Back to announcement
20260305_FITT_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32040933_lamp6.pdf
Other Text extracted FITTSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 59
Page 1
PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
LAPORAN KEUANGAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2023
DAN
LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
JL. KH. Abdul Halim No.88, Kab. Majalengka
Jawa Barat 45418
Page 2
DAFTAR ISI
HALAMAN
Surat Pernyataan Direksi
Laporan Auditor Independen
Laporan Posisi Keuangan 1
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain 2
Laporan Perubahan Ekuitas 3
Laporan Arus Kas 4
Catatan Atas Laporan Keuangan 5 - 52
Page 3
Page 4
Page 5
Page 6
Page 7
Page 8
PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
LAPORAN POSISI KEUANGAN
Per 31 Desember 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 2023 2022
ASET
Aset Lancar
Kas dan Setara Kas 3f, 3g, 5 1.794.235.440 2.651.975.970
Piutang Usaha 3f, 3h, 6 335.222.965 358.476.343
Piutang Lain-lain 3f, 7 8.494.000 7.092.000
Persediaan 3k, 8 87.114.039 153.623.480
Jumlah Aset Lancar 2.225.066.444 3.171.167.793
Aset Tidak Lancar
Aset Pajak Tangguhan 3p, 21 70.408.139 97.336.086
Aset Tetap – Setelah dikurangi
akumulasi penyusutan tanggal 31 Desember
2023 dan 2022 masing-masing sebesar
Rp25.010.932.711 dan Rp20.878.550.993. 3l, 3r, 9 53.010.404.352 56.853.786.339
Jumlah Aset Tidak Lancar 53.080.812.491 56.951.122.425
JUMLAH ASET 55.305.878.935 60.122.290.218
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang Usaha 3f, 3m, 10 - 19.999.959
Utang Lain-lain 3e, 3f, 11 107.962.374 121.562.500
Utang Pajak 3p, 12 191.358.504 141.102.124
Biaya Yang Masih Harus Dibayar 3f, 13 853.542.676 1.053.036.056
Utang Bank -
Bagian jatuh tempo dalam setahun 3f, 14 5.400.000.000 3.720.000.000
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 6.552.863.554 5.055.700.639
Liabilitas Jangka Panjang
Utang Bank 3f, 14 15.403.100.000 20.803.100.000
Utang Pemegang Saham 3e, 3f, 15 16.550.000.000 12.500.000.000
Liabilitas Imbalan Kerja 3q, 17 320.036.995 442.436.752
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 32.273.136.995 33.745.536.752
Jumlah Liabilitas 38.826.000.549 38.801.237.391
Ekuitas
Modal Saham
Nilai nominal Rp100.000 per saham, modal
dasar 1.400.000 saham ditempatkan dan
disetor 550.000 saham 55.000.000.000 55.000.000.000
Penghasilan Komprehensif Lain 3q, 16 315.740.736 153.133.270
Saldo Defisit (38.835.862.350) (33.832.080.443)
Jumlah Ekuitas 16.479.878.386 21.321.052.827
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 55.305.878.935 60.122.290.218
Catatan atas Laporan Keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan secara
keseluruhan
1
Page 9
PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 2023 2022
Pendapatan Usaha 3n, 18 11.833.525.237 10.495.281.006
Beban Pokok Pendapatan 3n,19 7.652.017.865 6.533.624.876
Laba Kotor 4.181.507.372 3.961.656.130
Beban Usaha 3n, 20 6.080.800.145 5.303.009.431
Rugi Usaha (1.899.292.773) (1.341.353.301)
Pendapatan (Beban) Lain-lain
Pendapatan Jasa Giro 15.439.854 18.201.307
Pajak Bunga (3.042.836) (3.656.830)
Administrasi Bank (7.048.629) (6.269.850)
Bunga Sewa Pembiayaan - (1.235.556)
Bunga Pinjaman Bank (3.254.121.293) (3.306.280.891)
Lain-lain 125.348.073 184.820.153
Jumlah Pendapatan (Beban) Lain-lain, Bersih (3.123.424.831) (3.114.421.667)
Rugi Sebelum Pajak Penghasilan (5.022.717.604) (4.455.774.968)
Pajak Penghasilan 3p, 21
Kini - -
Tangguhan 18.935.698 (6.037.322)
Rugi Bersih Sebelum Penghasilan Komprehensif Lain (5.003.781.906) (4.461.812.290)
Penghasilan (Rugi) Komprehensif Lain
Pengukuran Kembali Imbalan Pasti 208.471.110 184.039.052
Pajak Atas Penghasilan Terkait (45.863.644) (39.486.800)
Jumlah Rugi Komprehensif (4.841.174.441) (4.317.260.038)
Catatan atas Laporan Keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan secara
keseluruhan
2
Page 10
PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Penghasilan
Modal Saham Komprehensif Lain Saldo Defisit Jumlah Ekuitas
Saldo per 31 Desember 2021 55.000.000.000 8.581.018 (29.370.268.154) 25.638.312.864
Rugi Bersih Tahun 2022 - - (4.461.812.290) (4.461.812.290)
Keuntungan Komprehensif Lain - 144.552.252 - 144.552.252
Saldo per 31 Desember 2022 55.000.000.000 153.133.270 (33.832.080.443) 21.321.052.827
Rugi Bersih Tahun 2023 - - (5.003.781.906) (5.003.781.906)
Keuntungan Komprehensif Lain - 162.607.466 - 162.607.466
Saldo per 31 Desember 2023 55.000.000.000 315.740.736 (38.835.862.350) 16.479.878.386
Catatan atas Laporan Keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan secara keseluruhan
3
Page 11
PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
LAPORAN ARUS KAS
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2023 2022
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan Kas Dari Pelanggan 11.843.178.489 10.201.924.361
Pembayaran Kas Kepada Pemasok dan Pihak Lainnya (6.571.459.516) (5.717.364.714)
Pembayaran Kas Kepada Karyawan (2.839.178.785) (2.770.490.076)
Penerimaan (Pembayaran):
Penghasilan
PenghasilanBunga
bunga 12.397.018 14.544.477
Beban
BebanKeuangan
keuangan (3.261.169.922) (3.313.786.297)
Beban
BebanPajak
pajak (207.856.156) (68.068.575)
Lainnya
Lainnya 125.348.073 184.820.153
Arus Kas Bersih Digunakan Untuk Aktivitas Operasi (898.740.799) (1.468.420.671)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan Aset Tetap (288.999.731) (4.946.346.852)
Arus Kas Bersih Digunakan Untuk Aktivitas Investasi (288.999.731) (4.946.346.852)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran Utang Bank (3.720.000.000) (1.080.000.000)
Pembayaran Utang Sewa Pembiayaan - (8.856.955)
Penerimaan Pinjaman Dari Pihak Berelasi 4.150.000.000 8.000.000.000
Pembayaran Pinjaman Kepada Pihak Berelasi (100.000.000) -
Arus Kas Bersih Diperoleh Dari Aktivitas Pendanaan 330.000.000 6.911.143.045
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS (857.740.530) 496.375.522
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 2.651.975.970 2.155.600.448
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 1.794.235.440 2.651.975.970
Catatan atas Laporan Keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan secara
keseluruhan
4
Page 12
PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM
a. Pendirian Perusahaan
PT Bumi Majalengka Permai (“Perusahaan”) didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 02 tanggal 09
Desember 2013 dibuat oleh Notaris Muhammad Hanafi S.H., notaris di Jakarta dan telah mendapatkan
pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
No. AHU-02739.AH.01.01.Tahun 2014 tanggal 20 Januari 2014. Akta Perusahaan telah mengalami
perubahan, terakhir dengan akta No. 12 tanggal 20 Juni 2019 oleh notaris Rudy Siswanto S.H.,
mengenai pernyataan keputusan para pemegang saham secara edaran. Akta perubahan ini telah
mendapatkan persetujuan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan
Surat Keputusan No. AHU-0096462.AH.01.11.Tahun 2019 tanggal 21 Juni 2019.
Berdasarkan pasal 3 anggaran dasar, maksud dan tujuan Perusahaan adalah Menjalankan usaha dalam
bidang jasa penyedian penginapan (hotel dan transit hotel), jasa pengelolaan hotel meliputi aspek
pemasaran, operasional dan pemeliharaan hotel, baik berupa piranti lunak maupun piranti keras,
perdagangan, pembangunan (kontraktor) guna memborong segala pekerjaan bangunan dan pekerjaan
umum, industri, pengangkutan darat, percetakan dan perbengkelan.
Perusahaan berdomisili di Jl. KH. Abdul Halim No. 88 RT. 005 RW. 008 Kelurahan Majalengka Kulon,
Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.
b. Susunan Komisaris dan Direksi
Berdasarkan akta notaris Rudy Siswanto S.H., No. 25 tanggal 24 April 2018, maka susunan Direksi dan
Komisaris per 31 Desember 2023 dan 2022:
Komisaris : Tn. Joni Rizal
Direksi : Tn. Steve Mulyono
Pada tanggal 31 Desember 2023 jumlah karyawan perusahaan sebanyak 63 orang (21 karyawan tetap,
22 karyawan kontrak serta 20 karyawan harian) dan pada tanggal 31 Desember 2022 jumlah karyawan
Perusahaan sebanyak 64 (22 karyawan tetap, 22 karyawan kontrak serta 20 karyawan harian).
5
Page 13
PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. PENERAPAN PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN ("PSAK") DAN INTERPRETASI STANDAR
AKUNTANSI KEUANGAN ("ISAK") BARU DAN REVISI
a. Standar (SAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang Diterbitkan dan Berlaku
Efektif Dalam Tahun Berjalan (pada atau setelah 1 Januari 2023)
Dalam tahun berjalan, Entitas telah menerapkan standar akuntansi keuangan (“SAK”) dan intrepretasi
standar akuntansi keuangan (“ISAK”) baru dan revisi termasuk pengesahan amendemen dan
penyesuaian tahunan yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan
Indonesia yang dianggap relevan dengan kegiatan operasinya dan mempengaruhi laporan keuangan
berlaku efektif untuk periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2023.
SAK dan ISAK baru dan revisi termasuk pengesahan amandemen dan penyesuaian tahunan yang
berlaku efektif dalam tahun berjalan adalah sebagai berikut:
- Amendemen PSAK 1: Amendemen PSAK 1 mengubah istilah “signifikan” menjadi “material” dan
memberi penjelasan mengenai kebijakan akuntansi material.
- Amendemen PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan tentang Klasifikasi Liabilitas sebagai Jangka
Pendek atau Jangka Panjang. Amendemen tersebut mengklarifikasi salah satu kriteria dalam
mengklasifikasikan liabilitas sebagai jangka panjang yaitu mensyaratkan entitas memiliki hak untuk
menangguhkan penyelesaian liabilitas setidaknya selama 12 bulan setelah periode pelaporan.
- Amendemen PSAK 16: Aset Tetap tentang Hasil Sebelum Penggunaan yang Diintensikan.
- Amendemen PSAK 25 memberi definisi baru dari “estimasi akuntansi” dan penjelasannya.
- Amendemen PSAK 46: Pajak Penghasilan tentang Pajak Tangguhan Terkait Aset dan Liabilitas yang
Timbul dalam Satu Transaksi.
b. Standar (SAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang Diterbitkan Namun Belum
Berlaku Efektif Dalam Tahun Berjalan
- Amendemen PSAK 1 tentang Penyajian Laporan Keuangan terkait liabilitas jangka panjang dengan
kovenan. Amandemen ini berlaku efektif untuk periode pelaporan tahunan yang dimulai pada atau
setelah tanggal 1 Januari 2024 dengan penerapan dini diperbolehkan.
- Amendemen PSAK 73 tentang Sewa mengenai liabilitas sewa dalam transaksi jual dan sewa kembali.
Amendemen ini berlaku efektif untuk periode pelaporan tahunan yang dimulai pada atau setelah
tanggal 1 Januari 2024 dengan penerapan dini diperbolehkan.
- PSAK 74 memperkenalkan Pendekatan Block Building, yang dimodifikasi untuk kontrak asuransi
dengan fitur partisipasi langsung, yang digambarkan sebagai Pendekatan Biaya Variabel. Terdapat
penyederhanaan jika kriteria tertentu terpenuhi dengan menggunakan Pendekatan Alokasi Premi.
PSAK 74 ini berlaku efektif untuk periode pelaporan tahunan yang dimulai pada atau setelah tanggal
1 Januari 2025 dengan penerapan dini diperbolehkan.
- Amendemen PSAK 74: Kontrak Asuransi – Penerapan Awal PSAK 74 dan PSAK 71- Informasi
Komparatif, berlaku efektif ketika entitas pertama kali menerapkan PSAK 74.
6
Page 14
PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. PENERAPAN PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN ("PSAK") DAN INTERPRETASI STANDAR
AKUNTANSI KEUANGAN ("ISAK") BARU DAN REVISI (Lanjutan)
Beberapa dari SAK dan ISAK termasuk amendemen dan peyesuaian tahunan yang berlaku dalam tahun
berjalan dan relevan dengan kegiatan Kelompok Usaha telah diterapkan sebagaimana dijelaskan dalam
“Informasi Kebijakan Akuntansi Material”.
Beberapa SAK dan ISAK lainnya yang tidak relevan dengan kegiatan Entitas atau mungkin akan
mempengaruhi kebijakan akuntansinya dimasa depan sedang dievaluasi oleh manajemen potensi dampak
yang mungkin timbul dari penerapan standar-standar ini terhadap laporan keuangan.
3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL
Catatan: Dewan mengamendemen PSAK 1 Penyajian Laporan Keuangan untuk mewajibkan perusahaan
mengungkapkan informasi kebijakan akuntansi material daripada kebijakan akuntansi signifikan.
“Informasi kebijakan akuntansi bersifat material jika, ketika dipertimbangkan bersama dengan informasi
lain yang termasuk dalam laporan keuangan suatu entitas, informasi tersebut secara wajar diharapkan
dapat memengaruhi keputusan yang diambil oleh pengguna utama laporan keuangan bertujuan umum
berdasarkan laporan keuangan tersebut.”
Lebih lanjut, amendemen PSAK 1 mengklarifikasi bahwa informasi kebijakan akuntansi yang tidak material
tidak perlu diungkapkan. Namun, jika diungkapkan, hal tersebut tidak boleh mengaburkan informasi
kebijakan akuntansi yang material. Menentukan apakah kebijakan akuntansi material atau tidak
memerlukan penggunaan pertimbangan yang lebih besar. Oleh karena itu, entitas didorong untuk
meninjau kembali pengungkapan informasi kebijakan akuntansinya untuk memastikan konsistensi dengan
standar yang diubah. Ilustrasi laporan keuangan ini tidak boleh dianggap sebagai Kebijakan Akuntansi
Material atau Immaterial. Hal ini harus dikeluarkan dari pengungkapan kebijakan akuntansi jika tidak
material atau akan mengaburkan kebijakan akuntansi yang material untuk meningkatkan kegunaan
laporan keuangan.
Kebijakan akuntansi diterapkan secara konsisten dalam penyajian laporan keuangan kecuali bagi
penerapan beberapa SAK yang telah direvisi dan berlaku efektif pada atau setelah tanggal 1 Januari 2023
yaitu sebagai berikut:
a. Pernyataan Kepatuhan
Laporan keuangan telah disusun sesuai dengan SAK, yang mencakup Pernyataan dan Interpretasi yang
diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia, termasuk standar baru
dan yang direvisi, amendemen dan penyesuaian tahunan, yang berlaku efektif pada atau setelah tanggal
1 Januari 2023.
b. Dasar Penyajian Laporan Keuangan
Laporan keuangan disusun berdasarkan asumsi kelangsungan usaha serta atas dasar akrual, kecuali
laporan arus kas yang menggunakan dasar kas.
Dasar pengukuran dalam penyusunan laporan keuangan ini adalah konsep biaya perolehan (historical
cost) , kecuali untuk beberapa akun tertentu yang didasarkan pengukuran lain sebagaimana yang
diungkapkan pada kebijakan akuntansi dalam masing-masing akun tersebut.
7
Page 15
PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
b. Dasar Penyajian Laporan Keuangan (Lanjutan)
Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung (direct method) dengan
mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan adalah Rupiah (Rp) yang juga
merupakan mata uang fungsional Entitas.
Ketika Entitas menerapkan suatu kebijakan akuntansi secara restrospektif atau membuat penyajian
kembali pos-pos laporan keuangan atau ketika Entitas mereklasifikasi pos-pos dalam laporan
keuangannya maka Entitas menyajikan kembali laporan posisi keuangan pada awal periode komparatif
yang disajikan.
c. Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama
Entitas asosiasi adalah suatu entitas yang mana investor mempunyai pengaruh signifikan. Pengaruh
signifikan adalah kekuasaan untuk berpartisipasi dalam keputusan kebijakan keuangan dan
operasional investee, tetapi tidak mengendalikan atau mengendalikan bersama atas kebijakan
tersebut.
Ventura bersama adalah pengaturan bersama yang para pihaknya memiliki pengendalian bersama atas
pengaturan memiliki hak atas aset neto dari pengaturan.
Pengendalian bersama adalah persetujuan kontraktual untuk berbagi pengendalian atas suatu
pengaturan, yang ada hanya ketika keputusan tentang aktivitas relevan mensyaratkan persetujuan
dengan suara bulat dari seluruh pihak yang berbagi pengendalian.
Dalam metode ekuitas, pengakuan awal investasi pada entitas asosiasi atau ventura bersama diakui
sebesar biaya perolehan, dan jumlah tercatat tersebut ditambah atau dikurang untuk mengakui bagian
investor atas aset bersih investee setelah tanggal perolehan. Laba atau rugi investor mencakup bagian
dari laba atau rugi investee dan OCI dari investor mencakup bagian OCI dari investee. Goodwill terkait
dengan entitas asosiasi atau ventura bersama terdapat dalam jumlah tercatat investasi dan tidak
diamortisasi maupun dilakukan pengujian penurunan nilai secara individu.
Jika terdapat suatu perubahan yang diakui langsung dalam ekuitas entitas asosiasi atau ventura
bersama, entitas mengakui bagiannya dari perubahan tersebut dan mengungkapkannya, jika relevan,
dalam laporan perubahan ekuitas. Keuntungan atau kerugian belum terealisasi yang timbul dari
transaksi antara entitas dengan entitas asosiasi atau ventura bersama dieliminasi sebatas
kepentingannya dalam entitas asosiasi atau ventura bersama.
Jika bagian entitas atas rugi pada entitas asosiasi atau joint venture sama dengan atau melebihi
kepentingannya pada entitas asosiasi atau ventura bersama, maka entitas menghentikan pengakuan
bagiannya atas rugi lebih lanjut. Setelah kepentingan entitas dikurangkan menjadi nol, tambahan
kerugian dicadangkan, dan liabilitas diakui, hanya sepanjang entitas mempunyai kewajiban hukum atau
konstruktif atau melakukan pembayaran atas nama entitas asosiasi atau ventura bersama.
8
Page 16
PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
c. Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama (lanjutan)
Jika entitas asosiasi atau ventura bersama melaporkan laba pada periode berikutnya, entitas mengakui
bagiannya atas laba tersebut hanya setelah bagiannya atas laba tersebut sama dengan bagian kerugian
yang tidak diakui.
Laporan keuangan entitas asosiasi atau ventura bersama disusun untuk periode yang sama dengan
entitas. Jika perlu, penyesuaian dilakukan untuk membawa kebijakan akuntansi yang sama dengan yang
diterapkan Entitas.
Jumlah tercatat keseluruhan investasi diuji untuk penurunan nilai sebagai suatu aset tunggal, yaitu,
goodwill tidak diuji secara terpisah. Jumlah pemulihan investasi pada entitas asosiasi dinilai untuk
setiap entitas asosiasi atau ventura bersama, kecuali entitas asosiasi atau ventura bersama tidak
menghasilkan arus kas secara independen.
Pada saat hilangnya pengaruh signifikan pada entitas asosiasi atau ventura bersama, entitas mengakui
setiap investasi yang tersisa pada nilai wajar. Perbedaan antara jumlah tercatat entitas asosiasi atau
ventura bersama pada saat hilangnya pengaruh signifikan dan nilai wajar dari investasi yang tersisa
dan hasil dari pelepasan diakui dalam laba rugi.
d. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing
Transaksi dalam mata uang asing dicatat kedalam Rupiah dengan menggunakan kurs pada saat
terjadinya transaksi. Pada tanggal laporan posisi keuangan, aset dan liabilitas moneter dalam mata
uang asing disesuaikan ke dalam Rupiah dengan menggunakan kurs tengah yang ditetapkan oleh Bank
Indonesia pada tanggal terakhir transaksi perbankan pada periode tersebut. Laba atau rugi yang timbul
dikreditkan atau dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
Kurs tengah yang digunakan Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022 adalah masing-
masing sebesar Rp15.416 dan Rp15.731 per 1 Dolar Amerika Serikat.
Entitas menggunakan mata uang Rupiah sebagai mata uang fungsional dan mata uang pelaporan.
e. Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi
Pihak berelasi adalah orang atau Entitas yang terkait dengan Entitas yang menyiapkan laporan
keuangannya (Entitas pelapor).
a. Orang atau anggota keluarga dekatnya mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang
tersebut:
1) Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor;
2) Memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau
3) Merupakan personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk dari entitas pelapor.
b. Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut:
1) Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas
induk, entitas anak, dan entitas anak berikutnya saling berelasi dengan entitas lainnya)
2) Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi
atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana entitas lain
tersebut adalah anggotanya).
3) Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama.
9
Page 17
PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
e. Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi (lanjutan)
b. Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut: (lanjutan)
4) Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas
asosiasi dari entitas ketiga.
5) Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pascakerja untuk imbalan kerja dari salah satu
entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor adalah
entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor juga berelasi dengan
entitas pelapor.
6) Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam huruf
(a).
7) Orang yang diidentifikasi dalam huruf (a) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau
personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).
Transaksi ini dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak, dimana
persyaratan tersebut mungkin tidak sama dengan transaksi lain yang dilakukan dengan pihak-pihak
yang tidak berelasi.
Seluruh transaksi dan saldo yang signifikan dengan pihak-pihak berelasi, baik yang dilakukan
dengan atau tidak dengan persyaratan dan kondisi sebagaimana yang dilakukan dengan pihak-
pihak yang tidak mempunyai hubungan pihak-pihak berelasi, telah diungkapkan dalam catatan atas
laporan keuangan yang relevan.
f. Instrumen Keuangan
1) Aset Keuangan
Pengakuan dan Pengukuran Awal
Aset keuangan diakui pada posisi keuangan ketika Perusahaan menjadi pihak dalam provisi kontrak
instrumen. Semua aset keuangan diakui dan dihentikan pengakuannya berdasarkan tanggal
perdagangan dimana pembelian atau penjualan aset keuangan berdasarkan kontrak yang
mensyaratkan pengiriman aset dalam jangka waktu yang ditentukan oleh pasar yang bersangkutan.
Aset keuangan pada awalnya diukur pada nilai wajar, dalam hal investasi tidak diklasifikasikan
sebagai FVTPL, nilai wajar ditambah biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung
dengan perolehan atau penerbitan aset keuangan.
Semua aset keuangan yang diakui selanjutnya diukur secara keseluruhan baik pada biaya perolehan
diamortisasi atau nilai wajar, tergantung pada klasifikasi aset keuangan.
Pengukuran Selanjutnya
Instrumen utang yang memenuhi kondisi berikut diukur pada biaya perolehan diamortisasi:
- aset keuangan dimiliki dalam model bisnis yang tujuannya adalah untuk memiliki aset keuangan
untuk menghasilkan arus kas kontraktual; dan
- Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menimbulkan arus kas pada tanggal tertentu yang
hanya merupakan pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.
10
Page 18
PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
f. Instrumen Keuangan (Lanjutan)
1) Aset Keuangan (lanjutan)
Pengukuran Selanjutnya (lanjutan)
Instrumen utang yang memenuhi ketentuan berikut ini selanjutnya diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain (FVOCI):
- aset keuangan dimiliki dalam model bisnis yang tujuannya dicapai dengan mengumpulkan arus
kas kontraktual dan menjual aset keuangan; dan
- Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menimbulkan arus kas pada tanggal tertentu yang
hanya merupakan pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.
Semua aset keuangan lainnya yang tidak diklasifikasikan sebagai biaya perolehan diamortisasi atau
FVOCI selanjutnya diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (FVTPL).
Perusahaan dapat melakukan penetapan yang tidak dapat dibatalkan berikut ini pada saat
pengakuan awal aset keuangan:
- Entitas dapat memilih yang tidak dapat dibatalkan untuk menyajikan perubahan berikutnya
dalam nilai wajar dari investasi ekuitas dalam FVOCI (tanpa klasifikasi kembali) jika memenuhi
kriteria tertentu; dan
- Entitas dapat menetapkan investasi utang yang tidak dapat dibatalkan yang memenuhi biaya
perolehan diamortisasi atau kriteria FVOCI sebagai yang diukur pada FVTPL jika tindakan
tersebut menghilangkan atau secara signifikan mengurangi inkonsistensi akuntansi.
Dalam tahun berjalan, Entitas tidak ada penetapan investasi utang yang memenuhi biaya perolehan
diamortisasi atau kriteria FVOCI sebagai yang diukur pada FVTPL maupun investasi ekuitas sebagai
FVOCI.
Biaya Perolehan Diamortisasi dan Metode Bunga Efektif
Biaya perolehan diamortisasi dari aset keuangan adalah jumlah di mana aset keuangan diukur pada
pengakuan awal dikurangi pembayaran pokok, ditambah amortisasi kumulatif dengan
menggunakan metode suku bunga efektif dari setiap perbedaan antara jumlah awal dan jumlah
jatuh tempo, disesuaikan dengan penyisiahn kerugian. Di sisi lain, jumlah tercatat bruto dari aset
keuangan adalah biaya perolehan diamortisasi dari aset keuangan sebelum disesuaikan dengan
penyisihan kerugian.
Pendapatan bunga diakui dengan menggunakan metode suku bunga efektif untuk instrumen utang
yang diukur kemudian pada biaya perolehan diamortisasi dan pada FVOCI. Untuk instrumen
keuangan selain yang dibeli atau yang berasal dari aset keuangan memburuk, pendapatan bunga
dihitung dengan menggunakan suku bunga efektif terhadap jumlah tercatat bruto dari aset
keuangan (basis bruto), kecuali untuk aset keuangan yang kemudian mengalami penurunan nilai
kredit. Untuk aset keuangan yang kemudian mengalami penurunan nilai kredit, pendapatan bunga
diakui dengan menerapkan suku bunga efektif pada biaya perolehan diamortisasi dari aset
keuangan tersebut. Jika, pada periode pelaporan berikutnya, risiko kredit atas instrumen keuangan
yang mengalami penurunan nilai kredit meningkat sehingga aset keuangan tidak lagi mengalami
penurunan nilai kredit, maka pendapatan bunga diakui dengan menerapkan suku bunga efektif
terhadap nilai tercatat bruto aset keuangan.
11
Page 19
PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
f. Instrumen Keuangan (Lanjutan)
1) Aset Keuangan (lanjutan)
Pengukuran Selanjutnya (lanjutan)
Biaya Perolehan Diamortisasi dan Metode Bunga Efektif (lanjutan)
Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan
diamortisasi dari instrumen utang dan metode untuk mengalokasikan pendapatan bunga selama
periode yang relevan.
Untuk instrumen keuangan selain yang dibeli atau yang berasal dari aset keuangan memburuk
(yaitu aset yang mengalami penurunan nilai kredit pada pengakuan awal), suku bunga efektif adalah
suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi penerimaan kas masa depan (termasuk
semua biaya dan poin yang dibayarkan atau diterima merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
suku bunga efektif, biaya transaksi dan premi atau diskon lainnya) tidak termasuk kerugian kredit
yang diharapkan, selama perkiraan umur dari instrumen utang, atau, jika sesuai, periode yang lebih
pendek, ke jumlah tercatat bruto dari instrumen hutang pada pengenalan awal.
Untuk aset keuangan yang dibeli atau yang berasal dari aset keuangan memburuk, Perusahaan
mengakui pendapatan bunga dengan menerapkan suku bunga efektif yang disesuaikan dengan
kredit ke biaya perolehan diamortisasi dari aset keuangan tersebut sejak pengakuan awal.
Penghitungan tidak kembali ke basis bruto meskipun risiko kredit dari aset keuangan kemudian
membaik sehingga aset keuangan tidak lagi memburuk.
Pendapatan bunga diakui dalam laporan laba rugi dan dimasukkan dalam item baris "Pendapatan
Keuangan - Pendapatan Bunga".
Investasi dalam Instrumen Utang Yang Diklasifikasikan sebagai FVOCI
Instrumen utang pada awalnya diukur pada nilai wajar ditambah biaya transaksi. Selanjutnya,
perubahan nilai tercatat instrumen utang sebagai akibat dari keuntungan dan kerugian selisih kurs,
keuntungan atau kerugian penurunan nilai, dan pendapatan bunga yang dihitung dengan
menggunakan metode suku bunga efektif, diakui dalam laba rugi. Jumlah yang diakui dalam laba
rugi sama dengan jumlah yang akan diakui dalam laba rugi jika aset keuangan tersebut diukur
dengan biaya perolehan diamortisasi. Semua perubahan lain dalam nilai tercatat dari aset keuangan
tersebut diakui dalam penghasilan komprehensif lain dan diakumulasi dalam akun cadangan
revaluasi investasi. Ketika aset keuangan ini dihentikan pengakuannya, keuntungan atau kerugian
kumulatif yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain akan direklasifikasi ke laba
rugi.
Investasi dalam Instrumen Ekuitas yang Ditetapkan pada FVOCI
Pada pengakuan awal, Perusahaan dapat membuat penetapan yang tidak dapat dibatalkan
(berdasarkan instrumen-per-instrumen) untuk menetapkan investasi instrumen ekuitas pada
FVOCI. Penetapan pada FVOCI tidak diperkenankan jika investasi ekuitas dimiliki untuk
diperdagangkan atau jika imbalan kontinjensi diakui oleh pengakuisisi dalam kombinasi bisnis yang
menerapkan PSAK No. 22.
12
Page 20
PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
f. Instrumen Keuangan (lanjutan)
1) Aset Keuangan (lanjutan)
Pengukuran Selanjutnya (lanjutan)
Investasi dalam Instrumen Ekuitas yang Ditetapkan pada FVOCI (lanjutan)
Aset keuangan dimiliki untuk diperdagangkan jika:
- diakuisisi terutama untuk tujuan menjualnya dalam waktu dekat; atau
- pada saat pengakuan awal, merupakan bagian dari portofolio instrumen keuangan yang
diidentifikasi yang mana Perusahaan mengelola bersama dan memiliki bukti pola aktual terkini
dari aksi ambil untung jangka pendek; atau
- merupakan derivatif (kecuali untuk derivatif yang merupakan kontrak jaminan keuangan atau
instrumen lindung nilai yang ditetapkan dan efektif).
Investasi dalam instrumen ekuitas pada FVOCI pada awalnya diukur pada nilai wajar ditambah biaya
transaksi. Selanjutnya diukur pada nilai wajar dengan keuntungan dan kerugian yang timbul dari
perubahan nilai wajar yang diakui dalam penghasilan komprehensif lain dan diakumulasikan dalam
cadangan revaluasi investasi. Keuntungan atau kerugian kumulatif tidak akan direklasifikasi ke laba
rugi pada pelepasan investasi ekuitas, namun akan ditransfer ke saldo laba.
Pendapatan dividen atas investasi dalam instrumen ekuitas ini diakui dalam laba rugi ketika hak
Perusahaanuntuk menerima dividen ditetapkan, kecuali dividen tersebut dengan jelas merupakan
pemulihan bagian dari biaya investasi. Dividen dimasukkan dalam “Pendapatan Investasi” dalam
laba rugi.
Aset Keuangan pada FVTPL
Aset keuangan yang tidak memenuhi kriteria untuk diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau
FVOCI diukur pada FVTPL.
Secara khusus:
- Investasi pada instrumen ekuitas diklasifikasikan sebagai FVTPL, kecuali Entitas menetapkan
investasi ekuitas yang dimiliki untuk tidak diperdagangkan atau imbalan kontinjensi yang timbul
dari kombinasi bisnis sebagai FVOCI yang tidak dapat dibatalkan pada pengakuan awal.
- Instrumen utang yang tidak memenuhi kriteria biaya perolehan diamortisasi atau kriteria FVOCI
diklasifikasikan sebagai FVTPL. Selain itu, instrumen utang yang memenuhi kriteria biaya
perolehan diamortisasi atau kriteria FVOCI dapat ditetapkan sebagai FVTPL yang tidak dapat
dibatalkan pada saat pengakuan awal jika penetapan tersebut menghilangkan atau secara
signifikan mengurangi inkonsistensi pengukuran atau pengakuan yang akan timbul dari
pengukuran aset atau liabilitas atau pengakuan keuntungan dan kerugian atas dasar yang
berbeda.
13
Page 21
PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
f. Instrumen Keuangan (lanjutan)
1) Aset Keuangan (lanjutan)
Pengukuran Selanjutnya (lanjutan)
Aset Keuangan pada FVTPL (lanjutan)
Aset keuangan pada FVTPL diukur pada nilai wajar pada setiap tanggal pelaporan, dengan
keuntungan atau kerugian nilai wajar diakui dalam laba rugi sejauh mereka bukan bagian dari
hubungan yang ditetapkan sebagai lindung nilai. Laba atau rugi bersih yang diakui dalam laba rugi
termasuk dividen atau bunga yang diperoleh dari aset keuangan dan dimasukkan dalam
“Keuntungan dan Kerugian Lain-lain”.
Keuntungan dan Kerugian Selisih Kurs
Nilai tercatat aset keuangan dalam mata uang asing ditentukan dalam mata uang asing tersebut dan
dijabarkan dengan kurs spot pada setiap tanggal pelaporan.
Secara khusus:
- untuk aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi yang bukan merupakan
bagian dari hubungan lindung nilai yang ditentukan, selisih kurs diakui dalam laporan laba rugi
pada item baris “Keuntungan atau Kerugian Selisih Kurs”;
- untuk instrumen utang yang diukur pada FVOCI yang bukan merupakan bagian dari hubungan
lindung nilai yang ditentukan, selisih kurs atas biaya perolehan diamortisasi dari instrumen
utang tersebut diakui dalam laba rugi pada baris item “Keuntungan atau Kerugian Selisih Kurs”;
- untuk aset keuangan yang diukur pada FVTPL yang bukan merupakan bagian dari hubungan
lindung nilai yang ditentukan, selisih kurs diakui dalam laporan laba rugi pada item baris
“Keuntungan atau Kerugian Selisih Kurs”; dan
- untuk instrumen ekuitas yang diukur dengan FVOCI, selisih kurs diakui dalam penghasilan
komprehensif lain dalam cadangan revaluasi investasi.
Penurunan Nilai Aset Keuangan
Entitas mengakui penyisihan kerugian kredit ekspektasian (“ECL”) atas investasi dalam instrumen
utang yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau pada FVOCI, piutang sewa, aset kontrak,
serta komitmen pinjaman pada kontrak jaminan keuangan. Tidak ada kerugian penurunan nilai
yang diakui untuk investasi pada instrumen ekuitas. Jumlah kerugian kredit ekspektasian diperbarui
pada setiap tanggal pelaporan untuk mencerminkan perubahan risiko kredit sejak pengakuan awal
atas instrumen keuangan tersebut.
Entitas selalu mengakui ECL sepanjang umur untuk piutang usaha, aset kontrak dan piutang sewa.
Kerugian kredit ekspektasian atas aset keuangan ini diestimasi dengan menggunakan matriks
provisi berdasarkan pengalaman kerugian kredit historis Entitas, disesuaikan untuk faktor-faktor
yang spesifik bagi debitur, kondisi ekonomi secara umum dan penilaian terhadap arah saat ini
maupun arah kondisi perkiraan kerugian pada tanggal pelaporan, termasuk nilai waktu uang jika
sesuai.
14
Page 22
PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
f. Instrumen Keuangan (lanjutan)
1) Aset Keuangan (lanjutan)
Penurunan Nilai Aset Keuangan (lanjutan)
Untuk semua instrumen keuangan lainnya, Perusahaan mengakui ECL sepanjang umur ketika
terdapat peningkatan yang signifikan dalam risiko kredit sejak pengakuan awal. Sebaliknya, jika
risiko kredit atas instrumen keuangan tidak meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal,
Perusahaan mengukur penyisihan kerugian untuk instrumen keuangan tersebut dengan jumlah
yang sama dengan ECL 12 bulan (12mECL). Penilaian apakah ECL sepanjang umur harus diakui
didasarkan pada peningkatan signifikan dalam kemungkinan atau risiko gagal bayar yang terjadi
sejak pengakuan awal alih-alih pada bukti aset keuangan mengalami penurunan nilai kredit pada
tanggal pelaporan atau terjadi gagal bayar (default) yang sebenarnya.
ECL sepanjang umur merupakan kerugian kredit ekspektasian yang dihasilkan dari semua
kemungkinan peristiwa gagal bayar (default) selama perkiraan umur instrumen keuangan.
Sebaliknya, 12mECL merupakan porsi ECL sepanjang umur yang diharapkan dihasilkan dari
peristiwa gagal bayar (default) pada instrumen keuangan yang mungkin terjadi dalam 12 bulan
setelah tanggal pelaporan.
Risiko Kredit Meningkat Signifikan
Dalam menilai apakah risiko kredit pada instrumen keuangan telah meningkat secara signifikan
sejak pengakuan awal, Perusahaan membandingkan risiko gagal bayar (default) yang terjadi pada
instrumen keuangan pada tanggal pelaporan dengan risiko gagal bayar (default) yang terjadi pada
instrumen keuangan pada tanggal pengakuan awal. Dalam melakukan penilaian ini, Perusahaan
mempertimbangkan informasi kuantitatif dan kualitatif yang wajar dan dapat didukung, termasuk
pengalaman historis dan informasi berwawasan ke depan yang tersedia tanpa biaya atau upaya yang
tidak semestinya.
Informasi berwawasan ke depan yang dipertimbangkan mencakup prospek masa depan industri
tempat debitur Perusahaan beroperasi, yang diperoleh dari laporan ahli ekonomi, analis keuangan,
badan pemerintah, lembaga pemikir (think-tanks) terkait, dan organisasi serupa lainnya, serta
pertimbangan berbagai sumber eksternal dan memperkirakan informasi ekonomi yang terkait
dengan operasi inti Perusahaan.
Untuk komitmen pinjaman dan kontrak jaminan keuangan, pada tanggal Perusahaan menjadi salah
satu pihak dari komitmen yang tidak dapat dibatalkan dianggap sebagai tanggal pengakuan awal
untuk tujuan penilaian penurunan nilai instrumen keuangan. Dalam menilai apakah terdapat
peningkatan yang signifikan dalam risiko kredit sejak pengakuan awal atas komitmen pinjaman dan
kontrak jaminan keuangan, Perusahaan mempertimbangkan perubahan risiko di mana debitur
tertentu akan gagal bayar (default) dalam kontrak.
Perusahaan secara berkala memantau efektivitas kriteria yang digunakan untuk mengidentifikasi
apakah terdapat peningkatan risiko kredit yang signifikan dan merevisinya sesuai kebutuhan untuk
memastikan bahwa kriteria tersebut mampu mengidentifikasi peningkatan risiko kredit yang
signifikan sebelum jumlah tersebut jatuh tempo.
15
Page 23
PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
f. Instrumen Keuangan (lanjutan)
1) Aset Keuangan (lanjutan)
Risiko Kredit Meningkat Signifikan (Lanjutan)
Jika Perusahaan telah mengukur penyisihan kerugian untuk instrumen keuangan dengan jumlah
yang sama dengan ECL sepanjang umur pada periode pelaporan sebelumnya, tetapi menentukan
pada tanggal pelaporan saat ini bahwa kondisi untuk ECL sepanjang umur tidak lagi terpenuhi,
Perusahaan mengukur penyisihan kerugian pada jumlah yang sama dengan 12mECL pada tanggal
pelaporan saat ini, kecuali untuk aset yang menggunakan pendekatan yang disederhanakan.
Perusahaan mengakui keuntungan atau kerugian penurunan nilai dalam laporan laba rugi untuk
semua instrumen keuangan dengan penyesuaian yang sesuai dengan nilai tercatatnya melalui akun
penyisihan kerugian, kecuali untuk investasi dalam instrumen utang yang diukur pada FVOCI, di
mana penyisihan kerugian diakui pada penghasilan komprehensif lain dan diakumulasi dalam
cadangan revaluasi investasi, dan tidak mengurangi nilai tercatat aset keuangan pada laporan posisi
keuangan.
Kebijakan Penghapusan
Perusahaan menghapus aset keuangan jika terdapat informasi yang menunjukkan bahwa debitur
berada dalam kesulitan keuangan yang parah dan tidak ada prospek pemulihan yang realistis. Aset
keuangan yang dihapuskan mungkin masih tunduk pada aktivitas penegakan hukum berdasarkan
prosedur pemulihan Perusahaan, dengan mempertimbangkan advis hukum jika sesuai. Setiap
pemulihan yang dilakukan diakui dalam laporan laba rugi.
Penghentian Pengakuan Aset Keuangan
Perusahaan menghentikan pengakuan aset keuangan hanya jika hak kontraktual atas arus kas dari
aset tersebut berakhir, atau saat aset keuangan tersebut dialihkan dan secara substansial seluruh
risiko dan manfaat kepemilikan aset kepada pihak lain. Jika Perusahaan tidak mengalihkan atau
mempertahankan secara substansial seluruh risiko dan manfaat kepemilikan dan terus
mengendalikan aset yang dialihkan, Perusahaan mengakui hak kepemilikannya atas aset dan
liabilitas terkait sebesar jumlah yang mungkin harus dibayar. Jika Perusahaan memiliki secara
substansial seluruh risiko dan manfaat kepemilikan aset keuangan yang dialihkan, Perusahaan tetap
mengakui aset keuangan dan juga mengakui pinjaman yang dijamin sebesar hasil yang diterima.
Pada penghentian pengakuan aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi,
perbedaan antara nilai tercatat aset dan jumlah imbalan yang diterima dan piutang diakui dalam
laporan laba rugi. Selain itu, pada penghentian pengakuan investasi dalam instrumen utang yang
diklasifikasikan sebagai FVOCI, keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakumulasi
dalam cadangan revaluasi investasi direklasifikasi ke laba rugi. Sebaliknya, pada penghentian
pengakuan investasi dalam instrumen ekuitas yang telah ditetapkan Perusahaan pada pengakuan
awal untuk diukur pada FVOCI, keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakumulasi
dalam cadangan revaluasi investasi tidak direklasifikasi ke laba rugi, tetapi dipindahkan ke saldo
laba.
16
Page 24
PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
f. Instrumen Keuangan (lanjutan)
2) Liabilitas Keuangan
Semua liabilitas keuangan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan
menggunakan metode suku bunga efektif atau pada FVTPL. Namun, liabilitas keuangan yang timbul
ketika pengalihan aset keuangan tidak memenuhi syarat untuk penghentian pengakuan atau ketika
pendekatan keterlibatan berkelanjutan diterapkan, kontrak dan komitmen jaminan keuangan yang
diterbitkan oleh Perusahaan, diukur sesuai dengan kebijakan akuntansi spesifik yang ditetapkan di
bawah ini.
Liabilitas Keuangan Diukur pada FVTPL
Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai FVTPL jika liabilitas keuangan merupakan imbalan
kontinjensi dari pihak pengakuisisi dalam kombinasi bisnis, dimiliki untuk diperdagangkan atau
ditetapkan sebagai FVTPL.
Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk diperdagangkan jika:
- telah diperoleh terutama untuk tujuan dibeli kembali dalam waktu dekat; atau
- pada pengakuan awal, ini merupakan bagian dari portofolio instrumen keuangan yang
diidentifikasi yang dikelola bersama oleh Perusahaan dan memiliki pola pengambilan
keuntungan jangka pendek aktual terkini; atau
- merupakan derivatif, kecuali untuk derivatif yang merupakan kontrak jaminan keuangan atau
instrumen lindung nilai yang ditetapkan dan efektif.
Liabilitas keuangan selain liabilitas keuangan yang dimiliki untuk diperdagangkan atau imbalan
kontinjensi dari pihak pengakuisisi dalam kombinasi bisnis dapat ditetapkan sebagai FVTPL pada
pengakuan awal jika:
- penetapan tersebut menghilangkan atau secara signifikan mengurangi pengukuran atau
pengakuan yang inkonsistensi, yang jika tidak maka akan timbul; atau
- liabilitas keuangan merupakan bagian dari kelompok aset keuangan atau liabilitas keuangan
atau keduanya, yang dikelola dan kinerjanya dievaluasi berdasarkan nilai wajar, sesuai dengan
manajemen risiko atau strategi investasi yang didokumentasikan oleh Perusahaan, dan
informasi tentang pengelompokan tersebut adalah disediakan secara internal atas dasar
tersebut; atau
- merupakan bagian dari kontrak yang mengandung satu atau lebih derivatif melekat, dan PSAK
71 mengizinkan seluruh kontrak gabungan untuk ditetapkan sebagai FVTPL.
Liabilitas keuangan pada FVTPL disajikan sebesar nilai wajar dengan keuntungan atau kerugian
yang timbul dari perubahan nilai wajar yang diakui dalam laporan laba rugi sepanjang hal tersebut
bukan merupakan bagian dari hubungan lindung nilai yang ditentukan. Keuntungan atau kerugian
bersih yang diakui dalam laba rugi menggabungkan setiap bunga yang dibayarkan atas liabilitas
keuangan dan dimasukkan dalam item baris "Keuntungan dan Kerugian Lain-lain".
17
Page 25
PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
f. Instrumen Keuangan (lanjutan)
2) Liabilitas Keuangan (lanjutan)
Liabilitas Keuangan Diukur pada FVTPL (lanjutan)
Namun, untuk liabilitas keuangan yang ditetapkan sebagai FVTPL, jumlah perubahan nilai wajar
liabilitas keuangan yang dapat diatribusikan pada perubahan risiko kredit sendiri dari liabilitas
tersebut diakui dalam penghasilan komprehensif lain, kecuali pengakuan dampak dari perubahan
risiko kredit liabilitas dalam pendapatan komprehensif lain akan menciptakan atau memperbesar
inkonsistensi akuntansi dalam laba rugi. Sisa perubahan nilai wajar karena selain risiko kredit
sendiri dari liabilitas diakui dalam laporan laba rugi. Perubahan nilai wajar yang dapat diatribusikan
pada risiko kredit liabilitas keuangan diakui dalam pendapatan komprehensif lain dan kemudian
tidak direklasifikasi ke laba rugi; sebagai gantinya, dapat dipindahkan ke saldo laba pada saat
penghentian pengakuan liabilitas keuangan.
Keuntungan atau kerugian dari kontrak jaminan keuangan dan komitmen pinjaman yang
diterbitkan oleh Perusahaan yang ditetapkan oleh Perusahaan pada nilai wajar melalui laba rugi
diakui dalam laporan laba rugi.
Liabilitas Keuangan Selanjutnya Diukur pada Biaya perolehan diamortisasi
Liabilitas keuangan yang bukan merupakan imbalan kontinjensi dari pihak pengakuisisi dalam
kombinasi bisnis, dimiliki untuk tidak diperdagangkan, atau ditetapkan sebagai FVTPL, selanjutnya
diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif.
Metode suku bunga efektif adalah metode untuk menghitung biaya perolehan diamortisasi dari
liabilitas keuangan dan metode untuk mengalokasikan beban bunga selama periode yang relevan.
Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi pembayaran
tunai di masa depan (termasuk semua biaya dan poin yang dibayarkan atau diterima yang
merupakan bagian integral dari suku bunga efektif, biaya transaksi, dan premi atau diskon lainnya)
selama perkiraan umur kewajiban keuangan atau (jika sesuai) periode yang lebih singkat, untuk
biaya perolehan diamortisasi dari liabilitas keuangan.
Keuntungan dan Kerugian Selisih Kurs
Untuk liabilitas keuangan dalam mata uang asing dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi
pada setiap tanggal pelaporan, keuntungan dan kerugian selisih kurs ditentukan berdasarkan biaya
perolehan diamortisasi instrumen tersebut. Keuntungan dan kerugian selisih kurs ini diakui dalam
“Keuntungan atau Kerugian Selisih Kurs” dalam laporan laba rugi untuk liabilitas keuangan yang
bukan merupakan bagian dari hubungan lindung nilai yang ditentukan. Untuk liabilitas yang
ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai untuk lindung nilai atas risiko mata uang asing,
keuntungan dan kerugian selisih kurs diakui dalam penghasilan komprehensif lain dan diakumulasi
dalam komponen ekuitas yang terpisah.
18
Page 26
PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
f. Instrumen Keuangan (lanjutan)
2) Liabilitas Keuangan (lanjutan)
Keuntungan dan Kerugian Selisih Kurs (lanjutan)
Nilai wajar dari liabilitas keuangan dalam mata uang asing ditentukan dalam mata uang asing
tersebut dan dijabarkan dengan kurs spot pada akhir periode pelaporan. Untuk liabilitas keuangan
yang diukur pada FVTPL, komponen valuta asing merupakan bagian dari keuntungan atau kerugian
nilai wajar dan diakui dalam laporan laba rugi untuk liabilitas keuangan yang bukan merupakan
bagian dari hubungan lindung nilai yang ditentukan.
Penghentian Pengakuan Liabilitas Keuangan
Perusahaan menghentikan pengakuan liabilitas keuangannya jika, dan hanya jika, kewajiban
Perusahaan dilepaskan, dibatalkan, atau habis masa berlakunya. Selisih antara nilai tercatat liabilitas
keuangan yang dihentikan pengakuannya dan imbalan yang dibayarkan dan terutang, termasuk aset
non tunai yang dialihkan atau liabilitas yang diambil alih, diakui dalam laporan laba rugi.
Ketika Perusahaan menukar dengan pemberi pinjaman yang eksis, suatu instrumen utang ke
instrumen lain dengan persyaratan yang secara substansial berbeda, pertukaran tersebut dicatat
sebagai penghapusan liabilitas keuangan awal dan pengakuan liabilitas keuangan baru. Demikian
pula, Perusahaan mencatat modifikasi substansial dari persyaratan liabilitas yang ada atau bagian
darinya sebagai penghapusan liabilitas keuangan asli dan pengakuan liabilitas baru.
Diasumsikan bahwa persyaratannya secara substansial berbeda jika nilai sekarang yang
didiskontokan dari arus kas menurut persyaratan baru, termasuk biaya yang dibayarkan setelah
dikurangi biaya yang diterima dan didiskontokan menggunakan tarif efektif awal sekurang-
kurangnya 10 persen berbeda dari nilai wajar yang didiskontokan atas nilai sisa arus kas dari
liabilitas keuangan awal. Jika modifikasi tidak substansial, perbedaan antara: (1) nilai tercatat
liabilitas sebelum modifikasi; dan (2) nilai kini arus kas setelah modifikasi harus diakui dalam
laporan laba rugi sebagai keuntungan atau kerugian modifikasi dalam keuntungan dan kerugian
lain.
3) Instrumen Keuangan Derivatif
Untuk mengelola eksposur terhadap risiko suku bunga dan nilai tukar mata uang asing, termasuk
kontrak berjangka valuta asing dan swap suku bunga, Entitas dapat masuk ke dalam berbagai
instrumen keuangan derivatif.
Derivatif pada awalnya diakui pada nilai wajar pada tanggal kontrak derivatif ditandatangani dan
selanjutnya diukur kembali ke nilai wajarnya pada setiap tanggal pelaporan. Keuntungan atau
kerugian yang dihasilkan segera diakui dalam laba rugi kecuali derivatif tersebut ditetapkan dan
efektif sebagai instrumen lindung nilai, di mana waktu pengakuan laba rugi tergantung pada sifat
hubungan lindung nilai.
19
Page 27
PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
f. Instrumen Keuangan (lanjutan)
3) Instrumen Keuangan Derivatif (lanjutan)
Derivatif dengan nilai wajar positif diakui sebagai aset keuangan sedangkan derivatif dengan nilai
wajar negatif diakui sebagai liabilitas keuangan. Derivatif tidak saling hapus dalam laporan
keuangan kecuali Entitas memiliki hak hukum dan niat untuk saling hapus.
Derivatif disajikan sebagai aset tidak lancar atau liabilitas tidak lancar jika sisa jatuh tempo
instrumen tersebut lebih dari 12 bulan dan diperkirakan tidak akan direalisasikan atau diselesaikan
dalam 12 bulan. Derivatif lainnya disajikan sebagai aset lancar atau liabilitas lancar.
Derivatif Melekat
Derivatif melekat adalah komponen dari kontrak hibrida yang juga mencakup host non-derivatif
dengan pengaruh bahwa beberapa arus kas dari instrumen gabungan bervariasi dengan cara yang
serupa dengan derivatif yang berdiri sendiri.
Derivatif yang melekat pada kontrak utama non-derivatif yang bukan merupakan aset keuangan
dalam ruang lingkup PSAK 71 diperlakukan sebagai derivatif terpisah jika memenuhi definisi
derivatif, risiko dan karakteristiknya tidak terkait erat dengan risiko dan karakteristik kontrak
utama dan kontrak utama kontrak tidak diukur pada FVTPL.
Derivatif yang melekat pada kontrak hibrida yang mengandung aset keuangan utama dalam ruang
lingkup PSAK 71 tidak dipisahkan. Seluruh kontrak hibrida diklasifikasikan dan selanjutnya diukur
sebagai biaya perolehan diamortisasi atau FVTPL sebagaimana mestinya.
Berbeda dengan aset keuangan, ketentuan yang ada dalam PSAK 55 untuk pemisahan derivatif
melekat tetap dilanjutkan untuk liabilitas keuangan, artinya liabilitas keuangan yang diukur pada
biaya perolehan diamortisasi masih perlu dianalisis untuk menentukan apakah terdapat derivatif
melekat yang harus dipertanggungjawabkan secara terpisah pada FVTPL.
Jika kontrak hibrida merupakan liabilitas keuangan kuotasian, alih-alih memisahkan derivatif
melekat, Entitas biasanya menetapkan seluruh kontrak hibrida pada FVTPL.
Derivatif melekat disajikan sebagai aset tidak lancar atau liabilitas tidak lancar jika sisa jatuh tempo
instrumen hibrida yang terkait dengan derivatif melekat lebih dari 12 bulan dan tidak diharapkan
akan direalisasikan atau diselesaikan dalam 12 bulan.
4) Akuntansi Lindung Nilai
Entitas menetapkan derivatif tertentu sebagai instrumen lindung nilai sehubungan dengan risiko
mata uang asing dan risiko suku bunga dalam lindung nilai nilai wajar, lindung nilai arus kas, atau
lindung nilai atas investasi neto dalam operasi luar negeri yang sesuai. Lindung nilai atas risiko nilai
tukar mata uang asing atas komitmen dicatat sebagai lindung nilai arus kas.
20
Page 28
PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
f. Instrumen Keuangan (lanjutan)
4) Akuntansi Lindung Nilai (lanjutan)
Pada insepsi hubungan lindung nilai, Entitas mendokumentasikan hubungan antara instrumen
lindung nilai dan item yang dilindung nilai, bersama dengan tujuan manajemen risiko dan
strateginya untuk melakukan berbagai transaksi lindung nilai. Selanjutnya, pada awal lindung nilai
dan secara berkelanjutan, Entitas mendokumentasikan apakah instrumen lindung nilai efektif dalam
mengimbangi perubahan nilai wajar atau arus kas dari item yang dilindungi nilai yang disebabkan
oleh risiko lindung nilai, yaitu ketika hubungan lindung nilai memenuhi semua dari persyaratan
efektivitas lindung nilai berikut:
- ada hubungan ekonomi antara item yang dilindungi nilai dan instrumen lindung nilai;
- pengaruh risiko kredit tidak mendominasi perubahan nilai yang dihasilkan dari hubungan
ekonomi tersebut; dan
- rasio lindung nilai dari hubungan lindung nilai adalah sama dengan yang dihasilkan dari jumlah
item yang dilindungi nilai yang sebenarnya dilindung nilai oleh Entitas dan jumlah instrumen
lindung nilai yang sebenarnya digunakan Entitas untuk lindung nilai atas jumlah item yang
dilindungi nilai tersebut.
Jika hubungan lindung nilai tidak lagi memenuhi persyaratan efektivitas lindung nilai yang berkaitan
dengan rasio lindung nilai tetapi tujuan manajemen risiko untuk hubungan lindung nilai yang
ditentukan tetap sama, Entitas menyesuaikan rasio lindung nilai dari hubungan lindung nilai (yaitu
menyeimbangkan kembali lindung nilai) sehingga memenuhi kriteria kualifikasi lagi.
Entitas hanya menetapkan nilai intrinsik kontrak opsi sebagai item lindung nilai. Perubahan nilai
wajar dari nilai waktu selaras dari opsi diakui dalam penghasilan komprehensif lain dan
diakumulasikan dalam biaya penyisihan lindung nilai. Jika item yang dilindungi nilainya terkait
dengan transaksi, nilai waktunya direklasifikasi ke laba rugi ketika item yang dilindungi nilainya
mempengaruhi laba rugi. Jika item yang dilindungi nilai terkait dengan periode waktu, maka jumlah
yang terakumulasi dalam biaya penyisihan lindung nilai direklasifikasi ke laba rugi secara basis
rasional – Entitas menerapkan amortisasi garis lurus.
Jumlah yang direklasifikasi tersebut diakui dalam laba rugi pada baris yang sama dengan item yang
dilindungi nilai. Jika item yang dilindungi nilai adalah item non-keuangan, maka jumlah yang
terakumulasi dalam biaya penyisihan lindung nilai dihapus langsung dari ekuitas dan dimasukkan
ke dalam jumlah tercatat awal item non-keuangan yang diakui. Selanjutnya, jika Entitas
mengharapkan sebagian atau seluruh kerugian yang terakumulasi dalam biaya penyisihan lindung
nilai tidak akan dipulihkan di masa depan, jumlah tersebut segera direklasifikasi ke laba rugi.
Lindung Nilai - Nilai Wajar
Perubahan nilai wajar atas instrumen lindung nilai yang memenuhi syarat diakui dalam laba rugi
kecuali jika instrumen lindung nilai tersebut melakukan lindung nilai atas instrumen ekuitas yang
ditetapkan pada FVOCI dalam hal ini diakui dalam penghasilan komprehensif lain.
21
Page 29
PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
f. Instrumen Keuangan (lanjutan)
4) Akuntansi Lindung Nilai (lanjutan)
Lindung Nilai - Nilai Wajar (lanjutan)
Nilai tercatat item yang dilindungi nilai yang belum diukur pada nilai wajar disesuaikan dengan
perubahan nilai wajar yang dapat diatribusikan pada risiko lindung nilai dengan entri yang sesuai
dalam laba rugi. Untuk instrumen utang yang diukur pada FVOCI, nilai tercatatnya tidak disesuaikan
karena telah diukur pada nilai wajarnya, tetapi keuntungan atau kerugian lindung nilai diakui dalam
laba rugi, bukan penghasilan komprehensif lain.
Jika item lindung nilai merupakan instrumen ekuitas yang ditetapkan pada FVOCI, keuntungan atau
kerugian lindung nilai tetap berada dalam penghasilan komprehensif lain agar sesuai dengan
instrumen lindung nilai.
Entitas menghentikan akuntansi lindung nilai hanya jika hubungan lindung nilai (atau bagian
darinya) tidak lagi memenuhi kriteria kualifikasi (setelah penyeimbangan kembali, jika berlaku). Ini
termasuk contoh ketika instrumen lindung nilai kedaluwarsa atau dijual, dihentikan atau
dilaksanakan. Penghentian diperhitungkan secara prospektif. Penyesuaian nilai wajar atas nilai
tercatat item yang dilindungi nilai yang timbul dari risiko lindung nilai diamortisasi ke laba rugi
sejak tanggal tersebut.
Lindung Nilai - Arus Kas
Bagian efektif dari perubahan nilai wajar derivatif dan instrumen lindung nilai lain yang memenuhi
syarat yang ditetapkan dan memenuhi syarat sebagai lindung nilai arus kas, diakui dalam
penghasilan komprehensif lain dan diakumulasikan dalam akun penyisihan lindung nilai arus kas,
terbatas pada perubahan kumulatif nilai wajar dari item yang dilindungi nilai sejak dimulainya
lindung nilai. Keuntungan atau kerugian yang terkait dengan bagian yang tidak efektif segera diakui
dalam laba rugi, dan dimasukkan dalam baris item "Keuntungan dan Kerugian Lainnya".
Jumlah yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain dan diakumulasi dalam
ekuitas direklasifikasi ke laba rugi pada periode ketika item yang dilindungi nilai mempengaruhi
laba rugi, di baris yang sama dengan item yang dilindungi nilai yang diakui. Namun, ketika prakiraan
transaksi lindung nilai menghasilkan pengakuan aset non-keuangan atau liabilitas non-keuangan,
keuntungan dan kerugian yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain dan
diakumulasi dalam ekuitas dikeluarkan dari ekuitas dan dimasukkan dalam pengukuran awal biaya
aset non-keuangan atau liabilitas non-keuangan.
Transfer ini tidak mempengaruhi penghasilan komprehensif lain. Lebih lanjut, jika Entitas
memperkirakan bahwa sebagian atau seluruh kerugian yang diakumulasi dalam penghasilan
komprehensif lain tidak akan dipulihkan di masa depan, jumlah tersebut segera direklasifikasi ke
laba rugi.
22
Page 30
PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
f. Instrumen Keuangan (lanjutan)
4) Akuntansi Lindung Nilai (lanjutan)
Lindung Nilai - Arus Kas (lanjutan)
Entitas menghentikan akuntansi lindung nilai hanya jika hubungan lindung nilai (atau bagian
darinya) tidak lagi memenuhi kriteria kualifikasi (setelah penyeimbangan kembali, jika berlaku). Ini
termasuk contoh ketika instrumen lindung nilai kedaluwarsa atau dijual, dihentikan atau
dilaksanakan. Penghentian diperhitungkan secara prospektif. Keuntungan atau kerugian yang
diakui dalam penghasilan komprehensif lain dan diakumulasi dalam ekuitas pada saat itu tetap
berada dalam ekuitas dan diakui pada saat prakiraan transaksi akhirnya diakui dalam laba rugi.
Ketika prakiraan transaksi tidak lagi diharapkan terjadi, keuntungan atau kerugian yang
diakumulasi dalam ekuitas segera diakui dalam laba rugi.
Lindung Nilai Investasi Bersih dalam Operasi Asing
Lindung nilai atas investasi bersih dalam operasi asing dicatat serupa dengan lindung nilai arus kas.
Keuntungan atau kerugian dari instrumen lindung nilai yang terkait dengan bagian efektif dari
lindung nilai diakui dalam penghasilan komprehensif lain dan diakumulasikan dalam akun
penyisihan penjabaran mata uang asing. Keuntungan atau kerugian yang terkait dengan bagian yang
tidak efektif segera diakui dalam laba rugi, dan dimasukkan dalam baris item "Keuntungan dan
Kerugian Lainnya".
Keuntungan dan kerugian dari instrumen lindung nilai terkait dengan bagian efektif dari lindung
nilai yang diakumulasi dalam penyisihan penjabaran mata uang asing direklasifikasi ke laba rugi atas
pelepasan atau pelepasan sebagian operasi luar negeri.
5) Pengaturan Saling Hapus
Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan jumlah bersih disajikan di laporan posisi
keuangan jika, dan hanya jika, Perusahaan memiliki hak yang dapat diberlakukan secara hukum
untuk menghapus jumlah yang diakui; dan bermaksud untuk menyelesaikan secara neto, atau untuk
merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan. Hak untuk kompensasi harus
tersedia saat kini daripada bergantung pada peristiwa di masa depan dan harus dapat dilaksanakan
oleh salah satu pihak lawan, baik dalam kegiatan bisnis normal dan dalam hal terjadi gagal bayar
(default), keadaan tidak dapat membayar (insolvency) atau kebangkrutan.
6) Reklasifikasi Instrumen Keuangan
Untuk aset keuangan, diperlukan reklasifikasi antara FVTPL, FVOCI dan biaya perolehan
diamortisasi, jika dan hanya jika tujuan model bisnis Perusahaan untuk aset keuangannya berubah
sehingga penilaian model sebelumnya tidak berlaku lagi.
Jika reklasifikasi sudah sesuai, maka harus dilakukan secara prospektif sejak tanggal reklasifikasi
yang ditetapkan sebagai hari pertama periode pelaporan pertama setelah perubahan model bisnis.
Perusahaan tidak menyajikan kembali keuntungan, kerugian, atau bunga yang diakui sebelumnya.
23
Page 31
PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
f. Instrumen Keuangan (lanjutan)
6) Reklasifikasi Instrumen Keuangan
PSAK 71 tidak mengizinkan reklasifikasi:
- untuk investasi ekuitas yang diukur pada FVOCI, atau
- di mana opsi nilai wajar telah dilaksanakan dalam kondisi apapun untuk aset keuangan atau
liabilitas keuangan.
Liabilitas keuangan tidak dapat direklasifikasi.
g. Kas dan Setara Kas dan Kas yang Dibatasai Penggunaannya
Kas adalah alat pembayaran yang siap dan bebas dipergunakan untuk membiayai kegiatan entitas.
Setara kas adalah investasi yang sifatnya sangat likuid, berjangka pendek, dan dengan cepat dapat
dijadikan kas dalam jumlah yang dapat ditentukan dan memiliki risiko perubahan nilai yang tidak
signifikan dengan jangka waktu tiga bulan atau kurang sejak tanggal penempatan dan tidak digunakan
sebagai jaminan atau tidak dibatasi penggunaannya.
Kas di bank dan deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya sehubungan dengan persyaratan
perjanjian pinjaman atau perjanjian lainnya disajikan sebagai “Kas di Bank dan Deposito Berjangka
yang Dibatasi Penggunaannya” sebagai aset tidak lancar.
Kas di bank dan deposito berjangka yang akan digunakan untuk membayar liabilitas yang akan jatuh
tempo dalam 1 (satu) tahun, disajikan sebagai bagian dari aset lancar.
h. Piutang Usaha
Piutang usaha pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan
diamortisasi dengan menggunakan metode bunga efektif, kecuali efek diskontonya tidak material,
setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu.
Penyisihan piutang ragu-ragu dibentuk pada saat terdapat bukti obyektif bahwa saldo piutang tidak
dapat ditagih. Piutang ragu-ragu dihapus pada saat piutang tersebut tidak akan tertagih.
i. Biaya dibayar Dimuka
Biaya dibayar dimuka diamortisasi sesuai masa manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan
metode garis lurus.
j. Uang Muka
Dibayar atas transaksi pembelian yang dibayarkan terlebih dahulu dan dipertimbangkan pada saat
terjadinya transaksi.
24
Page 32
PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
k. Persediaan
Entitas menerapkan PSAK No. 14 (Revisi 2008), “Persediaan”.
Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi neto.
Biaya perolehan persediaan Perusahaan ditentukan dengan menggunakan metode first-in, first-out
(FIFO). Nilai realisasi neto ditentukan berdasarkan taksiran harga jual dalam kegiatan usaha normal
setelah dikurangi dengan taksiran beban yang diperlukan untuk menyelesaikan dan menjual
persediaan tersebut.
Penyisihan untuk penurunan nilai persediaan dan persediaan usang ditentukan berdasarkan
penelaahan atas kondisi persediaan pada akhir tahun untuk menyesuaikan nilai persediaan ke nilai
l. Aset Tetap
Entitas menerapkan PSAK 16 (Revisi 2011) “Aset Tetap”. Entitas telah memilih model biaya (cost
model) sebagai kebijakan akuntansi pengukuran aset tetapnya.
Aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan, kecuali tanah, dikurangi akumulasi penyusutan dan
rugi penurunan nilai. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straight line
method) selama umur manfaat aset. Taksiran masa manfaat ekonomis sebagai berikut:
Persentase Masa manfaat
% (Tahun)
Bangunan 5% 20
Convention hall 5% 20
Prasarana 12,5% 8
Mesin dan peralatan 12,5% 8
Kendaraan 12,5% - 25% 4-8
Peralatan dan perabotan 25% 4
Biaya pengurusan legal hak atas tanah dalam bentuk Hak Guna Bangunan (“HGB”) ketika tanah
diperoleh pertama kali diakui sebagai bagian dari biaya perolehan tanah pada akun “Aset Tetap” dan
tidak diamortisasi. Sementara biaya pengurusan atas perpanjangan HGB diakui sebagai bagian dari
akun “Beban Ditangguhkan, Neto” pada laporan posisi keuangan dan diamortisasi sepanjang mana yang
lebih pendek antara umur hukum hak dan umur ekonomis tanah.
Pada setiap akhir tahun buku, manajemen mengkaji ulang nilai residu, umur manfaat dan metode
penyusutan, dan jika sesuai dengan keadaan, disesuaikan secara prospektif.
Beban perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
lain pada saat terjadinya; Biaya penggantian atau inspeksi yang signifikan dikapitalisasi pada saat
terjadinya, dan jika besar kemungkinan manfaat ekonomis dimasa depan berkenaan dengan aset
tersebut akan mengalir ke Perusahaan, dan biaya perolehan aset dapat diukur secara andal.
25
Page 33
PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
l. Aset Tetap (lanjutan)
Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau ketika tidak ada manfaat
ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang
timbul dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil
pelepasan dan jumlah tercatat dari aset) dimasukkan dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain pada tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya.
Aset dalam penyelesaian disajikan dalam “Aset Tetap” dan dinyatakan sebesar biaya perolehan.
Akumulasi biaya perolehan untuk aset dalam penyelesaian akan dipindahkan ke masing-masing aset
tetap yang bersangkutan pada saat aset tersebut selesai dikerjakan dan siap digunakan sesuai dengan
tujuannya.
m. Utang Usaha
Utang usaha adalah kewajiban untuk membayar barang atau jasa yang telah diperoleh dari pemasok
dalam kegiatan usaha normal. Utang usaha dikelompokkan sebagai liabilitas jangka pendek apabila
pembayaran jatuh tempo dalam waktu satu tahun atau kurang. Jika tidak, utang usaha tersebut
disajikan sebagai liabilitas jangka panjang.
n. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Pendapatan
Dalam menentukan pengakuan pendapatan, Perusahaan melakukan analisa transaksi melalui lima
langkah analisa berikut:
1) Mengindentifikasi kontrak dengan pelanggan, dengan kriteria sebagai berikut:
- Kontrak telah disetujui oleh pihak- pihak terkait dalam kontrak;
- Perusahaan bisa mengidentifikasi hak dari pihak-pihak terkait dan jangka waktu pembayaran
dari barang atau jasa yang akan dialihkan;
- Kontrak memiliki substansi komersial; dan
- Besar kemungkinan Perusahaan akan menerima imbalan atas barang atau jasa yang dialihkan.
2) Mengidentifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak, untuk menyerahkan barang atau jasa
yang memiliki karakteristik yang berbeda ke pelanggan.
3) Menentukan harga transaksi, setelah dikurangi diskon, retur, insentif penjualan, pajak penjualan
barang mewah, pajak pertambahan nilai dan pungutan ekspor, yang berhak diperoleh suatu
entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan.
4) Mengalokasikan harga transaksi kepada setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan
dasar harga jual dari setiap barang atau jasa yang dijanjikan di kontrak.
5) Mengakui pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi (sepanjang waktu atau pada
suatu waktu tertentu).
Pembayaran harga transaksi berbeda untuk setiap kontrak. Aset kontrak diakui apabila kewajiban
pelaksanaan yang telah dipenuhi melebihi pembayaran yang dilakukan oleh pelanggan. Liabilitas
kontrak diakui ketika pembayaran yang dilakukan oleh pelanggan melebihi kewajiban pelaksanaan
yang telah dipenuhi. Aset kontrak disajikan dalam “Piutang usaha” dan liabilitas kontrak disajikan
dalam “Utang usaha” dan “Liabilitas lain-lain”.
26
Page 34
PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
n. Pengakuan Pendapatan dan Beban (lanjutan)
Kriteria tertentu juga harus terpenuhi untuk setiap aktivitas Perusahaan seperti yang dijelaskan di
bawah.
Pendapatan dari penjualan barang diakui pada saat pengalihan risiko dan manfaat kepemilikan barang
secara signifikan kepada pelanggan, yang pada umumnya bertepatan dengan pengiriman dan
penerimaan barang yang dijual. Pendapatan tidak diakui sejauh ada ketidakpastian yang signifikan
mengenai pemulihan jumlah imbalan, biaya terkait, atau kemungkinan pengembalian barang.
Pendapatan jasa diakui pada saat pelanggan menerima dan mengonsumsi manfaat dari jasa tersebut.
Beban
Beban diakui pada saat terjadinya.
o. Beban Pinjaman
Bunga dan beban keuangan lainnya yang timbul dari pinjaman yang diperoleh untuk mendanai
perolehan dan pengembangan tanah dan serta pembangunan bangunan dikapitalisasi ke persediaan
dan tanah untuk pengembangan, yang mana lebih sesuai. Biaya pinjaman yang dikapitalisasi terdiri dari
beban bunga, beban bank dan selisih kurs yang terjadi sehubungan dengan perolehan pinjaman
tersebut.
Besarnya biaya pinjaman yang dikapitalisasi dalam suatu periode ditentukan berdasarkan tingkat
kapitalisasi dikalikan dengan jumlah yang dikeluarkan untuk perolehan, pematangan dan
pembangunan tahun berjalan.
p. Pajak Penghasilan
Jumlah pajak kini untuk periode kini dan periode sebelumnya, yang belum dibayar, diakui sebagai
liabilitas. Apabila jumlah pajak yang telah dibayar untuk periode kini dan periode-periode sebelumnya
melebihi jumlah pajak yang terhutang untuk periode-periode tersebut, maka selisihnya diakui sebagai
aset.
Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak kecuali jika timbul
perbedaan temporer kena pajak yang berasal dari:
a pengakuan awal goodwill ; atau
b. pada saat pengakuan awal aset atau liabilitas dalam transaksi yang
- bukan dari transaksi kombinasi bisnis; dan
- pada saat transaksi, tidak mempengaruhi laba akuntansi dan laba kena pajak (rugi pajak).
c perbedaan temporer kena pajak terkait dengan investasi pada entitas anak, cabang dan entitas
asosiasi, dan bagian partisipasi dalam pengaturan bersama, tetapi hanya sepanjang bahwa entitas
mampu mengontrol waktu pembalikan perbedaan dan besar kemungkinan pembalikan tidak akan
terjadi pada perkiraan masa mendatang.
27
Page 35
PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
p. Pajak Penghasilan (lanjutan)
Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan temporer dapat dikurangkan, kerugian fiskal
dan kredit pajak yang belum dimanfaatkan sepanjang besar kemungkinan akan ada laba kena pajak
akan tersedia dalam jumlah yang cukup memadai sehingga perbedaan temporer dapat dikurangkan
tersebut dapat dimanfaatkan kecuali jika timbul perbedaan temporer dapat dikurangkan yang berasal
dari:
a pengakuan awal aset atau pengakuan awal liabilitas dalam transaksi yang:
- bukan dari transaksi kombinasi bisnis; dan
- pada saat transaksi, tidak mempengaruhi baik laba akuntansi maupun laba kena pajak (rugi
pajak).
b perbedaan temporer dapat dikurangkan yang ditimbulkan dari entitas anak, cabang dan entitas
asosiasi, serta bagian partisipasi dalam pengaturan bersama sepanjang dan hanya sepanjang
kemungkinan besar terjadi:
- perbedaan temporer akan terpulihkan pada masa depan yang dapat diperkirakan; dan
- laba kena pajak akan tersedia dalam jumlah yang memadai sehingga perbedaan temporer dapat
dimanfaatkan.
Liabilitas (aset) pajak kini untuk periode kini dan periode sebelumnya diukur sebesar jumlah yang
diharapkan untuk dibayar (direstitusi) kepada otoritas perpajakan, yang dihitung menggunakan tarif
pajak (dan peraturan pajak) yang telah berlaku atau yang telah secara substantif berlaku pada periode
pelaporan.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan harus diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan
akan berlaku pada saat aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan, yaitu dengan tarif pajak (dan
peraturan pajak) yang telah berlaku atau secara substantif berlaku pada periode pelaporan.
Aset dan Liabilitas pajak tangguhan tidak boleh didiskontokan.
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan harus ditinjau kembali pada akhir periode pelaporan. Entitas
mengurangi jumlah tercatat aset pajak tangguhan apabila besar kemungkinan laba kena pajak tidak
lagi tersedia dalam jumlah yang cukup memadai untuk mengkompensasikan sebagian atau seluruh aset
pajak tangguhan tersebut. Pengurangan jumlah tercatat aset pajak tangguhan dilakukan pembalikan
apabila kemungkinan besar laba kena pajak yang tersedia jumlahnya cukup memadai.
Untuk transaksi atau peristiwa lainnya yang diakui dalam laba rugi, setiap pengaruh pajak terkait juga
diakui dalam laba rugi. Untuk transaksi atau peristiwa lainnya yang diakui diluar laba rugi (baik dalam
OCI maupun langsung dalam ekuitas), setiap pengaruh pajak terkait juga diakui diluar laba rugi (baik
dalam OCI maupun langsung dalam ekuitas, masing-masing). Demikian juga, pengakuan aset dan
liabilitas pajak tangguhan dalam kombinasi bisnis mempengaruhi jumlah goodwill yang timbul dari
kombinasi bisnis tersebut atau keuntungan dari pembelian dengan diskon.
Aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus jika, dan hanya jika, memiliki hak
secara hukum untuk saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini, atau aset pajak
tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan terkait entitas kena pajak yang sama, atau entitas berniat
untuk menyelesaikan aset dan liabilitas pajak kini dengan dasar neto.
28
Page 36
PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
q. Imbalan Kerja
Entitas mengadopsi program imbalan pasti yang tidak didanai dan mencatat imbalan kerja untuk
memenuhi imbalan di bawah Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan
Undang-Undang No 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja.
Biaya imbalan kerja untuk pekerja harus diakui pada periode dimana imbalan diperoleh oleh pekerja,
daripada ketika dibayar atau terutang.
Komponen biaya imbalan pasti diakui sebagai berikut:
1) biaya jasa diatribusikan ke periode sekarang dan masa lalu diakui dalam laba rugi;
2) bunga neto pada liabilitas atau aset imbalan pasti ditentukan dengan menggunakan tingkat diskonto
pada awal periode diakui dalam laba rugi;
3) pengukuran kembali dari liabilitas atau aset imbalan pasti terdiri dari:
- keuntungan dan kerugian aktuarial;
- imbal balik aset program;
- setiap perubahan dalam dampak batas atas aset, tidak termasuk jumlah yang dimasukkan
dalam bunga neto atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto; diakui di OCI (tidak direklasifikasi ke
laba rugi pada periode berikutnya).
Pengukuran liabilitas (aset) imbalan pasti bersih mensyaratkan penerapan metode penilaian aktuaria,
atribusi imbalan untuk periode jasa, dan penggunaan asumsi aktuaria. Nilai wajar aset program
dikurangi dari nilai kini liabilitas imbalan pasti dalam menentukan defisit bersih atau surplus.
Nilai kini liabilitas imbalan pasti entitas dan biaya jasa terkait ditentukan dengan menggunakan
metode “Projected Unit Credit” , yang menganggap setiap periode jasa akan menghasilkan satu unit
tambahan dari imbalan dan mengukur setiap unit secara terpisah untuk menghasilkan liabilitas akhir.
Hal ini mensyaratkan entitas untuk mengatribusikan imbalan pada periode kini (untuk menentukan
biaya jasa kini) dan periode kini dan periode lalu (untuk menentukan nilai kini liabilitas imbalan pasti).
Imbalan tersebut diatribusikan sepanjang periode jasa menggunakan formula imbalan yang dimiliki
program, kecuali jasa pekerja di tahun tahun akhir akan meningkat secara material dibandingkan tahun-
tahun sebelumnya, dalam hal ini menggunakan dasar metode garis lurus.
Biaya jasa lalu adalah perubahan liabilitas imbalan pasti atas jasa pekerja pada periode-periode lalu,
yang timbul sebagai akibat dari perubahan pengaturan program dalam periode kini (yaitu
memperkenalkan perubahan program atau mengubah imbalan yang akan dibayar, atau kurtailmen
yang secara signifikan mengurangi jumlah pekerja yang disertakan).
Biaya jasa lalu diakui sebagai beban pada awal tanggal ketika perubahan program atau kurtailmen
terjadi dan tanggal ketika entitas mengakui setiap pesangon, atau biaya terkait restrukturisasi dalam
PSAK 57 "Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi".
Keuntungan atau kerugian atas penyelesaian program imbalan pasti diakui pada saat penyelesaian
terjadi.
29
Page 37
PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
q. Imbalan Kerja (lanjutan)
Sebelum biaya jasa lalu ditentukan, atau keuntungan atau kerugian pada penyelesaian diakui, liabilitas
imbalan pasti atau aset disyaratkan untuk diukur kembali, namun entitas tidak disyaratkan untuk
membedakan antara biaya jasa lalu yang dihasilkan dari kurtailmen dan keuntungan dan kerugian pada
penyelesaian di mana transaksi ini terjadi bersama-sama.
r. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
Pada setiap akhir periode pelaporan, Perusahaan menilai apakah terdapat indikasi suatu aset
mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut atau pada saat pengujian secara tahunan
penurunan nilai aset diperlukan, maka Perusahaan membuat estimasi jumlah terpulihkan aset tersebut.
Jumlah terpulihkan suatu aset atau Cash General Unit (CGU) adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai
wajar dikurangi biaya pelepasan dan nilai pakainya. Jika jumlah terpulihkan suatu aset lebih kecil dari
nilai tercatatnya, nilai tercatat harus diturunkan menjadi sebesar terpulihkan.
Kerugian penurunan nilai diakui segera dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain,
kecuali berkaitan dengan aset revaluasian dimana rugi penurunan nilai diperlakukan sebagai
penurunan revaluasi di OCI.
Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk aset selain goodwill
dibalik jika, dan hanya jika, terdapat perubahan asumsi-asumsi yang digunakan untuk menentukan
jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui. Dalam hal ini, jumlah
tercatat aset dinaikkan ke jumlah terpulihkannya. Pembalikan tersebut dibatasi sehingga jumlah
tercatat aset tidak melebihi jumlah tercatat, neto setelah penyusutan, seandainya tidak ada rugi
penurunan nilai yang telah diakui untuk aset tersebut pada tahun sebelumnya. Pembalikan rugi
penurunan nilai diakui sebagai keuntungan dalam laporan laba rugi kecuali terkait dengan aset
revaluasian dimana pembalikan diperlakukan sebagai kenaikan revaluasi dalam OCI.
s. Provisi dan Kontinjensi
Provisi diakui jika entitas memiliki liabilitas kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif)
yang diakibatkan peristiwa masa lalu, besar kemungkinannya penyelesaian kewajiban tersebut
mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi yang andal
mengenai jumlah liabilitas tersebut dapat dibuat.
Provisi ditelaah pada setiap tanggal pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi terbaik
yang paling kini. Jika arus keluar sumber daya untuk menyelesaikan kewajiban kemungkinan besar
tidak terjadi, maka provisi dibatalkan.
Liabilitas kontinjensi tidak diakui dalam laporan keuangan tetapi diungkapkan, kecuali arus keluar
sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi kemungkinannya kecil.
Aset kontinjensi tidak diakui dalam laporan keuangan tetapi diungkapkan jika terdapat kemungkinan
besar arus masuk manfaat ekonomis akan diperoleh.
30
Page 38
PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
t. Peristiwa Setelah Periode Pelaporan
Peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah periode pelaporan yang menyediakan tambahan informasi
mengenai posisi keuangan Perusahaan pada tanggal laporan posisi keuangan (peristiwa penyesuai),
jika ada, telah tercermin dalam laporan keuangan.
Peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah periode pelaporan yang tidak memerlukan penyesuaian
(peristiwa non-penyesuaian), apabila jumlahnya material, telah diungkapkan dalam laporan keuangan.
4. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN
Pertimbangan, Estimasi dan Asumsi
Penyusunan laporan keuangan mengharuskan manajemen Perusahaan untuk membuat pertimbangan,
estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dari pendapatan, beban, aset dan
liabilitas, dan pengungkapan atas liabilitas kontijensi, pada akhir periode pelaporan. Ketidakpastian
mengenai pertimbangan, estimasi dan asumsi tersebut dapat mengakibatkan penyesuaian material
terhadap nilai tercatat pada aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya.
Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan yang
memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk
periode berikutnya diungkapkan dibawah ini.
Perusahaan mendasarkan estimasi dan asumsi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan
disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan mungkin berubah akibat perubahan
pasar atau situasi diluar kendali Perusahaan. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada
saat terjadinya.
Pertimbangan, estimasi dan asumsi berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan
akuntansi Perusahaan yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan
keuangan:
Menentukan Metode Penyusutan dan Estimasi Masa Manfaat Aset Tetap
Perusahaan mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap berdasarkan utilisasi dari aset yang
diharapkan dan didukung dengan rencana dan strategi usaha dan perilaku pasar. Estimasi dari masa
manfaat aset tetap adalah berdasarkan penelaahan Perusahaan terhadap praktek industri, evaluasi teknis
internal dan pengalaman untuk aset yang setara.
Estimasi masa manfaat ditelaah minimal setiap akhir tahun pelaporan dan diperbarui jika ekspektasi
berbeda dari estimasi sebelumnya dikarenakan pemakaian dan kerusakan fisik, keusangan secara teknis
atau komersial dan hukum atau pembatasan lain atas penggunaan dari aset serta perkembangan teknologi.
Namun demikian, adalah mungkin, hasil dimasa depan dari operasi dapat dipengaruhi secara material oleh
perubahan-perubahan dalam estimasi yang diakibatkan oleh perubahan faktor-faktor yang disebutkan di
atas, dan karenanya biaya penyusutan masa depan mungkin direvisi.
31
Page 39
PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)
Menentukan Metode Penyusutan dan Estimasi Masa Manfaat Aset Tetap (lanjutan)
Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran
masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara 4 sampai
dengan 20 tahun. Ini adalah umur yang secara umum diharapkan dalam industri dimana Perusahaan
menjalankan bisnisnya.
Estimasi Beban Pensiun dan Imbalan Kerja
Penentuan liabilitas atas pensiun dan kewajiban imbalan kerja Perusahaan bergantung pada pemilihan
asumsi yang digunakan oleh aktuaris independen dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi
tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri
karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat kematian.
Sementara Perusahaan berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai, perbedaan
signifikan pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Perusahaan dapat
mempengaruhi secara material liabilitas diestimasi atas pensiun dan imbalan kerja dan beban imbalan
kerja neto.
Menentukan Pajak Penghasilan
Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan.Terdapat
transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang kegiatan
usaha normal. Entitas mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah akan
terdapat tambahan pajak penghasilan badan.
Dalam situasi tertentu, Entitas tidak dapat menentukan secara pasti jumlah liabilitas pajak mereka pada
saat ini atau masa depan karena proses pemeriksaan, atau negosiasi dengan otoritas perpajakan.
Ketidakpastian timbul terkait dengan interpretasi dari peraturan perpajakan yang kompleks serta jumlah
dan waktu dari penghasilan kena pajak di masa depan.
Dalam menentukan jumlah yang harus diakui terkait dengan liabilitas pajak yang tidak pasti, Entitas
menerapkan pertimbangan yang sama yang akan mereka gunakan dalam menentukan jumlah cadangan
yang harus diakui sesuai dengan PSAK 57 (Revisi 2009) “Provisi, Liabilitas Kontijensi dan Aset Kontijensi”.
Entitas membuat analisis untuk semua posisi pajak terkait dengan pajak penghasilan untuk menentukan
jika liabilitas pajak untuk manfaat pajak yang belum diakui harus diakui.
Entitas menelaah aset pajak tangguhan pada setiap tanggal pelaporan dan mengurangi nilai tercatat
sepanjang tidak ada kemungkinan bahwa laba kena pajak memadai untuk mengkompensasi sebagian atau
seluruh aset pajak tangguhan. Entitas juga menelaah waktu yang diharapkan dan tarif pajak atas
pemulihan perbedaan temporer dan menyesuaikan pengaruh atas pajak tangguhan yang sesuai.
32
Page 40
PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5. KAS DAN SETARA KAS
Akun ini terdiri dari: 2023 2022
Kas 47.305.819 39.067.430
Bank Rupiah
PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk. 1.236.556.171 1.276.470.748
PT Bank Jawa Barat 297.726.168 659.453.417
PT Bank Central Asia, Tbk 71.983.522 623.038.340
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk. 140.663.760 53.946.035
Jumlah 1.794.235.440 2.651.975.970
Tidak ada saldo kas dan setara kas yang dibatasi penggunaannya dan yang ditempatkan pada pihak
berelasi.
6. PIUTANG USAHA
Akun ini terdiri dari: 2023 2022
Guest 277.393.749 226.587.618
Guest Ledger 37.469.638 69.223.022
OTA 12.062.999 38.277.673
BNI Card 3.451.579 16.287.100
BCA Card 4.370.000 7.634.930
QR BRI 475.000 388.000
Online Food - 78.000
Jumlah 335.222.965 358.476.343
Rincian piutang usaha berdasarkan umur piutang adalah sebagai berikut:
2023 2022
Sampai dengan 1 bulan 335.222.965 358.476.343
Jumlah 335.222.965 358.476.343
Pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022, semua piutang usaha Perusahaan merupakan piutang dalam
mata uang Rupiah. Manajemen Perusahaan berpendapat bahwa seluruh piutang usaha tersebut dapat
tertagih, sehingga tidak perlu dibuat cadangan kerugian penurunan nilai piutang.
7. PIUTANG LAIN-LAIN
Akun ini terdiri dari: 2023 2022
Karyawan 8.494.000 7.092.000
Jumlah 8.494.000 7.092.000
33
Page 41
PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
8. PERSEDIAAN
Akun ini terdiri dari: 2023 2022
Food 67.717.738 114.113.909
Pengharum & Pembersih 8.378.632 17.899.372
Fruit & Beverage 5.923.462 9.142.526
Gas 5.094.207 12.467.673
Jumlah 87.114.039 153.623.480
Pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022 tidak terdapat persediaan Perusahaan yang diasuransikan.
Berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan persediaan pada akhir tahun, manajemen berpendapat
bahwa tidak terdapat penurunan nilai persediaan dan barang usang, sehingga tidak perlu dibentuk
penyisihan berkaitan dengan hal tersebut.
9. ASET TETAP
Akun ini terdiri dari:
2023
Saldo awal Penambahan Pengurangan Saldo akhir
Harga Perolehan
Tanah 16.259.000.000 - - 16.259.000.000
Bangunan 33.716.710.000 161.394.771 - 33.878.104.771
Convention Hall 11.922.190.100 - - 11.922.190.100
Prasarana 6.676.920.719 57.803.000 - 6.734.723.719
Mesin dan Peralatan 1.417.269.800 - - 1.417.269.800
Kendaraan 992.757.037 - - 992.757.037
Perlengkapan & Perabotan 6.747.489.676 69.801.960 - 6.817.291.636
Jumlah 77.732.337.332 288.999.731 - 78.021.337.063
Akumlasi Penyusutan
Bangunan 8.611.764.625 1.690.542.847 - 10.302.307.472
Convention Hall 1.722.281.139 596.109.505 - 2.318.390.644
Prasarana 4.134.143.745 835.999.423 - 4.970.143.168
Mesin dan Peralatan 917.313.298 177.158.725 - 1.094.472.023
Kendaraan 512.953.571 122.270.255 - 635.223.826
Perlengkapan & Perabotan 4.980.094.615 710.300.963 - 5.690.395.578
Jumlah 20.878.550.993 4.132.381.718 - 25.010.932.711
Nilai Buku 56.853.786.339 53.010.404.352
34
Page 42
PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9. ASET TETAP (Lanjutan)
Akun ini terdiri dari:
2022
Saldo awal Penambahan Pengurangan Saldo akhir
Harga Perolehan
Tanah 16.259.000.000 - - 16.259.000.000
Bangunan 30.824.200.000 2.892.510.000 - 33.716.710.000
Convention Hall 11.922.190.100 - - 11.922.190.100
Prasarana 6.098.099.973 578.820.746 - 6.676.920.719
Mesin dan Peralatan 1.417.269.800 - - 1.417.269.800
Kendaraan 992.757.037 - - 992.757.037
Perlengkapan & Perabotan 5.272.473.570 1.475.016.106 - 6.747.489.676
Jumlah 72.785.990.480 4.946.346.852 - 77.732.337.332
Akumlasi Penyusutan
Bangunan 7.056.631.875 1.555.132.750 - 8.611.764.625
Convention Hall 1.126.171.634 596.109.505 - 1.722.281.139
Prasarana 3.349.805.455 784.338.290 - 4.134.143.745
Mesin dan Peralatan 740.154.573 177.158.725 - 917.313.298
Kendaraan 390.683.317 122.270.254 - 512.953.571
Perlengkapan & Perabotan 4.459.879.463 520.215.152 - 4.980.094.615
Jumlah 17.123.326.317 3.755.224.676 - 20.878.550.993
Nilai Buku 55.662.664.163 56.853.786.339
Beban penyusutan pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022 dengan rincian sebagai berikut:
2023 2022
Beban Pokok Pendapatan 2.610.930.365 2.461.594.223
Beban Administrasi dan Umum 1.521.451.353 1.293.630.453
Jumlah 4.132.381.718 3.755.224.676
Tanah, bangunan dan convention hall memiliki luas tanah 5.357m2 dengan bukti kepemilikan Sertifikat
SHGB No. 00212 luas 3.037m2, SHGB No. 00213 luas 1.190m2, SHGB No. 00214 luas 1.130m2 dan
bangunan berupa bangunan Hotel Fitra Majalengka 3 lantai dengan 113 kamar dengan luas bangunan
3.900m2 yang terletak di Jl. KH. Abdul Hamid, Kel, Majalengka Kulon, Kec, Majalengka, Jawa Barat. Tanah
dan bangunan digunakan sebagai jaminan untuk pinjaman yang diperoleh PT Bumi Majalengka Permai dari
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (Catatan 14).
Pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022 aset tetap kendaraan telah diasuransikan kepada PT Asuransi
Total Bersama dengan nilai pertanggungan masing-masing sebesar Rp770.100.000 dan Rp779.000.000,
gedung, mesin, persediaan, perlengkapan hotel dan kantor, per tanggal 31 Desember 2023 dan 2022
diasuransikan kepada PT Asuransi Tri Pakarta (TRIPA) dengan nilai pertanggungan sebesar
Rp38.197.760.000, convention hall dan perlengkapan per tanggal 31 Desember 2023 dan 2022
diasuransikan kepada PT Asuransi Tri Pakarta (TRIPA) dengan nilai pertanggungan masing-masing sebesar
Rp8.101.400.000 dan Rp8.101.400.000. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan telah cukup
untuk menutup kemungkinan kerugian atas risiko tersebut.
35
Page 43
PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9. ASET TETAP (Lanjutan)
Bangunan milik PT Bumi Majalengka Permai, dengan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB), berupa
bangunan Hotel Fitra Majalengka 3 lantai dengan 113 kamar dengan luas lahan 3.037m2, luas bangunan
3.900m2 yang terletak di Jl. KH. Abdul Hamid, Kel, Majalengka Kulon, Kec, Majalengka, Jawa Barat,
digunakan sebagai jaminan untuk pinjaman yang diperoleh PT Bumi Majalengka Permai dari PT Bank
Negara Indonesia (Persero) Tbk (Catatan 15).
Tidak terdapat aset tetap yang sudah disusutkan penuh namun masih digunakan untuk menunjang
operasional Perseroan, tidak terdapat asset tetap yang tidak dipakai sementara, tidak terdapat asset tetap
yang berasal dari hibah dan yang dihentikan dari penggunaan aktif, dan tidak terdapat asset tetap yang
tidak diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual.
Berdasarkan hasil penelaahan terhadap nilai yang dapat diperoleh kembali dari aset tetap, manajemen
Perusahaan berkeyakinan bahwa tidak ada kejadian-kejadian atau perubahan-perubahan yang
mengindikasikan adanya penurunan nilai aset per tanggal 31 Desember 2023 dan 2022.
10. UTANG USAHA
Akun ini terdiri dari: 2023 2022
Utang Supplier - 19.999.959
Jumlah - 19.999.959
Pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022, semua utang usaha Perusahaan merupakan utang kepada pihak
ketiga dalam mata uang Rupiah.
11. UTANG LAIN-LAIN
Akun ini terdiri dari: 2023 2022
Deposit Supplier 55.984.500 101.562.500
Deposit Transfer 51.977.874 20.000.000
Jumlah 107.962.374 121.562.500
12. UTANG PAJAK
Akun ini terdiri dari: 2023 2022
Pajak Pembangunan 1 188.393.045 140.167.830
PPh Pasal 21 764.133 583.868
PPh Pasal 23 2.201.326 350.426
Jumlah 191.358.504 141.102.124
36
Page 44
PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
13. BIAYA YANG MASIH HARUS DIBAYAR
Akun ini terdiri dari: 2023 2022
Service 809.143.778 959.828.673
BPJS 25.943.453 27.893.419
Lain-lain 18.455.445 65.313.964
Jumlah 853.542.676 1.053.036.056
14. UTANG BANK
Akun ini terdiri dari: 2023 2022
PT Bank Negara Indonesia (persero) Tbk
Kredit Investasi - 1 14.088.100.000 17.088.100.000
Kredit Investasi - 3 6.715.000.000 7.435.000.000
Jumlah 20.803.100.000 24.523.100.000
Utang bank bagian yang jatuh tempo dalam waktu 1 (satu) tahun:
Kredit Investasi - 1 4.200.000.000 3.000.000.000
Kredit Investasi - 3 1.200.000.000 720.000.000
Jumlah 5.400.000.000 3.720.000.000
Jumlah Utang Bank Jangka Panjang 15.403.100.000 20.803.100.000
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Berdasarkan perjanjian kredit No. 16.059 pada tanggal 27 April 2016. Perusahaan memperoleh fasilitas
kredit dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dengan rincian fasilitas sebagai berikut:
Kredit Investasi (Baru)
Fasilitas Term Loan (TL), dengan tujuan fasilitas untuk pembangunan Hotel Fitra di Jl. KH. Abdul Halim
RT005 RW008, Kelurahan Majalengka Kulon, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka.
Maksimum :
Rp25.000.000.000
Bentuk :
Aflopend
Availability Period :
18 (delapan belas) bulan sejak tanggal penandatangan PK
Jangka Waktu :
96 (Sembilan puluh enam) bulan sejak tanggal penandatanganan, termasuk 18
bulan grace periode selama masa pembangunan dan operasional awal.
Bunga : 12,75%
Commitment Fee : 1% dari maksimum kredit
Biaya Administrasi : Rp10.000.000
Jaminan :
1 Sebidang tanah yang terletak di Jl. KH. Abdul Hamid, Kelurahan Majalengka Kulon, Kecamatan
Majalengka, Jawa Barat.
Bukti kepemilikan:
- HGB No. 00212 tanggal 27 Agustus 2018 atas nama PT Bumi Majalengka Permai
- IMB No. 644.2/18/BPPTPM/I/2015 tanggal 26 Januari 2015
- KJPP Bambang & Ernasapta No. BEST-051/BLP/II/2016 tanggal 11 Februari 2016
- Akan diikat HT I sebesar Rp32.750.000
37
Page 45
PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. UTANG BANK (Lanjutan)
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (lanjutan)
Kredit Investasi (Baru) (lanjutan)
Jaminan :
- Akan ditutup asuransi construction all risk selama masa pembangunan
- Akan ditutup asuransi kebakaran setelah bangunan selesai dibangun (nilai penutupan akan
disesuaikan pada saat bangunan selesai dibangun).
2 Project Cost Bangunan Hotel Fitra Majalengka 3 lantai dengan 101 kamar berikut perlengkapan hotel.
Cfm. Feasibility Study Project Cost Hotel Fitra Najalengka.
- Laporan Studi Kelayakan PT Kusuma Real Sakti No. KRS-08/BLP-FS/II/2016 tanggal 22 Februari
3 Sebidang tanah yang terletak di Jl. Siti Aminah, Kelurahan Majalengka Kulon, Kecamatan Majalengka,
Bukti kepemilikan:
- HGB No. 00213 tanggal 06 September 2019 atas nama PT Bumi Majalengka Permai
- HGB No. 00214 tanggal 06 September 2019 atas nama PT Bumi Majalengka Permai
- KJPP Bambang & Ernasapta No. BEST 083/BLP/III/2016 tanggal 14 Maret 2016
- Akan diikat HT I sebesar Rp9.744.000
4 Akan dilakukan pengikatan Personel Guarentee atas nama Jon Fieris.
5 Akan dilakukan pengikatan Company Guarentee atas nama Askap Future.
Berdasarkan perjanjian kredit No. 16.062 pada tanggal 27 April 2016. Perusahaan memperoleh fasilitas
kredit dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dengan tujuan fasilitas untuk pembayaran sebagian
bunga selama masa pembangunan Hotel Fitra di Jl. KH. Abdul Halim RT005 RW008, Kelurahan Majalengka
Kulon, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka.
Maksimum : Rp1.500.000.000
Bentuk : Aflopend
Jangka Waktu : 42 (empat puluh dua) bulan sejak tanggal penandatanganan PK, termasuk 18
bulan masa penarikan KI IDC.
Bunga : 12,75%
Commitment Fee : 1% dari maksimum kredit
Biaya Administrasi : Rp5.000.000
Jaminan :
1 Sebidang tanah yang terletak di Jl. KH. Abdul Hamid, Kelurahan Majalengka Kulon, Kecamatan
Majalengka, Jawa Barat.
Bukti kepemilikan:
- HGB No. 00212 tanggal 27 Agustus 2018 atas nama PT Bumi Majalengka Permai
- IMB No. 644.2/18/BPPTPM/I/2015 tanggal 26 Januari 2015
- KJPP Bambang & Ernasapta No. BEST-051/BLP/II/2016 tanggal 11 Februari 2016
- Akan diikat HT I sebesar Rp32.750.000
- Akan ditutup asuransi construction all risk selama masa pembangunan
- Akan ditutup asuransi kebakaran setelah bangunan selesai dibangun (nilai penutupan akan
disesuaikan pada saat bangunan selesai dibangun).
2 Project Cost Bangunan Hotel Fitra Majalengka 3 lantai dengan 101 kamar berikut perlengkapan hotel.
Cfm. Feasibility Study Project Cost Hotel Fitra Najalengka.
- Laporan Studi Kelayakan PT Kusuma Real Sakti No. KRS-08/BLP-FS/II/2016 tanggal 22 Februari
2016
38
Page 46
PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. UTANG BANK (Lanjutan)
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (lanjutan)
Kredit Investasi (Baru) (lanjutan)
Jaminan :
3 Sebidang tanah yang terletak di Jl. Siti Aminah, Kelurahan Majalengka Kulon, Kecamatan Majalengka,
Bukti kepemilikan:
- HGB No. 00213 tanggal 06 September 2019 atas nama PT Bumi Majalengka Permai
- HGB No. 00214 tanggal 06 September 2019 atas nama PT Bumi Majalengka Permai
- KJPP Bambang & Ernasapta No. BEST 083/BLP/III/2016 tanggal 14 Maret 2016
- Akan diikat HT I sebesar Rp9.744.000
4 Akan dilakukan pengikatan Personel Guarentee atas nama Jon Fieris.
5 Akan dilakukan pengikatan Company Guarentee atas nama Askap Future.
Kredit Investasi (Tambahan)
Berdasarkan surat persetujuan tambahan struktur fasilitas kredit No. JRM/1/402/R pada tanggal 25 Juli
2019. Perusahaan memperoleh fasilitas kredit tambahan dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk,
dengan tujuan fasilitas untuk pembangunan Aula (Meeting Room) dan lahan parker, di Jl. KH. Abdul Halim
RT005 RW008, Kelurahan Majalengka Kulon, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka.
Maksimum : Rp9.000.000.000
Bentuk : Aflopend
Bunga : 12,75%
Jangka Waktu : 84 (delapan puluh empat) bulan sejak tanggal penandatanganan, termasuk 12
bulan grace period selama masa pembangunan dan operasional awal.
Commitment Fee : 1% dari maksimum kredit
Biaya Administrasi : Rp10.000.000
Jaminan :
1 Sebidang tanah yang terletak di Jl. KH. Abdul Hamid, Kelurahan Majalengka Kulon, Kecamatan
Majalengka, Jawa Barat.
Bukti kepemilikan:
- HGB No. 00212 tanggal 27 Agustus 2018 atas nama PT Bumi Majalengka Permai
- IMB No. 644.2/18/BPPTPM/I/2015 tanggal 26 Januari 2015
2 Dua bidang tanah berikut bangunan Convention Hall diatasnya yang terletak di Jl. Siti Aminah,
Kelurahan Majalengka Kulon, Kecamatan Majalengka, Jawa Barat.
Bukti kepemilikan:
- HGB No. 00213 & No. 00214 atas nama PT Bumi Majalengka Permai
- IMB No. 645/145/DPMPTSP/IV/2018 tanggal 12 April 2018
3 Akan dilakukan pengikatan Personel Guarentee atas nama Jon Fieris.
4 Akan dilakukan pengikatan Company Guarentee atas nama PT Askap Future.
39
Page 47
PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. UTANG BANK (Lanjutan)
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (lanjutan)
Berdasarkan surat keputusan kredit (persetujuan restrukturisasi) dalam kondisi wabah Covid-19
No.JRM/1/369/R pada tanggal 22 Mei 2020. PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk menyetujui
restrukturisasi fasilitas kredit Perusahaan dengan syarat-syarat dan ketentuan sebagai berikut:
1 Suku bunga 11,25% per tahun berlaku selama 12 bulan dengan pembebanan sebagai berikut:
- 8% (delapan persen) per tahun efektif dan sisanya 3,25% (tiga koma dua pulh lima persen) per tahun
dibayarkan setelah IBP berakhir, berlaku sejak tanggal 26 Mei 2020. tarif bunga ini akan direview
pada 3 (tiga) bulan pertama, selanjutnya akan direview setiap saat untuk disesuaikan dengan kondisi
usaha, serta syarat dan ketrentuan yang berlaku di BNI.
- Jangka waktu IBP 12 (dua belas) bulan sejak penandatanganan Persetujuan Perubahan Perjanjian
Kredit (PPPK).
- Jangka waktu angsuran IBP adalah 24 (dua puluh empat) bulan sejak masa IBP berakhir.
2 Interest Baloon Payment (IBP) Kredit Investasi
Maksimum Kredit : Rp30.103.160 dan setiap bulan akan diupdate dan diakumulasi sesuai dengan
realisasi pada saat pendudukan IBP.
Keperluan : Pembebanan selisih bunga kredit investasi selam 12 bulan sejak
penandatangan PPPK.
Bentuk : Aflopend
Jangka Waktu : 12 bulan sejak masa IBP terakhir
Booking Office : BNI KC Senayan
3 Perpanjangan jangka waktu grace period atas fasilitas kredit investasi maksimum kredit
Rp9.000.000.000 semula grace period atau dalam hal ini sampai dengan Juli 2020, menjadi sampai
4 Perpanjangan jatuh tempo jangka waktu atas fasilitas kredit investasi
- Kredit investasi Rp25.000.000.000 semula sampai dengan April 2024 menjadi sampai dengan April
- Kredit investasi Rp9.000.000.000 semula sampai dengan April 2026 menjadi sampai dengan April
2027
5 Lain-lain
- Restrukturisasi kredit dilakukan dalam rangka penyelamatan.
- Apabila terdapat excess cash, wajib melakukan setoran untuk mengurangi utang pokok dan akan
mengurangi kewajiban pokok bulan terakhir.
- Wajib optimalkan produk BNI lainnya
- Lain-lain sesuai SKK Nomor JRM/1/292/R tanggal 14 April 2016 untuk fasilitas kredit investasi
maksimum Rp25.000.000.000 dan SKK Nomor JRM/1/402/R tanggal 25 Juli 2019 untk fasilitas kredit
investasi maksimum Rp9.000.000.000
Berdasarkan surat keputusan kredit (persetujuan restrukturisasi) dalam kondisi wabah Covid-19
No.JRM/1/418/R pada tanggal 28 April 2021. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menyetujui
restrukturisasi fasilitas kredit Perusahaan dengan syarat-syarat dan ketentuan sebagai berikut:
Fasilitas Kredit : Kredit Investasi I (KI I)
Maksimum : Rp25.000.000.000 dengan outstanding per 16 Maret 2021 sebesar
Rp18.083.100.000
Keperluan : Restrukturisasi kredit atas pembangunan Fitra Hotel Majalengka
Bentuk : Aflopend
Availability Period : 18 (delapan belas) bulan sejak tanggal penandatangan PK
Jangka Waktu : Sampai dengan tanggal 25 April 2026
Bunga : 11,25% per tahun
40
Page 48
PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. UTANG BANK (Lanjutan)
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (lanjutan)
Fasilitas Kredit : Kredit Investasi II (KI II)
Maksimum : Rp9.000.000.000 dengan outstanding per 16 Maret 2021 sebesar
Rp8.380.000.000
Keperluan : Restrukturisasi kredit atas pembangunan Convention Hall Fitra Hotel
Majalengka
Bentuk : Aflopend
Jangka Waktu : Sampai dengan tanggal 26 April 2027
Bunga : 11,25% per tahun
Fasilitas Kredit : Interest Baloon Payment (IBP) KI
Maksimum : Rp789.989.584 atau sesuai saat pendudukan IBP
Keperluan : Pembebanan bunga yang ditangguhkan atas fasilitas KI sejak Mei 2020 sampai
dengan Maret 2021
Bentuk : Aflopend
Jangka Waktu : Sampai dengan tanggal 26 Mei 2023
Jaminan :
1. Sebidang tanah yang terletak di Jl. KH. Abdul Hamid, Kelurahan Majalengka Kulon, Kecamatan
Bukti kepemilikan :
- HGB No. 00212 tanggal 27 Agustus 2018 atas nama PT Bumi Majalengka Permai
- IMB No. 644.2/18/BPPTPM/I/2015 tanggal 26 Januari 2015
2. Dua bidang tanah berikut bangunan Convention Hall diatasnya yang terletak di Jl. Siti Aminah, Kelurahan
Majalengka Kulon, Kecamatan Majalengka, Jawa Barat.
Bukti kepemilikan :
- HGB No. 00213 & No. 00214 atas nama PT Bumi Majalengka Permai
- IMB No. 645/145/DPMPTSP/IV/2018 tanggal 12 April 2018
3. Akan dilakukan pengikatan Personel Guarentee atas nama Jon Fieris.
Beban bunga dari utang bank untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2022 dan 2021, disajikan
sebagai “beban bunga” dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
Berdasarkan surat pendudukan perjanjian penyelesaian hutang (PPH) untuk fasilitas KI atas nama PT Bumi
Majalengka Permai No. 021/JRM/PPH/2022 pada tanggal 18 April 2022. PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk menyetujui pendudukan PPH untuk fasilitas kredit investasi Perusahaan dengan syarat-
syarat dan ketentuan sebagai berikut:
Maksimum Kredit : Sebesar Rp779.227.710
Keperluan : Pendudukan deferred interest (bunga yang ditunda) fasilitas KI
Bentuk : Aflopend Credit (amortizing term loan )
Jangka Waktu : 24 bulan sejak April 2022 sampai dengan 31 Maret 2024
41
Page 49
PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. UTANG BANK (Lanjutan)
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (lanjutan)
Berdasarkan surat No. JRM/1/215 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, menyampaikan hal-hal
sebagai berikut:
a. Selama pinjaman terhadap PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk belum dilunasi, tanpa persetujuan
tertulis PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bumi Majalengka Permai dilarang melakukan
aktivitas antara lain:
- Membagi laba usaha dan membayar dividen kepada pemegang.
- Mengubah bentuk atau status hukum Perusahaan, merubah anggaran dasar (kecuali meningkatkan
modal perusahaan), memindahkan resipis atau saham Perusahaan baik antar pemegang saham
maupun kepada pihak lain yang mengakibatkan perubahan pemegang saham dominan (ultimate
shareholder ), hal ini dapat disetujui atas perubahan pemegang saham PT Bumi Majalengka Permai
yang mana tidak mengakibatkan perubahan pemegang saham dominan (ultimate shareholder ).
b Restrukturisasi atas Pemegang Saham dan Pengurus Perusahaan dapat dilakukan kepada pemegang
saham dan pengurus yang sudah listing (tercatat di bursa saham) dengan syarat memiliki kompetensi di
bidangnya (perhotelan dan wisata).
c. Permohonan pencabutan Personal dan Corporate Guarantee tidak dapat dilakukan karena Perseroan
belum menghasilkan laba dan masih bergantung pada pemegang saham.
d Hasil dana IPO, hanya digunakan untuk pengembangan usaha dan bukan untuk melunasi utang
pemegang saham.
e. Melakukan marger akuisisi atau reorganisasi atau investasi/peyertaan pada perusahaan lain, dapat
dilakukan selama Marger, Akuisisi, tidak akan merubah pemegang saham dominan (ultimate
shareholder ).
f. Menerbitkan/mejual saham kecuali di konversi menjadi modal, yang dibuat secara Notariil, Dapat
dilakukan karena penjualan saham untuk kepentingan ekspansi bisnis yang akan memperkuat struktur
modal dan tidak akan mengubah struktur pemegang saham dominan (ultimate shareholder ).
Beban bunga dari utang bank untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022,
disajikan sebagai “beban bunga” dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
15. UTANG PEMEGANG SAHAM
Akun ini terdiri dari: 2023 2022
PT Hotel Fitra International Tbk 16.550.000.000 12.500.000.000
Jumlah 16.550.000.000 12.500.000.000
Berdasarkan perjanjian yang dibuat pada tanggal 20 Desember 2023, Utang kepada PT Hotel Fitra
International Tbk merupakan pinjaman Perusahaan dengan nilai sebesar Rp300.000.000 yang
dipergunakan untuk memenuhi kebutuhn modal kerja Perusahaan, tanpa dikenakan bunga dan jangka
waktu 1 tahun (365 hari) terhitung sejak tanggal Perjanjian.
Berdasarkan perjanjian yang dibuat pada tanggal 28 November 2023, Utang kepada PT Hotel Fitra
International Tbk merupakan pinjaman Perusahaan dengan nilai sebesar Rp350.000.000 yang
dipergunakan untuk memenuhi kebutuhn modal kerja Perusahaan, tanpa dikenakan bunga dan jangka
waktu 1 tahun (365 hari) terhitung sejak tanggal Perjanjian.
42
Page 50
PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. UTANG PEMEGANG SAHAM (Lanjutan)
Berdasarkan perjanjian yang dibuat pada tanggal 31 Oktober 2023, Utang kepada PT Hotel Fitra
International Tbk merupakan pinjaman Perusahaan dengan nilai sebesar Rp500.000.000 yang
dipergunakan untuk memenuhi kebutuhn modal kerja Perusahaan, tanpa dikenakan bunga dan jangka
waktu 1 tahun (365 hari) terhitung sejak tanggal Perjanjian.
Berdasarkan perjanjian yang dibuat pada tanggal 29 September 2023, Utang kepada PT Hotel Fitra
International Tbk merupakan pinjaman Perusahaan dengan nilai sebesar Rp300.000.000 yang
dipergunakan untuk memenuhi kebutuhn modal kerja Perusahaan, tanpa dikenakan bunga dan jangka
waktu 1 tahun (365 hari) terhitung sejak tanggal Perjanjian.
Berdasarkan perjanjian yang dibuat pada tanggal 16 Agustus 2023, Utang kepada PT Hotel Fitra
International Tbk merupakan pinjaman Perusahaan dengan nilai sebesar Rp500.000.000 yang
dipergunakan untuk memenuhi kebutuhn modal kerja Perusahaan, tanpa dikenakan bunga dan jangka
waktu 1 tahun (365 hari) terhitung sejak tanggal Perjanjian.
Berdasarkan perjanjian yang dibuat pada tanggal 27 Juni 2023, Utang kepada PT Hotel Fitra International
Tbk merupakan pinjaman Perusahaan dengan nilai sebesar Rp500.000.000 yang dipergunakan untuk
memenuhi kebutuhn modal kerja Perusahaan, tanpa dikenakan bunga dan jangka waktu 1 tahun (365 hari)
terhitung sejak tanggal Perjanjian.
Berdasarkan perjanjian yang dibuat pada tanggal 23 Juni 2023, Utang kepada PT Hotel Fitra International
Tbk merupakan pinjaman Perusahaan dengan nilai sebesar Rp500.000.000 yang dipergunakan untuk
memenuhi kebutuhn modal kerja Perusahaan, tanpa dikenakan bunga dan jangka waktu 1 tahun (365 hari)
terhitung sejak tanggal Perjanjian.
Berdasarkan perjanjian yang dibuat pada tanggal 14 April 2023, Utang kepada PT Hotel Fitra International
Tbk merupakan pinjaman Perusahaan dengan nilai sebesar Rp700.000.000 yang dipergunakan untuk
memenuhi kebutuhn modal kerja Perusahaan, tanpa dikenakan bunga dan jangka waktu 1 tahun (365 hari)
terhitung sejak tanggal Perjanjian.
Berdasarkan perjanjian yang dibuat pada tanggal 21 Maret 2023, Utang kepada PT Hotel Fitra
International Tbk merupakan pinjaman Perusahaan dengan nilai sebesar Rp500.000.000 yang
dipergunakan untuk memenuhi kebutuhn modal kerja Perusahaan, tanpa dikenakan bunga dan jangka
waktu 1 tahun (365 hari) terhitung sejak tanggal Perjanjian.
Berdasarkan perjanjian yang dibuat pada tanggal 21 Desember 2022, Utang kepada PT Hotel Fitra
International Tbk merupakan pinjaman Perusahaan dengan nilai sebesar Rp2.000.000.000 yang
dipergunakan untuk memenuhi kebutuhn modal kerja Perusahaan, tanpa dikenakan bunga dan jangka
waktu 1 tahun (365 hari) terhitung sejak tanggal Perjanjian.
Berdasarkan perjanjian yang dibuat pada tanggal 2 Desember 2022, Utang kepada PT Hotel Fitra
International Tbk merupakan pinjaman Perusahaan dengan nilai sebesar Rp2.000.000.000 yang
dipergunakan untuk memenuhi kebutuhn modal kerja Perusahaan, tanpa dikenakan bunga dan jangka
waktu 1 tahun (365 hari) terhitung sejak tanggal Perjanjian.
Berdasarkan perjanjian yang dibuat pada tanggal 10 Oktober 2022, Utang kepada PT Hotel Fitra
International Tbk merupakan pinjaman Perusahaan dengan nilai sebesar Rp1.000.000.000 yang
dipergunakan untuk memenuhi kebutuhn modal kerja Perusahaan, tanpa dikenakan bunga dan jangka
waktu 1 tahun (365 hari) terhitung sejak tanggal Perjanjian.
43
Page 51
PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. UTANG PEMEGANG SAHAM (Lanjutan)
Berdasarkan perjanjian yang dibuat pada tanggal 18 April 2022, Utang kepada PT Hotel Fitra International
Tbk merupakan pinjaman Perusahaan dengan nilai sebesar Rp3.000.000.000 yang dipergunakan untuk
memenuhi kebutuhn modal kerja Perusahaan, tanpa dikenakan bunga dan jangka waktu 1 tahun (365 hari)
terhitung sejak tanggal Perjanjian.
Berdasarkan perjanjian yang dibuat pada tanggal 01 Februari 2021, Utang kepada PT Hotel Fitra
International Tbk merupakan pinjaman Perusahaan dengan nilai sebesar Rp500.000.000 yang
dipergunakan untuk memenuhi kebutuhn modal kerja Perusahaan, tanpa dikenakan bunga dan jangka
waktu 1 tahun (365 hari) terhitung sejak tanggal Perjanjian.
Berdasarkan perjanjian yang dibuat pada tanggal 12 April 2021, Utang kepada PT Hotel Fitra International
Tbk merupakan pinjaman Perusahaan dengan nilai sebesar Rp1.500.000.000 yang dipergunakan untuk
memenuhi kebutuhn modal kerja Perusahaan, tanpa dikenakan bunga dan jangka waktu 1 tahun (365 hari)
terhitung sejak tanggal Perjanjian.
Berdasarkan perjanjian yang dibuat pada tanggal 16 Juni 2021, Utang kepada PT Hotel Fitra International
Tbk merupakan pinjaman Perusahaan dengan nilai sebesar Rp1.000.000.000 yang dipergunakan untuk
memenuhi kebutuhn modal kerja Perusahaan, tanpa dikenakan bunga dan jangka waktu 1 tahun (365 hari)
terhitung sejak tanggal Perjanjian.
Berdasarkan perjanjian yang dibuat pada tanggal 29 November 2021, Utang kepada PT Hotel Fitra
International Tbk merupakan pinjaman Perusahaan dengan nilai sebesar Rp500.000.000 yang
dipergunakan untuk memenuhi kebutuhn modal kerja Perusahaan, tanpa dikenakan bunga dan jangka
waktu 1 tahun (365 hari) terhitung sejak tanggal Perjanjian.
Berdasarkan perjanjian yang dibuat pada tanggal 09 Desember 2021, Utang kepada PT Hotel Fitra
International Tbk merupakan pinjaman Perusahaan dengan nilai sebesar Rp1.000.000.000 yang
dipergunakan untuk memenuhi kebutuhn modal kerja Perusahaan, tanpa dikenakan bunga dan jangka
waktu 1 tahun (365 hari) terhitung sejak tanggal Perjanjian.
16. MODAL SAHAM
Berdasarkan Akta notaris Rudy Siswanto, S.H., No. 12 tanggal 20 Juni 2019, maka susunan pemegang
saham Perusahaan per 31 Desember 2023 dan 2022 adalah sebagai berikut:
Jumlah Persentase Jumlah
Pemegang saham
saham kepemilikan (%) (Rp)
PT Hotel Fitra International Tbk 549.999 99,9998% 54.999.900.000
Ny. Siti Rahayu 1 0,0002% 100.000
Jumlah 550.000 100,0000% 55.000.000.000
44
Page 52
PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. IMBALAN PASCA KERJA
Perusahaan mencatat estimasi liabilitas atas imbalan kerja karyawan pada tanggal 31 Desember 2023 dan
2022 berdasarkan perhitungan aktuarial yang dilakukan oleh Kantor Konsultan Aktuaria (KKA) Tubagus
Syafrial & Amran Nangasan, aktuaris independen, berdasarkan laporannya pada tanggal 29 Januari 2023
dan 10 Maret 2023, yang menggunakan metode “Projected Unit Credit”.
Asumsi-asumsi pokok yang digunakan dalam perhitungan aktuaria tersebut adalah sebagai berikut:
2023 2022
Tingkat Diskonto 7,08% 7,26%
Tingkat Proyeksi Kenaikan Gaji 10% 10%
Tingkat Mortalita (TMI) IV - 2019 (TMI) IV - 2019
Proporsi Pengambilan Pensiun Normal 60 Tahun 60 Tahun
Metode Projected Unit Credit
Analisis liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan yang disajikan sebagai “Estimasi Liabilitas atas
Imbalan Kerja Karyawan” di laporan posisi keuangan pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022, dan beban
imbalan kerja karyawan yang dicatat dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain untuk
tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, adalah sebagai berikut:
Liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan:
2023 2022
Nilai kini liabilitas imbalan kerja 320.036.995 442.436.752
Nilai bersih liabilitas yang diakui dalam laporan posisi keuangan 320.036.995 442.436.752
Beban imbalan kerja karyawan yang diakui laporan laba rugi komprehensif adalah:
2023 2022
Biaya Jasa Kini 53.950.445 83.967.760
Biaya Bunga 32.120.908 36.200.957
Jumlah 86.071.353 120.168.717
Mutasi estimasi liabilitas imbalan kerja adalah sebagai berikut:
2023 2022
Saldo Awal 442.436.752 649.364.578
Beban Manfaat Karyawan 86.071.353 120.168.717
Pengakuan Segera Dari Biaya Jasa Lalu - (143.057.491)
(Keuntungan) Kerugian Aktuarial (208.471.110) (184.039.052)
Liabilitas Imbalan Kerja 320.036.995 442.436.752
Manajemen berkeyakinan bahwa estimasi liabilitas tersebut di atas cukup untuk memenuhi ketentuan yang
berlaku.
45
Page 53
PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. IMBALAN PASCA KERJA (Lanjutan)
Tabel berikut menyajikan sensitivitas atas kemungkinan perubahan tingkat suku bunga pasar dan tingkat
kenaiakan gaji, dengan variabel lain dianggap tetap, terhadap liabilitas imbalan pasca kerja pada tanggal 31
Desember 2023 dan 2022:
Liabilitas imbalan pasca kerja
Asumsi Perubahan asumsi 2023 2022
Tingkat Diskonto + 1% 293.420.665 395.058.497
- 1% 351.413.195 498.490.973
Tingkat Kenaikan Gaji + 1% 350.213.298 496.442.906
- 1% 293.853.280 395.754.669
18. PENDAPATAN
Akun ini terdiri dari: 2023 2022
Hotel 5.099.119.677 4.763.661.257
Banquet 5.111.778.583 3.590.133.919
Breakfast 912.101.052 1.365.916.477
Food & Beverage 615.862.587 665.639.172
Laundry 45.261.916 41.656.406
Lainnya 49.401.422 68.273.775
Jumlah 11.833.525.237 10.495.281.006
19. BEBAN POKOK PENDAPATAN
Akun ini terdiri dari: 2023 2022
Penyusutan 2.610.930.365 2.461.594.223
Food & Beverage 2.161.136.021 2.394.644.296
Banquet 1.442.473.357 -
Telepon, Listrik dan Internet 873.289.431 954.700.060
Gas dan Solar 166.477.466 157.225.593
Air 129.479.236 128.691.681
Pengharum dan Pembersih 108.165.710 78.560.326
BBM, Tol dan Parkir 79.393.277 55.813.314
Pest Control 30.574.359 28.534.960
Ammeneties 28.630.000 178.977.822
Tissue 14.506.500 82.730.300
Expedisi 6.962.143 12.152.301
Jumlah 7.652.017.865 6.533.624.876
46
Page 54
PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
20. BEBAN USAHA
Akun ini terdiri dari: 2023 2022
Beban Pemasaran
Komisi & Compliment 58.568.563 101.238.287
Iklan dan Promosi 7.197.937 674.880
Beban Umum dan Administrasi
Karyawan
Gaji 2.608.606.701 2.554.136.165
BPJS dan Jamsostek 247.489.961 225.102.154
Tunjangan Hari Raya 198.945.834 194.087.167
Upah 30.224.250 20.554.744
Pengobatan 7.924.413 13.428.770
Seragam 2.355.000 17.776.300
Makan dan Catering - 7.301.500
Penyusutan 1.521.451.353 1.293.630.453
Peralatan dan Perlengkapan 450.937.461 356.669.588
Beban Pajak 258.112.536 68.349.557
Perijinan 140.460.435 48.895.548
Jasa, Transportasi Tenaga Ahli 131.030.000 99.225.000
Transportasi 95.631.982 22.150.193
Imbalan Kerja Karyawan 86.071.353 (22.888.774)
Program STAAH 54.476.450 66.616.198
Konsultan Pajak 33.500.000 20.500.000
Asuransi 31.703.749 50.656.070
Representasi 31.700.000 25.500.000
ATK dan Materai 28.663.800 45.521.140
Cetakan 18.725.000 17.553.323
Service dan Perawatan Kendaraan 9.933.738 33.157.917
Sewa 8.411.555 6.847.759
Donasi dan Sumbangan 5.221.600 17.677.542
Jamuan 819.400 6.804.247
Perjalanan Dinas - 343.636
Lain-lain (dibawah Rp10juta) 12.637.074 11.500.067
Jumlah 6.080.800.145 5.303.009.431
47
Page 55
PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
21. TAKSIRAN PAJAK PENGHASILAN
Pajak Kini
Rekonsilisasi antara laba (rugi) komersial yang disajikan dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain dan taksiran laba menurut fiskal untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2023
dan 2022 adalah sebagai berikut:
2023 2022
Rugi Sebelum Pajak Penghasilan Menurut Laba Rugi (5.022.717.604) (4.455.774.968)
Yang Tidak Dapat Diperhitungkan Menurut Fiskal:
Beda Waktu:
Imbalan Kerja Karyawaan 86.071.353 (22.888.774)
Beda Tetap:
Sumbangan 5.221.600 17.677.542
Beban Pajak 204.322.166 39.309.827
Pengobatan Karyawan 7.924.413 13.428.770
Entertaint 819.400 6.804.247
Obat-obatan 2.330.074 4.485.067
Pajak Bunga 3.042.836 3.656.830
Representasi 31.700.000 -
Bunga Jasa Giro (15.439.854) (18.201.307)
Rugi Fiskal (4.696.725.616) (4.411.502.766)
Rugi Fiskal Tahun Sebelumnya (25.423.289.596) (27.761.455.129)
Rugi Fiskal Daluwarsa (Tahun Pajak 2018) 5.689.227.682 -
Rugi Fiskal Daluwarsa (Tahun Pajak 2017) - 6.749.668.299
Akumulasi Rugi Fiskal (24.430.787.530) (25.423.289.596)
Berdasarkan peraturan perpajakan Indonesia, Perusahaan menghitung, menetapkan dan membayar
sendiri jumlah pajak yang terutang. Direktorat Jenderal Pajak dapat menetapkan dan mengubah kewajiban
pajak dalam batas waktu lima tahun sejak tanggal terhutangnya pajak.
Aset Pajak Tangguhan
Diakui Dalam
1 Januari Diakui Dalam Penghasilan 31 Desember
2023 Laba Rugi Komprehensif 2023
Imbalan Kerja Karyawan 97.336.086 18.935.698 (45.863.644) 70.408.139
Jumlah 97.336.086 18.935.698 (45.863.644) 70.408.139
Diakui Dalam
1 Januari Diakui Dalam Penghasilan 31 Desember
2022 Laba Rugi Komprehensif 2022
Imbalan Kerja Karyawan 142.860.207 (5.035.530) (40.488.591) 97.336.086
Jumlah 142.860.207 (5.035.530) (40.488.591) 97.336.086
48
Page 56
PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
22. KELOMPOK INSTRUMEN KEUANGAN
Tabel di bawah ini menyajikan perbandingan atas nilai tercatat dengan nilai wajar dari instrumen
keuangan Entitas yang tercatat dalam laporan keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2023 dan 2022.
2023
Nilai Tercatat Nilai Wajar
Aset Keuangan
Kas dan Setara Kas 1.794.235.440 1.794.235.440
Piutang Usaha 335.222.965 335.222.965
Piutang Lain-lain 8.494.000 8.494.000
Jumlah 2.137.952.405 2.137.952.405
Liabilitas Keuangan
Utang Lain-lain 107.962.374 107.962.374
Biaya Yang Masih Harus Dibayar 853.542.676 853.542.676
Utang Bank 20.803.100.000 20.803.100.000
Utang Pemegang Saham 16.550.000.000 16.550.000.000
Jumlah 38.314.605.050 38.314.605.050
2022
Nilai Tercatat Nilai Wajar
Aset Keuangan
Kas dan Setara Kas 2.651.975.970 2.651.975.970
Piutang Usaha 358.476.343 358.476.343
Piutang Lain-lain 7.092.000 7.092.000
Jumlah 3.017.544.313 3.017.544.313
Liabilitas Keuangan
Utang Usaha 19.999.959 19.999.959
Utang Lain-lain 121.562.500 121.562.500
Biaya Yang Masih Harus Dibayar 1.053.036.056 1.053.036.056
Utang Bank 24.523.100.000 24.523.100.000
Utang Pemegang Saham 12.500.000.000 12.500.000.000
Jumlah 38.217.698.515 38.217.698.515
49
Page 57
PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
23. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
Direksi memiliki tanggungjawab keseluruhan untuk menetapkan dan mengawasi kerangka manajemen
risiko. Direksi telah menetapkan fungsi keuangan yang bertanggungjawab untuk mengelola,
mengembangkan dan memantau kebijakan manajemen risiko Perusahaan. Sedangkan fungsi internal audit
memiliki tanggungjawab untuk mengevaluasi dan meningkatkan efektivitas kebijakan dan prosedur
manajemen risiko, dan menelaah kecukupan risiko yang dihadapi oleh Perusahaan dengan memberikan
laporannya kepada Direksi.
Tujuan keseluruhan dari manajemen risiko adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisa risiko-risiko
yang dihadapi Perusahaan, menetapkan batasan risiko dan pengendalian yang sesuai, serta untuk
mengawasi risiko dan kepatuhan terhadap batasan yang telah ditetapkan, namun tanpa terlalu
mempengaruhi daya saing Perusahaan dan fleksibilitas.
Risiko Likuiditas
Pada saat ini Perusahaan berharap dapat membayar semua liabilitas pada saat jatuh tempo. Perusahaan
melakukan evaluasi dan pengawasan yang ketat atas arus kas masuk dan kas keluar untuk memastikan
tersedianya dana untuk memenuhi kebutuhan pembayaran liabilitas yang jatuh tempo. Secara umum,
kebutuhan dana untuk pelunasan liabilitas jangka pendek yang jatuh tempo diperoleh dari pelunasan
piutang dari pelanggan yang memiliki jangka waktu kredit 1 bulan.
Risiko Pasar
Risiko pasar adalah risiko yang timbul karena nilai wajar arus kasa masa depan suatu instrument keuangan
berfluktuasi sebagai akibat dari perubahan harga pasar yang menggambarkan risiko tingkat suku bunga
dan risiko mata uang asing.
Risiko Kredit
Risiko kredit adalah risiko jika pihak debitur tidak memenuhi kewajibannya yang menyebabkan kerugian
keuangan. Perusahaan melakukan analisa dan persetujuan kredit yang hati-hati, dan juga pengawasan
terhadap saldo piutang dilakukan secara berkesinambungan untuk meminimalisasi piutang yang tidak
dapat ditagih. Terkait dengan kredit yang diberikan kepada pelanggan, Perusahaan mengendalikan
eksposur risiko kredit dengan menetapkan kebijakan atas persetujuan atau penolakan kontrak kredit baru.
Kepatuhan atas kebijakan tersebut dipantau oleh Direksi. Sebagai bagian dari proses dalam persetujuan
atau penolakan tersebut, reputasi dan jejak rekam pelanggan menjadi bahan pertimbangan. Saat ini, tidak
terdapat risiko kredit yang terkonsentrasi secara signifikan.
Risiko Operasional
Risiko operasional adalah risiko kerugian yang diakibatkan oleh kekurangan atau kegagalan dari proses
internal, faktor manusia dan sistem atau dari kejadian-kejadian eksternal. Risiko ini melekat dalam semua
proses bisinis, kegiatan operasional, sistem dan produk Perusahaan. Kebijakan manajemen yaitu
menerapkan sistem audit kepatuhan yang berkelanjutan, pemeliharaan ataupun melakukan backup atas
aplikasi utama perusahaan baik dari sisi hardware dan software untuk menghindari hal-hal yang tidak
diinginkan, dan juga menanamkan nilai-nilai dasar Perusahaan sejak dini kepada karyawan sehingga dapat
menghindarikan/mengurangi potensi penyimpangan, serta penilaian kinerja yang fair dan transparan
dalam pengembangan karir.
50
Page 58
PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
23. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
Risiko Permodalan
Perusahaan mengelola dan melakukan penyesuaian terhadap struktur permodalan berdasarkan
perubahan kondisi ekonomi. Dalam rangka pemeliharaan dan mengelola struktur permodalan, Perusahaan
mempertimbangkan efisiensi penggunaan modal berdasarkan arus kas operasi dan belanja modal serta
mempertimbangkan kebutuhan modal dimasa yang akan datang. Kebijakan manajemen adalah
mempertahankan secara konsisten struktur permodalan yang sehat dalam jangka panjang guna
mempertahankan akses terhadap berbagai alternative pendanaan pada biaya yang wajar. Tujuan utama
pengelolaan modal Perusahaan adalah untuk memastikan pemeliharaan rasio modal yang sehat antara
jumlah liabilitas dan ekuitas guna mendukung usaha dan memaksimalkan imbalan bagi pemegang saham.
24. KELANGSUNGAN USAHA
Laporan keuangan disusun dengan anggapan Perusahaan akan melanjutkan usahanya secara
berkesinambungan dan tidak mencakup adanya penyesuaian sebagai akibat adanya ketidakpastian tentang
kelangsungan hidup Perusahaan. Perusahaan mengalami defisit pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar
Rp33.835.862.350. Manajemen berkeyakinan bahwa Perusahaan ditahun-tahun yang akan datang akan
memperoleh laba yang signifikan karena memiliki sumber daya yang memadai untuk melanjutkan kegiatan
usahanya. Oleh karena itu, dasar kelangsungan usaha tetap digunakan sebagai dasar penyusunan laporan
keuangan.
Berikut adalah langkah-langkah yang akan dilakuakan Manajemen untuk mempertahankan kelangsungan
usahanya di tahun 2024 sebagai tindak lanjut dari Perencanaan Manajemen, antara lain:
- Tetap mengedepankan pelayanan prima untuk kepuasan pelanggan termasuk kebersihan dan kecepatan
dalam menangani kebutuhan pelanggan.
- Mengoptimalkan penggunaan sumber daya listrik dalam hal efisiensi pemakaian seperlunya.
- Melakukan kontrol dan evaluasi harga serta kualitas dari vendor yang selama ini telah berkerjasama.
- Membangun hubungan komunikasi pelanggan untuk hubungan jangka panjang agar menjadikan pilihan
dan keputusan pelanggan.
- Mengurangi biaya yang berlebihan dengan terus melakukan memantau pengeluaran operasional.
- Mengontrol dan efisiensi manning karyawan dengan program pemagangan.
- Peningkatan kompetensi karyawan untuk mengurangi dan memperkecil angka complain pelanggan
sehingga tidak memerlukan biaya akibat dari Komplain pelanggan.
- Tetap menjaga hubungan dan komunikasi baik dengan pelanggan serta reward atau gift kepada
pelanggan.
- Departemen Food & Beverage dan Room melakukan inovasi baik dari Program Bundling maupun
Program Promo yang berdasarkan kondisi dan kebutuhan Pasar.
- Kerjasama Program Bundling dengan pihak eksternal dengan fasilitas yang ada di Majalengka antara lain
Bandara Kertajati (Tiket Pesawat + Kamar atau + wisata alam). Paket Perjalanan Dinas (room + tour
wisata atau room + outbond).
- Melakukan kerjasama dengan pihak eksternal untuk membuat event-event (wedding, birthday event,
corporate/social event, arisan, dan lain lain) yang menghasilkan revenue sehingga tidak hanya
mengandalkan revenue Meeting Room
51
Page 59
PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. SALDO DAN SIFAT TRANSAKSI SIGNIFIKAN DENGAN PIHAK BERELASI
Dalam kegiatan usaha normal, Perusahaan melakukan transaksi yang berkelanjutan dengan pihak berelasi.
Saldo dan transaksi pihak berelasi
Dalam kegiatan usahanya untuk menunjang modal kerja, Perseroan melakukan transaksi berdasarkan
persyaratan yang disepakati bersama dengan pihak-pihak berelasi, tidak ada transaksi yang tidak
berhubungan dengan kegiatan usaha utama. Pinjaman dari pihak-pihak berelasi tanpa jaminan dan tidak
dikenakan beban bunga sebagaimana diungkapkan pada catatan 15.
Sifat transaksi dan hubungan pihak berelasi
PT Hotel Fitra International merupakan pemegang saham pengendali Perusahaan.
26. TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Manajemen Perusahaan, yang dalam hal ini diwakili oleh Direksi Perseroan, bertanggung jawab atas
penyusunan laporan keuangan ini yang telah diselesaikan dan diotorisasi untuk diterbitkan oleh
manajemen Perusahaan pada tanggal 19 Februari 2024.
52
Names mentioned 23 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
p.1 ×22
unresolved
person
KH. Abdul Halim
p.1 ×5
unresolved
org
PT BUMI MAJALENGKA PERMAI CATATAN ATAS
p.12 ×48
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.12
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.12
unresolved
person
Steve Mulyono
p.12
unresolved
org
Bank Indonesia
p.16
unresolved
org
PT Bank Jawa Barat
p.40
unresolved
person
KH. Abdul Hamid
p.42 ×6
unresolved
org
PT Asuransi Tri Pakarta
p.42 ×2
unresolved
org
PT Kusuma Real Sakti No. KRS-
p.45 ×2
unresolved
org
PT Askap Future.
p.46
unresolved
person
Rudy Siswanto
p.51
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pajak
p.55
unresolved
org
Departemen Food & Beverage dan Room
p.58
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.