Laba periode/tahun berjalan                              3.643.317     4.327.733     4.632.462       11.811.043     63.745.606




                                                                202
Page 204
                                                                                                                        Lampiran C
PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Sebelum Rencana Transaksi
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 - 2033

                                                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                           Proyeksi
                    Keterangan
                                                        31/12/23      31/12/24       31/12/25     31/12/26      31/12/27       31/12/28
Laba bersih                                              1.374.361     1.804.805      3.379.039    2.152.893      2.339.752      2.294.233
Faktor diskonto                                             0,9022        0,8140         0,7344       0,6626         0,5978         0,5393
Nilai kini                                               1.239.948     1.469.111      2.481.566    1.426.507      1.398.704      1.237.280



                                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                     Proyeksi
                    Keterangan
                                                        31/12/29      31/12/30       31/12/31     31/12/32      31/12/33
Laba bersih                                              2.760.204         372.220     631.193        999.650    29.260.413
Faktor diskonto                                             0,4866          0,4390      0,3961         0,3574        0,3224
Nilai kini                                               1.343.115         163.404     250.016        357.275     9.433.557
Jumlah nilai kini                                       20.800.484



                                                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                           Proyeksi
                    Keterangan
                                                        31/12/23      31/12/24       31/12/25    31/12/26       31/12/27       31/12/28
Laba bersih                                              1.082.544     1.473.475      3.586.275    2.533.272      3.097.169      3.123.983
Faktor diskonto                                             0,9022        0,8140         0,7344       0,6626         0,5978         0,5393
Nilai kini                                                 976.671     1.199.408      2.633.760    1.678.546      1.851.487      1.684.764



                                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                     Proyeksi
                    Keterangan
                                                        31/12/29      31/12/30       31/12/31     31/12/32      31/12/33
Laba bersih                                              3.643.317     4.327.733      4.632.462   11.811.043     63.745.606
Faktor diskonto                                             0,4866        0,4390         0,3961       0,3574         0,3224
Nilai kini                                               1.772.838     1.899.875      1.834.918    4.221.267     20.551.583
Jumlah nilai kini                                       40.305.118




                                                                203
Page 205
                                                                          Lampiran D

PPBSB BMW

Pada tanggal 8 Agustus 2023, Perseroan dan BMW telah menandatangani PPBSB BMW
sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham BMW. Pokok-pokok kesepakatan penting
dalam PPBSB BMW adalah sebagai berikut:

•   Pihak-pihak yang Bertransaksi

    Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan PPBSB BMW adalah Perseroan dan BMW.

•   Objek dan Nilai Rencana Penyertaan Saham

    Objek transaksi berdasarkan PPBSB BMW adalah transaksi dimana BMW
    merencanakan untuk melakukan peningkatan modal dasar dari 200.000 lembar saham
    atau setara dengan Rp 100,00 miliar menjadi 6.140.000 lembar saham dengan nilai
    nominal sebesar Rp 500.000 per lembar saham atau setara dengan Rp 3,07 triliun dan
    selanjutnya merencanakan untuk melakukan peningkatan modal ditempatkan dan
    disetor, yang akan diambil bagian oleh Perseroan sebanyak 1.435.000 lembar saham
    dengan nilai nominal sebesar Rp 500.000 per lembar saham atau setara dengan 93,49%
    saham BMW dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 885.000,00 per lembar saham atau
    dengan nilai transaksi keseluruhan sebesar Rp 1,27 triliun.

•   Persyaratan Pendahuluan

    Dengan tunduk pada pemenuhan atau pengesampingan persyaratan pendahuluan
    (apabila diizinkan berdasarkan Hukum yang berlaku) oleh Perseroan, Penyelesaian
    akan terjadi pada Tanggal Penyelesaian, dengan ketentuan bahwa:

    -   Persetujuan oleh Direksi, Dewan Komisaris, atau para pemegang saham
        (sebagaimana relevan) dari setiap Pihak (sebagaimana relevan) telah diperoleh;
    -   Tidak terdapat dampak merugikan decara material atas BMW atau usaha yang
        dijalankan olehnya kecuali sebagaimana dimaksud berdasarkan Restrukturisasi
        BMW;
    -   Tidak ada undang-undang, perintah pengadilan atau lembaga berwenang lainnya,
        putusan sela, pihak manapun yang melarang atau membuat menjadi melawan
        hukum apabila dilakukan penyertaan modal atau Restrukturisasi BMW;
    -   Penerbitan Saham Baru oleh BMW telah ditawarkan terlebih dahulu kepada setiap
        pemegang saham eksisting BMW seimbang dengan pemilikan saham untuk
        klasifikasi saham yang sama (pre-emptive rights) dan setiap pemegang saham
        eksisting BMW telah menyatakan tidak berminat untuk mengambil bagian atas
        Saham Baru Perseroan; dan




                                         204
Page 206
    -   Pengumuman atas pengambilalihan yang diusulkan oleh para pembeli oleh BMW,
        yaitu:

        i. Dalam surat kabar yang beredar secara nasional; dan
        ii. Kepada seluruh karyawan BMW, tertanggal paling lambat tiga puluh (30) hari
            sebelum tanggal panggilan RUPSLB BMW untuk menyetujui pelaksanaan
            transaksi.

    -   Diterimanya seluruh pengajuan, pendaftaran, perizinan, dan persetujuan yang
        diwajibkan oleh setiap Otoritas Pemerintah atau pihak lainnya sebagaimana
        diperlukan untuk transaksi berdasarkan Perjanjian ini, termasuk telah diperolehnya
        pernyataan efektif pernyataan pendaftaran Perseroan dari OJK sehubungan dengan
        pelaksanaan Rencana PMDHMETD.

    Para pihak berjanji untuk segera memberitahukan pihak lainnya mengenai kemajuan
    atas dan/atau pemenuhan persyaratan dan untuk memberitahukan pihak lainnya
    mengenai setiap peristiwa yang akan dan/atau dapat diperkirakan secara wajar yang
    memiliki kemungkinan dapat menghalangi setiap Persyaratan Pendahuluan untuk
    dipenuhi. Para pihak sepakat bahwa pasal di atas akan dinilai dan dipenuhi sebelum
    Perseroan melakukan setoran modal untuk pengambilan saham baru Perseroan.

•   Penyelesaian

    Dengan tunduk pada pemenuhan atau pengesampingan seluruh persyaratan
    pendahuluan (apabila ditentukan berdasarkan Hukum yang berlaku), penyelesaian akan
    terjadi pada tanggal penyelesaian, dengan ketentuan bahwa:

    -   Pada atau sekitar tanggal yang jatuh 2 (dua) hari kerja sebelum perkiraan tanggal
        penyelesaian, para pihak akan mengadakan rapat pra-penyelesaian untuk
        menegaskan seluruh pengaturan dan dokumen yang akan diberikan sehubungan
        dengan penyelesaian.
    -   Penerbitan Saham Baru Perseroan akan dilaksanakan dengan cara:

        i.   Penandatanganan keputusan sirkuler/Risalah RUPSLB oleh para pemegang
             saham BMW untuk menyetujui antara lain masuknya Perseroan sebagai
             pemegang saham BMW dan penerbitan Saham Baru Perseroan untuk diambil
             bagian oleh Perseroan;
        ii. Penandatanganan akta notaris BMW yang menyatakan kembali keputusan
             RUPSLB; dan
        iii. Diterimanya nominal setoran modal untuk pengambilan saham baru Perseroan
             dari Perseroan pada rekening BMW.

    -   Pada saat Penyelesaian, Perseroan harus memberikan kepada Perseroan salinan
        daftar pemegang saham BMW yang menunjukan bahwa Perseroan telah memiliki
        93,49% (sembilan puluh tiga koma empat puluh sembilan persen) saham BMW.




                                           205
Page 207
PPBSB CIS

Pada tanggal 8 Agustus 2023, Perseroan dan CIS telah menandatangani PPBSB CIS
sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham CIS. Pokok-pokok kesepakatan penting
dalam PPBSB CIS adalah sebagai berikut:

•   Pihak-pihak yang Bertransaksi

    Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan PPBSB CIS adalah Perseroan dan CIS.

•   Objek dan Nilai Rencana Penyertaan Saham

    Objek transaksi berdasarkan PPBSB CIS adalah transaksi dimana CIS merencanakan
    untuk melakukan peningkatan modal dasar dari 2.000 lembar saham atau setara dengan
    Rp 2,00 miliar menjadi 1.186.400 lembar saham dengan nilai nominal sebesar Rp
    1.000.000 per lembar saham atau setara dengan Rp 1,19 triliun dan selanjutnya
    merencanakan untuk melakukan peningkatan modal ditempatkan dan disetor, yang akan
    diambil bagian oleh Perseroan sebanyak 296.000 lembar saham dengan nilai nominal
    sebesar Rp 1.000.000 per lembar saham atau setara dengan 99,80% saham CIS
    dengan harga pelaksanaan Rp 14.050.000,00 per lembar saham atau dengan nilai
    transaksi keseluruhan sebesar Rp 4,16 triliun.

•   Persyaratan Pendahuluan

    Dengan tunduk pada pemenuhan atau pengesampingan persyaratan pendahuluan
    (apabila diizinkan berdasarkan Hukum yang berlaku) oleh Perseroan, Penyelesaian
    akan terjadi pada Tanggal Penyelesaian, dengan ketentuan bahwa:

    -   Persetujuan oleh direksi, dewan komisaris, atau para pemegang saham
        (sebagaimana relevan) dari setiap Pihak (sebagaimana relevan) telah diperoleh;
    -   Tidak terdapat dampak merugikan decara material atas CIS atau usaha yang
        dijalankan olehnya kecuali sebagaimana dimaksud berdasarkan restrukturisasi CIS;
    -   Tidak ada undang-undang, perintah pengadilan atau lembaga berwenang lainnya,
        putusan sela, pihak manapun yang melarang atau membuat menjadi melawan
        hukum apabila dilakukan penyertaan modal atau restrukturisasi CIS;
    -   Penerbitan Saham Baru oleh CIS telah ditawarkan terlebih dahulu kepada setiap
        pemegang saham eksisting CIS seimbang dengan pemilikan saham untuk klasifikasi
        saham yang sama (pre-emptive rights) dan setiap pemegang saham eksisting CIS
        telah menyatakan tidak berminat untuk mengambil bagian atas saham baru
        Perseroan; dan




                                          206
Page 208
    -   Pengumuman atas pengambilalihan yang diusulkan oleh para pembeli oleh CIS,
        yaitu:

        i. Dalam surat kabar yang beredar secara nasional; dan
        ii. Kepada seluruh karyawan CIS, tertanggal paling lambat tiga puluh (30) hari
            sebelum tanggal panggilan RUPSLB CIS untuk menyetujui pelaksanaan
            transaksi.

    -   Diterimanya seluruh pengajuan, pendaftaran, perizinan, dan persetujuan yang
        diwajibkan oleh setiap Otoritas Pemerintah atau pihak lainnya sebagaimana
        diperlukan untuk transaksi berdasarkan Perjanjian ini, termasuk telah diperolehnya
        pernyataan efektif pernyataan pendaftaran Perseroan dari OJK sehubungan dengan
        pelaksanaan Rencana PMDHMETD.

    Para pihak berjanji untuk segera memberitahukan pihak lainnya mengenai kemajuan
    atas dan/atau pemenuhan persyaratan dan untuk memberitahukan pihak lainnya
    mengenai setiap peristiwa yang akan dan/atau dapat diperkirakan secara wajar yang
    memiliki kemungkinan dapat menghalangi setiap Persyaratan Pendahuluan untuk
    dipenuhi. Para pihak sepakat bahwa pasal di atas akan dinilai dan dipenuhi sebelum
    Perseroan melakukan setoran modal untuk pengambilan saham baru Perseroan.

•   Penyelesaian

    Dengan tunduk pada pemenuhan atau pengesampingan seluruh persyaratan
    pendahuluan (apabila ditentukan berdasarkan Hukum yang berlaku), penyelesaian akan
    terjadi pada tanggal penyelesaian, dengan ketentuan bahwa:

    -   Pada atau sekitar tanggal yang jatuh 2 (dua) hari kerja sebelum perkiraan tanggal
        penyelesaian, para pihak akan mengadakan rapat pra-penyelesaian untuk
        menegaskan seluruh pengaturan dan dokumen yang akan diberikan sehubungan
        dengan penyelesaian.
    -   Penerbitan Saham Baru Perseroan akan dilaksanakan dengan cara:

        i.   Penandatanganan keputusan sirkuler/Risalah RUPSLB oleh para pemegang
             saham CIS untuk menyetujui antara lain masuknya Perseroan sebagai
             pemegang saham CIS dan penerbitan Saham Baru Perseroan untuk diambil
             bagian oleh Perseroan;
        ii. Penandatanganan akta notaris CIS yang menyatakan kembali keputusan
             RUPSLB; dan
        iii. Diterimanya nominal setoran modal untuk pengambilan saham baru Perseroan
             dari Perseroan pada rekening CIS.

    -   Pada saat Penyelesaian, Perseroan harus memberikan kepada Perseroan salinan
        daftar pemegang saham CIS yang menunjukan bahwa Perseroan telah memiliki
        99,80% (sembilan puluh sembilan koma delapan puluh persen) saham CIS.




                                           207
Page 209
PPBSB JIS

Pada tanggal 8 Agustus 2023, Perseroan dan JIS telah menandatangani PPBSB JIS
sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham JIS. Pokok-pokok kesepakatan penting
dalam PPBSB JIS adalah sebagai berikut:

•   Pihak-pihak yang Bertransaksi

    Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan PPBSB JIS adalah Perseroan dan JIS.

•   Objek dan Nilai Rencana Penyertaan Saham

    Objek transaksi berdasarkan PPBSB JIS adalah transaksi dimana JIS merencanakan
    untuk melakukan peningkatan modal dasar dari 100.000 lembar saham atau setara
    dengan Rp 100,00 miliar menjadi 2.820.000 lembar saham dengan nilai nominal sebesar
    Rp 1.000.000 per lembar saham atau setara dengan Rp 2,82 triliun dan selanjutnya
    merencanakan untuk melakukan peningkatan modal ditempatkan dan disetor, yang akan
    diambil bagian oleh Perseroan sebanyak 655.000 lembar saham dengan nilai nominal
    sebesar Rp 1.000.000 per lembar saham atau setara dengan 92,91% saham JIS dengan
    harga pelaksanaan sebesar Rp 1.950.000,00 per lembar saham atau dengan nilai
    transaksi keseluruhan sebesar Rp 1,28 triliun.

•   Persyaratan Pendahuluan

    Dengan tunduk pada pemenuhan atau pengesampingan persyaratan pendahuluan
    (apabila diizinkan berdasarkan Hukum yang berlaku) oleh Perseroan, Penyelesaian
    akan terjadi pada Tanggal Penyelesaian, dengan ketentuan bahwa:

    -   Persetujuan oleh direksi, dewan komisaris, atau para pemegang saham
        (sebagaimana relevan) dari setiap Pihak (sebagaimana relevan) telah diperoleh;
    -   Tidak terdapat dampak merugikan decara material atas JIS atau usaha yang
        dijalankan olehnya kecuali sebagaimana dimaksud berdasarkan restrukturisasi JIS;
    -   Tidak ada undang-undang, perintah pengadilan atau lembaga berwenang lainnya,
        putusan sela, pihak manapun yang melarang atau membuat menjadi melawan
        hukum apabila dilakukan penyertaan modal atau restrukturisasi JIS;

    -   Penerbitan Saham Baru oleh JIS telah ditawarkan terlebih dahulu kepada setiap
        pemegang saham eksisting JIS seimbang dengan pemilikan saham untuk klasifikasi
        saham yang sama (pre-emptive rights) dan setiap pemegang saham eksisting JIS
        telah menyatakan tidak berminat untuk mengambil bagian atas saham baru
        Perseroan; dan




                                          208
Page 210
    -   Pengumuman atas pengambilalihan yang diusulkan oleh para pembeli oleh JIS,
        yaitu:

        i. Dalam surat kabar yang beredar secara nasional; dan
        ii. Kepada seluruh karyawan JIS, tertanggal paling lambat tiga puluh (30) hari
            sebelum tanggal panggilan RUPSLB JIS untuk menyetujui pelaksanaan
            transaksi.

    -   Diterimanya seluruh pengajuan, pendaftaran, perizinan, dan persetujuan yang
        diwajibkan oleh setiap Otoritas Pemerintah atau pihak lainnya sebagaimana
        diperlukan untuk transaksi berdasarkan Perjanjian ini, termasuk telah diperolehnya
        pernyataan efektif pernyataan pendaftaran Perseroan dari OJK sehubungan dengan
        pelaksanaan Rencana PMDHMETD.

    Para pihak berjanji untuk segera memberitahukan pihak lainnya mengenai kemajuan
    atas dan/atau pemenuhan persyaratan dan untuk memberitahukan pihak lainnya
    mengenai setiap peristiwa yang akan dan/atau dapat diperkirakan secara wajar yang
    memiliki kemungkinan dapat menghalangi setiap Persyaratan Pendahuluan untuk
    dipenuhi. Para pihak sepakat bahwa pasal di atas akan dinilai dan dipenuhi sebelum
    Perseroan melakukan setoran modal untuk pengambilan saham baru Perseroan.

•   Penyelesaian

    Dengan tunduk pada pemenuhan atau pengesampingan seluruh persyaratan
    pendahuluan (apabila ditentukan berdasarkan Hukum yang berlaku), penyelesaian akan
    terjadi pada tanggal penyelesaian, dengan ketentuan bahwa:

    -   Pada atau sekitar tanggal yang jatuh 2 (dua) hari kerja sebelum perkiraan tanggal
        penyelesaian, para pihak akan mengadakan rapat pra-penyelesaian untuk
        menegaskan seluruh pengaturan dan dokumen yang akan diberikan sehubungan
        dengan penyelesaian.

    -   Penerbitan Saham Baru Perseroan akan dilaksanakan dengan cara:

        i.   Penandatanganan keputusan sirkuler/Risalah RUPSLB oleh para pemegang
             saham JIS untuk menyetujui antara lain masuknya Perseroan sebagai pemegang
             saham JIS dan penerbitan Saham Baru Perseroan untuk diambil bagian oleh
             Perseroan;
        ii. Penandatanganan akta notaris JIS yang menyatakan kembali keputusan
             RUPSLB; dan
        iii. Diterimanya nominal setoran modal untuk pengambilan saham baru Perseroan
             dari Perseroan pada rekening JIS.

    -   Pada saat Penyelesaian, Perseroan harus memberikan kepada Perseroan salinan
        daftar pemegang saham JIS yang menunjukan bahwa Perseroan telah memiliki
        92,91% (sembilan puluh dua koma sembilan puluh satu persen) saham JIS.




                                           209
Page 211
PPBSB KKU

Pada tanggal 8 Agustus 2023, Perseroan dan KKU telah menandatangani PPBSB KKU
sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham KKU. Pokok-pokok kesepakatan penting
dalam PPBSB KKU adalah sebagai berikut:

•   Pihak-pihak yang Bertransaksi

    Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan PPBSB KKU adalah Perseroan dan KKU.

•   Objek dan Nilai Rencana Penyertaan Saham

    Objek transaksi berdasarkan PPBSB KKU adalah transaksi dimana KKU merencanakan
    untuk melakukan peningkatan modal dasar dari 600.000 lembar atau setara dengan Rp
    600,00 miliar menjadi 600.000 lembar saham seri A dan 74.400.000 lembar saham seri
    B masing-masing dengan nilai nominal sebesar Rp 1.000.000 per lembar saham dan Rp
    21.000 per lembar saham atau setara dengan Rp 2,16 triliun dan selanjutnya
    merencanakan untuk menerbitkan saham seri B yang memiliki seluruh hak yang sama
    dengan saham yang telah diterbitkan oleh KKU, yang selanjutnya akan menjadi saham
    seri A, kecuali perbedaan harga nominal per lembar saham untuk saham seri A dan
    saham seri B tersebut, yang akan diambil bagian oleh Perseroan sebanyak 18.600.000
    lembar saham dengan nilai nominal sebesar Rp 21.000 per lembar saham atau setara
    dengan 97,25% saham KKU dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 21.000,00 per
    lembar saham atau dengan nilai transaksi keseluruhan sebesar Rp 0,39 triliun.

•   Persyaratan Pendahuluan

    Dengan tunduk pada pemenuhan atau pengesampingan persyaratan pendahuluan
    (apabila diizinkan berdasarkan Hukum yang berlaku) oleh Perseroan, Penyelesaian
    akan terjadi pada Tanggal Penyelesaian, dengan ketentuan bahwa:

    -   Persetujuan oleh direksi, dewan komisaris, atau para pemegang saham
        (sebagaimana relevan) dari setiap Pihak (sebagaimana relevan) telah diperoleh;
    -   Tidak terdapat dampak merugikan decara material atas KKU atau usaha yang
        dijalankan olehnya kecuali sebagaimana dimaksud berdasarkan restrukturisasi KKU;
    -   Tidak ada undang-undang, perintah pengadilan atau lembaga berwenang lainnya,
        putusan sela, pihak manapun yang melarang atau membuat menjadi melawan
        hukum apabila dilakukan penyertaan modal atau restrukturisasi KKU;
    -   Penerbitan Saham Baru oleh KKU telah ditawarkan terlebih dahulu kepada setiap
        pemegang saham eksisting KKU seimbang dengan pemilikan saham untuk
        klasifikasi saham yang sama (pre-emptive rights) dan setiap pemegang saham
        eksisting KKU telah menyatakan tidak berminat untuk mengambil bagian atas saham
        baru Perseroan; dan




                                          210
Page 212
    -   Pengumuman atas pengambilalihan yang diusulkan oleh para pembeli oleh KKU,
        yaitu:

        i. Dalam surat kabar yang beredar secara nasional; dan
        ii. Kepada seluruh karyawan KKU, tertanggal paling lambat tiga puluh (30) hari
            sebelum tanggal panggilan RUPSLB KKU untuk menyetujui pelaksanaan
            transaksi.

    -   Diterimanya seluruh pengajuan, pendaftaran, perizinan, dan persetujuan yang
        diwajibkan oleh setiap Otoritas Pemerintah atau pihak lainnya sebagaimana
        diperlukan untuk transaksi berdasarkan Perjanjian ini, termasuk telah diperolehnya
        pernyataan efektif pernyataan pendaftaran Perseroan dari OJK sehubungan dengan
        pelaksanaan Rencana PMDHMETD.

    Para pihak berjanji untuk segera memberitahukan pihak lainnya mengenai kemajuan
    atas dan/atau pemenuhan persyaratan dan untuk memberitahukan pihak lainnya
    mengenai setiap peristiwa yang akan dan/atau dapat diperkirakan secara wajar yang
    memiliki kemungkinan dapat menghalangi setiap Persyaratan Pendahuluan untuk
    dipenuhi. Para pihak sepakat bahwa pasal di atas akan dinilai dan dipenuhi sebelum
    Perseroan melakukan setoran modal untuk pengambilan saham baru Perseroan.

•   Penyelesaian

    Dengan tunduk pada pemenuhan atau pengesampingan seluruh persyaratan
    pendahuluan (apabila ditentukan berdasarkan Hukum yang berlaku), penyelesaian akan
    terjadi pada tanggal penyelesaian, dengan ketentuan bahwa:

    -   Pada atau sekitar tanggal yang jatuh 2 (dua) hari kerja sebelum perkiraan tanggal
        penyelesaian, para pihak akan mengadakan rapat pra-penyelesaian untuk
        menegaskan seluruh pengaturan dan dokumen yang akan diberikan sehubungan
        dengan penyelesaian.
    -   Penerbitan Saham Baru Perseroan akan dilaksanakan dengan cara:

        i.   Penandatanganan keputusan sirkuler/Risalah RUPSLB oleh para pemegang
             saham KKU untuk menyetujui antara lain masuknya Perseroan sebagai
             pemegang saham KKU dan penerbitan Saham Baru Perseroan untuk diambil
             bagian oleh Perseroan;
        ii. Penandatanganan akta notaris KKU yang menyatakan kembali keputusan
             RUPSLB; dan
        iii. Diterimanya nominal setoran modal untuk pengambilan saham baru Perseroan
             dari Perseroan pada rekening KKU.

    -   Pada saat Penyelesaian, Perseroan harus memberikan kepada Perseroan salinan
        daftar pemegang saham KKU yang menunjukan bahwa Perseroan telah memiliki
        97,25% (sembilan puluh tujuh koma dua puluh lima persen) saham KKU.




                                           211
Page 213
PPBSB KUS

Pada tanggal 8 Agustus 2023, Perseroan dan KUS telah menandatangani PPBSB KUS
sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham KUS. Pokok-pokok kesepakatan penting
dalam PPBSB KUS adalah sebagai berikut:

•   Pihak-pihak yang Bertransaksi

    Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan PPBSB KUS adalah Perseroan dan KUS.

•   Objek dan Nilai Rencana Penyertaan Saham

    Objek transaksi berdasarkan PPBSB KUS adalah transaksi dimana KUS merencanakan
    untuk melakukan peningkatan modal dasar dari 2.000 lembar saham atau setara dengan
    Rp 2,00 miliar menjadi 283.400 lembar saham dengan nilai nominal sebesar Rp
    1.000.000 per lembar saham atau setara dengan Rp 283,40 miliar dan selanjutnya
    merencanakan untuk melakukan peningkatan modal ditempatkan dan disetor, yang akan
    diambil bagian oleh Perseroan sebanyak 70.250 lembar saham dengan nilai nominal
    sebesar Rp 1.000.000 per lembar saham atau setara dengan 99,15% saham KUS
    dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 23.575.000,00 per lembar saham atau dengan
    nilai transaksi keseluruhan sebesar Rp 1,66 triliun.

•   Persyaratan Pendahuluan

    Dengan tunduk pada pemenuhan atau pengesampingan persyaratan pendahuluan
    (apabila diizinkan berdasarkan Hukum yang berlaku) oleh Perseroan, Penyelesaian
    akan terjadi pada Tanggal Penyelesaian, dengan ketentuan bahwa:

    -   Persetujuan oleh direksi, dewan komisaris, atau para pemegang saham
        (sebagaimana relevan) dari setiap Pihak (sebagaimana relevan) telah diperoleh;
    -   Tidak terdapat dampak merugikan decara material atas KUS atau usaha yang
        dijalankan olehnya kecuali sebagaimana dimaksud berdasarkan restrukturisasi KUS;
    -   Tidak ada undang-undang, perintah pengadilan atau lembaga berwenang lainnya,
        putusan sela, pihak manapun yang melarang atau membuat menjadi melawan
        hukum apabila dilakukan penyertaan modal atau restrukturisasi KUS;
    -   Penerbitan Saham Baru oleh KUS telah ditawarkan terlebih dahulu kepada setiap
        pemegang saham eksisting KUS seimbang dengan pemilikan saham untuk
        klasifikasi saham yang sama (pre-emptive rights) dan setiap pemegang saham
        eksisting KUS telah menyatakan tidak berminat untuk mengambil bagian atas saham
        baru Perseroan; dan
    -   Pengumuman atas pengambilalihan yang diusulkan oleh para pembeli oleh KUS,
        yaitu:

        i.   Dalam surat kabar yang beredar secara nasional; dan
        ii. Kepada seluruh karyawan KUS, tertanggal paling lambat tiga puluh (30) hari
            sebelum tanggal panggilan RUPSLB KUS untuk menyetujui pelaksanaan
            transaksi.




                                          212
Page 214
    -   Diterimanya seluruh pengajuan, pendaftaran, perizinan, dan persetujuan yang
        diwajibkan oleh setiap Otoritas Pemerintah atau pihak lainnya sebagaimana
        diperlukan untuk transaksi berdasarkan Perjanjian ini, termasuk telah diperolehnya
        pernyataan efektif pernyataan pendaftaran Perseroan dari OJK sehubungan dengan
        pelaksanaan Rencana PMDHMETD.

    Para pihak berjanji untuk segera memberitahukan pihak lainnya mengenai kemajuan
    atas dan/atau pemenuhan persyaratan dan untuk memberitahukan pihak lainnya
    mengenai setiap peristiwa yang akan dan/atau dapat diperkirakan secara wajar yang
    memiliki kemungkinan dapat menghalangi setiap Persyaratan Pendahuluan untuk
    dipenuhi. Para pihak sepakat bahwa pasal di atas akan dinilai dan dipenuhi sebelum
    Perseroan melakukan setoran modal untuk pengambilan saham baru Perseroan.

•   Penyelesaian

    Dengan tunduk pada pemenuhan atau pengesampingan seluruh persyaratan
    pendahuluan (apabila ditentukan berdasarkan Hukum yang berlaku), penyelesaian akan
    terjadi pada tanggal penyelesaian, dengan ketentuan bahwa:

    -   Pada atau sekitar tanggal yang jatuh 2 (dua) hari kerja sebelum perkiraan tanggal
        penyelesaian, para pihak akan mengadakan rapat pra-penyelesaian untuk
        menegaskan seluruh pengaturan dan dokumen yang akan diberikan sehubungan
        dengan penyelesaian.
    -   Penerbitan Saham Baru Perseroan akan dilaksanakan dengan cara:

        i.   Penandatanganan keputusan sirkuler/Risalah RUPSLB oleh para pemegang
             saham KUS untuk menyetujui antara lain masuknya Perseroan sebagai
             pemegang saham KUS dan penerbitan Saham Baru Perseroan untuk diambil
             bagian oleh Perseroan;
        ii. Penandatanganan akta notaris KUS yang menyatakan kembali keputusan
             RUPSLB; dan
        iii. Diterimanya nominal setoran modal untuk pengambilan saham baru Perseroan
             dari Perseroan pada rekening KUS.

    -   Pada saat Penyelesaian, Perseroan harus memberikan kepada Perseroan salinan
        daftar pemegang saham KUS yang menunjukan bahwa Perseroan telah memiliki
        99,15% (sembilan puluh sembilan koma lima belas persen) saham KUS.




                                           213
Page 215
PPBSB SCU

Pada tanggal 8 Agustus 2023, Perseroan dan SCU telah menandatangani PPBSB SCU
sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham SCU. Pokok-pokok kesepakatan penting
dalam PPBSB SCU adalah sebagai berikut:

•   Pihak-pihak yang Bertransaksi

    Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan PPBSB SCU adalah Perseroan dan SCU.

•   Objek dan Nilai Rencana Penyertaan Saham

    Objek transaksi berdasarkan PPBSB SCU adalah transaksi dimana SCU merencanakan
    untuk melakukan peningkatan modal dasar dari 200.000 lembar saham atau setara
    dengan Rp 100,00 miliar menjadi 2.200.000 lembar saham dengan nilai nominal sebesar
    Rp 500.000 per lembar saham atau setara dengan Rp 1,10 triliun dan selanjutnya
    merencanakan untuk melakukan peningkatan modal ditempatkan dan disetor, yang akan
    diambil bagian oleh Perseroan sebanyak 500.000 lembar saham dengan nilai nominal
    sebesar Rp 500.000 per lembar saham atau setara dengan 90,91% saham SCU dengan
    harga pelaksanaan sebesar Rp 625.000,00 per lembar saham atau dengan nilai
    transaksi keseluruhan sebesar Rp 0,31 triliun.

•   Persyaratan Pendahuluan

    Dengan tunduk pada pemenuhan atau pengesampingan persyaratan pendahuluan
    (apabila diizinkan berdasarkan Hukum yang berlaku) oleh Perseroan, Penyelesaian
    akan terjadi pada Tanggal Penyelesaian, dengan ketentuan bahwa:

    -   Persetujuan oleh direksi, dewan komisaris, atau para pemegang saham
        (sebagaimana relevan) dari setiap Pihak (sebagaimana relevan) telah diperoleh;
    -   Tidak terdapat dampak merugikan decara material atas SCU atau usaha yang
        dijalankan olehnya kecuali sebagaimana dimaksud berdasarkan restrukturisasi SCU;
    -   Tidak ada undang-undang, perintah pengadilan atau lembaga berwenang lainnya,
        putusan sela, pihak manapun yang melarang atau membuat menjadi melawan
        hukum apabila dilakukan penyertaan modal atau restrukturisasi SCU;
    -   Penerbitan Saham Baru oleh SCU telah ditawarkan terlebih dahulu kepada setiap
        pemegang saham eksisting SCU seimbang dengan pemilikan saham untuk
        klasifikasi saham yang sama (pre-emptive rights) dan setiap pemegang saham
        eksisting SCU telah menyatakan tidak berminat untuk mengambil bagian atas saham
        baru Perseroan; dan
    -   Pengumuman atas pengambilalihan yang diusulkan oleh para pembeli oleh SCU,
        yaitu:

        i. Dalam surat kabar yang beredar secara nasional; dan
        ii. Kepada seluruh karyawan SCU, tertanggal paling lambat tiga puluh (30) hari
            sebelum tanggal panggilan RUPSLB SCU untuk menyetujui pelaksanaan
            transaksi.




                                          214
Page 216
    -   Diterimanya seluruh pengajuan, pendaftaran, perizinan, dan persetujuan yang
        diwajibkan oleh setiap Otoritas Pemerintah atau pihak lainnya sebagaimana
        diperlukan untuk transaksi berdasarkan Perjanjian ini, termasuk telah diperolehnya
        pernyataan efektif pernyataan pendaftaran Perseroan dari OJK sehubungan dengan
        pelaksanaan Rencana PMDHMETD.

    Para pihak berjanji untuk segera memberitahukan pihak lainnya mengenai kemajuan
    atas dan/atau pemenuhan persyaratan dan untuk memberitahukan pihak lainnya
    mengenai setiap peristiwa yang akan dan/atau dapat diperkirakan secara wajar yang
    memiliki kemungkinan dapat menghalangi setiap Persyaratan Pendahuluan untuk
    dipenuhi. Para pihak sepakat bahwa pasal di atas akan dinilai dan dipenuhi sebelum
    Perseroan melakukan setoran modal untuk pengambilan saham baru Perseroan.

•   Penyelesaian

    Dengan tunduk pada pemenuhan atau pengesampingan seluruh persyaratan
    pendahuluan (apabila ditentukan berdasarkan Hukum yang berlaku), penyelesaian akan
    terjadi pada tanggal penyelesaian, dengan ketentuan bahwa:

    -   Pada atau sekitar tanggal yang jatuh 2 (dua) hari kerja sebelum perkiraan tanggal
        penyelesaian, para pihak akan mengadakan rapat pra-penyelesaian untuk
        menegaskan seluruh pengaturan dan dokumen yang akan diberikan sehubungan
        dengan penyelesaian.
    -   Penerbitan Saham Baru Perseroan akan dilaksanakan dengan cara:

        i.   Penandatanganan keputusan sirkuler/Risalah RUPSLB oleh para pemegang
             saham SCU untuk menyetujui antara lain masuknya Perseroan sebagai
             pemegang saham SCU dan penerbitan Saham Baru Perseroan untuk diambil
             bagian oleh Perseroan;
        ii. Penandatanganan akta notaris SCU yang menyatakan kembali keputusan
             RUPSLB; dan
        iii. Diterimanya nominal setoran modal untuk pengambilan saham baru Perseroan
             dari Perseroan pada rekening SCU.

    -   Pada saat Penyelesaian, Perseroan harus memberikan kepada Perseroan salinan
        daftar pemegang saham SCU yang menunjukan bahwa Perseroan telah memiliki
        90,91% (sembilan puluh koma sembilan puluh satu persen) saham SCU.




                                           215
Page 217
PPBSB SHM

Pada tanggal 8 Agustus 2023, Perseroan dan SHM telah menandatangani PPBSB SHM
sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham SHM. Pokok-pokok kesepakatan penting
dalam PPBSB SHM adalah sebagai berikut:

•   Pihak-pihak yang Bertransaksi

    Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan PPBSB SHM adalah Perseroan dan SHM.

•   Objek dan Nilai Rencana Penyertaan Saham

    Objek transaksi berdasarkan PPBSB SHM adalah transaksi dimana SHM merencanakan
    untuk melakukan peningkatan modal dasar dari 200.000 lembar atau setara dengan Rp
    100,00 miliar menjadi 200.000 lembar saham seri A dan 3.800.000 lembar saham seri B
    masing-masing dengan nilai nominal sebesar Rp 500.000 per lembar saham dan Rp
    360.000 per lembar saham atau setara dengan Rp 1,47 triliun dan selanjutnya
    merencanakan untuk menerbitkan saham seri B yang memiliki seluruh hak yang sama
    dengan saham yang telah diterbitkan oleh SHM, yang selanjutnya akan menjadi saham
    seri A, kecuali perbedaan harga nominal per lembar saham untuk saham seri A dan
    saham seri B tersebut, yang akan diambil bagian oleh Perseroan sebanyak 950.000
    lembar saham dengan nilai nominal sebesar Rp 360.000 per lembar saham atau setara
    dengan 90,48% saham SHM dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 360.000,00 per
    lembar saham atau dengan nilai transaksi keseluruhan sebesar Rp 0,34 triliun.

•   Persyaratan Pendahuluan

    Dengan tunduk pada pemenuhan atau pengesampingan persyaratan pendahuluan
    (apabila diizinkan berdasarkan Hukum yang berlaku) oleh Perseroan, Penyelesaian
    akan terjadi pada Tanggal Penyelesaian, dengan ketentuan bahwa:

    -   Persetujuan oleh direksi, dewan komisaris, atau para pemegang saham
        (sebagaimana relevan) dari setiap Pihak (sebagaimana relevan) telah diperoleh;
    -   Tidak terdapat dampak merugikan decara material atas SHM atau usaha yang
        dijalankan olehnya kecuali sebagaimana dimaksud berdasarkan restrukturisasi SHM;
    -   Tidak ada undang-undang, perintah pengadilan atau lembaga berwenang lainnya,
        putusan sela, pihak manapun yang melarang atau membuat menjadi melawan
        hukum apabila dilakukan penyertaan modal atau restrukturisasi SHM;
    -   Penerbitan Saham Baru oleh SHM telah ditawarkan terlebih dahulu kepada setiap
        pemegang saham eksisting SHM seimbang dengan pemilikan saham untuk
        klasifikasi saham yang sama (pre-emptive rights) dan setiap pemegang saham
        eksisting SHM telah menyatakan tidak berminat untuk mengambil bagian atas saham
        baru Perseroan; dan




                                          216
Page 218
    -   Pengumuman atas pengambilalihan yang diusulkan oleh para pembeli oleh SHM,
        yaitu:

        i. Dalam surat kabar yang beredar secara nasional; dan
        ii. Kepada seluruh karyawan SHM, tertanggal paling lambat tiga puluh (30) hari
            sebelum tanggal panggilan RUPSLB SHM untuk menyetujui pelaksanaan
            transaksi.

    -   Diterimanya seluruh pengajuan, pendaftaran, perizinan, dan persetujuan yang
        diwajibkan oleh setiap Otoritas Pemerintah atau pihak lainnya sebagaimana
        diperlukan untuk transaksi berdasarkan Perjanjian ini, termasuk telah diperolehnya
        pernyataan efektif pernyataan pendaftaran Perseroan dari OJK sehubungan dengan
        pelaksanaan Rencana PMDHMETD.

    Para pihak berjanji untuk segera memberitahukan pihak lainnya mengenai kemajuan
    atas dan/atau pemenuhan persyaratan dan untuk memberitahukan pihak lainnya
    mengenai setiap peristiwa yang akan dan/atau dapat diperkirakan secara wajar yang
    memiliki kemungkinan dapat menghalangi setiap Persyaratan Pendahuluan untuk
    dipenuhi. Para pihak sepakat bahwa pasal di atas akan dinilai dan dipenuhi sebelum
    Perseroan melakukan setoran modal untuk pengambilan saham baru Perseroan.

•   Penyelesaian

    Dengan tunduk pada pemenuhan atau pengesampingan seluruh persyaratan
    pendahuluan (apabila ditentukan berdasarkan Hukum yang berlaku), penyelesaian akan
    terjadi pada tanggal penyelesaian, dengan ketentuan bahwa:

    -   Pada atau sekitar tanggal yang jatuh 2 (dua) hari kerja sebelum perkiraan tanggal
        penyelesaian, para pihak akan mengadakan rapat pra-penyelesaian untuk
        menegaskan seluruh pengaturan dan dokumen yang akan diberikan sehubungan
        dengan penyelesaian.
    -   Penerbitan Saham Baru Perseroan akan dilaksanakan dengan cara:

        i.   Penandatanganan keputusan sirkuler/Risalah RUPSLB oleh para pemegang
             saham SHM untuk menyetujui antara lain masuknya Perseroan sebagai
             pemegang saham SHM dan penerbitan Saham Baru Perseroan untuk diambil
             bagian oleh Perseroan;
        ii. Penandatanganan akta notaris SHM yang menyatakan kembali keputusan
             RUPSLB; dan
        iii. Diterimanya nominal setoran modal untuk pengambilan saham baru Perseroan
             dari Perseroan pada rekening SHM.

Pada saat Penyelesaian, Perseroan harus memberikan kepada Perseroan salinan daftar
pemegang saham SHM yang menunjukan bahwa Perseroan telah memiliki 90,48%
(sembilan puluh koma empat puluh delapan persen) saham SHM.




                                           217
Page 219
                                                                            Lampiran E

Analisis atas Laporan Penilaian 100,00% Saham BMW

KR, KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli
2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar modal di OJK dengan Surat
Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK No. STTD.PB-01/PJ-
1/PM.223/2023 (penilai bisnis), telah ditunjuk oleh manajemen Perseroan sebagai penilai
independen sesuai dengan surat penugasan No. KR/230412-001 tanggal 12 April 2023
yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan untuk memberikan pendapat sebagai penilai
independen atas nilai pasar 100,00% saham BMW. Hasil penilaian atas 100,00% saham
BMW tersebut tertuang dalam laporan penilaian 100,00% saham BMW dengan No.
00096/2.0162-00/BS/05/0153/1/VIII/2023 tanggal 7 Agustus 2023 dengan ringkasan sebagai
berikut:

1. Pihak-pihak yang Bertransaksi

   Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Rencana Penyertaan Saham BMW adalah
   Perseroan dan BMW.

2. Objek Penilaian

   Objek Penilaian adalah nilai pasar 100,00% saham BMW.

3. Tujuan Penilaian

   Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang
   nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau
   ekuivalensinya pada tanggal 30 Juni 2023.

4. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas

   Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
   dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan
   tanggal penerbitan laporan penilaian ini.

   Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode penyesuaian aset bersih
   didasarkan pada laporan keuangan BMW yang telah diaudit. Kami telah melakukan
   penyesuaian atas laporan keuangan tersebut agar dapat mencerminkan nilai pasarnya.
   Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian berdasarkan kinerja historis BMW
   dan informasi manajemen BMW terhadap laporan keuangan BMW tersebut. Kami juga
   bertanggung jawab atas laporan penilaian BMW dan kesimpulan nilai akhir.




                                          218
Page 220
Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi dan
kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penilaian sampai
dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian.
Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan 219embali atau melengkapi,
memutakhirkan (update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi
serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi
lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan BMW atau yang tersedia secara
umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami
tidak bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-
informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan
dan BMW bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-
informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut
dapat mempengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggung
jawab atas perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun segala kehilangan,
kerusakan, biaya, ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan
informasi sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan/atau dapat
disalahartikan.

Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang
mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan
mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan
terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa
perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini
telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami tidak
dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan
yang disebabkan oleh adanya analisis tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian
sebagai dasar untuk melakukan analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam
data yang dijadikan sebagai dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat
non-disclaimer opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali
terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional
Perseroan dan BMW.




                                       219
Page 221
   Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan dan
   tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau
   pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut
   juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian
   internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran
   hukum. Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum BMW
   berdasarkan anggaran dasar BMW.

5. Metode Penilaian yang Digunakan

   Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
   penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method).

   Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari
   semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya,
   kecuali untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti
   kas/bank atau utang bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh
   dengan menghitung selisih antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak
   berwujud) dan nilai pasar liabilitas.

   Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
   diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen
   Perseroan dan BMW. Tidak tertutup kemungkinan untuk diaplikasikannya pendekatan
   dan metode penilaian lain yang dapat memberikan hasil yang berbeda.

6. Kesimpulan Penilaian

   Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima dan
   dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang mempengaruhi penilaian,
   maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 30 Juni 2023
   adalah sebesar Rp 90,24 miliar.




                                         220
Page 222
Analisis atas Laporan Penilaian 100,00% Saham CIS

KR, KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli
2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar modal di OJK dengan Surat
Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK No. STTD.PB-01/PJ-
1/PM.223/2023 (penilai bisnis), telah ditunjuk oleh manajemen Perseroan sebagai penilai
independen sesuai dengan surat penugasan No. KR/230412-001 tanggal 12 April 2023
yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan untuk memberikan pendapat sebagai penilai
independen atas nilai pasar 100,00% saham CIS. Hasil penilaian atas 100,00% saham CIS
tersebut tertuang dalam laporan penilaian 100,00% saham CIS dengan No. 00097/2.0162-
00/BS/05/0153/1/VIII/2023 tanggal 7 Agustus 2023 dengan ringkasan sebagai berikut:

1. Pihak-pihak yang Bertransaksi

   Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Rencana Penyertaan Saham CIS adalah
   Perseroan dan CIS.

2. Objek Penilaian

   Objek Penilaian adalah nilai pasar 100,00% saham CIS.

3. Tujuan Penilaian

   Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang
   nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau
   ekuivalensinya pada tanggal 30 Juni 2023.

4. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas

   Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
   dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan
   tanggal penerbitan laporan penilaian ini.

   Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode penyesuaian aset bersih
   didasarkan pada laporan keuangan CIS yang telah diaudit. Kami telah melakukan
   penyesuaian atas laporan keuangan tersebut agar dapat mencerminkan nilai pasarnya.
   Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian berdasarkan kinerja historis CIS
   dan informasi manajemen CIS terhadap laporan keuangan CIS tersebut. Kami juga
   bertanggung jawab atas laporan penilaian CIS dan kesimpulan nilai akhir.




                                          221
Page 223
Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi dan
kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penilaian sampai
dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian.
Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi,
memutakhirkan (update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi
serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi
lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan CIS atau yang tersedia secara
umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami
tidak bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-
informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan
dan CIS bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-
informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut
dapat mempengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggung
jawab atas perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun segala kehilangan,
kerusakan, biaya, ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan
informasi sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan/atau dapat
disalahartikan.

Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang
mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan
mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan
terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa
perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini
telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami tidak
dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan
yang disebabkan oleh adanya analisis tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian
sebagai dasar untuk melakukan analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam
data yang dijadikan sebagai dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat
non-disclaimer opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali
terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional
Perseroan dan CIS.




                                       222
Page 224
   Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan dan
   tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau
   pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut
   juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian
   internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran
   hukum. Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum CIS
   berdasarkan anggaran dasar CIS.

5. Metode Penilaian yang Digunakan

   Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
   penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method).

   Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari
   semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya,
   kecuali untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti
   kas/bank atau utang bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh
   dengan menghitung selisih antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak
   berwujud) dan nilai pasar liabilitas.

   Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
   diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen
   Perseroan dan CIS. Tidak tertutup kemungkinan untuk diaplikasikannya pendekatan dan
   metode penilaian lain yang dapat memberikan hasil yang berbeda.

6. Kesimpulan Penilaian

   Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima dan
   dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang mempengaruhi penilaian,
   maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 30 Juni 2023
   adalah sebesar Rp 8,95 miliar.




                                         223
Page 225
Analisis atas Laporan Penilaian 100,00% Saham JIS

KR, KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli
2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar modal di OJK dengan Surat
Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK No. STTD.PB-01/PJ-
1/PM.223/2023 (penilai bisnis), telah ditunjuk oleh manajemen Perseroan sebagai penilai
independen sesuai dengan surat penugasan No. KR/230412-001 tanggal 12 April 2023
yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan untuk memberikan pendapat sebagai penilai
independen atas nilai pasar 100,00% saham JIS. Hasil penilaian atas 100,00% saham JIS
tersebut tertuang dalam laporan penilaian 100,00% saham JIS dengan No. 00098/2.0162-
00/BS/05/0153/1/VIII/2023 tanggal 7 Agustus 2023 dengan ringkasan sebagai berikut:

1. Pihak-pihak yang Bertransaksi

   Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Rencana Penyertaan Saham JIS adalah
   Perseroan dan JIS.

2. Objek Penilaian

   Objek Penilaian adalah nilai pasar 100,00% saham JIS.

3. Tujuan Penilaian

   Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang
   nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau
   ekuivalensinya pada tanggal 30 Juni 2023.

4. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas

   Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
   dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan
   tanggal penerbitan laporan penilaian ini.

   Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode penyesuaian aset bersih
   didasarkan pada laporan keuangan JIS yang telah diaudit. Kami telah melakukan
   penyesuaian atas laporan keuangan tersebut agar dapat mencerminkan nilai pasarnya.
   Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian berdasarkan kinerja historis JIS
   dan informasi manajemen JIS terhadap laporan keuangan JIS tersebut. Kami juga
   bertanggung jawab atas laporan penilaian JIS dan kesimpulan nilai akhir.




                                          224
Page 226
Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi dan
kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penilaian sampai
dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian.
Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi,
memutakhirkan (update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi
serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi
lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan JIS atau yang tersedia secara
umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami
tidak bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-
informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan
dan JIS bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-
informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut
dapat mempengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggung
jawab atas perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun segala kehilangan,
kerusakan, biaya, ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan
informasi sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan/atau dapat
disalahartikan.

Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang
mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan
mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan
terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa
perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini
telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami tidak
dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan
yang disebabkan oleh adanya analisis tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian
sebagai dasar untuk melakukan analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam
data yang dijadikan sebagai dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat
non-disclaimer opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali
terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional
Perseroan dan JIS.




                                       225
Page 227
   Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan dan
   tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau
   pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut
   juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian
   internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran
   hukum. Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum JIS
   berdasarkan anggaran dasar JIS.

5. Metode Penilaian yang Digunakan

   Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
   penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method).

   Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari
   semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya,
   kecuali untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti
   kas/bank atau utang bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh
   dengan menghitung selisih antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak
   berwujud) dan nilai pasar liabilitas.

   Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
   diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen
   Perseroan dan JIS. Tidak tertutup kemungkinan untuk diaplikasikannya pendekatan dan
   metode penilaian lain yang dapat memberikan hasil yang berbeda.

6. Kesimpulan Penilaian

   Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima dan
   dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang mempengaruhi penilaian,
   maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 30 Juni 2023
   adalah sebesar Rp 103,41 miliar.




                                         226
Page 228
Analisis atas Laporan Penilaian 100,00% Saham KKU

KR, KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli
2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar modal di OJK dengan Surat
Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK No. STTD.PB-01/PJ-
1/PM.223/2023 (penilai bisnis), telah ditunjuk oleh manajemen Perseroan sebagai penilai
independen sesuai dengan surat penugasan No. KR/230412-001 tanggal 12 April 2023
yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan untuk memberikan pendapat sebagai penilai
independen atas nilai pasar 100,00% saham KKU. Hasil penilaian atas 100,00% saham
KKU tersebut tertuang dalam laporan penilaian 100,00% saham KKU dengan No.
00099/2.0162-00/BS/05/0153/1/VIII/2023 tanggal 7 Agustus 2023 dengan ringkasan sebagai
berikut:

1. Pihak-pihak yang Bertransaksi

   Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Rencana Penyertaan Saham KKU adalah
   Perseroan dan KKU.

2. Objek Penilaian

   Objek Penilaian adalah nilai pasar 100,00% saham KKU.

3. Tujuan Penilaian

   Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang
   nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau
   ekuivalensinya pada tanggal 30 Juni 2023.

4. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas

   Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
   dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan
   tanggal penerbitan laporan penilaian ini.

   Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode penyesuaian aset bersih
   didasarkan pada laporan keuangan KKU yang telah diaudit. Kami telah melakukan
   penyesuaian atas laporan keuangan tersebut agar dapat mencerminkan nilai pasarnya.
   Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian berdasarkan kinerja historis KKU
   dan informasi manajemen KKU terhadap laporan keuangan KKU tersebut. Kami juga
   bertanggung jawab atas laporan penilaian KKU dan kesimpulan nilai akhir.




                                          227
Page 229
Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi dan
kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penilaian sampai
dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian.
Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi,
memutakhirkan (update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi
serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi
lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan KKU atau yang tersedia secara
umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami
tidak bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-
informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan
dan KKU bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-
informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut
dapat mempengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggung
jawab atas perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun segala kehilangan,
kerusakan, biaya, ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan
informasi sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan/atau dapat
disalahartikan.

Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang
mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan
mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan
terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa
perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini
telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami tidak
dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan
yang disebabkan oleh adanya analisis tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian
sebagai dasar untuk melakukan analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam
data yang dijadikan sebagai dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat
non-disclaimer opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali
terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional
Perseroan dan KKU.




                                       228
Page 230
   Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan dan
   tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau
   pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut
   juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian
   internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran
   hukum. Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum KKU
   berdasarkan anggaran dasar KKU.

5. Metode Penilaian yang Digunakan

   Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
   penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method).

   Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari
   semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya,
   kecuali untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti
   kas/bank atau utang bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh
   dengan menghitung selisih antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak
   berwujud) dan nilai pasar liabilitas.

   Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
   diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen
   Perseroan dan KKU. Tidak tertutup kemungkinan untuk diaplikasikannya pendekatan
   dan metode penilaian lain yang dapat memberikan hasil yang berbeda.

6. Kesimpulan Penilaian

   Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima dan
   dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang mempengaruhi penilaian,
   maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 30 Juni 2023
   adalah sebesar Rp 11,74 miliar.




                                         229
Page 231
Analisis atas Laporan Penilaian 100,00% Saham KUS

KR, KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli
2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar modal di OJK dengan Surat
Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK No. STTD.PB-01/PJ-
1/PM.223/2023 (penilai bisnis), telah ditunjuk oleh manajemen Perseroan sebagai penilai
independen sesuai dengan surat penugasan No. KR/230412-001 tanggal 12 April 2023
yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan untuk memberikan pendapat sebagai penilai
independen atas nilai pasar 100,00% saham KUS. Hasil penilaian atas 100,00% saham
KUS tersebut tertuang dalam laporan penilaian 100,00% saham KUS dengan No.
00100/2.0162-00/BS/05/0153/1/VIII/2023 tanggal 7 Agustus 2023 dengan ringkasan sebagai
berikut:

1. Pihak-pihak yang Bertransaksi

   Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Rencana Penyertaan Saham KUS adalah
   Perseroan dan KUS.

2. Objek Penilaian

   Objek Penilaian adalah nilai pasar 100,00% saham KUS.

3. Tujuan Penilaian

   Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang
   nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau
   ekuivalensinya pada tanggal 30 Juni 2023.

4. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas

   Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
   dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan
   tanggal penerbitan laporan penilaian ini.

   Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode penyesuaian aset bersih
   didasarkan pada laporan keuangan KUS yang telah diaudit. Kami telah melakukan
   penyesuaian atas laporan keuangan tersebut agar dapat mencerminkan nilai pasarnya.
   Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian berdasarkan kinerja historis KUS
   dan informasi manajemen KUS terhadap laporan keuangan KUS tersebut. Kami juga
   bertanggung jawab atas laporan penilaian KUS dan kesimpulan nilai akhir.




                                          230
Page 232
Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi dan
kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penilaian sampai
dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian.
Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi,
memutakhirkan (update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi
serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi
lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan KUS atau yang tersedia secara
umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami
tidak bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-
informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan
dan KUS bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-
informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut
dapat mempengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggung
jawab atas perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun segala kehilangan,
kerusakan, biaya, ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan
informasi sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan/atau dapat
disalahartikan.

Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang
mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan
mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan
terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa
perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini
telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami tidak
dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan
yang disebabkan oleh adanya analisis tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian
sebagai dasar untuk melakukan analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam
data yang dijadikan sebagai dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat
non-disclaimer opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali
terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional
Perseroan dan KUS.




                                       231
Page 233
   Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan dan
   tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau
   pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut
   juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian
   internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran
   hukum. Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum KUS
   berdasarkan anggaran dasar KUS.

5. Metode Penilaian yang Digunakan

   Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
   penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method).

   Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari
   semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya,
   kecuali untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti
   kas/bank atau utang bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh
   dengan menghitung selisih antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak
   berwujud) dan nilai pasar liabilitas.

   Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
   diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen
   Perseroan dan KUS. Tidak tertutup kemungkinan untuk diaplikasikannya pendekatan
   dan metode penilaian lain yang dapat memberikan hasil yang berbeda.

6. Kesimpulan Penilaian

   Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima dan
   dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang mempengaruhi penilaian,
   maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 30 Juni 2023
   adalah sebesar Rp 15,03 miliar.




                                         232
Page 234
Analisis atas Laporan Penilaian 100,00% Saham SCU

KR, KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli
2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar modal di OJK dengan Surat
Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK No. STTD.PB-01/PJ-
1/PM.223/2023 (penilai bisnis), telah ditunjuk oleh manajemen Perseroan sebagai penilai
independen sesuai dengan surat penugasan No. KR/230412-001 tanggal 12 April 2023
yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan untuk memberikan pendapat sebagai penilai
independen atas nilai pasar 100,00% saham SCU. Hasil penilaian atas 100,00% saham
SCU tersebut tertuang dalam laporan penilaian 100,00% saham SCU dengan No.
00101/2.0162-00/BS/05/0153/1/VIII/2023 tanggal 7 Agustus 2023 dengan ringkasan sebagai
berikut:

1. Pihak-pihak yang Bertransaksi

   Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Rencana Penyertaan Saham SCU adalah
   Perseroan dan SCU.

2. Objek Penilaian

   Objek Penilaian adalah nilai pasar 100,00% saham SCU.

3. Tujuan Penilaian

   Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang
   nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau
   ekuivalensinya pada tanggal 30 Juni 2023.

4. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas

   Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
   dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan
   tanggal penerbitan laporan penilaian ini.

   Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode penyesuaian aset bersih
   didasarkan pada laporan keuangan SCU yang telah diaudit. Kami telah melakukan
   penyesuaian atas laporan keuangan tersebut agar dapat mencerminkan nilai pasarnya.
   Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian berdasarkan kinerja historis SCU
   dan informasi manajemen SCU terhadap laporan keuangan SCU tersebut. Kami juga
   bertanggung jawab atas laporan penilaian SCU dan kesimpulan nilai akhir.




                                          233
Page 235
Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi dan
kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penilaian sampai
dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian.
Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi,
memutakhirkan (update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi
serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi
lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan SCU atau yang tersedia secara
umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami
tidak bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-
informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan
dan SCU bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-
informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut
dapat mempengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggung
jawab atas perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun segala kehilangan,
kerusakan, biaya, ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan
informasi sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan/atau dapat
disalahartikan.

Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang
mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan
mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan
terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa
perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini
telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami tidak
dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan
yang disebabkan oleh adanya analisis tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian
sebagai dasar untuk melakukan analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam
data yang dijadikan sebagai dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat
non-disclaimer opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali
terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional
Perseroan dan SCU.




                                       234
Page 236
   Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan dan
   tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau
   pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut
   juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian
   internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran
   hukum. Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum SCU
   berdasarkan anggaran dasar SCU.

5. Metode Penilaian yang Digunakan

   Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
   penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method).

   Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari
   semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya,
   kecuali untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti
   kas/bank atau utang bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh
   dengan menghitung selisih antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak
   berwujud) dan nilai pasar liabilitas.

   Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
   diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen
   Perseroan dan SCU. Tidak tertutup kemungkinan untuk diaplikasikannya pendekatan
   dan metode penilaian lain yang dapat memberikan hasil yang berbeda.

6. Kesimpulan Penilaian

   Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima dan
   dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang mempengaruhi penilaian,
   maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 30 Juni 2023
   adalah sebesar Rp 33,25 miliar.




                                         235
Page 237
Analisis atas Laporan Penilaian 100,00% Saham SHM

KR, KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli
2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar modal di OJK dengan Surat
Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK No. STTD.PB-01/PJ-
1/PM.223/2023 (penilai bisnis), telah ditunjuk oleh manajemen Perseroan sebagai penilai
independen sesuai dengan surat penugasan No. KR/230412-001 tanggal 12 April 2023
yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan untuk memberikan pendapat sebagai penilai
independen atas nilai pasar 100,00% saham SHM. Hasil penilaian atas 100,00% saham
SHM tersebut tertuang dalam laporan penilaian 100,00% saham SHM dengan No.
00096/2.0162-00/BS/05/0153/1/VIII/2023 tanggal 7 Agustus 2023 dengan ringkasan sebagai
berikut:

1. Pihak-pihak yang Bertransaksi

   Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Rencana Penyertaan Saham SHM adalah
   Perseroan dan SHM.

2. Objek Penilaian

   Objek Penilaian adalah nilai pasar 100,00% saham SHM.

3. Tujuan Penilaian

   Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang
   nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau
   ekuivalensinya pada tanggal 30 Juni 2023.

4. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas

   Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
   dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan
   tanggal penerbitan laporan penilaian ini.

   Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode penyesuaian aset bersih
   didasarkan pada laporan keuangan SHM yang telah diaudit. Kami telah melakukan
   penyesuaian atas laporan keuangan tersebut agar dapat mencerminkan nilai pasarnya.
   Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian berdasarkan kinerja historis SHM
   dan informasi manajemen SHM terhadap laporan keuangan SHM tersebut. Kami juga
   bertanggung jawab atas laporan penilaian SHM dan kesimpulan nilai akhir.




                                          236
Page 238
Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi dan
kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penilaian sampai
dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian.
Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi,
memutakhirkan (update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi
serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi
lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan SHM atau yang tersedia secara
umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami
tidak bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-
informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan
dan SHM bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-
informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut
dapat mempengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggung
jawab atas perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun segala kehilangan,
kerusakan, biaya, ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan
informasi sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan/atau dapat
disalahartikan.

Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang
mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan
mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan
terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa
perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini
telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami tidak
dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan
yang disebabkan oleh adanya analisis tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian
sebagai dasar untuk melakukan analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam
data yang dijadikan sebagai dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat
non-disclaimer opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali
terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional
Perseroan dan SHM.




                                       237
Page 239
   Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan dan
   tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau
   pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut
   juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian
   internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran
   hukum. Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum SHM
   berdasarkan anggaran dasar SHM.

5. Metode Penilaian yang Digunakan

   Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
   penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method).

   Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari
   semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya,
   kecuali untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti
   kas/bank atau utang bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh
   dengan menghitung selisih antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak
   berwujud) dan nilai pasar liabilitas.

   Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
   diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen
   Perseroan dan SHM. Tidak tertutup kemungkinan untuk diaplikasikannya pendekatan
   dan metode penilaian lain yang dapat memberikan hasil yang berbeda.

6. Kesimpulan Penilaian

   Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima dan
   dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang mempengaruhi penilaian,
   maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 30 Juni 2023
   adalah sebesar Rp 38,34 miliar.




                                         238

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.51 MB
Published9 Aug 2023
Pages239
Characters655,628
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

The name pass has not read this document yet.

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result