Skip to content
Back to announcement

Laporan Keuangan Telkom TW II 2026 (IND).pdf

Financial statement Text extracted TLKM

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 114

Page 1
Perusahaan Perseroan (Persero)
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. dan entitas anaknya

Laporan keuangan konsolidasian
tanggal 30 Juni 2026 (tidak diaudit) dan untuk periode enam bulan
yang berakhir pada tanggal tersebut

Page 2
                        PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
               PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                        LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                              TANGGAL 30 JUNI 2026
       DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
                                  (TIDAK DIAUDIT)




                                           DAFTAR ISI



                                                                     Halaman

Surat Pernyataan Direksi

Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian                                        1

Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian            2

Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian                                     3-4   -

Laporan Arus Kas Konsolidasian                                               5

Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian                               6-111

Page 3
                                    Surat Pernyataan Direksi
                            mengenai Tanggung Jawab Direksi atas
                               Laporan Keuangan Konsolidasian
     tanggal 30 Juni 2026 dan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     Perusahaan Perseroan (Persero) PT Telekomunikasi Indonesia Tbk dan Entitas Anaknya


Atas nama Direksi, kami yang bertanda tangan di bawah ini:

1. Nama                        : Dian Siswarini
   Alamat Kantor               : Jl. Japati No.1 Bandung 40133
   Alamat Domisili             : Jl. Tebet Utara II C/18 RT 004 RW 001
                                 Kelurahan Tebet Timur, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan
    Nomor Telepon              : (022) 452 7101
    Jabatan                    : Direktur Utama

2. Nama                        : Arthur Angelo Syailendra
   Alamat Kantor               : Jl. Japati No.1 Bandung 40133
   Alamat Domisili             : Jl. Jenderal Sudirman Kav. 59 RT 004 RW 003
                                 Kelurahan Senayan Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
    Nomor Telepon              : (022) 452 7201/ (021) 520 9824
    Jabatan                    : Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko

menyatakan bahwa:

1. Kami bertanggung jawab atas persiapan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian
   Perusahaan Perseroan (Persero) PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (”Perusahaan”) dan entitas
   anak tanggal 30 Juni 2026 dan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut.

2. Laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan entitas anak tanggal 30 Juni 2026 dan untuk
   periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut telah dipersiapkan dan disajikan sesuai
   dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.

3. Seluruh informasi dalam laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan entitas anak ini telah
   diungkapkan secara lengkap dan benar.

4. Laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan entitas anak tidak mengandung informasi atau
   fakta material yang tidak benar dan tidak menghilangkan informasi atau fakta material.

5. Kami bertanggung jawab atas sistem pengendalian internal Perusahaan dan entitas anak.

Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.


Jakarta, 31 Juli 2026

                                        untuk dan atas nama
                                 PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk




                         Dian Siswarini                Arthur Angelo Syailendra
                         Direktur Utama        Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko

Page 4
                                  PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                      PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                              LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     Tanggal 30 Juni 2026 (tidak diaudit) dan 31 Desember 2025 (diaudit)
                   (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                                                          Catatan                 30 Juni 2026         31 Desember 2025
ASET

ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                                        3,32,37                           54.579                   34.228
Aset keuangan lancar lainnya                                              4,32,37                            2.008                    1.420
Piutang usaha - setelah dikurangi penyisihan
  kerugian kredit ekspektasian
    Pihak berelasi                                                        5,32,37                            1.945                    2.040
    Pihak ketiga                                                           5,37                              9.829                    9.183
Aset kontrak                                                               6,32                              2.496                    2.290
Persediaan                                                                   7                                 788                      901
Biaya kontrak                                                                9                                 832                      932
Klaim restitusi pajak dan pajak dibayar di muka                             27                               2.445                    1.979
Aset tersedia untuk dijual                                                  1e                                   -                      751
Aset lancar lainnya                                                        8,32                              6.010                    8.042
Jumlah Aset Lancar                                                                                          80.932                   61.766

ASET TIDAK LANCAR
Aset kontrak                                                                6,32                               127                      109
Investasi jangka panjang                                                   10,37                             6.737                    7.387
Biaya kontrak                                                                9                               1.452                    1.370
Aset tetap                                                               11,32,35a                         161.643                  165.453
Aset hak-guna                                                               12a                             28.858                   27.961
Aset takberwujud                                                             14                              9.002                    9.237
Aset pajak tangguhan                                                        27f                              7.986                    6.603
Aset tidak lancar lainnya                                                 13,27,32                           6.350                    7.873
Jumlah Aset Tidak Lancar                                                                                   222.155                  225.993
JUMLAH ASET                                                                                                303.087                  287.759

LIABILITAS DAN EKUITAS

LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha
  Pihak berelasi                                                          15,32,37                             463                      571
  Pihak ketiga                                                             15,37                            12.881                   15.613
Liabilitas kontrak                                                         17a,32                            8.255                    7.970
Utang lain-lain                                                              37                             24.886                      648
Utang pajak                                                                 27c                              4.317                    2.025
Beban yang masih harus dibayar                                            16,32,37                          15.024                   14.867
Deposit dari pelanggan                                                       32                              1.584                    1.523
Utang bank jangka pendek                                                  18,32,37                           8.816                    6.929
Pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun                 19,32,37                          20.477                   17.746
Liabilitas sewa yang jatuh tempo dalam satu tahun                          12a,37                            5.655                    5.590
Liabilitas terkait aset tersedia untuk dijual                                1e                                  -                      466
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                                                            102.358                   73.948

LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas pajak tangguhan                                                   27f                             2.494                    1.233
Liabilitas kontrak                                                         17b,32                            2.854                    2.851
Liabilitas diestimasi penghargaan masa kerja                                 31                              1.356                    1.308
Liabilitas diestimasi manfaat pensiun dan imbalan
  pasca kerja lainnya                                                        30                             12.855                   12.996
Pinjaman jangka panjang                                                   19,32,37                          27.622                   26.099
Liabilitas sewa                                                            12a,37                           18.315                   18.547
Liabilitas tidak lancar lainnya                                                                                385                      240
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                                                            65.881                   63.274
JUMLAH LIABILITAS                                                                                          168.239                  137.222

EKUITAS
Modal saham                                                                  21                              4.953                    4.953
Tambahan modal disetor                                                                                       2.321                    2.310
Modal saham yang diperoleh kembali                                           1c                             (1.510)                     (30)
Komponen ekuitas lainnya                                                     22                             10.754                   10.259
Saldo laba
  Ditentukan penggunaannya                                                   29                             15.337                   15.337
  Belum ditentukan penggunaannya                                                                            86.478                   97.856
Jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan kepada:
  Pemilik entitas induk - bersih                                                                           118.333                  130.685
  Kepentingan nonpengendali                                                  20                             16.515                   19.852
JUMLAH EKUITAS                                                                                             134.848                  150.537
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                                                              303.087                  287.759



          Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian integral dari laporan keuangan konsolidasian ini

                                                                    1

Page 5
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
        LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
       untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)



                                                                             Catatan                 2026                   2025
PENDAPATAN                                                                    23,33                     75.878                 73.004

BIAYA DAN BEBAN
Beban operasi, pemeliharaan, dan jasa telekomunikasi                         25,32                      (21.474)               (19.760)
Beban penyusutan dan amortisasi                                          11,12a,14,2z.iii               (17.203)               (16.818)
Beban karyawan                                                                 24                        (7.721)                (8.075)
Beban interkoneksi                                                             32                        (3.788)                (4.195)
Beban umum dan administrasi                                                  26,32                       (3.666)                (3.342)
Beban pemasaran                                                                32                        (1.765)                (1.531)
Kerugian yang belum direalisasi dari perubahan
 nilai wajar atas investasi                                                      10                         (335)                   (276)
Penghasilan (beban) lain-lain - bersih                                                                       (75)                    243
Laba selisih kurs - bersih                                                                                   282                      31

LABA USAHA                                                                                               20.133                    19.281

Penghasilan pendanaan - bersih                                                   32                          745                      887
Biaya pendanaan                                                                  32                       (2.079)                  (2.647)
Bagian rugi investasi jangka panjang pada entitas asosiasi                                                    (1)                      (4)

LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN                                                                           18.798                    17.517

(BEBAN) MANFAAT PAJAK PENGHASILAN                                               27d
 Pajak kini                                                                                               (4.732)                  (4.122)
 Pajak tangguhan                                                                2z.iii                       140                      229
                                                                                                          (4.592)                  (3.893)

LABA PERIODE BERJALAN                                                                                    14.206                    13.624

PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Penghasilan komprehensif lain yang akan
 direklasifikasikan ke laba rugi pada periode berikutnya:
Selisih kurs penjabaran                                                          22                          495                     128
Penghasilan komprehensif lain yang tidak akan
 direklasifikasikan ke laba rugi pada periode berikutnya:
Rugi aktuaria program manfaat pasti - bersih                                     30                           (2)                     (4)
Penghasilan komprehensif lain - bersih                                                                       493                     124

JUMLAH LABA KOMPREHENSIF PERIODE BERJALAN                                                                14.699                    13.748

Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
 Pemilik entitas induk                                                                                   10.623                    10.473
 Kepentingan nonpengendali                                                       20                       3.583                     3.151
                                                                                                         14.206                    13.624
Jumlah laba komprehensif periode berjalan yang dapat
 diatribusikan kepada:
 Pemilik entitas induk                                                                                   11.116                    10.597
 Kepentingan nonpengendali                                                                                3.583                     3.151
                                                                                                         14.699                    13.748
LABA PER SAHAM DASAR
 (dalam jumlah penuh)                                                            28
 Laba bersih per saham                                                                                   107,50                 105,72
 Laba bersih per ADS (100 saham Seri B per ADS)                                                       10.750,30              10.572,14




        Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian integral dari laporan keuangan konsolidasian ini.


                                                                   2

Page 6
                                                                       PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                                                             PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                                                                  LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
                                                untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (tidak diaudit)
                                                       (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)



                                                                                                       Diatribusikan kepada pemilik entitas induk
                                                                                                                                                 Saldo laba
                                                                              Tambahan          Modal saham        Komponen                                   Belum
                                                                  Modal         modal          yang diperoleh       ekuitas          Ditentukan             Ditentukan        Jumlah        Kepentingan        Jumlah
                      Uraian                          Catatan     saham        disetor            kembali           lainnya        penggunaannya         penggunaannya        bersih       nonpengendali       ekuitas
Saldo, 1 Januari 2026                                              4.953           2.310                   (30)        10.259                 15.337               97.856     130.685              19.852      150.537
Penyesuaian kepentingan nonpengendali                                  -              11                     -              -                       -                    -           11                  (6)           5
Dividen kas                                                            -               -                     -              -                       -             (21.999)     (21.999)             (6.566)     (28.565)
Modal saham yang diperoleh kembali                       1c            -               -                (1.480)             -                       -                    -       (1.480)              (348)       (1.828)
Laba periode berjalan                                    20            -               -                     -              -                       -              10.623       10.623               3.583       14.206
Penghasilan (rugi) komprehensif lain - bersih                          -               -                     -            495                       -                   (2)         493                   -          493
Saldo, 30 Juni 2026                                                4.953           2.321                (1.510)        10.754                 15.337               86.478     118.333              16.515      134.848




                                                   Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian integral dari laporan keuangan konsolidasian ini.



                                                                                                              3

Page 7
                                                                       PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                                                             PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                                                                  LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
                                                untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (tidak diaudit)
                                                       (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)




                                                                                                              Diatribusikan kepada pemilik entitas induk
                                                                                                                                                      Saldo laba
                                                                                         Tambahan         Modal saham      Komponen                              Belum
                                                                          Modal            modal         yang diperoleh      ekuitas       Ditentukan          Ditentukan        Jumlah          Kepentingan     Jumlah
                          Uraian                           Catatan        saham           disetor           kembali          lainnya    penggunaannya        penggunaannya       bersih         nonpengendali    ekuitas
Saldo, 1 Januari 2025                                                        4.953            2.310                    -         9.898            15.337            101.310        133.808            20.396     154.204
Penyesuaian kepentingan nonpengendali                                            -                -                    -             -                  -                   -              -               15          15
Dividen kas                                                  29                  -                -                    -             -                  -            (21.047)       (21.047)           (7.341)    (28.388)
Modal saham yang diperoleh kembali                           1c                  -                -                   (5)            -                  -                   -             (5)               -           (5)
Laba periode berjalan                                        20                  -                -                    -             -                  -             10.473         10.473             3.151      13.624
Penghasilan (rugi) komprehensif lain - bersih                                    -                -                    -           128                  -                  (4)          124                 -         124
Saldo, 30 Juni 2025                                                          4.953            2.310                   (5)       10.026            15.337              90.732       123.353            16.221     139.574




                                                   Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian integral dari laporan keuangan konsolidasian ini.


                                                                                                              4

Page 8
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                    PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                             LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
     untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (tidak diaudit)
            (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                                                               Catatan              2026                     2025
ARUS KAS DARI KEGIATAN OPERASI
 Penerimaan kas dari pelanggan dan operator lain                                                            74.223                   71.204
 Penerimaan dari pendapatan bunga                                                                              731                      908
 Penerimaan restitusi pajak                                                                                    268                      935
 Pembayaran kas untuk beban                                                                                (23.951)                 (22.936)
 Pembayaran kas kepada karyawan                                                                             (9.821)                  (8.286)
 Pembayaran pajak penghasilan badan dan final                                                               (3.383)                  (4.466)
 Pembayaran beban bunga                                                                                     (2.092)                  (2.647)
 Pembayaran sewa jangka pendek dan bernilai rendah                               12a                        (1.748)                  (1.750)
 Penerimaan (pembayaran) pajak pertambahan nilai - bersih                                                      903                     (899)
 (Pembayaran) penerimaan kas lainnya - bersih                                                                 (268)                     510

Arus kas bersih yang dihasilkan dari kegiatan operasi                                                      34.862                   32.573

ARUS KAS DARI KEGIATAN INVESTASI
 Hasil dari pelepasan anak perusahaan                                            1e                            855                        -
 Hasil dari pelepasan investasi pada instrumen keuangan                          10                            314                      890
 Hasil dari penjualan aset tetap                                                 11                             62                        1
 Hasil dari klaim asuransi                                                       11                              3                      114
 Pembelian aset tetap                                                           11,39                       (9.879)                  (9.915)
 Pembelian aset takberwujud                                                     14,39                       (1.489)                  (1.632)
 Penempatan pada aset keuangan lancar lainnya - bersih                                                        (588)                    (181)
 Pembayaran uang muka dan aset lainnya                                                                        (111)                    (528)
 Penambahan investasi jangka panjang pada instrumen keuangan                                                     -                     (209)

Arus kas bersih yang digunakan untuk kegiatan investasi                                                    (10.833)                 (11.460)

ARUS KAS DARI KEGIATAN PENDANAAN
 Pencairan utang bank dan pinjaman lainnya                                      18,19                       34.080                   39.689
 Pembayaran utang bank dan pinjaman lainnya                                     18,19                      (27.964)                 (31.686)
 Pembayaran liabilitas sewa                                                      39                         (4.338)                  (3.648)
 Pembayaran dividen kas kepada pemegang saham
  nonpengendali entitas anak                                                                                (4.307)                  (5.223)
 Pembelian kembali saham Perusahaan                                               1c                        (1.480)                      (5)
 Pembelian kembali saham entitas anak                                             1e                          (348)                       -
 Pembayaran dividen kas kepada pemegang saham perusahaan                          21                             -                  (21.047)

Arus kas bersih yang digunakan untuk kegiatan pendanaan                                                     (4.357)                 (21.920)

KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS                                                             19.672                     (807)

DAMPAK PERUBAHAN KURS TERHADAP KAS DAN
 SETARA KAS                                                                                                   680                       88

PENYISIHAN KERUGIAN KREDIT EKSPEKTASIAN                                                                         (1)                      (1)

KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL PERIODE                                               3                       34.228                   33.905

KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR PERIODE                                              3                       54.579                   33.185




         Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian integral dari laporan keuangan konsolidasian ini.

                                                                    5

Page 9
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                     PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
     Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                  (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.   UMUM

     a. Pendirian dan informasi umum

         Perusahaan Perseroan (Persero) PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (“Perusahaan”) pada mulanya
         merupakan bagian dari “Post en Telegraafdienst”, yang didirikan dan beroperasi secara komersial
         pada tahun 1884 berdasarkan Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda No. 7 tanggal
         27 Maret 1884 dan diumumkan dalam Berita Negara Hindia Belanda No. 52 tanggal 3 April 1884.

         Pada tahun 1991, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 25 tahun 1991, status Perusahaan diubah
         menjadi perseroan terbatas milik negara (“Persero”). Entitas induk terakhir Perusahaan adalah
         Pemerintah Republik Indonesia (“Pemerintah”).

         Pada tanggal 22 Maret 2025, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 15 dan No. 16 tahun 2025,
         Perusahaan menjadi entitas anak dari PT Danantara Asset Management (“DAM”), dengan Pemerintah
         tetap berkedudukan sebagai entitas induk terakhir Perusahaan (Catatan 21).

         Perusahaan didirikan berdasarkan Akta Notaris Imas Fatimah, S.H., No. 128 tanggal
         24 September 1991. Akta pendirian tersebut telah disetujui oleh Menteri Kehakiman Republik
         Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-6870.HT.01.01.Th.1991 tanggal 19 November 1991 dan
         diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 5 tanggal 17 Januari 1992, Tambahan
         No. 210. Anggaran Dasar Perusahaan telah beberapa kali diubah, dengan perubahan terakhir
         dilakukan sehubungan dengan penyesuaian klausul Anggaran Dasar Perusahaan dengan ketentuan
         dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang
         Nomor 19 Tahun 2023 tentang Badan Usaha Milik Negara.

        Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan di atas sebagaimana dituangkan dalam Akta Notaris Ashoya
        Ratam, S.H., M.Kn., No. 07 tanggal 6 Januari 2026, telah diterima dan disetujui oleh Menteri Hukum
        Republik Indonesia (“Menkum”) berdasarkan Keputusan Menkum No. AHU-AH.01.030033590
        Tahun 2026 tanggal 5 Februari 2026 tentang Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar
        Perseroan Terbatas Perusahaan Perseroan (Persero) PT Telekomunikasi Indonesia Tbk.

        Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, maksud dan tujuan Perusahaan adalah
        melakukan usaha di bidang penyelenggaraan jaringan dan jasa telekomunikasi, informatika, serta
        optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang dimiliki Perusahaan untuk menghasilkan barang
        dan/atau jasa yang bermutu tinggi dan berdaya saing kuat untuk mendapatkan/mengejar keuntungan
        guna meningkatkan nilai Perusahaan dengan menerapkan prinsip Perseroan Terbatas. Untuk
        mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas, Perusahaan dapat menjalankan kegiatan usaha yang
        secara umum meliputi:

        i.    Usaha utama:
              (a) Merencanakan, membangun, menyediakan, mengembangkan, mengoperasikan,
                  memasarkan/menjual/menyewakan, dan memelihara jaringan telekomunikasi dan
                  informatika dalam arti yang seluas-luasnya dengan memperhatikan peraturan perundang-
                  undangan;
              (b) Merencanakan, mengembangkan, menyediakan, memasarkan/menjual, dan meningkatkan
                  layanan jasa telekomunikasi dan informatika dalam arti yang seluas-luasnya dengan
                  memperhatikan peraturan perundang-undangan;
              (c) Melakukan investasi, termasuk penyertaan modal pada perusahaan lainnya sejalan dengan
                  dan untuk mencapai maksud dan tujuan Perusahaan.

        ii.   Usaha penunjang:
              (a) Menyediakan jasa transaksi pembayaran dan pengiriman uang melalui jaringan
                  telekomunikasi dan informatika;
              (b) Menjalankan kegiatan dan usaha lain dalam rangka optimalisasi sumber daya yang dimiliki
                  Perusahaan, antara lain pemanfaatan aset tetap dan aset bergerak, fasilitas sistem
                  informasi, fasilitas pendidikan dan pelatihan, serta fasilitas pemeliharaan dan perbaikan;
              (c) Bekerja sama dengan pihak lain dalam rangka optimalisasi sumber daya informatika,
                  komunikasi atau teknologi yang dimiliki oleh pihak lain pelaku industri informatika, dan
                  komunikasi dan teknologi lainnya sejalan dengan dan untuk mencapai maksud dan tujuan
                  Perusahaan.
                                                      6

Page 10
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                    PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
     Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                  (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.   UMUM (lanjutan)

     a. Pendirian dan informasi umum (lanjutan)

        Perusahaan berkedudukan dan berkantor pusat di Bandung, Jawa Barat, dengan alamat di Jalan
        Japati No. 1, Bandung.

        Perusahaan memiliki beberapa izin penyelenggaraan jaringan dan/atau jasa dari Pemerintah yang
        berlaku sampai jangka waktu yang tidak terbatas selama Perusahaan tunduk pada ketentuan
        perundang-undangan yang berlaku dan melaksanakan ketentuan sebagaimana tercantum dalam
        izin-izin tersebut. Untuk setiap izin yang diterbitkan oleh Menteri Komunikasi dan Digital
        (“Menkomdigi”) sebelumnya Menteri Komunikasi dan Informatika (“Menkominfo”), evaluasi dilakukan
        setiap tahun dan evaluasi menyeluruh dilakukan setiap lima tahun. Perusahaan wajib menyampaikan
        laporan atas penyelenggaraan jaringan dan/atau jasa berdasarkan izin-izin tersebut di atas setiap
        tahun kepada Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika (“DJPPI”), sebelumnya
        adalah Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi (“DJPT”).

        Laporan tersebut meliputi beberapa informasi, seperti kemajuan pengembangan jaringan, pencapaian
        standar kualitas jasa, jumlah pelanggan, pembayaran biaya atas hak penyelenggaraan, dan kontribusi
        pelayanan universal. Sementara, untuk jasa internet teleponi untuk keperluan publik, jasa interkoneksi
        internet, dan jasa akses internet, terdapat tambahan informasi yang dipersyaratkan, seperti kinerja
        operasi, segmen pelanggan, lalu lintas, dan pendapatan bruto.

        Rincian izin-izin tersebut adalah sebagai berikut:

                                                                                         Tanggal penetapan/
                       Izin                    No. Izin          Jenis jasa                perpanjangan
        Izin penyelenggaraan jasa 127/KEP/DJPPI/          Jasa internet                       30 Maret 2016
          internet teleponi untuk       KOMINFO/3/2016     teleponi untuk
          keperluan publik                                 keperluan publik
        Izin penyelenggaraan jasa 2176/KEP/M.KOMINFO/ Jasa akses internet                 30 Desember 2016
          akses internet                12/2016
        Izin penyelenggaraan jasa 1040/KEP/M.KOMINFO/ Jasa penyediaan                            16 Mei 2017
          penyediaan konten             16/2017            konten
        Izin penyelenggaraan jasa 1004/KEP/M.KOMINFO/ Jasa interkoneksi                   26 Desember 2018
          interkoneksi internet         2018               internet
        Izin penyelenggaraan jasa 046/KEP/M.KOMINFO/ Jaringan sistem                          3 Agustus 2020
          sistem komunikasi data        02/2020            komunikasi data
        Izin penerbit uang elektronik Izin Bank Indonesia Penerbit uang elektronik                 1 Juli 2021
          dan penyelenggara             23/587/DKSP/Srt/B  dan penyelenggara
          transfer dana                                    transfer dana
        Izin penyelenggaraan          073/KEP/M.KOMINFO/ Jaringan tetap                     23 Agustus 2021
          jaringan tetap sambungan 02/2021                 sambungan
          langsung jarak jauh                              langsung jarak jauh
        Izin penyelenggaraan          082/KEP/M.KOMINFO/ Jaringan tetap                       8 Oktober 2021
          jaringan tetap sambungan 02/2021                 sambungan
          internasional                                    internasional
        Izin penyelenggaraan          094/KEP/M.KOMINFO/ Jaringan tetap                    9 Desember 2021
          jaringan tetap tertutup       02/2021            tertutup
        Izin penyelenggaraan          095/KEP/M.KOMINFO/ Jaringan tetap lokal              9 Desember 2021
          jaringan tetap lokal          02/2021            berbasis circuit
          berbasis circuit switched                        switched dan packet
                                                           switched




                                                       7

Page 11
                                PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                       PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
     Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                  (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.   UMUM (lanjutan)

     b. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit, Corporate Secretary, Audit Internal, dan Karyawan

        i.    Dewan Komisaris dan Direksi

              Berdasarkan keputusan yang dibuat pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (“RUPST”)
              dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (“RUPSLB”) yang masing-masing dinyatakan
              dalam Akta Notaris Titik Krisna Murti Wikaningsih, S.H., M.Kn., No. 03 tanggal 3 Juli 2026 dan
              Akta Notaris Ashoya Ratam, S.H., M.Kn., No. 97 tanggal 23 Desember 2025, susunan Dewan
              Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 masing-
              masing adalah sebagai berikut:

                                                                        30 Juni 2026                      31 Desember 2025
              Komisaris Utama                                   Angga Raka Prabowo                    Angga Raka Prabowo
              HIDDEN_ROW
              Komisaris Independen                              Rofikoh Rokhim                        Rofikoh Rokhim
              Komisaris Independen                              Ira Noviarti                          Ira Noviarti
              Komisaris Independen                              Deswandhy Agusman                     Deswandhy Agusman
              Komisaris Independen                              Anthony Leong                         -
              Komisaris                                         Ossy Dermawan                         Ossy Dermawan
              Komisaris                                         Rizal Mallarangeng                    Rizal Mallarangeng
              Komisaris                                         Edwin Hidayat Abdullah                Rionald Silaban
              Komisaris                                         -                                     Silmy Karim
              Direktur Utama                                    Dian Siswarini                        Dian Siswarini
              Direktur Enterprise &
                Business Service                                Veranita Yosephine                     Veranita Yosephine
              Direktur Human Capital Management                 Willy Saelan                           Willy Saelan
              Direktur IT Digital                               Faizal Rochmad Djoemadi                Faizal Rochmad Djoemadi
              Direktur Keuangan dan
               Manajemen Risiko                                 Arthur Angelo Syailendra               Arthur Angelo Syailendra
              Direktur Legal & Compliance                       Andy Kelana                            Andy Kelana
              Direktur Network                                  Nanang Hendarno                        Nanang Hendarno
              Direktur Strategic Business
                Development & Portfolio                         Seno Soemadji                          Seno Soemadji
              Direktur Wholesale &
               International Service                            Budi Satria Dharma Purba               Budi Satria Dharma Purba

        ii.   Komite Audit, Corporate Secretary, dan Audit Internal

              Susunan Komite Audit, Corporate Secretary, dan Audit Internal Perusahaan pada tanggal
              30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 masing-masing adalah sebagai berikut:

                                                                         30 Juni 2026                      31 Desember 2025
              Ketua                                             Deswandhy Agusman                     Deswandhy Agusman
              Anggota                                           Ira Noviarti                          Ira Noviarti
              Anggota                                           Rofikoh Rokhim                        Rofikoh Rokhim
              Anggota                                           Anthony Leong                         -
              Anggota                                           Achmad Taufik                         Achmad Taufik
              Anggota                                           Irhoan Tanudiredja                    Irhoan Tanudiredja
              Corporate Secretary*                              Edie Kurniawan                        Jati Widagdo
              Audit Internal                                    Afdol Muftiasa                        Mohamad Ramzy

              *Berdasarkan Surat Pemberitahuan Direktur Legal & Compliance No. Tel.07/LP 000/COP-B0000000/2026 kepada Otoritas Jasa Keuangan
              mengenai Pemberitahuan Pergantian Sekretaris Perusahaan, terhitung sejak 23 Juni 2026, Bapak Jati Widagdo tidak lagi menjabat
              sebagai Sekretaris Perusahaan dan Bapak Edie Kurniawan ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas Sekretaris Perusahaan. Selanjutnya,
              berdasarkan Surat Pemberitahuan Direktur Legal & Compliance No. Tel.08/LP 000/COP-B0000000/2026, Bapak Edie Kurniawan diangkat
              sebagai Sekretaris Perusahaan, efektif sejak 1 Juli 2026.




                                                                   8

Page 12
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                     PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
     Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                  (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.   UMUM (lanjutan)

     b. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit, Corporate Secretary, Audit Internal, dan Karyawan
        (lanjutan)

        iii.   Karyawan

               Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, Perusahaan dan entitas anak (secara kolektif
               disebut “Grup”) masing-masing memiliki 17.438 karyawan dan 19.082 karyawan (tidak diaudit).

     c. Penawaran umum efek Perusahaan

         Jumlah saham Perusahaan sesaat sebelum penawaran umum perdana (Initial Public Offering
         atau “IPO”) adalah 8.400.000.000, yang terdiri dari 8.399.999.999 saham Seri B dan 1 saham Seri A
         Dwiwarna yang seluruhnya dimiliki oleh Pemerintah. Pada tanggal 14 November 1995, Pemerintah
         menjual saham Perusahaan yang terdiri dari 933.333.000 saham baru Seri B dan 233.334.000 saham
         Seri B milik Pemerintah kepada masyarakat melalui IPO di Bursa Efek Indonesia (“BEI”), dan
         penawaran dan pencatatan di Bursa Efek New York (“NYSE”) dan Bursa Efek London (“LSE”) atas
         700.000.000 saham Seri B milik Pemerintah dalam bentuk American Depositary Shares (“ADS”).
         Terdapat 35.000.000 ADS dan masing-masing ADS mewakili 20 saham Seri B pada saat itu.

         Pada bulan Desember 1996, Pemerintah menjual saham Perusahaan sebanyak 388.000.000 saham
         Seri B dan selanjutnya pada tahun 1997, Pemerintah membagikan 2.670.300 saham Seri B sebagai
         insentif bagi para pemegang saham Perusahaan yang tidak menjual sahamnya selama satu tahun
         terhitung sejak tanggal IPO. Pada bulan Mei 1999, Pemerintah kembali menjual 898.000.000 saham
         Seri B.

         Untuk memenuhi ketentuan Undang-Undang No. 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas, pada
         RUPST Perusahaan tanggal 16 April 1999, para pemegang saham Perusahaan memutuskan untuk
         meningkatkan modal ditempatkan yang berasal dari kapitalisasi sebagian tambahan modal disetor
         melalui pembagian saham bonus sejumlah 746.666.640 lembar saham. Pembagian saham bonus
         kepada para pemegang saham Perusahaan dilakukan pada bulan Agustus 1999. Pada tanggal
         16 Agustus 2007, Undang-Undang No. 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas telah diamendemen
         dengan dikeluarkannya Undang-Undang No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas yang berlaku
         efektif pada tanggal yang sama. Pemberlakuan Undang-Undang No. 40 tahun 2007 tidak berdampak
         terhadap penawaran umum efek Perusahaan. Perusahaan telah memenuhi ketentuan Undang-
         Undang tersebut.

         Pada bulan Desember 2001, Pemerintah menjual 1.200.000.000 saham atau 11,9% dari jumlah
         saham Seri B yang beredar. Pada bulan Juli 2002, Pemerintah kembali menjual 312.000.000 saham
         atau 3,1% dari jumlah saham Seri B yang beredar.

         Berdasarkan hasil RUPST Perusahaan yang dinyatakan dalam Akta Notaris A. Partomuan Pohan,
         S.H., LLM., No. 26 tanggal 30 Juli 2004, para pemegang saham Perusahaan menyetujui pemecahan
         saham Perusahaan untuk Seri A Dwiwarna dan Seri B dari 1 menjadi 2. Untuk 1 saham Seri A
         Dwiwarna dengan nilai nominal Rp500 dipecah menjadi 1 saham Seri A Dwiwarna dengan nilai
         nominal Rp250 dan 1 saham Seri B dengan nilai nominal Rp250. Jumlah modal saham dasar
         Perusahaan setelah pemecahan meningkat dari 1 saham Seri A Dwiwarna dan 39.999.999.999
         saham Seri B menjadi 1 saham Seri A Dwiwarna dan 79.999.999.999 saham Seri B, dan jumlah
         modal saham ditempatkan Perusahaan meningkat dari 1 saham Seri A Dwiwarna dan
         10.079.999.639 saham Seri B menjadi 1 saham Seri A Dwiwarna dan 20.159.999.279 saham Seri B.
         Setelah pemecahan saham, setiap ADS mewakili 40 saham Seri B.

         Pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (“RUPSLB”) yang diselenggarakan pada tanggal
         21 Desember 2005 dan RUPST pada tanggal 29 Juni 2007, 20 Juni 2008, dan 19 Mei 2011, para
         pemegang saham Perusahaan menyetujui masing-masing rencana tahap I, II, III, dan IV program
         Perusahaan untuk membeli kembali saham Seri B yang telah diterbitkan.




                                                      9

Page 13
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                    PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
     Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                  (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.   UMUM (lanjutan)

     c. Penawaran umum efek Perusahaan (lanjutan)

         Selama periode 21 Desember 2005 sampai dengan 20 Juni 2007, Perusahaan telah melakukan
         pembelian kembali 211.290.500 saham dari publik (program pembelian kembali saham tahap I).
         Pada tanggal 30 Juli 2013, Perusahaan telah menjual seluruh saham tersebut.

        Pada RUPST tanggal 19 April 2013, sebagaimana diaktakan dalam Akta Notaris Ashoya Ratam, S.H.,
        M.Kn., No. 38 tanggal 19 April 2013, para pemegang saham menyetujui perubahan rencana
        Perusahaan atas saham treasuri yang diakuisisi dalam tahap III. Berdasarkan keputusan RUPST
        Perusahaan tanggal 19 April 2013 yang dinyatakan dalam Akta Notaris No. 38 tanggal 19 April 2013
        oleh Ashoya Ratam, S.H., M.Kn., para pemegang saham Perusahaan menyetujui pemecahan saham
        Perusahaan untuk Seri A Dwiwarna dan Seri B dari 1 menjadi 5. Untuk 1 saham Seri A Dwiwarna
        dengan nilai nominal Rp250 dipecah menjadi 1 saham Seri A Dwiwarna dengan nilai nominal Rp50
        dan 4 saham Seri B dengan nilai nominal Rp50. Jumlah modal saham dasar Perusahaan setelah
        pemecahan meningkat dari 1 saham Seri A Dwiwarna dan 79.999.999.999 saham Seri B menjadi
        1 saham Seri A Dwiwarna dan 399.999.999.999 saham Seri B. Jumlah modal saham ditempatkan
        Perusahaan meningkat dari 1 saham Seri A Dwiwarna dan 20.159.999.279 saham Seri B menjadi
        1 saham Seri A Dwiwarna dan 100.799.996.399 saham Seri B. Setelah pemecahan saham, setiap
        ADS mewakili 200 saham Seri B. Efektif tanggal 26 Oktober 2016, Perusahaan melakukan perubahan
        rasio Depositary Receipt dari 1 ADS mewakili 200 saham Seri B menjadi 1 ADS mewakili 100 saham
        Seri B. Informasi laba bersih per ADS pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lainnya
        konsolidasian telah disesuaikan dengan perubahan rasio ini.

         Pada tanggal 16 Mei dan 5 Juni 2014, Perusahaan telah melakukan pembatalan pencatatan pada
         Bursa Efek Tokyo (“TSE”) dan delisting pada LSE.

        Pada tanggal 21 Desember 2015, Perusahaan menjual sisa saham treasuri tahap III.

        Pada tanggal 29 Juni 2016, Perusahaan menjual saham treasuri tahap IV.

         Pada RUPST tanggal 27 April 2018, sebagaimana diaktakan dalam Akta Notaris Ashoya Ratam, S.H.,
         M.Kn., No. 35 tanggal 15 Mei 2018, para pemegang saham menyetujui perubahan rencana
         pengalihan saham hasil pembelian kembali melalui penarikan kembali sejumlah 1.737.779.800
         saham yang merupakan seluruh saham yang telah dibeli kembali oleh Perusahaan, dengan cara
         pengurangan modal ditempatkan dan disetor dari semula sebesar Rp5.040 miliar menjadi sebesar
         Rp4.953 miliar. Dengan demikian, guna memenuhi ketentuan Pasal 33 Undang-Undang
         No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, pada RUPST telah disetujui pengurangan modal
         dasar Perusahaan dari semula sebesar Rp20.000 miliar menjadi sebesar Rp19.500 miliar, sehingga
         jumlah modal saham dasar Perusahaan menjadi 1 saham Seri A Dwiwarna dan 389.999.999.999
         saham Seri B.

         Berdasarkan Risalah RUPS oleh Notaris Ashoya Ratam, S.H., M.Kn., No. 52 tanggal 27 Mei 2025,
         RUPS menyetujui program pembelian kembali saham Perusahaan dengan alokasi dana maksimum
         sebesar Rp3.000 miliar. Selanjutnya, berdasarkan Risalah RUPS oleh Notaris Titik Krisna Murti
         Wikaningsih Hastuti, S.H., M.Kn., No.10 tanggal 8 Juni 2026, RUPS menyetujui program pembelian
         kembali saham perusahaan dengan alokasi dana maksimum sebesar Rp4.000 miliar. Sampai dengan
         tanggal 30 Juni 2026, Perusahaan telah melakukan pembelian kembali saham sebanyak 481.275.800
         lembar atau sebesar Rp1.510 miliar (Catatan 21).

         Pada tanggal 30 Juni 2026, seluruh saham Seri B Perusahaan telah dicatatkan pada BEI dan
         62.240.187,80 ADS atau setara dengan 6.224.018.780 lembar saham Seri B telah dicatatkan pada
         NYSE (Catatan 21).

         Pada tanggal 16 Juni 2015, Perusahaan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Telkom Tahap I Tahun
         2015 masing-masing sebesar Rp2.200 miliar untuk Seri A yang berjangka waktu 7 (tujuh) tahun,
         Rp2.100 miliar untuk Seri B yang berjangka waktu 10 (sepuluh) tahun, Rp1.200 miliar untuk Seri C
         yang berjangka waktu 15 (lima belas) tahun, dan Rp1.500 miliar untuk Seri D yang berjangka waktu
         30 (tiga puluh) tahun dan masing-masing telah dicatatkan di BEI (Catatan 19a).
                                                     10

Page 14
                                PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                       PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
     Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                  (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.   UMUM (lanjutan)

     d. Entitas anak

         Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, Perusahaan telah mengkonsolidasikan laporan
         keuangan semua entitas anak yang dimiliki secara langsung maupun tidak langsung, sebagai berikut
         (Catatan 2b dan 2d):

        i.   Entitas anak dengan kepemilikan langsung:

                                                                           Tahun                                 Jumlah aset sebelum
                                                                         dimulainya   Persentase kepemilikan*          eliminasi
                                                                           operasi     30 Juni   31 Desember    30 Juni     31 Desember
                  Entitas anak                 Jenis usaha               komersial      2026         2025        2026            2025
             PT Telekomunikasi       Jasa jaringan, layanan                 1995            70            70     110.705          114.627
              Selular                  telekomunikasi seluler,
              (“Telkomsel”)            fixed broadband, dan
                                       internet protocol
                                       television ("IPTV")

             PT Dayamitra            Penyewaan menara                      1995             72            72      60.106          58.350
              Telekomunikasi Tbk.     telekomunikasi dan jasa
              (“Mitratel”)            penunjang digital untuk
                                      mobile infrastructure

             PT Telkom               Jasa jaringan                         2024            100           100      48.809           3.944
              Infrastruktur            telekomunikasi
              Indonesia                dan informasi
              (“TIF”)

             PT Telekomunikasi       Jasa telekomunikasi dan               1995            100           100      20.476          19.540
              Indonesia                informasi internasional
              International
              (“Telin”)

             PT Multimedia           Jasa jaringan telekomunikasi          1998            100           100      17.576          17.287
              Nusantara                dan multimedia
              (“Metra”)

             PT Telkom Data          Data center                           1996            100           100      10.025           9.924
              Ekosistem
              (“TDE”)

             PT Telkom Satelit       Telekomunikasi -                      1996            100           100       7.902           8.245
              Indonesia               menyediakan sistem
              (“Telkomsat”)           komunikasi satelit, jasa
                                      dan sarana terkait

             PT Graha Sarana         Pembangunan, perdagangan,             1982            100           100       5.183           5.197
              Duta                    jasa, dan pengangkutan
              ("GSD")                 darat

             PT Sigma Cipta          Jasa konsultasi piranti               1988            100           100       4.992           5.416
              Caraka                   keras dan piranti lunak
              (“Sigma”)                komputer

             PT Telkom Akses         Pembangunan, jasa dan                 2013            100           100       3.601           4.244
              (“Telkom Akses”)        perdagangan bidang
                                      telekomunikasi

             PT Metra-Net            Jasa portal multimedia                2009            100           100       2.353           1.883
              (“Metra-Net”)

             PT Infrastruktur        Pembangunan, jasa dan                 2014            100           100       1.115           1.226
              Telekomunikasi          perdagangan bidang
              Indonesia               telekomunikasi
              (“Telkom Infra”)

             PT PINS Indonesia       Perdagangan perangkat                 1995            100           100         481             550
              (“PINS”)                telekomunikasi

             PT Napsindo Primatel    Telekomunikasi -                      1999;            60            60           5               5
              Internasional           menyediakan Network,                berhenti
              (“Napsindo”)            Access Point ("NAP"),              beroperasi
                                      Voice Over Data ("VOD"),             pada
                                      dan jasa terkait lainnya            tanggal
                                                                         13 Januari
                                                                           2006

             *Persentase kepemilikan sebesar 99,99% disajikan dengan pembulatan menjadi 100%.
             Semua entitas anak dengan kepemilikan langsung berdomisili di Indonesia.

                                                                    11

Page 15
                                 PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                        PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                           CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
     Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                  (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.   UMUM (lanjutan)

     d. Entitas anak (lanjutan)

        ii.   Entitas anak dengan kepemilikan tidak langsung:

                                                                                Tahun                                        Jumlah aset sebelum
                                                                              dimulainya     Persentase kepemilikan*               eliminasi
                                                                                operasi       30 Juni    31 Desember         30 Juni    31 Desember
                       Entitas anak                    Jenis usaha            komersial        2026          2025             2026           2025
              PT Metra Digital                 Jasa perdagangan,                 2013              100           100             9.057         9.054
               Investama Ventura                 informasi dan
               (“MDI”)                           teknologi multimedia,
                                                 hiburan, dan
                                                 jasa investasi

              Telekomunikasi                   Telekomunikasi dan               2008                100             100          7.844        7.102
               Indonesia                        jasa terkait
               International Pte. Ltd.
               ("Telin Singapore"),
               berdomisili di Singapura

              Telekomunikasi                   Pengelolaan investasi            2010                100             100          4.154        3.530
               Indonesia                        dan layanan
               International Ltd.               telekomunikasi
               ("Telin Hong Kong"),
               berdomisili di Hong Kong

              NeutraDC                         Data center                      2024                100             100          2.605        2.379
               Singapore Pte. Ltd.
               (“NeutraDC Singapore”)
               berdomisili di Singapura

              PT Teknologi Data                Jasa telekomunikasi              2013                  60             60          2.384        2.261
               Infrastruktur                     dan data center
               (“TDI”)

              PT Telkom Landmark               Jasa pengembangan                2012                  55             55          2.239        2.148
               Tower                             dan manajemen
               (“TLT”)                           properti

              PT Nuon Digital Indonesia        Jasa penjualan                   2010                100             100          2.124        1.412
               (“Nuon”)                          konten digital

              PT Infomedia                     Jasa layanan informasi,          1984                100             100          2.085        1.979
               Nusantara                         contact center dan
               (“Infomedia”)                     content directory

              PT Persada Sokka                 Penyewaan menara                 2008                100             100          1.644        1.753
               Tama                             telekomunikasi dan
               ("PST")                          jasa telekomunikasi
                                                lainnya

              PT Finnet Indonesia              Jasa teknologi                   2006                  60             60          1.493        1.450
               (“Finnet”)                        informatika

              Telekomunikasi                   Jaringan telekomunikasi,         2012                100             100          1.316        1.297
               Indonesia                         mobile, internet,
               International                     dan data
               (TL) S.A.
               ("Telkomcel"),
               berdomisili di Timor Leste

              PT Telkomsel Mitra               Jasa konsultan                   2019                100             100          1.002        1.014
               Inovasi                           manajemen bisnis
               (“TMI”)                           dan investasi

              PT Metra Digital Media           Jasa informasi                   2013                100             100           994           859
               (“MD Media”)                      telekomunikasi dan
                                                 informasi lainnya

              *Persentase kepemilikan sebesar 99,99% disajikan dengan pembulatan menjadi 100%.
              Selain yang disebutkan secara spesifik, entitas anak dengan kepemilikan tidak langsung berdomisili di Indonesia.




                                                                         12

Page 16
                                 PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                        PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                           CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
     Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                  (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.   UMUM (lanjutan)

     d. Entitas anak (lanjutan)

        ii.   Entitas anak dengan kepemilikan tidak langsung (lanjutan):

                                                                         Tahun                                        Jumlah aset sebelum
                                                                       dimulainya   Persentase kepemilikan*                 eliminasi
                                                                         operasi    30 Juni     31 Desember          30 Juni      31 Desember
                     Entitas anak                Jenis usaha           komersial     2026           2025              2026            2025
              Telekomunikasi               Jasa telekomunikasi            2014           100             100               524             392
               Indonesia                     dan informasi
               International (USA) Inc.
               (“Telin USA”),
               berdomisili di
               Amerika Serikat

              PT Digital Aplikasi Solusi   Jasa sistem                   2014              100             100             476            507
               ("Digiserve")                 komunikasi

              PT Swadharma                 Jasa pengisian kas            2001               51              51             405            388
               Sarana Informatika            dan pemeliharaan
               (“SSI”)                       Anjungan Tunai
                                             Mandiri ("ATM")

              PT Ultra Mandiri             Jasa sarana-prasarana         2019              100             100             377            430
               Telekomunikasi                jaringan telekomunikasi
               ("UMT")

              PT Collega Inti Pratama      Perdagangan dan               2001               70              70             291            195
               ("CIP")                      jasa

              PT Nusantara Sukses          Jasa dan                      2014              100             100             289            286
               Investasi                     perdagangan
               (“NSI”)

              PT Graha Yasa Selaras        Jasa pariwisata dan           2012               51              51             277            261
               (”GYS”)                       perhotelan

              PT Telkomsel Ekosistem       Jasa konsultasi               2021              100             100             262            304
               Digital                       manajemen bisnis
               ("TED")                       dan investasi, dan/atau
                                             penyertaan modal pada
                                             perusahaan lain

              PT Metra TV                  Jasa penyiaran                2013              100             100             252            255
               ("Metra TV")                  berlangganan

              TS Global                    Jasa satelit                  1996               70              70             227            210
               Network Sdn. Bhd.
               (“TSGN”),
               berdomisili di Malaysia

              PT Nutech Integrasi          Jasa penyedia                 2001               60              60             178            244
               (“Nutech”)                    sistem integrator

              PT Graha Telkomsigma         Jasa pengelolaan              1999              100             100             164            163
               ("GTS")                       dan konsultasi

              Telekomunikasi               Jasa telekomunikasi           2013               70              70             160            152
               Indonesia International       dan informasi
               (Malaysia) Sdn. Bhd.
               (”Telin Malaysia”),
               berdomisili di Malaysia

              PT Media Nusantara           Jasa konsultasi piranti       2012               55              55             129            128
               Data Global                   keras, piranti lunak
               ("MNDG")**                    komputer, data center,
                                             dan internet exchange

              * Persentase kepemilikan sebesar 99,99% disajikan dengan pembulatan menjadi 100%.
              **Per tanggal 25 Mei 2026. MNDG telah dinyatakan pailit berdasarkan Putusan No. 370/Pdt.Sus-PKPU/2025/PN.Niaga.Jkt.Pst.
              Selain yang disebutkan secara spesifik, entitas anak dengan kepemilikan tidak langsung berdomisili di Indonesia.




                                                                       13

Page 17
                                 PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                        PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                           CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
     Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                  (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.   UMUM (lanjutan)

     d. Entitas anak (lanjutan)

        ii.   Entitas anak dengan kepemilikan tidak langsung (lanjutan):

                                                                         Tahun                                     Jumlah aset sebelum
                                                                       dimulainya    Persentase kepemilikan*             eliminasi
                                                                         operasi      30 Juni    31 Desember       30 Juni    31 Desember
                       Entitas anak                Jenis usaha         komersial       2026          2025           2026           2025
              Telekomunikasi                Jasa telekomunikasi           2013             100           100             69             58
               Indonesia                      dan informasi
               International
               (Australia) Pty. Ltd.
               (“Telin Australia”),
               berdomisili di Australia

              PT Pojok Celebes              Usaha pariwisata              2008              100           100            34            52
               Mandiri
               ("PCM")**

              PT Metraplasa                 Jasa jaringan dan            2012;               60             60           28            28
               (“Metraplasa”)                 e-commerce                berhenti
                                                                       beroperasi
                                                                       pada bulan
                                                                        Oktober
                                                                         2020

              * Persentase kepemilikan sebesar 99,99% disajikan dengan pembulatan menjadi 100%.
              **Berdasarkan Akta Notaris Utiek R.Abdurachman, S.H., MLI., MKn., No. 56 tanggal 22 Juni 2026, Pemegang Saham PCM memutuskan
                 menyetujui pembubaran dan proses likuidasi PCM.
              Selain yang disebutkan secara spesifik, entitas anak dengan kepemilikan tidak langsung berdomisili di Indonesia.


     e. Informasi penting lainnya

        i.    Mitratel

              Pembelian kembali saham

              Pada tanggal 18 Juli 2025, Mitratel mengumumkan rencana melakukan pembelian kembali
              saham yang dimiliki publik, dengan jumlah maksimum 4,12% saham dari saham Mitratel yang
              ditempatkan dan disetor penuh. Periode pembelian kembali saham adalah 12 (dua belas) bulan
              dimulai dari tanggal 26 Agustus 2025 sampai tanggal 25 Agustus 2026. Pada tanggal
              30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, Mitratel telah melakukan pembelian kembali saham
              masing-masing sebanyak 600.508.200 lembar saham dan 131.491.800 lembar saham, dengan
              nilai masing-masing sebesar Rp348 miliar dan Rp79 miliar.

              Penggabungan usaha

              Berdasarkan Akta Risalah RUPSLB Mitratel oleh Notaris Mala Mukti, S.H., LL.M., No. 150
              tanggal 30 Juni 2026, pemegang saham Mitratel telah menyetujui Rencana Penggabungan
              Usaha PST dan UMT ke dalam Mitratel.

              Penggabungan usaha tersebut berlaku efektif setelah tanggal pelaporan, sehingga transaksi
              tersebut tidak mempengaruhi angka-angka yang disajikan dalam laporan keuangan
              konsolidasian tanggal 30 Juni 2026.

        ii.   TDI

              Berdasarkan Akta Notaris Jimmy Tanal, S.H., M.Kn., No. 238 tanggal 22 Desember 2025, seluruh
              pemegang saham TDI menyetujui penerbitan 7.315.000 lembar saham baru. Atas penerbitan
              saham tersebut, diambil bagiannya oleh TDE sebanyak 4.620.000 lembar saham atau sebesar
              Rp462 miliar dan Nxera ID Pte. Ltd. sebanyak 2.695.000 lembar saham atau sebesar
              Rp270 miliar.




                                                                  14

Page 18
                               PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                      PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
     Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                  (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.   UMUM (lanjutan)

     e. Informasi penting lainnya (lanjutan)

         iii.   Ad Medika dan entitas anaknya

                Berdasarkan Akta Notaris Utiek Rochmuljati Abdurachman, S.H., M.L.I., M.Kn., No. 02 dan
                No. 03 tanggal 2 Juni 2026, Metra telah menyelesaikan divestasi seluruh kepemilikannya pada
                Ad Medika kepada Global Assistance & Healthcare Singapore Pte. Ltd. Dengan efektifnya
                penyelesaian transaksi tersebut, Ad Medika tidak lagi dikonsolidasikan dalam laporan keuangan
                konsolidasian Grup sejak tanggal efektif pelepasan pengendalian.

                Ringkasan transaksi pelepasan Ad Medika adalah sebagai berikut:

                                                                                                Rp (miliar)
                Nilai transaksi pelepasan Ad Medika                                                    857
                Nilai tercatat aset neto yang dilepas                                                 (307)
                Keuntungan atas pelepasan entitas anak                                                 550


     f. Penyelesaian dan kewenangan penerbitan laporan keuangan konsolidasian

         Manajemen Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan
         konsolidasian ini sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, yang telah disetujui dan
         diotorisasi untuk diterbitkan oleh Direksi Perusahaan pada tanggal 31 Juli 2026.




                                                       15

Page 19
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                    PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
     Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                  (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL

     Laporan keuangan konsolidasian Grup disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi
     Keuangan di Indonesia yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) dan
     Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (“ISAK”) yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi
     Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia ("DSAK IAI") dan Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan
     Lembaga Keuangan (“Bapepam-LK”) No. VIII.G.7 tentang “Penyajian dan Pengungkapan Laporan
     Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik”, yang terlampir dalam surat KEP-347/BL/2012.

     a. Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian

         Laporan keuangan konsolidasian, kecuali untuk laporan arus kas konsolidasian, disusun dengan
         dasar akrual. Laporan keuangan konsolidasian juga disusun dengan dasar harga perolehan, kecuali
         untuk akun tertentu yang diukur dengan menggunakan dasar seperti yang disebutkan dalam catatan
         yang relevan.

         Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dan menyajikan
         perubahan kas dan setara kas dari kegiatan operasi, investasi, dan pendanaan.

         Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan konsolidasian adalah mata uang
         Rupiah (“Rp”) yang juga merupakan mata uang fungsional setiap entitas dalam Grup, kecuali atas
         entitas anak tertentu yang memiliki mata uang fungsional Dolar Amerika Serikat, Dolar Australia,
         Dolar Singapura, dan Ringgit Malaysia.

         Untuk angka-angka dalam laporan keuangan konsolidasian ini yang masih mengandung nilai tetapi di
         bawah Rp1 miliar dan US$1 juta disajikan dengan angka nol.

        Standar akuntansi baru

         Pada tanggal 1 Januari 2026, Grup menerapkan pernyataan standar akuntansi keuangan dan
         interpretasi standar akuntansi keuangan baru dan revisi yang efektif sejak tanggal tersebut.
         Penyesuaian kebijakan akuntansi Grup telah dibuat seperti yang disyaratkan, sesuai dengan
         ketentuan transisi dalam masing-masing standar dan interpretasi. Penerapan standar dan interpretasi
         yang baru dan direvisi tidak menghasilkan perubahan besar terhadap kebijakan akuntansi Grup dan
         tidak memiliki dampak material pada jumlah yang dilaporkan untuk tahun berjalan atau tahun
         sebelumnya adalah:

         i.    Amandemen PSAK 109: Instrumen Keuangan dan PSAK 107: Instrumen Keuangan:
               Pengungkapan;
         ii.   PSAK 338 (Revisi 2025): Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali.

        Standar akuntansi yang telah diterbitkan namun belum berlaku efektif

        Berlaku efektif 1 Januari 2027:

        PSAK 118: Penyajian dan Pengungkapan dalam Laporan Keuangan

        DSAK IAI telah mengesahkan PSAK 118: Penyajian dan Pengungkapan dalam Laporan Keuangan.
        PSAK 118 akan menggantikan PSAK 201: Penyajian Laporan Keuangan. PSAK 118 memberikan
        persyaratan untuk penyajian subtotal laba (rugi) operasi, laba (rugi) sebelum pendanaan dan pajak
        penghasilan, serta laba (rugi). Selain itu, PSAK 118 juga mensyaratkan penghasilan dan beban untuk
        diklasifikasikan ke dalam kategori operasi, investasi, dan pendanaan, serta pajak penghasilan dan
        operasi yang dihentikan.




                                                     16

Page 20
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                    PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
     Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                  (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     a. Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian (lanjutan)

        Standar akuntansi yang telah diterbitkan namun belum berlaku efektif (lanjutan)

        Berlaku efektif 1 Januari 2027: (lanjutan)

        PSAK 118: Penyajian dan Pengungkapan dalam Laporan Keuangan (lanjutan)

        PSAK 118 juga mengatur mengenai pengungkapan Ukuran Kinerja Tetapan Manajemen (“UKTM”)
        dengan tujuan mengomunikasikan pandangan manajemen atas aspek kinerja keuangan perusahaan
        secara keseluruhan. PSAK 118 menjelaskan mengenai peran laporan keuangan utama dan catatan
        atas laporan keuangan serta prinsip dan persyaratan mengenai agregasi dan disagregasi informasi.
        Prinsip tersebut berlaku baik dalam penyajian di laporan keuangan maupun dalam pengungkapan di
        catatan atas laporan keuangan. Saat ini, Grup tengah berupaya mengidentifikasi dampak yang akan
        ditimbulkan terhadap laporan keuangan konsolidasian.

        PSAK 119: Entitas Anak Tanpa Akuntabilitas Publik: Pengungkapan

        DSAK IAI telah mengesahkan PSAK 119: Entitas Anak Tanpa Akuntabilitas Publik: Pengungkapan.
        PSAK 119 mengatur persyaratan pengungkapan yang dapat diterapkan oleh entitas sebagai
        pengganti persyaratan pengungkapan dalam PSAK lain. Entitas dapat memilih untuk menerapkan
        PSAK ini dalam laporan keuangan konsolidasian, tersendiri, atau laporan keuangan individual jika dan
        hanya jika pada akhir periode pelaporan entitas merupakan entitas anak tanpa akuntabilitas publik di
        mana entitas induknya menyusun laporan keuangan konsolidasian yang tersedia bagi publik yang
        mematuhi SAK Indonesia.

        Pada November 2025, DSAK IAI mengesahkan amendemen PSAK 119. Amendemen PSAK 119 ini
        mencakup:
        i. penghapusan penerapan dalam laporan keuangan tersendiri oleh entitas induk perantara;
        ii. penghapusan tujuan pengungkapan terkait pembiayaan pemasok, kekurangan ketertukaran;
             model Pilar Dua, klasifikasi dan pengukuran instrumen keuangan, serta liabilitas jangka panjang
             dengan kovenan;
        iii. pengurangan persyaratan pengungkapan terkait pengaturan pembiayaan pemasok;
        iv. penghapusan materi yang berisi panduan dan bukan persyaratan pengungkapan; dan
        v. penggantian persyaratan pengungkapan ukuran kinerja tetapan manajemen dengan rujukan
             silang ke PSAK 118.

         Amendemen ini diperkirakan tidak memberikan dampak material terhadap laporan keuangan
         konsolidasian.

         Amendemen PSAK 221: Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing tentang Penjabaran ke Mata Uang
         Penyajian Hiperinflasi

         Amendemen ini mengklarifikasi metode penjabaran ketika mata uang penyajian dari ekonomi
         hiperinflasi, sedangkan mata uang fungsional berasal dari ekonomi nonhiperinflasi, serta
         mengusulkan perlakuan akuntansi ketika mata uang penyajian entitas tidak lagi bersifat hiperinflasi.
         Amendemen ini mensyaratkan perlakuan akuntansi apabila mata uang fungsional dan penyajian
         entitas berada dalam ekonomi hiperinflasi (atau merupakan mata uang dari ekonomi hiperinflasi yang
         berbeda) dan entitas menjabarkan hasil dan posisi keuangan kegiatan usaha luar negerinya dengan
         mata uang fungsional nonhiperinflasi. Amendemen ini memberikan pengungkapan tambahan sebagai
         konsekuensi dari perubahan metode penjabaran.

         Amendemen ini diperkirakan tidak memberikan dampak material terhadap laporan keuangan
         konsolidasian.




                                                     17

Page 21
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                    PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
     Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                  (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     b. Prinsip konsolidasi

        Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan entitas anak yang mana
        Perusahaan memiliki kendali. Pengendalian timbul ketika Grup terekspos atau memiliki hak atas imbal
        hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi
        imbal hasil tersebut melalui kekuasaannya atas investee. Secara spesifik, Grup mengendalikan
        investee jika dan hanya jika Grup memiliki kekuasaan atas investee, eksposur, atau hak atas imbal
        hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee, dan kemampuan untuk menggunakan
        kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi imbal hasil.

        Umumnya, ada dugaan bahwa mayoritas hak suara menghasilkan kontrol. Untuk mendukung
        anggapan ini bila Grup memiliki mayoritas atau kurang dari mayoritas hak suara atau hak serupa dari
        investee, Grup mempertimbangkan semua fakta dan keadaan yang relevan dalam menilai apakah
        Grup memiliki kuasa atas investee, termasuk:
        i. pengaturan kontraktual dengan pemilik hak suara lainnya dari investee;
        ii. hak yang timbul atas pengaturan kontraktual lain; dan
        iii. hak suara dan hak suara potensial yang dimiliki Grup.

        Grup menilai kembali apakah Grup mengendalikan investee jika fakta dan keadaan mengindikasikan
        adanya perubahan terhadap satu atau lebih dari tiga elemen pengendalian. Entitas anak dikonsolidasi
        sejak tanggal ketika Grup memperoleh pengendalian secara efektif dan tidak dikonsolidasikan lagi
        sejak tanggal Grup kehilangan pengendalian. Aset, liabilitas, pendapatan, dan beban entitas anak
        yang diperoleh atau dilepaskan selama periode berjalan dimasukkan ke dalam laporan posisi
        keuangan konsolidasian dan laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian sejak
        tanggal ketika Grup memperoleh pengendalian hingga tanggal sejak Grup kehilangan pengendalian.

        Laba atau rugi dan setiap komponen penghasilan komprehensif lain diatribusikan pada pemilik
        Perusahaan dan pada kepentingan nonpengendali, meskipun hal ini akan mengakibatkan timbulnya
        saldo defisit pada kepentingan nonpengendali.

        Seluruh aset dan liabilitas, ekuitas, pendapatan dan beban, dan arus kas atas transaksi antar-Grup
        dieliminasi sepenuhnya pada saat konsolidasi.

        Saat Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak, maka Grup:
        i. menghentikan pengakuan aset (termasuk setiap goodwill) dan liabilitas entitas anak pada nilai
             tercatatnya ketika pengendalian hilang;
        ii. menghentikan pengakuan jumlah tercatat setiap kepentingan nonpengendali pada entitas anak
             terdahulu pada tanggal hilangnya pengendalian;
        iii. mengakui nilai wajar pembayaran yang diterima (jika ada) dari transaksi, peristiwa, atau keadaan
             yang mengakibatkan hilangnya pengendalian;
        iv. mengakui setiap sisa investasi pada entitas anak terdahulu pada nilai wajarnya pada tanggal
             hilangnya pengendalian; dan
        v. mengakui setiap perbedaan yang dihasilkan sebagai keuntungan atau kerugian dalam laporan laba
             rugi konsolidasian yang dapat diatribusikan pada Grup.




                                                     18

Page 22
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                    PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
     Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                  (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     c. Transaksi dengan pihak berelasi

        Grup mempunyai transaksi dengan pihak berelasi. Definisi pihak berelasi yang digunakan sesuai
        dengan Peraturan Bapepam-LK No. VIII.G.7 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan
        Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik, yang terlampir dalam surat keputusan
        No.KEP-347/BL/2012. Pihak-pihak yang dipertimbangkan sebagai pihak berelasi adalah orang atau
        entitas yang terkait dengan entitas yang menyiapkan laporan keuangannya.

        Berdasarkan Peraturan Bapepam-LK No. VIII.G.7 tersebut, entitas berelasi dengan pemerintah
        merupakan entitas yang dikendalikan, dikendalikan bersama, atau dipengaruhi secara signifikan oleh
        pemerintah. Pemerintah dalam hal ini adalah Menteri Keuangan atau Pemerintah Daerah yang
        merupakan pemegang saham dari entitas.

        Personil manajemen kunci adalah orang-orang yang mempunyai kewenangan dan tanggung jawab
        untuk merencanakan, memimpin, dan mengendalikan aktivitas entitas, secara langsung atau tidak
        langsung, termasuk direktur (baik eksekutif maupun bukan eksekutif) dari Grup. Status pihak berelasi
        diperluas sampai dengan manajemen kunci dari entitas anak sampai dengan tingkatan mereka
        mengarahkan operasi entitas anak dengan tingkat keterlibatan minimal dari manajemen Perusahaan.

     d. Kombinasi bisnis dan goodwill

        Kombinasi bisnis dicatat dengan metode akuisisi. Imbalan yang dialihkan diukur sebesar nilai
        wajarnya, yang merupakan agregat dari nilai wajar aset yang dialihkan, liabilitas yang diambil alih, dan
        instrumen ekuitas yang diterbitkan sebagai pertukaran atas pengendalian dari pihak yang diakuisisi.
        Untuk setiap kombinasi bisnis, kepentingan nonpengendali diukur pada nilai wajar atau pada proporsi
        kepemilikan nonpengendali atas aset neto teridentifikasi dari entitas yang diakuisisi. Pilihan dasar
        pengukuran dibuat berdasarkan basis tiap transaksi. Biaya terkait akuisisi dicatat sebagai beban pada
        saat timbulnya. Aset dan liabilitas yang teridentifikasi dari pihak yang diakuisisi diakui pada nilai wajar
        pada tanggal akuisisi.

        Goodwill awalnya diukur pada harga perolehan, yang merupakan selisih lebih dari nilai agregat
        imbalan yang dialihkan dan nilai yang diakui oleh kepentingan nonpengendali dan nilai kepentingan
        ekuitas yang dimiliki sebelumnya, atas jumlah neto dari aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas
        yang diambil alih. Jika nilai wajar dari jumlah neto aset yang diakuisisi melebihi nilai agregat imbalan
        yang dialihkan, Grup menilai kembali apakah semua aset yang diakuisisi dan liabilitas yang diambil
        alih sudah diidentifikasi dengan benar dan memeriksa prosedur yang digunakan untuk mengukur nilai
        yang harus diakui pada tanggal akuisisi. Jika hasil penilaian kembali tersebut masih menghasilkan
        selisih lebih atas nilai wajar dari aset neto diakuisisi atas nilai agregat imbalan yang dialihkan, maka
        keuntungan diakui pada laba atau rugi.

        Setiap imbalan kontinjensi yang akan ditransfer oleh perusahaan pengakuisisi akan diakui pada nilai
        wajar pada tanggal akuisisi. Imbalan kontinjensi yang diklasifikasikan sebagai ekuitas tidak diukur
        kembali dan penyelesaian selanjutnya adalah diperhitungkan dalam ekuitas. Imbalan kontinjensi yang
        diklasifikasikan sebagai aset atau liabilitas yaitu instrumen keuangan dan dalam lingkup PSAK 109,
        diukur pada nilai wajar dengan perubahan nilai wajar yang diakui dalam laba rugi sesuai dengan
        PSAK 109. Imbalan kontinjensi lain yang tidak termasuk dalam PSAK 109 diukur sebesar nilai wajar
        pada setiap tanggal pelaporan dengan perubahan nilai wajar yang diakui pada laba rugi.




                                                       19

Page 23
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                    PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
     Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                  (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     d. Kombinasi bisnis dan goodwill (lanjutan)

        Jika akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum selesai pada akhir periode pelaporan saat
        kombinasi bisnis terjadi, maka Grup akan melaporkan jumlah sementara untuk pos-pos yang proses
        akuntansinya belum selesai dalam laporan keuangan konsolidasian. Selama periode pengukuran,
        Grup menyesuaikan secara retrospektif jumlah sementara yang diakui pada tanggal akuisisi untuk
        mencerminkan informasi baru yang diperoleh tentang fakta dan keadaan yang ada pada tanggal
        akuisisi dan, jika diketahui, telah berdampak pada pengukuran jumlah yang diakui pada tanggal
        tersebut. Periode pengukuran berakhir segera setelah Perusahaan menerima informasi yang dicari
        tentang fakta dan keadaan yang ada pada tanggal akuisisi atau mempelajari bahwa informasi
        tambahan tidak dapat diperoleh. Namun demikian, periode pengukuran tidak boleh melebihi satu
        tahun dari tanggal akuisisi.

        Dalam suatu kombinasi bisnis yang dilakukan secara bertahap, pihak pengakuisisi mengukur kembali
        kepentingan ekuitas yang dimiliki sebelumnya pada pihak diakuisisi pada nilai wajar saat tanggal
        akuisisi dan mengakui keuntungan atau kerugian yang dihasilkan, jika ada, dalam laba rugi.

        Berdasarkan PSAK 338: Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali, pengalihan aset, liabilitas, saham,
        dan instrumen kepemilikan lain antara entitas sepengendali tidak akan menghasilkan suatu laba atau
        rugi bagi Perusahaan atau entitas individual yang berada dalam Grup yang sama. Oleh karena
        transaksi restrukturisasi antara entitas sepengendali tidak mengubah substansi ekonomi atas
        kepemilikan aset, liabilitas, saham, atau instrumen kepemilikan lain yang dipertukarkan, aset atau
        liabilitas yang dialihkan harus dicatat berdasarkan nilai buku yang menggunakan metode penyatuan
        kepentingan (pooling-of-interests).

        Dalam pelaksanaan metode penyatuan kepentingan, komponen-komponen laporan keuangan selama
        restrukturisasi terjadi disajikan seolah-olah restrukturisasi tersebut telah terjadi sejak awal periode
        penyajian paling awal. Selisih imbalan yang dibayar atau diterima dengan nilai buku historis terkait
        dengan nilai tercatat dari kepentingan yang diperoleh, setelah memperhitungkan dampak pajak
        penghasilan, diakui secara langsung di ekuitas dan disajikan sebagai “Tambahan Modal Disetor” pada
        bagian ekuitas di laporan posisi keuangan konsolidasian.

        Pada saat penerapan awal PSAK 338, seluruh saldo Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas
        Sepengendali direklasifikasikan ke akun “Tambahan Modal Disetor” pada laporan posisi keuangan
        konsolidasian.




                                                      20

Page 24
                           PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
  Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

   e. Kas dan setara kas

      Kas dan setara kas di laporan posisi keuangan terdiri dari kas di tangan, kas di bank, dan deposito
      jangka pendek yang sangat likuid dengan jangka waktu tiga bulan atau kurang, yang siap dikonversi
      menjadi uang tunai dalam jumlah yang diketahui dan memiliki risiko perubahan nilai yang tidak
      signifikan.

      Deposito yang jatuh temponya lebih dari tiga bulan tetapi tidak lebih dari satu tahun disajikan sebagai
      “Aset keuangan lancar lainnya” pada laporan posisi keuangan konsolidasian.

   f. Persediaan

      Persediaan terdiri dari kartu Subscriber Identification Module (“SIM”) dan voucer prabayar yang
      dibebankan pada saat dijual.

      Persediaan diakui sebesar nilai yang lebih rendah antara harga perolehan dan nilai realisasi bersih.
      Nilai realisasi bersih ditentukan dengan mengestimasi harga jual, dikurangi estimasi biaya penjualan
      atau menentukan biaya penggantian yang berlaku.

      Biaya persediaan meliputi harga beli, bea impor, pajak lainnya, biaya pengangkutan, biaya
      penanganan, dan biaya lainnya yang secara langsung dapat diatribusikan pada perolehannya.

      Harga perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang.

      Jumlah penurunan nilai persediaan di bawah biaya perolehan menjadi nilai realisasi bersih dan
      seluruh kerugian persediaan diakui sebagai beban pada periode terjadinya penurunan atau kerugian
      tersebut. Setiap pemulihan kembali penurunan nilai persediaan karena peningkatan kembali nilai
      realisasi bersih, diakui sebagai pengurangan terhadap jumlah beban umum dan administrasi pada
      periode terjadinya pemulihan tersebut.

      Provisi persediaan usang ditentukan berdasarkan estimasi penggunaan setiap jenis persediaan pada
      masa depan.

   g. Beban dibayar di muka

      Beban dibayar di muka diamortisasi sesuai masa manfaatnya dengan menggunakan metode garis
      lurus. Beban dibayar di muka disajikan di laporan posisi keuangan konsolidasian sebagai aset lancar
      lainnya dan aset tidak lancar lainnya.

   h. Aset tidak lancar tersedia untuk dijual

      Aset (atau kelompok lepasan) diklasifikasikan sebagai aset tersedia untuk dijual ketika nilai
      tercatatnya akan dipulihkan terutama melalui transaksi penjualan daripada melalui pemakaian
      berlanjut dan penjualannya sangat mungkin terjadi. Aset ini dicatat pada nilai yang lebih rendah antara
      jumlah tercatat dan nilai wajar setelah dikurangi biaya untuk menjual.

      Aset (atau kelompok lepasan) berada dalam keadaan segera dapat dijual dengan syarat-syarat yang
      biasa dan umum diperlukan dalam penjualan aset (atau kelompok lepasan) tersebut dan penjualannya
      harus sangat mungkin (highly probable).

      Aset (atau kelompok lepasan) yang diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual disajikan secara
      terpisah dari aset lainnya dalam laporan posisi keuangan konsolidasian. Liabilitas dari kelompok
      lepasan yang diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual disajikan secara terpisah dari liabilitas
      lainnya dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.




                                                    21

Page 25
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                     PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
     Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                  (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     i. Aset takberwujud

         Aset takberwujud diakui jika kemungkinan besar Grup akan memperoleh manfaat ekonomis masa
         depan dari aset takberwujud tersebut dan biaya perolehan aset tersebut dapat diukur secara andal.

         Aset takberwujud dicatat berdasarkan biaya perolehan dikurangi akumulasi amortisasi dan rugi
         penurunan nilai (apabila ada). Aset takberwujud diamortisasi selama estimasi masa manfaatnya.
         Periode amortisasi dan metode amortisasi aset takberwujud dengan umur manfaat terbatas ditelaah
         setidaknya setiap akhir periode pelaporan. Grup mengestimasi nilai terpulihkan dari aset takberwujud.
         Apabila nilai tercatat aset takberwujud melebihi estimasi jumlah terpulihkan, maka nilai tercatat aset
         tersebut diturunkan menjadi sebesar estimasi jumlah terpulihkan.

         Aset takberwujud, kecuali goodwill, diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus
         berdasarkan estimasi masa manfaat aset takberwujud sebagai berikut:

                                                                                                       Tahun
         Piranti lunak                                                                                  3-6
         Lisensi                                                                                        3-20
         Aset takberwujud lainnya                                                                       3-30

         Aset takberwujud dihentikan pengakuannya ketika aset tersebut dilepaskan atau ketika tidak terdapat
         lagi manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasan aset tersebut.
         Selisih dalam laporan antara nilai tercatat aset dengan hasil neto yang diterima dari pelepasannya
         diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.

     j. Aset tetap

         Aset tetap dinyatakan pada harga perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan
         nilai (jika ada).

         Biaya perolehan aset tetap terdiri dari: (a) harga perolehan; (b) setiap biaya yang dapat diatribusikan
         secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan; dan (c) estimasi awal
         biaya pembongkaran dan pemindahan aset tetap dan restorasi lokasi aset tetap. Setiap bagian aset
         tetap yang memiliki harga perolehan cukup signifikan terhadap biaya perolehan seluruh aset tetap
         disusutkan secara terpisah.

         Aset tetap, kecuali tanah, disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan estimasi
         masa manfaat aset tetap sebagai berikut:

                                                                                                      Tahun
         Bangunan                                                                                     10-50
         Renovasi bangunan sewa                                                                        3-10
         Peralatan sentral telepon                                                                     3-15
         Peralatan telegraf, teleks, dan komunikasi data                                                15
         Peralatan dan instalasi transmisi                                                             3-40
         Satelit, stasiun bumi, dan peralatan                                                          4-20
         Jaringan kabel                                                                                3-25
         Drop cable                                                                                      5
         Catu daya                                                                                     4-25
         Peralatan pengolahan data                                                                     4-20
         Peralatan telekomunikasi lainnya                                                              3-5
         Peralatan kantor                                                                              2-5
         Kendaraan                                                                                     4-8
         Peralatan lainnya                                                                             2-5




                                                       22

Page 26
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                     PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
     Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                  (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     j. Aset tetap (lanjutan)

         Biaya signifikan sehubungan dengan renovasi bangunan sewa dikapitalisasi dan disusutkan selama
         masa sewa.

         Metode penyusutan, umur manfaat, dan nilai residu dari suatu aset direviu paling tidak setiap akhir
         tahun buku dan disesuaikan jika diperlukan. Nilai residu dari aset adalah estimasi jumlah yang dapat
         diperoleh Grup dari pelepasan aset, setelah dikurangi estimasi biaya pelepasan, ketika aset telah
         mencapai umur dan kondisi yang diharapkan pada akhir umur manfaatnya.

         Aset tetap yang diperoleh dalam pertukaran dengan aset non-moneter atau kombinasi aset moneter
         dan non-moneter diukur pada nilai wajar kecuali, (i) transaksi pertukaran tidak memiliki substansi
         komersial; atau (ii) nilai wajar aset yang diterima, dan aset yang diserahkan tidak dapat diukur secara
         andal.

         Suku cadang utama dan suku cadang siap pakai yang diperkirakan dapat digunakan lebih dari
         12 bulan dicatat sebagai bagian dari aset tetap.

         Ketika aset tetap tidak digunakan lagi atau dijual, maka harga perolehan dan akumulasi
         penyusutannya dikeluarkan dari laporan posisi keuangan konsolidasian dan laba atau rugi yang timbul
         dari pelepasan atau penjualan aset tetap diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan
         komprehensif lain konsolidasian.

         Piranti keras komputer tertentu tidak dapat dioperasikan tanpa ketersediaan piranti lunak komputer
         tertentu. Dalam kondisi tersebut, piranti lunak komputer dicatat sebagai bagian dari piranti keras
         komputer. Jika piranti lunak komputer berdiri sendiri dari piranti keras komputernya, piranti lunak
         komputer tersebut dicatat sebagai bagian dari aset takberwujud.

         Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
         lain konsolidasian pada saat terjadinya. Pemugaran dan penambahan yang signifikan, dikapitalisasi
         ke akun aset tetap yang terkait.

         Grup mengakui biaya penggantian sebagian aset tetap dalam jumlah tercatat aset tetap tersebut,
         maka entitas menghentikan pengakuan jumlah tercatat dari bagian aset yang diganti.

         Aset dalam pembangunan diakui sebesar biaya perolehan, dikurangi dengan penurunan nilai
         (jika ada), hingga pembangunan selesai, yang kemudian direklasifikasi ke akun aset tetap yang terkait.
         Selama masa pembangunan hingga aset tetap siap untuk digunakan/dijual, biaya pinjaman, yang
         termasuk di dalamnya beban bunga dan selisih kurs yang timbul atas pinjaman yang diperoleh untuk
         membiayai pembangunan aset, dikapitalisasi secara proporsional terhadap rata-rata nilai akumulasi
         pengeluaran selama periode tersebut sepanjang aset tetap tersebut memenuhi definisi aset
         kualifikasian. Kapitalisasi biaya pinjaman dihentikan ketika pembangunan selesai, dan aset tetap siap
         untuk digunakan atau dijual.

     k. Sewa

         Grup menilai pada awal kontrak apakah suatu kontrak merupakan atau mengandung sewa, yaitu jika
         kontrak memiliki hak untuk mengendalikan penggunaan aset yang diidentifikasi untuk jangka waktu
         tertentu dengan imbalan pertimbangan. Jangka waktu sewa tidak dapat dibatalkan untuk masing-
         masing kontrak, kecuali dalam kasus di mana Grup cukup yakin untuk melaksanakan opsi
         perpanjangan kontrak.




                                                       23

Page 27
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                    PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
     Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                  (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     k. Sewa (lanjutan)

        Grup memilih tindakan praktis yang tersedia berdasarkan pedoman dalam PSAK 116, antara lain:
        •   penggunaan tingkat diskonto tunggal untuk portofolio sewa dengan karakteristik yang serupa;
        •   akuntansi untuk sewa operasi dengan sisa masa sewa kurang dari 12 bulan sebagai sewa jangka
            pendek;
        •   pengecualian biaya langsung awal untuk pengukuran aset hak guna sebagai sewa jangka
            pendek;
        •   penggunaan tinjauan ke belakang dalam menentukan masa sewa di mana kontrak berisi opsi
            untuk perpanjangan atau pemutusan masa sewa;
        •   tidak memisahkan komponen non-sewa dari komponen sewa, dan sebagai konsekuensinya Grup
            menganggap seluruh kontrak sebagai sewa; dan
        •   untuk tidak mengakui liabilitas sewa dan aset hak guna untuk sewa di mana aset dasar adalah
            aset bernilai rendah (yaitu aset dasar dengan nilai maksimum US$5.000 atau Rp50 juta dalam
            kondisi baru).

         Grup menerapkan definisi sewa dan panduan terkait yang ditetapkan dalam PSAK 116 untuk semua
         kontrak sewa.

        i.   Grup sebagai lessee

             Grup menerapkan pendekatan pengakuan dan pengukuran tunggal untuk semua sewa, kecuali
             untuk sewa jangka pendek dan sewa aset bernilai rendah. Grup mengakui liabilitas sewa untuk
             melakukan pembayaran sewa dan aset hak guna yang mewakili hak untuk menggunakan aset
             yang mendasarinya.

             Grup mengakui aset hak guna pada tanggal dimulainya sewa. Aset hak guna diukur pada biaya
             perolehan, dikurangi akumulasi amortisasi dan rugi penurunan nilai, dan disesuaikan untuk setiap
             pengukuran kembali liabilitas sewa. Biaya aset hak guna termasuk jumlah liabilitas sewa yang
             diakui, biaya langsung awal yang dikeluarkan, biaya restorasi dan pembayaran sewa yang
             dilakukan pada atau sebelum tanggal dimulainya dikurangi insentif sewa yang diterima.

             Aset hak guna diamortisasi dengan metode garis lurus selama periode yang lebih pendek antara
             masa sewa dan estimasi masa manfaat aset, sebagai berikut:

                                                                                                     Tahun
             Tanah                                                                                    1-33
             Bangunan                                                                                 1-30
             Peralatan dan instalasi transmisi                                                        1-25
             Kendaraan                                                                                 1-6
             Lain-lain                                                                                 1-6

             Jika kepemilikan aset hak guna dialihkan ke Grup pada akhir masa sewa atau biaya
             mencerminkan pelaksanaan opsi pembelian, penyusutan dihitung menggunakan taksiran masa
             manfaat ekonomis aset. Aset hak guna mengalami penurunan nilai sesuai dengan
             PSAK 236: Penurunan Nilai Aset.




                                                     24

Page 28
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                     PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
     Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                  (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     k. Sewa (lanjutan)

        i.    Grup sebagai lessee (lanjutan)

              Liabilitas sewa

              Pada tanggal dimulainya sewa, Grup mengakui liabilitas sewa yang diukur pada nilai kini dari
              pembayaran sewa yang akan dilakukan selama masa sewa. Pembayaran sewa termasuk
              pembayaran tetap (termasuk pembayaran tetap secara substansi) dikurangi piutang insentif
              sewa, pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau kurs, dan jumlah yang
              diharapkan akan dibayarkan berdasarkan jaminan nilai residu. Pembayaran sewa juga termasuk
              harga pelaksanaan opsi pembelian yang cukup pasti akan dilakukan oleh Grup dan pembayaran
              penalti untuk mengakhiri sewa, jika jangka waktu sewa mencerminkan Grup yang melaksanakan
              opsi untuk mengakhiri. Pembayaran sewa variabel yang tidak bergantung pada indeks atau kurs
              diakui sebagai beban pada periode di mana peristiwa atau kondisi yang memicu pembayaran
              terjadi.

              Dalam menghitung nilai sekarang dari pembayaran sewa, Grup menggunakan suku bunga
              pinjaman inkremental karena tingkat suku bunga implisit sewa tidak dapat ditentukan dengan
              mudah. Setelah tanggal dimulainya, jumlah liabilitas sewa ditingkatkan untuk mencerminkan
              pertambahan bunga dan dikurangi untuk pembayaran sewa yang dilakukan. Selain itu, jumlah
              tercatat liabilitas sewa diukur kembali jika ada modifikasi, perubahan jangka waktu sewa,
              perubahan pembayaran sewa, atau perubahan dalam penilaian opsi untuk membeli aset yang
              mendasarinya.

              Sewa jangka pendek dengan jangka waktu kurang dari 12 bulan dan sewa aset bernilai rendah,
              serta elemen-elemen sewa tersebut, sebagian atau seluruhnya tidak sesuai dengan prinsip-
              prinsip pengakuan yang ditetapkan oleh PSAK 116 akan diperlakukan sama dengan sewa
              operasi. Grup akan mengakui pembayaran sewa tersebut dengan dasar garis lurus selama masa
              sewa dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.

        ii.   Grup sebagai lessor

              Berdasarkan PSAK 116, lessor terus mengklasifikasikan sewa sebagai sewa pembiayaan atau
              sewa operasi dan memperhitungkan kedua jenis sewa tersebut secara berbeda. Sewa di mana
              Grup mentransfer secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan
              suatu aset diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan, jika tidak maka akan diklasifikasikan
              sebagai sewa operasi. Klasifikasi sewa dibuat pada tanggal insepsi dan dinilai kembali hanya jika
              ada modifikasi sewa.

              Pada tanggal dimulainya, Grup mengakui aset yang dimiliki dalam sewa pembiayaan dengan
              jumlah yang sama dengan investasi bersih dalam sewa dan menyajikannya sebagai piutang
              sewa pembiayaan. Investasi bersih dalam sewa termasuk pembayaran tetap (termasuk
              pembayaran tetap dalam substansi) dikurangi piutang insentif sewa, pembayaran sewa variabel
              yang bergantung pada indeks atau kurs, dan jaminan nilai residu yang diberikan kepada lessor
              oleh lessee. Pembayaran sewa juga termasuk harga pelaksanaan opsi pembelian yang cukup
              pasti akan dilakukan oleh lessee dan pembayaran penalti untuk mengakhiri sewa, jika jangka
              waktu sewa mencerminkan Grup yang menggunakan opsi untuk mengakhiri.

              Sebagaimana disyaratkan oleh PSAK 109, penyisihan kerugian kredit ekspektasian telah diakui
              sebagai piutang sewa dan disajikan sebagai "Piutang lain-lain" (Catatan 8).




                                                      25

Page 29
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                     PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
     Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                  (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

      k. Sewa (lanjutan)

        ii.   Grup sebagai lessor (lanjutan)

              Pendapatan sewa yang timbul dari sewa operasi dicatat secara garis lurus selama masa sewa
              dan dimasukkan dalam pendapatan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
              konsolidasian karena sifat operasinya. Biaya langsung awal yang dikeluarkan untuk
              menegosiasikan dan mengatur sewa operasi ditambahkan ke jumlah tercatat dari aset tetap dan
              diakui selama masa sewa dengan dasar yang sama dengan pendapatan sewa. Sewa kontinjensi
              diakui sebagai pendapatan pada periode terjadinya.

              Jika suatu perjanjian mengandung komponen sewa dan non-sewa, Grup menerapkan
              pendapatan PSAK 115: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan, untuk mengalokasikan
              pertimbangan dalam kontrak. Pendapatan yang timbul dari sewa operasi dicatat sebagai
              Pendapatan dari transaksi lessor (Catatan 2o).

     l. Beban tangguhan - hak atas tanah

        Hak atas tanah termasuk biaya pengurusan legal hak atas tanah ketika tanah diperoleh pertama kali
        dicatat sebagai bagian dari aset tetap dan tidak diamortisasi. Biaya yang terjadi sehubungan dengan
        pengurusan perpanjangan atau pembaruan legal hak atas tanah ditangguhkan dan diamortisasi
        dengan metode garis lurus selama periode legal hak atas tanah atau umur ekonomis tanah, mana
        yang lebih pendek.

     m. Pinjaman

         Pada saat pengakuan awal, pinjaman diakui sebesar nilai wajar, dikurangi dengan biaya-biaya
         transaksi yang terjadi. Selanjutnya, pinjaman diukur sebesar biaya perolehan diamortisasi, selisih
         antara penerimaan (dikurangi biaya transaksi) dan nilai pelunasan dicatat pada laporan laba rugi dan
         penghasilan komprehensif lain konsolidasian selama periode pinjaman dengan menggunakan metode
         bunga efektif.

         Biaya yang dibayar untuk memperoleh fasilitas pinjaman diakui sebagai biaya transaksi pinjaman
         sepanjang besar kemungkinan sebagian atau seluruh fasilitas akan ditarik. Dalam hal ini, biaya
         ditangguhkan sampai penarikan terjadi. Sepanjang tidak terdapat bukti bahwa besar kemungkinan
         sebagian atau seluruh fasilitas akan ditarik, biaya dikapitalisasi sebagai pembayaran di muka untuk
         jasa likuiditas dan diamortisasi selama periode fasilitas yang terkait.

     n. Penjabaran valuta asing

         Transaksi-transaksi dalam valuta asing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan kurs tengah Reuters yang
         berlaku pada saat terjadinya transaksi. Pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, aset dan
         liabilitas moneter dalam valuta asing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan menggunakan kurs beli dan
         jual yang diterbitkan oleh Reuters pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian dengan rincian
         sebagai berikut:

                                                    30 Juni 2026                  31 Desember 2025
                                                Beli            Jual              Beli         Jual
        Pound Inggris (“GBP”) 1                   23.654          23.674            22.386       22.401
        Dolar A.S. (“US$”) 1                      17.876          17.886            16.672       16.681
        Dolar Australia (“AU$”) 1                 12.305          12.316            11.136       11.149
        Dolar Singapura (“SGD”) 1                 13.804          13.819            12.960       12.969
        Dolar Taiwan Baru (“TWD”) 1               561,10          561,94            530,38       531,21
        Euro (“EUR”) 1                            20.367          20.380            19.541       19.556
        Yen Jepang (“JPY”) 1                      110,13          110,22            106,45       106,52
        Ringgit Malaysia (“MYR”) 1                 4.378           4.387             4.101         4.111
        Dolar Hong Kong (“HKD”) 1                  2.279           2.281             2.142         2.143
        Kyat Myanmar (“MMK”) 1                       8,49            8,54              7,91         7,97
                                                     26

Page 30
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                     PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
     Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                  (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     n. Penjabaran valuta asing (lanjutan)

        Laba atau rugi selisih kurs yang timbul, baik yang telah maupun yang belum direalisasi, dikreditkan
        atau dibebankan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian periode
        berjalan, kecuali untuk selisih kurs yang timbul dari pinjaman selama pembangunan suatu aset
        tertentu yang memenuhi syarat untuk dikapitalisasi, di mana pinjaman dapat diatribusikan terhadap
        pembangunan aset tersebut (Catatan 2i).

     o. Pengakuan pendapatan dan beban

         Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan

        PSAK 115 menetapkan kerangka kerja yang komprehensif untuk menentukan bagaimana, kapan, dan
        berapa banyak pendapatan yang harus diakui. Standar ini menyediakan model lima langkah tunggal
        untuk penentuan dan pengakuan pendapatan untuk diterapkan pada semua kontrak dengan
        pelanggan. Standar ini juga memberikan panduan spesifik yang mensyaratkan jenis biaya tertentu
        untuk memperoleh dan/atau memenuhi kontrak yang akan dikapitalisasi dan diamortisasi secara
        sistematis yang konsisten dengan pengalihan kepada pelanggan atas barang atau jasa yang terkait
        dengan biaya yang dikapitalisasi.

        Di bawah ini adalah ringkasan kebijakan akuntansi pengakuan pendapatan Grup untuk setiap jenis
        pendapatan:

        i.    Data, internet, dan jasa teknologi informatika

              Pendapatan dari komunikasi data dan internet diakui berdasarkan pemakaian, yang diukur
              berdasarkan jangka waktu pemakaian internet atau berdasarkan jumlah biaya tetap tergantung
              pengaturan dengan pelanggan. Pendapatan dari penjualan, instalasi dan implementasi piranti
              lunak dan perangkat keras komputer, jasa pemasangan jaringan data komputer, dan instalasi
              diakui pada saat penyerahan barang dan/atau jasa kepada pelanggan atau instalasi perangkat.
              Pendapatan dari jasa pengembangan piranti lunak komputer diakui berdasarkan metode
              persentase penyelesaian.

              Untuk layanan yang dijual dalam paket bundel/solusi, total penerimaan dari pelanggan
              dialokasikan untuk kewajiban pelaksanaan berdasarkan harga jual yang berdiri sendiri untuk
              setiap produk dan/atau layanan. Grup mengestimasi harga jual yang berdiri sendiri menggunakan
              harga yang berlaku jika layanan tersebut dijual dengan basis yang berdiri sendiri. Sebagian besar
              paket bundel/solusi yang dijual oleh Grup hanya mencakup layanan yang pada umumnya
              terselesaikan selama periode waktu yang sama. Karena itu, pola pengakuan pendapatan
              umumnya tidak dipengaruhi oleh alokasi.

        ii.   IndiHome

              Pendapatan dari layanan IndiHome berasal dari pelanggan yang berlangganan layanan internet
              atau paket layanan bundel kombinasi layanan consumer (misal telepon, internet dan data, serta
              TV berbayar). Layanan tersebut ditawarkan berdasarkan pascabayar yang ditagih pada bulan
              berikutnya. Grup menerapkan syarat dan ketentuan yang mengharuskan pelanggan untuk
              membayar denda pengakhiran yang substantif apabila kontrak berlangganan berakhir atas
              permintaan dan/atau kesalahan pelanggan dalam 12 bulan pertama setelah layanan aktif.
              Setelah periode 12 bulan pertama, pelanggan dapat memutuskan untuk berhenti berlangganan
              sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku tanpa dikenakan denda. Sesuai ketentuan
              PSAK 115, periode kontrak adalah 12 bulan, dan selanjutnya dapat diperbaharui sebagai kontrak
              bulanan.




                                                       27

Page 31
                               PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                      PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
     Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                  (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

      o. Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan)

         Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan (lanjutan)

         ii.   IndiHome (lanjutan)

               Seluruh layanan IndiHome diakui menggunakan metode output berdasarkan penggunaan aktual
               pelanggan atau waktu yang telah berlalu ketika pelanggan secara bersamaan menerima dan
               mengonsumsi manfaat yang diberikan oleh Grup.

               Pelanggan diharuskan membayar biaya di muka pada saat dimulainya kontrak. Biaya di muka
               dianggap sebagai hak material karena pelanggan tidak diharuskan membayar biaya di muka
               ketika pelanggan memperbarui layanan di luar periode kontrak asli. Grup menilai opsi pembaruan
               sebesar pembayaran yang diterima dari biaya di muka untuk layanan instalasi. Grup
               menangguhkan nilai tersebut sebagai liabilitas kontrak dan mengakuinya sebagai pendapatan
               berdasarkan metode garis lurus sepanjang taksiran jangka waktu hubungan dengan pelanggan.
               Grup memperkirakan jangka waktu hubungan dengan pelanggan berdasarkan informasi historis
               dan tren pelanggan serta memperbarui evaluasi tersebut setiap tahun.

        iii.   Interkoneksi

               Pendapatan dari interkoneksi terutama terdiri dari jasa interkoneksi untuk panggilan pelanggan
               operator telekomunikasi lainnya ke pelanggan Grup (panggilan masuk), panggilan antara
               pelanggan operator telekomunikasi lainnya melalui jaringan Grup (transit), dan jasa jaringan
               dengan operator telekomunikasi lainnya. Semua jasa ini diakui berdasarkan metode output
               menggunakan basis traffic aktual yang tercatat untuk bulan tersebut.

         iv.   SMS, telepon tidak bergerak, dan selular

               Layanan ditawarkan secara pascabayar atau prabayar. Untuk layanan prabayar, penjualan paket
               perdana (juga dikenal sebagai kartu SIM dan voucer perdana) dan voucer isi ulang pada awalnya
               diakui sebagai liabilitas kontrak. Grup mengakui aset kontrak untuk penyediaan jasa dari
               pelanggan pascabayar yang belum ditagih.

               Seluruh pendapatan layanan tersebut diakui berdasarkan metode output, baik per penggunaan
               aktual atau estimasi unit yang digunakan (jika layanan dijual berdasarkan paket), karena
               pelanggan secara bersamaan menerima dan mengonsumsi manfaat yang disediakan oleh Grup.

               Untuk layanan yang dijual dalam paket bundel, total penerimaan dari pelanggan dialokasikan
               untuk kewajiban pelaksanaan berdasarkan harga jual yang berdiri sendiri untuk setiap produk
               dan/atau layanan. Grup mengestimasi harga jual yang berdiri sendiri menggunakan harga yang
               berlaku jika layanan tersebut dijual dengan basis yang berdiri sendiri. Sebagian besar paket
               bundel yang dijual oleh Grup hanya mencakup layanan yang pada umumnya terselesaikan
               selama periode waktu yang sama. Karena itu, pola pengakuan pendapatan umumnya tidak
               dipengaruhi oleh alokasi.

               Pembayaran yang diterima dialokasikan antara layanan telekomunikasi yang terjual dan jumlah
               poin yang dikeluarkan, dengan nilai yang dialokasikan ke poin yang setara dengan nilai wajarnya.
               Nilai wajar poin yang dikeluarkan ditangguhkan dan diakui sebagai pendapatan saat poin
               tersebut ditukarkan, berakhir masa berlakunya, atau pada saat program tersebut dihapus.

          v.   Jaringan dan jasa telekomunikasi lainnya

               Pendapatan dari jaringan terdiri dari pendapatan dari sewa sirkit dan transponder satelit yang
               diakui pada periode saat jasa diberikan. Pendapatan dari perangkat atau jasa telekomunikasi
               lainnya diakui pada saat penyerahan kepada pelanggan.



                                                       28

Page 32
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                     PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
     Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                  (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     o. Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan)

         Aset kontrak

         Aset kontrak awalnya diakui dari pendapatan atas pengalihan barang atau jasa karena penerimaan
         imbalan masih bersyarat tahapan tertentu atau setelah penyelesaian proyek. Setelah penyelesaian
         syarat tahapan tertentu atau proyek, jumlah yang diakui sebagai aset kontrak direklasifikasi ke piutang
         usaha.

         Aset kontrak tunduk pada penilaian penurunan nilai. Lihat kebijakan akuntansi tentang penurunan nilai
         aset keuangan di bagian 2.r.i. Instrumen keuangan - pengakuan awal dan pengukuran selanjutnya.

         Liabilitas kontrak

         Liabilitas kontrak diakui jika pembayaran diterima atau pembayaran telah jatuh tempo (mana yang
         lebih awal) dari pelanggan sebelum Grup mengalihkan barang atau jasa. Liabilitas kontrak diakui
         sebagai pendapatan ketika Grup melaksanakan kewajiban dalam kontrak (misal mengalihkan kendali
         atas barang atau jasa kepada pelanggan).

         Biaya inkremental untuk mendapatkan dan biaya memenuhi kontrak

         Biaya inkremental untuk mendapatkan/memenuhi kontrak dengan pelanggan, yang pada dasarnya
         terdiri dari komisi penjualan dan biaya pemenuhan kontrak, pada awalnya diakui pada laporan posisi
         keuangan konsolidasian sebagai biaya kontrak. Biaya-biaya ini kemudian diamortisasi secara
         sistematis yang konsisten dengan periode dan pola pengiriman produk dan jasa terkait ke pelanggan.
         Biaya yang tidak memenuhi syarat sebagai biaya untuk mendapatkan/memenuhi kontrak dengan
         pelanggan dibebankan pada saat terjadinya atau sesuai dengan standar terkait lainnya.

         Setiap akhir tahun pelaporan, Grup melakukan evaluasi apakah terdapat indikasi bahwa biaya kontrak
         yang dikapitalisasi mengalami penurunan nilai. Penurunan nilai terjadi ketika nilai tercatat biaya
         kontrak melebihi nilai yang diharapkan diterima dari pertukaran barang dan jasa. Ketika terjadi
         penurunan nilai, rugi penurunan nilai diakui di laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.

         Pendapatan dari transaksi lessor

         Pendapatan dari transaksi lessor terdiri dari pendapatan dari sewa operasi atas menara
         telekomunikasi dan sewa lainnya. Pendapatan sewa diakui berdasarkan metode garis lurus selama
         masa sewa dan termasuk dalam pendapatan dalam laporan laba rugi karena sifat operasinya.

         Beban

         Beban diakui pada saat terjadinya.

     p. Imbalan kerja

        i.   Imbalan kerja jangka pendek

             Seluruh imbalan kerja jangka pendek yang terdiri dari gaji dan imbalan terkait, tunjangan cuti,
             insentif, dan imbalan kerja jangka pendek lain diakui sebagai biaya yang tidak didiskonto saat
             karyawan telah memberikan jasa kepada Grup.




                                                       29

Page 33
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                   PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
   Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

   p. Imbalan kerja (lanjutan)

      ii.   Imbalan pasca kerja dan imbalan kerja jangka panjang lain

            Imbalan pasca kerja terdiri dari program pensiun imbalan pasti yang funded dan unfunded,
            program pensiun iuran pasti, imbalan pasca kerja lainnya, program imbalan kesehatan pasca
            kerja imbalan pasti, program imbalan kesehatan pasca kerja iuran pasti, dan kewajiban
            berdasarkan undang-undang ketenagakerjaan.

            Imbalan kerja jangka panjang lain terdiri dari penghargaan masa kerja, cuti masa kerja, dan masa
            persiapan pensiun.

            Perhitungan biaya terkait dengan program imbalan pasca kerja dan imbalan kerja jangka panjang
            lain dilakukan oleh aktuaris independen dengan menggunakan metode projected unit credit.

            Kewajiban bersih Perusahaan berkaitan dengan imbalan pasti pensiun dan imbalan kesehatan
            pasca kerja dihitung sebesar nilai kini dari estimasi imbalan yang akan diperoleh karyawan di
            masa depan sehubungan dengan jasa di masa sekarang dan masa lalu, dikurangi dengan nilai
            wajar dari aset program. Nilai kini kewajiban imbalan pasti ditentukan dengan mendiskontokan
            estimasi arus kas keluar di masa depan dengan menggunakan tingkat bunga obligasi pemerintah,
            yang didenominasi dalam mata uang di mana manfaat akan dibayarkan dan yang mempunyai
            jangka waktu sampai dengan jatuh tempo mendekati jangka waktu kewajiban imbalan pasca
            kerja terkait. Obligasi pemerintah digunakan karena tidak ada pasar aktif untuk obligasi korporat
            berkualitas tinggi.

            Aset program adalah aset yang dimiliki oleh program pensiun imbalan pasti dan imbalan
            kesehatan pasca kerja serta polis asuransi yang memenuhi syarat. Aset ini diukur pada nilai wajar
            pada akhir periode pelaporan. Nilai wajar polis asuransi adalah jumlah yang sama dengan
            kewajiban yang terkait (dan dapat dikurangi jika jumlah yang dapat diterima dari polis asuransi
            tidak dapat diperoleh secara penuh).

            Pengukuran kembali, terdiri dari keuntungan dan kerugian aktuarial, dampak batas atas aset
            (tidak termasuk jumlah yang dimasukkan dalam bunga neto atas liabilitas (aset) imbalan pasti
            neto) dan imbal hasil aset program (tidak termasuk jumlah yang dimasukkan dalam bunga neto
            atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto) diakui pada ekuitas melalui penghasilan komprehensif
            lain di periode terjadinya. Pengukuran kembali tidak diklasifikasikan ke laba rugi di periode
            selanjutnya.

            Biaya jasa lalu diakui di laba rugi pada tanggal yang lebih awal antara:
            (a) ketika amendemen atau kurtailmen program terjadi; dan
            (b) ketika Grup mengakui biaya restrukturisasi terkait.

            Bunga neto dihitung dengan mengalikan liabilitas (aset) imbalan pasti neto dengan tingkat
            diskonto.

            Laba atau rugi kurtailmen diakui apabila terdapat komitmen untuk melakukan pengurangan
            jumlah karyawan dalam jumlah yang material yang ditanggung oleh suatu program atau apabila
            terdapat perubahan ketentuan-ketentuan pada suatu program imbalan pasti, di mana bagian
            yang material dari jasa yang diberikan karyawan pada masa depan tidak lagi memberikan
            imbalan, atau memberikan imbalan yang lebih rendah.

            Laba atau rugi penyelesaian diakui apabila terdapat transaksi yang menghapuskan semua
            kewajiban hukum atau konstruktif atas sebagian atau seluruh imbalan dalam program manfaat
            pasti (selain pembayaran imbalan sesuai dengan ketentuan program dan termasuk dalam asumsi
            aktuaria).




                                                     30

Page 34
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                     PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
   Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

   p. Imbalan kerja (lanjutan)

      ii.     Imbalan pasca kerja dan imbalan kerja jangka panjang lain (lanjutan)

              Untuk program iuran pasti, Perusahaan membayar iuran secara rutin yang merupakan biaya
              berkala bersih untuk periode iuran tersebut dan dicatat sebagai bagian dari beban karyawan
              ketika terutang.

              Grup mengatribusikan imbalan berdasarkan program imbalan pasti, yaitu dari tanggal ketika jasa
              pekerja pertama kali menghasilkan imbalan dalam program sampai dengan tanggal ketika jasa
              pekerja selanjutnya tidak akan menghasilkan jumlah imbalan yang material di bawah program
              tersebut.

       iii.   Pensiun dini (“Pendi”)

              Beban Pendi yang dicatat sebagai biaya karyawan di laporan laba rugi dan penghasilan
              komprehensif lain konsolidasian diakui pada saat Grup berkomitmen untuk membayar pesangon
              Pendi yang timbul sehubungan dengan tawaran yang diajukan Grup agar karyawan
              mengundurkan diri secara sukarela. Grup dianggap berkomitmen untuk membayar pesangon
              Pendi jika, dan hanya jika, Grup telah memiliki rencana formal terinci yang tidak dapat dibatalkan.

   q. Pajak

       Pajak Penghasilan (“PPh”)

       Pajak kini dan pajak tangguhan diakui sebagai penghasilan atau beban dalam laporan laba rugi dan
       penghasilan komprehensif lain konsolidasian, kecuali pajak penghasilan tersebut sehubungan dengan
       transaksi atau kejadian yang diakui secara langsung di ekuitas di mana pajak penghasilannya diakui
       secara langsung di ekuitas.

       Aset dan liabilitas pajak kini dihitung sebesar jumlah yang diperkirakan dapat diperoleh atau dibayar
       dengan menggunakan tarif dan ketentuan pajak yang telah ditetapkan atau secara substantif
       ditetapkan pada setiap tanggal pelaporan. Manajemen secara periodik mengevaluasi perlakuan pajak
       yang diterapkan dalam Surat Pemberitahuan Tahunan (“SPT Tahunan”) sehubungan dengan situasi
       di mana aturan pajak yang berlaku membutuhkan interpretasi. Jika perlu, manajemen menentukan
       provisi berdasarkan jumlah yang diperkirakan akan dibayar kepada Otoritas Pajak.

       Pemeriksaan pajak

       Perubahan terhadap liabilitas perpajakan dicatat pada saat diterimanya Surat Ketetapan Pajak
       (“SKP”) atau apabila dilakukan banding, ketika hasil banding sudah diputuskan. Jumlah tambahan
       pokok dan denda pajak yang ditetapkan dengan SKP diakui sebagai pendapatan atau beban dalam
       laba rugi periode berjalan, kecuali jika diajukan upaya penyelesaian selanjutnya. Jumlah tambahan
       pokok pajak dan denda yang ditetapkan dengan SKP ditangguhkan pembebanannya sepanjang
       memenuhi kriteria pengakuan aset.

       Pajak tangguhan

       Grup mengakui aset dan liabilitas pajak tangguhan untuk semua perbedaan temporer antara dasar
       pengenaan pajak aset dan liabilitas dengan nilai tercatatnya pada setiap tanggal pelaporan. Grup juga
       mengakui aset pajak tangguhan yang berasal dari manfaat pajak pada masa depan, seperti
       kompensasi rugi fiskal, jika kemungkinan realisasi manfaat tersebut di masa depan cukup besar
       (probable). Aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif
       pajak dan undang-undang pajak pada setiap tanggal pelaporan yang diharapkan berlaku terhadap
       penghasilan kena pajak ketika aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan.




                                                       31

Page 35
                                PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                       PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
     Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                  (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     q. Pajak (lanjutan)

         Pajak tangguhan (lanjutan)

         Jumlah tercatat aset pajak tangguhan direviu pada setiap tanggal pelaporan dan dikurangi apabila
         tidak lagi terdapat kemungkinan besar bahwa laba kena pajak yang memadai akan tersedia untuk
         mengkompensasi sebagian atau semua manfaat aset pajak tangguhan. Aset pajak tangguhan yang
         tidak diakui ditinjau ulang pada setiap tanggal pelaporan dan akan diakui apabila besar kemungkinan
         bahwa laba fiskal pada masa yang akan datang akan tersedia untuk pemulihannya. Pengurangan
         pajak yang berasal dari pembalikan aset pajak tangguhan dikecualikan dari estimasi laba kena pajak
         masa depan.

         Pajak tangguhan suatu transaksi diakui di luar laba rugi, oleh karena itu pajak tangguhan atas
         transaksi tersebut diakui dalam penghasilan komprehensif lain konsolidasian atau diakui langsung di
         ekuitas.

         Aset dan liabilitas pajak tangguhan disajikan saling hapus di laporan posisi keuangan konsolidasian,
         jika dan hanya jika entitas memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling
         hapus aset dan liabilitas pajak kini dan aset dan liabilitas pajak tangguhan terkait dengan pajak
         penghasilan yang dikenakan oleh Otoritas Pajak yang sama atas entitas kena pajak yang sama atau
         entitas kena pajak yang berbeda yang memiliki intensi untuk memulihkan aset dan liabilitas pajak kini
         dengan dasar neto, atau merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan, pada
         setiap periode masa depan di mana jumlah signifikan atas aset atau liabilitas pajak tangguhan
         diharapkan untuk dipulihkan atau diselesaikan.

         Pajak Pertambahan Nilai (“PPN”)

        Pendapatan, beban-beban dan aset-aset diakui neto atas jumlah PPN kecuali:
        i.  PPN yang muncul dari pembelian aset atau jasa yang tidak dapat dikreditkan oleh kantor pajak,
            yang dalam hal ini PPN diakui sebagai bagian dari biaya perolehan aset atau sebagai bagian dari
            item beban-beban yang diterapkan; dan
        ii. Piutang dan utang yang disajikan termasuk dengan jumlah PPN.

         Ketidakpastian dalam perlakuan pajak penghasilan

         ISAK 123: Ketidakpastian dalam Perlakuan Pajak Penghasilan menyatakan bahwa, pengakuan dan
         pengukuran aset dan liabilitas pajak yang mengandung ketidakpastian perlakuan pajak penghasilan
         ditentukan dengan mempertimbangkan apakah diperlakukan secara terpisah atau bersamaan,
         penggunaan asumsi tentang pemeriksaan atas perlakuan pajak tidak pasti oleh otoritas perpajakan,
         pertimbangan apakah besar kemungkinan Otoritas Pajak akan menerima perlakuan pajak tidak pasti
         dan penilaian kembali pertimbangan atau estimasi yang disyaratkan jika terjadi perubahan fakta dan
         keadaan.

        Jika penerimaan perlakuan pajak dimungkinkan oleh Otoritas Pajak, pengukuran tersebut sejalan
        dengan pengisian pajak penghasilan. Jika penerimaan perlakuan pajak oleh Otoritas Pajak tidak
        memungkinkan, Grup menggunakan jumlah pajak dengan menggunakan metode yang memberikan
        prediksi resolusi yang lebih baik (yaitu jumlah yang paling mungkin atau nilai yang diharapkan).

         Pajak final

         Peraturan perpajakan Indonesia mengatur beberapa jenis penghasilan dikenakan pajak yang bersifat
         final. Pajak final yang dikenakan atas nilai bruto transaksi tetap dikenakan walaupun atas transaksi
         tersebut pelaku transaksi mengalami kerugian.

         Pajak final tidak termasuk dalam lingkup yang diatur oleh PSAK 212: Pajak Penghasilan. Pajak final
         atas jasa konstruksi dan sewa disajikan sebagai bagian dari “Penghasilan lain-lain - bersih”.



                                                      32

Page 36
                               PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                      PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
     Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                  (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     r.   Instrumen keuangan

          Grup mengklasifikasikan instrumen keuangan menjadi aset keuangan dan liabilitas keuangan.
          Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang menimbulkan aset keuangan pada satu entitas dan
          liabilitas keuangan atau instrumen ekuitas pada entitas lain.

          i.   Aset keuangan

               Pengakuan dan pengukuran awal

               Aset keuangan diklasifikasikan pada saat pengakuan awal dan selanjutnya diukur pada biaya
               perolehan diamortisasi, nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain (“FVTOCI”), dan nilai
               wajar melalui laba rugi (“FVTPL”).

               Klasifikasi aset keuangan pada pengakuan awal tergantung pada karakteristik arus kas
               kontraktual aset keuangan dan model bisnis Grup dalam mengelola aset keuangan tersebut.
               Kecuali untuk piutang usaha yang tidak memiliki komponen pendanaan yang signifikan dan/atau
               saat Grup menerapkan panduan praktis, pada saat pengakuan awal Grup mengukur aset
               keuangan pada nilai wajarnya ditambah, dalam hal aset keuangan tidak diukur pada nilai wajar
               melalui laba rugi, biaya transaksi. Untuk piutang usaha yang tidak memiliki komponen pendanaan
               yang signifikan atau ketika Grup menerapkan panduan praktis, diukur pada harga transaksi yang
               telah ditentukan berdasarkan PSAK 115.

               Agar aset keuangan dapat diklasifikasikan dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau
               nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, aset keuangan harus memiliki arus kas yang
               semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang. Pengujian ini dikenal
               sebagai Solely Payment of Principal and Interest (”SPPI”) testing dan dilakukan pada tingkat
               instrumen.

               Model bisnis Grup dalam mengelola aset keuangan mengacu kepada bagaimana Grup
               mengelola aset keuangan untuk menghasilkan arus kas. Model bisnis menentukan apakah arus
               kas akan dihasilkan dari perolehan arus kas kontraktual, menjual aset keuangan atau keduanya.

               Pembelian atau penjualan aset keuangan yang memerlukan penyerahan aset dalam kurun waktu
               yang telah ditetapkan oleh peraturan atau kebiasaan yang berlaku di pasar (pembelian yang
               lazim) diakui pada tanggal perdagangan, yaitu tanggal Grup berkomitmen untuk membeli atau
               menjual aset tersebut.

               Pengukuran setelah pengakuan awal

               Untuk tujuan pengukuran setelah pengakuan awal, aset keuangan diklasifikasikan ke dalam
               empat kategori:

               (a) Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi (instrumen utang)

                   Grup mengukur aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut
                   dipenuhi:
                   • Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan
                      dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual; dan
                   • Persyaratan kontraktual dari aset keuangan yang pada tanggal tertentu meningkatkan
                      arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.

                   Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi setelah pengakuan awal diukur
                   menggunakan metode suku bunga efektif dan merupakan subjek penurunan nilai.
                   Keuntungan dan kerugian diakui pada laba rugi saat aset dihentikan pengakuannya,
                   dimodifikasi atau mengalami penurunan nilai. Aset keuangan Grup pada kategori ini meliputi
                   kas dan setara kas, aset keuangan lancar lainnya, piutang usaha, piutang lain-lain, dan aset
                   tidak lancar lainnya.


                                                      33

Page 37
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                    PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
     Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                  (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

      r. Instrumen keuangan (lanjutan)

        i.   Aset keuangan (lanjutan)

             Pengukuran setelah pengakuan awal (lanjutan)

             (b) Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain dengan fitur
                 reklasifikasi keuntungan dan kerugian kumulatif (instrumen utang)

                  Grup mengukur instrumen utang pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain jika
                  kedua kondisi berikut dipenuhi:
                  • Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang tujuannya akan terpenuhi dengan
                     mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual aset keuangan; dan
                  • Persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal
                     tertentu atas arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok
                     terutang.

                  Untuk instrumen utang yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain,
                  pendapatan bunga, keuntungan atau kerugian selisih kurs, dan kerugian penurunan nilai
                  diakui pada laba rugi dan dihitung dengan cara yang sama dengan aset keuangan diukur
                  pada biaya perolehan diamortisasi. Perubahan nilai wajar lainnya diakui pada penghasilan
                  komprehensif lain. Ketika aset keuangan dihentikan pengakuannya, keuntungan atau
                  kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam pendapatan komprehensif lainnya
                  direklasifikasi ke laba rugi.

             (c) Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain tanpa fitur
                 reklasifikasi keuntungan dan kerugian kumulatif saat penghentian pengakuan (instrumen
                 ekuitas)

                  Saat pengakuan awal, Grup dapat membuat pilihan yang tidak dapat dibatalkan untuk
                  menyajikan dalam penghasilan komprehensif lain perubahan nilai wajar investasi dalam
                  instrumen ekuitas yang masuk dalam ruang lingkup PSAK 232: Instrumen Keuangan:
                  Penyajian dan yang bukan merupakan instrumen ekuitas dimiliki untuk diperdagangkan.
                  Pilihan ini dilakukan pada level instrumen per instrumen. Keuntungan dan kerugian dari aset
                  keuangan ini tidak direklasifikasikan ke laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
                  konsolidasian. Dividen diakui pada laba rugi ketika hak untuk menerima pembayaran dividen
                  telah ditetapkan, kecuali dividen secara jelas mewakili bagian terpulihkan dari biaya
                  investasi. Instrumen ekuitas yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif
                  lain tidak terpengaruh pada persyaratan penurunan nilai. Aset keuangan Grup pada kategori
                  ini meliputi investasi jangka panjang pada instrumen keuangan.

             (d) Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi

                  Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi meliputi aset keuangan yang dikelola
                  untuk diperdagangkan, aset keuangan yang pada saat awal ditetapkan untuk diukur pada
                  nilai wajar melalui laba rugi, atau aset keuangan yang disyaratkan untuk diukur pada nilai
                  wajarnya. Aset keuangan diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diperdagangkan jika
                  perolehannya ditujukan untuk dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat. Derivatif,
                  termasuk derivatif melekat yang dipisahkan, juga diklasifikasikan sebagai diperdagangkan
                  kecuali derivatif sebagai instrumen lindung nilai yang ditetapkan dan efektif. Aset keuangan
                  yang tidak memenuhi SPPI testing diklasifikasikan sebagai diukur pada nilai wajar melalui
                  laba rugi, terlepas apapun model bisnisnya. Terlepas dari kriteria untuk instrumen utang
                  yang akan diklasifikasikan pada biaya perolehan diamortisasi atau pada nilai wajar melalui
                  penghasilan komprehensif lain, seperti dijelaskan di atas, instrumen utang dapat ditetapkan
                  pada nilai wajar melalui laba rugi pada pengakuan awal jika penerapan itu dapat
                  menghilangkan, atau secara signifikan mengurangi, inkonsistensi pengukuran atau
                  pengakuan.



                                                     34

Page 38
                           PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
  Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

   r. Instrumen keuangan (lanjutan)

      i.   Aset keuangan (lanjutan)

           Pengukuran setelah pengakuan awal (lanjutan)

           (d) Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (lanjutan)

               Aset keuangan kategori ini pada laporan posisi keuangan konsolidasian diukur pada nilai
               wajarnya di mana keuntungan dan kerugian yang timbul sebagai hasil dari perubahan nilai
               wajar diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Aset
               keuangan Grup diukur pada nilai wajar melalui laba rugi terdiri dari investasi jangka panjang
               pada instrumen keuangan dan aset keuangan lancar lainnya.

           Kerugian kredit ekspektasian

           Grup mengakui cadangan untuk kerugian kredit ekspektasian untuk seluruh instrumen utang
           yang tidak diklasifikasikan sebagai diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Kerugian kredit
           ekspektasian didasarkan pada perbedaan antara arus kas kontraktual yang jatuh tempo sesuai
           dengan kontrak dan seluruh arus kas yang diharapkan akan diterima Grup, didiskontokan
           menggunakan perkiraan suku bunga efektif awal. Arus kas yang diharapkan akan diterima
           tersebut mencakup arus kas dari penjualan agunan yang dimiliki atau peningkatan kualitas kredit
           lainnya yang merupakan bagian integral dari persyaratan kontrak.

           Kerugian kredit ekspektasian diakui dalam dua tahap. Untuk risiko kredit atas instrumen
           keuangan yang tidak mengalami peningkatan secara signifikan sejak pengakuan awal,
           pengukuran penyisihan kerugian dilakukan sejumlah kerugian kredit ekspektasian dalam
           12 bulan. Untuk risiko kredit atas instrumen keuangan yang mengalami peningkatan secara
           signifikan sejak pengakuan awal, penyisihan kerugian dilakukan untuk kerugian kredit
           ekspektasian selama sisa umurnya, terlepas dari waktu gagal bayar (sepanjang umurnya).

           Untuk piutang usaha dan aset kontrak, Grup menerapkan panduan praktis dalam menghitung
           kerugian kredit ekspektasian. Oleh karena itu, Grup tidak mengidentifikasi perubahan dalam
           risiko kredit, melainkan mengukur penyisihan kerugian sejumlah kerugian kredit ekspektasian
           sepanjang umur. Grup telah membentuk model provisi yang didasarkan pada data historis
           kerugian kredit, disesuaikan dengan faktor-faktor perkiraan masa depan (forward-looking) yaitu
           kondisi pelanggan dan lingkungan ekonomi.

           Grup mempertimbangkan aset keuangan memenuhi definisi gagal bayar ketika telah menunggak
           lebih dari 90 hari. Namun, dalam kasus-kasus tertentu, Grup juga dapat menganggap aset
           keuangan dalam keadaan gagal bayar ketika informasi internal atau eksternal menunjukkan
           bahwa Grup tidak mungkin menerima arus kas kontraktual secara penuh tanpa melakukan
           peningkatan kualitas kredit. Penghapusan piutang usaha dilakukan ketika kecil kemungkinan
           untuk memulihkan arus kas kontraktual, setelah semua upaya penagihan telah dilakukan dan
           telah sepenuhnya dilakukan penyisihan.




                                                   35

Page 39
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                     PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
     Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                  (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     r. Instrumen keuangan (lanjutan)

        ii.   Liabilitas keuangan

              Pengakuan dan pengukuran awal

              Liabilitas keuangan diklasifikasikan pada pengakuan awal, sebagai liabilitas keuangan yang
              diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, pinjaman, dan hutang atau sebagai derivatif yang
              ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai dalam lindung nilai yang efektif, jika sesuai.

              Semua liabilitas keuangan pada awalnya diakui pada nilai wajar, dan untuk pinjaman sebesar
              pinjaman yang diterima setelah dikurangi biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara
              langsung.

              Grup mengklasifikasikan liabilitas keuangannya sebagai (a) liabilitas keuangan diukur pada nilai
              wajar melalui laba rugi atau (b) liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi.

              Liabilitas keuangan Grup terdiri dari utang usaha, utang lain-lain, beban yang masih harus
              dibayar, deposit dari pelanggan, pinjaman, dan liabilitas sewa. Pinjaman termasuk utang bank
              jangka pendek, obligasi, dan utang bank jangka panjang.

              Pengukuran setelah pengakuan awal

              Pengukuran liabilitas keuangan bergantung pada klasifikasinya sebagai berikut:

              (a) Liabilitas keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi

                  Liabilitas keuangan diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi adalah liabilitas
                  keuangan yang diperdagangkan dan liabilitas keuangan yang pada saat awal ditetapkan
                  untuk diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai
                  liabilitas keuangan yang diperdagangkan jika perolehannya ditujukan untuk dijual atau dibeli
                  kembali dalam waktu dekat. Kategori ini mencakup juga derivatif yang tidak ditetapkan
                  sebagai instrumen lindung nilai. Derivatif melekat yang dipisahkan juga diklasifikasikan
                  sebagai diperdagangkan kecuali derivatif sebagai instrumen lindung nilai yang ditetapkan
                  dan efektif. Keuntungan dan kerugian yang timbul diakui dalam laporan laba rugi.

                  Penentuan liabilitas keuangan untuk dapat ditetapkan diukur pada nilai wajar melalui laba
                  rugi ditentukan pada saat pengakuan awal, dan hanya jika kriteria-kriteria yang terdapat
                  dalam PSAK 109 terpenuhi. Grup tidak menetapkan liabilitas keuangan untuk diukur pada
                  nilai wajar melalui laba rugi.

              (b) Liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi

                  Kategori ini merupakan yang paling relevan bagi Grup. Setelah pengakuan awal, pinjaman
                  diukur pada biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif.
                  Keuntungan dan kerugian diakui pada laba rugi hingga liabilitas dihentikan pengakuannya
                  melalui proses amortisasi metode suku bunga efektif. Biaya perolehan diamortisasi dihitung
                  dengan mempertimbangkan setiap diskon atau premi pada perolehan awal dan biaya yang
                  merupakan bagian integral dari metode suku bunga efektif. Amortisasi metode suku bunga
                  efektif diakui sebagai biaya pendanaan pada laporan laba rugi. Kategori ini secara umum
                  berlaku untuk pinjaman. Informasi lebih lanjut dapat mengacu ke Catatan 19.




                                                      36

Page 40
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                     PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
     Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                  (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

      r. Instrumen keuangan (lanjutan)

        iii.   Saling hapus instrumen keuangan

               Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan jumlah netonya dilaporkan pada laporan
               posisi keuangan konsolidasian ketika terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan
               saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan adanya niat untuk merealisasikan aset
               dan menyelesaikan liabilitas secara simultan. Hak saling hapus harus tidak kontinjen atas
               peristiwa di masa depan dan harus dapat dipaksakan secara hukum terhadap seluruh keadaan
               sebagai berikut:
               (a) situasi bisnis yang normal;
               (b) peristiwa default; dan
               (c) peristiwa kepailitan atau kebangkrutan dari Grup dan seluruh pihak lawan.

        iv.    Penghentian pengakuan instrumen keuangan

               Grup menghentikan pengakuan aset keuangan saat hak kontraktual atas arus kas yang berasal
               dari aset keuangan tersebut berakhir, atau saat seluruh resiko dan manfaat dari aset keuangan
               tersebut ditransfer secara substansial kepada pihak lain.

               Grup menghentikan pengakuan liabilitas keuangan saat kewajiban kontraktual untuk membayar
               dilepaskan, dibatalkan atau berakhir.

     s. Modal saham yang diperoleh kembali

         Saham diperoleh kembali dicatat dengan menggunakan nilai perolehannya sebagai “Modal Saham
         yang Diperoleh Kembali” dan disajikan sebagai pengurang modal saham. Harga pokok dari
         penjualan/pengalihan saham yang diperoleh kembali dicatat dengan menggunakan metode rata-rata
         tertimbang. Tidak ada laba atau rugi yang diakui pada laba rugi atas perolehan, penjualan kembali,
         penerbitan atau pembatalan dari instrumen ekuitas Grup. Selisih antara nilai tercatat dan nilai yang
         diperoleh kembali dari penjualan kembali saham treasuri di masa mendatang, diakui sebagai bagian
         dari tambahan modal disetor dalam ekuitas.

     t. Dividen

         Pembagian dividen kepada para pemegang saham Perusahaan diakui sebagai liabilitas dalam
         laporan keuangan konsolidasian pada periode ketika dividen tersebut disetujui oleh para pemegang
         saham Perusahaan. Untuk dividen interim, Perusahaan mengakui sebagai liabilitas berdasarkan
         keputusan Rapat Direksi dengan persetujuan Rapat Dewan Komisaris.

     u. Laba per saham dan laba per ADS

         Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba periode berjalan yang dapat diatribusikan
         kepada pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar selama periode
         tersebut. Laba per ADS dihitung dengan mengalikan laba per saham dasar dengan 100, yaitu jumlah
         lembar saham per ADS.

     v. Informasi segmen

        Informasi segmen Grup disajikan menurut segmen operasi yang telah diidentifikasi sesuai dengan
        PSAK 108: Segmen Operasi. Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas:
        i.   yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang mana memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban
             (termasuk pendapatan dan beban terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas
             yang sama);
        ii. hasil operasinya direviu secara reguler oleh Pengambil Keputusan Operasional (“PKO”) Grup,
             misalnya Direksi untuk membuat keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada
             segmen tersebut dan menilai kinerjanya; dan
        iii. tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan.
                                                      37

Page 41
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                    PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
     Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                  (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     w. Provisi

         Provisi diakui ketika Grup memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif)
         sebagai akibat peristiwa masa lalu, besar kemungkinan penyelesaian kewajiban tersebut
         mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi yang
         andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat.

         Provisi untuk kontrak yang merugi diakui ketika kontrak tersebut menjadi merugi sebesar mana yang
         lebih rendah antara biaya neto memenuhi kontrak dengan denda atau kompensasi yang dibayar jika
         tidak memenuhi kontrak.

     x. Penurunan nilai aset non-keuangan

         Pada setiap akhir periode pelaporan, Grup menilai apakah terdapat indikasi suatu aset non-keuangan
         mengalami penurunan nilai aset. Aset tersebut meliputi atas aset tetap, aset lancar, dan aset tidak
         lancar lainnya, termasuk aset takberwujud. Jika terdapat indikasi tersebut, maka jumlah terpulihkan
         diestimasi untuk aset individual. Jika tidak memungkinkan untuk mengestimasi jumlah terpulihkan aset
         individual, maka Grup menentukan jumlah terpulihkan dari Unit Penghasil Kas (“UPK”) yang mana
         aset tercakup (“aset UPK”).

        Jumlah terpulihkan dari suatu aset (baik aset individual maupun UPK) adalah jumlah yang lebih tinggi
        antara nilai wajarnya dikurangi biaya pelepasan dengan nilai pakainya. Jika nilai tercatat aset lebih
        besar daripada jumlah terpulihkannya, maka aset tersebut dianggap mengalami penurunan nilai dan
        nilai tercatat aset diturunkan menjadi sebesar nilai terpulihkannya. Dalam menghitung nilai pakai,
        estimasi arus kas masa depan neto didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan tingkat diskonto
        sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini dari nilai waktu uang dan risiko spesifik atas
        aset.

        Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual, digunakan harga penawaran pasar
        terakhir, jika tersedia. Jika tidak terdapat transaksi tersebut, Grup menggunakan model penilaian yang
        sesuai untuk menentukan nilai wajar aset. Perhitungan-perhitungan ini dikuatkan oleh penilaian
        berganda atau indikator nilai wajar lain yang tersedia.

        Rugi penurunan nilai dari operasi yang berkelanjutan dibebankan pada operasi berjalan dan disajikan
        sebagai bagian dari laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.

        Pada setiap akhir periode pelaporan, Grup menilai apakah terdapat indikasi bahwa rugi penurunan
        nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya, untuk aset selain goodwill, mungkin tidak ada lagi
        atau mungkin telah menurun. Jika indikasi dimaksud ditemukan, maka jumlah terpulihkan aset
        tersebut diestimasi. Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya, untuk aset
        selain goodwill, dibalik hanya jika terdapat perubahan asumsi-asumsi yang digunakan untuk
        menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui. Pembalikan
        tersebut dibatasi sehingga jumlah tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun jumlah
        tercatat yang telah ditentukan, neto setelah penyusutan, seandainya tidak ada rugi penurunan nilai
        yang telah diakui untuk aset tersebut pada periode sebelumnya. Pemulihan rugi penurunan nilai diakui
        dalam laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.

        Penurunan nilai goodwill diuji setiap tahun dan ketika terdapat keadaan yang mengindikasikan adanya
        penurunan nilai. Penurunan nilai untuk goodwill ditentukan dengan menilai jumlah terpulihkan dari
        UPK (atau kelompok UPK) yang mana goodwill tercakup. Jika nilai terpulihkan dari UPK lebih rendah
        dari nilai tercatatnya, maka rugi penurunan nilai diakui. Rugi penurunan nilai atas goodwill tidak dapat
        dipulihkan pada periode mendatang.




                                                      38

Page 42
                               PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                      PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
     Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                  (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     y. Klasifikasi lancar dan tidak lancar

          Grup menyajikan aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian berdasarkan
          klasifikasi lancar/tidak lancar. Suatu aset disajikan sebagai lancar bila:
          i.   akan direalisasi, dijual, atau dikonsumsi dalam siklus operasi normal;
          ii. untuk diperdagangkan; atau
          iii. akan direalisasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan; atau
          iv. kas atau setara kas kecuali yang dibatasi penggunaannya atau akan digunakan untuk melunasi
               suatu liabilitas dalam paling lambat 12 bulan setelah tanggal pelaporan.

          Aset yang tidak memenuhi kriteria di atas, diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar.

          Suatu liabilitas disajikan sebagai lancar bila:
          i.   akan dilunasi dalam siklus operasi normal;
          ii. untuk diperdagangkan;
          iii. akan dilunasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan; atau
          iv. tidak ada hak pada akhir periode pelaporan untuk menangguhkan pelunasannya dalam paling
               tidak 12 bulan setelah tanggal pelaporan.

          Persyaratan liabilitas yang dapat mengakibatkan diselesaikannya liabilitas tersebut dengan
          menerbitkan instrumen ekuitas sesuai dengan pilihan pihak lawan, tidak berdampak terhadap
          klasifikasi liabilitas tersebut.

          Liabilitas yang tidak memenuhi kriteria di atas, diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka panjang.

          Aset dan liabilitas pajak tangguhan diklasifikasikan sebagai aset dan liabilitas tidak lancar.

     z.   Pertimbangan, estimasi, dan asumsi akuntansi yang signifikan

          Penyusunan laporan keuangan konsolidasian Grup mengharuskan manajemen untuk membuat
          keputusan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah pendapatan, beban, aset dan liabilitas
          yang dilaporkan, dan pengungkapan yang menyertainya, dan pengungkapan liabilitas kontinjensi,
          pada akhir periode pelaporan.

          Ketidakpastian tentang asumsi dan perkiraan ini dapat menghasilkan hasil yang memerlukan
          penyesuaian material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas yang terpengaruh pada periode
          mendatang.

          i.   Pertimbangan

               Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi
               Grup yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan
               konsolidasian:

               Informasi segmen

               Untuk tujuan manajemen, Grup menggunakan pendekatan berbasis business pillars sebagai
               berikut: Business to Customer (“B2C”), Business to Business Infrastructure (“B2B Infra”),
               Business to Business ICT (“B2B ICT”), Internasional, dan Lain-lain. Grup telah menentukan
               segmen dilaporkan berdasarkan, antara lain, struktur organisasi serta komponen dari Grup yang
               hasil operasinya secara regular direviu oleh PKO. Grup juga telah menentukan Direksi sebagai
               PKO karena Direksi memonitor hasil operasi masing-masing segmen secara terpisah untuk
               tujuan pengambilan keputusan atas alokasi sumber daya dan penilaian kinerja.




                                                         39

Page 43
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                     PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
     Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                  (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     z. Pertimbangan, estimasi, dan asumsi akuntansi yang signifikan (lanjutan)

         i.   Pertimbangan (lanjutan)

              Pajak penghasilan

              Ketidakpastian atas interpretasi dari peraturan pajak yang kompleks, perubahan peraturan pajak
              dan jumlah dan timbulnya penghasilan kena pajak di masa depan, dapat menyebabkan
              penyesuaian di masa depan atas penghasilan dan beban pajak yang telah dicatat. Pertimbangan
              juga dilakukan dalam menentukan penyisihan atas pajak penghasilan badan. Terdapat transaksi
              dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang kegiatan
              usaha normal.

              Grup mengakui liabilitas untuk area pemeriksaan pajak yang diantisipasi berdasarkan estimasi
              apakah tambahan pajak akan terutang. Jika hasil akhir pajak berbeda dengan jumlah yang sudah
              dicatat, selisihnya akan mempengaruhi aset dan liabilitas pajak kini dan tangguhan pada periode
              ditentukannya hasil pajak tersebut.

        ii.   Estimasi dan asumsi

              Estimasi dan asumsi terus dievaluasi dan didasarkan kepada pengalaman historis dan faktor-
              faktor lain, termasuk ekspektasi peristiwa masa depan yang diyakini wajar berdasarkan kondisi
              yang ada.

              Grup membuat estimasi dan asumsi mengenai masa depan. Estimasi akuntansi yang dihasilkan,
              menurut definisi, jarang yang sama dengan hasil aktualnya. Estimasi dan asumsi pada saat
              tanggal pelaporan yang secara signifikan berisiko menyebabkan penyesuaian material terhadap
              jumlah tercatat aset dan liabilitas selama satu tahun laporan keuangan ke depan dipaparkan di
              bawah ini.

              (a) Imbalan pasca kerja

                  Nilai kini kewajiban imbalan pasca kerja tergantung pada beberapa faktor yang ditentukan
                  dengan dasar aktuaria berdasarkan beberapa asumsi. Asumsi yang digunakan untuk
                  menentukan biaya (penghasilan) pensiun neto mencakup tingkat diskonto dan tingkat
                  pengembalian investasi. Perubahan asumsi ini akan mempengaruhi jumlah tercatat liabilitas
                  imbalan pasca kerja.

                  Grup menentukan tingkat diskonto yang sesuai pada akhir periode pelaporan. Tingkat
                  diskonto tersebut adalah tingkat suku bunga yang harus digunakan untuk menentukan nilai
                  kini dari estimasi arus kas keluar masa depan yang diharapkan untuk menyelesaikan
                  kewajiban. Dalam menentukan tingkat suku bunga yang sesuai, Grup mempertimbangkan
                  tingkat suku bunga obligasi pemerintah yang didenominasikan dalam mata uang imbalan
                  yang akan dibayar dan memiliki jangka waktu yang serupa dengan jangka waktu liabilitas
                  yang terkait.

                  Jika terdapat peningkatan peringkat seperti pada obligasi pemerintah atau penurunan tingkat
                  bunga sebagai hasil dari peningkatan kondisi ekonomi, maka akan terdapat dampak material
                  terhadap tingkat diskonto yang digunakan dalam menentukan kewajiban pasca kerja.

                  Asumsi kunci kewajiban imbalan pasca kerja lainnya sebagian ditentukan berdasarkan
                  kondisi pasar saat ini. Informasi tambahan diungkapkan pada Catatan 30 dan 31.




                                                     40

Page 44
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                    PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
     Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                  (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

      z. Pertimbangan, estimasi, dan asumsi akuntansi yang signifikan (lanjutan)

        ii.   Estimasi dan asumsi (lanjutan)

              (b) Umur manfaat aset tetap

                  Grup mengestimasi umur manfaat aset tetap berdasarkan ekspektasi penggunaan aset oleh
                  Grup dengan mempertimbangkan rencana strategi usaha, perkembangan teknologi di masa
                  depan, dan perilaku pasar. Estimasi umur manfaat aset tetap adalah berdasarkan pada
                  penelaahan Grup secara kolektif terhadap praktik industri, evaluasi teknis internal, dan
                  pengalaman untuk aset yang sejenis.

                  Grup melakukan reviu atas estimasi umur manfaat sekurang-kurangnya setiap akhir periode
                  pelaporan dan diperbarui jika ekspektasi berbeda dengan estimasi sebelumnya, yang
                  dikarenakan adanya perubahan ekspektasi daya pakai aset akibat pemakaian dan
                  kerusakan fisik, keusangan secara teknis atau komersial dan hukum atau pembatasan lain
                  atas penggunaan aset. Jumlah beban tercatat setiap tahun akan terpengaruh oleh
                  perubahan atas faktor-faktor dan situasi tersebut. Perubahan estimasi umur manfaat aset
                  tetap merupakan perubahan estimasi akuntansi dan diakui secara prospektif dalam laporan
                  laba rugi pada periode perubahan dan periode mendatang.

                  Pada tahun 2025, Perusahaan menetapkan perubahan estimasi umur manfaat untuk
                  beberapa aset yang dimiliki Perusahaan sebagai berikut:

                                                                                              Perubahan
                                                                               Estimasi umur estimasi umur
                             Kelompok                                             manfaat       manfaat
                             aset tetap                    Kelas aset              (tahun)       (tahun)
                  Jaringan kabel               Optical Line Terminal                  25            8
                  Peralatan sentral telepon    Sentral telepon                      10-15          5-10
                  Peralatan dan instalasi
                   transmisi                   Transmisi terestrial                10-15             8
                  Satelit, stasiun bumi,       IP Multimedia Subsystem
                   dan peralatan                ("IMS")                            10-15             8

              (c) Menentukan jangka waktu kontrak dengan opsi perpanjangan dan penghentian - Grup
                  sebagai lessee

                  Grup menentukan jangka waktu sewa sebagai jangka waktu sewa yang tidak dapat
                  dibatalkan, bersama dengan periode yang dicakup oleh opsi untuk memperpanjang masa
                  sewa jika cukup pasti akan dilaksanakan, atau periode yang dicakup oleh opsi untuk
                  menghentikan masa sewa, jika cukup pasti untuk tidak dilakukan.

                  Grup memiliki beberapa kontrak sewa yang mencakup opsi perpanjangan dan penghentian.
                  Grup menerapkan pertimbangan dalam mengevaluasi apakah akan menggunakan opsi
                  untuk memperbarui atau menghentikan sewa, mempertimbangkan semua faktor relevan
                  yang menciptakan insentif ekonomi untuk melakukan perpanjangan atau penghentian.
                  Setelah tanggal dimulainya sewa, Grup menilai kembali masa sewa jika ada peristiwa atau
                  perubahan signifikan dalam kendali yang mempengaruhi kemampuan untuk melakukan atau
                  tidak opsi perpanjangan atau penghentian.




                                                      41

Page 45
                                 PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                        PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                           CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
     Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                  (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

      z. Pertimbangan, estimasi, dan asumsi akuntansi yang signifikan (lanjutan)

        ii.   Estimasi dan asumsi (lanjutan)

              (d) Penyisihan kerugian kredit ekspektasian untuk aset keuangan

                  Grup menerapkan panduan praktis dalam menghitung kerugian kredit ekspektasian untuk
                  piutang usaha dan aset kontrak. Oleh karena itu, Grup tidak mengidentifikasi perubahan
                  dalam risiko kredit, melainkan mengukur penyisihan kerugian berdasarkan kerugian kredit
                  ekspektasian sepanjang kepemilikan aset pada tanggal pelaporan. Untuk piutang lain-lain,
                  Grup mengevaluasi apakah terdapat bukti obyektif bahwa piutang lain-lain mengalami
                  penurunan nilai pada setiap akhir periode pelaporan.

                  Grup telah membentuk metodologi terkait penyisihan kerugian kredit ekspektasian untuk
                  piutang usaha dan aset kontrak yang didasarkan pada data historis kerugian kredit dan
                  informasi terkini yang lebih mencerminkan perubahan kondisi saat ini, disesuaikan dengan
                  faktor-faktor perkiraan masa depan (forward-looking) khusus terkait pelanggan dan
                  lingkungan ekonomi. Metode dan pendekatan akan terus dimonitor dan diperbaharui jika
                  terdapat tambahan informasi yang wajar, terdukung, dan tersedia.

              (e) Pendapatan

                  (i)    Pertimbangan penting dalam menentukan kewajiban pelaksanaan, waktu pengakuan
                         pendapatan dan klasifikasi pendapatan

                         Grup menyediakan jasa teknologi informatika dengan spesifikasi sesuai pesanan
                         pelanggan. Produk sesuai pesanan pelanggan terdiri dari berbagai barang dan/atau
                         jasa yang dijual dalam satu rangkaian tidak terpisah untuk memberikan layanan solusi
                         terintegrasi kepada pelanggan. Selain produk sesuai pesanan pelanggan, Grup juga
                         menyediakan beberapa produk standar sebagai bagian dari solusi terintegrasi dalam
                         kontrak dengan pelanggan. Diperlukan pertimbangan yang signifikan dalam
                         menentukan jumlah dan sifat kewajiban pelaksanaan yang dijanjikan kepada pelanggan
                         dalam kontrak tersebut. Jumlah dan sifat kewajiban pelaksanaan akan menentukan
                         waktu pengakuan pendapatan untuk kontrak tersebut.

                         Grup menelaah penentuan kewajiban pelaksanaan berdasarkan kontrak per kontrak.
                         Ketika suatu kontrak yang terdiri dari beberapa barang dan/atau jasa dinilai memiliki
                         satu kewajiban pelaksanaan, Grup menerapkan metode tunggal untuk mengukur
                         tingkat penyelesaian kewajiban pelaksanaan berdasarkan metode pengukuran yang
                         paling menggambarkan ekonomi kontrak, yang dalam banyak kasus adalah
                         berdasarkan waktu.

                         Grup juga menyajikan klasifikasi pendapatan dengan menggunakan pendekatan yang
                         konsisten. Ketika suatu kontrak yang terdiri dari beberapa barang dan/atau jasa dicatat
                         sebagai kewajiban pelaksanaan tersendiri, Grup menyajikan kewajiban pelaksanaan
                         dalam komponen laporan keuangan yang paling mewakili layanan utama Grup, yaitu
                         internet, data, dan jasa teknologi informatika.

                  (ii)   Pertimbangan penting dalam menentukan harga jual yang berdiri sendiri

                         Grup menyediakan beragam produk yang berkaitan dengan telekomunikasi dan
                         teknologi. Untuk menentukan harga jual yang berdiri sendiri untuk barang dan/atau jasa
                         yang tidak dapat diamati, Grup menggunakan pendekatan margin biaya ditambah biaya
                         yang diharapkan. Grup menentukan margin yang sesuai berdasarkan data historis.




                                                       42

Page 46
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                    PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
     Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                  (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     z. Pertimbangan, estimasi, dan asumsi akuntansi yang signifikan (lanjutan)

        ii.   Estimasi dan asumsi (lanjutan)

              (f) Uji penurunan nilai aset tidak lancar dan goodwill

                  Penerapan metode akuisisi dalam suatu kombinasi bisnis mensyaratkan penggunaan
                  estimasi akuntansi secara ekstensif dalam mengalokasikan harga beli kepada nilai pasar
                  wajar aset dan liabilitas yang diakuisisi, termasuk aset takberwujud. Akuisisi bisnis tertentu
                  oleh Grup menimbulkan goodwill, yang tidak diamortisasi namun diuji bagi penurunan nilai
                  setiap tahunnya dan setiap terdapat indikasi penurunan nilai.

                  Perhitungan arus kas masa depan dalam menentukan nilai wajar aset tetap dan aset tidak
                  lancar lainnya dari entitas yang diakuisisi pada tanggal akuisisi melibatkan estimasi yang
                  signifikan. Walaupun manajemen berkeyakinan bahwa asumsi yang digunakan adalah tepat
                  dan memiliki dasar yang kuat, perubahan signifikan pada asumsi tersebut dapat
                  mempengaruhi secara material evaluasi atas nilai terpulihkan dan dapat menimbulkan
                  penurunan nilai sesuai PSAK 236.

              (g) Pengukuran nilai wajar instrumen keuangan

                  Ketika nilai wajar atas aset keuangan dan liabilitas keuangan yang tercatat pada laporan
                  posisi keuangan tidak dapat diukur pada harga kuotasian di pasar aktif, nilai wajar diukur
                  menggunakan teknik penilaian termasuk model arus kas diskonto. Input atas model ini
                  diambil dari pasar yang dapat diobservasi apabila memungkinkan, namun apabila tidak
                  tersedia, sejumlah pertimbangan diperlukan dalam menetapkan nilai wajar. Pertimbangan
                  mencakup input seperti risiko likuiditas, risiko kredit dan volatilitas. Perubahan asumsi yang
                  berkaitan dengan faktor-faktor tersebut dapat mempengaruhi nilai wajar instrumen
                  keuangan yang dilaporkan.

              (h) Akuisisi

                  Grup mengevaluasi setiap transaksi akuisisi untuk menentukan akan diperlakukan sebagai
                  akuisisi aset atau kombinasi bisnis. Untuk transaksi yang diperlakukan sebagai akuisisi aset,
                  harga pembelian dialokasikan untuk aset yang diperoleh, tanpa pengakuan goodwill. Untuk
                  akuisisi yang memenuhi definisi kombinasi bisnis, Grup menerapkan metode akuntansi
                  untuk kombinasi bisnis atas aset yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih dicatat pada
                  nilai wajar pada tanggal akuisisi, dan hasil operasi disertakan dengan hasil Grup dari tanggal
                  akuisisi masing-masing.

                  Setiap kelebihan dari harga pembelian dibayar atas jumlah yang diakui untuk aset yang
                  diperoleh dan liabilitas diambil alih dicatat sebagai goodwill. Grup terus mengevaluasi
                  akuisisi yang diperhitungkan sebagai kombinasi bisnis untuk jangka waktu tidak melebihi
                  satu tahun setelah tanggal akuisisi yang berlaku dari setiap transaksi untuk menentukan
                  apakah penyesuaian tambahan diperlukan untuk alokasi harga pembelian yang dibayarkan
                  untuk aset yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih. Nilai wajar dari aset yang diperoleh
                  dan liabilitas yang diambil alih biasanya ditentukan dengan menggunakan salah satu
                  perkiraan biaya penggantian atau metode penilaian arus kas diskonto. Ketika menentukan
                  nilai wajar dari aset berwujud yang diperoleh, Grup memperkirakan biaya untuk mengganti
                  aset dengan aset baru dengan mempertimbangkan faktor seperti umur, kondisi, dan masa
                  manfaat ekonomi dari aset. Ketika menentukan nilai wajar dari aset tidak berwujud yang
                  diperoleh, Grup memperkirakan tingkat diskonto yang berlaku dan waktu dan jumlah arus
                  kas masa depan, termasuk tingkat dan persyaratan atas perpanjangan dan pengurangan.




                                                       43

Page 47
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                     PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
     Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                  (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     z. Pertimbangan, estimasi, dan asumsi akuntansi yang signifikan (lanjutan)

        iii. Perubahan kebijakan akuntansi

            Pada tahun 2025, setelah dilakukan penelaahan mendalam atas karakteristik fisik, penerapan
            operasional, dan topologi aset drop cable, Grup menyimpulkan bahwa drop cable perlu
            diidentifikasi dan diklasifikasikan sebagai komponen terpisah dari aset infrastruktur telekomunikasi
            dan tidak lagi digabungkan dalam komponen kabel jaringan akses utama. Dalam mencapai
            kesimpulan tersebut, Grup menilai bahwa kebijakan komponenisasi yang direvisi memberikan
            informasi yang lebih andal dan lebih relevan karena lebih mencerminkan sifat penggunaan yang
            spesifik terhadap pelanggan (customer-specific/last mile asset).

            Perubahan ini memenuhi definisi perubahan kebijakan akuntansi karena mencerminkan
            perubahan dalam prinsip dan dasar yang digunakan dalam penentuan unit of measure dan
            klasifikasi aset. Seiring dengan pemisahan tersebut, Grup menetapkan umur manfaat aset drop
            cable secara tersendiri selama 5 tahun, yang mencerminkan karakteristik dan pola konsumsi
            manfaat ekonominya.

            Grup menerapkan perubahan kebijakan akuntansi secara sukarela (voluntary change) ini secara
            retrospektif sesuai dengan ketentuan PSAK 208. Grup menilai bahwa informasi yang diperlukan
            untuk melakukan penyajian kembali periode komparatif tersedia dan dapat diandalkan. Laporan
            keuangan konsolidasian untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 telah
            disesuaikan untuk mencerminkan penerapan atas perubahan kebijakan akuntansi sebagaimana
            diungkapkan dalam Laporan keuangan konsolidasian Grup untuk tahun yang berakhir pada
            tanggal 31 Desember 2025.

            Dampak terhadap Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian

                                                                           Disajikan                        Setelah
                                   30 Juni 2025                 Catatan   sebelumnya      Penyesuaian     Penyesuaian
             Beban penyusutan dan amortisasi                    11,12a         (16.198)          (620)         (16.818)
             Laba usaha                                                         19.901           (620)          19.281
             Laba sebelum pajak penghasilan                                     18.137           (620)          17.517
             Beban pajak penghasilan
                Pajak tangguhan                                  27d               111            118              229
             Laba periode berjalan                                              14.126           (502)          13.624
             Laba komprehensif periode berjalan                                 14.250           (502)          13.748
             Laba periode berjalan yang diatribusikan
                kepada pemilik entitas induk                                    10.975           (502)          10.473
             Laba komprehensif periode berjalan yang
                diatribusikan kepada pemilik entitas induk                      11.099           (502)          10.597
             Laba per saham dasar (dalam jumlah penuh)
              Laba bersih per saham                                             110,79           (5,07)          105,72
              Laba bersih per ADS (100 saham seri B per ADS)                 11.078,90         (506,76)       10.572,14




3.




                                                           44

Page 48
                                   PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                          PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                             CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
     Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                  (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3.   KAS DAN SETARA KAS

                                                                                30 Juni 2026                   31 Desember 2025
                                                                                   Saldo                             Saldo
                                                                       Mata uang                           Mata uang
                                                             Mata         asing              Setara           asing           Setara
                                                             uang    (dalam jutaan)          Rupiah      (dalam jutaan)      Rupiah
     Kas                                                      Rp                     -              51                  -            39
     Bank
      Pihak berelasi
        PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (“BRI”)       Rp                  -             7.590                 -          4.959
                                                             US$                233             4.161               240          4.007
                                                             TWD                  1                 1                 4              2
        PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (“Bank Mandiri”)       Rp                  -             8.433                 -          5.780
                                                             US$                 49               874                34            567
                                                             EUR                  2                45                 2             44
                                                             HKD                  2                 5                 3              7
                                                             AU$                  0                 2                 0              1
                                                             JPY                  6                 1                 6              1
        PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. ("BTN")        Rp                  -             6.226                 -          2.925
        PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (“BNI”)       Rp                  -             4.011                 -          2.785
                                                             US$                 49               883                39            652
                                                             GBP                  0                 1                 0              1
                                                             EUR                  0                 0                 0              0
                                                             SGD                  0                 0                 0              0
                                                             AU$                  0                 0                 0              0
        PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (“BSI”)                Rp                  -               149                 -             71
                                                             US$                  0                 0                 0              0
        Lain-lain                                             Rp                  -                 0                 -              1
       Sub-jumlah                                                                              32.382                           21.803

       Pihak ketiga
         PT Bank Maybank Indonesia Tbk. ("Maybank")           Rp                   -            1.260                 -            839
                                                             MYR                   2                8                 1              4
        The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Ltd.
          ("HSBC Hong Kong")                                 US$                 29               522                22             364
                                                             HKD                 30                69                12              27
        PT Bank UOB Indonesia ("UOB Indonesia")               Rp                  -                11                 -               2
                                                             US$                  1                16                 1              24
                                                             SGD                 19               261                 2              23
                                                             MYR                  0                 1                 1               3
                                                             MMK                 14                 0                15               0
        DBS Bank (Hong Kong) Ltd. ("DBS Hong Kong")          US$                 13               238                10             165
                                                             HKD                  0                 1                 0               1
        Standard Chartered Bank ("SCB")                      SGD                  8               112                12             160
                                                             US$                  4                79                 8             135
        PT Bank HSBC Indonesia ("HSBC Indonesia")             Rp                  -               172                 -              15
                                                             US$                  -                 -                 0               0
        Bank Central Asia ("BCA")                             Rp                  -               124                 -              95
                                                             US$                  0                 2                 0               2
                                                             EUR                  0                 0                 0               0
        Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)       Rp                  -               321                 -             502
                                                             US$                 10               172                19             306
                                                             TWD                 35                20                34              18
                                                             AU$                  0                 1                 0               2
                                                             EUR                  0                 1                 0               2
                                                             SGD                  0                 0                 -               -
                                                             MYR                  0                 0                 -               -
                                                             MMK                  0                 0                 -               -
                                                             HKD                  0                 0                 0               0
       Sub-jumlah                                                                               3.391                             2.689

     Jumlah bank                                                                               35.773                           24.492

     Deposito berjangka
      Pihak berelasi
        BSI                                                  Rp                   -             4.584                 -           1.150
        BNI                                                  Rp                   -             1.863                 -             497
                                                             US$                 24               429                34             567
        BTN                                                  Rp                   -             2.202                 -           1.530
                                                             US$                  3                54                 -               -
        BRI                                                  Rp                   -             1.439                 -           1.159
                                                             US$                 17               307                10             168
        Bank Mandiri                                         Rp                   -               974                 -             190
                                                             US$                 15               268                10             167
       Sub-jumlah                                                                              12.120                             5.428




                                                                    45

Page 49
                                   PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                          PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                             CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
     Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                  (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3.   KAS DAN SETARA KAS (lanjutan)

                                                                                 30 Juni 2026                 31 Desember 2025
                                                                                    Saldo                           Saldo
                                                                          Mata uang                       Mata uang
                                                                 Mata        asing            Setara         asing          Setara
                                                                 uang   (dalam jutaan)       Rupiah     (dalam jutaan)      Rupiah
      Deposito berjangka (lanjutan)
       Pihak ketiga
         PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk.
           ("BJB")                                                Rp                 -           807                 -            58
                                                                 US$                29           517                22           367
         Bank Pembangunan Daerah ("BPD")                          Rp                 -         1.311                 -           804
         PT Bank Mega Tbk. (“Bank Mega”)                          Rp                 -           498                 -           433
                                                                 US$                40           710                38           637
         PT Bank Danamon Tbk. (" Bank Danamon")                   Rp                 -         1.190                 -            89
         UOB Indonesia                                           US$                25           439                16           274
                                                                 SGD                 8           115                 3            44
         Maybank                                                  Rp                 -           532                 -            99
         PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk.
           ("CCB Indonesia")                                      Rp                 -            54                 -           184
                                                                 US$                 7           126                13           209
         SCB                                                     US$                10           179                 7           117
         Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)          Rp                 -           130                 -           927
                                                                 US$                 1            13                 1            13
                                                                 MYR                 4            15                 4            15
       Sub-jumlah                                                                              6.636                           4.270

      Jumlah deposito berjangka                                                               18.756                           9.698
      Penyisihan kerugian kredit ekspektasian                                                     (1)                             (1)
      Jumlah                                                                                  54.579                          34.228


     Tingkat bunga deposito berjangka per tahun adalah sebagai berikut:

                                                                             30 Juni 2026                31 Desember 2025
     Rupiah                                                                  0,50%-7,10%                    0,53%-7,08%
     Mata uang asing                                                         1,01%-6,00%                    1,01%-5,25%

     Grup menempatkan sebagian besar kas dan setara kas pada bank milik negara (pihak berelasi) yang
     memiliki reputasi dan peringkat kredit yang baik. Berdasarkan penilaian manajemen atas risiko kredit
     ekspektasian, tidak terdapat peningkatan risiko kredit yang signifikan sehingga penyisihan kerugian kredit
     ekspektasian atas aset tersebut tidak material.




                                                                 46

Page 50
                                 PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                        PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                           CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
     Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                  (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4.   ASET KEUANGAN LANCAR LAINNYA

                                                                            30 Juni 2026           31 Desember 2025
                                                                               Saldo                      Saldo
                                                                        Mata uang                  Mata uang
                                                               Mata        asing        Setara        asing     Setara
                                                               uang   (dalam jutaan) Rupiah      (dalam jutaan) Rupiah
     Deposito berjangka
      Pihak berelasi
       BRI                                                     Rp                  -      121                -     50
                                                               US$                26      464                5     84
        Bank Mandiri                                           Rp                  -      133                -      -
                                                               US$                 5       89                5     84
        BSI                                                    Rp                  -      120                -    120
        Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)        Rp                  -       80                -    100
      Pihak ketiga
        United Overseas Bank Limited Singapore
          ("UOB Singapore")                                    US$                32      571              33     554
        Standard Chartered Bank (Singapore) Limited
         ("SCB Singapore")                                     US$                11      196                6     101
        Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)        Rp                  -        0                -      10
     Jumlah deposito berjangka                                                          1.774                    1.103

     Rekening penampungan
      Pihak berelasi
       Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)         Rp                  -       20                -    106
                                                               US$                 0        3                0      4
       Pihak ketiga
        Lain-lain                                              Rp                  -        6                -      1
                                                               US$                 4       75                4     67
     Jumlah rekening penampungan                                                          104                     178

     Reksa dana
      Pihak berelasi
        Lain-lain                                              Rp                  -       89                -     94
     Jumlah reksa dana                                                                     89                      94

     Lain-lain                                                  Rp                 -       41                -     44
                                                               MYR                 -        -                0      1
     Jumlah lain-lain                                                                      41                      45

     Penyisihan kerugian kredit ekspektasian                                               (0)                      (0)
     Jumlah                                                                             2.008                    1.420


     Seluruh deposito berjangka di atas memiliki tanggal jatuh tempo lebih dari tiga bulan tetapi tidak lebih
     dari satu tahun, dengan tingkat bunga per tahun sebagai berikut:

                                                                         30 Juni 2026            31 Desember 2025
     Rupiah                                                              2,50%-5,50%                3,00%-6,50%
     Mata uang asing                                                     3,49%-4,00%                3,75%-4,45%




                                                          47

Page 51
                                 PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                        PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                           CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
     Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                  (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5.   PIUTANG USAHA

     Piutang usaha berhubungan dengan jasa yang diberikan kepada pelanggan retail dan non-retail, dengan
     rincian sebagai berikut:

     a. Berdasarkan pelanggan

        (i)    Pihak berelasi
                                                                                  30 Juni 2026              31 Desember 2025
               Badan Usaha Milik Negara ("BUMN")                                            1.606                       1.702
               PT Indosat Tbk. ("Indosat")                                                    854                         906
               PT Indonusa Telemedia ("Indonusa")                                             386                         387
               Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)                                123                         134
               Jumlah                                                                       2.969                       3.129
               Penyisihan kerugian kredit ekspektasian                                     (1.024)                     (1.089)
               Jumlah bersih                                                                1.945                       2.040

        (ii)   Pihak ketiga
                                                                                  30 Juni 2026              31 Desember 2025
               Pelanggan individual dan bisnis                                             14.806                     13.758
               Penyelenggara jasa telekomunikasi luar negeri                                1.509                       1.291
               Jumlah                                                                      16.315                     15.049
               Penyisihan kerugian kredit ekspektasian                                     (6.486)                     (5.866)
               Jumlah bersih                                                                9.829                       9.183

     b. Berdasarkan umur
                                                                30 Juni 2026                           31 Desember 2025
                                                                Penyisihan       Tingkat                Penyisihan       Tingkat
                                                 Sebelum      kerugian kredit kerugian kredit Sebelum kerugian kredit kerugian kredit
                                                penyisihan     ekspektasian    ekspektasian penyisihan ekspektasian    ekspektasian
        Belum jatuh tempo                             6.690               475          7,1%      6.687          263             3,9%
        Jatuh tempo sampai dengan 3 bulan             4.241               545         12,9%      3.155          414            13,1%
        Jatuh tempo lebih dari 3 bulan sampai
          dengan 6 bulan                              1.462              423         28,9%       1.573            454          28,9%
        Jatuh tempo lebih dari 6 bulan                6.891            6.067         88,0%       6.763          5.824          86,1%
        Jumlah                                       19.284            7.510                    18.178          6.955


        Grup telah membentuk penyisihan kerugian kredit ekspektasian berdasarkan tingkat penurunan nilai
        historis secara kolektif dan historis kredit para pelanggan secara individual, disesuaikan dengan faktor-
        faktor perkiraan masa depan (forward-looking) khusus terkait pelanggan dan lingkungan ekonomi.
        Grup tidak membedakan piutang usaha pihak berelasi dan piutang usaha pihak ketiga dalam menilai
        jumlah yang jatuh tempo. Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, nilai tercatat piutang
        usaha Grup yang telah jatuh tempo tetapi tidak diturunkan nilainya masing-masing sebesar
        Rp5.559 miliar dan Rp4.799 miliar. Manajemen berpendapat bahwa piutang usaha yang telah jatuh
        tempo tetapi tidak diturunkan nilainya, termasuk piutang usaha yang belum jatuh tempo dan juga tidak
        diturunkan nilainya, adalah terutang dari para pelanggan dengan historis tingkat ketertagihan yang
        baik dan diharapkan dapat terpulihkan.

     c. Berdasarkan mata uang

                                                                                  30 Juni 2026              31 Desember 2025
        Rupiah                                                                             16.730                     15.554
        Dolar A.S.                                                                          2.310                       2.423
        Dolar Singapura                                                                       176                         156
        Lain-lain                                                                              68                          45
        Jumlah                                                                             19.284                     18.178
        Penyisihan kerugian kredit ekspektasian                                            (7.510)                     (6.955)
        Jumlah bersih                                                                      11.774                     11.223




                                                                  48

Page 52
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                     PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
     Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                  (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5.   PIUTANG USAHA (lanjutan)

     d. Mutasi penyisihan kerugian kredit ekspektasian

                                                                       30 Juni 2026       31 Desember 2025
        Saldo awal                                                               6.955               6.064
        Penyisihan kerugian kredit ekspektasian                                  1.189               1.465
        Penghapusbukuan piutang                                                   (634)               (574)
        Saldo akhir                                                              7.510               6.955

        Penghapusbukuan piutang merupakan penghapusbukuan piutang usaha pihak berelasi dan pihak
        ketiga. Manajemen berpendapat bahwa saldo penyisihan kerugian kredit ekspektasian atas piutang
        usaha sudah cukup untuk menutup kerugian atas tidak tertagihnya piutang usaha.

        Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, piutang usaha tertentu atas entitas anak masing-
        masing sebesar Rp2.531 miliar dan Rp3.131 miliar telah dijaminkan dalam beberapa perjanjian
        pinjaman (Catatan 18 dan 19b).

6.   ASET KONTRAK

     Rincian dari aset kontrak adalah sebagai berikut:

                                                                       30 Juni 2026       31 Desember 2025
     Aset kontrak                                                                2.755               2.529
     Penyisihan kerugian kredit ekspektasian                                      (132)               (130)
     Jumlah bersih                                                               2.623               2.399
     Lancar                                                                     (2.496)             (2.290)
     Tidak Lancar                                                                  127                 109

     Manajemen berpendapat bahwa saldo penyisihan kerugian kredit ekspektasian atas aset kontrak sudah
     cukup untuk menutup kerugian atas tidak tertagihnya aset kontrak.

     Lihat Catatan 32 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi.

7.   PERSEDIAAN

     Persediaan diakui sebesar nilai realisasi bersih, terdiri atas:

                                                                       30 Juni 2026       31 Desember 2025
      Kartu SIM dan voucer prabayar                                               394                  457
      Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)                             454                  504
      Jumlah                                                                      848                  961
      Provisi atas persediaan usang                                                (60)                (60)
      Jumlah bersih                                                               788                  901

     Manajemen berpendapat saldo provisi atas persediaan usang cukup untuk menutup kerugian akibat dari
     penurunan nilai persediaan karena usang.

     Persediaan yang diakui sebagai beban termasuk dalam beban usaha operasi, pemeliharaan, dan
     jasa telekomunikasi pada tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 masing-masing sebesar Rp276 miliar dan
     Rp262 miliar (Catatan 25).

     Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, tidak ada persediaan yang dijaminkan dalam
     perjanjian pinjaman.




                                                        49

Page 53
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                     PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
      Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                   (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
8.    ASET LANCAR LAINNYA

      Rincian dari aset lancar lainnya adalah sebagai berikut:

                                                                     30 Juni 2026          31 Desember 2025
       Izin penggunaan frekuensi
         dibayar di muka - bagian jangka pendek (Catatan 35c.i)                3.791                   6.384
       Uang muka                                                                 536                     511
       Gaji dibayar di muka                                                      361                     178
       Piutang lain-lain                                                         271                     173
       Sewa dibayar di muka                                                      185                     162
       Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)                           866                     634
       Jumlah                                                                  6.010                   8.042
9.




9.    BIAYA KONTRAK

      Mutasi biaya kontrak untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan tahun yang berakhir
      31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

                                                                          30 Juni 2026
                                                       Biaya                Biaya
                                                     perolehan           pemenuhan               Jumlah
                                                      kontrak              kontrak
      Saldo, 1 Januari 2026                                1.686                    616                 2.302
      Penambahan selama periode berjalan                     233                    504                   737
      Amortisasi selama periode berjalan                    (415)                     -                  (415)
      Beban selama periode berjalan                            -                   (340)                 (340)
      Saldo, 30 Juni 2026                                  1.504                    780                 2.284
      Lancar                                                (470)                  (362)                 (832)
      Tidak lancar                                         1.034                    418                 1.452


                                                                       31 Desember 2025
                                                        Biaya              Biaya
                                                      perolehan         pemenuhan                 Jumlah
                                                       kontrak            kontrak
      Saldo, 1 Januari 2025                                 1.666                1.064                    2.730
      Penambahan selama tahun berjalan                        519                  323                      842
      Amortisasi selama tahun berjalan                       (499)                   -                     (499)
      Beban selama tahun berjalan                               -                 (763)                    (763)
      Penurunan nilai                                           -                   (8)                      (8)
      Saldo, 31 Desember 2025                               1.686                  616                    2.302
      Lancar                                                 (472)                (460)                    (932)
10.
      Tidak lancar                                          1.214                  156                    1.370




                                                      50

Page 54
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                    PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
  Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10. INVESTASI JANGKA PANJANG

   Rincian dari investasi jangka panjang adalah sebagai berikut:

                                                                 30 Juni 2026          31 Desember 2025
   Instrumen keuangan
     Diukur pada nilai wajar melalui laba rugi:
      Ekuitas                                                                6.252                    6.901
      Obligasi konversi                                                        309                      353
     Diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
      komprehensif lain:
      Ekuitas                                                                   27                       27
      Obligasi konversi                                                         44                        -
                                                                             6.632                    7.281
   Entitas asosiasi
    PT Jalin Pembayaran Nusantara ("Jalin")                                    105                      106
                                                                               105                      106
   Jumlah investasi jangka panjang                                           6.737                    7.387

   Investasi pada ekuitas yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi merupakan investasi jangka panjang
   dalam bentuk saham pada berbagai perusahaan start-up yang bergerak di bidang informasi dan
   teknologi. Grup tidak memiliki pengaruh signifikan dalam perusahaan start-up tersebut.

   Investasi pada ekuitas yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi termasuk investasi pada:

   (i)    Investasi Telkomsel pada PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (“GOTO”).

          Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 2025, Telkomsel menilai nilai wajar investasi di GOTO menggunakan
          level 1 berdasarkan nilai pasar GOTO masing-masing sebesar Rp50 per saham dan Rp58
          per saham. Jumlah kerugian yang belum direalisasi dari perubahan nilai wajar investasi Telkomsel
          pada GOTO untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026 dan 2025
          masing-masing adalah sebesar Rp332 miliar dan Rp285 miliar. Nilai ini disajikan sebagai kerugian
          yang belum direalisasi dari perubahan nilai wajar atas investasi dalam laporan laba rugi
          konsolidasian.

   (ii)   Investasi MDI pada berbagai perusahaan start-up yang bergerak di bidang informasi dan teknologi.

          Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 2025, penambahan investasi MDI pada periode berjalan masing-
          masing sebesar RpNihil dan Rp111 miliar.

   Rincian informasi terkait teknik valuasi nilai wajar level 1 dan level 3 diungkapkan dalam Catatan 37.

   Investasi pada obligasi konversi yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi merupakan investasi jangka
   panjang yang dimiliki oleh MDI dan Telkomsel dalam bentuk obligasi konversi pada berbagai perusahaan
   start-up yang bergerak di bidang informasi dan teknologi. Obligasi konversi ini memberikan opsi bagi
   pemegangnya untuk mengonversi obligasi menjadi saham pada saat jatuh tempo, sesuai dengan syarat
   dan ketentuan yang disepakati. Dalam hal opsi konversi tidak digunakan, pemegang obligasi berhak
   menerima pengembalian pokok obligasi.

   Bagian kerugian yang tidak diakui dari investasi di asosiasi yang diperhitungkan berdasarkan metode
   ekuitas, pada tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 masing-masing adalah sebesar Rp334 miliar dan
   Rp332 miliar.




                                                    51

Page 55
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                     PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
  Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. ASET TETAP

   Rincian aset tetap adalah sebagai berikut:

                                           31 Desember                               Reklasifikasi/
                                               2025       Penambahan Pengurangan      Translasi     30 Juni 2026
   Harga perolehan:
   Aset tetap pemilikan langsung
    Tanah                                         1.995           3             -               7         2.005
    Bangunan                                     21.963          14            (7)            397        22.367
    Renovasi bangunan sewa                        1.901           5           (11)            153         2.048
    Peralatan sentral telepon                    19.700          62           (79)            539        20.222
    Peralatan telegraf, teleks, dan
      komunikasi data                                 2            -            -                -            2
    Peralatan dan instalasi transmisi           186.890          585       (1.242)           4.258      190.491
    Satelit, stasiun bumi, dan peralatan         15.107           44            -              106       15.257
    Jaringan kabel                               67.175          976            -             (111)      68.040
    Drop cable                                   19.790           90            -                2       19.882
    Catu daya                                    27.535           56          (98)           1.608       29.101
    Peralatan pengolahan data                    22.877          184         (527)             333       22.867
    Peralatan telekomunikasi lainnya             13.274          297         (352)               -       13.219
    Peralatan kantor                              2.616           31          (43)              28        2.632
    Kendaraan                                       516            -            -             (123)         393
    Peralatan lainnya                                71            -            -                -           71
    Aset dalam pembangunan                        4.011        7.101            -           (7.524)       3.588
    Jumlah                                      405.423        9.448       (2.359)            (327)     412.185

   Akumulasi penyusutan:
   Aset tetap pemilikan langsung
    Bangunan                                      8.356         228            (5)              78        8.657
    Renovasi bangunan sewa                        1.449          71           (10)               -        1.510
    Peralatan sentral telepon                    14.900         848           (79)              26       15.695
    Peralatan telegraf, teleks, dan
      komunikasi data                                 2            -            -                  -          2
    Peralatan dan instalasi transmisi           114.133        5.927       (1.187)             270      119.143
    Satelit, stasiun bumi, dan peralatan          8.481          375            -                55       8.911
    Jaringan kabel                               25.490        1.698            -                 (2)    27.186
    Drop cable                                   15.438          808            -                  2     16.248
    Catu daya                                    20.901        1.139          (96)            (188)      21.756
    Peralatan pengolahan data                    17.470          889         (519)              (62)     17.778
    Peralatan telekomunikasi lainnya             10.822          580         (277)                 -     11.125
    Peralatan kantor                              2.223           82          (43)                 6      2.268
    Kendaraan                                       265            1            -               (44)        222
    Peralatan lainnya                                40            1            -                  -         41
    Jumlah                                      239.970       12.647       (2.216)             141      250.542
   Nilai buku bersih                            165.453                                                 161.643




                                                  52

Page 56
                               PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                      PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
   Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. ASET TETAP (lanjutan)

    Rincian aset tetap adalah sebagai berikut (lanjutan):

                                            31 Desember                                  Reklasifikasi/      31 Desember
                                                2024       Penambahan    Pengurangan      Translasi              2025
    Harga perolehan:
    Aset tetap pemilikan langsung
     Tanah                                        1.981             -               -                14              1.995
     Bangunan                                    20.907           197              (2)              861             21.963
     Renovasi bangunan sewa                       1.795             5             (46)              147              1.901
     Peralatan sentral telepon                   19.470           285          (1.722)            1.667             19.700
     Peralatan telegraf, teleks, dan
       komunikasi data                                5              -              -                  (3)             2
     Peralatan dan instalasi transmisi          182.170          1.836         (5.178)             8.062         186.890
     Satelit, stasiun bumi, dan peralatan        14.795            143           (202)               371          15.107
     Jaringan kabel                              63.471          3.505            (13)               212          67.175
     Drop cable                                  18.104          1.686              -                   -         19.790
     Catu daya                                   25.604            483           (476)             1.924          27.535
     Peralatan pengolahan data                   21.940            407         (1.245)             1.775          22.877
     Peralatan telekomunikasi lainnya            12.238          1.047              -                 (11)        13.274
     Peralatan kantor                             2.719            128            (85)              (146)          2.616
     Kendaraan                                      530              2             (5)                (11)           516
     Peralatan lainnya                               60              3              -                   8             71
     Aset dalam pembangunan                       2.930         14.850             (1)           (13.768)          4.011
     Jumlah                                     388.719         24.577         (8.975)             1.102         405.423

    Akumulasi penyusutan:
    Aset tetap pemilikan langsung
     Bangunan                                     7.461            701             (2)              196              8.356
     Renovasi bangunan sewa                       1.347            121            (46)               27              1.449
     Peralatan sentral telepon                   14.795          1.755         (1.717)               67             14.900
     Peralatan telegraf, teleks, dan
       komunikasi data                                4              -              -                  (2)             2
     Peralatan dan instalasi transmisi          106.321         12.320         (5.076)              568          114.133
     Satelit, stasiun bumi, dan peralatan         7.377            918           (203)              389            8.481
     Jaringan kabel                              20.531          4.944            (12)                27          25.490
     Drop cable                                  13.497          1.941              -                   -         15.438
     Catu daya                                   18.720          2.300           (432)              313           20.901
     Peralatan pengolahan data                   16.532          1.837         (1.248)              349           17.470
     Peralatan telekomunikasi lainnya             9.216          1.608              -                  (2)        10.822
     Peralatan kantor                             2.284            253            (85)             (229)           2.223
     Kendaraan                                      250             31             (5)               (11)            265
     Peralatan lainnya                               49              2              -                (11)             40
     Jumlah                                     218.384         28.731         (8.826)            1.681          239.970
    Nilai buku bersih                           170.335                                                          165.453


    Kelompok aset tetap yang terdiri dari (1) peralatan sentral telepon; (2) peralatan telegraf, teleks, dan
    komunikasi data; (3) peralatan dan instalasi transmisi; (4) satelit, stasiun bumi, dan peralatan;
    (5) jaringan kabel; (6) drop cable; (7) catu daya; (8) peralatan pengolahan data; dan (9) peralatan
    telekomunikasi lainnya merupakan infrastruktur utama telekomunikasi Grup.

    a. Laba dari penjualan aset tetap
                                                                               2026                          2025
        Hasil penjualan aset tetap                                                         62                           1
        Nilai buku bersih                                                                 (49)                          0
        Laba dari pelepasan atau penjualan aset tetap                                      13                           1




                                                          53

Page 57
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                    PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
   Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. ASET TETAP (lanjutan)

    b. Lain-lain

       (i)    Selama tahun 2025, UPK yang menghasilkan proyeksi arus kas masuk adalah sambungan
              nirkabel tidak bergerak, seluler, dan lainnya. Manajemen berpendapat bahwa tidak ada indikasi
              penurunan nilai aset dari UPK tersebut pada tanggal 31 Desember 2025.

       (ii)   Bunga pinjaman yang dikapitalisasi ke aset dalam pembangunan sejumlah Rp4 miliar dan
              Rp2 miliar masing-masing untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026
              dan 2025. Tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah biaya pinjaman yang layak
              dikapitalisasi berkisar antara 4,73% dan 4,70% masing-masing untuk periode enam bulan yang
              berakhir pada tanggal 30 Juni 2026 dan 2025.

       (iii) Tidak ada rugi selisih kurs yang dikapitalisasi ke aset dalam pembangunan untuk periode enam
             bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
             31 Desember 2025.

       (iv) Selama periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026 dan 2025, Grup telah
            mendapat klaim asuransi atas aset tetap yang hilang dan rusak masing-masing sebesar
            Rp3 miliar dan Rp114 miliar dan dicatat sebagai bagian dari “Penghasilan lain-lain - bersih” dalam
            laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Selama periode enam bulan
            yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026 dan 2025, nilai tercatat aset tetap tersebut masing-
            masing sebesar Rp8 miliar dan Rp86 miliar, telah dibebankan dalam laporan laba rugi dan
            penghasilan komprehensif lain konsolidasian.

       (v)    Grup memiliki beberapa bidang tanah yang terletak di berbagai daerah di Indonesia dengan
              status Hak Guna Bangunan (“HGB”) berjangka waktu 6-50 tahun yang akan habis masa
              berlakunya antara tahun 2026 sampai dengan tahun 2070. Manajemen berkeyakinan bahwa
              tidak akan terdapat kesulitan untuk memperpanjang hak atas tanah pada saat berakhirnya hak
              tersebut.

       (vi) Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, aset tetap milik Grup kecuali tanah, dengan
            nilai tercatat bersih masing-masing sebesar (sebelum eliminasi dan penyesuaian intercompany)
            Rp152.106 miliar dan Rp160.374 miliar telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran,
            pencurian, gempa bumi dan risiko lainnya, termasuk gangguan bisnis. Jumlah keseluruhan
            pertanggungan untuk tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 masing-masing sebesar
            Rp42.163 miliar dan Rp44.267 miliar, HKD12 juta dan HKD35 juta, SGD139 juta dan
            SGD197 juta, dan MYR46 juta dan MYR46 juta. Jumlah pertanggungan first loss basis untuk
            tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 masing-masing sebesar Rp2.750 miliar dan
            Rp2.750 miliar. Manajemen berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan asuransi tersebut memadai
            untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan.

       (vii) Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, tingkat perkiraan persentase penyelesaian
             aset dalam pembangunan adalah masing-masing sekitar 50,80% dan 44,12% dari nilai kontrak
             atau Rp3.588 miliar dan Rp4.011 miliar sebagai jumlah tercatat aset tetap dalam pembangunan,
             dengan perkiraan penyelesaian masing-masing sampai Februari 2027 dan Desember 2026.
             Saldo aset dalam pembangunan tersebut terutama terdiri dari bangunan, peralatan dan instalasi
             transmisi, jaringan kabel, dan catu daya. Manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat
             hambatan yang dapat mempengaruhi penyelesaian aset dalam pembangunan.

       (viii) Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 seluruh aset yang dimiliki Perusahaan telah
              dijaminkan dalam perjanjian obligasi (Catatan 19a). Aset tetap entitas anak tertentu dengan biaya
              perolehan masing-masing sebesar Rp2.205 miliar dan Rp2.205 miliar telah dijaminkan dalam
              beberapa perjanjian pinjaman (Catatan 18 dan 19b).

       (ix) Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, jumlah tercatat bruto dari setiap aset tetap
            Grup yang telah disusutkan secara penuh dan masih digunakan adalah masing-masing sebesar
            Rp118.694 miliar dan Rp100.603 miliar. Grup saat ini sedang melakukan modernisasi aset
            jaringan untuk menggantikan aset tetap yang sudah disusutkan secara penuh.
                                                     54

Page 58
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                     PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
   Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. ASET TETAP (lanjutan)

    b. Lain-lain (lanjutan)

       (x)   Pada tahun 2025, Perusahaan menetapkan perubahan estimasi umur manfaat untuk beberapa
             aset yang dimiliki Perusahaan (Catatan 2z.ii.(b)). Dampak penambahan beban penyusutan
             (sebelum eliminasi dan penyesuaian intercompany) untuk periode enam bulan yang berakhir
             pada tanggal 30 Juni 2026 adalah sebesar Rp867 miliar. Sedangkan estimasi untuk penambahan
             (pengurangan) beban penyusutan untuk setidaknya 5 (lima) tahun ke depan masing-masing
             adalah sebesar sebagai berikut:

                  Tahun                                                                Penambahan (Pengurangan)
                  2026                                                                                      579
                  2027                                                                                      653
                  2028                                                                                      228
                  2029                                                                                      (96)
                  2030                                                                                     (381)
       (xi) Di tahun 2025, Perusahaan melakukan evaluasi kondisi fisik aset dan selanjutnya melakukan
            percepatan depresiasi sebesar Rp1.945 miliar atas beberapa jenis aset yang diperkirakan tidak
            optimal lagi.
       (xii) Pada tahun 2025, nilai wajar tanah dan bangunan Grup adalah sebesar Rp54.474 miliar.

12. SEWA

    a. Grup sebagai lessee

       Grup menyewa beberapa aset termasuk tanah, bangunan, peralatan dan instalasi transmisi,
       kendaraan, dan lain-lain yang digunakan dalam operasi, yang pada umumnya memiliki masa sewa
       antara 1 dan 30 tahun.

       Nilai tercatat aset hak-guna yang diakui dan mutasi selama periode berjalan adalah sebagai berikut:

                                                                  Peralatan
                                                                 dan instalasi
                                       Tanah        Bangunan      transmisi       Kendaraan     Lain-lain     Jumlah
       Saldo, 1 Januari 2025               5.175          588          19.097            493         1.557      26.910
       Penambahan                          2.320          138            4.471           413            99        7.441
       Pengurangan dan reklasifikasi        (137)          23             (603)          (12)             -        (729)
       Beban penyusutan                   (1.142)        (193)          (3.977)         (310)          (39)      (5.661)
       Saldo, 31 Desember 2025             6.216          556          18.988            584         1.617      27.961
       Penambahan                          1.023          173            2.700            61            21        3.978
       Pengurangan dan reklasifikasi          42           22             (285)           49              0        (172)
       Beban penyusutan                     (600)        (102)          (2.001)         (181)          (25)      (2.909)
       Saldo, 30 Juni 2026                 6.681          649          19.402            513         1.613      28.858




                                                           55

Page 59
                           PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
   Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. SEWA (lanjutan)

    a. Grup sebagai lessee (lanjutan)

      Nilai tercatat liabilitas sewa dan rincian mutasinya selama periode berjalan adalah sebagai berikut:

                                                                  30 Juni 2026          31 Desember 2025

       Saldo awal                                                             24.137                 23.959
       Penambahan bunga                                                          717                  1.466
       Penambahan (Catatan 39a)                                                3.978                  7.441
       Pengurangan                                                            (4.862)                (8.729)
       Saldo akhir                                                            23.970                 24.137
       Bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun                               (5.655)                (5.590)
       Bagian jangka panjang                                                  18.315                 18.547

       Jatuh tempo pembayaran liabilitas sewa adalah sebagai berikut:

                                                                  30 Juni 2026          31 Desember 2025

       Kurang dari 1 tahun                                                     6.945                  6.844
       Lebih dari 1 tahun dan kurang dari 5 tahun                             13.186                 14.676
       Lebih dari 5 tahun                                                      8.844                  7.517
       Jumlah pembayaran sewa                                                 28.975                 29.037
       Bunga                                                                  (5.005)                (4.900)
       Nilai kini atas pembayaran sewa                                        23.970                 24.137
       Bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun                               (5.655)                (5.590)
       Bagian jangka panjang                                                  18.315                 18.547

       Grup juga memiliki sewa tertentu dengan jangka waktu dua belas bulan atau kurang dan nilai sewa
       bernilai rendah. Grup menerapkan 'sewa jangka pendek' dan 'sewa aset bernilai rendah' sebagai
       pengecualian untuk sewa ini. Tidak ada kontrak sewa dengan pembayaran sewa variabel.

       Berikut adalah beban terkait sewa yang diakui pada laba rugi:

                                                                       2026                   2025
       Beban penyusutan                                                        2.909                  2.776
       Beban sewa jangka pendek                                                1.741                  1.742
       Beban bunga sewa                                                          717                    730
       Beban sewa aset bernilai rendah                                             7                      8

    b. Grup sebagai lessor

      Grup menandatangani beberapa perjanjian sewa menyewa dengan pihak ketiga maupun pihak
      berelasi yang tidak dapat dibatalkan. Perjanjian tersebut meliputi sewa jaringan, peralatan
      telekomunikasi serta tanah dan bangunan dengan jangka waktu bervariasi berkisar 1 sampai dengan
      25 tahun yang akan berakhir bervariasi antara tahun 2027 hingga 2039. Periode sewa menyewa dapat
      diperpanjang berdasarkan perjanjian oleh kedua belah pihak.

      Jumlah pembayaran dan penerimaan sewa minimum di masa yang akan datang untuk perjanjian sewa
      operasi adalah sebagai berikut:

                                                                  30 Juni 2026          31 Desember 2025
       Kurang dari 1 tahun                                                  3.107                  3.188
       Lebih dari 1 tahun dan kurang dari 5 tahun                           9.624                 10.670
       Lebih dari 5 tahun                                                   3.947                  4.701
       Jumlah                                                              16.678                 18.559



                                                    56

Page 60
                               PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                      PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
   Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
13. ASET TIDAK LANCAR LAINNYA

   Rincian dari aset tidak lancar lainnya adalah sebagai berikut:

                                                                     30 Juni 2026           31 Desember 2025
   Klaim restitusi pajak - setelah dikurangi
    bagian jangka pendek (Catatan 27b)                                          2.671                      3.996
   Beban dibayar di muka                                                        1.431                      1.432
   Izin penggunaan frekuensi dibayar di muka - setelah
    dikurangi bagian jangka pendek (Catatan 35c.i)                              1.004                      1.201
   Uang muka                                                                      786                        734
   Uang jaminan                                                                   228                        284
   Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)                                230                        226
   Jumlah                                                                       6.350                      7.873

14. ASET TAKBERWUJUD

   Rincian aset takberwujud adalah sebagai berikut:

                                                                                              Aset
                                                                                         takberwujud
                                               Goodwill     Piranti lunak   Lisensi         lainnya     Jumlah
    Nilai tercatat bruto:
     Saldo, 1 Januari 2026                         1.389          23.597          725          1.714      27.425
     Penambahan                                        -           1.282           25              2       1.309
     Pengurangan                                      (1)              -            -              -          (1)
     Reklasifikasi/translasi                           -               2            5              -           7
     Saldo, 30 Juni 2026                           1.388          24.881          755          1.716      28.740
    Akumulasi amortisasi:
     Saldo, 1 Januari 2026                          (475)        (16.203)        (370)        (1.140)     (18.188)
     Beban amortisasi                                  -          (1.447)         (55)           (31)      (1.533)
     Pengurangan                                       -               -            -              -            -
     Reklasifikasi/translasi                           -             (16)          (2)             1          (17)
     Saldo, 30 Juni 2026                            (475)        (17.666)        (427)        (1.170)     (19.738)
    Nilai buku bersih                                913           7.215          328            546        9.002


                                                                                              Aset
                                                                                         takberwujud
                                               Goodwill     Piranti lunak   Lisensi         lainnya     Jumlah
    Nilai tercatat bruto:
     Saldo, 1 Januari 2025                         1.474          20.531          647          1.703      24.355
     Penambahan                                        -           2.878           68             16       2.962
     Pengurangan                                       -              (8)          (1)            (3)        (12)
     Reklasifikasi/translasi                         (85)            196           11             (2)        120
     Saldo, 31 Desember 2025                       1.389          23.597          725          1.714      27.425
    Akumulasi amortisasi:
     Saldo, 1 Januari 2025                          (479)        (13.086)        (277)        (1.071)     (14.913)
     Beban amortisasi                                  -          (2.906)         (94)           (72)      (3.072)
     Pengurangan                                       -               7            -              -            7
     Reklasifikasi/translasi                           4            (218)           1              3         (210)
     Saldo, 31 Desember 2025                        (475)        (16.203)        (370)        (1.140)     (18.188)
    Nilai buku bersih                                914           7.394          355            574        9.237


   (i)    Goodwill timbul dari akuisisi oleh Mitratel, Metranet, Sigma, TDE, Telkomsat, dan Metra masing-
          masing sebesar Rp467 miliar, Rp220 miliar, Rp78 miliar, Rp77 miliar, Rp68 miliar, dan Rp3 miliar.

   (ii)   Sisa periode amortisasi dari aset takberwujud piranti lunak untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 adalah masing-masing 1-6 tahun. Beban amortisasi diakui
          sebagai bagian dari “Beban penyusutan dan amortisasi” dalam laporan laba rugi dan penghasilan
          komprehensif lain konsolidasian.

   (iii) Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, jumlah tercatat bruto dari aset takberwujud yang
         telah diamortisasi seluruhnya dan masih digunakan adalah masing-masing sebesar Rp11.601 miliar
         dan Rp10.664 miliar.

                                                     57

Page 61
                          PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
  Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. UTANG USAHA

   Rincian utang usaha adalah sebagai berikut:
                                                                 30 Juni 2026        31 Desember 2025
   Pihak berelasi
    Pembelian peralatan, barang, dan jasa                                     222                    337
    Utang kepada penyelenggara telekomunikasi lainnya                         241                    234
   Sub-jumlah                                                                 463                    571

   Pihak ketiga
    Pembelian peralatan, barang, dan jasa                                   8.534                 10.006
    Utang kepada penyelenggara telekomunikasi lainnya                       2.987                  3.123
    Beban pemakaian frekuensi radio, beban hak
      penyelenggaraan, dan Kewajiban Pelayanan Universal
      ("KPU")                                                               1.360                  2.484
   Sub-jumlah                                                              12.881                 15.613
   Jumlah                                                                  13.344                 16.184

   Utang usaha berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut:

                                                                 30 Juni 2026        31 Desember 2025
   Rupiah                                                                 10.369               13.476
   Dolar A.S.                                                              2.864                2.657
   Lain-lain                                                                 111                   51
   Jumlah                                                                 13.344               16.184

   Syarat dan ketentuan atas utang usaha di atas:
   (i) Utang usaha tidak dikenakan bunga dan secara umum diselesaikan dalam jangka waktu 1 tahun.
   (ii) Lihat Catatan 32c untuk rincian transaksi pihak berelasi.
   (iii) Lihat Catatan 37b.v untuk manajemen risiko likuiditas Grup.

   Telkom Akses dan Mitratel memiliki kerjasama dengan beberapa bank dalam fasilitas pembiayaan supply
   chain. Fasilitas tersebut dapat digunakan oleh pemasok Telkom Akses dan Mitratel untuk memperoleh
   pembayaran atas tagihan yang telah disetujui untuk dibayarkan oleh bank sesuai dengan syarat dan
   ketentuan tertentu. Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, nilai tercatat liabilitas dalam
   pengaturan pembiayaan pemasok adalah sebagai berikut:

                                                                  30 Juni 2026       31 Desember 2025
   Liabilitas dalam pengaturan pembiayaan pemasok                            178                  353
   Jumlah yang vendor telah terima dari penyedia pembiayaan                  178                  353

   Rentang tanggal jatuh tempo                                           1-3 bulan             1-3 bulan

   Tidak ada kombinasi bisnis material atau perbedaan nilai tukar mata uang asing yang akan
   mempengaruhi kewajiban berdasarkan pengaturan pembiayaan pemasok pada kedua periode tersebut.
   Tidak ada transfer non-tunai dari utang usaha ke utang bank berdasarkan pengaturan pembiayaan
   pemasok pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025.




                                                  58

Page 62
                           PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
   Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. BEBAN YANG MASIH HARUS DIBAYAR

   Rincian beban yang masih harus dibayar adalah sebagai berikut:

                                                                  30 Juni 2026         31 Desember 2025
   Operasi, pemeliharaan, dan jasa telekomunikasi                           5.561                  5.459
   Umum, administrasi, dan pemasaran                                        5.483                  3.525
   Gaji dan tunjangan                                                       3.779                  5.673
   Beban bunga dan administrasi bank                                          201                    210
   Jumlah                                                                  15.024                14.867

   Lihat Catatan 32 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi.

17. LIABILITAS KONTRAK

   Rincian dari liabilitas kontrak adalah sebagai berikut:

   a. Liabilitas kontrak jangka pendek

                                                                  30 Juni 2026         31 Desember 2025
      Uang muka pelanggan B2C                                               3.590                  3.396
      Uang muka pelanggan B2B ICT                                           2.750                  2.774
      Uang muka pelanggan Internasional                                       872                    814
      Uang muka pelanggan B2B Infra                                           437                    492
      Uang muka pelanggan lain-lain                                           606                    494
      Jumlah                                                                8.255                  7.970

   b. Liabilitas kontrak jangka panjang

                                                                     30 Juni 2026      31 Desember 2025
      Uang muka pelanggan Internasional                                        1.519               1.059
      Uang muka pelanggan B2C                                                    408                 558
      Uang muka pelanggan B2B ICT                                                366                 581
      Uang muka pelanggan lain-lain                                              561                 653
      Jumlah                                                                   2.854               2.851


   Lihat Catatan 32 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi.

18. UTANG BANK JANGKA PENDEK

                                                                              Saldo Terutang
   Kreditur                                                          30 Juni 2026     31 Desember 2025
   Pihak berelasi
    BNI                                                                        2.544                  586
    BRI                                                                        1.800                  100
    Bank Mandiri                                                                 363                  804
   Sub-jumlah                                                                  4.707                1.490
   Pihak ketiga
    MUFG Bank ("MUFG")                                                         1.755                2.805
    PT Bank HSBC Indonesia ("HSBC")                                            1.799                2.100
    PT Bank DBS Indonesia ("DBS")                                                400                  420
    PT Bank Maspion Indonesia Tbk. ("Bank Maspion")                              136                   95
    Lain-lain                                                                     19                   19
   Sub-jumlah                                                                  4.109                5.439
   Jumlah                                                                      8.816                6.929



                                                     59

Page 63
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                     PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
   Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
18. UTANG BANK JANGKA PENDEK (lanjutan)

   Informasi lain yang signifikan terkait utang bank jangka pendek pada tanggal 30 Juni 2026 adalah sebagai
   berikut:

                                             Total
                                           fasilitas                             Periode        Tingkat
                                      Mata (dalam          Jatuh tempo         pembayaran     suku bunga
                       Peminjam       uang miliar)*     fasilitas pinjaman        bunga        per tahun          Jaminan**
   BNI
    2014                    Sigma      Rp       150          9 Januari 2027     Bulanan                8,50%     Piutang usaha
                                                                                                                 dan aset tetap
       2017-2021       Infomedia,      Rp       985          28 Maret 2027-     Bulanan     1 bulan IndONIA +         Tidak ada
                      Telkom Infra                              6 Juni 2027                      2,64%-2,78%
       2019              Metranet      Rp       150        18 Februari 2027     Bulanan                1 bulan   Piutang usaha
                                                                                             IndONIA + 2,88%
    2022               Perusahaan      Rp     2.000     26 September 2026       Bulanan                 5,75%        Tidak ada
   BRI
    2022-2025         Perusahaan,      Rp     3.500      8 September 2026-      Bulanan,        5,00%-7,20%          Tidak ada
                           Finnet,                           19 Maret 2027      Kuartalan
                           Mitratel
   Bank Mandiri
    2020                    Finnet     Rp       500           28 April 2027     Bulanan              1 bulan         Tidak ada
                                                                                            IndONIA + 1,50%
       2021                 Nutech     Rp       100     27 September 2026       Bulanan               9,00%      Piutang usaha
                                                                                                                 dan aset tetap
   MUFG
    2019               Infomedia,      Rp     1.876           31 Juli 2026-     Bulanan,    1 bulan IndONIA +        Tidak ada
                     GSD, Telkom                           31 Oktober 2026      Kuartalan       1,22%-1,98%;
                            Infra,                                                                     3 bulan
                       Telkomsat                                                             IndONIA + 2,16%
   HSBC
    2019-2023         Sigma, TDE,      Rp     2.004            10 Juli 2026-    Bulanan              1 bulan         Tidak ada
                         Metranet,                              2 April 2027                IndONIA + 1,22%
                       Telkomsat,
                             GSD
    2026                  Mitratel     Rp       500               5 Mei 2027    Bulanan                5,89%         Tidak ada
   DBS
    2018              Telkom Infra,    Rp       600         1 Agustus 2026      Bulanan,              1 bulan        Tidak ada
                         Infomedia                                              Kuartalan    IndONIA + 1,2%;
                                                                                                      3 bulan
                                                                                              IndONIA + 1,2%
   Bank Maspion
    2023                  Metranet     Rp       170        26 Oktober 2026      Bulanan                7,25%         Tidak ada

   *
      Disajikan dalam mata uang asal.
   ** Lihat Catatan 5 dan Catatan 11 untuk piutang usaha dan aset tetap yang dijaminkan.

   Sebagaimana dinyatakan dalam perjanjian, Grup diharuskan untuk menaati semua persyaratan atau
   batasan seperti adanya batasan bahwa Perusahaan harus memiliki kepemilikan saham mayoritas paling
   sedikit 51% terhadap anak perusahaan dan mempertahankan rasio-rasio keuangan. Pada tanggal
   31 Desember 2025, Grup telah memenuhi ketentuan mengenai rasio keuangan tersebut, kecuali untuk
   Sigma terkait debt to service coverage ratio yang masih lebih rendah dari yang dipersyaratkan. Pada
   tanggal 31 Desember 2025, Grup telah memperoleh persetujuan (waiver) untuk pinjaman sebesar
   Rp9 miliar dari HSBC untuk tidak mensyaratkan pembayaran sebagai konsekuensi atas pelanggaran
   tersebut untuk Sigma. Waiver dari HSBC diterima pada tanggal 15 Desember 2025 dan berlaku efektif
   selama 12 bulan setelah periode pelaporan. Pada tanggal 30 Juni 2026, Grup telah memenuhi ketentuan
   mengenai rasio keuangan tersebut.

   Fasilitas utang bank yang diperoleh Grup digunakan untuk keperluan pengembangan bisnis usaha.




                                                             60

Page 64
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                   PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
  Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. PINJAMAN JANGKA PANJANG

   Pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun adalah sebagai berikut:

                                                       Catatan          30 Juni 2026           31 Desember 2025
   Utang bank                                           19b                      20.477                  17.746

   Pinjaman jangka panjang adalah sebagai berikut:

                                                       Catatan           30 Juni 2026          31 Desember 2025
   Obligasi                                             19a                        2.696                 2.696
   Utang bank                                           19b                       24.926                23.403
   Jumlah                                                                         27.622                26.099

   Jadwal pembayaran pokok utang pada tanggal 30 Juni 2026 adalah sebagai berikut:

                                                                   Tahun
                            Catatan    Jumlah          2027        2028            2029        2030 Selanjutnya
   Obligasi                  19a         2.696              -               -           -       1.200    1.496
   Utang bank                19b        24.926          3.206           6.158       5.623       4.775    5.164
   Jumlah                               27.622          3.206           6.158       5.623       5.975    6.660

   a. Obligasi

                                                                                   Saldo terutang
      Obligasi                                                            30 Juni 2026      31 Desember 2025
      Obligasi Telkom Tahun 2015
         Seri C                                                                      1.200                  1.200
         Seri D                                                                      1.500                  1.500
      Jumlah                                                                         2.700                  2.700
      Biaya perolehan pinjaman yang belum
       diamortisasi                                                                     (4)                    (4)
                                                                                     2.696                  2.696
      Bagian yang akan jatuh tempo dalam satu tahun                                      -                      -
      Bagian jangka panjang                                                          2.696                  2.696


                                                                                             Periode      Tingkat
                                               Tempat         Tanggal                      pembayaran    bunga per
        Obligasi   Pokok utang     Penerbit   pencatatan       terbit      Jatuh tempo        bunga        tahun
       Seri A            2.200   Perusahaan      BEI       23 Juni 2015     23 Juni 2022     Kuartalan     9,93%
       Seri B            2.100   Perusahaan      BEI       23 Juni 2015     23 Juni 2025     Kuartalan    10,25%
       Seri C            1.200   Perusahaan      BEI       23 Juni 2015     23 Juni 2030     Kuartalan    10,60%
       Seri D            1.500   Perusahaan      BEI       23 Juni 2015     23 Juni 2045     Kuartalan    11,00%
       Total             7.000

      Obligasi ini tidak dijamin dengan jaminan khusus, tetapi dijamin dengan seluruh harta kekayaan
      Perusahaan baik berupa barang bergerak maupun tidak bergerak, baik yang telah ada maupun yang
      akan ada dikemudian hari (Catatan 11b.viii). Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi ini
      adalah PT Bahana TCW Investment Management (“Bahana TCW”), PT BRI Danareksa Sekuritas,
      PT Mandiri Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk., sedangkan bertindak sebagai Wali
      Amanat adalah Bank Permata. Perusahaan menerima hasil penerbitan obligasi ini pada tanggal
      23 Juni 2015.

      Dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum obligasi setelah dikurangi biaya-biaya emisi,
      seluruhnya dipergunakan untuk pengembangan usaha: broadband, backbone, metro network,
      regional metro junction, information technology application and support, dan akuisisi beberapa
      perusahaan baik dalam lingkup domestik maupun internasional.



                                                   61

Page 65
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                   PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
   Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. PINJAMAN JANGKA PANJANG (lanjutan)

   a. Obligasi (lanjutan)

       Pada tanggal 30 Juni 2026, peringkat obligasi Perusahaan yang diberikan oleh PT Pemeringkat Efek
       Indonesia adalah idAAA (Triple A).

       Berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan, Perusahaan dipersyaratkan untuk menaati semua
       pembatasan, termasuk mempertahankan rasio-rasio keuangan sebagai berikut:
       (a) Debt to equity tidak lebih dari 2:1;
       (b) EBITDA terhadap beban bunga tidak kurang dari 4:1;
       (c) Debt service coverage minimal sebesar 125%.

       Pada tanggal 30 Juni 2026, Perusahaan telah memenuhi ketentuan mengenai rasio-rasio tersebut di
       atas.

   b. Utang bank

                                                                       30 Juni 2026               31 Desember 2025
                                                                      Saldo terutang                Saldo terutang
                                                                Mata uang                      Mata uang
                                                                   asing          Setara          asing         Setara
      Kreditur                                   Mata uang    (dalam jutaan)      Rupiah     (dalam jutaan)     Rupiah
      Pihak berelasi
       BNI                                          Rp                    -        13.059                -       13.155
       Bank Mandiri                                 Rp                    -         4.272                -        7.635
       BSI                                          Rp                    -         3.458                -        1.666
       BRI                                          Rp                    -           232                -          261
      Sub-jumlah                                                                   21.021                        22.717
      Pihak ketiga
       BCA                                         Rp                     -        10.347                -        7.313
       DBS                                         Rp                     -         5.917                -        4.350
       Bank of China                               Rp                     -         1.900                -        1.900
       Bank CIMB Niaga                             Rp                     -         1.583                -        1.750
                                                   US$                    9           157               10          173
       Bank Permata                                Rp                     -         1.458                -        1.229
       PT Bank Sinarmas Tbk. (“Bank Sinarmas”)     Rp                     -         1.000                -        1.000
       PT Bank ANZ Indonesia ("Bank ANZ")          Rp                     -         1.000                -            -
       HSBC                                        Rp                     -           681                -          784
       PT Bank Muamalat Indonesia Tbk.
         ("Bank Muamalat")                          Rp                    -           400                -            -
       Bank Danamon                                 Rp                    -            13                -           16
       Lain-lain                                   MYR                    6            25                6           26
      Sub-jumlah                                                                   24.481                        18.541
      Jumlah                                                                       45.502                        41.258
      Biaya perolehan pinjaman yang belum
       diamortisasi                                                                   (99)                         (109)
                                                                                   45.403                        41.149
      Utang bank yang jatuh tempo dalam
       satu tahun                                                                 (20.477)                       (17.746)
      Bagian jangka panjang                                                        24.926                         23.403




                                                         62

Page 66
                                PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                       PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
   Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. PINJAMAN JANGKA PANJANG (lanjutan)

    b. Utang bank (lanjutan)

      Informasi lain yang signifikan terkait utang bank pada tanggal 30 Juni 2026 adalah sebagai berikut:

                                                                    Pembayaran
                                                         Total        periode
                                                       fasilitas      berjalan                    Periode
                                             Mata       (dalam         (dalam       Jadwal      pembayaran     Tingkat suku
                            Peminjam         Uang       miliar)*      miliar)*    pembayaran       bunga      bunga per tahun      Jaminan**
       BNI
        2013                       Sigma      Rp             650             17     2021-2027      Bulanan             1 bulan        Piutang
                                                                                                              IndONIA + 3,12%      usaha dan
                                                                                                                                    aset tetap
        2018                         TLT      Rp           1.540              0     2018-2033     Kuartalan              3 bulan   Aset tetap
                                                                                                               IndONIA + 1,54%
        2021-2025          Mitratel, PST,     Rp          21.650          4.779     2018-2032     Bulanan,               1 bulan   Tidak ada
                               UMT, TIF,                                                          Kuartalan   IndONIA + 0,75%;
                              Telkomsel                                                                       3 bulan IndONIA +
                                                                                                                   0,25%-1,62%
       Bank Mandiri
        2018                 Telkomsel        Rp           4.000          3.000     2018-2026     Kuartalan               5,00%    Tidak ada
        2019-2024            GSD, PST,        Rp           5.400            363     2021-2031     Bulanan,               1 bulan   Tidak ada
                                Mitratel                                                          Kuartalan   IndONIA + 0,85%;
                                                                                                              3 bulan IndONIA +
                                                                                                                   0,95%-2,85%
       BSI
        2021                  Telkomsel       Rp           2.000          1.000     2025-2027      Bulanan              6,80%      Tidak ada
        2024                     Mitratel     Rp           2.500            208     2024-2029      Bulanan             1 bulan     Tidak ada
                                                                                                              IndONIA + 0,85%
       BRI
        2023                     Mitratel     Rp           1.000             29     2024-2030      Bulanan             1 bulan     Tidak ada
                                                                                                              IndONIA + 1,00%
       BCA
        2020-2026           Perusahaan,       Rp          10.356          1.094     2022-2033     Bulanan,    1 bulan IndONIA +    Tidak ada
                             PST, GSD,                                                            Kuartalan       0,75%-0,90%;
                             Mitratel, TIF                                                                    3 bulan IndONIA +
                                                                                                                   1,25%-2,50%
        2021-2025           Perusahaan,       Rp           5.000             71     2022-2033     Bulanan,         6,80%-7,55%     Tidak ada
                             Telkomsel,                                                           Kuartalan
                                    TIF
       DBS
        2021-2025           Perusahaan,       Rp           9.500           433      2022-2031     Bulanan,              1 bulan    Tidak ada
                             Mitratel, TIF                                                        Kuartalan   IndONIA + 0,95%;
                                                                                                                        3 bulan
                                                                                                               IndONIA + 1,30%
        2025                  Telkomsel       Rp           1.000          1.000     2025-2026     Kuartalan              4,70%     Tidak ada
       Bank of China
        2019                  Telkomsel       Rp           1.900          3.800     2019-2026      Bulanan               6,00%     Tidak ada
       Bank CIMB
        Niaga
        2022                     Mitratel     Rp           2.000           167      2024-2028      Bulanan             1 bulan     Tidak ada
                                                                                                              IndONIA + 0,90%
        2025                  Telkomsel      Rp            1.000          2.500     2025-2027      Bulanan              6,40%      Tidak ada
        2021-2022                  Telin     US$               0              0     2025-2030   Semesteran             6 bulan     Tidak ada
                                                                                                                SOFR + 1,82%
       Bank Permata
        2020-2024                Mitratel     Rp           2.250           771      2021-2031      Bulanan             1 bulan     Tidak ada
                                                                                                              IndONIA + 1,02%
        2025                  Telkomsel       Rp           1.000          1.000     2025-2027      Bulanan              5,60%      Tidak ada
       Bank Sinarmas
        2024                  Telkomsel       Rp           1.000          3.000     2025-2026     Kuartalan              6,42%     Tidak ada
       Bank ANZ
        2025                  Telkomsel       Rp           1.500              -     2025-2027      Bulanan               7,45%     Tidak ada
       HSBC
        2021-2023                Mitratel     Rp           1.250           103      2023-2030      Bulanan             1 bulan     Tidak ada
                                                                                                              IndONIA + 0,90%
       Bank Muamalat
        2026                     Mitratel     Rp             400              -     2026-2033      Bulanan             3 bulan     Tidak ada
                                                                                                              IndONIA + 0,75%
       Bank Danamon
        2024                          SSI     Rp               24             2     2024-2029      Bulanan               8,75%     Tidak ada

       * Disajikan dalam mata uang asal
       ** Lihat Catatan 5 dan Catatan 11 untuk piutang usaha dan aset tetap yang dijaminkan.




                                                                     63

Page 67
                           PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
   Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. PINJAMAN JANGKA PANJANG (lanjutan)

    b. Utang bank (lanjutan)

       Sebagaimana dinyatakan dalam perjanjian, Grup diharuskan untuk menaati semua persyaratan atau
       batasan seperti adanya pembatasan pembagian dividen, pembatasan perolehan utang baru,
       termasuk mempertahankan rasio-rasio keuangan. Pada tanggal 31 Desember 2025, Grup telah
       memenuhi ketentuan mengenai rasio keuangan tersebut, kecuali untuk Sigma terkait debt to service
       coverage ratio yang masih lebih rendah dari yang dipersyaratkan. Pada tanggal 31 Desember 2025,
       Grup telah memperoleh persetujuan (waiver) untuk pinjaman sebesar Rp47 miliar dari BNI untuk tidak
       mensyaratkan pembayaran sebagai konsekuensi atas pelanggaran tersebut untuk Sigma. Waiver dari
       BNI diterima pada tanggal 15 Desember 2025 dan berlaku efektif selama 12 bulan setelah periode
       pelaporan. Pada tanggal 30 Juni 2026, Grup telah memenuhi ketentuan mengenai rasio keuangan
       tersebut.

       Fasilitas utang bank yang diperoleh Grup tersebut digunakan untuk keperluan pengembangan bisnis
       usaha dan keperluan investasi.

20. KEPENTINGAN NONPENGENDALI

   Rincian kepentingan nonpengendali adalah sebagai berikut:

                                                                 30 Juni 2026          31 Desember 2025
   Kepentingan nonpengendali atas aset bersih entitas anak:
    Telkomsel                                                                7.526                   10.381
    Mitratel                                                                 7.835                    8.404
    Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)                          1.154                    1.067
   Jumlah                                                                   16.515                   19.852

                                                                     2026                     2025
   Kepentingan nonpengendali atas laba (rugi)
    periode berjalan entitas anak:
     Telkomsel                                                               3.120                    2.881
     Mitratel                                                                  313                      213
     Lain-lain                                                                 150                       57
   Jumlah                                                                    3.583                    3.151

   Entitas anak dengan kepemilikan nonpengendali yang material

   Kepemilikan kepentingan nonpengendali yang dianggap material oleh Perusahaan adalah kepemilikan
   kepentingan nonpengendali atas Telkomsel dan Mitratel. Pada tanggal 30 Juni 2026 dan
   31 Desember 2025, kepemilikan kepentingan nonpengendali atas Telkomsel dan Mitratel masing-masing
   adalah sebesar 30,10% dan 28,16%.

   Ringkasan informasi keuangan Telkomsel dan Mitratel disajikan di bawah ini. Informasi ini berdasarkan
   nilai sebelum penyesuaian dan eliminasi antar perusahaan.

   Ringkasan laporan posisi keuangan:

                                                  Telkomsel                              Mitratel
                                           30 Juni      31 Desember             30 Juni       31 Desember
                                            2026            2025                 2026             2025
   Aset lancar                                 14.578          17.651                4.578            3.051
   Aset tidak lancar                           96.127          96.976               55.528           55.299
   Liabilitas jangka pendek                   (49.869)        (41.560)             (11.217)          (7.500)
   Liabilitas jangka panjang                  (42.041)        (44.791)             (16.837)         (17.499)
   Jumlah ekuitas                              18.795          28.276               32.052           33.351
   Yang dapat diatribusikan kepada:
    Pemilik entitas induk                      11.269            17.895              24.217           24.947
    Kepentingan nonpengendali                   7.526            10.381               7.835            8.404


                                                   64

Page 68
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                    PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
   Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
20. KEPENTINGAN NONPENGENDALI (lanjutan)

   Entitas anak dengan kepemilikan nonpengendali yang material (lanjutan)

   Ringkasan laporan laba (rugi) dan penghasilan komprehensif lain:

                                                            Telkomsel                               Mitratel
                                                      2026            2025                   2026            2025
    Pendapatan                                           55.607          53.844                  4.691           4.596
    Beban operasi                                       (40.573)        (40.617)                (2.653)         (2.502)
    Beban lain-lain - bersih                             (1.816)           (966)                  (863)           (917)
    Laba sebelum pajak penghasilan                       13.218          12.261                  1.175           1.177
    Beban pajak penghasilan - bersih                     (2.849)         (2.686)                   (63)            (83)
    Laba periode berjalan                                10.369           9.575                  1.112           1.094
    Penghasilan (rugi) komprehensif
     lain - bersih                                           0                     0                    -                      -
    Jumlah laba komprehensif
     periode berjalan                                   10.369               9.575                1.112              1.094

    Diatribusikan kepada
     kepentingan nonpengendali                           3.120               2.881                    313              213
    Dividen yang dibayar kepada
     kepentingan nonpengendali                           1.798               6.729                    538              545

   Ringkasan laporan arus kas:

                                                            Telkomsel                                Mitratel
                                                      2026            2025                    2026            2025
   Kegiatan operasi                                      23.569          18.603                   4.627           4.734
   Kegiatan investasi                                    (6.143)         (5.776)                   (730)           (809)
   Kegiatan pendanaan                                   (17.363)        (12.680)                 (2.554)         (1.753)
   Kenaikan bersih
    kas dan setara kas                                      63                 147                1.343              2.172

21. MODAL SAHAM

                                                                                       30 Juni 2026
                                                                                        Persentase          Jumlah modal
   Keterangan                                                   Jumlah saham
                                                                                        kepemilikan            disetor
   Saham seri A Dwiwarna
    Pemerintah                                                                 1                       0                   0
   Saham seri B
    Pemerintah                                                       516.023.535                   0,52                 26
    DAM                                                           51.086.330.024                  51,57              2.554
    The Bank of New York Mellon Corporation*                       6.224.018.780                   6,28                311
    Direksi (Catatan 1b):
     Dian Siswarini                                                     202.000                        0                   0
     Veranita Yosephine                                                  90.000                        0                   0
     Nanang Hendarno                                                     32.500                        0                   0
     Faizal Rochmad Djoemadi                                            248.500                        0                   0
    Komisaris (Catatan 1b):
     Rizal Mallarangeng                                                3.240.600                      0                  0
    Masyarakat (masing-masing di bawah 5%)                        40.750.754.860                  41,14              2.038
    Jumlah                                                        98.580.940.800                  99,51              4.929
    Modal saham yang diperoleh kembali (Catatan 1c)                  481.275.800                   0,49                 24
   Jumlah                                                         99.062.216.600                 100,00              4.953




                                                           65

Page 69
                               PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                      PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
   Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
21. MODAL SAHAM (lanjutan)

                                                                                          31 Desember 2025
                                                                                              Persentase            Jumlah modal
   Keterangan                                                         Jumlah saham
                                                                                              kepemilikan              disetor
   Saham seri A Dwiwarna
    Pemerintah                                                                        1                         0                  0
   Saham seri B
    DAM                                                                 51.602.353.559                      52,09           2.580
    The Bank of New York Mellon Corporation*                             4.356.822.980                       4,40             218
    Direksi (Catatan 1b):
     Dian Siswarini                                                            203.000                          0                  0
     Veranita Yosephine                                                         90.000                          0                  0
     Nanang Hendarno                                                            32.500                          0                  0
     Faizal Rochmad Djoemadi                                                   248.500                          0                  0
    Komisaris (Catatan 1b):
     Rizal Mallarangeng                                                      3.240.600                          0               0
     Silmy Karim                                                             1.344.700                          0               0
    Masyarakat (masing-masing di bawah 5%)                              43.088.935.360                      43,50           2.155
    Jumlah                                                              99.053.271.200                      99,99           4.953
    Modal saham yang diperoleh kembali (Catatan 1c)                          8.945.400                       0,01               0
   Jumlah                                                               99.062.216.600                     100,00           4.953

   *The Bank of New York Mellon Corporation bertindak sebagai lembaga penyimpanan untuk saham ADS Perusahaan.


   Perusahaan hanya menerbitkan 1 saham Seri A Dwiwarna yang dimiliki oleh Pemerintah Republik
   Indonesia dan tidak dapat dialihkan kepada siapapun, dan mempunyai hak veto dalam RUPS
   Perusahaan berkaitan dengan pengangkatan dan penggantian Dewan Komisaris dan Direksi, penerbitan
   saham baru, serta perubahan Anggaran Dasar Perusahaan.

   Berdasarkan Akta Notaris Jose Dima Satria S.H., M.Kn., Nomor 121 tanggal 22 Maret 2025, Pemerintah
   mengalihkan kepemilikan 51.602.353.559 Saham Seri B, atau 52,09% dari seluruh saham Perusahaan,
   kepada PT Biro Klasifikasi Indonesia (“BKI”) melalui proses penyertaan saham inbreng.

   Pengalihan saham ini merupakan pelaksanaan peraturan perundang-undangan, yaitu:
   (a) Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2025 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara RI
       ke dalam Modal Saham BKI untuk Pendirian Holding Operasional;
   (b) Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2025 tentang Penyertaan Modal Negara RI ke dalam Badan
       Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (“Danantara”).

   BKI, sebagai penerima pengalihan, merupakan Perusahaan Induk Operasional (Holding Operasional)
   yang seluruh sahamnya dimiliki oleh Pemerintah melalui Menteri BUMN dan Danantara. Pemerintah tetap
   berkedudukan sebagai Pemegang Saham Pengendali Perusahaan (Ultimate Beneficial Owner) melalui
   kepemilikan langsung 1 lembar saham Seri A Dwiwarna dengan hak istimewa dan kepemilikan tidak
   langsung saham Seri B milik BKI melalui Danantara. Berdasarkan Akta Notaris Jose Dima Satria, S.H.,
   M.Kn., No. 163 tanggal 23 Mei 2025, BKI berubah nama menjadi DAM.

   Pada tanggal 6 Januari 2026, berdasarkan Perjanjian Pengalihan Saham Milik Negara Republik
   Indonesia Berupa Saham Seri B pada BUMN kepada Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara
   (“BP BUMN”) Nomor PERJ-1/BPU/01/2026 dan Nomor LGL1.001/PERJ/DIDAM.DO/2026 antara Kepala
   BP BUMN dan DAM, DAM mengalihkan 516.023.535 lembar saham Seri B milik Perusahaan kepada
   BP BUMN, yang mewakili 1% dari total kepemilikan Negara melalui BP BUMN dan DAM atau sebesar
   0,52% dari seluruh saham yang diterbitkan dan disetor penuh oleh Perusahaan. Setelah pengalihan
   tersebut, Pemerintah tetap menjadi Pemegang Saham Pengendali Perusahaan (ultimate beneficial
   owner). Melalui kepemilikan langsung BP BUMN sebanyak 1 lembar saham Seri A Dwiwarna dengan hak
   istimewa dan 516.023.535 lembar saham Seri B, serta melalui DAM sebanyak 51.086.330.024 lembar
   saham Seri B yang terkonsolidasi pada Danantara. Perubahan kepemilikan saham tersebut dilakukan
   dalam rangka pemenuhan ketentuan Undang-Undang No. 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat
   atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara dan telah dicatat dalam
   Daftar Pemegang Saham Perusahaan pada tanggal 6 Januari 2026.




                                                                 66

Page 70
                                 PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                        PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                           CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
  Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
22. KOMPONEN EKUITAS LAINNYA

                                                                                   30 Juni 2026                31 Desember 2025
   Selisih transaksi akuisisi kepemilikan kepentingan
    nonpengendali pada entitas anak                                                             8.364                            8.364
   Selisih kurs karena penjabaran                                                               1.957                            1.462
   Selisih transaksi perubahan ekuitas entitas asosiasi                                           386                              386
   Laba belum direalisasi atas kepemilikan efek yang
    tersedia untuk dijual                                                                         10                                10
   Komponen ekuitas lainnya                                                                       37                                37
   Jumlah                                                                                     10.754                            10.259

23. PENDAPATAN

   Grup memperoleh pendapatan dari lini produk utama sebagai berikut:

                                                                                                                          Pendapatan
                   2026                B2C         B2B Infra         B2B ICT         Internasional       Lain-lain       konsolidasian
   Pendapatan data, internet, dan
     jasa teknologi informatika
     Internet dan data seluler          38.133                   -             -                     -               -             38.133
     Internet, komunikasi data, dan
       jasa teknologi informatika            253               657        5.345                 908               -                 7.163
     Lain-lain                               105               689          319                  91           1.684                 2.888
   Jumlah pendapatan data, internet,
     dan jasa teknologi informatika     38.491             1.346          5.664                  999          1.684                48.184
   Pendapatan IndiHome                  12.798                 -              -                    -              -                12.798
   Pendapatan interkoneksi                 186               438              -                3.821              -                 4.445
   Pendapatan telepon
     Selular                             1.307                 -             -                   92                  -              1.399
     Telepon tidak bergerak                  -                35           211                    -                  -                246
     SMS                                 1.790                 -             8                    -                  -              1.798
   Jumlah pendapatan telepon             3.097                35           219                   92                  -              3.443
   Pendapatan jaringan                       1             1.090           192                  826                  -              2.109
   Layanan lainnya
     E-payment                                 -                 -            -                      -        1.022                 1.022
     Call center service                       -                 -          589                      -            -                   589
     Manage service dan terminal               -                 -          389                      2            -                   391
     Lain-lain                               156               303          222                      4          763                 1.448
   Jumlah layanan lainnya                    156               303        1.200                      6        1.785                 3.450
   Jumlah pendapatan dari
     kontrak dengan pelanggan           54.729             3.212          7.275                5.744          3.469                74.429
   Pendapatan dari transaksi lessor          -             1.449              -                    -              -                 1.449
   Jumlah pendapatan                    54.729             4.661          7.275                5.744          3.469                75.878


                                                                                                                          Pendapatan
                   2025                B2C         B2B Infra         B2B ICT         Internasional       Lain-lain       konsolidasian
   Pendapatan data, internet, dan
     jasa teknologi informatika
     Internet dan data seluler          33.961                   -             -                     -               -             33.961
     Internet, komunikasi data, dan
       jasa teknologi informatika            208               538        5.413                 906               -                 7.065
     Lain-lain                                29               607          248                  75           1.346                 2.305
   Jumlah pendapatan data, internet,
     dan jasa teknologi informatika     34.198             1.145          5.661                 981           1.346                43.331
   Pendapatan IndiHome                  13.251                 -              -                   -               -                13.251
   Pendapatan interkoneksi                 190               618              -               4.154               -                 4.962
   Pendapatan telepon
     Selular                             2.701                   -           -                  100                  -              2.801
     Telepon tidak bergerak                  -                  28         246                    -                  -                274
     SMS                                 1.755                   -          16                    -                  -              1.771
   Jumlah pendapatan telepon             4.456                  28         262                  100                  -              4.846
   Pendapatan jaringan                       2                 993         271                  580                  -              1.846
   Layanan lainnya
     E-payment                                 -                 -            -                   -             747                   747
     Call center service                       -                 -          628                   -               -                   628
     Manage service dan terminal               -                 -          368                   2               -                   370
     E-health                                  -                 -            -                   -             362                   362
     Lain-lain                               118               187          182                  14             687                 1.188
   Jumlah layanan lainnya                    118               187        1.178                  16           1.796                 3.295
   Jumlah pendapatan dari
     kontrak dengan pelanggan           52.215             2.971          7.372               5.831           3.142                71.531
   Pendapatan dari transaksi lessor          -             1.473              -                   -               -                 1.473
   Jumlah pendapatan                    52.215             4.444          7.372               5.831           3.142                73.004




                                                                67

Page 71
                           PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
   Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
23. PENDAPATAN (lanjutan)

   Manajemen mengharapkan bahwa sebagian besar transaksi yang dialokasikan untuk kontrak yang
   belum diselesaikan pada tanggal 30 Juni 2026 akan diakui sebagai pendapatan selama periode-periode
   pelaporan berikutnya. Kewajiban pelaksanaan yang belum terpenuhi pada tanggal 30 Juni 2026, bagian
   yang diharapkan dapat direalisasi dalam satu tahun adalah sebesar Rp10.317 miliar dan bagian yang
   lebih dari satu tahun adalah sebesar Rp5.979 miliar.

   Grup menandatangani beberapa perjanjian sewa menyewa dengan pihak ketiga maupun pihak berelasi
   yang tidak dapat dibatalkan. Perjanjian tersebut meliputi sewa jaringan, peralatan telekomunikasi serta
   tanah dan bangunan dengan jangka waktu bervariasi berkisar 1 sampai dengan 25 tahun yang akan
   berakhir bervariasi antara tahun 2027 hingga 2039. Periode sewa menyewa dapat diperpanjang
   berdasarkan perjanjian oleh kedua belah pihak.

   Lihat Catatan 32 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi.

24. BEBAN KARYAWAN

   Rincian dari beban karyawan adalah sebagai berikut:

                                                                      2026                   2025
   Gaji dan tunjangan                                                         4.666                  5.024
   Cuti, insentif, dan tunjangan lainnya                                      2.021                  2.002
   Beban pensiun dan imbalan pasca kerja
    lainnya (Catatan 30)                                                        796                    864
   Beban penghargaan masa kerja (Catatan 31)                                    155                    161
   Lain-lain                                                                     83                     24
   Jumlah                                                                     7.721                  8.075

   Lihat Catatan 32 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi.

25. BEBAN OPERASI, PEMELIHARAAN, DAN JASA TELEKOMUNIKASI

   Rincian dari beban operasi, pemeliharaan, dan jasa telekomunikasi adalah sebagai berikut:

                                                                      2026                   2025
   Operasi dan pemeliharaan                                                  12.911                 11.602
   Beban pemakaian frekuensi radio (Catatan 35c.i)                            3.902                  3.844
   Sewa sirkit dan Customer Premise
    Equipment ("CPE")                                                         1.748                  1.663
   Beban hak penyelenggaraan dan KPU (Catatan 15)                             1.638                  1.437
   Listrik, gas, dan air                                                        548                    509
   Beban pokok penjualan kartu SIM, voucer,
    dan periferal (Catatan 7)                                                   275                    262
   Manajemen proyek                                                             192                    162
   Asuransi                                                                     141                    164
   Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)                              119                    117
   Jumlah                                                                    21.474                 19.760

   Lihat Catatan 32 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi.




                                                   68

Page 72
                           PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
  Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
26. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI

   Rincian dari beban umum dan administrasi adalah sebagai berikut:

                                                                      2026                   2025
   Penyisihan kerugian kredit ekspektasian
    piutang usaha (Catatan 5)                                                 1.189                   980
   Beban umum                                                                 1.172                 1.224
   Jasa profesional                                                             296                   314
   Pelatihan, pendidikan, dan rekrutmen                                         191                   155
   Perjalanan                                                                   178                   151
   Rapat                                                                        150                   159
   Sumbangan sosial                                                             137                   143
   Beban penagihan                                                              113                    45
   Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)                              240                   171
   Jumlah                                                                     3.666                 3.342

   Lihat Catatan 32 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi.

27. PERPAJAKAN

   a. Pajak dibayar di muka

                                                                30 Juni 2026           31 Desember 2025
      Entitas anak:
        PPh
          PPh Badan                                                              91                      4
          Pasal 4(2) - Pajak final                                               45                     16
          Pasal 22 - Pembelian barang                                             3                      -
          Pasal 23 - Penyerahan jasa                                            234                     55
        PPN                                                                   1.845                  1.587
      Jumlah pajak dibayar di muka                                            2.218                  1.662
      Bagian jangka pendek                                                   (2.218)                (1.662)
      Bagian jangka panjang                                                       -                      -

   b. Klaim restitusi pajak

                                                                30 Juni 2026           31 Desember 2025
      Perusahaan
       PPh
        PPh Badan                                                              297                    663
        PPh 21 - PPh pribadi                                                    41                     42
       PPN                                                                     219                    746
      Entitas anak
       PPh
        PPh Badan                                                            1.390                  1.806
        PPh 21 - PPh pribadi                                                     -                      6
        PPh 23 - Penyerahan jasa                                                32                     60
       PPN                                                                     919                    990
      Jumlah tagihan restitusi pajak                                         2.898                  4.313
      Bagian jangka pendek                                                    (227)                  (317)
      Bagian jangka panjang (Catatan 13)                                     2.671                  3.996




                                                   69

Page 73
                           PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
   Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. PERPAJAKAN (lanjutan)

   c. Utang pajak

                                                                 30 Juni 2026         31 Desember 2025
      Perusahaan:
       PPh
        Pasal 4(2) - Pajak final                                               13                      31
        Pasal 21 - PPh pribadi                                                 48                       2
        Pasal 22 - Pembelian barang                                             1                       1
        Pasal 23 - Penyerahan jasa                                             32                      46
        Pasal 29 - PPh Badan                                                  250                       -
       PPN                                                                    621                     304
       PPN atas Pemungutan Pajak ("WAPU")                                     181                     185
                                                                            1.146                     569
      Entitas anak:
       PPh
        Pasal 4(2) - Pajak final                                              143                     219
        Pasal 21 - PPh pribadi                                                195                      52
        Pasal 22 - Pembelian barang                                             4                       5
        Pasal 23 - Penyerahan jasa                                             43                     183
        Pasal 25 - Angsuran PPh Badan                                         506                      52
        Pasal 26 - PPh Wajib Pajak Luar Negeri                                291                      14
        Pasal 29 - PPh Badan                                                1.042                     317
       PPN                                                                    302                     147
       PPN WAPU                                                               645                     467
                                                                            3.171                   1.456
      Jumlah utang pajak                                                    4.317                   2.025

   d. Komponen beban (manfaat) pajak penghasilan konsolidasian adalah sebagai berikut:

                                                                     2026                    2025
      Kini
        Perusahaan                                                            682                     612
        Entitas anak                                                        4.050                   3.510
                                                                            4.732                   4.122
      Tangguhan
       Perusahaan                                                             123                     173
       Entitas anak                                                          (263)                   (402)
                                                                             (140)                   (229)
      Beban pajak penghasilan bersih                                        4.592                   3.893




                                                   70

Page 74
                           PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
   Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. PERPAJAKAN (lanjutan)

   d. Komponen beban (manfaat) pajak penghasilan konsolidasian adalah sebagai berikut (lanjutan):

      Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak penghasilan dengan estimasi laba kena pajak untuk periode
      enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 adalah sebagai berikut:

                                                                         2026                  2025
      Laba sebelum pajak penghasilan konsolidasian                           18.798               18.137
      Penambahan kembali eliminasi konsolidasian                             15.959               11.170
      Laba konsolidasian sebelum pajak penghasilan
       dan eliminasi                                                          34.757               29.307
      Dikurangi: laba entitas anak sebelum pajak penghasilan                 (21.145)             (16.860)
      Laba sebelum pajak penghasilan sebelum dikurangi
       pajak penghasilan atas pajak final - Perusahaan                        13.612               12.447
      Dikurangi: penghasilan yang telah dikenakan pajak final                   (658)                (531)
      Laba sebelum pajak penghasilan setelah dikurangi
       penghasilan atas pajak final - Perusahaan                              12.954               11.916

      Perbedaan temporer:
      Penyisihan kerugian kredit ekspektasian                                    320                  (98)
      Pendapatan instalasi tangguhan                                               -                   32
      Sewa                                                                        (3)                 (20)
      Provisi imbalan karyawan                                                   556                   24
      Hak atas tanah, aset takberwujud dan lainnya                               (22)                  22
      Beban pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya
       berkala bersih                                                         (1.131)                 (76)
      Perbedaan nilai buku aset tetap menurut akuntansi
       dan pajak                                                                (229)              (1.423)
      Beban yang masih harus dibayar                                              58                    -
      Lain-lain                                                                    2                   67
      Jumlah perbedaan temporer bersih                                          (449)              (1.472)
      Perbedaan tetap:
      Beban imbalan kesehatan pasca kerja berkala - bersih                       196                  184
      Sumbangan                                                                   76                   89
      Imbalan karyawan                                                            11                    5
      Beban untuk mendapatkan obyek
       pajak penghasilan final                                                     -                  116
      Bagian laba bersih entitas asosiasi dan entitas anak                   (10.004)              (8.129)
      Beban lain-lain dari hasil pemeriksaan pajak                               167                    -
      Lain-lain                                                                  319                   82
      Jumlah perbedaan tetap bersih                                           (9.235)              (7.653)
      Penghasilan kena pajak - Perusahaan                                      3.270                2.791
      Beban pajak penghasilan kini                                               621                  530
      Beban pajak penghasilan final                                               61                   82
      Jumlah beban pajak penghasilan kini - Perusahaan                           682                  612
      Beban pajak penghasilan kini - entitas anak                              4.050                3.510
      Jumlah beban pajak penghasilan kini                                      4.732                4.122




                                                   71

Page 75
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                   PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
   Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. PERPAJAKAN (lanjutan)

   d. Komponen beban (manfaat) pajak penghasilan konsolidasian adalah sebagai berikut (lanjutan):

      Rekonsiliasi antara pajak penghasilan yang dihitung dengan menggunakan tarif pajak perusahaan
      19% terhadap laba sebelum pajak penghasilan setelah dikurang pendapatan yang dikenakan pajak
      final dan beban pajak bersih pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian
      adalah sebagai berikut:

                                                                          2026                2025
      Laba sebelum pajak penghasilan konsolidasian                            18.798              17.517
      Dikurangi pendapatan yang dikenakan
       pajak final - bersih konsolidasian                                      (1.329)             (4.555)
                                                                               17.469              12.962

      Beban pajak penghasilan dihitung pada tarif
       Perusahaan                                                               3.319               2.463
      Perbedaan pada tarif pajak entitas anak                                     490                 311
      Beban yang tidak dapat dikurangkan untuk
       tujuan perpajakan                                                           94                 777
      Beban pajak penghasilan final                                                59                  82
      Penyesuaian pajak tangguhan                                                 176                  (1)
      Pajak tangguhan yang tidak diakui                                             2                  13
      Lain-lain                                                                   452                 248
      Beban pajak penghasilan bersih                                            4.592               3.893

      Dalam UU No. 7 tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah beberapa kali diubah
      terakhir dengan UU No. 6 tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-
      Undang No. 2 tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang. Pasal 17 ayat (1) huruf b
      mengatur bahwa tarif pajak yang diterapkan atas Penghasilan Kena Pajak bagi wajib pajak badan
      dalam negeri dan bentuk usaha tetap sebesar 22% (dua puluh dua persen) yang mulai berlaku pada
      tahun pajak 2022 dan dalam Pasal 17 ayat (2b) mengatur bahwa bagi wajib pajak badan berbentuk
      perseroan terbatas dengan jumlah keseluruhan saham yang disetor diperdagangkan pada bursa efek
      di Indonesia paling sedikit 40% dan memenuhi persyaratan tertentu dapat memperoleh tarif sebesar
      3% lebih rendah dari tarif seharusnya.

      Perusahaan telah menerapkan tarif pajak PPh Badan sebesar 19% untuk periode enam bulan yang
      berakhir pada tanggal 30 Juni 2026 dan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025. Entitas
      anak menerapkan tarif pajak sebesar 22% untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
      30 Juni 2026 dan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025.

   e. Pemeriksaan pajak

      (i)   Perusahaan

            Pada bulan Juni 2025, Perusahaan menerima sejumlah ketetapan pajak hasil pemeriksaan pajak
            tahun pajak 2023. Pada bulan Agustus 2025, dari seluruh ketetapan pajak tersebut Perusahaan
            menerima restitusi bersih sebesar Rp589,1 miliar setelah dipotong dengan tagihan dan ketetapan
            pajak. Pada bulan Agustus 2025, Perusahaan menerima Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar
            (“SKPKB”) hasil pemeriksaan PPN tahun 2022 senilai total Rp10,1 miliar (termasuk denda).

            Pada bulan Agustus 2025, Perusahaan menerima Surat Pemberitahuan Pemeriksaan Lapangan
            untuk seluruh jenis pajak tahun 2024.

            Pada bulan Oktober 2025, Perusahaan menerima surat keputusan keberatan pajak yang
            menolak permohonan keberatan yang telah diajukan Perusahaan terhadap surat ketetapan pajak
            hasil pemeriksaan tahun 2019 dan 2020 senilai Rp35,7 miliar. Perusahaan sedang dalam proses
            upaya hukum banding atas sengketa pajak tahun 2019 dan 2020. Sampai dengan laporan
            keuangan konsolidasian ini diterbitkan, proses pemeriksaan pajak untuk tahun pajak 2024, dan
            proses banding atas sengketa pajak tahun pajak 2019 dan 2020 masih berlangsung.

                                                    72

Page 76
                               PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                      PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
   Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. PERPAJAKAN (lanjutan)

   e. Pemeriksaan pajak (lanjutan)

       (i) Perusahaan (lanjutan)

             Pada bulan April 2026, Perusahaan menerima sejumlah ketetapan pajak hasil pemeriksaan pajak
             tahun pajak 2024. Pada bulan Mei 2026, Perusahaan menerima total restitusi bersih sebesar
             Rp756,4 miliar setelah dipotong dengan tagihan dan ketetapan pajak. Restitusi pajak pada tahun
             2026 ini tidak dikembalikan ke rekening Perusahaan namun ditempatkan pada saldo deposit
             coretax dan digunakan untuk pembayaran pajak pada periode berikutnya.

      (ii)   Telkomsel

             Pada tanggal 30 Juni 2026, Telkomsel memiliki sejumlah ketetapan pajak yang sedang dalam
             proses banding. Rincian klaim restitusi pajak, baik yang berkaitan dengan ketetapan pajak
             maupun yang belum ditetapkan oleh Otoritas Pajak, termasuk eksposur ketetapan pajak yang
             tidak disertai dengan klaim pajak oleh Telkomsel, adalah sebagai berikut:

                                                                                 30 Juni 2026
                                                Keberatan       Banding       Peninjauan kembali   Lainnya        Jumlah
             Klaim restitusi pajak yang belum
              ditetapkan oleh Otoritas Pajak
              Telkomsel
                 PPh Badan
                  Tahun pajak 2025                          -             -                   -          261           261
              Anak perusahaan
                 PPN
                  Tahun Pajak 2025                          -             -                   -              41            41
                 PPh
                  Tahun Pajak 2025                          -             -                   -               1             1

             Ketetapan pajak dengan klaim
              restitusi pajak
              PPh Badan
                Tahun pajak 2024                            -             -                   -          791           791
                Tahun pajak 2014                            -             -                  55            -            55
              PPh
                Tahun pajak 2015                            -             -                   -            0              0
                                                            -             -                  55        1.094          1.149
             Ketetapan pajak tanpa adanya
              klaim restitusi pajak
              PPh Badan
                Tahun pajak 2024                       388                -                   -               -         388
                Tahun pajak 2023                     1.623                -                   -               -       1.623
              PPh
                Tahun pajak 2023                    12.844                -                   -               -      12.844
                                                    14.855                -                   -               -      14.855

             Pada tanggal 6 Oktober 2025, Telkomsel telah menerima Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar
             atas PPh Pasal 23 dan PPh Badan untuk tahun fiskal 2023 masing-masing sebesar
             Rp12.844 miliar (termasuk sanksi sebesar Rp3.823 miliar) dan Rp1.623 miliar (termasuk sanksi
             sebesar Rp445 miliar).
             Kurang bayar PPh Pasal 23 untuk tahun fiskal 2023 terkait dengan pengalihan bisnis konsumen
             IndiHome dari Perusahaan beserta transaksi pendukung yang menyertainya. Telkomsel
             berpendapat bahwa klaim Otoritas Pajak yang mengukur kembali selisih nilai buku dengan nilai
             transaksi pengalihan bisnis sebagai objek penetapan kurang bayar PPh Pasal 23 tidak memiliki
             dasar yang memadai.
             Untuk kurang bayar PPh Badan tahun fiskal 2023 terkait dengan nilai transaksi kerja sama
             aktivitas operasional segmen bisnis IndiHome antara Telkomsel dengan Perusahaan telah
             menggunakan nilai yang wajar, Telkomsel memiliki argumen teknis yang kuat untuk mendukung
             posisi perpajakannya serta meyakini telah mematuhi peraturan perundang-undangan perpajakan
             yang berlaku.
             Telkomsel telah mengajukan keberatan kepada Otoritas Pajak pada tanggal 10 Desember 2025.
             Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian ini, hasil atas pengajuan
             keberatan tersebut belum diterima.

                                                        73

Page 77
                                PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                       PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
   Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. PERPAJAKAN (lanjutan)
   f. Aset dan liabilitas pajak tangguhan
       Rincian aset dan liabilitas pajak tangguhan Grup adalah sebagai berikut:
                                                                      Aset dan liabilitas pajak tangguhan   (Dibebankan) dikreditkan ke
                                                                        pada laporan posisi keuangan              laporan laba rugi
                                                                       30 Juni 2026      31 Desember 2025       2026             2025

      Perusahaan
      Penyisihan kerugian kredit ekspektasian                                    779                718               61             (19)
      Beban pensiun dan beban imbalan pasca
        kerja lainnya berkala - bersih                                           786              1.001             (215)            (14)
      Perbedaan nilai buku aset tetap menurut
        akuntansi dan pajak                                                    2.436              2.519              (83)           (164)
      Provisi imbalan karyawan                                                   405                298             107                5
      Pendapatan instalasi tangguhan                                           1.173                 19                 -              6
      Hak atas tanah, aset takberwujud, dan lainnya                               43                 47                (4)             4
      Beban yang masih harus dibayar                                               (4)                -               12              13
      Sewa                                                                          -                 1                (1)             (4)
      Lain-lain                                                                   79                 78                 -               -
      Aset pajak tangguhan Perusahaan - bersih                                 5.697              4.681             (123)           (173)
      Telkomsel
      Provisi imbalan karyawan                                                 1.683              1.698              (15)           103
      Penyisihan kerugian kredit ekspektasian                                    755                571             184             121
      Sewa                                                                       249                 15             234             178
      Liabilitas kontrak                                                         351                399              (48)            34
      Pengukuran nilai wajar
        atas instrumen-instrumen keuangan                                          (8)                (8)              -                  -
      Perbedaan nilai buku aset tetap menurut
        akuntansi dan pajak                                                      (856)              (857)              1             (38)
      Amortisasi lisensi                                                         (219)              (195)            (24)            (16)
      Biaya kontrak                                                               (11)                (6)             (5)            10
      Instrumen-instrumen keuangan lainnya                                       (237)              (270)            33              (32)
      Aset pajak tangguhan Telkomsel - bersih                                  1.707              1.347             360             360
      Aset pajak tangguhan entitas anak lainnya - bersih                         582                575                -              (1)
      Liabilitas pajak tangguhan entitas anak lainnya - bersih                 (2.494)            (1.233)            (97)            43
      Beban pajak tangguhan (manfaat)                                                                               140             229
      Aset pajak tangguhan - bersih                                            7.986              6.603
      Liabilitas pajak tangguhan - bersih                                      (2.494)            (1.233)


      Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, jumlah agregat perbedaan temporer yang terkait
      dengan investasi pada entitas anak dan entitas asosiasi atas liabilitas pajak tangguhan yang tidak
      diakui adalah masing-masing sebesar Rp58.377 miliar dan Rp28.516 miliar.

      Realisasi dari aset pajak tangguhan tergantung kepada kemampuan Grup dalam menghasilkan laba
      fiskal di masa depan. Meskipun tidak ada jaminan atas realisasi tersebut, Grup yakin bahwa
      kemungkinan besar aset pajak tangguhan tersebut akan terealisasi melalui pengurangan atas laba
      fiskal masa depan ketika perbedaan temporer terpulihkan. Jumlah aset pajak tangguhan tersebut
      diperkirakan dapat terealisasi, namun bisa berkurang jika laba fiskal di masa depan lebih kecil dari
      pada yang diestimasikan.

   g. Administrasi
      Pada bulan Desember 2024, Pemerintah menerbitkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 465
      tahun 2024 tentang Implementasi Sistem Inti Administrasi Perpajakan dan Peraturan Menteri
      Keuangan tentang Ketentuan Perpajakan dalam Rangka Pelaksanaan Sistem Inti Administrasi
      Perpajakan No. 81 Tahun 2024. Guna mewujudkan aspek keadilan di masyarakat, pada akhir
      Desember 2024 Pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 131 Tahun 2024
      tentang Perlakuan Pajak Pertambahan Nilai atas Impor Barang Kena Pajak, Penyerahan Barang
      Barang Kena Pajak, Penyerahan Jasa Kena Pajak, Pemanfaatan Barang Kena Pajak Tidak Berwujud
      dari Luar Daerah Pabean di Dalam Daerah Pabean, dan Pemanfaatan Jasa Kena Pajak dari Luar
      Daerah Pabean di Dalam Daerah Pabean (PMK 131/2024) yang berlaku terhitung tanggal
      1 Januari 2025. PMK 131/2024 mengatur bahwa atas Impor dan/atau penyerahan Barang Kena Pajak
      di dalam Daerah Pabean oleh Pengusaha selain Barang Kena Pajak yang tergolong mewah,
      penyerahan Jasa Kena Pajak di dalam Daerah Pabean oleh Pengusaha, pemanfaatan Barang Kena
      Pajak tidak berwujud dari luar Daerah Pabean di dalam Daerah Pabean, pemanfaatan Jasa Kena
      Pajak dari luar Daerah Pabean di dalam Daerah Pabean terutang PPN yang dihitung dengan cara
      mengalikan tarif 12% (dua belas persen) dengan Dasar Pengenaan Pajak berupa nilai lain.


                                                                 74

Page 78
                           PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
   Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. PERPAJAKAN (lanjutan)

   g. Administrasi (lanjutan)

      Penerbitan PMK 131/2024 sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi
      Peraturan Perpajakan (UU HPP) yang mengatur bahwa selambat-lambatnya mulai 1 Januari 2025
      akan diterapkan tarif PPN sebesar 12%. Pada bulan Februari 2025, Pemerintah menerbitkan
      Peraturan Menteri Keuangan Nomor 11 tahun 2025 tentang Ketentuan Nilai Lain sebagai Dasar
      Pengenaan Pajak dan Besaran Tertentu Pajak Pertambahan Nilai. Perusahaan memastikan
      koordinasi dengan unit terkait, Tim IT dan otoritas perpajakan agar proses administrasi perpajakan
      yang dilakukan melalui aplikasi Sistem Inti Administrasi Perpajakan serta ketentuan penggunaan nilai
      lain sebagai Dasar Pengenaan Pajak PPN berjalan lancar.

       Dalam rangka menerapkan Pilar Kedua Kerangka Kerja Inklusif Organisasi untuk Kerja Sama dan
       Pembangunan Ekonomi (Organisation for Economic Co-operation and Development atau "OECD"),
       pada tanggal 31 Desember 2024, Pemerintah Indonesia menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan
       No. 136/2024 (PMK 136/2024) yang berlaku mulai tanggal 1 Januari 2025.

       PMK 136/2024 menerapkan mekanisme perpajakan baru yang mensyaratkan Perusahaan
       Multinasional ("PMN") untuk membayar pajak tambahan di suatu yurisdiksi ketika tarif pajak efektif,
       yang ditentukan berdasarkan yurisdiksi menurut aturan Pilar Kedua, lebih rendah dari tarif minimum
       15%. PMK 136/2024 menetapkan mekanisme untuk menentukan entitas mana (atau entitas-entitas
       mana) dalam Grup PMN yang harus menerapkan pajak tambahan tersebut dan porsi pajak yang
       dibebankan kepada setiap entitas terkait.

       Grup telah melakukan analisa berdasarkan peraturan perpajakan yang berlaku dan mengidentifikasi
       adanya potensi pajak tambahan pada entitas konstituen yang beroperasi di yurisdiksi Timor Leste.
       Grup berpendapat berdasarkan hasil analisa bahwa dampak potensi pajak tambahan tersebut tidak
       material terhadap laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal
       31 Desember 2025.

      Sehubungan dengan pelaksanaan ketentuan Pasal 222 Peraturan Menteri BUMN Nomor
      PER-2/MBU/03/2023 tentang Pedoman Tata Kelola dan Kegiatan Korporasi Signifikan BUMN. BUMN
      diwajibkan menyampaikan realisasi kontribusi kepada negara (berbasis kas). Rincian kontribusi
      kepada negara pada tanggal 30 Juni 2026 adalah sebagai berikut:

                                                                                         30 Juni 2026
      Pajak
       PPh                                                                                          7.774
       PPN dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah                                                    6.234
       Bea Masuk/Keluar, Bea dan Cukai, Bea Materai                                                     1
       Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ("PDRD"), termasuk
        PBB P2 (Perkotaan dan Pedesaan)                                                                59
      Total kontribusi pajak                                                                       14.068

      Penerimaan Negara Bukan Pajak ("PNBP")
       Dividen                                                                                          -
       PNBP Lainnya                                                                                 3.599
      Total kontribusi PNBP                                                                         3.599

      Total kontribusi kepada negara                                                               17.667




                                                   75

Page 79
                           PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
  Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
28. LABA PER SAHAM DASAR

   Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada
   pemilik entitas induk sebesar Rp10.623 miliar dan Rp10.473 miliar dengan jumlah rata-rata tertimbang
   saham yang beredar sejumlah 98.815.834.912 dan 99.062.216.600 masing-masing untuk periode enam
   bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026 dan 2025. Jumlah rata-rata tertimbang juga
   memperhitungkan rata-rata tertimbang atas dampak transaksi modal saham yang diperoleh kembali
   dalam perubahan transaksi pembelian saham kembali selama periode berjalan.

   Laba per saham dasar masing-masing sejumlah Rp107,50 dan Rp105,72 (dalam jumlah penuh) untuk
   periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026 dan 2025. Perusahaan tidak memiliki
   instrumen keuangan yang berpotensi dilutif untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
   30 Juni 2026 dan 2025.

29. DIVIDEN KAS DAN CADANGAN UMUM

   Berdasarkan hasil RUPST Perusahaan yang dinyatakan dalam Akta Notaris Titik Krisna Murti
   Wikaningsih Hastuti, S.H., M.Kn., No. 10 tertanggal 8 Juni 2026 para pemegang saham Perusahaan
   menyetujui pembagian dividen kas untuk tahun buku 2025 sebesar Rp21.999 miliar (Rp223,17 per lembar
   saham). Perusahaan melakukan pembayaran dividen kas pada tanggal 10 Juli 2026.

   Berdasarkan hasil RUPST Perusahaan yang dinyatakan dalam Akta Notaris Ashoya Ratam, S.H., M.Kn.,
   No. 52 tertanggal 27 Mei 2025 para pemegang saham Perusahaan menyetujui pembagian dividen kas
   untuk tahun buku 2024 sebesar Rp21.047 miliar (Rp212,47 per lembar saham). Perusahaan melakukan
   pembayaran dividen kas pada tanggal 19 Juni 2025.

   Berdasarkan Undang-Undang Perseroan Terbatas, Perusahaan diharuskan untuk membuat penyisihan
   cadangan wajib hingga sekurang-kurangnya 20% dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh.

   Saldo laba ditentukan penggunaannya Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
   masing-masing adalah sebesar Rp15.337 miliar.

30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA

   Rincian liabilitas manfaat pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya adalah sebagai berikut:

                                                   Catatan        30 Juni 2026        31 Desember 2025
   Liabilitas diestimasi manfaat pensiun dan
    imbalan pasca kerja lainnya
    Program manfaat pensiun
      Perusahaan - funded                           30a.i.a
       Manfaat pasti                               30a.i.a.i                3.545                  3.725
       Manfaat tambahan                            30a.i.a.ii                  40                     42
      Perusahaan - unfunded                         30a.i.b                   165                    216
      Telkomsel                                      30a.ii                 5.831                  5.978
    Liabilitas diestimasi manfaat pensiun                                   9.581                  9.961
    Imbalan kesehatan pasca kerja                       30b                 1.904                  1.708
    Imbalan pasca kerja lainnya                         30c                   152                    187
    Imbalan tunjangan masa kerja                        30d                     1                      1
    Kewajiban pensiun berdasarkan Undang-
      Undang Ketenagakerjaan                            30e                 1.217                  1.139
   Jumlah                                                                  12.855                 12.996




                                                   76

Page 80
                                   PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                          PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                             CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
   Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)

   Beban manfaat pensiun yang diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
   konsolidasian adalah sebagai berikut:

                                                                        Catatan                    2026                           2025
   Beban pensiun
    Perusahaan - funded                                                  30a.i.a
     Manfaat pasti                                                      30a.i.a.i                           152                             215
     Manfaat tambahan                                                   30a.i.a.ii                            2                               1
    Perusahaan - unfunded                                                30a.i.b                            (35)                             12
    Telkomsel                                                             30a.ii                            371                             342
   Beban pensiun berkala-bersih                                            24                               490                             570
   Beban imbalan kesehatan pasca kerja
    berkala-bersih                                                      24,30b                              196                             188
   Beban imbalan pasca kerja lainnya                                    24,30c                                6                               9
   Beban imbalan tunjangan masa kerja                                   24,30d                                0                               0
   Beban pensiun berdasarkan Undang-Undang
    Ketenagakerjaan                                                     24,30e                              104                              97
   Jumlah                                                                                                   796                             864

   Tabel berikut ini menyajikan perubahan liabilitas manfaat pasti dan liabilitas imbalan kesehatan pasca
   kerja, perubahan aset program pensiun dan aset program kesehatan pasca kerja, status pendanaan
   program pensiun dan program imbalan kesehatan pasca kerja, dan nilai bersih yang tercatat pada laporan
   posisi keuangan konsolidasian pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, berdasarkan program
   pensiun manfaat pasti sebagai berikut:

                                                                   Funded                                      Imbalan kesehatan
                                                                 Manfaat pasti                                     pasca kerja
                                                   Perusahaan                        Telkomsel                     Perusahaan
                                                                                                            Liabilitas         Aset
                                              Liabilitas      Aset          Liabilitas        Aset          imbalan          program
                                              manfaat       program         manfaat         program        kesehatan        kesehatan
                                              pensiun       pensiun         pensiun         pensiun        pasca kerja     pasca kerja    Jumlah
   Saldo awal, 1 Januari 2026                    23.129      (19.404)            6.687           (709)           14.950        (13.242)    11.411

   Beban jasa                                        73            -              182                 -               -              -       255
   Beban bunga (pendapatan bunga)                   721         (611)             188                 -             494           (436)      356
   Beban administrasi program                       (58)          58                -                 1               -            138       139
   Jumlah yang dibebankan
     pada laba rugi                                 736         (553)             370                 1             494           (298)      750

   (Keuntungan) kerugian aktuarial atas:
     Perubahan asumsi keuangan                    (1.911)           -                 -               -         (1.245)              -     (3.156)
   Pengembalian aset program pensiun
     (setelah dikurangi nilai yang termasuk
     dalam beban bunga bersih)                         -        1.911                 -               -               -          1.245      3.156
   Jumlah yang dibebankan pada
     penghasilan komprehensif lain                (1.911)       1.911                 -               -          (1.245)         1.245          -

   Kontribusi pemberi kerja                            -        (363)                 -           (518)               -              -       (881)
   Kontribusi peserta program pensiun                  4          (4)                 0              0                -              -          -
   Pembayaran imbalan dari
     aset program                                  (944)         944                  -               -            (313)          313           -
   Pembayaran imbalan oleh
     Perusahaan                                     (16)          16                 -                -               -              -          -
   Saldo akhir, 30 Juni 2026                     20.998      (17.453)            7.057           (1.226)         13.886        (11.982)    11.280
   Liabilitas diestimasi manfaat pensiun
     pada akhir periode                           3.545                          5.831                            1.904                    11.280




                                                                    77

Page 81
                                   PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                          PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                             CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
   Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)

   Tabel berikut ini menyajikan perubahan liabilitas manfaat pasti dan liabilitas imbalan kesehatan pasca
   kerja, perubahan aset program pensiun dan aset program kesehatan pasca kerja, status pendanaan
   program pensiun dan program imbalan kesehatan pasca kerja, dan nilai bersih yang tercatat pada laporan
   posisi keuangan konsolidasian pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, berdasarkan program
   pensiun manfaat pasti sebagai berikut (lanjutan):

                                                                        Funded                                        Imbalan kesehatan
                                                                      Manfaat pasti                                        pasca kerja
                                                       Perusahaan                       Telkomsel                          Perusahaan
                                                                                                                  Liabilitas           Aset
                                                  Liabilitas       Aset        Liabilitas             Aset        imbalan            program
                                                  manfaat        program       manfaat              program      kesehatan          kesehatan
                                                  pensiun        pensiun       pensiun              pensiun      pasca kerja       pasca kerja        Jumlah
   Saldo awal, 1 Januari 2025                        22.377        (18.834)        6.089               (1.139)         14.152            (12.602)      10.043

   Beban jasa                                           177              -             332                  -                -                 -          509
   Beban jasa lalu                                                                     294                  -                                             294
   Beban bunga (pendapatan bunga)                     1.500         (1.271)            406                (55)            970              (862)          688
   Beban administrasi program                          (110)           110               -                  1               -               173           174
   Jumlah yang dibebankan
     pada laba rugi                                   1.567         (1.161)           1.032               (54)            970              (689)        1.665

   (Keuntungan) kerugian aktuarial atas:
     Perubahan asumsi pengalaman                         (17)            -             (187)                -              (66)                -         (270)
     Perubahan asumsi demografi                           (1)            -                -                 -                0                 -            (1)
     Perubahan asumsi keuangan                        1.053              -              261                 -             478                  -        1.792
   Pengembalian aset program pensiun
     (setelah dikurangi nilai yang termasuk
     dalam beban bunga bersih)                              -         (654)               -                 3                -             (535)       (1.186)
   Jumlah yang dibebankan pada
     penghasilan komprehensif lain                    1.035           (654)             74                  3             412              (535)          335

   Kontribusi pemberi kerja                               -           (605)               -               (27)               -                 -         (632)
   Kontribusi peserta program pensiun                    10            (10)               1                (1)               -                 -            -
   Pembayaran imbalan dari
     aset program                                     (1.843)       1.843                 -                 -            (584)              584               -
   Pembayaran imbalan oleh
     Perusahaan                                          (17)          17              (288)             288                 -                 -              -
   Pembayaran imbalan lalu oleh
     Perusahaan                                           -              -             (221)              221               -                 -             -
   Saldo akhir, 31 Desember 2025                     23.129        (19.404)           6.687              (709)         14.950           (13.242)       11.411
   Liabilitas diestimasi manfaat pensiun
     pada akhir periode                               3.725                           5.978                             1.708                          11.411


   Tabel berikut ini menyajikan perubahan liabilitas manfaat unfunded, liabilitas manfaat tambahan, imbalan
   pasca kerja lainnya, dan kewajiban pensiun berdasarkan undang-undang ketenagakerjaan, perubahan
   aset program imbalan pensiun tambahan, dan nilai bersih yang diakui pada laporan posisi keuangan
   konsolidasian pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, berdasarkan program pensiun manfaat
   pasti sebagai berikut:

                                                                                                                      Perusahaan dan
                                                                    Perusahaan                                          entitas anak
                                                                            Imbalan                    Imbalan       Kewajiban pensiun
                                               Manfaat                     pasca kerja                tunjangan       undang-undang
                                              tambahan          Unfunded     lainnya                  masa kerja      ketenagakerjaan               Jumlah
   Saldo awal, 1 Januari 2026                         42             216          187                          1                  1.139               1.585

   Beban jasa                                           0                4                     2                 0                       85              91
   Beban jasa lalu                                      -              (45)                   (1)                -                        -             (46)
   Beban bunga                                          2                6                     5                 -                       19              32
   Jumlah yang dibebankan
    pada laba rugi                                      2             (35)                     6                 -                      104              77

   Pembayaran imbalan oleh
    Perusahaan                                        (4)             (16)                (41)                   0                     (26)             (87)
   Saldo akhir, 30 Juni 2026                          40              165                 152                    1                   1.217            1.575




                                                                         78

Page 82
                                  PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                         PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                            CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
   Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)

   Tabel berikut ini menyajikan perubahan liabilitas manfaat unfunded, liabilitas manfaat tambahan, imbalan
   pasca kerja lainnya, dan kewajiban pensiun berdasarkan undang-undang ketenagakerjaan, perubahan
   aset program imbalan pensiun tambahan, dan nilai bersih yang diakui pada laporan posisi keuangan
   konsolidasian pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, berdasarkan program pensiun manfaat
   pasti sebagai berikut (lanjutan):

                                                                                                                                         Perusahaan dan
                                                                           Perusahaan                                                      entitas anak
                                                                                   Imbalan                     Imbalan                  Kewajiban pensiun
                                              Manfaat                             pasca kerja                 tunjangan                  undang-undang
                                             tambahan               Unfunded        lainnya                   masa kerja                 ketenagakerjaan               Jumlah
   Saldo awal, 1 Januari 2025                       42                    215             175                           1                             1.064               1.497

   Beban jasa                                          0                    10                        5                      1                            134                150
   Beban jasa lalu                                     -                     -                        -                      -                            (10)               (10)
   Beban bunga                                         3                    15                       12                      -                             68                 98
   Jumlah yang dibebankan
    pada laba rugi                                     3                    25                       17                      1                            192                238

   (Laba) rugi aktuaria diakui pada
     penghasilan komprehensif lainnya                  1                   (14)                       6                       -                             (5)               (12)
   Pembayaran imbalan oleh
     Perusahaan                                       (4)                 (10)                      (11)                    (1)                           (68)                (94)
   Divestasi                                           -                    -                         -                      -                            (44)                (44)
   Saldo akhir, 31 Desember 2025                      42                  216                       187                      1                          1.139               1.585



   Komponen beban pensiun berkala bersih untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
   30 Juni 2026 dan 2025, sebagai berikut:

                                                                                                                                                   Perusahaan dan
                                                                           Perusahaan                                                 Telkomsel    anak perusahaan
                                                                                                     Imbalan                                          Kewajiban
                                                                                      Imbalan          pasca           Imbalan                         pensiun
                                          Manfaat     Manfaat                        kesehatan         kerja          tunjangan        Manfaat      undang-undang
   2026                                    pasti     tambahan        Unfunded        pasca kerja      lainnya         masa kerja        pasti      ketenagakerjaan         Jumlah
   Beban jasa                                  73           0                4                 -              2                0           182                   85           346
   Beban jasa lalu                               -           -             (45)                -             (1)               -               -                   -          (46)
   Beban bunga                                110           2                6               58               5                -           188                   19           388
   Beban administrasi program                    -           -               -              138               -                -              1                    -          139
   Beban pensiun berkala bersih               183           2              (35)             196               6                0           371                  104           827
   Beban tambahan manfaat kesejahteraan        16            -               -                 -              -                -               -                   -           16
   Dibebankan kepada entitas anak
     berdasarkan perjanjian                   (47)          -                -                -               -                   -            -                       -       (47)
   Beban pensiun berkala bersih
     dikurangi jumlah yang dibebankan
     kepada entitas anak                      152           2              (35)             196              6                0             371                   104          796


                                                                                                                                                   Perusahaan dan
                                                                           Perusahaan                                                 Telkomsel    anak perusahaan
                                                                                                      Imbalan                                         Kewajiban
                                                                                       Imbalan          pasca          Imbalan                         pensiun
                                          Manfaat     Manfaat                         kesehatan         kerja         tunjangan        Manfaat      undang-undang
   2025                                    pasti     tambahan         Unfunded        pasca kerja      lainnya        masa kerja        pasti      ketenagakerjaan         Jumlah
   Beban jasa                                  93            0               5                 -              3               0            164                  82             347
   Beban bunga                               114             1               7               54               6                -           178                  15             375
   Beban administrasi program                    -            -              -              130                -               -              0                  -             130
   Beban pensiun berkala bersih              207             1              12              184               9               0            342                  97             852
   Beban tambahan manfaat kesejahteraan        17             -              -                 -               -               -              -                  -              17
   Dibebankan kepada entitas anak
     berdasarkan perjanjian                    (9)              -                -             4                  -               -            -                   -           (5)
   Beban pensiun berkala bersih
     dikurangi jumlah yang dibebankan
     kepada entitas anak                      215               1            12             188                9              0             342                   97           864




                                                                              79

Page 83
                               PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                      PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
   Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)

   a. Program manfaat pensiun

      i.   Perusahaan

           (a) Funded

                (i)    Manfaat pasti

                       Perusahaan menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti bagi karyawan tetap
                       yang mulai bekerja sebelum 1 Juli 2002. Program pensiun ini diatur di dalam undang-
                       undang pensiun Indonesia dan dikelola oleh Dana Pensiun Telkom (“Dapen”).
                       Pengelolaan Dana Pensiun sesuai dengan Peraturan Dana Pensiun dan Arahan
                       Investasi yang ditetapkan oleh Pendiri dilaksanakan oleh Dewan Pengurus. Dewan
                       Pengurus diawasi oleh Dewan Pengawas yang terdiri dari perwakilan Perusahaan dan
                       peserta.

                       Manfaat pensiun yang dibayar dihitung berdasarkan gaji pokok pada saat mulai pensiun
                       dan masa kerja karyawan. Karyawan yang ikut serta dalam program pensiun ini
                       membayar kontribusi 18% (sebelum Maret 2003: 8,4%) dari gaji pokok ke dana pensiun.
                       Perusahaan memberikan kontribusi kepada Dapen untuk periode enam bulan yang
                       berakhir pada tanggal 30 Juni 2026 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
                       31 Desember 2025 adalah masing-masing sebesar Rp363 miliar dan Rp605 miliar.

                       Risiko yang terekspos pada program manfaat pasti adalah risiko seperti volatilitas aset
                       dan perubahan imbal hasil obligasi. Liabilitas program dihitung menggunakan tingkat
                       diskonto yang merujuk kepada tingkat imbal hasil obligasi pemerintah, jika imbal hasil
                       aset program lebih rendah, maka akan menghasilkan defisit program. Penurunan imbal
                       hasil obligasi pemerintah akan meningkatkan liabilitas program, walaupun hal ini akan
                       saling hapus secara sebagian dengan kenaikan dari nilai obligasi program yang dimiliki.
                       Perusahaan memastikan bahwa posisi investasi telah diatur dalam kerangka asset-
                       liability matching (“ALM”) yang telah dibentuk untuk mencapai hasil jangka panjang
                       yang sejalan dengan liabilitas pada program pensiun imbalan pasti. Dalam kerangka
                       ALM, tujuan Perusahaan adalah untuk menyesuaikan aset-aset dan liabilitas pensiun
                       dengan berinvestasi pada portofolio yang terdiversifikasi dengan baik dalam
                       menghasilkan tingkat pengembalian yang optimal dengan mempertimbangkan tingkat
                       risikonya. Investasi pada program telah terdiversifikasi dengan baik, sehingga kinerja
                       buruk satu investasi tidak akan memberikan dampak material bagi seluruh kelompok
                       aset.




                                                     80

Page 84
                               PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                      PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
   Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)

   a. Program manfaat pensiun (lanjutan)

      i.   Perusahaan (lanjutan)

           (a) Funded (lanjutan)

                (i)    Manfaat pasti (lanjutan)

                       Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 aset program manfaat pasti terdiri
                       dari:
                                                                   30 Juni 2026                         31 Desember 2025
                                                       Harga kuotasian       Tidak memiliki     Harga kuotasian    Tidak memiliki
                                                        di pasar aktif      harga kuotasian      di pasar aktif   harga kuotasian
                       Kas dan setara kas                           895                     -              1.255                  -
                       Instrumen ekuitas:
                         Keuangan                                   780                     -             1.004                   -
                         Barang konsumen primer                     283                     -               325                   -
                         Bahan baku                                 254                     -               383                   -
                         Infrastruktur                              278                     -               431                   -
                         Energi                                     138                     -               175                   -
                         Teknologi                                   72                     -                91                   -
                         Perindustrian                              196                     -               268                   -
                         Barang konsumen non-primer                  61                     -                60                   -
                         Properti dan real estate                    50                     -                75                   -
                         Kesehatan                                   96                     -               141                   -
                         Transportasi dan logistik                    4                     -                 7                   -
                       Reksadana berbasis saham                      46                     -                74                   -
                       Instrumen keuangan pendapatan
                       tetap:
                         Obligasi korporasi                           -                1.906                  -               2.031
                         Obligasi pemerintah                     10.684                    -             11.191                   -
                         Reksadana indeks                            10                    -                 14                   -
                         Medium-term notes ("MTN")                    -                  102                  -                 105
                         Efek beragun aset ("EBA")                    -                    5                  -                   5
                         Sukuk                                        -                  923                  -                 980
                       Saham non-publik:
                         Penempatan langsung                          -                  359                  -                 359
                         Properti                                     -                  204                  -                 204
                         Lainnya                                      -                  384                  -                 495
                       Jumlah                                    13.847                3.883             15.494               4.179


                       Aset program pensiun termasuk di dalamnya saham Seri B yang dikeluarkan oleh
                       Perusahaan dengan nilai wajar Rp159 miliar dan Rp256 miliar, yang mewakili 0,91%
                       dan 1,32% dari total aset program pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025,
                       dan obligasi yang dikeluarkan oleh Perusahaan dengan nilai wajar masing-masing
                       senilai Rp231 miliar dan Rp248 miliar mewakili masing-masing 1,32% dan 1,28% dari
                       total aset per tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025.

                       Perkiraan pengembalian ditentukan berdasarkan ekspektasi pasar untuk pengembalian
                       keseluruhan masa liabilitas dengan mempertimbangkan perpaduan portofolio dari aset
                       program. Hasil aktual aset program adalah Rp(1.309) miliar dan Rp1.924 miliar masing-
                       masing untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026 dan untuk
                       tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025. Berdasarkan Peraturan
                       Perusahaan yang diterbitkan tanggal 14 Januari 2014 mengenai kebijakan pendanaan
                       Dapen. Perusahaan tidak akan memberikan kontribusi ke Dapen bila Rasio Kecukupan
                       Pendanaan (“RKD”) Dapen di atas 105%. Berdasarkan laporan keuangan Dapen pada
                       tanggal 31 Desember 2025, RKD Dapen di bawah 105% sehingga Perusahaan akan
                       memberikan kontribusi pemberi kerja ke program pensiun manfaat pasti.




                                                              81

Page 85
                               PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                      PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
   Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)

   a. Program manfaat pensiun (lanjutan)

      i.   Perusahaan (lanjutan)

           (a) Funded (lanjutan)

                (i)    Manfaat pasti (lanjutan)

                       Berdasarkan Peraturan Perusahaan yang diterbitkan tanggal 30 September 2022,
                       tentang Peraturan Dana Pensiun dari Dana Pensiun Telkom, Perusahaan menetapkan
                       bagi para pensiunan yang berhenti selain karena Hukuman Disiplin, Pensiun Dini, dan
                       Atas Permintaan Sendiri dan menerima Manfaat Pensiun kurang dari Rp1 juta per bulan
                       diberikan kenaikan Manfaat Pensiun bulanan menjadi Rp1 juta. Pada tahun 2025 dan
                       2024, Perusahaan memberikan manfaat kesejahteraan tambahan kepada Pensiunan
                       dan penerima manfaat pensiun dari peserta yang memasuki masa pensiun sebelum
                       30 Juni 2002 masing-masing sebesar Rp16 miliar dan Rp17 miliar.

                       Penilaian aktuaria atas program pensiun manfaat pasti dilakukan berdasarkan
                       perhitungan pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, pada laporan masing-masing
                       tertanggal 15 April 2026 dan 19 Maret 2025 yang dilakukan oleh KKA I Gde Eka
                       Sarmaja, FSA dan Rekan. Asumsi dasar aktuaria yang digunakan oleh aktuaris
                       independen pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:

                                                                         2025                 2024
                       Tingkat diskonto                                         6,50%                7,00%
                       Tingkat kenaikan kompensasi                              8,00%                8,00%
                       Tabel tingkat kematian di Indonesia                       2019                 2019

                (ii)   Manfaat Tambahan

                       Berdasarkan Peraturan Perusahaan yang diterbitkan tanggal 30 September 2022,
                       tentang Peraturan Dana Pensiun dari Dana Pensiun Telkom, Perusahaan
                       menyelenggarakan Program Manfaat Lain Iuran Pasti (“PMLIP”) dalam bentuk Manfaat
                       Tambahan. Peserta PMLIP berhak menerima Manfaat Pensiun Berkala tiap bulan
                       sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Dana Pensiun. Dana Manfaat Tambahan
                       bersumber dari iuran Manfaat Tambahan Pemberi Kerja dan dana penyisihan hasil
                       pengembangan investasi apabila tercapai RKD di atas 102% dan tingkat pengembalian
                       investasi (“ROI”) di atas suku bunga aktuaria untuk pendanaan. Iuran Manfaat
                       Tambahan Pemberi Kerja untuk setiap peserta PMLIP ditetapkan sebesar Rp120 ribu
                       untuk periode iuran 12 bulan yang dihitung secara proporsional sesuai dengan jumlah
                       penerimaan.

                       Penilaian aktuaria untuk program pensiun manfaat tambahan dilakukan berdasarkan
                       perhitungan tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, pada laporan masing-masing
                       tertanggal 15 April 2026 dan 19 Maret 2025 yang dilakukan oleh KKA I Gde Eka
                       Sarmaja, FSA dan Rekan. Asumsi dasar aktuaria yang digunakan oleh aktuaris
                       independen pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:

                                                                         2025                 2024
                       Tingkat diskonto                                         6,50%                7,00%
                       Tabel tingkat kematian di Indonesia                       2019                 2019




                                                     82

Page 86
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                   PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
   Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)

   a. Program manfaat pensiun (lanjutan)

      i.   Perusahaan (lanjutan)

           (a) Funded (lanjutan)

                (ii)   Manfaat Tambahan (lanjutan)

                       Aset program untuk manfaat tambahan telah disisihkan sejak 2018 sesuai persetujuan
                       Dewan Pengawas. Pada tanggal 31 Desember 2025, tidak ada kewajiban tambahan
                       yang disisihkan karena persyaratan pengakuan manfaat tambahan sebagaimana
                       tersebut di atas belum terpenuhi.

           (b) Unfunded

                Perusahaan menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti tanpa pendanaan dan
                program pensiun iuran pasti untuk karyawannya. Program pensiun iuran pasti
                diselenggarakan bagi karyawan tetap yang mulai bekerja pada atau setelah tanggal
                1 Juli 2002. Program ini dikelola oleh Dana Pensiun Lembaga Keuangan (“DPLK”).
                Kontribusi Perusahaan kepada DPLK dihitung berdasarkan persentase tertentu dari gaji
                karyawan di mana untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026 dan
                untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 adalah masing-masing sebesar
                Rp29 miliar dan Rp48 miliar.

                Sejak tahun 2007, Perusahaan memberlakukan manfaat pensiun berdasarkan
                penyeragaman bagi peserta sebelum 20 April 1992 dan peserta sejak 20 April 1992 yang
                mulai diterapkan bagi karyawan yang akan pensiun terhitung sejak 1 Februari 2009. Pada
                tahun 2010, Perusahaan menggantikan penyeragaman dengan Manfaat Pensiun Sekaligus
                (“MPS”). MPS diberikan bagi karyawan yang telah mencapai usia pensiun, kematian, atau
                cacat sejak 1 Februari 2009.

                Perusahaan juga menyelenggarakan manfaat bagi karyawan yang akan memasuki masa
                persiapan pensiun, di mana karyawan tidak aktif selama periode 6 bulan sebelum mencapai
                usia pensiun yakni 56 tahun yang disebut dengan Masa Persiapan Pensiun (“MPP”). Selama
                periode tersebut, karyawan tetap menerima manfaat-manfaat yang diselenggarakan bagi
                pegawai aktif, di antaranya termasuk, namun tidak terbatas pada gaji regular, kesehatan,
                cuti besar, bonus, dan manfaat-manfaat lainnya. Mulai tanggal 1 April 2012, karyawan harus
                mengajukan permohonan MPP terlebih dahulu dan tanpa permohonan maka dianggap tetap
                akan bekerja sampai dengan masa pensiun.

                Penilaian aktuaria atas program pensiun manfaat pasti tanpa pendanaan dilakukan
                berdasarkan perhitungan pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, pada laporan masing-
                masing tertanggal 15 April 2026 dan 19 Maret 2025 yang dilakukan oleh KKA I Gde Eka
                Sarmaja, FSA dan Rekan. Asumsi dasar aktuaria yang digunakan oleh aktuaris independen
                pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:

                                                                        2025                  2024
                Tingkat diskonto                                             6,25%                 7,00%
                Tingkat kenaikan kompensasi                            6,00%-8,00%           6,00%-8,00%
                Tabel tingkat kematian di Indonesia                           2019                  2019




                                                      83

Page 87
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                   PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
   Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)

   a. Program manfaat pensiun (lanjutan)

      ii.   Telkomsel

            Telkomsel menyelenggarakan program pensiun imbalan pasti bagi karyawannya. Berdasarkan
            program ini, karyawan berhak atas imbalan pensiun yang ditentukan berdasarkan gaji pokok
            terakhir atau gaji bersih yang diterima (tidak termasuk tunjangan fungsional) dan masa kerjanya.
            Program pensiun tersebut dikelola oleh PT Asuransi Jiwasraya (Persero) (“Jiwasraya”),
            perusahaan asuransi jiwa milik negara, melalui suatu kontrak asuransi anuitas. Hingga tahun
            2004, karyawan berkontribusi pada program ini sebesar 5% dari gaji pokok bulanan mereka,
            sementara Telkomsel menanggung sisa besaran kontribusi yang diharuskan menurut program
            tersebut. Sejak tahun 2005, Telkomsel telah menanggung sepenuhnya besaran kontribusi
            tersebut.

            Pada tanggal 23 April 2021, Telkomsel dan Jiwasraya sepakat untuk mengakhiri kontrak program
            asuransi tersebut dan menandatangani perjanjian restrukturisasi. Perjanjian tersebut
            menggantikan program manfaat dari anuitas menjadi manfaat sekaligus (lump sum).
            Berdasarkan perjanjian ini, kedua belah pihak sepakat untuk menentukan nilai tunai pada tanggal
            pengakhiran yang terbagi menjadi nilai tunai untuk peserta aktif dan peserta pasif masing-masing
            sebesar Rp857 miliar dan Rp73 miliar. Terdapat potongan 5% dari nilai tunai untuk peserta aktif,
            maka 95% dari Rp857 miliar (atau setara dengan Rp814 miliar) ditambah Rp73 miliar akan
            menjadi jumlah yang selanjutnya diambil alih oleh PT Asuransi Jiwa IFG (”IFG Life”) pada saat
            perjanjian dengan IFG Life menjadi efektif dan karenanya, perjanjian restrukturisasi akan
            berakhir. Pada tanggal 30 November 2023, dana tunai telah selesai diambil alih oleh IFG Life
            dengan tidak terdapat perubahan pada program dan nilai tunai yang dialihkan pada tanggal
            pengalihan, dan di saat yang sama, perjanjian restrukturisasi dinyatakan berakhir.

            Pada tanggal 27 Juni 2023, Perusahaan dan Telkomsel menandatangani perjanjian mengenai
            Dapen untuk menunjuk Telkomsel sebagai Mitra dari Perusahaan sebagai satu-satunya Pendiri,
            yang menghasilkan hak dan kewajiban bagi Telkomsel sebagaimana diatur pada Peraturan Dana
            Pensiun efektif sejak tanggal pemisahan segmen usaha IndiHome ke Telkomsel.

            Sejak tanggal pemisahan segmen usaha IndiHome ke Telkomsel, Telkomsel menyelenggarakan
            program pensiun manfaat pasti bagi karyawan tetap yang dialihkan, yang mulai bekerja sebelum
            1 Juli 2002. Program pensiun ini diatur di dalam undang-undang pensiun Indonesia dan dikelola
            oleh Dapen. Dapen dikelola sesuai dengan Peraturan Dana Pensiun dan Arahan Investasi yang
            ditetapkan oleh Perusahaan sebagai Pendiri dan dilaksanakan oleh Dewan Pengurus. Dewan
            Pengurus diawasi oleh Dewan Pengawas yang ditunjuk oleh Pendiri.

            Manfaat pensiun yang dibayar dihitung berdasarkan gaji pokok pada saat mulai pensiun dan
            masa kerja karyawan. Karyawan yang ikut serta dalam program pensiun ini membayar kontribusi
            sebesar 18% dari gaji pokok ke dana pensiun. Kontribusi Telkomsel kepada Dapen untuk periode
            enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026 adalah sebesar Rp518 miliar
            (2025: Rp27 miliar).

            Penilaian aktuaria atas program pensiun manfaat pasti dilakukan berdasarkan perhitungan pada
            tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 dengan laporan tertanggal masing-masing
            13 Februari 2026 dan 6 Maret 2025 yang dilakukan oleh KKA Halim dan Rekan, aktuaris
            independen yang berasosiasi dengan Milliman. Asumsi dasar aktuaria yang digunakan oleh
            aktuaris independen pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:

                                                                       2025                   2024
            Tingkat diskonto                                                 6,30%                 7,10%
            Tingkat kenaikan kompensasi                                7,00%-8,00%           7,25%-8,00%
            Tabel tingkat kematian di Indonesia                               2019                  2019




                                                    84

Page 88
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                   PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
   Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)

   b. Imbalan kesehatan pasca kerja

       Perusahaan menyelenggarakan program imbalan kesehatan pasca kerja untuk semua karyawannya
       yang sudah bekerja sebelum tanggal 1 November 1995 dengan masa kerja 20 tahun atau lebih pada
       saat pensiun, dan anggota keluarganya yang memenuhi syarat. Ketentuan untuk masa kerja selama
       20 tahun ini tidak berlaku bagi karyawan yang memasuki masa pensiun sebelum tanggal 3 Juni 1995.
       Program ini tidak berlaku bagi karyawan yang mulai bekerja pada Perusahaan sejak tanggal
       1 November 1995. Program jaminan kesehatan pasca kerja tersebut dikelola oleh Yayasan
       Kesehatan Telkom (“Yakes Telkom”).

       Program imbalan kesehatan pasca kerja iuran pasti diselenggarakan bagi karyawan tetap yang mulai
       bekerja pada atau setelah tanggal 1 November 1995 atau karyawan dengan masa kerja kurang dari
       20 tahun pada saat pensiun. Perusahaan tidak memberikan kontribusi ke Yakes Telkom untuk periode
       enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
       31 Desember 2025. Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, aset program terdiri dari:
                                                         30 Juni 2026                       31 Desember 2025
                                             Harga kuotasian     Tidak memiliki     Harga kuotasian   Tidak memiliki
                                              di pasar aktif    harga kuotasian      di pasar aktif  harga kuotasian
      Kas dan setara kas                                 415                    -                700                 -
      Instrumen ekuitas:
        Keuangan                                         784                    -               983                  -
        Barang konsumen primer                           256                    -               300                  -
        Bahan baku                                       227                    -               276                  -
        Infrastruktur                                    365                    -               500                  -
        Energi                                           158                    -               238                  -
        Teknologi                                         44                    -                62                  -
        Perindustrian                                    171                    -               296                  -
        Barang konsumen non-primer                        90                    -                95                  -
        Properti dan real estate                          51                    -                79                  -
        Kesehatan                                         68                    -                99                  -
        Transportasi dan logistik                          1                    -                 3                  -
      Reksadana berbasis ekuitas                         247                    -               326                  -
      Instrumen keuangan pendapatan tetap:
        Obligasi pemerintah                            2.348                    -             2.321                  -
        Obligasi korporasi                               560                    -               447                  -
        Reksadana pendapatan tetap                     5.656                    -             5.972                  -
        Exchange Traded Fund ("ETF")                      43                    -                35                  -
      Saham non-publik:
        Penempatan privat                                  -                 522                  -               535
      Jumlah                                          11.484                 522             12.732               535


       Aset program Yakes Telkom juga termasuk saham Seri B yang diterbitkan Perusahaan dengan nilai
       wajar sebesar Rp172 miliar dan Rp251 miliar yang merupakan 1,43% dan 1,89% dari keseluruhan
       aset program masing-masing pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025. Obligasi yang
       dikeluarkan oleh Perusahaan dengan nilai wajar senilai Rp92 miliar dan Rp99 miliar mewakili masing-
       masing 0,77% dan 0,74% dari total aset per tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025. Perkiraan
       pengembalian ditentukan berdasarkan ekspektasi pasar untuk pengembalian keseluruhan masa
       liabilitas dengan mempertimbangkan perpaduan portofolio dari aset program. Hasil aktual aset
       program adalah Rp(857) miliar dan Rp1.397 miliar masing-masing untuk periode enam bulan yang
       berakhir pada tanggal 30 Juni 2026 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025.

      Penilaian aktuaria untuk program imbalan kesehatan pasca kerja dilakukan berdasarkan perhitungan
      pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, pada laporan masing-masing tertanggal 15 April 2026 dan
      19 Maret 2025 yang dilakukan oleh KKA I Gde Eka Sarmaja, FSA dan Rekan. Asumsi dasar aktuaria
      yang digunakan oleh aktuaris independen pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai
      berikut:

                                                                                      2025                2024
      Tingkat diskonto                                                                   6,75%               7,00%
      Tingkat pertumbuhan beban kesehatan untuk tahun depan                              7,00%               7,00%
      Tingkat tren beban kesehatan                                                       7,00%               7,00%
      Tabel tingkat kematian di Indonesia                                                  2019                2019
                                                          85

Page 89
                                 PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                        PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                           CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
   Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)

   c. Imbalan pasca kerja lainnya

       Perusahaan memberikan imbalan pasca kerja lainnya dalam bentuk uang tunai yang dibayarkan pada
       saat karyawan pensiun atau saat pemutusan hubungan kerja atau meninggal dunia. Imbalan pasca
       kerja lainnya tersebut adalah Biaya Fasilitas Perumahan Terakhir (“BFPT”) dan Biaya Perjalanan
       Pensiun dan Purnabhakti (“BPP”) dan Pesangon Meninggal Dunia (“Pesangon MD”). Pesangon MD
       diberikan kepada karyawan yang meninggal dunia dengan besaran sebanyak 12 kali gaji terakhir.

      Penilaian aktuaria untuk program imbalan pasca kerja lainnya dilakukan berdasarkan perhitungan
      pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, pada laporan masing-masing tertanggal 15 April 2026 dan
      19 Maret 2025 yang dilakukan oleh KKA I Gde Eka Sarmaja, FSA dan Rekan. Asumsi dasar aktuaria
      yang digunakan oleh aktuaris independen pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai
      berikut:

                                                                                      2025                      2024
      Tingkat diskonto                                                                         6,00%                   7,00%
      Tabel tingkat kematian di Indonesia                                                       2019                    2019

   d. Imbalan khusus masa kerja

      Perusahaan memberikan Tunjangan Khusus Masa Kerja kepada karyawan dengan kriteria karyawan
      yang diangkat sebelum 1 Juli 2002 dan memiliki masa kerja lebih dari 30 tahun serta berakhir
      hubungan kerja setelah 19 September 2019. Jumlah tercatat liabilitas imbalan khusus masa kerja
      pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 masing-masing sebesar Rp1 miliar dan
      Rp1 miliar. Beban tunjangan masa kerja yang dibebankan adalah sebesar Rp0 miliar dan Rp0 miliar
      masing-masing untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026 dan 2025.

   e. Kewajiban pensiun berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan

       Berdasarkan Undang-Undang No. 11 tahun 2020 mengenai Ketenagakerjaan, Perusahaan dan
       entitas anak diharuskan untuk memberikan manfaat pensiun minimum, jika belum dipenuhi oleh
       program pensiun yang diselenggarakan, kepada para karyawannya yang mencapai usia pensiun.
       Jumlah tercatat liabilitas tambahan ini pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 masing-
       masing sebesar Rp1.217 miliar dan Rp1.139 miliar. Beban pensiun yang dibebankan adalah sebesar
       Rp104 miliar dan Rp97 miliar masing-masing untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
       30 Juni 2026 dan 2025.

   f. Profil jatuh tempo atas liabilitas manfaat pasti

       Waktu perkiraan pembayaran manfaat dan rata-rata tertimbang durasi atas liabilitas manfaat pasti
       pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

                                                                Perkiraan pembayaran manfaat
                                           Perusahaan                                                           Kewajiban pensiun
                                       Funded                                        Imbalan       Imbalan         berdasarkan
                               Manfaat        Manfaat                               kesehatan     pasca kerja    Undang-Undang
      Jangka waktu              pasti       tambahan     Unfunded      Telkomsel    pasca kerja     lainnya      ketenagakerjaan

      30 Juni 2026
      Dalam 10 tahun kedepan      19.180           34           236        6.688         8.341           159               1.847
      Dalam 10-20 tahun           14.464           27            95        9.486        13.671           119               5.030
      Dalam 20-30 tahun            8.069           13           195        5.080        13.558            60               3.243
      Dalam 30-40 tahun            2.667            4             6           77         7.185             1                 238
      Dalam 40-50 tahun              430            1             -            -         1.800             -                   -
      Dalam 50-60 tahun               26            -             -            -           281             -                   -
      Dalam 60-70 tahun                -            -             -            -            52             -                   -
      Dalam 70-80 tahun                -            -             -            -             5             -                   -

      Rata-rata tertimbang
      durasi atas liabilitas
      manfaat pasti            8,11 tahun   8,11 tahun   6,28 tahun      10 tahun   16,34 tahun    5,04 tahun         11,35 tahun




                                                           86

Page 90
                                 PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                        PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                           CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
   Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)

   f. Profil jatuh tempo atas liabilitas manfaat pasti (lanjutan)

       Waktu perkiraan pembayaran manfaat dan rata-rata tertimbang durasi atas liabilitas manfaat pasti
       pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut (lanjutan):

                                                                Perkiraan pembayaran manfaat
                                           Perusahaan                                                              Kewajiban pensiun
                                       Funded                                           Imbalan       Imbalan         berdasarkan
                               Manfaat        Manfaat                                  kesehatan     pasca kerja    Undang-Undang
      Jangka waktu              pasti       tambahan       Unfunded     Telkomsel      pasca kerja     lainnya      ketenagakerjaan

      31 Desember 2025
      Dalam 10 tahun kedepan      20.124             38           253        6.688          8.654           200               1.848
      Dalam 10-20 tahun           14.464             27            95        9.486         13.671           119               5.030
      Dalam 20-30 tahun            8.069             13           195        5.080         13.558            60               3.243
      Dalam 30-40 tahun            2.667              4             6           77          7.185             1                 238
      Dalam 40-50 tahun              430              1             -            -          1.800             -                   -
      Dalam 50-60 tahun               26              -             -            -            281             -                   -
      Dalam 60-70 tahun                -              -             -            -             52             -                   -
      Dalam 70-80 tahun                -              -             -            -              5             -                   -

      Rata-rata tertimbang
      durasi atas liabilitas
      manfaat pasti            8,11 tahun     8,11 tahun   6,28 tahun     10 tahun     16,34 tahun   5,04 tahun          11,35 tahun


   g. Analisis sensitivitas

       Perubahan 1% pada tingkat diskonto dan tingkat gaji akan memberikan dampak atas liabilitas manfaat
       pasti pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 sebagai berikut:

                                                          Tingkat diskonto                              Tingkat gaji
                                                   Peningkatan 1% Penurunan 1%                Peningkatan 1%    Penurunan 1%
                                                   Jumlah peningkatan (penurunan)             Jumlah peningkatan (penurunan)
      Sensitivitas
      30 Juni 2026
      Didanai:
        Manfaat pasti                                        (1.713)            2.003                       126                (122)
      Tidak didanai                                              (8)                9                         9                  (9)
      Telkomsel                                                (492)              558                       595                (534)
      Imbalan kesehatan pasca kerja                          (1.822)            2.220                     2.118              (1.775)
      Imbalan pasca kerja lainnya                                (8)                8                         3                  (3)
      Kewajiban pensiun berdasarkan Undang-
        Undang Ketenagakerjaan                                   (93)                100                    137                (126)

      31 Desember 2025
      Didanai:
        Manfaat pasti                                        (1.885)            2.205                       139                (134)
      Tidak didanai                                             (10)               11                        12                 (11)
      Telkomsel                                                (492)              558                       595                (534)
      Imbalan kesehatan pasca kerja                          (1.738)            2.118                     2.020              (1.693)
      Imbalan pasca kerja lainnya                                (9)               10                         3                  (3)
      Kewajiban pensiun berdasarkan Undang-
        Undang Ketenagakerjaan                                   (93)                100                    135                (124)

       Analisis sensitivitas dilakukan dengan menggunakan metode yang mengekstrapolasi dampak atas
       liabilitas manfaat pasti sebagai akibat perubahan atas asumsi utama yang muncul pada akhir tahun
       pelaporan.

       Hasil sensitivitas tersebut di atas menentukan dampak secara individu atas liabilitas manfaat pasti
       masing-masing program pada akhir tahun. Dalam kenyataannya, setiap program bergantung pada
       beberapa hal eksternal lain yang dapat menyebabkan liabilitas manfaat pasti bergerak baik searah
       maupun berlawanan, dan sensitivitas setiap program dapat berubah secara bervariasi dari waktu ke
       waktu.

       Tidak terdapat perubahan metode dan asumsi yang digunakan dalam menghitung analisis sensitivitas
       dari periode sebelumnya.



                                                           87

Page 91
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                   PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
  Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31. PENGHARGAAN MASA KERJA (“LONG SERVICE AWARDS” atau “LSA”)

   Telkomsel dan Telkomsat memberikan penghargaan dalam bentuk uang tunai atau sejumlah hari cuti
   tertentu kepada karyawan yang telah memenuhi syarat masa kerja tertentu, termasuk LSA dan Long
   Service Leaves (“LSL”). LSA diberikan saat karyawan mencapai kelipatan tahun tertentu atau saat
   pemutusan hubungan kerja. LSL dalam bentuk sejumlah hari cuti atau uang tunai, tergantung persetujuan
   manajemen, diberikan kepada karyawan yang memenuhi syarat masa kerja dan dengan usia minimum
   tertentu.

   Liabilitas yang timbul sehubungan dengan penghargaan ini ditentukan berdasarkan perhitungan aktuaria
   dengan menggunakan metode Projected Unit Credit sebesar Rp1.356 miliar dan Rp1.308 miliar
   masing-masing pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025. Manfaat yang dibebankan adalah
   sebesar Rp155 miliar dan Rp161 miliar masing-masing untuk periode enam bulan yang berakhir pada
   tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Catatan 24).

32. TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI

   a. Hubungan dan sifat saldo akun atau transaksi dengan pihak berelasi

      Rincian hubungan dan sifat akun atau transaksi dengan pihak berelasi yang signifikan adalah sebagai
      berikut:

      Pihak Berelasi                          Hubungan                          Sifat Saldo Akun atau Transaksi
      Pemerintah
        Menteri Keuangan                Pemegang saham           Pendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa
                                          utama                    telekomunikasi lainnya, biaya pendanaan, dan investasi pada
                                                                   instrumen keuangan
      BUMN
       Indosat                          Entitas sepengendali     Pendapatan interkoneksi, pendapatan sewa jaringan,
                                                                    pendapatan atas penggunaan satelit transponder, beban
                                                                    interkoneksi, beban penggunaan fasilitas telekomunikasi,
                                                                    beban operasional dan pemeliharaan, dan beban atas
                                                                    penggunaan data jaringan sistem komunikasi
        PT Pertamina (Persero)          Entitas sepengendali     Pendapatan jasa internet dan data dan pendapatan jasa
         (“Pertamina”)                                             telekomunikasi lainnya
        Bank milik negara               Entitas sepengendali     Penghasilan pendanaan dan biaya pendanaan
        BNI                             Entitas sepengendali     Pendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa
                                                                   telekomunikasi lainnya, beban konsultan, beban kesehatan
                                                                   karyawan, penghasilan pendanaan, dan biaya pendanaan
        BRI                             Entitas sepengendali   PePendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa
                                                                    telekomunikasi lainnya, penghasilan pendanaan, dan biaya
                                                                    pendanaan
        Bank Mandiri                    Entitas sepengendali   PePendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa
                                                                    telekomunikasi lainnya, penghasilan pendanaan, dan biaya
                                                                    pendanaan
        PT Perusahaan Listrik Negara    Entitas sepengendali     Pendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa
         (Persero) (“PLN”)                                         telekomunikasi lainnya, dan beban listrik
        Bahana TCW                      Entitas sepengendali     Reksa dana
        Sarana Multi Infrastruktur      Entitas sepengendali     Pinjaman lainnya dan biaya pendanaan
        BUMN lainnya                    Entitas sepengendali     Pendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa
                                                                     telekomunikasi lainnya, beban operasi, dan pembelian aset
                                                                     tetap
      PT Fintek Karya Nusantara       Entitas asosiasi           Beban pemasaran dan distribusi kartu SIM dan voucer prabayar
        (“Finarya”)
      PT Kereta Cepat Indonesia China Entitas berelasi lainnya   Pendapatan jasa telekomunikasi lainnya
        (“KCIC”)
      Padi UMKM                       Entitas berelasi lainnya   Beban jasa operasional dan pemeliharaan, beban pencairan
                                                                   piutang, beban pelatihan, beban pengamanan internal,
                                                                   beban pengembangan dan penelitian, beban cetak dan
                                                                   printing, beban rapat, beban umum dan administrasi lainnya,
                                                                   beban promosi, beban iklan, beban penjualan, beban
                                                                   customer education, dan beban pemasaran
      Direksi                           Personil manajemen       Gaji dan fasilitas
                                          kunci
      Komisaris                         Personil pengawas        Gaji dan fasilitas




                                                           88

Page 92
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                   PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
   Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)

   a. Hubungan dan sifat saldo akun atau transaksi dengan pihak berelasi (lanjutan)

      Jumlah saldo dari piutang dan utang usaha pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 bebas
      dari bunga dan penyelesaiannya akan terjadi dalam bentuk kas. Tidak ada jaminan yang disediakan
      atau diterima untuk setiap piutang dan utang usaha dengan pihak berelasi. Pada tanggal
      30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, Grup mencatat peningkatan (penurunan) atas kerugian
      penurunan nilai piutang usaha dari pihak berelasi sebesar Rp(65) miliar dan Rp(29) miliar.

   b. Transaksi yang signifikan dengan pihak berelasi

       Tabel berikut menyajikan transaksi signifikan dengan pihak terkait:

                                                      2026                                2025
                                                         % terhadap jumlah                   % terhadap jumlah
                                         Jumlah             pendapatan       Jumlah             pendapatan
      Pendapatan
       Pemegang saham utama
        Menteri Keuangan                           139                0,18             105                0,14
       Entitas sepengendali
        Indosat                                   1.112               1,47            1.198               1,64
        Pertamina                                   330               0,43              328               0,45
        BNI                                         276               0,36              329               0,45
        Bank Mandiri                                147               0,19              100               0,14
        BRI                                         146               0,19              161               0,22
        Lain-lain (masing-masing
          di bawah Rp100 miliar)                    269               0,35              332               0,45
       Sub-jumlah                                 2.280               2,99            2.448               3,35
       Entitas berelasi lainnya                     140               0,18               87               0,12
       Entitas asosiasi                               2               0,00                3               0,00
      Jumlah                                      2.561               3,35            2.643               3,61


                                                      2026                                2025
                                                         % terhadap jumlah                   % terhadap jumlah
                                         Jumlah                beban         Jumlah                beban
      Beban
       Entitas sepengendali
        PLN                                    1.478                 2,66          1.440                 2,68
        Indosat                                  264                 0,47            308                 0,57
        Lain-lain (masing-masing
          di bawah Rp100 miliar)                  92                 0,17            150                 0,28
       Sub-jumlah                              1.834                 3,30          1.898                 3,53
       Entitas berelasi lainnya
        Padi UMKM                                185                 0,33            173                 0,32
        Lain-lain                                 28                 0,05             30                 0,06
       Sub-jumlah                                213                 0,38            203                 0,38
       Entitas asosiasi                           53                 0,10             37                 0,07
      Jumlah                                   2.100                 3,78          2.138                 3,98




                                                          89

Page 93
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                    PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
   Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)

   b. Transaksi yang signifikan dengan pihak berelasi (lanjutan)

       Tabel berikut menyajikan transaksi signifikan dengan pihak terkait (lanjutan):

                                                       2026                                     2025
                                                          % terhadap jumlah                        % terhadap jumlah
                                                             penghasilan                              penghasilan
                                         Jumlah               pendanaan            Jumlah              pendanaan
       Penghasilan pendanaan
        Entitas sepengendali
         Bank milik negara                          169                    22,68             204                23,00
       Jumlah                                       169                    22,68             204                23,00


                                                       2026                                     2025
                                                          % terhadap jumlah                        % terhadap jumlah
                                          Jumlah           biaya pendanaan         Jumlah           biaya pendanaan
       Biaya pendanaan
        Entitas sepengendali
          Bank milik negara                         514                    24,72             637                24,06
       Jumlah                                       514                    24,72             637                24,06

                                                       2026                                     2025

                                                               % terhadap jumlah                    % terhadap jumlah
                                          Jumlah                   pembelian       Jumlah               pembelian
       Pembelian aset tetap
        Entitas sepengendali                           -                       -              23                0,24
       Jumlah                                          -                       -              23                0,24

                                                       2026                                     2025
                                                          % terhadap jumlah                        % terhadap jumlah
                                          Jumlah             pendapatan            Jumlah             pendapatan
      Distribusi kartu SIM dan
       voucer
       Entitas asosiasi                              42                    0,06               32                0,04
      Jumlah                                         42                    0,06               32                0,04


   c. Saldo dengan pihak berelasi

       Tabel berikut menyajikan transaksi signifikan dengan pihak terkait:

                                                 30 Juni 2026                          31 Desember 2025
                                                         % terhadap jumlah                      % terhadap jumlah
                                          Jumlah                aset               Jumlah              aset
       Kas dan setara kas
         (Catatan 3)                           44.502                      14,68        27.231                   9,46
       Aset keuangan lancar lainnya
         (Catatan 4)                               1.119                    0,37             642                 0,22
       Piutang usaha
         (Catatan 5)                               1.945                    0,64            2.040                0,71

       Aset kontrak
        Pemegang saham utama
         Menteri Keuangan                            43                     0,01              94                 0,03
        Entitas sepengendali                        200                     0,07             210                 0,07
        Entitas asosiasi                              1                     0,00               1                 0,00
        Entitas berelasi lainnya                      4                     0,00               4                 0,00
       Jumlah                                       248                     0,08             309                 0,10

       Aset lancar lainnya                          163                     0,05             151                 0,05
       Aset tidak lancar lainnya                      4                     0,00               7                 0,00




                                                          90

Page 94
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                     PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
   Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)

   c. Saldo dengan pihak berelasi (lanjutan)

       Tabel berikut menyajikan transaksi signifikan dengan pihak terkait (lanjutan):

                                                 30 Juni 2026                      31 Desember 2025
                                                         % terhadap jumlah                  % terhadap jumlah
                                          Jumlah              liabilitas       Jumlah            liabilitas
      Utang usaha (Catatan 15)
       Pemegang saham utama
         Menteri Keuangan                            -                   -                   7           0,01
       Entitas sepengendali
         BUMN                                     187                0,11                 281            0,20
         Indosat                                  159                0,09                 200            0,15
       Sub-jumlah                                 346                0,20                 481            0,35
       Entitas asosiasi                            11                0,01                   3            0,00
       Entitas berelasi lainnya                   106                0,06                  80            0,06
      Jumlah                                      463                0,27                 571            0,42

      Beban yang masih harus
       dibayar
       Entitas sepengendali
         BUMN                                     283                 0,17                 279           0,20
         Bank milik negara                         61                 0,04                  58           0,04
         Lain-lain                                  2                 0,00                   1           0,00
       Sub-jumlah                                 346                 0,21                 338           0,24
       Entitas asosiasi                             7                 0,00                   7           0,01
      Jumlah                                      353                 0,21                 345           0,25

       Liabilitas kontrak
         Pemegang saham utama
          Menteri Keuangan                         55                0,03                   58          0,04
         Entitas sepengendali
          BUMN                                    648                0,39                 698           0,51
          Lain-lain                                 1                0,00                   1           0,00
         Sub-jumlah                               649                0,39                 699           0,51
         Entitas asosiasi                           8                0,00                   5           0,00
         Entitas berelasi lainnya
          KCIC                                     934               0,56                1.023          0,75
          Lain-lain                                 11               0,01                    8          0,01
         Sub-jumlah                                945               0,57                1.031          0,76
       Jumlah                                    1.657               0,99                1.793          1,31

       Deposit dari pelanggan                      19                0,01                  19           0,01
       Utang bank jangka pendek
        (Catatan 18)                             4.707               2,80                1.490          1,09
       Utang bank jangka panjang
        (Catatan 19b)                           21.021              12,49               22.717         16,55




                                                     91

Page 95
                           PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
   Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)

   d. Perjanjian signifikan dengan pihak berelasi

       Indosat

       Perusahaan mengadakan perjanjian dengan Indosat untuk menyelenggarakan jasa telekomunikasi
       internasional kepada masyarakat.

       Perusahaan juga mengadakan perjanjian interkoneksi dengan Indosat antara jaringan telepon tidak
       bergerak (“Public Switched Telephone Network” atau “PSTN”) milik Perusahaan dan jaringan
       telekomunikasi bergerak selular (“Global System for Mobile Communications” atau “GSM”) milik
       Indosat dalam rangka penyelenggaraan jasa Indosat Multimedia Mobile serta penyelesaian hak dan
       liabilitas interkoneksi terkait.

       Perusahaan juga mengadakan perjanjian dengan Indosat untuk interkoneksi jaringan telekomunikasi
       bergerak selular GSM milik Indosat dengan PSTN Perusahaan yang memungkinkan pelanggan
       masing-masing perusahaan untuk melakukan panggilan domestik antara jaringan telekomunikasi
       bergerak selular GSM milik Indosat dan jaringan tidak bergerak Perusahaan, serta memungkinkan
       pelanggan Indosat untuk mengakses jasa Sambungan Langsung Internasional (“SLI”) Perusahaan
       dengan menekan “007”.

       Pemilik Indosat, Ooredoo telah melakukan merger dengan Tri, CK Hutchison Holdings (“CKHH”)
       dengan menggabungkan perusahaan mereka menjadi Indosat Ooredoo Hutchison. Dengan adanya
       merger ini dan Peraturan Menkominfo terbaru No. 5 tahun 2021, Perusahaan telah melakukan
       amandemen perjanjian kerjasama interkoneksi untuk jaringan tidak bergerak (lokal, Sambungan
       Langsung Jarak Jauh (“SLJJ”), dan internasional) dan jaringan bergerak pada tanggal 30 Mei 2023
       dalam rangka implementasi liabilitas tarif berbasis biaya berdasarkan Dokumen Penawaran
       Interkoneksi tahun 2014.

       Perusahaan juga menyediakan sewa sirkit kepada Indosat dan entitas anaknya, yaitu
       PT Aplikanusa Lintasarta (“Lintasarta”). Saluran ini dapat digunakan perusahaan-perusahaan
       tersebut untuk hubungan telepon, telegraf, data, teleks, faksimili, atau jasa telekomunikasi lainnya.

   e. Remunerasi personil manajemen kunci dan pengawas

       Personil manajemen kunci adalah Direksi Perusahaan dan personil pengawas adalah Dewan
       Komisaris.

       Perusahaan memberikan remunerasi dalam bentuk gaji atau honorarium dan fasilitas untuk
       mendukung tata kelola dan tugas pengawasan Dewan Komisaris, serta tugas kepemimpinan dan
       manajemen Direksi. Jumlah remunerasi tersebut adalah sebagai berikut:

                                                  2026                                  2025
                                                    % terhadap jumlah                     % terhadap jumlah
                                      Jumlah              beban             Jumlah              beban
       Direksi                              312                0,56%              278                0,52%
       Dewan Komisaris                       26                0,05%              102                0,19%

       Jumlah yang disajikan pada tabel di atas adalah jumlah yang diakui sebagai beban umum dan
       administrasi selama periode laporan keuangan.




                                                    92

Page 96
                               PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                      PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
  Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
33. SEGMEN OPERASI

   Pada tahun 2025, Manajemen mengubah dasar pengelompokan segmen operasi Grup dari pendekatan
   berbasis Customer Facing Unit (“CFU”) menjadi pendekatan berbasis business pillar. Perubahan ini
   dilakukan untuk mencerminkan cara PKO dalam menelaah kinerja segmen operasi dan mengalokasikan
   sumber daya. Sehubungan dengan perubahan tersebut, informasi segmen untuk tahun sebelumnya telah
   disajikan kembali agar konsisten dengan penyajian informasi segmen pada tahun berjalan.

   Grup mengidentifikasi lima segmen yang dilaporkan, yaitu B2C, B2B Infra, B2B ICT, Internasional, dan
   Lain-lain. Tidak terdapat penggabungan segmen operasi dalam penentuan segmen dilaporkan tersebut.
   Segmen B2C mencakup penyediaan layanan telekomunikasi kepada pelanggan individu/perumahan,
   termasuk layanan mobile dan fixed broadband. Segmen B2B Infra mencakup penyediaan, pengelolaan,
   dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi, termasuk menara telekomunikasi, jaringan fiber optic,
   backbone, data center, dan satelit. Segmen B2B ICT mencakup penyediaan layanan system integration,
   jasa teknologi informasi, dan solusi digital kepada pelanggan korporasi dan institusional. Segmen
   Internasional mencakup penyediaan layanan konektivitas internasional dan jasa wholesale kepada
   operator telekomunikasi dan pelanggan di luar negeri. Segmen Lain-lain mencakup kegiatan usaha
   pendukung antara lain layanan media dan konten, jasa konsultasi dan pengelolaan bisnis, perdagangan
   dan distribusi, layanan teknologi informasi tertentu, serta aktivitas investasi dan pengembangan bisnis
   lainnya.

   PKO menelaah kinerja masing-masing segmen dilaporkan berdasarkan laba atau rugi segmen yang
   diukur secara konsisten dengan laba atau rugi usaha dalam laporan keuangan konsolidasian.
   Pendapatan dan beban segmen meliputi juga transaksi antar segmen operasi. Transaksi tersebut
   dieliminasi pada saat konsolidasi dan ditentukan berdasarkan harga pasar yang berlaku (arm’s length
   basis).

                                                                                    2026
                                                                                                                  Penyesuaian
                                                                                                      Total           dan        Jumlah
                               B2C        B2B Infra    B2B ICT     Internasional     Lain-lain       segmen        eliminasi  konsolidasian
   Hasil segmen
   Pendapatan
     Pendapatan eksternal      54.729         4.661      7.275            5.744             3.469      75.878               -          75.878
     Pendapatan antar segmen      880        28.402      1.481              580            11.719      43.062         (43.062)              -
   Jumlah pendapatan segmen    55.609        33.063      8.756            6.324            15.188     118.940         (43.062)         75.878

   Hasil segmen                15.048         8.071        678              416              (995)     23.218          (4.420)         18.798
   Informasi lain
   Pembelian barang modal       (5.444)      (2.817)      (299)            (193)              (25)      (8.778)          (670)          (9.448)
   Penyusutan dan amortisasi   (11.044)      (6.960)      (802)            (407)             (329)     (19.542)         2.339          (17.203)
   Provisi diakui selama
     periode berjalan            (901)          (61)      (206)             (29)              (67)      (1.264)            75           (1.189)



                                                                                    2025
                                                                                                                  Penyesuaian
                                                                                                      Total           dan           Jumlah
                               B2C        B2B Infra    B2B ICT     Internasional      Lain-lain      segmen        eliminasi     konsolidasian
   Hasil segmen
   Pendapatan
     Pendapatan eksternal       52.215        4.444       7.372           5.831             3.142      73.004               -          73.004
     Pendapatan antar segmen     1.555       23.341       1.888             758            11.197      38.739         (38.739)              -
   Jumlah pendapatan segmen     53.770       27.785       9.260           6.589            14.339     111.743         (38.739)         73.004

   Hasil segmen                 13.147        7.457       1.384             472            (2.016)     20.444          (2.927)         17.517
   Informasi lain
   Pembelian barang modal       (4.969)      (2.629)       (460)           (135)              (95)     (8.288)         (1.185)          (9.473)
   Penyusutan dan amortisasi   (10.791)      (6.272)     (1.220)           (330)             (297)    (18.910)          2.092          (16.818)
   Provisi diakui selama
     periode berjalan             (540)          (4)       (413)             (58)             15        (1.000)           30              (970)




                                                                  93

Page 97
                           PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
   Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
33. SEGMEN OPERASI (lanjutan)

   Rekonsiliasi hasil segmen:

                                                                  2026                      2025
   Jumlah hasil segmen                                                    23.218                    20.444
   Keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi dari
    perubahan nilai wajar atas investasi                                    (335)                     (276)
   Penghasilan (beban) lain-lain - bersih                                    (75)                      243
   Laba selisih kurs - bersih                                                282                        31
   Penghasilan pendanaan                                                     745                       887
   Biaya pendanaan                                                        (2.079)                   (2.647)
   Bagian rugi bersih entitas asosiasi                                        (1)                       (4)
   Penyesuaian dan eliminasi pendapatan (beban)
     antar segmen - bersih                                                (2.957)                   (1.161)
   Laba sebelum pajak penghasilan konsolidasi                             18.798                    17.517

   Informasi geografis:

                                                                  2026                      2025
    Pendapatan eksternal
     Indonesia                                                            71.195                    68.030
     Luar negeri                                                           4.683                     4.974
    Jumlah                                                                75.878                    73.004

   Informasi terkait pendapatan di atas didasarkan pada lokasi pelanggan.

   Tidak terdapat pendapatan dari pelanggan utama yang melebihi 10% dari total pendapatan pada periode
   enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026 dan 2025.

                                                              30 Juni 2026           31 Desember 2025
   Aset operasional tidak lancar
    Indonesia                                                            167.569                   171.604
    Luar negeri                                                            3.076                     3.086
   Jumlah                                                                170.645                   174.690

   Aset operasional tidak lancar untuk tujuan pelaporan segmen ini terdiri dari aset tetap dan aset
   takberwujud.




                                                   94

Page 98
                           PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
   Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
34. TARIF JASA TELEKOMUNIKASI

   Berdasarkan UU No. 36 tahun 1999 dan Peraturan Pemerintah No. 52 tahun 2000, tarif penyelenggaraan
   jaringan dan/atau jasa telekomunikasi ditetapkan oleh penyelenggara berdasarkan jenis tarif, struktur,
   dan dengan mengacu pada formula batasan tarif jasa telekomunikasi yang ditetapkan oleh Pemerintah.
   Kemudian, peraturan tersebut disesuaikan dengan UU No. 11 tahun 2020, sebagaimana terakhir diubah
   dengan UU No. 6 tahun 2023, dan Peraturan Pemerintah No. 46 tahun 2021 yang membuat menteri yang
   berwenang dapat menetapkan tarif batas atas dan/atau tarif batas bawah.

   a. Tarif telepon tidak bergerak

       Pemerintah telah mengeluarkan formula penyesuaian tarif yang diatur dalam Peraturan Menkominfo
       No. 5/2021 tanggal 31 Maret 2021 tentang “Penyelenggaraan Telekomunikasi”. Peraturan ini
       menggantikan peraturan sebelumnya Peraturan Menkominfo No. 15/PER/M.KOMINFO/4/2008
       tanggal 30 April 2008.

      Berdasarkan peraturan tersebut, struktur tarif jasa teleponi dasar yang disalurkan melalui jaringan
      tetap terdiri dari:
      i.   Biaya aktivasi;
      ii. Biaya berlangganan bulanan;
      iii. Biaya penggunaan; dan
      iv. Biaya fasilitas tambahan.

   b. Tarif telepon selular

       Pada tanggal 31 Maret 2021, Menkomdigi mengeluarkan Peraturan Menkominfo No. 5/2021 yang
       memberikan pedoman penetapan tarif selular dengan formula yang terdiri dari biaya elemen jaringan
       dan biaya aktivitas layanan ritel.

      Berdasarkan Peraturan Menkominfo No. 5/2021, tarif selular untuk penyelenggaraan jasa
      telekomunikasi yang terhubung melalui jaringan selular bergerak terdiri dari:
      i.   Tarif jasa teleponi dasar;
      ii. Tarif jasa nilai tambah teleponi; dan/atau
      iii. Tarif jasa multimedia.

      dengan struktur tarif sebagai berikut:
      i.   Biaya aktivasi;
      ii. Biaya berlangganan bulanan; dan/atau
      iii. Biaya penggunaan.




                                                   95

Page 99
                           PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
   Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
34. TARIF JASA TELEKOMUNIKASI (lanjutan)

   c. Tarif interkoneksi

       Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (“BRTI”), dalam suratnya No. 262/BRTI/XII/2011 tanggal
       12 Desember 2011, memutuskan untuk mengubah tarif interkoneksi SMS menjadi berbasis biaya
       dengan tarif maksimal sebesar Rp23 per SMS efektif sejak tanggal 1 Juni 2012 dan berlaku untuk
       seluruh operator penyelenggara telekomunikasi.

       Berdasarkan       surat    Direktur    Jenderal   Penyelenggaraan    Pos    dan     Informatika
       No. 118/KOMINFO/DJPPI/PI.02.04/01/2014 tanggal 30 Januari 2014, Direktur Jenderal
       Penyelenggaraan Pos dan Informatika memutuskan untuk menerapkan tarif interkoneksi baru yang
       berlaku efektif sejak 1 Februari 2014 sampai dengan 31 Desember 2016 dan dapat dievaluasi setiap
       tahun oleh BRTI. Sebagai tindak lanjut, Perusahaan dan Telkomsel diminta untuk menyampaikan
       usulan Dokumen Penawaran Interkoneksi (“DPI”) kepada BRTI untuk dievaluasi.

       Selanjutnya, BRTI melalui suratnya No. 60/BRTI/III/2014 tanggal 10 Maret 2014 dan
       No. 125/BRTI/IV/2014 tanggal 24 April 2014 menyetujui revisi DPI Telkomsel dan Perusahaan terkait
       tarif interkoneksi. Melalui surat tersebut, BRTI juga menyetujui perubahan tarif interkoneksi SMS
       menjadi Rp24 per SMS.

       Pada tanggal 18 Januari 2017, BRTI melalui suratnya No. 20/BRTI/DPI/I/2017 dan
       No. 21/BRTI/DPI/I/2017, memutuskan untuk tetap memberlakukan tarif interkoneksi sesuai dengan
       DPI Perusahaan dan Telkomsel tahun 2014 sampai dengan tarif interkoneksi yang baru ditetapkan.

   d. Tarif sewa jaringan

       Pada tahun 2008 Direktur Jendral Pos dan Telekomunikasi Indonesia menerbitkan peraturan
       No. 115 tahun 2008 yang mengatur tentang Perjanjian Dokumen Jenis Layanan Sewa Jaringan, Tarif
       Layanan Sewa Jaringan, Kapasitas Tersedia Layanan Sewa Jaringan, Kualitas Layanan Sewa
       Jaringan, dan Prosedur Penyediaan Layanan Sewa Jaringan yang Dimiliki oleh Penyedia Layanan
       Sewa Jaringan Dominan sesuai dengan usulan Perusahaan. Selanjutnya, berdasarkan peraturan
       Menkominfo No. 5/2021, Pemerintah mengatur bentuk, jenis, struktur dan perhitungan tarif untuk jasa
       yang berhubungan dengan sewa jaringan.

   e. Tarif jasa lainnya

       Tarif sewa satelit, jasa teleponi, dan multimedia lainnya ditentukan oleh penyedia layanan dengan
       memperhitungkan berbagai pengeluaran dan harga pasar. Pemerintah hanya menetapkan formula
       tarif untuk layanan teleponi dasar. Tidak ada aturan untuk tarif atas jasa-jasa lainnya.




                                                   96

Page 100
                           PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
  Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
35. IKATAN, PERJANJIAN SIGNIFIKAN, DAN LAINNYA

   a. Pembelian barang modal

      Pada tanggal 30 Juni 2026, jumlah ikatan pembelian barang modal adalah sebesar Rp13.455 miliar
      dan US$18 juta.

      Jumlah di atas termasuk perjanjian-perjanjian signifikan berikut:

       Pihak yang terkait dengan kontrak        Periode perjanjian     Bagian yang signifikan dari perjanjian
                                                                     Perjanjian dan Pengadaan Development
                                                                     and Rollout Agreement ("DRA") dan
                                              12 September 2019-
       Telkomsel dan PT Phincon                                      Technical Support Agreement ("TSA") of
                                              11 September 2027
                                                                     Customer Relationship Management
                                                                     ("CRM") Solution System Integrator
       Telkomsel, PT Ericsson Indonesia,                             Perjanjian Pengadaan Radio Ultimate
                                              1 Februari 2021-
       PT Huawei Tech Investment, dan                                Solution Rollout Agreements ("ROA") dan
                                              31 Januari 2027
       PT ZTE Indonesia                                              Technical Service Agreements ("TSA")
       Telkomsel dan PT Ericsson              13 Februari 2022-      Perjanjian Pengadaan CS Core Solution
       Indonesia                              12 Februari 2028       ROA
       Telkomsel dan PT Lintas Teknologi      13 Februari 2022-      Perjanjian Pengadaan CS Core Solution
       Indonesia                              12 Februari 2028       ROA
                                              24 Juni 2024-          Perjanjian Desain, Pengembangan, dan
       Telkomsel dan PT Phincon
                                              23 Juni 2029           Peluncuran Solusi Platform By.U
                                                                     Perjanjian Pengadaan Evolved Packet
       Telkomsel dan PT Ericsson              1 September 2024-
                                                                     Core Technical Support Agreement ("EPC
       Indonesia                              31 Agustus 2027
                                                                     TSA")
       Telkomsel dan PT Lintas Teknologi      1 September 2024-
                                                                     Perjanjian Pengadaan EPC TSA
       Indonesia                              31 Agustus 2027
       Telkomsel, Amdocs Software                                    Perjanjian Online Charging System
                                              8 Oktober 2024-
       Solutions Limited Liability Company,                          (“OCS”) dan Service Control Points
                                              7 Oktober 2029
       dan PT Application Solutions                                  (“SCP”) System Solution Development
                                                                     Perjanjian Kontrak terhadap General
                                              14 Oktober 2024-
       TDE dan PT ZTE Indonesia                                      Contractor ("GC") untuk Proyek Delta
                                              14 Oktober 2027
                                                                     Level-2 Fit Out Works
       Telkomsel dan PT Mahardika             1 November 2024-       Perjanjian Pengadaan Fixed Broadband
       Teknotama Integrasi                    1 November 2027        Core ("FBB Core")
                                                                     Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan
       Perusahaan dan PT Packet Systems 18 Desember 2024-
                                                                     OTN Metro ("OTM") Future State
       Indonesia                        17 Desember 2026
                                                                     Architecture ("FSA") - Platform Huawei
                                                                     Perjanjian Pengadaan Next Generation of
       Telkomsel dan PT Ericsson              23 Januari 2025-
                                                                     Gateway GPRS Support Node ("GGSN")
       Indonesia                              22 Januari 2028
                                                                     (Virtualized EPC)
                                                                     Perjanjian Pengadaan GGSN Service
       Telkomsel dan PT Huawei Tech           25 Maret 2025-
                                                                     Complex/Policy Charging Rules Function
       Investment                             24 Maret 2028
                                                                     (PCRF) Solution
                                                                     Perjanjian Kontrak terhadap General
       TDE dan PT Huawei Tech                 24 Maret 2025-
                                                                     Contractor ("GC") untuk Proyek Delta
       Investment                             23 Maret 2028
                                                                     Level-3 dan Level-4 Fit Out Works
       Telkomsel dan PT Lintas Teknologi      8 April 2025-          Perjanjian Pengadaan Next Generation of
       Indonesia                              7 April 2028           GGSN (Virtualized EPC)
       Telkomsel dan PT Cahaya Mutiara        26 Mei 2025-           Perjanjian Pengadaan Next Generation of
       Mandiri                                25 Mei 2028            GGSN (Virtualized EPC)
       Telkomsat dan PT Starlink Services     22 Desember 2025-      Perjanjian Penjualan Kembali Layanan
       Indonesia                              31 Desember 2026       dan Perangkat Starlink
                                                                     Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan
       Perusahaan dan PT Lintas Teknologi 24 Desember 2025-
                                                                     Sistem Komunikasi Kabel Laut ("SKKL")
       Indonesia                          23 Juni 2027
                                                                     Papua Selatan ("PASELA")
                                                                     Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan
       TIF dan PT Fiberhome Technologies      2 Juni 2026-
                                                                     OSP FTTH PT-2 Fixed Broadband
       Indonesia                              30 September 2026
                                                                     ("FBB")




                                                      97

Page 101
                                 PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                        PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                           CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
   Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
35. IKATAN, PERJANJIAN SIGNIFIKAN, DAN LAINNYA (lanjutan)

   b. Perjanjian pinjaman dan fasilitas kredit lainnya

      (i)    Pada tanggal 30 Juni 2026, Perusahaan memiliki fasilitas bank garansi untuk jaminan penawaran
             (tender bond), pelaksanaan (performance bond), pemeliharaan (maintenance bond), setoran
             jaminan, dan uang muka (advance payment bond) berbagai proyek Perusahaan, dengan rincian
             sebagai berikut:
             78




                                                        Akhir periode
             Kreditur           Jumlah fasilitas           fasilitas      Mata uang asal   Fasilitas yang digunakan
             BRI                                500     14 Maret 2027           Rp                                2
             BNI                                500     31 Maret 2027           Rp                               63
             Bank Mandiri                       500      21 Juni 2027           Rp                               84
             Jumlah                           1.500                                                             149


              Perusahaan memiliki fasilitas bank yang cukup untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya
              (Catatan 37b.v).

      (ii)    Pada tanggal 30 Juni 2026 Telkomsel memiliki fasilitas bank garansi untuk berbagai macam
              proyek sebagai berikut:
             78




                                                        Akhir periode
             Kreditur           Jumlah fasilitas           fasilitas      Mata uang asal   Fasilitas yang digunakan
             BRI                              1.000   25 September 2028         Rp                              620
             BNI                              2.100       1 Mei 2028            Rp                            1.535
             Jumlah                           3.100                                                           2.155


              Fasilitas bank garansi dengan BRI dan BNI sebagian besar untuk performance bond dan surety
              bond of radio frequency (Catatan 35c.i).

      (iii) Telin memiliki fasilitas bank garansi dari Bank Mandiri dan BRI dengan batas kredit maksimum
            masing-masing sebesar US$25 juta dan US$5 juta atau setara dengan Rp417 miliar dan
            Rp83 miliar. Pada tanggal 30 Juni 2026, tidak terdapat fasilitas bank garansi yang digunakan.

   c. Lainnya

      (i)    Penggunaan frekuensi radio

             Berdasarkan UU No. 36 Tahun 1999, penggunaan spektrum frekuensi radio dan biaya
             penggunaan frekuensi radio ditetapkan oleh pemerintah. Berdasarkan Surat Keputusan
             Menkominfo No. 025/TEL.01.02/2022 Tahun 2022 tanggal 28 Januari 2022, Menkomdigi
             memberikan hak kepada Telkomsel untuk layanan telekomunikasi bergerak dengan pita
             frekuensi radio di 800 MHz, 900 MHz, 1.800 MHz, 2,1 GHz, dan 2,3 GHz; dan layanan
             telekomunikasi dasar.

             Berdasarkan Surat Keputusan Menkominfo No. 509 Tahun 2016, No. 1896 Tahun 2017,
             No. 806 Tahun 2019, No. 620 Tahun 2020, No. 178 Tahun 2021, No. 479 Tahun 2022,
             No. 90 Tahun 2023 dan No. 188 Tahun 2023 Telkomsel disyaratkan antara lain, untuk:
             1. Menyerahkan surety bond setiap tahunnya sebesar Rp1.028 miliar untuk pita frekuensi
                  2,3 GHz.
             2. Menyerahkan surety bond setiap tahunnya sebesar Rp360 miliar untuk pita frekuensi
                  2,3 GHz Blok A dan C.
             3. Menyerahkan surety bond sebesar Rp617 miliar untuk pita frekuensi 2,1 GHz.
             4. Membayar iuran tahunan Biaya Hak Penyelenggara (“BHP”) selama jangka waktu lisensi
                  sebagaimana ditetapkan dalam Surat Keputusan. BHP terutang pada saat diterimanya Surat
                  Pemberitahuan Pembayaran dari DJPPI. Iuran tahunan BHP terutang sampai dengan
                  berakhirnya periode lisensi.




                                                        98

Page 102
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                   PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
   Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
35. IKATAN, PERJANJIAN SIGNIFIKAN, DAN LAINNYA (lanjutan)

   c. Lainnya (lanjutan)

      (i)   Penggunaan frekuensi radio (lanjutan)

            Berikut adalah izin penggunaan frekuensi radio pada Telkomsel, atas izin tersebut Telkomsel
            terutang BHP setiap tahun hingga masa lisensi berakhir:

            1.   Pita frekuensi radio 800 MHz, 900 MHz, dan 1.800 MHz

                 Berdasarkan Surat Keputusan Menkominfo No. 620 Tahun 2020, terkait dengan
                 perpanjangan penetapan pita frekuensi radio 800 MHz, 900 MHz, dan 1.800 MHz, sehingga
                 Telkomsel harus membayar biaya penggunaan frekuensi tahunan pada tahun 2020 sampai
                 2030.

            2.   Pita frekuensi radio sampai 2,1 GHz

                            No. Izin                                     Deskripsi
                  Surat Keputusan Menkominfo        Pada 27 Februari 2023, Telkomsel memperoleh izin
                  No. 90 Tahun 2023 amd. Surat      penggunaan tahunan atas penggunaan pita frekuensi
                  Keputusan Menkominfo              radio 1.975-1.980 MHz berpasangan dengan
                  No. 76 Tahun 2023                 2.165-2.170 MHz sampai dengan 18 Maret 2033.
                  Surat Keputusan Menkominfo        Menkomdigi menyetujui Telkomsel untuk perpanjangan
                  No. 509 Tahun 2016 amd.           izin atas penggunaan pita frekuensi 1.970-1.975 MHz
                  Surat Keputusan Menkominfo        berpasangan dengan 2.160-2.165 MHz sampai dengan
                  No. 76 Tahun 2023                 28 Maret 2026.
                  Surat Keputusan Menkominfo        Menkomdigi menyetujui Telkomsel untuk perpanjangan
                  No. 806 Tahun 2019 amd.           izin atas penggunaan pita frekuensi 1.965-1.970 MHz
                  Surat Keputusan Menkominfo        berpasangan dengan 2.155-2.160 MHz sampai dengan
                  No. 76 Tahun 2023                 30 September 2029.
                  Surat Keputusan Menkominfo        Telkomsel sebagai pemenang lelang dan berhak atas
                  No. 479 Tahun 2022 amd.           penggunaan tahunan atas pita frekuensi radio
                  Surat Keputusan Menkominfo        1.960-1.965      MHz        berpasangan      dengan
                  No. 76 Tahun 2023                 2.150-2.155 MHz, terhitung sejak 11 Januari 2023
                                                    sampai dengan 10 Januari 2033.

            3.   Pita frekuensi radio sampai 2,3 GHz

                             No. Izin                                      Deskripsi
                  Surat Keputusan Menkominfo        Telkomsel sebagai pemenang atas hak penggunaan
                  No. 1896 tahun 2017               pita frekuensi radio 2.300-2.330 Mhz sampai dengan
                                                    2026.
                  Surat Keputusan Menkominfo        Telkomsel sebagai pemenang atas penggunaan pita
                  No. 178 Tahun 2021                frekuensi radio 2.330-2.340 MHz berpasangan dengan
                                                    2.340-2.350 MHz masing-masing untuk Blok A dan C
                                                    sampai dengan 2030.
                  Surat Keputusan Menkominfo        Pada 18 November 2022, Telkomsel memperoleh
                  No. 487 Tahun 2022 amd.           pengalihan hak penggunaan pita frekuensi radio
                  Surat Keputusan Menkominfo        2.340-2.355        MHz      berpasangan      dengan
                  No. 92 Tahun 2023                 2.330-2.360 MHz sampai dengan 17 November 2029.
                  Surat Keputusan Menkominfo        Pada 18 April 2023, Telkomsel diberikan persetujuan
                  No. 188 Tahun 2023                untuk mengalihkan sebagian hak penggunaan spektrum
                                                    frekuensi radio 2,3 GHz kepada PT Smart Telecom.




                                                    99

Page 103
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                   PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
   Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
35. IKATAN, PERJANJIAN SIGNIFIKAN, DAN LAINNYA (lanjutan)

   c. Lainnya (lanjutan)

      (ii)   Perjanjian kerjasama spektrum frekuensi radio

             Menkomdigi memberikan persetujuan atas kerja sama penggunaan spektrum frekuensi radio
             kepada Telkomsel dan KCIC melalui Surat Keputusan No. B-171/M.KOMINFO/SP.01.01/03/2023
             tanggal 17 Maret 2023 mengenai Persetujuan Kerja Sama Penggunaan Spektrum Frekuensi
             Radio pada rentang 891-895 MHz berpasangan dengan 936-940 MHz, dengan jangka waktu
             sampai dengan tanggal 14 Desember 2030.

             Sebagai akibat dari perjanjian ini, KCIC akan membayar sejumlah kompensasi kepada Telkomsel
             yaitu kompensasi biaya penggunaan tahunan sebesar Rp878 miliar per tahun, biaya jaringan
             pengganti sebesar Rp1.250 miliar, serta biaya operasional dan perawatan tambahan.

      (iii) KPU

             Pada tanggal 27 Desember 2011, Telkomsel (atas nama Konsorsium Telkomsel, konsorsium
             yang dibentuk dengan Mitratel pada 9 Desember 2011) ditunjuk oleh Balai Penyedia dan
             Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (“BPPPTI”), sekarang Badan
             Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (“BAKTI”), sebagai penyedia Program KPU di daerah
             perbatasan dengan total harga sebesar Rp261 miliar. Pada tahun 2015, program tersebut
             dihentikan. Pada Januari 2016, Telkomsel mengajukan klaim arbitrase ke Badan Arbitrase
             Nasional Indonesia (“BANI”) terkait penyelesaian dari sisa piutang atas penyelenggaraan
             program tersebut.

             Pada tanggal 22 Juni 2017, Telkomsel menerima surat keputusan BANI
             No. 792/1/ARB-BANI/2016 yang menginstruksikan BAKTI untuk membayar kompensasi kepada
             Telkomsel sebesar Rp218 miliar, dan sampai penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini
             Telkomsel telah menerima pembayaran dari BAKTI sebesar Rp91 miliar (sebelum dikurangi
             pajak) dan sisa kompensasi masih belum dibayarkan.

             Menkomdigi menerbitkan Peraturan Menkominfo No. 5 Tahun 2021 tanggal 31 Maret 2021 yang
             menggantikan peraturan sebelumnya terkait kebijakan program KPU. Peraturan tersebut
             mengharuskan penyelenggara telekomunikasi untuk memberikan kontribusi sebesar 1,25% dari
             pendapatan kotor penyelenggaraan telekomunikasi (dengan mempertimbangkan piutang tidak
             tertagih dari penyelenggaraan telekomunikasi dan/atau beban interkoneksi dan/atau beban
             ketersambungan dan/atau pendapatan yang tidak diperhitungkan sebagai pendapatan kotor
             penyelenggara telekomunikasi) untuk pengembangan KPU.

             Berdasarkan Surat Keputusan No. 827/KOMINFO/BAKTI.31/KS.1/10/2021 tanggal
             4 Oktober 2021, BAKTI memberikan kepada Telkomsel sebagai mitra kerjasama operasi (“KSO”)
             untuk delapan paket KSO, yang meliputi Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua
             Barat, Papua Barat Tengah, Papua Tengah Utara, dan Papua Timur Selatan untuk periode tahun
             2021 sampai dengan 2031.




                                                   100

Page 104
                           PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
   Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
35. IKATAN, PERJANJIAN SIGNIFIKAN, DAN LAINNYA (lanjutan)

   c. Lainnya (lanjutan)

      (iv) Kontinjensi

           Berdasarkan PSAK 237: Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi, suatu provisi harus
           diakui ketika terdapat kewajiban kini (hukum atau konstruktif) sebagai akibat peristiwa masa lalu,
           kemungkinan besar penyelesaian kewajiban tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya
           yang mengandung manfaat ekonomi, dan estimasi yang andal mengenai jumlah kewajiban
           tersebut dapat dibuat.

           Pada bulan Oktober 2023, Grup menerima permintaan dokumen dari Komisi Sekuritas dan Bursa
           Amerika Serikat (“SEC”) terkait keterlibatan Telkom Infra dalam proyek dengan Badan
           Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik
           Indonesia (“BAKTI Kominfo”) terkait penyediaan infrastruktur 4G Base Transceiver Station
           (“BTS”). Sejak saat itu, SEC telah memperluas penyelidikannya mencakup isu-isu akuntansi dan
           pengungkapan yang terkait dengan pengakuan pendapatan dan praktik pelaporan keuangan
           serta pengendalian internal atas pelaporan keuangan Grup, termasuk laporan publik mengenai
           proses hukum tertentu di Indonesia yang melibatkan Grup, beberapa entitas anak dan afiliasinya,
           serta beberapa klien dan pemasok Grup. Melalui proses audit internal dan investigasi yang Grup
           lakukan, Grup telah menetapkan, atau Grup menduga (untuk proyek dan transaksi yang masih
           dalam tahap investigasi) bahwa transaksi tersebut tidak memiliki substansi ekonomi. Terhitung
           sejak bulan Mei 2024, Grup juga menerima permintaan informasi tambahan dari Departemen
           Kehakiman A.S. (“DOJ”) yang berfokus pada kepatuhan terhadap Undang-Undang Praktik
           Korupsi Asing A.S. (“FCPA”). Grup telah menunjuk penasihat hukum eksternal dan auditor
           forensik untuk melakukan penyelidikan internal terhadap isu-isu yang sedang diselidiki oleh SEC
           dan DOJ. Penyelidikan internal tersebut secara substansial telah selesai, namun penyelidikan
           oleh SEC dan DOJ masih berlangsung dan Grup terus bekerja sama dengan otoritas tersebut.

           Berdasarkan hasil penyelidikan internal yang secara substansial telah selesai, Grup
           mengidentifikasi bahwa sekitar 140 transaksi historis, terutama yang terjadi pada periode
           sebelum tahun 2021 dan khususnya antara tahun 2016 hingga 2019 dan terutama terkait dengan
           segmen bisnis enterprise, tidak memiliki substansi ekonomi tidak sesuai dengan standar
           pelaporan keuangan yang berlaku serta kebijakan dan pengendalian internal Grup yang
           mengakibatkan adanya pencatatan yang berlebihan (overstatement) atas informasi keuangan
           tertentu.

           Grup tidak meyakini bahwa pencatatan yang berlebihan (overstatement) tersebut merupakan
           salah saji yang material secara kuantitatif terhadap laporan keuangan konsolidasian Grup untuk
           setiap periode yang disajikan dalam laporan keuangan tahunan maupun interim Grup
           sebelumnya.

           Grup menghadapi tantangan dalam mengompilasi informasi historis yang rinci untuk sebagian
           besar dari 140 transaksi tersebut, yang disebabkan oleh usia transaksi, kendala sistem akuntansi,
           serta kendala terkait penyimpanan dan pengambilan kembali dokumen pendukung akuntansi
           historis yang dalam beberapa kasus berasal dari hampir 10 tahun yang lalu. Perusahaan
           mengasumsikan bahwa transaksi tertentu tidak memiliki substansi ekonomi kecuali tersedia
           informasi akuntansi dan dokumen pendukung lainnya yang dapat menunjukkan sebaliknya.

           Pada tanggal 31 Desember 2020, sebagian besar piutang usaha yang terkait dengan transaksi
           tersebut telah memiliki pencadangan penuh dalam laporan laba rugi serta penyisihan terkait
           kerugian kredit ekspektasian, sehingga piutang usaha neto atas transaksi tersebut yang disajikan
           dalam Laporan Posisi Keuangan Perusahaan sejak tahun 2020 dan seterusnya bersifat tidak
           material (de minimis).




                                                   101

Page 105
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                   PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
   Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
35. IKATAN, PERJANJIAN SIGNIFIKAN, DAN LAINNYA (lanjutan)

   c. Lainnya (lanjutan)

       (iv) Kontinjensi (lanjutan)

           Grup menetapkan bahwa piutang usaha bruto sebesar Rp1.762 miliar berserta cadangan
           kerugian kredit ekspektasian terkait sebesar Rp1.762 miliar yang berasal dari transaksi historis
           yang telah ditinjau atau dijadwalkan untuk ditinjau dalam investigasi internal, tidak memiliki
           kemungkinan yang wajar untuk dapat dipulihkan dan oleh karena itu tidak lagi memenuhi kriteria
           penyajian sebagai piutang usaha, dan pada tanggal 31 Desember 2025 piutang tersebut telah
           dihapus buku karena tidak memiliki substansi ekonomi dan tidak memiliki ekspektasi pemulihan
           yang wajar, serta telah memperoleh persetujuan sesuai dengan ketentuan peraturan yang
           berlaku, namun hal tersebut tidak menghilangkan hak penagihan Grup.

           Perusahaan merupakan BUMN, sehingga proses penghapusan piutang Perusahaan tunduk pada
           ketentuan tata kelola dan regulasi tertentu yang berlaku bagi BUMN. Berdasarkan kebijakan
           penghapusan piutang yang berlaku, piutang yang melebihi batas tertentu dan/atau piutang
           dengan karakteristik tertentu memerlukan persetujuan dari otoritas terkait dan/atau instansi
           pemerintah. Dengan demikian, penyelesaian dan waktu pelaksanaan proses penghapusan
           piutang tersebut tidak sepenuhnya berada dalam kendali Manajemen, karena bergantung pada
           proses penelaahan dan persetujuan eksternal yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan
           pemerintah

           Grup juga telah bekerja sama dengan otoritas penegak hukum Pemerintah Indonesia dan
           melakukan pelaporan mandiri (self-reporting) yang melibatkan dugaan atau potensi pelanggaran
           hukum dan peraturan Indonesia oleh Grup, beberapa anak perusahaan, dan afiliasinya, termasuk
           anti-korupsi, dugaan penipuan, penggelapan, dan masalah yang terkait dengan piutang usaha,
           beberapa di antaranya terkait dengan hal-hal yang telah dijelaskan di atas yang sedang diselidiki
           oleh SEC dan DOJ. Grup telah melakukan berbagai langkah perbaikan, termasuk penguatan
           kebijakan, prosedur, dan pengendalian internal, serta peningkatan fungsi kepatuhan dan tata
           kelola perusahaan.

           Untuk investigasi yang disebutkan di atas terkait isu akuntansi dan pengungkapan Grup
           mengenai pengakuan pendapatan, praktik pelaporan keuangan, serta pengendalian internal atas
           pelaporan keuangan, berdasarkan penilaian Grup hingga tanggal penerbitan laporan keuangan
           konsolidasian ini, Grup saat ini tidak meyakini bahwa investigasi tersebut akan menimbulkan
           dampak merugikan yang material terhadap laporan keuangan konsolidasian Grup
           pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, serta untuk periode enam bulan yang berakhir
           pada 30 Juni 2026 dan 2025.

           Hingga tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian, Grup belum dapat mengestimasi
           secara andal potensi kerugian atau rentang kerugian yang mungkin timbul dari penyelidikan oleh
           SEC dan DOJ, mengingat masih adanya ketidakpastian signifikan terkait hasil akhir, waktu
           penyelesaian, serta potensi sanksi atau dampak lainnya.

           Selain itu, terdapat kemungkinan bahwa hasil akhir dari penyelidikan yang sedang berlangsung
           atau identifikasi informasi tambahan di masa mendatang dapat berdampak material terhadap
           posisi keuangan, hasil usaha, atau arus kas Grup.




                                                   102

Page 106
                                 PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                        PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                           CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
  Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
36. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM VALUTA ASING

   Saldo aset dan liabilitas moneter dalam valuta asing adalah sebagai berikut:

                                                                                                  30 Juni 2026
                                                                      Dolar A.S.                    Lain-lain*                  Setara Rupiah
                                                                    (dalam jutaan)                (dalam jutaan)               (dalam miliaran)
   Aset
   Kas dan setara kas                                                             559,21                          36,83                      10.649
   Aset keuangan lancar lainnya                                                    78,32                           0,01                       1.398
   Piutang usaha
     Pihak berelasi                                                                 0,32                           0,02                           6
     Pihak ketiga                                                                 129,04                          13,53                       2.548
   Aset kontrak                                                                     4,68                              -                          84
   Piutang lain-lain                                                                1,61                           0,92                          45
   Aset lancar lainnya                                                              3,57                           0,34                          70
   Investasi jangka panjang pada instrumen keuangan                               269,85                           5,76                       4.926
   Aset tidak lancar lainnya                                                        1,40                           0,66                          37
   Jumlah aset                                                                  1.048,00                          58,07                      19.763
   Liabilitas
   Utang usaha
     Pihak berelasi                                                                (0,02)                             -                           (1)
     Pihak ketiga                                                                (160,33)                         (6,22)                      (2.974)
   Utang lain-lain                                                                 (4,54)                         (1,63)                        (111)
   Beban yang masih harus dibayar                                                 (10,07)                        (10,89)                        (380)
   Deposit dari pelanggan                                                          (4,12)                         (0,34)                         (80)
   Pinjaman jangka panjang dan liabilitas sewa
     yang jatuh tempo dalam satu tahun                                             (9,20)                         (0,35)                       (171)
   Pinjaman jangka panjang dan liabilitas sewa                                    (21,56)                         (1,10)                       (406)
   Liabilitas lainnya                                                              (0,83)                             -                         (14)
   Jumlah liabilitas                                                             (210,67)                        (20,53)                     (4.137)
   Aset (liabilitas) bersih                                                       837,33                          37,54                      15.626


                                                                                               31 Desember 2025
                                                                      Dolar A.S.                    Lain-lain*                 Setara Rupiah
                                                                    (dalam jutaan)                (dalam jutaan)              (dalam miliaran)
   Aset
   Kas dan setara kas                                                             522,25                          21,10                       9.097
   Aset keuangan lancar lainnya                                                    53,23                              -                         895
   Piutang usaha
     Pihak berelasi                                                                 0,24                           0,02                          3
     Pihak ketiga                                                                 144,38                          11,90                      2.620
   Aset kontrak                                                                     4,42                              -                         75
   Piutang lain-lain                                                                0,62                              -                         10
   Aset lancar lainnya                                                              1,45                           0,35                         30
   Investasi jangka panjang pada instrumen keuangan                               307,89                           6,17                      5.241
   Aset tidak lancar lainnya                                                        0,40                           0,74                         19
   Jumlah aset                                                                  1.034,88                          40,28                     17.990
   Liabilitas
   Utang usaha
     Pihak berelasi                                                                 (0,05)                            -                          (1)
     Pihak ketiga                                                                 (158,59)                        (3,06)                     (2.707)
   Utang lain-lain                                                                 (19,61)                        (2,17)                       (365)
   Beban yang masih harus dibayar                                                  (11,17)                       (11,08)                       (373)
   Deposit dari pelanggan                                                           (3,98)                        (0,32)                        (72)
   Pinjaman jangka panjang dan liabilitas sewa
     yang jatuh tempo dalam satu tahun                                             (10,82)                        (0,35)                      (187)
   Pinjaman jangka panjang dan liabilitas sewa                                     (23,03)                        (1,30)                      (408)
   Liabilitas lainnya                                                               (0,36)                            -                         (6)
   Jumlah liabilitas                                                              (227,61)                       (18,28)                    (4.119)
   Aset (liabilitas) bersih                                                        807,27                         22,00                     13.871

   *Aset dan liabilitas dalam mata uang asing lain-lain disajikan dalam setara Dolar A.S. dengan menggunakan kurs beli dan jual yang diterbitkan oleh
   Reuters pada akhir periode pelaporan.


   Aktivitas Grup memiliki kemungkinan terhadap berbagai risiko keuangan termasuk dampak perubahan
   harga pasar surat utang dan efek, nilai tukar mata uang asing, dan tingkat bunga.




                                                                      103

Page 107
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                     PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
  Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. INSTRUMEN KEUANGAN

   a. Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan

      i.    Klasifikasi

            (a)    Aset Keuangan

                                                                                            30 Juni 2026          31 Desember 2025
                   Biaya perolehan diamortisasi
                    Kas dan setara kas                                                                54.579                     34.228
                    Aset keuangan lancar lainnya                                                       1.919                      1.326
                    Piutang usaha                                                                     11.774                     11.223
                    Piutang lain-lain                                                                    271                        172
                    Aset tidak lancar lainnya                                                            163                        208
                   FVTPL
                    Investasi jangka panjang pada instrumen keuangan                                   6.561                       7.254
                    Aset keuangan lancar lainnya                                                          89                          94
                   FVTOCI
                    Investasi jangka panjang pada instrumen keuangan                                      71                         27
                   Jumlah aset keuangan                                                               75.427                     54.532

            (b)    Liabilitas Keuangan

                                                                                            30 Juni 2026          31 Desember 2025
                   Liabilitas keuangan yang diukur pada
                    biaya perolehan diamortisasi
                    Utang usaha                                                                       13.344                     16.184
                    Utang lain-lain                                                                   24.886                        648
                    Beban yang masih harus dibayar                                                    15.024                     14.867
                    Deposit dari pelanggan                                                                83                         52
                    Utang bank jangka pendek                                                           8.816                      6.929
                    Obligasi                                                                           2.696                      2.696
                    Utang bank jangka panjang                                                         45.403                     41.149
                    Liabilitas sewa                                                                   23.970                     24.137
                   Jumlah liabilitas keuangan                                                        134.222                    106.662

      ii.   Nilai wajar

            Tabel di bawah ini menggambarkan perbandingan nilai buku dan nilai wajar instrumen keuangan
            Perusahaan, selain dari itu nilai wajar instrumen keuangan dipertimbangkan mendekati nilai buku
            sebagai hasil dari pendiskontoan yang tidak signifikan:

                                                                                             Pengukuran nilai wajar pada tanggal pelaporan
                                                                                                              menggunakan
                                                                                                                                 Input
                                                                                             Harga pasar aset      Input      signifikan
                                                                                              atau liabilitas   signifikan    yang tidak
                                                                                               sejenis pada    yang dapat        dapat
                                                               Jumlah nilai                     pasar aktif    diobservasi   diobservasi
            30 Juni 2026                                         tercatat     Nilai wajar        (level 1)       (level 2)     (level 3)
            FVTPL
            Aset keuangan lancar lainnya                                 89            89                 89             -              -
            Investasi jangka panjang pada instrumen keuangan          6.561         6.561              1.195             -          5.366
            FVTOCI
            Investasi jangka panjang pada instrumen keuangan            71             71                  -             -             71
            Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya
              perolehan yang diamortisasi
              Pinjaman:
                Obligasi                                             2.696          3.214              3.214             -              -
                Utang bank jangka panjang                           45.403         45.178                  -             -         45.178
              Liabilitas sewa                                       23.970         23.970                  -             -         23.970
            Jumlah                                                  78.790         79.083              4.498             -         74.585




                                                                 104

Page 108
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                     PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
   Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)

   a. Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)

      ii.   Nilai wajar (lanjutan)

            Tabel di bawah ini menggambarkan perbandingan nilai buku dan nilai wajar instrumen keuangan
            Perusahaan, selain dari itu nilai wajar instrumen keuangan dipertimbangkan mendekati nilai buku
            sebagai hasil dari pendiskontoan yang tidak signifikan (lanjutan):

                                                                                            Pengukuran nilai wajar pada tanggal pelaporan
                                                                                                             menggunakan
                                                                                                                                Input
                                                                                            Harga pasar aset      Input      signifikan
                                                                                             atau liabilitas   signifikan    yang tidak
                                                                                              sejenis pada    yang dapat        dapat
                                                               Jumlah nilai                    pasar aktif    diobservasi   diobservasi
            31 Desember 2025                                     tercatat     Nilai wajar       (level 1)       (level 2)     (level 3)
            FVTPL
            Aset keuangan lancar lainnya                                 94            94                94             -              -
            Investasi jangka panjang pada instrumen keuangan          7.254         7.254             1.529             -          5.725
            FVTOCI
            Investasi jangka panjang pada instrumen keuangan            27             27                 -             -             27
            Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya
              perolehan yang diamortisasi
              Pinjaman:
                Obligasi                                             2.696          3.458             3.458             -              -
                Utang bank jangka panjang                           41.149         40.863                 -             -         40.863
              Liabilitas sewa                                       24.137         24.137                 -             -         24.137
              Liabilitas lainnya                                        75             75                 -             -             75
            Jumlah                                                  75.432         75.908             5.081             -         70.827


            Kerugian atas pengukuran nilai wajar yang diakui pada laba rugi konsolidasian periode enam
            bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026 senilai Rp1 miliar.

            Rekonsiliasi saldo awal dan akhir untuk investasi yang nilai wajarnya diukur dengan input
            signifikan yang tidak dapat diobservasi (level 3) pada tanggal 30 Juni 2026 dan
            31 Desember 2025 adalah:

                                                                                    30 Juni 2026              31 Desember 2025
            Saldo awal                                                                        5.752                       6.557
            Rugi yang diakui dalam laporan
             laba rugi konsolidasian                                                                 (1)                          (103)
            Pembelian/penambahan                                                                      -                             26
            Penjualan/pengurangan                                                                  (314)                          (728)
            Saldo akhir                                                                           5.437                          5.752




                                                                 105

Page 109
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                    PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
   Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)

   a. Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)

      iii.   Pengukuran nilai wajar

             Nilai wajar adalah jumlah suatu aset dapat ditukarkan, atau suatu liabilitas dapat diselesaikan,
             antara berbagai pihak secara arm’s length transaction.

             Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan jangka pendek dengan jatuh tempo satu tahun atau
             kurang (kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain, aset lancar lainnya, utang usaha,
             utang lain-lain, beban yang masih harus dibayar, dan utang bank jangka pendek), dan aset tidak
             lancar lainnya dipertimbangkan mendekati nilai bukunya sebagai hasil dari pendiskontoan yang
             tidak signifikan.

             Nilai wajar aset keuangan jangka panjang (aset tidak lancar lainnya (piutang jangka panjang dan
             kas dibatasi penggunaannya)) dipertimbangkan mendekati nilai bukunya sebagai hasil dari
             pendiskontoan yang tidak signifikan.

             Grup menentukan pengukuran nilai wajar untuk tujuan pelaporan dari tiap kelas aset dan liabilitas
             keuangan berdasarkan metode dan asumsi sebagai berikut:
             (a) Nilai wajar pada laporan laba rugi, terdiri dari saham, reksadana, obligasi korporasi dan
                 Pemerintah, dan obligasi konversi. Saham dan reksadana yang aktif diperdagangkan di
                 pasar dinyatakan pada nilai wajarnya dengan menggunakan kuotasi harga pasar atau jika
                 tidak dikuotasi, ditentukan menggunakan teknik penilaian. Nilai wajar dari obligasi konversi
                 dan investasi entitas anak (investasi ekuitas tidak terdaftar) ditentukan dengan
                 menggunakan teknik penilaian. Obligasi korporasi dan Pemerintah dinyatakan pada nilai
                 wajar dengan referensi harga dari surat berharga yang sejenis pada tanggal pelaporan;
             (b) Nilai wajar liabilitas keuangan jangka panjang diestimasikan dengan mendiskontokan arus
                 kas kontraktual masa depan dari tiap liabilitas pada tingkat suku bunga yang ditawarkan
                 kepada Grup untuk liabilitas sejenis yang jatuh temponya bisa diperbandingkan oleh para
                 pelaku bank Grup, kecuali untuk obligasi yang didasarkan pada harga pasar

             Estimasi nilai wajar bersifat judgemental dan melibatkan batasan-batasan yang beragam,
             termasuk:
             (a) Nilai wajar disajikan tidak mempertimbangkan dampak fluktuasi mata uang di masa depan;
             (b) Estimasi nilai wajar tidak selalu mengindikasikan nilai yang Grup akan catat pada saat
                  pelepasan/penghentian aset dan liabilitas keuangan.

   b. Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan

       Aktivitas Grup mengandung berbagai macam risiko keuangan, seperti risiko pasar (termasuk risiko
       kurs, risiko harga pasar, dan risiko tingkat suku bunga), risiko kredit, dan risiko likuiditas. Secara
       keseluruhan, program manajemen risiko keuangan Grup bertujuan untuk meminimalkan kerugian atas
       nilai aset dan liabilitas yang dapat timbul dari pergerakan kurs dan pergerakan tingkat suku bunga.
       Manajemen mempunyai kebijakan tertulis untuk manajemen risiko valuta asing yang sebagian besar
       melalui penempatan deposito berjangka dan lindung nilai untuk mengantisipasi risiko fluktuasi valuta
       asing untuk jangka waktu 3 sampai dengan 12 bulan.

       Fungsi manajemen risiko keuangan dijalankan oleh Unit Group Financial Accounting and Treasury di
       bawah kebijakan-kebijakan yang disetujui oleh Direksi. Unit Group Financial Accounting and Treasury
       mengidentifikasi, mengevaluasi, dan melakukan aktivitas lindung nilai risiko-risiko keuangan.




                                                     106

Page 110
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                    PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
   Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)

   b. Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan (lanjutan)

       i.    Risiko nilai tukar mata uang asing

             Grup rentan terhadap risiko nilai tukar mata uang asing atas transaksi penjualan, pembelian, dan
             pinjaman yang didenominasi dalam mata uang asing. Transaksi yang didenominasi dalam mata
             uang asing terutama dalam Dolar A.S. Eksposur risiko nilai tukar mata uang asing Grup tidak
             material.

             Risiko kenaikan nilai tukar mata uang asing terhadap liabilitas Grup diharapkan dapat saling
             hapus dengan dampak dari nilai tukar atas deposito berjangka dan piutang dalam mata uang
             asing yang ditetapkan minimal 25% dari liabilitas jangka pendek dalam mata uang asing yang
             terutang.

             Tabel di bawah ini menggambarkan eksposur aset dan liabilitas keuangan Grup terhadap risiko
             nilai tukar mata uang:

                                                           30 Juni 2026              31 Desember 2025
                                                            Dolar A.S.                   Dolar A.S.
                                                          (dalam miliar)               (dalam miliar)
             Aset keuangan                                                  1,05                       1,03
             Liabilitas keuangan                                           (0,21)                     (0,23)
             Eksposur bersih                                                0,84                       0,80

             Analisis sensitivitas

             Penguatan Dolar A.S. sebagaimana diindikasikan di bawah, terhadap Rupiah pada
             30 Juni 2026 akan menurunkan ekuitas dan laba atau rugi sebesar jumlah yang ditunjukkan di
             bawah. Analisis ini didasarkan pada varian kurs yang Grup pertimbangkan sebagai sangat
             mungkin terjadi pada tanggal pelaporan. Analisis mengasumsikan bahwa seluruh variabel lain,
             pada khususnya tingkat bunga, tidak berubah.

                                                                                     Ekuitas/ laba (rugi)
             30 Juni 2026
             Dolar A.S. (penguatan 1%)                                                                  150

             Pelemahan Dolar A.S. terhadap Rupiah pada 30 Juni 2026 akan mempunyai dampak yang setara
             tetapi berlawanan terhadap jumlah yang ditunjukkan di atas, pada dasar seluruh variabel lain
             tidak berubah.

       ii.   Risiko harga pasar

             Grup rentan terhadap perubahan dalam harga pasar atas utang dan ekuitas terkait aset keuangan
             yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Keuntungan dan kerugian yang timbul dari
             perubahan nilai wajar pada aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi diakui
             pada laporan laba rugi dan pendapatan komprehensif lainnya.

             Kinerja aset keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi Grup dimonitor secara
             berkala, bersama dengan penilaian secara teratur mengenai keterkaitannya dengan rencana
             strategis jangka panjang Grup.

             Pada tanggal 30 Juni 2026, manajemen mempertimbangkan risiko harga untuk aset keuangan
             yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi adalah tidak material dalam hal dampak yang
             mungkin terjadi pada laba rugi dan total ekuitas dari perubahan dalam nilai wajar yang sangat
             mungkin terjadi.



                                                    107

Page 111
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                   PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
   Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)

   b. Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan (lanjutan)

      iii. Risiko tingkat suku bunga

            Pergerakan tingkat suku bunga diawasi untuk meminimalisasi dampak negatif terhadap posisi
            keuangan. Pinjaman dalam berbagai tingkat suku bunga menyebabkan Grup terpapar risiko
            tingkat suku bunga (Catatan 18 dan 19). Untuk mengukur risiko pasar atas pergerakan suku
            bunga. Grup melakukan analisis pada pergerakan margin suku bunga dan pada profil jatuh tempo
            aset dan liabilitas keuangan berdasarkan jadwal perubahan suku bunga.

            Pada tanggal pelaporan, profil risiko tingkat bunga pinjaman yang dikenakan bunga milik Grup
            adalah sebagai berikut:

                                                                    30 Juni 2026        31 Desember 2025
            Pinjaman bunga tetap                                             44.774              37.407
            Pinjaman bunga mengambang                                        36.111              37.504

            Analisis sensitivitas untuk pinjaman bunga mengambang

            Pada 30 Juni 2026, penurunan (kenaikan) 25 poin dasar pada tingkat bunga pinjaman bunga
            mengambang akan menaikkan (menurunkan) ekuitas dan laba atau rugi masing-masing sebesar
            Rp90 miliar. Analisis mengasumsikan bahwa seluruh variabel lain, pada khususnya kurs, tidak
            berubah.

      iv.   Risiko kredit

            Tabel di bawah ini menggambarkan eksposur maksimum risiko kredit atas aset keuangan Grup:

                                                                     30 Juni 2026       31 Desember 2025
            Kas dan setara kas                                                54.579             34.228
            Aset keuangan lancar lainnya                                       2.008              1.420
            Piutang usaha                                                     11.774             11.223
            Piutang lain-lain                                                    271                172
            Aset tidak lancar lainnya                                            163                208
            Jumlah                                                            68.795             47.251

            Grup rentan terhadap risiko kredit terutama dari kas dan setara kas, piutang usaha dan piutang
            lain-lain. Risiko kredit dikendalikan dengan pengawasan terus menerus atas saldo dan
            penagihan. Risiko kredit yang berasal dari saldo bank dan institusi keuangan dikelola oleh Grup
            melalui Unit Group Financial Accounting and Treasury sesuai dengan kebijakan tertulis dari Grup.

            Grup menempatkan sebagian besar kas dan setara kasnya di bank milik pemerintah karena bank
            milik pemerintah memiliki jaringan cabang terluas di Indonesia dan dipertimbangkan sebagai
            bank terpercaya, karena dimiliki oleh Pemerintah. Oleh karena itu, penempatan ini bertujuan
            untuk meminimalisasi kerugian secara finansial yang berasal dari potensi kegagalan dalam
            pembayaran dari bank dan institusi keuangan.

            Risiko kredit pelanggan dikelola dengan memantau saldo piutang dan penagihannya secara
            berkala. Piutang usaha dan piutang lain-lain tidak memiliki suatu konsentrasi utama risiko kredit
            di mana tidak ada saldo piutang pelanggan yang melebihi 7,09% dari piutang usaha dan
            piutang lain-lain pada tanggal 30 Juni 2026 (2025: 7,95%).

            Manajemen yakin akan kemampuannya untuk mengawasi dan mempertahankan eksposur risiko
            kredit yang minimal, di mana Grup telah menyediakan provisi yang memadai untuk menutupi
            kerugian yang timbul dari piutang yang tidak tertagih berdasarkan data kerugian historis.



                                                    108

Page 112
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                    PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
   Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)

   b. Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan (lanjutan)

       v.   Risiko likuiditas

            Risiko likuiditas timbul apabila Grup mengalami kesulitan untuk memenuhi liabilitas keuangan
            ketika liabilitas keuangan tersebut jatuh tempo.

            Manajemen risiko likuiditas berarti menjaga kecukupan saldo kas dalam upaya pemenuhan
            liabilitas keuangan Grup. Grup secara terus menerus melakukan analisis untuk mengawasi rasio-
            rasio likuiditas laporan posisi keuangan, seperti antara lain: rasio lancar dan rasio debt to equity
            terhadap persyaratan-persyaratan yang diharuskan perjanjian utang.

            Berikut adalah analisis jatuh tempo liabilitas keuangan Grup berdasarkan pembayaran
            kontraktual yang tidak didiskontokan:

                                             Nilai buku Arus kas                                                    2030 dan
                                              tercatat   wajib        2026       2027        2028       2029       selanjutnya
            30 Juni 2026
            Utang usaha                         13.344     (13.344)   (13.344)          -           -          -             -
            Utang lain-lain                     24.886     (24.886)   (24.886)          -           -          -             -
            Beban yang masih harus dibayar      15.024     (15.024)   (15.024)          -           -          -             -
            Deposit dari pelanggan                  83         (83)       (83)          -           -          -             -
            Pinjaman:
              Utang bank jangka pendek          8.816       (8.816)    (8.816)         -           -          -              -
              Obligasi                          2.696       (6.397)      (296)      (149)       (297)      (296)        (5.359)
              Utang bank jangka panjang        45.403      (51.233)   (22.179)    (4.057)     (7.482)    (6.576)       (10.939)
            Liabilitas sewa                    23.970      (28.975)    (6.945)    (1.770)     (4.050)    (3.849)       (12.361)
            Jumlah                            134.222     (148.758)   (91.573)    (5.976)    (11.829)   (10.721)       (28.659)


                                             Nilai buku Arus kas                                                    2029 dan
                                              tercatat   wajib        2025       2026        2027       2028       selanjutnya
            31 Desember 2025
            Utang usaha                         16.184     (16.184)   (16.184)          -           -          -             -
            Utang lain-lain                        648        (648)      (648)          -           -          -             -
            Beban yang masih harus dibayar      14.867     (14.867)   (14.867)          -           -          -             -
            Deposit dari pelanggan                  52         (52)       (52)          -           -          -             -
            Pinjaman:
              Utang bank jangka pendek          6.929       (6.929)    (6.929)         -           -          -              -
              Obligasi                          2.696       (6.544)      (296)      (296)       (297)      (296)        (5.359)
              Utang bank jangka panjang        41.149      (45.311)   (19.003)    (7.279)     (6.357)    (5.499)        (7.173)
            Liabilitas sewa                    24.137      (29.037)    (6.844)    (4.438)     (3.604)    (3.440)       (10.711)
            Liabilitas lainnya                     75          (89)        (4)       (21)        (21)       (21)           (22)
            Jumlah                            106.737     (119.661)   (64.827)   (12.034)    (10.279)    (9.256)       (23.265)


            Perbedaan antara nilai buku tercatat dengan arus kas wajib merupakan nilai bunga. Nilai bunga
            dari pinjaman mengambang ditentukan berdasarkan tingkat suku bunga efektif pada tanggal
            pelaporan.

38. MANAJEMEN MODAL

   Struktur modal Grup adalah sebagai berikut:

                                                    30 Juni 2026                              31 Desember 2025
                                                Jumlah        Bagian                        Jumlah       Bagian
    Utang jangka pendek                             8.816         4,43%                          6.929       3,37%
    Utang jangka panjang                           72.069        36,18%                         67.982      33,07%
    Total utang                                    80.885        40,61%                         74.911      36,44%
    Ekuitas yang dapat diatribusikan
     kepada pemilik                                 118.333              59,39%               130.685               63,56%
    Jumlah                                          199.218             100,00%               205.596              100,00%




                                                         109

Page 113
                           PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
   Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
38. MANAJEMEN MODAL (lanjutan)

   Tujuan Grup dalam pengelolaan permodalan adalah untuk mempertahankan kelangsungan usaha Grup
   guna memberikan imbal hasil kepada pemegang saham dan manfaat kepada pemegang kepentingan
   lainnya serta menjaga struktur modal yang optimal untuk mengurangi biaya modal.

   Secara berkala, Grup melakukan penilaian utang untuk menilai kemungkinan pembiayaan kembali
   kewajiban yang ada dengan yang baru yang memiliki biaya yang lebih efisien yang akan mengarahkan
   pada biaya utang yang lebih optimal. Dalam kasus kas menganggur dengan kesempatan investasi
   terbatas, Grup akan mempertimbangkan membeli kembali saham-sahamnya atau membayar dividen
   kepada para pemegang sahamnya.

   Sebagai tambahan untuk patuh kepada pembatasan-pembatasan utang, Grup juga menjaga struktur
   modalnya pada tingkat yang diyakini tidak akan membahayakan peringkat kredit dan yang hampir setara
   dengan pesaingnya.

   Rasio utang terhadap ekuitas (perbandingan utang dengan bunga bersih terhadap total ekuitas) adalah
   rasio yang dimonitor oleh manajemen untuk mengevaluasi struktur modal Grup dan mengkaji efektifitas
   utang Grup. Grup memonitor tingkat utangnya untuk meyakinkan bahwa rasio utang terhadap ekuitas
   sesuai atau di bawah rasio yang ditetapkan dalam pinjaman kontraktual dan bahwa rasio tersebut
   sebanding atau lebih baik daripada entitas industri telekomunikasi lain dalam area regional.

   Rasio utang terhadap ekuitas Grup pada 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

                                                                30 Juni 2026         31 Desember 2025
    Jumlah utang dengan bunga                                             80.885                74.911
    Dikurangi: kas dan setara kas                                        (54.579)              (34.228)
    Utang bersih                                                          26.306                40.683
    Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik                     118.333               130.685
    Rasio utang bersih terhadap ekuitas                                  22,23%                31,13%

   Sebagaimana disajikan dalam Catatan 19. Grup dipersyaratkan untuk memelihara rasio utang terhadap
   ekuitas dan rasio debt service coverage tertentu oleh pemberi pinjaman. Untuk periode yang berakhir
   pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, Grup sudah memenuhi beberapa persyaratan modal
   yang telah diberlakukan secara eksternal.

39. INFORMASI TAMBAHAN ARUS KAS

   a. Aktivitas non-kas investasi untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026 dan
      2025 adalah sebagai berikut:

                                                                    2026                    2025
      Penambahan aset tetap melalui:
        Utang usaha                                                        2.521                    1.807
        Kapitalisasi bunga                                                     4                        2

      Penambahan aset hak-guna melalui:
       Liabilitas sewa (Catatan 12)                                        3.978                    3.702

      Penambahan aset takberwujud melalui:
        Utang usaha                                                          130                      154




                                                   110

Page 114
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                    PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
   Tanggal 30 Juni 2026 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. INFORMASI TAMBAHAN ARUS KAS (lanjutan)

   b. Perubahan dalam kenaikan liabilitas dari kegiatan pendanaan adalah sebagai berikut:
                                                                       Perubahan non-tunai
                                                                Perubahan              Perubahan
                                    1 Januari 2026   Arus kas valuta asing Sewa baru     lainnya     30 Juni 2026
       Utang bank jangka pendek              6.929       1.887           -          -            -          8.816
       Obligasi                              2.696           -           -          -            -          2.696
       Utang bank jangka panjang            41.148       4.229          15          -           11        45.403
       Liabilitas sewa                      24.138      (4.338)         21     3.978           171        23.970
       Jumlah liabilitas dari
         aktivitas pendanaan               74.911       1.778           36      3.978         182         80.885


40. PERISTIWA SETELAH TANGGAL LAPORAN POSISI KEUANGAN

   a. Berdasarkan Akta Risalah RUPSLB No. 150 tanggal 30 Juni 2026 dari notaris Mala Mukti, S.H., LL.M.,
      pemegang saham menyetujui penggabungan PST dan UMT ke dalam Mitratel. Mitratel juga telah
      memperoleh pernyataan efektif dari OJK melalui Surat No. S-55/D.04/2026 tanggal 26 Juni 2026.
      Penggabungan tersebut dilaksanakan berdasarkan Akta Penggabungan No. 153 tanggal 30 Juni 2026
      dan telah disetujui oleh Kementerian Hukum dan HAM berdasarkan Surat No. AHU-AH.01.09-
      0365315, sehingga berlaku efektif sejak 1 Juli 2026. Sejak tanggal tersebut, seluruh aset, liabilitas,
      hak, kewajiban, dan kegiatan usaha kedua entitas beralih kepada Mitratel sebagai entitas penerima
      penggabungan. Karena efektif setelah tanggal pelaporan, penggabungan usaha tersebut tidak
      memengaruhi angka-angka dalam laporan keuangan konsolidasian tanggal 30 Juni 2026.

   b. Pada tanggal 1 Juli 2026, 6 Juli 2026, dan 22 Juli 2026, Telkomsel telah melunasi pinjaman bank
      kepada BNI, Bank ANZ, dan Bank Sinarmas masing-masing sebesar Rp3.000 miliar,
      Rp1.000 miliar, dan Rp1.000 miliar.

   c. Selama periode Juli 2026, Telkomsel melakukan penarikan pinjaman kepada Bank Sinarmas, Bank
      ANZ, dan CIMB Niaga masing-masing sebesar Rp1.000 miliar.

   d. Pada tanggal 22 Juli 2026, Perusahaan menerima Keputusan Kepala Kantor Wilayah Direktorat
      Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar No. KEP-00009/NB-CT/WPJ.19/2026 mengenai penolakan
      permohonan penggunaan nilai buku atas pengalihan harta dalam rangka pemekaran usaha dari
      Perusahaan kepada TIF. Saat ini Perusahaan masih melakukan evaluasi atas keputusan tersebut.

   e. Telkomsel memperoleh total alokasi spektrum sebanyak 100 MHz, dengan rincian 2x10 MHz pada
      pita 700 MHz dan 80 MHz pada pita 2,6 GHz pada Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 700 MHz
      dan 2,6 GHz tahun 2026. Dengan berakhirnya masa sanggahan hasil seleksi pada 14 Juli 2026, maka
      Telkomsel telah resmi ditetapkan sebagai pemenang seleksi atas alokasi spektrum tersebut.




                                                     111


File

File Open PDF
Source IDX
Size2.44 MB
Published31 Jul 2026
Pages114
Characters530,385
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 152 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked person Dian Siswarini · Direktur Utama p.3 ×6
linked person Arthur Angelo Syailendra p.3 ×4
linked person Angga Raka Prabowo · Komisaris Utama p.11 ×2
linked person Rofikoh Rokhim · Komisaris Independen p.11 ×5
linked person Ira Noviarti · Komisaris Independen p.11 ×5
linked person Deswandhy Agusman · Komisaris Independen p.11 ×5
linked person Anthony Leong · Komisaris Independen p.11 ×3
linked person Ossy Dermawan · Komisaris p.11 ×2
linked person Rizal Mallarangeng · Komisaris p.11 ×4
linked person Edwin Hidayat Abdullah · Komisaris p.11
linked person Rionald Silaban p.11
linked person Silmy Karim p.11 ×2
linked person Veranita Yosephine p.11 ×4
linked person Willy Saelan p.11 ×2
linked person Faizal Rochmad Djoemadi p.11 ×4
linked person Andy Kelana p.11 ×2
linked person Nanang Hendarno · Direktur Network p.11 ×4
linked person Seno Soemadji p.11 ×2
linked person Budi Satria Dharma Purba p.11 ×2
linked person Achmad Taufik · Anggota p.11 ×2
linked person Irhoan Tanudiredja · Anggota p.11 ×2
linked person Jati Widagdo p.11 ×2
linked org PT Metra-Net p.14
linked org PT PINS Indonesia p.14
linked org PT Metra Digital p.15 ×2
linked org PT Media Nusantara p.16
linked org Bank Mandiri (Persero) Tbk. p.48 ×18
linked org Bank Syariah Indonesia Tbk. p.48 ×2
linked org Bank Maybank Indonesia Tbk. p.48 ×2
linked org PT Bank UOB Indonesia p.48
linked — Standard Chartered p.48 ×2
linked org PT Bank HSBC Indonesia p.48 ×3
linked org Bank Central Asia p.48
linked org Bank Mega Tbk. p.49 ×4
linked org Bank Danamon Tbk. p.49 ×8
linked org GoTo Gojek Tokopedia Tbk. p.54 ×2
linked org PT Bank DBS Indonesia p.62
linked org Bank Maspion Indonesia Tbk. p.62 ×2
linked org PT Mandiri Sekuritas p.64
linked org Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. p.64 ×2
linked org Bank Permata. p.64 ×4
linked org Bank CIMB Niaga p.65 ×3
linked org Dana Pensiun p.83 ×9
linked org Sarana Multi Infrastruktur p.91
linked org Karya Nusantara p.91
linked — Ooredoo Hutchison. p.95
linked org PT Aplikanusa Lintasarta p.95
possible org Telkom Indonesia (Persero) Tbk p.3 ×2
possible org Pemerintah Republik Indonesia p.9 ×2
possible org Negara Republik Indonesia p.9 ×2
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.11
possible org Bursa Efek Indonesia p.12
possible org International Pte. Ltd. p.15 ×2
possible org Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. p.48 ×2
possible org Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. p.48 ×2
possible org DBS Bank p.48
possible org Indosat Tbk. p.51 ×2
possible org MUFG Bank ("MUFG p.62
possible org Bank Sinarmas Tbk. p.65 ×2
possible org PT Pertamina (Persero) p.91
unresolved org Telekomunikasi Indonesia Tbk. p.1 ×184
unresolved person Akta Notaris Imas Fatimah p.9
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.9
unresolved org Milik Negara. Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan p.9
unresolved person Akta Notaris Ashoya Ratam p.9 ×7
unresolved org Menteri Hukum Republik Indonesia p.9
unresolved org Menteri Komunikasi dan Digital p.10
unresolved org Menteri Komunikasi dan Informatika p.10
unresolved org Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika p.10
unresolved org Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi p.10
unresolved org Bank Indonesia p.10 ×2
unresolved org Bank Indonesia Penerbit p.10
unresolved person Edie Kurniawan p.11 ×2
unresolved — Pelaksana Tug · Sekretaris Perusahaan p.11
unresolved person Akta Notaris A. Partomuan Pohan p.12
unresolved org PT Dayamitra p.14
unresolved org Telekomunikasi Tbk. p.14
unresolved org PT Telkom p.14
unresolved org PT Multimedia p.14
unresolved org PT Telkom Data p.14
unresolved org PT Telkom Satelit p.14
unresolved org PT Graha Sarana p.14
unresolved org PT Sigma Cipta p.14
unresolved org PT Telkom Akses p.14
unresolved org PT Napsindo Primatel p.14
unresolved org Singapore Pte. Ltd. p.15
unresolved org PT Telkom Landmark p.15
unresolved org PT Nuon Digital Indonesia p.15
unresolved org PT Infomedia p.15
unresolved org PT Persada Sokka p.15
unresolved org PT Finnet Indonesia p.15
unresolved org PT Telkomsel Mitra p.15
unresolved org PT Metra Digital Media p.15
unresolved org PT Swadharma p.16
unresolved org PT Ultra Mandiri p.16
unresolved org PT Collega Inti Pratama p.16
unresolved org PT Nusantara Sukses p.16
unresolved org PT Graha Yasa Selaras p.16
unresolved org PT Telkomsel Ekosistem p.16
unresolved org PT Metra TV p.16
unresolved org PT Nutech Integrasi p.16
unresolved org PT Graha Telkomsigma p.16
unresolved org Pty. Ltd. p.17
unresolved org PT Pojok Celebes p.17
unresolved org PT Metraplasa p.17
unresolved person MLI. p.17 ×2
unresolved person Mala Mukti p.17
unresolved person TDI Berdasarkan Akta Notaris Jimmy Tanal p.17
unresolved org Nxera ID Pte. Ltd. p.17
unresolved person Akta Notaris Utiek Rochmuljati Abdurachman p.18
unresolved org Healthcare Singapore Pte. Ltd. p.18
unresolved org Pengawas Pasar Modal p.19
unresolved org Bapepam-LK p.19 ×6
unresolved org Menteri Keuangan p.22 ×7
unresolved org Shanghai Banking Corporation Ltd. p.48
unresolved org PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat p.49
unresolved org Banten Tbk. p.49
unresolved org Milik Negara p.51 ×2
unresolved org PT Indonusa Telemedia p.51
unresolved org PT Jalin Pembayaran Nusantara p.54
unresolved org Bank Maspion p.62 ×2
unresolved org PT Bahana TCW Investment Management p.64
unresolved org PT BRI Danareksa Sekuritas p.64
unresolved org Bank Permata. Perusahaan p.64
unresolved org PT Pemeringkat Efek Indonesia p.65
unresolved org PT Bank ANZ Indonesia p.65
unresolved org Bank ANZ p.65 ×2
unresolved org Bank Muamalat Indonesia Tbk. p.65 ×2
unresolved org Bank Muamalat p.65 ×2
unresolved org New York Mellon Corporation p.68 ×3
unresolved org Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara p.69
unresolved org Menteri BUMN dan Danantara. Pemerintah p.69
unresolved person Danantara. Berdasarkan Akta Notaris Jose Dima Satria p.69 ×2
unresolved org Pengaturan Badan Usaha Milik Negara p.69
unresolved org Tahun p.76 ×3
unresolved org Menteri BUMN Nomor PER- p.78
unresolved person Akta Notaris Titik Krisna Murti Wikaningsih Hastuti p.79 ×6
unresolved org Dana Pensiun Telkom p.83 ×3
unresolved org FSA dan Rekan p.85 ×3
unresolved org Dana Pensiun Lembaga Keuangan p.86
unresolved — Entitas sepengendali p.91 ×10
unresolved org PT Fintek Karya Nusantara p.91
unresolved org PT Kereta Cepat Indonesia China Entitas p.91
unresolved org Personil manajemen p.91
unresolved person Personil · Komisaris p.91
unresolved — Personil pengawas p.91

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result