Back to announcement
20260512_INET_Laporan Informasi dan Fakta Material_32090799_lamp3.pdf
Other Text extracted INETSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 134
Page 1
LAPORAN PENILAIAN 100% SAHAM
PT SARANA GLOBAL INDONESIA
Tanggal Penilaian:
31 Desember 2025
Page 2
Nomor: 00069/2.0047-05/BS/06/0465/1/IV/2026 8 April 2026
Kepada Yth.
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
Gedung Cyber Lantai 10,
Jalan Kuningan Barat No.8,
Jakarta Selatan – DKI Jakarta
Up : Bapak Muhammad Arif
Direktur Utama
Perihal : Penilaian 100% Saham PT Sarana Global Indonesia
Dengan hormat,
Sesuai dengan permintaan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk ("INET/Pemberi Tugas") kepada Kantor Jasa Penilai
Publik (KJPP) Iwan Bachron & Rekan ("IDR"), sehubungan dengan rencana akuisisi 60% atau 180.000 lembar saham
PT Sarana Global Indonesia ("SGI") melalui penerbitan saham baru, termasuk kepemilikan pada entitas anak sebesar
99% atau 12.375 lembar saham PT Jala Nusantara Mardika (“JNM”) dan 99% atau 999.999 lembar saham PT Nostag
Nusantara Mardika (“NNM”) milik JNM (“Rencana Transaksi”), seperti yang tertuang di dalam Surat Perjanjian Kerja
No. 004/IDR-SPK/BS/III/2026 pada tanggal 4 Maret 2026, serta dalam batas-batas kemampuan kami sebagai Kantor
Jasa Penilai Publik (KJPP) yang beroperasi berdasarkan Izin Usaha dari Departemen Keuangan Republik Indonesia
No. 552KM.1/2009. Maka dengan ini, kami menyatakan bahwa telah menilai 100% saham SGI (termasuk di dalamnya
penilaian saham atas seluruh entitas anak perusahaan yang beroperasi) pada tanggal 31 Desember 2025.
LATAR BELAKANG
SGI adalah perusahaan yang berdiri sejak 25 April 2000, berstatus perusahaan tertutup, dan bergerak dalam bidang
engineering, procurement, and construction (EPC), khususnya dalam Jasa Penggelaran kabel (Power / Fiber Optic)
bawah laut, Jasa perbaikan kabel bawah laut (Corrective Maintenance), dan Managed Service (kegiatan Preventive
Maintenance). SGI memiliki sebuah anak perusahaan terkendali, yaitu PT Jala Nusantara Mardika (“JNM”), dan JNM
juga memilik sebuah anak perusahaan terkendali, yaitu Nostag Nusantara Mardika (“NNM”). Kedua perusahaan
tersebut membantu SGI dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, yakni dengan menyewakan kapal kepada SGI
untuk melaksanakan jasa - jasa SGI (kapal Pacific Guardian milik JNM untuk penggelaran dan perbaikan kabel jenis
fiber optic laut dalam (≥100 meter), dan kapal Nostag 10 milik NNM untuk penggelaran dan perbaikan kabel jenis
fiber optic dan power (≤100 meter)). Kantor Pusat SGI berlokasi di Indonesia dengan alamat di Jl. Patra Kuningan
VIII No.1, RT.6/RW.4, Kuningan Tim., Kecamatan Setiabudi, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
12950.
INET merupakan sebuah perseroan terbatas yang didirikan pada tanggal 16 Desember 2016, berstatus perusahaan
terbuka (publicly-held company) dan bergerak dalam sektor telekomunikasi/infrastruktur digital dan menyediakan
layanan konektivitas B2B (terutama melayani penyedia layanan internet (ISP), korporasi, dan institusi). INET
Page 3
menyediakan beberapa layanan utama, seperti interkoneksi data center, colocation, local loop/akses lokal, IP Transit (NAP), managed network service, serta solusi jaringan seperti SD-WAN. Kantor pusat INET berlokasi di Indonesia dengan alamat di Gedung Cyber 1 Lantai 10, Jl. Kuningan Barat No. 8, Jakarta Selatan. Berdasarkan informasi dari Pemberi Tugas, rencana transaksi yang akan dilaksanakan adalah pengambilalihan atas 60% saham SGI melalui penerbitan saham baru (“Rencana Transaksi”). INET berpandangan bahwa pengambilalihan saham SGI diharapkan dapat meningkatkan skala usaha sekaligus memperluas jangkauan bisnis dengan memanfaatkan kekuatan dan posisi SGI sebagai perusahaan jasa pelaksanaan konstruksi telekomunikasi. Di sisi lain, transaksi ini memungkinkan optimalisasi kemampuan, pengalaman, dan keahlian INET dalam pengembangan dan pemanfaatan teknologi telekomunikasi, sehingga tercipta nilai tambah yang berkelanjutan bagi kedua entitas. Pertimbangan dan manfaat dari rencana transaksi ini adalah untuk memperkuat penetrasi pasar, khususnya di Pulau Jawa dan Kalimantan, serta mempercepat pembangunan jaringan telekomunikasi bawah laut. Dengan aset kapal pemasang kabel laut (cable laying vessel) yang dimiliki SGI, INET dapat meningkatkan efisiensi dalam pembangunan, perbaikan, dan pemeliharaan jaringan. Sinergi ini diharapkan menghasilkan infrastruktur telekomunikasi yang lebih kuat dan terintegrasi, sekaligus menekan biaya ekspansi layanan internet dan mempercepat pertumbuhan bisnis perusahaan. Rencana transaksi juga merupakan transaksi material sebagaimana didefinisikan dalam POJK 17/2020. Dalam rangka pelaksanaan Transaksi Material dan untuk memenuhi ketentuan-ketentuan yang diatur dalam POJK 17/2020, maka SGI telah menunjuk kami untuk melaksanakan penilaian 100% saham SGI. STATUS PENILAI IDR adalah Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) yang didirikan berdasarkan Akta Notaris No.139 tertanggal 13 April 2009 oleh Notaris Publik Drajat Darmadji, S.H, IDR telah terdaftar pada Departemen Keuangan Republik Indonesia dengan Nomor Izin No. 2.09.0047, Tanggal 10 Juni 2009. Penilaian saham ini dilakukan oleh Penilai Publik Bunga Budiarti, S.E., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.) merupakan Penilai independen yang bernaung dalam IDR berdasarkan ijin Penilai Publik No. B-1.16.00465, yang terdaftar sebagai profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) dengan Surat Tanda Terdaftar (“STTD”) Profesi Penunjang Pasar Modal dari Bagian Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Penilai Properti dan Bisnis) STTD OJK No. STTD.PPB-27/PJ-1/PM.02/2023. Bertindak independen, objektif, dan memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian saham sebagaimana yang dimaksud dalam lingkup penugasan ini. IDR dalam memberikan jasa penilaian saham sesuai dengan kemampuan dan keahlian dengan menjunjung tinggi integritas, kejujuran dan tidak memihak. Penilai tidak memiliki keterlibatan material atau benturan kepentingan baik aktual maupun potensial dengan objek penilaian dan/atau pemilik aset dan Pemberi Tugas. Untuk penilaian saham sebagaimana dijelaskan di bawah tidak diperlukan bantuan tenaga ahli luar. Seluruh Penilai, ahli, dan staf pelaksana dalam penugasan ini adalah satu kesatuan tim penugasan di bawah koordinator Penilai berizin atau penanggung jawab laporan penilaian saham. Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia II
Page 4
IDENTITAS PEMBERI TUGAS DAN PENGGUNA LAPORAN
Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan sebagaimana dimaksud dalam Laporan Penilaian ini adalah:
Nama : PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
Domisili : Gedung Cyber Lantai 10, Jalan Kuningan Barat No.8, Jakarta Selatan 12710
Industri : Telekomunikasi
Telp/Fax : +62 2150525588
Email : info@sinergynetworks.co.id
(Pemberi Tugas memastikan bahwa dalam kurun waktu yang bersamaan (dalam kurun waktu 2 bulan), aset atau objek penilaian
tersebut tidak sedang atau telah dilakukan penilaian lain untuk maksud, tujuan, pengguna laporan dan tanggal penilaian yang
sama atau berdekatan.) (KEPI Edisi VII – 2018 Pasal 5.8 poin C-4.).
OBJEK PENILAIAN
Objek penilaian dalam penugasan ini adalah 100% atau 120.000 lembar saham SGI dengan bentuk kepemilikan
mayoritas dengan kendali, dan kepemilikan pada entitas anak sebagai berikut:
➢ 99% atau 12.375 lembar saham JNM, milik SGI dengan bentuk kepemilikan mayoritas dengan kendali.
a. 99% atau 999.999 lembar saham NNM, milik JNM dengan bentuk kepemilikan mayoritas dengan kendali.
JENIS MATA UANG
Dalam penugasan ini hasil penilaian saham dinyatakan dalam mata uang Rupiah.
MAKSUD DAN TUJUAN PENILAIAN
Maksud dari penilaian saham ini adalah untuk memberikan opini/pendapat Nilai Pasar Saham atas OBJEK
PENILAIAN tersebut pada tanggal 31 Desember 2025 untuk tujuan transaksi akuisisi melalui penerbitan saham baru,
dan untuk memenuhi ketentuan-ketentuan dari Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor
17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, dan oleh karenanya tidak
direkomendasikan untuk penggunaan lainnya.
DASAR NILAI
Sesuai dengan maksud dan tujuan penilaian, Dasar Nilai yang digunakan dalam penilaian ini adalah Nilai Pasar.
Nilai Pasar didefinisikan sebagai estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh atau dibayar untuk penukaran suatu
aset atau liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat
menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara layak, dimana kedua pihak
masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian dan tanpa paksaan (SPI Edisi VII-
2018, SPI 101-3.1).
Mengacu pada POJK 35/POJK.04/2020, Nilai Pasar, didefinisikan sebagai estimasi sejumlah uang yang dapat
diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang berminat membeli
dengan penjual yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia III
Page 5
layak, dimana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian dan tanpa
paksaan.
TANGGAL PENILAIAN
Tanggal penilaian adalah 31 Desember 2025. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan beserta tujuan
penilaian dan dari data keuangan SGI, JNM, dan NNM yang kami terima. Data keuangan tersebut berupa laporan
keuangan objek penilaian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang menjadi dasar penilaian
ini.
TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI
Penilaian dilakukan dengan batasan investigasi sebagai berikut :
➢ Tidak dilakukan uji tuntas atas laporan keuangan objek penilaian;
➢ Tidak dilakukan uji tuntas atas aspek legal termasuk dokumen legalitas objek penilaian;
➢ Pengumpulan data dan informasi dari pihak manajemen perseroan diverifikasi secara tertulis atau wawancara
langsung;
➢ Proses pengumpulan, verifikasi dan analisis data dilakukan secara langsung pada objek penilaian. Bila pada objek
penilaian tertentu dijumpai keterbatasan untuk dijangkau dan/atau diversifikasi secara keseluruhan, maka kami
menggunakan pendataan secara sampling dan wawancara dari pihak yang relevan;
➢ Inspeksi dan/atau wawancara dapat dilakukan tanpa ada pembatasan termasuk akses data yang harus disediakan
oleh pemberi tugas dan/atau pihak terkait lainya;
➢ Segala sesuatu yang membatasi pekerjaan penilaian ini akan dicatatkan sebagai bagian yang mengikat atas hasil
penilaian yang dilakukan.
SIFAT DAN SUMBER INFORMASI YANG DAPAT DIANDALKAN
Informasi dan data yang relevan namun tidak membutuhkan verifikasi, dapat disetujui untuk digunakan sepanjang
sumber data tersebut diyakini kebenarannya. Sumber data tersebut antara lain:
⮚ Informasi primer yang relevan atas objek penilaian saham diberikan secara langsung oleh Pemberi Tugas selama
proses penilaian dengan rincian sebagai berikut:
- Laporan keuangan konsolidasian Audit SGI tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang telah
diaudit oleh KAP Gatot Permadi, Azwir, & Abimail dengan opini wajar dengan pengecualian dalam semua hal
yang material dan telah ditandatangani pada tanggal 17 Maret 2026 oleh Azwir Zamrinurdin, CPA dengan Izin
Akuntan Publik No. AP.0977, dengan nomor laporan No. 00037/2.0935/AU.1/03/0977-3/1/III/2026 tanggal 17
Maret 2026;
- Laporan keuangan konsolidasian Audit SGI tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang telah
diaudit oleh KAP Gatot Permadi, Azwir, & Abimail dengan opini wajar dengan pengecualian dalam semua hal
yang material dan telah ditandatangani pada tanggal 22 Mei 2025 oleh Azwir Zamrinurdin, CPA dengan Izin
Akuntan Publik No. AP.0977, dengan nomor laporan No. 00116/2.0935/AU.1/05/0977-2/1/V/2025 tanggal 22
Mei 2025;
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia IV
Page 6
- Laporan keuangan konsolidasian Audit SGI tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang telah
diaudit oleh KAP Gatot Permadi, Azwir, & Abimail dengan opini wajar dengan pengecualian dalam semua hal
yang material dan telah ditandatangani pada tanggal 27 Juni 2024 oleh Azwir Zamrinurdin, CPA dengan Izin
Akuntan Publik No. AP.0977, dengan nomor laporan No. 00080/2.0935/AU.1/03/0977-1/1/VI/2024 tanggal 27
Juni 2024;
- Laporan keuangan konsolidasian Audit SGI tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang telah
diaudit oleh KAP Soejatna, Mulyana & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan telah
ditandatangani pada tanggal 30 Juni 2023 oleh Benny, CPA dengan Izin Akuntan Publik No. AP.1145, dengan
nomor laporan No. Ref. 00034/2.0052/AU.1/03/0492-3/1/VI/2023 tanggal 30 Juni 2023;
- Laporan keuangan konsolidasian Audit SGI tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 yang telah
diaudit oleh KAP Soejatna, Mulyana & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan telah
ditandatangani pada tanggal 14 Juni 2022 oleh Benny, CPA dengan Izin Akuntan Publik No. AP.1145, dengan
nomor laporan No. Ref. 00046/2.0052/AU.1/03/1145-2/1 /VI/2022 tanggal 14 Juni 2022;
- Proyeksi/Business Plan yang antara lain terdiri hasil operasi untuk periode 2025 sampai dengan 2030 yang
diproyeksikan mencerminkan pertimbangan yang terbaik dari Manajemen, berdasarkan harapan kondisi pasar
di masa mendatang dan tindakan-tindakan yang akan dilakukan oleh SGI sesuai kondisi yang ada per
tanggal penilaian;
- Laporan Penilaian Aset KJPP Iwan Bachron dan Rekan No. 01655/2.0047-00/PP/06/0588/1/IV/2026 tanggal
6 April 2026;
⮚ Informasi sekunder atas data lain yang diperlukan untuk penilaian diperoleh dari media cetak, media elektronik
dan papan pengumuman yang layak:
- Bank Indonesia (BI);
- Badan Pusat Statistik (BPS);
- Otoritas Jasa Keuangan (OJK);
- Data riset dari lembaga independen seperti website Aswath Damodaran;
- Media cetak dan elektronik resmi seperti Yahoo Finance, Bloomberg, S&P Capital IQ dan website Bursa Efek
Indonesia.
ASUMSI DAN ASUMSI KHUSUS
Penilaian saham disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan, serta
peraturan – peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan tanggal penilaian. Dalam penilaian saham, kami
mempertimbangkan beberapa asumsi, seperti terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban perusahaan. Berikut asumsi
khusus yang digunakan dalam lingkup penugasan ini dengan rincian sebagai berikut:
➢ Objek penilaian yang dinilai tidak mempunyai masalah hukum dan hak kepemilikannya adalah sah, bebas dari
sengketa dan dapat dialihkan haknya;
➢ Objek penilaian yang ditunjukkan kepada kami adalah benar merupakan objek dalam penilaian;
➢ Seluruh data dan informasi yang diberikan Pemberi Tugas sehubungan dengan penilaian ini adalah relevan, benar
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia V
Page 7
dan dapat dipercaya;
➢ Kami tidak melakukan penelitian terhadap keabsahan dokumen-dokumen legal yang terkait;
➢ Seluruh pernyataan data dan informasi yang diberikan Pemberi Tugas adalah relevan, benar dan dapat dipercaya
sesuai dengan prosedur penilaian yang umum berlaku dan disampaikan dengan itikad baik;
➢ Kondisi-kondisi tidak wajar yang tersembunyi terhadap objek penilaian yang dapat membawa efek negatif
terhadap nilai, tidak menjadi tanggung jawab kami sebab merupakan bagian pekerjaan ahli lain;
➢ Baik Pemimpin Rekan dan atau Rekan, serta para Penilai maupun karyawannya tidak mempunyai kepentingan
finansial apapun terhadap objek penugasan.
PERSYARATAN DAN PERSETUJUAN UNTUK PUBLIKASI
Laporan penilaian saham atas Rencana Transaksi bersifat non-disclaimer opinion dan merupakan laporan yang
terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional SGI.
STANDAR PENILAIAN
Dalam pekerjaan penilaian saham ini kami berpedoman pada Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian
Indonesia Tahun 2018 Edisi VII dan 320, 330, dan 340 – Edisi Revisi (KEPI-SPI Edisi VII.2018) dan Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 Tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal
(POJK35/POJK.04/2020).
PREMIS PENILAIAN
Penilaian atas Saham dilakukan dengan premis penilaian bahwa SGI adalah sebuah perusahaan yang “going
concern”. Menurut definisi oleh Standar Penilaian Indonesia, going concern adalah suatu kondisi yang mencerminkan
usaha yang sedang beroperasi atau sekurang-kurangnya dalam konstruksi dan juga sebuah premis dalam penilaian
dimana penilai menganggap suatu perusahaan akan terus melanjutkan operasinya secara berkelanjutan (SPI Edisi
VI-2018, SPI 330 3.10).
KEJADIAN – KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL PENILAIAN (SUBSEQUENT EVENTS)
Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan penilaian ini, kami tidak memperoleh informasi mengenai peristiwa
penting yang dapat berdampak secara material terhadap hasil analisis penilaian.
KONDISI PEMBATAS
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan, keandalan dan kelengkapan
dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Pemberi Tugas atau
yang tersedia secara umum yang pada hakikatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan, dan kami tidak
bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut. Kami juga
bergantung kepada jaminan dari Pemberi Tugas bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan
informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia VI
Page 8
Analisis penilaian saham SGI dipersiapkan menggunakan data dan informasi sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggungjawab atas perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan atau dapat disalahartikan. Hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan merubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian, dan bahwa perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun penyusunan laporan penilaian ini telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya analisis tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan analisis transaksi, ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai dasar penilaian. Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian saham SGI tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum. PENDEKATAN PENILAIAN SGI memiliki investasi pada entitas anak, yaitu JNM sebesar 99%, dan kepemilikan JNM pada entitas anaknya, yaitu NNM sebesar 99%. Dalam hal melakukan penilaian saham SGI, penilaian dilakukan secara terpisah sesuai dengan persentase kepemilikannya. Pendekatan penilaian yang digunakan dalam penilaian saham SGI (Entitas Induk/Parent Entity) adalah Pendekatan Pendapatan (Income Approach) dengan metode Diskonto Arus Kas (Discounted Cashflow/“DCF”) dan Pendekatan Pasar (Market Approach) dengan metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek (Guideline Publicly Traded Company/“GPTC”), sedangkan pendekatan penilaian yang digunakan dalam penilaian saham JNM dan NNM (subsidiary) adalah Pendekatan Biaya (Cost Approach) dengan metode Penyesuaian Aset Bersih (“PAB”). Selanjutnya nilai - nilai yang diperoleh dari setiap metode tersebut direkonsiliasi dengan melakukan pembobotan. Pendekatan pendapatan dengan metode DCF digunakan dalam penilaian saham SGI (Entitas Induk/Parent Entity) mengingat bahwa pendapatan yang diperoleh dimasa yang akan datang dapat diperkirakan dengan cukup meyakinkan, dan SGI merupakan perusahaan yang beroperasi dengan baik (going concern) sehingga dapat men- generate income secara berkesinambungan, dengan asumsi going concern, yaitu aktivitas operasi berjalan terus walaupun pemilik atau manajemen berganti dan ketersediaan data terkait dengan Pendekatan Pendapatan dengan metode DCF untuk melakukan penilaian SGI sudah memadai. Pendekatan pasar dengan menggunakan metode GPTC digunakan dalam penilaian saham SGI karena meskipun di pasar saham perusahaan terbuka tidak diperoleh informasi mengenai perusahaan sejenis dengan skala usaha dan Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia VII
Page 9
aset yang setara, namun diperkirakan data saham perusahaan terbuka yang ada dapat digunakan sebagai data perbandingan atas nilai saham dan ketersediaan data terkait dengan pendekatan pasar dengan menggunakan metode GPTC untuk melakukan penilaian saham SGI sudah memadai. Pendekatan aset dengan Metode PAB digunakan dalam penilaian saham JNM dan NNM dengan mempertimbangkan kinerja keuangan perusahaan yang tercermin dalam laporan posisi keuangan dan laba rugi periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 menunjukkan kondisi bisnis tidak mencerminkan usaha yang berkelanjutan (not going concern). JNM dan NNM juga memiliki karakteristik sebagai heavy asset based company, hal ini tercermin berdasarkan komposisi aset tetap terhadap aset tidak lancar yang memiliki kontribusi signifikan terhadap total aset JNM dan NNM. Selain itu ketersediaan data terkait dengan pendekatan aset dengan Metode PAB untuk melakukan penilaian JNM dan NNM sudah memadai. Dalam menentukan pendekatan penilaian dan metode penilaian tersebut kami telah mempertimbangkan ketentuan- ketentuan dari POJK 35/2020 dan KEPI & SPI. Berdasarkan strategi dan rencana masa depan (business plan), SGI (Entitas Induk/Parent Entity) akan tetap terus melanjutkan operasinya yaitu jasa penggelaran kabel bawah laut, jasa perbaikan kabel bawah laut, dan manage serviced. Dalam penilaian ini, jangka waktu proyeksi disajikan sampai dengan FY2030. Metode Diskonto Arus Kas merupakan suatu metode penilaian dimana nilai suatu objek ditentukan berdasarkan kemampuan objek penilaian tersebut untuk menghasilkan keuntungan di masa mendatang. Untuk menggunakan metode ini, sebelum melakukan proses diskonto (discounting), terlebih dahulu harus diproyeksikan pendapatan mendatang berupa arus kas bersih untuk ekuitas (net cash flow to equity) atau arus kas bersih untuk kapital (net cash flow to invested capital) sesuai dengan sifat dan jenis usaha yang dinilai. Setelah proyeksi dibuat, langkah berikutnya adalah menetapkan tingkat diskonto (discount rate) yang tepat. Proses selanjutnya adalah mendiskonto nilai - nilai arus kas bersih yang telah diproyeksikan, termasuk nilai periode kekal (continuing value), dengan faktor diskonto (discount factor) yang diperoleh dari tingkat diskonto sesuai dengan periode proyeksinya. Jika yang didiskonto adalah arus kas bersih untuk ekuitas, maka nilai kini (present value) dari keseluruhan pendapatan di masa mendatang tersebut merupakan nilai ekuitas, sedangkan jika yang didiskonto adalah arus kas bersih untuk kapital, jumlah nilai kini tersebut merupakan nilai perusahaan (corporate value), yang masih harus dikurangi dengan nilai liabilitas untuk mendapatkan nilai ekuitas. Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek merupakan metode penilaian yang didasarkan pada pendekatan pasar (market approach). Dengan metode ini, nilai pasar saham ditetapkan berdasarkan harga yang telah atau pernah terjadi dari perusahaan sejenis yang sebanding dan sepadan. Nilai pasar dari perusahaan pembanding diambil dari pasar modal (perusahaan publik/terbuka). Syarat utama dari penggunaan metode ini adalah perusahaan pembanding harus sebanding dan sepadan dengan perusahaan yang akan dinilai dalam berbagai variabel pembanding, antara lain sales turnover, ekuitas, struktur modal (leverage), aset dan komposisi aset, tingkat laba, dan rasio-rasio keuangan. Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia VIII
Page 10
Jika telah diperoleh perusahaan yang sebanding dan sepadan, nilai pasar saham perusahaan yang dinilai diperoleh
dengan cara mengalikan pendapatan perusahaan dengan beberapa rasio yang diperoleh dari perusahaan
pembanding, seperti rasio P/E (price/earnings), P/SR (price/sales revenue), P/BV (price/book value of equity),
MVIC/EBIT (market value invested capital/earning before interest, tax) MVIC/EBITDA (market value invested
capital/earning before interest, tax, depreciation, and amortization), MVIC/BVIC (market value invested capital/book
value invested capital), MVIC/REVENUE (market value invested capital/revenue) dan sebagainya.
Metode Penyesuaian Aset Bersih merupakan metode penilaian yang berdasarkan pada pendekatan neraca (balance
sheet approach). Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan liabilitas (liabilities) harus disesuaikan
menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank
atau hutang bank).
Aset lancar (current assets) harus dinilai ulang, misalnya untuk piutang dengan mengurangkan jumlah yang tak dapat
ditagih secara normal. Aset tetap seperti tanah, bangunan, dan mesin-mesin perlu dinilai dengan konsep penilaian
properti yang berlaku umum.
Selain aset berwujud, Nilai pasar aset tak berwujud (intangible assets) seperti hak paten, lisensi, biaya riset dan
pengembangan, dan daftar langganan (pool of captive customer), juga harus dihitung. Nilai pasar aset tak berwujud
tersebut diperoleh dengan melakukan penilaian terhadap tiap-tiap aset tersebut secara terpisah. Nilai pasar ekuitas
(net worth) kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai seluruh aset dan liabilitas (liabilities) yang telah
disesuaikan.
GAMBARAN PERUSAHAAN
SGI adalah perusahaan yang berdiri sejak 25 April 2000, berstatus perusahaan tertutup, dan bergerak dalam bidang
engineering, procurement, and construction (EPC). SGI memiliki dua anak perusahaan terkendali yaitu JNM dan NNM.
Kedua anak perusahaan terkendali dari SGI juga bergerak dalam bidang engineering, procurement, and construction
(EPC). Kantor Pusat SGI berlokasi di Indonesia dengan alamat di Jl. Patra Kuningan VIII No.1, RT.6/RW.4, Kuningan
Tim., Kecamatan Setiabudi, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12950.
Struktur permodalan dan susunan pemegang saham SGI berdasarkan laporan keuangan audit SGI untuk tahun 2025,
susunan pemegang saham SGI per tanggal 31 Desember 2025, adalah sebagai berikut:
Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham SGI
Persentase
Keterangan Jumlah Lembar Saham (%)
Y. Didik Heru Purnomo 66.000 55
Lisa Anggraini 54.000 45
Total 120.000 100
Sumber: Laporan Keuangan Audit SGI
Kepemilikan saham atas SGI masing-masing terbagi atas saham yang dimiliki oleh Bapak Y. Didik Heru Purnomo
sebanyak 66.000 lembar saham atau 55% kepemilikan dan Ibu Lisa Anggraini sebanyak 54.000 lembar saham atau
45% kepemilikan.
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia IX
Page 11
RINGKASAN HASIL PENILAIAN
Berdasarkan penilaian yang telah dilakukan, ringkasan hasil penilaian kami adalah sebagai berikut:
Penilaian dilakukan kepada SGI dan entitas anak secara terpisah sesuai dengan persentase kepemilikannya. Dengan
diterapkan diskon likuiditas pasar, maka diperoleh nilai pasar 100% saham SGI (nilai mayoritas/kendali) per 31
Desember 2025 adalah sebesar Rp175.195.000.000,-. Berikut adalah perhitungan nilai pasar 100% saham SGI
tanggal 31 Desember 2025.
Ringkasan Hasil Penilaian
Presentase Indikasi Nilai
Keterangan Metode Indikasi Nilai 100% Kepemilikan Kepemilikan
Saham Saham
PT Jala Nusantara Mardika Adjusted Net Asset (231.107.656.843) 99% (228.796.580.274)
Indikasi Nilai Entitas Anak (228.796.580.274)
Discounted Cashflow dan
PT Sarana Global Indonesia Guideline Publicly Traded 100% 479.074.854.939
479.074.854.939
Company
Indikasi Nilai Entitas Induk 479.074.854.939
Indikasi Nilai 100% Saham PT Sarana Global Indonesia 100% 250.278.274.665
Indikasi Nilai 100% Saham PT Sarana Global Indonesia 100% 250.278.274.665
Discount for Lack of Control 0% -
Indikasi Nilai 100% Saham Sebelum DLOM 250.278.274.665
Discount for Lack of Marketability 30% (75.083.482.399)
Nilai Pasar 100% Saham PT Sarana Global Indonesia 175.194.792.265
Pembulatan 175.195.000.000
Nilai Pasar Per Lembar 1.459.957
Sumber: Data diolah
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia X
Page 12
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penilaian dengan pendekatan pendapatan (income approach) menggunakan metode DCF
(discounted cashflow) dan pendekatan pasar (market approach) menggunakan metode GPTC (guideline publicly
traded company), Nilai 120.000 lembar saham atau 100% saham SGI (termasuk di dalamnya penilaian saham atas
seluruh entitas anak perusahaan) pada Tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar:
Nilai Pasar
___________________ Rp175.195.000.000,-___________________
(Seratus Tujuh Puluh Lima Miliar Seratus Sembilan Puluh Lima Juta Rupiah)
Atau
Nilai Pasar Per Lembar
___________________ Rp1.459.957,-___________________
(Satu Juta Empat Ratus Lima Puluh Sembilan Ribu Sembilan Ratus Lima Puluh Tujuh Rupiah)
Kami tegaskan pula bahwa kami tidak memperoleh manfaat atau keuntungan apapun dari objek yang kami nilai serta
nilai yang kami laporkan, baik pada saat ini maupun di masa yang akan datang. Demikian penilaian saham ini
disampaikan secara objektif dan bebas dari konflik kepentingan dalam kapasitas kami sebagai Kantor Jasa Penilai
Publik.
Siapapun yang mendapat laporan ini, atau tembusan dari padanya, tidak ada hak untuk mengumumkan atau
mempergunakannya untuk keperluan apapun tanpa izin tertulis dari KJPP Iwan Bachron & Rekan, izin inipun hanya
diberikan dengan syarat-syarat yang layak. Laporan ini tidak sah jika tidak dibubuhi tanda tangan pimpinan dan
stempel kantor (office seal) dari KJPP Iwan Bachron & Rekan.
Hormat kami,
KJPP IWAN BACHRON DAN REKAN
Appraisers and Consultants
Bunga Budiarti, S.E., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
Rekan
Penilai Bisnis dan Properti
Izin Penilai Publik No. B-1.16.00.465
Izin Penilai Publik No. P-1.17.00500
STTD OJK No. STTD.PPB-27/PJ.1/PM.02/2023
MAPPI No. 11-S-02732
No. Register: RMK-2017.00554
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia XI
Page 13
ASUMSI DAN SYARAT PEMBATAS
1. Laporan penilaian ini bersifat non-disclaimer opinion.
2. IDR telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses penilaian.
3. Kami berasumsi bahwa data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya
keakuratannya.
4. IDR menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran proyeksi
keuangan yang dibuat oleh manajemen SGI dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
5. IDR bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan.
6. Laporan penilaian ini terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat
mempengaruhi operasional SGI, JNM, dan NNM.
7. IDR bertanggung jawab atas laporan penilaian ini dan kesimpulan nilai akhir.
8. IDR telah memperoleh informasi atas status hukum saham SGI, JNM, dan NNM.
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia XII
Page 14
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan serta pemahaman kami sebagai penilai, yang bertanda tangan di bawah
ini menyatakan bahwa:
1. Kami telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau diselenggarakan oleh
Asosiasi Penilai yang diakui oleh Pemerintah.
2. Keterangan-keterangan dan pernyataan dalam laporan ini, sebatas pengetahuan kami adalah benar dan
akurat.
3. Analisis dan kesimpulan dalam laporan ini hanya dibatasi dan telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan syarat-
syarat pembatas serta kondisi yang dilaporkan.
4. Proyeksi keuangan dalam laporan ini didasarkan pada proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen
SGI dan telah dilakukan penyesuaian yang dianggap perlu sesuai kondisi pasar.
5. Penilai telah melaksanakan ruang lingkup penilaian meliputi: identifikasi masalah, inspeksi lapangan,
pengumpulan data & wawancara, analisis data, estimasi nilai menggunakan pendekatan penilaian, dan
pelaporan.
6. Penilai memiliki pengetahuan yang memadai sehubungan dengan properti dan/atau jenis industri yang dinilai.
7. Kami tidak mempunyai kepentingan apa pun terhadap objek yang dinilai dan imbalan jasa yang kami terima
tidak terkait dengan hasil penilaian yang dilaporkan.
8. Perhitungan dan analisis dalam laporan penilaian saham SGI telah dilakukan dengan benar; dan IDR
bertanggungjawab atas hasil penilaian SGI, NNM, dan JNM.
9. Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap saham SGI, NNM, dan JNM pada tanggal penilaian
(cut off date) yang ditentukan yaitu 31 Desember 2025.
10. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan ini.
11. Pernyataan dalam laporan ini, yang menjadi dasar dari analisis, pendapat dan kesimpulan yang diuraikan
didalamnya adalah betul dan benar; laporan ini menjelaskan semua syarat-syarat pembatasan yang
mempengaruhi analisis, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam laporan ini; dan laporan ini telah disusun
sesuai dengan dan tunduk pada ketentuan-ketentuan dari POJK 35/2020 dan KEPI & SPI.
12. Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan sebagai kesimpulan nilai.
13. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisa telah diungkapkan.
14. Kesimpulan nilai telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas.
15. Data ekonomi dan industri dalam laporan ini diperoleh dari berbagai sumber yang kami yakini dapat
dipertanggungjawabkan.
16. Penunjukan dalam penugasan ini tidak berhubungan dengan opini Penilaian yang telah disepakati
sebelumnnya dengan Pemberi Tugas.
17. Tidak seorang pun, kecuali yang disebutkan dalam laporan penilaian ini telah menyediakan bantuan profesional
dalam menyiapkan laporan penilaian.
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia XIII
Page 15
Selanjutnya laporan ini menjelaskan semua asumsi dan syarat-syarat pembatasan yang mempengaruhi analisa,
pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam laporan ini.
No. Nama Tanda Tangan
1. Penanggung Jawab
Bunga Budiarti, S.E., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
Izin Penilai Publik No. B-1.16.00.465
MAPPI No: 11-S-02732
No. Register: RMK-2017.00554
2. Reviewer
Dean Fajar Ramadhan, S.M.
MAPPI No: 21-T-10752
No Register: RMK-2023.04532
3. Penilai
Dipa Pranaya, S.M.
MAPPI No: 22-T-11276
No Register: RMK-2023.04533
Penilai
Rafi Fauzan, S.M.
MAPPI No: 21-P-10885
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia XIV
Page 16
RINGKASAN EKSEKUTIF PENILAIAN SAHAM
Status Penilai : Penilaian dilakukan oleh Kantor Jasa Penilai Publik Iwan Bachron dan Rekan
dengan Kualifikasi Penilai Bisnis
Pemberi Tugas : PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
Pengguna Laporan : PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
Objek Penilaian : 120.000 lembar saham atau 100% saham SGI (termasuk di dalamnya penilaian
saham atas entitas anak perusahaan) dengan bentuk kepemilikan mayoritas
dengan kendali.
Maksud dan Tujuan Penilaian : Maksud dan tujuan dari penilaian atas 100% saham SGI (termasuk di dalamnya
penilaian saham atas seluruh entitas anak perusahaan/subsidiary) adalah untuk
memberikan opini/pendapat Nilai Pasar Saham atas OBJEK PENILAIAN
tersebut tersebut pada tanggal 31 Desember 2025 untuk tujuan transaksi akuisisi
melalui penerbitan saham baru, dan untuk memenuhi ketentuan-ketentuan dari
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 17/POJK.04/2020
tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, oleh karenanya tidak
direkomendasikan untuk penggunaan lainnya.
Domisili : Gedung Cyber Lantai 10, Jalan Kuningan Barat No.8, Jakarta Selatan 12710
Dasar Nilai : Nilai Pasar
Tanggal Penilaian : 31 Desember 2025
Jenis Mata Uang : Rupiah
Pendekatan Penilaian : Pendekatan Pendapatan (Income Approach) dengan menggunakan metode
Diskonto Arus Kas (Discounted Cashflow) dan pendekatan Pasar (Market
Approach) dengan menggunakan metode Pembanding Perusahaan Tercatat di
Bursa Efek (Guideline Publicly Traded Company).
Opini Nilai :
Presentase Indikasi Nilai
Indikasi Nilai
Keterangan Metode Kepemilikan Kepemilikan
100%
Saham Saham
PT Jala Nusantara Mardika Adjusted Net Asset (231.107.656.843) 99% (228.796.580.274)
Indikasi Nilai Entitas Anak (228.796.580.274)
Discounted Cashflow dan Guideline
PT Sarana Global Indonesia 479.074.854.939 100% 479.074.854.939
Publicly Traded Company
Indikasi Nilai Entitas Induk 479.074.854.939
Indikasi Nilai 100% Saham PT Sarana Global Indonesia 100% 250.278.274.665
Indikasi Nilai 100% Saham PT Sarana Global Indonesia 100% 250.278.274.665
Discount for Lack of Control 0% -
Indikasi Nilai 100% Saham Sebelum DLOM 250.278.274.665
Discount for Lack of Marketability 30% (75.083.482.399)
Nilai Pasar 100% Saham PT Sarana Global Indonesia 175.194.792.265
Pembulatan 175.195.000.000
Nilai Pasar Per Lembar 1.459.957
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia XV
Page 17
DAFTAR ISI Surat Pengantar .......................................................................................................................................................... I Daftar Isi ............................................................................................................................................................... XVI Daftar Tabel............................................................................................................................................................ XIX Daftar Gambar dan Grafik ...................................................................................................................................... XXI Definisi dan Istilah ................................................................................................................................................. XXII BAB I PENDAHULUAN I.1 LATAR BELAKANG .................................................................................................................................. I-1 I.2 LINGKUP PENUGASAN ............................................................................................................................I-2 I.2.1 Status Penilai ............................................................................................................................................ I-2 I.2.2 Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan ..................................................................................... I-2 I.2.3 Objek Penilaian ......................................................................................................................................... I-3 I.2.4 Jenis Mata Uang ........................................................................................................................................I-3 I.2.5 Maksud dan Tujuan Penilaian ................................................................................................................... I-3 I.2.6 Dasar Nilai................................................................................................................................................. I-3 I.2.7 Tanggal Penilaian ..................................................................................................................................... I-3 I.2.8 Tingkat Kedalaman Investigasi ................................................................................................................. I-4 I.2.9 Sifat dan Sumber Informasi Yang Dapat Diandalkan ................................................................................ I-4 I.2.10 Asumsi dan Asumsi Khusus ...................................................................................................................... I-5 I.2.11 Persyaratan dan Persetujuan Untuk Publikasi .......................................................................................... I-6 I.2.12 Standar Penilaian ...................................................................................................................................... I-6 I.2.13 Premis Penilaian ....................................................................................................................................... I-6 I.2.14 Kejadian – Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event).......................................... I-6 I.2.15 Kondisi Pembatas ..................................................................................................................................... I-6 I.2.16 Pendekatan Penilaian ............................................................................................................................... I-7 I.2.17 Hasil Pelaksanaan Inspeksi ...................................................................................................................... I-9 I.3 ASPEK MANAJEMEN ............................................................................................................................... I-9 I.3.1 Sejarah dan Pendirian Perusahaan .......................................................................................................... I-9 I.3.2 Maksud dan Tujuan Serta Kegiatan Usaha............................................................................................. I-10 I.3.3 Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham........................................................................... I-10 I.3.4 Susunan Dewan Komisaris dan Direksi .................................................................................................. I-11 I.3.5 Struktur Grup Perusahaan ...................................................................................................................... I-11 I.3.6 Jenis – Jenis Ekuitas dan Hak yang Melekat ...........................................................................................I-11 I.3.7 Pasar Geografis .......................................................................................................................................I-11 I.3.8 Legalitas dan Perizinan Usaha Perseroan ...............................................................................................I-11 I.3.9 Struktur Organisasi SGI ...........................................................................................................................I-13 BAB II ASPEK EKONOMI DAN PEMASARAN II.1 KONDISI MAKRO EKONOMI ...................................................................................................................II-1 II.1.1 Perkembangan Ekonomi Dunia.................................................................................................................II-1 II.1.2 Tingkat Inflasi Dunia ..................................................................................................................................II-4 II.1.3 Pertumbuhan Ekonomi Indonesia .............................................................................................................II-8 II.1.3.1 Neraca Perdagangan .............................................................................................................................. II-10 II.1.3.2 Nilai Tukar Rupiah................................................................................................................................... II-11 II.1.3.3 Inflasi ....................................................................................................................................................... II-12 II.1.3.4 Perkembangan Moneter.......................................................................................................................... II-12 II.2 Tinjauan Industri Konstruksi .................................................................................................................... II-14 II.2.1 Gambaran Umum Industri Konstruksi ..................................................................................................... II-14 Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia XVI
Page 18
II.2.2 Kompetisi dan Pangsa Pasar Industri Konstruksi ................................................................................... II-16
II.2.3 Prospek Industri Konstruksi..................................................................................................................... II-17
II.3 TINJAUAN INDUSTRI INFRASTRUKTUR JARINGAN .......................................................................... II-18
II.3.1 Gambaran Umum Industri Infrastruktur Jaringan .................................................................................... II-18
II.3.2 Kompetisi dan Pangsa Pasar Industri Infrastruktur Jaringan .................................................................. II-20
II.3.3 Prospek Industri Infrastruktur Jaringan ................................................................................................... II-21
II.4 Analisis SWOT ........................................................................................................................................ II-22
II.4.1 Analisis SWOT Industri Konstruksi.......................................................................................................... II-22
II.4.1 Analisis SWOT Industri Infrastruktur Jaringan ........................................................................................ II-23
BAB III ANALISIS KEUANGAN HISTORIS
III.1 ANALISA KEUANGAN HISTORIS SGI (ENTITAS INDUK/PARENT ONLY)………………. .................... III-1
III.1.1 Laporan Posisi Keuangan ....................................................................................................................... III-1
III.1.2 Laporan Laba (Rugi) ............................................................................................................................... III-3
III.1.3 Laporan Arus Kas ................................................................................................................................... III-4
III.1.4 Analisis Vertikal ....................................................................................................................................... III-6
III.1.5 Analisis Rasio.......................................................................................................................................... III-8
III.1.6 Informasi Perpajakan .............................................................................................................................. III-9
III.1.7 Informasi Kompensasi Bagi Pemegang Saham ...................................................................................... III-9
III.1.8 Informasi Asuransi yang ditanggung Perusahaan ................................................................................. III-10
III.1.9 Analisis Common Size Atas Industri ..................................................................................................... III-10
III.2 ANALISA KEUANGAN HISTORIS JNM (ENTITAS ANAK) .................................................................. III-10
III.2.1 Laporan Posisi Keuangan ..................................................................................................................... III-11
III.2.2 Laporan Laba (Rugi) ............................................................................................................................. III-13
III.2.3 Laporan Arus Kas ................................................................................................................................. III-14
III.2.4 Analisis Vertikal ..................................................................................................................................... III-15
III.2.5 Analisis Rasio........................................................................................................................................ III-17
III.2.6 Informasi Perpajakan ............................................................................................................................ III-18
III.3 ANALISA KEUANGAN HISTORIS NNM (ENTITAS ANAK) .................................................................. III-19
III.3.1 Laporan Posisi Keuangan ..................................................................................................................... III-19
III.3.2 Laporan Laba (Rugi) ............................................................................................................................. III-21
III.3.3 Laporan Arus Kas ................................................................................................................................. III-22
III.3.4 Analisis Vertikal ..................................................................................................................................... III-23
III.3.5 Analisis Rasio........................................................................................................................................ III-25
III.3.6 Informasi Perpajakan ............................................................................................................................ III-26
BAB IV ANALISIS RISIKO
IV.1 RISIKO KREDIT ...................................................................................................................................... IV-1
IV.2 RISIKO KEBIJAKAN/PERATURAN PEMERINTAH ................................................................................ IV-1
IV.3 RISIKO OPERASIONAL ......................................................................................................................... IV-2
IV.4 RISIKO KOMPETISI ............................................................................................................................... IV-2
IV.5 RISIKO HUKUM ...................................................................................................................................... IV-3
IV.6 RISIKO REPUTASI ................................................................................................................................. IV-3
IV.7 RISIKO STRATEGI ................................................................................................................................. IV-3
BAB V PENDEKATAN, METODE DAN HASIL PENILAIAN
V.1 METODE PENILAIAN YANG UMUM DIGUNAKAN ............................................................................... V-1
V.1.1 Metode Diskonto Arus Kas ..................................................................................................................... V-1
V.1.2 Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek...................................................................... V-1
V.1.3 Metode Penyesuaian Aset Bersih .......................................................................................................... V-2
V.2 METODE PENILAIAN SGI DAN ENTITAS ANAK .................................................................................. V-2
V.2.1 Metode Penilaian yang Digunakan ......................................................................................................... V-2
V.2.2 Control Premium (“CP”), Discount for Lack of Control (“DLOC”) dan Discount
for Lack of Marketability (“DLOM”) ......................................................................................................... V-3
V.2.2.1 Control Premium (“CP”) dan Discount for Lack of Control (“DLOC”) ...................................................... V-3
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia XVII
Page 19
V.2.2.2 Discount for Lack of Marketability (“DLOM”)........................................................................................... V-4
V.2.2.3 DLOC dan DLOM Pada Objek Penilaian................................................................................................ V-6
V.3 PENENTUAN NILAI PASAR NNM ......................................................................................................... V-7
V.3.1 Indikasi Nilai 100% Saham NNM Berdasarkan Metode PAB ................................................................. V-7
V.3.1.1 Indikasi Nilai 100% Saham NNM Berdasarkan Metode PAB ................................................................. V-8
V.4 PENENTUAN NILAI PASAR JNM .......................................................................................................... V-8
V.4.1 Indikasi Nilai 100% Saham JNM Berdasarkan Metode PAB .................................................................. V-8
V.4.1.1 Indikasi Nilai 100% Saham JNM Berdasarkan Metode PAB ................................................................ V-10
V.5 PENENTUAN NILAI PASAR SGI ......................................................................................................... V-10
V.5.1 Indikasi Nilai 100% Saham SGI (Entitas Induk) Berdasarkan Metode DCF ......................................... V-10
V.5.1.1 Indikasi Nilai 100% Saham SGI (Entitas Induk) Berdasarkan Metode DCF ......................................... V-20
V.5.2 Indikasi Nilai 100% Saham SGI (Entitas Induk) Berdasarkan Metode GPTC ...................................... V-20
V.5.2.1 Penentuan Perusahaan Pembanding dan Pengali ............................................................................... V-20
V.5.2.2 Indikasi Nilai 100% Saham SGI (Entitas Induk) Berdasarkan Metode Pembanding Perusahaan
Tercatat di Bursa Efek .......................................................................................................................... V-24
V.5.3 Rekonsiliasi Indikasi Nilai ..................................................................................................................... V-24
V.6 Nilai Pasar 100% Saham SGI .............................................................................................................. V-25
V.6 KESIMPULAN NILAI PASAR SAHAM ................................................................................................. V-26
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia XVIII
Page 20
DAFTAR TABEL
Tabel.I.1. Daftar Hadir Wawancara .................................................................................................................. I-9
Tabel.I.2. Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham SGI .......................................................... I-10
Tabel.II.1. Pertumbuhan PDB Global (Region: Asia Pacific) (%, yoy) ............................................................. II-2
Tabel.II.2. Pertumbuhan PDB Global (Region: ASEAN) (%, yoy) .................................................................... II-2
Tabel.II.3. Pertumbuhan PDB Global (Region: Amerika) (%, yoy) ................................................................... II-3
Tabel.II.4. Pertumbuhan PDB Global (Region: Afrika) (%, yoy) ....................................................................... II-3
Tabel.II.5. Pertumbuhan PDB Global (Region: Eropa) (%, yoy) ...................................................................... II-4
Tabel.II.6. Tingkat Inflasi Global (Region: Asia Pasifik) (%, yoy) ..................................................................... II-5
Tabel.II.7. Tingkat Inflasi Global (Region: ASEAN) (%, yoy)............................................................................ II-6
Tabel.II.8. Tingkat Inflasi Global (Region: Amerika) (%, yoy)........................................................................... II-7
Tabel.II.9. Tingkat Inflasi Global (Region: Afrika) (%, yoy) .............................................................................. II-7
Tabel.II.10. Tingkat Inflasi Global (Region: Eropa) (%, yoy) .............................................................................. II-8
Tabel.II.11. Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha (%, yoy) ................. II-8
Tabel.II.12. Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran (%, yoy) ........................ II-9
Tabel.II.13. Ringkasan Pendapatan dan Pengeluaran Perusahaan Konstruksi .............................................. II-15
Tabel III.1. Laporan Posisi Keuangan SGI periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 (dalam
Rupiah penuh) ............................................................................................................................... III-1
Tabel III.2. Laporan Laba (Rugi) SGI periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 (dalam
Rupiah penuh) ............................................................................................................................... III-3
Tabel III.3. Laporan Arus Kas SGI periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 (dalam Rupiah
penuh) ............................................................................................................................................ III-4
Tabel III.4. Analisis Vertikal Posisi Keuangan SGI periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
....................................................................................................................................................... III-6
Tabel III.5. Analisis Vertikal Laba/Rugi SGI periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 ...................... III-7
Tabel III.6. Rasio Keuangan SGI ..................................................................................................................... III-8
Tabel III.7. Kompensasi Bagi Pemegang Saham (dalam Rupiah penuh) ...................................................... III-10
Tabel III.8. Analisis Rata-Rata Margin Industri............................................................................................... III-10
Tabel III.9. Laporan Posisi Keuangan JNM periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 (dalam
Rupiah penuh) ............................................................................................................................. III-11
Tabel III.10. Laporan Laba (Rugi) JNM periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 (dalam
Rupiah penuh) ............................................................................................................................. III-13
Tabel III.11. Laporan Arus Kas JNM periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 (dalam Rupiah
penuh) .......................................................................................................................................... III-14
Tabel III.12. Analisis Vertikal Posisi Keuangan JNM periode 31 Desember 2021 – 31 Desember
2025 ............................................................................................................................................. III-15
Tabel III.13. Analisis Vertikal Laba/Rugi JNM periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 ................... III-16
Tabel III.14. Rasio Keuangan JNM .................................................................................................................. III-17
Tabel III.15. Laporan Posisi Keuangan NNM periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
(dalam Rupiah penuh) ................................................................................................................. III-19
Tabel III.16. Laporan Laba (Rugi) NNM periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 (dalam
Rupiah penuh) ............................................................................................................................. III-21
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia XIX
Page 21
Tabel III.17. Laporan Arus Kas NNM periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 (dalam
Rupiah penuh) ............................................................................................................................. III-22
Tabel III.18. Analisis Vertikal Posisi Keuangan NNM periode 31 Desember 2021 – 31 Desember
2025 ............................................................................................................................................. III-23
Tabel III.19. Analisis Vertikal Laba/Rugi NNM periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 .................. III-24
Tabel III.20. Rasio Keuangan NNM ................................................................................................................. III-25
Tabel V.1. Dasar Pengenaan CP, DLOC, DLOM ............................................................................................ V-6
Tabel V.2. Perhitungan Nilai 100% Saham NNM Berdasarkan Metode PAB (dalam Rupiah penuh) ............. V-7
Tabel V.3. Indikasi Nilai 100% Saham NNM Berdasarkan Metode PAB (dalam Rupiah penuh) .................... V-8
Tabel V.4. Perhitungan Nilai 100% Saham JNM Berdasarkan Metode PAB (dalam Rupiah penuh) .............. V-9
Tabel V.5. Indikasi Nilai 100% Saham JNM Berdasarkan Metode PAB (dalam Rupiah penuh) ................... V-10
Tabel V.6. Perusahaan Pembanding dan Perhitungan Unlevered Beta........................................................ V-12
Tabel V.7. Biaya Modal untuk Ekuitas SGI.................................................................................................... V-13
Tabel V.8. WACC SGI ................................................................................................................................... V-20
Tabel V.9. Indikasi Nilai 100% Saham SGI Berdasarkan Metode DCF (dalam Rupiah penuh) .................... V-20
Tabel V.10. Uraian Perusahaan Pembanding – Kriteria 1............................................................................... V-21
Tabel V.11. Uraian Perusahaan Pembanding – Kriteria 2............................................................................... V-21
Tabel V.12. Uraian Perusahaan Pembanding – Kriteria 3............................................................................... V-22
Tabel V.13. Uraian Perusahaan Pembanding – Kriteria 3............................................................................... V-22
Tabel V.14. Uraian Perusahaan Pembanding – Kriteria 4 dan 5 ..................................................................... V-22
Tabel V.15. Data Angka Pengali Perusahaan Pembanding ............................................................................ V-23
Tabel V.16. Perhitungan Indikasi Nilai Saham SGI dengan Metode GPTC (dalam Rupiah penuh) ................ V-23
Tabel V.17. Rekonsiliasi Indikasi Nilai Saham SGI dengan Metode DCF dan GPTC (dalam Rupiah
penuh) .......................................................................................................................................... V-25
Tabel V.18. Nilai Pasar 100% Saham SGI (dalam Rupiah penuh).................................................................. V-25
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia XX
Page 22
DAFTAR GAMBAR DAN GRAFIK Gambar I.1. Struktur Grup Perusahaan SGI ..................................................................................................... I-11 Gambar I.2. Struktur Organisasi SGI ................................................................................................................ I-13 Gambar II.1. Kontribusi dan Pertumbuhan Menurut Pulau (%) Tahun 2025......................................................II-10 Gambar II.2. Jumlah Perusahaan Konstruksi Menurut Pulau, 2024 ..................................................................II-16 Gambar II.3. Persentase Kabupaten/Kota yang Terbangun Jaringan Fiber Optik Tahun 2023 .........................II-18 Gambar II.4. Sebaran PoP Layanan Jasa ISP berdasarkan Provinsi Tahun 2023 ............................................II-19 Gambar II.5. Sebaran PoP Layanan Jasa NAP berdasarkan Provinsi Tahun 2023 ......................................... II-19 Gambar II.6. Persentase Penduduk yang Mengakses Internet Menurut Provinsi (2021 dan 2024) ..................II-20 Gambar V.1. Proyeksi Arus Kas SGI (dalam Rupiah penuh) ............................................................................ V-18 Gambar V.2. Proyeksi Posisi Keuangan SGI (dalam Rupiah penuh) ................................................................ V-19 Grafik II.1. Neraca Perdagangan ....................................................................................................................II-11 Grafik II.2. Indeks Rupiah terhadap USD, Negara Maju kecuali AS, dan Negara Berkembang .....................II-11 Grafik II.3. Inflasi IHK dan Komponen ............................................................................................................II-12 Grafik II.4. Suku Bunga Kebijakan Bank Indonesia dan INDONIA .................................................................II-13 Grafik II.5. Suku Bunga Perbankan ................................................................................................................II-13 Grafik II.6. Permodalan Industri Perbankan....................................................................................................II-14 Grafik II.7. PDB dari Sektor Konstruksi di Indonesia dari Tahun 2015 hingga 2024 ......................................II-15 Grafik II.8. Distribusi Pendapatan Perusahaan Konstruksi Menurut Pulau (Persen), 2024 ............................II-16 Grafik II.9. Kapitalisasi Pasar Perusahaan Konstruksi Indonesia (2024)........................................................II-17 Grafik II.10. Proyeksi Nilai Tambah di Pasar Konstruksi ..................................................................................II-17 Grafik II.11. Proyeksi Pendapatan di Pasar Konstruksi ....................................................................................II-18 Grafik II.12. Tingkat Penetrasi Penggunaan Internet di Indonesia (2018-2025) ...............................................II-20 Grafik II.13. Tingkat Penetrasi Penggunaan Internet di Indonesia (2018-2025) ...............................................II-21 Grafik II.14. Proyeksi Pendapatan Pasar Infrastruktur Jaringan (2017-2030) ..................................................II-21 Grafik II.15. Proyeksi rata-rata pengeluaran per kapita (2017-2030)................................................................II-22 Grafik V.1. Proyeksi Pendapatan SGI (dalam Rupiah penuh) ....................................................................... V-15 Grafik V.2. Proyeksi Beban Pokok Pendapatan SGI (dalam Rupiah penuh) ................................................. V-16 Grafik V.3. Proyeksi Beban Usaha SGI (dalam Rupiah penuh) ..................................................................... V-17 Grafik V.4. Proyeksi Laba Bersih SGI (dalam Rupiah penuh)........................................................................ V-17 Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia XXI
Page 23
DEFINISI DAN ISTILAH
Berdasarkan POJK POJK 35/POJK.04/2020, definisi dan istilah yang digunakan dalam penilaian adalah:
1. Penilaian adalah proses pekerjaan untuk memberikan opini tertulis atas nilai ekonomi suatu objek
penilaian.
2. Penilai adalah orang atau perseorangan yang dengan keahliannya menjalankan kegiatan Penilaian di
pasar modal.
3. Penilai Bisnis adalah Penilai yang melakukan kegiatan penilaian bisnis sebagaimana dimaksud dalam
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai Penilai yang melakukan kegiatan di pasar modal.
4. Penilai Properti adalah Penilai yang melakukan kegiatan penilaian properti sebagaimana dimaksud
dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai Penilai yang melakukan kegiatan di pasar modal.
5. Penilaian Bisnis adalah proses pekerjaan untuk memberikan opini tertulis atas objek Penilaian Bisnis
sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai Penilai yang melakukan
kegiatan di pasar modal.
6. Penugasan Penilaian Profesional adalah penugasan yang diterima oleh Penilai dari pemberi
penugasan untuk melakukan Penilaian atas objek, tujuan Penilaian, dan tanggal tertentu dimana Penilai
mendasarkan opininya, yang disajikan dalam laporan Penilaian.
7. Nilai adalah perkiraan harga yang diinginkan oleh penjual dan/atau pembeli atas suatu barang atau
jasa dan merupakan jumlah manfaat ekonomi berdasarkan nilai pasar yang akan diperoleh dari objek
Penilaian pada tanggal Penilaian.
8. Tanggal Penilaian adalah tanggal pada saat Nilai, hasil Penilaian, atau perhitungan manfaat ekonomi
dinyatakan.
9. Dasar Penilaian adalah suatu penjelasan dan/atau pendefinisian tentang jenis Nilai yang sedang diteliti
berdasarkan kriteria tertentu.
10. Premis Nilai adalah asumsi Nilai yang berhubungan dengan suatu kondisi transaksi yang dapat
digunakan pada objek Penilaian.
11. Nilai Buku adalah:
a. hasil kapitalisasi atas biaya perolehan aset, dikurangi akumulasi depresiasi, deplesi, amortisasi atau
penurunan nilai sebagaimana yang tercatat dalam laporan keuangan; atau
b. selisih antara total aset dikurangi dengan total liabilitas dari perusahaan sebagaimana tercatat dalam
laporan keuangan.
12. Nilai Aset Bersih adalah total nilai pasar aset dikurangi total nilai pasar liabilitas.
13. Nilai Pasar adalah estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau
liabilitas pada Tanggal Penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat
menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara layak, dimana
kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya, kehatihatian, dan tanpa
paksaan.
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia XXII
Page 24
14. Asumsi adalah sesuatu yang dianggap akan terjadi termasuk fakta, syarat, atau keadaan yang mungkin
dapat mempengaruhi objek Penilaian atau pendekatan penilaian dan kewajarannya telah dianalisis oleh
Penilai Bisnis sebagai bagian dari proses Penilaian.
15. Pendekatan Penilaian adalah suatu cara untuk memperkirakan Nilai dengan menggunakan satu atau
lebih metode penilaian.
16. Pendekatan Aset adalah Pendekatan Penilaian berdasarkan laporan keuangan historis objek Penilaian
yang telah diaudit, dengan cara menyesuaikan seluruh aset dan liabilitas menjadi Nilai Pasar sesuai
dengan Premis Nilai yang digunakan dalam Penilaian Bisnis.
17. Pendekatan Pasar adalah Pendekatan Penilaian dengan cara membandingkan objek Penilaian
dengan objek lain yang sebanding dan sejenis serta telah tersedia informasi harga transaksi atau
penawaran.
18. Pendekatan Pendapatan adalah Pendekatan Penilaian dengan cara mengkonversi manfaat ekonomis
atau pendapatan yang diperkirakan akan dihasilkan oleh objek Penilaian dengan Tingkat diskonto
tertentu.
19. Metode Penilaian adalah suatu cara atau rangkaian cara tertentu dalam melakukan Penilaian.
20. Business Interest adalah kepemilikan dalam perusahaan yang meliputi penyertaan dalam perusahaan,
surat berharga, aset keuangan lainnya, dan aset tak berwujud.
21. Laporan Penilaian Bisnis adalah laporan tertulis yang dibuat oleh Penilai Bisnis yang memuat
pendapat Penilai Bisnis mengenai objek Penilaian serta menyajikan informasi tentang proses Penilaian
22. Tanggal Laporan Penilaian Bisnis adalah tanggal ditandatanganinya Laporan Penilaian Bisnis oleh
Penilai Bisnis.
23. Tenaga Ahli adalah orang yang mempunyai keahlian dan kualifikasi pada suatu bidang tertentu di luar
ruang lingkup kegiatan Penilaian dan tidak bekerja pada kantor jasa Penilai publik.
24. Holding Company adalah suatu perusahaan yang sebagian besar pendapatannya atau seluruhnya
berasal dari penyertaan pada perusahaan lain.
25. Diskon Tanpa Pengendalian (Discount for Lack of Control) adalah suatu jumlah atau persentase
tertentu yang merupakan pengurang dari Nilai suatu ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya tingkat
pengendalian atas objek Penilaian.
26. Diskon Likuiditas Pasar (Discount for Lack of Marketabilities) adalah suatu jumlah atau persentase
tertentu yang merupakan pengurang dari Nilai suatu ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya likuiditas
objek Penilaian.
27. Kelangsungan Usaha adalah suatu kondisi yang mencerminkan usaha yang sedang beroperasi atau
dalam konstruksi, atau suatu premis dalam Penilaian, dimana Penilai Bisnis menganggap suatu
perusahaan akan terus melanjutkan operasinya secara berkelanjutan.
28. Premi Pengendalian (Premium for Control) adalah suatu jumlah atau persentase tertentu yang
merupakan penambah dari Nilai suatu ekuitas sebagai cerminan dari tingkat pengendalian atas objek
Penilaian.
29. Modal Investasi adalah jumlah utang jangka panjang dan ekuitas pada suatu perusahaan.
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia XXIII
Page 25
30. Tingkat Diskonto adalah suatu Tingkat Imbal Balik untuk mengkonversikan nilai di masa depan ke nilai
sekarang yang mencerminkan nilai waktu dari uang dan ketidakpastian atas terealisasinya pendapatan
ekonomi.
31. Arus Kas Bersih adalah jumlah kas yang:
a. tersedia setelah terpenuhinya kebutuhan kas untuk kegiatan operasional;
b. merupakan arus kas yang tersedia bagi penyedia modal yang terdiri dari utang dan ekuitas; dan
c. telah bebas dari kewajiban untuk mempertahankan operasi saat ini dan untuk mengantisipasi
pertumbuhan perusahaan.
32. Nilai Terminal (Terminal Value) adalah Nilai dari jumlah arus kas untuk periode setelah periode waktu
tetap, dimana arus kas yang diterapkan dapat menggunakan model ekuitas atau Modal Investasi.
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia XXIV
Page 26
BAB I
PENDAHULUAN
I.1 LATAR BELAKANG
IDR telah ditunjuk oleh INET dalam penugasan untuk memberikan pendapat sebagai penilai independen
atas Penilaian 100% atau 120.000 lembar saham SGI, termasuk kepemilikan pada entitas anak sebesar
99% atau 12.375 lembar saham JNM dan 99% atau 999.999 lembar saham NNM milik JNM, seperti yang
tertuang di dalam Surat Perjanjian Kerja No. 004/IDR-SPK/BS/III/2026 pada tanggal 4 Maret 2026.
SGI adalah perusahaan yang berdiri sejak 25 April 2000, berstatus perusahaan tertutup, dan bergerak
dalam bidang engineering, procurement, and construction (EPC), khususnya dalam Jasa Penggelaran
kabel (Power / Fiber Optic) bawah laut, Jasa perbaikan kabel bawah laut (Corrective Maintenance), dan
Managed Service (kegiatan Preventive Maintenance). SGI memiliki sebuah anak perusahaan terkendali,
yaitu PT Jala Nusantara Mardika (“JNM”), dan JNM juga memilik sebuah anak perusahaan terkendali, yaitu
Nostag Nusantara Mardika (“NNM”). Kedua perusahaan tersebut membantu SGI dalam menjalankan
kegiatan operasionalnya, yakni dengan menyewakan kapal kepada SGI untuk melaksanakan jasa - jasa
SGI (kapal Pacific Guardian milik JNM untuk penggelaran dan perbaikan kabel jenis fiber optic laut dalam
(≥100 meter), dan kapal Nostag 10 milik NNM untuk penggelaran dan perbaikan kabel jenis
fiber optic dan power (≤100 meter)). Kantor Pusat SGI berlokasi di Indonesia dengan alamat di Jl. Patra
Kuningan VIII No.1, RT.6/RW.4, Kuningan Tim., Kecamatan Setiabudi, Kota Jakarta Selatan, Daerah
Khusus Ibukota Jakarta 12950.
INET merupakan sebuah perseroan terbatas yang didirikan pada tanggal 16 Desember 2016, berstatus
perusahaan terbuka (publicly-held company) dan bergerak dalam sektor telekomunikasi/infrastruktur
digital dan menyediakan layanan konektivitas B2B (terutama melayani penyedia layanan internet (ISP),
korporasi, dan institusi). INET menyediakan beberapa layanan utama, seperti interkoneksi data center,
colocation, local loop/akses lokal, IP Transit (NAP), managed network service, serta solusi jaringan seperti
SD-WAN. Kantor pusat INET berlokasi di Indonesia dengan alamat di Gedung Cyber 1 Lantai 10, Jl.
Kuningan Barat No. 8, Jakarta Selatan.
Berdasarkan informasi dari Pemberi Tugas, rencana transaksi yang akan dilaksanakan adalah
pengambilalihan atas 60% saham SGI melalui penerbitan saham baru (“Rencana Transaksi”). INET
berpandangan bahwa pengambilalihan saham SGI diharapkan dapat meningkatkan skala usaha sekaligus
memperluas jangkauan bisnis dengan memanfaatkan kekuatan dan posisi SGI sebagai perusahaan jasa
pelaksanaan konstruksi telekomunikasi. Di sisi lain, transaksi ini memungkinkan optimalisasi kemampuan,
pengalaman, dan keahlian INET dalam pengembangan dan pemanfaatan teknologi telekomunikasi,
sehingga tercipta nilai tambah yang berkelanjutan bagi kedua entitas. Pertimbangan dan manfaat dari
rencana transaksi ini adalah untuk memperkuat penetrasi pasar, khususnya di Pulau Jawa dan
Kalimantan, serta mempercepat pembangunan jaringan telekomunikasi bawah laut. Dengan aset kapal
pemasang kabel laut (cable laying vessel) yang dimiliki SGI, INET dapat meningkatkan efisiensi dalam
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia I-1
Page 27
pembangunan, perbaikan, dan pemeliharaan jaringan. Sinergi ini diharapkan menghasilkan infrastruktur
telekomunikasi yang lebih kuat dan terintegrasi, sekaligus menekan biaya ekspansi layanan internet dan
mempercepat pertumbuhan bisnis perusahaan.
Rencana transaksi juga merupakan transaksi material sebagaimana didefinisikan dalam POJK 17/2020.
Dalam rangka pelaksanaan Transaksi Material dan untuk memenuhi ketentuan-ketentuan yang diatur dalam
POJK 17/2020, maka SGI telah menunjuk kami untuk melaksanakan penilaian 100% saham SGI.
I.2 LINGKUP PENUGASAN
I.2.1 Status Penilai
IDR adalah Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) yang didirikan berdasarkan Akta Notaris No.139 tertanggal
13 April 2009 oleh Notaris Publik Drajat Darmadji, S.H, IDR telah terdaftar pada Departemen Keuangan
Republik Indonesia dengan Nomor Izin No. 2.09.0047, Tanggal 10 Juni 2009.
Penilaian saham ini dilakukan oleh Penilai Publik Bunga Budiarti, S.E., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
merupakan Penilai independen yang bernaung dalam IDR berdasarkan ijin Penilai Publik No. B-1.16.00465,
yang terdaftar sebagai profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) dengan Surat
Tanda Terdaftar (“STTD”) Profesi Penunjang Pasar Modal dari Bagian Pengawas Pasar Modal dan
Lembaga Keuangan (Penilai Properti dan Bisnis) STTD OJK No. STTD.PPB-27/PJ.1/PM.02/2023.
Bertindak independen, objektif, dan memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian saham sebagaimana
yang dimaksud dalam lingkup penugasan ini.
IDR dalam memberikan jasa penilaian saham sesuai dengan kemampuan dan keahlian dengan menjunjung
tinggi integritas, kejujuran dan tidak memihak. Penilai tidak memiliki keterlibatan material atau benturan
kepentingan baik aktual maupun potensial dengan objek penilaian dan/atau pemilik aset dan pemberi tugas.
Untuk penilaian saham sebagaimana dijelaskan di bawah tidak diperlukan bantuan tenaga ahli luar. Seluruh
Penilai, ahli dan staf pelaksana dalam penugasan ini adalah satu kesatuan tim penugasan di bawah
koordinator Penilai berizin atau penanggung jawab laporan penilaian saham.
I.2.2 Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan sebagaimana dimaksud dalam Laporan Penilaian ini adalah:
Nama : PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
Domisili : Gedung Cyber Lantai 10, Jalan Kuningan Barat No.8, Jakarta Selatan 12710
Industri : Telekomunikasi
Telp : +62 2150525588
Email : info@sinergynetworks.co.id
(Pemberi Tugas memastikan bahwa dalam kurun waktu yang bersamaan (dalam kurun waktu 2 bulan), aset atau objek
penilaian tersebut tidak sedang atau telah dilakukan penilaian lain untuk maksud, tujuan, pengguna laporan dan
tanggal penilaian yang sama atau berdekatan.) (KEPI Edisi VII – 2018 Pasal 5.8 poin C-4.).
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia I-2
Page 28
I.2.3 Objek Penilaian
Objek penilaian dalam penugasan ini adalah 100% atau 120.000 lembar saham SGI dengan bentuk
kepemilikan mayoritas dengan kendali, dan kepemilikan pada entitas anak sebagai berikut:
➢ 99% atau 12.375 lembar saham JNM, milik SGI dengan bentuk kepemilikan mayoritas dengan
kendali.
a. 99% atau 999.999 lembar saham NNM, milik JNM dengan bentuk kepemilikan mayoritas
dengan kendali.
I.2.4 Jenis Mata Uang
Dalam penugasan ini hasil penilaian saham dinyatakan dalam mata uang Rupiah.
I.2.5 Maksud dan Tujuan Penilaian
Maksud dari penilaian saham ini adalah untuk memberikan opini/pendapat Nilai Pasar Saham atas OBJEK
PENILAIAN tersebut pada tanggal 31 Desember 2025 untuk tujuan transaksi akuisisi melalui penerbitan
saham baru, dan untuk memenuhi ketentuan-ketentuan dari Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik
Indonesia Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, dan oleh
karenanya tidak direkomendasikan untuk penggunaan lainnya.
I.2.6 Dasar Nilai
Sesuai dengan maksud dan tujuan penilaian, Dasar Nilai yang digunakan dalam penilaian ini adalah Nilai
Pasar.
Nilai Pasar didefinisikan sebagai estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh atau dibayar untuk
penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan
penjual yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara
layak, dimana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian
dan tanpa paksaan (SPI Edisi VII-2018, SPI 101-3.1).
Mengacu pada POJK 35/POJK.04/2020, Nilai Pasar, didefinisikan sebagai estimasi sejumlah uang yang
dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang
berminat membeli dengan penjual yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang
pemasarannya dilakukan secara layak, dimana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar
pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian dan tanpa paksaan.
I.2.7 Tanggal Penilaian
Tanggal penilaian adalah 31 Desember 2025. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan
beserta tujuan penilaian dan dari data keuangan SGI, JNM, dan NNM yang kami terima. Data keuangan
tersebut berupa laporan keuangan objek penilaian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2025 yang menjadi dasar penilaian ini.
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia I-3
Page 29
I.2.8 Tingkat Kedalaman Investigasi
Penilaian dilakukan dengan batasan investigasi sebagai berikut:
➢ Tidak dilakukan uji tuntas atas laporan keuangan objek penilaian;
➢ Tidak dilakukan uji tuntas atas aspek legal termasuk dokumen legalitas objek penilaian;
➢ Pengumpulan data dan informasi dari pihak manajemen perseroan diverifikasi secara tertulis atau
wawancara langsung;
➢ Proses pengumpulan, verifikasi dan analisis data dilakukan secara langsung pada objek penilaian. Bila
pada objek penilaian tertentu dijumpai keterbatasan untuk dijangkau dan/atau diversifikasi secara
keseluruhan, maka kami menggunakan pendataan secara sampling dan wawancara dari pihak yang
relevan;
➢ Inspeksi dan/atau wawancara dapat dilakukan tanpa ada pembatasan termasuk akses data yang harus
disediakan oleh pemberi tugas dan/atau pihak terkait lainya;
➢ Segala sesuatu yang membatasi pekerjaan penilaian ini akan dicatatkan sebagai bagian yang mengikat
atas hasil penilaian yang dilakukan.
I.2.9 Sifat Dan Sumber Informasi Yang Dapat Diandalkan
Informasi dan data yang relevan namun tidak membutuhkan verifikasi, dapat disetujui untuk digunakan
sepanjang sumber data tersebut diyakini kebenarannya. Sumber data tersebut antara lain:
⮚ Informasi primer yang relevan atas objek penilaian diberikan secara langsung oleh Pemberi Tugas
selama proses penilaian dengan rincian sebagai berikut:
- Laporan keuangan konsolidasian Audit SGI tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
yang telah diaudit oleh KAP Gatot Permadi, Azwir, & Abimail dengan opini wajar dengan
pengecualian dalam semua hal yang material dan telah ditandatangani pada tanggal 17 Maret 2026
oleh Azwir Zamrinurdin, CPA dengan Izin Akuntan Publik No. AP.0977, dengan nomor laporan No.
00037/2.0935/AU.1/03/0977-3/1/III/2026 tanggal 17 Maret 2026;
- Laporan keuangan konsolidasian Audit SGI tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024
yang telah diaudit oleh KAP Gatot Permadi, Azwir, & Abimail dengan opini wajar dengan
pengecualian dalam semua hal yang material dan telah ditandatangani pada tanggal 22 Mei 2025
oleh Azwir Zamrinurdin, CPA dengan Izin Akuntan Publik No. AP.0977, dengan nomor laporan No.
00116/2.0935/AU.1/05/0977-2/1/V/2025 tanggal 22 Mei 2025;
- Laporan keuangan konsolidasian Audit SGI tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
yang telah diaudit oleh KAP Gatot Permadi, Azwir, & Abimail dengan opini wajar dengan
pengecualian dalam semua hal yang material dan telah ditandatangani pada tanggal 27 Juni 2024
oleh Azwir Zamrinurdin, CPA dengan Izin Akuntan Publik No. AP.0977, dengan nomor laporan No.
00080/2.0935/AU.1/03/0977-1/1/VI/2024 27 Juni 2024;
- Laporan keuangan konsolidasian Audit SGI tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
yang telah diaudit oleh KAP Soejatna, Mulyana & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang
material dan telah ditandatangani pada tanggal 30 Juni 2023 oleh Benny, CPA dengan Izin Akuntan
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia I-4
Page 30
Publik No. AP.1145, dengan nomor laporan No. Ref. 00034/2.0052/AU.1/03/0492-3/1/VI/2023 30
Juni 2023;
- Laporan keuangan konsolidasian Audit SGI tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021
yang telah diaudit oleh KAP Soejatna, Mulyana & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang
material dan telah ditandatangani pada tanggal 14 Juni 2022 oleh Benny, CPA dengan Izin Akuntan
Publik No. AP.1145, dengan nomor laporan No. Ref. 00046/2.0052/AU.1/03/1145-2/1 /VI/2022 14
Juni 2022;
- Proyeksi/Business Plan yang antara lain terdiri hasil operasi untuk periode 2025 sampai dengan 2030
yang diproyeksikan mencerminkan pertimbangan yang terbaik dari Manajemen, berdasarkan
harapan kondisi pasar di masa mendatang dan tindakan-tindakan yang akan dilakukan oleh SGI
sesuai kondisi yang ada per tanggal penilaian;
- Laporan Penilaian Aset KJPP Iwan Bachron dan Rekan No. 01655/2.0047-00/PP/06/0588/1/IV/2026
tanggal 6 April 2026;
⮚ Informasi sekunder atas data lain yang diperlukan untuk penilaian diperoleh dari media cetak, media
elektronik dan papan pengumuman yang layak:
- Bank Indonesia (BI);
- Badan Pusat Statistik (BPS);
- Otoritas Jasa Keuangan (OJK);
- Data riset dari lembaga independen seperti website Aswath Damodaran;
- Media cetak dan elektronik resmi seperti Yahoo Finance, Bloomberg, S&P Capital IQ dan website
Bursa Efek Indonesia.
I.2.10 Asumsi dan Asumsi Khusus
Penilaian saham disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan
keuangan, serta peraturan – peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan tanggal penilaian. Dalam
penilaian saham, kami mempertimbangkan beberapa asumsi, seperti terpenuhinya semua kondisi dan
kewajiban perusahaan. Berikut asumsi khusus yang digunakan dalam lingkup penugasan ini dengan rincian
sebagai berikut:
➢ Objek penilaian yang dinilai tidak mempunyai masalah hukum dan hak kepemilikannya adalah sah,
bebas dari sengketa dan dapat dialihkan haknya;
➢ Objek penilaian yang ditunjukkan kepada kami adalah benar merupakan objek dalam penilaian;
➢ Seluruh data dan informasi yang diberikan pemberi tugas sehubungan dengan penilaian ini adalah
relevan, benar dan dapat dipercaya;
➢ Kami tidak melakukan penelitian terhadap keabsahan dokumen-dokumen legal yang terkait;
➢ Seluruh pernyataan data dan informasi yang diberikan Pemberi Tugas adalah relevan, benar dan dapat
dipercaya sesuai dengan prosedur penilaian yang umum berlaku dan disampaikan dengan itikad baik;
➢ Kondisi-kondisi tidak wajar yang tersembunyi terhadap objek penilaian yang dapat membawa efek
negatif terhadap nilai, tidak menjadi tanggung jawab kami sebab merupakan bagian pekerjaan ahli lain;
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia I-5
Page 31
⮚ Baik Pemimpin Rekan dan atau Rekan, serta para Penilai maupun karyawannya tidak mempunyai
kepentingan finansial apapun terhadap objek penugasan.
I.2.11 Persyaratan dan Persetujuan Untuk Publikasi
Laporan penilaian saham atas Rencana Transaksi bersifat non-disclaimer opinion dan merupakan laporan
yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi
operasional SGI.
I.2.12 Standar Penilaian
Dalam pekerjaan Penilaian Saham ini kami berpedoman pada Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar
Penilaian Indonesia Tahun 2018 Edisi VII dan 320, 330, dan 340 – Edisi Revisi (KEPI-SPI Edisi VII.2018)
dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 Tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal (POJK35/POJK.04/2020).
I.2.13 Premis Penilaian
Penilaian atas Saham dilakukan dengan premis penilaian bahwa SGI adalah sebuah perusahaan yang
“going concern”. Menurut definisi oleh Standar Penilaian Indonesia, going concern adalah suatu kondisi
yang mencerminkan usaha yang sedang beroperasi atau sekurang-kurangnya dalam konstruksi dan juga
sebuah premis dalam penilaian dimana penilai menganggap suatu perusahaan akan terus melanjutkan
operasinya secara berkelanjutan (SPI Edisi VI-2018, SPI 330 3.10).
beberapa asumsi, seperti terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban perusahaan.
I.2.14 Kejadian – Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events)
Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan penilaian ini, kami tidak memperoleh informasi mengenai
peristiwa penting yang dapat berdampak secara material terhadap hasil analisis penilaian.
I.2.15 Kondisi Pembatas
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan, keandalan dan
kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh
Pemberi Tugas atau yang tersedia secara umum yang pada hakikatnya adalah benar, lengkap dan tidak
menyesatkan, dan kami tidak bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap
informasi-informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari Pemberi Tugas bahwa mereka
tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi
tidak lengkap atau menyesatkan.
Analisis penilaian Saham SGI dipersiapkan menggunakan data dan informasi sebagaimana diungkapkan
di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir pendapat kami
secara material. Kami tidak bertanggungjawab atas perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun
segala kehilangan, kerusakan, biaya ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan
informasi sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan atau dapat disalahartikan.
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia I-6
Page 32
Hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang mendasarinya, perubahan
pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan merubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu,
kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil
penilaian, dan bahwa perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun penyusunan laporan
penilaian ini telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami tidak dapat
menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh
adanya analisis tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan analisis
transaksi, ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai dasar penilaian.
Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Saham SGI tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan
dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas
informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan
dalam pengendalian internal, kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran
hukum.
I.2.16 Pendekatan Penilaian
SGI memiliki investasi pada entitas anak, yaitu JNM sebesar 99%, dan kepemilikan JNM pada entitas
anaknya, yaitu NNM sebesar 99%. Dalam hal melakukan penilaian saham SGI, penilaian dilakukan secara
terpisah sesuai dengan persentase kepemilikannya.
Pendekatan penilaian yang digunakan dalam penilaian saham SGI (Entitas Induk/Parent Entity) adalah
Pendekatan Pendapatan (Income Approach) dengan metode Diskonto Arus Kas (Discounted
Cashflow/“DCF”) dan Pendekatan Pasar (Market Approach) dengan metode pembanding perusahaan
tercatat di bursa efek (Guideline Publicly Traded Company/“GPTC”), sedangkan pendekatan penilaian yang
digunakan dalam penilaian saham JNM dan NNM (subsidiary) adalah Pendekatan Biaya (Cost Approach)
dengan metode Penyesuaian Aset Bersih (“PAB”). Selanjutnya nilai - nilai yang diperoleh dari setiap metode
tersebut direkonsiliasi dengan melakukan pembobotan.
Pendekatan pendapatan dengan metode DCF digunakan dalam penilaian saham SGI (Entitas Induk/Parent
Entity) mengingat bahwa pendapatan yang diperoleh dimasa yang akan datang dapat diperkirakan dengan
cukup meyakinkan, dan SGI merupakan perusahaan yang beroperasi dengan baik (going concern)
sehingga dapat men-generate income secara berkesinambungan, dengan asumsi going concern, yaitu
aktivitas operasi berjalan terus walaupun pemilik atau manajemen berganti dan ketersediaan data terkait
dengan Pendekatan Pendapatan dengan metode DCF untuk melakukan penilaian SGI sudah memadai.
Pendekatan pasar dengan menggunakan metode GPTC digunakan dalam penilaian saham SGI karena
meskipun di pasar saham perusahaan terbuka tidak diperoleh informasi mengenai perusahaan sejenis
dengan skala usaha dan aset yang setara, namun diperkirakan data saham perusahaan terbuka yang ada
dapat digunakan sebagai data perbandingan atas nilai saham dan ketersediaan data terkait dengan
pendekatan pasar dengan menggunakan metode GPTC untuk melakukan penilaian saham SGI sudah
memadai.
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia I-7
Page 33
Pendekatan aset dengan Metode PAB digunakan dalam penilaian saham JNM dan NNM dengan
mempertimbangkan kinerja keuangan perusahaan yang tercermin dalam laporan posisi keuangan dan laba
rugi periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 menunjukkan kondisi bisnis tidak
mencerminkan usaha yang berkelanjutan (not going concern). JNM dan NNM juga memiliki karakteristik
sebagai heavy asset based company, hal ini tercermin berdasarkan komposisi aset tetap terhadap aset
tidak lancar yang memiliki kontribusi signifikan terhadap total aset JNM dan NNM. Selain itu ketersediaan
data terkait dengan pendekatan aset dengan Metode PAB untuk melakukan penilaian JNM dan NNM sudah
memadai.
Dalam menentukan pendekatan penilaian dan metode penilaian tersebut kami telah mempertimbangkan
ketentuan-ketentuan dari POJK 35/2020 dan KEPI & SPI.
Berdasarkan strategi dan rencana masa depan (business plan), SGI (Entitas Induk/Parent Entity) akan tetap
terus melanjutkan operasinya yaitu jasa penggelaran kabel bawah laut, jasa perbaikan kabel bawah laut,
dan manage serviced. Dalam penilaian ini, jangka waktu proyeksi disajikan sampai dengan FY2030.
Metode Diskonto Arus Kas merupakan suatu metode penilaian dimana nilai suatu objek ditentukan
berdasarkan kemampuan objek penilaian tersebut untuk menghasilkan keuntungan di masa mendatang.
Untuk menggunakan metode ini, sebelum melakukan proses diskonto (discounting), terlebih dahulu harus
diproyeksikan pendapatan mendatang berupa arus kas bersih untuk ekuitas (net cash flow to equity) atau
arus kas bersih untuk kapital (net cash flow to invested capital) sesuai dengan sifat dan jenis usaha yang
dinilai. Setelah proyeksi dibuat, langkah berikutnya adalah menetapkan tingkat diskonto (discount rate) yang
tepat. Proses selanjutnya adalah mendiskonto nilai-nilai arus kas bersih yang telah diproyeksikan, termasuk
nilai periode kekal (continuing value), dengan faktor diskonto (discount factor) yang diperoleh dari tingkat
diskonto sesuai dengan periode proyeksinya. Jika yang didiskonto adalah arus kas bersih untuk ekuitas,
maka nilai kini (present value) dari keseluruhan pendapatan di masa mendatang tersebut merupakan nilai
ekuitas, sedangkan jika yang didiskonto adalah arus kas bersih untuk kapital, jumlah nilai kini tersebut
merupakan nilai perusahaan (corporate value), yang masih harus dikurangi dengan nilai liabilitas untuk
mendapatkan nilai ekuitas.
Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek merupakan metode penilaian yang didasarkan
pada pendekatan pasar (market approach). Dengan metode ini, nilai pasar saham ditetapkan berdasarkan
harga yang telah atau pernah terjadi dari perusahaan sejenis yang sebanding dan sepadan. Nilai pasar dari
perusahaan pembanding diambil dari pasar modal (perusahaan publik/terbuka).
Syarat utama dari penggunaan metode ini adalah perusahaan pembanding harus sebanding dan sepadan
dengan perusahaan yang akan dinilai dalam berbagai variabel pembanding, antara lain sales turnover,
ekuitas, struktur modal (leverage), aset dan komposisi aset, tingkat laba, dan rasio-rasio keuangan.
Jika telah diperoleh perusahaan yang sebanding dan sepadan, nilai pasar saham perusahaan yang dinilai
diperoleh dengan cara mengalikan pendapatan perusahaan dengan beberapa rasio yang diperoleh dari
perusahaan pembanding, seperti rasio P/E (price/earnings), P/SR (price/sales revenue), P/BV (price/book
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia I-8
Page 34
value of equity), MVIC/EBIT (market value invested capital/earning before interest, tax) MVIC/EBITDA
(market value invested capital/earning before interest, tax, depreciation, and amortization), MVIC/BVIC
(market value invested capital/book value invested capital), MVIC/REVENUE (market value invested
capital/revenue) dan sebagainya
Metode Penyesuaian Aset Bersih merupakan metode penilaian yang berdasarkan pada pendekatan
neraca (balance sheet approach). Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan liabilitas
(liabilities) harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah
menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau hutang bank).
Aset lancar (current assets) harus dinilai ulang, misalnya untuk piutang dengan mengurangkan jumlah yang
tak dapat ditagih secara normal. Aset tetap seperti tanah, bangunan, dan mesin-mesin perlu dinilai dengan
konsep penilaian properti yang berlaku umum.
Selain aset berwujud, Nilai pasar aset tak berwujud (intangible assets) seperti hak paten, lisensi, biaya riset
dan pengembangan, dan daftar langganan (pool of captive customer), juga harus dihitung. Nilai pasar aset
tak berwujud tersebut diperoleh dengan melakukan penilaian terhadap tiap-tiap aset tersebut secara
terpisah. Nilai pasar ekuitas (net worth) kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai seluruh
aset dan liabilitas (liabilities) yang telah disesuaikan.
I.2.17 Hasil Pelaksanaan Inspeksi
Pelaksana Inspeksi/Wawancara:
a. Tanggal Inspeksi Lapangan : 9 Maret 2026
b. Tanggal Wawancara : 16 Maret 2026
c. Pelaksana : Dean Fajar Ramadhan
Dalam penilaian ini, kami melakukan inspeksi lapangan dan wawancara, baik dengan manajemen SGI
ataupun pihak yang mewakilinya di kantor pusat SGI dan lokasi docking kapal Pacific Guardian. Disamping
itu, kami juga melakukan wawancara, baik dengan manajemen ataupun pihak yang mewakilinya dan pihak-
pihak lain yang relevan. Berikut adalah pihak yang diwawancarai dalam hubungannya dengan Objek
Penilaian, yaitu:
Tabel I.1. Daftar Hadir Wawancara
Pihak yang diwawancarai Perusahaan Jabatan
Bp. Bayu Erriano Affia SGI Chief Financial Officer
Ibu Fifi Susanti SGI GM Finance & Accounting
I.3 ASPEK MANAJEMEN
I.3.1 Sejarah dan Pendirian Perusahaan
PT Sarana Global Indonesia didirikan dengan akta pendirian dari notaris Daniel Praganda Marpaung, SH
No.78 tanggal 27 April 2000. Akta tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dengan Surat Keputusan Nomor C-15.102.HT 01.01 TH. 2000 tanggal 25 Juli 2000.
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia I-9
Page 35
Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa perubahan yang terakhir dengan akta Pernyataan
Keputusan di Luar Rapat Umum Pemegang Saham PT Sarana Global Indonesia dari Notaris Haria Fitri
Sucipto, S.H., M.Kn No. 11 tanggal 22 Oktober 2025 mengenai perubahan Direksi dan Komisaris, Peralihan
Saham, dan Pergantian Nama Pemegang Saham. Akta tersebut telah diterima dan dicatat di dalam Sistem
Administrasi Badan Hukum dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai dengan
Surat Nomor: AHUAH.01.09-0354213 tanggal 23 Oktober 2025.
SGI menjalankan kegiatan usaha yang berfokus pada pembangunan, pengelolaan, serta pemeliharaan
infrastruktur kabel laut guna mendukung jaringan telekomunikasi. Khususnya pada jasa konstruksi
penggelaran kabel bawah laut (submarine cable). SGI memiliki sebuah anak perusahaan terkendali, yaitu
JNM, dan JNM juga memilik sebuah anak perusahaan terkendali, yaitu NNM. Pembentukan JNM dan NNM
dilatarbelakangi oleh kebutuhan kepemilikan aset kapal yang mensyaratkan izin khusus berupa SIUPAL
(Surat Izin Usaha Perusahaan Angkutan Laut), sehingga kepemilikan kapal ditempatkan pada entitas anak.
Dalam mendukung kegiatan operasionalnya, SGI menggunakan infrastruktur utama berupa kapal khusus,
dimana cable ship dimiliki oleh JNM yaitu Pacific Guardian, sedangkan cable barge dimiliki oleh NNM yaitu
Nostag 10. Kedua aset tersebut memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas penggelaran maupun
pemeliharaan kabel bawah laut. Kegiatan usaha utama SGI mencakup jasa penggelaran kabel bawah laut,
jasa perbaikan kabel bawah laut (corrective maintenance), serta manage services yang berupa kegiatan
preventive maintenance seperti pemeliharaan rutin shelter, koordinasi dengan otoritas terkait, dan pengujian
jaringan menggunakan OTDR (Optical Time Domain Reflectometer). Dengan struktur dan kapabilitas
tersebut, SGI mampu menyediakan layanan yang terintegrasi dalam pembangunan dan pengelolaan
infrastruktur kabel bawah laut. Kantor Pusat SGI berlokasi di Jl. Patra Kuningan VIII No.1, RT.6/RW.4,
Kuningan Timur, Setiabudi, Jakarta Selatan, DKI Jakarta, 12950
I.3.2 Maksud dan Tujuan Serta Kegiatan Usaha
Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, maksud dan tujuan Perusahaan yaitu bergerak dalam
bidang jasa pelaksana konstruksi.
I.3.3 Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham
Struktur permodalan dan susunan pemegang saham SGI berdasarkan laporan keuangan audit SGI untuk
tahun 2025, susunan pemegang saham SGI per tanggal 31 Desember 2025, adalah sebagai berikut:
Tabel I.2. Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham SGI
Jumlah Lembar Persentase
Keterangan
Saham (%)
Y. Didik Heru Purnomo 66.000 55
Lisa Anggraini 54.000 45
Total 120.000 100
Sumber: Laporan Keuangan Audit SGI
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia I - 10
Page 36
Kepemilikan saham atas SGI masing-masing terbagi atas saham yang dimiliki oleh Bapak Y. Didik Heru
Purnomo sebanyak 66.000 lembar saham atau 55% kepemilikan dan Ibu Lisa Anggraini sebanyak 54.000
lembar saham atau 45% kepemilikan.
I.3.4 Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
Susunan Direksi dan Dewan Komisaris pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Yosaphat Didik Heru Purnomo
Direksi
Direktur Utama : Taryono
I.3.5 Struktur Grup Perusahaan
Struktur grup perusahaan SGI berdasarkan informasi dari manajemen SGI dan laporan keuangan audit SGI
per 31 Desember 2025, adalah sebagai berikut:
Gambar I.1. Struktur Grup Perusahaan SGI
PT Sarana Global Indonesia
99%
PT Jala Nusantara Mardika
99%
PT Nostag Nusantara Mardika
Sumber: Laporan Keuangan Audit SGI
I.3.6 Jenis – Jenis Ekuitas dan Hak yang Melekat
Saham SGI terdiri dari 1 (satu) jenis saham yang memberikan hak yang sama dan sederajat kepada para
pemegang sahamnya.
I.3.7 Pasar Geografis
Sebagai perusahaan yang ruang lingkup kegiatan usahanya dalam bidang engineering, procurement, and
construction (EPC) dan memiliki kantor pusat di Indonesia, maka SGI memiliki pasar geografis yang
mencakup wilayah Indonesia.
I.3.8 Legalitas dan Perizinan Usaha Perseroan
Saat ini SGI telah memperoleh dokumen-dokumen yang diperlukan dari instansi yang berwenang berkaitan
dengan usahanya dengan rincian sebagai berikut:
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia I - 11
Page 37
⮚ Akta Pendirian oleh Notaris Bp. Daniel, P.M. SH., No. 78 Tanggal 27 April 2000;
⮚ Pengesahan Akta Pendirian Perusahaan Perseroan Terbatas dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C-15.102.HT 01.01 TH. 2000 tanggal 25 Juli
2000;
⮚ Akta Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan oleh Notaris Haria Fitri Sucipto, S.H., M.Kn., No. 11
Tanggal 22 Oktober 2025;
⮚ Pengesahan Akta Perubahan Anggaran Dasar dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU- AH.01.09-0354213 tanggal 23 Oktober 2025;
⮚ Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dengan Nomor Induk Berusaha No. 9120009382803 atas nama PT
Sarana Global Indonesia yang diterbitkan oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal;
⮚ Perizinan Berusaha untuk Menunjang Kegiatan Usaha Sertifikat Badan Usaha (SBU) Konstruksi No.
912000938280300170001 atas nama PT Sarana Global Indonesia yang diterbitkan oleh Kepala Badan
Koordinasi Penanaman Modal;
⮚ Perizinan Berusaha untuk Menunjang Kegiatan Usaha Sertifikat Badan Usaha (SBU) Konstruksi No.
912000938280300160001 atas nama PT Sarana Global Indonesia yang diterbitkan oleh Kepala Badan
Koordinasi Penanaman Modal;
⮚ Akta Pendirian oleh Notaris M. Nova Faisal, SH., M.Kn, No. 69 Tanggal 31 Mei 2017;
⮚ Pengesahan Akta Pendirian Perusahaan Perseroan Terbatas dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-0025411.AH.01.01.Tahun 2011 tanggal
5 Juni 2017;
⮚ Akta Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan oleh Rindy Ayu Rahmadiyanti, SH, M.Kn., No. 02 Tanggal
15 September 2020;
⮚ Pengesahan Akta Perubahan Anggaran Dasar dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU- AH.01.03-0244945 tanggal 21 September 2018;
⮚ Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dengan Nomor Induk Berusaha No. 8120203722263 atas nama PT
Jala Nusantara Mardika yang diterbitkan oleh Lembaga Pengelola dan Penyelenggara OSS;
⮚ Surat Izin Usaha Perusahaan Angkutan Laut (SIUPAL) No. 34/1/SIUPAL/PMDN/2018 atas nama PT
Jala Nusantara Mardika yang diterbitkan oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal;
⮚ Akta Pendirian oleh Notaris M. Nova Faisal, SH., M.Kn, No. 49 Tanggal 21 Agustus 2017;
⮚ Pengesahan Akta Pendirian Perusahaan Perseroan Terbatas dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU- 0036270.AH.01.01 tahun 2017;
⮚ Akta Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan oleh Notaris Rindy Ayu Rahmadiyanti S.H., M.Kn., No.
07 Tanggal 21 September 2020;
⮚ Pengesahan Akta Perubahan Anggaran Dasar dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-0389788 tanggal 23 September 2020;
⮚ Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dengan Nomor Induk Berusaha No. 8120119232085 atas nama PT
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia I - 12
Page 38
Nostag Nusantara Mardika yang diterbitkan oleh Lembaga Pengelola dan Penyelenggara OSS;
⮚ Surat Izin Usaha Perusahaan Angkutan Laut (SIUPAL) No. 12/1/SIUPAL/PMDN/2018 atas nama PT
Nostag Nusantara Mardika yang diterbitkan oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal;
I.3.9 Struktur Organisasi SGI
Gambar I.2. Struktur Organisasi SGI
Sumber: Manajemen SGI
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia I - 13
Page 39
BAB II
ASPEK EKONOMI DAN PEMASARAN
II.1 KONDISI MAKRO EKONOMI
II.1.1 Perkembangan Ekonomi Dunia
Internasional Monetary Fund (IMF) meningkatkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi 3,3%
pada tahun ini, seiring dengan masih kuatnya aktivitas ekonomi, pasar tenaga kerja yang solid, serta
meningkatnya investasi pada teknologi baru seperti kecerdasan buatan (AI). Meski demikian, IMF
mengingatkan bahwa dorongan dari investasi teknologi yang sangat cepat juga berpotensi memicu
volatilitas apabila peningkatan produktivitas tidak berjalan sesuai harapan, yang dapat berdampak pada
koreksi pasar dan penurunan kekayaan rumah tangga. Di sisi lain, ketidakpastian perdagangan dan
dinamika geopolitik masih menjadi risiko yang perlu diwaspadai, terutama jika muncul kembali kebijakan
proteksionisme yang dapat menekan kinerja perusahaan dan menjaga tekanan inflasi. Secara regional,
prospek pertumbuhan menunjukkan variasi, dengan ekonomi Amerika Serikat diperkirakan tetap kuat,
wilayah Eropa tumbuh lebih terbatas, sementara Cina mempertahankan momentum yang relatif lebih
tinggi, mencerminkan pemulihan global yang tetap bertahan namun tidak merata. Uraian mengenai
kondisi perekonomian dunia berikut didasarkan pada data dan informasi terkini yang dipublikasikan oleh
Trading Economics.
Korea Selatan mencatat kenaikan pertumbuhan ekonomi yang cukup stabil dengan 1,5% (yoy) pada tahun
2025. Pertumbuhan ekonomi ini sebagian besar didukung oleh sektor ekspor dan manufaktur yang meluas
pada tahun tersebut. Australia juga mengalami pertumbuhan PDB dari 1,2% (yoy) pada 2024 ke 2,6%
(yoy) pada 2025. Pertumbuhan ini dipengaruhi oleh naiknya konsumsi rumah tangga yang disebabkan
oleh kenaikan pendapatan bersih, serta kuatnya ekspor barang dan jasa, dan naiknya investasi bisnis
yang didukung regulasi moneter. Sebaliknya, Jepang mengalami sedikit penurunan PDB dari 0,6% pada
2024 menjadi 0,1% (yoy) pada 2025. Penurunan ini disebabkan oleh turunnya penurunan domestik,
menurunnya ekspor, tekanan inflasi, dan masalah ekonomi struktural. India tercatat menunjukkan laju
pertumbuhan ekonomi yang kuat dari sektor jasa, seperti perdagangan, hotel, transportasi, dan
komunikasi. Di sisi lain, Cina mengalami penurunan dari 5,4% (yoy) pada 2024, menjadi 4,5% (yoy) pada
2025. Pertumbuhan ekonomi di Cina sebagian besar didorong oleh sektor manufaktur dan konstruksi,
yang tercatat melemah belakangan ini.
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia II - 1
Page 40
Tabel II.1. Pertumbuhan PDB Global (Region: Asia Pasifik) (%, yoy)
PDB
Negara 2020 2021 2022 2023 2024 2025
APAC
Korea Selatan -1,1% 4,3% 1,1% 2,1% 1,2% 1,5%
Australia -0,4% 4,9% 3,2% 1,3% 1,2% 2,6%
Jepang -0,6% 2,8% 0,6% 0,0% 0,6% 0,1%
India 1,8% 5,5% 4,3% 7,1% 7,4% 7,8%
Cina 6,5% 4,5% 3,0% 5,3% 5,4% 4,5%
Sumber: Trading Economics, 2025
Indonesia juga mengalami peningkatan ekonomi yang stabil pada tahun 2025 dibandingkan tahun
sebelumnya, dengan 5,4% (yoy), yang disebabkan oleh pertumbuhan aktivitas manufaktur, konsumsi
domestik, serta stimulus fiskal. Pertumbuhan ekonomi di Indonesia secara stabil terus naik selama 3 tahun
terakhir yang didorong oleh kuatnya konsumsi domestik, naiknya angka investasi, dan ekspansi sektoral.
Singapura juga mengalami kenaikan pertumbuhan ekonomi di tahun 2025 dengan 6,9% (yoy) di 2025.
Sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi per kapita tertinggi di dunia, ekonomi Singapura sangat
bergantung kepada perdagangan internasional. Singapura juga menjadi tujuan utama investasi dari luar
negeri. India juga mengalami kenaikan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2025, dengan 7,8% (yoy). Di
sisi lain, Thailand memiliki pertumbuhan PDB yang menurun dengan 3,3% (yoy) pada tahun 2024 menjadi
2,5% (yoy) pada tahun 2025. Penurunan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti produksi sektor
pabrik yang lesu, aktivitas pariwisata yang melemah, dan dampak tarif Amerika Serikat yang meningkat.
Filipina juga mengalami penurunan PDB dari 5,3% (yoy) pada 2024 menjadi 3,0% (yoy) pada 2025.
Penyebab utama penurunan ini adalah faktor internal (seperti skandal korupsi infrastruktur dan
serangkaian bencana alam topan), dan juga tekanan perdagangan internasional. Untuk Vietnam, terdapat
peningkatan PDB dari 7,6% (yoy) pada 2024 lalu bertumbuh menjadi 8,5% pada 2025. Pertumbuhan ini
didukung oleh kuatnya sektor perdagangan, kegiatan industri dan jasa, serta tingginya pemasukan
investasi. Faktor-faktor pendukung ini didasari oleh kestabilan ekonomi makro dan kebijakan yang
mendukung.
Tabel II.2. Pertumbuhan PDB Global (Region: ASEAN) (%, yoy)
PDB
Negara 2020 2021 2022 2023 2024 2025
ASEAN
Indonesia -2,2% 5,0% 5,0% 5,0% 5,0% 5,4%
Singapura -0,1% 8,0% 2,4% 3,1% 5,3% 6,9%
Thailand -4,1% 1,9% 1,3% 1,8% 3,3% 2,5%
Filipina -8,2% 7,9% 7,1% 5,5% 5,3% 3,0%
Vietnam 4,5% 5,2% 5,9% 6,7% 7,6% 8,5%
Sumber: Trading Economics, 2025
Meksiko mengalami kenaikan PDB dari 0,3% (yoy) di 2024 menjadi 1,8% (yoy) di 2025. Kenaikan ini
kebanyakan disebabkan oleh menguatnya investasi, perdagangan, dan perbaikan kondisi ekonomi.
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia II - 2
Page 41
Faktor terbesar pertumbuhan PDB Meksiko adalah banyaknya perusahaan luar negeri yang
merelokasikan produksinya ke Meksiko supaya lebih dekat dengan pasar Amerika Serikat. Relokasi ini
mempengaruhi kenaikan investasi langsung asing, aktivitas manufaktur, dan penciptaan lapangan kerja.
Amerika mengalami sedikit penurunan dari 2,4% (yoy) di 2024 menjadi 2,2% (yoy) di 2025. Penurunan ini
terutama disebabkan oleh kenaikan tarif dan konflik perdagangan yang meningkatkan biaya bisnis, serta
lemahnya pengeluaran konsumen akibat kenaikan suku bunga dan inflasi. Kanada juga mengalami
penurunan PDB cukup signifikan, dengan 3,1% (yoy) pada 2024 menjadi 0,7% (yoy) di 2025. Penurunan
ini disebabkan oleh melemahnya perdagangan, yang dipengaruhi oleh perselisihan perdagangan dengan
Amerika Serikat setelah adanya kenaikan tarif yang memengaruhi industri otomotif, aluminium, dan baja.
Lemahnya investasi bisnis juga menjadi salah satu faktor turunnya PDB Kanada, disusul oleh menurunnya
angka populasi serta tingginya hutang rumah tangga.
Tabel II.3. Pertumbuhan PDB Global (Region: America) (%, yoy)
PDB
Negara 2020 2021 2022 2023 2024 2025
Amerika
Brasil -0,3% 1,5% 2,7% 2,4% 3,6% N/A
Meksiko -3,5% 1,9% 4,6% 2,4% 0,3% 1,8%
Amerika Serikat -0,9% 5,2% 1,3% 3,4% 2,4% 2,2%
Argentina -4,3% 8,4% 1,3% -1,2% 2,6% N/A
Kanada -3,0% 5,5% 3,1% 1,3% 3,1% 0,7%
Sumber: Trading Economics, 2025
Afrika Selatan mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 0,8% (yoy) pada 2025, menurun dibandingkan
tahun-tahun sebelumnya. Penurunan ini disebabkan oleh gangguan pasokan listrik berkepanjangan dari
Eskom, kendala logistik dan transportasi oleh Transnet yang menghambat distribusi dan ekspor, serta
melemahnya konsumsi domestik dan tekanan dari kondisi ekonomi global. Nigeria mencatat pertumbuhan
PDB sebesar 4,1% (yoy) pada 2025, meningkat dibandingkan 3,8% pada periode yang sama tahun
sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh pertumbuhan sektor minyak sebesar 6,8% seiring naiknya
produksi minyak mentah rata-rata menjadi 1,58 juta barel per hari, serta pertumbuhan sektor non-minyak
sebesar 4,0% yang ditopang oleh sektor pertanian, informasi dan komunikasi, real estat, keuangan dan
asuransi, perdagangan, konstruksi, dan manufaktur.
Tabel II.4. Pertumbuhan PDB Global (Region: Afrika) (%, yoy)
PDB
Negara 2020 2021 2022 2023 2024 2025
Afrika
Afrika Selatan -3,4% 1,7% 0,8% 1,6% 0,8% 0,8%
Algeria -1,2% 2,3% 4,3% 3,0% 4,2% N/A
Nigeria 0,1% 4,0% 3,5% 3,5% 3,8% 4,1%
Mesir 2,0% 8,3% 3,9% 2,3% 4,3% N/A
Maroko -5,4% 7,7% 0,7% 4,1% 3,7% N/A
Sumber: Trading Economics, 2025
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia II - 3
Page 42
Jerman mengalami peningkatan PDB yang cukup signifikan dari -0,2% di 2024 menjadi 0,4% di 2025.
Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh tingkat inflasi yang meredam dan biaya pinjaman yang
lebih rendah, yang menyebabkan kenaikan permintaan domestik, seperti meningkatnya sektor konsumsi
rumah tangga dan investasi sektor konstruksi. Penurunan ini didorong oleh fokusnya negara pada
pengeluaran sektor militer, harga minyak yang rendah dan ekspor gas yang lemah, dan sanksi-sanksi
beberapa negara. Prancis mengalami sedikit kenaikan PDB dari 0,7% (yoy) di 2024 ke 1,2% (yoy) di 2025.
Kenaikan ini disebabkan oleh adanya kegiatan besar seperti Olympics yang meningkatkan sektor
pariwisata, transportasi, dan perbelanjaan secara sementara. Faktor lain yang mendukung kenaikan PDB
Prancis adalah berkembangnya sektor ekspor dan industri jasa, serta pengeluaran publik dan dukungan
dari pemerintah. Britania Raya, di sisi lain, mengalami sedikit penurunan PDB dari 1,0% (yoy) menjadi
1,0% (yoy) dari 2024 ke 2025. Penurunan ini disebabkan oleh besarnya angka serta biaya hutang yang
dipicu oleh regulasi Bank of England yang menetapkan suku bunga relatif tinggi setelah tingginya inflasi
pada tahun 2022 sampai 2023. Lemahnya pengeluaran konsumen di rumah tangga juga menjadi salah
satu alasan melemahnya PDB Britania Raya. Italia mengalami sedikit kenaikan terhadap PDB-nya dari
0,6% menjadi 0,8% (yoy) dari 2024 ke 2025. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh adanya investasi
publik yang dibiayai oleh European Union. Permintaan domestik dan konsumsi rumah tangga juga
mendukung kenaikan PDB Italia.
Tabel II.5. Pertumbuhan PDB Global (Region: Europe) (%, yoy)
PDB
Negara 2020 2021 2022 2023 2024 2025
Eropa
Jerman -2,1% 2,4% 0,8% -0,8% -0,2% 0,4%
Rusia -1,3% 6,0% -1,9% 5,3% 3,3% N/A
Prancis 0,0% 5,2% 1,2% 1,60% 0,70% 1,20%
Britania Raya -7,6% 9,1% 1,9% -0,5% 1,9% 1,0%
Italia -6,0% 8,5% 2,3% 0,6% 0,6% 0,8%
Sumber: Trading Economics, 2025
II.1.2 Tingkat Inflasi Dunia
Pergerakan inflasi di kawasan Asia–Pasifik (APAC) pada tahun 2025 menunjukkan tren yang bervariasi.
Dari lima negara yang diamati, tiga negara mengalami peningkatan tingkat inflasi, sementara dua negara
lainnya mencatat penurunan dibandingkan periode sebelumnya.
Korea Selatan mengalami sedikit kenaikan inflasi pada 2024 ke 2025, dari 1,9% menjadi 2,3% (yoy).
Kenaikan inflasi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya adalah naiknya harga bahan bakar dan
energi yang mempengaruhi biaya transportasi dan produksi. Lemahnya Won yang mempengaruhi harga
barang impor juga menjadi pemicu naiknya inflasi. Meskipun mengalami sedikit kenaikan, angka inflasi
Korea Selatan ini masih dinilai sehat dan masih dekat dengan target bank sentral. Australia juga
mengalami kenaikan angka inflasi yang cukup signifikan, dari 1,3% (yoy) pada 2024 menjadi 3,8% (yoy)
pada 2025, dengan faktor utamanya merupakan naiknya harga rumah dan persewaan. Naiknya harga
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia II - 4
Page 43
listrik dan energi yang disebabkan oleh berkurangnya subsidi pemerintah juga mempengaruhi kenaikan
angka inflasi. Di sisi lain, Jepang mengalami penurunan inflasi cukup drastis dari 3,8% (yoy) pada 2024
menjadi 1,2% (yoy) di 2025. Penurunan inflasi ini terjadi karena pada periode sebelumnya, inflasi
meningkat karena kenaikan harga pangan, tetapi stabilisasi harga tersebut kemudian menyebabkan inflasi
secara keseluruhan menurun. Penurunan pertumbuhan ekonomi yang menurunkan tekanan permintaan
terhadap barang dan jasa juga menjadi pemicu naiknya inflasi Jepang. India juga mengalami penurunan
inflasi cukup signifikan dari 5,2% (yoy) pada 2024 menjadi 1,3% (yoy) di 2025. Penurunan ini disebabkan
oleh turunnya harga makanan secara signifikan, terutama sayuran dan makanan pokok lainnya.
Penurunan harga makanan ini dipengaruhi oleh membaiknya pasokan pertanian dan cuaca yang
mendukung. Di sisi lain, China mengalami sedikit kenaikan inflasi dari 0,1% (yoy) pada 2024 yang naik ke
0,8% (yoy) di 2025. Kenaikan ini disebabkan oleh naiknya harga makanan di 2025, besarnya pengeluaran
konsumen selama masa libur, serta adanya regulasi dari pemerintah yang terfokus kepada menaikkan
permintaan domestik.
Tabel II.6. Pertumbuhan Inflasi Global (Region: Asia Pasifik) (%, yoy)
Inflasi
Negara 2020 2021 2022 2023 2024 2025
APAC
Korea Selatan 0,6% 3,7% 5,0% 3,2% 1,9% 2,3%
Australia N/A N/A N/A N/A 1,3% 3,8%
Jepang 0,8% 0,0% 4,0% 6,5% 3,8% 1,2%
India 4,6% 5,7% 5,7% 5,7% 5,2% 1,3%
China 0,2% 1,5% 1,8% -0,3% 0,1% 0,8%
Sumber: Trading Economics, 2025
Indonesia mengalami kenaikan inflasi yang signifikan pada tahun 2025 sebesar 2,9% (yoy) dibandingkan
dengan tahun sebelumnya sebesar 1,6% (yoy). Beberapa faktor yang menyebabkan kenaikan ini karena
harga pangan yang melejit, terutama makanan, minuman, dan tembakau. Naiknya harga pangan ini terjadi
akibat permintaan yang kuat dan beberapa gangguan distribusi di berbagai wilayah. Menjelang natal dan
tahun baru 2025, permintaan konsumen juga naik yang mendorong harga sejumlah barang naik.
Singapura mengalami penurunan angka inflasi dari 3,8% (yoy) pada 2024 menjadi 1,2% (yoy) di 2025.
Penyebab penurunan inflasi di Singapura mencakup beberapa faktor, seperti menurunnya kenaikan harga
secara umum dan dampak permintaan domestik dan global yang melemah. Kebijakan moneter dan fiskal
di Singapura yang disesuaikan untuk membantu menekan tekanan harga dan pertumbuhan ekonomi juga
menjadi salah satu faktor penurunan inflasi. Thailand juga mengalami penurunan inflasi yang cukup
signifikan, dengan angka 1,2% (yoy) ke -0,3% (yoy) pada 2025. Penurunan ini didorong oleh penurunan
biaya pada sektor listrik rumah tangga dan bahan bakar, menyusul perkembangan di pasar energi global
dan langkah-langkah pemerintah untuk meringankan beban biaya hidup. Inflasi Filipina juga mengalami
penurunan, dari 2,9% (yoy) pada 2024 ke 1,8% (yoy) di 2025. Penyebab penurunan ini adalah
melambatnya kenaikan harga pangan, terutama makanan dan minuman non-alkohol. Di sisi lain, Vietnam
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia II - 5
Page 44
juga mengalami sedikit kenaikan inflasi dari 3,0% pada 2024 menjadi 3,5% pada 2025. Kenaikan ini
disebabkan oleh kenaikan harga makanan, serta kenaikan harga energi dan biaya produksi dan
penyesuaian harga layanan publik seperti listrik, pendidikan, dan layanan kesehatan.
Tabel II.7. Pertumbuhan Inflasi Global (Region: ASEAN) (%, yoy)
Inflasi
Negara 2020 2021 2022 2023 2024 2025
ASEAN
Indonesia 1,7% 1,9% 5,5% 2,6% 1,6% 2,9%
Singapura 0,8% 0,0% 4,0% 6,5% 3,8% 1,2%
Thailand -0,3% 2,2% 5,9% -0,8% 1,2% -0,3%
Filipina 3,3% 3,1% 8,1% 3,9% 2,9% 1,8%
Vietnam 0,2% 1,8% 4,6% 3,6% 2,9% 3,5%
Sumber: Trading Economics, 2025
Inflasi di Brasil sedikit mengalami penurunan namun tetap ada di angka yang stabil, sebesar 4,8% (yoy)
pada 2024 dan sebesar 4,3% (yoy) pada 2025. Faktor utama penurunan inflasi di Brasil adalah turunnya
harga makanan yang berkontribusi secara kuat kepada keseluruhan angka inflasi. Adanya perubahan
pada tarif listrik dan biaya perumahan juga mempengaruhi turunnya angka inflasi. Meksiko mengalami
penurunan inflasi dari 4,2% (yoy) pada 2024 ke 3,7% (yoy) pada 2025. Penurunan inflasi ini sebagian
besar disebabkan oleh penurunan harga makanan dan energi, disusul oleh kebijakan moneter dari Bank
of Mexico yang mempertahankan suku bunga yang relatif tinggi untuk mengekang tekanan harga, serta
terjadinya penurunan inflasi. Amerika Serikat juga mengalami tren yang mirip dengan 2 negara
sebelumnya, sebesar 2,9% pada 2024 yang turun menjadi 2,8% pada 2025. Penurunan inflasi ini
sebagian besar dipengaruhi oleh kenaikan suku bunga yang ditetapkan oleh Federal Reserve setelah
kenaikan inflasi secara tajam pada tahun 2021-2022 yang mempengaruhi berkurangnya pinjaman,
memperlambat pengeluaran konsumen, dan berkurangnya permintaan barang dan jasa. Faktor lain yang
mempengaruhi turunnya tingkat inflasi Amerika Serikat adalah turunnya harga energi seperti bahan bakar
yang mengurangi biaya transportasi. Di Argentina, angka inflasi sangat tinggi dalam beberapa tahun
terakhir, namun turun drastis dari 117,8% (yoy) pada 2024 menjadi 31,5% (yoy) pada tahun 2025.
Meskipun turun secara drastis, angka inflasi ini masih termasuk sangat tinggi dibandingkan dengan
negara lain. Adanya kebijakan penghematan pemerintah yang ketat, termasuk pemotongan besar dalam
pengeluaran pemerintah, terciptanya surplus anggaran, dan pengurangan subsidi negara menyebabkan
berkurangnya jumlah uang yang beredar di ekonomi Argentina, sehingga tekanan inflasi menurun. Faktor
lain yang mempengaruhi turunnya inflasi Argentina adalah pengendalian jumlah uang yang beredar, serta
adanya perubahan kebijakan nilai tukar. Kanada, tidak seperti negara Amerika lainnya, mengalami
kenaikan pada angka inflasinya. Kenaikan ini disebabkan oleh naiknya harga makanan, terutama di
restoran dan toko kelontong, disusul dengan perubahan regulasi pajak sementara. Meskipun mengalami
kenaikan, inflasi Kanada masih ada di angka target Bank of Canada.
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia II - 6
Page 45
Tabel II.8. Pertumbuhan Inflasi Global (Region: Amerika) (%, yoy)
Inflasi
Negara 2020 2021 2022 2023 2024 2025
Amerika
Brasil 4,5% 10,1% 5,8% 4,6% 4,8% 4,3%
Meksiko 3,2% 7,4% 7,8% 4,2% 4,2% 3,7%
Amerika Serikat 1,4% 7,0% 6,5% 3,4% 2,9% 2,7%
Argentina 36,1% 50,9% 94,8% 211,4% 117,8% 31,5%
Kanada 0,7% 4,8% 6,3% 3,4% 1,8% 2,4%
Sumber: Trading Economics, 2025
Tingkat inflasi Afrika Selatan tercatat sebesar 3,6% (yoy) pada 2025, sedikit meningkat dibandingkan 3,0%
(yoy) pada tahun sebelumnya. Kenaikan ini terutama didorong oleh meningkatnya harga pada sektor
perumahan dan utilitas, makanan dan minuman non-alkohol, serta jasa keuangan dan asuransi. Tingkat
inflasi Nigeria tercatat sebesar 15,2% (yoy) pada 2025, menurun dari 34,8% (yoy) pada tahun sebelumnya
dan menjadi yang terendah sejak 2020. Penurunan ini terjadi setelah otoritas statistik mengubah metode
perhitungan dengan menggunakan rata-rata indeks harga konsumen tahun 2024 sebagai acuan, serta
didorong oleh melambatnya kenaikan harga pangan dan inflasi inti. Tingkat inflasi Mesir tercatat sebesar
12,3% (yoy) pada 2025, menurun dibandingkan 24,1% (yoy) pada 2024. Penurunan ini disebabkan oleh
turunnya harga sejumlah komoditas pangan, seperti daging dan unggas, produk susu, buah-buahan,
sayuran, serta gula dan makanan manis, serta penurunan harga beberapa barang non-pangan seperti
peralatan rumah tangga. Tingkat inflasi Maroko tercatat sebesar -0,3% (yoy) pada 2025, menurun
dibandingkan inflasi sebesar 0,7% (yoy) pada 2024. Penurunan ini disebabkan oleh turunnya harga
makanan serta berlanjutnya penurunan harga transportasi, disertai penurunan harga pada sektor
perumahan dan utilitas, pakaian dan alas kaki, serta Kesehatan.
Tabel II.9. Pertumbuhan Inflasi Global (Region: Afrika) (%, yoy)
Inflasi
Negara 2020 2021 2022 2023 2024 2025
Afrika
Afrika Selatan 3,1% 5,9% 7,2% 5,1% 3,0% 3,6%
Algeria 3,5% 8,5% 9,3% 7,8% 4,4% N/A
Nigeria 15,8% 15,6% 21,3% 28,9% 34,8% 15,2%
Mesir 5,4% 5,9% 21,3% 33,7% 24,1% 12,3%
Maroko -0,3% 3,2% 8,3% 3,4% 0,7% -0,3%
Sumber: Trading Economics, 2025
Jerman mengalami penurunan inflasi yang cukup signifikan pada tahun 2025 dengan 1,8% (yoy) jika
dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat 2,6% (yoy). Beberapa faktor yang menjelaskan
penurunan ini adalah meredanya tingkat inflasi di beberapa sektor seperti pangan dan energi atau bahan
bakar. Rusia juga mengalami penurunan tingkat inflasi dari 9,5% (yoy) pada 2024 menjadi 5,6% (yoy) di
2025. Penurunan tingkat inflasi ini disebabkan oleh penurunan di beberapa sektor seperti pangan, barang-
barang non-pangan, dan jasa. Seperti 2 negara sebelumnya, Prancis juga mengalami penurunan inflasi
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia II - 7
Page 46
dengan angka 1,3% (yoy) ke 0,80% (yoy) pada 2025. Penurunan ini mayoritas disebabkan oleh
penurunan harga energi/bahan bakar. Tingkat Inflasi Britania Raya, berbeda dengan negara-negara
sebelumnya, mengalami peningkatan, dari 1,7% (yoy) pada 2024 ke 1,6% (yoy) di 2025. Penyebab
peningkatan ini adalah naiknya harga di sektor pangan, terutama untuk produk alkohol, tembakau, dan
transportasi. Di sisi lain, Italia mengalami sedikit penurunan inflasi dari 1,3% pada 2024 menjadi 1,2%
pada 2025. Penurunan ini dapat dilihat dari beberapa sektor, seperti jasa transportasi, pangan, jasa yang
berhubungan dengan rekreasi dan kultur, dan pengeluaran pribadi.
Tabel II.10. Pertumbuhan Inflasi Global (Region: Eropa) (%, yoy)
Inflasi
Negara 2020 2021 2022 2023 2024 2025
Eropa
Jerman -0,2% 4,9% 8,1% 3,7% 2,6% 1,8%
Rusia 4,9% 8,4% 11,9% 7,4% 9,5% 5,6%
Prancis 0,0% 2,8% 5,9% 3,7% 1,3% 0,8%
Britania Raya 0,6% 5,4% 10,5% 4,0% 2,5% 3,4%
Italia -0,2% 3,9% 11,6% 0,6% 1,3% 1,2%
Sumber: Trading Economics, 2025
II.1.3 Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Pertumbuhan ekonomi Indonesia menunjukkan kinerja yang baik dan perlu terus diperkuat agar sejalan
dengan kapasitas perekonomian nasional. Perkembangan terkini mengindikasikan bahwa pada triwulan
III tahun 2025, kinerja ekonomi dari sisi lapangan usaha didukung oleh kinerja produksi pada sektor
Pertanian, Industri Pengolahan, serta Perdagangan yang tetap baik. Secara spasial, pertumbuhan
ekonomi di wilayah Jawa dan Sumatera diperkirakan akan lebih tinggi dibandingkan dengan proyeksi
sebelumnya, yang didorong oleh peningkatan kinerja sektor Industri Pengolahan dan sektor Pertanian.
Tabel II.11. Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha (%, yoy)
2023 2024 2025
Komponen 2023 2024
I II III IV I II III IV I II III
Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 0.44 2.03 1.49 1.13 1.31 -3.54 3.25 1.69 0.71 0.67 10.52 1.65 4.93
Pertambangan dan Penggalian 4.92 5.01 6.95 7.46 6.12 9.31 3.17 3.46 3.95 4.90 -1.23 2.03 -1.98
Industri Pengolahan 4.43 4.88 5.19 4.07 4.64 4.13 3.95 4.72 4.89 4.43 4.55 5.68 5.54
Pengadaan Listrik dan Gas 2.67 3.15 5.06 8.68 4.91 5.35 5.39 5.02 3.42 4.77 5.11 0.90 2.86
Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah
5.70 4.78 4.49 4.66 4.90 4.44 0.84 0.03 1.06 1.56 0.18 0.82 3.32
dan Daur Ulang
Konstruksi 0.32 5.23 6.39 7.68 4.91 7.59 7.29 7.48 5.81 7.02 2.18 4.98 4.21
Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil
4.94 5.30 5.10 4.09 4.85 4.58 4.85 4.82 5.19 4.86 5.03 5.37 5.49
dan Sepeda Motor
Transportasi dan Pergudangan 15.93 15.28 14.74 10.33 13.96 8.66 9.56 8.64 7.92 8.69 9.01 8.52 8.62
Akomodasi dan Makan Minum 11.54 9.91 10.93 7.88 10.00 9.34 10.15 8.32 6.61 8.56 5.75 8.04 8.41
Informasi dan Komunikasi 7.11 8.03 8.51 6.74 7.59 8.41 7.66 6.82 7.45 7.57 7.72 7.92 9.65
Jasa Keuangan dan Asuransi 4.45 2.86 5.24 6.56 4.77 3.93 7.90 5.49 1.74 4.74 3.98 3.20 0.77
Real Estat 0.37 0.96 2.21 2.18 1.43 2.54 2.16 2.32 2.97 2.50 2.94 3.71 3.95
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia II - 8
Page 47
Jasa Perusahaan 6.37 9.59 9.37 7.62 8.24 9.63 7.96 7.93 8.08 8.38 9.27 9.31 9.94
Adm. Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan
2.13 8.18 -6.24 1.63 1.51 18.89 2.81 3.94 1.16 6.40 4.78 4.69 4.33
Sosial Wajib
Jasa Pendidikan 1.02 5.42 -2.09 2.63 1.77 7.43 2.44 2.56 2.95 3.75 5.03 1.40 10.59
Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 4.77 8.27 2.92 3.09 4.67 11.65 8.57 7.65 5.20 8.11 5.78 3.80 6.83
Jasa lainnya 8.90 11.89 11.14 10.15 10.52 8.92 8.85 9.95 11.36 9.80 9.84 11.31 9.92
PDB 5.04 5.17 4.94 5.04 5.05 5.11 5.05 4.95 5.02 5.03 4.87 5.12 5.04
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter, Triwulan IV 2025
Pertumbuhan ekonomi Indonesia menunjukkan perbaikan yang tercermin dari meningkatnya konsumsi
rumah tangga. Peningkatan ini didukung oleh penyaluran belanja sosial pemerintah serta meningkatnya
keyakinan rumah tangga terhadap kondisi pendapatan dan ketersediaan lapangan kerja. Kondisi ini turut
mendorong peningkatan penjualan eceran pada berbagai kelompok barang. Di sisi lain, investasi,
khususnya pada komponen non bangunan, juga menunjukkan perbaikan seiring meningkatnya optimisme
pelaku usaha yang tercermin dari pola ekspansi Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur.
Kedepannya, penguatan permintaan domestik perlu terus dilakukan untuk mengimbangi kinerja ekspor
yang diprakirakan mengalami perlambatan akibat berakhirnya fenomena frontloading ekspor ke Amerika
Serikat, serta menurunnya ekspor besi dan baja ke Tiongkok dan minyak kelapa sawit (CPO) ke India.
Secara sektoral, kinerja positif juga tercermin pada beberapa Lapangan Usaha (LU) utama, antara lain
Industri Pengolahan, Perdagangan Besar dan Eceran, Transportasi dan Pergudangan, serta Penyediaan
Akomodasi dan Makan Minum.
Tabel II.12. Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran (%, yoy)
2023 2024 2025
Komponen 2023 2024
I II III IV I II III IV I II III
Konsumsi Swasta 4.57 5.30 5.08 4.78 4.94 5.33 5.05 5.06 5.01 5.11 4.91 5.04 4.87
Konsumsi Rumah Tangga 4.53 5.22 5.05 4.47 4.82 4.91 4.93 4.91 4.98 4.94 4.89 4.97 4.89
Konsumsi Lembaga Nonprofit
6.29 8.78 6.40 18.37 10.03 24.13 9.79 11.46 6.06 12.48 3.07 7.82 4.28
yang Melayani Rumah Tangga
Konsumsi Pemerintah 3.33 10.52 -3.86 2.94 3.02 20.44 2.03 4.62 4.17 6.61 -1.38 -0.33 5.49
Investasi (PMTDB) 1.53 4.05 5.08 4.32 3.76 3.78 4.42 5.16 5.03 4.61 2.12 6.99 5.04
Investasi Bangunan 0.08 3.32 6.31 6.42 4.04 5.46 5.31 6.02 5.26 5.51 1.35 4.89 3.02
Investasi Nonbangunan 5.70 6.10 2.05 -0.78 3.03 -0.78 1.97 2.96 4.40 2.23 4.32 25.3 10.34
Ekspor 11.72 -2.84 -3.91 1.66 1.34 1.48 8.13 8.79 7.63 6.51 6.78 10.67 9.91
Impor 4.12 -3.25 -6.82 0.14 -1,60 1.50 7.79 11.92 10.36 7.95 3.96 11.65 1.18
PDB 5.04 5.17 4.94 5.04 5.05 5.11 5.05 4.96 5.02 5.03 4.87 5.12 5.04
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter, Triwulan IV 2025
Sepanjang tahun 2025 seluruh wilayah Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi yang positif, wilayah
Jawa dan Sulawesi tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan pertumbuhan tertinggi berada
di wilayah Sulawesi. Kontribusi pulau Jawa terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai 56,93%
dengan pertumbuhan 5,30%. Selanjutnya, kontribusi pulau Sumatera mencapai 22,22% dengan
pertumbuhan ekonomi sebesar 4,81%. Di wilayah Kalimantan kontribusinya mencapai 8,12% dengan
pertumbuhan ekonomi sebesar 4,79%. Di wilayah Sulawesi dengan kontribusi sebesar 7,22%, dan
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia II - 9
Page 48
pertumbuhan ekonominya mencapai 6,23% menjadi yang tertinggi diantara wilayah lainnya. Kemudian,
di wilayah Bali dan Nusa Tenggara berkontribusi sebesar 2,82% dengan pertumbuhan ekonomi mencapai
4,87%. Terakhir, di Maluku dan Papua kontribusinya mencapai 2,69 dengan pertumbuhan ekonomi 1,44%
Gambar II.1. Kontribusi dan Pertumbuhan Menurut Pulau (%) Tahun 2025
Sumber: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan IV-2025, BPS
II.1.3.1 Neraca Perdagangan
NPI triwulan IV 2025 diperkirakan tetap menunjukkan kinerja yang positif yang didukung oleh kinerja
neraca perdagangan. Pada November 2025, neraca perdagangan kembali mencatatkan surplus sebesar
2,7 miliar dolar AS. Surplus tersebut terutama didorong oleh peningkatan ekspor nonmigas yang berbasis
sumber daya alam, antara lain logam mulia dan perhiasan/permata, nikel beserta produk turunannya,
serta bahan bakar mineral. Di sisi lain, aliran modal pada triwulan IV 2025 tercatat mengalami net inflows.
Kondisi ini terutama dipengaruhi oleh peningkatan yang cukup signifikan pada Desember 2025 yang
berasal dari penerbitan global bond. Sebelumnya, pada Oktober dan November 2025, aliran modal
tercatat relatif rendah seiring masih tingginya ketidakpastian global. Sementara itu, posisi cadangan
devisa Indonesia pada akhir Desember 2025 meningkat menjadi 156,5 miliar dolar AS. Nilai tersebut
setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,3 bulan impor serta pembayaran utang luar negeri
pemerintah, dan berada di atas standar kecukupan internasional yang umumnya sekitar 3 bulan impor.
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia II - 10
Page 49
Grafik II.1. Neraca Perdagangan
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter, Triwulan IV 2025
II.1.3.2 Nilai Tukar Rupiah
Nilai tukar Rupiah tetap terjaga stabil yang didukung oleh kebijakan stabilisasi Bank Indonesia serta aliran
masuk modal asing ke instrumen keuangan domestik. Pada 16 Desember 2025, nilai tukar Rupiah tercatat
sebesar Rp16.685 per dolar AS, relatif stabil dibandingkan posisi akhir November 2025 dan masih sejalan
dengan pergerakan mata uang regional serta negara mitra dagang Indonesia, bahkan cenderung menguat
dibandingkan mata uang negara maju selain dolar AS. Stabilitas tersebut didukung oleh langkah stabilisasi
Bank Indonesia melalui intervensi di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) baik off-shore maupun on-
shore (DNDF), intervensi di pasar spot, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.
Selain itu, inflows pada pasar saham dan instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) serta
peningkatan pasokan valas dari korporasi, termasuk konversi valas eksportir seiring penguatan kebijakan
Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA), turut menopang terkendalinya nilai tukar Rupiah.
Grafik II.2. Indeks Rupiah terhadap USD, Negara Maju kecuali AS, dan Negara Berkembang
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter, Triwulan IV 2025
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia II - 11
Page 50
II.1.3.3 Inflasi
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) sepanjang 2025 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1%,
dengan inflasi pada Desember 2025 tercatat sebesar 2,92% (yoy). Inflasi inti juga terjaga pada level
rendah, yaitu 2,38% (yoy), sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang masih berada di bawah kapasitas.
Kondisi tersebut turut didukung oleh konsistensi kebijakan suku bunga Bank Indonesia dalam menjangkar
ekspektasi inflasi sesuai dengan sasaran, serta imported inflation yang tetap terkendali. Sementara itu,
inflasi kelompok administered prices (AP) tercatat relatif rendah sebesar 1,93% (yoy). Di sisi lain, inflasi
kelompok volatile food (VF) masih berada pada level yang relatif tinggi, yakni 6,21% (yoy), yang terutama
dipengaruhi oleh kenaikan harga komoditas bawang merah akibat keterbatasan pasokan sebagai dampak
gangguan cuaca serta meningkatnya harga benih.
Grafik II.3. Inflasi IHK dan Komponen
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter, Triwulan IV 2025
II.1.3.4 Perkembangan Moneter
Kebijakan moneter Bank Indonesia terus diperkuat guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih
tinggi dengan tetap menjaga stabilitas perekonomian. Upaya tersebut ditempuh melalui penurunan suku
bunga BI-Rate, stabilisasi nilai tukar Rupiah, serta ekspansi likuiditas moneter. Sejak September 2024,
BI-Rate telah diturunkan sebesar 150 bps, yaitu 25 bps pada September 2024 dan 125 bps sepanjang
2025, sehingga mencapai 4,75% pada Desember 2025 yang merupakan level terendah sejak 2022.
Stabilisasi nilai tukar Rupiah dilakukan melalui intervensi di pasar off-shore melalui NDF serta di pasar
domestik melalui pasar spot, DNDF, dan pembelian SBN di pasar sekunder. Sementara itu, ekspansi
likuiditas ditempuh melalui penurunan posisi instrumen moneter SRBI dari Rp916,97 triliun pada awal
2025 menjadi Rp730,90 triliun pada akhir 2025 dan kembali menurun menjadi Rp694,04 triliun pada 20
Januari 2026. Selain itu, Bank Indonesia juga melakukan pembelian SBN sebagai bentuk sinergi kebijakan
moneter dan fiskal yang hingga 20 Januari 2026 mencapai Rp23,69 triliun, termasuk Rp13,21 triliun di
pasar sekunder. Sejalan dengan penurunan BI-Rate dan ekspansi likuiditas, suku bunga pasar uang turut
menurun, tercermin dari suku bunga INDONIA yang turun menjadi 3,69% pada 20 Januari 2026, serta
suku bunga SRBI tenor 6, 9, dan 12 bulan yang masing-masing tercatat sebesar 4,62%, 4,66%, dan
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia II - 12
Page 51
4,69% pada 15 Januari 2026.
Grafik II.4. Suku Bunga Kebijakan Bank Indonesia dan INDONIA
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter, Triwulan IV 2025
Pelonggaran kebijakan moneter yang telah dilakukan oleh Bank Indonesia serta penempatan dana Saldo
Anggaran Lebih (SAL) Pemerintah di perbankan diharapkan dapat diikuti dengan percepatan penurunan
suku bunga perbankan. Sejalan dengan penurunan BI-Rate sebesar 125 bps sepanjang 2025 dan
ekspansi likuiditas moneter, suku bunga INDONIA menurun sebesar 234 bps sejak awal 2025 menjadi
3,69% pada 20 Januari 2026. Selain itu, suku bunga SRBI untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan juga mengalami
penurunan masing-masing sebesar 254 bps, 254 bps, dan 258 bps menjadi 4,62%, 4,66%, dan 4,69%
pada 15 Januari 2026. Di pasar obligasi, imbal hasil SBN tenor 2 tahun dan 10 tahun masing-masing
tercatat sebesar 5,06% dan 6,31% pada 20 Januari 2026. Transmisi penurunan suku bunga kebijakan
terhadap suku bunga perbankan juga terus berlangsung, baik pada suku bunga dana maupun suku bunga
kredit. Suku bunga deposito tenor 1 bulan tercatat menurun sebesar 56 bps dari 4,81% pada awal 2025
menjadi 4,25% pada Desember 2025, meskipun penurunan lebih lanjut masih diperlukan, khususnya
terkait pemberian special rate kepada deposan besar. Sejalan dengan penurunan suku bunga dana
tersebut, suku bunga kredit perbankan turut menurun sebesar 39 bps dari 9,20% pada awal 2025 menjadi
8,81% pada Desember 2025.
Grafik II.5. Suku Bunga Perbankan
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter, Triwulan IV 2025
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia II - 13
Page 52
Berdasarkan kelompok penggunaan, pertumbuhan kredit pada 2025 tercatat bervariasi, dengan kredit
investasi tumbuh sebesar 21,06% (yoy), kredit modal kerja 4,52% (yoy), dan kredit konsumsi 6,58% (yoy).
Kinerja tersebut didukung oleh kebijakan Bank Indonesia melalui penurunan suku bunga dan penguatan
insentif likuiditas makroprudensial (KLM), di tengah kondisi makroekonomi dan stabilitas sistem keuangan
yang tetap terjaga. Dari sisi permintaan, pelaku usaha masih perlu didorong untuk meningkatkan ekspansi
dengan memanfaatkan fasilitas pinjaman yang belum digunakan (undisbursed loan) yang pada Desember
2025 tercatat sebesar Rp2.439,2 triliun atau 22,12% dari total plafon kredit. Sementara itu, dari sisi
penawaran, kapasitas pembiayaan perbankan tetap memadai, tercermin dari rasio Alat Likuid terhadap
Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) sebesar 28,57% serta pertumbuhan DPK sebesar 13,83% (yoy). Minat
penyaluran kredit juga terus membaik, meskipun persyaratan kredit pada segmen konsumsi dan UMKM
masih relatif ketat akibat tingginya risiko kredit pada kedua segmen tersebut.
Grafik II.6. Permodalan Industri Perbankan
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter, Triwulan IV 2025
II.2 TINJAUAN INDUSTRI KONSTRUKSI
II.2.1 Gambaran Umum Industri Konstruksi
Konstruksi adalah suatu kegiatan yang hasil akhirnya berupa bangunan/konstruksi yang menyatu dengan
lahan tempat kedudukannya. Output dari sektor ini sangat beragam, meliputi gedung, jalan, jembatan, rel
dan jembatan kereta api, terowongan, bangunan air dan sistem drainase, fasilitas sanitasi, bandara,
pelabuhan, serta instalasi elektrikal dan komunikasi, termasuk berbagai pekerjaan konstruksi khusus
lainnya. Pada tahun 2024, PDB sektor konstruksi di Indonesia tercatat mencapai sekitar 2.233,46 triliun
rupiah. Pencapaian ini mencerminkan konsistensi pertumbuhan sektor konstruksi dalam beberapa tahun
terakhir, seiring dengan fokus pemerintah pada pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah guna
meningkatkan konektivitas nasional. Dengan kontribusi yang terus meningkat, sektor konstruksi menjadi
salah satu penyumbang utama terhadap PDB Indonesia setelah sektor pertanian dan perdagangan ritel,
serta berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan.
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia II - 14
Page 53
Grafik II.7. PDB dari Sektor Konstruksi di Indonesia dari Tahun 2015 hingga 2024
PDB DARI SEKTOR KONSTRUKSI DI INDONESIA DARI TAHUN 2015 HINGGA 2024
2024** 2.233,46
2023* 2.072,38
2022 1.912,98
2021 1.771,73
2020 1.652,66
2019 1.701,74
2018 1.562,30
2017 1.410,51
2016 1.287,60
2015 1.177,08
0 500 1.000 1.500 2.000 2.500
dalam triliun Rupiah
Sumber: Statista, 2026
Pendapatan perusahaan konstruksi berasal dari nilai pekerjaan konstruksi yang telah diselesaikan serta
sumber pendapatan lainnya. Pada tahun 2024, total pendapatan perusahaan konstruksi di Indonesia
mencapai 1.800,50 triliun rupiah, meningkat sebesar 7,28% dibandingkan tahun 2023 yang tercatat
sebesar 1.678,40 triliun rupiah. Dari total tersebut, nilai konstruksi yang diselesaikan menyumbang
1.730,38 triliun rupiah, sedangkan pendapatan lainnya mencapai 70,12 triliun rupiah. Di sisi lain, total
pengeluaran perusahaan konstruksi di Indonesia pada tahun 2024 mencapai 1.109,54 triliun rupiah.
Pengeluaran ini didominasi oleh biaya bahan bangunan yang digunakan sebesar 914,35 triliun rupiah atau
82,41%. Selain itu, terdapat biaya bahan bakar sebesar 32,08 triliun rupiah atau 2,89%, serta pengeluaran
lainnya sebesar 163,10 triliun rupiah atau 14,70%.
Tabel II.13. Ringkasan Pendapatan dan Pengeluaran Perusahaan Konstruksi
Uraian 2023 2024 Pertumbuhan (%)
A Pendapatan/Revenue 1.678.399.302 1.800.504.177 7,28
1. Nilai Konstruksi yang Diselesaikan 1.612.403.932 1.730.378.708 7,32
2. Pendapatan Lain 65.995.370 70.125.469 6,26
B Pengeluaran/Expense 1.035.316.760 1.109.539.664 7,17
1. Biaya Bahan/Material Konstruksi 850.105.806 914.351.340 7,56
2. Pemakaian Bahan Bakar 30.158.240 32.083.580 6,38
3. Pengeluaran Lain 155.052.714 163.104.744 5,19
Sumber: Statistik Konstruksi, 2024
Distribusi pendapatan perusahaan konstruksi nasional pada tahun 2024 masih didominasi oleh Pulau
Jawa dengan kontribusi sebesar 72,51% atau senilai 1.305,56 triliun rupiah, mencerminkan tingginya
konsentrasi aktivitas pembangunan di wilayah tersebut. Sementara itu, kontribusi dari pulau lain relatif
lebih kecil, dengan Sumatera menyumbang sekitar 12%, Kalimantan 6%, dan Sulawesi 5%. Adapun Bali
dan Nusa Tenggara serta Maluku dan Papua masing-masing berkontribusi sekitar 2%, dengan Maluku
dan Papua menjadi yang terendah yaitu sebesar 2,02% atau 36,43 triliun rupiah. Pola ini menunjukkan
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia II - 15
Page 54
adanya ketimpangan distribusi pendapatan konstruksi antarwilayah di Indonesia, di mana aktivitas
pembangunan masih terpusat di Pulau Jawa dibandingkan wilayah lainnya.
Grafik II.8. Distribusi Pendapatan Perusahaan Konstruksi Menurut Pulau (Persen), 2024
DISTRIBUSI PENDAPATAN PERUSAHAAN KONSTRUKSI
MENURUT PULAU (PERSEN), 2024
Bali & Nusa Tenggara
2%
Sumatera
12%
Kalimantan
6%
Lainnya
15%
Jawa
73%
Sulawesi
5%
Maluku & Papua
2%
Sumber: Statistik Konstruksi, 2024
II.2.2 Kompetisi dan Pangsa Pasar Industri Konstruksi
Keberadaan perusahaan konstruksi di Indonesia memiliki peran strategis dalam mendukung
pembangunan fasilitas dan infrastruktur yang terus berkembang. Pada tahun 2024, tercatat sebanyak
186.534 perusahaan konstruksi yang tersebar di seluruh provinsi, dengan konsentrasi terbesar berada di
Pulau Jawa sebesar 39,60% atau 73.878 perusahaan, di mana 23.319 di antaranya berlokasi di Provinsi
Jawa Timur. Dari sisi skala usaha, struktur industri ini masih didominasi oleh perusahaan berskala kecil
yang mencapai 158.104 perusahaan atau 84,76%, diikuti oleh perusahaan menengah sebanyak 27.254
perusahaan atau 14,61%. Sementara itu, perusahaan berskala besar hanya mencakup 0,63% atau 1.176
perusahaan dan umumnya terkonsentrasi di DKI Jakarta, menunjukkan bahwa sektor konstruksi nasional
masih didominasi oleh pelaku usaha kecil dengan persebaran yang belum merata.
Gambar II.2. Jumlah Perusahaan Konstruksi Menurut Pulau, 2024
Sumber: Statistik Konstruksi, 2024
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia II - 16
Page 55
Berdasarkan data kapitalisasi pasar perusahaan konstruksi Indonesia tahun 2024, struktur persaingan
industri menunjukkan konsentrasi pada sejumlah pemain utama. PT Wijaya Karya Tbk memimpin dengan
kapitalisasi pasar sebesar 8,45 triliun rupiah, jauh di atas perusahaan lainnya, diikuti oleh PT
Pembangunan Perumahan Tbk sebesar 2,89 triliun rupiah, PT Adhi Karya Tbk sebesar 2,46 triliun rupiah,
dan PT Total Bangun Persada Tbk sebesar 2,30 triliun rupiah. Sementara itu, PT Jaya Konstruksi
Manggala Pratama Tbk berada pada posisi berikutnya dengan kapitalisasi pasar sebesar 1,55 triliun
rupiah. Kondisi ini mencerminkan bahwa pangsa pasar industri konstruksi masih didominasi oleh
beberapa perusahaan besar dengan skala dan kapasitas yang lebih tinggi, sehingga menciptakan
kesenjangan yang cukup signifikan dalam kekuatan pasar antar pelaku industri.
Grafik II.9. Kapitalisasi Pasar Perusahaan Konstruksi Indonesia (2024)
KAPITALISASI PASAR PERUSAHAAN KONSTRUKSI INDONESIA (2024)
PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk 1,55
PT Total Bangun Persada Tbk 2,30
PT Adhi Karya Tbk 2,46
PT Pembangunan Perumahan Tbk 2,89
PT Wijaya Karya Tbk 8,45
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9
dalam triliun Rupiah
Sumber: Bursa Efek Indonesia (2024)
II.2.3 Prospek Industri Konstruksi
Nilai tambah industri konstruksi diperkirakan mencapai sekitar USD 94,61 miliar pada tahun 2026.
Pertumbuhan sektor ini menunjukkan tren positif dengan proyeksi tingkat pertumbuhan tahunan majemuk
(CAGR) sebesar 7,97% untuk periode 2026–2027. Kinerja tersebut mencerminkan ekspansi yang
berkelanjutan, didukung oleh peningkatan aktivitas pembangunan, kebutuhan infrastruktur, serta
pertumbuhan sub sektor konstruksi bangunan, sipil, dan spesialisasi yang semakin signifikan dalam
mendorong kontribusi ekonomi secara keseluruhan.
Grafik II.10. Proyeksi Nilai Tambah di Pasar Konstruksi
PROYEKSI NILAI TAMBAH DI PASAR KONSTRUKSI
120
100
dalam miliar USD
80 41,38
38,17
32,1 34,64
60 29,03 31,46
23,31 25,96
21,19 21,75 22,12
17,73 19,38 27,29 30,38
40 22,78 22,68 23,75 25,13
17,58 18,06 19,52 18,38 20,3
15,27 16,16
20
20,73 21,26 22,73 21,54 23,25 25,47 26,19 26,32 27,68 29,14 30,38
17,43 19,05
0
2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027
Building Construction Civil Construction Specialized Construction
Sumber: Statista (2025)
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia II - 17
Page 56
Pendapatan di sektor konstruksi diproyeksikan mencapai sekitar USD 527,29 miliar pada tahun 2026.
Pertumbuhan industri ini diperkirakan tetap stabil dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR)
sebesar 5,87% untuk periode 2026-2027. Proyeksi tersebut mencerminkan keberlanjutan ekspansi pasar
yang didorong oleh meningkatnya permintaan pembangunan infrastruktur dan properti, serta kontribusi
yang konsisten dari sub sektor konstruksi bangunan, sipil, dan spesialisasi dalam memperkuat kinerja
industri secara keseluruhan.
Grafik II.11. Proyeksi Pendapatan Di Pasar Konstruksi
PROYEKSI PENDAPATAN DI PASAR KONSTRUKSI
600
500
181,21 198,53
400 156,75 167,56
139,68 150,78
117,13 124,06 117,22 129,29
300 106,96 156,63
96,91 141,19 147,24
88,85 129,51 132,63 136,21
200 121,56 129,54 122,55 124,18
102,36 111,69
96,38
100 160,34 164,53 176,18 179,62 188,07 198,85 203,08
107,96 123,41 135,53 146,81 153,61 146,09
0
2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027
Building Construction Civil Construction Specialized Construction
Sumber: Statista (2025)
II.3 TINJAUAN INDUSTRI INFRASTRUKTUR JARINGAN
II.3.1 Gambaran Umum Industri Infrastruktur Jaringan
Hingga akhir tahun 2023, jaringan fiber optik nasional telah menjangkau 94,75% dari 514 kabupaten/kota
di Indonesia. Seluruh provinsi di Indonesia terkecuali Provinsi Papua dan Papua Barat telah 100%
terlayani fiber optik. Wilayah di Provinsi Papua yang telah terbangun jaring fiber optik adalah 28% atau 8
dari 29 kabupaten/kota. Sementara itu, Provinsi Papua Barat telah terbangun 54% atau 7 dari 13
kabupaten/kota.
Gambar II.3. Persentase Kabupaten/Kota yang Terbangun Jaringan Fiber Optik Tahun 2023
Sumber: Kementerian Komunikasi dan Digital (2024)
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia II - 18
Page 57
Jumlah Point of Presence (PoP) layanan jasa ISP yang telah terbangun di seluruh provinsi di Indonesia
mencapai 4.808 PoP pada tahun 2023, atau meningkat 18,67% dibandingkan tahun 2022. Peningkatan
ini didorong oleh bertambahnya izin penyelenggaraan baru serta pengajuan izin dari operator yang mulai
memasuki pasar. Pada tahun 2023, Provinsi Jawa Barat tercatat memiliki jumlah PoP ISP terbanyak, yaitu
966 PoP, sementara Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Papua Barat memiliki jumlah terendah,
masing-masing 3 PoP. Adapun provinsi dengan penambahan PoP terbesar adalah Provinsi Jawa Tengah,
yang mencatat peningkatan sebanyak 204 PoP.
Gambar II.4. Sebaran PoP Layanan Jasa ISP berdasarkan Provinsi Tahun 2023
Sumber: Kementerian Komunikasi dan Digital (2024)
Penyedia layanan ISP memerlukan dukungan Network Access Point (NAP) untuk saling terhubung melalui
pengaturan peering. Pada tahun 2023, jumlah PoP Layanan Jasa NAP tercatat mencapai 368 PoP,
meningkat 16,09% dibandingkan tahun 2022. Provinsi DKI Jakarta menjadi wilayah dengan sebaran PoP
NAP terbanyak, yaitu 77 PoP, mencerminkan perannya sebagai pusat trafik dan aktivitas telekomunikasi
nasional. Di sisi lain, Provinsi Gorontalo, Kalimantan Utara, dan Sulawesi Barat tercatat belum memiliki
sebaran PoP layanan NAP pada tahun yang sama.
Gambar II.5. Sebaran PoP Layanan Jasa NAP berdasarkan Provinsi Tahun 2023
Sumber: Kementerian Komunikasi dan Digital (2024)
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia II - 19
Page 58
Peningkatan akses internet terjadi secara merata meski dengan capaian yang berbeda-beda. Provinsi
Kepulauan Riau mencatat persentase tertinggi, naik dari 81,30% pada 2021 menjadi 89,26% pada 2024,
disusul DKI Jakarta yang meningkat dari 85,55% menjadi 87,84%. Sementara itu, Papua Pegunungan
memiliki persentase terendah, hanya 6,76% pada 2024. Data ini menunjukkan bahwa meskipun akses
internet nasional terus membaik, kesenjangan digital antarwilayah masih menjadi tantangan yang perlu
diperhatikan.
Gambar II.6. Persentase Penduduk yang Mengakses Internet Menurut Provinsi (2021 dan 2024)
Sumber: Kementerian Komunikasi dan Digital (2024)
Tingkat penetrasi penggunaan internet di Indonesia periode 2018 – 2025 menunjukkan tren peningkatan
yang konsisten dari tahun ke tahun. Penetrasi internet naik dari 64,80% pada 2018 menjadi 80,66% pada
2025. Kenaikan yang stabil ini mencerminkan perluasan akses internet di seluruh wilayah Indonesia,
didorong oleh pembangunan infrastruktur jaringan serta semakin tingginya kebutuhan masyarakat
terhadap layanan digital untuk aktivitas komunikasi, pekerjaan, pendidikan, dan hiburan.
Grafik II.12. Tingkat Penetrasi Penggunaan Internet di Indonesia (2018-2025)
TINGKAT PENETRASI PENGGUNAAN INTERNET DI INDONESIA (2018-2025)
77,01% 78,19% 79,50% 80,66%
80,00% 73,70%
64,80%
Persentase populasi
60,00%
40,00%
20,00%
0,00%
2018 2020 2022 2023 2024 2025
Sumber: Survei Internet APJII 2025
II.3.2 Kompetisi dan Pangsa Pasar Industri Infrastruktur Jaringan
Pangsa pasar infrastruktur jaringan di Indonesia pada tahun 2023 didominasi oleh kategori “Lainnya” yang
mencapai 73%, menunjukkan bahwa sebagian besar pasar dikuasai oleh berbagai pemain kecil.
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia II - 20
Page 59
Sementara itu, sejumlah merek global memiliki porsi yang lebih terukur, antara lain Broadcom sebesar
9%, Nokia sebesar 6%, Dell sebesar 5%, serta Huawei sebesar 3%. Adapun Cisco dan IBM masing-
masing memegang sekitar 2% pangsa pasar.
Grafik II.13. Pangsa Pasar Network Infrastructure di Indonesia (2023)
PANGSA PASAR NETWORK INFRASTRUCTURE DI INDONESIA (2023)
Huawei
3%
Dell
5%
Broadcom
Lainnya
9%
73%
Cisco
2%
IBM
2%
Nokia
6%
Sumber: Statista (2025)
II.3.3 Prospek Industri Infrastruktur Jaringan
Pendapatan pasar infrastruktur jaringan di Indonesia terus menunjukkan tren kenaikan dalam periode
2017–2030. Pada tahun 2025, total pendapatan pasar diproyeksikan mencapai USD 2,52 miliar, dengan
Service Provider Network Infrastructure sebagai segmen terbesar yang diperkirakan menghasilkan USD
1,91 miliar. Pertumbuhan pasar diperkirakan berlanjut pada tahun-tahun berikutnya, dengan tingkat
pertumbuhan tahunan (CAGR 2025–2030) sebesar 5,55%, sehingga pendapatan diproyeksikan
mencapai USD 3,30 miliar pada 2030.
Grafik II.14. Proyeksi Pendapatan Pasar Infrastruktur Jaringan (2017-2030)
PROYEKSI PENDAPATAN PASAR INFRASTRUKTUR JARINGAN (2017-2030)
3,50
Pendapatan (dalam miliar USD)
3,00 0,74
0,72
2,50 0,69
0,63 0,66
0,60 0,61
2,00
0,50 0,50 0,54 0,47 0,52
1,50 0,47 0,48
2,30 2,43 2,56
1,00 1,91 2,04 2,17
1,87
1,41 1,39 1,40 1,36 1,44 1,40 1,51
0,50
0,00
2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030
Service Provider Network Infrastructure Enterprise Network Infrastructure
Sumber: Statista (2025)
Rata-rata pengeluaran per karyawan pada pasar infrastruktur jaringan diproyeksikan mencapai sekitar
USD 18,29 pada tahun 2026, yang menunjukkan adanya peningkatan investasi dalam pengembangan
infrastruktur jaringan seperti perangkat komunikasi, pusat data, dan teknologi konektivitas digital. Tren
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia II - 21
Page 60
peningkatan yang terlihat pada grafik periode 2017–2030 ini mencerminkan semakin besarnya kebutuhan
terhadap jaringan telekomunikasi yang andal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital.
Grafik II.15. Proyeksi rata-rata pengeluaran per kapita (2017-2030)
PROYEKSI RATA-RATA PENGELUARAN PER KAPITA (2017-2030)
20,00
15,00
10,00
5,00
0,00
2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030
Enterprise Network Infrastructure Service Provider Network Infrastructure
Sumber: Statista (2025)
II.4 Analisis SWOT
II.4.1 Analisis SWOT Industri Konstruksi
Strengths and Opportunities (Kekuatan dan Peluang)
• Sektor konstruksi di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang konsisten dengan kontribusi
signifikan terhadap PDB nasional serta didukung oleh program pembangunan infrastruktur
pemerintah yang berkelanjutan. Hal ini membuka peluang bagi perusahaan konstruksi untuk
meningkatkan volume proyek dan memperluas skala usaha.
• Tingginya nilai pendapatan industri konstruksi yang mencapai lebih dari Rp1.800 triliun pada tahun
2024 mencerminkan besarnya pasar yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan konstruksi dalam
meningkatkan pangsa pasar.
• Kebutuhan pembangunan yang masih terpusat di Pulau Jawa namun mulai berkembang ke
wilayah lain memberikan peluang ekspansi geografis bagi perusahaan konstruksi.
• Pertumbuhan nilai tambah dan pendapatan industri konstruksi yang stabil menunjukkan prospek
jangka menengah yang positif, sehingga mendukung keberlanjutan bisnis perusahaan konstruksi.
Weaknesses and Threaths (Kelemahan dan Ancaman)
• Struktur industri yang didominasi oleh perusahaan skala kecil menyebabkan tingkat persaingan
yang tinggi, terutama dalam harga dan efisiensi operasional.
• Konsentrasi pasar pada beberapa pemain besar menciptakan hambatan masuk dan tekanan
kompetitif bagi perusahaan dengan skala lebih kecil.
• Ketergantungan terhadap biaya material konstruksi yang tinggi (lebih dari 80% dari total biaya)
meningkatkan risiko terhadap fluktuasi harga bahan baku.
• Ketimpangan distribusi proyek yang masih terpusat di wilayah tertentu dapat membatasi
optimalisasi peluang pasar secara nasional.
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia II - 22
Page 61
II.4.2 Analisis SWOT Industri Infrastruktur Jaringan
Strengths and Opportunities (Kekuatan dan Peluang)
• Peningkatan penetrasi internet yang mencapai lebih dari 80% serta ekspansi jaringan fiber optik
yang telah menjangkau mayoritas wilayah Indonesia mencerminkan permintaan yang kuat
terhadap infrastruktur jaringan.
• Pertumbuhan jumlah Point of Presence (PoP) ISP dan NAP menunjukkan peningkatan kebutuhan
interkoneksi jaringan yang dapat menjadi peluang bisnis bagi perusahaan infrastruktur jaringan.
• Proyeksi pertumbuhan pendapatan pasar infrastruktur jaringan dengan CAGR sekitar 5,55%
hingga 2030 menunjukkan prospek industri yang positif dan berkelanjutan.
• Transformasi digital dan peningkatan kebutuhan layanan data menjadi faktor pendorong utama
investasi pada infrastruktur jaringan.
Weaknesses and Threaths (Kelemahan dan Ancaman)
• Pangsa pasar yang didominasi oleh banyak pemain kecil (hingga 73%) menciptakan fragmentasi
pasar dan meningkatkan intensitas persaingan.
• Kehadiran perusahaan global dengan teknologi dan kapasitas besar meningkatkan tekanan
kompetitif, terutama dalam proyek berskala besar dan berbasis teknologi tinggi.
• Ketimpangan akses infrastruktur jaringan antarwilayah menunjukkan adanya tantangan dalam
distribusi investasi dan pengembangan proyek.
• Ketergantungan terhadap belanja modal operator telekomunikasi menyebabkan potensi volatilitas
permintaan terhadap layanan infrastruktur jaringan.
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia II - 23
Page 62
BAB III
ANALISIS KEUANGAN HISTORIS
III.1. ANALISA KEUANGAN HISTORIS SGI (ENTITAS INDUK/PARENT ONLY)
Analisis kinerja keuangan historis SGI (Entitas Induk/Parent Only) dari laba (rugi), arus kas, rasio keuangan,
dan informasi perpajakan didasarkan atas laporan keuangan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
(KAP) Soejatna, Mulyana & Rekan untuk periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2022,
Kantor Akuntan Publik (KAP) Gatot Permadi, Azwir, Abimail untuk periode 31 Desember 2023 sampai
periode 31 Desember 2025.
Dalam melakukan penilaian ini, kami tidak melakukan penyesuaian atas laporan keuangan SGI (Entitas
Induk/Parent Only), dikarenakan beberapa alasan terkait sebagai berikut:
➢ Tidak terdapat pos yang bersifat tidak berulang dalam operasi normal perusahaan (non-recurring), pos;
dalam laporan keuangan yang tidak mencerminkan peristiwa yang bersifat tidak berulang, atau pos di
dalam laporan keuangan yang tidak mencerminkan Nilai yang wajar;
➢ Tidak terdapat pos di luar operasi normal perusahaan yang harus dikeluarkan terlebih dahulu sebelum
melakukan perhitungan Penilaian;
➢ Tidak terdapat pos dalam laporan keuangan dari transaksi yang bersifat memiliki kepentingan kendali
(controlling interest); dan
➢ Tidak terdapat pos lainnya yang tidak wajar.
III.1.1 Laporan Posisi Keuangan
Berikut adalah laporan posisi keuangan SGI per 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025.
Tabel III.1. Laporan Posisi Keuangan SGI periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 (dalam
Rupiah penuh)
FY2021 FY2022 FY2023 FY2024 FY2025
Keterangan
Audited Audited Audited Audited Audited
ASET
Kas dan setara kas 41.025.867.412 12.988.049.439 1.640.968.218 69.131.087.099 67.695.904.431
Investasi dalam saham - 62.783.878.080 30.736 30.736 61.303.319.400
Piutang usaha 6.393.358.693 14.903.152.324 4.412.186.628 701.343.479 2.769.908.294
Piutang lain-lain 281.305.626.376 2.977.459.077 2.901.999.872 2.899.999.872 310.500
Pembayaran di muka 3.264.269.428 10.069.538.876 8.631.325.685 25.606.978.505 2.409.684.657
Pajak dibayar di muka 6.544.456.020 4.918.323.404 2.915.410.088 730.015.934 1.595.621.223
Aset Lancar 338.533.577.929 108.640.401.200 20.501.921.227 99.069.455.625 135.774.748.505
Piutang lain-lain 8.715.920.230 309.115.724.914 389.037.377.160 529.837.730.818 584.401.561.493
Investasi pada entitas anak - 12.375.000.000 12.375.000.000 12.375.000.000 12.375.000.000
Aset tetap 11.262.719.932 10.688.862.720 9.144.277.736 9.780.164.341 29.785.080.443
Aset dalam penyelesaian - - - 117.230.769 -
Aset hak guna - 2.054.454.944 1.663.130.193 1.271.805.442 -
Aset lainnya 11.768.254.453 2.997.318.500 35.000.000 66.789.773 127.964.546
Aset pajak tangguhan 327.951.955 - - - -
Aset Tidak Lancar 32.074.846.570 337.231.361.078 412.254.785.089 553.448.721.143 626.689.606.482
Total Aset 370.608.424.499 445.871.762.278 432.756.706.316 652.518.176.768 762.464.354.987
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia III - 1
Page 63
FY2021 FY2022 FY2023 FY2024 FY2025
Keterangan
Audited Audited Audited Audited Audited
LIABILITAS
Utang usaha 85.375.844.386 36.402.240.275 47.051.057.794 40.845.273.481 26.542.216.424
Utang pajak 7.113.287.128 4.452.102.703 4.032.266.018 5.621.651.355 3.444.531.266
Pendapatan Diterima Dimuka 48.443.999.800 - - - 2.051.258.365
Biaya yang masih harus dibayar 12.179.772 51.412.649.884 24.616.387.696 17.412.703.157 2.905.720.000
Liabilitas sewa - jangka pendek 1.202.167.576 883.503.225 918.835.834 792.864.968 714.448.129
Utang bank- jangka pendek - - - 60.150.000.000 78.995.000.000
Utang lain-lain - 941.999.861 1.128.759.641 951.409.112 43.985.600.179
Liabilitas Jangka Pendek 142.147.478.662 94.092.495.948 77.747.306.983 125.773.902.073 158.638.774.363
Liabilitas sewa - jangka panjang 603.836.746 2.319.068.611 1.322.660.589 1.675.263.970 -
Utang bank- jangka panjang - - - 88.000.000.000 64.000.000.000
Utang lain-lain 2.807.744.872 68.620.082.553 33.284.748.553 16.020.630.553 4.305.430.553
Deposit - 16.000.000.000 16.000.000.000 - 10.000.000.000
Liabilitas pajak tangguhan - 3.827.669.790 - - -
Liabilitas imbalan pascakerja 6.838.426.796 7.531.968.433 2.326.480.745 5.181.794.682 6.198.874.203
Liabilitas Jangka Panjang 10.250.008.414 82.298.789.387 36.933.889.887 110.877.689.205 84.504.304.756
Total Liabilitas 152.397.487.076 176.391.285.335 114.681.196.870 236.651.591.278 243.143.079.119
EKUITAS
Modal saham 12.000.000.000 12.000.000.000 12.000.000.000 12.000.000.000 12.000.000.000
Penghasilan komprehensif lain - 18.031.031.768 3.780.421.730 1.757.375.922 2.079.312.635
Ekuitas lainnya 1.938.961.016 - 4.755.000.000 68.365.351.500 79.610.351.500
Saldo laba 204.271.976.407 239.449.445.175 297.540.087.716 333.743.858.068 425.631.611.733
Total Ekuitas 218.210.937.423 269.480.476.943 318.075.509.446 415.866.585.490 519.321.275.868
Total Liabilitas dan Ekuitas 370.608.424.499 445.871.762.278 432.756.706.316 652.518.176.768 762.464.354.987
Sumber: Laporan Keuangan Audit SGI
a. Aset
Posisi total aset SGI per 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 memiliki tren yang
meningkat. Posisi total aset per 31 Desember 2021 tercatat sebesar Rp370,6 miliar naik menjadi
Rp762,5 miliar per 31 Desember 2025 atau naik sebesar 105,73% dari total aset semula pada tahun
2021 dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate {CAGR}) untuk
periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 sebesar 19,76%. Secara komposisi
untuk periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025, komposisi tertinggi total aset SGI
merupakan Aset tidak lancar dengan rata-rata komposisi sebesar 69,31% terhadap total aset SGI,
sedangkan kontribusi tertinggi atas aset tidak lancar berasal dari akun Piutang lain-lain dengan rata-rata
komposisinya sebesar 80,44%.
b. Liabilitas
Posisi total liabilitas SGI per 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 memiliki tren yang
meningkat. Posisi total aset per 31 Desember 2021 tercatat sebesar Rp152,4 miliar naik menjadi
Rp243,1 miliar per 31 Desember 2025 atau naik sebesar 59,55% dari total liabilitas semula pada tahun
2021 dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate {CAGR}) untuk
periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 sebesar 12,39%. Secara komposisi
untuk periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025, komposisi tertinggi total liabilitas
SGI merupakan liabilitas jangka pendek dengan rata-rata komposisi sebesar 66,56% terhadap total
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia III - 2
Page 64
liabilitas SGI, sedangkan kontribusi tertinggi atas liabilitas jangka pendek berasal dari akun Utang usaha
dengan rata-rata komposisinya sebesar 41,69%.
c. Ekuitas
Posisi total ekuitas SGI per 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 memiliki tren yang
meningkat. Posisi total ekuitas SGI per 31 Desember 2021 tercatat sebesar Rp218,2 miliar naik menjadi
Rp519,3 miliar per 31 Desember 2025 atau naik sebesar 137,99%, kenaikan ini mayoritas dipengaruhi
oleh meningkatnya akun saldo laba yang sebelumnya sebesar Rp204,3 miliar untuk 31 Desember 2021
menjadi sebesar Rp425,6 miliar untuk 31 Desember 2025. Laju pertumbuhan majemuk tahunan
(Compound Annual Growth Rate {CAGR}) periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember
2025 sebesar 24,21%. Secara komposisi untuk periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
Desember 2025, rata-rata komposisi ekuitas terhadap total liabilitas dan ekuitas adalah sebesar 64,93%,
sedangkan komposisi tertinggi dari total ekuitas SGI berasal dari akun Saldo laba dengan rata-rata
komposisinya sebesar 87,64%.
III.1.2 Laporan Laba (Rugi)
Berikut adalah laporan laba rugi SGI per 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025.
Tabel III.2. Laporan Laba (Rugi) SGI periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 (dalam Rupiah
penuh)
FY2021 FY2022 FY2023 FY2024 FY2025
Keterangan
Audited Audited Audited Audited Audited
Pendapatan 429.023.062.703 517.512.915.134 164.915.085.437 120.309.112.801 291.066.544.594
Beban pokok
(352.392.974.33) (441.308.718.67) (92.415.966.334) (51.372.646.284) (127.786.148.099)
pendapatan
Laba (Rugi) Kotor 76.630.088.368 76.204.196.458 72.499.119.103 68.936.466.517 163.280.396.495
Beban Usaha (23.734.832.981) (25.041.969.946) (18.297.864.983) (18.837.864.013) (23.249.993.298)
Laba (Rugi) Operasi 52.895.255.387 51.162.226.512 54.201.254.120 50.098.602.504 140.030.403.197
Pendapatan lain-lain 2.756.465.777 2.922.146.666 18.843.618.982 2.299.530.345 9.884.920.820
Beban lain-lain (14.318.338.614) (16.392.868.964) (10.238.189.002) (12.878.630.378) (50.146.075.296)
Laba (Rugi) Sebelum
41.333.382.550 37.691.504.214 62.806.684.100 39.519.502.471 99.769.248.721
Pajak
PPh Final (12.373.084.324) (13.642.411.828) (4.271.227.495) (3.080.326.179) (7.706.656.876)
PPh non Final (190.943.060) (138.461.331) (444.814.064) (235.405.940) (174.838.180)
Laba (Rugi) Tahun
28.769.355.166 23.910.631.055 58.090.642.541 36.203.770.352 91.887.753.665
Berjalan
Sumber: Laporan Keuangan Audit SGI
a. Pendapatan
Pendapatan SGI per 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 menunjukkan pertumbuhan
dengan tren yang fluktuatif dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth
Rate {CAGR}) sebesar -9,24%. Untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025 tercatat pendapatan
SGI adalah sebesar Rp291,1 miliar.
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia III - 3
Page 65
b. Beban Pokok Pendapatan
Beban pokok pendapatan SGI per 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 menunjukkan
pertumbuhan dengan tren yang fluktuatif dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound
Annual Growth Rate {CAGR}) sebesar -22,40%. Untuk tahun 2021 sampai dengan 2025 rata-rata
proporsi beban pokok pendapatan terhadap pendapatan adalah sebesar -62,01%. Untuk periode yang
berakhir 31 Desember 2025, tercatat beban pokok pendapatan SGI adalah sebesar -Rp127,8 miliar.
c. Beban Usaha
Beban Usaha SGI per 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan
dengan tren fluktuatif dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate
{CAGR}) sebesar -0,51%. Untuk tahun 2021 sampai dengan 2025 rata-rata proporsi Beban Usaha
terhadap pendapatan adalah sebesar -9,02%. Untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, tercatat
total beban usaha SGI adalah sebesar -Rp23,2 miliar.
d. Laba Tahun Berjalan
Laba tahun berjalan SGI per 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 mengalami tren
yang fluktuatif, mengalami peningkatan paling tinggi terjadi untuk tahun 2025, dari Laba tahun berjalan
sebesar Rp36,2 miliar untuk periode 2024 meningkat menjadi Rp91,9 miliar atau sebesar 153,81%.
Untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, tercatat Laba tahun berjalan SGI adalah sebesar
Rp91,9 miliar.
III.1.3 Laporan Arus Kas
Berikut adalah laporan arus kas SGI per 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025.
Tabel III.3. Laporan Arus Kas SGI periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 (dalam Rupiah penuh)
FY2021 FY2022 FY2023 FY2024 FY2025
Keterangan
Audited Audited Audited Audited Audited
Arus Kas dari Aktivitas
Operasi
Penerimaan dari pelanggan 430.546.593.650 472.972.571.078 175.406.051.133 124.019.955.950 301.049.238.144
Pembayaran kepada
(307.713.224.404) (443.760.000.708) (133.805.132.508) (92.085.143.749) (147.192.512.082)
pemasok
Pembayaran kepada
(13.331.786.542) (35.455.931.566) (10.498.483.372) (9.348.559.342) (12.605.818.058)
karyawan
Pembayaran untuk
kegiatan operasional (26.329.112.746) - - - (24.948.796.004)
lainnya
Pembayaran bunga - (250.455.328) (7.694.115.863) (6.799.186.476) (15.946.962.840)
Pendapatan bunga 227.333.434 192.497.977 34.081.759 524.362.951 2.391.375.869
Pembayaran beban
(20.904.688.332) - - - -
administrasi dan umum
Pembayaran pajak
(12.564.027.384) - - - -
penghasilan
Kas neto dari Aktivitas
49.931.087.676 (6.301.318.547) 23.442.401.149 16.311.429.334 102.746.525.029
Operasi
Arus Kas dari Aktivitas
Investasi
Perolehan aset tetap (2.998.399.000) (2.050.393.221) (591.579.160) (2.626.592.041) (24.389.848.205)
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia III - 4
Page 66
FY2021 FY2022 FY2023 FY2024 FY2025
Keterangan
Audited Audited Audited Audited Audited
Perolehan aset dalam
- - - (117.230.769) -
penyelesaian
Hasil penjualan aset tetap - - 139.683.334 - -
Investasi saham - (47.799.969.615) 77.125.475.115 - (61.303.288.664)
Perolehan aset tidak
(24.000.000) - - - -
berwujud
Kas neto dari Aktivitas
(3.022.399.000) (49.850.362.836) 76.673.579.289 (2.743.822.810) (85.693.136.869)
Investasi
Arus Kas dari Aktivitas
Pendanaan
Utang bank - - - 148.150.000.000 (5.155.000.000)
Liabilitas sewa - (603.836.746) (961.075.413) 226.632.515 (1.753.680.809)
Uang muka setoran modal - - 4.755.000.000 63.610.351.500 11.245.000.000
Pihak berelasi - 28.717.700.156 (115.256.986.246) (158.064.471.658) (66.279.030.675)
Utang lain-lain - - - - 43.454.140.656
Penerimaan pembayaran
pinjaman dari pihak (14.595.682.478) - - - -
berelasi
Pembayaran sewa
1.806.004.322 - - - -
pembiayaan
Uang muka penyertaan
- - - - -
modal
Kas neto dari Aktivitas
(12.789.678.156) 28.113.863.410 (111.463.061.659) 53.922.512.357 (18.488.570.828)
Pendanaan
Kenaikan (Penurunan)
34.119.010.520 (28.037.817.973) (11.347.081.221) 67.490.118.881 (1.435.182.668)
Neto Kas dan Setara Kas
Kas dan Setara Kas Awal
6.906.856.892 41.025.867.412 12.988.049.439 1.640.968.218 69.131.087.099
Tahun
Kas dan Setara Kas Akhir
41.025.867.412 12.988.049.439 1.640.968.218 69.131.087.099 67.695.904.431
Tahun
Sumber : Laporan Keuangan Audit SGI
Dari laporan arus kas yang diperoleh, aktivitas arus kas SGI untuk periode yang berakhir per
31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
➢ Arus kas bersih dari aktivitas operasi SGI menunjukkan arus kas masuk bersih dari aktivitas operasi
sebesar Rp102,7 miliar masuk, tercatat meningkat dengan sangat signifikan jika di bandingkan dengan
periode 31 Desember 2024 yang disebabkan oleh beberapa faktor, terutama peningkatan angka
penerimaan dari pelanggan yang sangat besar pada periode 31 Desember 2025.
➢ Arus kas bersih dari aktivitas investasi SGI menunjukkan arus kas keluar bersih dari aktivitas investasi
sebesar Rp85,7 miliar keluar, tercatat menurun jika di bandingkan dengan periode 31 Desember 2024
yang disebabkan oleh perolehan aset tetap dan investasi saham pada periode 31 Desember 2025.
➢ Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan SGI menunjukkan arus kas keluar bersih dari aktivitas
pendanaan sebesar Rp18,5 miliar keluar, tercatat menurun jika di bandingkan dengan periode 31
Desember 2024 yang sebagian besar berasal dari akun pihak berelasi pada periode 31 Desember 2025.
➢ Defisit periode berjalan SGI untuk periode 31 Desember 2025 adalah keluar sebesar -Rp1,4 miliar.
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia III - 5
Page 67
III.1.4 Analisis Vertikal
Berikut adalah analisis common size (analisis vertikal) SGI dalam kurun waktu per 31 Desember 2021
sampai dengan 31 Desember 2025.
Tabel III.4. Analisis Vertikal Posisi Keuangan SGI periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
FY2021 FY2022 FY2023 FY2024 FY2025
Keterangan
Audited Audited Audited Audited Audited
ASET
Kas dan setara kas 12,12% 11,96% 8,00% 69,78% 49,86%
Investasi dalam saham 0,00% 57,79% 0,00% 0,00% 45,15%
Piutang usaha 1,89% 13,72% 21,52% 0,71% 2,04%
Piutang lain-lain 83,10% 2,74% 14,15% 2,93% 0,00%
Pembayaran di muka 0,96% 9,27% 42,10% 25,85% 1,77%
Pajak dibayar di muka 1,93% 4,53% 14,22% 0,74% 1,18%
Aset Lancar 91,35% 24,37% 4,74% 15,18% 17,81%
Piutang lain-lain 27,17% 91,66% 94,37% 95,73% 93,25%
Investasi pada entitas anak 0,00% 3,67% 3,00% 2,24% 1,97%
Aset tetap 35,11% 3,17% 2,22% 1,77% 4,75%
Aset dalam penyelesaian 0,00% 0,00% 0,00% 0,02% 0,00%
Aset hak guna 0,00% 0,61% 0,40% 0,23% 0,00%
Aset lainnya 36,69% 0,89% 0,01% 0,01% 0,02%
Aset pajak tangguhan 1,02% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Aset Tidak Lancar 8,65% 75,63% 95,26% 84,82% 82,19%
Total Aset 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
LIABILITAS
Utang usaha 60,06% 38,69% 60,52% 32,48% 16,73%
Utang pajak 5,00% 4,73% 5,19% 4,47% 2,17%
Pendapatan Diterima Dimuka 34,08% 0,00% 0,00% 0,00% 1,29%
Biaya yang masih harus dibayar 0,01% 54,64% 31,66% 13,84% 1,83%
Liabilitas sewa - jangka pendek 0,85% 0,94% 1,18% 0,63% 0,45%
Utang bank- jangka pendek 0,00% 0,00% 0,00% 47,82% 49,80%
Utang lain-lain 0,00% 1,00% 1,45% 0,76% 27,73%
Liabilitas Jangka Pendek 93,27% 53,34% 67,79% 53,15% 65,25%
Liabilitas sewa - jangka panjang 5,89% 2,82% 3,58% 1,51% 0,00%
Utang bank- jangka panjang 0,00% 0,00% 0,00% 79,37% 75,74%
Utang lain-lain 27,39% 63,94% 46,80% 14,45% 5,09%
Deposit 0,00% 19,44% 43,32% 0,00% 11,83%
Liabilitas pajak tangguhan 0,00% 4,65% 0,00% 0,00% 0,00%
Liabilitas imbalan pascakerja 66,72% 9,15% 6,30% 4,67% 7,34%
Liabilitas Jangka Panjang 6,73% 46,66% 32,21% 46,85% 34,75%
Total Liabilitas 41,12% 39,56% 26,50% 36,27% 31,89%
EKUITAS
Modal saham 5,50% 4,45% 3,77% 2,89% 2,31%
Penghasilan komprehensif lain 0,00% 6,69% 1,19% 0,42% 0,40%
Ekuitas lainnya 0,89% 0,00% 1,49% 16,44% 15,33%
Saldo laba 93,61% 88,86% 93,54% 80,25% 81,96%
Total Ekuitas 58,88% 60,44% 73,50% 63,73% 68,11%
Total Liabilitas dan Ekuitas 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Sumber: Laporan Keuangan Audit SGI (data diolah)
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia III - 6
Page 68
Dari tabel di atas dapat dilihat dalam kurun waktu per 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember
2025 komposisi tertinggi total aset SGI merupakan aset tidak lancar dengan rata-rata komposisi sebesar
69,31% terhadap total aset SGI, sedangkan kontribusi tertinggi atas aset tidak lancar berasal dari akun
piutang lain-lain dengan rata-rata komposisinya sebesar 80,44%, dan total aset SGI menunjukkan tren yang
cenderung meningkat.
Komposisi tertinggi total liabilitas SGI merupakan liabilitas jangka pendek dengan rata-rata komposisi
sebesar 66,56% terhadap total liabilitas SGI, sedangkan kontribusi tertinggi atas liabilitas jangka pendek
berasal dari akun utang usaha dengan rata-rata komposisinya sebesar 41,69%, dan total liabilitas SGI
menunjukkan tren yang cenderung meningkat.
Untuk sisi ekuitas rata-rata komposisi ekuitas terhadap total liabilitas dan ekuitas adalah sebesar 64,93%,
sedangkan komposisi tertinggi dari total ekuitas SGI berasal dari akun saldo laba dengan rata-rata
komposisinya sebesar 87,64%, dan total ekuitas SGI menunjukkan tren yang cenderung meningkat.
Tabel III.5. Analisis Vertikal Laba/Rugi SGI periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
FY2021 FY2022 FY2023 FY2024 FY2025
Keterangan
Audited Audited Audited Audited Audited
Pendapatan 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Beban pokok pendapatan -82,14% -85,27% -56,04% -42,70% -43,90%
Laba (Rugi) Kotor 17,86% 14,73% 43,96% 57,30% 56,10%
Beban Usaha -5,53% -4,84% -11,10% -15,66% -7,99%
Laba (Rugi) Operasi 12,33% 9,89% 32,87% 41,64% 48,11%
Pendapatan lain-lain 0,64% 0,56% 11,43% 1,91% 3,40%
Beban lain-lain -3,34% -3,17% -6,21% -10,70% -17,33%
Laba (Rugi) Sebelum Pajak 9,63% 7,28% 38,08% 32,85% 34,28%
PPh Final -2,88% -2,64% -2,59% -2,56% -2,65%
PPh non Final -0,04% -0,03% -0,27% -0,20% -0,06%
Laba (Rugi) Tahun Berjalan 6,71% 4,62% 35,22% 30,09% 31,57%
Sumber : Laporan Keuangan Audit SGI (data diolah)
Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa dalam kurun waktu per 31 Desember 2021 sampai dengan 31
Desember 2025, perbandingan beban pokok pendapatan terhadap pendapatan berkisar antara -42,70%
sampai -85,27% dengan tren yang cenderung menurun. Untuk perbandingan laba (rugi) kotor terhadap
pendapatan berkisaran 14,73% sampai dengan 57,30% dengan tren pertumbuhan yang cenderung
meningkat.
Untuk perbandingan beban usaha terhadap pendapatan berkisaran -4,84% sampai dengan -15,66%
dengan tren pertumbuhan yang berfluktuatif. Untuk perbandingan laba (rugi) operasi terhadap pendapatan
berkisaran 9,89% sampai dengan 48,11% dengan tren pertumbuhan yang cenderung meningkat.
Sementara perbandingan laba (rugi) sebelum pajak terhadap pendapatan SGI berkisar antara 7,28%
sampai dengan 38,08% dengan tren pertumbuhan yang cenderung meningkat. Untuk perbandingan laba
(rugi) tahun berjalan terhadap pendapatan berkisar antara 4,62% sampai dengan 35,22% dengan tren
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia III - 7
Page 69
pertumbuhan yang cenderung meningkat.
III.1.5 Analisis Rasio
Analisa rasio untuk dasarnya adalah mencari perbandingan sesuatu dengan sesuatu lainnya. Oleh karena
itu dalam implementasinya akan banyak sekali rasio yang dapat diukur sesuai dengan tujuan analisis.
Analisa rasio keuangan adalah menyatakan ulang data-data keuangan atau data akuntansi secara relatif
untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan suatu perusahaan dengan menggunakan berbagai metode
perhitungan serta interpretasi atas hasil perbandingan tersebut untuk menilai kinerja keuangan selama
periode analisis. Berikut adalah perkembangan indikator utama keuangan SGI dalam kurun waktu per 31
Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025.
Tabel III.6. Rasio Keuangan SGI
FY2021 FY2022 FY2023 FY2024 FY2025
Keterangan
Audited Audited Audited Audited Audited
LIQUIDITY
Current Ratio 238,16% 115,46% 26,37% 78,77% 85,59%
Quick Ratio 231,26% 99,53% 11,52% 57,83% 83,06%
Working Capital to Asset Ratio 52,99% 3,26% -13,23% -4,09% -3,00%
SOLVABILITY
Debt to Aset Ratio 1,24% 16,32% 8,47% 25,68% 26,49%
Debt to Equity Ratio 2,11% 27,00% 11,52% 40,30% 38,90%
Longterm Debt to Equity Ratio 1,56% 26,32% 10,88% 25,42% 15,08%
PROFITABILITY
Gross Profit Margin 17,86% 14,73% 43,96% 57,30% 56,10%
Operating Profit Margin 12,33% 9,89% 32,87% 41,64% 48,11%
Net Profit Margin 6,71% 4,62% 35,22% 30,09% 31,57%
Return on Asset 7,76% 5,36% 13,42% 5,55% 12,05%
Return on Equity 13,18% 8,87% 18,26% 8,71% 17,69%
Sumber: Laporan Keuangan Audit SGI (data diolah)
Rasio likuiditas SGI menunjukkan tren yang cenderung menurun dari periode 31 Desember 2021 sampai
dengan 31 Desember 2025. Untuk periode 31 Desember 2025 SGI mencatat Current Ratio yang meningkat
menjadi 85,59% dibandingkan periode 31 Desember 2024 sebesar 78,77%, dimana rasio ini
menggambarkan kemampuan SGI melunasi utang lancar dengan aset lancarnya. Quick Ratio juga
meningkat menjadi 83,06% dibandingkan periode 31 Desember 2024 sebesar 57,83%, dimana rasio ini
menggambarkan kemampuan SGI dalam memenuhi seluruh kewajiban jangka pendeknya dengan aset
lancar yang memiliki tingkat likuiditas tinggi. Working Capital to Asset Ratio meningkat menjadi -3,00%
dibandingkan periode 31 Desember 2024 sebesar -4,09%, dimana rasio ini menggambarkan proporsi modal
kerja terhadap total aset SGI.
Rasio solvabilitas SGI untuk periode 31 Desember 2025 mencatat Debt to Asset Ratio tercatat sebesar
26,49%, dimana rasio ini menggambarkan proporsi utang terhadap asetnya dan kemampuan melunasi
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia III - 8
Page 70
utang dengan aset yang dimiliki. Debt to Equity Ratio sebesar 38,90%, dimana rasio ini menggambarkan
besaran utang terhadap ekuitasnya. Long Term Debt to Equity Ratio tercatat sebesar 15,08% dimana rasio
ini menggambarkan besaran utang jangka panjang terhadap ekuitas SGI.
Rasio profitabilitas SGI menunjukkan tren yang cenderung meningkat dari periode 31 Desember 2021
sampai dengan periode 31 Desember 2025. Tercatat per 31 Desember 2025 Gross Profit Margin menurun
menjadi 56,10% dibandingkan 31 Desember 2024 sebesar 57,30%. Diikuti dengan Operating Profit Margin
yang meningkat menjadi 48,11% dibandingkan 31 Desember 2024 sebesar 41,64% dan Net Profit Margin
juga menunjukkan peningkatan menjadi 31,57% dibandingkan 31 Desember 2024 sebesar 30,09%. Rasio
imbal hasil yang dihasilkan dari pemanfaatan aset (ROA) dan ekuitas (ROE) menunjukkan return positif,
dimana rasio imbal hasil terhadap aset (ROA) tercatat untuk periode yang berakhir per 31 Desember 2025
adalah sebesar 12,05% dan rasio imbal hasil terhadap ekuitas (ROE) untuk periode yang berakhir per 31
Desember 2025 sebesar 17,69%.
III.1.6 Informasi Perpajakan
Informasi perpajakan SGI dan Entitas Anak per tanggal 31 Desember 2025 berdasarkan Laporan Keuangan
Audit, utang pajak yang terdiri dari:
PPN Rp 1.760.792.573
Pajak Penghasilan
PPh pasal 4 (2) Rp 335.701.363
Pasal 15 Rp 65.170.878
Pasal 21 Rp 92.396.022
Pasal 23 Rp 162.124.502
Pasal 25 Rp 13.822.659
Pasal 26 Rp -
Pasal 29 Rp 10.863.108
Lainnya Rp 1.003.660.161
Jumlah Rp 3.444.531.266
Sedangkan, manfaat (beban) pajak SGI per 31 Desember 2025 terdiri dari:
Pajak penghasilan final Rp 7 .706.656.876
Total Rp 7 .706.656.876
III.1.7 Informasi Kompensasi Bagi Pemegang Saham
Berdasarkan laporan keuangan SGI dividen tunai yang dibagikan kepada pemegang saham per 31
Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia III - 9
Page 71
Tabel III.7. Kompensasi Bagi Pemegang Saham (dalam Rupiah penuh)
FY2021 FY2022 FY2023 FY2024 FY2025
Keterangan
Audited Audited Audited Audited Audited
Dividen Tunai - - - - -
Sumber: Laporan Keuangan Audit SGI
III.1.8 Informasi Asuransi yang ditanggung Perusahaan
Asuransi karyawan dikelola secara internal oleh SGI dengan mekanisme reimburse dengan limit per tahun
yang disesuaikan berdasarkan gaji karyawan.
III.1.9 Analisis Common Size Atas Industri
Tabel III.8. Analisis Rata-Rata Margin Industri
FY2021 FY2022 FY2023 FY2024 FY2025
Keterangan Average
Audited Audited Audited Audited Audited
Gross Margin % (Comparables Average) 30,19% 29,29% 31,40% 29,55% 28,62% 29,81%
SG&A Margin % (Comparables Average) 9,89% 10,93% 10,75% 10,36% 9,62% 10,31%
EBITDA Margin % (Comparables Average) 15,35% 13,96% 16,62% 15,38% 14,46% 15,15%
EBITA Margin % (Comparables Average) 12,17% 10,73% 13,43% 12,45% 11,16% 11,99%
EBIT Margin % (Comparables Average) 12,13% 10,67% 13,39% 12,36% 11,08% 11,92%
Earnings from Cont. Ops Margin %
8,96% 7,03% 7,66% 7,10% 7,49% 7,65%
(Comparables Average)
Net Income Margin % (Comparables Average) 8,84% 6,92% 7,55% 7,03% 7,68% 7,60%
Sumber: S&P Capital (data diolah)
Berdasarkan hasil analisis yang sudah dilakukan terhadap perusahaan pembanding, rata-rata gross margin
8 perusahaan pembanding industri rekayasa, pengadaan, dan konstruksi dari tahun 2021 hingga tahun 2025
berkisaran dari 28,62% sampai dengan 31,40%, dari hasil tersebut SGI memiliki gross margin yang lebih
tinggi dibandingkan dengan perusahaan di industri pembanding. Rata-rata EBIT margin 8 perusahaan
pembanding industri rekayasa, pengadaan, dan konstruksi dari tahun 2021 hingga tahun 2025 berkisaran
dari 10,67% sampai dengan 13,39%, dari hasil tersebut menunjukkan bahwa SGI memiliki EBIT margin
yang lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan di industri pembanding. Rata-rata net income margin 8
perusahaan pembanding industri rekayasa, pengadaan, dan konstruksi dari tahun 2021 hingga tahun 2025
berkisaran dari 7,03% sampai dengan 8,84%, dari hasil tersebut menunjukkan bahwa SGI memiliki net
income margin yang lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan di industri pembanding
III.2. ANALISA KEUANGAN HISTORIS JNM (ENTITAS ANAK)
Analisis kinerja keuangan historis JNM dari analisis posisi keuangan, laba (rugi), arus kas, rasio keuangan,
dan informasi perpajakan didasarkan atas laporan keuangan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
(KAP) Soejatna, Mulyana & Rekan untuk periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2022
dan Kantor Akuntan Publik (KAP) Gatot Permadi, Azwir, Abimail untuk periode 31 Desember 2023 sampai
dengan 31 Desember 2025.
Dalam melakukan penilaian ini, kami tidak melakukan penyesuaian atas laporan keuangan JNM,
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia III - 10
Page 72
dikarenakan beberapa alasan terkait sebagai berikut:
➢ Tidak terdapat pos yang bersifat tidak berulang dalam operasi normal perusahaan (non-recurring), pos;
dalam laporan keuangan yang tidak mencerminkan peristiwa yang bersifat tidak berulang, atau pos di
dalam laporan keuangan yang tidak mencerminkan Nilai yang wajar;
➢ Tidak terdapat pos di luar operasi normal perusahaan yang harus dikeluarkan terlebih dahulu sebelum
melakukan perhitungan Penilaian;
➢ Tidak terdapat pos dalam laporan keuangan dari transaksi yang bersifat memiliki kepentingan kendali
(controlling interest); dan
➢ Tidak terdapat pos lainnya yang tidak wajar.
III.2.1 Laporan Posisi Keuangan
Berikut adalah laporan posisi keuangan JNM per 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025.
Tabel III.9. Laporan Posisi Keuangan JNM periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 (dalam
Rupiah penuh)
FY2021 FY2022 FY2023 FY2024 FY2025
Keterangan
Audited Audited Audited Audited Audited
ASET
Kas dan setara kas 3.707.646.730 1.631.480.226 2.100.410.578 133.144.814 61.165.509
Piutang lain-lain - - - - 6.250.000
Pembayaran di muka 1.221.111.587 531.607.449 619.682.450 1.349.570.887 1.898.523.415
Pajak dibayar di muka 1.841.692.960 327.916.564 474.937.062 917.161.573 3.263.821.410
Aset Lancar 6.770.451.277 2.491.004.239 3.195.030.090 2.399.877.274 5.229.760.334
Uang muka investasi 131.668.909.200 131.668.909.200 131.668.909.200 131.668.909.200 131.668.909.200
Investasi pada entitas anak *) - - 9.999.990.000 9.999.990.000 9.999.990.000
Aset tetap - neto 134.981.064.793 125.084.762.868 116.439.302.763 107.830.547.671 117.137.150.825
Aset dalam penyelesaian - - - 3.075.379.749 -
Aset Tidak Berwujud 25.648.535 - - - -
Aset Tidak Lancar 266.675.622.528 256.753.672.068 258.108.201.963 252.574.826.620 258.806.050.025
Total Aset 273.446.073.805 259.244.676.307 261.303.232.053 254.974.703.894 264.035.810.359
LIABILITAS
Utang usaha 4.672.665.437 7.309.126.081 9.284.064.880 9.006.689.272 6.324.377.092
Utang pajak 3.083.636.392 3.224.369.086 8.585.284.793 8.840.639.275 5.724.590.310
Biaya yang masih harus dibayar 2.115.990.204 3.795.651.828 2.240.881.367 1.508.120.036 3.245.253.469
Liabilitas jangka panjang yang
34.002.000.000 44.736.000.000 48.464.000.000 - -
jatuh tempo dalam satu tahun
Utang lain-lain Jangka Pendek
550.927.649 462.204.888 54.329.151 43.644.985 65.209.323
(Pihak Ketiga)
Liabilitas Jangka Pendek 44.425.219.682 59.527.351.883 68.628.560.191 19.399.093.568 15.359.430.194
Liabilitas jangka panjang setelah
dikurangi bagian yang jatuh 134.232.550.330 89.496.550.330 41.032.550.330 - -
tempo dalam satu tahun
Utang lain-lain Jangka Panjang
226.858.851.521 261.712.709.819 332.866.665.020 451.082.159.431 502.588.754.362
(Pihak Berelasi)
Liabilitas imbalan pascakerja - - 2.512.328.018 4.587.493.115 4.066.685.277
Liabilitas Jangka Panjang 361.091.401.851 351.209.260.149 376.411.543.368 455.669.652.546 506.655.439.639
Total Liabilitas 405.516.621.533 410.736.612.032 445.040.103.559 475.068.746.114 522.014.869.833
EKUITAS
Total Modal saham 12.500.000.000 12.500.000.000 12.500.000.000 12.500.000.000 12.500.000.000
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia III - 11
Page 73
FY2021 FY2022 FY2023 FY2024 FY2025
Keterangan
Audited Audited Audited Audited Audited
Penghasilan (rugi) komprehensif
- - - (1.247.914.776) (1.122.288.315)
lain
Akumulasi rugi (144.570.547.730) (163.991.935.725) (196.236.871.506) (231.346.127.444) (269.356.771.159)
Total Ekuitas (132.070.547.730) (151.491.935.725) (183.736.871.506) (220.094.042.220) (257.979.059.474)
Total Liabilitas dan Ekuitas 273.446.073.803 259.244.676.307 261.303.232.053 254.974.703.894 264.035.810.359
Sumber: Laporan Keuangan Audit JNM
a. Aset
Posisi total aset JNM per 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 memiliki tren yang
fluktuatif cenderung menurun. Posisi total aset per 31 Desember 2021 tercatat sebesar Rp273,4 miliar
turun menjadi Rp264,0 miliar per 31 Desember 2025 atau turun sebesar -3,44% dari total aset semula
pada tahun 2021 dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate {CAGR})
untuk periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 sebesar -0,87%. Secara
komposisi untuk periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025, komposisi tertinggi
total aset JNM merupakan Aset tidak lancar dengan rata-rata komposisi sebesar 98,48% terhadap total
aset JNM, sedangkan kontribusi tertinggi atas aset tidak lancar berasal dari akun Uang muka investasi
dengan rata-rata komposisinya sebesar 50,94%.
b. Liabilitas
Posisi total liabilitas JNM per 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 memiliki tren yang
meningkat. Posisi total liabilitas per 31 Desember 2021 tercatat sebesar Rp405,5 miliar turun menjadi
Rp522,0 miliar per 31 Desember 2025 atau naik sebesar 28,73% dari total liabilitas semula pada tahun
2021 dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate {CAGR}) untuk
periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 sebesar 6,52%. Secara komposisi untuk
periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025, komposisi tertinggi total liabilitas JNM
merupakan liabilitas jangka panjang dengan rata-rata komposisi sebesar 90,42% terhadap total liabilitas
JNM, sedangkan kontribusi tertinggi atas liabilitas jangka panjang berasal dari akun Utang lain-lain
Jangka Panjang (Pihak Berelasi) dengan rata-rata komposisinya sebesar 84,79%.
c. Ekuitas
Posisi total ekuitas JNM per 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 memiliki tren yang
menurun. Posisi total ekuitas JNM per 31 Desember 2021 tercatat sebesar -Rp132,1 miliar turun menjadi
-Rp258,0 miliar per 31 Desember 2025 atau turun sebesar 95,33%, penurunan ini mayoritas dipengaruhi
oleh semakin meningkatnya akun Akumulasi rugi yang sebelumnya sebesar Rp144,6 miliar untuk 31
Desember 2021 menjadi sebesar Rp269,4 miliar untuk 31 Desember 2025. Laju pertumbuhan majemuk
tahunan (Compound Annual Growth Rate {CAGR}) periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
Desember 2025 sebesar 18,22%. Secara komposisi untuk periode 31 Desember 2021 sampai dengan
31 Desember 2025, rata-rata komposisi ekuitas terhadap total liabilitas dan ekuitas adalah sebesar
-72,22%, sedangkan komposisi tertinggi dari total ekuitas JNM berasal dari akun Akumulasi rugi dengan
rata-rata komposisinya sebesar 106,81%.
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia III - 12
Page 74
III.2.2 Laporan Laba (Rugi)
Berikut adalah laporan laba rugi JNM per 31 Desember 2024 sampai dengan 31 Desember 2025.
Tabel III.10. Laporan Laba (Rugi) JNM periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 (dalam Rupiah
penuh)
FY2021 FY2022 FY2023 FY2024 FY2025
Keterangan
Audited Audited Audited Audited Audited
Pendapatan 41.666.500.000 60.075.000.000 33.525.000.000 - -
Beban pokok pendapatan (57.405.757.895) (57.427.123.635) (54.904.548.543) (24.012.521.279) (31.219.548.820)
Laba Kotor (15.739.257.895) 2.647.876.365 (21.379.548.543) (24.012.521.279) (31.219.548.820)
Beban usaha (1.236.796.081) (702.550.944) (5.837.593.190) (4.303.133.447) (3.566.053.294)
Laba Usaha (16.976.053.976) 1.945.325.421 (27.217.141.733) (28.315.654.726) (34.785.602.114)
Penghasilan (beban) lain-
(24.351.066.129) (20.645.813.418) (14.625.484.212) (6.793.601.212) (3.225.041.601)
lain
Laba (Rugi) Sebelum
(41.327.120.105) (18.700.487.997) (41.842.625.945) (35.109.255.938) (38.010.643.715)
Pajak
Pajak penghasilan (499.998.000) (720.900.000) (402.300.000) - -
Laba (Rugi) Tahun
(41.827.118.105) (19.421.387.997) (42.244.925.945) (35.109.255.938) (38.010.643.715)
Berjalan
Sumber: Laporan Keuangan Audit JNM
a. Pendapatan
Pendapatan JNM per 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 menunjukkan
pertumbuhan dengan tren yang fluktuatif dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound
Annual Growth Rate {CAGR}) sebesar -100,00%. Untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025
tercatat pendapatan JNM adalah sebesar Rp0,0.
b. Beban Pokok Pendapatan
Beban pokok pendapatan JNM per 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 menunjukkan
pertumbuhan dengan tren fluktuatif yang cenderung menurun dengan laju pertumbuhan majemuk
tahunan (Compound Annual Growth Rate {CAGR}) sebesar -14,12%. Untuk tahun 2021 sampai dengan
2025 rata-rata proporsi beban pokok pendapatan terhadap pendapatan adalah sebesar -132,38%.
Untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, tercatat beban pokok pendapatan JNM adalah sebesar
-Rp31,2 miliar.
c. Beban Usaha
Beban Usaha JNM per 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan
dengan tren fluktuatif yang cenderung menurun dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan
(Compound Annual Growth Rate {CAGR}) sebesar 30,31%. Untuk tahun 2021 sampai dengan 2025
rata-rata proporsi Beban Usaha terhadap pendapatan adalah sebesar -7,18%. Untuk periode yang
berakhir 31 Desember 2025, tercatat total beban usaha JNM adalah sebesar -Rp3,6 miliar.
d. Laba (Rugi) Tahun Berjalan
Rugi tahun berjalan JNM per 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 mengalami tren
yang fluktuatif, mengalami penurunan paling tinggi terjadi untuk tahun 2022, dari rugi tahun berjalan
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia III - 13
Page 75
sebesar -Rp41,8 miliar untuk periode 2022 turun menjadi -Rp19,4 miliar atau sebesar -53,57%. Untuk
periode yang berakhir 31 Desember 2025, tercatat rugi tahun berjalan JNM adalah sebesar -Rp38,0
miliar.
III.2.3 Laporan Arus Kas
Berikut adalah laporan arus kas JNM per 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025.
Tabel III.11. Laporan Arus Kas JNM periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 (dalam Rupiah penuh)
FY2021 FY2022 FY2023 FY2024 FY 2025
Keterangan
Audited Audited Audited Audited Audited
Arus Kas dari Aktivitas
Operasi
Penerimaan kas dari
44.701.533.965 63.708.117.949 33.525.000.000 - -
pelanggan
Pembayaran kas kepada
(26.694.846.496) (33.935.665.915) (37.573.292.542) (13.170.926.022) (18.050.912.911)
pemasok
Pembayaran kas kepada
(13.883.859.912) (11.074.902.214) (6.840.909.064) (10.004.335.722) (17.246.089.297)
karyawan
Pembayaran beban
(22.786.662.429) (20.370.281.544) (13.369.402.995) (4.419.503.274) -
administrasi dan umum
Penerimaan (pembayaran)
23.204.819 52.308.490 42.948.003 35.134.922 3.826.256
operasional lainnya
Pembayaran pajak
(499.998.000) (720.900.000) - - -
penghasilan
Kas neto dari Aktivitas
(19.140.628.053) (2.341.323.234) (24.215.656.598) (27.559.630.096) (35.293.175.952)
Operasi
Arus Kas dari Aktivitas
Investasi
Perolehan aset tetap (3.652.000.550) (497.978.807) (1.733.368.251) (51.200.000) (16.285.398.284)
Perolehan aset tidak
- - - (3.075.379.749) -
berwujud
Kas neto dari Aktivitas
(3.652.000.550) (497.978.807) (1.733.368.251) (3.126.579.749) (16.285.398.284)
Investasi
Arus Kas dari Aktivitas
Pendanaan
Penerimaan pembayaran
(1.675.000.000) (34.002.000.000) (44.736.000.000) (89.496.550.330) -
pinjaman dari pihak berelasi
Pembayaran sewa
27.570.154.059 34.765.135.536 71.153.955.201 118.215.494.411 51.506.594.931
pembiayaan
Kas neto dari Aktivitas
25.895.154.059 763.135.536 26.417.955.201 28.718.944.081 51.506.594.931
Pendanaan
Kenaikan (Penurunan)
3.102.525.456 (2.076.166.505) 468.930.352 (1.967.265.764) (71.979.305)
Neto Kas dan Setara Kas
Kas dan Setara Kas Awal
605.121.275 3.707.646.731 1.631.480.226 2.100.410.578 133.144.814
Tahun
Kas dan Setara Kas Akhir
3.707.646.731 1.631.480.226 2.100.410.578 133.144.814 61.165.509
Tahun
Sumber : Laporan Keuangan Audit JNM
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia III - 14
Page 76
Dari laporan arus kas yang diperoleh, aktivitas arus kas JNM untuk periode yang berakhir per
31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
➢ Arus kas bersih dari aktivitas operasi JNM menunjukkan arus kas keluar bersih dari aktivitas operasi
sebesar Rp35,3 miliar keluar, tercatat meningkat jika di bandingkan dengan periode 31 Desember 2024
yang disebabkan oleh beberapa faktor, terutama peningkatan angka Pembayaran kepada karyawan
pada periode 31 Desember 2025.
➢ Arus kas bersih dari aktivitas investasi JNM menunjukkan arus kas keluar bersih dari aktivitas investasi
sebesar Rp16,3 miliar keluar, tercatat meningkat jika di bandingkan dengan periode 31 Desember 2024
yang disebabkan oleh perolehan aset tetap pada periode 31 Desember 2025.
➢ Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan JNM menunjukkan arus kas masuk bersih dari aktivitas
pendanaan sebesar Rp51,5 miliar masuk, tercatat meningkat jika di bandingkan dengan periode 31
Desember 2024 yang berasal dari akun pihak berelasi pada periode 31 Desember 2025.
➢ Defisit periode berjalan JNM untuk periode 31 Desember 2025 adalah keluar sebesar Rp72,0 juta.
II.2.4 Analisis Vertikal
Berikut adalah analisis common size (analisis vertikal) JNM dalam kurun waktu 31 Desember 2021 sampai
dengan 31 Desember 2025.
Tabel III.12. Analisis Vertikal Posisi Keuangan JNM periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
FY2021 FY2022 FY2023 FY2024 FY2025
Keterangan
Audited Audited Audited Audited Audited
ASET
Kas dan setara kas 54,76% 65,49% 65,74% 5,55% 1,17%
Piutang lain-lain 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,12%
Pembayaran di muka 18,04% 21,34% 19,40% 56,23% 36,30%
Pajak dibayar di muka 27,20% 13,16% 14,86% 38,22% 62,41%
Aset Lancar 2,48% 0,96% 1,22% 0,94% 1,98%
Uang muka investasi 49,37% 51,28% 51,01% 52,13% 50,88%
Investasi pada entitas anak *) 0,00% 0,00% 3,87% 3,96% 3,86%
Aset tetap - neto 50,62% 48,72% 45,11% 42,69% 45,26%
Aset dalam penyelesaian 0,00% 0,00% 0,00% 1,22% 0,00%
Aset Tidak Berwujud 0,01% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Aset Tidak Lancar 97,52% 99,04% 98,78% 99,06% 98,02%
Total Aset 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
LIABILITAS
Utang usaha 10,52% 12,28% 13,53% 46,43% 41,18%
Utang pajak 6,94% 5,42% 12,51% 45,57% 37,27%
Biaya yang masih harus dibayar 4,76% 6,38% 3,27% 7,77% 21,13%
Liabilitas jangka panjang yang
76,54% 75,15% 70,62% 0,00% 0,00%
jatuh tempo dalam satu tahun
Utang lain-lain Jangka Pendek
1,24% 0,78% 0,08% 0,22% 0,42%
(Pihak Ketiga)
Liabilitas Jangka Pendek 10,96% 14,49% 15,42% 4,08% 2,94%
Liabilitas jangka panjang setelah
37,17% 25,48% 10,90% 0,00% 0,00%
dikurangi bagian yang jatuh
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia III - 15
Page 77
FY2021 FY2022 FY2023 FY2024 FY2025
Keterangan
Audited Audited Audited Audited Audited
tempo dalam satu tahun
Utang lain-lain Jangka Panjang
62,83% 74,52% 88,43% 98,99% 99,20%
(Pihak Berelasi)
Liabilitas imbalan pascakerja 0,00% 0,00% 0,67% 1,01% 0,80%
Liabilitas Jangka Panjang 89,04% 85,51% 84,58% 95,92% 97,06%
Total Liabilitas 148,30% 158,44% 170,32% 186,32% 197,71%
EKUITAS
Total Modal Saham -9,46% -8,25% -6,80% -5,68% -4,85%
Penghasilan (rugi) komprehensif
0,00% 0,00% 0,00% 0,57% 0,44%
lain
Akumulasi rugi 109,46% 108,25% 106,80% 105,11% 104,41%
Total Ekuitas -48,30% -58,44% -70,32% -86,32% -97,71%
Total Liabilitas dan Ekuitas 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Sumber: Laporan Keuangan Audit JNM (data diolah)
Dari tabel di atas dapat dilihat dalam kurun waktu per 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember
2025 komposisi tertinggi total aset JNM merupakan aset tidak lancar dengan rata-rata komposisi sebesar
98,48% terhadap total aset JNM, sedangkan kontribusi tertinggi atas aset tidak lancar berasal dari akun
Uang muka investasi dengan rata-rata komposisinya sebesar 50,94%, dan total aset JNM menunjukkan
tren yang cenderung menurun.
Komposisi tertinggi total liabilitas JNM merupakan liabilitas jangka panjang dengan rata-rata komposisi
sebesar 90,42% terhadap total liabilitas JNM, sedangkan kontribusi tertinggi atas liabilitas jangka panjang
berasal dari akun Utang lain-lain Jangka Panjang (Pihak Berelasi) dengan rata-rata komposisinya sebesar
84,79%, dan total liabilitas JNM menunjukkan tren yang cenderung meningkat.
Untuk sisi ekuitas rata-rata komposisi ekuitas terhadap total liabilitas dan ekuitas adalah sebesar -72,22%,
sedangkan komposisi tertinggi dari total ekuitas JNM berasal dari akun Akumulasi rugi dengan rata-rata
komposisinya sebesar 106,81%, dan total ekuitas JNM menunjukkan tren yang cenderung menurun.
Tabel III.13. Analisis Vertikal Laba/Rugi JNM periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
FY2021 FY2022 FY2023 FY2024 FY2025
Keterangan
Audited Audited Audited Audited Audited
Pendapatan 100,00% 100,00% 100,00% N/A N/A
Beban pokok pendapatan -137,77% -95,59% -163,77% N/A N/A
Laba Kotor -37,77% 4,41% -63,77% N/A N/A
Beban Usaha -2,97% -1,17% -17,41% N/A N/A
Laba Usaha -40,74% 3,24% -81,18% N/A N/A
Penghasilan (Beban) lain-lain -58,44% -34,37% -43,63% N/A N/A
Laba (Rugi) Sebelum Pajak -99,19% -31,13% -124,81% N/A N/A
Pajak Penghasilan -1,20% -1,20% -1,20% N/A N/A
Laba (Rugi) Tahun Berjalan -100,39% -32,33% -126,01% N/A N/A
Sumber: Laporan Keuangan Audit JNM (data diolah)
Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa dalam kurun waktu per 31 Desember 2021 sampai dengan 31
Desember 2025, perbandingan beban pokok pendapatan terhadap pendapatan berkisar antara -95,59%
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia III - 16
Page 78
sampai -163,77% dengan tren yang cenderung meningkat. Untuk perbandingan laba kotor terhadap
pendapatan berkisaran -63,77% sampai dengan 4,41% dengan tren pertumbuhan yang cenderung
menurun.
Untuk perbandingan beban usaha terhadap pendapatan berkisaran -1,17% sampai dengan -17,41%
dengan tren pertumbuhan fluktuatif cenderung meningkat. Untuk perbandingan laba usaha terhadap
pendapatan berkisaran -81,18% sampai dengan 3,24% dengan tren pertumbuhan yang cenderung
menurun.
Sementara perbandingan rugi sebelum pajak terhadap pendapatan JNM berkisar antara -31,13% sampai
dengan -124,81% dengan tren pertumbuhan yang fluktuatif. Untuk perbandingan rugi tahun berjalan
terhadap pendapatan berkisar antara -32,33% sampai dengan -126,01% dengan tren pertumbuhan yang
fluktuatif.
III.2.5 Analisis Rasio
Analisa rasio untuk dasarnya adalah mencari perbandingan sesuatu dengan sesuatu lainnya. Oleh karena
itu dalam implementasinya akan banyak sekali rasio yang dapat diukur sesuai dengan tujuan analisis.
Analisa rasio keuangan adalah menyatakan ulang data-data keuangan atau data akuntansi secara relatif
untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan suatu perusahaan dengan menggunakan berbagai metode
perhitungan serta interpretasi atas hasil perbandingan tersebut untuk menilai kinerja keuangan selama
periode analisis. Berikut adalah perkembangan indikator utama keuangan JNM dalam kurun waktu per 31
Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025.
Tabel III.14. Rasio Keuangan JNM
FY2021 FY2022 FY2023 FY2024 FY2025
Keterangan
Audited Audited Audited Audited Audited
LIQUIDITY
Current Ratio 15,24% 4,18% 4,66% 12,37% 34,05%
Quick Ratio 8,35% 2,74% 3,06% 0,69% 0,44%
Working Capital to Asset Ratio -13,77% -22,00% -25,04% -6,67% -3,84%
SOLVABILITY
Debt to Aset Ratio 95,60% 118,39% 145,95% 176,93% 190,37%
Debt to Equity Ratio N/A N/A N/A N/A N/A
Longterm Debt to Equity Ratio N/A N/A N/A N/A N/A
PROFITABILITY
Gross Profit Margin -37,77% 4,41% -63,77% N/A N/A
Operating Profit Margin -40,74% 3,24% -81,18% N/A N/A
Net Profit Margin -100,39% -32,33% -126,01% N/A N/A
Return on Asset -15,30% -7,49% -16,17% -13,77% -14,40%
Return on Equity N/A N/A N/A N/A N/A
Sumber: Laporan Keuangan Audit JNM (data diolah)
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia III - 17
Page 79
Rasio likuiditas JNM menunjukkan tren yang fluktuatif cenderung meningkat dari periode 31 Desember 2021
sampai dengan 31 Desember 2025. Untuk periode 31 Desember 2025 JNM mencatat Current Ratio yang
meningkat menjadi 34,05% dibandingkan periode 31 Desember 2024 sebesar 12,37%, dimana rasio ini
menggambarkan kemampuan JNM melunasi utang lancar dengan aset lancarnya. Quick Ratio tercatat
menurun menjadi 0,44% dibandingkan periode 31 Desember 2024 sebesar 0,69%, dimana rasio ini
menggambarkan kemampuan JNM dalam memenuhi seluruh kewajiban jangka pendeknya dengan aset
lancar yang memiliki tingkat likuiditas tinggi. Working Capital to Asset Ratio meningkat menjadi -3,84%
dibandingkan periode 31 Desember 2024 sebesar -6,67%, dimana rasio ini menggambarkan proporsi modal
kerja terhadap total aset JNM.
Rasio solvabilitas JNM untuk periode 31 Desember 2025 mencatat Debt to Total Asset Ratio tercatat
sebesar 190,37%, dimana rasio ini menggambarkan proporsi utang terhadap asetnya dan kemampuan
melunasi utang dengan aset yang dimiliki JNM.
Rasio profitabilitas JNM menunjukkan tren yang cenderung menurun dari periode 31 Desember 2021
sampai dengan periode 31 Desember 2023. Tercatat per 31 Desember 2023 Gross Profit Margin menurun
menjadi -63,77% dibandingkan 31 Desember 2022 sebesar 4,41%. Diikuti dengan Operating Profit Margin
yang menurun menjadi -81,18% dibandingkan 31 Desember 2022 sebesar 3,24% dan Net Profit Margin
juga menunjukkan penurunan menjadi -126,01% dibandingkan 31 Desember 2022 sebesar -32,33%. Rasio
imbal hasil yang yang dihasilkan dari pemanfaatan aset (ROA) menunjukkan return negatif untuk aset
(ROA), dimana rasio imbal hasil terhadap aset (ROA) tercatat untuk periode yang berakhir per 31 Desember
2025 adalah sebesar -14,40%.
III.2.6 Informasi Perpajakan
Informasi perpajakan JNM per tanggal 31 Desember 2025 berdasarkan Laporan Keuangan Audit, utang
pajak yang terdiri dari:
PPN Rp 2.635.352.761
Pajak Penghasilan
Pasal 15 Rp 1.625.718.000
Pasal 21 Rp 857.121.708
Pasal 23 Rp 265.697.760
Lainnya Rp 340.700.081
Jumlah Rp 5.724.590.310
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia III - 18
Page 80
III.3. ANALISA KEUANGAN HISTORIS NNM (ENTITAS ANAK)
Analisis kinerja keuangan historis NNM dari analisis posisi keuangan, laba (rugi), arus kas, rasio keuangan,
dan informasi perpajakan didasarkan atas laporan keuangan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
(KAP) Soetjana, Mulyana, & Rekan untuk periode 31 Desember 2021 sampai dengan periode 31 Desember
2022 dan Kantor Akuntan Publik (KAP) Gatot Permadi, Azwir, & Abimail untuk periode 31 Desember 2023
sampai dengan 31 Desember 2025.
Dalam melakukan penilaian ini, kami tidak melakukan penyesuaian atas laporan keuangan NNM,
dikarenakan beberapa alasan terkait sebagai berikut:
➢ Tidak terdapat pos yang bersifat tidak berulang dalam operasi normal perusahaan (non-recurring), pos;
dalam laporan keuangan yang tidak mencerminkan peristiwa yang bersifat tidak berulang, atau pos di
dalam laporan keuangan yang tidak mencerminkan Nilai yang wajar;
➢ Tidak terdapat pos di luar operasi normal perusahaan yang harus dikeluarkan terlebih dahulu sebelum
melakukan perhitungan Penilaian;
➢ Tidak terdapat pos dalam laporan keuangan dari transaksi yang bersifat memiliki kepentingan kendali
(controlling interest); dan
➢ Tidak terdapat pos lainnya yang tidak wajar.
III.3.1 Laporan Posisi Keuangan
Berikut adalah laporan posisi keuangan NNM per 31 Desember 2021 sampai dengan periode 31 Desember
2025.
Tabel III.15. Laporan Posisi Keuangan NNM periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025. (dalam
Rupiah penuh)
FY2021 FY2022 FY2023 FY2024 FY2025
Keterangan
Audited Audited Audited Audited Audited
Aset
Kas dan setara kas 452.983.384 95.625.048 92.211.534 92.631.692 120.872.177
Piutang lain-lain 37.763.549 - 975.750 102.476.903 93.339.582
Pembayaran di muka - 50.000.000 79.000.000 406.722.692 718.490.344
Pajak dibayar di muka 648.938.113 785.709.957 818.201.344 1.406.058.817 336.502.594
Piutang usaha 32.908.716.375 - - - -
Aset Lancar 34.048.401.421 931.335.005 990.388.628 2.007.890.104 1.269.204.697
Piutang lain-lain – pihak berelasi 93.736.889.334 94.005.874.850 94.041.257.770 94.028.932.207 94.011.860.107
Aset tetap – nilai buku 166.482.402.476 153.632.511.373 142.418.887.044 131.909.906.184 135.151.990.601
Aset dalam penyelesaian - - - 5.617.706.760 -
Aset lainnya 723.497.000 90.000.000 - 2.776.000 2.776.000
Aset Tidak Lancar 260.942.788.810 247.728.386.223 236.460.144.814 231.559.321.151 229.166.626.708
Total Aset 294.991.190.231 248.659.721.228 237.450.533.442 233.567.211.255 230.435.831.405
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha 36.139.858.065 4.464.917.419 4.121.270.583 3.374.617.587 3.792.403.937
Utang pajak 5.678.087.743 5.038.017.903 5.243.885.734 5.026.551.261 5.185.940.437
Biaya yang masih harus dibayar - 1.277.675.920 211.658.388 688.412.399 238.746.472
Liabilitas sewa jangka pendek 13.948.502.119 15.483.786.120 7.602.328.959 - 1.160.103.371
Utang lain-lain jangka pendek 104.627.318 2.540.500 - - -
Total Liabilitas Jangka Pendek 55.871.075.245 26.266.937.862 17.179.143.664 9.089.581.247 10.377.194.217
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia III - 19
Page 81
FY2021 FY2022 FY2023 FY2024 FY2025
Keterangan
Audited Audited Audited Audited Audited
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas sewa jangka panjang 14.191.127.122 - - - 922.981.555
Liabilitas imbalan pascakerja - - 1.614.323.291 2.274.962.984 1.991.035.739
Utang lain-lain – pihak berelasi 147.994.644.425 136.177.520.341 144.980.600.307 169.553.133.999 174.227.854.632
Total Liabilitas Jangka Panjang 162.185.771.547 136.177.520.341 146.594.923.598 171.828.096.983 177.141.871.926
Total Liabilitas 218.056.846.792 162.444.458.203 163.774.067.262 180.917.678.230 187.519.066.143
Ekuitas
Modal saham 10.000.000.000 10.000.000.000 10.000.000.000 10.000.000.000 10.000.000.000
Ekuitas lainnya 131.668.909.200 131.668.909.200 131.668.909.200 131.668.909.200 131.668.909.200
Penghasilan/rugi komprehensif lain - - - (200.671.083) (100.176.843)
Akumulasi rugi (64.734.565.760) (55.453.646.175) (67.992.443.020) (88.818.705.092) (98.651.967.095)
Total Ekuitas 76.934.343.440 86.215.263.025 73.676.466.180 52.649.533.025 42.916.765.262
Total Liabilitas dan Ekuitas 294.991.190.232 248.659.721.228 237.450.533.442 233.567.211.255 230.435.831.405
Sumber: Laporan Keuangan Audit NNM
a. Aset
Posisi total aset NNM per 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 memiliki tren yang
cenderung menurun. Posisi total aset per 31 Desember 2021 tercatat sebesar Rp295,0 miliar dan terus
menurun menjadi Rp230,4 miliar per 31 Desember 2025 atau turun sebesar -21,88% dari total aset
semula pada tahun 2021 dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate
{CAGR}) untuk periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 sebesar -5,99%. Secara
komposisi untuk periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025, komposisi tertinggi
total aset NNM merupakan Aset tidak lancar dengan rata-rata komposisi sebesar 97,25% terhadap total
aset NNM, sedangkan kontribusi tertinggi atas aset tidak lancar berasal dari akun Aset tetap dengan
rata-rata komposisinya sebesar 60,40%.
b. Liabilitas
Posisi total liabilitas NNM per 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 memiliki tren yang
fluktuatif. Posisi total liabilitas per 31 Desember 2021 tercatat sebesar Rp218,1 miliar yang berfluktuatif
hingga menurun jadi Rp187,5 miliar atau sebesar -14,00% per 31 Desember 2025 dengan laju
pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate {CAGR}) untuk periode 31 Desember
2021 sampai dengan 31 Desember 2024 sebesar -3,70%. Secara komposisi untuk periode 31
Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025, komposisi tertinggi total liabilitas NNM merupakan
liabilitas jangka panjang dengan rata-rata komposisi sebesar 87,43% terhadap total liabilitas NNM,
sedangkan kontribusi tertinggi atas liabilitas jangka panjang berasal dari akun Utang lain-lain – pihak
berelasi dengan rata-rata komposisinya sebesar 97,44%.
c. Ekuitas
Posisi total ekuitas NNM per 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 memiliki tren yang
menurun. Posisi total ekuitas per 31 Desember 2021 tercatat sebesar Rp76,9 miliar turun menjadi
Rp42,9 miliar per 31 Desember 2025 atau turun sebesar -44,22% dengan laju pertumbuhan majemuk
tahunan (Compound Annual Growth Rate {CAGR}) untuk periode 31 Desember 2021 sampai dengan
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia III - 20
Page 82
31 Desember 2024 sebesar -13,58%. Secara komposisi untuk periode per 31 Desember 2025, rata-rata
komposisi ekuitas terhadap total liabilitas dan ekuitas adalah sebesar 26,59%, sedangkan komposisi
tertinggi dari total ekuitas NNM berasal dari akun ekuitas lainnya dengan rata-rata komposisinya sebesar
211,89%.
III.3.2 Laporan Laba (Rugi)
Berikut adalah laporan laba rugi NNM per 31 Desember 2021 sampai dengan periode 31 Desember 2025.
Tabel III.16. Laporan Laba (Rugi) NNM periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 (dalam Rupiah
penuh)
FY2021 FY2022 FY2023 FY2024 FY2025
Keterangan
Audited Audited Audited Audited Audited
Pendapatan 35.380.000.000 50.605.000.000 8.990.000.000 - 27.150.000.000
Beban pokok pendapatan (39.887.277.730) (34.949.462.161) (17.542.228.154) (17.058.862.314) (32.748.778.851)
Laba (Rugi) Kotor (4.507.277.730) 15.655.537.839 (8.552.228.154) (17.058.862.314) (5.598.778.851)
Beban usaha (355.579.557) (185.216.960) (3.923.237.376) (2.930.629.561) (3.318.608.594)
Laba (Rugi) Operasi (4.862.857.287) 15.470.320.879 (12.475.465.530) (19.989.491.875) (8.917.387.445)
Penghasilan lain-lain 3.370.814.122 1.625.711.188 1.964.499.201 314.244.631 548.339.126
Beban lain-lain (8.822.148.174) (7.207.852.482) (1.919.950.516) (1.151.014.828) (1.138.413.684)
Laba (Rugi) Sebelum
(10.314.191.339) 9.888.179.585 (12.430.916.845) (20.826.262.072) (9.507.462.003)
Pajak
PPh final (424.560.000) (607.260.000) (107.880.000) - (325.800.000)
Jumlah pajak penghasilan (424.560.000) (607.260.000) (107.880.000) - (325.800.000)
Laba (Rugi) Tahun
(10.738.751.339) 9.280.919.585 (12.538.796.845) (20.826.262.072) (9.833.262.003)
Berjalan
Sumber: Laporan Keuangan Audit NNM
a. Pendapatan
Pendapatan NNM per 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 menunjukkan
pertumbuhan dengan tren yang menurun dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound
Annual Growth Rate {CAGR}) sebesar -6,40%. Untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025 tercatat
pendapatan NNM adalah sebesar Rp27,2 miliar.
b. Beban Pokok Pendapatan
Beban pokok pendapatan NNM per 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025
menunjukkan pertumbuhan dengan tren yang fluktuatif cenderung turun dengan laju pertumbuhan
majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate {CAGR}) sebesar -4,81%. Untuk tahun 2021 sampai
dengan 2025 rata-rata proporsi beban pokok pendapatan terhadap pendapatan adalah sebesar
-124,39%. Untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, tercatat beban pokok pendapatan NNM
adalah sebesar -Rp32,7 miliar.
c. Beban Usaha
Beban Usaha NNM per 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan
dengan tren meningkat dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia III - 21
Page 83
{CAGR}) sebesar 74,79%. Untuk tahun 2021 sampai dengan 2025 rata-rata proporsi beban usaha
terhadap pendapatan adalah sebesar -14,31%. Untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025,
tercatat total beban usaha NNM adalah sebesar -Rp3,3 miliar.
d. Laba (Rugi) Tahun Berjalan
Laba (rugi) tahun berjalan NNM per 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 mengalami
tren yang berfluktuatif. Posisi rugi tahun berjalan per 31 Desember 2021 tercatat sebesar -Rp10,7 miliar
naik menjadi -Rp9,8 miliar atau turun sebesar -8,43%. NNM hanya mengalami laba pada tahun 2022
yang dipengaruhi oleh meningkatnya pendapatan yang signifikan pada tahun tersebut. Untuk periode
yang berakhir 31 Desember 2025, tercatat rugi tahun berjalan NNM adalah sebesar -Rp9,8 miliar.
III.3.3 Laporan Arus Kas
Berikut adalah laporan arus kas NNM per 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025.
Tabel III.17. Laporan Arus Kas NNM periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 (dalam Rupiah
penuh)
FY2021 FY2022 FY2023 FY2024 FY2025
Keterangan
Audited Audited Audited Audited Audited
Penerimaan dari pelanggan 63.599.900.818 84.741.392.295 8.990.000.000 - 27.150.000.000
Pembayaran kepada karyawan - - (2.106.507.312) (2.243.546.219) (11.955.709.137)
Pembayaran kepada pemasok
15.556.316.698 (59.757.026.077) (7.654.852.974) (8.799.174.536) (11.967.191.401)
dan kegiatan operasi lainnya
Penerimaan bunga 5.800.001 1.468.085 264.532 483.763 42.425.569
Pembayaran bunga (840.987.830) (620.140.277) (153.940.565) (258.242.923) (25.094.926)
Kas neto dari aktivitas
78.321.029.687 24.365.694.026 (925.036.319) (11.300.479.915) 3.244.430.105
operasi
Perolehan aset tetap (11.762.737.560) (18.000.000) - (51.597.900) (6.004.414.707)
Perolehan aset dalam
- - - (5.617.706.760) (3.969.580.472)
penyelesaian
Kas neto dari aktivitas
(11.762.737.560) (18.000.000) - (5.669.304.660) (9.973.995.179)
investasi
Pihak berelasi (52.842.399.876) (12.049.209.241) 8.803.079.966 24.572.533.692 4.674.720.633
Liabilitas sewa (13.948.502.119) (12.655.843.121) (7.881.457.161) (7.602.328.959) 2.083.084.926
Kas neto dari aktivitas
(66.790.901.995) (24.705.052.362) 921.622.805 16.970.204.733 6.757.805.559
pendanaan
Kenaikan (penurunan) Neto
(232.609.868) (357.358.336) (3.413.514) 420.158 28.240.485
Kas dan Setara
Pengaruh perubahan kurs
487.506.370 - - - -
valuta asing
Kas dan setara kas Awal
198.086.883 452.983.385 95.625.049 92.211.535 92.631.693
Tahun
Kas dan setara kas Akhir
452.983.384 95.625.048 92.211.534 92.631.692 120.872.177
Tahun
Sumber: Laporan Keuangan Audit NNM
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia III - 22
Page 84
Dari laporan arus kas yang diperoleh, aktivitas arus kas NNM untuk periode yang berakhir per
31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
➢ Arus kas bersih dari aktivitas operasi NNM menunjukkan arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar
Rp3,2 miliar masuk, tercatat mengalami kenaikan jika di bandingkan dengan periode 31 Desember 2024
yang disebabkan oleh beberapa faktor, terutama meningkatnya penerimaan dari pelanggan pada
periode 31 Desember 2025 sebesar Rp27,2 miliar dari Rp0 miliar pada periode 31 Desember 2024.
➢ Arus kas bersih dari aktivitas investasi NNM menunjukkan arus kas keluar bersih dari aktivitas investasi
sebesar -Rp9,97 miliar keluar, tercatat meningkat jika di bandingkan dengan periode 31 Desember 2024
yang disebabkan oleh meningkatnya perolehan aset tetap pada periode 31 Desember 2025.
➢ Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan NNM menunjukkan arus kas masuk bersih dari aktivitas
pendanaan sebesar Rp6,76 miliar, tercatat menurun jika di bandingkan dengan periode 31 Desember
2024 yang sebagian besar berasal dari penurunan transaksi dengan pihak berelasi pada periode 31
Desember 2025.
➢ Surplus periode berjalan NNM untuk periode 31 Desember 2025 adalah sebesar Rp28,2 juta masuk.
III.3.4 Analisis Vertikal
Berikut adalah analisis common size (analisis vertikal) NNM dalam kurun waktu per 31 Desember 2021
sampai dengan 31 Desember 2025.
Tabel III.18. Analisis Vertikal Posisi Keuangan NNM periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
FY2021 FY2022 FY2023 FY2024 FY2025
Keterangan
Audited Audited Audited Audited Audited
Aset
Kas dan setara kas 1,33% 10,27% 9,31% 4,61% 9,52%
Piutang lain-lain 0,11% 0,00% 0,10% 5,10% 7,35%
Pembayaran di muka 0,00% 5,37% 7,98% 20,26% 56,61%
Pajak dibayar di muka 1,91% 84,36% 82,61% 70,03% 26,51%
Piutang usaha 96,65% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Aset Lancar 11,54% 0,37% 0,42% 0,86% 0,55%
Piutang lain-lain – pihak berelasi 35,92% 37,95% 39,77% 40,61% 41,02%
Aset tetap – nilai buku 63,80% 62,02% 60,23% 56,97% 58,98%
Aset dalam penyelesaian 0,00% 0,00% 0,00% 2,43% 0,00%
Aset lainnya 0,28% 0,04% 0,00% 0,00% 0,00%
Aset Tidak Lancar 88,46% 99,63% 99,58% 99,14% 99,45%
Total Aset 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha 64,68% 17,00% 23,99% 37,13% 36,55%
Utang pajak 10,16% 19,18% 30,52% 55,30% 49,97%
Biaya yang masih harus dibayar 0,00% 4,86% 1,23% 7,57% 2,30%
Liabilitas sewa jangka pendek 24,97% 58,95% 44,25% 0,00% 11,18%
Utang lain-lain jangka pendek 0,19% 0,01% 0,00% 0,00% 0,00%
Total Liabilitas Jangka Pendek 25,62% 16,17% 10,49% 5,02% 5,53%
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas sewa jangka panjang 8,75% 0,00% 0,00% 0,00% 0,52%
Liabilitas imbalan pascakerja 0,00% 0,00% 1,10% 1,32% 1,12%
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia III - 23
Page 85
FY2021 FY2022 FY2023 FY2024 FY2025
Keterangan
Audited Audited Audited Audited Audited
Utang lain-lain – pihak berelasi 91,25% 100,00% 98,90% 98,68% 98,35%
Total Liabilitas Jangka Panjang 74,38% 83,83% 89,51% 94,98% 94,47%
Total Liabilitas 73,92% 65,33% 68,97% 77,46% 81,38%
Ekuitas
Modal saham 13,00% 11,60% 13,57% 18,99% 23,30%
Ekuitas lainnya 171,14% 152,72% 178,71% 250,09% 306,80%
Penghasilan/rugi komprehensif
lain 0,00% 0,00% 0,00% -0,38% -0,23%
Akumulasi rugi -84,14% -64,32% -92,29% -168,70% -229,87%
Total Ekuitas 26,08% 34,67% 31,03% 22,54% 18,62%
Total Liabilitas dan Ekuitas 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Sumber: Laporan Keuangan Audit NNM (data diolah)
Dari tabel di atas dapat dilihat dalam kurun waktu per 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember
2025 komposisi tertinggi total aset NNM merupakan aset tidak lancar dengan rata-rata komposisi sebesar
97,25% terhadap total aset NNM, , sedangkan kontribusi tertinggi atas aset tidak lancar berasal dari akun
aset tetap – nilai buku dengan rata-rata komposisinya sebesar 60,40% dan total aset NNM menunjukkan
tren yang cenderung menurun.
Komposisi tertinggi total liabilitas NNM merupakan liabilitas jangka panjang dengan rata-rata komposisi
sebesar 87,43% terhadap total liabilitas NNM, sedangkan kontribusi tertinggi atas liabilitas jangka panjang
berasal dari akun utang lain-lain – pihak berelasi dengan rata-rata komposisinya sebesar 97,44%, dan total
liabilitas NNM menunjukkan tren yang cenderung meningkat.
Untuk sisi ekuitas rata-rata komposisi ekuitas terhadap total liabilitas dan ekuitas adalah sebesar 26,59%,
sedangkan komposisi tertinggi dari total ekuitas NNM berasal dari akun ekuitas lainnya dengan rata-rata
komposisinya sebesar 211,89%, dan total ekuitas NNM menunjukkan tren yang cenderung menurun.
Tabel III.19. Analisis Vertikal Laba/Rugi NNM periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
FY2021 FY2022 FY2023 FY2024 FY2025
Keterangan
Audited Audited Audited Audited Audited
Pendapatan 100,00% 100,00% 100,00% N/A 100,00%
Beban pokok pendapatan -112,74% -69,06% -195,13% N/A -120,62%
Laba (Rugi) Kotor -12,74% 30,94% -95,13% N/A -20,62%
Beban usaha -1,01% -0,37% -43,64% N/A -12,22%
Laba (Rugi) Operasi -13,74% 30,57% -138,77% N/A -32,84%
Penghasilan lain-lain 9,53% 3,21% 21,85% N/A 2,02%
Beban lain-lain -24,94% -14,24% -21,36% N/A -4,19%
Laba (Rugi) Sebelum Pajak -29,15% 19,54% -138,27% N/A -35,02%
PPh final -1,20% -1,20% -1,20% N/A -1,20%
PPh non final 0,00% 0,00% 0,00% N/A 0,00%
Jumlah pajak penghasilan -1,20% -1,20% -1,20% N/A -1,20%
Laba (Rugi) Tahun Berjalan -30,35% 18,34% -139,47% N/A -36,22%
Sumber: Laporan Keuangan Audit NNM (data diolah)
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia III - 24
Page 86
Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa dalam kurun waktu per 31 Desember 2021 sampai dengan 31
Desember 2025, perbandingan beban pokok pendapatan terhadap pendapatan berkisar antara -69,06%
sampai -195,13% dengan tren yang berfluktuatif cenderung menurun. Untuk perbandingan laba (rugi) kotor
terhadap pendapatan berkisaran -95,13% sampai dengan 30,94% dengan tren pertumbuhan yang
cenderung berfluktuatif.
Untuk perbandingan beban usaha terhadap pendapatan berkisaran -0,37% sampai dengan -43,64%
dengan tren pertumbuhan yang cenderung meningkat. Untuk perbandingan laba (rugi) operasi terhadap
pendapatan berkisaran -138,77% sampai dengan 30,57% dengan tren pertumbuhan yang cenderung
berfluktuatif.
Sementara perbandingan laba (rugi) sebelum pajak terhadap pendapatan NNM berkisar antara -138,27%
sampai dengan 19,54% dengan tren pertumbuhan yang cenderung berfluktuatif. Untuk perbandingan laba
(rugi) tahun berjalan terhadap pendapatan berkisar antara -139,47% sampai dengan 18,34% dengan tren
pertumbuhan yang cenderung berfluktuatif.
III.3.5 Analisis Rasio
Analisa rasio untuk dasarnya adalah mencari perbandingan sesuatu dengan sesuatu lainnya. Oleh karena
itu dalam implementasinya akan banyak sekali rasio yang dapat diukur sesuai dengan tujuan analisis.
Analisa rasio keuangan adalah menyatakan ulang data-data keuangan atau data akuntansi secara relatif
untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan suatu perusahaan dengan menggunakan berbagai metode
perhitungan serta interpretasi atas hasil perbandingan tersebut untuk menilai kinerja keuangan selama
periode analisis. Berikut adalah perkembangan indikator utama keuangan NNM dalam kurun waktu 31
Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025.
Tabel III.20. Rasio Keuangan NNM
FY2021 FY2022 FY2023 FY2024 FY2025
Keterangan
Audited Audited Audited Audited Audited
LIQUIDITY
Current Ratio 60,94% 3,55% 5,77% 22,09% 12,23%
Quick Ratio 59,78% 0,36% 0,54% 2,15% 2,06%
Working Capital to Asset Ratio -7,40% -10,19% -6,82% -3,03% -3,95%
SOLVABILITY
Debt to Asset 59,74% 60,99% 64,26% 72,59% 76,51%
Debt to Equity 229,08% 175,91% 207,10% 322,04% 410,82%
Longterm Debt to Equity 210,81% 157,95% 196,78% 322,04% 408,12%
PROFITABILITY
Gross Profit Margin -12,74% 30,94% -95,13% N/A -20,62%
Operating Profit Margin -13,74% 30,57% -138,77% N/A -32,84%
Net Profit Margin -30,35% 18,34% -139,47% N/A -36,22%
Return on Asset -3,64% 3,73% -5,28% -8,92% -4,27%
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia III - 25
Page 87
FY2021 FY2022 FY2023 FY2024 FY2025
Keterangan
Audited Audited Audited Audited Audited
Return on Equity -13,96% 10,76% -17,02% -39,56% -22,91%
Sumber: Laporan Keuangan Audit NNM (data diolah)
Rasio likuiditas NNM menunjukkan tren yang fluktuatif namun menurun dari periode 31 Desember 2021
sampai dengan 31 Desember 2025, dimana untuk periode 31 Desember 2025 NNM mencatat Current Ratio
yang turun menjadi 12,23% dibandingkan periode 31 Desember 2021 sebesar 22,09%, dimana rasio ini
menggambarkan kemampuan NNM melunasi utang lancar dengan aset lancarnya. Quick Ratio menurun
menjadi 2,06% dibandingkan periode 31 Desember 2021 sebesar 2,15%, dimana rasio ini menggambarkan
kemampuan NNM dalam memenuhi seluruh kewajiban jangka pendeknya dengan tren fluktuatif selama 5
tahun. Net Working Capital to Asset Ratio naik menjadi -3,95% dibandingkan tahun periode 31 Desember
2024 sebesar -3,03%, dimana rasio ini menggambarkan proporsi modal kerja terhadap total aset NNM.
Rasio solvabilitas NNM untuk periode 31 Desember 2025 mencatat Total Debt to Total Asset Ratio pada
periode yang sama tercatat sebesar 75,61%, dimana rasio ini menggambarkan proporsi utang terhadap
asetnya dan kemampuan melunasi utang dengan aset yang dimiliki. Total Debt to Equity Ratio sebesar
410,82%, dimana rasio ini menggambarkan besaran utang terhadap ekuitasnya. Long Term Debt to Equity
Ratio tercatat sebesar 408,12% dimana rasio ini menggambarkan besaran utang jangka panjang terhadap
ekuitas NNM.
Rasio profitabilitas NNM menunjukkan tren yang berfluktuatif dari periode 31 Desember 2021 sampai
dengan periode 31 Desember 2025. Tercatat per 31 Desember 2025 Gross Profit Margin meningkat menjadi
-20,62% dibandingkan 31 Desember 2023 sebesar -95,13%. Diikuti dengan Operating Profit Margin yang
juga meningkat menjadi -32,84% dibandingkan 31 Desember 2023 sebesar -138,77% dan Net Profit Margin
menunjukkan peningkatan menjadi -36,22% dibandingkan 31 Desember 2023 sebesar -139,47%. Rasio
imbal hasil yang dihasilkan dari pemanfaatan aset (ROA) dan ekuitas (ROE) menunjukkan return negatif,
dimana rasio imbal hasil terhadap aset (ROA) tercatat untuk periode yang berakhir per 31 Desember 2025
adalah sebesar -4,27% dan rasio imbal hasil terhadap ekuitas (ROE) untuk periode yang berakhir per 31
Desember 2025 sebesar -22,91%.
III.3.6 Informasi Perpajakan
Informasi perpajakan NNM per tanggal 31 Desember 2025 berdasarkan Laporan Keuangan Audit, utang
pajak yang terdiri dari:
Pajak penghasilan
Pasal 15 Rp 2.532.096.149
Pasal 26 Rp 2.509.093.792
Pasal 21 Rp 46.717.375
Pasal 23 Rp 14.647.652
PPN keluaran Rp 83.385.469
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia III - 26
Page 88
Total Rp 5.185.940.437
Sedangkan, manfaat (beban) pajak NNM per 31 Desember 2025 terdiri dari:
Pajak penghasilan final Rp 325.800.000
Total Rp 325.800.000
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia III - 27
Page 89
BAB IV
ANALISIS RISIKO
Analisis risiko untuk SGI adalah satu kajian sistematis tentang ketidakpastian dan risiko yang akan dihadapi dalam
industri rekayasa, pengadaan, dan konstruksi. Analisis risiko akan mengidentifikasi risiko-risiko yang dihadapi oleh
perusahaan, memahami bagaimana dan kapan mereka muncul, serta mengestimasi dampak (finansial atau
lainnya) dari kejadian yang tidak diinginkan.
Ketidakpastian, yang secara konstan muncul di kehidupan bisnis, sering kali memberikan dampak pada
pengambilan keputusan dan tindakan. Ketika berbicara tentang risiko, umumnya akan merujuk pada beberapa
dampak buruk yang akan muncul, seperti inflasi, fluktuasi nilai tukar mata uang, dan lain-lain. Oleh karena itu,
umumnya risiko perlu dihindari atau dikurangi.
Tujuan dari analisis risiko ini adalah untuk mengurangi kerugian finansial yang menyebabkan ketidakpastian pada
pengoperasian bisnis industri rekayasa, pengadaan, dan konstruksi.
IV.1 RISIKO KREDIT
Aktivitas utama yang dilakukan SGI sebagai salah satu perusahaan yang bergerak dalam industri rekayasa,
pengadaan, dan konstruksi. Dalam melaksanakan aktivitasnya, perusahaan yang bergerak pada bidang
rekayasa, pengadaan, dan konstruksi dihadapkan pada risiko kredit. Risiko kredit adalah risiko akibat
kegagalan pelanggan dan/atau pihak lain dalam memenuhi kewajiban kepada SGI. Tingginya risiko kredit
dapat memicu terjadinya kerugian sehingga mengganggu perputaran dana SGI.
Berdasarkan keadaan dan lingkungan yang mempengaruhinya, risiko yang dihadapi SGI dapat
dikategorikan menjadi risiko sistemik (Systemic Risk), yaitu risiko yang berasal dari kondisi makro seperti
perubahan kebijakan pemerintah, kondisi pasar, serta situasi ekonomi secara umum, dan risiko tidak
sistemik (Unsystemic Risk) yang melekat pada kegiatan usaha SGI. Salah satu risiko tidak sistemik yang
dihadapi SGI adalah risiko kredit yang timbul dari pengelolaan piutang usaha. SGI memiliki piutang usaha
dengan periode penagihan relatif singkat, sehingga secara umum memiliki tingkat kolektabilitas yang baik.
Namun, risiko kredit tetap dapat timbul dari kemungkinan keterlambatan atau kegagalan pelanggan dalam
memenuhi kewajibannya sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati. Sehingga, SGI perlu melakukan
pemantauan terhadap piutang serta menerapkan pengelolaan kredit yang memadai guna menjaga tingkat
kolektabilitas piutang usaha.
IV.2 RISIKO KEBIJAKAN/PERATURAN PEMERINTAH
Kebijakan/peraturan pemerintah baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah yang dikeluarkan di
kemudian hari tentunya dapat menjadi suatu risiko apabila memberikan dampak yang kurang baik bagi
kelangsungan usaha bisnis SGI sebagai salah satu industri strategis di Indonesia. Sebagai perusahaan
yang bergerak di bidang rekayasa, pengadaan, dan konstruksi telekomunikasi, kegiatan usaha SGI tunduk
pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, khususnya di sektor telekomunikasi yang
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia IV - 1
Page 90
berada di bawah kewenangan Kementerian Komunikasi dan Digital. Mengingat kegiatan usaha SGI juga
berkaitan dengan penggelaran infrastruktur telekomunikasi, termasuk yang berpotensi melibatkan wilayah
laut, maka SGI juga perlu memperhatikan ketentuan yang ditetapkan oleh instansi terkait lainnya seperti
Kementerian Kelautan dan Perikanan. Perubahan atau penyesuaian terhadap kebijakan dan peraturan yang
berlaku di sektor-sektor tersebut dapat mempengaruhi kegiatan usaha SGI, khususnya dalam hal perizinan,
pelaksanaan proyek, serta pemenuhan kewajiban administratif lainnya. Oleh karena itu, SGI perlu
memastikan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku untuk meminimalkan potensi risiko terhadap
kelangsungan usahanya.
IV.3 RISIKO OPERASIONAL
Pengelolaan risiko operasional dalam industri rekayasa, pengadaan, dan konstruksi dilakukan dengan terus
melakukan penyempurnaan atau penyesuaian sistem dan kerja, serta peningkatan kapabilitas teknis dan
manajemen proyek secara berkelanjutan agar memenuhi standar kualitas dan kebutuhan pelanggan.
Beberapa risiko operasional yang dapat diidentifikasi antara lain meliputi kinerja pelaksanaan proyek,
ketepatan waktu penyelesaian pekerjaan, serta kualitas hasil konstruksi. Selain itu, risiko juga mencakup
ketersediaan dan kesiapan peralatan serta kapal pendukung, kondisi cuaca dan lingkungan kerja yang
dapat mempengaruhi pelaksanaan proyek, serta koordinasi dengan pihak ketiga. SGI juga menghadapi
risiko terkait fluktuasi biaya proyek dan ketersediaan tenaga kerja terampil yang sesuai dengan kebutuhan
proyek. Seiring dengan perkembangan teknologi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia menjadi
faktor penting dalam menjaga efisiensi dan kualitas pelaksanaan pekerjaan. SGI perlu memastikan
penerapan manajemen proyek yang efektif, pengendalian kualitas yang memadai, serta pengelolaan
sumber daya secara optimal untuk meminimalkan potensi risiko operasional yang dapat mempengaruhi
kinerja SGI.
IV.4 RISIKO KOMPETISI
Kegiatan usaha bidang rekayasa, pengadaan, dan konstruksi di Indonesia cukup banyak dilakukan oleh
berbagai perusahaan, baik perusahaan nasional maupun multinasional. Sejumlah pesaing tersebut
berkompetisi dalam memperoleh proyek. Berdasarkan kondisi pasar, jumlah perusahaan konstruksi di
Indonesia pada tahun 2024 mencapai lebih dari 186 ribu perusahaan, dengan dominasi perusahaan
berskala kecil yang mencerminkan tingginya tingkat persaingan di pasar. Di sisi lain, terdapat sejumlah
perusahaan besar yang memiliki kapasitas dan skala usaha lebih besar sehingga turut mendominasi proyek-
proyek berskala besar. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan pembangunan infrastruktur telekomunikasi
di Indonesia, tingkat persaingan dalam industri rekayasa, pengadaan, dan konstruksi diperkirakan akan
tetap tinggi, baik dari sisi harga maupun kualitas. Kondisi ini dapat memberikan tekanan terhadap margin
serta peluang SGI dalam memperoleh proyek. Untuk meningkatkan daya saing, SGI perlu terus memperkuat
kapabilitas teknis dan menjaga kualitas pelaksanaan proyek di tengah dinamika industri konstruksi dan
infrastruktur jaringan.
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia IV - 2
Page 91
IV.5 RISIKO HUKUM
Risiko hukum berkaitan dengan kemungkinan timbulnya tuntutan hukum terhadap SGI sebagai akibat
kurang memadai atau lemahnya kerangka hukum, kurang memadainya bukti-bukti transaksi dan sempitnya
cakupan kewajiban yang tercakup dalam kontrak kerja sama ataupun transaksi keuangan lainnya. Untuk
menghadapinya, SGI harus dapat memastikan bahwa segala kegiatan dan hubungan kerja dengan pihak-
pihak yang terkait dilandasi oleh peraturan dan syarat-syarat serta ketentuan kerja yang telah diatur untuk
melindungi kepentingan SGI dari sisi hukum beserta tuntutan yang dapat terjadi di masa depan.
IV.6 RISIKO REPUTASI
Risiko reputasi dapat timbul dari adanya pemberitaan sepihak atau buruknya opini publik yang dapat
berdampak pada berkurangnya jumlah pelanggan atau menurunnya pendapatan. Dalam industri rekayasa,
pengadaan, dan konstruksi, reputasi SGI sangat dipengaruhi oleh kualitas hasil pekerjaan, ketepatan waktu
penyelesaian proyek, serta kepatuhan terhadap standar yang berlaku. Untuk menghadapinya, SGI perlu
menjaga kualitas pelaksanaan proyek melalui pengendalian mutu (quality control) pada layanan yang di
tawarkan maupun kegiatan paparan publik agar dapat tercipta Good Corporate Governance.
IV.7 RISIKO STRATEGI
Risiko strategi berhubungan dengan potensi kerugian yang dapat timbul sebagai akibat keputusan bisnis
yang tidak tepat, strategi bisnis yang salah atau ketidakmampuan SGI dalam memanfaatkan berbagai
peluang baru maupun penyesuaian terhadap perubahan lingkungan eksternal. Untuk menghadapinya, SGI
harus dapat mengumpulkan semua informasi yang penting bagi perkembangan usaha dan memantau
pergerakan pasar dan meningkatkan prinsip kehati-hatian sewaktu mempertimbangkan faktor dalam proses
pengambilan keputusan.
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia IV - 3
Page 92
BAB V
PENDEKATAN, METODE DAN HASIL PENILAIAN
V.1 METODE PENILAIAN YANG UMUM DIGUNAKAN
Pendekatan dan metode penilaian Bisnis yang umum digunakan adalah:
1. Pendekatan pendapatan dengan metode diskonto arus kas;
2. Pendekatan pasar dengan metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek;
3. Pendekatan aset dengan metode kapitalisasi kelebihan pendapatan;
4. Pendekatan aset dengan metode penyesuaian aset bersih.
V.1.1 Metode Diskonto Arus Kas
Metode diskonto arus kas ini merupakan metode penilaian yang didasarkan pada pendekatan pendapatan.
Untuk menggunakan metode ini, sebelum melakukan proses diskonto (discounting), terlebih dahulu harus
diproyeksikan pendapatan mendatang berupa arus kas bersih untuk ekuitas (net cash flow to equity) atau
arus kas bersih untuk kapital (net cash flow to invested capital) sesuai dengan sifat dan jenis usaha yang
dinilai. Setelah proyeksi dibuat, langkah berikutnya adalah menetapkan tingkat diskonto (discount rate) yang
tepat. Proses selanjutnya adalah mendiskonto nilai-nilai arus kas bersih yang telah diproyeksikan, termasuk
nilai periode kekal (continuing value), dengan faktor diskonto (discount factor) yang diperoleh dari tingkat
diskonto sesuai dengan periode proyeksinya. Jika yang didiskonto adalah arus kas bersih untuk ekuitas,
maka nilai kini (present value) dari keseluruhan pendapatan di masa mendatang tersebut merupakan nilai
ekuitas, sedangkan jika yang didiskonto adalah arus kas bersih untuk kapital, jumlah nilai kini tersebut
merupakan nilai perusahaan (corporate value), yang masih harus dikurangi dengan nilai liabilitas untuk
mendapatkan nilai ekuitas.
V.1.2 Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek
Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek merupakan metode penilaian yang didasarkan pada
pendekatan pasar (market based approach). Dengan metode ini, nilai pasar saham ditetapkan berdasarkan
harga yang telah atau pernah terjadi dari perusahaan sejenis yang sebanding dan sepadan. Nilai pasar dari
perusahaan pembanding diambil dari pasar modal (perusahaan publik/terbuka).
Syarat utama dari penggunaan metode ini adalah perusahaan pembanding harus sebanding dan sepadan
dengan perusahaan yang akan dinilai dalam berbagai variabel pembanding, antara lain sales turnover,
ekuitas, struktur modal (leverage), aset dan komposisi aset, tingkat laba, dan rasio-rasio keuangan.
Jika telah diperoleh perusahaan yang sebanding dan sepadan, nilai pasar saham perusahaan yang dinilai
diperoleh dengan cara mengalikan pendapatan perusahaan dengan beberapa rasio yang diperoleh dari
perusahaan pembanding, seperti rasio P/E (price/earnings), P/SR (price/sales revenue), P/BV (price/book
value of equity), MVIC/EBIT (market value invested capital/earning before interest, tax) MVIC/EBITDA
(market value invested capital/earning before interest, tax, depreciation, and amortization), MVIC/BVIC
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia V-1
Page 93
(market value invested capital/book value invested capital), MVIC/REVENUE (market value invested
capital/revenue), dan sebagainya.
V.1.3 Metode Penyesuaian Aset Bersih
Merupakan metode penilaian yang berdasarkan pada pendekatan neraca (balance sheet approach).
Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan liabilitas (liabilities) harus disesuaikan menjadi nilai
pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank
atau hutang bank).
Aset lancar (current assets) harus dinilai ulang, misalnya untuk piutang dengan mengurangkan jumlah yang
tak dapat ditagih secara normal. Aset tetap seperti tanah, bangunan, dan mesin-mesin perlu dinilai dengan
konsep penilaian properti yang berlaku umum.
Selain aset berwujud, Nilai pasar aset tak berwujud (intangible assets) seperti hak paten, lisensi, biaya riset
dan pengembangan, dan daftar langganan (pool of captive customer), juga harus dihitung. Nilai pasar aset
tak berwujud tersebut diperoleh dengan melakukan penilaian terhadap tiap-tiap aset tersebut secara
terpisah. Nilai pasar ekuitas (net worth) kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai seluruh
aset dan liabilitas (liabilities) yang telah disesuaikan.
V.2 METODE PENILAIAN SGI DAN ENTITAS ANAK
V.2.1 Metode Penilaian yang Digunakan
SGI memiliki investasi pada entitas anak, yaitu JNM sebesar 99%, dan kepemilikan JNM pada entitas
anaknya, yaitu NNM sebesar 99%. Dalam hal melakukan penilaian saham SGI, penilaian dilakukan secara
terpisah sesuai dengan persentase kepemilikannya.
Pendekatan penilaian yang digunakan dalam penilaian saham SGI (Entitas Induk/Parent Entity) adalah
Pendekatan Pendapatan (Income Approach) dengan metode Diskonto Arus Kas (Discounted
Cashflow/“DCF”) dan Pendekatan Pasar (Market Approach) dengan metode pembanding perusahaan
tercatat di bursa efek (Guideline Publicly Traded Company/“GPTC”), sedangkan pendekatan penilaian yang
digunakan dalam penilaian saham JNM dan NNM (subsidiary) adalah Pendekatan Biaya (Cost Approach)
dengan metode Penyesuaian Aset Bersih (“PAB”). Selanjutnya nilai - nilai yang diperoleh dari setiap metode
tersebut direkonsiliasi dengan melakukan pembobotan.
Pendekatan pendapatan dengan metode DCF digunakan dalam penilaian saham SGI (Entitas Induk/Parent
Entity) mengingat bahwa pendapatan yang diperoleh dimasa yang akan datang dapat diperkirakan dengan
cukup meyakinkan, dan SGI merupakan perusahaan yang beroperasi dengan baik (going concern)
sehingga dapat men-generate income secara berkesinambungan, dengan asumsi going concern, yaitu
aktivitas operasi berjalan terus walaupun pemilik atau manajemen berganti dan ketersediaan data terkait
dengan Pendekatan Pendapatan dengan metode DCF untuk melakukan penilaian SGI sudah memadai.
Pendekatan pasar dengan menggunakan metode GPTC digunakan dalam penilaian saham SGI karena
meskipun di pasar saham perusahaan terbuka tidak diperoleh informasi mengenai perusahaan sejenis
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia V-2
Page 94
dengan skala usaha dan aset yang setara, namun diperkirakan data saham perusahaan terbuka yang ada
dapat digunakan sebagai data perbandingan atas nilai saham dan ketersediaan data terkait dengan
pendekatan pasar dengan menggunakan metode GPTC untuk melakukan penilaian saham SGI sudah
memadai.
Pendekatan aset dengan Metode PAB digunakan dalam penilaian saham JNM dan NNM dengan
mempertimbangkan kinerja keuangan perusahaan yang tercermin dalam laporan posisi keuangan dan laba
rugi periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 menunjukkan kondisi bisnis tidak
mencerminkan usaha yang berkelanjutan (not going concern). JNM dan NNM juga memiliki karakteristik
sebagai heavy asset based company, hal ini tercermin berdasarkan komposisi aset tetap terhadap aset
tidak lancar yang memiliki kontribusi signifikan terhadap total aset JNM dan NNM. Selain itu ketersediaan
data terkait dengan pendekatan aset dengan Metode PAB untuk melakukan penilaian JNM dan NNM sudah
memadai.
Dalam menentukan pendekatan penilaian dan metode penilaian tersebut kami telah mempertimbangkan
ketentuan-ketentuan dari POJK 35/2020 dan KEPI & SPI.
Berdasarkan strategi dan rencana masa depan (business plan), SGI (Entitas Induk/Parent Entity) akan tetap
terus melanjutkan operasinya yaitu jasa penggelaran kabel bawah laut, jasa perbaikan kabel bawah laut,
dan manage serviced. Dalam penilaian ini, jangka waktu proyeksi disajikan sampai dengan FY2030.
V.2.2 Control Premium (“CP”), Discount for Lack of Control (“DLOC”) dan Discount for Lack of
Marketability (“DLOM”)
V.2.2.1 Control Premium (“CP”) dan Discount for Lack of Control (“DLOC”)
CP dan DLOC mencerminkan perubahan terhadap nilai dari penyertaan mayoritas atau pengurangan
terhadap nilai dari penyertaan minoritas sebagai pengaruh dari ketiadaan pengendalian dari pemilik yang
berada dalam posisi minoritas atau dibatasi pengendaliannya.
Dalam hal objek penilaian merupakan perusahaan terbuka, Premi Pengendalian (Premium for Control) atau
Diskon Pengendalian (Discount for Lack of Control) yang dapat digunakan dalam penilaian adalah antara
20% (dua puluh perseratus) sampai dengan 35% (tiga puluh lima perseratus) dari indikasi nilai.
Dalam hal objek penilaian merupakan perusahaan tertutup, Premi Pengendalian (Premium for Control) atau
Diskon Pengendalian (Discount for Lack of Control) yang dapat digunakan dalam penilaian adalah antara
30% (tiga puluh perseratus) sampai dengan 70% (tujuh puluh perseratus) dari indikasi nilai.
Lebih jauh, dijelaskan dalam menggunakan Premi Pengendalian (Premium for Control) atau Diskon
Pengendalian (Discount for Lack of Control), maka Penilai Bisnis wajib memperhatikan: (1) Besarnya
kerugian pemegang saham minoritas dari perusahaan tertutup apabila dibandingkan dengan pemegang
saham minoritas perusahaan yang tercatat di bursa efek; (2) Hal-hal yang dapat dilakukan oleh pemegang
saham pengendali terhadap perusahaan yang dikendalikan untuk membuat saham yang dimilikinya lebih
menguntungkan.
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia V-3
Page 95
Keuntungan posisi pengendali dalam perusahaan tertutup:
1. Menetapkan kebijakan perusahaan dan mempengaruhi operasional usaha
2. Menunjuk manajemen dan menentukan kompensasi dan tunjangan manajemen
3. Wewenang untuk mengakuisisi dan menjual, mengeliminasi aset bisnis
4. Wewenang untuk memilih vendor dan pemasok
5. Memfasilitasi reorganisasi bisnis:
a) Akuisisi bisnis
b) Disposisi bisnis
c) Likuidasi
d) Rekapitalisasi
e) Penawaran umum perdana
6. Jual atau beli saham treasury
7. Wewenang untuk mendikte kebijakan dan pembayaran dividen
8. Wewenang untuk merevisi dokumen organisasi perusahaan
9. Kemampuan untuk membuat atau merevisi dokumen pembelian/penjualan
10. Wewenang untuk membatalkan/memblokir (hak veto) semua hal di atas (National Association of
Certified Valuators and Analysts (NACVA): Fundamentals, Techniques & Theory, 2012).
Beberapa hak pengendali yang tidak dimiliki pemegang hak kepemilikan minoritas adalah kemampuan
untuk melakukan:
1. Pemilihan atau penunjukan manajemen perusahaan
2. Menentukan kompensasi dan perquisites manajemen
3. Menetapkan kebijakan investasi dan perubahan arah bisnis perusahaan
4. Memperoleh dan/atau melikuidasi aset perusahaan
5. Meminjam dana atas nama perusahaan
6. Melakukan likuidasi, lebur, jual, atau rekapitalisasi perusahaan
7. Menyatakan dan membayar distribusi (Natasha M. Perssico, 2017)
Kepemilikan mayoritas, memiliki hak kendali. Akibatnya, kepemilikan saham yang mayoritas/pengendali
pada perusahaan biasanya bernilai lebih tinggi, dibanding kepemilikan saham non pengendali.
V.2.2.2 Discount for Lack of Marketability (“DLOM”)
Dalam hal Objek penilaian merupakan perusahaan terbuka, Diskon Likuiditas Pasar (Discount for Lack of
Marketability) bagi pemegang saham mayoritas adalah antara 0% (nol perseratus) sampai dengan 20%
(dua puluh perseratus) dari indikasi nilai, sedangkan untuk pemegang saham minoritas adalah antara 10%
(sepuluh perseratus) sampai dengan 30% (tiga puluh perseratus) dari indikasi nilai.
Dalam hal Objek penilaian merupakan perusahaan tertutup, Diskon Likuiditas Pasar (Discount for Lack of
Marketability) bagi pemegang saham mayoritas adalah antara 20% (dua puluh perseratus) sampai dengan
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia V-4
Page 96
40% (empat puluh perseratus) dari indikasi nilai, sedangkan untuk pemegang saham minoritas adalah
antara 30% (tiga puluh perseratus) sampai dengan 50% (lima puluh perseratus) dari indikasi nilai.
Dalam Mandelbaum v. Commissioner (1995), Hakim Pengadilan Tinggi A.S. David Laro menyebutkan
sembilan faktor spesifik (tapi tidak eksklusif) yang perlu dipertimbangkan dalam mengenakan DLOM:
1. Analisis laporan keuangan
2. Sejarah dan kebijakan Dividen
3. Sifat perusahaan, sejarahnya, posisinya di industri, dan prospek ekonominya
4. Manajemen perusahaan
5. Jumlah kendali saham yang dialihkan
6. Pembatasan transferability
7. Holding period untuk saham
8. Perihal kebijakan penebusan perusahaan
9. Biaya yang terkait dengan penawaran umum
NACVA: Fundamentals, Techniques & Theory, 2012 menyebutkan tentang DLOM:
1. Faktor yang dapat menaikkan diskon:
a. Pembatasan transfer
b. Sedikit atau tidak ada dividen
c. Sedikit atau tidak ada prospek baik penawaran umum maupun penjualan perusahaan; terutama jika
demikian dinyatakan dalam notulen perusahaan atau dokumentasi lainnya
d. Terbatasnya akses terhadap informasi keuangan
e. Ukuran perusahaan
f. Perjanjian jual beli
2. Faktor yang dapat menurunkan diskon:
a. Adanya opsi jual (Put Option)
b. Sedikit perusahaan sejenis yang mau menjual saham di pasar
c. Penawaran umum perusahaan
d. Pembayaran dividen tinggi
e. Ukuran perusahaan
f. Perjanjian jual beli
Dalam pembentukan harga saham business interest (penyertaan dalam perusahaan) pada pasar for
corporate control, pada umumnya menunjukkan bahwa saham Perusahaan Terbuka (Tbk) harga sahamnya
lebih tinggi dari Perusahaan Tertutup (Ttp). Hal ini karena saham perusahaan Tbk dianggap memiliki daya
jual lebih tinggi dan dapat dikonversi menjadi tunai dengan cepat. Oleh karena itu dalam proses valuasi
terhadap penyertaan saham perusahaan tertutup (Ttp) dalam konteks nilai pasar yang mengeksplorasi data
dari pasar, terhadap indikasi nilai yang dihasilkan, harus dikurangi dengan potongan karena
ketidakmampuan untuk dipasarkan dengan cepat (discount for lack of marketability, DLOM). Potongan ini
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia V-5
Page 97
adalah kompensasi yang harus diterima oleh investor atas unlikuiditas (ketidakmampuan saham untuk
dikonversi dengan cepat menjadi tunai) dari perusahaan tertutup (Ttp) tersebut.
V.2.2.3 DLOC dan DLOM Pada Objek Penilaian
Dengan mengacu kepada:
➢ Objek yang dinilai adalah saham mayoritas, sehingga pemegang kepemilikan mayoritas memiliki
keuntungan posisi pengendali dalam perusahaan;
➢ Prospek Engineering, Procurement, and Construction (EPC), khususnya dalam Jasa Penggelaran kabel
(Power / Fiber Optic) bawah laut yang masih terus berkembang seiring dengan kenaikan kebutuhan
akan jaringan internet yang cepat dan stabil dan kebutuhan atas daya listrik di berbagai wilayah
Indonesia;
➢ Kinerja keuangan historis yang cukup baik;
➢ Prospect for liquidity, sebagai perusahaan tertutup maka saham SGI tidak memiliki prospek untuk
dicairkan dalam suatu kerangka waktu tertentu;
➢ Objek yang dinilai sudah memiliki standby buyer, yaitu INET;
➢ Terkait dengan karakteristik objek penilaian yang merupakan contract based company, hubungan
dengan pelanggan (kontrak) sangat terikat dengan pemegang saham saat ini atau manajemen kunci,
terdapat risiko bahwa pelanggan tidak dapat mentransfer loyalitas mereka kepada pemilik baru,
sehingga ada potensi yang menyebabkan berkurangnya basis pelanggan.
Maka dengan mempertimbangkan kondisi di atas, penggunaan CP, DLOC, dan DLOM yang digunakan
untuk menilai saham SGI (termasuk di dalamnya penilaian saham atas seluruh entitas anak
perusahaan/subsidiary) adalah sebagai berikut:
Tabel V.1. Dasar Pengenaan CP, DLOC, DLOM
DISKON/PREMI
ENTITAS METODE
CP DLOC DLOM
Metode Diskonto Arus Kas 0% 0% 30%
SGI Metode Pembanding Perusahaan Tercatat Di
50% 0% 30%
Bursa Efek
JNM Metode Penyesuaian Aset Bersih 0% 0% 30%
NNM Metode Penyesuaian Aset Bersih 0% 0% 30%
Sumber: Data diolah
Diskon Pengendalian atau DLOC tidak dikenakan dengan dasar pertimbangan objek penilaian adalah
saham mayoritas, sedangkan Premi Kendali atau CP dikenakan dengan dasar pertimbangan indikasi nilai
yang dihasilkan oleh metode GPTC belum mencerminkan nilai pemegang saham mayoritas sehingga perlu
di tambahkan premi kendali atas indikasi nilai yang dihasilkan dari metode GPTC.
Diskon Marketabilitas atau DLOM yang dikenakan pada SGI, JNM, dan NNM sebesar 30% dengan dasar
pertimbangan prospek industri konstruksi dan telekomunikasi cukup baik, prospect for liquidity sebagai
perusahaan tertutup maka saham SGI tidak memiliki prospek untuk dicairkan dalam suatu kerangka waktu
tertentu, dan objek yang dinilai sudah memiliki standby buyer. DLOM diaplikasikan pada perhitungan Sum
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia V-6
Page 98
of The Parts setelah indikasi nilai standalone SGI, JNM, dan NNM telah dijumlahkan dan sudah
mencerminkan indikasi nilai entitas anak sehingga tidak terjadi double counting dalam pengenaan DLOM.
V.3 PENENTUAN NILAI PASAR NNM
V.3.1 Indikasi Nilai 100% Saham NNM Berdasarkan Metode PAB
Pendekatan aset dengan metode penyesuaian aset bersih, metode ini merupakan metode penilaian yang
berdasarkan pada pendekatan neraca (balance sheet approach). Dalam penilaian ini kami melakukan
penyesuaian pada beberapa pos aset tidak lancar di antaranya:
1. Aset Tetap
Disesuaikan untuk mencerminkan Nilai Pasar pada tanggal Penilaian (Cut Off Date), penyesuaian
dengan nilai aset tetap berdasarkan dari penilaian aset yang telah dilakukan oleh KJPP Iwan
Bachron dan Rekan, Nomor Laporan 01655/2.0047-00/PP/06/0588/1/IV/2026 tanggal 6 April
2026. Aset tetap yang dinilai berupa Kapal Nostag 10 dan Kendaraan dengan total Nilai Buku
Rp135.151.990.601,- dan Nilai Pasar dari hasil penilaian aset adalah Rp123.440.000.000,-. Nilai
Pasar aset tetap lebih rendah dibandingkan Nilai Buku aset tetap sehingga terdapat penyesuaian
sebesar Rp11.711.990.601,-.
Kami tidak melakukan penyesuaian pada aset lancar karena kami anggap telah merefleksikan nilai pasar.
Kami juga tidak melakukan penyesuaian pada liabilitas karena jumlahnya telah mencerminkan jumlah yang
harus dibayarkan oleh NNM jika liabilitas-liabilitas tersebut harus dibayar pada tanggal laporan posisi
keuangan 31 Desember 2025, atau dengan kata lain telah merefleksikan nilai pasarnya.
Berdasarkan hasil analisa di atas, kondisi laporan posisi keuangan NNM sebelum dan sesudah
penyesuaian adalah sebagai berikut:
Tabel V.2. Perhitungan Nilai 100% Saham NNM Berdasarkan Metode PAB (dalam Rupiah penuh)
31-Des-25 31-Des-25
Keterangan Nilai Buku Penyesuaian Nilai Pasar
Book Value Adjustment Market Value
Aset
Aset Lancar
Kas dan setara kas 120.872.177 120.872.177
Piutang lain-lain 93.339.582 93.339.582
Pembayaran di muka 718.490.344 718.490.344
Pajak dibayar di muka 336.502.594 336.502.594
Piutang usaha - -
Total Aset Lancar 1.269.204.697 - 1.269.204.697
Aset Tidak Lancar
Piutang lain-lain - pihak berelasi 94.011.860.107 94.011.860.107
Aset tetap - nilai buku 135.151.990.601 (11.711.990.601) 123.440.000.000
Aset lainnya 2.776.000 2.776.000
Total Aset Tidak Lancar 229.166.626.708 (11.711.990.601) 217.454.636.107
Total Aset 230.435.831.405 (11.711.990.601) 218.723.840.804
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia V-7
Page 99
31-Des-25 31-Des-25
Keterangan Nilai Buku Penyesuaian Nilai Pasar
Book Value Adjustment Market Value
Utang Usaha 3.792.403.937 3.792.403.937
Utang pajak 5.185.940.437 5.185.940.437
Biaya yang masih harus dibayar 238.746.472 238.746.472
Liabilitas sewa jangka pendek 1.160.103.371 1.160.103.371
Total Liabilitas Jangka Pendek 10.377.194.217 - 10.377.194.217
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas sewa jangka panjang 922.981.555 922.981.555
Liabilitas imbalan pascakerja 1.991.035.739 1.991.035.739
Utang lain-lain - pihak berelasi 174.227.854.632 174.227.854.632
Total Liabilitas Jangka Panjang 177.141.871.926 - 177.141.871.926
Total Liabilitas 187.519.066.143 - 187.519.066.143
Ekuitas
Modal saham 10.000.000.000 10.000.000.000
Ekuitas lainnya 131.668.909.200 131.668.909.200
Penghasilan (rugi) komprehensif lain (100.176.843) (100.176.843)
Akumulasi rugi (98.651.967.095) (98.651.967.095)
Penyesuaian - (11.711.990.601) (11.711.990.601)
Total Ekuitas (Aset Bersih) 42.916.765.262 (11.711.990.601) 31.204.774.661
Total Liabilitas dan Ekuitas 230.435.831.405 218.723.840.804
Sumber: Data diolah
V.3.1.1 Indikasi Nilai 100% Saham NNM Berdasarkan Metode PAB
Berikut adalah indikasi nilai Pasar saham NNM dengan mempergunakan metode PAB yang dihasilkan:
Tabel V.3. Indikasi Nilai 100% Saham NNM Berdasarkan Metode PAB (dalam Rupiah penuh)
Nilai
Keterangan
(Rp)
Indikasi Nilai 100% Saham NNM 31.204.774.661
Sumber: Data diolah
V.4 PENENTUAN NILAI PASAR JNM
V.4.1 Indikasi Nilai 100% Saham JNM Berdasarkan Metode PAB
Pendekatan aset dengan metode penyesuaian aset bersih, metode ini merupakan metode penilaian yang
berdasarkan pada pendekatan neraca (balance sheet approach). Dalam penilaian ini kami melakukan
penyesuaian pada beberapa pos aset tidak lancar di antaranya:
1. Aset Tetap
Disesuaikan untuk mencerminkan Nilai Pasar pada tanggal Penilaian (Cut Off Date), penyesuaian
dengan nilai aset tetap berdasarkan dari penilaian aset yang telah dilakukan oleh KJPP Iwan
Bachron dan Rekan, Nomor Laporan 01655/2.0047-00/PP/06/0588/1/IV/2026 tanggal 6 April
2026. Aset tetap yang dinilai berupa Kapal Pacific Guardian dengan total Nilai Buku
Rp117.137.150.825,- dan Nilai Pasar dari hasil penilaian aset adalah Rp122.803.800.000,-. Nilai
Pasar aset tetap lebih tinggi dibandingkan Nilai Buku aset tetap sehingga terdapat penyesuaian
sebesar Rp5.666.649.175,-.
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia V-8
Page 100
2. Investasi pada entitas anak
Disesuaikan untuk mencerminkan Nilai Pasar pada tanggal Penilaian (Cut Off Date), penyesuaian
dengan nilai investasi pada entitas anak (NNM) berdasarkan penilaian saham sesuai dengan
kepemilikan JNM di NNM yaitu sebesar 99% menggunakan metode PAB dengan total Nilai Buku
Rp9.999.990.000,- dan Nilai Pasar dari hasil penilaian saham adalah Rp31.204.743.456,-. Nilai
Pasar investasi pada entitas anak lebih tinggi dibandingkan Nilai Buku investasi pada entitas anak
sehingga terdapat penyesuaian sebesar Rp21.204.753.456,-.
Kami tidak melakukan penyesuaian pada aset lancar karena kami anggap telah merefleksikan nilai pasar.
Kami juga tidak melakukan penyesuaian pada liabilitas karena jumlahnya telah mencerminkan jumlah yang
harus dibayarkan oleh NNM jika liabilitas-liabilitas tersebut harus dibayar pada tanggal laporan posisi
keuangan 31 Desember 2025, atau dengan kata lain telah merefleksikan nilai pasarnya.
Berdasarkan hasil analisa di atas, kondisi laporan posisi keuangan JNM sebelum dan sesudah penyesuaian
adalah sebagai berikut:
Tabel V.4. Perhitungan Nilai 100% Saham JNM Berdasarkan Metode PAB (dalam Rupiah penuh)
31-Des-25 31-Des-25
Keterangan Nilai Buku Penyesuaian Nilai Pasar
Book Value Adjustment Market Value
Aset
Aset Lancar
Kas dan Setara Kas 61.165.509 - 61.165.509
Piutang lain-lain 6.250.000 - 6.250.000
Pembayaran di muka 1.898.523.415 - 1.898.523.415
Pajak dibayar di muka 3.263.821.410 - 3.263.821.410
Total Aset Lancar 5.229.760.334 - 5.229.760.334
Aset Tidak Lancar
Uang muka investasi 131.668.909.200 - 131.668.909.200
Investasi pada entitas anak *) 9.999.990.000 21.204.753.456 31.204.743.456
Aset tetap - neto 117.137.150.825 5.666.649.175 122.803.800.000
Total Aset Tidak Lancar 258.806.050.025 26.871.402.631 285.677.452.656
Total Aset 264.035.810.359 26.871.402.631 290.907.212.990
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang Usaha 6.324.377.092 - 6.324.377.092
Utang Pajak 5.724.590.310 - 5.724.590.310
Biaya yang masih harus dibayar 3.245.253.469 - 3.245.253.469
Utang lain-lain Jangka Pendek (Pihak Ketiga) 65.209.323 - 65.209.323
Total Liabilitas Jangka Pendek 15.359.430.194 - 15.359.430.194
Liabilitas Jangka Panjang
Utang lain-lain Jangka Panjang (Pihak
502.588.754.362 502.588.754.362
Berelasi)
Liabilitas imbalan pascakerja 4.066.685.277 4.066.685.277
Total Liabilitas Jangka Panjang 506.655.439.639 - 506.655.439.639
Total Liabilitas 522.014.869.833 - 522.014.869.833
Ekuitas
Modal Saham 12.500.000.000 12.500.000.000
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia V-9
Page 101
31-Des-25 31-Des-25
Keterangan Nilai Buku Penyesuaian Nilai Pasar
Book Value Adjustment Market Value
Penghasilan (rugi) komprehensif lain (1.122.288.315) (1.122.288.315)
Akumulasi rugi (269.356.771.159) (269.356.771.159)
Penyesuaian - 26.871.402.631 26.871.402.631
Total Ekuitas (Aset Bersih) (257.979.059.474) 26.871.402.631 (231.107.656.843)
Total Liabilitas dan Ekuitas 264.035.810.359 290.907.212.990
Sumber: Data diolah
V.4.1.1 Indikasi Nilai 100% Saham JNM Berdasarkan Metode PAB
Berikut adalah indikasi nilai Pasar saham JNM dengan mempergunakan metode PAB yang dihasilkan:
Tabel V.5. Indikasi Nilai 100% Saham JNM Berdasarkan Metode PAB (dalam Rupiah penuh)
Nilai
Keterangan
(Rp)
Indikasi Nilai 100% Saham JNM (231.107.656.843)
Sumber: Data diolah
V.5 PENENTUAN NILAI PASAR SGI
V.5.1 Indikasi Nilai 100% Saham SGI (Entitas Induk) Berdasarkan Metode DCF
Untuk penilaian dengan menggunakan metode diskonto arus kas, terdapat 3 (tiga) pilihan pendapatan
ekonomi untuk didiskonto yaitu dividen, arus kas bersih (AKB) untuk ekuitas (free cash flow to equity), dan
AKB untuk kapital (free cash flow to invested capital) atau AKB untuk perusahaan (free cash flow to firm).
Dalam penilaian ini, Arus Kas Bersih (“AKB”) yang akan digunakan sebagai economic income yang di
diskonto untuk dijadikan indikasi nilai bisnis adalah AKB untuk perusahaan (Free Cash Flow to Firm).
Pengertian AKB berarti bahwa arus kas yang diperoleh sudah bebas dari kewajiban penyediaan
pengeluaran barang modal (capital expenditure), baik untuk mempertahankan operasi perusahaan saat ini
maupun penyediaan cadangan untuk penggantian (reserve for replacement), modal kerja dan untuk
pertumbuhan melalui penyediaan dana tambahan pengeluaran barang modal, yang dihitung sebagai
berikut:
FCFF = EBIT x (1-t) + D + ΔWC - Capex
dimana :
FCFF : Arus kas bersih untuk perusahaan
EBIT : Earnings before Interest and Tax
(1-t) : Pajak
D : Depresiasi dan amortisasi
∆WC : Perubahan modal kerja bersih
Capex : Capital expenditure
Proyeksi AKB tersebut, kemudian didiskontokan dengan menggunakan faktor diskonto yang
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia V - 10
Page 102
menggambarkan tingkat pengembalian yang diharapkan investor (required rate of return), setelah
memperhitungkan risiko-risiko yang bersangkutan dengan proyeksi pendapatan pada masa mendatang
untuk menghasilkan nilai perusahaan (corporate value), yang masih harus dikurangi dengan nilai liabilitas
untuk mendapatkan nilai ekuitas.
Penentuan Tingkat Diskonto
Penentuan Biaya Modal Untuk Ekuitas
Untuk mendiskonto arus kas bersih tiap-tiap tahun, tingkat diskonto yang digunakan adalah biaya modal
ekuitas (cost of equity) digunakan capital asset pricing model (CAPM) dengan menggunakan persamaan
sebagai berikut:
k e = R f + ( RPm ) − RBDS
dimana:
ke = Balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu, atau biaya modal ekuitas/saham biasa
Rf = Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko (risk free rate)
β = Beta
RPm = Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk premium)
RBDS = Rating-based default spread
Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak memiliki kemungkinan gagal
bayar. Instrumen bebas risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk jangka
panjang. Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal 31 Desember 2025, maka instrumen
bebas risiko yang dipakai adalah obligasi Pemerintah Indonesia dalam mata uang Rupiah dengan tenor 30
tahun dengan yield sebesar 6,70% yang diperoleh dari situs PHEI (www.phei.co.id), dan angka tersebut
akan digunakan sebagai tingkat balikan bebas risiko.
Rpm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan tingkat balikan investasi dalam
bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk premium memasukkan premi untuk risiko spesifik negara
(country-specific risk premiums) seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan base equity market risk
premium. Dengan mengikutsertakan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi
perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar negara yang bersangkutan. Untuk
penilaian ini, kami menggunakan tingkat premi risiko sebesar 6,69% untuk negara Indonesia, yang diolah
dari hasil riset Aswath Damodaran (New York University Business School) sampai dengan bulan Januari
2026.
Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan dikalikan dengan market
risk premium untuk mendapatkan equity risk premium.
Untuk memperoleh faktor beta yang sesuai kami menggunakan data unlevered beta dari perusahaan
pembanding yang bergerak dalam bidang rekayasa, pengadaan, dan konstruksi sebesar 0,78 yang kami
diperoleh dari S&P Capital IQ per 31 Desember 2025.
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia V - 11
Page 103
Dalam perhitungan digunakan beta dari perusahaan-perusahaan tersebut sebagai beta untuk menghitung
cost of equity SGI, di mana beta tersebut dihitung dari rata-rata unlevered beta. Cara ini dilakukan untuk
menetralisir pengaruh leverage yang ada di masing-masing perusahaan terhadap beta. Perusahaan yang
sama dengan leverage yang berbeda akan memiliki cost of equity yang berbeda pula, oleh karena itu
pengaruh leverage yang ada di tiap perusahaan perlu dinetralisir dengan cara menghitung unlevered beta.
Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding yang diperoleh dari perhitungan ini kemudian di-
relevered dengan tingkat leverage pasar pada industri sejenis untuk memperoleh beta yang sesuai untuk
mendiskonto arus kas bersih SGI dengan formula sebagai berikut:
L = U (1 + (1 − T ) DER)
dimana:
T = Tingkat pajak
DER = Debt to Equity Ratio
βL = Beta levered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur secara Objektif dari
responsivitas pengembalian perusahaan terhadap pergerakan pengembalian portofolio pasar
apabila dibandingkan dengan portofolio pasar dengan pengaruh utang
βU = Beta unlevered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur secara Objektif dari
responsivitas pengembalian perusahaan terhadap pergerakan pengembalian portofolio pasar
apabila dibandingkan dengan portofolio pasar tanpa pengaruh utang
Tabel V.6. Perusahaan Pembanding dan Perhitungan Unlevered Beta
Beta 3 Total Debt Market
Unlevered
No. Companies Ticker Country Years Tax (Million Capitalization DER
Beta
(Country) IDR) (Million IDR)
1 Cenergy Holdings SA CENER Belgium 0,80 25,00% 12.676.781 63.459.172 19,98% 0,69
2 Reach Subsea ASA REACH Norway 0,73 22,00% 2.903.145 3.700.362 78,46% 0,45
3 Furukawa Electric Co.,
5801 Japan 1,55 29,74% 33.822.329 75.023.040 45,08% 1,18
Ltd.
4 Nexans S.A. NEX France 1,19 25,83% 37.263.825 108.283.216 34,41% 0,95
5 Prysmian S.p.A. PRY Italy 1,24 27,81% 102.142.106 485.765.262 21,03% 1,08
6 PT Ketrosden
KETR Indonesia 0,90 22,00% 685.038 3.040.151 22,53% 0,76
Triasmitra
7 Wei Yuan Holdings
1343 Singapore 0,06 17,00% 608.561 1.630.518 37,32% 0,05
Limited
8 Hengtong Optic-
600487 China 1,30 25,00% 41.868.792 142.774.491 29,33% 1,07
Electric Co., Ltd.
Sumber: Data diolah
Sama halnya dengan data unlevered beta, data DER juga diperoleh dari rata-rata 8 perusahaan
pembanding yang kami gunakan yang bergerak dalam bidang rekayasa, pengadaan, dan konstruksi yang
bersumber dari S&P Capital IQ 31 Desember 2025. Dari data tersebut, DER yang dihasilkan adalah 36,02%.
Dengan memasukkan persamaan di atas, diperoleh nilai βL sebesar 1,06.
Dalam penilaian ini juga digunakan RBDS untuk melakukan penyesuaian terhadap biaya modal ekuitas
mengingat dalam perhitungan biaya modal ekuitas ini digunakan Rpm yang berasal dari hasil riset Aswath
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia V - 12
Page 104
Damodaran, dimana nilai RBDS sebesar 1,62% digunakan untuk mengurangi besaran biaya modal ekuitas.
Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan CAPM diperoleh biaya modal atas
ekuitas SGI adalah:
Tabel V.7. Biaya Modal untuk Ekuitas SGI
FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Unlevered Beta 0,78 0,78 0,78 0,78 0,78
Tax Rate (Effective Tax Rate) 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Debt to Equity Ratio (DER) 36,02% 36,02% 36,02% 36,02% 36,02%
Beta Relevered 1,06 1,06 1,06 1,06 1,06
Risk Free Rate (Rf) 6,70% 6,70% 6,70% 6,70% 6,70%
Risk Premium Market (Rpm) 6,69% 6,69% 6,69% 6,69% 6,69%
Beta (β) 1,06 1,06 1,06 1,06 1,06
Specific Risk (SR) -
Rating Based Default Spread (RBDS) 1,62% 1,62% 1,62% 1,62% 1,62%
Cost of Equity (CoE) 12,17% 12,17% 12,17% 12,17% 12,17%
Sumber: Data diolah
Penentuan Biaya Modal Untuk Utang
Karena perhitungan nilai saham Perseroan dilakukan dengan mendiskonto tingkat kembalian terhadap
keseluruhan perusahaan (free cash flow to firm), maka tingkat diskonto yang digunakan adalah tingkat
diskonto yang merupakan rata-rata tertimbang biaya modal, baik yang berasal dari pinjaman jangka panjang
maupun yang berasal dari penyertaan.
Penentuan posisi tingkat leverage yang optimal adalah mencari titik dimana tambahan penghematan pajak
yang berasal dari tambahan utang akan sama dengan tambahan biaya bunga sebagai akibat dari risiko
gagal bayar yang diantisipasi dari keberadaan keseluruhan utang. Biaya utang diperoleh dari rata-rata suku
bunga kredit investasi bank Pemerintah Indonesia per Desember 2025 untuk mata uang Rupiah yaitu
sebesar 8,44% dengan perhitungan sebagai berikut:
Kd = i x (1-Tax)
Kd = 8,44% x (1-0%) = 8,44%
Biaya Modal Tertimbang
Untuk kepentingan penilaian, komposisi pendanaan dihitung berdasarkan kinerja perbandingan interest
bearing debt dengan ekuitasnya, di mana komposisi struktur permodalan SGI diasumsikan mengikuti
struktur permodalan pasar dari S&P Capital IQ per 31 Desember 2025. Dengan demikian struktur hutang
sebesar 26,48%, sedangkan sisanya yaitu sebesar 73,52% akan dipenuhi dengan modal sendiri. Dengan
mempertimbangkan faktor-faktor di atas dan kekuatan/kelebihan serta risiko yang dihadapi, kami
berpendapat bahwa tingkat diskonto sebesar 11,19% untuk SGI adalah wajar untuk mendiskonto arus kas
bersih dengan perhitungan sebagai berikut:
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia V - 13
Page 105
Tabel V.8. WACC SGI
FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Cost of Equity (CoE) 12,17% 12,17% 12,17% 12,17% 12,17%
Interest Rate 8,44% 8,44% 8,44% 8,44% 8,44%
Tax Rate (Effective Tax Rate) 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Cost of Debt (CoD) 8,44% 8,44% 8,44% 8,44% 8,44%
Weighted Equity (WE) 73,52% 73,52% 73,52% 73,52% 73,52%
Weighted Debt (WD) 26,48% 26,48% 26,48% 26,48% 26,48%
Weighted Cost of Equity (WCoE) 8,95% 8,95% 8,95% 8,95% 8,95%
Weighted Cost of Debt (WCoD) 2,23% 2,23% 2,23% 2,23% 2,23%
Weighted Average Cost of Capital
(WACC) 11,19% 11,19% 11,19% 11,19% 11,19%
Sumber: Data diolah
Asumsi Proyeksi Keuangan SGI
Proyeksi keuangan dalam laporan ini didasarkan pada proyeksi keuangan yang diberikan oleh Pemberi
Tugas. Dalam hal ini kami hanya mereviu kewajaran asumsi yang digunakan. Proyeksi yang digunakan
dalam penilaian ini telah disusun dengan hati-hati dengan penetapan asumsi yang didasarkan pada data
dan pertimbangan yang memadai yang dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam penyusunan proyeksi keuangan, berbagai asumsi dikembangkan berdasarkan kinerja SGI pada
tahun-tahun sebelumnya, dan berdasarkan rencana manajemen di masa yang akan datang. Di samping itu,
berbagai informasi dan saran yang relevan diberikan sehubungan dengan perubahan-perubahan pada
setiap faktor dalam jangka waktu yang telah ditetapkan juga turut menjadi bahan pertimbangan. Secara
garis besar, tidak ada penyesuaian yang signifikan yang kami lakukan terhadap target kinerja SGI yang
dinilai.
Beberapa asumsi yang digunakan dalam penyusunan proyeksi keuangan adalah sebagai berikut:
➢ Periode proyeksi keuangan
Proyeksi keuangan eksplisit (periode tetap) yang digunakan didasarkan pada Business Plan manajemen
mulai FY2026 sampai dengan FY2030 yang kemudian kami sesuaikan dengan kinerja SGI per 31
Desember 2025. Ditetapkan proyeksi hingga FY2030 dengan mempertimbangkan pada tahun tersebut
perusahaan sudah mencapai fase maturity-nya, dengan indikator tidak terdapat perubahan yang
signifikan sehingga proyeksi setelah periode tersebut sudah dapat tercermin dari proyeksi keuangan
FY2030.
➢ Pendapatan
Pendapatan SGI bersumber dari Kontrak pekerjaan Jasa Penggelaran kabel (Power / Fiber Optic)
bawah laut, Jasa perbaikan kabel bawah laut (Corrective Maintenance), dan Managed Service (kegiatan
Preventive Maintenance). Untuk periode dasar asumsi pendapatan yang digunakan adalah berdasarkan
dari Anggaran (Budget) tahun 2025 yang telah ditentukan manajemen. Selanjutnya untuk periode
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia V - 14
Page 106
FY2026 sampai dengan FY2030 dasar asumsi pendapatan yang digunakan adalah berdasarkan
rencana bisnis manajemen mengasumsikan proyeksi pendapatan berdasarkan kontrak jangka panjang
yang sedang berjalan dan menguantifikasi prospek nilai kontrak baru yang didapatkan dengan model
probabilitas dari besaran nilai kontrak.
Grafik berikut menunjukkan proyeksi Pendapatan SGI pada periode eksplisit yaitu untuk periode FY2026
sampai dengan FY2030.
Grafik V.1. Proyeksi Pendapatan SGI (dalam Rupiah penuh)
PENDAPATAN
400.000.000.000
350.000.000.000
300.000.000.000
250.000.000.000
FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030
Pendapatan 288.591.130.200 304.797.375.200 350.968.475.200 344.934.875.200 358.523.875.200
Sumber: Manajemen SGI (data diolah)
➢ Beban Pokok Pendapatan
Beban pokok pendapatan SGI terdiri dari beban yang terkait langsung dengan kontrak pekerjaan Jasa
Penggelaran kabel (Power / Fiber Optic) bawah laut, Jasa perbaikan kabel bawah laut (Corrective
Maintenance), dan Managed Service (kegiatan Preventive Maintenance). Selain beban langsung dari
masing-masing jenis pekerjaan, beban penyusutan juga ikut di proyeksikan ke dalam beban pokok
pendapatan.
Untuk dasar asumsi beban pekerjaan Jasa Penggelaran kabel (Power / Fiber Optic) bawah laut, Jasa
perbaikan kabel bawah laut (Corrective Maintenance), dan Managed Service (kegiatan Preventive
Maintenance) yang digunakan adalah kinerja historis 5 periode terakhir berdasarkan masing-masing
jenis pekerjaan jasa dengan persentase beban pokok pendapatan untuk masing-masing periode adalah
sebesar 82,14%, 85,27%, 56,04%, 42,70% dan 43,90%.
Grafik berikut menunjukkan proyeksi beban pokok pendapatan SGI pada periode eksplisit yaitu untuk
periode untuk periode FY2026 sampai dengan FY2030:
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia V - 15
Page 107
Grafik V.2. Proyeksi Beban Pokok Pendapatan SGI (dalam Rupiah penuh)
BEBAN POKOK PENDAPATAN
300.000.000.000
250.000.000.000
200.000.000.000
150.000.000.000
FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030
Beban Pokok Pendapatan 166.971.108.795 182.263.761.447 251.920.433.252 249.695.649.906 273.341.945.967
Sumber: Manajemen SGI (data diolah)
➢ Beban Usaha
Beban Usaha terdiri dari gaji dan tunjangan, penyusutan, BPJS, tunjangan komisaris/direksi, imbalan
pascakerja, legalitas dan administrasi kantor, kesehatan dan pengobatan, jamuan dan hadiah,
konsultan, rumah tangga kantor, internet & home cable, perbaikan dan pemeliharaan, perjalanan dinas,
listrik, pengembangan dan administrasi karyawan, asuransi, alat tulis kantor, BBM, tol dan parkir,
telekomunikasi, ekspedisi/kurir, sewa kantor, dan lainnya.
Untuk dasar asumsi peningkatan beban gaji dan tunjangan, BPJS, tunjangan komisaris/direksi, imbalan
pascakerja adalah rata-rata peningkatan upah gaji selama 3 tahun terakhir yaitu sebesar 5,16%,
sedangkan untuk dasar asumsi peningkatan beban legalitas dan administrasi kantor, kesehatan dan
pengobatan, jamuan dan hadiah, konsultan, rumah tangga kantor, internet & home cable, perbaikan dan
pemeliharaan, perjalanan dinas, listrik, pengembangan dan administrasi karyawan, asuransi, alat tulis
kantor, BBM, tol dan parkir, telekomunikasi, ekspedisi/kurir, sewa kantor, dan lainnya yaitu rata-rata
inflasi selama 3 tahun terakhir yaitu sebesar 2,61%.
Untuk periode FY2026 sampai dengan FY2030 dasar asumsi beban penyusutan adalah berdasarkan
dari proyeksi aset tetap.
Grafik dan Tabel berikut menunjukkan proyeksi Beban Usaha SGI pada periode eksplisit yaitu untuk
periode untuk periode FY2026 sampai dengan FY2030:
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia V - 16
Page 108
Grafik V.3. Proyeksi Beban Usaha SGI (dalam Rupiah penuh)
BEBAN USAHA
60.000.000.000
50.000.000.000
40.000.000.000
30.000.000.000
FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030
Beban Usaha 36.295.184.511 49.911.346.566 57.738.768.432 59.372.145.599 53.919.946.027
Sumber: Manajemen SGI (data diolah)
➢ Laba Bersih
Laba bersih adalah laba yang didapatkan setelah dikurangi dengan pajak yang harus ditanggung.
Grafik dan Tabel berikut menunjukkan proyeksi Laba Bersih SGI pada periode eksplisit yaitu untuk
periode untuk periode FY2026 sampai dengan FY2030:
Grafik V.4. Proyeksi Laba Bersih SGI (dalam Rupiah penuh)
LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN
80.000.000.000
60.000.000.000
40.000.000.000
20.000.000.000
FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030
Laba (Rugi) Tahun Berjalan 68.646.118.006 57.902.082.807 27.753.554.986 24.461.251.565 20.292.046.575
Sumber: Manajemen SGI (data diolah)
➢ Proyeksi Biaya Modal (Capital Expenditure)
Pada periode eksplisit yaitu untuk periode FY2026 sampai dengan FY2030 diproyeksikan capital
expenditure atas aset tetap dengan total sebesar Rp274 miliar yang terdiri dari penambahan bangunan
non permanen, Kendaraan, Komputer dan peralatan kantor, Peralatan kapal, dan pemeliharaan kapal.
➢ Proyeksi Arus Kas SGI
Berdasarkan proyeksi keuangan yang telah dibuat, proyeksi arus kas SGI selama periode eksplisit yaitu
untuk periode FY2026 sampai dengan FY2030 adalah sebagai berikut:
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia V - 17
Page 109
Gambar V.1. Proyeksi Arus Kas SGI (dalam Rupiah penuh)
PT Sarana Global Indonesia
Penilaian Saham
Laporan Arus Kas
31 Dec 2025
Dalam Rupiah Penuh
Periode Awal 01-Jan-26 01-Jan-27 01-Jan-28 01-Jan-29 01-Jan-30
Periode Akhir 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28 31-Dec-29 31-Dec-30
Tahun FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030
Keterangan Projection Projection Projection Projection Projection
Laba Operasi 85.324.836.894 72.622.267.187 41.309.273.516 35.867.079.695 31.261.983.206
Depresiasi dan Amortisasi 26.627.112.016 49.406.038.400 62.472.747.869 64.332.682.530 53.376.067.500
Pendapatan lain-lain 1.005.721.063 1.005.721.063 1.005.721.063 1.005.721.063 1.005.721.063
Beban lain-lain (10.036.775.000) (7.648.775.000) (5.260.775.000) (3.270.775.000) (2.474.775.000)
Beban Pajak (7.647.664.950) (8.077.130.443) (9.300.664.593) (9.140.774.193) (9.500.882.693)
Laba (rugi) operasi sebelum perubahan
modal kerja 95.273.230.022 107.308.121.207 90.226.302.855 88.793.934.095 73.668.114.075
Piutang usaha (700.158.875) (194.866.553) (555.168.893) 72.548.998 (163.396.369)
Utang usaha 7.832.341.636 3.148.318.175 14.340.309.090 (458.019.024) 4.868.093.545
Perubahan modal kerja 7.132.182.761 2.953.451.622 13.785.140.197 (385.470.026) 4.704.697.176
Kas neto dari aktivitas operasi 102.405.412.783 110.261.572.829 104.011.443.052 88.408.464.069 78.372.811.251
Belanja Modal (61.238.779.500) (92.837.764.500) (83.764.084.500) (13.112.421.000) (23.000.000.000)
Kas neto dari aktivitas investasi (61.238.779.500) (92.837.764.500) (83.764.084.500) (13.112.421.000) (23.000.000.000)
Penambahan utang bank
Pembayaran utang bank-jangka pendek - - (8.000.000.000) (16.000.000.000) -
Pembayaran utang bank-jangka panjang (24.000.000.000) (24.000.000.000) (16.000.000.000) - -
Pembayaran Dividen (18.377.550.733) (13.729.223.601) (17.370.624.842) (8.326.066.496) (12.230.625.783)
Kas neto dari aktivitas pendanaan (42.377.550.733) (37.729.223.601) (41.370.624.842) (24.326.066.496) (12.230.625.783)
Pengaruh perubahan kurs terhadap kas dan setara kas neto
Kenaikan (Penurunan) Neto Kas dan Setara Kas (1.210.917.450) (20.305.415.273) (21.123.266.290) 50.969.976.573 43.142.185.468
Kas dan Setara Kas Awal Tahun 67.695.904.431 66.484.986.981 46.179.571.708 25.056.305.418 76.026.281.991
Kas dan Setara Kas Akhir Tahun 66.484.986.981 46.179.571.708 25.056.305.418 76.026.281.991 119.168.467.460
Sumber: Manajemen SGI (data diolah)
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia V - 18
Page 110
➢ Proyeksi Posisi Keuangan SGI
Berdasarkan proyeksi keuangan yang telah dibuat, proyeksi posisi keuangan SGI selama periode
eksplisit yaitu untuk periode FY2026 sampai dengan FY2030 adalah sebagai berikut:
Gambar V.2. Proyeksi Posisi Keuangan SGI (dalam Rupiah)
PT Sarana Global Indonesia
Penilaian Saham
Laporan Posisi Keuangan
31 Dec 2025
Dalam Rupiah Penuh
Periode Awal 01-Jan-26 01-Jan-27 01-Jan-28 01-Jan-29 01-Jan-30
Periode Akhir 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28 31-Dec-29 31-Dec-30
Tahun FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030
Keterangan Projection Projection Projection Projection Projection
Kas dan setara kas 66.484.986.981 46.179.571.708 25.056.305.418 76.026.281.991 119.168.467.460
Investasi dalam saham 61.303.319.400 61.303.319.400 61.303.319.400 61.303.319.400 61.303.319.400
Piutang usaha 3.470.067.169 3.664.933.722 4.220.102.615 4.147.553.617 4.310.949.986
Piutang lain-lain 310.500 310.500 310.500 310.500 310.500
Pembayaran di muka 2.409.684.657 2.409.684.657 2.409.684.657 2.409.684.657 2.409.684.657
Pajak dibayar di muka 1.595.621.223 1.595.621.223 1.595.621.223 1.595.621.223 1.595.621.223
Aset Lancar 135.263.989.930 115.153.441.210 94.585.343.813 145.482.771.388 188.788.353.226
Piutang lain-lain 584.401.561.493 584.401.561.493 584.401.561.493 584.401.561.493 584.401.561.493
Investasi pada entitas anak 12.375.000.000 12.375.000.000 12.375.000.000 12.375.000.000 12.375.000.000
Aset tetap 64.396.747.927 107.828.474.027 129.119.810.658 77.899.549.128 47.523.481.628
Aset dalam penyelesaian - - - - -
Aset hak guna - - - - -
Aset lainnya 127.964.546 127.964.546 127.964.546 127.964.546 127.964.546
Aset pajak tangguhan - - - - -
Aset Tidak Lancar 661.301.273.966 704.733.000.066 726.024.336.697 674.804.075.167 644.428.007.667
Total Aset 796.565.263.896 819.886.441.276 820.609.680.510 820.286.846.555 833.216.360.893
Utang usaha 34.374.558.060 37.522.876.235 51.863.185.325 51.405.166.301 56.273.259.845
Utang pajak 3.444.531.266 3.444.531.266 3.444.531.266 3.444.531.266 3.444.531.266
Pendapatan Diterima Dimuka 2.051.258.365 2.051.258.365 2.051.258.365 2.051.258.365 2.051.258.365
Biaya yang masih harus dibayar 2.905.720.000 2.905.720.000 2.905.720.000 2.905.720.000 2.905.720.000
Liabilitas sewa - jangka pendek 714.448.129 714.448.129 714.448.129 714.448.129 714.448.129
Utang bank- jangka pendek 78.995.000.000 78.995.000.000 70.995.000.000 54.995.000.000 54.995.000.000
Utang lain-lain 43.985.600.179 43.985.600.179 43.985.600.179 43.985.600.179 43.985.600.179
Liabilitas Jangka Pendek 166.471.115.999 169.619.434.174 175.959.743.264 159.501.724.240 164.369.817.784
Liabilitas sewa - jangka panjang - - - - -
Utang bank- jangka panjang 40.000.000.000 16.000.000.000 - - -
Utang lain-lain 4.305.430.553 4.305.430.553 4.305.430.553 4.305.430.553 4.305.430.553
Deposit 10.000.000.000 10.000.000.000 10.000.000.000 10.000.000.000 10.000.000.000
Liabilitas pajak tangguhan - - - - -
Liabilitas imbalan pascakerja 6.198.874.203 6.198.874.203 6.198.874.203 6.198.874.203 6.198.874.203
Liabilitas Jangka Panjang 60.504.304.756 36.504.304.756 20.504.304.756 20.504.304.756 20.504.304.756
Total Liabilitas 226.975.420.755 206.123.738.930 196.464.048.020 180.006.028.996 184.874.122.540
Modal saham 12.000.000.000 12.000.000.000 12.000.000.000 12.000.000.000 12.000.000.000
Penghasilan komprehensif lain 2.079.312.635 2.079.312.635 2.079.312.635 2.079.312.635 2.079.312.635
Ekuitas lainnya 79.610.351.500 79.610.351.500 79.610.351.500 79.610.351.500 79.610.351.500
Saldo laba 475.900.179.006 520.073.038.211 530.455.968.355 546.591.153.425 554.652.574.217
Ekuitas 569.589.843.141 613.762.702.346 624.145.632.490 640.280.817.560 648.342.238.352
Total Liabilitas dan Ekuitas 796.565.263.896 819.886.441.276 820.609.680.510 820.286.846.555 833.216.360.893
Sumber: Manajemen SGI (data diolah)
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia V - 19
Page 111
➢ Nilai Terminal (Terminal Value) dan Tingkat Pertumbuhan
Sebagai dasar dalam menentukan nilai terminal (terminal value) atau nilai pada periode kekal (perpetuity
period), kami menggunakan proyeksi pada periode eksplisit yaitu untuk periode FY2026 sampai dengan
FY2030 sebagai periode tetap (fixed period), FY2031 dianggap sebagai awal periode kekal. Dalam
penilaian ini pertumbuhan AKB dalam periode kekal diasumsikan sebesar 2,61% (sumber: Rata – rata
Inflasi Indonesia 3 tahun dan Proyeksi Inflasi IMF)
V.5.1.1 Indikasi Nilai 100% Saham SGI (Entitas Induk) Berdasarkan Metode DCF
Berikut adalah indikasi nilai Pasar saham SGI dengan mempergunakan metode DCF yang dihasilkan:
Tabel V.9. Indikasi Nilai 100% Saham SGI Berdasarkan Metode DCF (dalam Rupiah penuh)
Nilai
Keterangan
(Rp)
Total Nilai Kini dari Nilai Perusahaan 166.648.153.414
PV Terminal Value 400.144.543.746
Kas dan setara kas 67.695.904.431
Aset non operasional 61.303.319.400
Interest Bearing Debt (202.000.478.861)
Indikasi Nilai 100% Saham SGI 493.791.442.130
Sumber: Data diolah
V.5.2. Indikasi Nilai 100% Saham SGI (Entitas Induk) Berdasarkan Metode GPTC
V.5.2.1. Penentuan Perusahaan Pembanding dan Pengali
Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek merupakan metode penilaian yang didasarkan pada
pendekatan pasar (market approach). Dengan metode ini, kami menentukan perusahaan pembanding dan
perhitungan multiples.
Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek digunakan dalam penilaian saham karena walaupun
di pasar saham perusahaan terbuka tidak diperoleh informasi mengenai perusahaan sejenis dengan skala
usaha dan aset yang setara, namun diperkirakan data saham perusahaan terbuka yang ada dapat
digunakan sebagai data perbandingan atas Objek Penilaian.
Dalam metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, kami menggunakan angka pengali MVIC/
Revenue, atau perbandingan antara Market Value Invested Capital terhadap Revenue.
Kami memiliki keyakinan yang memadai bahwa data harga pasar yang digunakan dalam Pendekatan Pasar
(Market Approach) dihasilkan dari suatu transaksi yang bersifat wajar (arms-length transaction). Kami
meyakini bahwa multiple tersebut adalah yang paling mencerminkan bisnis perusahaan dinilai, sesuai
dengan kegiatan usaha yaitu dalam bidang rekayasa, pengadaan, dan konstruksi, sehingga kami
berkeyakinan bahwa multiple tersebut adalah yang paling sesuai digunakan dalam penilaian saham ini.
Perusahaan-perusahaan pembanding yang digunakan dalam metode pembanding perusahaan tercatat di
bursa efek untuk memperoleh angka pengali MVIC/Revenue dipilih berdasarkan kriteria sebagai berikut:
1. Industri, kegiatan usaha, produk, dan risiko usaha yang sejenis;
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia V - 20
Page 112
2. Karakteristik pertumbuhan (growth in sales and earnings) dan struktur permodalan (capital structure)
yang sebanding;
3. Kinerja keuangan historis selama 5 tahun terakhir yang sebanding;
4. Ukuran perusahaan (total assets) yang sebanding; dan
5. Pangsa pasar (market share) yang sebanding.
Berdasarkan data yang kami olah dari website S&P Capital IQ kami memperoleh 8 Perusahaan pembanding
yang uraian kriteria pembandingnya dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel V.10. Uraian Perusahaan Pembanding – Kriteria 1
Perusahaan Industri/Bidang Usaha Kegiatan Usaha Produk Risiko Usaha Sejenis
Terkait dengan Jasa
Rekayasa, Pengadaan, Jasa Infrastruktur
PT Sarana Global Indonesia Konstruksi Infrastruktur
Konstruksi Konstruksi Telekomunikasi
Telekomunikasi
Rekayasa, Pengadaan, Infrastruktur Terkait dengan Jasa Konstruksi
Cenergy Holdings SA (ENXTBR:CENER) Jasa Konstruksi √
Konstruksi Telekomunikasi Infrastruktur Telekomunikasi
Rekayasa, Pengadaan, Infrastruktur Terkait dengan Jasa Konstruksi
Reach Subsea ASA (OB:REACH) Jasa Konstruksi √
Konstruksi Telekomunikasi Infrastruktur Telekomunikasi
Rekayasa, Pengadaan, Infrastruktur Terkait dengan Jasa Konstruksi
Furukawa Electric Co., Ltd. (TSE:5801) Jasa Konstruksi √
Konstruksi Telekomunikasi Infrastruktur Telekomunikasi
Rekayasa, Pengadaan, Infrastruktur Terkait dengan Jasa Konstruksi
Nexans S.A. (ENXTPA:NEX) Jasa Konstruksi √
Konstruksi Telekomunikasi Infrastruktur Telekomunikasi
Rekayasa, Pengadaan, Infrastruktur Terkait dengan Jasa Konstruksi
Prysmian S.p.A. (BIT:PRY) Jasa Konstruksi √
Konstruksi Telekomunikasi Infrastruktur Telekomunikasi
Rekayasa, Pengadaan, Infrastruktur Terkait dengan Jasa Konstruksi
PT Ketrosden Triasmitra (IDX:KETR) Jasa Konstruksi √
Konstruksi Telekomunikasi Infrastruktur Telekomunikasi
Rekayasa, Pengadaan, Infrastruktur Terkait dengan Jasa Konstruksi
Wei Yuan Holdings Limited (SEHK:1343) Jasa Konstruksi √
Konstruksi Telekomunikasi Infrastruktur Telekomunikasi
Hengtong Optic-Electric Co., Ltd. Rekayasa, Pengadaan, Infrastruktur Terkait dengan Jasa Konstruksi
Jasa Konstruksi √
(SHSE:600487) Konstruksi Telekomunikasi Infrastruktur Telekomunikasi
Sumber: Data diolah
Tabel V.11. Uraian Perusahaan Pembanding – Kriteria 2
Pertumbuhan
Perusahaan Pertumbuhan Laba Bersih Sebanding DER Sebanding
Pendapatan
PT Sarana Global Indonesia -9,24% 33,68% 38,90%
Cenergy Holdings SA (ENXTBR:CENER) 18,24% 72,07% ☑ ☑
Reach Subsea ASA (OB:REACH) 41,21% 3,61% ☑ 19,98% ☑
Furukawa Electric Co., Ltd. (TSE:5801) 8,38% 42,09% ☑ 78,46% ☑
Nexans S.A. (ENXTPA:NEX) 1,45% 21,04% ☑ 45,08% ☑
Prysmian S.p.A. (BIT:PRY) 11,93% 42,50% ☑ 34,41% ☑
PT Ketrosden Triasmitra (IDX:KETR) 17,02% 4,70% ☑ 21,03% ☑
Wei Yuan Holdings Limited (SEHK:1343) 1,58% 38,16% ☑ 22,53% ☑
Hengtong Optic-Electric Co., Ltd.
(SHSE:600487)
13,89% 19,82% ☑ 37,32% ☑
Sumber: Data diolah
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia V - 21
Page 113
Tabel V.12. Uraian Perusahaan Pembanding – Kriteria 3
Perusahaan RoA RoE Sebanding
PT Sarana Global Indonesia 8,83% 13,34%
Cenergy Holdings SA (ENXTBR:CENER) 4,56% 17,04% ☑
Reach Subsea ASA (OB:REACH) 7,57% 19,44% ☑
Furukawa Electric Co., Ltd. (TSE:5801) 2,27% 6,29% ☑
Nexans S.A. (ENXTPA:NEX) 3,63% 14,30% ☑
Prysmian S.p.A. (BIT:PRY) 4,16% 13,89% ☑
PT Ketrosden Triasmitra (IDX:KETR) 5,23% 10,62% ☑
Wei Yuan Holdings Limited (SEHK:1343) 1,86% 3,76% ☑
Hengtong Optic-Electric Co., Ltd. (SHSE:600487) 3,43% 7,37% ☑
Rata - rata 4,09% 11,59%
Sumber: Data diolah
Tabel V.13. Uraian Perusahaan Pembanding – Kriteria 3
Perusahaan Gross Profit Margin Operating Profit Margin Sebanding
PT Sarana Global Indonesia 37,99% 28,97%
Cenergy Holdings SA (ENXTBR:CENER) 13,74% 10,51% ☑
Reach Subsea ASA (OB:REACH) 79,43% 11,05% ☑
Furukawa Electric Co., Ltd. (TSE:5801) 15,64% 2,25% ☑
Nexans S.A. (ENXTPA:NEX) 12,12% 5,67% ☑
Prysmian S.p.A. (BIT:PRY) 35,38% 6,58% ☑
PT Ketrosden Triasmitra (IDX:KETR) 52,30% 35,97% ☑
Wei Yuan Holdings Limited (SEHK:1343) 13,72% 4,50% ☑
Hengtong Optic-Electric Co., Ltd. (SHSE:600487) 14,06% 5,21% ☑
Rata - rata 29,55% 10,22%
Sumber: Data diolah
Tabel V.14. Uraian Perusahaan Pembanding – Kriteria 4 dan 5
Total Aset Pangsa Pasar
Perusahaan (Dalam Juta Sebanding (Dalam Juta Sebanding
Rupiah) Rupiah)
PT Sarana Global Indonesia 762.464 291.067 -
Cenergy Holdings SA (ENXTBR:CENER) 51.435.611 ⮽ 40.415.992 ⮽
Reach Subsea ASA (OB:REACH) 5.974.907 ⮽ 4.435.937 ⮽
Furukawa Electric Co., Ltd. (TSE:5801) 109.520.999 ⮽ 135.158.701 ⮽
Nexans S.A. (ENXTPA:NEX) 157.606.368 ⮽ 153.173.934 ⮽
Prysmian S.p.A. (BIT:PRY) 395.977.175 ⮽ 395.310.349 ⮽
PT Ketrosden Triasmitra (IDX:KETR) 2.277.568 ☑ 809.447 ☑
Wei Yuan Holdings Limited (SEHK:1343) 1.687.776 ☑ 1.278.459 ⮽
Hengtong Optic-Electric Co., Ltd. (SHSE:600487) 171.738.134 ⮽ 160.499.641 ⮽
Sumber: Data diolah
Dari tabel-tabel tersebut dapat dilihat bahwa dari kelima kriteria, tidak semua kriteria dapat dipenuhi oleh
perusahaan-perusahaan terbuka yang bergerak dalam industri rekayasa, pengadaan, dan konstruksi.
Dengan demikian, dalam menerapkan metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek kami
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia V - 22
Page 114
menggunakan 8 (delapan) perusahaan pembanding tersebut untuk menentukan angka pengali
MVIC/Revenue yang digunakan sebagaimana dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel V.15. Data Angka Pengali Perusahaan Pembanding
MVIC Revenue MVIC/Revenue
COMPARABLE
(Jutaan Rupiah) (Jutaan Rupiah) 31-Des-2025
1 FESCO Group Co., Ltd. (SHSE:600861) 76.135.952 40.415.992 1,88
2 Itcons E-Solutions Limited (BSE:543806) 6.603.507 4.435.937 1,49
Kandarp Digi Smart BPO Limited
3 108.845.370 135.158.701 0,81
(NSEI:KANDARP)
4 CTOS Digital Berhad (KLSE:CTOS) 145.547.041 153.173.934 0,95
5 Ramssol Group Berhad (KLSE:RAMSSOL) 587.907.368 395.310.349 1,49
Dynamic Services & Security Limited
6 3.725.190 809.447 4,60
(NSEI:DYNAMIC)
HRH Next Services Limited
7 2.239.079 1.278.459 1,75
(NSEI:HRHNEXT)
Bacui Technologies International Ltd.
8 184.643.284 160.499.641 1,15
(Catalist:YYB)
Mean 1,76
Median 1,49
Max 4,60
Min 0,81
Sumber: Data diolah
Dalam perhitungan angka pengali MVIC/Revenue, kami tidak melakukan penyesuaian terhadap laporan
keuangan perusahaan pembanding, dikarenakan beberapa alasan terkait sebagai berikut:
➢ Tidak terdapat pos-pos non-recurring dan extraordinary yang signifikan untuk dilakukan penyesuaian.
➢ Tidak dilakukan penyesuaian untuk window dressing karena tidak terdapat informasi yang memadai
untuk melakukan penyesuaian.
➢ Tidak dilakukan penyesuaian pada metode penyusutan perusahaan pembanding karena tidak terdapat
informasi yang memadai untuk melakukan penyesuaian.
➢ Tidak dilakukan penyesuaian pada metode pencatatan persediaan karena tidak terdapat informasi yang
memadai untuk melakukan penyesuaian.
➢ Tidak dilakukan penyesuaian untuk pos-pos non operasi dan transaksi afiliasi karena tidak terdapat
informasi yang memadai untuk melakukan penyesuaian.
Pada tabel di atas, tampak bahwa dengan menggunakan 8 perusahaan pembanding tersebut, diperoleh
median angka pengali MVIC/Revenue sebesar 1,49. Untuk mendapatkan indikasi nilai saham SGI,
digunakan nilai median dari MVIC/Revenue masing-masing dikalikan dengan Revenue per 31 Desember
2025.
Mengingat bahwa metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek selalu menghasilkan nilai yang
berindikasi nilai minoritas, maka untuk memperoleh indikasi nilai 100% saham SGI perlu diaplikasikan premi
kendali. Mengingat bahwa saham mayoritas memiliki pengendalian atas SGI, termasuk memiliki hak untuk
menentukan arah perkembangan jangka panjang, memilih pengurus inti, dan lain-lain, maka dalam
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia V - 23
Page 115
penilaian ini diberikan premi kendali sebesar 50%.
V.5.2.2. Indikasi Nilai 100% Saham SGI (Entitas Induk) Berdasarkan Metode Pembanding Perusahaan
Tercatat di Bursa Efek
Berikut adalah indikasi nilai saham SGI dengan mempergunakan metode GPTC yang dihasilkan:
Tabel V.16. Perhitungan Indikasi Nilai Saham SGI dengan Metode GPTC (dalam Rupiah penuh)
GPTCM
Revenue SGI 31 Desember 2025 (Dalam Jutaan Rupiah) 291.067
MVIC/Revenue (Median) 1,49
Indikasi Nilai (Dalam Jutaan Rupiah) 433.084
Interest Bearing Debt (Dalam Jutaan Rupiah) (202.000)
Indikasi Nilai Saham Non-Kendali SGI (Dalam Jutaan Rupiah) 231.084
Control Premium (50%) 115.542
Indikasi Nilai Saham SGI (Dalam Jutaan Rupiah) 346.626
Indikasi Nilai Saham SGI 346.625.570.216
Sumber: Data diolah
V.5.3 Rekonsiliasi Indikasi Nilai
Untuk mendapatkan nilai pasar saham SGI yang mewakili nilai dari kedua metode penilaian yang
digunakan, dilakukan rekonsiliasi dengan terlebih dahulu melakukan pembobotan terhadap nilai yang
dihasilkan dari kedua metode tersebut. Kami menggunakan bobot 90% untuk indikasi nilai yang dihasilkan
dari metode DCF dan 10% untuk indikasi nilai yang dihasilkan dari metode GPTC.
Alasan kami memberikan bobot 90% untuk metode diskonto arus kas dan 10% untuk metode pembanding
perusahaan tercatat di bursa efek adalah karena data dan informasi yang digunakan pada metode diskonto
arus kas yang kami gunakan untuk menentukan nilai pasar saham SGI merupakan data dan informasi yang
memiliki tingkat keandalan yang lebih memadai dibandingkan dengan data dan informasi yang digunakan
pada metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, mengingat bahwa pada penilaian dengan
metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, nilai pasar saham SGI secara spesifik tidak dapat
diperbandingkan secara tepat dan utuh dengan pembanding perusahaan terbuka yang sejenis dan
sepadan.
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia V - 24
Page 116
Berdasarkan hasil rekonsiliasi tersebut, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai 100% saham SGI adalah
sebesar Rp479.074.854.939,- sebagaimana dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel V.17. Rekonsiliasi Indikasi Nilai Saham SGI dengan Metode DCF dan GPTC (dalam Rupiah penuh)
Indikasi Nilai Bobot Nilai Tertimbang
Uraian
Rupiah % Rupiah
Metode Discounted Cash Flow (DCF) 493.791.442.130 90% 444.412.297.917
Metode GPTC 346.625.570.216 10% 34.662.557.022
Indikasi Nilai 100% Saham SGI 100% 479.074.854.939
Sumber: Data diolah
V.6. NILAI PASAR 100% SAHAM SGI
Penilaian dilakukan kepada SGI dan entitas anak secara terpisah sesuai dengan persentase
kepemilikannya. Dengan diterapkan diskon likuiditas pasar, maka diperoleh nilai pasar 100% saham SGI
(nilai mayoritas/kendali) per 31 Desember 2025 adalah sebesar Rp175.195.000.000,-. Berikut adalah
perhitungan nilai pasar 100% saham SGI tanggal 31 Desember 2025.
Tabel V.18. Nilai Pasar 100% Saham SGI (dalam Rupiah penuh)
Presentase Indikasi Nilai
Keterangan Metode Indikasi Nilai 100% Kepemilikan Kepemilikan
Saham Saham
PT Jala Nusantara Mardika PAB (231.107.656.843) 99% (228.796.580.274)
Indikasi Nilai Entitas Anak (228.796.580.274)
PT Sarana Global Indonesia DCF dan GPTC 479.074.854.939 100% 479.074.854.939
Indikasi Nilai Entitas Induk 479.074.854.939
Indikasi Nilai 100% Saham PT Sarana Global Indonesia 100% 250.278.274.665
Indikasi Nilai 100% Saham PT Sarana Global Indonesia 100% 250.278.274.665
Discount for Lack of Control 0% -
Indikasi Nilai 100% Saham Sebelum DLOM 250.278.274.665
Discount for Lack of Marketability 30% (75.083.482.399)
Nilai Pasar 100% Saham PT Sarana Global Indonesia 175.194.792.265
Pembulatan 175.195.000.000
Nilai Pasar Per Lembar 1.459.957
Sumber: Data diolah
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia V - 25
Page 117
V.7 KESIMPULAN NILAI PASAR SAHAM
Berdasarkan hasil penilaian dengan pendekatan pendapatan (income approach) menggunakan metode
DCF (discounted cashflow) dan pendekatan pasar (market approach) menggunakan metode GPTC
(guideline publicly traded company), Nilai 120.000 lembar saham atau 100% saham SGI (termasuk di
dalamnya penilaian saham atas seluruh entitas anak perusahaan) pada Tanggal 31 Desember 2025
adalah sebesar:
Nilai Pasar
___________________ Rp175.195.000.000,-___________________
(Seratus Tujuh Puluh Lima Miliar Seratus Sembilan Puluh Lima Juta Rupiah)
Atau
Nilai Pasar Per Lembar
___________________ Rp1.459.957,-___________________
(Satu Juta Empat Ratus Lima Puluh Sembilan Ribu Sembilan Ratus Lima Puluh Tujuh Rupiah)
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia V - 26
Page 118
LAMPIRAN
Page 119
Lampiran 1. Ringkasan Laporan Keuangan Cenergy Holdings SA (dalam Juta Rupiah)
Keterangan 2021 2022 2023 2024 2025
Total Revenue 20.675.598 27.967.638 31.923.801 35.232.908 40.415.992
Gross Profit 2.131.354 2.849.977 4.441.083 5.771.500 7.243.382
Other Operating Exp., Total 744.747 792.072 1.011.889 1.089.575 1.410.338
Operating Income 1.386.607 2.057.905 3.429.194 4.681.925 5.833.044
Net Interest Exp. (550.112) (684.399) (1.437.325) (1.239.081) (1.007.025)
EBT Excl. Unusual Items 854.518 1.406.101 1.994.635 3.496.524 4.883.581
Earnings from Cont. Ops. 433.006 1.184.990 1.430.911 2.734.066 3.795.674
Net Income to Company 433.006 1.184.990 1.430.911 2.734.066 3.795.674
Net Income 432.986 1.184.931 1.430.833 2.733.988 3.795.517
ASSETS
Total Cash & ST Investments 2.541.903 3.278.432 3.628.712 8.695.416 8.678.706
Total Receivables 4.534.949 7.661.580 9.399.584 7.824.952 8.067.422
Total Current Assets 12.673.329 21.145.515 21.926.074 26.550.417 28.410.548
Net Property, Plant & Equipment 9.412.587 10.393.077 12.474.713 16.851.624 20.880.922
Total Assets 29.162.768 42.478.603 47.429.083 59.922.408 66.037.598
LIABILITIES
Total Current Liabilities 13.422.665 22.828.506 22.472.185 24.676.674 28.249.039
Total Liabilities 13.422.665 22.828.506 22.472.185 24.676.674 28.249.039
Total Common Equity 5.442.597 6.699.487 7.943.804 13.941.613 17.303.595
Total Equity 5.442.597 6.699.487 7.943.804 13.941.613 17.303.595
Total Liabilities And Equity 18.865.263 29.527.992 30.415.989 38.618.287 45.552.634
Sumber: S&P Capital IQ (data diolah)
Page 120
Lampiran 2. Kinerja Keuangan Cenergy Holdings SA
Keterangan 2021 2022 2023 2024 2025 Rata-Rata
Profitability (%)
Return on Assets 1,83% 3,56% 3,97% 6,05% 7,38% 4,56%
Return on Capital 13,56% 19,62% 25,22% 22,86% 25,16% 21,28%
Return on Equity 7,95% 17,68% 18,01% 19,61% 21,93% 17,04%
Return on Common Equity 7,96% 17,69% 18,01% 19,61% 21,93% 17,04%
Margin Analysis (%)
Gross Margin 10,31% 10,19% 13,91% 16,38% 17,92% 13,74%
SG&A Margin 3,75% 3,13% 3,31% 3,35% 3,48% 3,40%
EBITDA Margin 8,90% 9,13% 12,34% 14,92% 15,86% 12,23%
EBITA Margin 6,89% 7,51% 10,88% 13,45% 14,43% 10,63%
EBIT Margin 6,71% 7,36% 10,74% 13,29% 14,43% 10,51%
Earnings from Cont Ops Margin 2,09% 4,24% 4,48% 7,76% 9,39% 5,59%
Net Income Margin 2,09% 4,24% 4,48% 7,76% 9,39% 5,59%
Asset Turnover (x)
Total Asset Turnover 0,95 0,87 0,92 0,98 0,95 0,93
Fixed Asset Turnover 2,24 2,40 2,79 2,82 2,24 2,50
Accounts Receivable Turnover 6,08 4,73 4,29 5,32 6,08 5,30
Inventory Turnover 3,80 3,16 2,94 3,24 3,80 3,39
Short Term Liquidity
Current Ratio (x) 0,94 0,93 0,98 1,08 1,01 0,99
Quick Ratio (x) 0,53 0,48 0,58 0,67 0,59 0,57
Cash from Ops. to Curr. Liab. (x) 0,16 NM 0,18 0,24 NA 0,20
Avg. Days Sales Out. 60,03 68,56 85,06 77,33 65,16 71,23
Avg. Days Inventory Out. 95,97 112,80 123,97 115,73 115,57 112,81
Avg. Days Payable Out. 76,89 57,77 72,74 59,90 105,74 74,61
Avg. Cash Conversion Cycle 79,11 123,59 136,30 133,15 74,99 109,43
Long Term Solvency
Total Debt/Equity (%) 219,30 240,71 192,13 130,75 73,26 171,23
Total Debt/Total Capital (%) 68,68 70,65 65,77 56,66 42,28 60,81
LT Debt/Equity (%) 63,78 37,88 52,99 35,14 23,27 42,61
Long-term Debt/Total Capital (%) 19,98 11,12 18,14 15,23 13,43 15,58
Total Liabilities/Total Assets (%) 76,99 79,89 77,98 69,12 66,36 74,07
Sumber: S&P Capital IQ (data diolah)
Page 121
Lampiran 3. Ringkasan Laporan Keuangan Reach Subsea ASA (dalam Juta Rupiah)
Keterangan 2021 2022 2023 2024 2025
Total Revenue 1.115.736 1.926.829 3.307.270 4.503.312 4.435.937
Gross Profit 881.301 1.553.026 2.642.001 3.502.162 3.544.321
Other Operating Exp., Total 772.270 1.378.615 2.092.222 2.899.407 3.258.794
Operating Income 109.031 174.411 549.779 602.754 285.528
Net Interest Exp. (12.595) (23.449) (120.781) (189.935) (187.316)
EBT Excl. Unusual Items 121.039 162.427 479.766 381.132 134.219
Earnings from Cont. Ops. 155.439 119.613 374.142 340.410 179.128
Net Income to Company 155.439 119.613 374.142 340.410 179.128
Net Income 155.439 119.613 374.142 340.410 179.128
ASSETS
Total Cash & ST Investments 246.955 317.472 723.166 460.691 852.001
Total Receivables 313.450 491.801 564.550 1.147.823 1.105.611
Total Current Assets 586.502 835.234 1.360.275 1.678.659 2.059.832
Net Property, Plant & Equipment 581.573 539.806 2.673.052 3.210.842 3.164.505
Total Assets 1.728.481 2.184.313 5.321.043 6.498.014 7.181.950
LIABILITIES
Total Current Liabilities 563.481 602.166 1.468.062 2.341.401 2.331.194
Total Liabilities 563.481 602.166 1.468.062 2.341.401 2.331.194
Total Common Equity 475.246 960.152 1.537.732 1.809.332 2.018.703
Total Equity 475.246 960.152 1.537.732 1.809.332 2.018.703
Total Liabilities And Equity 1.038.727 1.562.319 3.005.793 4.150.733 4.349.896
Sumber: S&P Capital IQ (data diolah)
Page 122
Lampiran 4. Kinerja Keuangan Reach Subsea ASA
Keterangan 2021 2022 2023 2024 2025 Rata-Rata
Profitability (%)
Return on Assets 12,57% 7,58% 8,40% 6,33% 3,00% 7,57%
Return on Capital 16,19% 17,88% 18,41% 19,83% 7,84% 16,03%
Return on Equity 32,71% 12,46% 24,33% 18,81% 8,87% 19,44%
Return on Common Equity 32,71% 12,46% 24,33% 18,81% 8,87% 19,44%
Margin Analysis (%)
Gross Margin 78,99% 80,60% 79,88% 77,77% 79,90% 79,43%
SG&A Margin 19,16% 24,19% 21,24% 22,82% 23,24% 22,13%
EBITDA Margin 13,87% 12,61% 18,55% 16,19% 12,38% 14,72%
EBITA Margin 9,77% 9,16% 16,62% 13,58% 6,63% 11,15%
EBIT Margin 9,77% 9,05% 16,62% 13,38% 6,44% 11,05%
Earnings from Cont Ops Margin 13,93% 6,21% 11,31% 7,56% 4,04% 8,61%
Net Income Margin 13,93% 6,21% 11,31% 7,56% 4,04% 8,61%
Asset Turnover (x)
Total Asset Turnover 1,21 1,37 1,10 0,92 0,78 0,00
Fixed Asset Turnover 3,05 3,44 2,06 1,53 1,39 2,29
Accounts Receivable Turnover 4,31 4,99 6,58 5,63 4,70 5,24
Inventory Turnover 29,77 25,05 20,96 25,61 35,83 27,44
Short Term Liquidity
Current Ratio (x) 1,04 1,39 0,93 0,72 0,88 0,99
Quick Ratio (x) 1,00 1,34 0,88 0,69 0,84 0,95
Cash from Ops. to Curr. Liab. (x) 0,82 1,28 1,08 0,61 0,85 0,93
Avg. Days Sales Out. 84,76 73,09 55,49 65,01 77,73 71,22
Avg. Days Inventory Out. 12,26 14,57 17,41 14,29 10,19 13,74
Avg. Days Payable Out. 158,23 133,18 133,92 138,14 174,64 147,62
Avg. Cash Conversion Cycle (61,21) (45,52) (61,02) (58,84) (86,73) (62,66)
Long Term Solvency
Total Debt/Equity (%) 108,98 22,61 135,73 142,58 143,81 110,74
Total Debt/Total Capital (%) 52,15 18,44 57,58 58,78 58,99 49,19
LT Debt/Equity (%) 41,72 1,60 93,03 68,03 80,50 56,98
Long-term Debt/Total Capital (%) 19,97 1,30 39,47 28,04 33,02 24,36
Total Liabilities/Total Assets (%) 61,58 39,14 65,47 66,38 66,21 59,76
Sumber: S&P Capital IQ (data diolah)
Page 123
Lampiran 5. Ringkasan Laporan Keuangan Furukawa Electric Co., Ltd. (dalam Juta Rupiah)
Keterangan 2021 2022 2023 2024 2025
Total Revenue 97.962.502 111.384.895 111.408.120 124.995.968 135.158.701
Gross Profit 15.017.598 16.026.733 16.364.781 20.824.174 23.162.593
Other Operating Exp., Total 13.503.575 14.707.037 15.421.486 16.229.370 17.746.801
Operating Income 1.514.022 1.319.696 943.294 4.594.804 5.415.792
Net Interest Exp. (142.336) (250.686) (650.526) (545.052) (638.487)
EBT Excl. Unusual Items 2.172.219 2.130.136 640.831 5.257.262 5.668.288
Earnings from Cont. Ops. 1.636.649 2.262.883 90.878 3.494.578 5.976.931
Net Income to Company 1.636.649 2.262.883 90.878 3.494.578 5.976.931
Net Income 1.514.022 1.319.696 943.294 4.594.804 5.415.792
ASSETS
Total Cash & ST Investments 7.192.965 6.626.392 5.649.325 6.336.500 7.869.699
Total Receivables 22.210.563 23.665.349 23.995.087 27.747.808 28.094.059
Total Current Assets 49.853.430 54.948.114 54.418.297 59.384.388 63.190.166
Net Property, Plant & Equipment 26.818.790 28.455.013 29.129.297 29.453.388 27.902.290
Total Assets 106.075.748 113.694.868 113.192.005 122.922.084 127.056.214
LIABILITIES
Total Current Liabilities 37.127.055 43.510.538 42.711.285 43.774.009 46.084.302
Total Liabilities 37.127.055 43.510.538 42.711.285 43.774.009 46.084.302
Total Common Equity 27.923.278 31.668.222 32.163.840 34.971.776 40.239.266
Total Equity 27.923.278 31.668.222 32.163.840 34.971.776 40.239.266
Total Liabilities And Equity 65.050.333 75.178.760 74.875.125 78.745.785 86.323.568
Sumber: S&P Capital IQ (data diolah)
Page 124
Lampiran 6. Kinerja Keuangan Furukawa Electric Co., Ltd.
Keterangan 2021 2022 2023 2024 2025 Rata-Rata
Profitability (%)
Return on Assets 1,46% 1,99% -0,11% 2,90% 5,11% 2,27%
Return on Capital 2,65% 2,24% 1,57% 7,18% 8,54% 4,43%
Return on Equity 4,36% 5,91% -0,32% 8,17% 13,32% 6,29%
Return on Common Equity 4,92% 6,45% -0,35% 8,95% 13,90% 6,78%
Margin Analysis (%)
Gross Margin 15,33% 14,39% 14,69% 16,66% 17,14% 15,64%
SG&A Margin 11,54% 11,20% 11,50% 10,74% 10,98% 11,19%
EBITDA Margin 5,27% 4,52% 4,97% 6,99% 7,39% 5,83%
EBITA Margin 1,55% 1,18% 0,85% 3,68% 4,01% 2,25%
EBIT Margin 1,55% 1,18% 0,85% 3,68% 4,01% 2,25%
Earnings from Cont Ops Margin 2,09% 4,24% 4,48% 7,76% 9,39% 5,59%
Net Income Margin 1,40% 1,83% -0,10% 2,51% 4,14% 1,96%
Asset Turnover (x)
Total Asset Turnover 1,09 1,37 1,10 0,92 0,78 1,05
Fixed Asset Turnover 3,71 3,44 2,06 1,53 1,39 2,43
Accounts Receivable Turnover 4,77 4,99 6,58 5,63 4,70 5,33
Inventory Turnover 5,65 25,05 20,96 25,61 35,83 22,62
Short Term Liquidity
Current Ratio (x) 1,34 1,26 1,27 1,36 1,37 1,32
Quick Ratio (x) 0,79 0,70 0,69 0,78 0,78 0,75
Cash from Ops. to Curr. Liab. (x) NM NM NM NM NM NM
Avg. Days Sales Out. 76,56 75,17 78,07 75,75 75,40 76,19
Avg. Days Inventory Out. 64,63 71,05 79,29 74,03 71,19 72,04
Avg. Days Payable Out. 50,06 48,90 52,88 48,87 48,54 49,85
Avg. Cash Conversion Cycle 91,13 97,32 104,49 100,92 98,05 98,38
Long Term Solvency
Total Debt/Equity (%) 110,24 107,07 106,80 95,67 80,55 100,07
Total Debt/Total Capital (%) 52,44 51,71 51,65 48,90 44,61 49,86
LT Debt/Equity (%) 57,61 47,85 49,26 45,80 33,92 46,89
Long-term Debt/Total Capital (%) 27,40 23,11 23,82 23,41 18,79 23,30
Total Liabilities/Total Assets (%) 66,56 66,30 65,77 64,46 61,66 64,95
Sumber: S&P Capital IQ (data diolah)
Page 125
Lampiran 7. Ringkasan Laporan Keuangan Nexans S.A. (dalam Juta Rupiah)
Keterangan 2021 2022 2023 2024 2025
Total Revenue 144.622.867 164.137.344 152.781.684 167.608.764 153.173.934
Gross Profit 15.317.393 19.534.089 19.514.477 23.005.509 17.788.573
Other Operating Exp., Total 7.491.990 11.904.812 11.394.886 11.179.148 8.747.193
Operating Income 7.825.403 7.629.278 8.119.591 11.826.361 9.041.381
Net Interest Exp. (333.413) (647.214) (1.117.915) (1.019.852) (1.019.852)
EBT Excl. Unusual Items 6.177.950 6.629.038 6.687.876 9.688.595 8.001.916
Earnings from Cont. Ops. 3.216.456 4.863.910 4.373.596 5.530.736 4.314.759
Net Income to Company 3.216.456 4.863.910 4.373.596 5.530.736 7.021.289
Net Income 3.216.456 4.805.072 4.334.371 5.471.899 6.903.614
ASSETS
Total Cash & ST Investments 19.063.389 22.240.620 22.181.782 24.594.125 32.046.890
Total Receivables 22.495.583 26.123.903 23.731.173 29.967.961 25.692.427
Total Current Assets 69.310.715 78.646.284 74.449.200 84.863.459 91.943.586
Net Property, Plant & Equipment 28.281.282 32.262.628 36.361.648 43.069.137 40.715.632
Total Assets 139.150.969 159.273.434 156.723.804 182.494.681 190.398.535
LIABILITIES
Total Current Liabilities 56.621.402 73.625.474 70.546.305 70.899.331 75.135.639
Total Liabilities 56.621.402 73.625.474 70.546.305 70.899.331 75.135.639
Total Common Equity 28.379.345 32.399.915 33.243.255 35.557.534 39.127.017
Total Equity 28.379.345 32.399.915 33.243.255 35.557.534 39.127.017
Total Liabilities And Equity 85.000.747 106.025.389 103.789.560 106.456.865 114.262.656
Sumber: S&P Capital IQ (data diolah)
Page 126
Lampiran 8. Kinerja Keuangan Nexans S.A.
Keterangan 2021 2022 2023 2024 2025 Rata-Rata
Profitability (%)
Return on Assets 2,94% 3,83% 3,38% 3,64% 4,38% 3,63%
Return on Capital 14,78% 14,69% 14,09% 14,86% 10,96% 13,88%
Return on Equity 11,20% 14,70% 12,92% 15,23% 17,48% 14,30%
Return on Common Equity 11,33% 14,83% 13,04% 15,39% 17,64% 14,45%
Margin Analysis (%)
Gross Margin 10,59% 11,90% 12,77% 13,73% 11,61% 12,12%
SG&A Margin 5,47% 5,88% 6,15% 6,13% 5,35% 5,80%
EBITDA Margin 7,59% 6,80% 7,32% 9,08% 8,32% 7,82%
EBITA Margin 5,41% 4,65% 5,31% 7,27% 6,24% 5,78%
EBIT Margin 5,41% 4,65% 5,31% 7,06% 5,90% 5,67%
Earnings from Cont Ops Margin 2,22% 2,96% 2,86% 3,30% 2,82% 2,83%
Net Income Margin 2,22% 2,93% 2,84% 3,26% 4,51% 3,15%
Asset Turnover (x)
Total Asset Turnover 1,36 1,40 1,20 1,20 0,99 1,23
Fixed Asset Turnover 5,29 5,42 4,45 4,22 3,66 4,61
Accounts Receivable Turnover 7,71 7,89 7,16 7,02 5,98 7,15
Inventory Turnover 5,85 5,37 4,94 5,68 5,22 5,41
Short Term Liquidity
Current Ratio (x) 1,22 1,07 1,06 1,20 1,22 1,15
Quick Ratio (x) 0,73 0,66 0,65 0,77 0,77 0,72
Cash from Ops. to Curr. Liab. (x) 0,14 0,15 0,20 0,21 0,22 0,18
Avg. Days Sales Out. 47,32 46,27 50,98 52,12 61,06 51,55
Avg. Days Inventory Out. 62,37 68,02 73,89 64,48 69,93 67,74
Avg. Days Payable Out. 74,16 81,76 91,06 80,33 87,54 82,97
Avg. Cash Conversion Cycle 35,53 32,54 33,81 36,27 43,44 36,32
Long Term Solvency
Total Debt/Equity (%) 71,52 78,94 78,61 105,57 94,34 85,80
Total Debt/Total Capital (%) 41,70 44,12 44,01 51,35 48,54 45,94
LT Debt/Equity (%) 50,27 30,65 43,66 93,12 83,91 60,32
Long-term Debt/Total Capital (%) 29,31 17,13 24,44 45,30 43,18 31,87
Total Liabilities/Total Assets (%) 73,80 73,96 73,82 76,12 74,94 74,53
Sumber: S&P Capital IQ (data diolah)
Page 127
Lampiran 9. Ringkasan Laporan Keuangan Prysmian S.p.A. (dalam Juta Rupiah)
Keterangan 2021 2022 2023 2024 2025
Total Revenue 251.844.621 316.016.851 302.111.560 335.276.365 395.310.349
Gross Profit 79.430.785 104.809.412 109.575.259 121.225.107 157.116.055
Other Operating Exp., Total 68.643.889 88.648.679 89.001.705 97.042.846 119.675.717
Operating Income 10.786.897 16.160.733 20.573.554 24.182.261 37.440.338
Net Interest Exp. (1.294.428) (1.000.240) (1.059.077) (2.706.530) (5.373.836)
EBT Excl. Unusual Items 9.276.731 14.905.530 19.200.676 20.612.779 32.439.141
Earnings from Cont. Ops. 6.079.887 9.982.783 10.728.059 14.670.180 25.417.851
Net Income to Company 6.079.887 9.982.783 10.728.059 14.670.180 25.378.626
Net Income 6.040.662 9.884.720 10.375.033 14.297.541 24.907.925
ASSETS
Total Cash & ST Investments 38.381.740 30.968.200 36.675.449 21.220.768 40.872.533
Total Receivables 43.500.613 56.327.214 56.954.815 69.408.778 72.213.371
Total Current Assets 125.284.903 133.326.044 142.073.237 150.408.566 177.768.059
Net Property, Plant & Equipment 54.797.436 59.229.870 66.702.247 96.513.308 103.534.597
Total Assets 261.964.692 279.851.328 302.405.749 337.551.420 394.388.559
LIABILITIES
Total Current Liabilities 110.026.347 109.928.285 120.617.119 131.266.728 144.858.218
Total Liabilities 110.026.347 109.928.285 120.617.119 131.266.728 144.858.218
Total Common Equity 57.170.553 70.310.955 74.155.012 99.768.989 126.971.582
Total Equity 57.170.553 70.310.955 74.155.012 99.768.989 126.971.582
Total Liabilities And Equity 167.196.900 180.239.239 194.772.131 231.035.717 271.829.799
Sumber: S&P Capital IQ (data diolah)
Page 128
Lampiran 10. Kinerja Keuangan Prysmian S.p.A
Keterangan 2021 2022 2023 2024 2025 Rata-Rata
Profitability (%)
Return on Assets 2,94% 3,83% 3,38% 3,64% 4,38% 3,63%
Return on Capital 8,58% 11,52% 14,62% 10,71% 14,91% 12,07%
Return on Equity 9,97% 13,37% 13,32% 13,76% 19,01% 13,89%
Return on Common Equity 10,57% 14,06% 13,99% 14,33% 19,62% 14,51%
Margin Analysis (%)
Gross Margin 31,54% 33,17% 36,27% 36,16% 39,74% 35,38%
SG&A Margin 11,87% 11,37% 12,00% 11,65% 10,97% 11,57%
EBITDA Margin 6,29% 7,04% 8,71% 9,26% 12,68% 8,79%
EBITA Margin 4,69% 5,60% 7,32% 7,81% 9,47% 6,98%
EBIT Margin 4,28% 5,11% 6,81% 7,21% 9,47% 6,58%
Earnings from Cont Ops Margin 2,41% 3,16% 3,55% 4,38% 6,43% 3,99%
Net Income Margin 2,40% 3,13% 3,43% 4,26% 6,30% 3,91%
Asset Turnover (x)
Total Asset Turnover 1,17 1,30 1,18 1,09 1,05 1,16
Fixed Asset Turnover 4,72 5,54 4,80 4,11 3,95 4,62
Accounts Receivable Turnover 7,48 7,45 6,25 6,24 6,57 6,80
Inventory Turnover 4,90 5,02 4,36 4,26 4,16 4,54
Short Term Liquidity
Current Ratio (x) 1,14 1,21 1,18 1,15 1,23 1,18
Quick Ratio (x) 0,74 0,79 0,78 0,69 0,77 0,75
Cash from Ops. to Curr. Liab. (x) 0,14 0,19 0,23 0,29 0,29 0,23
Avg. Days Sales Out. 48,79 49,00 58,44 58,68 55,56 54,09
Avg. Days Inventory Out. 74,42 72,79 83,75 85,88 87,81 80,93
Avg. Days Payable Out. 89,15 88,45 91,19 74,12 76,67 83,92
Avg. Cash Conversion Cycle 34,06 33,34 51,00 70,44 66,70 51,11
Long Term Solvency
Total Debt/Equity (%) 121,11 81,52 78,17 102,30 78,25 92,27
Total Debt/Total Capital (%) 54,77 44,91 43,88 50,57 43,90 47,61
LT Debt/Equity (%) 84,46 72,77 62,64 97,38 74,88 78,42
Long-term Debt/Total Capital (%) 38,20 40,09 35,16 48,13 42,01 40,72
Total Liabilities/Total Assets (%) 74,30 70,44 70,19 70,83 66,91 70,53
Sumber: S&P Capital IQ (data diolah)
Page 129
Lampiran 11. Ringkasan Laporan Keuangan PT Ketrosden Triasmitra (dalam Juta Rupiah)
Keterangan 2021 2022 2023 2024 2025
Total Revenue 448.906 353.134 390.517 556.385 809.447
Gross Profit 254.728 190.003 231.356 280.313 334.582
Other Operating Exp., Total 65.884 67.038 77.021 91.386 95.755
Operating Income 188.845 122.965 154.335 188.928 238.827
Net Interest Exp. (26.977) (29.621) (26.659) (53.045) (55.245)
EBT Excl. Unusual Items 129.573 79.316 89.500 101.667 161.176
Earnings from Cont. Ops. 114.731 67.577 77.515 84.889 136.263
Net Income to Company 114.731 67.577 77.515 84.889 136.263
Net Income 114.694 67.560 77.514 84.887 136.260
ASSETS
Total Cash & ST Investments 148.719 278.249 412.087 99.159 21.810
Total Receivables 222.540 254.925 304.122 393.440 482.852
Total Current Assets 1.071.803 1.150.187 1.586.015 1.290.087 1.403.680
Net Property, Plant & Equipment 167.165 301.879 433.271 624.581 725.274
Total Assets 1.610.227 1.985.240 2.735.495 2.407.268 2.633.617
LIABILITIES
Total Current Liabilities 127.538 143.888 567.319 265.812 900.800
Total Liabilities 127.538 143.888 567.319 265.812 900.800
Total Common Equity 667.944 862.760 940.367 1.026.934 1.161.677
Total Equity 667.944 862.760 940.367 1.026.934 1.161.677
Total Liabilities And Equity 795.482 1.006.647 1.507.686 1.292.746 2.062.477
Sumber: S&P Capital IQ (data diolah)
Page 130
Lampiran 12. Kinerja Keuangan PT Ketrosden Triasmitra
Keterangan 2021 2022 2023 2024 2025 Rata-Rata
Profitability (%)
Return on Assets 1,32% 1,93% 0,70% 1,64% 3,69% 1,86%
Return on Capital 4,08% 6,09% 9,02% 6,05% 9,59% 6,96%
Return on Equity 2,92% 3,94% 1,36% 2,95% 7,64% 3,76%
Return on Common Equity 3,06% 4,14% 1,44% 3,09% 7,98% 3,94%
Margin Analysis (%)
Gross Margin 14,13% 11,87% 14,25% 13,26% 15,07% 13,72%
SG&A Margin 10,87% 9,50% 9,49% 9,63% 9,22% 9,74%
EBITDA Margin 8,52% 8,84% 12,03% 10,70% 13,43% 10,70%
EBITA Margin 2,60% 3,63% 5,51% 3,95% 6,79% 4,50%
EBIT Margin 2,60% 3,63% 5,51% 3,95% 6,79% 4,50%
Earnings from Cont Ops Margin 25,56% 19,14% 19,85% 15,26% 16,83% 19,33%
Net Income Margin 25,55% 19,13% 19,85% 15,26% 16,83% 19,32%
Asset Turnover (x)
Total Asset Turnover 0,38 0,24 0,21 0,26 0,38 0,29
Fixed Asset Turnover 3,86 1,51 1,06 1,05 1,29 1,75
Accounts Receivable Turnover 2,40 1,48 1,40 1,60 1,77 1,73
Inventory Turnover 0,35 0,29 0,24 0,36 0,58 0,37
Short Term Liquidity
Current Ratio (x) 8,40 7,99 2,80 4,85 1,56 5,12
Quick Ratio (x) 2,91 3,71 1,26 1,85 0,56 2,06
Cash from Ops. to Curr. Liab. (x) 0,86 NM NM 0,46 0,44 0,59
Avg. Days Sales Out. 151,94 246,75 261,26 229,43 206,71 219,22
Avg. Days Inventory Out. NM NM NM NM NM NM
Avg. Days Payable Out. 281,63 99,00 86,92 89,91 42,68 120,03
Avg. Cash Conversion Cycle 915,89 1.396,48 1.710,37 1.148,08 789,24 1.192,01
Long Term Solvency
Total Debt/Equity (%) 87,17 68,38 116,72 77,83 58,86 81,79
Total Debt/Total Capital (%) 46,57 40,61 53,86 43,77 37,05 44,37
LT Debt/Equity (%) 86,71 67,93 69,37 74,26 17,17 63,09
Long-term Debt/Total Capital (%) 46,33 40,34 32,01 41,76 10,81 34,25
Total Liabilities/Total Assets (%) 51,65 46,10 56,67 50,31 48,90 50,72
Sumber: S&P Capital IQ (data diolah)
Page 131
Lampiran 13. Ringkasan Laporan Keuangan Wei Yuan Holdings Limited (dalam Juta Rupiah)
Keterangan 2021 2022 2023 2024 2025
Total Revenue 1.210.408 1.334.068 1.319.133 1.259.758 1.278.459
Gross Profit 171.088 158.413 188.023 167.088 192.659
Other Operating Exp., Total 139.660 109.920 115.401 117.297 105.881
Operating Income 31.428 48.493 72.622 49.791 86.778
Net Interest Exp. (14.285) (15.935) (19.688) (15.974) (19.065)
EBT Excl. Unusual Items 36.285 48.467 32.740 35.870 78.427
Earnings from Cont. Ops. 27.701 34.714 17.480 24.662 62.869
Net Income to Company 27.701 34.714 17.480 24.662 62.869
Net Income 20.091 28.220 9.974 22.259 62.285
ASSETS
Total Cash & ST Investments 205.113 227.282 259.359 223.749 157.647
Total Receivables 830.466 765.610 718.403 698.910 858.661
Total Current Assets 1.083.800 1.039.787 1.045.813 995.866 1.044.164
Net Property, Plant & Equipment 359.137 342.228 317.761 298.488 561.964
Total Assets 2.478.516 2.374.907 2.341.337 2.217.014 2.622.436
LIABILITIES
Total Current Liabilities 754.688 663.352 614.158 531.718 782.844
Total Liabilities 754.688 663.352 614.158 531.718 782.844
Total Common Equity 657.378 682.144 693.209 719.884 780.130
Total Equity 657.378 682.144 693.209 719.884 780.130
Total Liabilities And Equity 1.412.067 1.345.496 1.307.367 1.251.602 1.562.973
Sumber: S&P Capital IQ (data diolah)
Page 132
Lampiran 14. Kinerja Keuangan Wei Yuan Holdings Limited
Keterangan 2021 2022 2023 2024 2025 Rata-Rata
Profitability (%)
Return on Assets 1,32% 1,93% 0,70% 1,64% 3,69% 1,86%
Return on Capital 4,08% 6,09% 9,02% 6,05% 9,59% 6,96%
Return on Equity 2,92% 3,94% 1,36% 2,95% 7,64% 3,76%
Return on Common Equity 3,06% 4,14% 1,44% 3,09% 7,98% 3,94%
Margin Analysis (%)
Gross Margin 14,13% 11,87% 14,25% 13,26% 15,07% 13,72%
SG&A Margin 10,87% 9,50% 9,49% 9,63% 9,22% 9,74%
EBITDA Margin 8,52% 8,84% 12,03% 10,70% 13,43% 10,70%
EBITA Margin 2,60% 3,63% 5,51% 3,95% 6,79% 4,50%
EBIT Margin 2,60% 3,63% 5,51% 3,95% 6,79% 4,50%
Earnings from Cont Ops Margin 2,29% 2,60% 1,33% 1,96% 4,92% 2,62%
Net Income Margin 1,66% 2,12% 0,76% 1,77% 4,87% 2,23%
Asset Turnover (x)
Total Asset Turnover 0,84 0,91 0,92 0,89 0,85 0,88
Fixed Asset Turnover 2,97 4,09 4,00 3,80 4,02 3,78
Accounts Receivable Turnover 1,65 1,80 1,80 1,69 1,49 1,69
Inventory Turnover 79,06 76,80 77,18 71,56 69,50 74,82
Short Term Liquidity
Current Ratio (x) 1,33 1,87 1,70 1,57 1,44 1,58
Quick Ratio (x) 1,30 1,72 1,58 1,49 1,36 1,49
Cash from Ops. to Curr. Liab. (x) NM 0,28 0,29 0,33 0,29 0,30
Avg. Days Sales Out. 221,09 203,37 202,71 215,85 245,19 217,64
Avg. Days Inventory Out. 4,62 4,77 4,73 5,10 5,25 4,89
Avg. Days Payable Out. 53,73 54,05 56,29 56,16 52,47 54,54
Avg. Cash Conversion Cycle 171,99 154,08 151,15 164,79 197,97 168,00
Long Term Solvency
Total Debt/Equity (%) 74,65 44,19 57,24 64,69 82,41 64,64
Total Debt/Total Capital (%) 42,74 30,65 36,40 39,28 45,18 38,85
LT Debt/Equity (%) 8,42 7,19 8,44 9,97 10,46 8,90
Long-term Debt/Total Capital (%) 4,82 4,99 5,37 6,06 5,73 5,39
Total Liabilities/Total Assets (%) 51,70 44,32 48,50 51,00 54,95 50,09
Sumber: S&P Capital IQ (data diolah)
Page 133
Lampiran 15. Ringkasan Laporan Keuangan Hengtong Optic-Electric Co., Ltd. (dalam Juta Rupiah)
Keterangan 2021 2022 2023 2024 2025
Total Revenue 98.563.643 110.965.112 113.730.070 143.254.072 160.499.641
Gross Profit 15.649.850 15.642.913 17.259.568 18.825.838 19.305.837
Other Operating Exp., Total 10.670.893 10.957.445 11.073.844 10.282.217 10.676.743
Operating Income 4.978.957 4.685.468 6.185.724 8.543.622 8.629.094
Net Interest Exp. (1.112.751) (596.717) (913.649) (748.107) (615.538)
EBT Excl. Unusual Items 3.872.461 4.072.950 5.372.202 7.489.304 7.703.853
Earnings from Cont. Ops. 3.768.453 3.806.993 5.317.964 7.093.804 7.174.092
Net Income to Company 3.768.453 3.806.993 5.317.964 7.093.804 7.174.092
Net Income 3.430.170 3.788.263 5.143.232 6.612.489 6.758.206
ASSETS
Total Cash & ST Investments 25.880.030 24.245.552 28.517.081 29.443.820 33.993.818
Total Receivables 42.403.060 47.977.299 47.537.723 52.628.941 56.361.275
Total Current Assets 85.976.153 90.357.179 102.982.944 112.313.383 123.743.399
Net Property, Plant & Equipment 24.247.376 25.564.652 31.499.335 31.706.384 32.829.592
Total Assets 178.506.619 188.144.682 210.537.084 226.092.528 246.928.084
LIABILITIES
Total Current Liabilities 57.049.244 57.486.864 69.155.382 72.524.352 84.206.568
Total Liabilities 57.049.244 57.486.864 69.155.382 72.524.352 84.206.568
Total Common Equity 49.601.379 56.611.784 61.240.227 68.147.083 73.502.360
Total Equity 49.601.379 56.611.784 61.240.227 68.147.083 73.502.360
Total Liabilities And Equity 106.650.623 114.098.648 130.395.609 140.671.435 157.708.928
Sumber: S&P Capital IQ (data diolah)
Page 134
Lampiran 16. Kinerja Keuangan Optic-Electric Co., Ltd
Keterangan 2021 2022 2023 2024 2025 Rata-Rata
Profitability (%)
Return on Assets 2,74% 2,85% 3,45% 4,17% 3,94% 3,43%
Return on Capital 7,30% 6,21% 7,72% 9,92% 9,86% 8,20%
Return on Equity 5,83% 5,89% 7,66% 8,96% 8,50% 7,37%
Return on Common Equity 6,92% 6,69% 8,40% 9,70% 9,19% 8,18%
Margin Analysis (%)
Gross Margin 15,88% 14,10% 15,18% 13,14% 12,03% 14,06%
SG&A Margin -6,07% -5,69% -5,68% -4,68% -4,36% -5,30%
EBITDA Margin 7,91% 6,91% 8,37% 8,64% 8,01% 7,97%
EBITA Margin 5,88% 5,04% 6,21% 6,51% 5,86% 5,90%
EBIT Margin 5,05% 4,22% 5,44% 5,96% 5,38% 5,21%
Earnings from Cont Ops Margin 3,82% 3,43% 4,68% 4,95% 4,47% 4,27%
Net Income Margin 3,48% 3,41% 4,52% 4,62% 4,21% 4,05%
Asset Turnover (x)
Total Asset Turnover 0,82 0,86 0,81 0,93 0,98 0,88
Fixed Asset Turnover 4,14 4,46 3,99 4,53 5,00 4,42
Accounts Receivable Turnover 2,65 2,53 2,44 2,94 2,94 2,70
Inventory Turnover 6,93 8,02 6,17 6,01 6,48 6,72
Short Term Liquidity
Current Ratio (x) 1,51 1,57 1,49 1,55 1,47 1,52
Quick Ratio (x) 1,19 1,25 1,10 1,13 1,07 1,15
Cash from Ops. to Curr. Liab. (x) 0,06 0,04 0,06 0,11 0,09 0,07
Avg. Days Sales Out. 137,70 144,02 149,86 124,60 124,06 136,05
Avg. Days Inventory Out. 52,64 45,51 59,18 60,91 56,29 54,91
Avg. Days Payable Out. 89,03 91,44 83,84 75,33 66,03 81,13
Avg. Cash Conversion Cycle 101,31 98,09 125,20 110,19 114,32 109,82
Long Term Solvency
Total Debt/Equity (%) 54,05 47,81 60,51 50,02 52,64 53,01
Total Debt/Total Capital (%) 35,08 32,34 37,70 33,34 34,49 34,59
LT Debt/Equity (%) 14,35 15,97 17,87 15,25 8,20 14,33
Long-term Debt/Total Capital (%) 9,32 10,80 11,14 10,17 5,37 9,36
Total Liabilities/Total Assets (%) 53,01 51,67 55,00 53,49 53,69 53,37
Sumber: S&P Capital IQ (data diolah)
Names mentioned 70 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT SARANA GLOBAL INDONESIA Tanggal Penilaian
p.1
unresolved
org
PT Sarana Global Indonesia
p.2 ×134
unresolved
org
Iwan Bachron & Rekan
p.2 ×3
unresolved
org
PT Jala Nusantara Mardika
p.2 ×8
unresolved
org
PT Nostag Nusantara Mardika
p.2 ×2
unresolved
org
Departemen Keuangan Republik Indonesia
p.2 ×3
unresolved
person
Publik Drajat Darmadji
p.3 ×2
unresolved
person
Penilai Publik Bunga Budiarti
p.3 ×2
unresolved
—
Domisili
p.4 ×2
unresolved
—
Telp/Fax
p.4
unresolved
org
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
p.4 ×3
unresolved
org
Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global
p.4 ×2
unresolved
org
Gatot Permadi
p.5 ×6
unresolved
org
Soejatna
p.6 ×4
unresolved
org
Mulyana & Rekan
p.6 ×6
unresolved
org
Laporan Penilaian Aset KJPP Iwan Bachron dan Rekan
p.6 ×2
unresolved
org
KJPP Iwan Bachron
p.6 ×6
unresolved
org
Bank Indonesia
p.6 ×12
unresolved
org
Pusat Statistik
p.6 ×2
unresolved
person
Y. Didik Heru Purnomo
p.10 ×2
unresolved
person
Lisa Anggraini
p.10 ×2
unresolved
org
KJPP IWAN BACHRON DAN REKAN Appraisers
p.12
unresolved
person
Consultants Bunga Budiarti
p.12
unresolved
person
Bunga Budiarti, S.E., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
· Rekan
p.12
unresolved
person
Penanggung Jawab Bunga Budiarti
p.15
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Iwan Bachron dan Rekan
p.16
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Iwan Bachron
p.16
unresolved
person
Bayu Erriano Affia
p.34
unresolved
person
Fifi Susanti
p.34
unresolved
person
Daniel Praganda Marpaung
p.34
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.34 ×8
unresolved
person
Haria Fitri Sucipto
p.35 ×2
unresolved
org
PT Nostag Nusantara Mardika Sumber
p.36
unresolved
person
Daniel
p.37
unresolved
org
Koordinasi Penanaman Modal
p.37 ×5
unresolved
person
M. Nova Faisal
p.37 ×2
unresolved
person
Rindy Ayu Rahmadiyanti
p.37 ×2
unresolved
org
Kementerian Komunikasi dan Digital
p.56 ×4
unresolved
org
Kementerian Komunikasi dan Digital. Mengingat
p.90
unresolved
org
Kementerian Kelautan dan Perikanan.
p.90
unresolved
org
KJPP Iwan Bachron dan Rekan
p.98 ×2
unresolved
org
PT Ketrosden KETR
p.103
unresolved
org
Electric Co., Ltd.
p.103
unresolved
org
PT Sarana Global Indonesia Penilaian Saham
p.109 ×2
unresolved
org
Jasa Konstruksi Furukawa Electric Co., Ltd.
p.112
unresolved
org
Jasa Konstruksi Wei Yuan Holdings Limited
p.112
unresolved
org
Infrastruktur Telekomunikasi Hengtong Optic-Electric Co., Ltd.
p.112
unresolved
org
Wei Yuan Holdings Limited
p.112 ×4
unresolved
org
Hengtong Optic-Electric Co., Ltd.
p.112 ×4
unresolved
org
FESCO Group Co., Ltd.
p.114
unresolved
org
Itcons E-Solutions Limited
p.114
unresolved
org
Kandarp Digi Smart BPO Limited
p.114
unresolved
org
HRH Next Services Limited
p.114
unresolved
org
Bacui Technologies International Ltd.
p.114
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.