Back to announcement
20260729_UNTR_Informasi Transaksi Afiliasi_32115802_lamp2.pdf
Asset transaction Needs review UNTRSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 128
Page 1
Page 2
Kantor Jasa Penilai Publik
The Manhattan Square
FERDINAND, DANAR, ICHSAN DAN REKAN Lt. 16, Suite D, Jl. TB Simatupang
Property, Business Valuation & Advisory Cilandak, Jakarta Selatan, 12560
Licence No. 2.22.0176 E-Mail: infoadmin@fdipartners.co
KMK 460/KM.1/2022 Website: www.fdipartners.co.id
Wilayah Kerja: Seluruh Indonesia Phone (62 21) 27875911
Jakarta, 29 Juni 2026
Kepada Yth.:
PT United Tractors Tbk
Jl. Raya Bekasi Km 22,
Cakung, Jakarta Timur 13910
No. Laporan : 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Hal : Laporan Pendapat Kewajaran
Dengan hormat,
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
PT UNITED TRACTORS TBK
Berdasarkan persetujuan atas surat penawaran No.001/FDI/PB-FO/IV/2026 tanggal 01 April 2026 dan
Addendum No.020/FDI/PB-ADD/V/2026 tanggal 20 Mei 2026, Kami KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan
dan Rekan (selanjutnya disebut “KJPP FDI&R” atau “Kami”) mendapat penugasan dari PT United Tractors
Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) untuk memberikan pendapat kewajaran atas transaksi afiliasi
antara PT Danusa Tambang Nusantara (selanjutnya disebut “DTN”) pada PT Stargate Pasific Resources
(selanjutnya disebut “SPR”) berupa pinjaman pemegang saham atau shareholder loan (“Rencana
Transaksi”), yang diperlukan guna memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan (“POJK 42/2020”).
Maksud Pendapat Kewajaran adalah untuk memberikan opini kewajaran atas transaksi afiliasi antara
DTN pada SPR transaksi pinjaman pemegang saham atau shareholder loan, yang diperlukan guna
memenuhi ketentuan POJK 42/2020. Tujuan Pendapat Kewajaran adalah dalam rangka memenuhi
ketentuan POJK 42/2020.
Laporan pendapat kewajaran ini digunakan untuk penggunaan di pasar modal, dan tidak digunakan
untuk di luar maksud dan tujuan Pendapat Kewajaran tersebut, maupun penggunaan dalam tujuan
lainnya. Dalam penugasan ini, bilamana dianggap perlu, penilai akan menggunakan bantuan dari luar
maupun profesi lainnya.
Berdasarkan hasil analisis, Rencana Transaksi tersebut mengandung transaksi afiliasi namun bukan
transaksi material karena nilai transaksi di bawah 20% (dua puluh persen) dari ekuitas Perseroan per 31
Desember 2025 hal tersebut tercermin dari nilai materialitas transaksi sebesar 0,87% (nol koma delapan
puluh tujuh persen), serta Rencana Transaksi tersebut tidak terdapat benturan kepentingan sesuai
dengan surat pernyataan No.LUT/109/9960/VI/2026 tanggal 25 Juni 2026 perihal informasi tidak
adanya benturan kepentingan atas Rencana Transaksi.
Pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi dilakukan berdasarkan laporan keuangan per tanggal 31
Desember 2025, berdasarkan Kode Etik Penilai Indonesia, Standar Penilaian Indonesia Tahun 2018
Edisi VII (KEPI-SPI Edisi VII Tahun 2018), Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020
(POJK 35/2020), Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 17/SEOJK.04/2020
(SEOJK 17/2020) tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
Kantor
KantorPusat
Pusat(Properti
(Propertidan
danBisnis);
Bisnis);Kantor
KantorCabang
CabangSemarang
Semarang(Properti)
(Properti); Kantor Cabang Jakarta (Bisnis)
Page 3
Metodologi Pendapat Kewajaran yang digunakan antara lain sebagai berikut: (1) Analisis Rencana Transaksi, (2) Analisis Kualitatif, (3) Analisis Kuantitatif, (4) Analisis Kelayakan Penggunaan Dana atas Rencana Transaksi, dan (5) Kesimpulan Analisis atas Rencana Transaksi. Kesimpulan hasil pendapat kewajaran Analisis Rencana Transaksi Berdasarkan analisis atas objek Rencana Transaksi, diketahui bahwa transaksi yang dilakukan berupa pemberian fasilitas pinjaman pemegang saham (shareholder loan) oleh DTN kepada SPR dengan nilai maksimum sebesar Rp900.000.000.000 (sembilan ratus miliar rupiah) untuk mendukung kebutuhan modal kerja dan kegiatan operasional SPR. Dari sisi keuangan, Rencana Transaksi tidak memberikan dampak yang material terhadap posisi keuangan, kinerja keuangan, maupun arus kas Perseroan secara konsolidasian karena transaksi dilakukan antar entitas dalam kelompok usaha yang sama sehingga dampaknya dieliminasi dalam laporan keuangan konsolidasian. Selain itu, berdasarkan pertimbangan bisnis Manajemen Perseroan, Rencana Transaksi diperlukan untuk memberikan fleksibilitas pendanaan bagi SPR dalam memenuhi kebutuhan operasional perusahaan secara tepat waktu dan mendukung keberlangsungan kegiatan usahanya. Dengan demikian, Rencana Transaksi memiliki dasar kebutuhan bisnis yang jelas, nilai transaksi yang teridentifikasi, serta tidak menimbulkan dampak material terhadap kondisi keuangan Perseroan secara konsolidasian. Selanjutnya berdasarkan analisis rasio likuiditas dan rasio solvabilitas sebelum dan setelah Rencana Transaksi, dapat disimpulkan bahwa Rencana Transaksi tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kondisi keuangan Perseroan. Rasio likuiditas yang terdiri atas Current Ratio, Quick Ratio, dan Cash Ratio terhadap perubahan yang tidak signifikan, yang menunjukkan bahwa kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek tetap terjaga setelah pelaksanaan Rencana Transaksi. Demikian pula pada rasio solvabilitas, Debt to Assets Ratio, Debt to Equity Ratio, dan Times Interest Earned tidak mengalami perubahan yang material, sehingga kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajiban jangka panjang serta tingkat leverage Perseroan tetap berada pada kondisi yang relatif sama sebelum dan setelah Rencana Transaksi. Dengan demikian, Rencana Transaksi tidak mengubah fundamental keuangan Perseroan secara material dan masih dapat dilaksanakan tanpa mengganggu tingkat likuiditas maupun solvabilitas Perseroan. Berdasarkan hasil identifikasi hubungan kepengurusan dan kepemilikan para pihak, diketahui bahwa DTN dan SPR memiliki hubungan afiliasi baik secara langsung maupun tidak langsung melalui Perseroan. Hubungan afiliasi tersebut tercermin dari adanya kesamaan pengurus pada Perseroan, DTN, dan SPR, serta hubungan kepemilikan dimana Perseroan merupakan pemegang saham mayoritas pada DTN dan DTN merupakan pemegang saham mayoritas pada SPR. Dengan demikian, Rencana Transaksi pinjaman dana antara DTN dan SPR merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam ketentuan POJK No. 42/POJK.04/2020. Selanjutnya berdasarkan hasil penelaahan atas draf Perjanjian Pinjaman Antar Perusahaan (Intercompany Loan Agreement) antara DTN dan SPR, diketahui bahwa perjanjian telah memuat ketentuan pokok terkait fasilitas pinjaman berputar (revolving loan) dengan jumlah pokok maksimum sebesar Rp900.000.000.000 (sembilan ratus miliar Rupiah), dengan tingkat suku bunga berupa Compounded INDONIA ditambah marjin sebesar 1,80% per tahun. Selain itu, perjanjian juga mengatur mengenai jangka waktu pinjaman sampai dengan 31 Mei 2029, mekanisme penarikan dan pembayaran kembali pinjaman, hak dan kewajiban para pihak, serta ketentuan hukum lainnya yang lazim dalam transaksi pinjam-meminjam. Secara umum, ketentuan dalam perjanjian telah memberikan kejelasan mengenai pelaksanaan Rencana Transaksi dan dapat menjadi dasar hukum yang memadai bagi para pihak dalam melaksanakan transaksi tersebut. Halaman 2 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 4
Berdasarkan hasil analisis rasio likuiditas sebelum dan setelah Rencana Transaksi, dapat disimpulkan bahwa Rencana Transaksi tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap tingkat likuiditas Perseroan. Hal ini tercermin dari perubahan yang sangat kecil pada current ratio, quick ratio, dan cash ratio setelah pelaksanaan Rencana Transaksi. Penurunan rasio likuiditas tersebut terutama disebabkan oleh adanya perubahan pada pos pajak dibayar dimuka berupa Pajak Penghasilan Badan pada aset lancar serta kenaikan utang pajak berupa Pajak Penghasilan Badan pada liabilitas jangka pendek. Dengan demikian, kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya tetap terjaga dan Rencana Transaksi tidak menimbulkan risiko likuiditas yang material bagi Perseroan. Serta berdasarkan analisis yang telah dilakukan, Rencana Transaksi diharapkan memberikan manfaat bagi DTN berupa tambahan pendapatan bunga atas fasilitas pinjaman yang diberikan kepada SPR serta memberikan dukungan pendanaan modal kerja yang fleksibel bagi SPR untuk mendukung kegiatan operasional perusahaan. Di sisi lain, Rencana Transaksi memiliki risiko berupa risiko kredit apabila SPR mengalami penurunan kemampuan dalam memenuhi kewajiban pembayaran pinjaman, risiko likuiditas bagi DTN akibat penyaluran dana dalam bentuk pinjaman, serta risiko perubahan tingkat suku bunga yang dapat mempengaruhi kondisi keuangan para pihak. Namun demikian, dengan mempertimbangkan tujuan penggunaan dana, struktur transaksi, serta hubungan afiliasi antar pihak, manfaat yang diperoleh dari Rencana Transaksi dinilai lebih besar dibandingkan risiko yang mungkin timbul, sehingga Rencana Transaksi dapat memberikan nilai tambah bagi para pihak yang terlibat. Analisis Kualitatif Berdasarkan analisis kualitatif yang telah dilakukan, Rencana Transaksi berupa pemberian fasilitas pinjaman pemegang saham oleh DTN kepada SPR memiliki latar belakang dan tujuan yang jelas, yaitu untuk mendukung kebutuhan modal kerja serta menjaga kelancaran kegiatan operasional SPR. Dari sisi manfaat, Rencana Transaksi berpotensi memberikan tambahan pendapatan bunga bagi DTN sekaligus mendukung keberlangsungan usaha SPR melalui penyediaan sumber pendanaan yang fleksibel. Dari sisi risiko, terdapat risiko kredit, risiko likuiditas, dan risiko kegagalan pelunasan pinjaman yang melekat pada kondisi keuangan SPR, terutama mengingat SPR masih membukukan rugi bersih dan ekuitas negatif pada tahun 2025. Namun demikian, kerugian tersebut sebagian besar dipengaruhi oleh pengenaan denda administratif kepada SPR, sementara SPR tetap menjalankan kegiatan operasionalnya dan menghasilkan pendapatan usaha Selain itu, Rencana Transaksi tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap leverage maupun likuiditas Perseroan, dengan rasio leverage Perseroan tetap berada dalam kisaran perusahaan sejenis dan nilai transaksi hanya sebesar 3,39% dari kas dan setara kas Perseroan per tanggal pendapat kewajaran. Dengan mempertimbangkan manfaat yang diperoleh, tujuan penggunaan dana, kondisi operasional SPR, serta dampak yang tidak material terhadap kondisi keuangan Perseroan, maka secara kualitatif Rencana Transaksi dinilai dapat dilaksanakan dan mendukung kepentingan usaha dalam kelompok Perseroan. Analisis Kuantitatif Berdasarkan analisis kuantitatif yang mencakup kinerja historis dan kondisi keuangan Perseroan, rasio keuangan, dampak proforma sebelum dan sesudah transaksi, kemampuan pelunasan pinjaman oleh SPR, pengelolaan kas dan likuiditas, perbandingan tingkat pengembalian dengan instrumen sejenis, serta incremental analysis, Rencana Transaksi menunjukkan dampak yang tidak material terhadap kondisi keuangan Perseroan secara konsolidasian. Perubahan rasio keuangan sebelum dan sesudah transaksi relatif tidak signifikan, kemampuan pelunasan pinjaman oleh SPR dinilai masih memadai dengan mempertimbangkan kemampuan operasional perusahaan dan sumber pendanaan yang tersedia, serta fasilitas pinjaman memberikan manfaat ekonomi bagi DTN berupa pendapatan bunga. Halaman 3 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 5
Page 6
DAFTAR ISI SURAT PENGANTAR .................................................................................................................... 1 DAFTAR ISI .............................................................................................................................5 DAFTAR TABEL ........................................................................................................................7 DAFTAR GRAFIK......................................................................................................................9 BAB I ............................................................................................................................. 10 PENDAHULUAN ................................................................................................................... 10 1.1 Uraian Mengenai Penugasan ....................................................................................... 10 1.2 Identitas Status Penilai ................................................................................................. 10 1.3 Identitas Pemberi Tugas ............................................................................................... 10 1.4 Identitas Pengguna Laporan ........................................................................................ 10 1.5 Objek Pendapat Kewajaran ......................................................................................... 11 1.6 Jenis Mata Uang Yang Digunakan ............................................................................... 11 1.7 Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran ..................................................................... 11 1.8 Tanggal Pendapat Kewajaran (Cut Off Date) dan Masa Berlaku Laporan ........................ 11 1.9 Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran ............................................................................ 11 1.10 Sumber Data dan Informasi ......................................................................................... 12 1.11 Hasil Pelaksanaan Inspeksi .......................................................................................... 17 1.12 Asumsi dan Asumsi Khusus .......................................................................................... 17 1.13 Konfirmasi Bahwa Pendapat Kewajaran Dilakukan Berdasarkan Standar ........................ 17 1.14 Metodologi Analisis Pendapat Kewajaran ...................................................................... 18 1.15 Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli ............................................................... 18 1.16 Pernyataan Independensi Penilai .................................................................................. 18 1.17 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event) ...................................... 18 BAB II ............................................................................................................................. 20 ANALISIS ATAS RENCANA TRANSAKSI ..................................................................................... 21 2.1. Analisis Objek Rencana Transaksi ................................................................................ 21 2.1.1 Besaran Dana dari Objek Rencana Transaksi ................................................................ 21 2.1.2 Dampak Keuangan atas Rencana Transaksi .................................................................. 21 2.1.3 Pertimbangan Bisnis Manajemen atas Rencana Transaksi .............................................. 25 2.2. Analisis Rencana Transaksi .......................................................................................... 25 2.2.1 Pengaruh Rencana Transaksi Terhadap Keuangan Perusahaan ...................................... 25 2.2.2 Identifikasi & Hubungan Pihak Yang Bertransaksi .......................................................... 26 2.2.3 Analisis Perjanjian & Syarat Rencana Transaksi.............................................................. 34 2.2.4 Analisis Likuiditas Rencana Transaksi ............................................................................ 36 2.2.5 Analisis Manfaat & Risiko Rencana Transaksi ................................................................. 36 BAB III ............................................................................................................................. 37 ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF ATAS RENCANA TRANSAKSI ........................................ 37 3.1 Analisis Kualitatif Atas Rencana Transaksi ..................................................................... 37 3.1.1 Riwayat Singkat Perseroan ........................................................................................... 37 3.1.2 Analisis Industri & Bisnis .............................................................................................. 39 3.1.3 Analisis Operasional & Prospek Perusahaan ................................................................. 48 3.1.4 Alasan Dan Latar Belakang Rencana Transaksi ............................................................. 51 3.1.5 Analisis Keuntungan & Kerugian Kualitatif ..................................................................... 52 3.1.6 Dampak Leverage Terhadap Keuangan (Dibanding Industri Sejenis) ............................... 52 3.1.7 Dampak Likuiditas & Kemampuan Melunasi Pinjaman Saat Jatuh Tempo ........................ 54 3.1.8 Dampak Jika Proyek Dibiayai Gagal ............................................................................ 56 3.2 Analisis Kuantitatif Atas Rencana Transaksi ................................................................... 57 3.2.1 Kinerja Historis ........................................................................................................... 57 3.2.2 Penilaian Atas Proyeksi Keuangan ................................................................................ 83 3.2.3 Analisis Rasio Keuangan .............................................................................................. 86 3.2.4 Proforma Laporan Keuangan Sebelum & Setelah Rencana Transaksi .............................. 93 3.2.5 Analisis Kemampuan Bayar Sampai Saat Jatuh Tempo .................................................. 97 3.2.6 Analisis Cash Management Dan Financial Covenant ...................................................... 98 3.2.7 Analisis Yield Dibanding Instrumen Sejenis (Obligasi/Kredit Bank) .................................. 99 3.2.8 Incremental Analysis (Nilai Tambah) ........................................................................... 100 Halaman 5 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 7
3.3 Analisis Kelayakan Penggunaan Dana ........................................................................ 103 3.3.1 Analisis Kelayakan Investasi ....................................................................................... 103 3.3.2 Analisis Kelayakan Pelunasan Utang .......................................................................... 103 3.3.3 Analisis Atas Faktor Lain Yang Relevan ....................................................................... 104 BAB IV ........................................................................................................................... 105 KESIMPULAN ...................................................................................................................... 105 4.1 Analisis Objek Rencana Transaksi .............................................................................. 105 4.2 Analisis Pengaruh atas Rencana Transaksi .................................................................. 105 4.3 Identifikasi Dan Hubungan Antara Pihak Dalam Hal Transaksi ..................................... 106 4.4 Analisis Perjanjian Dan Persyaratan Yang Disepakati Oleh Pihak .................................. 106 4.5 Analisis Likuiditas Rencana Transaksi .......................................................................... 107 4.6 Analisis Manfaat Dan Risiko Dari Rencana Transaksi ................................................... 107 4.7 Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi.................................................................... 107 4.8 Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi .................................................................. 108 4.9 Analisis Kelayakan Rencana Penggunaan Dana atas Rencana Transaksi ....................... 108 4.10 Opini Kewajaran atas Rencana Transaksi ................................................................... 109 ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS ......................................................................... 110 PERNYATAAN PENILAI ......................................................................................................... 111 LAMPIRAN-LAMPIRAN .......................................................................................................... 113 Halaman 6 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 8
DAFTAR TABEL Tabel 1. Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran ................................................................................ 11 Tabel 2. Keterangan Laporan Keuangan Perseroan ....................................................................... 12 Tabel 3. Keterangan Laporan Keuangan DTN ............................................................................... 14 Tabel 5. Indentitas dan Jabatan Pihak yang di Wawancarai ........................................................... 17 Tabel 5. Dampak Keuangan atas Rencana Transaksi – Proforma Laporan Keuangan Perseroan ....... 21 Tabel 6. Dampak Keuangan atas Rencana Transaksi – Proforma Laporan Keuangan Perseroan ....... 23 Tabel 7. Pengaruh Rencana Transaksi Terhadap Laporan Keuangan – Rasio Likuiditas ..................... 25 Tabel 8. Pengaruh Rencana Transaksi Terhadap Laporan Keuangan – Rasio Solvabilitas .................. 25 Tabel 9. Struktur Pemegang Saham Perseroan .............................................................................. 27 Tabel 10. Struktur Pemegang Saham DTN .................................................................................... 29 Tabel 11. Struktur Pemegang Saham SPR ...................................................................................... 30 Tabel 12. Hubungan Para Pihak Yang Terlibat Dalam Rencana Transaksi ....................................... 31 Tabel 13. Materialitas Rencana Nilai Transaksi .............................................................................. 34 Tabel 14. Rasio Likuiditas Sebelum dan Setelah adanya Transaksi .................................................. 36 Tabel 15. Struktur Pemegang Saham Perseroan ............................................................................ 38 Tabel 16. Tingkat Suku Bunga Kredit Bank Persero (%) ................................................................... 42 Tabel 17. Mesin Konstruksi .......................................................................................................... 49 Tabel 18. Kontraktor Penambangan ............................................................................................. 49 Tabel 19. Kinerja Operasional Batu Bara dan Metalurgi ................................................................. 50 Tabel 20. Kinerja Emas dan Mineral Lainnya ................................................................................. 50 Tabel 21. Leverage Perseroan – Historis ........................................................................................ 52 Tabel 22. Leverage Perseroan – Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi ........................................ 53 Tabel 23. Penentuan Perusahaan Industri Sejenis ........................................................................... 53 Tabel 24. Rasio Debt to Equity Perusahaan Pembanding ................................................................ 53 Tabel 25. Rasio Debt to Assets Perusahaan Pembanding ................................................................ 54 Tabel 26. Rasio Likuiditas Perseroan ............................................................................................. 54 Tabel 27. Rasio Likuiditas SPR ...................................................................................................... 55 Tabel 28. Rasio Solvabilitas SPR ................................................................................................... 55 Tabel 29. Analisis Cash Management SPR ..................................................................................... 56 Tabel 30. Laporan Posisi Keuangan Perseroan Periode 31 Desember 2021–31 Desember 2025....... 57 Tabel 31. Laporan Laba Rugi Perseroan Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 .............. 61 Tabel 32. Laporan Arus Kas Perseroan Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 ................ 63 Tabel 33. Analisis Common Size Statement – Laporan Posisi Keuangan (%) ...................................... 67 Tabel 34. Analisis Common Size Statement – Laporan Laba Rugi (%) ............................................... 67 Tabel 35. Laporan Posisi Keuangan DTN Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 ............ 68 Tabel 36. Laporan Laba Rugi DTN Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 ...................... 72 Tabel 37. Laporan Arus Kas DTN Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025........................ 74 Tabel 38. Analisis Common Size Statement – Laporan Posisi Keuangan (%) ...................................... 74 Tabel 39. Analisis Common Size Statement – Laporan Laba Rugi (%) ............................................... 75 Tabel 40. Laporan Posisi Keuangan SPR Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 .............. 76 Tabel 41. Laporan Laba Rugi SPR Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 ....................... 79 Tabel 42. Laporan Arus Kas SPR Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 ......................... 81 Tabel 43. Analisis Common Size Statement – Laporan Posisi Keuangan (%) ...................................... 82 Tabel 44. Analisis Common Size Statement – Laporan Laba Rugi (%) ............................................... 82 Tabel 45. Proyeksi Keuangan (Posisi Keuangan) Perseroan Sebelum Rencana Transaksi ................... 83 Tabel 46. Proyeksi Keuangan (Laba/Rugi) Perseroan Sebelum Rencana Transaksi ............................ 84 Tabel 47. Proyeksi Keuangan (Posisi Keuangan) Perseroan Setelah Rencana Transaksi ..................... 85 Tabel 48. Proyeksi Keuangan (Laba/Rugi) Perseroan Setelah Rencana Transaksi .............................. 86 Tabel 49. Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis) .......................................................... 86 Tabel 50. Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis) .......................................................... 89 Tabel 51. Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis) .......................................................... 91 Tabel 52. Proforma Laporan Posisi Keuangan Perseroan Sebelum & Setelah Rencana Transaksi ....... 94 Tabel 53. Proforma Laporan Laba Rugi Perseroan Sebelum & Setelah Rencana Transaksi ................. 96 Tabel 54. Analisis Kemampuan Bayar Sampai Jatuh Tempo – Rasio Keuangan SPR ......................... 97 Tabel 55. Analisis Cash Management Perseroan ............................................................................ 98 Halaman 7 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 9
Tabel 56.Analisis Financial Covenant Perseroan............................................................................. 99 Tabel 57. Analisis Cash Management SPR ..................................................................................... 99 Tabel 58. Yield Intercompany Loan Perseroan – SPR ....................................................................... 99 Tabel 59. Analisis Yield Dibandingkan dengan Kredit Perbankan .................................................. 100 Tabel 60. Analisis Yield Dibandingkan dengan Suku Bunga Simpanan .......................................... 100 Tabel 61. Incremental Analysis (Nilai Tambah) – Laporan Posisi Keuangan .................................... 101 Tabel 62. Incremental Analysis (Nilai Tambah) – Laporan Laba Rugi ............................................. 102 Halaman 8 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 10
DAFTAR GRAFIK Grafik 1. Bagan Hubungan Para Pihak Berdasarkan Struktur Kepemilikan ...................................... 33 Grafik 2. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2021 – 2025 (% yoy)......................................... 39 Grafik 3. Pertumbuhan Ekonomi Sektor Pertambangan dan Penggalian Tahun 2021 –2025 ........... 40 Grafik 4. Proyeksi PDB Indonesia 2025 – 2030 (yoy %) ................................................................. 40 Grafik 5. Perkembangan dan Proyeksi Inflasi di Indonesia (%) ....................................................... 41 Grafik 6. Perkembangan Nilai Tukar Rupiah Tahun 2025 ............................................................. 41 Grafik 7. Cadangan Mineral Indonesia Tahun 2024 (juta Ton) ...................................................... 42 Grafik 8. Cadangan Batubara Indonesia Tahun 2024 (juta Ton) .................................................... 43 Grafik 9. Produksi Mineral dan Batubara tahun 2023 – 2024........................................................ 43 Grafik 10. Perkembangan Jumlah IUP/IUPPK/KK/IPR Tahun 2024 ................................................. 44 Grafik 11. Perkembangan Reklamasi Pertambangan di Indonesia ................................................. 44 Grafik 12. Perkembangan Harga Mineral dan Batubara Acuan Indonesia ...................................... 45 Grafik 13. Perkembangan Ekspor Mineral Tahun 2020 – 2025 ..................................................... 45 Grafik 14. Nilai Ekspor Batubara Indonesia Tahun 2020 – Agustus 2025 ....................................... 46 Grafik 15. Nilai Impor Mesin dan Alat Berat Pertambangan .......................................................... 46 Grafik 16. Perkembangan Harga Acuan Emas, Perak, Tembaga dan Batubara Global ................... 47 Grafik 17. Perkembangan Permintaan Emas dan Batubara Tahun 2020 – 2024............................. 48 Halaman 9 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 11
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Uraian Mengenai Penugasan
Berdasarkan persetujuan atas surat penawaran No.001/FDI/PB-FO/IV/2026 tanggal 01 April
2026 dan Addendum No.020/FDI/PB-ADD/V/2026 tanggal 20 Mei 2026, Kami KJPP Ferdinand,
Danar, Ichsan dan Rekan (selanjutnya disebut “KJPP FDI&R” atau “Kami”) mendapat penugasan
dari PT United Tractors Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) untuk memberikan pendapat
kewajaran atas transaksi afiliasi antara PT Danusa Tambang Nusantara (selanjutnya disebut
“DTN”) pada PT Stargate Pasific Resources (selanjutnya disebut “SPR”) berupa transaksi pinjaman
pemegang saham atau shareholder loan (“Rencana Transaksi”), yang diperlukan guna memenuhi
ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi
dan Transaksi Benturan Kepentingan (“POJK 42/2020”).
1.2 Identitas Status Penilai
Penilaian ini dilakukan oleh KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (FDI&R), selaku Penilai
Independen untuk memberikan pendapat kewajaran yang objektif dan tidak memihak, sesuai
KEPI; memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian atas objek penilaian yang dimaksud. KJPP
Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (FDI&R) adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang memegang
Izin Usaha No.2.22.0176 tanggal 21 April 2022 dari Menteri Keuangan Republik Indonesia dan
mempunyai Penilai Publik sebagai berikut:
• Rekan, Danar Wihandoyo, adalah seorang Penilai Publik untuk klasifikasi penilaian bisnis
dengan Izin No. B-1.09.00213 dari Menteri Keuangan Republik Indonesia, Beliau adalah
anggota dari Masyarakat Profesi Penilai Indonesia.
• Penugasan pendapat kewajaran ini bersifat independen, tidak memiliki keterlibatan material
atau benturan kepentingan baik aktual maupun potensial dengan obyek penilaian dan/ atau
pemilik aset/properti/ekuitas, menjunjung tinggi obyektifitas, profesional dan tidak memihak.
• Seluruh Penilai, tenaga ahli dan staf pelaksana dalam penugasan ini adalah satu kesatuan
tim penugasan di bawah kordinator Penilai berizin atau penanggung jawab laporan
pendapat kewajaran ini.
1.3 Identitas Pemberi Tugas
Nama Pemberi Tugas : PT United Tractors Tbk
Alamat : Jl. Raya Bekasi Km 22, Cakung, Jakarta Timur 13910
Bidang Usaha : Distribusi Alat Berat
No. Telepon/Fax : +62 21 2457 9999
Alamat Email : Yudistira@unitedtractors.com
Penanggung Jawab : Bapak Yudistira
Jabatan : Corporate Finance & Accounting Division Head
1.4 Identitas Pengguna Laporan
Pengguna laporan dalam pendapat kewajaran ini adalah sama dengan Pemberi Tugas.
Halaman 10 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 12
1.5 Objek Pendapat Kewajaran
Objek Pendapat Kewajaran dalam hal ini adalah rencana pendapat kewajaran atas transaksi
afiliasi antara DTN pada SPR berupa transaksi pinjaman pemegang saham atau shareholder loan.
1.6 Jenis Mata Uang Yang Digunakan
Rencana transaksi akan dilaksanakan dengan menggunakkan mata uang Rupiah.
1.7 Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran
Maksud Pendapat Kewajaran adalah untuk memberikan opini kewajaran atas transaksi afiliasi
antara DTN pada SPR berupa transaksi pinjaman pemegang saham atau shareholder loan, yang
diperlukan guna memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Tujuan Pendapat Kewajaran adalah dalam rangka memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
Nomor.42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
Laporan pendapat kewajaran ini digunakan untuk penggunaan di pasar modal, dan tidak
digunakan untuk di luar maksud dan tujuan Pendapat Kewajaran tersebut, maupun penggunaan
dalam tujuan lainnya. Dalam penugasan ini, bilamana dianggap perlu, penilai akan
menggunakan bantuan dari luar maupun profesi lainnya.
1.8 Tanggal Pendapat Kewajaran (Cut Off Date) dan Masa Berlaku Laporan Pendapat Kewajaran
Tanggal Pendapat Kewajaran adalah tanggal 31 Desember 2025, dimana batas tersebut diambil
atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian.
Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan
Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, masa berlaku laporan pendapat kewajaran
adalah selama 6 (enam) bulan sejak tanggal efektif pendapat kewajaran (cut off date) dalam
laporan pendapat kewajaran.
Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut di atas, maka masa berlaku laporan pendapat
kewajaran ini yaitu selama 6 (enam) bulan sejak tanggal efektif pendapat kewajaran (cut off date)
dalam laporan pendapat kewajaran.
1.9 Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran
Ruang lingkup penyusunan Laporan Pendapat Kewajaran mengacu pada POJK Nomor
35/POJK.04/2020 dan SEOJK Nomor 17/SEOJK.04/2020. Dengan demikian, ruang lingkup
Pendapat Kewajaran didasarkan pada analisis kewajaran atas Rencana Transaksi, yang meliputi:
Tabel 1. Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran
Aspek Ketentuan Utama
- Besaran dana dari objek Rencana Transaksi
Analisis Objek Rencana
- Dampak keuangan Rencana Transaksi
Transaksi
- Pertimbangan bisnis manajemen atas Rencana Transaksi
- Pengaruh transaksi terhadap keuangan perusahaan
Analisis Rencana Transaksi - Identifikasi & hubungan pihak yang bertransaksi
- Analisis perjanjian & syarat Rencana Transaksi
Halaman 11 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 13
Aspek Ketentuan Utama
- Analisis likuiditas Rencana Transaksi
- Analisis manfaat & risiko Rencana Transaksi
- Riwayat perusahaan & riwayat pinjam-meminjam
- Analisis industri & bisnis
- Analisis operasional & prospek perusahaan
- Alasan dan latar belakang Rencana Transaksi
Analisis Kualitatif
- Keuntungan & kerugian kualitatif
- Dampak leverage terhadap keuangan (dibanding industri sejenis)
- Dampak likuiditas & kemampuan melunasi pinjaman saat jatuh tempo
- Dampak jika proyek dibiayai gagal
- Kinerja historis & proyeksi keuangan
- Analisis rasio keuangan
- Proforma Laporan Keuangan sebelum & setelah Rencana Transaksi
- Analisis kemampuan bayar sampai saat jatuh tempo
Analisis Kuantitatif
- Analisis cash management dan financial covenant
- Analisis yield dibanding instrumen sejenis (obligasi/kredit bank)
- Incremental analysis (nilai tambah)
- Sensitivity analysis (jika perlu)
- Analisis kelayakan investasi;
Analisis Kelayakan
- Analisis kelayakan pelunasan utang
Penggunaan Dana
- Analisis atas faktor lain yang relevan
Kesimpulan - Opini Kewajaran Rencana Transaksi
Sumber: SEOJK Nomor 17/SEOJK.04/2020 Bab IV
1.10 Sumber Data dan Informasi
Sumber data dan informasi yang kami gunakan dalam proses Pendapat Kewajaran Perseroan
adalah sebagai berikut:
a. Perseroan
Laporan Keuangan
Tabel 2. Keterangan Laporan Keuangan Perseroan
Tanggal
No Periode Ket KAP & AP Nomor Laporan Opini
Laporan
KAP: Rintis,
Jumadi, Rianto
31 26
& Rekan 00190/2.1457/AU.1/05/0241-
1 Desember Audit Februari Wajar
AP: Yanto, 3/1/II/2026
2025 2026
S.E., AK.,
M.Ak., CPA
KAP: Rintis,
Jumadi, Rianto
31 26
& Rekan 00180/2.1457/AU.1/05/0241-
2 Desember Audit Februari Wajar
AP: Yanto, 2/1/II/2025
2024 2025
S.E., AK.,
M.Ak., CPA
Halaman 12 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 14
Tanggal
No Periode Ket KAP & AP Nomor Laporan Opini
Laporan
KAP:
Tanudiredja,
31 Wibisana, 23
00190/2.1025/AU.1/05/0241-
3 Desember Audit Rintis & Rekan Februari Wajar
2/1/II/2024
2023 AP: Yanto, 2024
S.E., M.Ak.,
CPA
KAP:
Tanudiredja,
31 Wibisana, 23
00177/2.1025/AU.1/05/0239-
4 Desember Audit Rintis & Rekan Februari Wajar
3/1/II/2023
2022 AP: Lok 2023
Budianto, S.E.,
Ak., CPA
KAP:
Tanudiredja,
31 Wibisana, 21
00121/2.1025/AU.1/05/0239-
5 Desember Audit Rintis & Rekan Februari Wajar
2/1/II/2022
2021 AP: Lok 2022
Budianto, S.E.,
Ak., CPA
KAP:
Tanudiredja,
31 Wibisana, 19
00157/2.1025/AU.1/05/0239-
6 Desember Audit Rintis & Rekan Februari Wajar
1/1/II/2021
2020 AP: Lok 2021
Budianto, S.E.,
Ak., CPA
Keterangan: KAP (Kantor Akuntan Publik); AP (Akuntan Publik)
Proyeksi Keuangan dan Proforma Keuangan
1. Proyeksi Keuangan Perseroan Periode 31 Januari 2026 – 31 Desember 2029 (sebelum
dan setelah) adanya Rencana Transaksi dalam format MS. Excel, yang disiapkan oleh
manajemen Perseroan.
2. Proforma Keuangan Perseroan per 31 Desember 2025 (sebelum dan setelah) adanya
transaksi yang disiapkan oleh manajemen Perseroan.
Akta Pendirian dan Perubahan-Perubahannya – Perseroan
1. Akta Pendirian No. 69, di hadapan Djojo Muljadi, S.H. Akta Pendirian tersebut disahkan
oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. Y.A.5/34/8
tanggal 6 Februari 1973 dan diumumkan dalam Lembaran Berita Negara No. 31,
Tambahan No. 281 tanggal 17 April 1973.
2. Akta No.133 tanggal 25 April 2025 yang dibuat dihadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn.,
notaris di Jakarta, tentang perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris, yang telah
mendapat penerimaan pemberitahuan dari Menteri Hukum Republik Indonesia sesuai
dengan suratnya tanggal 14 Mei 2025 No.AHU-AH.01.09-0238092 Tahun 2025.
3. Akta No. 135 tanggal 25 April 2025 yang dibuat dihadapan Jose Dima Satria, S.H.,
M.Kn., notaris di Jakarta, tentang perubahan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha
yang telah mendapat Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas dari
Halaman 13 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 15
Menteri Hukum Republik Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 14 Mei 2025 No.
AHU-0031112.AH.01.02.TAHUN 2025.
Legalitas Perusahaan – Perseroan
1. Surat Izin Lokasi, tanggal 07 September 2018.
2. Nomor Pokok Wajib Pajak No. 01.308.524.6-091.000.
3. Tanda Daftar Perusahaan Perseroan Terbatas No. 09.04.1.46.00794, tanggal 31 Mei
2011.
4. Nomor Induk Berusaha No. 8120009960872, tanggal 07 September 2018.
Informasi Lainnya – Perseroan
1. Draf Perjanjian Pinjaman (Loan Agreement) antara DTN dan SPR.
2. Surat Pernyataan No.LUT/109/9960/VI/2026 tanggal 25 Juni 2026 perihal informasi
tidak adanya benturan kepentingan atas Rencana Transaksi.
3. Surat Pernyataan Kebenaran Data dan Informasi tanggal 26 Juni 2026.
4. Daftar Permintaan Data (Information Request List).
5. Daftar Pertanyaan (List of Question).
b. DTN
Laporan Keuangan – DTN
Tabel 3. Keterangan Laporan Keuangan DTN
Tanggal
No Periode Ket KAP & AP Nomor Laporan Opini
Laporan
KAP: Rintis,
31
Jumadi, Rianto 00611/2.1457/AU.1/02/0241- 10 April
1 Desember Audit Wajar
& Rekan 2/1/IV/2026 2026
2025
AP: Yanto
KAP: Rintis,
31 Jumadi, Rianto
00557/2.1457/AU.1/02/1782- 14 April
2 Desember Audit & Rekan Wajar
1/1/IV/2025 2025
2024 AP: Dedy
Lesmana
KAP: Rintis,
31
Jumadi, Rianto 00225/2.1457/AU.1/02/0241- 28 Juni
3 Desember Audit Wajar
& Rekan 2/1/VI/2024 2024
2023
AP: Yanto
KAP:
Tanudiredja,
31 21
Wibisana, Rintis 00327/2.1025/AU.1/02/0239-
4 Desember Audit Maret Wajar
& Rekan 3/1/III/2023
2022 2023
AP: Lok
Budianto
KAP:
Tanudiredja,
31 31
Wibisana, Rintis 00475/2.1025/AU.1/02/0239-
5 Desember Audit Maret Wajar
& Rekan 2/1/III/2022
2021 2022
KAP: Lok
Budianto
Halaman 14 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 16
Tanggal
No Periode Ket KAP & AP Nomor Laporan Opini
Laporan
KAP:
Tanudiredja,
31 31
Wibisana, Rintis 00444/2.1025/AU.1/02/0239-
6 Desember Audit Maret Wajar
& Rekan 1/1/III/2021
2020 2021
AP: Lok
Budianto
Keterangan: KAP (Kantor Akuntan Publik); AP (Akuntan Publik)
Akta Pendirian dan Perubahan-Perubahannya – DTN
1. Akta Nota Fenny Juni Aruan No. 032 tanggal 22 Mei 2015 dengan nama PT Danusa
Tambang Nusantara Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-2443737.AH.01.01.Tahun
2015 pada tanggal 16 Juni 2015.
2. Akta No. 21 tanggal 21 November 2019 yang dibuat di hadapan Marianne Vincentia
Hamdani notaris di Jakarta, tentang Perubahan anggaran dasar perusahaan, yang telah
mendapat persetujuan perubahan anggaran dasar dari Menteri Hukum Republik
Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 04 Desember 2019 No. AHU-
0101375.AH.01.02.Tahun 2019.
3. Akta No. 5 tanggal 10 April 2023 yang dibuat di hadapan Notaris Marianne Vincentia
Hamdani, S.H., berkedudukan di Jakarta Utara dan telah mendapatkan penrsetujuan dari
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-AH.09.0109151 tanggal 12 April 2023.
4. Akta No. 2 tanggal 02 Agustus 2024 yang dibuat di hadapan Notaris Marianne Vincentia
Hamdani, S.H., berkedudukan di Jakarta Utara dan telah mendapatkan penrsetujuan dari
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-AH.01.09-0237175 tanggal 08 Agustus
2024.
5. Akta No. 30 tanggal 20 Mei 2025 yang dibuat di hadapan Notaris Marianne Vincentia
Hamdani, S.H., berkedudukan di Jakarta Utara dan telah mendapatkan penrsetujuan dari
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-AH.01.09-0296377 tanggal 11 Juni
2025.
Legalitas Perusahaan – DTN
1. Surat Pernyataan Domisili, tanggal 16 Januari 2024.
2. Nomor Pokok Wajib Pajak No. 74.053.596.8-004.000
3. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) No.
34799/24.1.0/31/75.00.000/1.824.271/2015 tanggal 22 Oktober 2015
4. Keterangan Terdaftar No. S-7538KT/WPJ.20/KP.0403/2015, tanggal 28 September
2015
5. Nomor Induk Berusaha No. 0268010040784 tanggal 8 Oktober 2020
6. Tanda Daftar Perseroan No. 09.03.1.46.41818 tanggal 5 November 2015
c. SPR
Laporan Keuangan – SPR
Tanggal
No Periode Ket KAP & AP Nomor Laporan Opini
Laporan
31
KAP: 00566/2.1457/AU.1/02/024- 7 April
1 Desember Audit Wajar
Rintis, Jumadi, 1/1/IV/2026 2026
2025
Halaman 15 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 17
Tanggal
No Periode Ket KAP & AP Nomor Laporan Opini
Laporan
Rianto & Rekan
AP: Yanto
KAP:
31 Rintis, Jumadi,
00341/2.1457/AU.1/02/1782- 21 Maret
2 Desember Audit Rianto & Rekan Wajar
1/1/III/2025 2025
2024 AP: Dedy
Lesmana
KAP :
31 Rintis, Jumadi,
00079/2.1457/AU.1/02/1130- 29 Mei
3 Desember Audit Rianto & Rekan Wajar
6/1/V/2024 2024
2023 AP: Daniel
Kohar
KAP:
Tanudiredja,
31
Wibisana, 00321/2.1025/AU.1/02/1130- 17 Maret
4 Desember Audit Wajar
Rintis & Rekan 5/1/III/2023 2023
2022
AP: Daniel
Kohar
KAP:
Tanudiredja,
31 15
Wibisana, 01690/2.1025/AU.1/02/1130-
5 Desember Audit Desember Wajar
Rintis & Rekan 4/1/XII/2022
2021 2022
AP: Daniel
Kohar
KAP:
Tanudiredja,
31 28
Wibisana, 00050/2.1025/AU.1/02/1130-
6 Desember Audit Januari Wajar
Rintis & Rekan 3/1/I/2022
2020 2022
AP: Daniel
Kohar
Keterangan: KAP (Kantor Akuntan Publik); AP (Akuntan Publik)
Akta Pendirian dan Perubahan-Perubahannya – SPR
1. Akta No. 08 tanggal 29 Agustus 2006 oleh Notaris Hasbullah Abdul Rasyid, S.H., M.Kn
berkedudukan di Jakarta terkait dengan akta pendirian Perusahaan dengan nama PT
Setia Suci Sejahtera dan telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia No.. W7-03075 HT.01.01-TH.2007 tanggal 23 Maret
2007.
2. Akta No. 83 tanggal 16 Mei 2007 oleh Notaris Mellyani Noor Shandra, S.H
berkedudukan di Jakarta terkait perubahan nama Perusahaan dari PT Setia Suci Sejahtera
menjadi PT Stargate Pasific Resources dan telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia No.W7-08361 HT.01.01-TH-2007 tanggal 26 Juli 2007.
3. Akta No. 189 tanggal 27 Oktober 2008 oleh Notaris Edison Jingga, S.H., berkedudukan
di Jakarta dan telah mendapatkan pengesahan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
No. AHU-91081.AH.01.02.Tahun 2008 tanggal 28 November 2008.
4. Akta No. 100 tanggal 17 April 2017 oleh Notaris Hasbullah Abdul Rasyid, S.H,
berkedudukan di Jakarta Selatan dan telah mendapatkan pengesahan dari Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-AH.01.03-0132430 tanggal 02 Mei 2017
5. Akta No. 165 tanggal 30 November 2023 oleh Notaris Jose Dima Satria, S.H., M.Kn,
berkedudukan di Jakarta Selatan dan telah mendapatkan pengesahan dari Menteri
Halaman 16 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 18
Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-AH.01.03-0149399 dan No. AHU-
AH.01.09.0191193 tanggal 30 November 2023.
6. Akta No. 175 tanggal 26 November 2024 oleh Notaris Vincent Sugeng Fajar, S.H.,M.Kn,
berkedudukan di Jakarta Pusat dan telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia No. AHU-AH.01.09-0282168 dan No. AHU-AH.01.03-0216013
tanggal 01 Desember 2024.
7. Akta No. 27 tanggal 14 Mei 2025 oleh Notaris Jose Dima Satria, S.H., M.Kn,
berkedudukan di Jakarta Selatan dan telah mendapatkan pengesahan dari Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-AH.01.09-0297314 tanggal 12 Juni 2025.
Legalitas Perusahaan – SPR
1. Nomor Pokok Wajib Pajak No. 02.623.012.8-022.000
2. Keterangan Terdaftar No. S-00451/SKT-WP-CT/KPP.3004/2025, tanggal 08 Januari
2025
3. Nomor Induk Berusaha No. 0220209721845 tanggal 14 Juli 2020
4. Surat Pernyataan Domisili bahwa PT Stargate Pasific Resources berkedudukan di Pasific
Century Place Lt.18, SCBD Lot 10, Jakarta Pusat tertanggal 19 April 2023
1.11 Hasil Pelaksanaan Inspeksi
Berdasarkan surat tugas KJPP FDI&R No.010/FDI/ST-PB/UT/IV/2026 tanggal 13 April 2026 serta
berita acara inspeksi, kami telah melakukan Inspeksi, pengumpulan data, diskusi, verifikasi dan
wawancara atas objek pendapat kewajaran. Surat tugas, berita acara inspeksi, dan MoM (Minutes
of Meeting) terdapat pada lampiran laporan ini.
Informasi Mengenai Identitas Dan Jabatan Pihak Yang Telah Diwawancarai
Tabel 4. Indentitas dan Jabatan Pihak yang di Wawancarai
Nama Jabatan Perusahaan
Rendih Section Head PT United Tractors Tbk
Sofi Christiana Associate PT United Tractors Tbk
Kevin Rosby Section Head PT United Tractors Tbk
Muhamad Ilham Gunawan Associate PT United Tractors Tbk
Devista Yoga Associate PT United Tractors Tbk
Derick Associate PT United Tractors Tbk
Sumber: Surat Tugas Inspeksi, Berita Acara Inspeksi dan Minutes of Meeting
1.12 Asumsi dan Asumsi Khusus
Asumsi:
• Kami tidak melakukan reviu terhadap aspek hukum maupun uji tuntas aspek keuangan, oleh
karena itu kami berasumsi bahwa objek yang kami nilai tidak mempunyai masalah hukum
dan hak kepemilikannya adalah sah dan dapat dipasarkan.
• Kami berasumsi bahwa objek yang ditunjukan kepada kami adalah benar merupakan objek
dalam penilaian.
1.13 Konfirmasi Bahwa Pendapat Kewajaran Dilakukan Berdasarkan Standar
Pendapat Kewajaran akan dilakukan berdasarkan Kode Etik Penilai Indonesia, Standar Penilaian
Indonesia Tahun 2018 Edisi VII (KEPI-SPI Edisi VII Tahun 2018), Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
Halaman 17 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 19
Nomor 35/POJK.04/2020 (POJK 35/2020) serta Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik
Indonesia Nomor 17/SEOJK.04/2020 (SEOJK 17/2020) tentang Pedoman Penilaian dan
Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
1.14 Metodologi Analisis Pendapat Kewajaran
Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami telah
melakukan analisis melalui pendekatan dan prosedur penilaian Transaksi yang mencakup hal–
hal sebagai berikut:
a. Analisis Rencana Transaksi berupa pengaruh transaksi terhadap keuangan perusahaan,
identifikasi & hubungan pihak yang bertransaksi, analisis perjanjian & syarat Rencana
Transaksi, analisis likuiditas Rencana Transaksi, serta analisis manfaat & risiko Rencana
Transaksi.
b. Analisis Kualitatif berupa riwayat perusahaan & riwayat pinjam-meminjam dana, analisis
industri & bisnis, analisis operasional & prospek perusahaan, alasan dan latar belakang
Rencana Transaksi, keuntungan & kerugian kualitatif, dampak leverage terhadap keuangan
(dibanding industri sejenis), dampak likuiditas & kemampuan melunasi pinjaman saat jatuh
tempo, serta dampak jika proyek dibiayai gagal.
c. Analisis Kuantitatif berupa kinerja historis perusahaan, penilaian atas proyeksi keuangan,
analisis rasio keuangan, proforma laporan keuangan sebelum & setelah Rencana Transaksi,
analisis kemampuan bayar sampai saat jatuh tempo, analisis cash management dan financial
covenant, analisis yield dibanding instrumen sejenis (obligasi/kredit bank), incremental
analysis (nilai tambah), serta sensitivity analysis (jika diperlukan).
d. Analisis Kelayakan Penggunaan Dana atas Rencana Transaksi berupa Analisis kelayakan
investasi, Analisis kelayakan pelunasan utang serta Analisis atas faktor lain yang relevan.
e. Kesimpulan Analisis atas Rencana Transaksi berupa Opini Kewajaran Rencana Transaksi.
1.15 Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli
Dalam memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi, KJPP FDI&R tidak
menggunakan hasil pekerjaan tenaga ahli dari luar.
1.16 Pernyataan Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini, KJPP FDI&R bertindak secara
independen tanpa adanya benturan kepentingan, dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, DTN
dan SPR ataupun pihak pihak lainnya yang terafiliasi dengan dengan Perseroan, DTN dan SPR.
KJPP FDI&R juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan
penugasan ini. Laporan pendapat kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan
atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh
kewajaran nilai yang dihasilkan dari proses analisis kewajaran ini.
1.17 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event)
Dari tanggal pendapat kewajaran atas kewajaran Rencana Transaksi (cut-off date) per 31
Desember 2025 hingga Laporan Pendapat Kewajaran ini diterbitkan terdapat kejadian penting
setelah tanggal pendapat kewajaran atas kewajaran Rencana Transaksi (Subsequent Event) yang
tidak mempengaruhi hasil pendapat kewajaran yaitu:
Halaman 18 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 20
1. Berdasarkan Akta Notaris Nomor 117 tanggal 20 Mei 2026 yang dibuat oleh Notaris Jose
Dima Satria, S.H., M.Kn sebagaimana telah diterima dan dicatat dalam Surat Penerimaan
Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan Kementerian Hukum Republik Indonesia Nomor
AHU-AH.01.09-0309460 tanggal 5 Juni 2026, Perseroan telah melakukan perubahan
susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan, sehingga susunan Dewan Komisaris dan
Direksi Perseroan sebagai berikut:
Dewan Komisaris:
Presiden Komisaris : Frans Kesuma
Komisaris Independen : Paulus Bambang Widjanarko
Komisaris Independen : Ignasius Jonan
Komisaris Independen : Bruce Malcolm Cox
Komisaris : Rudy
Komisaris : Gita Tiffani Boer
Komisaris : Djoko Pranoto Santoso
Komisaris : Lincoln Pan
Direksi:
Presiden Direktur : Iwan Hadiantoro
Direktur : Idot Supriadi
Direktur : Ari Sutrisno
Direktur : Widjaja Kartika
Direktur : Vilihati Surya
Direktur : Hendra Hutahean
Direktur : Andreas
2. Berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang efek Perseroan sebagaimana telah
disampaikan Perseroan kepada masyarakat per tanggal 31 Mei 2026, struktur kepemilikan
saham Perseroan adalah sebagai berikut:
Jumlah Lembar Jumlah Nominal
Pemegang saham (%)
Saham (Rp. Juta)
PT Astra International Tbk 2.219.317.358 554.829 59,50%
Masyarakat (< 5%) 1.295.480.378 323.870 34,73%
Saham treasuri 215.337.400 53.834 5,77%
Jumlah 3.730.135.136 932.533 100,00%
3. Berdasarkan Catatan atas Laporan Keuangan SPR untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 oleh KAP Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan dengan nomor laporan
00190/2.1457/AU.1/05/0241-3/1/II/2026, SPR mengakui beban akrual atas denda
administratif yang dikenakan kepada SPR. Beban akrual tersebut diakui dalam akun “kerugian
lainnya, bersih” pada laporan laba rugi SPR tahun 2025.
Selanjutnya, pada tanggal 16 Maret 2026 SPR telah melakukan pembayaran atas beban
akrual denda administratif tersebut. Dengan demikian, kewajiban yang sebelumnya diakui
sebagai beban akrual pada laporan keuangan SPR per 31 Desember 2025 telah
direalisasikan melalui pembayaran setelah tanggal laporan keuangan.
Halaman 19 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 21
4. Berdasarkan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan 2026 DTN tertanggal 15
April 2026, DTN telah melakukan perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi,
sehingga susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Iwan Hadiantoro
Komisaris : Hendra Hutahean
Direksi
Presiden Direktur : Muliady Sutio
Direktur : Noviandri
Direktur : Ruli Tanio
Direktur : Arga Firmansyah
5. Hubungan Para Pihak Yang Terlibat Dalam Rencana Transaksi
No Nama Perseroan DTN SPR Keterangan
Presiden
1 Frans Kesuma (-) (-) Tidak Afiliasi
Komisaris
Komisaris
2 Paulus Bambang Widjanarko (-) (-) Tidak Afiliasi
Independen
Komisaris
3 Ignasius Jonan (-) (-) Tidak Afiliasi
Independen
Komisaris
4 Bruce Malcolm Cox (-) (-) Tidak Afiliasi
Independen
5 Rudy Komisaris (-) (-) Tidak Afiliasi
6 Gita Tiffani Boer Komisaris (-) (-) Tidak Afiliasi
7 Djoko Pranoto Santoso Komisaris (-) (-) Tidak Afiliasi
8 Lincoln Pan Komisaris (-) (-) Tidak Afiliasi
Presiden Presiden Presiden
9 Iwan Hadiantoro Terafiliasi
Direktur Komisaris Komisaris
10 Idot Supriadi Direktur (-) (-) Tidak Afiliasi
11 Ari Sutrisno Direktur (-) (-) Tidak Afiliasi
12 Widjaja Kartika Direktur (-) (-) Tidak Afiliasi
13 Vilihati Surya Direktur (-) (-) Tidak Afiliasi
14 Hendra Hutahean Direktur Komisaris Komisaris Terafiliasi
15 Andreas Direktur (-) (-) Tidak Afiliasi
Presiden Presiden
16 Muliady Sutio (-) Terafiliasi
Direktur Direktur
17 Noviandri (-) Direktur Direktur Terafiliasi
18 Ruli Tanio (-) Direktur Direktur Terafiliasi
19 Arga Firmansyah (-) Direktur (-) Tidak Afiliasi
20 Eddy (-) (-) Komisaris Tidak Afiliasi
21 Dixon (-) (-) Direktur Tidak Afiliasi
22 F Sandhy Herry (-) (-) Direktur Tidak Afiliasi
23 Aris Tandiarrang (-) (-) Direktur Tidak Afiliasi
Keterangan: (-) Tidak memiliki hubungan afiliasi
Halaman 20 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 22
BAB II
ANALISIS ATAS RENCANA TRANSAKSI
2.1. Analisis Objek Rencana Transaksi
2.1.1 Besaran Dana dari Objek Rencana Transaksi
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Manajemen Perseroan serta mengacu pada
rancangan ketentuan transaksi yang disampaikan kepada Penilai, diketahui bahwa rencana
transaksi merupakan fasilitas pinjaman pemegang saham (shareholder loan) yang diberikan oleh
DTN kepada SPR dengan nilai maksimum fasilitas sebesar Rp900.000.000.000 (sembilan ratus
miliar rupiah).
2.1.2 Dampak Keuangan atas Rencana Transaksi
Dampak keuangan atas Rencana Transaksi dapat dilihat dari perubahan keuangan pada pos-
pos yang terdampak. Pada Rencana Transaksi ini, dampak keuangan atas Rencana Transaksi
disajikan pada tabel berikut:
Tabel 5. Dampak Keuangan atas Rencana Transaksi – Proforma Laporan Keuangan Perseroan
(dalam juta Rupiah)
Audited Proforma
Laporan Posisi Keuangan
31 Desember 2025 Penyesuaian 31 Desember 2025
Aset
Aset Lancar
Kas dan Setara Kas 26.570.772 0 26.570.772
Piutang Usaha
Pihak Ketiga 18.559.795 18.559.795
Pihak Berelasi 1.357.868 1.357.868
Piutang Non Usaha
Pihak Ketiga 492.811 492.811
Pihak Berelasi 1.203.084 0 1.203.084
Persediaan 16.729.809 16.729.809
Proyek dalam Pelaksanaan 28.698 28.698
Pihak Ketiga
Pihak Berelasi
Pajak Dibayar Dimuka
Pajak Penghasilan Badan 1.653.543 7.953 1.661.496
Pajak Lain-lain 3.643.857 3.643.857
Uang Muka dan Biaya Dibayar Dimuka 1.543.309 1.543.309
Aset Lancar Lain-lain 357.480 357.480
Total Aset Lancar 72.141.026 7.953 72.148.979
Aset Tidak Lancar
Kas dan deposito berjangka yang
787.806 787.806
dibatasi penggunaannya
Piutang usaha
Pihak Ketiga 453.411 453.411
Pihak Berelasi 18.957 18.957
Halaman 21 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 23
Audited Proforma
Laporan Posisi Keuangan
31 Desember 2025 Penyesuaian 31 Desember 2025
Piutang Non Usaha
Pihak Ketiga 88.336 88.336
Pihak Berelasi 3.103.936 3.103.936
Persediaan 105.530 105.530
Pajak dibayar dimuka
Pajak Penghasilan Badan 1.446.559 1.446.559
Pajak Lain-lain 1.650.429 1.650.429
Uang muka dan biaya dibayar dimuka 793.619 793.619
Investasi pada entitas asosiasi
Investments in associates dan ventura 17.223.562 17.223.562
bersama
Investasi jangka panjang 3.175.766 3.175.766
Aset tetap 45.296.550 45.296.550
Properti pertambangan 14.809.384 14.809.384
Properti investasi 244.469 244.469
Beban eksplorasi dan pengembangan
2.768.518 2.768.518
tangguhan
Aset tambang berproduksi 3.958.340 3.958.340
Beban tangguhan 1.169.123 1.169.123
Aset pajak tangguhan 4.891.419 4.891.419
Goodwill 3.510.559 3.510.559
Total Aset Tidak Lancar 105.496.273 0 105.496.273
Total Aset 177.637.299 7.953 177.645.252
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha
Pihak Ketiga 29.095.249 29.095.249
Pihak Berelasi 213.679 213.679
Utang non-usaha
Pihak Ketiga 1.132.969 1.132.969
Pihak Berelasi 87.548 0 87.548
Utang pajak
Pajak Penghasilan Badan 825.803 7.953 833.756
Pajak Lain-lain 584.846 584.846
Akrual 6.692.531 6.692.531
Uang muka pelanggan
Pihak Ketiga 857.034 857.034
Pihak Berelasi 44.175 44.175
Pendapatan tangguhan 1.021.152 1.021.152
Liabilitas imbalan kerja 1.053.575 1.053.575
Pinjaman bank jangka pendek 560.000 560.000
Bagian jangka pendek dari utang
jangka panjang
Pinjaman Bank 9.682.666 9.682.666
Liabilitas Sewa 801.430 801.430
Pinjaman Lain-lain 560.318 560.318
Halaman 22 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 24
Audited Proforma
Laporan Posisi Keuangan
31 Desember 2025 Penyesuaian 31 Desember 2025
Pinjaman bank jangka pendek dari
Liabilitas Keuangan Jangka Panjang
Lain-lain
Total Liabilitas Jangka Pendek 53.212.975 7.953 53.220.928
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas pajak tangguhan 3.768.016 3.768.016
Provisi rehabilitasi, reklamasi, dan
1.154.627 1.154.627
penutupan tambang
Liabilitas imbalan kerja 5.497.626 5.497.626
Utang jangka panjang, setelah
dikurangi bagian jangka pendek
Pinjaman Bank 6.054.620 6.054.620
Liabilitas Sewa 976.309 976.309
Pinjaman Lain-lain 281.698 281.698
Liabilitas keuangan jangka panjang
3.555.105 3.555.105
lain-lain
Total Liabilitas Jangka Panjang 21.288.001 0 21.288.001
Total Liabilitas 74.500.976 7.953 74.508.929
Ekuitas
Ekuitas yang diatribusikan kepada
entitas induk
Modal Disetor 932.534 932.534
Tambahan Modal Disetor 9.703.937 9.703.937
Saham Tresuri -4.902.237 -4.902.237
Saldo Laba
Dicadangkan 186.507 186.507
Belum Dicadangkan 85.547.627 4.136 85.551.763
Selisih kurs dari penjabaran Laporan
9.227.066 9.227.066
keuangan
Cadangan lindung nilai (2.065.280) -2.065.280
Cadangan penyesuaian nilai wajar aset
19.386 19.386
tetap
Transaksi dengan Kepentingan
(875.920) -875.920
Nonpengendali
Total Ekuitas yang diatribusikan kepada
97.773.620 97.777.756
entitas induk
Kepentingan Nonpengandali 5.362.703 (4.136) 5.358.567
Total Ekuitas 103.136.323 103.136.323
Total Liabilitas dan Ekuitas 177.637.299 177.645.252
Sumber: Proforma Laporan Keuangan Perseroan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi – 31 Desember 2025
Tabel 6. Dampak Keuangan atas Rencana Transaksi – Proforma Laporan Keuangan Perseroan
(dalam juta Rupiah)
Audited Proforma
Laporan Posisi Keuangan
31 Desember 2025 Penyesuaian 31 Desember 2025
Pendapatan bersih 131.300.810 131.300.810
Beban pokok pendapatan (101.597.306) (101.597.306)
Halaman 23 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 25
Audited Proforma
Laporan Posisi Keuangan
31 Desember 2025 Penyesuaian 31 Desember 2025
Laba bruto 29.703.504 29.703.504
Beban penjualan (1.597.792) (1.597.792)
Beban umum dan administrasi (6.040.414) (6.040.414)
Beban lain-lain, bersih (256.226) (256.226)
Penghasilan keuangan 1.244.489 1.244.489
Biaya keuangan (2.625.818) (2.625.818)
Bagian atas laba bersih entitas asosiasi
(245.576) (245.576)
dan ventura bersama
Laba sebelum pajak penghasilan 20.182.167 20.182.167
Beban pajak penghasilan (5.005.403) (5.005.403)
Laba tahun berjalan 15.176.764 15.176.764
Laba Setelah Pajak Yang Didistribusilan
Kepada
Pemilik Entitas Induk 14.810.434 4.136 14.814.570
Kepentingan Non-Pengendali 366.330 (4.136) 362.194
Total Laba Setelah Pajak 15.176.764 15.176.764
Sumber: Proforma Laporan Keuangan Perseroan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi – 31 Desember 2025
Dampak dari Rencana Transaksi terhadap keuangan Perseroan diantaranya:
• Terdapat penerimaan kas sebesar Rp900 miliar dari sisi SPR yang merupakan perusahaan
terafiliasi dengan Perseroan dan kas keluar sebesar Rp900 miliar dari sisi DTN yang
merupakan anak perusahaan Perseroan lewat penyertaan langsung dan tidak langsung, pada
tingkat Perseroan, masing masing penerimaan kas dan kas keluar tersebut dieliminasi akibat
konsolidasi grup entitas sehingga penerimaan kas dan kas keluar atas pinjaman tidak
mengubah posisi kas dan setara kas Perseroan setelah Rencana Transaksi per tanggal
pendapat kewajaran.
• Terdapat beban bunga sebesar Rp53,0 miliar dan utang pajak pph 23 sebesar Rp7,95 miliar
dari sisi SPR yang merupakan perusahaan terafiliasi dengan Perseroan dan pendapatan bunga
sebesar Rp53,0 miliar serta pajak pph 23 dibayar dimuka sebesar Rp7,95 miliar akibat beban
bunga yang timbul dari Rencana Transaksi. Pada tingkat Perseroan, masing masing beban
bunga, dan pendapatan bunga tersebut dieliminasi akibat konsolidasi grup entitas sehingga
beban bunga dan pendapatan bunga atas pinjaman tidak mengubah posisi penghasilan
keuangan dan beban keuangan Perseroan setelah Rencana Transaksi per tanggal pendapat
kewajaran.
• Terdapat manfaat pajak sebesar Rp11,66 miliar dari sisi SPR akibat adanya beban bunga
sehingga mengurangi laba kena pajak SPR, dari sisi DTN terdapat beban pajak sebesar
Rp11,66 miliar akibat pendapatan bunga sehingga meningkatkan laba kena pajak
perusahaan. Pada tingkat Perseroan, masing masing manfaat pajak, dan beban pajak tersebut
dieliminasi akibat konsolidasi grup entitas sehingga manfaat pajak dan beban pajak atas
beban dan pendapatan bunga tidak mengubah posisi beban pajak dan manfaat pajak
Perseroan setelah Rencana Transaksi per tanggal pendapat kewajaran.
• Terdapat kenaikan laba yang didistribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp4,13
miliar akibat distribusi 10% kepemilikan SPR pada pemegang saham lain terhadap beban
bunga dan manfaat pajak setelah Rencana Transaksi.
Secara garis besar, Rencana Transaksi tidak memberikan dampak signifikan terhadap laporan
posisi keuangan dan laba rugi Perseroan per tanggal pendapat kewajaran sebelum dan setelah
Halaman 24 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 26
Rencana Transaksi. Perbedaan timbul pada pos manfaat pajak penghasilan dan utang pajak
penghasilan akibat pph 23 pendapatan dan beban bunga. Selain itu perbedaan timbul akibat
distribusi 10% kepemilikan SPR pada pemegang saham lain terhadap beban bunga dan manfaat
pajak setelah Rencana Transaksi.
2.1.3 Pertimbangan Bisnis Manajemen atas Rencana Transaksi
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Manajemen Perseroan, rencana transaksi dilakukan
sehubungan dengan kebutuhan dukungan modal kerja (working capital support) bagi SPR guna
mendukung kegiatan operasional perusahaan dan menjaga keberlangsungan aktivitas usaha
secara optimal. Fasilitas pinjaman pemegang saham yang diberikan oleh DTN diharapkan dapat
memberikan fleksibilitas pendanaan bagi SPR dalam memenuhi kebutuhan operasional
perusahaan secara tepat waktu, sehingga kegiatan usaha dan pengembangan operasional SPR
dapat berjalan sesuai rencana Manajemen Perseroan.
2.2. Analisis Rencana Transaksi
2.2.1 Pengaruh Rencana Transaksi Terhadap Keuangan Perusahaan
Pengaruh transaksi terhadap keuangan perusahaan dapat dianalisis dari laporan keuangan
proforma perusahaan sebelum dan setelah melakukan transaksi. Analisis dilakukan
menggunakan rasio fundamental perusahaan berupa rasio likuiditas dan rasio solvabilitas untuk
melihat bagaimana Rencana Transaksi mempengaruhi fundamental perusahaan.
Tabel 7. Pengaruh Rencana Transaksi Terhadap Laporan Keuangan – Rasio Likuiditas
Rasio Likuiditas Sebelum Transaksi Setelah Transaksi Selisih Perubahan
Current Ratio 1,355704X 1,355651X 0,000053X
Quick Ratio 1,041310X 1,041304X 0,000006X
Cash Ratio 0,499329X 0,499254X 0,000075X
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Tabel 8. Pengaruh Rencana Transaksi Terhadap Laporan Keuangan – Rasio Solvabilitas
Rasio Solvabilitas Sebelum Transaksi Setelah Transaksi Selisih Perubahan
Debt to Assets Ratio 0,106493X 0,106488X 0,000005X
Debt to Equity Ratio 0,183418X 0,183418X 0,000000X
Times Interest Earned 8,403209X 8,403209X 0,000000X
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Dilihat dari rasio likuiditas sebelum dan setelah Rencana Transaksi, terdapat selisih tidak signifikan
pada current ratio, quick ratio, dan cash ratio sebelum dan setelah Rencana Transaksi. Hal tersebut
karena timbulnya pajak dibayar dimuka atas pajak penghasilan badan dan utang pajak atas
pajak penghasilan badan.
Pada analisis solvabilitas, Rencana Transaksi tidak memberikan dampak signifikan pada Debt to
Assets Ratio dan tidak memberikan dampak pada Debt to Equity Ratio Perseroan serta Times
Interest Earned Perseroan. Adanya sedikit dampak tersebut karena pinjaman yang diberikan
Perseroan bersumber dari dana internal dan dari dana yang dipinjamkan, timbul kenaikan pada
pos pajak dibayar dimuka berupa pajak penghasilan badan sehingga meningkatkan total aset
perseroan dan menurunkan rasio Debt to Asset perseroan.
Halaman 25 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 27
2.2.2 Identifikasi & Hubungan Pihak Yang Bertransaksi
Identifikasi Pihak yang Bertransaksi
A. Perseroan
Riwayat Singkat
Perseroan didirikan di Indonesia pada tanggal 13 Oktober 1972 dengan nama PT Inter Astra
Motor Works, berdasarkan Akta Pendirian No. 69, di hadapan Djojo Muljadi, S.H. Akta
Pendirian tersebut disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat
Keputusan No. Y.A.5/34/8 tanggal 6 Februari 1973 dan diumumkan dalam Lembaran Berita
Negara No. 31, Tambahan No. 281 tanggal 17 April 1973.
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Perubahan
Anggaran Dasar terakhir terkait dengan perubahan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha
Perseroan sebagaimana dituangkan dalam Akta No. 135 tanggal 25 April 2025 yang dibuat
dihadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, yang telah mendapat persetujuan
perubahan anggaran dasar dari Menteri Hukum Republik Indonesia sesuai dengan suratnya
tanggal 14 Mei 2025 No. AHU-0031112.AH.01.02.TAHUN 2025.
Selain itu, Perseroan telah melakukan perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris
sebagaimana dituangkan dalam Akta No.133 tanggal 25 April 2025 yang dibuat dihadapan
Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, yang telah mendapat penerimaan
pemberitahuan dari Menteri Hukum Republik Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 14
Mei 2025 No.AHU-AH.01.09-0238092 Tahun 2025.
Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1973. Perseroan berkedudukan di
Jakarta, Indonesia.
Perseroan dikendalikan oleh induk perusahaannya PT Astra International Tbk, perusahaan
yang didirikan di Indonesia. Pemegang saham terbesar PT Astra International Tbk adalah
Jardine Cycle & Carriage Ltd., perusahaan yang didirikan di Singapura. Jardine Cycle &
Carriage Ltd. Adalah anak perusahaan dari Jardine Matheson Holdings Ltd., perusahaan yang
didirikan di Bermuda.
Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan utama Perseroan dan entitas anak (bersama-sama disebut “Grup”)
meliputi penjualan dan penyewaan alat berat beserta pelayanan purna jual; penambangan
dan kontraktor penambangan; pengolahan mineral; rekayasa, perencanaan, perakitan, dan
pembuatan komponen mesin, alat, peralatan, dan alat berat; pembuatan kapal serta jasa
perbaikannya; penyewaan kapal dan angkutan pelayaran; industri konstruksi; dan energi.
Informasi Umum
Alamat Perseroan : Jl. Raya Bekasi Km 22, Cakung, Jakarta Timur, Indonesia, 13910
No. Telp / Fax : +62 21 2457 9999
Website : www.unitedtractors.com
Email :-
Halaman 26 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 28
Susunan Kepemilikan Saham
Berdasarkan Informasi Manajemen Perseroan, susunan kepemilikan saham Perseroan per 31
Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Tabel 9. Struktur Pemegang Saham Perseroan
Jumlah Nominal
No Pemegang Saham Jumlah Lembar Saham Proporsi (%)
(Rp Juta)
1 PT Astra International Tbk 2.219.317.358 59,50% 554.829
Masyarakat (masing-masing
2 1.357.478.878 36,39% 338.353
kepemilikan dibawah 5%)
3 Saham Treasury 153.338.900 4,11% 39.352
Jumlah 3.730.135.136 100,00% 932.534
Keterangan: Nilai nominal Rp.250 per lembar saham
Sumber: Informasi Manajemen Perseroan
*Pada tanggal laporan pendapat kewajaran ini dikeluarkan, susunan pemegang saham Perseroan tidak
mengalami perubahan, namun terdapat perubahan pada masyarakat dan saham treasuri sebagaimana
tercantum dalam bagian 1.17 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events).
Susunan Pengurus
Berdasarkan informasi manajemen Perseroan dan akta No. 133 tanggal 25 April 2025 yang
dibuat di hadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, yang telah mendapat
pemberitahuan penerimaan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
sesuai dengan suratnya tanggal 14 Mei 2025 No.AHU-AH.01.09- 0238092, Susunan Dewan
Komisaris, Direksi, dan Komite Audit Perseroan per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Djony Bunarto Tjondro
Wakil Presiden Komisaris : Rudy
Komisaris Independen : Paulus Bambang Widjanarko
Komisaris Independen : Bruce Malcolm Cox
Komisaris Independen : Ignasius Jonan
Komisaris : Djoko Pranoto Santoso
Komisaris : Gita Tiffani Boer
Komisaris : Benjamin Herrenden Birks
Direksi
Presiden Direktur : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
Direktur : Loudy Irwanto Ellias
Direktur : Iwan Hadiantoro
Direktur : Idot Supriadi
Direktur : Widjaja Kartika
Direktur : Vilihati Surya
Direktur : Ari Sutrisno
Direktur : Hendra Hutahean
Halaman 27 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 29
Komite Audit
Ketua : Ignasius Jonan
Anggota : Wanny Wijaya
Anggota : Mario C. Surung Gultom
*Pada saat laporan ini dikeluarkan, terdapat perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan
seperti yang dinyatakan dalam bab 1.17 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events).
B. DTN
Riwayat Singkat
DTN didirikan berdasarkan Akta No. 32 yang dibuat dihadapan Marianne Vincentia Hamdani,
SH, notaris di Jakarta, tanggal 22 Mei 2015. Akta Pendirian tersebut telah disetujui oleh
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Suratnya No. AHU-
2443737.AH.01.01 tanggal 16 Juni 2015. Anggaran Dasar DTN telah mengalami perubahan
dari waktu ke waktu. Perubahan terakhir berdasarkan pada Akta Notaris No. 267 tanggal 27
Desember 2023 dari Notaris Jose Dima Satria, S.H., M.Kn, Notaris di Kota Administrasi Jakarta
Selatan, tentang peningkatan modal disetor dan ditempatkan DTN. Kementerian Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia telah menerima dan mencatat perubahan tersebut
berdasarkan Surat Pemberitahuan No. AHU-AH.01.03-0164064 tanggal 28 Desember 2025.
DTN dan anak perusahaannya menjalankan usaha di bidang pertambangan mineral. Kantor
pusat DTN berlokasi di Jalan Rawagelam I No. 9, Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur
13930. DTN merupakan anak perusahaan dari Perseroan, suatu perusahaan yang didirikan
di Republik Indonesia.
Kegiatan Usaha
Kegiatan Usaha DTN berdasarkan Nomor Induk Berusaha adalah di bidang Perdagangan
Besar Logam dan Bijih Logam (KBLI 44620). Sedangkan berdasarkan Akta No. 21 tanggal 21
November 2019, kegiatan usaha DTN meliputi:
a. Pertambangan Emas dan Perak. Kelompok ini mencakup usaha penambangan dan
pengolahan bijih emas dan perak. Kegiatan pembersihan, pemisahan dan pemurnian
yang tidak dapat dipisahkan secara administratif dari usaha pertambangan bijih emas dan
perak dimasukkan dalam kelompok ini.
b. Industri Pembuatan Logam Dasar Mulia. Kelompok ini mencakup usaha permurnian,
peleburan, pemaduan dan penuangan logam mulia dalam bentuk dasar (ingot, billet,
slab, batang, pellet, block, pig, paduan dan bubuk) seperti ingot perak, ingot emas, pellet
platina dan sebagainya.
c. Perdangangan Besar Logam dan Bijih Logam. Kelompok ini mencakup usaha
perdagangan besar bijih logam dan logam dasar, seperti bijih besi dan bijih bukan besi
dalam bentuk dasar, seperti bijih nikel, bijih tembaga, alumunium, besi, baja dan
perdagangan besar produk logam besi dan bukan besi setengah jadi ydtl dan lainnya.
Termasuk perdagangan besar emas dan logam mulia lain (perak, platina).
Informasi Umum
Alamat Perseroan : Jalan Rawa Gelam I Nomor 9, Kawasan Industri Pulo Gadung,
Desa/Kelurahan Jatinegara, Kec. Cakung, Kota Adm. Jakarta Timur,
Provinsi DKI Jakarta, Kode Pos: 13930.
No. Telp / Fax :-
Halaman 28 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 30
Website :-
Email :-
Susunan Kepemilikan Saham
Berdasarkan Informasi Manajemen DTN dan Laporan Keuangan Audit 31 Desember 2025,
susunan kepemilikan saham DTN per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Tabel 10. Struktur Pemegang Saham DTN
Jumlah Lembar
No Pemegang Saham Proporsi (%) Jumlah (juta Rupiah)
Saham
1 PT United Tractors Tbk 1.740.777 60,00% 17.407.770
2 PT Pamapersada Nusantara 1.160.518 40,00% 11.605180
Jumlah 2.901.295 100,00% 29.012.950
Keterangan: Nilai nominal Rp.1.000.000 per lembar saham
Sumber: Laporan Keuangan DTN 31 Desember 2025
Susunan Pengurus
Berdasarkan Akta No. 30 tanggal 20 Mei 2025, Susunan Dewan Komisaris, Direksi, dan
Komite Audit DTN per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Frans Kesuma
Komisaris : Hendra Hutahean
Komisaris : Vilihati Surya
Direksi
Presiden Direktur : Iwan Hadiantoro
Direktur : Muliady Sutio
Direktur : Matius
Direktur : Ruli Tanio
Direktur : Arga Firmansyah
*Pada tanggal laporan pendapat kewajaran ini dikeluarkan, terdapat perubahan susunan Dewan
Komisaris dan Direksi DTN seperti yang dinyatakan dalam bagian 1.17 Kejadian Penting Setelah Tanggal
Penilaian (Subsequent Events).
C. SPR
Riwayat Singkat
SPR adalah perusahaan yang didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 8 tanggal 29 Agustus
2006 oleh Notaris Hasbullah Abdul Rasyid, S.H.,M.Kn dengan nama PT Setia Suci Sejahtera.
Anggaran Dasar Perusahaan telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. W7-03075.HT.01-TH.2007 tanggal 23
Maret 2007. Perubahan anggaran dasar dilakukan pada tanggal 16 Mei 2017, di mana PT
Setia Suci Sejahtera berubah nama menjadi PT Stargate Pasific Resources. Perubahan nama
tersebut dilakukan berdasarkan Akta Notaris No. 83 dari Mellyani Noor, S.H., notaris di
Jakarta, tanggal 16 Mei 2007 dan disahkan oleh Surat Keputusan Kementerian Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. W7-08361HT.01.04-TH.2007 tanggal 26 Juli
Halaman 29 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 31
2017. Anggaran Dasar Perusahaan terakhir diubah dengan Akta Notaris No. 27 tanggal 14
Mei 2025 dari Vincent Sugeng Fajar, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, mengenai di antaranya,
penunjukkan Kembali dewan komisaris dan direksi. Hal ini telah disahkan oleh Menteri Hukum
Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-AH.01.09-0297314 tanggal 12 Juni
2025.
SPR adalah perusahaan pertambangan nikel yang berlokasi di Langgikima, Kabupaten
Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara. Perusahaan ini memiliki total 2 IUP dengan luas
1.674 hektar yang mencakup 4 blok prospek, yaitu Lameruru, Molore, Tobimeita, dan
Alenggo. Saat ini operasi penambangan aktif dilakukan di Blok Lameruru dan Blok Molore,
dengan kapasitas produksi mencapai 2,5 juta metrik ton bijih nikel per tahun dan kapasitas
pengiriman sebesar 2,0 juta metrik ton per tahun. Lokasi tambang yang strategis berada di
antara dua smelter nikel terbesar, yakni Tsingshan Group dan Virtue Dragon, menjadikan SPR
sebagai area strategis dalam rantai pasok nikel regional.
Untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang, SPR tengah mengembangkan fasilitas
peleburan sendiri berupa RKEF (Rotary Kiln Electrical Furnace) yang ditargetkan mulai
beroperasi pada tahun 2026 dengan kapasitas produksi NPI (Nickel Pig Iron) sebesar 12.000–
15.000 ton nikel per tahun. Perusahaan juga mengoperasikan dua jetty dengan kapasitas
masing-masing 3 tongkang di Lameruru (270 kt/bulan) dan Molore (150 kt/bulan). Ke
depannya, SPR berencana mengembangkan Blok Tobimeita dan Alenggo pada tahun 2036,
sekaligus membangun hauling road sepanjang 4–5 km yang menghubungkan Lameruru ke
Molore guna mendukung efisiensi operasional secara keseluruhan.
Kegiatan Usaha
Kegiatan Usaha Perusahaan dan entitas anaknya “group” adalah bergerak dalam bidang
industri tambang nikel dan aktivitas terkait termasuk ekplorasi, eksploitasi, pengolahan,
pengangkutan dan perdagangan.
Informasi Umum
Alamat Perseroan : Pacific Century Place, Lantai 18 Unit 10A, SCBD Lot 10, Jl. Jend. Sudirman
: Kav. 52-53, Jakarta
No. Telp / Fax :-
Website :-
Email :-
Susunan Kepemilikan Saham
Berdasarkan Informasi Manajemen SPR dan Laporan Keuangan Audit 31 Desember 2025,
susunan kepemilikan saham SPR per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Tabel 11. Struktur Pemegang Saham SPR
Jumlah Lembar Jumlah (juta
No Pemegang Saham Proporsi (%)
Saham Rupiah)
1 PT Danusa Tambang Nusantara 1.540.721.000 70,00% 1.541
2 PT Anugerah Surya Pasific Resources 660.309.000 30,00% 660
Jumlah 2.201.030.000 100,00% 2.201
Keterangan: Nilai nominal Rp.1.000 per lembar saham
Sumber: Laporan Keuangan SPR 31 Desember 2025
Halaman 30 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 32
Susunan Pengurus
Berdasarkan Akta No. 27 tanggal 14 Mei 2025, Susunan Dewan Komisaris dan Direksi per 31
Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Iwan Hadiantoro
Komisaris : Hendra Hutahean
Komisaris : Eddy
Direksi
Direktur Utama : Muliady Sutio
Direktur : Ruli Tanio
Direktur : Noviandri
Direktur : Dixon
Direktur : F Sandhy Herry Hermawan
Direktur : Ir. Aris Tandiarrang
Hubungan Pihak yang Bertransaksi
A. Transaksi Afiliasi
Sesuai dengan POJK 42/2020, transaksi afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi
yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali dengan Afiliasi dari
perusahaan terbuka atau afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
saham utama, atau pengendali, termasuk setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan
oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk kepentingan afiliasi dari
perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
saham utama, atau pengendali.
Hubungan Para Pihak Berdasarkan Struktur Kepengurusan
Hubungan para pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi, berdasarkan struktur
kepengurusan per 30 Juni 2025 adalah sebagai berikut:
Tabel 12. Hubungan Para Pihak Yang Terlibat Dalam Rencana Transaksi
No Nama Perseroan DTN SPR Keterangan
Djony Bunarto Tidak
1 Presiden Komisaris (-) (-)
Tjondro Afiliasi
Wakil Presiden Tidak
2 Rudy (-) (-)
Komisaris Afiliasi
Djoko Pranoto Tidak
3 Komisaris (-) (-)
Santoso Afiliasi
Tidak
4 Gita Tiffani Boer Komisaris (-) (-)
Afiliasi
Benjamin Tidak
5 Komisaris (-) (-)
Herrenden Birks Afiliasi
Paulus Bambang Komisaris Tidak
6 (-) (-)
Widjanarko Independen Afiliasi
Bruce Malcolm Komisaris Tidak
7 (-) (-)
Cox Independen Afiliasi
Komisaris Tidak
8 Ignasius Jonan (-) (-)
Independen Afiliasi
Halaman 31 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 33
No Nama Perseroan DTN SPR Keterangan
Franciscus
Tidak
9 Xaverius Laksana Presiden Direktur (-) (-)
Afiliasi
Kesuma
Loudy Irwanto Tidak
10 Direktur (-) (-)
Ellias Afiliasi
Presiden Komisaris
11 Iwan Hadiantoro Direktur Terafiliasi
Direktur Utama
Tidak
12 Idot Supriadi Direktur (-) (-)
Afiliasi
Tidak
13 Widjaja Kartika Direktur (-) (-)
Afiliasi
14 Vilihati Surya Direktur Komisaris (-) Terafiliasi
Tidak
15 Ari Sutrisno Direktur (-) (-)
Afiliasi
16 Hendra Hutahean Direktur Komisaris Komisaris Terafiliasi
Presiden Tidak
17 Frans Kesuma (-) (-)
Komisaris Afiliasi
Direktur
18 Muliady Sutio (-) Direktur Terafiliasi
Utama
Tidak
19 Matius (-) Direktur (-)
Afiliasi
20 Ruli Tanio (-) Direktur Direktur Terafiliasi
Tidak
21 Arga Firmansyah (-) Direktur (-)
Afiliasi
Tidak
22 Eddy (-) (-) Komisaris
Afiliasi
Tidak
23 Noviandri (-) (-) Direktur
Afiliasi
Tidak
24 Dixon (-) (-) Direktur
Afiliasi
F. Shandy Herry Tidak
25 (-) (-) Direktur
Hermawan Afiliasi
Ir. Aris Tidak
26 (-) (-) Direktur
Tandiarrang Afiliasi
Keterangan: (-) Tidak memiliki hubungan afiliasi
Sumber: Informasi Manajemen Perseroan, DTN & SPR Per 31 Desember 2025
Berdasarkan POJK 42/2020, transaksi Afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang
dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali dengan Afiliasi dari
perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
saham utama, atau pengendali, termasuk setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan
oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk kepentingan Afiliasi dari
perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
saham utama, atau Pengendali. Dari tabel hubungan para pihak yang terlibat dalam Rencana
Transaksi, dapat dilihat bahwa antara Perseroan sebagai pemegang saham mayoritas DTN,
DTN sebagai pihak Pemberi Pinjaman dan SPR sebagai pihak Penerima Pinjaman memiliki
hubungan afiliasi dari sisi susunan pengurus yaitu:
1. Iwan Hadiantoro selaku Direktur Perseroan juga menjabat sebagai Presiden Direktur DTN
sekaligus menjabat sebagai Komisaris Utama SPR;
2. Vilihati Surya selaku Direktur Perseroan juga menjabat sebagai Komisaris di DTN;
3. Hendra Hutahean selaku Direktur Perseroan juga menjabat sebagai Komisaris di DTN dan
PTAR;
4. Mauliady Sutio selaku Direktur DTN juga menjabat sebagai Direktur Utama SPR;
5. Ruli Tanio selaku Direktur DTN dan SPR.
Halaman 32 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 34
*Pada saat laporan ini dikeluarkan, terdapat Hubungan Para Pihak Yang Terlibat Dalam Rencana
Transaksi seperti yang dinyatakan dalam bab 1.17 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian
(Subsequent Events).
Hubungan Para Pihak Berdasarkan Struktur Kepemilikan.
Hubungan para pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi, berdasarkan struktur
kepemilikan per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Grafik 1. Bagan Hubungan Para Pihak Berdasarkan Struktur Kepemilikan
Sumber: Informasi Manajemen Perseroan
Keterangan:
UNTR : PT United Tractors Tbk atau Perseroan
PAMA : PT Pamapersada Nusantara
DTN : PT Danusa Tambang Nusantara
ASPR : PT Anugerah Surya Pasific Resources
SPR : PT Stargate Pasific Resources
Berdasarkan POJK 42/2020, transaksi afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang
dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali dengan afiliasi dari
perusahaan terbuka atau afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
saham utama, atau Pengendali, termasuk setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan
oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk kepentingan Afiliasi dari
perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
saham utama, atau Pengendali. Dari gambar bagan diatas dapat dilihat bahwa antara
Perseroan sebagai pihak pemegang saham mayoritas DTN yang mana DTN sebagai pihak
Pemberi Pinjaman dan SPR sebagai pihak Penerima Pinjaman, terdapat hubungan afiliasi, dari
sisi pengendalian/kepemilikan perusahaan, maupun pemegang sahamnya, dimana:
• Perseroan memiliki 60% saham pada DTN, sehingga DTN merupakan entitas anak yang
dikendalikan sepenuhnya oleh Perseroan;
• DTN memiliki 70% saham pada SPR, sehingga SPR merupakan entitas anak yang
dikendalikan sepenuhnya oleh DTN;
• Mengingat SPR merupakan entitas anak yang dimiliki oleh DTN, maka DTN dan SPR
tergolong sebagai pihak afiliasi secara langsung berdasarkan hubungan kepemilikan DTN
pada SPR.
Halaman 33 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 35
Oleh karena itu, Rencana Transaksi ini memenuhi kriteria transaksi afiliasi menurut POJK
42/2020.
B. Transaksi Benturan Kepentingan
Menurut informasi manajemen yang mengacu pada Surat Pernyataan Perseroan
No.LUT/109/9960/VI/2026 tanggal 25 Juni 2026 perihal Informasi terkait benturan atas
transaksi afiliasi antara DTN pada SPR berupa transaksi pinjaman pemegang saham atau
shareholder loan bahwa Rencana Transaksi tidak mengandung transaksi benturan
kepentingan.
C. Materialitas Nilai Rencana Transaksi
Materialitas nilai transaksi dilakukan dengan membandingkan nilai Rencana Transaksi dengan
ekuitas Perseroan periode 31 Desember 2025.
Tabel 13. Materialitas Rencana Nilai Transaksi
Nilai Transaksi Ekuitas Persroan
Keterangan Materialitas (%)
Rupiah Rupiah
Rencana Transaksi 900.000.000.000 103.136.323.000.000 0,87%
Sumber: Analisis KJPP FDI&R (Kurs: Rp16.782/USD).
Berdasarkan laporan keuangan Perseroan per 31 Desember 2025, ekuitas Perseroan tercatat
sebesar Rp103.136.323.000.000. Dengan mempertimbangkan nilai transaksi sebesar
Rp900.000.000.000 maka transaksi tersebut setara dengan 0,87% dari ekuitas Perseroan.
Oleh karena itu, transaksi dimaksud tidak termasuk sebagai transaksi material sebagaimana
yang diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor
17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha (“POJK
17/2020”).
2.2.3 Analisis Perjanjian & Syarat Rencana Transaksi
Berdasarkan drat Perjanjian Pinjaman Antar Perusahaan atau Intercompany Loan Agreement
antara DTN dan SPR bahwa dalam perjanjian Rencana Transaksi berisi ketentuan mengenai:
1. Tujuan
Tujuan pemberian pinjaman oleh DTN kepada SPR adalah untuk mendukung kebutuhan
pendanaan dan keperluan umum SPR guna menjaga kelancaran operasional perusahaan
serta mendukung kegiatan usaha perusahaan secara optimal.
2. Pinjaman
a. Jumlah fasilitas pokok pinjaman maksimum sebesar Rp900.000.000.000 (Sembilan Ratus
Miliar Rupiah).
b. Marjin pinjaman sebesar 1,80% per tahun.
c. Tingkat suku bunga pinjaman per tahun yaitu Compounded INDONIA ditambah marjin
sebesar 1,80%.
d. Bunga pinjaman wajib dibayar sesuai dengan suku bunga yang ditetapkan dan dihitung
berdasarkan ketentuan dalam perjanjian.
e. Pinjaman dapat digunakan selama periode pinjaman yang berlaku dan dapat
diperpanjang berdasarkan kesepakatan para pihak.
Halaman 34 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 36
f. Pinjaman bersifat revolving sehingga SPR dapat melakukan penarikan kembali atas
pinjaman yang telah dilunasi selama periode pinjaman masih berlangsung.
g. Periode pinjaman dimulai sejak tanggal perjanjian dan berlaku sampai dengan 31 Mei
2029.
h. Penarikan pinjaman dilakukan melalui penyampaian pemberitahuan pencairan pinjaman
paling lambat 5 (lima) Hari Kerja sebelumnya dan sepanjang plafon pinjaman masih
tersedia.
3. Ketentuan Pembayaran Kembali
a. SPR wajib melunasi pinjaman paling lambat pada tanggal pembayaran yang ditentukan,
namun DTN berhak sewaktu-waktu meminta pelunasan dipercepat dengan kewajiban
SPR melakukan pembayaran dalam waktu 5 (lima) Hari Kerja sejak pemberitahuan tertulis
disampaikan.
b. DTN berhak menuntut pelunasan segera atas pinjaman dan bunga terutang apabila
terjadi peristiwa ketidakmampuan membayar atau cidera janji pada SPR.
c. SPR dapat melakukan pembayaran dipercepat sebagian atau seluruh pinjaman dengan
pemberitahuan tertulis minimal 5 (lima) Hari Kerja sebelumnya dan pembayaran tersebut
bersifat final serta tidak dapat ditarik kembali.
d. Seluruh pembayaran kepada DTN dilakukan tanpa set-off, counter claim, atau
pengurangan lainnya dengan tetap memperhatikan ketentuan perpajakan yang berlaku.
4. Penghitungan dan Bukti Utang
a. DTN melakukan pencatatan atas seluruh kewajiban pinjaman SPR sesuai praktik yang
berlaku sebagai dasar penentuan jumlah utang.
b. Pencatatan tersebut memiliki kekuatan pembuktian yang sah dalam proses hukum atas
keberadaan dan besaran kewajiban SPR.
5. Ketidakberlakuan
Apabila suatu ketentuan dalam perjanjian menjadi tidak sah, tidak berlaku, atau tidak dapat
dilaksanakan berdasarkan hukum yang berlaku, maka ketentuan tersebut akan dipisahkan
dari perjanjian tanpa mempengaruhi keberlakuan ketentuan lainnya dalam perjanjian.
6. Pemberitahuan
Setiap pemberitahuan berdasarkan perjanjian wajib dibuat secara tertulis dan dianggap sah
apabila disampaikan melalui surat tercatat atau sarana komunikasi sebagaimana diatur
dalam lampiran perjanjian kepada alamat para pihak yang terdaftar.
7. Pengalihan
DTN berhak mengalihkan sebagian atau seluruh haknya berdasarkan perjanjian kepada
pihak lain sesuai ketentuan dalam perjanjian.
8. Pelaksanaan Hak
Masing-masing pihak dapat melaksanakan setiap hak, kuasa, atau upaya hukum secara
terpisah maupun bersamaan tanpa menghilangkan hak lainnya, dan keterlambatan atau
kegagalan dalam melaksanakan hak tersebut tidak dianggap sebagai pengesampingan hak
dimaksud.
9. Hukum yang Berlaku dan Jurisdiksi
Perjanjian diatur dan ditafsirkan berdasarkan hukum Republik Indonesia dan para pihak
tunduk pada jurisdiksi yang berlaku sesuai ketentuan dalam perjanjian.
Halaman 35 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 37
10. Perubahan
Setiap perubahan atas perjanjian hanya berlaku apabila dibuat secara tertulis dan
ditandatangani oleh masing-masing pihak dalam perjanjian.
2.2.4 Analisis Likuiditas Rencana Transaksi
Analisis likuiditas atas Rencana Transaksi melihat dampak dan sumber pembiayaan Rencana
Transaksi terhadap rasio likuiditas perusahaan. Pada hal ini analisis likuidasi Rencana Transaksi
dapat dilihat dari rasio likuiditas yang dianalisis yang terdiri dari Current Ratio, Quick Ratio, dan
Cash Ratio sebelum dan setelah Rencana Transaksi.
Tabel 14. Rasio Likuiditas Sebelum dan Setelah adanya Transaksi
Rasio Likuiditas Sebelum Transaksi Setelah Transaksi Selisih Perubahan
Current Ratio 1,355704X 1,355651X 0,000053X
Quick Ratio 1,041310X 1,041304X 0,000006X
Cash Ratio 0,499329X 0,499254X 0,000075X
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Pada analisis current ratio atau rasio lancar, quick ratio atau rasio cepat, dan cash ratio atau rasio
kas terdapat perubahan akibat Rencana Transaksi memberikan dampak selisih penurunan
masing-masing sebesar 0,000053 kali 0,000006 kali, dan 0,000075 kali yang diakibatkan dari
perubahan pajak dibayar dimuka berupa pajak penghasilan badan pada asset lancar dan adanya
kenaikan utang pajak berupa pajak penghasilan badan pada liabilitas jangka pendek.
2.2.5 Analisis Manfaat & Risiko Rencana Transaksi
Analisis Manfaat
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Manajemen Perseroan, dari sisi DTN, rencana
transaksi diharapkan dapat memberikan tambahan pendapatan bunga atas fasilitas pinjaman
yang diberikan kepada SPR. Sementara itu, dari sisi SPR, rencana transaksi diharapkan dapat
memberikan dukungan pendanaan modal kerja yang relatif fleksibel melalui fasilitas pinjaman
revolving, sehingga SPR memiliki fleksibilitas dalam melakukan penarikan dan pembayaran
kembali pinjaman sesuai kebutuhan operasional perusahaan selama periode fasilitas pinjaman
berlangsung.
Analisis Risiko
Rencana transaksi memiliki risiko antara lain risiko gagal bayar (default risk) apabila SPR
mengalami penurunan kinerja operasional atau arus kas yang dapat mempengaruhi kemampuan
pembayaran kewajiban pinjaman beserta bunganya kepada DTN. Selain itu, terdapat risiko
likuiditas bagi DTN apabila realisasi penarikan pinjaman oleh SPR dilakukan dalam jumlah
signifikan dalam periode tertentu sehingga dapat mempengaruhi kondisi kas dan pengelolaan
modal kerja DTN. Risiko lainnya adalah risiko perubahan kondisi pasar dan tingkat suku bunga
yang dapat mempengaruhi beban bunga pinjaman maupun kondisi keuangan para pihak.
Halaman 36 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 38
BAB III
ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF ATAS RENCANA TRANSAKSI
3.1 Analisis Kualitatif Atas Rencana Transaksi
3.1.1 Riwayat Singkat Perseroan
Perseroan didirikan di Indonesia pada tanggal 13 Oktober 1972 dengan nama PT Inter Astra
Motor Works, berdasarkan Akta Pendirian No. 69, di hadapan Djojo Muljadi, S.H.. Akta Pendirian
tersebut disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No.
Y.A.5/34/8 tanggal 6 Februari 1973 dan diumumkan dalam Lembaran Berita Negara No. 31,
Tambahan No. 281 tanggal 17 April 1973.
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Perubahan
Anggaran Dasar terakhir terkait dengan perubahan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha
Perseroan sebagaimana dituangkan dalam Akta No. 135 tanggal 25 April 2025 yang dibuat
dihadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, yang telah mendapat persetujuan
perubahan anggaran dasar dari Menteri Hukum Republik Indonesia sesuai dengan suratnya
tanggal 14 Mei 2025 No. AHU-0031112.AH.01.02.TAHUN 2025.
Selain itu, Perseroan telah melakukan perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris
sebagaimana dituangkan dalam Akta No.133 tanggal 25 April 2025 yang dibuat dihadapan Jose
Dima Satria, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, yang telah mendapat penerimaan pemberitahuan
dari Menteri Hukum Republik Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 14 Mei 2025 No.AHU-
AH.01.09-0238092 Tahun 2025.
Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1973. Perseroan berkedudukan di
Jakarta, Indonesia.
Perseroan dikendalikan oleh induk perusahaannya PT Astra International Tbk, perusahaan yang
didirikan di Indonesia. Pemegang saham terbesar PT Astra International Tbk adalah Jardine Cycle
& Carriage Ltd., perusahaan yang didirikan di Singapura. Jardine Cycle & Carriage Ltd. Adalah
anak perusahaan dari Jardine Matheson Holdings Ltd., perusahaan yang didirikan di Bermuda.
Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan utama Perseroan dan entitas anak (bersama-sama disebut “Grup”)
meliputi penjualan dan penyewaan alat berat (“mesin konstruksi”) beserta pelayanan purna jual;
penambangan dan kontraktor penambangan; pengolahan mineral; rekayasa, perencanaan,
perakitan, dan pembuatan komponen mesin, alat, peralatan, dan alat berat; pembuatan kapal
serta jasa perbaikannya; penyewaan kapal dan angkutan pelayaran; industri konstruksi; dan
energi.
Informasi Umum
Alamat Perseroan : Jl. Raya Bekasi Km 22, Cakung, Jakarta Timur, Indonesia, 13910
No. Telp / Fax : +62 21 2457 9999
Website : www.unitedtractors.com
Email :-
Halaman 37 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 39
Susunan Kepemilikan Saham
Berdasarkan Informasi Manajemen Perseroan, susunan kepemilikan saham Perseroan per 31
Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Tabel 15. Struktur Pemegang Saham Perseroan
Jumlah Nominal
No Pemegang Saham Jumlah Lembar Saham Proporsi (%)
(Rp Juta)
1 PT Astra International Tbk 2.219.317.358 59,50% 554.829
Masyarakat (masing-masing
2 1.357.478.878 36,39% 338.353
kepemilikan dibawah 5%)
3 Saham Treasury 153.338.900 4,11% 39.352
Jumlah 3.730.135.136 100,00% 932.534
Keterangan: Nilai nominal Rp.250 per lembar saham
Sumber: Informasi Manajemen Perseroan
*Pada tanggal laporan pendapat kewajaran ini dikeluarkan, susunan pemegang saham Perseroan tidak
mengalami perubahan, namun terdapat perubahan pada masyarakat dan saham treasuri sebagaimana
tercantum dalam bagian 1.17 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events).
Susunan Pengurus
Berdasarkan informasi manajemen Perseroan dan akta No. 133 tanggal 25 April 2025 yang
dibuat di hadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, yang telah mendapat
pemberitahuan penerimaan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
sesuai dengan suratnya tanggal 14 Mei 2025 No.AHU-AH.01.09- 0238092, Susunan Dewan
Komisaris, Direksi, dan Komite Audit Perseroan per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Djony Bunarto Tjondro
Wakil Presiden Komisaris : Rudy
Komisaris Independen : Paulus Bambang Widjanarko
Komisaris Independen : Bruce Malcolm Cox
Komisaris Independen : Ignasius Jonan
Komisaris : Djoko Pranoto Santoso
Komisaris : Gita Tiffani Boer
Komisaris : Benjamin Herrenden Birks
Direksi
Presiden Direktur : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
Direktur : Loudy Irwanto Ellias
Direktur : Iwan Hadiantoro
Direktur : Idot Supriadi
Direktur : Widjaja Kartika
Direktur : Vilihati Surya
Direktur : Ari Sutrisno
Direktur : Hendra Hutahean
Halaman 38 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 40
Komite Audit
Ketua : Ignasius Jonan
Anggota : Wanny Wijaya
Anggota : Mario C. Surung Gultom
*Pada saat laporan ini dikeluarkan, terdapat perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan
seperti yang dinyatakan dalam bab 1.17 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events).
3.1.2 Analisis Industri & Bisnis
Pertumbuhan Ekonomi
Perekonomian Indonesia tahun 2025 berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas
dasar harga berlaku mencapai Rp23.821,1 triliun dan PDB per kapita mencapai Rp83,7 juta atau
USD 5.083,4. Ekonomi Indonesia tahun 2025 tumbuh sebesar 5,11 persen, lebih tinggi
dibandingkan capaian tahun 2024 yang mengalami pertumbuhan sebesar 5,03 persen (c-to-c).
Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Jasa Lainnya mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 9,93
persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami
pertumbuhan tertinggi sebesar 7,03 persen. Ekonomi Indonesia triwulan IV-2025 terhadap
triwulan IV-2024 mengalami pertumbuhan sebesar 5,39 persen (y-on-y). Dari sisi produksi,
Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 8,98
persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB)
mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 6,12 persen.
8
6 5,31 5,05 5,03 5,11
3,7
4
2
0
2021 2022 2023 2024 2025
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia (%)
Grafik 2. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2021 – 2025 (% yoy)
Sumber: Badan Pusat Statistik 2026, diolah.
Pertambangan merupakan salah satu sektor unggulan perekonomian Indonesia. Pada tahun
2024, kontribusi sektor pertambangan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 7,39%
atau sebesar Rp955 triliun, meningkat 4,9% (yoy) dibandingkan tahun sebelumnya. Namun
demikian, pada tahun 2025 sektor ini mengalami sedikit penurunan sebesar -0,66% (yoy) menjadi
Rp949 triliun, dengan pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 3,72% selama periode
2021–2025. Berdasarkan subsektornya, pada tahun 2025 pertambangan batubara dan lignit
berkontribusi sebesar Rp328 triliun, diikuti pertambangan minyak dan gas bumi sebesar Rp251
triliun, pertambangan bijih logam sebesar Rp166 triliun, serta pertambangan dan penggalian
lainnya sebesar Rp204 triliun. Penurunan kinerja sektor pertambangan dan penggalian terjadi di
hampir seluruh subsektor, dengan penurunan terbesar pada pertambangan bijih logam yang
turun -7,92% (yoy). Penurunan ini dipicu oleh gangguan produksi tembaga dan emas serta
pelemahan harga nikel global.
Halaman 39 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 41
1200,0 07%
06%
06%
PDB Sektor Pertambangan dan Penggalian
1000,0
05%
04% 05%
04%
800,0
04%
(Triliun Rupiah)
600,0 03%
02%
400,0
01%
200,0
-0,66% 00%
- -01%
2021 2022 2023 2024 2025
Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Pertambangan Batubara dan Lignit
Pertambangan Biji Logam, Pertambangan dan Penggalian Lainnya
Pertumbuhan Sektor Pertambangan dan Penggalian
Grafik 3. Pertumbuhan Ekonomi Sektor Pertambangan dan Penggalian Tahun 2021 –2025
Sumber: Bank Indonesia 2025, diolah.
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Berdasarkan proyeksi PDB harga konstan Indonesia yang dipublikasikan oleh International
Monetary Fund (IMF), prakiraan rata-rata pertumbuhan GDP Indonesia berdasarkan lapangan
usaha selama periode 2025 sampai dengan 2030 adalah 5,01% dengan proyeksi pertumbuhan
di tahun 2030 mencapai 5,14%. Proyeksi di tahun 2025 mencapai Rp23.694 Triliun, sedangkan
perkiraan GDP tahun 2030 diperkirakan mencapai Rp34.386 Triliun.
40.000 8,00
34.386
31.903
29.607 7,00
30.000 27.517
25.573
GDP (Triliun Rupiah)
23.694
22.139 6,00
20.892
20.000
(%)
5,00
5,05 5,03 5,11 5,14
4,86 4,94 4,96 4,96
10.000
4,00
- 3,00
2023 2024 2025 F 2026 F 2027 F 2028 F 2029 F 2030 F
GDP (Triliun) Pertumbuhan Ekonomi (%)
Grafik 4. Proyeksi PDB Indonesia 2025 – 2030 (yoy %)
Sumber: International Monetary Fund (IMF), Oktober 2025
Perkembangan inflasi
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) 2025 terjaga dalam kisaran sasaran 2,5±1%, dengan Inflasi
IHK Desember 2025 sebesar 2,92% (yoy). Inflasi inti tetap terjaga rendah sebesar 2,38% (yoy),
sejalan pertumbuhan ekonomi yang masih di bawah kapasitas. Inflasi y-on-y terjadi karena
adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok
Halaman 40 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 42
pengeluaran. Tingkat inflasi month-to-month (m-to-m) pada Desember 2025 sebesar 0,64%
sedangkan tingkat inflasi year to date (y-to-d) pada Desember 2025 sebesar 2,92%. Tingkat
inflasi y-on-y komponen inti pada Desember 2025 sebesar 2,38%; dengan inflasi m-to-m sebesar
0,20%; dan inflasi y-to-d sebesar 2,38%. Realisasi Inflasi 2025 menunjukkan angka yang lebih
tinggi dibandingkan dengan prediksi IMF bulan April 2025 sebesar 1,68% serta masih berada
dalam target inflasi Bank Indonesia yang menandakan bahwa kondisi perekonomian masih
bergerak stabil.
3,50%
2,92%
3,00% 2,51% 2,50% 2,52% 2,52%
2,50% 2,19%
2,00%
Inflasi
1,57%
1,50%
1,00%
0,50%
0,00%
2024E 2025E 2026F 2027F 2028F 2029F 2030F
Proyeksi Inflasi
Grafik 5. Perkembangan dan Proyeksi Inflasi di Indonesia (%)
Sumber: International Monetary Fund (IMF) April 2025, diolah
Perkembangan Nilai Tukar Rupiah
Perkembangan nilai tukar rupiah dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan kecenderungan
melemah terhadap dolar AS, seiring dengan penguatan dolar secara global. Namun, terhadap
mata uang negara berkembang pelemahan rupiah relatif lebih moderat, sementara terhadap
mata uang negara maju selain AS rupiah cenderung lebih stabil bahkan mengalami apresiasi.
Hal ini menunjukkan bahwa tekanan terhadap rupiah lebih banyak dipengaruhi oleh penguatan
dolar AS dibandingkan pelemahan terhadap sebagian besar mata uang lainnya. Kurs jual
USD/IDR pada 31 Desember tercatat Rp16.865,91/USD; sedangkan China Yuan sebesar
Rp2.412,86/CNY dan terhadap Dollar Singapura sebesar Rp13.134,42/SGD.
Grafik 6. Perkembangan Nilai Tukar Rupiah Tahun 2025
Sumber: Bank Indonesia, 2025
Halaman 41 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 43
Suku Bunga
Pada Bulan Desember 2025, Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate
sebesar 4,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75%, dan suku bunga Lending Facility
sebesar 5,50%. Keputusan ini diambil sejalan dengan fokus kebijakan jangka pendek pada
stabilisasi nilai tukar Rupiah dan menarik aliran masuk investasi portofolio asing dari dampak
meningkatnya ketidakpastian global, dengan tetap memperkuat efektivitas transmisi pelonggaran
kebijakan moneter dan makroprudensial yang telah ditempuh selama ini. Hal ini juga akan
berpengaruh terhadap tingkat suku bunga pinjaman yang ditetapkan oleh perbankan. Pada
periode Desember 2025, tingkat suku bunga pinjaman Perseroan untuk modal kerja dan investasi
tercatat turun (mtm) di level 8,12%; 8,44% sedangkan suku bunga konsumsi sedikit mengalami
kenaikan menjadi 8,97%
Tabel 16. Tingkat Suku Bunga Kredit Bank Persero (%)
Bank Persero 2020 2021 2022 2023 2024 2025
Pinjaman Modal Kerja Yang Diberikan 8,77 8,34 8,29 8,93 8,67 8,12
Pinjaman Investasi Yang Diberikan 8,87 8,49 8,72 9,41 9,21 8,44
Pinjaman Konsumsi Yang Diberikan 10,56 10,14 9,65 9,27 9,09 8,97
Sumber: Bank Indonesia Desember 2025, diolah
Gambaran Perkembangan Industri Pertambangan
Cadangan Mineral dan Batubara di Indonesia
Saat ini setidaknya terdapat 29 jenis komoditas sumber daya dan cadangan mineral logam yang
tersebar di 2.809 lokasi di Indonesia. Komoditas dengan cadangan tersebar berupa timah yaitu
dengan total cadangan sebesar 6.431 juta ton bijih dan 1,44 juta ton logam. Komoditas dengan
cadangan terbesar selanjutnya adalah nikel yaitu sebesar 5.914 juta ton bijih dan 62 juta ton
logam. Emas primer menjadi komoditas dengan cadangan ketiga terbesar ketiga yaitu mencapai
3.461 juta ton bijih & 3,44 ribu ton logam.
7.000 6.431
5.914
6.000
5.000
4.000 3.461
3.215
2.865 2.858
3.000
1.967
2.000
1.209 1.049
1.000 61 552,3 648
437,1
208,2 136 62,0 224,1 114 21,3
0,0002 0,0034 0,8 0,0 1,4
58,8 2,8
-
Emas Emas Bauksit Besi LateritBesi Primer Kobal Mangan Nikel Pasir Besi Perak Seng Tembaga Timah
Aluvial Primer
Cadangan Bijih (Juta Ton) Cadangan Logam (Juta Ton)
Grafik 7. Cadangan Mineral Indonesia Tahun 2024 (juta Ton)
Sumber: Kementerian ESDM, 2025
Indonesia, sebagai salah satu produsen batubara terbesar di dunia pada tahun 2024, mampu
memproduksi sebanyak 836 juta ton batubara. Dari jumlah tersebut, Indonesia menyumbang
sekitar 4.714 TWh energi, atau setara dengan 9,31% dari total energi global yang berasal dari
Halaman 42 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 44
batubara, yaitu sekitar 58.618 TWh. Cadangan batubara Indonesia saat ini mencapa 97.960 juta
ton yang terdiri dari 69% atau 67.333 juta ton batubara kalori rendah; 16% atau 15.526 juta ton
kalori sedang dan 15% atau 15.101 juta ton kalori tinggi. Total cadangan tersebut tesebar di 23
provinsi dan 1.660 titik.
Cadangan Batu bara Tahun 2025 30.000
25.000
20.000
12.915
15.000
10.000
5.000 11.144
2.902 1.720
- 1.638 1.636
Kalori Rendah Kalori Sedang Kalori Tinggi
Terkira (Juta Ton) Terbukti (Juta Ton)
Grafik 8. Cadangan Batu Bara Indonesia Tahun 2024 (juta Ton)
Sumber: Kementerian ESDM, 2024
Produksi batu bara Indonesia tahun 2024 naik 7,9% (yoy) dari 775 juta ton pada 2023 menjadi
836,12 juta ton pada tahun 2024. Produksi emas dan perak dalam negeri juga mengalami
kenaikan yaitu sebesar 80,9% (yoy) dari 14,24 juta ton pada 2023 menjadi 25,75 juta ton pada
tahun 2024. Produksi nikel naik 39% (yoy) dari 126,72 ribu ton pada 2023 menjadi 176,08 ribu
ton padatahun 2024. Timah menjadi komoditas yang mengalami trend berbeda yaitu penurunan
sebesar 61% (yoy) dari 50,67 ribu ton menjadi 19,44 ribu ton pada tahun 2024. Kebutuhan
sumber bahan bakar PLN saat ini didominasi batu bara yaitu sekitar 71,72 juta ton pada tahun
2024. Batu bara mampu menghasilkan sekitar 66% dari total listrik yang dihasilkan oleh PLN
pada tahun 2024, sedangkan sisanya sebesar 44% terpenuhi dari bahan bakar BBM, gas alam,
panas bumi, air dan sumber energi lainnya.
836,13
Batubara (juta ton)
775,00
176,08
Nikel (ribu ton)
126,72
19,44
Timah (ribu ton)
50,67
25,75
Emas dan Perak (juta ton)
14,24
0,00 100,00 200,00 300,00 400,00 500,00 600,00 700,00 800,00 900,00
2024 2023
Grafik 9. Produksi Mineral dan Batubara tahun 2023 – 2024
Sumber: Kementerian ESDM, 2024
Pada tahun 2024 produksi batubara di Indonesia mencapai 836,13 juta ton dimana 232,64 juta
ton diantaranya digunakan untuk pemenuhan kepentingan dalam negeri. Capaian produksi
batubara tersebut terpenuhi darti sekitar 934 IUP/IUPPK/KK/IPR batubara. Sedangkan produksi
Halaman 43 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 45
emas sebesar 25,745 juta ton, perak 26,024 juta ton dan hasil tambang mineral lainnya dipenuhi
dari sekitar 934 IUP/IUPPK/KK/IPR tambang mineral. Dari 934 IUP/IUPPK/KK/IPR tersebut hanya
sekitar 635 yang melengkapi dengan data cadangan kandungan mineral.
1200
938 934
Jumlah Izin
800 635
400
0
Batubara Mineral
IUP/IUPPK/KK/IPR IUP/IUPK/KK/IPR dengan Data
Grafik 10. Perkembangan Jumlah IUP/IUPPK/KK/IPR Tahun 2024
Sumber: Kementerian ESDM, 2024
Kewajiban reklamasi pascatambang merujuk pada tanggung jawab perusahaan pertambangan
usai melakukan kegiatan pertambangan. Pada tahun 2023, kegiatan reklamasi mencapai
7.920,77 hektar melebihi target yang sudah ditetapkan seluas 7.075 hektar. Sedangkan capaian
reklamasi pada tahun 2024 mencapai 26.538 hektare atau naik 2,35 kali lipat dibandingkan
dengan capaian reklamasi tahun sebelumnya.
26.538
27.000
22.000
17.000
11.084
12.000 9.694 9.344
7.921
7.000
7.000 7.025 7.050 7.075 7.100
2.000
2020 2021 2022 2023 2024
Capaian reklamasi Target
Grafik 11. Perkembangan Reklamasi Pertambangan di Indonesia
Sumber: Kementerian ESDM, 2024
Perkembangan Harga Acuan Mineral dan Batubara
Emas menjadi mineral dengan pertumbuhan harga acuan tertinggi, meningkat dari USD
2.522/troy ons pada Desember 2024 menjadi USD 4.080/troy ons pada Desember 2025 atau
naik sekitar 61,8% (yoy). Perak sebagai mineral ikutan juga mengalami kenaikan signifikan dari
USD 29/troy ons menjadi USD 51/troy ons pada periode yang sama, atau meningkat sekitar
75,9% (yoy). Di sisi lain, nikel menunjukkan tren pelemahan dari USD 16.175/dmt pada
Desember 2024 menjadi USD 14.667/dmt pada Desember 2025, atau turun sekitar 9,3% (yoy).
Tembaga justru mengalami peningkatan dari USD 9.280/dmt menjadi USD 10.775/dmt, atau
naik sekitar 16,1% (yoy). Sementara itu, batubara mengalami koreksi harga yang cukup dalam
dari USD 123/ton menjadi USD 98/ton, atau turun sekitar 20,3% (yoy) pada Desember 2025.
Halaman 44 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 46
Grafik 12. Perkembangan Harga Mineral dan Batubara Acuan Indonesia
Sumber: Kementerian ESDM, 2025
Perkembangan Ekspor Hasil Tambang Mineral
Ekspor hasil tambang emas dan nikel menjadi komoditas dengan nilai ekspor paling berfluksuasi
jika dibandingkan dengan tembaga dan perak. Nilai ekspor nikel pada tahun 2024 mencapai
USD 3.177 juta. Pada periode Januari – Agustus 2025 terjadi pelemahan nilai ekspor timah
sebesar 24,3% (yoy) dari USD 2.048 juta menjadi USD1.551 juta. Ekspor emas pada tahun 2024
mencapai USD 1.062, sedangkan produksi pada periode Januari – Agustus 2025 mengalami
kenaikan 1108% (yoy) dibandingkan periode tahun sebelumnya yaitu dari USD 655 juta menjadi
USD 1.365 juta. Ekspor komoditas Tembaga pada tahun 2024 mencapai USD 250 juta. Periode
Januari – Agustus 2025 mengalami kenaikan 30% (yoy) dari USD 163,5 juta menjadi USD 212
juta. Ekspor komoditas perak pada tahun 2024 mencapai USD 104 juta dengan periode Januari
– Agustus 2025 mengalami kenaikan 37,9% (yoy) dari USD 64,2 juta menjadi USD 89 juta.
6.000 5.542
5.000
4.096
4.000
Juta USD
3.177
3.000
2.048
2.000
1.062 1.551
848 1.365
764 655
1.000
250
198 163,5 212
- … 104 64,2 89
2020 2021 2022 2023 2024 Jan-gus Jan - Agus
2024 2025
Nikel Emas Tembaga Perak
Grafik 13. Perkembangan Ekspor Mineral Tahun 2020 – 2025
Sumber: Kementerian ESDM, 2025
Batu bara sebagai komoditas unggulan Indonesia pada tahun 2024 mampu mencatatkan nilai
ekspor sebesar USD 30.490 juta atau turun 11,85% (yoy). Penurunan ini diakibatkan karena
penurunan harga acuan batubara dari 305,21 USD/ton pada januari 2023 menjadi 122,51
USD/ton pada Desember 2024. Tren Penurunan nilai ekspor batubara juga berlanjut sampai
Halaman 45 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 47
dengan periode Januari – Agustus 2025 dimana ekspor turun 21% (yoy) dari USD 20.132 juta
menjadi USD 15.906 juta. Penurunan ini masih dipengaruhi oleh tren penuruhan harga acuan
batubara dari USD 131,17/ton pada Oktober 2024 menjadi 100,69/ton pada Agustus 2025.
100000,0
90000,0
80000,0
70000,0 46.765
60000,0
Juta USD
50000,0 34.592
30.490
40000,0 26.533
30000,0 20.132
14.534 15.906
20000,0
10000,0
-
2020 2021 2022 2023 2024 Jan - Jan -
Agus 2024Agus 2025
Batubara Batubara Kadar Menegah Batubara Kadar Tinggi Total Ekspor Batubara
Grafik 14. Nilai Ekspor Batubara Indonesia Tahun 2020 – Agustus 2025
Sumber: BPS, 2025
Nilai Impor Mesin dan Alat Berat
Perkembangan impor mesin dan alat berat di Indonesia setelah sempat mengalami kenaikan
yang cukup signifikan pada tahun 2024 cenderung mengalami penurunan sampai dengan Juli
2025. Nilai impor mesin dan alat berat pertambangan turun 6% (yoy) pada tahun 2024 dari USD
2.039 juta menjadi USD 1.923 juta. Tren ini berlanjut sampai dengan Juli 2024 dengan total nilai
impor mencapai USD 1.459 juta. Pada tahun 2023, pertambangan menjadi sektor dengan
market size impor terbesar mencapai 47% dari total mesin dan alat berat yang diimpor di
Indonesia, diikuti sengan sektor konstruksi sebesar 26%; sektor perkebunan sebesar 14% dan
kehutanan sebesar 13%. Penurunan ini menujukkan adanya perlambatan jumlah permintaan
mesin dan peralatan pertambangan yang digunakan untuk ekspansi sektor pertambangan baik
dalam proses penambangan maupun reklamasi lokasi tambang.
3.000 2.660 1
2.500 1
2.039 1.923 1
2.000 1.635 63% 1
Juta USD
1.459
1.500 0
1.000 0
-6% -
500 (0)
-23%
- (0)
2021 2022 2023 2024 Juli 2025
Impor Growth
Grafik 15. Nilai Impor Mesin dan Alat Berat Pertambangan
Sumber: BPS, 2025
Halaman 46 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 48
Perkembangan Pasar Global
Perkembangan harga acuan komoditas global berfluktuasi untuk masing-masing jenis komoditas.
Tiga dari empat komoditas mengalami kenaikan harga acuan dalam kurun waktu satu tahun
terakhir, komoditas tersebut adalah tembaga, emas, dan perak. Sedangkan untuk batubara
mengalami penurunan. Harga acuan Emas (LBMA) berada pada harga USD 4.026/onz atau naik
51,71% (yoy) pada 10 Oktober 2025. Harga acuan perak juga mengalami kenaikan sebesar
59,22% (yoy) dari USD 31,88/onz menjadi USD 50,76/onz pada 10 Oktober 2025. Tembaga
mengalami kenaikan 7,25% (yoy) dari USD 9.778/ton menjadi USD 10.487/ton pada 10 Oktober
2025. Harga acuan batubara tidak sejalan dengan harga komoditas lain yang mengalami
penurunan cukup tajam yaitu sebesar 29,63% (yoy) dari USD 148,50/ton menjadi USD
104,50/ton pada 10 Oktober 2025.
Grafik 16. Perkembangan Harga Acuan Emas, Perak, Tembaga dan Batubara Global
Sumber: S&P Capital IQ, 2025
Permintaan emas global dalam lima tahun terakhir cenderung mengalami kenaikan dengan
CAGR 2020 – 2024 mencapai 5,87%. Pada tahun 2024 permintaan emas global mengalami
kenaikan sebesar 2,2% yaitu dari 4.524 ton di tahun 2023 menjadi 4.624 ton pada tahun 2024.
Kebutuhan emas didominasi untuk kebutuhan perhiasan sebesar 43,8% atau 2.026,8 ton; 7,1%
atau 326,2 ton untuk kebutuhan teknologi; 25,6% atau 1.181,9 ton untuk kebutuhan investasi;
dan 23,6% atau 1.089 ton untuk kebutuhan bank sentral. Kebutuhan batubara negara maju
diseluruh dunia cenderung mengalami fluktuasi. Setelah sempat mengalami kenaikan kebutuhan
yang tinggi mencapai 1.036,4 juta ton pada tahun 2021, pada tahun 2024 permintaan batubara
negara maju mengalami penurunan -5,5% (yoy) menjadi 832,7 juta ton. Batubara masih menjadi
sumber energi listrik utama global dimana pada tahun 2025, produksi energi listrik yang
dihasilkan dari batubara meencapai 50.618 Twh.
Halaman 47 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 49
5.000 4.729 4.624
4.524
4.046
4.000 3.681
3.000
2.000
946,3 1.036,4 1.000,4 880,9 832,7
1.000
-
2020 2021 2022 2023 2024
Emas (ton) Batubara (juta ton)
Grafik 17. Perkembangan Permintaan Emas dan Batubara Tahun 2020 – 2024
Sumber: KJPP FDI, diolah
Kesimpulan Industri Pertambangan dan Industri Alat Berat
Industri pertambangan global masih ditopang oleh batu bara sebagai sumber energi utama,
meskipun tekanan transisi menuju energi terbarukan terus meningkat. Dalam jangka menengah,
permintaan batu bara diperkirakan tetap tinggi namun menunjukkan tren pelemahan secara
bertahap, sehingga mendorong perusahaan untuk melakukan transformasi strategi. Di sisi lain,
komoditas mineral seperti emas, perak, tembaga, dan nikel mengalami peningkatan permintaan
yang signifikan, seiring dengan kebutuhan industri teknologi dan energi bersih.
Bagi perusahaan seperti PT United Tractors Tbk, PT Danusa Tambang Nusantara, dan PT Stargate
Pasific Resources, kondisi ini menciptakan peluang sekaligus tantangan. Ketergantungan pada
batu bara mulai dikurangi melalui diversifikasi ke mineral bernilai tinggi, khususnya emas dan
logam strategis lainnya yang memiliki prospek harga dan permintaan yang lebih kuat. PT
Agincourt Resources, dengan fokus pada tambang emas, berada pada posisi yang diuntungkan
oleh tren kenaikan harga logam mulia, sementara United Tractors memperkuat portofolionya
melalui ekspansi ke sektor mineral dan tetap didukung oleh bisnis alat berat yang berkaitan erat
dengan proyek infrastruktur domestik, pertambangan, konstruksi, kehutanan dan perkebunan,
serta segmen bisnis lainnya yaitu berupa jasa kontraktor pertambanga, pertambangan (batu bara
dan mineral lainnya). Secara keseluruhan, prospek industri bagi ketiga perusahaan ini tetap solid
dalam jangka panjang. Strategi diversifikasi, peningkatan eksposur pada komoditas bernilai
tinggi, serta kemampuan beradaptasi terhadap transisi energi menjadi faktor kunci dalam
menjaga pertumbuhan dan ketahanan bisnis di tengah dinamika pasar global.
3.1.3 Analisis Operasional & Prospek Perusahaan
Analisa Operasional
Segmen operasi perusahaan terbagi menjadi empat segmen usaha utama yaitu: Mesin Konstruksi,
Kontraktor Penambangan, Pertambangan, dan Segmen Lainnya. Analisis dan kinerja operasional
dari masing-masing segmen usaha disajikan sebagai berikut:
Mesin Konstruksi
Segmen usaha mesin konstruksi dijalankan oleh perusahaan induk yaitu Perseroan serta anak
usahanya yaitu PT Bina Pertiwi dan UT Heavy Industry (S) Pte Ltd. PT United Tractors Pandu
Engineering (UTPE), dan PT Triatra Sinergia Pratama (TRIATRA). Segmen usaha ini berfokus pada
Halaman 48 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 50
penjualan alat berat dan kendaraan transportasi untuk berbagai sektor, seperti pertambangan,
perkebunan, konstruksi, kehutanan, material handling, dan transportasi.
Tabel 17. Mesin Konstruksi
Mesin Konstruksi 2020 2021 2022 2023 2024 2025
Penjualan Alat Berat Komatsu (Unit) 1.564 3.088 5.753 5.270 4.420 4.515
Penjualan UD Trucks (Unit) 224 375 429 272 234 155
Penjualan Scania (Unit) 217 545 233 715 436 466
Penjualan Suku Cadang dan Jasa Pemeliharaan
6 8 10 12 12 11
(triliun Rupiah)
Pendapatan Bersih Mesin Konstruksi
13 23 36 37 37 36
(triliun Rupiah)
Sumber: Laporan Tahunan PT United Tractors Tbk, diolah
Segmen usaha Mesin Konstruksi pada tahun 2025 mencatat peningkatan pada penjualan alat
berat Komatsu sebesar 2% menjadi 4.515 unit dibanding pada tahun sebelumnya pada tahun
2024. Kenaikan ini terutama didorong oleh meningkatnya permintaan dari sektor kehutanan dan
perkebunan yang mana membuat Komatsu memiliki pangsa pasar sebesar 20% dan tetap
mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar alat berat di sektor pertambangan.
Di sisi lain, penjualan Scania mengalami peningkatan dari 436 unit menjadi 466 unit, sementara
penjualan UD Trucks menurun cukup signifikan dari 234 unit menjadi 155 unit. Penurunan juga
tercatat pada pendapatan dari penjualan suku cadang dan jasa pemeliharaan alat berat yang
turun sebesar 3% menjadi Rp11 triliun. Secara keseluruhan, total pendapatan bersih dari segmen
Mesin Konstruksi mengalami penurunan sebesar 2% menjadi Rp36 triliun, yang menunjukkan
bahwa peningkatan penjualan unit alat berat belum sepenuhnya mampu mengimbangi
penurunan pada pendapatan layanan dan komponen pendukung lainnya.
Kontraktor Penambangan
Layanan yang tercakup pada segmen usaha kontraktor penambangan adalah diantaranya:
desain dan implementasi pertambangan, penilaian dan studi kelayakan, pembangunan
infrastruktur dan fasilitas tambang, pemindahan tanah, pengelolaan limbah, eksplorasi,
pengangkutan, serta jasa terkait kontraktor penambangan lain.
Tabel 18. Kontraktor Penambangan
Kontraktor Penambangan 2020 2021 2022 2023 2024 2025
Produksi Batu Bara (juta ton) 115 116 116 129 148 148
Volume Pemindahan Tanah (juta bcm) 825 852 954 1.158 1.217 1.100
Pendapatan Bersih Kontraktor Penambangan
29 33 47 54 58 54
(triliun Rupiah)
Sumber: Laporan Tahunan PT United Tractors Tbk, diolah
Segmen usaha Kontraktor Penambangan dijalankan oleh PT Pamapersada Nusantara (PAMA)
beserta anak perusahaannya, PT Kalimantan Prima Persada (KPP Mining). Kedua entitas yang
tergabung dalam PAMA Grup ini menyediakan layanan jasa pertambangan bagi pemegang
konsesi tambang, terutama dalam kegiatan pemindahan lapisan tanah penutup (overburden
removal) serta produksi batu bara dan mineral lainnya.
Pada tahun 2024, segmen kontraktor penambangan mencatatkan kinerja yang positif. PAMA
Grup membukukan peningkatan produksi batu bara sebesar 15% atau sekitar 19 juta ton
Halaman 49 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 51
dibandingkan tahun 2023. Selain itu, volume pekerjaan pemindahan tanah juga meningkat
sebesar 5% atau sekitar 59 juta bcm dibandingkan tahun sebelumnya. Sejalan dengan
peningkatan aktivitas operasional tersebut, pendapatan bersih dari segmen kontraktor
penambangan pada tahun 2024 juga mengalami kenaikan sebesar 8% atau sekitar Rp4 triliun
dibandingkan tahun 2023.
Namun demikian, hingga triwulan IV tahun 2025, PAMA Grup mencatatkan penurunan volume
pekerjaan pemindahan tanah sebesar 10% menjadi 1.100 juta bcm. Sementara itu, volume
produksi batu bara untuk para klien tercatat relatif stabil pada level 148 juta ton dengan rata-rata
stripping ratio sebesar 7,4 kali. Penurunan volume pemindahan tanah ini terutama dipengaruhi
oleh tingginya curah hujan serta penurunan stripping ratio pada beberapa kontrak klien. Sejalan
dengan perkembangan tersebut, total pendapatan bersih dari segmen Kontraktor Penambangan
tercatat menurun sebesar 7% menjadi Rp54 triliun.
Pertambangan
Grup perusahaan menjalankan usaha pertambangan pada dua lini bisnis, yaitu: batu bara termal
dan metalurgi serta emas dan mineral Lainnya. Grup perusahaan menjalankan lini bisnis
pertambangan batu bara lewat perusahaan induk lini bisnis batu bara yaitu PT Tuah Turangga
Agung. Pada segmen usaha pertambangan emas dan mineral lainnya, PT Agincourt Resources,
PT Sumbawa jutaraya, dan PT Stargate Pacific Resources menjadi entitas yang menjalankan lini
bisnis ini.
Tabel 19. Kinerja Operasional Batu Bara dan Metalurgi
Batu Bara Termal dan Metalurgi 2020 2021 2022 2023 2024 2025
Volume Penjualan Batu Bara (juta ton) 9 9 10 12 13 14
Jumlah Pendapatan Bersih Pertambangan Batu
9 14 31 30 26 24
Bara (triliun Rupiah)
Sumber: Laporan Tahunan PT United Tractors Tbk, diolah
Pada lini bisnis pertambangan batu bara, grup perusahaan pada 2024 mencatat volume
penjualan yang meningkat sebesar 11% atau sebesar 13 juta ton dibandingkan tahun 2023.
Meski begitu, jumlah pendapatan bersih pertambangan batu bara grup perusahaan pada 2024
tercatat sebesar 26 triliun Rupiah atau turun sebesar 15% dari pendapatan bersih tahun 2023
sebesar 31 triliun Rupiah. Penurunan pendapatan bersih tersebut didorong oleh penurunan harga
batu bara global sejak awal tahun 2024 sehingga meskipun volume penjualan dicatatkan
meningkat, Nilai penjualan bersih grup perusahaan mengalami penurunan.
Memasuki tahun 2025, perseroan mencatatkan peningkatan volume penjualan batu bara menjadi
14 juta ton. Meskipun demikian, pendapatan dari segmen usaha pertambangan batu bara
tercatat turun sebesar 7% menjadi Rp24 triliun. Penurunan ini disebabkan oleh turunnya rata-rata
harga jual batu bara di pasar, yang terus menekan nilai pendapatan meskipun volume penjualan
mengalami peningkatan.
Tabel 20. Kinerja Emas dan Mineral Lainnya
Emas dan Mineral Lainnya 2020 2021 2022 2023 2024 2025
Penjualan Setara Emas (ribu ons) 320 330 286 175 232 277
Jumlah Pendapatan (triliun Rupiah) Bersih
7 8 8 5 10 14
Pertambangan Emas dan Mineral Lainnya
Sumber: Laporan Tahunan PT United Tractors Tbk, diolah
Halaman 50 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 52
Pada lini bisnis pertambangan emas dan mineral lainnya, grup perusahaan pada 2024
mencatatkan kenaikan volume penjualan sebesar 32% atau sebesar 57 ribu ons dibanding tahun
2023. Dari sisi pendapatan bersih, grup perusahaan pada 2024 mencatatkan total pendapatan
bersih pertambangan emas dan mineral lainnya sebesar 10 triliun Rupiah atau kenaikan sebesar
90% dibanding tahun 2023. Pada tahun 2025 tercatatat peningkatan pendapatan sebesar 41%
menjadi Rp14 triliun, terutama disebabkan oleh peningkatan harga emas.
Prospek Perusahaan
Prospek industri pertambangan dan alat berat Indonesia saat ini ditopang oleh fundamental yang
kuat dari sisi cadangan sumber daya alam dan tren produksi nasional yang terus meningkat.
Indonesia memiliki 29 jenis komoditas mineral logam yang tersebar di 2.809 lokasi, dengan
cadangan terbesar berasal dari timah 6.431 juta ton bijih, nikel 5.914 juta ton bijih, dan emas
3.461 juta ton bijih. Produksi nasional juga menunjukkan pertumbuhan positif, di mana pada
tahun 2024 produksi batubara naik 7,9% menjadi 836 juta ton, nikel meningkat 39%, serta emas
dan perak melonjak hingga 80,9% (yoy). Meskipun harga batubara terkoreksi hingga 29,6% (yoy),
harga emas, perak, dan tembaga justru meningkat tajam masing-masing sebesar 51,7%, 59,2%,
dan 7,2%. Pergeseran tren ini menandakan potensi pertumbuhan yang lebih besar pada sektor
logam bernilai tinggi dan mineral strategis, sejalan dengan kebijakan hilirisasi dan peningkatan
nilai tambah industri nasional. Peningkatan ekspor mineral seperti emas, perak, dan tembaga
juga menunjukkan kuatnya permintaan global yang membuka peluang bagi ekspansi industri
pertambangan nasional menuju arah yang lebih modern dan berkelanjutan.
Prospek usaha Perseroan ke depan berada dalam fase transisi strategis. Pada tahun 2026 terjadi
penguatan harga dan permintaan batu bara (akibat geopolitik), pendapatan turun untuk
kontraktor akibat penurunan volume produksi (RKAB), ekspor turun karena produksi domestik
seperti di China meningkat.
Di sisi lain, diversifikasi bisnis menjadi kunci utama pertumbuhan Perseroan. PAMA mulai
memperluas portofolio ke proyek tambang nikel seperti blok Pomalaa, sementara lini
pertambangan milik sendiri melalui Martabe, Doup (ASA), dan Stargate memperkuat eksposur
Perseroan terhadap komoditas emas dan nikel yang harganya tengah naik tajam. Segmen alat
berat menghadapi perlambatan dari sektor tambang, namun tetap ditopang oleh aktivitas
konstruksi dan hilirisasi mineral nasional, dengan potensi pendapatan stabil dari layanan purna
jual dan digitalisasi sistem (UT Connect). Sementara itu, segmen konstruksi ACSET dan energi
baru EPN mendukung integrasi antarunit bisnis serta peluang investasi di sektor energi terbarukan.
Dengan kombinasi diversifikasi portofolio, fokus pada efisiensi operasional, dan kesiapan
memasuki era energi bersih, Perseroan berpotensi tetap tumbuh solid dan relevan di tengah
perubahan arah pasar global.
3.1.4 Alasan Dan Latar Belakang Rencana Transaksi
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Manajemen Perseroan, latar belakang dan alasan
dilakukannya rencana transaksi adalah untuk mendukung kebutuhan pendanaan kegiatan
operasional SPR sehingga perusahaan memiliki kecukupan modal kerja dalam menjalankan
aktivitas usaha dan menjaga kelangsungan operasional perusahaan secara optimal. Melalui
fasilitas pinjaman pemegang saham yang diberikan oleh DTN, SPR diharapkan memperoleh
fleksibilitas pendanaan yang dapat digunakan sesuai kebutuhan operasional perusahaan selama
periode fasilitas pinjaman berlangsung.
Halaman 51 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 53
3.1.5 Analisis Keuntungan & Kerugian Kualitatif
Keuntungan dan kerugian dari adanya Rencana Transaksi bagi Perseroan dapat ditinjau dari
beberapa aspek.
Keuntungan yang dapat diperoleh Perseroan dari adanya Rencana Transaksi adalah sebagai
berikut:
1. Memperoleh pendapatan bunga atas fasilitas pinjaman yang diberikan kepada SPR sehingga
dapat memberikan tambahan pendapatan bagi DTN.
2. Mendukung kegiatan operasional dan kebutuhan modal kerja SPR sehingga diharapkan
dapat menjaga kelangsungan usaha dan operasional perusahaan secara optimal.
3. Mengoptimalkan pemanfaatan dana DTN melalui penempatan dana pada aset keuangan
produktif berupa piutang pinjaman kepada entitas afiliasi.
Kerugian yang dapat diperoleh Perseroan dari adanya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
1. Timbulnya opportunity cost atas penggunaan dana DTN yang dialokasikan untuk pemberian
pinjaman kepada SPR sehingga dana tersebut tidak dapat digunakan untuk alternatif investasi
atau kebutuhan pendanaan lainnya.
2. Adanya risiko kredit berupa potensi keterlambatan pembayaran atau gagal bayar atas pokok
pinjaman dan/atau bunga oleh SPR sesuai ketentuan yang disepakati dalam perjanjian
pinjaman.
3. Potensi risiko likuiditas bagi DTN apabila realisasi penarikan pinjaman oleh SPR dilakukan
dalam jumlah signifikan sehingga dapat mempengaruhi pengelolaan arus kas dan kebutuhan
modal kerja DTN.
3.1.6 Dampak Leverage Terhadap Keuangan (Dibanding Industri Sejenis)
Leverage perusahaan diukur melalui rasio Debt to Equity dan rasio Debt to Assets. Rasio Debt to
Equity dan rasio Debt to Assets pada Perseroan secara historis sejak 2020 sampai 31 Desember
2025 disajikan pada tabel berikut:
Tabel 21. Leverage Perseroan – Historis
2020 2021 2022 2023 2024 2025
Leverage
Audited Audited Audited Audited Audited Audited
Debt to Equity Ratio 0,13X 0,03X 0,22X 0,21X 0,18X 0,13X
Long Term Debt to Equity Ratio 0,04X 0,01X 0,21X 0,16X 0,07X 0,04X
Debt to Assets Ratio 0,08X 0,02X 0,12X 0,12X 0,11X 0,08X
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Adanya Rencana Transaksi tidak mengubah rasio leverage perusahaan secara signifikan karena
pinjaman yang diberikan dari DTN kepada SPR bersumber dari dana internal kas perusahaan.
dengan begitu Rencana Transaksi tidak merubah struktur leverage perusahaan secara signifikan
dilihat dari rasio Debt to Equity, Long-Term Debt to Equity, dan rasio Debt to Assets. Leverage
perusahaan setelah Rencana Transaksi dilakukan disajikan pada tabel berikut:
Halaman 52 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 54
Tabel 22. Leverage Perseroan – Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi
Dampak Leverage Sebelum Transaksi Setelah Transaksi
Debt to Equity Ratio 0,183418X 0,183418X
Long Term Debt to Equity Ratio 0,070903X 0,070903X
Debt to Assets Ratio 0,106493X 0,106488X
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Industri sejenis merupakan perusahaan terbuka di Bursa Efek Indonesia yang memiliki kesamaan
klasifikasi industri dengan Perseroan. Perusahaan sejenis yang disebandingkan dipilih
menggunakan penentuan kesebandingan karakteristik yang terdiri dari klasifikasi industri,
pertumbuhan pendapatan, pertumbuhan laba, margin laba bersih, total aset, dan pangsa pasar.
Perusahaan dengan kriteria yang sebelumnya sudah ditentukan dan memenuhi minimum 4
kriteria selanjutnya digunakan sebagai benchmark leverage.
Ringkasan penentuan perusahaan pada industri sejenis disajikan pada tabel berikut:
Tabel 23. Penentuan Perusahaan Industri Sejenis
Pertumbuhan Pertumbuhan Margin Total Pangsa
Perusahaan Industri
Pendapatan Laba Laba Bersih Aset Pasar
PT Alamtri Resources
√ √ √ √
Indonesia Tbk (IDX:ADRO)
PT Bayan Resources Tbk.
√ √ √ √
(IDX:BYAN)
PT Bukit Asam (Persero)
√ √ √ √
Tbk (IDX:PTBA)
PT Dian Swastatika
√ √ √ √
Sentosa Tbk (IDX:DSSA)
PT Golden Energy Mines
√ √ √ √
Tbk (IDX:GEMS)
PT Indo Tambangraya
√ √ √ √
Megah Tbk (IDX:ITMG)
Sumber: S&P Capital IQ, diolah.
Rasio leverage historis pada perusahaan di industri sejenis dengan proksi berupa rasio Debt to
Equity dan Debt to Assets disajikan pada tabel berikut:
Tabel 24. Rasio Debt to Equity Perusahaan Pembanding
Debt to Equity Ratio Dec 2021 Dec 2022 Dec 2023 Dec 2024 Sep 2025
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk
0,36 0,24 0,19 0,11 0,16
(IDX:ADRO)
PT Bayan Resources Tbk. (IDX:BYAN) - - 0,20 0,15 -
PT Bukit Asam (Persero) Tbk (IDX:PTBA) 0,04 0,05 0,06 0,10 0,17
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk
0,36 0,54 0,47 0,63 0,66
(IDX:DSSA)
PT Golden Energy Mines Tbk
0,36 0,24 0,38 0,43 0,19
(IDX:GEMS)
PT Indo Tambangraya Megah Tbk
0,04 0,03 0,03 0,04 0,05
(IDX:ITMG)
Average 0,20 0,18 0,22 0,24 0,20
Sumber: S&P Capital IQ, diolah.
Halaman 53 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 55
Rata-rata historis Debt to Equity perusahaan pembanding pada industri sejenis berkisar pada 0,18
sampai 0,24. Rasio Debt to Equity yang tinggi menggambarkan bahwa pendanaan perusahaan
lebih banyak bersumber dari Utang ketimbang Ekuitas.
Tabel 25. Rasio Debt to Assets Perusahaan Pembanding
Debt to Asset Ratio Dec 2021 Dec 2022 Dec 2023 Dec 2024 Sep 2025
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk
0,21 0,15 0,14 0,09 0,12
(IDX:ADRO)
PT Bayan Resources Tbk. (IDX:BYAN) - - 0,12 0,10 -
PT Bukit Asam (Persero) Tbk (IDX:PTBA) 0,03 0,03 0,03 0,05 0,09
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk
0,21 0,25 0,26 0,33 0,34
(IDX:DSSA)
PT Golden Energy Mines Tbk
0,14 0,12 0,19 0,23 0,11
(IDX:GEMS)
PT Indo Tambangraya Megah Tbk
0,03 0,02 0,02 0,03 0,04
(IDX:ITMG)
Average 0,10 0,09 0,13 0,14 0,12
Sumber: S&P Capital IQ, diolah.
Rata-rata historis Debt to Assets perusahaan pembanding pada industri sejenis berkisar pada 0,09
sampai 0,14.
Debt to Equity Perseroan sebelum dan setelah Rencana Transaksi sebesar 0,18 masih berada
pada rentan perusahaan pada industri sejenis sebesar 0,18 sampai 0,24. Hal ini menunjukan
bahwa Rencana Transaksi tidak memberikan dampak yang dapat membuat Perseroan memiliki
leverage diluar rentan perusahaan pada industri sejenis.
Debt to Assets Perseroan sebelum dan setelah Rencana Transaksi sebesar 0,10 masih berada
pada rentan perusahaan pada industri sejenis sebesar 0,09 sampai 0,14. Hal ini menunjukan
Rencana Transaksi pemberian pinjaman tidak berdampak pada leverage perusahaan yang dilihat
dari proksi debt to assets.
3.1.7 Dampak Likuiditas & Kemampuan Melunasi Pinjaman Saat Jatuh Tempo
Dampak likuiditas dan kemampuan melunasi pinjaman saat jatuh tempo dilihat dari perubahan
rasio likuiditas Perseroan sebelum dan setelah Rencana Transaksi dilakukan. Proksi yang dapat
digunakan pada analisis dampak likuiditas adalah current ratio atau rasio lancar, quick ratio atau
rasio cepat, dan cash ratio atau rasio kas. Selanjutnya analisis kemampuan melunasi pinjaman
saat jatuh tempo dapat dilihat dari kinerja dan kondisi keuangan SPR serta hal-hal lain yang dapat
mendukung debitur dalam pelunasan saat jatuh tempo.
Rasio likuiditas Perseroan dengan proksi current ratio, quick ratio, dan cash ratio sebelum dan
setelah Rencana Transaksi disajikan pada tabel berikut:
Tabel 26. Rasio Likuiditas Perseroan
Rasio Likuiditas Sebelum Transaksi Setelah Transaksi Selisih Perubahan
Current Ratio 1,355704X 1,355651X 0,000053X
Quick Ratio 1,041310X 1,041304X 0,000006X
Cash Ratio 0,499329X 0,499254X 0,000075X
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Halaman 54 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 56
Rencana transaksi terhadap rasio likuiditas perusahaan memberikan dampak yang tidak
signifikan. Hal tersebut diakibatkan dari besaran nilai Rencana Transaksi yang jumlahnya sebesar
3,39% dari total kas dan setara kas perusahaan per tanggal pendapat kewajaran. Dengan begitu
dampak yang ditimbulkan Rencana Transaksi terhadap likuiditas perusahaan tidak signifikan.
Pada analisis kemampuan melunasi pinjaman saat jatuh tempo, kemampuan melunasi pinjaman
saat jatuh tempo dapat dilihat dari coverage rasio SPR. Coverage Ratio sebagai proksi
kemampuan melunasi pinjaman yang digunakan adalah Times Interest Earned dan Debt Service
Coverage Ratio. Dari analisis yang dilakukan, SPR secara historis tidak memiliki utang berbunga
dan beban keuangan terkait utang berbunga, sehingga rasio coverage yang digunakan sebagai
proksi tidak memberikan nilai rasio yang memadai untuk dilakukan analisis. Tidak terdapatnya
utang berbunga dan beban bunga menggambarkan kondisi perusahaan yang baik dengan
pendapatan operasional perusahaan tidak memerlukan adanya alokasi untuk pelunasan pokok
utang maupun pembayaran beban bunga.
Selanjutnya analisis kemampuan melunasi pinjaman saat jatuh tempo dapat dilihat dari historis
rasio solvabilitas dan rasio likuiditas SPR.
Tabel 27. Rasio Likuiditas SPR
Rasio Likuiditas 2021 2022 2023 2024 2025 Rata-rata
Current Ratio 0,33X 0,54X 0,25X 0,40X 0,28X 0,36X
Quick Ratio 0,16X 0,50X 0,16X 0,25X 0,13X 0,24X
Cash Ratio 0,08X 0,36X 0,04X 0,08X 0,07X 0,12X
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Tabel 28. Rasio Solvabilitas SPR
Rasio Solvabilitas 2021 2022 2023 2024 2025 Rata-rata
Debt to Assets Ratio 1,32X 0,79X 1,15X 0,79X 0,33X 0,87X
Debt to Equity Ratio -2,12X -27,71X -2,25X -3,31X -0,28X -7,13X
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Dari rasio likuiditas yang di analisis, rasio likuiditas SPR dengan proksi current ratio, quick ratio,
dan cash ratio, kemudian dari rasio solvabilitas yang dianalisis, yaitu DAR dan DER, diperoleh
bahwa SPR memiliki utang berbunga selama periode 2021–2025 sehingga kedua rasio tersebut
tercatat sebesar rata-rata 0,87 kali untuk Debt to Assets Ratio dan negatif 7,13 kali untuk Debt to
Equity Ratio akibat ekuitas SPR yang dibukukan negatif. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan
bergantung pada pendanaan berbasis utang berbunga dan memiliki struktur permodalan yang
didominasi oleh ekuitas, meskipun pada 2025, nilai Debt to Assets dan Debt to Equity SPR berada
pada kisaran paling kecil dari tahun-tahun sebelumnya.
Dilihat dari perbandingan nilai Rencana Transaksi dengan nilai kas dan setara kas SPR per tanggal
pendapat kewajaran, diperoleh bahwa nilai Rencana Transaksi sebesar Rp900.000.000.000
dibandingkan dengan posisi kas dan setara kas sebesar Rp107.933 juta adalah sebesar 833,85%
sehingga posisi kas dan setara kas SPR per tanggal pendapat kewajaran belum mampu menyerap
seluruh nilai pokok Rencana Transaksi pinjaman.
Halaman 55 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 57
3.1.8 Dampak Jika Proyek Dibiayai Gagal
Terdapat dampak pada Perseroan jika pinjaman yang diberikan kepada SPR tidak dapat dilunasi
atau mengalami kegagalan. Tidak dilunasinya pinjaman oleh SPR akan menghilangkan potensi
pendapatan bunga yang akan diterima dan menghilangkan hak penerimaan pokok atas
pinjaman. Hal tersebut dapat berdampak pada penurunan proyeksi laba rugi dan penurunan
proyeksi perolehan kas perusahaan.
Tabel 29. Analisis Cash Management SPR
(dalam juta Rupiah)
Analisis Cash Management 31 Desember 2025
Kas dan Setara Kas Perseroan 26.570.772
Nilai Rencana Transaksi 900.000
Nilai Rencana Transaksi terhadap Kas 3,39%
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Merujuk pada analisis cash management, rasio nilai Rencana Transaksi terhadap kas dan setara
kas Perseroan per tanggal Pendapat Kewajaran adalah sebesar 3,39% sehingga dampak yang
timbul jika terjadi gagal bayar tidak akan mengganggu aktivitas operasional perusahaan secara
keseluruhan.
Halaman 56 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 58
3.2 Analisis Kuantitatif Atas Rencana Transaksi
3.2.1 Kinerja Historis
Analisis kinerja historis bertujuan untuk menilai kondisi keuangan dan kinerja operasional
perusahaan dalam beberapa tahun terakhir sebelum dilakukannya Rencana Transaksi. Analisis
ini memberikan gambaran mengenai stabilitas pendapatan, efisiensi operasional, serta
kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dan arus kas.
Kinerja Historis Perseroan
• Laporan Keuangan
Data laporan keuangan yang digunakan dalam analisis ini adalah laporan keuangan audited
Perseroan periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025.
Laporan keuangan tersebut menjadi dasar dalam penilaian kinerja historis dan posisi
keuangan perusahaan, meliputi Laporan Posisi Keuangan, Laporan Laba Rugi, serta Laporan
Arus Kas pada masing-masing periode.
Laporan Posisi Keuangan
Tabel 30. Laporan Posisi Keuangan Perseroan Periode 31 Desember 2021–31 Desember 2025
(dalam miliar Rupiah)
Audited Audited Audited Audited Audited
Laporan Posisi Keuangan
Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 Des 2025
Aset
Aset Lancar
Kas dan Setara Kas 33.322 38.282 18.597 25.093 26.571
Piutang Usaha
Pihak Ketiga 11.640 17.118 18.953 18.918 18.560
Pihak Berelasi 512 515 1.321 1.071 1.358
Piutang Non Usaha
Pihak Ketiga 904 1.042 833 780 493
Pihak Berelasi 964 973 1.208 1.383 1.203
Persediaan 9.454 15.390 17.184 16.994 16.730
Proyek dalam Pelaksanaan 0 0 0 159 29
Pihak Ketiga 59 37 111 0 0
Pihak Berelasi 0 0 0 0
Pajak Dibayar Dimuka
Pajak Penghasilan Badan 1.145 806 910 782 1.654
Pajak Lain-lain 1.753 3.412 2.197 2.939 3.644
Uang Muka dan Biaya Dibayar
775 1.256 1.103 1.470 1.543
Dimuka
Aset Lancar Lain-lain 77 99 249 391 357
Total Aset Lancar 60.604 78.930 62.667 69.979 72.141
Halaman 57 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 59
Audited Audited Audited Audited Audited
Laporan Posisi Keuangan
Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 Des 2025
Aset Tidak Lancar
Kas dan Deposito Berjangka Yang
776 519 561 629 788
Dibatasi Penggunaannya
Piutang Usaha
Pihak Ketiga 56 0 108 477 453
Pihak Berelasi 0 17 18 19
Piutang Non Usaha
Pihak Ketiga 385 458 312 180 88
Pihak Berelasi 2.087 2.811 2.868 3.407 3.104
Persediaan 206 255 82 99 106
Pajak Dibayar Dimuka
Pajak Penghasilan Badan 19 9 76 792 1.447
Pajak Lain-Lain 222 266 1.732 1.913 1.650
Uang Muka Dan Biaya Dibayar
109 569 1.299 428 794
Dimuka
Investasi Pada Entitas Asosiasi
Investments In Associates Dan 2.517 5.146 14.853 17.822 17.224
Ventura Bersama
Investasi Jangka Panjang 764 1.114 1.243 1.376 3.176
Aset Tetap 20.457 23.678 36.002 40.952 45.297
Properti Pertambangan 11.925 11.905 17.846 15.712 14.809
Properti Investasi 222 222 228 216 244
Beban Eksplorasi dan
2.162 2.389 2.374 2.494 2.769
Pengembangan Tangguhan
Aset Tambang Berproduksi 4.456 4.836 4.489 4.216 3.958
Beban Tangguhan 917 1.715 1.449 1.301 1.169
Aset Pajak Tangguhan 2.250 2.981 3.537 4.021 4.891
Goodwill 2.428 2.676 2.287 3.448 3.511
Total Aset Tidak Lancar 51.957 61.548 91.361 99.501 105.496
Total Aset 112.561 140.478 154.028 169.481 177.637
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang Usaha
Pihak Ketiga 14.299 24.591 28.883 28.749 29.095
Pihak Berelasi 219 258 228 236 214
Utang Non-Usaha
Pihak Ketiga 389 508 604 863 1.133
Pihak Berelasi 51 76 52 70 88
Utang Pajak
Pajak Penghasilan Badan 1.868 2.940 2.390 1.042 826
Pajak Lain-Lain 378 642 779 478 585
Akrual 5.188 8.856 6.569 6.787 6.693
Uang Muka Pelanggan
Pihak Ketiga 774 784 691 1.004 857
Pihak Berelasi 11 111 53 46 44
Pendapatan Tangguhan 440 600 705 972 1.021
Halaman 58 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 60
Audited Audited Audited Audited Audited
Laporan Posisi Keuangan
Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 Des 2025
Liabilitas Imbalan Kerja 633 658 791 852 1.054
Pinjaman Bank Jangka Pendek 175 1.029 294 402 560
Bagian Jangka Pendek Dari Utang
Jangka Panjang
Pinjaman Bank 5.351 8 2.294 9.683
Liabilitas Sewa 651 940 989 907 801
Pinjaman Lain-Lain 29 19 3 600 560
Pinjaman Bank Jangka Pendek Dari
Liabilitas Keuangan Jangka 32 29 0 0
Panjang Lain-Lain
Total Liabilitas Jangka Pendek 30.489 42.037 43.038 45.303 53.213
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas Pajak Tangguhan 3.165 3.241 4.462 4.022 3.768
Provisi Rehabilitasi, Reklamasi, dan
634 794 865 1.029 1.155
Penutupan Tambang
Liabilitas Imbalan Kerja 3.316 3.708 4.047 4.989 5.498
Utang Jangka Panjang, Setelah
Dikurangi Bagian Jangka Pendek
Pinjaman Bank 2.497 0 16.573 14.862 6.055
Liabilitas Sewa 462 897 842 758 976
Pinjaman Lain-Lain 22 117 165 343 282
Liabilitas Keuangan Jangka
154 169 0 0 3.555
Panjang Lain-Lain
Total Liabilitas Jangka Panjang 10.249 8.927 26.954 26.003 21.288
Total Liabilitas 40.739 50.964 69.993 71.305 74.501
Ekuitas
Ekuitas Yang Diatribusikan Kepada
Entitas Induk
Modal Disetor 933 933 933 933 933
Tambahan Modal Disetor 9.704 9.704 9.704 9.704 9.704
Saham Tresuri 0 (3.191) (3.191) (3.191) (4.902)
Saldo Laba
Dicadangkan 187 187 187 187 187
Belum Dicadangkan 56.487 71.137 66.685 77.976 85.548
Selisih Kurs Dari Penjabaran
2.712 5.962 5.188 7.399 9.227
Laporan Keuangan
Cadangan Lindung Nilai (818) 612 549 745 (2.065)
Cadangan Penyesuaian Nilai Wajar
20 20 20 19 19
Aset Tetap
Transaksi Dengan Kepentingan
(664) (664) (824) (824) (876)
Nonpengendali
Total Ekuitas Yang Diatribusikan
68.560 84.698 79.251 92.947 97.774
Kepada Entitas Induk
Kepentingan Nonpengandali 3.263 4.816 4.785 5.228 5.363
Total Ekuitas 71.823 89.514 84.036 98.175 103.136
Halaman 59 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 61
Audited Audited Audited Audited Audited
Laporan Posisi Keuangan
Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 Des 2025
Total Liabilitas Dan Ekuitas 112.561 140.478 154.028 169.481 177.637
Sumber: Laporan Keuangan Audit Perseroan Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
Aset Lancar
Pertumbuhan aset lancar Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi dengan rata-rata CAGR sebesar
4,45% . Pada tahun 2021 aset lancar tercatat sebesar Rp60.604 miliar. Pada tahun 2022 aset
lancar mengalami peningkatan sebesar 30,24% secara year on year atau tercatat sebesar
Rp78.930 miliar. Pada tahun 2023 aset lancar mengalami penurunan sebesar 20,60% secara
year on year atau tercatat sebesar Rp62.667 miliar. Pada tahun 2024 aset lancar mengalami
peningkatan sebesar 11,67% secara year on year atau tercatat sebesar Rp69.979 miliar. Serta
pada tahun 2025 aset lancar mengalami peningkatan sebesar 3,09% secara year on year atau
tercatat sebesar Rp72.141miliar.
Aset Tidak Lancar
Pertumbuhan aset tidak lancar Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan
31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi dengan rata-rata CAGR
sebesar 19,37% . Pada tahun 2021 aset tidak lancar tercatat sebesar Rp51.957 miliar. Pada
tahun 2022 aset tidak lancar mengalami peningkatan sebesar 18,46% secara year on year
atau tercatat sebesar Rp61.548 miliar. Pada tahun 2023 aset tidak lancar mengalami
peningkatan sebesar 48,44% secara year on year atau tercatat sebesar Rp91.361 miliar. Pada
tahun 2024 aset tidak lancar mengalami peningkatan sebesar 8,91% secara year on year atau
tercatat sebesar Rp99.501 miliar. Serta pada tahun 2025 aset tidak lancar mengalami
peningkatan sebesar 6,02% secara year on year atau tercatat sebesar Rp105.496 miliar.
Total Aset
Pertumbuhan total aset Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang terus meningkat setiap tahunnya dengan rata-
rata CAGR sebesar 12,08%. Pada tahun 2021 total aset tercatat sebesar Rp112.561 miliar.
Pada tahun 2022 total aset mengalami peningkatan sebesar 24,80% secara year on year atau
tercatat sebesar Rp140.478 miliar. Pada Tahun 2023 total aset mengalami peningkatan
sebesar 9,65% secara year on year atau tercatat sebesar Rp154.028 miliar. Pada tahun 2024
total aset mengalami peningkatan sebesar 10,03% secara year on year atau tercatat sebesar
Rp169.481 miliar. Serta pada tahun 2025 total aset mengalami peningkatan sebesar 4,81%
secara year on year atau tercatat sebesar Rp177.637 miliar.
Liabilitas Jangka Pendek
Pertumbuhan liabilitas jangka pendek Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai
dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi dengan rata-rata
CAGR sebesar 14,94%. Pada tahun 2021 liabilitas jangka pendek tercatat sebesar Rp30.489
miliar. Pada tahun 2022 liabilitas jangka pendek mengalami peningkatan sebesar 37,88%
secara year on year atau tercatat sebesar Rp42.037 miliar. Pada Tahun 2023 liabilitas jangka
pendek mengalami peningkatan sebesar 2,38% secara year on year atau tercatat sebesar
Rp43.038 miliar. Pada tahun 2024 liabilitas jangka pendek mengalami peningkatan sebesar
Halaman 60 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 62
5,26% secara year on year atau tercatat sebesar Rp45.303 miliar. Serta pada tahun 2025
liabiitas jangka pendek mengalami peningkatan sebesar 17,46% secara year on year atau
tercatat sebesar Rp53.213 miliar.
Liabilitas Jangka Panjang
Pertumbuhan liabilitas jangka panjang Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai
dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi dengan rata-rata
CAGR sebesar 20,05%. Pada tahun 2021 liabilitas jangka panjang tercatat sebesar Rp10.249
miliar. Pada tahun 2022 liabilitas jangka panjang mengalami penurunan sebesar 12,90%
secara year on year atau tercatat sebesar Rp8.927 miliar. Pada Tahun 2023 liabilitas jangka
panjang mengalami peningkatan sebesar 201,94% secara year on year atau tercatat sebesar
Rp26.954 miliar. Pada tahun 2024 liabilitas jangka panjang mengalami penurunan sebesar
3,53% secara year on year atau tercatat sebesar Rp26.003 miliar. Serta pada tahun 2025
liabiitas jangka panjang mengalami penurunan sebesar 18,13% secara year on year atau
tercatat sebesar Rp21.288 miliar.
Total Liabilitas
Pertumbuhan total liabilitas Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang meningkat setiap tahunnya dengan rata-rata
CAGR sebesar 16,29%. Pada tahun 2021 total liabilitas tercatat sebesar Rp40.739 miliar. Pada
tahun 2022 total liabilitas mengalami peningkatan sebesar 25,10% secara year on year atau
tercatat sebesar Rp50.964 miliar. Pada Tahun 2023 total liabilitas mengalami peningkatan
sebesar 37,34% secara year on year atau tercatat sebesar Rp69.993 miliar. Pada tahun 2024
total liabilitas mengalami peningkatan sebesar 1,88% secara year on year atau tercatat sebesar
Rp71.305 miliar. Serta pada tahun 2025 total liabiitas mengalami peningkatan sebesar 4,48%
secara year on year atau tercatat sebesar Rp74.501 miliar.
Total Ekuitas
Pertumbuhan total ekuitas Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi dengan rata-rata CAGR sebesar
9,47%. Pada tahun 2021 total ekuitas tercatat sebesar Rp71.823 miliar. Pada tahun 2022 total
ekuitas mengalami peningkatan sebesar 24,63% secara year on year atau tercatat sebesar
Rp89.514 miliar. Pada Tahun 2023 total ekuitas mengalami penurunan sebesar 6,12% secara
year on year atau tercatat sebesar Rp84.036 miliar. Pada tahun 2024 total ekuitas mengalami
peningkatan sebesar 16,83% secara year on year atau tercatat sebesar Rp98.175 miliar. Serta
pada tahun 2025 total ekuitas mengalami peningkatan sebesar 5,05% secara year on year
atau tercatat sebesar Rp103.136 miliar.
Laporan Laba Rugi
Tabel 31. Laporan Laba Rugi Perseroan Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
(dalam miliar Rupiah)
Audited Audited Audited Audited Audited
Laporan Laba Rugi
Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 Des 2025
Pendapatan bersih 79.461 123.607 128.583 134.427 131.301
Beban pokok pendapatan (59.796) (88.849) (92.797) (100.595) (101.597)
Laba bruto 19.665 34.759 35.786 33.832 29.704
Halaman 61 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 63
Audited Audited Audited Audited Audited
Laporan Laba Rugi
Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 Des 2025
Beban penjualan (1.126) (1.065) (1.321) (1.056) (1.598)
Beban umum dan
(3.664) (4.561) (4.742) (5.594) (6.040)
administrasi
Beban lain-lain, bersih (980) (561) (885) (421) (256)
Penghasilan keuangan 872 998 1.127 1.150 1.244
Biaya keuangan (754) (760) (1.879) (2.651) (2.626)
Bagian atas laba bersih
entitas asosiasi dan ventura 449 636 635 637 (246)
bersama
Laba sebelum pajak
14.462 29.446 28.720 25.897 20.182
penghasilan
Beban pajak penghasilan (3.854) (6.452) (6.590) (5.779) (5.005)
Laba tahun berjalan 10.608 22.994 22.130 20.119 15.177
Laba Bersih 10.280 21.005 20.612 19.531 14.810
Sumber: Laporan Keuangan Audit Perseroan Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
Pendapatan Bersih
Pertumbuhan pendapatan bersih Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai
dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang fluktuatif dengan rata-rata CAGR
sebesar 13,38%. Pada tahun 2021 pendapatan bersih tercatat sebesar Rp79.461 miliar. Pada
tahun 2022 pendapatan bersih mengalami peningkatan sebesar 55,56% secara year on year
atau tercatat sebesar Rp123.607 miliar. Pada tahun 2023 pendapatan bersih mengalami
peningkatan sebesar 4,03% secara year on year atau tercatat sebesar Rp128.583 miliar. Pada
tahun 2024 pendapatan bersih mengalami peningkatan sebesar negatif 4,54% secara year on
year atau tercatat sebesar Rp134.427 miliar. Serta pada tahun 2025 pendapatan bersih
mengalami penurunan sebesar 2,33% secara year on year atau tercatat sebesar Rp131.301
miliar.
Laba Bruto
Pertumbuhan laba bruto Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang fluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
10,86%. Pada tahun 2021 laba bruto tercatat sebesar Rp19.665 miliar. Pada tahun 2022 laba
bruto mengalami peningkatan sebesar 76,75% secara year on year atau tercatat sebesar
Rp34.759 miliar. Pada tahun 2023 laba bruto mengalami peningkatan sebesar 2,96% secara
year on year atau tercatat sebesar Rp35.786 miliar. Pada tahun 2024 laba bruto mengalami
penurunan sebesar 5,46% secara year on year atau tercatat sebesar Rp33.832 miliar. Serta
pada tahun 2025 laba bruto mengalami penurunan sebesar 12,20% secara year on year atau
tercatat sebesar Rp29.704 miliar.
Laba Sebelum Pajak Penghasilan
Pertumbuhan laba sebelum pajak penghasilan Perseroan selama periode 31 Desember 2021
sampai dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang fluktuatif dengan rata-rata
CAGR sebesar 8,69%. Pada tahun 2021 laba sebelum pajak penghasilan tercatat sebesar
Rp14.462 miliar. Pada tahun 2022 laba sebelum pajak penghasilan mengalami peningkatan
sebesar 103,61% secara year on year atau tercatat sebesar Rp29.446 miliar. Pada tahun 2023
laba sebelum pajak penghasilan mengalami penurunan sebesar 2,46% secara year on year
Halaman 62 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 64
atau tercatat sebesar Rp28.720 miliar. Pada tahun 2024 laba sebelum pajak penghasilan
mengalami penurunan sebesar 9,83% secara year on year atau tercatat sebesar Rp25.897
miliar. Serta Pada tahun 2025 laba sebelum pajak penghasilan mengalami penurunan sebesar
22,07% secara year on year atau tercatat sebesar Rp20.182 miliar.
Laba Tahun Berjalan
Pertumbuhan laba tahun berjalan Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai
dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi dengan rata-rata
CAGR sebesar 9,37%. Pada tahun 2021 laba tahun berjalan tercatat sebesar Rp10.608 miliar.
Pada tahun 2022 laba tahun berjalan mengalami peningkatan sebesar 116,75% secara year
on year atau tercatat sebesar Rp22.994 miliar. Pada tahun 2023 laba tahun berjalan
mengalami penurunan sebesar 3,76% secara year on year atau tercatat sebesar Rp22.130
miliar. Pada tahun 2024 laba tahun berjalan mengalami penurunan sebesar 9,09% secara
year on year atau tercatat sebesar Rp20.119 miliar. Serta pada tahun 2025 laba tahun berjalan
mengalami penurunan sebesar 24,56% secara year on year atau tercatat sebesar Rp15.177
miliar.
Laba Bersih
Pertumbuhan laba bersih Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi dengan rata-rata CAGR sebesar
9,56%. Pada tahun 2021 laba bersih tercatat sebesar Rp10.280 miliar. Pada tahun 2022 laba
bersih mengalami peningkatan sebesar 104,34% secara year on year atau tercatat sebesar
Rp21.005 miliar. Pada tahun 2023 laba bersih mengalami penurunan sebesar 1,87% secara
year on year atau tercatat sebesar Rp20.612 miliar. Pada tahun 2024 laba bersih mengalami
penurunan sebesar 5,24% secara year on year atau tercatat sebesar Rp19.531 miliar. Serta
pada tahun 2025 laba bersih mengalami penurunan sebesar 24,17% secara year on year atau
tercatat sebesar Rp14.810 miliar.
Laporan Arus Kas
Tabel 32. Laporan Arus Kas Perseroan Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
(dalam miliar Rupiah)
Audited Audited Audited Audited Audited
Laporan Arus Kas
Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 Des 2025
Arus kas dari aktivitas
operasi
Penerimaan dari pelanggan 77.191 118.488 125.717 134.591 130.663
Pembayaran kepada
(43.653) (70.639) (79.769) (83.213) (84.052)
pemasok dan lain-lain
Pembayaran kepada
(8.375) (9.307) (10.881) (12.232) (12.574)
karyawan
Kas yang dihasilkan dari
25.163 38.542 35.068 39.146 34.037
operasi
Pembayaran biaya
(753) (724) (2.098) (2.758) (2.558)
keuangan
Penerimaan bunga 747 822 952 978 1.112
Pembayaran pajak
(2.826) (6.560) (8.886) (8.791) (7.502)
penghasilan badan
Penerimaan dari kelebihan
749 288 1.126 1.088 1.833
pembayaran pajak lain-lain
Halaman 63 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 65
Audited Audited Audited Audited Audited
Laporan Arus Kas
Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 Des 2025
Penerimaan dari kelebihan
pembayaran pajak 205 523 186 381 222
penghasilan badan
Arus kas bersih yang
diperoleh dari aktivitas 23.285 32.892 26.347 30.045 27.143
operasi
Arus kas dari aktivitas
investasi
Perolehan aset tetap (2.654) (7.768) (18.012) (12.212) (12.975)
Perolehan properti investasi - - - - -
Pembayaran beban
eksplorasi dan (407) (397) (331) (313) (350)
pengembangan tangguhan
Pembayaran aset tambang
(315) (435) (327) (442) (223)
berproduksi
Pembayaran beban
(50) (1.151) (85) (64) (90)
tangguhan
Uang muka perolehan aset
(79) (686) (476) (719) (552)
tetap
Uang Muka Perolehan
- - (804) - -
Saham
Penambahan investasi pada
entitas asosiasi dan ventura (0) (264) (9.377) (1.464) (207)
bersama
Penambahan investasi
(114) - - - (1.500)
jangka panjang
Akuisisi entitas anak (4.331) (83) (500)
Penerimaan dari penjualan
280 341 143 420 456
aset tetap
Penerimaan dari penjualan
- - - - 564
Entitas Anak
Penambahan pinjaman
(1.179) (1.336) (1.533) (1.662) (726)
kepada pihak berelasi
Penambahan pinjaman
(492) (503) (430) (338) (111)
kepada pihak ketiga
Penerimaan dari pinjaman
1.055 932 1.415 1.321 2.001
kepada pihak berelasi
Penerimaan dari pinjaman
486 427 434 410 466
kepada pihak ketiga
Penarikan kas dan deposito
yang dibatasi 272 317 - - -
penggunaannya
Penerimaan dividen 39 124 273 943 302
Arus kas bersih yang
digunakan untuk aktivitas (3.159) (10.401) (33.440) (14.203) (13.446)
investasi
Arus kas dari aktivitas
pendanaan
Penerimaan pinjaman bank
481 888 162 1.078 1.269
jangka pendek
Penerimaan pinjaman bank
- - 19.630 5.656 8.220
jangka Panjang
Halaman 64 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 66
Audited Audited Audited Audited Audited
Laporan Arus Kas
Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 Des 2025
Pembayaran pinjaman bank
(1.007) (90) (260) (977) (1.115)
jangka pendek
Pembayaran pinjaman bank
(2.508) (8.216) (3.650) (5.529) (10.005)
jangka panjang
Pembayaran pokok liabilitas
(1.060) (962) (1.106) (1.149) (1.168)
sewa
Penerimaan Pinjaman Lain-
- 114 51 3.037 1.639
lain
Pembayaran pinjaman lain-
(53) (29) (19) (3.164) (1.742)
lain
Penambahan modal dari
- 18 37 2 9
kepentingan nonpengendali
Penerimaan dari Pelepasan
Kepentingan pada Entitas - - 15 - -
Anak
Pembayaran untuk akuisisi
kepentingan nonpengendali (20) - (51) - -
pada entitas anak
Pembayaran untuk
- (3.191) - - (1.590)
pembelian saham tresuri
Pembayaran dividen
kepada:
Pemilik Entitas Induk (3.013) (6.365) (25.001) (8.118) (7.446)
Kepentingan Nonpengendali (239) (819) (2.038) (304) (542)
Arus kas bersih yang
digunakan untuk aktivitas (7.420) (18.653) (12.230) (9.468) (12.470)
pendanaan
Kenaikan bersih kas dan
12.706 3.837 (19.323) 6.374 1.228
setara kas
Kas dan setara kas pada
20.499 33.322 38.282 18.597 25.093
awal tahun
Dampak perubahan selisih
kurs terhadap kas dan 117 1.123 (362) 122 251
setara kas
Kas dan setara kas pada
33.322 38.282 18.597 25.093 26.571
akhir tahun
Sumber: Laporan Keuangan Audit Perseroan Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Arus kas dari aktivitas operasi mencerminkan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan kas
dari kegiatan usaha utamanya. Sepanjang periode 2021 hingga 2022, arus kas dari aktivitas
operasi menunjukkan tren peningkatan.
Pada tahun 2021 arus kas dari aktivitas operasi tercatat sebesar Rp23.285 miliar. Pada tahun
2022 arus kas dari aktivitas operasi tercatat sebesar Rp32.892 miliar. Pada tahun 2023 arus
kas dari aktivitas operasi tercatat sebesar Rp26.347 miliar. Pada tahun 2024 arus kas dari
aktivitas operasi tercatat sebesar Rp30.045 miliar. Serta pada periode 31 Desember 2025 arus
kas dari aktivitas operasi tercatat sebesar Rp27.143 miliar.
Halaman 65 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 67
Arus Kas untuk Aktivitas Investasi
Sepanjang periode 2021 hingga 2023, arus kas dari aktivitas operasi Perseroan menunjukkan
tren peningkatan, hal tersebut sejalan dengan peningkatan perolehan aset tetap, penambahan
investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama serta penambahan pinjaman kepada
pihak berelasi.
Pada tahun 2021 arus kas untuk aktivitas investasi tercatat sebesar Rp3.159 miliar. Pada tahun
2022 arus kas untuk aktivitas investasi tercatat sebesar Rp10.401 miliar. Pada tahun 2023 arus
kas untuk aktivitas investasi tercatat sebesar Rp33.440 miliar. Pada tahun 2024 arus kas untuk
aktivitas investasi tercatat sebesar Rp14.203 miliar. Serta pada periode 31 Desember 2025
arus kas untuk aktivitas investasi tercatat sebesar Rp13.446 miliar.
Arus Kas untuk Aktivitas Pendanaan
Arus kas untuk aktivitas pendanaan Perseroan mengalami penurunan dan peningkatan yang
fluktuatif setiap tahunnya, hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor utama antara lain,
pembayaran pinjaman bank jangka pendek, pembayaran pinjaman bank jangka panjang,
pembayaran pokok liabilitas sewa serta pembayaran dividen.
Pada tahun 2021 arus kas untuk aktivitas pendanaan tercatat sebesar Rp7.420 miliar. Pada
tahun 2022 arus kas untuk aktivitas pendanaan tercatat sebesar Rp18.653 miliar. Pada tahun
2023 arus kas untuk aktivitas pendanaan tercatat sebesar Rp12.230 miliar. Pada tahun 2024
arus kas untuk aktivitas pendanaan tercatat sebesar Rp9.468 miliar. Serta pada periode 31
Desember 2025 arus kas untuk aktivitas pendanaan tercatat sebesar Rp12.470 miliar.
Kenaikan Bersih Kas dan Setara Kas
Kenaikan bersih kas dan setara kas Perseroan mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi
setiap tahunnya sejalan dengan perubahan pada arus kas operasional, investasi, dan
pendanaan.
Pada tahun 2021 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar Rp12.706 miliar. Pada
tahun 2022 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar Rp3.837 miliar. Pada tahun
2023 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar negatif Rp 19.323 miliar. Pada tahun
2024 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar Rp6.374 miliar. Serta pada periode
31 Desember 2025 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar Rp1.228 miliar.
Kas dan Setara Kas pada Akhir Tahun
Berdasarkan laporan arus kas Perseroan periode 31 Desember 2021 hingga 30 Juni 2025,
kas dan setara kas pada akhir tahun menunjukkan fluktuasi seiring perubahan aktivitas
operasi, investasi, dan pendanaan.
Pada tahun 2021 kas dan setara kas pada akhir tahun mengalami peningkatan sebesar
sebesar Rp33.322 miliar. Pada tahun 2022 kas dan setara kas pada akhir tahun mengalami
peningkatan sebesar Rp38.282 miliar. Pada tahun 2023 kas dan setara kas pada akhir tahun
mengalami penurunan sebesar Rp18.597 miliar. Pada tahun 2024 kas dan setara kas pada
akhir tahun mengalami peningkatan sebesar Rp25.093 miliar. Serta pada periode 31
Desember 2025 kas dan setara kas pada akhir tahun mengalami kenaikan sebesar Rp 26.571
miliar.
Halaman 66 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 68
• Analisis Common Size (Common Size Analysis)
Common size statement merupakan salah satu metode analisis terhadap laporan keuangan
Perusahaan untuk mengetahui persentase investasi pada masing-masing aset terhadap
total asetnya, dan juga untuk mengetahui struktur permodalan serta komposisi biaya biaya
atau beban terhadap total pendapatan. Berikut adalah hasil analisis laporan keuangan
Perseroan dengan menggunakan metode common size statement analysis:
Analisis Common Size Statement – Laporan Posisi Keuangan
Tabel 33. Analisis Common Size Statement – Laporan Posisi Keuangan (%)
Laporan Posisi Keuangan Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 Des 2025
Total Aset Lancar 53,84% 56,19% 40,69% 41,29% 40,61%
Total Aset Tidak Lancar 46,16% 43,81% 59,31% 58,71% 59,39%
Total Aset 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Total Liabilitas Jangka Pendek 27,09% 29,92% 27,94% 26,73% 29,96%
Total Liabilitas Jangka Panjang 9,11% 6,35% 17,50% 15,34% 11,98%
Total Liabilitas 36,19% 36,28% 45,44% 42,07% 41,94%
Total Ekuitas 63,81% 63,72% 54,56% 57,93% 58,06%
Total Liabilitas dan Ekuitas 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Mengacu pada laporan posisi keuangan Perseroan, berdasarkan analisis common size
statement, selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan periode 31 Desember 2025,
rata-rata proporsi aset lancar terhadap rata-rata total aset sebesar 46,52% lebih kecil
dibandingkan dengan rata-rata proporsi aset tidak lancar terhadap rata-rata total aset
sebesar 53,48%. Pada periode 31 Desember 2025 proporsi aset lancar terhadap total aset
sebesar 40,61%, dan proporsi aset tidak lancar terhadap total aset sebesar 59,39%.
Kemudian selama 31 Desember 2021 sampai dengan periode 31 Desember 2025, rata-
rata proporsi liabilitas terhadap rata-rata total aset sebesar 40,39% lebih kecil
dibandingkan dengan rata-rata proporsi ekuitas terhadap rata-rata total aset sebesar
59,61%. Pada periode 31 Desember 2025 proporsi total liabilitas terhadap total aset
sebesar 41,94%, dan proporsi ekuitas terhadap total aset sebesar 58,06%.
Analisis Commonsize Statement – Laporan Laba Rugi
Tabel 34. Analisis Common Size Statement – Laporan Laba Rugi (%)
Laporan Laba Rugi Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 Des 2025
Pendapatan bersih 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Laba bruto 24,75% 28,12% 27,83% 25,17% 22,62%
Laba sebelum pajak
18,20% 23,82% 22,34% 19,26% 15,37%
penghasilan
Laba tahun berjalan 13,35% 18,60% 17,21% 14,97% 11,56%
Laba bersih 12,94% 16,99% 16,03% 14,53% 11,28%
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Berdasarkan analisis common size statement, rata-rata proporsi laba bruto terhadap rata-
rata pendapatan bersih selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember
Halaman 67 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 69
2025 adalah sebesar 25,70%, dan proporsi laba bruto terhadap pendapatan bersih pada
periode 31 Desember 2025 adalah sebesar 22,62%.
Rata-rata proporsi laba sebelum pajak penghasilan terhadap rata-rata pendapatan bersih
selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 adalah sebesar
19,80%, dan proporsi laba sebelum pajak penghasilan terhadap pendapatan bersih pada
periode 31 Desember 2025 adalah sebesar 15,37%.
Rata-rata proporsi laba tahun berjalan terhadap rata-rata pendapatan bersih selama
periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 adalah sebesar 15,14%,
dan proporsi laba tahun berjalan terhadap pendapatan bersih pada periode 31 Desember
2025 adalah sebesar 11,56%.
Rata-rata proporsi laba bersih terhadap rata-rata pendapatan bersih selama periode 31
Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 adalah sebesar 14,35%, dan proporsi
laba bersih terhadap pendapatan bersih pada periode 31 Desember 2025 adalah sebesar
11,28%.
Kinerja Historis DTN
• Laporan Keuangan
Data laporan keuangan yang digunakan dalam analisis ini adalah laporan keuangan audited
DTN periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025.
Laporan keuangan tersebut menjadi dasar dalam penilaian kinerja historis dan posisi
keuangan perusahaan, meliputi Laporan Posisi Keuangan, Laporan Laba Rugi, serta Laporan
Arus Kas pada masing-masing periode.
Laporan Posisi Keuangan
Tabel 35. Laporan Posisi Keuangan DTN Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
(dalam juta Rupiah)
Audit Audit Audit Audit Audit
Keterangan
2021 2022 2023 2024 2025
Aset Lancar
Kas Dan Setara Kas 3.880.822 4.249.101 2.897.830 5.047.683 6.132.438
Piutang Usaha - - 64.085 105.498 93.183
Piutang Lain-Lain 435.415 38.346 32.024 49.939 73.726
Persediaan 881.551 1.098.964 2.116.596 2.142.268 2.263.808
Klaim Pengembalian Pph
- 40.576 39.764 146.522 31.379
Badan
Klaim Pengembalian Ppn 185.393 223.271 - 313.348 330.852
Uang Muka Dan Biaya
54.936 69.878 69.778 95.102 85.905
Dibayar Dimuka
Jumlah Aset Lancar 5.438.117 5.720.136 5.220.077 7.900.360 9.011.291
Aset Tidak Lancar
Deposito Berjangka Yang
342.472 376.871 385.870 409.945 541.069
Dibatasi
Persediaan (Tidak Lancar) 206.054 254.602 82.497 98.831 105.530
Halaman 68 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 70
Audit Audit Audit Audit Audit
Keterangan
2021 2022 2023 2024 2025
Uang Muka Dan Biaya
33.803 250.752 11.735 184.859 400.269
Dibayar Dimuka (Tl)
Aset Tetap - Bersih 2.787.071 3.372.142 5.247.763 6.261.658 8.024.743
Beban Eksplorasi Dan
Pengembangan 1.486.454 1.887.206 1.917.081 1.888.024 1.999.524
Tangguhan
Aset Tambang
4.163.540 4.345.968 3.934.684 3.703.548 3.487.518
Berproduksi
Properti Pertambangan 6.755.788 6.553.007 11.684.453 11.057.007 10.419.229
Klaim Pengembalian
224.876 295.345 502.134 513.706 615.983
Pajak (Tl)
Aset Pajak Tangguhan 549 653 19.824 18.760 424.272
Goodwill 2.427.501 2.676.223 3.292.040 3.402.129 3.303.345
Investasi Pada Entitas
- - 9.389.563 9.074.167 9.135.161
Asosiasi
Biaya Pengupasan / Aset
361.859 417.786 447.120 461.909 499.007
Tl Lainnya
Jumlah Aset Tidak Lancar 18.789.967 20.430.555 36.914.764 37.074.543 38.955.650
Jumlah Aset 24.228.084 26.150.691 42.134.841 44.974.903 47.966.941
Liabilitas Jangka Pendek
Utang Usaha 71.254 104.802 85.309 304.127 285.624
Utang Lain-Lain 103.351 125.900 338.046 345.489 571.395
Utang Pph Badan 326.979 47 582.124 259.989 394.472
Utang Pajak Lain-Lain 19.651 23.354 86.104 17.754 26.208
Beban Akrual 660.645 869.253 872.374 1.070.874 2.239.761
Pinjaman Dari Pemegang
463.743 983.188 2.774.880 4.028.946 4.094.619
Saham
Liabilitas Imbalan Kerja
50.657 50.096 65.087 101.632 87.668
(Jp)
Provisi Rehabilitasi &
- - - 12.165 74.195
Penutupan Tambang (Jp)
Liabilitas Jangka Pendek
- - 1.633 6.846 -
Lain-Lain
Jumlah Liabilitas Jangka
1.696.280 2.156.640 4.805.557 6.147.822 7.773.942
Pendek
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas Pajak
1.984.057 2.107.666 3.092.419 2.935.880 2.353.002
Tangguhan
Instrumen Keuangan
- - - - 3.555.105
Derivatif
Liabilitas Imbalan Kerja
180.306 175.255 214.435 233.804 260.629
(Pj)
Provisi Rehabilitasi &
416.361 493.839 525.465 581.312 441.538
Penutupan Tambang (Pj)
Liabilitas Jangka Panjang
- - 5.081 9.912 -
Lain-Lain
Jumlah Liabilitas Jangka
2.580.724 2.776.760 3.837.400 3.760.908 6.610.274
Panjang
Jumlah Liabilitas 4.277.004 4.933.400 8.642.957 9.908.730 14.384.216
Ekuitas
Modal Saham 15.482.650 15.482.650 29.012.950 29.012.950 29.012.950
Tambahan Modal Disetor (82.022) (82.022) (82.022) (82.022) (82.022)
Cadangan Lainnya 14.558 1.846.707 1.432.773 2.716.911 1.186.096
Saldo Laba -
- - - 257.196 257.196
Dicadangkan
Halaman 69 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 71
Audit Audit Audit Audit Audit
Keterangan
2021 2022 2023 2024 2025
Saldo Laba - Belum
3.585.139 2.905.581 1.648.590 1.703.895 1.976.598
Dicadangkan
Kepentingan
950.755 1.064.375 1.479.593 1.457.243 1.231.907
Nonpengendali
Jumlah Ekuitas 19.951.080 21.217.291 33.491.884 35.066.173 33.582.725
Jumlah Liabilitas Dan
24.228.084 26.150.691 42.134.841 44.974.903 47.966.941
Ekuitas
Sumber: Laporan Keuangan Audit DTN Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
Aset Lancar
Pertumbuhan aset lancar DTN selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
13,46%. Pada tahun 2021 aset lancar tercatat sebesar Rp5.438.117 juta. Pada tahun 2022
aset lancar mengalami peningkatan sebesar 5,19% secara year on year atau tercatat sebesar
Rp5.720.136 juta. Pada tahun 2023 aset lancar mengalami penurunan sebesar 8,74% secara
year on year atau tercatat sebesar Rp5.220.077 juta. Pada tahun 2024 aset lancar mengalami
peningkatan sebesar 51,35% secara year on year atau tercatat sebesar Rp7.900.360 juta. Pada
tahun 2025 aset lancar mengalami peningkatan sebesar 14,06% secara year on year atau
tercatat sebesar Rp9.011.291 juta.
Aset Tidak Lancar
Pertumbuhan aset tidak lancar DTN selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
19,99%. Pada tahun 2021 aset tidak lancar tercatat sebesar Rp18.789.967 juta. Pada tahun
2022 aset tidak lancar mengalami peningkatan sebesar 8,73% secara year on year atau
tercatat sebesar Rp20.430.555 juta. Pada tahun 2023 aset tidak lancar mengalami
peningkatan sebesar 80,68% secara year on year atau tercatat sebesar Rp36.914.764 juta.
Pada tahun 2024 aset tidak lancar mengalami penurunan sebesar 0,43% secara year on year
atau tercatat sebesar Rp37.074.543 juta. Pada tahun 2025 aset tidak lancar mengalami
peningkatan sebesar 5,07% secara year on year atau tercatat sebesar Rp38.955.650 juta.
Jumlah Aset
Pertumbuhan jumlah aset DTN selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
18,62%. Pada tahun 2021 jumlah aset tercatat sebesar Rp24.228.084 juta. Pada tahun 2022
jumlah aset mengalami peningkatan sebesar 7,94% secara year on year atau tercatat sebesar
Rp26.150.691 juta. Pada tahun 2023 jumlah aset mengalami peningkatan sebesar 61,12%
secara year on year atau tercatat sebesar Rp42.134.841 juta. Pada tahun 2024 jumlah aset
mengalami peningkatan sebesar 6,74% secara year on year atau tercatat sebesar
Rp44.974.903 juta. Pada tahun 2025 jumlah aset mengalami peningkatan sebesar 6,65%
secara year on year atau tercatat sebesar Rp47.966.941 juta.
Liabilitas Jangka Pendek
Pertumbuhan liabilitas jangka pendek DTN selama periode 31 Desember 2021 sampai
dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata
CAGR sebesar 46,31%. Pada tahun 2021 liabilitas jangka pendek tercatat sebesar
Halaman 70 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 72
Rp1.696.280 juta. Pada tahun 2022 liabilitas jangka pendek mengalami peningkatan sebesar
27,14% secara year on year atau tercatat sebesar Rp2.156.640 juta. Pada tahun 2023 liabilitas
jangka pendek mengalami peningkatan sebesar 122,83% secara year on year atau tercatat
sebesar Rp4.805.557 juta. Pada tahun 2024 liabilitas jangka pendek mengalami peningkatan
sebesar 27,93% secara year on year atau tercatat sebesar Rp6.147.822 juta. Pada tahun 2025
liabilitas jangka pendek mengalami peningkatan sebesar 26,45% secara year on year atau
tercatat sebesar Rp7.773.942 juta.
Liabilitas Jangka Panjang
Pertumbuhan liabilitas jangka panjang DTN selama periode 31 Desember 2021 sampai
dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata
CAGR sebesar 26,51%. Pada tahun 2021 liabilitas jangka panjang tercatat sebesar
Rp2.580.724 juta. Pada tahun 2022 liabilitas jangka panjang mengalami peningkatan sebesar
7,60% secara year on year atau tercatat sebesar Rp2.776.760 juta. Pada tahun 2023 liabilitas
jangka panjang mengalami peningkatan sebesar 38,20% secara year on year atau tercatat
sebesar Rp3.837.400 juta. Pada tahun 2024 liabilitas jangka panjang mengalami penurunan
sebesar 1,99%secara year on year atau tercatat sebesar Rp3.760.908 juta. Pada tahun 2025
liabilitas jangka panjang mengalami peningkatan sebesar 75,76% secara year on year atau
tercatat sebesar Rp6.610.274 juta.
Jumlah Liabilitas
Pertumbuhan jumlah liabilitas DTN selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
35,42%. Pada tahun 2021 jumlah liabilitas tercatat sebesar Rp4.277.004 juta. Pada tahun
2022 jumlah liabilitas mengalami penurunan sebesar 15,35% secara year on year atau tercatat
sebesar Rp4.933.400 juta. Pada tahun 2023 jumlah liabilitas mengalami penurunan sebesar
75,19% secara year on year atau tercatat sebesar Rp8.642.957 juta. Pada tahun 2024 jumlah
liabilitas mengalami sebesar 14,65% secara year on year atau tercatat sebesar Rp9.908.730
juta. Pada tahun 2025 jumlah liabilitas mengalami penurunan sebesar 45,17% secara year on
year atau tercatat sebesar Rp14.384.216 juta.
Jumlah Ekuitas
Pertumbuhan jumlah ekuitas DTN selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
13,90%. Pada tahun 2021 jumlah ekuitas tercatat sebesar Rp19.951.080 juta. Pada tahun
2022 jumlah ekuitas mengalami peningkatan sebesar 6,35% secara year on year atau tercatat
sebesar Rp21.217.291 juta. Pada tahun 2023 jumlah ekuitas mengalami peningkatan sebesar
57,85% secara year on year atau tercatat sebesar Rp33.491.884 juta. Pada tahun 2024 jumlah
ekuitas mengalami peningkatan sebesar 4,70% secara year on year atau tercatat sebesar
Rp35.066.173 juta. Pada tahun 2025 jumlah ekuitas mengalami penurunan sebesar 4,23%
secara year on year atau tercatat sebesar Rp33.582.725 juta.
Halaman 71 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 73
Laporan Laba Rugi
Tabel 36. Laporan Laba Rugi DTN Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
(dalam juta Rupiah)
Audit Audit Audit Audit Audit
Keterangan
2021 2022 2023 2024 2025
Total Penjualan
Penjualan 8.306.882 7.653.930 5.233.644 9.908.218 14.020.030
Total Beban Pokok
Penjualan
Beban Pokok Penjualan (4.128.479) (4.320.583) (3.377.537) (6.518.320) (8.160.296)
Laba Bruto 4.178.403 3.333.347 1.856.107 3.389.898 5.859.734
Beban Operasional Dan
Lain-Lain
Beban Umum Dan
(432.990) (488.745) (364.716) (619.673) (885.192)
Administrasi
Biaya Keuangan (19.358) (41.905) (67.407) (142.492) (126.256)
Pendapatan Bunga 37.574 36.126 137.458 74.576 128.861
Beban Lain-Lain, Bersih (169.717) (202.429) (454.653) (651.497) (1.393.262)
Bagian Atas Rugi Bersih
- - - (315.741) (283.996)
Entitas Asosiasi
Jumlah Beban
Operasional Dan Lain- (584.491) (696.953) (749.318) (1.654.827) (2.559.845)
Lain
Laba Sebelum Pajak
3.593.912 2.636.394 1.106.789 1.735.071 3.299.889
Penghasilan
Pajak Penghasilan
Beban Pajak Penghasilan (964.867) (696.365) (310.487) (617.113) (1.146.047)
Laba Tahun Berjalan 2.629.045 1.940.029 796.302 1.117.958 2.153.842
Laba bersih 2.506.426 1.857.721 776.922 1.114.436 2.097.979
Sumber: Laporan Keuangan Audit DTN Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
Penjualan
Pertumbuhan penjualan DTN selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
13,98%. Pada tahun 2021 penjualan tercatat sebesar Rp8.306.882 juta. Pada tahun 2022
penjualan mengalami penurunan sebesar 7,86% secara year on year atau tercatat sebesar
Rp7.653.930 juta. Pada tahun 2023 penjualan mengalami penurunan sebesar -31,62%
secara year on year atau tercatat sebesar Rp5.233.644 juta. Pada tahun 2024 penjualan
mengalami peningkatan sebesar 89,32% secara year on year atau tercatat sebesar
Rp9.908.218 juta. Pada tahun 2025 penjualan mengalami peningkatan sebesar 41,50%
secara year on year atau tercatat sebesar Rp14.020.030 juta.
Laba Bruto
Pertumbuhan laba bruto DTN selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
8,82%. Pada tahun 2021 laba bruto tercatat sebesar Rp4.178.403 juta. Pada tahun 2022
penjualan mengalami penurunan sebesar 20,22% secara year on year atau tercatat sebesar
Rp3.333.347 juta. Pada tahun 2023 laba bruto mengalami penurunan sebesar 44,32% secara
year on year atau tercatat sebesar Rp1.856.107 juta. Pada tahun 2024 laba bruto mengalami
Halaman 72 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 74
peningkatan sebesar 82,63% secara year on year atau tercatat sebesar Rp3.389.898 juta. Pada
tahun 2025 laba bruto mengalami peningkatan sebesar 72,86% secara year on year atau
tercatat sebesar Rp5.859.734 juta.
Laba Sebelum Pajak Penghasilan
Pertumbuhan laba sebelum pajak penghasilan DTN selama periode 31 Desember 2021
sampai dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-
rata CAGR sebesar negatif 2,11%. Pada tahun 2021 laba sebelum pajak penghasilan tercatat
sebesar Rp3.593.912 juta. Pada tahun 2022 laba sebelum pajak penghasilan mengalami
penurunan sebesar 26,64% secara year on year atau tercatat sebesar Rp2.636.394 juta. Pada
tahun 2023 laba sebelum pajak penghasilan mengalami penurunan sebesar 58,02% secara
year on year atau tercatat sebesar Rp1.106.789 juta. Pada tahun 2024 laba sebelum pajak
penghasilan mengalami peningkatan sebesar 56,77% secara year on year atau tercatat
sebesar Rp1.735.071 juta. Pada tahun 2025 laba sebelum pajak penghasilan mengalami
peningkatan sebesar 90,19% secara year on year atau tercatat sebesar Rp3.299.889 juta.
Laba Tahun Berjalan
Pertumbuhan laba tahun berjalan DTN selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan
31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR
sebesar negatif 4,86%. Pada tahun 2021 laba tahun berjalan tercatat sebesar Rp2.629.045
juta. Pada tahun 2022 laba tahun berjalan mengalami penurunan sebesar 26,21% secara
year on year atau tercatat sebesar Rp1.940.029 juta. Pada tahun 2023 laba tahun berjalan
mengalami penurunan sebesar 58,95% secara year on year atau tercatat sebesar Rp796.302
juta. Pada tahun 2024 laba tahun berjalan mengalami peningkatan sebesar 40,39% secara
year on year atau tercatat sebesar Rp1.117.958 juta. Pada tahun 2025 laba tahun berjalan
mengalami peningkatan sebesar 92,66% secara year on year atau tercatat sebesar
Rp2.153.842 juta.
Laba Bersih
Pertumbuhan laba bersih DTN selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
negatif 4,35%. Pada tahun 2021 laba bersih tercatat sebesar Rp2.506.426 juta. Pada tahun
2022 laba bersih mengalami penurunan sebesar 25,88% secara year on year atau tercatat
sebesar Rp1.857.721 juta. Pada Tahun 2023 laba bersih mengalami penurunan sebesar
58,18% secara year on year atau tercatat sebesar Rp776.922 juta. Pada tahun 2024 laba
bersih mengalami peningkatan sebesar 43,44% secara year on year atau tercatat sebesar
Rp1.114.436 juta. Pada tahun 2025 laba bersih mengalami peningkatan sebesar 88,25%
secara year on year atau tercatat sebesar Rp2.097.979 juta.
Halaman 73 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 75
Laporan Arus Kas
Tabel 37. Laporan Arus Kas DTN Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
(dalam juta Rupiah)
Audit Audit Audit Audit Audit
Keterangan
2021 2022 2023 2024 2025
Arus Kas Bersih -
4.716.073 3.284.589 1.563.792 3.224.743 6.256.546
Aktivitas Operasi
Arus Kas Bersih -
(1.307.734) (1.076.772) (16.093.453) (1.380.497) (3.187.329)
Aktivitas Investasi
Arus Kas Bersih -
(1.177.077) (2.159.740) 13.206.981 126.795 (2.155.501)
Aktivitas Pendanaan
Kenaikan (Penurunan)
Bersih Kas Dan Setara 2.231.262 48.077 (1.322.680) 1.971.041 913.716
Kas
Kas Dan Setara Kas Awal
1.611.974 3.880.822 4.249.101 2.897.830 5.047.683
Tahun
Dampak Perubahan
Selisih Kurs Terhadap 37.586 320.202 (28.591) 178.812 171.039
Kas
Kas Dan Setara Kas
3.880.822 4.249.101 2.897.830 5.047.683 6.132.438
Akhir Tahun
Sumber: Laporan Keuangan Audit DTN Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
Berikut adalah macam-macam arus kas DTN berdasarkan data historis laporan keuangan
DTN per 31 Desember 2025:
▪ Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasional DTN per 31 Desember 2025
adalah sebesar Rp6.256.546 juta. Hal ini mengindikasikan bahwa kegiatan operasional
DTN menghasilkan arus kas positif.
▪ Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi DTN per 31 Desember 2025
adalah sebesar negatif Rp3.187.329 juta. Arus kas investasi bernilai negatif karena
perusahaan melakukan investasi penambahan aset tetap.
▪ Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan DTN per 31 Desember 2025
adalah sebesar Rp2.155.501 juta. Aktivitas pendanaan dicatatkan negatif karena terdapat
pembayaran pinjaman dari pemegang saham, pembayaran dividen kepada pemilik entitas
induk serta pembayaran dividen kepada kepentingan nonpengendali.
• Analisis Common Size (Common Size Analysis)
Common size statement merupakan salah satu metode analisis terhadap laporan keuangan
Perusahaan untuk mengetahui persentase investasi pada masing-masing aset terhadap
total asetnya, dan juga untuk mengetahui struktur permodalan serta komposisi biaya biaya
atau beban terhadap total pendapatan. Berikut adalah hasil analisis laporan keuangan
Perusahaan dengan menggunakan metode common size statement analysis:
Analisis Common Size Statement – Laporan Posisi Keuangan
Tabel 38. Analisis Common Size Statement – Laporan Posisi Keuangan (%)
Laporan Posisi Keuangan 2021 2022 2023 2024 2025
Jumlah Aset Lancar 22,45% 21,87% 12,39% 17,57% 18,79%
Jumlah Aset Tidak Lancar 77,55% 78,13% 87,61% 82,43% 81,21%
Jumlah Aset 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Halaman 74 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 76
Laporan Posisi Keuangan 2021 2022 2023 2024 2025
Jumlah Liabilitas Jangka
7,00% 8,25% 11,41% 13,67% 16,21%
Pendek
Jumlah Liabilitas Jangka
10,65% 10,62% 9,11% 8,36% 13,78%
Panjang
Jumlah Liabilitas 17,65% 18,87% 20,51% 22,03% 29,99%
Jumlah Ekuitas 82,35% 81,13% 79,49% 77,97% 70,01%
Jumlah Liabilitas Dan Ekuitas 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Mengacu pada laporan posisi keuangan DTN, berdasarkan analisis common size
statement, selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan periode 31 Desember 2025,
rata-rata proporsi aset lancar terhadap rata-rata total aset lebih kecil sebesar 18,61%
dibandingkan dengan rata-rata proporsi aset tidak lancar terhadap rata-rata total aset
sebesar 81,39%. Pada periode 31 Desember 2025 proporsi aset lancar terhadap total aset
lebih kecil sebesar 18,79% dibandingkan dengan proporsi aset tidak lancar terhadap total
aset sebesar 81,21%.
Kemudian selama 31 Desember 2021 sampai dengan periode 31 Desember 2025, rata-
rata proporsi liabilitas terhadap rata-rata total aset lebih kecil sebesar 21,81%
dibandingkan dengan rata-rata proporsi ekuitas terhadap rata-rata total aset sebesar
78,19%. Pada periode 31 Desember 2025 proporsi total liabilitas terhadap total aset lebih
kecil sebesar 29,99% dibandingkan dengan proporsi ekuitas terhadap total aset sebesar
70,01%.
Analisis Commonsize Statement – Laporan Laba Rugi
Tabel 39. Analisis Common Size Statement – Laporan Laba Rugi (%)
Laporan Laba Rugi Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 Des 2025
Pendapatan bersih 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Laba bruto 50,30% 43,55% 35,46% 34,21% 41,80%
Laba sebelum pajak
43,26% 34,44% 21,15% 17,51% 23,54%
penghasilan
Laba tahun berjalan 31,65% 25,35% 15,22% 11,28% 15,36%
Laba bersih 30,17% 24,27% 14,84% 11,25% 14,96%
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Berdasarkan analisis common size statement, rata-rata proporsi laba bruto terhadap rata-
rata pendapatan bersih selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember
2025 adalah sebesar 41,06%, dan proporsi laba bruto terhadap pendapatan bersih pada
periode 31 Desember 2025 adalah sebesar 41,80%.
Rata-rata proporsi laba sebelum pajak penghasilan terhadap rata-rata pendapatan bersih
selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 adalah sebesar
27,98%, dan proporsi laba sebelum pajak penghasilan terhadap pendapatan bersih pada
periode 31 Desember 2025 adalah sebesar 23,54%.
Rata-rata proporsi laba tahun berjalan terhadap rata-rata pendapatan bersih selama
periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 adalah sebesar 19,77%,
dan proporsi laba tahun berjalan terhadap pendapatan bersih pada periode 31 Desember
2025 adalah sebesar 15,36%.
Halaman 75 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 77
Rata-rata proporsi laba bersih terhadap rata-rata pendapatan bersih selama periode 31
Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 adalah sebesar 19,10%, dan proporsi
laba bersih terhadap pendapatan bersih pada periode 31 Desember 2025 adalah sebesar
14,96%.
Kinerja Historis PT Stargate Pacific Resources (“SPR”)
• Laporan Keuangan
Data laporan keuangan yang digunakan dalam analisis ini adalah laporan keuangan audited
SPR periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025.
Laporan keuangan tersebut menjadi dasar dalam penilaian kinerja historis dan posisi
keuangan perusahaan, meliputi Laporan Posisi Keuangan, Laporan Laba Rugi, serta Laporan
Arus Kas pada masing-masing periode.
Laporan Posisi Keuangan
Tabel 40. Laporan Posisi Keuangan SPR Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
(dalam juta Rupiah)
Audit Audit Audit Audit Audit
Keterangan
2021 2022 2023 2024 2025
Aset Lancar
Kas Dan Setara Kas 27.419 124.740 21.571 56.286 107.933
Piutang Usaha 27.805 50.053 64.246 103.693 2.933
Piutang Lain-Lain 550 591 345 13.424 15.649
Persediaan 62.071 11.963 53.273 109.299 227.567
Uang Muka - - 3.583 2.923 4.672
Beban Dibayar Di Muka 243 431 39 56 31.276
Pajak Dibayar Di Muka 19 45 43 2.447 3.204
Estimasi Tagihan Pajak
- - - - 27.785
Penghasilan
Aset Lancar Lain-Lain 1 812 1 326 1
Jumlah Aset Lancar 118.107 188.635 143.101 288.454 421.019
Aset Tidak Lancar
Deposito Yang Dibatasi
13.035 14.007 14.686 15.549 94.845
Penggunaannya
Piutang Pihak Berelasi 46.626 92.420 121.977 127.072 -
Aset Tetap 37.138 39.354 62.806 84.367 158.147
Pajak Dibayar Di Muka
30 1.257 - - 179
(Tidak Lancar)
Estimasi Tagihan Pajak
1.875 1.425 27.785 27.785 -
Penghasilan (TL)
Aset Pajak Tangguhan 13.095 12.209 19.138 30.164 22.684
Aset Eksplorasi Dan
- 6.261 4.127 29.140 65.314
Evaluasi
Jumlah Aset Tidak Lancar 111.800 166.933 250.519 314.076 341.169
Jumlah Aset 229.907 355.568 393.620 602.531 762.187
Liabilitas Jangka Pendek
Utang Usaha 4.157 6.298 32.407 127.921 135.941
Halaman 76 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 78
Audit Audit Audit Audit Audit
Keterangan
2021 2022 2023 2024 2025
Utang Lain-Lain 220 18 18 5.854 10.788
Utang Pajak - Pph Badan 6.581 24.088 3.837 17.502 40.255
Utang Pajak – Pajak
- 14.964 2.935 6.352 6.818
Lainnya
Beban Akrual 38.534 19.796 74.908 73.402 1.057.427
Liabilitas Sewa (Jangka
- - 1.633 3.181 1.801
Pendek)
Liabilitas Imbalan
1.905 1.479 3.674 1.057 582
Pascakerja (JP)
Provisi Reklamasi &
2.734 4.126 3.035 12.165 29.546
Penutupan Tambang (JP)
Pinjaman Dari Pihak
303.303 280.238 447.064 468.446 245.985
Berelasi
Jumlah Liabilitas Jangka
357.433 351.006 569.510 715.881 1.529.144
Pendek
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas Sewa (Jangka
152 156 5.081 2.104 1.723
Panjang)
Liabilitas Imbalan
780 1.330 6.232 8.954 10.841
Pascakerja (PJ)
Provisi Reklamasi &
14.865 13.195 14.283 18.858 105.127
Penutupan Tambang (PJ)
Jumlah Liabilitas Jangka
15.797 14.681 25.596 29.916 117.692
Panjang
Jumlah Liabilitas 373.230 365.688 595.106 745.797 1.646.836
Defisiensi Ekuitas
Modal Saham 220.103 220.103 220.103 220.103 220.103
Tambahan Modal Disetor 24.001 28.323 28.323 28.323 28.323
Akumulasi Kerugian (387.423) (258.500) (448.282) (389.749) (1.130.760)
Kepentingan Non-
(4) (45) (1.630) (1.943) (2.314)
Pengendali
Jumlah Defisiensi Ekuitas (143.323) (10.120) (201.487) (143.266) (884.649)
Jumlah Liabilitas Dan
229.907 355.568 393.620 602.531 762.187
Defisiensi Ekuitas
Sumber: Laporan Keuangan Audit SPR Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
Aset Lancar
Pertumbuhan aset lancar SPR selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
37,41%. Pada tahun 2021 aset lancar tercatat sebesar Rp118.107 juta. Pada tahun 2022 aset
lancar mengalami peningkatan sebesar 59,71% secara year on year atau tercatat sebesar
Rp188.635 juta. Pada Tahun 2023 aset lancar mengalami penurunan sebesar 24,14% secara
year on year atau tercatat sebesar Rp143.101 juta. Pada tahun 2024 aset lancar mengalami
peningkatan sebesar 101,57% secara year on year atau tercatat sebesar Rp288.454 juta. Pada
tahun 2025 aset lancar mengalami peningkatan sebesar 45,96% secara year on year atau
tercatat sebesar Rp421.019 juta.
Aset Tidak Lancar
Pertumbuhan aset tidak lancar SPR selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang meningkat dengan rata-rata CAGR sebesar
32,17%. Pada tahun 2021 aset tidak lancar tercatat sebesar Rp111.800 juta. Pada tahun 2022
Halaman 77 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 79
aset tidak lancar mengalami peningkatan sebesar 49,31% secara year on year atau tercatat
sebesar Rp166.933 juta. Pada Tahun 2023 aset tidak lancar mengalami peningkatan sebesar
50,07% secara year on year atau tercatat sebesar Rp250.519 juta. Pada tahun 2024 aset tidak
lancar mengalami peningkatan sebesar 25,37% secara year on year atau tercatat sebesar
Rp314.076 juta. Pada tahun 2025 aset tidak lancar mengalami peningkatan sebesar 8,63%
secara year on year atau tercatat sebesar Rp341.169 juta.
Jumlah Aset
Pertumbuhan jumlah aset SPR selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang meningkat dengan rata-rata CAGR sebesar
34,94%. Pada tahun 2021 jumlah aset tercatat sebesar Rp229.907 juta. Pada tahun 2022
jumlah aset mengalami peningkatan sebesar 54,66% secara year on year atau tercatat sebesar
Rp355.568 juta. Pada Tahun 2023 jumlah aset mengalami peningkatan sebesar 10,70%
secara year on year atau tercatat sebesar Rp393.620 juta. Pada tahun 2024 jumlah aset
mengalami peningkatan sebesar 53,07% secara year on year atau tercatat sebesar Rp602.531
juta. Pada tahun 2025 jumlah aset mengalami peningkatan sebesar 26,50% secara year on
year atau tercatat sebesar Rp762.187 juta.
Liabilitas Jangka Pendek
Pertumbuhan liabilitas jangka pendek SPR selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan
31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR
sebesar 43,82%. Pada tahun 2021 liabilitas jangka pendek tercatat sebesar Rp357.433 juta.
Pada tahun 2022 liabilitas jangka pendek mengalami penurunan sebesar 1,80% secara year
on year atau tercatat sebesar Rp351.006 juta. Pada Tahun 2023 liabilitas jangka pendek
mengalami peningkatan sebesar 62,25% secara year on year atau tercatat sebesar Rp569.510
juta. Pada tahun 2024 liabilitas jangka pendek mengalami peningkatan sebesar 25,70%
secara year on year atau tercatat sebesar Rp715.881 juta. Pada tahun 2025 liabilitas jangka
pendek mengalami peningkatan sebesar 113,60% secara year on year atau tercatat sebesar
Rp1.529.144 juta.
Liabilitas Jangka Panjang
Pertumbuhan liabilitas jangka panjang SPR selama periode 31 Desember 2021 sampai
dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata
CAGR sebesar 65,21%. Pada tahun 2021 liabilitas jangka panjang tercatat sebesar Rp15.797
juta. Pada tahun 2022 liabilitas jangka panjang mengalami penurunan sebesar 7,06% secara
year on year atau tercatat sebesar Rp14.681 juta. Pada Tahun 2023 liabilitas jangka panjang
mengalami peningkatan sebesar 74,34% secara year on year atau tercatat sebesar Rp25.596
juta. Pada tahun 2024 liabilitas jangka panjang mengalami peningkatan sebesar 16,88%
secara year on year atau tercatat sebesar Rp29.916 juta. Pada tahun 2025 liabilitas jangka
panjang mengalami peningkatan sebesar 293,41% secara year on year atau tercatat sebesar
Rp117.692 juta.
Jumlah Liabilitas
Pertumbuhan jumlah liabilitas SPR selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
44,93%. Pada tahun 2021 jumlah liabilitas tercatat sebesar Rp373.230 juta. Pada tahun 2022
jumlah liabilitas mengalami penurunan sebesar 2,02% secara year on year atau tercatat
Halaman 78 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 80
sebesar Rp365.688 juta. Pada Tahun 2023 jumlah liabilitas mengalami peningkatan sebesar
62,74% secara year on year atau tercatat sebesar Rp595.106 juta. Pada tahun 2024 jumlah
liabilitas mengalami peningkatan sebesar 25,32% secara year on year atau tercatat sebesar
Rp745.797 juta. Pada tahun 2025 jumlah liabilitas mengalami peningkatan sebesar 120,82%
secara year on year atau tercatat sebesar Rp1.646.836 juta.
Jumlah Defisiensi Ekuitas
Pertumbuhan jumlah defisiensi ekuitas SPR selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan
31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR
sebesar 57,62%. Pada tahun 2021 jumlah defisiensi ekuitas tercatat sebesar negatif
Rp143.323 juta. Pada tahun 2022 jumlah defisiensi ekuitas mengalami peningkatan sebesar
92,94% secara year on year atau tercatat sebesar negatif Rp10.120 juta. Pada Tahun 2023
jumlah defisiensi ekuitas mengalami penurunan sebesar 1891,00% secara year on year atau
tercatat sebesar negatif Rp201.487 juta. Pada tahun 2024 jumlah defisiensi ekuitas mengalami
peningkatan sebesar 28,90% secara year on year atau tercatat sebesar negatif Rp143.266
juta. Pada tahun 2025 jumlah defisiensi ekuitas mengalami penurunan sebesar 517,49%
secara year on year atau tercatat sebesar negatif Rp884.649 juta.
Laporan Laba Rugi
Tabel 41. Laporan Laba Rugi SPR Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
(dalam juta Rupiah)
Audit Audit Audit Audit Audit
Keterangan
2021 2022 2023 2024 2025
Total Penjualan
Penjualan 157.194 473.372 334.555 975.803 1.285.997
Total Beban Pokok
Penjualan
Beban Pokok Penjualan (38.898) (135.699) (242.825) (751.101) (943.437)
Laba Kotor 118.295 337.673 91.729 224.702 342.560
Beban Operasional Dan
Lain-Lain
Beban Penjualan, Umum
(72.363) (163.471) (131.207) (88.012) (91.650)
Dan Administrasi
Penghasilan Keuangan 648 654 987 2.094 3.815
Beban Keuangan (8.573) (47) (3.357) (36.627) (24.506)
Kerugian Lainnya, Bersih (10.852) (7.808) (154.010) (22.564) (892.693)
Jumlah Beban Operasional
(91.140) (170.672) (287.587) (145.110) (1.005.034)
Dan Lain-Lain
(Rugi)/Laba Sebelum Pajak
27.155 167.000 (195.858) 79.592 (662.474)
Penghasilan
Pajak Penghasilan
Beban Pajak Penghasilan (12.918) (37.291) 4.507 (21.289) (79.588)
(Rugi)/Laba Tahun Berjalan 14.237 129.709 (191.350) 58.302 (742.062)
Laba Bersih 14.264 129.750 (189.765) 58.616 (741.691)
Sumber: Laporan Keuangan Audit SPR Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
Penjualan
Pertumbuhan penjualan SPR selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember
2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar 69,12%.
Halaman 79 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 81
Pada tahun 2021 penjualan tercatat sebesar Rp157.194 juta. Pada tahun 2022 penjualan
mengalami peningkatan sebesar 201,14% secara year on year atau tercatat sebesar
Rp473.372 juta. Pada Tahun 2023 penjualan mengalami penurunan sebesar 29,33% secara
year on year atau tercatat sebesar Rp334.555 juta. Pada tahun 2024 penjualan mengalami
peningkatan sebesar 191,67% secara year on year atau tercatat sebesar Rp 975.803 juta. Pada
tahun 2025 penjualan mengalami peningkatan sebesar 31,79% secara year on year atau
tercatat sebesar Rp1.285.997 juta.
Laba Bruto
Pertumbuhan laba bruto SPR selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember
2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar 30,45%.
Pada tahun 2021 laba bruto tercatat sebesar Rp118.295 juta. Pada tahun 2022 laba bruto
mengalami peningkatan sebesar 185,45% secara year on year atau tercatat sebesar
Rp337.673 juta. Pada Tahun 2023 laba bruto mengalami penurunan sebesar -72,83% secara
year on year atau tercatat sebesar Rp91.729 juta. Pada tahun 2024 laba bruto mengalami
peningkatan sebesar 144,96% secara year on year atau tercatat sebesar Rp224.702 juta. Pada
tahun 2025 laba bruto mengalami peningkatan sebesar 52,45% secara year on year atau
tercatat sebesar Rp342.560 juta.
Laba (Rugi) Sebelum Pajak Penghasilan
Pertumbuhan laba sebelum pajak penghasilan SPR selama periode 31 Desember 2021 sampai
dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata
sebesar negatif 123,50%. Pada tahun 2021 laba sebelum pajak penghasilan tercatat sebesar
Rp27.155 juta. Pada tahun 2022 laba sebelum pajak penghasilan mengalami peningkatan
sebesar 514,99% secara year on year atau tercatat sebesar Rp167.000 juta. Pada Tahun 2023
rugi sebelum pajak penghasilan mengalami penurunan sebesar 217,28% secara year on year
atau tercatat sebesar Rp195.858 juta. Pada tahun 2024 laba sebelum pajak penghasilan
mengalami peningkatan sebesar 140,64% secara year on year atau tercatat sebesar Rp79.592
juta. Pada tahun 2025 rugi sebelum pajak penghasilan mengalami penurunan sebesar
932,34% secara year on year atau tercatat sebesar Rp662.474 juta.
Laba (Rugi) Tahun Berjalan
Pertumbuhan laba tahun berjalan SPR selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata sebesar negatif
169,68%. Pada tahun 2021 laba tahun berjalan tercatat sebesar Rp14.237 juta. Pada tahun
2022 laba tahun berjalan mengalami peningkatan sebesar 811,10% secara year on year atau
tercatat sebesar Rp129.709 juta. Pada Tahun 2023 rugi tahun berjalan mengalami penurunan
sebesar 247,52% secara year on year atau tercatat sebesar Rp191.350 juta. Pada tahun 2024
laba tahun berjalan mengalami peningkatan sebesar 130,47% secara year on year atau
tercatat sebesar Rp58.302 juta. Pada tahun 2025 rugi tahun berjalan mengalami penurunan
sebesar 1372,78% secara year on year atau tercatat sebesar Rp742.062 juta.
Laba Bersih
Pertumbuhan laba bersih SPR selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata sebesar negatif
167,77%. Pada tahun 2021 laba bersih tercatat sebesar Rp14.264 juta. Pada tahun 2022 laba
bersih mengalami peningkatan sebesar 809,63% secara year on year atau tercatat sebesar Rp
Halaman 80 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 82
129.750 juta. Pada Tahun 2023 laba bersih mengalami penurunan sebesar 246,25% secara
yearon year atau tercatat sebesar negatif Rp189.765 juta. Pada tahun 2024 laba bersih
mengalami peningkatan sebesar 130,89% secara year on year atau tercatat sebesar Rp58.616
juta. Pada tahun 2025 laba bruto mengalami penurunan sebesar 1365,35% secara year on
year atau tercatat sebesar negatif Rp741.691 juta.
Laporan Arus Kas
Tabel 42. Laporan Arus Kas SPR Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
(dalam juta Rupiah)
Audit Audit Audit Audit Audit
Keterangan
2021 2022 2023 2024 2025
Arus Kas Bersih - Aktivitas
44.993 156.504 (218.024) 126.842 233.166
Operasi
Arus Kas Bersih - Aktivitas
(20.610) (59.183) (52.962) (59.355) 68.180
Investasi
Arus Kas Bersih - Aktivitas
(1.193) (0) 167.817 (32.773) (249.699)
Pendanaan
Kenaikan (Penurunan) Bersih
23.191 97.321 (103.169) 34.715 51.647
Kas Dan Setara Kas
Kas Dan Setara Kas Awal
4.229 27.419 124.740 21.571 56.286
Tahun
Kas Dan Setara Kas Akhir
27.419 124.740 21.571 56.286 107.933
Tahun
Sumber: Laporan Keuangan Audit SPR Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
Berikut adalah macam-macam arus kas SPR berdasarkan data historis laporan keuangan
SPR per 31 Desember 2025:
▪ Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasional SPR per 31 Desember 2025
adalah sebesar Rp233.166 juta. Hal ini mengindikasikan bahwa kegiatan operasional SPR
menghasilkan arus kas positif.
▪ Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SPR per 31 Desember 2025 adalah
sebesar Rp68.180 juta. Arus kas investasi bernilai positif karena terdapat penerimaan dari
pinjaman ke pihak berelasi.
▪ Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan SPR per 31 Desember 2025 adalah
sebesar negatif Rp249.699 juta. Aktivitas pendanaan dicatatkan negatif karena terdapat
pembayaran pinjaman dari pihak berelasi.
• Analisis Common Size (Common Size Analysis)
Common size statement merupakan salah satu metode analisis terhadap laporan keuangan
Perusahaan untuk mengetahui persentase investasi pada masing-masing aset terhadap
total asetnya, dan juga untuk mengetahui struktur permodalan serta komposisi biaya biaya
atau beban terhadap total pendapatan. Berikut adalah hasil analisis laporan keuangan
Perusahaan dengan menggunakan metode common size statement analysis:
Halaman 81 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 83
Analisis Common Size Statement – Laporan Posisi Keuangan
Tabel 43. Analisis Common Size Statement – Laporan Posisi Keuangan (%)
Laporan Posisi Keuangan Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 Des 2025
Total Aset Lancar 51,37% 53,05% 36,36% 47,87% 55,24%
Total Aset Tidak Lancar 48,63% 46,95% 63,64% 52,13% 44,76%
Total Aset 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Total Liabilitas Jangka Pendek 155,47% 98,72% 144,69% 118,81% 200,63%
Total Liabilitas Jangka Panjang 6,87% 4,13% 6,50% 4,97% 15,44%
Total Liabilitas 162,34% 102,85% 151,19% 123,78% 216,07%
Total Ekuitas -62,34% -2,85% -51,19% -23,78% -116,07%
Total Liabilitas Dan Ekuitas 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Mengacu pada laporan posisi keuangan SPR, berdasarkan analisis common size statement,
selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan periode 31 Desember 2025, rata-rata
proporsi aset lancar terhadap rata-rata total aset lebih kecil sebesar 48,78% dibandingkan
dengan rata-rata proporsi aset tidak lancar terhadap rata-rata total aset sebesar 51,22%.
Pada periode 31 Desember 2025 proporsi aset lancar terhadap total aset lebih besar
sebesar 55,24% dibandingkan dengan proporsi aset tidak lancar terhadap total aset
sebesar 44,76%.
Kemudian selama 31 Desember 2021 sampai dengan periode 31 Desember 2025, rata-
rata proporsi liabilitas terhadap rata-rata total aset lebih besar sebesar 151,24%
dibandingkan dengan rata-rata proporsi defisiensi ekuitas terhadap rata-rata total aset
sebesar negatif 51,24%. Pada periode 31 Desember 2025 proporsi total liabilitas terhadap
total aset lebih besar sebesar 216,07% dibandingkan dengan proporsi ekuitas terhadap
total aset sebesar negatif 116,07%.
Analisis Commonsize Statement – Laporan Laba Rugi
Tabel 44. Analisis Common Size Statement – Laporan Laba Rugi (%)
Laporan Laba Rugi Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 Des 2025
Pendapatan Bersih 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Laba Bruto 75,25% 71,33% 27,42% 23,03% 26,64%
Laba Sebelum Pajak
17,27% 35,28% -58,54% 8,16% -51,51%
Penghasilan
Laba Tahun Berjalan 9,06% 27,40% -57,20% 5,97% -57,70%
Laba Bersih 9,07% 27,41% -56,72% 6,01% -57,67%
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Berdasarkan analisis common size statement, rata-rata proporsi laba bruto terhadap rata-
rata pendapatan bersih selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember
2025 adalah sebesar 44,73%, dan proporsi laba bruto terhadap pendapatan bersih pada
periode 31 Desember 2025 adalah sebesar 26,64%.
Rata-rata proporsi laba sebelum pajak penghasilan terhadap rata-rata pendapatan bersih
selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 adalah sebesar
negatif 9,87, dan proporsi laba sebelum pajak penghasilan terhadap pendapatan bersih
pada periode 31 Desember 2025 adalah sebesar negatif 51,51%.
Halaman 82 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 84
Rata-rata proporsi laba tahun berjalan terhadap rata-rata pendapatan bersih selama
periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 adalah sebesar negatif
14,49%, dan proporsi laba tahun berjalan terhadap pendapatan bersih pada periode 31
Desember 2025 adalah sebesar negatif 57,70%.
Rata-rata proporsi laba bersih terhadap rata-rata pendapatan bersih selama periode 31
Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 adalah sebesar negatif 14,38%, dan
proporsi laba bersih terhadap pendapatan bersih pada periode 31 Desember 2025 adalah
sebesar negatif 57,67%.
3.2.2 Penilaian Atas Proyeksi Keuangan
Proyeksi keuangan perusahaan disusun dengan masa proyeksi sepanjang 4 tahun dari 2026
sampai dengan 2029. Proyeksi sebelum Rencana Transaksi memberikan gambaran proyeksi
kinerja Perseroan dengan asumsi business as it is. Selanjutnya proyeksi setelah Rencana Transaksi
memberikan gambaran dampak adanya Rencana Transaksi terhadap kinerja keuangan
Perseroan ke depan.
Tabel 45. Proyeksi Keuangan (Posisi Keuangan) Perseroan Sebelum Rencana Transaksi
(dalam juta Rupiah)
Laporan Posisi Keuangan 2026 2027 2028 2029
Aset Lancar
Kas dan Setara Kas 21.285.783 19.681.060 17.254.935 17.522.541
Piutang Usaha 21.837.619 22.492.748 23.167.530 23.862.556
Persediaan 15.003.286 15.453.385 15.916.986 16.394.496
Uang Muka 2.231.024 2.258.868 2.287.058 2.315.601
Beban Dibayar Dimuka - - - -
Aset Lancar Lainnya 11.579.832 10.474.817 10.283.532 9.698.979
Aset Tidak Lancar
Piutang Kepada Pemegang Saham 1.836.737 1.947.380 2.080.603 2.214.438
Investasi pada Saham 19.909.029 20.506.300 21.121.489 21.755.134
Aset Tetap 67.235.809 70.103.297 71.954.705 74.439.228
Aset Tambang - - - -
Aset Pajak Tangguhan 5.340.499 5.420.345 5.492.229 5.569.705
Biaya Eksplorasi dan pengembangan
9.267.577 8.691.838 8.245.034 7.777.009
Batu Bara
Goodwill 3.422.251 3.422.251 3.422.251 3.422.251
Aset Tidak Lancar Lainnya 1.468.471 1.436.736 1.344.059 1.286.186
Total Aset 180.417.918 181.889.026 182.570.412 186.258.124
Liabilitas Lancar
Utang Usaha 19.656.605 20.246.303 20.853.693 21.479.303
Beban Akrual 7.163.710 8.173.524 8.254.952 8.877.891
Utang Pajak 2.136.133 2.522.828 2.468.119 2.664.755
Liabilitas Jangka Pendek Lainnya 15.991.407 14.973.776 16.860.849 17.386.816
Halaman 83 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 85
Laporan Posisi Keuangan 2026 2027 2028 2029
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas Pajak Tangguhan 5.323.288 4.798.525 4.245.435 3.791.511
Bagian Jangka Panjang utang Bank 24.105.468 20.389.020 13.783.387 10.488.094
Liabilitas Imbalan Kerja 6.655.989 6.787.349 6.927.071 7.066.726
Liabilitas Jangka Panjang Lainnya 939.823 880.017 990.921 1.021.832
Total Liabilitas 81.972.423 78.771.343 74.384.428 72.776.927
Ekuitas Diatribusikan kepada Pemilik 93.313.148 97.681.389 102.364.702 107.281.415
Kepentingan Non Pengendali 5.132.348 5.436.294 5.821.283 6.199.782
Total Ekuitas 98.445.495 103.117.683 108.185.984 113.481.197
Total Liabilitas dan Ekuitas 180.417.918 181.889.026 182.570.412 186.258.124
Sumber: Proyeksi Keuangan Perseroan
Proyeksi laporan posisi keuangan Perseroan sebelum transaksi didasarkan atas proyeksi kinerja
keuangan dalam operasional bisnis Perseroan saat ini atau business as it is. Pada proyeksi posisi
keuangan sebelum Rencana Transaksi, kas dan setara kas sepanjang masa proyeksi sejak 2026
sampai 2029 mengalami penurunan sebesar CAGR 4,75%. Pada total aset sejak masa proyeksi
2026 hingga 2029 mengalami kenaikan sebesar CAGR 0,80%. Pada pos total liabilitas sepanjang
masa proyeksi 2026 hingga 2029, mengalami penurunan sebesar CAGR 2,93%. Pada total
ekuitas, sepanjang masa proyeksi sejak 2026 sampai 2029, terdapat kenaikan sebesar CAGR
3,62% yang didorong salah satunya oleh kenaikan laba ditahan dari proyeksi kinerja keuangan
perusahaan.
Tabel 46. Proyeksi Keuangan (Laba/Rugi) Perseroan Sebelum Rencana Transaksi
(dalam juta Rupiah)
Laporan Laba Rugi 2026 2027 2028 2029
Pendapatan 106.471.434 109.665.577 112.955.544 116.344.211
Harga Pokok Penjualan (86.925.981) (89.533.761) (92.219.773) (94.986.367)
Laba Kotor 19.545.453 20.131.816 20.735.771 21.357.844
Beban Operasi (8.575.296) (8.832.555) (9.097.531) (9.370.457)
Laba Operasi 10.970.157 11.299.262 11.638.240 11.987.387
Keuntungan (Kerugian) Valuta Asing 201.589 - - -
Beban Bunga - Bersih (1.473.353) (1.246.199) (842.456) (641.044)
Penghasilan (Beban) Lain (1.205.650) (1.169.480) (1.134.396) (1.100.364)
Laba Sebelum Pajak 8.492.743 8.883.582 9.661.388 10.245.979
Pajak Penghasilan (2.353.766) (1.954.388) (2.125.505) (2.254.115)
Laba Setelah Pajak 6.138.977 6.929.194 7.535.883 7.991.864
Sumber: Proyeksi Keuangan Perseroan
Proyeksi laba rugi Perseroan sebelum Rencana Transaksi menggambarkan kinerja business as it
is selama masa proyeksi sampai 2029. Pendapatan selama masa proyeksi 2026 sampai dengan
2029 mengalami kenaikan sebesar CAGR 2,24% akibat kenaikan proyeksi pendapatan
Perseroan. Selanjutnya pertumbuhan proyeksi laba setelah pajak mengalami kenaikan sebesar
CAGR 6,82% sepanjang masa proyeksi 2026 sampai dengan 2029 akibat kenaikan proyeksi
kinerja dan efisiensi Perseroan.
Halaman 84 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 86
Tabel 47. Proyeksi Keuangan (Posisi Keuangan) Perseroan Setelah Rencana Transaksi
(dalam juta Rupiah)
Laporan Posisi Keuangan 2026 2027 2028 2029
Aset Lancar
Kas dan Setara Kas 20.418.783 18.814.060 16.387.935 16.655.541
Piutang Usaha 21.837.619 22.492.748 23.167.530 23.862.556
Persediaan 15.003.286 15.453.385 15.916.986 16.394.496
Uang Muka 2.231.024 2.258.868 2.287.058 2.315.601
Beban Dibayar Dimuka - - - -
Aset Lancar Lainnya 11.584.015 10.481.505 10.287.889 9.702.432
Aset Tidak Lancar
Piutang Kepada Pemegang Saham 1.836.737 1.947.380 2.080.603 2.214.438
Investasi pada Saham 19.909.029 20.506.300 21.121.489 21.755.134
Aset Tetap 67.235.809 70.103.297 71.954.705 74.439.228
Aset Tambang - - - -
Aset Pajak Tangguhan 5.340.499 5.420.345 5.492.229 5.569.705
Biaya Eksplorasi dan pengembangan
9.267.577 8.691.838 8.245.034 7.777.009
Batu Bara
Goodwill 3.422.251 3.422.251 3.422.251 3.422.251
Aset Tidak Lancar Lainnya 1.468.471 1.436.736 1.344.059 1.286.186
Total Aset 179.555.101 181.028.713 181.707.769 185.394.577
Liabilitas Lancar
Utang Usaha 18.789.605 19.379.303 19.986.693 20.612.303
Beban Akrual 7.163.710 8.173.524 8.254.952 8.877.891
Utang Pajak 2.140.316 2.529.516 2.472.476 2.668.208
Liabilitas Jangka Pendek Lainnya 15.991.407 14.973.776 16.860.849 17.386.816
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas Pajak Tangguhan 5.323.288 4.798.525 4.245.435 3.791.511
Bagian Jangka Panjang utang Bank 24.105.468 20.389.020 13.783.387 10.488.094
Liabilitas Imbalan Kerja 6.655.989 6.787.349 6.927.071 7.066.726
Liabilitas Jangka Panjang Lainnya 939.823 880.017 990.921 1.021.832
Total Liabilitas 81.109.605 77.911.031 73.521.785 71.913.380
Ekuitas Diatribusikan kepada Pemilik 93.315.323 97.687.041 102.372.620 107.291.129
Kepentingan Non Pengendali 5.130.173 5.430.641 5.813.364 6.190.068
Total Ekuitas 98.445.495 103.117.683 108.185.984 113.481.197
Total Liabilitas dan Ekuitas 179.555.101 181.028.713 181.707.769 185.394.577
Sumber: Proyeksi Keuangan Perseroan
Proyeksi laporan posisi keuangan Perseroan setelah transaksi didasarkan atas proyeksi kinerja
keuangan dalam operasional bisnis perusahaan setelah dilakukannya Rencana Transaksi. Pada
proyeksi posisi keuangan setelah Rencana Transaksi, kas dan setara kas sepanjang masa proyeksi
sejak 2026 sampai 2029 mengalami penurunan sebesar CAGR 4,97%. Penurunan proyeksi kas
Halaman 85 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 87
dan setara kas sepanjang masa proyeksi diakibatkan dari pemberian pinjaman kepada SPR lewat
DTN dan dilakukannya pembayaran denda administratif. Pada total aset sejak masa proyeksi
2026 hingga 2029 mengalami kenaikan sebesar CAGR 0,80%. Pada pos total liabilitas sepanjang
masa proyeksi 2026 hingga 2029, mengalami penurunan sebesar CAGR 2,96%. Pada total
ekuitas, sepanjang masa proyeksi sejak 2026 sampai 2029, terdapat kenaikan sebesar CAGR
3,62%.
Tabel 48. Proyeksi Keuangan (Laba/Rugi) Perseroan Setelah Rencana Transaksi
(dalam juta Rupiah)
Laporan Laba Rugi 2026 2027 2028 2029
Pendapatan 106.471.434 109.665.577 112.955.544 116.344.211
Harga Pokok Penjualan (86.925.981) (89.533.761) (92.219.773) (94.986.367)
Laba Kotor 19.545.453 20.131.816 20.735.771 21.357.844
Beban Operasi (8.575.296) (8.832.555) (9.097.531) (9.370.457)
Laba Operasi 10.970.157 11.299.262 11.638.240 11.987.387
Keuntungan (Kerugian) Valuta Asing 201.589 - - -
Beban Bunga - Bersih (1.473.353) (1.246.199) (842.456) (641.044)
Penghasilan (Beban) Lain (1.203.475) (1.166.003) (1.132.130) (1.098.568)
Laba Sebelum Pajak 8.494.918 8.887.060 9.663.654 10.247.775
Pajak Penghasilan (2.353.766) (1.954.388) (2.125.505) (2.254.115)
Laba Setelah Pajak 6.141.152 6.932.672 7.538.148 7.993.659
Sumber: Proyeksi Keuangan Perseroan
Proyeksi laba rugi Perseroan setelah Rencana Transaksi menggambarkan kinerja Perseroan
setelah adanya Rencana Transaksi dengan masa proyeksi dari 2026 sampai 2029. Pendapatan
selama masa proyeksi setelah Rencana Transaksi 2026 sampai dengan 2029 mengalami
kenaikan sebesar CAGR 2,24% akibat kenaikan proyeksi pendapatan Perseroan. Selanjutnya
pertumbuhan proyeksi laba setelah pajak mengalami kenaikan sebesar CAGR 6,81% sepanjang
masa proyeksi 2026 sampai dengan 2029 dimana akibat kenaikan proyeksi kinerja dan efisiensi
Perseroan.
3.2.3 Analisis Rasio Keuangan
Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis) - Perseroan
Analisis rasio keuangan atau Financial Ratio Analysis merupakan salah satu bentuk teknis analisis
laporan keuangan yang digunakan untuk mengetahui hubungan dari pos pos tertentu dari
laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi secara individu atau kombinasi antara keduanya.
Berikut adalah tabel berbagai macam rasio keuangan yang digunakan dalam analisis rasio
keuangan Perseroan.
Tabel 49. Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis)
Rasio Keuangan Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 Des 2025
Rasio Profitabilitas (%)
Gross Profit Margin 24,75% 28,12% 27,83% 25,17% 22,62%
Operating Profit Margin 18,72% 23,57% 23,12% 20,22% 16,81%
Net Profit Margin 12,94% 12,94% 12,94% 12,94% 12,94%
Return On Assets 16,99% 16,99% 16,99% 16,99% 16,99%
Return On Equity 16,03% 16,03% 16,03% 16,03% 16,03%
Halaman 86 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 88
Rasio Keuangan Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 Des 2025
Rasio Likuiditas (X)
Current Ratio 1,99X 1,88X 1,46X 1,54X 1,36X
Quick Ratio 1,68X 1,51X 1,06X 1,17X 1,04X
Cash Ratio 1,09X 0,91X 0,43X 0,55X 0,50X
Rasio Solvabilitas (X)
Debt to Equity Ratio 0,13X 0,03X 0,22X 0,21X 0,18X
Debt to Assets Ratio 0,08X 0,02X 0,12X 0,12X 0,11X
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari kegiatan
operasionalnya. Rasio ini menunjukkan efisiensi manajemen dalam mengelola sumber daya
perusahaan untuk memperoleh keuntungan. Rasio yang digunakan antara lain:
1. Gross Profit Margin (GPM)
Gross Profit Margin adalah rasio yang menggambarkan tingkat laba kotor terhadap penjualan
bersih setelah dikurangi harga pokok penjualan atau rasi laba kotor atas penjualan
perusahaan. Rata-rata rasio Gross Profit Margin Perseroan selama periode 31 Desember 2021
hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 25,70%, dan pada periode 31 Desember 2025
tercatat sebesar 22,62%.
2. Operating Profit Margin (OPM)
Operating Profit Margin adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan
menghasilkan laba dari kegiatan operasional utama sebelum beban bunga dan pajak. Rata-
rata rasio Operating Profit Margin Perseroan selama periode 31 Desember 2021 hingga 31
Desember 2025 adalah sebesar 20,49%, dan pada periode 31 Desember 2025 tercatat
sebesar 16,81%.
3. Net Profit Margin (NPM)
Net Profit Margin adalah rasio untuk mengukur besarnya laba bersih yang dihasilkan dari
setiap satuan penjualan. Rata-rata rasio Net Profit Margin Perseroan selama periode 31
Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 14,35%, dan pada periode 31
Desember 2025 tercatat sebesar 11,28%.
4. Return on Assets (ROA)
Return on Assets adalah rasio yang menunjukkan kemampuan aset perusahaan dalam
menghasilkan laba bersih. Rata-rata rasio Return on Assets Perseroan selama periode 31
Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 11,47%, dan pada periode 31
Desember 2025 tercatat sebesar 8,34%.
Halaman 87 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 89
5. Return on Equity (ROE)
Return on Equity adalah rasio untuk mengukur tingkat pengembalian atas modal yang
diinvestasikan oleh pemegang saham. Rata-rata rasio Return on Equity Perseroan selama
periode 31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 19,31%, dan pada
periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar 14,36%.
Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka
pendeknya dengan menggunakan aset lancar yang dimiliki. Rasio ini menilai tingkat keamanan
keuangan perusahaan dalam menghadapi kewajiban lancar. Rasio yang digunakan antara lain:
1. Current Ratio
Current Ratio adalah rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar utang lancar
menggunakan aset lancar. Rata-rata rasio aset lancar terhadap kewajiban lancar Perseroan
selama periode 31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 1,64 kali dan
pada periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar 1,36 kali.
2. Quick Ratio
Quick Ratio adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban
lancar tanpa mengandalkan persediaan. Rata-rata rasio aset lancar tanpa persedian terhadap
kewajiban lancar Perseroan selama periode 31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025
adalah sebesar 1,29 kali dan pada periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar 1,04 kali.
3. Cash Ratio
Cash Ratio adalah rasio untuk mengukur tingkat kemampuan perusahaan melunasi kewajiban
lancar hanya dengan kas dan setara kas. Rata-rata rasio kas dan setara kas dibandingkan
kewajiban lancar Perseroan selama periode 31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025
adalah sebesar 0,70 kali dan pada periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar 0,50 kali.
Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban
jangka panjang serta menilai struktur pendanaan perusahaan. Rasio ini menunjukkan sejauh
mana aset perusahaan dibiayai oleh utang dan ekuitas. Indikator yang digunakan antara lain:
1. Debt to Equity Ratio (DER)
Debt to Equity Ratio adalah rasio yang menunjukkan besarnya aset perusahaan yang dibiayai
oleh utang. Rata-rata rasio total utang terhadap total aset Perseroan selama periode 31
Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 0,15 kali dan pada periode 31
Desember 2025 tercatat sebesar 0,18 kali.
2. Debt to Assets Ratio (DAR)
Debt to Assets Ratio adalah rasio yang menggambarkan proporsi antara total utang terhadap
ekuitas perusahaan. Rata-rata rasio total utang terhadap total ekuitas Perseroan selama
Halaman 88 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 90
periode 31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 0,09 kali dan pada
periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar 0,11 kali.
Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis) - DTN
Analisis rasio keuangan atau Financial Ratio Analysis merupakan salah satu bentuk teknis analisis
laporan keuangan yang digunakan untuk mengetahui hubungan dari pos pos tertentu dari
laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi secara individu atau kombinasi antara keduanya.
Berikut adalah tabel berbagai macam rasio keuangan yang digunakan dalam analisis rasio
keuangan perusahaan.
Tabel 50. Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis)
Rasio Keuangan Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 Des 2025
Rasio Profitabilitas (%)
Gross Profit Margin 50,30% 43,55% 35,46% 34,21% 41,80%
Operating Profit Margin 45,09% 37,17% 28,50% 27,96% 35,48%
Net Profit Margin 30,17% 24,27% 14,84% 11,25% 14,96%
Return On Assets 10,35% 7,10% 1,83% 2,48% 4,37%
Return On Equity 12,56% 8,76% 2,32% 3,18% 6,25%
Rasio Likuiditas (X)
Current Ratio 3,21X 2,65X 1,09X 1,29X 1,16X
Quick Ratio 2,69X 2,14X 0,65X 0,94X 0,87X
Cash Ratio 2,29X 1,97X 0,60X 0,82X 0,79X
Rasio Solvabilitas (X)
Debt to Equity Ratio 0,02X 0,05X 0,08X 0,11X 0,12X
Debt to Assets Ratio 0,02X 0,04X 0,07X 0,09X 0,09X
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari kegiatan
operasionalnya. Rasio ini menunjukkan efisiensi manajemen dalam mengelola sumber daya
perusahaan untuk memperoleh keuntungan. Rasio yang digunakan antara lain:
1. Gross Profit Margin (GPM)
Gross Profit Margin adalah rasio yang menggambarkan tingkat laba kotor terhadap penjualan
bersih setelah dikurangi harga pokok penjualan atau rasi laba kotor atas penjualan
perusahaan. Rata-rata rasio Gross Profit Margin DTN selama periode 31 Desember 2021
hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 41,06%, dan pada periode 31 Desember 2025
tercatat sebesar 41,80%.
2. Operating Profit Margin (OPM)
Operating Profit Margin adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan
menghasilkan laba dari kegiatan operasional utama sebelum beban bunga dan pajak. Rata-
rata rasio Operating Profit Margin DTN selama periode 31 Desember 2021 hingga 31
Halaman 89 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 91
Desember 2025 adalah sebesar 34,84%, dan pada periode 31 Desember 2025 tercatat
sebesar 35,48%.
3. Net Profit Margin (NPM)
Net Profit Margin adalah rasio untuk mengukur besarnya laba bersih yang dihasilkan dari
setiap satuan penjualan. Rata-rata rasio Net Profit Margin DTN selama periode 31 Desember
2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 19,10%, dan pada periode 31 Desember
2025 tercatat sebesar 14,96%.
4. Return on Assets (ROA)
Return on Assets adalah rasio yang menunjukkan kemampuan aset perusahaan dalam
menghasilkan laba bersih. Rata-rata rasio Return on Assets DTN selama periode 31 Desember
2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 5,23%, dan pada periode 31 Desember
2025 tercatat sebesar 4,37%.
5. Return on Equity (ROE)
Return on Equity adalah rasio untuk mengukur tingkat pengembalian atas modal yang
diinvestasikan oleh pemegang saham. Rata-rata rasio Return on Equity DTN selama periode
31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 6,61%, dan pada periode 31
Desember 2025 tercatat sebesar 6,25%.
Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka
pendeknya dengan menggunakan aset lancar yang dimiliki. Rasio ini menilai tingkat keamanan
keuangan perusahaan dalam menghadapi kewajiban lancar. Rasio yang digunakan antara lain:
1. Current Ratio
Current Ratio adalah rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar utang lancar
menggunakan aset lancar. Rata-rata rasio aset lancar terhadap kewajiban lancar DTN selama
periode 31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 1,88 kali dan pada
periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar 1,16 kali.
2. Quick Ratio
Quick Ratio adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban
lancar tanpa mengandalkan persediaan. Rata-rata rasio aset lancar tanpa persedian terhadap
kewajiban lancar DTN selama periode 31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah
sebesar 1,46 kali dan pada periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar 0,87 kali.
3. Cash Ratio
Cash Ratio adalah rasio untuk mengukur tingkat kemampuan perusahaan melunasi kewajiban
lancar hanya dengan kas dan setara kas. Rata-rata rasio kas dan setara kas dibandingkan
kewajiban lancar DTN selama periode 31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah
sebesar 1,29 kali dan pada periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar 0,79 kali.
Halaman 90 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 92
Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban
jangka panjang serta menilai struktur pendanaan perusahaan. Rasio ini menunjukkan sejauh
mana aset perusahaan dibiayai oleh utang dan ekuitas. Indikator yang digunakan antara lain:
1. Debt to Equity Ratio (DER)
Debt to Equity Ratio adalah rasio yang menunjukkan besarnya aset perusahaan yang dibiayai
oleh utang. Rata-rata rasio total utang terhadap total aset DTN selama periode 31 Desember
2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 0,08 kali dan pada periode 31 Desember
2025 tercatat sebesar 0,12 kali.
2. Debt to Assets Ratio (DAR)
Debt to Assets Ratio adalah rasio yang menggambarkan proporsi antara total utang terhadap
ekuitas perusahaan. Rata-rata rasio total utang terhadap total ekuitas DTN selama periode 31
Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 0,06 kali dan pada periode 31
Desember 2025 tercatat sebesar 0,09 kali.
Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis) - SPR
Analisis rasio keuangan atau Financial Ratio Analysis merupakan salah satu bentuk teknis analisis
laporan keuangan yang digunakan untuk mengetahui hubungan dari pos pos tertentu dari
laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi secara individu atau kombinasi antara keduanya.
Berikut adalah tabel berbagai macam rasio keuangan yang digunakan dalam analisis rasio
keuangan perusahaan.
Tabel 51. Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis)
Rasio Keuangan Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 Des 2025
Rasio Profitabilitas (%)
Gross Profit Margin 75,25% 71,33% 27,42% 23,03% 26,64%
Operating Profit Margin 29,22% 36,80% -11,80% 14,01% 19,51%
Net Profit Margin 9,07% 27,41% -56,72% 6,01% -57,67%
Return On Assets 6,20% 36,49% -48,21% 9,73% -97,31%
Return On Equity -9,95% -1282,13% 94,18% -40,91% 83,84%
Rasio Likuiditas (X)
Current Ratio 0,33X 0,54X 0,25X 0,40X 0,28X
Quick Ratio 0,16X 0,50X 0,16X 0,25X 0,13X
Cash Ratio 0,08X 0,36X 0,04X 0,08X 0,07X
Rasio Solvabilitas (X)
Debt to Equity Ratio 1,32X 0,79X 1,15X 0,79X 0,33X
Debt to Assets Ratio -2,12X -27,71X -2,25X -3,31X -0,28X
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Halaman 91 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 93
Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari kegiatan
operasionalnya. Rasio ini menunjukkan efisiensi manajemen dalam mengelola sumber daya
perusahaan untuk memperoleh keuntungan. Rasio yang digunakan antara lain:
1. Gross Profit Margin (GPM)
Gross Profit Margin adalah rasio yang menggambarkan tingkat laba kotor terhadap penjualan
bersih setelah dikurangi harga pokok penjualan atau rasi laba kotor atas penjualan
perusahaan. Rata-rata rasio Gross Profit Margin SPR selama periode 31 Desember 2021
hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 44,73%, dan pada periode 31 Desember 2025
tercatat sebesar 26,64%.
2. Operating Profit Margin (OPM)
Operating Profit Margin adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan
menghasilkan laba dari kegiatan operasional utama sebelum beban bunga dan pajak. Rata-
rata rasio Operating Profit Margin SPR selama periode 31 Desember 2021 hingga 31
Desember 2025 adalah sebesar 17,55%, dan pada periode 31 Desember 2025 tercatat
sebesar 19,51%.
3. Net Profit Margin (NPM)
Net Profit Margin adalah rasio untuk mengukur besarnya laba bersih yang dihasilkan dari
setiap satuan penjualan. Rata-rata rasio Net Profit Margin SPR selama periode 31 Desember
2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar negatif 14,38%, dan pada periode 31
Desember 2025 tercatat sebesar negatif 57,67%.
4. Return on Assets (ROA)
Return on Assets adalah rasio yang menunjukkan kemampuan aset perusahaan dalam
menghasilkan laba bersih. Rata-rata rasio Return on Assets SPR selama periode 31 Desember
2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar negatif 18,62%, dan pada periode 31
Desember 2025 tercatat sebesar negatif 97,31%.
5. Return on Equity (ROE)
Return on Equity adalah rasio untuk mengukur tingkat pengembalian atas modal yang
diinvestasikan oleh pemegang saham. Rata-rata rasio Return on Equity SPR selama periode 31
Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar negatif 231,00%, dan pada
periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar 83,84%.
Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka
pendeknya dengan menggunakan aset lancar yang dimiliki. Rasio ini menilai tingkat keamanan
keuangan perusahaan dalam menghadapi kewajiban lancar. Rasio yang digunakan antara lain:
Halaman 92 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 94
1. Current Ratio
Current Ratio adalah rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar utang lancar
menggunakan aset lancar. Rata-rata rasio aset lancar terhadap kewajiban lancar SPR selama
periode 31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 0,36 kali dan pada
periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar 0,28 kali.
2. Quick Ratio
Quick Ratio adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban
lancar tanpa mengandalkan persediaan. Rata-rata rasio aset lancar tanpa persedian terhadap
kewajiban lancar SPR selama periode 31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah
sebesar 0,24 kali dan pada periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar 0,13 kali.
3. Cash Ratio
Cash Ratio adalah rasio untuk mengukur tingkat kemampuan perusahaan melunasi kewajiban
lancar hanya dengan kas dan setara kas. Rata-rata rasio kas dan setara kas dibandingkan
kewajiban lancar SPR selama periode 31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah
sebesar 0,12 kali dan pada periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar 0,07 kali.
Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban
jangka panjang serta menilai struktur pendanaan perusahaan. Rasio ini menunjukkan sejauh
mana aset perusahaan dibiayai oleh utang dan ekuitas. Indikator yang digunakan antara lain:
1. Debt to Equity Ratio (DER)
Debt to Equity Ratio adalah rasio yang menunjukkan besarnya aset perusahaan yang dibiayai
oleh utang. Rata-rata rasio total utang terhadap total aset SPR selama periode 31 Desember
2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 0,87 kali dan pada periode 31 Desember
2025 tercatat sebesar 0,33 kali.
2. Debt to Assets Ratio (DAR)
Debt to Assets Ratio adalah rasio yang menggambarkan proporsi antara total utang terhadap
ekuitas perusahaan. Rata-rata rasio total utang terhadap total ekuitas SPR selama periode 31
Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar negatif 7,13 kali dan pada
periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar negatif 0,28 kali.
3.2.4 Proforma Laporan Keuangan Sebelum & Setelah Rencana Transaksi
Proforma Laporan Keuangan Sebelum & Setelah Rencana Transaksi dapat dilihat dari perubahan
keuangan pada pos-pos yang terdampak. Pada Rencana Transaksi ini, dampak keuangan atas
Rencana Transaksi disajikan pada tabel berikut:
Halaman 93 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 95
Tabel 52. Proforma Laporan Posisi Keuangan Perseroan Sebelum & Setelah Rencana Transaksi
(dalam juta Rupiah)
Audited Proforma
Laporan Posisi Keuangan
31 Desember 2025 Penyesuaian 31 Desember 2025
Aset
Aset Lancar
Kas dan Setara Kas 26.570.772 0 26.570.772
Piutang Usaha
Pihak Ketiga 18.559.795 18.559.795
Pihak Berelasi 1.357.868 1.357.868
Piutang Non Usaha
Pihak Ketiga 492.811 492.811
Pihak Berelasi 1.203.084 0 1.203.084
Persediaan 16.729.809 16.729.809
Proyek dalam Pelaksanaan 28.698 28.698
Pihak Ketiga
Pihak Berelasi
Pajak Dibayar Dimuka
Pajak Penghasilan Badan 1.653.543 7.953 1.661.496
Pajak Lain-lain 3.643.857 3.643.857
Uang Muka dan Biaya Dibayar Dimuka 1.543.309 1.543.309
Aset Lancar Lain-lain 357.480 357.480
Total Aset Lancar 72.141.026 7.953 72.148.979
Aset Tidak Lancar
Kas dan deposito berjangka yang
787.806 787.806
dibatasi penggunaannya
Piutang usaha
Pihak Ketiga 453.411 453.411
Pihak Berelasi 18.957 18.957
Piutang Non Usaha
Pihak Ketiga 88.336 88.336
Pihak Berelasi 3.103.936 3.103.936
Persediaan 105.530 105.530
Pajak dibayar dimuka
Pajak Penghasilan Badan 1.446.559 1.446.559
Pajak Lain-lain 1.650.429 1.650.429
Uang muka dan biaya dibayar dimuka 793.619 793.619
Investasi pada entitas asosiasi
Investments in associates dan ventura 17.223.562 17.223.562
bersama
Investasi jangka panjang 3.175.766 3.175.766
Aset tetap 45.296.550 45.296.550
Properti pertambangan 14.809.384 14.809.384
Properti investasi 244.469 244.469
Beban eksplorasi dan pengembangan
2.768.518 2.768.518
tangguhan
Aset tambang berproduksi 3.958.340 3.958.340
Beban tangguhan 1.169.123 1.169.123
Halaman 94 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 96
Audited Proforma
Laporan Posisi Keuangan
31 Desember 2025 Penyesuaian 31 Desember 2025
Aset pajak tangguhan 4.891.419 4.891.419
Goodwill 3.510.559 3.510.559
Total Aset Tidak Lancar 105.496.273 0 105.496.273
Total Aset 177.637.299 7.953 177.645.252
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha
Pihak Ketiga 29.095.249 29.095.249
Pihak Berelasi 213.679 213.679
Utang non-usaha
Pihak Ketiga 1.132.969 1.132.969
Pihak Berelasi 87.548 0 87.548
Utang pajak
Pajak Penghasilan Badan 825.803 7.953 833.756
Pajak Lain-lain 584.846 584.846
Akrual 6.692.531 6.692.531
Uang muka pelanggan
Pihak Ketiga 857.034 857.034
Pihak Berelasi 44.175 44.175
Pendapatan tangguhan 1.021.152 1.021.152
Liabilitas imbalan kerja 1.053.575 1.053.575
Pinjaman bank jangka pendek 560.000 560.000
Bagian jangka pendek dari utang
jangka panjang
Pinjaman Bank 9.682.666 9.682.666
Liabilitas Sewa 801.430 801.430
Pinjaman Lain-lain 560.318 560.318
Pinjaman bank jangka pendek dari
Liabilitas Keuangan Jangka Panjang
Lain-lain
Total Liabilitas Jangka Pendek 53.212.975 7.953 53.220.928
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas pajak tangguhan 3.768.016 3.768.016
Provisi rehabilitasi, reklamasi, dan
1.154.627 1.154.627
penutupan tambang
Liabilitas imbalan kerja 5.497.626 5.497.626
Utang jangka panjang, setelah
dikurangi bagian jangka pendek
Pinjaman Bank 6.054.620 6.054.620
Liabilitas Sewa 976.309 976.309
Pinjaman Lain-lain 281.698 281.698
Liabilitas keuangan jangka panjang
3.555.105 3.555.105
lain-lain
Total Liabilitas Jangka Panjang 21.288.001 0 21.288.001
Total Liabilitas 74.500.976 7.953 74.508.929
Halaman 95 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 97
Audited Proforma
Laporan Posisi Keuangan
31 Desember 2025 Penyesuaian 31 Desember 2025
Ekuitas
Ekuitas yang diatribusikan kepada
entitas induk
Modal Disetor 932.534 932.534
Tambahan Modal Disetor 9.703.937 9.703.937
Saham Tresuri -4.902.237 -4.902.237
Saldo Laba
Dicadangkan 186.507 186.507
Belum Dicadangkan 85.547.627 4.136 85.551.763
Selisih kurs dari penjabaran Laporan
9.227.066 9.227.066
keuangan
Cadangan lindung nilai (2.065.280) -2.065.280
Cadangan penyesuaian nilai wajar aset
19.386 19.386
tetap
Transaksi dengan Kepentingan
(875.920) -875.920
Nonpengendali
Total Ekuitas yang diatribusikan kepada
97.773.620 97.777.756
entitas induk
Kepentingan Nonpengandali 5.362.703 (4.136) 5.358.567
Total Ekuitas 103.136.323 103.136.323
Total Liabilitas dan Ekuitas 177.637.299 177.645.252
Sumber: Proforma Laporan Keuangan Perseroan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi - 31 Desember 2025
Tabel 53. Proforma Laporan Laba Rugi Perseroan Sebelum & Setelah Rencana Transaksi
(dalam juta Rupiah)
Audited Proforma
Laporan Posisi Keuangan
31 Desember 2025 Penyesuaian 31 Desember 2025
Pendapatan bersih 131.300.810 131.300.810
Beban pokok pendapatan (101.597.306) (101.597.306)
Laba bruto 29.703.504 29.703.504
Beban penjualan (1.597.792) (1.597.792)
Beban umum dan administrasi (6.040.414) (6.040.414)
Beban lain-lain, bersih (256.226) (256.226)
Penghasilan keuangan 1.244.489 1.244.489
Biaya keuangan (2.625.818) (2.625.818)
Bagian atas laba bersih entitas asosiasi
(245.576) (245.576)
dan ventura bersama
Laba sebelum pajak penghasilan 20.182.167 20.182.167
Beban pajak penghasilan (5.005.403) (5.005.403)
Laba tahun berjalan 15.176.764 15.176.764
Laba Setelah Pajak Yang Didistribusilan
Kepada
Pemilik Entitas Induk 14.810.434 4.136 14.814.570
Kepentingan Non-Pengendali 366.330 (4.136) 362.194
Total Laba Setelah Pajak 15.176.764 15.176.764
Sumber: Proforma Laporan Keuangan Perseroan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi - 31 Desember 2025
Halaman 96 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 98
Dampak dari Rencana Transaksi terhadap keuangan Perseroan diantaranya:
• Terdapat penerimaan kas sebesar Rp900 miliar dari sisi SPR yang merupakan perusahaan
terafiliasi dengan Perseroan dan kas keluar sebesar Rp900 miliar dari sisi DTN yang
merupakan anak perusahaan Perseroan lewat penyertaan langsung dan tidak langsung, pada
tingkat Perseroan, masing masing penerimaan kas dan kas keluar tersebut dieliminasi akibat
konsolidasi grup entitas sehingga penerimaan kas dan kas keluar atas pinjaman tidak
mengubah posisi kas dan setara kas Perseroan setelah Rencana Transaksi per tanggal
pendapat kewajaran.
• Terdapat beban bunga sebesar Rp53,0 miliar dan utang pajak pph 23 sebesar Rp7,95 miliar
dari sisi SPR yang merupakan perusahaan terafiliasi dengan Perseroan dan pendapatan bunga
sebesar Rp53,0 miliar serta pajak pph 23 dibayar dimuka sebesar Rp7,95 miliar akibat beban
bunga yang timbul dari Rencana Transaksi. Pada tingkat Perseroan, masing masing beban
bunga dan pendapatan bunga tersebut dieliminasi akibat konsolidasi grup entitas sehingga
beban bunga dan pendapatan bunga atas pinjaman tidak mengubah posisi penghasilan
keuangan dan beban keuangan Perseroan setelah Rencana Transaksi per tanggal pendapat
kewajaran.
• Terdapat manfaat pajak sebesar Rp11,66 miliar dari sisi SPR akibat adanya beban bunga
sehingga mengurangi laba kena pajak SPR, dari sisi DTN terdapat beban pajak sebesar
Rp11,66 miliar akibat pendapatan bunga sehingga meningkatkan laba kena pajak
perusahaan. Pada tingkat Perseroan, masing masing manfaat pajak, dan beban pajak tersebut
dieliminasi akibat konsolidasi grup entitas sehingga manfaat pajak dan beban pajak atas
beban dan pendapatan bunga tidak mengubah posisi beban pajak dan manfaat pajak
Perseroan setelah Rencana Transaksi per tanggal pendapat kewajaran.
• Terdapat kenaikan laba yang didistribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp4,13
miliar akibat distribusi 10% kepemilikan SPR pada pemegang saham lain terhadap beban
bunga dan manfaat pajak setelah Rencana Transaksi.
Secara garis besar, Rencana Transaksi tidak memberikan dampak signifikan terhadap laporan
posisi keuangan dan laba rugi Perseroan per tanggal pendapat kewajaran sebelum dan setelah
Rencana Transaksi. Perbedaan timbul pada pos manfaat pajak penghasilan dan utang pajak
penghasilan akibat pph 23 pendapatan dan beban bunga. Selain itu perbedaan timbul akibat
distribusi 10% kepemilikan SPR pada pemegang saham lain terhadap beban bunga dan manfaat
pajak setelah Rencana Transaksi.
3.2.5 Analisis Kemampuan Bayar Sampai Saat Jatuh Tempo
Analisis kemampuan bayar dapat dianalisis dari Kinerja Keuangan SPR. Historis laporan posisi
keuangan dan laporan laba rugi ditampilkan sebagai berikut:
Tabel 54. Analisis Kemampuan Bayar Sampai Jatuh Tempo – Rasio Keuangan SPR
(dalam juta Rupiah)
Rasio Keuangan 2021 2022 2023 2024 2025
Rasio Profitabilitas (%)
Gross Profit Margin 75,25% 71,33% 27,42% 23,03% 26,64%
Operating Profit Margin 29,22% 36,80% -11,80% 14,01% 19,51%
Net Profit Margin 9,07% 27,41% -56,72% 6,01% -57,67%
Return on Assets 6,20% 36,49% -48,21% 9,73% -97,31%
Return on Equity -9,95% -1282,13% 94,18% -40,91% 83,84%
Halaman 97 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 99
Rasio Keuangan 2021 2022 2023 2024 2025
Rasio Likuiditas (X)
Current Ratio 0,33X 0,54X 0,25X 0,40X 0,28X
Quick Ratio 0,16X 0,50X 0,16X 0,25X 0,13X
Cash Ratio 0,08X 0,36X 0,04X 0,08X 0,07X
Rasio Solvabilitas (X)
Debt to Assets Ratio 1,32X 0,79X 1,15X 0,79X 0,33X
Debt to Equity Ratio -2,12X -27,71X -2,25X -3,31X -0,28X
Sumber: Proyeksi Keuangan SPR Setelah Rencana Transaksi
Berdasarkan historis kinerja keuangan sebagai dasar analisis kemampuan pelunasan pinjaman
sampai dengan jatuh tempo, SPR menunjukkan kemampuan menghasilkan laba kotor dan laba
operasi yang relatif baik. Hal tersebut tercermin dari rata-rata Gross Profit Margin sebesar 44,73%
dan Operating Profit Margin sebesar 17,55% selama periode analisis. Namun demikian, SPR
mencatat rata-rata Net Profit Margin sebesar negatif 14,38%, yang terutama dipengaruhi oleh
pengakuan beban denda administratif. Sejalan dengan kondisi tersebut, rata-rata Return on Assets
(ROA) sebesar negatif 18,62% dan Return on Equity (ROE) sebesar negatif 231,00% menunjukkan
bahwa tingkat pengembalian atas aset dan ekuitas perusahaan masih tertekan akibat kerugian
yang dibukukan.
Dari sisi likuiditas, SPR memiliki rata-rata Current Ratio sebesar 0,36 kali, Quick Ratio sebesar
0,24 kali, dan Cash Ratio sebesar 0,12 kali. Rasio tersebut menunjukkan bahwa kemampuan
perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek masih relatif terbatas dan memerlukan
pengelolaan modal kerja yang memadai untuk menjaga kelancaran operasional perusahaan.
Sementara itu, dari sisi solvabilitas, SPR memiliki rata-rata Debt to Assets Ratio (DAR) sebesar 0,87
kali dan DAR tahun 2025 sebesar 0,33 kali. Adapun Debt to Equity Ratio (DER) yang bernilai
negatif mencerminkan kondisi ekuitas negatif yang dimiliki perusahaan pada periode analisis.
Meskipun demikian, kerugian yang terjadi pada tahun 2025 sebagian besar disebabkan oleh
pengakuan beban denda administratif yang bersifat non-operasional, sementara kegiatan
operasional perusahaan tetap berjalan dan mampu menghasilkan arus kas usaha.
Dengan mempertimbangkan kemampuan SPR dalam menghasilkan laba operasi dan arus kas
dari kegiatan usaha, tujuan penggunaan pinjaman untuk mendukung modal kerja perusahaan,
serta dukungan dari kelompok usaha Perseroan, maka SPR dinilai masih memiliki kemampuan
yang memadai untuk memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga pinjaman sampai
dengan jatuh tempo, dengan tetap memperhatikan risiko yang melekat pada kondisi likuiditas
dan struktur permodalan perusahaan.
3.2.6 Analisis Cash Management Dan Financial Covenant
Analisis cash management dari Rencana Transaksi dapat dianalisis dari sumber pendanaan
pinjaman, besaran nilai Rencana Transaksi terhadap kas dan setara kas Perusahaan, dan rasio
kas Perusahaan sebelum dan setelah Rencana Transaksi.
Tabel 55. Analisis Cash Management Perseroan
(dalam juta Rupiah)
Analisis Cash Management 31 Desember 2025
Kas dan Setara Kas PT United Tractors Tbk 26.570.772
Nilai Rencana Transaksi 900.000
Halaman 98 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 100
Analisis Cash Management 31 Desember 2025
Nilai Rencana Transaksi terhadap Kas 3,39%
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Tabel 56.Analisis Financial Covenant Perseroan
Analisis Kas Sebelum Transaksi Setelah Transaksi Selisih Perubahan
Cash Ratio 0,4993X 0,4993X 0,0001X
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Selanjutnya, berdasarkan analisis financial covenant menggunakan proksi cash ratio, diperoleh
bahwa cash ratio Perseroan sebelum Rencana Transaksi sebesar 0,4993 kali dan setelah Rencana
Transaksi sebesar 0,4992 kali, atau hanya mengalami perubahan sebesar 0,0001 kali.
Perubahan tersebut menunjukkan bahwa Rencana Transaksi tidak memberikan dampak material
terhadap kemampuan likuiditas Perseroan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya.
Tabel 57. Analisis Cash Management SPR
(dalam juta Rupiah)
Analisis Cash Management 31 Desember 2025
Kas dan Setara Kas SPR 107.933
Nilai Rencana Transaksi 900.000
Nilai Rencana Transaksi terhadap Kas 833,85%
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Dari sisi SPR, nilai maksimum Rencana Transaksi sebesar Rp900.000 juta lebih besar
dibandingkan posisi kas dan setara kas SPR per 31 Desember 2025 sebesar Rp107.933 juta.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa fasilitas pinjaman yang diberikan oleh DTN dapat menjadi
sumber pendanaan yang signifikan dalam mendukung kebutuhan modal kerja dan kegiatan
operasional SPR. Mengingat fasilitas pinjaman bersifat revolving, SPR memiliki fleksibilitas untuk
melakukan penarikan dana secara bertahap sesuai kebutuhan operasional dan melakukan
pelunasan serta penarikan kembali selama periode fasilitas pinjaman masih berlangsung.
Dengan demikian, fasilitas pinjaman tersebut dapat membantu SPR dalam mengelola kebutuhan
likuiditas dan arus kas operasional secara lebih efektif.
3.2.7 Analisis Yield Dibanding Instrumen Sejenis (Obligasi/Kredit Bank)
Analisis yield dibanding instrument sejenis dilakukan dengan membandingkan yield dari Rencana
Transaksi pinjam-meminjam antara DTN dan SPR dengan instrumen surat utang sejenis.
Tabel 58. Yield Intercompany Loan DTN – SPR
Yield SHL UT - SPR Keterangan
3M indONIA per 31 Desember 2025 4,09%
Margin 1,80%
Yield 5,89%
Sumber: Draf Intercompany Loan Agreement antara DTN dan SPR
Berdasarkan draf perjanjian pinjaman antara DTN dan SPR, Tingkat suku bunga yang dikenakan
atas pinjaman yang diberikan adalah sebesar 3M indONIA Dimana dalam analisis ini digunakan
3M indONIA per tanggal pendapat kewajaran 31 Desember 2025 + 1,80% Margin per tahun.
Merujuk pada besaran Term 3M indONIA per tanggal pendapat kewajaran sebesar 4,09%
kemudian ditambah margin 1,80% maka suku bunga dari Rencana Transaksi berupa pinjaman
Halaman 99 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 101
yang diberikan DTN kepada SPR melalui Adalah sebesar 5,89%. DTN dan SPR merupakan entitas
afiliasi dalam kelompok usaha Perseroan.
Tabel 59. Analisis Yield Dibandingkan dengan Kredit Perbankan
Private National Commercial
No Bank Interest Rate (IDR) - SEKI BI State Banks
Banks Banks
1 Working Capital Loans 8,12% 8,16% 8,08%
2 Investment Loans 8,44% 7,52% 8,06%
3 Consumer Loans 8,97% 11,99% 10,50%
Sumber: SEKI BI - Desember 2025
Kredit perbankan di Indonesia dengan denominasi Rupiah dapat digunakan sebagai acuan
pembanding tingkat suku bunga instrumen sejenis. Berdasarkan data yang diperoleh dari Statistik
Ekonomi dan Keuangan Indonesia (SEKI) Bank Indonesia per Desember 2025, tingkat suku bunga
kredit modal kerja pada kelompok bank umum berada pada kisaran 8,08% sampai dengan
8,16% per tahun. Sementara itu, yield yang diperoleh dari Rencana Transaksi pinjaman antara
DTN dan SPR sebesar 5,89% per tahun. Dengan demikian, yield Rencana Transaksi berada di
bawah kisaran tingkat suku bunga kredit modal kerja perbankan di Indonesia dalam denominasi
Rupiah pada tanggal pendapat kewajaran. Kondisi tersebut didasari bahwa Rencana Transaksi
merupakan pinjaman pemegang saham (shareholder loan) yang dilakukan antar pihak afiliasi
dalam satu kelompok usaha dengan tujuan utama untuk mendukung kebutuhan modal kerja dan
operasional SPR.
Tabel 60. Analisis Yield Dibandingkan dengan Suku Bunga Simpanan
Private National Commercial
No Bank Interest Rate (IDR) - SEKI BI State Banks
Banks Banks
1 1 Month 3,83% 4,43% 4,26%
2 3 Months 4,44% 4,88% 4,68%
3 6 Months 4,14% 5,36% 4,73%
4 12 Months 3,05% 5,13% 4,63%
5 24 Months 2,87% 4,96% 4,55%
Suku bunga simpanan perbankan di Indonesia dengan denominasi Rupiah dapat digunakan
sebagai acuan perbandingan tingkat suku bunga instrumen sejenis. Pada data yang diperoleh,
tingkat suku bunga simpanan bank di Indonesia dengan denominasi Rupiah untuk untuk jangka
waktu tempo 1 bulan berada pada rentan 3,83% sampai 4,26%. Selanjutnya pada jangka waktu
tempo 3 bulan berada pada rentan 4,44% sampai dengan 4,68%. Pada jangka waktu tempo 6
bulan berada pada rentan 4,14% sampai dengan 4,73%. Dengan begitu, yield pada Rencana
Transaksi pinjam meminjam antara Perseroan lewat DTN dan SPR sebesar 5,89% berada diatas
rentan tingkat suku bunga simpanan perbankan Indonesia denominasi Rupiah per tanggal
pendapat kewajaran.
3.2.8 Incremental Analysis (Nilai Tambah)
Analisis nilai tambah dilakukan dengan membandingkan proyeksi keuangan sebelum Rencana
Transaksi dan setelah Rencana Transaksi dilakukan. Nilai tambah timbul dari selisih positif bagi
perusahaan setelah Rencana Transaksi dilakukan dibanding sebelum adanya Rencana Transaksi.
Halaman 100 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 102
Tabel 61. Incremental Analysis (Nilai Tambah) – Laporan Posisi Keuangan
(dalam juta Rupiah)
Keterangan 2026 2027 2028 2029
Aset Lancar
Kas dan Setara Kas (867.000) (867.000) (867.000) (867.000)
Piutang Usaha - - - -
Persediaan - - - -
Uang Muka - - - -
Beban Dibayar Dimuka - - - -
Aset Lancar Lainnya 4.183 6.688 4.357 3.453
Aset Lancar (862.817) (860.312) (862.643) (863.547)
Aset Tidak Lancar
Piutang Kepada Pemegang Saham - - - -
Investasi pada Saham - - - -
Aset Tetap - - - -
Aset Tambang - - - -
Aset Pajak Tangguhan - - - -
Biaya Eksplorasi dan pengembangan
- - - -
Batu Bara
Goodwill - - - -
Aset Tidak Lancar Lainnya - - - -
Aset Tidak Lancar - - - -
Total Aset (862.817) (860.312) (862.643) (863.547)
Liabilitas Lancar
Utang Usaha (867.000) (867.000) (867.000) (867.000)
Beban Akrual - - - -
Utang Pajak 4.183 6.688 4.357 3.453
Liabilitas Jangka Pendek Lainnya - - - -
Liabilitas Lancar (862.817) (860.312) (862.643) (863.547)
Liabilitas Lancar Lainnya
Liabilitas Pajak Tangguhan - - - -
Bagian Jangka Panjang utang Bank - - - -
Liabilitas Imbalan Kerja - - - -
Liabilitas Jangka Panjang Lainnya - - - -
Liabilitas Jangka Panjang - - - -
Total Liabilitas (862.817) (860.312) (862.643) (863.547)
Ekuitas Diatribusikan kepada Pemilik 2.175 5.653 7.918 9.714
Kepentingan Non Pengendali (2.175) (5.653) (7.918) (9.714)
Total Ekuitas - - - -
Total Liabilitas dan Ekuitas (862.817) (860.312) (862.643) (863.547)
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Berdasarkan analisis inkremental atas laporan posisi keuangan Perseroan selama periode
proyeksi tahun 2026–2029, Rencana Transaksi menghasilkan perubahan terutama pada pos aset
lancar dan liabilitas lancar. Pada sisi aset lancar, terdapat penurunan kas dan setara kas sebesar
Halaman 101 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 103
Rp867.000 juta pada masing-masing tahun proyeksi yang mencerminkan penyaluran dana
pinjaman kepada SPR. Namun demikian, penurunan tersebut diimbangi oleh peningkatan pada
aset lancar lainnya masing-masing sebesar Rp4.183 juta pada tahun 2026, Rp6.688 juta pada
tahun 2027, Rp4.357 juta pada tahun 2028, dan Rp3.453 juta pada tahun 2029, yang terutama
berasal dari pencatatan pajak dibayar dimuka terkait pendapatan bunga atas pinjaman. Di sisi
liabilitas, terdapat peningkatan pada pos utang pajak dalam jumlah yang sama sebagai
konsekuensi dari kewajiban perpajakan yang timbul atas transaksi tersebut. Sementara itu, pada
pos ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk terdapat peningkatan masing-masing
sebesar Rp2.175 juta, Rp5.653 juta, Rp7.918 juta, dan Rp9.714 juta selama periode proyeksi
yang mencerminkan akumulasi manfaat ekonomi yang diperoleh Perseroan dari Rencana
Transaksi. Dengan demikian, meskipun Rencana Transaksi menyebabkan penurunan kas akibat
penyaluran fasilitas pinjaman dan didorong oleh pembayaran denda administratif. transaksi
tersebut menghasilkan nilai tambah berupa peningkatan ekuitas yang diatribusikan kepada
pemilik entitas induk selama periode proyeksi.
Tabel 62. Incremental Analysis (Nilai Tambah) – Laporan Laba Rugi
(dalam juta Rupiah)
Keterangan 2026 2027 2028 2029
Pendapatan - - - -
Harga Pokok Penjualan - - - -
Laba Kotor - - - -
Beban Operasi - - - -
Laba Operasi - - - -
Keuntungan (Kerugian) Valuta Asing - - - -
Beban Bunga - Bersih - - - -
Penghasilan (Beban) Lain 2.175 3.478 2.266 1.796
Laba Sebelum Pajak 2.175 3.478 2.266 1.796
Pajak Penghasilan - - - -
Laba Setelah Pajak 2.175 3.478 2.266 1.796
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Berdasarkan analisis incremental atas laporan laba rugi Perseroan selama periode proyeksi tahun
2026–2029, Rencana Transaksi menghasilkan nilai tambah berupa peningkatan laba sebelum
pajak dan laba setelah pajak yang didistribusikan kepada pemilik entitas induk akibat distribusi
10% kepemilikan SPR pada pemegang saham lain terhadap beban bunga dan manfaat pajak
setelah Rencana Transaksi masing-masing sebesar Rp2.175 juta pada tahun 2026, Rp3.478 juta
pada tahun 2027, Rp2.266 juta pada tahun 2028, dan Rp1.796 juta pada tahun 2029. Nilai
tambah tersebut tercermin pada pos penghasilan (beban) lain yang berasal dari dampak ekonomi
Rencana Transaksi pada tingkat konsolidasian Perseroan. Tidak terdapat perubahan pada pos
pendapatan, harga pokok penjualan, beban operasional, maupun beban bunga bersih selama
periode proyeksi setelah Rencana Transaksi. Dengan demikian, Rencana Transaksi memberikan
nilai tambah bagi Perseroan berupa peningkatan laba setelah pajak secara kumulatif sebesar
Rp9.714 juta selama periode proyeksi tahun 2026–2029, yang selanjutnya berkontribusi terhadap
peningkatan ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk.
Halaman 102 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 104
3.3 Analisis Kelayakan Penggunaan Dana
3.3.1 Analisis Kelayakan Investasi
Berdasarkan ketentuan dalam Rencana Transaksi, fasilitas pinjaman yang diberikan oleh DTN
kepada SPR dikenakan tingkat suku bunga sebesar Compounded indONIA ditambah marjin
sebesar 1,80% per tahun. Tingkat pengembalian tersebut dinilai dapat memberikan manfaat
ekonomi bagi DTN dalam bentuk pendapatan bunga atas penempatan dana kepada entitas
afiliasi. Berdasarkan laporan keuangan SPR, perusahaan membukukan rugi bersih dan ekuitas
negatif pada tahun 2025, yang antara lain dipengaruhi oleh pembukuan penuh denda
administratif pada tahun tersebut. Namun demikian, berdasarkan informasi yang diperoleh dari
Manajemen Perseroan, SPR masih memiliki kemampuan menghasilkan arus kas operasional yang
positif sehingga dapat mendukung kegiatan operasional perusahaan.
Selain itu, Manajemen Perseroan berpendapat bahwa tingkat suku bunga yang dikenakan dalam
Rencana Transaksi masih lebih tinggi dibandingkan tingkat bunga simpanan. Dengan
mempertimbangkan manfaat ekonomi berupa pendapatan bunga bagi DTN, tujuan penggunaan
dana untuk mendukung modal kerja dan operasional SPR, serta kemampuan SPR dalam
menghasilkan arus kas operasional, maka Rencana Transaksi dinilai layak dari perspektif pinjam-
meminjam dana bagi DTN selaku pemberi pinjaman, dengan tetap memperhatikan risiko kredit
yang melekat pada kondisi keuangan SPR.
3.3.2 Analisis Kelayakan Pelunasan Utang
Pada analisis kemampuan melunasi pinjaman saat jatuh tempo, perlu dipertimbangkan kondisi
keuangan SPR yang pada tahun 2025 masih membukukan rugi bersih dan ekuitas negatif. Namun
demikian, berdasarkan informasi yang diperoleh dari Manajemen Perseroan, rugi tahun berjalan
SPR pada tahun 2025 terutama dipengaruhi oleh pengakuan beban denda administratif terkait
penggunaan lahan tanpa izin, yang merupakan kontributor terbesar terhadap kerugian
perusahaan pada periode tersebut. Terlepas dari kondisi tersebut, SPR tetap menjalankan kegiatan
operasionalnya dan memiliki kemampuan menghasilkan arus kas dari kegiatan usaha yang
dijalankan.
Kemampuan SPR dalam memenuhi kewajiban pelunasan pinjaman kepada DTN pada saat jatuh
tempo dapat didukung oleh beberapa sumber pendanaan, diantaranya:
• Arus kas yang dihasilkan dari kegiatan operasional perusahaan;
• Pengelolaan modal kerja dan arus kas yang berasal dari aktivitas usaha perusahaan;
• Dukungan pendanaan dari pemegang saham dalam kelompok usaha apabila diperlukan
sesuai dengan kebutuhan pendanaan perusahaan.
Dengan mempertimbangkan bahwa kerugian yang dibukukan pada tahun 2025 sebagian besar
dipengaruhi oleh beban denda administratif yang bersifat khusus dan bukan merupakan biaya
operasional rutin perusahaan, serta mempertimbangkan kemampuan SPR dalam menjalankan
kegiatan operasional dan menghasilkan arus kas usaha, maka kemampuan pelunasan pinjaman
oleh SPR dinilai masih memadai. Oleh karena itu, Rencana Transaksi dinilai layak dari aspek
kemampuan pelunasan utang dengan tetap memperhatikan risiko kredit yang melekat pada
kondisi keuangan SPR.
Halaman 103 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 105
3.3.3 Analisis Atas Faktor Lain Yang Relevan
Berdasarkan hasil penelaahan terhadap dokumen dan informasi yang diberikan oleh Manajemen
Perseroan, tidak terdapat faktor lain yang relevan yang dapat memengaruhi pelaksanaan maupun
kewajaran atas Rencana Transaksi selain faktor-faktor yang telah dianalisis sebelumnya. Dengan
demikian, tidak ada kondisi atau keadaan tambahan yang secara material berpotensi
memengaruhi hasil analisis kewajaran atas Rencana Transaksi dimaksud.
Halaman 104 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 106
BAB IV
KESIMPULAN
4.1 Analisis Objek Rencana Transaksi
Besaran Dana dari Objek Rencana Transaksi
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Manajemen Perseroan serta mengacu pada
rancangan ketentuan transaksi yang disampaikan kepada Penilai, diketahui bahwa rencana
transaksi merupakan fasilitas pinjaman pemegang saham (shareholder loan) yang diberikan oleh
DTN kepada SPR dengan nilai maksimum fasilitas sebesar Rp900.000.000.000 (sembilan ratus
miliar rupiah).
Dampak Keuangan atas Rencana Transaksi
Berdasarkan analisis proforma laporan keuangan Perseroan sebelum dan setelah Rencana
Transaksi, dapat disimpulkan bahwa Rencana Transaksi tidak memberikan dampak yang
signifikan terhadap posisi keuangan maupun kinerja keuangan Perseroan secara konsolidasi. Hal
ini disebabkan karena transaksi pinjaman dilakukan antar entitas dalam kelompok usaha
Perseroan sehingga saldo pinjaman, pendapatan bunga, beban bunga, serta arus kas yang timbul
dari transaksi tersebut dieliminasi dalam proses penyusunan laporan keuangan konsolidasian.
Perbedaan yang muncul terutama berasal dari pengakuan Pajak Penghasilan Pasal 23 atas bunga
pinjaman dan distribusi dampak laba kepada kepentingan nonpengendali pada SPR, yang
mengakibatkan peningkatan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp4,13
miliar. Dengan demikian, secara keseluruhan Rencana Transaksi tidak mengubah secara material
kondisi keuangan, hasil usaha, maupun arus kas Perseroan setelah mempertimbangkan dampak
konsolidasi.
Pertimbangan Bisnis Manajemen atas Rencana Transaksi
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Manajemen Perseroan, rencana transaksi dilakukan
sehubungan dengan kebutuhan dukungan modal kerja (working capital support) bagi SPR guna
mendukung kegiatan operasional perusahaan dan menjaga keberlangsungan aktivitas usaha
secara optimal. Fasilitas pinjaman pemegang saham yang diberikan oleh DTN diharapkan dapat
memberikan fleksibilitas pendanaan bagi SPR dalam memenuhi kebutuhan operasional
perusahaan secara tepat waktu, sehingga kegiatan usaha dan pengembangan operasional SPR
dapat berjalan sesuai rencana Manajemen Perseroan.
4.2 Analisis Pengaruh atas Rencana Transaksi
Berdasarkan analisis rasio likuiditas dan rasio solvabilitas sebelum dan setelah Rencana Transaksi,
dapat disimpulkan bahwa Rencana Transaksi tidak memberikan pengaruh yang signifikan
terhadap kondisi keuangan Perseroan. Rasio likuiditas yang terdiri atas Current Ratio, Quick Ratio,
Dan Cash Ratio terdap perubahan yang tidak signifikan, yang menunjukkan bahwa kemampuan
Perseroan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek tetap terjaga setelah pelaksanaan Rencana
Transaksi. Demikian pula pada rasio solvabilitas, Debt to Assets Ratio, Debt to Equity Ratio, dan
Times Interest Earned tidak mengalami perubahan yang material, sehingga kemampuan
Perseroan dalam memenuhi kewajiban jangka panjang serta tingkat leverage Perseroan tetap
berada pada kondisi yang relatif sama sebelum dan setelah Rencana Transaksi. Dengan
demikian, Rencana Transaksi tidak mengubah fundamental keuangan Perseroan secara material
Halaman 105 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 107
dan masih dapat dilaksanakan tanpa mengganggu tingkat likuiditas maupun solvabilitas
Perseroan.
4.3 Identifikasi Dan Hubungan Antara Pihak Dalam Hal Transaksi
Berdasarkan hasil identifikasi hubungan para pihak dari struktur kepengurusan dan kepemilikan,
pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi adalah Perseroan selaku pemegang saham mayoritas
dari DTN (selaku pemberi pinjaman) dan SPR (selaku penerima pinjaman).
Hasil identifikasi hubungan para pihak dari struktur kepengurusan memiliki hubungan afiliasi
yaitu:
• Iwan Hadiantoro selaku Direktur Perseroan juga menjabat sebagai Presiden Direktur DTN
sekaligus menjabat sebagai Komisaris Utama SPR;
• Vilihati Surya selaku Direktur Perseroan juga menjabat sebagai Komisaris di DTN;
• Hendra Hutahean selaku Direktur Perseroan juga menjabat sebagai Komisaris di DTN dan
PTAR;
• Mauliady Sutio selaku Direktur DTN juga menjabat sebagai Direktur Utama SPR;
• Ruli Tanio selaku Direktur DTN dan SPR
Hasil identifikasi hubungan para pihak dari struktur kepemilikan memiliki hubungan afiliasi yaitu:
• Perseroan memiliki 60% saham pada DTN, sehingga DTN merupakan entitas anak yang
dikendalikan sepenuhnya oleh Perseroan;
• DTN memiliki 70% saham pada SPR, sehingga SPR merupakan entitas anak yang dikendalikan
sepenuhnya oleh DTN;
• Mengingat SPR merupakan entitas anak yang dimiliki oleh DTN, maka DTN dan SPR tergolong
sebagai pihak afiliasi secara langsung berdasarkan hubungan kepemilikan DTN pada SPR.
Oleh karena itu, Rencana Transaksi ini memenuhi kriteria transaksi afiliasi menurut POJK
42/2020.
Selain itu, berdasarkan informasi Manajemen Perseroan yang mengacu pada Surat Pernyataan
Perseroan No.LUT/109/9960/VI/2026 tanggal 25 Juni 2026 perihal informasi terkait benturan
kepentingan atas transaksi afiliasi antara DTN pada SPR berupa transaksi pinjaman pemegang
saham (shareholder loan), diketahui bahwa Rencana Transaksi tidak mengandung benturan
kepentingan sebagaimana dimaksud dalam ketentuan pasar modal yang berlaku. Dengan
demikian, pelaksanaan transaksi dilakukan berdasarkan pertimbangan bisnis yang wajar dan
tidak mengutamakan kepentingan pihak tertentu di luar kepentingan Perseroan.
Selanjutnya, berdasarkan nilai Rencana Transaksi sebesar Rp900.000.000.000 atau sekitar
0,87% dari total ekuitas Perseroan per 31 Desember 2025 sebesar Rp103.136.323.000.000.
Dengan demikian, Rencana Transaksi tidak memenuhi kriteria sebagai transaksi material
sebagaimana diatur dalam POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan
Perubahan Kegiatan Usaha.
4.4 Analisis Perjanjian Dan Persyaratan Yang Disepakati Oleh Pihak Dalam Rencana Transaksi
Berdasarkan hasil penelaahan atas draf Perjanjian Pinjaman Antar Perusahaan (Intercompany
Loan Agreement) antara DTN dan SPR, diketahui bahwa perjanjian telah memuat ketentuan pokok
terkait fasilitas pinjaman berputar (revolving loan) dengan jumlah pokok maksimum sebesar
Rp900.000.000.000 (sembilan ratus miliar Rupiah), dengan tingkat suku bunga berupa
Halaman 106 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 108
Compounded INDONIA ditambah marjin sebesar 1,80% per tahun. Selain itu, perjanjian juga
mengatur mengenai jangka waktu pinjaman sampai dengan 31 Mei 2028, mekanisme penarikan
dan pembayaran kembali pinjaman, hak dan kewajiban para pihak, serta ketentuan hukum
lainnya yang lazim dalam transaksi pinjam-meminjam. Secara umum, ketentuan dalam perjanjian
telah memberikan kejelasan mengenai pelaksanaan Rencana Transaksi dan dapat menjadi dasar
hukum yang memadai bagi para pihak dalam melaksanakan transaksi tersebut.
4.5 Analisis Likuiditas Rencana Transaksi
Berdasarkan hasil analisis rasio likuiditas sebelum dan setelah Rencana Transaksi, dapat
disimpulkan bahwa Rencana Transaksi tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap
tingkat likuiditas Perseroan. Hal ini tercermin dari perubahan yang sangat kecil pada current ratio,
quick ratio, dan cash ratio setelah pelaksanaan Rencana Transaksi. Penurunan rasio likuiditas
tersebut terutama disebabkan oleh adanya perubahan pada pos pajak dibayar dimuka berupa
Pajak Penghasilan Badan pada aset lancar serta kenaikan utang pajak berupa Pajak Penghasilan
Badan pada liabilitas jangka pendek. Dengan demikian, kemampuan Perseroan dalam
memenuhi kewajiban jangka pendeknya tetap terjaga dan Rencana Transaksi tidak menimbulkan
risiko likuiditas yang material bagi Perseroan.
4.6 Analisis Manfaat Dan Risiko Dari Rencana Transaksi
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, Rencana Transaksi diharapkan memberikan manfaat
bagi DTN berupa tambahan pendapatan bunga atas fasilitas pinjaman yang diberikan kepada
SPR serta memberikan dukungan pendanaan modal kerja yang fleksibel bagi SPR untuk
mendukung kegiatan operasional perusahaan. Di sisi lain, Rencana Transaksi memiliki risiko
berupa risiko kredit apabila SPR mengalami penurunan kemampuan dalam memenuhi kewajiban
pembayaran pinjaman, risiko likuiditas bagi DTN akibat penyaluran dana dalam bentuk
pinjaman, serta risiko perubahan tingkat suku bunga yang dapat mempengaruhi kondisi
keuangan para pihak. Namun demikian, dengan mempertimbangkan tujuan penggunaan dana,
struktur transaksi, serta hubungan afiliasi antar pihak, manfaat yang diperoleh dari Rencana
Transaksi dinilai lebih besar dibandingkan risiko yang mungkin timbul, sehingga Rencana
Transaksi dapat memberikan nilai tambah bagi para pihak yang terlibat.
4.7 Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi
Berdasarkan analisis kualitatif yang telah dilakukan, Rencana Transaksi berupa pemberian
fasilitas pinjaman pemegang saham oleh DTN kepada SPR memiliki latar belakang dan tujuan
yang jelas, yaitu untuk mendukung kebutuhan modal kerja serta menjaga kelancaran kegiatan
operasional SPR. Dari sisi manfaat, Rencana Transaksi berpotensi memberikan tambahan
pendapatan bunga bagi DTN sekaligus mendukung keberlangsungan usaha SPR melalui
penyediaan sumber pendanaan yang fleksibel. Dari sisi risiko, terdapat risiko kredit, risiko
likuiditas, dan risiko kegagalan pelunasan pinjaman yang melekat pada kondisi keuangan SPR,
terutama mengingat SPR masih membukukan rugi bersih dan ekuitas negatif pada tahun 2025.
Namun demikian, kerugian tersebut sebagian besar dipengaruhi oleh pengenaan denda
administratif kepada SPR, sementara SPR tetap menjalankan kegiatan operasionalnya dan
menghasilkan pendapatan usaha.
Selain itu, Rencana Transaksi tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap leverage
maupun likuiditas Perseroan, dengan rasio leverage Perseroan tetap berada dalam kisaran
perusahaan sejenis dan nilai transaksi hanya sebesar 3,39% dari kas dan setara kas Perseroan
per tanggal pendapat kewajaran. Dengan mempertimbangkan manfaat yang diperoleh, tujuan
Halaman 107 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 109
penggunaan dana, kondisi operasional SPR, serta dampak yang tidak material terhadap kondisi
keuangan Perseroan, maka secara kualitatif Rencana Transaksi dinilai dapat dilaksanakan dan
mendukung kepentingan usaha dalam kelompok Perseroan.
4.8 Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi
Berdasarkan analisis kuantitatif yang mencakup kinerja historis dan kondisi keuangan Perseroan,
rasio keuangan, dampak proforma sebelum dan sesudah transaksi, kemampuan pelunasan
pinjaman oleh SPR, pengelolaan kas dan likuiditas, perbandingan tingkat pengembalian dengan
instrumen sejenis, serta incremental analysis, Rencana Transaksi menunjukkan dampak yang tidak
material terhadap kondisi keuangan Perseroan secara konsolidasian. Perubahan rasio keuangan
sebelum dan sesudah transaksi relatif tidak signifikan, kemampuan pelunasan pinjaman oleh SPR
dinilai masih memadai dengan mempertimbangkan kemampuan operasional perusahaan dan
sumber pendanaan yang tersedia, serta fasilitas pinjaman memberikan manfaat ekonomi bagi
DTN berupa pendapatan bunga. Selain itu, analisis nilai tambah menunjukkan adanya
peningkatan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk selama masa pinjaman.
Dengan demikian, secara kuantitatif Rencana Transaksi dinilai masih berada dalam kapasitas
keuangan Perseroan dan memberikan manfaat ekonomi bagi kelompok usaha.
4.9 Analisis Kelayakan Rencana Penggunaan Dana atas Rencana Transaksi
Analisis Kelayakan Investasi
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, Rencana Transaksi dinilai layak dari aspek kelayakan
investasi. Fasilitas pinjaman yang diberikan oleh DTN kepada SPR berpotensi memberikan
manfaat ekonomi bagi DTN berupa pendapatan bunga atas penempatan dana kepada entitas
afiliasi. Selain itu, penggunaan dana ditujukan untuk mendukung kebutuhan modal kerja dan
kegiatan operasional SPR. Meskipun SPR masih membukukan rugi bersih dan ekuitas negatif pada
tahun 2025, kondisi tersebut antara lain dipengaruhi oleh pembukuan denda administratif pada
tahun tersebut, sementara SPR masih memiliki kemampuan menghasilkan arus kas operasional
yang positif. Dengan mempertimbangkan manfaat ekonomi yang diperoleh DTN, tujuan
penggunaan dana, serta kondisi operasional SPR, maka risiko atas pemberian pinjaman dinilai
masih dapat dikelola dalam batas yang wajar.
Analisis Kelayakan Pelunasan Utang
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, kemampuan pelunasan pinjaman oleh SPR dinilai
masih memadai. Meskipun SPR membukukan rugi bersih dan ekuitas negatif pada tahun 2025,
kondisi tersebut sebagian besar dipengaruhi oleh pengakuan beban denda administratif terkait
penggunaan lahan tanpa izin yang merupakan kontributor terbesar terhadap kerugian
perusahaan pada periode tersebut. Selain itu, SPR tetap menjalankan kegiatan operasionalnya
dan memiliki kemampuan menghasilkan arus kas dari kegiatan usaha yang dijalankan. Dengan
mempertimbangkan sumber pendanaan yang berasal dari arus kas operasional perusahaan,
pengelolaan modal kerja, serta dukungan pendanaan dari pemegang saham dalam kelompok
usaha apabila diperlukan, maka Rencana Transaksi dinilai layak dari aspek kemampuan
pelunasan utang oleh SPR selaku penerima pinjaman.
Analisis Atas Faktor Lain Yang Relevan
Berdasarkan hasil penelaahan atas dokumen dan informasi yang diperoleh dari Manajemen
Perseroan, tidak terdapat faktor lain yang relevan dan bersifat material yang dapat memengaruhi
Halaman 108 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 110
pelaksanaan maupun kewajaran Rencana Transaksi. Dengan demikian, analisis kewajaran telah
mencakup seluruh faktor utama yang diperlukan dalam penilaian atas Rencana Transaksi.
4.10 Opini Kewajaran atas Rencana Transaksi
Berdasarkan analisis yang telah kami lakukan terhadap informasi, data, serta asumsi-asumsi yang
disampaikan oleh manajemen Perseroan, dan dengan mempertimbangkan kondisi serta faktor-
faktor yang relevan, kami berpendapat bahwa Transaksi afiliasi antara DTN pada SPR berupa
transaksi pinjaman pemegang saham atau shareholder loan adalah wajar.
Halaman 109 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 111
ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
1. Laporan pendapat kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
2. Penilai Bisnis telah melakukan penelahaan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam
proses analisis pendapat kewajaran.
3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya ke akuratannya.
4. Penilai mengunakan proyeksi keuangan yang mencerminkan kewajaran proyeksi yang dibuat oleh
manajemen dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
5. Laporan pendapat kewajaran ini terbuka untuk publik.
6. Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan pendapat kewajaran telah
disusun sesuai dengan Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia Tahun 2018
Edisi VII (KEPI-SPI Edisi VII Tahun 2018), Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
35/POJK.04/2020 (POJK 35/2020), Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
Nomor 17/SEOJK.04/2020 (SEOJK 17/2020) tentang Pedoman Penilaian serta Penyajian
Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
7. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran dan kesimpulan opini akhir.
8. Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek pendapat kewajaran dari pemberi
tugas.
9. Semua sengketa dalam bentuk perkara pidana maupun perdata (baik di dalam maupun di luar
pengadilan) yang berkaitan dengan objek pendapat kewajaran tidak menjadi tanggung jawab
kami.
10. Kami ingin menekankan bahwa hasil kajian, analisis, serta tanggung jawab kami secara khusus
hanya terbatas pada aspek opini kewajaran atas objek pendapat kewajaran, diluar dari aspek
perpajakan dan hukum karena hal tersebut berada diluar lingkup penugasan kami.
11. Perubahan-perubahan yang dilakukan oleh pihak Pemerintah maupun swasta yang berkaitan
dengan kondisi objek penilaian, dalam hal ini kondisi pasar dan sebagainya bukan menjadi
tanggung jawab kami.
12. Laporan pendapat kewajaran ini disajikan hanya untuk maksud dan tujuan seperti tertulis di
dalam laporan dan tidak dapat digunakan untuk maksud dan tujuan lainnya dan kami tidak
bertanggung jawab jika laporan ini digunakan untuk tujuan lain.
13. Laporan pendapat kewajaran ini sebagai salah satu informasi untuk dijadikan dasar pemikiran
dalam mengambil keputusan, akan tetapi tidak mengikat dan tidak dapat dijadikan sebagai dasar
penentu suatu keputusan yang berakibat hukum, karena laporan pendapat kewajaran ini semata-
mata dibuat berdasarkan kajian disiplin ilmu dan kemampuan yang kami miliki.
14. Laporan pendapat kewajaran ini tidak berlaku dan tidak sah apabila tidak terdapat tanda tangan
penilai berijin beserta stempel perusahaan (corporate seal) yang resmi dari KJPP Ferdinand,
Danar, Ichsan & Rekan.
15. Laporan pendapat kewajaran ini dibuat dan ditujukan hanya kepada pemberi tugas, sesuai
dengan maksud dan tujuan yang diungkapkan dalam laporan pendapat kewajaran.
Halaman 110 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 112
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai Independen, kami yang bertanda
tangan di bawah ini menerangkan bahwa :
1. Pernyataan faktual yang dipresentasikan dalam laporan pendapat kewajaran adalah benar sesuai
dengan pemahaman terbaik dari Penilai.
2. Analisis dan kesimpulan hanya dibatasi oleh asumsi dan kondisi yang dilaporkan.
3. Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang, maupun
memiliki kepentingan pribadi atau keberpihakan kepada terhadap objek pendapat kewajaran.
4. Imbalan Jasa pendapat kewajaran tidak berkaitan dengan hasil pendapat kewajaran yang
dilaporkan.
5. Pendapat kewajaran dilakukan dengan memenuhi ketentuan Standar Penilaian Indonesia (SPI),
Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI), serta POJK Nomor 35 Tahun 2020 tentang Pedoman Penilaian
dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
6. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan professional yang ditentukan dan/atau
diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah.
7. Penilai memiliki pemahaman mengenai jenis usaha atau industri yang menjadi objek pendapat
kewajaran.
8. Penilai telah melakukan kunjungan kepada pihak manajemen perseroan.
9. Tidak ada Penilai lainnya selain yang bertandatangan di bawah ini, yang telah terlibat dalam
pelaksanaan inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini sebagaimana yang dinyatakan
dalam laporan pendapat kewajaran ini.
10. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan pendapat
kewajaran.
11. Kami bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran yang telah kami susun berdasarkan
data yang telah diberikan kepada kami oleh Pemberi tugas dan kami anggap akurat serta
lengkap. Kami tidak bertanggung jawab atas hasil laporan ini apabila data-data, dokumen dan
informasi dari Pemberi Tugas yang diberikan kepada kami tidak sah/legal sehingga menjadi tidak
lengkap atau menyesatkan.
12. Penugasan pendapat kewajaran telah dilakukan terhadap objek pendapat kewajaran pada
tanggal pendapat kewajaran (cut off date)
13. Analisis dan kesimpulan yang dihasilkan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan
pendapat kewajaran.
14. Opini kewajaran yang dihasilkan dalam penugasan pendapat kewajaran profesional telah
disajikan sebagai kesimpulan nilai.
15. Penilai melakukan sesuai dengan lingkup penugasan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.
16. Kesimpulan pendapat kewajaran telah sesuai dengan asumsi dan kondisi pembatas.
17. Data ekonomi dan industri yang tercantum dalam laporan ini kami peroleh dari sumber yang
telah terpublikasi dan diyakini kebenarannya.
Halaman 111 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 113
Page 114
LAMPIRAN-LAMPIRAN Halaman 113 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 115
Halaman 114 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 116
Halaman 115 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 117
Halaman 116 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 118
Halaman 117 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 119
Halaman 118 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 120
Halaman 119 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 121
Halaman 120 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 122
Halaman 121 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 123
Halaman 122 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 124
Halaman 123 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 125
Halaman 124 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 126
Halaman 125 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 127
Halaman 126 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 128
Names mentioned 107 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
KJPP Ferdinand
p.2 ×5
unresolved
org
Ichsan dan Rekan
p.2 ×4
unresolved
org
KJPP FDI
p.2 ×31
unresolved
org
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
p.2 ×4
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.11 ×2
unresolved
person
Yudistira
p.11
unresolved
org
Rintis & Rekan
p.14 ×4
unresolved
person
Djojo Muljadi
p.14 ×3
unresolved
person
H. Akta Pendirian
p.14 ×2
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.14 ×3
unresolved
person
Jose Dima Satria
· Notaris
p.14 ×13
unresolved
org
Menteri Hukum Republik Indonesia
p.14 ×8
unresolved
org
Wajar & Rekan
p.15 ×5
unresolved
org
PT Danusa Tambang Nusantara Akta
p.16
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.16 ×6
unresolved
person
Marianne Vincentia Hamdani
p.16 ×4
unresolved
org
Opini Laporan Rianto & Rekan
p.17
unresolved
org
Rianto & Rekan
p.17 ×3
unresolved
org
Wajar Rintis & Rekan
p.17 ×3
unresolved
person
Hasbullah Abdul Rasyid
p.17 ×3
unresolved
org
PT Setia Suci Sejahtera
p.17 ×3
unresolved
person
Mellyani Noor Shandra
p.17 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
p.17
unresolved
person
Edison Jingga
p.17
unresolved
org
Menteri Halaman
p.17
unresolved
person
Vincent Sugeng Fajar
p.18 ×2
unresolved
—
Rendih
· Section Head
p.18
unresolved
—
Sofi Christiana
· Associate
p.18
unresolved
—
Kevin Rosby
· Section Head
p.18
unresolved
person
Muhamad Ilham Gunawan
· Associate
p.18
unresolved
—
Devista Yoga
· Associate
p.18
unresolved
—
Derick
· Associate
p.18
unresolved
org
Kementerian Hukum Republik Indonesia Nomor AHU-AH.
p.20
unresolved
org
Rintis
p.20
unresolved
org
PT Inter Astra Motor Works
p.27 ×2
unresolved
org
Carriage Ltd.
p.27 ×4
unresolved
org
Jardine Matheson Holdings Ltd.
p.27 ×2
unresolved
—
Loudy Irwanto Elli
· Direktur
p.28 ×2
unresolved
org
Kementerian
p.29 ×2
unresolved
org
PT Setia Suci Sejahtera. Anggaran Dasar Perusahaan
p.30
unresolved
org
PT Anugerah Surya Pasific Resources
p.31
unresolved
person
Ir. Aris Tandiarrang Hubungan Pihak
p.32
unresolved
person
Xaverius Laksana
· Presiden Direktur
p.33
unresolved
person
Ir. Aris
p.33
unresolved
—
Mauliady Sutio
· Direktur
p.33 ×2
unresolved
—
Ruli Tanio
· Direktur
p.33 ×2
unresolved
org
PT Pamapersada Nusantara DTN
p.34
unresolved
org
PT Danusa Tambang Nusantara ASPR
p.34
unresolved
org
PT Anugerah Surya Pasific Resources SPR
p.34
unresolved
org
Pusat Statistik
p.40
unresolved
org
Bank Indonesia
p.41 ×6
unresolved
org
Kementerian ESDM
p.43 ×7
unresolved
org
Pte Ltd.
p.49
unresolved
org
PT Kalimantan Prima Persada
p.50
unresolved
org
PT Sumbawa
p.51
unresolved
org
PT Stargate Pacific Resources
p.51 ×2
unresolved
org
Indonesia Tbk
p.54
unresolved
org
Sentosa Tbk
p.54
unresolved
org
Megah Tbk
p.54
unresolved
org
Klaim Pengembalian Ppn
p.69
unresolved
org
Ichsan & Rekan
p.111
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.182
8526 ms
12 Sep 2026 21:46
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'CONFLICT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': '20'}