Skip to content
Back to announcement

20260930_SFAN_Laporan Informasi dan Fakta Material_32161940_lamp3.pdf

Asset transaction Needs review SFAN

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 74

Page 1
Kusnanto & rekan
 Independent Business Appraisers
License : 2.19.0162
Indonesia
Page 2
No. : 00187/2.0162-00/BS/05/0153/1/IX/2026                          29 September 2026



Kepada Yth.

PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk
Satrio Tower Building Lt. 14, Unit 5
Jl. Prof. Dr. Satrio Kav. C4
Mega Kuningan
Jakarta 12950

U.p. : Direksi

Hal : Pendapat Kewajaran atas Transaksi


Dengan hormat,


Berdasarkan Akta Jual Beli Saham dan Pengambilalihan No. 76 tanggal 29 September 2026
yang dibuat di hadapan Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., Notaris di Jakarta (selanjutnya
disebut “Akta 76”), PT Surya Fajar Capital Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) telah
menjual dan menyerahkan sebanyak 296.867.000 lembar atau setara dengan 51,95%
saham PT Digitalisasi Perangkat Indonesia (selanjutnya disebut “DPI”) kepada PT Surya
Fajar Corpora (selanjutnya disebut “SFC”) dengan nilai transaksi sebesar Rp 15,73 miliar
(selanjutnya disebut “Transaksi”).

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Perseroan merupakan
entitas induk dari DPI dengan kepemilikan sebesar 51,95%. Selanjutnya, SFC merupakan
entitas induk dari Perseroan dengan kepemilikan sebesar 71,24%.

Sehubungan dengan Transaksi tersebut, manajemen Perseroan telah menunjuk Kantor
Jasa Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya disebut
“KR” atau “kami”) untuk memberikan pendapat sebagai penilai independen atas kewajaran
Transaksi sesuai dengan surat penugasan No. KR/260821-001 tanggal 21 Agustus 2026
yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan. Selanjutnya, kami sebagai KJPP resmi
berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar
sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya
disebut “OJK”) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK No.
KEP-210/KS.13/2026 (penilai bisnis), menyampaikan pendapat kewajaran (fairness opinion)
(selanjutnya disebut “Pendapat Kewajaran”) atas Transaksi.
Page 3
ALASAN DAN LATAR BELAKANG TRANSAKSI

Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang jasa, konsultasi manajemen dan
bisnis, serta perdagangan dan keuangan baik langsung maupun melalui anak usaha.
Perseroan berdomisili di Satrio Tower Building, Lantai 14, Unit 5, Jalan. Prof. Dr. Satrio,
Kavling C4 Mega Kuningan, Jakarta Selatan 12950, dengan nomor telepon: (021)
22513339, dan email: corporate@sfcapital.co.id.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal 31
Agustus 2026, struktur kepemilikan dan penyertaan saham pada entitas anak Perseroan
adalah sebagai berikut:


                                            SFC


                                              71,24%


                                         Perseroan


                                              51,95%


                                             DPI


                      75,52%                  99,99%                 92,50%

               PT Mareco Prima       PT Bursa Akselerasi    PT Surya Fajar Urun
               Mandiri (MPM)           Indonesia (BAI)         Dana (SFUD)



DPI, MPM, BAI, dan SFUD secara bersama-sama selanjutnya disebut “Entitas Anak
Perseroan”.

DPI merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha DPI adalah bergerak dalam bidang pengawasan, pengelolahan unit-unit dan
bantuan nasihat, bimbingan, operasional usaha, permasalahan organisasi dan manajemen
lainnya.

MPM merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha MPM adalah bergerak dalam bidang penyedia jasa pembayaran.

BAI merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha BAI adalah penyelenggara layanan pinjam meminjam uang berbasis
teknologi informasi konvensional.




                                             2
Page 4
SFUD merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha SFUD adalah bergerak dalam bidang penawaran efek berbasis teknologi
informasi (securities crowdfunding).

Sebelumnya, pada tanggal 19 Mei 2026, DPI dan PT Trans Mutasi Bangsa (selanjutnya
disebut “TMB”) telah menandatangani Perjanjian Pinjaman, di mana DPI memperoleh
pinjaman sebesar Rp 53,66 miliar dari TMB dengan mekanisme pelunasan pinjaman adalah
harus dan wajib dilakukan hanya melalui pengalihan atas 120.000.000 saham seri A,
822.915.500 saham seri B, dan 14.500.000.000 saham seri C dengan jumlah keseluruhan
saham sebanyak 15.442.915.500 saham atau setara dengan 99,37% saham MPM milik DPI
(selanjutnya disebut “Saham MPM”) kepada TMB selambat-lambatnya sembilan puluh hari
sejak penandatanganan Perjanjian Pinjaman atau tanggal diperolehnya persetujuan dari
Bank Indonesia atas pengambilalihan MPM oleh TMB (selanjutnya disebut “Transaksi
Pinjaman”). Sehubungan dengan Perjanjian Pinjaman pada tanggal 19 Mei 2026, DPI dan
TMB telah menandatangani Perjanjian Gadai Saham, di mana DPI telah menggadaikan
Saham MPM kepada TMB. Atas Transaksi Pinjaman tersebut yang di dalamnya ada skema
pengalihan dan gadai saham, Perseroan telah memperoleh persetujuan pada Rapat Umum
Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan pada tanggal 26 Juni 2026.

Seiring dengan perkembangan industri keuangan yang semakin pesat, peran digitalisasi
menjadi struktur yang mendukung dalam memperoleh pembiayaan dengan akses yang
mudah dan cepat dalam rangka mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan
Menengah (UMKM) di Indonesia. Namun demikian, hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi
Entitas Anak Perseroan yang memiliki anak perusahaan bergerak dalam bidang pendanaan
proyek (project financing) dengan berbasis platform peer to peer lending (P2P) guna
menghubungkan antara pemberi dan penerima modal yang akan diperoleh melalui proses
seleksi sesuai dengan penerapan prinsip kehati-hatian serta anak perusahaan yang
bergerak dalam bidang platform urun dana (securities crowd funding).

Menanggapi hal tersebut, Perseroan berupaya untuk menjalankan strategi bisnisnya dengan
mempertimbangkan bahwa saat ini Entitas Anak Perseroan masih membutuhkan modal
kerja dan sumber pendanaan yang mampu mendukung kegiatan dan aktivitas operasional.
Selanjutnya, mengingat Entitas Anak Perseroan belum memiliki riwayat pendapatan dengan
prospek positif dan diperkirakan masih berfluktuasi pada beberapa tahun mendatang,
sehingga Perseroan melakukan Transaksi.

Transaksi merupakan langkah strategis Perseroan untuk menyederhanakan struktur
portofolio bisnis Perseroan dan penerapan mitigasi risiko atas ketidakstabilan atas kegiatan
operasional DPI untuk menghasilkan laba serta mengurangi dampak dari potensi kerugian
DPI yang timbul di masa yang akan datang.




                                             3
Page 5
Dengan melakukan Transaksi, Perseroan dapat memperoleh dana hasil Transaksi yang
dapat digunakan Perseroan untuk mengembangkan entitas anak Perseroan yang memiliki
potensi pertumbuhan pendapatan yang lebih optimal dan/atau pada portofolio bisnis lainnya
yang memiliki tingkat balikan lebih tinggi dibandingkan dengan DPI.

Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan dapat mengalihkan fokus bisnis untuk
memperkuat kinerja keuangan entitas anak Perseroan yang telah beroperasi dan/atau
portofolio bisnis lain yang diharapkan dapat memberikan kontribusi positif pada kinerja
keuangan konsolidasian Perseroan di masa yang akan datang serta memberikan nilai
tambah bagi seluruh pemegang saham Perseroan.

Alasan dilakukannya Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Seiring dengan perkembangan industri keuangan yang semakin pesat, peran digitalisasi
    menjadi struktur yang mendukung dalam memperoleh pembiayaan dengan akses yang
    mudah dan cepat dalam rangka mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan
    Menengah (UMKM) di Indonesia. Namun demikian, hal ini menjadi tantangan tersendiri
    bagi Entitas Anak Perseroan yang memiliki anak perusahaan bergerak dalam bidang
    pendanaan proyek (project financing) dengan berbasis platform peer to peer lending
    (P2P) guna menghubungkan antara pemberi dan penerima modal yang akan diperoleh
    melalui proses seleksi sesuai dengan penerapan prinsip kehati-hatian serta anak
    perusahaan yang bergerak dalam bidang platform urun dana (securities crowd funding).

•   Perseroan berupaya untuk menjalankan strategi bisnisnya dengan mempertimbangkan
    bahwa saat ini Entitas Anak Perseroan masih membutuhkan modal kerja dan sumber
    pendanaan yang mampu mendukung kegiatan dan aktivitas operasional. Selanjutnya,
    mengingat Entitas Anak Perseroan belum memiliki riwayat pendapatan dengan prospek
    positif dan diperkirakan masih berfluktuasi pada beberapa tahun mendatang, sehingga
    Perseroan melakukan Transaksi.

•   Transaksi merupakan langkah strategis Perseroan untuk menyederhanakan struktur
    portofolio bisnis Perseroan dan penerapan mitigasi risiko atas ketidakstabilan atas
    kegiatan operasional DPI untuk menghasilkan laba serta mengurangi dampak dari
    potensi kerugian DPI yang timbul di masa yang akan datang.

•   Dengan melakukan Transaksi, Perseroan dapat memperoleh dana hasil Transaksi yang
    dapat digunakan Perseroan untuk mengembangkan entitas anak Perseroan yang
    memiliki potensi pertumbuhan pendapatan yang lebih optimal dan/atau pada portofolio
    bisnis lainnya yang memiliki tingkat balikan lebih tinggi dibandingkan dengan DPI.

•   Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan dapat mengalihkan fokus bisnis untuk
    memperkuat kinerja keuangan entitas anak Perseroan yang telah beroperasi dan/atau
    portofolio bisnis lain yang diharapkan dapat memberikan kontribusi positif pada kinerja
    keuangan konsolidasian Perseroan di masa yang akan datang serta memberikan nilai
    tambah bagi seluruh pemegang saham Perseroan.




                                             4
Page 6
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, mengingat bahwa SFC
merupakan entitas induk Perseroan dengan kepemilikan sebesar 71,24% pada tanggal 31
Agustus 2026, maka Transaksi merupakan transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus
memenuhi Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang “Transaksi
Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan” (selanjutnya disebut “POJK 42/2020”).

Selanjutnya, berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk periode
delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh Kantor
Akuntan Publik (selanjutnya disebut “KAP”) Mirawati Sensi Idris (selanjutnya disebut “MSI”),
jumlah ekuitas, jumlah aset, pendapatan, dan rugi bersih Perseroan masing-masing adalah
sebesar Rp 138,32 miliar, Rp 208,98 miliar, Rp 6,81 miliar, dan Rp 15,67 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian DPI untuk periode delapan bulan yang
berakhir pada tanggal 31 Agustus 2026 yang telah diaudit oleh KAP MSI, jumlah ekuitas,
jumlah aset, pendapatan, dan rugi bersih DPI masing-masing adalah sebesar Rp 6,22 miliar,
Rp 62,50 miliar, Rp 0,89 miliar, dan Rp 14,27 miliar.

Dengan demikian, jumlah aset DPI mencerminkan lebih dari 20,00% nilai aset Perseroan
per tanggal 31 Agustus 2026 sehingga berdasarkan keterangan yang diperoleh dari
manajemen Perseroan, Transaksi merupakan transaksi material, sehingga Perseroan harus
memenuhi Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang “Transaksi
Material dan Perubahan Kegiatan Usaha” (selanjutnya disebut “POJK 17/2020”).

Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi dan transaksi material,
POJK 42/2020 dan POJK 17/2020 mensyaratkan adanya laporan pendapat kewajaran atas
transaksi tersebut, yang disiapkan oleh penilai independen.

Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Transaksi tersebut, maka Perseroan
menunjuk penilai independen, KR untuk memberikan Pendapat Kewajaran atas Transaksi.

Selanjutnya, Pendapat Kewajaran ini hanya dapat digunakan sehubungan dengan
Transaksi dan tidak dapat digunakan untuk kepentingan lainnya. Pendapat Kewajaran ini
juga tidak dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi untuk menyetujui atau tidak
menyetujui Transaksi atau mengambil tindakan tertentu atas Transaksi.


OBJEK TRANSAKSI PENDAPAT KEWAJARAN

Objek transaksi dalam Pendapat Kewajaran atas Transaksi adalah transaksi di mana
Perseroan telah menjual dan menyerahkan sebanyak 296.867.000 lembar atau setara
dengan 51,95% saham DPI kepada SFC dengan nilai transaksi sebesar Rp 15,73 miliar.




                                             5
Page 7
MAKSUD DAN TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN

Maksud dan tujuan penyusunan laporan pendapat kewajaran atas Transaksi adalah untuk
memberikan gambaran kepada Direksi Perseroan mengenai kewajaran Transaksi dari
aspek keuangan dan untuk memenuhi ketentuan yang berlaku, yaitu POJK 42/2020 dan
POJK 17/2020.

Pendapat Kewajaran ini disusun dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan
OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
Pasar Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”) serta Standar
Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (selanjutnya
disebut “SPI”).

TANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN

Pendapat Kewajaran atas Transaksi dalam Laporan Pendapat Kewajaran diperhitungkan
pada tanggal 31 Agustus 2026. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan
tujuan analisis Pendapat Kewajaran atas Transaksi.


JENIS LAPORAN

Jenis Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini merupakan laporan terinci.


DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN

Dalam menyusun Pendapat Kewajaran ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan,
mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi, antara lain sebagai berikut:

1. Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Transaksi yang disusun oleh manajemen
   Perseroan.

2. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk periode delapan bulan yang berakhir
   pada tanggal 31 Agustus 2026 yang telah direviu oleh KAP MSI sebagaimana tertuang
   dalam laporannya No. 00004/3.0341/AK/05/2098/1/IX/2026 tanggal 24 September 2026.

3. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
   Desember 2025 yang telah diaudit oleh KAP MSI sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00060/3.0341/AU.1/05/0322-3/1/III/2026 tanggal 27 Maret 2026 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian.




                                           6
Page 8
4. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
   Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP MSI sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00061/3.0341/AU.1/05/0322-2/1/III/2025 tanggal 27 Maret 2025 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian.

5. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
   Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP MSI sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00049/3.0341/AU.1/05/0322-1/1/III/2024 tanggal 27 Maret 2024 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian.

6. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
   Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP MSI sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No.00042/3.0341/AU.1/05/0323-2/1/III/2023 tanggal 30 Maret 2023 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian.

7. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
   Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP MSI sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00032/3.0341/AU.1/05/0323-1/1/III/2022 tanggal 25 Maret 2022 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian.

8. Laporan keuangan konsolidasian DPI untuk periode delapan bulan yang berakhir pada
   tanggal 31 Agustus 2026 yang telah diaudit oleh KAP MSI sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00196/3.0341/AU.1/09/2098-1/1/IX/2026 tanggal 21 September 2026
   dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal dan hal lain.

9. Laporan keuangan konsolidasian DPI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh KAP MSI sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00056/3.0341/AU.1/09/0322-3/1/III/2026 tanggal 26 Maret 2026 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal.

10. Laporan keuangan konsolidasian DPI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
    Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP MSI sebagaimana tertuang dalam
    laporannya No. 00020/3.0341/AU.1/05/0322-2/1/III/2025 tanggal 13 Maret 2025 dengan
    pendapat wajar tanpa modifikasian.

11. Laporan keuangan konsolidasian DPI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
    Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP MSI sebagaimana tertuang dalam
    laporannya No. 00015/3.0341/AU.1/05/0322-1/1/II/2024 tanggal 22 Februari 2024
    dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.

12. Laporan keuangan konsolidasian DPI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
    Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP MSI sebagaimana tertuang dalam
    laporannya No. 00036/3.0341/AU.1/05/0323-4/1/III/2023 tanggal 29 Maret 2023 dengan
    pendapat wajar tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal.




                                          7
Page 9
13. Laporan keuangan konsolidasian DPI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
    Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP MSI sebagaimana tertuang dalam
    laporannya No. 00027/3.0341/AU.1/05/0323-3/1/III/2022 tanggal 23 Maret 2022 dengan
    pendapat wajar tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal.

14. Informasi Keuangan Konsolidasian Proforma Perseroan untuk periode delapan bulan
    yang berakhir pada 31 Agustus 2026 sehubungan dengan Transaksi yang telah direviu
    oleh    KAP      MSI    sebagaimana       tertuang   dalam    laporannya      No.
    00005/3.0341/AK/05/2098/1/lX/2026 tanggal 29 September 2026.

15. Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Transaksi
    untuk periode empat bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2026 dan untuk
    tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2027 – 2031 yang disusun oleh
    manajemen Perseroan.

16. Laporan penilaian 51,95% saham DPI per 31 Agustus 2026 yang disusun oleh KJPP KR
    sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00185/2.0162-00/BS/05/0153/1/IX/2026
    tanggal 23 September 2026.

17. Perjanjian Pinjaman.

18. Akta 62.

19. Akta 63.

20. Akta 76.

21. Anggaran dasar Perseroan yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam akta No. 16
    tanggal 9 Mei 2023 oleh Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., Notaris di Jakarta mengenai
    penyesuaian maksud, tujuan serta kegiatan usaha Perusahaan sesuai dengan
    Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI).

22. Anggaran dasar DPI yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta Notaris No. 62
    dan No. 63 tanggal 21 September 2026 yang dibuat oleh Humberg Lie, S.H., S.E.,
    M.Kn., mengenai jual beli saham.

23. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Rico Lesmana Sulistyo
    dengan posisi sebagai Direktur, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal lain yang
    terkait dengan Transaksi.

24. Informasi mengenai rencana-rencana bisnis yang akan dilakukan oleh Perseroan di
    masa mendatang.




                                            8
Page 10
25. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Transaksi.

26. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
    dan Bloomberg.

27. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
    dan Bloomberg.

28. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
    dan Bloomberg.

29. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan serta pihak-pihak lain yang relevan
    untuk penugasan.

30. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan hasil
    analisis lain yang kami anggap relevan.


KONDISI PEMBATAS DAN ASUMSI-ASUMSI POKOK

Analisis Pendapat Kewajaran atas Transaksi dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas, data dan informasi mana telah kami telaah. Dalam
melaksanakan analisis, kami bergantung pada keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan
dari semua informasi keuangan, informasi atas status hukum Perseroan dan informasi-
informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan atau yang tersedia secara umum
dan kami tidak bertanggung jawab atas kebenaran informasi-informasi tersebut. Segala
perubahan atas data dan informasi tersebut dapat memengaruhi hasil akhir pendapat kami
secara material. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan bahwa
mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan
kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan. Oleh karenanya, kami tidak
bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas Pendapat Kewajaran kami dikarenakan
adanya perubahan data dan informasi tersebut.

Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Transaksi
disusun oleh manajemen Perseroan. Kami telah melakukan penelaahan atas proyeksi
laporan keuangan tersebut dan proyeksi laporan keuangan tersebut telah menggambarkan
kondisi operasi dan kinerja Perseroan. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang
signifikan yang perlu kami lakukan terhadap target kinerja Perseroan.




                                          9
Page 11
Kami tidak melakukan inspeksi atas aset tetap atau fasilitas Perseroan. Selain itu, kami juga
tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Transaksi. Jasa-jasa yang kami
berikan kepada Perseroan dalam kaitan dengan Transaksi hanya merupakan pemberian
Pendapat Kewajaran atas Transaksi dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan.
Kami tidak melakukan penelitian atas keabsahan Transaksi dari aspek hukum dan implikasi
aspek perpajakan. Pendapat Kewajaran atas Transaksi hanya ditinjau dari segi ekonomis
dan keuangan. Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi bersifat non-disclaimer opinion
dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia, yang dapat memengaruhi operasional Perseroan. Selanjutnya, kami juga telah
memperoleh informasi atas status hukum Perseroan dan DPI berdasarkan anggaran dasar
Perseroan dan DPI.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Transaksi tidak merupakan dan tidak dapat
ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga
tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal,
kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum. Selain
itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak berada dalam posisi untuk mendapatkan
dan menganalisis suatu bentuk transaksi-transaksi lainnya di luar Transaksi yang ada dan
mungkin tersedia untuk Perseroan serta pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut terhadap
Transaksi.

Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah terkait dengan Transaksi
pada tanggal Pendapat Kewajaran ini diterbitkan.

Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini, kami menggunakan beberapa asumsi, seperti
terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan serta semua pihak yang terlibat
dalam Transaksi. Transaksi akan dilaksanakan seperti yang telah dijelaskan sesuai dengan
jangka waktu yang telah ditetapkan serta keakuratan informasi mengenai Transaksi yang
diungkapkan oleh manajemen Perseroan.

Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan informasi dan analisis lainnya secara
utuh sebagai satu kesatuan dapat menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang
menyesatkan atas proses yang mendasari Pendapat Kewajaran. Penyusunan Pendapat
Kewajaran ini merupakan suatu proses yang rumit dan mungkin tidak dapat dilakukan
melalui analisis yang tidak lengkap.

Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan Pendapat Kewajaran sampai
dengan tanggal terjadinya Transaksi ini tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh
secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan Pendapat
Kewajaran ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi,
memutakhirkan pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi, serta
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Perhitungan dan analisis dalam
rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan dengan benar dan kami
bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.




                                             10
Page 12
Kesimpulan Pendapat Kewajaran ini berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang
memiliki dampak material terhadap Transaksi. Perubahan tersebut termasuk, namun tidak
terbatas pada, perubahan kondisi baik secara internal pada Perseroan maupun secara
eksternal, yaitu kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis, perdagangan dan
keuangan, serta peraturan-peraturan pemerintah Indonesia dan peraturan terkait lainnya
setelah tanggal Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan. Bilamana setelah tanggal
Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut di atas,
maka Pendapat Kewajaran atas Transaksi mungkin berbeda.


TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI

Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi, KR diberikan kesempatan
untuk melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan Laporan Pendapat
Kewajaran.


INDEPENDENSI PENILAI

Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi, KR bertindak secara
independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan
ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan. KR juga tidak memilki kepentingan
ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya, Laporan Pendapat
Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran
kesimpulan yang dihasilkan dari proses analisis Pendapat Kewajaran ini dan KR hanya
menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan No. KR/260821-001 tanggal 21 Agustus
2026 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.


KEJADIAN PENTING SETELAH T ANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN (SUBSEQUENT EVENTS)

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal Pendapat
Kewajaran, yaitu tanggal 31 Agustus 2026, sampai dengan tanggal diterbitkannya Laporan
Pendapat Kewajaran, tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal Pendapat Kewajaran
(subsequent events), yang secara signifikan dapat memengaruhi Pendapat Kewajaran,
kecuali kejadian penting sebagai berikut:

•   Berdasarkan Akta Jual Beli Saham No. 62 tanggal 21 September 2026 (selanjutnya
    disebut “Akta 62”) yang dibuat oleh Humberg Lie, S.H., S.E.,M.Kn., di mana Rusdi telah
    mengalihkan sebesar 2.960.000 saham DPI kepada PT Garudapreneur Investasi Asia
    (selanjutnya disebut “GIA”).




                                           11
Page 13
•   Berdasarkan Akta Jual Beli Saham No. 63 tanggal 21 September 2026 (selanjutnya
    disebut “Akta 63”) yang dibuat oleh Humberg Lie, S.H., S.E.,M.Kn., di mana Harianto
    Zheng telah mengalihkan sebesar 800.000 saham DPI kepada GIA, maka struktur
    kepemilikan saham DPI adalah sebagai berikut:

                                                                                      (Dalam Rupiah)
                                                                  Persentase
                 Pemegang Saham              Jumlah Saham                          Jumlah Modal
                                                                  Kepemilikan
    PT Surya Fajar Capital Tbk                      296.867.000         51,9517%     29.686.700.000
    PT Venteny Fortuna International Tbk            171.428.600         30,0000%     17.142.860.000
    Hevy Yafanny                                     52.533.000          9,1933%      5.253.300.000
    Ing Ing Cindy Eva                                31.039.000          5,4318%      3.103.900.000
    Ryan Filbert Wijaya                              15.000.000          2,6250%      1.500.000.000
    PT Garudapreneur Investasi Asia                   3.760.000          0,6580%        376.000.000
    Fandy Gunawan                                       800.000          0,1400%         80.000.000
    PT Surya Fajar Corpora                                1.000          0,0002%            100.000
    Jumlah                                          571.428.600          100,00%     57.142.860.000



PENDEKATAN DAN PROSEDUR PENDAPAT KEWAJARAN ATAS TRANSAKSI

Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini, kami telah melakukan analisis
melalui pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran atas Transaksi dari hal-hal sebagai
berikut:

I. Analisis atas Transaksi.
II. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif atas Transaksi.
III. Analisis atas Kewajaran Transaksi.




                                               12
Page 14
I.         ANALISIS TRANSAKSI

           Berdasarkan pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran atas Transaksi
           sebagaimana diuraikan di atas, analisis Transaksi adalah sebagai berikut:

I.A.       Identifikasi dan Analisis Hubungan antara Pihak-pihak yang Bertransaksi

I.A.1.     PT Surya Fajar Capital Tbk

           Dalam Transaksi, Perseroan merupakan pihak yang telah menjual dan
           menyerahkan sebanyak 296.867.000 lembar atau setara dengan 51,95%
           saham DPI kepada SFC dengan nilai transaksi sebesar Rp 15,73 miliar.
           Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada
           tanggal 31 Agustus 2026, Perseroan merupakan entitas induk DPI dengan
           kepemilikan sebesar 51,95% dan merupakan entitas anak SFC dengan
           kepemilikan sebesar 71,24%. Latar belakang, manajemen, kepemilikan saham,
           dan kegiatan usaha Perseroan adalah sebagai berikut:

I.A.1.a.   Latar Belakang

           Perseroan didirikan berdasarkan Akta No. 12 tanggal 5 April 2016 yang dibuat
           di hadapan Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., Notaris di Jakarta. Akta Pendirian
           tersebut telah memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
           Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusannya No. AHU-
           0017288.AH.01.01.Tahun 2016 tanggal 5 April 2016 dan telah diumumkan
           dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 63 tanggal 9 Agustus 2016,
           Tambahan No. 62036.

           Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
           dengan Akta No. 16 tanggal 9 Mei 2023 dibuat dihadapan Humberg Lie, S.H.,
           S.E., M.Kn., Notaris di Jakarta mengenai penyesuaian maksud, tujuan serta
           kegiatan usaha Perseroan sesuai dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha
           Indonesia (KBLI). Penyesuaian Anggaran Dasar tersebut telah disetujui oleh
           Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
           Keputusannya No. AHU-0026143.AH.01.02.TAHUN 2023 tanggal 11 Mei 2023.

           Perseroan memiliki kantor pusat di Kantor pusat Perseroan beralamat di Satrio
           Tower Lantai 14 Unit 5, Jalan Prof. Dr. Satrio Blok C4 No. 5, Kuningan Timur,
           Setiabudi, Jakarta Selatan. Perseroan mulai beroperasi komersial pada tahun
           2016.




                                          13
Page 15
I.A.1.b.   Manajemen

           Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan pada tanggal 31 Agustus
           2026 adalah sebagai berikut:

           Dewan Komisaris
           Komisaris Utama               :        Harun Pandapotan
           Komisaris Independen          :        Syamsul Bahri Ilyas
           Komisaris                     :        Arwani Pranajaya

           Direksi
           Direktur Utama                :        Ivo Rustandi
           Direktur                      :        Rico Lesmana Sulistyo

I.A.1.c.   Kepemilikan Saham

           Susunan pemegang saham Perseroan berikut dengan kepemilikannya pada
           tanggal 31 Agustus 2026 adalah sebagai berikut:

                                                                                         (Dalam Rupiah)
                                                                     Persentase
                       Pemegang Saham             Jumlah Saham                        Jumlah Modal
                                                                     Kepemilikan
           PT Surya Fajar Corpora                     968.754.430           71,235%     96.875.443.000
           Steffen                                     33.950.000            2,496%      3.395.000.000
           Ivo Rustandi                                    10.000            0,001%          1.000.000
           Masyarakat                                 357.219.591           26,267%     35.721.959.100
           Jumlah                                    1.359.934.021          100,00%    135.993.402.100



I.A.1.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang jasa,
           konsultasi manajemen dan bisnis, serta perdagangan dan keuangan baik
           langsung maupun melalui anak usaha.

I.A.1.e.   Kegiatan Operasional dan Prospek Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang jasa,
           konsultasi manajemen dan bisnis, serta perdagangan dan keuangan baik
           langsung maupun melalui anak usaha.

           Pada tahun 2026, Perseroan berfokus pada penguatan kinerja peningkatan
           efisiensi dan pemanfaatan peluang pertumbuhan secara berkelanjutan.
           Dengan strategi yang adaptif, Perseroan menargetkan pertumbuhan yang
           sehat dan terukur, didukung oleh pengelolaan keuangan yang prudent serta
           peningkatan kualitas operasional. Perseroan akan terus mencari peluang
           investasi baru di sektor-sektor yang menjadi fokus utama Perseroan dan terus
           mengoptimalkan kinerja portofolio yang ada. Perseroan akan melakukan
           analisis atas kondisi pasar secara aktif, melaksanakan investasi dengan penuh
           kehati-hatian, dan mendorong peningkatan efisiensi operasional Perseroan dan
           entitas anak.


                                             14
Page 16
           Dengan       mempertimbangkan      prospek      pertumbuhan     ekonomi    dan
           perkembangan pasar modal Indonesia, Perseroan optimis dapat terus
           meningkatkan kinerja usaha pada tahun 2026 dan tahun-tahun mendatang.
           Pada tahun 2026, Perseroan akan berfokus pada penguatan fondasi bisnis,
           perluasan basis nasabah ritel, pengembangan produk digital, serta optimalisasi
           pendapatan untuk mendukung penguatan permodalan secara organik.
           Selanjutnya, pada tahun 2027 hingga 2028, Perseroan akan memperkuat
           diversifikasi produk dan layanan, infrastruktur teknologi dan manajemen risiko,
           serta mengembangkan layanan Penasihat Keuangan bagi perusahaan tertutup.
           Dengan target pemenuhan modal pada tahun 2029, Perseroan diharapkan
           dapat meningkatkan kapasitas usaha menuju Perusahaan Efek Kegiatan
           Usaha 3 dan memperluas layanan pasar modal secara lebih komprehensif.
           Perseroan meyakini langkah tersebut dapat menjadi landasan bagi
           pertumbuhan usaha yang berkelanjutan pada tahun-tahun mendatang.

           Perseroan juga tetap berkomitmen pada penerapan tata kelola perusahaan
           yang baik dan prinsip keberlanjutan guna menciptakan nilai tambah bagi
           seluruh pemangku kepentingan di masa depan.

I.A.2.     PT Surya Fajar Corpora

           Dalam Transaksi, SFC merupakan pihak yang telah membeli dan menerima
           penyerahan sebanyak 296.867.000 lembar atau setara dengan 51,95% saham
           DPI dari Perseroan dengan nilai transaksi sebesar Rp 15,73 miliar.
           Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, SFC
           merupakan entitas induk Perseroan dengan kepemilikan sebesar 71,24% dan
           merupakan pihak yang terafiliasi dengan DPI. Latar belakang, manajemen,
           kepemilikan saham dan kegiatan usaha SFC adalah sebagai berikut:

I.A.2.a.   Latar Belakang

           SFC didirikan berdasarkan Akta No. 76 tanggal 10 Mei 2013 yang dibuat di
           hadapan Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., Notaris di Jakarta. Akta Pendirian
           tersebut telah memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
           Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusannya No. AHU-
           32201.AH.01.01.TAHUN 2013 tanggal 13 Juni 2013.

           Anggaran Dasar SFC telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
           dengan Akta No. 72 tanggal 20 Desember 2022 dibuat dihadapan Humberg
           Lie, S.H., S.E., M.Kn., Notaris di Jakarta mengenai penyesuaian maksud,
           tujuan serta kegiatan usaha Perseroan sesuai dengan Klasifikasi Baku
           Lapangan Usaha Indonesia (KBLI). Penyesuaian Anggaran Dasar tersebut
           telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
           dalam Surat Keputusannya No. AHU-0092778.AH.01.02.TAHUN 2022 tanggal
           21 Desember 2022.




                                          15
Page 17
I.A.2.b.   Manajemen

           Susunan Komisaris dan Direksi SFC pada tanggal 31 Agustus 2026 adalah
           sebagai berikut:

           Komisaris                       :        Henri Widodo

           Direksi
           Presiden Direktur               :        Ivo Rustandi
           Direktur                        :        Marianto

I.A.2.c.   Kepemilikan Saham

           Susunan pemegang saham SFC berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
           31 Agustus 2026 adalah sebagai berikut:

                                                                                         (Dalam Rupiah)
                                                                     Persentase
                          Pemegang Saham            Jumlah Saham                      Jumlah Modal
                                                                     Kepemilikan
           Steffen                                          12.736           99,99%     12.736.000.000
           Hevy Yafanny                                          1            0,01%          1.000.000
           Jumlah                                           12.737          100,00%     12.737.000.000



I.A.2.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha SFC adalah bergerak dalam bidang jasa,
           konsultasi manajemen dan bisnis, perdagangan dan keuangan baik langsung
           maupun melalui anak usaha.

I.A.3.     PT Digitalisasi Perangkat Indonesia

           Dalam Transaksi, DPI merupakan pihak yang sebanyak 296.867.000 lembar
           atau setara dengan 51,95% sahamnya telah dijual oleh Perseroan kepada SFC
           dengan nilai transaksi sebesar Rp 15,73 miliar. Berdasarkan keterangan yang
           diperoleh dari manajemen Perseroan, DPI merupakan entitas anak Perseroan
           dengan kepemilikan sebesar 51,95% dan pihak yang terafiliasi dengan SFC.
           Latar belakang, manajemen, kepemilikan saham dan kegiatan usaha DPI
           adalah sebagai berikut:

I.A.3.a.   Latar Belakang

           DPI didirikan berdasarkan Akta No. 1 tanggal 10 Mei 2017 yang dibuat di
           hadapan Hj. Herlina, S.H., M.Kn., Notaris di Tangerang. Akta Pendirian
           tersebut telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
           Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-
           0021664.AH.01.01.Tahun 2017 tanggal 11 Mei 2017.




                                               16
Page 18
           Anggaran Dasar DPI telah mengalami perubahan, terakhir dengan Akta No. 62
           dan Akta No. 63 tanggal 21 September 2026 yang dibuat di hadapan Humberg
           Lie, S.H., S.E., M.Kn., Notaris di Jakarta, mengenai jual beli saham.

I.A.3.b.   Manajemen

           Susunan Dewan Komisaris dan Direktur DPI pada tanggal 31 Agustus 2026
           adalah sebagai berikut:

           Dewan Komisaris
           Komisaris Utama                        :        Ing Ing Cindy Eva
           Komisaris                              :        Lie Kienata

           Direktur                               :        Marianto

I.A.3.c.   Kepemilikan Saham

           Berdasarkan Akta No. 62 dan Akta No. 63, susunan pemegang saham DPI
           berikut dengan kepemilikannya adalah sebagai berikut:

                                                                                                 (Dalam Rupiah)
                                                                             Persentase
                        Pemegang Saham                     Jumlah Saham                       Jumlah Modal
                                                                             Kepemilikan
           PT Surya Fajar Capital Tbk                          296.867.000         51,9517%     29.686.700.000
           PT Venteny Fortuna International Tbk                171.428.600         30,0000%     17.142.860.000
           Hevy Yafanny                                         52.533.000          9,1933%      5.253.300.000
           Ing Ing Cindy Eva                                    31.039.000          5,4318%      3.103.900.000
           Ryan Filbert Wijaya                                  15.000.000          2,6250%      1.500.000.000
           PT Garudapreneur Investasi Asia                       3.760.000          0,6580%        376.000.000
           Fandy Gunawan                                           800.000          0,1400%         80.000.000
           PT Surya Fajar Corpora                                    1.000          0,0002%            100.000
           Jumlah                                              571.428.600          100,00%     57.142.860.000



I.A.3.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha DPI adalah bergerak dalam bidang
           pengawasan, pengelolahan unit-unit dan bantuan nasihat, bimbingan,
           operasional usaha, permasalahan organisasi dan manajemen lainnya.




                                                      17
Page 19
I.B.   Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Transaksi

       Berdasarkan Akta 76, Perseroan dan SFC telah melakukan Transaksi.
       Pokok-pokok kesepakatan penting dalam Akta 76 adalah sebagai berikut:

       •   Pihak-pihak yang Bertransaksi

           Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan Akta 76 adalah Perseroan dan
           SFC.

       •   Objek dan Nilai Transaksi

           Objek dan nilai transaksi berdasarkan Akta 76 adalah Perseroan telah
           menjual dan menyerahkan sebanyak 296.867.000 lembar atau setara
           dengan 51,95% saham DPI kepada SFC dengan nilai transaksi sebesar
           Rp 15,73 miliar.

       •   Lain-lain

           Perseroan dan SFC mengetahui telah terjadi pengambilalihan terhadap
           salah satu anak DPI, yaitu MPM, yang aktivitas usahanya bergerak di
           bidang penyediaan jasa pembayaran, di mana pembayaran telah dilakukan
           tetapi pengalihan saham belum dilakukan karena masih dalam tahap
           menunggu persetujuan Bank Indonesia atas pengambilalihan tersebut.
           Dengan demikian, Para Pihak menyepakati bahwa harga yang disepakati
           atas pengambilalihan terhadap DPI tidak memperhitungkan valuasi atas
           MPM.

       •   Hukum yang berlaku

           Hukum yang berlaku berdasarkan Akta 76 diatur oleh dan akan ditafsirkan
           sesuai dengan hukum Republik Indonesia.




                                       18
Page 20
I.C.   Analisis atas Manfaat dan Risiko dari Transaksi

       Manfaat Transaksi adalah sebagai berikut:

       •   Seiring dengan perkembangan industri keuangan yang semakin pesat,
           peran digitalisasi menjadi struktur yang mendukung dalam memperoleh
           pembiayaan dengan akses yang mudah dan cepat dalam rangka
           mendorong pertumbuhan UMKM di Indonesia. Namun demikian, hal ini
           menjadi tantangan tersendiri bagi Entitas Anak Perseroan yang memiliki
           anak perusahaan bergerak dalam bidang pendanaan proyek (project
           financing) dengan berbasis platform P2P guna menghubungkan antara
           pemberi dan penerima modal yang akan diperoleh melalui proses seleksi
           sesuai dengan penerapan prinsip kehati-hatian serta anak perusahaan
           yang bergerak dalam bidang platform urun dana (securities crowd funding).

       •   Perseroan berupaya untuk menjalankan strategi bisnisnya dengan
           mempertimbangkan bahwa saat ini Entitas Anak Perseroan masih
           membutuhkan modal kerja dan sumber pendanaan yang mampu
           mendukung kegiatan dan aktivitas operasional. Selanjutnya, mengingat
           Entitas Anak Perseroan belum memiliki riwayat pendapatan dengan
           prospek positif dan diperkirakan masih berfluktuasi pada beberapa tahun
           mendatang, sehingga Perseroan melakukan Transaksi.

       •   Transaksi merupakan langkah strategis Perseroan untuk menyederhanakan
           struktur portofolio bisnis Perseroan dan penerapan mitigasi risiko atas
           ketidakstabilan atas kegiatan operasional DPI untuk menghasilkan laba
           serta mengurangi dampak dari potensi kerugian DPI yang timbul di masa
           yang akan datang.

       •   Dengan melakukan Transaksi, Perseroan dapat memperoleh dana hasil
           Transaksi yang dapat digunakan Perseroan untuk mengembangkan entitas
           anak Perseroan yang memiliki potensi pertumbuhan pendapatan yang lebih
           optimal dan/atau pada portofolio bisnis lainnya yang memiliki tingkat balikan
           lebih tinggi dibandingkan dengan DPI.

       •   Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan dapat mengalihkan fokus
           bisnis untuk memperkuat kinerja keuangan entitas anak Perseroan yang
           telah beroperasi dan/atau portofolio bisnis lain yang diharapkan dapat
           memberikan kontribusi positif pada kinerja keuangan konsolidasian
           Perseroan di masa yang akan datang serta memberikan nilai tambah bagi
           seluruh pemegang saham Perseroan.




                                       19
Page 21
Risiko Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Bilamana DPI dapat mengembangkan dan meningkatkan kinerja keuangan
    DPI, Perseroan mungkin akan kehilangan kesempatan untuk membukukan
    seluruh potensi laba DPI pada masa yang akan datang.

•   Terdapat kemungkinan dana hasil Transaksi tidak dapat digunakan secara
    maksimal oleh Perseroan dalam menghasilkan tingkat balikan atas
    investasi pada potensi portofolio bisnis sehingga memberikan dampak bagi
    kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang akan datang.

•   Dalam menjalankan kegiatan usahanya dalam bidang pengawasan,
    pengelolahan unit-unit dan bantuan nasihat, bimbingan, operasional usaha,
    permasalahan organisasi dan manajemen lainnya, DPI tidak terlepas dari
    berbagai risiko usaha yang dihadapi, antara lain kebijakan/peraturan
    Pemerintah yang berpotensi memberikan dampak bagi kelangsungan
    usaha DPI.




                               20
Page 22
II.       ANALISIS KUALITATIF ATAS TRANSAKSI

II.A.     PT Digitalisasi Perangkat Indonesia

II.A.1.   Latar Belakang

          DPI didirikan berdasarkan Akta No. 1 tanggal 10 Mei 2017 yang dibuat
          di hadapan Hj. Herlina, S.H., M.Kn., Notaris di Tangerang. Akta Pendirian
          tersebut telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan
          Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
          No. AHU-0021664.AH.01.01.TAHUN 2017 tanggal 11 Mei 2017.

          Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami perubahan, terakhir dengan
          Akta No. 62 dan Akta No. 63 tanggal 21 September 2026 yang dibuat di
          hadapan Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., Notaris di Jakarta, mengenai jual beli
          saham.

          DPI memiliki kantor pusat di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower II Lt. 17,
          Jl. Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta. DPI mulai beroperasi komersial
          pada tahun 2018.

II.A.2.   Kegiatan Usaha

          Ruang lingkup kegiatan usaha DPI adalah bergerak dalam bidang
          pengawasan, pengelolahan unit-unit dan bantuan nasihat, bimbingan,
          operasional usaha, permasalahan organisasi dan manajemen lainnya.

II.B.     Tinjauan Industri Urun Dana

II.B.1.   Tinjauan Industri Urun Dana di Dunia

          Perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan dalam ekosistem
          pembiayaan dan investasi, termasuk dengan munculnya berbagai alternatif
          sumber pendanaan yang dapat mempertemukan pihak yang membutuhkan
          dana dengan pihak yang memiliki kapasitas untuk menyediakan dana.
          Perkembangan tersebut turut memberikan peluang bagi pelaku usaha untuk
          memperoleh pendanaan secara lebih luas melalui mekanisme yang
          memanfaatkan platform digital. Salah satu bentuk alternatif pendanaan yang
          berkembang sejalan dengan kondisi tersebut adalah crowdfunding atau urun
          dana.




                                         21
Page 23
Crowdfunding sebagai skema pembiayaan yang dipandang sebagai
pendanaan demokratis karena konsep crowdfunding adalah kumpulan dengan
skala kecil, namun berasal dari sejumlah orang sehingga dapat mendanai
sebuah usaha atau proyek. Crowdfunding dikelola oleh sebuah platform
berbasis internet sehingga membuat para pelaku usaha dan pendanaan usaha
mudah untuk mengakses. Crowdfunding dapat dipandang sebagai investasi
online karena produk yang dijual adalah dalam bentuk pendanaan, dan investor
dapat dengan mudah menyetor dana kepada pelaku usaha yang membutuhkan
tambahan modal.

Penawaran Berdasarkan Regulasi Crowdfunding Amerika Serikat
Tahun 2024 – 2025

                             600

                             500

                             400

                             300

                             200

                             100

                               0
                                                2024        2025
     Jumlah Laporan Hasil
                                                552         434
     Penghimpunan Dana
     Dana Himpunan (dalam jutaan
                                                178,6       207,3
               USD)

Sumber: US Securities and Exchange Commission


Berdasarkan data yang diperoleh dari US Securities and Exchange
Commission, jumlah laporan hasil penghimpunan dana tercatat sebanyak 552
penawaran pada 2024 dan menurun menjadi 434 penawaran pada 2025.
Meskipun demikian, nilai dana yang berhasil dihimpun meningkat dari
USD178,6 juta pada 2024 menjadi USD 207,30 juta pada 2025, atau tumbuh
setara dengan 16,10%. Kondisi tersebut menunjukkan adanya peningkatan
rata-rata nilai dana yang berhasil dihimpun per penawaran, dari sekitar USD
323,60 ribu pada 2024 menjadi USD 477,60 ribu pada 2025. Selanjutnya
sampai dengan tanggal 30 Juni 2026, ditinjau dari sisi jumlah penawaran
regulasi crowdfunding, wilayah di Amerika dengan pihak yang
mencari/menghimpun dana berdasarkan data US Securities and Exchange
Commission ada pada California yaitu sebesar 2.382 pihak, New York 905
pihak, Texas sebesar 692 pihak, dan Florida sebesar 679 pihak




                                       22
Page 24
          World Bank juga mencatat bahwa investment-based crowdfunding semakin
          berkembang sebagai alternatif pembiayaan bagi usaha kecil dan menengah
          dan sumber investasi bagi investor ritel. Dengan basis internet serta
          meningkatnya kegiatan usaha kecil dan menengah yang membutuhkan dana,
          berdasarkandata yang diperoleh dari Fortune Business Insight perkiraan
          estimasi ukuran pasar crowdfunding pada tahun 2026 mencapai sebesar
          USD 2,11 miliar dengan proyeksi tingkat pertumbuhan majemuk tahunan atau
          Compound Annual Growth Rate (CAGR) tahun 2026 – 2034 sebesar 13,70%.

          Secara keseluruhan, industri crowdfunding global menunjukkan perkembangan
          sebagai salah satu alternatif pendanaan berbasis digital yang semakin
          melengkapi sumber pembiayaan konvensional. Perkembangan teknologi
          digital, peningkatan akses terhadap platform pendanaan, serta kebutuhan
          pelaku usaha terhadap sumber modal yang lebih beragam turut mendukung
          pertumbuhan aktivitas crowdfunding di berbagai negara. Pada masa
          mendatang, perkembangan industri ini akan dipengaruhi oleh inovasi platform,
          tingkat kepercayaan dan partisipasi investor, kondisi pasar pendanaan, serta
          penguatan kerangka regulasi yang dapat mendukung transparansi dan
          perlindungan bagi para pihak. Dengan demikian, crowdfunding berpotensi terus
          berkembang sebagai bagian dari ekosistem pembiayaan digital dan
          memperluas akses pendanaan, khususnya bagi usaha kecil dan menengah.

II.B.2.   Tinjauan Industri Urun Dana di Indonesia

          Seiring dengan berkembangnya digitalisasi pada sektor jasa keuangan di
          Indonesia, kebutuhan akan layanan pendanaan yang lebih fleksibel telah
          mendorong terciptanya berbagai inovasi dalam kegiatan penghimpunan dan
          penyaluran dana, termasuk pemanfaatan teknologi untuk mempertemukan
          pihak yang membutuhkan pendanaan dengan masyarakat sebagai penyedia
          dana, khususnya pada segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
          Salah satu bentuk inovasi tersebut adalah layanan crowdfunding yang menjadi
          alternatif pendanaan dalam ekosistem keuangan digital.

          Dalam rangka meningkatkan daya serap dana investasi dari masyarakat,
          layanan urun dana melalui penawaran saham berbasis teknologi informasi
          (Equity Crowdfunding) hadir sebagai instrumen alternatif untuk mendorong
          pertumbuhan perekonomian nasional. Ketentuan mengenai penyelenggaraan
          layanan ini diatur dalam POJK No. 37/POJK.04/2018 tentang Layanan Urun
          Dana Melalui Penawaran Saham Berbasis Teknologi Informasi. Meskipun
          tingkat literasi masyarakat terhadap layanan urun dana di Indonesia masih
          relatif terbatas, instrumen ini memiliki potensi yang besar untuk berkembang
          sebagai sarana penghimpunan dana investasi, mengingat kemudahan dalam
          penggunaan dan aksesibilitasnya yang berbasis teknologi informasi sehingga
          dapat dijangkau oleh masyarakat luas.




                                         23
Page 25
Berdasarkan data yang diperoleh dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK),
mencatatkan bahwa sampai April 2026, layanan equity crowdfunding di
Indonesia telah mencapai total penghimpunan dana sebesar Rp 1,93 triliun,
yang didukung oleh 18 platform terdaftar OJK. Aktivitas tersebut melibatkan
sebanyak 197.897 investor dengan total 1.042 penerbitan efek. Data tersebut
menunjukkan bahwa securities crowdfunding telah berkembang sebagai salah
satu alternatif pendanaan berbasis teknologi digital yang mempertemukan
penerbit efek dengan investor melalui platform yang terdaftar.

Pendanaan melalui crowdfunding tersebut terus berjalan seiring dengan
aktivitas penghimpunan dana melalui pasar modal dan instrumen pendanaan
alternatif. Pada Juli 2026, OJK mencatatkan aktivitas securities crowdfunding
menunjukkan pertumbuhan yang tercermin dari bertambahnya jumlah efek dan
penerbit serta peningkatan nilai dana yang berhasil dihimpun. Penghimpunan
dana oleh korporasi domestik di pasar modal domestik terpantau tetap kuat,
penggalangan dana melalui securities crowdfunding, sepanjang Juli 2026
terdapat 17 efek baru dan 8 penerbit baru, dengan dana yang berhasil
dihimpun sebesar Rp 25,79 miliar. Dengan perkembangan tersebut, total nilai
dana yang dihimpun melalui securities crowdfunding secara agregat telah
mencapai Rp 2,01 triliun.

Sejalan dengan hal tersebut pada Agustus 2026, aktivitas penghimpunan dana
kembali meningkat. OJK mencatat terdapat 16 efek baru dan 3 penerbit baru,
dengan dana yang dihimpun sebesar Rp 29,97 miliar. Secara kumulatif, nilai
dana yang telah dihimpun melalui securities crowdfunding meningkat menjadi
Rp 2,04 triliun. Dengan demikian, berdasarkan data bulanan OJK, sepanjang
Juli – Agustus 2026 terdapat penghimpunan dana sekitar Rp 55,76 miliar, yang
berasal dari 33 efek baru dan 11 penerbit baru. Nilai penghimpunan pada
Agustus 2026 juga meningkat sekitar 16,20% dibandingkan dengan
penghimpunan pada Juli 2026.

Meskipun pertumbuhan akan crowdfunding meningkat, industri pinjaman
alternatif Indonesia masih mengalami tantangan bahwa saat ini masih banyak
pengusaha UMKM yang belum mampu mengakses pembiayaan formal. Hal ini
karena adanya keterbatasan kapasitas usaha, legalitas, pencatatan keuangan,
informasi pasar, maupun keterhubungan dengan rantai pasok. Namun
demikian, OJK menyatakan perlu pendekatan yang lebih terintegrasi melalui
pengembangan ekosistem pembiayaan dan pemberdayaan UMKM dengan
memanfaatkan seluruh tahapan pengembangan usaha, akses pasar,
digitalisasi, hingga pembiayaan yang sesuai dengan siklus dan karakteristik
usaha.




                               24
Page 26
        Berdasarkan data yang diperoleh dari Research and Markets, pasar pinjaman
        alternatif di Indonesia diprediksi akan mengalami pertumbuhan signifikan,
        dengan proyeksi tingkat majemuk tahunan atau CAGR sebesar 14,10% atau
        setara dengan USD 7,53 miliar pada tahun 2026 serta akan berlanjut sebesar
        13,00% dari tahun 2026 hingga 2029. Dengan demikian, perkembangan
        securities crowdfunding atau pinjaman alternatif di Indonesia masih didukung
        oleh meningkatnya pemanfaatan teknologi digital dan kebutuhan terhadap
        alternatif sumber pendanaan. Sementara itu perlu nya penyuluhan regulasi dari
        pemerintah akan pertumbuhan industri yang sangat dipengaruhi oleh tingkat
        partisipasi pemodal dan penerbit, inovasi layanan, serta dinamika persaingan
        antarpenyelenggara.

II.C.   Kegiatan Operasional dan Prospek Usaha

        Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang jasa,
        konsultasi manajemen dan bisnis, serta perdagangan dan keuangan baik
        langsung maupun melalui anak usaha.

        Pada tahun 2026, Perseroan berfokus pada penguatan kinerja peningkatan
        efisiensi dan pemanfaatan peluang pertumbuhan secara berkelanjutan.
        Dengan strategi yang adaptif, Perseroan menargetkan pertumbuhan yang
        sehat dan terukur, didukung oleh pengelolaan keuangan yang prudent serta
        peningkatan kualitas operasional. Perseroan akan terus mencari peluang
        investasi baru di sektor-sektor yang menjadi fokus utama Perseroan dan terus
        mengoptimalkan kinerja portofolio yang ada. Perseroan akan melakukan
        analisis atas kondisi pasar secara aktif, melaksanakan investasi dengan penuh
        kehati-hatian, dan mendorong peningkatan efisiensi operasional Perseroan dan
        entitas anak.

        Dengan       mempertimbangkan      prospek      pertumbuhan     ekonomi    dan
        perkembangan pasar modal Indonesia, Perseroan optimis dapat terus
        meningkatkan kinerja usaha pada tahun 2026 dan tahun-tahun mendatang.
        Pada tahun 2026, Perseroan akan berfokus pada penguatan fondasi bisnis,
        perluasan basis nasabah ritel, pengembangan produk digital, serta optimalisasi
        pendapatan untuk mendukung penguatan permodalan secara organik.
        Selanjutnya, pada tahun 2027 hingga 2028, Perseroan akan memperkuat
        diversifikasi produk dan layanan, infrastruktur teknologi dan manajemen risiko,
        serta mengembangkan layanan Penasihat Keuangan bagi perusahaan tertutup.
        Dengan target pemenuhan modal pada tahun 2029, Perseroan diharapkan
        dapat meningkatkan kapasitas usaha menuju Perusahaan Efek Kegiatan
        Usaha 3 dan memperluas layanan pasar modal secara lebih komprehensif.
        Perseroan meyakini langkah tersebut dapat menjadi landasan bagi
        pertumbuhan usaha yang berkelanjutan pada tahun-tahun mendatang.

        Perseroan juga tetap berkomitmen pada penerapan tata kelola perusahaan
        yang baik dan prinsip keberlanjutan guna menciptakan nilai tambah bagi
        seluruh pemangku kepentingan di masa depan.




                                       25
Page 27
II.D.   Alasan Dilakukan Transaksi

        Alasan dilakukannya Transaksi adalah sebagai berikut:

        •   Seiring dengan perkembangan industri keuangan yang semakin pesat,
            peran digitalisasi menjadi struktur yang mendukung dalam memperoleh
            pembiayaan dengan akses yang mudah dan cepat dalam rangka
            mendorong pertumbuhan UMKM di Indonesia. Namun demikian, hal ini
            menjadi tantangan tersendiri bagi Entitas Anak Perseroan yang memiliki
            anak perusahaan bergerak dalam bidang pendanaan proyek (project
            financing) dengan berbasis platform P2P guna menghubungkan antara
            pemberi dan penerima modal yang akan diperoleh melalui proses seleksi
            sesuai dengan penerapan prinsip kehati-hatian serta anak perusahaan
            yang bergerak dalam bidang platform urun dana (securities crowd funding).

        •   Perseroan berupaya untuk menjalankan strategi bisnisnya dengan
            mempertimbangkan bahwa saat ini Entitas Anak Perseroan masih
            membutuhkan modal kerja dan sumber pendanaan yang mampu
            mendukung kegiatan dan aktivitas operasional. Selanjutnya, mengingat
            Entitas Anak Perseroan belum memiliki riwayat pendapatan dengan
            prospek positif dan diperkirakan masih berfluktuasi pada beberapa tahun
            mendatang, sehingga Perseroan melakukan Transaksi.

        •   Transaksi merupakan langkah strategis Perseroan untuk menyederhanakan
            struktur portofolio bisnis Perseroan dan penerapan mitigasi risiko atas
            ketidakstabilan atas kegiatan operasional DPI untuk menghasilkan laba
            serta mengurangi dampak dari potensi kerugian DPI yang timbul di masa
            yang akan datang.

        •   Dengan melakukan Transaksi, Perseroan dapat memperoleh dana hasil
            Transaksi yang dapat digunakan Perseroan untuk mengembangkan entitas
            anak Perseroan yang memiliki potensi pertumbuhan pendapatan yang lebih
            optimal dan/atau pada portofolio bisnis lainnya yang memiliki tingkat balikan
            lebih tinggi dibandingkan dengan DPI.

        •   Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan dapat mengalihkan fokus
            bisnis untuk memperkuat kinerja keuangan entitas anak Perseroan yang
            telah beroperasi dan/atau portofolio bisnis lain yang diharapkan dapat
            memberikan kontribusi positif pada kinerja keuangan konsolidasian
            Perseroan di masa yang akan datang serta memberikan nilai tambah bagi
            seluruh pemegang saham Perseroan.




                                        26
Page 28
II.E.   Analisis Keuntungan dan Kerugian dari Transaksi

        Keuntungan Transaksi adalah sebagai berikut:

        •   Seiring dengan perkembangan industri keuangan yang semakin pesat,
            peran digitalisasi menjadi struktur yang mendukung dalam memperoleh
            pembiayaan dengan akses yang mudah dan cepat dalam rangka
            mendorong pertumbuhan UMKM di Indonesia. Namun demikian, hal ini
            menjadi tantangan tersendiri bagi Entitas Anak Perseroan yang memiliki
            anak perusahaan bergerak dalam bidang pendanaan proyek (project
            financing) dengan berbasis platform P2P guna menghubungkan antara
            pemberi dan penerima modal yang akan diperoleh melalui proses seleksi
            sesuai dengan penerapan prinsip kehati-hatian serta anak perusahaan
            yang bergerak dalam bidang platform urun dana (securities crowd funding).

        •   Perseroan berupaya untuk menjalankan strategi bisnisnya dengan
            mempertimbangkan bahwa saat ini Entitas Anak Perseroan masih
            membutuhkan modal kerja dan sumber pendanaan yang mampu
            mendukung kegiatan dan aktivitas operasional. Selanjutnya, mengingat
            Entitas Anak Perseroan belum memiliki riwayat pendapatan dengan
            prospek positif dan diperkirakan masih berfluktuasi pada beberapa tahun
            mendatang, sehingga Perseroan melakukan Transaksi.

        •   Transaksi merupakan langkah strategis Perseroan untuk menyederhanakan
            struktur portofolio bisnis Perseroan dan penerapan mitigasi risiko atas
            ketidakstabilan atas kegiatan operasional DPI untuk menghasilkan laba
            serta mengurangi dampak dari potensi kerugian DPI yang timbul di masa
            yang akan datang.

        •   Dengan melakukan Transaksi, Perseroan dapat memperoleh dana hasil
            Transaksi yang dapat digunakan Perseroan untuk mengembangkan entitas
            anak Perseroan yang memiliki potensi pertumbuhan pendapatan yang lebih
            optimal dan/atau pada portofolio bisnis lainnya yang memiliki tingkat balikan
            lebih tinggi dibandingkan dengan DPI.

        •   Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan dapat mengalihkan fokus
            bisnis untuk memperkuat kinerja keuangan entitas anak Perseroan yang
            telah beroperasi dan/atau portofolio bisnis lain yang diharapkan dapat
            memberikan kontribusi positif pada kinerja keuangan konsolidasian
            Perseroan di masa yang akan datang serta memberikan nilai tambah bagi
            seluruh pemegang saham Perseroan.




                                        27
Page 29
Kerugian Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Bilamana DPI dapat mengembangkan dan meningkatkan kinerja keuangan
    DPI, Perseroan mungkin akan kehilangan kesempatan untuk membukukan
    seluruh potensi laba DPI pada masa yang akan datang.

•   Terdapat kemungkinan dana hasil Transaksi tidak dapat digunakan secara
    maksimal oleh Perseroan dalam menghasilkan tingkat balikan atas
    investasi pada potensi portofolio bisnis sehingga memberikan dampak bagi
    kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang akan datang.

•   Dalam menjalankan kegiatan usahanya dalam bidang pengawasan,
    pengelolahan unit-unit dan bantuan nasihat, bimbingan, operasional usaha,
    permasalahan organisasi dan manajemen lainnya, DPI tidak terlepas dari
    berbagai risiko usaha yang dihadapi, antara lain kebijakan/peraturan
    Pemerintah yang berpotensi memberikan dampak bagi kelangsungan
    usaha DPI.




                               28
Page 30
III.       ANALISIS KUANTITATIF ATAS TRANSAKSI

III.A.     Analisis atas Kinerja Historis Perseroan

           Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk periode delapan bulan yang
           berakhir pada tanggal 31 Agustus 2026 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021 telah diaudit
           oleh KAP MSI masing-masing dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.

           Ikhtisar data keuangan penting Perseroan adalah sebagai berikut:

III.A.1.   Laporan Posisi Keuangan
                                                                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)

                                   Keterangan                              31/08/26        31/12/25      31/12/24      31/12/23      31/12/22      31/12/21

           ASET
           Kas dan setara kas                                                    76.445       42.279        40.846        44.593        59.587         48.745
           Deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya                        30.763       30.563        30.563        30.500        30.000         30.000
           Portofolio efek - bersih                                              56.538       44.680        66.705       115.477        62.401         87.533
           Piutang transaksi perantara pedagang efek - pihak ketiga              15.840       64.086        11.730       101.237        85.497        103.495
           Piutang usaha - pihak ketiga                                              11            -             -             -             -              -
           Piutang lain-lain
             Pihak berelasi                                                           -            -             -             -        18.880              -
             Pihak ketiga                                                           845        3.048         3.866         1.187         1.068             99
           Uang muka dan biaya dibayar di muka                                      342          471           627           437           376          1.173
           Pajak dibayar di muka                                                    531          545           321           121             7              5
           Investasi pada entitas asosiasi                                            -            -             -           741         2.388          4.630
           Penyertaan saham                                                       9.865        9.865         9.865             -             -              -
           Aset pajak tangguhan                                                   4.588        6.658         7.066         5.230         2.098          1.560
           Aset tetap - bersih                                                    1.639        2.668         2.360         6.023         7.962         11.883
           Aset takberwujud - bersih                                                571          712         1.274        13.110         7.799          9.882
           Aset lain-lain                                                         3.416        3.403         3.739         6.065         7.391         10.785
           JUMLAH ASET                                                          201.393      208.979       178.961       324.723       285.454        309.791



                                                                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)

                                   Keterangan                              31/08/26        31/12/25      31/12/24      31/12/23      31/12/22      31/12/21

           LIABILITAS DAN EKUITAS
           LIABILITAS
           Utang usaha - pihak ketiga                                               438           395           320           860         1.045          1.484
           Utang transaksi perantara pedagang efek - pihak ketiga                14.438        62.606        10.437        89.861        59.467         68.012
           Utang lain-lain
             Pihak berelasi                                                           -             -             -             -           678            917
             Pihak ketiga                                                        54.180           981         4.373           287        26.209         28.215
           Utang pajak                                                              237           132           125           811           631            574
           Beban akrual                                                             455           534           812           535           386            513
           Pendapatan diterima di muka                                               89           104           174           455           184              -
           Liabilitas sewa                                                          289           852             -         1.517         1.576          3.453
           Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                                6.262         5.052         4.041         3.300         2.271          1.662
           JUMLAH LIABILITAS                                                     76.389        70.657        20.282        97.627        92.448       104.829
           EKUITAS
           Modal saham                                                          135.993       135.993       135.993       135.993       135.993       135.993
           Tambahan modal disetor                                                51.600        55.374        55.374        55.374        55.374        55.374
           Selisih transaksi dengan pihak non-pengendali                         14.180         8.027         8.053         8.079         1.706          (110)
           Ekuitas pada keuntungan (kerugian) belum direalisasi atas
             kenaikan (penurunan) nilai investasi yang diukur pada nilai
             wajar melalui komprehensif lain                                     (9.653)       (9.771)         (800)       13.609         2.699            430
           Investasi dalam instrumen ekuitas                                      7.365         7.365         7.365             -             -              -
           Saldo laba                                                           (99.944)      (87.474)      (79.680)      (23.485)       (9.227)        11.604
           Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
             induk                                                               99.541       109.514       126.306       189.572       186.546       203.292
           Kepentingan non-pengendali                                            25.462        28.808        32.374        37.524         6.460         1.669
           JUMLAH EKUITAS                                                       125.004       138.322       158.680       227.096       193.006       204.962
           JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                        201.393       208.979       178.961       324.723       285.454       309.791




                                                                           29
Page 31
III.A.2.   Aset

           Jumlah aset Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Agustus 2026, 31 Desember
           2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar Rp 201,39
           miliar, Rp 208,98 miliar, Rp 178,96 miliar, Rp 324,72 miliar, Rp 285,45 miliar,
           dan Rp 309,79 miliar.

           Pada tanggal 31 Agustus 2026, jumlah aset Perseroan mengalami penurunan
           sebesar Rp 7,59 miliar atau setara dengan 3,63% dibandingkan dengan jumlah
           aset pada tanggal 31 Desember 2025. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
           penurunan piutang transaksi perantara pedagang efek – pihak ketiga, piutang
           lain-lain – pihak ketiga, dan aset pajak tangguhan masing-masing sebesar Rp
           48,25 miliar, Rp 2,19 miliar, dan Rp 2,07 miliar yang disertai dengan kenaikan
           kas dan setara kas serta portofolio efek – bersih masing-masing sebesar Rp
           34,17 miliar dan Rp 11,86 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar Rp 30,02 miliar atau setara dengan 16,77% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2024. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan piutang transaksi perantara pedagang efek – pihak
           ketiga sebesar Rp 52,36 miliar yang disertai dengan penurunan portofolio efek
           – bersih sebesar Rp 22,02 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah aset Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 145,76 miliar atau setara dengan 44,89% dibandingkan
           dengan jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh penurunan piutang transaksi perantara pedagang efek – pihak
           ketiga sebesar Rp 89,51 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar Rp 39,27 miliar atau setara dengan 13,76% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan portofolio efek – bersih sebesar Rp 53,08 miliar yang
           disertai dengan penurunan piutang lain-lain – pihak berelasi sebesar Rp 18,88
           miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah aset Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 24,34 miliar atau setara dengan 7,86% dibandingkan
           dengan jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh penurunan portofolio efek – bersih dan piutang transaksi
           perantara pedagang efek – pihak ketiga masing-masing sebesar Rp 25,13
           miliar dan Rp 18,00 miliar yang disertai dengan kenaikan piutang lain-lain –
           pihak berelasi sebesar Rp 18,88 miliar.




                                          30
Page 32
III.A.3.   Liabilitas

           Jumlah liabilitas Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Agustus 2026, 31
           Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar
           Rp 76,39 miliar, Rp 70,66 miliar, Rp 20,28 miliar, Rp 97,63 miliar, Rp 92,45
           miliar, dan Rp 104,83 miliar.

           Pada tanggal 31 Agustus 2026, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 5,37 miliar atau setara dengan 8,11% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2025. Kenaikan ini
           terutama disebabkan oleh kenaikan utang lain-lain – pihak ketiga sebesar Rp
           53,20 miliar yang disertai dengan penurunan utang transaksi perantara
           pedagang efek – pihak ketiga sebesar Rp 48,17 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 50,38 miliar atau setara dengan 248,38% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2024. Kenaikan ini
           terutama disebabkan oleh kenaikan utang transaksi perantara pedagang efek –
           pihak ketiga sebesar Rp 52,17 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 77,35 miliar atau setara dengan 79,23% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan ini
           terutama disebabkan oleh penurunan utang transaksi perantara pedagang efek
           – pihak ketiga sebesar Rp 79,42 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 5,18 miliar atau setara dengan 5,60% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini
           terutama disebabkan oleh kenaikan utang transaksi perantara pedagang efek –
           pihak ketiga sebesar Rp 30,39 miliar yang disertai dengan penurunan utang
           lain-lain – pihak ketiga sebesar Rp 25,92 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 12,38 miliar atau setara dengan 11,81% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini
           terutama disebabkan oleh penurunan utang transaksi perantara pedagang efek
           – pihak ketiga sebesar Rp 8,54 miliar.




                                         31
Page 33
III.A.4.   Ekuitas

           Jumlah ekuitas Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Agustus 2026, 31
           Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar
           Rp 125,00 miliar, Rp 138,32 miliar, Rp 158,68 miliar, Rp 227,10 miliar, Rp
           193,01 miliar, dan Rp 204,96 miliar.

           Pada tanggal 31 Agustus 2026, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 13,32 miliar atau setara dengan 9,63% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2025. Penurunan ini
           terutama disebabkan oleh rugi periode berjalan yang dibukukan oleh Perseroan
           sebesar Rp 19,97 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 20,36 miliar atau setara dengan 12,83% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini
           terutama disebabkan oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan
           sebesar Rp 15,67 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 68,42 miliar atau setara dengan 30,13% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan ini
           terutama disebabkan oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan
           sebesar Rp 52,74 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 34,09 miliar atau setara dengan 17,66% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan ekuitas pada keuntungan (kerugian) belum
           direalisasi atas kenaikan (penurunan) nilai investasi yang diukur pada nilai
           wajar melalui komprehensif lain dan setoran modal saham entitas anak dari
           kepentingan non-pengendali masing-masing sebesar Rp 10,91 miliar dan Rp
           40,49 miliar yang disertai dengan rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh
           Perseroan sebesar Rp 17,23 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 11,96 miliar atau setara dengan 5,83% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini
           terutama disebabkan oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan
           sebesar Rp 23,16 miliar yang disertai dengan kenaikan selisih transaksi
           dengan pihak non-pengendali dan ekuitas pada keuntungan (kerugian) belum
           direalisasi atas kenaikan (penurunan) nilai investasi yang diukur pada nilai
           wajar melalui komprehensif lain masing-masing sebesar Rp 1,82 miliar dan Rp
           2,27 miliar.




                                         32
Page 34
III.A.5.   Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain konsolidasian
                                                                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                           31/08/26        31/12/25      31/12/24      31/12/23      31/12/22      31/12/21
                                   Keterangan
                                                                          (8 Bulan)       (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
           Pendapatan usaha                                                     7.721          6.815         1.172        14.579         29.524        11.783
           Beban pokok pendapatan                                                 360            795         1.000           601            274           129
           Laba kotor                                                            7.361         6.020           172        13.977         29.250         11.654
           Beban usaha                                                         (26.105)      (33.393)      (42.795)      (44.025)       (45.866)       (37.486)
           Rugi usaha                                                          (18.744)      (27.373)      (42.623)      (30.047)       (16.616)       (25.831)
           Penghasilan lainnya                                                   3.026        15.630         6.039        12.490          2.876         13.959
           Beban lainnya                                                        (1.632)       (3.129)      (17.088)         (762)        (6.921)          (200)
           Bagian rugi bersih entitas asosiasi                                       -             -          (759)       (1.616)        (2.216)        (6.263)
           Beban bunga dan keuangan lainnya                                       (111)         (393)         (194)         (382)          (486)          (639)
           Rugi sebelum pajak                                                  (17.460)      (15.264)      (54.625)      (20.317)       (23.362)       (18.976)
           Manfaat (beban) pajak                                                (2.056)         (408)        1.884         3.091            208            515
           Rugi periode/tahun berjalan                                         (19.517)      (15.672)      (52.740)      (17.226)       (23.155)       (18.460)
           Penghasilan (rugi) komprehensif lain                                    157        (4.686)      (15.675)       10.827          2.136          1.766
           Jumlah rugi komprehensif tahun berjalan                             (19.359)      (20.358)      (68.416)       (6.400)       (21.019)       (16.694)
           Rugi periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
            Pemilik entitas induk                                              (12.496)      (12.036)      (47.582)      (14.160)       (20.712)       (16.957)
            Kepentingan non-pengendali                                          (7.021)       (3.636)       (5.158)       (3.067)        (2.443)        (1.503)




III.A.6    Pendapatan Usaha

           Pendapatan usaha Perseroan untuk periode delapan bulan yang berakhir pada
           tanggal 31 Agustus 2026 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Agustus 2026, 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021 masing-
           masing adalah sebesar Rp 7,72 miliar, Rp 6,82 miliar, Rp 1,17 miliar, Rp 14,58
           miliar, Rp 29,52 miliar, dan Rp 11,78 miliar.

           Pendapatan usaha Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
           Desember 2025 mengalami kenaikan sebesar Rp 5,64 miliar atau setara
           dengan 481,70% dibandingkan dengan pendapatan usaha untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.

           Pendapatan usaha Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
           Desember 2024 mengalami penurunan sebesar Rp 13,41 miliar atau setara
           dengan 91,96% dibandingkan dengan pendapatan usaha untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.

           Pendapatan usaha Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
           Desember 2023 mengalami penurunan sebesar Rp 14,95 miliar atau setara
           dengan 50,62% dibandingkan dengan pendapatan usaha untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.

           Pendapatan usaha Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
           Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 17,74 miliar atau setara
           dengan 150,57% dibandingkan dengan pendapatan usaha untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.




                                                                          33
Page 35
III.A.7.   Rugi Periode/Tahun Berjalan

           Rugi periode/tahun berjalan Perseroan untuk periode delapan bulan yang
           berakhir pada tanggal 31 Agustus 2026 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021 masing-
           masing adalah sebesar Rp 19,97 miliar, Rp 15,67 miliar, Rp 52,74 miliar, Rp
           17,23 miliar, Rp 23,16 miliar, dan Rp 18,46 miliar.

           Rugi tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
           Desember 2025 mengalami penurunan sebesar Rp 37,07 miliar atau setara
           dengan 70,28% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.

           Rugi tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
           Desember 2024 mengalami kenaikan sebesar Rp 35,51 miliar atau setara
           dengan 206,16% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.

           Rugi tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
           Desember 2023 mengalami penurunan sebesar Rp 5,93 miliar atau setara
           dengan 25,60% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.

           Rugi tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
           Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 4,70 miliar atau setara
           dengan 25,43% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.




                                         34
Page 36
III.A.8.   Laporan Arus Kas Konsolidasian
                                                                                                                                                  (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                             31/08/26        31/12/25        31/12/24        31/12/23        31/12/22      31/12/21
                                   Keterangan
                                                                             (8 Bulan)       (1 Tahun)       (1 Tahun)       (1 Tahun)       (1 Tahun)       (1 Tahun)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
           Penerimaan dari jasa manajemen                                           1.070         1.045           3.054           4.363           2.475           1.560
           Penerimaan penghasilan dividen dan bunga                                 1.824         2.009           3.932           2.035           4.628           2.269
           Penerimaan dari (pembayaran kepada) nasabah - bersih                   (35.012)       37.507          45.249         (19.449)          2.788         (24.475)
           Penerimaan komisi perantara perdagangan efek
            dan jasa agen                                                          3.849          3.468           4.805           6.935          10.381           1.056
           Penerimaan jasa penjamin emisi dan penjualan efek                         585            200           3.100           6.909           9.310           8.273
           Penerimaan dari (pembayaran kepada) lembaga kliring
            dan penjaminan - bersih                                                35.091       (37.695)        (35.166)         34.102           6.665          (8.935)
           Perolehan portofolio efek                                               (5.500)            -            (186)         (8.331)        (44.608)              -
           Penjualan portofolio efek                                                5.535             -             186           8.029          33.650               -
           Penerimaan dari komisi transaksi                                           866         1.436           2.157           3.673           1.981           1.109
           Pembayaran kepada karyawan                                             (12.682)      (18.935)        (20.241)        (19.556)        (16.317)        (10.857)
           Pembayaran lainnya - bersih                                            (10.203)      (10.280)        (15.493)        (13.929)        (16.121)         (7.250)
           Kas Bersih Diperoleh dari (digunakan untuk)
             Aktivitas Operasi                                                    (14.576)      (21.244)         (8.604)          4.781          (5.167)        (37.249)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
           Penurunan piutang lain-lain pihak ketiga                                 (393)        (4.291)         (2.300)                 -               -               -
           Kenaikan piutang lain-lain pihak ketiga                                 1.038          5.684              10                  -               -               -
           Penambahan atas penempatan deposito                                      (200)             -               -                  -               -               -
           Perolehan:
             Portofolio efek - diukur pada nilai wajar melalui laba rugi          (29.300)       (6.299)         (1.336)        (42.896)        (19.486)        (30.668)
             Portofolio efek - diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
               komprehensif lain                                                  (18.500)       (6.000)         (6.101)        (57.684)        (39.791)        (51.413)
           Penjualan:
             Portofolio efek - diukur pada nilai wajar melalui laba rugi          28.831         25.054           5.463           5.172          20.987          25.458
             Portofolio efek - diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
               komprehensif lain                                                      49          3.257           7.026          47.010          52.561          56.745
           Kas neto dari pelepasan entitas anak                                    5.239              -               -               -               -               -
           Hasil penjualan investasi pada entitas asosiasi                             -         10.984               -               -               -               -
           Hasil penjualan aset tetap                                                  -              9               0              20               -               -
           Perolehan aset tetap                                                     (423)          (588)           (365)         (1.325)         (1.355)         (1.819)
           Perolehan aset takberwujud                                                (84)          (360)              -            (427)           (688)            (50)
           Penerimaan (pembayaran) jaminan dan deposit                                 -            296            (108)             28               -              (4)
           Penerimaan dari (pemberian kepada) piutang lain-lain
             pihak berelasi                                                              -               -               -       18.880          (1.000)         38.430
           Investasi entitas asosiasi                                                    -               -               -            -               -          (7.102)
           Kas Bersih Diperoleh dari (digunakan untuk)
            Aktivitas Investasi                                                   (13.743)       27.747           2.288         (31.222)         11.229          29.578
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
           Penerimaan (pembayaran) utang lain-lain pihak ketiga                   53.257         (3.600)          4.000         (26.600)         (2.245)         27.152
           Pembayaran liabilitas sewa                                               (563)        (1.365)         (1.388)         (1.816)         (1.876)         (1.831)
           Pembayaran atas bunga liabilitas sewa                                     (25)          (106)            (44)           (126)           (163)              -
           Penerimaan dari kepentingan non-pengendali pada
            entitas anak                                                           9.816                 -               -       40.489          10.562                  -
           Pembayaran atas pembelian kembali saham oleh entitas anak                   -                 -               -            -          (1.499)                 -
           Kas Bersih Diperoleh dari (digunakan untuk)
            Aktivitas Pendanaan                                                   62.485         (5.070)          2.569          11.947           4.780          25.321
           KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
            SETARA KAS                                                            34.166          1.433          (3.747)        (14.494)         10.841          17.650
           KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                                     42.279         40.846          44.593          59.587          48.745          31.096
           Perubahan pada dana yang dibatasi pencairannya                              -              -               -            (500)              -               -
           KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                                    76.445         42.279          40.846          44.593          59.587          48.745




           Arus Kas dari (untuk) Aktivitas Operasi

           Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi Perseroan untuk
           periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2026 dan untuk
           tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2022, dan
           2021 masing-masing adalah sebesar Rp 14,58 miliar, Rp 21,24 miliar, Rp 8,60
           miliar, Rp 5,17 miliar, dan Rp 37,25 miliar. Arus kas bersih yang diperoleh dari
           aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
           Desember 2023 adalah sebesar Rp 4,78 miliar.




                                                                             35
Page 37
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi Perseroan untuk
periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2026 sebesar
Rp 14,58 miliar terutama berasal dari pembayaran kepada nasabah - bersih
dan pembayaran kepada karyawan masing-masing sebesar Rp 35,01 miliar
dan Rp 12,68 miliar yang disertai dengan penerimaan dari lembaga kliring dan
penjaminan - bersih sebesar Rp 35,09 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 21,24 miliar
terutama berasal dari pembayaran kepada lembaga kliring dan penjaminan –
bersih dan pembayaran kepada karyawan masing-masing sebesar Rp 37,70
miliar dan Rp 18,94 miliar yang disertai dengan penerimaan dari nasabah –
bersih sebesar Rp 37,51 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 8,60 miliar
terutama berasal dari pembayaran kepada lembaga kliring dan penjaminan –
bersih dan pembayaran kepada karyawan masing-masing sebesar Rp 35,17
miliar dan Rp 20,24 miliar yang disertai dengan penerimaan dari nasabah –
bersih sebesar Rp 45,25 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 4,78 miliar
terutama berasal dari penerimaan dari lembaga kliring dan penjaminan – bersih
sebesar Rp 34,10 miliar yang disertai dengan pembayaran kepada nasabah –
bersih dan pembayaran kepada karyawan masing-masing sebesar Rp 19,45
miliar dan Rp 19,56 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 5,17 miliar
terutama berasal dari perolehan portofolio efek sebesar Rp 44,601 miliar yang
disertai dengan penjualan portofolio efek sebesar Rp 33,65 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 37,25 miliar
terutama berasal dari pembayaran kepada nasabah – bersih sebesar Rp 24,48
miliar yang disertai dengan pembayaran kepada karyawan sebesar Rp 10,86
miliar.




                               36
Page 38
Arus Kas dari (untuk) Aktivitas Investasi

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2026 dan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 masing-masing adalah
sebesar Rp 13,74 miliar dan Rp 31,22 miliar. Arus kas bersih yang diperoleh
dari aktivitas investasi Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-
tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2022, dan 2021 masing-masing adalah
sebesar Rp 27,75 miliar, Rp 2,29 miliar, Rp 11,23 miliar, dan Rp 29,58 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2026 sebesar
Rp 13,74 miliar terutama berasal dari perolehan portofolio efek - diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi dan perolehan portofolio efek - diukur pada nilai
wajar melalui penghasilan komprehensif lain masing-masing sebesar Rp 29,30
miliar dan Rp 18,50 miliar yang disertai dengan penjualan portofolio efek -
diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dan kas neto dari pelepasan entitas
anak masing-masing adalah sebesar Rp 28,83 miliar dan Rp 5,24 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 27,75 miliar
terutama berasal dari penjualan portofolio efek – diukur pada nilai wajar melalui
laba rugi sebesar Rp 25,05 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 2,29 miliar
terutama berasal dari penjualan portofolio efek – diukur pada nilai wajar melalui
laba rugi dan penjualan portofolio efek – diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain masing-masing sebesar Rp 5,46 miliar dan Rp
7,03 miliar yang disertai dengan penurunan piutang lain-lain pihak ketiga,
perolehan portofolio efek – diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, perolehan
portofolio efek – diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
masing-masing sebesar Rp 2,30 miliar, Rp 1,37 miliar, dan Rp 6,10 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 31,22 miliar
terutama berasal dari perolehan portofolio efek – diukur pada nilai wajar melalui
laba rugi dan perolehan portofolio efek diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain masing-masing sebesar Rp 42,90 muliar dan Rp
57,68 miliar yang disertai dengan penjualan portofolio efek – diukur pada nilai
wajar melalui penghasilan komprehensif lain dan penerimaan dari piutang lain-
lain pihak berelasi masing-masing sebesar Rp 47,01 miliar dan Rp 18,88 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 11,23 miliar
terutama berasal dari penjualan portofolio efek – diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain sebesar Rp 52,56 miliar yang disertai dengan
perolehan portofolio efek diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain sebesar Rp 39,79 miliar.


                                37
Page 39
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 29,58 miliar
terutama berasal dari penjualan portofolio efek – diukur pada nilai wajar melalui
laba rugi, penjualan portofolio efek – diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain, dan penerimaan dari piutang lain-lain pihak
berelasi masing-masing sebesar Rp 25,46 miliar, Rp 56,75 miliar, dan Rp 38,43
miliar yang disertai dengan perolehan portofolio efek – diukur pada nilai wajar
melalui laba rugi dan perolehan portofolio efek diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain masing-masing sebesar Rp 30,67 miliar dan Rp
51,41 miliar.

Arus Kas dari (untuk) Aktivitas Pendanaan

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk
periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2026 dan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, dan
2021 masing-masing adalah sebesar Rp 62,49 miliar, Rp 2,57 miliar, Rp 11,95
miliar, Rp 4,78 miliar, dan Rp 25,32 miliar. Arus kas bersih yang digunakan
untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-
tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar dan Rp 5,07 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk
periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2026 sebesar
Rp 62,49 miliar terutama berasal dari penerimaan utang lain-lain pihak ketiga
sebesar Rp 53,26 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 5,07 miliar
terutama berasal dari pembayaran utang lain-lain pihak ketiga dan pembayaran
liabilitas sewa masing-masing sebesar Rp 3,60 miliar dan Rp 1,37 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 2,57 miliar
terutama berasal dari penerimaan utang lain-lain pihak ketiga sebesar Rp 4,00
miliar yang disertai dengan pembayaran liabilitas sewa sebesar Rp 1,39 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 11,95 miliar
terutama berasal dari penerimaan dari kepentingan non-pengendali pada
entitas anak sebesar Rp 40,49 miliar yang disertai dengan pembayaran utang
lain-lain pihak ketiga sebesar Rp 26,60 miliar.




                                38
Page 40
            Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
            yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 4,78 miliar
            terutama berasal dari penerimaan dari kepentingan non-pengendali pada
            entitas anak sebesar Rp 10,56 miliar yang disertai dengan pembayaran utang
            lain-lain pihak ketiga, pembayaran liabilitas sewa, dan pembayaran atas
            pembelian kembali saham oleh entitas anak masing-masing sebesar Rp 2,25
            miliar, Rp 1,88 miliar, dan Rp 1,50 miliar.

            Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
            yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 25,32 miliar
            terutama berasal dari penerimaan utang lain-lain pihak ketiga sebesar Rp 27,15
            miliar yang disertai dengan pembayaran liabilitas sewa sebesar Rp 1,83 miliar.

III.A.9.    Rasio-rasio Keuangan

                                    Keterangan       31/08/26        31/12/25     31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21

            Rasio Pengelolaan Aset
            Perputaran jumlah aset                           0,06         0,03         0,01         0,04         0,10         0,04
            Ekuitas terhadap jumlah aset                     0,62         0,66         0,89         0,70         0,68         0,66
            Rasio Solvabilitas
            Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset           0,38         0,34         0,11         0,30         0,32         0,34
            Jumlah liabilitas terhadap ekuitas               0,61         0,51         0,13         0,43         0,48         0,51
            Rasio Profitabilitas
            Marjin laba kotor                               95,34%       88,33%       14,68%       95,87%       99,07%       98,91%
            Marjin rugi usaha                             -242,77%     -401,66%    -3638,09%     -206,10%      -56,28%     -219,23%
            Marjin rugi bersih                            -258,70%     -229,97%    -4501,69%     -118,16%      -78,43%     -156,67%
            Rugi usaha terhadap jumlah aset                -13,96%      -13,10%      -23,82%       -9,25%       -5,82%       -8,34%
            Imbal hasil aset                               -14,88%       -7,50%      -29,47%       -5,30%       -8,11%       -5,96%
            Rugi usaha terhadap ekuitas                    -22,49%      -19,79%      -26,86%      -13,23%       -8,61%      -12,60%
            Imbal hasil ekuitas                            -23,97%      -11,33%      -33,24%       -7,59%      -12,00%       -9,01%




III.A.10.   Pengelolaan Aset

            Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan Perseroan dalam
            menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi Perseroan. Pada tanggal-
            tanggal 31 Agustus 2026, 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021,
            rasio perputaran jumlah aset masing-masing adalah 0,06; 0,03; 0,01; 0,04;
            0,10; dan 0,04.

            Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas
            Perseroan terhadap jumlah aset Perseroan. Pada tanggal-tanggal 31 Agustus
            2026, 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021, rasio ekuitas terhadap
            jumlah aset masing-masing adalah 0,62; 0,66; 0,89; 0,70; 0,68; dan 0,66.




                                                     39
Page 41
III.A.11.   Solvabilitas

            Solvabilitas menunjukkan kemampuan Perseroan untuk memenuhi seluruh
            liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dengan ekuitas.

            Pada tanggal-tanggal 31 Agustus 2026, 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022,
            dan 2021, rasio jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah
            0,38; 0,34; 0,11; 0,30; 0,32; dan 0,34, sedangkan rasio jumlah liabilitas
            terhadap ekuitas masing-masing adalah 0,61; 0,51; 0,13; 0,43; 0,48; dan 0,51.

III.A.12.   Profitabilitas

            Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
            menghasilkan laba bersih dari aset yang dimilikinya.

            Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
            menghasilkan laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan.




                                           40
Page 42
III.B.     Analisis atas Kinerja Historis DPI

           Laporan keuangan konsolidasian DPI untuk periode delapan bulan yang
           berakhir pada tanggal 31 Agustus 2026 telah diaudit oleh KAP MSI dengan
           pendapat wajar tanpa pengecualian dengan penekanan suatu hal dan hal lain.
           Laporan keuangan konsolidasian DPI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2025 telah diaudit oleh KAP MSI dengan pendapat wajar tanpa
           modifikasian dan penekanan suatu hal. Laporan keuangan konsolidasian DPI
           untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
           telah diaudit oleh KAP MSI masing-masing dengan pendapat wajar tanpa
           modifikasian. Laporan keuangan konsolidasian DPI untuk tahun yang berakhir
           pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 telah diaudit oleh KAP MSI
           masing-masing dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dan penekanan
           suatu hal.

           Ikhtisar data keuangan penting DPI adalah sebagai berikut:

III.B.1.   Laporan Posisi Keuangan
                                                                                                                  (Dalam jutaan Rupiah)

                                 Keterangan                31/08/26      31/12/25    31/12/24    31/12/23    31/12/22     31/12/21

           ASET
           ASET LANCAR
           Kas dan setara kas                                   55.584      18.876      12.711      16.449      11.440          9.527
           Deposito berjangka yang dibatasi pencairannya           325          63          63           -           -              -
           Investasi                                             3.069       4.792      19.892      22.288           -              -
           Piutang usaha - pihak ketiga                             11           -           -           -           -              -
           Piutang lain-lain
             Pihak berelasi                                        37           17          74           -           2              -
             Pihak ketiga                                         805        1.400       2.580       1.186       1.068             97
           Pajak dibayar di muka                                  531          416         280         121           7              -
           Biaya dibayar di muka dan uang muka                     62          217         243         227         223             24
           Jaminan operasional                                    103           86         129          64         102            141
           Jumlah Aset Lancar                                   60.527      25.865      35.971      40.336      12.841          9.788
           ASET TIDAK LANCAR
           Aset pajak tangguhan                                  1.118       1.352       1.345       1.932       1.390          2.295
           Aset tetap - neto                                       467         475         343         629       3.411          5.318
           Aset takberwujud - neto                                 110         153         832       2.075         302          2.394
           Jaminan                                                 283         241         340         258           -              -
           Jumlah Aset Tidak Lancar                              1.977       2.222       2.860       4.895       5.102         10.008
           JUMLAH ASET                                          62.504      28.087      38.831      45.231      17.944         19.796




                                                           41
Page 43
                                                                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)

                                   Keterangan                             31/08/26        31/12/25      31/12/24      31/12/23      31/12/22      31/12/21

           LIABILITAS DAN EKUITAS
           LIABILITAS
           LIABILITAS JANGKA PENDEK
           Dana pelanggan
             Pihak berelasi                                                         -             -             -             -             -            239
             Pihak ketiga                                                         502           472           370           277           216            211
           Utang lain-lain
             Pihak berelasi                                                         -            83             -             -         1.878          1.378
             Pihak ketiga                                                      53.677            24         4.001             9         1.306          3.807
           Utang pajak                                                             78            63            78           137            72             52
           Beban akrual                                                           370           229           279           263           141            134
           Pendapatan diterima di muka                                             89           104           149           455           184              -
           Liabilitas sewa                                                         91           184             -           216           299            419
           Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                     54.807         1.159         4.877         1.357         4.096          6.241
           LIABILITAS JANGKA PANJANG
           Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                              1.473           813           724           423           324            335
           Liabilitas sewa jangka panjang                                           -             -             -             -           237            536
           Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                     1.473           813           724           423           562            871
           JUMLAH LIABILITAS                                                   56.280         1.972         5.601         1.781         4.658          7.112
           EKUITAS
           Modal saham                                                          57.143       57.143        57.143        57.143        40.000         12.250
           Agio saham                                                           23.991       23.991        23.991        23.991         1.020              -
           Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali        (22.470)      (7.032)       (7.032)       (7.032)       (7.032)             -
           Selisih nilai transaksi dengan kepentingan non-pengendali             4.184       (1.970)       (1.943)       (1.917)       (1.843)             -
           Tambahan modal disetor                                                    -            -             -             -             -         (1.854)
           Proforma ekuitas dari transaksi kombinasi bisnis entitas
             pengendali                                                              -             -             -             -             -          9.729
           Defisit                                                             (59.994)      (46.064)      (38.980)      (28.816)      (18.935)        (8.661)
           Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
             induk                                                              2.854        26.069        33.179        43.369        13.210         11.464
           Proforma kepentingan nonpengendali dari transaksi
             kombinasi bisnis entitas sepengendali                                  -             -             -             -             -          1.081
           Kepentingan non-pengendali                                           3.370            46            50            81            76            139
           JUMLAH EKUITAS                                                       6.224        26.115        33.229        43.450        13.286         12.684
           JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                       62.504        28.087        38.831        45.231        17.944         19.796




III.B.2.   Aset

           Jumlah aset DPI pada tanggal-tanggal 31 Agustus 2026, 31 Desember 2025,
           2024, 2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar Rp 62,50 miliar,
           Rp 28,09 miliar, Rp 38,83 miliar, Rp 45,23 miliar, Rp 17,94 miliar, dan Rp 19,80
           miliar.

           Pada tanggal 31 Agustus 2026, jumlah aset DPI mengalami kenaikan sebesar
           Rp 34,42 miliar atau setara dengan 122,54% dibandingkan dengan jumlah aset
           pada tanggal 31 Desember 2025. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
           kenaikan kas dan setara kas sebesar Rp 36,71 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah aset DPI mengalami penurunan
           sebesar Rp 10,74 miliar atau setara dengan 27,67% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh penurunan investasi sebesar Rp 15,10 miliar yang disertai
           dengan kenaikan kas dan setara kas sebesar Rp 6,17 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah aset DPI mengalami penurunan
           sebesar Rp 6,40 miliar atau setara dengan 14,15% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh penurunan kas dan setara kas serta investasi masing-masing
           sebesar sebesar Rp 3,74 miliar dan Rp 2,40 miliar.




                                                                          42
Page 44
           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah aset DPI mengalami kenaikan
           sebesar Rp 27,29 miliar atau setara dengan 152,07% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan investasi sebesar Rp 22,29 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah aset DPI mengalami penurunan
           sebesar Rp 1,85 miliar atau setara dengan 9,36% dibandingkan dengan jumlah
           aset pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
           penurunan aset tetap – neto dan aset takberwujud – neto masing-masing
           sebesar Rp 1,91 miliar dan Rp 2,09 miliar yang disertai dengan kenaikan kas
           dan setara kas serta piutang lain-lain – pihak ketiga masing-masing sebesar Rp
           1,91 miliar dan Rp 0,97 miliar.

III.B.3.   Liabilitas

           Jumlah liabilitas DPI pada tanggal-tanggal 31 Agustus 2026, 31 Desember
           2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar Rp 56,28
           miliar, Rp 1,97 miliar, Rp 5,60 miliar, Rp 1,78 miliar, Rp 4,66 miliar, dan Rp 7,11
           miliar.

           Pada tanggal 31 Agustus 2026, jumlah liabilitas DPI mengalami kenaikan
           sebesar Rp 54,31 miliar dibandingkan dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31
           Desember 2025. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan utang lain-
           lain – pihak ketiga sebesar Rp 53,65 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah liabilitas DPI mengalami penurunan
           sebesar Rp 3,63 miliar atau setara dengan 64,79% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh penurunan utang lain-lain – pihak ketiga sebesar Rp 3,98
           miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah liabilitas DPI mengalami kenaikan
           sebesar Rp 3,82 miliar atau setara dengan 214,56% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan utang lain-lain – pihak ketiga sebesar Rp 3,99 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah liabilitas DPI mengalami penurunan
           sebesar Rp 2,88 miliar atau setara dengan 61,77% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh penurunan utang lain-lain – pihak berelasi dan utang lain-lain
           – pihak ketiga masing-masing sebesar Rp 1,88 miliar dan Rp 1,30 miliar yang
           disertai dengan kenaikan beban akrual dan pendapatan diterima dimuka
           masing-masing sebesar Rp 0,12 miliar dan Rp 0,27 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah liabilitas DPI mengalami penurunan
           sebesar Rp 2,45 miliar atau setara dengan 34,51% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh penurunan utang lain-lain – pihak ketiga sebesar Rp 2,50
           miliar.


                                            43
Page 45
III.B.4.   Ekuitas

           Jumlah ekuitas DPI pada tanggal-tanggal 31 Agustus 2026, 31 Desember
           2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar Rp 6.22
           miliar, Rp 26,12 miliar, Rp 33,23 miliar, Rp 43,45 miliar, Rp 13,29 miliar, dan Rp
           12,68 miliar.

           Pada tanggal 31 Agustus 2026, jumlah ekuitas DPI mengalami penurunan
           sebesar Rp 19,89 miliar atau setara dengan 76,17% dibandingkan dengan
           jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2025. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh penurunan selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas
           sepengendali dan rugi periode berjalan yang dibukukan oleh DPI masing-
           masing sebesar Rp 15,44 miliar dan Rp 14,27 miliar yang disertai dengan
           kenaikan selisih nilai transaksi dengan kepentingan non-pengendali sebesar
           Rp 6,15 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah ekuitas DPI mengalami penurunan
           sebesar Rp 7,12 miliar atau setara dengan 21,41% dibandingkan dengan
           jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh rugi periode berjalan yang dibukukan oleh DPI sebesar Rp
           7,21 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah ekuitas DPI mengalami penurunan
           sebesar Rp 10,22 miliar atau setara dengan 23,52% dibandingkan dengan
           jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh DPI sebesar Rp
           10,19 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah ekuitas DPI mengalami kenaikan
           sebesar Rp 30,16 miliar atau setara dengan 227,04% dibandingkan dengan
           jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan modal saham dan agio saham masing-masing
           sebesar Rp 17,14 miliar dan Rp 22,97 miliar yang disertai dengan rugi tahun
           berjalan yang dibukukan oleh DPI sebesar Rp 10,00 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah ekuitas DPI mengalami kenaikan
           sebesar Rp 0,60 miliar atau setara dengan 4,74% dibandingkan dengan jumlah
           ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama disebabkan
           oleh kenaikan modal saham sebesar Rp 27,75 miliar yang disertai dengan
           selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali, proforma ekuitas dari
           transaksi kombinasi bisnis entitas pengendali, dan rugi tahun berjalan yang
           dibukukan oleh DPI masing-masing sebesar Rp 7,03 miliar, Rp 9,73 miliar, dan
           Rp 11,31 miliar.




                                            44
Page 46
III.B.5.   Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehansif Lain Konsolidasian
                                                                                                                                              (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                         31/08/26        31/12/25        31/12/24        31/12/23        31/12/22      31/12/21
                                   Keterangan
                                                                         (8 Bulan)       (1 Tahun)       (1 Tahun)       (1 Tahun)       (1 Tahun)     (1 Tahun)
           Pendapatan                                                            892          1.506           2.342           3.402           1.797          1.109
           Beban pokok pendapatan                                                 18             82             154             327               -              -
           Laba kotor                                                             874         1.424           2.188           3.075           1.797          1.109
           Beban umum dan administrasi                                        (15.005)      (12.152)        (13.901)        (15.816)        (14.790)       (10.361)
           Rugi usaha                                                         (14.130)      (10.728)        (11.713)        (12.741)        (12.992)        (9.252)
           Keuntungan (kerugian) direalisasi atas kenaikan
             (penurunan) nilai wajar investasi yang diukur pada nilai
             wajar melalui laba rugi                                           (1.662)        2.628            (503)           (22)               -           181
           Penghasilan bunga                                                      829           702             663            252              182           153
           Keuntungan yang belum direalisasi atas kenaikan
             nilai wajar investasi yang diukur pada nilai wajar
             melalui laba rugi                                                      7           236           1.929             609               -              -
           Penghasilan dividen                                                      -             -             124               -               -              -
           Dampak kurtailmen imbalan kerja                                          -             -              25               -               -              -
           Beban bunga dan keuangan lainnya                                      (192)         (208)            (91)           (105)            (87)          (136)
           Lain-lain - bersih                                                     334           126             (21)             66             181              5
           Rugi sebelum pajak                                                 (14.814)       (7.245)         (9.588)        (11.940)        (12.716)        (9.049)
           Manfaat (beban) pajak                                                 (292)           34            (598)          1.936               -              -
           Laba proforma dari dampak transaksi kombinasi bisnis
             entitas sepengendali                                                840                 -               -               -        1.407          2.676
           Rugi periode/tahun berjalan                                        (14.267)       (7.210)        (10.186)        (10.004)        (11.309)        (6.373)
           Penghasilan (rugi) komprehensif lain                                    22            96             (35)             54               3            (12)
           Jumlah rugi komprehensif                                           (14.244)       (7.115)        (10.221)         (9.950)        (11.307)        (6.385)
           Jumlah rugi periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan
             kepada:
             Pemilik entitas induk                                            (13.947)       (7.179)        (10.129)         (9.934)        (10.266)        (5.376)
             Kepentingan non-pengendali                                          (319)          (31)            (57)            (70)         (1.043)          (997)




III.B.6    Pendapatan

           Pendapatan DPI untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31
           Agustus 2026 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31
           Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar
           Rp 0,89 miliar, Rp 1,51 miliar, Rp 2,34 miliar, Rp 3,40 miliar, Rp 1,80 miliar, dan
           Rp 1,11 miliar.

           Pendapatan DPI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
           mengalami penurunan sebesar Rp 0,84 miliar atau setara dengan 35,71%
           dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
           Desember 2024.

           Pendapatan DPI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024
           mengalami penurunan sebesar Rp 1,06 miliar atau setara dengan 31,15%
           dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
           Desember 2023.

           Pendapatan DPI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
           mengalami kenaikan sebesar Rp 1,61 miliar atau setara dengan 89,27%
           dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
           Desember 2022.

           Pendapatan DPI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
           mengalami kenaikan sebesar Rp 0,69 miliar atau setara dengan 62,08%
           dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
           Desember 2021.



                                                                         45
Page 47
III.B.7.   Rugi Periode/Tahun Berjalan

           Rugi periode/tahun berjalan DPI untuk periode delapan bulan yang berakhir
           pada tanggal 31 Agustus 2026 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-
           tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021 masing-masing
           sebesar Rp 14,27 miliar, Rp 7,21 miliar, Rp 10,19 miliar, Rp 10,00 miliar, Rp
           11,31 miliar, dan Rp 6,37 miliar.

           Rugi tahun berjalan DPI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
           2025 mengalami penurunan sebesar Rp 2,98 miliar atau setara dengan
           29,21% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang berakhir
           pada tanggal 31 Desember 2024.

           Rugi tahun berjalan DPI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
           2024 mengalami kenaikan sebesar Rp 0,18 miliar atau setara dengan 1,82%
           dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal 31 Desember 2023.

           Rugi tahun berjalan DPI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
           2023 mengalami penurunan sebesar Rp 1,31 miliar atau setara dengan
           11,54% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang berakhir
           pada tanggal 31 Desember 2022.

           Rugi tahun berjalan DPI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
           2022 mengalami kenaikan signifikan sebesar Rp 4,94 miliar atau setara dengan
           77,46% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang berakhir
           pada tanggal 31 Desember 2021.




                                          46
Page 48
III.B.8.   Laporan Arus Kas Konsolidasian
                                                                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                  31/08/26        31/12/25        31/12/24        31/12/23        31/12/22      31/12/21
                                 Keterangan
                                                                  (8 Bulan)       (1 Tahun)       (1 Tahun)       (1 Tahun)       (1 Tahun)       (1 Tahun)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
           Penerimaan dari pelanggan                                       866         1.461           2.036           3.673           1.981               9
           Pembayaran kepada pemasok dan lainnya                       (21.937)       (3.098)         (4.086)         (6.082)        (17.041)           (696)
           Pembayaran kepada karyawan                                   (6.096)       (7.912)         (8.337)         (7.405)         (6.198)         (2.861)
           Kas Digunakan untuk Aktivitas Operasi                       (27.168)       (9.550)        (10.387)         (9.814)        (21.258)         (3.548)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
           Perolehan aset tetap                                            (44)          (70)           (196)            (91)           (186)           (311)
           Penerimaan bunga                                                729           363             303              10               8             985
           Perolehan investasi jangka pendek                           (23.800)       (2.000)           (336)        (24.171)              -               -
           Hasil dari penjualan investasi jangka pendek                 23.296        19.963           4.158           2.470               -               -
           Hasil dari penjualan aset tetap                                   -             7               0              20               -               -
           Penerimaan (pembayaran) jaminan                                   -            99             (82)             44               -               -
           Penambahan piutang lain-lain                                   (393)       (2.948)         (1.850)              -          (1.000)              -
           Penarikan piutang lain-lain                                   1.038         4.618             750               -               -               -
           Penghasilan dividen                                               -             -             124               -               -               -
           Perolehan aset takberwujud                                        -             -               -             (73)              -               -
           Penurunan (kenaikan) jaminan operasional                          -             -               -               -               -            (151)
           Perolehan investasi pada entitas anak                           311             -               -               -               -               -
           Penambahan deposito berjangka yang dibatasi
            penggunaannya                                                 (200)               -               -               -               -               -
           Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
            Aktivitas Investasi                                           935         20.032           2.871         (21.791)         (1.178)           523
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
           Kenaikan (penurunan) utang lain-lain                        53.257         (4.000)          4.000          (3.178)         (2.000)          4.500
           Pembayaran atas liabilitas sewa                               (178)          (295)           (216)           (272)           (367)           (262)
           Pembayaran atas bunga liabilitas sewa                          (13)           (23)             (7)            (25)            (52)              -
           Setoran modal saham entitas anak dari
            kepentingan nonpengendali                                   9.816                 -               -            -               -                  -
           Penerimaan dari penerbitan modal saham                           -                 -               -       17.143          27.750                  -
           Penerimaan dari agio saham                                       -                 -               -       22.971           1.020                  -
           Pembayaran atas pengalihan modal saham entitas anak
            dari kepentingan nonpengendali                                    -               -               -            -          (1.955)              -
           Pembayaran bunga                                                   -               -               -          (25)            (47)            (65)
           Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
            Aktivitas Pendanaan                                        62.881         (4.318)          3.777          36.615          24.349           4.173
           KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
            SETARA KAS                                                 36.649          6.165          (3.738)          5.010           1.913           1.148
           Dampak penyesuaian proforma dari transaksi kombinasi
            bisnis entitas sepengendali                                       -               -               -               -               -        7.373
           KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                          18.935         12.711          16.449          11.440           9.527           1.005
           KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                         55.584         18.876          12.711          16.449          11.440           9.527




           Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Operasi

           Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi DPI untuk periode
           delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2026 dan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan
           2021 masing-masing adalah sebesar Rp 27,17 miliar, Rp 9,55 miliar, Rp 10,39
           miliar, Rp 9,81 miliar, Rp 21,26 miliar, dan Rp 3,55 miliar.

           Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi DPI untuk periode
           delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2026 sebesar Rp 27,17
           miliar terutama berasal dari pembayaran kepada pemasok dan lainnya sebesar
           Rp 21,94 miliar.

           Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi DPI untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 9,55 miliar terutama
           berasal dari pembayaran kepada karyawan sebesar Rp 7,91 miliar.




                                                                  47
Page 49
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi DPI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 10,39 miliar terutama
berasal dari pembayaran kepada karyawan sebesar Rp 8,34 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi DPI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 9,81 miliar terutama
berasal dari pembayaran kepada karyawan sebesar Rp 7,41 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi DPI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 21,26 miliar terutama
berasal dari pembayaran kepada pemasok dan lainnya sebesar Rp 17,04
miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi DPI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 3,55 miliar terutama
berasal dari pembayaran kepada karyawan sebesar Rp 2,86 miliar.

Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Investasi

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi DPI untuk periode
delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2026 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, dan 2021
masing-masing adalah sebesar Rp 0,94 miliar, Rp 20,03 miliar, Rp 2,87 miliar,
Rp 0,52 miliar. Arus kas bersih yang di gunakan untuk aktivitas investasi DPI
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023 dan 2022
masing-masing sebesar Rp 21,79 miliar dan Rp 1,18 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi DPI untuk periode
delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2026 sebesar Rp 0,94
miliar terutama berasal dari hasil dari penjualan investasi jangka pendek dan
penarikan piutang lain-lain masing-masing sebesar Rp 23,30 miliar dan Rp 1,04
miliar yang disertai dengan perolehan investasi jangka pendek Rp 23,80 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi DPI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 20,03 miliar terutama
berasal dari hasil penjualan investasi jangka pendek sebesar Rp 19,96 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi DPI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 2,87 miliar terutama
berasal dari hasil penjualan investasi jangka pendek sebesar Rp 4,16 miliar
yang disertai penambahan piutang lain-lain sebesar Rp 1,85 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi DPI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 21,79 miliar terutama
berasal dari perolehan investasi jangka pendek sebesar Rp 24,17 miliar yang
disertai hasil dari penjualan investasi jangka pendek sebesar Rp 2,47 miliar.




                               48
Page 50
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi DPI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 1,18 miliar terutama
berasal dari penambahan piutang lain-lain sebesar Rp 1,00 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi DPI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 0,52 miliar terutama
berasal dari penerimaan bunga sebesar Rp 0,99 miliar yang disertai perolehan
aset tetap dan penurunan jaminan operasional masing-masing sebesar Rp
0,31 miliar dan Rp 0,15 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi DPI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 0,52 miliar terutama
berasal dari penerimaan bunga sebesar Rp 0,99 miliar yang disertai perolehan
aset tetap dan penurunan jaminan operasional masing-masing sebesar Rp
0,31 miliar dan Rp 0,15 miliar.

Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Pendanaan

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan DPI untuk periode
delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2026 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, dan 2021
masing-masing adalah sebesar Rp 62,88 miliar, Rp 3,78 miliar, Rp 36,62 miliar,
Rp 24,35 miliar, dan Rp 4,17 miliar. Arus kas bersih yang digunakan untuk
aktivitas pendanaan DPI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2025 adalah sebesar Rp 4,32 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan DPI untuk periode
delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2026 sebesar Rp 62,88
miliar terutama berasal dari kenaikan utang lain-lain sebesar Rp 53,26 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan DPI untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 4,32 miliar
terutama disebabkan oleh penurunan utang lain-lain sebesar Rp 4,00 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan DPI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 3,78 miliar terutama
berasal dari kenaikan utang lain-lain sebesar Rp 4,00 miliar yang disertai
dengan pembayaran atas liabilitas sewa sebesar Rp 0,22 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan DPI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 36,62 miliar terutama
berasal dari penerimaan dari agio saham sebesar Rp 22,97 miliar.




                               49
Page 51
            Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan DPI untuk tahun yang
            berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 24,35 miliar terutama
            berasal dari penerimaan dari penerbitan modal saham sebesar Rp 27,75 miliar
            yang disertai dengan penurunan utang lain-lain dan pembayaran atas
            pengalihan modal saham entitas anak dari kepentingan nonpengendali masing-
            masing sebesar Rp 2,00 miliar dan Rp 1,96 miliar.

            Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan DPI untuk tahun yang
            berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 4,17 miliar terutama
            berasal dari kenaikan utang lain-lain sebesar Rp 4,50 miliar yang disertai
            dengan pembayaran atas liabilitas sewa dan pembayaran bunga masing-
            masing sebesar Rp 0,26 miliar dan Rp 0,06 miliar.

III.B.9.    Rasio-rasio Keuangan

                                    Keterangan       31/08/26     31/12/25     31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21

            Rasio Likuiditas
            Lancar                                        1,10        22,31         7,38        29,72         3,14         1,57
            Rasio Pengelolaan Aset
            Perputaran jumlah aset                        0,02         0,05         0,06         0,08         0,10         0,06
            Ekuitas terhadap jumlah aset                  0,10         0,93         0,86         0,96         0,74         0,64
            Rasio Solvabilitas
            Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset        0,90         0,07         0,14         0,04         0,26         0,36
            Jumlah liabilitas terhadap ekuitas            9,04         0,08         0,17         0,04         0,35         0,56
            Rasio Profitabilitas
            Marjin laba kotor                            97,98%       94,55%       93,41%       90,38%      100,00%      100,00%
            Marjin rugi usaha                         -1583,65%     -712,38%     -500,05%     -374,50%     -722,81%     -834,24%
            Marjin rugi bersih                        -1598,92%     -478,79%     -434,84%     -294,05%     -629,17%     -574,62%
            Rugi usaha terhadap jumlah aset             -33,91%      -38,19%      -30,16%      -28,17%      -72,41%      -46,73%
            Imbal hasil aset                            -34,24%      -25,67%      -26,23%      -22,12%      -63,03%      -32,19%
            Rugi usaha terhadap ekuitas                -340,56%      -41,08%      -35,25%      -29,32%      -97,79%      -72,94%
            Imbal hasil ekuitas                        -343,85%      -27,61%      -30,65%      -23,02%      -85,12%      -50,24%




III.B.10.   Pengelolaan Aset

            Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan DPI dalam
            menghasilkan pendapatan dari jumlah aset yang dimiliki. Pada tanggal-tanggal
            31 Agustus 2026, 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021 rasio
            perputaran jumlah aset masing masing adalah 0,02; 0,05; 0,06; 0,08; 0,10; dan
            0,06.

            Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas DPI
            terhadap jumlah aset DPI. Pada tanggal-tanggal 31 Agustus 2026, 31
            Desember 2025, 2024, 2023, 2022, 2021, rasio ekuitas terhadap jumlah aset
            masing-masing adalah 0,10; 0,93; 0,86; 0,96; 0,74; dan 0,64.




                                                     50
Page 52
III.B.11.   Solvabilitas

            Solvabilitas menunjukkan kemampuan DPI untuk memenuhi seluruh
            liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dengan ekuitas.

            Pada tanggal-tanggal 31 Agustus 2026, 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022,
            dan 2021, rasio jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah
            0,90; 0,07; 0,14; 0,04; 0,26; dan 0,36, sedangkan rasio jumlah liabilitas
            terhadap ekuitas masing-masing adalah 9,04; 0,08; 0,17; 0,04; 0,35; dan 0,56.

III.B.12.   Profitabilitas

            Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan DPI dalam menghasilkan
            laba bersih dari aset yang dimilikinya.

            Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan DPI dalam menghasilkan
            laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan.

III.C.      Analisis atas Laporan Proforma

            Analisis atas Proforma Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan Sebelum
            dan Setelah Transaksi.

            Tabel di bawah ini menunjukkan ikhtisar mengenai proforma laporan posisi
            keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Transaksi yang telah
            direviu oleh KAP MSI.

            Ikhtisar data keuangan penting proforma pada tanggal 31 Agustus 2026:

                                                                                               (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                                       Setelah
                                   Keterangan                          31/08/26      Penyesuaian
                                                                                                      Transaksi

            ASET
            Kas dan setara kas                                              76.445        (39.850)           36.595
            Deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya                  30.763           (325)           30.438
            Portofolio efek - bersih                                        56.538         (3.069)           53.469
            Piutang transaksi perantara pedagang efek - pihak ketiga        15.840              -            15.840
            Piutang lain-lain pihak ketiga                                     856           (853)                3
            Uang muka dan biaya dibayar dimuka                                 342            (62)              280
            Pajak dibayar dimuka                                               531           (531)                -
            Penyertaan saham                                                 9.865              -             9.865
            Aset pajak tangguhan                                             4.588         (1.118)            3.470
            Aset tetap - bersih                                              1.639           (467)            1.172
            Aset takberwujud - bersih                                          571           (110)              462
            Aset lain-lain                                                   3.416         (3.102)              314
            JUMLAH ASET                                                    201.393        (49.486)          151.907




                                                           51
Page 53
                                                                                        (Dalam jutaan Rupiah)

                                                                                                Setelah
                       Keterangan                             31/08/26       Penyesuaian
                                                                                               Transaksi

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Utang usaha pihak ketiga                                              438                -               438
Utang transaksi perantara pedagang efek - pihak ketiga             14.438                -            14.438
Utang lain-lain pihak ketiga                                       54.180          (54.179)                2
Utang pajak                                                           237              (78)              159
Beban akrual                                                          455             (370)               85
Pendapatan diterima dimuka                                             89              (89)                -
Liabilitas sewa                                                       289              (91)              198
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                             6.262           (1.473)            4.789
JUMLAH LIABILITAS                                                  76.389          (56.280)           20.109
EKUITAS
Modal saham                                                       135.993                -           135.993
Tambahan modal disetor                                             51.600           21.999            73.598
Selisih transaksi dengan pihak nonpengendali                       14.180          (14.180)                0
Ekuitas pada kerugian belum direalisasi atas penurunan
  nilai investasi yang diukur pada nilai wajar
  melalui penghasilan komprehensif                                 (9.653)              -             (9.653)
Investasi dalam instrumen ekuitas                                   7.365               -              7.365
Saldo laba                                                        (99.944)         24.438            (75.506)
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
  Induk                                                            99.541           32.256           131.797
Kepentingan non-pengendali                                         25.462          (25.462)                1
JUMLAH EKUITAS                                                    125.004           6.794            131.798
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                     201.393          (49.486)          151.907



                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                                Setelah
                       Keterangan                             31/08/26       Penyesuaian
                                                                                               Transaksi

Penjualan/Pendapatan                                                7.721                  -           7.721
Beban pokok penjualan/pendapatan                                      360                  -             360
Laba kotor                                                          7.361                  -           7.361
Beban usaha                                                       (26.105)                 -         (26.105)
Laba usaha                                                        (18.744)              -            (18.744)
Penghasilan lainnya                                                 3.026          31.445             34.472
Beban lainnya                                                      (1.632)              -             (1.632)
Beban bunga dan keuangan lainnya                                     (111)              -               (111)
Laba sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan                    (17.460)         31.445             13.985
Manfaat (beban) pajak penghasilan                                  (2.056)              -             (2.056)
Laba bersih tahun berjalan                                        (19.517)         31.445             11.928
Pendapatan komprehensif lainnya                                       157                                157
Jumlah laba komprehensif tahun berjalan                           (19.359)         31.445             12.086
Laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
  Pemilik entitas induk                                           (12.496)         24.424             11.928
  Kepentingan non-pengendali                                       (7.021)          7.021                 (0)




                                                52
Page 54
Informasi keuangan konsolidasian proforma disusun berdasarkan asumsi dan
estimasi manajemen yang mendasari Transaksi sebagai berikut:

a. Transaksi diasumsikan terjadi pada tanggal 31 Agustus 2026.

b. Setelah pengalihan saham kepada SFC, Perseroan dan SFC masing-
   masing mencatat transaksi pengendalian terhadap DPI sesuai dengan
   PSAK 338 Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali paragraf 15 tentang
   entitas yang melepas bisnis, dalam pelepasan bisnis entitas sepengandali
   mengakui selisih antara imbalan yang diterima dan jumlah tercatat bisnis
   yang dilepas di ekuitas dan menyajikannya dalam pos tambahan modal
   disetor. Selisih nilai transaksi dengan entitas sepengendali yang tercatat
   pada laporan keuangan Perusahaan dan SFC merupakan perbedaan
   antara nilai tercatat investasi DPI pada tanggal hilangnya pengendalian
   sebesar Rp 16.096.928.365 (termasuk selisih nilai transaksi dengan
   kepentingan non pengendali) dengan harga pengalihan saham DPI sebesar
   Rp 15.73.951.000 yaitu sebesar Rp 362.977.365 dicatat sebagai bagian
   dari akun tambahan modal disetor pada bagian ekuitas dalam laporan
   posisi keuangan Perseroan dan SFC.

   Berikut keuntungan nilai transaksi sehubungan dengan pengalihan saham
   DPI:

                                                               (Dalam jutaan Rupiah)

                            Keterangan                                 Jumlah


    Nilai tercatat investasi dalam DPI
      sebelum rencana transaksi                                              26.202
    Selisih nilai transaksi dengan kepentingan nonpengendali                (10.105)
    Harga pengalihan saham DPI                                               15.734
    Selisih nilai transaksi dengan entitas sepengendali
     pada SFC                                                                   363



c. Seluruh transaksi dalam konsolidasian Perseroan, baik transaksi antar
   entitas anak dengan entitas induk, maupun entitas anak dengan entitas
   anak telah dieliminasi.

d. Tidak ada transaksi lain selain Transaksi.

e. Penyesuaian proforma belum memperhitungkan dampak perpajakan dan
   biaya lain-lain yang timbul sehubungan dengan Transaksi Pinjaman yang
   diuraikan di atas.




                                                 53
Page 55
III.D.   Analisis atas Laporan Penilaian 51,95% Saham DPI

         KR, KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162
         tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar
         modal di OJK dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal
         dari OJK No. KEP-210/KS.13/2026 (penilai bisnis), telah ditunjuk oleh
         manajemen Perseroan sebagai penilai independen sesuai dengan surat
         penugasan No. KR/260821-001 tanggal 21 Agustus 2026 yang telah disetujui
         oleh manajemen Perseroan. untuk memberikan pendapat sebagai penilai
         independen atas nilai pasar 51,95% saham DPI. Hasil penilaian atas 51,95%
         saham DPI tersebut tertuang dalam laporan penilaian 51,95%
         saham DPI dengan No. 00185/2.0162-00/BS/05/0153/1/IX/2026 tanggal
         23 September 2026 dengan ringkasan sebagai berikut:

         1. Pihak-pihak yang Bertransaksi

            Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Transaksi adalah Perseroan dan
            SFC.

         2. Objek Penilaian

            Objek Penilaian adalah nilai pasar 51,95% saham DPI.

         3. Tujuan Penilaian

            Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat
            independen tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam
            mata uang Rupiah dan/atau ekuivalensinya pada tanggal 31 Agustus 2026.

         4. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas

            Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
            umum bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang
            berlaku sampai dengan tanggal penerbitan laporan penilaian ini.

            Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode penyesuaian
            aset bersih didasarkan pada laporan keuangan DPI yang telah diaudit.
            Kami telah melakukan penilaian terhadap laporan keuangan tersebut agar
            dapat mencerminkan nilai pasarnya. Kami bertanggung jawab atas
            pelaksanaan penilaian berdasarkan laporan keuangan DPI yang telah
            diaudit dan informasi manajemen DPI terhadap laporan keuangan DPI
            tersebut. Kami juga bertanggung jawab atas laporan penilaian DPI dan
            kesimpulan nilai akhir.




                                        54
Page 56
Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua
kondisi dan kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari
tanggal penilaian sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian
tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap
asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian. Kami tidak bertanggung
jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan
(update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi
serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan
dan informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan
dan DPI atau yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah
benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung jawab
untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi
tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan
dan DPI bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan
informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau
menyesatkan.

Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan
informasi sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data
dan informasi tersebut dapat memengaruhi hasil akhir pendapat kami
secara material. Kami tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan
atas penilaian kami maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya, ataupun
pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi
sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan/atau dapat
disalahartikan.

Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta
asumsi-asumsi yang mendasarinya, perubahan pada sumber data serta
asumsi sesuai data pasar akan mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh
karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data yang
digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa
perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan
penilaian ini telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang
profesional, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan
terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya analisis
tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan
analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan
sebagai dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat
non-disclaimer opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik
kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi
operasional Perseroan dan DPI.




                           55
Page 57
   Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak
   merupakan dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu
   penelaahan atau audit, atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas
   informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan
   untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan
   atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum.
   Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum DPI
   berdasarkan anggaran dasar DPI.

5. Metode Penilaian yang Digunakan

   Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah
   metode penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method), dan metode
   pembanding perusahaan tercatat di bursa efek (guideline publicly traded
   company method).

   Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih,
   nilai dari semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan
   menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah
   menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank). Nilai pasar
   keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh dengan menghitung selisih
   antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai
   pasar liabilitas.

   Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek digunakan dalam
   penilaian ini karena walaupun di pasar saham perusahaan terbuka tidak
   diperoleh informasi mengenai perusahaan sejenis dengan skala usaha dan
   aset yang setara, namun diperkirakan data saham perusahaan terbuka
   yang ada dapat digunakan sebagai data perbandingan atas nilai saham
   yang dimiliki oleh DPI.

   Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling
   sesuai untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh
   pihak manajemen Perseroan dan DPI. Tidak tertutup kemungkinan untuk
   diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat
   memberikan hasil yang berbeda.

   Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut
   direkonsiliasi dengan melakukan pembobotan.

6. Kesimpulan Penilaian

   Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami
   terima dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang
   memengaruhi penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek
   Penilaian pada tanggal 31 Agustus 2026 adalah sebesar Rp 15,42 miliar.




                              56
Page 58
III.E.   Analisis Inkremental

         Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini, kami juga melakukan
         analisis inkremental dengan mempertimbangkan hal-hal antara lain sebagai
         berikut:

         •   Kontribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari transaksi
             yang akan dilakukan, termasuk dampaknya terhadap proyeksi keuangan
             Perseroan.
         •   Biaya atau pendapatan yang relevan.
         •   Informasi non-keuangan yang relevan.
         •   Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan
             rencana dan nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.




                                        57
Page 59
III.E.1.   Kontribusi Nilai Tambah terhadap Perseroan

           Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif konsolidasian
           Perseroan untuk periode empat bulan yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2026 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2027 – 2031:

           Sebelum Transaksi
                                                                                                                 (Dalam jutaan Rupiah)
                                               31/12/26         31/12/27       31/12/28       31/12/29       31/12/30       31/12/31
                                  Keterangan
                                               (4 bulan)       (1 tahun)      (1 tahun)      (1 tahun)      (1 tahun)      (1 tahun)
           Pendapatan                                10.182        29.595         34.281         39.708          46.740         49.064
           Beban pokok pendapatan                       127           402            679            956           1.280          1.650
           Laba kotor                                10.055         29.193         33.602         38.752         45.460         47.415
           Beban usaha                               (8.224)       (31.072)       (34.504)       (37.133)       (39.916)       (42.249)
           Rugi/laba usaha                            1.831         (1.879)         (902)         1.619           5.545          5.165
           Pendapatan (beban) lain-lain             (10.452)         3.005         2.816          1.200             987          1.169
           Laba sebelum pajak penghasilan            (8.621)        1.126          1.914           2.819          6.531          6.334
           Pajak penghasilan                            (25)         (178)          (295)         (1.460)        (1.780)        (1.376)
           Rugi/laba bersih                          (8.646)          948          1.619          1.359           4.751          4.958




           Setelah Transaksi
                                                                                                                 (Dalam jutaan Rupiah)
                                               31/12/26         31/12/27       31/12/28       31/12/29       31/12/30       31/12/31
                                 Keterangan
                                               (4 bulan)       (1 tahun)      (1 tahun)      (1 tahun)      (1 tahun)      (1 tahun)
           Pendapatan                                8.190         23.841         27.659         31.979         37.210         38.565
           Beban pokok pendapatan                        -              -              -              -              -              -
           Laba kotor                                8.190         23.841         27.659         31.979          37.210        38.565
           Beban usaha                               5.558        (23.515)       (26.248)       (28.851)        (31.160)      (33.385)
           Rugi/laba usaha                           13.748           326          1.411          3.127           6.050         5.181
           Pendapatan (beban) lain-lain             (19.833)          849            788           (702)           (798)         (611)
           Laba sebelum pajak penghasilan            (6.085)        1.175          2.199          2.426           5.253          4.570
           Pajak penghasilan                            292             -              -         (1.171)         (1.491)        (1.060)
           Rugi/laba bersih                          (5.793)        1.175          2.199          1.255           3.762         3.511




           Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah laba periode/tahun
           berjalan Perseroan sebelum Transaksi adalah sebesar Rp 4,99 miliar.

           Selanjutnya, proyeksi jumlah laba periode/tahun berjalan Perseroan setelah
           Transaksi adalah sebesar Rp 6,11 miliar.

           Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif
           tersebut di atas, setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan berpotensi
           memperoleh tambahan laba tahun berjalan untuk periode empat bulan yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2026 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2027 – 2031, sehingga diharapkan dapat
           meningkatkan kinerja keuangan Perseroan pada masa yang akan datang.

III.E.2.   Biaya atau Pendapatan yang Relevan

           Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, tidak
           terdapat biaya atau pendapatan yang relevan yang signifikan terkait dengan
           Transaksi, selain yang telah diungkapkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran.




                                               58
Page 60
III.E.3.     Informasi Non-Keuangan yang Relevan

III.E.3.a.   Produk dan/atau Jasa yang dihasilkan

             Ruang lingkup kegiatan usaha DPI adalah bergerak dalam bidang
             pengawasan, pengelolahan unit-unit dan bantuan nasihat, bimbingan,
             operasional usaha, permasalahan organisasi dan manajemen lainnya. DPI
             melalui entitas anaknya, yaitu BAI dan SFUD yang bergerak dalam bidang
             penyelenggara layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi
             konvensional dan bidang penawaran efek berbasis teknologi informasi
             (securities crowdfunding). Dengan demikian, jasa yang dihasilkan oleh DPI
             melalui BAI dan SFUD adalah pendanaan proyek (project financing) berbasis
             platform dengan nama SFUND.id dan Indofund.id.

III.E.3.b.   Pasar Geografis

             Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pasar geografis DPI meliputi seluruh
             wilayah Indonesia.

III.E.3.c.   Pesaing Usaha

             Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pesaing usaha DPI adalah sebagai
             berikut:

             •   PT Sinar Digital Terdepan.
             •   PT Midtrans.
             •   PT Kharisma Potensia Indonesia.

III.E.3.d.   Strategi dan Rencana Masa Depan (Business Plan)

             Dalam menjalankan kegiatan usahanya, strategi dan rencana masa depan DPI
             adalah sebagai berikut:

             •   DPI berencana untuk terus mengembangkan kegiatan usaha yang
                 berkaitan dengan layanan berbasis teknologi dan digital dengan tetap
                 mempertimbangkan kondisi industri, perkembangan kebutuhan pasar, serta
                 ketentuan dan peraturan yang berlaku.
             •   Meningkatkan pemanfaatan teknologi, mengembangkan produk dan
                 layanan yang dimiliki, serta mengoptimalkan sinergi dengan entitas anak,
                 perusahaan afiliasi, dan mitra strategis.
             •   Pengembangan kegiatan usaha secara selektif dengan mempertimbangkan
                 potensi pasar, tingkat risiko, kebutuhan investasi, serta kontribusinya
                 terhadap kegiatan usaha DPI secara keseluruhan. DPI juga akan terus
                 melakukan evaluasi terhadap peluang kerja sama, investasi, maupun
                 pengembangan usaha lainnya yang dinilai memiliki keterkaitan dan dapat
                 memberikan sinergi.




                                           59
Page 61
III.E.3.e.   Prosedur Pengambilan Keputusan atas Transaksi

             Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen Perseroan, proses
             pengambilan keputusan atas Transaksi telah dilakukan melalui proses yang
             sesuai prosedur internal Perseroan. Setelah menentukan rencana atas
             Transaksi, Direktur harus memperoleh persetujuan dari Direktur Utama dan
             Dewan Komisaris. Sebelum Direktur mengusulkan usulan rencana atas
             Transaksi, Direktur telah melalui tahapan proses analisis internal, sebagaimana
             konfirmasi dengan manajemen Perseroan. Dengan demikian, manajemen telah
             mengikuti prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam
             menentukan rencana dan nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.




                                            60
Page 62
IV.   ANALISIS ATAS KEWAJARAN TRANSAKSI

      Analisis kewajaran Transaksi secara lengkap adalah sebagai berikut:

      1. Berdasarkan Akta 76, Perseroan telah menjual dan menyerahkan sebanyak
         296.867.000 lembar atau setara dengan 51,95% saham DPI kepada SFC
         dengan nilai transaksi sebesar Rp 15,73 miliar. Selanjutnya, berdasarkan
         penilaian yang dilakukan oleh KJPP KR terhadap 51,95% saham DPI
         sebagaimana      termuat   dalam     laporannya     No.    00185/2.0162-
         00/BS/05/0153/1/IX/2026 tanggal 23 September 2026, nilai pasar 51,95%
         saham DPI adalah sebesar Rp 15,42 miliar.

         Dengan demikian, nilai transaksi sebesar Rp 15,73 miliar adalah lebih tinggi
         dari nilai pasar 51,95% saham DPI sebesar Rp 15,42 miliar, sehingga
         Perseroan berpotensi membukukan keuntungan. Selisih nilai transaksi
         sebesar 2,04% tersebut telah sesuai dengan POJK 35/2020, persentase
         mana tidak melebihi 7,50% dari nilai pasar 51,95% saham DPI sebesar
         Rp 15,42 miliar.

      2. Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan untuk
         untuk periode empat bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2026
         dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2027 –
         2031:

         Sebelum Transaksi
                                                                                                                (Dalam jutaan Rupiah)
                                                   31/12/26       31/12/27      31/12/28      31/12/29      31/12/30       31/12/31
                                Keterangan
                                                   (4 bulan)     (1 tahun)     (1 tahun)     (1 tahun)     (1 tahun)      (1 tahun)
          Pendapatan                                   10.182        29.595        34.281        39.708        46.740         49.064
          Beban pokok pendapatan                          127           402           679           956         1.280          1.650
          Laba kotor                                   10.055        29.193        33.602        38.752         45.460        47.415
          Beban usaha                                  (8.224)      (31.072)      (34.504)      (37.133)       (39.916)      (42.249)
          Rugi/laba usaha                               1.831        (1.879)         (902)        1.619          5.545         5.165
          Pendapatan (beban) lain-lain                (10.452)        3.005         2.816         1.200            987         1.169
          Laba sebelum pajak penghasilan               (8.621)        1.126         1.914         2.819          6.531          6.334
          Pajak penghasilan                               (25)         (178)         (295)       (1.460)        (1.780)        (1.376)
          Rugi/laba bersih                             (8.646)         948          1.619         1.359          4.751         4.958




         Setelah Transaksi
                                                                                                                (Dalam jutaan Rupiah)
                                                   31/12/26       31/12/27      31/12/28      31/12/29      31/12/30       31/12/31
                                 Keterangan
                                                   (4 bulan)     (1 tahun)     (1 tahun)     (1 tahun)     (1 tahun)      (1 tahun)
          Pendapatan                                    8.190        23.841        27.659        31.979         37.210        38.565
          Beban pokok pendapatan                            -             -             -             -              -             -
          Laba kotor                                    8.190        23.841        27.659        31.979         37.210         38.565
          Beban usaha                                   5.558       (23.515)      (26.248)      (28.851)       (31.160)       (33.385)
          Rugi/laba usaha                              13.748           326         1.411         3.127          6.050         5.181
          Pendapatan (beban) lain-lain                (19.833)          849           788          (702)          (798)         (611)
          Laba sebelum pajak penghasilan               (6.085)        1.175         2.199         2.426          5.253          4.570
          Pajak penghasilan                               292             -             -        (1.171)        (1.491)        (1.060)
          Rugi/laba bersih                             (5.793)        1.175         2.199         1.255          3.762         3.511




                                              61
Page 63
3. Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun/periode berjalan
   konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Transaksi untuk periode
   empat bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2026 dan untuk
   tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2027 – 2031
   masing-masing adalah sebesar Rp 0,20 miliar dan Rp 2,20 miliar. Dengan
   demikian, jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun/periode berjalan
   konsolidasian Perseroan setelah Transaksi untuk periode empat bulan yang
   berakhir pada tanggal 31 Desember 2026 dan untuk tahun yang berakhir
   pada tanggal-tanggal 31 Desember 2027 – 2031 lebih besar daripada
   jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun/periode berjalan konsolidasian
   Perseroan sebelum Transaksi untuk periode empat bulan yang berakhir
   pada tanggal 31 Desember 2026 dan untuk tahun yang berakhir pada
   tanggal-tanggal 31 Desember 2027 – 2031. Dalam perhitungan nilai kini,
   digunakan tingkat diskonto sebesar 12,01%, yang merupakan biaya modal
   ekuitas Perseroan, yang ditentukan dengan capital asset pricing model
   (CAPM) dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:

   ke    =        Rf + ( β x RPm ) – RBDS

   di mana:

   ke        =   Tingkat balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu,
                 atau biaya modal ekuitas/saham biasa
   Rf        =   Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko
                 (risk free rate)
   β         =   Beta
   RPm       =   Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
                 premium)

   Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap
   tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas
   risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk
   jangka panjang. Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal
   31 Agustus 2026, maka instrumen bebas risiko yang dipakai yaitu obligasi
   Indonesia berjangka panjang dalam mata uang Rupiah dengan jangka
   waktu 10 tahun dengan tingkat yield rata-rata sebesar 7,05%, yang
   diperoleh dari Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) dan angka tersebut
   akan digunakan sebagai tingkat balikan bebas risiko.




                                  62
Page 64
RPm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan
tingkat balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity
market risk premium memasukkan premi untuk risiko spesifik negara
(country-specific risk premiums) seperti volatilitas harga saham untuk
menghasilkan base equity market risk premium. Dengan mengikutsertakan
risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi
perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar
negara yang bersangkutan. Untuk penilaian ini, kami menggunakan tingkat
premi risiko sebesar 6,56%, yang diperoleh dari riset Aswath Damodaran
(New York University Business School) tahun 2026 yang diterbitkan pada
bulan Juli 2026.

Dalam penilaian ini juga digunakan RBDS untuk melakukan penyesuaian
terhadap biaya modal ekuitas, mengingat dalam perhitungan biaya modal
ekuitas ini digunakan RPm yang berasal dari hasil riset Aswath Damodaran,
di mana RBDS sebesar 1,52% digunakan untuk mengurangi besaran biaya
modal ekuitas.

Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas.
Beta akan dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity
risk premium.

Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding diperoleh dari riset
Aswath Damodaran (New York University Business School) sampai dengan
tahun 2025 sebesar 0,38 yang kemudian di-relever dengan tingkat leverage
yang berlaku di pasar untuk memperoleh beta yang sesuai untuk
mendiskonto laba bersih Perseroan tersebut dengan formula sebagai
berikut:

βL   =      βU x (1 + (1-T) x DER)

Dalam penilaian ini, kami menggunakan rata-rata debt to equity ratio (DER)
dari perusahaan-perusahaan publik sejenis sebesar 206,38% untuk
memperoleh beta Perseroan. Tarif pajak yang digunakan untuk Perseroan
sesuai dengan tarif pajak yang berlaku umum adalah sebesar 22,00%.
Dengan demikian, maka diperoleh beta Perseroan sebesar 0,99 dengan
rincian perhitungan sebagai berikut:

βL   =      0,38 x (1 + (1 – 22,00%) x 206,38%) = 0,99

Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan
CAPM dengan memperhitungkan rating-based default spread sebesar
1,52% diperoleh biaya modal atas ekuitas Perseroan sebagaimana tampak
dalam perhitungan di bawah ini:

ke   =      Rf + ( β x RPm ) – RBDS
     =      7,05% + ( 0,99 x 6,56% ) – 1,52%
     =      12,01%




                           63
Page 65
   Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan konsolidasian
   Perseroan untuk periode empat bulan yang berakhir pada tanggal 31
   Desember 2026 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
   31 Desember 2027 – 2031 adalah sebagai berikut:

   Sebelum Transaksi
                                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                            Proyeksi
                        Keterangan        31/12/26      31/12/27     31/12/28     31/12/29      31/12/30       31/12/31
                                          (4 bulan)     (1 tahun)    (1 tahun)    (1 tahun)     (1 tahun)     (1 tahun)
    Laba bersih                               (8.646)          948        1.619         1.359        4.751          4.958
    Faktor diskonto                           0,9629        0,8596       0,7674        0,6851       0,6116         0,5460
    Nilai kini                                (8.325)          815        1.242           931        2.906           2.707
    Jumlah nilai kini                            276




   SetelahTransaksi
                                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                           Proyeksi
                        Keterangan        31/12/26      31/12/27     31/12/28     31/12/29      31/12/30      31/12/31
                                          (4 bulan)     (1 tahun)    (1 tahun)    (1 tahun)     (1 tahun)     (1 tahun)
    Laba bersih                               (5.793)        1.175        2.199         1.255        3.762          3.511
    Faktor diskonto                           0,9629        0,8596       0,7674        0,6851       0,6116         0,5460
    Nilai kini                                (5.578)        1.010        1.688          860         2.301          1.917
    Jumlah nilai kini                          2.198




4. Seiring dengan perkembangan industri keuangan yang semakin pesat,
   peran digitalisasi menjadi struktur yang mendukung dalam memperoleh
   pembiayaan dengan akses yang mudah dan cepat dalam rangka
   mendorong pertumbuhan UMKM di Indonesia. Namun demikian, hal ini
   menjadi tantangan tersendiri bagi Entitas Anak Perseroan yang memiliki
   anak perusahaan bergerak dalam bidang pendanaan proyek (project
   financing) dengan berbasis platform P2P guna menghubungkan antara
   pemberi dan penerima modal yang akan diperoleh melalui proses seleksi
   sesuai dengan penerapan prinsip kehati-hatian serta anak perusahaan
   yang bergerak dalam bidang platform urun dana (securities crowd funding).

5. Perseroan berupaya untuk menjalankan strategi bisnisnya dengan
   mempertimbangkan bahwa saat ini Entitas Anak Perseroan masih
   membutuhkan modal kerja dan sumber pendanaan yang mampu
   mendukung kegiatan dan aktivitas operasional. Selanjutnya, mengingat
   Entitas Anak Perseroan belum memiliki riwayat pendapatan dengan
   prospek positif dan diperkirakan masih berfluktuasi pada beberapa tahun
   mendatang, sehingga Perseroan melakukan Transaksi.

6. Transaksi merupakan langkah strategis Perseroan untuk menyederhanakan
   struktur portofolio bisnis Perseroan dan penerapan mitigasi risiko atas
   ketidakstabilan atas kegiatan operasional DPI untuk menghasilkan laba
   serta mengurangi dampak dari potensi kerugian DPI yang timbul di masa
   yang akan datang.




                                     64
Page 66
             7. Dengan melakukan Transaksi, Perseroan dapat memperoleh dana hasil
                Transaksi yang dapat digunakan Perseroan untuk mengembangkan entitas
                anak Perseroan yang memiliki potensi pertumbuhan pendapatan yang lebih
                optimal dan/atau pada portofolio bisnis lainnya yang memiliki tingkat balikan
                lebih tinggi dibandingkan dengan DPI.

             8. Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan dapat mengalihkan fokus
                bisnis untuk memperkuat kinerja keuangan entitas anak Perseroan yang
                telah beroperasi dan/atau portofolio bisnis lain yang diharapkan dapat
                memberikan kontribusi positif pada kinerja keuangan konsolidasian
                Perseroan di masa yang akan datang serta memberikan nilai tambah bagi
                seluruh pemegang saham Perseroan.


KESIMPULAN

Berdasarkan ruang lingkup pekerjaan, asumsi-asumsi, data, dan informasi yang diperoleh
dari manajemen Perseroan yang digunakan dalam penyusunan laporan ini, penelaahan atas
dampak keuangan Transaksi sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Pendapat
Kewajaran ini, kami berpendapat bahwa Transaksi adalah wajar.




                                             65
Page 67
DISTRIBUSI PENDAPAT KEWAJARAN INI

Pendapat Kewajaran ini ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya
dengan Transaksi dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain atau untuk kepentingan lain.
Pendapat Kewajaran ini tidak merupakan rekomendasi kepada pemegang saham untuk
menyetujui Transaksi atau melakukan tindakan lainnya dalam kaitan dengan Transaksi dan
tidak dapat digunakan secara demikian oleh pemegang saham.

Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan isi Pendapat Kewajaran ini secara
keseluruhan dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang
mendasari Pendapat Kewajaran ini.

Pendapat Kewajaran ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung
jawab untuk memutakhirkan atau melengkapi Pendapat Kewajaran kami karena peristiwa-
peristiwa yang terjadi setelah tanggal Pendapat Kewajaran ini. Pendapat Kewajaran ini tidak
sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan stempel perusahaan
(corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.



Hormat kami,
KJPP KUSNANTO & REKAN




Willy D. Kusnanto
Pimpinan Rekan

Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : KEP-210/KS.13/2026
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996
Register         : RMK-2017.00161




                                            66
Page 68
                                                                             Lampiran A

                                PERNYATAAN PENILAI


1. KR tidak memiliki benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan ataupun
   pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan.

2. KR tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.

3. KR tidak memiliki pinjaman dengan Perseroan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi
   dengan Perseroan.

4. Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
   merugikan pihak manapun.

5. KR hanya menerima imbalan jasa sesuai dengan surat penugasan KR.

6. Perhitungan dan analisis dalam rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan
   dengan benar dan kami bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.




                                           67
Page 69
                                                                                                                          Lampiran B
PT Surya Fajar Capital Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Sebelum Transaksi
Untuk periode empat bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2026 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2027 - 2031

                                                                                                                        (Dalam jutaan Rupiah)
                                                        31/12/26          31/12/27      31/12/28      31/12/29      31/12/30       31/12/31
                      Keterangan
                                                        (4 bulan)        (1 tahun)     (1 tahun)     (1 tahun)     (1 tahun)      (1 tahun)
Pendapatan                                                  10.182           29.595        34.281        39.708        46.740         49.064
Beban pokok pendapatan                                         127              402           679           956         1.280          1.650
Laba kotor                                                  10.055           29.193        33.602        38.752         45.460        47.415
Beban usaha                                                 (8.224)         (31.072)      (34.504)      (37.133)       (39.916)      (42.249)
Rugi/laba usaha                                               1.831          (1.879)         (902)        1.619          5.545         5.165
Pendapatan (beban) lain-lain                                (10.452)          3.005         2.816         1.200            987         1.169
Laba sebelum pajak penghasilan                               (8.621)          1.126         1.914         2.819          6.531          6.334
Pajak penghasilan                                               (25)           (178)         (295)       (1.460)        (1.780)        (1.376)
Rugi/laba bersih                                             (8.646)           948          1.619         1.359          4.751         4.958



PT Surya Fajar Capital Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Setelah Transaksi
Untuk periode empat bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2026 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2027 - 2031

                                                                                                                        (Dalam jutaan Rupiah)
                                                        31/12/26          31/12/27      31/12/28      31/12/29      31/12/30       31/12/31
                      Keterangan
                                                        (4 bulan)        (1 tahun)     (1 tahun)     (1 tahun)     (1 tahun)      (1 tahun)
Pendapatan                                                    8.190          23.841        27.659        31.979        37.210         38.565
Beban pokok pendapatan                                            -               -             -             -             -              -
Laba kotor                                                    8.190          23.841        27.659        31.979         37.210        38.565
Beban usaha                                                   5.558         (23.515)      (26.248)      (28.851)       (31.160)      (33.385)
Rugi/laba usaha                                              13.748            326          1.411         3.127          6.050         5.181
Pendapatan (beban) lain-lain                                (19.833)           849            788          (702)          (798)         (611)
Laba sebelum pajak penghasilan                               (6.085)          1.175         2.199         2.426          5.253          4.570
Pajak penghasilan                                               292               -             -        (1.171)        (1.491)        (1.060)
Rugi/laba bersih                                             (5.793)          1.175         2.199         1.255          3.762         3.511




                                                                    68
Page 70
                                                                                                                      Lampiran C
PT Surya Fajar Capital Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Sebelum Transaksi
Untuk periode empat bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2026 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2027 - 2031

                                                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                            Proyeksi
                    Keterangan                          31/12/26          31/12/27     31/12/28     31/12/29     31/12/30      31/12/31
                                                        (4 bulan)        (1 tahun)    (1 tahun)    (1 tahun)    (1 tahun)     (1 tahun)
Laba bersih                                                 (8.646)             948        1.619        1.359        4.751          4.958
Faktor diskonto                                             0,9629           0,8596       0,7674       0,6851       0,6116         0,5460
Nilai kini                                                   (8.325)           815         1.242         931         2.906          2.707
Jumlah nilai kini                                              276



PT Surya Fajar Capital Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Setelah Transaksi
Untuk periode empat bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2026 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2027 - 2031

                                                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                            Proyeksi
                    Keterangan                          31/12/26          31/12/27     31/12/28     31/12/29     31/12/30      31/12/31
                                                        (4 bulan)        (1 tahun)    (1 tahun)    (1 tahun)    (1 tahun)     (1 tahun)
Laba bersih                                                 (5.793)           1.175        2.199        1.255        3.762          3.511
Faktor diskonto                                             0,9629           0,8596       0,7674       0,6851       0,6116         0,5460
Nilai kini                                                   (5.578)          1.010        1.688         860         2.301          1.917
Jumlah nilai kini                                            2.198




                                                                    69
Page 71
                                                                            Lampiran D

Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Transaksi

Berdasarkan Akta 76, Perseroan dan SFC telah melakukan Transaksi. Pokok-pokok
kesepakatan penting dalam Akta 76 adalah sebagai berikut:

•   Pihak-pihak yang Bertransaksi

    Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan Akta 76 adalah Perseroan dan SFC.

•   Objek dan Nilai Transaksi

    Objek dan nilai transaksi berdasarkan Akta 76 adalah Perseroan telah menjual dan
    menyerahkan sebanyak 296.867.000 lembar atau setara dengan 51,95% saham DPI
    kepada SFC dengan nilai transaksi sebesar Rp 15,73 miliar.

•   Lain-lain

    Perseroan dan SFC mengetahui telah terjadi pengambilalihan terhadap salah satu anak
    DPI, yaitu MPM, yang aktivitas usahanya bergerak di bidang penyediaan jasa
    pembayaran, di mana pembayaran telah dilakukan tetapi pengalihan saham belum
    dilakukan karena masih dalam tahap menunggu persetujuan Bank Indonesia atas
    pengambilalihan tersebut. Dengan demikian, Para Pihak menyepakati bahwa harga
    yang disepakati atas pengambilalihan terhadap DPI tidak memperhitungkan valuasi atas
    MPM.

•   Hukum yang berlaku

    Hukum yang berlaku berdasarkan Akta 76 diatur oleh dan akan ditafsirkan sesuai
    dengan hukum Republik Indonesia.




                                           70
Page 72
                                                                           Lampiran E

Analisis atas Laporan Penilaian 51,95% Saham DPI

KJPP KR telah ditunjuk oleh manajemen Perseroan sebagai penilai independen sesuai
dengan surat penugasan No. KR/260821-001 tanggal 21 Agustus 2026 yang telah disetujui
oleh manajemen Perseroan untuk memberikan pendapat sebagai penilai independen atas
nilai pasar 51,95% saham DPI. Hasil penilaian atas 51,95% saham DPI tersebut tertuang
dalam laporan penilaian 51,95% saham DPI dengan No. 00185/2.0162-
00/BS/05/0153/1/IX/2026 tanggal 23 September 2026 dengan ringkasan sebagai berikut:

1. Pihak-pihak yang Bertransaksi

   Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Transaksi adalah Perseroan dan SFC.

2. Objek Penilaian

   Objek Penilaian adalah nilai pasar 51,95% saham DPI.

3. Tujuan Penilaian

   Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang
   nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau
   ekuivalensinya pada tanggal 31 Agustus 2026.

4. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas

   Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
   dan keuangan serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan
   tanggal penerbitan laporan penilaian ini.

   Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode penyesuaian aset bersih
   didasarkan pada laporan keuangan DPI yang telah diaudit. Kami telah melakukan
   penilaian terhadap laporan keuangan tersebut agar dapat mencerminkan nilai pasarnya.
   Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian berdasarkan laporan keuangan
   DPI yang telah diaudit dan informasi manajemen DPI terhadap laporan keuangan DPI
   tersebut. Kami juga bertanggung jawab atas laporan penilaian DPI dan kesimpulan nilai
   akhir.

   Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi dan
   kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penilaian sampai
   dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi perubahan apapun yang
   berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian.
   Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi,
   memutakhirkan pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta
   peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal surat ini.




                                          71
Page 73
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi
lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan DPI atau yang tersedia secara
umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami
tidak bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-
informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan
dan DPI bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-
informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut
dapat memengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggung
jawab atas perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun segala kehilangan,
kerusakan, biaya ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan
informasi sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan atau dapat
disalahartikan.

Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang
mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan
mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan
terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa
perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini
telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami tidak
dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan
yang disebabkan oleh adanya analisis tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian
sebagai dasar untuk melakukan analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam
data yang dijadikan sebagai dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat
non-disclaimer opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali
terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi operasional
Perseroan dan DPI.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan dan
tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut
juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian
internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran
hukum. Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum DPI
berdasarkan anggaran dasar DPI.




                                        72
Page 74
5. Metode Penilaian yang Digunakan

   Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
   penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method), dan metode pembanding
   perusahaan tercatat di bursa efek (guideline publicly traded company method).

   Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari
   semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya,
   kecuali untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti
   kas/bank atau utang bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh
   dengan menghitung selisih antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak
   berwujud) dan nilai pasar liabilitas.

   Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek digunakan dalam penilaian ini
   karena walaupun di pasar saham perusahaan terbuka tidak diperoleh informasi
   mengenai perusahaan sejenis dengan skala usaha dan aset yang setara, namun
   diperkirakan data saham perusahaan terbuka yang ada dapat digunakan sebagai data
   perbandingan atas nilai saham yang dimiliki oleh DPI.

   Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
   diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen
   Perseroan dan DPI. Tidak tertutup kemungkinan untuk diaplikasikannya pendekatan dan
   metode penilaian lain yang dapat memberikan hasil yang berbeda.

   Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi dengan
   melakukan pembobotan.

6. Kesimpulan Penilaian

   Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima dan
   dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang memengaruhi penilaian,
   maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 31 Agustus
   2026 adalah sebesar Rp 15,42 miliar.




                                             73

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.85 MB
Published30 Sep 2026
Pages74
Characters208,058
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

The name pass has not read this document yet.

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.500 4466 ms 30 Sep 2026 09:11

missing: transaction_date

Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [{'area_sqm': None,
             'category': 'OTHER',
             'description': 'dalam Pendapat Kewajaran atas Transaksi adalah '
                            'transaksi di mana'}],
 'currency': 'IDR',
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL_FACT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': 'dalam Pendapat Kewajaran atas Transaksi adalah transaksi di '
                'mana',
 'object_truncated': True,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': '15.73'}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result