Back to announcement
20251218_SMCB_Informasi Transaksi Afiliasi_32013907_lamp2.pdf
Asset transaction Needs review SMCBSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 93
Page 1
PT Solusi Bangun Indonesia Tbk Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Penggunaan Jasa Pengelolaan Fungsi Pengadaan dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Desember 2025
Page 2
Jakarta, 22 Desember 2025
No. 00091/2.0095-00/BS/04/0663/1/XII/2025
Kepada Yth.
Direksi
PT Solusi Bangun Indonesia Tbk
Talavera Suite Lantai 15
Talavera Office Park
Jl. TB Simatupang No. 22-26
Jakarta Selatan, 12430
Perihal : Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Penggunaan Jasa Pengelolaan Fungsi
Pengadaan dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Dengan Hormat,
PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (”Perseroan”) merupakan anak perusahaan dari PT Semen
Indonesia (Persero) Tbk (“SIG”). Perseroan bergerak dalam industri bahan bangunan, perdagangan,
pertambangan, transportasi, dan pengelolaan limbah berbahaya.
Dalam rangka penerapan sentralisasi fungsi pengelolaan pengadaan di SIG Grup, Perseroan
bersama salah satu anak perusahaan Perseroan yang seluruh sahamnya dimiliki secara langsung dan
tidak langsung oleh Perseroan, yaitu PT Solusi Bangun Andalas (“SBA”), berencana untuk
menggunakan jasa pengelolaan fungsi pengadaan yang disediakan oleh SIG, untuk selanjutnya
disebut “Rencana Transaksi”.
Penjelasan spesifik Rencana Transaksi dapat dilihat pada bagian Latar Belakang dalam Laporan ini.
Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi merupakan Transaksi Afiliasi
sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/POJK.04/2020 tanggal
1 Juli 2020, tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan (“POJK 42/2020”), karena SIG
merupakan pemegang saham pengendali Perseroan.
Selanjutnya, berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi bukan
merupakan transaksi yang mengandung benturan kepentingan sebagaimana didefinisikan dalam
POJK 42 dan bukan merupakan transaksi material sebagaimana didefinisikan dalam Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan, Nomor 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020, tentang Transaksi Material
dan Perubahan Kegiatan Usaha (“POJK 17/2020”).
Untuk memenuhi ketentuan dalam POJK 42/2020, Perseroan telah menunjuk KJPP Ruky, Safrudin &
Rekan (“RSR”) sebagai Penilai Independen untuk memberikan Pendapat Kewajaran (”Fairness
Opinion”) atas Rencana Transaksi sebagaimana diinformasikan di atas bagi para pemegang saham
Perseroan.
STATUS PENILAI
RSR memiliki izin usaha dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia No. 2.11.0095 berdasarkan
Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 1131/KM.1/2011 tanggal 14 Oktober
2011.
Penilai Publik yang menandatangani laporan studi kelayakan adalah penilai yang memiliki
kompetensi dalam melakukan studi kelayakan serta telah memperoleh izin sebagai penilai publik
dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan terdaftar sebagai penilai di Otoritas Jasa
Keuangan (“OJK”).
Page 3
Sesuai Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 335/KM.1/2024 tertanggal 21 Mei
2024 mengenai izin penilai Nursatrio, MAPPI (Cert.) yang ditetapkan sebagai Penilai di Bidang Jasa
Penilaian Bisnis dengan berkualifikasi Penilai Bisnis (B) No. B-1.24.00663 dan terdaftar sebagai
profesi penunjang pasar modal di OJK berdasarkan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar
Modal Penilai Bisnis dengan No. STTD.PB-60/PM-021/2024.
PEMBERI TUGAS DAN PENGGUNA LAPORAN
Dalam laporan ini Perseroan bertindak sebagai “Pemberi Tugas” dan “Pengguna Laporan”.
Nama : PT Solusi Bangun Indonesia Tbk
Alamat : Talavera Suite Lantai 15
Talavera Office Park
Jl. TB Simatupang No. 22-26
Jakarta Selatan, 12430
Telepon : 021-2986 1000
Faksimile : 021-2986 3333
Website : corpsec.sbi@sig.id
Website : https://solusibangunindonesia.com
Bidang usaha : Menjalankan usaha dalam bidang bahan bangunan, perdagangan,
pertambangan, transportasi dan pengelolaan limbah berbahaya
LATAR BELAKANG
Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas terbuka yang menjalankan kegiatan usaha di sektor
industri (industri pengolahan, konstruksi, dan jasa penunjang usaha), perdagangan (perdagangan
besar serta aktivitas profesional, ilmiah, dan teknis), pertambangan (pertambangan dan
penggalian), transportasi (pengangkutan dan pergudangan), serta pengolahan limbah berbahaya
(pengelolaan dan daur ulang sampah serta aktivitas remediasi).
Perseroan bersama delapan entitas anak yang terkonsolidasi merupakan bagian dari grup SIG, yaitu
suatu badan usaha milik negara yang bergerak sebagai penyedia solusi bahan bangunan.
Dalam beberapa tahun terakhir, SIG telah mengembangkan model Shared Services Center (“SSC”)
Pengadaan yang melayani sejumlah entitas anak di dalam Grup SIG dan terbukti memberikan
peningkatan efisiensi, standardisasi proses, serta penguatan tata kelola pengadaan di tingkat grup.
Dalam rangka penerapan sentralisasi fungsi pengelolaan pengadaan di SIG Grup, Perseroan
bersama salah satu anak perusahaan Perseroan yang seluruh sahamnya dimiliki secara langsung dan
tidak langsung oleh Perseroan, yaitu SBA, berencana untuk menggunakan jasa pengelolaan fungsi
pengadaan yang disediakan oleh SIG, untuk selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”.
Sentralisasi/ shared service fungsi pengelolaan pengadaan Perseroan guna menciptakan nilai
tambah, peningkatan efektivitas dan efisiensi untuk kinerja perusahaan yang lebih baik melalui
volume pooling dan economy of scale.
Sehubungan dengan Rencana Transaksi, Perseroan, SBA dan SIG akan menandatangani perjanjian
jasa pengelolaan fungsi pengadaan yang mengatur mengenai ruang lingkup pemberian jasa
pengadaan oleh SIG dan biaya jasa pengadaan yang terdiri dari biaya sumber daya manusia dan
biaya operasional.
Biaya sumber daya manusia dan biaya operasional dihitung berdasarkan biaya ditambah margin
sebesar 8,2%.
ii
Page 4
TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN
Tujuan Laporan Pendapat Kewajaran ini adalah untuk memberikan opini atas kewajaran rencana
Perseroan dan SBA untuk menggunakan jasa pengelolaan fungsi pengadaan yang disediakan oleh
SIG, sebagaimana didefinisikan dalam laporan ini dalam rangka memenuhi ketentuan OJK Pasar
Modal, tidak untuk perbankan, perpajakan, serta tidak untuk bentuk rencana transaksi lainnya.
OBYEK ANALISIS PENDAPAT KEWAJARAN
Obyek analisis kewajaran adalah rencana Perseroan dan SBA untuk menggunakan jasa pengelolaan
fungsi pengadaan yang disediakan oleh SIG.
SIFAT RENCANA TRANSAKSI
Transaksi Afiliasi
Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, SIG merupakan pemegang saham pengendali
Perseroan, sehingga Rencana Transaksi termasuk Transaksi Afiliasi sebagaimana didefinisikan dalam
POJK 42/2020.
Selanjutnya, berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, tidak terdapat perbedaan
kepentingan ekonomis antara Perseroan dengan kepentingan ekonomis pribadi anggota Direksi,
anggota Dewan Komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali dalam Rencana Transaksi,
yang dapat merugikan Perseroan, sehingga Rencana Transaksi bukan merupakan suatu Transaksi
Benturan Kepentingan sebagaimana dimaksud dalam POJK 42/2020.
Transaksi Material
Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, jumlah nilai Transaksi dibawah 20% dari jumlah
modal Perseroan berdasarkan laporan keuangan tengah tahunan Perseroan per 30 Juni 2025,
sehingga Rencana Transaksi bukan merupakan transaksi material sebagaimana didefinisikan dalam
POJK 17/2020.
Untuk memenuhi ketentuan dalam POJK 42/2020, Perseroan telah menunjuk RSR sebagai Penilai
Independen untuk memberikan Pendapat Kewajaran (”Fairness Opinion”) atas Rencana Transaksi
sebagaimana diinformasikan di atas bagi para pemegang saham Perseroan.
RUANG LINGKUP PENDAPAT KEWAJARAN
Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran akan didasarkan pada analisis atas kewajaran Rencana Transaksi
untuk memenuhi ketentuan POJK 42/2020.
iii
Page 5
Ruang lingkup Pendapat Kewajaran antara lain identifikasi masalah (identifikasi batasan, maksud,
dan tujuan serta objek), pengumpulan data dan wawancara, analisis transaksi, analisis kewajaran
transaksi, penyusunan laporan.
PEDOMAN DAN STANDAR PENILAIAN
Laporan Pendapat Kewajaran ini disusun sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII
tahun 2018 dengan Edisi Revisi pada SPI 300, SPI 310, SPI 320, dan SPI 330 yang ditetapkan pada
1 Maret 2020 dan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) seperti yang ditetapkan oleh Masyarakat Profesi
Penilai Indonesia (MAPPI), POJK 42/2020, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK
35”) dan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian
dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“SEOJK 17”).
TANGGAL PENILAIAN
Analisis Pendapat Kewajaran dilakukan per tanggal 30 Juni 2025, parameter dan laporan keuangan
yang digunakan dalam analisis didasarkan pada data per tanggal 30 Juni 2025.
PENGGUNAAN MATA UANG
Dalam analisis pendapat kewajaran, mata uang yang digunakan adalah mata uang Rupiah (“Rp”).
KEJADIAN SETELAH TANGGAL PENILAIAN
Dari tanggal penilaian, yaitu tanggal 30 Juni 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan
pendapat kewajaran ini, tidak terdapat kejadian penting yang dapat mempengaruhi opini
kewajaran.
Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan pendapat kewajaran ini.
INDEPENDENSI PENILAI
Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini kami telah bertindak secara independen
tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, SIG, SBA ataupun pihak-pihak yang
terafiliasi dengan perusahaan tersebut. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan
pribadi berkaitan dengan penugasan ini.
Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan
pada pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh opini
atas kewajaran Rencana Transaksi yang dihasilkan dari proses analisis kewajaran ini dan kami hanya
menerima imbalan sesuai yang tercantum pada Proposal No. RSR/P-B/FO/011225 tanggal
1 Desember 2025. Adapun biaya jasa tersebut telah memperhatikan ketentuan yang diatur oleh
Ikatan Kantor Jasa Penilai (IKJPP) MAPPI.
SUMBER DATA DAN INFORMASI
Sebagai Penilai Independen dalam mempersiapkan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi,
kami telah menelaah, mengacu dan mempertimbangkan atas data dan dokumen yang disampaikan
oleh manajemen Perseroan atas hal-hal sebagai berikut:
1. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan Interim untuk
periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 yang telah diaudit oleh Kantor
iv
Page 6
Akuntan Publik (KAP) Liana Ramon Xenia & Rekan dengan opini tanpa modifikasian dan
ditandatangani pada tanggal 26 September 2025 oleh Juan Ramon Junius Siahaan dengan
Izin Akuntan Publik No. AP. 1672.
2. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP Liana Ramon
Xenia & Rekan dengan opini tanpa modifikasian dan telah ditandatangani pada tanggal 26
Maret 2025 oleh Juan Ramon Junius Siahaan dengan Izin Akuntan Publik No. AP. 1672.
3. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP Imelda & Rekan
dengan opini tanpa modifikasian dan telah ditandatangani pada tanggal 7 Maret 2024 oleh
Juan Ramon Junius Siahaan dengan Izin Akuntan Publik No. AP. 1672.
4. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP Imelda & Rekan
dengan opini tanpa modifikasian dan telah ditandatangani pada tanggal 23 Februari 2023
oleh Theodorus Bambang Dwi K.A., dengan Izin Akuntan Publik No. AP. 1208.
5. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP Tanudiredja,
Wibisana, Rintis & Rekan dengan opini tanpa modifikasian dan telah ditandatangani pada
tanggal 22 Februari 2022 oleh Daniel Kohar, S.E., CPA., dengan Izin Akuntan Publik No. AP.
1130.
6. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP Tanudiredja,
Wibisana, Rintis & Rekan dengan opini tanpa modifikasian dan telah ditandatangani oleh
Daniel Kohar, S.E., CPA., pada tanggal 3 Mei 2021 dengan Izin Akuntan Publik No. AP. 1130.
7. Proyeksi Keuangan Konsolidasian Perseroan tanpa dan dengan Rencana Transaksi untuk
tahun 2025-2030, yang disiapkan oleh manajemen Perseroan. RSR telah melakukan review
atas proyeksi keuangan tersebut untuk memperoleh keyakinan atas kewajaran proyeksi
keuangan.
8. Laporan Keuangan Konsolidasian Proforma Perseroan per 30 Juni 2025, yang telah disiapkan
oleh manajemen Perseroan.
9. Draft Perjanjian Jasa Pengelolaan Fungsi Pengadaan antara Perseroan, SBA dan SIG yang
disediakan oleh manajemen Perseroan;
10. Draft Keterbukaan Informasi Perseroan;
RSR telah melakukan wawancara dan diskusi dengan manajemen Perseroan, termasuk diantaranya,
Bapak Farid Nugraha - Finance Group Head Perseroan pada 3 Desember 2025 dengan agenda
pembahasan proyeksi konsolidasian Perseroan, sehubungan dengan penugasan Pendapat
Kewajaran.
Atas data yang telah disampaikan tersebut, kami telah menerima Representation Letter dari
manajemen Perseroan No. 001/Fin-SBI/XII/2025 tertanggal 22 Desember 2025 sehubungan dengan
penugasan Pendapat Kewajaran;
Dalam menyiapkan laporan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi, kami juga memperoleh
bantuan dari tenaga ahli yaitu Danny Darussalam Tax Center (“DDTC”) berdasarkan Laporan Studi
Benchmarking – Pembayaran Jasa Pengadaan PT Solusi Bangun Indonesia Tbk dengan
No. 138/DDTC-1A/XII/2025 tanggal 19 Desember 2025 ditandatangani oleh Yusuf Wangko
Ngantung.
v
Page 7
Kami juga menggunakan berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak dan elektronik,
seperti Bank Indonesia, dan Bursa Efek Indonesia serta hasil analisis lain yang kami anggap relevan
dengan penugasan pendapat kewajaran.
ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
Asumsi
Laporan Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion, kami telah melakukan penelaahan
atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses penyusunan pendapat kewajaran, data dan
informasi yang diperoleh berasal baik dari manajemen Perseroan maupun dari sumber lain yang
dapat dipercaya keakuratannya.
Laporan Pendapat Kewajaran ini disusun dengan menggunakan Proyeksi Keuangan yang disiapkan
oleh manajemen Perseroan dengan mencerminkan kewajaran proyeksi dan kemampuan
pencapaiannya (fiduciary duty).
Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan analisis kewajaran proyeksi keuangan yang telah
disiapkan manajemen Perseroan.
Kami bertanggung jawab atas opini yang dihasilkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran.
Laporan Pendapat Kewajaran bersifat terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan.
Kami telah memperoleh informasi atas status hukum objek Pendapat Kewajaran dari Perseroan.
Kondisi Pembatas
Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan pada prinsip integritas informasi dan data. Dalam
menyusun Pendapat Kewajaran ini, kami melandaskan dan berdasarkan pada sumber data dan
informasi sebagaimana diberikan manajemen Perseroan, yang mana berdasarkan hakekat
kewajaran adalah benar, lengkap, dapat diandalkan, serta tidak menyesatkan.
Kami tidak melakukan audit ataupun uji tuntas secara mendetail atas penjelasan maupun data-data
yang diberikan oleh manajemen Perseroan, baik lisan maupun tulisan. Dengan demikian kami tidak
dapat memberikan jaminan atau bertanggung-jawab terhadap kebenaran dan kelengkapan dari
informasi atau penjelasan tersebut.
Sebagai dasar bagi kami untuk melakukan analisis dalam mempersiapkan Pendapat Kewajaran atas
Rencana Transaksi, kami menggunakan data-data sebagaimana tercantum pada bagian Sumber
Data dan Informasi sebagai bahan penelaahan, perhitungan dan analisis.
Segala perubahan terhadap data tersebut di atas dapat mempengaruhi hasil analisis kami secara
material. Oleh karena itu, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya
perbedaan kesimpulan yang disebabkan perubahan data tersebut.
Pendapat Kewajaran ini disusun hanya dengan mempertimbangkan sudut pandang pemegang
saham Perseroan dan tidak mempertimbangkan sudut pandang stakeholders lain serta aspek-aspek
lainnya.
Pendapat Kewajaran ini disusun dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan perekonomian,
kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan pemerintah pada tanggal laporan pendapat
kewajaran ini dikeluarkan.
Laporan Pendapat Kewajaran ini hanya dilakukan terhadap Tujuan Penilaian seperti yang telah
diuraikan di atas, dan tidak untuk bentuk rencana transaksi lainnya.
vi
Page 8
Kami menganggap bahwa sejak Tanggal Penilaian hingga laporan pendapat kewajaran diterbitkan,
tidak terdapat kejadian luar biasa yang secara material, baik secara makro ekonomi maupun
industri, saat kini maupun yang akan datang, dapat berpengaruh terhadap bisnis Perseroan dan
rencana bisnis dan anggaran Perseroan.
Dengan ini kami menyatakan bahwa penugasan kami tidak termasuk menganalisis transaksi-
transaksi di luar Tujuan Pendapat Kewajaran yang mungkin tersedia bagi Perseroan serta pengaruh
dari transaksi-transaksi tersebut terhadap Tujuan Pendapat Kewajaran, dan juga bukan merupakan
analisis penggunaan yang paling mungkin dan optimal dari Tujuan Pendapat Kewajaran.
Kami ingin menekankan bahwa hasil analisis dan penelaahan kami secara khusus hanya terbatas
pada aspek finansial atas Rencana Transaksi, kami tidak melakukan penelitian atas keabsahan
Rencana Transaksi dari segi hukum dan implikasi aspek perpajakan dari Transaksi Perseroan
tersebut, karena hal tersebut berada di luar lingkup penugasan kami.
Penggunaan atas sebagian atau keseluruhan dari laporan harus mendapatkan persetujuan dari
manajemen Perseroan mengingat kemungkinan adanya informasi yang bersifat rahasia dan dapat
mempengaruhi kompetisi dan operasional Perseroan.
Mengingat bahwa ada kemungkinan terjadinya perbedaan waktu dari tanggal laporan ini dengan
pelaksanaan Rencana Transaksi, maka kesimpulan laporan kewajaran yang diinformasikan tersebut
di atas, hanya berlaku apabila tidak ada perubahan signifikan yang akan berdampak material
terhadap kewajaran dari Rencana Transaksi. Perubahan tersebut termasuk perubahan baik secara
internal pada masing-masing perusahaan maupun secara eksternal meliputi: kondisi pasar dan
perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan pemerintah Indonesia setelah
tanggal laporan ini dikeluarkan. Bila mana setelah tanggal laporan ini dikeluarkan terjadi perubahan
tersebut di atas, maka pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi ini mungkin berbeda.
Kami juga berpegang kepada surat pernyataan (representation letter) dari manajemen Perseroan
atas penugasan kami untuk mempersiapkan laporan pendapat kewajaran, bahwa mereka telah
menyampaikan seluruh informasi penting dan relevan berkenaan dengan pendapat kewajaran dan
sepanjang pengetahuan manajemen Perseroan tidak ada faktor material yang belum diungkapkan
dan dapat menyesatkan.
Tingkat Kedalaman Investigasi
Dalam melakukan penugasan, tidak ada batas atau pembatasan dalam melakukan penelaahan,
perhitungan dan analisis.
RSR telah melakukan wawancara dan diskusi dengan manajemen Perseroan pada tanggal
3 Desember 2025 yaitu dengan Bapak Farid Nugraha - Finance Group Head Perseroan dengan
agenda pembahasan proyeksi konsolidasian Perseroan, sehubungan dengan penugasan Pendapat
Kewajaran.
Tenaga Ahli
Dalam melakukan Pendapat Kewajaran atas Rencana Perseroan, RSR menggunakan bantuan dari
tenaga ahli yaitu Danny Darussalam Tax Center (“DDTC”) untuk melakukan kajian atas kewajaran
penentuan margin/mark-up penyediaan jasa Pengadaan yang digunakan dalam Rencana Transaksi.
Kajian tersebut telah disampaikan dalam dokumen Studi Benchmarking – Pembayaran Jasa
Pengadaan PT Solusi Bangun Indonesia Tbk dengan No. 138/DDTC-1A/XII/2025 tanggal 19
Desember 2025;
vii
Page 9
PERSYARATAN ATAS PERSETUJUAN UNTUK PUBLIKASI
Laporan Pendapat Kewajaran bersifat terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan.
METODOLOGI PENGKAJIAN KEWAJARAN ATAS RENCANA TRANSAKSI
Dalam menilai kewajaran Rencana Transaksi, kami menggunakan metodologi analisis sebagai
berikut:
1) Analisis Rencana Transaksi berupa identifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana
Transaksi, analisis persyaratan dari perjanjian atas Rencana Transaksi, analisis manfaat dan
risiko Rencana Transaksi;
2) Analisis Kualitatif berupa analisis terhadap riwayat singkat Perseroan dan kegiatan usaha,
analisis industri, analisis operasional dan prospek usaha Perseroan, alasan dan latar belakang
Rencana Transaksi, serta keuntungan dan kerugian Rencana Transaksi;
3) Analisis Kuantitatif berupa analisis kinerja historis, analisis proyeksi keuangan, analisis
proforma laporan keuangan, dan analisis inkremental;
4) Analisis atas faktor lain yang relevan, berupa analisis biaya dan pendapatan yang relevan,
informasi non keuangan yang relevan.
5) Analisis kewajaran Harga Rencana Transaksi;
ANALISIS KEWAJARAN
1. Analisis Rencana Transaksi
a) Pihak-pihak yang terkait dalam Rencana Transaksi adalah Perseroan dan SBA sebagai
pengguna layanan dan SIG sebagai penyedia layanan.
b) Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi merupakan transaksi
afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK 42/2020, karena merupakan transaksi Perseroan
dengan pemegang saham pengendali Perseroan.
Selanjutnya, berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi bukan
merupakan transaksi yang mengandung benturan kepentingan sebagaimana didefinisikan
dalam POJK 42/2020.
c) Analisis perjanjian dan persyaratan atas Rencana Transaksi dilakukan terhadap draft
perjanjian jasa pengelolaan fungsi pengadaan antara Perseroan, SBI dan SIG, yang telah
disediakan manajemen Perseroan.
d) Analisis Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi
Manfaat yang diharapkan diterima oleh Perseroan berdasarkan penjelasan manajemen
Perseroan dan analisis atas manfaat Rencana Transaksi, antara lain:
• Penurunan biaya pengadaan secara keseluruhan (total cost of ownership).
○ Melalui peningkatan daya tawar, konsolidasi volume, dan standardisasi proses
tender, Perseroan berpotensi memperoleh harga pembelian yang lebih
kompetitif dan syarat komersial yang lebih menguntungkan
○ Efisiensi dalam struktur organisasi dan biaya operasional pengadaan (tenaga
kerja dan non‑tenaga kerja) juga berkontribusi pada pengurangan biaya
pengelolaan pengadaan dalam jangka menengah–panjang.
viii
Page 10
• Peningkatan kualitas tata kelola dan kepatuhan.
Penerapan proses pengadaan yang terstandardisasi di bawah SSC SIG akan
meningkatkan governance, transparansi, dan jejak audit (audit trail), sehingga
menurunkan risiko kesalahan prosedur, fraud, maupun temuan audit yang
merugikan Perseroan dan pemegang saham minoritas.
• Kualitas layanan dan kecepatan proses pengadaan yang lebih baik.
Dengan skala dan spesialisasi SSC, pengelolaan tender, negosiasi, dan manajemen
pemasok dapat dilakukan secara lebih profesional, terukur dengan KPI dan SLA yang
jelas, sehingga mendukung kebutuhan operasional Perseroan secara lebih efektif.
• Sinergi dan integrasi strategis di dalam Grup SIG.
Model SSC memperkuat integrasi rantai pasok di lingkungan Grup SIG, sehingga
Perseroan dapat memanfaatkan sinergi antar entitas dalam hal informasi pasar,
benchmarking harga, strategi kategori, dan inovasi pengadaan
Risiko yang mungkin dihadapi oleh Perseroan berdasarkan penjelasan manajemen
Perseroan adalah:
• SIG tidak dapat memberikan kualitas layanan sesuai dengan harapan Perseroan .
• Risiko keterlambatan waktu atas layanan yang diberikan SIG sehingga terdapat
potensi manfaat layanan yang terlambat bagi Perseroan
2. Analisis Kualitatif
a) Riwayat Singkat dan Kegiatan Usaha Perseroan
Perseroan merupakan sebuah perseroan terbatas terbuka yang pertama kali didirikan
dengan nama PT Semen Cibinong berdasarkan hukum Negara Republik Indonesia di bawah
kerangka Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 sebagaimana diubah oleh Undang-Undang No.
11 Tahun 1970 tentang Penanaman Modal Asing. Perseroan didirikan berdasarkan Akta
Pendirian No. 53 tanggal 15 Juni 1971, dibuat di hadapan Abdul Latief, S.H., Notaris di
Jakarta. Akta Pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia
berdasarkan Keputusan No. J.A.5/149/7 tanggal 23 September 1971 dan diumumkan pada
Berita Negara Republik Indonesia No. 82 tanggal 12 Oktober 1971, Tambahan No. 466.
Perseroan mengalami perubahan nama menjadi PT Holcim Indonesia Tbk berdasarkan Akta
No. 21 tanggal 30 November 2005, dibuat di hadapan Dr. Amrul Partomuan Pohan, S.H.,
LL.M, Notaris di Jakarta. Akta tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Keputusan No. C-34995
HT.01.04.TH.2005 tanggal 30 Desember 2005. Akta tersebut juga telah didaftarkan dalam
Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Selatan No. 54/RUB.09.03/I/2006 tanggal 24
Januari 2006 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 10 tanggal
3 Februari 2006, Tambahan No. 1311/2006.
Kemudian pada tahun 2019, Perseroan kembali melakukan perubahan nama menjadi PT
Solusi Bangun Indonesia Tbk berdasarkan Akta No. 11 tanggal 11 Februari 2019, dibuat di
hadapan Aulia Taufani, S.H., Notaris di Jakarta. Akta tersebut telah mendapatkan
persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan
Keputusan No. AHU-0008550.AH.01.02.TAHUN 2019 tanggal 18 Februari 2019. Akta
tersebut juga telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No.
AHU-AH.01.03-0097407 tanggal 18 Februari 2019. Akta tersebut juga telah didaftarkan
ix
Page 11
dalam Daftar Perseroan pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia di bawah No. AHU-0026748.AH.01.11.TAHUN 2019 tanggal 18 Februari 2019.
Anggaran Dasar Perseroan telah diubah dari waktu ke waktu, terakhir kali diubah
berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar Perseroan
Nomor 91 tanggal 31 Mei 2024, dibuat di hadapan Aulia Taufani, S.H., Notaris di Jakarta,
yang telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia Nomor AHU-0034010.AH.01.02.TAHUN 2024 tanggal 10 Juni 2024 dan telah
didaftarkan dalam Daftar Perseroan pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia Nomor AHU-0113559.AH.01.11.TAHUN 2024 tanggal 10 Juni 2024.
Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, maksud dan tujuan Perseroan adalah
berusaha dalam bidang Industri Pengolahan (Industri kemasan dan kotak dari kertas dan
karton dan Industri semen), bidang Konstruksi (termasuk pengangkutan dan pergudangan
yaitu, angkutan laut dalam negeri untuk barang khusus dan pergudangan dan
penyimpanan, bidang Penunjang Usaha Lainnya (aktivitas pengepakan), bidang
Perdagangan Besar (Perdagangan besar semen, kapur, pasir dan batu), bidang Pengelolaan
Air Limbah, Pengelolaan dan Daur Ulang Sampah (termasuk aktivitas profesional, ilmiah dan
teknis yaitu, pengelolaan dan pembuangan sampah tidak berbahaya, pengelolaan dan
pembuangan sampah berbahaya; jasa pengujian laboratorium; dan aktivitas profesional,
ilmiah dan teknis lainnya yang tidak termasuk dalam lainnya), bidang aktivitas konsultasi
manajemen lainnya, dan dalam bidang pertambangan dan penggalian (penggalian batu
kapur/gamping, penggalian tanah dan tanah liat.
Perseroan mengoperasikan empat pabrik semen di Narogong (Jawa Barat), Cilacap (Jawa
Tengah), Tuban (Jawa Timur), dan Lhoknga (Aceh), dengan total kapasitas 14,86 juta ton
semen per tahun.
Kantor pusat Perseroan berada di Gedung Talavera Suite Lantai 15, Talavera Office Park, Jl.
TB Simatupang No. 22-26, Jakarta, Indonesia.
b) Analisis Industri
Sektor konstruksi Indonesia merupakan salah satu sektor penopang perekonomian dan
merupakan kontributor dalam proses pembangunan infrastruktur. Oleh karena itu,
konstruksi diharapkan dapat memberikan peluang usaha yang mempunyai potensi pasar
tinggi bagi penyedia produk dan teknologi baik konstruksi nasional maupun internasional.
Salah satu produk yang mendukung sektor konstruksi adalah industri semen. Semen
merupakan bahan perekat atau lem, yang berguna untuk merekatkan bahan-bahan
material lain seperti batu bata dan batu koral hingga dapat menjadi satu kesatuan dan kuat
atau menjadi sebuah bangunan.
Berdasarkan data Statista, produksi semen global selama tahun 2020-2024 mengalami
fluktuasi penurunan sebesar 1,21% dihitung menggunakan CAGR. Penurunan terbesar
terjadi pada tahun 2022 sebesar 6,82% dari sebesar 4,4 miliar ton pada tahun 2021 menjadi
sebesar 4,1 miliar ton.
Berdasarkan data Statista, Tiongkok merupakan negara produsen semen terbesar secara
global di mana pada tahun 2024 telah memproduksi semen sebesar 1.900 juta ton atau
60,43% dari total keseluruhan produksi semen global. Selanjutnya, India sebagai negara
produsen semen kedua terbesar global dengan produksi semen pada tahun 2024 sebesar
450 juta ton atau 14,31% dari total keseluruhan produksi semen global.
Berdasarkan data Statista, pendapatan dari material bangunan dan perangkat keras dalam
proyek konstruksi di Indonesia selama tahun 2025-2029 diproyeksikan akan mengalami
peningkatan dengan CAGR sebesar 2,38%. Pada tahun 2025, proyeksi pendapatan dari
x
Page 12
material bangunan dan perangkat keras dalam proyek konstruksi di Indonesia sebesar
US$40,28 miliar, diproyeksikan meningkat menjadi sebesar US$ 44,17 miliar.
c) Analisis Operasional dan Prospek Usaha Perseroan
Perseroan merupakan anak perusahaan dari SIG yang bergerak dalam industri bahan
bangunan, perdagangan, pertambangan, transportasi, dan pengelolaan limbah berbahaya.
Selama tahun 2020-2024, segmen pendapatan semen memberikan kontribusi terbesar
terhadap total pendapatan Perseroan dan Entitas Anak dengan kontribusi rata-rata sebesar
89,84%. Kedua adalah segmen pendapatan beton yang memberikan kontribusi rata-rata
sebesar 8,60%% terhadap total pendapatan. Sedangkan segmen pendapatan agregat dan
jasa konstruksi lainnya memberikan kontribusi masing-masing sebesar 0,89% dan 0,67%
terhadap total pendapatan Perseroan dan Entitas Anak.
Pada Juni 2025, segmen pendapatan semen memberikan kontribusi terbesar terhadap total
pendapatan Perseroan dan Entitas Anak dengan kontribusi sebesar 90,73%. Selanjutnya,
pendapatan beton yang memberikan kontribusi rata-rata sebesar 7,94%% terhadap total
pendapatan. Sedangkan segmen pendapatan agregat dan jasa konstruksi lainnya
memberikan kontribusi masing-masing sebesar 1,17% dan 0,16% terhadap total
pendapatan Perseroan dan Entitas Anak.
Industri semen Indonesia masih akan menghadapi berbagai tantangan pada tahun 2025
terutama karena kondisi kelebihan pasokan alias oversupply di pasar dalam negeri.
Perseroan harus terus berinovasi, melakukan terobosan, dan mencari peluang diversifikasi
usaha untuk meningkatkan pendapatan dan profitabilitas.
Rencana dan prospek usaha yang telah disusun berpotensi menjadi solusi atas berbagai
kendala yang dihadapi Perseroan saat ini. Rencana ekspor semen ke Amerika Serikat
diharapkan dapat segera terealisasi di tahun 2025 setelah proyek pengembangan dermaga
dan fasilitas produksi di Tuban selesai. Proyek strategis ini akan mendorong penjualan
ekspor semen Perseroan dan mampu memenuhi kebutuhan pasar ekspor hingga satu juta
ton per tahun, sehingga akan meningkatkan utilisasi pabrik Perseroan.
d) Keuntungan dan Kerugian Rencana Transaksi
Keuntungan yang diharapkan diperoleh Perseroan dengan melaksanakan Rencana Transaksi
adalah Perseroan akan mendapatkan penghematan biaya operasional .
Kerugian dari rencana transaksi adalah biaya-biaya yang timbul sehubungan dengan
Rencana Transaksi.
3. Analisis Kuantitatif
a) Analisis Kinerja Historis
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian Perseroan dan Anak
Perusahaan
Pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak terdiri atas empat segmen usaha dari
divisi operasi semen, beton siap pakai, agregat dan jasa konstruksi lainnya.
Selama tahun 2020-2024, pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
mengalami fluktuatif peningkatan secara CAGR sebesar 3,99%. Hingga tanggal 30 Juni 2025,
pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak tercatat sebesar Rp4,97 triliun
dengan kontribusi dari segmen usaha semen, beton siap pakai, agregat, dan jasa konstruksi
lainnya masing-masing sebesar 90,73%, 7,94%, 1,17%, dan 0,16%.
xi
Page 13
Beban pokok pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak terdiri dari bahan baku
yang digunakan, biaya pabrikasi, serta gaji dan upah. Selama tahun 2020-2024, beban pokok
pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami fluktuatif peningkatan
secara CAGR sebesar 6,78%. Rata-rata porsi beban distribusi dan penjualan Konsolidasian
Perseroan dan Entitas Anak selama tahun 2020-2024 adalah sebesar 8,48%.
Selama tahun 2020-2024, beban umum dan administrasi Konsolidasian Perseroan dan
Entitas Anak mengalami fluktuatif penurunan secara CAGR sebesar 2,07%. Rata-rata porsi
beban umum dan administrasi Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak selama tahun
2020-2024 adalah sebesar 3,24%. Hingga tanggal 30 Juni 2025, beban umum dan
administrasi Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak tercatat sebesar Rp143,84 miliar
dengan porsi beban umum dan administrasi sebesar 2,89%.
Selama tahun 2020-2024, rata-rata margin Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation,
and Amortization (EBITDA) Perseroan sebesar negatif 4,48%. Hingga 30 Juni 2025, EBITDA
Perseroan tercatat sebesar US$25,79 juta.
Selama tahun 2020-2024, laba kotor Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami
fluktuatif penurunan secara CAGR sebesar 3,79%. Rata-rata margin laba kotor Konsolidasian
Perseroan dan Entitas Anak selama tahun 2020-2024 sebesar 24,58%. Hingga tanggal 30
Juni 2025, laba kotor Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak tercatat sebesar Rp1,04
triliun dengan margin laba kotor sebesar 20,88%.
Selama tahun 2020-2024, laba tahun berjalan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
mengalami fluktuatif penurunan secara CAGR sebesar 3,43%. Rata-rata margin laba tahun
berjalan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak selama tahun 2020-2024 sebesar 6,64%.
Hingga tanggal 30 Juni 2025, laba periode berjalan Konsolidasian Perseroan dan Entitas
Anak tercatat sebesar Rp266,53 miliar dengan margin laba periode berjalan sebesar 5,36%.
Selama tahun 2020-2024, laba komprehensif Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
mengalami fluktuatif penurunan secara CAGR sebesar 2,31%. Rata-rata margin laba
komprehensif Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak selama tahun 2020-2024 sebesar
6,49%. Hingga per tanggal 30 Juni 2025, laba komprehensif Konsolidasian Perseroan dan
Entitas Anak tercatat sebesar Rp270,76 miliar dengan margin laba komprehensif sebesar
5,44%.
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan
Selama tahun 2020-2024, jumlah aset Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami
fluktuatif peningkatan secara Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 0,37%. Pada
tanggal 30 Juni 2025, jumlah aset Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak tercatat sebesar
Rp20,74 triliun.
Jumlah liabilitas Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak selama tahun 2020-2024
mengalami fluktuatif penurunan secara CAGR sebesar 11,36%. Selama tahun 2020-2024,
rata-rata rasio liabilitas terhadap aset dan rata-rata rasio liabilitas terhadap ekuitas
Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak masing-masing sebesar 0,48x dan 0,97x.
Pada tanggal 30 Juni 2025, jumlah liabilitas Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
tercatat sebesar Rp7,93 triliun dengan rasio liabilitas terhadap aset dan rasio liabilitas
terhadap ekuitas masing-masing sebesar 0,38x dan 0,62x.
Jumlah ekuitas Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak selama tahun 2020-2024
mengalami peningkatan secara CAGR sebesar 14,30%. Hingga tanggal 30 Juni 2025, jumlah
Konsolidasian ekuitas Perseroan dan Entitas Anak tercatat sebesar Rp12,81 triliun.
xii
Page 14
Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan
Selama tahun 2020-2024, Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian mencatat
adanya arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi.
Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian kembali mencatatkan arus kas bersih yang
diperoleh dari aktivitas operasi pada tahun 2023 dan tahun 2024 masing-masing sebesar
Rp1,21 triliun dan Rp1,88 triliun yang terutama karena penerimaan kas dari pelanggan.
Hingga tanggal 30 Juni 2025, Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian mencatat
arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi sebesar Rp332,41 miliar.
Selama tahun 2020-2024, Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian mencatat
adanya arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi. Perseroan dan Entitas Anak
secara konsolidasian kembali mencatatkan arus kas bersih yang digunakan dari aktivitas
investasi pada tahun 2023 dan tahun 2024 masing-masing sebesar Rp807,63 miliar dan
Rp767,01 miliar yang terutama karena pengeluaran kas untuk perolehan aset tetap.
Hingga tanggal 30 Juni 2025, Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian mencatat
adanya arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi sebesar Rp128,37 miliar.
Selama tahun 2020-2024, Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian mencatat
adanya arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan. Perseroan dan Entitas
Anak secara konsolidasian kembali mencatatkan arus kas bersih yang digunakan dari
aktivitas pendanaan pada tahun 2023 dan tahun 2024 masing-masing sebesar Rp335,92
miliar dan Rp1,30 triliun yang terutama karena pengeluaran kas untuk pembayaran
pinjaman bank jangka panjang.
Hingga tanggal 30 Juni 2025, Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian mencatat
adanya arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan sebesar Rp148,02 miliar.
b) Analisis proyeksi Keuangan Perseroan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi untuk periode
2025-2030:
Proyeksi Laba Rugi
Pendapatan
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, pendapatan Perseroan diproyeksikan tidak
mengalami perubahan, di mana pada akhir periode proyeksi, tahun 2030, pendapatan
Perseroan diproyeksikan sebesar Rp14,00 triliun.
Beban Pokok Pendapatan
Beban pokok pendapatan Perseroan diproyeksikan mengalami penurunan, di mana pada
akhir periode proyeksi, tahun 2030, dengan dilaksanakan Rencana Transaksi beban pokok
pendapatan Perseroan diproyeksikan sebesar Rp10,03 triliun dan tanpa melaksanakan
Rencana Transaksi sebesar Rp10,07 triliun. Penurunan beban pokok pendapatan, terutama
berasal dari efisiensi material.
Beban Usaha
Beban usaha Perseroan diproyeksikan mengalami peningkatan, di mana pada akhir periode
proyeksi, tahun 2030, dengan dilaksanakan Rencana Transaksi beban usaha Perseroan
diproyeksikan sebesar Rp1,848 triliun dan tanpa melaksanakan Transaksi Perseroan sebesar
Rp1,845 triliun. Peningkatan beban usaha, terutama berasal dari peningkatan beban
distribusi dan penjualan.
xiii
Page 15
EBIT
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, EBIT Perseroan selama periode Juli 2025 –
Desember 2030 diproyeksikan mengalami peningkatan, di mana pada akhir periode
proyeksi, tahun 2030, dengan dilaksanakan Rencana Transaksi, EBIT Perseroan
diproyeksikan sebesar Rp2,13 triliun dan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi sebesar
Rp2,09 triliun.
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, marjin EBIT Perseroan selama periode Juli 2025
– Desember 2030 diproyeksikan mengalami peningkatan. Rata-rata marjin EBIT Perseroan
selama tahun Juli 2025 – Desember 2030 dengan dilaksanakan Rencana Transaksi
diproyeksikan sebesar 12,36%, mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tanpa
melaksanakan Rencana Transaksi sebesar 12,10%.
Laba Bersih
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, laba bersih Perseroan selama periode Juli 2025
– Desember 2030 diproyeksikan mengalami peningkatan, di mana pada akhir periode
proyeksi, tahun 2030, dengan dilaksanakan Rencana Transaksi, laba bersih Perseroan
diproyeksikan sebesar Rp1,47 triliun dan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi sebesar
Rp1,44 triliun.
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, marjin laba bersih Perseroan selama periode
Juli 2025 – Desember 2030 diproyeksikan mengalami peningkatan dikarenakan laba bersih
Perseroan yang meningkat. Rata-rata marjin laba bersih Perseroan selama tahun Juli 2025 –
Desember 2030 dengan dilaksanakan Rencana Transaksi diproyeksikan sebesar 8,12%,
mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi
sebesar 7,93%.
Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
Aset
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, total aset Perseroan selama periode 2025-2030
diproyeksikan mengalami peningkatan. Dimana pada akhir periode proyeksi, tahun 2030
dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi, yaitu dari sebesar Rp23,58 triliun
menjadi sebesar Rp23,66 triliun pada tahun 2030, yang terutama berasal dari peningkatan
kas dan persediaan.
Liabilitas
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, total liabilitas Perseroan selama periode 2025-
2030 diproyeksikan mengalami peningkatan. Dimana pada akhir periode proyeksi, tahun
2030 dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi, yaitu dari sebesar Rp7,27 triliun
menjadi sebesar Rp7,25 triliun pada tahun 2030, yang terutama berasal dari peningkatan
utang usaha.
Ekuitas
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, total ekuitas Perseroan selama periode 2025-
2030 diproyeksikan mengalami peningkatan dikarenakan laba ditahan Perseroan yang
meningkat yang berasal dari peningkatan laba bersih Perseroan.
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, Total ekuitas Perseroan selama periode 2025-
2030 diproyeksikan mengalami peningkatan. Dimana pada akhir periode proyeksi, tahun
2030 dibandingkan tanpa melaksanakan Transaksi Perseroan, yaitu dari sebesar Rp16,32
xiv
Page 16
triliun menjadi sebesar Rp16,41 triliun pada tahun 2030, yang berasal dari peningkatan laba
ditahan.
Proyeksi Laporan Arus Kas
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi selama periode 2025 - 2030, arus kas yang
diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan diproyeksikan mengalami peningkatan di akhir
masa proyeksi pada tahun 2030 bila dibandingkan tanpa dilaksanakannya Rencana
Transaksi yaitu dari sebesar Rp1,19 triliun menjadi Rp1,23 triliun, yang terutama berasal
dari peningkatan EBITDA.
Arus kas yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan selama periode 2025 – 2030
diproyeksikan tidak mengalami perubahan dengan proyeksi pada tahun 2030 sebesar
Rp456 miliar.
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi selama periode 2025 - 2030, arus kas yang
digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan diproyeksikan mengalami peningkatan,
dengan arus kas pada tahun 2030 bila dibandingkan tanpa dilaksanakannya Rencana
Transaksi yaitu dari sebesar Rp873 miliar menjadi Rp887 miliar, yang berasal dari
peningkatan pembayaran dividen.
c) Analisis terhadap Laporan Keuangan Proforma Konsolidasian Perseroan per tanggal 30 Juni
2025, yang telah disiapkan oleh manajemen Perseroan:
Laba (Rugi)
Proforma pendapatan Perseroan tidak mengalami perubahan sehubungan dengan
pelaksanaan Rencana Transaksi.
Proforma beban pokok pendapatan Perseroan mengalami penurunan sehubungan
penghematan beban bahan baku dengan pelaksanaan Rencana Transaksi.
Proforma laba sebelum pajak dan laba bersih Perseroan mengalami peningkatan
sehubungan penurunan beban pokok pendapatan dengan pelaksanaan Rencana Transaksi.
Laporan Posisi Keuangan
Aset
Proforma Aset Lancar Perseroan mengalami penurunan yang berasal dari penurunan kas
sehubungan dengan Rencana Transaksi.
Proforma Aset Tidak Lancar Perseroan secara keseluruhan tidak mengalami perubahan
sehubungan dengan pelaksanaan Rencana Transaksi.
Secara keseluruhan, Proforma Jumlah Aset Perseroan mengalami penurunan atas
pelaksanaan Rencana Transaksi.
Liabilitas
Proforma Liabilitas Jangka Pendek Perseroan mengalami penurunan atas pelaksanaan
Rencana Transaksi, terutama berasal dari akun hutang usaha.
Proforma Liabilitas Jangka Panjang Perseroan secara keseluruhan tidak mengalami
perubahan sehubungan dengan pelaksanaan Rencana Transaksi .
Secara keseluruhan, Proforma Jumlah Liabilitas Perseroan mengalami penurunan atas
pelaksanaan Rencana Transaksi.
xv
Page 17
Ekuitas
Proforma Jumlah Ekuitas Perseroan mengalami peningkatan sehubungan dengan Rencana
Transaksi yang berasal dari peningkatan saldo laba.
Rasio Keuangan
ROE Perseroan mengalami peningkatan dari sebesar 2,08% menjadi 2,23% sehubungan
dengan pelaksanaan Transaksi Perseroan, dan ROA Perseroan mengalami peningkatan dari
sebesar 1,29% menjadi 1,38% dikarenakan adanya peningkatan jumlah Aset Perseroan
sehubungan dengan Rencana Transaksi.
d) Analisis Inkremental
Analisis Inkremental atas Rencana Transaksi dilakukan untuk mengukur nilai tambah dari
Rencana Transaksi dengan membandingkan proyeksi tanpa dan dengan Rencana Transaksi
untuk periode 2025 – 2030:
Laba (Rugi)
Pendapatan
Selama Juli 2025 – Desember 2030, dengan dilakukannya Rencana Transaksi, inkremental
pendapatan Perseroan tidak mengalami perubahan.
Beban pokok pendapatan
Inkremental proyeksi beban pokok pendapatan Perseroan hingga akhir periode proyeksi
tahun 2030 dengan melaksanakan Rencana Transaksi diproyeksikan mengalami penurunan
sebesar Rp43,06 miliar jika dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi.
Beban Usaha
Selama Juli 2025 – Desember 2030, inkremental proyeksi beban usaha Perseroan hingga
akhir periode proyeksi tahun 2030 dengan melaksanakan Rencana Transaksi diproyeksikan
mengalami peningkatan sebesar Rp3,02 miliar jika dibandingkan tanpa melaksanakan
Rencana Transaksi.
Laba Sebelum Pajak
Inkremental proyeksi laba sebelum pajak Perseroan selama periode Juli 2025 – Desember
2030 dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi diproyeksikan mengalami peningkatan
jika dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi yang berasal dari penurunan
beban pokok pendapatan sehubungan dengan Rencana Transaksi.
Laba Bersih
Inkremental proyeksi laba bersih Perseroan selama periode Juli 2025 – Desember 2030
dengan melaksanakan Rencana Transaksi mengalami peningkatan jika dibandingkan tanpa
melaksanakan Rencana Transaksi yang berasal dari penurunan beban pokok pendapatan
Perseroan.
Inkremental proyeksi laba bersih Perseroan hingga akhir periode 2030 dengan
melaksanakan Rencana Transaksi diproyeksikan berpotensi mengalami peningkatan
sebesar Rp28,83 miliar jika dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi.
Laporan Posisi Keuangan
Aset
Selama periode 2025 – 2030, dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, inkremental
jumlah aset Perseroan diproyeksikan berpotensi mengalami peningkatan, jika dibandingkan
xvi
Page 18
tanpa melaksanakan Rencana Transaksi, terutama berasal dari peningkatan kas, dan
persediaan.
Inkremental proyeksi Jumlah aset Perseroan pada tahun 2030 dengan melaksanakan
Rencana Transaksi mengalami peningkatan sebesar Rp72 miliar jika dibandingkan tanpa
melaksanakan Rencana Transaksi.
Liabilitas
Inkremental proyeksi jumlah liabilitas Perseroan selama periode 2025-2030 dengan
melaksanakan Rencana Transaksi diproyeksikan mengalami peningkatan jika dibandingkan
tanpa melaksanakan Rencana Transaksi. Peningkatan terutama berasal dari utang usaha.
Inkremental proyeksi Jumlah liabilitas Perseroan pada tahun 2030 dengan melaksanakan
Rencana Transaksi mengalami peningkatan sebesar Rp14 miliar jika dibandingkan tanpa
melaksanakan Rencana Transaksi.
Ekuitas
Inkremental proyeksi ekuitas Perseroan selama periode 2025-2030 dengan melaksanakan
Rencana Transaksi diproyeksikan berpotensi mengalami peningkatan jika dibandingkan
tanpa melaksanakan Rencana Transaksi yang berasal dari peningkatan saldo laba.
Inkremental proyeksi total ekuitas Perseroan pada tahun 2030 dengan melaksanakan
Rencana Transaksi diproyeksikan berpotensi mengalami peningkatan sebesar Rp87 miliar
jika dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi.
4. Analisis Faktor Relevan
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, tidak terdapat biaya atau
pendapatan yang relevan yang signifikan terkait dengan Rencana Transaksi, selain yang telah
diungkapkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran.
5. Analisis Kewajaran Harga Rencana Transaksi
Analisis kewajaran terhadap harga Rencana Transaksi dilakukan dengan membandingkan
Biaya Jasa berdasarkan draft perjanjian jasa pengelolaan fungsi pengadaan dengan
benchmarking margin/mark up berdasarkan laporan konsultan pajak.
Berdasarkan draft perjanjian jasa pengelolaan fungsi pengadaan antara Perseroan, SBA dan
SIG, Biaya Jasa adalah total biaya ditambah margin sebesar 8,2%.
Berdasarkan dokumen studi benchmarking – Pembayaran Jasa Pengadaan Perseroan oleh
DDTC, Transactional Net Margin Method (“TNMM”) terpilih sebagai metode transfer pricing
yang paling sesuai untuk menguji sifat kewajaran transaksi afiliasi Perseroan dengan
menggunakan rasio tingkat pengembalian total biaya (Net Cost-Plus Mark-up / Return on Total
Cost (“NCPM”) sebagai Profit Level Indicator (“PLI”).
Merujuk pada hasil analisis pencarian pembanding, rentang kewajaran perusahaan
pembanding dengan menggunakan PLI rasio NCPM selama 3 tahun (2022-2024) menghasilkan
rentang kewajaran dari 1,66% hingga 13,37% dengan median 3,93%.
Berdasarkan analisis yang dilakukan di atas, maka margin sebesar 8,2% adalah wajar karena
berada dalam kisaran “inter-quartile” antara 1,66% hingga 13,37%.
xvii
Page 19
KESIMPULAN
Dengan mempertimbangkan analisis kewajaran atas Rencana Transaksi yang dilakukan meliputi
analisis terhadap Rencana Transaksi, analisis kualitatif dan analisis kuantitatif, analisis atas
kewajaran harga transaksi serta faktor lain yang relevan, maka, menurut pendapat RSR, Rencana
Transaksi adalah wajar.
PENUTUP
Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan
penggunaan sebagian analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan
analisis dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan.
Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal Laporan Pendapat Kewajaran ini.
Jakarta, 22 Desember 2025
Hormat Kami,
KJPP Ruky, Safrudin & Rekan
Nursatrio, MAPPI (Cert.)
Rekan
Penilai Bisnis
Izin Penilai Publik No. : B-1.24.00663
STTD OJK No. : STTD.PB-60/PM-021/ 2024
MAPPI No. : 12-S-03901
xviii
Page 20
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai, kami yang bertanda tangan di bawah
ini menerangkan bahwa:
1. Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini kami telah bertindak secara
independen tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, dan SIG, ataupun
pihak-pihak yang terafiliasi dengan perusahaan tersebut. Kami juga tidak mempunyai
kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini.
2. Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
merugikan pada pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak
dipengaruhi oleh opini atas kewajaran Rencana Transaksi yang dihasilkan dari proses analisis
kewajaran ini dan kami hanya menerima imbalan sesuai yang tercantum pada Proposal No.
RSR/P-B/FO/011225 tanggal 1 Desember 2025. Adapun biaya jasa tersebut telah
memperhatikan ketentuan yang diatur oleh Ikatan Kantor Jasa Penilai (IKJPP) MAPPI.
3. Penilai bertanggung jawab atas opini Laporan Pendapat Kewajaran;
4. Pendapat Kewajaran dilaksanakan per tanggal 30 Juni 2025, parameter dan laporan keuangan
yang digunakan dalam analisis didasarkan pada data per tanggal 30 Juni 2025;
5. Penugasan pendapat kewajaran telah dilakukan dengan pemahaman terhadap Obyek Analisis
Pendapat Kewajaran pada Tanggal Penilaian dan analisis telah dilakukan sesuai dengan Tujuan
Pendapat Kewajaran sebagaimana diungkapkan dalam Laporan ini;
6. Laporan Pendapat Kewajaran ini disusun sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam Standar
Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII 2018, Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI), POJK 42/2020, POJK
35 dan SEOJK 17;
7. Opini yang dihasilkan dalam penugasan ini telah disajikan sebagai Kesimpulan pada Laporan
Pendapat Kewajaran ini;
8. Lingkup pekerjaan telah diungkapkan pada ruang lingkup dan data-data yang dianalisis serta
data ekonomi dan industri yang diungkapkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran ini pada
Sumber Data diperoleh dari berbagai sumber yang diyakini dapat dipertanggungjawabkan;
9. Laporan ini menjelaskan semua asumsi dan syarat-syarat pembatasan yang mempengaruhi
analisis, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam pendapat kewajaran ini;
10. Pernyataan yang menjadi dasar analisis, pendapat dan kesimpulan yang diuraikan di dalam
Laporan ini adalah benar, sesuai dengan pemahaman terbaik;
11. RSR telah melakukan wawancara dan diskusi dengan manajemen Perseroan yaitu dengan
Bapak Farid Nugraha - Finance Group Head Perseroan pada 3 Desember 2025 dengan agenda
pembahasan proyeksi konsolidasian Perseroan, sehubungan dengan penugasan Pendapat
Kewajaran.
12. Dalam melakukan penugasan ini, Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional
dalam menyiapkan Laporan Pendapat Kewajaran; dan
xix
Page 21
13. Tidak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam Laporan ini, telah menyediakan bantuan
profesional dalam menyiapkan Laporan Pendapat Kewajaran.
Jakarta, 22 Desember 2025
Signing Partner
Nursatrio, MAPPI (Cert.)
Penilai Bisnis
Izin Penilai Publik No. : B-1.24.00663
STTD OJK No. : STTD.PB-60/PM-021/2024
MAPPI No. : 12-S-03901 ......................................................
Reviewer
Ari Kurnia
MAPPI No. : 11-T-03180
Register No. RMK-2017.00649 .....................................................
Penilai
Agustya Lisdayanti
MAPPI No. : 18-P-08359
Register No. : RMK-2021.04059 .....................................................
M. Milzam Winandi
MAPPI No. : 22-P-11539
Register No. RMK-2025.05093 .....................................................
xx
Page 22
DAFTAR ISI
1 PENDAHULUAN .......................................................................................................... 1
1.1 Nomor dan Tanggal Laporan Pendapat Kewajaran ..................................................................... 1
1.2 Status Penilai ............................................................................................................................... 1
1.3 Identitas Pemberi Tugas .............................................................................................................. 2
1.4 Identitas Pengguna Laporan ........................................................................................................ 2
1.5 Tujuan Pendapat Kewajaran ........................................................................................................ 2
1.6 Obyek Analisis Pendapat Kewajaran ........................................................................................... 2
1.7 Sifat Transaksi .............................................................................................................................. 2
1.8 Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran ........................................................................................... 3
1.9 Pedoman dan Standar Penilaian ................................................................................................. 3
1.10 Tanggal Penilaian ......................................................................................................................... 3
1.11 Penggunaan Mata Uang .............................................................................................................. 4
1.12 Kejadian Setelah Tanggal Penilaian ............................................................................................. 4
1.13 Independensi Penilai ................................................................................................................... 4
1.14 Sumber Data dan Informasi ......................................................................................................... 4
1.15 Asumsi Pokok dan Kondisi Pembatas .......................................................................................... 5
1.16 Persyaratan Atas Persetujuan Untuk Publikasi ........................................................................... 7
2 METODOLOGI DAN ANALISIS KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI ................................ 8
2.1 Metodologi Pengkajian Kewajaran Rencana Transaksi ............................................................... 8
2.2 Analisis Rencana Transaksi .......................................................................................................... 8
2.2.1 Analisis Hubungan Antara Pihak – Pihak yang Bertransaksi ................................................... 8
2.2.2 Analisis Perjanjian dan Persyaratan Rencana Transaksi ....................................................... 13
2.2.3 Analisis Manfaat dan Risiko dari Rencana Transaksi ............................................................ 14
2.3 Analisis Kualitatif ....................................................................................................................... 15
2.3.1 Riwayat Singkat dan Kegiatan Usaha Perseroan .................................................................. 15
2.3.2 Alasan Rencana Transaksi..................................................................................................... 16
2.3.3 Analisis Industri .................................................................................................................... 17
2.3.4 Analisis Operasional dan Prospek Usaha Perseroan ............................................................ 23
2.3.5 Keuntungan dan Kerugian Rencana Transaksi ..................................................................... 35
2.4 Analisis Kuantitatif ..................................................................................................................... 35
2.4.1 Analisis Kinerja Historis ........................................................................................................ 36
2.4.2 Analisis Proyeksi Perseroan Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi .................................... 51
2.4.3 Analisis Terhadap Laporan Keuangan Proforma Perseroan ................................................. 60
2.5 Analisis Inkremental .................................................................................................................. 63
2.5.1 Analisis Inkremental Proyeksi Laporan Laba Rugi Perseroan Tanpa Dan Dengan Rencana
Transaksi Untuk Periode 2025-2030 .................................................................................... 64
2.5.2 Analisis Inkremental Proyeksi Laporan Posisi Perseroan Tanpa Dan Dengan Rencana
Transaksi Untuk Periode 2025-2030 .................................................................................... 65
2.5.3 Analisis Inkremental Proyeksi Laporan Arus Kas Perseroan Tanpa Dan Dengan Rencana
Transaksi Untuk Periode 2025-2030 .................................................................................... 66
2.5.4 Analisis Laba per Saham ....................................................................................................... 67
2.6 Analisis Faktor Lain Yang Relevan .............................................................................................. 67
2.7 Analisis Kewajaran Harga Rencana Transaksi ............................................................................ 68
3 KESIMPULAN ............................................................................................................ 69
xxi
Page 23
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2-1 : Perkembangan Produksi Semen Global Tahun 2020-2024 ....................................................... 18
Gambar 2-2 : Perkembangan Permintaan, Kapasitas, dan Utilisasi Semen di Indonesia Tahun 2020-2024 ... 18
Gambar 2-3 : Negara Produsen Semen Global Tahun 2024 ............................................................................ 19
Gambar 2-4 : Volume Penjualan Semen Perusahaan Publik Indonesia Tahun 2024 ...................................... 20
Gambar 2-5 : Proyeksi Permintaan, Kapasitas, dan Utilisasi Semen di Indonesia Tahun 2025-2030.............. 21
Gambar 2-6 : Proyeksi Pendapatan Material Bangunan dan Perangkat Keras Proyek Konstruksi di Indonesia
Tahun 2025 - 2029 ..................................................................................................................... 22
Gambar 2-7 : Perkembangan Pendapatan Perseroan dan Anak Perusahaan ................................................. 24
Gambar 2-8 : Produk Perseroan – Semen Kantong ......................................................................................... 24
Gambar 2-9 : Produk Perseroan – Semen Curah ............................................................................................. 25
Gambar 2-10 : Perkembangan Segmen Semen Perseroan dan Anak Perusahaan Tahun 2020 – Juni 2025 ... 26
Gambar 2-11 : Produk Perseroan – Produk Turunan ...................................................................................... 27
Gambar 2-12 : Perkembangan Segmen Agregat Perseroan dan Anak Perusahaan Tahun 2020 – Juni 2025 . 27
Gambar 2-13 : Produk Perseroan – Beton Siap Pakai (Ready-Mix Concrete).................................................. 28
Gambar 2-14 : Perkembangan Segmen Beton Siap Pakai Perseroan dan Anak Perusahaan Tahun 2020 – Juni
2025 ........................................................................................................................................... 30
Gambar 2-15 : Produk Perseroan – Pengolahan Limbah (Waste Management) ............................................ 31
Gambar 2-16 : Perkembangan Segmen Jasa Konstruksi Lainnya Perseroan dan Anak Perusahaan Tahun 2020
– Juni 2025 ................................................................................................................................. 32
Gambar 2-17 : Wilayah Operasional Perseroan .............................................................................................. 34
Gambar 2-18 : Perkembangan Segmen Pendapatan Usaha Konsolidasian Perseroan ................................... 36
Gambar 2-19 : Perkembangan Pendapatan, Laba Kotor, Laba Periode/ Tahun Berjalan, Laba Komprehensif
dan Laba per Saham Konsolidasian Perseroan .......................................................................... 41
Gambar 2-20 : Perkembangan Jumlah Aset, Jumlah Liabilitas, dan Jumlah Ekuitas Konsolidasian Perseroan
................................................................................................................................................... 45
Gambar 2-21 : Perkembangan Arus Kas Bersih Operasi, Investasi, Pendanaan, dan Kenaikan (Penurunan) Kas
Konsolidasian Perseroan ............................................................................................................ 48
xxii
Page 24
DAFTAR TABEL
Tabel 2-1 : Struktur Permodalan Saham Perseroan ........................................................................................ 10
Tabel 2-2 : Struktur Kepemilikan Saham SIG ................................................................................................... 11
Tabel 2-3 : Struktur Kepemilikan Saham SBA .................................................................................................. 13
Tabel 2-3 : Wilayah Operasional Perseroan dan Anak Perusahaan................................................................. 35
Tabel 2-4 : Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian Perseroan ....................... 37
Tabel 2-5 : Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan ....................................................................... 42
Tabel 2-5 : Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan (Lanjutan) ..................................................... 43
Tabel 2-6 : Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan ................................................................................... 46
Tabel 2-7 : Rasio Keuangan Konsolidasian Perseroan ..................................................................................... 49
Tabel 2-8 : Laporan Laba Rugi Perseroan Tanpa Rencana Transaksi ............................................................... 51
Tabel 2-9 : Laporan Laba Rugi Perseroan Dengan Rencana Transaksi ............................................................ 52
Tabel 2-10 : Laporan Posisi Keuangan Perseroan Tanpa Rencana Transaksi .................................................. 54
Tabel 2-12 : Laporan Posisi Keuangan Perseroan Dengan Rencana Transaksi ................................................ 55
Tabel 2-14 : Laporan Arus Kas Perseroan Tanpa Rencana Transaksi............................................................... 56
Tabel 2-15 : Laporan Arus Kas Perseroan Dengan Rencana Transaksi ............................................................ 57
Tabel 2-16 : Rasio Proyeksi Perseroan Tanpa Rencana Transaksi ................................................................... 58
Tabel 2-17 : Rasio Proyeksi Perseroan Dengan Rencana Transaksi ................................................................. 59
Tabel 2-18 : Laporan Laba Rugi Proforma ....................................................................................................... 60
Tabel 2-19 : Laporan Posisi Keuangan Proforma ............................................................................................. 61
Tabel 2-20 : Laporan Posisi Keuangan Proforma (Lanjutan)............................................................................ 62
Tabel 2-21 : Inkremental Proyeksi Laporan Laba Rugi Perseroan ................................................................... 64
Tabel 2-22 : Inkremental Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Perseroan ......................................................... 65
Tabel 2-24 : Inkremental Proyeksi Laporan Arus Kas Perseroan ..................................................................... 66
xxiii
Page 25
1 PENDAHULUAN
PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (”Perseroan”) merupakan anak perusahaan dari PT Semen
Indonesia (Persero) Tbk (“SIG”). Perseroan bergerak dalam industri bahan bangunan, perdagangan,
pertambangan, transportasi, dan pengelolaan limbah berbahaya.
Dalam rangka penerapan sentralisasi fungsi pengelolaan pengadaan di SIG Grup, Perseroan
bersama salah satu anak perusahaan Perseroan yang seluruh sahamnya dimiliki secara langsung dan
tidak langsung oleh Perseroan, yaitu PT Solusi Bangun Andalas (“SBA”), berencana untuk
menggunakan jasa pengelolaan fungsi pengadaan yang disediakan oleh SIG, untuk selanjutnya
disebut “Rencana Transaksi”.
Penjelasan spesifik Rencana Transaksi dapat dilihat pada bagian Latar Belakang dalam Laporan ini.
Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi merupakan Transaksi Afiliasi
sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/POJK.04/2020 tanggal
1 Juli 2020, tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan (“POJK 42/2020”), karena SIG
merupakan pemegang saham pengendali Perseroan.
Selanjutnya, berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi bukan
merupakan transaksi yang mengandung benturan kepentingan sebagaimana didefinisikan dalam
POJK 42 dan bukan merupakan transaksi material sebagaimana didefinisikan dalam Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan, Nomor 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020, tentang Transaksi Material
dan Perubahan Kegiatan Usaha (“POJK 17/2020”).
Untuk memenuhi ketentuan dalam POJK 42/2020, Perseroan telah menunjuk KJPP Ruky, Safrudin &
Rekan (“RSR”) sebagai Penilai Independen untuk memberikan Pendapat Kewajaran (”Fairness
Opinion”) atas Rencana Transaksi sebagaimana diinformasikan di atas bagi para pemegang saham
Perseroan.
1.1 Nomor dan Tanggal Laporan Pendapat Kewajaran
RSR telah menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Penggunaan Jasa Pengelolaan
Fungsi Pengadaan dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk dengan Laporan No. 00091/2.0095-
00/BS/04/0663/1/XII/2025 tanggal 22 Desember 2025.
1.2 Status Penilai
RSR memiliki izin usaha dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia No. 2.11.0095 berdasarkan
Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 1131/KM.1/2011 tanggal 14 Oktober
2011.
Penilai Publik yang menandatangani laporan penilaian adalah penilai yang memiliki kompetensi
dalam melakukan penilaian serta telah memperoleh izin sebagai penilai publik dari Kementerian
Keuangan Republik Indonesia dan terdaftar sebagai Penilai di Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”).
Sesuai Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 335/KM.1/2024 tertanggal 21 Mei
2024 mengenai izin penilai Nursatrio, MAPPI (Cert.) yang ditetapkan sebagai Penilai di Bidang Jasa
Penilaian Bisnis dengan berkualifikasi Penilai Bisnis (B) No. B-1.24.00663 dan terdaftar sebagai
profesi penunjang pasar modal di OJK berdasarkan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar
Modal Penilai Bisnis dengan No. STTD.PB-60/PM-021/2024.
1
Page 26
1.3 Identitas Pemberi Tugas
Dalam laporan ini, Perseroan bertindak sebagai “Pemberi Tugas”:
Nama : PT Solusi Bangun Indonesia Tbk
Alamat : Talavera Suite Lantai 15
Talavera Office Park
Jl. TB Simatupang No. 22-26
Jakarta Selatan, 12430
Telepon : 021-2986 1000
Faksimile : 021-2986 3333
Website : corpsec.sbi@sig.id
Website : https://solusibangunindonesia.com
Bidang usaha : Menjalankan usaha dalam bidang bahan bangunan, perdagangan,
pertambangan, transportasi dan pengelolaan limbah berbahaya.
1.4 Identitas Pengguna Laporan
Dalam laporan ini, Pengguna Laporan adalah:
Nama : PT Solusi Bangun Indonesia Tbk
Alamat : Talavera Suite Lantai 15
Talavera Office Park
Jl. TB Simatupang No. 22-26
Jakarta Selatan, 12430
Telepon : 021-2986 1000
Faksimile : 021-2986 3333
Website : corpsec.sbi@sig.id
Website : https://solusibangunindonesia.com
Bidang usaha : Menjalankan usaha dalam bidang bahan bangunan, perdagangan,
pertambangan, transportasi dan pengelolaan limbah berbahaya.
1.5 Tujuan Pendapat Kewajaran
Tujuan Laporan Pendapat Kewajaran ini adalah untuk memberikan opini atas kewajaran rencana
Perseroan dan SBA untuk menggunakan jasa pengelolaan fungsi pengadaan yang disediakan oleh
SIG, sebagaimana didefinisikan dalam laporan ini dalam rangka memenuhi ketentuan OJK Pasar
Modal, tidak untuk perbankan, perpajakan, serta tidak untuk bentuk rencana transaksi lainnya.
1.6 Obyek Analisis Pendapat Kewajaran
Obyek analisis kewajaran adalah rencana Perseroan dan SBA untuk menggunakan jasa pengelolaan
fungsi pengadaan yang disediakan oleh SIG.
1.7 Sifat Transaksi
Transaksi Afiliasi
Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, SIG merupakan pemegang saham pengendali
Perseroan, sehingga Rencana Transaksi termasuk Transaksi Afiliasi sebagaimana didefinisikan dalam
POJK 42/2020.
2
Page 27
Selanjutnya, berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, tidak terdapat perbedaan
kepentingan ekonomis antara Perseroan dengan kepentingan ekonomis pribadi anggota Direksi,
anggota Dewan Komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali dalam Rencana Transaksi,
yang dapat merugikan Perseroan, sehingga Rencana Transaksi bukan merupakan suatu Transaksi
Benturan Kepentingan sebagaimana dimaksud dalam POJK 42/2020.
Transaksi Material
Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, jumlah nilai Transaksi dibawah 20% dari jumlah
modal Perseroan berdasarkan laporan keuangan tengah tahunan Perseroan per 30 Juni 2025,
sehingga Rencana Transaksi bukan merupakan transaksi material sebagaimana didefinisikan dalam
POJK 17/2020.
Untuk memenuhi ketentuan dalam POJK 42/2020, Perseroan telah menunjuk RSR sebagai Penilai
Independen untuk memberikan Pendapat Kewajaran (”Fairness Opinion”) atas Rencana Transaksi
sebagaimana diinformasikan di atas bagi para pemegang saham Perseroan.
1.8 Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran
Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran akan didasarkan pada analisis atas kewajaran Rencana Transaksi
untuk memenuhi ketentuan POJK 42/2020.
Ruang lingkup Pendapat Kewajaran antara lain identifikasi masalah (identifikasi batasan, maksud,
dan tujuan serta objek), pengumpulan data dan wawancara, analisis transaksi, analisis kewajaran
transaksi, penyusunan laporan.
1.9 Pedoman dan Standar Penilaian
Laporan Pendapat Kewajaran ini disusun sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII
tahun 2018 dengan Edisi Revisi pada SPI 300, SPI 310, SPI 320, dan SPI 330 yang ditetapkan pada
1 Maret 2020 dan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) seperti yang ditetapkan oleh Masyarakat Profesi
Penilai Indonesia (MAPPI), POJK 42/2020, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK
35”) dan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian
dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“SEOJK 17”).
1.10 Tanggal Penilaian
Analisis Pendapat Kewajaran dilakukan per tanggal 30 Juni 2025, parameter dan laporan keuangan
yang digunakan dalam analisis didasarkan pada data per tanggal 30 Juni 2025.
3
Page 28
1.11 Penggunaan Mata Uang
Dalam analisis pendapat kewajaran, mata uang yang digunakan adalah mata uang Rupiah (“Rp”).
1.12 Kejadian Setelah Tanggal Penilaian
Dari tanggal penilaian, yaitu tanggal 30 Juni 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan
pendapat kewajaran ini, tidak terdapat kejadian penting yang dapat mempengaruhi opini
kewajaran.
Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan pendapat kewajaran ini.
1.13 Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini kami telah bertindak secara independen
tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, SIG, SBA ataupun pihak-pihak yang
terafiliasi dengan perusahaan tersebut. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan
pribadi berkaitan dengan penugasan ini.
Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan
pada pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh opini
atas kewajaran Rencana Transaksi yang dihasilkan dari proses analisis kewajaran ini dan kami hanya
menerima imbalan sesuai yang tercantum pada Proposal No. RSR/P-B/FO/011225 tanggal
1 Desember 2025. Adapun biaya jasa tersebut telah memperhatikan ketentuan yang diatur oleh
Ikatan Kantor Jasa Penilai (IKJPP) MAPPI.
1.14 Sumber Data dan Informasi
Sebagai Penilai Independen dalam mempersiapkan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi,
kami telah menelaah, mengacu dan mempertimbangkan atas data dan dokumen yang disampaikan
oleh manajemen Perseroan atas hal-hal sebagai berikut:
1. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan Interim untuk
periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 yang telah diaudit oleh Kantor
Akuntan Publik (KAP) Liana Ramon Xenia & Rekan dengan opini tanpa modifikasian dan
ditandatangani pada tanggal 26 September 2025 oleh Juan Ramon Junius Siahaan dengan
Izin Akuntan Publik No. AP. 1672.
2. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP Liana Ramon
Xenia & Rekan dengan opini tanpa modifikasian dan telah ditandatangani pada tanggal 26
Maret 2025 oleh Juan Ramon Junius Siahaan dengan Izin Akuntan Publik No. AP. 1672.
3. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP Imelda & Rekan
dengan opini tanpa modifikasian dan telah ditandatangani pada tanggal 7 Maret 2024 oleh
Juan Ramon Junius Siahaan dengan Izin Akuntan Publik No. AP. 1672.
4. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP Imelda & Rekan
dengan opini tanpa modifikasian dan telah ditandatangani pada tanggal 23 Februari 2023
oleh Theodorus Bambang Dwi K.A., dengan Izin Akuntan Publik No. AP. 1208.
5. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP Tanudiredja,
4
Page 29
Wibisana, Rintis & Rekan dengan opini tanpa modifikasian dan telah ditandatangani pada
tanggal 22 Februari 2022 oleh Daniel Kohar, S.E., CPA., dengan Izin Akuntan Publik No. AP.
1130.
6. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP Tanudiredja,
Wibisana, Rintis & Rekan dengan opini tanpa modifikasian dan telah ditandatangani oleh
Daniel Kohar, S.E., CPA., pada tanggal 3 Mei 2021 dengan Izin Akuntan Publik No. AP. 1130.
7. Proyeksi Keuangan Konsolidasian Perseroan tanpa dan dengan Rencana Transaksi untuk
tahun 2025-2030, yang disiapkan oleh manajemen Perseroan. RSR telah melakukan review
atas proyeksi keuangan tersebut untuk memperoleh keyakinan atas kewajaran proyeksi
keuangan.
8. Laporan Keuangan Konsolidasian Proforma Perseroan per 30 Juni 2025, yang telah disiapkan
oleh manajemen Perseroan.
9. Draft Perjanjian Jasa Pengelolaan Fungsi Pengadaan antara Perseroan, SBA dan SIG yang
disediakan oleh manajemen Perseroan;
10. Draft Keterbukaan Informasi Perseroan
RSR telah melakukan wawancara dan diskusi dengan manajemen Perseroan, termasuk diantaranya,
Bapak Farid Nugraha - Finance Group Head Perseroan pada 3 Desember 2025 dengan agenda
pembahasan proyeksi konsolidasian Perseroan, sehubungan dengan penugasan Pendapat
Kewajaran.
Atas data yang telah disampaikan tersebut, kami telah menerima Representation Letter dari
manajemen Perseroan No. 001/Fin-SBI/XII/2025 tertanggal 22 Desember 2025 sehubungan dengan
penugasan Pendapat Kewajaran;
Dalam menyiapkan laporan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi, kami juga memperoleh
bantuan dari tenaga ahli yaitu Danny Darussalam Tax Center (“DDTC”) berdasarkan Laporan Studi
Benchmarking – Pembayaran Jasa Pengadaan PT Solusi Bangun Indonesia Tbk dengan
No. 138/DDTC-1A/XII/2025 tanggal 19 Desember 2025 ditandatangani oleh Yusuf Wangko
Ngantung
Kami juga menggunakan berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak dan elektronik,
seperti Bank Indonesia, dan Bursa Efek Indonesia serta hasil analisis lain yang kami anggap relevan
dengan penugasan pendapat kewajaran.
1.15 Asumsi Pokok dan Kondisi Pembatas
Asumsi
Laporan Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion, kami telah melakukan penelaahan
atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses penyusunan pendapat kewajaran, data dan
informasi yang diperoleh berasal baik dari manajemen Perseroan maupun dari sumber lain yang
dapat dipercaya keakuratannya.
Laporan Pendapat Kewajaran ini disusun dengan menggunakan Proyeksi Keuangan yang disiapkan
oleh manajemen Perseroan dengan mencerminkan kewajaran proyeksi dan kemampuan
pencapaiannya (fiduciary duty).
Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan analisis kewajaran proyeksi keuangan yang telah
disiapkan manajemen Perseroan.
Kami bertanggung jawab atas opini yang dihasilkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran.
5
Page 30
Laporan Pendapat Kewajaran bersifat terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan.
Kami telah memperoleh informasi atas status hukum objek Pendapat Kewajaran dari Perseroan.
Kondisi Pembatas
Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan pada prinsip integritas informasi dan data. Dalam
menyusun Pendapat Kewajaran ini, kami melandaskan dan berdasarkan pada sumber data dan
informasi sebagaimana diberikan manajemen Perseroan, yang mana berdasarkan hakekat
kewajaran adalah benar, lengkap, dapat diandalkan, serta tidak menyesatkan.
Kami tidak melakukan audit ataupun uji tuntas secara mendetail atas penjelasan maupun data-data
yang diberikan oleh manajemen Perseroan, baik lisan maupun tulisan. Dengan demikian kami tidak
dapat memberikan jaminan atau bertanggung-jawab terhadap kebenaran dan kelengkapan dari
informasi atau penjelasan tersebut.
Sebagai dasar bagi kami untuk melakukan analisis dalam mempersiapkan Pendapat Kewajaran atas
Rencana Transaksi, kami menggunakan data-data sebagaimana tercantum pada bagian Sumber
Data dan Informasi sebagai bahan penelaahan, perhitungan dan analisis.
Segala perubahan terhadap data tersebut di atas dapat mempengaruhi hasil analisis kami secara
material. Oleh karena itu, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya
perbedaan kesimpulan yang disebabkan perubahan data tersebut.
Pendapat Kewajaran ini disusun hanya dengan mempertimbangkan sudut pandang pemegang
saham Perseroan dan tidak mempertimbangkan sudut pandang stakeholders lain serta aspek-aspek
lainnya.
Pendapat Kewajaran ini disusun dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan perekonomian,
kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan pemerintah pada tanggal laporan pendapat
kewajaran ini dikeluarkan.
Laporan Pendapat Kewajaran ini hanya dilakukan terhadap Tujuan Pendapat Kewajaran seperti yang
telah diuraikan di atas, dan tidak untuk bentuk rencana transaksi lainnya.
Kami menganggap bahwa sejak Tanggal Penilaian hingga laporan pendapat kewajaran diterbitkan,
tidak terdapat kejadian luar biasa yang secara material, baik secara makro ekonomi maupun
industri, saat kini maupun yang akan datang, dapat berpengaruh terhadap bisnis Perseroan dan
rencana bisnis dan anggaran Perseroan.
Dengan ini kami menyatakan bahwa penugasan kami tidak termasuk menganalisis transaksi-
transaksi di luar Tujuan Pendapat Kewajaran yang mungkin tersedia bagi Perseroan serta pengaruh
dari transaksi-transaksi tersebut terhadap Tujuan Pendapat Kewajaran, dan juga bukan merupakan
analisis penggunaan yang paling mungkin dan optimal dari Tujuan Pendapat Kewajaran.
Kami ingin menekankan bahwa hasil analisis dan penelaahan kami secara khusus hanya terbatas
pada aspek finansial atas Rencana Transaksi, kami tidak melakukan penelitian atas keabsahan
Rencana Transaksi dari segi hukum dan implikasi aspek perpajakan dari Rencana Transaksi tersebut,
karena hal tersebut berada di luar lingkup penugasan kami.
Penggunaan atas sebagian atau keseluruhan dari laporan harus mendapatkan persetujuan dari
manajemen Perseroan mengingat kemungkinan adanya informasi yang bersifat rahasia dan dapat
mempengaruhi kompetisi dan operasional Perseroan.
Mengingat bahwa ada kemungkinan terjadinya perbedaan waktu dari tanggal laporan ini dengan
pelaksanaan Rencana Transaksi, maka kesimpulan laporan kewajaran yang diinformasikan tersebut
di atas, hanya berlaku apabila tidak ada perubahan signifikan yang akan berdampak material
6
Page 31
terhadap kewajaran dari Rencana Transaksi. Perubahan tersebut termasuk perubahan baik secara
internal pada masing-masing perusahaan maupun secara eksternal meliputi: kondisi pasar dan
perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan pemerintah Indonesia setelah
tanggal laporan ini dikeluarkan. Bila mana setelah tanggal laporan ini dikeluarkan terjadi perubahan
tersebut di atas, maka pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi ini mungkin berbeda.
Kami juga berpegang kepada surat pernyataan (representation letter) dari manajemen Perseroan
atas penugasan kami untuk mempersiapkan laporan pendapat kewajaran, bahwa mereka telah
menyampaikan seluruh informasi penting dan relevan berkenaan dengan pendapat kewajaran dan
sepanjang pengetahuan manajemen Perseroan tidak ada faktor material yang belum diungkapkan
dan dapat menyesatkan.
Tingkat Kedalaman Investigasi
Dalam melakukan penugasan, tidak ada batas atau pembatasan dalam melakukan penelaahan,
perhitungan dan analisis.
RSR telah melakukan wawancara dan diskusi dengan manajemen Perseroan pada tanggal
3 Desember 2025 yaitu dengan Bapak Farid Nugraha - Finance Group Head Perseroan dengan
agenda pembahasan proyeksi konsolidasian Perseroan, sehubungan dengan penugasan Pendapat
Kewajaran.
Tenaga Ahli
Dalam melakukan Pendapat Kewajaran atas Rencana Perseroan, RSR menggunakan bantuan dari
tenaga ahli yaitu Danny Darussalam Tax Center (“DDTC”) untuk melakukan kajian atas kewajaran
penentuan margin/mark-up penyediaan jasa Pengadaan yang digunakan dalam Rencana Transaksi.
Kajian tersebut telah disampaikan dalam dokumen Studi Benchmarking – Pembayaran Jasa
Pengadaan PT Solusi Bangun Indonesia Tbk dengan No. 138/DDTC-1A/XII/2025 tanggal 19
Desember 2025;
1.16 Persyaratan Atas Persetujuan Untuk Publikasi
Laporan Pendapat Kewajaran bersifat terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan
7
Page 32
2 METODOLOGI DAN ANALISIS KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI
2.1 Metodologi Pengkajian Kewajaran Rencana Transaksi
Dalam menilai kewajaran Rencana Transaksi, kami menggunakan metodologi analisis sebagai
berikut :
1. Analisis Rencana Transaksi berupa identifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana
Transaksi, analisis persyaratan dari perjanjian atas Rencana Transaksi, analisis manfaat dan risiko
Rencana Transaksi;
2. Analisis Kualitatif berupa analisis terhadap riwayat singkat Perseroan dan kegiatan usaha,
analisis industri, analisis operasional dan prospek usaha Perseroan, alasan dan latar belakang
Rencana Transaksi, serta keuntungan dan kerugian Rencana Transaksi;
3. Analisis Kuantitatif berupa analisis kinerja historis, analisis proyeksi keuangan, analisis proforma
laporan keuangan, dan analisis inkremental;
4. Analisis atas faktor lain yang relevan, berupa analisis biaya dan pendapatan yang relevan,
informasi non keuangan yang relevan yang dapat memberikan keyakinan bagi Penilai dalam
memberikan opini kewajaran;
5. Analisis kewajaran Harga Rencana Transaksi.
2.2 Analisis Rencana Transaksi
Berdasarkan metodologi pengkajian kewajaran atas Rencana Transaksi yang disebutkan di atas,
analisis kewajaran Transaksi meliputi identifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam Transaksi, analisis
termin dan persyaratan dari perjanjian atas Transaksi, analisis manfaat dan risiko Transaksi.
2.2.1 Analisis Hubungan Antara Pihak – Pihak yang Bertransaksi
Berdasarkan penjelasan manajemen, berikut adalah keterangan pihak-pihak yang terkait dalam
Rencana Transaksi adalah Perseroan sebagai penerima layanan dan SIG sebagai penyedia layanan.
1. Perseroan
a) Riwayat Singkat
Perseroan merupakan sebuah perseroan terbatas terbuka yang pertama kali didirikan
dengan nama PT Semen Cibinong berdasarkan hukum Negara Republik Indonesia di bawah
kerangka Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 sebagaimana diubah oleh Undang-Undang No.
11 Tahun 1970 tentang Penanaman Modal Asing. Perseroan didirikan berdasarkan Akta
Pendirian No. 53 tanggal 15 Juni 1971, dibuat di hadapan Abdul Latief, S.H., Notaris di
Jakarta. Akta Pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia
berdasarkan Keputusan No. J.A.5/149/7 tanggal 23 September 1971 dan diumumkan pada
Berita Negara Republik Indonesia No. 82 tanggal 12 Oktober 1971, Tambahan No. 466.
Perseroan mengalami perubahan nama menjadi PT Holcim Indonesia Tbk berdasarkan Akta
No. 21 tanggal 30 November 2005, dibuat di hadapan Dr. Amrul Partomuan Pohan, S.H.,
LL.M, Notaris di Jakarta. Akta tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Keputusan No. C-34995
HT.01.04.TH.2005 tanggal 30 Desember 2005. Akta tersebut juga telah didaftarkan dalam
Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Selatan No. 54/RUB.09.03/I/2006 tanggal 24
Januari 2006 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 10 tanggal
3 Februari 2006, Tambahan No. 1311/2006.
8
Page 33
Kemudian pada tahun 2019, Perseroan kembali melakukan perubahan nama menjadi PT
Solusi Bangun Indonesia Tbk berdasarkan Akta No. 11 tanggal 11 Februari 2019, dibuat di
hadapan Aulia Taufani, S.H., Notaris di Jakarta. Akta tersebut telah mendapatkan
persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan
Keputusan No. AHU-0008550.AH.01.02.TAHUN 2019 tanggal 18 Februari 2019. Akta
tersebut juga telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No.
AHU-AH.01.03-0097407 tanggal 18 Februari 2019. Akta tersebut juga telah didaftarkan
dalam Daftar Perseroan pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia di bawah No. AHU-0026748.AH.01.11.TAHUN 2019 tanggal 18 Februari 2019.
Anggaran Dasar Perseroan telah diubah dari waktu ke waktu, terakhir kali diubah
berdasarkan:
▪ Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham No. 52 tanggal 13 Oktober 2021, dibuat
di hadapan Aulia Taufani, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah diberitahukan kepada
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat
Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.03-0460469
tanggal 13 Oktober 2021 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan pada
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-
0177878.AH.01.11.TAHUN 2021 tanggal 13 Oktober 2021; juncto/ jo
▪ Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Nomor 91
tanggal 31 Mei 2024, dibuat di hadapan Aulia Taufani, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah
mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia Nomor AHU-0034010.AH.01.02.TAHUN 2024 tanggal 10 Juni 2024 dan telah
didaftarkan dalam Daftar Perseroan pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia Nomor AHU-0113559.AH.01.11.TAHUN 2024 tanggal 10 Juni 2024
("Akta No. 52/2021 jo No. 91/2024").
b) Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Usaha
Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, maksud dan tujuan Perseroan adalah
berusaha dalam bidang Industri Pengolahan (Industri kemasan dan kotak dari kertas dan
karton dan Industri semen), bidang Konstruksi (termasuk pengangkutan dan pergudangan
yaitu, angkutan laut dalam negeri untuk barang khusus dan pergudangan dan penyimpanan,
bidang Penunjang Usaha Lainnya (aktivitas pengepakan), bidang Perdagangan Besar
(Perdagangan besar semen, kapur, pasir dan batu), bidang Pengelolaan Air Limbah,
Pengelolaan dan Daur Ulang Sampah (termasuk aktivitas profesional, ilmiah dan teknis
yaitu, pengelolaan dan pembuangan sampah tidak berbahaya, pengelolaan dan
pembuangan sampah berbahaya; jasa pengujian laboratorium; dan aktivitas profesional,
ilmiah dan teknis lainnya yang tidak termasuk dalam lainnya), bidang aktivitas konsultasi
manajemen lainnya, dan dalam bidang pertambangan dan penggalian (penggalian batu
kapur/gamping, penggalian tanah dan tanah liat.
Perseroan mengoperasikan empat pabrik semen di Narogong (Jawa Barat), Cilacap (Jawa
Tengah), Tuban (Jawa Timur), dan Lhoknga (Aceh), dengan total kapasitas 14,86 juta ton
semen per tahun.
Kantor pusat Perseroan berada di Gedung Talavera Suite Lantai 15, Talavera Office Park, Jl.
TB Simatupang No. 22-26, Jakarta, Indonesia.
c) Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham
Struktur permodalan dan pemegang saham Perseroan berdasarkan Laporan Keuangan
Audit Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak per tanggal 30 Juni 2025 adalah sebagai
9
Page 34
berikut:
Tabel 2-1 : Struktur Permodalan Saham Perseroan
Jumlah Nominal Kepemilikan
Keterangan Jumlah Saham
(Juta Rupiah) (%)
Modal Dasar 30.651.600.000 15.325.800
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk 7.533.148.888 3.766.574 83,52%
Taiheiyo Cement Corporation 1.367.396.991 683.698 15,16%
Publik 118.836.094 59.418 1,32%
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 9.019.381.973 4.509.691 100,00%
Jumlah Saham Dalam Portepel 21.632.218.027 10.816.109
Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak per tanggal 30 Juni 2025
d) Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
Susunan dewan komisaris dan direksi Perseroan berdasarkan Laporan Keuangan
konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak per tanggal 30 Juni 2025 adalah sebagai berikut :
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Prijo Sambodo
Komisaris Independen : Prijo Sambodo
Komisaris : Herudi Kandau Nugroho
Komisaris : Shinji Fukami
Direksi
Direktur Utama : Asri Mukhtar
Direktur : Soni Asrul Sani
Direktur : Ony Suprihartono
Direktur : Yasuhide Abe
2. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (“SIG”)
a) Riwayat Singkat
SIG didirikan dengan nama NV Pabrik Semen Gresik pada tanggal 25 September 1953,
berdasarkan Akta No. 41 tanggal 17 April 1961 oleh Notaris Raden Mr. Soewandi, kemudian
berubah menjadi PT Semen Gresik (Persero) berdasarkan Akta No. 81 tanggal 24 Oktober
1969 oleh J.N. Siregar, S.H., notaris di Jakarta.
Anggaran Dasar SIG telah mengalami perubahan, terakhir antara lain mengenai tugas,
wewenang dan kewajiban Dewan Komisaris dan Direksi berdasarkan Akta Notaris No. 7
tanggal 3 Mei 2024 yang dibuat di hadapan Aulia Taufani, S.H., Notaris di Jakarta. Perubahan
ini telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia pada tanggal 22 Mei 2024, melalui surat keputusan No. AHU-AH.01.03.0117988
tanggal 22 Mei 2024.
b) Ruang Lingkup Kegiatan Usaha
Berdasarkan Pasal 3 anggaran dasar SIG, ruang lingkup dari aktivitas SIG bergerak dalam
bidang industri semen, termasuk kegiatan produksi, menambang dan/atau menggali bahan
yang diperlukan dalam industri semen atau industri lainnya, perdagangan, pemasaran dan
distribusi terkait dengan industri semen serta pemberian jasa untuk industri semen
dan/atau industri lainnya.
10
Page 35
c) Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham
Struktur permodalan dan pemegang saham SIG per 30 Juni 2025 berdasarkan Laporan
Keuangan SIG per 30 Juni 2025 adalah sebagai berikut:
Tabel 2-2 : Struktur Kepemilikan Saham SIG
Jumlah Nominal Kepemilikan
Keterangan Jumlah Saham
(Juta Rupiah) (%)
Modal Dasar
Saham Seri A 1 0
Saham Seri B 19.999.999.999 2.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
Saham Seri A - Pemerintah Negara RI 1 0 0,00%
Saham Seri B :
PT Danantara Asset PT Danantara Asset 3.457.023.004 345.702 51,20%
Management (Persero)
Lydia Silvanna Djaman (Komisaris) 199.600 20 0,00%
Andriano Hosny P (Wakil Direktur Utama) 381.300 38 0,01%
Reni Wulandari (Direktur) 188.700 19 0,00%
Masyarakat (masing-masing 3.293.747.484 329.375 48,79%
dibawah 5%)
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 6.751.540.089 675.154 100,00%
Jumlah Saham Dalam Portepel 13.248.459.910 1.324.846
Sumber: Laporan Keuangan SIG per tanggal 30 Juni 2025.
d) Susunan Dewan Direksi
Susunan Dewan Direksi SIG per 30 Juni 2025 berdasarkan informasi manajemen Perseroan
adalah sebagai berikut :
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Sigit Widyawan *)
Komisaris : Christina Aryani
Komisaris : Agung Budi Mulyanto *)
Komisaris : Lydia Silvanna Djaman
Komisaris : Saor Siagian *)
Komisaris : Satya Bhakti Parikesit
Komisaris : Ratna Irsana *)
Dewan Direksi
Direktur Utama : Indrieffouny Indra
Wakil Direktur Utama : Andriano Hosny Panangian
Direktur : Sigit Prastowo
Direktur : Reni Wulandari
Direktur : Dicky Saelan
Direktur : Dennis Pratistha
Direktur : Hadi Setiadi
*) Komisaris Independen
3. PT Solusi Bangun Andalas (“SBA”)
a) Riwayat Singkat
SBA didirikan berdasarkan Akta No. 115 tertanggal 11 April 1980, yang dibuat di hadapan
Kartini Muljadi, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah memperoleh pengesahan oleh Menteri
11
Page 36
Kehakiman melalui Surat Keputusan Menkumham No. Y.A.5556’18 tertanggal 16 Desember
1980, yang telah didaftarkan dalam Kepaniteraan Pengadilan Negeri Banda Aceh dalam
Buku Register No. 170/1980 tanggal 29 Desember 1980, dan telah diumumkan dalam Berita
Negara Republik Indonesia No. 34 tertanggal 28 April 1981 dan Tambahan No. 340 (“Akta
Pendirian SBA”).
Anggaran dasar SBA yang ternyata dalam Akta Pendirian SBA telah mengalami perubahan
beberapa kali, sebagaimana terakhir diubah berdasarkan Akta No. 02 tertanggal 14 Juni
2024, yang dibuat di hadapan Devi Yunanda, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, yang telah
memperoleh persetujuan dari Menkumham melalui Surat Keputusan No. AHU-
0035972.AH.01.02.TAHUN 2024 tertanggal 19 Juni 2024 dan telah didaftarkan dalam Daftar
Perseroan No. AHU-0120171.AH.01.11.TAHUN 2024 TANGGAL 19 Juni 2024 (“Akta No.
2/2024”), yang untuk selanjutnya disebut sebagai “Anggaran Dasar SBA”.
b) Ruang Lingkup Kegiatan Usaha
Berdasarkan Berdasarkan Pasal 3 ayat (1) Anggaran Dasar SBA, maksud dan tujuan SBA
adalah melakukan usaha dalam bidang:
a. Industri Pengolahan;
b. Pengangkutan dan pergudangan;
c. Perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor;
d. Aktivitas profesional, ilmiah dan teknis;
e. Treatment air, treatment air limbah, treatment dan pemulihan material sampah dan
aktivitas remediasi;
f. Pengadaan listrik, gas, uap/air panas dan udara dingin;
g. Pertambangan dan penggalian;
h. Konstruksi;
i. Aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen
perjalanan dan penunjang usaha lainnya; dan
j. Real estate
c) Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham
Berdasarkan Akta No. 02 tertanggal 10 Februari 2016, yang dibuat di hadapan Devi
Yunanda, S.H., M.Kn., Notaris di Tangerang, yang telah diberitahukan kepada dan diterima
oleh Menkumham melalui Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar
Perseroan No. AHU-AH.01.03-0021428 tertanggal 10 Februari 2016 dan telah didaftarkan
dalam Daftar Perseroan No. AHU-0017883.AH.01.11.TAHUN 2016 tertanggal 10 Februari
2016 (“Akta No. 2/2016”), struktur permodalan dan susunan pemegang saham SBA per 30
Juni 2025 adalah sebagai berikut:
12
Page 37
Tabel 2-3 : Struktur Kepemilikan Saham SBA
Jumlah Nominal Kepemilikan
Keterangan Jumlah Saham
(Juta Rupiah) (%)
Modal Dasar 1.948.140 122.392
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
Perseroan 1.948.040 122.386 99,99%
PT Solusi Bangun Beton 100 6 0,01%
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 1.948.140 122.392 100,00%
Jumlah Saham Dalam Portepel - -
Sumber: Laporan Keuangan SBA per tanggal 30 Juni 2025.
d) Susunan Dewan Direksi
Susunan Dewan Direksi SBA per 30 Juni 2025 berdasarkan informasi manajemen Perseroan
adalah sebagai berikut :
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Asruddin
Komisaris : Andika Lukmana
Dewan Direksi
Direktur : Edi Sarwono
2.2.2 Analisis Perjanjian dan Persyaratan Rencana Transaksi
Analisis perjanjian dan persyaratan atas Rencana Transaksi dilakukan terhadap draft perjanjian jasa
pengelolaan fungsi pengadaan antara Perseroan, SBI dan SIG, yang telah disediakan manajemen
Perseroan.
Para Pihak
a. Perseroan sebagai penerima layanan
b. SBA sebagai penerima layanan
c. SIG sebagai penyedia layanan
Ruang Lingkup
a. Pelaksanaan kegiatan-kegiatan dalam proses pengadaan sesuai dengan kapasitasnya selaku
fungsi-fungsi yang diatur dalam pedoman pengadaan barang dan/atau jasa yang berlaku di
SIG berikut dengan prosedur-prosedur turunannya;
b. Penyusunan rencana kerja dan anggaran pengadaan;
c. Pelaksanaan finalisasi, pembuatan, dan penandatanganan kontrak barang yang masuk
dalam kriteria operational expenditure (“Opex”);
d. Pendaftaran calon penyedia;
e. Evaluasi, penonaktifan, dan pemberhentian penyedia barang yang masuk dalam kriteria
Opex;
f. Penonaktifan dan pemberhentian penyedia barang dan/atau jasa yang masuk dalam
kriteria capital expenditure dan jasa Opex berdasarkan hasil evaluasi dari pejabat
berwenang;
g. Pelaksanaan koordinasi dengan internal maupun eksternal SIG terkait pengadaan;
h. Pemantauan dan evaluasi kinerja terkait dengan tahap persiapan pemilihan penyedia dan
pelaksanaan pemilihan penyedia;
13
Page 38
i. Pengelolaan proses perizinan, asuransi, pemilihan transportasi dan bongkar/muat barang
yang masuk dalam kriteria Opex masuk sampai ke gudang sesuai ketentuan kontrak;
j. Pelaksanaan proses inklaring untuk barang impor yang masuk dalam kriteria Opex;
k. Pengelolaan master data terkait pengadaan (tidak termasuk semifinished goods dan
finished goods);
l. Penyusunan rencana kerja dan anggaran persediaan barang yang masuk dalam kriteria
Opex;
m. Penyusunan dan penetapan prosedur dan ketentuan lain terkait persediaan barang yang
masuk dalam kriteria Opex;
n. Pembuatan permintaan pengadaan barang persediaan yang masuk dalam kriteria Opex,
beserta dokumen pendukung yang dibutuhkan;
o. Penetapan standardisasi bisnis proses, sistem informasi, dan pelaporan terkait persediaan
barang yang masuk dalam kriteria Opex;
p. Pemantauan dan evaluasi kinerja pengendalian persediaan barang yang masuk dalam
kriteria Opex;
q. Pembuatan dan penyampaian laporan kinerja pengendalian persediaan barang yang masuk
dalam kriteria Opex;
r. Penyampaian laporan atas pelaksanaan Jasa Pengadaan;
s. Pelaksanaan kegiatan dan/atau pengurusan lain yang dianggap perlu oleh SIG terkait
pengelolaan pengadaan dan pengendalian persediaan barang yang masuk dalam kriteria
Opex.
Biaya Jasa
Perseroan dan SBA akan membayar kepada SIG Biaya Jasa Pengadaan, yang terdiri dari
a. Biaya sumber daya manusia (SDM) dan turunannya dihitung berdasarkan biaya-biaya di
bawah ini ditambah margin 8,2%
i. Biaya gaji dan Kesejahteraan,
ii. Perjalanan Dinas,
iii. Tunjangan lainnya, dan
iv. Biaya lainnya yang berhubungan dengan SDM.
b. Biaya operasional dihitung berdasarkan biaya-biaya operasional di bawah ini ditambah
margin 8,2%
i. Biaya jasa auditor,
ii. Biaya konsultan, dan
iii. Biaya operasional lainnya terkait dengan pemberian jasa sesuai yang diatur dalam
Perjanjian ini.
Jangka Waktu Perjanjian
5 (lima) tahun terhitung sejak tanggal penandatanganan perjanjian
Hukum Yang Berlaku
Hukum Republik Indonesia
2.2.3 Analisis Manfaat dan Risiko dari Rencana Transaksi
Manfaat yang diharapkan diterima oleh Perseroan berdasarkan penjelasan manajemen Perseroan
dan analisis atas manfaat Rencana Transaksi, antara lain :
14
Page 39
• Penurunan biaya pengadaan secara keseluruhan (total cost of ownership).
○ Melalui peningkatan daya tawar, konsolidasi volume, dan standardisasi proses tender,
Perseroan berpotensi memperoleh harga pembelian yang lebih kompetitif dan syarat
komersial yang lebih menguntungkan
○ Efisiensi dalam struktur organisasi dan biaya operasional pengadaan (tenaga kerja dan
non‑tenaga kerja) juga berkontribusi pada pengurangan biaya pengelolaan pengadaan
dalam jangka menengah–panjang.
• Peningkatan kualitas tata kelola dan kepatuhan.
Penerapan proses pengadaan yang terstandardisasi di bawah SSC SIG akan meningkatkan
governance, transparansi, dan jejak audit (audit trail), sehingga menurunkan risiko
kesalahan prosedur, fraud, maupun temuan audit yang merugikan Perseroan dan pemegang
saham minoritas.
• Kualitas layanan dan kecepatan proses pengadaan yang lebih baik.
Dengan skala dan spesialisasi SSC, pengelolaan tender, negosiasi, dan manajemen pemasok
dapat dilakukan secara lebih profesional, terukur dengan KPI dan SLA yang jelas, sehingga
mendukung kebutuhan operasional Perseroan secara lebih efektif.
• Sinergi dan integrasi strategis di dalam Grup SIG.
Model SSC memperkuat integrasi rantai pasok di lingkungan Grup SIG, sehingga Perseroan
dapat memanfaatkan sinergi antar entitas dalam hal informasi pasar, benchmarking harga,
strategi kategori, dan inovasi pengadaan
Risiko yang mungkin dihadapi oleh Perseroan berdasarkan penjelasan manajemen Perseroan
adalah:
• SIG tidak dapat memberikan kualitas layanan sesuai dengan harapan Perseroan .
• Risiko keterlambatan waktu atas layanan yang diberikan SIG sehingga terdapat potensi
manfaat layanan yang terlambat bagi Perseroan.
2.3 Analisis Kualitatif
Analisis Kualitatif dilakukan dengan melakukan analisis terhadap riwayat singkat Perseroan dan
kegiatan usaha, analisis industri, analisis operasional dan prospek usaha Perseroan, alasan dan latar
belakang Rencana Transaksi, serta keuntungan dan kerugian Rencana Transaksi.
2.3.1 Riwayat Singkat dan Kegiatan Usaha Perseroan
Perseroan merupakan sebuah perseroan terbatas terbuka yang pertama kali didirikan dengan nama
PT Semen Cibinong berdasarkan hukum Negara Republik Indonesia di bawah kerangka Undang-
Undang No. 1 Tahun 1970 sebagaimana diubah oleh Undang-Undang No. 11 Tahun 1970 tentang
Penanaman Modal Asing. Perseroan didirikan berdasarkan Akta Pendirian No. 53 tanggal 15 Juni
1971, dibuat di hadapan Abdul Latief, S.H., Notaris di Jakarta. Akta Pendirian tersebut telah disahkan
oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan Keputusan No. J.A.5/149/7 tanggal 23
September 1971 dan diumumkan pada Berita Negara Republik Indonesia No. 82 tanggal 12 Oktober
1971, Tambahan No. 466.
Perseroan mengalami perubahan nama menjadi PT Holcim Indonesia Tbk berdasarkan Akta No. 21
tanggal 30 November 2005, dibuat di hadapan Dr. Amrul Partomuan Pohan, S.H., LL.M, Notaris di
Jakarta. Akta tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia berdasarkan Keputusan No. C-34995 HT.01.04.TH.2005 tanggal 30 Desember
15
Page 40
2005. Akta tersebut juga telah didaftarkan dalam Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta
Selatan No. 54/RUB.09.03/I/2006 tanggal 24 Januari 2006 dan telah diumumkan dalam Berita
Negara Republik Indonesia No. 10 tanggal 3 Februari 2006, Tambahan No. 1311/2006.
Kemudian pada tahun 2019, Perseroan kembali melakukan perubahan nama menjadi PT Solusi
Bangun Indonesia Tbk berdasarkan Akta No. 11 tanggal 11 Februari 2019, dibuat di hadapan Aulia
Taufani, S.H., Notaris di Jakarta. Akta tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Keputusan No. AHU-0008550.AH.01.02.
TAHUN 2019 tanggal 18 Februari 2019. Akta tersebut juga telah diberitahukan kepada Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan
Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.03-0097407 tanggal 18 Februari 2019. Akta tersebut
juga telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia di bawah No. AHU-0026748.AH.01.11.TAHUN 2019 tanggal 18 Februari 2019.
Anggaran Dasar Perseroan telah diubah dari waktu ke waktu, terakhir kali diubah berdasarkan:
• Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham No. 52 tanggal 13 Oktober 2021, dibuat di
hadapan Aulia Taufani, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah diberitahukan kepada Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Penerimaan
Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.03-0460469 tanggal 13 Oktober
2021 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia No. AHU-0177878.AH.01.11.TAHUN 2021 tanggal 13 Oktober
2021; juncto/ jo
• Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Nomor 91 tanggal
31 Mei 2024, dibuat di hadapan Aulia Taufani, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah
mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
Nomor AHU-0034010.AH.01.02.TAHUN 2024 tanggal 10 Juni 2024 dan telah didaftarkan
dalam Daftar Perseroan pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia Nomor AHU-0113559.AH.01.11.TAHUN 2024 tanggal 10 Juni 2024 ("Akta No.
52/2021 jo No. 91/2024").
Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, maksud dan tujuan Perseroan adalah berusaha
dalam bidang: Industri Pengolahan (Industri kemasan dan kotak dari kertas dan karton dan Industri
semen), bidang Konstruksi (termasuk pengangkutan dan pergudangan yaitu, angkutan laut dalam
negeri untuk barang khusus dan pergudangan dan penyimpanan, bidang Penunjang Usaha Lainnya
(aktivitas pengepakan), bidang Perdagangan Besar (Perdagangan besar semen, kapur, pasir dan
batu), bidang Pengelolaan Air Limbah, Pengelolaan dan Daur Ulang Sampah (termasuk aktivitas
profesional, ilmiah dan teknis yaitu, pengelolaan dan pembuangan sampah tidak berbahaya,
pengelolaan dan pembuangan sampah berbahaya; jasa pengujian laboratorium; dan aktivitas
profesional, ilmiah dan teknis lainnya yang tidak termasuk dalam lainnya), bidang aktivitas
konsultasi manajemen lainnya, dan dalam bidang pertambangan dan penggalian (penggalian batu
kapur/gamping, penggalian tanah dan tanah liat.
Perseroan mengoperasikan empat pabrik semen di Narogong (Jawa Barat), Cilacap (Jawa Tengah),
Tuban (Jawa Timur), dan Lhoknga (Aceh), dengan total kapasitas 14,86 juta ton semen per tahun.
Kantor pusat Perseroan berada di Gedung Talavera Suite Lantai 15, Talavera Office Park, Jl. TB
Simatupang No. 22-26, Jakarta, Indonesia.
2.3.2 Alasan Rencana Transaksi
Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas terbuka yang menjalankan kegiatan usaha di sektor
industri (industri pengolahan, konstruksi, dan jasa penunjang usaha), perdagangan (perdagangan
16
Page 41
besar serta aktivitas profesional, ilmiah, dan teknis), pertambangan (pertambangan dan
penggalian), transportasi (pengangkutan dan pergudangan), serta pengolahan limbah berbahaya
(pengelolaan dan daur ulang sampah serta aktivitas remediasi).
Perseroan bersama delapan entitas anak yang terkonsolidasi merupakan bagian dari grup SIG, yaitu
suatu badan usaha milik negara yang bergerak sebagai penyedia solusi bahan bangunan.
Dalam beberapa tahun terakhir, SIG telah mengembangkan model Shared Services Center (“SSC”)
Pengadaan yang melayani sejumlah entitas anak di dalam Grup SIG dan terbukti memberikan
peningkatan efisiensi, standardisasi proses, serta penguatan tata kelola pengadaan di tingkat grup.
Dalam rangka penerapan sentralisasi fungsi pengelolaan pengadaan di SIG Grup, Perseroan
bersama salah satu anak perusahaan Perseroan yang seluruh sahamnya dimiliki secara langsung dan
tidak langsung oleh Perseroan, yaitu SBA, berencana untuk menggunakan jasa pengelolaan fungsi
pengadaan yang disediakan oleh SIG, untuk selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”.
Sentralisasi/ shared service fungsi pengelolaan pengadaan Perseroan guna menciptakan nilai
tambah, peningkatan efektivitas dan efisiensi untuk kinerja perusahaan yang lebih baik melalui
volume pooling dan economy of scale.
Sehubungan dengan Rencana Transaksi, Perseroan, SBA dan SIG akan menandatangani perjanjian
jasa pengelolaan fungsi pengadaan yang mengatur mengenai ruang lingkup pemberian jasa
pengadaan oleh SIG dan biaya jasa pengadaan yang terdiri dari biaya sumber daya manusia dan
biaya operasional.
Biaya sumber daya manusia dan biaya operasional dihitung berdasarkan biaya ditambah margin
sebesar 8,2%.
2.3.3 Analisis Industri
Gambaran Umum Industri
Sektor konstruksi Indonesia merupakan salah satu sektor penopang perekonomian dan merupakan
kontributor dalam proses pembangunan infrastruktur. Oleh karena itu, konstruksi diharapkan dapat
memberikan peluang usaha yang mempunyai potensi pasar tinggi bagi penyedia produk dan
teknologi baik konstruksi nasional maupun internasional. Salah satu produk yang mendukung sektor
konstruksi adalah industri semen. Semen merupakan bahan perekat atau lem, yang berguna untuk
merekatkan bahan-bahan material lain seperti batu bata dan batu koral hingga dapat menjadi satu
kesatuan dan kuat atau menjadi sebuah bangunan.
Industri semen nasional tahun 2024 masih mengalami kesulitan untuk bertumbuh. Persaingan pasar
domestik yang ketat, curah hujan yang tinggi di awal tahun, serta perlambatan permintaan dari
sektor ritel dan konstruksi karena banyaknya hari libur dan pergeseran prioritas konsumsi
masyarakat menjadi faktor utama yang menekan industri semen. Selain tantangan pasar domestik,
industri semen juga menghadapi ketidakpastian dari situasi geopolitik global dan memengaruhi
harga-harga komoditas untuk pembuatan semen.
Pelemahan daya beli masyarakat dan risiko ketidakpastian ekonomi global yang masih tinggi,
menekan permintaan terhadap semen kantong karena proyek perumahan kecil dan renovasi
cenderung lebih sensitif terhadap kondisi ekonomi dan fluktuasi harga. Dengan daya beli yang
terbatas, konsumen dan pengembang properti lebih memilih untuk menunda atau mengurangi
volume proyek mereka.
17
Page 42
Gambar 2-1 : Perkembangan Produksi Semen Global Tahun 2020-2024
4,50
4,4
4,40
4,30
4,2
4,20
4,1 4,1
4,10
4,0
4,00
3,90
3,80
2020 2021 2022 2023 2024
Produksi Semen Global (dalam miliar ton)
Sumber: Statista, 2025
Berdasarkan data Statista, produksi semen global selama tahun 2020-2024 mengalami fluktuasi
penurunan sebesar 1,21% dihitung menggunakan CAGR. Penurunan terbesar terjadi pada tahun
2022 sebesar 6,82% dari sebesar 4,4 miliar ton pada tahun 2021 menjadi sebesar 4,1 miliar ton.
Penurunan produksi semen global diakibatkan oleh beberapa faktor eksternal yang memengaruhi
aktivitas pembangunan. Ketidakstabilan geopolitik di beberapa wilayah memberikan dampak
negatif terhadap keputusan investasi dan proyek infrastruktur, sehingga menciptakan lingkungan
bisnis yang kurang menguntungkan. Faktor lain yang turut berkontribusi adalah fluktuasi harga
komoditas, ketidakpastian kebijakan dan perubahan dalam kondisi pasar global. Kombinasi dari
faktor-faktor tersebut menyebabkan penurunan aktivitas pembangunan infrastruktur pada tahun
2024, menciptakan tantangan bagi pertumbuhan ekonomi dan perkembangan sektor ini secara
keseluruhan.
Gambar 2-2 : Perkembangan Permintaan, Kapasitas, dan Utilisasi Semen di Indonesia Tahun
2020-2024
140,0 55,50%
54,92%
120,0 54,71% 55,00%
54,50%
100,0 54,19%
54,00%
80,0
53,26% 53,50%
52,91%
60,0
53,00%
40,0
52,50%
62,5 63,9 61,8 64,0 63,8
20,0 52,00%
113,8 116,8 116,8 118,1 119,8
0,0 51,50%
2020 2021 2022 2023 2024
Permintaan Semen di Indonesia (juta ton) Kapasitas Produksi Semen di Indonesia (juta ton) Utilisasi (%)
Sumber : Paparan Publik Indocement, 2025
Berdasarkan paparan publik Indocement, permintaan dan kapasitas produksi semen di Indonesia
18
Page 43
selama tahun 2020-2024 mengalami fluktuasi peningkatan dengan CAGR masing-masing sebesar
0,52% dan 1,29% dengan rata-rata tingkat utilisasi sebesar 54,00%. Peningkatan tertinggi
permintaan semen di Indonesia terjadi pada tahun 2023 sebesar 3,56% terutama karena
peningkatan ekspor klinker ke pasar-pasar tradisional di luar negeri 1.
Sementara pada tahun 2024, permintaan semen di Indonesia menurun sebesar 0,31% terutama
disebabkan oleh melemahnya daya beli masyarakat. Sementara pada sektor konstruksi, permintaan
semen menurun karena terpicu oleh melambatnya proyek-proyek pemerintah, baik di Jawa
maupun wilayah lainnya, seperti proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan
Timur 4.
Kompetisi dan Pangsa Pasar
Berdasarkan data Statista, Tiongkok merupakan negara produsen semen terbesar secara global di
mana pada tahun 2024 telah memproduksi semen sebesar 1.900 juta ton atau 60,43% dari total
keseluruhan produksi semen global. Selanjutnya, India sebagai negara produsen semen kedua
terbesar global dengan produksi semen pada tahun 2024 sebesar 450 juta ton atau 14,31% dari
total keseluruhan produksi semen global.
Vietnam menjadi negara ketiga produsen semen terbesar global pada tahun 2024 dengan produksi
semen sebesar 110 juta ton atau 3,50% dari total keseluruhan produksi semen global. Sementara
itu, Indonesia pada tahun 2024 telah memproduksi semen sebesar 65 juta ton atau 2,07% dari total
keseluruhan produksi semen global.
Gambar 2-3 : Negara Produsen Semen Global Tahun 2024
India; 14,31% Vietnam; 3,50%
Amerika Serikat; 2,74%
Turki; 2,61%
Iran; 2,29%
Brasil; 2,16%
Indonesia; 2,07%
Rusia; 2,07%
Korea Selatan; 1,65%
Mesir; 1,59%
Other; 7,82% Arab Saudi; 1,59%
Meksiko ; 1,53%
Jepang; 1,46%
Tiongkok; 60,43%
Sumber: Statista, 2025
Pasar utama semen Indonesia adalah industri konstruksi. Sektor-sektor utama dalam industri
konstruksi Indonesia adalah konstruksi infrastruktur, konstruksi bangunan, konstruksi komersial,
konstruksi industri, konstruksi energi dan utilitas, serta konstruksi institusi. Mayoritas produsen
semen di Indonesia menetapkan harga jual yang rendah, terutama bagi para pelaku baru dalam
industri semen di Indonesia, sebagai upaya untuk meningkatkan pangsa pasar guna menghadapi
persaingan yang semakin agresif dari para kompetitor. Strategi ini diterapkan secara selektif dan
1 https://investor.id/business/387808/kapasitas-terpasang-industri-semen-capai-1199-juta-ton#goog_rewarded
19
Page 44
terbatas pada wilayah-wilayah pasar dengan tingkat intensitas persaingan yang tinggi.
SIG dan Perseroan sebagai pemimpin pasar (market leader) industri semen berupaya untuk tetap
menjaga pasar. Pendekatan yang dilakukan adalah melalui strategi multi-brand and multi-product
yang diterapkan dengan pendekatan pemasaran mikro (micromarket) secara selektif dan terbatas
di pasar-pasar yang memiliki intensitas kompetisi yang tinggi. Strategi ini dilakukan dengan menjual
dua atau lebih merek/ tipe produk Perseroan di daerah yang sama pada tingkat harga yang berbeda
untuk dapat bersaing di setiap lapisan pasar (market layer), sehingga dapat meminimalkan dampak
agresivitas pesaing dan menjaga pangsa pasar Perseroan.
Perseroan dan grup SIG menghadapi persaingan di pasar semen nasional di mana kompetitornya,
seperti PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP); PT Cemindo Gemilang Tbk atau Semen Merah
Putih (CMNT); PT Kobexindo Cement atau Semen Singa Merah; serta Siam Cement Group (SCG) juga
melakukan pengembangan bisnis di Indonesia.
Pada tahun 2024, SIG telah menjual sebanyak 38,27 juta ton semen di mana melalui dua anak
perusahaannya, yaitu Perseroan sebanyak 13,19 juta ton semen dan PT Semen Baturaja Tbk (SMBR)
sebanyak 2,23 juta ton semen. Sementara kompetitor utamanya yaitu INTP yang pada tahun 2024
telah menjual sebanyak 20,50 juta ton semen. Kompetitor SIG dan Perseroan lainnya yaitu CMNT
yang pada tahun 2024 telah memproduksi sebanyak 8,00 juta ton semen dari pabriknya yang berada
di Indonesia maupun Vietnam2.
Gambar 2-4 : Volume Penjualan Semen Perusahaan Publik Indonesia Tahun 2024
(dalam juta ton)
CMNT 8,00
INTP 20,50
SMBR 2,23
Perseroan 13,19
SIG 38,27
SIG Perseroan SMBR INTP CMNT
Sumber: Laporan Tahunan 2024 dari SIG, Perseroan, SMBR, INTP dan CMNT
Perseroan merupakan anak usaha dari SIG yang merupakan salah satu pemain terbesar pada
industri semen di Indonesia. Perseroan didukung dengan fasilitas produksi dan distribusi yang luas,
serta kekuatan finansial yang solid dalam melayani semua pasar semen di Indonesia maupun pasar
regional. Dengan dukungan tersebut, Perseroan memiliki kekuatan untuk mempertahankan
penguasaannya di pasar dan membatasi pergerakan kompetitor di pasar.
Sebagai pemain terbesar, SIG memiliki peluang yang cukup tinggi untuk bersaing, baik dengan INTP
maupun pemain semen lainnya. Namun, pergerakan kompetitor di level pasar mikro bisa menjadi
ancaman bagi SIG karena dominasi SIG tidak merata di seluruh wilayah. Penguatan strategi dengan
mempertimbangkan kondisi pasar mikro menjadi langkah SIG dalam menghadapi ancaman
pergerakan dari kompetitor di industri semen.
2 Laporan Tahunan 2024 dari SIG, Perseroan, SMBR, INTP dan CMNT
20
Page 45
Prospek Industri
Indonesia memiliki potensi permintaan semen yang sangat besar karena merupakan salah satu
negara dengan jumlah penduduk yang besar dan terus melakukan pengembangan terutama di
sektor infrastruktur. Pertumbuhan permintaan semen nasional diharapkan dapat meningkat pada
beberapa tahun mendatang. Peningkatan aktivitas dan pertumbuhan ekonomi di berbagai negara
juga berpotensi meningkatkan permintaan ekspor semen.
Industri semen diproyeksikan akan tumbuh yang didukung oleh normalisasi aktivitas manufaktur
pasca pemilu dan berjalannya pemerintahan baru. Komitmen pemerintah terhadap kelanjutan
pembangunan IKN juga menumbuhkan optimisme bagi pelaku industri semen. Selain itu,
penurunan suku bunga acuan memberikan katalis positif bagi industri semen, karena berpotensi
menurunkan suku bunga Kredit Perumahan Rakyat (KPR) dan meningkatkan aktivitas infrastruktur
dan properti. Dukungan pemerintah terhadap sektor perumahan rakyat dan infrastruktur
diproyeksikan dapat meningkatkan volume penjualan semen dan mendukung stabilitas harga
semen.
Pemerintah mencanangkan program pembangunan tiga juta rumah untuk masyarakat
berpenghasilan rendah. Jika bisa direalisasikan lebih awal, maka akan menjadi pendorong
pertumbuhan industri semen pada tahun 2025. Program ini diproyeksikan dapat meningkatkan
konsumsi semen. Selain itu, inovasi produk non semen seperti bata interlock presisi, beton dekoratif
dan paving block berpori juga akan dibutuhkan dalam proyek ini.
Berdasarkan paparan publik Indocement, kapasitas produksi semen di Indonesia selama tahun
2025-2030 diproyeksikan sebesar 120,8 juta ton. Selama periode tahun tersebut, permintaan
semen di Indonesia diproyeksikan akan mengalami peningkatan dengan CAGR sebesar 2,98%
dengan proyeksi rata-rata tingkat utilisasi sebesar 58,06%.
Pada tahun 2025, permintaan semen di Indonesia diproyeksikan sebesar 65,1 juta ton dengan
proyeksi tingkat utilisasi sebesar 53,89%, meningkat menjadi sebesar 75,4 juta ton dengan proyeksi
tingkat utilisasi sebesar 62,42%.
Gambar 2-5 : Proyeksi Permintaan, Kapasitas, dan Utilisasi Semen di Indonesia Tahun 2025-
2030
140,0 64,00%
62,42%
120,0 62,00%
60,60%
120,8
60,00%
100,0 120,8 120,8 120,8 120,8 120,8
57,12% 58,86% 58,00%
80,0
55,46%
56,00%
60,0 53,89%
54,00%
40,0
67,0 71,1 73,2 75,4 52,00%
65,1 69,0
20,0 50,00%
- 48,00%
2025 2026 2027 2028 2029 2030
Permintaan Semen di Indonesia (juta ton) Kapasitas Produksi Semen di Indonesia (juta ton) Utilisasi (%)
Sumber : Paparan Publik Indocement, 2025
21
Page 46
Semen merupakan salah satu komponen material penting bangunan dalam konstruksi. Prospek
industri semen di Indonesia di masa depan juga dapat diketahui dari proyeksi nilai pendapatan dari
material bangunan dan perangkat keras (hardware and building material) dalam proyek konstruksi.
Berdasarkan data Statista, pendapatan dari material bangunan dan perangkat keras dalam proyek
konstruksi di Indonesia selama tahun 2025-2029 diproyeksikan akan mengalami peningkatan
dengan CAGR sebesar 2,38%. Pada tahun 2025, proyeksi pendapatan dari material bangunan dan
perangkat keras dalam proyek konstruksi di Indonesia sebesar US$40,28 miliar, diproyeksikan
meningkat menjadi sebesar US$ 44,17 miliar.
Gambar 2-6 : Proyeksi Pendapatan Material Bangunan dan Perangkat Keras Proyek Konstruksi
di Indonesia Tahun 2025 - 2029
45,00 44,17
44,00
43,14
43,00
42,14
42,00 41,16
41,00 40,20
40,00
39,00
38,00
2025 2026 2027 2028 2029
Proyeksi Pendapatan Material Bangunan dan Perangkat Keras (dalam miliar US$)
Sumber: Statista, 2025
.
Analisis SWOT
Strengths and Opportunities (Kekuatan dan Peluang)
• Pangsa pasar industri semen di Indonesia dikuasai oleh SIG sehingga Perseroan maupun anak
perusahaan akan mendapatkan pangsa pasar yang cukup luas terutama pada pasar domestik
dibandingkan perusahaan sejenis lainnya.
• Grup SIG memiliki lokasi pabrik dan jaringan distribusi tersebar khususnya di Indonesia dan
Vietnam.
• Pertumbuhan ekonomi di sektor ritel, perumahan (residensial) dan pembangunan infrastruktur
di wilayah tertentu diharapkan dapat menopang penjualan industri semen.
• Merek Perseroan dan SIG telah dikenal luas dan memiliki persepsi yang baik di masyarakat.
Weaknesses and Threats (Kelemahan dan Tantangan)
• Industri semen di Indonesia dalam kondisi kelebihan pasokan atau oversupply.
• Kenaikan harga material serta harga bahan bakar untuk bahan baku pembuatan semen yang
berfluktuasi menjadi tantangan bagi Perseroan dalam mempertahankan laba.
Untuk mengantisipasi kelemahan dan tantangan yang dihadapi, SIG dan Perseroan sebagai
pemimpin pasar (market leader) industri semen berupaya untuk tetap menjaga pasar. Pendekatan
yang dilakukan adalah melalui strategi multi-brand and multi-product yang diterapkan dengan
pendekatan pemasaran mikro (micromarket) secara selektif dan terbatas di pasar-pasar yang
memiliki intensitas kompetisi yang tinggi. Strategi ini dilakukan dengan menjual dua atau lebih
22
Page 47
merek/ tipe produk Perseroan di daerah yang sama pada tingkat harga yang berbeda untuk dapat
bersaing di setiap lapisan pasar (market layer), sehingga dapat meminimalkan dampak agresivitas
pesaing dan menjaga pangsa pasar Perseroan.
2.3.4 Analisis Operasional dan Prospek Usaha Perseroan
Tinjauan Operasional
Perseroan merupakan anak perusahaan dari SIG yang bergerak dalam industri bahan bangunan,
perdagangan, pertambangan, transportasi, dan pengelolaan limbah berbahaya.
Kegiatan usaha yang telah dijalankan oleh Perseroan adalah sebagai berikut: bidang Industri
Pengolahan (Industri kemasan dan kotak dari kertas dan karton dan Industri semen), bidang
Konstruksi (termasuk pengangkutan dan pergudangan yaitu, angkutan laut dalam negeri untuk
barang khusus dan pergudangan dan penyimpanan, bidang Penunjang Usaha Lainnya (aktivitas
pengepakan), bidang Perdagangan Besar (Perdagangan besar semen, kapur, pasir dan batu), bidang
Pengelolaan Air Limbah, Pengelolaan dan Daur Ulang Sampah (termasuk aktivitas profesional,
ilmiah dan teknis yaitu, pengelolaan dan pembuangan sampah tidak berbahaya, pengelolaan dan
pembuangan sampah berbahaya; jasa pengujian laboratorium; dan aktivitas profesional, ilmiah dan
teknis lainnya yang tidak termasuk dalam lainnya), bidang aktivitas konsultasi manajemen lainnya,
dan dalam bidang pertambangan dan penggalian (penggalian batu kapur/gamping, penggalian
tanah dan tanah liat.
Perseroan mengoperasikan empat pabrik semen di Narogong (Jawa Barat), Cilacap (Jawa Tengah),
Tuban (Jawa Timur), dan Lhoknga (Aceh), dengan total kapasitas 14,86 juta ton semen per tahun.
Selama tahun 2020-2024, segmen pendapatan semen memberikan kontribusi terbesar terhadap
total pendapatan Perseroan dan Entitas Anak dengan kontribusi rata-rata sebesar 89,84%. Kedua
adalah segmen pendapatan beton yang memberikan kontribusi rata-rata sebesar 8,60%% terhadap
total pendapatan. Sedangkan segmen pendapatan agregat dan jasa konstruksi lainnya memberikan
kontribusi masing-masing sebesar 0,89% dan 0,67% terhadap total pendapatan Perseroan dan
Entitas Anak.
Pada Juni 2025, segmen pendapatan semen memberikan kontribusi terbesar terhadap total
pendapatan Perseroan dan Entitas Anak dengan kontribusi sebesar 90,73%. Selanjutnya,
pendapatan beton yang memberikan kontribusi rata-rata sebesar 7,94%% terhadap total
pendapatan. Sedangkan segmen pendapatan agregat dan jasa konstruksi lainnya memberikan
kontribusi masing-masing sebesar 1,17% dan 0,16% terhadap total pendapatan Perseroan dan
Entitas Anak.
Berikut merupakan grafik perkembangan pendapatan Perseroan dan Anak Perusahaan.
23
Page 48
Gambar 2-7 : Perkembangan Pendapatan Perseroan dan Anak Perusahaan
(dalam triliun Rupiah)
14,00
12,00
10,00
8,00
6,00
4,00
2,00
-
2020 2021* 2022 2023 2024 Juni 2025
Agregat 0,08 0,12 0,09 0,09 0,13 0,06
Jasa konstruksi lainnya 0,13 0,04 0,07 0,10 0,04 0,01
Beton siap pakai 0,66 0,82 1,17 1,22 1,15 0,40
Semen 9,24 10,24 10,93 10,96 10,49 4,51
Pendapatan 10,11 11,22 12,26 12,37 11,82 4,97
Semen Beton siap pakai Jasa konstruksi lainnya Agregat Pendapatan
*) Disajikan kembali
Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
Selama tahun 2020-2024, pendapatan Perseroan dan Entitas Anak mengalami fluktuatif
peningkatan secara CAGR sebesar 3,99%. Pada Tahun 2021, pendapatan Perseroan dan Entitas Anak
mengalami peningkatan sebesar 10,98% yang merupakan peningkatan tertinggi selama tahun 2020-
2024 terutama disebabkan karena peningkatan segmen pendapatan semen. Hingga per tanggal 30
Juni 2025, pendapatan Perseroan dan Entitas Anak tercatat sebesar Rp4,97 triliun.
Produk dan Layanan Segmen Usaha
Perseroan memiliki keunggulan dalam membuat produk-produk yang inovatif dan berwawasan
lingkungan sesuai dengan kebutuhan konsumen. Sejumlah lini produk Perseroan telah dikenal
baik dan menguasai pasar semen di Indonesia. Berikut adalah portofolio produk yang dihasilkan
oleh Perseroan:
Produk Semen Kantong
Gambar 2-8 : Produk Perseroan – Semen Kantong
Dynamix Serba Guna
Semen inovatif serba bisa, hasil akhir kuat, hasil permukaan halus, waktu kering yang
tepat. Mengandung Micro Filler Particle, butiran inovatif yang mampu mengisi rongga
dengan sempurna. Untuk semua aplikasi pengerjaan untuk hasil permukaan yang
halus.
Dynamix Extra Power
Ahli struktur bangunan, beton 30% lebih cepat kering dan 15% lebih kuat.
Mengandung Micro Filler Particle + Strength Agent yang membuat struktur bangunan
lebih tahan lama. Untuk struktur beton yang lebih kuat dan pengerjaan cor beton
yang lebih cepat.
24
Page 49
Dynamix Masonry
Semen Masonry Tipe-S, yaitu semen spesialis finishing untuk aplikasi pasangan,
plesteran, dan acian. Jagonya pasang bata dan keramik, plesteran dan acian lebih
halus dan irit, adukan pulen, warna lebih terang, lebih ekonomis. Mengandung
Controlling Agent, formula pengatur kadar udara sehingga penggunaan lebih hemat.
Semen Andalas Multi Fungsi
Semen andalan yang kuatnya melindungi, daya rekat kuat, adukan pulen, hasil
permukaan halus. Mengandung Active Micro Particle, butiran aktif yang memberikan
kekuatan dari dalam. Untuk semua aplikasi pengerjaan untuk hasil permukaan yang
halus.
Sumber: Laporan Keuangan Tahunan Perseroan dan Anak Perusahaan
Produk Semen Curah
Gambar 2-9 : Produk Perseroan – Semen Curah
EzPro
Merupakan semen ramah lingkungan yang mudah dikerjakan dan memiliki daya
rekat tinggi. Hal ini dapat mempermudah proses pengerjaan konstruksi dengan
hasil akhir beton yang kuat serta permukaan lebih halus.
PwrPro
Produk semen dengan kuat tekan awal tinggi yang ramah lingkungan, waktu
pengikatan optimal, serta workability lebih baik. Dapat digunakan untuk berbagai
bangunan gedung maupun infrastruktur dan telah tersertifikasi green label.
DuPro+
Merupakan material konstruksi ramah lingkungan dengan panel hidrasi rendah dan
ketahanan optimal terhadap sulfat serta penetrasi klorida. Sebagai alternatif
produk semen portland tipe khusus yang mudah dikerjakan dan tahan lama.
MaxStrength
Merupakan semen ramah lingkungan yang mudah dikerjakan dan memiliki daya
rekat tinggi. Hal ini dapat mempermudah proses pengerjaan konstruksi dengan
hasil akhir beton yang kuat serta permukaan lebih halus.
UltraPro
Memadukan kemudahan pengerjaan dan hasil akhir dengan kekuatan maksimal,
cocok untuk konstruksi kokoh yang membutuhkan kuat tekan awal dan akhir yang
tinggi.
25
Page 50
SprintPro
Menawarkan kecepatan terbaik dalam mencapai kuat tekan awal dengan panas
hidrasi yang tetap terjaga.
SuperTermo
Diproduksi dengan spesifikasi API 10A Class-G HSR yang dapat memberikan
respons yang baik terhadap lignosulfonate retarder dan memiliki waktu
pengentalan yang sesuai untuk aplikasi well cementing.
Pendapatan segmen semen kantong dan semen curah Perseroan dan Anak Perusahaan selama
tahun 2020 - 2024 mengalami fluktuatif peningkatan dengan rata-rata CAGR sebesar 3,23%. Pada
tahun 2024 pendapatan segmen semen tercatat sebesar Rp10,49 triliun, mengalami penurunan
sebesar 4,23% dari tahun 2023 sebesar Rp10,96 triliun. Hingga 30 Juni 2025, pendapatan segmen
semen tercatat sebesar Rp4,51 triliun.
Gambar 2-10 : Perkembangan Segmen Semen Perseroan dan Anak Perusahaan Tahun 2020 –
Juni 2025
(dalam triliun Rupiah)
10,93 10,96
10,24 10,49
9,24
4,51
2020 2021* 2022 2023 2024 Juni 2025
Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan
26
Page 51
Produk Turunan
Gambar 2-11 : Produk Perseroan – Produk Turunan
Agregat Kasar
Berupa batu pecah belah yang dihasilkan dari pemecah batu, bentuk ukuran antara
4,76-150 mm. Umumnya dipakai untuk bahan baku beton, aspal, dan precast
manufacturing.
Agregat Halus
Berupa material halus yang dihasilkan dari pemecah batu, bentuk ukuran terbesar
adalah 0,5 mm dan sering disebut M-sand (abu batu). Umumnya dipakai untuk
mengganti pasir silika, serta pembuatan paving block dan bata ringan.
Agregat Lainnya
Berupa bongkahan batu hasil tambang atau mesin pemecah, contohnya batu
makadam dan basecourse. Umumnya digunakan untuk konstruksi sub-base jalan
dan drainase, serta bantalan rel kereta api (ballast).
Pendapatan segmen agregat Perseroan dan Anak Perusahaan selama tahun 2020 - 2024 mengalami
fluktuatif peningkatan dengan rata-rata CAGR sebesar 12,73%. Pada tahun 2024 pendapatan
segmen agregat tercatat sebesar Rp0,13 triliun, mengalami peningkatan sebesar 37,34% dari tahun
2023 sebesar Rp0,09 triliun. Hingga 30 Juni 2025, pendapatan segmen agregat tercatat sebesar
Rp0,06 triliun.
Gambar 2-12 : Perkembangan Segmen Agregat Perseroan dan Anak Perusahaan Tahun 2020 –
Juni 2025
(dalam triliun Rupiah)
0,13
0,12
0,09
0,09
0,08
0,06
2020 2021* 2022 2023 2024 Juni 2025
Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan
27
Page 52
Beton Siap Pakai (Ready-Mix Concrete)
Gambar 2-13 : Produk Perseroan – Beton Siap Pakai (Ready-Mix Concrete)
SpeedCrete
Solusi beton yang memiliki kekuatan dini dan performa tinggi sehingga dapat
kering dalam hitungan jam. Cocok untuk pelabuhan, jalan arteri, lintasan bus dan
jalan tol.
ThruCrete
Solusi beton yang mampu menyerap air hujan secara cepat ke dalam tanah atau
penampungan dari permukaan jalan, lahan parkir, garasi, maupun trotoar.
StilCrete
Solusi beton berdaya tahan (durability) tinggi dan daya serap (permeability)
rendah. Mampu melindungi struktur beton dari zat sulfat dan klorida. Cocok untuk
pelabuhan, dermaga, pembangkit listrik, serta industri migas.
SupeCrete
Solusi beton untuk pekerjaan jalan beton dalam waktu singkat, memiliki waktu ikat
yang cepat dan capaian kuat tekan atau kuat lentur yang tinggi. Cocok untuk
perbaikan struktur jalan, pelabuhan dan area bandar udara.
LocooCrete
Solusi beton ramah lingkungan yang menggunakan material alternatif sehingga
mampu menurunkan tingkat emisi CO2 dalam beton 30 - 50%.
DekoCrete
Solusi beton yang memiliki berbagai pilihan warna dan pola artistik untuk
kebutuhan dekoratif dan estetika, serta dapat dibentuk menyerupai lantai granit,
keramik, ataupun batuan alami.
ComfilPlas
Solusi beton dengan material yang ringan cocok untuk melapisi fondasi bawah
struktur jalan atau oprit jembatan. Cocok untuk jalan raya, jalan tol dan oprit
jembatan.
FulerPlas
Solusi beton yang memiliki material yang ringan, mudah beradaptasi, mudah
dibongkar, dan kandungan udaranya tinggi, mampu mengalir dan mengisi sudut-
sudut yang sulit dijangkau.
28
Page 53
Pavecrete
Solusi beton yang memiliki tingkat penyusutan rendah dan daya tahan tinggi.
Keawetan PaveCrete mampu menghemat biaya dan kuantitas perawatan jalan.
Cocok untuk jalan pelabuhan, jalan raya, jalan tol, dan bandara.
EzyFloCrete
Solusi beton yang mudah mengalir tanpa segregasi sehingga dapat dituang secara
mudah ke dalam bekisting dan menutup tulangan dengan sempurna. Aplikasi
EzyfloCrete memastikan penghematan anggaran berkat pengecoran yang lebih
halus, akurat secara geometris, serta tahan lebih lama.
AeerCrete
Solusi beton dengan teknologi beton untuk pengecoran struktur beton bawah air
yang memiliki performa mampu menahan dan melindungi beton dari terurai.
OptimaCrete
Adukan OptimaCrete diformulasikan untuk memberikan kekuatan serta daya
tahan yang dibutuhkan oleh struktur dan lungkungan proyek-proyek gedung
bertingkat. OptimaCrete memiliki kuat tekan minimal 60 Mpa dan turut
berkontribusi dalam pengurangan ukuran komponen struktural serta penggunaan
bahan bangunan.
MarinaCrete
MarineCrete didesain dengan kepadatan tinggi dan bahan-bahan khusus yang
dapat mengurangi korosi pada pembesian di lingkungan berklotrida tinggi. Berkat
sifat-sifatnya ini, MarineCrete dapat mengurangi muai dan susut beton.
MarineCrete tahan terhadap klorida, memiliki rasio air terhadap semen yang
rendah, dan dibuat dari bahan-bahan berkualitas tinggi.
ApexCrete
Solusi beton teraplikasi untuk menjawab tantangan dalam pembangunan lantai
gudang atau fasilitas industri. ApexCrete diformulasikan oleh ahli-ahli yang
berpengalaman, dengan menggunakan bahan serta peralatan berkualitas tinggi,
teknologi laser screed, serta 3D profiler yang menjadi solusi terpadu bagi
konstruksi lantai industrial.
PileCrete
Solusi beton berperforma tinggi khusus untuk struktur bored pile. Dirancang
dengan formula khusus dan admixture yang memastikan retardasi panjang dengan
waktu pengikatan awal yang normal.
29
Page 54
PakCrete
Solusi beton instan yang hadir dalam kemasan khusus, terdiri dari agregat, semen,
zat aditif khusus, tanpa air. Kualitas PakCrete sama dengan beton siap pakai yang
ada di perkotaan, diproduksi dengan menggunakan proses pengadukan yang sama
- dengan command batch dan proses command QC yang sama – namun dalam
volume lebih kecil, yakni 1 m3. PakCrete dapat diproduksi dengan spesifikasi
tertentu sesuai dengan kebutuhan proyek. PakCrete telah mendapat sertifikasi
TKDN dari Kementerian Perindustrian RI.
MiniMix
Truk pengantar beton inovatif berukuran sepertiga lebih kecil dari truk pengantar
beton biasa untuk menjangkau area pengiriman dengan akses jalan perumahan.
DynaBild
Dikembangkan sebagai solusi untuk pengecoran beton di wilayah yang sulit
dijangkau dan jauh dari batching plant. Solusi pengecoran dengan menggunakan
DynaPump ini merupakan langkah penting dalam mewujudkan pembangunan
yang merata dan mendorong ekonomi masyarakat di daerah terpencil.
Pendapatan segmen beton siap pakai Perseroan dan Anak Perusahaan selama tahun 2020 - 2024
mengalami fluktuatif peningkatan dengan rata-rata CAGR sebesar 14,92%. Pada tahun 2024
pendapatan segmen beton siap pakai tercatat sebesar Rp1,15 triliun, mengalami penurunan
sebesar 5,84% dari tahun 2023 sebesar Rp1,22 triliun. Hingga 30 Juni 2025, pendapatan segmen
beton siap pakai tercatat sebesar Rp0,40 triliun.
Gambar 2-14 : Perkembangan Segmen Beton Siap Pakai Perseroan dan Anak Perusahaan Tahun
2020 – Juni 2025
(dalam triliun Rupiah)
1,22
1,17 1,15
0,82
0,66
0,40
2020 2021* 2022 2023 2024 Juni 2025
Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan
30
Page 55
Pengolahan Limbah (Waste Management)
Gambar 2-15 : Produk Perseroan – Pengolahan Limbah (Waste Management)
Pengelolaan Limbah Berbahaya
Solusi komprehensif pengelolaan limbah B3, mulai dari pemeriksaan hingga
penerbitan surat keterangan atau Certificate of Treatment (COT) untuk
laporan pemusnahan limbah.
Pemusnahan Limbah Terjamin
Solusi pemusnahan produk di luar spesifikasi atau produk kadaluwarsa.
Pelanggan diperkenankan menyaksikan proses penanganan limbah di fasilitas
kami.
Penanganan Limbah di Lapangan
Solusi penanganan limbah secara langsung di lapangan (on-site) untuk
berbagai industri, seperti minyak dan gas bumi, pertambangan, industri berat,
dan manufaktur.
Pemusnahan Bahan Perusak Ozon (BPO)
Pelopor solusi pemusnahan Bahan Perusak Ozon (BPO) di Kawasan Asia
Tenggara, dengan fasilitas tanur dan semen temperatur tinggi yang
memusnahkan BPO secara tuntas dan aman bagi lingkungan.
Pemanfaatan Refuse-Derived Fuel dari Sampah Perkotaan
Solusi berkelanjutan dan ramah lingkungan bagi pemerintah kota/daerah,
dengan mengolah sampah kota atau Municipal Solid Waste (MSW) menjadi
bahan bakar alternatif berupa RDF.
Laboratorium Analisis & Jasa Konsultasi Limbah
Solusi analisis limbah oleh tim ahli di laboratorium bersertifikat ISO 17025,
untuk hasil laporan yang akurat serta rekomendasi penanganan limbah yang
aman dan efektif melalui layanan konsultasi dalam hal pengelolaan lingkungan
yang berkelanjutan.
Pendapatan segmen jasa konstruksi lainnya Perseroan dan Anak Perusahaan selama tahun 2020 -
2024 mengalami fluktuatif penurunan dengan rata-rata CAGR sebesar 23,44%. Pada tahun 2024
pendapatan segmen jasa konstruksi lainnya tercatat sebesar Rp0,04 triliun, mengalami penurunan
sebesar 54,97% dari tahun 2023 sebesar Rp0,10 triliun. Hingga 30 Juni 2025, pendapatan segmen
jasa konstruksi lainnya tercatat sebesar Rp0,01 triliun.
31
Page 56
Gambar 2-16 : Perkembangan Segmen Jasa Konstruksi Lainnya Perseroan dan Anak Perusahaan
Tahun 2020 – Juni 2025
(dalam triliun Rupiah)
0,13
0,10
0,07
0,04
0,04
0,01
2020 2021* 2022 2023 2024 Juni 2025
Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan
Aspek Pemasaran
Sebagai bagian dari SIG, strategi dan kegiatan pemasaran Perseroan menginduk pada strategi SIG
yang telah merumuskan strategi penetrasi pasar domestik yang disesuaikan dengan kondisi pasar
dan dinilai efektif dalam menghadapi kompetisi di industri bahan bangunan sebagai berikut:
Strategi Multibrand
Strategi ini disusun untuk mengoptimalkan dan mempertahankan dominasi pangsa pasar semen
tahun 2024 di tengah permintaan semen yang terkontraksi terutama untuk segmen semen kantong,
sementara industri masih mengalami kelebihan bahkan penambahan kapasitas pasok.
Perseroan menerapkan strategi multibrand dengan mengoptimalkan pemasaran produk dengan
merek premium SIG di setiap pasar utama, serta menggunakan merek tertentu secara selektif di
area pasar dengan persaingan yang tinggi dari sisi jumlah pemain dan perbedaan harga jual. Strategi
ini dipandang tepat untuk menjaga kondisi industri tetap kondusif dengan tidak memicu perang
harga. Penerapan strategi ini memungkinkan Perseroan untuk dapat menahan peningkatan pangsa
pasar dari pesaing yang tergolong ke dalam economic brand.
Strategi Micro Market
Untuk mengoptimalkan pencapaian pangsa pasar dan profitabilitas, Perseroan menerapkan strategi
micro market dimana kebijakan yang berhubungan dengan penjualan dan pemasaran didasarkan
pada karakteristik pasar untuk setiap area yang berbeda. Kebijakan pemasaran dan penjualan
ditentukan berdasarkan area yang lebih kecil dengan mempertimbangkan potensi pasar di area
tersebut dan tingkat kompetitif SIG.
Skema ini memberikan manfaat untuk penerapan strategi yang lebih tepat sasaran sehingga
optimalisasi penjualan dapat tercapai baik dari sisi volume penjualan dan dari sisi pencapaian
pendapatan.
32
Page 57
Strategi Direct Selling
Perseroan juga mengembangkan strategi direct selling untuk melayani pelanggan strategis secara
langsung. Strategi ini digunakan untuk memperkuat hubungan dengan pelanggan dan memastikan
produk diterima langsung oleh konsumen dengan efektif dan efisien.
Dengan kombinasi strategi kanal distribusi melalui distributor dan direct selling, perseroan dapat
memastikan ketersediaan produk secara merata di seluruh Indonesia, mendukung pertumbuhan
bisnis, dan meningkatkan kepuasan pelanggan secara berkelanjutan.
Pengelolaan Pelanggan dan Wilayah
Perseroan menerapkan strategi pengelolaan pelanggan yang terbagi dalam 2 pendekatan:
1. Key Account Management (KAM), digunakan untuk pelanggan B2B (Business-to-Business).
Strategi ini difokuskan untuk membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan
utama, seperti mitra strategis atau pelanggan dengan volume pembelian besar.
2. Territory Management, digunakan untuk pelanggan B2C (Business-to-Consumer). Strategi
ini bertujuan untuk memastikan penguasaan wilayah penjualan secara terstruktur dan
optimal, sehingga penetrasi pasar dapat dilakukan secara menyeluruh.
Pengembangan Ekosistem Digital
Ekosistem digital merupakan lingkungan terintegrasi yang menghubungkan teknologi, data,
pengguna, dan layanan untuk menciptakan nilai tambah. Perseroan berencana mengembangkan
platform Komunitas Jago Bangunan (komunitas pekerja konstruksi) untuk meningkatkan
konektivitas Perseroan dengan pelanggan dan mendukung pemberdayaan masyarakat khususnya
para pekerja konstruksi (tukang) yang merupakan salah satu sumber awareness tertinggi untuk
brand.
Rencana pembangunan aplikasi komunitas merupakan lanjutan dari kegiatan pengelolaan
komunitas tukang agar dapat dilakukan lebih terintegrasi serta meningkatkan kolaborasi yang lebih
baik dengan seluruh pihak.
Customer Engagement
Melalui berbagai kegiatan, Perseroan berupaya membangun hubungan yang lebih dalam,
meningkatkan loyalitas, serta menciptakan pengalaman yang memuaskan bagi pelanggan.
Beberapa elemen dalam customer engagement yang sudah dilakukan antara lain kegiatan aktivasi
pelanggan/customer experience dengan menyelenggarakan kunjungan ke pabrik bagi para tukang
bangunan yang disertai dengan pelatihan dan demo aplikasi produk. Customer engagement juga
dilakukan dalam Program Komunitas Jago Bangunan.
Perseroan juga meningkatkan customer engagement dengan memanfaatkan teknologi digital dan
sosial media. Program program komunitas meliputi kegiatan seperti kuis, program loyalitas, sharing
session terkait industri konstruksi, serta membuka ruang konsultasi seputar konstruksi bagi para
anggota komunitas. Perseroan meyakini bahwa kegiatan customer engagement dapat membangun
hubungan jangka panjang, memberikan nilai tambah, menciptakan basis pelanggan yang loyal, serta
meningkatkan reputasi merek di pasar.
Komunikasi Pemasaran
SIG terus memperkuat komunikasi kepada pelanggan utama, dimana 3 pilar utama komunikasi yang
disampaikan kepada pelanggan adalah mengenai Keberlanjutan, Nasionalisme dan Inovasi.
33
Page 58
Strategi komunikasi yang terintegrasi melalui berbagai media daring dan luring serta dukungan dari
semua karyawan akan memperkuat posisi merek SIG dan menjadikan produk SIG sebagai produk
yang dikenal luas oleh pelanggan loyal maupun pelanggan baru.
Toko/penyalur bahan bangunan merupakan salah satu mitra strategis yang harus dijaga hubungan
dan komunikasinya. Selain itu SIG secara aktif mengadakan berbagai kegiatan bagi pengguna produk
seperti kontraktor, mandor, dan tukang bangunan melalui Komunitas Jago Bangunan yang dimiliki
SIG. Melalui kegiatan yang dilakukan, SIG berharap anggota komunitas akan menjadi influencer
produk SIG ke tukang lainnya.
Pangsa Pasar
Dengan bertambahnya anggota baru ke dalam Asosiasi Semen Indonesia yaitu Semen Grobogan
dan tantangan pada tahun politik, Perseroan mengalami perlambatan volume penjualan terutama
pada semen ritel. Walaupun semen curah masih mengalami pertumbuhan positif, namun belum
dapat mendorong peningkatan pangsa pasar. Pangsa pasar Perseroan pada tahun 2024 sebesar
11,51%, sedikit lebih rendah dari 11,92% pada tahun 2023.
Wilayah Operasional
Perseroan yang bergerak dalam industri bahan bangunan dan solusi konstruksi terintegrasi
mengelola berbagai produk dan layanan, meliputi semen, beton siap pakai, agregat, serta
pengelolaan limbah dan energi alternatif. Dengan mempertimbangkan karakteristik proses
produksi, ketersediaan bahan baku, serta efektivitas dan efisiensi operasional, Perseroan
menetapkan wilayah operasional yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia dengan rincian
sebagai berikut:
Gambar 2-17 : Wilayah Operasional Perseroan
Sumber : Laporan Tahunan Konsolidasian Perseroan, diolah
34
Page 59
Tabel 2-4 : Wilayah Operasional Perseroan dan Anak Perusahaan
Keterangan Lokasi
Silo dan Terminal Distribusi Lhokseumawe, Belawan, Dumai, Batam, Lampung, Pontianak
Pabrik dan Fasilitas Penggilingan Pabrik Lhoknga, Pabrik Narogong, Pabrik Cilacap, Pabrik Tuban, Penggilingan Kuala Indah*
Gudang Distribusi Palembang, Solo, Yogyakarta
Kantor Pusat Jakarta
Kantor Operasional Pandawa Lestari Perkasa, Jakarta
Tambang Agregat Maloko, Jawa barat; Jeladri, Jawa Timur
Unit Pengelolaan Limbah (UPL) Lhoknga, Narogong, Cilacap, Tuban
Nathabumi
Pabrik Beton Siap Pakai Provisi Banten (8 Plant), Provisi Jawa Barat (9 Plant), Provinsi Jawa Tengah (4 Plant), Provinsi
(Termasuk Mobile Project Plants) Jawa Timur (4 Plant), Provinsi DKI Jakarta (5 Plant)
Sumber: Laporan Tahunan Perseroan, 2024
*Tidak Aktif
Prospek Perseroan
Industri semen Indonesia masih akan menghadapi berbagai tantangan pada tahun 2025 terutama
karena kondisi kelebihan pasokan alias oversupply di pasar dalam negeri. Perseroan harus terus
berinovasi, melakukan terobosan, dan mencari peluang diversifikasi usaha untuk meningkatkan
pendapatan dan profitabilitas.
Rencana dan prospek usaha yang telah disusun berpotensi menjadi solusi atas berbagai kendala
yang dihadapi Perseroan saat ini. Rencana ekspor semen ke Amerika Serikat diharapkan dapat
segera terealisasi di tahun 2025 setelah proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi di
Tuban selesai. Proyek strategis ini akan mendorong penjualan ekspor semen Perseroan dan mampu
memenuhi kebutuhan pasar ekspor hingga satu juta ton per tahun, sehingga akan meningkatkan
utilisasi pabrik Perseroan.
Perseroan memiliki sumber daya dan pengalaman yang unggul di dalam bisnis pertambangan
mineral, yang sudah dijalankan dan dikembangkan dalam beberapa tahun terakhir. Oleh karena itu,
Dewan Komisaris melihat rencana Perseroan untuk berinvestasi dan secara signifikan meningkatkan
skala bisnis ini dengan dukungan para pemegang saham memiliki potensi yang sangat baik.
Perseroan memiliki divisi pengelola limbah bernama Nathabumi yang telah memiliki skala bisnis
yang cukup besar. Nathabumi menjadi penggerak utama bagi inisiatif efisiensi biaya Perseroan
melalui penyediaan energi dan bahan baku alternatif sebagai pengganti batubara dan material
campuran semen. Dewan Komisaris mendukung rencana Perseroan untuk berinvestasi
meningkatkan skala bisnis Nathabumi dengan dukungan SIG. Dewan Komisaris optimis investasi ini
akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi Perseroan.
2.3.5 Keuntungan dan Kerugian Rencana Transaksi
Keuntungan yang diharapkan diperoleh Perseroan dengan melaksanakan Rencana Transaksi adalah
Perseroan akan mendapatkan penghematan biaya operasional.
Kerugian dari rencana transaksi adalah biaya-biaya yang timbul sehubungan dengan Rencana
Transaksi.
2.4 Analisis Kuantitatif
Analisis Kuantitatif dilakukan dengan melakukan analisis kinerja historis, analisis proyeksi keuangan,
analisis proforma laporan keuangan, dan analisis inkremental.
35
Page 60
2.4.1 Analisis Kinerja Historis
Analisis kinerja historis Perseroan berdasarkan pada:
(i) Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan Interim untuk periode enam
bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 yang telah diaudit oleh KAP Liana Ramon Xenia
& Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material;
(ii) Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP Liana Ramon Xenia & Rekan
dengan opini wajar dalam semua hal yang material;
(iii) Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan untuk tahun-tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022-2023 yang telah diaudit oleh KAP Imelda & Rekan;
dan
(iv) Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan untuk tahun-tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020-2021 yang telah diaudit oleh KAP Tanudiredja,
Wibisana, Rintis & Rekan.
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
Pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak terdiri atas empat segmen usaha dari divisi
operasi semen, beton siap pakai, agregat dan jasa konstruksi lainnya.
Selama tahun 2020-2024, pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami
fluktuatif peningkatan secara CAGR sebesar 3,99%.
Gambar 2-18 : Perkembangan Segmen Pendapatan Usaha Konsolidasian Perseroan
(dalam triliun Rupiah)
14,00
12,00
10,00
8,00
6,00
4,00
2,00
-
2020 2021* 2022 2023 2024 Juni 2025
Agregat 0,08 0,12 0,09 0,09 0,13 0,06
Jasa konstruksi lainnya 0,13 0,04 0,07 0,10 0,04 0,01
Beton siap pakai 0,66 0,82 1,17 1,22 1,15 0,40
Semen 9,24 10,24 10,93 10,96 10,49 4,51
Pendapatan 10,11 11,22 12,26 12,37 11,82 4,97
Semen Beton siap pakai Jasa konstruksi lainnya Agregat Pendapatan
*) Disajikan kembali
Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
36
Page 61
Tabel 2-5 : Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian Perseroan
(dalam juta Rupiah)
31 Desember 30 Juni
Keterangan 2020 2021* 2022 2023 2024 2025
Audit Audit Audit Audit Audit Audit
Pendapatan 10.108.220 11.218.181 12.262.048 12.371.333 11.818.978 4.973.697
Beban pokok pendapatan (7.124.690) (8.365.429) (9.330.140) (9.597.271) (9.263.093) (3.934.978)
Laba Kotor 2.983.530 2.852.752 2.931.908 2.774.062 2.555.885 1.038.719
Beban Usaha
Distribusi dan penjualan (965.140) (964.184) (1.040.626) (948.597) (954.720) (430.204)
Umum dan administrasi (397.370) (394.547) (347.121) (352.506) (365.423) (143.839)
(Rugi) laba selisih kurs (37.909) 4.020 122 (2.271) 24.819 (16.312)
Rugi (laba) dari penghapusan
aset tetap (16.755) 1.093 (418) (261) (264) -
Lainnya - bersih 78.496 38.967 (98.184) 732 (8.656) (4.640)
Laba Sebelum Bunga
dan Pajak Penghasilan 1.644.852 1.538.101 1.445.681 1.471.159 1.251.641 443.724
Penghasilan keuangan 6.970 3.572 6.678 5.333 5.545 3.357
Beban keuangan (673.924) (454.856) (282.489) (245.866) (240.504) (87.792)
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 977.898 1.086.817 1.169.870 1.230.626 1.016.682 359.289
Beban pajak penghasilan (326.910) (373.473) (330.594) (335.981) (271.592) (92.762)
Laba Periode/ Tahun Berjalan 650.988 713.344 839.276 894.645 745.090 266.527
Laba (rugi) komprehensif lain
Pengukuran kembali atas liabilitas
-setelah
imbalan pajak
kerja jangka
tangguhan
panjang
terkait (25.409) (25.061) 48.272 2.148 (86.019) 5.428
Beban (manfaat) pajak terkait (6.950) 5.363 (10.302) (434) 18.819 (1.195)
Jumlah Laba Komprehensif
Periode/ Tahun Berjalan 618.629 693.646 877.246 896.359 677.890 270.760
Laba per saham - dasar dan dilusian
(nilai penuh) 85 87 93 99 83 30
*) Disajikan kembali
Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
Pendapatan
Selama tahun 2020-2024, pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami
fluktuatif peningkatan secara CAGR sebesar 3,99%. Pada tahun 2020, pendapatan Konsolidasian
Perseroan dan Entitas Anak mengalami penurunan sebesar 8,59% dari tahun 2019, yang merupakan
penurunan terbesar selama periode tahun tersebut, terutama karena penurunan pendapatan dari
segmen beton siap pakai.
Pada tahun 2021, pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami peningkatan
sebesar 10,98% yang merupakan peningkatan tertinggi selama periode tahun tersebut, terutama
karena peningkatan pendapatan dari segmen semen. Pada tahun 2022, pendapatan Konsolidasian
Perseroan dan Entitas Anak kembali mengalami peningkatan sebesar 9,31% terutama karena
peningkatan pendapatan dari segmen semen.
Pada tahun 2023, pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami peningkatan
terbatas sebesar 0,89% dengan peningkatan tertinggi pendapatan dari segmen beton siap pakai.
Pada tahun 2024, pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami penurunan
sebesar 4,46% terutama karena penurunan pendapatan dari segmen semen.
Selama tahun 2020-2024, segmen pendapatan semen memberikan kontribusi terbesar terhadap
total pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak dengan kontribusi rata-rata sebesar
37
Page 62
89,84%. Selanjutnya segmen pendapatan beton siap pakai memberikan kontribusi rata-rata sebesar
8,60%% terhadap total pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak. Sedangkan segmen
pendapatan agregat dan jasa konstruksi lainnya memberikan kontribusi dengan rata-rata masing-
masing sebesar 0,89% dan 0,67% terhadap total pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas
Anak.
Hingga tanggal 30 Juni 2025, pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak tercatat sebesar
Rp4,97 triliun dengan kontribusi dari segmen usaha semen, beton siap pakai, agregat, dan jasa
konstruksi lainnya masing-masing sebesar 90,73%, 7,94%, 1,17%, dan 0,16%.
Beban pokok pendapatan
Beban pokok pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak terdiri dari bahan baku yang
digunakan, biaya pabrikasi, serta gaji dan upah.
Selama tahun 2020-2024, beban pokok pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
mengalami fluktuatif peningkatan secara CAGR sebesar 6,78%. Pada tahun 2020, beban pokok
pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami penurunan sebesar 12,82% dari
tahun 2019, yang merupakan penurunan terbesar selama periode tahun tersebut, terutama karena
penurunan pada beban pabrikasi.
Pada tahun 2021, beban pokok pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami
peningkatan sebesar 17,41% yang merupakan peningkatan tertinggi selama periode tahun tersebut
terutama karena peningkatan biaya pabrikasi. Pada tahun 2022, beban pokok pendapatan
Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami peningkatan sebesar 11,53% terutama karena
peningkatan biaya pabrikasi.
Pada tahun 2023, beban pokok pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami
peningkatan sebesar 2,86% terutama karena peningkatan pada beban pabrikasi. Pada tahun 2024,
beban pokok pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami penurunan sebesar
3,48% terutama karena penurunan biaya pabrikasi.
Rata-rata porsi beban pokok pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak selama tahun
2020-2024 adalah sebesar 75,42%.
Hingga tanggal 30 Juni 2025, beban pokok pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
tercatat sebesar Rp3,93 triliun dengan porsi beban pokok pendapatan sebesar 79,12%.
Beban Distribusi dan Penjualan
Beban distribusi Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak terdiri atas ongkos angkut domestik dan
ongkos angkut ekspor. Sementara beban penjualannya terdiri atas gaji, upah, dan tunjangan; biaya
tenaga kerja outsource; jasa profesional; sewa; bahan bakar; konferensi dan rapat; perjalanan;
penyusutan dan deplesi; penyusutan aset hak-guna; lainnya.
Selama tahun 2020-2024, beban distribusi dan penjualan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
mengalami fluktuatif penurunan secara CAGR sebesar 0,27%. Pada tahun 2020, beban distribusi dan
penjualan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami penurunan sebesar 7,74% dari
tahun 2019 terutama karena penurunan beban ongkos angkut domestik.
Pada tahun 2021, beban distribusi dan penjualan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak kembali
mengalami penurunan sebesar 0,10% terutama karena penurunan beban iklan dan promosi. Pada
tahun 2022, beban distribusi dan penjualan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami
peningkatan sebesar 7,93%, yang merupakan peningkatan tertinggi selama periode tahun tersebut,
terutama karena peningkatan beban ongkos angkut domestik.
Pada tahun 2023, beban distribusi dan penjualan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
mengalami penurunan sebesar 8,84%, yang merupakan penurunan terbesar selama periode tahun
38
Page 63
tersebut, terutama karena penurunan beban gaji, upah, dan tunjangan. Pada tahun 2024, beban
distribusi dan penjualan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami peningkatan sebesar
0,65% terutama karena peningkatan beban ongkos angkut domestik.
Rata-rata porsi beban distribusi dan penjualan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak selama
tahun 2020-2024 adalah sebesar 8,48%.
Hingga tanggal 30 Juni 2025, beban distribusi dan penjualan Konsolidasian Perseroan dan Entitas
Anak tercatat sebesar Rp430,20 miliar dengan porsi beban distribusi dan penjualan sebesar 8,65%.
Beban Umum dan Administrasi
Beban umum dan administrasi Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak terdiri atas gaji, upah, dan
tunjangan; donasi dan representasi; biaya tenaga kerja outsource; jasa profesional; pemeliharaan
data dan sistem, proyek regional dan shared services; konferensi dan rapat; penyusutan aset hak
guna; perjalanan; perjalanan; sewa; biaya bank; perbaikan dan pemeliharaan; penyusutan dan
deplesi; pendidikan, pelatihan, dan pengembangan; pemulihan/ cadangan kerugian kredit
ekspektasian; lisensi, dan izin; lain-lain.
Selama tahun 2020-2024, beban umum dan administrasi Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
mengalami fluktuatif penurunan secara CAGR sebesar 2,07%. Pada tahun 2020, beban umum dan
administrasi Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami penurunan sebesar 39,30% dari
tahun 2019 yang merupakan penurunan tertinggi selama periode tahun tersebut terutama karena
penurunan beban pemeliharaan data dan sistem, proyek regional dan shared services.
Pada tahun 2021, beban umum dan administrasi Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak kembali
mengalami penurunan sebesar 0,71% terutama karena penurunan jasa profesional. Pada tahun
2022, beban umum dan administrasi Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami
penurunan sebesar 12,02% terutama karena penurunan cadangan kerugian kredit ekspektasian.
Pada tahun 2023, beban umum dan administrasi Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
mengalami peningkatan sebesar 1,55% terutama karena peningkatan beban gaji, upah, dan
tunjangan. Pada tahun 2024, beban umum dan administrasi Konsolidasian Perseroan dan Entitas
Anak mengalami peningkatan sebesar 3,66% terutama karena peningkatan beban gaji, upah, dan
tunjangan.
Rata-rata porsi beban umum dan administrasi Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak selama
tahun 2020-2024 adalah sebesar 3,24%.
Hingga tanggal 30 Juni 2025, beban umum dan administrasi Konsolidasian Perseroan dan Entitas
Anak tercatat sebesar Rp143,84 miliar dengan porsi beban umum dan administrasi sebesar 2,89%.
Laba Kotor
Selama tahun 2020-2024, laba kotor Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami fluktuatif
penurunan secara CAGR sebesar 3,79%. Pada tahun 2020, laba kotor Konsolidasian Perseroan dan
Entitas Anak mengalami peningkatan sebesar 3,41% dari tahun 2019, yang merupakan peningkatan
tertinggi selama periode tahun tersebut, terutama karena penurunan biaya fabrikasi pada beban
pokok pendapatan.
Pada tahun 2021, laba kotor Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami penurunan
sebesar 4,38% terutama karena peningkatan biaya fabrikasi pada beban pokok pendapatan. Pada
tahun 2022, laba kotor Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami peningkatan sebesar
2,77% terutama karena peningkatan pendapatan dari segmen semen.
Pada tahun 2023, laba kotor Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami penurunan
sebesar 5,38% terutama karena peningkatan terbatas pendapatan dari segmen beton siap pakai.
Pada tahun 2024, laba kotor Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami penurunan
39
Page 64
sebesar 7,86%, yang merupakan penurunan terbesar selama periode tahun tersebut, terutama
karena penurunan pendapatan dari segmen semen.
Rata-rata margin laba kotor Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak selama tahun 2020-2024
sebesar 24,58%.
Hingga tanggal 30 Juni 2025, laba kotor Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak tercatat sebesar
Rp1,04 triliun dengan margin laba kotor sebesar 20,88%.
Laba Periode/ Tahun Berjalan
Selama tahun 2020-2024, laba tahun berjalan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami
fluktuatif penurunan secara CAGR sebesar 3,43%. Pada tahun 2020, laba tahun berjalan
Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami peningkatan sebesar 30,44% dari tahun 2019,
yang merupakan peningkatan tertinggi selama periode tahun tersebut, terutama karena penurunan
beban pemeliharaan data dan sistem, proyek regional dan shared services pada beban umum dan
administrasi.
Pada tahun 2021, laba tahun berjalan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak kembali mengalami
peningkatan sebesar 9,58% terutama karena peningkatan pendapatan dari segmen semen. Pada
tahun 2022, laba tahun berjalan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak kembali mengalami
peningkatan sebesar 17,65% terutama karena penurunan pemulihan cadangan kerugian kredit
ekspektasian pada beban umum dan administrasi.
Pada tahun 2023, laba tahun berjalan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami
peningkatan sebesar 6,60% terutama karena penurunan beban gaji, upah, dan tunjangan pada
beban distribusi dan penjualan. Pada tahun 2024, laba tahun berjalan Konsolidasian Perseroan dan
Entitas Anak mengalami penurunan sebesar 16,72% terutama karena penurunan pendapatan dari
segmen semen.
Rata-rata margin laba tahun berjalan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak selama tahun 2020-
2024 sebesar 6,64%.
Hingga tanggal 30 Juni 2025, laba periode berjalan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
tercatat sebesar Rp266,53 miliar dengan margin laba periode berjalan sebesar 5,36%.
Laba Komprehensif
Selama tahun 2020-2024, laba komprehensif Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami
fluktuatif penurunan secara CAGR sebesar 2,31%. Pada tahun 2020, laba komprehensif
Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami peningkatan sebesar 9,25% dari tahun 2019
seiring peningkatan laba tahun berjalan.
Pada tahun 2021, laba komprehensif Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak kembali mengalami
peningkatan sebesar 12,13% seiring peningkatan laba tahun berjalan dan penerimaan manfaat
pajak terkait sebesar Rp5,37 miliar. Pada tahun 2022, laba komprehensif Konsolidasian Perseroan
dan Entitas Anak mengalami penurunan sebesar 26,47%, yang merupakan peningkatan tertinggi
selama periode tahun tersebut, seiring peningkatan laba tahun berjalan dan perolehan keuntungan
aktuaria atas liabilitas imbalan kerja jangka panjang setelah pajak tangguhan terkait sebesar
Rp48,28 miliar.
Pada tahun 2023, laba komprehensif Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami
peningkatan terbatas sebesar 2,18% seiring peningkatan laba tahun berjalan dan perolehan
keuntungan aktuaria atas liabilitas imbalan kerja jangka panjang setelah pajak tangguhan terkait
sebesar Rp2,15 miliar. Pada tahun 2024, laba komprehensif Konsolidasian Perseroan dan Entitas
Anak mengalami penurunan sebesar 24,37% seiring penurunan laba tahun berjalan dan perolehan
kerugian aktuaria atas liabilitas imbalan kerja jangka panjang setelah pajak tangguhan terkait
40
Page 65
sebesar Rp86,02 miliar.
Rata-rata margin laba komprehensif Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak selama tahun 2020-
2024 sebesar 6,49%.
Hingga per tanggal 30 Juni 2025, laba komprehensif Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
tercatat sebesar Rp270,76 miliar dengan margin laba komprehensif sebesar 5,44%.
Laba per Saham
Selama tahun 2020-2024, laba per saham Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami
fluktuatif penurunan secara CAGR sebesar 0,59%. Pada tahun 2020, laba komprehensif
Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami peningkatan sebesar 30,77% dari tahun 2019,
yang merupakan peningkatan tertinggi selama periode tahun tersebut, seiring dengan peningkatan
laba tahun berjalan sebesar 30,44%.
Pada tahun 2021, laba per saham Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak kembali mengalami
peningkatan terbatas sebesar 2,35% seiring dengan penerbitan saham baru oleh Perseroan sebesar
1,36 juta saham. Pada tahun 2022, laba per saham Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
mengalami peningkatan sebesar 6,90% seiring peningkatan laba tahun berjalan sebesar 17,65%.
Pada tahun 2023, laba per saham Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami peningkatan
sebesar 6,45% seiring peningkatan laba tahun berjalan sebesar 6,60%. Pada tahun 2024, laba per
saham Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami penurunan sebesar 16,16% seiring
penurunan laba tahun berjalan sebesar 16,72%.
Hingga per tanggal 30 Juni 2025, laba per saham Perseroan dan Entitas Anak tercatat sebesar
Rp30,00.
Gambar 2-19 : Perkembangan Pendapatan, Laba Kotor, Laba Periode/ Tahun Berjalan, Laba
Komprehensif dan Laba per Saham Konsolidasian Perseroan
(dalam triliun Rupiah)
14,00 120
12,26 12,37
99 11,82
12,00 11,22 93 100
10,11 85 87
83
10,00
80
8,00
60
6,00
4,97
40
4,00
2,98 2,85 2,93 2,77 2,56 30
20
2,00
0,84 0,88 0,89 0,90 1,04
0,65 0,62 0,71 0,69 0,75 0,68 0,27 0,27
- -
2020 2021* 2022 2023 2024 Juni 2025
Pendapatan Laba Kotor Laba Periode/ Tahun Berjalan Laba Komprehensif Laba per Saham (Nilai Penuh)
*) Disajikan kembali
Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
41
Page 66
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan
Tabel 2-6 : Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan
(dalam juta Rupiah)
31 Desember 30 Juni
Keterangan 2020 2021* 2022 2023 2024 2025
Audit Audit Audit Audit Audit Audit
Aset
Aset Lancar
Kas dan setara kas 526.813 290.567 294.344 339.455 150.342 205.670
Piutang usaha
Pihak ketiga 312.708 151.930 250.343 198.850 178.161 160.471
Pihak berelasi 2.024.834 3.128.112 2.476.106 3.588.223 2.317.488 2.190.385
Piutang lain-lain
Pihak ketiga 45.756 119.160 71.635 109.299 116.656 84.753
Pihak berelasi 32.513 71.094 83.386 110.318 147.841 226.161
Persediaan 1.048.354 1.019.014 1.262.429 1.171.348 1.151.302 1.289.895
Pajak lain-lain dibayar di muka 139.236 401.334 582.030 525.154 609.659 323.376
Biaya dibayar di muka 28.761 30.851 10.228 24.493 9.968 25.509
Aset derivatif - - - - 67 -
Aset lancar lainnya 57.240 26.207 28.659 23.918 22.312 24.574
Jumlah Aset Lancar 4.216.215 5.238.269 5.059.160 6.091.058 4.703.796 4.530.794
Aset Tidak Lancar
Kas dan setara kas yang
dibatasi penggunaannya 22.934 23.927 30.316 35.533 46.554 48.799
Aset pajak tangguhan 18.507 32.903 32.232 30.188 33.398 29.915
Aset tetap dan tanah
pertambangan 15.258.887 15.007.206 15.260.436 15.383.772 15.449.192 15.245.033
Aset hak-guna 466.378 271.332 159.915 151.424 261.969 302.443
Tagihan pengembalian pajak
Pajak penghasilan badan 161.355 319.671 316.474 112.758 152.669 182.534
Pajak lain-lain 194.271 193.875 125.620 4.589 1.883 6.851
Goodwill 331.808 331.808 331.808 331.808 331.808 331.808
Aset tidak lancar lainnya 67.770 72.032 62.549 65.609 65.083 62.161
Jumlah Aset Tidak Lancar 16.521.910 16.252.754 16.319.350 16.115.681 16.342.556 16.209.544
Jumlah Aset 20.738.125 21.491.023 21.378.510 22.206.739 21.046.352 20.740.338
*) Disajikan kembali
Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
Jumlah Aset
Selama tahun 2020-2024, jumlah aset Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami
fluktuatif peningkatan secara Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 0,37%. Pada tahun
2020, jumlah aset Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami peningkatan sebesar 5,98%
dari tahun 2019 yang merupakan peningkatan tertinggi selama periode tahun tersebut, terutama
karena peningkatan piutang usaha - pihak berelasi.
Pada tahun 2021, jumlah aset Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami peningkatan
sebesar 3,63% terutama karena peningkatan piutang usaha - pihak berelasi. Pada tahun 2022,
jumlah aset Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami penurunan sebesar 0,52%
terutama karena penurunan piutang usaha - pihak berelasi.
Pada tahun 2023, jumlah aset Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami peningkatan
sebesar 3,87% terutama karena peningkatan piutang usaha - pihak berelasi. Jumlah aset
Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak kembali mengalami penurunan pada tahun 2024 sebesar
5,23% yang merupakan penurunan terbesar selama periode tahun tersebut, terutama karena
penurunan piutang usaha - pihak berelasi.
42
Page 67
Pada tanggal 30 Juni 2025, jumlah aset Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak tercatat sebesar
Rp20,74 triliun.
Tabel 2-7 : Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan (Lanjutan)
(dalam juta Rupiah)
31 Desember 30 Juni
Keterangan 2020 2021* 2022 2023 2024 2025
Audit Audit Audit Audit Audit Audit
Liabilitas dan Ekuitas
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha
Pihak ketiga 1.636.149 1.936.700 2.363.590 2.253.090 1.952.230 1.764.922
Pihak berelasi 378.832 1.164.491 1.737.590 2.029.229 1.401.741 1.149.614
Utang lain-lain
Pihak ketiga 100.574 60.122 81.916 51.242 83.112 136.832
Pihak berelasi 10.175 3.269 991 145.311 8.526 337.719
Utang pajak
Pajak penghasilan badan 46.359 271 17.953 21.997 2.704 2.484
Pajak lain-lain 5.875 16.992 10.935 13.057 6.266 6.732
Beban masih harus dibayar 316.652 224.278 281.174 296.911 252.867 329.828
Liabilitas derivatif 1.098 132 603 7 - 9
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 209.803 279.586 218.946 185.406 248.205 127.838
Pinjaman bank jangka panjang
jatuh tempo dalam satu tahun
Pihak ketiga 1.100.000 - - 400.000 400.000 700.000
Liabilitas sewa jatuh tempo
dalam satu tahun 335.748 213.565 135.462 122.633 108.992 111.726
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 4.141.265 3.899.406 4.849.160 5.518.883 4.464.643 4.667.704
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas pajak tangguhan 674.445 1.011.863 1.112.133 1.203.377 1.230.890 1.254.431
Pinjaman bank jangka panjang 7.269.246 4.380.372 2.734.547 2.337.097 1.539.857 1.140.881
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 531.070 529.996 482.868 463.355 562.466 494.917
Provisi untuk restorasi 75.749 91.053 82.901 87.977 88.867 95.531
Utang lain-lain
Pihak berelasi - - - - 121.648 120.214
Provisi jangka panjang 252.039 265.324 216.783 35.062 30.057 14.034
Liabilitas sewa 228.132 113.937 40.080 56.374 93.814 140.301
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 9.030.681 6.392.545 4.669.312 4.183.242 3.667.599 3.260.309
Jumlah Liabilitas 13.171.946 10.291.951 9.518.472 9.702.125 8.132.242 7.928.013
Ekuitas
Modal saham 3.831.450 4.509.691 4.509.691 4.509.691 4.509.691 4.509.691
Tambahan modal disetor 2.587.309 5.014.275 5.014.275 5.014.275 5.014.275 5.014.275
Komponen ekuitas lain
Pengukuran kembali liabilitas
imbalan pascakerja setelah pajak (210.859) (261.104) (223.134) (221.420) (288.620) (284.387)
Saldo laba
Dicadangkan 766.290 766.290 766.290 901.938 901.938 901.938
Belum dicadangkan 591.989 1.169.920 1.792.916 2.300.130 2.776.826 2.670.808
Jumlah Ekuitas 7.566.179 11.199.072 11.860.038 12.504.614 12.914.110 12.812.325
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 20.738.125 21.491.023 21.378.510 22.206.739 21.046.352 20.740.338
*) Disajikan kembali
Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
Jumlah Liabilitas
Jumlah liabilitas Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak selama tahun 2020-2024 mengalami
fluktuatif penurunan secara CAGR sebesar 11,36%. Pada tahun 2020, jumlah liabilitas Konsolidasian
Perseroan dan Entitas Anak mengalami peningkatan sebesar 4,66% dari tahun 2019 terutama
karena peningkatan pinjaman bank jangka panjang jatuh tempo dalam satu tahun - pihak ketiga.
43
Page 68
Pada tahun 2021, jumlah liabilitas Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami penurunan
sebesar 21,86% yang merupakan penurunan terbesar selama periode tahun tersebut terutama
karena penurunan pinjaman bank jangka panjang. Pada tahun 2022, jumlah liabilitas Konsolidasian
Perseroan dan Entitas Anak kembali mengalami penurunan sebesar 7,52% terutama karena
penurunan pinjaman bank jangka panjang.
Pada tahun 2023, jumlah liabilitas Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami
peningkatan sebesar 1,93% terutama karena peningkatan pinjaman bank jangka panjang jatuh
tempo dalam satu tahun - pihak ketiga. Pada tahun 2024, jumlah liabilitas Konsolidasian Perseroan
dan Entitas Anak mengalami penurunan sebesar 16,18% terutama karena penurunan pada total
utang usaha (pihak ketiga dan berelasi).
Selama tahun 2020-2024, rata-rata rasio liabilitas terhadap aset dan rata-rata rasio liabilitas
terhadap ekuitas Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak masing-masing sebesar 0,48x dan 0,97x.
Pada tanggal 30 Juni 2025, jumlah liabilitas Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak tercatat
sebesar Rp7,93 triliun dengan rasio liabilitas terhadap aset dan rasio liabilitas terhadap ekuitas
masing-masing sebesar 0,38x dan 0,62x.
Jumlah Ekuitas
Jumlah ekuitas Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak selama tahun 2020-2024 mengalami
peningkatan secara CAGR sebesar 14,30%. Pada tahun 2020, jumlah ekuitas Konsolidasian
Perseroan dan Entitas Anak mengalami peningkatan sebesar 8,36% dari tahun 2019 terutama
karena peningkatan saldo laba yang belum dicadangkan.
Pada tahun 2021, jumlah ekuitas Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami peningkatan
sebesar 48,01% yang merupakan peningkatan tertinggi selama periode tahun tersebut terutama
karena adanya tambahan modal disetor. Pada tahun 2022, jumlah ekuitas Konsolidasian Perseroan
dan Entitas Anak mengalami peningkatan sebesar 5,90% terutama karena peningkatan saldo laba
yang belum dicadangkan.
Pada tahun 2023, jumlah ekuitas Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami peningkatan
sebesar 5,43% terutama karena peningkatan saldo laba yang belum dicadangkan. Pada tahun 2024,
jumlah ekuitas Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami peningkatan sebesar 3,27%
terutama karena peningkatan saldo laba yang belum dicadangkan.
Hingga tanggal 30 Juni 2025, jumlah Konsolidasian ekuitas Perseroan dan Entitas Anak tercatat
sebesar Rp12,81 triliun.
44
Page 69
Gambar 2-20 : Perkembangan Jumlah Aset, Jumlah Liabilitas, dan Jumlah Ekuitas
Konsolidasian Perseroan
(dalam triliun Rupiah)
25,00
21,49 21,38 22,21
21,05 20,74
20,74
20,00
7,57
11,20 11,86 12,50
15,00 12,91 12,81
10,00
13,17
5,00 10,29 9,52 9,70
8,13 7,93
-
2020 2021* 2022 2023 2024 Juni 2025
Jumlah Liabilitas Jumlah Ekuitas Jumlah Aset
*) Disajikan kembali
Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
45
Page 70
Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan
Tabel 2-8 : Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan
(dalam juta Rupiah)
31 Desember 30 Juni
Keterangan 2020 2021 2022 2023 2024 2025
Audit Audit Audit Audit Audit Audit
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari pelanggan 10.075.278 10.223.580 12.585.901 12.563.253 13.196.148 5.140.048
Pembayaran kepada pemasok (7.072.023) (7.070.929) (8.704.066) (10.919.597) (9.697.530) (4.719.852)
Pembayaran kepada karyawan (1.118.037) (1.204.340) (1.131.782) (1.021.507) (977.510) (494.749)
Penerimaan dari penghasilan bunga 6.970 3.572 6.678 5.333 5.545 3.357
Pembayaran Transitional Services
and License Agreement (TSLA) (340.395) - - - - -
Penerimaan dari perjanjian kesanggupan 337.400 - - - - -
Pembayaran beban keuangan (739.806) (444.798) (275.986) (250.318) (245.623) (91.036)
Pembayaran pajak penghasilan
dan pajak lainnya (153.130) (265.405) (275.109) (229.996) (1.065.666) (128.772)
Penerimaan dari kantor pajak 3.743 294.896 789.606 1.060.913 661.435 623.412
Arus Kas Bersih yang Diperoleh
dari Aktivitas Operasi 1.000.000 1.536.576 2.995.242 1.208.081 1.876.799 332.408
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap (389.693) (485.159) (869.504) (761.667) (730.229) (124.131)
Penerimaan dari hasil pelepasan
aset tetap - 36.843 - - - -
Penerimaan dari hasil
ganti rugi aset tetap 55.061 68.589 48.992 - - -
Penambahan aset hak-guna (9.359) (17.757) (64.147) (41.288) (27.661) (2.494)
Penempatan kas dan setara kas
yang dibatasi penggunaannya (5.265) (993) (6.389) (5.250) (10.185) (1.746)
Penempatan deposito berjangka - - (192.082) - - -
Penarikan kas yang dibatasi
penggunaannya 4.542 - - 572 1.070 -
Penarikan deposito berjangka - - 152.000 - - -
Arus Kas Bersih yang Digunakan
untuk
untuk Aktivitas
Aktivitas Investasi
Investasi (344.714) (398.477) (931.130) (807.633) (767.005) (128.371)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran pinjaman bank
jangka pendek (738.000) - - - - -
Penerimaan pinjaman bank
jangka pendek 738.000 - - - - -
Pembayaran pinjaman bank
jangka panjang (1.965.657) (4.000.000) (4.400.000) - (800.000) (100.000)
Pembayaran biaya transaksi (5.250) - - - - -
Penerimaan dari utang bank
Pihak
jangkaberelasi
panjang 1.650.000 - 2.744.097 - - -
Penerimaan dari penerbitan saham - 3.119.909 - - - -
Biaya penerbitan saham - (14.702) - - - -
Pembayaran dividen (27.568) (194.746) (215.803) (245.483) (262.226) -
Pembayaran pokok liabilitas sewa (162.488) (281.938) (188.721) (110.440) (237.669) (48.016)
Arus Kas Bersih yang Digunakan
untuk Aktivitas Pendanaan (510.963) (1.371.477) (2.060.427) (355.923) (1.299.895) (148.016)
Kenaikan (Penurunan) Bersih
Kas dan Setara Kas 144.323 (233.378) 3.685 44.525 (190.101) 56.021
Kas dan Setara Kas Pada
Awal Periode/ Tahun 386.751 526.813 290.567 294.344 339.455 150.342
Pengaruh perubahan kurs
mata uang asing (4.261) (2.868) 92 586 988 (693)
Kas dan Setara Kas Pada
Akhir Periode/ Tahun 526.813 290.567 294.344 339.455 150.342 205.670
Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
46
Page 71
Aktivitas Operasi
Selama tahun 2020-2024, Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian mencatat adanya arus
kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi. Pada tahun 2020, arus kas bersih yang diperoleh
dari aktivitas operasi Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian tercatat sebesar Rp1,00
triliun terutama karena penerimaan kas dari pelanggan.
Pada tahun 2021, Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian kembali mencatatkan arus kas
bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi sebesar Rp1,54 triliun terutama karena penerimaan kas
dari pelanggan. Pada tahun 2022, Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian kembali
mencatatkan arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi sebesar Rp3,00 triliun, yang
merupakan arus kas bersih tertinggi yang diperoleh pada periode tahun tersebut, terutama karena
penerimaan kas dari pelanggan.
Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian kembali mencatatkan arus kas bersih yang
diperoleh dari aktivitas operasi pada tahun 2023 dan tahun 2024 masing-masing sebesar Rp1,21
triliun dan Rp1,88 triliun yang terutama karena penerimaan kas dari pelanggan.
Hingga tanggal 30 Juni 2025, Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian mencatat arus kas
bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi sebesar Rp332,41 miliar.
Aktivitas Investasi
Selama tahun 2020-2024, Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian mencatat adanya arus
kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi. Pada tahun 2020, arus kas bersih yang
digunakan dari aktivitas investasi Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian tercatat sebesar
Rp344,71 miliar terutama karena pengeluaran kas untuk perolehan aset tetap.
Pada tahun 2021, Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian kembali mencatatkan arus kas
bersih yang digunakan dari aktivitas investasi sebesar Rp398,48 miliar terutama karena pengeluaran
kas untuk perolehan aset tetap. Pada tahun 2022, Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian
kembali mencatatkan arus kas bersih yang digunakan dari aktivitas investasi sebesar Rp931,13 miliar
yang merupakan arus kas bersih terbesar yang digunakan pada periode tahun tersebut, terutama
karena pengeluaran kas untuk perolehan aset tetap.
Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian kembali mencatatkan arus kas bersih yang
digunakan dari aktivitas investasi pada tahun 2023 dan tahun 2024 masing-masing sebesar
Rp807,63 miliar dan Rp767,01 miliar yang terutama karena pengeluaran kas untuk perolehan aset
tetap.
Hingga tanggal 30 Juni 2025, Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian mencatat adanya arus
kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi sebesar Rp128,37 miliar.
Aktivitas Pendanaan
Selama tahun 2020-2024, Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian mencatat adanya arus
kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan. Pada tahun 2020, arus kas bersih yang
digunakan dari aktivitas pendanaan Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian tercatat
sebesar Rp510,96 miliar terutama karena pengeluaran kas untuk pembayaran pinjaman bank jangka
panjang.
Pada tahun 2021, Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian kembali mencatatkan arus kas
bersih yang digunakan dari aktivitas pendanaan sebesar Rp1,37 triliun terutama karena
pengeluaran kas untuk pembayaran pinjaman bank jangka panjang. Pada tahun 2022, Perseroan
dan Entitas Anak secara konsolidasian kembali mencatatkan arus kas bersih yang digunakan dari
aktivitas pendanaan sebesar Rp2,06 triliun yang merupakan arus kas bersih terbesar yang
digunakan pada periode tahun tersebut, terutama karena pengeluaran kas untuk pembayaran
47
Page 72
pinjaman bank jangka panjang.
Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian kembali mencatatkan arus kas bersih yang
digunakan dari aktivitas pendanaan pada tahun 2023 dan tahun 2024 masing-masing sebesar
Rp335,92 miliar dan Rp1,30 triliun yang terutama karena pengeluaran kas untuk pembayaran
pinjaman bank jangka panjang.
Hingga tanggal 30 Juni 2025, Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian mencatat adanya arus
kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan sebesar Rp148,02 miliar.
Gambar 2-21 : Perkembangan Arus Kas Bersih Operasi, Investasi, Pendanaan, dan Kenaikan
(Penurunan) Kas Konsolidasian Perseroan
(dalam triliun Rupiah)
4.00
3.00
3.00
1.88
2.00 1.54
1.21
1.00
1.00
0.14 (0.23) 0.00 0.04
(0.19) 0.33 0.06
-
(0.13) (0.15)
(0.34) (0.40) (0.36)
(1.00) (0.51)
(0.81) (0.77)
(0.93)
(1.37) (1.30)
(2.00)
(2.06)
(3.00)
2020 2021 2022 2023 2024 Juni 2025
Arus Kas Operasi Arus Kas Investasi Arus Kas Pendanaan Kenaikan (Penurunan) Kas
Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
48
Page 73
Tabel 2-9 : Rasio Keuangan Konsolidasian Perseroan
31 Desember 30 Juni Rata-Rata
Keterangan
2020 2021 2022 2023 2024 2025* 2020-2024
Rasio Pertumbuhan**
Pendapatan -8,59% 10,98% 9,31% 0,89% -4,46% -15,84% 3,99%
Beban pokok pendapatan -12,82% 17,41% 11,53% 2,86% -3,48% -15,04% 6,78%
Beban distribusi dan penjualan -7,74% -0,10% 7,93% -8,84% 0,65% -9,88% -0,27%
Beban umum dan administrasi -39,90% -0,71% -12,02% 1,55% 3,66% -21,28% -2,07%
Laba kotor 3,41% -4,38% 2,77% -5,38% -7,86% -18,72% -3,79%
Laba periode/ tahun berjalan 30,44% 9,58% 17,65% 6,60% -16,72% -28,46% 3,43%
Laba komprehensif 9,25% 12,13% 26,47% 2,18% -24,37% -20,12% 2,31%
Laba per saham 30,77% 2,35% 6,90% 6,45% -16,16% -27,71% -0,59%
Jumlah aset 5,98% 3,63% -0,52% 3,87% -5,23% -1,45% 0,37%
Jumlah liabilitas 4,66% -21,86% -7,52% 1,93% -16,18% -2,51% -11,36%
Jumlah ekuitas 8,36% 48,01% 5,90% 5,43% 3,27% -0,79% 14,30%
Rasio Segmen Pendapatan
Semen 91,42% 91,28% 89,14% 88,57% 88,79% 90,73% 89,84%
Beton siap pakai 6,53% 7,33% 9,53% 9,88% 9,74% 7,94% 8,60%
Agregat 0,80% 1,03% 0,74% 0,77% 1,10% 1,17% 0,89%
Jasa konstruksi lainnya 1,25% 0,36% 0,59% 0,78% 0,37% 0,16% 0,67%
Rasio Vertikal
Porsi beban pokok pendapatan 70,48% 74,57% 76,09% 77,58% 78,37% 79,12% 75,42%
Porsi beban distribusi dan penjualan 9,55% 8,59% 8,49% 7,67% 8,08% 8,65% 8,48%
Porsi beban umum dan administrasi 3,93% 3,52% 2,83% 2,85% 3,09% 2,89% 3,24%
Margin laba kotor 29,52% 25,43% 23,91% 22,42% 21,63% 20,88% 24,58%
Margin laba periode/ tahun berjalan 6,44% 6,36% 6,84% 7,23% 6,30% 5,36% 6,64%
Margin laba komprehensif 6,12% 6,18% 7,15% 7,25% 5,74% 5,44% 6,49%
Jumlah liabilitas / jumlah aset 0,64 0,48 0,45 0,44 0,39 0,38 0,48
Jumlah liabilitas / jumlah ekuitas 1,74 0,92 0,80 0,78 0,63 0,62 0,97
Rasio Profitabilitas (x)
Return On Assets (ROA)*** 0,03 0,03 0,04 0,04 0,04 0,01 0,04
Return On Equity (ROE)*** 0,09 0,06 0,07 0,07 0,06 0,02 0,07
Return On Invested Capital (ROIC) 0,07 0,06 0,08 0,07 0,06 0,02 0,07
Rasio Likuiditas (x)
Rasio lancar *** 1,02 1,34 1,04 1,10 1,05 0,97 1,11
Rasio cepat 0,76 1,08 0,78 0,89 0,80 0,69 0,86
Rasio Solvabilitas
Debt to Assets Ratio (DAR)** 0,43 0,22 0,14 0,13 0,10 0,10 0,20
Debt to Equity Ratio (DER)** 1,18 0,42 0,25 0,23 0,17 0,16 0,45
Interest Coverage Ratio (ICR) 2,44 3,38 5,12 5,98 5,20 5,05 4,43
Debt Service Coverage Ratio (DSCR) 0,93 3,38 5,12 2,28 1,95 0,56 2,73
Rasio Aktivitas
Perputaran aset (x)*** 0,49 0,53 0,57 0,57 0,55 0,48 0,54
Perputaran piutang usaha (hari) 84 107 81 112 77 86 92
Perputaran persediaan (hari) 54 44 49 45 45 59 47
Perputaran utang usaha (hari) 103 135 160 163 132 134 139
*) Perhitungan rasio pertumbuhan periode Juni 2025 berdasarkan laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
(disetahunkan)
**) Rata-rata dihitung dengan CAGR tahun 2020-2024
***) Rasio keuangan tahun 2020-2024 berdasarkan Laporan Tahunan Perseroan
Sumber : Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak , diolah
Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan dalam mengelola aset-asetnya
dengan tujuan akhir mengoptimalkan pengembalian yang dapat diperoleh para penyedia modal
(capital providers). Profitabilitas suatu perusahaan diukur dengan rasio imbal hasil aset (Return on
Asset/ ROA) dan rasio imbal hasil ekuitas (Return on Equity/ ROE) serta rasio imbal hasil investasi
(Return on Invested Capital/ ROIC).
49
Page 74
Selama tahun 2020-2024, rata-rata rasio ROA, ROE dan ROIC Konsolidasian Perseroan dan Entitas
Anak masing-masing sebesar 0,04x, 0,07x dan 0,07x.
Hingga per tanggal 30 Juni 2025, rasio ROA, ROE dan ROIC Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
masing-masing sebesar 0,01x, 0,02x dan 0,02x.
Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar seluruh kewajiban-
kewajibannya yang akan jatuh tempo. Likuiditas suatu perusahaan diukur dengan menggunakan
rasio lancar (current ratio) dan rasio cepat (quick ratio).
Pada tahun 2020-2024, rata-rata rasio lancar dan rasio cepat Konsolidasian Perseroan dan Entitas
Anak masing-masing sebesar 1,11x dan 0,86x.
Hingga per tanggal 30 Juni 2025, rasio lancar dan rasio cepat Konsolidasian Perseroan dan Entitas
Anak masing-masing sebesar 0,97x dan 0,69x.
Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam membayar semua kewajiban
(jangka pendek maupun jangka panjang). Solvabilitas suatu perusahaan diukur dengan
menggunakan Debt to Assets Ratio (DAR) dan Debt to Equity Ratio (DER), serta Interests Coverage
Rasio (ICR) dan Debt Service Coverage Rasio (DSCR).
Rata-rata DAR dan DER Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak selama tahun 2020-2024 masing-
masing sebesar 0,20x dan 0,45x.
Pada tanggal 30 Juni 2025, DAR dan DER Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak masing-masing
sebesar 0,10x dan 0,16x.
Rasio ICR Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak adalah sebesar 2,44x pada tahun 2020; 3,38x
pada tahun 2021; 5,12x pada tahun 2022; 5,98x pada tahun 2023; 5,20x pada tahun 2024 dan 5,05x
pada periode 6 bulan yang berakhir pada Juni 2025.
Rasio DSCR Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak adalah sebesar 0,93x pada tahun 2020; 3,38x
pada tahun 2021; 5,12x pada tahun 2022; 2,28x pada tahun 2023; 1,95x pada tahun 2024 dan 0,56x
pada periode 6 bulan yang berakhir pada Juni 2025.
Hasil analisis rasio solvabilitas diatas menunjukkan bahwa Perseroan memiliki kemampuan yang
cukup untuk melunasi kewajiban pembayaran pinjaman baik pokok maupun bunganya.
Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam menggunakan aset-aset yang
dimilikinya. Rasio aktivitas suatu perusahaan diukur dengan rasio perputaran (turnover). Rasio ini
menunjukkan waktu yang diperlukan perusahaan dalam mengonversi aset-aset yang dimilikinya
menjadi pendapatan yang menghasilkan uang kas dan periode pembayaran utang perusahaan.
Secara umum, rata-rata rasio aktivitas Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak selama tahun
2020-2024 adalah sebagai berikut : rasio perputaran aset sebesar 0,54x, rasio piutang usaha selama
92 hari, rasio perputaran persediaan selama 47 hari dan rasio perputaran utang usaha selama 139
hari.
Hingga per tanggal 30 Juni 2025, rasio perputaran aset sebesar 0,48x, rasio piutang usaha selama
86 hari, rasio perputaran persediaan selama 59 hari dan rasio perputaran utang usaha selama 134
hari.
50
Page 75
2.4.2 Analisis Proyeksi Perseroan Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi
Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi untuk periode Juli
2025 - Desember 2030 telah disiapkan oleh manajemen Perseroan yang diberikan kepada kami
dalam format excel tanpa link.
Dalam menyusun pendapat kewajaran, kami menggunakan proyeksi keuangan yang telah disiapkan
oleh manajemen Perseroan, yang telah kami review secara terbatas untuk mencerminkan
kewajaran proyeksi.
Proyeksi Laba Rugi
Analisis proyeksi laba rugi Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi untuk periode Juli 2025 –
Desember 2030 :
Tabel 2-10 : Laporan Laba Rugi Perseroan Tanpa Rencana Transaksi
(dalam miliar Rupiah)
Tanpa Rencana Transaksi
Juli - Des 31 Desember
Keterangan
2025 2026 2027 2028 2029 2030
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Pendapatan 5.910 11.927 12.490 13.032 13.509 14.004
Beban pokok pendapatan 4.502 9.152 9.457 9.671 9.839 10.073
Laba Kotor 1.408 2.774 3.033 3.361 3.670 3.931
Beban Usaha
Distribusi dan penjualan 602 1.275 1.306 1.364 1.416 1.469
Umum dan administrasi 167 325 339 351 363 376
Pendapatan Operasional Lain-lain - 21 - - - - -
Laba Sebelum Bunga 660 1.174 1.388 1.646 1.891 2.086
dan Pajak Penghasilan
Depresiasi 384 808 815 822 817 820
EBITDA 1.023 1.982 2.203 2.468 2.708 2.906
Other Non Opr Expense*** 45 34 34 35 36 36
Penghasilan keuangan (2) (3) (3) (3) (3) (3)
Beban keuangan 73 140 112 56 57 58
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 544 1.004 1.245 1.558 1.802 1.996
Beban pajak penghasilan 160 288 354 439 505 556
Laba Periode/ Tahun Berjalan 384 716 891 1.119 1.298 1.440
Sumber : manajemen Perseroan
51
Page 76
Tabel 2-11 : Laporan Laba Rugi Perseroan Dengan Rencana Transaksi
(dalam miliar Rupiah)
Dengan Rencana Transaksi
Juli - Des 31 Desember
Keterangan
2025 2026 2027 2028 2029 2030
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Pendapatan 5.910 11.927 12.490 13.032 13.509 14.004
Beban pokok pendapatan 4.502 9.112 9.412 9.625 9.797 10.030
Laba Kotor 1.408 2.814 3.078 3.407 3.712 3.974
Beban Usaha
Distribusi dan penjualan 602 1.278 1.309 1.367 1.419 1.472
Umum dan administrasi 167 325 339 351 363 376
Pendapatan Operasional Lain-lain - 21 - - - - -
Laba Sebelum Bunga 660 1.211 1.430 1.689 1.930 2.126
dan Pajak Penghasilan
Depresiasi 384 808 815 822 817 820
EBITDA 1.023 2.019 2.245 2.511 2.747 2.946
Other Non Opr Expense*** 45 34 34 35 36 36
Penghasilan keuangan (2) (3) (3) (3) (3) (3)
Beban keuangan 73 140 112 56 57 58
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 544 1.041 1.287 1.601 1.841 2.036
Beban pajak penghasilan 160 298 365 451 516 567
Laba Periode/ Tahun Berjalan 384 742 921 1.150 1.326 1.469
Sumber: Manajemen Perseroan
Pendapatan
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, pendapatan Perseroan diproyeksikan tidak mengalami
perubahan, di mana pada akhir periode proyeksi, tahun 2030, pendapatan Perseroan diproyeksikan
sebesar Rp14,00 triliun.
Beban Pokok Pendapatan
Beban pokok pendapatan Perseroan diproyeksikan mengalami penurunan, di mana pada akhir
periode proyeksi, tahun 2030, dengan dilaksanakan Rencana Transaksi beban pokok pendapatan
Perseroan diproyeksikan sebesar Rp10,03 triliun dan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi
sebesar Rp10,07 triliun. Penurunan beban pokok pendapatan, terutama berasal dari efisiensi
material.
Beban Usaha
Beban usaha Perseroan diproyeksikan mengalami peningkatan, di mana pada akhir periode
proyeksi, tahun 2030, dengan dilaksanakan Rencana Transaksi beban usaha Perseroan
diproyeksikan sebesar Rp1,848 triliun dan tanpa melaksanakan Transaksi Perseroan sebesar
Rp1,845 triliun. Peningkatan beban usaha, terutama berasal dari peningkatan beban distribusi dan
penjualan.
EBIT
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, EBIT Perseroan selama periode Juli 2025 – Desember
2030 diproyeksikan mengalami peningkatan, di mana pada akhir periode proyeksi, tahun 2030,
52
Page 77
dengan dilaksanakan Rencana Transaksi, EBIT Perseroan diproyeksikan sebesar Rp2,13 triliun dan
tanpa melaksanakan Rencana Transaksi sebesar Rp2,09 triliun.
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, marjin EBIT Perseroan selama periode Juli 2025 –
Desember 2030 diproyeksikan mengalami peningkatan. Rata-rata marjin EBIT Perseroan selama
tahun Juli 2025 – Desember 2030 dengan dilaksanakan Rencana Transaksi diproyeksikan sebesar
12,36%, mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi
sebesar 12,10%.
Laba Bersih
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, laba bersih Perseroan selama periode Juli 2025 –
Desember 2030 diproyeksikan mengalami peningkatan, di mana pada akhir periode proyeksi, tahun
2030, dengan dilaksanakan Rencana Transaksi, laba bersih Perseroan diproyeksikan sebesar Rp1,47
triliun dan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi sebesar Rp1,44 triliun.
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, marjin laba bersih Perseroan selama periode Juli 2025
– Desember 2030 diproyeksikan mengalami peningkatan dikarenakan laba bersih Perseroan yang
meningkat. Rata-rata marjin laba bersih Perseroan selama tahun Juli 2025 – Desember 2030 dengan
dilaksanakan Rencana Transaksi diproyeksikan sebesar 8,12%, mengalami peningkatan jika
dibandingkan dengan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi sebesar 7,93%.
53
Page 78
Analisis proyeksi posisi keuangan Perseroan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi untuk periode
2025-2030:
Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
Tabel 2-12 : Laporan Posisi Keuangan Perseroan Tanpa Rencana Transaksi
(dalam miliar Rupiah )
Tanpa Rencana Transaksi
31 Desember
Keterangan
2025 2026 2027 2028 2029 2030
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Aset
Aset Lancar
Kas dan setara kas 984 578 230 1.084 1.987 1.853
Piutang usaha 3.023 3.313 3.469 3.620 3.752 3.890
Persediaan 1.055 1.144 1.182 1.209 1.230 1.259
Aset lancar lainnya 730 730 730 730 730 730
Aset Tidak Lancar
Aset tetap 15.614 15.600 15.739 15.542 15.369 15.221
Goodwill 333 333 333 333 333 333
Aset tidak lancar lainnya 299 299 299 299 299 299
Jumlah Aset 22.038 21.997 21.981 22.817 23.700 23.584
Liabilitas dan Ekuitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha 4.120 4.555 4.711 4.838 4.947 4.005
Pinjaman Jangka Pendek 400 - - - - -
Bagian Lancar Pinjaman Jangka Panjang 500 740 - - - -
Liabilitas Jangka Pendek Lain-lain 958 992 1.026 1.061 1.097 1.133
Liabilitas Jangka Panjang
Pinjaman Jangka Panjang 740 - - - - -
Liabilitas Jangka Panjang Lain-lain 2.128 2.128 2.128 2.128 2.128 2.128
Ekuitas
Modal saham 9.524 9.524 9.524 9.524 9.524 9.524
Saldo Laba 3.668 4.059 4.592 5.266 6.004 6.795
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 22.038 21.997 21.981 22.817 23.700 23.584
Sumber: manajemen Perseroan
54
Page 79
Tabel 2-13 : Laporan Posisi Keuangan Perseroan Dengan Rencana Transaksi
(dalam miliar Rupiah)
Dengan Rencana Transaksi
31 Desember
Keterangan
2025 2026 2027 2028 2029 2030
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Aset
Aset Lancar
Kas dan setara kas 984 593 260 1.130 2.046 1.931
Piutang usaha 3.023 3.313 3.469 3.620 3.752 3.890
Persediaan 1.055 1.139 1.176 1.203 1.225 1.254
Aset lancar lainnya 730 730 730 730 730 730
Aset Tidak Lancar
Aset tetap 15.614 15.600 15.739 15.542 15.369 15.221
Goodwill 333 333 333 333 333 333
Aset tidak lancar lainnya 299 299 299 299 299 299
Jumlah Aset 22.038 22.007 22.006 22.857 23.754 23.657
Liabilitas dan Ekuitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha 4.120 4.538 4.692 4.819 4.929 3.990
Pinjaman Jangka Pendek 400 - - - - -
Bagian Lancar Pinjaman Jangka Panjang 500 740 - - - -
Liabilitas Jangka Pendek Lain-lain 958 992 1.026 1.061 1.097 1.133
Liabilitas Jangka Panjang
Pinjaman Jangka Panjang 740 - - - - -
Liabilitas Jangka Panjang Lain-lain 2.128 2.128 2.128 2.128 2.128 2.128
Ekuitas
Modal saham 9.524 9.524 9.524 9.524 9.524 9.524
Saldo Laba 3.668 4.085 4.636 5.325 6.076 6.882
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 22.038 22.007 22.006 22.857 23.754 23.657
Sumber: manajemen Perseroan
Aset
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, total aset Perseroan selama periode 2025-2030
diproyeksikan mengalami peningkatan. Dimana pada akhir periode proyeksi, tahun 2030
dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi, yaitu dari sebesar Rp23,58 triliun menjadi
sebesar Rp23,66 triliun pada tahun 2030, yang terutama berasal dari peningkatan kas dan
persediaan.
Liabilitas
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, total liabilitas Perseroan selama periode 2025-2030
diproyeksikan mengalami peningkatan. Dimana pada akhir periode proyeksi, tahun 2030
dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi, yaitu dari sebesar Rp7,27 triliun menjadi
sebesar Rp7,25 triliun pada tahun 2030, yang terutama berasal dari peningkatan utang usaha.
Ekuitas
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, total ekuitas Perseroan selama periode 2025-2030
diproyeksikan mengalami peningkatan dikarenakan laba ditahan Perseroan yang meningkat yang
berasal dari peningkatan laba bersih Perseroan.
55
Page 80
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, Total ekuitas Perseroan selama periode 2025-2030
diproyeksikan mengalami peningkatan. Dimana pada akhir periode proyeksi, tahun 2030
dibandingkan tanpa melaksanakan Transaksi Perseroan, yaitu dari sebesar Rp16,32 triliun menjadi
sebesar Rp16,41 triliun pada tahun 2030, yang berasal dari peningkatan laba ditahan.
Proyeksi Laporan Arus Kas
Analisis Proyeksi Arus Kas Perseroan dilakukan dengan menganalisis Proyeksi Arus Kas Dengan dan
Tanpa Rencana Transaksi periode 2025 – 2030 yang telah disiapkan oleh manajemen Perseroan,
sebagai berikut:
Tabel 2-14 : Laporan Arus Kas Perseroan Tanpa Rencana Transaksi
(dalam miliar Rupiah)
Tanpa Rencana Transaksi
31 Desember
Keterangan
2025 2026 2027 2028 2029 2030
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
EBITDA 1875 1982 2203 2468 2708 2906
Perubahan Modal Kerja Bersih (NWC) 778 96 4 (8) (2) (1066)
Penurunan (Peningkatan) Piutang Usaha dan Piutang Lain-lain (527) (290) (156) (151) (133) (137)
Penurunan (Peningkatan) Persediaan 97 (89) (38) (27) (21) (29)
Penurunan (Peningkatan) Beban Dibayar di Muka dan Aset Lancar Lainnya 176 0 0 0 0 0
Peningkatan (Penurunan) Liabilitas Operasional 1033 476 198 169 151 (899)
Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi 2653 2079 2207 2460 2706 1841
Pendapatan Bunga 5 3 3 3 3 3
Beban Bunga dan Keuangan (160,42) (140,03) (111,97) (55,71) (56,68) (57,66)
Beban Pajak (252,88) (287,76) (353,70) (438,98) (504,58) (555,81)
Beban (Pendapatan) Lain-lain (44,92) (33,87) (34,43) (35,00) (35,58) (36,18)
Arus Kas Bersih yang Diperoleh
dari Aktivitas Operasi 2.200 1.620 1.710 1.933 2.112 1.194
Arus Kas Bersih yang Digunakan
untuk
untuk Aktivitas
Aktivitas Investasi
Investasi (459) (568) (730) (405) (424) (456)
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Penarikan Pinjaman Jangka Pendek / Fasilitas Modal Kerja (WCF) 400 - - - - -
Pelunasan Pinjaman Jangka Pendek / Fasilitas Modal Kerja (WCF) - (400) - - - -
Penarikan Pinjaman Jangka Panjang - - - - - -
Pelunasan Pinjaman Jangka Panjang (700) (500) (740) - - -
Investasi TCC / Penambahan Modal melalui HMETD - - - - - -
Dividen (373) (325) (358) (446) (560) (649)
Sewa Pembiayaan (235) (233) (231) (228) (226) (224)
Arus Kas Bersih yang Digunakan
untuk Aktivitas Pendanaan (908) (1458) (1328) (674) (786) (873)
Kenaikan (Penurunan) Bersih
Kas dan Setara Kas 834 (406) (349) 855 902 (134)
Kas dan Setara Kas Pada
Awal Periode/ Tahun 150 984 578 230 1.084 1.987
Kas dan Setara Kas Pada
Akhir Periode/ Tahun 984 578 230 1.084 1.987 1.853
Sumber : manajemen Perseroan
56
Page 81
Tabel 2-15 : Laporan Arus Kas Perseroan Dengan Rencana Transaksi
(dalam miliar Rupiah)
Dengan Rencana Transaksi
31 Desember
Keterangan
2025 2026 2027 2028 2029 2030
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
EBITDA 1875 2019 2245 2511 2747 2946
Perubahan Modal Kerja Bersih (NWC) 778 84 2 (8) (1) (1062)
Penurunan (Peningkatan) Piutang Usaha dan Piutang Lain-lain (527) (290) (156) (151) (133) (137)
Penurunan (Peningkatan) Persediaan 97 (84) (37) (27) (22) (29)
Penurunan (Peningkatan) Beban Dibayar di Muka dan Aset Lancar Lainnya 176 0 0 0 0 0
Peningkatan (Penurunan) Liabilitas Operasional 1033 459 196 169 153 (895)
Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi 2653 2104 2247 2503 2746 1884
Pendapatan Bunga 5 3 3 3 3 3
Beban Bunga dan Keuangan (160,42) (140,03) (111,97) (55,71) (56,68) (57,66)
Beban Pajak (252,88) (298,16) (365,46) (451,06) (515,51) (567,02)
Beban (Pendapatan) Lain-lain (44,92) (33,87) (34,43) (35,00) (35,58) (36,18)
Arus Kas Bersih yang Diperoleh
dari Aktivitas Operasi 2.200 1.635 1.739 1.964 2.142 1.227
Arus Kas Bersih yang Digunakan
untuk
untukAktivitas
AktivitasInvestasi
Investasi (459) (568) (730) (405) (424) (456)
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Penarikan Pinjaman Jangka Pendek / Fasilitas Modal Kerja (WCF) 400 - - - - -
Pelunasan Pinjaman Jangka Pendek / Fasilitas Modal Kerja (WCF) - (400) - - - -
Penarikan Pinjaman Jangka Panjang - - - - - -
Pelunasan Pinjaman Jangka Panjang (700) (500) (740) - - -
Investasi TCC / Penambahan Modal melalui HMETD - - - - - -
Dividen (373) (325) (371) (461) (575) (663)
Sewa Pembiayaan (235) (233) (231) (228) (226) (224)
Arus Kas Bersih yang Digunakan
untuk Aktivitas Pendanaan (908) (1458) (1342) (689) (801) (887)
Kenaikan (Penurunan) Bersih
Kas dan Setara Kas 834 (391) (333) 870 916 (115)
Kas dan Setara Kas Pada
Awal Periode/ Tahun 150 984 593 260 1.130 2.046
Kas dan Setara Kas Pada
Akhir Periode/ Tahun 984 593 260 1.130 2.046 1.931
Sumber : manajemen Perseroan
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi selama periode 2025 - 2030, arus kas yang diperoleh
dari aktivitas operasi Perseroan diproyeksikan mengalami peningkatan di akhir masa proyeksi pada
tahun 2030 bila dibandingkan tanpa dilaksanakannya Rencana Transaksi yaitu dari sebesar Rp1,19
triliun menjadi Rp1,23 triliun, yang terutama berasal dari peningkatan EBITDA.
Arus kas yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan selama periode 2025 – 2030
diproyeksikan tidak mengalami perubahan dengan proyeksi pada tahun 2030 sebesar Rp456 miliar.
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi selama periode 2025 - 2030, arus kas yang digunakan
untuk aktivitas pendanaan Perseroan diproyeksikan mengalami peningkatan, dengan arus kas pada
tahun 2030 bila dibandingkan tanpa dilaksanakannya Rencana Transaksi yaitu dari sebesar Rp873
miliar menjadi Rp887 miliar, yang berasal dari peningkatan pembayaran dividen.
57
Page 82
Rasio Proyeksi
Tabel 2-16 : Rasio Proyeksi Perseroan Tanpa Rencana Transaksi
Tanpa Rencana Transaksi
Keterangan Rata-rata
2025 2026 2027 2028 2029 2030
Rasio Pertumbuhan*
Pendapatan -8,36% 9,59% 4,72% 4,34% 3,66% 3,66% 5,17%
Beban pokok pendapatan -9,20% 8,48% 3,33% 2,27% 1,74% 2,37% 3,61%
Laba kotor -5,35% 13,41% 9,31% 10,81% 9,20% 7,12% 9,95%
Beban distribusi dan penjualan 5,03% 23,55% 2,42% 4,47% 3,77% 3,78% 7,32%
Beban umum dan administrasi -14,56% 4,76% 4,20% 3,45% 3,47% 3,50% 3,87%
EBITDA -10,88% 6,37% 18,22% 18,57% 14,92% 10,31% 13,58%
EBIT -10,74% 5,72% 11,16% 12,00% 9,73% 7,32% 9,16%
Laba periode/ tahun berjalan -12,67% 10,00% 24,51% 25,60% 15,94% 10,96% 17,22%
Jumlah aset 4,71% -0,19% -0,07% 3,80% 3,87% -0,49% 1,37%
Jumlah liabilitas 8,77% -4,88% -6,52% 2,06% 1,80% -11,09% -3,86%
Jumlah ekuitas 2,15% 2,96% 3,93% 4,77% 4,99% 5,09% 4,35%
Rasio Vertikal
Porsi beban pokok pendapatan 77,52% 76,74% 75,72% 74,21% 72,83% 71,93% 74,83%
Porsi beban distribusi dan penjualan 22,48% 23,26% 24,28% 25,79% 27,17% 28,07% 25,17%
Porsi beban umum dan administrasi 9,48% 10,69% 10,46% 10,47% 10,48% 10,49% 10,34%
Margin laba kotor 2,85% 2,73% 2,71% 2,69% 2,69% 2,68% 2,73%
Margin EBITDA 10,14% 9,84% 11,11% 12,63% 14,00% 14,90% 12,10%
Margin EBIT 17,23% 16,62% 17,64% 18,94% 20,05% 20,75% 18,54%
Margin laba periode/ tahun berjalan 5,98% 6,00% 7,14% 8,59% 9,61% 10,28% 7,93%
Jumlah liabilitas / jumlah aset 40,14% 38,16% 35,65% 35,03% 34,33% 30,65% 35,66%
Jumlah liabilitas / jumlah ekuitas 67,05% 61,70% 55,41% 53,93% 52,27% 44,20% 55,76%
Rasio Profitabilitas (x)
Return On Assets (ROA) 0,03 0,03 0,04 0,05 0,05 0,06 0,04
Return On Equity (ROE) 0,05 0,05 0,06 0,08 0,08 0,09 0,07
Rasio Likuiditas (x)
Rasio lancar 0,97 0,92 0,99 1,14 1,29 1,52 1,14
Rasio cepat 0,79 0,74 0,78 0,93 1,08 1,28 0,93
*) rasio pertumbuhan tahun 2025 disetahunkan dan rata-rata rasio pertumbuhan dihitung dengan CAGR
Sumber : manajemen Perseroan, diolah
58
Page 83
Tabel 2-17 : Rasio Proyeksi Perseroan Dengan Rencana Transaksi
Dengan Rencana Transaksi
Keterangan Rata-rata
2025 2026 2027 2028 2029 2030
Rasio Pertumbuhan*
Pendapatan -8,36% 9,59% 4,72% 4,34% 3,66% 3,66% 5,17%
Beban pokok pendapatan -9,20% 8,01% 3,29% 2,26% 1,79% 2,37% 3,52%
Laba kotor -5,35% 15,05% 9,35% 10,69% 8,96% 7,07% 10,19%
Beban distribusi dan penjualan 5,03% 23,82% 2,42% 4,46% 3,77% 3,78% 7,36%
Beban umum dan administrasi -14,56% 4,76% 4,20% 3,45% 3,47% 3,50% 3,87%
EBITDA -10,88% 9,74% 18,06% 18,10% 14,30% 10,15% 14,01%
EBIT -10,74% 7,70% 11,19% 11,83% 9,40% 7,26% 9,46%
Laba periode/ tahun berjalan -12,67% 14,11% 24,10% 24,85% 15,25% 10,78% 17,68%
Jumlah aset 4,71% -0,14% 0,00% 3,87% 3,92% -0,41% 1,43%
Jumlah liabilitas 8,77% -5,07% -6,56% 2,06% 1,83% -11,07% -3,90%
Jumlah ekuitas 2,15% 3,16% 4,04% 4,87% 5,06% 5,17% 4,46%
Rasio Vertikal
Porsi beban pokok pendapatan 77,52% 76,40% 75,36% 73,86% 72,52% 71,62% 74,55%
Porsi beban distribusi dan penjualan 22,48% 23,60% 24,64% 26,14% 27,48% 28,38% 25,45%
Porsi beban umum dan administrasi 9,48% 10,71% 10,48% 10,49% 10,50% 10,51% 10,36%
Margin laba kotor 2,85% 2,73% 2,71% 2,69% 2,69% 2,68% 2,73%
Margin EBITDA 10,14% 10,16% 11,45% 12,96% 14,29% 15,18% 12,36%
Margin EBIT 17,23% 16,93% 17,98% 19,27% 20,33% 21,04% 18,80%
Margin laba periode/ tahun berjalan 5,98% 0,00% 0,00% 6,23% 7,38% 8,83% 9,81%
Jumlah liabilitas / jumlah aset 40,14% 38,16% 35,65% 35,03% 34,33% 30,65% 35,66%
Jumlah liabilitas / jumlah ekuitas 67,05% 61,70% 55,41% 53,93% 52,27% 44,20% 55,76%
Rasio Profitabilitas (x)
Return On Assets (ROA) 0,03 0,03 0,04 0,05 0,06 0,06 0,05
Return On Equity (ROE) 0,05 0,05 0,07 0,08 0,08 0,09 0,07
Rasio Likuiditas (x)
Rasio lancar 0,97 0,92 0,99 1,14 1,29 1,52 1,14
Rasio cepat 0,79 0,74 0,78 0,93 1,08 1,28 0,93
*) rasio pertumbuhan tahun 2025 disetahunkan dan rata-rata rasio pertumbuhan dihitung dengan CAGR
Sumber: Manajemen Perseroan, diolah
Rasio Profitabilitas
• Tingkat pengembalian atas aset (Return on Assets / ROA) Perseroan selama periode 2025-
2030 diproyeksikan mengalami peningkatan. Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi,
rata-rata ROA Perseroan diproyeksikan sebesar 0,05x dan tanpa melaksanakan Rencana
Transaksi sebesar 0,04x. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan kas
Perseroan.
• Tingkat pengembalian atas ekuitas (Return on Equity / ROE) Perseroan selama periode
2025-2030 diproyeksikan mengalami peningkatan, dengan dilaksanakan Rencana
Transaksi, rata-rata ROE Perseroan diproyeksikan sebesar 0.07x dan tanpa melaksanakan
Rencana Transaksi sebesar 0,069x. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh
peningkatan laba bersih Perseroan.
Rasio Likuiditas
• Rasio lancar Perseroan selama periode 2025-2030 diproyeksikan mengalami peningkatan.
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, rata-rata Rasio lancar meningkat dari 1,13x
menjadi 1,14x. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan saldo kas dan
persediaan Perseroan.
59
Page 84
• Rasio cepat Perseroan selama periode 2025-2030 diproyeksikan mengalami peningkatan.
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, rata-rata rasio cepat Perseroan meningkat dari
0,925x menjadi 0,934x. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan aset
lancar dan penurunan liabilitas lancar Perseroan.
Rasio Solvabilitas
• Rasio jumlah liabilitas terhadap aset Perseroan selama periode 2025-2030 diproyeksikan
mengalami penurunan. Dengan dilaksanakan Rencana Transaksi, rata-rata rasio jumlah
liabilitas terhadap aset Perseroan diproyeksikan sebesar 35,66% sedangkan tanpa
melaksanakan Rencana Transaksi, sebesar 35,77%.
• Rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas Perseroan selama periode 2025-2030 diproyeksikan
mengalami penurunan, dengan dilaksanakan Rencana Transaksi, rata-rata rasio jumlah
liabilitas terhadap ekuitas Perseroan diproyeksikan sebesar 55,76%. Penurunan tersebut
terutama disebabkan oleh peningkatan ekuitas Perseroan.
2.4.3 Analisis Terhadap Laporan Keuangan Proforma Perseroan
Analisis terhadap Laporan Keuangan Proforma Konsolidasian Perseroan per tanggal 30 Juni 2025,
yang telah disiapkan oleh manajemen Perseroan.
Tabel 2-18 : Laporan Laba Rugi Proforma
(dalam juta Rupiah)
Audit Penyesuaian Proforma
Keterangan
Proforma
30 Juni 2025 30 Juni 2025
Pendapatan 4.973.697 - 4.973.697
Beban pokok pendapatan (3.934.978) 21.360 (3.913.618)
Laba Kotor 1.038.719 21.360 1.060.079
Beban Usaha
Distribusi dan penjualan (430.204) - (430.204)
Umum dan administrasi (143.839) (1395,78) (145.235)
(Rugi) laba selisih kurs (16.312) - (16.312)
Rugi (laba) dari penghapusan
aset tetap - - -
Lainnya - bersih (4.640) - (4.640)
Laba dari penjualan operasi yang dihentikan - - -
Rugi tahun berjalan dari operasi yang dihentikan - - -
Laba Sebelum Bunga
dan Pajak Penghasilan 443.724 19.964 463.688
Penghasilan keuangan 3.357 0 3.357
Beban keuangan (87.792) 0 (87.792)
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 359.289 19.964 379.253
Beban pajak penghasilan (92.762) - (92.762)
Laba Periode/ Tahun Berjalan 266.527 19.964 286.491
Sumber: Manajemen Perseroan
60
Page 85
Tabel 2-19 : Laporan Posisi Keuangan Proforma
(dalam juta Rupiah)
Audit Penyesuaian Proforma
Keterangan
Proforma
30 Juni 2025 30 Juni 2025
Aset
Aset Lancar
Kas dan setara kas 205.670 (1.396) 204.274
Piutang usaha 2.350.856 2.350.856
Piutang lain-lain 310.914 310.914
Persediaan 1.289.895 1.289.895
Pajak lain-lain dibayar di muka 323.376 323.376
Biaya dibayar di muka 25.509 25.509
Aset derivatif - -
Aset lancar lainnya 24.574 24.574
Jumlah Aset Lancar 4.530.794 (1.396) 4.529.398
Aset Tidak Lancar
Kas dan setara kas yang
dibatasi penggunaannya 48.799 48.799
Aset pajak tangguhan 29.915 29.915
Aset tetap dan tanah
pertambangan 15.245.033 15.245.033
Aset hak-guna 302.443 302.443
Tagihan pengembalian pajak
Pajak penghasilan badan 182.534 182.534
Pajak lain-lain 6.851 6.851
Goodwill 331.808 331.808
Aset tidak lancar lainnya 62.161 62.161
Jumlah Aset Tidak Lancar 16.209.544 - 16.209.544
Jumlah Aset 20.740.338 (1.396) 20.738.942
Sumber: Manajemen Perseroan
61
Page 86
Tabel 2-20 : Laporan Posisi Keuangan Proforma (Lanjutan)
(dalam juta Rupiah)
Audit Penyesuaian Proforma
Keterangan
Proforma
30 Juni 2025 30 Juni 2025
Liabilitas dan Ekuitas
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha 2.914.536 (21.360) 2.893.176
Utang lain-lain 474.551 474.551
Utang pajak 9.216 9.216
Beban masih harus dibayar 329.828 329.828
Liabilitas derivatif 9 9
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 127.838 127.838
Pinjaman bank jangka pendek - -
Pinjaman bank jangka panjang
jatuh tempo dalam satu tahun 700.000 700.000
Liabilitas sewa jatuh tempo
dalam satu tahun 111.726 111.726
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 4.667.704 (21.360) 4.646.344
Liabilitas Jangka Panjang
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 3.260.309 - 3.260.309
Jumlah Liabilitas 7.928.013 (21.360) 7.906.653
Ekuitas
Modal saham 4.509.691 4.509.691
Tambahan modal disetor 5.014.275 5.014.275
Komponen ekuitas lain
Pengukuran kembali liabilitas
imbalan pascakerja setelah pajak (284.387) (284.387)
Selsisih kurs - -
Saldo laba
Dicadangkan 901.938 19.964 921.902
Belum dicadangkan 2.670.808 2.670.808
Jumlah Ekuitas 12.812.325 19.964 12.832.289
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 20.740.338 (1.396) 20.738.942
Sumber: Manajemen Perseroan
62
Page 87
Analisis Laporan Keuangan Proforma Perseroan:
Laba (Rugi)
Proforma pendapatan Perseroan tidak mengalami perubahan sehubungan dengan pelaksanaan
Rencana Transaksi.
Proforma beban pokok pendapatan Perseroan mengalami penurunan sehubungan penghematan
beban bahan baku dengan pelaksanaan Rencana Transaksi.
Proforma laba sebelum pajak dan laba bersih Perseroan mengalami peningkatan sehubungan
penurunan beban pokok pendapatan dengan pelaksanaan Rencana Transaksi.
Laporan Posisi Keuangan
Aset
Proforma Aset Lancar Perseroan mengalami penurunan yang berasal dari penurunan kas
sehubungan dengan Rencana Transaksi.
Proforma Aset Tidak Lancar Perseroan secara keseluruhan tidak mengalami perubahan sehubungan
dengan pelaksanaan Rencana Transaksi.
Secara keseluruhan, Proforma Jumlah Aset Perseroan mengalami penurunan atas pelaksanaan
Rencana Transaksi.
Liabilitas
Proforma Liabilitas Jangka Pendek Perseroan mengalami penurunan atas pelaksanaan Rencana
Transaksi, terutama berasal dari akun hutang usaha.
Proforma Liabilitas Jangka Panjang Perseroan secara keseluruhan tidak mengalami perubahan
sehubungan dengan pelaksanaan Rencana Transaksi .
Secara keseluruhan, Proforma Jumlah Liabilitas Perseroan mengalami penurunan atas pelaksanaan
Rencana Transaksi.
Ekuitas
Proforma Jumlah Ekuitas Perseroan mengalami peningkatan sehubungan dengan Rencana
Transaksi yang berasal dari peningkatan saldo laba.
Rasio Keuangan
ROE Perseroan mengalami peningkatan dari sebesar 2,08% menjadi 2,23% sehubungan dengan
pelaksanaan Transaksi Perseroan, dan ROA Perseroan mengalami peningkatan dari sebesar 1,29%
menjadi 1,38% dikarenakan adanya peningkatan jumlah Aset Perseroan sehubungan dengan
Rencana Transaksi.
2.5 Analisis Inkremental
Analisis Inkremental atas Rencana Transaksi dilakukan untuk mengukur nilai tambah dari Rencana
Transaksi Perseroan dengan membandingkan proyeksi tanpa dan dengan Rencana Transaksi untuk
periode 2025 – 2030.
63
Page 88
2.5.1 Analisis Inkremental Proyeksi Laporan Laba Rugi Perseroan Tanpa Dan Dengan Rencana
Transaksi Untuk Periode 2025-2030
Tabel 2-21 : Inkremental Proyeksi Laporan Laba Rugi Perseroan
(dalam miliar Rupiah)
Inkremental
Juli - Des 31 Desember
Keterangan
2025 2026 2027 2028 2029 2030
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Pendapatan - - - - - -
Beban pokok pendapatan - (39,93) (44,86) (46,07) (42,01) (43,06)
Laba Kotor - 39,93 44,86 46,07 42,01 43,06
Beban Usaha
Distribusi dan penjualan - 2,79 2,85 2,90 2,96 3,02
Umum dan administrasi - - - - - -
Pendapatan Operasional Lain-lain - - - - - -
Laba Sebelum Bunga - 37,14 42,02 43,17 39,05 40,04
dan Pajak Penghasilan
Depresiasi - - - - - -
EBITDA - 37,14 42,02 43,17 39,05 40,04
Other Non Opr Expense*** - - - - - -
Penghasilan keuangan - - - - - -
Beban keuangan - - - - - -
Laba Sebelum Pajak Penghasilan - 37,14 42,02 43,17 39,05 40,04
Beban pajak penghasilan - 10,40 11,76 12,09 10,93 11,21
Laba Periode/ Tahun Berjalan - 26,74 30,25 31,08 28,11 28,83
Analisis inkremental terhadap proyeksi laporan laba rugi Perseroan untuk periode 2025-2030:
Pendapatan
Selama Juli 2025 – Desember 2030, dengan dilakukannya Rencana Transaksi, inkremental
pendapatan Perseroan tidak mengalami perubahan.
Beban pokok pendapatan
Inkremental proyeksi beban pokok pendapatan Perseroan hingga akhir periode proyeksi tahun
2030 dengan melaksanakan Rencana Transaksi diproyeksikan mengalami penurunan sebesar
Rp43,06 miliar jika dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi.
Beban Usaha
Selama Juli 2025 – Desember 2030, inkremental proyeksi beban usaha Perseroan hingga akhir
periode proyeksi tahun 2030 dengan melaksanakan Rencana Transaksi diproyeksikan mengalami
peningkatan sebesar Rp3,02 miliar jika dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi.
Laba Sebelum Pajak
Inkremental proyeksi laba sebelum pajak Perseroan selama periode Juli 2025 – Desember 2030
dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi diproyeksikan mengalami peningkatan jika
dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi yang berasal dari penurunan beban pokok
pendapatan sehubungan dengan Rencana Transaksi.
64
Page 89
Laba Bersih
Inkremental proyeksi laba bersih Perseroan selama periode Juli 2025 – Desember 2030 dengan
melaksanakan Rencana Transaksi mengalami peningkatan jika dibandingkan tanpa melaksanakan
Rencana Transaksi yang berasal dari penurunan beban pokok pendapatan Perseroan.
Inkremental proyeksi laba bersih Perseroan hingga akhir periode 2030 dengan melaksanakan
Rencana Transaksi diproyeksikan berpotensi mengalami peningkatan sebesar Rp28,83 miliar jika
dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi.
2.5.2 Analisis Inkremental Proyeksi Laporan Posisi Perseroan Tanpa Dan Dengan Rencana
Transaksi Untuk Periode 2025-2030
Tabel 2-22 : Inkremental Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Perseroan
(dalam miliar Rupiah )
Inkremental
31 Desember
Keterangan
2025 2026 2027 2028 2029 2030
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Aset
Aset Lancar
Kas dan setara kas - 15 30 46 60 78
Piutang usaha - - - - - -
Persediaan - - 5 - 6 - 6 - 5 - 5
Aset lancar lainnya - - - - - -
Aset Tidak Lancar
Aset tetap - - - - - -
Goodwill - - - - - -
Aset tidak lancar lainnya - - - - - -
Jumlah Aset - 10 24 40 54 72
Liabilitas dan Ekuitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha - - 17 - 19 - 20 - 18 - 14
Pinjaman Jangka Pendek - - - - - -
Bagian Lancar Pinjaman Jangka Panjang - - - - - -
Liabilitas Jangka Pendek Lain-lain - - - - - -
Liabilitas Jangka Panjang
Pinjaman Jangka Panjang - - - - - -
Liabilitas Jangka Panjang Lain-lain - - - - - -
Ekuitas
Modal saham - - - - - -
Saldo Laba - 27 44 60 72 87
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas - 10 24 40 54 72
Analisis inkremental terhadap proyeksi laporan posisi keuangan Perseroan untuk periode 2025-
2030:
Aset
Selama periode 2025 – 2029, dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, inkremental jumlah aset
Perseroan diproyeksikan berpotensi mengalami peningkatan, jika dibandingkan tanpa
melaksanakan Rencana Transaksi, terutama berasal dari peningkatan kas, dan persediaan.
65
Page 90
Inkremental proyeksi Jumlah aset Perseroan pada tahun 2030 dengan melaksanakan Rencana
Transaksi mengalami peningkatan sebesar Rp72 miliar jika dibandingkan tanpa melaksanakan
Rencana Transaksi.
Liabilitas
Inkremental proyeksi jumlah liabilitas Perseroan selama periode 2025-2030 dengan melaksanakan
Rencana Transaksi diproyeksikan mengalami peningkatan jika dibandingkan tanpa melaksanakan
Rencana Transaksi. Peningkatan terutama berasal dari utang usaha.
Inkremental proyeksi Jumlah liabilitas Perseroan pada tahun 2030 dengan melaksanakan Rencana
Transaksi mengalami peningkatan sebesar Rp14 miliar jika dibandingkan tanpa melaksanakan
Rencana Transaksi.
Ekuitas
Inkremental proyeksi ekuitas Perseroan selama periode 2025-2030 dengan melaksanakan Rencana
Transaksi diproyeksikan berpotensi mengalami peningkatan jika dibandingkan tanpa melaksanakan
Rencana Transaksi yang berasal dari peningkatan saldo laba.
Inkremental proyeksi total ekuitas Perseroan pada tahun 2030 dengan melaksanakan Rencana
Transaksi diproyeksikan berpotensi mengalami peningkatan sebesar Rp87 miliar jika dibandingkan
tanpa melaksanakan Rencana Transaksi.
2.5.3 Analisis Inkremental Proyeksi Laporan Arus Kas Perseroan Tanpa Dan Dengan Rencana
Transaksi Untuk Periode 2025-2030
Tabel 2-23 : Inkremental Proyeksi Laporan Arus Kas Perseroan
(dalam miliar Rupiah )
Inkremental
31 Desember
Keterangan
2025 2026 2027 2028 2029 2030
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
EBITDA - 37 42 43 39 40
Perubahan Modal Kerja Bersih (NWC) - (12) (2) (0) 1 4
Penurunan (Peningkatan) Piutang Usaha dan Piutang Lain-lain - - - - - -
Penurunan (Peningkatan) Persediaan - 5 1 0 - 1 0
Penurunan (Peningkatan) Beban Dibayar di Muka dan Aset Lancar Lainnya - - - - - -
Peningkatan (Penurunan) Liabilitas Operasional - (17) (2) (1) 2 3
Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi - 25 40 43 40 44
Pendapatan Bunga - - - - - -
Beban Bunga dan Keuangan - - - - - -
Beban Pajak - (10) (12) (12) (11) (11)
Beban (Pendapatan) Lain-lain - - - - - -
Arus Kas Bersih yang Diperoleh
dari Aktivitas Operasi - 15 29 31 29 32
Arus Kas Bersih yang Digunakan
untuk
untukAktivitas
AktivitasInvestasi
Investasi - - - - - -
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Penarikan Pinjaman Jangka Pendek / Fasilitas Modal Kerja (WCF) - - - - - -
Pelunasan Pinjaman Jangka Pendek / Fasilitas Modal Kerja (WCF) - - - - - -
Penarikan Pinjaman Jangka Panjang - - - - - -
Pelunasan Pinjaman Jangka Panjang - - - - - -
Investasi TCC / Penambahan Modal melalui HMETD - - - - - -
Dividen - - (13) (15) (16) (14)
Sewa Pembiayaan - - - - - -
Arus Kas Bersih yang Digunakan
untuk Aktivitas Pendanaan - - (13) (15) (16) (14)
Kenaikan (Penurunan) Bersih
Kas dan Setara Kas - 15 15 16 14 18
Kas dan Setara Kas Pada
Awal Periode/ Tahun - - 15 30 46 60
Kas dan Setara Kas Pada
Akhir Periode/ Tahun - 15 30 46 60 78
66
Page 91
Inkremental proyeksi kas dari aktivitas operasi Perseroan pada tahun 2030 dengan melaksanakan
Rencana Transaksi mengalami peningkatan sebesar Rp32 miliar jika dibandingkan tanpa
melaksanakan Rencana Transaksi.
Inkremental proyeksi kas untuk aktivitas investasi Perseroan selama periode 2025-2030 tidak
mengalami perubahan.
Inkremental proyeksi kas untuk aktivitas pendanaan Perseroan pada tahun 2030 dengan
melaksanakan Rencana Transaksi mengalami penurunan sebesar Rp14 miliar jika dibandingkan
tanpa melaksanakan Rencana Transaksi.
2.5.4 Analisis Laba per Saham
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi , inkremental Laba bersih per saham (Earnings Per Share
/ EPS) Perseroan selama tahun 2025-2030 diproyeksikan berpotensi mengalami peningkatan,
dimana pada tahun 2030, inkremental EPS mengalami peningkatan sebesar Rp3,2 per saham.
Earning per Share (EPS) in Rp
Deskripsi
Juli - Des 2025 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28 31-Dec-29 31-Dec-30
Tanpa Rencana
42,59 79,36 98,81 124,10 143,88 159,65
Transaksi
Dengan Rencana
42,59 82,32 102,16 127,55 147,00 162,85
Transaksi
Inkremental - 2,96 3,35 3,45 3,12 3,20
2.6 Analisis Faktor Lain Yang Relevan
Analisis atas faktor lain yang relevan, berupa analisis biaya dan pendapatan yang relevan, informasi
non keuangan yang relevan, prosedur pengambilan keputusan oleh Perseroan dan hal-hal material
lain yang dapat memberikan keyakinan bagi Penilai dalam memberikan opini kewajaran.
Analisis Biaya atau Pendapatan Relevan
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, tidak terdapat biaya atau
pendapatan yang relevan yang signifikan terkait dengan Rencana Transaksi, selain yang telah
diungkapkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran.
Analisis Informasi non keuangan yang relevan
Tidak terdapat faktor-faktor lain yang relevan dan material yang diketahui dan diinformasikan pada
kami.
Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan rencana dan nilai transaksi
dengan memperhatikan alternatif lain
Berdasarkan informasi manajemen Perseroan, proses pengambilan keputusan atas Rencana
Transaksi dilakukan setelah melalui proses dan sesuai prosedur internal Perseroan.
67
Page 92
2.7 Analisis Kewajaran Harga Rencana Transaksi
Analisis kewajaran terhadap harga Rencana Transaksi dilakukan dengan membandingkan Biaya Jasa
berdasarkan draft perjanjian jasa pengelolaan fungsi pengadaan dengan benchmarking
margin/mark up berdasarkan laporan konsultan pajak.
Berdasarkan draft perjanjian jasa pengelolaan fungsi pengadaan antara Perseroan, SBI dan SIG,
Biaya Jasa adalah total biaya ditambah margin sebesar 8,2%.
Berdasarkan dokumen studi benchmarking – Pembayaran Jasa Pengadaan Perseroan oleh DDTC,
Transactional Net Margin Method (“TNMM”) terpilih sebagai metode transfer pricing yang paling
sesuai untuk menguji sifat kewajaran transaksi afiliasi Perseroan dengan menggunakan rasio tingkat
pengembalian total biaya (Net Cost-Plus Mark-up / Return on Total Cost (“NCPM”) sebagai Profit
Level Indicator (“PLI”).
Merujuk pada hasil analisis pencarian pembanding, rentang kewajaran perusahaan pembanding
dengan menggunakan PLI rasio NCPM selama 3 tahun (2022-2024) menghasilkan rentang
kewajaran dari 1,66% hingga 13,37% dengan median 3,93%.
Jumlah Perusahaan
PLI Kuartil 1 Median Kuartil 3
Pembanding
NCPM 7 1,66% 3,93% 13,37%
Berdasarkan analisis yang dilakukan di atas, maka margin sebesar 8,2% adalah wajar karena berada
dalam kisaran “inter-quartile” antara 1,66% hingga 13,37%.
68
Page 93
3 KESIMPULAN
Dengan mempertimbangkan analisis kewajaran atas Rencana Transaksi yang dilakukan meliputi
analisis terhadap Rencana Transaksi, analisis kualitatif dan analisis kuantitatif, analisis atas
kewajaran harga transaksi serta faktor lain yang relevan, maka, menurut pendapat RSR, Rencana
Transaksi adalah wajar.
69
Names mentioned 74 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
KJPP Ruky
p.2 ×3
unresolved
org
Safrudin & Rekan
p.2 ×3
unresolved
org
Kementerian Keuangan Republik Indonesia
p.2 ×4
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.2 ×4
unresolved
person
Nursatrio
p.3 ×2
unresolved
—
RSR
· Penilai
p.4 ×2
unresolved
—
IKJPP
· Penilai
p.5 ×3
unresolved
org
Liana Ramon Xenia & Rekan
p.6 ×6
unresolved
org
Liana Ramon Xenia
p.6 ×4
unresolved
org
Imelda & Rekan
p.6 ×5
unresolved
org
Imelda
p.6 ×5
unresolved
org
Tanudiredja
p.6 ×5
unresolved
org
Rintis & Rekan
p.6 ×5
unresolved
person
Daniel Kohar
p.6 ×4
unresolved
person
Farid Nugraha
p.6 ×5
unresolved
org
Bank Indonesia
p.7 ×2
unresolved
org
PT Semen Cibinong
p.10 ×3
unresolved
person
Abdul Latief
· Notaris
p.10 ×5
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.10 ×3
unresolved
org
Holcim Indonesia Tbk
p.10 ×6
unresolved
person
Dr. Amrul Partomuan Pohan
· Notaris
p.10 ×8
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.10 ×12
unresolved
person
Aulia Taufani
· Notaris
p.10 ×17
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.11 ×3
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-
p.11 ×3
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-
p.11 ×3
unresolved
org
Rekan Nursatrio
p.19
unresolved
person
Nursatrio, MAPPI (Cert.)
· Rekan
p.19
unresolved
person
Signing Partner Nursatrio
p.21
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-
p.33 ×2
unresolved
org
PT Semen Gresik (Persero)
p.34
unresolved
person
J.N. Siregar
p.34
unresolved
person
Kartini Muljadi
· Notaris
p.35
unresolved
org
Pengadilan Negeri Banda Aceh
p.36
unresolved
person
Devi Yunanda
· Notaris
p.36 ×3
unresolved
org
PT Solusi Bangun Beton
p.37
unresolved
org
Kota Nusantara
p.43
unresolved
org
PT Kobexindo Cement
p.44
unresolved
org
Kementerian Perindustrian RI. MiniMix Truk
p.54
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.182
8834 ms
12 Sep 2026 22:32
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'CONFLICT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': '20'}