Skip to content
Back to announcement

20251218_SMCB_Informasi Transaksi Afiliasi_32013907_lamp2.pdf

Asset transaction Needs review SMCB

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 93

Page 1
PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana
Penggunaan Jasa Pengelolaan Fungsi Pengadaan
dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk


Desember 2025
Page 2
Jakarta, 22 Desember 2025
No. 00091/2.0095-00/BS/04/0663/1/XII/2025
Kepada Yth.
Direksi
PT Solusi Bangun Indonesia Tbk
Talavera Suite Lantai 15
Talavera Office Park
Jl. TB Simatupang No. 22-26
Jakarta Selatan, 12430
Perihal    : Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Penggunaan Jasa Pengelolaan Fungsi
             Pengadaan dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk

Dengan Hormat,
PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (”Perseroan”) merupakan anak perusahaan dari PT Semen
Indonesia (Persero) Tbk (“SIG”). Perseroan bergerak dalam industri bahan bangunan, perdagangan,
pertambangan, transportasi, dan pengelolaan limbah berbahaya.
Dalam rangka penerapan sentralisasi fungsi pengelolaan pengadaan di SIG Grup, Perseroan
bersama salah satu anak perusahaan Perseroan yang seluruh sahamnya dimiliki secara langsung dan
tidak langsung oleh Perseroan, yaitu PT Solusi Bangun Andalas (“SBA”), berencana untuk
menggunakan jasa pengelolaan fungsi pengadaan yang disediakan oleh SIG, untuk selanjutnya
disebut “Rencana Transaksi”.
Penjelasan spesifik Rencana Transaksi dapat dilihat pada bagian Latar Belakang dalam Laporan ini.
Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi merupakan Transaksi Afiliasi
sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/POJK.04/2020 tanggal
1 Juli 2020, tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan (“POJK 42/2020”), karena SIG
merupakan pemegang saham pengendali Perseroan.
Selanjutnya, berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi bukan
merupakan transaksi yang mengandung benturan kepentingan sebagaimana didefinisikan dalam
POJK 42 dan bukan merupakan transaksi material sebagaimana didefinisikan dalam Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan, Nomor 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020, tentang Transaksi Material
dan Perubahan Kegiatan Usaha (“POJK 17/2020”).
Untuk memenuhi ketentuan dalam POJK 42/2020, Perseroan telah menunjuk KJPP Ruky, Safrudin &
Rekan (“RSR”) sebagai Penilai Independen untuk memberikan Pendapat Kewajaran (”Fairness
Opinion”) atas Rencana Transaksi sebagaimana diinformasikan di atas bagi para pemegang saham
Perseroan.

STATUS PENILAI

RSR memiliki izin usaha dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia No. 2.11.0095 berdasarkan
Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 1131/KM.1/2011 tanggal 14 Oktober
2011.
Penilai Publik yang menandatangani laporan studi kelayakan adalah penilai yang memiliki
kompetensi dalam melakukan studi kelayakan serta telah memperoleh izin sebagai penilai publik
dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan terdaftar sebagai penilai di Otoritas Jasa
Keuangan (“OJK”).
Page 3
Sesuai Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 335/KM.1/2024 tertanggal 21 Mei
2024 mengenai izin penilai Nursatrio, MAPPI (Cert.) yang ditetapkan sebagai Penilai di Bidang Jasa
Penilaian Bisnis dengan berkualifikasi Penilai Bisnis (B) No. B-1.24.00663 dan terdaftar sebagai
profesi penunjang pasar modal di OJK berdasarkan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar
Modal Penilai Bisnis dengan No. STTD.PB-60/PM-021/2024.

PEMBERI TUGAS DAN PENGGUNA LAPORAN

Dalam laporan ini Perseroan bertindak sebagai “Pemberi Tugas” dan “Pengguna Laporan”.
Nama            :   PT Solusi Bangun Indonesia Tbk
Alamat          :   Talavera Suite Lantai 15
                    Talavera Office Park
                    Jl. TB Simatupang No. 22-26
                    Jakarta Selatan, 12430
Telepon         :   021-2986 1000
Faksimile       :   021-2986 3333
Website         :   corpsec.sbi@sig.id
Website         :   https://solusibangunindonesia.com
Bidang usaha    :   Menjalankan usaha dalam bidang bahan bangunan, perdagangan,
                    pertambangan, transportasi dan pengelolaan limbah berbahaya

LATAR BELAKANG

Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas terbuka yang menjalankan kegiatan usaha di sektor
industri (industri pengolahan, konstruksi, dan jasa penunjang usaha), perdagangan (perdagangan
besar serta aktivitas profesional, ilmiah, dan teknis), pertambangan (pertambangan dan
penggalian), transportasi (pengangkutan dan pergudangan), serta pengolahan limbah berbahaya
(pengelolaan dan daur ulang sampah serta aktivitas remediasi).
Perseroan bersama delapan entitas anak yang terkonsolidasi merupakan bagian dari grup SIG, yaitu
suatu badan usaha milik negara yang bergerak sebagai penyedia solusi bahan bangunan.
Dalam beberapa tahun terakhir, SIG telah mengembangkan model Shared Services Center (“SSC”)
Pengadaan yang melayani sejumlah entitas anak di dalam Grup SIG dan terbukti memberikan
peningkatan efisiensi, standardisasi proses, serta penguatan tata kelola pengadaan di tingkat grup.
Dalam rangka penerapan sentralisasi fungsi pengelolaan pengadaan di SIG Grup, Perseroan
bersama salah satu anak perusahaan Perseroan yang seluruh sahamnya dimiliki secara langsung dan
tidak langsung oleh Perseroan, yaitu SBA, berencana untuk menggunakan jasa pengelolaan fungsi
pengadaan yang disediakan oleh SIG, untuk selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”.
Sentralisasi/ shared service fungsi pengelolaan pengadaan Perseroan guna menciptakan nilai
tambah, peningkatan efektivitas dan efisiensi untuk kinerja perusahaan yang lebih baik melalui
volume pooling dan economy of scale.
Sehubungan dengan Rencana Transaksi, Perseroan, SBA dan SIG akan menandatangani perjanjian
jasa pengelolaan fungsi pengadaan yang mengatur mengenai ruang lingkup pemberian jasa
pengadaan oleh SIG dan biaya jasa pengadaan yang terdiri dari biaya sumber daya manusia dan
biaya operasional.
Biaya sumber daya manusia dan biaya operasional dihitung berdasarkan biaya ditambah margin
sebesar 8,2%.




                                                                                                 ii
Page 4
TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN

Tujuan Laporan Pendapat Kewajaran ini adalah untuk memberikan opini atas kewajaran rencana
Perseroan dan SBA untuk menggunakan jasa pengelolaan fungsi pengadaan yang disediakan oleh
SIG, sebagaimana didefinisikan dalam laporan ini dalam rangka memenuhi ketentuan OJK Pasar
Modal, tidak untuk perbankan, perpajakan, serta tidak untuk bentuk rencana transaksi lainnya.

OBYEK ANALISIS PENDAPAT KEWAJARAN

Obyek analisis kewajaran adalah rencana Perseroan dan SBA untuk menggunakan jasa pengelolaan
fungsi pengadaan yang disediakan oleh SIG.

SIFAT RENCANA TRANSAKSI

Transaksi Afiliasi
Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, SIG merupakan pemegang saham pengendali
Perseroan, sehingga Rencana Transaksi termasuk Transaksi Afiliasi sebagaimana didefinisikan dalam
POJK 42/2020.




Selanjutnya, berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, tidak terdapat perbedaan
kepentingan ekonomis antara Perseroan dengan kepentingan ekonomis pribadi anggota Direksi,
anggota Dewan Komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali dalam Rencana Transaksi,
yang dapat merugikan Perseroan, sehingga Rencana Transaksi bukan merupakan suatu Transaksi
Benturan Kepentingan sebagaimana dimaksud dalam POJK 42/2020.

Transaksi Material
Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, jumlah nilai Transaksi dibawah 20% dari jumlah
modal Perseroan berdasarkan laporan keuangan tengah tahunan Perseroan per 30 Juni 2025,
sehingga Rencana Transaksi bukan merupakan transaksi material sebagaimana didefinisikan dalam
POJK 17/2020.
Untuk memenuhi ketentuan dalam POJK 42/2020, Perseroan telah menunjuk RSR sebagai Penilai
Independen untuk memberikan Pendapat Kewajaran (”Fairness Opinion”) atas Rencana Transaksi
sebagaimana diinformasikan di atas bagi para pemegang saham Perseroan.

RUANG LINGKUP PENDAPAT KEWAJARAN

Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran akan didasarkan pada analisis atas kewajaran Rencana Transaksi
untuk memenuhi ketentuan POJK 42/2020.



                                                                                               iii
Page 5
Ruang lingkup Pendapat Kewajaran antara lain identifikasi masalah (identifikasi batasan, maksud,
dan tujuan serta objek), pengumpulan data dan wawancara, analisis transaksi, analisis kewajaran
transaksi, penyusunan laporan.

PEDOMAN DAN STANDAR PENILAIAN

Laporan Pendapat Kewajaran ini disusun sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII
tahun 2018 dengan Edisi Revisi pada SPI 300, SPI 310, SPI 320, dan SPI 330 yang ditetapkan pada
1 Maret 2020 dan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) seperti yang ditetapkan oleh Masyarakat Profesi
Penilai Indonesia (MAPPI), POJK 42/2020, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK
35”) dan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian
dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“SEOJK 17”).

TANGGAL PENILAIAN

Analisis Pendapat Kewajaran dilakukan per tanggal 30 Juni 2025, parameter dan laporan keuangan
yang digunakan dalam analisis didasarkan pada data per tanggal 30 Juni 2025.

PENGGUNAAN MATA UANG

Dalam analisis pendapat kewajaran, mata uang yang digunakan adalah mata uang Rupiah (“Rp”).

KEJADIAN SETELAH TANGGAL PENILAIAN

Dari tanggal penilaian, yaitu tanggal 30 Juni 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan
pendapat kewajaran ini, tidak terdapat kejadian penting yang dapat mempengaruhi opini
kewajaran.
Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan pendapat kewajaran ini.

INDEPENDENSI PENILAI

Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini kami telah bertindak secara independen
tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, SIG, SBA ataupun pihak-pihak yang
terafiliasi dengan perusahaan tersebut. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan
pribadi berkaitan dengan penugasan ini.
Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan
pada pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh opini
atas kewajaran Rencana Transaksi yang dihasilkan dari proses analisis kewajaran ini dan kami hanya
menerima imbalan sesuai yang tercantum pada Proposal No. RSR/P-B/FO/011225 tanggal
1 Desember 2025. Adapun biaya jasa tersebut telah memperhatikan ketentuan yang diatur oleh
Ikatan Kantor Jasa Penilai (IKJPP) MAPPI.

SUMBER DATA DAN INFORMASI

Sebagai Penilai Independen dalam mempersiapkan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi,
kami telah menelaah, mengacu dan mempertimbangkan atas data dan dokumen yang disampaikan
oleh manajemen Perseroan atas hal-hal sebagai berikut:
    1. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan Interim untuk
       periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 yang telah diaudit oleh Kantor


                                                                                                 iv
Page 6
       Akuntan Publik (KAP) Liana Ramon Xenia & Rekan dengan opini tanpa modifikasian dan
       ditandatangani pada tanggal 26 September 2025 oleh Juan Ramon Junius Siahaan dengan
       Izin Akuntan Publik No. AP. 1672.
   2. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan untuk tahun
      yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP Liana Ramon
      Xenia & Rekan dengan opini tanpa modifikasian dan telah ditandatangani pada tanggal 26
      Maret 2025 oleh Juan Ramon Junius Siahaan dengan Izin Akuntan Publik No. AP. 1672.
   3. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan untuk tahun
      yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP Imelda & Rekan
      dengan opini tanpa modifikasian dan telah ditandatangani pada tanggal 7 Maret 2024 oleh
      Juan Ramon Junius Siahaan dengan Izin Akuntan Publik No. AP. 1672.
   4. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan untuk tahun
      yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP Imelda & Rekan
      dengan opini tanpa modifikasian dan telah ditandatangani pada tanggal 23 Februari 2023
      oleh Theodorus Bambang Dwi K.A., dengan Izin Akuntan Publik No. AP. 1208.
   5. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan untuk tahun
      yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP Tanudiredja,
      Wibisana, Rintis & Rekan dengan opini tanpa modifikasian dan telah ditandatangani pada
      tanggal 22 Februari 2022 oleh Daniel Kohar, S.E., CPA., dengan Izin Akuntan Publik No. AP.
      1130.
   6. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan untuk tahun
      yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP Tanudiredja,
      Wibisana, Rintis & Rekan dengan opini tanpa modifikasian dan telah ditandatangani oleh
      Daniel Kohar, S.E., CPA., pada tanggal 3 Mei 2021 dengan Izin Akuntan Publik No. AP. 1130.
   7. Proyeksi Keuangan Konsolidasian Perseroan tanpa dan dengan Rencana Transaksi untuk
      tahun 2025-2030, yang disiapkan oleh manajemen Perseroan. RSR telah melakukan review
      atas proyeksi keuangan tersebut untuk memperoleh keyakinan atas kewajaran proyeksi
      keuangan.
   8. Laporan Keuangan Konsolidasian Proforma Perseroan per 30 Juni 2025, yang telah disiapkan
      oleh manajemen Perseroan.
   9. Draft Perjanjian Jasa Pengelolaan Fungsi Pengadaan antara Perseroan, SBA dan SIG yang
      disediakan oleh manajemen Perseroan;
   10. Draft Keterbukaan Informasi Perseroan;
RSR telah melakukan wawancara dan diskusi dengan manajemen Perseroan, termasuk diantaranya,
Bapak Farid Nugraha - Finance Group Head Perseroan pada 3 Desember 2025 dengan agenda
pembahasan proyeksi konsolidasian Perseroan, sehubungan dengan penugasan Pendapat
Kewajaran.
Atas data yang telah disampaikan tersebut, kami telah menerima Representation Letter dari
manajemen Perseroan No. 001/Fin-SBI/XII/2025 tertanggal 22 Desember 2025 sehubungan dengan
penugasan Pendapat Kewajaran;
Dalam menyiapkan laporan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi, kami juga memperoleh
bantuan dari tenaga ahli yaitu Danny Darussalam Tax Center (“DDTC”) berdasarkan Laporan Studi
Benchmarking – Pembayaran Jasa Pengadaan PT Solusi Bangun Indonesia Tbk dengan
No. 138/DDTC-1A/XII/2025 tanggal 19 Desember 2025 ditandatangani oleh Yusuf Wangko
Ngantung.



                                                                                              v
Page 7
Kami juga menggunakan berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak dan elektronik,
seperti Bank Indonesia, dan Bursa Efek Indonesia serta hasil analisis lain yang kami anggap relevan
dengan penugasan pendapat kewajaran.

ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS

Asumsi
Laporan Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion, kami telah melakukan penelaahan
atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses penyusunan pendapat kewajaran, data dan
informasi yang diperoleh berasal baik dari manajemen Perseroan maupun dari sumber lain yang
dapat dipercaya keakuratannya.
Laporan Pendapat Kewajaran ini disusun dengan menggunakan Proyeksi Keuangan yang disiapkan
oleh manajemen Perseroan dengan mencerminkan kewajaran proyeksi dan kemampuan
pencapaiannya (fiduciary duty).
Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan analisis kewajaran proyeksi keuangan yang telah
disiapkan manajemen Perseroan.
Kami bertanggung jawab atas opini yang dihasilkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran.
Laporan Pendapat Kewajaran bersifat terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan.
Kami telah memperoleh informasi atas status hukum objek Pendapat Kewajaran dari Perseroan.

Kondisi Pembatas
Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan pada prinsip integritas informasi dan data. Dalam
menyusun Pendapat Kewajaran ini, kami melandaskan dan berdasarkan pada sumber data dan
informasi sebagaimana diberikan manajemen Perseroan, yang mana berdasarkan hakekat
kewajaran adalah benar, lengkap, dapat diandalkan, serta tidak menyesatkan.
Kami tidak melakukan audit ataupun uji tuntas secara mendetail atas penjelasan maupun data-data
yang diberikan oleh manajemen Perseroan, baik lisan maupun tulisan. Dengan demikian kami tidak
dapat memberikan jaminan atau bertanggung-jawab terhadap kebenaran dan kelengkapan dari
informasi atau penjelasan tersebut.
Sebagai dasar bagi kami untuk melakukan analisis dalam mempersiapkan Pendapat Kewajaran atas
Rencana Transaksi, kami menggunakan data-data sebagaimana tercantum pada bagian Sumber
Data dan Informasi sebagai bahan penelaahan, perhitungan dan analisis.
Segala perubahan terhadap data tersebut di atas dapat mempengaruhi hasil analisis kami secara
material. Oleh karena itu, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya
perbedaan kesimpulan yang disebabkan perubahan data tersebut.
Pendapat Kewajaran ini disusun hanya dengan mempertimbangkan sudut pandang pemegang
saham Perseroan dan tidak mempertimbangkan sudut pandang stakeholders lain serta aspek-aspek
lainnya.
Pendapat Kewajaran ini disusun dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan perekonomian,
kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan pemerintah pada tanggal laporan pendapat
kewajaran ini dikeluarkan.
Laporan Pendapat Kewajaran ini hanya dilakukan terhadap Tujuan Penilaian seperti yang telah
diuraikan di atas, dan tidak untuk bentuk rencana transaksi lainnya.


                                                                                                 vi
Page 8
Kami menganggap bahwa sejak Tanggal Penilaian hingga laporan pendapat kewajaran diterbitkan,
tidak terdapat kejadian luar biasa yang secara material, baik secara makro ekonomi maupun
industri, saat kini maupun yang akan datang, dapat berpengaruh terhadap bisnis Perseroan dan
rencana bisnis dan anggaran Perseroan.
Dengan ini kami menyatakan bahwa penugasan kami tidak termasuk menganalisis transaksi-
transaksi di luar Tujuan Pendapat Kewajaran yang mungkin tersedia bagi Perseroan serta pengaruh
dari transaksi-transaksi tersebut terhadap Tujuan Pendapat Kewajaran, dan juga bukan merupakan
analisis penggunaan yang paling mungkin dan optimal dari Tujuan Pendapat Kewajaran.
Kami ingin menekankan bahwa hasil analisis dan penelaahan kami secara khusus hanya terbatas
pada aspek finansial atas Rencana Transaksi, kami tidak melakukan penelitian atas keabsahan
Rencana Transaksi dari segi hukum dan implikasi aspek perpajakan dari Transaksi Perseroan
tersebut, karena hal tersebut berada di luar lingkup penugasan kami.
Penggunaan atas sebagian atau keseluruhan dari laporan harus mendapatkan persetujuan dari
manajemen Perseroan mengingat kemungkinan adanya informasi yang bersifat rahasia dan dapat
mempengaruhi kompetisi dan operasional Perseroan.
Mengingat bahwa ada kemungkinan terjadinya perbedaan waktu dari tanggal laporan ini dengan
pelaksanaan Rencana Transaksi, maka kesimpulan laporan kewajaran yang diinformasikan tersebut
di atas, hanya berlaku apabila tidak ada perubahan signifikan yang akan berdampak material
terhadap kewajaran dari Rencana Transaksi. Perubahan tersebut termasuk perubahan baik secara
internal pada masing-masing perusahaan maupun secara eksternal meliputi: kondisi pasar dan
perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan pemerintah Indonesia setelah
tanggal laporan ini dikeluarkan. Bila mana setelah tanggal laporan ini dikeluarkan terjadi perubahan
tersebut di atas, maka pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi ini mungkin berbeda.
Kami juga berpegang kepada surat pernyataan (representation letter) dari manajemen Perseroan
atas penugasan kami untuk mempersiapkan laporan pendapat kewajaran, bahwa mereka telah
menyampaikan seluruh informasi penting dan relevan berkenaan dengan pendapat kewajaran dan
sepanjang pengetahuan manajemen Perseroan tidak ada faktor material yang belum diungkapkan
dan dapat menyesatkan.
Tingkat Kedalaman Investigasi
Dalam melakukan penugasan, tidak ada batas atau pembatasan dalam melakukan penelaahan,
perhitungan dan analisis.
RSR telah melakukan wawancara dan diskusi dengan manajemen Perseroan pada tanggal
3 Desember 2025 yaitu dengan Bapak Farid Nugraha - Finance Group Head Perseroan dengan
agenda pembahasan proyeksi konsolidasian Perseroan, sehubungan dengan penugasan Pendapat
Kewajaran.
Tenaga Ahli
Dalam melakukan Pendapat Kewajaran atas Rencana Perseroan, RSR menggunakan bantuan dari
tenaga ahli yaitu Danny Darussalam Tax Center (“DDTC”) untuk melakukan kajian atas kewajaran
penentuan margin/mark-up penyediaan jasa Pengadaan yang digunakan dalam Rencana Transaksi.
Kajian tersebut telah disampaikan dalam dokumen Studi Benchmarking – Pembayaran Jasa
Pengadaan PT Solusi Bangun Indonesia Tbk dengan No. 138/DDTC-1A/XII/2025 tanggal 19
Desember 2025;




                                                                                                 vii
Page 9
PERSYARATAN ATAS PERSETUJUAN UNTUK PUBLIKASI

Laporan Pendapat Kewajaran bersifat terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan.

METODOLOGI PENGKAJIAN KEWAJARAN ATAS RENCANA TRANSAKSI

Dalam menilai kewajaran Rencana Transaksi, kami menggunakan metodologi analisis sebagai
berikut:
     1) Analisis Rencana Transaksi berupa identifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana
        Transaksi, analisis persyaratan dari perjanjian atas Rencana Transaksi, analisis manfaat dan
        risiko Rencana Transaksi;
     2) Analisis Kualitatif berupa analisis terhadap riwayat singkat Perseroan dan kegiatan usaha,
        analisis industri, analisis operasional dan prospek usaha Perseroan, alasan dan latar belakang
        Rencana Transaksi, serta keuntungan dan kerugian Rencana Transaksi;
     3) Analisis Kuantitatif berupa analisis kinerja historis, analisis proyeksi keuangan, analisis
        proforma laporan keuangan, dan analisis inkremental;
     4) Analisis atas faktor lain yang relevan, berupa analisis biaya dan pendapatan yang relevan,
        informasi non keuangan yang relevan.
     5) Analisis kewajaran Harga Rencana Transaksi;

ANALISIS KEWAJARAN
1.    Analisis Rencana Transaksi
      a) Pihak-pihak yang terkait dalam Rencana Transaksi adalah Perseroan dan SBA sebagai
         pengguna layanan dan SIG sebagai penyedia layanan.
      b) Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi merupakan transaksi
         afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK 42/2020, karena merupakan transaksi Perseroan
         dengan pemegang saham pengendali Perseroan.
         Selanjutnya, berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi bukan
         merupakan transaksi yang mengandung benturan kepentingan sebagaimana didefinisikan
         dalam POJK 42/2020.
      c) Analisis perjanjian dan persyaratan atas Rencana Transaksi dilakukan terhadap draft
         perjanjian jasa pengelolaan fungsi pengadaan antara Perseroan, SBI dan SIG, yang telah
         disediakan manajemen Perseroan.
      d) Analisis Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi
         Manfaat yang diharapkan diterima oleh Perseroan berdasarkan penjelasan manajemen
         Perseroan dan analisis atas manfaat Rencana Transaksi, antara lain:
             •    Penurunan biaya pengadaan secara keseluruhan (total cost of ownership).
                  ○ Melalui peningkatan daya tawar, konsolidasi volume, dan standardisasi proses
                    tender, Perseroan berpotensi memperoleh harga pembelian yang lebih
                    kompetitif dan syarat komersial yang lebih menguntungkan
                  ○ Efisiensi dalam struktur organisasi dan biaya operasional pengadaan (tenaga
                    kerja dan non‑tenaga kerja) juga berkontribusi pada pengurangan biaya
                    pengelolaan pengadaan dalam jangka menengah–panjang.



                                                                                                   viii
Page 10
             •   Peningkatan kualitas tata kelola dan kepatuhan.
                 Penerapan proses pengadaan yang terstandardisasi di bawah SSC SIG akan
                 meningkatkan governance, transparansi, dan jejak audit (audit trail), sehingga
                 menurunkan risiko kesalahan prosedur, fraud, maupun temuan audit yang
                 merugikan Perseroan dan pemegang saham minoritas.
             •   Kualitas layanan dan kecepatan proses pengadaan yang lebih baik.
                 Dengan skala dan spesialisasi SSC, pengelolaan tender, negosiasi, dan manajemen
                 pemasok dapat dilakukan secara lebih profesional, terukur dengan KPI dan SLA yang
                 jelas, sehingga mendukung kebutuhan operasional Perseroan secara lebih efektif.
             •   Sinergi dan integrasi strategis di dalam Grup SIG.
                 Model SSC memperkuat integrasi rantai pasok di lingkungan Grup SIG, sehingga
                 Perseroan dapat memanfaatkan sinergi antar entitas dalam hal informasi pasar,
                 benchmarking harga, strategi kategori, dan inovasi pengadaan
        Risiko yang mungkin dihadapi oleh Perseroan berdasarkan penjelasan manajemen
        Perseroan adalah:
             •   SIG tidak dapat memberikan kualitas layanan sesuai dengan harapan Perseroan .
             •   Risiko keterlambatan waktu atas layanan yang diberikan SIG sehingga terdapat
                 potensi manfaat layanan yang terlambat bagi Perseroan

2.   Analisis Kualitatif
     a) Riwayat Singkat dan Kegiatan Usaha Perseroan
        Perseroan merupakan sebuah perseroan terbatas terbuka yang pertama kali didirikan
        dengan nama PT Semen Cibinong berdasarkan hukum Negara Republik Indonesia di bawah
        kerangka Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 sebagaimana diubah oleh Undang-Undang No.
        11 Tahun 1970 tentang Penanaman Modal Asing. Perseroan didirikan berdasarkan Akta
        Pendirian No. 53 tanggal 15 Juni 1971, dibuat di hadapan Abdul Latief, S.H., Notaris di
        Jakarta. Akta Pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia
        berdasarkan Keputusan No. J.A.5/149/7 tanggal 23 September 1971 dan diumumkan pada
        Berita Negara Republik Indonesia No. 82 tanggal 12 Oktober 1971, Tambahan No. 466.
        Perseroan mengalami perubahan nama menjadi PT Holcim Indonesia Tbk berdasarkan Akta
        No. 21 tanggal 30 November 2005, dibuat di hadapan Dr. Amrul Partomuan Pohan, S.H.,
        LL.M, Notaris di Jakarta. Akta tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum
        dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Keputusan No. C-34995
        HT.01.04.TH.2005 tanggal 30 Desember 2005. Akta tersebut juga telah didaftarkan dalam
        Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Selatan No. 54/RUB.09.03/I/2006 tanggal 24
        Januari 2006 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 10 tanggal
        3 Februari 2006, Tambahan No. 1311/2006.
        Kemudian pada tahun 2019, Perseroan kembali melakukan perubahan nama menjadi PT
        Solusi Bangun Indonesia Tbk berdasarkan Akta No. 11 tanggal 11 Februari 2019, dibuat di
        hadapan Aulia Taufani, S.H., Notaris di Jakarta. Akta tersebut telah mendapatkan
        persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan
        Keputusan No. AHU-0008550.AH.01.02.TAHUN 2019 tanggal 18 Februari 2019. Akta
        tersebut juga telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
        Indonesia berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No.
        AHU-AH.01.03-0097407 tanggal 18 Februari 2019. Akta tersebut juga telah didaftarkan


                                                                                                 ix
Page 11
   dalam Daftar Perseroan pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
   Indonesia di bawah No. AHU-0026748.AH.01.11.TAHUN 2019 tanggal 18 Februari 2019.
   Anggaran Dasar Perseroan telah diubah dari waktu ke waktu, terakhir kali diubah
   berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar Perseroan
   Nomor 91 tanggal 31 Mei 2024, dibuat di hadapan Aulia Taufani, S.H., Notaris di Jakarta,
   yang telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
   Indonesia Nomor AHU-0034010.AH.01.02.TAHUN 2024 tanggal 10 Juni 2024 dan telah
   didaftarkan dalam Daftar Perseroan pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
   Republik Indonesia Nomor AHU-0113559.AH.01.11.TAHUN 2024 tanggal 10 Juni 2024.
   Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, maksud dan tujuan Perseroan adalah
   berusaha dalam bidang Industri Pengolahan (Industri kemasan dan kotak dari kertas dan
   karton dan Industri semen), bidang Konstruksi (termasuk pengangkutan dan pergudangan
   yaitu, angkutan laut dalam negeri untuk barang khusus dan pergudangan dan
   penyimpanan, bidang Penunjang Usaha Lainnya (aktivitas pengepakan), bidang
   Perdagangan Besar (Perdagangan besar semen, kapur, pasir dan batu), bidang Pengelolaan
   Air Limbah, Pengelolaan dan Daur Ulang Sampah (termasuk aktivitas profesional, ilmiah dan
   teknis yaitu, pengelolaan dan pembuangan sampah tidak berbahaya, pengelolaan dan
   pembuangan sampah berbahaya; jasa pengujian laboratorium; dan aktivitas profesional,
   ilmiah dan teknis lainnya yang tidak termasuk dalam lainnya), bidang aktivitas konsultasi
   manajemen lainnya, dan dalam bidang pertambangan dan penggalian (penggalian batu
   kapur/gamping, penggalian tanah dan tanah liat.
   Perseroan mengoperasikan empat pabrik semen di Narogong (Jawa Barat), Cilacap (Jawa
   Tengah), Tuban (Jawa Timur), dan Lhoknga (Aceh), dengan total kapasitas 14,86 juta ton
   semen per tahun.
   Kantor pusat Perseroan berada di Gedung Talavera Suite Lantai 15, Talavera Office Park, Jl.
   TB Simatupang No. 22-26, Jakarta, Indonesia.
b) Analisis Industri
   Sektor konstruksi Indonesia merupakan salah satu sektor penopang perekonomian dan
   merupakan kontributor dalam proses pembangunan infrastruktur. Oleh karena itu,
   konstruksi diharapkan dapat memberikan peluang usaha yang mempunyai potensi pasar
   tinggi bagi penyedia produk dan teknologi baik konstruksi nasional maupun internasional.
   Salah satu produk yang mendukung sektor konstruksi adalah industri semen. Semen
   merupakan bahan perekat atau lem, yang berguna untuk merekatkan bahan-bahan
   material lain seperti batu bata dan batu koral hingga dapat menjadi satu kesatuan dan kuat
   atau menjadi sebuah bangunan.
   Berdasarkan data Statista, produksi semen global selama tahun 2020-2024 mengalami
   fluktuasi penurunan sebesar 1,21% dihitung menggunakan CAGR. Penurunan terbesar
   terjadi pada tahun 2022 sebesar 6,82% dari sebesar 4,4 miliar ton pada tahun 2021 menjadi
   sebesar 4,1 miliar ton.
   Berdasarkan data Statista, Tiongkok merupakan negara produsen semen terbesar secara
   global di mana pada tahun 2024 telah memproduksi semen sebesar 1.900 juta ton atau
   60,43% dari total keseluruhan produksi semen global. Selanjutnya, India sebagai negara
   produsen semen kedua terbesar global dengan produksi semen pada tahun 2024 sebesar
   450 juta ton atau 14,31% dari total keseluruhan produksi semen global.
   Berdasarkan data Statista, pendapatan dari material bangunan dan perangkat keras dalam
   proyek konstruksi di Indonesia selama tahun 2025-2029 diproyeksikan akan mengalami
   peningkatan dengan CAGR sebesar 2,38%. Pada tahun 2025, proyeksi pendapatan dari


                                                                                            x
Page 12
        material bangunan dan perangkat keras dalam proyek konstruksi di Indonesia sebesar
        US$40,28 miliar, diproyeksikan meningkat menjadi sebesar US$ 44,17 miliar.
     c) Analisis Operasional dan Prospek Usaha Perseroan
        Perseroan merupakan anak perusahaan dari SIG yang bergerak dalam industri bahan
        bangunan, perdagangan, pertambangan, transportasi, dan pengelolaan limbah berbahaya.
        Selama tahun 2020-2024, segmen pendapatan semen memberikan kontribusi terbesar
        terhadap total pendapatan Perseroan dan Entitas Anak dengan kontribusi rata-rata sebesar
        89,84%. Kedua adalah segmen pendapatan beton yang memberikan kontribusi rata-rata
        sebesar 8,60%% terhadap total pendapatan. Sedangkan segmen pendapatan agregat dan
        jasa konstruksi lainnya memberikan kontribusi masing-masing sebesar 0,89% dan 0,67%
        terhadap total pendapatan Perseroan dan Entitas Anak.
        Pada Juni 2025, segmen pendapatan semen memberikan kontribusi terbesar terhadap total
        pendapatan Perseroan dan Entitas Anak dengan kontribusi sebesar 90,73%. Selanjutnya,
        pendapatan beton yang memberikan kontribusi rata-rata sebesar 7,94%% terhadap total
        pendapatan. Sedangkan segmen pendapatan agregat dan jasa konstruksi lainnya
        memberikan kontribusi masing-masing sebesar 1,17% dan 0,16% terhadap total
        pendapatan Perseroan dan Entitas Anak.
        Industri semen Indonesia masih akan menghadapi berbagai tantangan pada tahun 2025
        terutama karena kondisi kelebihan pasokan alias oversupply di pasar dalam negeri.
        Perseroan harus terus berinovasi, melakukan terobosan, dan mencari peluang diversifikasi
        usaha untuk meningkatkan pendapatan dan profitabilitas.
        Rencana dan prospek usaha yang telah disusun berpotensi menjadi solusi atas berbagai
        kendala yang dihadapi Perseroan saat ini. Rencana ekspor semen ke Amerika Serikat
        diharapkan dapat segera terealisasi di tahun 2025 setelah proyek pengembangan dermaga
        dan fasilitas produksi di Tuban selesai. Proyek strategis ini akan mendorong penjualan
        ekspor semen Perseroan dan mampu memenuhi kebutuhan pasar ekspor hingga satu juta
        ton per tahun, sehingga akan meningkatkan utilisasi pabrik Perseroan.
     d) Keuntungan dan Kerugian Rencana Transaksi
        Keuntungan yang diharapkan diperoleh Perseroan dengan melaksanakan Rencana Transaksi
        adalah Perseroan akan mendapatkan penghematan biaya operasional .
        Kerugian dari rencana transaksi adalah biaya-biaya yang timbul sehubungan dengan
        Rencana Transaksi.
3.   Analisis Kuantitatif
     a) Analisis Kinerja Historis
        Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian Perseroan dan Anak
        Perusahaan
        Pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak terdiri atas empat segmen usaha dari
        divisi operasi semen, beton siap pakai, agregat dan jasa konstruksi lainnya.
        Selama tahun 2020-2024, pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
        mengalami fluktuatif peningkatan secara CAGR sebesar 3,99%. Hingga tanggal 30 Juni 2025,
        pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak tercatat sebesar Rp4,97 triliun
        dengan kontribusi dari segmen usaha semen, beton siap pakai, agregat, dan jasa konstruksi
        lainnya masing-masing sebesar 90,73%, 7,94%, 1,17%, dan 0,16%.




                                                                                               xi
Page 13
Beban pokok pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak terdiri dari bahan baku
yang digunakan, biaya pabrikasi, serta gaji dan upah. Selama tahun 2020-2024, beban pokok
pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami fluktuatif peningkatan
secara CAGR sebesar 6,78%. Rata-rata porsi beban distribusi dan penjualan Konsolidasian
Perseroan dan Entitas Anak selama tahun 2020-2024 adalah sebesar 8,48%.
Selama tahun 2020-2024, beban umum dan administrasi Konsolidasian Perseroan dan
Entitas Anak mengalami fluktuatif penurunan secara CAGR sebesar 2,07%. Rata-rata porsi
beban umum dan administrasi Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak selama tahun
2020-2024 adalah sebesar 3,24%. Hingga tanggal 30 Juni 2025, beban umum dan
administrasi Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak tercatat sebesar Rp143,84 miliar
dengan porsi beban umum dan administrasi sebesar 2,89%.
Selama tahun 2020-2024, rata-rata margin Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation,
and Amortization (EBITDA) Perseroan sebesar negatif 4,48%. Hingga 30 Juni 2025, EBITDA
Perseroan tercatat sebesar US$25,79 juta.
Selama tahun 2020-2024, laba kotor Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami
fluktuatif penurunan secara CAGR sebesar 3,79%. Rata-rata margin laba kotor Konsolidasian
Perseroan dan Entitas Anak selama tahun 2020-2024 sebesar 24,58%. Hingga tanggal 30
Juni 2025, laba kotor Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak tercatat sebesar Rp1,04
triliun dengan margin laba kotor sebesar 20,88%.
Selama tahun 2020-2024, laba tahun berjalan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
mengalami fluktuatif penurunan secara CAGR sebesar 3,43%. Rata-rata margin laba tahun
berjalan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak selama tahun 2020-2024 sebesar 6,64%.
Hingga tanggal 30 Juni 2025, laba periode berjalan Konsolidasian Perseroan dan Entitas
Anak tercatat sebesar Rp266,53 miliar dengan margin laba periode berjalan sebesar 5,36%.
Selama tahun 2020-2024, laba komprehensif Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
mengalami fluktuatif penurunan secara CAGR sebesar 2,31%. Rata-rata margin laba
komprehensif Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak selama tahun 2020-2024 sebesar
6,49%. Hingga per tanggal 30 Juni 2025, laba komprehensif Konsolidasian Perseroan dan
Entitas Anak tercatat sebesar Rp270,76 miliar dengan margin laba komprehensif sebesar
5,44%.
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan
Selama tahun 2020-2024, jumlah aset Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami
fluktuatif peningkatan secara Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 0,37%. Pada
tanggal 30 Juni 2025, jumlah aset Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak tercatat sebesar
Rp20,74 triliun.
Jumlah liabilitas Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak selama tahun 2020-2024
mengalami fluktuatif penurunan secara CAGR sebesar 11,36%. Selama tahun 2020-2024,
rata-rata rasio liabilitas terhadap aset dan rata-rata rasio liabilitas terhadap ekuitas
Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak masing-masing sebesar 0,48x dan 0,97x.
Pada tanggal 30 Juni 2025, jumlah liabilitas Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
tercatat sebesar Rp7,93 triliun dengan rasio liabilitas terhadap aset dan rasio liabilitas
terhadap ekuitas masing-masing sebesar 0,38x dan 0,62x.
Jumlah ekuitas Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak selama tahun 2020-2024
mengalami peningkatan secara CAGR sebesar 14,30%. Hingga tanggal 30 Juni 2025, jumlah
Konsolidasian ekuitas Perseroan dan Entitas Anak tercatat sebesar Rp12,81 triliun.




                                                                                        xii
Page 14
  Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan
  Selama tahun 2020-2024, Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian mencatat
  adanya arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi.
  Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian kembali mencatatkan arus kas bersih yang
  diperoleh dari aktivitas operasi pada tahun 2023 dan tahun 2024 masing-masing sebesar
  Rp1,21 triliun dan Rp1,88 triliun yang terutama karena penerimaan kas dari pelanggan.
  Hingga tanggal 30 Juni 2025, Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian mencatat
  arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi sebesar Rp332,41 miliar.
  Selama tahun 2020-2024, Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian mencatat
  adanya arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi. Perseroan dan Entitas Anak
  secara konsolidasian kembali mencatatkan arus kas bersih yang digunakan dari aktivitas
  investasi pada tahun 2023 dan tahun 2024 masing-masing sebesar Rp807,63 miliar dan
  Rp767,01 miliar yang terutama karena pengeluaran kas untuk perolehan aset tetap.
  Hingga tanggal 30 Juni 2025, Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian mencatat
  adanya arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi sebesar Rp128,37 miliar.
  Selama tahun 2020-2024, Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian mencatat
  adanya arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan. Perseroan dan Entitas
  Anak secara konsolidasian kembali mencatatkan arus kas bersih yang digunakan dari
  aktivitas pendanaan pada tahun 2023 dan tahun 2024 masing-masing sebesar Rp335,92
  miliar dan Rp1,30 triliun yang terutama karena pengeluaran kas untuk pembayaran
  pinjaman bank jangka panjang.
  Hingga tanggal 30 Juni 2025, Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian mencatat
  adanya arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan sebesar Rp148,02 miliar.

b) Analisis proyeksi Keuangan Perseroan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi untuk periode
   2025-2030:
  Proyeksi Laba Rugi
  Pendapatan
  Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, pendapatan Perseroan diproyeksikan tidak
  mengalami perubahan, di mana pada akhir periode proyeksi, tahun 2030, pendapatan
  Perseroan diproyeksikan sebesar Rp14,00 triliun.
  Beban Pokok Pendapatan
  Beban pokok pendapatan Perseroan diproyeksikan mengalami penurunan, di mana pada
  akhir periode proyeksi, tahun 2030, dengan dilaksanakan Rencana Transaksi beban pokok
  pendapatan Perseroan diproyeksikan sebesar Rp10,03 triliun dan tanpa melaksanakan
  Rencana Transaksi sebesar Rp10,07 triliun. Penurunan beban pokok pendapatan, terutama
  berasal dari efisiensi material.
  Beban Usaha
  Beban usaha Perseroan diproyeksikan mengalami peningkatan, di mana pada akhir periode
  proyeksi, tahun 2030, dengan dilaksanakan Rencana Transaksi beban usaha Perseroan
  diproyeksikan sebesar Rp1,848 triliun dan tanpa melaksanakan Transaksi Perseroan sebesar
  Rp1,845 triliun. Peningkatan beban usaha, terutama berasal dari peningkatan beban
  distribusi dan penjualan.




                                                                                          xiii
Page 15
EBIT
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, EBIT Perseroan selama periode Juli 2025 –
Desember 2030 diproyeksikan mengalami peningkatan, di mana pada akhir periode
proyeksi, tahun 2030, dengan dilaksanakan Rencana Transaksi, EBIT Perseroan
diproyeksikan sebesar Rp2,13 triliun dan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi sebesar
Rp2,09 triliun.
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, marjin EBIT Perseroan selama periode Juli 2025
– Desember 2030 diproyeksikan mengalami peningkatan. Rata-rata marjin EBIT Perseroan
selama tahun Juli 2025 – Desember 2030 dengan dilaksanakan Rencana Transaksi
diproyeksikan sebesar 12,36%, mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tanpa
melaksanakan Rencana Transaksi sebesar 12,10%.
Laba Bersih
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, laba bersih Perseroan selama periode Juli 2025
– Desember 2030 diproyeksikan mengalami peningkatan, di mana pada akhir periode
proyeksi, tahun 2030, dengan dilaksanakan Rencana Transaksi, laba bersih Perseroan
diproyeksikan sebesar Rp1,47 triliun dan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi sebesar
Rp1,44 triliun.
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, marjin laba bersih Perseroan selama periode
Juli 2025 – Desember 2030 diproyeksikan mengalami peningkatan dikarenakan laba bersih
Perseroan yang meningkat. Rata-rata marjin laba bersih Perseroan selama tahun Juli 2025 –
Desember 2030 dengan dilaksanakan Rencana Transaksi diproyeksikan sebesar 8,12%,
mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi
sebesar 7,93%.
Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
Aset
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, total aset Perseroan selama periode 2025-2030
diproyeksikan mengalami peningkatan. Dimana pada akhir periode proyeksi, tahun 2030
dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi, yaitu dari sebesar Rp23,58 triliun
menjadi sebesar Rp23,66 triliun pada tahun 2030, yang terutama berasal dari peningkatan
kas dan persediaan.
Liabilitas
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, total liabilitas Perseroan selama periode 2025-
2030 diproyeksikan mengalami peningkatan. Dimana pada akhir periode proyeksi, tahun
2030 dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi, yaitu dari sebesar Rp7,27 triliun
menjadi sebesar Rp7,25 triliun pada tahun 2030, yang terutama berasal dari peningkatan
utang usaha.
Ekuitas
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, total ekuitas Perseroan selama periode 2025-
2030 diproyeksikan mengalami peningkatan dikarenakan laba ditahan Perseroan yang
meningkat yang berasal dari peningkatan laba bersih Perseroan.
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, Total ekuitas Perseroan selama periode 2025-
2030 diproyeksikan mengalami peningkatan. Dimana pada akhir periode proyeksi, tahun
2030 dibandingkan tanpa melaksanakan Transaksi Perseroan, yaitu dari sebesar Rp16,32




                                                                                      xiv
Page 16
   triliun menjadi sebesar Rp16,41 triliun pada tahun 2030, yang berasal dari peningkatan laba
   ditahan.
   Proyeksi Laporan Arus Kas

   Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi selama periode 2025 - 2030, arus kas yang
   diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan diproyeksikan mengalami peningkatan di akhir
   masa proyeksi pada tahun 2030 bila dibandingkan tanpa dilaksanakannya Rencana
   Transaksi yaitu dari sebesar Rp1,19 triliun menjadi Rp1,23 triliun, yang terutama berasal
   dari peningkatan EBITDA.
   Arus kas yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan selama periode 2025 – 2030
   diproyeksikan tidak mengalami perubahan dengan proyeksi pada tahun 2030 sebesar
   Rp456 miliar.
   Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi selama periode 2025 - 2030, arus kas yang
   digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan diproyeksikan mengalami peningkatan,
   dengan arus kas pada tahun 2030 bila dibandingkan tanpa dilaksanakannya Rencana
   Transaksi yaitu dari sebesar Rp873 miliar menjadi Rp887 miliar, yang berasal dari
   peningkatan pembayaran dividen.
c) Analisis terhadap Laporan Keuangan Proforma Konsolidasian Perseroan per tanggal 30 Juni
   2025, yang telah disiapkan oleh manajemen Perseroan:
   Laba (Rugi)
   Proforma pendapatan Perseroan tidak mengalami perubahan sehubungan dengan
   pelaksanaan Rencana Transaksi.
   Proforma beban pokok pendapatan Perseroan mengalami penurunan sehubungan
   penghematan beban bahan baku dengan pelaksanaan Rencana Transaksi.
   Proforma laba sebelum pajak dan laba bersih Perseroan mengalami peningkatan
   sehubungan penurunan beban pokok pendapatan dengan pelaksanaan Rencana Transaksi.
   Laporan Posisi Keuangan
   Aset
   Proforma Aset Lancar Perseroan mengalami penurunan yang berasal dari penurunan kas
   sehubungan dengan Rencana Transaksi.
   Proforma Aset Tidak Lancar Perseroan secara keseluruhan tidak mengalami perubahan
   sehubungan dengan pelaksanaan Rencana Transaksi.
   Secara keseluruhan, Proforma Jumlah Aset Perseroan mengalami penurunan atas
   pelaksanaan Rencana Transaksi.
   Liabilitas
   Proforma Liabilitas Jangka Pendek Perseroan mengalami penurunan atas pelaksanaan
   Rencana Transaksi, terutama berasal dari akun hutang usaha.
   Proforma Liabilitas Jangka Panjang Perseroan secara keseluruhan tidak mengalami
   perubahan sehubungan dengan pelaksanaan Rencana Transaksi .
   Secara keseluruhan, Proforma Jumlah Liabilitas Perseroan mengalami penurunan atas
   pelaksanaan Rencana Transaksi.




                                                                                           xv
Page 17
   Ekuitas
   Proforma Jumlah Ekuitas Perseroan mengalami peningkatan sehubungan dengan Rencana
   Transaksi yang berasal dari peningkatan saldo laba.
   Rasio Keuangan
   ROE Perseroan mengalami peningkatan dari sebesar 2,08% menjadi 2,23% sehubungan
   dengan pelaksanaan Transaksi Perseroan, dan ROA Perseroan mengalami peningkatan dari
   sebesar 1,29% menjadi 1,38% dikarenakan adanya peningkatan jumlah Aset Perseroan
   sehubungan dengan Rencana Transaksi.
d) Analisis Inkremental
   Analisis Inkremental atas Rencana Transaksi dilakukan untuk mengukur nilai tambah dari
   Rencana Transaksi dengan membandingkan proyeksi tanpa dan dengan Rencana Transaksi
   untuk periode 2025 – 2030:
   Laba (Rugi)
   Pendapatan
   Selama Juli 2025 – Desember 2030, dengan dilakukannya Rencana Transaksi, inkremental
   pendapatan Perseroan tidak mengalami perubahan.
   Beban pokok pendapatan
   Inkremental proyeksi beban pokok pendapatan Perseroan hingga akhir periode proyeksi
   tahun 2030 dengan melaksanakan Rencana Transaksi diproyeksikan mengalami penurunan
   sebesar Rp43,06 miliar jika dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi.
   Beban Usaha
   Selama Juli 2025 – Desember 2030, inkremental proyeksi beban usaha Perseroan hingga
   akhir periode proyeksi tahun 2030 dengan melaksanakan Rencana Transaksi diproyeksikan
   mengalami peningkatan sebesar Rp3,02 miliar jika dibandingkan tanpa melaksanakan
   Rencana Transaksi.
   Laba Sebelum Pajak
   Inkremental proyeksi laba sebelum pajak Perseroan selama periode Juli 2025 – Desember
   2030 dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi diproyeksikan mengalami peningkatan
   jika dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi yang berasal dari penurunan
   beban pokok pendapatan sehubungan dengan Rencana Transaksi.
   Laba Bersih
   Inkremental proyeksi laba bersih Perseroan selama periode Juli 2025 – Desember 2030
   dengan melaksanakan Rencana Transaksi mengalami peningkatan jika dibandingkan tanpa
   melaksanakan Rencana Transaksi yang berasal dari penurunan beban pokok pendapatan
   Perseroan.
   Inkremental proyeksi laba bersih Perseroan hingga akhir periode 2030 dengan
   melaksanakan Rencana Transaksi diproyeksikan berpotensi mengalami peningkatan
   sebesar Rp28,83 miliar jika dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi.
   Laporan Posisi Keuangan
   Aset
   Selama periode 2025 – 2030, dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, inkremental
   jumlah aset Perseroan diproyeksikan berpotensi mengalami peningkatan, jika dibandingkan


                                                                                       xvi
Page 18
        tanpa melaksanakan Rencana Transaksi, terutama berasal dari peningkatan kas, dan
        persediaan.
        Inkremental proyeksi Jumlah aset Perseroan pada tahun 2030 dengan melaksanakan
        Rencana Transaksi mengalami peningkatan sebesar Rp72 miliar jika dibandingkan tanpa
        melaksanakan Rencana Transaksi.
        Liabilitas
        Inkremental proyeksi jumlah liabilitas Perseroan selama periode 2025-2030 dengan
        melaksanakan Rencana Transaksi diproyeksikan mengalami peningkatan jika dibandingkan
        tanpa melaksanakan Rencana Transaksi. Peningkatan terutama berasal dari utang usaha.
        Inkremental proyeksi Jumlah liabilitas Perseroan pada tahun 2030 dengan melaksanakan
        Rencana Transaksi mengalami peningkatan sebesar Rp14 miliar jika dibandingkan tanpa
        melaksanakan Rencana Transaksi.
        Ekuitas
        Inkremental proyeksi ekuitas Perseroan selama periode 2025-2030 dengan melaksanakan
        Rencana Transaksi diproyeksikan berpotensi mengalami peningkatan jika dibandingkan
        tanpa melaksanakan Rencana Transaksi yang berasal dari peningkatan saldo laba.
        Inkremental proyeksi total ekuitas Perseroan pada tahun 2030 dengan melaksanakan
        Rencana Transaksi diproyeksikan berpotensi mengalami peningkatan sebesar Rp87 miliar
        jika dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi.
4.   Analisis Faktor Relevan
     Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, tidak terdapat biaya atau
     pendapatan yang relevan yang signifikan terkait dengan Rencana Transaksi, selain yang telah
     diungkapkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran.
5.   Analisis Kewajaran Harga Rencana Transaksi
     Analisis kewajaran terhadap harga Rencana Transaksi dilakukan dengan membandingkan
     Biaya Jasa berdasarkan draft perjanjian jasa pengelolaan fungsi pengadaan dengan
     benchmarking margin/mark up berdasarkan laporan konsultan pajak.
     Berdasarkan draft perjanjian jasa pengelolaan fungsi pengadaan antara Perseroan, SBA dan
     SIG, Biaya Jasa adalah total biaya ditambah margin sebesar 8,2%.
     Berdasarkan dokumen studi benchmarking – Pembayaran Jasa Pengadaan Perseroan oleh
     DDTC, Transactional Net Margin Method (“TNMM”) terpilih sebagai metode transfer pricing
     yang paling sesuai untuk menguji sifat kewajaran transaksi afiliasi Perseroan dengan
     menggunakan rasio tingkat pengembalian total biaya (Net Cost-Plus Mark-up / Return on Total
     Cost (“NCPM”) sebagai Profit Level Indicator (“PLI”).
     Merujuk pada hasil analisis pencarian pembanding, rentang kewajaran perusahaan
     pembanding dengan menggunakan PLI rasio NCPM selama 3 tahun (2022-2024) menghasilkan
     rentang kewajaran dari 1,66% hingga 13,37% dengan median 3,93%.
     Berdasarkan analisis yang dilakukan di atas, maka margin sebesar 8,2% adalah wajar karena
     berada dalam kisaran “inter-quartile” antara 1,66% hingga 13,37%.




                                                                                            xvii
Page 19
KESIMPULAN
Dengan mempertimbangkan analisis kewajaran atas Rencana Transaksi yang dilakukan meliputi
analisis terhadap Rencana Transaksi, analisis kualitatif dan analisis kuantitatif, analisis atas
kewajaran harga transaksi serta faktor lain yang relevan, maka, menurut pendapat RSR, Rencana
Transaksi adalah wajar.

PENUTUP
Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan
penggunaan sebagian analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan
analisis dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan.
Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal Laporan Pendapat Kewajaran ini.

Jakarta, 22 Desember 2025
Hormat Kami,
KJPP Ruky, Safrudin & Rekan




Nursatrio, MAPPI (Cert.)
Rekan
Penilai Bisnis
Izin Penilai Publik No. : B-1.24.00663
STTD OJK No. : STTD.PB-60/PM-021/ 2024
MAPPI No. : 12-S-03901




                                                                                            xviii
Page 20
                             PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai, kami yang bertanda tangan di bawah
ini menerangkan bahwa:

1.   Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini kami telah bertindak secara
     independen tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, dan SIG, ataupun
     pihak-pihak yang terafiliasi dengan perusahaan tersebut. Kami juga tidak mempunyai
     kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini.

2.   Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
     merugikan pada pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak
     dipengaruhi oleh opini atas kewajaran Rencana Transaksi yang dihasilkan dari proses analisis
     kewajaran ini dan kami hanya menerima imbalan sesuai yang tercantum pada Proposal No.
     RSR/P-B/FO/011225 tanggal 1 Desember 2025. Adapun biaya jasa tersebut telah
     memperhatikan ketentuan yang diatur oleh Ikatan Kantor Jasa Penilai (IKJPP) MAPPI.

3.   Penilai bertanggung jawab atas opini Laporan Pendapat Kewajaran;

4.   Pendapat Kewajaran dilaksanakan per tanggal 30 Juni 2025, parameter dan laporan keuangan
     yang digunakan dalam analisis didasarkan pada data per tanggal 30 Juni 2025;

5.   Penugasan pendapat kewajaran telah dilakukan dengan pemahaman terhadap Obyek Analisis
     Pendapat Kewajaran pada Tanggal Penilaian dan analisis telah dilakukan sesuai dengan Tujuan
     Pendapat Kewajaran sebagaimana diungkapkan dalam Laporan ini;

6.   Laporan Pendapat Kewajaran ini disusun sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam Standar
     Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII 2018, Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI), POJK 42/2020, POJK
     35 dan SEOJK 17;

7.   Opini yang dihasilkan dalam penugasan ini telah disajikan sebagai Kesimpulan pada Laporan
     Pendapat Kewajaran ini;

8.   Lingkup pekerjaan telah diungkapkan pada ruang lingkup dan data-data yang dianalisis serta
     data ekonomi dan industri yang diungkapkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran ini pada
     Sumber Data diperoleh dari berbagai sumber yang diyakini dapat dipertanggungjawabkan;

9.   Laporan ini menjelaskan semua asumsi dan syarat-syarat pembatasan yang mempengaruhi
     analisis, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam pendapat kewajaran ini;

10. Pernyataan yang menjadi dasar analisis, pendapat dan kesimpulan yang diuraikan di dalam
    Laporan ini adalah benar, sesuai dengan pemahaman terbaik;

11. RSR telah melakukan wawancara dan diskusi dengan manajemen Perseroan yaitu dengan
    Bapak Farid Nugraha - Finance Group Head Perseroan pada 3 Desember 2025 dengan agenda
    pembahasan proyeksi konsolidasian Perseroan, sehubungan dengan penugasan Pendapat
    Kewajaran.

12. Dalam melakukan penugasan ini, Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional
    dalam menyiapkan Laporan Pendapat Kewajaran; dan



                                                                                                  xix
Page 21
13. Tidak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam Laporan ini, telah menyediakan bantuan
    profesional dalam menyiapkan Laporan Pendapat Kewajaran.


Jakarta, 22 Desember 2025
Signing Partner
Nursatrio, MAPPI (Cert.)
Penilai Bisnis
Izin Penilai Publik No. : B-1.24.00663
STTD OJK No. : STTD.PB-60/PM-021/2024
MAPPI No. : 12-S-03901                                     ......................................................



Reviewer
Ari Kurnia
MAPPI No. : 11-T-03180
Register No. RMK-2017.00649                                .....................................................




Penilai

Agustya Lisdayanti
MAPPI No. : 18-P-08359
Register No. : RMK-2021.04059                              .....................................................




M. Milzam Winandi
MAPPI No. : 22-P-11539
Register No. RMK-2025.05093                                .....................................................




                                                                                                              xx
Page 22
                                                                DAFTAR ISI
1             PENDAHULUAN .......................................................................................................... 1
    1.1           Nomor dan Tanggal Laporan Pendapat Kewajaran ..................................................................... 1
    1.2           Status Penilai ............................................................................................................................... 1
    1.3           Identitas Pemberi Tugas .............................................................................................................. 2
    1.4           Identitas Pengguna Laporan ........................................................................................................ 2
    1.5           Tujuan Pendapat Kewajaran ........................................................................................................ 2
    1.6           Obyek Analisis Pendapat Kewajaran ........................................................................................... 2
    1.7           Sifat Transaksi .............................................................................................................................. 2
    1.8           Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran ........................................................................................... 3
    1.9           Pedoman dan Standar Penilaian ................................................................................................. 3
    1.10          Tanggal Penilaian ......................................................................................................................... 3
    1.11          Penggunaan Mata Uang .............................................................................................................. 4
    1.12          Kejadian Setelah Tanggal Penilaian ............................................................................................. 4
    1.13          Independensi Penilai ................................................................................................................... 4
    1.14          Sumber Data dan Informasi ......................................................................................................... 4
    1.15          Asumsi Pokok dan Kondisi Pembatas .......................................................................................... 5
    1.16          Persyaratan Atas Persetujuan Untuk Publikasi ........................................................................... 7
2             METODOLOGI DAN ANALISIS KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI ................................ 8
    2.1           Metodologi Pengkajian Kewajaran Rencana Transaksi ............................................................... 8
    2.2           Analisis Rencana Transaksi .......................................................................................................... 8
          2.2.1     Analisis Hubungan Antara Pihak – Pihak yang Bertransaksi ................................................... 8
          2.2.2     Analisis Perjanjian dan Persyaratan Rencana Transaksi ....................................................... 13
          2.2.3     Analisis Manfaat dan Risiko dari Rencana Transaksi ............................................................ 14
    2.3           Analisis Kualitatif ....................................................................................................................... 15
          2.3.1     Riwayat Singkat dan Kegiatan Usaha Perseroan .................................................................. 15
          2.3.2     Alasan Rencana Transaksi..................................................................................................... 16
          2.3.3     Analisis Industri .................................................................................................................... 17
          2.3.4     Analisis Operasional dan Prospek Usaha Perseroan ............................................................ 23
          2.3.5     Keuntungan dan Kerugian Rencana Transaksi ..................................................................... 35
    2.4           Analisis Kuantitatif ..................................................................................................................... 35
          2.4.1     Analisis Kinerja Historis ........................................................................................................ 36
          2.4.2     Analisis Proyeksi Perseroan Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi .................................... 51
          2.4.3     Analisis Terhadap Laporan Keuangan Proforma Perseroan ................................................. 60
    2.5           Analisis Inkremental .................................................................................................................. 63
          2.5.1     Analisis Inkremental Proyeksi Laporan Laba Rugi Perseroan Tanpa Dan Dengan Rencana
                    Transaksi Untuk Periode 2025-2030 .................................................................................... 64
          2.5.2     Analisis Inkremental Proyeksi Laporan Posisi Perseroan Tanpa Dan Dengan Rencana
                    Transaksi Untuk Periode 2025-2030 .................................................................................... 65
          2.5.3     Analisis Inkremental Proyeksi Laporan Arus Kas Perseroan Tanpa Dan Dengan Rencana
                    Transaksi Untuk Periode 2025-2030 .................................................................................... 66
          2.5.4     Analisis Laba per Saham ....................................................................................................... 67
    2.6           Analisis Faktor Lain Yang Relevan .............................................................................................. 67
    2.7           Analisis Kewajaran Harga Rencana Transaksi ............................................................................ 68
3             KESIMPULAN ............................................................................................................ 69




                                                                                                                                                             xxi
Page 23
                                                            DAFTAR GAMBAR
Gambar 2-1 : Perkembangan Produksi Semen Global Tahun 2020-2024 ....................................................... 18
Gambar 2-2 : Perkembangan Permintaan, Kapasitas, dan Utilisasi Semen di Indonesia Tahun 2020-2024 ... 18
Gambar 2-3 : Negara Produsen Semen Global Tahun 2024 ............................................................................ 19
Gambar 2-4 : Volume Penjualan Semen Perusahaan Publik Indonesia Tahun 2024 ...................................... 20
Gambar 2-5 : Proyeksi Permintaan, Kapasitas, dan Utilisasi Semen di Indonesia Tahun 2025-2030.............. 21
Gambar 2-6 : Proyeksi Pendapatan Material Bangunan dan Perangkat Keras Proyek Konstruksi di Indonesia
            Tahun 2025 - 2029 ..................................................................................................................... 22
Gambar 2-7 : Perkembangan Pendapatan Perseroan dan Anak Perusahaan ................................................. 24
Gambar 2-8 : Produk Perseroan – Semen Kantong ......................................................................................... 24
Gambar 2-9 : Produk Perseroan – Semen Curah ............................................................................................. 25
Gambar 2-10 : Perkembangan Segmen Semen Perseroan dan Anak Perusahaan Tahun 2020 – Juni 2025 ... 26
Gambar 2-11 : Produk Perseroan – Produk Turunan ...................................................................................... 27
Gambar 2-12 : Perkembangan Segmen Agregat Perseroan dan Anak Perusahaan Tahun 2020 – Juni 2025 . 27
Gambar 2-13 : Produk Perseroan – Beton Siap Pakai (Ready-Mix Concrete).................................................. 28
Gambar 2-14 : Perkembangan Segmen Beton Siap Pakai Perseroan dan Anak Perusahaan Tahun 2020 – Juni
           2025 ........................................................................................................................................... 30
Gambar 2-15 : Produk Perseroan – Pengolahan Limbah (Waste Management) ............................................ 31
Gambar 2-16 : Perkembangan Segmen Jasa Konstruksi Lainnya Perseroan dan Anak Perusahaan Tahun 2020
           – Juni 2025 ................................................................................................................................. 32
Gambar 2-17 : Wilayah Operasional Perseroan .............................................................................................. 34
Gambar 2-18 : Perkembangan Segmen Pendapatan Usaha Konsolidasian Perseroan ................................... 36
Gambar 2-19 : Perkembangan Pendapatan, Laba Kotor, Laba Periode/ Tahun Berjalan, Laba Komprehensif
           dan Laba per Saham Konsolidasian Perseroan .......................................................................... 41
Gambar 2-20 : Perkembangan Jumlah Aset, Jumlah Liabilitas, dan Jumlah Ekuitas Konsolidasian Perseroan
            ................................................................................................................................................... 45
Gambar 2-21 : Perkembangan Arus Kas Bersih Operasi, Investasi, Pendanaan, dan Kenaikan (Penurunan) Kas
           Konsolidasian Perseroan ............................................................................................................ 48




                                                                                                                                                            xxii
Page 24
                                                       DAFTAR TABEL
Tabel 2-1 : Struktur Permodalan Saham Perseroan ........................................................................................ 10
Tabel 2-2 : Struktur Kepemilikan Saham SIG ................................................................................................... 11
Tabel 2-3 : Struktur Kepemilikan Saham SBA .................................................................................................. 13
Tabel 2-3 : Wilayah Operasional Perseroan dan Anak Perusahaan................................................................. 35
Tabel 2-4 : Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian Perseroan ....................... 37
Tabel 2-5 : Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan ....................................................................... 42
Tabel 2-5 : Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan (Lanjutan) ..................................................... 43
Tabel 2-6 : Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan ................................................................................... 46
Tabel 2-7 : Rasio Keuangan Konsolidasian Perseroan ..................................................................................... 49
Tabel 2-8 : Laporan Laba Rugi Perseroan Tanpa Rencana Transaksi ............................................................... 51
Tabel 2-9 : Laporan Laba Rugi Perseroan Dengan Rencana Transaksi ............................................................ 52
Tabel 2-10 : Laporan Posisi Keuangan Perseroan Tanpa Rencana Transaksi .................................................. 54
Tabel 2-12 : Laporan Posisi Keuangan Perseroan Dengan Rencana Transaksi ................................................ 55
Tabel 2-14 : Laporan Arus Kas Perseroan Tanpa Rencana Transaksi............................................................... 56
Tabel 2-15 : Laporan Arus Kas Perseroan Dengan Rencana Transaksi ............................................................ 57
Tabel 2-16 : Rasio Proyeksi Perseroan Tanpa Rencana Transaksi ................................................................... 58
Tabel 2-17 : Rasio Proyeksi Perseroan Dengan Rencana Transaksi ................................................................. 59
Tabel 2-18 : Laporan Laba Rugi Proforma ....................................................................................................... 60
Tabel 2-19 : Laporan Posisi Keuangan Proforma ............................................................................................. 61
Tabel 2-20 : Laporan Posisi Keuangan Proforma (Lanjutan)............................................................................ 62
Tabel 2-21 : Inkremental Proyeksi Laporan Laba Rugi Perseroan ................................................................... 64
Tabel 2-22 : Inkremental Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Perseroan ......................................................... 65
Tabel 2-24 : Inkremental Proyeksi Laporan Arus Kas Perseroan ..................................................................... 66




                                                                                                                                            xxiii
Page 25
1     PENDAHULUAN

PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (”Perseroan”) merupakan anak perusahaan dari PT Semen
Indonesia (Persero) Tbk (“SIG”). Perseroan bergerak dalam industri bahan bangunan, perdagangan,
pertambangan, transportasi, dan pengelolaan limbah berbahaya.
Dalam rangka penerapan sentralisasi fungsi pengelolaan pengadaan di SIG Grup, Perseroan
bersama salah satu anak perusahaan Perseroan yang seluruh sahamnya dimiliki secara langsung dan
tidak langsung oleh Perseroan, yaitu PT Solusi Bangun Andalas (“SBA”), berencana untuk
menggunakan jasa pengelolaan fungsi pengadaan yang disediakan oleh SIG, untuk selanjutnya
disebut “Rencana Transaksi”.
Penjelasan spesifik Rencana Transaksi dapat dilihat pada bagian Latar Belakang dalam Laporan ini.
Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi merupakan Transaksi Afiliasi
sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/POJK.04/2020 tanggal
1 Juli 2020, tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan (“POJK 42/2020”), karena SIG
merupakan pemegang saham pengendali Perseroan.
Selanjutnya, berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi bukan
merupakan transaksi yang mengandung benturan kepentingan sebagaimana didefinisikan dalam
POJK 42 dan bukan merupakan transaksi material sebagaimana didefinisikan dalam Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan, Nomor 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020, tentang Transaksi Material
dan Perubahan Kegiatan Usaha (“POJK 17/2020”).
Untuk memenuhi ketentuan dalam POJK 42/2020, Perseroan telah menunjuk KJPP Ruky, Safrudin &
Rekan (“RSR”) sebagai Penilai Independen untuk memberikan Pendapat Kewajaran (”Fairness
Opinion”) atas Rencana Transaksi sebagaimana diinformasikan di atas bagi para pemegang saham
Perseroan.

1.1   Nomor dan Tanggal Laporan Pendapat Kewajaran

RSR telah menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Penggunaan Jasa Pengelolaan
Fungsi Pengadaan dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk dengan Laporan No. 00091/2.0095-
00/BS/04/0663/1/XII/2025 tanggal 22 Desember 2025.

1.2   Status Penilai

RSR memiliki izin usaha dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia No. 2.11.0095 berdasarkan
Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 1131/KM.1/2011 tanggal 14 Oktober
2011.
Penilai Publik yang menandatangani laporan penilaian adalah penilai yang memiliki kompetensi
dalam melakukan penilaian serta telah memperoleh izin sebagai penilai publik dari Kementerian
Keuangan Republik Indonesia dan terdaftar sebagai Penilai di Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”).
Sesuai Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 335/KM.1/2024 tertanggal 21 Mei
2024 mengenai izin penilai Nursatrio, MAPPI (Cert.) yang ditetapkan sebagai Penilai di Bidang Jasa
Penilaian Bisnis dengan berkualifikasi Penilai Bisnis (B) No. B-1.24.00663 dan terdaftar sebagai
profesi penunjang pasar modal di OJK berdasarkan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar
Modal Penilai Bisnis dengan No. STTD.PB-60/PM-021/2024.




                                                                                                1
Page 26
1.3   Identitas Pemberi Tugas

Dalam laporan ini, Perseroan bertindak sebagai “Pemberi Tugas”:
Nama            :    PT Solusi Bangun Indonesia Tbk
Alamat          :    Talavera Suite Lantai 15
                     Talavera Office Park
                     Jl. TB Simatupang No. 22-26
                     Jakarta Selatan, 12430
Telepon         :    021-2986 1000
Faksimile       :    021-2986 3333
Website         :    corpsec.sbi@sig.id
Website         :    https://solusibangunindonesia.com
Bidang usaha            : Menjalankan usaha dalam bidang bahan bangunan, perdagangan,
                          pertambangan, transportasi dan pengelolaan limbah berbahaya.

1.4   Identitas Pengguna Laporan

Dalam laporan ini, Pengguna Laporan adalah:
Nama            :    PT Solusi Bangun Indonesia Tbk
Alamat          :    Talavera Suite Lantai 15
                     Talavera Office Park
                     Jl. TB Simatupang No. 22-26
                     Jakarta Selatan, 12430
Telepon         :    021-2986 1000
Faksimile       :    021-2986 3333
Website         :    corpsec.sbi@sig.id
Website         :    https://solusibangunindonesia.com
Bidang usaha            : Menjalankan usaha dalam bidang bahan bangunan, perdagangan,
                          pertambangan, transportasi dan pengelolaan limbah berbahaya.

1.5   Tujuan Pendapat Kewajaran

Tujuan Laporan Pendapat Kewajaran ini adalah untuk memberikan opini atas kewajaran rencana
Perseroan dan SBA untuk menggunakan jasa pengelolaan fungsi pengadaan yang disediakan oleh
SIG, sebagaimana didefinisikan dalam laporan ini dalam rangka memenuhi ketentuan OJK Pasar
Modal, tidak untuk perbankan, perpajakan, serta tidak untuk bentuk rencana transaksi lainnya.

1.6   Obyek Analisis Pendapat Kewajaran

Obyek analisis kewajaran adalah rencana Perseroan dan SBA untuk menggunakan jasa pengelolaan
fungsi pengadaan yang disediakan oleh SIG.

1.7   Sifat Transaksi

Transaksi Afiliasi
Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, SIG merupakan pemegang saham pengendali
Perseroan, sehingga Rencana Transaksi termasuk Transaksi Afiliasi sebagaimana didefinisikan dalam
POJK 42/2020.




                                                                                               2
Page 27
Selanjutnya, berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, tidak terdapat perbedaan
kepentingan ekonomis antara Perseroan dengan kepentingan ekonomis pribadi anggota Direksi,
anggota Dewan Komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali dalam Rencana Transaksi,
yang dapat merugikan Perseroan, sehingga Rencana Transaksi bukan merupakan suatu Transaksi
Benturan Kepentingan sebagaimana dimaksud dalam POJK 42/2020.

Transaksi Material
Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, jumlah nilai Transaksi dibawah 20% dari jumlah
modal Perseroan berdasarkan laporan keuangan tengah tahunan Perseroan per 30 Juni 2025,
sehingga Rencana Transaksi bukan merupakan transaksi material sebagaimana didefinisikan dalam
POJK 17/2020.
Untuk memenuhi ketentuan dalam POJK 42/2020, Perseroan telah menunjuk RSR sebagai Penilai
Independen untuk memberikan Pendapat Kewajaran (”Fairness Opinion”) atas Rencana Transaksi
sebagaimana diinformasikan di atas bagi para pemegang saham Perseroan.

1.8   Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran

Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran akan didasarkan pada analisis atas kewajaran Rencana Transaksi
untuk memenuhi ketentuan POJK 42/2020.
Ruang lingkup Pendapat Kewajaran antara lain identifikasi masalah (identifikasi batasan, maksud,
dan tujuan serta objek), pengumpulan data dan wawancara, analisis transaksi, analisis kewajaran
transaksi, penyusunan laporan.

1.9   Pedoman dan Standar Penilaian

Laporan Pendapat Kewajaran ini disusun sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII
tahun 2018 dengan Edisi Revisi pada SPI 300, SPI 310, SPI 320, dan SPI 330 yang ditetapkan pada
1 Maret 2020 dan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) seperti yang ditetapkan oleh Masyarakat Profesi
Penilai Indonesia (MAPPI), POJK 42/2020, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK
35”) dan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian
dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“SEOJK 17”).

1.10 Tanggal Penilaian

Analisis Pendapat Kewajaran dilakukan per tanggal 30 Juni 2025, parameter dan laporan keuangan
yang digunakan dalam analisis didasarkan pada data per tanggal 30 Juni 2025.




                                                                                                 3
Page 28
1.11 Penggunaan Mata Uang

Dalam analisis pendapat kewajaran, mata uang yang digunakan adalah mata uang Rupiah (“Rp”).

1.12 Kejadian Setelah Tanggal Penilaian

Dari tanggal penilaian, yaitu tanggal 30 Juni 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan
pendapat kewajaran ini, tidak terdapat kejadian penting yang dapat mempengaruhi opini
kewajaran.
Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan pendapat kewajaran ini.

1.13 Independensi Penilai

Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini kami telah bertindak secara independen
tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, SIG, SBA ataupun pihak-pihak yang
terafiliasi dengan perusahaan tersebut. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan
pribadi berkaitan dengan penugasan ini.
Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan
pada pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh opini
atas kewajaran Rencana Transaksi yang dihasilkan dari proses analisis kewajaran ini dan kami hanya
menerima imbalan sesuai yang tercantum pada Proposal No. RSR/P-B/FO/011225 tanggal
1 Desember 2025. Adapun biaya jasa tersebut telah memperhatikan ketentuan yang diatur oleh
Ikatan Kantor Jasa Penilai (IKJPP) MAPPI.

1.14 Sumber Data dan Informasi

Sebagai Penilai Independen dalam mempersiapkan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi,
kami telah menelaah, mengacu dan mempertimbangkan atas data dan dokumen yang disampaikan
oleh manajemen Perseroan atas hal-hal sebagai berikut:
    1. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan Interim untuk
       periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 yang telah diaudit oleh Kantor
       Akuntan Publik (KAP) Liana Ramon Xenia & Rekan dengan opini tanpa modifikasian dan
       ditandatangani pada tanggal 26 September 2025 oleh Juan Ramon Junius Siahaan dengan
       Izin Akuntan Publik No. AP. 1672.
    2. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan untuk tahun
       yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP Liana Ramon
       Xenia & Rekan dengan opini tanpa modifikasian dan telah ditandatangani pada tanggal 26
       Maret 2025 oleh Juan Ramon Junius Siahaan dengan Izin Akuntan Publik No. AP. 1672.
    3. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan untuk tahun
       yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP Imelda & Rekan
       dengan opini tanpa modifikasian dan telah ditandatangani pada tanggal 7 Maret 2024 oleh
       Juan Ramon Junius Siahaan dengan Izin Akuntan Publik No. AP. 1672.
    4. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan untuk tahun
       yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP Imelda & Rekan
       dengan opini tanpa modifikasian dan telah ditandatangani pada tanggal 23 Februari 2023
       oleh Theodorus Bambang Dwi K.A., dengan Izin Akuntan Publik No. AP. 1208.
    5. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan untuk tahun
       yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP Tanudiredja,



                                                                                                4
Page 29
       Wibisana, Rintis & Rekan dengan opini tanpa modifikasian dan telah ditandatangani pada
       tanggal 22 Februari 2022 oleh Daniel Kohar, S.E., CPA., dengan Izin Akuntan Publik No. AP.
       1130.
    6. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan untuk tahun
       yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP Tanudiredja,
       Wibisana, Rintis & Rekan dengan opini tanpa modifikasian dan telah ditandatangani oleh
       Daniel Kohar, S.E., CPA., pada tanggal 3 Mei 2021 dengan Izin Akuntan Publik No. AP. 1130.
    7. Proyeksi Keuangan Konsolidasian Perseroan tanpa dan dengan Rencana Transaksi untuk
       tahun 2025-2030, yang disiapkan oleh manajemen Perseroan. RSR telah melakukan review
       atas proyeksi keuangan tersebut untuk memperoleh keyakinan atas kewajaran proyeksi
       keuangan.
    8. Laporan Keuangan Konsolidasian Proforma Perseroan per 30 Juni 2025, yang telah disiapkan
       oleh manajemen Perseroan.
    9. Draft Perjanjian Jasa Pengelolaan Fungsi Pengadaan antara Perseroan, SBA dan SIG yang
       disediakan oleh manajemen Perseroan;
    10. Draft Keterbukaan Informasi Perseroan
RSR telah melakukan wawancara dan diskusi dengan manajemen Perseroan, termasuk diantaranya,
Bapak Farid Nugraha - Finance Group Head Perseroan pada 3 Desember 2025 dengan agenda
pembahasan proyeksi konsolidasian Perseroan, sehubungan dengan penugasan Pendapat
Kewajaran.
Atas data yang telah disampaikan tersebut, kami telah menerima Representation Letter dari
manajemen Perseroan No. 001/Fin-SBI/XII/2025 tertanggal 22 Desember 2025 sehubungan dengan
penugasan Pendapat Kewajaran;
Dalam menyiapkan laporan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi, kami juga memperoleh
bantuan dari tenaga ahli yaitu Danny Darussalam Tax Center (“DDTC”) berdasarkan Laporan Studi
Benchmarking – Pembayaran Jasa Pengadaan PT Solusi Bangun Indonesia Tbk dengan
No. 138/DDTC-1A/XII/2025 tanggal 19 Desember 2025 ditandatangani oleh Yusuf Wangko
Ngantung
Kami juga menggunakan berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak dan elektronik,
seperti Bank Indonesia, dan Bursa Efek Indonesia serta hasil analisis lain yang kami anggap relevan
dengan penugasan pendapat kewajaran.

1.15 Asumsi Pokok dan Kondisi Pembatas

Asumsi
Laporan Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion, kami telah melakukan penelaahan
atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses penyusunan pendapat kewajaran, data dan
informasi yang diperoleh berasal baik dari manajemen Perseroan maupun dari sumber lain yang
dapat dipercaya keakuratannya.
Laporan Pendapat Kewajaran ini disusun dengan menggunakan Proyeksi Keuangan yang disiapkan
oleh manajemen Perseroan dengan mencerminkan kewajaran proyeksi dan kemampuan
pencapaiannya (fiduciary duty).
Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan analisis kewajaran proyeksi keuangan yang telah
disiapkan manajemen Perseroan.
Kami bertanggung jawab atas opini yang dihasilkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran.



                                                                                                 5
Page 30
Laporan Pendapat Kewajaran bersifat terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan.
Kami telah memperoleh informasi atas status hukum objek Pendapat Kewajaran dari Perseroan.

Kondisi Pembatas
Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan pada prinsip integritas informasi dan data. Dalam
menyusun Pendapat Kewajaran ini, kami melandaskan dan berdasarkan pada sumber data dan
informasi sebagaimana diberikan manajemen Perseroan, yang mana berdasarkan hakekat
kewajaran adalah benar, lengkap, dapat diandalkan, serta tidak menyesatkan.
Kami tidak melakukan audit ataupun uji tuntas secara mendetail atas penjelasan maupun data-data
yang diberikan oleh manajemen Perseroan, baik lisan maupun tulisan. Dengan demikian kami tidak
dapat memberikan jaminan atau bertanggung-jawab terhadap kebenaran dan kelengkapan dari
informasi atau penjelasan tersebut.
Sebagai dasar bagi kami untuk melakukan analisis dalam mempersiapkan Pendapat Kewajaran atas
Rencana Transaksi, kami menggunakan data-data sebagaimana tercantum pada bagian Sumber
Data dan Informasi sebagai bahan penelaahan, perhitungan dan analisis.
Segala perubahan terhadap data tersebut di atas dapat mempengaruhi hasil analisis kami secara
material. Oleh karena itu, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya
perbedaan kesimpulan yang disebabkan perubahan data tersebut.
Pendapat Kewajaran ini disusun hanya dengan mempertimbangkan sudut pandang pemegang
saham Perseroan dan tidak mempertimbangkan sudut pandang stakeholders lain serta aspek-aspek
lainnya.
Pendapat Kewajaran ini disusun dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan perekonomian,
kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan pemerintah pada tanggal laporan pendapat
kewajaran ini dikeluarkan.
Laporan Pendapat Kewajaran ini hanya dilakukan terhadap Tujuan Pendapat Kewajaran seperti yang
telah diuraikan di atas, dan tidak untuk bentuk rencana transaksi lainnya.
Kami menganggap bahwa sejak Tanggal Penilaian hingga laporan pendapat kewajaran diterbitkan,
tidak terdapat kejadian luar biasa yang secara material, baik secara makro ekonomi maupun
industri, saat kini maupun yang akan datang, dapat berpengaruh terhadap bisnis Perseroan dan
rencana bisnis dan anggaran Perseroan.
Dengan ini kami menyatakan bahwa penugasan kami tidak termasuk menganalisis transaksi-
transaksi di luar Tujuan Pendapat Kewajaran yang mungkin tersedia bagi Perseroan serta pengaruh
dari transaksi-transaksi tersebut terhadap Tujuan Pendapat Kewajaran, dan juga bukan merupakan
analisis penggunaan yang paling mungkin dan optimal dari Tujuan Pendapat Kewajaran.
Kami ingin menekankan bahwa hasil analisis dan penelaahan kami secara khusus hanya terbatas
pada aspek finansial atas Rencana Transaksi, kami tidak melakukan penelitian atas keabsahan
Rencana Transaksi dari segi hukum dan implikasi aspek perpajakan dari Rencana Transaksi tersebut,
karena hal tersebut berada di luar lingkup penugasan kami.
Penggunaan atas sebagian atau keseluruhan dari laporan harus mendapatkan persetujuan dari
manajemen Perseroan mengingat kemungkinan adanya informasi yang bersifat rahasia dan dapat
mempengaruhi kompetisi dan operasional Perseroan.
Mengingat bahwa ada kemungkinan terjadinya perbedaan waktu dari tanggal laporan ini dengan
pelaksanaan Rencana Transaksi, maka kesimpulan laporan kewajaran yang diinformasikan tersebut
di atas, hanya berlaku apabila tidak ada perubahan signifikan yang akan berdampak material


                                                                                               6
Page 31
terhadap kewajaran dari Rencana Transaksi. Perubahan tersebut termasuk perubahan baik secara
internal pada masing-masing perusahaan maupun secara eksternal meliputi: kondisi pasar dan
perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan pemerintah Indonesia setelah
tanggal laporan ini dikeluarkan. Bila mana setelah tanggal laporan ini dikeluarkan terjadi perubahan
tersebut di atas, maka pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi ini mungkin berbeda.
Kami juga berpegang kepada surat pernyataan (representation letter) dari manajemen Perseroan
atas penugasan kami untuk mempersiapkan laporan pendapat kewajaran, bahwa mereka telah
menyampaikan seluruh informasi penting dan relevan berkenaan dengan pendapat kewajaran dan
sepanjang pengetahuan manajemen Perseroan tidak ada faktor material yang belum diungkapkan
dan dapat menyesatkan.
Tingkat Kedalaman Investigasi
Dalam melakukan penugasan, tidak ada batas atau pembatasan dalam melakukan penelaahan,
perhitungan dan analisis.
RSR telah melakukan wawancara dan diskusi dengan manajemen Perseroan pada tanggal
3 Desember 2025 yaitu dengan Bapak Farid Nugraha - Finance Group Head Perseroan dengan
agenda pembahasan proyeksi konsolidasian Perseroan, sehubungan dengan penugasan Pendapat
Kewajaran.
Tenaga Ahli
Dalam melakukan Pendapat Kewajaran atas Rencana Perseroan, RSR menggunakan bantuan dari
tenaga ahli yaitu Danny Darussalam Tax Center (“DDTC”) untuk melakukan kajian atas kewajaran
penentuan margin/mark-up penyediaan jasa Pengadaan yang digunakan dalam Rencana Transaksi.
Kajian tersebut telah disampaikan dalam dokumen Studi Benchmarking – Pembayaran Jasa
Pengadaan PT Solusi Bangun Indonesia Tbk dengan No. 138/DDTC-1A/XII/2025 tanggal 19
Desember 2025;

1.16 Persyaratan Atas Persetujuan Untuk Publikasi

Laporan Pendapat Kewajaran bersifat terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan




                                                                                                  7
Page 32
2      METODOLOGI DAN ANALISIS KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI

2.1    Metodologi Pengkajian Kewajaran Rencana Transaksi

Dalam menilai kewajaran Rencana Transaksi, kami menggunakan metodologi analisis sebagai
berikut :
1. Analisis Rencana Transaksi berupa identifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana
   Transaksi, analisis persyaratan dari perjanjian atas Rencana Transaksi, analisis manfaat dan risiko
   Rencana Transaksi;
2. Analisis Kualitatif berupa analisis terhadap riwayat singkat Perseroan dan kegiatan usaha,
   analisis industri, analisis operasional dan prospek usaha Perseroan, alasan dan latar belakang
   Rencana Transaksi, serta keuntungan dan kerugian Rencana Transaksi;
3. Analisis Kuantitatif berupa analisis kinerja historis, analisis proyeksi keuangan, analisis proforma
   laporan keuangan, dan analisis inkremental;
4. Analisis atas faktor lain yang relevan, berupa analisis biaya dan pendapatan yang relevan,
   informasi non keuangan yang relevan yang dapat memberikan keyakinan bagi Penilai dalam
   memberikan opini kewajaran;
5. Analisis kewajaran Harga Rencana Transaksi.

2.2    Analisis Rencana Transaksi
Berdasarkan metodologi pengkajian kewajaran atas Rencana Transaksi yang disebutkan di atas,
analisis kewajaran Transaksi meliputi identifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam Transaksi, analisis
termin dan persyaratan dari perjanjian atas Transaksi, analisis manfaat dan risiko Transaksi.

2.2.1 Analisis Hubungan Antara Pihak – Pihak yang Bertransaksi

Berdasarkan penjelasan manajemen, berikut adalah keterangan pihak-pihak yang terkait dalam
Rencana Transaksi adalah Perseroan sebagai penerima layanan dan SIG sebagai penyedia layanan.
1. Perseroan
      a) Riwayat Singkat
         Perseroan merupakan sebuah perseroan terbatas terbuka yang pertama kali didirikan
         dengan nama PT Semen Cibinong berdasarkan hukum Negara Republik Indonesia di bawah
         kerangka Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 sebagaimana diubah oleh Undang-Undang No.
         11 Tahun 1970 tentang Penanaman Modal Asing. Perseroan didirikan berdasarkan Akta
         Pendirian No. 53 tanggal 15 Juni 1971, dibuat di hadapan Abdul Latief, S.H., Notaris di
         Jakarta. Akta Pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia
         berdasarkan Keputusan No. J.A.5/149/7 tanggal 23 September 1971 dan diumumkan pada
         Berita Negara Republik Indonesia No. 82 tanggal 12 Oktober 1971, Tambahan No. 466.
         Perseroan mengalami perubahan nama menjadi PT Holcim Indonesia Tbk berdasarkan Akta
         No. 21 tanggal 30 November 2005, dibuat di hadapan Dr. Amrul Partomuan Pohan, S.H.,
         LL.M, Notaris di Jakarta. Akta tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum
         dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Keputusan No. C-34995
         HT.01.04.TH.2005 tanggal 30 Desember 2005. Akta tersebut juga telah didaftarkan dalam
         Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Selatan No. 54/RUB.09.03/I/2006 tanggal 24
         Januari 2006 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 10 tanggal
         3 Februari 2006, Tambahan No. 1311/2006.



                                                                                                     8
Page 33
   Kemudian pada tahun 2019, Perseroan kembali melakukan perubahan nama menjadi PT
   Solusi Bangun Indonesia Tbk berdasarkan Akta No. 11 tanggal 11 Februari 2019, dibuat di
   hadapan Aulia Taufani, S.H., Notaris di Jakarta. Akta tersebut telah mendapatkan
   persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan
   Keputusan No. AHU-0008550.AH.01.02.TAHUN 2019 tanggal 18 Februari 2019. Akta
   tersebut juga telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
   Indonesia berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No.
   AHU-AH.01.03-0097407 tanggal 18 Februari 2019. Akta tersebut juga telah didaftarkan
   dalam Daftar Perseroan pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
   Indonesia di bawah No. AHU-0026748.AH.01.11.TAHUN 2019 tanggal 18 Februari 2019.
   Anggaran Dasar Perseroan telah diubah dari waktu ke waktu, terakhir kali diubah
   berdasarkan:
   ▪ Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham No. 52 tanggal 13 Oktober 2021, dibuat
     di hadapan Aulia Taufani, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah diberitahukan kepada
     Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat
     Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.03-0460469
     tanggal 13 Oktober 2021 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan pada
     Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-
     0177878.AH.01.11.TAHUN 2021 tanggal 13 Oktober 2021; juncto/ jo
   ▪   Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Nomor 91
       tanggal 31 Mei 2024, dibuat di hadapan Aulia Taufani, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah
       mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
       Indonesia Nomor AHU-0034010.AH.01.02.TAHUN 2024 tanggal 10 Juni 2024 dan telah
       didaftarkan dalam Daftar Perseroan pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
       Republik Indonesia Nomor AHU-0113559.AH.01.11.TAHUN 2024 tanggal 10 Juni 2024
       ("Akta No. 52/2021 jo No. 91/2024").
b) Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Usaha
   Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, maksud dan tujuan Perseroan adalah
   berusaha dalam bidang Industri Pengolahan (Industri kemasan dan kotak dari kertas dan
   karton dan Industri semen), bidang Konstruksi (termasuk pengangkutan dan pergudangan
   yaitu, angkutan laut dalam negeri untuk barang khusus dan pergudangan dan penyimpanan,
   bidang Penunjang Usaha Lainnya (aktivitas pengepakan), bidang Perdagangan Besar
   (Perdagangan besar semen, kapur, pasir dan batu), bidang Pengelolaan Air Limbah,
   Pengelolaan dan Daur Ulang Sampah (termasuk aktivitas profesional, ilmiah dan teknis
   yaitu, pengelolaan dan pembuangan sampah tidak berbahaya, pengelolaan dan
   pembuangan sampah berbahaya; jasa pengujian laboratorium; dan aktivitas profesional,
   ilmiah dan teknis lainnya yang tidak termasuk dalam lainnya), bidang aktivitas konsultasi
   manajemen lainnya, dan dalam bidang pertambangan dan penggalian (penggalian batu
   kapur/gamping, penggalian tanah dan tanah liat.
   Perseroan mengoperasikan empat pabrik semen di Narogong (Jawa Barat), Cilacap (Jawa
   Tengah), Tuban (Jawa Timur), dan Lhoknga (Aceh), dengan total kapasitas 14,86 juta ton
   semen per tahun.
   Kantor pusat Perseroan berada di Gedung Talavera Suite Lantai 15, Talavera Office Park, Jl.
   TB Simatupang No. 22-26, Jakarta, Indonesia.
c) Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham
   Struktur permodalan dan pemegang saham Perseroan berdasarkan Laporan Keuangan
   Audit Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak per tanggal 30 Juni 2025 adalah sebagai



                                                                                               9
Page 34
       berikut:
                             Tabel 2-1 : Struktur Permodalan Saham Perseroan
                                                                              Jumlah Nominal        Kepemilikan
                         Keterangan                        Jumlah Saham
                                                                                (Juta Rupiah)           (%)
       Modal Dasar                                          30.651.600.000           15.325.800
       Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
       PT Semen Indonesia (Persero) Tbk                      7.533.148.888           3.766.574           83,52%
       Taiheiyo Cement Corporation                           1.367.396.991             683.698           15,16%
       Publik                                                  118.836.094              59.418            1,32%
       Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh            9.019.381.973           4.509.691          100,00%
       Jumlah Saham Dalam Portepel                          21.632.218.027          10.816.109
       Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak per tanggal 30 Juni 2025

   d) Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
       Susunan dewan komisaris dan direksi Perseroan berdasarkan Laporan Keuangan
       konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak per tanggal 30 Juni 2025 adalah sebagai berikut :
       Dewan Komisaris
            Komisaris Utama                      : Prijo Sambodo
            Komisaris Independen                 : Prijo Sambodo
            Komisaris                            : Herudi Kandau Nugroho
            Komisaris                            : Shinji Fukami
       Direksi
            Direktur Utama                       : Asri Mukhtar
            Direktur                             : Soni Asrul Sani
            Direktur                             : Ony Suprihartono
            Direktur                             : Yasuhide Abe

2. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (“SIG”)
   a) Riwayat Singkat
       SIG didirikan dengan nama NV Pabrik Semen Gresik pada tanggal 25 September 1953,
       berdasarkan Akta No. 41 tanggal 17 April 1961 oleh Notaris Raden Mr. Soewandi, kemudian
       berubah menjadi PT Semen Gresik (Persero) berdasarkan Akta No. 81 tanggal 24 Oktober
       1969 oleh J.N. Siregar, S.H., notaris di Jakarta.
       Anggaran Dasar SIG telah mengalami perubahan, terakhir antara lain mengenai tugas,
       wewenang dan kewajiban Dewan Komisaris dan Direksi berdasarkan Akta Notaris No. 7
       tanggal 3 Mei 2024 yang dibuat di hadapan Aulia Taufani, S.H., Notaris di Jakarta. Perubahan
       ini telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
       Indonesia pada tanggal 22 Mei 2024, melalui surat keputusan No. AHU-AH.01.03.0117988
       tanggal 22 Mei 2024.
   b) Ruang Lingkup Kegiatan Usaha
       Berdasarkan Pasal 3 anggaran dasar SIG, ruang lingkup dari aktivitas SIG bergerak dalam
       bidang industri semen, termasuk kegiatan produksi, menambang dan/atau menggali bahan
       yang diperlukan dalam industri semen atau industri lainnya, perdagangan, pemasaran dan
       distribusi terkait dengan industri semen serta pemberian jasa untuk industri semen
       dan/atau industri lainnya.



                                                                                                              10
Page 35
   c) Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham
       Struktur permodalan dan pemegang saham SIG per 30 Juni 2025 berdasarkan Laporan
       Keuangan SIG per 30 Juni 2025 adalah sebagai berikut:
                                    Tabel 2-2 : Struktur Kepemilikan Saham SIG
                                                                                 Jumlah Nominal        Kepemilikan
                         Keterangan                      Jumlah Saham
                                                                                  (Juta Rupiah)            (%)
       Modal Dasar
        Saham Seri A                                                         1                     0
        Saham Seri B                                            19.999.999.999             2.000.000

       Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
         Saham Seri A - Pemerintah Negara RI                                 1                     0        0,00%
         Saham Seri B :
            PT Danantara Asset PT Danantara Asset                3.457.023.004               345.702       51,20%
            Management (Persero)
            Lydia Silvanna Djaman (Komisaris)                         199.600                     20        0,00%
            Andriano Hosny P (Wakil Direktur Utama)                   381.300                     38        0,01%
            Reni Wulandari (Direktur)                                 188.700                     19        0,00%
            Masyarakat (masing-masing                            3.293.747.484               329.375       48,79%
            dibawah 5%)
       Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh                6.751.540.089               675.154      100,00%
       Jumlah Saham Dalam Portepel                              13.248.459.910             1.324.846

       Sumber: Laporan Keuangan SIG per tanggal 30 Juni 2025.

   d) Susunan Dewan Direksi
       Susunan Dewan Direksi SIG per 30 Juni 2025 berdasarkan informasi manajemen Perseroan
       adalah sebagai berikut :
       Dewan Komisaris
          Komisaris Utama                                 : Sigit Widyawan *)
          Komisaris                                       : Christina Aryani
          Komisaris                                       : Agung Budi Mulyanto *)
          Komisaris                                       : Lydia Silvanna Djaman
          Komisaris                                       : Saor Siagian *)
          Komisaris                                       : Satya Bhakti Parikesit
          Komisaris                                       : Ratna Irsana *)

       Dewan Direksi
          Direktur Utama                                  : Indrieffouny Indra
          Wakil Direktur Utama                            : Andriano Hosny Panangian
          Direktur                                        : Sigit Prastowo
          Direktur                                        : Reni Wulandari
          Direktur                                        : Dicky Saelan
          Direktur                                        : Dennis Pratistha
          Direktur                                        : Hadi Setiadi
       *) Komisaris Independen
3. PT Solusi Bangun Andalas (“SBA”)
   a) Riwayat Singkat
       SBA didirikan berdasarkan Akta No. 115 tertanggal 11 April 1980, yang dibuat di hadapan
       Kartini Muljadi, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah memperoleh pengesahan oleh Menteri


                                                                                                                 11
Page 36
   Kehakiman melalui Surat Keputusan Menkumham No. Y.A.5556’18 tertanggal 16 Desember
   1980, yang telah didaftarkan dalam Kepaniteraan Pengadilan Negeri Banda Aceh dalam
   Buku Register No. 170/1980 tanggal 29 Desember 1980, dan telah diumumkan dalam Berita
   Negara Republik Indonesia No. 34 tertanggal 28 April 1981 dan Tambahan No. 340 (“Akta
   Pendirian SBA”).
   Anggaran dasar SBA yang ternyata dalam Akta Pendirian SBA telah mengalami perubahan
   beberapa kali, sebagaimana terakhir diubah berdasarkan Akta No. 02 tertanggal 14 Juni
   2024, yang dibuat di hadapan Devi Yunanda, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, yang telah
   memperoleh persetujuan dari Menkumham melalui Surat Keputusan No. AHU-
   0035972.AH.01.02.TAHUN 2024 tertanggal 19 Juni 2024 dan telah didaftarkan dalam Daftar
   Perseroan No. AHU-0120171.AH.01.11.TAHUN 2024 TANGGAL 19 Juni 2024 (“Akta No.
   2/2024”), yang untuk selanjutnya disebut sebagai “Anggaran Dasar SBA”.
b) Ruang Lingkup Kegiatan Usaha
   Berdasarkan Berdasarkan Pasal 3 ayat (1) Anggaran Dasar SBA, maksud dan tujuan SBA
   adalah melakukan usaha dalam bidang:
   a. Industri Pengolahan;
   b. Pengangkutan dan pergudangan;
   c. Perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor;
   d. Aktivitas profesional, ilmiah dan teknis;
   e. Treatment air, treatment air limbah, treatment dan pemulihan material sampah dan
      aktivitas remediasi;
   f. Pengadaan listrik, gas, uap/air panas dan udara dingin;
   g. Pertambangan dan penggalian;
   h. Konstruksi;
   i. Aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen
      perjalanan dan penunjang usaha lainnya; dan
   j. Real estate
c) Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham
   Berdasarkan Akta No. 02 tertanggal 10 Februari 2016, yang dibuat di hadapan Devi
   Yunanda, S.H., M.Kn., Notaris di Tangerang, yang telah diberitahukan kepada dan diterima
   oleh Menkumham melalui Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar
   Perseroan No. AHU-AH.01.03-0021428 tertanggal 10 Februari 2016 dan telah didaftarkan
   dalam Daftar Perseroan No. AHU-0017883.AH.01.11.TAHUN 2016 tertanggal 10 Februari
   2016 (“Akta No. 2/2016”), struktur permodalan dan susunan pemegang saham SBA per 30
   Juni 2025 adalah sebagai berikut:




                                                                                        12
Page 37
                                  Tabel 2-3 : Struktur Kepemilikan Saham SBA
                                                                             Jumlah Nominal      Kepemilikan
                          Keterangan                       Jumlah Saham
                                                                               (Juta Rupiah)         (%)
        Modal Dasar                                              1.948.140             122.392

        Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
        Perseroan                                                1.948.040            122.386         99,99%
        PT Solusi Bangun Beton                                         100                  6          0,01%
        Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh               1.948.140            122.392        100,00%
        Jumlah Saham Dalam Portepel                                      -                  -

        Sumber: Laporan Keuangan SBA per tanggal 30 Juni 2025.

    d) Susunan Dewan Direksi
        Susunan Dewan Direksi SBA per 30 Juni 2025 berdasarkan informasi manajemen Perseroan
        adalah sebagai berikut :
        Dewan Komisaris
             Komisaris Utama                               : Asruddin
             Komisaris                                     : Andika Lukmana

        Dewan Direksi
             Direktur                                      : Edi Sarwono

2.2.2   Analisis Perjanjian dan Persyaratan Rencana Transaksi

Analisis perjanjian dan persyaratan atas Rencana Transaksi dilakukan terhadap draft perjanjian jasa
pengelolaan fungsi pengadaan antara Perseroan, SBI dan SIG, yang telah disediakan manajemen
Perseroan.
Para Pihak
    a. Perseroan sebagai penerima layanan
    b. SBA sebagai penerima layanan
    c. SIG sebagai penyedia layanan
Ruang Lingkup
    a. Pelaksanaan kegiatan-kegiatan dalam proses pengadaan sesuai dengan kapasitasnya selaku
       fungsi-fungsi yang diatur dalam pedoman pengadaan barang dan/atau jasa yang berlaku di
       SIG berikut dengan prosedur-prosedur turunannya;
    b. Penyusunan rencana kerja dan anggaran pengadaan;
    c. Pelaksanaan finalisasi, pembuatan, dan penandatanganan kontrak barang yang masuk
       dalam kriteria operational expenditure (“Opex”);
    d. Pendaftaran calon penyedia;
    e. Evaluasi, penonaktifan, dan pemberhentian penyedia barang yang masuk dalam kriteria
       Opex;
    f. Penonaktifan dan pemberhentian penyedia barang dan/atau jasa yang masuk dalam
       kriteria capital expenditure dan jasa Opex berdasarkan hasil evaluasi dari pejabat
       berwenang;
    g. Pelaksanaan koordinasi dengan internal maupun eksternal SIG terkait pengadaan;
    h. Pemantauan dan evaluasi kinerja terkait dengan tahap persiapan pemilihan penyedia dan
       pelaksanaan pemilihan penyedia;


                                                                                                          13
Page 38
    i. Pengelolaan proses perizinan, asuransi, pemilihan transportasi dan bongkar/muat barang
       yang masuk dalam kriteria Opex masuk sampai ke gudang sesuai ketentuan kontrak;
    j. Pelaksanaan proses inklaring untuk barang impor yang masuk dalam kriteria Opex;
    k. Pengelolaan master data terkait pengadaan (tidak termasuk semifinished goods dan
       finished goods);
    l. Penyusunan rencana kerja dan anggaran persediaan barang yang masuk dalam kriteria
       Opex;
    m. Penyusunan dan penetapan prosedur dan ketentuan lain terkait persediaan barang yang
       masuk dalam kriteria Opex;
    n. Pembuatan permintaan pengadaan barang persediaan yang masuk dalam kriteria Opex,
       beserta dokumen pendukung yang dibutuhkan;
    o. Penetapan standardisasi bisnis proses, sistem informasi, dan pelaporan terkait persediaan
       barang yang masuk dalam kriteria Opex;
    p. Pemantauan dan evaluasi kinerja pengendalian persediaan barang yang masuk dalam
       kriteria Opex;
    q. Pembuatan dan penyampaian laporan kinerja pengendalian persediaan barang yang masuk
       dalam kriteria Opex;
    r. Penyampaian laporan atas pelaksanaan Jasa Pengadaan;
    s. Pelaksanaan kegiatan dan/atau pengurusan lain yang dianggap perlu oleh SIG terkait
       pengelolaan pengadaan dan pengendalian persediaan barang yang masuk dalam kriteria
       Opex.
Biaya Jasa
    Perseroan dan SBA akan membayar kepada SIG Biaya Jasa Pengadaan, yang terdiri dari
    a. Biaya sumber daya manusia (SDM) dan turunannya dihitung berdasarkan biaya-biaya di
       bawah ini ditambah margin 8,2%
               i. Biaya gaji dan Kesejahteraan,
              ii. Perjalanan Dinas,
             iii. Tunjangan lainnya, dan
             iv. Biaya lainnya yang berhubungan dengan SDM.
    b. Biaya operasional dihitung berdasarkan biaya-biaya operasional di bawah ini ditambah
       margin 8,2%
               i. Biaya jasa auditor,
              ii. Biaya konsultan, dan
             iii. Biaya operasional lainnya terkait dengan pemberian jasa sesuai yang diatur dalam
                  Perjanjian ini.
Jangka Waktu Perjanjian
    5 (lima) tahun terhitung sejak tanggal penandatanganan perjanjian
Hukum Yang Berlaku
       Hukum Republik Indonesia

2.2.3 Analisis Manfaat dan Risiko dari Rencana Transaksi

Manfaat yang diharapkan diterima oleh Perseroan berdasarkan penjelasan manajemen Perseroan
dan analisis atas manfaat Rencana Transaksi, antara lain :




                                                                                               14
Page 39
      •     Penurunan biaya pengadaan secara keseluruhan (total cost of ownership).
            ○ Melalui peningkatan daya tawar, konsolidasi volume, dan standardisasi proses tender,
              Perseroan berpotensi memperoleh harga pembelian yang lebih kompetitif dan syarat
              komersial yang lebih menguntungkan
            ○ Efisiensi dalam struktur organisasi dan biaya operasional pengadaan (tenaga kerja dan
              non‑tenaga kerja) juga berkontribusi pada pengurangan biaya pengelolaan pengadaan
              dalam jangka menengah–panjang.
      •     Peningkatan kualitas tata kelola dan kepatuhan.
            Penerapan proses pengadaan yang terstandardisasi di bawah SSC SIG akan meningkatkan
            governance, transparansi, dan jejak audit (audit trail), sehingga menurunkan risiko
            kesalahan prosedur, fraud, maupun temuan audit yang merugikan Perseroan dan pemegang
            saham minoritas.
      •     Kualitas layanan dan kecepatan proses pengadaan yang lebih baik.
            Dengan skala dan spesialisasi SSC, pengelolaan tender, negosiasi, dan manajemen pemasok
            dapat dilakukan secara lebih profesional, terukur dengan KPI dan SLA yang jelas, sehingga
            mendukung kebutuhan operasional Perseroan secara lebih efektif.
      •     Sinergi dan integrasi strategis di dalam Grup SIG.
            Model SSC memperkuat integrasi rantai pasok di lingkungan Grup SIG, sehingga Perseroan
            dapat memanfaatkan sinergi antar entitas dalam hal informasi pasar, benchmarking harga,
            strategi kategori, dan inovasi pengadaan
Risiko yang mungkin dihadapi oleh Perseroan berdasarkan penjelasan manajemen Perseroan
adalah:
      •     SIG tidak dapat memberikan kualitas layanan sesuai dengan harapan Perseroan .
      •     Risiko keterlambatan waktu atas layanan yang diberikan SIG sehingga terdapat potensi
            manfaat layanan yang terlambat bagi Perseroan.

2.3       Analisis Kualitatif
Analisis Kualitatif dilakukan dengan melakukan analisis terhadap riwayat singkat Perseroan dan
kegiatan usaha, analisis industri, analisis operasional dan prospek usaha Perseroan, alasan dan latar
belakang Rencana Transaksi, serta keuntungan dan kerugian Rencana Transaksi.

2.3.1 Riwayat Singkat dan Kegiatan Usaha Perseroan

Perseroan merupakan sebuah perseroan terbatas terbuka yang pertama kali didirikan dengan nama
PT Semen Cibinong berdasarkan hukum Negara Republik Indonesia di bawah kerangka Undang-
Undang No. 1 Tahun 1970 sebagaimana diubah oleh Undang-Undang No. 11 Tahun 1970 tentang
Penanaman Modal Asing. Perseroan didirikan berdasarkan Akta Pendirian No. 53 tanggal 15 Juni
1971, dibuat di hadapan Abdul Latief, S.H., Notaris di Jakarta. Akta Pendirian tersebut telah disahkan
oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan Keputusan No. J.A.5/149/7 tanggal 23
September 1971 dan diumumkan pada Berita Negara Republik Indonesia No. 82 tanggal 12 Oktober
1971, Tambahan No. 466.
Perseroan mengalami perubahan nama menjadi PT Holcim Indonesia Tbk berdasarkan Akta No. 21
tanggal 30 November 2005, dibuat di hadapan Dr. Amrul Partomuan Pohan, S.H., LL.M, Notaris di
Jakarta. Akta tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia berdasarkan Keputusan No. C-34995 HT.01.04.TH.2005 tanggal 30 Desember


                                                                                                   15
Page 40
2005. Akta tersebut juga telah didaftarkan dalam Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta
Selatan No. 54/RUB.09.03/I/2006 tanggal 24 Januari 2006 dan telah diumumkan dalam Berita
Negara Republik Indonesia No. 10 tanggal 3 Februari 2006, Tambahan No. 1311/2006.
Kemudian pada tahun 2019, Perseroan kembali melakukan perubahan nama menjadi PT Solusi
Bangun Indonesia Tbk berdasarkan Akta No. 11 tanggal 11 Februari 2019, dibuat di hadapan Aulia
Taufani, S.H., Notaris di Jakarta. Akta tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Keputusan No. AHU-0008550.AH.01.02.
TAHUN 2019 tanggal 18 Februari 2019. Akta tersebut juga telah diberitahukan kepada Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan
Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.03-0097407 tanggal 18 Februari 2019. Akta tersebut
juga telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia di bawah No. AHU-0026748.AH.01.11.TAHUN 2019 tanggal 18 Februari 2019.
Anggaran Dasar Perseroan telah diubah dari waktu ke waktu, terakhir kali diubah berdasarkan:
   •   Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham No. 52 tanggal 13 Oktober 2021, dibuat di
       hadapan Aulia Taufani, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah diberitahukan kepada Menteri
       Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Penerimaan
       Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.03-0460469 tanggal 13 Oktober
       2021 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi
       Manusia Republik Indonesia No. AHU-0177878.AH.01.11.TAHUN 2021 tanggal 13 Oktober
       2021; juncto/ jo
   •   Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Nomor 91 tanggal
       31 Mei 2024, dibuat di hadapan Aulia Taufani, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah
       mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
       Nomor AHU-0034010.AH.01.02.TAHUN 2024 tanggal 10 Juni 2024 dan telah didaftarkan
       dalam Daftar Perseroan pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
       Indonesia Nomor AHU-0113559.AH.01.11.TAHUN 2024 tanggal 10 Juni 2024 ("Akta No.
       52/2021 jo No. 91/2024").
Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, maksud dan tujuan Perseroan adalah berusaha
dalam bidang: Industri Pengolahan (Industri kemasan dan kotak dari kertas dan karton dan Industri
semen), bidang Konstruksi (termasuk pengangkutan dan pergudangan yaitu, angkutan laut dalam
negeri untuk barang khusus dan pergudangan dan penyimpanan, bidang Penunjang Usaha Lainnya
(aktivitas pengepakan), bidang Perdagangan Besar (Perdagangan besar semen, kapur, pasir dan
batu), bidang Pengelolaan Air Limbah, Pengelolaan dan Daur Ulang Sampah (termasuk aktivitas
profesional, ilmiah dan teknis yaitu, pengelolaan dan pembuangan sampah tidak berbahaya,
pengelolaan dan pembuangan sampah berbahaya; jasa pengujian laboratorium; dan aktivitas
profesional, ilmiah dan teknis lainnya yang tidak termasuk dalam lainnya), bidang aktivitas
konsultasi manajemen lainnya, dan dalam bidang pertambangan dan penggalian (penggalian batu
kapur/gamping, penggalian tanah dan tanah liat.
Perseroan mengoperasikan empat pabrik semen di Narogong (Jawa Barat), Cilacap (Jawa Tengah),
Tuban (Jawa Timur), dan Lhoknga (Aceh), dengan total kapasitas 14,86 juta ton semen per tahun.
Kantor pusat Perseroan berada di Gedung Talavera Suite Lantai 15, Talavera Office Park, Jl. TB
Simatupang No. 22-26, Jakarta, Indonesia.

2.3.2 Alasan Rencana Transaksi

Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas terbuka yang menjalankan kegiatan usaha di sektor
industri (industri pengolahan, konstruksi, dan jasa penunjang usaha), perdagangan (perdagangan



                                                                                               16
Page 41
besar serta aktivitas profesional, ilmiah, dan teknis), pertambangan (pertambangan dan
penggalian), transportasi (pengangkutan dan pergudangan), serta pengolahan limbah berbahaya
(pengelolaan dan daur ulang sampah serta aktivitas remediasi).
Perseroan bersama delapan entitas anak yang terkonsolidasi merupakan bagian dari grup SIG, yaitu
suatu badan usaha milik negara yang bergerak sebagai penyedia solusi bahan bangunan.
Dalam beberapa tahun terakhir, SIG telah mengembangkan model Shared Services Center (“SSC”)
Pengadaan yang melayani sejumlah entitas anak di dalam Grup SIG dan terbukti memberikan
peningkatan efisiensi, standardisasi proses, serta penguatan tata kelola pengadaan di tingkat grup.
Dalam rangka penerapan sentralisasi fungsi pengelolaan pengadaan di SIG Grup, Perseroan
bersama salah satu anak perusahaan Perseroan yang seluruh sahamnya dimiliki secara langsung dan
tidak langsung oleh Perseroan, yaitu SBA, berencana untuk menggunakan jasa pengelolaan fungsi
pengadaan yang disediakan oleh SIG, untuk selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”.
Sentralisasi/ shared service fungsi pengelolaan pengadaan Perseroan guna menciptakan nilai
tambah, peningkatan efektivitas dan efisiensi untuk kinerja perusahaan yang lebih baik melalui
volume pooling dan economy of scale.
Sehubungan dengan Rencana Transaksi, Perseroan, SBA dan SIG akan menandatangani perjanjian
jasa pengelolaan fungsi pengadaan yang mengatur mengenai ruang lingkup pemberian jasa
pengadaan oleh SIG dan biaya jasa pengadaan yang terdiri dari biaya sumber daya manusia dan
biaya operasional.
Biaya sumber daya manusia dan biaya operasional dihitung berdasarkan biaya ditambah margin
sebesar 8,2%.

2.3.3 Analisis Industri

Gambaran Umum Industri
Sektor konstruksi Indonesia merupakan salah satu sektor penopang perekonomian dan merupakan
kontributor dalam proses pembangunan infrastruktur. Oleh karena itu, konstruksi diharapkan dapat
memberikan peluang usaha yang mempunyai potensi pasar tinggi bagi penyedia produk dan
teknologi baik konstruksi nasional maupun internasional. Salah satu produk yang mendukung sektor
konstruksi adalah industri semen. Semen merupakan bahan perekat atau lem, yang berguna untuk
merekatkan bahan-bahan material lain seperti batu bata dan batu koral hingga dapat menjadi satu
kesatuan dan kuat atau menjadi sebuah bangunan.
Industri semen nasional tahun 2024 masih mengalami kesulitan untuk bertumbuh. Persaingan pasar
domestik yang ketat, curah hujan yang tinggi di awal tahun, serta perlambatan permintaan dari
sektor ritel dan konstruksi karena banyaknya hari libur dan pergeseran prioritas konsumsi
masyarakat menjadi faktor utama yang menekan industri semen. Selain tantangan pasar domestik,
industri semen juga menghadapi ketidakpastian dari situasi geopolitik global dan memengaruhi
harga-harga komoditas untuk pembuatan semen.
Pelemahan daya beli masyarakat dan risiko ketidakpastian ekonomi global yang masih tinggi,
menekan permintaan terhadap semen kantong karena proyek perumahan kecil dan renovasi
cenderung lebih sensitif terhadap kondisi ekonomi dan fluktuasi harga. Dengan daya beli yang
terbatas, konsumen dan pengembang properti lebih memilih untuk menunda atau mengurangi
volume proyek mereka.




                                                                                                17
Page 42
                Gambar 2-1 : Perkembangan Produksi Semen Global Tahun 2020-2024
                          4,50
                                                         4,4
                          4,40

                          4,30
                                    4,2
                          4,20
                                                                       4,1             4,1
                          4,10
                                                                                                      4,0
                          4,00

                          3,90

                          3,80
                                   2020              2021              2022           2023           2024

                                                     Produksi Semen Global (dalam miliar ton)

                      Sumber: Statista, 2025

Berdasarkan data Statista, produksi semen global selama tahun 2020-2024 mengalami fluktuasi
penurunan sebesar 1,21% dihitung menggunakan CAGR. Penurunan terbesar terjadi pada tahun
2022 sebesar 6,82% dari sebesar 4,4 miliar ton pada tahun 2021 menjadi sebesar 4,1 miliar ton.
Penurunan produksi semen global diakibatkan oleh beberapa faktor eksternal yang memengaruhi
aktivitas pembangunan. Ketidakstabilan geopolitik di beberapa wilayah memberikan dampak
negatif terhadap keputusan investasi dan proyek infrastruktur, sehingga menciptakan lingkungan
bisnis yang kurang menguntungkan. Faktor lain yang turut berkontribusi adalah fluktuasi harga
komoditas, ketidakpastian kebijakan dan perubahan dalam kondisi pasar global. Kombinasi dari
faktor-faktor tersebut menyebabkan penurunan aktivitas pembangunan infrastruktur pada tahun
2024, menciptakan tantangan bagi pertumbuhan ekonomi dan perkembangan sektor ini secara
keseluruhan.
  Gambar 2-2 : Perkembangan Permintaan, Kapasitas, dan Utilisasi Semen di Indonesia Tahun
                                      2020-2024

      140,0                                                                                                                     55,50%

                    54,92%
      120,0                                54,71%                                                                               55,00%


                                                                                                                                54,50%
      100,0                                                                            54,19%

                                                                                                                                54,00%
       80,0
                                                                                                             53,26%             53,50%
                                                                 52,91%
       60,0
                                                                                                                                53,00%

       40,0
                                                                                                                                52,50%
                   62,5                   63,9                  61,8                  64,0                  63,8

       20,0                                                                                                                     52,00%
                          113,8                  116,8                 116,8                 118,1                 119,8
        0,0                                                                                                                     51,50%
                     2020                   2021                  2022                   2023                 2024

              Permintaan Semen di Indonesia (juta ton)          Kapasitas Produksi Semen di Indonesia (juta ton)           Utilisasi (%)

Sumber : Paparan Publik Indocement, 2025

Berdasarkan paparan publik Indocement, permintaan dan kapasitas produksi semen di Indonesia



                                                                                                                                           18
Page 43
selama tahun 2020-2024 mengalami fluktuasi peningkatan dengan CAGR masing-masing sebesar
0,52% dan 1,29% dengan rata-rata tingkat utilisasi sebesar 54,00%. Peningkatan tertinggi
permintaan semen di Indonesia terjadi pada tahun 2023 sebesar 3,56% terutama karena
peningkatan ekspor klinker ke pasar-pasar tradisional di luar negeri 1.
Sementara pada tahun 2024, permintaan semen di Indonesia menurun sebesar 0,31% terutama
disebabkan oleh melemahnya daya beli masyarakat. Sementara pada sektor konstruksi, permintaan
semen menurun karena terpicu oleh melambatnya proyek-proyek pemerintah, baik di Jawa
maupun wilayah lainnya, seperti proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan
Timur 4.
Kompetisi dan Pangsa Pasar
Berdasarkan data Statista, Tiongkok merupakan negara produsen semen terbesar secara global di
mana pada tahun 2024 telah memproduksi semen sebesar 1.900 juta ton atau 60,43% dari total
keseluruhan produksi semen global. Selanjutnya, India sebagai negara produsen semen kedua
terbesar global dengan produksi semen pada tahun 2024 sebesar 450 juta ton atau 14,31% dari
total keseluruhan produksi semen global.
Vietnam menjadi negara ketiga produsen semen terbesar global pada tahun 2024 dengan produksi
semen sebesar 110 juta ton atau 3,50% dari total keseluruhan produksi semen global. Sementara
itu, Indonesia pada tahun 2024 telah memproduksi semen sebesar 65 juta ton atau 2,07% dari total
keseluruhan produksi semen global.
                           Gambar 2-3 : Negara Produsen Semen Global Tahun 2024


                           India; 14,31%   Vietnam; 3,50%
                                                 Amerika Serikat; 2,74%
                                                   Turki; 2,61%
                                                        Iran; 2,29%
                                                            Brasil; 2,16%
                                                               Indonesia; 2,07%
                                                                 Rusia; 2,07%
                                                                                       Korea Selatan; 1,65%
                                                                                       Mesir; 1,59%
                                                Other; 7,82%                           Arab Saudi; 1,59%
                                                                                       Meksiko ; 1,53%
                                                                                       Jepang; 1,46%




        Tiongkok; 60,43%




Sumber: Statista, 2025

Pasar utama semen Indonesia adalah industri konstruksi. Sektor-sektor utama dalam industri
konstruksi Indonesia adalah konstruksi infrastruktur, konstruksi bangunan, konstruksi komersial,
konstruksi industri, konstruksi energi dan utilitas, serta konstruksi institusi. Mayoritas produsen
semen di Indonesia menetapkan harga jual yang rendah, terutama bagi para pelaku baru dalam
industri semen di Indonesia, sebagai upaya untuk meningkatkan pangsa pasar guna menghadapi
persaingan yang semakin agresif dari para kompetitor. Strategi ini diterapkan secara selektif dan

1 https://investor.id/business/387808/kapasitas-terpasang-industri-semen-capai-1199-juta-ton#goog_rewarded




                                                                                                              19
Page 44
terbatas pada wilayah-wilayah pasar dengan tingkat intensitas persaingan yang tinggi.
SIG dan Perseroan sebagai pemimpin pasar (market leader) industri semen berupaya untuk tetap
menjaga pasar. Pendekatan yang dilakukan adalah melalui strategi multi-brand and multi-product
yang diterapkan dengan pendekatan pemasaran mikro (micromarket) secara selektif dan terbatas
di pasar-pasar yang memiliki intensitas kompetisi yang tinggi. Strategi ini dilakukan dengan menjual
dua atau lebih merek/ tipe produk Perseroan di daerah yang sama pada tingkat harga yang berbeda
untuk dapat bersaing di setiap lapisan pasar (market layer), sehingga dapat meminimalkan dampak
agresivitas pesaing dan menjaga pangsa pasar Perseroan.
Perseroan dan grup SIG menghadapi persaingan di pasar semen nasional di mana kompetitornya,
seperti PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP); PT Cemindo Gemilang Tbk atau Semen Merah
Putih (CMNT); PT Kobexindo Cement atau Semen Singa Merah; serta Siam Cement Group (SCG) juga
melakukan pengembangan bisnis di Indonesia.
Pada tahun 2024, SIG telah menjual sebanyak 38,27 juta ton semen di mana melalui dua anak
perusahaannya, yaitu Perseroan sebanyak 13,19 juta ton semen dan PT Semen Baturaja Tbk (SMBR)
sebanyak 2,23 juta ton semen. Sementara kompetitor utamanya yaitu INTP yang pada tahun 2024
telah menjual sebanyak 20,50 juta ton semen. Kompetitor SIG dan Perseroan lainnya yaitu CMNT
yang pada tahun 2024 telah memproduksi sebanyak 8,00 juta ton semen dari pabriknya yang berada
di Indonesia maupun Vietnam2.
        Gambar 2-4 : Volume Penjualan Semen Perusahaan Publik Indonesia Tahun 2024
                                                                                     (dalam juta ton)


               CMNT                 8,00



                INTP                                           20,50



               SMBR       2,23



            Perseroan                            13,19



                  SIG                                                                  38,27



                                           SIG   Perseroan   SMBR      INTP   CMNT

          Sumber: Laporan Tahunan 2024 dari SIG, Perseroan, SMBR, INTP dan CMNT

Perseroan merupakan anak usaha dari SIG yang merupakan salah satu pemain terbesar pada
industri semen di Indonesia. Perseroan didukung dengan fasilitas produksi dan distribusi yang luas,
serta kekuatan finansial yang solid dalam melayani semua pasar semen di Indonesia maupun pasar
regional. Dengan dukungan tersebut, Perseroan memiliki kekuatan untuk mempertahankan
penguasaannya di pasar dan membatasi pergerakan kompetitor di pasar.
Sebagai pemain terbesar, SIG memiliki peluang yang cukup tinggi untuk bersaing, baik dengan INTP
maupun pemain semen lainnya. Namun, pergerakan kompetitor di level pasar mikro bisa menjadi
ancaman bagi SIG karena dominasi SIG tidak merata di seluruh wilayah. Penguatan strategi dengan
mempertimbangkan kondisi pasar mikro menjadi langkah SIG dalam menghadapi ancaman
pergerakan dari kompetitor di industri semen.



2 Laporan Tahunan 2024 dari SIG, Perseroan, SMBR, INTP dan CMNT




                                                                                                        20
Page 45
Prospek Industri
Indonesia memiliki potensi permintaan semen yang sangat besar karena merupakan salah satu
negara dengan jumlah penduduk yang besar dan terus melakukan pengembangan terutama di
sektor infrastruktur. Pertumbuhan permintaan semen nasional diharapkan dapat meningkat pada
beberapa tahun mendatang. Peningkatan aktivitas dan pertumbuhan ekonomi di berbagai negara
juga berpotensi meningkatkan permintaan ekspor semen.
Industri semen diproyeksikan akan tumbuh yang didukung oleh normalisasi aktivitas manufaktur
pasca pemilu dan berjalannya pemerintahan baru. Komitmen pemerintah terhadap kelanjutan
pembangunan IKN juga menumbuhkan optimisme bagi pelaku industri semen. Selain itu,
penurunan suku bunga acuan memberikan katalis positif bagi industri semen, karena berpotensi
menurunkan suku bunga Kredit Perumahan Rakyat (KPR) dan meningkatkan aktivitas infrastruktur
dan properti. Dukungan pemerintah terhadap sektor perumahan rakyat dan infrastruktur
diproyeksikan dapat meningkatkan volume penjualan semen dan mendukung stabilitas harga
semen.
Pemerintah mencanangkan program pembangunan tiga juta rumah untuk masyarakat
berpenghasilan rendah. Jika bisa direalisasikan lebih awal, maka akan menjadi pendorong
pertumbuhan industri semen pada tahun 2025. Program ini diproyeksikan dapat meningkatkan
konsumsi semen. Selain itu, inovasi produk non semen seperti bata interlock presisi, beton dekoratif
dan paving block berpori juga akan dibutuhkan dalam proyek ini.
Berdasarkan paparan publik Indocement, kapasitas produksi semen di Indonesia selama tahun
2025-2030 diproyeksikan sebesar 120,8 juta ton. Selama periode tahun tersebut, permintaan
semen di Indonesia diproyeksikan akan mengalami peningkatan dengan CAGR sebesar 2,98%
dengan proyeksi rata-rata tingkat utilisasi sebesar 58,06%.
Pada tahun 2025, permintaan semen di Indonesia diproyeksikan sebesar 65,1 juta ton dengan
proyeksi tingkat utilisasi sebesar 53,89%, meningkat menjadi sebesar 75,4 juta ton dengan proyeksi
tingkat utilisasi sebesar 62,42%.
  Gambar 2-5 : Proyeksi Permintaan, Kapasitas, dan Utilisasi Semen di Indonesia Tahun 2025-
                                           2030

     140,0                                                                                                                       64,00%
                                                                                                               62,42%

     120,0                                                                                                                       62,00%
                                                                                         60,60%
                                                                               120,8
                                                                                                                                 60,00%
     100,0            120,8             120,8              120,8                                  120,8             120,8

                                                        57,12%                  58,86%                                           58,00%
      80,0
                                 55,46%
                                                                                                                                 56,00%
      60,0      53,89%
                                                                                                                                 54,00%

      40,0
                                 67,0                                   71,1               73,2              75,4                52,00%
               65,1                                69,0

      20,0                                                                                                                       50,00%


        -                                                                                                                        48,00%
                   2025             2026                2027                2028              2029              2030


             Permintaan Semen di Indonesia (juta ton)            Kapasitas Produksi Semen di Indonesia (juta ton)           Utilisasi (%)

Sumber : Paparan Publik Indocement, 2025



                                                                                                                                            21
Page 46
Semen merupakan salah satu komponen material penting bangunan dalam konstruksi. Prospek
industri semen di Indonesia di masa depan juga dapat diketahui dari proyeksi nilai pendapatan dari
material bangunan dan perangkat keras (hardware and building material) dalam proyek konstruksi.
Berdasarkan data Statista, pendapatan dari material bangunan dan perangkat keras dalam proyek
konstruksi di Indonesia selama tahun 2025-2029 diproyeksikan akan mengalami peningkatan
dengan CAGR sebesar 2,38%. Pada tahun 2025, proyeksi pendapatan dari material bangunan dan
perangkat keras dalam proyek konstruksi di Indonesia sebesar US$40,28 miliar, diproyeksikan
meningkat menjadi sebesar US$ 44,17 miliar.
 Gambar 2-6 : Proyeksi Pendapatan Material Bangunan dan Perangkat Keras Proyek Konstruksi
                              di Indonesia Tahun 2025 - 2029
                45,00                                                                       44,17
                44,00
                                                                            43,14
                43,00
                                                              42,14
                42,00                      41,16
                41,00       40,20
                40,00

                39,00

                38,00
                            2025           2026               2027          2028            2029

                        Proyeksi Pendapatan Material Bangunan dan Perangkat Keras (dalam miliar US$)

              Sumber: Statista, 2025

                                                          .
Analisis SWOT
Strengths and Opportunities (Kekuatan dan Peluang)

•   Pangsa pasar industri semen di Indonesia dikuasai oleh SIG sehingga Perseroan maupun anak
    perusahaan akan mendapatkan pangsa pasar yang cukup luas terutama pada pasar domestik
    dibandingkan perusahaan sejenis lainnya.
•   Grup SIG memiliki lokasi pabrik dan jaringan distribusi tersebar khususnya di Indonesia dan
    Vietnam.
•   Pertumbuhan ekonomi di sektor ritel, perumahan (residensial) dan pembangunan infrastruktur
    di wilayah tertentu diharapkan dapat menopang penjualan industri semen.
•   Merek Perseroan dan SIG telah dikenal luas dan memiliki persepsi yang baik di masyarakat.
Weaknesses and Threats (Kelemahan dan Tantangan)

•   Industri semen di Indonesia dalam kondisi kelebihan pasokan atau oversupply.
•   Kenaikan harga material serta harga bahan bakar untuk bahan baku pembuatan semen yang
    berfluktuasi menjadi tantangan bagi Perseroan dalam mempertahankan laba.
Untuk mengantisipasi kelemahan dan tantangan yang dihadapi, SIG dan Perseroan sebagai
pemimpin pasar (market leader) industri semen berupaya untuk tetap menjaga pasar. Pendekatan
yang dilakukan adalah melalui strategi multi-brand and multi-product yang diterapkan dengan
pendekatan pemasaran mikro (micromarket) secara selektif dan terbatas di pasar-pasar yang
memiliki intensitas kompetisi yang tinggi. Strategi ini dilakukan dengan menjual dua atau lebih


                                                                                                       22
Page 47
merek/ tipe produk Perseroan di daerah yang sama pada tingkat harga yang berbeda untuk dapat
bersaing di setiap lapisan pasar (market layer), sehingga dapat meminimalkan dampak agresivitas
pesaing dan menjaga pangsa pasar Perseroan.

2.3.4 Analisis Operasional dan Prospek Usaha Perseroan

Tinjauan Operasional
Perseroan merupakan anak perusahaan dari SIG yang bergerak dalam industri bahan bangunan,
perdagangan, pertambangan, transportasi, dan pengelolaan limbah berbahaya.
Kegiatan usaha yang telah dijalankan oleh Perseroan adalah sebagai berikut: bidang Industri
Pengolahan (Industri kemasan dan kotak dari kertas dan karton dan Industri semen), bidang
Konstruksi (termasuk pengangkutan dan pergudangan yaitu, angkutan laut dalam negeri untuk
barang khusus dan pergudangan dan penyimpanan, bidang Penunjang Usaha Lainnya (aktivitas
pengepakan), bidang Perdagangan Besar (Perdagangan besar semen, kapur, pasir dan batu), bidang
Pengelolaan Air Limbah, Pengelolaan dan Daur Ulang Sampah (termasuk aktivitas profesional,
ilmiah dan teknis yaitu, pengelolaan dan pembuangan sampah tidak berbahaya, pengelolaan dan
pembuangan sampah berbahaya; jasa pengujian laboratorium; dan aktivitas profesional, ilmiah dan
teknis lainnya yang tidak termasuk dalam lainnya), bidang aktivitas konsultasi manajemen lainnya,
dan dalam bidang pertambangan dan penggalian (penggalian batu kapur/gamping, penggalian
tanah dan tanah liat.
Perseroan mengoperasikan empat pabrik semen di Narogong (Jawa Barat), Cilacap (Jawa Tengah),
Tuban (Jawa Timur), dan Lhoknga (Aceh), dengan total kapasitas 14,86 juta ton semen per tahun.
Selama tahun 2020-2024, segmen pendapatan semen memberikan kontribusi terbesar terhadap
total pendapatan Perseroan dan Entitas Anak dengan kontribusi rata-rata sebesar 89,84%. Kedua
adalah segmen pendapatan beton yang memberikan kontribusi rata-rata sebesar 8,60%% terhadap
total pendapatan. Sedangkan segmen pendapatan agregat dan jasa konstruksi lainnya memberikan
kontribusi masing-masing sebesar 0,89% dan 0,67% terhadap total pendapatan Perseroan dan
Entitas Anak.
Pada Juni 2025, segmen pendapatan semen memberikan kontribusi terbesar terhadap total
pendapatan Perseroan dan Entitas Anak dengan kontribusi sebesar 90,73%. Selanjutnya,
pendapatan beton yang memberikan kontribusi rata-rata sebesar 7,94%% terhadap total
pendapatan. Sedangkan segmen pendapatan agregat dan jasa konstruksi lainnya memberikan
kontribusi masing-masing sebesar 1,17% dan 0,16% terhadap total pendapatan Perseroan dan
Entitas Anak.
Berikut merupakan grafik perkembangan pendapatan Perseroan dan Anak Perusahaan.




                                                                                              23
Page 48
           Gambar 2-7 : Perkembangan Pendapatan Perseroan dan Anak Perusahaan
                                                                                                                 (dalam triliun Rupiah)
                              14,00


                              12,00


                              10,00


                               8,00


                               6,00


                               4,00


                               2,00


                                   -
                                         2020               2021*             2022            2023              2024            Juni 2025
               Agregat                   0,08               0,12              0,09            0,09              0,13                 0,06
               Jasa konstruksi lainnya   0,13               0,04              0,07            0,10              0,04                 0,01
               Beton siap pakai          0,66               0,82              1,17            1,22              1,15                 0,40
               Semen                     9,24               10,24            10,93            10,96             10,49                4,51
               Pendapatan                10,11              11,22            12,26            12,37             11,82                4,97

                          Semen          Beton siap pakai           Jasa konstruksi lainnya           Agregat           Pendapatan


       *) Disajikan kembali
       Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak

Selama tahun 2020-2024, pendapatan Perseroan dan Entitas Anak mengalami fluktuatif
peningkatan secara CAGR sebesar 3,99%. Pada Tahun 2021, pendapatan Perseroan dan Entitas Anak
mengalami peningkatan sebesar 10,98% yang merupakan peningkatan tertinggi selama tahun 2020-
2024 terutama disebabkan karena peningkatan segmen pendapatan semen. Hingga per tanggal 30
Juni 2025, pendapatan Perseroan dan Entitas Anak tercatat sebesar Rp4,97 triliun.

Produk dan Layanan Segmen Usaha

Perseroan memiliki keunggulan dalam membuat produk-produk yang inovatif dan berwawasan
lingkungan sesuai dengan kebutuhan konsumen. Sejumlah lini produk Perseroan telah dikenal
baik dan menguasai pasar semen di Indonesia. Berikut adalah portofolio produk yang dihasilkan
oleh Perseroan:

Produk Semen Kantong
                                  Gambar 2-8 : Produk Perseroan – Semen Kantong

                         Dynamix Serba Guna

                         Semen inovatif serba bisa, hasil akhir kuat, hasil permukaan halus, waktu kering yang
                         tepat. Mengandung Micro Filler Particle, butiran inovatif yang mampu mengisi rongga
                         dengan sempurna. Untuk semua aplikasi pengerjaan untuk hasil permukaan yang
                         halus.

                         Dynamix Extra Power

                         Ahli struktur bangunan, beton 30% lebih cepat kering dan 15% lebih kuat.
                         Mengandung Micro Filler Particle + Strength Agent yang membuat struktur bangunan
                         lebih tahan lama. Untuk struktur beton yang lebih kuat dan pengerjaan cor beton
                         yang lebih cepat.




                                                                                                                                            24
Page 49
                      Dynamix Masonry

                      Semen Masonry Tipe-S, yaitu semen spesialis finishing untuk aplikasi pasangan,
                      plesteran, dan acian. Jagonya pasang bata dan keramik, plesteran dan acian lebih
                      halus dan irit, adukan pulen, warna lebih terang, lebih ekonomis. Mengandung
                      Controlling Agent, formula pengatur kadar udara sehingga penggunaan lebih hemat.

                      Semen Andalas Multi Fungsi

                      Semen andalan yang kuatnya melindungi, daya rekat kuat, adukan pulen, hasil
                      permukaan halus. Mengandung Active Micro Particle, butiran aktif yang memberikan
                      kekuatan dari dalam. Untuk semua aplikasi pengerjaan untuk hasil permukaan yang
                      halus.

Sumber: Laporan Keuangan Tahunan Perseroan dan Anak Perusahaan

Produk Semen Curah
                           Gambar 2-9 : Produk Perseroan – Semen Curah

                        EzPro

                        Merupakan semen ramah lingkungan yang mudah dikerjakan dan memiliki daya
                        rekat tinggi. Hal ini dapat mempermudah proses pengerjaan konstruksi dengan
                        hasil akhir beton yang kuat serta permukaan lebih halus.


                        PwrPro

                        Produk semen dengan kuat tekan awal tinggi yang ramah lingkungan, waktu
                        pengikatan optimal, serta workability lebih baik. Dapat digunakan untuk berbagai
                        bangunan gedung maupun infrastruktur dan telah tersertifikasi green label.


                        DuPro+

                        Merupakan material konstruksi ramah lingkungan dengan panel hidrasi rendah dan
                        ketahanan optimal terhadap sulfat serta penetrasi klorida. Sebagai alternatif
                        produk semen portland tipe khusus yang mudah dikerjakan dan tahan lama.


                        MaxStrength

                        Merupakan semen ramah lingkungan yang mudah dikerjakan dan memiliki daya
                        rekat tinggi. Hal ini dapat mempermudah proses pengerjaan konstruksi dengan
                        hasil akhir beton yang kuat serta permukaan lebih halus.


                        UltraPro

                        Memadukan kemudahan pengerjaan dan hasil akhir dengan kekuatan maksimal,
                        cocok untuk konstruksi kokoh yang membutuhkan kuat tekan awal dan akhir yang
                        tinggi.




                                                                                                      25
Page 50
                        SprintPro

                        Menawarkan kecepatan terbaik dalam mencapai kuat tekan awal dengan panas
                        hidrasi yang tetap terjaga.



                        SuperTermo

                        Diproduksi dengan spesifikasi API 10A Class-G HSR yang dapat memberikan
                        respons yang baik terhadap lignosulfonate retarder dan memiliki waktu
                        pengentalan yang sesuai untuk aplikasi well cementing.




Pendapatan segmen semen kantong dan semen curah Perseroan dan Anak Perusahaan selama
tahun 2020 - 2024 mengalami fluktuatif peningkatan dengan rata-rata CAGR sebesar 3,23%. Pada
tahun 2024 pendapatan segmen semen tercatat sebesar Rp10,49 triliun, mengalami penurunan
sebesar 4,23% dari tahun 2023 sebesar Rp10,96 triliun. Hingga 30 Juni 2025, pendapatan segmen
semen tercatat sebesar Rp4,51 triliun.
 Gambar 2-10 : Perkembangan Segmen Semen Perseroan dan Anak Perusahaan Tahun 2020 –
                                     Juni 2025
                                                                             (dalam triliun Rupiah)

                                           10,93         10,96
                              10,24                                   10,49

                 9,24




                                                                                       4,51




                2020          2021*        2022          2023         2024          Juni 2025

          Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan




                                                                                                      26
Page 51
Produk Turunan
                        Gambar 2-11 : Produk Perseroan – Produk Turunan

                        Agregat Kasar

                        Berupa batu pecah belah yang dihasilkan dari pemecah batu, bentuk ukuran antara
                        4,76-150 mm. Umumnya dipakai untuk bahan baku beton, aspal, dan precast
                        manufacturing.

                        Agregat Halus

                        Berupa material halus yang dihasilkan dari pemecah batu, bentuk ukuran terbesar
                        adalah 0,5 mm dan sering disebut M-sand (abu batu). Umumnya dipakai untuk
                        mengganti pasir silika, serta pembuatan paving block dan bata ringan.


                        Agregat Lainnya

                        Berupa bongkahan batu hasil tambang atau mesin pemecah, contohnya batu
                        makadam dan basecourse. Umumnya digunakan untuk konstruksi sub-base jalan
                        dan drainase, serta bantalan rel kereta api (ballast).



Pendapatan segmen agregat Perseroan dan Anak Perusahaan selama tahun 2020 - 2024 mengalami
fluktuatif peningkatan dengan rata-rata CAGR sebesar 12,73%. Pada tahun 2024 pendapatan
segmen agregat tercatat sebesar Rp0,13 triliun, mengalami peningkatan sebesar 37,34% dari tahun
2023 sebesar Rp0,09 triliun. Hingga 30 Juni 2025, pendapatan segmen agregat tercatat sebesar
Rp0,06 triliun.
 Gambar 2-12 : Perkembangan Segmen Agregat Perseroan dan Anak Perusahaan Tahun 2020 –
                                      Juni 2025
                                                                              (dalam triliun Rupiah)

                                                                       0,13

                               0,12

                                                          0,09
                                            0,09
                 0,08


                                                                                        0,06




                 2020         2021*         2022         2023          2024          Juni 2025

         Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan




                                                                                                       27
Page 52
Beton Siap Pakai (Ready-Mix Concrete)
           Gambar 2-13 : Produk Perseroan – Beton Siap Pakai (Ready-Mix Concrete)

                     SpeedCrete

                     Solusi beton yang memiliki kekuatan dini dan performa tinggi sehingga dapat
                     kering dalam hitungan jam. Cocok untuk pelabuhan, jalan arteri, lintasan bus dan
                     jalan tol.


                     ThruCrete

                     Solusi beton yang mampu menyerap air hujan secara cepat ke dalam tanah atau
                     penampungan dari permukaan jalan, lahan parkir, garasi, maupun trotoar.



                     StilCrete

                     Solusi beton berdaya tahan (durability) tinggi dan daya serap (permeability)
                     rendah. Mampu melindungi struktur beton dari zat sulfat dan klorida. Cocok untuk
                     pelabuhan, dermaga, pembangkit listrik, serta industri migas.


                     SupeCrete

                     Solusi beton untuk pekerjaan jalan beton dalam waktu singkat, memiliki waktu ikat
                     yang cepat dan capaian kuat tekan atau kuat lentur yang tinggi. Cocok untuk
                     perbaikan struktur jalan, pelabuhan dan area bandar udara.


                     LocooCrete

                     Solusi beton ramah lingkungan yang menggunakan material alternatif sehingga
                     mampu menurunkan tingkat emisi CO2 dalam beton 30 - 50%.



                     DekoCrete

                     Solusi beton yang memiliki berbagai pilihan warna dan pola artistik untuk
                     kebutuhan dekoratif dan estetika, serta dapat dibentuk menyerupai lantai granit,
                     keramik, ataupun batuan alami.

                     ComfilPlas

                     Solusi beton dengan material yang ringan cocok untuk melapisi fondasi bawah
                     struktur jalan atau oprit jembatan. Cocok untuk jalan raya, jalan tol dan oprit
                     jembatan.


                     FulerPlas

                     Solusi beton yang memiliki material yang ringan, mudah beradaptasi, mudah
                     dibongkar, dan kandungan udaranya tinggi, mampu mengalir dan mengisi sudut-
                     sudut yang sulit dijangkau.




                                                                                                    28
Page 53
Pavecrete

Solusi beton yang memiliki tingkat penyusutan rendah dan daya tahan tinggi.
Keawetan PaveCrete mampu menghemat biaya dan kuantitas perawatan jalan.
Cocok untuk jalan pelabuhan, jalan raya, jalan tol, dan bandara.



EzyFloCrete

Solusi beton yang mudah mengalir tanpa segregasi sehingga dapat dituang secara
mudah ke dalam bekisting dan menutup tulangan dengan sempurna. Aplikasi
EzyfloCrete memastikan penghematan anggaran berkat pengecoran yang lebih
halus, akurat secara geometris, serta tahan lebih lama.

AeerCrete

Solusi beton dengan teknologi beton untuk pengecoran struktur beton bawah air
yang memiliki performa mampu menahan dan melindungi beton dari terurai.



OptimaCrete

Adukan OptimaCrete diformulasikan untuk memberikan kekuatan serta daya
tahan yang dibutuhkan oleh struktur dan lungkungan proyek-proyek gedung
bertingkat. OptimaCrete memiliki kuat tekan minimal 60 Mpa dan turut
berkontribusi dalam pengurangan ukuran komponen struktural serta penggunaan
bahan bangunan.

MarinaCrete

MarineCrete didesain dengan kepadatan tinggi dan bahan-bahan khusus yang
dapat mengurangi korosi pada pembesian di lingkungan berklotrida tinggi. Berkat
sifat-sifatnya ini, MarineCrete dapat mengurangi muai dan susut beton.
MarineCrete tahan terhadap klorida, memiliki rasio air terhadap semen yang
rendah, dan dibuat dari bahan-bahan berkualitas tinggi.

ApexCrete

Solusi beton teraplikasi untuk menjawab tantangan dalam pembangunan lantai
gudang atau fasilitas industri. ApexCrete diformulasikan oleh ahli-ahli yang
berpengalaman, dengan menggunakan bahan serta peralatan berkualitas tinggi,
teknologi laser screed, serta 3D profiler yang menjadi solusi terpadu bagi
konstruksi lantai industrial.

PileCrete

Solusi beton berperforma tinggi khusus untuk struktur bored pile. Dirancang
dengan formula khusus dan admixture yang memastikan retardasi panjang dengan
waktu pengikatan awal yang normal.




                                                                             29
Page 54
                     PakCrete

                     Solusi beton instan yang hadir dalam kemasan khusus, terdiri dari agregat, semen,
                     zat aditif khusus, tanpa air. Kualitas PakCrete sama dengan beton siap pakai yang
                     ada di perkotaan, diproduksi dengan menggunakan proses pengadukan yang sama
                     - dengan command batch dan proses command QC yang sama – namun dalam
                     volume lebih kecil, yakni 1 m3. PakCrete dapat diproduksi dengan spesifikasi
                     tertentu sesuai dengan kebutuhan proyek. PakCrete telah mendapat sertifikasi
                     TKDN dari Kementerian Perindustrian RI.

                     MiniMix

                     Truk pengantar beton inovatif berukuran sepertiga lebih kecil dari truk pengantar
                     beton biasa untuk menjangkau area pengiriman dengan akses jalan perumahan.



                     DynaBild

                     Dikembangkan sebagai solusi untuk pengecoran beton di wilayah yang sulit
                     dijangkau dan jauh dari batching plant. Solusi pengecoran dengan menggunakan
                     DynaPump ini merupakan langkah penting dalam mewujudkan pembangunan
                     yang merata dan mendorong ekonomi masyarakat di daerah terpencil.


Pendapatan segmen beton siap pakai Perseroan dan Anak Perusahaan selama tahun 2020 - 2024
mengalami fluktuatif peningkatan dengan rata-rata CAGR sebesar 14,92%. Pada tahun 2024
pendapatan segmen beton siap pakai tercatat sebesar Rp1,15 triliun, mengalami penurunan
sebesar 5,84% dari tahun 2023 sebesar Rp1,22 triliun. Hingga 30 Juni 2025, pendapatan segmen
beton siap pakai tercatat sebesar Rp0,40 triliun.
Gambar 2-14 : Perkembangan Segmen Beton Siap Pakai Perseroan dan Anak Perusahaan Tahun
                                  2020 – Juni 2025
                                                                         (dalam triliun Rupiah)


                                                        1,22
                                          1,17                        1,15



                            0,82

              0,66


                                                                                    0,40




              2020        2021*          2022          2023          2024         Juni 2025

                 Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan




                                                                                                    30
Page 55
Pengolahan Limbah (Waste Management)
         Gambar 2-15 : Produk Perseroan – Pengolahan Limbah (Waste Management)

                         Pengelolaan Limbah Berbahaya

                         Solusi komprehensif pengelolaan limbah B3, mulai dari pemeriksaan hingga
                         penerbitan surat keterangan atau Certificate of Treatment (COT) untuk
                         laporan pemusnahan limbah.



                         Pemusnahan Limbah Terjamin

                         Solusi pemusnahan produk di luar spesifikasi atau produk kadaluwarsa.
                         Pelanggan diperkenankan menyaksikan proses penanganan limbah di fasilitas
                         kami.



                         Penanganan Limbah di Lapangan

                         Solusi penanganan limbah secara langsung di lapangan (on-site) untuk
                         berbagai industri, seperti minyak dan gas bumi, pertambangan, industri berat,
                         dan manufaktur.



                         Pemusnahan Bahan Perusak Ozon (BPO)

                         Pelopor solusi pemusnahan Bahan Perusak Ozon (BPO) di Kawasan Asia
                         Tenggara, dengan fasilitas tanur dan semen temperatur tinggi yang
                         memusnahkan BPO secara tuntas dan aman bagi lingkungan.



                         Pemanfaatan Refuse-Derived Fuel dari Sampah Perkotaan

                         Solusi berkelanjutan dan ramah lingkungan bagi pemerintah kota/daerah,
                         dengan mengolah sampah kota atau Municipal Solid Waste (MSW) menjadi
                         bahan bakar alternatif berupa RDF.



                         Laboratorium Analisis & Jasa Konsultasi Limbah

                         Solusi analisis limbah oleh tim ahli di laboratorium bersertifikat ISO 17025,
                         untuk hasil laporan yang akurat serta rekomendasi penanganan limbah yang
                         aman dan efektif melalui layanan konsultasi dalam hal pengelolaan lingkungan
                         yang berkelanjutan.


Pendapatan segmen jasa konstruksi lainnya Perseroan dan Anak Perusahaan selama tahun 2020 -
2024 mengalami fluktuatif penurunan dengan rata-rata CAGR sebesar 23,44%. Pada tahun 2024
pendapatan segmen jasa konstruksi lainnya tercatat sebesar Rp0,04 triliun, mengalami penurunan
sebesar 54,97% dari tahun 2023 sebesar Rp0,10 triliun. Hingga 30 Juni 2025, pendapatan segmen
jasa konstruksi lainnya tercatat sebesar Rp0,01 triliun.



                                                                                                    31
Page 56
Gambar 2-16 : Perkembangan Segmen Jasa Konstruksi Lainnya Perseroan dan Anak Perusahaan
                               Tahun 2020 – Juni 2025
                                                                           (dalam triliun Rupiah)

                0,13



                                                          0,10


                                            0,07



                                                                        0,04
                              0,04



                                                                                      0,01


               2020         2021*          2022          2023          2024         Juni 2025

                   Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan



Aspek Pemasaran

Sebagai bagian dari SIG, strategi dan kegiatan pemasaran Perseroan menginduk pada strategi SIG
yang telah merumuskan strategi penetrasi pasar domestik yang disesuaikan dengan kondisi pasar
dan dinilai efektif dalam menghadapi kompetisi di industri bahan bangunan sebagai berikut:
Strategi Multibrand
Strategi ini disusun untuk mengoptimalkan dan mempertahankan dominasi pangsa pasar semen
tahun 2024 di tengah permintaan semen yang terkontraksi terutama untuk segmen semen kantong,
sementara industri masih mengalami kelebihan bahkan penambahan kapasitas pasok.
Perseroan menerapkan strategi multibrand dengan mengoptimalkan pemasaran produk dengan
merek premium SIG di setiap pasar utama, serta menggunakan merek tertentu secara selektif di
area pasar dengan persaingan yang tinggi dari sisi jumlah pemain dan perbedaan harga jual. Strategi
ini dipandang tepat untuk menjaga kondisi industri tetap kondusif dengan tidak memicu perang
harga. Penerapan strategi ini memungkinkan Perseroan untuk dapat menahan peningkatan pangsa
pasar dari pesaing yang tergolong ke dalam economic brand.
Strategi Micro Market
Untuk mengoptimalkan pencapaian pangsa pasar dan profitabilitas, Perseroan menerapkan strategi
micro market dimana kebijakan yang berhubungan dengan penjualan dan pemasaran didasarkan
pada karakteristik pasar untuk setiap area yang berbeda. Kebijakan pemasaran dan penjualan
ditentukan berdasarkan area yang lebih kecil dengan mempertimbangkan potensi pasar di area
tersebut dan tingkat kompetitif SIG.
Skema ini memberikan manfaat untuk penerapan strategi yang lebih tepat sasaran sehingga
optimalisasi penjualan dapat tercapai baik dari sisi volume penjualan dan dari sisi pencapaian
pendapatan.




                                                                                                    32
Page 57
Strategi Direct Selling
Perseroan juga mengembangkan strategi direct selling untuk melayani pelanggan strategis secara
langsung. Strategi ini digunakan untuk memperkuat hubungan dengan pelanggan dan memastikan
produk diterima langsung oleh konsumen dengan efektif dan efisien.
Dengan kombinasi strategi kanal distribusi melalui distributor dan direct selling, perseroan dapat
memastikan ketersediaan produk secara merata di seluruh Indonesia, mendukung pertumbuhan
bisnis, dan meningkatkan kepuasan pelanggan secara berkelanjutan.
Pengelolaan Pelanggan dan Wilayah
Perseroan menerapkan strategi pengelolaan pelanggan yang terbagi dalam 2 pendekatan:
    1. Key Account Management (KAM), digunakan untuk pelanggan B2B (Business-to-Business).
       Strategi ini difokuskan untuk membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan
       utama, seperti mitra strategis atau pelanggan dengan volume pembelian besar.
    2. Territory Management, digunakan untuk pelanggan B2C (Business-to-Consumer). Strategi
       ini bertujuan untuk memastikan penguasaan wilayah penjualan secara terstruktur dan
       optimal, sehingga penetrasi pasar dapat dilakukan secara menyeluruh.
Pengembangan Ekosistem Digital
Ekosistem digital merupakan lingkungan terintegrasi yang menghubungkan teknologi, data,
pengguna, dan layanan untuk menciptakan nilai tambah. Perseroan berencana mengembangkan
platform Komunitas Jago Bangunan (komunitas pekerja konstruksi) untuk meningkatkan
konektivitas Perseroan dengan pelanggan dan mendukung pemberdayaan masyarakat khususnya
para pekerja konstruksi (tukang) yang merupakan salah satu sumber awareness tertinggi untuk
brand.
Rencana pembangunan aplikasi komunitas merupakan lanjutan dari kegiatan pengelolaan
komunitas tukang agar dapat dilakukan lebih terintegrasi serta meningkatkan kolaborasi yang lebih
baik dengan seluruh pihak.
Customer Engagement
Melalui berbagai kegiatan, Perseroan berupaya membangun hubungan yang lebih dalam,
meningkatkan loyalitas, serta menciptakan pengalaman yang memuaskan bagi pelanggan.
Beberapa elemen dalam customer engagement yang sudah dilakukan antara lain kegiatan aktivasi
pelanggan/customer experience dengan menyelenggarakan kunjungan ke pabrik bagi para tukang
bangunan yang disertai dengan pelatihan dan demo aplikasi produk. Customer engagement juga
dilakukan dalam Program Komunitas Jago Bangunan.
Perseroan juga meningkatkan customer engagement dengan memanfaatkan teknologi digital dan
sosial media. Program program komunitas meliputi kegiatan seperti kuis, program loyalitas, sharing
session terkait industri konstruksi, serta membuka ruang konsultasi seputar konstruksi bagi para
anggota komunitas. Perseroan meyakini bahwa kegiatan customer engagement dapat membangun
hubungan jangka panjang, memberikan nilai tambah, menciptakan basis pelanggan yang loyal, serta
meningkatkan reputasi merek di pasar.
Komunikasi Pemasaran
SIG terus memperkuat komunikasi kepada pelanggan utama, dimana 3 pilar utama komunikasi yang
disampaikan kepada pelanggan adalah mengenai Keberlanjutan, Nasionalisme dan Inovasi.




                                                                                               33
Page 58
Strategi komunikasi yang terintegrasi melalui berbagai media daring dan luring serta dukungan dari
semua karyawan akan memperkuat posisi merek SIG dan menjadikan produk SIG sebagai produk
yang dikenal luas oleh pelanggan loyal maupun pelanggan baru.
Toko/penyalur bahan bangunan merupakan salah satu mitra strategis yang harus dijaga hubungan
dan komunikasinya. Selain itu SIG secara aktif mengadakan berbagai kegiatan bagi pengguna produk
seperti kontraktor, mandor, dan tukang bangunan melalui Komunitas Jago Bangunan yang dimiliki
SIG. Melalui kegiatan yang dilakukan, SIG berharap anggota komunitas akan menjadi influencer
produk SIG ke tukang lainnya.
Pangsa Pasar
Dengan bertambahnya anggota baru ke dalam Asosiasi Semen Indonesia yaitu Semen Grobogan
dan tantangan pada tahun politik, Perseroan mengalami perlambatan volume penjualan terutama
pada semen ritel. Walaupun semen curah masih mengalami pertumbuhan positif, namun belum
dapat mendorong peningkatan pangsa pasar. Pangsa pasar Perseroan pada tahun 2024 sebesar
11,51%, sedikit lebih rendah dari 11,92% pada tahun 2023.

Wilayah Operasional

Perseroan yang bergerak dalam industri bahan bangunan dan solusi konstruksi terintegrasi
mengelola berbagai produk dan layanan, meliputi semen, beton siap pakai, agregat, serta
pengelolaan limbah dan energi alternatif. Dengan mempertimbangkan karakteristik proses
produksi, ketersediaan bahan baku, serta efektivitas dan efisiensi operasional, Perseroan
menetapkan wilayah operasional yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia dengan rincian
sebagai berikut:
                             Gambar 2-17 : Wilayah Operasional Perseroan




Sumber : Laporan Tahunan Konsolidasian Perseroan, diolah




                                                                                               34
Page 59
                           Tabel 2-4 : Wilayah Operasional Perseroan dan Anak Perusahaan
 Keterangan                        Lokasi
 Silo dan Terminal Distribusi      Lhokseumawe, Belawan, Dumai, Batam, Lampung, Pontianak
 Pabrik dan Fasilitas Penggilingan Pabrik Lhoknga, Pabrik Narogong, Pabrik Cilacap, Pabrik Tuban, Penggilingan Kuala Indah*
 Gudang Distribusi                 Palembang, Solo, Yogyakarta
 Kantor Pusat                      Jakarta
 Kantor Operasional                Pandawa Lestari Perkasa, Jakarta
 Tambang Agregat                   Maloko, Jawa barat; Jeladri, Jawa Timur
 Unit Pengelolaan Limbah (UPL)     Lhoknga, Narogong, Cilacap, Tuban
 Nathabumi
 Pabrik Beton Siap Pakai           Provisi Banten (8 Plant), Provisi Jawa Barat (9 Plant), Provinsi Jawa Tengah (4 Plant), Provinsi
 (Termasuk Mobile Project Plants) Jawa Timur (4 Plant), Provinsi DKI Jakarta (5 Plant)

Sumber: Laporan Tahunan Perseroan, 2024
*Tidak Aktif

Prospek Perseroan
Industri semen Indonesia masih akan menghadapi berbagai tantangan pada tahun 2025 terutama
karena kondisi kelebihan pasokan alias oversupply di pasar dalam negeri. Perseroan harus terus
berinovasi, melakukan terobosan, dan mencari peluang diversifikasi usaha untuk meningkatkan
pendapatan dan profitabilitas.
Rencana dan prospek usaha yang telah disusun berpotensi menjadi solusi atas berbagai kendala
yang dihadapi Perseroan saat ini. Rencana ekspor semen ke Amerika Serikat diharapkan dapat
segera terealisasi di tahun 2025 setelah proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi di
Tuban selesai. Proyek strategis ini akan mendorong penjualan ekspor semen Perseroan dan mampu
memenuhi kebutuhan pasar ekspor hingga satu juta ton per tahun, sehingga akan meningkatkan
utilisasi pabrik Perseroan.
Perseroan memiliki sumber daya dan pengalaman yang unggul di dalam bisnis pertambangan
mineral, yang sudah dijalankan dan dikembangkan dalam beberapa tahun terakhir. Oleh karena itu,
Dewan Komisaris melihat rencana Perseroan untuk berinvestasi dan secara signifikan meningkatkan
skala bisnis ini dengan dukungan para pemegang saham memiliki potensi yang sangat baik.
Perseroan memiliki divisi pengelola limbah bernama Nathabumi yang telah memiliki skala bisnis
yang cukup besar. Nathabumi menjadi penggerak utama bagi inisiatif efisiensi biaya Perseroan
melalui penyediaan energi dan bahan baku alternatif sebagai pengganti batubara dan material
campuran semen. Dewan Komisaris mendukung rencana Perseroan untuk berinvestasi
meningkatkan skala bisnis Nathabumi dengan dukungan SIG. Dewan Komisaris optimis investasi ini
akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi Perseroan.

2.3.5 Keuntungan dan Kerugian Rencana Transaksi

Keuntungan yang diharapkan diperoleh Perseroan dengan melaksanakan Rencana Transaksi adalah
Perseroan akan mendapatkan penghematan biaya operasional.
Kerugian dari rencana transaksi adalah biaya-biaya yang timbul sehubungan dengan Rencana
Transaksi.

2.4     Analisis Kuantitatif
Analisis Kuantitatif dilakukan dengan melakukan analisis kinerja historis, analisis proyeksi keuangan,
analisis proforma laporan keuangan, dan analisis inkremental.




                                                                                                                                 35
Page 60
2.4.1 Analisis Kinerja Historis

Analisis kinerja historis Perseroan berdasarkan pada:
(i)   Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan Interim untuk periode enam
      bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 yang telah diaudit oleh KAP Liana Ramon Xenia
      & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material;
(ii) Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan untuk tahun yang berakhir
      pada tanggal 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP Liana Ramon Xenia & Rekan
      dengan opini wajar dalam semua hal yang material;
(iii) Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan untuk tahun-tahun yang
      berakhir pada tanggal 31 Desember 2022-2023 yang telah diaudit oleh KAP Imelda & Rekan;
      dan
(iv) Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan untuk tahun-tahun yang
      berakhir pada tanggal 31 Desember 2020-2021 yang telah diaudit oleh KAP Tanudiredja,
      Wibisana, Rintis & Rekan.
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
Pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak terdiri atas empat segmen usaha dari divisi
operasi semen, beton siap pakai, agregat dan jasa konstruksi lainnya.
Selama tahun 2020-2024, pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami
fluktuatif peningkatan secara CAGR sebesar 3,99%.
       Gambar 2-18 : Perkembangan Segmen Pendapatan Usaha Konsolidasian Perseroan
                                                                                                                  (dalam triliun Rupiah)
                               14,00


                               12,00


                               10,00


                                8,00


                                6,00


                                4,00


                                2,00


                                    -
                                          2020               2021*             2022            2023              2024            Juni 2025
                Agregat                   0,08               0,12              0,09            0,09              0,13                 0,06
                Jasa konstruksi lainnya   0,13               0,04              0,07            0,10              0,04                 0,01
                Beton siap pakai          0,66               0,82              1,17            1,22              1,15                 0,40
                Semen                     9,24               10,24            10,93            10,96             10,49                4,51
                Pendapatan                10,11              11,22            12,26            12,37             11,82                4,97

                           Semen          Beton siap pakai           Jasa konstruksi lainnya           Agregat           Pendapatan


        *) Disajikan kembali
        Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak




                                                                                                                                             36
Page 61
   Tabel 2-5 : Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian Perseroan
                                                                                                 (dalam juta Rupiah)
                                                               31 Desember                                   30 Juni
              Keterangan                2020         2021*         2022           2023          2024          2025
                                        Audit         Audit        Audit          Audit         Audit         Audit
Pendapatan                            10.108.220    11.218.181   12.262.048     12.371.333    11.818.978     4.973.697
Beban pokok pendapatan                (7.124.690)   (8.365.429) (9.330.140)     (9.597.271)   (9.263.093)   (3.934.978)
Laba Kotor                             2.983.530     2.852.752    2.931.908      2.774.062     2.555.885     1.038.719

Beban Usaha
 Distribusi dan penjualan               (965.140)     (964.184)   (1.040.626)     (948.597)     (954.720)    (430.204)
 Umum dan administrasi                  (397.370)     (394.547)     (347.121)     (352.506)     (365.423)    (143.839)

(Rugi) laba selisih kurs                 (37.909)        4.020          122         (2.271)       24.819       (16.312)
Rugi (laba) dari penghapusan
  aset tetap                             (16.755)       1.093           (418)         (261)         (264)          -
Lainnya - bersih                          78.496       38.967        (98.184)          732        (8.656)       (4.640)
Laba Sebelum Bunga
  dan Pajak Penghasilan                1.644.852     1.538.101    1.445.681      1.471.159     1.251.641      443.724

Penghasilan keuangan                       6.970         3.572        6.678          5.333         5.545        3.357
Beban keuangan                          (673.924)     (454.856)    (282.489)      (245.866)     (240.504)     (87.792)
Laba Sebelum Pajak Penghasilan           977.898     1.086.817    1.169.870      1.230.626     1.016.682      359.289

Beban pajak penghasilan                 (326.910)     (373.473)     (330.594)     (335.981)     (271.592)     (92.762)
Laba Periode/ Tahun Berjalan             650.988       713.344       839.276       894.645       745.090      266.527

Laba (rugi) komprehensif lain
Pengukuran kembali atas liabilitas
  -setelah
  imbalan pajak
           kerja jangka
                 tangguhan
                        panjang
                            terkait      (25.409)      (25.061)       48.272         2.148       (86.019)        5.428
Beban (manfaat) pajak terkait             (6.950)        5.363       (10.302)         (434)       18.819        (1.195)
Jumlah Laba Komprehensif
  Periode/ Tahun Berjalan               618.629       693.646       877.246       896.359       677.890       270.760


Laba per saham - dasar dan dilusian
  (nilai penuh)                               85            87            93            99            83            30

  *) Disajikan kembali
Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak

Pendapatan
Selama tahun 2020-2024, pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami
fluktuatif peningkatan secara CAGR sebesar 3,99%. Pada tahun 2020, pendapatan Konsolidasian
Perseroan dan Entitas Anak mengalami penurunan sebesar 8,59% dari tahun 2019, yang merupakan
penurunan terbesar selama periode tahun tersebut, terutama karena penurunan pendapatan dari
segmen beton siap pakai.
Pada tahun 2021, pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami peningkatan
sebesar 10,98% yang merupakan peningkatan tertinggi selama periode tahun tersebut, terutama
karena peningkatan pendapatan dari segmen semen. Pada tahun 2022, pendapatan Konsolidasian
Perseroan dan Entitas Anak kembali mengalami peningkatan sebesar 9,31% terutama karena
peningkatan pendapatan dari segmen semen.
Pada tahun 2023, pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami peningkatan
terbatas sebesar 0,89% dengan peningkatan tertinggi pendapatan dari segmen beton siap pakai.
Pada tahun 2024, pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami penurunan
sebesar 4,46% terutama karena penurunan pendapatan dari segmen semen.
Selama tahun 2020-2024, segmen pendapatan semen memberikan kontribusi terbesar terhadap
total pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak dengan kontribusi rata-rata sebesar



                                                                                                                    37
Page 62
89,84%. Selanjutnya segmen pendapatan beton siap pakai memberikan kontribusi rata-rata sebesar
8,60%% terhadap total pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak. Sedangkan segmen
pendapatan agregat dan jasa konstruksi lainnya memberikan kontribusi dengan rata-rata masing-
masing sebesar 0,89% dan 0,67% terhadap total pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas
Anak.
Hingga tanggal 30 Juni 2025, pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak tercatat sebesar
Rp4,97 triliun dengan kontribusi dari segmen usaha semen, beton siap pakai, agregat, dan jasa
konstruksi lainnya masing-masing sebesar 90,73%, 7,94%, 1,17%, dan 0,16%.
Beban pokok pendapatan
Beban pokok pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak terdiri dari bahan baku yang
digunakan, biaya pabrikasi, serta gaji dan upah.
Selama tahun 2020-2024, beban pokok pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
mengalami fluktuatif peningkatan secara CAGR sebesar 6,78%. Pada tahun 2020, beban pokok
pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami penurunan sebesar 12,82% dari
tahun 2019, yang merupakan penurunan terbesar selama periode tahun tersebut, terutama karena
penurunan pada beban pabrikasi.
Pada tahun 2021, beban pokok pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami
peningkatan sebesar 17,41% yang merupakan peningkatan tertinggi selama periode tahun tersebut
terutama karena peningkatan biaya pabrikasi. Pada tahun 2022, beban pokok pendapatan
Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami peningkatan sebesar 11,53% terutama karena
peningkatan biaya pabrikasi.
Pada tahun 2023, beban pokok pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami
peningkatan sebesar 2,86% terutama karena peningkatan pada beban pabrikasi. Pada tahun 2024,
beban pokok pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami penurunan sebesar
3,48% terutama karena penurunan biaya pabrikasi.
Rata-rata porsi beban pokok pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak selama tahun
2020-2024 adalah sebesar 75,42%.
Hingga tanggal 30 Juni 2025, beban pokok pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
tercatat sebesar Rp3,93 triliun dengan porsi beban pokok pendapatan sebesar 79,12%.
Beban Distribusi dan Penjualan
Beban distribusi Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak terdiri atas ongkos angkut domestik dan
ongkos angkut ekspor. Sementara beban penjualannya terdiri atas gaji, upah, dan tunjangan; biaya
tenaga kerja outsource; jasa profesional; sewa; bahan bakar; konferensi dan rapat; perjalanan;
penyusutan dan deplesi; penyusutan aset hak-guna; lainnya.
Selama tahun 2020-2024, beban distribusi dan penjualan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
mengalami fluktuatif penurunan secara CAGR sebesar 0,27%. Pada tahun 2020, beban distribusi dan
penjualan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami penurunan sebesar 7,74% dari
tahun 2019 terutama karena penurunan beban ongkos angkut domestik.
Pada tahun 2021, beban distribusi dan penjualan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak kembali
mengalami penurunan sebesar 0,10% terutama karena penurunan beban iklan dan promosi. Pada
tahun 2022, beban distribusi dan penjualan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami
peningkatan sebesar 7,93%, yang merupakan peningkatan tertinggi selama periode tahun tersebut,
terutama karena peningkatan beban ongkos angkut domestik.
Pada tahun 2023, beban distribusi dan penjualan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
mengalami penurunan sebesar 8,84%, yang merupakan penurunan terbesar selama periode tahun


                                                                                              38
Page 63
tersebut, terutama karena penurunan beban gaji, upah, dan tunjangan. Pada tahun 2024, beban
distribusi dan penjualan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami peningkatan sebesar
0,65% terutama karena peningkatan beban ongkos angkut domestik.
Rata-rata porsi beban distribusi dan penjualan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak selama
tahun 2020-2024 adalah sebesar 8,48%.
Hingga tanggal 30 Juni 2025, beban distribusi dan penjualan Konsolidasian Perseroan dan Entitas
Anak tercatat sebesar Rp430,20 miliar dengan porsi beban distribusi dan penjualan sebesar 8,65%.
Beban Umum dan Administrasi
Beban umum dan administrasi Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak terdiri atas gaji, upah, dan
tunjangan; donasi dan representasi; biaya tenaga kerja outsource; jasa profesional; pemeliharaan
data dan sistem, proyek regional dan shared services; konferensi dan rapat; penyusutan aset hak
guna; perjalanan; perjalanan; sewa; biaya bank; perbaikan dan pemeliharaan; penyusutan dan
deplesi; pendidikan, pelatihan, dan pengembangan; pemulihan/ cadangan kerugian kredit
ekspektasian; lisensi, dan izin; lain-lain.
Selama tahun 2020-2024, beban umum dan administrasi Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
mengalami fluktuatif penurunan secara CAGR sebesar 2,07%. Pada tahun 2020, beban umum dan
administrasi Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami penurunan sebesar 39,30% dari
tahun 2019 yang merupakan penurunan tertinggi selama periode tahun tersebut terutama karena
penurunan beban pemeliharaan data dan sistem, proyek regional dan shared services.
Pada tahun 2021, beban umum dan administrasi Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak kembali
mengalami penurunan sebesar 0,71% terutama karena penurunan jasa profesional. Pada tahun
2022, beban umum dan administrasi Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami
penurunan sebesar 12,02% terutama karena penurunan cadangan kerugian kredit ekspektasian.
Pada tahun 2023, beban umum dan administrasi Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
mengalami peningkatan sebesar 1,55% terutama karena peningkatan beban gaji, upah, dan
tunjangan. Pada tahun 2024, beban umum dan administrasi Konsolidasian Perseroan dan Entitas
Anak mengalami peningkatan sebesar 3,66% terutama karena peningkatan beban gaji, upah, dan
tunjangan.
Rata-rata porsi beban umum dan administrasi Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak selama
tahun 2020-2024 adalah sebesar 3,24%.
Hingga tanggal 30 Juni 2025, beban umum dan administrasi Konsolidasian Perseroan dan Entitas
Anak tercatat sebesar Rp143,84 miliar dengan porsi beban umum dan administrasi sebesar 2,89%.
Laba Kotor
Selama tahun 2020-2024, laba kotor Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami fluktuatif
penurunan secara CAGR sebesar 3,79%. Pada tahun 2020, laba kotor Konsolidasian Perseroan dan
Entitas Anak mengalami peningkatan sebesar 3,41% dari tahun 2019, yang merupakan peningkatan
tertinggi selama periode tahun tersebut, terutama karena penurunan biaya fabrikasi pada beban
pokok pendapatan.
Pada tahun 2021, laba kotor Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami penurunan
sebesar 4,38% terutama karena peningkatan biaya fabrikasi pada beban pokok pendapatan. Pada
tahun 2022, laba kotor Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami peningkatan sebesar
2,77% terutama karena peningkatan pendapatan dari segmen semen.
Pada tahun 2023, laba kotor Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami penurunan
sebesar 5,38% terutama karena peningkatan terbatas pendapatan dari segmen beton siap pakai.
Pada tahun 2024, laba kotor Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami penurunan


                                                                                              39
Page 64
sebesar 7,86%, yang merupakan penurunan terbesar selama periode tahun tersebut, terutama
karena penurunan pendapatan dari segmen semen.
Rata-rata margin laba kotor Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak selama tahun 2020-2024
sebesar 24,58%.
Hingga tanggal 30 Juni 2025, laba kotor Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak tercatat sebesar
Rp1,04 triliun dengan margin laba kotor sebesar 20,88%.
Laba Periode/ Tahun Berjalan
Selama tahun 2020-2024, laba tahun berjalan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami
fluktuatif penurunan secara CAGR sebesar 3,43%. Pada tahun 2020, laba tahun berjalan
Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami peningkatan sebesar 30,44% dari tahun 2019,
yang merupakan peningkatan tertinggi selama periode tahun tersebut, terutama karena penurunan
beban pemeliharaan data dan sistem, proyek regional dan shared services pada beban umum dan
administrasi.
Pada tahun 2021, laba tahun berjalan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak kembali mengalami
peningkatan sebesar 9,58% terutama karena peningkatan pendapatan dari segmen semen. Pada
tahun 2022, laba tahun berjalan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak kembali mengalami
peningkatan sebesar 17,65% terutama karena penurunan pemulihan cadangan kerugian kredit
ekspektasian pada beban umum dan administrasi.
Pada tahun 2023, laba tahun berjalan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami
peningkatan sebesar 6,60% terutama karena penurunan beban gaji, upah, dan tunjangan pada
beban distribusi dan penjualan. Pada tahun 2024, laba tahun berjalan Konsolidasian Perseroan dan
Entitas Anak mengalami penurunan sebesar 16,72% terutama karena penurunan pendapatan dari
segmen semen.
Rata-rata margin laba tahun berjalan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak selama tahun 2020-
2024 sebesar 6,64%.
Hingga tanggal 30 Juni 2025, laba periode berjalan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
tercatat sebesar Rp266,53 miliar dengan margin laba periode berjalan sebesar 5,36%.
Laba Komprehensif
Selama tahun 2020-2024, laba komprehensif Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami
fluktuatif penurunan secara CAGR sebesar 2,31%. Pada tahun 2020, laba komprehensif
Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami peningkatan sebesar 9,25% dari tahun 2019
seiring peningkatan laba tahun berjalan.
Pada tahun 2021, laba komprehensif Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak kembali mengalami
peningkatan sebesar 12,13% seiring peningkatan laba tahun berjalan dan penerimaan manfaat
pajak terkait sebesar Rp5,37 miliar. Pada tahun 2022, laba komprehensif Konsolidasian Perseroan
dan Entitas Anak mengalami penurunan sebesar 26,47%, yang merupakan peningkatan tertinggi
selama periode tahun tersebut, seiring peningkatan laba tahun berjalan dan perolehan keuntungan
aktuaria atas liabilitas imbalan kerja jangka panjang setelah pajak tangguhan terkait sebesar
Rp48,28 miliar.
Pada tahun 2023, laba komprehensif Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami
peningkatan terbatas sebesar 2,18% seiring peningkatan laba tahun berjalan dan perolehan
keuntungan aktuaria atas liabilitas imbalan kerja jangka panjang setelah pajak tangguhan terkait
sebesar Rp2,15 miliar. Pada tahun 2024, laba komprehensif Konsolidasian Perseroan dan Entitas
Anak mengalami penurunan sebesar 24,37% seiring penurunan laba tahun berjalan dan perolehan
kerugian aktuaria atas liabilitas imbalan kerja jangka panjang setelah pajak tangguhan terkait



                                                                                              40
Page 65
sebesar Rp86,02 miliar.
Rata-rata margin laba komprehensif Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak selama tahun 2020-
2024 sebesar 6,49%.
Hingga per tanggal 30 Juni 2025, laba komprehensif Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
tercatat sebesar Rp270,76 miliar dengan margin laba komprehensif sebesar 5,44%.
Laba per Saham
Selama tahun 2020-2024, laba per saham Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami
fluktuatif penurunan secara CAGR sebesar 0,59%. Pada tahun 2020, laba komprehensif
Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami peningkatan sebesar 30,77% dari tahun 2019,
yang merupakan peningkatan tertinggi selama periode tahun tersebut, seiring dengan peningkatan
laba tahun berjalan sebesar 30,44%.
Pada tahun 2021, laba per saham Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak kembali mengalami
peningkatan terbatas sebesar 2,35% seiring dengan penerbitan saham baru oleh Perseroan sebesar
1,36 juta saham. Pada tahun 2022, laba per saham Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
mengalami peningkatan sebesar 6,90% seiring peningkatan laba tahun berjalan sebesar 17,65%.
Pada tahun 2023, laba per saham Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami peningkatan
sebesar 6,45% seiring peningkatan laba tahun berjalan sebesar 6,60%. Pada tahun 2024, laba per
saham Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami penurunan sebesar 16,16% seiring
penurunan laba tahun berjalan sebesar 16,72%.
Hingga per tanggal 30 Juni 2025, laba per saham Perseroan dan Entitas Anak tercatat sebesar
Rp30,00.
  Gambar 2-19 : Perkembangan Pendapatan, Laba Kotor, Laba Periode/ Tahun Berjalan, Laba
                 Komprehensif dan Laba per Saham Konsolidasian Perseroan
                                                                                                                              (dalam triliun Rupiah)

    14,00                                                                                                                                           120

                                                          12,26                 12,37
                                                                                           99         11,82
    12,00                         11,22                            93                                                                               100
            10,11    85                   87
                                                                                                                 83
    10,00
                                                                                                                                                    80

     8,00
                                                                                                                                                    60
     6,00
                                                                                                                                4,97
                                                                                                                                                    40
     4,00
                2,98                   2,85                   2,93                  2,77                  2,56                          30
                                                                                                                                                    20
     2,00
                                                                    0,84 0,88             0,89 0,90                                1,04
                      0,65 0,62               0,71 0,69                                                         0,75   0,68            0,27 0,27
        -                                                                                                                                           -
                    2020                2021*                     2022                  2023                  2024                 Juni 2025


              Pendapatan          Laba Kotor        Laba Periode/ Tahun Berjalan         Laba Komprehensif           Laba per Saham (Nilai Penuh)

   *) Disajikan kembali
   Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak




                                                                                                                                                          41
Page 66
   Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan
                       Tabel 2-6 : Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan
                                                                                               (dalam juta Rupiah)
                                                               31 Desember                               30 Juni
               Keterangan              2020        2021*           2022        2023         2024          2025
                                       Audit       Audit           Audit       Audit        Audit         Audit
 Aset
 Aset Lancar
 Kas dan setara kas                     526.813     290.567        294.344      339.455      150.342      205.670
 Piutang usaha
   Pihak ketiga                         312.708      151.930       250.343       198.850      178.161      160.471
   Pihak berelasi                     2.024.834    3.128.112     2.476.106     3.588.223    2.317.488    2.190.385
 Piutang lain-lain
   Pihak ketiga                          45.756      119.160        71.635       109.299      116.656       84.753
   Pihak berelasi                        32.513       71.094        83.386       110.318      147.841      226.161
 Persediaan                           1.048.354    1.019.014     1.262.429     1.171.348    1.151.302    1.289.895
 Pajak lain-lain dibayar di muka        139.236      401.334       582.030       525.154      609.659      323.376
 Biaya dibayar di muka                   28.761       30.851        10.228        24.493        9.968       25.509
 Aset derivatif                             -            -             -             -             67          -
 Aset lancar lainnya                     57.240       26.207        28.659        23.918       22.312       24.574
 Jumlah Aset Lancar                   4.216.215    5.238.269     5.059.160     6.091.058    4.703.796    4.530.794

 Aset Tidak Lancar
 Kas dan setara kas yang
   dibatasi penggunaannya                22.934      23.927          30.316      35.533       46.554       48.799
 Aset pajak tangguhan                    18.507      32.903          32.232      30.188       33.398       29.915
 Aset tetap dan tanah
   pertambangan                      15.258.887   15.007.206    15.260.436    15.383.772   15.449.192   15.245.033
 Aset hak-guna                          466.378      271.332       159.915       151.424      261.969      302.443
 Tagihan pengembalian pajak
   Pajak penghasilan badan              161.355      319.671       316.474       112.758      152.669      182.534
   Pajak lain-lain                      194.271      193.875       125.620         4.589        1.883        6.851
 Goodwill                               331.808      331.808       331.808       331.808      331.808      331.808
 Aset tidak lancar lainnya               67.770       72.032        62.549        65.609       65.083       62.161
 Jumlah Aset Tidak Lancar            16.521.910   16.252.754    16.319.350    16.115.681   16.342.556   16.209.544
 Jumlah Aset                         20.738.125   21.491.023    21.378.510    22.206.739   21.046.352   20.740.338

 *) Disajikan kembali
 Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak

Jumlah Aset
Selama tahun 2020-2024, jumlah aset Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami
fluktuatif peningkatan secara Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 0,37%. Pada tahun
2020, jumlah aset Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami peningkatan sebesar 5,98%
dari tahun 2019 yang merupakan peningkatan tertinggi selama periode tahun tersebut, terutama
karena peningkatan piutang usaha - pihak berelasi.
Pada tahun 2021, jumlah aset Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami peningkatan
sebesar 3,63% terutama karena peningkatan piutang usaha - pihak berelasi. Pada tahun 2022,
jumlah aset Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami penurunan sebesar 0,52%
terutama karena penurunan piutang usaha - pihak berelasi.
Pada tahun 2023, jumlah aset Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami peningkatan
sebesar 3,87% terutama karena peningkatan piutang usaha - pihak berelasi. Jumlah aset
Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak kembali mengalami penurunan pada tahun 2024 sebesar
5,23% yang merupakan penurunan terbesar selama periode tahun tersebut, terutama karena
penurunan piutang usaha - pihak berelasi.




                                                                                                                   42
Page 67
Pada tanggal 30 Juni 2025, jumlah aset Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak tercatat sebesar
Rp20,74 triliun.
                Tabel 2-7 : Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan (Lanjutan)
                                                                                                         (dalam juta Rupiah)
                                                                        31 Desember                                 30 Juni
                Keterangan                   2020          2021*            2022        2023          2024           2025
                                             Audit         Audit            Audit       Audit         Audit          Audit
  Liabilitas dan Ekuitas
  Liabilitas
  Liabilitas Jangka Pendek
  Utang usaha
    Pihak ketiga                             1.636.149     1.936.700      2.363.590     2.253.090     1.952.230     1.764.922
    Pihak berelasi                             378.832     1.164.491      1.737.590     2.029.229     1.401.741     1.149.614
  Utang lain-lain
    Pihak ketiga                              100.574        60.122          81.916       51.242        83.112       136.832
    Pihak berelasi                             10.175         3.269             991      145.311         8.526       337.719
  Utang pajak
    Pajak penghasilan badan                    46.359           271          17.953       21.997         2.704         2.484
    Pajak lain-lain                             5.875        16.992          10.935       13.057         6.266         6.732
  Beban masih harus dibayar                   316.652       224.278         281.174      296.911       252.867       329.828
  Liabilitas derivatif                          1.098           132             603            7           -               9
  Liabilitas imbalan kerja jangka pendek      209.803       279.586         218.946      185.406       248.205       127.838
  Pinjaman bank jangka panjang
    jatuh tempo dalam satu tahun
      Pihak ketiga                           1.100.000             -            -        400.000       400.000       700.000
  Liabilitas sewa jatuh tempo
    dalam satu tahun                           335.748       213.565        135.462       122.633       108.992       111.726
  Jumlah Liabilitas Jangka Pendek            4.141.265     3.899.406      4.849.160     5.518.883     4.464.643     4.667.704

  Liabilitas Jangka Panjang
  Liabilitas pajak tangguhan                   674.445     1.011.863      1.112.133     1.203.377     1.230.890     1.254.431
  Pinjaman bank jangka panjang               7.269.246     4.380.372      2.734.547     2.337.097     1.539.857     1.140.881
  Liabilitas imbalan kerja jangka panjang      531.070       529.996        482.868       463.355       562.466       494.917
  Provisi untuk restorasi                       75.749        91.053         82.901        87.977        88.867        95.531
  Utang lain-lain
    Pihak berelasi                                 -             -              -             -         121.648       120.214
  Provisi jangka panjang                       252.039       265.324        216.783        35.062        30.057        14.034
  Liabilitas sewa                              228.132       113.937         40.080        56.374        93.814       140.301
  Jumlah Liabilitas Jangka Panjang           9.030.681     6.392.545      4.669.312     4.183.242     3.667.599     3.260.309
  Jumlah Liabilitas                         13.171.946    10.291.951      9.518.472     9.702.125     8.132.242     7.928.013

  Ekuitas
  Modal saham                                3.831.450     4.509.691      4.509.691     4.509.691     4.509.691     4.509.691
  Tambahan modal disetor                     2.587.309     5.014.275      5.014.275     5.014.275     5.014.275     5.014.275
  Komponen ekuitas lain
    Pengukuran kembali liabilitas
     imbalan pascakerja setelah pajak         (210.859)     (261.104)      (223.134)     (221.420)     (288.620)     (284.387)
  Saldo laba
    Dicadangkan                                766.290       766.290        766.290       901.938       901.938       901.938
    Belum dicadangkan                          591.989     1.169.920      1.792.916     2.300.130     2.776.826     2.670.808
  Jumlah Ekuitas                             7.566.179    11.199.072     11.860.038    12.504.614    12.914.110    12.812.325
  Jumlah Liabilitas dan Ekuitas             20.738.125    21.491.023     21.378.510    22.206.739    21.046.352    20.740.338

  *) Disajikan kembali
Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak

Jumlah Liabilitas
Jumlah liabilitas Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak selama tahun 2020-2024 mengalami
fluktuatif penurunan secara CAGR sebesar 11,36%. Pada tahun 2020, jumlah liabilitas Konsolidasian
Perseroan dan Entitas Anak mengalami peningkatan sebesar 4,66% dari tahun 2019 terutama
karena peningkatan pinjaman bank jangka panjang jatuh tempo dalam satu tahun - pihak ketiga.


                                                                                                                              43
Page 68
Pada tahun 2021, jumlah liabilitas Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami penurunan
sebesar 21,86% yang merupakan penurunan terbesar selama periode tahun tersebut terutama
karena penurunan pinjaman bank jangka panjang. Pada tahun 2022, jumlah liabilitas Konsolidasian
Perseroan dan Entitas Anak kembali mengalami penurunan sebesar 7,52% terutama karena
penurunan pinjaman bank jangka panjang.
Pada tahun 2023, jumlah liabilitas Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami
peningkatan sebesar 1,93% terutama karena peningkatan pinjaman bank jangka panjang jatuh
tempo dalam satu tahun - pihak ketiga. Pada tahun 2024, jumlah liabilitas Konsolidasian Perseroan
dan Entitas Anak mengalami penurunan sebesar 16,18% terutama karena penurunan pada total
utang usaha (pihak ketiga dan berelasi).
Selama tahun 2020-2024, rata-rata rasio liabilitas terhadap aset dan rata-rata rasio liabilitas
terhadap ekuitas Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak masing-masing sebesar 0,48x dan 0,97x.
Pada tanggal 30 Juni 2025, jumlah liabilitas Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak tercatat
sebesar Rp7,93 triliun dengan rasio liabilitas terhadap aset dan rasio liabilitas terhadap ekuitas
masing-masing sebesar 0,38x dan 0,62x.
Jumlah Ekuitas
Jumlah ekuitas Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak selama tahun 2020-2024 mengalami
peningkatan secara CAGR sebesar 14,30%. Pada tahun 2020, jumlah ekuitas Konsolidasian
Perseroan dan Entitas Anak mengalami peningkatan sebesar 8,36% dari tahun 2019 terutama
karena peningkatan saldo laba yang belum dicadangkan.
Pada tahun 2021, jumlah ekuitas Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami peningkatan
sebesar 48,01% yang merupakan peningkatan tertinggi selama periode tahun tersebut terutama
karena adanya tambahan modal disetor. Pada tahun 2022, jumlah ekuitas Konsolidasian Perseroan
dan Entitas Anak mengalami peningkatan sebesar 5,90% terutama karena peningkatan saldo laba
yang belum dicadangkan.
Pada tahun 2023, jumlah ekuitas Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami peningkatan
sebesar 5,43% terutama karena peningkatan saldo laba yang belum dicadangkan. Pada tahun 2024,
jumlah ekuitas Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami peningkatan sebesar 3,27%
terutama karena peningkatan saldo laba yang belum dicadangkan.
Hingga tanggal 30 Juni 2025, jumlah Konsolidasian ekuitas Perseroan dan Entitas Anak tercatat
sebesar Rp12,81 triliun.




                                                                                               44
Page 69
       Gambar 2-20 : Perkembangan Jumlah Aset, Jumlah Liabilitas, dan Jumlah Ekuitas
                                Konsolidasian Perseroan
                                                                                (dalam triliun Rupiah)
              25,00
                                     21,49           21,38            22,21
                                                                               21,05          20,74
                        20,74
              20,00

                         7,57
                                      11,20          11,86             12,50
              15,00                                                             12,91          12,81


              10,00

                        13,17
               5,00                   10,29          9,52              9,70
                                                                                8,13           7,93


                  -
                        2020         2021*           2022              2023     2024         Juni 2025

                                 Jumlah Liabilitas           Jumlah Ekuitas    Jumlah Aset

              *) Disajikan kembali
Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak




                                                                                                         45
Page 70
 Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan
                              Tabel 2-8 : Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan
                                                                                                         (dalam juta Rupiah)
                                                                         31 Desember                                 30 Juni
                 Keterangan                   2020          2021             2022         2023          2024          2025
                                              Audit         Audit            Audit        Audit         Audit         Audit
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari pelanggan                   10.075.278     10.223.580     12.585.901   12.563.253      13.196.148     5.140.048
Pembayaran kepada pemasok                   (7.072.023)    (7.070.929)    (8.704.066) (10.919.597)     (9.697.530)   (4.719.852)
Pembayaran kepada karyawan                  (1.118.037)    (1.204.340)    (1.131.782) (1.021.507)        (977.510)     (494.749)
Penerimaan dari penghasilan bunga                6.970          3.572          6.678        5.333           5.545         3.357
Pembayaran Transitional Services
 and License Agreement (TSLA)                 (340.395)           -              -              -             -             -
Penerimaan dari perjanjian kesanggupan         337.400            -              -              -             -             -
Pembayaran beban keuangan                     (739.806)      (444.798)      (275.986)      (250.318)     (245.623)      (91.036)
Pembayaran pajak penghasilan
 dan pajak lainnya                            (153.130)      (265.405)      (275.109)      (229.996)   (1.065.666)    (128.772)
Penerimaan dari kantor pajak                     3.743        294.896        789.606      1.060.913       661.435      623.412
Arus Kas Bersih yang Diperoleh
 dari Aktivitas Operasi                      1.000.000      1.536.576      2.995.242      1.208.081     1.876.799      332.408
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap                          (389.693)      (485.159)      (869.504)      (761.667)     (730.229)    (124.131)
Penerimaan dari hasil pelepasan
 aset tetap                                           -        36.843            -                -             -           -
Penerimaan dari hasil
 ganti rugi aset tetap                          55.061         68.589         48.992            -             -             -
Penambahan aset hak-guna                        (9.359)       (17.757)       (64.147)       (41.288)      (27.661)       (2.494)
Penempatan kas dan setara kas
 yang dibatasi penggunaannya                     (5.265)         (993)        (6.389)        (5.250)      (10.185)       (1.746)
Penempatan deposito berjangka                       -             -         (192.082)           -             -             -
Penarikan kas yang dibatasi
 penggunaannya                                   4.542              -            -             572          1.070           -
Penarikan deposito berjangka                       -                -        152.000           -              -             -
Arus Kas Bersih yang Digunakan
 untuk
  untuk Aktivitas
        Aktivitas Investasi
                   Investasi                  (344.714)      (398.477)      (931.130)      (807.633)     (767.005)    (128.371)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran pinjaman bank
  jangka pendek                               (738.000)             -            -                -             -           -
Penerimaan pinjaman bank
  jangka pendek                                738.000              -            -                -             -           -
Pembayaran pinjaman bank
  jangka panjang                             (1.965.657)   (4.000.000)    (4.400.000)             -      (800.000)    (100.000)
Pembayaran biaya transaksi                       (5.250)          -              -                -           -            -
Penerimaan dari utang bank
  Pihak
  jangkaberelasi
         panjang                             1.650.000            -        2.744.097            -             -             -
Penerimaan dari penerbitan saham                   -        3.119.909            -              -             -             -
Biaya penerbitan saham                             -          (14.702)           -              -             -             -
Pembayaran dividen                             (27.568)      (194.746)      (215.803)      (245.483)     (262.226)          -
Pembayaran pokok liabilitas sewa              (162.488)      (281.938)      (188.721)      (110.440)     (237.669)      (48.016)
Arus Kas Bersih yang Digunakan
  untuk Aktivitas Pendanaan                   (510.963)    (1.371.477)    (2.060.427)      (355.923)   (1.299.895)    (148.016)

Kenaikan (Penurunan) Bersih
 Kas dan Setara Kas                            144.323       (233.378)         3.685        44.525       (190.101)      56.021

Kas dan Setara Kas Pada
 Awal Periode/ Tahun                           386.751       526.813         290.567       294.344       339.455       150.342

Pengaruh perubahan kurs
 mata uang asing                                 (4.261)       (2.868)               92        586           988           (693)
Kas dan Setara Kas Pada
 Akhir Periode/ Tahun                          526.813       290.567         294.344       339.455       150.342       205.670

Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak



                                                                                                                                46
Page 71
Aktivitas Operasi
Selama tahun 2020-2024, Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian mencatat adanya arus
kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi. Pada tahun 2020, arus kas bersih yang diperoleh
dari aktivitas operasi Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian tercatat sebesar Rp1,00
triliun terutama karena penerimaan kas dari pelanggan.
Pada tahun 2021, Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian kembali mencatatkan arus kas
bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi sebesar Rp1,54 triliun terutama karena penerimaan kas
dari pelanggan. Pada tahun 2022, Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian kembali
mencatatkan arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi sebesar Rp3,00 triliun, yang
merupakan arus kas bersih tertinggi yang diperoleh pada periode tahun tersebut, terutama karena
penerimaan kas dari pelanggan.
Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian kembali mencatatkan arus kas bersih yang
diperoleh dari aktivitas operasi pada tahun 2023 dan tahun 2024 masing-masing sebesar Rp1,21
triliun dan Rp1,88 triliun yang terutama karena penerimaan kas dari pelanggan.
Hingga tanggal 30 Juni 2025, Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian mencatat arus kas
bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi sebesar Rp332,41 miliar.
Aktivitas Investasi
Selama tahun 2020-2024, Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian mencatat adanya arus
kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi. Pada tahun 2020, arus kas bersih yang
digunakan dari aktivitas investasi Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian tercatat sebesar
Rp344,71 miliar terutama karena pengeluaran kas untuk perolehan aset tetap.
Pada tahun 2021, Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian kembali mencatatkan arus kas
bersih yang digunakan dari aktivitas investasi sebesar Rp398,48 miliar terutama karena pengeluaran
kas untuk perolehan aset tetap. Pada tahun 2022, Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian
kembali mencatatkan arus kas bersih yang digunakan dari aktivitas investasi sebesar Rp931,13 miliar
yang merupakan arus kas bersih terbesar yang digunakan pada periode tahun tersebut, terutama
karena pengeluaran kas untuk perolehan aset tetap.
Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian kembali mencatatkan arus kas bersih yang
digunakan dari aktivitas investasi pada tahun 2023 dan tahun 2024 masing-masing sebesar
Rp807,63 miliar dan Rp767,01 miliar yang terutama karena pengeluaran kas untuk perolehan aset
tetap.
Hingga tanggal 30 Juni 2025, Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian mencatat adanya arus
kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi sebesar Rp128,37 miliar.
Aktivitas Pendanaan
Selama tahun 2020-2024, Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian mencatat adanya arus
kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan. Pada tahun 2020, arus kas bersih yang
digunakan dari aktivitas pendanaan Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian tercatat
sebesar Rp510,96 miliar terutama karena pengeluaran kas untuk pembayaran pinjaman bank jangka
panjang.
Pada tahun 2021, Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian kembali mencatatkan arus kas
bersih yang digunakan dari aktivitas pendanaan sebesar Rp1,37 triliun terutama karena
pengeluaran kas untuk pembayaran pinjaman bank jangka panjang. Pada tahun 2022, Perseroan
dan Entitas Anak secara konsolidasian kembali mencatatkan arus kas bersih yang digunakan dari
aktivitas pendanaan sebesar Rp2,06 triliun yang merupakan arus kas bersih terbesar yang
digunakan pada periode tahun tersebut, terutama karena pengeluaran kas untuk pembayaran



                                                                                                47
Page 72
pinjaman bank jangka panjang.
Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian kembali mencatatkan arus kas bersih yang
digunakan dari aktivitas pendanaan pada tahun 2023 dan tahun 2024 masing-masing sebesar
Rp335,92 miliar dan Rp1,30 triliun yang terutama karena pengeluaran kas untuk pembayaran
pinjaman bank jangka panjang.
Hingga tanggal 30 Juni 2025, Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian mencatat adanya arus
kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan sebesar Rp148,02 miliar.
  Gambar 2-21 : Perkembangan Arus Kas Bersih Operasi, Investasi, Pendanaan, dan Kenaikan
                        (Penurunan) Kas Konsolidasian Perseroan
                                                                                                                                      (dalam triliun Rupiah)
        4.00

                                                                 3.00
        3.00

                                                                                                                  1.88
        2.00                           1.54
                                                                                           1.21
                1.00
        1.00
                          0.14                (0.23)                       0.00                      0.04
                                                                                                                           (0.19)         0.33   0.06

           -
                                                                                                                                            (0.13)   (0.15)
                 (0.34)                    (0.40)                                                        (0.36)
       (1.00)             (0.51)
                                                                                              (0.81)                 (0.77)
                                                                    (0.93)
                                                    (1.37)                                                                   (1.30)
       (2.00)
                                                                             (2.06)
       (3.00)
                       2020                   2021                      2022                      2023                   2024               Juni 2025




                        Arus Kas Operasi              Arus Kas Investasi              Arus Kas Pendanaan            Kenaikan (Penurunan) Kas

Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak




                                                                                                                                                               48
Page 73
                                  Tabel 2-9 : Rasio Keuangan Konsolidasian Perseroan
                                                                    31 Desember                         30 Juni      Rata-Rata
                  Keterangan
                                              2020       2021           2022       2023       2024       2025*       2020-2024
Rasio Pertumbuhan**
Pendapatan                                     -8,59%     10,98%          9,31%      0,89%     -4,46%     -15,84%         3,99%
Beban pokok pendapatan                        -12,82%     17,41%         11,53%      2,86%     -3,48%     -15,04%         6,78%
Beban distribusi dan penjualan                 -7,74%     -0,10%          7,93%     -8,84%      0,65%      -9,88%        -0,27%
Beban umum dan administrasi                   -39,90%     -0,71%        -12,02%      1,55%      3,66%     -21,28%        -2,07%
Laba kotor                                      3,41%     -4,38%          2,77%     -5,38%     -7,86%     -18,72%        -3,79%
Laba periode/ tahun berjalan                   30,44%      9,58%         17,65%      6,60%    -16,72%     -28,46%         3,43%
Laba komprehensif                               9,25%     12,13%         26,47%      2,18%    -24,37%     -20,12%         2,31%
Laba per saham                                 30,77%      2,35%          6,90%      6,45%    -16,16%     -27,71%        -0,59%
Jumlah aset                                     5,98%      3,63%         -0,52%      3,87%     -5,23%      -1,45%         0,37%
Jumlah liabilitas                               4,66%    -21,86%         -7,52%      1,93%    -16,18%      -2,51%       -11,36%
Jumlah ekuitas                                  8,36%     48,01%          5,90%      5,43%      3,27%      -0,79%        14,30%
Rasio Segmen Pendapatan
Semen                                          91,42%     91,28%         89,14%     88,57%     88,79%      90,73%       89,84%
Beton siap pakai                                6,53%      7,33%          9,53%      9,88%      9,74%       7,94%        8,60%
Agregat                                         0,80%      1,03%          0,74%      0,77%      1,10%       1,17%        0,89%
Jasa konstruksi lainnya                         1,25%      0,36%          0,59%      0,78%      0,37%       0,16%        0,67%
Rasio Vertikal
Porsi beban pokok pendapatan                   70,48%     74,57%         76,09%     77,58%     78,37%      79,12%       75,42%
Porsi beban distribusi dan penjualan            9,55%      8,59%          8,49%      7,67%      8,08%       8,65%        8,48%
Porsi beban umum dan administrasi               3,93%      3,52%          2,83%      2,85%      3,09%       2,89%        3,24%
Margin laba kotor                              29,52%     25,43%         23,91%     22,42%     21,63%      20,88%       24,58%
Margin laba periode/ tahun berjalan             6,44%      6,36%          6,84%      7,23%      6,30%       5,36%        6,64%
Margin laba komprehensif                        6,12%      6,18%          7,15%      7,25%      5,74%       5,44%        6,49%
Jumlah liabilitas / jumlah aset                  0,64       0,48           0,45       0,44       0,39        0,38         0,48
Jumlah liabilitas / jumlah ekuitas               1,74       0,92           0,80       0,78       0,63        0,62         0,97
Rasio Profitabilitas (x)
Return On Assets (ROA)***                        0,03       0,03           0,04       0,04      0,04         0,01         0,04
Return On Equity (ROE)***                        0,09       0,06           0,07       0,07      0,06         0,02         0,07
Return On Invested Capital (ROIC)                0,07       0,06           0,08       0,07      0,06         0,02         0,07
Rasio Likuiditas (x)
Rasio lancar ***                                 1,02       1,34           1,04       1,10      1,05         0,97         1,11
Rasio cepat                                      0,76       1,08           0,78       0,89      0,80         0,69         0,86
Rasio Solvabilitas
Debt to Assets Ratio (DAR)**                     0,43       0,22           0,14       0,13      0,10         0,10         0,20
Debt to Equity Ratio (DER)**                     1,18       0,42           0,25       0,23      0,17         0,16         0,45
Interest Coverage Ratio (ICR)                    2,44       3,38           5,12       5,98      5,20         5,05         4,43
Debt Service Coverage Ratio (DSCR)               0,93       3,38           5,12       2,28      1,95         0,56         2,73

Rasio Aktivitas
Perputaran aset (x)***                           0,49       0,53           0,57       0,57      0,55         0,48         0,54
Perputaran piutang usaha (hari)                     84        107             81        112        77           86           92
Perputaran persediaan (hari)                        54         44             49         45        45           59           47
Perputaran utang usaha (hari)                      103        135            160        163       132          134          139

*) Perhitungan rasio pertumbuhan periode Juni 2025 berdasarkan laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
(disetahunkan)
**) Rata-rata dihitung dengan CAGR tahun 2020-2024
***) Rasio keuangan tahun 2020-2024 berdasarkan Laporan Tahunan Perseroan
Sumber : Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak , diolah

Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan dalam mengelola aset-asetnya
dengan tujuan akhir mengoptimalkan pengembalian yang dapat diperoleh para penyedia modal
(capital providers). Profitabilitas suatu perusahaan diukur dengan rasio imbal hasil aset (Return on
Asset/ ROA) dan rasio imbal hasil ekuitas (Return on Equity/ ROE) serta rasio imbal hasil investasi
(Return on Invested Capital/ ROIC).




                                                                                                                            49
Page 74
Selama tahun 2020-2024, rata-rata rasio ROA, ROE dan ROIC Konsolidasian Perseroan dan Entitas
Anak masing-masing sebesar 0,04x, 0,07x dan 0,07x.
Hingga per tanggal 30 Juni 2025, rasio ROA, ROE dan ROIC Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
masing-masing sebesar 0,01x, 0,02x dan 0,02x.
Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar seluruh kewajiban-
kewajibannya yang akan jatuh tempo. Likuiditas suatu perusahaan diukur dengan menggunakan
rasio lancar (current ratio) dan rasio cepat (quick ratio).
Pada tahun 2020-2024, rata-rata rasio lancar dan rasio cepat Konsolidasian Perseroan dan Entitas
Anak masing-masing sebesar 1,11x dan 0,86x.
Hingga per tanggal 30 Juni 2025, rasio lancar dan rasio cepat Konsolidasian Perseroan dan Entitas
Anak masing-masing sebesar 0,97x dan 0,69x.
Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam membayar semua kewajiban
(jangka pendek maupun jangka panjang). Solvabilitas suatu perusahaan diukur dengan
menggunakan Debt to Assets Ratio (DAR) dan Debt to Equity Ratio (DER), serta Interests Coverage
Rasio (ICR) dan Debt Service Coverage Rasio (DSCR).
Rata-rata DAR dan DER Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak selama tahun 2020-2024 masing-
masing sebesar 0,20x dan 0,45x.
Pada tanggal 30 Juni 2025, DAR dan DER Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak masing-masing
sebesar 0,10x dan 0,16x.
Rasio ICR Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak adalah sebesar 2,44x pada tahun 2020; 3,38x
pada tahun 2021; 5,12x pada tahun 2022; 5,98x pada tahun 2023; 5,20x pada tahun 2024 dan 5,05x
pada periode 6 bulan yang berakhir pada Juni 2025.
Rasio DSCR Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak adalah sebesar 0,93x pada tahun 2020; 3,38x
pada tahun 2021; 5,12x pada tahun 2022; 2,28x pada tahun 2023; 1,95x pada tahun 2024 dan 0,56x
pada periode 6 bulan yang berakhir pada Juni 2025.
Hasil analisis rasio solvabilitas diatas menunjukkan bahwa Perseroan memiliki kemampuan yang
cukup untuk melunasi kewajiban pembayaran pinjaman baik pokok maupun bunganya.
Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam menggunakan aset-aset yang
dimilikinya. Rasio aktivitas suatu perusahaan diukur dengan rasio perputaran (turnover). Rasio ini
menunjukkan waktu yang diperlukan perusahaan dalam mengonversi aset-aset yang dimilikinya
menjadi pendapatan yang menghasilkan uang kas dan periode pembayaran utang perusahaan.
Secara umum, rata-rata rasio aktivitas Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak selama tahun
2020-2024 adalah sebagai berikut : rasio perputaran aset sebesar 0,54x, rasio piutang usaha selama
92 hari, rasio perputaran persediaan selama 47 hari dan rasio perputaran utang usaha selama 139
hari.
Hingga per tanggal 30 Juni 2025, rasio perputaran aset sebesar 0,48x, rasio piutang usaha selama
86 hari, rasio perputaran persediaan selama 59 hari dan rasio perputaran utang usaha selama 134
hari.




                                                                                               50
Page 75
2.4.2 Analisis Proyeksi Perseroan Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi

Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi untuk periode Juli
2025 - Desember 2030 telah disiapkan oleh manajemen Perseroan yang diberikan kepada kami
dalam format excel tanpa link.
Dalam menyusun pendapat kewajaran, kami menggunakan proyeksi keuangan yang telah disiapkan
oleh manajemen Perseroan, yang telah kami review secara terbatas untuk mencerminkan
kewajaran proyeksi.
Proyeksi Laba Rugi
Analisis proyeksi laba rugi Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi untuk periode Juli 2025 –
Desember 2030 :
                  Tabel 2-10 : Laporan Laba Rugi Perseroan Tanpa Rencana Transaksi
                                                                                                  (dalam miliar Rupiah)
                                                                    Tanpa Rencana Transaksi
                                       Juli - Des                              31 Desember
             Keterangan
                                         2025           2026           2027         2028         2029          2030
                                       Proyeksi       Proyeksi       Proyeksi    Proyeksi      Proyeksi      Proyeksi

Pendapatan                                  5.910        11.927         12.490      13.032        13.509        14.004
Beban pokok pendapatan                      4.502         9.152          9.457       9.671         9.839        10.073
Laba Kotor                                  1.408         2.774          3.033       3.361         3.670         3.931

Beban Usaha
 Distribusi dan penjualan                     602         1.275          1.306       1.364         1.416         1.469
 Umum dan administrasi                        167           325            339         351           363           376

Pendapatan Operasional Lain-lain   -           21           -              -           -             -             -

Laba Sebelum Bunga                            660         1.174          1.388       1.646         1.891         2.086
  dan Pajak Penghasilan

Depresiasi                                    384           808            815         822           817           820
EBITDA                                      1.023         1.982          2.203       2.468         2.708         2.906

Other Non Opr Expense***                       45            34             34          35            36            36
Penghasilan keuangan                            (2)           (3)            (3)         (3)           (3)           (3)
Beban keuangan                                 73           140            112          56            57            58
Laba Sebelum Pajak Penghasilan                544         1.004          1.245       1.558         1.802         1.996

Beban pajak penghasilan                       160           288            354         439           505           556
Laba Periode/ Tahun Berjalan                  384           716            891       1.119         1.298         1.440

Sumber : manajemen Perseroan




                                                                                                                       51
Page 76
                 Tabel 2-11 : Laporan Laba Rugi Perseroan Dengan Rencana Transaksi
                                                                                                   (dalam miliar Rupiah)
                                                                    Dengan Rencana Transaksi
                                       Juli - Des                               31 Desember
              Keterangan
                                         2025           2026            2027        2028          2029          2030
                                       Proyeksi       Proyeksi        Proyeksi    Proyeksi      Proyeksi      Proyeksi

Pendapatan                                  5.910        11.927          12.490      13.032        13.509        14.004
Beban pokok pendapatan                      4.502         9.112           9.412       9.625         9.797        10.030
Laba Kotor                                  1.408         2.814           3.078       3.407         3.712         3.974

Beban Usaha
 Distribusi dan penjualan                     602         1.278           1.309       1.367         1.419         1.472
 Umum dan administrasi                        167           325             339         351           363           376

Pendapatan Operasional Lain-lain   -           21           -               -           -             -             -

Laba Sebelum Bunga                            660         1.211           1.430       1.689         1.930         2.126
 dan Pajak Penghasilan

Depresiasi                                    384           808             815         822           817           820
EBITDA                                      1.023         2.019           2.245       2.511         2.747         2.946

Other Non Opr Expense***                       45            34              34          35            36            36
Penghasilan keuangan                            (2)           (3)             (3)         (3)           (3)           (3)
Beban keuangan                                 73           140             112          56            57            58
Laba Sebelum Pajak Penghasilan                544         1.041           1.287       1.601         1.841         2.036

Beban pajak penghasilan                       160           298             365         451           516           567
Laba Periode/ Tahun Berjalan                  384           742             921       1.150         1.326         1.469

Sumber: Manajemen Perseroan

Pendapatan
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, pendapatan Perseroan diproyeksikan tidak mengalami
perubahan, di mana pada akhir periode proyeksi, tahun 2030, pendapatan Perseroan diproyeksikan
sebesar Rp14,00 triliun.
Beban Pokok Pendapatan
Beban pokok pendapatan Perseroan diproyeksikan mengalami penurunan, di mana pada akhir
periode proyeksi, tahun 2030, dengan dilaksanakan Rencana Transaksi beban pokok pendapatan
Perseroan diproyeksikan sebesar Rp10,03 triliun dan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi
sebesar Rp10,07 triliun. Penurunan beban pokok pendapatan, terutama berasal dari efisiensi
material.
Beban Usaha
Beban usaha Perseroan diproyeksikan mengalami peningkatan, di mana pada akhir periode
proyeksi, tahun 2030, dengan dilaksanakan Rencana Transaksi beban usaha Perseroan
diproyeksikan sebesar Rp1,848 triliun dan tanpa melaksanakan Transaksi Perseroan sebesar
Rp1,845 triliun. Peningkatan beban usaha, terutama berasal dari peningkatan beban distribusi dan
penjualan.
EBIT
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, EBIT Perseroan selama periode Juli 2025 – Desember
2030 diproyeksikan mengalami peningkatan, di mana pada akhir periode proyeksi, tahun 2030,


                                                                                                                        52
Page 77
dengan dilaksanakan Rencana Transaksi, EBIT Perseroan diproyeksikan sebesar Rp2,13 triliun dan
tanpa melaksanakan Rencana Transaksi sebesar Rp2,09 triliun.
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, marjin EBIT Perseroan selama periode Juli 2025 –
Desember 2030 diproyeksikan mengalami peningkatan. Rata-rata marjin EBIT Perseroan selama
tahun Juli 2025 – Desember 2030 dengan dilaksanakan Rencana Transaksi diproyeksikan sebesar
12,36%, mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi
sebesar 12,10%.
Laba Bersih
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, laba bersih Perseroan selama periode Juli 2025 –
Desember 2030 diproyeksikan mengalami peningkatan, di mana pada akhir periode proyeksi, tahun
2030, dengan dilaksanakan Rencana Transaksi, laba bersih Perseroan diproyeksikan sebesar Rp1,47
triliun dan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi sebesar Rp1,44 triliun.
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, marjin laba bersih Perseroan selama periode Juli 2025
– Desember 2030 diproyeksikan mengalami peningkatan dikarenakan laba bersih Perseroan yang
meningkat. Rata-rata marjin laba bersih Perseroan selama tahun Juli 2025 – Desember 2030 dengan
dilaksanakan Rencana Transaksi diproyeksikan sebesar 8,12%, mengalami peningkatan jika
dibandingkan dengan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi sebesar 7,93%.




                                                                                            53
Page 78
Analisis proyeksi posisi keuangan Perseroan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi untuk periode
2025-2030:
Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
                Tabel 2-12 : Laporan Posisi Keuangan Perseroan Tanpa Rencana Transaksi
                                                                                             (dalam miliar Rupiah )
                                                                  Tanpa Rencana Transaksi
                                                                       31 Desember
                  Keterangan
                                            2025        2026         2027         2028        2029        2030
                                          Proyeksi    Proyeksi     Proyeksi    Proyeksi     Proyeksi    Proyeksi

Aset
Aset Lancar
 Kas dan setara kas                             984         578          230        1.084       1.987       1.853
 Piutang usaha                                3.023       3.313        3.469        3.620       3.752       3.890
 Persediaan                                   1.055       1.144        1.182        1.209       1.230       1.259
 Aset lancar lainnya                            730         730          730          730         730         730

Aset Tidak Lancar
 Aset tetap                                  15.614      15.600       15.739       15.542      15.369      15.221
 Goodwill                                       333         333          333          333         333         333
 Aset tidak lancar lainnya                      299         299          299          299         299         299

Jumlah Aset                                  22.038      21.997       21.981       22.817      23.700      23.584

Liabilitas dan Ekuitas
Liabilitas Jangka Pendek
  Utang usaha                                 4.120       4.555        4.711        4.838       4.947       4.005
  Pinjaman Jangka Pendek                        400         -            -            -           -           -
  Bagian Lancar Pinjaman Jangka Panjang         500         740          -            -           -           -
  Liabilitas Jangka Pendek Lain-lain            958         992        1.026        1.061       1.097       1.133

Liabilitas Jangka Panjang
  Pinjaman Jangka Panjang                       740         -            -            -           -           -
  Liabilitas Jangka Panjang Lain-lain         2.128       2.128        2.128        2.128       2.128       2.128

Ekuitas
 Modal saham                                  9.524       9.524        9.524        9.524       9.524       9.524
 Saldo Laba                                   3.668       4.059        4.592        5.266       6.004       6.795

Jumlah Liabilitas dan Ekuitas                22.038      21.997       21.981       22.817      23.700      23.584
Sumber: manajemen Perseroan




                                                                                                               54
Page 79
                Tabel 2-13 : Laporan Posisi Keuangan Perseroan Dengan Rencana Transaksi
                                                                                              (dalam miliar Rupiah)
                                                                   Dengan Rencana Transaksi
                                                                         31 Desember
                       Keterangan
                                             2025        2026          2027        2028         2029        2030
                                           Proyeksi    Proyeksi      Proyeksi    Proyeksi     Proyeksi    Proyeksi

Aset
Aset Lancar
 Kas dan setara kas                              984         593           260       1.130        2.046       1.931
 Piutang usaha                                 3.023       3.313         3.469       3.620        3.752       3.890
 Persediaan                                    1.055       1.139         1.176       1.203        1.225       1.254
 Aset lancar lainnya                             730         730           730         730          730         730

Aset Tidak Lancar
 Aset tetap                                   15.614      15.600        15.739      15.542       15.369      15.221
 Goodwill                                        333         333           333         333          333         333
 Aset tidak lancar lainnya                       299         299           299         299          299         299

Jumlah Aset                                   22.038      22.007        22.006      22.857       23.754      23.657

Liabilitas dan Ekuitas
Liabilitas Jangka Pendek
  Utang usaha                                  4.120       4.538         4.692       4.819        4.929       3.990
  Pinjaman Jangka Pendek                         400         -             -           -            -           -
  Bagian Lancar Pinjaman Jangka Panjang          500         740           -           -            -           -
  Liabilitas Jangka Pendek Lain-lain             958         992         1.026       1.061        1.097       1.133

Liabilitas Jangka Panjang
  Pinjaman Jangka Panjang                        740         -             -           -            -           -
  Liabilitas Jangka Panjang Lain-lain          2.128       2.128         2.128       2.128        2.128       2.128

Ekuitas
 Modal saham                                   9.524       9.524         9.524       9.524        9.524       9.524
 Saldo Laba                                    3.668       4.085         4.636       5.325        6.076       6.882

Jumlah Liabilitas dan Ekuitas                 22.038      22.007        22.006      22.857       23.754      23.657
Sumber: manajemen Perseroan


Aset
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, total aset Perseroan selama periode 2025-2030
diproyeksikan mengalami peningkatan. Dimana pada akhir periode proyeksi, tahun 2030
dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi, yaitu dari sebesar Rp23,58 triliun menjadi
sebesar Rp23,66 triliun pada tahun 2030, yang terutama berasal dari peningkatan kas dan
persediaan.
Liabilitas
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, total liabilitas Perseroan selama periode 2025-2030
diproyeksikan mengalami peningkatan. Dimana pada akhir periode proyeksi, tahun 2030
dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi, yaitu dari sebesar Rp7,27 triliun menjadi
sebesar Rp7,25 triliun pada tahun 2030, yang terutama berasal dari peningkatan utang usaha.
Ekuitas
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, total ekuitas Perseroan selama periode 2025-2030
diproyeksikan mengalami peningkatan dikarenakan laba ditahan Perseroan yang meningkat yang
berasal dari peningkatan laba bersih Perseroan.




                                                                                                                 55
Page 80
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, Total ekuitas Perseroan selama periode 2025-2030
diproyeksikan mengalami peningkatan. Dimana pada akhir periode proyeksi, tahun 2030
dibandingkan tanpa melaksanakan Transaksi Perseroan, yaitu dari sebesar Rp16,32 triliun menjadi
sebesar Rp16,41 triliun pada tahun 2030, yang berasal dari peningkatan laba ditahan.

Proyeksi Laporan Arus Kas
Analisis Proyeksi Arus Kas Perseroan dilakukan dengan menganalisis Proyeksi Arus Kas Dengan dan
Tanpa Rencana Transaksi periode 2025 – 2030 yang telah disiapkan oleh manajemen Perseroan,
sebagai berikut:
                                 Tabel 2-14 : Laporan Arus Kas Perseroan Tanpa Rencana Transaksi
                                                                                                                                   (dalam miliar Rupiah)
                                                                                                         Tanpa Rencana Transaksi
                                                                                                              31 Desember
                                  Keterangan
                                                                               2025          2026           2027         2028          2029          2030
                                                                             Proyeksi      Proyeksi       Proyeksi    Proyeksi       Proyeksi      Proyeksi

Arus Kas dari Aktivitas Operasi
 EBITDA                                                                           1875          1982           2203         2468          2708          2906
 Perubahan Modal Kerja Bersih (NWC)                                                 778            96              4           (8)           (2)       (1066)
     Penurunan (Peningkatan) Piutang Usaha dan Piutang Lain-lain                   (527)         (290)          (156)        (151)         (133)         (137)
     Penurunan (Peningkatan) Persediaan                                              97           (89)           (38)         (27)          (21)          (29)
     Penurunan (Peningkatan) Beban Dibayar di Muka dan Aset Lancar Lainnya          176             0              0            0             0             0
     Peningkatan (Penurunan) Liabilitas Operasional                               1033            476            198          169           151          (899)
 Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi                                           2653          2079           2207         2460          2706          1841

 Pendapatan Bunga                                                                    5             3               3           3              3            3
 Beban Bunga dan Keuangan                                                      (160,42)      (140,03)        (111,97)     (55,71)        (56,68)      (57,66)
 Beban Pajak                                                                   (252,88)      (287,76)        (353,70)    (438,98)       (504,58)     (555,81)
 Beban (Pendapatan) Lain-lain                                                   (44,92)       (33,87)         (34,43)     (35,00)        (35,58)      (36,18)
Arus Kas Bersih yang Diperoleh
 dari Aktivitas Operasi                                                          2.200         1.620          1.710        1.933         2.112         1.194

Arus Kas Bersih yang Digunakan
 untuk
  untuk Aktivitas
        Aktivitas Investasi
                   Investasi                                                      (459)         (568)          (730)        (405)         (424)         (456)

Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
 Penarikan Pinjaman Jangka Pendek / Fasilitas Modal Kerja (WCF)                    400           -              -            -             -             -
 Pelunasan Pinjaman Jangka Pendek / Fasilitas Modal Kerja (WCF)                    -            (400)           -            -             -             -
 Penarikan Pinjaman Jangka Panjang                                                 -             -              -            -             -             -
 Pelunasan Pinjaman Jangka Panjang                                                (700)         (500)          (740)         -             -             -
 Investasi TCC / Penambahan Modal melalui HMETD                                    -             -              -            -             -             -
 Dividen                                                                          (373)         (325)          (358)        (446)         (560)         (649)
 Sewa Pembiayaan                                                                  (235)         (233)          (231)        (228)         (226)         (224)
Arus Kas Bersih yang Digunakan
 untuk Aktivitas Pendanaan                                                        (908)        (1458)         (1328)        (674)         (786)         (873)

Kenaikan (Penurunan) Bersih
 Kas dan Setara Kas                                                                834          (406)          (349)         855           902          (134)

Kas dan Setara Kas Pada
 Awal Periode/ Tahun                                                               150           984            578          230         1.084         1.987

Kas dan Setara Kas Pada
 Akhir Periode/ Tahun                                                              984           578            230        1.084         1.987         1.853
Sumber : manajemen Perseroan




                                                                                                                                                         56
Page 81
                                 Tabel 2-15 : Laporan Arus Kas Perseroan Dengan Rencana Transaksi
                                                                                                                                (dalam miliar Rupiah)
                                                                                                          Dengan Rencana Transaksi
                                                                                                                31 Desember
                                      Keterangan
                                                                                2025          2026            2027        2028          2029          2030
                                                                              Proyeksi      Proyeksi        Proyeksi    Proyeksi      Proyeksi      Proyeksi

Arus Kas dari Aktivitas Operasi
  EBITDA                                                                           1875          2019           2245         2511          2747          2946
  Perubahan Modal Kerja Bersih (NWC)                                                 778            84              2           (8)           (1)       (1062)
      Penurunan (Peningkatan) Piutang Usaha dan Piutang Lain-lain                   (527)         (290)          (156)        (151)         (133)         (137)
      Penurunan (Peningkatan) Persediaan                                              97           (84)           (37)         (27)          (22)          (29)
      Penurunan (Peningkatan) Beban Dibayar di Muka dan Aset Lancar Lainnya          176             0              0            0             0             0
      Peningkatan (Penurunan) Liabilitas Operasional                               1033            459            196          169           153          (895)
  Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi                                           2653          2104           2247         2503          2746          1884

  Pendapatan Bunga                                                                    5             3               3            3            3             3
  Beban Bunga dan Keuangan                                                      (160,42)      (140,03)        (111,97)      (55,71)      (56,68)       (57,66)
  Beban Pajak                                                                   (252,88)      (298,16)        (365,46)     (451,06)     (515,51)      (567,02)
  Beban (Pendapatan) Lain-lain                                                   (44,92)       (33,87)         (34,43)      (35,00)      (35,58)       (36,18)
Arus Kas Bersih yang Diperoleh
  dari Aktivitas Operasi                                                          2.200         1.635           1.739       1.964         2.142         1.227

Arus Kas Bersih yang Digunakan
  untuk
  untukAktivitas
         AktivitasInvestasi
                   Investasi                                                       (459)         (568)           (730)       (405)         (424)         (456)

Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
  Penarikan Pinjaman Jangka Pendek / Fasilitas Modal Kerja (WCF)                    400           -               -            -            -             -
  Pelunasan Pinjaman Jangka Pendek / Fasilitas Modal Kerja (WCF)                    -            (400)            -            -            -             -
  Penarikan Pinjaman Jangka Panjang                                                 -             -               -            -            -             -
  Pelunasan Pinjaman Jangka Panjang                                                (700)         (500)           (740)         -            -             -
  Investasi TCC / Penambahan Modal melalui HMETD                                    -             -               -            -            -             -
  Dividen                                                                          (373)         (325)           (371)        (461)        (575)         (663)
  Sewa Pembiayaan                                                                  (235)         (233)           (231)        (228)        (226)         (224)
Arus Kas Bersih yang Digunakan
  untuk Aktivitas Pendanaan                                                        (908)        (1458)          (1342)       (689)         (801)         (887)

Kenaikan (Penurunan) Bersih
  Kas dan Setara Kas                                                                834          (391)           (333)        870           916          (115)

Kas dan Setara Kas Pada
  Awal Periode/ Tahun                                                               150           984            593          260         1.130         2.046

Kas dan Setara Kas Pada
  Akhir Periode/ Tahun                                                              984           593            260        1.130         2.046         1.931


Sumber : manajemen Perseroan

Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi selama periode 2025 - 2030, arus kas yang diperoleh
dari aktivitas operasi Perseroan diproyeksikan mengalami peningkatan di akhir masa proyeksi pada
tahun 2030 bila dibandingkan tanpa dilaksanakannya Rencana Transaksi yaitu dari sebesar Rp1,19
triliun menjadi Rp1,23 triliun, yang terutama berasal dari peningkatan EBITDA.
Arus kas yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan selama periode 2025 – 2030
diproyeksikan tidak mengalami perubahan dengan proyeksi pada tahun 2030 sebesar Rp456 miliar.
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi selama periode 2025 - 2030, arus kas yang digunakan
untuk aktivitas pendanaan Perseroan diproyeksikan mengalami peningkatan, dengan arus kas pada
tahun 2030 bila dibandingkan tanpa dilaksanakannya Rencana Transaksi yaitu dari sebesar Rp873
miliar menjadi Rp887 miliar, yang berasal dari peningkatan pembayaran dividen.




                                                                                                                                                          57
Page 82
Rasio Proyeksi
                         Tabel 2-16 : Rasio Proyeksi Perseroan Tanpa Rencana Transaksi
                                                                Tanpa Rencana Transaksi
                       Keterangan                                                                          Rata-rata
                                               2025      2026       2027      2028      2029     2030
Rasio Pertumbuhan*
Pendapatan                                      -8,36%    9,59%      4,72%     4,34%    3,66%      3,66%       5,17%
Beban pokok pendapatan                          -9,20%    8,48%      3,33%     2,27%    1,74%      2,37%       3,61%
Laba kotor                                      -5,35%   13,41%      9,31%    10,81%    9,20%      7,12%       9,95%
Beban distribusi dan penjualan                   5,03%   23,55%      2,42%     4,47%    3,77%      3,78%       7,32%
Beban umum dan administrasi                    -14,56%    4,76%      4,20%     3,45%    3,47%      3,50%       3,87%
EBITDA                                         -10,88%    6,37%     18,22%    18,57%   14,92%     10,31%      13,58%
EBIT                                           -10,74%    5,72%     11,16%    12,00%    9,73%      7,32%       9,16%
Laba periode/ tahun berjalan                   -12,67%   10,00%     24,51%    25,60%   15,94%     10,96%      17,22%
Jumlah aset                                      4,71%   -0,19%     -0,07%     3,80%    3,87%     -0,49%       1,37%
Jumlah liabilitas                                8,77%   -4,88%     -6,52%     2,06%    1,80%    -11,09%      -3,86%
Jumlah ekuitas                                   2,15%    2,96%      3,93%     4,77%    4,99%      5,09%       4,35%

Rasio Vertikal
Porsi beban pokok pendapatan                   77,52%    76,74%     75,72%    74,21%   72,83%    71,93%       74,83%
Porsi beban distribusi dan penjualan           22,48%    23,26%     24,28%    25,79%   27,17%    28,07%       25,17%
Porsi beban umum dan administrasi               9,48%    10,69%     10,46%    10,47%   10,48%    10,49%       10,34%
Margin laba kotor                               2,85%     2,73%      2,71%     2,69%    2,69%     2,68%        2,73%
Margin EBITDA                                  10,14%     9,84%     11,11%    12,63%   14,00%    14,90%       12,10%
Margin EBIT                                    17,23%    16,62%     17,64%    18,94%   20,05%    20,75%       18,54%
Margin laba periode/ tahun berjalan             5,98%     6,00%      7,14%     8,59%    9,61%    10,28%        7,93%
Jumlah liabilitas / jumlah aset                40,14%    38,16%     35,65%    35,03%   34,33%    30,65%       35,66%
Jumlah liabilitas / jumlah ekuitas             67,05%    61,70%     55,41%    53,93%   52,27%    44,20%       55,76%

Rasio Profitabilitas (x)
Return On Assets (ROA)                           0,03     0,03        0,04      0,05     0,05      0,06         0,04
Return On Equity (ROE)                           0,05     0,05        0,06      0,08     0,08      0,09         0,07

Rasio Likuiditas (x)
Rasio lancar                                      0,97     0,92        0,99     1,14      1,29      1,52         1,14
Rasio cepat                                       0,79     0,74        0,78     0,93      1,08      1,28         0,93

 *) rasio pertumbuhan tahun 2025 disetahunkan dan rata-rata rasio pertumbuhan dihitung dengan CAGR
Sumber : manajemen Perseroan, diolah




                                                                                                                   58
Page 83
                       Tabel 2-17 : Rasio Proyeksi Perseroan Dengan Rencana Transaksi

                                                            Dengan Rencana Transaksi
                   Keterangan                                                                               Rata-rata
                                              2025      2026     2027     2028       2029      2030
Rasio Pertumbuhan*
Pendapatan                                     -8,36%    9,59%     4,72%     4,34%     3,66%     3,66%         5,17%
Beban pokok pendapatan                         -9,20%    8,01%     3,29%     2,26%     1,79%     2,37%         3,52%
Laba kotor                                     -5,35%   15,05%     9,35%    10,69%     8,96%     7,07%        10,19%
Beban distribusi dan penjualan                  5,03%   23,82%     2,42%     4,46%     3,77%     3,78%         7,36%
Beban umum dan administrasi                   -14,56%    4,76%     4,20%     3,45%     3,47%     3,50%         3,87%
EBITDA                                        -10,88%    9,74%    18,06%    18,10%    14,30%    10,15%        14,01%
EBIT                                          -10,74%    7,70%    11,19%    11,83%     9,40%     7,26%         9,46%
Laba periode/ tahun berjalan                  -12,67%   14,11%    24,10%    24,85%    15,25%    10,78%        17,68%
Jumlah aset                                     4,71%   -0,14%     0,00%     3,87%     3,92%    -0,41%         1,43%
Jumlah liabilitas                               8,77%   -5,07%    -6,56%     2,06%     1,83%   -11,07%        -3,90%
Jumlah ekuitas                                  2,15%    3,16%     4,04%     4,87%     5,06%     5,17%         4,46%

Rasio Vertikal
Porsi beban pokok pendapatan                  77,52%    76,40%    75,36%    73,86%    72,52%   71,62%         74,55%
Porsi beban distribusi dan penjualan          22,48%    23,60%    24,64%    26,14%    27,48%   28,38%         25,45%
Porsi beban umum dan administrasi              9,48%    10,71%    10,48%    10,49%    10,50%   10,51%         10,36%
Margin laba kotor                              2,85%     2,73%     2,71%     2,69%     2,69%    2,68%          2,73%
Margin EBITDA                                 10,14%    10,16%    11,45%    12,96%    14,29%   15,18%         12,36%
Margin EBIT                                   17,23%    16,93%    17,98%    19,27%    20,33%   21,04%         18,80%
Margin laba periode/ tahun berjalan            5,98%     0,00%     0,00%     6,23%     7,38%    8,83%          9,81%
Jumlah liabilitas / jumlah aset               40,14%    38,16%    35,65%    35,03%    34,33%   30,65%         35,66%
Jumlah liabilitas / jumlah ekuitas            67,05%    61,70%    55,41%    53,93%    52,27%   44,20%         55,76%

Rasio Profitabilitas (x)
Return On Assets (ROA)                          0,03      0,03      0,04      0,05      0,06     0,06           0,05
Return On Equity (ROE)                          0,05      0,05      0,07      0,08      0,08     0,09           0,07

Rasio Likuiditas (x)
Rasio lancar                                     0,97      0,92      0,99      1,14     1,29         1,52        1,14
Rasio cepat                                      0,79      0,74      0,78      0,93     1,08         1,28        0,93

 *) rasio pertumbuhan tahun 2025 disetahunkan dan rata-rata rasio pertumbuhan dihitung dengan CAGR
Sumber: Manajemen Perseroan, diolah

Rasio Profitabilitas
    •     Tingkat pengembalian atas aset (Return on Assets / ROA) Perseroan selama periode 2025-
          2030 diproyeksikan mengalami peningkatan. Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi,
          rata-rata ROA Perseroan diproyeksikan sebesar 0,05x dan tanpa melaksanakan Rencana
          Transaksi sebesar 0,04x. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan kas
          Perseroan.
    •     Tingkat pengembalian atas ekuitas (Return on Equity / ROE) Perseroan selama periode
          2025-2030 diproyeksikan mengalami peningkatan, dengan dilaksanakan Rencana
          Transaksi, rata-rata ROE Perseroan diproyeksikan sebesar 0.07x dan tanpa melaksanakan
          Rencana Transaksi sebesar 0,069x. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh
          peningkatan laba bersih Perseroan.
Rasio Likuiditas
    •     Rasio lancar Perseroan selama periode 2025-2030 diproyeksikan mengalami peningkatan.
          Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, rata-rata Rasio lancar meningkat dari 1,13x
          menjadi 1,14x. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan saldo kas dan
          persediaan Perseroan.


                                                                                                                  59
Page 84
    •   Rasio cepat Perseroan selama periode 2025-2030 diproyeksikan mengalami peningkatan.
        Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, rata-rata rasio cepat Perseroan meningkat dari
        0,925x menjadi 0,934x. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan aset
        lancar dan penurunan liabilitas lancar Perseroan.
Rasio Solvabilitas
    •   Rasio jumlah liabilitas terhadap aset Perseroan selama periode 2025-2030 diproyeksikan
        mengalami penurunan. Dengan dilaksanakan Rencana Transaksi, rata-rata rasio jumlah
        liabilitas terhadap aset Perseroan diproyeksikan sebesar 35,66% sedangkan tanpa
        melaksanakan Rencana Transaksi, sebesar 35,77%.
    •   Rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas Perseroan selama periode 2025-2030 diproyeksikan
        mengalami penurunan, dengan dilaksanakan Rencana Transaksi, rata-rata rasio jumlah
        liabilitas terhadap ekuitas Perseroan diproyeksikan sebesar 55,76%. Penurunan tersebut
        terutama disebabkan oleh peningkatan ekuitas Perseroan.

2.4.3 Analisis Terhadap Laporan Keuangan Proforma Perseroan

Analisis terhadap Laporan Keuangan Proforma Konsolidasian Perseroan per tanggal 30 Juni 2025,
yang telah disiapkan oleh manajemen Perseroan.

                               Tabel 2-18 : Laporan Laba Rugi Proforma
                                                                                      (dalam juta Rupiah)

                                                       Audit           Penyesuaian        Proforma
                     Keterangan
                                                                        Proforma
                                                    30 Juni 2025                        30 Juni 2025
Pendapatan                                                4.973.697             -           4.973.697
Beban pokok pendapatan                                   (3.934.978)         21.360       (3.913.618)
Laba Kotor                                                1.038.719          21.360        1.060.079

Beban Usaha
 Distribusi dan penjualan                                 (430.204)              -            (430.204)
 Umum dan administrasi                                    (143.839)         (1395,78)         (145.235)

(Rugi) laba selisih kurs                                   (16.312)              -             (16.312)
Rugi (laba) dari penghapusan
  aset tetap                                                   -                 -                 -
Lainnya - bersih                                            (4.640)              -              (4.640)
Laba dari penjualan operasi yang dihentikan                    -                 -                 -
Rugi tahun berjalan dari operasi yang dihentikan               -                 -                 -
Laba Sebelum Bunga
  dan Pajak Penghasilan                                    443.724           19.964           463.688

Penghasilan keuangan                                          3.357                0             3.357
Beban keuangan                                              (87.792)               0           (87.792)
Laba Sebelum Pajak Penghasilan                             359.289           19.964           379.253

Beban pajak penghasilan                                     (92.762)            -              (92.762)
Laba Periode/ Tahun Berjalan                               266.527           19.964           286.491
Sumber: Manajemen Perseroan




                                                                                                      60
Page 85
                           Tabel 2-19 : Laporan Posisi Keuangan Proforma
                                                                                 (dalam juta Rupiah)

                                                      Audit        Penyesuaian         Proforma
                   Keterangan
                                                                    Proforma
                                                   30 Juni 2025                      30 Juni 2025
Aset
Aset Lancar
Kas dan setara kas                                       205.670           (1.396)         204.274
Piutang usaha                                          2.350.856                         2.350.856
Piutang lain-lain                                        310.914                           310.914
Persediaan                                             1.289.895                         1.289.895
Pajak lain-lain dibayar di muka                          323.376                           323.376
Biaya dibayar di muka                                     25.509                            25.509
Aset derivatif                                               -                                 -
Aset lancar lainnya                                       24.574                            24.574
Jumlah Aset Lancar                                     4.530.794           (1.396)       4.529.398

Aset Tidak Lancar
Kas dan setara kas yang
  dibatasi penggunaannya                                  48.799                            48.799
Aset pajak tangguhan                                      29.915                            29.915
Aset tetap dan tanah
  pertambangan                                        15.245.033                        15.245.033
Aset hak-guna                                            302.443                           302.443
Tagihan pengembalian pajak
  Pajak penghasilan badan                                182.534                          182.534
  Pajak lain-lain                                          6.851                            6.851
Goodwill                                                 331.808                          331.808
Aset tidak lancar lainnya                                 62.161                           62.161
Jumlah Aset Tidak Lancar                              16.209.544              -        16.209.544
Jumlah Aset                                           20.740.338           (1.396)     20.738.942
Sumber: Manajemen Perseroan




                                                                                                  61
Page 86
                     Tabel 2-20 : Laporan Posisi Keuangan Proforma (Lanjutan)
                                                                                (dalam juta Rupiah)

                                                     Audit          Penyesuaian        Proforma
                   Keterangan
                                                                     Proforma
                                                  30 Juni 2025                       30 Juni 2025
Liabilitas dan Ekuitas
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha                                            2.914.536         (21.360)        2.893.176
Utang lain-lain                                          474.551                           474.551
Utang pajak                                                9.216                             9.216
Beban masih harus dibayar                                329.828                           329.828
Liabilitas derivatif                                           9                                 9
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                   127.838                           127.838
Pinjaman bank jangka pendek                                  -                                 -
Pinjaman bank jangka panjang
  jatuh tempo dalam satu tahun                          700.000                            700.000
Liabilitas sewa jatuh tempo
  dalam satu tahun                                       111.726                           111.726
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                        4.667.704         (21.360)        4.646.344

Liabilitas Jangka Panjang
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                       3.260.309             -           3.260.309
Jumlah Liabilitas                                      7.928.013         (21.360)        7.906.653

Ekuitas
Modal saham                                            4.509.691                         4.509.691
Tambahan modal disetor                                 5.014.275                         5.014.275
Komponen ekuitas lain
  Pengukuran kembali liabilitas
    imbalan pascakerja setelah pajak                    (284.387)                         (284.387)
Selsisih kurs                                                -                                 -
Saldo laba
  Dicadangkan                                           901.938           19.964          921.902
  Belum dicadangkan                                   2.670.808                         2.670.808
Jumlah Ekuitas                                       12.812.325           19.964       12.832.289
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas                        20.740.338           (1.396)      20.738.942

Sumber: Manajemen Perseroan




                                                                                                  62
Page 87
Analisis Laporan Keuangan Proforma Perseroan:
Laba (Rugi)
Proforma pendapatan Perseroan tidak mengalami perubahan sehubungan dengan pelaksanaan
Rencana Transaksi.
Proforma beban pokok pendapatan Perseroan mengalami penurunan sehubungan penghematan
beban bahan baku dengan pelaksanaan Rencana Transaksi.
Proforma laba sebelum pajak dan laba bersih Perseroan mengalami peningkatan sehubungan
penurunan beban pokok pendapatan dengan pelaksanaan Rencana Transaksi.
Laporan Posisi Keuangan
Aset
Proforma Aset Lancar Perseroan mengalami penurunan yang berasal dari penurunan kas
sehubungan dengan Rencana Transaksi.
Proforma Aset Tidak Lancar Perseroan secara keseluruhan tidak mengalami perubahan sehubungan
dengan pelaksanaan Rencana Transaksi.
Secara keseluruhan, Proforma Jumlah Aset Perseroan mengalami penurunan atas pelaksanaan
Rencana Transaksi.
Liabilitas
Proforma Liabilitas Jangka Pendek Perseroan mengalami penurunan atas pelaksanaan Rencana
Transaksi, terutama berasal dari akun hutang usaha.
Proforma Liabilitas Jangka Panjang Perseroan secara keseluruhan tidak mengalami perubahan
sehubungan dengan pelaksanaan Rencana Transaksi .
Secara keseluruhan, Proforma Jumlah Liabilitas Perseroan mengalami penurunan atas pelaksanaan
Rencana Transaksi.
Ekuitas
Proforma Jumlah Ekuitas Perseroan mengalami peningkatan sehubungan dengan Rencana
Transaksi yang berasal dari peningkatan saldo laba.
Rasio Keuangan
ROE Perseroan mengalami peningkatan dari sebesar 2,08% menjadi 2,23% sehubungan dengan
pelaksanaan Transaksi Perseroan, dan ROA Perseroan mengalami peningkatan dari sebesar 1,29%
menjadi 1,38% dikarenakan adanya peningkatan jumlah Aset Perseroan sehubungan dengan
Rencana Transaksi.

2.5    Analisis Inkremental
Analisis Inkremental atas Rencana Transaksi dilakukan untuk mengukur nilai tambah dari Rencana
Transaksi Perseroan dengan membandingkan proyeksi tanpa dan dengan Rencana Transaksi untuk
periode 2025 – 2030.




                                                                                           63
Page 88
2.5.1 Analisis Inkremental Proyeksi Laporan Laba Rugi Perseroan Tanpa Dan Dengan Rencana
      Transaksi Untuk Periode 2025-2030

                     Tabel 2-21 : Inkremental Proyeksi Laporan Laba Rugi Perseroan
                                                                                            (dalam miliar Rupiah)
                                                                    Inkremental
                                    Juli - Des                            31 Desember
              Keterangan
                                      2025         2026          2027         2028         2029          2030
                                    Proyeksi     Proyeksi      Proyeksi     Proyeksi     Proyeksi      Proyeksi

Pendapatan                                  -           -            -            -             -             -
Beban pokok pendapatan                      -        (39,93)      (44,86)      (46,07)       (42,01)       (43,06)
Laba Kotor                                  -         39,93        44,86        46,07         42,01         43,06

Beban Usaha
 Distribusi dan penjualan                   -         2,79          2,85        2,90          2,96          3,02
 Umum dan administrasi                      -          -             -           -             -             -

Pendapatan Operasional Lain-lain            -          -             -           -             -             -

Laba Sebelum Bunga                          -        37,14         42,02       43,17         39,05         40,04
 dan Pajak Penghasilan

Depresiasi                                  -          -             -           -             -             -
EBITDA                                      -        37,14         42,02       43,17         39,05         40,04

Other Non Opr Expense***                    -          -             -           -             -             -
Penghasilan keuangan                        -          -             -           -             -             -
Beban keuangan                              -          -             -           -             -             -
Laba Sebelum Pajak Penghasilan              -        37,14         42,02       43,17         39,05         40,04

Beban pajak penghasilan                     -        10,40         11,76       12,09         10,93         11,21
Laba Periode/ Tahun Berjalan                -        26,74         30,25       31,08         28,11         28,83

Analisis inkremental terhadap proyeksi laporan laba rugi Perseroan untuk periode 2025-2030:
Pendapatan
Selama Juli 2025 – Desember 2030, dengan dilakukannya Rencana Transaksi, inkremental
pendapatan Perseroan tidak mengalami perubahan.
Beban pokok pendapatan
Inkremental proyeksi beban pokok pendapatan Perseroan hingga akhir periode proyeksi tahun
2030 dengan melaksanakan Rencana Transaksi diproyeksikan mengalami penurunan sebesar
Rp43,06 miliar jika dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi.
Beban Usaha
Selama Juli 2025 – Desember 2030, inkremental proyeksi beban usaha Perseroan hingga akhir
periode proyeksi tahun 2030 dengan melaksanakan Rencana Transaksi diproyeksikan mengalami
peningkatan sebesar Rp3,02 miliar jika dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi.
Laba Sebelum Pajak
Inkremental proyeksi laba sebelum pajak Perseroan selama periode Juli 2025 – Desember 2030
dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi diproyeksikan mengalami peningkatan jika
dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi yang berasal dari penurunan beban pokok
pendapatan sehubungan dengan Rencana Transaksi.


                                                                                                                 64
Page 89
Laba Bersih
Inkremental proyeksi laba bersih Perseroan selama periode Juli 2025 – Desember 2030 dengan
melaksanakan Rencana Transaksi mengalami peningkatan jika dibandingkan tanpa melaksanakan
Rencana Transaksi yang berasal dari penurunan beban pokok pendapatan Perseroan.
Inkremental proyeksi laba bersih Perseroan hingga akhir periode 2030 dengan melaksanakan
Rencana Transaksi diproyeksikan berpotensi mengalami peningkatan sebesar Rp28,83 miliar jika
dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi.
2.5.2 Analisis Inkremental Proyeksi Laporan Posisi Perseroan Tanpa Dan Dengan Rencana
      Transaksi Untuk Periode 2025-2030

                  Tabel 2-22 : Inkremental Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Perseroan
                                                                                                         (dalam miliar Rupiah )
                                                                               Inkremental
                                                                              31 Desember
               Keterangan
                                            2025           2026             2027        2028             2029             2030
                                          Proyeksi       Proyeksi         Proyeksi    Proyeksi         Proyeksi         Proyeksi

Aset
Aset Lancar
 Kas dan setara kas                             -                  15               30          46               60               78
 Piutang usaha                                  -              -                -           -                -                -
 Persediaan                                     -    -              5 -             6 -          6 -              5 -              5
 Aset lancar lainnya                            -              -                -           -                -                -

Aset Tidak Lancar
 Aset tetap                                     -              -                -           -                -                -
 Goodwill                                       -              -                -           -                -                -
 Aset tidak lancar lainnya                      -              -                -           -                -                -

Jumlah Aset                                     -                  10               24          40               54               72

Liabilitas dan Ekuitas
Liabilitas Jangka Pendek
  Utang usaha                                   -    -             17 -             19 -        20 -             18 -             14
  Pinjaman Jangka Pendek                        -              -                -           -                -                -
  Bagian Lancar Pinjaman Jangka Panjang         -              -                -           -                -                -
  Liabilitas Jangka Pendek Lain-lain            -              -                -           -                -                -

Liabilitas Jangka Panjang
  Pinjaman Jangka Panjang                       -              -                -           -                -                -
  Liabilitas Jangka Panjang Lain-lain           -              -                -           -                -                -

Ekuitas
 Modal saham                                    -              -                -           -                -                -
 Saldo Laba                                     -                  27               44          60               72               87

Jumlah Liabilitas dan Ekuitas                   -                  10               24          40               54               72

Analisis inkremental terhadap proyeksi laporan posisi keuangan Perseroan untuk periode 2025-
2030:
Aset
Selama periode 2025 – 2029, dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, inkremental jumlah aset
Perseroan diproyeksikan berpotensi mengalami peningkatan, jika dibandingkan tanpa
melaksanakan Rencana Transaksi, terutama berasal dari peningkatan kas, dan persediaan.


                                                                                                                                  65
Page 90
Inkremental proyeksi Jumlah aset Perseroan pada tahun 2030 dengan melaksanakan Rencana
Transaksi mengalami peningkatan sebesar Rp72 miliar jika dibandingkan tanpa melaksanakan
Rencana Transaksi.
Liabilitas
Inkremental proyeksi jumlah liabilitas Perseroan selama periode 2025-2030 dengan melaksanakan
Rencana Transaksi diproyeksikan mengalami peningkatan jika dibandingkan tanpa melaksanakan
Rencana Transaksi. Peningkatan terutama berasal dari utang usaha.
Inkremental proyeksi Jumlah liabilitas Perseroan pada tahun 2030 dengan melaksanakan Rencana
Transaksi mengalami peningkatan sebesar Rp14 miliar jika dibandingkan tanpa melaksanakan
Rencana Transaksi.
Ekuitas
Inkremental proyeksi ekuitas Perseroan selama periode 2025-2030 dengan melaksanakan Rencana
Transaksi diproyeksikan berpotensi mengalami peningkatan jika dibandingkan tanpa melaksanakan
Rencana Transaksi yang berasal dari peningkatan saldo laba.
Inkremental proyeksi total ekuitas Perseroan pada tahun 2030 dengan melaksanakan Rencana
Transaksi diproyeksikan berpotensi mengalami peningkatan sebesar Rp87 miliar jika dibandingkan
tanpa melaksanakan Rencana Transaksi.
2.5.3 Analisis Inkremental Proyeksi Laporan Arus Kas Perseroan Tanpa Dan Dengan Rencana
      Transaksi Untuk Periode 2025-2030

                                 Tabel 2-23 : Inkremental Proyeksi Laporan Arus Kas Perseroan
                                                                                                                           (dalam miliar Rupiah )
                                                                                                             Inkremental
                                                                                                            31 Desember
                                      Keterangan
                                                                                2025       2026           2027        2028             2029           2030
                                                                              Proyeksi   Proyeksi       Proyeksi    Proyeksi         Proyeksi       Proyeksi

Arus Kas dari Aktivitas Operasi
  EBITDA                                                                            -            37               42          43               39             40
  Perubahan Modal Kerja Bersih (NWC)                                                -          (12)                (2)         (0)              1              4
      Penurunan (Peningkatan) Piutang Usaha dan Piutang Lain-lain                   -          -              -           -                -              -
      Penurunan (Peningkatan) Persediaan                                            -             5                1           0 -              1              0
      Penurunan (Peningkatan) Beban Dibayar di Muka dan Aset Lancar Lainnya         -          -              -           -                -              -
      Peningkatan (Penurunan) Liabilitas Operasional                                -          (17)                (2)         (1)              2              3
  Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi                                            -            25               40          43               40             44

  Pendapatan Bunga                                                                  -          -              -           -                -              -
  Beban Bunga dan Keuangan                                                          -          -              -           -                -              -
  Beban Pajak                                                                       -          (10)           (12)        (12)             (11)           (11)
  Beban (Pendapatan) Lain-lain                                                      -          -              -           -                -              -
Arus Kas Bersih yang Diperoleh
  dari Aktivitas Operasi                                                            -              15             29          31               29             32

Arus Kas Bersih yang Digunakan
  untuk
  untukAktivitas
         AktivitasInvestasi
                   Investasi                                                        -          -              -           -                -              -

Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
  Penarikan Pinjaman Jangka Pendek / Fasilitas Modal Kerja (WCF)                    -          -              -           -                -              -
  Pelunasan Pinjaman Jangka Pendek / Fasilitas Modal Kerja (WCF)                    -          -              -           -                -              -
  Penarikan Pinjaman Jangka Panjang                                                 -          -              -           -                -              -
  Pelunasan Pinjaman Jangka Panjang                                                 -          -              -           -                -              -
  Investasi TCC / Penambahan Modal melalui HMETD                                    -          -              -           -                -              -
  Dividen                                                                           -          -              (13)        (15)             (16)           (14)
  Sewa Pembiayaan                                                                   -          -              -           -                -              -
Arus Kas Bersih yang Digunakan
  untuk Aktivitas Pendanaan                                                         -          -              (13)        (15)             (16)           (14)

Kenaikan (Penurunan) Bersih
  Kas dan Setara Kas                                                                -              15             15          16               14             18

Kas dan Setara Kas Pada
  Awal Periode/ Tahun                                                               -          -                  15          30               46             60

Kas dan Setara Kas Pada
  Akhir Periode/ Tahun                                                              -              15             30          46               60             78




                                                                                                                                                          66
Page 91
Inkremental proyeksi kas dari aktivitas operasi Perseroan pada tahun 2030 dengan melaksanakan
Rencana Transaksi mengalami peningkatan sebesar Rp32 miliar jika dibandingkan tanpa
melaksanakan Rencana Transaksi.
Inkremental proyeksi kas untuk aktivitas investasi Perseroan selama periode 2025-2030 tidak
mengalami perubahan.
Inkremental proyeksi kas untuk aktivitas pendanaan Perseroan pada tahun 2030 dengan
melaksanakan Rencana Transaksi mengalami penurunan sebesar Rp14 miliar jika dibandingkan
tanpa melaksanakan Rencana Transaksi.
2.5.4 Analisis Laba per Saham
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi , inkremental Laba bersih per saham (Earnings Per Share
/ EPS) Perseroan selama tahun 2025-2030 diproyeksikan berpotensi mengalami peningkatan,
dimana pada tahun 2030, inkremental EPS mengalami peningkatan sebesar Rp3,2 per saham.

                                                 Earning per Share (EPS) in Rp
         Deskripsi
                       Juli - Des 2025 31-Dec-26   31-Dec-27     31-Dec-28     31-Dec-29   31-Dec-30
      Tanpa Rencana
                              42,59         79,36        98,81       124,10       143,88       159,65
          Transaksi
      Dengan Rencana
                              42,59         82,32       102,16       127,55       147,00       162,85
          Transaksi
        Inkremental             -            2,96         3,35         3,45         3,12         3,20

2.6     Analisis Faktor Lain Yang Relevan
Analisis atas faktor lain yang relevan, berupa analisis biaya dan pendapatan yang relevan, informasi
non keuangan yang relevan, prosedur pengambilan keputusan oleh Perseroan dan hal-hal material
lain yang dapat memberikan keyakinan bagi Penilai dalam memberikan opini kewajaran.
Analisis Biaya atau Pendapatan Relevan
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, tidak terdapat biaya atau
pendapatan yang relevan yang signifikan terkait dengan Rencana Transaksi, selain yang telah
diungkapkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran.
Analisis Informasi non keuangan yang relevan
Tidak terdapat faktor-faktor lain yang relevan dan material yang diketahui dan diinformasikan pada
kami.
Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan rencana dan nilai transaksi
dengan memperhatikan alternatif lain
Berdasarkan informasi manajemen Perseroan, proses pengambilan keputusan atas Rencana
Transaksi dilakukan setelah melalui proses dan sesuai prosedur internal Perseroan.




                                                                                                   67
Page 92
2.7     Analisis Kewajaran Harga Rencana Transaksi
Analisis kewajaran terhadap harga Rencana Transaksi dilakukan dengan membandingkan Biaya Jasa
berdasarkan draft perjanjian jasa pengelolaan fungsi pengadaan dengan benchmarking
margin/mark up berdasarkan laporan konsultan pajak.
Berdasarkan draft perjanjian jasa pengelolaan fungsi pengadaan antara Perseroan, SBI dan SIG,
Biaya Jasa adalah total biaya ditambah margin sebesar 8,2%.
Berdasarkan dokumen studi benchmarking – Pembayaran Jasa Pengadaan Perseroan oleh DDTC,
Transactional Net Margin Method (“TNMM”) terpilih sebagai metode transfer pricing yang paling
sesuai untuk menguji sifat kewajaran transaksi afiliasi Perseroan dengan menggunakan rasio tingkat
pengembalian total biaya (Net Cost-Plus Mark-up / Return on Total Cost (“NCPM”) sebagai Profit
Level Indicator (“PLI”).
Merujuk pada hasil analisis pencarian pembanding, rentang kewajaran perusahaan pembanding
dengan menggunakan PLI rasio NCPM selama 3 tahun (2022-2024) menghasilkan rentang
kewajaran dari 1,66% hingga 13,37% dengan median 3,93%.
                   Jumlah Perusahaan
      PLI                                    Kuartil 1   Median    Kuartil 3
                      Pembanding
  NCPM                     7                  1,66%      3,93%     13,37%

Berdasarkan analisis yang dilakukan di atas, maka margin sebesar 8,2% adalah wajar karena berada
dalam kisaran “inter-quartile” antara 1,66% hingga 13,37%.




                                                                                               68
Page 93
3    KESIMPULAN

Dengan mempertimbangkan analisis kewajaran atas Rencana Transaksi yang dilakukan meliputi
analisis terhadap Rencana Transaksi, analisis kualitatif dan analisis kuantitatif, analisis atas
kewajaran harga transaksi serta faktor lain yang relevan, maka, menurut pendapat RSR, Rencana
Transaksi adalah wajar.




                                                                                             69

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.9 MB
Published5 Jan 2026
Pages93
Characters298,332
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 74 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Solusi Bangun Indonesia Tbk p.1 ×41
linked org PT Solusi Bangun Andalas p.2 ×5
linked org Taiheiyo Cement Corporation p.34
linked person Prijo Sambodo p.34 ×2
linked person Herudi Kandau p.34
linked person Shinji Fukami p.34
linked person Asri Mukhtar p.34
linked person Soni Asrul Sani p.34
linked person Ony Suprihartono p.34
linked person Yasuhide Abe p.34
linked org PT Danantara Asset p.35 ×2
linked person Lydia Silvanna Djaman p.35 ×2
linked person Andriano Hosny P p.35
linked person Agung Budi Mulyanto p.35
linked person Satya Bhakti Parikesit p.35
linked person Andriano Hosny Panangian p.35
linked person Edi Sarwono p.37
linked org Indocement Tunggal Prakarsa Tbk p.44 ×2
linked org Cemindo Gemilang Tbk p.44 ×2
linked org Semen Baturaja Tbk p.44 ×2
possible org Semen Indonesia (Persero) Tbk p.1 ×21
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×10
possible org Bursa Efek Indonesia p.7 ×2
possible org Negara Republik Indonesia p.10 ×10
possible person Soewandi p.34
possible person Reni Wulandari p.35 ×2
possible person Sigit Widyawan p.35
possible person Christina Aryani p.35
possible person Saor Siagian p.35
possible person Ratna Irsana p.35
possible person Indrieffouny Indra p.35
possible person Sigit Prastowo p.35
possible person Dicky Saelan p.35
possible person Dennis Pratistha p.35
possible person Hadi Setiadi p.35
unresolved org KJPP Ruky p.2 ×3
unresolved org Safrudin & Rekan p.2 ×3
unresolved org Kementerian Keuangan Republik Indonesia p.2 ×4
unresolved org Menteri Keuangan Republik Indonesia p.2 ×4
unresolved person Nursatrio p.3 ×2
unresolved — RSR · Penilai p.4 ×2
unresolved — IKJPP · Penilai p.5 ×3
unresolved org Liana Ramon Xenia & Rekan p.6 ×6
unresolved org Liana Ramon Xenia p.6 ×4
unresolved org Imelda & Rekan p.6 ×5
unresolved org Imelda p.6 ×5
unresolved org Tanudiredja p.6 ×5
unresolved org Rintis & Rekan p.6 ×5
unresolved person Daniel Kohar p.6 ×4
unresolved person Farid Nugraha p.6 ×5
unresolved org Bank Indonesia p.7 ×2
unresolved org PT Semen Cibinong p.10 ×3
unresolved person Abdul Latief · Notaris p.10 ×5
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.10 ×3
unresolved org Holcim Indonesia Tbk p.10 ×6
unresolved person Dr. Amrul Partomuan Pohan · Notaris p.10 ×8
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.10 ×12
unresolved person Aulia Taufani · Notaris p.10 ×17
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.11 ×3
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU- p.11 ×3
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU- p.11 ×3
unresolved org Rekan Nursatrio p.19
unresolved person Nursatrio, MAPPI (Cert.) · Rekan p.19
unresolved person Signing Partner Nursatrio p.21
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU- p.33 ×2
unresolved org PT Semen Gresik (Persero) p.34
unresolved person J.N. Siregar p.34
unresolved person Kartini Muljadi · Notaris p.35
unresolved org Pengadilan Negeri Banda Aceh p.36
unresolved person Devi Yunanda · Notaris p.36 ×3
unresolved org PT Solusi Bangun Beton p.37
unresolved org Kota Nusantara p.43
unresolved org PT Kobexindo Cement p.44
unresolved org Kementerian Perindustrian RI. MiniMix Truk p.54

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.182 8834 ms 12 Sep 2026 22:32
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'CONFLICT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': '20'}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result