Back to announcement
20260512_INET_Laporan Informasi dan Fakta Material_32090799_lamp2.pdf
Asset transaction Needs review INETSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 115
Page 1
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
PT SINERGI INTI ANDALAN PRIMA TBK
Tanggal Pendapat Kewajaran:
31 Desember 2025
Page 2
No. 00071/2.0047-05/BS/06/0465/1/IV/2026 10 April 2026
Kepada Yth.
PT SINERGI INTI ANDALAN PRIMA TBK
Gedung Cyber Lt.10
Jl. Kuningan Barat No. 8
Jakarta Selatan – DKI Jakarta
Up : Direksi
Perihal : Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Material PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
Dengan hormat,
Sehubungan dengan kebutuhan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (“Pemberi Tugas”/“INET”) dalam rencana
untuk melakukan aksi korporasi Transaksi Material atas Akuisisi 60% Saham PT Sarana Global Indonesia
dan Entitas Anak ("SGI") oleh INET, melalui penerbitan saham baru (“Rencana Transaksi”), seperti yang
tertuang di dalam surat perjanjian kerja No. 013/IDR-SPK/PEN-BDG/III/2026 pada tanggal 16 Maret 2026, maka
dengan ini Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Iwan Bachron & Rekan (“IDR”), sebagai Kantor Jasa Penilai Publik
(KJPP) yang beroperasi berdasarkan Izin Usaha dari Departemen Keuangan Republik Indonesia
No. 552KM.1/2009 menyatakan bahwa telah melakukan penyusunan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
untuk memberikan gambaran kepada Pemberi Tugas mengenai kewajaran atas Rencana Transaksi berdasarkan
ketentuan yang berlaku, yaitu Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal”.
LATAR BELAKANG
Berdasarkan informasi yang kami terima dari INET, rencana transaksi yang akan dilaksanakan oleh INET adalah
akuisisi atas 60% saham baru yang telah dilakukan penyertaan modal oleh INET dan akan diterbitkan oleh SGI,
yang untuk saat ini terdiri dari beberapa pemegang saham yang diwakili oleh Chandra Arie Setiawan. Akuisisi
saham SGI sesuai dengan ketentuan Draft Investment Agreement merupakan peluang signifikan bagi INET untuk
meningkatkan skala usaha sekaligus memperluas jangkauan bisnisnya. Melalui transaksi ini, INET diharapkan
dapat memperoleh manfaat dari peningkatan kapasitas operasional serta realisasi skala ekonomis yang berasal
dari potensi sinergi bisnis antara INET dan SGI.
INET berpandangan bahwa pengambilalihan sebagian saham SGI diharapkan dapat meningkatkan skala dan
jangkauan bisnis INET melalui pemanfaatan posisi dan kompetensi SGI sebagai perusahaan jasa pelaksanaan
konstruksi telekomunikasi. Akuisisi ini diharapkan dapat memperkuat penetrasi pasar INET, khususnya di Pulau
Jawa dan Kalimantan, serta mempercepat pembangunan jaringan telekomunikasi bawah laut. Dengan aset kapal
pemasang kabel laut (cable laying vessel) yang dimiliki SGI, INET dapat meningkatkan efisiensi dalam
pembangunan, perbaikan, dan pemeliharaan jaringan. Sinergi ini diharapkan menghasilkan infrastruktur
telekomunikasi yang lebih kuat dan terintegrasi, sekaligus menekan biaya ekspansi layanan internet dan
mempercepat pertumbuhan bisnis perusahaan INET.
Page 3
Rencana Transaksi yang akan dilakukan oleh INET memenuhi batasan nilai transaksi material sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) dan (2) POJK No. 17/2020, yang dihitung berdasarkan Laporan Keuangan Audit Konsolidasian INET tanggal 31 Desember 2025, dimana Nilai Rencana Transaksi mencapai 65,33% dari ekuitas INET, dikarenakan nilai transaksi material diatas 50% maka diperlukan persetujuan RUPS sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 6 ayat (1) POJK No. 17/2020. Namun demikian, Rencana Transaksi bukan merupakan suatu transaksi afiliasi dan tidak mengandung benturan kepentingan karena Pihak Pembeli dan Pihak Penjual dalam Rencana Transaksi tidak memiliki hubungan afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 42/2020. Dengan demikian, INET tidak diwajibkan untuk memenuhi ketentuan-ketentuan dalam POJK No. 42/2020 sehubungan dengan Rencana Transaksi. Selain itu, Rencana Transaksi tidak berpotensi mengakibatkan terganggunya kelangsungan usaha INET. STATUS PENILAI IDR adalah Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) yang didirikan berdasarkan Akta Notaris No.139 tertanggal 13 April 2009 oleh Notaris Publik Drajat Darmadji, S.H, IDR telah terdaftar pada Departemen Keuangan Republik Indonesia dengan Nomor Izin No. 2.09.0047, Tanggal 10 Juni 2009. Pendapat kewajaran ini dilakukan oleh Penilai Publik Bunga Budiarti, S.E., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.) merupakan Penilai independen yang bernaung dalam IDR berdasarkan ijin Penilai Publik No. B-1.16.00465, yang terdaftar sebagai profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) dengan Surat Tanda Terdaftar (“STTD”) Profesi Penunjang Pasar Modal dari Bagian Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Penilai Properti dan Bisnis) STTD OJK No. STTD.PPB-27/PJ.1/PM.02/2023. Bertindak independen, objektif, dan memiliki kompetensi untuk melakukan pendapat kewajaran sebagaimana yang dimaksud dalam lingkup penugasan ini. IDR dalam memberikan jasa pendapat kewajaran sesuai dengan kemampuan dan keahlian dengan menjunjung tinggi integritas, kejujuran dan tidak memihak. Penilai tidak memiliki keterlibatan material atau benturan kepentingan baik aktual maupun potensial dengan obyek penilaian dan/atau pemilik aset dan pemberi tugas. Untuk penilaian obyek sebagaimana dijelaskan di bawah tidak diperlukan bantuan tenaga ahli luar. Seluruh Penilai, ahli dan staf pelaksana dalam penugasan ini adalah satu kesatuan tim penugasan di bawah koordinator Penilai berizin atau penanggung jawab laporan pendapat kewajaran. IDENTITAS PEMBERI TUGAS DAN PENGGUNA LAPORAN Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan dalam penyusunan pendapat kewajaran ini adalah: Nama : PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk Perseroan : Perseroan Terbatas berstatus Perusahaan Terbuka (publicly-held company) Bidang Industri : Telekomunikasi Alamat : Gedung Cyber Lt.10, Jl. Kuningan Barat No.8, Jakarta Selatan 12710 Email : info@sinergynetworks.co.id Telepon : +62 2150 525588 Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk II
Page 4
Pemberi tugas memastikan objek penilaian tidak sedang atau telah dinilai oleh Penilai Publik lainnya untuk maksud, tujuan,
pengguna laporan dan tanggal penilaian yang sama atau berdekatan (dalam jangka waktu tidak lebih dari dua bulan) (KEPI
Edisi VII – 2018 Pasal 5.8 poin C-4).
OBJEK TRANSAKSI PENDAPAT KEWAJARAN
Objek transaksi dalam pendapat kewajaran adalah Rencana Transaksi Material atas Akuisisi 180.000 lembar
saham atau 60% saham SGI per Laporan keuangan Audit 31 Desember 2025, dengan total nilai Rencana
Transaksi atas 180.000 lembar saham atau 60% saham SGI setelah penambahan modal adalah sebesar
Rp280.403.820.000 (Dua Ratus Delapan Puluh Miliar Empat Ratus Tiga Juta Delapan Ratus Dua Puluh Ribu
Rupiah) dimana nilai transaksi per lembar saham adalah sebesar Rp1.557.799 per lembar saham. Nilai Pasar
120.000 lembar saham atau 100% saham SGI adalah sebesar Rp175.195.000.000,- (Seratus Tujuh Puluh Lima
Miliar Seratus Sembilan Puluh Lima Juta Rupiah) dimana nilai pasar per lembar saham adalah sebesar
Rp1.459.957 per lembar saham.
JENIS MATA UANG
Dalam penugasan ini hasil pendapat kewajaran dinyatakan dalam mata uang Rupiah. Kami mengingatkan bahwa
penggunaan nilai tukar selain yang tercantum dalam lingkup penugasan ini tidak berlaku.
MAKSUD DAN TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN
Maksud dan Tujuan penyusunan Pendapat Kewajaran adalah untuk memberikan opini mengenai kewajaran
Rencana Transaksi. Pendapat Kewajaran telah disusun sesuai dengan dan tunduk pada ketentuan-ketentuan dari
Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha” (“POJK 17
/POJK.04/2020”), Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis
di Pasar Modal” (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”) serta Standar Penilaian Indonesia Edisi VII 2018 (“SPI
2018”).
TANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN
Analisis dalam Pendapat Kewajaran dilaksanakan berdasarkan laporan keuangan pada tanggal 31 Desember
2025, sebagai tanggal efektif Pendapat Kewajaran. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan
tujuan Pendapat Kewajaran serta dari data keuangan INET per 31 Desember 2025 yang kami terima dan menjadi
dasar penyusunan Pendapat Kewajaran.
Sesuai dengan ketentuan dalam POJK 35/2020, laporan penilaian ini berlaku selama 6 (enam) bulan sejak tanggal
penilaian, yaitu tanggal 30 Juni 2026, kecuali terdapat hal-hal yang dapat mempengaruhi kesimpulan nilai lebih
dari 5% (lima persen).
TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI
➢ Tidak dilakukan uji tuntas atas laporan keuangan objek penyusunan pendapat kewajaran;
➢ Tidak dilakukan uji tuntas atas aspek legal, termasuk dokumen legalitas objek penyusunan pendapat
kewajaran;
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk III
Page 5
➢ Pengumpulan data dan informasi dari pihak manajemen INET perseroan diverifikasi secara tertulis atau
wawancara langsung;
➢ Proses pengumpulan, verifikasi dan analisis data dilakukan secara langsung pada objek penyusunan pendapat
kewajaran. Bila pada objek penyusunan pendapat kewajaran tertentu dijumpai keterbatasan untuk dijangkau
dan/atau diversifikasi secara keseluruhan, maka kami menggunakan pendataan secara sampling dan
wawancara dari pihak yang relevan;
➢ Inspeksi dapat dilakukan tanpa ada pembatasan akses ke lokasi properti termasuk data yang harus disediakan
oleh pemberi tugas dan/atau pihak terkait lainya;
➢ Segala sesuatu yang membatasi pekerjaan penyusunan pendapat kewajaran ini akan dicatatkan sebagai
bagian yang mengikat atas hasil penyusunan pendapat kewajaran yang dilakukan.
SIFAT DAN SUMBER INFORMASI YANG DAPAT DIANDALKAN
Informasi dan data yang relevan namun tidak membutuhkan verifikasi, dapat disetujui untuk digunakan sepanjang
sumber data tersebut diyakini kebenarannya. Sumber data tersebut antara lain:
➢ Informasi primer yang relevan atas objek penilaian diberikan secara langsung oleh Pemberi Tugas selama
proses penilaian dengan rincian sebagai berikut:
- Laporan Keuangan Audit INET untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang telah
diaudit oleh KAP Suharli, Sugiharto & Rekan dan telah ditandatangani pada tanggal 30 Maret 2026 oleh
Ridho Fathoni, CPA dengan Izin Akuntan Publik No.AP.1629, dengan nomor laporan No.
00075/2.1315/AU.1/05/1629-1/1/III/2026;
- Laporan Keuangan Audit INET untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang telah
diaudit oleh KAP Dra. Suhartati & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan telah
ditandatangani pada tanggal 27 Maret 2025 oleh Dulgani, CPA dengan Izin Akuntan Publik No.AP.0165,
dengan nomor laporan No. 00091/2.0119/AU.1/05/0165-1/1/III/2025;
- Laporan Keuangan Audit INET untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang telah
diaudit oleh KAP Morhan & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan telah
ditandatangani pada tanggal 8 April 2024 oleh David Kurniawan, CPA dengan Izin Akuntan Publik
No.AP.1023, dengan nomor laporan No. 00114/2.0961/AU.1/05/1023-2/1/IV/2024;
- Laporan Keuangan Audit INET untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang telah
diaudit oleh KAP Morhan & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan telah
ditandatangani pada tanggal 10 April 2023 oleh David Kurniawan, CPA dengan Izin Akuntan Publik
No.AP.1023, dengan nomor laporan No. 00113/2.0961/AU.1/05/1023-1/1/IV/2023;
- Laporan Asurans Praktisi Independen atas Kompilasi Informasi Keuangan Proforma Konsolidasian Proforma
INET No. 008/OAS/SSR-JL/2026 tanggal 9 April 2026 tanpa maupun dengan transaksi per 31 Desember
2025 yang disusun oleh Bapak Julian Lukito, CPA dengan Registrasi Akuntan Publik No. AP.1247, yang
tergabung dalam Kantor Akuntan Publik (KAP) Suharli Sugiharto & Rekan (“SW Indonesia”) dengan opini
telah dikompilasi dalam semua hal yang material;
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk IV
Page 6
- Business Plan sebelum rencana transaksi dan dengan rencana transaksi untuk periode 2026 sampai dengan
2030 yang antara lain terdiri dari laporan posisi keuangan dan hasil operasi untuk periode yang
diproyeksikan mencerminkan pertimbangan yang terbaik dari Manajemen, berdasarkan harapan kondisi
pasar di masa mendatang dan tindakan-tindakan yang akan dilakukan oleh INET sesuai kondisi yang ada
per tanggal pendapat kewajaran (dalam bentuk softcopy);
- Draft Invesment Agreement;
- Keterbukaan Informasi INET;
- Laporan Penilaian Aset KJPP Iwan Bachron dan Rekan No. 01655/2.0047-00/PP/06/0588/1/IV/2026 tanggal
6 April 2026;
- Laporan Penilaian 100% Saham SGI No. 00069/2.0047-05/BS/06/0465/1/IV/2026 tanggal 8 April 2026 yang
disusun oleh KJPP Iwan Bachron & Rekan;
- Surat Indikasi Syarat dan Ketentuan Jual Beli pada tanggal 2 Februari 2026 dengan nomor surat No.
53/INET/II/2026.
➢ Informasi sekunder atas data lain yang diperlukan untuk penilaian diperoleh dari media cetak, media elektronik
dan papan pengumuman yang layak:
- Bank Indonesia (BI);
- Badan Pusat Statistik (BPS);
- Otoritas Jasa Keuangan (OJK);
- Data riset dari lembaga independen seperti website Aswath Damodaran;
- Media cetak dan elektronik resmi seperti Yahoo Finance, Bloomberg, S&P Capital IQ, dan website Bursa
Efek Indonesia.
ASUMSI DAN ASUMSI KHUSUS
Analisis disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan, serta
peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan tanggal penerbitan Laporan Pendapat Kewajaran
atas Rencana Transaksi. Dalam analisis, kami mempertimbangkan beberapa asumsi, seperti terpenuhinya semua
kondisi dan kewajiban INET. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal analisis sampai dengan tanggal
diterbitkannya Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam analisis. Berikut asumsi khusus yang
digunakan dalam lingkup penugasan ini dengan rincian sebagai berikut:
➢ Objek pendapat kewajaran yang analisa tidak mempunyai masalah hukum dan hak kepemilikannya adalah sah,
bebas dari sengketa dan dapat dialihkan haknya;
➢ Objek pendapat kewajaran yang ditunjukkan kepada kami adalah benar merupakan objek dalam penyusunan
pendapat kewajaran;
➢ Seluruh data dan informasi yang diberikan pemberi tugas sehubungan dengan penyusunan pendapat
kewajaran ini adalah relevan, benar dan dapat dipercaya;
➢ Kami tidak melakukan penelitian terhadap keabsahan dokumen-dokumen legal yang terkait;
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk V
Page 7
➢ Seluruh pernyataan data dan informasi yang diberikan Pemberi Tugas adalah relevan, benar dan dapat
dipercaya sesuai dengan prosedur penyusunan pendapat kewajaran yang umum berlaku dan disampaikan
dengan itikad baik;
➢ Kondisi-kondisi tidak wajar yang tersembunyi terhadap objek pendapat kewajaran yang dapat membawa efek
negatif terhadap nilai, tidak menjadi tanggung jawab kami sebab merupakan bagian pekerjaan ahli lain;
➢ Baik Pemimpin Rekan dan atau Rekan, serta para Penilai maupun karyawannya tidak mempunyai kepentingan
finansial apapun terhadap objek penugasan.
PERSYARATAN ATAS PERSETUJUAN UNTUK PUBLIKASI
Laporan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi bersifat non-disclaimer opinion dan merupakan laporan
yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional
INET.
STANDAR PENYUSUNAN PENDAPAT KEWAJARAN
Pendapat Kewajaran akan dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan (OJK) No.17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha (POJK
17/POJK.04/2020), Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
Bisnis di Pasar Modal (POJK 35/POJK.04/2020) serta Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia
Tahun 2018 Edisi VII dan 320, 330, dan 340 – Edisi Revisi (KEPI-SPI Edisi VII.2018).
NILAI TRANSAKSI
Nilai atas transaksi dalam hal ini yaitu nilai transaksi per lembar saham sebesar Rp1.557.799 per lembar saham
dengan total nilai Rencana Transaksi adalah sebesar Rp280.403.820.000,- (Dua Ratus Delapan Puluh Miliar
Empat Ratus Tiga Juta Delapan Ratus Dua Puluh Ribu Rupiah).
KEJADIAN – KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL EFEKTIF (SUBSEQUENT EVENTS)
Berdasarkan informasi yang kami peroleh dari Pemberi Tugas terdapat kejadian-kejadian penting setelah tanggal
efektif Pendapat Kewajaran yaitu 31 Desember 2025, baik yang diketahui maupun yang patut diketahui sampai
dengan Tanggal Laporan Pendapat Kewajaran yaitu 30 Januari 2026 diantaranya:
➢ INET telah melakukan pengajuan kepada PT Bank JTrust Indonesia Tbk terkait dengan fasilitas kredit,
selanjutnya berdasarkan Perjanjian Kredit antara PT Bank JTrust Indonesia Tbk, PT Sinergi Andalan Prima
Tbk, dan PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara pada tanggal 17 Maret 2026 dengan nomor surat No.
035/JTRUST-AGR/LBS/III/2026, INET memperoleh Penawaran dari PT Bank JTrust Indonesia Tbk atas fasilitas
Kredit berupa Fasilitas Langsung sebesar Rp350.000.000.000. Fasilitas tersebut, digunakan untuk melakukan
akuisisi aset-aset untuk pengembangan bisnis INET dengan tingkat Suku bunga pinjaman sebesar suku bunga
rekening Giro 0% (nol persen) ditambah spread sebesar 0,50% (nol koma lima puluh persen) per tahun.
➢ Penerbitan HMETD sebanyak-banyaknya 12.800.000.000 (dua belas miliar delapan ratus juta) saham biasa
atas nama dengan nilai nominal Rp10,- (sepuluh Rupiah) setiap saham yang mewakili sebanyak-banyaknya
57,14% (lima puluh tujuh koma satu empat persen) dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk VI
Page 8
PMHMETD. Setiap pemegang 3 (tiga) Saham Lama yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham
INET pada tanggal 6 Januari 2026 pukul 16.00 WIB berhak atas 4 (empat) HMETD, dimana setiap 1 (satu)
HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak 1 (satu) Saham Baru dengan Harga
Pelaksanaan Rp250,- (dua ratus lima puluh Rupiah) setiap saham yang harus dibayar penuh pada saat
mengajukan Formulir Pemesanan dan Pembelian Saham. Jumlah dana yang akan diterima INET dalam
PMHMETD ini sebanyak-banyaknya Rp3.200.000.000.000,- (tiga triliun dua ratus miliar Rupiah). Penerbitan
Waran Seri II adalah efek yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk melakukan pembelian Saham
Biasa Atas Nama yang bernilai nominal Rp10,- (sepuluh Rupiah) setiap sahamnya dengan Harga Pelaksanaan
sebesar Rp300,- (tiga ratus Rupiah) yang dapat dilakukan selama masa berlakunya pelaksanaan yaitu mulai
tanggal 13 Juli 2026 – 13 Juli 2028, Pemegang Waran Seri II tidak mempunyai hak sebagai pemegang saham
termasuk hak dividen selama Waran Seri II tersebut belum dilaksanakan menjadi saham. Apabila Waran Seri
II tidak dilaksanakan sampai habis masa berlakunya, maka Waran Seri II tersebut menjadi kadaluwarsa, tidak
bernilai dan tidak berlaku. Masa berlaku Waran Seri II tidak dapat diperpanjang lagi. Total Hasil Pelaksanaan
Waran Seri II sebanyak-banyaknya Rp691.200.000.000,- (enam ratus sembilan puluh satu miliar dua ratus juta
Rupiah. Berdasarkan informasi yang kami terima dari Pemberi Tugas, periode pelaksanaan PMHMETD dan
Waran Seri II dilaksanakan pada tanggal 8 Januari 2026 – 26 Januari 2026.
➢ INET telah melakukan transaksi material akuisisi 53,57% saham PT Personel Alih Daya Tbk berdasarkan
dokumen keterbukaan informasi yang diterbitkan pada tanggal 3 Februari 2026.
➢ INET telah melakukan transaksi material akuisisi 60% saham PT Trans Hybrid Communication berdasarkan
dokumen keterbukaan informasi yang diterbitkan pada tanggal 9 Maret 2026.
PENDAPAT KEWAJARAN
Pendapat Kewajaran ditujukan untuk kepentingan Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan dalam kaitannya dengan
Rencana Transaksi dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain, atau untuk kepentingan lain. Pendapat Kewajaran
tidak merupakan rekomendasi kepada pemegang saham untuk menyetujui Rencana Transaksi atau melakukan
tindakan lainnya dalam kaitan dengan Rencana Transaksi, dan tidak dapat digunakan secara demikian oleh
pemegang saham.
Pendapat Kewajaran harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian dari analisis dan
informasi tanpa mempertimbangkan isi Pendapat Kewajaran secara keseluruhan dapat menyebabkan pandangan
yang menyesatkan atas proses yang mendasari Pendapat Kewajaran.
Pendapat Kewajaran juga disusun berdasarkan kondisi ekonomi dan peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak
bertanggung jawab untuk memutakhirkan atau melengkapi Pendapat Kewajaran kami karena peristiwa-peristiwa
yang terjadi setelah tanggal Pendapat Kewajaran. Pendapat Kewajaran tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda
tangan pihak yang berwenang dari IDR.
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk VII
Page 9
RUANG LINGKUP PENDAPAT KEWAJARAN Ruang lingkup pendapat kewajaran didasarkan pada analisis kewajaran dari Rencana Transaksi untuk memenuhi Ketentuan POJK 17/POJK.04/2020 dengan ruang lingkup antara lain: ➢ Analisis atas industri dan bisnis; ➢ Analisis atas keseluruhan Rencana Transaksi; ➢ Analisis kuantitatif dan kualitatif atas Rencana Transaksi; ➢ Analisis atas syarat-syarat dan ketentuan dari perjanjian-perjanjian terkait dengan Rencana Transaksi; ➢ Analisis kewajaran atas Rencana Transaksi. Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi lainnya yang diberikan kepada kami oleh INET atau yang tersedia secara umum, dan kami tidak melakukan dan karenanya tidak bertanggung jawab atas pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen INET bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan. Kami telah melakukan inspeksi atau wawancara dengan manajemen INET terkait dengan penyusunan pendapat kewajaran. Selain itu, kami juga tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Rencana Transaksi. Jasa-jasa yang kami berikan kepada INET dalam kaitan dengan Rencana Transaksi hanya merupakan penyusunan Pendapat Kewajaran dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Rencana Transaksi tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, sebagai suatu penelaahan atau audit atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak mencoba mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya yang ada untuk INET. KONDISI PEMBATAS Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan, keandalan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh manajemen INET atau yang tersedia secara umum yang pada hakikatnya adalah benar, lengkap dan tidak menyesatkan, dan kami tidak bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi- informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen INET bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan. Analisis Pendapat Kewajaran atas Transaksi dipersiapkan menggunakan data dan informasi sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggungjawab atas perubahan kesimpulan atas Pendapat Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk VIII
Page 10
Kewajaran kami maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh
ketidakterbukaan informasi sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan atau dapat disalahartikan.
Hasil dari analisis kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang mendasarinya, perubahan pada
sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan merubah hasil dari analisis kami. Oleh karena itu, kami
sampaikan bahwa perubahan terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil analisis, dan
bahwa perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Kami telah melakukan inspeksi atau wawancara dengan
manajemen INET terkait dengan penyusunan pendapat kewajaran. Kami tidak melakukan penelitian atas
keabsahan Transaksi dari aspek hukum dan implikasi aspek perpajakan. Pendapat Kewajaran atas Transaksi
hanya ditinjau dari segi ekonomis dan keuangan. Laporan pendapat kewajaran atas Transaksi bersifat non-
disclaimer opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional INET.
Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Transaksi tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk
apapun, suatu penelaahan atau audit atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan.
Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal,
kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami juga tidak
memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Rencana Transaksi. Jasa-jasa yang kami berikan kepada
INET dalam kaitan dengan Rencana Transaksi hanya merupakan penyusunan Pendapat Kewajaran dan bukan
jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan.
INDEPENDENSI PENILAI
Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran (Fairness Opinion) atas Rencana Transaksi ini, IDR bertindak
secara independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan INET ataupun pihak-pihak
yang terafiliasi dengan INET. IDR juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan
penugasan ini. Selanjutnya, laporan pendapat kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
menyebabkan kerugian pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh
kewajaran kesimpulan yang dihasilkan dari proses analisis Pendapat Kewajaran ini dan IDR hanya menerima
imbalan sesuai dengan Surat Perjanjian Kerja sama antara INET dengan IDR No. 013/IDR-SPK/PEN-BDG/III/2026
pada tanggal 16 Maret 2026 yang telah disetujui.
PENDEKATAN DAN PROSEDUR PENDAPAT KEWAJARAN
Dalam melakukan evaluasi kewajaran atas Rencana Transaksi, kami melakukan analisis dengan tahapan-tahapan
sebagai berikut:
1. Analisis atas Rencana Transaksi yang meliputi identifikasi dan hubungan antara pihak-pihak yang terlibat dalam
transaksi, analisis draf perjanjian pengikatan dan persyaratan dalam transaksi, analisis manfaat dan risiko
transaksi;
2. Analisis kualitatif atas Rencana Transaksi yang meliputi riwayat INET dan kegiatan usaha INET, analisis
industri, analisis operasional dan prospek bisnis INET, analisis alasan dilakukannya Transaksi;
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk IX
Page 11
3. Analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi yang meliputi analisis laporan keuangan historikal INET, analisis
arus kas INET, analisis rasio keuangan INET, analisis proyeksi keuangan INET, analisis nilai tambah, dan
analisis nilai transaksi;
4. Analisis kewajaran atas Rencana Transaksi.
RINGKASAN HASIL ANALISIS ATAS KEWAJARAN TRANSAKSI
1. Analisis atas Rencana Transaksi
Analisis atas Rencana Transaksi dilakukan dengan menganalisis transaksi antara INET dan SGI. Berdasarkan
informasi mengenai rencana transaksi yang diberikan oleh manajemen INET, terdapat Rencana Transaksi
Material Akuisisi 180.000 lembar saham atau 60% saham mayoritas pengendali SGI per Laporan keuangan
Audit 31 Desember 2025 SGI, dengan total nilai Rencana Transaksi adalah sebesar Rp280.403.820.000 (Dua
Ratus Delapan Puluh Miliar Empat Ratus Tiga Juta Delapan Ratus Dua Puluh Ribu Rupiah).
2. Analisis kualitatif atas Rencana Transaksi
Analisis kualitatif dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi makroekonomi global dan domestik yang relatif
stabil serta menunjukkan tren pertumbuhan positif, didukung oleh peningkatan konsumsi, investasi, dan
transformasi digital yang semakin pesat. Selain itu, analisis juga mencakup dinamika dan prospek industri
teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia yang terus berkembang, ditandai dengan peningkatan
penetrasi internet, pertumbuhan jumlah ISP, serta ekspansi infrastruktur jaringan fiber optik dan konektivitas
data berkapasitas tinggi. Penelaahan juga dilakukan atas kesesuaian strategis antara kegiatan usaha,
kemampuan operasional, serta rencana pengembangan bisnis kedua entitas.
Akuisisi SGI yang dilakukan melalui penambahan modal saham sebagaimana diatur dalam Perjanjian
Pemegang Saham dan Perjanjian Pengambilalihan Saham merupakan langkah strategis bagi INET untuk
meningkatkan skala usaha sekaligus memperluas jangkauan bisnisnya. Melalui transaksi ini, INET diharapkan
memperoleh manfaat dari peningkatan kapasitas operasional serta realisasi skala ekonomis yang berasal dari
potensi sinergi bisnis antara kedua entitas. Transaksi ini juga memberikan peluang bagi INET untuk
memanfaatkan kekuatan dan posisi SGI sebagai perusahaan jasa pelaksanaan konstruksi telekomunikasi. Di
sisi lain, kemampuan, pengalaman, dan keahlian INET dalam pengembangan serta pemanfaatan teknologi
telekomunikasi dapat dioptimalkan sehingga menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi kedua entitas.
Sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat daya saing, serta memperluas
jangkauan layanan kepada segmen pasar yang lebih luas.
Pertimbangan utama dalam pelaksanaan transaksi ini adalah untuk memperkuat penetrasi pasar, khususnya
di wilayah Pulau Jawa dan Kalimantan. Selain itu, transaksi ini berpotensi meningkatkan efisiensi dalam
pemeliharaan jaringan kabel bawah laut. Dengan adanya dukungan aset dan kapabilitas SGI, proses perbaikan
dan pemeliharaan jaringan dapat dilakukan secara lebih cepat dan efektif. Pemanfaatan infrastruktur yang telah
tersedia tersebut diharapkan dapat menghasilkan efisiensi biaya yang signifikan dalam ekspansi layanan
internet INET, sekaligus mempercepat pencapaian target pertumbuhan bisnis.
Dengan mempertimbangkan manfaat yang berpotensi diperoleh, prospek industri teknologi informasi dan
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk X
Page 12
komunikasi yang masih terbuka luas, serta keselarasan rencana transaksi dengan strategi pengembangan
bisnis INET, rencana transaksi akuisisi atas 60% saham SGI dapat pengaruh positif terhadap kinerja,
kelancaran, dan keberlanjutan kegiatan usaha INET
3. Analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi
Berdasarkan laporan keuangan historis INET, kinerja keuangan INET menunjukkan tren yang positif dan
berkelanjutan. Hal ini tercermin dari pertumbuhan laba yang sejalan dengan peningkatan total aset dan total
ekuitas. Kinerja ini dapat dicapai INET di tengah ketidakpastian perekonomian global, yang mencerminkan
efektivitas operasional INET.
Berdasarkan perbandingan laporan keuangan proforma INET tanpa transaksi dan dengan transaksi, diketahui
bahwa transaksi akan meningkatkan total aset, total liabilitas dan total ekuitas INET secara keseluruhan.
Berdasarkan perbandingan proyeksi laba bersih INET tanpa transaksi dan dengan transaksi, diketahui bahwa
INET memiliki proyeksi laba bersih lebih tinggi dengan transaksi dibandingkan tanpa Transaksi. Hal ini
menunjukkan bahwa Transaksi yang akan dilakukan INET akan berdampak positif pada kinerja laba (rugi) INET
di masa yang akan datang.
Berdasarkan perbandingan nilai kini laba (rugi) bersih INET tanpa transaksi dan dengan transaksi pada periode
proyeksi tahun 2026-2030, diketahui bahwa INET memiliki proyeksi nilai kini laba (rugi) bersih lebih tinggi
dengan transaksi dibandingkan tanpa Transaksi. Hal ini menunjukkan bahwa rencana transaksi yang akan
dilakukan INET akan berdampak positif pada nilai kini laba (rugi) bersih INET.
4. Analisis atas kewajaran Rencana Transaksi
Kewajaran nilai transaksi dilihat dengan membandingkan Nilai Pasar per lembar 100% atau 120.000 lembar
Saham SGI, dengan Nilai Transaksi Akuisisi per lembar 60% atau 180.000 lembar saham SGI yang disepakati.
1. Nilai Pasar
Berdasarkan Laporan Penilaian Saham No. 00069/2.0047-05/BS/06/0465/1/IV/2026 tanggal 8 April 2026
yang disusun oleh KJPP Iwan Bachron & Rekan, yaitu Nilai Pasar 100% atau 120.000 lembar Saham SGI
adalah sebesar Rp175.195.000.000,- (Seratus Tujuh Puluh Lima Miliar Seratus Sembilan Puluh Lima
Juta Rupiah) dimana nilai pasar per lembar saham adalah sebesar Rp1.459.957.
2. Nilai Transaksi
Berdasarkan Draft Investment Agreement, Nilai Transaksi Akuisisi 180.000 lembar saham atau 60%
saham SGI yang disepakati dalam Transaksi adalah sebesar Rp280.403.820.000 (Dua Ratus Delapan
Puluh Miliar Empat Ratus Tiga Juta Delapan Ratus Dua Puluh Ribu Rupiah) dimana nilai transaksi
per lembar saham adalah sebesar Rp1.557.799.
Berdasarkan Peraturan POJK 35/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Usaha di
Pasar Modal, disebutkan bahwa nilai transaksi wajar apabila dalam kisaran batas atas dan batas bawah yang tidak
melebihi 7,5% dari nilai yang dijadikan acuan. Nilai Transaksi per lembar lebih tinggi 6,70% dari perhitungan Nilai
Pasar per lembar, dimana nilai ini merupakan nilai dalam batas kisaran nilai ±7,5%.
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk XI
Page 13
KESIMPULAN Berdasarkan hasil dari analisis atas transaksi, analisis kualitatif, analisis kuantitatif, dan analisis kewajaran nilai transaksi, maka kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi adalah WAJAR. Pendapat Kewajaran ditujukan untuk kepentingan INET dalam kaitannya dengan Transaksi dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain, atau untuk kepentingan lain. Pendapat Kewajaran tidak merupakan rekomendasi kepada pemegang saham untuk menyetujui Transaksi atau melakukan tindakan lainnya dalam kaitan dengan Transaksi, dan tidak dapat digunakan secara demikian oleh pemegang saham. Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini harus dipandang sebagai satu kesatuan. Penggunaan sebagian analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan. Kami menyatakan bahwa kami tidak ada hubungan afiliasi dengan INET, baik secara langsung maupun tidak langsung, sebagaimana didefinisikan dalam Undang-Undang No. 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal. Kami menyatakan bahwa kami tidak ada benturan kepentingan atas Transaksi yang akan dilaksanakan. Kami tidak bertanggungjawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal surat ini. Hormat kami, KJPP IWAN BACHRON DAN REKAN Appraisers and Consultants Bunga Budiarti, S.E., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.) Rekan Penilai Bisnis dan Properti Izin Penilai Publik No. B-1.16.00.465 Izin Penilai Publik No. P-1.17.00500 STTD OJK No. STTD.PPB-27/PJ.1/PM.02/2023 MAPPI No. 11-S-02732 No. Register: RMK-2017.00554 Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk XII
Page 14
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan serta pemahaman kami sebagai penilai, yang bertanda tangan di
bawah ini menyatakan bahwa:
1. Kami telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau diselenggarakan oleh
Asosiasi Profesi Penilai yang diakui oleh Pemerintah.
2. Keterangan-keterangan dan pernyataan dalam laporan ini, sebatas pengetahuan kami adalah benar dan
akurat.
3. Analisis dan kesimpulan dalam laporan ini hanya dibatasi dan telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan
syarat-syarat pembatas serta kondisi yang dilaporkan.
4. Proyeksi keuangan dalam laporan ini didasarkan pada proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen
INET dan telah dilakukan penyesuaian yang dianggap perlu sesuai kondisi pasar.
5. Perhitungan dan analisis dalam rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan dengan benar dan
kami bertanggung jawab atas laporan Pendapat Kewajaran.
6. Penilai memiliki pengetahuan yang memadai sehubungan dengan jenis industri yang dinilai.
7. Kami tidak mempunyai kepentingan apapun terhadap objek transaksi dan imbalan jasa yang kami terima
tidak terkait dengan hasil yang dilaporkan.
8. Laporan ini disusun mengacu kepada Standar Penilaian Indonesia (SPI) EDISI VI-2018 dan telah
memenuhi ketentuan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI), POJK-35/04/2020 dan POJK-17/POJK.04/2020.
9. Penunjukan dalam penugasan ini tidak berhubungan dengan opini Pendapat Kewajaran yang telah
disepakati sebelumnya dengan Pemberi Tugas.
10. Tidak seorang pun, kecuali yang disebutkan dalam laporan ini telah menyediakan bantuan profesional
dalam menyiapkan Pendapat Kewajaran.
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk XIII
Page 15
Selanjutnya laporan ini menjelaskan semua asumsi dan syarat-syarat pembatasan yang mempengaruhi
analisa, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam laporan ini.
No. Nama Tanda Tangan
1. Penanggung Jawab
Bunga Budiarti, S.E., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
Izin Penilai Publik No. B-1.16.00.465
MAPPI No: 11-S-02732
No. Register: RMK-2017.00554
2. Reviewer
Dean Fajar Ramadhan, S.M.
MAPPI No: 21-T-10752
No Register: RMK-2023.04532
3. Penilai
Dipa Pranaya, S.M.
MAPPI No: 22-T-11276
No Register: RMK-2023.04533
Penilai
Rafi Fauzan, S.M.
MAPPI No: 21-P-10885
No Register: RMK-2023.04531
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk XIV
Page 16
ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
Pendapat Kewajaran disusun berdasarkan kondisi pasar dan kondisi perekonomian, kondisi umum bisnis dan
kondisi keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah pada tanggal efektif Pendapat Kewajaran.
1. Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk
publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional INET.
Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum INET dan SGI berdasarkan
anggaran dasar INET dan SGI.
2. IDR telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses penyusunan
Pendapat Kewajaran.
3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya.
4. Analisis dalam penyusunan Pendapat Kewajaran dilakukan dengan menggunakan proyeksi keuangan
yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh
manajemen INET dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
5. IDR bertanggung jawab atas pelaksanaan penyusunan Pendapat Kewajaran dan kesimpulan
Pendapat Kewajaran.
6. Pendapat Kewajaran ini terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang
dapat mempengaruhi operasional INET.
7. Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini, kami menggunakan beberapa asumsi, seperti
terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban INET serta semua pihak yang terlibat dalam Rencana
Transaksi. Rencana Transaksi akan dilaksanakan seperti yang telah dijelaskan sesuai dengan jangka
waktu yang telah ditetapkan serta keakuratan informasi mengenai Rencana Transaksi yang
diungkapkan oleh manajemen INET.
8. IDR telah memperoleh informasi atas syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan dalam perjanjian-
perjanjian yang terkait dengan Rencana Transaksi dari INET.
9. Rencana Transaksi dilaksanakan sesuai dengan prosedur-prosedur dan dengan jangka waktu yang
telah ditetapkan dalam dokumen-dokumen yang terkait dengan Rencana Transaksi, dan hal-hal
lainnya yang terkait sebagaimana yang diinformasikan oleh manajemen INET, khususnya dalam hal
pemenuhan kewajiban INET sebagaimana yang diatur dalam dokumen-dokumen yang terkait dengan
Rencana Transaksi.
10. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal efektif Pendapat Kewajaran sampai dengan tanggal
penerbitan Pendapat Kewajaran tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material
terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan Pendapat Kewajaran.
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk XV
Page 17
DAFTAR ISI
Surat Pengantar .................................................................................................................................. I
Daftar Isi ............................................................................................................................................. XVI
Daftar Tabel ........................................................................................................................................ XVIII
Daftar Gambar dan Grafik................................................................................................................... XX
Definisi dan Istilah ............................................................................................................................... XXI
BAB I PENDAHULUAN
I.1 LATAR BELAKANG ........................................................................................................ I-1
I.2 STATUS PENILAI ........................................................................................................... I-2
I.3 PEMBERI TUGAS DAN PENGGUNA LAPORAN........................................................... I-3
I.4 OBJEK TRANSAKSI PENDAPAT KEWAJARAN............................................................ I-3
I.5 JENIS MATA UANG ........................................................................................................ I-3
I.6 MAKSUD DAN TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN...................................................... I-3
I.7 TANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN ........................................................................... I-4
I.8 TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI .......................................................................... I-4
I.9 SIFAT DAN SUMBER INFORMASI YANG DAPAT DIANDALKAN ................................ I-4
I.10 ASUMSI DAN ASUMSI KHUSUS ................................................................................... I-6
I.11 PERSYARATAN ATAS PERSETUJUAN UNTUK PUBLIKASI ....................................... I-6
I.12 STANDAR PENYUSUNAN PENDAPAT KEWAJARAN .................................................. I-6
I.13 NILAI TRANSAKSI .......................................................................................................... I-7
I.14 KEJADIAN – KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL EFEKTIF
(SUBSEQUENT EVENTS) .............................................................................................. I-7
I.15 PENDAPAT KEWAJARAN.............................................................................................. I-8
I.16 RUANG LINGKUP .......................................................................................................... I-8
I.17 KONDISI PEMBATAS ..................................................................................................... I-9
I.18 INDEPENDENSI PENILAI............................................................................................... I-10
I.19 PENDEKATAN DAN PROSEDUR PENDAPAT KEWAJARAN ...................................... I-10
I.20 HASIL PELAKSANAAN INSPEKSI ................................................................................. I-11
BAB II ANALISIS TRANSAKSI
II.1 URAIAN UMUM .............................................................................................................. II-1
II.2 IDENTIFIKASI DAN ANALISIS HUBUNGAN ANTARA PIHAK – PIHAK YANG
BERTRANSAKSI ............................................................................................................ II-1
II.2.1 PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk .................................................................................. II-1
II.2.2 PT Sarana Global Indonesia ........................................................................................... II-2
II.3 OBJEK TRANSAKSI PENDAPAT KEWAJARAN............................................................ II-3
II.4 PROSEDUR PENGAMBILAN KEPUTUSAN ATAS TRANSAKSI .................................. II-3
II.5 ANALISIS TRANSAKSI ................................................................................................... II-4
II.5.1 Skema Pendanaan Rencana Transaksi .......................................................................... II-8
BAB III ANALISIS KUALITATIF
III.1 KONDISI MAKRO EKONOMI ......................................................................................... III-1
III.1.1 Perkembangan Ekonomi Dunia....................................................................................... III-1
III.1.2 Tingkat Inflasi Dunia ........................................................................................................ III-4
III.1.3 Pertumbuhan Ekonomi Indonesia ................................................................................... III-8
III.1.3.1 Neraca Perdagangan ...................................................................................................... III-10
III.1.3.2 Nilai Tukar Rupiah........................................................................................................... III-11
III.1.3.3 Inflasi ............................................................................................................................... III-12
III.1.3.4 Perkembangan Moneter.................................................................................................. III-12
III.2 TINJAUAN INDUSTRI TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI .......................... III-14
III.2.1 Gambaran Umum Industri Teknologi Informasi dan Komunikasi (B2B) .......................... III-14
III.2.2 Gambaran Umum Industri Teknologi Informasi dan Komunikasi (B2C) .......................... III-18
III.2.3 Kompetisi dan Pangsa Pasar (B2B) ................................................................................ III-20
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk XVI
Page 18
III.2.4 Kompetisi dan Pangsa Pasar (B2C)................................................................................ III-21
III.2.5 Prospek Industri (B2B) .................................................................................................... III-22
III.2.6 Prospek Industri (B2C) .................................................................................................... III-23
III.3 INFORMASI NON – KEUANGAN YANG RELEVAN ..................................................... III-24
III.4 LOKASI GEOGRAFIS ..................................................................................................... III-25
III.5 PESAING USAHA ........................................................................................................... III-25
III.6 KEBIJAKAN DAN STRATEGI MANAJEMEN ................................................................. III-25
III.7 RENCANA BISNIS INET ................................................................................................. III-28
III.8 PENJELASAN, PERTIMBANGAN, DAN ALASAN DILAKUKANNYA TRANSAKSI ........ III-32
III.9 KESIMPULAN ................................................................................................................. III-32
BAB IV ANALISIS KUANTITATIF
IV.1 ANALISIS KINERJA HISTORIS INET ............................................................................. IV-1
IV.1.1 Laporan Posisi Keuangan ............................................................................................... IV-1
IV.1.2 Laporan Laba (Rugi) ....................................................................................................... IV-3
IV.1.3 Laporan Arus Kas ........................................................................................................... IV-4
IV.2 ANALISIS VERTIKAL ...................................................................................................... IV-6
IV.3 ANALISIS RASIO ............................................................................................................ IV-8
IV.4 INFORMASI PERPAJAKAN............................................................................................ IV-10
IV.5 ANALISIS ATAS LAPORAN KEUANGAN PROFORMA INET........................................ IV-10
IV.6 ANALISIS INKREMENTAL.............................................................................................. IV-16
IV.6.1 Asumsi Proyeksi Keuangan INET ................................................................................... IV-16
IV.6.2 Periode Proyeksi Keuangan INET................................................................................... IV-16
IV.6.3 Kontribusi Nilai Tambah terhadap INET .......................................................................... IV-17
IV.6.4 Kontribusi Nilai Tambah terhadap Rasio Keuangan INET .............................................. IV-18
IV.7 PERHITUNGAN NILAI KINI LABA (RUGI) BERSIH TANPA DAN DENGAN
TRANSAKSI .................................................................................................................... IV-19
IV.7.1 Penentuan Tingkat Diskonto ........................................................................................... IV-19
IV.7.1.1 Penentuan Biaya Modal Untuk Ekuitas ........................................................................... IV-19
IV.7.1.2 Penentuan Biaya Modal Untuk Hutang ........................................................................... IV-21
IV.7.1.3 Tingkat Diskonto INET .................................................................................................... IV-21
IV.7.2 Perhitungan Nilai Kini ...................................................................................................... IV-22
IV.8 KESIMPULAN ANALISIS KUANTITATIF ........................................................................ IV-22
BAB V ANALISIS ATAS KEWAJARAN NILAI TRANSAKSI
V.1 DESKRIPSI ANALISIS KEWAJARAN............................................................................. V-1
V.2 SUSUNAN PEMEGANG SAHAM ................................................................................... V-1
V.2.1 Susunan Pemegang Saham INET .................................................................................. V-1
V.2.2 Susunan Pemegang Saham SGI .................................................................................... V-1
V.3 PROSEDUR PENGAMBILAN KEPUTUSAN ATAS TRANSAKSI .................................. V-2
V.4 SEKTOR INDUSTRI TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI ............................. V-2
V.4.1 Gambaran Umum Industri Teknologi Informasi dan Komunikasi (B2B) .......................... V-2
V.4.2 Gambaran Umum Industri Teknologi Informasi dan Komunikasi (B2C) .......................... V-5
V.5 RENCANA BISNIS INET ................................................................................................. V-6
V.6 KONTRIBUSI NILAI TAMBAH TERHADAP INET ........................................................... V-10
V.7 PERHITUNGAN NILAI KINI LABA (RUGI) BERSIH TANPA DAN DENGAN
TRANSAKSI .................................................................................................................... V-11
V.7.1 Penentuan Tingkat Diskonto ........................................................................................... V-11
V.7.1.1 Penentuan Biaya Modal Untuk Ekuitas ........................................................................... V-11
V.7.1.2 Penentuan Biaya Modal Untuk Hutang ........................................................................... V-13
V.7.1.3 Tingkat Diskonto INET .................................................................................................... V-14
V.7.2 Perhitungan Nilai Kini ...................................................................................................... V-14
V.8 ANALISIS KEWAJARAN NILAI TRANSAKSI ................................................................. V-15
V.9 KESIMPULAN ................................................................................................................. V-16
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk XVII
Page 19
DAFTAR TABEL
Tabel I.1. Daftar Hadir Wawancara ............................................................................................. I-11
Tabel II.1. Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham INET per 31 Desember
2025............................................................................................................................. II-2
Tabel II.2. Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham SGI per 31 Desember 2025 .. II-3
Tabel II.3. Fasilitas Pinjaman Bank .............................................................................................. II-8
Tabel III.1. Pertumbuhan PDB Global (Region: Asia Pacific) (%, yoy) .......................................... III-1
Tabel III.2. Pertumbuhan PDB Global (Region: Asia Tenggara) (%, yoy) ..................................... III-2
Tabel III.3. Pertumbuhan PDB Global (Region: Amerika) (%, yoy) ............................................... III-3
Tabel III.4. Pertumbuhan PDB Global (Region: Afrika) (%, yoy) ................................................... III-3
Tabel III.5. Pertumbuhan PDB Global (Region: Eropa) (%, yoy) ................................................... III-4
Tabel III.6. Tingkat Inflasi Global (Region: Asia Pacific) (%, yoy) .................................................. III-5
Tabel III.7. Tingkat Inflasi Global (Region: Asia Tenggara) (%, yoy) ............................................. III-6
Tabel III.8. Tingkat Inflasi Global (Region: Amerika) (%, yoy) ....................................................... III-7
Tabel III.9. Tingkat Inflasi Global (Region: Afrika) (%, yoy) ........................................................... III-7
Tabel III.10. Tingkat Inflasi Global (Region: Eropa) (%, yoy) ........................................................... III-8
Tabel III.11. Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha
(%, yoy) ....................................................................................................................... III-8
Tabel III.12. Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran (%, yoy) ..... III-9
Tabel III.13. Distribusi Persentase Produk Domestik Bruto (PDB) Atas Dasar Harga Berlaku
menurut Lapangan Usaha, 2020–2024 ....................................................................... III-15
Tabel III.14. Jumlah Penyelenggara Telekomunikasi di Indonesia (2020-2024) ............................. III-16
Tabel III.15. Analisis SWOT INET ................................................................................................... III-26
Tabel IV.1. Laporan Posisi Keuangan INET periode 31 Desember 2022 – 31 Desember 2025
(dalam Rupiah penuh) ................................................................................................. IV-1
Tabel IV.2. Laporan Laba (Rugi) INET periode 31 Desember 2022 – 31 Desember 2025
(dalam Rupiah penuh) ................................................................................................. IV-3
Tabel IV.3. Laporan Arus Kas INET periode 31 Desember 2022 – 31 Desember 2025
(dalam Rupiah penuh) ................................................................................................. IV-4
Tabel IV.4. Analisis Vertikal Posisi Keuangan INET periode 31 Desember 2022 – 31 Desember
2025............................................................................................................................. IV-6
Tabel IV.5. Analisis Vertikal Laba/Rugi INET periode 31 Desember 2022 – 31 Desember
2025 ........................................................................................................................... IV-8
Tabel IV.6. Rasio Keuangan INET ................................................................................................. IV-9
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk XVIII
Page 20
Tabel IV.7. Laporan Posisi Keuangan Proforma INET pada Tanggal 31 Desember 2025
(dalam Rupiah penuh) ................................................................................................. IV-11
Tabel IV.8. Laporan Laba (Rugi) Proforma INET pada Tanggal 31 Desember 2025
(dalam Rupiah penuh) ................................................................................................. IV-16
Tabel IV.9. Proyeksi Laba Rugi INET Tanpa Transaksi (dalam Rupiah penuh) ............................ IV-17
Tabel IV.10. Proyeksi Laba Rugi INET Dengan Transaksi (dalam Rupiah penuh) .......................... IV-17
Tabel IV.11. Proyeksi Rasio Keuangan INET Tanpa Transaksi....................................................... IV-18
Tabel IV.12. Proyeksi Rasio Keuangan INET Dengan Transaksi .................................................... IV-18
Tabel IV.13. Perusahaan Pembanding dan Perhitungan Unlevered Beta ....................................... IV-20
Tabel IV.14. Biaya Modal untuk Ekuitas INET ................................................................................. IV-21
Tabel IV.15. WACC INET ................................................................................................................ IV-21
Tabel IV.16. Nilai Kini Tanpa Transaksi (dalam Rupiah penuh)....................................................... IV-22
Tabel IV.17. Nilai Kini Dengan Transaksi (dalam Rupiah penuh) .................................................... IV-22
Tabel V.1. Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham INET ...................................... V-1
Tabel V.2. Komposisi Pemegang Saham SGI Per 31 Desember 2025 ........................................ V-1
Tabel V.3. Jumlah Penyelenggara Telekomunikasi di Indonesia (2020 – 2024) .......................... V-3
Tabel V.4. Proyeksi Laba Rugi INET Tanpa Transaksi (dalam Rupiah penuh) ............................ V-10
Tabel V.5. Proyeksi Laba Rugi INET Dengan Transaksi (dalam Rupiah penuh) .......................... V-11
Tabel V.6. Perusahaan Pembanding dan Perhitungan Unlevered Beta ....................................... V-13
Tabel V.7. Biaya Modal untuk Ekuitas INET ................................................................................. V-13
Tabel V.8. WACC INET ................................................................................................................ V-14
Tabel V.9. Nilai Kini Tanpa Transaksi (dalam Rupiah penuh)....................................................... V-14
Tabel V.10. Nilai Kini Dengan Transaksi (dalam Rupiah penuh) .................................................... V-15
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk XIX
Page 21
DAFTAR GAMBAR DAN GRAFIK Gambar III.1. Kontribusi dan Pertumbuhan Menurut Pulau (%) Tahun 2025 .................................... III-10 Gambar III.2. Persentase Kabupaten/Kota yang Terbangun Jaringan Fiber Optik Tahun 2023 ....... III-17 Gambar III.3. Sebaran PoP Layanan Jasa ISP berdasarkan Provinsi Tahun 2023 .......................... III-17 Gambar III.4. Sebaran PoP Layanan Jasa NAP berdasarkan Provinsi Tahun 2023 ......................... III-18 Gambar III.5. Persentase Penduduk yang Mengakses Internet Menurut Provinsi (2021 dan 2024) . III-18 Gambar V.1. Persentase Kabupaten/Kota yang Terbangun Jaringan Fiber Optik Tahun 2023 ....... V-3 Gambar V.2. Sebaran PoP Layanan Jasa ISP berdasarkan Provinsi Tahun 2023 .......................... V-4 Gambar V.3. Sebaran PoP Layanan Jasa NAP berdasarkan Provinsi Tahun 2023 ......................... V-4 Gambar V.4. Persentase Penduduk yang Mengakses Internet Menurut Provinsi (2021 dan 2024) . V-5 Grafik III.1. Neraca Perdagangan .................................................................................................. III-11 Grafik III.2. Indeks Rupiah terhadap USD, Negara Maju kecuali AS, dan Negara Berkembang.... III-11 Grafik III.3. Inflasi IHK dan Komponen ........................................................................................... III-12 Grafik III.4. Suku Bunga Kebijakan Bank Indonesia dan INDONIA ................................................ III-13 Grafik III.5. Suku Bunga Perbankan ............................................................................................... III-13 Grafik III.6. Permodalan Industri Perbankan .................................................................................. III-14 Grafik III.7. Tingkat Penetrasi Penggunaan Internet di Indonesia (2018-2025) ............................. III-19 Grafik III.8. Jumlah Pelanggan Fixed Broadband di Indonesia ...................................................... III-19 Grafik III.9. Akses Internet Berdasarkan Jenisnya (2023) .............................................................. III-20 Grafik III.10. Pangsa Pasar Fixed Data di Indonesia (2022) ............................................................ III-20 Grafik III.11. Pangsa Pasar Network Infrastructure di Indonesia (2023) .......................................... III-21 Grafik III.12. Jumlah Internet Service Provider di Indonesia (2020-2024) ........................................ III-21 Grafik III.13. Jumlah Pelanggan ISP (2020-2024)............................................................................ III-22 Grafik III.14. Proyeksi Pendapatan Pasar Infrastruktur Jaringan (2017-2030) ................................. III-22 Grafik III.15. Proyeksi Pendapatan pasar Business Process sebagai Layanan (2018-2030) .......... III-23 Grafik III.16. Proyeksi Pendapatan Fixed Data (2016-2029)............................................................ III-23 Grafik III.17. Rata-rata pengeluaran per kapita (2016-2029) ........................................................... III-24 Grafik V.1. Tingkat Penetrasi Penggunaan Internet di Indonesia (2018 – 2025)........................... V-5 Grafik V.2. Jumlah Pelanggan Fixed Broadband di Indonesia ...................................................... V-6 Grafik V.3. Akses Internet Berdasarkan Jenisnya (2023) .............................................................. V-6 Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk XX
Page 22
DEFINISI DAN ISTILAH
Berdasarkan definisi dan istilah yang digunakan dalam penyusunan pendapat kewajaran adalah:
1. Penilaian adalah proses pekerjaan untuk memberikan opini tertulis atas nilai ekonomi suatu objek
penilaian.
2. Penilai adalah orang perseorangan yang dengan keahliannya menjalankan kegiatan Penilaian di pasar
modal.
3. Penilai Bisnis adalah Penilai yang melakukan kegiatan penilaian bisnis sebagaimana dimaksud dalam
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai Penilai yang melakukan kegiatan di pasar modal.
4. Penilaian Bisnis adalah proses pekerjaan untuk memberikan opini tertulis atas objek Penilaian Bisnis
sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai Penilai yang melakukan
kegiatan di pasar modal.
5. Penugasan Penilaian Profesional adalah penugasan yang diterima oleh Penilai dari pemberi
penugasan untuk melakukan Penilaian atas objek, tujuan Penilaian, dan tanggal tertentu dimana Penilai
mendasarkan opininya, yang disajikan dalam laporan Penilaian.
6. Nilai adalah perkiraan harga yang diinginkan oleh penjual dan/atau pembeli atas suatu barang atau jasa
dan merupakan jumlah manfaat ekonomi berdasarkan nilai pasar yang akan diperoleh dari objek
Penilaian pada tanggal Penilaian.
7. Tanggal Penilaian adalah tanggal pada saat Nilai, hasil Penilaian, atau perhitungan manfaat ekonomi
dinyatakan.
8. Dasar Penilaian adalah suatu penjelasan dan/atau pendefinisian tentang jenis Nilai yang sedang diteliti
berdasarkan kriteria tertentu.
9. Nilai Buku adalah:
a. hasil kapitalisasi atas biaya perolehan aset, dikurangi akumulasi depresiasi, deplesi, amortisasi atau
penurunan nilai sebagaimana yang tercatat dalam laporan keuangan; atau
b. selisih antara total aset dikurangi dengan total liabilitas dari perusahaan sebagaimana tercatat dalam
laporan keuangan.
10. Nilai Pasar adalah estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau
liabilitas pada Tanggal Penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat
menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara layak, di mana
kedua Pihak masing–masing bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian, dan
tanpa paksaan.
11. Asumsi adalah sesuatu yang dianggap akan terjadi termasuk fakta, syarat, atau keadaan yang mungkin
dapat mempengaruhi objek Penilaian atau pendekatan penilaian dan kewajarannya telah dianalisis oleh
Penilai Bisnis sebagai bagian dari proses Penilaian.
12. Pendekatan Penilaian adalah suatu cara untuk memperkirakan Nilai dengan menggunakan satu atau
lebih metode penilaian.
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk XXI
Page 23
13. Pendekatan Pasar adalah Pendekatan Penilaian dengan cara membandingkan objek Penilaian dengan
objek lain yang sebanding dan sejenis serta telah tersedia informasi harga transaksi atau penawaran.
14. Laporan Penilaian Bisnis adalah laporan tertulis yang dibuat oleh Penilai Bisnis yang memuat pendapat
Penilai Bisnis mengenai objek Penilaian serta menyajikan informasi tentang proses Penilaian.
15. Tanggal Laporan Penilaian Bisnis adalah tanggal ditandatanganinya Laporan Penilaian Bisnis oleh
Penilai Bisnis.
16. Tingkat Diskonto adalah suatu Tingkat Imbal Balik untuk mengkonversikan nilai di masa depan ke nilai
sekarang yang mencerminkan nilai waktu dari uang dan ketidakpastian atas terealisasinya pendapatan
ekonomi.
17. Arus Kas Bersih adalah jumlah kas yang:
a. tersedia setelah terpenuhinya kebutuhan kas untuk kegiatan operasional;
b. merupakan arus kas yang tersedia bagi penyedia modal yang terdiri dari utang dan ekuitas; dan
c. telah bebas dari kewajiban untuk mempertahankan operasi saat ini dan untuk mengantisipasi
pertumbuhan perusahaan.
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk XXII
Page 24
BAB I
PENDAHULUAN
I.1 LATAR BELAKANG
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk adalah suatu perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan Akta
No. 1 tanggal 16 Desember 2016 dari Notaris Devi Prihartanti, S.H. Akta Pendirian tersebut telah
disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No.
AHU-0002586.AH.01. 01.TAHUN 2016 tanggal 20 Januari 2017.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta No. 1327
tanggal 17 September 2025 dari Mohamad Fajri Mekka Putra, S.H., M.Kn., sehubungan dengan
Peningkatan Modal Ditempatkan atau Disetor. Akta Perubahan tersebut telah diterima dan dicatat di
dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum dari Kementerian Hukum Republik Indonesia dalam
Surat Penerimaan Pemberitahuan No. AHUAH. 01.03-0236052 tanggal 17 September 2025.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar, ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah menjalankan usaha
dalam bidang informasi dan komunikasi. Saat ini, kegiatan usaha utama Perusahaan berupa internet
service provider dan kegiatan usaha penunjang berupa aktivitas telekomunikasi dengan kabel, jasa
sistem komunikasi data, interkoneksi internet, dan jual kembali jasa telekomunikasi.
Perusahaan berdomisili di Gedung Cyber Lantai 10 Jl. Kuningan Barat No. 8, Kel. Mampang Prapatan,
Kec. Mampang Prapatan, Jakarta Selatan dan operasi Perusahaan di Rich Palace A1, Jl. Meruya Ilir
Raya No. 36 - 40, Jakarta Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2017.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, entitas induk langsung adalah PT Abadi Kreasi Unggul
Nusantara, yang berkedudukan di Jakarta. Pihak pengendali Perusahaan adalah individu yaitu Adhie M.
Marsadi.
Pada tanggal 14 Juli 2023, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan
(OJK) dengan Surat No. S-182/D.04/2023 untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham.
Penawaran Umum Perdana ini terdiri dari 1.500.000.000 Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal
Rp10 per saham dan harga penawaran Rp101 per saham disertai dengan penerbitan 2.100.000.000
Waran Seri I pada harga penawaran sebesar Rp91 per saham. Agio saham yang berasal dari selisih
lebih antara nilai yang diterima dari pemegang saham pada saat penawaran saham kepada masyarakat
(IPO) dengan nilai nominal saham adalah sebesar Rp136.500.000.000.
Berdasarkan informasi yang kami terima dari INET, rencana transaksi yang akan dilaksanakan oleh INET
adalah akuisisi atas 60% saham baru yang telah dilakukan penyertaan modal oleh INET dan akan
diterbitkan oleh SGI, yang untuk saat ini terdiri dari beberapa pemegang saham yang diwakili oleh
Chandra Arie Setiawan. Akuisisi saham SGI sesuai dengan ketentuan Draft Investment Agreement
merupakan peluang signifikan bagi INET untuk meningkatkan skala usaha sekaligus memperluas
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk I-1
Page 25
jangkauan bisnisnya. Melalui transaksi ini, INET diharapkan dapat memperoleh manfaat dari
peningkatan kapasitas operasional serta realisasi skala ekonomis yang berasal dari potensi sinergi bisnis
antara INET dan SGI.
INET berpandangan bahwa pengambilalihan sebagian saham SGI diharapkan dapat meningkatkan
skala dan jangkauan bisnis INET melalui pemanfaatan posisi dan kompetensi SGI sebagai perusahaan
jasa pelaksanaan konstruksi telekomunikasi. Akuisisi ini diharapkan dapat memperkuat penetrasi pasar
INET, khususnya di Pulau Jawa dan Kalimantan, serta mempercepat pembangunan jaringan
telekomunikasi bawah laut. Dengan aset kapal pemasang kabel laut (cable laying vessel) yang dimiliki
SGI, INET dapat meningkatkan efisiensi dalam pembangunan, perbaikan, dan pemeliharaan jaringan.
Sinergi ini diharapkan menghasilkan infrastruktur telekomunikasi yang lebih kuat dan terintegrasi,
sekaligus menekan biaya ekspansi layanan internet dan mempercepat pertumbuhan bisnis perusahaan
INET.
Rencana Transaksi yang akan dilakukan oleh INET memenuhi batasan nilai transaksi material
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) dan (2) POJK No. 17/2020, yang dihitung berdasarkan
Laporan Keuangan Audit Konsolidasian INET tanggal 31 Desember 2025, dimana Nilai Rencana
Transaksi mencapai 65,33% dari ekuitas INET, dikarenakan nilai transaksi material diatas 50% maka
diperlukan persetujuan RUPS sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 6 ayat (1) POJK No. 17/2020.
Namun demikian, Rencana Transaksi bukan merupakan suatu transaksi afiliasi dan tidak mengandung
benturan kepentingan karena Pihak Pembeli dan Pihak Penjual dalam Rencana Transaksi tidak memiliki
hubungan afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 42/2020. Dengan demikian, INET tidak
diwajibkan untuk memenuhi ketentuan-ketentuan dalam POJK No. 42/2020 sehubungan dengan
Rencana Transaksi. Selain itu, Rencana Transaksi tidak berpotensi mengakibatkan terganggunya
kelangsungan usaha INET.
I.2 STATUS PENILAI
IDR adalah Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) yang didirikan berdasarkan Akta Notaris No.139 tertanggal
13 April 2009 oleh Notaris Publik Drajat Darmadji, S.H, IDR telah terdaftar pada Departemen Keuangan
Republik Indonesia dengan Nomor Izin No. 2.09.0047, Tanggal 10 Juni 2009.
Pendapat kewajaran Ini dilakukan oleh Penilai Publik Bunga Budiarti, S.E., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
merupakan Penilai independen yang bernaung dalam IDR berdasarkan ijin Penilai Publik No. B-
1.16.00465, yang terdaftar sebagai profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”)
dengan Surat Tanda Terdaftar (“STTD”) Profesi Penunjang Pasar Modal dari Bagian Pengawas Pasar
Modal dan Lembaga Keuangan (Penilai Properti dan Bisnis) STTD OJK No. STTD.PPB-
27/PJ.1/PM.02/2023. Bertindak independen, objektif, dan memiliki kompetensi untuk melakukan
pendapat kewajaran sebagaimana yang dimaksud dalam lingkup penugasan ini.
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk I-2
Page 26
IDR dalam memberikan jasa pendapat kewajaran sesuai dengan kemampuan dan keahlian dengan
menjunjung tinggi integritas, kejujuran dan tidak memihak. Penilai tidak memiliki keterlibatan material
atau benturan kepentingan baik aktual maupun potensial dengan obyek penilaian dan/atau pemilik aset
dan pemberi tugas. Untuk penilaian obyek sebagaimana dijelaskan di bawah tidak diperlukan bantuan
tenaga ahli luar. Seluruh Penilai, ahli dan staf pelaksana dalam penugasan ini adalah satu kesatuan tim
penugasan di bawah koordinator Penilai berizin atau penanggung jawab laporan pendapat kewajaran.
I.3 PEMBERI TUGAS DAN PENGGUNA LAPORAN
Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan dalam penyusunan pendapat kewajaran ini adalah:
Nama : PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
Perseroan : Perseroan Terbatas berstatus Perusahaan Terbuka (publicly-held
company)
Bidang Industri : Telekomunikasi
Alamat : Gedung Cyber Lt.10, Jl. Kuningan Barat No.8, Jakarta Selatan 12710
Email : info@sinergynetworks.co.id
Telepon : +62 2150 525588
Pemberi tugas memastikan objek penilaian tidak sedang atau telah dinilai oleh Penilai Publik lainnya untuk maksud,
tujuan, pengguna laporan dan tanggal penilaian yang sama atau berdekatan (dalam jangka waktu tidak lebih dari
dua bulan) (KEPI Edisi VII – 2018 Pasal 5.8 poin C-4).
I.4 OBJEK TRANSAKSI PENDAPAT KEWAJARAN
Objek transaksi dalam pendapat kewajaran adalah Rencana Transaksi Material atas Akuisisi 180.000
lembar saham atau 60% saham SGI per Laporan keuangan Audit 31 Desember 2025, dengan total nilai
Rencana Transaksi atas 180.000 lembar saham atau 60% saham SGI setelah penambahan modal
adalah sebesar Rp280.403.820.000 (Dua Ratus Delapan Puluh Miliar Empat Ratus Tiga Juta
Delapan Ratus Dua Puluh Ribu Rupiah) dimana nilai transaksi per lembar saham adalah sebesar
Rp1.557.799 per lembar saham. Nilai Pasar 120.000 lembar saham atau 100% saham SGI adalah
sebesar Rp175.195.000.000,- (Seratus Tujuh Puluh Lima Miliar Seratus Sembilan Puluh Lima Juta
Rupiah) dimana nilai pasar per lembar saham adalah sebesar Rp1.459.957 per lembar saham.
I.5 JENIS MATA UANG
Dalam penugasan ini hasil pendapat kewajaran dinyatakan dalam mata uang Rupiah. Kami
mengingatkan bahwa penggunaan nilai tukar selain yang tercantum dalam lingkup penugasan ini tidak
berlaku.
I.6 MAKSUD DAN TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN
Maksud dan Tujuan penyusunan Pendapat Kewajaran adalah untuk memberikan opini mengenai
kewajaran Rencana Transaksi. Pendapat Kewajaran telah disusun sesuai dengan dan tunduk pada
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk I-3
Page 27
ketentuan-ketentuan dari Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang “Transaksi Material dan
Perubahan Kegiatan Usaha” (“POJK 17 /POJK.04/2020”), Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang
“Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal” (selanjutnya disebut “POJK
35/2020”) serta Standar Penilaian Indonesia Edisi VII 2018 (“SPI 2018”).
I.7 TANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN
Analisis dalam Pendapat Kewajaran dilaksanakan berdasarkan laporan keuangan pada tanggal 31
Desember 2025, sebagai tanggal efektif Pendapat Kewajaran. Tanggal ini dipilih atas dasar
pertimbangan kepentingan dan tujuan Pendapat Kewajaran serta dari data keuangan INET per 31
Desember 2025 yang kami terima dan menjadi dasar penyusunan Pendapat Kewajaran.
Sesuai dengan ketentuan dalam POJK 35/2020, laporan penilaian ini berlaku selama 6 (enam) bulan
sejak tanggal penilaian, yaitu tanggal 30 Juni 2026, kecuali terdapat hal-hal yang dapat mempengaruhi
kesimpulan nilai lebih dari 5% (lima persen).
I.8 TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI
➢ Tidak dilakukan uji tuntas atas laporan keuangan objek penyusunan pendapat kewajaran;
➢ Tidak dilakukan uji tuntas atas aspek legal termasuk dokumen legalitas objek penyusunan pendapat
kewajaran;
➢ Pengumpulan data dan informasi dari pihak manajemen perseroan diverifikasi secara tertulis atau
wawancara langsung;
➢ Proses pengumpulan, verifikasi dan analisis data dilakukan secara langsung pada objek penyusunan
pendapat kewajaran. Bila pada objek penyusunan pendapat kewajaran tertentu dijumpai
keterbatasan untuk dijangkau dan/atau diversifikasi secara keseluruhan, maka kami menggunakan
pendataan secara sampling dan wawancara dari pihak yang relevan;
➢ Inspeksi dapat dilakukan tanpa ada pembatasan akses ke lokasi properti termasuk data yang harus
disediakan oleh pemberi tugas dan/atau pihak terkait lainya;
➢ Segala sesuatu yang membatasi pekerjaan penyusunan pendapat kewajaran ini akan dicatatkan
sebagai bagian yang mengikat atas hasil penyusunan pendapat kewajaran yang dilakukan.
I.9 SIFAT DAN SUMBER INFORMASI YANG DAPAT DIANDALKAN
Informasi dan data yang relevan namun tidak membutuhkan verifikasi, dapat disetujui untuk digunakan
sepanjang sumber data tersebut diyakini kebenarannya. Sumber data tersebut antara lain:
➢ Informasi primer yang relevan atas objek penilaian diberikan secara langsung oleh Pemberi Tugas
selama proses penilaian dengan rincian sebagai berikut:
- Laporan Keuangan Audit INET untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang
telah diaudit oleh KAP Suharli, Sugiharto & Rekan dan telah ditandatangani pada tanggal 30 Maret
2026 oleh Ridho Fathoni, CPA dengan Izin Akuntan Publik No.AP.1629, dengan nomor laporan
No. 00075/2.1315/AU.1/05/1629-1/1/III/2026;
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk I-4
Page 28
- Laporan Keuangan Audit INET untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang
telah diaudit oleh KAP Dra. Suhartati & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material
dan telah ditandatangani pada tanggal 27 Maret 2025 oleh Dulgani, CPA dengan Izin Akuntan
Publik No.AP.0165, dengan nomor laporan No. 00091/2.0119/AU.1/05/0165-1/1/III/2025;
- Laporan Keuangan Audit INET untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang
telah diaudit oleh KAP Morhan & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan
telah ditandatangani pada tanggal 8 April 2024 oleh David Kurniawan, CPA dengan Izin Akuntan
Publik No.AP.1023, dengan nomor laporan No. 00114/2.0961/AU.1/05/1023-2/1/IV/2024;
- Laporan Keuangan Audit INET untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang
telah diaudit oleh KAP Morhan & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan
telah ditandatangani pada tanggal 10 April 2023 oleh David Kurniawan, CPA dengan Izin Akuntan
Publik No.AP.1023, dengan nomor laporan No. 00113/2.0961/AU.1/05/1023-1/1/IV/2023;
- Laporan Asurans Praktisi Independen atas Kompilasi Informasi Keuangan Proforma
Konsolidasian Proforma INET No. 008/OAS/SSR-JL/2026 tanggal 9 April 2026 tanpa maupun
dengan transaksi per 31 Desember 2025 yang disusun oleh Bapak Julian Lukito, CPA dengan
Registrasi Akuntan Publik No. AP.1247, yang tergabung dalam Kantor Akuntan Publik (KAP)
Suharli Sugiharto & Rekan (“SW Indonesia”) dengan opini telah dikompilasi dalam semua hal yang
material;
- Business Plan sebelum rencana transaksi dan dengan rencana transaksi untuk periode 2026
sampai dengan 2030 yang antara lain terdiri dari laporan posisi keuangan dan hasil operasi untuk
periode yang diproyeksikan mencerminkan pertimbangan yang terbaik dari Manajemen,
berdasarkan harapan kondisi pasar di masa mendatang dan tindakan-tindakan yang akan
dilakukan oleh INET sesuai kondisi yang ada per tanggal pendapat kewajaran (dalam bentuk
softcopy);
- Draft Investment Agreement;
- Keterbukaan Informasi INET;
- Laporan Penilaian Aset KJPP Iwan Bachron dan Rekan No. 01655/2.0047-
00/PP/06/0588/1/IV/2026 tanggal 6 April 2026;
- Laporan Penilaian 100% Saham SGI No. 00069/2.0047-05/BS/06/0465/1/IV/2026 tanggal 8 April
2026 yang disusun oleh KJPP Iwan Bachron & Rekan;
- Surat Indikasi Syarat dan Ketentuan Jual Beli pada tanggal 2 Februari 2026 dengan nomor surat
No. 53/INET/II/2026.
➢ Informasi sekunder atas data lain yang diperlukan untuk penilaian diperoleh dari media cetak, media
elektronik dan papan pengumuman yang layak:
- Bank Indonesia (BI);
- Badan Pusat Statistik (BPS);
- Otoritas Jasa Keuangan (OJK);
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk I-5
Page 29
- Data riset dari lembaga independen seperti website Aswath Damodaran;
- Media cetak dan elektronik resmi seperti Yahoo Finance, Bloomberg, S&P Capital IQ, dan
website Bursa Efek Indonesia.
I.10 ASUMSI DAN ASUMSI KHUSUS
Analisis disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan,
serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan tanggal penerbitan Laporan
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi. Dalam analisis, kami mempertimbangkan beberapa
asumsi, seperti terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban INET. Kami juga mengasumsikan bahwa
dari tanggal analisis sampai dengan tanggal diterbitkannya Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana
Transaksi tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi
yang digunakan dalam analisis. Berikut asumsi khusus yang digunakan dalam lingkup penugasan ini
dengan rincian sebagai berikut:
➢ Objek pendapat kewajaran yang analisa tidak mempunyai masalah hukum dan hak kepemilikannya
adalah sah, bebas dari sengketa dan dapat dialihkan haknya.
➢ Objek pendapat kewajaran yang ditunjukkan kepada kami adalah benar merupakan objek dalam
penyusunan pendapat kewajaran.
➢ Seluruh data dan informasi yang diberikan pemberi tugas sehubungan dengan penyusunan
pendapat kewajaran ini adalah relevan, benar dan dapat dipercaya.
➢ Kami tidak melakukan penelitian terhadap keabsahan dokumen-dokumen legal yang terkait.
➢ Seluruh pernyataan data dan informasi yang diberikan Pemberi Tugas adalah relevan, benar dan
dapat dipercaya sesuai dengan prosedur penyusunan pendapat kewajaran yang umum berlaku dan
disampaikan dengan itikad baik.
➢ Kondisi-kondisi tidak wajar yang tersembunyi terhadap objek pendapat kewajaran yang dapat
membawa efek negatif terhadap nilai, tidak menjadi tanggung jawab kami sebab merupakan bagian
pekerjaan ahli lain;
➢ Baik Pemimpin Rekan dan atau Rekan, serta para Penilai maupun karyawannya tidak mempunyai
kepentingan finansial apapun terhadap objek penugasan.
I.11 PERSYARATAN ATAS PERSETUJUAN UNTUK PUBLIKASI
Laporan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi bersifat non-disclaimer opinion dan merupakan
laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat
mempengaruhi operasional INET.
I.12 STANDAR PENYUSUNAN PENDAPAT KEWAJARAN
Pendapat Kewajaran akan dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No.17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha (POJK 17/POJK.04/2020), Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk I-6
Page 30
Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (POJK 35/POJK.04/2020) serta Kode Etik Penilai
Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia Tahun 2018 Edisi VII dan 320, 330, dan 340 – Edisi Revisi
(KEPI-SPI Edisi VII.2018).
I.13 NILAI TRANSAKSI
Nilai atas transaksi dalam hal ini yaitu nilai transaksi per lembar saham sebesar Rp1.557.799 per lembar
saham dengan total nilai Rencana Transaksi adalah sebesar Rp280.403.820.000,- (Dua Ratus Delapan
Puluh Miliar Empat Ratus Tiga Juta Delapan Ratus Dua Puluh Ribu Rupiah).
I.14 KEJADIAN – KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL EFEKTIF (SUBSEQUENT EVENTS)
Berdasarkan informasi yang kami peroleh dari Pemberi Tugas terdapat kejadian-kejadian penting setelah
tanggal efektif Pendapat Kewajaran yaitu 31 Desember 2025, baik yang diketahui maupun yang patut
diketahui sampai dengan Tanggal Laporan Pendapat Kewajaran yaitu 30 Januari 2026 diantaranya:
➢ INET telah melakukan pengajuan kepada PT Bank JTrust Indonesia Tbk terkait dengan fasilitas
kredit, selanjutnya berdasarkan Perjanjian Kredit antara PT Bank JTrust Indonesia Tbk, PT Sinergi
Andalan Prima Tbk, dan PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara pada tanggal 17 Maret 2026 dengan
nomor surat No. 035/JTRUST-AGR/LBS/III/2026, INET memperoleh Penawaran dari PT Bank JTrust
Indonesia Tbk atas fasilitas Kredit berupa Fasilitas Langsung sebesar Rp350.000.000.000. Fasilitas
tersebut, digunakan untuk melakukan akuisisi aset-aset untuk pengembangan bisnis INET dengan
tingkat Suku bunga pinjaman sebesar suku bunga rekening Giro 0% (nol persen) ditambah spread
sebesar 0,50% (nol koma lima puluh persen) per tahun.
➢ Penerbitan HMETD sebanyak-banyaknya 12.800.000.000 (Dua Belas Miliar Delapan Ratus Juta)
saham biasa atas nama dengan nilai nominal Rp10 ,- (Sepuluh Rupiah) setiap saham yang mewakili
sebanyak-banyaknya 57,14% (lima puluh tujuh koma satu empat persen) dari modal ditempatkan
dan disetor penuh setelah PMHMETD. Setiap pemegang 3 (tiga) Saham Lama yang namanya
tercatat dalam Daftar Pemegang Saham INET pada tanggal 6 Januari 2026 pukul 16.00 WIB berhak
atas 4 (empat) HMETD, dimana setiap 1 (satu) HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk
membeli sebanyak 1 (satu) Saham Baru dengan Harga Pelaksanaan Rp250,- (Dua Ratus Lima Puluh
Rupiah) setiap saham yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan Formulir Pemesanan dan
Pembelian Saham. Jumlah dana yang akan diterima INET dalam PMHMETD ini sebanyak-
banyaknya Rp3.200.000.000.000,- (Tiga Triliun Dua Ratus Miliar Rupiah). Penerbitan Waran Seri II
adalah efek yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk melakukan pembelian Saham Biasa
Atas Nama yang bernilai nominal Rp10,- (Sepuluh Rupiah) setiap sahamnya dengan Harga
Pelaksanaan sebesar Rp300,- (Tiga Ratus Rupiah) yang dapat dilakukan selama masa berlakunya
pelaksanaan yaitu mulai tanggal 13 Juli 2026 – 13 Juli 2028, Pemegang Waran Seri II tidak
mempunyai hak sebagai pemegang saham termasuk hak dividen selama Waran Seri II tersebut
belum dilaksanakan menjadi saham. Apabila Waran Seri II tidak dilaksanakan sampai habis masa
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk I-7
Page 31
berlakunya, maka Waran Seri II tersebut menjadi kadaluwarsa, tidak bernilai, dan tidak berlaku. Masa
berlaku Waran Seri II tidak dapat diperpanjang lagi. Total Hasil Pelaksanaan Waran Seri II sebanyak-
banyaknya Rp691.200.000.000,- (Enam Ratus Sembilan Puluh Satu Miliar Dua Ratus Juta Rupiah).
Berdasarkan informasi yang kami terima dari Pemberi Tugas, periode pelaksanaan PMHMETD dan
Waran Seri II dilaksanakan pada tanggal 8 Januari 2026 – 26 Januari 2026.
➢ INET telah melakukan transaksi material akuisisi 53,57% saham PT Personel Alih Daya Tbk
berdasarkan dokumen keterbukaan informasi yang diterbitkan pada tanggal 3 Februari 2026.
➢ INET telah melakukan transaksi material akuisisi 60% saham PT Trans Hybrid Communication
berdasarkan dokumen keterbukaan informasi yang diterbitkan pada tanggal 9 Maret 2026.
I.15 PENDAPAT KEWAJARAN
Pendapat Kewajaran ditujukan untuk kepentingan Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan dalam
kaitannya dengan Rencana Transaksi dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain, atau untuk kepentingan
lain. Pendapat Kewajaran tidak merupakan rekomendasi kepada pemegang saham untuk menyetujui
Rencana Transaksi atau melakukan tindakan lainnya dalam kaitan dengan Rencana Transaksi, dan
tidak dapat digunakan secara demikian oleh pemegang saham.
Pendapat Kewajaran harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian dari analisis
dan informasi tanpa mempertimbangkan isi Pendapat Kewajaran secara keseluruhan dapat
menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari Pendapat Kewajaran.
Pendapat Kewajaran juga disusun berdasarkan kondisi ekonomi dan peraturan yang ada pada saat ini.
Kami tidak bertanggung jawab untuk memutakhirkan atau melengkapi Pendapat Kewajaran kami karena
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal Pendapat Kewajaran. Pendapat Kewajaran tidak sah
apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dari IDR.
I.16 RUANG LINGKUP
Ruang lingkup pendapat kewajaran didasarkan pada analisis kewajaran dari Rencana Transaksi untuk
memenuhi Ketentuan POJK 17/POJK.04/2020 dengan ruang lingkup antara lain:
➢ Analisis atas industri dan bisnis
➢ Analisis atas keseluruhan Rencana Transaksi.
➢ Analisis kuantitatif dan kualitatif atas Rencana Transaksi.
➢ Analisis atas syarat-syarat dan ketentuan dari perjanjian-perjanjian terkait dengan Rencana
Transaksi.
➢ Analisis kewajaran atas Rencana Transaksi.
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan dan kelengkapan
dari semua informasi keuangan dan informasi lainnya yang diberikan kepada kami oleh INET atau yang
tersedia secara umum, dan kami tidak melakukan dan karenanya tidak bertanggung jawab atas
pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk I-8
Page 32
dari manajemen INET bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-
informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.
Kami telah melakukan inspeksi atau wawancara dengan manajemen INET terkait dengan penyusunan
pendapat kewajaran. Selain itu, kami juga tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari
Rencana Transaksi. Jasa-jasa yang kami berikan kepada INET dalam kaitan dengan Rencana Transaksi
hanya merupakan penyusunan Pendapat Kewajaran dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau
perpajakan.
Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Rencana Transaksi tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan
dalam bentuk apapun, sebagai suatu penelaahan atau audit atau pelaksanaan prosedur-prosedur
tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk
mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan, atau penyimpangan dalam
laporan keuangan atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak
mencoba mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya yang ada untuk INET.
I.17 KONDISI PEMBATAS
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan, keandalan dan
kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami
oleh manajemen INET atau yang tersedia secara umum yang pada hakikatnya adalah benar, lengkap
dan tidak menyesatkan, dan kami tidak bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan independen
terhadap informasi-informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen INET
bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan
kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.
Analisis Pendapat Kewajaran atas Transaksi dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat
mempengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggungjawab atas
perubahan kesimpulan atas Pendapat Kewajaran kami maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya
ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi sehingga data yang
kami peroleh menjadi tidak lengkap dan atau dapat disalahartikan.
Hasil dari analisis kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang mendasarinya,
perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan merubah hasil dari analisis kami.
Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh
terhadap hasil analisis, dan bahwa perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Kami telah melakukan
inspeksi atau wawancara dengan manajemen INET terkait dengan penyusunan pendapat kewajaran.
Kami tidak melakukan penelitian atas keabsahan Transaksi dari aspek hukum dan implikasi aspek
perpajakan. Pendapat Kewajaran atas Transaksi hanya ditinjau dari segi ekonomis dan keuangan.
Laporan pendapat kewajaran atas Transaksi bersifat non-disclaimer opinion dan merupakan laporan
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk I-9
Page 33
yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi
operasional INET.
Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Transaksi tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan dalam
bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas
informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan
kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau
pelanggaran hukum. Selain itu, kami juga tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari
Rencana Transaksi. Jasa-jasa yang kami berikan kepada INET dalam kaitan dengan Rencana
Transaksi hanya merupakan penyusunan Pendapat Kewajaran dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit,
atau perpajakan.
I.18 INDEPENDENSI PENILAI
Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran (Fairness Opinion) atas Rencana Transaksi ini,
IDR bertindak secara independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan INET
ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan INET. IDR juga tidak memiliki kepentingan ataupun
keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya, laporan pendapat kewajaran ini tidak
dilakukan untuk memberikan keuntungan atau menyebabkan kerugian pihak manapun. Imbalan yang
kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran kesimpulan yang dihasilkan dari
proses analisis Pendapat Kewajaran ini dan IDR hanya menerima imbalan sesuai dengan Surat
Perjanjian Kerja sama antara INET dengan IDR No. 013/IDR-SPK/PEN-BDG/III/2026 pada tanggal 16
Maret 2026 yang telah disetujui.
I.19 PENDEKATAN DAN PROSEDUR PENDAPAT KEWAJARAN
Dalam melakukan evaluasi kewajaran atas Rencana Transaksi, kami melakukan analisis dengan
tahapan-tahapan sebagai berikut:
1. Analisis atas Transaksi yang meliputi identifikasi dan hubungan antara pihak-pihak yang terlibat
Transaksi, analisis Draf Perjanjian pengikatan dan persyaratan dalam Transaksi, analisis manfaat
dan risiko Transaksi.
2. Analisis kualitatif atas Transaksi yang meliputi riwayat INET dan kegiatan usaha INET, analisis
industri, analisis operasional dan prospek bisnis INET, analisis alasan dilakukannya Transaksi.
3. Analisis kuantitatif atas Transaksi yang meliputi analisis laporan keuangan historikal INET, analisis
arus kas INET, analisis rasio keuangan INET, analisis proyeksi keuangan INET, analisis nilai
tambah, dan analisis nilai transaksi afiliasi.
4. Analisis kewajaran atas Transaksi.
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk I-10
Page 34
I.20 HASIL PELAKSANAAN INSPEKSI
Pelaksana Inspeksi/Wawancara:
Tanggal Wawancara : 1 April 2025
Pelaksana Wawancara : Dean Fajar Ramadhan
Dalam penilaian ini, kami melakukan wawancara, baik dengan manajemen ataupun pihak yang
mewakilinya melalui online meeting. Berikut adalah pihak yang diwawancarai dalam hubungannya
dengan objek pendapat kewajaran, yaitu:
Tabel I.1. Daftar Hadir Wawancara
Pihak yang diwawancarai Perusahaan Jabatan
Bp. Angga Saputra Syam INET Spv. Corporate Accounting
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk I-11
Page 35
BAB II
ANALISIS TRANSAKSI
II.1 URAIAN UMUM
Berdasarkan informasi yang kami terima dari INET, rencana transaksi yang akan dilaksanakan oleh INET
adalah akuisisi atas saham SGI melalui mekanisme penambahan modal saham sebagaimana diatur
dalam Perjanjian Pemegang Saham dan Perjanjian Pengambilalihan Saham. INET berpandangan
bahwa pengambilalihan saham SGI diharapkan dapat meningkatkan skala dan jangkauan bisnis INET
melalui pemanfaatan posisi dan kompetensi SGI sebagai perusahaan jasa pelaksanaan konstruksi
telekomunikasi. Akuisisi ini juga diharapkan dapat memperkuat penetrasi pasar INET terutama di wilayah
Pulau Jawa dan Kalimantan melalui pemanfaatan aset strategis SGI berupa kapal pemasang kabel laut
(cable laying vessel) yang mendukung percepatan pembangunan jaringan telekomunikasi bawah laut
antar pulau. Integrasi ini ditujukan untuk menciptakan sinergi operasional melalui optimalisasi
infrastruktur dan kapabilitas kedua entitas, termasuk dalam pengembangan jaringan serta peningkatan
efisiensi dalam pemeliharaan jaringan kabel bawah laut. Selain itu, transaksi ini diharapkan dapat
meningkatkan efisiensi pengembangan jaringan telekomunikasi melalui kemudahan dan percepatan
proses perbaikan serta pemeliharaan jaringan, sehingga dapat menghasilkan efisiensi biaya yang
signifikan sekaligus mempercepat pencapaian target pertumbuhan bisnis INET.
II.2 IDENTIFIKASI DAN ANALISIS HUBUNGAN ANTARA PIHAK-PIHAK YANG BERTRANSAKSI
II.2.1 PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk adalah Perusahaan didirikan berdasarkan Akta No. 1 tanggal 16
Desember 2016 dari Notaris Devi Prihartanti, S.H. Akta Pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-0002586.AH.01.
01.TAHUN 2016 tanggal 20 Januari 2017.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta No. 1327
tanggal 17 September 2025 dari Mohamad Fajri Mekka Putra, S.H., M.Kn., sehubungan dengan
Peningkatan Modal Ditempatkan atau Disetor. Akta Perubahan tersebut telah diterima dan dicatat di
dalam data base Sistem Administrasi Badan Hukum dari Kementerian Hukum Republik Indonesia
melalui Surat Penerimaan Pemberitahuan No. AHUAH.01.03-0236052 tanggal 17 September 2025.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar, ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah menjalankan usaha
dalam bidang informasi dan komunikasi. Saat ini, kegiatan usaha utama Perusahaan berupa internet
service provider dan kegiatan usaha penunjang berupa aktivitas telekomunikasi dengan kabel, jasa
sistem komunikasi data, interkoneksi internet, dan jual kembali jasa telekomunikasi.
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk II-1
Page 36
Susunan Direksi dan Dewan Komisaris pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Saripudin
Komisaris Independen : Dr. Ir. Cahyana Ahmadjayadi
Komisaris : Tongam Lumban Tobing
Direksi
Direktur Utama : Muhammad Arif
Direktur : Bayu Satrio
Direktur : Willy Unsulangi
Struktur permodalan dan susunan pemegang saham INET berdasarkan laporan tahunan INET untuk
tahun 2025, susunan pemegang saham INET per tanggal 31 Desember 2025, adalah sebagai berikut:
Tabel II.1. Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham INET per 31 Desember 2025
Jumlah Saham Persentase
Keterangan
(Lembar) %
PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara 5.360.707.200 55,95%
Muhammad Arif (Direktur utama) 10.000 0,01%
Masyarakat (masing-masing di bawah 5%) 4.220.358.096 44,04%
Total 9.581.075.296 100,00%
Sumber: Laporan Keuangan Audit INET, 31 Desember 2025
Kepemilikan saham atas INET masing-masing terbagi atas saham yang dimiliki oleh PT Abadi Kreasi
Unggul Nusantara sejumlah 5.360.707.200 lembar saham atau 55,95% kepemilikan, Bapak Muhammad
Arif (Direktur utama) sejumlah 10.000 lembar saham atau 0,01% kepemilikan, dan Masyarakat (masing-
masing di bawah 5%) sejumlah 4.220.358.096 lembar saham atau 44,04% kepemilikan.
II.2.1 PT Sarana Global Indonesia
PT Sarana Global Indonesia didirikan dengan akta pendirian dari notaris Daniel Praganda Marpaung,
SH No.78 tanggal 27 April 2000. Akta tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan Nomor C-15.102.HT 01.01 TH. 2000 tanggal 25
Juli 2000.
Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa perubahan yang terakhir dengan akta
Pernyataan Keputusan di Luar Rapat Umum Pemegang Saham PT Sarana Global Indonesia dari Notaris
Haria Fitri Sucipto, S.H., M.Kn No. 11 tanggal 22 Oktober 2025 mengenai perubahan Direksi dan
Komisaris, Peralihan Saham, dan Pergantian Nama Pemegang Saham. Akta tersebut telah diterima dan
dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia sesuai dengan Surat Nomor: AHU-AH.01.09-0354213 tanggal 23 Oktober 2025.
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk II-2
Page 37
Susunan Direksi dan Dewan Komisaris pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris : Yosaphat Didik Heru Purnomo
Direksi
Direktur : Taryono
Struktur permodalan dan susunan pemegang saham SGI berdasarkan laporan tahunan SGI untuk tahun
2025, susunan pemegang saham SGI per tanggal 31 Desember 2025, adalah sebagai berikut:
Tabel II.2. Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham SGI per 31 Desember 2025
Jumlah Saham Persentase
Keterangan
(Lembar) %
Chandra Arie Setiawan 66.000 55,00%
Lisa Anggraini 54.000 45,00%
Total 120.000 100,00%
Sumber: Laporan Keuangan Audit SGI, 31 Desember 2025
Kepemilikan saham atas SGI masing-masing terbagi atas saham yang dimiliki oleh Chandra Arie
Setiawan sejumlah 66.000 lembar saham atau 55,00% kepemilikan dan Lisa Anggraini sejumlah 54.000
lembar saham atau 45,00% kepemilikan.
II.3 OBJEK TRANSAKSI PENDAPAT KEWAJARAN
Objek transaksi dalam pendapat kewajaran adalah Rencana Transaksi Material atas Akuisisi 180.000
lembar saham atau 60% saham SGI per Laporan keuangan Audit 31 Desember 2025, dengan total nilai
Rencana Transaksi atas 180.000 lembar saham atau 60% saham SGI setelah penambahan modal
adalah sebesar Rp280.403.820.000,- (Dua Ratus Delapan Puluh Miliar Empat Ratus Tiga Juta
Delapan Ratus Dua Puluh Ribu Rupiah) dimana nilai transaksi per lembar saham adalah sebesar
Rp1.557.799 per lembar saham. Nilai Pasar 120.000 lembar saham atau 100% saham SGI adalah
sebesar Rp175.195.000.000,- (Seratus Tujuh Puluh Lima Miliar Seratus Sembilan Puluh Lima Juta
Rupiah) dimana nilai pasar per lembar saham adalah sebesar Rp1.459.957 per lembar saham.
II.4 PROSEDUR PENGAMBILAN KEPUTUSAN ATAS TRANSAKSI
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen SGI, proses pengambilan keputusan atas
Rencana Transaksi telah dilakukan melalui proses yang sesuai prosedur internal SGI. Setelah
menentukan rencana atas transaksi Dewan Direksi harus memperoleh persetujuan dari
Dewan Komisaris. Sebelum Dewan Direksi mengusulkan usulan rencana atas Transaksi, Dewan Direksi
telah melalui tahapan proses analisis internal, sebagaimana konfirmasi dengan manajemen SGI.
Dengan demikian, manajemen telah mengikuti prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan
dalam menentukan rencana dan nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk II-3
Page 38
II.5 ANALISIS TRANSAKSI
Analisis atas Rencana Transaksi dilakukan dengan menganalisis transaksi antara SGI dan pemegang
saham SGI yang diwakili oleh Chandra Arie Setiawan. Berdasarkan informasi yang kami terima dari SGI,
Rencana Transaksi yang akan dilaksanakan oleh SGI adalah penyertaan modal melalui pengambilan
atas 60% saham baru yang akan diterbitkan oleh SGI. SGI akan melakukan penyertaan dana sebesar
Rp280.403.820.000 (dua ratus delapan puluh miliar empat ratus tiga juta delapan ratus dua puluh ribu
Rupiah) dengan harga Rp1.557.799 (satu juta lima ratus lima puluh tujuh ribu tujuh ratus sembilan puluh
sembilan Rupiah) per lembar saham, sesuai dengan ketentuan dalam Indikasi Syarat dan Ketentuan
Jual Beli tanggal 2 Februari 2026. Sehubungan dengan transaksi tersebut, SGI telah melakukan
pembayaran uang muka sebesar Rp50.000.000.000 pada tanggal 3 Februari 2026 dan tambahan
deposit sebesar Rp10.000.000.000 pada tanggal 4 Maret 2026.
Rencana Transaksi dilakukan melalui mekanisme penyertaan modal yang dituangkan dalam suatu
perjanjian bersyarat. Berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia, penyertaan modal
melalui penerbitan saham baru merupakan transaksi peningkatan modal ditempatkan dan disetor SGI
yang pelaksanaannya tunduk pada terpenuhinya syarat-syarat tangguh tertentu sebagaimana disepakati
Para Pihak. Pelaksanaan transaksi ini akan ditindaklanjuti dengan penandatanganan akta-akta terkait
peningkatan modal di hadapan Notaris serta pencatatan perubahan struktur permodalan dan
kepemilikan saham dalam Daftar Pemegang Saham SGI.
Adapun ketentuan-ketentuan penting yang akan menjadi dasar bagi pelaksanaan penyertaan modal
melalui penerbitan saham baru oleh SGI berdasarkan Indikasi Syarat dan Ketentuan Jual Beli antara
INET dan SGI adalah sebagai berikut:
Ketentuan umum transaksi adalah sebagai berikut:
1. SGI akan menerbitkan saham baru sebesar 180.000 lembar saham yang akan dimiliki oleh PT
Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
2. Term Sheet ini bukan merupakan perjanjian yang mengikat untuk melaksanakan transaksi investasi,
namun menjadi dasar penyusunan Investment Agreement (Share Subscription and Shareholders
Arrangement) dan/atau dokumen transaksi definitif lainnya berdasarkan kesepakatan Para Pihak
yang akan disusun diwaktu mendatang berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak dan beberapa
kondisi berikut ini:
• Pihak kedua telah menyelesaikan Uji Tuntas Aset Tetap Kapal, Uji Tuntas Apek Hukum (Legal
Due Diligence) dan Uji Tuntas Aspek Keuangan (Financial Due Diligence) termasuk Pemeriksaan
Pajak dengan kepuasannya. Uji tuntas tersebut akan diselesaikan dalam waktu 1 bulan setelah
penandatanganan Term Sheet ini. Jangka waktu Uji Tuntas tergantung pada ketersediaan data
yang disediakan oleh Pihak Pertama.
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk II-4
Page 39
• Pihak Pertama menjamin bahwa tidak ada perubahan material yang merugikan terhadap bisnis,
kondisi keuangan atau prospek Perusahaan kecuali yang telah disetujui oleh Para Pihak.
• Para Pihak telah menyetujui pelaksanaan transaksi penyertaan modal melalui pengambilan dan
penyetoran saham baru SGI sesuai dengan tata kelola perusahaan yang berlaku dan ketentuan
peraturan perundang-undangan yang berlaku.
• Para Pihak sepakat untuk mempertahankan pengurus SGI yang saat ini menjabat sampai dengan
tahun 2026. Namun apabila diperlukan untuk melakukan perubahan pengurus SGI maka Para
Pihak akan menjalankan perubahan sesuai dengan aturan yang berlaku.
3. Hal-hal lain yang belum diatur dalam Term Sheet ini akan dituangkan lebih lanjut dalam Investment
Agreement beserta dokumen transaksi definitif lainnya yang diperlukan sehubungan dengan
transaksi investasi ini.
Tahapan dari proses penyetoran saham baru yang diterbitkan oleh SGI ini adalah sebagai berikut:
1. Penandatanganan Term Sheet.
2. Pembayaran Uang muka dari PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk kepada PT Sarana Global
Indonesia. Uang muka tersebut akan dikembalikan apabila transaksi ini tidak terlaksana.
3. Uji Tuntas Aset Tetap Kapal, Uji Tuntas Hukum (Legal Due Diligence) dan Uji Tuntas Keuangan
dan Pajak (Financial and Tax Due Diligence) kurang lebih dalam 1 bulan. Atas hasil uji tuntas
tersebut apabila sudah disetujui kedua belah pihak maka proses transaksi akan berlanjut pada
proses penyelesaian.
4. Pembuatan, finalisasi, dan penandatanganan Investment Agreement dan/atau dokumen transaksi
definitif lainnya yang diperlukan untuk penyelesaian transaksi.
Adapun ketentuan-ketentuan penting yang akan menjadi dasar bagi pelaksanaan penyertaan modal
melalui penerbitan saham baru oleh SGI berdasarkan Draft Investment Agreement antara INET dan SGI
adalah sebagai berikut:
Ketentuan mengenai struktur transaksi adalah sebagai berikut:
1. Struktur transaksi sebelum transaksi, komposisi kepemilikan saham SGI berdasarkan Akta
Perubahan SGI terakhir No. 1 tertanggal 6 Februari 2026 adalah:
a. Chandra Arie Setiawan : 99,999% (sembilan puluh sembilan koma sembilan puluh sembilan
persen) yaitu sebanyak 119.999 lembar saham.
b. Bayu Erriano Affia : 0,001% (nol koma nol nol satu persen) yaitu sebanyak 1 lembar saham.
c. Sehingga total lembar saham keduanya sejumlah 120.000 lembar saham.
2. SGI akan melakukan peningkatan modal ditempatkan dan disetor melalui penerbitan 180.000
(seratus delapan puluh Ribu) lembar saham baru (“Saham Baru”) yang seluruhnya akan diambil
bagian dan disetor penuh oleh INET.
3. Setelah penyelesaian transaksi, komposisi kepemilikan saham SGI adalah.
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk II-5
Page 40
a. PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk : 60% (enam puluh persen) yaitu sebanyak 180.000 lembar
saham
b. Chandra Arie Setiawan : 39,9997% (tiga puluh sembilan koma sembilan sembilan sembilan tujuh
persen) yaitu sebanyak 119.999 lembar saham
c. Bayu Erriano Affia : 0,0003% (nol koma nol nol nol tiga persen) yaitu sebanyak 1 lembar saham
d. Sehingga total lembar saham milik para pemegang saham sejumlah 300.000 lembar saham
4. Transaksi ini merupakan penyertaan modal (primary issuance) dan bukan pengalihan saham dari
pemegang saham lama.
5. Sebagian dana investasi akan digunakan untuk penyelesaian kewajiban Pemegang Saham Lama.
Adapun ketentuan nilai investasi dan pembayaran dalam transaksi ini adalah sebagai berikut:
1. Para Pihak dengan ini sepakat bahwa nilai investasi sebesar Rp280.403.820.000 (dua ratus delapan
puluh miliar empat ratus tiga juta delapan ratus dua puluh ribu Rupiah) dihitung berdasarkan harga
per lembar saham sebesar Rp1.557.799 (satu juta lima ratus lima puluh tujuh ribu tujuh ratus
sembilan puluh sembilan Rupiah) untuk setiap saham yang diinvestasikan.
2. Pembayaran dilakukan sebagai berikut:
a. Uang muka dengan total sebesar Rp60.000.000.000 (enam puluh miliar Rupiah) ke rekening
5015056654 atas nama PT Sarana Global Indonesia;
b. Sisa pembayaran pada Tanggal Penyelesaian.
3. Pembayaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal ini dilakukan dalam mata uang Rupiah melalui
transfer antar bank ke:
a. Rekening SGI untuk penyetoran modal atas Saham Baru; dan/atau
b. Rekening yang ditunjuk untuk penyelesaian kewajiban Pemegang Saham Lama;
c. Yang masing-masing akan diberitahukan secara tertulis kepada INET paling lambat 5 (lima) Hari
Kerja sebelum Tanggal Penyelesaian.
4. Seluruh biaya transfer, biaya administrasi perbankan, dan pajak yang timbul sehubungan dengan
pelaksanaan Perjanjian ini akan ditanggung oleh masing-masing Pihak sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan yang berlaku, kecuali ditentukan lain secara tegas dalam Perjanjian
ini.
Adapun ketentuan kondisi pendahuluan dalam pelaksanaan transaksi ini adalah sebagai berikut:
1. Kewajiban INET untuk melaksanakan penyertaan modal dalam SGI sebagaimana diatur dalam
Perjanjian ini tunduk pada terpenuhinya seluruh kondisi pendahuluan berikut (“Kondisi
Pendahuluan”):
a. Hasil uji tuntas (due diligence) yang dilakukan oleh INET terhadap aspek hukum, keuangan,
perpajakan, dan operasional SGI dinyatakan memuaskan oleh INET;
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk II-6
Page 41
b. Tidak terjadinya perubahan material yang merugikan (Material Adverse Change) terhadap kondisi
usaha, keuangan, atau prospek SGI sejak tanggal Indikasi Syarat dan Ketentuan Jual Beli sampai
dengan Tanggal Penyelesaian;
c. Diselenggarakannya dan diperolehnya persetujuan yang diperlukan dari Rapat Umum Pemegang
Saham SGI sehubungan dengan transaksi sebagaimana diatur dalam Perjanjian ini, termasuk
namun tidak terbatas pada peningkatan modal ditempatkan dan disetor;
d. Diperolehnya seluruh persetujuan, perizinan, atau notifikasi dari instansi atau regulator yang
berwenang (apabila dipersyaratkan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang
berlaku);
e. Tidak terdapat kejadian wanprestasi atau pelanggaran material oleh SGI maupun Pemegang
Saham Lama berdasarkan Perjanjian ini;
f. Seluruh kewajiban perpajakan SGI sebelum Tanggal Penyelesaian telah diselesaikan, atau telah
diungkapkan secara lengkap kepada INET dan disepakati mekanisme penyelesaiannya oleh
Para Pihak.
2. Para Pihak sepakat untuk bekerja sama secara itikad baik guna memastikan terpenuhinya seluruh
Kondisi Pendahuluan sebagaimana dimaksud dalam Pasal ini.
3. Dalam hal Kondisi Pendahuluan tidak terpenuhi atau tidak dikesampingkan oleh INET sampai
dengan jangka waktu yang disepakati oleh Para Pihak, maka INET berhak untuk membatalkan
transaksi tanpa kewajiban lebih lanjut, dengan tetap memperhatikan ketentuan mengenai
pengembalian uang muka sebagaimana diatur dalam Perjanjian ini.
Adapun ketentuan penyelesaian transaksi adalah sebagai berikut:
1. Penyelesaian transaksi (“Tanggal Penyelesaian”) akan dilaksanakan setelah seluruh Kondisi
Pendahuluan sebagaimana diatur dalam Pasal 4 telah terpenuhi atau dikesampingkan oleh INET.
2. Pada Tanggal Penyelesaian, Para Pihak wajib melakukan tindakan-tindakan sebagai berikut:
a. INET melakukan pembayaran sisa nilai investasi sesuai dengan ketentuan dalam Perjanjian ini;
b. SGI menerima setoran modal dari INET dan menerbitkan Saham Baru kepada INET sesuai
dengan jumlah yang disepakati;
c. Para Pihak menandatangani akta-akta yang diperlukan sehubungan dengan peningkatan modal
ditempatkan dan disetor SGI, termasuk namun tidak terbatas pada akta pernyataan keputusan
Rapat Umum Pemegang Saham dan/atau akta perubahan Anggaran Dasar SGI;
d. SGI melakukan perubahan dan/atau penyesuaian Anggaran Dasar sehubungan dengan
transaksi ini sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
e. SGI melakukan pencatatan kepemilikan saham INET dalam Daftar Pemegang Saham serta
melakukan tindakan administratif lainnya yang diperlukan sesuai dengan ketentuan hukum yang
berlaku.
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk II-7
Page 42
II.5.1 Skema Pendanaan Rencana Transaksi
Berdasarkan informasi dari pemberi tugas, dalam rangka memenuhi ketersediaan dana untuk
melakukan akuisisi terhadap 60% saham SGI melalui penerbitan saham baru, SGI telah mempersiapkan
skema pendanaan melalui fasilitas pinjaman bank, dimana pendanaan pada rencana transaksi ini akan
didanai menggunakan pinjaman bank sebesar Rp280.403.820.000.
Menurut informasi yang tersedia pada Perjanjian Kredit antara PT Bank JTrust Indonesia Tbk, PT Sinergi
Andalan Prima Tbk, dan PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara pada tanggal 17 Maret 2026 dengan nomor
surat No. 035/JTRUST-AGR/LBS/III/2026, INET telah memohon pengajuan perjanjian kredit berupa
Fasilitas Langsung kepada PT Bank JTrust Indonesia Tbk. Rincian atas jumlah fasilitas pinjaman yang
disetujui adalah sebagai berikut:
Tabel II.3. Fasilitas Pinjaman Bank
Fasilitas Plafon (Rp) Bunga Pinjaman
Suku bunga pinjaman sebesar suku bunga
rekening Giro 0% (nol persen) ditambah spread
sebesar 0,50% (nol koma lima puluh persen) per
tahun, dengan sistem perhitungan bunga secara
fixed selama jangka waktu fasilitas KAP-BTB,
Fasilitas Langsung 350.000.000.000
pembayaran bunga dilakukan setiap tanggal 1
(satu) pada setiap bulan, jika terjadi
keterlambatan pembayaran, dikenakan denda
sebesar 2,00% (dua persen) per tahun dari nilai
tunggakan.
Sumber: Perjanjian Kredit antara PT Bank JTrust Indonesia Tbk, PT Sinergi Andalan Prima Tbk, dan PT Abadi
Kreasi Unggul Nusantara
Jangka waktu pinjaman adalah tanggal yang jatuh 12 (dua belas) bulan sejak efektif fasilitas kredit.
Dengan agunan/ jaminan berupa Gadai Rekening Giro dengan Nomor Rekening 1110077161 atas nama
PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara pada Bank dengan nilai jaminan gadai sebesar 100% dari Pagu
Fasilitas Kredit dan jaminan lain dalam bentuk dan jumlah yang dapat diterima oleh Bank, yang akan
diikat tersendiri dalam perjanjian jaminan yang dibuat antara pemilik barang jaminan (jika ada) dan Bank.
Penarikan pinjaman atas Fasilitas Kredit dapat dilakukan setelah memenuhi syarat-syarat efektif sebagai
berikut:
1. Seluruh syarat-syarat efektif penyediaan dan penarikan Fasilitas Kredit sebagaimana tercantum
dalam pasal 5 SKUPK; dan
2. Seluruh syarat-syarat efektif penarikan Fasilitas Kredit sebagaimana tercantum dalam Surat
Pemberitahuan Keputusan Kredit (SPKK), yaitu:
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk II-8
Page 43
a. Perjanjian Kredit telah ditanda-tangani oleh pejabat yang berwenang dari Bank dan Debitur
sesuai ketentuan masing-masing anggaran dasar perusahaan bermaterai secukupnya dan
dibubuhi stempel perusahaan;
b. Agunan telah diikat sesuai ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku;
c. Debitur telah menyerahkan surat kuasa di atas materai kepada Bank untuk mendebet/memotong
dana rekening (-rekening) milik Debitur pada Bank untuk keperluan pembayaran dan
pelaksanaan kewajiban-kewajiban Debitur pada Bank berdasarkan Perjanjian Kredit;
d. Debitur telah mencadangkan/membayar/menyetorkan dana di rekening milik Debitur pada Bank
untuk membayar biaya provisi, biaya administrasi dan/atau biaya-biaya lainnya sehubungan
dengan pemberian fasilitas kredit;
e. Debitur wajib menempatkan dana di Bank untuk Sinking Fund sebesar 1 (satu) kali angsuran.
Dana tersebut akan diblokir oleh Bank selama Fasilitas Pinjaman belum dilunasi.
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk II-9
Page 44
BAB III
ANALISIS KUALITATIF
III.1 KONDISI MAKRO EKONOMI
III.1.1 Perkembangan Ekonomi Dunia
Internasional Monetary Fund (IMF) meningkatkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi 3,3%
pada tahun ini, seiring dengan masih kuatnya aktivitas ekonomi, pasar tenaga kerja yang solid, serta
meningkatnya investasi pada teknologi baru seperti kecerdasan buatan (AI). Meski demikian, IMF
mengingatkan bahwa dorongan dari investasi teknologi yang sangat cepat juga berpotensi memicu
volatilitas apabila peningkatan produktivitas tidak berjalan sesuai harapan, yang dapat berdampak pada
koreksi pasar dan penurunan kekayaan rumah tangga. Di sisi lain, ketidakpastian perdagangan dan
dinamika geopolitik masih menjadi risiko yang perlu diwaspadai, terutama jika muncul kembali kebijakan
proteksionisme yang dapat menekan kinerja perusahaan dan menjaga tekanan inflasi. Secara regional,
prospek pertumbuhan menunjukkan variasi, dengan ekonomi Amerika Serikat diperkirakan tetap kuat,
wilayah Eropa tumbuh lebih terbatas, sementara Cina mempertahankan momentum yang relatif lebih
tinggi, mencerminkan pemulihan global yang tetap bertahan namun tidak merata. Uraian mengenai
kondisi perekonomian dunia berikut didasarkan pada data dan informasi terkini yang dipublikasikan oleh
Trading Economics.
Korea Selatan mencatat kenaikan pertumbuhan ekonomi yang cukup stabil dengan 1,5% (yoy) pada tahun
2025. Pertumbuhan ekonomi ini sebagian besar didukung oleh sektor ekspor dan manufaktur yang meluas
pada tahun tersebut. Australia juga mengalami pertumbuhan PDB dari 1,2% (yoy) pada 2024 ke 2,6%
(yoy) pada 2025. Pertumbuhan ini dipengaruhi oleh naiknya konsumsi rumah tangga yang disebabkan
oleh kenaikan pendapatan bersih, serta kuatnya ekspor barang dan jasa, dan naiknya investasi bisnis
yang didukung regulasi moneter. Sebaliknya, Jepang mengalami sedikit penurunan PDB dari 0,6% pada
2024 menjadi 0,1% (yoy) pada 2025. Penurunan ini disebabkan oleh turunnya penurunan domestik,
menurunnya ekspor, tekanan inflasi, dan masalah ekonomi struktural. India tercatat menunjukkan laju
pertumbuhan ekonomi yang kuat dari sektor jasa, seperti perdagangan, hotel, transportasi, dan
komunikasi. Di sisi lain, Cina mengalami penurunan dari 5,4% (yoy) pada 2024, menjadi 4,5% (yoy) pada
2025. Pertumbuhan ekonomi di Cina sebagian besar didorong oleh sektor manufaktur dan konstruksi,
yang tercatat melemah belakangan ini.
Tabel III.1. Pertumbuhan PDB Global (Region: Asia Pacific) (%, yoy)
GDP
Negara 2020 2021 2022 2023 2024 2025
APAC
Korea Selatan -1,1% 4,3% 1,1% 2,1% 1,2% 1,5%
Australia -0,4% 4,9% 3,2% 1,3% 1,2% 2,6%
Jepang -0,6% 2,8% 0,6% 0,0% 0,6% 0,1%
India 1,8% 5,5% 4,3% 7,1% 7,4% 7,8%
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk III - 1
Page 45
Cina 6,5% 4,5% 3,0% 5,3% 5,4% 4,5%
Sumber: Trading Economics, 2025
Indonesia juga mengalami peningkatan ekonomi yang stabil pada tahun 2025 dibandingkan tahun
sebelumnya, dengan 5,4% (yoy), yang disebabkan oleh pertumbuhan aktivitas manufaktur, konsumsi
domestik, serta stimulus fiskal. Pertumbuhan ekonomi di Indonesia secara stabil terus naik selama 3 tahun
terakhir yang didorong oleh kuatnya konsumsi domestik, naiknya angka investasi, dan ekspansi sektoral.
Singapura juga mengalami kenaikan pertumbuhan ekonomi di tahun 2025 dengan 6,9% (yoy) di 2025.
Sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi per kapita tertinggi di dunia, ekonomi Singapura sangat
bergantung kepada perdagangan internasional. Singapura juga menjadi tujuan utama investasi dari luar
negeri. India juga mengalami kenaikan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2025, dengan 7,8% (yoy). Di
sisi lain, Thailand memiliki pertumbuhan PDB yang menurun dengan 3,3% (yoy) pada tahun 2024 menjadi
2,5% (yoy) pada tahun 2025. Penurunan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti produksi sektor
pabrik yang lesu, aktivitas pariwisata yang melemah, dan dampak tarif Amerika Serikat yang meningkat.
Filipina juga mengalami penurunan PDB dari 5,3% (yoy) pada 2024 menjadi 3,0% (yoy) pada 2025.
Penyebab utama penurunan ini adalah faktor internal (seperti skandal korupsi infrastruktur dan
serangkaian bencana alam topan), dan juga tekanan perdagangan internasional. Untuk Vietnam, terdapat
peningkatan PDB dari 7,6% (yoy) pada 2024 lalu bertumbuh menjadi 8,5% pada 2025. Pertumbuhan ini
didukung oleh kuatnya sektor perdagangan, kegiatan industri dan jasa, serta tingginya pemasukan
investasi. Faktor-faktor pendukung ini didasari oleh kestabilan ekonomi makro dan kebijakan yang
mendukung.
Tabel III.2. Pertumbuhan PDB Global (Region: Asia Tenggara) (%, yoy)
GDP
Negara 2020 2021 2022 2023 2024 2025
ASEAN
Indonesia -2,2% 5,0% 5,0% 5,0% 5,0% 5,4%
Singapura -0,1% 8,0% 2,4% 3,1% 5,3% 6,9%
Thailand -4,1% 1,9% 1,3% 1,8% 3,3% 2,5%
Filipina -8,2% 7,9% 7,1% 5,5% 5,3% 3,0%
Vietnam 4,5% 5,2% 5,9% 6,7% 7,6% 8,5%
Sumber: Trading Economics, 2025
Meksiko mengalami kenaikan PDB dari 0,3% (yoy) di 2024 menjadi 1,8% (yoy) di 2025. Kenaikan ini
kebanyakan disebabkan oleh menguatnya investasi, perdagangan, dan perbaikan kondisi ekonomi.
Faktor terbesar pertumbuhan PDB Meksiko adalah banyaknya perusahaan luar negeri yang
merelokasikan produksinya ke Meksiko supaya lebih dekat dengan pasar Amerika Serikat. Relokasi ini
mempengaruhi kenaikan investasi langsung asing, aktivitas manufaktur, dan penciptaan lapangan kerja.
Amerika mengalami sedikit penurunan dari 2,4% (yoy) di 2024 menjadi 2,2% (yoy) di 2025. Penurunan ini
terutama disebabkan oleh kenaikan tarif dan konflik perdagangan yang meningkatkan biaya bisnis, serta
lemahnya pengeluaran konsumen akibat kenaikan suku bunga dan inflasi. Kanada juga mengalami
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk III - 2
Page 46
penurunan PDB cukup signifikan, dengan 3,1% (yoy) pada 2024 menjadi 0,7% (yoy) di 2025. Penurunan
ini disebabkan oleh melemahnya perdagangan, yang dipengaruhi oleh perselisihan perdagangan dengan
Amerika Serikat setelah adanya kenaikan tarif yang memengaruhi industri otomotif, aluminium, dan baja.
Lemahnya investasi bisnis juga menjadi salah satu faktor turunnya PDB Kanada, disusul oleh menurunnya
angka populasi serta tingginya hutang rumah tangga.
Tabel III.3. Pertumbuhan PDB Global (Region: Amerika) (%, yoy)
GDP
Negara 2020 2021 2022 2023 2024 2025
Amerika
Brasil -0,3% 1,5% 2,7% 2,4% 3,6% N/A
Meksiko -3,5% 1,9% 4,6% 2,4% 0,3% 1,8%
Amerika Serikat -0,9% 5,2% 1,3% 3,4% 2,4% 2,2%
Argentina -4,3% 8,4% 1,3% -1,2% 2,6% N/A
Kanada -3,0% 5,5% 3,1% 1,3% 3,1% 0,7%
Sumber: Trading Economics, 2025
Afrika Selatan mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 0,8% (yoy) pada 2025, menurun dibandingkan
tahun-tahun sebelumnya. Penurunan ini disebabkan oleh gangguan pasokan listrik berkepanjangan dari
Eskom, kendala logistik dan transportasi oleh Transnet yang menghambat distribusi dan ekspor, serta
melemahnya konsumsi domestik dan tekanan dari kondisi ekonomi global. Nigeria mencatat pertumbuhan
PDB sebesar 4,1% (yoy) pada 2025, meningkat dibandingkan 3,8% pada periode yang sama tahun
sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh pertumbuhan sektor minyak sebesar 6,8% seiring naiknya
produksi minyak mentah rata-rata menjadi 1,58 juta barel per hari, serta pertumbuhan sektor non-minyak
sebesar 4,0% yang ditopang oleh sektor pertanian, informasi dan komunikasi, real estat, keuangan dan
asuransi, perdagangan, konstruksi, dan manufaktur.
Tabel III.4. Pertumbuhan PDB Global (Region: Afrika) (%, yoy)
GDP
Negara 2020 2021 2022 2023 2024 2025
Afrika
Afrika Selatan -3,4% 1,7% 0,8% 1,6% 0,8% 0,8%
Algeria -1,2% 2,3% 4,3% 3,0% 4,2% N/A
Nigeria 0,1% 4,0% 3,5% 3,5% 3,8% 4,1%
Mesir 2,0% 8,3% 3,9% 2,3% 4,3% N/A
Maroko -5,4% 7,7% 0,7% 4,1% 3,7% N/A
Sumber: Trading Economics, 2025
Jerman mengalami peningkatan PDB yang cukup signifikan dari -0,2% di 2024 menjadi 0,4% di 2025.
Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh tingkat inflasi yang meredam dan biaya pinjaman yang
lebih rendah, yang menyebabkan kenaikan permintaan domestik, seperti meningkatnya sektor konsumsi
rumah tangga dan investasi sektor konstruksi. Penurunan ini didorong oleh fokusnya negara pada
pengeluaran sektor militer, harga minyak yang rendah dan ekspor gas yang lemah, dan sanksi-sanksi
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk III - 3
Page 47
beberapa negara. Prancis mengalami sedikit kenaikan PDB dari 0,7% (yoy) di 2024 ke 1,2% (yoy) di 2025.
Kenaikan ini disebabkan oleh adanya kegiatan besar seperti Olympics yang meningkatkan sektor
pariwisata, transportasi, dan perbelanjaan secara sementara. Faktor lain yang mendukung kenaikan PDB
Prancis adalah berkembangnya sektor ekspor dan industri jasa, serta pengeluaran publik dan dukungan
dari pemerintah. Britania Raya, di sisi lain, mengalami sedikit penurunan PDB dari 1,0% (yoy) menjadi
1,0% (yoy) dari 2024 ke 2025. Penurunan ini disebabkan oleh besarnya angka serta biaya hutang yang
dipicu oleh regulasi Bank of England yang menetapkan suku bunga relatif tinggi setelah tingginya inflasi
pada tahun 2022 sampai 2023. Lemahnya pengeluaran konsumen di rumah tangga juga menjadi salah
satu alasan melemahnya PDB Britania Raya. Italia mengalami sedikit kenaikan terhadap PDB-nya dari
0,6% menjadi 0,8% (yoy) dari 2024 ke 2025. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh adanya investasi
publik yang dibiayai oleh European Union. Permintaan domestik dan konsumsi rumah tangga juga
mendukung kenaikan PDB Italia.
Tabel III.5. Pertumbuhan PDB Global (Region: Eropa) (%, yoy)
GDP
Negara 2020 2021 2022 2023 2024 2025
Eropa
Jerman -2,1% 2,4% 0,8% -0,8% -0,2% 0,4%
Rusia -1,3% 6,0% -1,9% 5,3% 3,3% N/A
Prancis 0,0% 5,2% 1,2% 1,60% 0,70% 1,20%
Britania Raya -7,6% 9,1% 1,9% -0,5% 1,9% 1,0%
Italia -6,0% 8,5% 2,3% 0,6% 0,6% 0,8%
Sumber: Trading Economics, 2025
III.1.2 Tingkat Inflasi Dunia
Pergerakan inflasi di kawasan Asia–Pasifik (APAC) pada tahun 2025 menunjukkan tren yang bervariasi.
Dari lima negara yang diamati, tiga negara mengalami peningkatan tingkat inflasi, sementara dua negara
lainnya mencatat penurunan dibandingkan periode sebelumnya.
Korea Selatan mengalami sedikit kenaikan inflasi pada 2024 ke 2025, dari 1,9% menjadi 2,3% (yoy).
Kenaikan inflasi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya adalah naiknya harga bahan bakar dan
energi yang mempengaruhi biaya transportasi dan produksi. Lemahnya Won yang mempengaruhi harga
barang impor juga menjadi pemicu naiknya inflasi. Meskipun mengalami sedikit kenaikan, angka inflasi
Korea Selatan ini masih dinilai sehat dan masih dekat dengan target bank sentral. Australia juga
mengalami kenaikan angka inflasi yang cukup signifikan, dari 1,3% (yoy) pada 2024 menjadi 3,8% (yoy)
pada 2025, dengan faktor utamanya merupakan naiknya harga rumah dan persewaan. Naiknya harga
listrik dan energi yang disebabkan oleh berkurangnya subsidi pemerintah juga mempengaruhi kenaikan
angka inflasi. Di sisi lain, Jepang mengalami penurunan inflasi cukup drastis dari 3,8% (yoy) pada 2024
menjadi 1,2% (yoy) di 2025. Penurunan inflasi ini terjadi karena pada periode sebelumnya, inflasi
meningkat karena kenaikan harga pangan, tetapi stabilisasi harga tersebut kemudian menyebabkan inflasi
secara keseluruhan menurun. Penurunan pertumbuhan ekonomi yang menurunkan tekanan permintaan
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk III - 4
Page 48
terhadap barang dan jasa juga menjadi pemicu naiknya inflasi Jepang. India juga mengalami penurunan
inflasi cukup signifikan dari 5,2% (yoy) pada 2024 menjadi 1,3% (yoy) di 2025. Penurunan ini disebabkan
oleh turunnya harga makanan secara signifikan, terutama sayuran dan makanan pokok lainnya.
Penurunan harga makanan ini dipengaruhi oleh membaiknya pasokan pertanian dan cuaca yang
mendukung. Di sisi lain, China mengalami sedikit kenaikan inflasi dari 0,1% (yoy) pada 2024 yang naik ke
0,8% (yoy) di 2025. Kenaikan ini disebabkan oleh naiknya harga makanan di 2025, besarnya pengeluaran
konsumen selama masa libur, serta adanya regulasi dari pemerintah yang terfokus kepada menaikkan
permintaan domestik.
Tabel III.6. Tingkat Inflasi Global (Region: Asia Pacific) (%, yoy)
Inflation
Negara 2020 2021 2022 2023 2024 2025
APAC (Asia Pacific)
Korea Selatan 0,6% 3,7% 5,0% 3,2% 1,9% 2,3%
Australia N/A N/A N/A N/A 1,3% 3,8%
Jepang 0,8% 0,0% 4,0% 6,5% 3,8% 1,2%
India 4,6% 5,7% 5,7% 5,7% 5,2% 1,3%
China 0,2% 1,5% 1,8% -0,3% 0,1% 0,8%
Sumber: Trading Economics, 2025
Indonesia mengalami kenaikan inflasi yang signifikan pada tahun 2025 sebesar 2,9% (yoy) dibandingkan
dengan tahun sebelumnya sebesar 1,6% (yoy). Beberapa faktor yang menyebabkan kenaikan ini karena
harga pangan yang melejit, terutama makanan, minuman, dan tembakau. Naiknya harga pangan ini terjadi
akibat permintaan yang kuat dan beberapa gangguan distribusi di berbagai wilayah. Menjelang natal dan
tahun baru 2025, permintaan konsumen juga naik yang mendorong harga sejumlah barang naik.
Singapura mengalami penurunan angka inflasi dari 3,8% (yoy) pada 2024 menjadi 1,2% (yoy) di 2025.
Penyebab penurunan inflasi di Singapura mencakup beberapa faktor, seperti menurunnya kenaikan harga
secara umum dan dampak permintaan domestik dan global yang melemah. Kebijakan moneter dan fiskal
di Singapura yang disesuaikan untuk membantu menekan tekanan harga dan pertumbuhan ekonomi juga
menjadi salah satu faktor penurunan inflasi. Thailand juga mengalami penurunan inflasi yang cukup
signifikan, dengan angka 1,2% (yoy) ke -0,3% (yoy) pada 2025. Penurunan ini didorong oleh penurunan
biaya pada sektor listrik rumah tangga dan bahan bakar, menyusul perkembangan di pasar energi global
dan langkah-langkah pemerintah untuk meringankan beban biaya hidup. Inflasi Filipina juga mengalami
penurunan, dari 2,9% (yoy) pada 2024 ke 1,8% (yoy) di 2025. Penyebab penurunan ini adalah
melambatnya kenaikan harga pangan, terutama makanan dan minuman non-alkohol. Di sisi lain, Vietnam
juga mengalami sedikit kenaikan inflasi dari 3,0% pada 2024 menjadi 3,5% pada 2025. Kenaikan ini
disebabkan oleh kenaikan harga makanan, serta kenaikan harga energi dan biaya produksi dan
penyesuaian harga layanan publik seperti listrik, pendidikan, dan layanan kesehatan.
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk III - 5
Page 49
Tabel III.7. Tingkat Inflasi Global (Region: Asia Tenggara) (%, yoy)
Inflation
Negara 2020 2021 2022 2023 2024 2025
ASEAN
Indonesia 1,7% 1,9% 5,5% 2,6% 1,6% 2,9%
Singapura 0,8% 0,0% 4,0% 6,5% 3,8% 1,2%
Thailand -0,3% 2,2% 5,9% -0,8% 1,2% -0,3%
Filipina 3,3% 3,1% 8,1% 3,9% 2,9% 1,8%
Vietnam 0,2% 1,8% 4,6% 3,6% 2,9% 3,5%
Sumber: Trading Economics, 2025
Inflasi di Brasil sedikit mengalami penurunan namun tetap ada di angka yang stabil, sebesar 4,8% (yoy)
pada 2024 dan sebesar 4,3% (yoy) pada 2025. Faktor utama penurunan inflasi di Brasil adalah turunnya
harga makanan yang berkontribusi secara kuat kepada keseluruhan angka inflasi. Adanya perubahan
pada tarif listrik dan biaya perumahan juga mempengaruhi turunnya angka inflasi. Meksiko mengalami
penurunan inflasi dari 4,2% (yoy) pada 2024 ke 3,7% (yoy) pada 2025. Penurunan inflasi ini sebagian
besar disebabkan oleh penurunan harga makanan dan energi, disusul oleh kebijakan moneter dari Bank
of Mexico yang mempertahankan suku bunga yang relatif tinggi untuk mengekang tekanan harga, serta
terjadinya penurunan inflasi. Amerika Serikat juga mengalami tren yang mirip dengan 2 negara
sebelumnya, sebesar 2,9% pada 2024 yang turun menjadi 2,8% pada 2025. Penurunan inflasi ini
sebagian besar dipengaruhi oleh kenaikan suku bunga yang ditetapkan oleh Federal Reserve setelah
kenaikan inflasi secara tajam pada tahun 2021-2022 yang mempengaruhi berkurangnya pinjaman,
memperlambat pengeluaran konsumen, dan berkurangnya permintaan barang dan jasa. Faktor lain yang
mempengaruhi turunnya tingkat inflasi Amerika Serikat adalah turunnya harga energi seperti bahan bakar
yang mengurangi biaya transportasi. Di Argentina, angka inflasi sangat tinggi dalam beberapa tahun
terakhir, namun turun drastis dari 117,8% (yoy) pada 2024 menjadi 31,5% (yoy) pada tahun 2025.
Meskipun turun secara drastis, angka inflasi ini masih termasuk sangat tinggi dibandingkan dengan
negara lain. Adanya kebijakan penghematan pemerintah yang ketat, termasuk pemotongan besar dalam
pengeluaran pemerintah, terciptanya surplus anggaran, dan pengurangan subsidi negara menyebabkan
berkurangnya jumlah uang yang beredar di ekonomi Argentina, sehingga tekanan inflasi menurun. Faktor
lain yang mempengaruhi turunnya inflasi Argentina adalah pengendalian jumlah uang yang beredar, serta
adanya perubahan kebijakan nilai tukar. Kanada, tidak seperti negara Amerika lainnya, mengalami
kenaikan pada angka inflasinya. Kenaikan ini disebabkan oleh naiknya harga makanan, terutama di
restoran dan toko kelontong, disusul dengan perubahan regulasi pajak sementara. Meskipun mengalami
kenaikan, inflasi Kanada masih ada di angka target Bank of Canada.
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk III - 6
Page 50
Tabel III.8. Tingkat Inflasi Global (Region: Amerika) (%, yoy)
Inflation
Negara 2020 2021 2022 2023 2024 2025
Amerika
Brasil 4,5% 10,1% 5,8% 4,6% 4,8% 4,3%
Meksiko 3,2% 7,4% 7,8% 4,2% 4,2% 3,7%
Amerika Serikat 1,4% 7,0% 6,5% 3,4% 2,9% 2,7%
Argentina 36,1% 50,9% 94,8% 211,4% 117,8% 31,5%
Kanada 0,7% 4,8% 6,3% 3,4% 1,8% 2,4%
Sumber: Trading Economics, 2025
Tingkat inflasi Afrika Selatan tercatat sebesar 3,6% (yoy) pada 2025, sedikit meningkat dibandingkan 3,0%
(yoy) pada tahun sebelumnya. Kenaikan ini terutama didorong oleh meningkatnya harga pada sektor
perumahan dan utilitas, makanan dan minuman non-alkohol, serta jasa keuangan dan asuransi. Tingkat
inflasi Nigeria tercatat sebesar 15,2% (yoy) pada 2025, menurun dari 34,8% (yoy) pada tahun sebelumnya
dan menjadi yang terendah sejak 2020. Penurunan ini terjadi setelah otoritas statistik mengubah metode
perhitungan dengan menggunakan rata-rata indeks harga konsumen tahun 2024 sebagai acuan, serta
didorong oleh melambatnya kenaikan harga pangan dan inflasi inti. Tingkat inflasi Mesir tercatat sebesar
12,3% (yoy) pada 2025, menurun dibandingkan 24,1% (yoy) pada 2024. Penurunan ini disebabkan oleh
turunnya harga sejumlah komoditas pangan, seperti daging dan unggas, produk susu, buah-buahan,
sayuran, serta gula dan makanan manis, serta penurunan harga beberapa barang non-pangan seperti
peralatan rumah tangga. Tingkat inflasi Maroko tercatat sebesar -0,3% (yoy) pada 2025, menurun
dibandingkan inflasi sebesar 0,7% (yoy) pada 2024. Penurunan ini disebabkan oleh turunnya harga
makanan serta berlanjutnya penurunan harga transportasi, disertai penurunan harga pada sektor
perumahan dan utilitas, pakaian dan alas kaki, serta Kesehatan.
Tabel III.9. Tingkat Inflasi Global (Region: Afrika) (%, yoy)
Inflation
Negara 2020 2021 2022 2023 2024 2025
Afrika
Afrika Selatan 3,1% 5,9% 7,2% 5,1% 3,0% 3,6%
Algeria 3,5% 8,5% 9,3% 7,8% 4,4% N/A
Nigeria 15,8% 15,6% 21,3% 28,9% 34,8% 15,2%
Mesir 5,4% 5,9% 21,3% 33,7% 24,1% 12,3%
Maroko -0,3% 3,2% 8,3% 3,4% 0,7% -0,3%
Sumber: Trading Economics, 2025
Jerman mengalami penurunan inflasi yang cukup signifikan pada tahun 2025 dengan 1,8% (yoy) jika
dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat 2,6% (yoy). Beberapa faktor yang menjelaskan
penurunan ini adalah meredanya tingkat inflasi di beberapa sektor seperti pangan dan energi atau bahan
bakar. Rusia juga mengalami penurunan tingkat inflasi dari 9,5% (yoy) pada 2024 menjadi 5,6% (yoy) di
2025. Penurunan tingkat inflasi ini disebabkan oleh penurunan di beberapa sektor seperti pangan, barang-
barang non-pangan, dan jasa. Seperti 2 negara sebelumnya, Prancis juga mengalami penurunan inflasi
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk III - 7
Page 51
dengan angka 1,3% (yoy) ke 0,80% (yoy) pada 2025. Penurunan ini mayoritas disebabkan oleh
penurunan harga energi/bahan bakar. Tingkat Inflasi Britania Raya, berbeda dengan negara-negara
sebelumnya, mengalami peningkatan, dari 1,7% (yoy) pada 2024 ke 1,6% (yoy) di 2025. Penyebab
peningkatan ini adalah naiknya harga di sektor pangan, terutama untuk produk alkohol, tembakau, dan
transportasi. Di sisi lain, Italia mengalami sedikit penurunan inflasi dari 1,3% pada 2024 menjadi 1,2%
pada 2025. Penurunan ini dapat dilihat dari beberapa sektor, seperti jasa transportasi, pangan, jasa yang
berhubungan dengan rekreasi dan kultur, dan pengeluaran pribadi.
Tabel III.10. Tingkat Inflasi Global (Region: Eropa) (%, yoy)
Inflation
Negara 2020 2021 2022 2023 2024 2025
Eropa
Jerman -0,2% 4,9% 8,1% 3,7% 2,6% 1,8%
Rusia 4,9% 8,4% 11,9% 7,4% 9,5% 5,6%
Prancis 0,0% 2,8% 5,9% 3,7% 1,3% 0,8%
Britania Raya 0,6% 5,4% 10,5% 4,0% 2,5% 3,4%
Italia -0,2% 3,9% 11,6% 0,6% 1,3% 1,2%
Sumber: Trading Economics, 2025
III.1.3 Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Pertumbuhan ekonomi Indonesia menunjukkan kinerja yang baik dan perlu terus diperkuat agar sejalan
dengan kapasitas perekonomian nasional. Perkembangan terkini mengindikasikan bahwa pada triwulan
III tahun 2025, kinerja ekonomi dari sisi lapangan usaha didukung oleh kinerja produksi pada sektor
Pertanian, Industri Pengolahan, serta Perdagangan yang tetap baik. Secara spasial, pertumbuhan
ekonomi di wilayah Jawa dan Sumatera diperkirakan akan lebih tinggi dibandingkan dengan proyeksi
sebelumnya, yang didorong oleh peningkatan kinerja sektor Industri Pengolahan dan sektor Pertanian.
Tabel III.11. Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha (%, yoy)
2023 2024 2025
Komponen 2023 2024
I II III IV I II III IV I II III
Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 0.44 2.03 1.49 1.13 1.31 -3.54 3.25 1.69 0.71 0.67 10.52 1.65 4.93
Pertambangan dan Penggalian 4.92 5.01 6.95 7.46 6.12 9.31 3.17 3.46 3.95 4.90 -1.23 2.03 -1.98
Industri Pengolahan 4.43 4.88 5.19 4.07 4.64 4.13 3.95 4.72 4.89 4.43 4.55 5.68 5.54
Pengadaan Listrik dan Gas 2.67 3.15 5.06 8.68 4.91 5.35 5.39 5.02 3.42 4.77 5.11 0.90 2.86
Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah
5.70 4.78 4.49 4.66 4.90 4.44 0.84 0.03 1.06 1.56 0.18 0.82 3.32
dan Daur Ulang
Konstruksi 0.32 5.23 6.39 7.68 4.91 7.59 7.29 7.48 5.81 7.02 2.18 4.98 4.21
Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil
4.94 5.30 5.10 4.09 4.85 4.58 4.85 4.82 5.19 4.86 5.03 5.37 5.49
dan Sepeda Motor
Transportasi dan Pergudangan 15.93 15.28 14.74 10.33 13.96 8.66 9.56 8.64 7.92 8.69 9.01 8.52 8.62
Akomodasi dan Makan Minum 11.54 9.91 10.93 7.88 10.00 9.34 10.15 8.32 6.61 8.56 5.75 8.04 8.41
Informasi dan Komunikasi 7.11 8.03 8.51 6.74 7.59 8.41 7.66 6.82 7.45 7.57 7.72 7.92 9.65
Jasa Keuangan dan Asuransi 4.45 2.86 5.24 6.56 4.77 3.93 7.90 5.49 1.74 4.74 3.98 3.20 0.77
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk III - 8
Page 52
Real Estat 0.37 0.96 2.21 2.18 1.43 2.54 2.16 2.32 2.97 2.50 2.94 3.71 3.95
Jasa Perusahaan 6.37 9.59 9.37 7.62 8.24 9.63 7.96 7.93 8.08 8.38 9.27 9.31 9.94
Adm. Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan
2.13 8.18 -6.24 1.63 1.51 18.89 2.81 3.94 1.16 6.40 4.78 4.69 4.33
Sosial Wajib
Jasa Pendidikan 1.02 5.42 -2.09 2.63 1.77 7.43 2.44 2.56 2.95 3.75 5.03 1.40 10.59
Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 4.77 8.27 2.92 3.09 4.67 11.65 8.57 7.65 5.20 8.11 5.78 3.80 6.83
Jasa lainnya 8.90 11.89 11.14 10.15 10.52 8.92 8.85 9.95 11.36 9.80 9.84 11.31 9.92
PDB 5.04 5.17 4.94 5.04 5.05 5.11 5.05 4.95 5.02 5.03 4.87 5.12 5.04
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter, Triwulan IV 2025
Pertumbuhan ekonomi Indonesia menunjukkan perbaikan yang tercermin dari meningkatnya konsumsi
rumah tangga. Peningkatan ini didukung oleh penyaluran belanja sosial pemerintah serta meningkatnya
keyakinan rumah tangga terhadap kondisi pendapatan dan ketersediaan lapangan kerja. Kondisi ini turut
mendorong peningkatan penjualan eceran pada berbagai kelompok barang. Di sisi lain, investasi,
khususnya pada komponen non bangunan, juga menunjukkan perbaikan seiring meningkatnya optimisme
pelaku usaha yang tercermin dari pola ekspansi Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur.
Kedepannya, penguatan permintaan domestik perlu terus dilakukan untuk mengimbangi kinerja ekspor
yang diprakirakan mengalami perlambatan akibat berakhirnya fenomena frontloading ekspor ke Amerika
Serikat, serta menurunnya ekspor besi dan baja ke Tiongkok dan minyak kelapa sawit (CPO) ke India.
Secara sektoral, kinerja positif juga tercermin pada beberapa Lapangan Usaha (LU) utama, antara lain
Industri Pengolahan, Perdagangan Besar dan Eceran, Transportasi dan Pergudangan, serta Penyediaan
Akomodasi dan Makan Minum.
Tabel III.12. Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran (%, yoy)
2023 2024 2025
Komponen 2023 2024
I II III IV I II III IV I II III
Konsumsi Swasta 4.57 5.30 5.08 4.78 4.94 5.33 5.05 5.06 5.01 5.11 4.91 5.04 4.87
Konsumsi Rumah Tangga 4.53 5.22 5.05 4.47 4.82 4.91 4.93 4.91 4.98 4.94 4.89 4.97 4.89
Konsumsi Lembaga Nonprofit
6.29 8.78 6.40 18.37 10.03 24.13 9.79 11.46 6.06 12.48 3.07 7.82 4.28
yang Melayani Rumah Tangga
Konsumsi Pemerintah 3.33 10.52 -3.86 2.94 3.02 20.44 2.03 4.62 4.17 6.61 -1.38 -0.33 5.49
Investasi (PMTDB) 1.53 4.05 5.08 4.32 3.76 3.78 4.42 5.16 5.03 4.61 2.12 6.99 5.04
Investasi Bangunan 0.08 3.32 6.31 6.42 4.04 5.46 5.31 6.02 5.26 5.51 1.35 4.89 3.02
Investasi Nonbangunan 5.70 6.10 2.05 -0.78 3.03 -0.78 1.97 2.96 4.40 2.23 4.32 25.3 10.34
Ekspor 11.72 -2.84 -3.91 1.66 1.34 1.48 8.13 8.79 7.63 6.51 6.78 10.67 9.91
Impor 4.12 -3.25 -6.82 0.14 -1,60 1.50 7.79 11.92 10.36 7.95 3.96 11.65 1.18
PDB 5.04 5.17 4.94 5.04 5.05 5.11 5.05 4.96 5.02 5.03 4.87 5.12 5.04
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter, Triwulan IV 2025
Sepanjang tahun 2025 seluruh wilayah Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi yang positif, wilayah
Jawa dan Sulawesi tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan pertumbuhan tertinggi berada
di wilayah Sulawesi. Kontribusi pulau Jawa terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai 56,93%
dengan pertumbuhan 5,30%. Selanjutnya, kontribusi pulau Sumatera mencapai 22,22% dengan
pertumbuhan ekonomi sebesar 4,81%. Di wilayah Kalimantan kontribusinya mencapai 8,12% dengan
pertumbuhan ekonomi sebesar 4,79%. Di wilayah Sulawesi dengan kontribusi sebesar 7,22%, dan
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk III - 9
Page 53
pertumbuhan ekonominya mencapai 6,23% menjadi yang tertinggi diantara wilayah lainnya. Kemudian,
di wilayah Bali dan Nusa Tenggara berkontribusi sebesar 2,82% dengan pertumbuhan ekonomi mencapai
4,87%. Terakhir, di Maluku dan Papua kontribusinya mencapai 2,69 dengan pertumbuhan ekonomi 1,44%
Gambar III.1. Kontribusi dan Pertumbuhan Menurut Pulau (%) Tahun 2025
Sumber: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan IV-2025, BPS
III.1.3.1 Neraca Perdagangan
NPI triwulan IV 2025 diperkirakan tetap menunjukkan kinerja yang positif yang didukung oleh kinerja
neraca perdagangan. Pada November 2025, neraca perdagangan kembali mencatatkan surplus sebesar
2,7 miliar dolar AS. Surplus tersebut terutama didorong oleh peningkatan ekspor nonmigas yang berbasis
sumber daya alam, antara lain logam mulia dan perhiasan/permata, nikel beserta produk turunannya,
serta bahan bakar mineral. Di sisi lain, aliran modal pada triwulan IV 2025 tercatat mengalami net inflows.
Kondisi ini terutama dipengaruhi oleh peningkatan yang cukup signifikan pada Desember 2025 yang
berasal dari penerbitan global bond. Sebelumnya, pada Oktober dan November 2025, aliran modal
tercatat relatif rendah seiring masih tingginya ketidakpastian global. Sementara itu, posisi cadangan
devisa Indonesia pada akhir Desember 2025 meningkat menjadi 156,5 miliar dolar AS. Nilai tersebut
setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,3 bulan impor serta pembayaran utang luar negeri
pemerintah, dan berada di atas standar kecukupan internasional yang umumnya sekitar 3 bulan impor.
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk III - 10
Page 54
Grafik III.1. Neraca Perdagangan
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter, Triwulan IV 2025
III.1.3.2 Nilai Tukar Rupiah
Nilai tukar Rupiah tetap terjaga stabil yang didukung oleh kebijakan stabilisasi Bank Indonesia serta aliran
masuk modal asing ke instrumen keuangan domestik. Pada 16 Desember 2025, nilai tukar Rupiah tercatat
sebesar Rp16.685 per dolar AS, relatif stabil dibandingkan posisi akhir November 2025 dan masih sejalan
dengan pergerakan mata uang regional serta negara mitra dagang Indonesia, bahkan cenderung menguat
dibandingkan mata uang negara maju selain dolar AS. Stabilitas tersebut didukung oleh langkah stabilisasi
Bank Indonesia melalui intervensi di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) baik off-shore maupun on-
shore (DNDF), intervensi di pasar spot, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.
Selain itu, inflows pada pasar saham dan instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) serta
peningkatan pasokan valas dari korporasi, termasuk konversi valas eksportir seiring penguatan kebijakan
Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA), turut menopang terkendalinya nilai tukar Rupiah.
Grafik III.2. Indeks Rupiah terhadap USD, Negara Maju kecuali AS, dan Negara Berkembang
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter, Triwulan IV 2025
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk III - 11
Page 55
III.1.3.3 Inflasi
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) sepanjang 2025 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1%,
dengan inflasi pada Desember 2025 tercatat sebesar 2,92% (yoy). Inflasi inti juga terjaga pada level
rendah, yaitu 2,38% (yoy), sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang masih berada di bawah kapasitas.
Kondisi tersebut turut didukung oleh konsistensi kebijakan suku bunga Bank Indonesia dalam menjangkar
ekspektasi inflasi sesuai dengan sasaran, serta imported inflation yang tetap terkendali. Sementara itu,
inflasi kelompok administered prices (AP) tercatat relatif rendah sebesar 1,93% (yoy). Di sisi lain, inflasi
kelompok volatile food (VF) masih berada pada level yang relatif tinggi, yakni 6,21% (yoy), yang terutama
dipengaruhi oleh kenaikan harga komoditas bawang merah akibat keterbatasan pasokan sebagai dampak
gangguan cuaca serta meningkatnya harga benih.
Grafik III.3. Inflasi IHK dan Komponen
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter, Triwulan IV 2025
III.1.3.4 Perkembangan Moneter
Kebijakan moneter Bank Indonesia terus diperkuat guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih
tinggi dengan tetap menjaga stabilitas perekonomian. Upaya tersebut ditempuh melalui penurunan suku
bunga BI-Rate, stabilisasi nilai tukar Rupiah, serta ekspansi likuiditas moneter. Sejak September 2024,
BI-Rate telah diturunkan sebesar 150 bps, yaitu 25 bps pada September 2024 dan 125 bps sepanjang
2025, sehingga mencapai 4,75% pada Desember 2025 yang merupakan level terendah sejak 2022.
Stabilisasi nilai tukar Rupiah dilakukan melalui intervensi di pasar off-shore melalui NDF serta di pasar
domestik melalui pasar spot, DNDF, dan pembelian SBN di pasar sekunder. Sementara itu, ekspansi
likuiditas ditempuh melalui penurunan posisi instrumen moneter SRBI dari Rp916,97 triliun pada awal
2025 menjadi Rp730,90 triliun pada akhir 2025 dan kembali menurun menjadi Rp694,04 triliun pada 20
Januari 2026. Selain itu, Bank Indonesia juga melakukan pembelian SBN sebagai bentuk sinergi kebijakan
moneter dan fiskal yang hingga 20 Januari 2026 mencapai Rp23,69 triliun, termasuk Rp13,21 triliun di
pasar sekunder. Sejalan dengan penurunan BI-Rate dan ekspansi likuiditas, suku bunga pasar uang turut
menurun, tercermin dari suku bunga INDONIA yang turun menjadi 3,69% pada 20 Januari 2026, serta
suku bunga SRBI tenor 6, 9, dan 12 bulan yang masing-masing tercatat sebesar 4,62%, 4,66%, dan
4,69% pada 15 Januari 2026.
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk III - 12
Page 56
Grafik III.4. Suku Bunga Kebijakan Bank Indonesia dan INDONIA
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter, Triwulan IV 2025
Pelonggaran kebijakan moneter yang telah dilakukan oleh Bank Indonesia serta penempatan dana Saldo
Anggaran Lebih (SAL) Pemerintah di perbankan diharapkan dapat diikuti dengan percepatan penurunan
suku bunga perbankan. Sejalan dengan penurunan BI-Rate sebesar 125 bps sepanjang 2025 dan
ekspansi likuiditas moneter, suku bunga INDONIA menurun sebesar 234 bps sejak awal 2025 menjadi
3,69% pada 20 Januari 2026. Selain itu, suku bunga SRBI untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan juga mengalami
penurunan masing-masing sebesar 254 bps, 254 bps, dan 258 bps menjadi 4,62%, 4,66%, dan 4,69%
pada 15 Januari 2026. Di pasar obligasi, imbal hasil SBN tenor 2 tahun dan 10 tahun masing-masing
tercatat sebesar 5,06% dan 6,31% pada 20 Januari 2026. Transmisi penurunan suku bunga kebijakan
terhadap suku bunga perbankan juga terus berlangsung, baik pada suku bunga dana maupun suku bunga
kredit. Suku bunga deposito tenor 1 bulan tercatat menurun sebesar 56 bps dari 4,81% pada awal 2025
menjadi 4,25% pada Desember 2025, meskipun penurunan lebih lanjut masih diperlukan, khususnya
terkait pemberian special rate kepada deposan besar. Sejalan dengan penurunan suku bunga dana
tersebut, suku bunga kredit perbankan turut menurun sebesar 39 bps dari 9,20% pada awal 2025 menjadi
8,81% pada Desember 2025.
Grafik III.5. Suku Bunga Perbankan
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter, Triwulan IV 2025
Berdasarkan kelompok penggunaan, pertumbuhan kredit pada 2025 tercatat bervariasi, dengan kredit
investasi tumbuh sebesar 21,06% (yoy), kredit modal kerja 4,52% (yoy), dan kredit konsumsi 6,58% (yoy).
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk III - 13
Page 57
Kinerja tersebut didukung oleh kebijakan Bank Indonesia melalui penurunan suku bunga dan penguatan
insentif likuiditas makroprudensial (KLM), di tengah kondisi makroekonomi dan stabilitas sistem keuangan
yang tetap terjaga. Dari sisi permintaan, pelaku usaha masih perlu didorong untuk meningkatkan ekspansi
dengan memanfaatkan fasilitas pinjaman yang belum digunakan (undisbursed loan) yang pada Desember
2025 tercatat sebesar Rp2.439,2 triliun atau 22,12% dari total plafon kredit. Sementara itu, dari sisi
penawaran, kapasitas pembiayaan perbankan tetap memadai, tercermin dari rasio Alat Likuid terhadap
Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) sebesar 28,57% serta pertumbuhan DPK sebesar 13,83% (yoy). Minat
penyaluran kredit juga terus membaik, meskipun persyaratan kredit pada segmen konsumsi dan UMKM
masih relatif ketat akibat tingginya risiko kredit pada kedua segmen tersebut.
Grafik III.6. Permodalan Industri Perbankan
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter, Triwulan IV 2025
III.2 TINJAUAN INDUSTRI TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
III.2.1 Gambaran Umum Industri Teknologi Informasi dan Komunikasi (B2B)
Sektor teknologi informasi dan komunikasi (TIK) berperan penting dalam mendorong pertumbuhan
ekonomi Indonesia melalui peningkatan produktivitas, efisiensi, dan inovasi lintas sektor. Perkembangan
TIK mencerminkan kemajuan transformasi digital yang menjadi salah satu pilar pembangunan ekonomi
nasional. Distribusi Produk Domestik Bruto (PDB) menurut lapangan usaha mencerminkan struktur
ekonomi Indonesia yang masih didominasi oleh sektor-sektor tradisional. Sektor informasi dan
komunikasi, meskipun memiliki peran strategis dalam mendukung transformasi digital dan inovasi, belum
memberikan kontribusi signifikan terhadap PDB. Sektor informasi dan komunikasi terhadap PDB masih
relatif rendah, yakni berada di bawah 5% dalam lima tahun terakhir dan hanya mencapai 4,34% pada
2024, menempatkannya di posisi ketujuh struktur ekonomi nasional. Kondisi ini menunjukkan bahwa
potensi ekonomi digital Indonesia belum sepenuhnya optimal dan perlu didorong lebih lanjut agar mampu
menjadi sumber pertumbuhan baru.
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk III - 14
Page 58
Tabel III.13. Distribusi Persentase Produk Domestik Bruto (PDB) Atas Dasar Harga Berlaku menurut
Lapangan Usaha, 2020–2024
Tahun/Year
Lapangan Usaha
2020 2021 2022 2023 2024
1 Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 13,70 13,28 12,4 12,53 12,61
2 Pertambangan Dan Penggalian 6,43 8,97 12,22 10,52 9,15
3 Industri Pengolahan 19,87 19,24 18,34 19,67 18,98
4 Listrik dan Gas 1,16 1,12 1,04 1,04 1,03
5 Air, Sampah, Limbah dan Daur Ulang 0,07 0,07 0,06 0,06 0,06
6 Konstruksi 10,70 10,44 9,77 9,92 10,09
7 Perdagangan 12,91 12,96 12,85 12,94 13,07
8 Transportasi dan Pergudangan 4,47 4,24 5,02 5,89 6,13
9 Akomodasi dan Makan Minum 2,55 2,43 2,41 2,52 2,64
10 Informasi dan Komunikasi 4,51 4,41 4,15 4,23 4,34
11 Jasa Keuangan dan Asuransi 4,51 4,34 4,13 4,16 4,17
12 Real Estate 2,94 2,76 2,49 2,42 2,35
13 Jasa Perusahaan 1,91 1,77 1,74 1,83 1,92
14 Pemerintah, Pertahanan dan Jaminan Sosial 3,79 3,46 3,09 2,95 3,04
15 Jasa Pendidikan 3,57 3,28 2,89 2,79 2,81
16 Jasa Kesehatan 1,30 1,34 1,21 1,21 1,26
17 Jasa Lainnya 1,96 1,84 1,81 1,94 2,05
Produk Domestik Bruto 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00
Sumber: Statistik Telekomunikasi Indonesia 2024 (BPS)
Penyelenggara telekomunikasi memiliki peran penting dalam menyediakan infrastruktur komunikasi
modern yang mendukung berbagai sektor, termasuk ekonomi, pendidikan, dan pemerintahan. Seiring
perkembangan teknologi digital, kebutuhan akan konektivitas cepat dan andal terus meningkat. Di
Indonesia, ISP menjadi salah satu penyedia utama layanan internet yang menawarkan kecepatan dan
kestabilan lebih baik dibanding layanan seluler, sehingga banyak digunakan untuk kebutuhan rumah,
kantor, dan institusi. Pada 2024, terdapat 2.272 penyelenggara telekomunikasi di Indonesia, terdiri dari
639 jaringan tetap, 22 jaringan bergerak, 1.435 jaringan bergerak satelit, dan 176 penyelenggara
telekomunikasi khusus. Secara umum, jumlah penyelenggara jaringan tetap, jaringan bergerak satelit,
dan telekomunikasi khusus terus meningkat, sementara penyelenggara jaringan bergerak relatif stabil.
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk III - 15
Page 59
Tabel III.14. Jumlah Penyelenggara Telekomunikasi di Indonesia (2020-2024)
Tahun
Jenis Penyelenggaraan Telekomunikasi
2020 2021 2022 2023 2024
1. Jaringan Tetap 213 248 325 443 639
a. Jaringan Tetap Lokal 93 122 173 259 413
- Circuit Switch & Jasa Teleponi Dasar 4 4 4 5 5
- Pocket Switch 89 118 169 254 408
b. Jaringan Tetap Jarak Jauh 2 2 2 2 2
c. Jaringan Tetap Internasional 2 2 2 2 2
d. Jaringan Tetap Tertutup 116 122 148 180 222
2. Jaringan Bergerak 25 23 22 22 22
a. Jaringan Bergerak Terestrial Radio Trunking 18 17 18 18 18
b. Jaringan Bergerak Seluler 7 6 4 4 4
c. Jasa Keuangan dan Asuransi - - - - -
3. Jaringan Bergerak Satelit 602 903 1122 1171 1435
a. Jasa Nilai Tambah Telepon 38 196 196 47 69
b. Jasa Multimedia Internet Service Provider (ISP) 473 828 828 1011 1248
c. Jasa Network Access Provider (NAP) 48 46 46 44 43
d. Jasa Internet Telepon Keperluan Publik (ITKP) 16 16 16 16 15
e. Jasa Sistem Komunikasi Data 27 36 36 49 56
f. Jasa Internet Protocol Television (IPT) - - - 4 4
4. Telekomunikasi Khusus 119 133 146 161 176
TOTAL 959 1307 1615 1797 2272
Sumber: Statistik Telekomunikasi Indonesia 2024 (BPS)
Hingga akhir tahun 2023, jaringan fiber optik nasional telah menjangkau 94,75% dari 514 kabupaten/kota
di Indonesia. Seluruh provinsi di Indonesia terkecuali Provinsi Papua dan Papua Barat telah 100%
terlayani fiber optik. Wilayah di Provinsi Papua yang telah terbangun jaring fiber optik adalah 28% atau 8
dari 29 kabupaten/kota. Sementara itu, Provinsi Papua Barat telah terbangun 54% atau 7 dari 13
kabupaten/kota.
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk III - 16
Page 60
Gambar III.2. Persentase Kabupaten/Kota yang Terbangun Jaringan Fiber Optik Tahun 2023
Sumber: Kementerian Komunikasi dan Digital (2024)
Jumlah Point of Presence (PoP) layanan jasa ISP yang telah terbangun di seluruh provinsi di Indonesia
mencapai 4.808 PoP pada tahun 2023, atau meningkat 18,67% dibandingkan tahun 2022. Peningkatan
ini didorong oleh bertambahnya izin penyelenggaraan baru serta pengajuan izin dari operator yang mulai
memasuki pasar. Pada tahun 2023, Provinsi Jawa Barat tercatat memiliki jumlah PoP ISP terbanyak, yaitu
966 PoP, sementara Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Papua Barat memiliki jumlah terendah,
masing-masing 3 PoP. Adapun provinsi dengan penambahan PoP terbesar adalah Provinsi Jawa Tengah,
yang mencatat peningkatan sebanyak 204 PoP.
Gambar III.3. Sebaran PoP Layanan Jasa ISP berdasarkan Provinsi Tahun 2023
Sumber: Statistik Telekomunikasi Indonesia 2024 (BPS)
Penyedia layanan ISP memerlukan dukungan Network Access Point (NAP) untuk saling terhubung melalui
pengaturan peering. Pada tahun 2023, jumlah PoP Layanan Jasa NAP tercatat mencapai 368 PoP,
meningkat 16,09% dibandingkan tahun 2022. Provinsi DKI Jakarta menjadi wilayah dengan sebaran PoP
NAP terbanyak, yaitu 77 PoP, mencerminkan perannya sebagai pusat trafik dan aktivitas telekomunikasi
nasional. Di sisi lain, Provinsi Gorontalo, Kalimantan Utara, dan Sulawesi Barat tercatat belum memiliki
sebaran PoP layanan NAP pada tahun yang sama.
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk III - 17
Page 61
Gambar III.4. Sebaran PoP Layanan Jasa NAP berdasarkan Provinsi Tahun 2023
Sumber: Kementerian Komunikasi dan Digital (2024)
III.2.2 Gambaran Umum Industri Teknologi Informasi dan Komunikasi (B2C)
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di Indonesia telah mengalami transformasi
signifikan dalam dua dekade terakhir, sejalan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap
konektivitas, efisiensi, dan akses informasi secara real-time. Di era digital saat ini, TIK tidak lagi hanya
menjadi pelengkap, melainkan telah berperan sebagai infrastruktur fundamental dalam mendukung
pembangunan ekonomi, pemerintahan, pendidikan, hingga pelayanan publik., peningkatan daya beli
masyarakat, serta ekspansi jaringan internet ke wilayah-wilayah luar Jawa.
Jika dilihat berdasarkan wilayah provinsi, peningkatan akses internet terjadi secara merata meski dengan
capaian yang berbeda-beda. Provinsi Kepulauan Riau mencatat persentase tertinggi, naik dari 81,30%
pada 2021 menjadi 89,26% pada 2024, disusul DKI Jakarta yang meningkat dari 85,55% menjadi 87,84%.
Sementara itu, Papua Pegunungan memiliki persentase terendah, hanya 6,76% pada 2024. Data ini
menunjukkan bahwa meskipun akses internet nasional terus membaik, kesenjangan digital antarwilayah
masih menjadi tantangan yang perlu diperhatikan.
Gambar III.5. Persentase Penduduk yang Mengakses Internet Menurut Provinsi (2021 dan 2024)
Sumber: Statistik Telekomunikasi Indonesia 2024 (BPS)
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk III - 18
Page 62
Grafik tingkat penetrasi penggunaan internet di Indonesia periode 2018 – 2025 menunjukkan tren
peningkatan yang konsisten dari tahun ke tahun. Penetrasi internet naik dari 64,80% pada 2018 menjadi
80,66% pada 2025. Kenaikan yang stabil ini mencerminkan perluasan akses internet di seluruh wilayah
Indonesia, didorong oleh pembangunan infrastruktur jaringan serta semakin tingginya kebutuhan
masyarakat terhadap layanan digital untuk aktivitas komunikasi, pekerjaan, pendidikan, dan hiburan.
Grafik III.7. Tingkat Penetrasi Penggunaan Internet di Indonesia (2018 – 2025)
TINGKAT PENETRASI PENGGUNAAN INTERNET DI INDONESIA (2018-2025)
90,00% 78,19% 79,50% 80,66%
73,70% 77,01%
80,00%
70,00% 64,80%
Persentase populasi
60,00%
50,00%
40,00%
30,00%
20,00%
10,00%
0,00%
2018 2020 2022 2023 2024 2025
Sumber: Survei Internet APJII 2025
Pelanggan fixed broadband di Indonesia mengalami peningkatan dari sekitar 12,5 juta pada tahun 2021
menjadi 13,64 juta pada tahun 2023, dan melonjak lebih jauh hingga 17,05 juta pada tahun 2024.
Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa adopsi layanan fixed broadband di kalangan kantor, institusi, dan
pelaku bisnis semakin kuat, seiring meningkatnya kebutuhan akan konektivitas yang stabil dan
berkapasitas tinggi.
Grafik III.8. Jumlah Pelanggan Fixed Broadband di Indonesia
JUMLAH PELANGGAN FIXED BROADBAND DI INDONESIA
20.000.000
17.050.609
16.000.000 13.643.379
12.500.995
12.000.000
8.000.000
4.000.000
0
2021 2023 2024
Sumber: Kementerian Komunikasi dan Digital (2024)
Data tahun 2023 menunjukkan bahwa akses internet di Indonesia masih didominasi oleh koneksi mobile
melalui smartphone atau tablet, dengan proporsi sebesar 58,3%, menjadikannya kategori akses yang
paling banyak digunakan. Broadband (DSL, kabel, dan sejenisnya) menempati posisi kedua dengan porsi
21,9%, mencerminkan peran signifikan layanan broadband dalam menyediakan konektivitas yang lebih
stabil bagi pengguna. Sementara itu, penggunaan UMTS/GPRS/LTE router memberikan kontribusi
tambahan sebesar 11,2%. Jenis akses lain seperti satellite, other connection technology, serta the
neighbor’s/landlord wireless connection berada pada kisaran 2-3%. Selain itu, hanya sebagian kecil
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk III - 19
Page 63
pengguna yang tidak memiliki akses internet di rumah (1%) atau tidak mengetahui jenis akses yang
digunakan (0,4%).
Grafik III.9. Akses Internet Berdasarkan Jenisnya (2023)
AKSES INTERNET BERDASARKAN JENISNYA (2023)
a) Analog line (dial-up)
b) ISDN
c) Broadband (DSL, cable, etc.)
d) Mobile connection via smartphone / tablets
2023 21,9 58,3 11,2 e) UMTS / GPRS / LTE router
f) Satellite access
g) Other connection technology
h) The neighbor's / landlord's wireless connection
i) I don't have internet access at home
0% 20% 40% 60% 80% 100% j) Don't know
Sumber: Statista (2025)
III.2.3 Kompetisi dan Pangsa Pasar (B2B)
Berdasarkan grafik pangsa pasar fixed data di Indonesia tahun 2022, Telkom Indonesia tercatat sebagai
penyedia layanan dengan dominasi terbesar, yaitu sekitar 40% dari total pasar. Sementara itu, penyedia
layanan lainnya secara kumulatif memegang 60% pangsa pasar. Komposisi ini menunjukkan posisi
Telkom Indonesia sebagai pemimpin pasar dalam segmen layanan data tetap, sekaligus mengindikasikan
persaingan yang tetap signifikan dari berbagai operator lain di industri.
Grafik III.10. Pangsa Pasar Fixed Data di Indonesia (2022)
PANGSA PASAR FIXED DATA DI INDONESIA (2022)
Telkom Indonesia
Lainnya
40%
60%
Sumber: Statista (2025)
Pangsa pasar infrastruktur jaringan di Indonesia pada tahun 2023 didominasi oleh kategori “Lainnya” yang
mencapai 73%, menunjukkan bahwa sebagian besar pasar dikuasai oleh berbagai pemain kecil.
Sementara itu, sejumlah merek global memiliki porsi yang lebih terukur, antara lain Broadcom sebesar
9%, Nokia sebesar 6%, Dell sebesar 5%, serta Huawei sebesar 3%. Adapun Cisco dan IBM masing-
masing memegang sekitar 2% pangsa pasar.
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk III - 20
Page 64
Grafik III.11. Pangsa Pasar Network Infrastructure di Indonesia (2023)
PANGSA PASAR NETWORK INFRASTRUCTURE DI INDONESIA (2023)
Huawei
3%
Dell
5%
Broadcom
Lainnya
9%
73%
Cisco
2%
IBM
2%
Nokia
6%
Sumber: Statista (2025)
III.2.4 Kompetisi dan Pangsa Pasar (B2C)
ISP (Internet Service Provider) merupakan salah satu penyedia utama layanan internet di Indonesia dan
berperan penting dalam menyediakan akses internet yang cepat, stabil, dan andal bagi masyarakat serta
pelaku usaha. Dalam lima tahun terakhir, jumlah ISP di Indonesia menunjukkan tren yang meningkat.
Pada tahun 2020, tercatat sebanyak 473 ISP dan jumlah ini tumbuh signifikan hingga mencapai 1.248 ISP
pada tahun 2024. Peningkatan ini mencerminkan tingginya permintaan akan layanan internet tetap (fixed)
serta semakin terbukanya peluang pasar bagi penyedia layanan baru, seiring dengan percepatan
transformasi digital di berbagai sektor.
Grafik III.12. Jumlah Internet Service Provider di Indonesia (2020-2024)
JUMLAH INTERNET SERVICE PROVIDER DI INDONESIA (2020-2024)
1.400 1.248
1.200
1.011
1.000 828
Jumlah ISP
800
611
600 473
400
200
-
2020 2021 2022 2023 2024
Sumber: Statistik Telekomunikasi Indonesia 2024 (BPS)
Seiring dengan hal tersebut, tingginya permintaan layanan internet tetap juga tercermin dalam
peningkatan jumlah pelanggan ISP. Pada tahun 2020, jumlah pelanggan ISP tercatat sebanyak 11,70 juta
pelanggan. Jumlah ini terus bertambah hingga mencapai lonjakan terbesar dari 13,54 juta pada 2023
menjadi 17,05 juta pada 2024. Pertumbuhan ini menunjukkan perluasan infrastruktur jaringan,
meningkatnya kebutuhan koneksi stabil di rumah, serta semakin kompetitifnya penawaran ISP. Kebijakan
pemerintah dalam pemerataan akses digital turut memperkuat tren tersebut. Pada 2024, pelanggan ISP
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk III - 21
Page 65
didominasi oleh pengguna perorangan sebesar 90,38%, diikuti perusahaan 7,95%, dan warung internet
1,67%.
Grafik III.13. Jumlah Pelanggan ISP (2020-2024)
JUMLAH PELANGGAN ISP (2020-2024)
18,00 17,05
16,00
13,20 13,54
14,00 12,50
Jumlah (dalam jutaan)
11,70
12,00
10,00
8,00
6,00
4,00
2,00
-
2020 2021 2022 2023 2024
Sumber: Statistik Telekomunikasi Indonesia 2024 (BPS)
III.2.5 Prospek Industri (B2B)
Pendapatan pasar infrastruktur jaringan di Indonesia terus menunjukkan tren kenaikan dalam periode
2017–2030. Pada tahun 2025, total pendapatan pasar diproyeksikan mencapai USD 2,52 miliar, dengan
Service Provider Network Infrastructure sebagai segmen terbesar yang diperkirakan menghasilkan USD
1,91 miliar. Pertumbuhan pasar diperkirakan berlanjut pada tahun-tahun berikutnya, dengan tingkat
pertumbuhan tahunan (CAGR 2025–2030) sebesar 5,55%, sehingga pendapatan diproyeksikan
mencapai USD 3,30 miliar pada 2030.
Grafik III.14. Proyeksi Pendapatan Pasar Infrastruktur Jaringan (2017-2030)
PROYEKSI PENDAPATAN PASAR INFRASTRUKTUR JARINGAN (2017-2030)
3,50
Pendapatan (dalam miliar USD)
3,00 0,74
0,72
2,50 0,69
0,66
0,61 0,63
0,60
2,00
0,50 0,47 0,50 0,54 0,47 0,52
1,50 0,48
2,30 2,43 2,56
1,00 1,91 2,04 2,17
1,87
1,41 1,39 1,40 1,36 1,44 1,40 1,51
0,50
0,00
2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030
Service Provider Network Infrastructure Enterprise Network Infrastructure
Sumber: Statista (2025)
Pendapatan pasar proses bisnis sebagai layanan (BPaaS) di Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan
yang signifikan, meningkat dari sekitar USD 172 juta pada tahun 2018 menjadi proyeksi USD 1,28 miliar
pada tahun 2030. Berdasarkan data Statista, pendapatan sektor ini diperkirakan mencapai USD 491,09
juta pada tahun 2025, dengan tingkat pertumbuhan tahunan (CAGR 2025–2030) sebesar 21,15% hingga
mencapai USD 1,28 miliar pada 2030. Pertumbuhan ini turut didorong oleh meningkatnya pemanfaatan
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk III - 22
Page 66
layanan BPaaS di sektor publik, dimana semakin banyak digunakan oleh instansi pemerintah yang
berupaya meningkatkan efisiensi operasional dan transformasi digital.
Grafik III.15. Proyeksi Pendapatan pasar Business Process sebagai Layanan (2018-2030)
PROYEKSI PENDAPATAN PASAR PROSES BISNIS SEBAGAI LAYANAN (2018-2030)
1.500
1.282
Pendapatan (dalam jutaan USD)
1.115
945
1.000
780
627
491
500 382
262 301
172 189 191 224
0
2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030
Sumber: Statista (2025)
III.2.6 Prospek Industri (B2C)
Pendapatan fixed data di Indonesia diperkirakan meningkat dari USD 4,8 miliar pada 2025 menjadi USD
5,3 miliar pada 2029. Pendapatan diharapkan menunjukkan tingkat pertumbuhan tahunan (CAGR 2025-
2029) sebesar 2,92% sehingga menghasilkan volume pasar sebesar USD 5,3 miliar pada tahun 2029.
Kenaikan yang bertahap ini menandakan bahwa layanan fixed data tetap menjadi segmen penting dalam
industri teknologi informasi dan komunikasi, didukung oleh tingginya kebutuhan masyarakat dan pelaku
bisnis akan konektivitas yang cepat, stabil, dan berkapasitas tinggi.
Grafik III.16. Proyeksi Pendapatan Fixed Data (2016-2029)
PROYEKSI PENDAPATAN FIXED DATA (2016-2029)
Pendapatan (dalam miiar USD)
6,0
5,2 5,3
4,8 4,8 4,9 5,0
5,0 4,4 4,6
4,1 4,3
3,8
4,0 3,5
3,1
3,0 2,6
2,0
2,0
1,0
-
2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2025 2026 2027 2028 2029
Sumber: Statista (2025)
Rata-rata pengeluaran per kapita di Indonesia terhadap fixed data dan communication service sepanjang
2016-2029 menunjukkan tren peningkatan. Pengeluaran fixed data diperkirakan meningkat dari USD 7,77
pada 2016 menjadi USD 18,20 pada 2029. Sementara communication service diperkirakan meningkat
juga dari USD 49,47 menjadi USD 67,99 pada periode yang sama. Kenaikan ini mencerminkan prospek
industri teknologi informasi dan komunikasi yang semakin positif, didorong oleh meningkatnya kebutuhan
masyarakat terhadap layanan konektivitas dan komunikasi digital.
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk III - 23
Page 67
Grafik III.17. Rata-rata pengeluaran per kapita (2016-2029)
RATA-RATA PENGELUARAN PER KAPITA (2016-2029)
80
Rata-rata (dalam USD)
60
40
20
0
2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029
Fixed Data Communication Service
Sumber: Statista (2025)
III.3 INFORMASI NON – KEUANGAN YANG RELEVAN
INET didirikan berdasarkan Akta No. 1 tanggal 16 Desember 2016 dari Notaris Devi Prihartanti, S.H. Akta
Pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
dengan Surat Keputusan No. AHU-0002586.AH.01. 01.TAHUN 2016 tanggal 20 Januari 2017. Anggaran
Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta No. 1327 tanggal 17
September 2025 dari Mohamad Fajri Mekka Putra, S.H., M.Kn., sehubungan dengan Peningkatan Modal
Ditempatkan dan disetor penuh. Akta Perubahan tersebut telah diterima dan dicatat di dalam database
Sistem Administrasi Badan Hukum dari Kementerian Hukum Republik Indonesia melalui Surat
Penerimaan Pemberitahuan No. AHU- AH.01.03-0236052 tanggal 17 September 2025.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar, ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah menjalankan usaha
dalam bidang informasi dan komunikasi. Saat ini, kegiatan usaha utama Perusahaan berupa:
a. Kegiatan Usaha Utama INET adalah sebagai berikut:
1. Internet service provider
b. Kegiatan Penunjang INET adalah sebagai berikut:
1. Telekomunikasi dengan kabel
2. Jasa sistem komunikasi data
3. Interkoneksi internet
4. Jual kembali jasa telekomunikasi
Perusahaan berdomisili di Gedung Cyber Lantai 10 Jl. Kuningan Barat No. 8, Kel. Mampang Prapatan,
Kec. Mampang Prapatan, Jakarta Selatan dan operasi Perusahaan di Rich Palace A1, Jl. Meruya Ilir Raya
No. 36 - 40, Jakarta. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2017. Pada tanggal 30
September 2025 dan 31 Desember 2024, entitas induk langsung masing-masing adalah PT Abadi Kreasi
Unggul Nusantara, kedua entitas berkedudukan di Jakarta. Pihak pengendali Perusahaan adalah individu
yaitu Adhie M. Marsadi.
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk III - 24
Page 68
Pada tanggal 14 Juli 2023, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan
(OJK) dengan Surat No. S-182/D.04/2023 untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham.
Penawaran Umum Perdana ini terdiri dari 1.500.000.000 Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal
Rp10 per saham dan harga penawaran Rp101 per saham disertai dengan penerbitan 2.100.000.000
Waran Seri I pada harga penawaran sebesar Rp91 per saham. Agio saham yang berasal dari selisih lebih
antara nilai yang diterima dari pemegang saham pada saat penawaran saham kepada masyarakat (IPO)
dengan nilai nominal saham adalah sebesar Rp136.500.000.000.
III.4 LOKASI GEOGRAFIS
Saat ini kantor pusat INET berkedudukan di Gedung Cyber Lantai 10, Jalan Kuningan Barat No. 8, Jakarta
Selatan 12710. INET menyediakan layanan (B2B) bagi lebih dari 200 (dua ratus) mitra ISP di Indonesia
dengan layanan utama meliputi pusat data interkoneksi, kolokasi, local loop/local access, serta IP Transit
(NAP). Jaringan INET didukung oleh 13 (tiga belas) point of presence (POP) yang tersebar di 8 (delapan)
kota besar, yaitu Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Balikpapan, Medan, dan Lampung, serta
satu POP di Singapura.
III.5 PESAING USAHA
Dalam melaksanakan kegiatan operasionalnya, INET memiliki beberapa pesaing usaha yang bergerak
dalam industri telekomunikasi dengan perincian sebagai berikut:
➢ PT Link Net Tbk
➢ PT Indointernet Tbk
➢ PT Solusi Sinergi Digital Tbk
➢ PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
➢ PT Mora Telematika Indonesia Tbk
➢ PT Remala Abadi Tbk
➢ PT First Media Tbk
➢ PT Jasnita Telekomindo Tbk
III.6 KEBIJAKAN DAN STRATEGI MANAJEMEN
Penyusunan Rencana Bisnis INET dilakukan dengan pendekatan situation asessment dan analisis SWOT
(strength, weakness, opportunity, threat). Analisis SWOT digunakan untuk menganalisis faktor eksternal
dan internal yang dihadapi oleh perusahaan secara komprehensif dan terstruktur. Analisis faktor eksternal
meliputi faktor-faktor yang berasal dari luar perusahaan untuk mengetahui peluang dan ancaman yang
dihadapi oleh perusahaan (opportunity dan threat). Sedangkan analisis faktor internal meliputi faktor-
faktor yang berasal dari internal perusahaan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan perusahaan
(strength dan weakness).
Dalam melakukan analisis eksternal digunakan pendekatan PESTEL dan Analisis Porter’s Five Forces.
Analisis PESTEL meliputi analisis terkait kondisi political, economy, social, technology, environment, dan
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk III - 25
Page 69
legal sedangkan analisis Porter’s Five Forces dilakukan dengan cara mengidentifikasi posisi perusahaan
dalam industri teknologi informasi dan komunikasi yaitu threat of new entry, supplier power, buyer power,
substitute, dan rivalry.
Analisis internal dilakukan dengan cara menganalisis Competitive Strength Assessment dengan
membandingkan kinerja INET dengan peer group. Berikut strengths, weaknesses, opportunities, dan
threats INET.
Tabel III.15. Analisis SWOT INET
Strengths Weaknesses
1. INET memiliki pengalaman lebih dari 7 tahun di 1. Skala usaha INET masih relatif terbatas
industri infrastruktur telekomunikasi sehingga dibandingkan dengan pemain besar industri
mampu beradaptasi dan terus mengembangkan telekomunikasi nasional sehingga memengaruhi
usaha seiring pesatnya perkembangan teknologi. daya tawar harga serta membatasi kemampuan
Hal ini tercermin dari ekspansi jaringan melalui ekspansi jaringan secara agresif dalam waktu
penambahan PoP di berbagai wilayah, termasuk 13 singkat.
PoP di 8 kota besar di Indonesia serta 1 PoP di 2. INET memiliki ketergantungan pada mitra tertentu
Singapura, serta pengembangan layanan NAP terutama dalam penyediaan lisensi dan layanan
dengan merek SYNERGY NETWORK yang Network Access Provider (NAP) yang berpotensi
berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan menimbulkan risiko operasional apabila terjadi
INET. perubahan kebijakan atau kerja sama.
2. INET terbukti dapat memenuhi kebutuhan 3. Bisnis infrastruktur telekomunikasi membutuhkan
pelanggan dengan menyediakan solusi yang cepat, belanja modal (CAPEX) yang besar sehingga pada
tepat, dan dapat dikustomisasi sesuai kebutuhan fase awal ekspansi dapat memberikan tekanan
masing-masing pelanggan dalam bidang terhadap arus kas sebelum pendapatan berulang
infrastruktur telekomunikasi. Didukung oleh mencapai skala yang optimal.
fleksibilitas layanan serta integrasi vertikal melalui 4. Pengenalan merek INET masih relatif terbatas di
entitas anak yang menjalankan fungsi penyediaan kalangan publik luas karena fokus usaha berada
jaringan fiber, layanan ISP, hingga kontraktor pada segmen B2B, sehingga memerlukan strategi
pembangunan FTTH. komunikasi yang tepat untuk memperkuat posisi
3. Kegiatan usaha INET didukung oleh tim yang merek di industri.
handal dan berpengalaman di bidang teknologi
digital. Sehingga proses operasional dapat berjalan
lebih efektif dan efisien.
4. INET memiliki daya saing yang kuat karena
didukung basis jaringan yang luas dan tersebar di
berbagai kota besar di Indonesia, termasuk
kepemilikan jaringan serat optik lebih dari 430
kilometer melalui entitas anak PT Pusat Fiber
Indonesia (PFI), serta kepercayaan lebih dari 200
ISP nasional dan regional yang menggunakan
layanan INET.
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk III - 26
Page 70
5. INET memiliki pelanggan yang terdiversifikasi, baik
dari segmen ISP, korporasi, dan enterprise melalui
entitas anak PT Data Prima Solusindo. Sehingga
INET tidak bergantung pada satu pihak tertentu,
namun INET juga mengembangkan pada pangsa
pasar lain untuk mendukung keberlanjutan usaha.
Opportunities Threats
1. Kontribusi sektor informasi dan komunikasi 1. Industri TIK menunjukkan tingkat persaingan
terhadap PDB nasional yang masih di bawah 5% yang tinggi, baik pada segmen B2B maupun B2C
menunjukkan ruang pertumbuhan yang besar bagi dengan skala infrastruktur dan pendanaan yang
layanan TIK B2B dan B2C seiring meningkatnya kuat. Hal ini ditandai dengan dominasi pemain
digitalisasi di sektor bisnis, pemerintahan, tertentu di layanan fixed data serta banyaknya
pendidikan, kesehatan, dan industri. pelaku kecil di pasar infrastruktur jaringan,
2. Cakupan jaringan fiber optik yang semakin luas, sehingga menimbulkan tekanan harga khususnya
peningkatan jumlah PoP ISP dan NAP, serta pada layanan bandwidth dan ISP.
kebutuhan ISP lokal dan regional yang belum 2. Infrastruktur jaringan telah berkembang secara
memiliki infrastruktur sendiri membuka peluang signifikan, namun ketimpangan sebaran jaringan
bagi INET sebagai penyedia infrastruktur, IP fiber optik dan akses internet antarwilayah masih
Transit, interkoneksi, dan node internet. terjadi, khususnya di beberapa provinsi di
3. Pertumbuhan pasar infrastruktur jaringan, layanan kawasan timur Indonesia. Kondisi ini dapat
cloud, data center interconnect, dan Business membatasi potensi pasar dan memperlambat
Process as a Service (BPaaS) hingga 2030 perluasan layanan TIK di wilayah tertentu.
mencerminkan meningkatnya kebutuhan 3. Pengembangan dan pemeliharaan infrastruktur
konektivitas berkapasitas tinggi dari sektor TIK memerlukan investasi yang berkelanjutan
korporasi, industri, dan instansi pemerintah. seiring meningkatnya pembangunan jaringan
4. Peningkatan penetrasi internet nasional yang telah fiber optik, Point of Presence (PoP) ISP, dan
mencapai 80,66% pada 2025 serta pertumbuhan Network Access Point (NAP). Hal ini sejalan
pelanggan fixed broadband menunjukkan potensi dengan meningkatnya persaingan pada segmen
perluasan layanan internet tetap yang lebih stabil B2B.
dan ekonomis dibandingkan mobile data, 4. Pertumbuhan jumlah penyelenggara ISP yang
khususnya untuk rumah tangga, UMKM, dan telah mencapai lebih dari 1.200 perusahaan serta
korporasi. peningkatan jumlah pelanggan dan konsumsi
5. Tren peningkatan rata-rata pengeluaran per kapita internet meningkatkan intensitas persaingan
untuk layanan fixed data dan communication pada layanan ISP dan penyewaan infrastruktur
service mencerminkan meningkatnya kebutuhan jaringan fiber optik, yang berpotensi menekan
masyarakat terhadap layanan internet berkualitas margin usaha.
tinggi, yang mendukung pertumbuhan pendapatan 5. Perubahan regulasi di sektor telekomunikasi
industri. termasuk perizinan kebijakan jaringan dan
6. Prospek pengembangan Sistem Komunikasi Kabel ketentuan keamanan data berpotensi
Laut (SKKL) semakin kuat seiring meningkatnya meningkatkan biaya operasional serta
kebutuhan bandwidth global, posisi geografis memengaruhi strategi bisnis INET.
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk III - 27
Page 71
Indonesia yang strategis, dukungan Proyek 6. Risiko disrupsi teknologi seperti perkembangan
Strategis Nasional, serta peluang kerja sama lintas jaringan nirkabel berkecepatan tinggi dan
negara dan interkoneksi pusat data internasional. teknologi satelit berpotensi mengurangi relevansi
7. Prospek usaha kontraktor FTTH sangat layanan berbasis fiber optik di masa mendatang.
menjanjikan didorong oleh rendahnya penetrasi 7. Posisi INET yang relatif lebih kecil dibandingkan
fixed broadband, pertumbuhan kawasan pemain besar industri dapat membatasi
perumahan dan industri, serta kebutuhan jaringan kemampuan bersaing dalam skala nasional
berkecepatan tinggi untuk mendukung gaya hidup meskipun INET memiliki strategi dan keunggulan
digital, dengan potensi pendapatan jangka panjang tertentu untuk bertumbuh.
dari pembangunan, operasi, dan pemeliharaan
jaringan.
8. Prospek penyediaan layanan FTTH masih terbuka
luas, terutama di kota lapis kedua dan ketiga serta
luar Pulau Jawa, seiring meningkatnya kebutuhan
internet cepat dan stabil untuk kegiatan belajar
daring, kerja jarak jauh, hiburan digital, dan smart
home.
III.7 RENCANA BISNIS INET
Prospek usaha INET tidak bisa dilepaskan dengan peluang yang tersedia dalam perekonomian,
khususnya dalam industri teknologi informasi dan komunikasi. Berdasarkan data dari Statista,
Pendapatan pasar infrastruktur jaringan di Indonesia diperkirakan akan tumbuh sebesar 5,55% per tahun
(CAGR 2025-2030), sementara itu pendapatan fixed data di Indonesia juga diperkirakan akan tumbuh
sebesar 2,92% per tahun (CAGR 2025-2029). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Produk Domestik
Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku dari informasi dan komunikasi sebesar 4,34% sepanjang tahun
2024. Dalam upaya mendukung industri teknologi informasi dan komunikasi, pemerintah Indonesia
melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah menetapkan berbagai kebijakan dan regulasi
yang mendukung pengembangan infrastruktur digital nasional. Salah satunya adalah Peraturan
Pemerintah Nomor 46 Tahun 2021 tentang Pos, Telekomunikasi, dan Penyiaran yang mendorong
peningkatan kapasitas jaringan, pemerataan infrastruktur, serta penguatan ekosistem industri
telekomunikasi nasional. Selain itu, pemerintah juga menetapkan Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun
2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang mendorong percepatan digitalisasi
layanan publik dan meningkatkan kebutuhan akan layanan konektivitas dan infrastruktur TIK. Kebijakan-
kebijakan tersebut diharapkan dapat memperkuat daya saing industri TIK dan telekomunikasi nasional
(Sumber: Kementerian Komunikasi dan Digital, Statista, dan Badan Pusat Statistik).
Menurut data BPS dari hasil pendataan Survei Susenas 2024, terdapat 72,78 persen penduduk Indonesia
telah mengakses internet di tahun 2024 dan 69,21 persen di tahun 2023. Tingginya penggunaan internet
ini menunjukkan bahwa masyarakat memiliki akses yang lebih luas terhadap sumber informasi dan
menjadi indikator kesiapan suatu negara atau wilayah dalam menghadapi era transformasi digital. Hal ini
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk III - 28
Page 72
menunjukkan prospek industri teknologi informasi dan komunikasi yang semakin positif, didorong oleh
meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan konektivitas dan komunikasi digital.
Prospek usaha INET sejalan dengan kebutuhan penguatan infrastruktur digital nasional dan peningkatan
konektivitas data di Indonesia. Berdasarkan rencana korporasi, INET memfokuskan pengembangan
usahanya pada penyediaan infrastruktur jaringan, konektivitas data, dan layanan pendukung internet.
Kebutuhan akan jaringan berkapasitas besar, latensi rendah, dan konektivitas yang andal terus meningkat
seiring pertumbuhan trafik data, layanan digital, serta konsentrasi aktivitas internet di Pulau Jawa.
Dalam rangka memperkuat posisi bisnis, INET melalui entitas anak menjalankan beberapa proyek
strategis. Proyek tersebut diantaranya:
1. Proyek Submarine Cable (NAP)
INET melalui entitas anak, PT Pusat Fiber Indonesia (PFI) melakukan kerja sama dengan PT Jejaring
Mitra Persada (JMP) mengembangkan proyek kabel bawah laut (Submarine Cable) yang
menghubungkan Jakarta, Batam, dan Singapura dengan skema IRU (Indefeasible Right of Use), yaitu
hak penggunaan jangka panjang atas infrastruktur kabel serat optik dengan nilai kontrak Rp242,6
miliar. Rencana pembangunan kabel laut ini menargetkan kapasitas jaringan hingga 400 terabyte total,
dengan per jalur (pair) berkapasitas sekitar 25 - 30 terabyte. Proyek ini dirancang untuk memperluas
konektivitas internasional, mengurangi ketergantungan pada pihak ketiga, serta meningkatkan
kapasitas dan kualitas layanan IP Transit, content exchange, dan konektivitas internasional. Dengan
proyek ini, INET akan menargetkan penambahan pendapatan yang mencapai Rp285,5 juta pada
tahun 2030.
2. Proyek Kontraktor Fiber to The Home (FTTH)
INET melalui PT Internet Anak Bangsa (IAB) berfokus pada kegiatan kontraktor pembangunan dan
pemeliharaan jaringan Fiber to the Home (FTTH) bagi perusahaan ISP dengan target pembangunan
1.000.000 homepass FTTH di Pulau Jawa untuk mendukung pertumbuhan akses broadband tetap di
Indonesia. Latar belakang dilakukannya proyek ini karena potensi pasar dalam jaringan FTTH sangat
besar dengan jumlah rumah tangga Indonesia lebih dari 70 juta. Namun, penetrasi jaringan FTTH
masih relatif rendah di Indonesia. Dengan proyek ini, INET akan menargetkan penambahan
pendapatan yang mencapai Rp111,0 juta pada tahun 2030.
3. Proyek Node Internet (IIX)
INET mengembangkan proyek Node Internet Indonesia Interconnection Exchange (IIX) melalui kerja
sama dengan APJII untuk membangun 58 node IIX di Pulau Jawa. Proyek ini bertujuan mendekatkan
interkoneksi antar pelanggan di pulau Jawa. Saat ini 859 dari 1.300 ISP berada di pulau Jawa.
Sehingga pulau Jawa merupakan pasar yang sangat besar bagi segmen bisnis IIX. Latar belakang
dilakukannya proyek karena kebutuhan infrastruktur digital yang lebih dekat dengan pengguna di
Indonesia terus meningkat seiring pertumbuhan pengguna internet, layanan digital, dan lalu lintas data
nasional. Kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan dengan distribusi trafik yang tidak
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk III - 29
Page 73
merata menyebabkan tingginya beban pada jaringan inti terpusat, meningkatnya latensi, serta
ketergantungan pada node di luar daerah. Oleh karena itu, keberadaan node internet menjadi solusi
yang efisien untuk mendekatkan trafik dan konten ke pengguna, menekan biaya jaringan, serta
meningkatkan kualitas layanan. Dengan proyek ini, INET akan menargetkan penambahan pendapatan
yang mencapai Rp4,7 juta pada tahun 2030.
4. Proyek Fiber to the Home (FTTH)
INET melalui entitas anak PT Garuda Prima Internetindo (GPI) akan melakukan pembangunan
jaringan FTTH di wilayah Bali dan Lombok dengan target 2.000.000 homepass. Hal ini bertujuan untuk
penetrasi pasar layanan internet berkecepatan tinggi menggunakan teknologi terkini dengan harga
langganan Rp299,0 ribu per bulan dan speed up to 2 Gbps. Latar belakang dilakukannya proyek ini
karena Indonesia berada dalam fase akselerasi ekonomi digital yang ditandai oleh pertumbuhan
pengguna internet dan layanan digital, digitalisasi UMKM, pendidikan, kesehatan, serta pemerintahan,
yang mendorong meningkatnya kebutuhan konektivitas yang stabil dan berkecepatan tinggi. Potensi
pasar jaringan FTTH di Indonesia masih sangat besar karena jumlah rumah tangga lebih dari 70 juta
dan tingkat penetrasi FTTH yang masih relatif rendah. Dengan proyek ini, INET akan menargetkan
penambahan pendapatan yang mencapai Rp12,3 juta di tahun 2030.
Sebagai perusahaan yang bergerak dalam penyediaan jasa infrastruktur telekomunikasi, maka INET
dalam menjalankan usahanya memiliki beberapa strategi sebagai berikut :
➢ Pengembangan layanan IP Transit Jakarta – Singapura;
➢ IP Transit - menyediakan jalur konektivitas internet dari Indonesia ke jaringan global atau sebaliknya,
lewat kabel laut milik PFI;
➢ Exchange Content (peering/Content Delivery) - memungkinkan pengiriman konten lokal atau
internasional dengan latensi rendah menggunakan rute kabel laut;
➢ IPLC (International Private Leased Circuit) - layanan sirkuit khusus internasional untuk perusahaan
atau institusi yang memerlukan koneksi privat langsung antar negara;
➢ Pengembangan bisnis sebagai kontraktor FTTH di Pulau Jawa;
➢ Pengembangan FTTH Wi-Fi 7 di Bali – Lombok;
➢ Peningkatan kompetensi karyawan;
➢ Memberikan potongan harga;
➢ Memperkuat positioning.
Sebagai perusahaan yang bergerak dalam industri telekomunikasi, INET menerapkan strategi
pengembangan layanan IP Transit Jakarta - Singapura sebagai langkah awal dalam memperkuat
konektivitas internasional. Strategi ini dijalankan melalui Entitas Anak, yaitu PFI yang telah menjalin kerja
sama strategis dengan PT Jejaring Mitra Persada (JMP) dalam pengembangan Sistem Komunikasi Kabel
Laut (SKKL) yang menghubungkan Jakarta, Batam, dan Singapura. Kerja sama tersebut berbentuk
perjanjian Indefeasible Right of Use (IRU), dimana PFI memperoleh hak penggunaan infrastruktur kabel
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk III - 30
Page 74
bawah laut, sementara JMP bertanggung jawab atas penyediaan inti kabel serat optik (fiber optic core)
serta pemeliharaan dan perbaikan jaringan pada jalur Rising-8, khususnya segmen Tanjung Pinggir
(Batam) - Tanah Merah (Singapura).
Di sisi infrastruktur domestik, INET juga mengembangkan bisnis sebagai kontraktor FTTH di Pulau Jawa
melalui entitas anak IAB. Fokus diarahkan pada segmen perumahan skala kecil hingga menengah,
kawasan suburban, dan desa digital yang masih memiliki keterbatasan infrastruktur internet. Dengan
menyediakan layanan pembangunan jaringan last-mile mulai dari penggelaran kabel, pemasangan
perangkat optik, hingga instalasi ke rumah pelanggan, IAB mampu mengisi celah pasar luas. Strategi ini
diperkuat melalui kemitraan dengan ISP lokal maupun nasional dalam berbagai skema kerja sama.
Selanjutnya, untuk memanfaatkan peluang di wilayah dengan pertumbuhan ekonomi digital yang tinggi,
INET melalui entitas anak GPI mengembangkan layanan FTTH dengan dukungan teknologi Wi-Fi 7 di
kawasan Bali - Lombok. Wilayah ini dipandang strategis karena perannya sebagai pusat pariwisata,
edukasi, dan ekonomi kreatif. Dengan menargetkan segmen premium dan produktif seperti vila, hotel,
coworking space, UMKM digital, serta masyarakat urban, layanan ini diposisikan sebagai koneksi ultra-
fast internet yang siap mendukung aktivitas berat seperti 4K/8K streaming, VR/AR tourism, dan smart
home/hospitality system. Untuk mendukung percepatan ekspansi, GPI menjalin kerja sama dengan
pengembang perumahan, pengelola properti pariwisata, dan penyedia infrastruktur lokal, serta
menerapkan strategi bundling layanan, seperti paket FTTH + Wi-Fi 7 router + IoT Smart Home. Upaya ini
diperkuat melalui promosi digital dan edukasi pasar terkait keunggulan Wi-Fi 7. Dengan kombinasi
teknologi mutakhir, pemilihan pasar yang tepat, kemitraan lokal, dan layanan purna jual yang unggul,
pengembangan FTTH Wi-Fi 7 di Bali - Lombok bukan hanya menjanjikan secara finansial, tapi juga
memperkuat transformasi digital kawasan wisata nasional ini.
Di samping pengembangan bisnis dan teknologi, INET menyadari bahwa sumber daya yang dimiliki
merupakan suatu aset yang sangat vital dan strategis. Oleh karena itu, INET berkomitmen untuk terus
meningkatkan kompetensi karyawan baik secara teknis dengan keikutsertaan dalam acara-acara
pengembangan kompetensi maupun secara non teknis yaitu peningkatan softskill karyawan dengan
tujuan membangun tim yang solid dan efisien serta mampu selalu berinovasi mengikuti perkembangan
dunia teknologi yang berkembang dengan sangat pesat.
Untuk menjaga hubungan jangka panjang dengan pelanggan, INET juga menerapkan kebijakan potongan
harga bagi pelanggan dengan volume pemesanan yang besar. Kebijakan ini mencerminkan pandangan
INET bahwa pelanggan merupakan mitra strategis. INET selalu menawarkan deal terbaik agar semua
pihak dapat diuntungkan dalam kerja sama yang dibangun. Semakin besar jumlah layanan yang dipesan
dari INET, maka INET memberikan potongan harga yang baik sehingga ISP selaku pelanggan INET
mendapatkan banyak manfaat bekerja sama dengan INET.
Seluruh strategi tersebut diarahkan untuk memperkuat positioning INET sebagai penyedia jasa
infrastruktur telekomunikasi dengan memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh mitra yang
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk III - 31
Page 75
menggunakan jasa INET. Dalam jangka panjang, strategi ini diharapkan dapat terus mempertahankan
eksistensi INET dan juga terus meningkatkan kinerja keuangan INET.
III.8 PENJELASAN, PERTIMBANGAN, DAN ALASAN DILAKUKANNYA TRANSAKSI
Penambahan modal saham SGI sebagaimana diatur dalam ketentuan Perjanjian Pemegang Saham dan
Perjanjian Pengambilalihan Saham merupakan langkah strategis yang memberikan peluang signifikan
bagi INET untuk meningkatkan skala usaha sekaligus memperluas jangkauan bisnisnya. Melalui transaksi
ini, Perseroan diharapkan dapat memperoleh manfaat dari peningkatan kapasitas operasional serta
realisasi skala ekonomis yang berasal dari potensi sinergi bisnis antara INET dan SGI.
Penambahan modal saham SGI juga merupakan peluang yang menarik bagi INET untuk memanfaatkan
kekuatan dan posisi SGI sebagai perusahaan jasa pelaksanaan konstruksi telekomunikasi. Di sisi lain,
transaksi ini memungkinkan optimalisasi kemampuan, pengalaman, dan keahlian INET dalam
pengembangan dan pemanfaatan teknologi telekomunikasi, sehingga tercipta nilai tambah yang
berkelanjutan bagi kedua entitas.
Pertimbangan utama INET dalam melaksanakan rencana transaksi ini adalah untuk memperkuat
penetrasi pasar, khususnya di Pulau Jawa dan Kalimantan. SGI memiliki aset penting berupa Kapal
Pemasang Kabel Laut (Cable Laying Vessel). Dengan aset tersebut, Perseroan dapat mempercepat
pembangunan jaringan telekomunikasi bawah laut yang menghubungkan antara pulau. Oleh karena itu,
melalui transaksi akuisisi ini, INET dan SGI diharapkan dapat bersinergi sebagai perusahaan
telekomunikasi yang memiliki aset telekomunikasi yang kuat dan terintegrasi di Indonesia.
Manfaat lain yang dapat diperoleh INET dari rencana transaksi ini adalah peningkatan efisiensi dalam
pemeliharaan jaringan kabel bawah laut. Jaringan kabel bawah laut yang akan dioperasikan oleh INET
akan dapat memberikan hasil yang optimal dikarenakan adanya kemudahan serta percepatan dalam
proses perbaikan dan pemeliharaan jaringan kabel bawah laut tersebut. Pemanfaatan infrastruktur yang
sudah tersedia tersebut diharapkan dapat menghasilkan efisiensi biaya yang signifikan dalam ekspansi
layanan internet yang disediakan oleh INET, sekaligus mempercepat pencapaian target pertumbuhan
bisnis INET.
III.9 KESIMPULAN
Analisis kualitatif dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi makroekonomi global dan domestik yang
relatif stabil serta menunjukkan tren pertumbuhan positif, didukung oleh peningkatan konsumsi, investasi,
dan transformasi digital yang semakin pesat. Selain itu, analisis juga mencakup dinamika dan prospek
industri teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia yang terus berkembang, ditandai dengan
peningkatan penetrasi internet, pertumbuhan jumlah ISP, serta ekspansi infrastruktur jaringan fiber optik
dan konektivitas data berkapasitas tinggi. Penelaahan juga dilakukan atas kesesuaian strategis antara
kegiatan usaha, kemampuan operasional, serta rencana pengembangan bisnis kedua entitas.
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk III - 32
Page 76
Akuisisi SGI yang dilakukan melalui penambahan modal saham sebagaimana diatur dalam Perjanjian
Pemegang Saham dan Perjanjian Pengambilalihan Saham merupakan langkah strategis bagi INET untuk
meningkatkan skala usaha sekaligus memperluas jangkauan bisnisnya. Melalui transaksi ini, INET
diharapkan memperoleh manfaat dari peningkatan kapasitas operasional serta realisasi skala ekonomis
yang berasal dari potensi sinergi bisnis antara kedua entitas. Transaksi ini juga memberikan peluang bagi
INET untuk memanfaatkan kekuatan dan posisi SGI sebagai perusahaan jasa pelaksanaan konstruksi
telekomunikasi. Di sisi lain, kemampuan, pengalaman, dan keahlian INET dalam pengembangan serta
pemanfaatan teknologi telekomunikasi dapat dioptimalkan sehingga menciptakan nilai tambah yang
berkelanjutan bagi kedua entitas. Sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional,
memperkuat daya saing, serta memperluas jangkauan layanan kepada segmen pasar yang lebih luas.
Pertimbangan utama dalam pelaksanaan transaksi ini adalah untuk memperkuat penetrasi pasar,
khususnya di wilayah Pulau Jawa dan Kalimantan. Selain itu, transaksi ini berpotensi meningkatkan
efisiensi dalam pemeliharaan jaringan kabel bawah laut. Dengan adanya dukungan aset dan kapabilitas
SGI, proses perbaikan dan pemeliharaan jaringan dapat dilakukan secara lebih cepat dan efektif.
Pemanfaatan infrastruktur yang telah tersedia tersebut diharapkan dapat menghasilkan efisiensi biaya
yang signifikan dalam ekspansi layanan internet INET, sekaligus mempercepat pencapaian target
pertumbuhan bisnis.
Dengan mempertimbangkan manfaat yang berpotensi diperoleh, prospek industri teknologi informasi dan
komunikasi yang masih terbuka luas, serta keselarasan rencana transaksi dengan strategi
pengembangan bisnis INET, rencana transaksi akuisisi atas 60% saham SGI dapat pengaruh positif
terhadap kinerja, kelancaran, dan keberlanjutan kegiatan usaha INET.
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk III - 33
Page 77
BAB IV
ANALISIS KUANTITATIF
IV.1 ANALISIS KINERJA HISTORIS INET
Analisis kinerja keuangan historis INET dari analisis posisi keuangan, laba (rugi), arus kas, rasio
keuangan, dan informasi perpajakan didasarkan atas laporan keuangan yang telah diaudit oleh (KAP)
Morhan & Rekan untuk periode 31 Desember 2022 sampai dengan periode 31 Desember 2023, (KAP)
Dra. Suhartati & Rekan untuk periode 31 Desember 2024, dan (KAP) Suharli, Sugiharto & Rekan untuk
periode 31 Desember 2025.
IV.1.1 Laporan Posisi Keuangan
Berikut adalah laporan posisi keuangan INET per 31 Desember 2022 sampai dengan 31 Desember 2025.
Tabel IV.1. Laporan Posisi Keuangan INET periode 31 Desember 2022 – 31 Desember 2025 (dalam
Rupiah penuh)
FY2022 FY2023 FY2024 FY2025
Keterangan
Audited Audited Audited Audited
Aset
Kas dan setara kas 2.016.838.415 61.802.426.896 61.911.440.465 404.440.595.923
Piutang usaha pihak ketiga - neto 3.695.386.583 3.660.631.541 4.824.019.494 8.520.499.265
Piutang lain-lain pihak ketiga - neto 143.997.220 116.621.907 1.630.000 2.503.477
Pajak dibayar di muka - 73.803.972 19.991.051 786.086.917
Uang muka dan biaya dibayar di
101.542.533 111.308.240 223.375.850 505.665.553
muka
Biaya emisi ditangguhkan 2.658.554.488 - - 2.965.710.644
Aset lancar lainnya - - - 61.000.000.000
Total Aset Lancar 8.616.319.239 65.764.792.556 66.980.456.860 478.221.061.779
Aset Tidak Lancar
Uang muka dan biaya dibayar
dimuka setelah dikurangi bagian 12.349.225.058 46.010.159.355 29.487.150.000 117.652.654.440
lancar
Aset pajak tangguhan - neto 54.145.612 239.241.779 257.877.193 274.236.101
Aset tetap - neto 51.124.878.132 79.867.743.720 132.496.368.609 163.236.579.480
Aset hak guna - neto 266.231.421 1.881.007.399 59.783.494 291.754.229
Goodwill 553.048.947 553.048.947 553.048.947 684.922.226
Uang jaminan 20.000.000 29.601.980.000 20.000.000 10.000.000
Total Aset Tidak Lancar 64.367.529.170 158.153.181.200 162.874.228.243 282.150.146.476
Total Aset 72.983.848.409 223.917.973.756 229.854.685.103 760.371.208.255
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha - pihak ketiga 4.564.395.467 6.221.278.715 11.444.724.311 9.617.976.740
Utang lain-lain 95.526.829 321.997.140 305.833.640 441.146.368
Utang pajak 340.375.782 366.734.575 184.823.523 10.344.729.175
Biaya masih harus dibayar 2.113.229.488 197.100.000 289.123.090 1.688.603.089
Pendapatan diterima dimuka - - - 48.586.577.512
Utang bank jangka pendek - - - 1.285.714.284
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk IV-1
Page 78
FY2022 FY2023 FY2024 FY2025
Keterangan
Audited Audited Audited Audited
Utang pembiayaan konsumen 248.649.583 174.666.781 330.314.049 340.373.121
Liabilitas sewa 179.127.412 208.900.390 38.546.730 222.080.435
Uang jaminan pelanggan - - - 250.000.000.000
Total Liabilitas Jangka Pendek 7.541.304.561 7.490.677.601 12.593.365.343 322.527.200.724
Liabilitas Jangka Panjang
Utang bank jangka panjang - - - 7.178.571.431
Utang pembiayaan konsumen 151.007.114 - 986.823.767 621.208.530
Liabilitas sewa - 1.637.040.628 27.800.497 161.315.396
Liabilitas imbalan pasca kerja 88.484.459 251.298.261 375.015.354 671.285.566
Total Liabilitas Jangka Panjang 239.491.573 1.888.338.889 1.389.639.618 8.632.380.923
Total Liabilitas 7.780.796.134 9.379.016.490 13.983.004.961 331.159.581.647
Ekuitas
Modal saham 60.000.000.000 75.000.000.000 75.000.677.140 95.810.752.960
Tambahan modal di setor - neto - 133.509.506.824 133.514.991.658 302.180.211.112
Saldo laba 5.189.573.991 6.065.266.726 7.393.625.646 31.223.126.168
Penghasilan komprehensif lain 13.400.913 (35.892.921) (37.690.975) (22.064.078)
Jumlah ekuitas yang dapat
65.202.974.904 214.538.880.629 215.871.603.469 429.192.026.162
diatribusikan
Kepentingan nonpengendali 77.371 76.637 76.673 19.600.446
Total Ekuitas 65.203.052.275 214.538.957.266 215.871.680.142 429.211.626.608
Total Liabilitas dan Ekuitas 72.983.848.409 223.917.973.756 229.854.685.103 760.371.208.255
Sumber : Laporan Keuangan Audit INET
a. Aset
Posisi total aset INET per 31 Desember 2022 sampai dengan per 31 Desember 2025 memiliki tren
yang meningkat. Posisi total aset per 31 Desember 2022 tercatat sebesar Rp73,0 miliar naik menjadi
Rp760,4 miliar per 31 Desember 2025 atau naik sebesar 941,83% dari total aset semula pada tahun
2022 dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate {CAGR}) untuk
periode 31 Desember 2022 sampai dengan 31 Desember 2025 sebesar 118,41%. Secara komposisi
pada periode 31 Desember 2022 sampai dengan 31 Desember 2025, komposisi tertinggi total aset
INET merupakan aset tidak lancar dengan komposisi sebesar 66,70% terhadap total aset INET,
sedangkan kontribusi tertinggi atas aset tidak lancar berasal dari akun Aset tetap - neto dengan rata-
rata komposisinya sebesar 67,28%.
b. Liabilitas
Posisi total liabilitas INET per 31 Desember 2022 sampai dengan per 31 Desember 2025 memiliki tren
yang meningkat. Posisi total liabilitas per 31 Desember 2022 tercatat sebesar Rp7,8 miliar naik
menjadi Rp331,2 miliar per 31 Desember 2025 atau naik sebesar 4156,11% dari total liabilitas semula
pada tahun 2022 dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate
{CAGR}) untuk periode 31 Desember 2022 sampai dengan 31 Desember 2025 sebesar 249,14%.
Secara komposisi pada periode 31 Desember 2022 sampai dengan 31 Desember 2025, komposisi
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk IV-2
Page 79
tertinggi total liabilitas INET merupakan liabilitas jangka pendek dengan komposisi sebesar 91,06%
terhadap total liabilitas INET, sedangkan kontribusi tertinggi atas liabilitas jangka pendek berasal dari
akun utang usaha – pihak ketiga dengan rata-rata komposisinya sebesar 59,36%.
c. Ekuitas
Posisi total ekuitas INET per 31 Desember 2022 sampai dengan per 31 Desember 2025 memiliki tren
yang meningkat. Posisi total ekuitas INET per 31 Desember 2022 tercatat sebesar Rp65,2 miliar naik
menjadi Rp429,2 miliar per 31 Desember 2025 atau naik sebesar 558,27% dengan laju pertumbuhan
majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate {CAGR}) sebesar 87,41%. Secara komposisi pada
periode 31 Desember 2022 sampai dengan 31 Desember 2025, rata-rata komposisi ekuitas terhadap
total liabilitas dan ekuitas adalah sebesar 83,88%, sedangkan komposisi tertinggi dari total ekuitas
INET berasal dari akun tambahan modal disetor – neto dengan rata-rata komposisinya sebesar
48,62%.
IV.1.2 Laporan Laba (Rugi)
Berikut adalah laporan laba rugi INET per 31 Desember 2022 sampai dengan 31 Desember 2025.
Tabel IV.2. Laporan Laba (Rugi) INET periode 31 Desember 2022 – 31 Desember 2025
(dalam Rupiah penuh)
FY2022 FY2023 FY2024 FY2025
Keterangan
Audited Audited Audited Audited
Pendapatan neto 19.947.940.168 28.889.381.869 30.437.200.682 91.819.511.247
Beban pokok pendapatan (14.369.598.685) (20.619.611.538) (19.563.574.082) (47.929.588.178)
Laba Bruto 5.578.341.483 8.269.770.331 10.873.626.600 43.889.923.069
Beban penjualan (100.808.058) (237.199.738) (1.108.131.734) (1.612.556.124)
Beban umum dan
(3.588.732.054) (6.726.422.131) (8.655.840.317) (11.297.008.036)
administrasi
Penghasilan (beban) usaha
18.596.372 40.327.718 200.640.188 (657.702.535)
lainnya - neto
Laba Usaha 1.907.397.743 1.346.476.180 1.310.294.737 30.322.656.374
Penghasilan keuangan 337.735 94.958.990 497.441.237 1.667.940.738
Beban keuangan (123.017.751) (131.305.772) (111.698.031) (550.164.084)
Laba Sebelum Pajak
1.784.717.727 1.310.129.398 1.696.037.943 31.440.433.028
Penghasilan
Manfaat (beban) pajak
(410.959.714) (434.437.379) (367.678.990) (6.951.371.805)
penghasilan
Laba Tahun Berjalan 1.373.758.013 875.692.019 1.328.358.953 24.489.061.223
Sumber : Laporan Keuangan Audit INET
a. Pendapatan
Pendapatan INET pada tahun 2022 sampai dengan 2025 menunjukkan pertumbuhan dengan tren
yang meningkat dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate
{CAGR}) sebesar 66,35%. Pada periode yang berakhir 31 Desember 2025 tercatat pendapatan INET
adalah sebesar Rp91,8 miliar.
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk IV-3
Page 80
b. Beban Pokok Pendapatan
Beban pokok pendapatan INET pada tahun 2022 sampai dengan 2025 menunjukkan pertumbuhan
dengan tren yang meningkat dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth
Rate {CAGR}) sebesar 49,41%. Pada tahun 2022 sampai dengan 2025 rata-rata proporsi beban pokok
pendapatan terhadap pendapatan adalah sebesar -64,97%. Pada periode yang berakhir 31 Desember
2025, tercatat beban pokok penjualan INET adalah sebesar Rp47,9 miliar.
c. Beban Penjualan
Beban penjualan INET pada tahun 2022 sampai dengan 2025 mengalami pertumbuhan dengan tren
meningkat dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate {CAGR})
sebesar 151,96%. Pada tahun 2022 sampai dengan 2025 rata-rata proporsi beban penjualan terhadap
pendapatan adalah sebesar -1,68%. Pada periode yang berakhir 31 Desember 2025, tercatat total
beban penjualan INET adalah sebesar Rp1,6 miliar.
d. Beban Umum dan Administrasi
Beban umum dan administrasi INET pada tahun 2022 sampai dengan 2025 mengalami pertumbuhan
dengan tren meningkat dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate
{CAGR}) sebesar 46,56%. Pada tahun 2022 sampai dengan 2025 rata-rata proporsi beban umum dan
administrasi terhadap pendapatan adalah sebesar -20,50%. Pada periode yang berakhir 31 Desember
2025, tercatat total beban umum dan administrasi INET adalah sebesar Rp11,3 miliar.
e. Laba Tahun Berjalan
Laba tahun berjalan INET pada tahun 2022 sampai dengan 2025 mengalami tren yang meningkat,
mengalami peningkatan paling tinggi terjadi pada tahun 2025, dari laba tahun berjalan sebesar Rp1,4
miliar pada periode 2024 meningkat menjadi Rp24,5 miliar atau sebesar 1743,56% yang
dilatarbelakangi oleh meningkatnya pendapatan neto yang signifikan pada tahun 2025 sebesar Rp91,9
miliar dari Rp30,4 miliar pada 2024 atau naik sebesar 201,67%. Pada periode yang berakhir 31
Desember 2025, tercatat laba tahun berjalan INET adalah sebesar Rp24,5 miliar.
IV.1.3 Laporan Arus Kas
Berikut adalah laporan arus kas INET per 31 Desember 2022 sampai dengan 31 Desember 2025.
Tabel IV.3. Laporan Arus Kas INET periode 31 Desember 2022 – 31 Desember 2025
(dalam Rupiah penuh)
FY2022 FY2023 FY2024 FY2025
Keterangan
Audited Audited Audited Audited
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Penerimaan kas dari pelanggan 18.567.912.884 28.859.808.819 29.179.447.880 387.284.581.345
Pembayaran kas kepada pemasok (13.096.868.895) (19.922.296.240) (14.308.302.233) (27.353.692.886)
Pembayaran kas kepada karyawan (2.396.737.845) (3.618.223.717) (6.024.158.092) (6.719.955.925)
Pembayaran kas atas kegiatan
1.868.686.605 (31.799.580.734) (2.569.073.279) (2.016.482.432)
operasi lainnya
Penerimaan bunga 337.735 94.958.990 497.441.237 1.667.940.738
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk IV-4
Page 81
FY2022 FY2023 FY2024 FY2025
Keterangan
Audited Audited Audited Audited
Pembayaran beban keuangan (123.017.752) (127.819.072) (104.367.358) (518.480.555)
Pembayaran pajak penghasilan (364.775.047) (559.428.786) (564.090.078) (748.197.997)
Kas Neto dari Aktivitas Operasi 4.455.537.685 (27.072.580.740) 6.106.898.077 351.595.712.288
Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Penambahan uang jaminan - - - (61.000.000.000)
Penambahan uang muka
- - - (48.510.000.000)
Indefeasible right-of-use
Penambahan uang muka investasi - - - (27.500.000.000)
Aset tetap - - - -
Perolehan (657.319.320) (3.198.252.908) (10.129.912.247) (44.747.632.051)
Hasil penjualan - - 4.504.504.505 -
Penambahan uang muka aset
(60.499.900.000) (58.674.489.517) - (21.984.554.441)
tetap
Akuisisi entitas anak, neto dengan
(274.972.500) - - 209.450.465
penerimaan kas
Kas Neto dari Aktivitas Investasi (61.432.191.820) (61.872.742.425) (5.625.407.742) (203.532.736.027)
Arus Kas dari Aktivitas
Pendanaan
Kenaikan tambahan modal disetor
- 136.500.000.000 - -
dari penawaran umum perdana
Kenaikan modal saham 59.490.000.000 15.000.000.000 - -
Hasil dari penerbitan saham - - 6.161.974 189.475.295.274
Pembayaran utang pembiayaan
(277.121.322) (224.989.916) (339.038.740) (355.556.165)
konsumen
Pembayaran liabilitas sewa (138.012.926) (137.405.262) (39.600.000) (124.800.000)
Penambahan setoran modal
- - - -
saham
Pembayaran biaya emisi (583.800.000) (2.406.693.176) - (2.352.961.398)
Piutang lain-lain dari pihak berelasi - - - -
Penurunan - - - -
Kenaikan - - - -
Kepemilikan saham dari
100.000 - - -
kepentingan non-pengendali
Utang bank jangka panjang - - - -
Penerimaan - - - 9.000.000.000
Pembayaran - - - (535.714.285)
Penerimaan dari kepentingan
nonpengendali pendirian entitas - - - 20.000.000
anak
Pembayaran dividen - - - (660.084.229)
Kas Neto dari Aktivitas
58.491.165.752 148.730.911.646 (372.476.766) 194.466.179.197
Pendanaan
Kenaikan (Penurunan) Neto Kas
1.514.511.617 59.785.588.481 109.013.569 342.529.155.458
dan Setara Kas
Kas dan Bank dari Akuisisi
73.469.074 - - -
Entitas Anak
Kas dan Setara Kas Awal Tahun 428.857.724 2.016.838.415 61.802.426.896 61.911.440.465
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk IV-5
Page 82
FY2022 FY2023 FY2024 FY2025
Keterangan
Audited Audited Audited Audited
Kas dan Setara Kas Akhir Tahun 2.016.838.415 61.802.426.896 61.911.440.465 404.440.595.923
Sumber : Laporan Keuangan Audit INET
Dari laporan arus kas yang diperoleh, aktivitas arus kas INET pada periode yang berakhir per
31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
➢ Arus kas bersih dari aktivitas operasi INET menunjukkan arus kas masuk bersih dari aktivitas operasi
sebesar Rp351,6 miliar, tercatat meningkat jika di bandingkan dengan periode 31 Desember 2024
yang disebabkan oleh kenaikan penerimaan kas dari pelanggan pada periode 31 Desember 2025.
➢ Arus kas bersih dari aktivitas investasi INET menunjukkan arus kas keluar bersih dari aktivitas
investasi sebesar Rp203,5 miliar, tercatat meningkat jika di bandingkan dengan periode 31 Desember
2024 yang disebabkan oleh kenaikan pengeluaran untuk penambahan uang jaminan, uang muka
Indefeasible right-of-use, uang muka investasi, dan beberapa akun lainnya pada periode 31 Desember
2025.
➢ Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan INET menunjukkan arus kas masuk bersih dari aktivitas
pendanaan sebesar Rp194,5 miliar, tercatat meningkat jika di bandingkan dengan periode 31
Desember 2024 yang sebagian besar berasal dari meningkatnya hasil penerbitan saham pada periode
31 Desember 2025.
➢ Surplus periode berjalan INET untuk periode 31 Desember 2025 adalah sebesar Rp342,5 miliar.
IV.2 ANALISIS VERTIKAL
Berikut adalah analisis common size (analisis vertikal) INET dalam kurun waktu per 31 Desember 2022
sampai dengan 31 Desember 2025.
Tabel IV.4. Analisis Vertikal Posisi Keuangan INET periode 31 Desember 2022 – 31 Desember 2025
FY2022 FY2023 FY2024 FY2025
Keterangan
Audited Audited Audited Audited
Aset Lancar
Kas dan setara kas 23,41% 93,97% 92,43% 84,57%
Piutang usaha pihak ketiga - neto 42,89% 5,57% 7,20% 1,78%
Piutang lain-lain pihak ketiga - neto 1,67% 0,18% 0,00% 0,00%
Pajak dibayar di muka 0,00% 0,11% 0,03% 0,16%
Uang muka dan biaya dibayar di muka 1,18% 0,17% 0,33% 0,11%
Biaya emisi ditangguhkan 30,85% 0,00% 0,00% 0,62%
Aset lancar lainnya 0,00% 0,00% 0,00% 12,76%
Total Aset Lancar 11,81% 29,37% 29,14% 62,89%
Aset Tidak Lancar
Uang muka dan biaya dibayar dimuka
19,19% 29,09% 18,10% 41,70%
setelah dikurangi bagian lancar
Aset pajak tangguhan - neto 0,08% 0,15% 0,16% 0,10%
Aset tetap - neto 79,43% 50,50% 81,35% 57,85%
Aset hak guna - neto 0,41% 1,19% 0,04% 0,10%
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk IV-6
Page 83
FY2022 FY2023 FY2024 FY2025
Keterangan
Audited Audited Audited Audited
Goodwill 0,86% 0,35% 0,34% 0,24%
Uang jaminan 0,03% 18,72% 0,01% 0,00%
Total Aset Tidak Lancar 88,19% 70,63% 70,86% 37,11%
Total Aset 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha - pihak ketiga 60,53% 83,05% 90,88% 2,98%
Utang lain-lain 1,27% 4,30% 2,43% 0,14%
Utang pajak 4,51% 4,90% 1,47% 3,21%
Biaya masih harus dibayar 28,02% 2,63% 2,30% 0,52%
Pendapatan diterima dimuka 0,00% 0,00% 0,00% 15,06%
Utang bank jangka pendek 0,00% 0,00% 0,00% 0,40%
Utang pembiayaan konsumen 3,30% 2,33% 2,62% 0,11%
Liabilitas sewa 2,38% 2,79% 0,31% 0,07%
Uang jaminan pelanggan 0,00% 0,00% 0,00% 77,51%
Total Liabilitas Jangka Pendek 96,92% 79,87% 90,06% 97,39%
Liabilitas Jangka Panjang
Utang bank jangka panjang 0,00% 0,00% 0,00% 83,16%
Utang pembiayaan konsumen 63,05% 0,00% 71,01% 7,20%
Liabilitas sewa 0,00% 86,69% 2,00% 1,87%
Liabilitas imbalan pascakerja 36,95% 13,31% 26,99% 7,78%
Total Liabilitas Jangka Panjang 3,08% 20,13% 9,94% 2,61%
Total Liabilitas 10,66% 4,19% 6,08% 43,55%
Ekuitas
Modal saham 92,02% 34,96% 34,74% 22,32%
Tambahan modal di setor - neto 0,00% 62,23% 61,85% 70,40%
Saldo laba 7,96% 2,83% 3,43% 7,27%
Penghasilan komprehensif lain 0,02% -0,02% -0,02% -0,01%
Jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Kepentingan nonpengendali 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Total Ekuitas 89,34% 95,81% 93,92% 56,45%
Total Liabilitas dan Ekuitas 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Sumber : Laporan Keuangan Audit INET (data diolah)
Dari tabel di atas dapat dilihat dalam kurun waktu per 31 Desember 2022 sampai dengan per 31 Desember
2025 komposisi tertinggi total aset INET merupakan aset tidak lancar dengan komposisi sebesar 66,70%
terhadap total aset INET, sedangkan kontribusi tertinggi atas aset tidak lancar berasal dari akun aset tetap
– neto dengan rata-rata komposisinya sebesar 67,28%, dan total aset INET menunjukkan tren yang
cenderung meningkat. Komposisi tertinggi total liabilitas INET merupakan liabilitas jangka pendek dengan
komposisi sebesar 91,06% terhadap total liabilitas INET, sedangkan kontribusi tertinggi atas liabilitas
jangka pendek berasal dari akun utang usaha – pihak ketiga dengan rata-rata komposisinya sebesar
59,36%, dan total liabilitas INET menunjukkan tren yang cenderung meningkat. Pada sisi ekuitas, rata-
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk IV-7
Page 84
rata komposisi ekuitas terhadap total liabilitas dan ekuitas adalah sebesar 83,88%, sedangkan komposisi
tertinggi dari total ekuitas INET berasal dari akun tambahan modal disetor - neto dengan rata-rata
komposisinya sebesar 48,62%, dan total ekuitas INET menunjukkan tren yang cenderung menurun.
Tabel IV.5. Analisis Vertikal Laba/Rugi INET periode 31 Desember 2022 – 31 Desember 2025
FY2022 FY2023 FY2024 FY2025
Keterangan
Audited Audited Audited Audited
Pendapatan neto 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Beban pokok pendapatan -72,04% -71,37% -64,28% -52,20%
Laba Bruto 27,96% 28,63% 35,72% 47,80%
Beban penjualan -0,51% -0,82% -3,64% -1,76%
Beban umum dan administrasi -17,99% -23,28% -28,44% -12,30%
Penghasilan (beban) usaha lainnya - neto 0,09% 0,14% 0,66% -0,72%
Laba Usaha 9,56% 4,66% 4,30% 33,02%
Penghasilan keuangan 0,00% 0,33% 1,63% 1,82%
Beban keuangan -0,62% -0,45% -0,37% -0,60%
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 8,95% 4,53% 5,57% 34,24%
Manfaat (beban) pajak penghasilan
Kini -2,07% -2,10% -1,27% -7,59%
Bersih 0,00% 0,59% 0,06% 0,02%
Laba Tahun Berjalan 6,89% 3,03% 4,36% 26,67%
Sumber : Laporan Keuangan Audit INET (data diolah)
Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa dalam kurun waktu per 31 Desember 2022 sampai dengan per 31
Desember 2025, perbandingan beban pokok pendapatan terhadap pendapatan berkisar antara -52,20%
sampai -72,04% dengan tren yang cenderung menurun. Pada perbandingan laba bruto terhadap
pendapatan berkisaran 27,96% sampai dengan 47,80% dengan tren pertumbuhan yang cenderung
meningkat. Pada perbandingan beban penjualan terhadap pendapatan berkisaran -0,51% sampai dengan
-3,64% dengan tren pertumbuhan yang cenderung meningkat. Pada perbandingan beban umum dan
administrasi terhadap pendapatan berkisaran -12,30% sampai dengan -28,44% dengan tren pertumbuhan
yang cenderung meningkat. Pada perbandingan laba usaha terhadap pendapatan berkisaran 4,30%
sampai dengan 33,02% dengan tren pertumbuhan yang meningkat. Sementara perbandingan laba
sebelum pajak penghasilan terhadap pendapatan INET berkisar antara 4,53% sampai dengan 34,24%
dengan tren pertumbuhan yang meningkat. Pada perbandingan laba tahun berjalan terhadap pendapatan
berkisar antara 3,03% sampai dengan 26,67% dengan tren pertumbuhan yang meningkat.
IV.3 ANALISIS RASIO
Analisa rasio pada dasarnya adalah mencari perbandingan sesuatu dengan sesuatu lainnya. Oleh karena
itu dalam implementasinya akan banyak sekali rasio yang dapat diukur sesuai dengan tujuan analisis.
Analisa rasio keuangan adalah menyatakan ulang data-data keuangan atau data akuntansi secara relatif
untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan suatu perusahaan dengan menggunakan berbagai
metode perhitungan serta interpretasi atas hasil perbandingan tersebut untuk menilai kinerja keuangan
selama periode analisis. Berikut adalah perkembangan indikator utama keuangan INET dalam kurun
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk IV-8
Page 85
waktu 31 Desember 2022 sampai dengan 31 Desember 2025.
Tabel IV.6. Rasio Keuangan INET
FY2022 FY2023 FY2024 FY2025
Keterangan
Audited Audited Audited Audited
LIQUIDITY
Current Ratio 114,26% 877,96% 531,87% 148,27%
Quick Ratio 77,66% 875,48% 529,94% 128,04%
Working Capital to Asset Ratio 1,47% 26,02% 23,66% 20,48%
SOLVABILITY
Debt to Asset Ratio 0,79% 0,90% 0,60% 1,29%
Debt to Equity Ratio 0,89% 0,94% 0,64% 2,29%
Longterm Debt to Equity Ratio 0,23% 0,76% 0,47% 1,85%
PROFITABILITY
Gross Profit Margin 27,96% 28,63% 35,72% 47,80%
Operating Profit Margin 9,56% 4,66% 4,30% 33,02%
Net Profit Margin 6,89% 3,03% 4,36% 26,67%
Return on Asset 1,88% 0,39% 0,58% 3,22%
Return on Equity 2,11% 0,41% 0,62% 5,71%
Sumber: Laporan Keuangan Audit INET (data diolah)
Rasio likuiditas INET menunjukkan tren yang fluktuatif dengan kecenderungan yang menurun dari periode
31 Desember 2022 sampai dengan 31 Desember 2025, dimana pada periode 31 Desember 2025 INET
mencatat Current Ratio yang menurun menjadi 148,27% dibandingkan periode 31 Desember 2024
sebesar 531,87%, dimana rasio ini menggambarkan kemampuan INET melunasi utang lancar dengan
aset lancarnya. Quick Ratio menurun menjadi 128,04% dibandingkan periode 31 Desember 2024 sebesar
529,94%, dimana rasio ini mengukur kemampuan perusahaan melunasi kewajiban lancarnya dalam
jangka pendek menggunakan aset yang paling mudah dicairkan (aset cepat), tidak termasuk persediaan.
Working Capital to Asset Ratio sedikit menurun menjadi 20,48% dibandingkan tahun periode 31
Desember 2024 sebesar 23,66%, dimana rasio ini menggambarkan proporsi modal kerja terhadap total
aset INET.
Rasio solvabilitas INET untuk periode 31 Desember 2025 mencatat Debt to Asset Ratio tercatat sebesar
1,29%, dimana rasio ini menggambarkan proporsi utang terhadap asetnya dan kemampuan melunasi
utang dengan aset yang dimiliki. Debt to Equity Ratio sebesar 2,29%, dimana rasio ini menggambarkan
besaran utang terhadap ekuitasnya. Long Term Debt to Equity Ratio tercatat sebesar 1,85% dimana rasio
ini menggambarkan besaran utang jangka panjang terhadap ekuitas INET.
Rasio profitabilitas INET menunjukkan tren yang meningkat dari periode 31 Desember 2022 sampai
dengan periode 31 Desember 2025. Tercatat per 31 Desember 2025 Gross Profit Margin meningkat
menjadi 47,80% dibandingkan 31 Desember 2024 sebesar 35,72%. Diikuti dengan Operating Profit
Margin yang meningkat menjadi 33,02% dibandingkan 31 Desember 2024 sebesar 4,30%, dan Net Profit
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk IV-9
Page 86
Margin menunjukkan kenaikan menjadi 26,67% dibandingkan 31 Desember 2024 sebesar 4,36%. Rasio
imbal hasil yang dihasilkan dari pemanfaatan aset (ROA) dan ekuitas (ROE) menunjukkan return positif,
dimana rasio imbal hasil terhadap aset (ROA) tercatat pada periode yang berakhir per 31 Desember 2025
adalah sebesar 3,22% dan rasio imbal hasil terhadap ekuitas (ROE) untuk periode yang berakhir per 31
Desember 2025 sebesar 5,71%.
IV.4 INFORMASI PERPAJAKAN
Informasi perpajakan INET per tanggal 31 Desember 2025 berdasarkan Laporan Keuangan Audit, utang
pajak yang terdiri dari:
Perusahaan
Pajak penghasilan
Pasal 4 (2) Rp 10.409.314
Pasal 21 Rp 62.721.774
Pasal 23 Rp 60.379.554
Pasal 29 Rp 216.122.670
Pajak pertambahan nilai Rp 366.407.373
Subjumlah Rp 716.040.685
Entitas Anak
Pajak penghasilan
Pasal 4 (2) Rp 94.108.440
Pasal 21 Rp 2.188.576
Pasal 23 Rp 13.536.875
Pasal 29 Rp 6.264.264.138
PP 23 Rp -
Pajak pertambahan nilai Rp 3.254.590.461
Subjumlah Rp 9.628.688.490
Total Rp 10.344.729.175
IV.5 ANALISIS ATAS LAPORAN KEUANGAN PROFORMA INET
Analisis atas proforma laporan keuangan INET sebelum dan setelah transaksi. Tabel di bawah ini
menunjukkan ikhtisar mengenai proforma laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi INET sebelum
dan setelah transaksi, berdasarkan Laporan Asurans Praktisi Independen atas Kompilasi Informasi
Keuangan Proforma Konsolidasian ProformaINET No. 008/OAS/SSR-JL/2026 tanggal 9 April 2026 tanpa
maupun dengan transaksi per 31 Desember 2025 yang disusun oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Suharli
Sugiharto & Rekan (“SW Indonesia”).
Berdasarkan atas Proforma Laporan Keuangan INET di atas dan berdasarkan atas dokumen-dokumen
draf perjanjian dan informasi dari manajemen terkait Rencana Transaksi, terdapat penyesuaian pada
Posisi Keuangan INET dan Laba/Rugi INET.
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk IV-10
Page 87
Setelah transaksi efektif dilaksanakan, terdapat penyesuaian pada beberapa pos Laporan Posisi
Keuangan Proforma dengan rincian sebagai berikut:
Tabel IV.7. Laporan Posisi Keuangan Proforma INET pada Tanggal 31 Desember 2025 (dalam Rupiah
penuh)
Keterangan Sebelum Transaksi Penyesuaian Setelah Transaksi
Aset Lancar
Kas dan setara kas 404.440.595.923 338.267.590.616 742.708.186.539
Penyertaan saham - 61.303.319.400 61.303.319.400
Piutang usaha 8.520.499.265 2.769.908.294 11.290.407.559
Piutang lain-lain 2.503.477 99.900.082 102.403.559
Pajak dibayar di muka 786.086.917 5.195.945.227 5.982.032.144
Uang muka dan biaya dibayar di muka 505.665.553 5.026.698.416 5.532.363.969
Biaya emisi ditangguhkan 2.965.710.644 - 2.965.710.644
Aset lancar lainnya 61.000.000.000 - 61.000.000.000
Total Aset Lancar 478.221.061.779 412.663.362.035 890.884.423.814
Aset Tidak Lancar
Piutang lain-lain setelah dikurangi
- 2.051.812.605 2.051.812.605
bagian lancar - neto
Uang muka dan biaya dibayar dimuka
117.652.654.440 - 117.652.654.440
setelah dikurangi bagian lancar
Aset pajak tangguhan - neto 274.236.101 (274.236.101) -
Aset tetap - neto 163.236.579.480 303.897.837.152 467.134.416.632
Aset hak guna - neto 291.754.229 - 291.754.229
Goodwill 684.922.226 57.444.797.400 58.129.719.626
Uang jaminan 10.000.000 130.740.546 140.740.546
Total Aset Tidak Lancar 282.150.146.476 363.250.951.602 645.401.098.078
Total Aset 760.371.208.255 775.914.313.637 1.536.285.521.892
Liabilitas Jangka Pendek
Utang bank jangka pendek - 404.995.000.000 404.995.000.000
Utang usaha - pihak ketiga 9.617.976.740 36.658.997.455 46.276.974.195
Utang lain-lain 441.146.368 44.060.857.913 44.502.004.281
Utang pajak 10.344.729.175 14.355.062.013 24.699.791.188
Biaya masih harus dibayar 1.688.603.089 6.379.671.529 8.068.274.618
Pendapatan diterima dimuka 48.586.577.512 2.051.258.365 50.637.835.877
Utang bank jangka panjang - bagian
1.285.714.284 24.000.000.000 25.285.714.284
lancar
Utang pembiayaan konsumen 340.373.121 - 340.373.121
Liabilitas sewa – bagian lancar 222.080.435 1.874.551.500 2.096.631.935
Uang jaminan pelanggan 250.000.000.000 10.000.000.000 260.000.000.000
Total Liabilitas Jangka Pendek 322.527.200.724 544.375.398.775 866.902.599.499
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas pajak tangguhan - 4.526.959.261 4.526.959.261
Utang bank jangka panjang 7.178.571.431 64.000.000.000 71.178.571.431
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk IV-11
Page 88
Keterangan Sebelum Transaksi Penyesuaian Setelah Transaksi
Utang pembiayaan konsumen 621.208.530 - 621.208.530
Liabilitas sewa 161.315.396 922.981.555 1.084.296.951
Pinjaman kepada pihak berelasi - 4.760.430.553 4.760.430.553
Liabilitas imbalan pasca kerja 671.285.566 12.256.595.219 12.927.880.785
Total Liabilitas Jangka Panjang 8.632.380.923 86.466.966.588 95.099.347.511
Total Liabilitas 331.159.581.647 630.842.365.363 962.001.947.010
Ekuitas
Modal saham 95.810.752.960 - 95.810.752.960
Tambahan modal di setor - neto 302.180.211.112 - 302.180.211.112
Saldo laba 31.223.126.168 - 31.223.126.168
Penghasilan komprehensif lain (22.064.078) - (22.064.078)
Jumlah ekuitas yang dapat
429.192.026.162 - 429.192.026.162
diatribusikan
Kepentingan non pengendali 19.600.446 145.071.948.274 145.091.548.720
Total Ekuitas 429.211.626.608 145.071.948.274 574.283.574.882
Total Liabilitas dan Ekuitas 760.371.208.255 775.914.313.637 1.536.285.521.892
Sumber: Laporan Asurans Praktisi Independen atas Kompilasi Informasi Keuangan Proforma Konsolidasian
Proforma INET
1. Kas dan setara kas
Penyesuaian atas kas dan setara kas sebesar Rp338.267.590.616,- (Rp350.000.000.000 +
Rp67.877.942.116 - 79.610.351.500) berasal dari dan penerimaan pinjaman dari PT Bank Jtrust
Indonesia sebesar Rp350.000.000.000,- yang digunakan untuk setoran modal pada SGI, kemudian
ditambahkan dengan kas dan setara kas SGI sebesar Rp67.877.942.116,-, dan dikurangi dengan
uang muka setoran modal telah dikembalikan kepada pemegang saham SGI sebelum transaksi
akuisisi saham melalui penerbitan saham baru SGI dengan menggunakan saldo kas dan setara kas
SGI sebesar 79.610.351.500,- yang meningkatkan kas dan setara kas INET sebesar 83,64% setelah
transaksi dilakukan.
2. Penyertaan saham
Penyesuaian pada pos penyertaan saham adalah sebesar Rp61.303.319.400,- berupa penyertaan
saham milik SGI saat diakuisisi sehingga menjadi pos baru setelah transaksi dilakukan.
3. Piutang usaha
Penyesuaian pada pos piutang usaha adalah sebesar Rp2.769.908.294,- berupa piutang usaha milik
SGI saat diakuisisi yang meningkatkan saldo piutang usaha INET sebesar 32,51% setelah transaksi
dilakukan.
4. Piutang lain-lain
Penyesuaian pada pos piutang lain-lain adalah sebesar Rp99.900.082,- berupa piutang lain-lain milik
SGI saat diakuisisi yang meningkatkan saldo piutang lain-lain INET sebesar 3990,45% setelah
transaksi dilakukan.
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk IV-12
Page 89
5. Pajak dibayar di muka
Penyesuaian pada pos pajak dibayar di muka adalah sebesar Rp5.195.945.227,- berupa pajak dibayar
di muka milik SGI saat diakuisisi yang meningkatkan saldo pajak dibayar di muka INET sebesar
660,99% setelah transaksi dilakukan.
6. Uang muka dan biaya dibayar di muka
Penyesuaian pada pos uang muka dan biaya dibayar di muka adalah sebesar Rp5.026.698.416,-
berupa uang muka dan biaya dibayar di muka milik SGI saat diakuisisi yang meningkatkan saldo uang
muka dan biaya dibayar di muka INET sebesar 994,08% setelah transaksi dilakukan.
7. Piutang lain-lain setelah dikurangi bagian lancar -neto
Penyesuaian pada pos piutang lain-lain setelah dikurangi bagian lancar - neto sebesar
Rp2.051.812.605,- berupa piutang lain-lain setelah dikurangi bagian lancar - neto milik SGI saat
diakuisisi sehingga menjadi pos baru setelah transaksi dilakukan.
8. Aset pajak tangguhan - neto
Penyesuaian pada pos aset pajak tangguhan - neto adalah sebesar Rp274.236.101,- merupakan
penyesuaian yang timbul dari perhitungan liabilitas pajak tangguhan yang muncul atas yang timbul
dari kombinasi bisnis, sehingga aset pajak tangguhan - neto di set-off (dihapuskan) atas munculnya
liabilitas pajak tangguhan yang mengurangi saldo pos aset pajak tangguhan - neto INET sebesar 100%
setelah transaksi dilakukan.
9. Aset tetap - neto
Penyesuaian pada pos aset tetap adalah sebesar Rp303.897.837.152,- berupa aset tetap milik SGI
dan entitas anaknya (JNM dan NNM) sebesar Rp282.074.221.871,- yang kemudian di tambahkan
dengan kenaikan nilai aset tetap JNM dan NNM sebesar Rp21.823.615.281,- sesuai dengan hasil
penilaian dari KJPP Iwan Bachron & Rekan dengan laporan No. 01655/2.0047-
00/PP/06/0588/1/IV/2026 tanggal 6 April 2026 yang meningkatkan saldo aset tetap INET sebesar
186,17% setelah transaksi dilakukan.
10. Goodwill
Penyesuaian sebesar Rp57.444.797.400,- berasal dari akuisisi saham melalui penerbitan saham baru
sebesar 60% dari modal ditempatkan dan disetor SGI, dicatat sesuai dengan PSAK No. 103 tentang
“Kombinasi Bisnis” yang berdasarkan dalam Laporan Asurans Praktisi Independen atas Kompilasi
Informasi Keuangan Proforma Konsolidasian Proforma, yang meningkatkan saldo goodwill INET
sebesar 8387,05% setelah transaksi dilakukan.
11. Uang jaminan
Penyesuaian pada pos uang jaminan adalah sebesar Rp130.740.546,- berupa uang jaminan milik SGI
saat diakuisisi yang meningkatkan saldo uang jaminan INET sebesar 1307,41% setelah transaksi
dilakukan.
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk IV-13
Page 90
12. Utang bank jangka pendek
Penyesuaian atas utang bank jangka pendek berasal dari utang bank jangka pendek SIG dan
penerimaan pinjaman Perusahaan dari PT Bank Jtrust Indonesia Tbk sebesar Rp404.995.000.000,-
(Rp54.995.000.000 + Rp 350.000.000.000) sehingga menjadi pos baru setelah transaksi dilakukan.
13. Utang usaha - pihak ketiga
Penyesuaian pada pos utang usaha - pihak ketiga adalah sebesar Rp36.658.997.455,- berupa utang
usaha - pihak ketiga milik SGI saat diakuisisi yang meningkatkan saldo utang usaha - pihak ketiga
INET sebesar 381,15% setelah transaksi dilakukan.
14. Utang lain-lain
Penyesuaian pada pos utang lain-lain adalah sebesar Rp44.060.857.913,- berupa utang lain-lain milik
SGI saat diakuisisi yang meningkatkan saldo utang lain-lain INET sebesar 9987,81% setelah transaksi
dilakukan.
15. Utang pajak
Penyesuaian pada pos utang pajak adalah sebesar Rp14.355.062.013,- berupa utang pajak milik SGI
saat diakuisisi yang meningkatkan saldo utang pajak INET sebesar 138,77% setelah transaksi
dilakukan.
16. Biaya masih harus dibayar
Penyesuaian pada pos biaya masih harus dibayar adalah sebesar Rp6.379.671.529,- berupa biaya
masih harus dibayar milik SGI saat diakuisisi yang meningkatkan saldo biaya masih harus dibayar
INET sebesar 377,81% setelah transaksi dilakukan.
17. Pendapatan diterima dimuka
Penyesuaian pada pos pendapatan diterima dimuka adalah sebesar Rp2.051.258.365,- berupa
pendapatan diterima dimuka milik SGI saat diakuisisi yang meningkatkan saldo pendapatan diterima
dimuka INET sebesar 4,22% setelah transaksi dilakukan.
18. Utang bank jangka panjang - bagian lancar
Penyesuaian pada pos utang bank jangka panjang - bagian lancar adalah sebesar
Rp24.000.000.000,- berupa utang bank jangka panjang - bagian lancar milik SGI saat diakuisisi yang
meningkatkan saldo utang bank jangka panjang - bagian lancar INET sebesar 1866,67% setelah
transaksi dilakukan.
19. Liabilitas sewa – bagian lancar
Penyesuaian pada pos liabilitas sewa - bagian lancar adalah sebesar Rp1.874.551.500,- berupa
liabilitas sewa - bagian lancar milik SGI saat diakuisisi yang meningkatkan saldo liabilitas sewa -
bagian lancar INET sebesar 844,09% setelah transaksi dilakukan.
20. Uang jaminan pelanggan
Penyesuaian pada pos uang jaminan pelanggan adalah sebesar Rp10.000.000.000,- berupa uang
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk IV-14
Page 91
jaminan pelanggan milik SGI saat diakuisisi yang meningkatkan saldo uang jaminan pelanggan INET
sebesar 4,00% setelah transaksi dilakukan.
21. Liabilitas pajak tangguhan
Penyesuaian pada pos liabilitas pajak tangguhan adalah sebesar Rp4.526.959.261,- merupakan
liabilitas pajak tangguhan yang timbul dari kombinasi bisnis diakui sesuai dengan PSAK No. 212
tentang “Pajak Penghasilan”, di mana pajak tangguhan berasal dari selisih nilai wajar dengan nilai
tercatat aset tetap SGI sebesar Rp4.801.195.362 yang kemudian dikurangi dengan penyesuaian aset
pajak tangguhan sebesar Rp274.236.101,- sehingga menjadi pos baru setelah transaksi dilakukan.
22. Utang bank jangka panjang
Penyesuaian pada pos utang bank jangka panjang adalah sebesar Rp64.000.000.000,- berupa utang
bank jangka panjang milik SGI saat diakuisisi yang meningkatkan saldo utang bank jangka panjang
INET sebesar 891,54% setelah transaksi dilakukan.
23. Liabilitas sewa
Penyesuaian pada pos liabilitas sewa adalah sebesar Rp922.981.555,- berupa liabilitas sewa milik
SGI saat diakuisisi yang meningkatkan saldo liabilitas sewa INET sebesar 572,16% setelah transaksi
dilakukan.
24. Utang lain-lain - pihak berelasi
Penyesuaian pada pos utang lain-lain - pihak berelasi setelah sebesar Rp4.760.430.553,- berupa
utang lain-lain - pihak berelasi milik SGI saat diakuisisi sehingga menjadi pos baru setelah transaksi
dilakukan.
25. Liabilitas imbalan pasca kerja
Penyesuaian pada pos liabilitas imbalan pasca kerja adalah sebesar Rp12.256.595.219,- berupa
liabilitas imbalan pasca kerja milik SGI saat diakuisisi yang meningkatkan saldo liabilitas imbalan
pasca kerja INET sebesar 1825,84% setelah transaksi dilakukan.
26. Kepentingan non pengendali
Penyesuaian sebesar Rp145.071.948.274.- yang berdasarkan dalam Laporan Asurans Praktisi
Independen atas Kompilasi Informasi Keuangan Proforma Konsolidasian Proforma INET, yang
meningkatkan saldo kepentingan non pengendali INET sebesar 740146,16% setelah transaksi
dilakukan.
Setelah transaksi efektif dilaksanakan INET akan mengalami peningkatan yang signifikan pada bagian
aset, liabilitas, dan ekuitas. Total aset lancar INET tercatat mengalami penyesuaian sebesar Rp412,7
miliar dan total aset tidak lancar INET mengalami penyesuaian sebesar Rp363,3 miliar sehingga
penyesuaian total aset INET adalah sebesar Rp775,9 miliar dan total aset INET mengalami kenaikan
sebesar 102,04%.
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk IV-15
Page 92
Total liabilitas jangka pendek INET tercatat mengalami penyesuaian sebesar Rp544,4 miliar dan total
liabilitas jangka panjang INET mengalami penyesuaian sebesar Rp23,6 miliar sehingga penyesuaian total
liabilitas INET adalah sebesar Rp86,5 miliar dan total liabilitas INET mengalami kenaikan sebesar
1001,66%.
Total ekuitas INET tercatat mengalami penyesuaian sebesar Rp145,1 miliar, sehingga Total Ekuitas INET
mengalami kenaikan sebesar 33,80%.
Selanjutnya penyesuaian pada beberapa pos Laba (Rugi) Proforma dengan rincian sebagai berikut:
Tabel IV.8. Laporan Laba (Rugi) Proforma INET pada Tanggal 31 Desember 2025 (dalam Rupiah penuh)
Keterangan Sebelum Transaksi Penyesuaian Setelah Transaksi
Pendapatan neto 429.211.626.608 - 429.211.626.608
Beban pokok pendapatan 760.371.208.255 - 760.371.208.255
Laba Bruto 43.889.923.069 - 43.889.923.069
Beban penjualan (1.612.556.124) - (1.612.556.124)
Beban umum dan administrasi (11.297.008.036) - (11.297.008.036)
Penghasilan (beban) usaha lainnya -
(657.702.535) - (657.702.535)
neto
Laba Usaha 30.322.656.374 - 30.322.656.374
Penghasilan keuangan 1.667.940.738 - 1.667.940.738
Beban keuangan (550.164.084) - (550.164.084)
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 31.440.433.028 - 31.440.433.028
Beban pajak penghasilan (bersih) (6.951.371.805) - (6.951.371.805)
Laba Periode Berjalan 24.489.061.223 - 24.489.061.223
Sumber: Laporan Asurans Praktisi Independen atas Kompilasi Informasi Keuangan Proforma Konsolidasian
Proforma INET
Berdasarkan laporan laba rugi proforma, setelah transaksi efektif dilaksanakan INET tidak terdapat
penyesuaian pada pos laba bruto, laba usaha, laba sebelum pajak penghasil, dan laba periode berjalan.
IV.6 ANALISIS INKREMENTAL
IV.6.1 Asumsi Proyeksi Keuangan INET
Dalam penyusunan proyeksi keuangan, berbagai asumsi dikembangkan berdasarkan kinerja INET pada
tahun-tahun sebelumnya, dan berdasarkan rencana manajemen di masa yang akan datang. Di samping
itu, berbagai informasi dan saran yang relevan diberikan sehubungan dengan perubahan-perubahan pada
setiap faktor dalam jangka waktu yang telah ditetapkan juga turut menjadi bahan pertimbangan. Secara
garis besar, tidak ada penyesuaian yang kami lakukan terhadap target kinerja INET.
IV.6.2 Periode Proyeksi Keuangan INET
Proyeksi keuangan eksplisit (periode tetap) yang digunakan didasarkan pada Business Plan manajemen
mulai 31 Desember 2026 sampai dengan 31 Desember 2030 yang kemudian kami sesuaikan dengan
kinerja INET pada 31 Desember 2025. Ditetapkan proyeksi hingga 31 Desember 2030 dengan
mempertimbangkan pada tahun tersebut perusahaan sudah mencapai fase maturity-nya, dengan
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk IV-16
Page 93
indikator tidak terdapat peningkatan pendapatan yang signifikan sehingga proyeksi setelah periode
tersebut sudah dapat tercermin dari proyeksi keuangan 31 Desember 2030.
IV.6.3 Kontribusi Nilai Tambah terhadap INET
Berdasarkan proyeksi keuangan INET yang disusun oleh manajemen INET, proyeksi laba rugi INET untuk
tahun yang berakhir pada periode 31 Desember 2026 – 31 Desember 2030 adalah sebagai berikut:
Tabel IV.9 Proyeksi Laba Rugi INET Tanpa Transaksi (dalam Rupiah penuh)
FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Pendapatan neto 1.984.161.640.373 3.057.869.344.383 4.448.895.088.360 5.852.509.609.120 7.221.802.772.761
Beban pokok pendapatan (1.712.398.660.126) (2.384.346.420.349) (3.256.381.635.438) (4.055.679.669.637) (4.863.109.781.285)
Laba Bruto 271.762.980.247 673.522.924.034 1.192.513.452.922 1.796.829.939.483 2.358.692.991.476
Beban penjualan (22.606.362.397) (43.139.343.604) (76.227.075.878) (114.417.261.590) (156.696.571.555)
Beban umum dan administrasi (97.309.378.129) (112.449.084.308) (125.242.428.648) (136.198.426.103) (145.442.169.440)
Penghasilan (beban) usaha
(4.077.805.322) (3.905.525.965) (3.686.384.422) (3.416.738.478) (3.070.549.818)
lainnya - neto
Laba Usaha 147.769.434.399 514.028.970.157 987.357.563.974 1.542.797.513.313 2.053.483.700.663
Penghasilan keuangan 111.993.707 120.370.721.276 85.880.321.511 85.890.881.678 152.497.770
Beban keuangan (47.884.795.982) (292.061.062.199) (194.881.249.699) (193.201.437.199) (19.671.463.030)
Laba Sebelum Pajak
99.996.632.125 342.338.629.234 878.356.635.786 1.435.486.957.792 2.033.964.735.404
Penghasilan
Beban pajak penghasilan
(28.600.341.589) (81.537.416.399) (198.889.751.271) (316.897.477.002) (456.152.563.856)
(bersih)
Laba Periode Berjalan 71.396.290.536 260.801.212.835 679.466.884.514 1.118.589.480.791 1.577.812.171.548
Sumber: Manajemen INET (data diolah)
Tabel IV.10 Proyeksi Laba Rugi INET Dengan Transaksi (dalam Rupiah penuh)
FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Pendapatan neto 2.272.896.718.421 3.362.810.667.431 4.865.044.511.408 6.320.784.432.168 7.730.627.595.809
Beban pokok pendapatan (1.847.088.208.956) (2.542.270.453.749) (3.520.022.131.356) (4.399.303.527.835) (5.239.603.460.122)
Laba Bruto 425.808.509.465 820.540.213.682 1.345.022.380.051 1.921.480.904.333 2.491.024.135.687
Beban penjualan (22.722.933.062) (43.267.571.336) (76.361.714.997) (114.558.632.664) (156.845.011.182)
Beban umum dan administrasi (124.620.755.977) (152.164.571.962) (177.568.871.480) (196.095.663.404) (203.485.849.685)
Penghasilan (beban) usaha
(17.455.821.403) (17.684.882.528) (17.879.121.682) (18.035.257.855) (18.127.624.777)
lainnya - neto
Laba Usaha 261.008.999.023 607.423.187.856 1.073.212.671.892 1.592.791.350.410 2.112.565.650.042
Penghasilan keuangan 1.117.714.770 121.376.442.338 86.886.042.573 86.896.602.741 1.158.218.833
Beban keuangan (33.640.142.410) (275.145.551.485) (215.077.738.985) (196.407.926.485) (22.081.952.316)
Laba Sebelum Pajak
228.486.571.382 453.654.078.709 945.020.975.481 1.483.280.026.666 2.091.641.916.559
Penghasilan
Beban pajak penghasilan
(39.014.875.761) (93.165.380.730) (206.631.853.839) (329.306.759.812) (469.650.564.524)
(bersih)
Laba Periode Berjalan 189.471.695.622 360.488.697.979 738.389.121.642 1.153.973.266.853 1.621.991.352.035
Sumber: Manajemen INET (data diolah)
Berdasarkan proyeksi laba rugi tanpa transaksi dan dengan transaksi, bila Transaksi menjadi efektif dapat
dilihat bahwa INET memiliki Proyeksi total laba bersih pada periode 31 Desember 2026 – 2030 dengan
Transaksi lebih tinggi sebesar 9,61% dibandingkan proyeksi total laba bersih pada periode 31 Desember
2026 – 2030 tanpa Transaksi. Hal ini menunjukkan bahwa dengan adanya Transaksi yang dilakukan
mampu memberikan kontribusi nilai tambah terhadap INET.
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk IV-17
Page 94
IV.6.4 Kontribusi Nilai Tambah terhadap Rasio Keuangan INET
Berdasarkan proyeksi keuangan INET yang disusun oleh manajemen INET, berikut adalah perkembangan
indikator utama keuangan INET untuk tahun yang berakhir pada periode 31 Desember 2026 – 31
Desember 2030 adalah sebagai berikut:
Tabel IV.11. Proyeksi Rasio Keuangan INET Tanpa Transaksi
FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
PROFITABILITY
Gross Profit Margin 13,70% 22,03% 26,80% 30,70% 32,66%
Operating Profit Margin 7,45% 16,81% 22,19% 26,36% 28,43%
Net Profit Margin 3,60% 8,53% 15,27% 19,11% 21,85%
Rate of Return on Asset 1,25% 4,73% 8,80% 14,88% 17,20%
Rate of Return on Equity 1,87% 6,39% 12,47% 17,07% 19,45%
Sumber: Manajemen INET (data diolah)
Tabel IV.12. Proyeksi Rasio Keuangan INET Dengan Transaksi
FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
PROFITABILITY
Gross Profit Margin 18,73% 24,40% 27,65% 30,40% 32,22%
Operating Profit Margin 11,48% 18,06% 22,06% 25,20% 27,33%
Net Profit Margin 8,34% 10,72% 15,18% 18,26% 20,98%
Rate of Return on Asset 3,13% 5,86% 9,04% 14,42% 16,70%
Rate of Return on Equity 4,84% 8,44% 12,97% 16,89% 19,23%
Sumber: Manajemen INET (data diolah)
Berdasarkan proyeksi rasio keuangan INET tanpa transaksi dan dengan transaksi untuk periode 31
Desember 2026 – 31 Desember 2030, rata-rata gross profit margin INET tanpa transaksi tercatat sebesar
25,18% dan rata-rata gross profit margin INET dengan transaksi tercatat sebesar 26,68%. Rata-rata
operating profit margin INET tanpa Transaksi tercatat sebesar 20,25% dan rata-rata operating profit
margin INET dengan Transaksi tercatat sebesar 20,83%. Rata-rata net profit margin INET tanpa transaksi
tercatat sebesar 13,67% dan rata-rata net profit margin INET dengan transaksi tercatat sebesar 14,69%.
Rata-rata return on asset INET tanpa transaksi tercatat sebesar 9,37%. dan rata-rata return on asset INET
dengan transaksi tercatat sebesar 9,83%. Rata-rata return on equity INET tanpa transaksi tercatat sebesar
11,45% dan rata-rata return on equity INET dengan Transaksi tercatat sebesar 12,47%.
Secara garis besar, berdasarkan proyeksi rasio keuangan INET tanpa transaksi dan dengan transaksi,
bila Transaksi menjadi efektif dapat dilihat terdapat perubahan terhadap proyeksi rasio keuangan INET
pada periode 31 Desember 2026 – 31 Desember 2030. Perubahan tersebut sejalan dengan
bertambahnya pengembalian INET yang secara langsung mempengaruhi proyeksi rasio keuangan INET
konsolidasi menjadi lebih tinggi.
IV.7 PERHITUNGAN NILAI KINI LABA (RUGI) BERSIH TANPA DAN DENGAN TRANSAKSI
IV.7.1 Penentuan Tingkat Diskonto
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk IV-18
Page 95
IV.7.1.1 Penentuan Biaya Modal Untuk Ekuitas
Untuk mendiskonto arus kas bersih tiap-tiap tahun, tingkat diskonto yang digunakan adalah biaya modal
ekuitas (cost of equity) digunakan capital asset pricing model (CAPM) dengan menggunakan persamaan
sebagai berikut:
k e = R f + ( RPm ) − RBDS
dimana:
ke = Balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu, atau biaya modal ekuitas/saham biasa
Rf = Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko (risk free rate)
β = Beta
RPm = Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk premium)
RBDS = Rating-based default spread
Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak memiliki kemungkinan gagal
bayar. Instrumen bebas risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk jangka
panjang. Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal 31 Desember 2025, maka instrumen
bebas risiko yang dipakai adalah obligasi Pemerintah Indonesia dalam mata uang Rupiah dengan tenor
30 tahun dengan yield sebesar 6,70% yang diperoleh dari situs PHEI (www.phei.co.id), dan angka
tersebut akan digunakan sebagai tingkat balikan bebas risiko.
Rpm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan tingkat balikan investasi dalam
bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk premium memasukkan premi untuk risiko spesifik
negara (country-specific risk premiums) seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan base equity
market risk premium. Dengan mengikutsertakan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang
mengakomodasi perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar negara yang
bersangkutan. Untuk penilaian ini, kami menggunakan tingkat premi risiko sebesar 6,69% untuk negara
Indonesia, yang diolah dari hasil riset Aswath Damodaran (New York University Business School) sampai
dengan bulan Januari 2026.
Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan dikalikan dengan
market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium.
Untuk memperoleh faktor beta yang sesuai kami menggunakan data unlevered beta dari perusahaan
pembanding yang bergerak dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi sebesar 0,62 yang kami
diperoleh dari S&P Capital IQ per 31 Desember 2025.
Dalam perhitungan digunakan beta dari perusahaan-perusahaan tersebut sebagai beta untuk menghitung
cost of equity INET, di mana beta tersebut dihitung dari rata-rata unlevered beta. Cara ini dilakukan untuk
menetralisir pengaruh leverage yang ada di masing-masing perusahaan terhadap beta. Perusahaan yang
sama dengan leverage yang berbeda akan memiliki cost of equity yang berbeda pula, oleh karena itu
pengaruh leverage yang ada di tiap perusahaan perlu dinetralisir dengan cara menghitung unlevered beta.
Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding yang diperoleh dari perhitungan ini kemudian di-
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk IV-19
Page 96
relevered dengan tingkat leverage pasar pada industri sejenis untuk memperoleh beta yang sesuai untuk
mendiskonto arus kas bersih INET dengan formula sebagai berikut:
L = U (1 + (1 − T ) DER)
dimana:
T = Tingkat pajak
DER = Debt to Equity Ratio
βL = Beta levered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur secara objektif dari
responsivitas pengembalian perusahaan terhadap pergerakan pengembalian portofolio pasar
apabila dibandingkan dengan portofolio pasar dengan pengaruh utang
βU = Beta unlevered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur secara objektif dari
responsivitas pengembalian perusahaan terhadap pergerakan pengembalian portofolio pasar
apabila dibandingkan dengan portofolio pasar tanpa pengaruh utang
Tabel IV.13. Perusahaan Pembanding dan Perhitungan Unlevered Beta
Beta 3 Total Debt Market
Unlevered
No. Companies Ticker Country Years Tax (Million Capitalization DER
Beta
(Country) IDR) (Million IDR)
1 PT First Media Tbk KBLV Indonesia 0,47 0,00% - 0,00%
310.106 0,47
2 PT Indointernet Tbk. EDGE Indonesia 0,68 22,00% 26,84%
2.445.796 9.111.328 0,56
PT Indosat Ooredoo
3 ISAT Indonesia 1,10 22,00% 73,39%
Hutchison Tbk 54.915.153 74.821.881 0,70
4 PT Ketrosden Triasmitra KETR Indonesia 0,90 22,00% 22,53%
685.038 3.040.151 0,76
PT Mora Telematika
5 MORA Indonesia 0,59 22,00% 1,88%
Indonesia Tbk 5.345.343 284.942.358 0,58
PT Solusi Sinergi Digital
6 WIFI Indonesia 1,09 22,00% 32,14%
Tbk 5.544.517 17.252.784 0,88
PT Visi Telekomunikasi
7 GOLD Indonesia 0,47 22,00% - 0,00%
Infrastruktur Tbk 421.501 0,47
PT. Jasnita Telekomindo
8 JAST Indonesia 0,73 0,00% 35.116 31,80%
Tbk 110.423 0,55
Sumber: S&P Capital IQ (data diolah)
Sama halnya dengan data unlevered beta, data DER juga diperoleh dari rata-rata 8 perusahaan
pembanding yang kami gunakan yang bergerak dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi yang
bersumber dari S&P Capital IQ 31 Desember 2025. Dari data tersebut, DER yang dihasilkan adalah
23,57%. Dengan memasukkan persamaan di atas, diperoleh nilai βL sebesar 0,74.
Dalam penilaian ini juga digunakan RBDS untuk melakukan penyesuaian terhadap biaya modal ekuitas
mengingat dalam perhitungan biaya modal ekuitas ini digunakan Rpm yang berasal dari hasil riset Aswath
Damodaran, dimana nilai RBDS sebesar 1,62% digunakan untuk mengurangi besaran biaya modal
ekuitas.
Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan CAPM diperoleh biaya modal
atas ekuitas INET adalah:
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk IV-20
Page 97
Tabel IV.14. Biaya Modal untuk Ekuitas INET
FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Unlevered Beta 0,62 0,62 0,62 0,62 0,62
Tax Rate (Effective Tax Rate) 22,00% 22,00% 22,00% 22,00% 22,00%
Debt to Equity Ratio (DER) 23,57% 23,57% 23,57% 23,57% 23,57%
Beta Relevered 0,74 0,74 0,74 0,74 0,74
Risk Free Rate (Rf) 6,70% 6,70% 6,70% 6,70% 6,70%
Risk Premium Market (Rpm) 6,69% 6,69% 6,69% 6,69% 6,69%
Beta (β) 0,74 0,74 0,74 0,74 0,74
Specific Risk (SR) 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Rating Based Default Spread (RBDS) 1,62% 1,62% 1,62% 1,62% 1,62%
Cost of Equity (CoE) 10,01% 10,01% 10,01% 10,01% 10,01%
Sumber: data diolah
IV.7.1.2 Penentuan Biaya Modal Untuk Hutang
Penentuan posisi tingkat leverage yang optimal adalah mencari titik dimana tambahan penghematan
pajak yang berasal dari tambahan utang akan sama dengan tambahan biaya bunga sebagai akibat dari
risiko gagal bayar yang diantisipasi dari keberadaan keseluruhan utang. Biaya utang diperoleh dari rata-
rata suku bunga kredit investasi bank Pemerintah Indonesia per Desember 2025 untuk mata uang Rupiah
yaitu sebesar 8,44% dengan perhitungan sebagai berikut:
Kd = i x (1-T)
Kd = 8,44% x (1-22%) = 6,58%
IV.7.1.3 Tingkat Diskonto INET
Untuk kepentingan penilaian, komposisi pendanaan dihitung berdasarkan kinerja perbandingan interest
bearing debt dengan ekuitasnya, di mana komposisi struktur permodalan INET diasumsikan mengikuti
struktur permodalan pasar dari S&P Capital IQ per 31 Desember 2025. Dengan demikian struktur hutang
sebesar 19,08%, sedangkan sisanya yaitu sebesar 80,92% akan dipenuhi dengan modal sendiri. Dengan
mempertimbangkan faktor-faktor di atas dan kekuatan/kelebihan serta risiko yang dihadapi, kami
berpendapat bahwa tingkat diskonto sebesar 9,36% untuk INET adalah wajar untuk mendiskonto arus
kas bersih dengan perhitungan sebagai berikut:
Tabel IV.15. WACC INET
FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Cost of Equity (CoE) 10,01% 10,01% 10,01% 10,01% 10,01%
Interest Rate 8,44% 8,44% 8,44% 8,44% 8,44%
Tax Rate (Effective Tax Rate) 22,00% 22,00% 22,00% 22,00% 22,00%
Cost of Debt (CoD) 6,58% 6,58% 6,58% 6,58% 6,58%
Weighted Equity (WE) 80,92% 80,92% 80,92% 80,92% 80,92%
Weighted Debt (WD) 19,08% 19,08% 19,08% 19,08% 19,08%
Weighted Cost of Equity (WCoE) 8,10% 8,10% 8,10% 8,10% 8,10%
Weighted Cost of Debt (WCoD) 1,26% 1,26% 1,26% 1,26% 1,26%
Weighted Average Cost of Capital (WACC) 9,36% 9,36% 9,36% 9,36% 9,36%
Sumber: data diolah
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk IV-21
Page 98
IV.7.2 Perhitungan Nilai Kini
Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan INET untuk periode yang berakhir pada
periode 31 Desember 2026 sampai dengan 31 Desember 2030 adalah sebagai berikut:
Tabel IV.16. Nilai Kini Tanpa Transaksi (dalam Rupiah penuh)
FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Laba Bersih 71.396.290.536 260.801.212.835 679.466.884.514 1.118.589.480.791 1.577.812.171.548
Tingkat Diskonto 9,36% 9,36% 9,36% 9,36% 9,36%
Faktor Diskonto 0,91 0,84 0,76 0,70 0,64
Nilai Kini dari Laba Bersih 65.288.501.559 218.087.971.385 519.578.837.946 782.194.833.474 1.008.928.911.347
Total Nilai Kini 2.594.079.055.711
Sumber: Manajemen INET (data diolah)
Tabel IV.17. Nilai Kini Dengan Transaksi (dalam Rupiah penuh)
FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Laba Bersih 189.471.695.622 360.488.697.979 738.389.121.642 1.153.973.266.853 1.621.991.352.035
Tingkat Diskonto 9,36% 9,36% 9,36% 9,36% 9,36%
Faktor Diskonto 0,91 0,84 0,76 0,70 0,64
Nilai Kini dari Laba Bersih 173.262.826.433 301.448.938.810 564.635.849.839 806.937.614.559 1.037.179.202.020
Total Nilai Kini 2.883.464.431.660
Sumber: Manajemen INET (data diolah)
Berdasarkan Proyeksi Laba (Rugi) INET tanpa dan dengan Transaksi, Nilai Kini Laba (Rugi) Bersih
dengan Transaksi lebih tinggi dibandingkan dari perhitungan Nilai Kini Laba (Rugi) Bersih tanpa Transaksi
Setelah Transaksi menjadi efektif, perhitungan Nilai Kini Laba (Rugi) Bersih INET tanpa transaksi adalah
sebesar Rp2.594.079.055.711,-. Setelah terjadi transaksi perhitungan Nilai Kini Laba (Rugi) Bersih INET
menjadi Rp2.883.464.431.660,-. Nilai Kini Laba (Rugi) Bersih INET dengan Transaksi tersebut lebih tinggi
sebesar 11,16% dari perhitungan Nilai Kini Laba (Rugi) Bersih INET tanpa Transaksi, hal ini menunjukkan
bahwa dengan adanya Rencana Transaksi yang dilakukan mampu memberikan nilai tambah terhadap
INET.
IV.8 KESIMPULAN ANALISIS KUANTITATIF
Berdasarkan laporan keuangan historis INET, kinerja keuangan INET menunjukkan tren yang positif dan
berkelanjutan. Hal ini tercermin dari pertumbuhan laba yang sejalan dengan peningkatan total aset dan
total ekuitas. Kinerja ini dapat dicapai INET di tengah ketidakpastian perekonomian global, yang
mencerminkan efektivitas operasional INET.
Berdasarkan perbandingan laporan keuangan proforma INET tanpa transaksi dan dengan transaksi,
diketahui bahwa transaksi akan meningkatkan total aset, total liabilitas dan total ekuitas INET secara
keseluruhan.
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk IV-22
Page 99
Berdasarkan perbandingan proyeksi laba bersih INET tanpa transaksi dan dengan transaksi, diketahui
bahwa INET memiliki proyeksi laba bersih lebih tinggi dengan transaksi dibandingkan tanpa Transaksi.
Hal ini menunjukkan bahwa Transaksi yang akan dilakukan INET akan berdampak positif pada kinerja
laba (rugi) INET di masa yang akan datang.
Berdasarkan perbandingan nilai kini laba (rugi) bersih INET tanpa transaksi dan dengan transaksi pada
periode proyeksi tahun 2026-2030, diketahui bahwa INET memiliki proyeksi nilai kini laba (rugi) bersih
lebih tinggi dengan transaksi dibandingkan tanpa Transaksi. Hal ini menunjukkan bahwa rencana
transaksi yang akan dilakukan INET akan berdampak positif pada nilai kini laba (rugi) bersih INET.
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk IV-23
Page 100
BAB V
ANALISIS ATAS KEWAJARAN NILAI TRANSAKSI
V.1 DESKRIPSI ANALISIS KEWAJARAN
Berdasarkan informasi yang kami terima dari Pemberi Tugas, rencana transaksi yang akan dilaksanakan
oleh INET adalah akuisisi atas 60% saham SGI (“Rencana Transaksi”). INET berpandangan bahwa
pengambilalihan sebagian saham SGI diharapkan dapat meningkatkan skala dan jangkauan bisnis INET
melalui pemanfaatan posisi dan kompetensi SGI sebagai perusahaan jasa pelaksanaan konstruksi
telekomunikasi. Akuisisi ini diharapkan dapat memperkuat penetrasi pasar INET, khususnya di Pulau Jawa
dan Kalimantan, serta mempercepat pembangunan jaringan telekomunikasi bawah laut. Dengan aset kapal
pemasang kabel laut (cable laying vessel) yang dimiliki SGI, INET dapat meningkatkan efisiensi dalam
pembangunan, perbaikan, dan pemeliharaan jaringan. Sinergi ini diharapkan menghasilkan infrastruktur
telekomunikasi yang lebih kuat dan terintegrasi, sekaligus menekan biaya ekspansi layanan internet dan
mempercepat pertumbuhan bisnis perusahaan INET.
V.2. SUSUNAN PEMEGANG SAHAM
V.2.1 Susunan Pemegang Saham INET
Struktur permodalan dan susunan pemegang saham INET berdasarkan laporan tahunan INET untuk tahun
2025, susunan pemegang saham INET per tanggal 31 Desember 2025, adalah sebagai berikut:
Tabel V.1. Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham INET
Jumlah Saham Persentase
Keterangan
(Lembar) %
PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara 5.360.707.200 55,95%
Muhammad Arif (Direktur utama) 10.000 0,01%
Masyarakat (masing-masing di bawah 5%) 4.220.358.096 44,04%
Total 9.581.075.296 100,00%
Sumber: Laporan Keuangan Audit INET, 31 Desember 2025
V.2.2 Susunan Pemegang Saham SGI
Struktur permodalan dan susunan pemegang saham SGI berdasarkan laporan tahunan SGI untuk tahun
2025, susunan pemegang saham SGI per tanggal 31 Desember 2025, adalah sebagai berikut
Tabel V.2. Komposisi Pemegang Saham SGI Per 31 Desember 2025
Jumlah Saham Persentase
Keterangan
(Lembar) %
Chandra Arie Setiawan 66.000 55,00%
Lisa Anggraini 54.000 45,00%
Total 120.000 100,00%
Sumber: Laporan Keuangan Audit SGI, 31 Desember 2025
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk V-1
Page 101
V.3 PROSEDUR PENGAMBILAN KEPUTUSAN ATAS TRANSAKSI
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen INET, proses pengambilan keputusan atas Rencana
Transaksi telah dilakukan melalui proses yang sesuai prosedur internal INET. Setelah menentukan rencana
atas transaksi Dewan Direksi harus memperoleh persetujuan dari Dewan Komisaris. Sebelum Dewan
Direksi mengusulkan usulan rencana atas Transaksi, Dewan Direksi telah melalui tahapan proses analisis
internal, sebagaimana konfirmasi dengan manajemen INET. Dengan demikian, manajemen telah mengikuti
prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan rencana dan nilai transaksi dengan
memperhatikan alternatif lain.
V.4 SEKTOR INDUSTRI TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
V.4.1 Gambaran Umum Industri Teknologi Informasi dan Komunikasi (B2B)
Sektor teknologi informasi dan komunikasi (TIK) berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi
Indonesia melalui peningkatan produktivitas, efisiensi, dan inovasi lintas sektor. Perkembangan TIK
mencerminkan kemajuan transformasi digital yang menjadi salah satu pilar pembangunan ekonomi
nasional. Distribusi Produk Domestik Bruto (PDB) menurut lapangan usaha mencerminkan struktur ekonomi
Indonesia yang masih didominasi oleh sektor-sektor tradisional. Sektor informasi dan komunikasi, meskipun
memiliki peran strategis dalam mendukung transformasi digital dan inovasi, belum memberikan kontribusi
signifikan terhadap PDB. Sektor informasi dan komunikasi terhadap PDB masih relatif rendah, yakni berada
di bawah 5% dalam lima tahun terakhir dan hanya mencapai 4,34% pada 2024, menempatkannya di posisi
ketujuh struktur ekonomi nasional. Kondisi ini menunjukkan bahwa potensi ekonomi digital Indonesia belum
sepenuhnya optimal dan perlu didorong lebih lanjut agar mampu menjadi sumber pertumbuhan baru.
Penyelenggara telekomunikasi memiliki peran penting dalam menyediakan infrastruktur komunikasi modern
yang mendukung berbagai sektor, termasuk ekonomi, pendidikan, dan pemerintahan. Seiring
perkembangan teknologi digital, kebutuhan akan konektivitas cepat dan andal terus meningkat. Di
Indonesia, ISP menjadi salah satu penyedia utama layanan internet yang menawarkan kecepatan dan
kestabilan lebih baik dibanding layanan seluler, sehingga banyak digunakan untuk kebutuhan rumah,
kantor, dan institusi. Pada 2024, terdapat 2.272 penyelenggara telekomunikasi di Indonesia, terdiri dari 639
jaringan tetap, 22 jaringan bergerak, 1.435 jaringan bergerak satelit, dan 176 penyelenggara telekomunikasi
khusus. Secara umum, jumlah penyelenggara jaringan tetap, jaringan bergerak satelit, dan telekomunikasi
khusus terus meningkat, sementara penyelenggara jaringan bergerak relatif stabil.
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk V-2
Page 102
Tabel V.3. Jumlah Penyelenggara Telekomunikasi di Indonesia (2020-2024)
Tahun
Jenis Penyelenggaraan Telekomunikasi
2020 2021 2022 2023 2024
1. Jaringan Tetap 213 248 325 443 639
a. Jaringan Tetap Lokal 93 122 173 259 413
- Circuit Switch & Jasa Teleponi Dasar 4 4 4 5 5
- Pocket Switch 89 118 169 254 408
b. Jaringan Tetap Jarak Jauh 2 2 2 2 2
c. Jaringan Tetap Internasional 2 2 2 2 2
d. Jaringan Tetap Tertutup 116 122 148 180 222
2. Jaringan Bergerak 25 23 22 22 22
a. Jaringan Bergerak Terestrial Radio Trunking 18 17 18 18 18
b. Jaringan Bergerak Seluler 7 6 4 4 4
c. Jasa Keuangan dan Asuransi - - - - -
3. Jaringan Bergerak Satelit 602 903 1122 1171 1435
a. Jasa Nilai Tambah Telepon 38 196 196 47 69
b. Jasa Multimedia Internet Service Provider (ISP) 473 828 828 1011 1248
c. Jasa Network Access Provider (NAP) 48 46 46 44 43
d. Jasa Internet Telepon Keperluan Publik (ITKP) 16 16 16 16 15
e. Jasa Sistem Komunikasi Data 27 36 36 49 56
f. Jasa Internet Protocol Television (IPT) - - - 4 4
4. Telekomunikasi Khusus 119 133 146 161 176
TOTAL 959 1307 1615 1797 2272
Sumber: Statistik Telekomunikasi Indonesia 2024 (BPS)
Hingga akhir tahun 2023, jaringan fiber optik nasional telah menjangkau 94,75% dari 514 kabupaten/kota
di Indonesia. Seluruh provinsi di Indonesia terkecuali Provinsi Papua dan Papua Barat telah 100% terlayani
fiber optik. Wilayah di Provinsi Papua yang telah terbangun jaring fiber optik adalah 28% atau 8 dari 29
kabupaten/kota. Sementara itu, Provinsi Papua Barat telah terbangun 54% atau 7 dari 13 kabupaten/kota.
Gambar V.1. Persentase Kabupaten/Kota yang Terbangun Jaringan Fiber Optik Tahun 2023
Sumber: Kementerian Komunikasi dan Digital (2024)
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk V-3
Page 103
Jumlah Point of Presence (PoP) layanan jasa ISP yang telah terbangun di seluruh provinsi di Indonesia
mencapai 4.808 PoP pada tahun 2023, atau meningkat 18,67% dibandingkan tahun 2022. Peningkatan ini
didorong oleh bertambahnya izin penyelenggaraan baru serta pengajuan izin dari operator yang mulai
memasuki pasar. Pada tahun 2023, Provinsi Jawa Barat tercatat memiliki jumlah PoP ISP terbanyak, yaitu
966 PoP, sementara Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Papua Barat memiliki jumlah terendah,
masing-masing 3 PoP. Adapun provinsi dengan penambahan PoP terbesar adalah Provinsi Jawa Tengah,
yang mencatat peningkatan sebanyak 204 PoP.
Gambar V.2. Sebaran PoP Layanan Jasa ISP berdasarkan Provinsi Tahun 2023
Sumber: Statistik Telekomunikasi Indonesia 2024 (BPS)
Penyedia layanan ISP memerlukan dukungan Network Access Point (NAP) untuk saling terhubung melalui
pengaturan peering. Pada tahun 2023, jumlah PoP Layanan Jasa NAP tercatat mencapai 368 PoP,
meningkat 16,09% dibandingkan tahun 2022. Provinsi DKI Jakarta menjadi wilayah dengan sebaran PoP
NAP terbanyak, yaitu 77 PoP, mencerminkan perannya sebagai pusat trafik dan aktivitas telekomunikasi
nasional. Di sisi lain, Provinsi Gorontalo, Kalimantan Utara, dan Sulawesi Barat tercatat belum memiliki
sebaran PoP layanan NAP pada tahun yang sama.
Gambar V.3. Sebaran PoP Layanan Jasa NAP berdasarkan Provinsi Tahun 2023
Sumber: Kementerian Komunikasi dan Digital (2024)
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk V-4
Page 104
V.4.2 Gambaran Umum Industri Teknologi Informasi dan Komunikasi (B2C)
Di era digital saat ini, TIK tidak lagi hanya menjadi pelengkap, melainkan telah berperan sebagai
infrastruktur fundamental dalam mendukung pembangunan ekonomi, pemerintahan, pendidikan, hingga
pelayanan publik., peningkatan daya beli masyarakat, serta ekspansi jaringan internet ke wilayah-wilayah
luar Jawa.
Jika dilihat berdasarkan wilayah provinsi, peningkatan akses internet terjadi secara merata meski dengan
capaian yang berbeda-beda. Provinsi Kepulauan Riau mencatat persentase tertinggi, naik dari 81,30% pada
2021 menjadi 89,26% pada 2024, disusul DKI Jakarta yang meningkat dari 85,55% menjadi 87,84%.
Sementara itu, Papua Pegunungan memiliki persentase terendah, hanya 6,76% pada 2024. Data ini
menunjukkan bahwa meskipun akses internet nasional terus membaik, kesenjangan digital antarwilayah
masih menjadi tantangan yang perlu diperhatikan.
Gambar V.4. Persentase Penduduk yang Mengakses Internet Menurut Provinsi (2021 dan 2024)
Sumber: Statistik Telekomunikasi Indonesia 2024 (BPS)
Grafik tingkat penetrasi penggunaan internet di Indonesia periode 2018 – 2025 menunjukkan tren
peningkatan yang konsisten dari tahun ke tahun. Penetrasi internet naik dari 64,80% pada 2018 menjadi
80,66% pada 2025. Kenaikan yang stabil ini mencerminkan perluasan akses internet di seluruh wilayah
Indonesia, didorong oleh pembangunan infrastruktur jaringan serta semakin tingginya kebutuhan
masyarakat terhadap layanan digital untuk aktivitas komunikasi, pekerjaan, pendidikan, dan hiburan.
Grafik V.1. Tingkat Penetrasi Penggunaan Internet di Indonesia (2018 – 2025)
TINGKAT PENETRASI PENGGUNAAN INTERNET DI INDONESIA (2018-2025)
90,00% 79,50% 80,66%
77,01% 78,19%
80,00% 73,70%
70,00% 64,80%
Persentase populasi
60,00%
50,00%
40,00%
30,00%
20,00%
10,00%
0,00%
2018 2020 2022 2023 2024 2025
Sumber: Survei Internet APJII 2025
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk V-5
Page 105
Pelanggan fixed broadband di Indonesia mengalami peningkatan dari sekitar 12,5 juta pada tahun 2021
menjadi 13,64 juta pada tahun 2023, dan melonjak lebih jauh hingga 17,05 juta pada tahun 2024.
Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa adopsi layanan fixed broadband di kalangan kantor, institusi, dan
pelaku bisnis semakin kuat, seiring meningkatnya kebutuhan akan konektivitas yang stabil dan berkapasitas
tinggi.
Grafik V.2. Jumlah Pelanggan Fixed Broadband di Indonesia
JUMLAH PELANGGAN FIXED BROADBAND DI INDONESIA
20.000.000
17.050.609
16.000.000 13.643.379
12.500.995
12.000.000
8.000.000
4.000.000
0
2021 2023 2024
Sumber: Kementerian Komunikasi dan Digital (2024)
Data tahun 2023 menunjukkan bahwa akses internet di Indonesia masih didominasi oleh koneksi mobile
melalui smartphone atau tablet, dengan proporsi sebesar 58,3%, menjadikannya kategori akses yang paling
banyak digunakan. Broadband (DSL, kabel, dan sejenisnya) menempati posisi kedua dengan porsi 21,9%,
mencerminkan peran signifikan layanan broadband dalam menyediakan konektivitas yang lebih stabil bagi
pengguna. Sementara itu, penggunaan UMTS/GPRS/LTE router memberikan kontribusi tambahan sebesar
11,2%. Jenis akses lain seperti satellite, other connection technology, serta the neighbor’s/landlord wireless
connection berada pada kisaran 2-3%. Selain itu, hanya sebagian kecil pengguna yang tidak memiliki akses
internet di rumah (1%) atau tidak mengetahui jenis akses yang digunakan (0,4%).
Grafik V.3. Akses Internet Berdasarkan Jenisnya (2023)
AKSES INTERNET BERDASARKAN JENISNYA (2023)
a) Analog line (dial-up)
b) ISDN
c) Broadband (DSL, cable, etc.)
d) Mobile connection via smartphone / tablets
2023 21,9 58,3 11,2 e) UMTS / GPRS / LTE router
f) Satellite access
g) Other connection technology
h) The neighbor's / landlord's wireless connection
i) I don't have internet access at home
0% 20% 40% 60% 80% 100% j) Don't know
Sumber: Statista (2025)
V.5 RENCANA BISNIS INET
Prospek usaha INET tidak bisa dilepaskan dengan peluang yang tersedia dalam perekonomian, khususnya
dalam industri teknologi informasi dan komunikasi. Berdasarkan data dari Statista, Pendapatan pasar
infrastruktur jaringan di Indonesia diperkirakan akan tumbuh sebesar 5,55% per tahun (CAGR 2025-2030),
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk V-6
Page 106
sementara itu pendapatan fixed data di Indonesia juga diperkirakan akan tumbuh sebesar 2,92% per tahun
(CAGR 2025-2029). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga
berlaku dari informasi dan komunikasi sebesar 4,34% sepanjang tahun 2024. Dalam upaya mendukung
industri teknologi informasi dan komunikasi, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan
Digital (Komdigi) telah menetapkan berbagai kebijakan dan regulasi yang mendukung pengembangan
infrastruktur digital nasional. Salah satunya adalah Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2021 tentang
Pos, Telekomunikasi, dan Penyiaran yang mendorong peningkatan kapasitas jaringan, pemerataan
infrastruktur, serta penguatan ekosistem industri telekomunikasi nasional. Selain itu, pemerintah juga
menetapkan Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik
(SPBE) yang mendorong percepatan digitalisasi layanan publik dan meningkatkan kebutuhan akan layanan
konektivitas dan infrastruktur TIK. Kebijakan-kebijakan tersebut diharapkan dapat memperkuat daya saing
industri TIK dan telekomunikasi nasional (Sumber: Kementerian Komunikasi dan Digital, Statista, dan Badan
Pusat Statistik).
Menurut data BPS dari hasil pendataan Survei Susenas 2024, terdapat 72,78 persen penduduk Indonesia
telah mengakses internet di tahun 2024 dan 69,21 persen di tahun 2023. Tingginya penggunaan internet ini
menunjukkan bahwa masyarakat memiliki akses yang lebih luas terhadap sumber informasi dan menjadi
indikator kesiapan suatu negara atau wilayah dalam menghadapi era transformasi digital. Hal ini
menunjukkan prospek industri teknologi informasi dan komunikasi yang semakin positif, didorong oleh
meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan konektivitas dan komunikasi digital.
Prospek usaha INET sejalan dengan kebutuhan penguatan infrastruktur digital nasional dan peningkatan
konektivitas data di Indonesia. Berdasarkan rencana korporasi INET, INET memfokuskan pengembangan
usahanya pada penyediaan infrastruktur jaringan, konektivitas data, dan layanan pendukung internet.
Kebutuhan akan jaringan berkapasitas besar, latensi rendah, dan konektivitas yang andal terus meningkat
seiring pertumbuhan trafik data, layanan digital, serta konsentrasi aktivitas internet di Pulau Jawa.
Dalam rangka memperkuat posisi bisnis, INET melalui entitas anak menjalankan beberapa proyek strategis.
Proyek tersebut diantaranya:
1. Proyek Submarine Cable (NAP)
INET melalui entitas anak, PT Pusat Fiber Indonesia (PFI) melakukan kerja sama dengan PT Jejaring
Mitra Persada (JMP) mengembangkan proyek kabel bawah laut (Submarine Cable) yang
menghubungkan Jakarta, Batam, dan Singapura dengan skema IRU (Indefeasible Right of Use), yaitu
hak penggunaan jangka panjang atas infrastruktur kabel serat optik dengan nilai kontrak Rp242,6 miliar.
Rencana pembangunan kabel laut ini menargetkan kapasitas jaringan hingga 400 terabyte total, dengan
per jalur (pair) berkapasitas sekitar 25 - 30 terabyte. Proyek ini dirancang untuk memperluas konektivitas
internasional, mengurangi ketergantungan pada pihak ketiga, serta meningkatkan kapasitas dan kualitas
layanan IP Transit, content exchange, dan konektivitas internasional. Dengan proyek ini, INET akan
menargetkan penambahan pendapatan yang mencapai Rp285,5 juta pada tahun 2030.
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk V-7
Page 107
2. Proyek Kontraktor Fiber to The Home (FTTH)
INET melalui PT Internet Anak Bangsa (IAB) berfokus pada kegiatan kontraktor pembangunan dan
pemeliharaan jaringan Fiber to the Home (FTTH) bagi perusahaan ISP dengan target pembangunan
1.000.000 homepass FTTH di Pulau Jawa untuk mendukung pertumbuhan akses broadband tetap di
Indonesia. Latar belakang dilakukannya proyek ini karena potensi pasar dalam jaringan FTTH sangat
besar dengan jumlah rumah tangga Indonesia lebih dari 70 juta. Namun, penetrasi jaringan FTTH masih
relatif rendah di Indonesia. Dengan proyek ini, INET akan menargetkan penambahan pendapatan yang
mencapai Rp111,0 juta pada tahun 2030.
3. Proyek Node Internet (IIX)
INET mengembangkan proyek Node Internet Indonesia Interconnection Exchange (IIX) melalui kerja
sama dengan APJII untuk membangun 58 node IIX di Pulau Jawa. Proyek ini bertujuan mendekatkan
interkoneksi antar pelanggan di pulau Jawa. Saat ini 859 dari 1.300 ISP berada di pulau Jawa. Sehingga
pulau Jawa merupakan pasar yang sangat besar bagi segmen bisnis IIX ini. Latar belakang dilakukannya
proyek karena kebutuhan infrastruktur digital yang lebih dekat dengan pengguna di Indonesia terus
meningkat seiring pertumbuhan pengguna internet, layanan digital, dan lalu lintas data nasional. Kondisi
geografis Indonesia sebagai negara kepulauan dengan distribusi trafik yang tidak merata menyebabkan
tingginya beban pada jaringan inti terpusat, meningkatnya latensi, serta ketergantungan pada node di
luar daerah. Oleh karena itu, keberadaan node internet menjadi solusi yang efisien untuk mendekatkan
trafik dan konten ke pengguna, menekan biaya jaringan, serta meningkatkan kualitas layanan. Dengan
proyek ini, INET akan menargetkan penambahan pendapatan yang mencapai Rp4,7 juta pada tahun
2030.
4. Proyek Fiber to the Home (FTTH)
INET melalui entitas anak PT Garuda Prima Internetindo (GPI) akan melakukan pembangunan jaringan
FTTH di wilayah Bali dan Lombok dengan target 2.000.000 homepass. Hal ini bertujuan untuk penetrasi
pasar layanan internet berkecepatan tinggi menggunakan teknologi terkini dengan harga langganan
Rp299,0 ribu per bulan dan speed up to 2 Gbps. Latar belakang dilakukannya proyek ini karena
Indonesia berada dalam fase akselerasi ekonomi digital yang ditandai oleh pertumbuhan pengguna
internet dan layanan digital, digitalisasi UMKM, pendidikan, kesehatan, serta pemerintahan, yang
mendorong meningkatnya kebutuhan konektivitas yang stabil dan berkecepatan tinggi. Potensi pasar
jaringan FTTH di Indonesia masih sangat besar karena jumlah rumah tangga lebih dari 70 juta dan
tingkat penetrasi FTTH yang masih relatif rendah. Dengan proyek ini, INET akan menargetkan
penambahan pendapatan yang mencapai Rp12,3 juta di tahun 2030.
Sebagai perusahaan yang bergerak dalam penyediaan jasa infrastruktur telekomunikasi, maka INET dalam
menjalankan usahanya memiliki beberapa strategi sebagai berikut :
➢ Pengembangan layanan IP Transit Jakarta - Singapura
➢ IP Transit - menyediakan jalur konektivitas internet dari Indonesia ke jaringan global atau sebaliknya,
lewat kabel laut milik PFI.
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk V-8
Page 108
➢ Exchange Content (peering/Content Delivery) – memungkinkan pengiriman konten lokal atau
internasional dengan latensi rendah menggunakan rute kabel laut.
➢ IPLC (International Private Leased Circuit) – layanan sirkuit khusus internasional untuk perusahaan atau
institusi yang memerlukan koneksi privat langsung antar negara.
➢ Pengembangan bisnis sebagai kontraktor FTTH di Pulau Jawa
➢ Pengembangan FTTH Wi-Fi 7 di Bali – Lombok
➢ Peningkatan kompetensi karyawan
➢ Memberikan potongan harga
➢ Memperkuat positioning
Sebagai perusahaan yang bergerak dalam penyediaan jasa infrastruktur telekomunikasi, INET menerapkan
strategi pengembangan layanan IP Transit Jakarta - Singapura sebagai langkah awal dalam memperkuat
konektivitas internasional. Strategi ini dijalankan melalui Entitas Anak, yaitu PFI yang telah menjalin kerja
sama strategis dengan PT Jejaring Mitra Persada (JMP) dalam pengembangan Sistem Komunikasi Kabel
Laut (SKKL) yang menghubungkan Jakarta, Batam, dan Singapura. Kerja sama tersebut berbentuk
perjanjian Indefeasible Right of Use (IRU), di mana PFI memperoleh hak penggunaan infrastruktur kabel
bawah laut, sementara JMP bertanggung jawab atas penyediaan inti kabel serat optik (fiber optic core) serta
pemeliharaan dan perbaikan jaringan pada jalur Rising-8, khususnya segmen Tanjung Pinggir (Batam) -
Tanah Merah (Singapura).
Di sisi infrastruktur domestik, INET juga mengembangkan bisnis sebagai kontraktor FTTH di Pulau Jawa
melalui entitas anak IAB. Fokus diarahkan pada segmen perumahan skala kecil hingga menengah, kawasan
suburban, dan desa digital yang masih memiliki keterbatasan infrastruktur internet. Dengan menyediakan
layanan pembangunan jaringan last-mile mulai dari penggelaran kabel, pemasangan perangkat optik,
hingga instalasi ke rumah pelanggan, IAB mampu mengisi celah pasar luas. Strategi ini diperkuat melalui
kemitraan dengan ISP lokal maupun nasional dalam berbagai skema kerja sama.
Selanjutnya, untuk memanfaatkan peluang di wilayah dengan pertumbuhan ekonomi digital yang tinggi,
INET melalui entitas anak GPI mengembangkan layanan FTTH dengan dukungan teknologi Wi-Fi 7 di
kawasan Bali - Lombok. Wilayah ini dipandang strategis karena perannya sebagai pusat pariwisata,
edukasi, dan ekonomi kreatif. Dengan menargetkan segmen premium dan produktif seperti vila, hotel,
coworking space, UMKM digital, serta masyarakat urban, layanan ini diposisikan sebagai koneksi ultra-fast
internet yang siap mendukung aktivitas berat seperti 4K/8K streaming, VR/AR tourism, dan smart
home/hospitality system. Untuk mendukung percepatan ekspansi, GPI menjalin kerja sama dengan
pengembang perumahan, pengelola properti pariwisata, dan penyedia infrastruktur lokal, serta menerapkan
strategi bundling layanan, seperti paket FTTH + Wi-Fi 7 router + IoT Smart Home. Upaya ini diperkuat
melalui promosi digital dan edukasi pasar terkait keunggulan Wi-Fi 7. Dengan kombinasi teknologi mutakhir,
pemilihan pasar yang tepat, kemitraan lokal, dan layanan purna jual yang unggul, pengembangan FTTH
Wi-Fi 7 di Bali - Lombok bukan hanya menjanjikan secara finansial, tapi juga memperkuat transformasi
digital kawasan wisata nasional ini.
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk V-9
Page 109
Di samping pengembangan bisnis dan teknologi, INET menyadari bahwa sumber daya yang dimiliki
merupakan suatu aset yang sangat vital dan strategis. Oleh karena itu, INET berkomitmen untuk terus
meningkatkan kompetensi karyawan baik secara teknis dengan keikutsertaan dalam acara-acara
pengembangan kompetensi maupun secara non teknis yaitu peningkatan softskill karyawan dengan tujuan
membangun tim yang solid dan efisien serta mampu selalu berinovasi mengikut perkembangan dunia
teknologi yang berkembang dengan sangat pesat.
Untuk menjaga hubungan jangka panjang dengan pelanggan, INET juga menerapkan kebijakan potongan
harga bagi pelanggan dengan volume pemesanan yang besar. Kebijakan ini mencerminkan pandangan
INET bahwa pelanggan merupakan mitra strategis. INET selalu menawarkan deal terbaik agar semua pihak
dapat diuntungkan dalam kerja sama yang dibangun. Semakin besar jumlah layanan yang dipesan dari
INET, maka INET memberikan potongan harga yang baik sehingga ISP selaku pelanggan INET
mendapatkan banyak manfaat bekerja sama dengan INET
Seluruh strategi tersebut diarahkan untuk memperkuat positioning INET sebagai penyedia jasa infrastruktur
telekomunikasi yang terkemuka dengan memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh mitra yang
menggunakan jasa INET. Dalam jangka panjang, strategi ini diharapkan dapat terus mempertahankan
eksistensi INET dan juga terus meningkatkan kinerja keuangan INET.
V.6 KONTRIBUSI NILAI TAMBAH TERHADAP INET
Berdasarkan proyeksi keuangan INET yang disusun oleh manajemen INET, proyeksi laba rugi INET untuk
tahun yang berakhir pada periode 31 Desember 2026 – 31 Desember 2030 adalah sebagai berikut::
Tabel V.4. Proyeksi Laba Rugi INET Tanpa Transaksi (dalam Rupiah penuh)
FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Pendapatan neto 1.984.161.640.373 3.057.869.344.383 4.448.895.088.360 5.852.509.609.120 7.221.802.772.761
Beban pokok pendapatan (1.712.398.660.126) (2.384.346.420.349) (3.256.381.635.438) (4.055.679.669.637) (4.863.109.781.285)
Laba Bruto 271.762.980.247 673.522.924.034 1.192.513.452.922 1.796.829.939.483 2.358.692.991.476
Beban penjualan (22.606.362.397) (43.139.343.604) (76.227.075.878) (114.417.261.590) (156.696.571.555)
Beban umum dan administrasi (97.309.378.129) (112.449.084.308) (125.242.428.648) (136.198.426.103) (145.442.169.440)
Penghasilan (beban) usaha
(4.077.805.322) (3.905.525.965) (3.686.384.422) (3.416.738.478) (3.070.549.818)
lainnya - neto
Laba Usaha 147.769.434.399 514.028.970.157 987.357.563.974 1.542.797.513.313 2.053.483.700.663
Penghasilan keuangan 111.993.707 120.370.721.276 85.880.321.511 85.890.881.678 152.497.770
Beban keuangan (47.884.795.982) (292.061.062.199) (194.881.249.699) (193.201.437.199) (19.671.463.030)
Laba Sebelum Pajak
99.996.632.125 342.338.629.234 878.356.635.786 1.435.486.957.792 2.033.964.735.404
Penghasilan
Beban pajak penghasilan
(28.600.341.589) (81.537.416.399) (198.889.751.271) (316.897.477.002) (456.152.563.856)
(bersih)
Laba Periode Berjalan 71.396.290.536 260.801.212.835 679.466.884.514 1.118.589.480.791 1.577.812.171.548
Sumber: Manajemen INET (data diolah)
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk V-10
Page 110
Tabel V.5. Proyeksi Laba Rugi INET Dengan Transaksi (dalam Rupiah penuh)
FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Pendapatan neto 2.272.896.718.421 3.362.810.667.431 4.865.044.511.408 6.320.784.432.168 7.730.627.595.809
Beban pokok pendapatan (1.847.088.208.956) (2.542.270.453.749) (3.520.022.131.356) (4.399.303.527.835) (5.239.603.460.122)
Laba Bruto 425.808.509.465 820.540.213.682 1.345.022.380.051 1.921.480.904.333 2.491.024.135.687
Beban penjualan (22.722.933.062) (43.267.571.336) (76.361.714.997) (114.558.632.664) (156.845.011.182)
Beban umum dan administrasi (124.620.755.977) (152.164.571.962) (177.568.871.480) (196.095.663.404) (203.485.849.685)
Penghasilan (beban) usaha
(17.455.821.403) (17.684.882.528) (17.879.121.682) (18.035.257.855) (18.127.624.777)
lainnya - neto
Laba Usaha 261.008.999.023 607.423.187.856 1.073.212.671.892 1.592.791.350.410 2.112.565.650.042
Penghasilan keuangan 1.117.714.770 121.376.442.338 86.886.042.573 86.896.602.741 1.158.218.833
Beban keuangan (33.640.142.410) (275.145.551.485) (215.077.738.985) (196.407.926.485) (22.081.952.316)
Laba Sebelum Pajak
228.486.571.382 453.654.078.709 945.020.975.481 1.483.280.026.666 2.091.641.916.559
Penghasilan
Beban pajak penghasilan
(39.014.875.761) (93.165.380.730) (206.631.853.839) (329.306.759.812) (469.650.564.524)
(bersih)
Laba Periode Berjalan 189.471.695.622 360.488.697.979 738.389.121.642 1.153.973.266.853 1.621.991.352.035
Sumber: Manajemen INET (data diolah)
Berdasarkan proyeksi laba rugi tanpa transaksi dan dengan transaksi, bila Transaksi menjadi efektif dapat
dilihat bahwa INET memiliki Proyeksi total laba bersih pada periode 31 Desember 2026 – 2030 dengan
Transaksi lebih tinggi sebesar 9,61% dibandingkan proyeksi total laba bersih pada periode 31 Desember
2026 – 2030 tanpa Transaksi. Hal ini menunjukkan bahwa dengan adanya Transaksi yang dilakukan mampu
memberikan kontribusi nilai tambah terhadap INET.
V.7 PERHITUNGAN NILAI KINI LABA (RUGI) BERSIH TANPA DAN DENGAN TRANSAKSI
V.7.1 Penentuan Tingkat Diskonto
V.7.1.1 Penentuan Biaya Modal Untuk Ekuitas
Untuk mendiskonto arus kas bersih tiap-tiap tahun, tingkat diskonto yang digunakan adalah biaya modal
ekuitas (cost of equity) digunakan capital asset pricing model (CAPM) dengan menggunakan persamaan
sebagai berikut:
k e = R f + ( RPm ) − RBDS
dimana:
ke = Balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu, atau biaya modal ekuitas/saham biasa
Rf = Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko (risk free rate)
β = Beta
RPm = Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk premium)
RBDS = Rating-based default spread
Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak memiliki kemungkinan gagal
bayar. Instrumen bebas risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk jangka
panjang. Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal 31 Desember 2025, maka instrumen
bebas risiko yang dipakai adalah obligasi Pemerintah Indonesia dalam mata uang Rupiah dengan tenor 30
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk V-11
Page 111
tahun dengan yield sebesar 6,70% yang diperoleh dari situs PHEI (www.phei.co.id), dan angka tersebut
akan digunakan sebagai tingkat balikan bebas risiko.
Rpm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan tingkat balikan investasi dalam
bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk premium memasukkan premi untuk risiko spesifik negara
(country-specific risk premiums) seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan base equity market risk
premium. Dengan mengikutsertakan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi
perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar negara yang bersangkutan. Untuk
penilaian ini, kami menggunakan tingkat premi risiko sebesar 6,69% untuk negara Indonesia, yang diolah
dari hasil riset Aswath Damodaran (New York University Business School) sampai dengan bulan Januari
2026.
Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan dikalikan dengan market
risk premium untuk mendapatkan equity risk premium.
Untuk memperoleh faktor beta yang sesuai kami menggunakan data unlevered beta dari perusahaan
pembanding yang bergerak dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi sebesar 0,62 yang kami
diperoleh dari S&P Capital IQ per 31 Desember 2025.
Dalam perhitungan digunakan beta dari perusahaan-perusahaan tersebut sebagai beta untuk menghitung
cost of equity INET, di mana beta tersebut dihitung dari rata-rata unlevered beta. Cara ini dilakukan untuk
menetralisir pengaruh leverage yang ada di masing-masing perusahaan terhadap beta. Perusahaan yang
sama dengan leverage yang berbeda akan memiliki cost of equity yang berbeda pula, oleh karena itu
pengaruh leverage yang ada di tiap perusahaan perlu dinetralisir dengan cara menghitung unlevered beta.
Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding yang diperoleh dari perhitungan ini kemudian di-
relevered dengan tingkat leverage pasar pada industri sejenis untuk memperoleh beta yang sesuai untuk
mendiskonto arus kas bersih INET dengan formula sebagai berikut:
L = U (1 + (1 − T ) DER)
dimana:
T = Tingkat pajak
DER = Debt to Equity Ratio
βL = Beta levered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur secara objektif dari
responsivitas pengembalian perusahaan terhadap pergerakan pengembalian portofolio pasar
apabila dibandingkan dengan portofolio pasar dengan pengaruh utang
βU = Beta unlevered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur secara objektif dari
responsivitas pengembalian perusahaan terhadap pergerakan pengembalian portofolio pasar
apabila dibandingkan dengan portofolio pasar tanpa pengaruh utang
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk V-12
Page 112
Tabel V.6. Perusahaan Pembanding dan Perhitungan Unlevered Beta
Beta 3 Total Debt Market
Unlevered
No. Companies Ticker Country Years Tax (Million Capitalization DER
Beta
(Country) IDR) (Million IDR)
1 PT First Media Tbk KBLV Indonesia 0,47 0,00% - 310.106 0,00% 0,47
2 PT Indointernet Tbk. EDGE Indonesia 0,68 22,00% 2.445.796 9.111.328 26,84% 0,56
PT Indosat Ooredoo
3 ISAT Indonesia 1,10 22,00% 54.915.153 74.821.881 73,39% 0,70
Hutchison Tbk
4 PT Ketrosden Triasmitra KETR Indonesia 0,90 22,00% 685.038 3.040.151 22,53% 0,76
PT Mora Telematika
5 MORA Indonesia 0,59 22,00% 5.345.343 284.942.358 1,88% 0,58
Indonesia Tbk
PT Solusi Sinergi Digital
6 WIFI Indonesia 1,09 22,00% 5.544.517 17.252.784 32,14% 0,88
Tbk
PT Visi Telekomunikasi
7 GOLD Indonesia 0,47 22,00% - 421.501 0,00% 0,47
Infrastruktur Tbk
PT. Jasnita Telekomindo
8 JAST Indonesia 0,73 0,00% 35.116 110.423 31,80% 0,55
Tbk
Sumber: S&P Capital IQ (data diolah)
Sama halnya dengan data unlevered beta, data DER juga diperoleh dari rata-rata 8 perusahaan
pembanding yang kami gunakan yang bergerak dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi yang
bersumber dari S&P Capital IQ 31 Desember 2025. Dari data tersebut, DER yang dihasilkan adalah 23,57%.
Dengan memasukkan persamaan di atas, diperoleh nilai βL sebesar 0,74.
Dalam penilaian ini juga digunakan RBDS untuk melakukan penyesuaian terhadap biaya modal ekuitas
mengingat dalam perhitungan biaya modal ekuitas ini digunakan Rpm yang berasal dari hasil riset Aswath
Damodaran, dimana nilai RBDS sebesar 1,62% digunakan untuk mengurangi besaran biaya modal ekuitas.
Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan CAPM diperoleh biaya modal
atas ekuitas INET adalah:
Tabel V.7. Biaya Modal untuk Ekuitas INET
FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Unlevered Beta 0,62 0,62 0,62 0,62 0,62
Tax Rate (Effective Tax Rate) 22,00% 22,00% 22,00% 22,00% 22,00%
Debt to Equity Ratio (DER) 23,57% 23,57% 23,57% 23,57% 23,57%
Beta Relevered 0,74 0,74 0,74 0,74 0,74
Risk Free Rate (Rf) 6,70% 6,70% 6,70% 6,70% 6,70%
Risk Premium Market (Rpm) 6,69% 6,69% 6,69% 6,69% 6,69%
Beta (β) 0,74 0,74 0,74 0,74 0,74
Specific Risk (SR) 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Rating Based Default Spread (RBDS) 1,62% 1,62% 1,62% 1,62% 1,62%
Cost of Equity (CoE) 10,01% 10,01% 10,01% 10,01% 10,01%
Sumber: data diolah
V.7.1.2 Penentuan Biaya Modal Untuk Hutang
Penentuan posisi tingkat leverage yang optimal adalah mencari titik dimana tambahan penghematan pajak
yang berasal dari tambahan utang akan sama dengan tambahan biaya bunga sebagai akibat dari risiko
gagal bayar yang diantisipasi dari keberadaan keseluruhan utang. Biaya utang diperoleh dari rata-rata suku
bunga kredit investasi bank Pemerintah Indonesia per Desember 2025 untuk mata uang Rupiah yaitu
sebesar 8,44% dengan perhitungan sebagai berikut:
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk V-13
Page 113
Kd = i x (1-T)
Kd = 8,44% x (1-22%) = 6,58%
V.7.1.3 Tingkat Diskonto INET
Untuk kepentingan penilaian, komposisi pendanaan dihitung berdasarkan kinerja perbandingan interest
bearing debt dengan ekuitasnya, di mana komposisi struktur permodalan INET diasumsikan mengikuti
struktur permodalan pasar dari S&P Capital IQ per 31 Desember 2025. Dengan demikian struktur hutang
sebesar 19,08%, sedangkan sisanya yaitu sebesar 80,92% akan dipenuhi dengan modal sendiri. Dengan
mempertimbangkan faktor-faktor di atas dan kekuatan/kelebihan serta risiko yang dihadapi, kami
berpendapat bahwa tingkat diskonto sebesar 9,36% untuk INET adalah wajar untuk mendiskonto arus kas
bersih dengan perhitungan sebagai berikut:
Tabel V.8. WACC INET
FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Cost of Equity (CoE) 10,01% 10,01% 10,01% 10,01% 10,01%
Interest Rate 8,44% 8,44% 8,44% 8,44% 8,44%
Tax Rate (Effective Tax Rate) 22,00% 22,00% 22,00% 22,00% 22,00%
Cost of Debt (CoD) 6,58% 6,58% 6,58% 6,58% 6,58%
Weighted Equity (WE) 80,92% 80,92% 80,92% 80,92% 80,92%
Weighted Debt (WD) 19,08% 19,08% 19,08% 19,08% 19,08%
Weighted Cost of Equity (WCoE) 8,10% 8,10% 8,10% 8,10% 8,10%
Weighted Cost of Debt (WCoD) 1,26% 1,26% 1,26% 1,26% 1,26%
Weighted Average Cost of Capital (WACC) 9,36% 9,36% 9,36% 9,36% 9,36%
Sumber: data diolah
V.7.2 Perhitungan Nilai Kini
Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan INET untuk periode yang berakhir pada
periode 31 Desember 2026 sampai dengan 31 Desember 2030 adalah sebagai berikut:
Tabel V.9. Nilai Kini Tanpa Transaksi (dalam Rupiah penuh)
FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Laba Bersih 71.396.290.536 260.801.212.835 679.466.884.514 1.118.589.480.791 1.577.812.171.548
Tingkat Diskonto 9,36% 9,36% 9,36% 9,36% 9,36%
Faktor Diskonto 0,91 0,84 0,76 0,70 0,64
Nilai Kini dari Laba Bersih 65.288.501.559 218.087.971.385 519.578.837.946 782.194.833.474 1.008.928.911.347
Total Nilai Kini 2.594.079.055.711
Sumber: Manajemen INET (data diolah)
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk V-14
Page 114
Tabel V.10. Nilai Kini Dengan Transaksi (dalam Rupiah penuh)
FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Laba Bersih 189.471.695.622 360.488.697.979 738.389.121.642 1.153.973.266.853 1.621.991.352.035
Tingkat Diskonto 9,36% 9,36% 9,36% 9,36% 9,36%
Faktor Diskonto 0,91 0,84 0,76 0,70 0,64
Nilai Kini dari Laba Bersih 173.262.826.433 301.448.938.810 564.635.849.839 806.937.614.559 1.037.179.202.020
Total Nilai Kini 2.883.464.431.660
Sumber: Manajemen INET (data diolah)
Berdasarkan Proyeksi Laba (Rugi) INET tanpa dan dengan Transaksi, Nilai Kini Laba (Rugi) Bersih dengan
Transaksi lebih tinggi dibandingkan dari perhitungan Nilai Kini Laba (Rugi) Bersih tanpa Transaksi Setelah
Transaksi menjadi efektif, perhitungan Nilai Kini Laba (Rugi) Bersih INET tanpa transaksi adalah sebesar
Rp2.594.079.055.711. Setelah terjadi transaksi perhitungan Nilai Kini Laba (Rugi) Bersih INET menjadi
Rp2.883.464.431.660. Nilai Kini Laba (Rugi) Bersih INET dengan Transaksi tersebut lebih tinggi sebesar
11,16% dari perhitungan Nilai Kini Laba (Rugi) Bersih INET tanpa Transaksi, hal ini menunjukkan bahwa
dengan adanya Rencana Transaksi yang dilakukan mampu memberikan nilai tambah terhadap INET.
V.8 ANALISIS KEWAJARAN NILAI TRANSAKSI
Kewajaran nilai transaksi dilihat dengan membandingkan Nilai Pasar per lembar 100% atau 120.000 lembar
Saham SGI, dengan Nilai Transaksi Akuisisi per lembar 60% atau 180.000 lembar saham SGI yang
disepakati.
1. Nilai Pasar
Berdasarkan Laporan Penilaian Saham No. 00069/2.0047-05/BS/06/0465/1/IV/2026 tanggal 8 April
2026 yang disusun oleh KJPP Iwan Bachron & Rekan, yaitu Nilai Pasar 100% atau 120.000 lembar
Saham SGI adalah sebesar Rp175.195.000.000,- (Seratus Tujuh Puluh Lima Miliar Seratus
Sembilan Puluh Lima Juta Rupiah) dimana nilai pasar per lembar saham adalah sebesar
Rp1.459.957.
2. Nilai Transaksi
Berdasarkan Draft Investment Agreement, Nilai Transaksi Akuisisi 180.000 lembar saham atau 60%
saham SGI yang disepakati dalam Transaksi adalah sebesar Rp280.403.820.000 (Dua Ratus Delapan
Puluh Miliar Empat Ratus Tiga Juta Delapan Ratus Dua Puluh Ribu Rupiah) dimana nilai transaksi
per lembar saham adalah sebesar Rp1.557.799.
Berdasarkan Peraturan POJK 35/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Usaha
di Pasar Modal, disebutkan bahwa nilai transaksi wajar apabila dalam kisaran batas atas dan batas bawah
yang tidak melebihi 7,5% dari nilai yang dijadikan acuan. Nilai Transaksi per lembar lebih tinggi 6,70% dari
perhitungan Nilai Pasar per lembar, dimana nilai ini merupakan nilai dalam batas kisaran nilai ±7,5%.
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk V-15
Page 115
V.9 KESIMPULAN
Berdasarkan hasil dari analisis atas transaksi, analisis kualitatif, analisis kuantitatif, dan analisis kewajaran
nilai transaksi, maka kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi adalah WAJAR.
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk V-16
Names mentioned 69 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Sarana Global Indonesia
p.2 ×6
unresolved
org
Iwan Bachron & Rekan
p.2 ×5
unresolved
org
Departemen Keuangan Republik Indonesia
p.2 ×3
unresolved
person
Publik Drajat Darmadji
p.3 ×2
unresolved
person
Penilai Publik Bunga Budiarti
p.3 ×2
unresolved
org
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
p.3 ×2
unresolved
org
Suharli
p.5 ×2
unresolved
org
Sugiharto & Rekan
p.5 ×3
unresolved
person
Ridho Fathoni
p.5 ×2
unresolved
org
Dra. Suhartati & Rekan
p.5 ×3
unresolved
person
Dra. Suhartati
p.5 ×4
unresolved
person
Dulgani
p.5 ×2
unresolved
org
Morhan & Rekan
p.5 ×5
unresolved
org
Morhan
p.5 ×4
unresolved
person
David Kurniawan
p.5 ×4
unresolved
person
Julian Lukito
p.5 ×3
unresolved
org
Suharli Sugiharto & Rekan
p.5 ×3
unresolved
org
Laporan Penilaian Aset KJPP Iwan Bachron dan Rekan
p.6
unresolved
org
KJPP Iwan Bachron
p.6 ×5
unresolved
org
Bank Indonesia
p.6 ×12
unresolved
org
Pusat Statistik
p.6 ×6
unresolved
org
Sinergi Andalan Prima Tbk
p.7 ×8
unresolved
org
PT Trans Hybrid Communication
p.8 ×2
unresolved
org
KJPP IWAN BACHRON DAN REKAN Appraisers
p.13
unresolved
person
Consultants Bunga Budiarti
p.13
unresolved
person
Bunga Budiarti, S.E., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
· Rekan
p.13
unresolved
person
Penanggung Jawab Bunga Budiarti
p.15
unresolved
person
Devi Prihartanti
p.24 ×3
unresolved
person
H. Akta Pendirian
p.24 ×3
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.24 ×5
unresolved
person
Mohamad Fajri Mekka Putra
p.24 ×3
unresolved
org
Kementerian Hukum Republik Indonesia
p.24 ×3
unresolved
person
Angga Saputra Syam
p.34
unresolved
person
Dr. Ir. Cahyana Ahmadjayadi
p.36
unresolved
person
Daniel Praganda Marpaung
p.36
unresolved
person
Haria Fitri Sucipto
p.36
unresolved
org
PT Sarana Global Indonesia. Uang
p.39
unresolved
org
PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara Jangka
p.42
unresolved
org
Kementerian Komunikasi dan Digital
p.60 ×9
unresolved
org
Remala Abadi Tbk
p.68 ×2
unresolved
org
PT Pusat Fiber Indonesia
p.69 ×3
unresolved
org
PT Data Prima Solusindo. Sehingga INET
p.70
unresolved
org
PT Internet Anak Bangsa
p.72 ×2
unresolved
org
PT Garuda Prima Internetindo
p.73 ×2
unresolved
org
PT Indosat Ooredoo
p.96 ×2
unresolved
org
Hutchison Tbk
p.96 ×2
unresolved
org
PT Mora Telematika
p.96 ×2
unresolved
org
Indonesia Tbk
p.96 ×2
unresolved
org
Infrastruktur Tbk
p.96 ×2
unresolved
org
Kementerian Komunikasi
p.106
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.364
6936 ms
12 Sep 2026 22:30
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [{'area_sqm': None,
'category': 'OTHER',
'description': 'PENDAPAT KEWAJARAN'}],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL',
'kjpp_name': '',
'letter_number': 'No.',
'object_text': 'PENDAPAT KEWAJARAN',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}