Skip to content
Back to announcement

FS Telkom Triwulan III 2025_Bahasa rilis.pdf

Financial statement Text extracted TLKM

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 114

Page 1
Perusahaan Perseroan (Persero)
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. dan entitas anaknya

Laporan keuangan konsolidasian
tanggal 30 September 2025 dan untuk periode sembilan bulan yang
berakhir pada tanggal tersebut (tidak diaudit)
Page 2
                        PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
              PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                        LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                           TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025
     DAN UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
                                 (TIDAK DIAUDIT)




                                           DAFTAR ISI



                                                                     Halaman

Surat Pernyataan Direksi

Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian                                        1

Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian            2

Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian                                     3-4   -

Laporan Arus Kas Konsolidasian                                               5

Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian                             6-111
Page 3
                                  Surat Pernyataan Direksi
                           mengenai Tanggung Jawab Direksi atas
                 Laporan Keuangan Konsolidasian tanggal 30 September 2025
      dan untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal tersebut (tidak diaudit)
     Perusahaan Perseroan (Persero) PT Telekomunikasi Indonesia Tbk dan Entitas Anaknya


Atas nama Direksi, kami yang bertanda tangan di bawah ini:

1. Nama                         : Dian Siswarini
   Alamat Kantor                : Jl. Japati No.1 Bandung 40133
   Alamat Domisili              : Jl. Tebet Utara II C/18 RT 004 RW 001
                                  Kelurahan Tebet Timur, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan
   Nomor Telepon                : (022) 452 7101
   Jabatan                      : Direktur Utama

2. Nama                         : Arthur Angelo Syailendra
   Alamat Kantor                : Jl. Japati No.1 Bandung 40133
   Alamat Domisili              : Jl. Jenderal Sudirman Kav. 59 RT 004 RW 003
                                  Kelurahan Senayan Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
   Nomor Telepon                : (022) 452 7201/ (021) 520 9824
   Jabatan                      : Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko

menyatakan bahwa:

1. Kami bertanggung jawab atas persiapan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian Perusahaan
   Perseroan (Persero) PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (”Perusahaan”) dan entitas anak tanggal 30
   September 2025 dan untuk periode sembilan bulan berakhir pada tanggal tersebut.

2. Laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan entitas anak tanggal 30 September 2025 dan untuk
   periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal tersebut telah dipersiapkan dan disajikan sesuai
   dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.

3. Seluruh informasi dalam laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan entitas anak ini telah
   diungkapkan secara lengkap dan benar.

4. Laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan entitas anak tidak mengandung informasi atau fakta
   material yang tidak benar dan tidak menghilangkan informasi atau fakta material.

5. Kami bertanggung jawab atas sistem pengendalian internal Perusahaan dan entitas anak.

Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.

Jakarta, 30 Oktober 2025

                                         untuk dan atas nama
                                  PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk




                           Dian Siswarini              Arthur Angelo Syailendra
                           Direktur Utama      Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko
Page 4
                                 PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                     PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                             LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                 Tanggal 30 September 2025 (tidak diaudit) dan 31 Desember 2024 (diaudit)
                  (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                                                         Catatan            30 September 2025        31 Desember 2024
ASET

ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                                        3,32,37                         31.554                     33.905
Aset keuangan lancar lainnya                                              4,32,37                          1.797                      1.285
Piutang usaha - setelah dikurangi penyisihan
 kerugian kredit ekspektasian
   Pihak berelasi                                                         5,32,37                          2.480                      2.350
   Pihak ketiga                                                            5,37                           10.066                      9.843
Aset kontrak                                                               6,32                            2.082                      2.449
Persediaan                                                                   7                             1.085                      1.096
Biaya kontrak                                                                9                             1.121                      1.134
Klaim restitusi pajak dan pajak dibayar dimuka                              27                             2.558                      2.844
Aset lancar lainnya                                                        8,32                            5.665                      8.174
Jumlah Aset Lancar                                                                                        58.408                     63.080

ASET TIDAK LANCAR
Aset kontrak                                                              6,32                              113                         129
Investasi jangka panjang                                                  10,37                           7.272                       8.335
Biaya kontrak                                                               9                             1.427                       1.596
Aset tetap                                                              11,32,35a                       176.959                     180.566
Aset hak-guna                                                              12a                           28.174                      26.910
Aset takberwujud                                                           14                             9.266                       9.442
Aset pajak tangguhan                                                       27f                            3.627                       3.409
Aset tidak lancar lainnya                                               13,27,32                          6.651                       6.208
Jumlah Aset Tidak Lancar                                                                                233.489                     236.595
JUMLAH ASET                                                                                             291.897                     299.675

LIABILITAS DAN EKUITAS

LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha
  Pihak berelasi                                                         15,32,37                            549                        626
  Pihak ketiga                                                            15,37                           13.757                     14.710
Liabilitas kontrak                                                        17a,32                           7.878                      7.738
Utang lain-lain                                                             37                               408                        454
Utang pajak                                                                27c                             3.446                      3.293
Beban yang masih harus dibayar                                           16,32,37                         13.081                     14.192
Deposit dari pelanggan                                                      32                             2.722                      2.872
Utang bank jangka pendek                                                 18,32,37                          7.569                     11.525
Pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun                19,32,37                         20.150                     15.866
Liabilitas sewa yang jatuh tempo dalam satu tahun                         12a,37                           6.125                      5.491
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                                                           75.685                     76.767

LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas pajak tangguhan                                                 27f                               953                        992
Liabilitas kontrak                                                        17b,32                           2.463                      2.484
Liabilitas diestimasi penghargaan masa kerja                                31                             1.345                      1.192
Liabilitas diestimasi manfaat pensiun dan imbalan
  pasca kerja lainnya                                                       30                           12.323                      11.540
Pinjaman jangka panjang                                                  19,32,37                        25.802                      25.518
Liabilitas sewa                                                           12a,37                         18.032                      18.468
Liabilitas tidak lancar lainnya                                                                             282                         224
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                                                         61.200                      60.418
JUMLAH LIABILITAS                                                                                       136.885                     137.185

EKUITAS
Modal saham                                                                 21                             4.953                      4.953
Tambahan modal disetor                                                                                     2.310                      2.310
Modal saham yang diperoleh kembali                                          1c                                (5)                         -
Komponen ekuitas lainnya                                                    22                            10.217                      9.898
Saldo laba
 Ditentukan penggunaannya                                                   29                           15.337                      15.337
 Belum ditentukan penggunaanya                                                                          104.327                     109.596
Jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan kepada:
 Pemilik entitas induk - bersih                                                                         137.139                     142.094
 Kepentingan nonpengendali                                                  20                           17.873                      20.396
JUMLAH EKUITAS                                                                                          155.012                     162.490
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                                                           291.897                     299.675

         Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian integral dari laporan keuangan konsolidasian ini.

                                                                    1
Page 5
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
       LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
 untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2025 dan 2024 (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                                                              Catatan                 2025                   2024
PENDAPATAN                                                                     23,32                     109.617                112.219

BIAYA DAN BEBAN
Beban operasi, pemeliharaan, dan jasa telekomunikasi                           25,32                      (30.284)                  (29.977)
Beban penyusutan dan amortisasi                                              11,12a,14                    (25.067)                  (24.250)
Beban karyawan                                                                  24                        (11.903)                  (13.156)
Beban interkoneksi                                                              32                         (5.661)                   (5.008)
Beban umum dan administrasi                                                    26,32                       (5.003)                   (4.924)
Beban pemasaran                                                                 32                         (2.378)                   (2.527)
Kerugian yang belum direalisasi dari perubahan
 nilai wajar atas investasi                                                      10                          (360)                    (476)
Pendapatan lain-lain - bersih                                                                                  75                      574
Laba (rugi) selisih kurs - bersih                                                                             137                      (25)

LABA USAHA                                                                                                29.173                    32.450

Penghasilan pendanaan - bersih                                                   32                         1.285                     1.020
Biaya pendanaan                                                                  32                        (4.031)                   (3.857)
Bagian laba (rugi) investasi jangka panjang pada entitas asosiasi                10                            (5)                        4

LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN                                                                            26.422                    29.617

(BEBAN) MANFAAT PAJAK PENGHASILAN                                               27d
  Pajak kini                                                                                               (5.976)                   (5.894)
  Pajak tangguhan                                                                                             149                      (702)
                                                                                                           (5.827)                   (6.596)

LABA PERIODE BERJALAN                                                                                     20.595                    23.021

PENGHASILAN (RUGI) KOMPREHENSIF LAIN
Penghasilan (rugi) komprehensif lain yang akan
 direklasifikasikan ke laba rugi pada periode berikutnya:
Selisih kurs penjabaran                                                          22                           319                     (141)
Penghasilan (rugi) komprehensif lain yang tidak akan
 direklasifikasikan ke laba rugi pada periode berikutnya:
Laba (rugi) aktuaria program manfaat pasti - bersih                              30                            (6)                     152
Penghasilan komprehensif lain - bersih                                                                        313                       11

JUMLAH LABA KOMPREHENSIF PERIODE BERJALAN                                                                 20.908                    23.032

Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
 Pemilik entitas induk                                                                                    15.784                    17.675
 Kepentingan nonpengendali                                                       20                        4.811                     5.346
                                                                                                          20.595                    23.021
Jumlah laba komprehensif periode berjalan yang dapat
 diatribusikan kepada:
 Pemilik entitas induk                                                                                    16.097                    17.641
 Kepentingan nonpengendali                                                                                 4.811                     5.391
                                                                                                          20.908                    23.032
LABA PER SAHAM DASAR
 (dalam jumlah penuh)                                                            28
 Laba bersih per saham                                                                                    159,33                  178,42
 Laba bersih per ADS (100 saham Seri B per ADS)                                                        15.933,42               17.842,32




         Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian integral dari laporan keuangan konsolidasian ini.




                                                                    2
Page 6
                                                                     PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                                                         PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                                                               LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
                                        untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2025 dan 2024 (tidak diaudit)
                                                    (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                                                                                        Diatribusikan kepada pemilik entitas induk
                                                                                                                                                 Saldo laba
                                                                                                     Modal saham
                                                                                     Tambahan           yang         Komponen                               Belum
                                                                        Modal          modal          diperoleh        ekuitas        Ditentukan          ditentukan       Jumlah        Kepentingan     Jumlah
                       Uraian                          Catatan          saham         disetor          kembali         lainnya     penggunaannya penggunaannya             bersih       nonpengendali    ekuitas
Saldo, 1 Januari 2025                                                     4.953           2.310                  -          9.898             15.337           109.596      142.094           20.396     162.490
Penyesuaian kepentingan nonpengendali                                         -               -                  -              -                  -                  -            -               25         25
Dividen kas                                               29                  -               -                  -              -                  -            (21.047)    (21.047)           (7.359)   (28.406)
Modal saham yang diperoleh kembali                        1c                  -               -                 (5)             -                  -                  -           (5)               -         (5)
Laba periode berjalan                                     20                  -               -                  -              -                  -             15.784      15.784             4.811     20.595
Penghasilan (rugi) komprehensif lain - bersih                                 -               -                  -            319                  -                 (6)        313                 -        313
Saldo, 30 September 2025                                                  4.953           2.310                 (5)        10.217             15.337           104.327      137.139           17.873     155.012




                                                Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian integral dari laporan keuangan konsolidasian ini.




                                                                                                           3
Page 7
                                                                  PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                                                      PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                                                            LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
                                     untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2025 dan 2024 (tidak diaudit)
                                                 (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                                                                                              Diatribusikan kepada pemilik entitas induk
                                                                                                                                              Saldo laba
                                                                                                  Tambahan                                                   Belum
                                                                                    Modal           modal          Komponen            Ditentukan          ditentukan       Jumlah        Kepentingan     Jumlah
                          Uraian                                   Catatan          saham          disetor       ekuitas lainnya     penggunaannya       penggunaannya      bersih       nonpengendali    ekuitas
Saldo, 1 Januari 2024                                                                 4.953            2.711               9.639             15.337             103.104      135.744           20.818      156.562
Penyesuaian kepentingan nonpengendali                                                     -                -                   -                  -                    -            -                7            7
Dividen kas                                                           29                  -                -                   -                  -              (17.683)     (17.683)          (7.096)    (24.779)
Modal saham kepentingan nonpengendali yang diperoleh kembali          1e                  -                -                   -                  -                    -            -             (471)       (471)
Laba periode berjalan                                                 20                  -                -                   -                  -               17.675       17.675            5.346      23.021
Penghasilan (rugi) komprehensif lain - bersih                                             -                -                (141)                 -                  107          (34)              45          11
Saldo, 30 September 2024                                                              4.953            2.711               9.498             15.337             103.203      135.702           18.649      154.351




                                               Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian integral dari laporan keuangan konsolidasian ini.




                                                                                                          4
Page 8
                               PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                   PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                              LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
  untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2025 dan 2024 (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                                                            Catatan                2025                     2024
ARUS KAS DARI KEGIATAN OPERASI
 Penerimaan kas dari pelanggan dan operator lain                                                          108.538                   109.057
 Penerimaan dari pendapatan bunga                                                                           1.302                     1.020
 Penerimaan restitusi pajak                                                                                   934                       881
 Pembayaran kas untuk beban                                                                               (35.916)                  (35.830)
 Pembayaran kas kepada karyawan                                                                           (11.489)                  (13.524)
 Pembayaran pajak penghasilan badan dan final                                                              (7.170)                   (8.802)
 Pembayaran beban bunga                                                                                    (4.098)                   (3.903)
 Pembayaran sewa jangka pendek dan bernilai rendah                             12a                         (2.864)                   (2.604)
 Pembayaran pajak pertambahan nilai - bersih                                                                 (275)                     (834)
 Penerimaan kas lainnya - bersih                                                                              643                       494

Arus kas bersih yang dihasilkan dari kegiatan operasi                                                      49.605                    45.955

ARUS KAS DARI KEGIATAN INVESTASI
 Hasil dari pelepasan investasi pada instrumen keuangan                                                       893                         -
 Hasil dari klaim asuransi                                                     11                             130                       111
 Hasil dari penjualan aset tetap                                               11                               2                       706
 Penerimaan dividen dari entitas asosiasi                                                                       -                         3
 Pembelian aset tetap                                                         11,39                       (16.178)                  (18.485)
 Pembelian aset takberwujud                                                   14,39                        (2.167)                   (2.719)
 (Kenaikan) penurunan uang muka dan aset lainnya                                                             (517)                       64
 Penambahan investasi jangka panjang pada instrumen keuangan                                                 (200)                      (36)
 Penempatan pada aset keuangan lancar lainnya - bersih                                                       (513)                   (1.157)

Arus kas bersih yang digunakan untuk kegiatan investasi                                                   (18.550)                  (21.513)

ARUS KAS DARI KEGIATAN PENDANAAN
 Pencairan utang bank dan pinjaman lainnya                                    18,19                        53.189                    31.907
 Pembayaran utang bank dan pinjaman lainnya                                   18,19                       (52.568)                  (30.086)
 Pembayaran dividen kas kepada pemegang saham perusahaan                       21                         (21.047)                  (17.683)
 Pembayaran dividen kas kepada pemegang saham
  nonpengendali entitas anak                                                                               (7.359)                   (7.096)
 Pembayaran liabilitas sewa                                                    39                          (5.923)                   (5.399)
 Pembelian kembali saham Perusahaan                                            1c                              (5)                        -
 Pembelian saham kembali pemegang saham
  entitas anak                                                                 1e                               -                      (471)

Arus kas bersih yang digunakan untuk kegiatan pendanaan                                                   (33.713)                  (28.828)

PENURUNAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS                                                                        (2.658)                   (4.386)

DAMPAK PERUBAHAN KURS TERHADAP KAS DAN
 SETARA KAS                                                                                                  308                        (80)

PENYISIHAN KERUGIAN KREDIT EKSPEKTASIAN                                                                        (1)                       (1)

KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL PERIODE                                            3                          33.905                    29.007

KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR PERIODE                                           3                          31.554                    24.540




         Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian integral dari laporan keuangan konsolidasian ini.




                                                                    5
Page 9
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                          yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.   UMUM

     a. Pendirian dan informasi umum

       Perusahaan Perseroan (Persero) PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (“Perusahaan”) pada mulanya
       merupakan bagian dari “Post en Telegraafdienst”, yang didirikan dan beroperasi secara komersial
       pada tahun 1884 berdasarkan Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda No. 7 tanggal
       27 Maret 1884 dan diumumkan dalam Berita Negara Hindia Belanda No. 52 tanggal 3 April 1884.

       Pada tahun 1991, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 25 tahun 1991, status Perusahaan diubah
       menjadi perseroan terbatas milik negara (“Persero”). Entitas induk terakhir Perusahaan adalah
       Pemerintah Republik Indonesia (“Pemerintah”).

       Perusahaan didirikan berdasarkan Akta Notaris Imas Fatimah, S.H., No. 128 tanggal
       24 September 1991. Akta pendirian tersebut telah disetujui oleh Menteri Kehakiman Republik
       Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-6870.HT.01.01.Th.1991 tanggal 19 November 1991 dan
       diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 5 tanggal 17 Januari 1992, Tambahan
       No. 210. Anggaran Dasar Perusahaan telah beberapa kali diubah, dengan perubahan terakhir
       dilakukan sehubungan dengan kebutuhan Perusahaan untuk melakukan penyesuaian kegiatan usaha
       dalam Anggaran Dasar dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia Tahun 2020.

       Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan di atas sebagaimana dituangkan dalam Akta Notaris
       Ashoya Ratam, S.H., M.Kn., No. 37 tanggal 22 Juni 2022, telah diterima dan disetujui oleh
       Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (“Menkumham”) berdasarkan Keputusan
       Menkumham No. AHU-0044650.AH.01.02. Tahun 2022 tanggal 29 Juni 2022 tentang Persetujuan
       Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas Perusahaan Perseroan (Persero)
       PT Telekomunikasi Indonesia Tbk.

       Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, maksud dan tujuan Perusahaan adalah
       melakukan usaha di bidang penyelenggaraan jaringan dan jasa telekomunikasi, informatika, serta
       optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang dimiliki Perusahaan untuk menghasilkan barang
       dan/atau jasa yang bermutu tinggi dan berdaya saing kuat untuk mendapatkan/mengejar keuntungan
       guna meningkatkan nilai Perusahaan dengan menerapkan prinsip Perseroan Terbatas. Untuk
       mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas, Perusahaan dapat menjalankan kegiatan usaha yang
       secara umum meliputi:

       i.    Usaha utama:
             (a) Merencanakan, membangun, menyediakan, mengembangkan, mengoperasikan,
                 memasarkan/menjual/menyewakan, dan memelihara jaringan telekomunikasi dan
                 informatika dalam arti yang seluas-luasnya dengan memperhatikan peraturan perundang-
                 undangan;
             (b) Merencanakan, mengembangkan, menyediakan, memasarkan/menjual, dan meningkatkan
                 layanan jasa telekomunikasi dan informatika dalam arti yang seluas-luasnya dengan
                 memperhatikan peraturan perundang-undangan;
             (c) Melakukan investasi, termasuk penyertaan modal pada perusahaan lainnya sejalan dengan
                 dan untuk mencapai maksud dan tujuan Perusahaan.

       ii.   Usaha penunjang:
             (a) Menyediakan jasa transaksi pembayaran dan pengiriman uang melalui jaringan
                 telekomunikasi dan informatika;
             (b) Menjalankan kegiatan dan usaha lain dalam rangka optimalisasi sumber daya yang dimiliki
                 Perusahaan, antara lain pemanfaatan aset tetap dan aset bergerak, fasilitas sistem
                 informasi, fasilitas pendidikan dan pelatihan, serta fasilitas pemeliharaan dan perbaikan;
             (c) Bekerja sama dengan pihak lain dalam rangka optimalisasi sumber daya informatika,
                 komunikasi atau teknologi yang dimiliki oleh pihak lain pelaku industri informatika, dan
                 komunikasi dan teknologi lainnya sejalan dengan dan untuk mencapai maksud dan tujuan
                 Perusahaan.



                                                     6
Page 10
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                    Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                         yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.   UMUM (lanjutan)

     a. Pendirian dan informasi umum (lanjutan)

       Perusahaan berkedudukan dan berkantor pusat di Bandung, Jawa Barat, dengan alamat di Jalan
       Japati No. 1, Bandung.

       Perusahaan memiliki beberapa izin penyelenggaraan jaringan dan/atau jasa dari Pemerintah yang
       berlaku sampai jangka waktu yang tidak terbatas selama Perusahaan tunduk pada ketentuan
       perundang-undangan yang berlaku dan melaksanakan ketentuan sebagaimana tercantum dalam
       izin-izin tersebut. Untuk setiap izin yang diterbitkan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika
       (“Menkominfo”), evaluasi dilakukan setiap tahun dan evaluasi menyeluruh dilakukan setiap lima tahun.
       Perusahaan wajib menyampaikan laporan atas penyelenggaraan jaringan dan/atau jasa berdasarkan
       izin-izin tersebut di atas setiap tahun kepada Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan
       Informatika (“DJPPI”), sebelumnya adalah Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi (“DJPT”).

       Laporan tersebut meliputi beberapa informasi, seperti kemajuan pengembangan jaringan, pencapaian
       standar kualitas jasa, jumlah pelanggan, pembayaran biaya atas hak penyelenggaraan, dan kontribusi
       pelayanan universal. Sementara, untuk jasa internet teleponi untuk keperluan publik, jasa interkoneksi
       internet, dan jasa akses internet, terdapat tambahan informasi yang dipersyaratkan, seperti kinerja
       operasi, segmen pelanggan, lalu lintas, dan pendapatan bruto.

       Rincian izin-izin tersebut adalah sebagai berikut:

                                                                                         Tanggal penetapan/
                      Izin                   No. Izin            Jenis jasa                perpanjangan
       Izin penyelenggaraan jasa 127/KEP/DJPPI/          Jasa internet                        30 Maret 2016
         internet teleponi untuk       KOMINFO/3/2016     teleponi untuk
         keperluan publik                                 keperluan publik
       Izin penyelenggaraan jasa 2176/KEP/M.KOMINFO/ Jasa akses internet                   30 Desember 2016
         akses internet                12/2016
       Izin penyelenggaraan jasa 1040/KEP/M.KOMINFO/ Jasa penyediaan                             16 Mei 2017
         penyediaan konten             16/2017            konten
       Izin penyelenggaraan jasa 1004/KEP/M.KOMINFO/ Jasa interkoneksi                     26 Desember 2018
         interkoneksi internet         2018               internet
       Izin penyelenggaraan jasa 046/KEP/M.KOMINFO/ Jaringan sistem                           3 Agustus 2020
         sistem komunikasi data        02/2020            komunikasi data
       Izin penerbit uang elektronik Izin Bank Indonesia Penerbit uang elektronik                  1 Juli 2021
         dan penyelenggara             23/587/DKSP/Srt/B  dan penyelenggara
         transfer dana                                    transfer dana
       Izin penyelenggaraan          073/KEP/M.KOMINFO/ Jaringan tetap                       23 Agustus 2021
         jaringan tetap sambungan 02/2021                 sambungan
         langsung jarak jauh                              langsung jarak jauh
       Izin penyelenggaraan          082/KEP/M.KOMINFO/ Jaringan tetap                        8 Oktober 2021
         jaringan tetap sambungan 02/2021                 sambungan
         internasional                                    internasional
       Izin penyelenggaraan          094/KEP/M.KOMINFO/ Jaringan tetap                      9 Desember 2021
         jaringan tetap tertutup       02/2021            tertutup
       Izin penyelenggaraan          095/KEP/M.KOMINFO/ Jaringan tetap lokal                9 Desember 2021
         jaringan tetap lokal          02/2021            berbasis circuit
         berbasis circuit switched                        switched dan packet
                                                          switched




                                                      7
Page 11
                               PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                   PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                      Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                           yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.   UMUM (lanjutan)

     b. Dewan Komisaris, Dewan Direksi, Komite Audit, Corporate Secretary, Internal Audit, dan
        Karyawan

       i.    Dewan Komisaris dan Direksi

             Berdasarkan keputusan yang dibuat pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (“RUPST”)
             yang dinyatakan dalam Akta Notaris Ashoya Ratam, S.H., M.Kn., No. 205 tanggal
             30 September 2025 dan No. 58 tanggal 28 Mei 2024, susunan Dewan Komisaris dan Direksi
             Perusahaan pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 masing-masing adalah
             sebagai berikut:

                                                        30 September 2025                                       31 Desember 2024
             Komisaris Utama/                      Angga Raka Prabowo                                       Bambang Permadi
             HIDDEN_ROW
              Komisaris Independen                                                                            Soemantri Brojonegoro
             Komisaris Independen                  Deswandhy Agusman                                        Bono Daru Adji
             Komisaris Independen                  Yohanes Surya                                            Wawan Iriawan
             Komisaris Independen                  Ira Noviarti                                             -
             Komisaris                             Rionald Silaban                                          Arya Mahendra Sinulingga
             Komisaris                             Rizal Malarangeng                                        Rizal Malarangeng
             Komisaris                             Ossy Dermawan                                            Ismail
             Komisaris                             Silmy Karim                                              Silmy Karim
             Komisaris                             -                                                        Marcelino Rumambo Pandin
             Komisaris                             -                                                        Isa Rachmatarwata
             Direktur Utama                        Dian Siswarini                                           Ririek Adriansyah
             Direktur Keuangan dan
              Manajemen Risiko                     Arthur Angelo Syailendra                                  Heri Supriadi
             Direktur Human Capital Management Willy Saelan                                                  Afriwandi
             Direktur Legal & Compliance1)         Andy Kelana                                               -
             Direktur Wholesale &
              International Service                Honesti Basyir                                            Bogi Witjaksono
             Direktur Enterprise &
               Business Service                    Veranita Yosephine                                        F.M. Venusiana R.
             Direktur Network2)                    Nanang Hendarno                                           Herlan Wijanarko
             Direktur Strategic Business
               Development & Portfolio3)           Seno Soemadji                                             Budi Setyawan Wijaya
             Direktur IT Digital4)                 Faizal Rochmad Djoemadi                                   Muhamad Fajrin Rasyid
             Direktur Group Business Development5) -                                                         Honesti Basyir
             Nomenklatur jabatan anggota Direksi berubah menjadi : 1) semula tidak ada menjadi Direktur Legal & Compliance; 2) semula Direktur
             Network and IT Solution menjadi Direktur Network; 3) semula Direktur Strategic Portfolio menjadi Direktur Strategic Business Development
             & Portfolio; 4) semula Direktur Digital Business menjadi Direktur IT Digital; 5) semula Direktur Group Business Development menjadi
             dihapuskan.


       ii.   Komite Audit, Corporate Secretary, dan Internal Audit

             Susunan Komite Audit, Corporate Secretary, dan Internal Audit Perusahaan pada tanggal
             30 September 2025 dan 31 Desember 2024 masing-masing adalah sebagai berikut:

                                                                       30 September 2025                        31 Desember 2024
             Ketua                                                 Deswandhy Agusman                        Bono Daru Adji
             Anggota                                               Yohanes Surya                            Bambang Permadi
                                                                                                             Soemantri Brojonegoro
             Anggota                                               Ira Noviarti                             Emmanuel Bambang Suyitno
             Anggota                                               Edy Sihotang                             Edy Sihotang
             Anggota                                               Achmad Taufik                            Wawan Iriawan
             Corporate Secretary                                   Jati Widagdo                             Octavius Oky Prakarsa
             Internal Audit                                        Mohamad Ramzy                            Mohamad Ramzy

                                                                       8
Page 12
                               PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                   PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                      Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                           yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.   UMUM (lanjutan)

     b. Dewan Komisaris, Dewan Direksi, Komite Audit, Corporate Secretary, Internal Audit, dan
        Karyawan (lanjutan)

       iii.   Karyawan

              Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, Perusahaan dan entitas anak (secara
              kolektif disebut “Grup”) masing-masing memiliki 19.205 karyawan dan 19.695 karyawan (tidak
              diaudit).

     c. Penawaran umum efek Perusahaan

       Jumlah saham Perusahaan sesaat sebelum penawaran umum perdana (Initial Public Offering
       atau “IPO”) adalah 8.400.000.000, yang terdiri dari 8.399.999.999 saham Seri B dan 1 saham Seri A
       Dwiwarna yang seluruhnya dimiliki oleh Pemerintah. Pada tanggal 14 November 1995, Pemerintah
       menjual saham Perusahaan yang terdiri dari 933.333.000 saham baru Seri B dan 233.334.000 saham
       Seri B milik Pemerintah kepada masyarakat melalui IPO di Bursa Efek Indonesia (“BEI”), dan
       penawaran dan pencatatan di Bursa Efek New York (“NYSE”) dan Bursa Efek London (“LSE”) atas
       700.000.000 saham Seri B milik Pemerintah dalam bentuk American Depositary Shares (“ADS”).
       Terdapat 35.000.000 ADS dan masing-masing ADS mewakili 20 saham Seri B pada saat itu.

       Pada bulan Desember 1996, Pemerintah menjual saham Perusahaan sebanyak 388.000.000 saham
       Seri B dan selanjutnya pada tahun 1997, Pemerintah membagikan 2.670.300 saham Seri B sebagai
       insentif bagi para pemegang saham Perusahaan yang tidak menjual sahamnya selama satu tahun
       terhitung sejak tanggal IPO. Pada bulan Mei 1999, Pemerintah kembali menjual 898.000.000 saham
       Seri B.

       Untuk memenuhi ketentuan Undang-Undang No. 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas, pada
       RUPST Perusahaan tanggal 16 April 1999, para pemegang saham Perusahaan memutuskan untuk
       meningkatkan modal ditempatkan yang berasal dari kapitalisasi sebagian tambahan modal disetor
       melalui pembagian saham bonus sejumlah 746.666.640 lembar saham. Pembagian saham bonus
       kepada para pemegang saham Perusahaan dilakukan pada bulan Agustus 1999. Pada tanggal
       16 Agustus 2007, Undang-Undang No. 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas telah diamendemen
       dengan dikeluarkannya Undang-Undang No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas yang berlaku
       efektif pada tanggal yang sama. Pemberlakuan Undang-Undang No. 40 tahun 2007 tidak berdampak
       terhadap penawaran umum efek Perusahaan. Perusahaan telah memenuhi ketentuan Undang-
       Undang tersebut.

       Pada bulan Desember 2001, Pemerintah menjual 1.200.000.000 saham atau 11,9% dari jumlah
       saham Seri B yang beredar. Pada bulan Juli 2002, Pemerintah kembali menjual 312.000.000 saham
       atau 3,1% dari jumlah saham Seri B yang beredar.

       Berdasarkan hasil RUPST Perusahaan yang dinyatakan dalam Akta Notaris A. Partomuan Pohan,
       S.H., LLM., No. 26 tanggal 30 Juli 2004, para pemegang saham Perusahaan menyetujui pemecahan
       saham Perusahaan untuk Seri A Dwiwarna dan Seri B dari 1 menjadi 2. Untuk 1 saham Seri A
       Dwiwarna dengan nilai nominal Rp500 dipecah menjadi 1 saham Seri A Dwiwarna dengan nilai
       nominal Rp250 dan 1 saham Seri B dengan nilai nominal Rp250. Jumlah modal saham dasar
       Perusahaan setelah pemecahan meningkat dari 1 saham Seri A Dwiwarna dan 39.999.999.999
       saham Seri B menjadi 1 saham Seri A Dwiwarna dan 79.999.999.999 saham Seri B, dan jumlah
       modal saham ditempatkan Perusahaan meningkat dari 1 saham Seri A Dwiwarna dan
       10.079.999.639 saham Seri B menjadi 1 saham Seri A Dwiwarna dan 20.159.999.279 saham Seri B.
       Setelah pemecahan saham, setiap ADS mewakili 40 saham Seri B.

       Pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (“RUPSLB”) yang diselenggarakan pada tanggal
       21 Desember 2005 dan RUPST pada tanggal 29 Juni 2007, 20 Juni 2008, dan 19 Mei 2011, para
       pemegang saham Perusahaan menyetujui masing-masing rencana tahap I, II, III, dan IV program
       Perusahaan untuk membeli kembali saham Seri B yang telah diterbitkan.

                                                     9
Page 13
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                    Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                         yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.   UMUM (lanjutan)

     c. Penawaran umum efek Perusahaan (lanjutan)

       Selama periode 21 Desember 2005 sampai dengan 20 Juni 2007, Perusahaan telah melakukan
       pembelian kembali 211.290.500 saham dari publik (program pembelian kembali saham tahap I).
       Pada tanggal 30 Juli 2013, Perusahaan telah menjual seluruh saham tersebut.

       Pada RUPST tanggal 19 April 2013, sebagaimana diaktakan dalam Akta Notaris Ashoya Ratam, S.H.,
       M.Kn., No. 38 tanggal 19 April 2013, para pemegang saham menyetujui perubahan rencana
       Perusahaan atas saham treasuri yang diakuisisi dalam tahap III. Berdasarkan keputusan RUPST
       Perusahaan tanggal 19 April 2013 yang dinyatakan dalam Akta Notaris No. 38 tanggal 19 April 2013
       oleh Ashoya Ratam, S.H., M.Kn., para pemegang saham Perusahaan menyetujui pemecahan saham
       Perusahaan untuk Seri A Dwiwarna dan Seri B dari 1 menjadi 5. Untuk 1 saham Seri A Dwiwarna
       dengan nilai nominal Rp250 dipecah menjadi 1 saham Seri A Dwiwarna dengan nilai nominal Rp50
       dan 4 saham Seri B dengan nilai nominal Rp50. Jumlah modal saham dasar Perusahaan setelah
       pemecahan meningkat dari 1 saham Seri A Dwiwarna dan 79.999.999.999 saham Seri B menjadi
       1 saham Seri A Dwiwarna dan 399.999.999.999 saham Seri B. Jumlah modal saham ditempatkan
       Perusahaan meningkat dari 1 saham Seri A Dwiwarna dan 20.159.999.279 saham Seri B menjadi
       1 saham Seri A Dwiwarna dan 100.799.996.399 saham Seri B. Setelah pemecahan saham, setiap
       ADS mewakili 200 saham Seri B. Efektif tanggal 26 Oktober 2016, Perusahaan melakukan perubahan
       rasio Depositary Receipt dari 1 ADS mewakili 200 saham Seri B menjadi 1 ADS mewakili 100 saham
       Seri B. Informasi laba bersih per ADS pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lainnya
       konsolidasian telah disesuaikan dengan perubahan rasio ini.

       Pada tanggal 16 Mei dan 5 Juni 2014, Perusahaan telah melakukan pembatalan pencatatan pada
       Bursa Efek Tokyo (“TSE”) dan delisting pada LSE.

       Pada tanggal 21 Desember 2015, Perusahaan menjual sisa saham treasuri tahap III.

       Pada tanggal 29 Juni 2016, Perusahaan menjual saham treasuri tahap IV.

       Pada RUPST tanggal 27 April 2018, sebagaimana diaktakan dalam Akta Notaris Ashoya Ratam, S.H.,
       M.Kn., No. 35 tanggal 15 Mei 2018, para pemegang saham menyetujui perubahan rencana
       pengalihan saham hasil pembelian kembali melalui penarikan kembali sejumlah 1.737.779.800
       saham yang merupakan seluruh saham yang telah dibeli kembali oleh Perusahaan, dengan cara
       pengurangan modal ditempatkan dan disetor dari semula sebesar Rp5.040 miliar menjadi sebesar
       Rp4.953 miliar. Dengan demikian, guna memenuhi ketentuan Pasal 33 Undang-Undang
       No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, pada RUPST telah disetujui pengurangan modal
       dasar Perusahaan dari semula sebesar Rp20.000 miliar menjadi sebesar Rp19.500 miliar, sehingga
       jumlah modal saham dasar Perusahaan menjadi 1 saham Seri A Dwiwarna dan 389.999.999.999
       saham Seri B.

       Berdasarkan Risalah RUPS oleh Notaris Ashoya Ratam, S.H., M.Kn., No. 52 tanggal 7 Mei 2025,
       RUPS menyetujui program pembelian kembali saham Perusahaan dengan alokasi dana maksimum
       sebesar Rp3.000 miliar. Pada tanggal 30 September 2025, Perusahaan telah melakukan pembelian
       kembali saham sebanyak 1.750.000 lembar atau sebesar Rp5 miliar (Catatan 21).

       Pada tanggal 30 September 2025, seluruh saham Seri B Perusahaan telah dicatatkan pada BEI dan
       42.926.378 ADS atau setara dengan 4.292.637.880 lembar saham Seri B telah dicatatkan pada NYSE
       (Catatan 21).

       Pada tanggal 16 Juni 2015, Perusahaan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Telkom Tahap I Tahun
       2015 masing-masing sebesar Rp2.200 miliar untuk Seri A yang berjangka waktu 7 (tujuh) tahun,
       Rp2.100 miliar untuk Seri B yang berjangka waktu 10 (sepuluh) tahun, Rp1.200 miliar untuk Seri C
       yang berjangka waktu 15 (lima belas) tahun, dan Rp1.500 miliar untuk Seri D yang berjangka waktu
       30 (tiga puluh) tahun dan masing-masing telah dicatatkan di BEI (Catatan 19a).



                                                  10
Page 14
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                          yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.   UMUM (lanjutan)

     d. Entitas anak

        Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, Perusahaan telah mengkonsolidasikan
        laporan keuangan semua entitas anak yang dimiliki secara langsung maupun tidak langsung, sebagai
        berikut (Catatan 2b dan 2d):

       i.   Entitas anak dengan kepemilikan langsung:
                                                                    Tahun                                         Jumlah aset sebelum
                                                                  dimulainya     Persentase kepemilikan*               eliminasi
                                                                    operasi    30 September 31 Desember      30 September     31 Desember
                 Entitas anak                 Jenis usaha         komersial        2025          2024            2025             2024
            PT Telekomunikasi      Jasa jaringan, layanan            1995               70              70         111.468          117.403
             Selular                 telekomunikasi seluler,
             (“Telkomsel”)           fixed broadband, dan
                                     internet protocol
                                     television ("IPTV")

            PT Dayamitra           Penyewaan menara                 1995                72             72           58.046           58.140
             Telekomunikasi Tbk.    telekomunikasi dan jasa
             (“Mitratel”)           penunjang digital untuk
                                    mobile infrastructure

            PT Telekomunikasi      Jasa telekomunikasi dan          1995               100            100           18.086           17.173
             Indonesia               informasi internasional
             International
             (“Telin”)

            PT Multimedia          Jasa jaringan telekomunikasi     1998               100            100           17.900           17.995
             Nusantara               dan multimedia
             (“Metra”)

            PT Telkom Satelit      Telekomunikasi -                 1996               100            100            8.891            8.858
             Indonesia               menyediakan sistem
             (“Telkomsat”)           komunikasi satelit, jasa
                                     dan sarana terkait

            PT Telkom Data         Data center                      1996               100            100            8.831            8.466
             Ekosistem
             (“TDE”)

            PT Sigma Cipta         Jasa konsultasi piranti          1988               100            100            5.790            6.207
             Caraka                  keras dan piranti lunak
             (“Sigma”)               komputer

            PT Graha Sarana        Pembangunan, perdagangan,        1982               100            100            5.351            5.494
             Duta                   jasa, dan pengangkutan
             ("GSD")                darat

            PT Telkom Akses        Pembangunan, jasa dan            2013               100            100            3.771            4.480
             (“Telkom Akses”)       perdagangan bidang
                                    telekomunikasi

            PT Telkom              Jasa jaringan                    2024               100            100            3.728            3.048
             Infrastruktur           telekomunikasi
             Indonesia               dan informasi
             (“TIF”)

            PT Metra-Net           Jasa portal multimedia           2009               100            100            2.404            2.096
             (“Metra-Net”)

            PT Infrastruktur       Pembangunan, jasa dan            2014               100            100            1.307            1.371
             Telekomunikasi         perdagangan bidang
             Indonesia              telekomunikasi
             (“Telkom Infra”)

            PT PINS Indonesia      Perdagangan perangkat            1995               100            100              721             733
             (“PINS”)               telekomunikasi

            PT Napsindo Primatel   Telekomunikasi -                 1999;               60             60                5               5
             Internasional           menyediakan Network,          berhenti
             (“Napsindo”)            Access Point ("NAP"),        beroperasi
                                     Voice Over Data ("VOD"),       pada
                                     dan jasa terkait lainnya      tanggal
                                                                  13 Januari
                                                                    2006

            *Persentase kepemilikan sebesar 99,99% disajikan dengan pembulatan menjadi 100%.
            Semua entitas anak dengan kepemilikan langsung berdomisili di Indonesia.




                                                                  11
Page 15
                                PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                    PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                       Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                            yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                 (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.   UMUM (lanjutan)

     d. Entitas anak (lanjutan)

        ii.   Entitas anak dengan kepemilikan tidak langsung:

                                                                          Tahun                                            Jumlah aset sebelum
                                                                        dimulainya     Persentase kepemilikan*                  eliminasi
                                                                          operasi    30 September    31 Desember       30 September    31 Desember
                      Entitas anak                   Jenis usaha        komersial        2025            2024              2025            2024
              PT Metra Digital               Jasa perdagangan,             2013               100             100              9.123          9.110
               Investama Ventura               informasi dan
               (“MDI”)                         teknologi multimedia,
                                               hiburan, dan
                                               jasa investasi

              Telekomunikasi                 Telekomunikasi dan              2008               100             100              6.646        6.090
                Indonesia                      jasa terkait
                International Pte. Ltd.
                ("Telin Singapore"),
                berdomisili di Singapura

              Telekomunikasi                 Pengelolaan investasi           2010               100             100              3.489        3.624
                Indonesia                     dan layanan
                International Ltd.            telekomunikasi
                ("Telin Hong Kong"),
                berdomisili di Hong Kong

              NeutraDC                       Data center                     2024               100             100              2.239        2.086
               Singapore Pte. Ltd.
               (“NeutraDC Singapore”)
               berdomisili di Singapura

              PT Telkom Landmark             Jasa pengembangan               2012                55              55              2.179        2.120
               Tower                           dan manajemen
               (“TLT”)                         properti

              PT Infomedia                   Jasa layanan informasi,         1984               100             100              2.068        2.203
               Nusantara                       contact center dan
               (“Infomedia”)                   content directory

              PT Persada Sokka               Penyewaan menara                2008               100             100              1.743        1.621
               Tama                           telekomunikasi dan
               ("PST")                        jasa telekomunikasi
                                              lainnya

              PT Nuon Digital Indonesia      Jasa penjualan                  2010               100             100              1.723        1.393
               (“Nuon”)                        konten digital

              PT Finnet Indonesia            Jasa teknologi                  2006                60              60              1.528        1.383
               (“Finnet”)                      informatika

              PT Teknologi Data              Jasa telekomunikasi             2013                60              60              1.428        1.444
               Infrastruktur                   dan data center
               (“TDI”)

              Telekomunikasi                 Jaringan telekomunikasi,        2012               100             100              1.088        1.035
                Indonesia                      mobile, internet,
                International                  dan data
                (TL) S.A.
                ("Telkomcel"),
                berdomisili di Timor Leste

              PT Telkomsel Mitra             Jasa konsultan                  2019               100             100              1.041        1.040
               Inovasi                         manajemen bisnis
               (“TMI”)                         dan investasi

              PT Metra Digital Media         Jasa informasi                  2013               100             100               789          877
               (“MD Media”)                    telekomunikasi dan
                                               informasi lainnya

              PT Administrasi                Jasa administrasi               2002               100             100               770          704
               Medika                          asuransi kesehatan
               (“Ad Medika”)


              *Persentase kepemilikan sebesar 99,99% disajikan dengan pembulatan menjadi 100%.
              Selain yang disebutkan secara spesifik, entitas anak dengan kepemilikan tidak langsung berdomisili di Indonesia.




                                                                        12
Page 16
                                 PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                     PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                        Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                             yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                  (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.   UMUM (lanjutan)

     d. Entitas anak (lanjutan)

        ii.   Entitas anak dengan kepemilikan tidak langsung (lanjutan):

                                                                         Tahun                                            Jumlah aset sebelum
                                                                       dimulainya      Persentase kepemilikan*                 eliminasi
                                                                         operasi    30 September    31 Desember      30 September     31 Desember
                    Entitas anak                  Jenis usaha          komersial        2025            2024             2025             2024
              PT Digital Aplikasi Solusi   Jasa sistem                    2014               100               100             435             441
               ("Digiserve")                 komunikasi

              PT Ultra Mandiri             Jasa sarana-prasarana         2019                 100             100                419          366
               Telekomunikasi                jaringan telekomunikasi
               ("UMT")

              Telekomunikasi               Jasa telekomunikasi           2014                 100             100                387          267
                Indonesia                    dan informasi
                International (USA) Inc.
                (“Telin USA”),
                berdomisili di
                Amerika Serikat

              PT Swadharma                 Jasa pengisian kas            2001                  51              51                375          387
               Sarana Informatika            dan pemeliharaan
               (“SSI”)                       Anjungan Tunai
                                             Mandiri ("ATM")

              PT Telkomsel Ekosistem       Jasa konsultasi               2021                 100             100                363          451
               Digital                       manajemen bisnis
               ("TED")                       dan investasi, dan/atau
                                             penyertaan modal pada
                                             perusahaan lain

              TS Global                    Jasa satelit                  1996                  70              70                329          357
               Network Sdn. Bhd.
               (“TSGN”),
               berdomisili di Malaysia

              PT Nusantara Sukses          Jasa dan                      2014                 100             100                289          288
               Investasi                     perdagangan
               (“NSI”)

              PT Graha Yasa Selaras        Jasa pariwisata dan           2012                  51              51                276          277
               (”GYS”)                       perhotelan

              PT Metra TV                  Jasa penyiaran                2013                 100             100                268           57
               ("Metra TV")                  berlangganan

              PT Nutech Integrasi          Jasa penyedia                 2001                  60              60                238          225
               (“Nutech”)                    sistem integrator

              PT Collega Inti Pratama      Perdagangan dan               2001                  70              70                202          196
               ("CIP")                      jasa

              PT Graha Telkomsigma         Jasa pengelolaan              1999                 100             100                169          167
               ("GTS")                       dan konsultasi

              Telekomunikasi               Jasa telekomunikasi           2013                  70              70                150          144
                Indonesia International      dan informasi
                (Malaysia) Sdn. Bhd.
                (”Telin Malaysia”),
                berdomisili di Malaysia

              PT Media Nusantara           Jasa konsultasi piranti       2012                  55              55                142          134
               Data Global                   keras, piranti lunak
               ("MNDG")                      komputer, data center,
                                             dan internet exchange


              * Persentase kepemilikan sebesar 99,99% disajikan dengan pembulatan menjadi 100%.
              Selain yang disebutkan secara spesifik, entitas anak dengan kepemilikan tidak langsung berdomisili di Indonesia.




                                                                         13
Page 17
                                 PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                     PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                        Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                             yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                  (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.   UMUM (lanjutan)

     d. Entitas anak (lanjutan)

        ii.   Entitas anak dengan kepemilikan tidak langsung (lanjutan):

                                                                              Tahun                                          Jumlah aset sebelum
                                                                            dimulainya     Persentase kepemilikan*                eliminasi
                                                                              operasi    30 September 31 Desember        30 September 31 Desember
                         Entitas anak                  Jenis usaha          komersial        2025          2024              2025           2024
              Telekomunikasi                   Jasa telekomunikasi             2013               100           100                57            52
                Indonesia                        dan informasi
                International
                (Australia) Pty. Ltd.
                (“Telin Australia”),
                berdomisili di Australia

              PT Metraplasa                    Jasa jaringan dan              2012;                 60              60            29            29
               (“Metraplasa”)                    e-commerce                  berhenti
                                                                            beroperasi
                                                                            pada bulan
                                                                             Oktober
                                                                              2020

              PT Pojok Celebes                 Usaha pariwisata               2008                 100            100             26            69
               Mandiri
               ("PCM")


              * Persentase kepemilikan sebesar 99,99% disajikan dengan pembulatan menjadi 100%.
              Selain yang disebutkan secara spesifik, entitas anak dengan kepemilikan tidak langsung berdomisili di Indonesia.


     e. Informasi penting lainnya

        i.    Mitratel

              Pembelian kembali saham

              Pada tanggal 6 Maret 2023, Mitratel mengumumkan untuk melakukan pembelian kembali saham
              yang dimiliki publik, dengan jumlah maksimum 7,88% saham dari saham Mitratel yang
              ditempatkan dan disetor penuh. Periode pembelian kembali saham adalah 18 (delapan belas)
              bulan dimulai dari tanggal 14 April 2023 sampai tanggal 13 Oktober 2024. Pada 31 Desember
              2024, Mitratel telah melakukan pembelian kembali saham sebanyak 1.095.945.900 lembar
              saham atau setara dengan Rp704 miliar.

              Pada tanggal 18 Juli 2025, Mitratel mengumumkan rencana melakukan pembelian kembali
              saham yang dimiliki publik, dengan jumlah maksimum 4,12% saham dari saham Mitratel yang
              ditempatkan dan disetor penuh. Periode pembelian kembali saham adalah 12 (dua belas) bulan
              dimulai dari tanggal 26 Agustus 2025 sampai tanggal 25 Agustus 2026. Pada tanggal
              30 September 2025, Mitratel belum merealisasikan pembelian kembali saham tersebut.




                                                                       14
Page 18
                               PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                   PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                      Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                           yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.   UMUM (lanjutan)

     e. Informasi penting lainnya (lanjutan)

        i.    Mitratel (lanjutan)

              Akuisisi entitas sepengendali

              Berdasarkan Akta Notaris Shinta Dewi S.H., Nomor 2 dan Nomor 3 pada tanggal
              2 Desember 2024, Mitratel melakukan penandatanganan Akta Jual Beli Saham (Share Purchase
              Agreement) dengan PT Pembangunan Perumahan Infrastruktur (“PPIN”) dan Yayasan
              Kesejahteraan Karyawan Pembangunan Perumahan (“YKPP”) untuk akuisisi 100% saham
              UMT. Transaksi ini merupakan transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali, dimana
              pemegang saham pengendali terakhir (ultimate shareholder) dari Mitratel dan UMT adalah
              Pemerintah. Atas transaksi ini Mitratel menjadi pengendali atas UMT.

              Selisih antara nilai imbalan yang dialihkan dan nilai tercatat investasi yang diperoleh dari transaksi
              ini telah diakui sebagai Tambahan Modal Disetor dalam Laporan Perubahan Ekuitas
              Konsolidasian, dengan rincian sebagai berikut:

              Imbalan yang dibayarkan                                                                         650
              Nilai buku ekuitas UMT pada saat akuisisi                                                       (91)
              Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali                                    559

        ii.   TDI

              Berdasarkan Akta Notaris Jimmy Tanal, S.H., M.Kn., No. 313 tanggal 14 Oktober 2024, seluruh
              pemegang saham TDI menyetujui penerbitan 8.050.000 lembar saham baru. Atas penerbitan
              saham tersebut, diambil bagiannya oleh TDE sebanyak 4.830.000 lembar saham atau sebesar
              Rp483 miliar; Nxera ID Pte. Ltd. (sebelumnya ST Dynamo ID Pte. Ltd.) sebanyak 2.817.500
              lembar saham atau sebesar Rp282 miliar; dan PT Medco Power Indonesia sebesar 402.500
              lembar saham atau sebesar Rp40 miliar. Penambahan modal ini tidak menyebabkan perubahan
              kepemilikan TDE.

     f. Penyelesaian dan kewenangan penerbitan laporan keuangan konsolidasian

        Manajemen Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan
        konsolidasian ini sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, yang telah disetujui dan
        diotorisasi untuk diterbitkan oleh Direksi Perusahaan pada tanggal 30 Oktober 2025.




                                                        15
Page 19
                           PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
               PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                  Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                       yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
            (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL

   Laporan keuangan konsolidasian Grup disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi
   Keuangan di Indonesia yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) dan
   Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (“ISAK”) yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi
   Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia ("DSAK IAI") dan Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan
   Lembaga Keuangan (“Bapepam-LK”) No. VIII.G.7 tentang “Penyajian dan Pengungkapan Laporan
   Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik”, yang terlampir dalam surat KEP-347/BL/2012.

   a. Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian

     Laporan keuangan konsolidasian, kecuali untuk laporan arus kas konsolidasian, disusun dengan
     dasar akrual. Laporan keuangan konsolidasian juga disusun dengan dasar harga perolehan, kecuali
     untuk akun tertentu yang diukur dengan menggunakan dasar seperti yang disebutkan dalam catatan
     yang relevan.

     Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dan menyajikan
     perubahan kas dan setara kas dari kegiatan operasi, investasi, dan pendanaan.

     Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan konsolidasian adalah mata uang
     Rupiah (“Rp”) yang juga merupakan mata uang fungsional setiap entitas dalam Grup, kecuali atas
     entitas anak tertentu yang memiliki mata uang fungsional Dolar Amerika Serikat, Dolar Australia,
     Dolar Singapura, dan Ringgit Malaysia.

     Untuk angka-angka dalam laporan keuangan konsolidasian ini yang masih mengandung nilai tetapi di
     bawah Rp1 miliar dan US$1 juta disajikan dengan angka nol.

     Standar akuntansi baru

     Pada tanggal 1 Januari 2025, Grup menerapkan pernyataan standar akuntansi keuangan dan
     interpretasi standar akuntansi keuangan baru dan revisi yang efektif sejak tanggal tersebut.
     Penyesuaian kebijakan akuntansi Grup telah dibuat seperti yang disyaratkan, sesuai dengan
     ketentuan transisi dalam masing-masing standar dan interpretasi. Penerapan standar dan interpretasi
     yang baru dan direvisi tidak menghasilkan perubahan besar terhadap kebijakan akuntansi Grup dan
     tidak memiliki dampak material pada jumlah yang dilaporkan untuk tahun berjalan atau tahun
     sebelumnya:

     Amendemen PSAK 221: Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing

     Amendemen ini menjelaskan kriteria ketertukaran antara dua mata uang dan mensyaratkan
     pengungkapan informasi yang memungkinkan pengguna laporan keuangan memahami dampak mata
     uang yang tidak dapat dipertukarkan. Amendemen ini diperkirakan tidak memberikan dampak material
     terhadap laporan keuangan konsolidasi.

     Standar akuntansi yang telah diterbitkan namun belum berlaku efektif

     Berlaku efektif 1 Januari 2026:

     Amendemen PSAK 109: Instrumen Keuangan dan PSAK 107: Instrumen Keuangan: Pengungkapan

     Amendemen ini menjelaskan terkait penghentian pengakuan liabilitas keuangan dengan kas
     menggunakan sistem pembayaran elektronik, klasifikasi aset keuangan, pengungkapan terkait
     investasi pada instrumen ekuitas ditetapkan untuk diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
     komprehensif lain, dan pengungkapan terkait persyaratan kontraktual yang mengubah waktu atau
     jumlah arus kas kontraktual.




                                                 16
Page 20
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                    Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                         yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     a. Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian (lanjutan)

       Standar akuntansi yang telah diterbitkan namun belum berlaku efektif (lanjutan)

       Berlaku efektif 1 Januari 2026 (lanjutan):

       Amendemen PSAK 109: Instrumen Keuangan dan PSAK 107: Instrumen Keuangan: Pengungkapan
       (lanjutan)

       Amendemen ini mengatur pertimbangan sebagai pembeli neto dalam menerapkan ketentuan
       ‘penggunaan sendiri’. Amendemen ini menjelaskan penerapan akuntansi lindung nilai jika kontrak
       yang mengacu pada listrik bergantung alam ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai serta
       amendemen ini mensyaratkan pengungkapan agar pengguna dapat memahami risiko dari kontrak
       yang mengacu pada listrik bergantung alam.

       Amendemen ini diperkirakan tidak memberikan dampak material terhadap laporan keuangan
       konsolidasi.

       Berlaku efektif 1 Januari 2027:

       PSAK 118: Penyajian dan Pengungkapan dalam Laporan Keuangan

       DSAK IAI telah mengesahkan PSAK 118: Penyajian dan Pengungkapan dalam Laporan Keuangan.
       PSAK 118 akan menggantikan PSAK 201: Penyajian Laporan Keuangan. PSAK 118 memberikan
       persyaratan untuk penyajian subtotal laba (rugi) operasi, laba (rugi) sebelum pendanaan dan pajak
       penghasilan, serta laba (rugi). Selain itu, PSAK 118 juga mensyaratkan penghasilan dan beban untuk
       diklasifikasikan ke dalam kategori operasi, investasi, dan pendanaan, serta pajak penghasilan dan
       operasi yang dihentikan.

       PSAK 118 juga mengatur mengenai pengungkapan Ukuran Kinerja Tetapan Manajemen (“UKTM”)
       dengan tujuan mengomunikasikan pandangan manajemen atas aspek kinerja keuangan perusahaan
       secara keseluruhan. PSAK 118 menjelaskan mengenai peran laporan keuangan utama dan catatan
       atas laporan keuangan serta prinsip dan persyaratan mengenai agregasi dan disagregasi informasi.
       Prinsip tersebut berlaku baik dalam penyajian di laporan keuangan maupun dalam pengungkapan di
       catatan atas laporan keuangan. Saat ini, Grup tengah berupaya mengidentifikasi dampak yang akan
       ditimbulkan terhadap laporan keuangan konsolidasi.

       PSAK 119: Entitas Anak Tanpa Akuntabilitas Publik: Pengungkapan

       DSAK IAI telah mengesahkan PSAK 119: Entitas Anak Tanpa Akuntabilitas Publik: Pengungkapan.
       PSAK 119 mengatur persyaratan pengungkapan yang dapat diterapkan oleh entitas sebagai
       pengganti persyaratan pengungkapan dalam PSAK lain. Entitas dapat memilih untuk menerapkan
       PSAK ini dalam laporan keuangan konsolidasian, tersendiri, atau laporan keuangan individual jika dan
       hanya jika pada akhir periode pelaporan entitas merupakan entitas anak tanpa akuntabilitas publik di
       mana entitas induknya menyusun laporan keuangan konsolidasian yang tersedia bagi publik yang
       mematuhi SAK Indonesia. Amendemen ini diperkirakan tidak memberikan dampak material terhadap
       laporan keuangan konsolidasi.




                                                    17
Page 21
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                    Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                         yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     b. Prinsip konsolidasi

       Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan entitas anak yang mana
       Perusahaan memiliki kendali. Pengendalian timbul ketika Grup terekspos atau memiliki hak atas imbal
       hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi
       imbal hasil tersebut melalui kekuasaannya atas investee. Secara spesifik, Grup mengendalikan
       investee jika dan hanya jika Grup memiliki kekuasaan atas investee, eksposur, atau hak atas imbal
       hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee, dan kemampuan untuk menggunakan
       kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi imbal hasil.

       Umumnya, ada dugaan bahwa mayoritas hak suara menghasilkan kontrol. Untuk mendukung
       anggapan ini bila Grup memiliki mayoritas atau kurang dari mayoritas hak suara atau hak serupa dari
       investee, Grup mempertimbangkan semua fakta dan keadaan yang relevan dalam menilai apakah
       Grup memiliki kuasa atas investee, termasuk:
       i. Pengaturan kontraktual dengan pemilik hak suara lainnya dari investee;
       ii. Hak yang timbul atas pengaturan kontraktual lain; dan
       iii. Hak suara dan hak suara potensial yang dimiliki Grup.

       Grup menilai kembali apakah Grup mengendalikan investee jika fakta dan keadaan mengindikasikan
       adanya perubahan terhadap satu atau lebih dari tiga elemen pengendalian. Entitas anak dikonsolidasi
       sejak tanggal ketika Grup memperoleh pengendalian secara efektif dan tidak dikonsolidasikan lagi
       sejak tanggal Grup kehilangan pengendalian. Aset, liabilitas, pendapatan, dan beban entitas anak
       yang diperoleh atau dilepaskan selama periode berjalan dimasukkan ke dalam laporan posisi
       keuangan konsolidasian dan laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian sejak
       tanggal ketika Grup memperoleh pengendalian hingga tanggal sejak Grup kehilangan pengendalian.

       Laba atau rugi dan setiap komponen pendapatan komprehensif lain diatribusikan pada pemilik
       Perusahaan dan pada kepentingan nonpengendali, meskipun hal ini akan mengakibatkan timbulnya
       saldo defisit pada kepentingan nonpengendali.

       Seluruh aset dan liabilitas, ekuitas, pendapatan dan beban, dan arus kas atas transaksi antar-Grup
       dieliminasi sepenuhnya pada saat konsolidasi.

       Saat Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak, maka Grup:
       i. menghentikan pengakuan aset (termasuk setiap goodwill) dan liabilitas entitas anak pada nilai
            tercatatnya ketika pengendalian hilang;
       ii. menghentikan pengakuan jumlah tercatat setiap kepentingan nonpengendali pada entitas anak
            terdahulu pada tanggal hilangnya pengendalian;
       iii. mengakui nilai wajar pembayaran yang diterima (jika ada) dari transaksi, peristiwa, atau keadaan
            yang mengakibatkan hilangnya pengendalian;
       iv. mengakui setiap sisa investasi pada entitas anak terdahulu pada nilai wajarnya pada tanggal
            hilangnya pengendalian; dan
       v. mengakui setiap perbedaan yang dihasilkan sebagai keuntungan atau kerugian dalam laporan laba
            rugi konsolidasian yang dapat diatribusikan pada Grup.

     c. Transaksi dengan pihak berelasi

       Grup mempunyai transaksi dengan pihak berelasi. Definisi pihak berelasi yang digunakan sesuai
       dengan Peraturan Bapepam-LK No. VIII.G.7 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan
       Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik, yang terlampir dalam surat keputusan
       No.KEP-347/BL/2012. Pihak-pihak yang dipertimbangkan sebagai pihak berelasi adalah orang atau
       entitas yang terkait dengan entitas yang menyiapkan laporan keuangannya.

       Berdasarkan Peraturan Bapepam-LK No. VIII.G.7 tersebut, entitas berelasi dengan pemerintah
       merupakan entitas yang dikendalikan, dikendalikan bersama, atau dipengaruhi secara signifikan oleh
       pemerintah. Pemerintah dalam hal ini adalah Menteri Keuangan atau Pemerintah Daerah yang
       merupakan pemegang saham dari entitas.
                                                    18
Page 22
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                    Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                         yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     c. Transaksi dengan pihak berelasi (lanjutan)

       Personil manajemen kunci adalah orang-orang yang mempunyai kewenangan dan tanggung jawab
       untuk merencanakan, memimpin, dan mengendalikan aktivitas entitas, secara langsung atau tidak
       langsung, termasuk direktur (baik eksekutif maupun bukan eksekutif) dari Grup. Status pihak berelasi
       diperluas sampai dengan manajemen kunci dari entitas anak sampai dengan tingkatan mereka
       mengarahkan operasi entitas anak dengan tingkat keterlibatan minimal dari manajemen Perusahaan.

     d. Kombinasi bisnis dan goodwill

       Kombinasi bisnis dicatat dengan metode akuisisi. Imbalan yang dialihkan diukur sebesar nilai
       wajarnya, yang merupakan agregat dari nilai wajar aset yang dialihkan, liabilitas yang diambil alih, dan
       instrumen ekuitas yang diterbitkan sebagai pertukaran atas pengendalian dari pihak yang diakuisisi.
       Untuk setiap kombinasi bisnis, kepentingan nonpengendali diukur pada nilai wajar atau pada proporsi
       kepemilikan nonpengendali atas aset neto teridentifikasi dari entitas yang diakuisisi. Pilihan dasar
       pengukuran dibuat berdasarkan basis tiap transaksi. Biaya terkait akuisisi dicatat sebagai beban pada
       saat timbulnya. Aset dan liabilitas yang teridentifikasi dari pihak yang diakuisisi diakui pada nilai wajar
       pada tanggal akuisisi.

       Goodwill awalnya diukur pada harga perolehan, yang merupakan selisih lebih dari nilai agregat
       imbalan yang dialihkan dan nilai yang diakui oleh kepentingan nonpengendali dan nilai kepentingan
       ekuitas yang dimiliki sebelumnya, atas jumlah neto dari aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas
       yang diambil alih. Jika nilai wajar dari jumlah neto aset yang diakuisisi melebihi nilai agregat imbalan
       yang dialihkan, Grup menilai kembali apakah semua aset yang diakuisisi dan liabilitas yang diambil
       alih sudah diidentifikasi dengan benar dan memeriksa prosedur yang digunakan untuk mengukur nilai
       yang harus diakui pada tanggal akuisisi. Jika hasil penilaian kembali tersebut masih menghasilkan
       selisih lebih atas nilai wajar dari aset neto diakuisisi atas nilai agregat imbalan yang dialihkan, maka
       keuntungan diakui pada laba atau rugi.
       Saat penentuan imbalan dari kombinasi bisnis termasuk imbalan kontinjensi, imbalan kontinjensi ini
       diukur pada nilai wajar saat tanggal akuisisi. Imbalan kontinjensi diklasifikasikan sebagai ekuitas atau
       liabilitas keuangan. Jumlah yang diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan selanjutnya diukur
       kembali pada nilai wajar di mana perubahan pada nilai wajar tersebut diakui dalam laba rugi atau
       ketika penyesuaian dicatat di luar periode pengukuran. Perubahan pada nilai wajar imbalan kontinjensi
       yang memenuhi persyaratan sebagai penyesuaian periode pengukuran, disesuaikan secara
       retrospektif, dengan penyesuaian terkait terhadap goodwill. Penyesuaian periode pengukuran adalah
       penyesuaian yang timbul dari informasi tambahan yang didapat selama periode pengukuran, yang
       tidak boleh melebihi satu tahun dari tanggal akusisi, tentang fakta dan kondisi yang ada pada saat
       tanggal akuisisi.
       Jika akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum selesai pada akhir periode pelaporan saat
       kombinasi bisnis terjadi, maka Grup akan melaporkan jumlah sementara untuk pos-pos yang proses
       akuntansinya belum selesai dalam laporan keuangan konsolidasian. Selama periode pengukuran,
       Grup menyesuaikan secara retrospektif jumlah sementara yang diakui pada tanggal akuisisi untuk
       mencerminkan informasi baru yang diperoleh tentang fakta dan keadaan yang ada pada tanggal
       akuisisi dan, jika diketahui, telah berdampak pada pengukuran jumlah yang diakui pada tanggal
       tersebut. Periode pengukuran berakhir segera setelah Perusahaan menerima informasi yang dicari
       tentang fakta dan keadaan yang ada pada tanggal akuisisi atau mempelajari bahwa informasi
       tambahan tidak dapat diperoleh. Namun demikian, periode pengukuran tidak boleh melebihi satu
       tahun dari tanggal akuisisi.

       Dalam suatu kombinasi bisnis yang dilakukan secara bertahap, pihak pengakuisisi mengukur kembali
       kepentingan ekuitas yang dimiliki sebelumnya pada pihak diakuisisi pada nilai wajar saat tanggal
       akuisisi dan mengakui keuntungan atau kerugian yang dihasilkan, jika ada, dalam laba rugi.




                                                      19
Page 23
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                          yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     d. Kombinasi bisnis dan goodwill (lanjutan)

        Berdasarkan PSAK 338: Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali, pengalihan aset, liabilitas, saham,
        dan instrumen kepemilikan lain antara entitas sepengendali tidak akan menghasilkan suatu laba atau
        rugi bagi Perusahaan atau entitas individual yang berada dalam Grup yang sama. Oleh karena
        transaksi restrukturisasi antara entitas sepengendali tidak mengubah substansi ekonomi atas
        kepemilikan aset, liabilitas, saham, atau instrumen kepemilikan lain yang dipertukarkan, aset atau
        liabilitas yang dialihkan harus dicatat berdasarkan nilai buku yang menggunakan metode penyatuan
        kepentingan (pooling-of-interests).

        Dalam pelaksanaan metode penyatuan kepentingan, komponen-komponen laporan keuangan selama
        restrukturisasi terjadi disajikan seolah-olah restrukturisasi tersebut telah terjadi sejak awal periode
        penyajian paling awal. Selisih imbalan yang dibayar atau diterima dengan nilai buku historis terkait
        dengan nilai tercatat dari kepentingan yang diperoleh, setelah memperhitungkan dampak pajak
        penghasilan, diakui secara langsung di ekuitas dan disajikan sebagai “Tambahan Modal Disetor” pada
        bagian ekuitas di laporan posisi keuangan konsolidasian.

        Pada saat penerapan awal PSAK 338, seluruh saldo Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas
        Sepengendali direklasifikasikan ke akun “Tambahan Modal Disetor” pada laporan posisi keuangan
        konsolidasian.

     e. Kas dan setara kas

        Kas dan setara kas di laporan posisi keuangan terdiri dari kas di tangan, kas dan bank, dan deposito
        jangka pendek yang sangat likuid dengan jangka waktu tiga bulan atau kurang, yang siap dikonversi
        menjadi uang tunai dalam jumlah yang diketahui dan memiliki risiko perubahan nilai yang tidak
        signifikan.

        Untuk tujuan laporan arus kas konsolidasian, kas dan setara kas terdiri kas dan deposito jangka
        pendek, sesuai definisi di atas, setelah dikurangi dengan saldo cerukan bank karena dianggap sebagai
        bagian yang tidak terpisahkan dari pengelolaan kas Grup.

        Deposito yang jatuh temponya lebih dari tiga bulan tetapi tidak lebih dari satu tahun disajikan sebagai
        “Aset keuangan lancar lainnya” pada laporan posisi keuangan konsolidasian.

     f. Persediaan

        Persediaan terdiri dari kartu Subscriber Identification Module (“SIM”) dan voucer prabayar yang
        dibebankan pada saat dijual.

        Persediaan diakui sebesar nilai yang lebih rendah antara harga perolehan dan nilai realisasi bersih.
        Nilai realisasi bersih ditentukan dengan mengestimasi harga jual, dikurangi estimasi biaya penjualan
        atau menentukan biaya penggantian yang berlaku.

        Biaya persediaan meliputi harga beli, bea impor, pajak lainnya, biaya pengangkutan, biaya
        penanganan, dan biaya lainnya yang secara langsung dapat diatribusikan pada perolehannya.

        Harga perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang.

        Jumlah penurunan nilai persediaan di bawah biaya perolehan menjadi nilai realisasi bersih dan
        seluruh kerugian persediaan diakui sebagai beban pada periode terjadinya penurunan atau kerugian
        tersebut. Setiap pemulihan kembali penurunan nilai persediaan karena peningkatan kembali nilai
        realisasi bersih, diakui sebagai pengurangan terhadap jumlah beban umum dan administrasi pada
        periode terjadinya pemulihan tersebut.

        Provisi persediaan usang ditentukan berdasarkan estimasi penggunaan setiap jenis persediaan pada
        masa depan.
                                                      20
Page 24
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                          yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     g. Beban dibayar di muka

        Beban dibayar di muka diamortisasi sesuai masa manfaatnya dengan menggunakan metode garis
        lurus. Beban dibayar di muka disajikan di laporan posisi keuangan konsolidasian sebagai aset lancar
        lainnya dan aset tidak lancar lainnya.

     h. Aset takberwujud

        Aset takberwujud diakui jika kemungkinan besar Grup akan memperoleh manfaat ekonomis masa
        depan dari aset takberwujud tersebut dan biaya perolehan aset tersebut dapat diukur secara andal.

        Aset takberwujud dicatat berdasarkan biaya perolehan dikurangi akumulasi amortisasi dan rugi
        penurunan nilai (apabila ada). Aset takberwujud diamortisasi selama estimasi masa manfaatnya.
        Periode amortisasi dan metode amortisasi aset takberwujud dengan umur manfaat terbatas ditelaah
        setidaknya setiap akhir periode pelaporan. Grup mengestimasi nilai terpulihkan dari aset takberwujud.
        Apabila nilai tercatat aset takberwujud melebihi estimasi jumlah terpulihkan, maka nilai tercatat aset
        tersebut diturunkan menjadi sebesar estimasi jumlah terpulihkan.

        Aset takberwujud, kecuali goodwill, diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus
        berdasarkan estimasi masa manfaat aset takberwujud sebagai berikut:
                                                                                      Tahun
        Piranti lunak                                                                   3-6
        Lisensi                                                                         3-20
        Aset takberwujud lainnya                                                        3-30

        Aset takberwujud dihentikan pengakuannya ketika aset tersebut dilepaskan atau ketika tidak terdapat
        lagi manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasan aset tersebut.
        Selisih dalam laporan antara nilai tercatat aset dengan hasil neto yang diterima dari pelepasannya
        diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.

     i. Aset tetap

        Aset tetap dinyatakan pada harga perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan
        nilai (jika ada).

        Biaya perolehan aset tetap terdiri dari: (a) harga perolehan; (b) setiap biaya yang dapat diatribusikan
        secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan; dan (c) estimasi awal
        biaya pembongkaran dan pemindahan aset tetap dan restorasi lokasi aset tetap. Setiap bagian aset
        tetap yang memiliki harga perolehan cukup signifikan terhadap biaya perolehan seluruh aset tetap
        disusutkan secara terpisah.

        Aset tetap, kecuali tanah, disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan estimasi
        masa manfaat aset tetap sebagai berikut:
                                                                                               Tahun
        Bangunan                                                                                15-50
        Renovasi bangunan sewa                                                                   2-10
        Peralatan sentral telepon                                                                3-15
        Peralatan telegraf, teleks, dan komunikasi data                                          5-15
        Peralatan dan instalasi transmisi                                                        3-40
        Satelit, stasiun bumi, dan peralatan                                                     3-20
        Jaringan kabel                                                                           5-25
        Catu daya                                                                                3-20
        Peralatan pengolahan data                                                                3-20
        Kendaraan                                                                                4-8
        Peralatan telekomunikasi lainnya                                                          5
        Peralatan kantor                                                                         2-5
        Peralatan lainnya                                                                        2-5


                                                      21
Page 25
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                          yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     i. Aset tetap (lanjutan)

        Biaya signifikan sehubungan dengan renovasi bangunan sewa dikapitalisasi dan disusutkan selama
        masa sewa.

        Metode penyusutan, umur manfaat, dan nilai residu dari suatu aset direviu paling tidak setiap akhir
        tahun buku dan disesuaikan jika diperlukan. Nilai residu dari aset adalah estimasi jumlah yang dapat
        diperoleh Grup dari pelepasan aset, setelah dikurangi estimasi biaya pelepasan, ketika aset telah
        mencapai umur dan kondisi yang diharapkan pada akhir umur manfaatnya.

        Aset tetap yang diperoleh dalam pertukaran dengan aset non-moneter atau kombinasi aset moneter
        dan non-moneter diukur pada nilai wajar kecuali, (i) transaksi pertukaran tidak memiliki substansi
        komersial; atau (ii) nilai wajar aset yang diterima, dan aset yang diserahkan tidak dapat diukur secara
        andal.

        Suku cadang utama dan suku cadang siap pakai yang diperkirakan dapat digunakan lebih dari
        12 bulan dicatat sebagai bagian dari aset tetap.

        Ketika aset tetap tidak digunakan lagi atau dijual, maka harga perolehan dan akumulasi
        penyusutannya dikeluarkan dari laporan posisi keuangan konsolidasian dan laba atau rugi yang timbul
        dari pelepasan atau penjualan aset tetap diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan
        komprehensif lain konsolidasian.

        Piranti keras komputer tertentu tidak dapat dioperasikan tanpa ketersediaan piranti lunak komputer
        tertentu. Dalam kondisi tersebut, piranti lunak komputer dicatat sebagai bagian dari piranti keras
        komputer. Jika piranti lunak komputer berdiri sendiri dari piranti keras komputernya, piranti lunak
        komputer tersebut dicatat sebagai bagian dari aset takberwujud.

        Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
        lain konsolidasian pada saat terjadinya. Pemugaran dan penambahan yang signifikan, dikapitalisasi
        ke akun aset tetap yang terkait.

        Aset dalam pembangunan diakui sebesar biaya perolehan, dikurangi dengan penurunan nilai
        (jika ada), hingga pembangunan selesai, yang kemudian direklasifikasi ke akun aset tetap yang terkait.
        Selama masa pembangunan hingga aset tetap siap untuk digunakan/dijual, biaya pinjaman, yang
        termasuk di dalamnya beban bunga dan selisih kurs yang timbul atas pinjaman yang diperoleh untuk
        membiayai pembangunan aset, dikapitalisasi secara proporsional terhadap rata-rata nilai akumulasi
        pengeluaran selama periode tersebut sepanjang aset tetap tersebut memenuhi definisi aset
        kualifikasian. Kapitalisasi biaya pinjaman dihentikan ketika pembangunan selesai, dan aset tetap siap
        untuk digunakan atau dijual.

     j. Sewa

        Grup menilai pada awal kontrak apakah suatu kontrak merupakan atau mengandung sewa, yaitu jika
        kontrak memiliki hak untuk mengendalikan penggunaan aset yang diidentifikasi untuk jangka waktu
        tertentu dengan imbalan pertimbangan. Jangka waktu sewa tidak dapat dibatalkan untuk masing-
        masing kontrak, kecuali dalam kasus di mana Grup cukup yakin untuk melaksanakan opsi
        perpanjangan kontrak.




                                                      22
Page 26
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                    Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                         yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     j. Sewa (lanjutan)

       Grup memilih tindakan praktis yang tersedia berdasarkan pedoman dalam PSAK 116, antara lain:
       •   penggunaan tingkat diskonto tunggal untuk portofolio sewa dengan karakteristik yang serupa;
       •   akuntansi untuk sewa operasi dengan sisa masa sewa kurang dari 12 bulan sebagai sewa jangka
           pendek;
       •   pengecualian biaya langsung awal untuk pengukuran aset hak guna sebagai sewa jangka
           pendek;
       •   penggunaan tinjauan ke belakang dalam menentukan masa sewa di mana kontrak berisi opsi
           untuk perpanjangan atau pemutusan masa sewa;
       •   tidak memisahkan komponen non-sewa dari komponen sewa, dan sebagai konsekuensinya Grup
           menganggap seluruh kontrak sebagai sewa; dan
       •   untuk tidak mengakui liabilitas sewa dan aset hak guna untuk sewa di mana aset dasar adalah
           aset bernilai rendah (yaitu aset dasar dengan nilai maksimum US$5.000 atau Rp50 juta dalam
           kondisi baru).

        Grup menerapkan definisi sewa dan panduan terkait yang ditetapkan dalam PSAK 116 untuk semua
        kontrak sewa.

       i.   Grup sebagai lessee

            Grup menerapkan pendekatan pengakuan dan pengukuran tunggal untuk semua sewa, kecuali
            untuk sewa jangka pendek dan sewa aset bernilai rendah. Grup mengakui liabilitas sewa untuk
            melakukan pembayaran sewa dan aset hak guna yang mewakili hak untuk menggunakan aset
            yang mendasarinya.

            Grup mengakui aset hak guna pada tanggal dimulainya sewa. Aset hak guna diukur pada biaya
            perolehan, dikurangi akumulasi amortisasi dan rugi penurunan nilai, dan disesuaikan untuk setiap
            pengukuran kembali liabilitas sewa. Biaya aset hak guna termasuk jumlah liabilitas sewa yang
            diakui, biaya langsung awal yang dikeluarkan, biaya restorasi dan pembayaran sewa yang
            dilakukan pada atau sebelum tanggal dimulainya dikurangi insentif sewa yang diterima.

            Aset hak guna diamortisasi dengan metode garis lurus selama periode yang lebih pendek antara
            masa sewa dan estimasi masa manfaat aset, sebagai berikut:

                                                                                                    Tahun
            Tanah                                                                                    1-33
            Bangunan                                                                                 1-30
            Peralatan dan instalasi transmisi                                                        1-25
            Kendaraan                                                                                 1-6
            Lain-lain                                                                                 1-6

            Jika kepemilikan aset hak guna dialihkan ke Grup pada akhir masa sewa atau biaya
            mencerminkan pelaksanaan opsi pembelian, penyusutan dihitung menggunakan taksiran masa
            manfaat ekonomis aset. Aset hak guna mengalami penurunan nilai sesuai dengan PSAK 236:
            Penurunan Nilai Aset.




                                                    23
Page 27
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                          yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     j. Sewa (lanjutan)

       i.    Grup sebagai lessee (lanjutan)

             Liabilitas sewa

             Pada tanggal dimulainya sewa, Grup mengakui liabilitas sewa yang diukur pada nilai kini dari
             pembayaran sewa yang akan dilakukan selama masa sewa. Pembayaran sewa termasuk
             pembayaran tetap (termasuk pembayaran tetap secara substansi) dikurangi piutang insentif
             sewa, pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau kurs, dan jumlah yang
             diharapkan akan dibayarkan berdasarkan jaminan nilai residu. Pembayaran sewa juga termasuk
             harga pelaksanaan opsi pembelian yang cukup pasti akan dilakukan oleh Grup dan pembayaran
             penalti untuk mengakhiri sewa, jika jangka waktu sewa mencerminkan Grup yang melaksanakan
             opsi untuk mengakhiri. Pembayaran sewa variabel yang tidak bergantung pada indeks atau kurs
             diakui sebagai beban pada periode di mana peristiwa atau kondisi yang memicu pembayaran
             terjadi.

             Dalam menghitung nilai sekarang dari pembayaran sewa, Grup menggunakan suku bunga
             pinjaman inkremental karena tingkat suku bunga implisit sewa tidak dapat ditentukan dengan
             mudah. Setelah tanggal dimulainya, jumlah liabilitas sewa ditingkatkan untuk mencerminkan
             pertambahan bunga dan dikurangi untuk pembayaran sewa yang dilakukan. Selain itu, jumlah
             tercatat liabilitas sewa diukur kembali jika ada modifikasi, perubahan jangka waktu sewa,
             perubahan pembayaran sewa, atau perubahan dalam penilaian opsi untuk membeli aset yang
             mendasarinya.

             Sewa jangka pendek dengan jangka waktu kurang dari 12 bulan dan sewa aset bernilai rendah,
             serta elemen-elemen sewa tersebut, sebagian atau seluruhnya tidak sesuai dengan prinsip-
             prinsip pengakuan yang ditetapkan oleh PSAK 116 akan diperlakukan sama dengan sewa
             operasi. Grup akan mengakui pembayaran sewa tersebut dengan dasar garis lurus selama masa
             sewa dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.

       ii.   Grup sebagai lessor

             Berdasarkan PSAK 116, lessor terus mengklasifikasikan sewa sebagai sewa pembiayaan atau
             sewa operasi dan memperhitungkan kedua jenis sewa tersebut secara berbeda. Sewa di mana
             Grup mentransfer secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan
             suatu aset diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan, jika tidak maka akan diklasifikasikan
             sebagai sewa operasi. Klasifikasi sewa dibuat pada tanggal insepsi dan dinilai kembali hanya jika
             ada modifikasi sewa.

             Pada tanggal dimulainya, Grup mengakui aset yang dimiliki dalam sewa pembiayaan dengan
             jumlah yang sama dengan investasi bersih dalam sewa dan menyajikannya sebagai piutang
             sewa pembiayaan. Investasi bersih dalam sewa termasuk pembayaran tetap (termasuk
             pembayaran tetap dalam substansi) dikurangi piutang insentif sewa, pembayaran sewa variabel
             yang bergantung pada indeks atau kurs, dan jaminan nilai residu yang diberikan kepada lessor
             oleh lessee. Pembayaran sewa juga termasuk harga pelaksanaan opsi pembelian yang cukup
             pasti akan dilakukan oleh lessee dan pembayaran penalti untuk mengakhiri sewa, jika jangka
             waktu sewa mencerminkan Grup yang menggunakan opsi untuk mengakhiri.

             Sebagaimana disyaratkan oleh PSAK 109, penyisihan kerugian kredit ekspektasian telah diakui
             sebagai piutang sewa dan disajikan sebagai "Piutang lain-lain" (Catatan 8).




                                                     24
Page 28
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                          yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     j. Sewa (lanjutan)

       ii.   Grup sebagai lessor (lanjutan)

             Pendapatan sewa yang timbul dari sewa operasi dicatat secara garis lurus selama masa sewa
             dan dimasukkan dalam pendapatan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
             konsolidasian karena sifat operasinya. Biaya langsung awal yang dikeluarkan untuk
             menegosiasikan dan mengatur sewa operasi ditambahkan ke jumlah tercatat dari aset tetap dan
             diakui selama masa sewa dengan dasar yang sama dengan pendapatan sewa. Sewa kontinjensi
             diakui sebagai pendapatan pada periode terjadinya.

             Jika suatu perjanjian mengandung komponen sewa dan non-sewa, Grup menerapkan
             pendapatan PSAK 115: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan, untuk mengalokasikan
             pertimbangan dalam kontrak. Pendapatan yang timbul dari sewa operasi dicatat sebagai
             Pendapatan dari transaksi lessor (Catatan 2n).

     k. Beban tangguhan - hak atas tanah

       Hak atas tanah termasuk biaya pengurusan legal hak atas tanah ketika tanah diperoleh pertama kali
       dicatat sebagai bagian dari aset tetap dan tidak diamortisasi. Biaya yang terjadi sehubungan dengan
       pengurusan perpanjangan atau pembaruan legal hak atas tanah ditangguhkan dan diamortisasi
       dengan metode garis lurus selama periode legal hak atas tanah atau umur ekonomis tanah, mana
       yang lebih pendek.

     l. Pinjaman

        Pada saat pengakuan awal, pinjaman diakui sebesar nilai wajar, dikurangi dengan biaya-biaya
        transaksi yang terjadi. Selanjutnya, pinjaman diukur sebesar biaya perolehan diamortisasi, selisih
        antara penerimaan (dikurangi biaya transaksi) dan nilai pelunasan dicatat pada laporan laba rugi dan
        penghasilan komprehensif lain konsolidasian selama periode pinjaman dengan menggunakan metode
        bunga efektif.

        Biaya yang dibayar untuk memperoleh fasilitas pinjaman diakui sebagai biaya transaksi pinjaman
        sepanjang besar kemungkinan sebagian atau seluruh fasilitas akan ditarik. Dalam hal ini, biaya
        ditangguhkan sampai penarikan terjadi. Sepanjang tidak terdapat bukti bahwa besar kemungkinan
        sebagian atau seluruh fasilitas akan ditarik, biaya dikapitalisasi sebagai pembayaran di muka untuk
        jasa likuiditas dan diamortisasi selama periode fasilitas yang terkait.

     m. Penjabaran valuta asing

        Transaksi-transaksi dalam valuta asing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan kurs tengah Reuters yang
        berlaku pada saat terjadinya transaksi. Pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, aset dan
        liabilitas moneter dalam valuta asing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan menggunakan kurs beli dan
        jual yang diterbitkan oleh Reuters pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian dengan rincian
        sebagai berikut:

                                               30 September 2025                 31 Desember 2024
                                               Beli          Jual                Beli         Jual
       Pound Inggris (“GBP”) 1                   22.399        22.415              20.198       20.212
       Dolar A.S. (“US$”) 1                      16.661        16.672              16.090       16.100
       Dolar Australia (“AU$”) 1                 11.007        11.019               9.995       10.009
       Dolar Singapura (“SGD”) 1                 12.920        12.933              11.815       11.829
       Dolar Taiwan Baru (“TWD”) 1               546,75        547,26              490,07       490,52
       Euro (“EUR”) 1                            19.581        19.596              16.761       16.775
       Yen Jepang (“JPY”) 1                      112,66        112,76              103,02       103,11
       Ringgit Malaysia (“MYR”) 1                 3.957         3.965               3.591         3.601
       Dolar Hong Kong (“HKD”) 1                  2.141         2.143               2.072         2.074
       Kyat Myanmar (“MMK”) 1                       7,91          7,96                7,64         7,69

                                                    25
Page 29
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                    Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                         yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     m. Penjabaran valuta asing (lanjutan)

       Laba atau rugi selisih kurs yang timbul, baik yang telah maupun yang belum direalisasi, dikreditkan
       atau dibebankan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian periode
       berjalan, kecuali untuk selisih kurs yang timbul dari pinjaman selama pembangunan suatu aset
       tertentu yang memenuhi syarat untuk dikapitalisasi, di mana pinjaman dapat diatribusikan terhadap
       pembangunan aset tersebut (Catatan 2i).

     n. Pengakuan pendapatan dan beban

        Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan

       PSAK 115 menetapkan kerangka kerja yang komprehensif untuk menentukan bagaimana, kapan, dan
       berapa banyak pendapatan yang harus diakui. Standar ini menyediakan model lima langkah tunggal
       untuk penentuan dan pengakuan pendapatan untuk diterapkan pada semua kontrak dengan
       pelanggan. Standar ini juga memberikan panduan spesifik yang mensyaratkan jenis biaya tertentu
       untuk memperoleh dan/atau memenuhi kontrak yang akan dikapitalisasi dan diamortisasi secara
       sistematis yang konsisten dengan pengalihan kepada pelanggan atas barang atau jasa yang terkait
       dengan biaya yang dikapitalisasi.

       Di bawah ini adalah ringkasan kebijakan akuntansi pengakuan pendapatan Grup untuk setiap jenis
       pendapatan:

       i.   Mobile

            Pendapatan dari mobile terutama terdiri dari pendapatan dari layanan seluler yang antara lain:
            layanan telepon, layanan interkoneksi, layanan internet dan data, dan layanan Short Messaging
            Service (“SMS”). Layanan tersebut ditawarkan secara pascabayar atau prabayar.

            Untuk layanan prabayar, penjualan paket perdana (juga dikenal sebagai kartu SIM dan voucer
            perdana) dan voucer isi ulang pada awalnya diakui sebagai liabilitas kontrak. Grup mengakui aset
            kontrak untuk penyediaan jasa dari pelanggan pascabayar yang belum ditagih.

            Seluruh pendapatan layanan mobile diakui berdasarkan metode output, baik per penggunaan
            aktual atau estimasi unit yang digunakan (jika layanan dijual berdasarkan paket), karena
            pelanggan secara bersamaan menerima dan mengonsumsi manfaat yang disediakan oleh Grup.

            Untuk layanan yang dijual dalam paket bundel, total penerimaan dari pelanggan dialokasikan
            untuk kewajiban pelaksanaan berdasarkan harga jual yang berdiri sendiri untuk setiap produk
            dan/atau layanan. Grup mengestimasi harga jual yang berdiri sendiri menggunakan harga yang
            berlaku jika layanan tersebut dijual dengan basis yang berdiri sendiri. Sebagian besar paket
            bundel yang dijual oleh Grup hanya mencakup layanan yang pada umumnya terselesaikan
            selama periode waktu yang sama. Karena itu, pola pengakuan pendapatan umumnya tidak
            dipengaruhi oleh alokasi.

            Pembayaran yang diterima dialokasikan antara layanan telekomunikasi yang terjual dan jumlah
            poin yang dikeluarkan, dengan nilai yang dialokasikan ke poin yang setara dengan nilai wajarnya.
            Nilai wajar poin yang dikeluarkan ditangguhkan dan diakui sebagai pendapatan saat poin tersebut
            ditukarkan, berakhir masa berlakunya, atau pada saat program tersebut dihapus.




                                                    26
Page 30
                               PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                   PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                      Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                           yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     n. Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan)

       Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan (lanjutan)

       ii.    Consumer

              Pendapatan dari consumer terutama terdiri dari pendapatan layanan IndiHome. Pendapatan dari
              layanan IndiHome berasal dari pelanggan yang berlangganan layanan internet atau paket
              layanan bundel kombinasi layanan consumer (misal telepon, internet dan data, serta TV
              berbayar). Layanan tersebut ditawarkan berdasarkan pascabayar yang ditagih pada bulan
              berikutnya. Grup menerapkan syarat dan ketentuan yang mengharuskan pelanggan untuk
              membayar denda pengakhiran yang substantif jikalau kontrak berlangganan berakhir atas
              permintaan dan/atau kesalahan pelanggan dalam 12 bulan pertama setelah layanan aktif.
              Setelah periode 12 bulan pertama, pelanggan dapat memutuskan untuk berhenti berlangganan
              sesuai dengan syarat dan ketentuan berlaku tanpa dikenakan denda. Sesuai ketentuan
              PSAK 115, periode kontrak adalah 12 bulan, dan selanjutnya dapat diperbaharui sebagai kontrak
              bulanan.

              Seluruh layanan consumer diakui menggunakan metode output berdasarkan penggunaan aktual
              pelanggan atau waktu yang telah berlalu ketika pelanggan secara bersamaan menerima dan
              mengonsumsi manfaat yang diberikan oleh Grup.

              Pelanggan diharuskan membayar biaya di muka pada saat dimulainya kontrak. Biaya di muka
              dianggap sebagai hak material karena pelanggan tidak diharuskan membayar biaya di muka
              ketika pelanggan memperbarui layanan di luar periode kontrak asli. Grup menilai opsi pembaruan
              sebesar pembayaran yang diterima dari biaya di muka untuk layanan instalasi. Grup
              menangguhkan nilai tersebut sebagai liabilitas kontrak dan mengakuinya sebagai pendapatan
              berdasarkan metode garis lurus sepanjang taksiran jangka waktu hubungan dengan pelanggan.
              Grup memperkirakan jangka waktu hubungan dengan pelanggan berdasarkan informasi historis
              dan tren pelanggan serta memperbarui evaluasi tersebut setiap tahun.

       iii.   Enterprise

              Pendapatan dari pelanggan enterprise terutama terdiri atas pendapatan dari penyediaan jasa
              telepon, data dan internet, teknologi informasi, dan jasa lainnya (misal manage service, call
              center, e-health, e-payment, dan lain-lain). Beberapa kontrak dengan pelanggan perusahaan
              dengan spesifikasi sesuai pesanan pelanggan.

              Pendapatan dari pelanggan enterprise diakui sepanjang waktu menggunakan metode output
              berdasarkan penggunaan aktual atau waktu yang telah berlalu jika penyediaan layanan tidak
              tergantung pada penggunaan (yaitu menit suara, kilobyte data, dan lain-lain), kecuali untuk
              penjualan barang yang diakui pada waktu tertentu, karena pelanggan secara bersamaan
              menerima dan mengonsumsi manfaat yang diberikan oleh Grup. Pendapatan untuk kewajiban
              kinerja yang dipenuhi pada waktu tertentu diakui ketika pengendalian barang dipindahkan ke
              pelanggan, biasanya ketika pelanggan memiliki fisik barang.

              Beberapa perjanjian dengan pelanggan enterprise ditawarkan sebagai produk bundel. Untuk
              pengaturan yang dibundel, produk dan/atau jasa dalam kontrak dicatat sebagai kewajiban
              pelaksanaan tersendiri ketika secara terpisah dapat diidentifikasi dari janji-janji lain dalam kontrak
              dan pelanggan dapat mengambil manfaat dari produk/jasa itu sendiri. Total pembayaran
              dialokasikan untuk masing-masing kewajiban pelaksanaan yang berbeda yang telah dimasukkan
              dalam kontrak, berdasarkan harga jualnya yang berdiri sendiri. Harga jual yang berdiri sendiri
              ditentukan berdasarkan harga yang dapat diobservasi di mana produk dan/atau jasa individual
              dijual secara terpisah, disesuaikan dengan kondisi pasar dan diskon normal yang sesuai. Ketika
              harga yang dapat diobservasi tidak tersedia, biaya yang diharapkan ditambah pendekatan margin
              digunakan untuk menentukan harga jual yang berdiri sendiri.


                                                        27
Page 31
                               PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                   PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                      Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                           yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     n. Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan)

       Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan (lanjutan)

       iii.   Enterprise (lanjutan)

              Kontrak tertentu dengan pelanggan enterprise dapat menimbulkan imbalan variabel karena harga
              kontrak tergantung pada peristiwa di masa mendatang (misal kontrak berbasis penggunaan atau
              kontrak berbasis bagi hasil). Dalam memperkirakan imbalan variabel ini, Grup diharuskan untuk
              menggunakan metode nilai yang diharapkan atau metode jumlah yang paling mungkin
              berdasarkan metode yang lebih baik memprediksi jumlah pembayaran yang menjadi haknya.
              Grup menentukan bahwa metode nilai yang paling diharapkan adalah metode yang tepat untuk
              digunakan dalam memperkirakan imbalan variabel untuk satu kontrak dengan sejumlah besar
              kemungkinan hasil.

              Sebelum memasukkan jumlah imbalan variabel dalam harga transaksi, Grup mempertimbangkan
              apakah jumlah imbalan variabel dibatasi. Grup menentukan bahwa taksiran imbalan variabel
              tidak dibatasi berdasarkan pengalaman historisnya, estimasi bisnis, dan kondisi ekonomi saat ini
              dan hanya mencakup imbalan variabel sepanjang kemungkinan besar pembalikan signifikan
              dalam jumlah pendapatan kumulatif yang diakui tidak akan terjadi ketika ketidakpastian terkait
              dengan imbalan variabel selanjutnya diselesaikan.

              Ketika pihak lain terlibat dalam menyediakan produk dan/atau jasa kepada pelanggan, Grup
              bertindak sebagai prinsipal jika Grup mengendalikan produk dan/atau jasa yang ditentukan
              sebelum produk dan/atau jasa tersebut ditransfer ke pelanggan. Pendapatan dicatat pada jumlah
              bersih yang diterima (jumlah yang dibayarkan oleh pelanggan dikurangi jumlah yang dibayarkan
              kepada pemasok), ketika, pada dasarnya, Grup telah bertindak sebagai agen dan mendapat
              komisi dari pemasok produk dan/atau jasa yang dijual.

       iv.    Wholesale and International Business (“WIB”)

              Pendapatan dari WIB terutama terdiri dari jasa interkoneksi untuk interkoneksi panggilan
              pelanggan operator telekomunikasi lainnya ke pelanggan Grup (panggilan masuk) dan panggilan
              antara pelanggan operator telekomunikasi lainnya melalui jaringan Grup (transit) dan jasa
              jaringan dengan operator telekomunikasi lainnya. Semua jasa ini diakui berdasarkan metode
              output menggunakan basis traffic aktual yang tercatat untuk bulan tersebut.

       Aset kontrak

       Aset kontrak awalnya diakui dari pendapatan atas pengalihan barang atau jasa karena penerimaan
       imbalan masih bersyarat tahapan tertentu atau setelah penyelesaian proyek. Setelah penyelesaian
       syarat tahapan tertentu atau proyek, jumlah yang diakui sebagai aset kontrak direklasifikasi ke piutang
       usaha.

       Aset kontrak dilakukan penilaian penurunan nilai.

       Liabilitas kontrak

       Liabilitas kontrak diakui jika pembayaran diterima atau pembayaran telah jatuh tempo (mana yang
       lebih awal) dari pelanggan sebelum Grup mengalihkan barang atau jasa. Liabilitas kontrak diakui
       sebagai pendapatan ketika Grup melaksanakan kewajiban dalam kontrak (misal mengalihkan kendali
       atas barang atau jasa kepada pelanggan).




                                                      28
Page 32
                               PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                   PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                      Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                           yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     n. Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan)

        Biaya inkremental untuk mendapatkan dan biaya memenuhi kontrak

        Biaya inkremental untuk mendapatkan/memenuhi kontrak dengan pelanggan, yang pada dasarnya
        terdiri dari komisi penjualan dan biaya pemenuhan kontrak, pada awalnya diakui pada laporan posisi
        keuangan konsolidasian sebagai biaya kontrak. Biaya-biaya ini kemudian diamortisasi secara
        sistematis yang konsisten dengan periode dan pola pengiriman produk dan jasa terkait ke pelanggan.
        Biaya yang tidak memenuhi syarat sebagai biaya untuk mendapatkan/memenuhi kontrak dengan
        pelanggan dibebankan pada saat terjadinya atau sesuai dengan standar terkait lainnya.

        Setiap akhir tahun pelaporan, Grup melakukan evaluasi apakah terdapat indikasi bahwa biaya kontrak
        yang dikapitalisasi mengalami penurunan nilai. Penurunan nilai terjadi ketika nilai tercatat biaya
        kontrak melebihi nilai yang diharapkan diterima dari pertukaran barang dan jasa. Ketika terjadi
        penurunan nilai, rugi penurunan nilai diakui di laba atau rugi dan penghasilan komprehensif lainnya.

        Pendapatan dari transaksi lessor

        Pendapatan dari transaksi lessor terdiri dari pendapatan dari sewa operasi atas menara
        telekomunikasi dan sewa lainnya. Pendapatan sewa diakui berdasarkan metode garis lurus selama
        masa sewa dan termasuk dalam pendapatan dalam laporan laba rugi karena sifat operasinya.

        Beban

        Beban diakui pada saat terjadinya.

     o. Imbalan kerja

       i.    Imbalan kerja jangka pendek

             Seluruh imbalan kerja jangka pendek yang terdiri dari gaji dan imbalan terkait, tunjangan cuti,
             insentif, dan imbalan kerja jangka pendek lain diakui sebagai biaya yang tidak didiskonto saat
             karyawan telah memberikan jasa kepada Grup.

       ii.   Imbalan pasca kerja dan imbalan kerja jangka panjang lain

             Imbalan pasca kerja terdiri dari program pensiun imbalan pasti yang funded dan unfunded,
             program pensiun iuran pasti, imbalan pasca kerja lainnya, program imbalan kesehatan pasca
             kerja imbalan pasti, program imbalan kesehatan pasca kerja iuran pasti, dan kewajiban
             berdasarkan undang-undang ketenagakerjaan.

             Imbalan kerja jangka panjang lain terdiri dari penghargaan masa kerja, cuti masa kerja, dan masa
             persiapan pensiun.

             Perhitungan biaya terkait dengan program imbalan pasca kerja dan imbalan kerja jangka panjang
             lain dilakukan oleh aktuaris independen dengan menggunakan metode projected unit credit.

             Kewajiban bersih Perusahaan berkaitan dengan imbalan pasti pensiun dan imbalan kesehatan
             pasca kerja dihitung sebesar nilai kini dari estimasi imbalan yang akan diperoleh karyawan di
             masa depan sehubungan dengan jasa di masa sekarang dan masa lalu, dikurangi dengan nilai
             wajar dari aset program. Nilai kini kewajiban imbalan pasti ditentukan dengan mendiskontokan
             estimasi arus kas keluar di masa depan dengan menggunakan tingkat bunga obligasi pemerintah,
             yang didenominasi dalam mata uang di mana manfaat akan dibayarkan dan yang mempunyai
             jangka waktu sampai dengan jatuh tempo mendekati jangka waktu kewajiban imbalan pasca
             kerja terkait. Obligasi pemerintah digunakan karena tidak ada pasar aktif untuk obligasi korporat
             berkualitas tinggi.

                                                     29
Page 33
                                PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                    PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                       Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                            yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                 (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     o. Imbalan kerja (lanjutan)

        ii.    Imbalan pasca kerja dan imbalan kerja jangka panjang lain (lanjutan)

               Aset program adalah aset yang dimiliki oleh program pensiun imbalan pasti dan imbalan
               kesehatan pasca kerja serta polis asuransi yang memenuhi syarat. Aset ini diukur pada nilai wajar
               pada akhir periode pelaporan. Nilai wajar polis asuransi adalah jumlah yang sama dengan
               kewajiban yang terkait (dan dapat dikurangi jika jumlah yang dapat diterima dari polis asuransi
               tidak dapat diperoleh secara penuh).

               Pengukuran kembali, terdiri dari keuntungan dan kerugian aktuarial, dampak batas atas aset
               (tidak termasuk jumlah yang dimasukkan dalam bunga neto atas liabilitas (aset) imbalan pasti
               neto) dan imbal hasil aset program (tidak termasuk jumlah yang dimasukkan dalam bunga neto
               atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto) diakui pada ekuitas melalui penghasilan komprehensif
               lain di periode terjadinya. Pengukuran kembali tidak diklasifikasikan ke laba rugi di periode
               selanjutnya.

               Biaya jasa lalu diakui di laba rugi pada tanggal yang lebih awal antara:
               (a) ketika amendemen atau kurtailmen program terjadi; dan
               (b) ketika Grup mengakui biaya restrukturisasi terkait.

               Bunga neto dihitung dengan mengalikan liabilitas (aset) imbalan pasti neto dengan tingkat
               diskonto.

               Laba atau rugi kurtailmen diakui apabila terdapat komitmen untuk melakukan pengurangan
               jumlah karyawan dalam jumlah yang material yang ditanggung oleh suatu program atau apabila
               terdapat perubahan ketentuan-ketentuan pada suatu program imbalan pasti, di mana bagian
               yang material dari jasa yang diberikan karyawan pada masa depan tidak lagi memberikan
               imbalan, atau memberikan imbalan yang lebih rendah.

               Laba atau rugi penyelesaian diakui apabila terdapat transaksi yang menghapuskan semua
               kewajiban hukum atau konstruktif atas sebagian atau seluruh imbalan dalam program manfaat
               pasti (selain pembayaran imbalan sesuai dengan ketentuan program dan termasuk dalam asumsi
               aktuaria).

               Untuk program iuran pasti, Perusahaan membayar iuran secara rutin yang merupakan biaya
               berkala bersih untuk periode iuran tersebut dan dicatat sebagai bagian dari beban karyawan
               ketika terutang.

               Grup mengatribusikan imbalan berdasarkan program imbalan pasti, yaitu dari tanggal ketika jasa
               pekerja pertama kali menghasilkan imbalan dalam program sampai dengan tanggal ketika jasa
               pekerja selanjutnya tidak akan menghasilkan jumlah imbalan yang material di bawah program
               tersebut.

        iii.   Pensiun dini (“Pendi”)

               Beban Pendi diakui pada saat Grup berkomitmen untuk membayar pesangon Pendi yang timbul
               sehubungan dengan tawaran yang diajukan Grup agar karyawan mengundurkan diri secara
               sukarela. Grup dianggap berkomitmen untuk membayar pesangon Pendi jika, dan hanya jika,
               Grup telah memiliki rencana formal terinci yang tidak dapat dibatalkan.




                                                        30
Page 34
                               PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                   PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                      Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                           yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     p. Pajak

       Pajak Penghasilan (“PPh”)

       Pajak kini dan pajak tangguhan diakui sebagai penghasilan atau beban dalam laporan laba rugi dan
       penghasilan komprehensif lain konsolidasian, kecuali pajak penghasilan tersebut sehubungan dengan
       transaksi atau kejadian yang diakui secara langsung di ekuitas di mana pajak penghasilannya diakui
       secara langsung di ekuitas.

       Aset dan liabilitas pajak kini dihitung sebesar jumlah yang diperkirakan dapat diperoleh atau dibayar
       dengan menggunakan tarif dan ketentuan pajak yang telah ditetapkan atau secara substantif
       ditetapkan pada setiap tanggal pelaporan. Manajemen secara periodik mengevaluasi perlakuan pajak
       yang diterapkan dalam Surat Pemberitahuan Tahunan (“SPT Tahunan”) sehubungan dengan situasi
       di mana aturan pajak yang berlaku membutuhkan interpretasi. Jika perlu, manajemen menentukan
       provisi berdasarkan jumlah yang diperkirakan akan dibayar kepada Otoritas Pajak.

       Pemeriksaan pajak

       Perubahan terhadap liabilitas perpajakan dicatat pada saat diterimanya Surat Ketetapan Pajak
       (“SKP”) atau apabila dilakukan banding, ketika hasil banding sudah diputuskan. Jumlah tambahan
       pokok dan denda pajak yang ditetapkan dengan SKP diakui sebagai pendapatan atau beban dalam
       laba rugi periode berjalan, kecuali jika diajukan upaya penyelesaian selanjutnya. Jumlah tambahan
       pokok pajak dan denda yang ditetapkan dengan SKP ditangguhkan pembebanannya sepanjang
       memenuhi kriteria pengakuan aset.

       Pajak tangguhan

       Grup mengakui aset dan liabilitas pajak tangguhan untuk semua perbedaan temporer antara dasar
       pengenaan pajak aset dan liabilitas dengan nilai tercatatnya pada setiap tanggal pelaporan. Grup juga
       mengakui aset pajak tangguhan yang berasal dari manfaat pajak pada masa depan, seperti
       kompensasi rugi fiskal, jika kemungkinan realisasi manfaat tersebut di masa depan cukup besar
       (probable). Aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif
       pajak dan undang-undang pajak pada setiap tanggal pelaporan yang diharapkan berlaku terhadap
       penghasilan kena pajak ketika aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan.

       Jumlah tercatat aset pajak tangguhan direviu pada setiap tanggal pelaporan dan dikurangi apabila
       tidak lagi terdapat kemungkinan besar bahwa laba kena pajak yang memadai akan tersedia untuk
       mengkompensasi sebagian atau semua manfaat aset pajak tangguhan. Aset pajak tangguhan yang
       tidak diakui ditinjau ulang pada setiap tanggal pelaporan dan akan diakui apabila besar kemungkinan
       bahwa laba fiskal pada masa yang akan datang akan tersedia untuk pemulihannya. Pengurangan
       pajak yang berasal dari pembalikan aset pajak tangguhan dikecualikan dari estimasi laba kena pajak
       masa depan.

       Pajak tangguhan suatu transaksi diakui di luar laba rugi, oleh karena itu pajak tangguhan atas
       transaksi tersebut diakui dalam penghasilan komprehensif lain konsolidasian atau diakui langsung di
       ekuitas.

       Aset dan liabilitas pajak tangguhan disajikan saling hapus di laporan posisi keuangan konsolidasian,
       jika dan hanya jika entitas memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling
       hapus aset dan liabilitas pajak kini dan aset dan liabilitas pajak tangguhan terkait dengan pajak
       penghasilan yang dikenakan oleh Otoritas Pajak yang sama atas entitas kena pajak yang sama atau
       entitas kena pajak yang berbeda yang memiliki intensi untuk memulihkan aset dan liabilitas pajak kini
       dengan dasar neto, atau merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan, pada
       setiap periode masa depan di mana jumlah signifikan atas aset atau liabilitas pajak tangguhan
       diharapkan untuk dipulihkan atau diselesaikan.



                                                    31
Page 35
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                          yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     p. Pajak (lanjutan)

        Pajak Pertambahan Nilai (“PPN”)

        Pendapatan, beban-beban dan aset-aset diakui neto atas jumlah PPN kecuali:
        i.  PPN yang muncul dari pembelian aset atau jasa yang tidak dapat dikreditkan oleh kantor pajak,
            yang dalam hal ini PPN diakui sebagai bagian dari biaya perolehan aset atau sebagai bagian dari
            item beban-beban yang diterapkan; dan
        ii. Piutang dan utang yang disajikan termasuk dengan jumlah PPN.

        Ketidakpastian dalam perlakuan pajak penghasilan

        ISAK 123: Ketidakpastian dalam Perlakuan Pajak Penghasilan menyatakan bahwa, pengakuan dan
        pengukuran aset dan liabilitas pajak yang mengandung ketidakpastian perlakuan pajak penghasilan
        ditentukan dengan mempertimbangkan apakah diperlakukan secara terpisah atau bersamaan,
        penggunaan asumsi tentang pemeriksaan atas perlakuan pajak tidak pasti oleh otoritas perpajakan,
        pertimbangan apakah besar kemungkinan Otoritas Pajak akan menerima perlakuan pajak tidak pasti
        dan penilaian kembali pertimbangan atau estimasi yang disyaratkan jika terjadi perubahan fakta dan
        keadaan.

        Jika penerimaan perlakuan pajak dimungkinkan oleh Otoritas Pajak, pengukuran tersebut sejalan
        dengan pengisian pajak penghasilan. Jika penerimaan perlakuan pajak oleh Otoritas Pajak tidak
        memungkinkan, Grup menggunakan jumlah pajak dengan menggunakan metode yang memberikan
        prediksi resolusi yang lebih baik (yaitu jumlah yang paling mungkin atau nilai yang diharapkan).

        Pajak final

        Peraturan perpajakan Indonesia mengatur beberapa jenis penghasilan dikenakan pajak yang bersifat
        final. Pajak final yang dikenakan atas nilai bruto transaksi tetap dikenakan walaupun atas transaksi
        tersebut pelaku transaksi mengalami kerugian.

        Pajak final tidak termasuk dalam lingkup yang diatur oleh PSAK 212: Pajak Penghasilan. Pajak final
        atas jasa konstruksi dan sewa disajikan sebagai bagian dari “Penghasilan lain-lain - bersih”.

     q. Instrumen keuangan

        Grup mengklasifikasikan instrumen keuangan menjadi aset keuangan dan liabilitas keuangan.
        Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang menimbulkan aset keuangan pada satu entitas dan
        liabilitas keuangan atau instrumen ekuitas pada entitas lain.

        i.   Aset keuangan

             Pengakuan dan pengukuran awal

             Aset keuangan diklasifikasikan pada saat pengakuan awal dan selanjutnya diukur pada biaya
             perolehan diamortisasi, nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain (“FVTOCI”), dan nilai
             wajar melalui laba rugi (“FVTPL”).

             Klasifikasi aset keuangan pada pengakuan awal tergantung pada karakteristik arus kas
             kontraktual aset keuangan dan model bisnis Grup dalam mengelola aset keuangan tersebut.
             Kecuali untuk piutang usaha yang tidak memiliki komponen pendanaan yang signifikan dan/atau
             saat Grup menerapkan panduan praktis, pada saat pengakuan awal Grup mengukur aset
             keuangan pada nilai wajarnya ditambah, dalam hal aset keuangan tidak diukur pada nilai wajar
             melalui laba rugi, biaya transaksi. Untuk piutang usaha yang tidak memiliki komponen pendanaan
             yang signifikan atau ketika Grup menerapkan panduan praktis, diukur pada harga transaksi yang
             telah ditentukan berdasarkan PSAK 115.

                                                    32
Page 36
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                    Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                         yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     q. Instrumen keuangan (lanjutan)

       i.   Aset keuangan (lanjutan)

            Pengakuan dan pengukuran awal (lanjutan)

            Agar aset keuangan dapat diklasifikasikan dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau
            nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, aset keuangan harus memiliki arus kas yang
            semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang. Pengujian ini dikenal
            sebagai Solely Payment of Principal and Interest (”SPPI”) testing dan dilakukan pada tingkat
            instrumen.

            Model bisnis Grup dalam mengelola aset keuangan mengacu kepada bagaimana Grup
            mengelola aset keuangan untuk menghasilkan arus kas. Model bisnis menentukan apakah arus
            kas akan dihasilkan dari perolehan arus kas kontraktual, menjual aset keuangan atau keduanya.

            Pembelian atau penjualan aset keuangan yang memerlukan penyerahan aset dalam kurun waktu
            yang telah ditetapkan oleh peraturan atau kebiasaan yang berlaku di pasar (pembelian yang
            lazim) diakui pada tanggal perdagangan, yaitu tanggal Grup berkomitmen untuk membeli atau
            menjual aset tersebut.

            Pengukuran setelah pengakuan awal

            Untuk tujuan pengukuran setelah pengakuan awal, aset keuangan diklasifikasikan ke dalam
            empat kategori:

            (a) Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi (instrumen utang)

                Grup mengukur aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut
                dipenuhi:
                • Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan
                   dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual; dan
                • Persyaratan kontraktual dari aset keuangan yang pada tanggal tertentu meningkatkan
                   arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.

                Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi setelah pengakuan awal diukur
                menggunakan metode suku bunga efektif dan merupakan subjek penurunan nilai.
                Keuntungan dan kerugian diakui pada laba rugi saat aset dihentikan pengakuannya,
                dimodifikasi atau mengalami penurunan nilai. Aset keuangan Grup pada kategori ini meliputi
                kas dan setara kas, aset keuangan lancar lainnya, piutang usaha, piutang lain-lain, dan aset
                tidak lancar lainnya.

            (b) Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain dengan fitur
                reklasifikasi keuntungan dan kerugian kumulatif (instrumen utang)

                Grup mengukur instrumen utang pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain jika
                kedua kondisi berikut dipenuhi:
                • Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang tujuannya akan terpenuhi dengan
                   mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual aset keuangan; dan
                • Persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal
                   tertentu atas arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok
                   terutang.

                Untuk instrumen utang yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain,
                pendapatan bunga, keuntungan atau kerugian selisih kurs, dan kerugian penurunan nilai
                diakui pada laba rugi dan dihitung dengan cara yang sama dengan aset keuangan diukur
                pada biaya perolehan diamortisasi. Perubahan nilai wajar lainnya diakui pada penghasilan
                komprehensif lain. Ketika aset keuangan dihentikan pengakuannya, keuntungan atau
                kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam pendapatan komprehensif lainnya
                direklasifikasi ke laba rugi.
                                                   33
Page 37
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                    Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                         yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     q. Instrumen keuangan (lanjutan)

       i.   Aset keuangan (lanjutan)

            Pengukuran setelah pengakuan awal (lanjutan)

            (c) Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain tanpa fitur
                reklasifikasi keuntungan dan kerugian kumulatif saat penghentian pengakuan (instrumen
                ekuitas)

                Saat pengakuan awal, Grup dapat membuat pilihan yang tidak dapat dibatalkan untuk
                menyajikan dalam penghasilan komprehensif lain perubahan nilai wajar investasi dalam
                instrumen ekuitas yang masuk dalam ruang lingkup PSAK 232: Instrumen Keuangan:
                Penyajian dan yang bukan merupakan instrumen ekuitas dimiliki untuk diperdagangkan.
                Pilihan ini dilakukan pada level instrumen per instrumen. Keuntungan dan kerugian dari aset
                keuangan ini tidak direklasifikasikan ke laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
                konsolidasian. Dividen diakui pada laba rugi ketika hak untuk menerima pembayaran dividen
                telah ditetapkan, kecuali dividen secara jelas mewakili bagian terpulihkan dari biaya
                investasi. Instrumen ekuitas yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif
                lain tidak terpengaruh pada persyaratan penurunan nilai. Aset keuangan Grup pada kategori
                ini meliputi investasi jangka panjang pada instrumen keuangan.

            (d) Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi

                Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi meliputi aset keuangan yang dikelola
                untuk diperdagangkan, aset keuangan yang pada saat awal ditetapkan untuk diukur pada
                nilai wajar melalui laba rugi, atau aset keuangan yang disyaratkan untuk diukur pada nilai
                wajarnya. Aset keuangan diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diperdagangkan jika
                perolehannya ditujukan untuk dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat. Derivatif,
                termasuk derivatif melekat yang dipisahkan, juga diklasifikasikan sebagai diperdagangkan
                kecuali derivatif sebagai instrumen lindung nilai yang ditetapkan dan efektif. Aset keuangan
                yang tidak memenuhi SPPI testing diklasifikasikan sebagai diukur pada nilai wajar melalui
                laba rugi, terlepas apapun model bisnisnya. Terlepas dari kriteria untuk instrumen utang
                yang akan diklasifikasikan pada biaya perolehan diamortisasi atau pada nilai wajar melalui
                penghasilan komprehensif lain, seperti dijelaskan di atas, instrumen utang dapat ditetapkan
                pada nilai wajar melalui laba rugi pada pengakuan awal jika penerapan itu dapat
                menghilangkan, atau secara signifikan mengurangi, inkonsistensi pengukuran atau
                pengakuan.

                Aset keuangan kategori ini pada laporan posisi keuangan konsolidasian diukur pada nilai
                wajarnya di mana keuntungan dan kerugian yang timbul sebagai hasil dari perubahan nilai
                wajar diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Aset
                keuangan Grup diukur pada nilai wajar melalui laba rugi terdiri dari investasi jangka panjang
                pada instrumen keuangan dan aset keuangan lancar lainnya.

            Kerugian kredit ekspektasian

            Grup mengakui cadangan untuk kerugian kredit ekspektasian untuk seluruh instrumen utang
            yang tidak diklasifikasikan sebagai diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Kerugian kredit
            ekspektasian didasarkan pada perbedaan antara arus kas kontraktual yang jatuh tempo sesuai
            dengan kontrak dan seluruh arus kas yang diharapkan akan diterima Grup, didiskontokan
            menggunakan perkiraan suku bunga efektif awal. Arus kas yang diharapkan akan diterima
            tersebut mencakup arus kas dari penjualan agunan yang dimiliki atau perluasan kredit lainnya
            yang merupakan bagian integral dari persyaratan kontrak.




                                                    34
Page 38
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                          yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     q. Instrumen keuangan (lanjutan)

       i.    Aset keuangan (lanjutan)

             Kerugian kredit ekspektasian (lanjutan)

             Kerugian kredit ekspektasian diakui dalam dua tahap. Untuk risiko kredit atas instrumen
             keuangan yang tidak mengalami peningkatan secara signifikan sejak pengakuan awal,
             pengukuran penyisihan kerugian dilakukan sejumlah kerugian kredit ekspektasian dalam
             12 bulan. Untuk risiko kredit atas instrumen keuangan yang mengalami peningkatan secara
             signifikan sejak pengakuan awal, penyisihan kerugian dilakukan untuk kerugian kredit
             ekspektasian selama sisa umurnya, terlepas dari waktu gagal bayar (sepanjang umurnya).

             Untuk piutang usaha dan aset kontrak, Grup menerapkan panduan praktis dalam menghitung
             kerugian kredit ekspektasian. Oleh karena itu, Grup tidak mengidentifikasi perubahan dalam
             risiko kredit, melainkan mengukur penyisihan kerugian sejumlah kerugian kredit ekspektasian
             sepanjang umur. Grup telah membentuk model provisi yang didasarkan pada data historis
             kerugian kredit, disesuaikan dengan faktor-faktor perkiraan masa depan (forward-looking) yaitu
             kondisi pelanggan dan lingkungan ekonomi.

             Grup mempertimbangkan aset keuangan memenuhi definisi gagal bayar ketika telah menunggak
             lebih dari 90 hari. Namun, dalam kasus-kasus tertentu, Grup juga dapat menganggap aset
             keuangan dalam keadaan gagal bayar ketika informasi internal atau eksternal menunjukkan
             bahwa Grup tidak mungkin menerima arus kas kontraktual secara penuh tanpa melakukan
             perluasan persyaratan kredit. Penghapusan piutang usaha dilakukan ketika kecil kemungkinan
             untuk memulihkan arus kas kontraktual, setelah semua upaya penagihan telah dilakukan dan
             telah sepenuhnya dilakukan penyisihan.

       ii.   Liabilitas keuangan

             Pengakuan dan pengukuran awal

             Liabilitas keuangan diklasifikasikan pada pengakuan awal, sebagai liabilitas keuangan yang
             diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, pinjaman, dan hutang atau sebagai derivatif yang
             ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai dalam lindung nilai yang efektif, jika sesuai.

             Semua liabilitas keuangan pada awalnya diakui pada nilai wajar, dan untuk pinjaman sebesar
             pinjaman yang diterima setelah dikurangi biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara
             langsung.

             Grup mengklasifikasikan liabilitas keuangannya sebagai (a) liabilitas keuangan diukur pada nilai
             wajar melalui laba rugi atau (b) liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi.

             Liabilitas keuangan Grup terdiri dari utang usaha, utang lain-lain, beban yang masih harus
             dibayar, deposit dari pelanggan, pinjaman, dan liabilitas sewa. Pinjaman termasuk utang bank
             jangka pendek, obligasi, dan utang bank jangka panjang.




                                                       35
Page 39
                               PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                   PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                      Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                           yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     q. Instrumen keuangan (lanjutan)

       ii.    Liabilitas keuangan (lanjutan)

              Pengukuran setelah pengakuan awal

              Pengukuran liabilitas keuangan bergantung pada klasifikasinya sebagai berikut:

              (a) Liabilitas keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi

                  Liabilitas keuangan diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi adalah liabilitas
                  keuangan yang diperdagangkan dan liabilitas keuangan yang pada saat awal ditetapkan
                  untuk diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai
                  liabilitas keuangan yang diperdagangkan jika perolehannya ditujukan untuk dijual atau dibeli
                  kembali dalam waktu dekat. Kategori ini mencakup juga derivatif yang tidak ditetapkan
                  sebagai instrumen lindung nilai. Derivatif melekat yang dipisahkan juga diklasifikasikan
                  sebagai diperdagangkan kecuali derivatif sebagai instrumen lindung nilai yang ditetapkan
                  dan efektif. Keuntungan dan kerugian yang timbul diakui dalam laporan laba rugi.

                  Penentuan liabilitas keuangan untuk dapat ditetapkan diukur pada nilai wajar melalui laba
                  rugi ditentukan pada saat pengakuan awal, dan hanya jika kriteria-kriteria yang terdapat
                  dalam PSAK 109 terpenuhi. Grup tidak menetapkan liabilitas keuangan untuk diukur pada
                  nilai wajar melalui laba rugi.

              (b) Liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi

                  Kategori ini merupakan yang paling relevan bagi Grup. Setelah pengakuan awal, pinjaman
                  diukur pada biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif.
                  Keuntungan dan kerugian diakui pada laba rugi hingga liabilitas dihentikan pengakuannya
                  melalui proses amortisasi metode suku bunga efektif. Biaya perolehan diamortisasi dihitung
                  dengan mempertimbangkan setiap diskon atau premi pada perolehan awal dan biaya yang
                  merupakan bagian integral dari metode suku bunga efektif. Amortisasi metode suku bunga
                  efektif diakui sebagai biaya pendanaan pada laporan laba rugi. Kategori ini secara umum
                  berlaku untuk pinjaman. Informasi lebih lanjut dapat mengacu ke Catatan 19.

       iii.   Saling hapus instrumen keuangan

              Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan jumlah netonya dilaporkan pada laporan
              posisi keuangan konsolidasian ketika terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan
              saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan adanya niat untuk merealisasikan aset
              dan menyelesaikan liabilitas secara simultan. Hak saling hapus harus tidak kontinjen atas
              peristiwa di masa depan dan harus dapat dipaksakan secara hukum terhadap seluruh keadaan
              sebagai berikut:
              (i) situasi bisnis yang normal;
              (ii) peristiwa default; dan
              (iii) peristiwa kepailitan atau kebangkrutan dari Grup dan seluruh pihak lawan.

       iv.    Penghentian pengakuan instrumen keuangan

              Grup menghentikan pengakuan aset keuangan saat hak kontraktual atas arus kas yang berasal
              dari aset keuangan tersebut berakhir, atau saat seluruh resiko dan manfaat dari aset keuangan
              tersebut ditransfer secara substansial kepada pihak lain.

              Grup menghentikan pengakuan liabilitas keuangan saat kewajiban kontraktual untuk membayar
              dilepaskan, dibatalkan atau berakhir.



                                                      36
Page 40
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                          yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     r. Modal saham yang diperoleh kembali

        Saham diperoleh kembali dicatat dengan menggunakan nilai perolehannya sebagai “Modal Saham
        yang Diperoleh Kembali” dan disajikan sebagai pengurang modal saham. Harga pokok dari
        penjualan/pengalihan saham yang diperoleh kembali dicatat dengan menggunakan metode rata-rata
        tertimbang. Tidak ada laba atau rugi yang diakui pada laba rugi atas perolehan, penjualan kembali,
        penerbitan atau pembatalan dari instrumen ekuitas Grup. Selisih antara nilai tercatat dan nilai yang
        diperoleh kembali dari penjualan kembali saham treasuri di masa mendatang, diakui sebagai bagian
        dari tambahan modal disetor dalam ekuitas.

     s. Dividen

        Pembagian dividen kepada para pemegang saham Perusahaan diakui sebagai liabilitas dalam
        laporan keuangan konsolidasian pada periode ketika dividen tersebut disetujui oleh para pemegang
        saham Perusahaan. Untuk dividen interim, Perusahaan mengakui sebagai liabilitas berdasarkan
        keputusan Rapat Dewan Direksi dengan persetujuan Rapat Dewan Komisaris.

     t. Laba per saham dan laba per ADS

        Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba periode berjalan yang dapat diatribusikan
        kepada pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar selama periode
        tersebut. Laba per ADS dihitung dengan mengalikan laba per saham dasar dengan 100, yaitu jumlah
        lembar saham per ADS.

     u. Informasi segmen

       Informasi segmen Grup disajikan menurut segmen operasi yang telah diidentifikasi. Segmen operasi
       adalah suatu komponen dari entitas:
       i.   yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang mana memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban
            (termasuk pendapatan dan beban terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas
            yang sama);
       ii. hasil operasinya direviu secara reguler oleh Pengambil Keputusan Operasional (“PKO”) Grup,
            misalnya Dewan Direksi untuk membuat keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada
            segmen tersebut dan menilai kinerjanya; dan
       iii. tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan.

     v. Provisi

        Provisi diakui ketika Grup memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif)
        sebagai akibat peristiwa masa lalu, besar kemungkinan penyelesaian kewajiban tersebut
        mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi yang
        andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat.

        Provisi untuk kontrak yang merugi diakui ketika kontrak tersebut menjadi merugi sebesar mana yang
        lebih rendah antara biaya neto memenuhi kontrak dengan denda atau kompensasi yang dibayar jika
        tidak memenuhi kontrak.

     w. Penurunan nilai aset non-keuangan

        Pada setiap akhir periode pelaporan, Grup menilai apakah terdapat indikasi suatu aset
        non-keuangan mengalami penurunan nilai aset. Aset tersebut meliputi atas aset tetap, aset lancar,
        dan aset tidak lancar lainnya, termasuk aset takberwujud. Jika terdapat indikasi tersebut, maka jumlah
        terpulihkan diestimasi untuk aset individual. Jika tidak memungkinkan untuk mengestimasi jumlah
        terpulihkan aset individual, maka Grup menentukan jumlah terpulihkan dari Unit Penghasil Kas
        (“UPK”) yang mana aset tercakup (“aset UPK”).



                                                     37
Page 41
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                          yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     w. Penurunan nilai aset non-keuangan (lanjutan)

        Jumlah terpulihkan dari suatu aset (baik aset individual maupun UPK) adalah jumlah yang lebih tinggi
        antara nilai wajarnya dikurangi biaya pelepasan dengan nilai pakainya. Jika nilai tercatat aset lebih
        besar daripada jumlah terpulihkannya, maka aset tersebut dianggap mengalami penurunan nilai dan
        nilai tercatat aset diturunkan menjadi sebesar nilai terpulihkannya. Dalam menghitung nilai pakai,
        estimasi arus kas masa depan neto didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan tingkat diskonto
        sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini dari nilai waktu uang dan risiko spesifik atas
        aset.

        Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual, digunakan harga penawaran pasar
        terakhir, jika tersedia. Jika tidak terdapat transaksi tersebut, Grup menggunakan model penilaian yang
        sesuai untuk menentukan nilai wajar aset. Perhitungan-perhitungan ini dikuatkan oleh penilaian
        berganda atau indikator nilai wajar lain yang tersedia.

        Rugi penurunan nilai dari operasi yang berkelanjutan dibebankan pada operasi berjalan dan disajikan
        sebagai bagian dari laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.

        Pada setiap akhir periode pelaporan, Grup menilai apakah terdapat indikasi bahwa rugi penurunan
        nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya, untuk aset selain goodwill, mungkin tidak ada lagi
        atau mungkin telah menurun. Jika indikasi dimaksud ditemukan, maka jumlah terpulihkan aset
        tersebut diestimasi. Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya, untuk aset
        selain goodwill, dibalik hanya jika terdapat perubahan asumsi-asumsi yang digunakan untuk
        menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui. Pembalikan
        tersebut dibatasi sehingga jumlah tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun jumlah
        tercatat yang telah ditentukan, neto setelah penyusutan, seandainya tidak ada rugi penurunan nilai
        yang telah diakui untuk aset tersebut pada periode sebelumnya. Pemulihan rugi penurunan nilai diakui
        dalam laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.

        Penurunan nilai goodwill diuji setiap tahun dan ketika terdapat keadaan yang mengindikasikan adanya
        penurunan nilai. Penurunan nilai untuk goodwill ditentukan dengan menilai jumlah terpulihkan dari
        UPK (atau kelompok UPK) yang mana goodwill tercakup. Jika nilai terpulihkan dari UPK lebih rendah
        dari nilai tercatatnya, maka rugi penurunan nilai diakui. Rugi penurunan nilai atas goodwill tidak dapat
        dipulihkan pada periode mendatang.

     x. Klasifikasi lancar dan tidak lancar

        Grup menyajikan aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian berdasarkan
        klasifikasi lancar/tidak lancar. Suatu aset disajikan sebagai lancar bila:
        i.   akan direalisasi, dijual, atau dikonsumsi dalam siklus operasi normal;
        ii. untuk diperdagangkan; atau
        iii. akan direalisasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan; atau
        iv. kas atau setara kas kecuali yang dibatasi penggunaannya atau akan digunakan untuk melunasi
             suatu liabilitas dalam paling lambat 12 bulan setelah tanggal pelaporan.

        Aset yang tidak memenuhi kriteria di atas, diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar.

        Suatu liabilitas disajikan sebagai lancar bila:
        i.   akan dilunasi dalam siklus operasi normal;
        ii. untuk diperdagangkan;
        iii. akan dilunasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan; atau
        iv. tidak ada hak pada akhir periode pelaporan untuk menangguhkan pelunasannya dalam paling
             tidak 12 bulan setelah tanggal pelaporan.




                                                      38
Page 42
                               PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                   PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                      Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                           yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     x. Klasifikasi lancar dan tidak lancar (lanjutan)

        Persyaratan liabilitas yang dapat mengakibatkan diselesaikannya liabilitas tersebut dengan
        menerbitkan instrumen ekuitas sesuai dengan pilihan pihak lawan, tidak berdampak terhadap
        klasifikasi liabilitas tersebut.

        Liabilitas yang tidak memenuhi kriteria di atas, diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka panjang.

        Aset dan liabilitas pajak tangguhan diklasifikasikan sebagai aset dan liabilitas tidak lancar.

     y. Pertimbangan, estimasi dan asumsi akuntansi yang signifikan

        Penyusunan laporan keuangan konsolidasian Grup mengharuskan manajemen untuk membuat
        keputusan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah pendapatan, beban, aset dan liabilitas
        yang dilaporkan, dan pengungkapan yang menyertainya, dan pengungkapan liabilitas kontinjensi,
        pada akhir periode pelaporan.

        Ketidakpastian tentang asumsi dan perkiraan ini dapat menghasilkan hasil yang memerlukan
        penyesuaian material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas yang terpengaruh pada periode
        mendatang.

        i.    Pertimbangan

              Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi
              Grup yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan
              konsolidasian:

              Pajak penghasilan

              Ketidakpastian atas interpretasi dari peraturan pajak yang kompleks, perubahan peraturan pajak
              dan jumlah dan timbulnya penghasilan kena pajak di masa depan, dapat menyebabkan
              penyesuaian di masa depan atas penghasilan dan beban pajak yang telah dicatat. Pertimbangan
              juga dilakukan dalam menentukan penyisihan atas pajak penghasilan badan. Terdapat transaksi
              dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang kegiatan
              usaha normal.

              Grup mengakui liabilitas untuk area pemeriksaan pajak yang diantisipasi berdasarkan estimasi
              apakah tambahan pajak akan terutang. Jika hasil akhir pajak berbeda dengan jumlah yang sudah
              dicatat, selisihnya akan mempengaruhi aset dan liabilitas pajak kini dan tangguhan pada periode
              ditentukannya hasil pajak tersebut.

        ii.   Estimasi dan asumsi

              Estimasi dan asumsi terus dievaluasi dan didasarkan kepada pengalaman historis dan faktor-
              faktor lain, termasuk ekspektasi peristiwa masa depan yang diyakini wajar berdasarkan kondisi
              yang ada.




                                                       39
Page 43
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                          yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     y. Pertimbangan, estimasi dan asumsi akuntansi yang signifikan (lanjutan)

       ii.   Estimasi dan asumsi (lanjutan)

             Grup membuat estimasi dan asumsi mengenai masa depan. Estimasi akuntansi yang dihasilkan,
             menurut definisi, jarang yang sama dengan hasil aktualnya. Estimasi dan asumsi pada saat
             tanggal pelaporan yang secara signifikan berisiko menyebabkan penyesuaian material terhadap
             jumlah tercatat aset dan liabilitas selama satu tahun laporan keuangan ke depan dipaparkan di
             bawah ini.

             (a) Imbalan pasca kerja

                 Nilai kini kewajiban imbalan pasca kerja tergantung pada beberapa faktor yang ditentukan
                 dengan dasar aktuaria berdasarkan beberapa asumsi. Asumsi yang digunakan untuk
                 menentukan biaya (penghasilan) pensiun neto mencakup tingkat diskonto dan tingkat
                 pengembalian investasi. Perubahan asumsi ini akan mempengaruhi jumlah tercatat liabilitas
                 imbalan pasca kerja.

                 Grup menentukan tingkat diskonto yang sesuai pada akhir periode pelaporan. Tingkat
                 diskonto tersebut adalah tingkat suku bunga yang harus digunakan untuk menentukan nilai
                 kini dari estimasi arus kas keluar masa depan yang diharapkan untuk menyelesaikan
                 kewajiban. Dalam menentukan tingkat suku bunga yang sesuai, Grup mempertimbangkan
                 tingkat suku bunga obligasi pemerintah yang didenominasikan dalam mata uang imbalan
                 yang akan dibayar dan memiliki jangka waktu yang serupa dengan jangka waktu liabilitas
                 yang terkait.

                 Jika terdapat peningkatan peringkat seperti pada obligasi pemerintah atau penurunan tingkat
                 bunga sebagai hasil dari peningkatan kondisi ekonomi, maka akan terdapat dampak material
                 terhadap tingkat diskonto yang digunakan dalam menentukan kewajiban pasca kerja.

                 Asumsi kunci kewajiban imbalan pasca kerja lainnya sebagian ditentukan berdasarkan
                 kondisi pasar saat ini. Informasi tambahan diungkapkan pada Catatan 30 dan 31.

             (b) Umur manfaat aset tetap

                 Grup mengestimasi umur manfaat aset tetap berdasarkan ekspektasi penggunaan aset oleh
                 Grup dengan mempertimbangkan rencana strategi usaha, perkembangan teknologi di masa
                 depan, dan perilaku pasar. Estimasi umur manfaat aset tetap adalah berdasarkan pada
                 penelaahan Grup secara kolektif terhadap praktik industri, evaluasi teknis internal, dan
                 pengalaman untuk aset yang sejenis.

                 Grup melakukan reviu atas estimasi umur manfaat sekurang-kurangnya setiap akhir periode
                 pelaporan dan diperbarui jika ekspektasi berbeda dengan estimasi sebelumnya, yang
                 dikarenakan adanya perubahan ekspektasi daya pakai aset akibat pemakaian dan
                 kerusakan fisik, keusangan secara teknis atau komersial dan hukum atau pembatasan lain
                 atas penggunaan aset. Jumlah beban tercatat setiap tahun akan terpengaruh oleh
                 perubahan atas faktor-faktor dan situasi tersebut. Perubahan estimasi umur manfaat aset
                 tetap merupakan perubahan estimasi akuntansi dan diakui secara prospektif dalam laporan
                 laba rugi pada periode perubahan dan periode mendatang.




                                                    40
Page 44
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                          yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     y. Pertimbangan, estimasi dan asumsi akuntansi yang signifikan (lanjutan)

       ii.   Estimasi dan asumsi (lanjutan)

             (c) Menentukan jangka waktu kontrak dengan opsi perpanjangan dan penghentian - Grup
                 sebagai lessee

                 Grup menentukan jangka waktu sewa sebagai jangka waktu sewa yang tidak dapat
                 dibatalkan, bersama dengan periode yang dicakup oleh opsi untuk memperpanjang masa
                 sewa jika cukup pasti akan dilaksanakan, atau periode yang dicakup oleh opsi untuk
                 menghentikan masa sewa, jika cukup pasti untuk tidak dilakukan.

                 Grup memiliki beberapa kontrak sewa yang mencakup opsi perpanjangan dan penghentian.
                 Grup menerapkan pertimbangan dalam mengevaluasi apakah akan menggunakan opsi
                 untuk memperbarui atau menghentikan sewa, mempertimbangkan semua faktor relevan
                 yang menciptakan insentif ekonomi untuk melakukan perpanjangan atau penghentian.
                 Setelah tanggal dimulainya sewa, Grup menilai kembali masa sewa jika ada peristiwa atau
                 perubahan signifikan dalam kendali yang mempengaruhi kemampuan untuk melakukan atau
                 tidak opsi perpanjangan atau penghentian.

             (d) Penyisihan kerugian kredit ekspektasian untuk aset keuangan

                 Grup menerapkan panduan praktis dalam menghitung kerugian kredit ekspektasian untuk
                 piutang usaha dan aset kontrak. Oleh karena itu, Grup tidak mengidentifikasi perubahan
                 dalam risiko kredit, melainkan mengukur penyisihan kerugian berdasarkan kerugian kredit
                 ekspektasian sepanjang kepemilikan aset pada tanggal pelaporan. Untuk piutang lain-lain,
                 Grup mengevaluasi apakah terdapat bukti obyektif bahwa piutang lain-lain mengalami
                 penurunan nilai pada setiap akhir periode pelaporan.

                 Grup telah membentuk metodologi terkait penyisihan kerugian kredit ekspektasian untuk
                 piutang usaha dan aset kontrak yang didasarkan pada data historis kerugian kredit dan
                 informasi terkini yang lebih mencerminkan perubahan kondisi saat ini, disesuaikan dengan
                 faktor-faktor perkiraan masa depan (forward-looking) khusus terkait pelanggan dan
                 lingkungan ekonomi. Metode dan pendekatan akan terus dimonitor dan diperbaharui jika
                 terdapat tambahan informasi yang wajar, terdukung, dan tersedia.

             (e) Pendapatan

                 (i)   Pertimbangan penting dalam menentukan kewajiban pelaksanaan, waktu pengakuan
                       pendapatan dan klasifikasi pendapatan

                       Grup menyediakan jasa teknologi informatika dengan spesifikasi sesuai pesanan
                       pelanggan. Produk sesuai pesanan pelanggan terdiri dari berbagai barang dan/atau
                       jasa yang dijual dalam satu rangkaian tidak terpisah untuk memberikan layanan solusi
                       terintegrasi kepada pelanggan. Selain produk sesuai pesanan pelanggan, Grup juga
                       menyediakan beberapa produk standar sebagai bagian dari solusi terintegrasi dalam
                       kontrak dengan pelanggan. Diperlukan pertimbangan yang signifikan dalam
                       menentukan jumlah dan sifat kewajiban pelaksanaan yang dijanjikan kepada pelanggan
                       dalam kontrak tersebut. Jumlah dan sifat kewajiban pelaksanaan akan menentukan
                       waktu pengakuan pendapatan untuk kontrak tersebut.

                       Grup menelaah penentuan kewajiban pelaksanaan berdasarkan kontrak per kontrak.
                       Ketika suatu kontrak yang terdiri dari beberapa barang dan/atau jasa dinilai memiliki
                       satu kewajiban pelaksanaan, Grup menerapkan metode tunggal untuk mengukur
                       tingkat penyelesaian kewajiban pelaksanaan berdasarkan metode pengukuran yang
                       paling menggambarkan ekonomi kontrak, yang dalam banyak kasus adalah
                       berdasarkan waktu.
                                                     41
Page 45
                                  PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                      PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                         Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                              yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                   (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     y. Pertimbangan, estimasi dan asumsi akuntansi yang signifikan (lanjutan)

       ii.   Estimasi dan asumsi (lanjutan)

             (e) Pendapatan (lanjutan)

                     (i)    Pertimbangan penting dalam menentukan kewajiban pelaksanaan, waktu pengakuan
                            pendapatan dan klasifikasi pendapatan (lanjutan)

                            Grup juga menyajikan klasifikasi pendapatan dengan menggunakan pendekatan yang
                            konsisten. Ketika suatu kontrak yang terdiri dari beberapa barang dan/atau jasa dicatat
                            sebagai kewajiban pelaksanaan tersendiri, Grup menyajikan kewajiban pelaksanaan
                            dalam komponen laporan keuangan yang paling mewakili layanan utama Grup, yaitu
                            internet, data, dan jasa teknologi informatika.

                     (ii)   Pertimbangan penting dalam menentukan harga jual yang berdiri sendiri

                            Grup menyediakan beragam produk yang berkaitan dengan telekomunikasi dan
                            teknologi. Untuk menentukan harga jual yang berdiri sendiri untuk barang dan/atau jasa
                            yang tidak dapat diamati, Grup menggunakan pendekatan margin biaya ditambah biaya
                            yang diharapkan. Grup menentukan margin yang sesuai berdasarkan data historis.

             (f)     Uji penurunan nilai aset tidak lancar dan goodwill

                     Penerapan metode akuisisi dalam suatu kombinasi bisnis mensyaratkan penggunaan
                     estimasi akuntansi secara ekstensif dalam mengalokasikan harga beli kepada nilai pasar
                     wajar aset dan liabilitas yang diakuisisi, termasuk aset takberwujud. Akuisisi bisnis tertentu
                     oleh Grup menimbulkan goodwill, yang tidak diamortisasi namun diuji bagi penurunan nilai
                     setiap tahunnya dan setiap terdapat indikasi penurunan nilai.

                     Perhitungan arus kas masa depan dalam menentukan nilai wajar aset tetap dan aset tidak
                     lancar lainnya dari entitas yang diakuisisi pada tanggal akuisisi melibatkan estimasi yang
                     signifikan. Walaupun manajemen berkeyakinan bahwa asumsi yang digunakan adalah tepat
                     dan memiliki dasar yang kuat, perubahan signifikan pada asumsi tersebut dapat
                     mempengaruhi secara material evaluasi atas nilai terpulihkan dan dapat menimbulkan
                     penurunan nilai sesuai PSAK 236.

             (g) Pengukuran nilai wajar instrumen keuangan

                     Ketika nilai wajar atas aset keuangan dan liabilitas keuangan yang tercatat pada laporan
                     posisi keuangan tidak dapat diukur pada harga kuotasian di pasar aktif, nilai wajar diukur
                     menggunakan teknik penilaian termasuk model arus kas diskonto. Input atas model ini
                     diambil dari pasar yang dapat diobservasi apabila memungkinkan, namun apabila tidak
                     tersedia, sejumlah pertimbangan diperlukan dalam menetapkan nilai wajar. Pertimbangan
                     mencakup input seperti risiko likuiditas, risiko kredit dan volatilitas. Perubahan asumsi yang
                     berkaitan dengan faktor-faktor tersebut dapat mempengaruhi nilai wajar instrumen
                     keuangan yang dilaporkan.




                                                          42
Page 46
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                          yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     y. Pertimbangan, estimasi dan asumsi akuntansi yang signifikan (lanjutan)

       ii.   Estimasi dan asumsi (lanjutan)

             (h) Akuisisi

                 Grup mengevaluasi setiap transaksi akuisisi untuk menentukan akan diperlakukan sebagai
                 akuisisi aset atau kombinasi bisnis. Untuk transaksi yang diperlakukan sebagai akuisisi aset,
                 harga pembelian dialokasikan untuk aset yang diperoleh, tanpa pengakuan goodwill. Untuk
                 akuisisi yang memenuhi definisi kombinasi bisnis, Grup menerapkan metode akuntansi
                 untuk kombinasi bisnis atas aset yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih dicatat pada
                 nilai wajar pada tanggal akuisisi, dan hasil operasi disertakan dengan hasil Grup dari tanggal
                 akuisisi masing-masing.

                 Setiap kelebihan dari harga pembelian dibayar atas jumlah yang diakui untuk aset yang
                 diperoleh dan liabilitas diambil alih dicatat sebagai goodwill. Grup terus mengevaluasi
                 akuisisi yang diperhitungkan sebagai kombinasi bisnis untuk jangka waktu tidak melebihi
                 satu tahun setelah tanggal akuisisi yang berlaku dari setiap transaksi untuk menentukan
                 apakah penyesuaian tambahan diperlukan untuk alokasi harga pembelian yang dibayarkan
                 untuk aset yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih. Nilai wajar dari aset yang diperoleh
                 dan liabilitas yang diambil alih biasanya ditentukan dengan menggunakan salah satu
                 perkiraan biaya penggantian atau metode penilaian arus kas diskonto. Ketika menentukan
                 nilai wajar dari aset berwujud yang diperoleh, Grup memperkirakan biaya untuk mengganti
                 aset dengan aset baru dengan mempertimbangkan faktor seperti umur, kondisi, dan masa
                 manfaat ekonomi dari aset. Ketika menentukan nilai wajar dari aset tidak berwujud yang
                 diperoleh, Grup memperkirakan tingkat diskonto yang berlaku dan waktu dan jumlah arus
                 kas masa depan, termasuk tingkat dan persyaratan atas perpanjangan dan pengurangan.




                                                      43
Page 47
                                  PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                      PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                         Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                              yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                   (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3.   KAS DAN SETARA KAS

                                                                        30 September 2025               31 Desember 2024
                                                                              Saldo                           Saldo
                                                                    Mata uang                       Mata uang
                                                          Mata         asing          Setara           asing          Setara
                                                          uang    (dalam jutaan)      Rupiah      (dalam jutaan)      Rupiah
     Kas                                                   Rp                  -             41                 -           14
     Bank
      Pihak berelasi
        PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (“BRI”)    Rp                 -          3.490                -          3.278
                                                          US$               242          4.027              229          3.678
                                                          TWD                 1              1                2              1
        PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (“Bank Mandiri”)    Rp                 -          4.388                -          4.715
                                                          US$                73          1.208               45            718
                                                          EUR                 2             44                2             37
                                                          JPY                 6              1                6              1
                                                          HKD                 3              6                2              4
                                                          AU$                 0              1                0              0
        PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (“BNI”)    Rp                 -          2.954                -          4.180
                                                          US$                59            977               31            506
                                                          SGD                 0              0                0              0
                                                          EUR                 0              0                0              0
                                                          GBP                 0              1                0              1
                                                          AU$                 0              0                -              -
        PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. ("BTN")     Rp                 -          3.338                -          4.097
        Lain-lain                                          Rp                 -             59                -             51
                                                          US$                 0              0                0              0
      Sub-jumlah                                                                        20.495                          21.267

      Pihak ketiga
        PT Bank Permata Tbk ("Bank Permata")                Rp                -            561                 -            7
        The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Ltd.
           ("HSBC Hongkong")                               US$               13             217               6            102
                                                           HKD               25              53               9             19
        DBS Bank (Hong Kong) Ltd. ("DBS Hong Kong")        US$               15             254              19            308
                                                           HKD                0               1               0              1
        PT Bank CIMB Niaga Tbk. (”Bank CIMB Niaga”)         Rp                -             165               -            181
                                                           US$                3              46               2             40
        Standard Chartered Bank ("SCB")                    US$                5              89               7            108
                                                           SGD                9             121               5             55
        PT Bank Central Asia Tbk. (“BCA”)                   Rp                -             108               -            131
                                                           US$                0               2               0              3
                                                           EUR                0               0               -              -
        Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)     Rp                -             282               -            941
                                                           US$               12             204               9            146
                                                           TWD               24              13              28             14
                                                           SGD                1              18               2             20
                                                           AU$                0               3               0              3
                                                           EUR                0               1               0              1
                                                           MYR                3              11               1              7
                                                           MMK                2               0             167              1
      Sub-jumlah                                                                          2.149                          2.088

     Jumlah bank                                                                        22.644                          23.355

     Deposito berjangka
      Pihak berelasi
        BTN                                                Rp                 -           1.716               -          1.400
                                                          US$                 -               -               7            104
        BNI                                                Rp                 -             693               -            566
                                                          US$                40             666              10            162
        BRI                                                Rp                 -             712               -            647
                                                          US$                11             183              18            283
                                                          TWD                10               6               6              3
       PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (“BSI”)              Rp                 -             863               -          1.688
       Bank Mandiri                                        Rp                 -              62               -             97
      Sub-jumlah                                                                          4.901                          4.950




                                                             44
Page 48
                                  PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                      PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                         Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                              yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                   (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3.   KAS DAN SETARA KAS (lanjutan)

                                                                            30 September 2025               31 Desember 2024
                                                                                  Saldo                           Saldo
                                                                        Mata uang                       Mata uang
                                                          Mata             asing          Setara           asing          Setara
                                                          uang        (dalam jutaan)      Rupiah      (dalam jutaan)      Rupiah
     Deposito berjangka (lanjutan)
      Pihak ketiga
        Bank Pembangunan Daerah ("BPD")                   Rp                      -          1.353                -           962
        PT Bank Mega Tbk. (“Bank Mega”)                   Rp                      -            724                -         1.922
                                                          US$                    21            355               18           287
        PT Bank Maybank Indonesia Tbk. ("Maybank")        Rp                      -            384                -           254
                                                          US$                     7            117               26           418
        PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk.
          ("CCB Indonesia")                                Rp                     -            185                -             -
                                                          US$                    13            208               10           153
        PT Bank UOB Indonesia ("UOB Indonesia")           US$                    12            207               16           259
                                                          SGD                     3             43                3            35
        PT Bank Danamon Tbk. ("Bank Danamon")              Rp                     -            131                -           133
                                                          US$                     -              -                3            48
        Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)    Rp                     -            235                -           757
                                                          US$                     1             13               22           352
                                                          MYR                     4             14                2             7
      Sub-jumlah                                                                             3.969                          5.587

     Jumlah deposito berjangka                                                               8.870                         10.537
     Penyisihan kerugian kredit ekspektasian                                                    (1)                            (1)
     Jumlah                                                                                 31.554                         33.905


     Tingkat bunga deposito berjangka per tahun adalah sebagai berikut:

                                                                            30 September 2025             31 Desember 2024
     Rupiah                                                                   0,53% - 7,25%                 0,53% - 7,25%
     Mata uang asing                                                          2,10% - 5,25%                 2,55% - 6,00%

     Grup menempatkan sebagian besar kas dan setara kasnya di bank milik negara (pihak berelasi) karena
     mereka memiliki jaringan cabang yang luas di Indonesia dan dipertimbangkan sebagai bank yang sehat
     secara finansial.




                                                                 45
Page 49
                                 PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                     PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                        Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                             yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                  (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4.   ASET KEUANGAN LANCAR LAINNYA

                                                                        30 September 2025                31 Desember 2024
                                                                              Saldo                            Saldo
                                                                    Mata uang                        Mata uang
                                                          Mata         asing          Setara            asing         Setara
                                                          uang    (dalam jutaan)     Rupiah        (dalam jutaan)     Rupiah
     Deposito berjangka
      Pihak berelasi
       BRI                                                Rp                  -            68                 -           415
                                                          US$                14           234                 -             -
        BTN                                               Rp                  -           120                 -            30
        BSI                                               Rp                  -           150                 -           198
        Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)   Rp                  -           100                 -           105
                                                          US$                 5            83                 5            81
      Pihak ketiga
        United Overseas Bank Limited Singapore
          ("UOB Singapore")                               US$                30           500                12           195
        Standard Chartered Bank (Singapore) Limited
         ("SCB Singapore")                                US$                 9            150                 -             -
        Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)   Rp                  -              -                 -             3
     Jumlah deposito berjangka                                                           1.405                           1.027

     Rekening penampungan
      Pihak berelasi
       Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)    Rp                  -           107                 -           144
                                                          US$                 0             4                 0             5
      Pihak ketiga
        MUFG                                               Rp                 -           100                 -             -
        Lain-lain                                         USD                 5            86                 1            14
     Jumlah rekening penampungan                                                          297                             163

     Reksa dana
      Pihak berelasi
        Lain-lain                                         Rp                  -            95                  -           89
     Jumlah reksa dana                                                                     95                              89

     Lain-lain                                             Rp                 -                0              -                5
                                                          MYR                 0                0              0                1
     Jumlah lain-lain                                                                          0                               6

     Penyisihan kerugian kredit ekspektasian                                                (0)                             (0)
     Jumlah                                                                              1.797                           1.285


     Seluruh deposito berjangka di atas memiliki tanggal jatuh tempo lebih dari tiga bulan tetapi tidak lebih
     dari satu tahun, dengan tingkat bunga per tahun sebagai berikut:

                                                                          30 September 2025             31 Desember 2024
     Rupiah                                                                 2,50% - 6,75%                 2,50% - 7,25%
     Mata uang asing                                                        4,11% - 4,70%                 4,57% - 4,61%




                                                                 46
Page 50
                                 PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                     PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                        Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                             yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                  (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5.   PIUTANG USAHA

     Piutang usaha berhubungan dengan jasa yang diberikan kepada pelanggan retail dan non-retail, dengan
     rincian sebagai berikut:

     a. Berdasarkan pelanggan

        (i)    Pihak berelasi
                                                                               30 September 2025           31 Desember 2024
               Badan Usaha Milik Negara ("BUMN")                                           2.038                       1.935
               Indosat                                                                       772                         738
               PT Indonusa Telemedia ("Indonusa")                                            386                         386
               Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)                               475                         409
               Jumlah                                                                      3.671                       3.468
               Penyisihan kerugian kredit ekspektasian                                    (1.191)                     (1.118)
               Jumlah bersih                                                               2.480                       2.350

        (ii)   Pihak ketiga
                                                                               30 September 2025           31 Desember 2024
               Pelanggan individual dan bisnis                                           14.555                      13.613
               Penyelenggara jasa telekomunikasi luar negeri                               1.366                       1.176
               Jumlah                                                                    15.921                      14.789
               Penyisihan kerugian kredit ekspektasian                                    (5.855)                     (4.946)
               Jumlah bersih                                                             10.066                        9.843

     b. Berdasarkan umur
                                                            30 September 2025                         31 Desember 2024
                                                               Penyisihan       Tingkat                Penyisihan       Tingkat
                                                 Sebelum     kerugian kredit kerugian kredit Sebelum kerugian kredit kerugian kredit
                                                penyisihan    ekspektasian    ekspektasian penyisihan ekspektasian    ekspektasian
        Belum jatuh tempo                             6.611             436           6,6%      7.319          417             5,7%
        Jatuh tempo sampai dengan 3 bulan             4.057             597          14,7%      3.602          329             9,1%
        Jatuh tempo lebih dari 3 bulan sampai
          dengan 6 bulan                             1.724               427        24,8%       1.305            285          21,8%
        Jatuh tempo lebih dari 6 bulan               7.200             5.586        77,6%       6.031          5.033          83,5%
        Jumlah                                      19.592             7.046                   18.257          6.064


        Grup telah membentuk penyisihan kerugian kredit ekspektasian berdasarkan tingkat penurunan nilai
        historis secara kolektif dan historis kredit para pelanggan secara individual, disesuaikan dengan faktor-
        faktor perkiraan masa depan (forward-looking) khusus terkait pelanggan dan lingkungan ekonomi.
        Grup tidak membedakan piutang usaha pihak berelasi dan piutang usaha pihak ketiga dalam menilai
        jumlah yang jatuh tempo. Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, nilai tercatat
        piutang usaha Grup yang telah jatuh tempo tetapi tidak diturunkan nilainya masing-masing sebesar
        Rp6.371 miliar dan Rp5.291 miliar. Manajemen berpendapat bahwa piutang usaha yang telah jatuh
        tempo tetapi tidak diturunkan nilainya, termasuk piutang usaha yang belum jatuh tempo dan juga tidak
        diturunkan nilainya, adalah terutang dari para pelanggan dengan historis tingkat ketertagihan yang
        baik dan diharapkan dapat terpulihkan.

     c. Berdasarkan mata uang

                                                                               30 September 2025           31 Desember 2024
        Rupiah                                                                            16.933                     15.775
        Dolar A.S.                                                                         2.448                       2.180
        Dolar Singapura                                                                      152                         273
        Lain-lain                                                                             59                          29
        Jumlah                                                                            19.592                     18.257
        Penyisihan kerugian kredit ekspektasian                                           (7.046)                     (6.064)
        Jumlah bersih                                                                     12.546                     12.193



                                                                  47
Page 51
                               PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                   PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                      Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                           yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5.   PIUTANG USAHA (lanjutan)

     d. Mutasi penyisihan kerugian kredit ekspektasian

                                                                   30 September 2025        31 Desember 2024
        Saldo awal                                                            6.064                    5.561
        Penyisihan kerugian kredit ekspektasian                               1.448                      904
        Penghapusbukuan piutang                                                 (466)                   (401)
        Saldo akhir                                                           7.046                    6.064

        Penghapusbukuan piutang merupakan penghapusbukuan piutang usaha pihak berelasi dan pihak
        ketiga. Manajemen berpendapat bahwa saldo penyisihan kerugian kredit ekspektasian atas piutang
        usaha sudah cukup untuk menutup kerugian atas tidak tertagihnya piutang usaha.

        Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, piutang usaha tertentu atas entitas anak
        masing-masing sebesar Rp2.137 miliar dan Rp2.137 miliar telah dijaminkan dalam beberapa
        perjanjian pinjaman (Catatan 18 dan 19b).

6.   ASET KONTRAK

     Rincian dari aset kontrak adalah sebagai berikut:

                                                                       30 September 2025    31 Desember 2024
     Aset kontrak                                                                  2.342               2.603
     Penyisihan kerugian kredit ekspektasian                                        (147)                (25)
     Jumlah bersih                                                                 2.195               2.578
     Lancar                                                                       (2.082)             (2.449)
     Tidak Lancar                                                                    113                 129

     Manajemen berpendapat bahwa saldo penyisihan kerugian kredit ekspektasian atas aset kontrak sudah
     cukup untuk menutup kerugian atas tidak tertagihnya aset kontrak.

     Lihat Catatan 32 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi.

7.   PERSEDIAAN

     Persediaan diakui sebesar nilai realisasi bersih, terdiri atas:

                                                                       30 September 2025    31 Desember 2024
     Kartu SIM dan voucer prabayar                                                   572                 676
     Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)                                 571                 480
     Jumlah                                                                        1.143               1.156
     Provisi atas persediaan usang                                                   (58)                (60)
     Jumlah bersih                                                                 1.085               1.096

     Manajemen berpendapat saldo provisi atas persediaan usang cukup untuk menutup kerugian akibat dari
     penurunan nilai persediaan karena usang.

     Persediaan yang diakui sebagai beban termasuk dalam beban usaha operasi, pemeliharaan, dan
     jasa telekomunikasi pada tanggal 30 September 2025 dan 2024 masing-masing sebesar Rp430 miliar
     dan Rp464 miliar (Catatan 25).

     Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, tidak ada persediaan yang dijaminkan dalam
     perjanjian pinjaman.




                                                        48
Page 52
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                          yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
8.   ASET LANCAR LAINNYA

     Rincian dari aset lancar lainnya adalah sebagai berikut:

                                                                30 September 2025     31 Desember 2024
     Izin penggunaan frekuensi
       dibayar di muka - bagian jangka pendek (Catatan 35c.i)               3.809                 6.245
     Uang muka                                                                592                   451
     Gaji dibayar di muka                                                     351                   281
     Piutang lain-lain                                                        171                   621
     Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)                          742                   576
     Jumlah                                                                 5.665                 8.174
9.




9.   BIAYA KONTRAK

     Mutasi biaya kontrak untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2025 dan tahun yang
     berakhir 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:

                                                                    30 September 2025
                                                      Biaya              Biaya
                                                    perolehan         pemenuhan               Jumlah
                                                     kontrak            kontrak
     Saldo, 1 Januari 2025                                1.666               1.064                2.730
     Penambahan selama periode berjalan                     388                 436                  824
     Amortisasi selama periode berjalan                    (374)                  -                 (374)
     Beban selama periode berjalan                            -                (632)                (632)
     Saldo, 30 September 2025                             1.680                 868                2.548
     Lancar                                                (467)               (654)              (1.121)
     Tidak lancar                                         1.213                 214                1.427


                                                                    31 Desember 2024
                                                      Biaya              Biaya
                                                    perolehan         pemenuhan               Jumlah
                                                     kontrak            kontrak
     Saldo, 1 Januari 2024                                1.641                  580               2.221
     Penambahan selama tahun berjalan                       479               1.318                1.797
     Amortisasi selama tahun berjalan                      (454)                   -                (454)
     Beban selama tahun berjalan                              -                 (831)               (831)
     Penurunan nilai                                          -                   (3)                 (3)
     Saldo, 31 Desember 2024                              1.666               1.064                2.730
     Lancar                                                (407)                (727)             (1.134)
     Tidak lancar                                         1.259                  337               1.596




                                                     49
Page 53
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                          yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10. INVESTASI JANGKA PANJANG

   Rincian dari investasi jangka panjang adalah sebagai berikut:

                                                               30 September 2025         31 Desember 2024
   Instrumen keuangan
     Diukur pada nilai wajar melalui laba rugi:
      Ekuitas                                                                  6.745                    7.797
      Obligasi konversi                                                          358                      377
     Diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
      komprehensif lain:
      Ekuitas                                                                     27                       27
      Obligasi konversi                                                           41                       24
                                                                               7.171                    8.225
   Entitas asosiasi
    PT Jalin Pembayaran Nusantara ("Jalin")                                      101                      110
    Lain-lain                                                                      -                        -
                                                                                 101                      110
   Jumlah investasi jangka panjang                                             7.272                    8.335

   Investasi pada ekuitas yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi merupakan investasi jangka panjang
   dalam bentuk saham pada berbagai perusahaan start-up yang bergerak di bidang informasi dan
   teknologi. Grup tidak memiliki pengaruh signifikan dalam perusahaan start-up tersebut.

   Investasi pada ekuitas yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi termasuk investasi pada:

   (i)    Investasi Telkomsel pada PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (“GOTO”).

          Per tanggal 30 September 2025 dan 2024, Telkomsel menilai nilai wajar investasi di GOTO
          menggunakan level 1 berdasarkan nilai pasar GOTO masing-masing sebesar Rp54 per saham dan
          Rp66 per saham. Jumlah kerugian yang belum direalisasi dari perubahan nilai wajar investasi
          Telkomsel pada GOTO untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal
          30 September 2025 dan 2024 masing-masing adalah sebesar Rp380 miliar dan Rp474 miliar. Nilai
          ini disajikan sebagai kerugian yang belum direalisasi dari perubahan nilai wajar atas investasi dalam
          laporan laba rugi konsolidasian.

   (ii)   Investasi MDI pada berbagai perusahaan start-up yang bergerak di bidang informasi dan teknologi.
          Penambahan investasi MDI pada periode berjalan sebesar Rp101 miliar.

   Investasi pada obligasi konversi yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi merupakan investasi jangka
   panjang yang dimiliki oleh Telkomsel dan MDI dalam bentuk obligasi konversi pada berbagai perusahaan
   start-up yang bergerak di bidang informasi dan teknologi. Obligasi konversi ini memberikan opsi bagi
   pemegangnya untuk mengkonversi obligasi menjadi saham pada saat jatuh tempo, sesuai dengan syarat
   dan ketentuan yang disepakati. Dalam hal opsi konversi tidak digunakan, pemegang obligasi berhak
   menerima pengembalian pokok obligasi.

   Bagian kumulatif rugi atas investasi pada entitas asosiasi yang tidak diakui pada tanggal
   30 September 2025 dan 2024 masing-masing adalah sebesar Rp328 miliar dan Rp315 miliar.




                                                      50
Page 54
                                PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                    PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                       Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                            yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                 (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. ASET TETAP

   Rincian aset tetap adalah sebagai berikut:

                                                31 Desember                                 Reklasifikasi/    30 September
                                                    2024      Penambahan    Pengurangan      Translasi            2025
   Harga perolehan:
   Aset tetap pemilikan langsung
    Tanah                                             1.981            -               -                 4           1.985
    Bangunan                                         20.907           77              (1)              569          21.552
    Renovasi bangunan sewa                            1.795            7             (47)               99           1.854
    Peralatan sentral telepon                        19.470          150          (1.551)            1.146          19.215
    Peralatan telegraf, teleks, dan
      komunikasi data                                     5             -              -                (3)              2
    Peralatan dan instalasi transmisi               182.170           884         (2.652)            5.520         185.922
    Satelit, stasiun bumi, dan peralatan             14.795            65            (10)              316          15.166
    Jaringan kabel                                   81.575         2.802             (5)              (97)         84.275
    Catu daya                                        25.604           320           (321)            1.274          26.877
    Peralatan pengolahan data                        21.940           145           (241)            1.224          23.068
    Peralatan telekomunikasi lainnya                 12.238           769              -               (11)         12.996
    Peralatan kantor                                  2.719           109            (42)             (101)          2.685
    Kendaraan                                           530             1             (5)               40             566
    Peralatan lainnya                                    60             2              -                 8              70
    Aset dalam pembangunan                            2.930        10.115             (1)           (8.712)          4.332
    Jumlah                                          388.719        15.446         (4.876)            1.276         400.565


   Akumulasi penyusutan:
   Aset tetap pemilikan langsung
    Bangunan                                          7.461           460             (1)             188            8.108
    Renovasi bangunan sewa                            1.347           141            (47)              47            1.488
    Peralatan sentral telepon                        14.795         1.247         (1.547)              60           14.555
    Peralatan telegraf, teleks, dan
       komunikasi data                                    4             -              -                (2)              2
    Peralatan dan instalasi transmisi               106.321         8.526         (2.630)              538         112.755
    Satelit, stasiun bumi, dan peralatan              7.377           585            (10)              291           8.243
    Jaringan kabel                                   23.797         3.007             (4)              163          26.963
    Catu daya                                        18.720         1.578           (303)              161          20.156
    Peralatan pengolahan data                        16.532         1.340           (241)              552          18.183
    Peralatan telekomunikasi lainnya                  9.216         1.365              -                (2)         10.579
    Peralatan kantor                                  2.284           194            (42)             (198)          2.238
    Kendaraan                                           250            23             (5)               10             278
    Peralatan lainnya                                    49             4              -                 5              58
    Jumlah                                          208.153        18.470         (4.830)            1.813         223.606
   Nilai buku bersih                                180.566                                                        176.959




                                                      51
Page 55
                                 PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                     PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                        Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                             yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                  (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. ASET TETAP (lanjutan)

    Rincian aset tetap adalah sebagai berikut (lanjutan):

                                            31 Desember                                                  Reklasifikasi/ 31 Desember
                                                2023           Akuisisi       Penambahan Pengurangan      Translasi         2024
    Harga perolehan:
    Aset tetap pemilikan langsung
     Tanah                                         1.955                  -           13            -             13         1.981
     Bangunan                                     19.596                  -          221          (32)         1.122        20.907
     Renovasi bangunan sewa                        1.675                  -           40          (94)           174         1.795
     Peralatan sentral telepon                    19.636                  -          228       (1.090)           696        19.470
     Peralatan telegraf, teleks, dan
       komunikasi data                             1.583              -                -       (1.578)              -            5
     Peralatan dan instalasi transmisi           180.664              -            1.393       (9.972)         10.085      182.170
     Satelit, stasiun bumi, dan peralatan         10.941              -               50         (114)          3.918       14.795
     Jaringan kabel                               76.769            314            4.731          (15)           (224)      81.575
     Catu daya                                    24.348              -              559         (730)          1.427       25.604
     Peralatan pengolahan data                    21.893              -              332       (1.577)          1.292       21.940
     Peralatan telekomunikasi lainnya             11.087              -              412           (4)            743       12.238
     Peralatan kantor                              2.696              0               84          (74)             13        2.719
     Kendaraan                                       593              0               15          (42)            (36)         530
     Peralatan lainnya                                53              -                3            -               4           60
     Aset dalam pembangunan                        6.240              -           16.368          (31)        (19.647)       2.930
     Jumlah                                      379.729            314           24.449      (15.353)           (420)     388.719


    Akumulasi penyusutan:
    Aset tetap pemilikan langsung
     Bangunan                                      6.818                  -          650          (27)            20         7.461
     Renovasi bangunan sewa                        1.312                  -          128          (86)            (7)        1.347
     Peralatan sentral telepon                    14.121                  -        1.756       (1.088)             6        14.795
     Peralatan telegraf, teleks, dan
        komunikasi data                            1.582                  -            -       (1.578)             -             4
     Peralatan dan instalasi transmisi           104.347                  -       11.713       (9.787)            48       106.321
     Satelit, stasiun bumi, dan peralatan          6.726                  -          719         (114)            46         7.377
     Jaringan kabel                               20.393                  -        3.383          (15)            36        23.797
     Catu daya                                    17.387                  -        2.014         (710)            29        18.720
     Peralatan pengolahan data                    16.149                  -        2.031       (1.545)          (103)       16.532
     Peralatan telekomunikasi lainnya              7.700                  -        1.517           (1)             -         9.216
     Peralatan kantor                              2.136                  -          278          (68)           (62)        2.284
     Kendaraan                                       256                  -           38          (27)           (17)          250
     Peralatan lainnya                                47                  -            4            -             (2)           49
     Jumlah                                      198.974                  -       24.231      (15.046)            (6)      208.153
    Nilai buku bersih                            180.755                                                                   180.566


    Kelompok aset tetap yang terdiri dari (1) peralatan sentral telepon; (2) peralatan telegraf, teleks, dan
    komunikasi data; (3) peralatan dan instalasi transmisi; (4) satelit, stasiun bumi, dan peralatan;
    (5) jaringan kabel; (6) catu daya; (7) peralatan pengolahan data; dan (8) peralatan telekomunikasi lainnya
    merupakan infrastruktur utama telekomunikasi Grup.

    a. Laba dari penjualan aset tetap
                                                                                       2025                        2024
        Hasil penjualan aset tetap                                                                 2                        706
        Nilai buku bersih                                                                          0                        (49)
        Laba dari pelepasan atau penjualan aset tetap                                              2                        657

    b. Lain-lain

        (i)    Selama tahun 2024, UPK yang menghasilkan proyeksi arus kas masuk adalah sambungan
               nirkabel tidak bergerak, seluler, dan lainnya. Manajemen berpendapat bahwa tidak ada indikasi
               penurunan nilai aset dari UPK tersebut pada tanggal 31 Desember 2024.

        (ii)   Bunga pinjaman yang dikapitalisasi ke aset dalam pembangunan sejumlah Rp4 miliar dan
               Rp75 miliar masing-masing untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal
               30 September 2025 dan 2024. Tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah biaya
               pinjaman yang layak dikapitalisasi berkisar antara 4,70% dan 2,50% - 8,08% masing-masing
               untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2025 dan 2024.



                                                          52
Page 56
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                          yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. ASET TETAP (lanjutan)

    b. Lain-lain (lanjutan)

       (iii) Tidak ada rugi selisih kurs yang dikapitalisasi ke aset dalam pembangunan untuk periode
             sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2025 dan untuk tahun yang berakhir
             pada tanggal 31 Desember 2024.

       (iv) Selama periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2025 dan 2024, Grup
            telah mendapat klaim asuransi atas aset tetap yang hilang dan rusak masing-masing sebesar
            Rp130 miliar dan Rp111 miliar dan dicatat sebagai bagian dari “Penghasilan lain-lain - bersih”
            dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Selama periode
            sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2025 dan 2024, nilai tercatat aset tetap
            tersebut masing-masing sebesar Rp95 miliar dan Rp97 miliar, telah dibebankan dalam laporan
            laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.

       (v)   Grup memiliki beberapa bidang tanah yang terletak di berbagai daerah di Indonesia dengan
             status Hak Guna Bangunan (“HGB”) berjangka waktu 10 - 50 tahun yang akan habis masa
             berlakunya antara tahun 2025 sampai dengan tahun 2071. Manajemen berkeyakinan bahwa
             tidak akan terdapat kesulitan untuk memperpanjang hak atas tanah pada saat berakhirnya hak
             tersebut.

       (vi) Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, aset tetap milik Grup kecuali tanah,
            dengan nilai tercatat bersih masing-masing sebesar Rp172.359 miliar dan Rp178.692 miliar telah
            diasuransikan terhadap risiko kebakaran, pencurian, gempa bumi dan risiko lainnya, termasuk
            gangguan bisnis. Jumlah keseluruhan pertanggungan untuk tanggal 30 September 2025 dan
            31 Desember 2024 masing-masing sebesar Rp43.021 miliar dan Rp44.143 miliar, HKD12 juta
            dan HKD10 juta, SGD215 juta dan SGD215 juta, dan MYR62 juta dan MYRNihil. Jumlah
            pertanggungan first loss basis untuk tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024
            masing-masing sebesar Rp2.751 miliar dan Rp2.750 miliar. Manajemen berkeyakinan bahwa
            nilai pertanggungan asuransi tersebut memadai untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aset
            yang dipertanggungkan.

       (vii) Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, tingkat persentase penyelesaian aset
             dalam pembangunan adalah masing-masing sekitar 54,57% dan 53,29% dari nilai kontrak atau
             Rp5.110 miliar dan Rp3.064 miliar sebagai jumlah tercatat aset tetap dalam pembangunan,
             dengan perkiraan penyelesaian masing-masing sampai Maret 2028 dan Desember 2026. Saldo
             aset dalam pembangunan tersebut terutama terdiri dari bangunan, peralatan dan instalasi
             transmisi, jaringan kabel, dan catu daya. Manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat
             hambatan yang dapat mempengaruhi penyelesaian aset dalam pembangunan.

       (viii) Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 seluruh aset yang dimiliki Perusahaan
              telah dijaminkan dalam perjanjian obligasi (Catatan 19a). Aset tetap entitas anak tertentu dengan
              biaya perolehan masing-masing sebesar Rp2.190 miliar dan Rp2.190 miliar telah dijaminkan
              dalam beberapa perjanjian pinjaman (Catatan 18 dan 19b).

       (ix) Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, jumlah tercatat bruto dari setiap aset
            tetap Grup yang telah disusutkan secara penuh dan masih digunakan adalah masing-masing
            sebesar Rp98.157 miliar dan Rp89.480 miliar. Grup saat ini sedang melakukan modernisasi aset
            jaringan untuk menggantikan aset tetap yang sudah disusutkan secara penuh.

       (x)   Di tahun 2025, Perusahaan melakukan evaluasi kondisi fisik aset dan selanjutnya melakukan
             percepatan depresiasi sebesar Rp771 miliar atas beberapa jenis aset yang diperkirakan tidak
             optimal lagi.

       (xi) Pada tahun 2024, nilai wajar tanah dan bangunan Grup adalah sebesar Rp53.262 miliar.




                                                     53
Page 57
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                    Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                         yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. SEWA

   a. Grup sebagai lessee

     Grup menyewa beberapa aset termasuk tanah, bangunan, peralatan dan instalasi transmisi,
     kendaraan, dan lain-lain yang digunakan dalam operasi, yang pada umumnya memiliki masa sewa
     antara 1 dan 33 tahun.

     Nilai tercatat aset hak-guna yang diakui dan mutasi selama periode berjalan adalah sebagai berikut:

                                                                 Peralatan
                                                                dan instalasi
                                      Tanah        Bangunan      transmisi       Kendaraan     Lain-lain     Jumlah
      Saldo, 1 Januari 2024               4.691          582          15.868            522           921      22.584
      Penambahan                          1.725          198            7.337           241           920      10.421
      Pengurangan dan reklasifikasi        (167)          (0)            (409)           (4)          (16)        (596)
      Beban penyusutan                   (1.074)        (192)          (3.699)         (266)         (268)      (5.499)
      Saldo, 31 Desember 2024             5.175          588          19.097            493         1.557      26.910
      Penambahan                          1.769           93            3.612           383            16        5.873
      Pengurangan dan reklasifikasi         (66)          15             (333)          (28)             2        (410)
      Beban penyusutan                     (840)        (131)          (2.979)         (227)          (22)      (4.199)
      Saldo, 30 September 2025            6.038          565          19.397            621         1.553      28.174


     Nilai tercatat liabilitas sewa dan rincian mutasinya selama periode berjalan adalah sebagai berikut:

                                                                       30 September 2025        31 Desember 2024

     Saldo awal                                                                      23.959                   20.425
     Akrualisasi bunga                                                                1.095                    1.335
     Penambahan (Catatan 39a)                                                         5.873                   10.421
     Pengurangan                                                                     (6.770)                  (8.222)
     Saldo akhir                                                                     24.157                   23.959
     Bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun                                        (6.125)                  (5.491)
     Bagian jangka panjang                                                           18.032                   18.468

     Jatuh tempo pembayaran liabilitas sewa adalah sebagai berikut:

                                                                       30 September 2025        31 Desember 2024

      Kurang dari 1 tahun                                                             7.442                    6.824
      1-5 tahun                                                                      11.749                   14.356
      Lebih dari 5 tahun                                                             10.013                    8.081
      Jumlah pembayaran sewa                                                         29.204                   29.261
      Bunga                                                                          (5.047)                  (5.302)
      Nilai kini atas pembayaran sewa                                                24.157                   23.959
      Bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun                                       (6.125)                  (5.491)
      Bagian jangka panjang                                                          18.032                   18.468




                                                          54
Page 58
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                    Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                         yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. SEWA (lanjutan)

    a. Grup sebagai lessee (lanjutan)

       Grup juga memiliki sewa tertentu dengan jangka waktu dua belas bulan atau kurang dan nilai sewa
       bernilai rendah. Grup menerapkan 'sewa jangka pendek' dan 'sewa aset bernilai rendah' sebagai
       pengecualian untuk sewa ini. Tidak ada kontrak sewa dengan pembayaran sewa variabel.

       Berikut adalah beban terkait sewa yang diakui pada periode berjalan:

                                                                     2025                    2024
       Beban penyusutan                                                       4.199                 4.110
       Beban sewa jangka pendek                                               2.856                 2.600
       Beban bunga sewa                                                       1.095                   958
       Beban sewa aset bernilai rendah                                            8                     4

    b. Grup sebagai lessor

      Grup menandatangani beberapa perjanjian sewa menyewa dengan pihak ketiga maupun pihak
      berelasi yang tidak dapat dibatalkan. Perjanjian tersebut meliputi sewa jaringan, peralatan
      telekomunikasi serta tanah dan bangunan dengan jangka waktu bervariasi berkisar 1 sampai dengan
      28 tahun yang akan berakhir bervariasi antara tahun 2025 hingga 2039. Periode sewa menyewa dapat
      diperpanjang berdasarkan perjanjian oleh kedua belah pihak.

      Jumlah pembayaran dan penerimaan sewa minimum di masa yang akan datang untuk perjanjian sewa
      operasi adalah sebagai berikut:

                                                               30 September 2025      31 Desember 2024
       Kurang dari 1 tahun                                                  3.092                6.222
       1-5 tahun                                                          10.288                 8.502
       Lebih dari 5 tahun                                                   4.943                3.518
       Jumlah                                                             18.323                18.242

13. ASET TIDAK LANCAR LAINNYA

    Rincian dari aset tidak lancar lainnya adalah sebagai berikut:

                                                               30 September 2025      31 Desember 2024
    Klaim restitusi pajak - setelah dikurangi
     bagian jangka pendek (Catatan 27b)                                       3.166                 2.818
    Izin penggunaan frekuensi dibayar di muka - setelah
     dikurangi bagian jangka pendek (Catatan 35c.i)                           1.299                 1.594
    Beban dibayar di muka                                                     1.085                 1.056
    Uang muka                                                                   513                   205
    Uang jaminan                                                                295                   234
    Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)                             293                   301
    Jumlah                                                                    6.651                 6.208




                                                     55
Page 59
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                          yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. ASET TAKBERWUJUD

   Rincian aset takberwujud adalah sebagai berikut:

                                                                                               Aset
                                                                                          takberwujud
                                               Goodwill      Piranti lunak   Lisensi         lainnya     Jumlah
   Nilai tercatat bruto:
    Saldo, 1 Januari 2025                           1.474          20.531          647          1.703      24.355
    Penambahan                                          -           2.043           35              6       2.084
    Pengurangan                                         -              (1)          (1)            (3)         (5)
    Reklasifikasi/translasi                             -             231            8             (1)        238
    Saldo, 30 September 2025                        1.474          22.804          689          1.705      26.672
   Akumulasi amortisasi:
    Saldo, 1 Januari 2025                            (479)        (13.086)        (277)        (1.071)     (14.913)
    Beban amortisasi                                    -          (2.115)         (70)           (56)      (2.241)
    Pengurangan                                         -               1            3              3            7
    Reklasifikasi/translasi                             -            (259)           -              -         (259)
    Saldo, 30 September 2025                         (479)        (15.459)        (344)        (1.124)     (17.406)
   Nilai buku bersih                                  995           7.345          345            581        9.266


                                                                                               Aset
                                                                                          takberwujud
                                               Goodwill      Piranti lunak   Lisensi         lainnya     Jumlah
   Nilai tercatat bruto:
    Saldo, 1 Januari 2024                           1.492          21.642          550          1.694      25.378
    Penambahan                                          -           3.415           94              9       3.518
    Pengurangan                                       (18)         (4.489)           -              -      (4.507)
    Reklasifikasi/translasi                             -             (37)           3              -         (34)
    Saldo, 31 Desember 2024                         1.474          20.531          647          1.703      24.355
   Akumulasi amortisasi dan penurunan nilai:
    Saldo, 1 Januari 2024                            (413)        (15.034)        (200)        (1.000)     (16.647)
    Beban amortisasi                                    -          (2.515)         (76)           (71)      (2.662)
    Penurunan nilai                                   (77)              -            -              -          (77)
    Pengurangan                                        11           4.472            -              -        4.483
    Reklasifikasi/translasi                             -              (9)          (1)             -          (10)
    Saldo, 31 Desember 2024                          (479)        (13.086)        (277)        (1.071)     (14.913)
   Nilai buku bersih                                  995           7.445          370            632        9.442


   (i)    Goodwill timbul dari akuisisi oleh Mitratel, Metranet, Metra, Sigma, TDE, dan Telkomsat masing-
          masing sebesar Rp467 miliar, Rp220 miliar, Rp85 miliar, Rp78 miliar, Rp77 miliar, dan Rp68 miliar.

   (ii)   Sisa periode amortisasi dari aset takberwujud piranti lunak untuk periode yang berakhir pada tanggal
          30 September 2025 dan 31 Desember 2024 adalah masing-masing 1 - 6 tahun. Beban amortisasi
          diakui sebagai bagian dari “Beban penyusutan dan amortisasi” dalam laporan laba rugi dan
          penghasilan komprehensif lain konsolidasian.

   (iii) Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, jumlah tercatat bruto dari aset
         takberwujud yang telah diamortisasi seluruhnya dan masih digunakan adalah masing-masing
         sebesar Rp9.176 miliar dan Rp8.345 miliar.




                                                     56
Page 60
                               PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                   PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                      Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                           yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. UTANG USAHA

   Rincian utang usaha adalah sebagai berikut:

                                                                 30 September 2025     31 Desember 2024
   Pihak berelasi
    Pembelian peralatan, barang, dan jasa                                       281                 378
    Utang kepada penyelenggara telekomunikasi lainnya                           268                 248
   Sub-jumlah                                                                   549                 626

   Pihak ketiga
    Pembelian peralatan, barang, dan jasa                                     8.223               9.729
    Utang kepada penyelenggara telekomunikasi lainnya                         2.832               2.350
    Beban pemakaian frekuensi radio, beban hak
      penyelenggaraan, dan Kewajiban Pelayanan Universal
      ("KPU")                                                                 2.702               2.631
   Sub-jumlah                                                                13.757              14.710
   Jumlah                                                                    14.306              15.336

   Utang usaha berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut:

                                                                 30 September 2025 31 Desember 2024
   Rupiah                                                                  12.253           13.217
   Dolar A.S.                                                               2.018             2.059
   Lain-lain                                                                    35               60
   Jumlah                                                                  14.306           15.336

   Syarat dan ketentuan atas utang usaha di atas:
   (i) Utang usaha tidak dikenakan bunga dan secara umum diselesaikan dalam jangka waktu 1 tahun.
   (ii) Lihat Catatan 32c untuk rincian transaksi pihak berelasi.
   (iii) Lihat Catatan 37b.v untuk manajemen risiko likuiditas Grup.

   GSD, Telkom Akses, dan Mitratel memiliki kerjasama dengan beberapa bank dalam fasilitas pembiayaan
   supply chain. Fasilitas tersebut dapat digunakan oleh pemasok GSD, Telkom Akses, dan Mitratel untuk
   memperoleh pembayaran atas tagihan yang telah disetujui untuk dibayarkan oleh bank sesuai dengan
   syarat dan ketentuan tertentu. Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, nilai tercatat
   liabilitas dalam pengaturan pembiayaan pemasok adalah sebagai berikut:

                                                                 30 September 2025     31 Desember 2024
   Liabilitas dalam pengaturan pembiayaan pemasok                              235                  475
   Jumlah yang vendor telah terima dari penyedia pembiayaan                    235                  473

   Rentang tanggal jatuh tempo                                             1-3 bulan           1-3 bulan

   Tidak ada kombinasi bisnis material atau perbedaan nilai tukar mata uang asing yang akan
   mempengaruhi kewajiban berdasarkan pengaturan pembiayaan pemasok pada kedua periode tersebut.
   Terdapat transfer non-tunai dari utang usaha ke kewajiban berdasarkan pengaturan pembiayaan
   pemasok sebesar RpNihil dan Rp115 miliar masing-masing pada 30 September 2025 dan
   31 Desember 2024.




                                                    57
Page 61
                               PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                   PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                      Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                           yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. BEBAN YANG MASIH HARUS DIBAYAR

   Rincian beban yang masih harus dibayar adalah sebagai berikut:

                                                                     30 September 2025        31 Desember 2024
   Operasi, pemeliharaan, dan jasa telekomunikasi                                6.262                    6.424
   Umum, administrasi, dan pemasaran                                             3.400                    3.665
   Gaji dan tunjangan                                                            3.260                    3.856
   Beban bunga dan administrasi bank                                               159                      247
   Jumlah                                                                       13.081                  14.192

   Lihat Catatan 32 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi.

17. LIABILITAS KONTRAK

   Rinican dari liabilitas kontrak adalah sebagai berikut:

   a. Liabilitas kontrak jangka pendek

                                                                     30 September 2025         31 Desember 2024
      Uang muka pelanggan Mobile                                                 3.089                     3.285
      Uang muka pelanggan Enterprise                                             2.462                     2.306
      Uang muka pelanggan WIB                                                    1.451                     1.322
      Uang muka pelanggan Consumer                                                 242                       244
      Uang muka pelanggan lain-lain                                                634                       581
      Jumlah                                                                     7.878                     7.738

   b. Liabilitas kontrak jangka panjang

                                                                     30 September 2025         31 Desember 2024
      Uang muka pelanggan WIB                                                      879                       948
      Uang muka pelanggan Consumer                                                 568                       602
      Uang muka pelanggan Enterprise                                               352                       247
      Uang muka pelanggan lain-lain                                                664                       687
      Jumlah                                                                     2.463                     2.484

   Lihat Catatan 32 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi.

18. UTANG BANK JANGKA PENDEK


                                                                     30 September 2025           31 Desember 2024
                                                                        Saldo terutang             Saldo terutang
                                                                    Mata uang                  Mata uang
                                                                       asing        Setara        asing         Setara
   Kreditur                                           Mata uang   (dalam jutaan)    Rupiah   (dalam jutaan)     Rupiah
   Pihak berelasi
    BNI                                                  Rp                   -        626                -      1.799
    Bank Mandiri                                         Rp                   -        444                -      3.755
    BRI                                                  Rp                   -        200                -          -
   Sub-jumlah                                                                        1.270                       5.554
   Pihak ketiga
    MUFG Bank ("MUFG")                                  Rp                    -      3.605                -     1.805
    PT Bank HSBC Indonesia ("HSBC")                     Rp                    -      2.132                -     2.440
    PT Bank DBS Indonesia ("DBS")                       Rp                    -        419                -       440
    PT Bank Maspion Indonesia Tbk. ("Bank Maspion")     Rp                    -         79                -       167
    Bank of China                                       Rp                    -          -                -     1.000
    UOB Indonesia                                       Rp                    -          -                -       100
    Lain-lain                                           Rp                    -         19                -        19
                                                        US$                   3         45                -         -
   Sub-jumlah                                                                        6.299                      5.971
   Jumlah                                                                            7.569                     11.525

                                                         58
Page 62
                                    PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                        PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                            CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                           Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                                yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                     (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
18. UTANG BANK JANGKA PENDEK (lanjutan)

   Informasi lain yang signifikan terkait utang bank jangka pendek pada tanggal 30 September 2025 adalah
   sebagai berikut:

                                                    Total
                                                  fasilitas                             Periode
                                           Mata    (dalam     Jatuh tempo fasilitas   pembayaran Tingkat suku bunga
                           Peminjam        uang    miliar)*        pinjaman              bunga        per tahun          Jaminan**
   BNI
    2014                         Sigma     Rp         150            9 Januari 2026    Bulanan                 8,50%    Piutang usaha
                                                                                                                        dan aset tetap
       2017 - 2021          Infomedia,     Rp       1.135        18 Februari 2026 -    Bulanan       1 bulan JIBOR +    Piutang usaha
                              Metranet,                                6 Juni 2026                     1,75% - 2,50%
                           Telkom Infra
   Bank Mandiri
    2020                         Finnet    Rp         500           3 Oktober 2025     Bulanan               1 bulan        Tidak ada
                                                                                                      JIBOR + 1,30%
       2021                     Nutech     Rp         100             1 Maret 2026     Bulanan                9,00%     Piutang usaha
                                                                                                                        dan aset tetap
   BRI
    2025                        Nutech     Rp         500            19 Maret 2026     Bulanan         7,00% - 7,20%        Tidak ada
   MUFG
    2018 - 2019             Infomedia,     Rp       2.176      27 - 31 Oktober 2025    Bulanan,      1 bulan JIBOR +        Tidak ada
                          Metra, GSD,                                                  Kuartalan      0,25% - 0,80%;
                          Telkom Infra,                                                              3 bulan JIBOR +
                            Telkomsat                                                                  0,25% - 0,80%
       2018 - 2024          Telkomsel,     Rp       2.000      29 - 31 Oktober 2025    Bulanan,        5,50% - 6,25%        Tidak ada
                                Mitratel                                               Kuartalan
   HSBC
    2014                         Sigmaa    Rp         400         6 November 2025      Bulanan      Under BLR 7,40%     Piutang usaha
    2018 - 2023           Sigma, Metra,    Rp       2.588          4 Oktober 2025 -    Bulanan,      1 bulan JIBOR +         Tidak ada
                                  PINS,                            10 Agustus 2026     Kuartalan      0,35% - 0,80%;
                              Metranet,                                                                       3 bulan
                             Telkomsat,                                                               JIBOR + 2,00%
                             GSD, TDE
   DBS
    2018                  Telkom Infra,    Rp         440          31 Oktober 2025     Bulanan               1 bulan        Tidak ada
                             Infomedia                                                                JIBOR + 1,20%
   Bank Maspion
    2023                      Metranet     Rp         170          26 Oktober 2025     Bulanan                 7,25%        Tidak ada

   *
      Disajikan dalam mata uang asal.
   ** Lihat Catatan 5 dan Catatan 11 untuk piutang usaha dan aset tetap yang dijaminkan.
   a.
      Perpanjangan otomatis jika belum dilunasi.

   Sebagaimana dinyatakan dalam perjanjian, Grup diharuskan untuk menaati semua persyaratan atau
   batasan seperti adanya batasan bahwa Perusahaan harus memiliki kepemilikan saham mayoritas paling
   sedikit 51% terhadap anak perusahaan dan mempertahankan rasio-rasio keuangan. Pada tanggal
   31 Desember 2024, Grup telah memenuhi ketentuan mengenai rasio keuangan tersebut, kecuali untuk
   Sigma terkait current ratio dan debt to service coverage ratio yang masih lebih rendah dari yang
   dipersyaratkan. Pada tanggal 31 Desember 2024, Grup telah memperoleh persetujuan (waiver) untuk
   pinjaman sebesar Rp758 miliar dari HSBC untuk tidak mensyaratkan pembayaran sebagai konsekuensi
   atas pelanggaran tersebut untuk Sigma. Waiver dari HSBC diterima pada tanggal 18 Desember 2024
   dan berlaku efektif selama 12 bulan setelah periode pelaporan. Pada tanggal 30 September 2025, Grup
   telah memenuhi ketentuan mengenai rasio keuangan tersebut.

   Fasilitas utang bank yang diperoleh Grup digunakan untuk keperluan pengembangan bisnis usaha.




                                                                    59
Page 63
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                    Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                         yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. PINJAMAN JANGKA PANJANG

   Pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun adalah sebagai berikut:

                                                       Catatan        30 September 2025 31 Desember 2024
   Obligasi                                             19a                           -            2.347
   Utang bank                                           19b                     20.150            13.519
   Jumlah                                                                       20.150            15.866

   Pinjaman jangka panjang adalah sebagai berikut:

                                                       Catatan        30 September 2025        31 Desember 2024
   Obligasi                                             19a                       2.696                  2.696
   Utang bank                                           19b                     23.106                  22.822
   Jumlah                                                                       25.802                  25.518

   Jadwal pembayaran pokok utang pada tanggal 30 September 2025 adalah sebagai berikut:

                                                                       Tahun
                             Catatan     Jumlah        2026            2027        2028        2029      Selanjutnya
   Obligasi                   19a          2.696               -              -          -          -         2.696
   Utang bank                 19b         23.106           1.689          6.039      5.278      4.874         5.226
   Jumlah                                 25.802           1.689          6.039      5.278      4.874         7.922

   a. Obligasi

                                                                                 Saldo terutang
      Obligasi                                                     30 September 2025         31 Desember 2024
      Obligasi Telkom Tahun 2015
         Seri B                                                                       -                       2.100
         Seri C                                                                   1.200                       1.200
         Seri D                                                                   1.500                       1.500
      Obligasi Mitratel Tahun 2024                                                    -                         240
      Sukuk Mitratel Tahun 2024                                                       -                          10
      Jumlah                                                                      2.700                       5.050
      Biaya perolehan pinjaman yang belum
       diamortisasi                                                                  (4)                         (7)
                                                                                  2.696                       5.043
      Bagian yang akan jatuh tempo dalam
       satu tahun                                                                     -                       (2.347)
      Bagian jangka panjang                                                       2.696                        2.696

      i.   Obligasi Telkom Tahun 2015

                                                                                              Periode      Tingkat
                                                  Tempat        Tanggal                     pembayaran    bunga per
           Obligasi   Pokok utang    Penerbit    pencatatan      terbit      Jatuh tempo       bunga        tahun
           Seri A           2.200   Perusahaan      BEI       23 Juni 2015   23 Juni 2022    Kuartalan     9,93%
           Seri B           2.100   Perusahaan      BEI       23 Juni 2015   23 Juni 2025    Kuartalan     10,25%
           Seri C           1.200   Perusahaan      BEI       23 Juni 2015   23 Juni 2030    Kuartalan     10,60%
           Seri D           1.500   Perusahaan      BEI       23 Juni 2015   23 Juni 2045    Kuartalan     11,00%
           Total            7.000

           Obligasi ini tidak dijamin dengan jaminan khusus, tetapi dijamin dengan seluruh harta kekayaan
           Perusahaan baik berupa barang bergerak maupun tidak bergerak, baik yang telah ada maupun
           yang akan ada dikemudian hari (Catatan 11b.viii). Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi
           obligasi ini adalah PT Bahana TCW Investment Management (“Bahana TCW”), PT BRI
           Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk.,
           sedangkan bertindak sebagai Wali Amanat adalah Bank Permata. Perusahaan menerima hasil
           penerbitan obligasi ini pada tanggal 23 Juni 2015.

                                                      60
Page 64
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                          yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. PINJAMAN JANGKA PANJANG (lanjutan)

   a. Obligasi (lanjutan)

      i.     Obligasi Telkom Tahun 2015 (lanjutan)

             Dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum obligasi setelah dikurangi biaya-biaya emisi,
             seluruhnya dipergunakan untuk pengembangan usaha: broadband, backbone, metro network,
             regional metro junction, information technology application and support, dan akuisisi beberapa
             perusahaan baik dalam lingkup domestik maupun internasional.

             Pada tanggal 30 September 2025, peringkat obligasi Perusahaan yang diberikan oleh Pefindo
             adalah idAAA (Triple A).

             Berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan, Perusahaan dipersyaratkan untuk menaati semua
             pembatasan, termasuk mempertahankan rasio-rasio keuangan sebagai berikut:
             (a) Debt to equity tidak lebih dari 2:1;
             (b) EBITDA terhadap beban bunga tidak kurang dari 4:1;
             (c) Debt service coverage minimal sebesar 125%.

             Pada tanggal 30 September 2025, Perusahaan telah memenuhi ketentuan mengenai rasio-rasio
             tersebut di atas.

      ii.    Obligasi Mitratel Tahun 2024

             Pada tanggal 4 Juli 2024, Mitratel menerbitkan obligasi berkelanjutan tahap I sebesar
             Rp240 miliar. Bunga obligasi sebesar 6,50% per tahun akan dibayarkan setiap triwulan.
             Pembayaran atas obligasi telah dilakukan pada tanggal 14 Juli 2025.

             BTN ditunjuk sebagai wali amanat atas penerbitan obligasi Mitratel 2024. Penerbitan obligasi ini
             memperoleh peringkat idAAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia.

      iii.   Sukuk Mitratel Tahun 2024

             Pada tanggal 4 Juli 2024, Mitratel menerbitkan Sukuk Ijarah berkelanjutan tahap I sebesar
             Rp10 miliar. Bunga sukuk sebesar 6,50% per tahun akan dibayarkan setiap triwulan. Pembayaran
             atas sukuk telah dilakukan pada tanggal 14 Juli 2025.

             BTN ditunjuk sebagai wali amanat atas penerbitan sukuk Mitratel 2024. Penerbitan sukuk ini
             memperoleh peringkat AAAsy dari PT Pemeringkat Efek Indonesia.




                                                     61
Page 65
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                    Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                         yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. PINJAMAN JANGKA PANJANG (lanjutan)

   b. Utang bank

                                                                    30 September 2025               31 Desember 2024
                                                                      Saldo terutang                  Saldo terutang
                                                                Mata uang                       Mata uang
                                                                   asing          Setara           asing          Setara
      Kreditur                                   Mata uang    (dalam jutaan)      Rupiah      (dalam jutaan)      Rupiah
      Pihak berelasi
       Bank Mandiri                                 Rp                    -          9.283                -          6.355
       BNI                                          Rp                    -          8.668                -          6.030
       BSI                                          Rp                    -          2.875                -          2.083
       BRI                                          Rp                    -          1.209                -          1.475
      Sub-jumlah                                                                    22.035                          15.943
      Pihak ketiga
       BCA                                          Rp                    -          7.824                -          9.755
       DBS                                          Rp                    -          3.600                -          4.800
       Bank CIMB Niaga                              Rp                    -          2.500                -          1.710
                                                   US$                    7            109                6             99
       Bank Permata                                 Rp                    -          2.083                -          1.021
       Bank of China                                Rp                    -          1.900                -          1.900
       PT Bank ANZ Indonesia ("Bank ANZ")           Rp                    -          1.500                -             22
       PT Bank Sinarmas Tbk. (“Bank Sinarmas”)      Rp                    -          1.000                -              -
       HSBC                                         Rp                    -            784                -          1.000
       Bank Danamon                                 Rp                    -             16                -            110
       Bank Sindikasi                              US$                    -              -                4             60
       Lain-lain                                    Rp                    -              1                -              3
                                                   MYR                    7             26                7             27
      Sub-jumlah                                                                    21.343                          20.507
      Jumlah                                                                        43.378                          36.450
      Biaya perolehan pinjaman yang belum
       diamortisasi                                                                   (122)                           (109)
                                                                                    43.256                          36.341
      Utang bank yang jatuh tempo dalam
       satu tahun                                                                  (20.150)                        (13.519)
      Bagian jangka panjang                                                         23.106                          22.822




                                                         62
Page 66
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                    Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                         yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. PINJAMAN JANGKA PANJANG (lanjutan)

   b. Utang bank (lanjutan)

      Informasi lain yang signifikan terkait utang bank pada tanggal 30 September 2025 adalah sebagai
      berikut:

                                                          Pembayaran
                                                Total       periode
                                              fasilitas     berjalan                   Periode
                                       Mata    (dalam        (dalam      Jadwal      pembayaran Tingkat suku bunga
                        Peminjam       Uang    miliar)*     miliar)*   pembayaran       bunga        per tahun     Jaminan**
      Bank Mandiri
       2018              Telkomsel     Rp       4.000          8.000   2018 - 2026     Kuartalan              6,00%    Tidak ada
       2019 - 2024     Perusahaan,     Rp       9.200            672   2021 - 2031     Kuartalan    3 bulan JIBOR +    Tidak ada
                        GSD, PST,                                                                     0,25% - 1,50%
                            Mitratel
      BNI
       2013 - 2025     Perusahaan,     Rp      19.350          2.905   2018 - 2033     Bulanan,     1 bulan JIBOR +   Piutang
                       TLT, Sigma,                                                     Kuartalan     0,25% - 2,25%; usaha dan
                           Mitratel,                                                                3 bulan JIBOR +       aset
                             UMT,                                                                    0,25% - 1,50%;      tetap
                         Telkomsel                                                                           3 bulan
                                                                                                   IndONIA + 0,75%
       2024                 Mitratel   Rp       2.000              -   2024 - 2031      Bulanan               7,00% Tidak ada
      BSI
       2021 - 2024       Telkomsel,    Rp       3.292          3.208   2024 - 2029     Bulanan,      6,50% - 7,82%     Tidak ada
                            Mitratel                                                 Semesteran
      BRI
       2019 - 2023     Perusahaan,     Rp       3.000           226    2021 - 2030     Kuartalan            3 bulan    Tidak ada
                            Mitratel                                                                 JIBOR + 0,75%
      BCA
       2020 - 2023     Perusahaan,     Rp       8.835          1.336   2022 - 2031     Kuartalan    3 bulan JIBOR +    Tidak ada
                         PST, GSD                                                                     1,00% - 1,50%
       2020 - 2024     Perusahaan,     Rp       9.500          5.595   2024 - 2032     Kuartalan      6,75% - 6,85%    Tidak ada
                            Mitratel
      DBS
       2021                 Mitratel   Rp       3.500           700    2022 - 2028     Kuartalan             3 bulan   Tidak ada
                                                                                                     JIBOR + 1,20%
       2023 - 2024     Perusahaan,     Rp       7.000          1.500   2024 - 2031     Kuartalan      6,50% - 6,90%    Tidak ada
                            Mitratel
      Bank CIMB
       Niaga
       2022                 Mitratel   Rp       2.000           210    2024 - 2029     Kuartalan            3 bulan    Tidak ada
                                                                                                     JIBOR + 1,30%
       2025               Telkomsel    Rp       1.000              -   2025 - 2027      Bulanan              5,67%     Tidak ada
       2021 - 2022             Telin   US$          0              0   2025 - 2030   Semesteran             6 bulan    Tidak ada
                                                                                                     SOFR + 1,82%
      Bank Permata
       2020 - 2024          Mitratel   Rp       2.500           187    2021 - 2031     Kuartalan    3 bulan JIBOR +    Tidak ada
                                                                                                      0,25% - 1,30%
       2025               Telkomsel    Rp       1.000              -   2025 - 2027      Bulanan               5,85%    Tidak ada
      Bank of China
       2019               Telkomsel    Rp       1.900          1.900   2021 - 2025      Bulanan              5,50%     Tidak ada
      Bank ANZ
       2025               Telkomsel    Rp       1.500          1.500   2025 - 2027      Bulanan              5,90%     Tidak ada
      Bank Sinarmas
       2024               Telkomsel    Rp       1.000          4.500   2024 - 2026     Mingguan            1 minggu    Tidak ada
                                                                                                             JIBOR
      HSBC
       2021 - 2023          Mitratel   Rp       1.250           216    2023 - 2030     Kuartalan    3 bulan JIBOR +    Tidak ada
                                                                                                      0,50% - 1,85%
      Bank Danamon
       2024                     SSI    Rp           24             3   2024 - 2029      Bulanan              8,75%     Tidak ada

      * Disajikan dalam mata uang asal
      ** Lihat Catatan 5 dan Catatan 11 untuk piutang usaha dan aset tetap yang dijaminkan.




                                                              63
Page 67
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                   Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                        yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. PINJAMAN JANGKA PANJANG (lanjutan)

   b. Utang bank (lanjutan)

      Sebagaimana dinyatakan dalam perjanjian, Grup diharuskan untuk menaati semua persyaratan atau
      batasan seperti adanya pembatasan pembagian dividen, pembatasan perolehan utang baru,
      termasuk mempertahankan rasio-rasio keuangan. Pada tanggal 31 Desember 2024, Grup telah
      memenuhi ketentuan mengenai rasio keuangan tersebut, kecuali untuk TLT, Sigma, dan GSD terkait
      current ratio dan debt to service coverage ratio yang masih lebih rendah dari yang dipersyaratkan.
      Pada tanggal 31 Desember 2024, Grup telah memperoleh persetujuan (waiver) dari pemberi pinjaman
      untuk tidak mensyaratkan pembayaran sebagai konsekuensi atas pelanggaran tersebut untuk TLT,
      Sigma, dan GSD untuk pinjaman sebesar Rp660 miliar, Rp106 miliar, dan Rp231 miliar. Waiver dari
      BNI dan BCA diterima masing-masing pada tanggal 10 Desember 2024, 12 Desember 2024, dan
      31 Desember 2024, kecuali utang bank GSD yang tidak mendapatkan waiver letter dari Bank Mandiri
      sebelum tanggal 31 Desember 2024, sehingga seluruh saldo pinjaman jangka panjang GSD ke Bank
      Mandiri sebesar Rp13 miliar telah diklasifikasikan sebagai jangka pendek. Waiver berlaku efektif
      selama 12 bulan setelah periode pelaporan. Pada tanggal 30 September 2025, Grup telah memenuhi
      ketentuan mengenai rasio keuangan tersebut.

      Fasilitas utang bank yang diperoleh Grup tersebut digunakan untuk keperluan pengembangan bisnis
      usaha dan keperluan investasi.

20. KEPENTINGAN NONPENGENDALI

   Rincian kepentingan nonpengendali adalah sebagai berikut:

                                                              30 September 2025     31 Desember 2024
   Kepentingan nonpengendali atas aset bersih entitas anak:
    Telkomsel                                                               8.591                  11.022
    Mitratel                                                                8.329                   8.440
    Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)                           953                     934
   Jumlah                                                                  17.873                  20.396

                                                                    2025                    2024
   Kepentingan nonpengendali atas laba (rugi)
    periode berjalan entitas anak:
     Telkomsel                                                              4.298                   4.870
     Mitratel                                                                 434                     432
     Lain-lain                                                                 79                      44
   Jumlah                                                                   4.811                   5.346




                                                 64
Page 68
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                   Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                        yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
20. KEPENTINGAN NONPENGENDALI (lanjutan)

   Entitas anak dengan kepemilikan nonpengendali yang material

   Kepemilikan kepentingan nonpengendali yang dianggap material oleh Perusahaan adalah kepemilikan
   kepentingan nonpengendali atas Telkomsel dan Mitratel. Pada tanggal 30 September 2025 dan
   31 Desember 2024, kepemilikan kepentingan nonpengendali atas Telkomsel dan Mitratel masing-masing
   adalah sebesar 30,10% dan 28,16%.

   Ringkasan informasi keuangan Telkomsel dan Mitratel disajikan berdasarkan nilai sebelum penyesuaian
   dan eliminasi antar perusahaan.

   Ringkasan laporan posisi keuangan:

                                                   Telkomsel                           Mitratel
                                        30 September     31 Desember        30 September 31 Desember
                                            2025             2024               2025            2024
   Aset lancar                                 14.220            19.374             3.111           3.447
   Aset tidak lancar                           97.248            98.029            54.935          54.693
   Liabilitas jangka pendek                   (45.020)          (41.199)           (8.143)        (12.286)
   Liabilitas jangka panjang                  (43.529)          (45.216)          (17.040)        (12.467)
   Jumlah ekuitas                              22.919            30.988            32.863          33.387
   Yang dapat diatribusikan kepada:
    Pemilik entitas induk                      14.328             19.966          24.534           24.947
    Kepentingan nonpengendali                   8.591             11.022           8.329            8.440

   Ringkasan laporan laba (rugi) dan penghasilan komprehensif lain:

                                                  Telkomsel                          Mitratel
                                            2025            2024              2025            2024
   Pendapatan                                  81.375          85.209             6.881           6.818
   Beban operasi                              (61.127)        (62.447)           (3.787)         (3.764)
   Beban lain-lain - bersih                    (1.993)         (1.786)           (1.434)         (1.418)
   Laba sebelum pajak penghasilan              18.255          20.976             1.660           1.636
   Beban pajak penghasilan - bersih            (3.968)         (4.747)             (118)           (104)
   Laba periode berjalan                       14.287          16.229             1.542           1.532
   Penghasilan (rugi) komprehensif
    lain - bersih                                   0                 150              -                 -
   Jumlah laba komprehensif
    periode berjalan                           14.287           16.379            1.542            1.532

   Diatribusikan kepada
    kepentingan nonpengendali                   4.298            4.870              434              432
   Dividen yang dibayar kepada
    kepentingan nonpengendali                   6.729            6.627              545              407

   Ringkasan laporan arus kas:

                                                  Telkomsel                           Mitratel
                                            2025            2024               2025            2024
   Kegiatan operasi                            27.892          31.783              5.678           5.673
   Kegiatan investasi                          (9.008)        (11.423)            (1.351)         (1.605)
   Kegiatan pendanaan                         (21.019)        (24.035)            (4.291)         (4.181)
   Kenaikan (penurunan) bersih
    kas dan setara kas                         (2.135)           (3.675)             36             (113)




                                                  65
Page 69
                               PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                   PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                      Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                           yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
21. MODAL SAHAM

                                                                                          30 September 2025
                                                                                               Persentase           Jumlah modal
   Keterangan                                                         Jumlah saham
                                                                                              kepemilikan              disetor
   Saham seri A Dwiwarna
    Pemerintah                                                                        1                         0                  0
   Saham seri B
    DAM                                                                 51.602.353.559                      52,09            2.580
    The Bank of New York Mellon Corporation*                             4.292.637.880                       4,33              215
    Direksi (Catatan 1b):
     Dian Siswarini                                                            203.000                          0                  0
     Veranita Yosephine                                                         68.000                          0                  0
     Nanang Hendarno                                                            32.500                          0                  0
     Honesti Basyir                                                          3.632.304                          0                  0
     Faizal Rochmad Djoemadi                                                   248.500                          0                  0
    Komisaris (Catatan 1b):
     Rizal Mallarangeng                                                      3.240.600                          0                0
     Silmy Karim                                                             1.344.700                          0                0
    Masyarakat (masing-masing di bawah 5%)                              43.156.705.556                      43,58            2.158
    Modal saham yang diperoleh kembali (Catatan 1c)                          1.750.000                          0                0
   Jumlah                                                               99.062.216.600                     100,00            4.953

                                                                                          31 Desember 2024
                                                                                              Persentase            Jumlah modal
   Keterangan                                                         Jumlah saham
                                                                                              kepemilikan              disetor
   Saham seri A Dwiwarna
    Pemerintah                                                                        1                         0                  0
   Saham seri B
    Pemerintah                                                          51.602.353.559                      52,09           2.580
    The Bank of New York Mellon Corporation*                             4.185.694.580                       4,23             209
    Direksi (Catatan 1b):
     Ririek Adriansyah                                                      9.336.755                           0                  0
     Bogi Witjaksono                                                        6.952.700                           0                  0
     Afriwandi                                                              6.995.200                           0                  0
     Heri Supriadi                                                          7.242.700                           0                  0
     F.M. Venusiana R.                                                     10.629.200                           0                  0
     Herlan Wijanarko                                                       6.995.200                           0                  0
     Muhamad Fajrin Rasyid                                                  6.952.700                           0                  0
     Budi Setyawan Wijaya                                                   7.407.700                           0                  0
     Honesti Basyir                                                         3.250.844                           0                  0
    Komisaris (Catatan 1b):
     Isa Rachmatarwata                                                       3.312.700                          0               0
     Marcelino Rumambo Pandin                                                3.312.700                          0               0
     Ismail                                                                  3.312.700                          0               0
     Arya Mahendra Sinulingga                                                3.359.500                          0               0
     Rizal Mallarangeng                                                      3.312.700                          0               0
     Silmy Karim                                                             1.344.700                          0               0
    Masyarakat (masing-masing di bawah 5%)                              43.190.450.461                      43,68           2.164
   Jumlah                                                               99.062.216.600                     100,00           4.953

   *The Bank of New York Mellon Corporation bertindak sebagai lembaga penyimpanan untuk saham ADS Perusahaan.


   Perusahaan hanya menerbitkan 1 saham Seri A Dwiwarna yang dimiliki oleh Pemerintah Republik
   Indonesia dan tidak dapat dialihkan kepada siapapun, dan mempunyai hak veto dalam RUPS
   Perusahaan berkaitan dengan pengangkatan dan penggantian Dewan Komisaris dan Direksi, penerbitan
   saham baru, serta perubahan Anggaran Dasar Perusahaan.

   Berdasarkan Akta Notaris Jose Dima Satria S.H., M.Kn., Nomor 121 tanggal 22 Maret 2025, Pemerintah
   mengalihkan kepemilikan 51.602.353.559 Saham Seri B, atau 52,09% dari seluruh saham Perusahaan,
   kepada PT Biro Klasifikasi Indonesia (“BKI”) melalui proses penyertaan saham inbreng.

   Pengalihan saham ini merupakan pelaksanaan peraturan perundang-undangan, yaitu:
   (a) Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2025 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara RI
       ke dalam Modal Saham BKI untuk Pendirian Holding Operasional;
   (b) Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2025 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara RI
       ke dalam Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (“Danantara”).

                                                                 66
Page 70
                                 PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                     PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                        Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                             yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                  (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
21. MODAL SAHAM (lanjutan)

   BKI, sebagai penerima pengalihan, merupakan Perusahaan Induk Operasional (Holding Operasional)
   yang seluruh sahamnya dimiliki oleh Pemerintah melalui Menteri BUMN dan Danantara. Pemerintah tetap
   berkedudukan sebagai Pemegang Saham Pengendali Perusahaan (Ultimate Beneficial Owner) melalui
   kepemilikan langsung 1 lembar saham Seri A Dwiwarna dengan hak istimewa dan kepemilikan tidak
   langsung saham Seri B milik BKI melalui Danantara. Berdasarkan Akta Notaris Jose Dima Satria, S.H.,
   M.Kn., No. 163 tanggal 23 Mei 2025, BKI berubah nama menjadi PT Danantara Aset Management
   (Persero) (“DAM”).

22. KOMPONEN EKUITAS LAINNYA

                                                                                 30 September 2025                     31 Desember 2024
    Selisih transaksi akuisisi kepemilikan kepentingan
     nonpengendali pada entitas anak                                                                    8.364                             8.364
    Selisih kurs karena penjabaran                                                                      1.421                             1.102
    Selisih transaksi perubahan ekuitas entitas asosiasi                                                  386                               386
    Laba belum direalisasi atas kepemilikan efek yang
     tersedia untuk dijual                                                                               9                                    9
    Komponen ekuitas lainnya                                                                            37                                   37
    Jumlah                                                                                          10.217                                9.898

23. PENDAPATAN

   Grup memperoleh pendapatan dari lini produk utama sebagai berikut:

                         2025                   Mobile      Consumer       Enterprise       WIB            Lain-lain       Pendapatan konsolidasian
   Pendapatan telepon
       Selular                                      3.680              -            -           160                    -                      3.840
       Telepon tidak bergerak                           -              -          366            40                    -                        406
   Jumlah pendapatan telepon                        3.680              -          366           200                    -                      4.246
   Pendapatan interkoneksi                            291              -            -         6.816                    -                      7.107
   Pendapatan data, internet, dan
       jasa teknologi informatika
       Internet dan data seluler                  51.180               -                -           -                  -                     51.180
       Internet, komunikasi data, dan
          jasa teknologi informatika                    -              -         8.007        2.162                 -                        10.169
       SMS                                          2.426              -            36            -                 -                         2.462
       Lain-lain                                       44              -         1.230        1.022             1.157                         3.453
   Jumlah pendapatan data, internet,
     dan jasa teknologi informatika               53.650             -           9.273        3.184             1.157                        67.264
   Pendapatan jaringan                                 3             -           1.103        1.601                 -                         2.707
   Pendapatan IndiHome                                 -        19.731               -            -                 -                        19.731
   Layanan lainnya
     E-payment                                          -            -           1.248              -               -                         1.248
     Call center service                                -            -             870              -               -                           870
     Manage service dan terminal                        -            -             611              4               -                           615
     E-health                                           -            -             544              -               -                           544
     Lain-lain                                      1.447           63             863            196             546                         3.115
   Jumlah layanan lainnya                           1.447           63           4.136            200             546                         6.392
   Jumlah pendapatan dari
     kontrak dengan pelanggan                     59.071        19.794          14.878       12.001             1.703                       107.447
   Pendapatan dari transaksi lessor                    -             -               -        2.170                 -                         2.170
   Jumlah pendapatan                              59.071        19.794          14.878       14.171             1.703                       109.617
   Penyesuaian dan eliminasi                           -            (1)              7           (5)             (287)
   Pendapatan eksternal sesuai yang disajikan
     di segmen operasi                            59.071        19.793          14.885       14.166             1.416




                                                                  67
Page 71
                                 PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                     PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                        Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                             yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                  (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
23. PENDAPATAN (lanjutan)

   Grup memperoleh pendapatan dari lini produk utama sebagai berikut (lanjutan):

                         2024                   Mobile     Consumer       Enterprise       WIB           Lain-lain       Pendapatan konsolidasian
   Pendapatan telepon
       Selular                                     4.770              -            -           137                   -                      4.907
       Telepon tidak bergerak                          -              -          269            67                   -                        336
   Jumlah pendapatan telepon                       4.770              -          269           204                   -                      5.243
   Pendapatan interkoneksi                           267              -            -         6.608                   -                      6.875
   Pendapatan data, internet, dan
       jasa teknologi informatika
       Internet dan data seluler                  54.509              -                -           -                 -                    54.509
       Internet, komunikasi data, dan
          jasa teknologi informatika                   -              -         8.532        2.060                 -                      10.592
       SMS                                         2.635              -            14            -                 -                       2.649
       Lain-lain                                     117              -         1.321          770               599                       2.807
   Jumlah pendapatan data, internet,
     dan jasa teknologi informatika               57.261            -           9.867        2.830               599                      70.557
   Pendapatan jaringan                                 3            -             999        1.243                 -                       2.245
   Pendapatan IndiHome                                 -       19.626               -            -                 -                      19.626
   Layanan lainnya
     Call center service                               -           -              951              -               -                          951
     E-payment                                        12           -              885              -               -                          897
     Manage service dan terminal                       -           1              712              4               -                          717
     E-health                                          -           -              555              -               -                          555
     Lain-lain                                       558          15              906            244             553                        2.276
   Jumlah layanan lainnya                            570          16            4.009            248             553                        5.396
   Jumlah pendapatan dari
     kontrak dengan pelanggan                     62.871       19.642          15.144       11.133              1.152                    109.942
   Pendapatan dari transaksi lessor                    -            -               -        2.277                  -                      2.277
   Jumlah pendapatan                              62.871       19.642          15.144       13.410              1.152                    112.219
   Penyesuaian dan eliminasi                           -            2               6            -               (419)
   Pendapatan eksternal sesuai yang disajikan
     di segmen operasi                            62.871       19.644          15.150       13.410               733


   Manajemen mengharapkan bahwa sebagian besar transaksi yang dialokasikan untuk kontrak yang
   belum diselesaikan pada tanggal 30 September 2025 akan diakui sebagai pendapatan selama periode-
   periode pelaporan berikutnya. Kewajiban pelaksanaan yang belum terpenuhi pada tanggal
   30 September 2025, bagian yang diharapkan dapat direalisasi dalam satu tahun adalah sebesar
   Rp7.464 miliar dan bagian yang lebih dari satu tahun adalah sebesar Rp3.697 miliar.

   Grup menandatangani beberapa perjanjian sewa menyewa dengan pihak ketiga maupun pihak berelasi
   yang tidak dapat dibatalkan. Perjanjian tersebut meliputi sewa jaringan, peralatan telekomunikasi serta
   tanah dan bangunan dengan jangka waktu bervariasi berkisar 1 sampai dengan 28 tahun yang akan
   berakhir bervariasi antara tahun 2025 hingga 2039. Periode sewa menyewa dapat diperpanjang
   berdasarkan perjanjian oleh kedua belah pihak.

   Lihat Catatan 32 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi.

24. BEBAN KARYAWAN

   Rincian dari beban karyawan adalah sebagai berikut:


                                                                                           2025                                2024
   Gaji dan tunjangan                                                                                   7.365                            7.420
   Cuti, insentif, dan tunjangan lainnya                                                                2.971                            3.004
   Beban pensiun dan imbalan pasca kerja
    lainnya (Catatan 30)                                                                                1.244                           1.306
   Beban penghargaan masa kerja (Catatan 31)                                                              241                             208
   Program pensiun dini                                                                                     -                           1.180
   Lain-lain                                                                                               82                              38
   Jumlah                                                                                              11.903                          13.156

   Lihat Catatan 32 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi.




                                                                 68
Page 72
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                   Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                        yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. BEBAN OPERASI, PEMELIHARAAN, DAN JASA TELEKOMUNIKASI

   Rincian dari beban operasi, pemeliharaan, dan jasa telekomunikasi adalah sebagai berikut:

                                                                      2025                   2024
   Operasi dan pemeliharaan                                                  17.680                 17.528
   Beban pemakaian frekuensi radio (Catatan 35c.i)                            5.795                  5.753
   Sewa sirkit dan Customer Premise Equipment ("CPE")                         2.733                  2.398
   Beban hak penyelenggaraan dan KPU (Catatan 15)                             2.160                  2.184
   Listrik, gas, dan air                                                        775                    802
   Beban pokok penjualan kartu SIM, voucer,
    dan periferal (Catatan 7)                                                   430                    464
   Asuransi                                                                     253                    224
   Manajemen proyek                                                             282                    284
   Sewa kendaraan dan fasilitas pendukung                                       131                    206
   Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)                               45                    134
   Jumlah                                                                    30.284                 29.977

   Lihat Catatan 32 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi.

26. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI

   Rincian dari beban umum dan administrasi adalah sebagai berikut:

                                                                     2025                   2024
   Beban umum                                                                1.768                  1.926
   Penyisihan kerugian kredit ekspektasian
    piutang usaha (Catatan 5)                                                1.448                    989
   Jasa profesional                                                            438                    456
   Rapat                                                                       225                    280
   Pelatihan, pendidikan, dan rekrutmen                                        246                    349
   Perjalanan                                                                  241                    311
   Sumbangan sosial                                                            212                    179
   Beban penagihan                                                             172                    127
   Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)                             253                    307
   Jumlah                                                                    5.003                  4.924

   Lihat Catatan 32 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi.

27. PERPAJAKAN

   a. Pajak dibayar di muka
                                                             30 September 2025         31 Desember 2024
      Perusahaan:
        Pajak penghasilan ("PPh")
          Pasal 23 - Penyerahan jasa                                              -                   260
      Entitas anak:
        PPh
          PPh Badan                                                             202                      1
          Pasal 22 - Pembelian barang                                             2                      -
          Pasal 4(2) - Pajak final                                               34                     17
          Pasal 23 - Penyerahan jasa                                            327                     79
        PPN                                                                   1.763                  2.076
      Jumlah pajak dibayar di muka                                            2.328                  2.433
      Bagian jangka pendek                                                   (2.328)                (2.433)
      Bagian jangka panjang                                                       -                      -



                                                   69
Page 73
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                   Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                        yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. PERPAJAKAN (lanjutan)

   b. Klaim restitusi pajak
                                                           30 September 2025       31 Desember 2024
      Perusahaan
       PPh Badan                                                           531                      641
       PPh 21 - PPh pribadi                                                155                      154
       PPN                                                                 561                      168
      Entitas anak
       PPh
        PPh Badan                                                        1.265                     1.553
        PPh 21 - PPh pribadi                                                 1                         7
       PPN                                                                 883                       706
      Jumlah tagihan restitusi pajak                                     3.396                     3.229
      Bagian jangka pendek                                                (230)                     (411)
      Bagian jangka panjang (Catatan 13)                                 3.166                     2.818

   c. Utang pajak

                                                           30 September 2025       31 Desember 2024
      Perusahaan:
       PPh
        Pasal 4(2) - Pajak final                                            13                       11
        Pasal 21 - PPh pribadi                                             254                        1
        Pasal 22 - Pembelian barang                                          1                        1
        Pasal 23 - Penyerahan jasa                                          15                       45
        Pasal 25 - Angsuran PPh Badan                                       38                       78
       PPN                                                                 516                      109
       PPN atas Pemungutan Pajak ("WAPU")                                   67                      114
                                                                           904                      359
      Entitas anak:
       PPh
        Pasal 4(2) - Pajak final                                           193                       644
        Pasal 21 - PPh pribadi                                             182                       160
        Pasal 22 - Pembelian barang                                          6                         6
        Pasal 23 - Penyerahan jasa                                         149                        33
        Pasal 25 - Angsuran PPh Badan                                      531                       587
        Pasal 26 - PPh Wajib Pajak Luar Negeri                               6                       178
        Pasal 29 - PPh Badan                                               459                       203
       PPN                                                                 207                       473
       PPN WAPU                                                            809                       650
                                                                         2.542                     2.934
      Jumlah utang pajak                                                 3.446                     3.293

   d. Komponen beban (manfaat) pajak penghasilan konsolidasian adalah sebagai berikut:

                                                                  2025                      2024
      Kini
        Perusahaan                                                         900                       736
        Entitas anak                                                     5.076                     5.158
                                                                         5.976                     5.894
      Tangguhan
       Perusahaan                                                          270                       389
       Entitas anak                                                       (419)                      313
                                                                          (149)                      702
      Beban pajak penghasilan bersih                                     5.827                     6.596


                                                 70
Page 74
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                   Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                        yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. PERPAJAKAN (lanjutan)

   d. Komponen beban (manfaat) pajak penghasilan konsolidasian adalah sebagai berikut (lanjutan):

      Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak penghasilan dengan estimasi laba kena pajak untuk periode
      sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:

                                                                     2025                   2024
      Laba sebelum pajak penghasilan konsolidasian                       26.422                 29.617
      Penambahan kembali eliminasi konsolidasian                         17.081                 17.904
      Laba konsolidasian sebelum pajak penghasilan
       dan eliminasi                                                      43.503                47.521
      Dikurangi: laba entitas anak sebelum pajak penghasilan             (25.541)              (28.644)
      Laba sebelum pajak penghasilan sebelum dikurangi
       pajak penghasilan atas pajak final - Perusahaan                    17.962                18.877
      Dikurangi: penghasilan yang telah dikenakan pajak final               (731)                    -
      Laba sebelum pajak penghasilan setelah dikurangi
       penghasilan atas pajak final - Perusahaan                          17.231                18.877

      Perbedaan temporer:
      Penyisihan kerugian kredit ekspektasian                               (101)                    (30)
      Pendapatan instalasi tangguhan                                          38                      33
      Sewa                                                                   (10)                     (1)
      Provisi imbalan karyawan                                                58                      (4)
      Hak atas tanah, aset takberwujud dan lainnya                            31                      51
      Beban pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya
       berkala bersih                                                       (111)                   (174)
      Perbedaan nilai buku aset tetap menurut akuntansi
       dan pajak                                                           (1.428)              (1.896)
      Beban yang masih harus dibayar                                           98                 (151)
      Lain-lain                                                                10                    3
      Jumlah perbedaan temporer bersih                                     (1.415)              (2.169)
      Perbedaan tetap:
      Beban imbalan kesehatan pasca kerja berkala - bersih                   276                    272
      Sumbangan                                                              135                    154
      Imbalan karyawan                                                         8                      9
      Beban untuk mendapatkan obyek
       pajak penghasilan final                                               158                     -
      Bagian laba bersih entitas asosiasi dan entitas anak               (12.361)              (13.348)
      (Pendapatan) beban lain-lain dari hasil pemeriksaan pajak               41                     -
      Lain-lain                                                               80                   223
      Jumlah perbedaan tetap bersih                                      (11.663)              (12.690)
      Penghasilan kena pajak - Perusahaan                                  4.153                 4.018
      Beban pajak penghasilan kini                                           789                   649
      Beban pajak penghasilan final                                          111                    87
      Jumlah beban pajak penghasilan kini - Perusahaan                       900                   736
      Beban pajak penghasilan kini - entitas anak                          5.076                 5.158
      Jumlah beban pajak penghasilan kini                                  5.976                 5.894




                                                  71
Page 75
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                    Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                         yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. PERPAJAKAN (lanjutan)

   d. Komponen beban (manfaat) pajak penghasilan konsolidasian adalah sebagai berikut (lanjutan):

      Rekonsiliasi antara pajak penghasilan yang dihitung dengan menggunakan tarif pajak perusahaan
      19% terhadap laba sebelum pajak penghasilan setelah dikurang pendapatan yang dikenakan pajak
      final dan beban pajak bersih pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian
      adalah sebagai berikut:

                                                                        2025                  2024
      Laba sebelum pajak penghasilan konsolidasian                             26.422                29.617
      Dikurangi pendapatan yang dikenakan
       pajak final - bersih konsolidasian                                      (6.217)               (5.709)
                                                                               20.205                23.908

      Beban pajak penghasilan dihitung pada tarif
       Perusahaan                                                               3.839                 4.543
      Perbedaan pada tarif pajak entitas anak                                     483                   556
      Beban yang tidak dapat dikurangkan untuk tujuan
       perpajakan                                                               1.039                 1.116
      Beban pajak penghasilan final                                               111                    88
      Penyesuaian pajak tangguhan                                                  (9)                  (16)
      Pajak tangguhan yang tidak diakui                                             -                     8
      Lain-lain                                                                   364                   301
      Beban pajak penghasilan bersih                                            5.827                 6.596

      Dalam UU No. 7 tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah beberapa kali diubah
      terakhir dengan UU No. 6 tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-
      Undang No. 2 tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang. Pasal 17 ayat (1) huruf b
      mengatur bahwa tarif pajak yang diterapkan atas Penghasilan Kena Pajak bagi wajib pajak badan
      dalam negeri dan bentuk usaha tetap sebesar 22% (dua puluh dua persen) yang mulai berlaku pada
      tahun pajak 2022 dan dalam Pasal 17 ayat (2b) mengatur bahwa bagi wajib pajak badan berbentuk
      perseroan terbatas dengan jumlah keseluruhan saham yang disetor diperdagangkan pada bursa efek
      di Indonesia paling sedikit 40% dan memenuhi persyaratan tertentu dapat memperoleh tarif sebesar
      3% lebih rendah dari tarif seharusnya.

      Perusahaan telah menerapkan tarif pajak PPh Badan sebesar 19% untuk periode sembilan bulan
      yang berakhir pada tanggal 30 September 2025 dan tahun yang berakhir pada tanggal
      31 Desember 2024. Entitas anak menerapkan tarif pajak sebesar 22% untuk periode sembilan bulan
      yang berakhir pada tanggal 30 September 2025 dan tahun yang berakhir pada tanggal
      31 Desember 2024.

   e. Pemeriksaan pajak

      (i)   Perusahaan
            Pada periode dua belas bulan yang berakhir pada 31 Desember 2024, Perusahaan menerima
            sejumlah ketetapan pajak hasil pemeriksaan pajak tahun pajak 2019, 2020 dan 2021, dimana
            dari seluruh ketetapan pajak tersebut Perusahaan menerima restitusi bersih sebesar Rp7,7 miliar
            setelah dipotong dengan tagihan dan ketetapan jenis pajak lainnya. Selain restitusi dari hasil
            pemeriksaan pajak, Perusahaan juga menerima restitusi senilai Rp37,9 miliar atas keputusan
            persetujuan pembatalan Surat Tagihan Pajak PPN tahun pajak 2015 dan 2016.

            Pada bulan Juli 2024, Perusahaan menerima Surat Pemberitahuan Pemeriksaan Lapangan
            untuk seluruh jenis pajak tahun 2023. Pada bulan September 2024, Perusahaan menerima Surat
            Pemberitahuan Pemeriksaan Lapangan PPN tahun 2022.

            Pada bulan Juni 2025, Perusahaan menerima sejumlah ketetapan pajak hasil pemeriksaan pajak
            tahun pajak 2023. Pada bulan Agustus 2025, dari seluruh ketetapan pajak tersebut Perusahaan
            menerima restitusi bersih sebesar Rp589,1 miliar setelah dipotong dengan tagihan dan ketetapan
            pajak. Pada bulan Agustus 2025, Perusahaan menerima surat ketetapan pajak kurang bayar
            hasil pemeriksaan PPN tahun 2022 senilai total Rp10,1 miliar (termasuk denda).

                                                        72
Page 76
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                          yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. PERPAJAKAN (lanjutan)

   e. Pemeriksaan pajak (lanjutan)

      (i)    Perusahaan (lanjutan)

             Dalam periode penyusunan laporan keuangan konsolidasian ini, Perusahaan menerima surat
             keputusan keberatan pajak yang menolak permohonan keberatan yang telah diajukan
             Perusahaan terhadap surat ketetapan pajak hasil pemeriksaan tahun 2019 dan 2020 senilai
             Rp35,7 miliar. Perusahaan sedang mengevaluasi dan menyiapkan rencana upaya hukum
             selanjutnya yaitu banding ke pengadilan pajak atas surat keputusan keberatan tersebut.

      (ii)   Telkomsel

             Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, Telkomsel memiliki sejumlah
             ketetapan pajak yang sedang dalam proses banding. Rincian klaim restitusi pajak, baik yang
             berkaitan dengan ketetapan pajak maupun yang belum ditetapkan oleh Otoritas Pajak, termasuk
             eksposur ketetapan pajak yang tidak disertai dengan klaim pajak oleh Perusahaan, adalah
             sebagai berikut:

                                                                             30 September 2025
                                                                  Banding         Lainnya        Jumlah
             Klaim restitusi pajak yang belum ditetapkan
              oleh Otoritas Pajak
              PPh Badan
                Tahun pajak 2024                                             -          791           791

             Ketetapan pajak dengan klaim
              restitusi pajak
              PPh Badan
                Tahun pajak 2018                                          35              -            35
                Tahun pajak 2015                                         294              -           294
                Tahun pajak 2014                                           2              -             2
             PPh
                Tahun pajak 2015                                           -              0              0
                                                                         331            791          1.122
             Ketetapan pajak tanpa adanya
              klaim restitusi pajak
              PPh Badan
                Tahun pajak 2014                                            35            -               35

             Manajemen berkeyakinan bahwa Telkomsel memiliki argumen yang kuat untuk mempertahankan
             posisinya terkait dengan klaim restitusi pajak. Telkomsel menentukan bahwa provisi terkait
             dengan ketetapan pajak tidak diperlukan.

             Pada tanggal 14 Agustus 2025, Telkomsel menerima pemberitahuan hasil Pemeriksaan Bukti
             Permulaan yang mewajibkan Telkomsel untuk membayar kurang bayar pajak PPN sebesar
             Rp38 miliar (termasuk sanksi). Telkomsel telah membayar kurang bayar pajak dan mencatatnya
             sebagai beban pada laporan laba rugi konsolidasian tahun 2025.

             Pada tanggal 30 September 2025, pemeriksaan untuk tahun fiskal 2021 hingga 2024 masih
             berlangsung. Telkomsel telah mengevaluasi dampak dari ketidakpastian pajak untuk tahun fiskal
             2021 hingga 2023 dan mencatat provisi sebesar Rp183 miliar (31 Desember 2024: nihil) terkait
             dengan kurang bayar atas PPN, yang disajikan sebagai bagian dari “Liabilitas yang masih harus
             dibayar”. Pada bulan Oktober 2025, Telkomsel telah menerima surat ketetapan pajak untuk tahun
             fiskal 2021, 2022, dan 2023. Sampai laporan keuangan konsolidasian ini diterbitkan,
             pemeriksaan untuk tahun fiskal 2024 masih berlangsung.




                                                           73
Page 77
                               PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                   PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                      Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                           yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. PERPAJAKAN (lanjutan)
   f. Aset dan liabilitas pajak tangguhan
      Rincian aset dan liabilitas pajak tangguhan Grup adalah sebagai berikut:
                                                                    Aset dan liabilitas pajak tangguhan    (Dibebankan) dikreditkan ke
                                                                       pada laporan posisi keuangan             laporan laba rugi
                                                                  30 September 2025 31 Desember 2024           2025            2024
      Perusahaan
      Penyisihan kerugian kredit ekspektasian                                  751                 770               (19)           (5)
      Beban pensiun dan beban imbalan pasca
        kerja lainnya berkala - bersih                                         760                 781               (21)          (33)
      Perbedaan nilai buku aset tetap menurut
        akuntansi dan pajak                                                   (287)                 (51)           (272)          (337)
      Provisi imbalan karyawan                                                 287                 276               11              (1)
      Pendapatan instalasi tangguhan                                            32                  25                7              6
      Hak atas tanah, aset takberwujud, dan lainnya                             48                  42                6             10
      Beban yang masih harus dibayar                                            21                    -              21            (29)
      Sewa                                                                       (1)                  1               (2)            (1)
      Lain-lain                                                                 73                  73                 -             1
      Aset pajak tangguhan Perusahaan - bersih                               1.684               1.917             (269)          (389)
      Telkomsel
      Provisi imbalan karyawan                                               1.596               1.445              151           134
      Penyisihan kerugian kredit ekspektasian                                  547                 324              223           114
      Sewa                                                                     559                 481               78           (334)
      Liabilitas kontrak                                                       403                 370               33            (26)
      Pengukuran nilai wajar
        atas instrumen-instrumen keuangan                                        (8)                 (8)               -             -
      Perbedaan nilai buku aset tetap menurut
        akuntansi dan pajak                                                  (1.332)             (1.361)             (47)          (51)
      Amortisasi lisensi                                                       (198)               (174)             (24)            (3)
      Biaya kontrak                                                             (10)                (23)             13             18
      Instrumen-instrumen keuangan lainnya                                     (276)               (242)             (35)          (72)
      Aset pajak tangguhan Telkomsel - bersih                                1.281                 812              392           (220)
      Aset pajak tangguhan entitas anak lainnya - bersih                       662                 680               (18)          (65)
      Liabilitas pajak tangguhan entitas anak lainnya - bersih                 (953)               (992)             44            (28)
      Beban (manfaat) pajak tangguhan                                                                               149           (702)
      Aset pajak tangguhan - bersih                                          3.627               3.409
      Liabilitas pajak tangguhan - bersih                                     (953)               (992)



      Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, jumlah agregat perbedaan temporer yang
      terkait dengan investasi pada entitas anak dan entitas asosiasi atas liabilitas pajak tangguhan yang
      tidak diakui adalah masing-masing sebesar Rp23.850 miliar dan Rp84.310 miliar.
      Realisasi dari aset pajak tangguhan tergantung kepada kemampuan Grup dalam menghasilkan laba
      fiskal di masa depan. Meskipun tidak ada jaminan atas realisasi tersebut, Grup yakin bahwa
      kemungkinan besar aset pajak tangguhan tersebut akan terealisasi melalui pengurangan atas laba
      fiskal masa depan ketika perbedaan temporer terpulihkan. Jumlah aset pajak tangguhan tersebut
      diperkirakan dapat terealisasi, namun bisa berkurang jika laba fiskal di masa depan lebih kecil dari
      pada yang diestimasikan.
   g. Administrasi
      Pada bulan Juni 2023, Pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan No. 66/PMK.03/2023
      tentang Perlakuan PPh atas Penggantian atau Imbalan Sehubungan Dengan Pekerjaan atau Jasa
      yang Diterima atau Diperoleh Dalam Bentuk Natura dan/atau Kenikmatan. Perusahaan memastikan
      aspek administrasi dan legal atas transaksi, serta membangun koordinasi yang intensif antar unit yang
      terkait untuk mengimplementasikan aturan tersebut.
      Pada bulan Desember 2023, Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah No. 58 tahun 2023
      tentang Tarif Pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21 atas Penghasilan Sehubungan dengan
      Pekerjaan, Jasa, atau Kegiatan Wajib Pajak Orang Pribadi serta Peraturan Menteri Keuangan No. 168
      tahun 2023 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemotongan Pajak atas Penghasilan Sehubungan dengan
      Pekerjaan, Jasa, atau Kegiatan Orang Pribadi yang akan berlaku mulai 1 Januari 2024. Dengan
      adanya ketentuan tersebut, terdapat perubahan mekanisme perhitungan PPh Pasal 21 Karyawan
      yang sebelumnya menggunakan tarif progresif sesuai Pasal 17 Undang-undang Pajak Penghasilan
      menjadi menggunakan tarif efektif rata-rata (TER) untuk pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21
      yang diatur dalam peraturan pemerintah tersebut. Perusahaan memastikan dilakukannya koordinasi
      intensif antar unit yang terkait untuk mengimplementasikan aturan tersebut.
                                                                 74
Page 78
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                   Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                        yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. PERPAJAKAN (lanjutan)

   g. Administrasi (lanjutan)

      Pada bulan Desember 2023, Pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan No. 172 Tahun
      2023 tentang Penerapan Prinsip Kewajaran Dan Kelaziman Usaha Dalam Transaksi Yang
      Dipengaruhi Hubungan Istimewa yang akan menjadi dasar penyusunan dokumen penentuan harga
      transfer sejak tahun pajak 2024.

      Pada bulan Desember 2024, Pemerintah menerbitkan Keputusan Menteri Keuangan No. 465 tentang
      Implementasi Sistem Inti Administrasi Perpajakan dan Peraturan Menteri Keuangan tentang
      Ketentuan Perpajakan dalam Rangka Pelaksanaan Sistem Inti Administrasi Perpajakan No. 81 Tahun
      2024, Perusahaan memastikan koordinasi dengan unit terkait, Tim IT dan otoritas perpajakan agar
      proses administrasi perpajakan yang dilakukan melalui aplikasi Sistem Inti Administrasi Perpajakan
      berjalan lancar.

      Dalam rangka menerapkan Pilar Kedua Kerangka Kerja Inklusif Organisasi untuk Kerja Sama dan
      Pembangunan Ekonomi (Organisation for Economic Co-operation and Development atau "OECD"),
      pada tanggal 31 Desember 2024, Pemerintah Indonesia menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan
      No. 136/2024 (PMK 136/2024) yang berlaku mulai tanggal 1 Januari 2025 dan dampak terhadap
      laporan keuangan konsolidasian akan diukur mulai tahun 2026 setelah Grup menyelesaikan
      kewajiban pelaporan PPh Badan tahun pajak 2025.

      Berbagai negara telah memberlakukan atau bermaksud memberlakukan Pilar Kedua OECD dalam
      peraturan perundang-undangannya, termasuk Indonesia. Grup berada dalam lingkup PMK 136/2024,
      yang tidak berdampak pada laporan keuangan konsolidasian 2024 dan laporan keuangan
      konsolidasian Grup periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2025.

      PMK 136/2024 menerapkan mekanisme perpajakan baru yang mensyaratkan Perusahaan
      Multinasional ("PMN") untuk membayar pajak tambahan di suatu yurisdiksi ketika tarif pajak efektif,
      yang ditentukan berdasarkan yurisdiksi menurut aturan Pilar Kedua, lebih rendah dari tarif minimum
      15%. PMK 136/2024 menetapkan mekanisme untuk menentukan entitas mana (atau entitas-entitas
      mana) dalam Grup PMN yang harus menerapkan pajak tambahan tersebut dan porsi pajak yang
      dibebankan kepada setiap entitas terkait.

      Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024, Grup telah menerapkan amandemen
      PSAK 212, yang memberikan pengecualian wajib sementara dari pengakuan atau pengungkapan
      pajak tangguhan terkait aturan Pilar Kedua sehingga tidak ada dampak terhadap Laporan Keuangan
      konsolidasian 2024. Dampak masa depan dari aturan Pilar Kedua untuk Grup saat ini belum dapat
      diestimasi secara wajar.

      Aturan model Pilar Kedua adalah kompleks dan Grup sedang dalam proses untuk mengestimasi
      dampak potensialnya terhadap laporan keuangan konsolidasian, jika ada. Berdasarkan informasi yang
      tersedia saat ini, Grup tidak mengharapkan adanya dampak material terhadap laporan keuangan
      konsolidasian.




                                                  75
Page 79
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                   Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                        yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. PERPAJAKAN (lanjutan)

   g. Administrasi (lanjutan)

      Sehubungan dengan pelaksanaan ketentuan Pasal 222 Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-
      2/MBU/03/2023 tentang Pedoman Tata Kelola dan Kegiatan Korporasi Signifikan BUMN. BUMN
      diwajibkan menyampaikan realisasi kontribusi kepada negara (berbasis kas). Rincian kontribusi
      kepada negara pada tanggal 30 September 2025 adalah sebagai berikut:

                                                                                   30 September 2025
      Pajak
       PPh                                                                                     13.724
       PPN dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah                                               14.432
       Bea Masuk/Keluar, Bea dan Cukai, Bea Materai                                                22
       Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ("PDRD"), termasuk
        PBB P2 (Perkotaan dan Pedesaan)                                                            85
      Total kontribusi pajak                                                                   28.263

      Penerimaan Negara Bukan Pajak ("PNBP")
       Dividen                                                                                 10.964
       PNBP Lainnya                                                                             4.942
      Total kontribusi PNBP                                                                    15.906

      Total kontribusi kepada negara                                                           44.169

28. LABA PER SAHAM DASAR

   Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada
   pemilik entitas induk sebesar Rp15.784 miliar dan Rp17.675 miliar dengan jumlah rata-rata tertimbang
   saham yang beredar sejumlah 99.062.216.600 masing-masing untuk periode sembilan bulan yang
   berakhir pada tanggal 30 September 2025 dan 2024. Jumlah rata-rata tertimbang juga memperhitungkan
   rata-rata tertimbang atas dampak transaksi modal saham yang diperoleh kembali dalam perubahan
   transaksi pembelian saham kembali selama periode berjalan.

   Laba per saham dasar masing-masing sejumlah Rp159,33 dan Rp178,42 (dalam jumlah penuh) untuk
   periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2025 dan 2024. Perusahaan tidak
   memiliki instrumen keuangan yang berpotensi dilutif untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada
   tanggal 30 September 2025 dan 2024.

29. DIVIDEN KAS DAN CADANGAN UMUM

   Berdasarkan hasil RUPST Perusahaan yang dinyatakan dalam Akta Notaris Ashoya Ratam, S.H., M.Kn.,
   No. 52 tertanggal 27 Mei 2025 para pemegang saham Perusahaan menyetujui pembagian dividen kas
   untuk tahun buku 2024 sebesar Rp21.047 miliar (Rp212,47 per lembar saham). Perusahaan melakukan
   pembayaran dividen kas pada tanggal 19 Juni 2025.

   Berdasarkan hasil RUPST Perusahaan yang dinyatakan dalam Akta Notaris Ashoya Ratam, S.H., M.Kn.,
   No. 04 tertanggal 3 Mei 2024 para pemegang saham Perusahaan menyetujui pembagian dividen kas
   untuk tahun buku 2023 sebesar Rp17.683 miliar (Rp178,50 per lembar saham). Perusahaan melakukan
   pembayaran dividen kas pada tanggal 29 Mei 2024.

   Berdasarkan Undang-Undang Perseroan Terbatas, Perusahaan diharuskan untuk membuat penyisihan
   cadangan wajib hingga sekurang-kurangnya 20% dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh.

   Saldo laba dicadangkan Perusahaan pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 masing-
   masing adalah sebesar Rp15.337 miliar.



                                                 76
Page 80
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                   Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                        yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA

   Rincian liabilitas manfaat pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya adalah sebagai berikut:

                                                        Catatan 30 September 2025 31 Desember 2024
   Liabilitas diestimasi manfaat pensiun dan
    imbalan pasca kerja lainnya
    Pensiun
      Perusahaan - funded                             30a.i.a
       Manfaat pasti                                 30a.i.a.i                 3.400                    3.543
       Manfaat tambahan                              30a.i.a.ii                   40                       42
      Perusahaan - unfunded                           30a.i.b                    227                      215
      Telkomsel                                        30a.ii                  5.443                    4.950
    Liabilitas diestimasi manfaat pensiun                                      9.110                    8.750
    Imbalan kesehatan pasca kerja                         30b                  1.827                    1.550
    Imbalan pasca kerja lainnya                           30c                    182                      175
    Imbalan tunjangan masa kerja                          30d                      0                        1
    Kewajiban pensiun berdasarkan Undang-
      Undang Ketenagakerjaan                              30e                1.205                      1.064
   Jumlah                                                                   12.324                     11.540

   Beban manfaat pensiun yang diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
   konsolidasian adalah sebagai berikut:

                                                        Catatan         2025                    2024
   Beban pensiun
    Perusahaan - funded                                  30a.i.a
     Manfaat pasti                                      30a.i.a.i               269                       412
     Manfaat tambahan                                   30a.i.a.ii                2                         2
    Perusahaan - unfunded                                30a.i.b                 18                       (32)
    Telkomsel                                             30a.ii                513                       498
   Beban pensiun berkala-bersih                            24                   802                       880
   Beban imbalan kesehatan pasca kerja
    berkala-bersih                                      24,30b                  277                       272
   Beban imbalan pasca kerja lainnya                    24,30c                   13                        14
   Beban imbalan tunjangan masa kerja                   24,30d                    0                         0
   Beban pensiun berdasarkan Undang-Undang
    Ketenagakerjaan                                     24,30e                   152                      140
   Jumlah                                                                      1.244                    1.306




                                                   77
Page 81
                                 PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                     PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                        Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                             yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                  (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)

   Tabel berikut ini menyajikan perubahan liabilitas manfaat pasti dan liabilitas imbalan kesehatan pasca
   kerja, perubahan aset program pensiun dan aset program kesehatan pasca kerja, status pendanaan
   program pensiun dan program imbalan kesehatan pasca kerja, dan nilai bersih yang tercatat pada laporan
   posisi keuangan konsolidasian pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, berdasarkan
   program pensiun manfaat pasti sebagai berikut:

                                                                   Funded                                     Imbalan kesehatan
                                                                 Manfaat pasti                                     pasca kerja
                                                   Perusahaan                       Telkomsel                     Perusahaan
                                                                                                           Liabilitas         Aset
                                              Liabilitas      Aset           Liabilitas      Aset          imbalan          program
                                              manfaat       program          manfaat       program        kesehatan        kesehatan
                                              pensiun       pensiun          pensiun       pensiun        pasca kerja     pasca kerja     Jumlah
   Saldo awal, 1 Januari 2025                    22.377        (18.834)          6.089         (1.139)          14.152         (12.602)      10.043

   Beban jasa                                       140             -              248               -              -                -          388
   Beban bunga (pendapatan bunga)                 1.125          (953)             305             (41)           728             (646)         518
   Beban administrasi program                       (92)           92                -               1              -             195           196
   Penghasilan bunga dari batas atas aset
    kesejahteraan                                    17              -                -              -               -               -           17
   Jumlah yang dibebankan
    pada laba rugi                                1.190          (861)             553             (40)           728             (451)       1.119

   (Keuntungan) kerugian aktuarial atas:
     Perubahan asumsi pengalaman                     (17)            -                -              -               -               -          (17)
   Pengembalian aset program pensiun
     (setelah dikurangi nilai yang termasuk
     dalam beban bunga bersih)                         -           17                 -              -            (365)           365            17
   Jumlah yang dibebankan pada
     penghasilan komprehensif lain                   (17)          17                 -              -            (365)           365             -

   Kontribusi pemberi kerja                           -          (455)               -             (20)              -               -         (475)
   Kontribusi peserta program pensiun                 8            (8)               1              (1)              -               -            -
   Pembayaran imbalan dari
     aset program                                (1.382)         1.382                -              -            (438)           438             -
   Pembayaran imbalan oleh
     Perusahaan                                     (17)             -                -              -               -               -          (17)
   Saldo akhir, 30 September 2025                22.159       (18.759)            6.643         (1.200)         14.077         (12.250)      10.670
   Liabilitas diestimasi manfaat pensiun
     pada akhir periode                           3.400                           5.443                          1.827                       10.670


                                                                   Funded                                     Imbalan kesehatan
                                                                 Manfaat pasti                                     pasca kerja
                                                   Perusahaan                       Telkomsel                     Perusahaan
                                                                                                           Liabilitas         Aset
                                              Liabilitas      Aset           Liabilitas      Aset          imbalan         program
                                              manfaat       program          manfaat       program        kesehatan       kesehatan
                                              pensiun       pensiun          pensiun       pensiun        pasca kerja     pasca kerja     Jumlah
   Saldo awal, 1 Januari 2024                    23.718        (20.052)          5.796         (1.070)          14.624         (13.154)       9.862

   Beban jasa                                       279              -             346               -               -               -          625
   Biaya transfer pegawai                            (2)             1               2              (2)              -               -           (1)
   Beban bunga (pendapatan bunga)                 1.533         (1.304)            381             (65)            966            (866)         645
   Beban administrasi program                      (115)          115                -               1               -            182           183
   Penghasilan bunga dari batas atas aset
     kesejahteraan                                   34              -                -              -               -               -           34
   Jumlah yang dibebankan
     pada laba rugi                               1.729         (1.188)            729             (66)            966            (684)       1.486

   (Keuntungan) kerugian aktuarial atas:
     Perubahan asumsi pengalaman                   (609)                 -         (121)             -              65               -          (665)
     Perubahan asumsi demografi                      (1)                 -            -              -               0               -            (1)
     Perubahan asumsi keuangan                     (491)                 -         (314)             -            (863)              -        (1.668)
   Pengembalian aset program pensiun
     (setelah dikurangi nilai yang termasuk
     dalam beban bunga bersih)                         -         1.029                -             15               -            596         1.640
   Jumlah yang dibebankan pada
     penghasilan komprehensif lain               (1.101)         1.029             (435)            15            (798)           596          (694)

   Kontribusi pemberi kerja                           -           (558)               -            (18)              -               -         (576)
   Kontribusi peserta program pensiun                13            (13)               1             (1)              -               -            -
   Pembayaran imbalan dari
     aset program                                (1.948)        1.948                (2)            1             (640)           640             (1)
   Pembayaran imbalan oleh
     Perusahaan                                      (34)            -                -              -               -               -          (34)
   Saldo akhir, 31 Desember 2024                 22.377        (18.834)           6.089         (1.139)         14.152         (12.602)      10.043
   Liabilitas diestimasi manfaat pensiun
     pada akhir periode                           3.543                           4.950                          1.550                       10.043

                                                                             78
Page 82
                                 PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                     PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                        Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                             yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                  (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)

   Tabel berikut ini menyajikan perubahan liabilitas manfaat unfunded, liabilitas manfaat tambahan, imbalan
   pasca kerja lainnya, dan kewajiban pensiun berdasarkan undang-undang ketenagakerjaan, perubahan
   aset program imbalan pensiun tambahan, dan nilai bersih yang diakui pada laporan posisi keuangan
   konsolidasian pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, berdasarkan program pensiun
   manfaat pasti sebagai berikut:

                                                                                                                                  Perusahaan dan
                                                                              Perusahaan                                            entitas anak
                                                                                      Imbalan              Imbalan               Kewajiban pensiun
                                                                          Manfaat   pasca kerja             khusus                undang-undang
                                                    Unfunded             tambahan      lainnya            masa kerja              ketenagakerjaan        Jumlah
   Saldo awal, 1 Januari 2025                             215                   42           175                   1                          1.064        1.497

   Beban jasa                                                  7                    -               4                   -                      129             140
   Beban bunga                                                11                    2               9                   -                       23              45
   Jumlah yang dibebankan
    pada laba rugi                                            18                    2              13                   -                      152             185

   (Laba) rugi aktuaria diakui pada penghasilan
     komprehensif lainnya                                       -                    -               -                  -                         6               6
   Pembayaran imbalan oleh
     Perusahaan                                                (6)                  (4)             (6)                (1)                      (17)             (34)
   Saldo akhir, 30 September 2025                            227                   40             182                  0                     1.205            1.654


                                                                                                                                  Perusahaan dan
                                                                             Perusahaan                                             entitas anak
                                                                                     Imbalan               Imbalan               Kewajiban pensiun
                                                                         Manfaat    pasca kerja             khusus                undang-undang
                                                   Unfunded             tambahan      lainnya             masa kerja              ketenagakerjaan         Jumlah
   Saldo awal, 1 Januari 2024                            258                   44          244                     1                          1.005         1.552

   Beban jasa                                                  9                   0                6                  0                       204              219
   Beban jasa lalu                                             -                    -               1                   -                       18               19
   Beban bunga                                               14                    3               13                   -                       10               40
   Biaya transfer pegawai                                     (0)                  (0)              (0)                 -                        (0)               -
   Biaya penyelesaian Pensiun Dini                           (50)                   -               0                  (0)                       (0)             (50)
   Jumlah yang dibebankan
     pada laba rugi                                          (27)                   3              20                  0                       232              228

   (Laba) rugi aktuaria diakui pada penghasilan
     komprehensif lainnya                                     53                   (1)              (6)                (0)                     (107)             (61)
   Pembayaran imbalan oleh
     Perusahaan                                               (69)                  (4)            (83)                -                         (62)          (218)
   Divestasi anak perusahaan                                    -                    -               -                 -                          (4)             (4)
   Saldo akhir, 31 Desember 2024                             215                   42             175                  1                      1.064           1.497


   Komponen beban pensiun berkala bersih untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal
   30 September 2025 dan 2024, sebagai berikut:

                                                                                                                                        Perusahaan dan
                                                                              Perusahaan                                      Telkomsel anak perusahaan
                                                                                                   Imbalan                                 Kewajiban
                                                                                     Imbalan         pasca          Imbalan                 pensiun
                                           Manfaat        Manfaat                   kesehatan        kerja          khusus     Manfaat   undang-undang
   2025                                     pasti        tambahan       Unfunded    pasca kerja     lainnya        masa kerja   pasti   ketenagakerjaan        Jumlah
   Beban jasa                                  140                -            7             -                 4           0       248             129             528
   Beban bunga                                 172              2             11           82                  9            -      264              23             563
   Beban administrasi program                      -              -            -          195                  -            -         1               -            196
   Beban tambahan manfaat kesejahteraan          17               -            -             -                 -            -         -               -             17
   Beban pensiun berkala bersih                329              2             18          277                 13           0       513             152           1.304
   Dibebankan kepada entitas anak
     berdasarkan perjanjian                       (60)              -          -             -                 -             -          -                 -           (60)
   Beban pensiun berkala bersih
     dikurangi jumlah yang dibebankan
     kepada entitas anak                          269              2         18           277                 13             0        513               152      1.244




                                                                             79
Page 83
                                 PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                     PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                        Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                             yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                  (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)

   Komponen beban pensiun berkala bersih untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal
   30 September 2025 dan 2024, sebagai berikut (lanjutan):
                                                                                                                                        Perusahaan dan
                                                                         Perusahaan                                    Telkomsel       anak perusahaan
                                                                                             Imbalan                                       Kewajiban
                                                                               Imbalan         pasca      Imbalan                           penisiun
                                          Manfaat      Manfaat                kesehatan        kerja       khusus       Manfaat         undang-undang
   2024                                    pasti      tambahan     Unfunded   pasca kerja     lainnya    masa kerja      pasti          ketenagakerjaan     Jumlah
   Beban jasa                                221               -           6         198             4            0          260                     135        824
   Beban bunga                               172              2          12            74          11             0          237                        5       513
   Beban administrasi program                    -             -           -             -            -            -            1                       -          1
   Beban tambahan manfaat kesejahteraan       34               -           -             -            -            -            -                       -        34
   Beban pensiun berkala bersih              427              2          18          272           15             0          498                     140      1.372
   Penyelesaian Pensiun Dini                     -             -         (50)            -           (1)          0             0                       0        (51)
   Dibebankan kepada entitas anak
     berdasarkan perjanjian                    (15)            -           -             -          -              -               -                    -       (15)
   Beban pensiun berkala bersih
     dikurangi jumlah yang dibebankan
     kepada entitas anak                      412             2          (32)         272         14              0           498                    140     1.306


   a. Beban manfaat pensiun

       i.     Perusahaan

              (a) Funded

                     (i)    Manfaat pasti

                            Perusahaan menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti bagi karyawan tetap
                            yang mulai bekerja sebelum 1 Juli 2002. Program pensiun ini diatur di dalam undang-
                            undang pensiun Indonesia dan dikelola oleh Dana Pensiun Telkom (“Dapen”).
                            Pengelolaan Dana Pensiun sesuai dengan Peraturan Dana Pensiun dan Arahan
                            Investasi yang ditetapkan oleh Pendiri dilaksanakan oleh Dewan Pengurus. Dewan
                            Pengurus diawasi oleh Dewan Pengawas yang terdiri dari perwakilan Perusahaan dan
                            peserta.

                            Manfaat pensiun yang dibayar dihitung berdasarkan gaji pokok pada saat mulai pensiun
                            dan masa kerja karyawan. Karyawan yang ikut serta dalam program pensiun ini
                            membayar kontribusi 18% (sebelum Maret 2003: 8,4%) dari gaji pokok ke dana pensiun.
                            Perusahaan memberikan kontribusi kepada Dapen untuk periode sembilan bulan yang
                            berakhir pada tanggal 30 September 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
                            31 Desember 2024 adalah masing-masing sebesar Rp455 miliar dan Rp558 miliar.

                            Risiko yang terekspos pada program manfaat pasti adalah risiko seperti volatilitas aset
                            dan perubahan imbal hasil obligasi. Liabilitas program dihitung menggunakan tingkat
                            diskonto yang merujuk kepada tingkat imbal hasil obligasi pemerintah, jika imbal hasil
                            aset program lebih rendah, maka akan menghasilkan defisit program. Penurunan imbal
                            hasil obligasi pemerintah akan meningkatkan liabilitas program, walaupun hal ini akan
                            saling hapus secara sebagian dengan kenaikan dari nilai obligasi program yang dimiliki.
                            Perusahaan memastikan bahwa posisi investasi telah diatur dalam kerangka asset-
                            liability matching (“ALM”) yang telah dibentuk untuk mencapai hasil jangka panjang
                            yang sejalan dengan liabilitas pada program pensiun imbalan pasti. Dalam kerangka
                            ALM, tujuan Perusahaan adalah untuk menyesuaikan aset-aset dan liabilitas pensiun
                            dengan berinvestasi pada portofolio yang terdiversifikasi dengan baik dalam
                            menghasilkan tingkat pengembalian yang optimal dengan mempertimbangkan tingkat
                            risikonya. Investasi pada program telah terdiversifikasi dengan baik, sehingga kinerja
                            buruk satu investasi tidak akan memberikan dampak material bagi seluruh kelompok
                            aset.




                                                                               80
Page 84
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                   Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                        yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)

   a. Beban manfaat pensiun (lanjutan)

      i.   Perusahaan (lanjutan)

           (a) Funded (lanjutan)

               (i)   Manfaat pasti (lanjutan)

                     Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, aset program manfaat pasti
                     terdiri dari:
                                                                    30 September 2025                  31 Desember 2024
                                                             Harga kuotasian  Tidak memiliki   Harga kuotasian   Tidak memiliki
                                                              di pasar aktif harga kuotasian    di pasar aktif  harga kuotasian
                     Kas dan setara kas                                1.295               -               921                  -
                     Instrumen ekuitas:
                       Keuangan                                        999                -             1.265                   -
                       Barang konsumen primer                           61                -                48                   -
                       Bahan baku                                      381                -               203                   -
                       Infrastruktur                                   508                -               510                   -
                       Energi                                          142                -               146                   -
                       Teknologi                                        97                -                91                   -
                       Perindustrian                                   271                -               239                   -
                       Barang konsumen non-primer                      354                -               448                   -
                       Properti dan real estate                        111                -               110                   -
                       Kesehatan                                       144                -               175                   -
                       Transportasi dan logistik                         5                -                 4                   -
                     Reksadana berbasis saham                           84                -               193                   -
                     Instrumen keuangan pendapatan tetap:
                       Obligasi korporasi                                 -           2.012                 -               2.034
                       Obligasi pemerintah                           10.769               -            10.608                   -
                       Reksadana pendapatan tetap ("RDPT")                -               -                 -                  66
                       Reksadana indeks                                  14               -                 -                   -
                       Medium-term notes ("MTN")                          -             106                 -                 100
                       Efek beragun aset ("EBA")                          -               6                 -                   7
                       Sukuk                                              -             968                 -                 935
                     Saham non-publik:
                       Penempatan langsung                                -             377                 -                 377
                       Properti                                           -             202                 -                 202
                       Lainnya                                            -             349                 -                 356
                     Jumlah                                          15.235           4.020            14.961               4.077


                     Aset program pensiun termasuk di dalamnya saham Seri B yang dikeluarkan oleh
                     Perusahaan dengan nilai wajar Rp320 miliar dan Rp294 miliar, yang mewakili 1,68%
                     dan 1,54% dari total aset program pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember
                     2024, dan obligasi yang dikeluarkan oleh Perusahaan dengan nilai wajar masing-
                     masing senilai Rp245 miliar dan Rp338 miliar mewakili masing-masing 1,29% dan
                     1,78% dari total aset per tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024.

                     Perkiraan pengembalian ditentukan berdasarkan ekspektasi pasar untuk pengembalian
                     keseluruhan masa liabilitas dengan mempertimbangkan perpaduan portofolio dari aset
                     program. Hasil aktual aset program adalah Rp1.195 miliar dan Rp275 miliar masing-
                     masing untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2025
                     dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024. Berdasarkan
                     Peraturan Perusahaan yang diterbitkan tanggal 14 Januari 2014 mengenai kebijakan
                     pendanaan Dapen. Perusahaan tidak akan memberikan kontribusi ke Dapen bila Rasio
                     Kecukupan Pendanaan (“RKD”) Dapen di atas 105%. Berdasarkan laporan keuangan
                     Dapen pada tanggal 31 Desember 2024, RKD Dapen di bawah 105% sehingga
                     Perusahaan akan memberikan kontribusi pemberi kerja ke program pensiun manfaat
                     pasti.




                                                             81
Page 85
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                   Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                        yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)

   a. Beban manfaat pensiun (lanjutan)

      i.   Perusahaan (lanjutan)

           (a) Funded (lanjutan)

               (i)    Manfaat pasti (lanjutan)

                      Berdasarkan Peraturan Perusahaan yang diterbitkan tanggal 30 September 2022,
                      tentang Peraturan Dana Pensiun dari Dana Pensiun Telkom, Perusahaan menetapkan
                      bagi para pensiunan yang berhenti selain karena Hukuman Disiplin, Pensiun Dini, dan
                      Atas Permintaan Sendiri dan menerima Manfaat Pensiun kurang dari Rp1 juta per bulan
                      diberikan kenaikan Manfaat Pensiun bulanan menjadi Rp1 juta. Pada tahun 2025 dan
                      2024, Perusahaan memberikan manfaat kesejahteraan tambahan kepada Pensiunan
                      dan penerima manfaat pensiun dari peserta yang memasuki masa pensiun sebelum
                      30 Juni 2002 masing-masing sebesar Rp17 miliar dan Rp34 miliar.

                      Penilaian aktuaria atas program pensiun manfaat pasti dilakukan berdasarkan
                      perhitungan pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, pada laporan masing-masing
                      tertanggal 19 Maret 2025 dan 1 Maret 2024 yang dilakukan oleh KKA I Gde Eka
                      Sarmaja, FSA dan Rekan. Asumsi dasar aktuaria yang digunakan oleh aktuaris
                      independen pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:

                                                                       2024                 2023
                      Tingkat diskonto                                        7,00%                6,75%
                      Tingkat kenaikan kompensasi                             8,00%                8,00%
                      Tabel tingkat kematian di Indonesia                      2019                 2019

               (ii)   Manfaat Tambahan

                      Berdasarkan Peraturan Perusahaan yang diterbitkan tanggal 30 September 2022,
                      tentang Peraturan Dana Pensiun dari Dana Pensiun Telkom, Perusahaan
                      menyelenggarakan Program Manfaat Lain Iuran Pasti (“PMLIP”) dalam bentuk Manfaat
                      Tambahan. Peserta PMLIP berhak menerima Manfaat Pensiun Berkala tiap bulan
                      sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Dana Pensiun. Dana Manfaat Tambahan
                      bersumber dari iuran Manfaat Tambahan Pemberi Kerja dan dana penyisihan hasil
                      pengembangan investasi apabila tercapai RKD di atas 102% dan tingkat pengembalian
                      investasi (“ROI”) di atas suku bunga aktuaria untuk pendanaan. Iuran Manfaat
                      Tambahan Pemberi Kerja untuk setiap peserta PMLIP ditetapkan sebesar Rp120 ribu
                      untuk periode iuran 12 bulan yang dihitung secara proporsional sesuai dengan jumlah
                      penerimaan.

                      Penilaian aktuaria untuk program pensiun manfaat tambahan dilakukan berdasarkan
                      perhitungan pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, pada laporan masing-masing
                      tertanggal 19 Maret 2025 dan 1 Maret 2024 yang dilakukan oleh KKA I Gde Eka
                      Sarmaja, FSA dan Rekan. Asumsi dasar aktuaria yang digunakan oleh aktuaris
                      independen pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:

                                                                       2024                 2023
                      Tingkat diskonto                                        7,00%                6,75%
                      Tabel tingkat kematian di Indonesia                      2019                 2019




                                                    82
Page 86
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                   Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                        yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)

   a. Beban manfaat pensiun (lanjutan)

      i.   Perusahaan (lanjutan)

           (a) Funded (lanjutan)

               (ii)   Manfaat Tambahan (lanjutan)

                      Aset program untuk manfaat tambahan telah disisihkan sejak 2018 sesuai persetujuan
                      Dewan Pengawas. Pada tanggal 31 Desember 2024 tidak ada kewajiban tambahan
                      yang disisihkan karena persyaratan pengakuan manfaat tambahan sebagaimana
                      tersebut di atas belum terpenuhi.

           (b) Unfunded

               Perusahaan menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti tanpa pendanaan dan
               program pensiun iuran pasti untuk karyawannya. Program pensiun iuran pasti
               diselenggarakan bagi karyawan tetap yang mulai bekerja pada atau setelah tanggal
               1 Juli 2002. Program ini dikelola oleh Dana Pensiun Lembaga Keuangan (“DPLK”).
               Kontribusi Perusahaan kepada DPLK dihitung berdasarkan persentase tertentu dari gaji
               karyawan di mana untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September
               2025 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 adalah masing-masing
               sebesar Rp35 miliar dan Rp52 miliar.

               Sejak tahun 2007, Perusahaan memberlakukan manfaat pensiun berdasarkan
               penyeragaman bagi peserta sebelum 20 April 1992 dan peserta sejak 20 April 1992 yang
               mulai diterapkan bagi karyawan yang akan pensiun terhitung sejak 1 Februari 2009. Pada
               tahun 2010, Perusahaan menggantikan penyeragaman dengan Manfaat Pensiun Sekaligus
               (“MPS”). MPS diberikan bagi karyawan yang telah mencapai usia pensiun, kematian, atau
               cacat sejak 1 Februari 2009.

               Perusahaan juga menyelenggarakan manfaat bagi karyawan yang akan memasuki masa
               persiapan pensiun, di mana karyawan tidak aktif selama periode 6 bulan sebelum mencapai
               usia pensiun yakni 56 tahun yang disebut dengan Masa Persiapan Pensiun (“MPP”). Selama
               periode tersebut, karyawan tetap menerima manfaat-manfaat yang diselenggarakan bagi
               pegawai aktif, di antaranya termasuk, namun tidak terbatas pada gaji regular, kesehatan,
               cuti besar, bonus, dan manfaat-manfaat lainnya. Mulai tanggal 1 April 2012, karyawan harus
               mengajukan permohonan MPP terlebih dahulu dan tanpa permohonan maka dianggap tetap
               akan bekerja sampai dengan masa pensiun.

               Penilaian aktuaria atas program pensiun manfaat pasti tanpa pendanaan dilakukan
               berdasarkan perhitungan pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, pada laporan masing-
               masing tertanggal 19 Maret 2025 dan 1 Maret 2024 yang dilakukan oleh KKA I Gde Eka
               Sarmaja, FSA dan Rekan. Asumsi dasar aktuaria yang digunakan oleh aktuaris independen
               pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:

                                                                       2024                   2023
               Tingkat diskonto                                             7,00%                   6,75%
               Tingkat kenaikan kompensasi                          6,00% - 8,00%           6,10% - 8,00%
               Tabel tingkat kematian di Indonesia                           2019                    2019




                                                     83
Page 87
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                    Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                         yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)

   a. Beban manfaat pensiun (lanjutan)

      ii.   Telkomsel

            Telkomsel menyelenggarakan program pensiun imbalan pasti bagi karyawannya. Berdasarkan
            program ini, karyawan berhak atas imbalan pensiun yang ditentukan berdasarkan gaji pokok
            terakhir atau gaji bersih yang diterima (tidak termasuk tunjangan fungsional) dan masa kerjanya.
            Program pensiun tersebut dikelola oleh PT Asuransi Jiwasraya (Persero) (“Jiwasraya”),
            perusahaan asuransi jiwa milik negara, melalui suatu kontrak asuransi anuitas. Hingga tahun
            2004, karyawan berkontribusi pada program ini sebesar 5% dari gaji pokok bulanan mereka,
            sementara Telkomsel menanggung sisa besaran kontribusi yang diharuskan menurut program
            tersebut. Sejak tahun 2005, Telkomsel telah menanggung sepenuhnya besaran kontribusi
            tersebut.

            Pada tanggal 23 April 2021, Telkomsel dan Jiwasraya sepakat untuk mengakhiri kontrak program
            asuransi tersebut dan menandatangani perjanjian restrukturisasi. Perjanjian tersebut
            menggantikan program manfaat dari anuitas menjadi manfaat sekaligus (lump sum).
            Berdasarkan perjanjian ini, kedua belah pihak sepakat untuk menentukan nilai tunai pada tanggal
            pengakhiran yang terbagi menjadi nilai tunai untuk peserta aktif dan peserta pasif masing-masing
            sebesar Rp857 miliar dan Rp73 miliar. Terdapat potongan 5% dari nilai tunai untuk peserta aktif,
            maka 95% dari Rp857 miliar (atau setara dengan Rp814 miliar) ditambah Rp73 miliar akan
            menjadi jumlah yang selanjutnya diambil alih oleh PT Asuransi Jiwa IFG (”IFG Life”) pada saat
            perjanjian dengan IFG Life menjadi efektif dan karenanya, perjanjian restrukturisasi akan
            berakhir. Pada tanggal 30 November 2023, dana tunai telah selesai diambil alih oleh IFG Life
            dengan tidak terdapat perubahan pada program dan nilai tunai yang dialihkan pada tanggal
            pengalihan, dan di saat yang sama, perjanjian restrukturisasi dinyatakan berakhir.

            Pada tanggal 27 Juni 2023, Perusahaan dan Telkomsel menandatangani perjanjian mengenai
            Dapen untuk menunjuk Telkomsel sebagai Mitra dari Perusahaan sebagai satu-satunya Pendiri,
            yang menghasilkan hak dan kewajiban bagi Telkomsel sebagaimana diatur pada Peraturan Dana
            Pensiun efektif sejak tanggal pemisahan segmen usaha IndiHome ke Telkomsel.

            Sejak tanggal pemisahan segmen usaha IndiHome ke Telkomsel, Telkomsel menyelenggarakan
            program pensiun manfaat pasti bagi karyawan tetap yang dialihkan, yang mulai bekerja sebelum
            1 Juli 2002. Program pensiun ini diatur di dalam undang-undang pensiun Indonesia dan dikelola
            oleh Dapen. Dapen dikelola sesuai dengan Peraturan Dana Pensiun dan Arahan Investasi yang
            ditetapkan oleh Perusahaan sebagai Pendiri dan dilaksanakan oleh Dewan Pengurus. Dewan
            Pengurus diawasi oleh Dewan Pengawas yang ditunjuk oleh Pendiri.

            Manfaat pensiun yang dibayar dihitung berdasarkan gaji pokok pada saat mulai pensiun dan
            masa kerja karyawan. Karyawan yang ikut serta dalam program pensiun ini membayar kontribusi
            sebesar 18% dari gaji pokok ke dana pensiun. Kontribusi Telkomsel kepada Dapen untuk periode
            sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2025 adalah sebesar Rp20 miliar
            (2024: Rp18 miliar).

            Penilaian aktuaria atas program pensiun manfaat pasti dilakukan berdasarkan perhitungan pada
            tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 dengan laporan tertanggal masing-masing 6 Maret 2025
            dan 5 Maret 2024 yang dilakukan oleh KKA Halim dan Rekan, aktuaris independen yang
            berasosiasi dengan Milliman. Asumsi dasar aktuaria yang digunakan oleh aktuaris independen
            pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:

                                                                         2024                 2023
            Tingkat diskonto                                                  7,10%                 6,70%
            Tingkat kenaikan kompensasi                               7,25% - 8,00%         7,50% - 8,00%
            Tabel tingkat kematian di Indonesia                                2019                  2019


                                                    84
Page 88
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                    Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                         yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)

   b. Imbalan kesehatan pasca kerja

      Perusahaan menyelenggarakan program imbalan kesehatan pasca kerja untuk semua karyawannya
      yang sudah bekerja sebelum tanggal 1 November 1995 dengan masa kerja 20 tahun atau lebih pada
      saat pensiun, dan anggota keluarganya yang memenuhi syarat. Ketentuan untuk masa kerja selama
      20 tahun ini tidak berlaku bagi karyawan yang memasuki masa pensiun sebelum tanggal 3 Juni 1995.
      Program ini tidak berlaku bagi karyawan yang mulai bekerja pada Perusahaan sejak tanggal
      1 November 1995. Program jaminan kesehatan pasca kerja tersebut dikelola oleh Yayasan
      Kesehatan Telkom (“Yakes Telkom”).

      Program imbalan kesehatan pasca kerja iuran pasti diselenggarakan bagi karyawan tetap yang mulai
      bekerja pada atau setelah tanggal 1 November 1995 atau karyawan dengan masa kerja kurang dari
      20 tahun pada saat pensiun. Perusahaan tidak memberikan kontribusi ke Yakes Telkom untuk periode
      sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada
      tanggal 31 Desember 2024. Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, aset program
      terdiri dari:

                                                      30 September 2025                        31 Desember 2024
                                             Harga kuotasian      Tidak memiliki     Harga kuotasian      Tidak memiliki
                                              di pasar aktif     harga kuotasian      di pasar aktif     harga kuotasian
      Kas dan setara kas                                  949                    -                375                    -
      Instrumen ekuitas:
        Keuangan                                         953                     -             1.070                     -
        Barang konsumen primer                            88                     -                78                     -
        Bahan baku                                       280                     -               197                     -
        Infrastruktur                                    465                     -               517                     -
        Energi                                           181                     -               164                     -
        Teknologi                                         53                     -                43                     -
        Perindustrian                                    289                     -               242                     -
        Barang konsumen non-primer                       316                     -               355                     -
        Properti dan real estate                         101                     -                96                     -
        Kesehatan                                         95                     -               118                     -
        Transportasi dan logistik                          5                     -                 4                     -
      Reksadana berbasis ekuitas                         296                     -               313                     -
      Instrumen keuangan pendapatan tetap:
        Obligasi pemerintah                             2.168                    -             1.837                     -
        Obligasi korporasi                                396                    -               196                     -
        Reksadana pendapatan tetap                      5.750                    -             6.484                     -
        Exchange Traded Fund ("ETF")                       40                    -                24                     -
        Reksadana Indeks                                    -                    -                 5                     -
      Saham non-publik:
        Penempatan privat                                   -                 490                  -                  507
      Jumlah                                           12.425                 490             12.118                  507


      Aset program Yakes Telkom juga termasuk saham Seri B yang diterbitkan Perusahaan dengan nilai
      wajar sebesar Rp243 miliar dan Rp217 miliar yang merupakan 1,88% dan 1,72% dari keseluruhan
      aset program masing-masing pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024. Obligasi yang
      dikeluarkan oleh Perusahaan dengan nilai wajar senilai Rp85 miliar dan Rp69 miliar mewakili 0,66%
      dan 0,55% dari total aset per tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024. Perkiraan
      pengembalian ditentukan berdasarkan ekspektasi pasar untuk pengembalian keseluruhan masa
      liabilitas dengan mempertimbangkan perpaduan portofolio dari aset program. Hasil aktual aset
      program adalah Rp856 miliar dan Rp270 miliar masing-masing untuk periode sembilan bulan yang
      berakhir pada tanggal 30 September 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
      31 Desember 2024.




                                                            85
Page 89
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                   Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                        yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)

   b. Imbalan kesehatan pasca kerja (lanjutan)

      Penilaian aktuaria untuk program imbalan kesehatan pasca kerja dilakukan berdasarkan perhitungan
      pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, pada laporan masing-masing tertanggal 19 Maret 2025
      dan 1 Maret 2024 yang dilakukan oleh KKA I Gde Eka Sarmaja, FSA dan Rekan. Asumsi dasar
      aktuaria yang digunakan oleh aktuaris independen pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 adalah
      sebagai berikut:

                                                                      2024                  2023
      Tingkat diskonto                                                       7,00%                 6,75%
      Tingkat pertumbuhan beban kesehatan untuk tahun depan                  7,00%                 7,00%
      Tingkat tren beban kesehatan                                           7,00%                 7,00%
      Tahun tingkat tren beban kesehatan tercapai                             2024                  2023
      Tabel tingkat kematian di Indonesia                                     2019                  2019

   c. Imbalan pasca kerja lainnya

      Perusahaan memberikan imbalan pasca kerja lainnya dalam bentuk uang tunai yang dibayarkan pada
      saat karyawan pensiun atau saat pemutusan hubungan kerja atau meninggal dunia. Imbalan pasca
      kerja lainnya tersebut adalah Biaya Fasilitas Perumahan Terakhir (“BFPT”) dan Biaya Perjalanan
      Pensiun dan Purnabhakti (“BPP”) dan Pesangon Meninggal Dunia (“Pesangon MD”). Pesangon MD
      diberikan kepada karyawan yang meninggal dunia dengan besaran sebanyak 12 kali gaji terakhir.

      Penilaian aktuaria untuk program imbalan pasca kerja lainnya dilakukan berdasarkan perhitungan
      pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, pada laporan masing-masing tertanggal 19 Maret 2025
      dan 1 Maret 2024 yang dilakukan oleh KKA I Gde Eka Sarmaja, FSA dan Rekan. Asumsi dasar
      aktuaria yang digunakan oleh aktuaris independen pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 adalah
      sebagai berikut:

                                                                     2024                   2023
      Tingkat diskonto                                                      7,00%                  6,50%
      Tabel tingkat kematian di Indonesia                                    2019                   2019

   d. Imbalan khusus masa kerja

      Perusahaan memberikan Tunjangan Khusus Masa Kerja kepada karyawan dengan kriteria karyawan
      yang diangkat sebelum 1 Juli 2002 dan memiliki masa kerja lebih dari 30 tahun serta berakhir
      hubungan kerja setelah 19 September 2019. Jumlah tercatat liabilitas imbalan khusus masa kerja
      pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 masing-masing sebesar Rp0 miliar dan
      Rp1 miliar. Beban tunjangan masa kerja yang dibebankan adalah sebesar Rp0 miliar dan Rp0 miliar
      masing-masing untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2025 dan
      2024.

   e. Kewajiban pensiun berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan

      Berdasarkan Undang-Undang No. 11 tahun 2020 mengenai Ketenagakerjaan, Perusahaan dan
      entitas anak diharuskan untuk memberikan manfaat pensiun minimum, jika belum dipenuhi oleh
      program pensiun yang diselenggarakan, kepada para karyawannya yang mencapai usia pensiun.
      Jumlah tercatat liabilitas tambahan ini pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024
      masing-masing sebesar Rp1.205 miliar dan Rp1.064 miliar. Beban pensiun yang dibebankan adalah
      sebesar Rp152 miliar dan Rp140 miliar masing-masing untuk periode sembilan bulan yang berakhir
      pada tanggal 30 September 2025 dan 2024.




                                                 86
Page 90
                                PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                    PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                       Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                            yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                 (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)

   f. Profil jatuh tempo atas liabilitas manfaat pasti

      Waktu perkiraan pembayaran manfaat dan rata-rata tertimbang durasi atas liabilitas manfaat pasti
      pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:

                                                                   Perkiraan pembayaran manfaat
                                           Perusahaan
                                       Funded                                             Imbalan         Imbalan         Imbalan
                               Manfaat        Manfaat                                    kesehatan       pasca kerja     pasca kerja
      Jangka waktu              pasti       tambahan       Unfunded       Telkomsel      pasca kerja       lainnya      UUCK (Telkom)

      30 September 2025
      Dalam 10 tahun kedepan      18.725           35              270          9.404          7.715             197             118
      Dalam 10-20 tahun           15.035           28              110         13.131         13.311             118             488
      Dalam 20-30 tahun            8.744           15              212          8.449         13.927              66             610
      Dalam 30-40 tahun            3.079            5               20            410          7.896               2              41
      Dalam 40-50 tahun              539            1                -              -          2.142               -               -
      Dalam 50-60 tahun               37            -                -              -            340               -               -
      Dalam 60-70 tahun                1            -                -              -             62               -               -
      Dalam 70-80 tahun                -            -                -              -              7               -               -

      Rata-rata tertimbang
      durasi atas liabilitas
      manfaat pasti            8,16 tahun   8,16 tahun     6,48 tahun       8,49 tahun    13,39 tahun      5,18 tahun     10,71 tahun

      31 Desember 2024
      Dalam 10 tahun kedepan      20.107           39              277          9.404          8.153             202             118
      Dalam 10-20 tahun           15.035           28              110         13.131         13.311             118             488
      Dalam 20-30 tahun            8.744           15              212          8.449         13.927              66             610
      Dalam 30-40 tahun            3.079            5               20            410          7.896               2              41
      Dalam 40-50 tahun              539            1                -              -          2.142               -               -
      Dalam 50-60 tahun               37            -                -              -            340               -               -
      Dalam 60-70 tahun                1            -                -              -             62               -               -
      Dalam 70-80 tahun                -            -                -              -              7               -               -

      Rata-rata tertimbang
      durasi atas liabilitas
      manfaat pasti            8,16 tahun   8,16 tahun     6,48 tahun       8,49 tahun    13,39 tahun      5,18 tahun     10,71 tahun


   g. Analisis sensitivitas

      Perubahan 1% pada tingkat diskonto dan tingkat gaji akan memberikan dampak atas liabilitas manfaat
      pasti pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 sebagai berikut:

                                                       Tingkat diskonto                                  Tingkat gaji
                                             Peningkatan 1%        Penurunan 1%             Peningkatan 1%        Penurunan 1%
                                                Jumlah peningkatan (penurunan)                 Jumlah peningkatan (penurunan)
      Sensitivitas
      30 September 2025
      Didanai:
        Manfaat pasti                                    (1.793)                 2.094                    151                   (145)
      Tidak didanai                                         (11)                    13                     14                    (13)
      Telkomsel                                            (578)                   654                    717                   (644)
      Imbalan kesehatan pasca kerja                      (1.654)                 2.021                  1.933                 (1.616)
      Imbalan pasca kerja lainnya                            (9)                    10                      3                     (3)
      Imbalan pasca kerja UUCK (Telkom)                     (14)                    16                     42                    (37)

      31 Desember 2024
      Didanai:
        Manfaat pasti                                    (1.809)                 2.113                    153                   (146)
      Tidak didanai                                         (11)                    12                     13                    (12)
      Telkomsel                                            (502)                   568                    623                   (559)
      Imbalan kesehatan pasca kerja                      (1.663)                 2.031                  1.943                 (1.624)
      Imbalan pasca kerja lainnya                            (9)                    10                      3                     (3)
      Imbalan pasca kerja UUCK (Telkom)                     (12)                    14                     37                    (32)


      Analisis sensitivitas dilakukan dengan menggunakan metode yang mengekstrapolasi dampak atas
      liabilitas manfaat pasti sebagai akibat perubahan atas asumsi utama yang muncul pada akhir tahun
      pelaporan.




                                                              87
Page 91
                                 PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                     PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                        Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                             yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                  (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)

   g. Analisis sensitivitas (lanjutan)

      Hasil sensitivitas tersebut di atas menentukan dampak secara individu atas liabilitas manfaat pasti
      masing-masing program pada akhir tahun. Dalam kenyataannya, setiap program bergantung pada
      beberapa hal eksternal lain yang dapat menyebabkan liabilitas manfaat pasti bergerak baik searah
      maupun berlawanan, dan sensitivitas setiap program dapat berubah secara bervariasi dari waktu ke
      waktu.

      Tidak terdapat perubahan metode dan asumsi yang digunakan dalam menghitung analisis sensitivitas
      dari periode sebelumnya.

31. PENGHARGAAN MASA KERJA (“LONG SERVICE AWARDS” atau “LSA”)

   Telkomsel dan Telkomsat memberikan penghargaan dalam bentuk uang tunai atau sejumlah hari cuti
   tertentu kepada karyawan yang telah memenuhi syarat masa kerja tertentu, termasuk LSA dan Long
   Service Leaves (“LSL”). LSA diberikan saat karyawan mencapai kelipatan tahun tertentu atau saat
   pemutusan hubungan kerja. LSL dalam bentuk sejumlah hari cuti atau uang tunai, tergantung persetujuan
   manajemen, diberikan kepada karyawan yang memenuhi syarat masa kerja dan dengan usia minimum
   tertentu.

   Liabilitas yang timbul sehubungan dengan penghargaan ini ditentukan berdasarkan perhitungan aktuaria
   dengan menggunakan metode Projected Unit Credit sebesar Rp1.345 miliar dan Rp1.192 miliar masing-
   masing pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024. Manfaat yang dibebankan adalah
   sebesar Rp241 miliar dan Rp208 miliar masing-masing untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada
   tanggal 30 September 2025 dan 2024 (Catatan 24).

32. TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI

   a. Hubungan dan sifat saldo akun/transaksi dengan pihak berelasi

      Rincian hubungan dan sifat akun/transaksi dengan pihak berelasi yang signifikan adalah sebagai
      berikut:

      Pihak Berelasi                          Hubungan                                       Sifat Saldo Akun/Transaksi
      Pemerintah                        Pemegang saham utama            Pendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa telekomunikasi
        Menteri Keuangan                                                  lainnya, biaya pendanaan, dan investasi pada instrumen keuangan
      BUMN
        Indosat                         Entitas sepengendali          Pendapatan interkoneksi, pendapatan sewa jaringan, pendapatan atas
                                                                         penggunaan satelit transponder, beban interkoneksi, beban
                                                                         penggunaan fasilitas telekomunikasi, beban operasional dan
                                                                         pemeliharaan, dan beban atas penggunaan data jaringan sistem
                                                                         komunikasi
        PT Pertamina (Persero)          Entitas sepengendali          Pendapatan jasa internet dan data dan pendapatan jasa telekomunikasi
         (“Pertamina”)                                                   lainnya
        Bank milik negara               Entitas sepengendali          Penghasilan pendanaan dan biaya pendanaan
        BNI                             Entitas sepengendali          Pendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa telekomunikasi
                                                                         lainnya, beban konsultan, beban kesehatan karyawan, penghasilan
                                                                         pendanaan, dan biaya pendanaan
        BRI                             Entitas sepengendali        PePendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa telekomunikasi
                                                                         lainnya, penghasilan pendanaan, dan biaya pendanaan
        Bank Mandiri                    Entitas sepengendali        PePendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa telekomunikasi
                                                                         lainnya, penghasilan pendanaan, dan biaya pendanaan
        PT Perusahaan Listrik Negara    Entitas sepengendali          Pendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa telekomunikasi
         (Persero) (“PLN”)                                              lainnya, dan beban listrik
        Bahana TCW                      Entitas sepengendali          Reksa dana
        Sarana Multi Infrastruktur      Entitas sepengendali          Pinjaman lainnya dan biaya pendanaan
        BUMN lainnya                    Entitas sepengendali          Pendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa telekomunikasi
                                                                          lainnya, beban operasi, dan pembelian aset tetap
      PT Kereta Cepat Indonesia China   Entitas berelasi lainnya      Pendapatan jasa telekomunikasi lainnya
        (“KCIC”)
      Padi UMKM                         Entitas berelasi lainnya        Beban jasa operasional dan pemeliharaan, beban pencairan piutang,
                                                                          beban pelatihan, beban pengamanan internal, beban pengembangan
                                                                          dan penelitian, beban cetak dan printing, beban rapat, beban umum dan
                                                                          administrasi lainnya, beban promosi, beban iklan, beban fee penjualan,
                                                                          beban customer education, dan beban pemasaran
      Direksi                           Personil manajemen kunci        Gaji dan fasilitas
      Komisaris                         Personil manajemen kunci        Gaji dan fasilitas

                                                                   88
Page 92
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                    Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                         yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)

   a. Hubungan dan sifat saldo akun/transaksi dengan pihak berelasi (lanjutan)

      Jumlah saldo dari piutang dan utang usaha pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024
      bebas dari bunga dan penyelesaiannya akan terjadi dalam bentuk kas. Tidak ada jaminan yang
      disediakan atau diterima untuk setiap piutang dan utang usaha dengan pihak berelasi. Pada tanggal
      30 September 2025 dan 31 Desember 2024, Grup mencatat peningkatan atas kerugian penurunan
      nilai piutang usaha dari pihak berelasi sebesar Rp73 miliar dan Rp29 miliar.

   b. Transaksi yang signifikan dengan pihak berelasi

      Tabel berikut menyajikan transaksi signifikan dengan pihak terkait:

                                                   2025                                  2024
                                                      % terhadap jumlah                     % terhadap jumlah
                                        Jumlah           pendapatan         Jumlah             pendapatan
      Pendapatan
       Pemegang saham utama
        Menteri Keuangan                         139               0,13               237                0,21
       Entitas sepengendali
        Indosat                               1.767                1,61              1.703               1,52
        Pertamina                               520                0,47                486               0,43
        BNI                                     435                0,40                430               0,38
        BRI                                     229                0,21                294               0,26
        Bank Mandiri                            225                0,21                263               0,23
        Lain-lain (masing-masing
          di bawah Rp100 miliar)                456                0,42                618               0,55
       Sub-jumlah                             3.632                3,32              3.794               3,37
       Entitas berelasi lainnya                 108                0,10                296               0,26
       Entitas asosiasi                           0                0,00                  7               0,01
      Jumlah                                  3.879                3,55              4.334               3,85


                                                   2025                                  2024
                                                      % terhadap jumlah                     % terhadap jumlah
                                        Jumlah              beban           Jumlah                beban
      Beban
       Entitas sepengendali
        PLN                                   2.156               2,69           2.070                  2,59
        Indosat                                 539               0,67             460                  0,58
        Lain-lain (masing-masing
          di bawah Rp100 miliar)                251               0,31             299                  0,38
       Sub-jumlah                             2.946               3,67           2.829                  3,55
       Entitas berelasi lainnya
        Padi UMKM                               262               0,33             402                  0,50
        Lain-lain                                50               0,06              56                  0,07
       Sub-jumlah                               312               0,39             458                  0,57
       Entitas asosiasi                          68               0,08              86                  0,11
      Jumlah                                  3.326               4,14           3.373                  4,23




                                                       89
Page 93
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                    Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                         yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)

   b. Transaksi yang signifikan dengan pihak berelasi (lanjutan)

      Tabel berikut menyajikan transaksi signifikan dengan pihak terkait (lanjutan):

                                                      2025                                     2024
                                                         % terhadap jumlah                        % terhadap jumlah
                                                            penghasilan                              penghasilan
                                        Jumlah               pendanaan            Jumlah              pendanaan
      Penghasilan pendanaan
       Entitas sepengendali
        Bank milik negara                          270                    21,01             271                26,57
      Jumlah                                       270                    21,01             271                26,57


                                                      2025                                     2024
                                                         % terhadap jumlah                        % terhadap jumlah
                                         Jumlah           biaya pendanaan         Jumlah           biaya pendanaan
      Biaya pendanaan
       Pemegang saham utama
        Menteri Keuangan                              -                       -               1                 0,03
       Entitas sepengendali
        Bank milik negara                         1.024                   25,40             809                20,97
        Sarana Multi Infrastruktur                    -                       -               8                 0,21
      Jumlah                                      1.024                   25,40             818                21,21

                                                      2025                                     2024

                                                              % terhadap jumlah                    % terhadap jumlah
                                         Jumlah                   pembelian       Jumlah               pembelian
      Pembelian aset tetap
       Entitas sepengendali                         32                    0,21               25                0,14
      Jumlah                                        32                    0,21               25                0,14

                                                      2025                                     2024
                                                         % terhadap jumlah                        % terhadap jumlah
                                         Jumlah             pendapatan            Jumlah             pendapatan
      Distribusi kartu SIM dan
       voucer
       Entitas asosiasi                             52                    0,05               81                0,07
      Jumlah                                        52                    0,05               81                0,07


   c. Saldo dengan pihak berelasi

      Tabel berikut menyajikan transaksi signifikan dengan pihak terkait:

                                             30 September 2025                        31 Desember 2024
                                                      % terhadap jumlah                        % terhadap jumlah
                                         Jumlah              aset                 Jumlah              aset
      Kas dan setara kas
        (Catatan 3)                           25.396                       8,70        26.217                   8,75
      Aset keuangan lancar lainnya
        (Catatan 4)                                961                     0,33             918                 0,31
      Piutang usaha
        (Catatan 5)                               2.480                    0,85            2.350                0,78

      Aset kontrak
       Pemegang saham utama
        Menteri Keuangan                            19                     0,01              16                 0,01
       Entitas sepengendali                        189                     0,06             193                 0,06
       Entitas asosiasi                              1                     0,00               1                 0,00
       Entitas berelasi lainnya                      4                     0,00               3                 0,00
      Jumlah                                       213                     0,07             213                 0,07

      Aset lancar lainnya                          145                     0,05             138                 0,05
      Aset tidak lancar lainnya                     13                     0,00              12                 0,00

                                                         90
Page 94
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                    Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                         yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)

   c. Saldo dengan pihak berelasi (lanjutan)

      Tabel berikut menyajikan transaksi signifikan dengan pihak terkait (lanjutan):

                                            30 September 2025                     31 Desember 2024
                                                     % terhadap jumlah                     % terhadap jumlah
                                        Jumlah            liabilitas          Jumlah            liabilitas
      Utang usaha (Catatan 15)
       Pemegang saham utama
         Menteri Keuangan                         17               0,01                   17            0,01
       Entitas sepengendali
         BUMN                                   202                0,15                 317             0,23
         Indosat                                248                0,18                 212             0,15
       Sub-jumlah                               450                0,33                 529             0,38
       Entitas asosiasi                           2                0,00                  20             0,01
       Entitas berelasi lainnya                  80                0,06                  60             0,04
      Jumlah                                    549                0,40                 626             0,44

      Beban yang masih harus
       dibayar
       Entitas sepengendali
         BUMN                                    282               0,21                  209            0,15
         Bank milik negara                        48               0,04                   81            0,06
         Lain-lain                                 1               0,00                    -               -
       Sub-jumlah                                331               0,25                  290            0,21
       Entitas asosiasi                            0               0,00                    1            0,00
      Jumlah                                     331               0,25                  291            0,21

      Liabilitas kontrak
        Pemegang saham utama
         Menteri Keuangan                         55               0,04                   90           0,07
        Entitas sepengendali
         BUMN                                    478               0,35                 474            0,35
         Lain-lain                                 2               0,00                   1            0,00
        Sub-jumlah                               480               0,35                 475            0,35
        Entitas asosiasi                           5               0,00                   7            0,01
        Entitas berelasi lainnya
         KCIC                                  1.028               0,75                1.113           0,81
         Lain-lain                                 5               0,00                    4           0,00
        Sub-jumlah                             1.033               0,75                1.117           0,81
      Jumlah                                   1.573               1,14                1.689           1,24

      Deposit dari pelanggan                      19               0,01                  19            0,01
      Utang bank jangka pendek
       (Catatan 18)                            1.270               0,93                5.554           4,05
      Utang bank jangka panjang
       (Catatan 19b)                          22.035              16,10            15.943             11,62




                                                   91
Page 95
                           PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
               PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                  Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                       yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
            (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)

   d. Perjanjian signifikan dengan pihak berelasi

      Indosat

      Perusahaan mengadakan perjanjian dengan Indosat untuk menyelenggarakan jasa telekomunikasi
      internasional kepada masyarakat.

      Perusahaan juga mengadakan perjanjian interkoneksi dengan Indosat antara jaringan telepon tidak
      bergerak (“Public Switched Telephone Network” atau “PSTN”) milik Perusahaan dan jaringan
      telekomunikasi bergerak selular (“Global System for Mobile Communications” atau “GSM”) milik
      Indosat dalam rangka penyelenggaraan jasa Indosat Multimedia Mobile serta penyelesaian hak dan
      liabilitas interkoneksi terkait.

      Perusahaan juga mengadakan perjanjian dengan Indosat untuk interkoneksi jaringan telekomunikasi
      bergerak selular GSM milik Indosat dengan PSTN Perusahaan yang memungkinkan pelanggan
      masing-masing perusahaan untuk melakukan panggilan domestik antara jaringan telekomunikasi
      bergerak selular GSM milik Indosat dan jaringan tidak bergerak Perusahaan, serta memungkinkan
      pelanggan Indosat untuk mengakses jasa Sambungan Langsung Internasional (“SLI”) Perusahaan
      dengan menekan “007”.

      Pemilik Indosat, Ooredoo telah melakukan merger dengan Tri, CK Hutchison Holdings (“CKHH”)
      dengan menggabungkan perusahaan mereka menjadi Indosat Ooredoo Hutchison. Dengan adanya
      merger ini dan Peraturan Menkominfo terbaru No. 5 tahun 2021, Perusahaan telah melakukan
      amandemen perjanjian kerjasama interkoneksi untuk jaringan tidak bergerak (lokal, Sambungan
      Langsung Jarak Jauh (“SLJJ”), dan internasional) dan jaringan bergerak pada tanggal 30 Mei 2023
      dalam rangka implementasi liabilitas tarif berbasis biaya berdasarkan Dokumen Penawaran
      Interkoneksi tahun 2014.

      Perusahaan juga menyediakan sewa sirkit kepada Indosat dan entitas anaknya, yaitu
      PT Aplikanusa Lintasarta (“Lintasarta”). Saluran ini dapat digunakan perusahaan-perusahaan
      tersebut untuk hubungan telepon, telegraf, data, teleks, faksimili, atau jasa telekomunikasi lainnya.

   e. Remunerasi personil manajemen kunci dan pengawas

      Personil manajemen kunci adalah Dewan Direksi Perusahaan dan personil pengawas adalah Dewan
      Komisaris.

      Perusahaan memberikan remunerasi dalam bentuk gaji/honorarium dan fasilitas untuk mendukung
      tata kelola dan tugas pengawasan Dewan Komisaris, serta tugas kepemimpinan dan manajemen
      Dewan Direksi. Jumlah remunerasi tersebut adalah sebagai berikut:

                                                 2025                                  2024
                                                   % terhadap jumlah                     % terhadap jumlah
                                     Jumlah              beban             Jumlah              beban
      Dewan Direksi                        358                0,45%              420                0,53%
      Dewan Komisaris                      118                0,15%              145                0,18%

      Jumlah yang disajikan pada tabel di atas adalah jumlah yang diakui sebagai beban umum dan
      administrasi selama periode laporan keuangan.




                                                   92
Page 96
                               PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                   PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                      Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                           yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
33. SEGMEN OPERASI

   Grup memiliki empat segmen utama yang dilaporkan, yaitu mobile, consumer, enterprise, dan WIB.
   Segmen mobile menyediakan produk mobile voice, SMS, value added services, dan mobile broadband.
   Segmen consumer menyediakan jasa IndiHome (terdiri dari jasa telepon tidak bergerak, TV berbayar,
   dan internet), dan jasa telekomunikasi lainnya yang diberikan kepada pelanggan perumahan. Segmen
   enterprise menyediakan solusi end-to-end ke pelanggan korporat dan institusional. Segmen WIB
   menyediakan jasa interkoneksi, akses broadband, teknologi informasi, data, dan jasa internet yang
   diberikan ke operator telekomunikasi lainnya dan pelanggan internasional. Segmen lain-lain
   menyediakan produk konten digital (musik dan game), big data, Business to Business (“B2B”) Commerce,
   serta layanan keuangan yang diberikan kepada pelanggan perorangan maupun korporasi. Tidak terdapat
   segmen operasi yang digabungkan dalam menentukan laporan segmen.

   Manajemen memantau hasil operasi unit bisnis secara terpisah untuk tujuan pengambilan keputusan
   tentang alokasi sumber daya dan penilaian kinerja. Kinerja segmen dinilai berdasarkan laba atau rugi
   usaha segmen yang diukur sesuai dengan laba atau rugi usaha dalam laporan keuangan konsolidasian.
   Namun demikian, kegiatan pendanaan dan pajak penghasilan dikelola pada level grup serta tidak
   dievaluasi secara terpisah dan tidak dialokasikan ke segmen operasi.

   Pendapatan dan beban segmen meliputi juga transaksi antar segmen operasi dan dinilai sebesar nilai
   yang dipercaya manajemen untuk merepresentasikan nilai pasar.

                                                                                   2025
                                                                                                                Penyesuaian
                                                                                                    Total           dan        Jumlah
                               Mobile      Consumer     Enterprise    WIB            Lain-lain     segmen        eliminasi  konsolidasian
   Hasil segmen
   Pendapatan
     Pendapatan eksternal       59.071       19.793        14.885      14.166             1.416     109.331             286       109.617
     Pendapatan antar segmen     2.478          (70)       16.843      15.191               675      35.117         (35.117)            -
   Jumlah pendapatan segmen     61.549       19.723        31.728      29.357             2.091     144.448         (34.831)      109.617

   Hasil segmen                 16.780        6.527          1.267      6.294              (403)     30.465          (4.043)       26.422
   Informasi lain
   Pembelian barang modal        (7.600)      (3.598)       (1.065)    (3.056)               (2)     (15.321)          (125)      (15.446)
   Penyusutan dan amortisasi    (15.381)      (5.161)       (2.254)    (5.239)              (12)     (28.047)         2.980       (25.067)
   Provisi diakui selama
     periode berjalan             (413)        (552)          (345)      (124)              (17)      (1.451)             3        (1.448)



                                                                                   2024
                                                                                                                Penyesuaian
                                                                                                    Total           dan        Jumlah
                               Mobile      Consumer     Enterprise    WIB            Lain-lain     segmen        eliminasi  konsolidasian
   Hasil segmen
   Pendapatan
     Pendapatan eksternal       62.871       19.644        15.150      13.410               733     111.808             411      112.219
     Pendapatan antarsegmen      2.309           99        18.487      15.875             1.319      38.089         (38.089)           -
   Jumlah pendapatan segmen     65.180       19.743        33.637      29.285             2.052     149.897         (37.678)     112.219

   Hasil segmen                 19.631        6.554           333       6.966              (865)     32.619          (3.002)      29.617
   Informasi lain
   Pembelian barang modal        (9.065)      (3.667)       (2.052)    (2.602)               (7)     (17.393)           (90)      (17.483)
   Penyusutan dan amortisasi    (15.564)      (4.417)       (2.563)    (5.019)              (14)     (27.577)         3.327       (24.250)
   Provisi diakui selama
     periode berjalan             (108)        (415)          (282)         (32)             (7)       (844)           (145)         (989)




                                                                 93
Page 97
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                   Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                        yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
33. SEGMEN OPERASI (lanjutan)

   Penyesuaian dan eliminasi:

   a. Rekonsiliasi pendapatan:

                                                                 2025                       2024
      Jumlah pendapatan segmen                                       144.448                       149.897
      Pendapatan dari segmen non-operasi lainnya                          286                          411
      Penyesuaian dan eliminasi antar segmen                          (35.117)                     (38.089)
      Pendapatan konsolidasi                                         109.617                       112.219

   b. Rekonsiliasi hasil segmen:

                                                                 2025                       2024
      Jumlah hasil segmen                                               30.465                      32.619
      Rugi usaha dari segmen non-operasi lainnya                        (2.487)                     (1.435)
      Penyesuaian dan eliminasi antar segmen                             1.195                       1.266
      Penghasilan pendanaan                                              1.285                       1.020
      Biaya pendanaan                                                   (4.031)                     (3.857)
      Bagian laba (rugi) investasi jangka panjang
       pada entitas asosiasi                                                (5)                          4
      Laba sebelum pajak penghasilan konsolidasi                        26.422                      29.617

   c. Rekonsiliasi pembelian barang modal:

                                                                 2025                       2024
      Jumlah pembelian barang modal segmen                              (15.321)                   (17.393)
      Pembelian barang modal dari
       segmen non-operasi lainnya                                          (125)                       (90)
      Pembelian barang modal konsolidasi                                (15.446)                   (17.483)

   d. Rekonsiliasi penyusutan dan amortisasi:

                                                                 2025                       2024
      Jumlah penyusutan dan amortisasi segmen                           (28.047)                   (27.577)
      Penyusutan dan amortisasi dari segmen
       non-operasi lainnya                                                 (146)                      (154)
      Penyesuaian dan eliminasi antar segmen                              3.126                      3.481
      Penyusutan dan amortisasi konsolidasi                             (25.067)                   (24.250)




                                                 94
Page 98
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                   Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                        yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
33. SEGMEN OPERASI (lanjutan)

   Penyesuaian dan eliminasi (lanjutan):

   e. Rekonsiliasi provisi diakui selama periode berjalan:

                                                                   2025                     2024
       Jumlah provisi diakui segmen                                         (1.451)                  (844)
       Provisi diakui selama periode berjalan dari
        segmen non-operasi lainnya                                              (5)                   (15)
       Penyesuaian dan eliminasi antar segmen                                    8                   (130)
       Provisi yang diakui selama
        periode berjalan konsolidasi                                        (1.448)                  (989)

   Informasi geografis:

                                                                   2025                     2024
    Pendapatan eksternal
     Indonesia                                                            102.523                  105.853
     Luar negeri                                                            7.094                    6.366
    Jumlah                                                                109.617                  112.219

   Informasi terkait pendapatan di atas didasarkan pada lokasi pelanggan.

   Tidak terdapat pendapatan dari pelanggan utama yang melebihi 10% dari total pendapatan pada periode
   sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2025 dan 2024.

                                                             30 September 2025        31 Desember 2024
   Aset operasional tidak lancar
    Indonesia                                                             183.435                  187.158
    Luar negeri                                                             2.790                    2.850
   Jumlah                                                                 186.225                  190.008

   Aset operasional tidak lancar untuk tujuan pelaporan segmen ini terdiri dari aset tetap dan aset
   takberwujud.

34. TARIF JASA TELEKOMUNIKASI

   Berdasarkan UU No. 36 tahun 1999 dan Peraturan Pemerintah No. 52 tahun 2000, tarif penyelenggaraan
   jaringan dan/atau jasa telekomunikasi ditetapkan oleh penyelenggara berdasarkan jenis tarif, struktur,
   dan dengan mengacu pada formula batasan tarif jasa telekomunikasi yang ditetapkan oleh Pemerintah.
   Kemudian, peraturan tersebut digantikan dengan UU No. 11 tahun 2020 dan Peraturan Pemerintah
   No.46 tahun 2021 yang membuat menteri yang berwenang dapat menetapkan tarif batas atas dan/atau
   tarif batas bawah.

   a. Tarif telepon tidak bergerak

      Pemerintah telah mengeluarkan formula penyesuaian tarif yang diatur dalam Peraturan Menkominfo
      No. 5/2021 tanggal 31 Maret 2021 tentang “Penyelenggaraan Telekomunikasi”. Peraturan ini
      menggantikan peraturan sebelumnya Peraturan Menkominfo No. 15/PER/M.KOMINFO/4/2008
      tanggal 30 April 2008.

      Berdasarkan peraturan tersebut, struktur tarif jasa teleponi dasar yang disalurkan melalui jaringan
      tetap terdiri dari:
      i.   Biaya aktivasi;
      ii. Biaya berlangganan bulanan;
      iii. Biaya penggunaan; dan
      iv. Biaya fasilitas tambahan.
                                                     95
Page 99
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                   Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                        yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
34. TARIF JASA TELEKOMUNIKASI (lanjutan)

   b. Tarif telepon selular

      Pada tanggal 31 Maret 2021, Menkominfo mengeluarkan Peraturan Menkominfo No. 5/2021 yang
      memberikan pedoman penetapan tarif selular dengan formula yang terdiri dari biaya elemen jaringan
      dan biaya aktivitas layanan ritel.

      Berdasarkan peraturan Menkominfo No. 5/2021, tarif selular untuk penyelenggaraan jasa
      telekomunikasi yang terhubung melalui jaringan selular bergerak terdiri dari:
      i.   Tarif jasa teleponi dasar;
      ii. Tarif jelajah; dan/atau
      iii. Tarif jasa multimedia.

      dengan struktur tarif sebagai berikut:
      i.   Biaya aktivasi;
      ii. Biaya berlangganan bulanan; dan/atau
      iii. Biaya penggunaan.

   c. Tarif interkoneksi

      Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (“BRTI”), dalam suratnya No. 262/BRTI/XII/2011 tanggal
      12 Desember 2011, memutuskan untuk mengubah tarif interkoneksi SMS menjadi berbasis biaya
      dengan tarif maksimal sebesar Rp23 per SMS efektif sejak tanggal 1 Juni 2012 dan berlaku untuk
      seluruh operator penyelenggara telekomunikasi.

      Berdasarkan       surat    Direktur    Jenderal   Penyelenggaraan    Pos    dan     Informatika
      No. 118/KOMINFO/DJPPI/PI.02.04/01/2014 tanggal 30 Januari 2014, Direktur Jenderal
      Penyelenggaraan Pos dan Informatika memutuskan untuk menerapkan tarif interkoneksi baru yang
      berlaku efektif sejak 1 Februari 2014 sampai dengan 31 Desember 2016 dan dapat dievaluasi setiap
      tahun oleh BRTI. Sebagai tindak lanjut, Perusahaan dan Telkomsel diminta untuk menyampaikan
      usulan Dokumen Penawaran Interkoneksi (“DPI”) kepada BRTI untuk dievaluasi.

      Selanjutnya, BRTI melalui suratnya No. 60/BRTI/III/2014 tanggal 10 Maret 2014 dan
      No. 125/BRTI/IV/2014 tanggal 24 April 2014 menyetujui revisi DPI Telkomsel dan Perusahaan terkait
      tarif interkoneksi. Melalui surat tersebut, BRTI juga menyetujui perubahan tarif interkoneksi SMS
      menjadi Rp24 per SMS.

      Pada tanggal 18 Januari 2017, BRTI melalui suratnya No. 20/BRTI/DPI/I/2017 dan
      No. 21/BRTI/DPI/I/2017, memutuskan untuk tetap memberlakukan tarif interkoneksi sesuai dengan
      DPI Perusahaan dan Telkomsel tahun 2014 sampai dengan tarif interkoneksi yang baru ditetapkan.

   d. Tarif sewa jaringan

      Pada tahun 2008 Direktur Jendral Pos dan Telekomunikasi Indonesia menerbitkan peraturan No. 115
      tahun 2008 yang mengatur tentang Perjanjian Dokumen Jenis Layanan Sewa Jaringan, Tarif Layanan
      Sewa Jaringan, Kapasitas Tersedia Layanan Sewa Jaringan, Kualitas Layanan Sewa Jaringan, dan
      Prosedur Penyediaan Layanan Sewa Jaringan yang Dimiliki oleh Penyedia Layanan Sewa Jaringan
      Dominan sesuai dengan usulan Perusahaan. Selanjutnya, berdasarkan peraturan Menkominfo
      No. 5/2021, Pemerintah mengatur bentuk, jenis, struktur dan perhitungan tarif untuk jasa yang
      berhubungan dengan sewa jaringan.

   e. Tarif jasa lainnya

      Tarif sewa satelit, jasa teleponi, dan multimedia lainnya ditentukan oleh penyedia layanan dengan
      memperhitungkan berbagai pengeluaran dan harga pasar. Pemerintah hanya menetapkan formula
      tarif untuk layanan teleponi dasar. Tidak ada aturan untuk tarif atas jasa-jasa lainnya.


                                                 96
Page 100
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                    Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                         yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
35. IKATAN, PERJANJIAN SIGNIFIKAN, DAN LAINNYA

   a. Pembelian barang modal

      Pada tanggal 30 September 2025, jumlah ikatan pembelian barang modal adalah sebesar
      Rp13.044 miliar dan U$173 juta, dan mata uang lainnya setara Rp24 miliar.

      Jumlah di atas termasuk perjanjian-perjanjian signifikan berikut:

       Pihak yang terkait dengan kontrak          Periode perjanjian        Bagian yang signifikan dari perjanjian
                                                                           Perjanjian dan Pengadaan Development
                                                                           and Rollout Agreement ("DRA") dan
                                                 12 September 2019 -
       Telkomsel dan PT Phincon                                            Technical Support Agreement ("TSA")
                                                 11 September 2027
                                                                           Customer Relationship Management
                                                                           ("CRM") Solution System Integrator
       Telkomsel, PT Ericsson Indonesia,
                                                 1 Februari 2021 -         Perjanjian Pengadaan Radio Ultimate
       PT Huawei Tech Investment, dan
                                                 31 Januari 2027           Solution ("ROA") dan TSA
       PT ZTE Indonesia
       Telkomsat dan Thales Alenia Space         28 Oktober 2021 -         Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan
       France ("TAS")                            27 Oktober 2037           Sistem Satelit HTS 113BT
       Telkomsel dan PT Ericsson                 13 Februari 2022 -        Perjanjian Pengadaan CS Core Solution
       Indonesia                                 12 Februari 2025*         ROA dan TSA
       Telkomsel dan PT Lintas Teknologi         13 Februari 2022 -        Perjanjian Pengadaan CS Core Solution
       Indonesia                                 12 Februari 2025*         ROA dan TSA
       Telkomsel dan PT Huawei Tech              24 Maret 2022 -
                                                                           Perjanjian Pengadaan GGSN
       Investment                                24 Maret 2025*
       Telkomsel, Amdocs Software                                          Perjanjian Online Charging System
                                                 8 Oktober 2024 -
       Solutions Limited Liability Company,                                (“OCS”) dan Service Control Points
                                                 7 Oktober 2029
       dan PT Application Solutions                                        (“SCP”) System Solution Development
       Telkomsel dan PT Application              8 Oktober 2024 -
                                                                           TSA untuk OCS dan SCP
       Solutions                                 7 Oktober 2029
                                                                           Perjanjian Kontrak terhadap General
                                                 14 Oktober 2024 -
       TDE dan PT ZTE Indonesia                                            Contractor ("GC") untuk Proyek Delta
                                                 14 Oktober 2027
                                                                           Level-2 Fit Out Works
                                                                           Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan
       Perusahaan dan PT Putra Arga              12 Desember 2024 -
                                                                           OTN Metro ("OTM") Future State
       Binangun                                  11 Desember 2026
                                                                           Architecture ("FSA") - Platform ZTE
                                                                           Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan
       Perusahaan dan PT Lintas Teknologi        13 Desember 2024 -
                                                                           OTN Metro ("OTM") Future State
       Indonesia                                 12 Desember 2026
                                                                           Architecture ("FSA") - Platform Nokia
                                                                           Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan
       Perusahaan dan PT Packet Systems          18 Desember 2024 -
                                                                           OTN Metro ("OTM") Future State
       Indonesia                                 17 Desember 2026
                                                                           Architecture ("FSA") - Platform Huawei
                                                 3 Januari 2025 -          Perjanjian untuk General Contractor for
       TDI dan KSO-PP Adhi
                                                 26 Februari 2026          Data Center Construction
                                                                           Perjanjian untuk Supply, Delivery,
                                                 17 Januari 2025 -
       TDI dan PT Trakindo Utama Tbk.                                      Installation, Testing and Commissioning
                                                 14 Januari 2026
                                                                           Generator and Fuel System
                                                                           Perjanjian Pengadaan Next Generation of
       Telkomsel dan PT Ericsson                 23 Januari 2025 -
                                                                           Gateway GPRS Support Node ("GGSN")
       Indonesia                                 22 Januari 2028
                                                                           (Virtualized EPC)
                                                                           Perjanjian Pengadaan Next Generation of
       Telkomsel dan PT Lintas Teknologi         8 April 2025 -
                                                                           Gateway GPRS Support Node ("GGSN")
       Indonesia                                 7 April 2028
                                                                           (Virtualized EPC)
                                                                           Perjanjian Pengadaan Next Generation of
       Telkomsel dan PT Cahaya Mutiara           26 Mei 2025 -
                                                                           Gateway GPRS Support Node ("GGSN")
       Mandiri                                   25 Mei 2028
                                                                           (Virtualized EPC)
      * Sampai dengan tanggal otorisasi laporan keuangan konsolidasian ini, Telkomsel masih melakukan proses perpanjangan
      perjanjian.




                                                         97
Page 101
                                 PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                     PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                        Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                             yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                  (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
35. IKATAN, PERJANJIAN SIGNIFIKAN, DAN LAINNYA (lanjutan)

   b. Perjanjian pinjaman dan fasilitas kredit lainnya

      (i)    Pada tanggal 30 September 2025, Perusahaan memiliki fasilitas bank garansi untuk jaminan
             penawaran (tender bond), pelaksanaan (performance bond), pemeliharaan (maintenance bond),
             setoran jaminan, dan uang muka (advance payment bond) berbagai proyek Perusahaan, dengan
             rincian sebagai berikut:
             78




                                                         Akhir periode
             Kreditur            Jumlah fasilitas           fasilitas      Mata uang asal   Fasilitas yang digunakan
             BRI                                 500     14 Maret 2026           Rp                                5
             BNI                                 500     31 Maret 2026           Rp                               37
             Bank Mandiri                        500      21 Juni 2026           Rp                              108
             Jumlah                            1.500                                                             150


              Perusahaan memiliki fasilitas bank yang cukup untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya
              (Catatan 37b.v)

      (ii)    Pada tanggal 30 September 2025, Telkomsel memiliki fasilitas bank garansi untuk berbagai
              macam proyek sebagai berikut:
                                                         Akhir periode
             Kreditur            Jumlah fasilitas          fasilitas       Mata uang asal   Fasilitas yang digunakan
             BRI                              1.000    25 September 2028        Rp                              618
             BNI                              2.100    11 Desember 2025         Rp                            1.414
                                              3.100                                                           2.032



              Fasilitas bank garansi dengan BRI dan BNI sebagian besar untuk performance bond dan surety
              bond of radio frequency (Catatan 35c.i)

      (iii) Telin memiliki fasilitas bank garansi dari Bank Mandiri dan BRI dengan batas kredit maksimum
            masing-masing sebesar US$25 juta dan US$5 juta atau setara dengan Rp403 miliar dan
            Rp81 miliar. Pada tanggal 30 September 2025, tidak terdapat fasilitas bank garansi yang
            digunakan.

   c. Lainnya

      (i)    Penggunaan frekuensi radio

             Berdasarkan UU No. 36 Tahun 1999, penggunaan spektrum frekuensi radio dan biaya
             penggunaan frekuensi radio ditetapkan oleh pemerintah. Berdasarkan Surat Keputusan
             Menkominfo No. 025/TEL.01.02/2022 Tahun 2022 tanggal 28 Januari 2022, Menkominfo
             memberikan hak kepada Telkomsel untuk layanan telekomunikasi bergerak dengan pita
             frekuensi radio di 800 MHz, 900 MHz, 1.800 MHz, 2,1 GHz, dan 2,3 GHz; dan layanan
             telekomunikasi dasar.

             Berdasarkan Surat Keputusan Menkominfo No. 509 Tahun 2016, No. 1896 Tahun 2017, No. 806
             Tahun 2019, No. 620 Tahun 2020, No. 178 Tahun 2021 dan No. 479 Tahun 2022, No. 90 Tahun
             2023 dan No. 188 Tahun 2023 Telkomsel disyaratkan antara lain, untuk:
             1. Menyerahkan surety bond setiap tahunnya sebesar Rp1,03 triliun untuk pita frekuensi
                 2,3 GHz.
             2. Menyerahkan surety bond setiap tahunnya sebesar Rp360 miliar untuk pita frekuensi
                 2,3 GHz Blok A dan C.
             3. Menyerahkan surety bond sebesar Rp617 miliar untuk pita frekuensi 2,1 GHz.
             4. Membayar iuran tahunan Biaya Hak Penyelenggara (“BHP”) selama jangka waktu lisensi
                 sebagaimana ditetapkan dalam Surat Keputusan. BHP terutang pada saat diterimanya Surat
                 Pemberitahuan Pembayaran dari DJPPI. Iuran tahunan BHP terutang sampai dengan
                 berakhirnya periode lisensi.


                                                         98
Page 102
                                PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                    PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                       Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                            yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                 (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
35. IKATAN, PERJANJIAN SIGNIFIKAN, DAN LAINNYA (lanjutan)

   c. Lainnya (lanjutan)

      (i)   Penggunaan frekuensi radio (lanjutan)

            Berikut adalah izin penggunaan frekuensi radio pada Telkomsel, atas izin tersebut Telkomsel
            terutang BHP setiap tahun hingga masa lisensi berakhir:

            1.     Pita frekuensi radio 800 MHz, 900 MHz, dan 1.800 MHz

                   Berdasarkan Surat Keputusan Menkominfo No. 620 Tahun 2020, terkait dengan
                   perpanjangan penetapan pita frekuensi radio 800 MHz, 900 MHz, dan 1.800 MHz, sehingga
                   Telkomsel harus membayar biaya penggunaan frekuensi tahunan pada tahun 2020 sampai
                   2030.

            2.     Pita frekuensi radio sampai 2,1 GHz

                              No. Izin                                   Deskripsi
                    Surat Keputusan Menkominfo      Pada 27 Februari 2023, Telkomsel memperoleh izin
                    No. 90 Tahun 2023 amd. Surat    penggunaan tahunan atas penggunaan pita frekuensi
                    Keputusan Menkominfo            radio 1.975 - 1.980 MHz berpasangan dengan 2.165 -
                    No. 76 Tahun 2023               2.170 MHz sampai dengan 18 Maret 2033.
                    Surat Keputusan Menkominfo      Menkominfo menyetujui Telkomsel untuk perpanjangan
                    No. 509 Tahun 2016 amd.         izin atas penggunaan pita frekuensi 1.970 - 1.975 MHz
                    Surat Keputusan Menkominfo      berpasangan dengan 2.160 - 2.165 MHz sampai
                    No. 76 Tahun 2023               dengan 28 Maret 2026.
                    Surat Keputusan Menkominfo      Menkominfo menyetujui Telkomsel untuk perpanjangan
                    No. 806 Tahun 2019 amd.         izin atas penggunaan pita frekuensi 1.965 - 1.970 MHz
                    Surat Keputusan Menkominfo      berpasangan dengan 2.155 - 2.160 MHz sampai
                    No. 76 Tahun 2023               dengan 30 September 2029.
                    Surat Keputusan Menkominfo      Telkomsel sebagai pemenang lelang dan berhak atas
                    No. 479 Tahun 2022 amd.         penggunaan tahunan atas pita frekuensi radio 1.960 -
                    Surat Keputusan Menkominfo      1.965 MHz berpasangan dengan 2.150 - 2.155 MHz,
                    No. 76 Tahun 2023               terhitung sejak 11 Januari 2023 sampai dengan
                                                    10 Januari 2033.

            3.     Pita frekuensi radio sampai 2,3 GHz

                               No. Izin                                     Deskripsi
                    Surat Keputusan Menkominfo      Telkomsel sebagai pemenang atas hak penggunaan
                    No. 1896 tahun 2017             pita frekuensi radio 2.300 - 2.330 Mhz sampai dengan
                                                    2026.
                    Surat Keputusan Menkominfo      Telkomsel sebagai pemenang atas penggunaan pita
                    No. 178 Tahun 2021              frekuensi radio 2.330 - 2.340 MHz berpasangan dengan
                                                    2.340 - 2.350 MHz masing-masing untuk Blok A dan C
                                                    sampai dengan 2030.
                    Surat Keputusan Menkominfo      Pada 18 November 2022, Telkomsel memperoleh
                    No. 487 Tahun 2022 amd.         pengalihan hak penggunaan pita frekuensi radio 2.340 -
                    Surat Keputusan Menkominfo      2.355 MHz berpasangan dengan 2.330 - 2.360 MHz
                    No. 92 Tahun 2023               sampai dengan 17 November 2029.
                    Surat Keputusan Menkominfo      Pada 18 April 2023, Telkomsel diberikan persetujuan
                    No. 188 Tahun 2023              untuk mengalihkan sebagian hak penggunaan spektrum
                                                    frekuensi radio 2,3 GHz kepada PT Smart Telecom.


                                                     99
Page 103
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                          yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
35. IKATAN, PERJANJIAN SIGNIFIKAN, DAN LAINNYA (lanjutan)
   c. Lainnya (lanjutan)
      (ii)   Perjanjian kerjasama spektrum frekuensi radio
             Menkominfo memberikan persetujuan atas kerja sama penggunaan spektrum frekuensi radio
             kepada Telkomsel dan KCIC melalui Surat Keputusan No. B-171/M.KOMINFO/SP.01.01/03/2023
             tanggal 17 Maret 2023 mengenai Persetujuan Kerja Sama Penggunaan Spektrum Frekuensi
             Radio pada rentang 891 - 895 MHz berpasangan dengan 936 - 940 MHz, dengan jangka waktu
             sampai dengan tanggal 14 Desember 2030.
             Sebagai akibat dari perjanjian ini, KCIC akan membayar sejumlah kompensasi kepada Telkomsel
             yaitu kompensasi biaya penggunaan tahunan sebesar Rp878 miliar per tahun, biaya jaringan
             pengganti sebesar Rp1.250 miliar, serta biaya operasional dan perawatan tambahan.
      (iii) Perjanjian kerjasama sebagai pemasok produk Google
             Pada tanggal 10 November 2022, Sigma dan PT Google Cloud Indonesia (”Google”)
             menandatangani perjanjian kerjasama yang memberikan wewenang kepada Sigma sebagai
             pemasok produk Google. Perjanjian ini mensyaratkan Sigma untuk memenuhi komitmen
             minimum pembelian produk Google selama tiga tahun dan berkewajiban untuk membayar selisih
             antara realisasi nilai pembelian produk Google dengan komitmen minimum tersebut.
      (iv) Perjanjian Jual Beli Bersyarat Telkomsel dengan PT Dhost Telekomunikasi Nusantara ("Dhost")
             Pada tanggal 26 Juni 2024, Telkomsel menandatangani Perjanjian Jual Beli Bersyarat dengan
             Dhost untuk penjualan 850 unit in-building telecommunication coverage antenna system (“IBS”)
             dengan jumlah imbalan sebesar Rp685 miliar. Kemudian 689 unit dari IBS tersebut digunakan
             oleh Dhost utuk memenuhi jasa in-building coverage kepada Telkomsel. Transaksi ini tidak
             memenuhi kriteria sewa berdasarkan PSAK 116 dan Telkomsel mencatat keuntungan penjualan
             sebesar Rp642 miliar.
      (v) KPU
             Pada tanggal 27 Desember 2011, Telkomsel (atas nama Konsorsium Telkomsel, konsorsium
             yang dibentuk dengan Mitratel pada 9 Desember 2011) ditunjuk oleh Balai Penyedia dan
             Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (“BPPPTI”), sekarang Badan
             Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (“BAKTI”), sebagai penyedia Program KPU di daerah
             perbatasan dengan total harga sebesar Rp261 miliar. Pada tahun 2015, program tersebut
             dihentikan. Pada Januari 2016, Telkomsel mengajukan klaim arbitrase ke Badan Arbitrase
             Nasional Indonesia (“BANI”) terkait penyelesaian dari sisa piutang atas penyelenggaraan
             program tersebut.
             Pada tanggal 22 Juni 2017, Telkomsel menerima surat keputusan BANI No. 792/1/ARB-
             BANI/2016 yang menginstruksikan BAKTI untuk membayar kompensasi kepada Telkomsel
             sebesar Rp218 miliar, dan sampai penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini Telkomsel
             telah menerima pembayaran dari BAKTI sebesar Rp91 miliar (sebelum dikurangi pajak) dan sisa
             kompensasi masih belum dibayarkan.
             Menkominfo menerbitkan Peraturan Menkominfo No. 5 Tahun 2021 tanggal 31 Maret 2021 yang
             menggantikan peraturan sebelumnya terkait kebijakan program KPU. Peraturan tersebut
             mengharuskan penyelenggara telekomunikasi untuk memberikan kontribusi sebesar 1,25% dari
             pendapatan kotor penyelenggaraan telekomunikasi (dengan mempertimbangkan piutang tidak
             tertagih dari penyelenggaraan telekomunikasi dan/atau beban interkoneksi dan/atau beban
             ketersambungan dan/atau pendapatan yang tidak diperhitungkan sebagai pendapatan kotor
             penyelenggara telekomunikasi) untuk pengembangan KPU.
             Berdasarkan Surat Keputusan No. 827/KOMINFO/BAKTI.31/KS.1/10/2021 tanggal 4 Oktober
             2021, BAKTI memberikan kepada Telkomsel sebagai mitra kerjasama operasi (“KSO”) untuk
             delapan paket KSO, yang meliputi Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua Barat,
             Papua Barat Tengah, Papua Tengah Utara, dan Papua Timur Selatan untuk periode tahun 2021
             sampai dengan 2031.
                                                   100
Page 104
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                   Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                        yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
35. IKATAN, PERJANJIAN SIGNIFIKAN, DAN LAINNYA (lanjutan)

   c. Lainnya (lanjutan)

      (vi) Kontinjensi

          Berdasarkan PSAK 237: Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi, suatu provisi harus
          diakui ketika terdapat kewajiban kini (hukum atau konstruktif) sebagai akibat peristiwa masa lalu,
          kemungkinan besar penyelesaian kewajiban tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya
          yang mengandung manfaat ekonomi, dan estimasi yang andal mengenai jumlah kewajiban
          tersebut dapat dibuat.

          Pada bulan Oktober 2023, Grup menerima permintaan dokumen dari Komisi Sekuritas dan Bursa
          Amerika Serikat (“SEC”) terkait keterlibatan Telkom Infra dalam proyek dengan Badan
          Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik
          Indonesia (“BAKTI Kominfo”) terkait penyediaan infrastruktur 4G Base Transceiver Station
          (“BTS”). Sejak saat itu, SEC telah memperluas penyelidikannya mencakup isu-isu akuntansi dan
          pengungkapan yang terkait dengan pengakuan pendapatan dan praktik pelaporan keuangan
          serta pengendalian internal atas pelaporan keuangan Grup, termasuk laporan publik mengenai
          proses hukum tertentu di Indonesia yang melibatkan Grup, beberapa entitas anak dan afiliasinya,
          serta beberapa klien dan pemasok Grup. Sejak Mei 2024, Grup juga telah menerima permintaan
          tambahan untuk informasi dari Departemen Kehakiman A.S. (“DOJ”) terkait kepatuhan terhadap
          Undang-Undang Praktik Korupsi Asing A.S. (“FCPA”). SEC dan DOJ saling mengetahui atas
          masing-masing penyelidikan yang sedang terjadi. Melalui proses audit internal dan investigasi
          yang Grup lakukan, Grup telah menetapkan, atau Grup menduga (untuk proyek dan transaksi
          yang masih dalam tahap investigasi) bahwa transaksi tersebut tidak memiliki substansi ekonomi.
          Terhitung sejak bulan Mei 2024, Grup juga menerima permintaan informasi tambahan dari
          Departemen Kehakiman A.S. (“DOJ”) yang berfokus pada kepatuhan terhadap Undang-Undang
          Praktik Korupsi Asing A.S. (“FCPA”). Pada tanggal 30 September 2025, penyelidikan oleh SEC
          dan DOJ masih berlangsung. Grup bekerja sama dengan SEC dan DOJ dan telah menunjuk
          penasihat hukum eksternal untuk melakukan penyelidikan internal terhadap isu-isu yang sedang
          berlangsung.

          Terkait permintaan-permintaan dari SEC mengenai proyek dengan BAKTI Kominfo dan DOJ
          terkait kepatuhan terhadap FCPA, saat ini Grup belum dapat mengestimasi secara wajar potensi
          kerugian atau rentang kerugian yang mungkin terjadi, karena permintaan tersebut masih berada
          pada tahap awal dan terdapat ketidakpastian yang cukup besar terkait waktu atau penyelesaian
          akhir dari penyelidikan, yang dapat mencakup denda, sanksi, atau dampak terhadap bisnis, jika
          ada.

          Terkait dengan penyelidikan terhadap isu-isu akuntansi dan pengungkapan Grup yang berkaitan
          dengan pengakuan pendapatan serta praktik pelaporan keuangan dan pengendalian internal atas
          pelaporan keuangan, berdasarkan penilaian Grup yang dilakukan sampai dengan tanggal
          penerbitan laporan keuangan konsolidasian, saat ini Grup tidak berkeyakinan penyelidikan
          tersebut akan menimbulkan dampak material yang merugikan terhadap laporan keuangan
          konsolidasian per 31 Desember 2024 dan 30 September 2025.

          Namun demikian, terdapat kemungkinan kinerja keuangan di masa mendatang dapat terdampak
          secara material yang disebabkan perubahan penilaian dari permintaan-permintaan yang telah
          disebutkan di atas dari SEC atas proyek dengan BAKTI Kominfo, DOJ terkait dengan kepatuhan
          terhadap FCPA, serta penyelidikan atas isu-isu akuntansi dan pengungkapan Grup.




                                                  101
Page 105
                                PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                    PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                       Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                            yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                 (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
36. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM VALUTA ASING

   Saldo aset dan liabilitas moneter dalam valuta asing adalah sebagai berikut:

                                                                                               30 September 2025
                                                                        Dolar A.S.        Yen Jepang      Lain-lain*            Setara Rupiah
                                                                      (dalam jutaan)     (dalam jutaan) (dalam jutaan)         (dalam miliaran)
   Aset
   Kas dan setara kas                                                          526,23               5,61             20,34                 9.111
   Aset keuangan lancar lainnya                                                 63,49                  -                 -                 1.057
   Piutang usaha
     Pihak berelasi                                                              0,22                  -              0,01                     3
     Pihak ketiga                                                              146,59                  -             12,69                 2.656
   Aset kontrak                                                                  3,38                  -                 -                    57
   Piutang lain-lain                                                             0,52                  -              0,12                    11
   Aset lancar lainnya                                                           1,60                  -              0,33                    33
   Investasi jangka panjang pada instrumen keuangan                            338,38                  -              7,41                 5.764
   Aset tidak lancar lainnya                                                     0,41                  -              1,17                    27
   Jumlah aset                                                               1.080,82               5,61             42,07                18.719
   Liabilitas
   Utang usaha
     Pihak berelasi                                                             (0,05)                 -                  -                    (1)
     Pihak ketiga                                                             (120,96)            (23,56)             (1,91)               (2.052)
   Utang lain-lain                                                              (0,15)                 -              (3,35)                  (58)
   Beban yang masih harus dibayar                                              (11,50)                 -              (5,54)                 (284)
   Deposit dari pelanggan                                                       (4,07)                 -              (0,59)                  (78)
   Utang bank jangka pendek                                                     (2,71)                 -                  -                   (45)
   Pinjaman jangka panjang dan liabilitas sewa
     yang jatuh tempo dalam satu tahun                                          (7,09)                 -              (0,32)                (123)
   Pinjaman jangka panjang dan liabilitas sewa                                 (21,73)                 -              (1,33)                (385)
   Liabilitas lainnya                                                           (0,38)                 -                  -                   (5)
   Jumlah liabilitas                                                          (168,64)            (23,56)            (13,04)              (3.031)
   Aset (liabilitas) bersih                                                    912,18             (17,95)             29,03               15.688


                                                                                                 31 Desember 2024
                                                                       Dolar A.S.         Yen Jepang      Lain-lain*            Setara Rupiah
                                                                     (dalam jutaan)      (dalam jutaan) (dalam jutaan)         (dalam miliaran)
   Aset
   Kas dan setara kas                                                         475,58               5,62              12,97                  7.885
   Aset keuangan lancar lainnya                                                18,19                  -               0,06                    295
   Piutang usaha
     Pihak berelasi                                                             0,19                  -               0,01                      3
     Pihak ketiga                                                             134,77                  -              18,64                  2.479
   Aset kontrak                                                                 2,77                  -                  -                     45
   Piutang lain-lain                                                            1,09                  -                  -                     18
   Aset lancar lainnya                                                          2,05                  -               0,31                     38
   Investasi jangka panjang pada instrumen keuangan                           389,31                  -              12,28                  6.464
   Aset tidak lancar lainnya                                                    0,42                  -               2,90                     53
   Jumlah aset                                                              1.024,37               5,62              47,17                 17.280
   Liabilitas
   Utang usaha
     Pihak berelasi                                                            (0,01)                 -                  -                      0
     Pihak ketiga                                                            (127,43)            (17,95)             (3,45)                (2.119)
   Utang lain-lain                                                              3,76                  -              (8,00)                   (70)
   Beban yang masih harus dibayar                                             (13,90)                 -              (1,83)                  (254)
   Deposit dari pelanggan                                                      (2,72)                 -              (0,27)                   (47)
   Pinjaman jangka panjang dan liabilitas sewa
     yang jatuh tempo dalam satu tahun                                         (9,33)                 -              (0,28)                  (155)
   Pinjaman jangka panjang dan liabilitas sewa                                (24,65)                 -              (1,47)                  (422)
   Liabilitas lainnya                                                          (0,09)                 -              (0,05)                    (2)
   Jumlah liabilitas                                                         (174,37)            (17,95)            (15,35)                (3.069)
   Aset (liabilitas) bersih                                                   850,00             (12,33)             31,82                 14.211

   *Aset dan liabilitas dalam mata uang asing lain-lain disajikan dalam setara Dolar A.S. dengan menggunakan kurs beli dan jual yang diterbitkan oleh
   Reuters pada akhir periode pelaporan.


   Aktivitas Grup memiliki kemungkinan terhadap berbagai risiko keuangan termasuk dampak perubahan
   harga pasar surat utang dan efek, nilai tukar mata uang asing, dan tingkat bunga.




                                                                      102
Page 106
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                          yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. INSTRUMEN KEUANGAN

   a. Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan

      i.    Klasifikasi

            (a) Aset Keuangan

                                                                                     30 September 2025            31 Desember 2024
                  Biaya perolehan diamortisasi
                   Kas dan setara kas                                                                31.554                       33.905
                   Aset keuangan lancar lainnya                                                       1.702                        1.196
                   Piutang usaha                                                                     12.546                       12.193
                   Piutang lain-lain                                                                    171                          621
                   Aset tidak lancar lainnya                                                            218                          165
                  FVTPL
                   Investasi jangka panjang pada instrumen keuangan                                    7.103                       8.174
                   Aset keuangan lancar lainnya                                                           95                          89
                  FVTOCI
                   Investasi jangka panjang pada instrumen keuangan                                      68                           51
                  Jumlah aset keuangan                                                               53.457                       56.394

            (b) Liabilitas Keuangan

                                                                                     30 September 2025            31 Desember 2024
                  Liabilitas keuangan yang diukur pada
                   biaya perolehan diamortisasi
                   Utang usaha                                                                       14.306                      15.336
                   Utang lain-lain                                                                      408                         454
                   Beban yang masih harus dibayar                                                    13.081                      14.192
                   Deposit dari pelanggan                                                                49                          41
                   Utang bank jangka pendek                                                           7.569                      11.525
                   Obligasi                                                                           2.696                       5.043
                   Utang bank jangka panjang                                                         43.256                      36.341
                   Liabilitas sewa                                                                   24.157                      23.959
                  Jumlah liabilitas keuangan                                                        105.522                     106.891

      ii.   Nilai wajar

            Tabel di bawah ini menggambarkan perbandingan nilai buku dan nilai wajar instrumen keuangan
            Perusahaan, selain dari itu nilai wajar instrumen keuangan dipertimbangkan mendekati nilai buku
            sebagai hasil dari pendiskontoan yang tidak signifikan:

                                                                                            Pengukuran nilai wajar pada tanggal pelaporan
                                                                                                             menggunakan
                                                                                            Harga pasar aset      Input    Input signifikan
                                                                                             atau liabilitas   signifikan     yang tidak
                                                                                              sejenis pada    yang dapat         dapat
                                                               Jumlah nilai                    pasar aktif    diobservasi    diobservasi
            30 September 2025                                    tercatat     Nilai wajar       (level 1)       (level 2)      (level 3)
            FVTPL
            Aset keuangan lancar lainnya                                 95            95                95              -               -
            Investasi jangka panjang pada instrumen keuangan          7.103         7.103             1.295              -           5.808
            FVTOCI
            Investasi jangka panjang pada instrumen keuangan            68             68                  -             -             68
            Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya
              perolehan yang diamortisasi
              Pinjaman:
                Obligasi                                             2.696          3.409             3.409              -               -
                Utang bank jangka panjang                           43.256         43.238                 -              -          43.238
              Liabilitas sewa                                       24.157         24.157                 -              -          24.157
            Jumlah                                                  77.375         78.070             4.799              -          73.271




                                                                 103
Page 107
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                          yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)

   a. Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)

      ii.   Nilai wajar (lanjutan)

            Tabel di bawah ini menggambarkan perbandingan nilai buku dan nilai wajar instrumen keuangan
            Perusahaan, selain dari itu nilai wajar instrumen keuangan dipertimbangkan mendekati nilai buku
            sebagai hasil dari pendiskontoan yang tidak signifikan (lanjutan):

                                                                                            Pengukuran nilai wajar pada tanggal pelaporan
                                                                                                             menggunakan
                                                                                            Harga pasar aset      Input    Input signifikan
                                                                                             atau liabilitas   signifikan     yang tidak
                                                                                              sejenis pada    yang dapat         dapat
                                                               Jumlah nilai                    pasar aktif    diobservasi    diobservasi
            31 Desember 2024                                     tercatat     Nilai wajar       (level 1)       (level 2)      (level 3)
            FVTPL
            Aset keuangan lancar lainnya                                 89            89                89              -               -
            Investasi jangka panjang pada instrumen keuangan          8.174         8.174             1.668              -           6.506
            FVTOCI
            Investasi jangka panjang pada instrumen keuangan            51             51                  -             -             51
            Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya
              perolehan yang diamortisasi
              Pinjaman:
                Obligasi dan MTN                                     5.043          5.669             5.669              -               -
                Utang bank jangka panjang                           36.341         36.472                 -              -          36.472
              Liabilitas sewa                                       23.959         23.959                 -              -          23.959
              Liabilitas lainnya                                       104            104                 -              -             104
            Jumlah                                                  73.761         74.518             7.426              -          67.092


            Keuntungan atas pengukuran nilai wajar yang diakui pada laba rugi dan penghasilan
            komprehensif lain konsolidasian untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal
            30 September 2025 senilai Rp13 miliar.

            Rekonsiliasi saldo awal dan akhir untuk investasi yang nilai wajarnya diukur dengan input
            signifikan yang tidak dapat diobservasi (level 3) pada tanggal 30 September 2025 dan
            31 Desember 2024 adalah:

                                                                               30 September 2025               31 Desember 2024
            Saldo awal                                                                    6.557                            5.997
            Laba yang diakui dalam laporan laba rugi
             dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian                                          13                            578
            Pembelian/penambahan                                                                      16                             49
            Penjualan/pengurangan                                                                   (710)                           (67)
            Saldo akhir                                                                            5.876                          6.557




                                                                 104
Page 108
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                          yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)

   a. Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)

      iii.   Pengukuran nilai wajar

             Nilai wajar adalah jumlah suatu aset dapat ditukarkan, atau suatu liabilitas dapat diselesaikan,
             antara berbagai pihak secara arm’s length transaction.

             Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan jangka pendek dengan jatuh tempo satu tahun atau
             kurang (kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain, aset lancar lainnya, utang usaha,
             utang lain-lain, beban yang masih harus dibayar, dan utang bank jangka pendek), dan aset tidak
             lancar lainnya dipertimbangkan mendekati nilai bukunya sebagai hasil dari pendiskontoan yang
             tidak signifikan.

             Nilai wajar aset keuangan jangka panjang (aset tidak lancar lainnya (piutang jangka panjang dan
             kas dibatasi penggunaannya)) dipertimbangkan mendekati nilai bukunya sebagai hasil dari
             pendiskontoan yang tidak signifikan.

             Grup menentukan pengukuran nilai wajar untuk tujuan pelaporan dari tiap kelas aset dan liabilitas
             keuangan berdasarkan metode dan asumsi sebagai berikut:
             (a) Nilai wajar pada laporan laba rugi, terdiri dari saham, reksadana, obligasi korporasi dan
                 Pemerintah, dan obligasi konversi. Saham dan reksadana yang aktif diperdagangkan di
                 pasar dinyatakan pada nilai wajarnya dengan menggunakan kuotasi harga pasar atau jika
                 tidak dikuotasi, ditentukan menggunakan teknik penilaian. Nilai wajar dari obligasi konversi
                 ditentukan dengan menggunakan teknik penilaian. Obligasi korporasi dan Pemerintah
                 dinyatakan pada nilai wajar dengan referensi harga dari surat berharga yang sejenis pada
                 tanggal pelaporan;
             (b) Nilai wajar liabilitas keuangan jangka panjang diestimasikan dengan mendiskontokan arus
                 kas kontraktual masa depan dari tiap liabilitas pada tingkat suku bunga yang ditawarkan
                 kepada Grup untuk liabilitas sejenis yang jatuh temponya bisa diperbandingkan oleh para
                 pelaku bank Grup, kecuali untuk obligasi yang didasarkan pada harga pasar.

             Estimasi nilai wajar bersifat judgemental dan melibatkan batasan-batasan yang beragam,
             termasuk:
             (a) Nilai wajar disajikan tidak mempertimbangkan dampak fluktuasi mata uang di masa depan;
             (b) Estimasi nilai wajar tidak selalu mengindikasikan nilai yang Grup akan catat pada saat
                  pelepasan/penghentian aset dan liabilitas keuangan.

   b. Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan

      Aktivitas Grup mengandung berbagai macam risiko keuangan, seperti risiko pasar (termasuk risiko
      kurs, risiko harga pasar, dan risiko tingkat suku bunga), risiko kredit, dan risiko likuiditas. Secara
      keseluruhan, program manajemen risiko keuangan Grup bertujuan untuk meminimalkan kerugian atas
      nilai aset dan liabilitas yang dapat timbul dari pergerakan kurs dan pergerakan tingkat suku bunga.
      Manajemen mempunyai kebijakan tertulis untuk manajemen risiko valuta asing yang sebagian besar
      melalui penempatan deposito berjangka dan lindung nilai untuk mengantisipasi risiko fluktuasi valuta
      asing untuk jangka waktu 3 sampai dengan 12 bulan.

      Fungsi manajemen risiko keuangan dijalankan oleh Unit Group Financial Accounting & Treasury di
      bawah kebijakan-kebijakan yang disetujui oleh Dewan Direksi. Unit Group Financial Accounting &
      Treasury mengidentifikasi, mengevaluasi, dan melakukan aktivitas lindung nilai risiko-risiko keuangan.

      i.     Risiko kurs

             Grup rentan terhadap risiko kurs atas transaksi penjualan, pembelian, dan pinjaman yang
             didenominasi dalam mata uang asing. Transaksi yang didenominasi dalam mata uang asing
             terutama dalam Dolar A.S. dan Yen Jepang. Eksposur risiko kurs Grup tidak material.



                                                     105
Page 109
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                    Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                         yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)

   b. Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan (lanjutan)

      i.    Risiko kurs (lanjutan)

            Risiko kenaikan kurs terhadap liabilitas Grup diharapkan dapat saling hapus dengan dampak dari
            kurs atas deposito berjangka dan piutang dalam mata uang asing yang ditetapkan minimal 25%
            dari liabilitas jangka pendek dalam mata uang asing yang terutang.

            Tabel di bawah ini menggambarkan eksposur aset dan liabilitas keuangan Grup terhadap risiko
            kurs:

                                            30 September 2025                     31 Desember 2024
                                       Dolar A.S.       Yen Jepang          Dolar A.S.       Yen Jepang
                                     (dalam miliar)    (dalam miliar)     (dalam miliar)    (dalam miliar)
            Aset keuangan                       1,08              0,01               1,02               0,01
            Liabilitas keuangan                (0,17)            (0,02)             (0,17)             (0,02)
            Eksposur bersih                     0,91             (0,01)              0,85              (0,01)

            Analisis sensitivitas

            Penguatan Dolar A.S. dan Yen Jepang, sebagaimana diindikasikan di bawah, terhadap Rupiah
            pada 30 September 2025 akan menurunkan ekuitas dan laba atau rugi sebesar jumlah yang
            ditunjukkan di bawah. Analisis ini didasarkan pada varian kurs yang Grup pertimbangkan sebagai
            sangat mungkin terjadi pada tanggal pelaporan. Analisis mengasumsikan bahwa seluruh variabel
            lain, pada khususnya tingkat bunga, tidak berubah.

                                                                                       Ekuitas/ laba (rugi)
            30 September 2025
            Dolar A.S. (penguatan 1%)                                                                   152
            Yen Jepang (penguatan 5%)                                                                    (0)

            Pelemahan Dolar A.S. dan Yen Jepang terhadap Rupiah pada 30 September 2025 akan
            mempunyai dampak yang setara tetapi berlawanan terhadap jumlah yang ditunjukkan di atas,
            pada dasar seluruh variabel lain tidak berubah.

      ii.   Risiko harga pasar

            Grup rentan terhadap perubahan dalam harga pasar atas utang dan ekuitas terkait aset keuangan
            yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Keuntungan dan kerugian yang timbul dari
            perubahan nilai wajar pada aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi diakui
            pada laporan laba rugi dan pendapatan komprehensif lainnya.

            Kinerja aset keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi Grup dimonitor secara
            berkala, bersama dengan penilaian secara teratur mengenai keterkaitannya dengan rencana
            strategis jangka panjang Grup.

            Pada tanggal 30 September 2025, manajemen mempertimbangkan risiko harga untuk aset
            keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi adalah tidak material dalam hal
            dampak yang mungkin terjadi pada laba rugi dan total ekuitas dari perubahan dalam nilai wajar
            yang sangat mungkin terjadi.




                                                     106
Page 110
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                    Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                         yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)

   b. Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan (lanjutan)

      iii. Risiko tingkat suku bunga

            Pergerakan tingkat suku bunga diawasi untuk meminimalisasi dampak negatif terhadap posisi
            keuangan. Pinjaman dalam berbagai tingkat suku bunga menyebabkan Grup terpapar risiko
            tingkat suku bunga (Catatan 18 dan 19). Untuk mengukur risiko pasar atas pergerakan suku
            bunga. Grup melakukan analisis pada pergerakan margin suku bunga dan pada profil jatuh tempo
            aset dan liabilitas keuangan berdasarkan jadwal perubahan suku bunga.

            Pada tanggal pelaporan, profil risiko tingkat bunga pinjaman yang dikenakan bunga milik Grup
            adalah sebagai berikut:

                                                                 30 September 2025       31 Desember 2024
            Pinjaman bunga tetap                                           50.053                 48.097
            Pinjaman bunga mengambang                                      27.625                 28.771

            Analisis sensitivitas untuk pinjaman bunga mengambang

            Pada 30 September 2025, penurunan (kenaikan) 25 poin dasar pada tingkat bunga pinjaman
            bunga mengambang akan menaikkan (menurunkan) ekuitas dan laba atau rugi masing-masing
            sebesar Rp69 miliar. Analisis mengasumsikan bahwa seluruh variabel lain, pada khususnya kurs,
            tidak berubah.

      iv.   Risiko kredit

            Tabel di bawah ini menggambarkan eksposur maksimum risiko kredit atas aset keuangan Grup:

                                                                 30 September 2025       31 Desember 2024
            Kas dan setara kas                                             31.554                 33.905
            Aset keuangan lancar lainnya                                    1.797                  1.285
            Piutang usaha                                                  12.546                 12.193
            Piutang lain-lain                                                  171                   621
            Aset tidak lancar lainnya                                          218                   165
            Jumlah                                                         46.286                 48.169

            Grup rentan terhadap risiko kredit terutama dari kas dan setara kas, piutang usaha dan piutang
            lain-lain. Risiko kredit dikendalikan dengan pengawasan terus menerus atas saldo dan
            penagihan. Risiko kredit yang berasal dari saldo bank dan institusi keuangan dikelola oleh Grup
            melalui Unit Group Financial Accounting & Treasury sesuai dengan kebijakan tertulis dari Grup.

            Grup menempatkan sebagian besar kas dan setara kasnya di bank milik pemerintah karena bank
            milik pemerintah memiliki jaringan cabang terluas di Indonesia dan dipertimbangkan sebagai
            bank terpercaya, karena dimiliki oleh Pemerintah. Oleh karena itu, penempatan ini bertujuan
            untuk meminimalisasi kerugian secara finansial yang berasal dari potensi kegagalan dalam
            pembayaran dari bank dan institusi keuangan.

            Risiko kredit pelanggan dikelola dengan memantau saldo piutang dan penagihannya secara
            berkala. Piutang usaha dan piutang lain-lain tidak memiliki suatu konsentrasi utama risiko kredit
            di mana tidak ada saldo piutang pelanggan yang melebihi 6,07% dari piutang usaha dan
            piutang lain-lain pada tanggal 30 September 2025 (2024: 5,76%).

            Manajemen yakin akan kemampuannya untuk mengawasi dan mempertahankan eksposur risiko
            kredit yang minimal, di mana Grup telah menyediakan provisi yang memadai untuk menutupi
            kerugian yang timbul dari piutang yang tidak tertagih berdasarkan data kerugian historis.


                                                    107
Page 111
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                    Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                         yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)

   b. Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan (lanjutan)

      v.   Risiko likuiditas

           Risiko likuiditas timbul apabila Grup mengalami kesulitan untuk memenuhi liabilitas keuangan
           ketika liabilitas keuangan tersebut jatuh tempo.

           Manajemen risiko likuiditas berarti menjaga kecukupan saldo kas dalam upaya pemenuhan
           liabilitas keuangan Grup. Grup secara terus menerus melakukan analisis untuk mengawasi rasio-
           rasio likuiditas laporan posisi keuangan, seperti antara lain: rasio lancar dan rasio debt to equity
           terhadap persyaratan-persyaratan yang diharuskan perjanjian utang.

           Berikut adalah analisis jatuh tempo liabilitas keuangan Grup berdasarkan pembayaran
           kontraktual yang tidak didiskontokan:

                                            Nilai buku Arus kas                                                   2029 dan
                                             tercatat   wajib        2025       2026       2027       2028       selanjutnya
           30 September 2025
           Utang usaha                         14.306     (14.306)   (14.306)          -          -          -            -
           Utang lain-lain                        408        (408)      (408)          -          -          -            -
           Beban yang masih harus dibayar      13.081     (13.081)   (13.081)          -          -          -            -
           Deposit dari pelanggan                  49         (49)       (49)          -          -          -            -
           Pinjaman
             Utang bank jangka pendek          7.569       (7.569)    (7.569)         -          -         -              -
             Obligasi                          2.696       (6.619)      (296)       (75)      (296)     (297)        (5.655)
             Utang bank jangka panjang        43.256      (48.505)   (21.891)    (2.097)    (7.291)   (6.157)       (11.069)
           Liabilitas sewa                    24.157      (29.204)    (7.442)      (643)    (4.242)   (3.513)       (13.364)
           Jumlah                            105.522     (119.741)   (65.042)    (2.815)   (11.829)   (9.967)       (30.088)


                                            Nilai buku Arus kas                                                   2029 dan
                                             tercatat   wajib        2025       2026       2027       2028       selanjutnya
           31 Desember 2024
           Utang usaha                         15.336     (15.336)   (15.336)          -          -          -            -
           Utang lain-lain                        454        (454)      (454)          -          -          -            -
           Beban yang masih harus dibayar      14.192     (14.192)   (14.192)          -          -          -            -
           Deposit dari pelanggan                  41         (41)       (41)          -          -          -            -
           Pinjaman
             Utang bank jangka pendek         11.525      (11.525)   (11.525)         -          -         -              -
             Obligasi dan MTN                  5.043       (9.307)    (2.763)      (296)      (296)     (297)        (5.655)
             Utang bank jangka panjang        36.341      (42.701)   (15.419)    (8.442)    (6.086)   (4.955)        (7.799)
           Liabilitas sewa                    23.959      (29.261)    (6.824)    (4.597)    (3.656)   (3.152)       (11.032)
           Liabilitas lainnya                    104         (120)        (6)       (29)       (29)      (28)           (28)
           Jumlah                            106.995     (122.937)   (66.560)   (13.364)   (10.067)   (8.432)       (24.514)


           Perbedaan antara nilai buku tercatat dengan arus kas wajib merupakan nilai bunga. Nilai bunga
           dari pinjaman mengambang ditentukan berdasarkan tingkat suku bunga efektif pada tanggal
           pelaporan.




                                                        108
Page 112
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                   Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                        yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
38. MANAJEMEN MODAL

   Struktur modal Grup adalah sebagai berikut:


                                           30 September 2025                 31 Desember 2024
                                         Jumlah          Bagian            Jumlah        Bagian
   Utang jangka pendek                         7.569        3,52%             11.525         5,26%
   Utang jangka panjang                       70.109       32,64%             65.343        29,85%
   Total utang                                77.678       36,16%             76.868        35,11%
   Ekuitas yang dapat diatribusikan
    kepada pemilik                           137.139         63,84%           142.094        64,89%
   Jumlah                                    214.817        100,00%           218.962       100,00%

   Tujuan Grup dalam pengelolaan permodalan adalah untuk mempertahankan kelangsungan usaha Grup
   guna memberikan imbal hasil kepada pemegang saham dan manfaat kepada pemegang kepentingan
   lainnya serta menjaga struktur modal yang optimal untuk mengurangi biaya modal.

   Secara berkala, Grup melakukan penilaian utang untuk menilai kemungkinan pembiayaan kembali
   kewajiban yang ada dengan yang baru yang memiliki biaya yang lebih efisien yang akan mengarahkan
   pada biaya utang yang lebih optimal. Dalam kasus kas menganggur dengan kesempatan investasi
   terbatas, Grup akan mempertimbangkan membeli kembali saham-sahamnya atau membayar dividen
   kepada para pemegang sahamnya.

   Sebagai tambahan untuk patuh kepada pembatasan-pembatasan utang, Grup juga menjaga struktur
   modalnya pada tingkat yang diyakini tidak akan membahayakan peringkat kredit dan yang hampir setara
   dengan pesaingnya.

   Rasio utang terhadap ekuitas (perbandingan utang dengan bunga bersih terhadap total ekuitas) adalah
   rasio yang dimonitor oleh manajemen untuk mengevaluasi struktur modal Grup dan mengkaji efektifitas
   utang Grup. Grup memonitor tingkat utangnya untuk meyakinkan bahwa rasio utang terhadap ekuitas
   sesuai atau di bawah rasio yang ditetapkan dalam pinjaman kontraktual dan bahwa rasio tersebut
   sebanding atau lebih baik daripada entitas industri telekomunikasi lain dalam area regional.

   Rasio utang terhadap ekuitas Grup pada 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebagai
   berikut:

                                                        30 September 2025         31 Desember 2024
   Jumlah utang dengan bunga                                       77.678                   76.868
   Dikurangi: kas dan setara kas                                  (31.554)                 (33.905)
   Utang bersih                                                    46.124                   42.963
   Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik                137.139                  142.094
   Rasio utang bersih terhadap ekuitas                            33,63%                   30,24%

   Sebagaimana disajikan dalam Catatan 19. Grup dipersyaratkan untuk memelihara rasio utang terhadap
   ekuitas dan rasio debt service coverage tertentu oleh pemberi pinjaman. Untuk periode yang berakhir
   pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, Grup sudah memenuhi beberapa persyaratan
   modal yang telah diberlakukan secara eksternal.




                                                 109
Page 113
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                    Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                         yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. INFORMASI TAMBAHAN ARUS KAS

   a. Aktivitas non-kas investasi untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal
      30 September 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:
                                                                              2025                 2024
      Penambahan aset tetap melalui:
        Utang usaha                                                                  1.515                1.931
        Kapitalisasi bunga                                                               4                   75

      Penambahan aset hak-guna melalui:
       Liabilitas sewa (Catatan 12)                                                  5.873                7.986

      Penambahan aset takberwujud melalui:
        Utang usaha                                                                   256                  149

   b. Perubahan dalam kenaikan liabilitas dari kegiatan pendanaan adalah sebagai berikut:
                                                                   Perubahan non-tunai
                                                             Perubahan             Perubahan
                                   1 Januari 2025 Arus kas valuta asing Sewa baru   lainnya    30 September 2025
      Utang bank jangka pendek            11.525     (3.956)          -         -           -             7.569
      Obligasi                             5.043     (2.350)          -         -           3             2.696
      Utang bank jangka panjang           36.341      6.927          2          -         (14)           43.256
      Liabilitas sewa                     23.959     (5.923)        17      5.873        231             24.157
      Jumlah liabilitas dari
        aktivitas pendanaan              76.868      (5.302)        19      5.873        220              77.678


40. PERISTIWA SETELAH TANGGAL LAPORAN POSISI KEUANGAN

   a. Pada tanggal 3 Oktober 2025 otoritas pajak menerbitkan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar
      ("SKPKB") kepada Telkomsel untuk (i) PPN, (ii) PPh Pasal 23, dan (iii) PPh Badan tahun pajak 2023,
      dengan total kurang bayar pajak sebesar Rp14.566 miliar (termasuk denda) dengan detail sebagai
      berikut:
      i.   Atas poin (i) kurang bayar PPN sebesar Rp99 miliar, Telkomsel menyetujui ketetapan pajak
           tersebut dimana Telkomsel telah mencatat provisi sebesar Rp27 miliar atas sanksi ketetapan
           tersebut, dan akan mencatatkan pokok ketetapan sebesar Rp72 miliar sebagai kredit pajak
           sebagaimana ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
      ii. Atas poin (ii) dan (iii) kurang bayar PPh Pasal 23 dan PPh Badan sebesar Rp14.467 miliar terkait
           dengan transaksi pengalihan bisnis IndiHome dari Perusahaan ke Telkomsel. Grup memiliki
           posisi teknikal yang kuat untuk mempertahankan posisinya dan berkeyakinan telah mematuhi
           semua ketentuan peraturan perpajakan yang berlaku. Menteri Keuangan melalui Keputusan
           Direktur Jenderal Pajak No.KEP-260/WPJ.19/2023 telah menyetujui penggunaan nilai buku atas
           pemisahan sebagian usaha IndiHome ke Telkomsel.
      iii. Grup memandang bahwa provisi terkait ketentuan tersebut poin (ii) dan (iii) tidak diperlukan, dan
           akan terus melakukan penilaian terhadap ketidakpastian posisi pajak ini pada periode pelaporan
           keuangan berikutnya.

   b. Pada tanggal 9 Oktober 2025, Telkomsel menerima SKPKB untuk PPN tahun fiskal 2021 dan 2022
      dengan total kurang bayar pajak sebesar Rp507 miliar (termasuk denda). Telkomsel telah
      membukukan provisi atas denda pajak dari kurang bayar tersebut sebesar Rp154 miliar, dan akan
      mengkompensasi kurang bayar pajak sebesar Rp353 miliar sebagai kredit pajak PPN.

   c. Telkomsel telah melunasi seluruh pinjaman jangka panjang dengan total sebesar Rp6.000 miliar
      kepada beberapa kreditur, dengan rincian sebagai berikut:
      i.   Pada tanggal 3 Oktober 2025, Bank Sinarmas dan Bank Mandiri masing-masing sebesar
           Rp1.000 miliar dan Rp1.000 miliar.
      ii. Pada tanggal 15 Oktober 2025, CIMB Niaga dan Bank Permata masing-masing sebesar
           Rp1.000 miliar dan Rp1.000 miliar.
      iii. Pada tanggal 29 Oktober 2025, Bank Mandiri sebesar Rp2.000 miliar.

                                                   110
Page 114
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                   Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan
                        yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
40. PERISTIWA SETELAH TANGGAL LAPORAN POSISI KEUANGAN (lanjutan)

   d. Pada tanggal 3, 15, dan 29 Oktober 2025, Telkomsel menerima pinjaman jangka panjang dari Bank
      DBS, Bank Sinarmas, BSI, dan CIMB Niaga masing-masing sebesar Rp1.000 miliar, Rp1.000 miliar,
      Rp1.000 miliar, dan Rp1.000 miliar.

   e. Perusahaan telah menandatangani Perjanjian Pemisahan Bersyarat (Conditional Spin-Off Agreement)
      dengan TIF pada tanggal 20 Oktober 2025 ("Perjanjian Pemisahan Bersyarat") sehubungan dengan
      rencana Perusahaan untuk melakukan suatu restrukturisasi korporasi dan transformasi bisnis yang
      akan dilakukan melalui pemisahan tidak murni (spin-off) atas sebagian bisnis dan aset Wholesale
      Fiber Connectivity, dengan nilai sebesar Rp35.787 miliar. Rencana transaksi ini dimaksudkan agar
      Grup lebih fokus dalam mengembangkan bisnis, menciptakan nilai tambah, meningkatkan efisiensi
      serta mengoptimalkan pemanfaatan aset jaringan fiber optik sehingga memperkuat posisi Grup
      sebagai penyedia infrastruktur konektivitas utama di Indonesia. Rencana transaksi ini juga
      mendukung agenda nasional dalam mempercepat pemerataan digitalisasi, meningkatkan penetrasi
      fixed broadband, serta memastikan ketersediaan konektivitas yang andal dan berkualitas di seluruh
      wilayah Indonesia.




                                                 111

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.46 MB
Published30 Oct 2025
Pages114
Characters528,114
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 151 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked person Dian Siswarini · Direktur Utama p.3 ×4
linked person Arthur Angelo Syailendra p.3 ×3
linked person Angga Raka Prabowo p.11
linked person Deswandhy Agusman · Komisaris Independen p.11 ×3
linked person Bono Daru Adji p.11 ×2
linked person Yohanes Surya · Komisaris Independen p.11 ×3
linked person Wawan Iriawan p.11 ×2
linked person Ira Noviarti · Komisaris Independen p.11 ×3
linked person Rionald Silaban · Komisaris p.11
linked person Arya Mahendra Sinulingga p.11 ×2
linked person Rizal Malarangeng · Komisaris p.11 ×2
linked person Ossy Dermawan · Komisaris p.11
linked person Silmy Karim · Komisaris p.11 ×4
linked person Marcelino Rumambo Pandin p.11 ×2
linked person Isa Rachmatarwata p.11 ×2
linked person Ririek Adriansyah p.11 ×2
linked person Heri Supriadi p.11 ×2
linked person Willy Saelan p.11
linked person Andy Kelana p.11
linked person Honesti Basyir p.11 ×4
linked person Bogi Witjaksono p.11 ×2
linked person Veranita Yosephine p.11 ×2
linked person Venusiana R. p.11 ×2
linked person Nanang Hendarno p.11 ×2
linked person Herlan Wijanarko p.11 ×2
linked person Seno Soemadji p.11
linked person Budi Setyawan Wijaya p.11 ×2
linked person Faizal Rochmad Djoemadi p.11 ×2
linked person Bambang Permadi Soemantri Brojonegoro · Komisaris Independen p.11 ×3
linked person Emmanuel Bambang Suyitno p.11
linked person Edy Sihotang · Anggota p.11 ×2
linked person Achmad Taufik · Anggota p.11
linked person Jati Widagdo · Corporate Secretary p.11
linked person Octavius Oky Prakarsa p.11
linked org PT Metra-Net p.14
linked org PT PINS Indonesia p.14
linked org PT Metra Digital p.15 ×2
linked org PT Media Nusantara p.16
linked org PT Medco Power Indonesia p.18
linked org Bank Mandiri (Persero) Tbk. p.47 ×20
linked org Bank Permata Tbk p.47 ×9
linked org Bank CIMB Niaga Tbk. p.47 ×7
linked — Standard Chartered p.47 ×2
linked org Bank Central Asia Tbk. p.47 ×2
linked org Bank Syariah Indonesia Tbk. p.47 ×2
linked org Bank Mega Tbk. p.48 ×4
linked org Bank Maybank Indonesia Tbk. p.48 ×2
linked org PT Bank UOB Indonesia p.48
linked org Bank Danamon Tbk. p.48 ×8
linked org GoTo Gojek Tokopedia Tbk. p.53 ×2
linked org PT Bank HSBC Indonesia p.61
linked org PT Bank DBS Indonesia p.61
linked org Bank Maspion Indonesia Tbk. p.61 ×2
linked org PT Mandiri Sekuritas p.63
linked org Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. p.63 ×2
linked person Rizal Mallarangeng p.69 ×2
linked org Dana Pensiun p.83 ×9
linked org Sarana Multi Infrastruktur p.91
linked — Ooredoo Hutchison. p.95
linked org PT Aplikanusa Lintasarta p.95
possible org Telkom Indonesia (Persero) Tbk p.3 ×2
possible org Pemerintah Republik Indonesia p.9 ×2
possible org Negara Republik Indonesia p.9
possible person Muhamad Fajrin Rasyid p.11 ×2
possible org Bursa Efek Indonesia p.12
possible org International Pte. Ltd. p.15 ×2
possible org Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. p.47 ×2
possible org Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. p.47 ×2
possible org DBS Bank p.47
possible org MUFG Bank ("MUFG p.61
possible org Bank Sinarmas Tbk. p.65 ×2
possible — Danantara Aset p.70
possible org PT Pertamina (Persero) p.91
unresolved org Telekomunikasi Indonesia Tbk. p.1 ×186
unresolved person Akta Notaris Imas Fatimah p.9
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.9
unresolved person Akta Notaris Ashoya Ratam p.9 ×8
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.9
unresolved org Menteri Komunikasi dan Informatika p.10
unresolved org Direktorat Jenderal Penyelenggaraan p.10
unresolved org Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi p.10
unresolved org Bank Indonesia p.10 ×2
unresolved org Bank Indonesia Penerbit p.10
unresolved person Akta Notaris A. Partomuan Pohan p.12
unresolved org PT Dayamitra p.14
unresolved org Telekomunikasi Tbk. p.14
unresolved org PT Multimedia p.14
unresolved org PT Telkom Satelit p.14
unresolved org PT Telkom Data p.14
unresolved org PT Sigma Cipta p.14
unresolved org PT Graha Sarana p.14
unresolved org PT Telkom Akses p.14
unresolved org PT Telkom p.14
unresolved org PT Napsindo Primatel p.14
unresolved org Singapore Pte. Ltd. p.15
unresolved org PT Telkom Landmark p.15
unresolved org PT Infomedia p.15
unresolved org PT Persada Sokka p.15
unresolved org PT Nuon Digital Indonesia p.15
unresolved org PT Finnet Indonesia p.15
unresolved org PT Telkomsel Mitra p.15
unresolved org PT Metra Digital Media p.15
unresolved org PT Ultra Mandiri p.16
unresolved org PT Swadharma p.16
unresolved org PT Telkomsel Ekosistem p.16
unresolved org PT Nusantara Sukses p.16
unresolved org PT Graha Yasa Selaras p.16
unresolved org PT Metra TV p.16
unresolved org PT Nutech Integrasi p.16
unresolved org PT Collega Inti Pratama p.16
unresolved org PT Graha Telkomsigma p.16
unresolved org Pty. Ltd. p.17
unresolved org PT Metraplasa p.17
unresolved org PT Pojok Celebes p.17
unresolved org Yayasan Kesejahteraan Karyawan Pembangunan Perumahan p.18
unresolved person TDI Berdasarkan Akta Notaris Jimmy Tanal p.18
unresolved org Nxera ID Pte. Ltd. p.18
unresolved org ST Dynamo ID Pte. Ltd. p.18
unresolved org Pengawas Pasar Modal p.19
unresolved org Bapepam-LK p.19 ×6
unresolved org Menteri Keuangan p.21 ×8
unresolved org Shanghai Banking Corporation Ltd. p.47
unresolved org Milik Negara p.50
unresolved org PT Indonusa Telemedia p.50
unresolved org PT Jalin Pembayaran Nusantara p.53
unresolved org Bank Maspion p.61 ×2
unresolved org PT Bahana TCW Investment Management p.63
unresolved org PT BRI Danareksa Sekuritas p.63
unresolved org Bank Permata. Perusahaan p.63
unresolved org PT Pemeringkat Efek Indonesia. p.64 ×2
unresolved org PT Bank ANZ Indonesia p.65
unresolved org Bank ANZ p.65 ×2
unresolved org Bank Sindikasi p.65
unresolved org New York Mellon Corporation p.69 ×3
unresolved org Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara p.69
unresolved org Menteri BUMN dan Danantara. Pemerintah p.70
unresolved person Danantara. Berdasarkan Akta Notaris Jose Dima Satria p.70 ×2
unresolved org Tahun p.76 ×3
unresolved org Menteri BUMN Nomor PER- p.79
unresolved org Dana Pensiun Telkom p.83 ×3
unresolved org FSA dan Rekan p.85 ×5
unresolved org Dana Pensiun Lembaga Keuangan p.86
unresolved org PT Kereta Cepat Indonesia China p.91
unresolved person Personil · Komisaris p.91

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 6

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result