Skip to content
Back to announcement

20260930_SFAN_Laporan Informasi dan Fakta Material_32161940_lamp1.pdf

Asset transaction Needs review SFAN

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 123

Page 1
  LAPORAN PENILAIAN 51,95% SAHAM
PT DIGITALISASI PERANGKAT INDONESIA

    PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk

        TANGGAL PENILAIAN
         31 AGUSTUS 2026
Page 2
No. : 00185/2.0162-00/BS/05/0153/1/IX/2026                              23 September 2026



Kepada Yth.

PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk
Satrio Tower Building, Lt. 14, Unit 5
Jl. Prof. Dr. Satrio, Kav. C4
Mega Kuningan
Jakarta 12950

U.p. : Direksi

Hal : Ringkasan Penilaian 51,95% Saham PT Digitalisasi Perangkat Indonesia


Dengan hormat,

Kantor Jasa Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya
disebut “KR” atau “kami”) mendapat penugasan dari manajemen PT Surya Fajar Capital Tbk
(selanjutnya disebut “Perseroan”) untuk memberikan pendapat sebagai penilai independen
atas nilai pasar 51,95% saham PT Digitalisasi Perangkat Indonesia (selanjutnya disebut
“DPI”). Penugasan kami tersebut sesuai dengan surat penugasan No. KR/260821-001
tanggal 21 Agustus 2026 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.

Selanjutnya, kami sebagai KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan
No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar
modal di Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya disebut “OJK”) dengan Surat Tanda Terdaftar
Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK No. KEP-210/KS.13/2026 (penilai bisnis),
menyatakan bahwa kami telah meneliti dan menilai nilai pasar 51,95% saham DPI
(selanjutnya disebut “Objek Penilaian”) dengan tujuan untuk mengungkapkan pendapat
mengenai nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 31 Agustus 2026.


ALASAN DAN LATAR BELAKANG RENCANA TRANSAKSI

Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka
(publicly-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang
lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang jasa, konsultasi manajemen
dan bisnis, serta perdagangan dan keuangan baik langsung maupun melalui anak usaha.
Perseroan berdomisili di Satrio Tower Building, Lantai 14, Unit 5, Jalan Prof. Dr. Satrio,
Kavling C4, Mega Kuningan, Jakarta Selatan 12950, dengan nomor telepon: (021) 22513339,
dan email: corporate@sfcapital.co.id.
Page 3
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, struktur kepemilikan
Perseroan dan penyertaan saham pada entitas anak Perseroan adalah sebagai berikut:

                                   PT Surya Fajar Corpora
                                           (SFC)

                                              71,24%


                                         Perseroan


                                              51,95%


                                            DPI


                     75,52%                   99,997%                92,50%

              PT Mareco Prima       PT Bursa Akselerasi     PT Surya Fajar Urun
               Mandiri (MPM)          Indonesia (BAI)          Dana (SFUD)



DPI, MPM, BAI, dan SFUD secara bersama-sama selanjutnya disebut “Entitas Anak
Perseroan”.

DPI     merupakan     suatu    perseroan    terbatas   berstatus  perusahaan     tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia.
Ruang lingkup kegiatan usaha DPI adalah bergerak dalam bidang pengawasan, pengelolahan
unit-unit dan bantuan nasihat, bimbingan, operasional usaha, permasalahan organisasi dan
manajemen lainnya.

MPM merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang
lingkup kegiatan usaha MPM adalah bergerak dalam bidang penyedia jasa pembayaran.

BAI merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha BAI adalah penyelenggara layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi
informasi konvensional.

SFUD merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia.
Ruang lingkup kegiatan usaha SFUD adalah bergerak dalam bidang penawaran efek berbasis
teknologi informasi (securities crowdfunding).




                                             ii
Page 4
Sebelumnya, pada tanggal 19 Mei 2026, DPI dan PT Trans Mutasi Bangsa (selanjutnya
disebut “TMB”) telah menandatangani Perjanjian Pinjaman, di mana DPI memperoleh
pinjaman sebesar Rp 53,66 miliar dari TMB dengan mekanisme pelunasan pinjaman adalah
harus dan wajib dilakukan hanya melalui pengalihan atas 120.000.000 saham seri A,
822.915.500 saham seri B, dan 14.500.000.000 saham seri C dengan jumlah keseluruhan
saham sebanyak 15.442.915.500 saham atau setara dengan 99,37% saham MPM milik DPI
(selanjutnya disebut “Saham MPM”) kepada TMB selambat-lambatnya sembilan puluh hari
sejak penandatanganan Perjanjian Pinjaman atau tanggal diperolehnya persetujuan dari Bank
Indonesia atas pengambilalihan MPM oleh TMB (selanjutnya disebut “Transaksi Pinjaman”).
Sehubungan dengan Perjanjian Pinjaman pada tanggal 19 Mei 2026, DPI dan TMB telah
menandatangani Perjanjian Gadai Saham, di mana DPI telah menggadaikan Saham MPM
kepada TMB. Atas Transaksi Pinjaman tersebut yang di dalamnya ada skema pengalihan dan
gadai saham, Perseroan telah memperoleh persetujuan pada Rapat Umum Pemegang
Saham Luar Biasa Perseroan pada tanggal 26 Juni 2026.

Seiring dengan perkembangan industri keuangan yang semakin pesat, peran digitalisasi
menjadi struktur yang mendukung dalam memperoleh pembiayaan dengan akses yang
mudah dan cepat dalam rangka mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah
(UMKM) di Indonesia. Namun demikian, hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Entitas Anak
Perseroan yang memiliki anak perusahaan bergerak dalam bidang pendanaan proyek (project
financing) dengan berbasis platform peer to peer lending (P2P) guna menghubungkan antara
pemberi dan penerima modal yang akan diperoleh melalui proses seleksi sesuai dengan
penerapan prinsip kehati-hatian serta anak perusahaan yang bergerak dalam bidang platform
urun dana (securities crowd funding).

Menanggapi hal tersebut, Perseroan berupaya untuk menjalankan strategi bisnisnya dengan
mempertimbangkan bahwa saat ini Entitas Anak Perseroan masih membutuhkan modal kerja
dan sumber pendanaan yang mampu mendukung kegiatan dan aktivitas operasional.
Selanjutnya, mengingat Entitas Anak Perseroan belum memiliki riwayat pendapatan dengan
prospek positif dan diperkirakan masih berfluktuasi pada beberapa tahun mendatang,
sehingga Perseroan merencanakan untuk menjual dan menyerahkan sebanyak 296.867.000
lembar atau setara dengan 51,95% saham DPI kepada SFC (selanjutnya disebut “Rencana
Transaksi”).

Rencana Transaksi merupakan langkah strategis Perseroan untuk menyederhanakan struktur
portofolio bisnis Perseroan dan penerapan mitigasi risiko atas ketidakstabilan atas kegiatan
operasional DPI untuk menghasilkan laba serta mengurangi dampak dari potensi kerugian
DPI yang timbul di masa yang akan datang.

Dengan melakukan Rencana Transaksi, Perseroan dapat memperoleh dana hasil Rencana
Transaksi yang dapat digunakan Perseroan untuk mengembangkan entitas anak Perseroan
yang memiliki potensi pertumbuhan pendapatan yang lebih optimal dan/atau pada portofolio
bisnis lainnya yang memiliki tingkat balikan lebih tinggi dibandingkan dengan DPI.




                                             iii
Page 5
Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan dapat mengalihkan fokus bisnis untuk
memperkuat kinerja keuangan entitas anak Perseroan yang telah beroperasi dan/atau
portofolio bisnis lain yang diharapkan dapat memberikan kontribusi positif pada kinerja
keuangan konsolidasian Perseroan di masa yang akan datang serta memberikan nilai tambah
bagi seluruh pemegang saham Perseroan.

Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Seiring dengan perkembangan industri keuangan yang semakin pesat, peran digitalisasi
    menjadi struktur yang mendukung dalam memperoleh pembiayaan dengan akses yang
    mudah dan cepat dalam rangka mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan
    Menengah (UMKM) di Indonesia. Namun demikian, hal ini menjadi tantangan tersendiri
    bagi Entitas Anak Perseroan yang memiliki anak perusahaan bergerak dalam bidang
    pendanaan proyek (project financing) dengan berbasis platform peer to peer lending (P2P)
    guna menghubungkan antara pemberi dan penerima modal yang akan diperoleh melalui
    proses seleksi sesuai dengan penerapan prinsip kehati-hatian serta anak perusahaan
    yang bergerak dalam bidang platform urun dana (securities crowd funding).

•   Perseroan berupaya untuk menjalankan strategi bisnisnya dengan mempertimbangkan
    bahwa saat ini Entitas Anak Perseroan masih membutuhkan modal kerja dan sumber
    pendanaan yang mampu mendukung kegiatan dan aktivitas operasional. Selanjutnya,
    mengingat Entitas Anak Perseroan belum memiliki riwayat pendapatan dengan prospek
    positif dan diperkirakan masih berfluktuasi pada beberapa tahun mendatang, sehingga
    Perseroan merencanakan untuk melakukan Rencana Transaksi.

•   Rencana Transaksi merupakan langkah strategis Perseroan untuk menyederhanakan
    struktur portofolio bisnis Perseroan dan penerapan mitigasi risiko atas ketidakstabilan atas
    kegiatan operasional DPI untuk menghasilkan laba serta mengurangi dampak dari potensi
    kerugian DPI yang timbul di masa yang akan datang.

•   Dengan melakukan Rencana Transaksi, Perseroan dapat memperoleh dana hasil
    Rencana Transaksi yang dapat digunakan Perseroan untuk mengembangkan entitas
    anak Perseroan yang memiliki potensi pertumbuhan pendapatan yang lebih optimal
    dan/atau pada portofolio bisnis lainnya yang memiliki tingkat balikan lebih tinggi
    dibandingkan dengan DPI.

•   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan dapat mengalihkan fokus bisnis
    untuk memperkuat kinerja keuangan entitas anak Perseroan yang telah beroperasi
    dan/atau portofolio bisnis lain yang diharapkan dapat memberikan kontribusi positif pada
    kinerja keuangan konsolidasian Perseroan di masa yang akan datang serta memberikan
    nilai tambah bagi seluruh pemegang saham Perseroan.




                                               iv
Page 6
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi
tersebut merupakan transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK
No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang “Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan” (selanjutnya disebut “POJK 42/2020”).

Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Transaksi tersebut merupakan transaksi material, sehingga Perseroan harus memenuhi
Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang “Transaksi Material dan
Perubahan Kegiatan Usaha” (selanjutnya disebut “POJK 17/2020”).

Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi dan transaksi material,
POJK 42/2020 dan POJK 17/2020 mensyaratkan adanya laporan penilaian saham atas
transaksi tersebut, yang disiapkan oleh penilai independen.

Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi tersebut, maka Perseroan
menunjuk penilai independen, KR untuk melakukan penilaian atas Objek Penilaian.

Mengingat DPI adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat diperjualbelikan di
pasar modal, maka saham DPI bersifat tidak likuid.


PREMIS PENILAIAN

Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis penilaian
bahwa DPI adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.


TUJUAN DAN MAKSUD PENILAIAN

Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang nilai
pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau ekuivalensinya
pada tanggal 31 Agustus 2026.

Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari Objek
Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan pertimbangan oleh
manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi serta untuk memenuhi
POJK 42/2020 dan POJK 17/2020.

Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan OJK
No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”) serta Standar Penilaian
Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (selanjutnya disebut “SPI”).




                                            v
Page 7
DEFINISI NILAI YANG DIGUNAKAN

Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka, maka
dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.

Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk digunakan dalam
penilaian ini adalah nilai pasar, di mana berdasarkan POJK 35/2020, nilai pasar didefinisikan
sebagai “estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau
liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang
berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara
layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang
dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.


INDEPENDENSI PENILAI

Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa adanya
benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan DPI ataupun pihak-pihak
yang terafiliasi dengan Perseroan dan DPI. KR juga tidak memiliki kepentingan ataupun
keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak
dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami
terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis
penilaian ini dan KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan
No. KR/260821-001 tanggal 21 Agustus 2026 yang telah disetujui oleh manajemen
Perseroan.


TANGGAL EFEKTIF PENILAIAN

Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal 31 Agustus 2026.
Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian serta dari data
keuangan DPI yang kami terima. Data keuangan tersebut berupa laporan keuangan
konsolidasian DPI untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2026
yang menjadi dasar penilaian ini.


JENIS LAPORAN

Jenis laporan penilaian 51,95% saham PT Digitalisasi Perangkat Indonesia ini merupakan
laporan terinci.




                                             vi
Page 8
KEJADIAN PENTING SETELAH T ANGGAL PENILAIAN (SUBSEQUENT EVENTS)

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal penilaian,
yaitu tanggal 31 Agustus 2026, sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian
51,95% saham PT Digitalisasi Perangkat Indonesia tidak terdapat kejadian penting setelah
tanggal penilaian (subsequent events) yang secara signifikan dapat memengaruhi penilaian
nilai pasar Objek Penilaian, kecuali kejadian penting sebagai berikut:

•   Berdasarkan Akta Jual Beli Saham No. 62 tanggal 21 September 2026 (selanjutnya
    disebut “Akta 62”) yang dibuat oleh Humberg Lie, S.H., S.E.,M.Kn., di mana Rusdi telah
    mengalihkan sebesar 2.960.000 saham DPI kepada PT Garudapreneur Investasi Asia
    (selanjutnya disebut “GIA”).

•   Berdasarkan Akta Jual Beli Saham No. 63 tanggal 21 September 2026 (selanjutnya
    disebut “Akta 63”) yang dibuat oleh Humberg Lie, S.H., S.E.,M.Kn., di mana Harianto
    Zheng telah mengalihkan sebesar 800.000 saham DPI kepada GIA, maka struktur
    kepemilikan saham DPI adalah sebagai berikut:


                                                                               (Dalam Rupiah)
                                                           Persentase
             Pemegang Saham            Jumlah Saham                         Jumlah Modal
                                                           Kepemilikan
PT Surya Fajar Capital Tbk                   296.867.000         51,9517%     29.686.700.000
PT Venteny Fortuna International Tbk         171.428.600         30,0000%     17.142.860.000
Hevy Yafanny                                  52.533.000          9,1933%      5.253.300.000
Ing Ing Cindy Eva                             31.039.000          5,4318%      3.103.900.000
Ryan Filbert Wijaya                           15.000.000          2,6250%      1.500.000.000
PT Garudapreneur Investasi Asia                3.760.000          0,6580%        376.000.000
Fandy Gunawan                                    800.000          0,1400%         80.000.000
PT Surya Fajar Corpora                             1.000          0,0002%            100.000
Jumlah                                       571.428.600          100,00%     57.142.860.000




                                            vii
Page 9
DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN

Dalam melakukan penilaian untuk memperkirakan nilai pasar Objek Penilaian, kami telah
menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan
informasi sebagai berikut:

1. Laporan keuangan konsolidasian DPI untuk periode delapan bulan yang berakhir pada
   tanggal 31 Agustus 2026 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (selanjutnya
   disebut “KAP”) Miranti Sensi Idris (selanjutnya disebut “MSI”) sebagaimana tertuang
   dalam      laporannya    No.      00196/3.0341/AU.1/09/2098-1/1/IX/2026     tanggal
   21 September 2026 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan penekanan suatu
   hal dan hal lain.

2. Laporan keuangan konsolidasian DPI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh KAP MSI sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00056/3.0341/AU.1/09/0322-3/1/III/2026 tanggal 26 Maret 2026 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal.

3. Laporan keuangan konsolidasian DPI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP MSI sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00020/3.0341/AU.1/05/0322-2/1/III/2025 tanggal 13 Maret 2025 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian.

4. Laporan keuangan konsolidasian DPI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP MSI sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00015/3.0341/AU.1/05/0322-1/1/II/2024 tanggal 22 Februari 2024 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian.

5. Laporan keuangan konsolidasian DPI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP MSI sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00036/3.0341/AU.1/05/0323-4/1/III/2023 tanggal 29 Maret 2023 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal.

6. Laporan keuangan konsolidasian DPI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP MSI sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00027/3.0341/AU.1/05/0323-3/1/III/2022 tanggal 23 Maret 2022 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal.

7. Laporan keuangan BAI untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal
   31 Agustus 2026 yang telah diaudit oleh KAP MSI sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00194/3.0341/AU.1/09/2098-1/1/IX/2026 tanggal 21 September 2026
   dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal.

8. Laporan keuangan SFUD untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal
   31 Agustus 2026 yang telah diaudit oleh KAP MSI sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00193/3.0341/AU.1/09/2098-1/1/IX/2026 tanggal 21 September 2026
   dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal dan hal lain.




                                          viii
Page 10
9. Informasi Keuangan Konsolidasian Proforma DPI untuk periode delapan bulan yang
   berakhir pada 31 Agustus 2026 sehubungan dengan Rencana Transaksi yang telah
   direviu   oleh    KAP    MSI      sebagaimana      tertuang   dalam laporannya
   No. 00002/3.0341/AK/09/2098/1/IX/2026 tanggal 22 September 2026.

10. Perjanjian Pinjaman

11. Akta 62.

12. Akta 63.

13. Anggaran dasar DPI yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta Notaris No. 62
    dan No. 63 tanggal 21 September 2026 yang dibuat oleh Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn.,
    mengenai jual beli saham.

14. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Rico Lesmana Sulistyo
    dengan posisi sebagai Direktur, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal lain yang
    terkait dengan Rencana Transaksi.

15. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan DPI serta pihak-pihak lain yang
    relevan untuk penugasan.

16. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg.

17. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain website
    Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg.

18. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg.

19. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Transaksi.

20. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan hasil
    analisis lain yang kami anggap relevan.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan dan
kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan
kepada kami oleh Perseroan dan DPI atau yang tersedia secara umum dan kami tidak
bertanggung jawab atas kebenaran informasi-informasi tersebut.




                                            ix
Page 11
Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari DPI. Jasa-jasa yang kami
berikan kepada Perseroan hanya merupakan penilaian atas Objek Penilaian dan bukan jasa-
jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian tidak
merupakan dan tidak dapat ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan
atau audit, atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan
tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam
pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau
pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak mencoba
mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya yang dilakukan Perseroan.


KONDISI PEMBATAS DAN ASUMSI-ASUMSI POKOK

Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan
keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan tanggal
penerbitan laporan penilaian ini.

Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode penyesuaian aset bersih
didasarkan pada laporan keuangan DPI yang telah diaudit. Kami telah melakukan penilaian
terhadap laporan keuangan tersebut agar dapat mencerminkan nilai pasarnya. Kami
bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian berdasarkan laporan keuangan DPI yang
telah diaudit dan informasi manajemen DPI terhadap laporan keuangan DPI tersebut. Kami
juga bertanggung jawab atas laporan penilaian DPI dan kesimpulan nilai akhir.

Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi dan
kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penilaian sampai
dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian. Kami
tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan
(update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta peristiwa-
peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain
yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan DPI atau yang tersedia secara umum yang
pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung
jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut.
Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan dan DPI bahwa mereka
tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada
kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat
memengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggung jawab atas
perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya,
ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi sehingga
data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan/atau dapat disalahartikan.




                                             x
Page 12
Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang
mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan mengubah
hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data
yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa perbedaan yang
terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini telah dilaksanakan
dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami tidak dapat menerima tanggung
jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya
analisis tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan analisis
transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai dasar penilaian.
Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer opinion dan merupakan laporan
yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat
memengaruhi operasional Perseroan dan DPI.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan dan tidak
dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan
prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat
dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan
atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum. Selanjutnya, kami
juga telah memperoleh informasi atas status hukum DPI berdasarkan anggaran dasar DPI.


TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI

Dalam menyusun laporan penilaian Objek Penilaian, KR diberikan kesempatan untuk
melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan laporan penilaian Objek Penilaian.


PENDEKATAN PENILAIAN YANG DIGUNAKAN

Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis internal
berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis historis atas laporan posisi
keuangan, dan laporan laba rugi komprehensif DPI, pengkajian atas kondisi operasi dan
manajemen serta sumber daya yang dimiliki DPI. Prospek DPI di masa yang akan datang
kami evaluasi berdasarkan rencana usaha yang telah kami kaji kewajaran dan konsistensinya.
Analisis eksternal didasarkan pada kajian singkat terhadap faktor-faktor eksternal yang
dipertimbangkan sebagai penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian singkat atas
prospek dari industri yang bersangkutan.

Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar suatu
“business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi keuangan dan
laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya diperlukan penyesuaian
terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan normalisasi keuntungan laporan laba rugi
komprehensif yang biasanya disusun oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun
nilai buku suatu perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan
laba rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis yang
dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian tersebut.




                                             xi
Page 13
METODE PENILAIAN YANG DIGUNAKAN

Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method), dan metode pembanding perusahaan
tercatat di bursa efek (guideline publicly traded company method).

Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari semua
komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk
komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang
bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh dengan menghitung selisih
antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai pasar liabilitas.

Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek digunakan dalam penilaian ini karena
walaupun di pasar saham perusahaan terbuka tidak diperoleh informasi mengenai
perusahaan sejenis dengan skala usaha dan aset yang setara, namun diperkirakan data
saham perusahaan terbuka yang ada dapat digunakan sebagai data perbandingan atas nilai
saham yang dimiliki oleh DPI.

Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen Perseroan dan
DPI. Tidak tertutup kemungkinan untuk diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian
lain yang dapat memberikan hasil yang berbeda.

Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi dengan
melakukan pembobotan.


RINGKASAN HASIL PENILAIAN

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, ringkasan hasil penilaian kami adalah sebagai
berikut:

I.     Nilai Pasar 51,95% Saham DPI Berdasarkan Metode Penyesuaian Aset Bersih

       Berdasarkan metode penyesuaian aset bersih, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai
       pasar 100,00% saham DPI sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
       Rp 48,16 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 40,00%, maka nilai pasar
       100,00% saham DPI adalah sebesar Rp 28,89 miliar. Dengan demikian, nilai pasar
       51,95% saham DPI berdasarkan metode penyesuaian aset bersih adalah sebesar
       Rp 15,01 miliar.




                                            xii
Page 14
II.    Nilai Pasar 51,95% Saham DPI Berdasarkan Metode Pembanding Perusahaan
       Tercatat di Bursa Efek

       Berdasarkan metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, diperoleh hasil
       bahwa indikasi nilai pasar 100,00% saham DPI sebelum diskon likuiditas pasar adalah
       sebesar Rp 61,29 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 40,00%, maka nilai
       pasar 100,00% saham DPI adalah sebesar Rp 36,78 miliar. Dengan demikian, nilai
       pasar 51,95% saham DPI berdasarkan metode pembanding perusahaan tercatat di
       bursa efek adalah sebesar Rp 19,11 miliar.

III.   Rekonsiliasi Nilai

       Untuk mendapatkan nilai pasar yang mewakili nilai dari kedua metode penilaian yang
       digunakan, dilakukan rekonsiliasi dengan terlebih dahulu melakukan pembobotan
       terhadap nilai pasar yang dihasilkan dari kedua metode tersebut, masing-masing
       dengan bobot 90,00% untuk metode penyesuaian aset bersih dan 10,00% untuk
       metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek.

       Alasan kami memberikan bobot 90,00% untuk metode penyesuaian aset bersih dan
       10,00% untuk metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, yaitu karena
       data dan informasi yang digunakan pada metode penyesuaian aset bersih yang kami
       gunakan untuk menentukan nilai pasar Objek Penilaian merupakan data dan informasi
       yang memiliki tingkat kehandalan yang lebih memadai dibandingkan dengan data dan
       informasi yang digunakan pada metode pembanding perusahaan tercatat di bursa
       efek.

       Berdasarkan hasil rekonsiliasi tersebut, diperoleh hasil bahwa nilai pasar Objek
       Penilaian adalah sebesar Rp 15,42 miliar.




                                           xiii
Page 15
KESIMPULAN PENILAIAN

Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima dan dengan
mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang memengaruhi penilaian, maka menurut
pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 31 Agustus 2026 adalah sebesar
Rp 15,42 miliar.

Nilai pasar Objek Penilaian tersebut kami tentukan berdasarkan data dan informasi yang kami
peroleh dari pihak manajemen Perseroan dan DPI serta pihak-pihak lain yang relevan dengan
penilaian. Kami menganggap bahwa semua informasi tersebut adalah benar dan bahwa tidak
ada keadaan atau hal-hal yang tidak terungkap yang akan memengaruhi nilai pasar tersebut
secara material.

Kami tidak melakukan penyelidikan dan juga bukan merupakan tanggung jawab kami
kemungkinan terjadinya masalah yang berkaitan dengan status hukum kepemilikan,
kewajiban utang dan/atau sengketa atas DPI. Kami tegaskan pula bahwa kami tidak
memperoleh manfaat atau keuntungan apapun baik saat ini maupun di masa mendatang dan
imbalan jasa yang telah disetujui atas penilaian DPI tidak tergantung pada nilai yang
dilaporkan.


DISTRIBUSI LAPORAN PENILAIAN

Penilaian ini hanya ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya dengan
Rencana Transaksi serta tidak dapat digunakan atau dikutip untuk tujuan lain tanpa adanya
izin tertulis dari KR dan/atau tidak untuk digunakan oleh pihak lain.

Penilaian ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
dan keuangan, serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk
menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi
setelah tanggal laporan ini. Walaupun demikian, kami memiliki hak untuk, jika diperlukan,
mengubah atau melengkapi hasil dari laporan ini jika terdapat tambahan informasi yang
relevan setelah tanggal laporan ini yang kami anggap dapat berpengaruh secara signifikan
terhadap hasil penilaian kami. Laporan penilaian ini hanya dipersiapkan untuk dapat
dipergunakan sesuai dengan tujuan yang telah disebutkan di atas dan tidak dapat
dipergunakan untuk tujuan lainnya.




                                            xiv
Page 16
Pendapat yang kami sampaikan di sini harus dipandang sebagai satu kesatuan bersama
dengan laporan lengkap yang telah kami siapkan. Penggunaan sebagian analisis dan
informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat menyebabkan
pandangan yang menyesatkan.

Penilaian ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan stempel
perusahaan (corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.


Hormat kami,
KJPP KUSNANTO & REKAN




Willy D. Kusnanto
Pimpinan Rekan

Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : KEP-210/KS.13/2026
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996
Register         : RMK-2017.00161




                                            xv
Page 17
                          ASUMSI DAN SYARAT PEMBATAS


1. KR sama sekali tidak memiliki kepentingan keuangan atau apapun terhadap DPI untuk
   sekarang dan masa yang akan datang.

2. Biaya untuk penilaian ini tidak tergantung pada besarnya nilai yang diperoleh atau yang
   tercantum dalam laporan.

3. Nilai dicantumkan dalam mata uang Rupiah dan/atau ekuivalensinya atas permintaan
   pemberi tugas.

4. Laporan disajikan hanya untuk maksud dan tujuan seperti tertulis di dalam laporan serta
   ditujukan terbatas kepada klien dimaksud.

5. Baik seluruh maupun sebagian dari isi laporan ini tidak diizinkan untuk dipublikasikan
   melalui iklan atau media lainnya tanpa seizin dari KJPP Kusnanto & rekan.

6. Laporan penilaian ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan KR dan stempel
   perusahaan (corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.




                                           xvi
Page 18
                       PERNYATAAN INDEPENDENSI PENILAI


1. KR tidak memiliki benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan perusahaan yang
   dinilai.

2. KR tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan usaha/saham
   perusahaan yang dinilai.

3. KR tidak memiliki pinjaman dengan perusahaan yang dinilai.

4. Laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
   manapun.

5. KR hanya menerima imbalan jasa sesuai dengan surat penugasan KR.


Tim Penilai:



Willy D. Kusnanto                                               .....................................
Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : KEP-210/KS.13/2026
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996
Register         : RMK-2017.00161



Erric Reynaldi                                                  .....................................
No. MAPPI      : 13-P-04625
No. Register : RMK-2022.04318



Kurnia Nugraha Chahyana                                         .....................................
No. MAPPI     : 20-P-10335
No. Register : RMK-2020.03643



Bernhard Wilfridus                                              .....................................
No. MAPPI      : 25-A-13537




                                          xvii
Page 19
                                 SURAT PERNYATAAN


Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai penilai, kami yang bertanda tangan di
bawah ini menerangkan bahwa:

1. Pernyataan dalam laporan ini, yang menjadi dasar dari analisis, pendapat, dan kesimpulan
   yang diuraikan di dalamnya adalah benar. Laporan ini menjelaskan semua syarat-syarat
   pembatasan yang memengaruhi analisis, pendapat, dan kesimpulan yang tertera dalam
   laporan ini dan laporan ini telah disusun sesuai dengan dan tunduk pada ketentuan-
   ketentuan dari Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020 tentang
   “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal” dan Standar Penilaian
   Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (SPI) serta telah dibuat
   dengan memenuhi Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI).

2. KR bertanggung jawab atas laporan penilaian.

3. Semua pernyataan dan data yang tercantum dalam laporan adalah benar adanya dan
   sesuai dengan pengetahuan dan itikad baik KR.

4. Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap Objek Penilaian pada tanggal
   penilaian yang ditentukan, yaitu 31 Agustus 2026.

5. Penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-
   undangan yang berlaku.

6. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan penilaian.

7. Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan
   sebagai kesimpulan nilai.

8. KR tidak memiliki kepentingan pribadi atau kecenderungan untuk berpihak berkenaan
   dengan subjek dari laporan ini maupun pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.

9. KR telah memenuhi pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau diselenggarakan
   oleh Asosiasi Penilai yang diakui oleh Pemerintah.

10. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.

11. KR telah memiliki pemahaman mengenai Objek Penilaian yang dinilai.

12. Imbalan jasa yang diterima oleh KR tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari
    proses analisis Objek Penilaian.

13. Analisis dan kesimpulan nilai telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas.




                                           xviii
Page 20
14. Data ekonomi dan industri dalam laporan penilaian ini diperoleh dari berbagai sumber
    yang diyakini KR dapat dipertanggungjawabkan.

15. Tidak seorangpun selain yang disebutkan dalam laporan penilaian ini telah menyediakan
    bantuan profesional dalam menyiapkan laporan penilaian ini.

16. KR telah melakukan inspeksi dan wawancara dengan manajemen Perseroan terkait
    dengan operasional, kinerja, dan prospek dari DPI.


Tim Penilai:



Willy D. Kusnanto                                              .....................................
Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : KEP-210/KS.13/2026
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996
Register         : RMK-2017.00161



Erric Reynaldi                                                 .....................................
No. MAPPI      : 13-P-04625
No. Register : RMK-2022.04318



Kurnia Nugraha Chahyana                                        .....................................
No. MAPPI     : 20-P-10335
No. Register : RMK-2020.03643



Bernhard Wilfridus                                             .....................................
No. MAPPI      : 25-A-13537




                                           xix
Page 21
                                        DAFTAR ISI

                                                                            HALAMAN

OPINI                                                                              i

ASUMSI DAN SYARAT PEMBATAS                                                      xvi

PERNYATAAN INDEPENDENSI PENILAI                                                 xvii

SURAT PERNYATAAN                                                               xviii

DAFTAR ISI                                                                       xx

DAFTAR TABEL                                                                   xxiii

DAFTAR GRAFIK                                                                  xxvi

LAMPIRAN                                                                       xxvii

I.      RINGKASAN EKSEKUTIF

        A. Alasan dan Latar Belakang                                              1
        B. Objek serta Tujuan dan Maksud Penilaian                                5
        C. Premis Penilaian                                                       5
        D. Independensi Penilai                                                   5
        E. Tanggal Efektif Penilaian                                              5
        F. Profil PT Digitalisasi Perangkat Indonesia                             6
        G. Definisi Nilai yang Digunakan                                          7
        H. Pendekatan Penilaian yang Digunakan                                    7
        I. Metode Penilaian yang Digunakan                                        8
        J. Ringkasan Hasil Penilaian                                              9
        K. Kesimpulan Penilaian                                                  10

II.     DESKRIPSI PENUGASAN

        A. Alasan dan Latar Belakang                                             11
        B. Tujuan dan Maksud Penilaian                                           14
        C. Definisi Nilai yang Digunakan                                         14
        D. Tanggal Efektif Penilaian                                             15
        E. Data dan Informasi yang Digunakan                                     15
        F. Informasi Non-Keuangan                                                17
        G. Jenis Ekuitas                                                         19
        H. Kondisi Pembatas dan Asumsi-Asumsi Pokok                              19
        I. Tingkat Kedalaman Investigasi                                         20
        J. Distribusi Laporan Penilaian                                          20
        K. Jenis Laporan                                                         21
        L. Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events)        21




                                             xx
Page 22
III.    PENJELASAN SINGKAT MENGENAI OBJEK PENILAIAN

        A. Latar Belakang PT Digitalisasi Perangkat Indonesia              22
        B. Kegiatan Usaha                                                  22
        C. Manajemen                                                       22
        D. Kepemilikan Saham                                               23
        E. Data Keuangan Historis                                          23
        F. Penjelasan Singkat Mengenai Entitas Anak DPI                    25

IV.     KONDISI DAN TINJAUAN EKONOMI

        A. Tinjauan Ekonomi Dunia                                          30
        B. Tinjauan Ekonomi Indonesia                                      33
        C. Proyeksi Ekonomi Indonesia                                      34
        D. Tingkat Suku Bunga                                              34
        E. Inflasi                                                         35
        F. Nilai Tukar Rupiah                                              37

V.      TINJAUAN INDUSTRI URUN DANA

        A. Tinjauan Industri Urun Dana di Dunia                            39
        B. Tinjauan Industri Urun Dana di Indonesia                        41

VI.     ANALISIS LAPORAN KEUANGAN HISTORIS

        A. PT Digitalisasi Perangkat Indonesia                             43
        B. Analisis atas Informasi Keuangan Proforma DPI                   53
        C. Analisis atas Common Size PT Digitalisasi Perangkat Indonesia   56
        D. Analisis atas Common Size Industri Sekuritas                    58

VII.    ANALISIS RISIKO

        A. Risiko Teknologi                                                63
        B. Risiko Operasional                                              63
        C. Risiko Ekonomi                                                  63
        D. Risiko Ketidakstabilan Politik                                  63
        E. Risiko Bencana Alam                                             64
        F. Risiko Perubahan Kebijakan Pemerintah                           64

VIII.   METODE PENILAIAN

        A. Metode-Metode Penilaian                                         65
        B. Metode Penilaian yang Digunakan                                 66
        C. Premis Penilaian                                                67
        D. Aplikasi Diskon dan Premi                                       67
        E. Prosedur Penilaian                                              68
        F. Independensi Penilai                                            68




                                            xxi
Page 23
IX.   PENILAIAN

      A. Premi Pengendalian (Premium for Control), Diskon Tanpa Pengendalian
         (Discount for Lack of Control) dan Diskon Likuiditas Pasar (Discount for
         Lack of Marketabilities)                                                   69
      B. Nilai Pasar Objek Penilaian                                                70
      C. PT Bursa Akselerasi Indonesia                                              75
      D. PT Surya Fajar Urun Dana                                                   80
      E. Kesimpulan Penilaian                                                       85




                                          xxii
Page 24
                                   DAFTAR TABEL

                                                                    HALAMAN

Tabel 1    Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
           PT Digitalisasi Perangkat Indonesia                           6

Tabel 2    Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
           PT Digitalisasi Perangkat Indonesia                          23

Tabel 3    Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           PT Digitalisasi Perangkat Indonesia
           Per 31 Agustus 2026 dan 31 Desember 2021 – 2025              24

Tabel 4    Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           PT Digitalisasi Perangkat Indonesia
           Untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal
           31 Agustus 2026 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2021 – 2025                      25

Tabel 5    Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
           PT Mareco Prima Mandiri                                      26

Tabel 6    Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
           PT Bursa Akselerasi Indonesia                                28

Tabel 7    Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
           PT Digitalisasi Perangkat Indonesia                          29

Tabel 8    Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Dunia                      30

Tabel 9    Pertumbuhan Inflasi                                          31

Tabel 10   Suku Bunga Bank Sentral                                      32

Tabel 11   Kontributor Inflasi Terbesar Berdasarkan Provinsi            36

Tabel 12   Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           PT Digitalisasi Perangkat Indonesia
           Per 31 Agustus 2026 dan 31 Desember 2021 – 2025              43

Tabel 13   Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           PT Digitalisasi Perangkat Indonesia
           Untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal
           31 Agustus 2026 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2021 – 2025                      47




                                          xxiii
Page 25
Tabel 14   Laporan Arus Kas Konsolidasian
           PT Digitalisasi Perangkat Indonesia
           Untuk periode delapan bulan yang berakhir pada
           tanggal 31 Agustus 2026 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2021 – 2025                      49

Tabel 15   Rasio-rasio Keuangan
           PT Digitalisasi Perangkat Indonesia
           Per 31 Agustus 2026 dan 31 Desember 2021 – 2025              52

Tabel 16   Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Proforma
           PT Digitalisasi Perangkat Indonesia
           Per 31 Agustus 2026                                          53

Tabel 17   Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian Proforma
           PT Digitalisasi Perangkat Indonesia
           Untuk periode delapan bulan yang berakhir pada
           tanggal 31 Agustus 2026                                      54

Tabel 18   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           PT Digitalisasi Perangkat Indonesia
           Per 31 Agustus 2026 dan 31 Desember 2021 – 2025              56

Tabel 19   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           PT Digitalisasi Perangkat Indonesia
           Untuk periode delapan bulan yang berakhir pada
           tanggal 31 Agustus 2026 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2021 – 2025                      57

Tabel 20   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           PT Panin Sekuritas Tbk
           Per 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2021 – 2025                 58

Tabel 21   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           PT Panin Sekuritas Tbk
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2026 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2021 – 2025                      59

Tabel 22   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk
           Per 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2021 – 2025                 60




                                        xxiv
Page 26
Tabel 23   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2026 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2021 – 2025                      61

Tabel 24   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk
           Per 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2021 – 2025                 61

Tabel 25   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2026 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2021 – 2025                      62

Tabel 26   Nilai Pasar 51,95% Saham
           PT Digitalisasi Perangkat Indonesia
           Metode Penyesuaian Aset Bersih
           Per 31 Agustus 2026                                          71

Tabel 27   Uraian Perusahaan Pembanding – Kriteria No. 1                72

Tabel 28   Uraian Perusahaan Pembanding – Kriteria No. 2                72

Tabel 29   Uraian Perusahaan Pembanding – Kriteria No. 3                73

Tabel 30   Uraian Perusahaan Pembanding – Kriteria No. 4 dan No. 5      73

Tabel 31   Data Angka Pengali Perusahaan Pembanding
           PT Digitalisasi Perangkat Indonesia                          73

Tabel 32   Nilai Pasar 51,95% Saham
           PT Digitalisasi Perangkat Indonesia
           Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek
           Per 31 Agustus 2026                                          74

Tabel 33   Rekonsiliasi Nilai
           PT Digitalisasi Perangkat Indonesia
           Per 31 Agustus 2026                                          75

Tabel 34   Indikasi Nilai Pasar 99,997% Saham
           PT Bursa Akselerasi Indonesia
           Metode Penyesuaian Aset Bersih
           Per 31 Agustus 2026                                          76




                                          xxv
Page 27
Tabel 35   Uraian Perusahaan Pembanding – Kriteria No. 1             77

Tabel 36   Uraian Perusahaan Pembanding – Kriteria No. 2             77

Tabel 37   Uraian Perusahaan Pembanding – Kriteria No. 3             78

Tabel 38   Uraian Perusahaan Pembanding – Kriteria No. 4 dan No. 5   78

Tabel 39   Data Angka Pengali Perusahaan Pembanding
           PT Bursa Akselerasi Indonesia                             78

Tabel 40   Indikasi Nilai Pasar 99,997% Saham
           PT Bursa Akselerasi Indonesia
           Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek
           Per 31 Agustus 2026                                       79

Tabel 41   Rekonsiliasi Nilai
           PT Bursa Akselerasi Indonesia
           Per 31 Agustus 2026                                       80

Tabel 42   Indikasi Nilai Pasar 92,50% Saham
           PT Surya Fajar Urun Dana
           Metode Penyesuaian Aset Bersih
           Per 31 Agustus 2026                                       81

Tabel 43   Uraian Perusahaan Pembanding – Kriteria No. 1             82

Tabel 44   Uraian Perusahaan Pembanding – Kriteria No. 2             82

Tabel 45   Uraian Perusahaan Pembanding – Kriteria No. 3             83

Tabel 46   Uraian Perusahaan Pembanding – Kriteria No. 4 dan No. 5   83

Tabel 47   Data Angka Pengali Perusahaan Pembanding
           PT Surya Fajar Urun Dana                                  83

Tabel 48   Indikasi Nilai Pasar 92,50% Saham
           PT Surya Fajar Urun Dana
           Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek
           Per 31 Agustus 2026                                       84

Tabel 49   Rekonsiliasi Nilai
           PT Surya Fajar Urun Dana
           Per 31 Agustus 2026                                       85




                                           xxvi
Page 28
                                 DAFTAR GRAFIK

                                                                         HALAMAN

Grafik 1   Perkembangan Suku Bunga BI                                        35

Grafik 2   Perkembangan Inflasi Berdasarkan IHK di Indonesia                 36

Grafik 3   Proyeksi Nilai Tukar Rupiah Terhadap Mata Uang Asing              38

Grafik 4   Penawaran Berdasarkan Regulasi Crowdfunding Amerika Serikat
           Tahun 2024 – 2025                                                 39




                                        xxvii
Page 29
                                      LAMPIRAN

                                                                   HALAMAN

Lampiran A   Nilai Pasar 51,95% Saham
             PT Digitalisasi Perangkat Indonesia
             Metode Penyesuaian Aset Bersih
             Per 31 Agustus 2026                                       86

Lampiran B   Nilai Pasar 51,95% Saham
             PT Digitalisasi Perangkat Indonesia
             Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek
             Per 31 Agustus 2026                                       87

Lampiran C   Rekonsiliasi Nilai
             PT Digitalisasi Perangkat Indonesia
             Per 31 Agustus 2026                                       88

Lampiran D   Indikasi Nilai Pasar 99,997% Saham
             PT Bursa Akselerasi Indonesia
             Metode Penyesuaian Aset Bersih
             Per 31 Agustus 2026                                       89

Lampiran E   Indikasi Nilai Pasar 99,997% Saham
             PT Bursa Akselerasi Indonesia
             Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek
             Per 31 Agustus 2026                                       90

Lampiran F   Rekonsiliasi Nilai
             PT Bursa Akselerasi Indonesia
             Per 31 Agustus 2026                                       91

Lampiran G   Indikasi Nilai Pasar 92,50% Saham
             PT Surya Fajar Urun Dana
             Metode Penyesuaian Aset Bersih
             Per 31 Agustus 2026                                       92

Lampiran H   Indikasi Nilai Pasar 92,50% Saham
             PT Surya Fajar Urun Dana
             Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek
             Per 31 Agustus 2026                                       93

Lampiran I   Rekonsiliasi Nilai
             PT Surya Fajar Urun Dana
             Per 31 Agustus 2026                                       94




                                         xxviii
Page 30
I.     RINGKASAN EKSEKUTIF

I.A.   Alasan dan Latar Belakang

       PT Surya Fajar Capital Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) merupakan suatu
       perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held company),
       didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
       kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang jasa, konsultasi
       manajemen dan bisnis, serta perdagangan dan keuangan baik langsung maupun
       melalui anak usaha. Perseroan berdomisili di Satrio Tower Building, Lantai 14, Unit
       5, Jalan Prof. Dr. Satrio, Kavling C4, Mega Kuningan, Jakarta Selatan 12950,
       dengan nomor telepon: (021) 22513339, dan email: corporate@sfcapital.co.id.

       Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, struktur
       kepemilikan Perseroan dan penyertaan saham pada entitas anak Perseroan
       adalah sebagai berikut:

                                       PT Surya Fajar Corpora
                                               (SFC)

                                                  71,24%


                                              Perseroan


                                                  51,95%
                                           PT Digitalisasi
                                        Perangkat Indonesia
                                               (DPI)
                           75,52%                 99,997%                92,50%

                    PT Mareco Prima      PT Bursa Akselerasi    PT Surya Fajar Urun
                     Mandiri (MPM)        Indonesia (BAI)          Dana (SFUD)




       DPI, MPM, BAI, dan SFUD secara bersama-sama selanjutnya disebut “Entitas
       Anak Perseroan”.

       DPI merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
       (privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
       Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha DPI adalah bergerak dalam bidang
       pengawasan, pengelolahan unit-unit dan bantuan nasihat, bimbingan, operasional
       usaha, permasalahan organisasi dan manajemen lainnya.

       MPM merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
       (privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
       Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha MPM adalah bergerak dalam bidang
       penyedia jasa pembayaran.

       BAI merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-
       held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang
       lingkup kegiatan usaha BAI adalah penyelenggara layanan pinjam meminjam uang
       berbasis teknologi informasi konvensional.

                                          1
Page 31
SFUD merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha SFUD adalah bergerak dalam bidang
penawaran efek berbasis teknologi informasi (securities crowdfunding).

Sebelumnya, pada tanggal 19 Mei 2026, DPI dan PT Trans Mutasi Bangsa
(selanjutnya disebut “TMB”) telah menandatangani Perjanjian Pinjaman, di mana
DPI memperoleh pinjaman sebesar Rp 53,66 miliar dari TMB dengan mekanisme
pelunasan pinjaman adalah harus dan wajib dilakukan hanya melalui pengalihan
atas 120.000.000 saham seri A, 822.915.500 saham seri B, dan 14.500.000.000
saham seri C dengan jumlah keseluruhan saham sebanyak 15.442.915.500
saham atau setara dengan 99,37% saham MPM milik DPI (selanjutnya disebut
“Saham MPM”) kepada TMB selambat-lambatnya sembilan puluh hari sejak
penandatanganan Perjanjian Pinjaman atau tanggal diperolehnya persetujuan dari
Bank Indonesia atas pengambilalihan MPM oleh TMB (selanjutnya disebut
“Transaksi Pinjaman”). Sehubungan dengan Perjanjian Pinjaman pada tanggal
19 Mei 2026, DPI dan TMB telah menandatangani Perjanjian Gadai Saham, di
mana DPI telah menggadaikan Saham MPM kepada TMB. Atas Transaksi
Pinjaman tersebut yang di dalamnya ada skema pengalihan dan gadai saham,
Perseroan telah memperoleh persetujuan pada Rapat Umum Pemegang Saham
Luar Biasa Perseroan pada tanggal 26 Juni 2026.

Seiring dengan perkembangan industri keuangan yang semakin pesat, peran
digitalisasi menjadi struktur yang mendukung dalam memperoleh pembiayaan
dengan akses yang mudah dan cepat dalam rangka mendorong pertumbuhan
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Namun demikian, hal ini
menjadi tantangan tersendiri bagi Entitas Anak Perseroan yang memiliki anak
perusahaan bergerak dalam bidang pendanaan proyek (project financing) dengan
berbasis platform peer to peer lending (P2P) guna menghubungkan antara
pemberi dan penerima modal yang akan diperoleh melalui proses seleksi sesuai
dengan penerapan prinsip kehati-hatian serta anak perusahaan yang bergerak
dalam bidang platform urun dana (securities crowd funding).

Menanggapi hal tersebut, Perseroan berupaya untuk menjalankan strategi
bisnisnya dengan mempertimbangkan bahwa saat ini Entitas Anak Perseroan
masih membutuhkan modal kerja dan sumber pendanaan yang mampu
mendukung kegiatan dan aktivitas operasional. Selanjutnya, mengingat Entitas
Anak Perseroan belum memiliki riwayat pendapatan dengan prospek positif dan
diperkirakan masih berfluktuasi pada beberapa tahun mendatang, sehingga
Perseroan merencanakan untuk menjual dan menyerahkan sebanyak
296.867.000 lembar atau setara dengan 51,95% saham DPI kepada SFC
(selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”).

Rencana Transaksi merupakan langkah strategis Perseroan untuk
menyederhanakan struktur portofolio bisnis Perseroan dan penerapan mitigasi
risiko atas ketidakstabilan atas kegiatan operasional DPI untuk menghasilkan laba
serta mengurangi dampak dari potensi kerugian DPI yang timbul di masa yang
akan datang.




                                  2
Page 32
Dengan melakukan Rencana Transaksi, Perseroan dapat memperoleh dana hasil
Rencana Transaksi yang dapat digunakan Perseroan untuk mengembangkan
entitas anak Perseroan yang memiliki potensi pertumbuhan pendapatan yang lebih
optimal dan/atau pada portofolio bisnis lainnya yang memiliki tingkat balikan lebih
tinggi dibandingkan dengan DPI.

Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan dapat mengalihkan fokus
bisnis untuk memperkuat kinerja keuangan entitas anak Perseroan yang telah
beroperasi dan/atau portofolio bisnis lain yang diharapkan dapat memberikan
kontribusi positif pada kinerja keuangan konsolidasian Perseroan di masa yang
akan datang serta memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham
Perseroan.

Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Seiring dengan perkembangan industri keuangan yang semakin pesat, peran
    digitalisasi menjadi struktur yang mendukung dalam memperoleh pembiayaan
    dengan akses yang mudah dan cepat dalam rangka mendorong pertumbuhan
    Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Namun demikian,
    hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Entitas Anak Perseroan yang memiliki
    anak perusahaan bergerak dalam bidang pendanaan proyek (project financing)
    dengan berbasis platform peer to peer lending (P2P) guna menghubungkan
    antara pemberi dan penerima modal yang akan diperoleh melalui proses
    seleksi sesuai dengan penerapan prinsip kehati-hatian serta anak perusahaan
    yang bergerak dalam bidang platform urun dana (securities crowd funding).

•   Perseroan berupaya untuk menjalankan strategi bisnisnya dengan
    mempertimbangkan bahwa saat ini Entitas Anak Perseroan masih
    membutuhkan modal kerja dan sumber pendanaan yang mampu mendukung
    kegiatan dan aktivitas operasional. Selanjutnya, mengingat Entitas Anak
    Perseroan belum memiliki riwayat pendapatan dengan prospek positif dan
    diperkirakan masih berfluktuasi pada beberapa tahun mendatang, sehingga
    Perseroan merencanakan untuk melakukan Rencana Transaksi.

•   Rencana Transaksi merupakan langkah strategis Perseroan untuk
    menyederhanakan struktur portofolio bisnis Perseroan dan penerapan mitigasi
    risiko atas ketidakstabilan atas kegiatan operasional DPI untuk menghasilkan
    laba serta mengurangi dampak dari potensi kerugian DPI yang timbul di masa
    yang akan datang.

•   Dengan melakukan Rencana Transaksi, Perseroan dapat memperoleh dana
    hasil Rencana Transaksi yang dapat digunakan Perseroan untuk
    mengembangkan entitas anak Perseroan yang memiliki potensi pertumbuhan
    pendapatan yang lebih optimal dan/atau pada portofolio bisnis lainnya yang
    memiliki tingkat balikan lebih tinggi dibandingkan dengan DPI.




                                   3
Page 33
•   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan dapat mengalihkan
    fokus bisnis untuk memperkuat kinerja keuangan entitas anak Perseroan yang
    telah beroperasi dan/atau portofolio bisnis lain yang diharapkan dapat
    memberikan kontribusi positif pada kinerja keuangan konsolidasian Perseroan
    di masa yang akan datang serta memberikan nilai tambah bagi seluruh
    pemegang saham Perseroan.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Transaksi tersebut merupakan transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus
memenuhi Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang
“Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan” (selanjutnya disebut
“POJK 42/2020”).

Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
Rencana Transaksi tersebut merupakan transaksi material, sehingga Perseroan
harus memenuhi Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020
tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha” (selanjutnya disebut
“POJK 17/2020”).

Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi dan transaksi
material, POJK 42/2020 dan POJK 17/2020 mensyaratkan adanya laporan
penilaian saham atas transaksi tersebut, yang disiapkan oleh penilai independen.

Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi tersebut, maka
Perseroan menunjuk penilai independen, Kantor Jasa Penilai Publik (selanjutnya
disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya disebut “KR” atau “kami”) untuk
melakukan penilaian atas Objek Penilaian.

Mengingat DPI adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat
diperjualbelikan di pasar modal, maka saham DPI bersifat tidak likuid.




                                 4
Page 34
I.B.   Objek serta Tujuan dan Maksud Penilaian

       Objek yang dinilai dalam penilaian ini adalah nilai pasar 51,95% saham DPI
       (selanjutnya disebut “Objek Penilaian”).

       Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen
       tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah
       dan/atau ekuivalensinya pada tanggal 31 Agustus 2026.

       Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari
       Objek Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan
       pertimbangan oleh manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana
       Transaksi serta untuk memenuhi POJK 42/2020 dan POJK 17/2020.

       Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam
       Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan
       Penilaian Bisnis di Pasar Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK
       35/2020”) serta Standar Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310,
       SPI320, SPI330 (selanjutnya disebut “SPI”).

I.C.   Premis Penilaian

       Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis
       penilaian bahwa DPI adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.

I.D.   Independensi Penilai

       Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa
       adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan DPI
       ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan DPI. KR juga tidak
       memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
       Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan
       atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali
       tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis penilaian ini dan
       KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan No. KR/260821-001
       tanggal 21 Agustus 2026 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.

I.E.   Tanggal Efektif Penilaian

       Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal
       31 Agustus 2026. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan
       tujuan penilaian serta dari data keuangan DPI yang kami terima. Data keuangan
       tersebut berupa laporan keuangan konsolidasian DPI untuk periode delapan bulan
       yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2026 yang menjadi dasar penilaian ini.




                                          5
Page 35
I.F.     Profil PT Digitalisasi Perangkat Indonesia

         DPI didirikan berdasarkan Akta No. 1 tanggal 10 Mei 2017, yang dibuat di hadapan
         Hj. Herlina, S.H., M.Kn., Notaris di Tangerang. Akta Pendirian tersebut telah
         memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
         Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-0021664.AH.01.01.TAHUN 2017
         tanggal 11 Mei 2017 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik
         Indonesia No. 85 tanggal 25 Oktober 2022, Tambahan No. 36928.

         Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami perubahan, terakhir dengan Akta
         No. 62 dan Akta No. 63 tanggal 21 September 2026 yang dibuat di hadapan
         Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., Notaris di Jakarta, mengenai jual beli saham.

         DPI berkedudukan di Jakarta Selatan dan berkantor pusat di Gedung Bursa Efek
         Indonesia Tower II Lantai 17, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Kelurahan
         Senayan, Kecamatan Kebayoran Baru, Kota Administrasi Jakarta Selatan. DPI
         mulai beroperasi komersial pada tahun 2017.

I.F.1.   Struktur Permodalan

         Berdasarkan Akta No. 62 dan Akta No. 63, susunan pemegang saham DPI berikut
         dengan kepemilikannya adalah sebagai berikut:

         Tabel 1
         PT Digitalisasi Perangkat Indonesia
         Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham

                                                                                              (Dalam Rupiah)
                                                                          Persentase
                       Pemegang Saham                  Jumlah Saham                        Jumlah Modal
                                                                          Kepemilikan
         PT Surya Fajar Capital Tbk                         296.867.000           51,95%     29.686.700.000
         PT Venteny Fortuna International Tbk               171.428.600           30,00%     17.142.860.000
         Hevy Yafanny                                        52.533.000            9,19%      5.253.300.000
         Ing Ing Cindy Eva                                   31.039.000            5,43%      3.103.900.000
         Ryan Filbert Wijaya                                 15.000.000            2,62%      1.500.000.000
         PT Garudapreneur Investasi Asia                      3.760.000            0,66%        376.000.000
         Fandy Gunawan                                          800.000            0,14%         80.000.000
         PT Surya Fajar Corpora                                   1.000            0,00%            100.000
         Jumlah                                            571.428.600           100,00%     57.142.860.000




                                                   6
Page 36
I.F.2.   Struktur Pengurus

         Susunan Dewan Komisaris dan Direktur DPI pada tanggal 31 Agustus 2026 adalah
         sebagai berikut:

         Dewan Komisaris
         Komisaris Utama                        :   Ing Ing Cindy Eva
         Komisaris                              :   Lie Kienata

         Direktur                               :   Marianto

I.F.3.   Kegiatan Usaha

         Ruang lingkup kegiatan usaha DPI adalah bergerak dalam bidang pengawasan,
         pengelolahan unit-unit dan bantuan nasihat, bimbingan, operasional usaha,
         permasalahan organisasi dan manajemen lainnya.

I.G.     Definisi Nilai yang Digunakan

         Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan
         terbuka, maka dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.

         Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk
         digunakan dalam penilaian ini adalah nilai pasar, di mana berdasarkan POJK
         35/2020, nilai pasar didefinisikan sebagai “estimasi sejumlah uang yang dapat
         diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal penilaian,
         antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat menjual,
         dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara layak,
         di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang
         dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.

I.H.     Pendekatan Penilaian yang Digunakan

         Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis
         internal berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis historis
         atas laporan posisi keuangan, dan laporan laba rugi komprehensif DPI, pengkajian
         atas kondisi operasi dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki DPI. Prospek
         DPI di masa yang akan datang kami evaluasi berdasarkan rencana usaha yang
         telah kami kaji kewajaran dan konsistensinya. Analisis eksternal didasarkan pada
         kajian singkat terhadap faktor-faktor eksternal yang dipertimbangkan sebagai
         penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian singkat atas prospek dari
         industri yang bersangkutan.




                                            7
Page 37
       Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar
       suatu “business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi
       keuangan dan laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya
       diperlukan penyesuaian terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan
       normalisasi keuntungan laporan laba rugi komprehensif yang biasanya disusun
       oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun nilai buku suatu
       perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan laba
       rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis
       yang dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian
       tersebut.

I.I.   Metode Penilaian yang Digunakan

       Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
       penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method), dan metode pembanding
       perusahaan tercatat di bursa efek (guideline publicly traded company method).

       Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari
       semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai
       pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai
       pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan
       kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai pasar seluruh aset
       (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai pasar liabilitas.

       Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek digunakan dalam penilaian
       ini karena walaupun di pasar saham perusahaan terbuka tidak diperoleh informasi
       mengenai perusahaan sejenis dengan skala usaha dan aset yang setara, namun
       diperkirakan data saham perusahaan terbuka yang ada dapat digunakan sebagai
       data perbandingan atas nilai saham yang dimiliki oleh DPI.

       Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai
       untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak
       manajemen Perseroan dan DPI. Tidak tertutup kemungkinan untuk
       diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat memberikan
       hasil yang berbeda.

       Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi
       dengan melakukan pembobotan.




                                          8
Page 38
I.J.     Ringkasan Hasil Penilaian

         Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, ringkasan hasil penilaian kami adalah
         sebagai berikut:

I.J.1.   Nilai Pasar 51,95% Saham DPI Berdasarkan Metode Penyesuaian Aset Bersih

         Berdasarkan metode penyesuaian aset bersih, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai
         pasar 100,00% saham DPI sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
         Rp 48,16 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 40,00%, maka nilai pasar
         100,00% saham DPI adalah sebesar Rp 28,89 miliar. Dengan demikian, nilai pasar
         51,95% saham DPI berdasarkan metode penyesuaian aset bersih adalah sebesar
         Rp 15,01 miliar.

I.J.2.   Nilai Pasar 51,95% Saham DPI Berdasarkan Metode Pembanding Perusahaan
         Tercatat di Bursa Efek

         Berdasarkan metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, diperoleh
         hasil bahwa indikasi nilai pasar 100,00% saham DPI sebelum diskon likuiditas
         pasar adalah sebesar Rp 61,29 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar
         40,00%, maka nilai pasar 100,00% saham DPI adalah sebesar Rp 36,78 miliar.
         Dengan demikian, nilai pasar 51,95% saham DPI berdasarkan metode
         pembanding perusahaan tercatat di bursa efek adalah sebesar Rp 19,11 miliar.

I.J.3.   Rekonsiliasi Nilai

         Untuk mendapatkan nilai pasar yang mewakili nilai dari kedua metode penilaian
         yang digunakan, dilakukan rekonsiliasi dengan terlebih dahulu melakukan
         pembobotan terhadap nilai pasar yang dihasilkan dari kedua metode tersebut,
         masing-masing dengan bobot 90,00% untuk metode penyesuaian aset bersih dan
         10,00% untuk metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek.

         Alasan kami memberikan bobot 90,00% untuk metode penyesuaian aset bersih
         dan 10,00% untuk metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, yaitu
         karena data dan informasi yang digunakan pada metode penyesuaian aset bersih
         yang kami gunakan untuk menentukan nilai pasar Objek Penilaian merupakan data
         dan informasi yang memiliki tingkat kehandalan yang lebih memadai dibandingkan
         dengan data dan informasi yang digunakan pada metode pembanding perusahaan
         tercatat di bursa efek.

         Berdasarkan hasil rekonsiliasi tersebut, diperoleh hasil bahwa nilai pasar Objek
         Penilaian adalah sebesar Rp 15,42 miliar.




                                          9
Page 39
I.K.   Kesimpulan Penilaian

       Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima
       dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang memengaruhi
       penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal
       31 Agustus 2026 adalah sebesar Rp 15,42 miliar.

       Nilai pasar Objek Penilaian tersebut kami tentukan berdasarkan data dan informasi
       yang kami peroleh dari pihak manajemen Perseroan dan DPI serta pihak-pihak
       lain yang relevan dengan penilaian. Kami menganggap bahwa semua informasi
       tersebut adalah benar dan bahwa tidak ada keadaan atau hal-hal yang tidak
       terungkap yang akan memengaruhi nilai pasar tersebut secara material.

       Kami tidak melakukan penyelidikan dan juga bukan merupakan tanggung jawab
       kami kemungkinan terjadinya masalah yang berkaitan dengan status hukum
       kepemilikan, kewajiban utang dan/atau sengketa atas DPI. Kami tegaskan pula
       bahwa kami tidak memperoleh manfaat atau keuntungan apapun baik saat ini
       maupun di masa mendatang dan imbalan jasa yang telah disetujui atas penilaian
       DPI tidak tergantung pada nilai yang dilaporkan.




                                        10
Page 40
II.     DESKRIPSI PENUGASAN

II.A.   Alasan dan Latar Belakang

        Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka
        (publicly-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
        Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam
        bidang jasa, konsultasi manajemen dan bisnis, serta perdagangan dan keuangan
        baik langsung maupun melalui anak usaha. Perseroan berdomisili di Satrio Tower
        Building, Lantai 14, Unit 5, Jalan Prof. Dr. Satrio, Kavling C4, Mega Kuningan,
        Jakarta Selatan 12950, dengan nomor telepon: (021) 22513339, dan email:
        corporate@sfcapital.co.id.

        Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, struktur
        kepemilikan Perseroan dan penyertaan saham pada entitas anak Perseroan
        adalah sebagai berikut:


                                                SFC


                                                  71,24%


                                              Perseroan


                                                  51,95%


                                                DPI


                           75,52%                 99,997%           92,50%


                         MPM                    BAI               SFUD




        DPI merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
        (privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
        Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha DPI adalah bergerak dalam bidang
        pengawasan, pengelolahan unit-unit dan bantuan nasihat, bimbingan, operasional
        usaha, permasalahan organisasi dan manajemen lainnya.

        MPM merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
        (privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
        Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha MPM adalah bergerak dalam bidang
        penyedia jasa pembayaran (PJP).

        BAI merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-
        held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang
        lingkup kegiatan usaha BAI adalah penyelenggara layanan pinjam meminjam uang
        berbasis teknologi informasi konvensional.




                                         11
Page 41
SFUD merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha SFUD adalah bergerak dalam bidang
penawaran efek berbasis teknologi informasi (securities crowdfunding).

Sebelumnya, pada tanggal 19 Mei 2026, DPI dan TMB telah melakukan Transaksi
Pinjaman. Sehubungan dengan Perjanjian Pinjaman pada tanggal 19 Mei 2026,
DPI dan TMB telah menandatangani Perjanjian Gadai Saham, di mana DPI telah
menggadaikan Saham MPM kepada TMB. Atas Transaksi Pinjaman tersebut yang
di dalamnya ada skema pengalihan dan gadai saham, Perseroan telah
memperoleh persetujuan pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa
Perseroan pada tanggal 26 Juni 2026.

Seiring dengan perkembangan industri keuangan yang semakin pesat, peran
digitalisasi menjadi struktur yang mendukung dalam memperoleh pembiayaan
dengan akses yang mudah dan cepat dalam rangka mendorong pertumbuhan
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Namun demikian, hal ini
menjadi tantangan tersendiri bagi Entitas Anak Perseroan yang memiliki anak
perusahaan bergerak dalam bidang pendanaan proyek (project financing) dengan
berbasis platform peer to peer lending (P2P) guna menghubungkan antara
pemberi dan penerima modal yang akan diperoleh melalui proses seleksi sesuai
dengan penerapan prinsip kehati-hatian serta anak perusahaan yang bergerak
dalam bidang platform urun dana (securities crowd funding).

Menanggapi hal tersebut, Perseroan berupaya untuk menjalankan strategi
bisnisnya dengan mempertimbangkan bahwa saat ini Entitas Anak Perseroan
masih membutuhkan modal kerja dan sumber pendanaan yang mampu
mendukung kegiatan dan aktivitas operasional. Selanjutnya, mengingat Entitas
Anak Perseroan belum memiliki riwayat pendapatan dengan prospek positif dan
diperkirakan masih berfluktuasi pada beberapa tahun mendatang, sehingga
Perseroan merencanakan untuk melakukan Rencana Transaksi.

Rencana Transaksi merupakan langkah strategis Perseroan untuk
menyederhanakan struktur portofolio bisnis Perseroan dan penerapan mitigasi
risiko atas ketidakstabilan atas kegiatan operasional DPI untuk menghasilkan laba
serta mengurangi dampak dari potensi kerugian DPI yang timbul di masa yang
akan datang.

Dengan melakukan Rencana Transaksi, Perseroan dapat memperoleh dana hasil
Rencana Transaksi yang dapat digunakan Perseroan untuk mengembangkan
entitas anak Perseroan yang memiliki potensi pertumbuhan pendapatan yang lebih
optimal dan/atau pada portofolio bisnis lainnya yang memiliki tingkat balikan lebih
tinggi dibandingkan dengan DPI.




                                  12
Page 42
Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan dapat mengalihkan fokus
bisnis untuk memperkuat kinerja keuangan entitas anak Perseroan yang telah
beroperasi dan/atau portofolio bisnis lain yang diharapkan dapat memberikan
kontribusi positif pada kinerja keuangan konsolidasian Perseroan di masa yang
akan datang serta memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham
Perseroan.

Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Seiring dengan perkembangan industri keuangan yang semakin pesat, peran
    digitalisasi menjadi struktur yang mendukung dalam memperoleh pembiayaan
    dengan akses yang mudah dan cepat dalam rangka mendorong pertumbuhan
    Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Namun demikian,
    hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Entitas Anak Perseroan yang memiliki
    anak perusahaan bergerak dalam bidang pendanaan proyek (project financing)
    dengan berbasis platform peer to peer lending (P2P) guna menghubungkan
    antara pemberi dan penerima modal yang akan diperoleh melalui proses
    seleksi sesuai dengan penerapan prinsip kehati-hatian serta anak perusahaan
    yang bergerak dalam bidang platform urun dana (securities crowd funding).

•   Perseroan berupaya untuk menjalankan strategi bisnisnya dengan
    mempertimbangkan bahwa saat ini Entitas Anak Perseroan masih
    membutuhkan modal kerja dan sumber pendanaan yang mampu mendukung
    kegiatan dan aktivitas operasional. Selanjutnya, mengingat Entitas Anak
    Perseroan belum memiliki riwayat pendapatan dengan prospek positif dan
    diperkirakan masih berfluktuasi pada beberapa tahun mendatang, sehingga
    Perseroan merencanakan untuk melakukan Rencana Transaksi.

•   Rencana Transaksi merupakan langkah strategis Perseroan untuk
    menyederhanakan struktur portofolio bisnis Perseroan dan penerapan mitigasi
    risiko atas ketidakstabilan atas kegiatan operasional DPI untuk menghasilkan
    laba serta mengurangi dampak dari potensi kerugian DPI yang timbul di masa
    yang akan datang.

•   Dengan melakukan Rencana Transaksi, Perseroan dapat memperoleh dana
    hasil Rencana Transaksi yang dapat digunakan Perseroan untuk
    mengembangkan entitas anak Perseroan yang memiliki potensi pertumbuhan
    pendapatan yang lebih optimal dan/atau pada portofolio bisnis lainnya yang
    memiliki tingkat balikan lebih tinggi dibandingkan dengan DPI.

•   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan dapat mengalihkan
    fokus bisnis untuk memperkuat kinerja keuangan entitas anak Perseroan yang
    telah beroperasi dan/atau portofolio bisnis lain yang diharapkan dapat
    memberikan kontribusi positif pada kinerja keuangan konsolidasian Perseroan
    di masa yang akan datang serta memberikan nilai tambah bagi seluruh
    pemegang saham Perseroan.




                                  13
Page 43
        Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
        Transaksi tersebut merupakan transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus
        memenuhi Peraturan POJK 42/2020.

        Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
        Rencana Transaksi tersebut merupakan transaksi material, sehingga Perseroan
        harus memenuhi Peraturan POJK 17/2020.

        Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi dan transaksi
        material, POJK 42/2020 dan POJK 17/2020 mensyaratkan adanya laporan
        penilaian saham atas transaksi tersebut, yang disiapkan oleh penilai independen.

        Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi tersebut, maka
        Perseroan menunjuk penilai independen, KR untuk melakukan penilaian atas
        Objek Penilaian.

        Mengingat DPI adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat
        diperjualbelikan di pasar modal, maka saham DPI bersifat tidak likuid.

II.B.   Tujuan dan Maksud Penilaian

        Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen
        tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah
        dan/atau ekuivalensinya pada tanggal 31 Agustus 2026.

        Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari
        Objek Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan
        pertimbangan oleh manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana
        Transaksi serta untuk memenuhi POJK 42/2020 dan POJK 17/2020.

        Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam POJK
        35/2020 serta SPI.

II.C.   Definisi Nilai yang Digunakan

        Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan
        terbuka, maka dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.

        Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk
        digunakan dalam penilaian ini adalah nilai pasar, di mana berdasarkan POJK
        35/2020, nilai pasar didefinisikan sebagai “estimasi sejumlah uang yang dapat
        diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal penilaian,
        antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat menjual,
        dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara layak,
        di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang
        dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.




                                         14
Page 44
II.D.   Tanggal Efektif Penilaian

        Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal
        31 Agustus 2026. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan
        tujuan penilaian serta dari data keuangan DPI yang kami terima. Data keuangan
        tersebut berupa laporan keuangan konsolidasian DPI untuk periode delapan bulan
        yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2026 yang menjadi dasar penilaian ini.

II.E.   Data dan Informasi yang Digunakan

        Dalam melakukan penilaian untuk memperkirakan nilai pasar Objek Penilaian,
        kami telah menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau melaksanakan
        prosedur atas data dan informasi sebagai berikut:

        1. Laporan keuangan konsolidasian DPI untuk periode delapan bulan yang
           berakhir pada tanggal 31 Agustus 2026 yang telah diaudit oleh Kantor
           Akuntan Publik (selanjutnya disebut “KAP”) Miranti Sensi Idris
           (selanjutnya disebut “MSI”) sebagaimana tertuang dalam laporannya
           No. 00196/3.0341/AU.1/09/2098-1/1/IX/2026 tanggal 21 September 2026
           dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal dan
           hal lain.

        2. Laporan keuangan konsolidasian DPI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh KAP MSI sebagaimana tertuang
           dalam laporannya No. 00056/3.0341/AU.1/09/0322-3/1/III/2026 tanggal
           26 Maret 2026 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan penekanan
           suatu hal.

        3. Laporan keuangan konsolidasian DPI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP MSI sebagaimana tertuang
           dalam laporannya No. 00020/3.0341/AU.1/05/0322-2/1/III/2025 tanggal
           13 Maret 2025 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.

        4. Laporan keuangan konsolidasian DPI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP MSI sebagaimana tertuang
           dalam laporannya No. 00015/3.0341/AU.1/05/0322-1/1/II/2024 tanggal
           22 Februari 2024 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.

        5. Laporan keuangan konsolidasian DPI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP MSI sebagaimana tertuang
           dalam laporannya No. 00036/3.0341/AU.1/05/0323-4/1/III/2023 tanggal
           29 Maret 2023 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan penekanan
           suatu hal.




                                        15
Page 45
6. Laporan keuangan konsolidasian DPI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP MSI sebagaimana tertuang
   dalam laporannya No. 00027/3.0341/AU.1/05/0323-3/1/III/2022 tanggal
   23 Maret 2022 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan penekanan
   suatu hal.

7. Laporan keuangan BAI untuk periode delapan bulan yang berakhir pada
   tanggal 31 Agustus 2026 yang telah diaudit oleh KAP MSI sebagaimana
   tertuang dalam laporannya No. 00194/3.0341/AU.1/09/2098-1/1/IX/2026
   tanggal 21 September 2026 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian
   dengan penekanan suatu hal.

8. Laporan keuangan SFUD untuk periode delapan bulan yang berakhir pada
   tanggal 31 Agustus 2026 yang telah diaudit oleh KAP MSI sebagaimana
   tertuang dalam laporannya No. 00193/3.0341/AU.1/09/2098-1/1/IX/2026
   tanggal 21 September 2026 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian
   dengan penekanan suatu hal dan hal lain.

9. Informasi Keuangan Konsolidasian Proforma DPI untuk periode delapan bulan
   yang berakhir pada 31 Agustus 2026 sehubungan dengan Rencana Transaksi
   yang telah direviu oleh KAP MSI sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00002/3.0341/AK/09/2098/1/IX/2026 tanggal 22 September 2026.

10. Perjanjian Pinjaman

11. Akta 62.

12. Akta 63.

13. Anggaran dasar DPI yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta
    Notaris No. 62 dan No. 63 tanggal 21 September 2026 yang dibuat oleh
    Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., mengenai jual beli saham.

14. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Rico Lesmana
    Sulistyo dengan posisi sebagai Direktur, mengenai alasan, latar belakang, dan
    hal-hal lain yang terkait dengan Rencana Transaksi.

15. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan DPI serta pihak-pihak lain
    yang relevan untuk penugasan.

16. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik,
    antara lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website
    Bursa Efek Indonesia, dan Bloomberg.

17. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara
    lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek
    Indonesia, dan Bloomberg.




                                 16
Page 46
          18. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik,
              antara lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website
              Bursa Efek Indonesia, dan Bloomberg.

          19. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Transaksi.

          20. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik
              dan hasil analisis lain yang kami anggap relevan.

          Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
          keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-
          informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan DPI atau yang
          tersedia secara umum dan kami tidak bertanggung jawab atas kebenaran
          informasi-informasi tersebut.

          Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari DPI. Jasa-jasa
          yang kami berikan kepada Perseroan hanya merupakan penilaian atas Objek
          Penilaian dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Pekerjaan kami
          yang berkaitan dengan penilaian tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan
          merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan
          prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak
          dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian
          internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau
          pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak
          mencoba mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya yang dilakukan
          Perseroan.

II.F.     Informasi Non-Keuangan

II.F.1.   Produk dan/atau Jasa yang Dihasilkan

          Ruang lingkup kegiatan usaha DPI adalah bergerak dalam bidang pengawasan,
          pengelolahan unit-unit dan bantuan nasihat, bimbingan, operasional usaha,
          permasalahan organisasi dan manajemen lainnya. DPI melalui entitas anaknya,
          yaitu BAI dan SFUD yang bergerak dalam bidang penyelenggara layanan pinjam
          meminjam uang berbasis teknologi informasi konvensional dan bidang penawaran
          efek berbasis teknologi informasi (securities crowdfunding). Dengan demikian,
          jasa yang dihasilkan oleh DPI melalui BAI dan SFUD adalah pendanaan proyek
          (project financing) berbasis platform dengan nama SFUND.id dan Indofund.id.

II.F.2.   Pasar Geografis

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pasar geografis DPI meliputi seluruh
          wilayah Indonesia.




                                           17
Page 47
II.F.3.   Pemasok Utama dan Pelanggan Kunci

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pemasok utama DPI adalah sebagai
          berikut:

          •   PT Mandrasekar Lestari.
          •   PT Venteny Fortuna International Tbk.
          •   PT Surya Fajar Capital Tbk.

          Selanjutnya, dalam menjalankan kegiatan usahanya, pelanggan kunci DPI adalah
          sebagai berikut:

          •   PT Surya Fajar Sekuritas.
          •   PT Surya Fajar Urun Dana.
          •   PT Surya Fajar Investama.

II.F.4.   Pesaing Usaha

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pesaing usaha DPI adalah sebagai
          berikut:

          •   PT Sinar Digital Terdepan.
          •   PT Midtrans.
          •   PT Kharisma Potensia Indonesia.

II.F.5.   Strategi dan Rencana Masa Depan (Business Plan)

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, strategi dan rencana masa depan DPI
          adalah sebagai berikut:

          •   DPI berencana untuk terus mengembangkan kegiatan usaha yang berkaitan
              dengan layanan berbasis teknologi dan digital dengan tetap
              mempertimbangkan kondisi industri, perkembangan kebutuhan pasar, serta
              ketentuan dan peraturan yang berlaku.
          •   Meningkatkan pemanfaatan teknologi, mengembangkan produk dan layanan
              yang dimiliki, serta mengoptimalkan sinergi dengan entitas anak, perusahaan
              afiliasi, dan mitra strategis.
          •   Pengembangan kegiatan usaha secara selektif dengan mempertimbangkan
              potensi pasar, tingkat risiko, kebutuhan investasi, serta kontribusinya terhadap
              kegiatan usaha DPI secara keseluruhan. DPI juga akan terus melakukan
              evaluasi terhadap peluang kerja sama, investasi, maupun pengembangan
              usaha lainnya yang dinilai memiliki keterkaitan dan dapat memberikan sinergi
              terhadap kegiatan usaha Perseroan.




                                             18
Page 48
II.G.   Jenis Ekuitas

        Saham yang dimiliki DPI merupakan saham biasa, di mana setiap pemegang
        saham DPI memiliki 1 hak suara per lembar saham.

II.H.   Kondisi Pembatas dan Asumsi-Asumsi Pokok

        Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum
        bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai
        dengan tanggal penerbitan laporan penilaian ini.

        Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode penyesuaian aset bersih
        didasarkan pada laporan keuangan DPI yang telah diaudit. Kami telah melakukan
        penilaian terhadap laporan keuangan tersebut agar dapat mencerminkan nilai
        pasarnya. Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian berdasarkan
        laporan keuangan DPI yang telah diaudit dan informasi manajemen DPI terhadap
        laporan keuangan DPI tersebut. Kami juga bertanggung jawab atas laporan
        penilaian DPI dan kesimpulan nilai akhir.

        Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi
        dan kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal
        penilaian sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi
        perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi
        yang digunakan dalam penilaian. Kami tidak bertanggung jawab untuk
        menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan (update) pendapat kami
        karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta peristiwa-peristiwa yang
        terjadi setelah tanggal laporan ini.

        Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
        keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan
        informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan DPI atau
        yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan
        tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung jawab untuk melakukan
        pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut. Kami juga
        bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan dan DPI bahwa mereka
        tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang
        diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

        Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
        sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi
        tersebut dapat memengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak
        bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun
        segala kehilangan, kerusakan, biaya, ataupun pengeluaran apapun yang
        disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi sehingga data yang kami peroleh
        menjadi tidak lengkap dan/atau dapat disalahartikan.




                                         19
Page 49
        Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi
        yang mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar
        akan mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa
        perubahan terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil
        penilaian dan bahwa perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi
        dari laporan penilaian ini telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara
        yang profesional, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan
        terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya analisis
        tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan
        analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai
        dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer opinion
        dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
        bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi operasional Perseroan dan DPI.

        Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan
        dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit,
        atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan
        tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam
        pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan,
        atau pelanggaran hukum. Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas
        status hukum DPI berdasarkan anggaran dasar DPI.

II.I.   Tingkat Kedalaman Investigasi

        Dalam menyusun laporan penilaian Objek Penilaian, KR diberikan kesempatan
        untuk melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan laporan penilaian
        Objek Penilaian.

II.J.   Distribusi Laporan Penilaian

        Penilaian ini hanya ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam
        kaitannya dengan Rencana Transaksi serta tidak dapat digunakan atau dikutip
        untuk tujuan lain tanpa adanya izin tertulis dari KR dan/atau tidak untuk digunakan
        oleh pihak lain.

        Penilaian ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
        umum bisnis dan keuangan, serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak
        bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami
        karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Walaupun
        demikian, kami memiliki hak untuk, jika diperlukan, mengubah atau melengkapi
        hasil dari laporan ini jika terdapat tambahan informasi yang relevan setelah tanggal
        laporan ini yang kami anggap dapat berpengaruh secara signifikan terhadap hasil
        penilaian kami. Laporan penilaian ini hanya dipersiapkan untuk dapat
        dipergunakan sesuai dengan tujuan yang telah disebutkan di atas dan tidak dapat
        dipergunakan untuk tujuan lainnya.




                                          20
Page 50
        Pendapat yang kami sampaikan di sini harus dipandang sebagai satu kesatuan
        bersama dengan laporan lengkap yang telah kami siapkan. Penggunaan sebagian
        analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan
        analisis dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan.

II.K.   Jenis Laporan

        Jenis laporan penilaian 51,95% saham PT Digitalisasi Perangkat Indonesia ini
        merupakan laporan terinci.

II.L.   Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events)

        Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal
        penilaian, yaitu tanggal 31 Agustus 2026, sampai dengan tanggal diterbitkannya
        laporan penilaian 51,95% saham PT Digitalisasi Perangkat Indonesia tidak
        terdapat kejadian penting setelah tanggal penilaian (subsequent events) yang
        secara signifikan dapat memengaruhi penilaian nilai pasar Objek Penilaian, kecuali
        kejadian penting sebagai berikut:

        •   Berdasarkan Akta Jual Beli Saham No. 62 tanggal 21 September 2026
            (selanjutnya disebut “Akta 62”) yang dibuat oleh Humberg Lie, S.H.,
            S.E.,M.Kn., di mana Rusdi telah mengalihkan sebesar 2.960.000 saham DPI
            kepada GIA.

        •   Berdasarkan Akta Jual Beli Saham No. 63 tanggal 21 September 2026
            (selanjutnya disebut “Akta 63”) yang dibuat oleh Humberg Lie, S.H.,
            S.E.,M.Kn., di mana Harianto Zheng telah mengalihkan sebesar 800.000
            saham DPI kepada GIA, maka struktur kepemilikan saham DPI adalah sebagai
            berikut:

                                                                                      (Dalam Rupiah)
                                                                  Persentase
                     Pemegang Saham             Jumlah Saham                       Jumlah Modal
                                                                  Kepemilikan
        PT Surya Fajar Capital Tbk                  296.867.000         51,9517%     29.686.700.000
        PT Venteny Fortuna International Tbk        171.428.600         30,0000%     17.142.860.000
        Hevy Yafanny                                 52.533.000          9,1933%      5.253.300.000
        Ing Ing Cindy Eva                            31.039.000          5,4318%      3.103.900.000
        Ryan Filbert Wijaya                          15.000.000          2,6250%      1.500.000.000
        PT Garudapreneur Investasi Asia               3.760.000          0,6580%        376.000.000
        Fandy Gunawan                                   800.000          0,1400%         80.000.000
        PT Surya Fajar Corpora                            1.000          0,0002%            100.000
        Jumlah                                      571.428.600          100,00%     57.142.860.000




                                               21
Page 51
III.     PENJELASAN SINGKAT MENGENAI OBJEK PENILAIAN

III.A.   Latar Belakang PT Digitalisasi Perangkat Indonesia

         DPI didirikan berdasarkan Akta No. 1 tanggal 10 Mei 2017, yang dibuat di hadapan
         Hj. Herlina, S.H., M.Kn., Notaris di Tangerang. Akta Pendirian tersebut telah
         memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
         Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-0021664.AH.01.01.TAHUN 2017
         tanggal 11 Mei 2017 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik
         Indonesia No. 85 tanggal 25 Oktober 2022, Tambahan No. 36928.

         Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami perubahan, terakhir dengan Akta
         No. 62 dan Akta No. 63 tanggal 21 September 2026 yang dibuat di hadapan
         Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., Notaris di Jakarta, mengenai jual beli saham.

         DPI berkedudukan di Jakarta Selatan dan berkantor pusat di Gedung Bursa Efek
         Indonesia Tower II Lantai 17, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Kelurahan
         Senayan, Kecamatan Kebayoran Baru, Kota Administrasi Jakarta Selatan. DPI
         mulai beroperasi komersial pada tahun 2017.

III.B.   Kegiatan Usaha

         Ruang lingkup kegiatan usaha DPI adalah bergerak dalam bidang pengawasan,
         pengelolahan unit-unit dan bantuan nasihat, bimbingan, operasional usaha,
         permasalahan organisasi dan manajemen lainnya.

III.C.   Manajemen

         Susunan Dewan Komisaris dan Direktur DPI pada tanggal 31 Agustus 2026 adalah
         sebagai berikut:

         Dewan Komisaris
         Komisaris Utama                       :   Ing Ing Cindy Eva
         Komisaris                             :   Lie Kienata

         Direktur                              :   Marianto




                                          22
Page 52
III.D.   Kepemilikan Saham

         Berdasarkan Akta No. 62 dan Akta No. 63, susunan pemegang saham DPI berikut
         dengan kepemilikannya adalah sebagai berikut:

         Tabel 2
         PT Digitalisasi Perangkat Indonesia
         Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham

                                                                                            (Dalam Rupiah)
                                                                        Persentase
                      Pemegang Saham                 Jumlah Saham                        Jumlah Modal
                                                                        Kepemilikan
         PT Surya Fajar Capital Tbk                       296.867.000           51,95%     29.686.700.000
         PT Venteny Fortuna International Tbk             171.428.600           30,00%     17.142.860.000
         Hevy Yafanny                                      52.533.000            9,19%      5.253.300.000
         Ing Ing Cindy Eva                                 31.039.000            5,43%      3.103.900.000
         Ryan Filbert Wijaya                               15.000.000            2,62%      1.500.000.000
         PT Garudapreneur Investasi Asia                    3.760.000            0,66%        376.000.000
         Fandy Gunawan                                        800.000            0,14%         80.000.000
         PT Surya Fajar Corpora                                 1.000            0,00%            100.000
         Jumlah                                           571.428.600          100,00%     57.142.860.000



III.E.   Data Keuangan Historis

         Laporan keuangan konsolidasian DPI untuk periode delapan bulan yang berakhir
         pada tanggal 31 Agustus 2026 telah diaudit oleh KAP MSI dengan pendapat wajar
         tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal dan hal lain . Laporan keuangan
         konsolidasian DPI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
         telah diaudit oleh KAP MSI dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dan
         penekanan suatu hal. Laporan keuangan konsolidasian DPI untuk tahun yang
         berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 telah diaudit oleh KAP
         MSI masing-masing dengan pendapat wajar tanpa modifikasian. Laporan
         keuangan konsolidasian DPI untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31
         Desember 2022 dan 2021 telah diaudit oleh KAP MSI masing-masing dengan
         pendapat wajar tanpa modifikasian dan penekanan suatu hal.




                                                  23
Page 53
Ikhtisar data keuangan penting DPI adalah sebagai berikut:
Tabel 3
PT Digitalisasi Perangkat Indonesia
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Per 31 Agustus 2026 dan 31 Desember 2021 - 2025

                                                                                                                            (Dalam jutaan Rupiah)

                        Keterangan                             31/08/26      31/12/25      31/12/24      31/12/23      31/12/22      31/12/21

ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                                  55.584      18.876        12.711        16.449        11.440          9.527
Deposito berjangka yang dibatasi pencairannya                          325          63            63             -             -              -
Investasi                                                            3.069       4.792        19.892        22.288             -              -
Piutang usaha - pihak ketiga                                            11           -             -             -             -              -
Piutang lain-lain
  Pihak berelasi                                                       37           17            74             -             2              -
  Pihak ketiga                                                        805        1.400         2.580         1.186         1.068             97
Pajak dibayar di muka                                                 531          416           280           121             7              -
Biaya dibayar di muka dan uang muka                                    62          217           243           227           223             24
Jaminan operasional                                                   103           86           129            64           102            141
Jumlah Aset Lancar                                                  60.527      25.865        35.971        40.336        12.841          9.788
ASET TIDAK LANCAR
Aset pajak tangguhan                                                 1.118       1.352         1.345         1.932         1.390          2.295
Aset tetap - neto                                                      467         475           343           629         3.411          5.318
Aset takberwujud - neto                                                110         153           832         2.075           302          2.394
Jaminan                                                                283         241           340           258             -              -
Jumlah Aset Tidak Lancar                                             1.977       2.222         2.860         4.895         5.102         10.008
JUMLAH ASET                                                         62.504      28.087        38.831        45.231        17.944         19.796



                                                                                                                            (Dalam jutaan Rupiah)

                        Keterangan                             31/08/26      31/12/25      31/12/24      31/12/23      31/12/22      31/12/21

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Dana pelanggan
  Pihak berelasi                                                        -            -             -             -             -            239
  Pihak ketiga                                                        502          472           370           277           216            211
Utang lain-lain
  Pihak berelasi                                                         -          83             -             -         1.878          1.378
  Pihak ketiga                                                      53.677          24         4.001             9         1.306          3.807
Utang pajak                                                             78          63            78           137            72             52
Beban akrual                                                           370         229           279           263           141            134
Pendapatan diterima di muka                                             89         104           149           455           184              -
Liabilitas sewa                                                         91         184             -           216           299            419
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                     54.807       1.159         4.877         1.357         4.096          6.241
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                              1.473         813           724           423           324            335
Liabilitas sewa jangka panjang                                           -           -             -             -           237            536
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                     1.473         813           724           423           562            871
JUMLAH LIABILITAS                                                   56.280       1.972         5.601         1.781         4.658          7.112
EKUITAS
Modal saham                                                        57.143       57.143        57.143        57.143        40.000         12.250
Agio saham                                                         23.991       23.991        23.991        23.991         1.020              -
Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali      (22.470)      (7.032)       (7.032)       (7.032)       (7.032)             -
Selisih nilai transaksi dengan kepentingan non-pengendali           4.184       (1.970)       (1.943)       (1.917)       (1.843)             -
Tambahan modal disetor                                                  -            -             -             -             -         (1.854)
Proforma ekuitas dari transaksi kombinasi bisnis entitas
  pengendali                                                            -             -             -             -             -          9.729
Defisit                                                           (59.994)      (46.064)      (38.980)      (28.816)      (18.935)        (8.661)
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
  induk                                                              2.854      26.069        33.179        43.369        13.210         11.464
Proforma kepentingan nonpengendali dari transaksi
  kombinasi bisnis entitas sepengendali                                  -           -             -             -             -          1.081
Kepentingan non-pengendali                                           3.370          46            50            81            76            139
JUMLAH EKUITAS                                                       6.224      26.115        33.229        43.450        13.286         12.684
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                       62.504      28.087        38.831        45.231        17.944         19.796




                                                               24
Page 54
             Tabel 4
             PT Digitalisasi Perangkat Indonesia
             Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
             Untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2026 dan
             untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 - 2025

                                                                                                                                               (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                           31/08/26       31/12/25        31/12/24        31/12/23        31/12/22      31/12/21
                                     Keterangan
                                                                           (8 Bulan)      (1 Tahun)       (1 Tahun)       (1 Tahun)       (1 Tahun)     (1 Tahun)
             Pendapatan                                                           892          1.506           2.342           3.402           1.797          1.109
             Beban pokok pendapatan                                                18             82             154             327               -              -
             Laba kotor                                                           874          1.424           2.188           3.075           1.797          1.109
             Beban umum dan administrasi                                      (15.005)       (12.152)        (13.901)        (15.816)        (14.790)       (10.361)
             Rugi usaha                                                       (14.130)       (10.728)        (11.713)        (12.741)        (12.992)        (9.252)
             Keuntungan (kerugian) direalisasi atas kenaikan
               (penurunan) nilai wajar investasi yang diukur pada nilai
               wajar melalui laba rugi                                          (1.662)        2.628            (503)           (22)               -           181
             Penghasilan bunga                                                     829           702             663            252              182           153
             Keuntungan yang belum direalisasi atas kenaikan
               nilai wajar investasi yang diukur pada nilai wajar
               melalui laba rugi                                                    7            236           1.929             609               -              -
             Penghasilan dividen                                                    -              -             124               -               -              -
             Dampak kurtailmen imbalan kerja                                        -              -              25               -               -              -
             Beban bunga dan keuangan lainnya                                    (192)          (208)            (91)           (105)            (87)          (136)
             Lain-lain - bersih                                                   334            126             (21)             66             181              5
             Rugi sebelum pajak                                               (14.814)        (7.245)         (9.588)        (11.940)        (12.716)        (9.049)
             Manfaat (beban) pajak                                               (292)            34            (598)          1.936               -              -
             Laba proforma dari dampak transaksi kombinasi bisnis
               entitas sepengendali                                               840                 -               -               -        1.407          2.676
             Rugi periode/tahun berjalan                                      (14.267)        (7.210)        (10.186)        (10.004)        (11.309)        (6.373)
             Penghasilan (rugi) komprehensif lain                                  22             96             (35)             54               3            (12)
             Jumlah rugi komprehensif                                         (14.244)        (7.115)        (10.221)         (9.950)        (11.307)        (6.385)
             Jumlah rugi periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan
               kepada:
               Pemilik entitas induk                                          (13.947)        (7.179)        (10.129)         (9.934)        (10.266)        (5.376)
               Kepentingan non-pengendali                                        (319)           (31)            (57)            (70)         (1.043)          (997)




III.F.       Penjelasan Singkat Mengenai Entitas Anak DPI

III.F.1.     PT Mareco Prima Mandiri

III.F.1.a.   Latar Belakang MPM

             MPM didirikan berdasarkan Akta No. 11 tanggal 26 September 2017. Akta
             pendirian awal dibuat dihadapan Hasan, S.H., Notaris di Batam. Akta Pendirian ini
             disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam
             Surat Keputusan No. AHU-0042425.AH.01.01 Tahun 2017 tanggal
             26 September 2017 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia
             No. 76 tanggal 22 September 2023, Tambahan No. 29526.

             Anggaran Dasar MPM telah mengalami perubahan, terakhir dengan Akta No. 124
             tanggal 30 Juni 2026 yang dibuat di hadapan Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn.,
             Notaris di Jakarta, mengenai perubahan anggaran dasar. Perubahan ini telah
             diterima dan dicatat oleh Kementerian Hukum Republik Indonesia dalam Surat
             Pemberitahuan No. AHU-AH.01.03-0184258 tanggal 1 Juli 2026.

             Kantor pusat MPM beralamat di Satrio Tower Lantai. 9 Unit B2 Jalan Prof. Dr.
             Satrio Kavling C4, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan. MPM mulai
             beroperasi komersial pada tanggal 6 September 2021.




                                                                           25
Page 55
III.F.1.b.   Kegiatan Usaha

             Ruang lingkup kegiatan usaha MPM adalah bergerak dalam bidang usaha
             dibidang penyedia jasa pembayaran.

III.F.1.c.   Manajemen

             Susunan Komisaris dan Direksi MPM pada tanggal 31 Agustus 2026 adalah
             sebagai berikut:

             Dewan Komisaris
             Komisaris Utama                               :     Simon Hendrikson Simbolon
             Komisaris                                     :     Rido Widi

             Direksi
             Direktur Utama                                :     Bayu Prasetyanto
             Direktur                                      :     Patrick Abednego Jaya

III.F.1.d.   Kepemilikan Saham

             Susunan pemegang saham MPM berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
             31 Agustus 2026 adalah sebagai berikut:

             Tabel 5
             PT Mareco Prima Mandiri
             Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham

                                                                                                    (Dalam Rupiah)
                                                                                Persentase
                          Pemegang Saham                 Jumlah Saham                            Jumlah Modal
                                                                                Kepemilikan
             Saham biasa seri A
              PT Digitalisasi Perangkat Indonesia                120.000.000            0,59%       4.800.000.000
              PT Garudapreneur Investasi Asia                     67.500.000            0,33%       2.700.000.000
             Sub-jumlah                                          187.500.000            0,92%       7.500.000.000
             Saham biasa seri B
              PT Digitalisasi Perangkat Indonesia                822.915.500            4,02%       8.229.155.000
              PT Garudapreneur Investasi Asia                     31.249.500            0,15%         312.495.000
             Sub-jumlah                                          854.165.000            4,18%       8.541.650.000
             Saham biasa seri C
              PT Trans Mutasi Bangsa                            4.907.894.211           24,00%      9.815.788.422
              PT Digitalisasi Perangkat Indonesia              14.500.000.000           70,91%     29.000.000.000
             Sub-jumlah                                        19.407.894.211           94,91%     38.815.788.422
             Jumlah                                            20.449.559.211          100,00%     54.857.438.422




                                                      26
Page 56
III.F.2.     PT Bursa Akselerasi Indonesia

III.F.2.a.   Latar Belakang BAI

             BAI didirikan berdasarkan Akta No. 2 tanggal 5 Oktober 2017 yang dibuat di
             hadapan Rini Yulianti, S.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian tersebut telah
             memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
             Indonesia dalam surat keputusannya No. AHU-0044463.AH.01.01 Tahun 2017
             tanggal 9 Oktober 2017 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia
             No. 104 tanggal 29 Desember 2017, Tambahan No. 68955.

             Anggaran Dasar BAI telah mengalami perubahan, terakhir dengan Akta No. 11
             tanggal 11 Desember 2025 yang dibuat di hadapan Rini Yulianti, S.H., Notaris di
             Jakarta, mengenai peningkatan modal ditempatkan dan disetor. Perubahan ini
             telah diterima dan dicatat oleh Kementerian Hukum Republik Indonesia dalam
             Surat Pemberitahuan No. AHU-AH.01.03-0253345 tanggal 11 Desember 2025.

             BAI berkedudukan di Jakarta. Kantor pusat Perusahaan beralamat di Satrio Tower
             Lt. 14, Jl. Prof. Dr. Satrio Kav. 1-4 Blok C4 Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta
             Selatan 12950.

III.F.2.b.   Kegiatan Usaha

             Ruang lingkup kegiatan usaha BAI adalah penyelenggara layanan pinjam
             meminjam uang berbasis teknologi informasi konvensional.

III.F.2.c.   Manajemen

             Susunan Komisaris dan Direksi BAI pada tanggal 31 Agustus 2026 adalah sebagai
             berikut:

             Komisaris                             :   Arwani Pranajaya

             Direksi
             Direktur Utama                        :   Ryan Filbert Wijaya
             Direktur                              :   Fandy Gunawan




                                              27
Page 57
III.F.3.d.   Kepemilikan Saham

             Susunan pemegang saham BAI berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
             31 Agustus 2026 adalah sebagai berikut:

             Tabel 6
             PT Bursa Akselerasi Indonesia
             Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham

                                                                                              (Dalam Rupiah)
                                                                          Persentase
                           Pemegang Saham                Jumlah Saham                      Jumlah Modal
                                                                          Kepemilikan
             PT Digitalisasi Perangkat Indonesia                 35.499          99,997%     35.499.000.000
             PT Surya Fajar Corpora                                   1           0,003%          1.000.000
             Jumlah                                              35.500          100,00%     35.500.000.000



III.F.3.     PT Surya Fajar Urun Dana

III.F.3.a.   Latar Belakang SFUD

             SFUD didirikan berdasarkan Akta No. 28 tanggal 23 Juli 2019 dari Rini Yulianti,
             S.H., Notaris di Jakarta Timur. Akta pendirian ini disahkan oleh Kementerian
             Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
             No. AHU-0038557.AH.01.01. tahun 2019 tanggal 7 Agustus 2019. Serta
             diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 68 tanggal
             23 Agustus 2019, Tambahan No. 24726.

             Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
             dengan Akta No. 19 tanggal 8 September 2023 dari Humberg Lie, S.H., S.E.,
             M.Kn., Notaris di Jakarta, mengenai perubahan peningkatan modal ditempatkan
             dan modal disetor. Penyesuaian anggaran dasar ini telah diterima dan dicatat oleh
             Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
             Pemberitahuan No. AHU-AH.01.03-0118112 tanggal 15 September 2023.

             SFUD memiliki kantor pusat di Kantor pusat Perseroan beralamat di Satrio Tower
             Lantai 14 Unit 5, Jalan Prof. Dr. Satrio Blok C4 No. 5, Kuningan Timur, Setiabudi,
             Jakarta Selatan. Perseroan mulai beroperasi komersial pada tahun 2024.

III.F.3.b.   Kegiatan Usaha

             Ruang lingkup kegiatan usaha SFUD terutama meliputi usaha di bidang
             penawaran efek berbasis teknologi informasi (securities crowdfunding).




                                                      28
Page 58
III.F.3.c.   Manajemen

             Susunan Direksi SFUD pada tanggal 31 Agustus 2026 adalah sebagai berikut:

             Dewan Komisaris
             Komisaris Utama                               :   Arwani Pranajaya
             Komisaris                                     :   Sammy T.S Lala Mentik

             Direksi
             Direktur Utama                                :   Ivo Rustandi
             Direktur                                      :   Adi Putera Widjaja

III.F.3.d.   Kepemilikan Saham

             Susunan pemegang saham SFUD berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
             31 Agustus 2026 adalah sebagai berikut:

             Tabel 7
             PT Digitalisasi Perangkat Indonesia
             Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham

                                                                                                 (Dalam Rupiah)
                                                                            Persentase
                           Pemegang Saham                Jumlah Saham                         Jumlah Modal
                                                                            Kepemilikan
             PT Digitalisasi Perangkat Indonesia                  138.750           92,50%      13.875.000.000
             Darius Sutanto                                         7.500            5,00%         750.000.000
             Hary Herdiyanto                                        3.750            2,50%         375.000.000
             Jumlah                                               150.000           100,00%     15.000.000.000




                                                      29
Page 59
IV.       KONDISI DAN TINJAUAN EKONOMI

IV.A.     Tinjauan Ekonomi Dunia

          Ketidakpastian perekonomian global kembali meningkat seiring dengan reeskalasi
          konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran pada awal Juli 2026. Menurut laporan
          yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia (BI) dalam Laporan Kebijakan Moneter
          Triwulan II 2026, meningkatnya tensi geopolitik tersebut mengganggu lalu lintas
          perdagangan di Selat Hormuz sehingga berdampak pada rantai pasok
          internasional, sekaligus mendorong kenaikan harga minyak dan berbagai
          komoditas global. Di tengah meningkatnya tekanan inflasi, sejumlah bank sentral
          dunia menempuh kebijakan moneter yang lebih ketat. Kondisi tersebut tercermin
          pada kenaikan imbal hasil (yield) US Treasury yang mencapai 4,56% untuk tenor
          10 tahun dan 4,18% untuk tenor 2 tahun per 20 Juli 2026.

          Di pasar keuangan global, aliran modal keluar dari negara-negara berkembang
          (emerging markets) beralih ke pasar keuangan AS dan berbagai instrumen safe-
          haven yang menawarkan tingkat imbal hasil lebih menarik, sehingga mendorong
          penguatan dolar AS terhadap mata uang negara maju yang tercermin pada U.S.
          Dollar Index (DXY) maupun terhadap mata uang negara berkembang di Asia yang
          tercermin pada Asian Dollar Index (ADXY). Peningkatan ketidakpastian ekonomi
          dan pasar keuangan global tersebut menuntut penguatan sinergi kebijakan fiskal
          dan moneter guna menjaga stabilitas, memperkuat ketahanan eksternal, serta
          mendukung pertumbuhan ekonomi.

IV.A.1.   Produk Domestik Bruto
          Tabel 8
          Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Dunia

                                                                                                                (Dalam %)
                                                                                                     Proyeksi
                        Keterangan
                                                    2022       2023     2024       2025     2026       2027      2028
          Dunia                                       3,80       3,30     3,40       3,40     2,90       3,10        3,20
          Negara Maju
           AS                                          2,50      2,90      2,80      2,10     2,20       2,10        2,10
           Hong Kong                                  (3,70)     3,20      2,60      3,60     3,40       2,60        2,60
           Inggris                                     5,30      0,30      1,10      1,30     1,00       1,20        1,50
           Jepang                                      1,30      0,70     (0,20)     1,10     0,60       0,80        0,90
           Kanada                                      4,70      2,00      2,00      1,90     0,70       1,80        1,90
           Kawasan Eropa                               3,60      0,40      1,10      1,20     0,60       1,20        1,30
           Singapura                                   4,10      1,50      5,40      5,00     3,90       2,50        2,60
           Taiwan                                      2,70      1,10      5,30      8,80     9,60       4,10        3,80
           Australia                                   4,20      2,10      1,00      2,00     1,90       1,70        2,00
           Korea Selatan                               2,70      1,60      2,00      1,00     2,90       2,20        2,00
          Negara Berkembang
           Brazil                                     3,00       3,30     3,40       2,30     2,00       1,80        2,00
           India                                      9,70       9,20     7,20       7,10      N/A       6,60        6,80
           Indonesia                                  5,30       5,00     5,00       5,10     5,00       5,00        5,10
           Kolombia                                   7,50       0,60     1,70       2,60     2,50       2,40        2,80
           Malaysia                                   8,70       3,60     5,10       5,20     4,60       4,50        4,50
           Meksiko                                    3,90       3,30     1,50       0,60     1,10       1,80        2,00
           Mesir                                      6,70       3,80     2,40       4,40     4,40       4,70        5,50
           Tiongkok                                   3,10       5,40     5,00       5,00     4,60       4,40        4,30


          Sumber: Bloomberg




                                                        30
Page 60
          Salah satu indikator pertumbuhan ekonomi adalah Produk Domestik Bruto (PDB)
          di mana PDB digunakan untuk mengukur jumlah nilai produksi barang dan jasa
          dalam periode tertentu. Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada
          tahun 2025, PDB di dunia mengalami pertumbuhan sebesar 3,40%. Negara maju
          yang memberikan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan PDB adalah AS,
          Hong Kong, Singapura, dan Taiwan masing-masing sebesar 2,10%, 3,60%,
          5,00%, dan 8,80%. Sedangkan dari kelompok negara-negara berkembang yang
          memberikan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan PDB di dunia yaitu India,
          Indonesia, Malaysia, dan Tiongkok masing-masing sebesar 7,10%, 5,10%, 5,20%,
          dan 5,00%.

          Pada tahun 2026, PDB di dunia diproyeksikan mengalami pertumbuhan sebesar
          2,90%. Negara-negara maju yang memberikan kontribusi terbesar terhadap
          pertumbuhan PDB tersebut yaitu Hong Kong, Singapura, Taiwan, dan Korea
          Selatan masing-masing sebesar 3,40%, 3,90%, 9,60%, dan 2,90%. Sedangkan
          untuk kelompok negara-negara berkembang yang memberikan kontribusi terbesar
          terhadap pertumbuhan PDB di dunia yaitu Indonesia, Malaysia, Mesir, dan
          Tiongkok masing-masing sebesar 5,00%, 4,60%, 4,40%, dan 4,60%.

IV.A.2.   Inflasi

          Inflasi merupakan kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan
          terus-menerus dalam suatu periode tertentu. Inflasi merupakan salah satu
          indikator pertumbuhan ekonomi yang juga memegang peranan penting dalam
          menentukan perekonomian suatu negara karena berdampak langsung pada daya
          beli masyarakat, kestabilan ekonomi, maupun kebijakan moneter dan fiskal suatu
          negara.
          Tabel 9
          Pertumbuhan Inflasi

                                                                                                (Dalam %)
                                                    Aktual                           Proyeksi
                         Keterangan
                                       2022     2023      2024     2025     2026       2027      2028
          Dunia                          8,70     6,70      5,80     4,10     4,00       3,60        3,20
          Negara Maju
           AS                            8,00     4,10      3,00     2,70     3,30       2,50        2,40
           Hong Kong                     1,90     2,10      1,80     1,40     2,00       2,00        2,00
           Inggris                       9,10     7,40      2,50     3,40     3,10       2,40        2,00
           Jepang                        2,50     3,30      2,70     3,20     2,00       2,10        2,00
           Kanada                        6,80     3,90      2,40     2,10     2,60       2,10        2,00
           Kawasan Eropa                 8,40     5,50      2,40     2,10     2,20       2,20        2,10
           Singapura                     6,10     4,90      2,40     0,90     2,10       2,00        1,70
           Taiwan                        3,00     2,50      2,20     1,70     2,00       1,90        1,80
           Australia                     6,60     4,70      3,20     2,80     4,10       2,90        2,60
           Korea Selatan                 5,10     3,60      2,30     2,10     2,70       2,20        2,00
          Negara Berkembang
           Brazil                        9,30     4,60      4,40     5,00     4,70       4,10        3,80
           India                         6,70     5,70      5,00     2,20      N/A       5,00        4,60
           Indonesia                     4,20     3,70      2,30     1,90     3,30       2,80        2,80
           Kolombia                     10,20    11,80      6,60     5,10     5,90       5,20        4,10
           Malaysia                      3,40     2,50      1,80     1,40     2,00       2,00        2,00
           Meksiko                       7,90     5,60      4,70     3,80     4,10       3,80        3,70
           Mesir                         8,50    24,40     33,30    20,40    14,00      11,50        8,00
           Tiongkok                      2,00     0,20      0,20     0,10     1,20       1,20        1,40


          Sumber: Bloomberg




                                          31
Page 61
          Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada tahun 2025, inflasi di dunia
          mengalami pertumbuhan sebesar 4,10%. Negara-negara maju yang memberikan
          kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan inflasi yaitu AS, Inggris, Jepang, dan
          Australia masing-masing sebesar 2,70%, 3,40%, 3,20%, dan 2,80%. Sedangkan
          untuk kelompok negara-negara berkembang yang memberikan kontribusi terbesar
          terhadap pertumbuhan inflasi yaitu Brazil, Kolombia, Meksiko, dan Mesir
          masing-masing sebesar 5,00%, 5,10%, 3,80%, dan 20,40%.

          Selanjutnya, pada tahun 2026, inflasi di dunia diperkirakan mengalami
          pertumbuhan sebesar 4,00%. Negara-negara maju yang memberikan kontribusi
          terbesar terhadap pertumbuhan inflasi yaitu AS, Inggris, Australia, dan Korea
          Selatan masing-masing sebesar 3,30%, 3,10%, 4,10%, dan 2,70%. Sedangkan
          untuk kelompok negara-negara berkembang yang memberikan kontribusi terbesar
          terhadap pertumbuhan inflasi yaitu Brazil, Kolombia, Meksiko, dan Mesir
          masing-masing sebesar 4,70%, 5,90%, 4,10%, dan 14,00%.

IV.A.3.   Suku Bunga

          Suku bunga merupakan instrumen kebijakan moneter yang berperan dalam
          menjaga stabilitas ekonomi suatu negara. Bank sentral menyesuaikan suku bunga
          untuk mengendalikan inflasi, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan menjaga nilai
          tukar. Kenaikan suku bunga dapat menekan konsumsi dan investasi, tetapi efektif
          dalam mengendalikan inflasi, sementara penurunan suku bunga dapat mendorong
          pertumbuhan ekonomi namun berisiko meningkatkan inflasi. Oleh karena itu,
          kebijakan suku bunga harus dikelola dengan efektif agar tercipta keseimbangan
          antara pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan stabilitas harga.
          Tabel 10
          Suku Bunga Bank Sentral

                                                                                                   (Dalam %)
                                                       Aktual                           Proyeksi
                        Keterangan
                                        2022       2023      2024     2025     2026       2027      2028
          Negara Maju
           AS                              4,50       5,50     4,50     3,75     3,77       3,50       3,38
           Hong Kong                       4,75       5,75     4,75     4,00      N/A        N/A        N/A
           Inggris                         3,50       5,25     4,75     3,75     3,79       3,39       3,22
           Jepang                         (0,10)     (0,10)    0,25     0,75     1,19       1,53       1,69
           Kawasan Eropa                   2,50       4,50     3,15     2,15     2,42       2,22       2,08
           Taiwan                          1,75       1,88     2,00     2,00     2,08       2,13        N/A
           Australia                       3,10       4,35     4,35     3,60     4,46       4,20        N/A
           Korea Selatan                   3,25       3,50     3,00     2,50     3,01       3,20       3,05
          Negara Berkembang
           Brazil                         13,75     11,75     12,25    15,00    13,75      11,25        N/A
           India                           6,25      6,50      6,50     5,25     5,53       5,60        N/A
           Indonesia                       5,50      6,00      6,00     4,75     5,92       5,54        N/A
           Kolombia                       12,00     13,00      9,50     9,25    11,91      10,64        N/A
           Malaysia                        2,75      3,00      3,00     2,75     2,84       2,87        N/A
           Meksiko                        10,50     11,25     10,00     7,00     6,50       6,50        N/A
           Mesir                          16,25     19,25     27,25    20,00      N/A        N/A        N/A
           Tiongkok                        3,65      3,45      3,10     3,00     2,95       2,88       2,73

          Sumber: Bloomberg




                                            32
Page 62
        Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada tahun 2025,
        negara-negara maju dengan suku bunga tertinggi yaitu AS, Hong Kong, Inggris,
        dan Australia masing-masing sebesar 3,75%, 4,00%, 3,75%, dan 3,60%.
        Sedangkan untuk negara berkembang dengan suku bunga tertinggi yaitu Brazil,
        Kolombia, Meksiko, dan Mesir masing-masing sebesar 15,00%, 9,25%, 7,00%,
        dan 20,00%.

        Selanjutnya, pada tahun 2026, negara-negara maju dengan suku bunga tertinggi
        yaitu AS, Inggris, Australia, dan Korea Selatan masing-masing sebesar 3,77%,
        3,79%, 4,46%, dan 3,01%. Sedangkan untuk negara berkembang dengan suku
        bunga tertinggi yaitu Brazil, Kolombia, dan Meksiko masing-masing sebesar
        13,75%, 11,91%, dan 6,50%.

IV.B.   Tinjauan Ekonomi Indonesia

        Perekonomian Indonesia pada triwulan II 2026 tetap menunjukkan kinerja yang
        positif di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global. Pertumbuhan
        ekonomi didukung oleh permintaan domestik yang tetap kuat, terutama dari
        konsumsi Pemerintah yang meningkat seiring dengan percepatan realisasi
        berbagai program prioritas. Di samping itu, konsumsi rumah tangga tetap terjaga
        didukung oleh berbagai stimulus Pemerintah, seperti bantuan pangan, potongan
        tarif transportasi, serta penyelenggaraan program magang dan pelatihan vokasi
        nasional. Dari sisi investasi, pertumbuhan ekonomi terutama ditopang oleh
        investasi bangunan yang berkaitan dengan realisasi Program Kerja Prioritas
        Nasional. Sementara itu, secara sektoral, sejumlah lapangan usaha seperti industri
        pengolahan, konstruksi, serta transportasi dan pergudangan tetap menunjukkan
        pertumbuhan yang solid sejalan dengan berlanjutnya implementasi berbagai
        program Pemerintah.

        Neraca pembayaran indonesia terus diperkuat guna memitigasi dampak
        meningkatnya ketidakpastian ekonomi global. Selama periode Januari hingga
        Mei 2026, neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus kumulatif sebesar
        USD 4,03 miliar. Sementara itu, transaksi modal dan finansial tetap didukung oleh
        berlanjutnya aliran masuk investasi portofolio asing, terutama pada instrumen
        Surat Berharga Negara dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Posisi
        cadangan devisa Indonesia pada akhir Juni 2026 tercatat sebesar
        USD 145,60 miliar, setara dengan pembiayaan 5,5 bulan impor atau 5,4 bulan
        impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, sehingga tetap berada di
        atas standar kecukupan internasional yang setara dengan sekitar tiga bulan impor.




                                          33
Page 63
IV.C.   Proyeksi Ekonomi Indonesia

        Prospek perekonomian Indonesia pada tahun 2026 diharapkan tetap positif,
        didukung oleh implementasi berbagai program prioritas Pemerintah yang
        diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dari sisi permintaan domestik.
        Sejalan dengan perkembangan tersebut, BI memproyeksikan pertumbuhan
        ekonomi Indonesia pada tahun 2026 berada dalam kisaran 4,90% – 5,70%. Dari
        sisi eksternal, kinerja transaksi berjalan diproyeksikan tetap sehat dengan kisaran
        defisit 1,30% sampai dengan 0,50% terhadap PDB. Nilai tukar rupiah
        diproyeksikan tetap stabil dan cenderung menguat, didukung oleh penguatan
        kebijakan stabilisasi nilai tukar, imbal hasil instrumen keuangan domestik yang
        tetap menarik, serta prospek pertumbuhan ekonomi nasional yang terjaga. Di
        samping itu, berbagai upaya untuk menjaga kecukupan likuiditas pasar uang,
        sektor perbankan, dan perekonomian akan terus dilakukan, sehingga
        pertumbuhan kredit pada tahun 2026 diproyeksikan tetap berada pada kisaran
        8,00% – 12,00%.

        Pemerintah dan BI terus memperkuat sinergi kebijakan guna menjaga stabilitas
        dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Berbagai program
        prioritas Pemerintah untuk mendorong sumber-sumber pertumbuhan dari sisi
        permintaan domestik akan terus dioptimalkan, sejalan dengan penguatan bauran
        kebijakan BI melalui instrumen moneter, makroprudensial, dan sistem
        pembayaran. Selain menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, penguatan
        koordinasi kebijakan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan
        eksternal perekonomian nasional serta menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dalam
        menghadapi dinamika pasar keuangan global.

IV.D.   Tingkat Suku Bunga

        Fluktuasi suku bunga merupakan bagian dari kebijakan moneter yang dinamis
        di mana keseimbangan antara inflasi, stabilitas nilai tukar, dan pertumbuhan
        ekonomi harus terjaga agar suku bunga dapat terkendali dan mendukung
        perekonomian nasional. Per Juni 2026, suku bunga deposito satu bulan tercatat
        sebesar 4,76%, sementara suku bunga kredit berada pada level 8,81%.
        Perkembangan suku bunga perbankan tersebut diharapkan dapat mendorong
        pertumbuhan kredit, sejalan dengan upaya BI untuk menjaga likuiditas dan
        meningkatkan intermediasi perbankan. Selain itu, peningkatan transparansi
        melalui publikasi asesmen suku bunga dasar kredit diharapkan dapat memperkuat
        efektivitas transmisi kebijakan moneter dan mendukung penyaluran kredit kepada
        dunia usaha serta masyarakat.




                                          34
Page 64
        Grafik 1
        Perkembangan Suku Bunga BI

         7,00%
                                   6,00%                            5,92%
         6,00%
                                                6,00%    4,75%
         5,00%          5,50%                                                  5,54%

         4,00%

         3,00%

         2,00%

         1,00%

         0,00%
                     2022       2023        2024        2025      2026*       2027*

        * Proyeksi
        Sumber: Bloomberg


        Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, suku bunga BI pada tahun 2025
        adalah sebesar 4,75% di mana mengalami penurunan sebesar 1,25%
        dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada tahun 2026 dan 2027, suku bunga
        BI diproyeksikan masing-masing sebesar 5,92% dan 5,54%.

IV.E.   Inflasi

        Inflasi secara umum tetap terjaga dalam kisaran sasaran yang ditetapkan oleh
        Pemerintah, dengan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juni 2026 tercatat
        sebesar 3,34% secara tahunan, sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan bulan
        sebelumnya yang sebesar 3,08% secara tahunan. Sementara itu, inflasi inti tetap
        terkendali pada level 2,76% secara tahunan, didukung oleh konsistensi kebijakan
        BI dalam menjaga stabilitas harga. Inflasi kelompok administered prices meningkat
        menjadi 3,42% secara tahunan seiring dengan penyesuaian harga bahan bakar
        minyak non-subsidi dan avtur akibat kenaikan harga energi global. Di sisi lain,
        inflasi kelompok volatile food meningkat menjadi 5,58% secara tahunan, terutama
        didorong oleh kenaikan harga sejumlah komoditas pangan strategis di tengah
        penurunan produksi dan meningkatnya biaya distribusi.

        BI memproyeksikan inflasi pada tahun 2026 dan 2027 tetap terkendali dalam
        kisaran sasaran sebesar 2,51%, didukung oleh penguatan bauran kebijakan
        moneter yang dilaksanakan secara konsisten serta sinergi yang erat antara
        Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam menjaga stabilitas harga.
        Terjaganya inflasi pada tingkat yang terkendali tersebut diharapkan dapat
        mempertahankan daya beli masyarakat, memperkuat stabilitas perekonomian
        nasional, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.




                                           35
Page 65
Grafik 2
Perkembangan Inflasi Berdasarkan IHK di Indonesia


4,50%
                            3,70%
4,00%
              4,20%                                            3,30%
3,50%
3,00%                                                                     2,80%
                                       2,30%
2,50%                                                1,90%
                                                                                   2,80%
2,00%
1,50%
1,00%
0,50%
0,00%
             2022           2023       2024          2025    2026*     2027*      2028*
* Proyeksi
Sumber: Bloomberg


Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, inflasi di Indonesia pada tahun
2026, 2027, dan 2028 diproyeksikan masing-masing sebesar 3,30%, 2,80%, dan
2,80%.

Tabel 11
Kontributor Inflasi Terbesar
Berdasarkan Provinsi

                                     (Dalam %)

 No.          Keterangan             Inflasi

  1     Papua Pegunungan                   7,84
  2     Papua Barat                        6,99
  3     Aceh                               5,84
  4     Papua Barat Daya                   5,14
  5     Maluku Utara                       5,05
  6     Sumatera Utara                     4,79
  7     Gorontalo                          4,77
  8     Sumatera Barat                     4,70
  9     Sulawesi Tenggara                  4,68
 10     Kepulauan Riau                     4,67

Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan II 2026


Menurut laporan yang dipublikasikan oleh BI yang berjudul Laporan Kebijakan
Moneter Triwulan II 2026, Provinsi di Indonesia dengan kontribusi inflasi terbesar
yaitu Papua Pegunungan, Papua Barat, dan Aceh masing-masing sebesar 7,84%,
6,99%, dan 5,84%.




                                           36
Page 66
IV.F.   Nilai Tukar Rupiah

        Menurut laporan yang dipublikasikan oleh BI yang berjudul Laporan Kebijakan
        Moneter Triwulan II 2026, nilai tukar Rupiah diperkirakan tetap stabil dan
        cenderung menguat, didukung oleh komitmen BI dalam menjaga stabilitas pasar
        keuangan, daya tarik imbal hasil instrumen keuangan domestik, serta prospek
        pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap baik. Meskipun demikian, stabilitas
        nilai tukar Rupiah masih dihadapkan pada tingginya ketidakpastian global,
        terutama akibat konflik di Timur Tengah yang memengaruhi pasar keuangan
        internasional serta meningkatkan preferensi investor global terhadap aset-aset
        yang bersifat safe haven.

        Dalam rangka menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, BI terus memperkuat berbagai
        instrumen kebijakan melalui peningkatan intensitas intervensi di pasar valuta
        asing, baik melalui transaksi non-deliverable forward di pasar luar negeri, transaksi
        spot, maupun domestic non-deliverable forward di pasar domestik. Selain itu, BI
        juga terus berupaya untuk mengelola struktur suku bunga di pasar uang yang
        sejalan dengan kebijakan BI-Rate dan suku bunga instrumen operasi moneter
        pro-market. Lebih lanjut, BI akan terus menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang
        dan perbankan dengan memastikan pertumbuhan uang primer lebih dari 10%
        (double digit) sesuai dengan ekspansi moneter.




                                           37
Page 67
Grafik 3
Proyeksi Nilai Tukar Rupiah Terhadap Mata Uang Asing

    22.000

    20.000

    18.000

    16.000

    14.000

    12.000

    10.000

      8.000
                    Q3/2026   Q4/2026      2027         2028          2029
        EUR         20.610    20.648      20.650       19.550        18.696
        SGD         14.002    13.906      13.889       13.178        12.813
        USD         17.922    17.800      17.500       17.000        16.400

Sumber: Bloomberg


Proyeksi nilai tukar Rupiah terhadap Euro pada Q3/2026 – 2029 secara
berturut-turut diproyeksikan sebesar Rp 20.610, Rp 20.648, Rp 20.650, Rp 19.550,
dan Rp 18.696.

Proyeksi nilai tukar Rupiah terhadap SGD pada Q3/2026 – 2029 secara
berturut-turut diproyeksikan sebesar Rp 14.002, Rp 13.906, Rp 13.889, Rp 13.178,
dan Rp 12.813.

Proyeksi nilai tukar Rupiah terhadap USD pada Q3/2026 – 2029 secara
berturut-turut diproyeksikan sebesar Rp 17.922, Rp 17.800, Rp 17.500, Rp 17.000,
dan Rp 16.400.




                                   38
Page 68
V.     TINJAUAN INDUSTRI URUN DANA

V.A.   Tinjauan Industri Urun Dana di Dunia

       Perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan dalam ekosistem
       pembiayaan dan investasi, termasuk dengan munculnya berbagai alternatif
       sumber pendanaan yang dapat mempertemukan pihak yang membutuhkan dana
       dengan pihak yang memiliki kapasitas untuk menyediakan dana. Perkembangan
       tersebut turut memberikan peluang bagi pelaku usaha untuk memperoleh
       pendanaan secara lebih luas melalui mekanisme yang memanfaatkan platform
       digital. Salah satu bentuk alternatif pendanaan yang berkembang sejalan dengan
       kondisi tersebut adalah crowdfunding atau urun dana.

       Crowdfunding sebagai skema pembiayaan yang dipandang sebagai pendanaan
       demokratis karena konsep crowdfunding adalah kumpulan dengan skala kecil,
       namun berasal dari sejumlah orang sehingga dapat mendanai sebuah usaha atau
       proyek. Crowdfunding dikelola oleh sebuah platform berbasis internet sehingga
       membuat para pelaku usaha dan pendanaan usaha mudah untuk mengakses.
       Crowdfunding dapat dipandang sebagai investasi online karena produk yang dijual
       adalah dalam bentuk pendanaan, dan investor dapat dengan mudah menyetor
       dana kepada pelaku usaha yang membutuhkan tambahan modal.

       Grafik 4
       Penawaran Berdasarkan Regulasi Crowdfunding Amerika Serikat
       Tahun 2024 – 2025
                                    600


                                    500


                                    400


                                    300


                                    200


                                    100


                                      0
                                                       2024          2025
            Jumlah Laporan Hasil
                                                       552           434
            Penghimpunan Dana
            Dana Himpunan (dalam jutaan
                                                       178,6         207,3
                      USD)

       Sumber: US Securities and Exchange Commission




                                                39
Page 69
Berdasarkan data yang diperoleh dari US Securities and Exchange Commission,
jumlah laporan hasil penghimpunan dana tercatat sebanyak 552 penawaran pada
2024 dan menurun menjadi 434 penawaran pada 2025. Meskipun demikian, nilai
dana yang berhasil dihimpun meningkat dari USD178,6 juta pada 2024 menjadi
USD 207,30 juta pada 2025, atau tumbuh setara dengan 16,10%. Kondisi tersebut
menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai dana yang berhasil dihimpun per
penawaran, dari sekitar USD 323,60 ribu pada 2024 menjadi USD 477,60 ribu
pada 2025. Selanjutnya, sampai dengan tanggal 30 Juni 2026, ditinjau dari sisi
jumlah penawaran regulasi crowdfunding, wilayah di Amerika dengan pihak yang
mencari/menghimpun dana berdasarkan data US Securities and Exchange
Commission ada pada California yaitu sebesar 2.382 pihak, New York 905 pihak,
Texas sebesar 692 pihak, dan Florida sebesar 679 pihak

World Bank juga mencatat bahwa investment-based crowdfunding semakin
berkembang sebagai alternatif pembiayaan bagi usaha kecil dan menengah dan
sumber investasi bagi investor ritel. Dengan basis internet serta meningkatnya
kegiatan usaha kecil dan menengah yang membutuhkan dana, berdasarkan data
yang diperoleh dari Fortune Business Insight perkiraan estimasi ukuran pasar
crowdfunding pada tahun 2026 mencapai sebesar USD 2,11 miliar dengan
proyeksi tingkat pertumbuhan majemuk tahunan atau Compound Annual Growth
Rate (CAGR) tahun 2026 – 2034 sebesar 13,70%.

Secara keseluruhan, industri crowdfunding global menunjukkan perkembangan
sebagai salah satu alternatif pendanaan berbasis digital yang semakin melengkapi
sumber pembiayaan konvensional. Perkembangan teknologi digital, peningkatan
akses terhadap platform pendanaan, serta kebutuhan pelaku usaha terhadap
sumber modal yang lebih beragam turut mendukung pertumbuhan aktivitas
crowdfunding di berbagai negara. Pada masa mendatang, perkembangan industri
ini akan dipengaruhi oleh inovasi platform, tingkat kepercayaan dan partisipasi
investor, kondisi pasar pendanaan, serta penguatan kerangka regulasi yang dapat
mendukung transparansi dan perlindungan bagi para pihak. Dengan demikian,
crowdfunding berpotensi terus berkembang sebagai bagian dari ekosistem
pembiayaan digital dan memperluas akses pendanaan, khususnya bagi usaha
kecil dan menengah.




                                 40
Page 70
V.B.   Tinjauan Industri Urun Dana di Indonesia

       Seiring dengan berkembangnya digitalisasi pada sektor jasa keuangan di
       Indonesia, kebutuhan akan layanan pendanaan yang lebih fleksibel telah
       mendorong terciptanya berbagai inovasi dalam kegiatan penghimpunan dan
       penyaluran dana, termasuk pemanfaatan teknologi untuk mempertemukan pihak
       yang membutuhkan pendanaan dengan masyarakat sebagai penyedia dana,
       khususnya pada segmen UMKM. Salah satu bentuk inovasi tersebut adalah
       layanan crowdfunding yang menjadi alternatif pendanaan dalam ekosistem
       keuangan digital.

       Dalam rangka meningkatkan daya serap dana investasi dari masyarakat, layanan
       urun dana melalui penawaran saham berbasis teknologi informasi (Equity
       Crowdfunding) hadir sebagai instrumen alternatif untuk mendorong pertumbuhan
       perekonomian nasional. Ketentuan mengenai penyelenggaraan layanan ini diatur
       dalam POJK No. 37/POJK.04/2018 tentang Layanan Urun Dana Melalui
       Penawaran Saham Berbasis Teknologi Informasi. Meskipun tingkat literasi
       masyarakat terhadap layanan urun dana di Indonesia masih relatif terbatas,
       instrumen ini memiliki potensi yang besar untuk berkembang sebagai sarana
       penghimpunan dana investasi, mengingat kemudahan dalam penggunaan dan
       aksesibilitasnya yang berbasis teknologi informasi sehingga dapat dijangkau oleh
       masyarakat luas.

       Berdasarkan data yang diperoleh dari OJK, mencatatkan bahwa sampai April
       2026, layanan equity crowdfunding di Indonesia telah mencapai total
       penghimpunan dana sebesar Rp 1,93 triliun, yang didukung oleh 18 platform
       terdaftar OJK. Aktivitas tersebut melibatkan sebanyak 197.897 investor dengan
       total 1.042 penerbitan efek. Data tersebut menunjukkan bahwa securities
       crowdfunding telah berkembang sebagai salah satu alternatif pendanaan berbasis
       teknologi digital yang mempertemukan penerbit efek dengan investor melalui
       platform yang terdaftar.

       Pendanaan melalui crowdfunding tersebut terus berjalan seiring dengan aktivitas
       penghimpunan dana melalui pasar modal dan instrumen pendanaan alternatif.
       Pada Juli 2026, OJK mencatatkan aktivitas securities crowdfunding menunjukkan
       pertumbuhan yang tercermin dari bertambahnya jumlah efek dan penerbit serta
       peningkatan nilai dana yang berhasil dihimpun. Penghimpunan dana oleh
       korporasi domestik di pasar modal domestik terpantau tetap kuat, penggalangan
       dana melalui securities crowdfunding, sepanjang Juli 2026 terdapat 17 efek baru
       dan 8 penerbit baru, dengan dana yang berhasil dihimpun sebesar Rp 25,79 miliar.
       Dengan perkembangan tersebut, total nilai dana yang dihimpun melalui securities
       crowdfunding secara agregat telah mencapai Rp 2,01 triliun.




                                        41
Page 71
Sejalan dengan hal tersebut pada Agustus 2026, aktivitas penghimpunan dana
kembali meningkat. OJK mencatat terdapat 16 efek baru dan 3 penerbit baru,
dengan dana yang dihimpun sebesar Rp 29,97 miliar. Secara kumulatif, nilai dana
yang telah dihimpun melalui securities crowdfunding meningkat menjadi Rp 2,04
triliun. Dengan demikian, berdasarkan data bulanan OJK, sepanjang Juli – Agustus
2026 terdapat penghimpunan dana sekitar Rp 55,76 miliar, yang berasal dari 33
efek baru dan 11 penerbit baru. Nilai penghimpunan pada Agustus 2026 juga
meningkat sekitar 16,20% dibandingkan dengan penghimpunan pada Juli 2026.

Meskipun pertumbuhan akan crowdfunding meningkat, industri pinjaman alternatif
Indonesia masih mengalami tantangan bahwa saat ini masih banyak pengusaha
UMKM yang belum mampu mengakses pembiayaan formal. Hal ini karena adanya
keterbatasan kapasitas usaha, legalitas, pencatatan keuangan, informasi pasar,
maupun keterhubungan dengan rantai pasok. Namun demikian, OJK menyatakan
perlu pendekatan yang lebih terintegrasi melalui pengembangan ekosistem
pembiayaan dan pemberdayaan UMKM dengan memanfaatkan seluruh tahapan
pengembangan usaha, akses pasar, digitalisasi, hingga pembiayaan yang sesuai
dengan siklus dan karakteristik usaha.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Research and Markets, pasar pinjaman
alternatif di Indonesia diprediksi akan mengalami pertumbuhan signifikan, dengan
proyeksi tingkat majemuk tahunan atau CAGR sebesar 14,10% atau setara
dengan USD 7,53 miliar pada tahun 2026 serta akan berlanjut sebesar 13,00%
dari tahun 2026 hingga 2029. Dengan demikian, perkembangan securities
crowdfunding atau pinjaman alternatif di Indonesia masih didukung oleh
meningkatnya pemanfaatan teknologi digital dan kebutuhan terhadap alternatif
sumber pendanaan. Sementara itu perlu nya penyuluhan regulasi dari pemerintah
akan pertumbuhan industri yang sangat dipengaruhi oleh tingkat partisipasi
pemodal dan penerbit, inovasi layanan, serta dinamika persaingan antar
penyelenggara.




                                 42
Page 72
VI.       ANALISIS LAPORAN KEUANGAN HISTORIS

VI.A.     PT Digitalisasi Perangkat Indonesia

          Laporan keuangan konsolidasian DPI untuk periode delapan bulan yang berakhir
          pada tanggal 31 Agustus 2026 telah diaudit oleh KAP MSI dengan pendapat wajar
          tanpa pengecualian dengan penekanan suatu hal dan hal lain. Laporan keuangan
          konsolidasian DPI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
          telah diaudit oleh KAP MSI dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dan
          penekanan suatu hal. Laporan keuangan konsolidasian DPI untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 telah diaudit oleh KAP
          MSI masing-masing dengan pendapat wajar tanpa modifikasian. Laporan
          keuangan konsolidasian DPI untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31
          Desember 2022 dan 2021 telah diaudit oleh KAP MSI masing-masing dengan
          pendapat wajar tanpa modifikasian dan penekanan suatu hal.

          Ikhtisar data keuangan penting DPI adalah sebagai berikut:

VI.A.1.   Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
          Tabel 12
          PT Digitalisasi Perangkat Indonesia
          Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
          Per 31 Agustus 2026 dan 31 Desember 2021 - 2025

                                                                                                                  (Dalam jutaan Rupiah)

                                Keterangan                  31/08/26     31/12/25    31/12/24    31/12/23    31/12/22     31/12/21

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan setara kas                                   55.584       18.876      12.711      16.449      11.440          9.527
          Deposito berjangka yang dibatasi pencairannya           325           63          63           -           -              -
          Investasi                                             3.069        4.792      19.892      22.288           -              -
          Piutang usaha - pihak ketiga                             11            -           -           -           -              -
          Piutang lain-lain
            Pihak berelasi                                         37           17          74           -           2              -
            Pihak ketiga                                          805        1.400       2.580       1.186       1.068             97
          Pajak dibayar di muka                                   531          416         280         121           7              -
          Biaya dibayar di muka dan uang muka                      62          217         243         227         223             24
          Jaminan operasional                                     103           86         129          64         102            141
          Jumlah Aset Lancar                                   60.527       25.865      35.971      40.336      12.841          9.788
          ASET TIDAK LANCAR
          Aset pajak tangguhan                                   1.118       1.352       1.345       1.932       1.390          2.295
          Aset tetap - neto                                        467         475         343         629       3.411          5.318
          Aset takberwujud - neto                                  110         153         832       2.075         302          2.394
          Jaminan                                                  283         241         340         258           -              -
          Jumlah Aset Tidak Lancar                               1.977       2.222       2.860       4.895       5.102         10.008
          JUMLAH ASET                                          62.504       28.087      38.831      45.231      17.944         19.796




                                                            43
Page 73
                                                                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan                             31/08/26      31/12/25      31/12/24      31/12/23      31/12/22      31/12/21

          LIABILITAS DAN EKUITAS
          LIABILITAS
          LIABILITAS JANGKA PENDEK
          Dana pelanggan
            Pihak berelasi                                                       -             -             -             -             -            239
            Pihak ketiga                                                       502           472           370           277           216            211
          Utang lain-lain
            Pihak berelasi                                                       -            83             -             -         1.878          1.378
            Pihak ketiga                                                    53.677            24         4.001             9         1.306          3.807
          Utang pajak                                                           78            63            78           137            72             52
          Beban akrual                                                         370           229           279           263           141            134
          Pendapatan diterima di muka                                           89           104           149           455           184              -
          Liabilitas sewa                                                       91           184             -           216           299            419
          Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                   54.807         1.159         4.877         1.357         4.096          6.241
          LIABILITAS JANGKA PANJANG
          Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                             1.473          813           724           423           324            335
          Liabilitas sewa jangka panjang                                          -            -             -             -           237            536
          Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                    1.473          813           724           423           562            871
          JUMLAH LIABILITAS                                                 56.280         1.972         5.601         1.781         4.658          7.112
          EKUITAS
          Modal saham                                                        57.143       57.143        57.143        57.143        40.000         12.250
          Agio saham                                                         23.991       23.991        23.991        23.991         1.020              -
          Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali      (22.470)      (7.032)       (7.032)       (7.032)       (7.032)             -
          Selisih nilai transaksi dengan kepentingan non-pengendali           4.184       (1.970)       (1.943)       (1.917)       (1.843)             -
          Tambahan modal disetor                                                  -            -             -             -             -         (1.854)
          Proforma ekuitas dari transaksi kombinasi bisnis entitas
            pengendali                                                            -             -             -             -             -          9.729
          Defisit                                                           (59.994)      (46.064)      (38.980)      (28.816)      (18.935)        (8.661)
          Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
            induk                                                             2.854       26.069        33.179        43.369        13.210         11.464
          Proforma kepentingan nonpengendali dari transaksi
            kombinasi bisnis entitas sepengendali                                 -            -             -             -             -          1.081
          Kepentingan non-pengendali                                          3.370           46            50            81            76            139
          JUMLAH EKUITAS                                                      6.224       26.115        33.229        43.450        13.286         12.684
          JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                     62.504        28.087        38.831        45.231        17.944         19.796




VI.A.2.   Aset

          Jumlah aset DPI pada tanggal-tanggal 31 Agustus 2026, 31 Desember 2025,
          2024, 2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar Rp 62,50 miliar,
          Rp 28,09 miliar, Rp 38,83 miliar, Rp 45,23 miliar, Rp 17,94 miliar, dan
          Rp 19,80 miliar.

          Pada tanggal 31 Agustus 2026, jumlah aset DPI mengalami kenaikan sebesar
          Rp 34,42 miliar atau setara dengan 122,54% dibandingkan dengan jumlah aset
          pada tanggal 31 Desember 2025. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan
          kas dan setara kas sebesar Rp 36,71 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah aset DPI mengalami penurunan sebesar
          Rp 10,74 miliar atau setara dengan 27,67% dibandingkan dengan jumlah aset
          pada tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
          penurunan investasi sebesar Rp 15,10 miliar yang disertai dengan kenaikan kas
          dan setara kas sebesar Rp 6,17 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah aset DPI mengalami penurunan sebesar
          Rp 6,40 miliar atau setara dengan 14,15% dibandingkan dengan jumlah aset pada
          tanggal 31 Desember 2023. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan
          kas dan setara kas serta investasi masing-masing sebesar Rp 3,74 miliar dan Rp
          2,40 miliar.



                                                                         44
Page 74
          Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah aset DPI mengalami kenaikan sebesar
          Rp 27,29 miliar atau setara dengan 152,07% dibandingkan dengan jumlah aset
          pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan
          investasi sebesar Rp 22,29 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah aset DPI mengalami penurunan sebesar
          Rp 1,85 miliar atau setara dengan 9,36% dibandingkan dengan jumlah aset pada
          tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan
          aset tetap – neto dan aset takberwujud – neto masing-masing sebesar
          Rp 1,91 miliar dan Rp 2,09 miliar yang disertai dengan kenaikan kas dan setara
          kas serta piutang lain-lain – pihak ketiga masing-masing sebesar Rp 1,91 miliar
          dan Rp 0,97 miliar.

VI.A.3.   Liabilitas

          Jumlah liabilitas DPI pada tanggal-tanggal 31 Agustus 2026, 31 Desember 2025,
          2024, 2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar Rp 56,28 miliar,
          Rp 1,97 miliar, Rp 5,60 miliar, Rp 1,78 miliar, Rp 4,66 miliar, dan Rp 7,11 miliar.

          Pada tanggal 31 Agustus 2026, jumlah liabilitas DPI mengalami kenaikan sebesar
          Rp 54,31 miliar dibandingkan dengan jumlah liabilitas pada tanggal
          31 Desember 2025. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan utang lain-
          lain – pihak ketiga sebesar Rp 53,65 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah liabilitas DPI mengalami penurunan
          sebesar Rp 3,63 miliar atau setara dengan 64,79% dibandingkan dengan jumlah
          liabilitas pada tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama disebabkan
          oleh penurunan utang lain-lain – pihak ketiga sebesar Rp 3,98 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah liabilitas DPI mengalami kenaikan
          sebesar Rp 3,82 miliar atau setara dengan 214,56% dibandingkan dengan jumlah
          liabilitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
          kenaikan utang lain-lain – pihak ketiga sebesar Rp 3,99 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah liabilitas DPI mengalami penurunan
          sebesar Rp 2,88 miliar atau setara dengan 61,77% dibandingkan dengan jumlah
          liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan ini terutama disebabkan
          oleh penurunan utang lain-lain – pihak berelasi dan utang lain-lain – pihak ketiga
          masing-masing sebesar Rp 1,88 miliar dan Rp 1,30 miliar yang disertai dengan
          kenaikan beban akrual dan pendapatan diterima dimuka masing-masing sebesar
          Rp 0,12 miliar dan Rp 0,27 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah liabilitas DPI mengalami penurunan
          sebesar Rp 2,45 miliar atau setara dengan 34,51% dibandingkan dengan jumlah
          liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama disebabkan
          oleh penurunan utang lain-lain – pihak ketiga sebesar Rp 2,50 miliar.




                                            45
Page 75
VI.A.4.   Ekuitas

          Jumlah ekuitas DPI pada tanggal-tanggal 31 Agustus 2026, 31 Desember 2025,
          2024, 2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar Rp 6,22 miliar,
          Rp 26,12 miliar, Rp 33,23 miliar, Rp 43,45 miliar, Rp 13,29 miliar, dan
          Rp 12,68 miliar.

          Pada tanggal 31 Agustus 2026, jumlah ekuitas DPI mengalami penurunan sebesar
          Rp 19,89 miliar atau setara dengan 76,17% dibandingkan dengan jumlah ekuitas
          pada tanggal 31 Desember 2025. Penurunan ini terutama disebabkan oleh rugi
          periode berjalan yang dibukukan oleh DPI sebesar Rp 14,27 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah ekuitas DPI mengalami penurunan
          sebesar Rp 7,12 miliar atau setara dengan 21,41% dibandingkan dengan jumlah
          ekuitas pada tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
          rugi periode berjalan yang dibukukan oleh DPI sebesar Rp 7,21 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah ekuitas DPI mengalami penurunan
          sebesar Rp 10,22 miliar atau setara dengan 23,52% dibandingkan dengan jumlah
          ekuitas pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
          rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh DPI sebesar Rp 10,19 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah ekuitas DPI mengalami kenaikan
          sebesar Rp 30,16 miliar atau setara dengan 227,04% dibandingkan dengan jumlah
          ekuitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
          kenaikan modal saham dan agio saham masing-masing sebesar Rp 17,14 miliar
          dan Rp 22,97 miliar yang disertai dengan rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh
          DPI sebesar Rp 10,00 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah ekuitas DPI mengalami kenaikan
          sebesar Rp 0,60 miliar atau setara dengan 4,74% dibandingkan dengan jumlah
          ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
          kenaikan modal saham sebesar Rp 27,75 miliar yang disertai dengan selisih nilai
          transaksi restrukturisasi entitas sepengendali, proforma ekuitas dari transaksi
          kombinasi bisnis entitas pengendali, dan rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh
          DPI masing-masing sebesar Rp 7,03 miliar, Rp 9,73 miliar, dan Rp 11,31 miliar.




                                           46
Page 76
VI.A.5.   Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
          Tabel 13
          PT Digitalisasi Perangkat Indonesia
          Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
          Untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2026 dan
          untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 - 2025

                                                                                                                                             (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                         31/08/26       31/12/25        31/12/24        31/12/23        31/12/22      31/12/21
                                  Keterangan
                                                                        (8 Bulan)      (1 Tahun)       (1 Tahun)       (1 Tahun)       (1 Tahun)     (1 Tahun)
          Pendapatan                                                           892          1.506           2.342           3.402            1.797          1.109
          Beban pokok pendapatan                                                18             82             154             327                -              -
          Laba kotor                                                           874          1.424           2.188           3.075            1.797          1.109
          Beban umum dan administrasi                                      (15.005)       (12.152)        (13.901)        (15.816)         (14.790)       (10.361)
          Rugi usaha                                                       (14.130)       (10.728)        (11.713)        (12.741)         (12.992)        (9.252)
          Keuntungan (kerugian) direalisasi atas kenaikan
            (penurunan) nilai wajar investasi yang diukur pada nilai
            wajar melalui laba rugi                                          (1.662)        2.628            (503)           (22)                -           181
          Penghasilan bunga                                                     829           702             663            252               182           153
          Keuntungan yang belum direalisasi atas kenaikan
            nilai wajar investasi yang diukur pada nilai wajar
            melalui laba rugi                                                    7            236           1.929             609                -              -
          Penghasilan dividen                                                    -              -             124               -                -              -
          Dampak kurtailmen imbalan kerja                                        -              -              25               -                -              -
          Beban bunga dan keuangan lainnya                                    (192)          (208)            (91)           (105)             (87)          (136)
          Lain-lain - bersih                                                   334            126             (21)             66              181              5
          Rugi sebelum pajak                                               (14.814)        (7.245)         (9.588)        (11.940)         (12.716)        (9.049)
          Manfaat (beban) pajak                                               (292)            34            (598)          1.936                -              -
          Laba proforma dari dampak transaksi kombinasi bisnis
            entitas sepengendali                                               840                 -               -               -         1.407          2.676
          Rugi periode/tahun berjalan                                      (14.267)        (7.210)        (10.186)        (10.004)         (11.309)        (6.373)
          Penghasilan (rugi) komprehensif lain                                  22             96             (35)             54                3            (12)
          Jumlah rugi komprehensif                                         (14.244)        (7.115)        (10.221)         (9.950)         (11.307)        (6.385)
          Jumlah rugi periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan
            kepada:
            Pemilik entitas induk                                          (13.947)        (7.179)        (10.129)         (9.934)         (10.266)        (5.376)
            Kepentingan non-pengendali                                        (319)           (31)            (57)            (70)          (1.043)          (997)




VI.A.6.   Pendapatan

          Pendapatan DPI untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal
          31 Agustus 2026 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
          31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar
          Rp 0,89 miliar, Rp 1,51 miliar, Rp 2,34 miliar, Rp 3,40 miliar, Rp 1,80 miliar, dan
          Rp 1,11 miliar.

          Pendapatan DPI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
          mengalami penurunan sebesar Rp 0,84 miliar atau setara dengan 35,71%
          dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2024.

          Pendapatan DPI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024
          mengalami penurunan sebesar Rp 1,06 miliar atau setara dengan 31,15%
          dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2023.

          Pendapatan DPI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
          mengalami kenaikan sebesar Rp 1,61 miliar atau setara dengan 89,27%
          dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2022.




                                                                        47
Page 77
          Pendapatan DPI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
          mengalami kenaikan sebesar Rp 0,69 miliar atau setara dengan 62,08%
          dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2021.

VI.A.7.   Rugi Periode/Tahun Berjalan

          Rugi periode/tahun berjalan DPI untuk periode delapan bulan yang berakhir pada
          tanggal 31 Agustus 2026 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
          31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021 masing-masing sebesar
          Rp 14,27 miliar, Rp 7,21 miliar, Rp 10,19 miliar, Rp 10,00 miliar, Rp 11,31 miliar,
          dan Rp 6,37 miliar.

          Rugi tahun berjalan DPI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2025 mengalami penurunan sebesar Rp 2,98 miliar atau setara
          dengan 29,21% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.

          Rugi tahun berjalan DPI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2024 mengalami kenaikan sebesar Rp 0,18 miliar atau setara
          dengan 1,82% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang berakhir
          pada tanggal 31 Desember 2023.

          Rugi tahun berjalan DPI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2023 mengalami penurunan sebesar Rp 1,31 miliar atau setara
          dengan 11,54% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.

          Rugi tahun berjalan DPI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2022 mengalami kenaikan signifikan sebesar Rp 4,94 miliar atau
          setara dengan 77,46% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.




                                            48
Page 78
VI.A.8.   Laporan Arus Kas Konsolidasian
          Tabel 14
          PT Digitalisasi Perangkat Indonesia
          Laporan Arus Kas Konsolidasian
          Untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2026 dan
          untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 - 2025

                                                                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                    31/08/26        31/12/25        31/12/24        31/12/23        31/12/22      31/12/21
                                Keterangan
                                                                   (8 Bulan)       (1 Tahun)       (1 Tahun)       (1 Tahun)       (1 Tahun)     (1 Tahun)
          ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
          Penerimaan dari pelanggan                                        866          1.461           2.036           3.673            1.981              9
          Pembayaran kepada pemasok dan lainnya                        (21.937)        (3.098)         (4.086)         (6.082)         (17.041)          (696)
          Pembayaran kepada karyawan                                    (6.096)        (7.912)         (8.337)         (7.405)          (6.198)        (2.861)
          Kas Digunakan untuk Aktivitas Operasi                        (27.168)        (9.550)        (10.387)         (9.814)         (21.258)        (3.548)
          ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
          Perolehan aset tetap                                             (44)           (70)           (196)            (91)            (186)          (311)
          Penerimaan bunga                                                 729            363             303              10                8            985
          Perolehan investasi jangka pendek                            (23.800)        (2.000)           (336)        (24.171)               -              -
          Hasil dari penjualan investasi jangka pendek                  23.296         19.963           4.158           2.470                -              -
          Hasil dari penjualan aset tetap                                    -              7               0              20                -              -
          Penerimaan (pembayaran) jaminan                                    -             99             (82)             44                -              -
          Penambahan piutang lain-lain                                    (393)        (2.948)         (1.850)              -           (1.000)             -
          Penarikan piutang lain-lain                                    1.038          4.618             750               -                -              -
          Penghasilan dividen                                                -              -             124               -                -              -
          Perolehan aset takberwujud                                         -              -               -             (73)               -              -
          Penurunan (kenaikan) jaminan operasional                           -              -               -               -                -           (151)
          Perolehan investasi pada entitas anak                            311              -               -               -                -              -
          Penambahan deposito berjangka yang dibatasi
           penggunaannya                                                  (200)                -               -               -             -              -
          Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
           Aktivitas Investasi                                            935          20.032           2.871         (21.791)          (1.178)          523
          ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
          Kenaikan (penurunan) utang lain-lain                          53.257         (4.000)          4.000          (3.178)          (2.000)         4.500
          Pembayaran atas liabilitas sewa                                 (178)          (295)           (216)           (272)            (367)          (262)
          Pembayaran atas bunga liabilitas sewa                            (13)           (23)             (7)            (25)             (52)             -
          Setoran modal saham entitas anak dari
           kepentingan nonpengendali                                     9.816                 -               -            -                -              -
          Penerimaan dari penerbitan modal saham                             -                 -               -       17.143           27.750              -
          Penerimaan dari agio saham                                         -                 -               -       22.971            1.020              -
          Pembayaran atas pengalihan modal saham entitas anak
           dari kepentingan nonpengendali                                      -               -               -            -           (1.955)             -
          Pembayaran bunga                                                     -               -               -          (25)             (47)           (65)
          Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
           Aktivitas Pendanaan                                          62.881         (4.318)          3.777          36.615           24.349          4.173
          KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
           SETARA KAS                                                   36.649          6.165          (3.738)          5.010            1.913          1.148
          Dampak penyesuaian proforma dari transaksi kombinasi
           bisnis entitas sepengendali                                         -               -               -               -             -          7.373
          KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                            18.935         12.711          16.449          11.440            9.527          1.005
          KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                           55.584         18.876          12.711          16.449           11.440          9.527




          Arus Kas untuk Aktivitas Operasi

          Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi DPI untuk periode delapan
          bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2026 dan untuk tahun yang berakhir
          pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021
          masing-masing adalah sebesar Rp 27,17 miliar, Rp 9,55 miliar, Rp 10,39 miliar,
          Rp 9,81 miliar, Rp 21,26 miliar, dan Rp 3,55 miliar.

          Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi DPI untuk periode delapan
          bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2026 sebesar Rp 27,17 miliar
          terutama berasal dari pembayaran kepada pemasok dan lainnya sebesar
          Rp 21,94 miliar.




                                                                   49
Page 79
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi DPI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 9,55 miliar terutama berasal
dari pembayaran kepada karyawan sebesar Rp 7,91 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi DPI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 10,39 miliar terutama
berasal dari pembayaran kepada karyawan sebesar Rp 8,34 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi DPI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 9,81 miliar terutama berasal
dari pembayaran kepada karyawan sebesar Rp 7,41 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi DPI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 21,26 miliar terutama
berasal dari pembayaran kepada pemasok dan lainnya sebesar Rp 17,04 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi DPI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 3,55 miliar terutama berasal
dari pembayaran kepada karyawan sebesar Rp 2,86 miliar.

Arus Kas dari (untuk) Aktivitas Investasi

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi DPI untuk periode delapan
bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2026 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, dan 2021 masing-masing
adalah sebesar Rp 0,94 miliar, Rp 20,03 miliar, Rp 2,87 miliar, Rp 0,52 miliar. Arus
kas bersih yang di gunakan untuk aktivitas investasi DPI untuk tahun yang berakhir
pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023 dan 2022 masing-masing sebesar
Rp 21,79 miliar dan Rp 1,18 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi DPI untuk periode delapan
bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2026 sebesar Rp 0,94 miliar
terutama berasal dari hasil dari penjualan investasi jangka pendek dan penarikan
piutang lain-lain masing-masing sebesar Rp 23,30 miliar dan Rp 1,04 miliar yang
disertai dengan perolehan investasi jangka pendek Rp 23,80 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi DPI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 20,03 miliar terutama
berasal dari hasil penjualan investasi jangka pendek sebesar Rp 19,96 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi DPI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 2,87 miliar terutama berasal
dari hasil penjualan investasi jangka pendek sebesar Rp 4,16 miliar yang disertai
penambahan piutang lain-lain sebesar Rp 1,85 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi DPI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 21,79 miliar terutama
berasal dari perolehan investasi jangka pendek sebesar Rp 24,17 miliar yang
disertai hasil dari penjualan investasi jangka pendek sebesar Rp 2,47 miliar.


                                  50
Page 80
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi DPI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 1,18 miliar terutama berasal
dari penambahan piutang lain-lain sebesar Rp 1,00 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi DPI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 0,52 miliar terutama berasal
dari penerimaan bunga sebesar Rp 0,99 miliar yang disertai perolehan aset tetap
dan penurunan jaminan operasional masing-masing sebesar Rp 0,31 miliar dan
Rp 0,15 miliar.

Arus Kas dari (untuk) Aktivitas Pendanaan

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan DPI untuk periode
delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2026 dan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, dan 2021
masing-masing adalah sebesar Rp 62,88 miliar, Rp 3,78 miliar, Rp 36,62 miliar,
Rp 24,35 miliar, dan Rp 4,17 miliar. Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas
pendanaan DPI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
adalah sebesar Rp 4,32 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan DPI untuk periode
delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2026 sebesar
Rp 62,88 miliar terutama berasal dari kenaikan utang lain-lain sebesar
Rp 53,26 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan DPI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 4,32 miliar terutama
disebabkan oleh penurunan utang lain-lain sebesar Rp 4,00 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan DPI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 3,78 miliar terutama berasal
dari kenaikan utang lain-lain sebesar Rp 4,00 miliar yang disertai dengan
pembayaran atas liabilitas sewa sebesar Rp 0,22 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan DPI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 36,62 miliar terutama
berasal dari penerimaan dari agio saham sebesar Rp 22,97 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan DPI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 24,35 miliar terutama
berasal dari penerimaan dari penerbitan modal saham sebesar Rp 27,75 miliar
yang disertai dengan penurunan utang lain-lain dan pembayaran atas pengalihan
modal saham entitas anak dari kepentingan nonpengendali masing-masing
sebesar Rp 2,00 miliar dan Rp 1,96 miliar.




                                  51
Page 81
           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan DPI untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 4,17 miliar terutama berasal
           dari kenaikan utang lain-lain sebesar Rp 4,50 miliar yang disertai dengan
           pembayaran atas liabilitas sewa dan pembayaran bunga masing-masing sebesar
           Rp 0,26 miliar dan Rp 0,06 miliar.

VI.A.9.    Rasio-rasio Keuangan
           Tabel 15
           PT Digitalisasi Perangkat Indonesia
           Rasio-rasio Keuangan
           Per 31 Agustus 2026 dan 31 Desember 2021 - 2025



                                   Keterangan                31/08/26     31/12/25     31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21

           Rasio Likuiditas
           Lancar                                                 1,10        22,31         7,38        29,72         3,14         1,57
           Rasio Pengelolaan Aset
           Perputaran jumlah aset                                 0,02         0,05         0,06         0,08         0,10         0,06
           Ekuitas terhadap jumlah aset                           0,10         0,93         0,86         0,96         0,74         0,64
           Rasio Solvabilitas
           Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset                 0,90         0,07         0,14         0,04         0,26         0,36
           Jumlah liabilitas terhadap ekuitas                     9,04         0,08         0,17         0,04         0,35         0,56
           Rasio Profitabilitas
           Marjin laba kotor                                     97,98%       94,55%       93,41%       90,38%      100,00%      100,00%
           Marjin rugi usaha                                  -1583,65%     -712,38%     -500,05%     -374,50%     -722,81%     -834,24%
           Marjin rugi bersih                                 -1598,92%     -478,79%     -434,84%     -294,05%     -629,17%     -574,62%
           Rugi usaha terhadap jumlah aset                      -33,91%      -38,19%      -30,16%      -28,17%      -72,41%      -46,73%
           Imbal hasil aset                                     -34,24%      -25,67%      -26,23%      -22,12%      -63,03%      -32,19%
           Rugi usaha terhadap ekuitas                         -340,56%      -41,08%      -35,25%      -29,32%      -97,79%      -72,94%
           Imbal hasil ekuitas                                 -343,85%      -27,61%      -30,65%      -23,02%      -85,12%      -50,24%




VI.A.10.   Pengelolaan Aset

           Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan DPI dalam
           menghasilkan pendapatan dari jumlah aset yang dimiliki. Pada tanggal-tanggal
           31 Agustus 2026, 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021 rasio
           perputaran jumlah aset masing masing adalah 0,02; 0,05; 0,06; 0,08; 0,10; dan
           0,06.

           Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas DPI
           terhadap jumlah aset DPI. Pada tanggal-tanggal 31 Agustus 2026,
           31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, 2021, rasio ekuitas terhadap jumlah aset
           masing-masing adalah 0,10; 0,93; 0,86; 0,96; 0,74; dan 0,64.

VI.A.11.   Solvabilitas

           Solvabilitas menunjukkan kemampuan DPI untuk memenuhi seluruh liabilitasnya,
           yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui perbandingan
           antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui perbandingan antara jumlah
           liabilitas dengan ekuitas.

           Pada tanggal-tanggal 31 Agustus 2026, 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022,
           dan 2021, rasio jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,90;
           0,07; 0,14; 0,04; 0,26; dan 0,36, sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas
           masing-masing adalah 9,04; 0,08; 0,17; 0,04; 0,35; dan 0,56.




                                                             52
Page 82
VI.A.12.   Profitabilitas

           Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan DPI dalam menghasilkan laba
           bersih dari aset yang dimilikinya.

           Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan DPI dalam menghasilkan
           laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan.

VI.B.      Analisis atas Informasi Keuangan Proforma DPI

           Analisis atas Informasi Keuangan Konsolidasian Proforma DPI Sebelum dan
           Setelah Rencana Transaksi.

           Tabel di bawah ini menunjukkan ikhtisar mengenai informasi keuangan proforma
           DPI untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2026
           sehubungan dengan Rencana Transaksi yang telah direviu oleh KAP MSI.

           Ikhtisar data keuangan penting proforma pada tanggal 31 Agustus 2026:

           Tabel 16
           PT Digitalisasi Perangkat Indonesia
           Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Proforma
           Per 31 Agustus 2026

                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)

                                                                                                 Setelah
                                 Keterangan                      31/08/26      Penyesuaian
                                                                                                Transaksi

           ASET
           ASET LANCAR
           Kas dan setara kas                                         55.584        (12.359)           43.225
           Deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya                325            (63)              263
           Investasi jangka pendek                                     3.069              -             3.069
           Piutang usaha pihak ketiga                                     11              -                11
           Piutang lain-lain
             Pihak berelasi                                              37               -                37
             Pihak ketiga                                               805            (345)              459
           Pajak dibayar dimuka                                         531            (461)               69
           Biaya dibayar dimuka dan uang muka                            62             (38)               24
           Jaminan operasional                                          103             (55)               48
           Jumlah Aset Lancar                                         60.527        (13.321)           47.206
           ASET TIDAK LANCAR
           Aset pajak tangguhan                                        1.118             (4)            1.114
           Aset tetap - bersih                                           467           (166)              301
           Aset takberwujud - bersih                                     110              -               110
           Jaminan                                                       283           (194)               89
           Jumlah Aset Tidak Lancar                                    1.977           (363)            1.614
           JUMLAH ASET                                                62.504        (13.684)           48.820




                                                            53
Page 83
                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)

                                                                                                 Setelah
                         Keterangan                            31/08/26       Penyesuaian
                                                                                                Transaksi

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Dana pelanggan pihak ketiga                                            502             (502)                -
Utang lain-lain dari pihak ketiga                                   53.677          (53.661)               15
Utang pajak                                                             78               (4)               74
Beban akrual                                                           370             (104)              266
Pendapatan diterima dimuka                                              89                -                89
Liabilitas sewa                                                         91              (30)               61
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                     54.807          (54.302)              505
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                              1.473              (25)            1.449
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                     1.473              (25)            1.449
JUMLAH LIABILITAS                                                   56.280          (54.327)            1.954
EKUITAS
Modal saham                                                         57.143               -             57.143
Agio Saham                                                          23.991               -             23.991
Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali       (22.470)          1.854            (20.617)
Selisih nilai transaksi dengan kepentingan nonpengendali             4.184          (5.064)              (880)
Defisit                                                            (59.994)         47.039            (12.955)
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
  Induk                                                              2.854          43.829             46.682
Kepentingan non-pengendali                                           3.370          (3.186)               183
JUMLAH EKUITAS                                                       6.224          40.642             46.866
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                       62.504          (13.684)           48.820



Tabel 17
PT Digitalisasi Perangkat Indonesia
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian Proforma
Untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2026

                                                                                        (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                                 Setelah
                         Keterangan                            31/08/26       Penyesuaian
                                                                                                Transaksi

Pendapatan usaha                                                      892                   -             892
Beban pokok pendapatan                                                 18                   -              18
Laba kotor                                                             874                  -             874
Beban usaha                                                        (15.005)                 -         (15.005)
Laba usaha                                                         (14.130)              -            (14.130)
Penghasilan (beban) lain-lain                                         (684)         47.039             46.355
Laba sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan                     (14.814)         47.039             32.225
Manfaat (beban) pajak penghasilan                                     (292)              -               (292)
Rugi setelah dampak dari transaksi kombinasi bisnis entitas
 sepengendali                                                      (15.106)         47.039             31.933
Rugi pra-akuisisi dari dampak transaksi kombinasi entitas
 sepengendali                                                         840                   -             840
Rugi periode tahun berjalan                                        (14.267)         47.039             32.772
Penghasilan komprehensif lain                                           22               -                 22
Jumlah penghasilan (rugi) komprehensif                             (14.244)         47.039             32.795
Laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
  Pemilik entitas induk                                            (14.787)         47.039             32.252
  Kepentingan non-pengendali                                          (319)              -               (319)




                                                     54
Page 84
Informasi keuangan konsolidasian proforma disusun berdasarkan asumsi dan
estimasi manajemen yang mendasari Rencana Transaksi sebagai berikut:

a. Transaksi Pinjaman diasumsikan terjadi pada tanggal 31 Agustus 2026.

b. Setelah pengalihan saham MPM kepada TMB, DPI mencatat transaksi
   terhadap MPM sesuai dengan PSAK 110, Laporan Keuangan Konsolidasian,
   Lampiran B Pedoman Penerapan (PP) paragraph 25 tentang entitas induk
   kehilangan pengendalian pada entitas anak, keuntungan nilai transaksi yang
   timbul sehubungan dengan transaksi pengalihan saham MPM sebesar
   Rp 41.974.873.263 dicatat sebagai bagian dari akun penghasilan lainnya pada
   laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.

   Berikut keuntungan nilai transaksi sehubungan dengan pengalihan saham
   MPM:

                                                                   (Dalam jutaan Rupiah)

                             Keterangan                                  Nilai Wajar


    Kas dan setara kas                                                           12.359
    Deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya                                   63
    Piutang lain-lain                                                               345
    Pajak dibayar dimuka                                                            461
    Biaya dibayar dimuka dan uang muka                                               38
    Jaminan operasional                                                              55
    Aset pajak tangguhan                                                              4
    Aset tetap                                                                      166
    Jaminan                                                                         194
    Dana pelanggan pihak ketiga                                                    (502)
    Utang lain-lain                                                                  (4)
    Utang pajak                                                                      (4)
    Beban akrual                                                                   (104)
    Liabilitas sewa                                                                 (30)
    Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                                         (25)
    Jumlah aset bersih teridentifikasi                                           13.015
    Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali                  1.854
    Selisih nilai transaksi dengan kepentingan nonpengendali                     (5.064)
    Kepentingan nonpengendali                                                    (3.186)
    Imbalan atas pembelian                                                       53.657
    Keuntungan pengalihan investasi saham                                        47.039



c. Seluruh transaksi dalam konsolidasian DPI, baik transaksi antar entitas anak
   dengan entitas induk, maupun entitas anak dengan entitas anak telah
   dieliminasi.

d. Tidak ada transaksi lain selain Transaksi Pinjaman dan Transaksi Gadai
   Saham.

e. Penyesuaian proforma belum memperhitungkan dampak perpajakan dan
   biaya lain-lain yang timbul sehubungan dengan Transaksi Pinjaman dan
   Transaksi Gadai Saham yang diuraikan di atas.




                                                     55
Page 85
VI.C.   Analisis atas Common Size PT Digitalisasi Perangkat Indonesia

        Berikut adalah analisis common size DPI untuk periode delapan bulan yang
        berakhir pada tanggal 31 Agustus 2026 dan untuk tahun yang berakhir pada
        tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021.

        Ikhtisar common size DPI adalah sebagai berikut:
        Tabel 18
        PT Digitalisasi Perangkat Indonesia
        Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
        Per 31 Agustus 2026 dan 31 Desember 2021 - 2025



                              Keterangan                        31/08/26       31/12/25    31/12/24    31/12/23    31/12/22    31/12/21

        ASET
        ASET LANCAR
        Kas dan setara kas                                           88,93%       67,20%      32,73%      36,37%      63,75%      48,12%
        Deposito berjangka yang dibatasi pencairannya                 0,52%        0,22%       0,16%       0,00%       0,00%       0,00%
        Investasi                                                     4,91%       17,06%      51,23%      49,28%       0,00%       0,00%
        Piutang usaha - pihak ketiga                                  0,02%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
        Piutang lain-lain
          Pihak berelasi                                              0,06%        0,06%       0,19%       0,00%       0,01%       0,00%
          Pihak ketiga                                                1,29%        4,98%       6,64%       2,62%       5,95%       0,49%
        Pajak dibayar di muka                                         0,85%        1,48%       0,72%       0,27%       0,04%       0,00%
        Biaya dibayar di muka dan uang muka                           0,10%        0,77%       0,63%       0,50%       1,24%       0,12%
        Jaminan operasional                                           0,16%        0,31%       0,33%       0,14%       0,57%       0,71%
        Jumlah Aset Lancar                                           96,84%       92,09%      92,64%      89,18%      71,56%      49,45%
        ASET TIDAK LANCAR
        Aset pajak tangguhan                                          1,79%        4,81%       3,46%       4,27%       7,74%      11,59%
        Aset tetap - neto                                             0,75%        1,69%       0,88%       1,39%      19,01%      26,86%
        Aset takberwujud - neto                                       0,18%        0,55%       2,14%       4,59%       1,68%      12,10%
        Jaminan                                                       0,45%        0,86%       0,88%       0,57%       0,00%       0,00%
        Jumlah Aset Tidak Lancar                                      3,16%        7,91%       7,36%      10,82%      28,44%      50,55%
        JUMLAH ASET                                                  100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%




                                                                56
Page 86
                        Keterangan                             31/08/26      31/12/25     31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Dana pelanggan
  Pihak berelasi                                                    0,00%         0,00%        0,00%       0,00%        0,00%        1,21%
  Pihak ketiga                                                      0,80%         1,68%        0,95%       0,61%        1,21%        1,07%
Utang lain-lain
  Pihak berelasi                                                    0,00%         0,30%        0,00%       0,00%        10,47%       6,96%
  Pihak ketiga                                                     85,88%         0,08%       10,30%       0,02%         7,28%      19,23%
Utang pajak                                                         0,13%         0,23%        0,20%       0,30%         0,40%       0,26%
Beban akrual                                                        0,59%         0,81%        0,72%       0,58%         0,79%       0,68%
Pendapatan diterima di muka                                         0,14%         0,37%        0,38%       1,01%         1,02%       0,00%
Liabilitas sewa                                                     0,15%         0,66%        0,00%       0,48%         1,66%       2,12%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                    87,69%         4,13%       12,56%       3,00%        22,83%      31,52%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                             2,36%         2,90%        1,86%       0,94%        1,81%        1,69%
Liabilitas sewa jangka panjang                                      0,00%         0,00%        0,00%       0,00%        1,32%        2,71%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                    2,36%         2,90%        1,86%       0,94%        3,13%        4,40%
JUMLAH LIABILITAS                                                  90,04%         7,02%       14,43%       3,94%        25,96%      35,93%
EKUITAS
Modal saham                                                        91,42%       203,45%      147,16%      126,34%      222,92%      61,88%
Agio saham                                                         38,38%        85,42%       61,78%       53,04%        5,68%       0,00%
Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali      -35,95%       -25,04%      -18,11%      -15,55%      -39,19%       0,00%
Selisih nilai transaksi dengan kepentingan non-pengendali           6,69%        -7,01%       -5,00%       -4,24%      -10,27%       0,00%
Tambahan modal disetor                                              0,00%         0,00%        0,00%        0,00%        0,00%      -9,36%
Proforma ekuitas dari transaksi kombinasi bisnis entitas
  pengendali                                                        0,00%         0,00%        0,00%        0,00%        0,00%       49,14%
Defisit                                                           -95,98%      -164,00%     -100,38%      -63,71%     -105,53%      -43,75%
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
  induk                                                             4,57%        92,81%       85,45%       95,88%       73,62%      57,91%
Proforma kepentingan nonpengendali dari transaksi
  kombinasi bisnis entitas sepengendali                             0,00%         0,00%        0,00%       0,00%        0,00%        5,46%
Kepentingan non-pengendali                                          5,39%         0,16%        0,13%       0,18%        0,42%        0,70%
JUMLAH EKUITAS                                                      9,96%        92,98%       85,57%       96,06%       74,04%      64,07%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                     100,00%       100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%



Tabel 19
PT Digitalisasi Perangkat Indonesia
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2026 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 - 2025


                                                               31/08/26      31/12/25     31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21
                         Keterangan
                                                               (8 Bulan)     (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)
Pendapatan                                                        100,00%       100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%
Beban pokok pendapatan                                              2,02%         5,45%        6,59%        9,62%        0,00%        0,00%
Laba kotor                                                         97,98%        94,55%       93,41%       90,38%      100,00%      100,00%
Beban umum dan administrasi                                     -1681,63%      -806,93%     -593,46%     -464,89%     -822,81%     -934,24%
Rugi usaha                                                      -1583,65%      -712,38%     -500,05%     -374,50%     -722,81%     -834,24%
Keuntungan (kerugian) direalisasi atas kenaikan
  (penurunan) nilai wajar investasi yang diukur pada nilai
  wajar melalui laba rugi                                        -186,22%       174,48%      -21,49%       -0,65%        0,00%       16,30%
Penghasilan bunga                                                  92,89%        46,62%       28,31%        7,42%       10,15%       13,80%
Keuntungan yang belum direalisasi atas kenaikan
  nilai wajar investasi yang diukur pada nilai wajar
  melalui laba rugi                                                 0,83%        15,64%       82,36%       17,91%        0,00%        0,00%
Penghasilan dividen                                                 0,00%         0,00%        5,29%        0,00%        0,00%        0,00%
Dampak kurtailmen imbalan kerja                                     0,00%         0,00%        1,06%        0,00%        0,00%        0,00%
Beban bunga dan keuangan lainnya                                  -21,52%       -13,80%       -3,90%       -3,09%       -4,82%      -12,25%
Lain-lain - bersih                                                 37,40%         8,35%       -0,91%        1,95%       10,05%        0,45%
Rugi sebelum pajak                                              -1660,26%      -481,07%     -409,32%     -350,96%     -707,43%     -815,94%
Manfaat (beban) pajak                                             -32,76%         2,28%      -25,51%       56,92%        0,00%        0,00%
Laba proforma dari dampak transaksi kombinasi bisnis
  entitas sepengendali                                              94,10%        0,00%        0,00%        0,00%       78,26%      241,31%
Rugi periode/tahun berjalan                                     -1598,92%      -478,79%     -434,84%     -294,05%     -629,17%     -574,62%
Penghasilan (rugi) komprehensif lain                                2,48%         6,35%       -1,51%        1,57%        0,14%       -1,08%
Jumlah rugi komprehensif                                        -1596,44%      -472,44%     -436,34%     -292,47%     -629,03%     -575,70%
Jumlah rugi periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan
  kepada:
  Pemilik entitas induk                                         -1563,14%      -476,73%     -432,40%     -291,99%     -571,13%     -484,72%
  Kepentingan non-pengendali                                      -35,78%        -2,06%       -2,43%       -2,05%      -58,04%      -89,90%




                                                               57
Page 87
VI.D.     Analisis atas Common Size Industri Sekuritas

          Berikut adalah analisis common size untuk perusahaan sejenis dengan DPI, yaitu
          PT Panin Sekuritas Tbk, PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk, dan PT Trimegah
          Sekuritas Indonesia Tbk masing-masing untuk periode enam bulan yang berakhir
          pada tanggal 30 Juni 2026 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
          31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021.

          Ikhtisar common size untuk PT Panin Sekuritas Tbk, PT Reliance Sekuritas
          Indonesia Tbk, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk masing-masing adalah
          sebagai berikut:

VI.D.1.   PT Panin Sekuritas Tbk
          Tabel 20
          PT Panin Sekuritas Tbk
          Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
          Per 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2021 - 2025



                                Keterangan                       30/06/26*       31/12/25    31/12/24    31/12/23    31/12/22    31/12/21

          ASET
          Kas dan setara kas                                            0,67%        0,26%       2,04%       0,41%       0,90%       0,79%
          Piutang transaksi perantara pedagang efek
            Pihak ketiga                                               40,23%       48,73%      37,46%      36,38%      40,59%      46,10%
            Pihak berelasi                                              1,85%        1,80%       0,00%       1,09%       0,07%       0,28%
          Piutang usaha                                                 0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
            Pihak ketiga                                                0,01%        0,00%       0,00%       0,01%       0,02%       0,01%
            Pihak berelasi                                              0,81%        0,69%       0,87%       0,81%       0,82%       0,72%
          Portofolio efek                                              36,77%       35,06%      44,53%      42,69%      41,26%      34,35%
          Piutang transaksi reverse repo                               15,41%       10,19%      11,60%      15,38%      13,04%      13,76%
          Pajak dibayar di muka                                         0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,01%       0,00%
          Biaya dibayar di muka                                         0,37%        0,22%       0,25%       0,17%       0,23%       0,23%
          Piutang lain-lain                                             0,14%        0,14%       0,18%       0,16%       0,35%       1,00%
          Penyertaan saham                                              0,48%        0,40%       0,53%       0,47%       0,15%       0,02%
          Aset tetap                                                    1,65%        1,43%       1,68%       1,44%       1,37%       1,19%
          Aset hak-guna                                                 1,22%        0,75%       0,45%       0,63%       0,81%       1,13%
          Aset pengampunan pajak                                        0,02%        0,01%       0,02%       0,02%       0,02%       0,02%
          Aset pajak tangguhan                                          0,24%        0,19%       0,23%       0,20%       0,20%       0,21%
          Aset lain-lain                                                0,13%        0,11%       0,17%       0,15%       0,16%       0,18%
          Estimasi tagihan restitusi pajak                              0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
          JUMLAH ASET                                                  100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%

          *) Tidak Diaudit




                                                                 58
Page 88
                       Keterangan                         30/06/26*     31/12/25     31/12/24      31/12/23     31/12/22     31/12/21

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Utang jangka pendek                                            0,59%         0,00%         1,90%        4,56%        1,90%        0,00%
Utang transaksi perantara pedagang efek
  Pihak ketiga                                                 20,40%       34,72%        17,73%       22,19%       18,46%       25,53%
  Pihak berelasi                                                0,00%        0,00%         0,03%        0,54%        0,80%        0,11%
Utang usaha
  Pihak ketiga                                                 0,00%         0,01%         0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
  Pihak berelasi                                               0,03%         0,02%         0,02%        0,05%        0,05%        0,08%
Utang dividen                                                  8,30%         0,00%         0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
Beban akrual                                                   0,59%         0,46%         0,43%        0,39%        0,32%        0,41%
Utang pajak                                                    0,82%         0,91%         0,90%        0,89%        0,87%        1,15%
Utang sewa                                                     1,28%         0,77%         0,53%        0,73%        0,94%        1,25%
Liabilitas imbalan kerja                                       0,77%         0,65%         0,72%        0,57%        0,51%        0,60%
JUMLAH LIABILITAS                                              32,78%       37,54%        22,27%       29,93%       23,87%       29,13%
EKUITAS
Modal saham                                                     4,09%        3,41%         4,50%        4,03%        4,28%        4,38%
Tambahan modal disetor                                          0,23%        0,19%         0,25%        0,22%        0,24%        0,24%
Saham treasuri                                                 -1,10%       -0,92%        -1,21%       -1,09%       -1,16%       -0,90%
Saldo laba                                                     60,95%       57,01%        70,92%       64,16%       70,47%       65,23%
Komponen ekuitas lain                                           0,82%        0,69%         0,94%        0,83%        0,57%        0,47%

Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
  induk                                                        64,98%       60,37%        75,40%       68,15%       74,41%       69,43%
Kepentingan non-pengendali                                      2,24%        2,09%         2,34%        1,92%        1,73%        1,44%
JUMLAH EKUITAS                                                 67,22%       62,46%        77,73%       70,07%       76,13%       70,87%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                100,00%       100,00%       100,00%      100,00%      100,00%      100,00%

*) Tidak Diaudit


Tabel 21
PT Panin Sekuritas Tbk
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026
dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 - 2025


                                                          30/06/26*      31/12/25     31/12/24      31/12/23     31/12/22     31/12/21
                       Keterangan
                                                          (6 Bulan)     (1 Tahun)    (1 Tahun)     (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)
Pendapatan usaha                                             100,00%       100,00%       100,00%      100,00%      100,00%      100,00%
Beban usaha                                                   76,75%        49,99%        57,37%       56,17%       43,33%       53,67%
Laba usaha                                                    23,25%        50,01%       42,63%        43,83%       56,67%       46,33%
Pendapatan (beban) lain-lain                                  -0,12%         0,38%       -0,81%        -0,86%        0,18%        0,61%
Laba sebelum pajak penghasilan                                23,12%        50,38%       41,82%        42,97%       56,85%       46,93%
Beban pajak penghasilan                                      -13,00%        -7,46%       -9,82%        -8,18%       -7,50%       -9,74%
Laba periode/tahun berjalan                                   10,12%        42,92%       31,99%        34,79%       49,34%       37,20%
Rugi (laba) komprehensif lain                                  0,00%        -0,15%        0,05%         1,64%        0,45%        0,13%
Laba komprehensif lain tahun berjalan                         10,12%        42,77%       32,05%        36,43%       49,79%       37,32%
Laba periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan
  kepada:
  Pemilik entitas induk                                       10,53%        40,73%       30,66%        32,88%       47,94%       35,75%
  Kepentingan non-pengendali                                  -0,41%         2,20%        1,34%         1,91%        1,40%        1,45%

*) Tidak Diaudit




                                                          59
Page 89
VI.D.2.   PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk
          Tabel 22
          PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk
          Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
          Per 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2021 - 2025



                                 Keterangan                         30/06/26*     31/12/25     31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21

          ASET
          Kas dan setara kas                                            14,74%       17,71%       11,20%        5,84%        0,73%       18,51%
          Kas yang dibatasi penggunannya                                 4,85%        4,52%        5,39%        4,48%        4,66%        8,17%
          Deposito berjangka                                             1,07%        0,60%        0,71%        0,59%        0,62%        0,36%
          Portofolio efek
            Pihak berelasi                                              33,20%       31,25%       35,55%       35,20%       47,92%       31,66%
            Pihak ketiga - neto                                          2,70%        3,18%        3,54%        7,37%        6,00%        1,57%
          Piutang transaksi perantara pedagang efek
            Pihak berelasi - neto                                        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
            Pihak ketiga - neto                                         16,23%       20,68%        9,15%       10,47%        9,94%       12,90%
          Piutang transaksi penjamin emisi efek
            Pihak berelasi - neto                                        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        0,08%
            Pihak ketiga - neto                                          0,00%        0,00%        0,47%        0,33%        0,26%        0,15%
          Piutang transaksi pengelolaan investasi                        0,01%        0,01%        0,10%        0,12%        0,37%        0,25%
          Piutang transaksi repo                                         4,81%        4,08%        5,53%        4,06%        0,00%        6,68%
          Piutang lain-lain                                              3,65%        1,22%        8,29%        2,50%        1,75%        1,73%
          Pajak dibayar di muka                                          0,02%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
          Biaya dibayar di muka                                          0,61%        0,17%        0,23%        0,09%        0,12%        0,38%
          Penyertaan saham                                               1,14%        1,06%        1,27%       14,28%       12,62%        0,10%
          Aset hak guna - neto                                           0,35%        0,08%        0,23%        0,32%        0,05%        0,21%
          Aset tetap - neto                                              0,54%        0,56%        0,79%        1,15%        1,39%        1,99%
          Aset takberwujud                                               0,06%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
          Aset pajak tangguhan                                           1,25%        1,13%        0,73%        0,50%        0,31%        0,68%
          Aset lain-lain                                                14,76%       13,74%       16,80%       12,70%       13,26%       14,58%
          JUMLAH ASET                                                  100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%

          *) Tidak Diaudit




                                 Keterangan                         30/06/26*     31/12/25     31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21

          LIABILITAS DAN EKUITAS
          LIABILITAS
          Utang transaksi perantara pedagang efek - pihak ketiga         18,73%       24,13%       18,47%       16,13%       16,61%       20,13%
          Utang bank                                                      4,29%        3,99%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
          Utang pajak                                                     0,07%        0,12%        0,14%        0,11%        0,21%        0,15%
          Beban akrual                                                    0,16%        0,16%        0,20%        0,18%        0,16%        0,25%
          Utang sewa                                                      0,00%        0,01%        0,04%        0,06%        0,01%        0,04%
          Liabilitas imbalan kerja                                        0,32%        0,30%        0,34%        0,32%        0,30%        0,38%
          Utang lain-lain                                                 0,61%        0,75%        0,48%        0,19%        0,85%        6,35%
          Liabilitas pajak tangguhan                                      0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
          JUMLAH LIABILITAS                                              24,16%       29,46%       19,68%       16,99%       18,14%       27,29%
          EKUITAS
          Modal saham                                                    25,73%       23,95%       28,58%       23,72%       24,69%       27,26%
          Tambahan modal disetor                                         45,66%       42,52%       50,73%       42,10%       43,82%       48,23%
          Saldo laba                                                      6,19%        5,36%        2,76%        5,20%        0,46%       -2,41%
          Penghasilan komprehensif lain                                  -1,76%       -1,31%       -1,78%       11,96%       12,87%       -0,41%
          Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
           induk                                                         75,82%       70,52%       80,30%       82,98%       81,84%       72,67%
          Kepentingan non-pengendali                                      0,02%        0,02%        0,03%        0,03%        0,03%        0,03%
          JUMLAH EKUITAS                                                 75,84%       70,54%       80,32%       83,01%       81,86%       72,71%
          JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                100,00%       100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%

          *) Tidak Diaudit




                                                                    60
Page 90
          Tabel 23
          PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk
          Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
          Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026
          dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 - 2025


                                                                        30/06/26*      31/12/25     31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21
                                 Keterangan
                                                                        (6 Bulan)     (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)
          Pendapatan                                                       100,00%       100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%
          Beban                                                             96,88%        57,91%       69,27%       46,17%       47,75%       60,98%
          Laba bruto                                                          3,12%       42,09%       30,73%       53,83%       52,25%       39,02%
          Pendapatan lainnya                                                 20,10%       12,75%       28,14%        1,00%        7,30%        3,63%
          Beban lainnya                                                      -5,52%      -22,52%      -13,01%       -4,52%       -5,31%      -11,37%
          Biaya keuangan                                                     -0,06%       -0,02%       -0,07%       -0,02%       -0,01%       -0,06%
          Laba sebelum pajak penghasilan                                     17,63%       32,30%       45,79%       50,28%       54,23%       31,21%
          Manfaat (beban) pajak penghasilan                                   1,81%        6,65%        1,23%        2,17%       -3,37%       -1,90%
          Proforma laba bersih yang timbul dari transaksi dengan
            entitas sepengendali                                             0,00%         0,00%        0,00%        0,00%       -1,42%        4,00%
          Laba bersih periode/tahun berjalan                                19,44%        38,95%       47,02%       52,45%       49,44%       33,30%
          Penghasilan (rugi) komprehensif lainnya                          -16,05%         2,27%      -19,58%       -4,51%      131,65%       -5,86%
          Laba bersih komprehensif lain periode/tahun berjalan               3,39%        41,22%       27,44%       47,94%      181,09%       27,44%
          Laba bersih periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan
            kepada:
            Pemilik entitas induk                                            19,50%       38,97%       47,06%       52,47%       49,42%       33,34%
            Kepentingan non-pengendali                                       -0,06%       -0,02%       -0,03%       -0,02%        0,02%       -0,04%

          *) Tidak Diaudit



VI.D.3.   PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk
          Tabel 24
          PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk
          Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
          Per 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2021 - 2025



                                 Keterangan                             30/06/26*     31/12/25     31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21

          ASET
          Kas dan setara kas                                                 7,00%        11,42%       11,18%        6,96%       27,22%       22,28%
          Kas dan setara kas yang dibatasi penggunaanya                      0,00%         0,00%        0,00%        0,00%        1,42%        1,61%
          Portofolio efek - neto                                             9,84%         6,25%       10,00%       17,83%       17,76%       15,95%
          Piutang usaha - neto
            Pihak berelasi                                                   0,71%         0,95%        0,71%        1,06%        0,80%        0,72%
            Pihak ketiga                                                     0,14%         0,15%        0,05%        0,03%        0,01%        0,05%
          Piutang transaksi perantara pedagang efek - neto                   0,00%         0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
            Pihak berelasi                                                   0,00%         1,01%        0,10%        0,00%        0,00%        0,00%
            Pihak ketiga                                                    29,48%        16,97%       18,96%       28,89%       21,13%       31,28%
          Piutang transaksi repo - neto                                     50,75%        61,09%       54,78%       39,63%       24,22%       17,48%
          Piutang lain-lain - neto                                           0,10%         0,14%        0,41%        0,38%        0,20%        2,08%
          Biaya dibayar di muka                                              0,35%         0,41%        0,97%        1,74%        2,11%        1,70%
          Pajak dibayar di muka                                              0,00%         0,00%        0,06%        0,08%        0,11%        0,12%
          Penyertaan saham                                                   0,13%         0,15%        0,30%        0,00%        0,00%        0,00%
          Aset tak berwujud                                                  0,12%         0,17%        0,36%        0,90%        1,07%        1,42%
          Aset hak guna                                                      0,41%         0,34%        0,61%        0,90%        1,46%        2,03%
          Aset tetap                                                         0,21%         0,21%        0,39%        0,35%        0,47%        0,64%
          Aset pajak tangguhan                                               0,62%         0,65%        1,06%        1,15%        1,71%        2,40%
          Aset lain-lain                                                     0,14%         0,09%        0,07%        0,10%        0,32%        0,24%
          JUMLAH ASET                                                      100,00%       100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%

          *) Tidak Diaudit




                                                                        61
Page 91
                       Keterangan                         30/06/26*     31/12/25     31/12/24      31/12/23     31/12/22     31/12/21

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Utang usaha - pihak ketiga                                     0,19%         0,53%        1,92%         0,33%        0,39%        0,41%
Utang transaksi perantara pedagang efek
  Pihak berelasi                                                1,83%        0,13%        0,36%         0,18%        0,01%        0,13%
  Pihak ketiga                                                 23,84%       11,28%        8,66%        22,14%        6,14%       15,63%
Utang pajak                                                     0,53%        0,57%        1,05%         0,60%        0,39%        0,90%
Beban akrual                                                    2,63%        2,92%        2,66%         2,65%        3,02%        3,24%
Utang jangka pendek                                            12,37%       18,31%       21,74%        10,44%       30,10%       21,10%
Surat utang jangka panjang                                     28,58%       34,52%       19,63%        18,42%        5,79%        6,56%
Liabilitas sewa                                                 0,45%        0,38%        0,68%         1,01%        1,59%        2,01%
Liabilitas imbalan kerja                                        0,65%        0,72%        1,24%         1,48%        1,77%        1,98%
Utang lain-lain                                                 0,23%        0,25%        0,25%         0,38%        0,76%        0,86%
JUMLAH LIABILITAS                                              71,29%       69,61%       58,21%        57,61%       49,96%       52,83%
EKUITAS
Modal saham                                                     4,31%        5,21%       10,04%        12,37%       16,85%       19,12%
Tambahan modal disetor                                          1,50%        1,81%        3,50%         4,31%        5,87%        6,66%
Komponen lainnya dari ekuitas                                  -0,10%        0,00%        0,00%         0,00%        0,00%        0,00%
Saldo laba                                                     22,29%       22,91%       27,42%        24,75%       26,00%       21,38%
Penghasilan komprehensif lain                                   0,37%        0,45%        0,83%         0,95%        1,31%        0,00%
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
  induk                                                        28,37%       30,38%       41,79%        42,38%       50,03%       47,16%
Kepentingan non-pengendali                                      0,34%        0,00%        0,01%         0,01%        0,01%        0,01%
JUMLAH EKUITAS                                                 28,71%       30,39%       41,79%        42,39%       50,04%       47,17%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                100,00%       100,00%       100,00%      100,00%      100,00%      100,00%

*) Tidak Diaudit


Tabel 25
PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026
dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 - 2025


                                                          30/06/26*      31/12/25     31/12/24      31/12/23     31/12/22     31/12/21
                       Keterangan
                                                          (6 Bulan)     (1 Tahun)    (1 Tahun)     (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)
Pendapatan usaha                                             100,00%       100,00%       100,00%      100,00%      100,00%      100,00%
Beban usaha                                                   49,34%        48,87%        54,95%       62,68%       63,58%       75,92%
Laba usaha                                                    50,66%        51,13%       45,05%        37,32%       36,42%       24,08%
Pendapatan lainnya                                             1,91%         1,26%        1,35%         2,36%        2,16%        3,83%
Beban lainnya                                                 -0,94%        -0,40%       -0,67%        -0,19%       -1,67%       -1,15%
Biaya keuangan                                               -13,66%       -10,70%       -9,82%       -10,31%       -7,72%      -13,27%
Laba sebelum beban pajak penghasilan                           87,31%       90,16%       90,86%        91,85%       92,77%       89,42%
Beban pajak penghasilan                                        -7,79%       -5,95%       -7,25%        -6,38%       -4,01%       -2,23%
Laba periode/tahun berjalan                                    79,52%       84,20%       83,60%        85,48%       88,77%       87,19%
Penghasilan (rugi) komprehensif lain                           -0,01%        0,08%        0,25%        -0,05%        0,16%        0,64%
Jumlah penghasilan komprehensif periode/tahun berjalan         79,51%       84,28%       83,86%        85,42%       88,92%       87,82%
Laba periode/tahun berjalan yang diatribusikan kepada:
  Pemilik entitas induk                                        78,92%       84,20%       83,60%        85,47%       88,76%       87,18%
  Kepentingan non-pengendali                                    0,60%        0,00%        0,01%         0,01%        0,00%        0,01%

*) Tidak Diaudit




                                                          62
Page 92
VII.     ANALISIS RISIKO

         Dalam menjalankan kegiatan usahanya, DPI tidak terlepas dari berbagai risiko
         usaha yang dihadapi. Analisis risiko usaha terhadap DPI adalah sebagai berikut:

VII.A.   Risiko Teknologi

         Penggunaan teknologi turut berpengaruh terhadap kegiatan operasional DPI,
         sehingga DPI dituntut untuk selalu meningkatkan kualitas teknologinya baik dari
         segi perangkat lunak maupun perangkat keras serta dengan meningkatkan
         sumber daya manusia dan penyediaan anggaran untuk meningkatkan
         kemampuan dalam bidang teknologi yang digunakan.

VII.B.   Risiko Operasional

         Risiko operasional melekat pada semua aktivitas operasional perusahaan pada
         umumnya. Adanya potensi terjadinya suatu peristiwa internal maupun eksternal
         DPI baik secara langsung maupun tidak langsung dapat menimbulkan dampak
         terhadap DPI. Risiko-risiko seperti kegagalan sistem teknologi informasi,
         kesalahan manusia, prosedur operasional atau risiko yang bersumber dari
         eksternal yang mempengaruhi operasional DPI, baik secara langsung maupun
         tidak langsung yang dapat menimbulkan potensi kerugian.

VII.C.   Risiko Ekonomi

         Kegiatan operasi DPI rentan terhadap kondisi ekonomi domestik, regional dan
         global. Perubahan tingkat kepercayaan konsumen terhadap kesehatan ekonomi
         Indonesia dapat berpengaruh negatif dan merugikan bisnis dengan berbagai cara,
         termasuk melemahnya kinerja keuangan DPI.

         Untuk mengurangi dampak dari risiko ekonomi, secara hati-hati DPI
         mempertimbangkan dan memantau perkiraan kondisi ekonomi domestik, regional,
         dan global pada saat mengembangkan strategi. DPI melakukan pemantauan
         secara periodik anggaran dan pengeluaran untuk mengantisipasi perubahan
         dalam kondisi ekonomi.

VII.D.   Risiko Ketidakstabilan Politik

         Perkembangan politik dan sosial di Indonesia tidak dapat diprediksi di masa depan
         dan DPI tidak dapat memastikan bahwa gangguan sosial dan sipil tidak akan
         terjadi di masa yang akan datang dan dalam skala yang lebih besar atau bahwa
         gangguan tersebut tidak akan secara langsung maupun tidak langsung memiliki
         dampak negatif yang material pada bisnis, keadaan keuangan, hasil usaha dan
         prospek DPI.




                                          63
Page 93
VII.E.   Risiko Bencana Alam

         Seperti halnya semua industri, kegiatan usaha DPI tidak terlepas dari ancaman
         bencana alam, seperti badai tropis, angin topan, gempa bumi, tsunami, banjir,
         kebakaran baik karena faktor alam maupun human error, dan berbagai bencana
         lainnya yang dapat memberikan dampak negatif secara material terhadap kegiatan
         usaha dan kondisi keuangan DPI.

VII.F.   Risiko Perubahan Kebijakan Pemerintah

         DPI bergerak dalam industri yang diatur ketat oleh peraturan dan
         perundang-undangan yang mungkin masih akan mengalami perubahan yang
         signifikan. Setiap perubahan atas peraturan yang berlaku dapat memberikan
         dampak negatif terhadap biaya operasi, pendapatan bersih, arus kas, dan
         keuntungan DPI.




                                         64
Page 94
VIII.       METODE PENILAIAN

VIII.A.     Metode-Metode Penilaian

VIII.A.1.   Metode Penyesuaian Aset Bersih

            Metode ini merupakan metode penilaian yang berdasarkan pada pendekatan aset
            (asset based approach). Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan
            liabilitas (liabilities) harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk
            komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank
            atau utang bank).

            Aset lancar (current assets) harus dinilai ulang, misalnya untuk piutang dengan
            mengurangkan jumlah yang tak dapat ditagih secara normal. Aset tetap seperti
            tanah, bangunan, dan mesin-mesin perlu dinilai dengan konsep penilaian properti
            yang berlaku umum.

            Selain aset berwujud, nilai pasar aset tak berwujud (intangible assets) seperti hak
            paten, lisensi, biaya riset dan pengembangan, karyawan yang telah terlatih dan
            siap bekerja (pool of employees), dan daftar langganan (pool of captive customer),
            juga harus dihitung. Nilai pasar aset tak berwujud tersebut diperoleh dengan
            melakukan penilaian terhadap tiap-tiap aset tersebut secara terpisah. Nilai pasar
            ekuitas (net worth) kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai
            seluruh aset dan liabilitas (liabilities) yang telah disesuaikan.

VIII.A.2.   Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek

            Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek merupakan metode
            penilaian yang didasarkan pada pendekatan pasar (market based approach).
            Dengan metode ini, nilai pasar saham ditetapkan berdasarkan harga yang telah
            atau pernah terjadi dari perusahaan sejenis yang sebanding dan sepadan. Nilai
            pasar dari perusahaan pembanding diambil dari pasar modal (perusahaan
            publik/terbuka).

            Syarat utama dari penggunaan metode ini adalah perusahaan pembanding harus
            sebanding dan sepadan dengan perusahaan yang akan dinilai dalam berbagai
            variabel pembanding, antara lain perputaran penjualan, ekuitas, struktur modal
            (leverage), aset dan komposisi aset, tingkat laba, dan rasio-rasio keuangan.

            Jika telah diperoleh perusahaan yang sebanding dan sepadan, nilai pasar saham
            perusahaan yang dinilai diperoleh dengan cara mengalikan pendapatan
            perusahaan dengan beberapa rasio yang diperoleh dari perusahaan pembanding,
            seperti rasio P/E (price/earnings), P/S (price/sales), P/BV (price/book value of
            equity) dan sebagainya.




                                              65
Page 95
VIII.A.3.   Metode Diskonto Arus Kas

            Metode diskonto arus kas ini merupakan metode penilaian yang didasarkan pada
            pendekatan pendapatan (income based approach).

            Untuk menggunakan metode ini, sebelum melakukan proses diskonto
            (discounting), terlebih dahulu harus diproyeksikan pendapatan mendatang berupa
            arus kas bersih untuk ekuitas (net cash flow to equity) atau arus kas bersih untuk
            kapital (net cash flow to invested capital) sesuai dengan sifat dan jenis usaha yang
            dinilai. Setelah proyeksi dibuat, langkah berikutnya adalah menetapkan tingkat
            diskonto (discount rate) yang tepat.

            Proses selanjutnya adalah mendiskonto nilai-nilai arus kas bersih yang telah
            diproyeksikan, termasuk nilai periode kekal (continuing value), dengan faktor
            diskonto (discount factor) yang diperoleh dari tingkat diskonto sesuai dengan
            periode proyeksinya. Jika yang didiskonto adalah arus kas bersih untuk ekuitas,
            maka nilai kini (present value) dari keseluruhan pendapatan di masa mendatang
            tersebut merupakan nilai ekuitas, sedangkan jika yang didiskonto adalah arus kas
            bersih untuk kapital, jumlah nilai kini tersebut merupakan nilai perusahaan
            (corporate value), yang masih harus dikurangi dengan nilai liabilitas untuk
            mendapatkan nilai ekuitas.

VIII.B.     Metode Penilaian yang Digunakan

            Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis
            internal berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis historis
            atas laporan posisi keuangan, dan laporan laba rugi komprehensif DPI, pengkajian
            atas kondisi operasi dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki DPI. Prospek
            DPI di masa yang akan datang kami evaluasi berdasarkan rencana usaha yang
            telah kami kaji kewajaran dan konsistensinya. Analisis eksternal didasarkan pada
            kajian singkat terhadap faktor-faktor eksternal yang dipertimbangkan sebagai
            penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian singkat atas prospek dari
            industri yang bersangkutan.

            Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar
            suatu “business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi
            keuangan dan laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya
            diperlukan penyesuaian terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan
            normalisasi keuntungan laporan laba rugi komprehensif yang biasanya disusun
            oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun nilai buku suatu
            perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan laba
            rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis
            yang dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian
            tersebut.




                                              66
Page 96
          Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
          penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method) dan metode pembanding
          perusahaan tercatat di bursa efek (guideline publicly traded company method).

          Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari
          semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai
          pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai
          pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan
          kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai pasar seluruh aset
          (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai pasar liabilitas.

          Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek digunakan dalam penilaian
          ini karena walaupun di pasar saham perusahaan terbuka tidak diperoleh informasi
          mengenai perusahaan sejenis dengan skala usaha dan aset yang setara, namun
          diperkirakan data saham perusahaan terbuka yang ada dapat digunakan sebagai
          data perbandingan atas nilai saham yang dimiliki oleh SFUD.

          Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai
          untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak
          manajemen Perseroan dan DPI. Tidak tertutup kemungkinan untuk
          diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat memberikan
          hasil yang berbeda.

          Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi
          dengan melakukan pembobotan.

VIII.C.   Premis Penilaian

          Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis
          penilaian bahwa DPI adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.

VIII.D.   Aplikasi Diskon dan Premi

          Diskon dan premi merupakan hal-hal yang tak terpisahkan dari proses penilaian
          perusahaan tertutup. Diskon dan premi terkait dengan ada/tidaknya tingkat kendali
          serta tingkat kemampuan untuk dipasarkan dari saham yang dinilai. Diskon adalah
          potongan yang diberikan kepada suatu indikasi nilai dari business interest atau
          saham yang berhasil diperkirakan. Pemberian diskon terkait dengan tidak adanya
          unsur kendali dalam saham yang dinilai dan disebut dengan Discount for Lack of
          Control – DLOC (Diskon Tanpa Pengendalian). Diskon juga terkait dengan tingkat
          kesulitan saham tersebut untuk dikonversi secara cepat menjadi uang tunai yang
          disebut dengan Discount for Lack of Marketabilities – DLOM (Diskon Likuiditas
          Pasar). Sedangkan, premi adalah tambahan nilai yang diberikan kepada indikasi
          nilai yang berhasil diperoleh dalam proses penilaian. Pemberian premi terkait
          dengan adanya unsur kendali dalam saham perusahaan yang dinilai dan disebut
          dengan Premium for Control (Premi Pengendalian).




                                             67
Page 97
VIII.E.   Prosedur Penilaian

          Berdasarkan pendekatan dan metode penilaian yang telah dipilih untuk
          menentukan indikasi nilai pasar Objek Penilaian, kami telah melakukan langkah-
          langkah sebagai berikut:

          1. Melakukan tinjauan atas faktor internal dan eksternal yang memengaruhi
             operasi DPI.
          2. Melakukan tinjauan atas laporan keuangan historis dari DPI.
          3. Melakukan penelaahan atas data operasional DPI.
          4. Melakukan penilaian Objek Penilaian dengan mengaplikasikan metode
             penyesuaian aset bersih dengan pendekatan aset dan metode pembanding
             perusahaan tercatat di bursa efek dengan pendekatan pasar.

VIII.F.   Independensi Penilai

          Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa
          adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan DPI
          ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan DPI. KR juga tidak
          memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
          Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan
          atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali
          tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis penilaian ini dan
          KR     hanya    menerima      imbalan     sesuai    dengan    surat     penugasan
          No. KR/260821-001 tanggal 21 Agustus 2026 yang telah disetujui oleh manajemen
          Perseroan.




                                            68
Page 98
IX.     PENILAIAN

        Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode penilaian yang digunakan
        untuk menilai Objek Penilaian adalah metode penyesuaian aset bersih dan metode
        pembanding perusahaan tercatat di bursa efek. Dalam bab ini, terlebih dahulu
        akan dibahas penentuan nilai pasar dengan metode penyesuaian aset bersih baru
        kemudian dilanjutkan dengan metode pembanding perusahaan tercatat di bursa
        efek.

IX.A.   Premi Pengendalian (Premium for Control), Diskon Tanpa Pengendalian
        (Discount for Lack of Control), dan Diskon Likuiditas Pasar (Discount for
        Lack of Marketabilities)

        Berdasarkan POJK 35/2020, premi pengendalian didefinisikan sebagai “suatu
        jumlah atau persentase tertentu yang merupakan penambah dari nilai suatu
        ekuitas sebagai cerminan dari tingkat pengendalian atas objek penilaian”.

        Berdasarkan POJK 35/2020, diskon tanpa pengendalian didefinisikan sebagai
        “suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan pengurang dari nilai suatu
        ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya tingkat pengendalian atas objek
        penilaian”.

        Premi pengendalian dan diskon tanpa pengendalian mencerminkan penambahan
        terhadap nilai dari penyertaan minoritas atau pengurangan terhadap nilai dari
        penyertaan mayoritas dalam entitas anak yang dinilai sebagai pengaruh dari
        ketiadaan pengendalian dari pemilik yang berada dalam posisi minoritas atau
        dibatasi pengendaliannya.

        Pengurangan diperhitungkan karena pemilik yang dalam kondisi tidak memiliki
        kemampuan untuk mengendalikan akan memperoleh manfaat yang berbeda dari
        pemilik yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan karena adanya
        keleluasaan dari pemilik yang mengendalikan untuk mengoptimalkan manfaat
        dengan:

        •   Menentukan arah perkembangan jangka panjang perusahaan.
        •   Memilih pengurus inti perusahaan.
        •   Menentukan hak dan fasilitas untuk pengurus inti.
        •   Menentukan kebijakan investasi.
        •   Menentukan dengan pihak mana kegiatan usaha akan dilakukan.
        •   Menentukan besarnya dividen yang akan dibayarkan.
        •   Menolak usulan-usulan di atas yang berasal dari pemegang saham minoritas.




                                         69
Page 99
         Berdasarkan Peraturan POJK 35/2020, diskon likuiditas pasar didefinisikan
         sebagai “suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan pengurang dari
         nilai suatu ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya likuiditas objek penilaian”.

         Diskon likuiditas pasar mencerminkan pengurangan terhadap nilai dari
         perusahaan yang dinilai sebagai pengaruh dari tidak likuidnya saham perusahaan
         tersebut untuk diperdagangkan.

         Untuk penilaian atas DPI, sesuai dengan tujuan penilaian yang dilakukan, yaitu
         untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang nilai pasar dari
         Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau
         ekuivalensinya pada tanggal 31 Agustus 2026, oleh karena itu atas indikasi nilai
         yang dihasilkan, dilakukan atau diaplikasikan penyesuaian terhadap kondisi
         ketidakmampuan untuk dipasarkan dengan cepat (diskon likuiditas pasar),
         dikenakan diskon sebesar 40,00%, dengan pertimbangan sebagai berikut:

         •   Berdasarkan POJK 35/2020, diskon likuiditas pasar untuk perusahaan tertutup
             bagi pemegang saham mayoritas adalah antara 20,00% - 40,00%.
         •   DPI merupakan perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
             (privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
             Indonesia.

IX.B.    Nilai Pasar Objek Penilaian

IX.B.1   Nilai Pasar 51,95% Saham DPI Berdasarkan Metode Penyesuaian Aset Bersih

         Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode yang digunakan untuk
         menentukan nilai pasar 51,95% saham DPI adalah metode penyesuaian aset
         bersih. Metode ini merupakan metode penilaian yang didasarkan pada pendekatan
         aset. Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan liabilitas harus
         disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang
         telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank).

         Pada penilaian ini, kami melakukan penilaian berdasarkan indikasi nilai pasar
         investasi pada entitas anak yang dihitung berdasarkan metode penyesuaian aset
         bersih dan metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek di mana indikasi
         nilai pasar atas investasi pada entitas anak pada tanggal 31 Agustus 2026 adalah
         sebesar Rp 18,74 miliar.

         Apabila indikasi nilai pasar atas investasi pada entitas anak tersebut direfleksikan
         dalam laporan posisi keuangan, maka jumlah aset DPI adalah sebesar
         Rp 48,82 miliar, sedangkan jumlah liabilitas DPI adalah tetap, yaitu sebesar
         Rp 0,66 miliar.




                                           70
Page 100
Indikasi nilai pasar 100,00% saham DPI kemudian diperoleh dengan menghitung
selisih antara nilai seluruh aset dan liabilitas. Dengan demikian, indikasi nilai pasar
100,00% saham DPI sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
Rp 48,16 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 40,00%, maka nilai pasar
100,00% saham DPI adalah sebesar Rp 28,89 miliar. Dengan demikian, nilai pasar
51,95% saham DPI berdasarkan metode penyesuaian aset bersih adalah sebesar
Rp 15,01 miliar.

Perincian perhitungan nilai pasar 51,95% saham DPI dengan menggunakan
metode penyesuaian aset bersih adalah sebagai berikut:

Tabel 26
PT Digitalisasi Perangkat Indonesia
Nilai Pasar 51,95% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Agustus 2026

                                                                                              (Dalam jutaan Rupiah)

                        Keterangan                                   31/08/26      Penyesuaian       Nilai Pasar

ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                                        29.376                 -          29.376
Investasi jangka pendek                                                       53                 -              53
Piutang lain-lain                                                            496                 -             496
Pajak dibayar dimuka                                                           -                 -               -
Biaya dibayar dimuka                                                          10                 -              10
Jaminan operasional                                                            0                 -               0
Jumlah Aset Lancar                                                        29.935                 -          29.935
ASET TIDAK LANCAR
Investasi pada entitas anak                                               54.374         (35.638)           18.736
Aset pajak tangguhan                                                          97               -                97
Aset tetap                                                                    25               -                25
Aset tak berwujud                                                             23               -                23
Jaminan                                                                        2               -                 2
Jumlah Aset Tidak Lancar                                                  54.520         (35.638)           18.882
JUMLAH ASET                                                               84.455         (35.638)           48.818
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Beban akrual                                                                192                  -             192
Utang pajak                                                                  30                  -              30
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                             222                  -             222
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                                     440                  -             440
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                            440                  -             440
JUMLAH LIABILITAS                                                           662                  -             662
EKUITAS                                                                   83.793         (35.638)           48.155
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                             84.455         (35.638)           48.818

Indikasi nilai pasar 100,00% saham sebelum diskon likuiditas pasar                                          48.155
Diskon likuiditas pasar (40,00%)                                                                           (19.262)
Nilai pasar 100,00% saham                                                                                   28.893
Nilai pasar 51,95% saham                                                                                    15.011




                                                 71
Page 101
IX.B.2   Nilai Pasar 51,95% Saham DPI Berdasarkan Metode Pembanding Perusahaan
         Tercatat di Bursa Efek

         Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode yang digunakan untuk
         menentukan nilai pasar 51,95% saham DPI adalah metode pembanding
         perusahaan tercatat di bursa efek. Metode ini merupakan metode penilaian yang
         didasarkan pada pendekatan pasar. Dengan metode ini, indikasi nilai pasar saham
         ditetapkan berdasarkan harga yang telah atau pernah terjadi dari perusahaan
         sejenis yang sebanding dan sepadan. Indikasi nilai pasar dari perusahaan
         pembanding diambil dari pasar modal (perusahaan publik/terbuka).

         Syarat utama dari penggunaan metode ini adalah perusahaan pembanding harus
         sebanding dan sepadan dengan perusahaan yang akan dinilai dalam berbagai
         variabel pembanding, antara lain perputaran penjualan, ekuitas, struktur modal
         (leverage), aset dan komposisi aset, tingkat laba, dan rasio-rasio keuangan.

         Jika telah diperoleh perusahaan yang sebanding dan sepadan, indikasi nilai pasar
         saham perusahaan yang dinilai diperoleh dengan cara mengalikan pendapatan
         perusahaan dengan beberapa rasio yang diperoleh dari perusahaan pembanding,
         seperti rasio P/E (price/earnings), P/S (price/sales), P/BV (price/book value of
         equity), P/EBITDA (price/earnings before interest, tax, depreciation, and
         amortization), MVIC/S (market value of invested capital/sales), MVIC/BVIC
         (market value of invested capital/book value of invested capital), MVIC/EBITDA
         (market value of invested capital/earnings before interest, tax, depreciation, and
         amortization) dan sebagainya.

         Berdasarkan data yang kami peroleh dari laporan keuangan yang tersedia di
         publik, berikut adalah uraian kriteria perbandingan yang digunakan sebagai dasar
         penentuan perusahaan pembanding:
         Tabel 27
         Uraian Perusahaan Pembanding - Kriteria No. 1

                                                                                                                                                Sejenis
                         Keterangan                      Industri         Kegiatan Usaha       Produk                  Risiko Usaha
                                                                                                                                                 (√ / -)
         PT Digitalisasi Perangkat Indonesia             Sekuritas           Sekuritas         Sekuritas           Terkait industri sekuritas
         PT MNC Kapital Indonesia Tbk                    Sekuritas           Sekuritas         Sekuritas           Terkait industri sekuritas      √
         Trinity Watthana PCL                            Sekuritas           Sekuritas         Sekuritas           Terkait industri sekuritas      √
         PT Panin Sekuritas Tbk                          Sekuritas           Sekuritas         Sekuritas           Terkait industri sekuritas      √
         Asia Plus Group Holdings PCL                    Sekuritas           Sekuritas         Sekuritas           Terkait industri sekuritas      √
         Euroz Hartleys Group Limited                    Sekuritas           Sekuritas         Sekuritas           Terkait industri sekuritas      √
         PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk             Sekuritas           Sekuritas         Sekuritas           Terkait industri sekuritas      √
         PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk             Sekuritas           Sekuritas         Sekuritas           Terkait industri sekuritas      √
         Bell Financial Group Limited                    Sekuritas           Sekuritas         Sekuritas           Terkait industri sekuritas      √



         Tabel 28
         Uraian Perusahaan Pembanding - Kriteria No. 2

                                                               Rata-rata Pertumbuhan                                                   Sejenis
                           Keterangan                                                                       DER
                                                           Pendapatan         Laba Bersih                                               (√ / -)
         PT Digitalisasi Perangkat Indonesia                  76,58%               -1199,29%               0,93%
         PT MNC Kapital Indonesia Tbk                           7,62%                -4,47%                464,51%                          √
         Trinity Watthana PCL                                 -45,39%               -90,47%                221,22%                          √
         PT Panin Sekuritas Tbk                               -30,21%               -83,54%                48,76%                           √
         Asia Plus Group Holdings PCL                         -16,13%               133,17%                182,64%                          –
         Euroz Hartleys Group Limited                          -7,64%               -39,79%                109,75%                          √
         PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk                  12,96%                 -3,51%                248,27%                          √
         PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk                  -47,31%               -73,70%                31,86%                           √
         Bell Financial Group Limited                         10,58%                20,61%                 423,53%                          –




                                                                     72
Page 102
Tabel 29
Uraian Perusahaan Pembanding - Kriteria No. 3

                                                      Rata-rata Margin                                                       Sejenis
                Keterangan                                                                  ROA         ROE
                                                  EBIT                EAT                                                     (√ / -)
PT Digitalisasi Perangkat Indonesia             -3707,95%          -4282,16%               -21,92%     -22,13%
PT MNC Kapital Indonesia Tbk                      6,85%              6,97%                  0,88%       4,94%                   √
Trinity Watthana PCL                             26,37%             -9,40%                 -0,18%      -0,58%                   √
PT Panin Sekuritas Tbk                           36,81%             26,52%                  1,50%       2,24%                   √
Asia Plus Group Holdings PCL                     28,86%             17,56%                  3,29%       9,31%                   –
Euroz Hartleys Group Limited                     15,05%             14,90%                  8,27%      17,34%                   –
PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk              45,97%             32,76%                  6,95%      24,19%                   –
PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk              24,97%             29,20%                  0,86%       1,14%                   √
Bell Financial Group Limited                     18,09%             12,58%                  3,25%      16,99%                   √




Tabel 30
Uraian Perusahaan Pembanding - Kriteria No. 4 dan No. 5

                                                                                                                  (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                          Sejenis                            Sejenis
                        Keterangan                              Total Aset                           Pangsa Pasar
                                                                                           (√ / -)                             (√ / -)
 PT Digitalisasi Perangkat Indonesia                                           72.254                              15.420
 PT MNC Kapital Indonesia Tbk                                          30.316.862             –                  2.130.943          √
 Trinity Watthana PCL                                                   2.245.258             √                      9.221          √
 PT Panin Sekuritas Tbk                                                 2.203.108             √                  1.127.615          √
 Asia Plus Group Holdings PCL                                           7.448.007             √                  2.621.662          √
 Euroz Hartleys Group Limited                                           2.567.985             √                  2.823.112          √
 PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk                                    8.245.452             –                  4.478.859          –
 PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk                                      699.687             √                    954.000          √
 Bell Financial Group Limited                                          17.048.502             –                  5.863.392          –



Dalam metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, digunakan angka
pengali MVIC/BVIC sebesar 1,11 dengan perincian sebagai berikut:

 Tabel 31
 PT Digitalisasi Perangkat Indonesia
 Data Angka Pengali Perusahaan Pembanding

                                                                                                                 (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Perusahaan                                       MVIC              BVIC              MVIC/BVIC

 PT MNC Kapital Indonesia Tbk                                                           4.364.551     7.604.126                         0,57
 Trinity Watthana PCL (Dalam ribuan THB)                                                2.269.952     3.553.010                         0,64
 PT Panin Sekuritas Tbk                                                                 1.140.615     1.493.979                         0,76
 Asia Plus Group Holdings PCL (Dalam ribuan THB)                                        6.417.346     6.442.520                         1,00
 Euroz Hartleys Group Limited (Dalam ribuan AUD)                                          221.610        96.108                         2,31
 PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk                                                    7.855.577     5.744.283                         1,37
 PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk                                                      984.598       561.209                         1,75
 Bell Financial Group Limited (Dalam ribuan AUD)                                        1.096.741       892.099                         1,23
 Median                                                                                                                                 1,11



Untuk metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, karena angka
pengali di atas diperoleh dari perusahaan tercatat di bursa efek, sehingga
mencerminkan angka pengali untuk transaksi minoritas yang bersifat likuid, maka
di dalam penilaian ini, perlu ditambahkan premi pengendalian yang besarnya
menurut pendapat kami adalah sebesar 30,00%.




                                                            73
Page 103
Dalam penilaian ini, rasio yang digunakan adalah rasio investasi. Berdasarkan
POJK 35/2020 pasal 65 ayat (1) huruf c, “dalam hal Penilai Bisnis menggunakan
rasio investasi maka dapat mempergunakan rasio market value of invested capital
to gross cash flow before depreciation and taxes (MVIC/GCF), market value of
invested capital to sales (MVIC/sales), market value of invested capital to earning
before interest, taxes, depreciation and amortization (MVIC/EBITDA), market value
of invested capital to earning before interes and, taxes (MVIC/EBIT), dan/atau
market value of invested capital to book value invested capital (MVIC/BVIC).
Sesuai dengan kegiatan usaha DPI dalam bidang pengawasan, pengelolahan unit-
unit dan bantuan nasihat, bimbingan, operasional usaha, permasalahan organisasi
dan manajemen lainnya, maka rasio ekuitas yang sesuai digunakan dalam
penilaian DPI adalah MVIC/BVIC (market value of invested capital/book value
invested capital).

Berdasarkan laporan keuangan DPI untuk periode delapan bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Agustus 2026, BVIC DPI adalah sebesar Rp 29,42 miliar.
Dengan demikian, indikasi nilai pasar 100,00% minoritas DPI adalah sebesar
Rp 32,74 miliar. Selanjutnya, dengan premi pengendalian sebesar 30,00%, maka
indikasi nilai pasar 100,00% minoritas DPI adalah sebesar Rp 42,56 miliar. Pada
tanggal 31 Agustus 2026, DPI memiliki investasi pada entitas anak dengan indikasi
nilai pasar yang dinilai dengan menggunakan metode penyesuaian aset bersih dan
metode pembanding tercatat di bursa efek sebesar Rp 18,74 miliar. Dengan
menambahkan investasi pada entitas anak tersebut, maka indikasi nilai pasar
100,00% saham DPI sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
Rp 61,29 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 40,00%, maka nilai pasar
100,00% saham DPI adalah sebesar Rp 36,78 miliar. Dengan demikian, nilai pasar
51,95% saham DPI berdasarkan metode pembanding perusahaan tercatat di
bursa efek adalah sebesar Rp 19,11 miliar.

Perincian perhitungan nilai pasar 51,95% saham DPI dengan menggunakan
metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek adalah sebagai berikut:

Tabel 32
PT Digitalisasi Perangkat Indonesia
Nilai Pasar 51,95% Saham
Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek
Per 31 Agustus 2026

                                                                                 (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                 Angka       Variabel
                       Keterangan                                                        Nilai Pasar
                                                                 Pengali     Ekonomi
MVIC/BVIC                                                             1,11       29.419        32.736
Indikasi nilai pasar 100,00% - minoritas                                                       32.736
Premi kendali (30,00%)                                                                          9.821
Indikasi nilai pasar 100,00% saham                                                             42.557
Investasi pada entitas anak                                                                    18.736
Indikasi nilai pasar 100,00% saham sebelum diskon likuiditas pasar                              61.293
Diskon likuiditas pasar (40,00%)                                                               (24.517)
Nilai pasar 100,00% saham                                                                      36.776
Nilai pasar 51,95% saham                                                                       19.106




                                            74
Page 104
IX.B.3.   Rekonsiliasi Nilai

          Untuk mendapatkan nilai pasar yang mewakili nilai dari kedua metode penilaian
          yang digunakan, dilakukan rekonsiliasi dengan terlebih dahulu melakukan
          pembobotan terhadap nilai pasar yang dihasilkan dari kedua metode tersebut,
          masing-masing dengan bobot 90,00% untuk metode penyesuaian aset bersih dan
          10,00% untuk metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek.

          Alasan kami memberikan bobot 90,00% untuk metode penyesuaian aset bersih
          dan 10,00% untuk metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, yaitu
          karena data dan informasi yang digunakan pada metode penyesuaian aset bersih
          yang kami gunakan untuk menentukan nilai pasar Objek Penilaian merupakan data
          dan informasi yang memiliki tingkat kehandalan yang lebih memadai dibandingkan
          dengan data dan informasi yang digunakan pada metode pembanding perusahaan
          tercatat di bursa efek.

          Berdasarkan hasil rekonsiliasi tersebut, diperoleh hasil bahwa nilai pasar Objek
          Penilaian adalah sebesar Rp 15,42 miliar.

          Tabel 33
          PT Digitalisasi Perangkat Indonesia
          Rekonsiliasi Nilai
          Per 31 Agustus 2026

                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)

                            Metode Penilaian                    Nilai Pasar    Bobot             Nilai

          Metode Penyesuaian Aset Bersih                              15.011      90,00%             13.509
          Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek         19.106      10,00%                 1.911
          Nilai Pasar                                                            100,00%             15.420



IX.C.     PT Bursa Akselerasi Indonesia

IX.C.1.   Indikasi Nilai Pasar 99,997% Saham BAI Berdasarkan Metode Penyesuaian
          Aset Bersih

          Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode yang digunakan untuk
          menentukan indikasi nilai pasar 99,997% saham BAI adalah metode penyesuaian
          aset bersih. Metode ini merupakan metode penilaian yang didasarkan pada
          pendekatan aset. Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan liabilitas
          harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen
          yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank).

          Pada tanggal 31 Agustus 2026, BAI memiliki aset dan liabilitas masing-masing
          sebesar Rp 15,05 miliar dan Rp 0,85 miliar. Indikasi nilai pasar 100,00% saham
          BAI kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai seluruh aset dan
          liabilitas. Dengan demikian, indikasi nilai pasar 99,997% saham BAI berdasarkan
          metode penyesuaian aset bersih adalah sebesar Rp 14,20 miliar.




                                                       75
Page 105
Perincian perhitungan indikasi nilai pasar 99,997% saham BAI dengan
menggunakan metode penyesuaian aset bersih adalah sebagai berikut:

Tabel 34
PT Bursa Akselerasi Indonesia
Indikasi Nilai Pasar 99,997% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Agustus 2026

                                                                                        (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                             Indikasi Nilai
                        Keterangan                            31/08/26        Penyesuaian
                                                                                                  Pasar
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                                 13.579                  -           13.579
Biaya dibayar di muka dan uang muka                                     9                  -                9
Pajak dibayar di muka                                                  69                  -               69
Jaminan operasional                                                    46                  -               46
Piutang lain-lain                                                       0                  -                0
Deposit                                                               200                  -              200
Jumlah Aset Lancar                                                 13.904                  -           13.904
ASET TIDAK LANCAR
Aset pajak tangguhan                                                 937                   -             937
Aset tetap                                                            33                   -              33
Aset takberwujud                                                      87                   -              87
Aset hak guna                                                         41                   -              41
Jaminan                                                               45                   -              45
Jumlah Aset Tidak Lancar                                            1.144                  -            1.144
JUMLAH ASET                                                        15.048                  -           15.048
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang pajak                                                              31                -              31
Beban akrual                                                             50                -              50
Pendapatan diterima dimuka                                               89                -              89
Bagian liabilitas sewa jangka panjang yang akan jatuh tempo
  dalam waktu satu tahun                                                 32                -              32
Utang lain-lain                                                          15                -              15
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                      217                   -             217
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                              636                   -             636
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                     636                   -             636
JUMLAH LIABILITAS                                                    853                   -             853
EKUITAS                                                            14.195                  -           14.195
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                      15.048                  -           15.048

Indikasi nilai pasar 100,00% saham                                                                     14.195
Indikasi nilai pasar 99,997% saham                                                                     14.195




                                                76
Page 106
IX.C.2   Indikasi Nilai Pasar 99,997% Saham BAI Berdasarkan Metode Pembanding
         Perusahaan Tercatat di Bursa Efek

         Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode yang digunakan untuk
         menentukan indikasi nilai pasar 99,997% saham BAI adalah metode pembanding
         perusahaan tercatat di bursa efek. Metode ini merupakan metode penilaian yang
         didasarkan pada pendekatan pasar. Dengan metode ini, indikasi nilai pasar saham
         ditetapkan berdasarkan harga yang telah atau pernah terjadi dari perusahaan
         sejenis yang sebanding dan sepadan. Indikasi nilai pasar dari perusahaan
         pembanding diambil dari pasar modal (perusahaan publik/terbuka).

         Syarat utama dari penggunaan metode ini adalah perusahaan pembanding harus
         sebanding dan sepadan dengan perusahaan yang akan dinilai dalam berbagai
         variabel pembanding, antara lain perputaran penjualan, ekuitas, struktur modal
         (leverage), aset dan komposisi aset, tingkat laba, dan rasio-rasio keuangan.

         Jika telah diperoleh perusahaan yang sebanding dan sepadan, indikasi nilai pasar
         saham perusahaan yang dinilai diperoleh dengan cara mengalikan pendapatan
         perusahaan dengan beberapa rasio yang diperoleh dari perusahaan pembanding,
         seperti rasio P/E (price/earnings), P/S (price/sales), P/BV (price/book value of
         equity), P/EBITDA (price/earnings before interest, tax, depreciation, and
         amortization), MVIC/S (market value of invested capital/sales), MVIC/BVIC
         (market value of invested capital/book value of invested capital), MVIC/EBITDA
         (market value of invested capital/earnings before interest, tax, depreciation, and
         amortization) dan sebagainya.

         Berdasarkan data yang kami peroleh dari laporan keuangan yang tersedia di
         publik, berikut adalah uraian kriteria perbandingan yang digunakan sebagai dasar
         penentuan perusahaan pembanding:
         Tabel 35
         Uraian Perusahaan Pembanding - Kriteria No. 1

                                                                                                                                               Sejenis
                         Keterangan                      Industri         Kegiatan Usaha      Produk                  Risiko Usaha
                                                                                                                                                (√ / -)
         PT Bursa Akselerasi Indonesia                   Sekuritas           Sekuritas        Sekuritas           Terkait industri sekuritas
         PT MNC Kapital Indonesia Tbk                    Sekuritas           Sekuritas        Sekuritas           Terkait industri sekuritas      √
         Trinity Watthana PCL                            Sekuritas           Sekuritas        Sekuritas           Terkait industri sekuritas      √
         PT Panin Sekuritas Tbk                          Sekuritas           Sekuritas        Sekuritas           Terkait industri sekuritas      √
         Asia Plus Group Holdings PCL                    Sekuritas           Sekuritas        Sekuritas           Terkait industri sekuritas      √
         Euroz Hartleys Group Limited                    Sekuritas           Sekuritas        Sekuritas           Terkait industri sekuritas      √
         PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk             Sekuritas           Sekuritas        Sekuritas           Terkait industri sekuritas      √
         PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk             Sekuritas           Sekuritas        Sekuritas           Terkait industri sekuritas      √
         Bell Financial Group Limited                    Sekuritas           Sekuritas        Sekuritas           Terkait industri sekuritas      √



         Tabel 36
         Uraian Perusahaan Pembanding - Kriteria No. 2

                                                               Rata-rata Pertumbuhan                                                  Sejenis
                          Keterangan                                                                       DER
                                                           Pendapatan         Laba Bersih                                              (√ / -)
         PT Bursa Akselerasi Indonesia                        -2,61%                -17,46%               6,01%
         PT MNC Kapital Indonesia Tbk                           7,62%                -4,47%               464,51%                          √
         Trinity Watthana PCL                                 -45,39%               -90,47%               221,22%                          –
         PT Panin Sekuritas Tbk                               -30,21%               -83,54%               48,76%                           √
         Asia Plus Group Holdings PCL                         -16,13%               133,17%               182,64%                          √
         Euroz Hartleys Group Limited                          -7,64%               -39,79%               109,75%                          √
         PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk                  12,96%                 -3,51%               248,27%                          –
         PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk                  -47,31%               -73,70%               31,86%                           –
         Bell Financial Group Limited                         10,58%                20,61%                423,53%                          –




                                                                     77
Page 107
Tabel 37
Uraian Perusahaan Pembanding - Kriteria No. 3

                                                     Rata-rata Margin                                                    Sejenis
                Keterangan                                                             ROA          ROE
                                                 EBIT                EAT                                                  (√ / -)
PT Bursa Akselerasi Indonesia                   -359,12%          -336,63%            -23,62%      -25,04%
PT MNC Kapital Indonesia Tbk                     6,85%              6,97%               0,88%       4,94%                   √
Trinity Watthana PCL                            26,37%             -9,40%              -0,18%      -0,58%                   √
PT Panin Sekuritas Tbk                          36,81%             26,52%               1,50%       2,24%                   –
Asia Plus Group Holdings PCL                    28,86%             17,56%               3,29%       9,31%                   –
Euroz Hartleys Group Limited                    15,05%             14,90%               8,27%      17,34%                   √
PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk             45,97%             32,76%               6,95%      24,19%                   –
PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk             24,97%             29,20%               0,86%       1,14%                   –
Bell Financial Group Limited                    18,09%             12,58%               3,25%      16,99%                   √




Tabel 38
Uraian Perusahaan Pembanding - Kriteria No. 4 dan No. 5

                                                                                                              (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                      Sejenis                            Sejenis
                       Keterangan                              Total Aset                        Pangsa Pasar
                                                                                       (√ / -)                            (√ / -)
 PT Bursa Akselerasi Indonesia                                               15.048                            15.460
 PT MNC Kapital Indonesia Tbk                                        30.316.862          –                   2.130.943          √
 Trinity Watthana PCL                                                 2.245.258          √                       9.221          √
 PT Panin Sekuritas Tbk                                               2.203.108          √                   1.127.615          √
 Asia Plus Group Holdings PCL                                         7.448.007          –                   2.621.662          –
 Euroz Hartleys Group Limited                                         2.567.985          √                   2.823.112          –
 PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk                                  8.245.452          –                   4.478.859          –
 PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk                                    699.687          √                     954.000          √
 Bell Financial Group Limited                                        17.048.502          –                   5.863.392          –



Dalam metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, digunakan angka
pengali MVIC/BVIC sebesar 1,11 dengan perincian sebagai berikut:

 Tabel 39
 PT Bursa Akselerasi Indonesia
 Data Angka Pengali Perusahaan Pembanding

                                                                                                             (Dalam jutaan Rupiah)

                                Perusahaan                                       MVIC            BVIC             MVIC/BVIC

 PT MNC Kapital Indonesia Tbk                                                     4.364.551       7.604.126                     0,57
 Trinity Watthana PCL (Dalam ribuan THB)                                          2.269.952       3.553.010                     0,64
 PT Panin Sekuritas Tbk                                                           1.140.615       1.493.979                     0,76
 Asia Plus Group Holdings PCL (Dalam ribuan THB)                                  6.417.346       6.442.520                     1,00
 Euroz Hartleys Group Limited (Dalam ribuan AUD)                                    221.610          96.108                     2,31
 PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk                                              7.855.577       5.744.283                     1,37
 PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk                                                984.598         561.209                     1,75
 Bell Financial Group Limited (Dalam ribuan AUD)                                  1.096.741         892.099                     1,23
 Median                                                                                                                         1,11



Untuk metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, karena angka
pengali di atas diperoleh dari perusahaan tercatat di bursa efek, sehingga
mencerminkan angka pengali untuk transaksi minoritas yang bersifat likuid, maka
di dalam penilaian ini, perlu ditambahkan premi pengendalian yang besarnya
menurut pendapat kami adalah sebesar 70,00%.




                                                           78
Page 108
          Dalam penilaian ini, rasio yang digunakan adalah rasio investasi. Berdasarkan
          POJK 35/2020 pasal 65 ayat (1) huruf c, “dalam hal Penilai Bisnis menggunakan
          rasio investasi maka dapat mempergunakan rasio market value of invested capital
          to gross cash flow before depreciation and taxes (MVIC/GCF), market value of
          invested capital to sales (MVIC/sales), market value of invested capital to earning
          before interest, taxes, depreciation and amortization (MVIC/EBITDA), market value
          of invested capital to earning before interes and, taxes (MVIC/EBIT), dan/atau
          market value of invested capital to book value invested capital (MVIC/BVIC).
          Sesuai dengan kegiatan usaha BAI adalah penyelenggara layanan pinjam
          meminjam uang berbasis teknologi informasi konvensional, maka rasio ekuitas
          yang sesuai digunakan dalam penilaian BAI adalah MVIC/BVIC (market value of
          invested capital/book value invested capital).

          Berdasarkan laporan keuangan BAI untuk periode delapan bulan yang berakhir
          pada tanggal 31 Agustus 2026, BVIC BAI adalah sebesar Rp 14,20 miliar. Dengan
          demikian, indikasi nilai pasar 100,00% minoritas BAI adalah sebesar
          Rp 15,80 miliar. Selanjutnya, dengan premi pengendalian sebesar 70,00%, maka
          indikasi nilai pasar 100,00% saham BAI adalah sebesar Rp 26,85 miliar. Dengan
          demikian, indikasi nilai pasar 99,997% saham BAI berdasarkan metode
          pembanding perusahaan tercatat di bursa efek adalah sebesar Rp 26,85 miliar.

          Perincian perhitungan indikasi nilai pasar 99,997% saham BAI dengan
          menggunakan metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek adalah
          sebagai berikut:

          Tabel 40
          PT Bursa Akselerasi Indonesia
          Indikasi Nilai Pasar 99,997% Saham
          Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek
          Per 31 Agustus 2026

                                                                                (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                Angka       Variabel      Indikasi
                                 Keterangan
                                                                Pengali     Ekonomi      Nilai Pasar
          MVIC/BVIC                                                  1,11       14.195        15.796
          Indikasi nilai pasar 100,00% - minoritas                                            15.796
          Premi kendali (70,00%)                                                              11.057
          Indikasi nilai pasar 100,00% saham                                                  26.853
          Indikasi nilai pasar 99,997% saham                                                  26.852



IX.C.3.   Rekonsiliasi Nilai

          Untuk mendapatkan indikasi nilai pasar yang mewakili nilai dari kedua metode
          penilaian yang digunakan, dilakukan rekonsiliasi dengan terlebih dahulu
          melakukan pembobotan terhadap indikasi nilai pasar yang dihasilkan dari kedua
          metode tersebut, masing-masing dengan bobot 90,00% untuk metode
          penyesuaian aset bersih dan 10,00% untuk metode pembanding perusahaan
          tercatat di bursa efek.




                                                     79
Page 109
          Alasan kami memberikan bobot 90,00% untuk metode penyesuaian aset bersih
          dan 10,00% untuk metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, yaitu
          karena data dan informasi yang digunakan pada metode penyesuaian aset bersih
          yang kami gunakan untuk menentukan indikasi nilai pasar 99,90% saham BAI
          merupakan data dan informasi yang memiliki tingkat kehandalan yang lebih
          memadai dibandingkan dengan data dan informasi yang digunakan pada metode
          pembanding perusahaan tercatat di bursa efek.

          Berdasarkan hasil rekonsiliasi tersebut, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
          99,997% saham BAI adalah sebesar Rp 15,46 miliar.

          Tabel 41
          PT Bursa Akselerasi Indonesia
          Rekonsiliasi Nilai
          Per 31 Agustus 2026

                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                Indikasi Nilai
                             Metode Penilaian                                    Bobot             Nilai
                                                                    Pasar
          Metode Penyesuaian Aset Bersih                                14.195      90,00%             12.775
          Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek           26.852      10,00%                 2.685
          Indikasi Nilai Pasar                                                     100,00%             15.460



IX.D.     PT Surya Fajar Urun Dana

IX.D.1.   Indikasi Nilai Pasar 92,50% Saham SFUD Berdasarkan Metode Penyesuaian
          Aset Bersih

          Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode yang digunakan untuk
          menentukan indikasi nilai pasar 92,50% saham SFUD adalah metode
          penyesuaian aset bersih. Metode ini merupakan metode penilaian yang
          didasarkan pada pendekatan aset. Dengan metode ini, nilai dari semua komponen
          aset dan liabilitas harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk
          komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank
          atau utang bank).

          Pada tanggal 31 Agustus 2026, SFUD memiliki aset dan liabilitas masing-masing
          sebesar Rp 3,69 miliar dan Rp 0,44 miliar. Indikasi nilai pasar 100,00% saham
          SFUD kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai seluruh aset dan
          liabilitas. Dengan demikian, pada tanggal 31 Agustus 2026, indikasi nilai pasar
          100,00% saham SFUD adalah sebesar Rp 3,25 miliar. Dengan demikian, indikasi
          nilai pasar 92,50% saham SFUD berdasarkan metode penyesuaian aset bersih
          adalah sebesar Rp 3,01 miliar.




                                                       80
Page 110
Perincian perhitungan indikasi nilai pasar 92,50% saham SFUD dengan
menggunakan metode penyesuaian aset bersih adalah sebagai berikut:

Tabel 42
PT Surya Fajar Urun Dana
Indikasi Nilai Pasar 92,50% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Agustus 2026

                                                                               (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                    Indikasi Nilai
                        Keterangan                   31/08/26        Penyesuaian
                                                                                         Pasar
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank                                                 269                  -              269
Deposito berjangka yang dibatasi pencairannya                 63                  -               63
Piutang lain-lain                                             11                  -               11
Biaya dibayar dimuka                                           5                  -                5
Jaminan operasional                                            2                  -                2
Investasi jangka pendek                                    3.016                  -            3.016
Jumlah Aset Lancar                                         3.366                  -            3.366
ASET TIDAK LANCAR
Aset pajak tangguhan                                         80                   -              80
Aset tetap                                                  165                   -             165
Aset hak guna                                                37                   -              37
Jaminan gedung                                               42                   -              42
Jumlah Aset Tidak Lancar                                    324                   -             324
JUMLAH ASET                                                3.690                  -            3.690
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang pajak                                                     14                -              14
Beban akrual                                                    24                -              24
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                 38                -              38
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                     372                   -             372
Liabilitas sewa                                              29                   -              29
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                            401                   -             401
JUMLAH LIABILITAS                                           439                   -             439
EKUITAS                                                    3.251                  -            3.251
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                              3.690                  -            3.690

Indikasi nilai pasar 100,00% saham                                                             3.251
Indikasi nilai pasar 92,50% saham                                                              3.008




                                                81
Page 111
IX.D.2.   Indikasi Nilai Pasar 92,50% Saham SFUD Berdasarkan Metode Pembanding
          Perusahaan Tercatat di Bursa Efek

          Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode yang digunakan untuk
          menentukan indikasi nilai pasar 92,50% saham SFUD adalah metode pembanding
          perusahaan tercatat di bursa efek. Metode ini merupakan metode penilaian yang
          didasarkan pada pendekatan pasar. Dengan metode ini, indikasi nilai pasar saham
          ditetapkan berdasarkan harga yang telah atau pernah terjadi dari perusahaan
          sejenis yang sebanding dan sepadan. Indikasi nilai pasar dari perusahaan
          pembanding diambil dari pasar modal (perusahaan publik/terbuka).

          Syarat utama dari penggunaan metode ini adalah perusahaan pembanding harus
          sebanding dan sepadan dengan perusahaan yang akan dinilai dalam berbagai
          variabel pembanding, antara lain perputaran penjualan, ekuitas, struktur modal
          (leverage), aset dan komposisi aset, tingkat laba, dan rasio-rasio keuangan.

          Jika telah diperoleh perusahaan yang sebanding dan sepadan, indikasi nilai pasar
          saham perusahaan yang dinilai diperoleh dengan cara mengalikan pendapatan
          perusahaan dengan beberapa rasio yang diperoleh dari perusahaan pembanding,
          seperti rasio P/E (price/earnings), P/S (price/sales), P/BV (price/book value of
          equity), P/EBITDA (price/earnings before interest, tax, depreciation, and
          amortization), MVIC/S (market value of invested capital/sales), MVIC/BVIC
          (market value of invested capital/book value of invested capital), MVIC/EBITDA
          (market value of invested capital/earnings before interest, tax, depreciation, and
          amortization) dan sebagainya.

          Berdasarkan data yang kami peroleh dari laporan keuangan yang tersedia di
          publik, berikut adalah uraian kriteria perbandingan yang digunakan sebagai dasar
          penentuan perusahaan pembanding:
          Tabel 43
          Uraian Perusahaan Pembanding - Kriteria No. 1

                                                                                                                                               Sejenis
                         Keterangan                       Industri         Kegiatan Usaha      Produk                 Risiko Usaha
                                                                                                                                                (√ / -)
          PT Surya Fajar Urun Dana                        Sekuritas           Sekuritas        Sekuritas          Terkait industri sekuritas
          PT MNC Kapital Indonesia Tbk                    Sekuritas           Sekuritas        Sekuritas          Terkait industri sekuritas      √
          Trinity Watthana PCL                            Sekuritas           Sekuritas        Sekuritas          Terkait industri sekuritas      √
          PT Panin Sekuritas Tbk                          Sekuritas           Sekuritas        Sekuritas          Terkait industri sekuritas      √
          Asia Plus Group Holdings PCL                    Sekuritas           Sekuritas        Sekuritas          Terkait industri sekuritas      √
          Euroz Hartleys Group Limited                    Sekuritas           Sekuritas        Sekuritas          Terkait industri sekuritas      √
          PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk             Sekuritas           Sekuritas        Sekuritas          Terkait industri sekuritas      √
          PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk             Sekuritas           Sekuritas        Sekuritas          Terkait industri sekuritas      √
          Bell Financial Group Limited                    Sekuritas           Sekuritas        Sekuritas          Terkait industri sekuritas      √



          Tabel 44
          Uraian Perusahaan Pembanding - Kriteria No. 2

                                                                Rata-rata Pertumbuhan                                                 Sejenis
                           Keterangan                                                                       DER
                                                            Pendapatan         Laba Bersih                                             (√ / -)
          PT Surya Fajar Urun Dana                             -82,12%                9,90%                13,50%
          PT MNC Kapital Indonesia Tbk                           7,62%                -4,47%               464,51%                         –
          Trinity Watthana PCL                                 -45,39%               -90,47%               221,22%                         √
          PT Panin Sekuritas Tbk                               -30,21%               -83,54%               48,76%                          √
          Asia Plus Group Holdings PCL                         -16,13%               133,17%               182,64%                         √
          Euroz Hartleys Group Limited                          -7,64%               -39,79%               109,75%                         √
          PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk                  12,96%                 -3,51%               248,27%                         –
          PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk                  -47,31%               -73,70%               31,86%                          √
          Bell Financial Group Limited                         10,58%                20,61%                423,53%                         –




                                                                      82
Page 112
Tabel 45
Uraian Perusahaan Pembanding - Kriteria No. 3

                                                      Rata-rata Margin                                                      Sejenis
               Keterangan                                                                  ROA         ROE
                                                  EBIT                EAT                                                    (√ / -)
PT Surya Fajar Urun Dana                        -7926,22%          -7780,59%              -61,61%     -69,93%
PT MNC Kapital Indonesia Tbk                      6,85%              6,97%                 0,88%       4,94%                   √
Trinity Watthana PCL                             26,37%             -9,40%                -0,18%      -0,58%                   √
PT Panin Sekuritas Tbk                           36,81%             26,52%                 1,50%       2,24%                   √
Asia Plus Group Holdings PCL                     28,86%             17,56%                 3,29%       9,31%                   –
Euroz Hartleys Group Limited                     15,05%             14,90%                 8,27%      17,34%                   –
PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk              45,97%             32,76%                 6,95%      24,19%                   –
PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk              24,97%             29,20%                 0,86%       1,14%                   √
Bell Financial Group Limited                     18,09%             12,58%                 3,25%      16,99%                   √




Tabel 46
Uraian Perusahaan Pembanding - Kriteria No. 4 dan No. 5

                                                                                                                 (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                         Sejenis                            Sejenis
                      Keterangan                                Total Aset                          Pangsa Pasar
                                                                                          (√ / -)                             (√ / -)
 PT Surya Fajar Urun Dana                                                      3.690                               3.276
 PT MNC Kapital Indonesia Tbk                                          30.316.862            –                  2.130.943          √
 Trinity Watthana PCL                                                   2.245.258            √                      9.221          √
 PT Panin Sekuritas Tbk                                                 2.203.108            √                  1.127.615          √
 Asia Plus Group Holdings PCL                                           7.448.007            √                  2.621.662          √
 Euroz Hartleys Group Limited                                           2.567.985            √                  2.823.112          √
 PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk                                    8.245.452            –                  4.478.859          –
 PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk                                      699.687            √                    954.000          √
 Bell Financial Group Limited                                          17.048.502            –                  5.863.392          –



Dalam metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, digunakan angka
pengali MVIC/BVIC sebesar 1,11 dengan perincian sebagai berikut:

 Tabel 47
 PT Surya Fajar Urun Dana
 Data Angka Pengali Perusahaan Pembanding

                                                                                                                (Dalam jutaan Rupiah)

                                Perusahaan                                        MVIC              BVIC              MVIC/BVIC

 PT MNC Kapital Indonesia Tbk                                                          4.364.551     7.604.126                         0,57
 Trinity Watthana PCL (Dalam ribuan THB)                                               2.269.952     3.553.010                         0,64
 PT Panin Sekuritas Tbk                                                                1.140.615     1.493.979                         0,76
 Asia Plus Group Holdings PCL (Dalam ribuan THB)                                       6.417.346     6.442.520                         1,00
 Euroz Hartleys Group Limited (Dalam ribuan AUD)                                         221.610        96.108                         2,31
 PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk                                                   7.855.577     5.744.283                         1,37
 PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk                                                     984.598       561.209                         1,75
 Bell Financial Group Limited (Dalam ribuan AUD)                                       1.096.741       892.099                         1,23
 Median                                                                                                                                1,11



Untuk metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, karena angka
pengali di atas diperoleh dari perusahaan tercatat di bursa efek, sehingga
mencerminkan angka pengali untuk transaksi minoritas yang bersifat likuid, maka
di dalam penilaian ini, perlu ditambahkan premi pengendalian yang besarnya
menurut pendapat kami adalah sebesar 70,00%.




                                                            83
Page 113
         Dalam penilaian ini, rasio yang digunakan adalah rasio investasi. Berdasarkan
         POJK 35/2020 pasal 65 ayat (1) huruf c, “dalam hal Penilai Bisnis menggunakan
         rasio investasi maka dapat mempergunakan rasio market value of invested capital
         to gross cash flow before depreciation and taxes (MVIC/GCF), market value of
         invested capital to sales (MVIC/sales), market value of invested capital to earning
         before interest, taxes, depreciation and amortization (MVIC/EBITDA), market value
         of invested capital to earning before interes and, taxes (MVIC/EBIT), dan/atau
         market value of invested capital to book value invested capital (MVIC/BVIC).
         Sesuai dengan kegiatan usaha SFUD dalam bidang penawaran efek berbasis
         teknologi informasi (securities crowdfunding), maka rasio ekuitas yang sesuai
         digunakan dalam penilaian SFUD adalah MVIC/BVIC (market value of invested
         capital/ book value invested capital).

         Berdasarkan laporan keuangan SFUD untuk periode delapan bulan yang berakhir
         pada tanggal 31 Agustus 2026, BVIC SFUD adalah sebesar Rp 3,25 miliar.
         Dengan demikian, indikasi nilai pasar 100,00% minoritas SFUD adalah sebesar
         Rp 3,62 miliar. Selanjutnya, dengan premi pengendalian sebesar 70,00%, maka
         indikasi nilai pasar 100,00% saham SFUD adalah sebesar Rp 6,15 miliar. Dengan
         demikian, indikasi nilai pasar 92,50% saham SFUD berdasarkan metode
         pembanding perusahaan tercatat di bursa efek adalah sebesar Rp 5,69 miliar.

         Perincian perhitungan indikasi nilai pasar 92,50% saham SFUD dengan
         menggunakan metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek adalah
         sebagai berikut:

         Tabel 48
         PT Surya Fajar Urun Dana
         Indikasi Nilai Pasar 92,50% Saham
         Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek
         Per 31 Agustus 2026

                                                                               (Dalam jutaan Rupiah)
                                                               Angka       Variabel      Indikasi
                                Keterangan
                                                               Pengali     Ekonomi      Nilai Pasar
         MVIC/BVIC                                                  1,11        3.251         3.618
         Indikasi nilai pasar 100,00% - minoritas                                             3.618
         Premi kendali (70,00%)                                                               2.533
         Indikasi nilai pasar 100,00% saham                                                   6.150
         Indikasi nilai pasar 92,50% saham                                                    5.689



IX.D.3   Rekonsiliasi Nilai

         Untuk mendapatkan nilai pasar yang mewakili indikasi snilai dari kedua metode
         penilaian yang digunakan, dilakukan rekonsiliasi dengan terlebih dahulu
         melakukan pembobotan terhadap indikasi nilai pasar yang dihasilkan dari kedua
         metode tersebut, masing-masing dengan bobot 90,00% untuk metode
         penyesuaian aset bersih dan 10,00% untuk metode pembanding perusahaan
         tercatat di bursa efek.




                                                    84
Page 114
        Alasan kami memberikan bobot 90,00% untuk metode penyesuaian aset bersih
        dan 10,00% untuk metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, yaitu
        karena data dan informasi yang digunakan pada metode penyesuaian aset bersih
        yang kami gunakan untuk menentukan indikasi nilai pasar 92,50% saham SFUD
        merupakan data dan informasi yang memiliki tingkat kehandalan yang lebih
        memadai dibandingkan dengan data dan informasi yang digunakan pada metode
        pembanding perusahaan tercatat di bursa efek.

        Berdasarkan hasil rekonsiliasi tersebut, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
        92,50% saham SFUD adalah sebesar Rp 3,28 miliar.

        Tabel 49
        PT Surya Fajar Urun Dana
        Rekonsiliasi Nilai
        Per 31 Agustus 2026

                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)
                                                              Indikasi Nilai
                           Metode Penilaian                                    Bobot             Nilai
                                                                  Pasar
        Metode Penyesuaian Aset Bersih                                 3.008      90,00%                 2.707
        Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek            5.689      10,00%                  569
        Indikasi Nilai Pasar                                                     100,00%                 3.276



IX.E.   Kesimpulan Penilaian

        Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima
        dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang memengaruhi
        penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal
        31 Agustus 2026 adalah sebesar Rp 15,42 miliar.

        Nilai pasar Objek Penilaian tersebut kami tentukan berdasarkan data dan informasi
        yang kami peroleh dari pihak manajemen Perseroan dan DPI serta pihak-pihak
        lain yang relevan dengan penilaian. Kami menganggap bahwa semua informasi
        tersebut adalah benar dan bahwa tidak ada keadaan atau hal-hal yang tidak
        terungkap yang akan memengaruhi nilai pasar tersebut secara material.

        Kami tidak melakukan penyelidikan dan juga bukan merupakan tanggung jawab
        kami kemungkinan terjadinya masalah yang berkaitan dengan status hukum
        kepemilikan, kewajiban utang dan/atau sengketa atas DPI. Kami tegaskan pula
        bahwa kami tidak memperoleh manfaat atau keuntungan apapun baik saat ini
        maupun di masa mendatang dan imbalan jasa yang telah disetujui atas penilaian
        DPI tidak tergantung pada nilai yang dilaporkan.




                                                     85
Page 115
PT Digitalisasi Perangkat Indonesia                                                                     Lampiran A
Nilai Pasar 51,95% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Agustus 2026

                                                                                              (Dalam jutaan Rupiah)

                        Keterangan                                   31/08/26      Penyesuaian       Nilai Pasar

ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                                        29.376                 -          29.376
Investasi jangka pendek                                                       53                 -              53
Piutang lain-lain                                                            496                 -             496
Pajak dibayar dimuka                                                           -                 -               -
Biaya dibayar dimuka                                                          10                 -              10
Jaminan operasional                                                            0                 -               0
Jumlah Aset Lancar                                                        29.935                 -          29.935
ASET TIDAK LANCAR
Investasi pada entitas anak                                               54.374         (35.638)           18.736
Aset pajak tangguhan                                                          97               -                97
Aset tetap                                                                    25               -                25
Aset tak berwujud                                                             23               -                23
Jaminan                                                                        2               -                 2
Jumlah Aset Tidak Lancar                                                  54.520         (35.638)           18.882
JUMLAH ASET                                                               84.455         (35.638)           48.818
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Beban akrual                                                                192                  -             192
Utang pajak                                                                  30                  -              30
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                             222                  -             222
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                                     440                  -             440
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                            440                  -             440
JUMLAH LIABILITAS                                                           662                  -             662
EKUITAS                                                                   83.793         (35.638)           48.155
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                             84.455         (35.638)           48.818

Indikasi nilai pasar 100,00% saham sebelum diskon likuiditas pasar                                          48.155
Diskon likuiditas pasar (40,00%)                                                                           (19.262)
Nilai pasar 100,00% saham                                                                                   28.893
Nilai pasar 51,95% saham                                                                                    15.011




                                                         86
Page 116
PT Digitalisasi Perangkat Indonesia                                                        Lampiran B
Nilai Pasar 51,95% Saham
Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek
Per 31 Agustus 2026

                                                                                 (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                 Angka       Variabel
                       Keterangan                                                        Nilai Pasar
                                                                 Pengali     Ekonomi
MVIC/BVIC                                                             1,11       29.419        32.736
Indikasi nilai pasar 100,00% - minoritas                                                       32.736
Premi kendali (30,00%)                                                                          9.821
Indikasi nilai pasar 100,00% saham                                                             42.557
Investasi pada entitas anak                                                                    18.736
Indikasi nilai pasar 100,00% saham sebelum diskon likuiditas pasar                              61.293
Diskon likuiditas pasar (40,00%)                                                               (24.517)
Nilai pasar 100,00% saham                                                                      36.776
Nilai pasar 51,95% saham                                                                       19.106




                                                    87
Page 117
PT Digitalisasi Perangkat Indonesia                                                         Lampiran C
Rekonsiliasi Nilai
Per 31 Agustus 2026

                                                                                  (Dalam jutaan Rupiah)

                  Metode Penilaian                         Nilai Pasar    Bobot             Nilai

Metode Penyesuaian Aset Bersih                                   15.011      90,00%             13.509
Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek              19.106      10,00%                 1.911
Nilai Pasar                                                                 100,00%             15.420




                                                      88
Page 118
PT Bursa Akselerasi Indonesia                                                                      Lampiran D
Indikasi Nilai Pasar 99,997% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Agustus 2026

                                                                                        (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                             Indikasi Nilai
                        Keterangan                            31/08/26        Penyesuaian
                                                                                                  Pasar
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                                 13.579                  -           13.579
Biaya dibayar di muka dan uang muka                                     9                  -                9
Pajak dibayar di muka                                                  69                  -               69
Jaminan operasional                                                    46                  -               46
Piutang lain-lain                                                       0                  -                0
Deposit                                                               200                  -              200
Jumlah Aset Lancar                                                 13.904                  -           13.904
ASET TIDAK LANCAR
Aset pajak tangguhan                                                 937                   -             937
Aset tetap                                                            33                   -              33
Aset takberwujud                                                      87                   -              87
Aset hak guna                                                         41                   -              41
Jaminan                                                               45                   -              45
Jumlah Aset Tidak Lancar                                            1.144                  -            1.144
JUMLAH ASET                                                        15.048                  -           15.048
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang pajak                                                              31                -              31
Beban akrual                                                             50                -              50
Pendapatan diterima dimuka                                               89                -              89
Bagian liabilitas sewa jangka panjang yang akan jatuh tempo
  dalam waktu satu tahun                                                 32                -              32
Utang lain-lain                                                          15                -              15
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                      217                   -             217
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                              636                   -             636
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                     636                   -             636
JUMLAH LIABILITAS                                                    853                   -             853
EKUITAS                                                            14.195                  -           14.195
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                      15.048                  -           15.048

Indikasi nilai pasar 100,00% saham                                                                     14.195
Indikasi nilai pasar 99,997% saham                                                                     14.195




                                                         89
Page 119
PT Bursa Akselerasi Indonesia                                                   Lampiran E
Indikasi Nilai Pasar 99,997% Saham
Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek
Per 31 Agustus 2026

                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)
                                                      Angka       Variabel      Indikasi
                       Keterangan
                                                      Pengali     Ekonomi     Nilai Pasar
MVIC/BVIC                                                  1,11       14.195        15.796
Indikasi nilai pasar 100,00% - minoritas                                            15.796
Premi kendali (70,00%)                                                              11.057
Indikasi nilai pasar 100,00% saham                                                  26.853
Indikasi nilai pasar 99,997% saham                                                  26.852




                                            90
Page 120
PT Bursa Akselerasi Indonesia                                                                 Lampiran F
Rekonsiliasi Nilai
Per 31 Agustus 2026

                                                                                    (Dalam jutaan Rupiah)
                                                           Indikasi Nilai
                   Metode Penilaian                                         Bobot             Nilai
                                                               Pasar
Metode Penyesuaian Aset Bersih                                     14.195      90,00%             12.775
Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek                26.852      10,00%                 2.685
Indikasi Nilai Pasar                                                          100,00%             15.460




                                                      91
Page 121
PT Surya Fajar Urun Dana                                                                  Lampiran G
Indikasi Nilai Pasar 92,50% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Agustus 2026

                                                                               (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                    Indikasi Nilai
                        Keterangan                   31/08/26        Penyesuaian
                                                                                         Pasar
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank                                                 269                  -              269
Deposito berjangka yang dibatasi pencairannya                 63                  -               63
Piutang lain-lain                                             11                  -               11
Biaya dibayar dimuka                                           5                  -                5
Jaminan operasional                                            2                  -                2
Investasi jangka pendek                                    3.016                  -            3.016
Jumlah Aset Lancar                                         3.366                  -            3.366
ASET TIDAK LANCAR
Aset pajak tangguhan                                         80                   -              80
Aset tetap                                                  165                   -             165
Aset hak guna                                                37                   -              37
Jaminan gedung                                               42                   -              42
Jumlah Aset Tidak Lancar                                    324                   -             324
JUMLAH ASET                                                3.690                  -            3.690
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang pajak                                                     14                -              14
Beban akrual                                                    24                -              24
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                 38                -              38
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                     372                   -             372
Liabilitas sewa                                              29                   -              29
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                            401                   -             401
JUMLAH LIABILITAS                                           439                   -             439
EKUITAS                                                    3.251                  -            3.251
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                              3.690                  -            3.690

Indikasi nilai pasar 100,00% saham                                                             3.251
Indikasi nilai pasar 92,50% saham                                                              3.008




                                                92
Page 122
PT Surya Fajar Urun Dana                                                        Lampiran H
Indikasi Nilai Pasar 92,50% Saham
Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek
Per 31 Agustus 2026

                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)
                                                      Angka       Variabel
                       Keterangan                                             Nilai Pasar
                                                      Pengali     Ekonomi
MVIC/BVIC                                                  1,11        3.251         3.618
Indikasi nilai pasar 100,00% - minoritas                                             3.618
Premi kendali (70,00%)                                                               2.533
Indikasi nilai pasar 100,00% saham                                                   6.150
Indikasi nilai pasar 92,50% saham                                                    5.689




                                            93
Page 123
PT Surya Fajar Urun Dana                                                                       Lampiran I
Rekonsiliasi Nilai
Per 31 Agustus 2026

                                                                                    (Dalam jutaan Rupiah)
                                                           Indikasi Nilai
                   Metode Penilaian                                         Bobot             Nilai
                                                               Pasar
Metode Penyesuaian Aset Bersih                                      3.008      90,00%                 2.707
Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek                 5.689      10,00%                  569
Indikasi Nilai Pasar                                                          100,00%                 3.276




                                                      94

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.31 MB
Published30 Sep 2026
Pages123
Characters360,081
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

The name pass has not read this document yet.

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.182 6869 ms 30 Sep 2026 09:11

missing: transaction_date, object_text

Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL_FACT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': '22470'}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result