Skip to content
Back to announcement

20260729_UNTR_Informasi Transaksi Afiliasi_32115802_lamp2.pdf

Asset transaction Needs review UNTR

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 128

Page 1

          
Page 2
                  Kantor Jasa Penilai Publik
                                                                                                                 The Manhattan Square
                  FERDINAND, DANAR, ICHSAN DAN REKAN                                                 Lt. 16, Suite D, Jl. TB Simatupang
                  Property, Business Valuation & Advisory                                            Cilandak, Jakarta Selatan, 12560
                  Licence No. 2.22.0176                                                              E-Mail: infoadmin@fdipartners.co
                  KMK 460/KM.1/2022                                                                     Website: www.fdipartners.co.id
                  Wilayah Kerja: Seluruh Indonesia                                                            Phone (62 21) 27875911



                                                                                                Jakarta, 29 Juni 2026

Kepada Yth.:
PT United Tractors Tbk
Jl. Raya Bekasi Km 22,
Cakung, Jakarta Timur 13910

No. Laporan     : 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Hal             : Laporan Pendapat Kewajaran

Dengan hormat,

LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
PT UNITED TRACTORS TBK

Berdasarkan persetujuan atas surat penawaran No.001/FDI/PB-FO/IV/2026 tanggal 01 April 2026 dan
Addendum No.020/FDI/PB-ADD/V/2026 tanggal 20 Mei 2026, Kami KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan
dan Rekan (selanjutnya disebut “KJPP FDI&R” atau “Kami”) mendapat penugasan dari PT United Tractors
Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) untuk memberikan pendapat kewajaran atas transaksi afiliasi
antara PT Danusa Tambang Nusantara (selanjutnya disebut “DTN”) pada PT Stargate Pasific Resources
(selanjutnya disebut “SPR”) berupa pinjaman pemegang saham atau shareholder loan (“Rencana
Transaksi”), yang diperlukan guna memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan (“POJK 42/2020”).

Maksud Pendapat Kewajaran adalah untuk memberikan opini kewajaran atas transaksi afiliasi antara
DTN pada SPR transaksi pinjaman pemegang saham atau shareholder loan, yang diperlukan guna
memenuhi ketentuan POJK 42/2020. Tujuan Pendapat Kewajaran adalah dalam rangka memenuhi
ketentuan POJK 42/2020.

Laporan pendapat kewajaran ini digunakan untuk penggunaan di pasar modal, dan tidak digunakan
untuk di luar maksud dan tujuan Pendapat Kewajaran tersebut, maupun penggunaan dalam tujuan
lainnya. Dalam penugasan ini, bilamana dianggap perlu, penilai akan menggunakan bantuan dari luar
maupun profesi lainnya.

Berdasarkan hasil analisis, Rencana Transaksi tersebut mengandung transaksi afiliasi namun bukan
transaksi material karena nilai transaksi di bawah 20% (dua puluh persen) dari ekuitas Perseroan per 31
Desember 2025 hal tersebut tercermin dari nilai materialitas transaksi sebesar 0,87% (nol koma delapan
puluh tujuh persen), serta Rencana Transaksi tersebut tidak terdapat benturan kepentingan sesuai
dengan surat pernyataan No.LUT/109/9960/VI/2026 tanggal 25 Juni 2026 perihal informasi tidak
adanya benturan kepentingan atas Rencana Transaksi.

Pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi dilakukan berdasarkan laporan keuangan per tanggal 31
Desember 2025, berdasarkan Kode Etik Penilai Indonesia, Standar Penilaian Indonesia Tahun 2018
Edisi VII (KEPI-SPI Edisi VII Tahun 2018), Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020
(POJK 35/2020), Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 17/SEOJK.04/2020
(SEOJK 17/2020) tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.




                                 Kantor
                                  KantorPusat
                                         Pusat(Properti
                                               (Propertidan
                                                         danBisnis);
                                                             Bisnis);Kantor
                                                                      KantorCabang
                                                                            CabangSemarang
                                                                                   Semarang(Properti)
                                                                                            (Properti); Kantor Cabang Jakarta (Bisnis)
Page 3
Metodologi Pendapat Kewajaran yang digunakan antara lain sebagai berikut: (1) Analisis Rencana
Transaksi, (2) Analisis Kualitatif, (3) Analisis Kuantitatif, (4) Analisis Kelayakan Penggunaan Dana atas
Rencana Transaksi, dan (5) Kesimpulan Analisis atas Rencana Transaksi.

Kesimpulan hasil pendapat kewajaran

Analisis Rencana Transaksi

Berdasarkan analisis atas objek Rencana Transaksi, diketahui bahwa transaksi yang dilakukan berupa
pemberian fasilitas pinjaman pemegang saham (shareholder loan) oleh DTN kepada SPR dengan nilai
maksimum sebesar Rp900.000.000.000 (sembilan ratus miliar rupiah) untuk mendukung kebutuhan
modal kerja dan kegiatan operasional SPR. Dari sisi keuangan, Rencana Transaksi tidak memberikan
dampak yang material terhadap posisi keuangan, kinerja keuangan, maupun arus kas Perseroan secara
konsolidasian karena transaksi dilakukan antar entitas dalam kelompok usaha yang sama sehingga
dampaknya dieliminasi dalam laporan keuangan konsolidasian. Selain itu, berdasarkan pertimbangan
bisnis Manajemen Perseroan, Rencana Transaksi diperlukan untuk memberikan fleksibilitas pendanaan
bagi SPR dalam memenuhi kebutuhan operasional perusahaan secara tepat waktu dan mendukung
keberlangsungan kegiatan usahanya. Dengan demikian, Rencana Transaksi memiliki dasar kebutuhan
bisnis yang jelas, nilai transaksi yang teridentifikasi, serta tidak menimbulkan dampak material terhadap
kondisi keuangan Perseroan secara konsolidasian.

Selanjutnya berdasarkan analisis rasio likuiditas dan rasio solvabilitas sebelum dan setelah Rencana
Transaksi, dapat disimpulkan bahwa Rencana Transaksi tidak memberikan pengaruh yang signifikan
terhadap kondisi keuangan Perseroan. Rasio likuiditas yang terdiri atas Current Ratio, Quick Ratio, dan
Cash Ratio terhadap perubahan yang tidak signifikan, yang menunjukkan bahwa kemampuan Perseroan
dalam memenuhi kewajiban jangka pendek tetap terjaga setelah pelaksanaan Rencana Transaksi.
Demikian pula pada rasio solvabilitas, Debt to Assets Ratio, Debt to Equity Ratio, dan Times Interest
Earned tidak mengalami perubahan yang material, sehingga kemampuan Perseroan dalam memenuhi
kewajiban jangka panjang serta tingkat leverage Perseroan tetap berada pada kondisi yang relatif sama
sebelum dan setelah Rencana Transaksi. Dengan demikian, Rencana Transaksi tidak mengubah
fundamental keuangan Perseroan secara material dan masih dapat dilaksanakan tanpa mengganggu
tingkat likuiditas maupun solvabilitas Perseroan.

Berdasarkan hasil identifikasi hubungan kepengurusan dan kepemilikan para pihak, diketahui bahwa
DTN dan SPR memiliki hubungan afiliasi baik secara langsung maupun tidak langsung melalui
Perseroan. Hubungan afiliasi tersebut tercermin dari adanya kesamaan pengurus pada Perseroan, DTN,
dan SPR, serta hubungan kepemilikan dimana Perseroan merupakan pemegang saham mayoritas pada
DTN dan DTN merupakan pemegang saham mayoritas pada SPR. Dengan demikian, Rencana Transaksi
pinjaman dana antara DTN dan SPR merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam
ketentuan POJK No. 42/POJK.04/2020.

Selanjutnya berdasarkan hasil penelaahan atas draf Perjanjian Pinjaman Antar Perusahaan
(Intercompany Loan Agreement) antara DTN dan SPR, diketahui bahwa perjanjian telah memuat
ketentuan pokok terkait fasilitas pinjaman berputar (revolving loan) dengan jumlah pokok maksimum
sebesar Rp900.000.000.000 (sembilan ratus miliar Rupiah), dengan tingkat suku bunga berupa
Compounded INDONIA ditambah marjin sebesar 1,80% per tahun. Selain itu, perjanjian juga mengatur
mengenai jangka waktu pinjaman sampai dengan 31 Mei 2029, mekanisme penarikan dan
pembayaran kembali pinjaman, hak dan kewajiban para pihak, serta ketentuan hukum lainnya yang
lazim dalam transaksi pinjam-meminjam. Secara umum, ketentuan dalam perjanjian telah memberikan
kejelasan mengenai pelaksanaan Rencana Transaksi dan dapat menjadi dasar hukum yang memadai
bagi para pihak dalam melaksanakan transaksi tersebut.

Halaman 2                                                  00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 4
Berdasarkan hasil analisis rasio likuiditas sebelum dan setelah Rencana Transaksi, dapat disimpulkan
bahwa Rencana Transaksi tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap tingkat likuiditas
Perseroan. Hal ini tercermin dari perubahan yang sangat kecil pada current ratio, quick ratio, dan cash
ratio setelah pelaksanaan Rencana Transaksi. Penurunan rasio likuiditas tersebut terutama disebabkan
oleh adanya perubahan pada pos pajak dibayar dimuka berupa Pajak Penghasilan Badan pada aset
lancar serta kenaikan utang pajak berupa Pajak Penghasilan Badan pada liabilitas jangka pendek.
Dengan demikian, kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya tetap terjaga
dan Rencana Transaksi tidak menimbulkan risiko likuiditas yang material bagi Perseroan.

Serta berdasarkan analisis yang telah dilakukan, Rencana Transaksi diharapkan memberikan manfaat
bagi DTN berupa tambahan pendapatan bunga atas fasilitas pinjaman yang diberikan kepada SPR serta
memberikan dukungan pendanaan modal kerja yang fleksibel bagi SPR untuk mendukung kegiatan
operasional perusahaan. Di sisi lain, Rencana Transaksi memiliki risiko berupa risiko kredit apabila SPR
mengalami penurunan kemampuan dalam memenuhi kewajiban pembayaran pinjaman, risiko likuiditas
bagi DTN akibat penyaluran dana dalam bentuk pinjaman, serta risiko perubahan tingkat suku bunga
yang dapat mempengaruhi kondisi keuangan para pihak. Namun demikian, dengan
mempertimbangkan tujuan penggunaan dana, struktur transaksi, serta hubungan afiliasi antar pihak,
manfaat yang diperoleh dari Rencana Transaksi dinilai lebih besar dibandingkan risiko yang mungkin
timbul, sehingga Rencana Transaksi dapat memberikan nilai tambah bagi para pihak yang terlibat.

Analisis Kualitatif

Berdasarkan analisis kualitatif yang telah dilakukan, Rencana Transaksi berupa pemberian fasilitas
pinjaman pemegang saham oleh DTN kepada SPR memiliki latar belakang dan tujuan yang jelas, yaitu
untuk mendukung kebutuhan modal kerja serta menjaga kelancaran kegiatan operasional SPR. Dari sisi
manfaat, Rencana Transaksi berpotensi memberikan tambahan pendapatan bunga bagi DTN sekaligus
mendukung keberlangsungan usaha SPR melalui penyediaan sumber pendanaan yang fleksibel. Dari
sisi risiko, terdapat risiko kredit, risiko likuiditas, dan risiko kegagalan pelunasan pinjaman yang melekat
pada kondisi keuangan SPR, terutama mengingat SPR masih membukukan rugi bersih dan ekuitas
negatif pada tahun 2025. Namun demikian, kerugian tersebut sebagian besar dipengaruhi oleh
pengenaan denda administratif kepada SPR, sementara SPR tetap menjalankan kegiatan operasionalnya
dan menghasilkan pendapatan usaha

Selain itu, Rencana Transaksi tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap leverage maupun
likuiditas Perseroan, dengan rasio leverage Perseroan tetap berada dalam kisaran perusahaan sejenis
dan nilai transaksi hanya sebesar 3,39% dari kas dan setara kas Perseroan per tanggal pendapat
kewajaran. Dengan mempertimbangkan manfaat yang diperoleh, tujuan penggunaan dana, kondisi
operasional SPR, serta dampak yang tidak material terhadap kondisi keuangan Perseroan, maka secara
kualitatif Rencana Transaksi dinilai dapat dilaksanakan dan mendukung kepentingan usaha dalam
kelompok Perseroan.

Analisis Kuantitatif

Berdasarkan analisis kuantitatif yang mencakup kinerja historis dan kondisi keuangan Perseroan, rasio
keuangan, dampak proforma sebelum dan sesudah transaksi, kemampuan pelunasan pinjaman oleh
SPR, pengelolaan kas dan likuiditas, perbandingan tingkat pengembalian dengan instrumen sejenis,
serta incremental analysis, Rencana Transaksi menunjukkan dampak yang tidak material terhadap
kondisi keuangan Perseroan secara konsolidasian. Perubahan rasio keuangan sebelum dan sesudah
transaksi relatif tidak signifikan, kemampuan pelunasan pinjaman oleh SPR dinilai masih memadai
dengan mempertimbangkan kemampuan operasional perusahaan dan sumber pendanaan yang
tersedia, serta fasilitas pinjaman memberikan manfaat ekonomi bagi DTN berupa pendapatan bunga.

Halaman 3                                                    00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 5

          
Page 6
                                                             DAFTAR ISI



SURAT PENGANTAR .................................................................................................................... 1
DAFTAR ISI .............................................................................................................................5
DAFTAR TABEL ........................................................................................................................7
DAFTAR GRAFIK......................................................................................................................9
BAB I    ............................................................................................................................. 10
PENDAHULUAN ................................................................................................................... 10
  1.1    Uraian Mengenai Penugasan ....................................................................................... 10
  1.2    Identitas Status Penilai ................................................................................................. 10
  1.3    Identitas Pemberi Tugas ............................................................................................... 10
  1.4    Identitas Pengguna Laporan ........................................................................................ 10
  1.5    Objek Pendapat Kewajaran ......................................................................................... 11
  1.6    Jenis Mata Uang Yang Digunakan ............................................................................... 11
  1.7    Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran ..................................................................... 11
  1.8    Tanggal Pendapat Kewajaran (Cut Off Date) dan Masa Berlaku Laporan ........................ 11
  1.9    Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran ............................................................................ 11
  1.10 Sumber Data dan Informasi ......................................................................................... 12
  1.11 Hasil Pelaksanaan Inspeksi .......................................................................................... 17
  1.12 Asumsi dan Asumsi Khusus .......................................................................................... 17
  1.13 Konfirmasi Bahwa Pendapat Kewajaran Dilakukan Berdasarkan Standar ........................ 17
  1.14 Metodologi Analisis Pendapat Kewajaran ...................................................................... 18
  1.15 Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli ............................................................... 18
  1.16 Pernyataan Independensi Penilai .................................................................................. 18
  1.17 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event) ...................................... 18
BAB II   ............................................................................................................................. 20
ANALISIS ATAS RENCANA TRANSAKSI ..................................................................................... 21
  2.1. Analisis Objek Rencana Transaksi ................................................................................ 21
  2.1.1 Besaran Dana dari Objek Rencana Transaksi ................................................................ 21
  2.1.2 Dampak Keuangan atas Rencana Transaksi .................................................................. 21
  2.1.3 Pertimbangan Bisnis Manajemen atas Rencana Transaksi .............................................. 25
  2.2. Analisis Rencana Transaksi .......................................................................................... 25
  2.2.1 Pengaruh Rencana Transaksi Terhadap Keuangan Perusahaan ...................................... 25
  2.2.2 Identifikasi & Hubungan Pihak Yang Bertransaksi .......................................................... 26
  2.2.3 Analisis Perjanjian & Syarat Rencana Transaksi.............................................................. 34
  2.2.4 Analisis Likuiditas Rencana Transaksi ............................................................................ 36
  2.2.5 Analisis Manfaat & Risiko Rencana Transaksi ................................................................. 36
BAB III  ............................................................................................................................. 37
ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF ATAS RENCANA TRANSAKSI ........................................ 37
  3.1    Analisis Kualitatif Atas Rencana Transaksi ..................................................................... 37
  3.1.1 Riwayat Singkat Perseroan ........................................................................................... 37
  3.1.2 Analisis Industri & Bisnis .............................................................................................. 39
  3.1.3 Analisis Operasional & Prospek Perusahaan ................................................................. 48
  3.1.4 Alasan Dan Latar Belakang Rencana Transaksi ............................................................. 51
  3.1.5 Analisis Keuntungan & Kerugian Kualitatif ..................................................................... 52
  3.1.6 Dampak Leverage Terhadap Keuangan (Dibanding Industri Sejenis) ............................... 52
  3.1.7 Dampak Likuiditas & Kemampuan Melunasi Pinjaman Saat Jatuh Tempo ........................ 54
  3.1.8 Dampak Jika Proyek Dibiayai Gagal ............................................................................ 56
  3.2    Analisis Kuantitatif Atas Rencana Transaksi ................................................................... 57
  3.2.1 Kinerja Historis ........................................................................................................... 57
  3.2.2 Penilaian Atas Proyeksi Keuangan ................................................................................ 83
  3.2.3 Analisis Rasio Keuangan .............................................................................................. 86
  3.2.4 Proforma Laporan Keuangan Sebelum & Setelah Rencana Transaksi .............................. 93
  3.2.5 Analisis Kemampuan Bayar Sampai Saat Jatuh Tempo .................................................. 97
  3.2.6 Analisis Cash Management Dan Financial Covenant ...................................................... 98
  3.2.7 Analisis Yield Dibanding Instrumen Sejenis (Obligasi/Kredit Bank) .................................. 99
  3.2.8 Incremental Analysis (Nilai Tambah) ........................................................................... 100

Halaman 5                                                                     00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 7
  3.3   Analisis Kelayakan Penggunaan Dana ........................................................................ 103
  3.3.1 Analisis Kelayakan Investasi ....................................................................................... 103
  3.3.2 Analisis Kelayakan Pelunasan Utang .......................................................................... 103
  3.3.3 Analisis Atas Faktor Lain Yang Relevan ....................................................................... 104
BAB IV ........................................................................................................................... 105
KESIMPULAN ...................................................................................................................... 105
  4.1   Analisis Objek Rencana Transaksi .............................................................................. 105
  4.2   Analisis Pengaruh atas Rencana Transaksi .................................................................. 105
  4.3   Identifikasi Dan Hubungan Antara Pihak Dalam Hal Transaksi ..................................... 106
  4.4   Analisis Perjanjian Dan Persyaratan Yang Disepakati Oleh Pihak .................................. 106
  4.5   Analisis Likuiditas Rencana Transaksi .......................................................................... 107
  4.6   Analisis Manfaat Dan Risiko Dari Rencana Transaksi ................................................... 107
  4.7   Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi.................................................................... 107
  4.8   Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi .................................................................. 108
  4.9   Analisis Kelayakan Rencana Penggunaan Dana atas Rencana Transaksi ....................... 108
  4.10 Opini Kewajaran atas Rencana Transaksi ................................................................... 109
ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS ......................................................................... 110
PERNYATAAN PENILAI ......................................................................................................... 111
LAMPIRAN-LAMPIRAN .......................................................................................................... 113




Halaman 6                                                                    00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 8
                                                          DAFTAR TABEL



Tabel 1. Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran ................................................................................ 11
Tabel 2. Keterangan Laporan Keuangan Perseroan ....................................................................... 12
Tabel 3. Keterangan Laporan Keuangan DTN ............................................................................... 14
Tabel 5. Indentitas dan Jabatan Pihak yang di Wawancarai ........................................................... 17
Tabel 5. Dampak Keuangan atas Rencana Transaksi – Proforma Laporan Keuangan Perseroan ....... 21
Tabel 6. Dampak Keuangan atas Rencana Transaksi – Proforma Laporan Keuangan Perseroan ....... 23
Tabel 7. Pengaruh Rencana Transaksi Terhadap Laporan Keuangan – Rasio Likuiditas ..................... 25
Tabel 8. Pengaruh Rencana Transaksi Terhadap Laporan Keuangan – Rasio Solvabilitas .................. 25
Tabel 9. Struktur Pemegang Saham Perseroan .............................................................................. 27
Tabel 10. Struktur Pemegang Saham DTN .................................................................................... 29
Tabel 11. Struktur Pemegang Saham SPR ...................................................................................... 30
Tabel 12. Hubungan Para Pihak Yang Terlibat Dalam Rencana Transaksi ....................................... 31
Tabel 13. Materialitas Rencana Nilai Transaksi .............................................................................. 34
Tabel 14. Rasio Likuiditas Sebelum dan Setelah adanya Transaksi .................................................. 36
Tabel 15. Struktur Pemegang Saham Perseroan ............................................................................ 38
Tabel 16. Tingkat Suku Bunga Kredit Bank Persero (%) ................................................................... 42
Tabel 17. Mesin Konstruksi .......................................................................................................... 49
Tabel 18. Kontraktor Penambangan ............................................................................................. 49
Tabel 19. Kinerja Operasional Batu Bara dan Metalurgi ................................................................. 50
Tabel 20. Kinerja Emas dan Mineral Lainnya ................................................................................. 50
Tabel 21. Leverage Perseroan – Historis ........................................................................................ 52
Tabel 22. Leverage Perseroan – Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi ........................................ 53
Tabel 23. Penentuan Perusahaan Industri Sejenis ........................................................................... 53
Tabel 24. Rasio Debt to Equity Perusahaan Pembanding ................................................................ 53
Tabel 25. Rasio Debt to Assets Perusahaan Pembanding ................................................................ 54
Tabel 26. Rasio Likuiditas Perseroan ............................................................................................. 54
Tabel 27. Rasio Likuiditas SPR ...................................................................................................... 55
Tabel 28. Rasio Solvabilitas SPR ................................................................................................... 55
Tabel 29. Analisis Cash Management SPR ..................................................................................... 56
Tabel 30. Laporan Posisi Keuangan Perseroan Periode 31 Desember 2021–31 Desember 2025....... 57
Tabel 31. Laporan Laba Rugi Perseroan Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 .............. 61
Tabel 32. Laporan Arus Kas Perseroan Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 ................ 63
Tabel 33. Analisis Common Size Statement – Laporan Posisi Keuangan (%) ...................................... 67
Tabel 34. Analisis Common Size Statement – Laporan Laba Rugi (%) ............................................... 67
Tabel 35. Laporan Posisi Keuangan DTN Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 ............ 68
Tabel 36. Laporan Laba Rugi DTN Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 ...................... 72
Tabel 37. Laporan Arus Kas DTN Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025........................ 74
Tabel 38. Analisis Common Size Statement – Laporan Posisi Keuangan (%) ...................................... 74
Tabel 39. Analisis Common Size Statement – Laporan Laba Rugi (%) ............................................... 75
Tabel 40. Laporan Posisi Keuangan SPR Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 .............. 76
Tabel 41. Laporan Laba Rugi SPR Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 ....................... 79
Tabel 42. Laporan Arus Kas SPR Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 ......................... 81
Tabel 43. Analisis Common Size Statement – Laporan Posisi Keuangan (%) ...................................... 82
Tabel 44. Analisis Common Size Statement – Laporan Laba Rugi (%) ............................................... 82
Tabel 45. Proyeksi Keuangan (Posisi Keuangan) Perseroan Sebelum Rencana Transaksi ................... 83
Tabel 46. Proyeksi Keuangan (Laba/Rugi) Perseroan Sebelum Rencana Transaksi ............................ 84
Tabel 47. Proyeksi Keuangan (Posisi Keuangan) Perseroan Setelah Rencana Transaksi ..................... 85
Tabel 48. Proyeksi Keuangan (Laba/Rugi) Perseroan Setelah Rencana Transaksi .............................. 86
Tabel 49. Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis) .......................................................... 86
Tabel 50. Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis) .......................................................... 89
Tabel 51. Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis) .......................................................... 91
Tabel 52. Proforma Laporan Posisi Keuangan Perseroan Sebelum & Setelah Rencana Transaksi ....... 94
Tabel 53. Proforma Laporan Laba Rugi Perseroan Sebelum & Setelah Rencana Transaksi ................. 96
Tabel 54. Analisis Kemampuan Bayar Sampai Jatuh Tempo – Rasio Keuangan SPR ......................... 97
Tabel 55. Analisis Cash Management Perseroan ............................................................................ 98

Halaman 7                                                                    00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 9
Tabel 56.Analisis Financial Covenant Perseroan............................................................................. 99
Tabel 57. Analisis Cash Management SPR ..................................................................................... 99
Tabel 58. Yield Intercompany Loan Perseroan – SPR ....................................................................... 99
Tabel 59. Analisis Yield Dibandingkan dengan Kredit Perbankan .................................................. 100
Tabel 60. Analisis Yield Dibandingkan dengan Suku Bunga Simpanan .......................................... 100
Tabel 61. Incremental Analysis (Nilai Tambah) – Laporan Posisi Keuangan .................................... 101
Tabel 62. Incremental Analysis (Nilai Tambah) – Laporan Laba Rugi ............................................. 102




Halaman 8                                                               00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 10
                                                  DAFTAR GRAFIK



Grafik 1. Bagan Hubungan Para Pihak Berdasarkan Struktur Kepemilikan ...................................... 33
Grafik 2. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2021 – 2025 (% yoy)......................................... 39
Grafik 3. Pertumbuhan Ekonomi Sektor Pertambangan dan Penggalian Tahun 2021 –2025 ........... 40
Grafik 4. Proyeksi PDB Indonesia 2025 – 2030 (yoy %) ................................................................. 40
Grafik 5. Perkembangan dan Proyeksi Inflasi di Indonesia (%) ....................................................... 41
Grafik 6. Perkembangan Nilai Tukar Rupiah Tahun 2025 ............................................................. 41
Grafik 7. Cadangan Mineral Indonesia Tahun 2024 (juta Ton) ...................................................... 42
Grafik 8. Cadangan Batubara Indonesia Tahun 2024 (juta Ton) .................................................... 43
Grafik 9. Produksi Mineral dan Batubara tahun 2023 – 2024........................................................ 43
Grafik 10. Perkembangan Jumlah IUP/IUPPK/KK/IPR Tahun 2024 ................................................. 44
Grafik 11. Perkembangan Reklamasi Pertambangan di Indonesia ................................................. 44
Grafik 12. Perkembangan Harga Mineral dan Batubara Acuan Indonesia ...................................... 45
Grafik 13. Perkembangan Ekspor Mineral Tahun 2020 – 2025 ..................................................... 45
Grafik 14. Nilai Ekspor Batubara Indonesia Tahun 2020 – Agustus 2025 ....................................... 46
Grafik 15. Nilai Impor Mesin dan Alat Berat Pertambangan .......................................................... 46
Grafik 16. Perkembangan Harga Acuan Emas, Perak, Tembaga dan Batubara Global ................... 47
Grafik 17. Perkembangan Permintaan Emas dan Batubara Tahun 2020 – 2024............................. 48




Halaman 9                                                           00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 11
                                               BAB I
                                           PENDAHULUAN



1.1   Uraian Mengenai Penugasan

      Berdasarkan persetujuan atas surat penawaran No.001/FDI/PB-FO/IV/2026 tanggal 01 April
      2026 dan Addendum No.020/FDI/PB-ADD/V/2026 tanggal 20 Mei 2026, Kami KJPP Ferdinand,
      Danar, Ichsan dan Rekan (selanjutnya disebut “KJPP FDI&R” atau “Kami”) mendapat penugasan
      dari PT United Tractors Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) untuk memberikan pendapat
      kewajaran atas transaksi afiliasi antara PT Danusa Tambang Nusantara (selanjutnya disebut
      “DTN”) pada PT Stargate Pasific Resources (selanjutnya disebut “SPR”) berupa transaksi pinjaman
      pemegang saham atau shareholder loan (“Rencana Transaksi”), yang diperlukan guna memenuhi
      ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi
      dan Transaksi Benturan Kepentingan (“POJK 42/2020”).

1.2   Identitas Status Penilai

      Penilaian ini dilakukan oleh KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (FDI&R), selaku Penilai
      Independen untuk memberikan pendapat kewajaran yang objektif dan tidak memihak, sesuai
      KEPI; memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian atas objek penilaian yang dimaksud. KJPP
      Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (FDI&R) adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang memegang
      Izin Usaha No.2.22.0176 tanggal 21 April 2022 dari Menteri Keuangan Republik Indonesia dan
      mempunyai Penilai Publik sebagai berikut:

      •    Rekan, Danar Wihandoyo, adalah seorang Penilai Publik untuk klasifikasi penilaian bisnis
           dengan Izin No. B-1.09.00213 dari Menteri Keuangan Republik Indonesia, Beliau adalah
           anggota dari Masyarakat Profesi Penilai Indonesia.
      •    Penugasan pendapat kewajaran ini bersifat independen, tidak memiliki keterlibatan material
           atau benturan kepentingan baik aktual maupun potensial dengan obyek penilaian dan/ atau
           pemilik aset/properti/ekuitas, menjunjung tinggi obyektifitas, profesional dan tidak memihak.
      •    Seluruh Penilai, tenaga ahli dan staf pelaksana dalam penugasan ini adalah satu kesatuan
           tim penugasan di bawah kordinator Penilai berizin atau penanggung jawab laporan
           pendapat kewajaran ini.

1.3   Identitas Pemberi Tugas

      Nama Pemberi Tugas                 : PT United Tractors Tbk
      Alamat                             : Jl. Raya Bekasi Km 22, Cakung, Jakarta Timur 13910
      Bidang Usaha                       : Distribusi Alat Berat
      No. Telepon/Fax                    : +62 21 2457 9999
      Alamat Email                       : Yudistira@unitedtractors.com
      Penanggung Jawab                   : Bapak Yudistira
      Jabatan                            : Corporate Finance & Accounting Division Head

1.4   Identitas Pengguna Laporan

      Pengguna laporan dalam pendapat kewajaran ini adalah sama dengan Pemberi Tugas.




Halaman 10                                                00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 12
1.5   Objek Pendapat Kewajaran

      Objek Pendapat Kewajaran dalam hal ini adalah rencana pendapat kewajaran atas transaksi
      afiliasi antara DTN pada SPR berupa transaksi pinjaman pemegang saham atau shareholder loan.

1.6   Jenis Mata Uang Yang Digunakan

      Rencana transaksi akan dilaksanakan dengan menggunakkan mata uang Rupiah.

1.7   Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran

      Maksud Pendapat Kewajaran adalah untuk memberikan opini kewajaran atas transaksi afiliasi
      antara DTN pada SPR berupa transaksi pinjaman pemegang saham atau shareholder loan, yang
      diperlukan guna memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

      Tujuan Pendapat Kewajaran adalah dalam rangka memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
      Nomor.42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.

      Laporan pendapat kewajaran ini digunakan untuk penggunaan di pasar modal, dan tidak
      digunakan untuk di luar maksud dan tujuan Pendapat Kewajaran tersebut, maupun penggunaan
      dalam tujuan lainnya. Dalam penugasan ini, bilamana dianggap perlu, penilai akan
      menggunakan bantuan dari luar maupun profesi lainnya.

1.8   Tanggal Pendapat Kewajaran (Cut Off Date) dan Masa Berlaku Laporan Pendapat Kewajaran

      Tanggal Pendapat Kewajaran adalah tanggal 31 Desember 2025, dimana batas tersebut diambil
      atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian.

      Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan
      Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, masa berlaku laporan pendapat kewajaran
      adalah selama 6 (enam) bulan sejak tanggal efektif pendapat kewajaran (cut off date) dalam
      laporan pendapat kewajaran.

      Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut di atas, maka masa berlaku laporan pendapat
      kewajaran ini yaitu selama 6 (enam) bulan sejak tanggal efektif pendapat kewajaran (cut off date)
      dalam laporan pendapat kewajaran.

1.9   Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran

      Ruang lingkup penyusunan Laporan Pendapat Kewajaran mengacu pada POJK Nomor
      35/POJK.04/2020 dan SEOJK Nomor 17/SEOJK.04/2020. Dengan demikian, ruang lingkup
      Pendapat Kewajaran didasarkan pada analisis kewajaran atas Rencana Transaksi, yang meliputi:

      Tabel 1. Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran
                 Aspek                                          Ketentuan Utama
                                    - Besaran dana dari objek Rencana Transaksi
       Analisis Objek Rencana
                                    - Dampak keuangan Rencana Transaksi
       Transaksi
                                    - Pertimbangan bisnis manajemen atas Rencana Transaksi
                                    - Pengaruh transaksi terhadap keuangan perusahaan
       Analisis Rencana Transaksi   - Identifikasi & hubungan pihak yang bertransaksi
                                    - Analisis perjanjian & syarat Rencana Transaksi



Halaman 11                                                    00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 13
                  Aspek                                              Ketentuan Utama
                                     - Analisis likuiditas Rencana Transaksi
                                     - Analisis manfaat & risiko Rencana Transaksi
                                     - Riwayat perusahaan & riwayat pinjam-meminjam
                                     - Analisis industri & bisnis
                                     - Analisis operasional & prospek perusahaan
                                     - Alasan dan latar belakang Rencana Transaksi
      Analisis Kualitatif
                                     - Keuntungan & kerugian kualitatif
                                     - Dampak leverage terhadap keuangan (dibanding industri sejenis)
                                     - Dampak likuiditas & kemampuan melunasi pinjaman saat jatuh tempo
                                     - Dampak jika proyek dibiayai gagal
                                     - Kinerja historis & proyeksi keuangan
                                     - Analisis rasio keuangan
                                     - Proforma Laporan Keuangan sebelum & setelah Rencana Transaksi
                                     - Analisis kemampuan bayar sampai saat jatuh tempo
      Analisis Kuantitatif
                                     - Analisis cash management dan financial covenant
                                     - Analisis yield dibanding instrumen sejenis (obligasi/kredit bank)
                                     - Incremental analysis (nilai tambah)
                                     - Sensitivity analysis (jika perlu)
                                     - Analisis kelayakan investasi;
      Analisis Kelayakan
                                     - Analisis kelayakan pelunasan utang
      Penggunaan Dana
                                     - Analisis atas faktor lain yang relevan
      Kesimpulan                     - Opini Kewajaran Rencana Transaksi
     Sumber: SEOJK Nomor 17/SEOJK.04/2020 Bab IV


1.10 Sumber Data dan Informasi

     Sumber data dan informasi yang kami gunakan dalam proses Pendapat Kewajaran Perseroan
     adalah sebagai berikut:

     a. Perseroan

        Laporan Keuangan

        Tabel 2. Keterangan Laporan Keuangan Perseroan
                                                                                            Tanggal
          No      Periode    Ket         KAP & AP                   Nomor Laporan                          Opini
                                                                                            Laporan
                                        KAP: Rintis,
                                      Jumadi, Rianto
                    31                                                                        26
                                         & Rekan          00190/2.1457/AU.1/05/0241-
           1     Desember    Audit                                                          Februari       Wajar
                                        AP: Yanto,                3/1/II/2026
                   2025                                                                      2026
                                         S.E., AK.,
                                        M.Ak., CPA
                                        KAP: Rintis,
                                      Jumadi, Rianto
                    31                                                                        26
                                         & Rekan          00180/2.1457/AU.1/05/0241-
           2     Desember    Audit                                                          Februari       Wajar
                                        AP: Yanto,                2/1/II/2025
                   2024                                                                      2025
                                         S.E., AK.,
                                        M.Ak., CPA




Halaman 12                                                          00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 14
                                                                                  Tanggal
         No      Periode    Ket      KAP & AP            Nomor Laporan                       Opini
                                                                                  Laporan
                                         KAP:
                                    Tanudiredja,
                  31                  Wibisana,                                     23
                                                     00190/2.1025/AU.1/05/0241-
          3    Desember Audit      Rintis & Rekan                                 Februari   Wajar
                                                              2/1/II/2024
                 2023                AP: Yanto,                                    2024
                                     S.E., M.Ak.,
                                         CPA
                                         KAP:
                                    Tanudiredja,
                  31                  Wibisana,                                     23
                                                     00177/2.1025/AU.1/05/0239-
          4    Desember Audit      Rintis & Rekan                                 Februari   Wajar
                                                              3/1/II/2023
                 2022                  AP: Lok                                     2023
                                   Budianto, S.E.,
                                      Ak., CPA
                                         KAP:
                                    Tanudiredja,
                  31                  Wibisana,                                     21
                                                     00121/2.1025/AU.1/05/0239-
          5    Desember Audit      Rintis & Rekan                                 Februari   Wajar
                                                              2/1/II/2022
                 2021                  AP: Lok                                     2022
                                   Budianto, S.E.,
                                      Ak., CPA
                                         KAP:
                                    Tanudiredja,
                  31                  Wibisana,                                     19
                                                     00157/2.1025/AU.1/05/0239-
          6    Desember Audit      Rintis & Rekan                                 Februari   Wajar
                                                              1/1/II/2021
                 2020                  AP: Lok                                     2021
                                   Budianto, S.E.,
                                      Ak., CPA
        Keterangan: KAP (Kantor Akuntan Publik); AP (Akuntan Publik)


        Proyeksi Keuangan dan Proforma Keuangan

        1.    Proyeksi Keuangan Perseroan Periode 31 Januari 2026 – 31 Desember 2029 (sebelum
              dan setelah) adanya Rencana Transaksi dalam format MS. Excel, yang disiapkan oleh
              manajemen Perseroan.
        2.    Proforma Keuangan Perseroan per 31 Desember 2025 (sebelum dan setelah) adanya
              transaksi yang disiapkan oleh manajemen Perseroan.

        Akta Pendirian dan Perubahan-Perubahannya – Perseroan

        1.    Akta Pendirian No. 69, di hadapan Djojo Muljadi, S.H. Akta Pendirian tersebut disahkan
              oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. Y.A.5/34/8
              tanggal 6 Februari 1973 dan diumumkan dalam Lembaran Berita Negara No. 31,
              Tambahan No. 281 tanggal 17 April 1973.
        2.    Akta No.133 tanggal 25 April 2025 yang dibuat dihadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn.,
              notaris di Jakarta, tentang perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris, yang telah
              mendapat penerimaan pemberitahuan dari Menteri Hukum Republik Indonesia sesuai
              dengan suratnya tanggal 14 Mei 2025 No.AHU-AH.01.09-0238092 Tahun 2025.
        3.    Akta No. 135 tanggal 25 April 2025 yang dibuat dihadapan Jose Dima Satria, S.H.,
              M.Kn., notaris di Jakarta, tentang perubahan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha
              yang telah mendapat Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas dari



Halaman 13                                               00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 15
                 Menteri Hukum Republik Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 14 Mei 2025 No.
                 AHU-0031112.AH.01.02.TAHUN 2025.

        Legalitas Perusahaan – Perseroan

        1.       Surat Izin Lokasi, tanggal 07 September 2018.
        2.       Nomor Pokok Wajib Pajak No. 01.308.524.6-091.000.
        3.       Tanda Daftar Perusahaan Perseroan Terbatas No. 09.04.1.46.00794, tanggal 31 Mei
                 2011.
        4.       Nomor Induk Berusaha No. 8120009960872, tanggal 07 September 2018.

        Informasi Lainnya – Perseroan

        1.       Draf Perjanjian Pinjaman (Loan Agreement) antara DTN dan SPR.
        2.       Surat Pernyataan No.LUT/109/9960/VI/2026 tanggal 25 Juni 2026 perihal informasi
                 tidak adanya benturan kepentingan atas Rencana Transaksi.
        3.       Surat Pernyataan Kebenaran Data dan Informasi tanggal 26 Juni 2026.
        4.       Daftar Permintaan Data (Information Request List).
        5.       Daftar Pertanyaan (List of Question).

     b. DTN

        Laporan Keuangan – DTN

        Tabel 3. Keterangan Laporan Keuangan DTN
                                                                                     Tanggal
         No        Periode    Ket       KAP & AP              Nomor Laporan                     Opini
                                                                                     Laporan
                                       KAP: Rintis,
                     31
                                     Jumadi, Rianto     00611/2.1457/AU.1/02/0241-   10 April
             1    Desember   Audit                                                              Wajar
                                        & Rekan                 2/1/IV/2026           2026
                    2025
                                       AP: Yanto
                                       KAP: Rintis,
                     31              Jumadi, Rianto
                                                        00557/2.1457/AU.1/02/1782-   14 April
             2    Desember   Audit      & Rekan                                                 Wajar
                                                                1/1/IV/2025           2025
                    2024                AP: Dedy
                                        Lesmana
                                       KAP: Rintis,
                     31
                                     Jumadi, Rianto     00225/2.1457/AU.1/02/0241-   28 Juni
             3    Desember   Audit                                                              Wajar
                                        & Rekan                 2/1/VI/2024           2024
                    2023
                                       AP: Yanto
                                          KAP:
                                      Tanudiredja,
                     31                                                                21
                                     Wibisana, Rintis   00327/2.1025/AU.1/02/0239-
             4    Desember   Audit                                                    Maret     Wajar
                                        & Rekan                 3/1/III/2023
                    2022                                                              2023
                                         AP: Lok
                                        Budianto
                                          KAP:
                                      Tanudiredja,
                     31                                                                31
                                     Wibisana, Rintis   00475/2.1025/AU.1/02/0239-
             5    Desember   Audit                                                    Maret     Wajar
                                        & Rekan                 2/1/III/2022
                    2021                                                              2022
                                        KAP: Lok
                                        Budianto




Halaman 14                                                 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 16
                                                                                    Tanggal
         No        Periode     Ket       KAP & AP             Nomor Laporan                    Opini
                                                                                    Laporan
                                          KAP:
                                      Tanudiredja,
                  31                                                                  31
                                     Wibisana, Rintis 00444/2.1025/AU.1/02/0239-
          6    Desember    Audit                                                     Maret     Wajar
                                        & Rekan                  1/1/III/2021
                 2020                                                                2021
                                         AP: Lok
                                        Budianto
        Keterangan: KAP (Kantor Akuntan Publik); AP (Akuntan Publik)


        Akta Pendirian dan Perubahan-Perubahannya – DTN

        1.       Akta Nota Fenny Juni Aruan No. 032 tanggal 22 Mei 2015 dengan nama PT Danusa
                 Tambang Nusantara Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
                 Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-2443737.AH.01.01.Tahun
                 2015 pada tanggal 16 Juni 2015.
        2.       Akta No. 21 tanggal 21 November 2019 yang dibuat di hadapan Marianne Vincentia
                 Hamdani notaris di Jakarta, tentang Perubahan anggaran dasar perusahaan, yang telah
                 mendapat persetujuan perubahan anggaran dasar dari Menteri Hukum Republik
                 Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 04 Desember 2019 No. AHU-
                 0101375.AH.01.02.Tahun 2019.
        3.       Akta No. 5 tanggal 10 April 2023 yang dibuat di hadapan Notaris Marianne Vincentia
                 Hamdani, S.H., berkedudukan di Jakarta Utara dan telah mendapatkan penrsetujuan dari
                 Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-AH.09.0109151 tanggal 12 April 2023.
        4.       Akta No. 2 tanggal 02 Agustus 2024 yang dibuat di hadapan Notaris Marianne Vincentia
                 Hamdani, S.H., berkedudukan di Jakarta Utara dan telah mendapatkan penrsetujuan dari
                 Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-AH.01.09-0237175 tanggal 08 Agustus
                 2024.
        5.       Akta No. 30 tanggal 20 Mei 2025 yang dibuat di hadapan Notaris Marianne Vincentia
                 Hamdani, S.H., berkedudukan di Jakarta Utara dan telah mendapatkan penrsetujuan dari
                 Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-AH.01.09-0296377 tanggal 11 Juni
                 2025.

        Legalitas Perusahaan – DTN

        1.       Surat Pernyataan Domisili, tanggal 16 Januari 2024.
        2.       Nomor Pokok Wajib Pajak No. 74.053.596.8-004.000
        3.       Surat          Izin          Usaha          Perdagangan       (SIUP)    No.
                 34799/24.1.0/31/75.00.000/1.824.271/2015 tanggal 22 Oktober 2015
        4.       Keterangan Terdaftar No. S-7538KT/WPJ.20/KP.0403/2015, tanggal 28 September
                 2015
        5.       Nomor Induk Berusaha No. 0268010040784 tanggal 8 Oktober 2020
        6.       Tanda Daftar Perseroan No. 09.03.1.46.41818 tanggal 5 November 2015

     c. SPR

        Laporan Keuangan – SPR
                                                                                    Tanggal
         No        Periode     Ket      KAP & AP             Nomor Laporan                     Opini
                                                                                    Laporan
                     31
                                            KAP:        00566/2.1457/AU.1/02/024-    7 April
             1    Desember    Audit                                                            Wajar
                                      Rintis, Jumadi,          1/1/IV/2026           2026
                    2025


Halaman 15                                                  00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 17
                                                                                    Tanggal
         No     Periode     Ket       KAP & AP             Nomor Laporan                       Opini
                                                                                    Laporan
                                    Rianto & Rekan
                                       AP: Yanto
                                           KAP:
                  31                 Rintis, Jumadi,
                                                       00341/2.1457/AU.1/02/1782-   21 Maret
          2    Desember    Audit    Rianto & Rekan                                             Wajar
                                                                1/1/III/2025         2025
                 2024                   AP: Dedy
                                        Lesmana
                                          KAP :
                  31                 Rintis, Jumadi,
                                                       00079/2.1457/AU.1/02/1130-    29 Mei
          3    Desember    Audit    Rianto & Rekan                                             Wajar
                                                                6/1/V/2024            2024
                 2023                  AP: Daniel
                                          Kohar
                                           KAP:
                                      Tanudiredja,
                  31
                                       Wibisana,       00321/2.1025/AU.1/02/1130-   17 Maret
          4    Desember    Audit                                                               Wajar
                                     Rintis & Rekan             5/1/III/2023         2023
                 2022
                                       AP: Daniel
                                          Kohar
                                           KAP:
                                      Tanudiredja,
                  31                                                                   15
                                       Wibisana,       01690/2.1025/AU.1/02/1130-
          5    Desember    Audit                                                    Desember   Wajar
                                     Rintis & Rekan            4/1/XII/2022
                 2021                                                                 2022
                                       AP: Daniel
                                          Kohar
                                           KAP:
                                      Tanudiredja,
                  31                                                                   28
                                       Wibisana,       00050/2.1025/AU.1/02/1130-
          6    Desember    Audit                                                     Januari   Wajar
                                     Rintis & Rekan             3/1/I/2022
                 2020                                                                 2022
                                       AP: Daniel
                                          Kohar
        Keterangan: KAP (Kantor Akuntan Publik); AP (Akuntan Publik)


        Akta Pendirian dan Perubahan-Perubahannya – SPR

        1.    Akta No. 08 tanggal 29 Agustus 2006 oleh Notaris Hasbullah Abdul Rasyid, S.H., M.Kn
              berkedudukan di Jakarta terkait dengan akta pendirian Perusahaan dengan nama PT
              Setia Suci Sejahtera dan telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak
              Asasi Manusia Republik Indonesia No.. W7-03075 HT.01.01-TH.2007 tanggal 23 Maret
              2007.
        2.    Akta No. 83 tanggal 16 Mei 2007 oleh Notaris Mellyani Noor Shandra, S.H
              berkedudukan di Jakarta terkait perubahan nama Perusahaan dari PT Setia Suci Sejahtera
              menjadi PT Stargate Pasific Resources dan telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak
              Asasi Manusia No.W7-08361 HT.01.01-TH-2007 tanggal 26 Juli 2007.
        3.    Akta No. 189 tanggal 27 Oktober 2008 oleh Notaris Edison Jingga, S.H., berkedudukan
              di Jakarta dan telah mendapatkan pengesahan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
              No. AHU-91081.AH.01.02.Tahun 2008 tanggal 28 November 2008.
        4.    Akta No. 100 tanggal 17 April 2017 oleh Notaris Hasbullah Abdul Rasyid, S.H,
              berkedudukan di Jakarta Selatan dan telah mendapatkan pengesahan dari Menteri
              Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-AH.01.03-0132430 tanggal 02 Mei 2017
        5.    Akta No. 165 tanggal 30 November 2023 oleh Notaris Jose Dima Satria, S.H., M.Kn,
              berkedudukan di Jakarta Selatan dan telah mendapatkan pengesahan dari Menteri



Halaman 16                                               00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 18
              Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-AH.01.03-0149399 dan No. AHU-
              AH.01.09.0191193 tanggal 30 November 2023.
         6.   Akta No. 175 tanggal 26 November 2024 oleh Notaris Vincent Sugeng Fajar, S.H.,M.Kn,
              berkedudukan di Jakarta Pusat dan telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum
              dan Hak Asasi Manusia No. AHU-AH.01.09-0282168 dan No. AHU-AH.01.03-0216013
              tanggal 01 Desember 2024.
         7.   Akta No. 27 tanggal 14 Mei 2025 oleh Notaris Jose Dima Satria, S.H., M.Kn,
              berkedudukan di Jakarta Selatan dan telah mendapatkan pengesahan dari Menteri
              Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-AH.01.09-0297314 tanggal 12 Juni 2025.

         Legalitas Perusahaan – SPR

         1.   Nomor Pokok Wajib Pajak No. 02.623.012.8-022.000
         2.   Keterangan Terdaftar No. S-00451/SKT-WP-CT/KPP.3004/2025, tanggal 08 Januari
              2025
         3.   Nomor Induk Berusaha No. 0220209721845 tanggal 14 Juli 2020
         4.   Surat Pernyataan Domisili bahwa PT Stargate Pasific Resources berkedudukan di Pasific
              Century Place Lt.18, SCBD Lot 10, Jakarta Pusat tertanggal 19 April 2023

1.11 Hasil Pelaksanaan Inspeksi

      Berdasarkan surat tugas KJPP FDI&R No.010/FDI/ST-PB/UT/IV/2026 tanggal 13 April 2026 serta
      berita acara inspeksi, kami telah melakukan Inspeksi, pengumpulan data, diskusi, verifikasi dan
      wawancara atas objek pendapat kewajaran. Surat tugas, berita acara inspeksi, dan MoM (Minutes
      of Meeting) terdapat pada lampiran laporan ini.

      Informasi Mengenai Identitas Dan Jabatan Pihak Yang Telah Diwawancarai

      Tabel 4. Indentitas dan Jabatan Pihak yang di Wawancarai
                   Nama                                Jabatan                          Perusahaan
       Rendih                                        Section Head                  PT United Tractors Tbk
       Sofi Christiana                                 Associate                   PT United Tractors Tbk
       Kevin Rosby                                   Section Head                  PT United Tractors Tbk
       Muhamad Ilham Gunawan                           Associate                   PT United Tractors Tbk
       Devista Yoga                                    Associate                   PT United Tractors Tbk
       Derick                                          Associate                   PT United Tractors Tbk
      Sumber: Surat Tugas Inspeksi, Berita Acara Inspeksi dan Minutes of Meeting

1.12 Asumsi dan Asumsi Khusus

      Asumsi:
      • Kami tidak melakukan reviu terhadap aspek hukum maupun uji tuntas aspek keuangan, oleh
         karena itu kami berasumsi bahwa objek yang kami nilai tidak mempunyai masalah hukum
         dan hak kepemilikannya adalah sah dan dapat dipasarkan.
      • Kami berasumsi bahwa objek yang ditunjukan kepada kami adalah benar merupakan objek
         dalam penilaian.

1.13 Konfirmasi Bahwa Pendapat Kewajaran Dilakukan Berdasarkan Standar

      Pendapat Kewajaran akan dilakukan berdasarkan Kode Etik Penilai Indonesia, Standar Penilaian
      Indonesia Tahun 2018 Edisi VII (KEPI-SPI Edisi VII Tahun 2018), Peraturan Otoritas Jasa Keuangan


Halaman 17                                                       00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 19
      Nomor 35/POJK.04/2020 (POJK 35/2020) serta Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik
      Indonesia Nomor 17/SEOJK.04/2020 (SEOJK 17/2020) tentang Pedoman Penilaian dan
      Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.

1.14 Metodologi Analisis Pendapat Kewajaran

      Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami telah
      melakukan analisis melalui pendekatan dan prosedur penilaian Transaksi yang mencakup hal–
      hal sebagai berikut:

      a. Analisis Rencana Transaksi berupa pengaruh transaksi terhadap keuangan perusahaan,
         identifikasi & hubungan pihak yang bertransaksi, analisis perjanjian & syarat Rencana
         Transaksi, analisis likuiditas Rencana Transaksi, serta analisis manfaat & risiko Rencana
         Transaksi.
      b. Analisis Kualitatif berupa riwayat perusahaan & riwayat pinjam-meminjam dana, analisis
         industri & bisnis, analisis operasional & prospek perusahaan, alasan dan latar belakang
         Rencana Transaksi, keuntungan & kerugian kualitatif, dampak leverage terhadap keuangan
         (dibanding industri sejenis), dampak likuiditas & kemampuan melunasi pinjaman saat jatuh
         tempo, serta dampak jika proyek dibiayai gagal.
      c. Analisis Kuantitatif berupa kinerja historis perusahaan, penilaian atas proyeksi keuangan,
         analisis rasio keuangan, proforma laporan keuangan sebelum & setelah Rencana Transaksi,
         analisis kemampuan bayar sampai saat jatuh tempo, analisis cash management dan financial
         covenant, analisis yield dibanding instrumen sejenis (obligasi/kredit bank), incremental
         analysis (nilai tambah), serta sensitivity analysis (jika diperlukan).
      d. Analisis Kelayakan Penggunaan Dana atas Rencana Transaksi berupa Analisis kelayakan
         investasi, Analisis kelayakan pelunasan utang serta Analisis atas faktor lain yang relevan.
      e. Kesimpulan Analisis atas Rencana Transaksi berupa Opini Kewajaran Rencana Transaksi.

1.15 Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli

      Dalam memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi, KJPP FDI&R tidak
      menggunakan hasil pekerjaan tenaga ahli dari luar.

1.16 Pernyataan Independensi Penilai

      Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini, KJPP FDI&R bertindak secara
      independen tanpa adanya benturan kepentingan, dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, DTN
      dan SPR ataupun pihak pihak lainnya yang terafiliasi dengan dengan Perseroan, DTN dan SPR.
      KJPP FDI&R juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan
      penugasan ini. Laporan pendapat kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan
      atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh
      kewajaran nilai yang dihasilkan dari proses analisis kewajaran ini.

1.17 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event)

      Dari tanggal pendapat kewajaran atas kewajaran Rencana Transaksi (cut-off date) per 31
      Desember 2025 hingga Laporan Pendapat Kewajaran ini diterbitkan terdapat kejadian penting
      setelah tanggal pendapat kewajaran atas kewajaran Rencana Transaksi (Subsequent Event) yang
      tidak mempengaruhi hasil pendapat kewajaran yaitu:




Halaman 18                                              00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 20
     1. Berdasarkan Akta Notaris Nomor 117 tanggal 20 Mei 2026 yang dibuat oleh Notaris Jose
        Dima Satria, S.H., M.Kn sebagaimana telah diterima dan dicatat dalam Surat Penerimaan
        Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan Kementerian Hukum Republik Indonesia Nomor
        AHU-AH.01.09-0309460 tanggal 5 Juni 2026, Perseroan telah melakukan perubahan
        susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan, sehingga susunan Dewan Komisaris dan
        Direksi Perseroan sebagai berikut:

        Dewan Komisaris:

        Presiden Komisaris   : Frans Kesuma
        Komisaris Independen : Paulus Bambang Widjanarko
        Komisaris Independen : Ignasius Jonan
        Komisaris Independen : Bruce Malcolm Cox
        Komisaris            : Rudy
        Komisaris            : Gita Tiffani Boer
        Komisaris            : Djoko Pranoto Santoso
        Komisaris            : Lincoln Pan

        Direksi:

        Presiden Direktur        : Iwan Hadiantoro
        Direktur                 : Idot Supriadi
        Direktur                 : Ari Sutrisno
        Direktur                 : Widjaja Kartika
        Direktur                 : Vilihati Surya
        Direktur                 : Hendra Hutahean
        Direktur                 : Andreas

     2. Berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang efek Perseroan sebagaimana telah
        disampaikan Perseroan kepada masyarakat per tanggal 31 Mei 2026, struktur kepemilikan
        saham Perseroan adalah sebagai berikut:

                                                 Jumlah Lembar    Jumlah Nominal
                    Pemegang saham                                                      (%)
                                                    Saham            (Rp. Juta)
         PT Astra International Tbk              2.219.317.358           554.829        59,50%
         Masyarakat (< 5%)                       1.295.480.378           323.870        34,73%
         Saham treasuri                            215.337.400            53.834         5,77%
         Jumlah                                  3.730.135.136           932.533       100,00%

     3. Berdasarkan Catatan atas Laporan Keuangan SPR untuk tahun yang berakhir pada tanggal
        31 Desember 2025 oleh KAP Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan dengan nomor laporan
        00190/2.1457/AU.1/05/0241-3/1/II/2026, SPR mengakui beban akrual atas denda
        administratif yang dikenakan kepada SPR. Beban akrual tersebut diakui dalam akun “kerugian
        lainnya, bersih” pada laporan laba rugi SPR tahun 2025.

        Selanjutnya, pada tanggal 16 Maret 2026 SPR telah melakukan pembayaran atas beban
        akrual denda administratif tersebut. Dengan demikian, kewajiban yang sebelumnya diakui
        sebagai beban akrual pada laporan keuangan SPR per 31 Desember 2025 telah
        direalisasikan melalui pembayaran setelah tanggal laporan keuangan.




Halaman 19                                             00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 21
     4. Berdasarkan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan 2026 DTN tertanggal 15
        April 2026, DTN telah melakukan perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi,
        sehingga susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan sebagai berikut:

        Dewan Komisaris
        Presiden Komisaris          : Iwan Hadiantoro
        Komisaris                   : Hendra Hutahean

        Direksi
        Presiden Direktur           : Muliady Sutio
        Direktur                    : Noviandri
        Direktur                    : Ruli Tanio
        Direktur                    : Arga Firmansyah

     5. Hubungan Para Pihak Yang Terlibat Dalam Rencana Transaksi
             No Nama                               Perseroan         DTN         SPR       Keterangan
                                                    Presiden
              1 Frans Kesuma                                          (-)         (-)      Tidak Afiliasi
                                                   Komisaris
                                                   Komisaris
              2 Paulus Bambang Widjanarko                             (-)         (-)      Tidak Afiliasi
                                                  Independen
                                                   Komisaris
              3 Ignasius Jonan                                        (-)         (-)      Tidak Afiliasi
                                                  Independen
                                                   Komisaris
              4 Bruce Malcolm Cox                                     (-)         (-)      Tidak Afiliasi
                                                  Independen
              5 Rudy                               Komisaris          (-)         (-)      Tidak Afiliasi
              6 Gita Tiffani Boer                  Komisaris          (-)         (-)      Tidak Afiliasi
              7 Djoko Pranoto Santoso              Komisaris          (-)         (-)      Tidak Afiliasi
              8 Lincoln Pan                        Komisaris          (-)         (-)      Tidak Afiliasi
                                                   Presiden        Presiden    Presiden
              9 Iwan Hadiantoro                                                             Terafiliasi
                                                   Direktur        Komisaris   Komisaris
             10 Idot Supriadi                      Direktur           (-)         (-)      Tidak Afiliasi
             11 Ari Sutrisno                       Direktur           (-)         (-)      Tidak Afiliasi
             12 Widjaja Kartika                    Direktur           (-)         (-)      Tidak Afiliasi
             13 Vilihati Surya                     Direktur           (-)         (-)      Tidak Afiliasi
             14 Hendra Hutahean                    Direktur        Komisaris   Komisaris    Terafiliasi
             15 Andreas                            Direktur           (-)         (-)      Tidak Afiliasi
                                                                   Presiden    Presiden
             16 Muliady Sutio                           (-)                                 Terafiliasi
                                                                   Direktur    Direktur
             17 Noviandri                               (-)        Direktur    Direktur     Terafiliasi
             18 Ruli Tanio                              (-)        Direktur    Direktur     Terafiliasi
             19 Arga Firmansyah                         (-)        Direktur       (-)      Tidak Afiliasi
             20 Eddy                                    (-)           (-)      Komisaris   Tidak Afiliasi
             21 Dixon                                   (-)           (-)      Direktur    Tidak Afiliasi
             22 F Sandhy Herry                          (-)           (-)      Direktur    Tidak Afiliasi
             23 Aris Tandiarrang                        (-)           (-)      Direktur    Tidak Afiliasi
             Keterangan: (-) Tidak memiliki hubungan afiliasi




Halaman 20                                                     00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 22
                                                 BAB II
                                   ANALISIS ATAS RENCANA TRANSAKSI



2.1.   Analisis Objek Rencana Transaksi

2.1.1 Besaran Dana dari Objek Rencana Transaksi

       Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Manajemen Perseroan serta mengacu pada
       rancangan ketentuan transaksi yang disampaikan kepada Penilai, diketahui bahwa rencana
       transaksi merupakan fasilitas pinjaman pemegang saham (shareholder loan) yang diberikan oleh
       DTN kepada SPR dengan nilai maksimum fasilitas sebesar Rp900.000.000.000 (sembilan ratus
       miliar rupiah).

2.1.2 Dampak Keuangan atas Rencana Transaksi

       Dampak keuangan atas Rencana Transaksi dapat dilihat dari perubahan keuangan pada pos-
       pos yang terdampak. Pada Rencana Transaksi ini, dampak keuangan atas Rencana Transaksi
       disajikan pada tabel berikut:

       Tabel 5. Dampak Keuangan atas Rencana Transaksi – Proforma Laporan Keuangan Perseroan
                                                                             (dalam juta Rupiah)
                                                  Audited                              Proforma
               Laporan Posisi Keuangan
                                              31 Desember 2025   Penyesuaian       31 Desember 2025
        Aset
        Aset Lancar
        Kas dan Setara Kas                          26.570.772                 0         26.570.772
        Piutang Usaha
        Pihak Ketiga                                18.559.795                           18.559.795
        Pihak Berelasi                               1.357.868                            1.357.868
        Piutang Non Usaha
        Pihak Ketiga                                   492.811                              492.811
        Pihak Berelasi                               1.203.084                 0          1.203.084
        Persediaan                                  16.729.809                           16.729.809
        Proyek dalam Pelaksanaan                        28.698                               28.698
        Pihak Ketiga
        Pihak Berelasi
        Pajak Dibayar Dimuka
        Pajak Penghasilan Badan                      1.653.543          7.953             1.661.496
        Pajak Lain-lain                              3.643.857                            3.643.857
        Uang Muka dan Biaya Dibayar Dimuka           1.543.309                            1.543.309
        Aset Lancar Lain-lain                          357.480                              357.480
        Total Aset Lancar                           72.141.026          7.953            72.148.979


        Aset Tidak Lancar
        Kas dan deposito berjangka yang
                                                       787.806                              787.806
        dibatasi penggunaannya
        Piutang usaha
        Pihak Ketiga                                   453.411                              453.411
        Pihak Berelasi                                  18.957                               18.957


Halaman 21                                              00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 23
                                                  Audited                              Proforma
               Laporan Posisi Keuangan
                                              31 Desember 2025   Penyesuaian       31 Desember 2025
      Piutang Non Usaha
      Pihak Ketiga                                      88.336                               88.336
      Pihak Berelasi                                 3.103.936                            3.103.936
      Persediaan                                       105.530                              105.530
      Pajak dibayar dimuka
      Pajak Penghasilan Badan                        1.446.559                            1.446.559
      Pajak Lain-lain                                1.650.429                            1.650.429
      Uang muka dan biaya dibayar dimuka               793.619                              793.619
      Investasi pada entitas asosiasi
      Investments in associates dan ventura         17.223.562                           17.223.562
      bersama
      Investasi jangka panjang                       3.175.766                            3.175.766
      Aset tetap                                    45.296.550                           45.296.550
      Properti pertambangan                         14.809.384                           14.809.384
      Properti investasi                               244.469                              244.469
      Beban eksplorasi dan pengembangan
                                                     2.768.518                            2.768.518
      tangguhan
      Aset tambang berproduksi                       3.958.340                            3.958.340
      Beban tangguhan                                1.169.123                            1.169.123
      Aset pajak tangguhan                           4.891.419                            4.891.419
      Goodwill                                       3.510.559                            3.510.559
      Total Aset Tidak Lancar                      105.496.273                 0        105.496.273
      Total Aset                                   177.637.299         7.953            177.645.252


      Liabilitas
      Liabilitas Jangka Pendek
      Utang usaha
      Pihak Ketiga                                  29.095.249                           29.095.249
      Pihak Berelasi                                   213.679                              213.679
      Utang non-usaha
      Pihak Ketiga                                   1.132.969                            1.132.969
      Pihak Berelasi                                    87.548                 0             87.548
      Utang pajak
      Pajak Penghasilan Badan                          825.803         7.953                833.756
      Pajak Lain-lain                                  584.846                              584.846
      Akrual                                         6.692.531                            6.692.531
      Uang muka pelanggan
      Pihak Ketiga                                     857.034                              857.034
      Pihak Berelasi                                    44.175                               44.175
      Pendapatan tangguhan                           1.021.152                            1.021.152
      Liabilitas imbalan kerja                       1.053.575                            1.053.575
      Pinjaman bank jangka pendek                      560.000                              560.000
      Bagian jangka pendek dari utang
      jangka panjang
      Pinjaman Bank                                  9.682.666                            9.682.666
      Liabilitas Sewa                                  801.430                              801.430
      Pinjaman Lain-lain                               560.318                              560.318



Halaman 22                                              00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 24
                                                    Audited                                Proforma
              Laporan Posisi Keuangan
                                                31 Desember 2025     Penyesuaian       31 Desember 2025
      Pinjaman bank jangka pendek dari
      Liabilitas Keuangan Jangka Panjang
      Lain-lain
      Total Liabilitas Jangka Pendek                  53.212.975            7.953            53.220.928


      Liabilitas Jangka Panjang
      Liabilitas pajak tangguhan                       3.768.016                              3.768.016
      Provisi rehabilitasi, reklamasi, dan
                                                       1.154.627                              1.154.627
      penutupan tambang
      Liabilitas imbalan kerja                         5.497.626                              5.497.626
      Utang jangka panjang, setelah
      dikurangi bagian jangka pendek
      Pinjaman Bank                                    6.054.620                              6.054.620
      Liabilitas Sewa                                    976.309                                976.309
      Pinjaman Lain-lain                                 281.698                                281.698
      Liabilitas keuangan jangka panjang
                                                       3.555.105                              3.555.105
      lain-lain
      Total Liabilitas Jangka Panjang                 21.288.001                   0         21.288.001
      Total Liabilitas                                74.500.976            7.953            74.508.929


      Ekuitas
      Ekuitas yang diatribusikan kepada
      entitas induk
      Modal Disetor                                      932.534                                932.534
      Tambahan Modal Disetor                           9.703.937                              9.703.937
      Saham Tresuri                                   -4.902.237                             -4.902.237
      Saldo Laba
      Dicadangkan                                        186.507                                186.507
      Belum Dicadangkan                               85.547.627            4.136            85.551.763
      Selisih kurs dari penjabaran Laporan
                                                       9.227.066                              9.227.066
      keuangan
      Cadangan lindung nilai                          (2.065.280)                            -2.065.280
      Cadangan penyesuaian nilai wajar aset
                                                          19.386                                 19.386
      tetap
      Transaksi dengan Kepentingan
                                                        (875.920)                              -875.920
      Nonpengendali
      Total Ekuitas yang diatribusikan kepada
                                                      97.773.620                             97.777.756
      entitas induk
      Kepentingan Nonpengandali                        5.362.703           (4.136)            5.358.567


      Total Ekuitas                                  103.136.323                            103.136.323
      Total Liabilitas dan Ekuitas                  177.637.299                             177.645.252
     Sumber: Proforma Laporan Keuangan Perseroan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi – 31 Desember 2025


     Tabel 6. Dampak Keuangan atas Rencana Transaksi – Proforma Laporan Keuangan Perseroan
                                                                           (dalam juta Rupiah)
                                                    Audited                                Proforma
              Laporan Posisi Keuangan
                                                31 Desember 2025     Penyesuaian       31 Desember 2025
      Pendapatan bersih                              131.300.810                            131.300.810
      Beban pokok pendapatan                        (101.597.306)                          (101.597.306)



Halaman 23                                                 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 25
                                                     Audited                             Proforma
             Laporan Posisi Keuangan
                                                 31 Desember 2025    Penyesuaian     31 Desember 2025
      Laba bruto                                       29.703.504                           29.703.504
      Beban penjualan                                  (1.597.792)                          (1.597.792)
      Beban umum dan administrasi                      (6.040.414)                          (6.040.414)
      Beban lain-lain, bersih                            (256.226)                           (256.226)
      Penghasilan keuangan                              1.244.489                            1.244.489
      Biaya keuangan                                   (2.625.818)                          (2.625.818)
      Bagian atas laba bersih entitas asosiasi
                                                         (245.576)                           (245.576)
      dan ventura bersama
      Laba sebelum pajak penghasilan                   20.182.167                           20.182.167
      Beban pajak penghasilan                          (5.005.403)                          (5.005.403)
      Laba tahun berjalan                              15.176.764                           15.176.764


      Laba Setelah Pajak Yang Didistribusilan
      Kepada
      Pemilik Entitas Induk                            14.810.434           4.136           14.814.570
      Kepentingan Non-Pengendali                          366.330          (4.136)             362.194
      Total Laba Setelah Pajak                       15.176.764                              15.176.764
     Sumber: Proforma Laporan Keuangan Perseroan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi – 31 Desember 2025


     Dampak dari Rencana Transaksi terhadap keuangan Perseroan diantaranya:
     • Terdapat penerimaan kas sebesar Rp900 miliar dari sisi SPR yang merupakan perusahaan
       terafiliasi dengan Perseroan dan kas keluar sebesar Rp900 miliar dari sisi DTN yang
       merupakan anak perusahaan Perseroan lewat penyertaan langsung dan tidak langsung, pada
       tingkat Perseroan, masing masing penerimaan kas dan kas keluar tersebut dieliminasi akibat
       konsolidasi grup entitas sehingga penerimaan kas dan kas keluar atas pinjaman tidak
       mengubah posisi kas dan setara kas Perseroan setelah Rencana Transaksi per tanggal
       pendapat kewajaran.
     • Terdapat beban bunga sebesar Rp53,0 miliar dan utang pajak pph 23 sebesar Rp7,95 miliar
       dari sisi SPR yang merupakan perusahaan terafiliasi dengan Perseroan dan pendapatan bunga
       sebesar Rp53,0 miliar serta pajak pph 23 dibayar dimuka sebesar Rp7,95 miliar akibat beban
       bunga yang timbul dari Rencana Transaksi. Pada tingkat Perseroan, masing masing beban
       bunga, dan pendapatan bunga tersebut dieliminasi akibat konsolidasi grup entitas sehingga
       beban bunga dan pendapatan bunga atas pinjaman tidak mengubah posisi penghasilan
       keuangan dan beban keuangan Perseroan setelah Rencana Transaksi per tanggal pendapat
       kewajaran.
     • Terdapat manfaat pajak sebesar Rp11,66 miliar dari sisi SPR akibat adanya beban bunga
       sehingga mengurangi laba kena pajak SPR, dari sisi DTN terdapat beban pajak sebesar
       Rp11,66 miliar akibat pendapatan bunga sehingga meningkatkan laba kena pajak
       perusahaan. Pada tingkat Perseroan, masing masing manfaat pajak, dan beban pajak tersebut
       dieliminasi akibat konsolidasi grup entitas sehingga manfaat pajak dan beban pajak atas
       beban dan pendapatan bunga tidak mengubah posisi beban pajak dan manfaat pajak
       Perseroan setelah Rencana Transaksi per tanggal pendapat kewajaran.
     • Terdapat kenaikan laba yang didistribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp4,13
       miliar akibat distribusi 10% kepemilikan SPR pada pemegang saham lain terhadap beban
       bunga dan manfaat pajak setelah Rencana Transaksi.

     Secara garis besar, Rencana Transaksi tidak memberikan dampak signifikan terhadap laporan
     posisi keuangan dan laba rugi Perseroan per tanggal pendapat kewajaran sebelum dan setelah


Halaman 24                                                  00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 26
       Rencana Transaksi. Perbedaan timbul pada pos manfaat pajak penghasilan dan utang pajak
       penghasilan akibat pph 23 pendapatan dan beban bunga. Selain itu perbedaan timbul akibat
       distribusi 10% kepemilikan SPR pada pemegang saham lain terhadap beban bunga dan manfaat
       pajak setelah Rencana Transaksi.

2.1.3 Pertimbangan Bisnis Manajemen atas Rencana Transaksi

       Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Manajemen Perseroan, rencana transaksi dilakukan
       sehubungan dengan kebutuhan dukungan modal kerja (working capital support) bagi SPR guna
       mendukung kegiatan operasional perusahaan dan menjaga keberlangsungan aktivitas usaha
       secara optimal. Fasilitas pinjaman pemegang saham yang diberikan oleh DTN diharapkan dapat
       memberikan fleksibilitas pendanaan bagi SPR dalam memenuhi kebutuhan operasional
       perusahaan secara tepat waktu, sehingga kegiatan usaha dan pengembangan operasional SPR
       dapat berjalan sesuai rencana Manajemen Perseroan.

2.2.   Analisis Rencana Transaksi

2.2.1 Pengaruh Rencana Transaksi Terhadap Keuangan Perusahaan

       Pengaruh transaksi terhadap keuangan perusahaan dapat dianalisis dari laporan keuangan
       proforma perusahaan sebelum dan setelah melakukan transaksi. Analisis dilakukan
       menggunakan rasio fundamental perusahaan berupa rasio likuiditas dan rasio solvabilitas untuk
       melihat bagaimana Rencana Transaksi mempengaruhi fundamental perusahaan.

       Tabel 7. Pengaruh Rencana Transaksi Terhadap Laporan Keuangan – Rasio Likuiditas
               Rasio Likuiditas         Sebelum Transaksi        Setelah Transaksi      Selisih Perubahan
        Current Ratio                       1,355704X               1,355651X               0,000053X
        Quick Ratio                         1,041310X               1,041304X               0,000006X
        Cash Ratio                          0,499329X               0,499254X               0,000075X
       Sumber: Analisis KJPP FDI&R


       Tabel 8. Pengaruh Rencana Transaksi Terhadap Laporan Keuangan – Rasio Solvabilitas
              Rasio Solvabilitas        Sebelum Transaksi        Setelah Transaksi      Selisih Perubahan
        Debt to Assets Ratio                0,106493X               0,106488X               0,000005X
        Debt to Equity Ratio                0,183418X               0,183418X               0,000000X
        Times Interest Earned               8,403209X               8,403209X               0,000000X
       Sumber: Analisis KJPP FDI&R


       Dilihat dari rasio likuiditas sebelum dan setelah Rencana Transaksi, terdapat selisih tidak signifikan
       pada current ratio, quick ratio, dan cash ratio sebelum dan setelah Rencana Transaksi. Hal tersebut
       karena timbulnya pajak dibayar dimuka atas pajak penghasilan badan dan utang pajak atas
       pajak penghasilan badan.

       Pada analisis solvabilitas, Rencana Transaksi tidak memberikan dampak signifikan pada Debt to
       Assets Ratio dan tidak memberikan dampak pada Debt to Equity Ratio Perseroan serta Times
       Interest Earned Perseroan. Adanya sedikit dampak tersebut karena pinjaman yang diberikan
       Perseroan bersumber dari dana internal dan dari dana yang dipinjamkan, timbul kenaikan pada
       pos pajak dibayar dimuka berupa pajak penghasilan badan sehingga meningkatkan total aset
       perseroan dan menurunkan rasio Debt to Asset perseroan.




Halaman 25                                                    00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 27
2.2.2 Identifikasi & Hubungan Pihak Yang Bertransaksi

      Identifikasi Pihak yang Bertransaksi

      A. Perseroan

         Riwayat Singkat

         Perseroan didirikan di Indonesia pada tanggal 13 Oktober 1972 dengan nama PT Inter Astra
         Motor Works, berdasarkan Akta Pendirian No. 69, di hadapan Djojo Muljadi, S.H. Akta
         Pendirian tersebut disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat
         Keputusan No. Y.A.5/34/8 tanggal 6 Februari 1973 dan diumumkan dalam Lembaran Berita
         Negara No. 31, Tambahan No. 281 tanggal 17 April 1973.

         Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Perubahan
         Anggaran Dasar terakhir terkait dengan perubahan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha
         Perseroan sebagaimana dituangkan dalam Akta No. 135 tanggal 25 April 2025 yang dibuat
         dihadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, yang telah mendapat persetujuan
         perubahan anggaran dasar dari Menteri Hukum Republik Indonesia sesuai dengan suratnya
         tanggal 14 Mei 2025 No. AHU-0031112.AH.01.02.TAHUN 2025.

         Selain itu, Perseroan telah melakukan perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris
         sebagaimana dituangkan dalam Akta No.133 tanggal 25 April 2025 yang dibuat dihadapan
         Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, yang telah mendapat penerimaan
         pemberitahuan dari Menteri Hukum Republik Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 14
         Mei 2025 No.AHU-AH.01.09-0238092 Tahun 2025.

         Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1973. Perseroan berkedudukan di
         Jakarta, Indonesia.

         Perseroan dikendalikan oleh induk perusahaannya PT Astra International Tbk, perusahaan
         yang didirikan di Indonesia. Pemegang saham terbesar PT Astra International Tbk adalah
         Jardine Cycle & Carriage Ltd., perusahaan yang didirikan di Singapura. Jardine Cycle &
         Carriage Ltd. Adalah anak perusahaan dari Jardine Matheson Holdings Ltd., perusahaan yang
         didirikan di Bermuda.

         Kegiatan Usaha

         Ruang lingkup kegiatan utama Perseroan dan entitas anak (bersama-sama disebut “Grup”)
         meliputi penjualan dan penyewaan alat berat beserta pelayanan purna jual; penambangan
         dan kontraktor penambangan; pengolahan mineral; rekayasa, perencanaan, perakitan, dan
         pembuatan komponen mesin, alat, peralatan, dan alat berat; pembuatan kapal serta jasa
         perbaikannya; penyewaan kapal dan angkutan pelayaran; industri konstruksi; dan energi.

         Informasi Umum

         Alamat Perseroan    : Jl. Raya Bekasi Km 22, Cakung, Jakarta Timur, Indonesia, 13910
         No. Telp / Fax      : +62 21 2457 9999
         Website             : www.unitedtractors.com
         Email               :-



Halaman 26                                               00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 28
        Susunan Kepemilikan Saham

        Berdasarkan Informasi Manajemen Perseroan, susunan kepemilikan saham Perseroan per 31
        Desember 2025 adalah sebagai berikut:

        Tabel 9. Struktur Pemegang Saham Perseroan
                                                                                    Jumlah Nominal
         No        Pemegang Saham             Jumlah Lembar Saham   Proporsi (%)
                                                                                       (Rp Juta)
          1   PT Astra International Tbk            2.219.317.358        59,50%               554.829
              Masyarakat (masing-masing
          2                                         1.357.478.878        36,39%               338.353
              kepemilikan dibawah 5%)
          3   Saham Treasury                          153.338.900         4,11%                 39.352
              Jumlah                                3.730.135.136      100,00%                932.534
        Keterangan: Nilai nominal Rp.250 per lembar saham
        Sumber: Informasi Manajemen Perseroan
        *Pada tanggal laporan pendapat kewajaran ini dikeluarkan, susunan pemegang saham Perseroan tidak
        mengalami perubahan, namun terdapat perubahan pada masyarakat dan saham treasuri sebagaimana
        tercantum dalam bagian 1.17 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events).


        Susunan Pengurus

        Berdasarkan informasi manajemen Perseroan dan akta No. 133 tanggal 25 April 2025 yang
        dibuat di hadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, yang telah mendapat
        pemberitahuan penerimaan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
        sesuai dengan suratnya tanggal 14 Mei 2025 No.AHU-AH.01.09- 0238092, Susunan Dewan
        Komisaris, Direksi, dan Komite Audit Perseroan per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

        Dewan Komisaris
        Presiden Komisaris                 : Djony Bunarto Tjondro
        Wakil Presiden Komisaris           : Rudy
        Komisaris Independen               : Paulus Bambang Widjanarko
        Komisaris Independen               : Bruce Malcolm Cox
        Komisaris Independen               : Ignasius Jonan
        Komisaris                          : Djoko Pranoto Santoso
        Komisaris                          : Gita Tiffani Boer
        Komisaris                          : Benjamin Herrenden Birks

        Direksi
        Presiden Direktur                  : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
        Direktur                           : Loudy Irwanto Ellias
        Direktur                           : Iwan Hadiantoro
        Direktur                           : Idot Supriadi
        Direktur                           : Widjaja Kartika
        Direktur                           : Vilihati Surya
        Direktur                           : Ari Sutrisno
        Direktur                           : Hendra Hutahean




Halaman 27                                                 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 29
        Komite Audit
        Ketua                             : Ignasius Jonan
        Anggota                           : Wanny Wijaya
        Anggota                           : Mario C. Surung Gultom

        *Pada saat laporan ini dikeluarkan, terdapat perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan
        seperti yang dinyatakan dalam bab 1.17 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events).


     B. DTN

        Riwayat Singkat

        DTN didirikan berdasarkan Akta No. 32 yang dibuat dihadapan Marianne Vincentia Hamdani,
        SH, notaris di Jakarta, tanggal 22 Mei 2015. Akta Pendirian tersebut telah disetujui oleh
        Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Suratnya No. AHU-
        2443737.AH.01.01 tanggal 16 Juni 2015. Anggaran Dasar DTN telah mengalami perubahan
        dari waktu ke waktu. Perubahan terakhir berdasarkan pada Akta Notaris No. 267 tanggal 27
        Desember 2023 dari Notaris Jose Dima Satria, S.H., M.Kn, Notaris di Kota Administrasi Jakarta
        Selatan, tentang peningkatan modal disetor dan ditempatkan DTN. Kementerian Hukum dan
        Hak Asasi Manusia Republik Indonesia telah menerima dan mencatat perubahan tersebut
        berdasarkan Surat Pemberitahuan No. AHU-AH.01.03-0164064 tanggal 28 Desember 2025.
        DTN dan anak perusahaannya menjalankan usaha di bidang pertambangan mineral. Kantor
        pusat DTN berlokasi di Jalan Rawagelam I No. 9, Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur
        13930. DTN merupakan anak perusahaan dari Perseroan, suatu perusahaan yang didirikan
        di Republik Indonesia.

        Kegiatan Usaha

        Kegiatan Usaha DTN berdasarkan Nomor Induk Berusaha adalah di bidang Perdagangan
        Besar Logam dan Bijih Logam (KBLI 44620). Sedangkan berdasarkan Akta No. 21 tanggal 21
        November 2019, kegiatan usaha DTN meliputi:
        a. Pertambangan Emas dan Perak. Kelompok ini mencakup usaha penambangan dan
            pengolahan bijih emas dan perak. Kegiatan pembersihan, pemisahan dan pemurnian
            yang tidak dapat dipisahkan secara administratif dari usaha pertambangan bijih emas dan
            perak dimasukkan dalam kelompok ini.
        b. Industri Pembuatan Logam Dasar Mulia. Kelompok ini mencakup usaha permurnian,
            peleburan, pemaduan dan penuangan logam mulia dalam bentuk dasar (ingot, billet,
            slab, batang, pellet, block, pig, paduan dan bubuk) seperti ingot perak, ingot emas, pellet
            platina dan sebagainya.
        c. Perdangangan Besar Logam dan Bijih Logam. Kelompok ini mencakup usaha
            perdagangan besar bijih logam dan logam dasar, seperti bijih besi dan bijih bukan besi
            dalam bentuk dasar, seperti bijih nikel, bijih tembaga, alumunium, besi, baja dan
            perdagangan besar produk logam besi dan bukan besi setengah jadi ydtl dan lainnya.
            Termasuk perdagangan besar emas dan logam mulia lain (perak, platina).

        Informasi Umum

        Alamat Perseroan : Jalan Rawa Gelam I Nomor 9, Kawasan Industri Pulo Gadung,
                         Desa/Kelurahan Jatinegara, Kec. Cakung, Kota Adm. Jakarta Timur,
                         Provinsi DKI Jakarta, Kode Pos: 13930.
        No. Telp / Fax   :-


Halaman 28                                                   00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 30
        Website               :-
        Email                 :-

        Susunan Kepemilikan Saham

        Berdasarkan Informasi Manajemen DTN dan Laporan Keuangan Audit 31 Desember 2025,
        susunan kepemilikan saham DTN per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

        Tabel 10. Struktur Pemegang Saham DTN
                                                 Jumlah Lembar
         No            Pemegang Saham                                Proporsi (%)     Jumlah (juta Rupiah)
                                                    Saham
             1   PT United Tractors Tbk               1.740.777           60,00%               17.407.770
             2   PT Pamapersada Nusantara             1.160.518           40,00%               11.605180
                 Jumlah                               2.901.295          100,00%               29.012.950
        Keterangan: Nilai nominal Rp.1.000.000 per lembar saham
        Sumber: Laporan Keuangan DTN 31 Desember 2025


        Susunan Pengurus

        Berdasarkan Akta No. 30 tanggal 20 Mei 2025, Susunan Dewan Komisaris, Direksi, dan
        Komite Audit DTN per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

        Dewan Komisaris
        Presiden Komisaris                : Frans Kesuma
        Komisaris                         : Hendra Hutahean
        Komisaris                         : Vilihati Surya

        Direksi
        Presiden Direktur                 : Iwan Hadiantoro
        Direktur                          : Muliady Sutio
        Direktur                          : Matius
        Direktur                          : Ruli Tanio
        Direktur                          : Arga Firmansyah

        *Pada tanggal laporan pendapat kewajaran ini dikeluarkan, terdapat perubahan susunan Dewan
        Komisaris dan Direksi DTN seperti yang dinyatakan dalam bagian 1.17 Kejadian Penting Setelah Tanggal
        Penilaian (Subsequent Events).


     C. SPR

        Riwayat Singkat

        SPR adalah perusahaan yang didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 8 tanggal 29 Agustus
        2006 oleh Notaris Hasbullah Abdul Rasyid, S.H.,M.Kn dengan nama PT Setia Suci Sejahtera.
        Anggaran Dasar Perusahaan telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
        Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. W7-03075.HT.01-TH.2007 tanggal 23
        Maret 2007. Perubahan anggaran dasar dilakukan pada tanggal 16 Mei 2017, di mana PT
        Setia Suci Sejahtera berubah nama menjadi PT Stargate Pasific Resources. Perubahan nama
        tersebut dilakukan berdasarkan Akta Notaris No. 83 dari Mellyani Noor, S.H., notaris di
        Jakarta, tanggal 16 Mei 2007 dan disahkan oleh Surat Keputusan Kementerian Hukum dan
        Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. W7-08361HT.01.04-TH.2007 tanggal 26 Juli


Halaman 29                                                  00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 31
        2017. Anggaran Dasar Perusahaan terakhir diubah dengan Akta Notaris No. 27 tanggal 14
        Mei 2025 dari Vincent Sugeng Fajar, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, mengenai di antaranya,
        penunjukkan Kembali dewan komisaris dan direksi. Hal ini telah disahkan oleh Menteri Hukum
        Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-AH.01.09-0297314 tanggal 12 Juni
        2025.

        SPR adalah perusahaan pertambangan nikel yang berlokasi di Langgikima, Kabupaten
        Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara. Perusahaan ini memiliki total 2 IUP dengan luas
        1.674 hektar yang mencakup 4 blok prospek, yaitu Lameruru, Molore, Tobimeita, dan
        Alenggo. Saat ini operasi penambangan aktif dilakukan di Blok Lameruru dan Blok Molore,
        dengan kapasitas produksi mencapai 2,5 juta metrik ton bijih nikel per tahun dan kapasitas
        pengiriman sebesar 2,0 juta metrik ton per tahun. Lokasi tambang yang strategis berada di
        antara dua smelter nikel terbesar, yakni Tsingshan Group dan Virtue Dragon, menjadikan SPR
        sebagai area strategis dalam rantai pasok nikel regional.

        Untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang, SPR tengah mengembangkan fasilitas
        peleburan sendiri berupa RKEF (Rotary Kiln Electrical Furnace) yang ditargetkan mulai
        beroperasi pada tahun 2026 dengan kapasitas produksi NPI (Nickel Pig Iron) sebesar 12.000–
        15.000 ton nikel per tahun. Perusahaan juga mengoperasikan dua jetty dengan kapasitas
        masing-masing 3 tongkang di Lameruru (270 kt/bulan) dan Molore (150 kt/bulan). Ke
        depannya, SPR berencana mengembangkan Blok Tobimeita dan Alenggo pada tahun 2036,
        sekaligus membangun hauling road sepanjang 4–5 km yang menghubungkan Lameruru ke
        Molore guna mendukung efisiensi operasional secara keseluruhan.

        Kegiatan Usaha

        Kegiatan Usaha Perusahaan dan entitas anaknya “group” adalah bergerak dalam bidang
        industri tambang nikel dan aktivitas terkait termasuk ekplorasi, eksploitasi, pengolahan,
        pengangkutan dan perdagangan.

        Informasi Umum

        Alamat Perseroan : Pacific Century Place, Lantai 18 Unit 10A, SCBD Lot 10, Jl. Jend. Sudirman
                         : Kav. 52-53, Jakarta
        No. Telp / Fax   :-
        Website          :-
        Email            :-

        Susunan Kepemilikan Saham

        Berdasarkan Informasi Manajemen SPR dan Laporan Keuangan Audit 31 Desember 2025,
        susunan kepemilikan saham SPR per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

        Tabel 11. Struktur Pemegang Saham SPR
                                                     Jumlah Lembar                    Jumlah (juta
         No             Pemegang Saham                                 Proporsi (%)
                                                        Saham                           Rupiah)
          1    PT Danusa Tambang Nusantara           1.540.721.000          70,00%             1.541
          2    PT Anugerah Surya Pasific Resources     660.309.000          30,00%               660
               Jumlah                                2.201.030.000        100,00%              2.201
        Keterangan: Nilai nominal Rp.1.000 per lembar saham
        Sumber: Laporan Keuangan SPR 31 Desember 2025


Halaman 30                                                    00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 32
        Susunan Pengurus

        Berdasarkan Akta No. 27 tanggal 14 Mei 2025, Susunan Dewan Komisaris dan Direksi per 31
        Desember 2025 adalah sebagai berikut:

        Dewan Komisaris
        Komisaris Utama                : Iwan Hadiantoro
        Komisaris                      : Hendra Hutahean
        Komisaris                      : Eddy

        Direksi
        Direktur Utama                 : Muliady Sutio
        Direktur                       : Ruli Tanio
        Direktur                       : Noviandri
        Direktur                       : Dixon
        Direktur                       : F Sandhy Herry Hermawan
        Direktur                       : Ir. Aris Tandiarrang

     Hubungan Pihak yang Bertransaksi

     A. Transaksi Afiliasi

        Sesuai dengan POJK 42/2020, transaksi afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi
        yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali dengan Afiliasi dari
        perusahaan terbuka atau afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
        saham utama, atau pengendali, termasuk setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan
        oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk kepentingan afiliasi dari
        perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
        saham utama, atau pengendali.

        Hubungan Para Pihak Berdasarkan Struktur Kepengurusan

        Hubungan para pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi, berdasarkan struktur
        kepengurusan per 30 Juni 2025 adalah sebagai berikut:

        Tabel 12. Hubungan Para Pihak Yang Terlibat Dalam Rencana Transaksi
         No          Nama              Perseroan           DTN            SPR        Keterangan
               Djony Bunarto                                                            Tidak
          1                        Presiden Komisaris       (-)            (-)
               Tjondro                                                                 Afiliasi
                                    Wakil Presiden                                      Tidak
          2    Rudy                                         (-)            (-)
                                     Komisaris                                         Afiliasi
               Djoko Pranoto                                                            Tidak
          3                            Komisaris            (-)            (-)
               Santoso                                                                 Afiliasi
                                                                                        Tidak
          4    Gita Tiffani Boer       Komisaris            (-)            (-)
                                                                                       Afiliasi
               Benjamin                                                                 Tidak
          5                            Komisaris            (-)            (-)
               Herrenden Birks                                                         Afiliasi
               Paulus Bambang          Komisaris                                        Tidak
          6                                                 (-)            (-)
               Widjanarko             Independen                                       Afiliasi
               Bruce Malcolm           Komisaris                                        Tidak
          7                                                 (-)            (-)
               Cox                    Independen                                       Afiliasi
                                       Komisaris                                        Tidak
          8    Ignasius Jonan                               (-)            (-)
                                      Independen                                       Afiliasi



Halaman 31                                              00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 33
         No          Nama              Perseroan             DTN              SPR      Keterangan
              Franciscus
                                                                                         Tidak
          9   Xaverius Laksana      Presiden Direktur         (-)              (-)
                                                                                         Afiliasi
              Kesuma
              Loudy Irwanto                                                              Tidak
         10                             Direktur              (-)              (-)
              Ellias                                                                     Afiliasi
                                                           Presiden        Komisaris
         11   Iwan Hadiantoro           Direktur                                        Terafiliasi
                                                           Direktur         Utama
                                                                                          Tidak
         12   Idot Supriadi             Direktur              (-)              (-)
                                                                                         Afiliasi
                                                                                          Tidak
         13   Widjaja Kartika           Direktur              (-)              (-)
                                                                                         Afiliasi
         14   Vilihati Surya            Direktur           Komisaris           (-)      Terafiliasi
                                                                                          Tidak
         15   Ari Sutrisno              Direktur              (-)              (-)
                                                                                         Afiliasi
         16   Hendra Hutahean           Direktur           Komisaris       Komisaris    Terafiliasi
                                                           Presiden                       Tidak
         17   Frans Kesuma                 (-)                                 (-)
                                                           Komisaris                     Afiliasi
                                                                            Direktur
         18   Muliady Sutio                (-)              Direktur                    Terafiliasi
                                                                            Utama
                                                                                          Tidak
         19   Matius                       (-)              Direktur           (-)
                                                                                         Afiliasi
         20   Ruli Tanio                   (-)              Direktur        Direktur    Terafiliasi
                                                                                          Tidak
         21   Arga Firmansyah              (-)              Direktur           (-)
                                                                                         Afiliasi
                                                                                          Tidak
         22   Eddy                         (-)                (-)          Komisaris
                                                                                         Afiliasi
                                                                                          Tidak
         23   Noviandri                    (-)                (-)           Direktur
                                                                                         Afiliasi
                                                                                          Tidak
         24   Dixon                        (-)                (-)           Direktur
                                                                                         Afiliasi
               F. Shandy Herry                                                            Tidak
         25                                  (-)               (-)          Direktur
               Hermawan                                                                  Afiliasi
               Ir. Aris                                                                   Tidak
         26                                  (-)               (-)          Direktur
               Tandiarrang                                                               Afiliasi
        Keterangan: (-) Tidak memiliki hubungan afiliasi
        Sumber: Informasi Manajemen Perseroan, DTN & SPR Per 31 Desember 2025


        Berdasarkan POJK 42/2020, transaksi Afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang
        dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali dengan Afiliasi dari
        perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
        saham utama, atau pengendali, termasuk setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan
        oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk kepentingan Afiliasi dari
        perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
        saham utama, atau Pengendali. Dari tabel hubungan para pihak yang terlibat dalam Rencana
        Transaksi, dapat dilihat bahwa antara Perseroan sebagai pemegang saham mayoritas DTN,
        DTN sebagai pihak Pemberi Pinjaman dan SPR sebagai pihak Penerima Pinjaman memiliki
        hubungan afiliasi dari sisi susunan pengurus yaitu:
        1. Iwan Hadiantoro selaku Direktur Perseroan juga menjabat sebagai Presiden Direktur DTN
            sekaligus menjabat sebagai Komisaris Utama SPR;
        2. Vilihati Surya selaku Direktur Perseroan juga menjabat sebagai Komisaris di DTN;
        3. Hendra Hutahean selaku Direktur Perseroan juga menjabat sebagai Komisaris di DTN dan
            PTAR;
        4. Mauliady Sutio selaku Direktur DTN juga menjabat sebagai Direktur Utama SPR;
        5. Ruli Tanio selaku Direktur DTN dan SPR.




Halaman 32                                               00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 34
        *Pada saat laporan ini dikeluarkan, terdapat Hubungan Para Pihak Yang Terlibat Dalam Rencana
        Transaksi seperti yang dinyatakan dalam bab 1.17 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian
        (Subsequent Events).


        Hubungan Para Pihak Berdasarkan Struktur Kepemilikan.

        Hubungan para pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi, berdasarkan struktur
        kepemilikan per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:




                  Grafik 1. Bagan Hubungan Para Pihak Berdasarkan Struktur Kepemilikan
                                    Sumber: Informasi Manajemen Perseroan


        Keterangan:
        UNTR          : PT United Tractors Tbk atau Perseroan
        PAMA          : PT Pamapersada Nusantara
        DTN           : PT Danusa Tambang Nusantara
        ASPR          : PT Anugerah Surya Pasific Resources
        SPR           : PT Stargate Pasific Resources

        Berdasarkan POJK 42/2020, transaksi afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang
        dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali dengan afiliasi dari
        perusahaan terbuka atau afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
        saham utama, atau Pengendali, termasuk setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan
        oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk kepentingan Afiliasi dari
        perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
        saham utama, atau Pengendali. Dari gambar bagan diatas dapat dilihat bahwa antara
        Perseroan sebagai pihak pemegang saham mayoritas DTN yang mana DTN sebagai pihak
        Pemberi Pinjaman dan SPR sebagai pihak Penerima Pinjaman, terdapat hubungan afiliasi, dari
        sisi pengendalian/kepemilikan perusahaan, maupun pemegang sahamnya, dimana:

        • Perseroan memiliki 60% saham pada DTN, sehingga DTN merupakan entitas anak yang
          dikendalikan sepenuhnya oleh Perseroan;
        • DTN memiliki 70% saham pada SPR, sehingga SPR merupakan entitas anak yang
          dikendalikan sepenuhnya oleh DTN;
        • Mengingat SPR merupakan entitas anak yang dimiliki oleh DTN, maka DTN dan SPR
          tergolong sebagai pihak afiliasi secara langsung berdasarkan hubungan kepemilikan DTN
          pada SPR.




Halaman 33                                              00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 35
           Oleh karena itu, Rencana Transaksi ini memenuhi kriteria transaksi afiliasi menurut POJK
           42/2020.

      B. Transaksi Benturan Kepentingan
         Menurut informasi manajemen yang mengacu pada Surat Pernyataan Perseroan
         No.LUT/109/9960/VI/2026 tanggal 25 Juni 2026 perihal Informasi terkait benturan atas
         transaksi afiliasi antara DTN pada SPR berupa transaksi pinjaman pemegang saham atau
         shareholder loan bahwa Rencana Transaksi tidak mengandung transaksi benturan
         kepentingan.

      C. Materialitas Nilai Rencana Transaksi

           Materialitas nilai transaksi dilakukan dengan membandingkan nilai Rencana Transaksi dengan
           ekuitas Perseroan periode 31 Desember 2025.

           Tabel 13. Materialitas Rencana Nilai Transaksi
                                         Nilai Transaksi            Ekuitas Persroan
                 Keterangan                                                              Materialitas (%)
                                             Rupiah                     Rupiah
               Rencana Transaksi              900.000.000.000      103.136.323.000.000             0,87%
           Sumber: Analisis KJPP FDI&R (Kurs: Rp16.782/USD).


           Berdasarkan laporan keuangan Perseroan per 31 Desember 2025, ekuitas Perseroan tercatat
           sebesar Rp103.136.323.000.000. Dengan mempertimbangkan nilai transaksi sebesar
           Rp900.000.000.000 maka transaksi tersebut setara dengan 0,87% dari ekuitas Perseroan.
           Oleh karena itu, transaksi dimaksud tidak termasuk sebagai transaksi material sebagaimana
           yang diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor
           17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha (“POJK
           17/2020”).

2.2.3 Analisis Perjanjian & Syarat Rencana Transaksi

      Berdasarkan drat Perjanjian Pinjaman Antar Perusahaan atau Intercompany Loan Agreement
      antara DTN dan SPR bahwa dalam perjanjian Rencana Transaksi berisi ketentuan mengenai:

      1.    Tujuan
            Tujuan pemberian pinjaman oleh DTN kepada SPR adalah untuk mendukung kebutuhan
            pendanaan dan keperluan umum SPR guna menjaga kelancaran operasional perusahaan
            serta mendukung kegiatan usaha perusahaan secara optimal.

      2.    Pinjaman
            a. Jumlah fasilitas pokok pinjaman maksimum sebesar Rp900.000.000.000 (Sembilan Ratus
               Miliar Rupiah).
            b. Marjin pinjaman sebesar 1,80% per tahun.
            c. Tingkat suku bunga pinjaman per tahun yaitu Compounded INDONIA ditambah marjin
               sebesar 1,80%.
            d. Bunga pinjaman wajib dibayar sesuai dengan suku bunga yang ditetapkan dan dihitung
               berdasarkan ketentuan dalam perjanjian.
            e. Pinjaman dapat digunakan selama periode pinjaman yang berlaku dan dapat
               diperpanjang berdasarkan kesepakatan para pihak.




Halaman 34                                                      00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 36
          f. Pinjaman bersifat revolving sehingga SPR dapat melakukan penarikan kembali atas
             pinjaman yang telah dilunasi selama periode pinjaman masih berlangsung.
          g. Periode pinjaman dimulai sejak tanggal perjanjian dan berlaku sampai dengan 31 Mei
             2029.
          h. Penarikan pinjaman dilakukan melalui penyampaian pemberitahuan pencairan pinjaman
             paling lambat 5 (lima) Hari Kerja sebelumnya dan sepanjang plafon pinjaman masih
             tersedia.

     3.   Ketentuan Pembayaran Kembali
          a. SPR wajib melunasi pinjaman paling lambat pada tanggal pembayaran yang ditentukan,
             namun DTN berhak sewaktu-waktu meminta pelunasan dipercepat dengan kewajiban
             SPR melakukan pembayaran dalam waktu 5 (lima) Hari Kerja sejak pemberitahuan tertulis
             disampaikan.
          b. DTN berhak menuntut pelunasan segera atas pinjaman dan bunga terutang apabila
             terjadi peristiwa ketidakmampuan membayar atau cidera janji pada SPR.
          c. SPR dapat melakukan pembayaran dipercepat sebagian atau seluruh pinjaman dengan
             pemberitahuan tertulis minimal 5 (lima) Hari Kerja sebelumnya dan pembayaran tersebut
             bersifat final serta tidak dapat ditarik kembali.
          d. Seluruh pembayaran kepada DTN dilakukan tanpa set-off, counter claim, atau
             pengurangan lainnya dengan tetap memperhatikan ketentuan perpajakan yang berlaku.

     4.   Penghitungan dan Bukti Utang
          a. DTN melakukan pencatatan atas seluruh kewajiban pinjaman SPR sesuai praktik yang
             berlaku sebagai dasar penentuan jumlah utang.
          b. Pencatatan tersebut memiliki kekuatan pembuktian yang sah dalam proses hukum atas
             keberadaan dan besaran kewajiban SPR.

     5.   Ketidakberlakuan
          Apabila suatu ketentuan dalam perjanjian menjadi tidak sah, tidak berlaku, atau tidak dapat
          dilaksanakan berdasarkan hukum yang berlaku, maka ketentuan tersebut akan dipisahkan
          dari perjanjian tanpa mempengaruhi keberlakuan ketentuan lainnya dalam perjanjian.

     6.   Pemberitahuan
          Setiap pemberitahuan berdasarkan perjanjian wajib dibuat secara tertulis dan dianggap sah
          apabila disampaikan melalui surat tercatat atau sarana komunikasi sebagaimana diatur
          dalam lampiran perjanjian kepada alamat para pihak yang terdaftar.

     7.   Pengalihan
          DTN berhak mengalihkan sebagian atau seluruh haknya berdasarkan perjanjian kepada
          pihak lain sesuai ketentuan dalam perjanjian.

     8.   Pelaksanaan Hak
          Masing-masing pihak dapat melaksanakan setiap hak, kuasa, atau upaya hukum secara
          terpisah maupun bersamaan tanpa menghilangkan hak lainnya, dan keterlambatan atau
          kegagalan dalam melaksanakan hak tersebut tidak dianggap sebagai pengesampingan hak
          dimaksud.

     9.   Hukum yang Berlaku dan Jurisdiksi
          Perjanjian diatur dan ditafsirkan berdasarkan hukum Republik Indonesia dan para pihak
          tunduk pada jurisdiksi yang berlaku sesuai ketentuan dalam perjanjian.



Halaman 35                                              00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 37
      10. Perubahan
          Setiap perubahan atas perjanjian hanya berlaku apabila dibuat secara tertulis dan
          ditandatangani oleh masing-masing pihak dalam perjanjian.

2.2.4 Analisis Likuiditas Rencana Transaksi

      Analisis likuiditas atas Rencana Transaksi melihat dampak dan sumber pembiayaan Rencana
      Transaksi terhadap rasio likuiditas perusahaan. Pada hal ini analisis likuidasi Rencana Transaksi
      dapat dilihat dari rasio likuiditas yang dianalisis yang terdiri dari Current Ratio, Quick Ratio, dan
      Cash Ratio sebelum dan setelah Rencana Transaksi.

      Tabel 14. Rasio Likuiditas Sebelum dan Setelah adanya Transaksi
             Rasio Likuiditas          Sebelum Transaksi       Setelah Transaksi       Selisih Perubahan
       Current Ratio                           1,355704X               1,355651X               0,000053X
       Quick Ratio                             1,041310X               1,041304X               0,000006X
       Cash Ratio                              0,499329X               0,499254X               0,000075X
      Sumber: Analisis KJPP FDI&R


      Pada analisis current ratio atau rasio lancar, quick ratio atau rasio cepat, dan cash ratio atau rasio
      kas terdapat perubahan akibat Rencana Transaksi memberikan dampak selisih penurunan
      masing-masing sebesar 0,000053 kali 0,000006 kali, dan 0,000075 kali yang diakibatkan dari
      perubahan pajak dibayar dimuka berupa pajak penghasilan badan pada asset lancar dan adanya
      kenaikan utang pajak berupa pajak penghasilan badan pada liabilitas jangka pendek.

2.2.5 Analisis Manfaat & Risiko Rencana Transaksi

      Analisis Manfaat

      Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Manajemen Perseroan, dari sisi DTN, rencana
      transaksi diharapkan dapat memberikan tambahan pendapatan bunga atas fasilitas pinjaman
      yang diberikan kepada SPR. Sementara itu, dari sisi SPR, rencana transaksi diharapkan dapat
      memberikan dukungan pendanaan modal kerja yang relatif fleksibel melalui fasilitas pinjaman
      revolving, sehingga SPR memiliki fleksibilitas dalam melakukan penarikan dan pembayaran
      kembali pinjaman sesuai kebutuhan operasional perusahaan selama periode fasilitas pinjaman
      berlangsung.

      Analisis Risiko

      Rencana transaksi memiliki risiko antara lain risiko gagal bayar (default risk) apabila SPR
      mengalami penurunan kinerja operasional atau arus kas yang dapat mempengaruhi kemampuan
      pembayaran kewajiban pinjaman beserta bunganya kepada DTN. Selain itu, terdapat risiko
      likuiditas bagi DTN apabila realisasi penarikan pinjaman oleh SPR dilakukan dalam jumlah
      signifikan dalam periode tertentu sehingga dapat mempengaruhi kondisi kas dan pengelolaan
      modal kerja DTN. Risiko lainnya adalah risiko perubahan kondisi pasar dan tingkat suku bunga
      yang dapat mempengaruhi beban bunga pinjaman maupun kondisi keuangan para pihak.




Halaman 36                                                   00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 38
                                           BAB III
                ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF ATAS RENCANA TRANSAKSI



3.1   Analisis Kualitatif Atas Rencana Transaksi

3.1.1 Riwayat Singkat Perseroan

      Perseroan didirikan di Indonesia pada tanggal 13 Oktober 1972 dengan nama PT Inter Astra
      Motor Works, berdasarkan Akta Pendirian No. 69, di hadapan Djojo Muljadi, S.H.. Akta Pendirian
      tersebut disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No.
      Y.A.5/34/8 tanggal 6 Februari 1973 dan diumumkan dalam Lembaran Berita Negara No. 31,
      Tambahan No. 281 tanggal 17 April 1973.

      Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Perubahan
      Anggaran Dasar terakhir terkait dengan perubahan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha
      Perseroan sebagaimana dituangkan dalam Akta No. 135 tanggal 25 April 2025 yang dibuat
      dihadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, yang telah mendapat persetujuan
      perubahan anggaran dasar dari Menteri Hukum Republik Indonesia sesuai dengan suratnya
      tanggal 14 Mei 2025 No. AHU-0031112.AH.01.02.TAHUN 2025.

      Selain itu, Perseroan telah melakukan perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris
      sebagaimana dituangkan dalam Akta No.133 tanggal 25 April 2025 yang dibuat dihadapan Jose
      Dima Satria, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, yang telah mendapat penerimaan pemberitahuan
      dari Menteri Hukum Republik Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 14 Mei 2025 No.AHU-
      AH.01.09-0238092 Tahun 2025.

      Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1973. Perseroan berkedudukan di
      Jakarta, Indonesia.

      Perseroan dikendalikan oleh induk perusahaannya PT Astra International Tbk, perusahaan yang
      didirikan di Indonesia. Pemegang saham terbesar PT Astra International Tbk adalah Jardine Cycle
      & Carriage Ltd., perusahaan yang didirikan di Singapura. Jardine Cycle & Carriage Ltd. Adalah
      anak perusahaan dari Jardine Matheson Holdings Ltd., perusahaan yang didirikan di Bermuda.

      Kegiatan Usaha

      Ruang lingkup kegiatan utama Perseroan dan entitas anak (bersama-sama disebut “Grup”)
      meliputi penjualan dan penyewaan alat berat (“mesin konstruksi”) beserta pelayanan purna jual;
      penambangan dan kontraktor penambangan; pengolahan mineral; rekayasa, perencanaan,
      perakitan, dan pembuatan komponen mesin, alat, peralatan, dan alat berat; pembuatan kapal
      serta jasa perbaikannya; penyewaan kapal dan angkutan pelayaran; industri konstruksi; dan
      energi.

      Informasi Umum

      Alamat Perseroan     : Jl. Raya Bekasi Km 22, Cakung, Jakarta Timur, Indonesia, 13910

      No. Telp / Fax       : +62 21 2457 9999
      Website              : www.unitedtractors.com
      Email                :-


Halaman 37                                               00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 39
     Susunan Kepemilikan Saham

     Berdasarkan Informasi Manajemen Perseroan, susunan kepemilikan saham Perseroan per 31
     Desember 2025 adalah sebagai berikut:

     Tabel 15. Struktur Pemegang Saham Perseroan
                                                                                    Jumlah Nominal
      No            Pemegang Saham            Jumlah Lembar Saham   Proporsi (%)
                                                                                       (Rp Juta)
       1     PT Astra International Tbk             2.219.317.358          59,50%            554.829
             Masyarakat (masing-masing
       2                                            1.357.478.878          36,39%            338.353
             kepemilikan dibawah 5%)
       3     Saham Treasury                           153.338.900           4,11%             39.352
             Jumlah                                 3.730.135.136         100,00%            932.534
     Keterangan: Nilai nominal Rp.250 per lembar saham
     Sumber: Informasi Manajemen Perseroan
     *Pada tanggal laporan pendapat kewajaran ini dikeluarkan, susunan pemegang saham Perseroan tidak
     mengalami perubahan, namun terdapat perubahan pada masyarakat dan saham treasuri sebagaimana
     tercantum dalam bagian 1.17 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events).


     Susunan Pengurus

     Berdasarkan informasi manajemen Perseroan dan akta No. 133 tanggal 25 April 2025 yang
     dibuat di hadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, yang telah mendapat
     pemberitahuan penerimaan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
     sesuai dengan suratnya tanggal 14 Mei 2025 No.AHU-AH.01.09- 0238092, Susunan Dewan
     Komisaris, Direksi, dan Komite Audit Perseroan per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

     Dewan Komisaris
     Presiden Komisaris       : Djony Bunarto Tjondro
     Wakil Presiden Komisaris : Rudy
     Komisaris Independen     : Paulus Bambang Widjanarko
     Komisaris Independen     : Bruce Malcolm Cox
     Komisaris Independen     : Ignasius Jonan
     Komisaris                : Djoko Pranoto Santoso
     Komisaris                : Gita Tiffani Boer
     Komisaris                : Benjamin Herrenden Birks

     Direksi
     Presiden Direktur             : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
     Direktur                      : Loudy Irwanto Ellias
     Direktur                      : Iwan Hadiantoro
     Direktur                      : Idot Supriadi
     Direktur                      : Widjaja Kartika
     Direktur                      : Vilihati Surya
     Direktur                      : Ari Sutrisno
     Direktur                      : Hendra Hutahean




Halaman 38                                                 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 40
      Komite Audit
      Ketua                          : Ignasius Jonan
      Anggota                        : Wanny Wijaya
      Anggota                        : Mario C. Surung Gultom

      *Pada saat laporan ini dikeluarkan, terdapat perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan
      seperti yang dinyatakan dalam bab 1.17 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events).

3.1.2 Analisis Industri & Bisnis

      Pertumbuhan Ekonomi

      Perekonomian Indonesia tahun 2025 berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas
      dasar harga berlaku mencapai Rp23.821,1 triliun dan PDB per kapita mencapai Rp83,7 juta atau
      USD 5.083,4. Ekonomi Indonesia tahun 2025 tumbuh sebesar 5,11 persen, lebih tinggi
      dibandingkan capaian tahun 2024 yang mengalami pertumbuhan sebesar 5,03 persen (c-to-c).
      Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Jasa Lainnya mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 9,93
      persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami
      pertumbuhan tertinggi sebesar 7,03 persen. Ekonomi Indonesia triwulan IV-2025 terhadap
      triwulan IV-2024 mengalami pertumbuhan sebesar 5,39 persen (y-on-y). Dari sisi produksi,
      Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 8,98
      persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB)
      mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 6,12 persen.


                       8

                       6                     5,31          5,05         5,03         5,11

                               3,7
                       4

                       2

                       0
                              2021           2022         2023          2024         2025

                                           Pertumbuhan Ekonomi Indonesia (%)

                   Grafik 2. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2021 – 2025 (% yoy)
                                       Sumber: Badan Pusat Statistik 2026, diolah.


      Pertambangan merupakan salah satu sektor unggulan perekonomian Indonesia. Pada tahun
      2024, kontribusi sektor pertambangan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 7,39%
      atau sebesar Rp955 triliun, meningkat 4,9% (yoy) dibandingkan tahun sebelumnya. Namun
      demikian, pada tahun 2025 sektor ini mengalami sedikit penurunan sebesar -0,66% (yoy) menjadi
      Rp949 triliun, dengan pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 3,72% selama periode
      2021–2025. Berdasarkan subsektornya, pada tahun 2025 pertambangan batubara dan lignit
      berkontribusi sebesar Rp328 triliun, diikuti pertambangan minyak dan gas bumi sebesar Rp251
      triliun, pertambangan bijih logam sebesar Rp166 triliun, serta pertambangan dan penggalian
      lainnya sebesar Rp204 triliun. Penurunan kinerja sektor pertambangan dan penggalian terjadi di
      hampir seluruh subsektor, dengan penurunan terbesar pada pertambangan bijih logam yang
      turun -7,92% (yoy). Penurunan ini dipicu oleh gangguan produksi tembaga dan emas serta
      pelemahan harga nikel global.


Halaman 39                                                        00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 41
                                                      1200,0                                                                                                                                07%
                                                                                                                                   06%

                                                                                                                                                                                            06%

             PDB Sektor Pertambangan dan Penggalian
                                                      1000,0
                                                                                                                                                        05%
                                                                                                           04%                                                                              05%
                                                                                        04%
                                                       800,0
                                                                                                                                                                                            04%
                          (Triliun Rupiah)




                                                       600,0                                                                                                                                03%

                                                                                                                                                                                            02%
                                                       400,0
                                                                                                                                                                                            01%
                                                       200,0
                                                                                                                                                                           -0,66%           00%

                                                                              -                                                                                                             -01%
                                                                                        2021               2022                    2023                2024                2025


                                                       Pertambangan Minyak dan Gas Bumi                                                     Pertambangan Batubara dan Lignit
                                                       Pertambangan Biji Logam,                                                             Pertambangan dan Penggalian Lainnya
                                                       Pertumbuhan Sektor Pertambangan dan Penggalian


       Grafik 3. Pertumbuhan Ekonomi Sektor Pertambangan dan Penggalian Tahun 2021 –2025
                                                                                                   Sumber: Bank Indonesia 2025, diolah.


     Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

     Berdasarkan proyeksi PDB harga konstan Indonesia yang dipublikasikan oleh International
     Monetary Fund (IMF), prakiraan rata-rata pertumbuhan GDP Indonesia berdasarkan lapangan
     usaha selama periode 2025 sampai dengan 2030 adalah 5,01% dengan proyeksi pertumbuhan
     di tahun 2030 mencapai 5,14%. Proyeksi di tahun 2025 mencapai Rp23.694 Triliun, sedangkan
     perkiraan GDP tahun 2030 diperkirakan mencapai Rp34.386 Triliun.


                                                                              40.000                                                                                           8,00

                                                                                                                                                                  34.386
                                                                                                                                                        31.903
                                                                                                                                              29.607                           7,00
                                                                              30.000                                               27.517
                                                                                                                          25.573
                                                       GDP (Triliun Rupiah)




                                                                                                           23.694
                                                                                                 22.139                                                                        6,00
                                                                                        20.892
                                                                              20.000
                                                                                                                                                                                      (%)




                                                                                                                                                                               5,00
                                                                                         5,05    5,03                                                    5,11      5,14
                                                                                                            4,86          4,94      4,96       4,96
                                                                              10.000
                                                                                                                                                                               4,00



                                                                                   -                                                                                           3,00
                                                                                         2023    2024      2025 F         2026 F   2027 F     2028 F    2029 F    2030 F

                                                                                                          GDP (Triliun)            Pertumbuhan Ekonomi (%)


                                                                                       Grafik 4. Proyeksi PDB Indonesia 2025 – 2030 (yoy %)
                                                                                        Sumber: International Monetary Fund (IMF), Oktober 2025


     Perkembangan inflasi

     Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) 2025 terjaga dalam kisaran sasaran 2,5±1%, dengan Inflasi
     IHK Desember 2025 sebesar 2,92% (yoy). Inflasi inti tetap terjaga rendah sebesar 2,38% (yoy),
     sejalan pertumbuhan ekonomi yang masih di bawah kapasitas. Inflasi y-on-y terjadi karena
     adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok


Halaman 40                                                                                                                           00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 42
     pengeluaran. Tingkat inflasi month-to-month (m-to-m) pada Desember 2025 sebesar 0,64%
     sedangkan tingkat inflasi year to date (y-to-d) pada Desember 2025 sebesar 2,92%. Tingkat
     inflasi y-on-y komponen inti pada Desember 2025 sebesar 2,38%; dengan inflasi m-to-m sebesar
     0,20%; dan inflasi y-to-d sebesar 2,38%. Realisasi Inflasi 2025 menunjukkan angka yang lebih
     tinggi dibandingkan dengan prediksi IMF bulan April 2025 sebesar 1,68% serta masih berada
     dalam target inflasi Bank Indonesia yang menandakan bahwa kondisi perekonomian masih
     bergerak stabil.


                          3,50%
                                               2,92%
                          3,00%                          2,51%      2,50%    2,52%               2,52%
                          2,50%                                                        2,19%

                          2,00%
                Inflasi




                                     1,57%
                          1,50%
                          1,00%
                          0,50%
                          0,00%
                                     2024E     2025E     2026F      2027F    2028F     2029F     2030F

                                                          Proyeksi Inflasi

                            Grafik 5. Perkembangan dan Proyeksi Inflasi di Indonesia (%)
                                  Sumber: International Monetary Fund (IMF) April 2025, diolah


     Perkembangan Nilai Tukar Rupiah

     Perkembangan nilai tukar rupiah dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan kecenderungan
     melemah terhadap dolar AS, seiring dengan penguatan dolar secara global. Namun, terhadap
     mata uang negara berkembang pelemahan rupiah relatif lebih moderat, sementara terhadap
     mata uang negara maju selain AS rupiah cenderung lebih stabil bahkan mengalami apresiasi.
     Hal ini menunjukkan bahwa tekanan terhadap rupiah lebih banyak dipengaruhi oleh penguatan
     dolar AS dibandingkan pelemahan terhadap sebagian besar mata uang lainnya. Kurs jual
     USD/IDR pada 31 Desember tercatat Rp16.865,91/USD; sedangkan China Yuan sebesar
     Rp2.412,86/CNY dan terhadap Dollar Singapura sebesar Rp13.134,42/SGD.




                              Grafik 6. Perkembangan Nilai Tukar Rupiah Tahun 2025
                                                 Sumber: Bank Indonesia, 2025




Halaman 41                                                           00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 43
     Suku Bunga

     Pada Bulan Desember 2025, Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate
     sebesar 4,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75%, dan suku bunga Lending Facility
     sebesar 5,50%. Keputusan ini diambil sejalan dengan fokus kebijakan jangka pendek pada
     stabilisasi nilai tukar Rupiah dan menarik aliran masuk investasi portofolio asing dari dampak
     meningkatnya ketidakpastian global, dengan tetap memperkuat efektivitas transmisi pelonggaran
     kebijakan moneter dan makroprudensial yang telah ditempuh selama ini. Hal ini juga akan
     berpengaruh terhadap tingkat suku bunga pinjaman yang ditetapkan oleh perbankan. Pada
     periode Desember 2025, tingkat suku bunga pinjaman Perseroan untuk modal kerja dan investasi
     tercatat turun (mtm) di level 8,12%; 8,44% sedangkan suku bunga konsumsi sedikit mengalami
     kenaikan menjadi 8,97%

     Tabel 16. Tingkat Suku Bunga Kredit Bank Persero (%)
                               Bank Persero                                     2020       2021           2022           2023       2024        2025
      Pinjaman Modal Kerja Yang Diberikan                                        8,77        8,34           8,29         8,93        8,67            8,12
      Pinjaman Investasi Yang Diberikan                                          8,87        8,49           8,72         9,41        9,21            8,44
      Pinjaman Konsumsi Yang Diberikan                                          10,56      10,14            9,65         9,27        9,09            8,97
     Sumber: Bank Indonesia Desember 2025, diolah


     Gambaran Perkembangan Industri Pertambangan

     Cadangan Mineral dan Batubara di Indonesia

     Saat ini setidaknya terdapat 29 jenis komoditas sumber daya dan cadangan mineral logam yang
     tersebar di 2.809 lokasi di Indonesia. Komoditas dengan cadangan tersebar berupa timah yaitu
     dengan total cadangan sebesar 6.431 juta ton bijih dan 1,44 juta ton logam. Komoditas dengan
     cadangan terbesar selanjutnya adalah nikel yaitu sebesar 5.914 juta ton bijih dan 62 juta ton
     logam. Emas primer menjadi komoditas dengan cadangan ketiga terbesar ketiga yaitu mencapai
     3.461 juta ton bijih & 3,44 ribu ton logam.


        7.000                                                                                                                                6.431
                                                                                         5.914
        6.000

        5.000

        4.000              3.461
                                                                                                                3.215
                                     2.865                                                                                         2.858
        3.000
                                               1.967
        2.000
                                                          1.209        1.049
        1.000     61                   552,3                                                        648
                                                  437,1
                                                             208,2              136         62,0       224,1              114         21,3
                 0,0002     0,0034                                        0,8                                      0,0                          1,4
                                                                                  58,8                                       2,8
             -
                 Emas       Emas     Bauksit Besi LateritBesi Primer    Kobal   Mangan    Nikel    Pasir Besi    Perak    Seng     Tembaga    Timah
                 Aluvial   Primer


                                      Cadangan Bijih (Juta Ton)                   Cadangan Logam (Juta Ton)

                           Grafik 7. Cadangan Mineral Indonesia Tahun 2024 (juta Ton)
                                                Sumber: Kementerian ESDM, 2025


     Indonesia, sebagai salah satu produsen batubara terbesar di dunia pada tahun 2024, mampu
     memproduksi sebanyak 836 juta ton batubara. Dari jumlah tersebut, Indonesia menyumbang
     sekitar 4.714 TWh energi, atau setara dengan 9,31% dari total energi global yang berasal dari


Halaman 42                                                                         00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 44
     batubara, yaitu sekitar 58.618 TWh. Cadangan batubara Indonesia saat ini mencapa 97.960 juta
     ton yang terdiri dari 69% atau 67.333 juta ton batubara kalori rendah; 16% atau 15.526 juta ton
     kalori sedang dan 15% atau 15.101 juta ton kalori tinggi. Total cadangan tersebut tesebar di 23
     provinsi dan 1.660 titik.

                     Cadangan Batu bara Tahun 2025   30.000

                                                     25.000

                                                     20.000
                                                                         12.915
                                                     15.000

                                                     10.000

                                                      5.000              11.144
                                                                                                          2.902                1.720
                                                         -                                                1.638                1.636
                                                                     Kalori Rendah                  Kalori Sedang           Kalori Tinggi

                                                                              Terkira (Juta Ton)      Terbukti (Juta Ton)

                                                      Grafik 8. Cadangan Batu Bara Indonesia Tahun 2024 (juta Ton)
                                                                         Sumber: Kementerian ESDM, 2024


     Produksi batu bara Indonesia tahun 2024 naik 7,9% (yoy) dari 775 juta ton pada 2023 menjadi
     836,12 juta ton pada tahun 2024. Produksi emas dan perak dalam negeri juga mengalami
     kenaikan yaitu sebesar 80,9% (yoy) dari 14,24 juta ton pada 2023 menjadi 25,75 juta ton pada
     tahun 2024. Produksi nikel naik 39% (yoy) dari 126,72 ribu ton pada 2023 menjadi 176,08 ribu
     ton padatahun 2024. Timah menjadi komoditas yang mengalami trend berbeda yaitu penurunan
     sebesar 61% (yoy) dari 50,67 ribu ton menjadi 19,44 ribu ton pada tahun 2024. Kebutuhan
     sumber bahan bakar PLN saat ini didominasi batu bara yaitu sekitar 71,72 juta ton pada tahun
     2024. Batu bara mampu menghasilkan sekitar 66% dari total listrik yang dihasilkan oleh PLN
     pada tahun 2024, sedangkan sisanya sebesar 44% terpenuhi dari bahan bakar BBM, gas alam,
     panas bumi, air dan sumber energi lainnya.



                                                                                                                                      836,13
                   Batubara (juta ton)
                                                                                                                                 775,00


                                                                                   176,08
                                           Nikel (ribu ton)
                                                                               126,72


                                                                     19,44
                                  Timah (ribu ton)
                                                                       50,67


                                                                      25,75
             Emas dan Perak (juta ton)
                                                                     14,24

                                                              0,00    100,00 200,00 300,00 400,00 500,00 600,00 700,00 800,00 900,00

                                                                                        2024       2023


                                                       Grafik 9. Produksi Mineral dan Batubara tahun 2023 – 2024
                                                                              Sumber: Kementerian ESDM, 2024


     Pada tahun 2024 produksi batubara di Indonesia mencapai 836,13 juta ton dimana 232,64 juta
     ton diantaranya digunakan untuk pemenuhan kepentingan dalam negeri. Capaian produksi
     batubara tersebut terpenuhi darti sekitar 934 IUP/IUPPK/KK/IPR batubara. Sedangkan produksi

Halaman 43                                                                                                00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 45
     emas sebesar 25,745 juta ton, perak 26,024 juta ton dan hasil tambang mineral lainnya dipenuhi
     dari sekitar 934 IUP/IUPPK/KK/IPR tambang mineral. Dari 934 IUP/IUPPK/KK/IPR tersebut hanya
     sekitar 635 yang melengkapi dengan data cadangan kandungan mineral.


                                        1200
                                                      938                      934




                          Jumlah Izin
                                         800                                           635


                                         400


                                           0
                                                       Batubara                  Mineral

                                          IUP/IUPPK/KK/IPR        IUP/IUPK/KK/IPR dengan Data

                   Grafik 10. Perkembangan Jumlah IUP/IUPPK/KK/IPR Tahun 2024
                                                Sumber: Kementerian ESDM, 2024


     Kewajiban reklamasi pascatambang merujuk pada tanggung jawab perusahaan pertambangan
     usai melakukan kegiatan pertambangan. Pada tahun 2023, kegiatan reklamasi mencapai
     7.920,77 hektar melebihi target yang sudah ditetapkan seluas 7.075 hektar. Sedangkan capaian
     reklamasi pada tahun 2024 mencapai 26.538 hektare atau naik 2,35 kali lipat dibandingkan
     dengan capaian reklamasi tahun sebelumnya.

                                                                                                26.538
                 27.000

                 22.000

                 17.000
                                                                    11.084
                 12.000                 9.694         9.344
                                                                                     7.921
                  7.000
                                        7.000         7.025          7.050           7.075      7.100
                  2.000
                                        2020          2021           2022            2023       2024

                                                     Capaian reklamasi           Target

                    Grafik 11. Perkembangan Reklamasi Pertambangan di Indonesia
                                                Sumber: Kementerian ESDM, 2024


     Perkembangan Harga Acuan Mineral dan Batubara

     Emas menjadi mineral dengan pertumbuhan harga acuan tertinggi, meningkat dari USD
     2.522/troy ons pada Desember 2024 menjadi USD 4.080/troy ons pada Desember 2025 atau
     naik sekitar 61,8% (yoy). Perak sebagai mineral ikutan juga mengalami kenaikan signifikan dari
     USD 29/troy ons menjadi USD 51/troy ons pada periode yang sama, atau meningkat sekitar
     75,9% (yoy). Di sisi lain, nikel menunjukkan tren pelemahan dari USD 16.175/dmt pada
     Desember 2024 menjadi USD 14.667/dmt pada Desember 2025, atau turun sekitar 9,3% (yoy).
     Tembaga justru mengalami peningkatan dari USD 9.280/dmt menjadi USD 10.775/dmt, atau
     naik sekitar 16,1% (yoy). Sementara itu, batubara mengalami koreksi harga yang cukup dalam
     dari USD 123/ton menjadi USD 98/ton, atau turun sekitar 20,3% (yoy) pada Desember 2025.




Halaman 44                                                               00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 46
                   Grafik 12. Perkembangan Harga Mineral dan Batubara Acuan Indonesia
                                          Sumber: Kementerian ESDM, 2025


     Perkembangan Ekspor Hasil Tambang Mineral

     Ekspor hasil tambang emas dan nikel menjadi komoditas dengan nilai ekspor paling berfluksuasi
     jika dibandingkan dengan tembaga dan perak. Nilai ekspor nikel pada tahun 2024 mencapai
     USD 3.177 juta. Pada periode Januari – Agustus 2025 terjadi pelemahan nilai ekspor timah
     sebesar 24,3% (yoy) dari USD 2.048 juta menjadi USD1.551 juta. Ekspor emas pada tahun 2024
     mencapai USD 1.062, sedangkan produksi pada periode Januari – Agustus 2025 mengalami
     kenaikan 1108% (yoy) dibandingkan periode tahun sebelumnya yaitu dari USD 655 juta menjadi
     USD 1.365 juta. Ekspor komoditas Tembaga pada tahun 2024 mencapai USD 250 juta. Periode
     Januari – Agustus 2025 mengalami kenaikan 30% (yoy) dari USD 163,5 juta menjadi USD 212
     juta. Ekspor komoditas perak pada tahun 2024 mencapai USD 104 juta dengan periode Januari
     – Agustus 2025 mengalami kenaikan 37,9% (yoy) dari USD 64,2 juta menjadi USD 89 juta.


                          6.000   5.542

                          5.000
                                                             4.096
                          4.000
               Juta USD




                                                                        3.177
                          3.000
                                                                                          2.048
                          2.000
                                                                       1.062                             1.551
                                                             848                                         1.365
                                   764                                                    655
                          1.000
                                                                        250
                                  198                                                      163,5          212
                              -    …                                     104             64,2              89
                                   2020   2021     2022      2023      2024              Jan-gus   Jan - Agus
                                                                                          2024       2025

                                           Nikel      Emas           Tembaga     Perak


                             Grafik 13. Perkembangan Ekspor Mineral Tahun 2020 – 2025
                                          Sumber: Kementerian ESDM, 2025


     Batu bara sebagai komoditas unggulan Indonesia pada tahun 2024 mampu mencatatkan nilai
     ekspor sebesar USD 30.490 juta atau turun 11,85% (yoy). Penurunan ini diakibatkan karena
     penurunan harga acuan batubara dari 305,21 USD/ton pada januari 2023 menjadi 122,51
     USD/ton pada Desember 2024. Tren Penurunan nilai ekspor batubara juga berlanjut sampai


Halaman 45                                                           00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 47
     dengan periode Januari – Agustus 2025 dimana ekspor turun 21% (yoy) dari USD 20.132 juta
     menjadi USD 15.906 juta. Penurunan ini masih dipengaruhi oleh tren penuruhan harga acuan
     batubara dari USD 131,17/ton pada Oktober 2024 menjadi 100,69/ton pada Agustus 2025.


                        100000,0
                          90000,0
                          80000,0
                          70000,0                                46.765
                          60000,0
             Juta USD




                          50000,0                                           34.592
                                                                                      30.490
                          40000,0                     26.533
                          30000,0                                                                        20.132
                                             14.534                                                                15.906
                          20000,0
                          10000,0
                                     -
                                             2020        2021     2022      2023      2024                Jan -    Jan -
                                                                                                       Agus 2024Agus 2025

                         Batubara            Batubara Kadar Menegah        Batubara Kadar Tinggi    Total Ekspor Batubara

                           Grafik 14. Nilai Ekspor Batubara Indonesia Tahun 2020 – Agustus 2025
                                                                 Sumber: BPS, 2025


     Nilai Impor Mesin dan Alat Berat

     Perkembangan impor mesin dan alat berat di Indonesia setelah sempat mengalami kenaikan
     yang cukup signifikan pada tahun 2024 cenderung mengalami penurunan sampai dengan Juli
     2025. Nilai impor mesin dan alat berat pertambangan turun 6% (yoy) pada tahun 2024 dari USD
     2.039 juta menjadi USD 1.923 juta. Tren ini berlanjut sampai dengan Juli 2024 dengan total nilai
     impor mencapai USD 1.459 juta. Pada tahun 2023, pertambangan menjadi sektor dengan
     market size impor terbesar mencapai 47% dari total mesin dan alat berat yang diimpor di
     Indonesia, diikuti sengan sektor konstruksi sebesar 26%; sektor perkebunan sebesar 14% dan
     kehutanan sebesar 13%. Penurunan ini menujukkan adanya perlambatan jumlah permintaan
     mesin dan peralatan pertambangan yang digunakan untuk ekspansi sektor pertambangan baik
     dalam proses penambangan maupun reklamasi lokasi tambang.


                                   3.000                        2.660                                                1
                                   2.500                                                                             1
                                                                             2.039          1.923                    1
                                   2.000         1.635          63%                                                  1
                        Juta USD




                                                                                                         1.459
                                   1.500                                                                             0
                                   1.000                                                                             0
                                                                                             -6%                     -
                                    500                                                                              (0)
                                                                              -23%
                                         -                                                                           (0)
                                                 2021           2022         2023           2024       Juli 2025

                                                                   Impor           Growth

                                         Grafik 15. Nilai Impor Mesin dan Alat Berat Pertambangan
                                                             Sumber: BPS, 2025




Halaman 46                                                                      00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 48
     Perkembangan Pasar Global

     Perkembangan harga acuan komoditas global berfluktuasi untuk masing-masing jenis komoditas.
     Tiga dari empat komoditas mengalami kenaikan harga acuan dalam kurun waktu satu tahun
     terakhir, komoditas tersebut adalah tembaga, emas, dan perak. Sedangkan untuk batubara
     mengalami penurunan. Harga acuan Emas (LBMA) berada pada harga USD 4.026/onz atau naik
     51,71% (yoy) pada 10 Oktober 2025. Harga acuan perak juga mengalami kenaikan sebesar
     59,22% (yoy) dari USD 31,88/onz menjadi USD 50,76/onz pada 10 Oktober 2025. Tembaga
     mengalami kenaikan 7,25% (yoy) dari USD 9.778/ton menjadi USD 10.487/ton pada 10 Oktober
     2025. Harga acuan batubara tidak sejalan dengan harga komoditas lain yang mengalami
     penurunan cukup tajam yaitu sebesar 29,63% (yoy) dari USD 148,50/ton menjadi USD
     104,50/ton pada 10 Oktober 2025.




         Grafik 16. Perkembangan Harga Acuan Emas, Perak, Tembaga dan Batubara Global
                               Sumber: S&P Capital IQ, 2025

     Permintaan emas global dalam lima tahun terakhir cenderung mengalami kenaikan dengan
     CAGR 2020 – 2024 mencapai 5,87%. Pada tahun 2024 permintaan emas global mengalami
     kenaikan sebesar 2,2% yaitu dari 4.524 ton di tahun 2023 menjadi 4.624 ton pada tahun 2024.
     Kebutuhan emas didominasi untuk kebutuhan perhiasan sebesar 43,8% atau 2.026,8 ton; 7,1%
     atau 326,2 ton untuk kebutuhan teknologi; 25,6% atau 1.181,9 ton untuk kebutuhan investasi;
     dan 23,6% atau 1.089 ton untuk kebutuhan bank sentral. Kebutuhan batubara negara maju
     diseluruh dunia cenderung mengalami fluktuasi. Setelah sempat mengalami kenaikan kebutuhan
     yang tinggi mencapai 1.036,4 juta ton pada tahun 2021, pada tahun 2024 permintaan batubara
     negara maju mengalami penurunan -5,5% (yoy) menjadi 832,7 juta ton. Batubara masih menjadi
     sumber energi listrik utama global dimana pada tahun 2025, produksi energi listrik yang
     dihasilkan dari batubara meencapai 50.618 Twh.




Halaman 47                                            00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 49
                5.000                                 4.729                          4.624
                                                                     4.524
                                       4.046
                4.000    3.681

                3.000

                2.000
                             946,3        1.036,4        1.000,4             880,9       832,7
                1.000

                    -
                            2020         2021           2022            2023           2024
                                         Emas (ton)    Batubara (juta ton)

              Grafik 17. Perkembangan Permintaan Emas dan Batubara Tahun 2020 – 2024
                                    Sumber: KJPP FDI, diolah

      Kesimpulan Industri Pertambangan dan Industri Alat Berat

      Industri pertambangan global masih ditopang oleh batu bara sebagai sumber energi utama,
      meskipun tekanan transisi menuju energi terbarukan terus meningkat. Dalam jangka menengah,
      permintaan batu bara diperkirakan tetap tinggi namun menunjukkan tren pelemahan secara
      bertahap, sehingga mendorong perusahaan untuk melakukan transformasi strategi. Di sisi lain,
      komoditas mineral seperti emas, perak, tembaga, dan nikel mengalami peningkatan permintaan
      yang signifikan, seiring dengan kebutuhan industri teknologi dan energi bersih.

      Bagi perusahaan seperti PT United Tractors Tbk, PT Danusa Tambang Nusantara, dan PT Stargate
      Pasific Resources, kondisi ini menciptakan peluang sekaligus tantangan. Ketergantungan pada
      batu bara mulai dikurangi melalui diversifikasi ke mineral bernilai tinggi, khususnya emas dan
      logam strategis lainnya yang memiliki prospek harga dan permintaan yang lebih kuat. PT
      Agincourt Resources, dengan fokus pada tambang emas, berada pada posisi yang diuntungkan
      oleh tren kenaikan harga logam mulia, sementara United Tractors memperkuat portofolionya
      melalui ekspansi ke sektor mineral dan tetap didukung oleh bisnis alat berat yang berkaitan erat
      dengan proyek infrastruktur domestik, pertambangan, konstruksi, kehutanan dan perkebunan,
      serta segmen bisnis lainnya yaitu berupa jasa kontraktor pertambanga, pertambangan (batu bara
      dan mineral lainnya). Secara keseluruhan, prospek industri bagi ketiga perusahaan ini tetap solid
      dalam jangka panjang. Strategi diversifikasi, peningkatan eksposur pada komoditas bernilai
      tinggi, serta kemampuan beradaptasi terhadap transisi energi menjadi faktor kunci dalam
      menjaga pertumbuhan dan ketahanan bisnis di tengah dinamika pasar global.

3.1.3 Analisis Operasional & Prospek Perusahaan

      Analisa Operasional

      Segmen operasi perusahaan terbagi menjadi empat segmen usaha utama yaitu: Mesin Konstruksi,
      Kontraktor Penambangan, Pertambangan, dan Segmen Lainnya. Analisis dan kinerja operasional
      dari masing-masing segmen usaha disajikan sebagai berikut:

      Mesin Konstruksi

      Segmen usaha mesin konstruksi dijalankan oleh perusahaan induk yaitu Perseroan serta anak
      usahanya yaitu PT Bina Pertiwi dan UT Heavy Industry (S) Pte Ltd. PT United Tractors Pandu
      Engineering (UTPE), dan PT Triatra Sinergia Pratama (TRIATRA). Segmen usaha ini berfokus pada

Halaman 48                                                    00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 50
     penjualan alat berat dan kendaraan transportasi untuk berbagai sektor, seperti pertambangan,
     perkebunan, konstruksi, kehutanan, material handling, dan transportasi.

     Tabel 17. Mesin Konstruksi
                      Mesin Konstruksi                  2020     2021    2022    2023    2024    2025
      Penjualan Alat Berat Komatsu (Unit)               1.564    3.088   5.753   5.270   4.420   4.515
      Penjualan UD Trucks (Unit)                          224     375     429     272     234     155
      Penjualan Scania (Unit)                             217     545     233     715     436     466
      Penjualan Suku Cadang dan Jasa Pemeliharaan
                                                             6      8      10      12      12      11
      (triliun Rupiah)
      Pendapatan Bersih Mesin Konstruksi
                                                            13     23      36      37      37      36
      (triliun Rupiah)
     Sumber: Laporan Tahunan PT United Tractors Tbk, diolah


     Segmen usaha Mesin Konstruksi pada tahun 2025 mencatat peningkatan pada penjualan alat
     berat Komatsu sebesar 2% menjadi 4.515 unit dibanding pada tahun sebelumnya pada tahun
     2024. Kenaikan ini terutama didorong oleh meningkatnya permintaan dari sektor kehutanan dan
     perkebunan yang mana membuat Komatsu memiliki pangsa pasar sebesar 20% dan tetap
     mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar alat berat di sektor pertambangan.

     Di sisi lain, penjualan Scania mengalami peningkatan dari 436 unit menjadi 466 unit, sementara
     penjualan UD Trucks menurun cukup signifikan dari 234 unit menjadi 155 unit. Penurunan juga
     tercatat pada pendapatan dari penjualan suku cadang dan jasa pemeliharaan alat berat yang
     turun sebesar 3% menjadi Rp11 triliun. Secara keseluruhan, total pendapatan bersih dari segmen
     Mesin Konstruksi mengalami penurunan sebesar 2% menjadi Rp36 triliun, yang menunjukkan
     bahwa peningkatan penjualan unit alat berat belum sepenuhnya mampu mengimbangi
     penurunan pada pendapatan layanan dan komponen pendukung lainnya.

     Kontraktor Penambangan

     Layanan yang tercakup pada segmen usaha kontraktor penambangan adalah diantaranya:
     desain dan implementasi pertambangan, penilaian dan studi kelayakan, pembangunan
     infrastruktur dan fasilitas tambang, pemindahan tanah, pengelolaan limbah, eksplorasi,
     pengangkutan, serta jasa terkait kontraktor penambangan lain.

     Tabel 18. Kontraktor Penambangan
                  Kontraktor Penambangan                2020     2021    2022    2023    2024    2025
      Produksi Batu Bara (juta ton)                       115     116     116     129     148     148
      Volume Pemindahan Tanah (juta bcm)                  825     852     954    1.158   1.217   1.100
      Pendapatan Bersih Kontraktor Penambangan
                                                            29     33      47      54      58      54
      (triliun Rupiah)
     Sumber: Laporan Tahunan PT United Tractors Tbk, diolah


     Segmen usaha Kontraktor Penambangan dijalankan oleh PT Pamapersada Nusantara (PAMA)
     beserta anak perusahaannya, PT Kalimantan Prima Persada (KPP Mining). Kedua entitas yang
     tergabung dalam PAMA Grup ini menyediakan layanan jasa pertambangan bagi pemegang
     konsesi tambang, terutama dalam kegiatan pemindahan lapisan tanah penutup (overburden
     removal) serta produksi batu bara dan mineral lainnya.

     Pada tahun 2024, segmen kontraktor penambangan mencatatkan kinerja yang positif. PAMA
     Grup membukukan peningkatan produksi batu bara sebesar 15% atau sekitar 19 juta ton


Halaman 49                                                  00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 51
     dibandingkan tahun 2023. Selain itu, volume pekerjaan pemindahan tanah juga meningkat
     sebesar 5% atau sekitar 59 juta bcm dibandingkan tahun sebelumnya. Sejalan dengan
     peningkatan aktivitas operasional tersebut, pendapatan bersih dari segmen kontraktor
     penambangan pada tahun 2024 juga mengalami kenaikan sebesar 8% atau sekitar Rp4 triliun
     dibandingkan tahun 2023.

     Namun demikian, hingga triwulan IV tahun 2025, PAMA Grup mencatatkan penurunan volume
     pekerjaan pemindahan tanah sebesar 10% menjadi 1.100 juta bcm. Sementara itu, volume
     produksi batu bara untuk para klien tercatat relatif stabil pada level 148 juta ton dengan rata-rata
     stripping ratio sebesar 7,4 kali. Penurunan volume pemindahan tanah ini terutama dipengaruhi
     oleh tingginya curah hujan serta penurunan stripping ratio pada beberapa kontrak klien. Sejalan
     dengan perkembangan tersebut, total pendapatan bersih dari segmen Kontraktor Penambangan
     tercatat menurun sebesar 7% menjadi Rp54 triliun.

     Pertambangan

     Grup perusahaan menjalankan usaha pertambangan pada dua lini bisnis, yaitu: batu bara termal
     dan metalurgi serta emas dan mineral Lainnya. Grup perusahaan menjalankan lini bisnis
     pertambangan batu bara lewat perusahaan induk lini bisnis batu bara yaitu PT Tuah Turangga
     Agung. Pada segmen usaha pertambangan emas dan mineral lainnya, PT Agincourt Resources,
     PT Sumbawa jutaraya, dan PT Stargate Pacific Resources menjadi entitas yang menjalankan lini
     bisnis ini.

     Tabel 19. Kinerja Operasional Batu Bara dan Metalurgi
             Batu Bara Termal dan Metalurgi            2020     2021       2022       2023       2024        2025
      Volume Penjualan Batu Bara (juta ton)                9       9         10         12         13          14
      Jumlah Pendapatan Bersih Pertambangan Batu
                                                            9     14         31         30         26          24
      Bara (triliun Rupiah)
     Sumber: Laporan Tahunan PT United Tractors Tbk, diolah


     Pada lini bisnis pertambangan batu bara, grup perusahaan pada 2024 mencatat volume
     penjualan yang meningkat sebesar 11% atau sebesar 13 juta ton dibandingkan tahun 2023.
     Meski begitu, jumlah pendapatan bersih pertambangan batu bara grup perusahaan pada 2024
     tercatat sebesar 26 triliun Rupiah atau turun sebesar 15% dari pendapatan bersih tahun 2023
     sebesar 31 triliun Rupiah. Penurunan pendapatan bersih tersebut didorong oleh penurunan harga
     batu bara global sejak awal tahun 2024 sehingga meskipun volume penjualan dicatatkan
     meningkat, Nilai penjualan bersih grup perusahaan mengalami penurunan.

     Memasuki tahun 2025, perseroan mencatatkan peningkatan volume penjualan batu bara menjadi
     14 juta ton. Meskipun demikian, pendapatan dari segmen usaha pertambangan batu bara
     tercatat turun sebesar 7% menjadi Rp24 triliun. Penurunan ini disebabkan oleh turunnya rata-rata
     harga jual batu bara di pasar, yang terus menekan nilai pendapatan meskipun volume penjualan
     mengalami peningkatan.

     Tabel 20. Kinerja Emas dan Mineral Lainnya
                Emas dan Mineral Lainnya               2020     2021       2022        2023       2024        2025
      Penjualan Setara Emas (ribu ons)                   320      330        286        175         232         277
      Jumlah Pendapatan (triliun Rupiah) Bersih
                                                            7          8          8          5          10          14
      Pertambangan Emas dan Mineral Lainnya
     Sumber: Laporan Tahunan PT United Tractors Tbk, diolah



Halaman 50                                                  00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 52
     Pada lini bisnis pertambangan emas dan mineral lainnya, grup perusahaan pada 2024
     mencatatkan kenaikan volume penjualan sebesar 32% atau sebesar 57 ribu ons dibanding tahun
     2023. Dari sisi pendapatan bersih, grup perusahaan pada 2024 mencatatkan total pendapatan
     bersih pertambangan emas dan mineral lainnya sebesar 10 triliun Rupiah atau kenaikan sebesar
     90% dibanding tahun 2023. Pada tahun 2025 tercatatat peningkatan pendapatan sebesar 41%
     menjadi Rp14 triliun, terutama disebabkan oleh peningkatan harga emas.

     Prospek Perusahaan

     Prospek industri pertambangan dan alat berat Indonesia saat ini ditopang oleh fundamental yang
     kuat dari sisi cadangan sumber daya alam dan tren produksi nasional yang terus meningkat.
     Indonesia memiliki 29 jenis komoditas mineral logam yang tersebar di 2.809 lokasi, dengan
     cadangan terbesar berasal dari timah 6.431 juta ton bijih, nikel 5.914 juta ton bijih, dan emas
     3.461 juta ton bijih. Produksi nasional juga menunjukkan pertumbuhan positif, di mana pada
     tahun 2024 produksi batubara naik 7,9% menjadi 836 juta ton, nikel meningkat 39%, serta emas
     dan perak melonjak hingga 80,9% (yoy). Meskipun harga batubara terkoreksi hingga 29,6% (yoy),
     harga emas, perak, dan tembaga justru meningkat tajam masing-masing sebesar 51,7%, 59,2%,
     dan 7,2%. Pergeseran tren ini menandakan potensi pertumbuhan yang lebih besar pada sektor
     logam bernilai tinggi dan mineral strategis, sejalan dengan kebijakan hilirisasi dan peningkatan
     nilai tambah industri nasional. Peningkatan ekspor mineral seperti emas, perak, dan tembaga
     juga menunjukkan kuatnya permintaan global yang membuka peluang bagi ekspansi industri
     pertambangan nasional menuju arah yang lebih modern dan berkelanjutan.

     Prospek usaha Perseroan ke depan berada dalam fase transisi strategis. Pada tahun 2026 terjadi
     penguatan harga dan permintaan batu bara (akibat geopolitik), pendapatan turun untuk
     kontraktor akibat penurunan volume produksi (RKAB), ekspor turun karena produksi domestik
     seperti di China meningkat.

     Di sisi lain, diversifikasi bisnis menjadi kunci utama pertumbuhan Perseroan. PAMA mulai
     memperluas portofolio ke proyek tambang nikel seperti blok Pomalaa, sementara lini
     pertambangan milik sendiri melalui Martabe, Doup (ASA), dan Stargate memperkuat eksposur
     Perseroan terhadap komoditas emas dan nikel yang harganya tengah naik tajam. Segmen alat
     berat menghadapi perlambatan dari sektor tambang, namun tetap ditopang oleh aktivitas
     konstruksi dan hilirisasi mineral nasional, dengan potensi pendapatan stabil dari layanan purna
     jual dan digitalisasi sistem (UT Connect). Sementara itu, segmen konstruksi ACSET dan energi
     baru EPN mendukung integrasi antarunit bisnis serta peluang investasi di sektor energi terbarukan.
     Dengan kombinasi diversifikasi portofolio, fokus pada efisiensi operasional, dan kesiapan
     memasuki era energi bersih, Perseroan berpotensi tetap tumbuh solid dan relevan di tengah
     perubahan arah pasar global.

3.1.4 Alasan Dan Latar Belakang Rencana Transaksi

     Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Manajemen Perseroan, latar belakang dan alasan
     dilakukannya rencana transaksi adalah untuk mendukung kebutuhan pendanaan kegiatan
     operasional SPR sehingga perusahaan memiliki kecukupan modal kerja dalam menjalankan
     aktivitas usaha dan menjaga kelangsungan operasional perusahaan secara optimal. Melalui
     fasilitas pinjaman pemegang saham yang diberikan oleh DTN, SPR diharapkan memperoleh
     fleksibilitas pendanaan yang dapat digunakan sesuai kebutuhan operasional perusahaan selama
     periode fasilitas pinjaman berlangsung.




Halaman 51                                               00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 53
3.1.5 Analisis Keuntungan & Kerugian Kualitatif

      Keuntungan dan kerugian dari adanya Rencana Transaksi bagi Perseroan dapat ditinjau dari
      beberapa aspek.

      Keuntungan yang dapat diperoleh Perseroan dari adanya Rencana Transaksi adalah sebagai
      berikut:

      1. Memperoleh pendapatan bunga atas fasilitas pinjaman yang diberikan kepada SPR sehingga
         dapat memberikan tambahan pendapatan bagi DTN.
      2. Mendukung kegiatan operasional dan kebutuhan modal kerja SPR sehingga diharapkan
         dapat menjaga kelangsungan usaha dan operasional perusahaan secara optimal.
      3. Mengoptimalkan pemanfaatan dana DTN melalui penempatan dana pada aset keuangan
         produktif berupa piutang pinjaman kepada entitas afiliasi.

      Kerugian yang dapat diperoleh Perseroan dari adanya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

      1. Timbulnya opportunity cost atas penggunaan dana DTN yang dialokasikan untuk pemberian
         pinjaman kepada SPR sehingga dana tersebut tidak dapat digunakan untuk alternatif investasi
         atau kebutuhan pendanaan lainnya.
      2. Adanya risiko kredit berupa potensi keterlambatan pembayaran atau gagal bayar atas pokok
         pinjaman dan/atau bunga oleh SPR sesuai ketentuan yang disepakati dalam perjanjian
         pinjaman.
      3. Potensi risiko likuiditas bagi DTN apabila realisasi penarikan pinjaman oleh SPR dilakukan
         dalam jumlah signifikan sehingga dapat mempengaruhi pengelolaan arus kas dan kebutuhan
         modal kerja DTN.

3.1.6 Dampak Leverage Terhadap Keuangan (Dibanding Industri Sejenis)

      Leverage perusahaan diukur melalui rasio Debt to Equity dan rasio Debt to Assets. Rasio Debt to
      Equity dan rasio Debt to Assets pada Perseroan secara historis sejak 2020 sampai 31 Desember
      2025 disajikan pada tabel berikut:

      Tabel 21. Leverage Perseroan – Historis
                                                2020      2021      2022      2023      2024      2025
                      Leverage
                                                Audited   Audited   Audited   Audited   Audited   Audited
       Debt to Equity Ratio                      0,13X     0,03X     0,22X     0,21X     0,18X     0,13X
       Long Term Debt to Equity Ratio            0,04X     0,01X     0,21X     0,16X     0,07X     0,04X
       Debt to Assets Ratio                      0,08X     0,02X     0,12X     0,12X     0,11X     0,08X
      Sumber: Analisis KJPP FDI&R


      Adanya Rencana Transaksi tidak mengubah rasio leverage perusahaan secara signifikan karena
      pinjaman yang diberikan dari DTN kepada SPR bersumber dari dana internal kas perusahaan.
      dengan begitu Rencana Transaksi tidak merubah struktur leverage perusahaan secara signifikan
      dilihat dari rasio Debt to Equity, Long-Term Debt to Equity, dan rasio Debt to Assets. Leverage
      perusahaan setelah Rencana Transaksi dilakukan disajikan pada tabel berikut:




Halaman 52                                                   00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 54
     Tabel 22. Leverage Perseroan – Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi
                       Dampak Leverage                          Sebelum Transaksi          Setelah Transaksi
      Debt to Equity Ratio                                                0,183418X                  0,183418X
      Long Term Debt to Equity Ratio                                      0,070903X                  0,070903X
      Debt to Assets Ratio                                                0,106493X                  0,106488X
     Sumber: Analisis KJPP FDI&R


     Industri sejenis merupakan perusahaan terbuka di Bursa Efek Indonesia yang memiliki kesamaan
     klasifikasi industri dengan Perseroan. Perusahaan sejenis yang disebandingkan dipilih
     menggunakan penentuan kesebandingan karakteristik yang terdiri dari klasifikasi industri,
     pertumbuhan pendapatan, pertumbuhan laba, margin laba bersih, total aset, dan pangsa pasar.
     Perusahaan dengan kriteria yang sebelumnya sudah ditentukan dan memenuhi minimum 4
     kriteria selanjutnya digunakan sebagai benchmark leverage.

     Ringkasan penentuan perusahaan pada industri sejenis disajikan pada tabel berikut:

     Tabel 23. Penentuan Perusahaan Industri Sejenis
                                               Pertumbuhan    Pertumbuhan      Margin        Total     Pangsa
             Perusahaan            Industri
                                                Pendapatan        Laba       Laba Bersih     Aset       Pasar
      PT Alamtri Resources
                                       √           √                                           √         √
      Indonesia Tbk (IDX:ADRO)
      PT Bayan Resources Tbk.
                                       √           √                                           √         √
      (IDX:BYAN)
      PT Bukit Asam (Persero)
                                       √                                         √             √         √
      Tbk (IDX:PTBA)
      PT Dian Swastatika
                                       √                                         √             √         √
      Sentosa Tbk (IDX:DSSA)
      PT Golden Energy Mines
                                       √           √              √                                      √
      Tbk (IDX:GEMS)
      PT Indo Tambangraya
                                       √                                         √             √         √
      Megah Tbk (IDX:ITMG)
     Sumber: S&P Capital IQ, diolah.


     Rasio leverage historis pada perusahaan di industri sejenis dengan proksi berupa rasio Debt to
     Equity dan Debt to Assets disajikan pada tabel berikut:

     Tabel 24. Rasio Debt to Equity Perusahaan Pembanding
                Debt to Equity Ratio             Dec 2021     Dec 2022    Dec 2023    Dec 2024        Sep 2025
      PT Alamtri Resources Indonesia Tbk
                                                       0,36       0,24        0,19           0,11         0,16
      (IDX:ADRO)
      PT Bayan Resources Tbk. (IDX:BYAN)                  -           -       0,20           0,15              -
      PT Bukit Asam (Persero) Tbk (IDX:PTBA)           0,04       0,05        0,06           0,10         0,17
      PT Dian Swastatika Sentosa Tbk
                                                       0,36       0,54        0,47           0,63         0,66
      (IDX:DSSA)
      PT Golden Energy Mines Tbk
                                                       0,36       0,24        0,38           0,43         0,19
      (IDX:GEMS)
      PT Indo Tambangraya Megah Tbk
                                                       0,04       0,03        0,03           0,04         0,05
      (IDX:ITMG)
      Average                                          0,20       0,18        0,22           0,24         0,20
     Sumber: S&P Capital IQ, diolah.




Halaman 53                                                     00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 55
     Rata-rata historis Debt to Equity perusahaan pembanding pada industri sejenis berkisar pada 0,18
     sampai 0,24. Rasio Debt to Equity yang tinggi menggambarkan bahwa pendanaan perusahaan
     lebih banyak bersumber dari Utang ketimbang Ekuitas.

     Tabel 25. Rasio Debt to Assets Perusahaan Pembanding
                Debt to Asset Ratio            Dec 2021    Dec 2022   Dec 2023     Dec 2024   Sep 2025
      PT Alamtri Resources Indonesia Tbk
                                                   0,21        0,15         0,14       0,09        0,12
      (IDX:ADRO)
      PT Bayan Resources Tbk. (IDX:BYAN)               -          -         0,12       0,10             -
      PT Bukit Asam (Persero) Tbk (IDX:PTBA)       0,03        0,03         0,03       0,05        0,09
      PT Dian Swastatika Sentosa Tbk
                                                   0,21        0,25         0,26       0,33        0,34
      (IDX:DSSA)
      PT Golden Energy Mines Tbk
                                                   0,14        0,12         0,19       0,23        0,11
      (IDX:GEMS)
      PT Indo Tambangraya Megah Tbk
                                                   0,03        0,02         0,02       0,03        0,04
      (IDX:ITMG)
      Average                                      0,10        0,09         0,13       0,14        0,12
     Sumber: S&P Capital IQ, diolah.


     Rata-rata historis Debt to Assets perusahaan pembanding pada industri sejenis berkisar pada 0,09
     sampai 0,14.

     Debt to Equity Perseroan sebelum dan setelah Rencana Transaksi sebesar 0,18 masih berada
     pada rentan perusahaan pada industri sejenis sebesar 0,18 sampai 0,24. Hal ini menunjukan
     bahwa Rencana Transaksi tidak memberikan dampak yang dapat membuat Perseroan memiliki
     leverage diluar rentan perusahaan pada industri sejenis.

     Debt to Assets Perseroan sebelum dan setelah Rencana Transaksi sebesar 0,10 masih berada
     pada rentan perusahaan pada industri sejenis sebesar 0,09 sampai 0,14. Hal ini menunjukan
     Rencana Transaksi pemberian pinjaman tidak berdampak pada leverage perusahaan yang dilihat
     dari proksi debt to assets.

3.1.7 Dampak Likuiditas & Kemampuan Melunasi Pinjaman Saat Jatuh Tempo

     Dampak likuiditas dan kemampuan melunasi pinjaman saat jatuh tempo dilihat dari perubahan
     rasio likuiditas Perseroan sebelum dan setelah Rencana Transaksi dilakukan. Proksi yang dapat
     digunakan pada analisis dampak likuiditas adalah current ratio atau rasio lancar, quick ratio atau
     rasio cepat, dan cash ratio atau rasio kas. Selanjutnya analisis kemampuan melunasi pinjaman
     saat jatuh tempo dapat dilihat dari kinerja dan kondisi keuangan SPR serta hal-hal lain yang dapat
     mendukung debitur dalam pelunasan saat jatuh tempo.

     Rasio likuiditas Perseroan dengan proksi current ratio, quick ratio, dan cash ratio sebelum dan
     setelah Rencana Transaksi disajikan pada tabel berikut:

     Tabel 26. Rasio Likuiditas Perseroan
             Rasio Likuiditas          Sebelum Transaksi     Setelah Transaksi      Selisih Perubahan
      Current Ratio                        1,355704X            1,355651X              0,000053X
      Quick Ratio                          1,041310X            1,041304X              0,000006X
      Cash Ratio                           0,499329X            0,499254X              0,000075X
     Sumber: Analisis KJPP FDI&R



Halaman 54                                                  00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 56
     Rencana transaksi terhadap rasio likuiditas perusahaan memberikan dampak yang tidak
     signifikan. Hal tersebut diakibatkan dari besaran nilai Rencana Transaksi yang jumlahnya sebesar
     3,39% dari total kas dan setara kas perusahaan per tanggal pendapat kewajaran. Dengan begitu
     dampak yang ditimbulkan Rencana Transaksi terhadap likuiditas perusahaan tidak signifikan.

     Pada analisis kemampuan melunasi pinjaman saat jatuh tempo, kemampuan melunasi pinjaman
     saat jatuh tempo dapat dilihat dari coverage rasio SPR. Coverage Ratio sebagai proksi
     kemampuan melunasi pinjaman yang digunakan adalah Times Interest Earned dan Debt Service
     Coverage Ratio. Dari analisis yang dilakukan, SPR secara historis tidak memiliki utang berbunga
     dan beban keuangan terkait utang berbunga, sehingga rasio coverage yang digunakan sebagai
     proksi tidak memberikan nilai rasio yang memadai untuk dilakukan analisis. Tidak terdapatnya
     utang berbunga dan beban bunga menggambarkan kondisi perusahaan yang baik dengan
     pendapatan operasional perusahaan tidak memerlukan adanya alokasi untuk pelunasan pokok
     utang maupun pembayaran beban bunga.

     Selanjutnya analisis kemampuan melunasi pinjaman saat jatuh tempo dapat dilihat dari historis
     rasio solvabilitas dan rasio likuiditas SPR.

     Tabel 27. Rasio Likuiditas SPR
         Rasio Likuiditas          2021      2022         2023        2024         2025        Rata-rata
      Current Ratio                 0,33X      0,54X        0,25X        0,40X        0,28X        0,36X
      Quick Ratio                   0,16X      0,50X        0,16X        0,25X        0,13X        0,24X
      Cash Ratio                    0,08X      0,36X        0,04X        0,08X        0,07X        0,12X
     Sumber: Analisis KJPP FDI&R


     Tabel 28. Rasio Solvabilitas SPR
        Rasio Solvabilitas         2021      2022         2023        2024         2025        Rata-rata
      Debt to Assets Ratio          1,32X      0,79X        1,15X        0,79X        0,33X        0,87X
      Debt to Equity Ratio       -2,12X      -27,71X       -2,25X       -3,31X       -0,28X       -7,13X
     Sumber: Analisis KJPP FDI&R


     Dari rasio likuiditas yang di analisis, rasio likuiditas SPR dengan proksi current ratio, quick ratio,
     dan cash ratio, kemudian dari rasio solvabilitas yang dianalisis, yaitu DAR dan DER, diperoleh
     bahwa SPR memiliki utang berbunga selama periode 2021–2025 sehingga kedua rasio tersebut
     tercatat sebesar rata-rata 0,87 kali untuk Debt to Assets Ratio dan negatif 7,13 kali untuk Debt to
     Equity Ratio akibat ekuitas SPR yang dibukukan negatif. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan
     bergantung pada pendanaan berbasis utang berbunga dan memiliki struktur permodalan yang
     didominasi oleh ekuitas, meskipun pada 2025, nilai Debt to Assets dan Debt to Equity SPR berada
     pada kisaran paling kecil dari tahun-tahun sebelumnya.

     Dilihat dari perbandingan nilai Rencana Transaksi dengan nilai kas dan setara kas SPR per tanggal
     pendapat kewajaran, diperoleh bahwa nilai Rencana Transaksi sebesar Rp900.000.000.000
     dibandingkan dengan posisi kas dan setara kas sebesar Rp107.933 juta adalah sebesar 833,85%
     sehingga posisi kas dan setara kas SPR per tanggal pendapat kewajaran belum mampu menyerap
     seluruh nilai pokok Rencana Transaksi pinjaman.




Halaman 55                                                  00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 57
3.1.8 Dampak Jika Proyek Dibiayai Gagal

     Terdapat dampak pada Perseroan jika pinjaman yang diberikan kepada SPR tidak dapat dilunasi
     atau mengalami kegagalan. Tidak dilunasinya pinjaman oleh SPR akan menghilangkan potensi
     pendapatan bunga yang akan diterima dan menghilangkan hak penerimaan pokok atas
     pinjaman. Hal tersebut dapat berdampak pada penurunan proyeksi laba rugi dan penurunan
     proyeksi perolehan kas perusahaan.

     Tabel 29. Analisis Cash Management SPR
                                                                               (dalam juta Rupiah)
                           Analisis Cash Management                       31 Desember 2025
       Kas dan Setara Kas Perseroan                                                   26.570.772
       Nilai Rencana Transaksi                                                           900.000
       Nilai Rencana Transaksi terhadap Kas                                                  3,39%
     Sumber: Analisis KJPP FDI&R


     Merujuk pada analisis cash management, rasio nilai Rencana Transaksi terhadap kas dan setara
     kas Perseroan per tanggal Pendapat Kewajaran adalah sebesar 3,39% sehingga dampak yang
     timbul jika terjadi gagal bayar tidak akan mengganggu aktivitas operasional perusahaan secara
     keseluruhan.




Halaman 56                                             00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 58
3.2   Analisis Kuantitatif Atas Rencana Transaksi

3.2.1 Kinerja Historis

      Analisis kinerja historis bertujuan untuk menilai kondisi keuangan dan kinerja operasional
      perusahaan dalam beberapa tahun terakhir sebelum dilakukannya Rencana Transaksi. Analisis
      ini memberikan gambaran mengenai stabilitas pendapatan, efisiensi operasional, serta
      kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dan arus kas.

      Kinerja Historis Perseroan

      • Laporan Keuangan

         Data laporan keuangan yang digunakan dalam analisis ini adalah laporan keuangan audited
         Perseroan periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025.

         Laporan keuangan tersebut menjadi dasar dalam penilaian kinerja historis dan posisi
         keuangan perusahaan, meliputi Laporan Posisi Keuangan, Laporan Laba Rugi, serta Laporan
         Arus Kas pada masing-masing periode.

         Laporan Posisi Keuangan

         Tabel 30. Laporan Posisi Keuangan Perseroan Periode 31 Desember 2021–31 Desember 2025
                                                                            (dalam miliar Rupiah)
                                               Audited      Audited    Audited    Audited    Audited
           Laporan Posisi Keuangan
                                              Des 2021      Des 2022   Des 2023   Des 2024   Des 2025
           Aset
           Aset Lancar
           Kas dan Setara Kas                   33.322        38.282     18.597     25.093     26.571
           Piutang Usaha
           Pihak Ketiga                         11.640        17.118     18.953     18.918     18.560
           Pihak Berelasi                            512        515       1.321      1.071      1.358
           Piutang Non Usaha
           Pihak Ketiga                              904       1.042       833        780        493
           Pihak Berelasi                            964        973       1.208      1.383      1.203
           Persediaan                               9.454     15.390     17.184     16.994     16.730
           Proyek dalam Pelaksanaan                    0           0          0       159         29
           Pihak Ketiga                               59         37        111           0          0
           Pihak Berelasi                              0           0                     0          0
           Pajak Dibayar Dimuka
           Pajak Penghasilan Badan                  1.145       806        910        782       1.654
           Pajak Lain-lain                          1.753      3.412      2.197      2.939      3.644
           Uang Muka dan Biaya Dibayar
                                                     775       1.256      1.103      1.470      1.543
           Dimuka
           Aset Lancar Lain-lain                      77         99        249        391        357
           Total Aset Lancar                    60.604        78.930     62.667     69.979     72.141




Halaman 57                                                  00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 59
                                           Audited    Audited    Audited    Audited    Audited
         Laporan Posisi Keuangan
                                           Des 2021   Des 2022   Des 2023   Des 2024   Des 2025
         Aset Tidak Lancar
         Kas dan Deposito Berjangka Yang
                                               776        519        561        629        788
         Dibatasi Penggunaannya
         Piutang Usaha
         Pihak Ketiga                           56           0       108        477        453
         Pihak Berelasi                           0                   17         18         19
         Piutang Non Usaha
         Pihak Ketiga                          385        458        312        180         88
         Pihak Berelasi                       2.087      2.811      2.868      3.407      3.104
         Persediaan                            206        255         82         99        106
         Pajak Dibayar Dimuka
         Pajak Penghasilan Badan                19           9        76        792       1.447
         Pajak Lain-Lain                       222        266       1.732      1.913      1.650
         Uang Muka Dan Biaya Dibayar
                                               109        569       1.299       428        794
         Dimuka
         Investasi Pada Entitas Asosiasi
         Investments In Associates Dan        2.517      5.146     14.853     17.822     17.224
         Ventura Bersama
         Investasi Jangka Panjang              764       1.114      1.243      1.376      3.176
         Aset Tetap                          20.457     23.678     36.002     40.952     45.297
         Properti Pertambangan               11.925     11.905     17.846     15.712     14.809
         Properti Investasi                    222        222        228        216        244
         Beban Eksplorasi dan
                                              2.162      2.389      2.374      2.494      2.769
         Pengembangan Tangguhan
         Aset Tambang Berproduksi             4.456      4.836      4.489      4.216      3.958
         Beban Tangguhan                       917       1.715      1.449      1.301      1.169
         Aset Pajak Tangguhan                 2.250      2.981      3.537      4.021      4.891
         Goodwill                             2.428      2.676      2.287      3.448      3.511
         Total Aset Tidak Lancar             51.957     61.548     91.361     99.501    105.496
         Total Aset                         112.561    140.478    154.028    169.481    177.637


         Liabilitas
         Liabilitas Jangka Pendek
         Utang Usaha
         Pihak Ketiga                        14.299     24.591     28.883     28.749     29.095
         Pihak Berelasi                        219        258        228        236        214
         Utang Non-Usaha
         Pihak Ketiga                          389        508        604        863       1.133
         Pihak Berelasi                         51         76         52         70         88
         Utang Pajak
         Pajak Penghasilan Badan              1.868      2.940      2.390      1.042       826
         Pajak Lain-Lain                       378        642        779        478        585
         Akrual                               5.188      8.856      6.569      6.787      6.693
         Uang Muka Pelanggan
         Pihak Ketiga                          774        784        691       1.004       857
         Pihak Berelasi                         11        111         53         46         44
         Pendapatan Tangguhan                  440        600        705        972       1.021


Halaman 58                                            00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 60
                                                Audited    Audited     Audited     Audited     Audited
         Laporan Posisi Keuangan
                                                Des 2021   Des 2022    Des 2023    Des 2024    Des 2025
         Liabilitas Imbalan Kerja                   633         658         791         852       1.054
         Pinjaman Bank Jangka Pendek                175       1.029         294         402         560
         Bagian Jangka Pendek Dari Utang
         Jangka Panjang
         Pinjaman Bank                             5.351                      8       2.294       9.683
         Liabilitas Sewa                            651         940         989         907         801
         Pinjaman Lain-Lain                          29          19           3         600         560
         Pinjaman Bank Jangka Pendek Dari
         Liabilitas Keuangan Jangka                  32          29                       0           0
         Panjang Lain-Lain
         Total Liabilitas Jangka Pendek           30.489     42.037      43.038      45.303      53.213


         Liabilitas Jangka Panjang
         Liabilitas Pajak Tangguhan                3.165      3.241       4.462       4.022       3.768
         Provisi Rehabilitasi, Reklamasi, dan
                                                    634         794         865       1.029       1.155
         Penutupan Tambang
         Liabilitas Imbalan Kerja                  3.316      3.708       4.047       4.989       5.498
         Utang Jangka Panjang, Setelah
         Dikurangi Bagian Jangka Pendek
         Pinjaman Bank                             2.497          0      16.573      14.862       6.055
         Liabilitas Sewa                            462         897         842         758         976
         Pinjaman Lain-Lain                          22         117         165         343         282
         Liabilitas Keuangan Jangka
                                                    154         169           0           0       3.555
         Panjang Lain-Lain
         Total Liabilitas Jangka Panjang          10.249      8.927      26.954      26.003      21.288
         Total Liabilitas                         40.739     50.964      69.993      71.305      74.501


         Ekuitas
         Ekuitas Yang Diatribusikan Kepada
         Entitas Induk
         Modal Disetor                              933         933         933         933         933
         Tambahan Modal Disetor                    9.704      9.704       9.704       9.704       9.704
         Saham Tresuri                                 0     (3.191)     (3.191)     (3.191)     (4.902)
         Saldo Laba
         Dicadangkan                                187         187         187         187         187
         Belum Dicadangkan                        56.487     71.137      66.685      77.976      85.548
         Selisih Kurs Dari Penjabaran
                                                   2.712      5.962       5.188       7.399       9.227
         Laporan Keuangan
         Cadangan Lindung Nilai                    (818)        612         549         745      (2.065)
         Cadangan Penyesuaian Nilai Wajar
                                                     20          20          20          19          19
         Aset Tetap
         Transaksi Dengan Kepentingan
                                                   (664)      (664)       (824)       (824)       (876)
         Nonpengendali
         Total Ekuitas Yang Diatribusikan
                                                  68.560     84.698      79.251      92.947      97.774
         Kepada Entitas Induk
         Kepentingan Nonpengandali                 3.263      4.816       4.785       5.228       5.363


         Total Ekuitas                            71.823     89.514      84.036      98.175     103.136



Halaman 59                                                 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 61
                                             Audited     Audited    Audited     Audited        Audited
         Laporan Posisi Keuangan
                                            Des 2021    Des 2022   Des 2023    Des 2024    Des 2025
         Total Liabilitas Dan Ekuitas        112.561     140.478    154.028     169.481        177.637
        Sumber: Laporan Keuangan Audit Perseroan Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025


        Aset Lancar

        Pertumbuhan aset lancar Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
        Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi dengan rata-rata CAGR sebesar
        4,45% . Pada tahun 2021 aset lancar tercatat sebesar Rp60.604 miliar. Pada tahun 2022 aset
        lancar mengalami peningkatan sebesar 30,24% secara year on year atau tercatat sebesar
        Rp78.930 miliar. Pada tahun 2023 aset lancar mengalami penurunan sebesar 20,60% secara
        year on year atau tercatat sebesar Rp62.667 miliar. Pada tahun 2024 aset lancar mengalami
        peningkatan sebesar 11,67% secara year on year atau tercatat sebesar Rp69.979 miliar. Serta
        pada tahun 2025 aset lancar mengalami peningkatan sebesar 3,09% secara year on year atau
        tercatat sebesar Rp72.141miliar.

        Aset Tidak Lancar

        Pertumbuhan aset tidak lancar Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan
        31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi dengan rata-rata CAGR
        sebesar 19,37% . Pada tahun 2021 aset tidak lancar tercatat sebesar Rp51.957 miliar. Pada
        tahun 2022 aset tidak lancar mengalami peningkatan sebesar 18,46% secara year on year
        atau tercatat sebesar Rp61.548 miliar. Pada tahun 2023 aset tidak lancar mengalami
        peningkatan sebesar 48,44% secara year on year atau tercatat sebesar Rp91.361 miliar. Pada
        tahun 2024 aset tidak lancar mengalami peningkatan sebesar 8,91% secara year on year atau
        tercatat sebesar Rp99.501 miliar. Serta pada tahun 2025 aset tidak lancar mengalami
        peningkatan sebesar 6,02% secara year on year atau tercatat sebesar Rp105.496 miliar.

        Total Aset

        Pertumbuhan total aset Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
        Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang terus meningkat setiap tahunnya dengan rata-
        rata CAGR sebesar 12,08%. Pada tahun 2021 total aset tercatat sebesar Rp112.561 miliar.
        Pada tahun 2022 total aset mengalami peningkatan sebesar 24,80% secara year on year atau
        tercatat sebesar Rp140.478 miliar. Pada Tahun 2023 total aset mengalami peningkatan
        sebesar 9,65% secara year on year atau tercatat sebesar Rp154.028 miliar. Pada tahun 2024
        total aset mengalami peningkatan sebesar 10,03% secara year on year atau tercatat sebesar
        Rp169.481 miliar. Serta pada tahun 2025 total aset mengalami peningkatan sebesar 4,81%
        secara year on year atau tercatat sebesar Rp177.637 miliar.

        Liabilitas Jangka Pendek

        Pertumbuhan liabilitas jangka pendek Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai
        dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi dengan rata-rata
        CAGR sebesar 14,94%. Pada tahun 2021 liabilitas jangka pendek tercatat sebesar Rp30.489
        miliar. Pada tahun 2022 liabilitas jangka pendek mengalami peningkatan sebesar 37,88%
        secara year on year atau tercatat sebesar Rp42.037 miliar. Pada Tahun 2023 liabilitas jangka
        pendek mengalami peningkatan sebesar 2,38% secara year on year atau tercatat sebesar
        Rp43.038 miliar. Pada tahun 2024 liabilitas jangka pendek mengalami peningkatan sebesar



Halaman 60                                               00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 62
        5,26% secara year on year atau tercatat sebesar Rp45.303 miliar. Serta pada tahun 2025
        liabiitas jangka pendek mengalami peningkatan sebesar 17,46% secara year on year atau
        tercatat sebesar Rp53.213 miliar.

        Liabilitas Jangka Panjang

        Pertumbuhan liabilitas jangka panjang Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai
        dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi dengan rata-rata
        CAGR sebesar 20,05%. Pada tahun 2021 liabilitas jangka panjang tercatat sebesar Rp10.249
        miliar. Pada tahun 2022 liabilitas jangka panjang mengalami penurunan sebesar 12,90%
        secara year on year atau tercatat sebesar Rp8.927 miliar. Pada Tahun 2023 liabilitas jangka
        panjang mengalami peningkatan sebesar 201,94% secara year on year atau tercatat sebesar
        Rp26.954 miliar. Pada tahun 2024 liabilitas jangka panjang mengalami penurunan sebesar
        3,53% secara year on year atau tercatat sebesar Rp26.003 miliar. Serta pada tahun 2025
        liabiitas jangka panjang mengalami penurunan sebesar 18,13% secara year on year atau
        tercatat sebesar Rp21.288 miliar.

        Total Liabilitas

        Pertumbuhan total liabilitas Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
        Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang meningkat setiap tahunnya dengan rata-rata
        CAGR sebesar 16,29%. Pada tahun 2021 total liabilitas tercatat sebesar Rp40.739 miliar. Pada
        tahun 2022 total liabilitas mengalami peningkatan sebesar 25,10% secara year on year atau
        tercatat sebesar Rp50.964 miliar. Pada Tahun 2023 total liabilitas mengalami peningkatan
        sebesar 37,34% secara year on year atau tercatat sebesar Rp69.993 miliar. Pada tahun 2024
        total liabilitas mengalami peningkatan sebesar 1,88% secara year on year atau tercatat sebesar
        Rp71.305 miliar. Serta pada tahun 2025 total liabiitas mengalami peningkatan sebesar 4,48%
        secara year on year atau tercatat sebesar Rp74.501 miliar.

        Total Ekuitas

        Pertumbuhan total ekuitas Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
        Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi dengan rata-rata CAGR sebesar
        9,47%. Pada tahun 2021 total ekuitas tercatat sebesar Rp71.823 miliar. Pada tahun 2022 total
        ekuitas mengalami peningkatan sebesar 24,63% secara year on year atau tercatat sebesar
        Rp89.514 miliar. Pada Tahun 2023 total ekuitas mengalami penurunan sebesar 6,12% secara
        year on year atau tercatat sebesar Rp84.036 miliar. Pada tahun 2024 total ekuitas mengalami
        peningkatan sebesar 16,83% secara year on year atau tercatat sebesar Rp98.175 miliar. Serta
        pada tahun 2025 total ekuitas mengalami peningkatan sebesar 5,05% secara year on year
        atau tercatat sebesar Rp103.136 miliar.

        Laporan Laba Rugi

        Tabel 31. Laporan Laba Rugi Perseroan Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
                                                                          (dalam miliar Rupiah)
                                       Audited      Audited      Audited      Audited      Audited
              Laporan Laba Rugi
                                      Des 2021     Des 2022     Des 2023     Des 2024     Des 2025
         Pendapatan bersih               79.461      123.607      128.583      134.427      131.301
         Beban pokok pendapatan         (59.796)     (88.849)     (92.797)    (100.595)    (101.597)
         Laba bruto                      19.665       34.759       35.786       33.832       29.704



Halaman 61                                               00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 63
                                        Audited     Audited      Audited      Audited      Audited
              Laporan Laba Rugi
                                        Des 2021    Des 2022    Des 2023     Des 2024     Des 2025
         Beban penjualan                  (1.126)     (1.065)      (1.321)      (1.056)        (1.598)
         Beban umum dan
                                          (3.664)     (4.561)      (4.742)      (5.594)        (6.040)
         administrasi
         Beban lain-lain, bersih            (980)       (561)        (885)        (421)         (256)
         Penghasilan keuangan                872         998        1.127        1.150          1.244
         Biaya keuangan                     (754)       (760)      (1.879)      (2.651)        (2.626)
         Bagian atas laba bersih
         entitas asosiasi dan ventura        449         636          635          637          (246)
         bersama
         Laba sebelum pajak
                                          14.462      29.446       28.720       25.897         20.182
         penghasilan
         Beban pajak penghasilan          (3.854)     (6.452)      (6.590)      (5.779)        (5.005)
         Laba tahun berjalan              10.608      22.994       22.130       20.119         15.177
         Laba Bersih                      10.280      21.005       20.612       19.531         14.810
        Sumber: Laporan Keuangan Audit Perseroan Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025


        Pendapatan Bersih

        Pertumbuhan pendapatan bersih Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai
        dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang fluktuatif dengan rata-rata CAGR
        sebesar 13,38%. Pada tahun 2021 pendapatan bersih tercatat sebesar Rp79.461 miliar. Pada
        tahun 2022 pendapatan bersih mengalami peningkatan sebesar 55,56% secara year on year
        atau tercatat sebesar Rp123.607 miliar. Pada tahun 2023 pendapatan bersih mengalami
        peningkatan sebesar 4,03% secara year on year atau tercatat sebesar Rp128.583 miliar. Pada
        tahun 2024 pendapatan bersih mengalami peningkatan sebesar negatif 4,54% secara year on
        year atau tercatat sebesar Rp134.427 miliar. Serta pada tahun 2025 pendapatan bersih
        mengalami penurunan sebesar 2,33% secara year on year atau tercatat sebesar Rp131.301
        miliar.

        Laba Bruto

        Pertumbuhan laba bruto Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
        Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang fluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
        10,86%. Pada tahun 2021 laba bruto tercatat sebesar Rp19.665 miliar. Pada tahun 2022 laba
        bruto mengalami peningkatan sebesar 76,75% secara year on year atau tercatat sebesar
        Rp34.759 miliar. Pada tahun 2023 laba bruto mengalami peningkatan sebesar 2,96% secara
        year on year atau tercatat sebesar Rp35.786 miliar. Pada tahun 2024 laba bruto mengalami
        penurunan sebesar 5,46% secara year on year atau tercatat sebesar Rp33.832 miliar. Serta
        pada tahun 2025 laba bruto mengalami penurunan sebesar 12,20% secara year on year atau
        tercatat sebesar Rp29.704 miliar.

        Laba Sebelum Pajak Penghasilan

        Pertumbuhan laba sebelum pajak penghasilan Perseroan selama periode 31 Desember 2021
        sampai dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang fluktuatif dengan rata-rata
        CAGR sebesar 8,69%. Pada tahun 2021 laba sebelum pajak penghasilan tercatat sebesar
        Rp14.462 miliar. Pada tahun 2022 laba sebelum pajak penghasilan mengalami peningkatan
        sebesar 103,61% secara year on year atau tercatat sebesar Rp29.446 miliar. Pada tahun 2023
        laba sebelum pajak penghasilan mengalami penurunan sebesar 2,46% secara year on year

Halaman 62                                               00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 64
        atau tercatat sebesar Rp28.720 miliar. Pada tahun 2024 laba sebelum pajak penghasilan
        mengalami penurunan sebesar 9,83% secara year on year atau tercatat sebesar Rp25.897
        miliar. Serta Pada tahun 2025 laba sebelum pajak penghasilan mengalami penurunan sebesar
        22,07% secara year on year atau tercatat sebesar Rp20.182 miliar.

        Laba Tahun Berjalan

        Pertumbuhan laba tahun berjalan Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai
        dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi dengan rata-rata
        CAGR sebesar 9,37%. Pada tahun 2021 laba tahun berjalan tercatat sebesar Rp10.608 miliar.
        Pada tahun 2022 laba tahun berjalan mengalami peningkatan sebesar 116,75% secara year
        on year atau tercatat sebesar Rp22.994 miliar. Pada tahun 2023 laba tahun berjalan
        mengalami penurunan sebesar 3,76% secara year on year atau tercatat sebesar Rp22.130
        miliar. Pada tahun 2024 laba tahun berjalan mengalami penurunan sebesar 9,09% secara
        year on year atau tercatat sebesar Rp20.119 miliar. Serta pada tahun 2025 laba tahun berjalan
        mengalami penurunan sebesar 24,56% secara year on year atau tercatat sebesar Rp15.177
        miliar.

        Laba Bersih

        Pertumbuhan laba bersih Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
        Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi dengan rata-rata CAGR sebesar
        9,56%. Pada tahun 2021 laba bersih tercatat sebesar Rp10.280 miliar. Pada tahun 2022 laba
        bersih mengalami peningkatan sebesar 104,34% secara year on year atau tercatat sebesar
        Rp21.005 miliar. Pada tahun 2023 laba bersih mengalami penurunan sebesar 1,87% secara
        year on year atau tercatat sebesar Rp20.612 miliar. Pada tahun 2024 laba bersih mengalami
        penurunan sebesar 5,24% secara year on year atau tercatat sebesar Rp19.531 miliar. Serta
        pada tahun 2025 laba bersih mengalami penurunan sebesar 24,17% secara year on year atau
        tercatat sebesar Rp14.810 miliar.
        Laporan Arus Kas

        Tabel 32. Laporan Arus Kas Perseroan Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
                                                                          (dalam miliar Rupiah)
                                       Audited      Audited      Audited     Audited      Audited
              Laporan Arus Kas
                                      Des 2021     Des 2022     Des 2023     Des 2024    Des 2025
         Arus kas dari aktivitas
         operasi
         Penerimaan dari pelanggan       77.191     118.488      125.717      134.591      130.663
         Pembayaran kepada
                                        (43.653)    (70.639)     (79.769)     (83.213)     (84.052)
         pemasok dan lain-lain
         Pembayaran kepada
                                         (8.375)      (9.307)    (10.881)     (12.232)     (12.574)
         karyawan
         Kas yang dihasilkan dari
                                         25.163       38.542       35.068      39.146       34.037
         operasi
         Pembayaran biaya
                                           (753)       (724)       (2.098)     (2.758)      (2.558)
         keuangan
         Penerimaan bunga                   747          822          952         978        1.112
         Pembayaran pajak
                                         (2.826)      (6.560)      (8.886)     (8.791)      (7.502)
         penghasilan badan
         Penerimaan dari kelebihan
                                            749          288        1.126        1.088       1.833
         pembayaran pajak lain-lain



Halaman 63                                              00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 65
                                        Audited        Audited        Audited        Audited        Audited
              Laporan Arus Kas
                                        Des 2021       Des 2022       Des 2023       Des 2024       Des 2025
         Penerimaan dari kelebihan
         pembayaran pajak                    205            523            186            381            222
         penghasilan badan
         Arus kas bersih yang
         diperoleh dari aktivitas         23.285         32.892         26.347         30.045         27.143
         operasi
         Arus kas dari aktivitas
         investasi
         Perolehan aset tetap             (2.654)        (7.768)       (18.012)       (12.212)       (12.975)
         Perolehan properti investasi              -              -              -              -              -
         Pembayaran beban
         eksplorasi dan                     (407)          (397)          (331)          (313)          (350)
         pengembangan tangguhan
         Pembayaran aset tambang
                                            (315)          (435)          (327)          (442)          (223)
         berproduksi
         Pembayaran beban
                                             (50)        (1.151)           (85)           (64)           (90)
         tangguhan
         Uang muka perolehan aset
                                             (79)          (686)          (476)          (719)          (552)
         tetap
         Uang Muka Perolehan
                                                   -              -       (804)                 -              -
         Saham
         Penambahan investasi pada
         entitas asosiasi dan ventura         (0)          (264)        (9.377)        (1.464)          (207)
         bersama
         Penambahan investasi
                                            (114)                 -              -              -     (1.500)
         jangka panjang
         Akuisisi entitas anak                                          (4.331)           (83)          (500)
         Penerimaan dari penjualan
                                             280            341            143            420            456
         aset tetap
         Penerimaan dari penjualan
                                                   -              -              -              -        564
         Entitas Anak
         Penambahan pinjaman
                                          (1.179)        (1.336)        (1.533)        (1.662)          (726)
         kepada pihak berelasi
         Penambahan pinjaman
                                            (492)          (503)          (430)          (338)          (111)
         kepada pihak ketiga
         Penerimaan dari pinjaman
                                           1.055            932          1.415          1.321          2.001
         kepada pihak berelasi
         Penerimaan dari pinjaman
                                             486            427            434            410            466
         kepada pihak ketiga
         Penarikan kas dan deposito
         yang dibatasi                       272            317                  -              -              -
         penggunaannya
         Penerimaan dividen                   39            124            273            943            302
         Arus kas bersih yang
         digunakan untuk aktivitas        (3.159)       (10.401)       (33.440)       (14.203)       (13.446)
         investasi
         Arus kas dari aktivitas
         pendanaan
         Penerimaan pinjaman bank
                                             481            888            162          1.078          1.269
         jangka pendek
         Penerimaan pinjaman bank
                                                   -              -     19.630          5.656          8.220
         jangka Panjang



Halaman 64                                                  00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 66
                                          Audited       Audited        Audited        Audited        Audited
              Laporan Arus Kas
                                       Des 2021         Des 2022       Des 2023       Des 2024       Des 2025
         Pembayaran pinjaman bank
                                            (1.007)          (90)          (260)          (977)        (1.115)
         jangka pendek
         Pembayaran pinjaman bank
                                            (2.508)       (8.216)        (3.650)        (5.529)       (10.005)
         jangka panjang
         Pembayaran pokok liabilitas
                                            (1.060)         (962)        (1.106)        (1.149)        (1.168)
         sewa
         Penerimaan Pinjaman Lain-
                                                    -        114             51          3.037          1.639
         lain
         Pembayaran pinjaman lain-
                                               (53)          (29)           (19)        (3.164)        (1.742)
         lain
         Penambahan modal dari
                                                    -         18             37                 2              9
         kepentingan nonpengendali
         Penerimaan dari Pelepasan
         Kepentingan pada Entitas                   -              -         15                  -              -
         Anak
         Pembayaran untuk akuisisi
         kepentingan nonpengendali             (20)                -        (51)                 -              -
         pada entitas anak
         Pembayaran untuk
                                                    -     (3.191)                 -              -     (1.590)
         pembelian saham tresuri
         Pembayaran dividen
         kepada:
         Pemilik Entitas Induk              (3.013)       (6.365)       (25.001)        (8.118)        (7.446)
         Kepentingan Nonpengendali           (239)          (819)        (2.038)          (304)          (542)
         Arus kas bersih yang
         digunakan untuk aktivitas          (7.420)      (18.653)       (12.230)        (9.468)       (12.470)
         pendanaan


         Kenaikan bersih kas dan
                                          12.706         3.837     (19.323)        6.374      1.228
         setara kas
         Kas dan setara kas pada
                                          20.499        33.322       38.282      18.597      25.093
         awal tahun
         Dampak perubahan selisih
         kurs terhadap kas dan                117        1.123         (362)         122        251
         setara kas
         Kas dan setara kas pada
                                          33.322        38.282       18.597      25.093      26.571
         akhir tahun
        Sumber: Laporan Keuangan Audit Perseroan Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025


        Arus Kas dari Aktivitas Operasi

        Arus kas dari aktivitas operasi mencerminkan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan kas
        dari kegiatan usaha utamanya. Sepanjang periode 2021 hingga 2022, arus kas dari aktivitas
        operasi menunjukkan tren peningkatan.

        Pada tahun 2021 arus kas dari aktivitas operasi tercatat sebesar Rp23.285 miliar. Pada tahun
        2022 arus kas dari aktivitas operasi tercatat sebesar Rp32.892 miliar. Pada tahun 2023 arus
        kas dari aktivitas operasi tercatat sebesar Rp26.347 miliar. Pada tahun 2024 arus kas dari
        aktivitas operasi tercatat sebesar Rp30.045 miliar. Serta pada periode 31 Desember 2025 arus
        kas dari aktivitas operasi tercatat sebesar Rp27.143 miliar.




Halaman 65                                                   00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 67
        Arus Kas untuk Aktivitas Investasi

        Sepanjang periode 2021 hingga 2023, arus kas dari aktivitas operasi Perseroan menunjukkan
        tren peningkatan, hal tersebut sejalan dengan peningkatan perolehan aset tetap, penambahan
        investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama serta penambahan pinjaman kepada
        pihak berelasi.

        Pada tahun 2021 arus kas untuk aktivitas investasi tercatat sebesar Rp3.159 miliar. Pada tahun
        2022 arus kas untuk aktivitas investasi tercatat sebesar Rp10.401 miliar. Pada tahun 2023 arus
        kas untuk aktivitas investasi tercatat sebesar Rp33.440 miliar. Pada tahun 2024 arus kas untuk
        aktivitas investasi tercatat sebesar Rp14.203 miliar. Serta pada periode 31 Desember 2025
        arus kas untuk aktivitas investasi tercatat sebesar Rp13.446 miliar.

        Arus Kas untuk Aktivitas Pendanaan

        Arus kas untuk aktivitas pendanaan Perseroan mengalami penurunan dan peningkatan yang
        fluktuatif setiap tahunnya, hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor utama antara lain,
        pembayaran pinjaman bank jangka pendek, pembayaran pinjaman bank jangka panjang,
        pembayaran pokok liabilitas sewa serta pembayaran dividen.

        Pada tahun 2021 arus kas untuk aktivitas pendanaan tercatat sebesar Rp7.420 miliar. Pada
        tahun 2022 arus kas untuk aktivitas pendanaan tercatat sebesar Rp18.653 miliar. Pada tahun
        2023 arus kas untuk aktivitas pendanaan tercatat sebesar Rp12.230 miliar. Pada tahun 2024
        arus kas untuk aktivitas pendanaan tercatat sebesar Rp9.468 miliar. Serta pada periode 31
        Desember 2025 arus kas untuk aktivitas pendanaan tercatat sebesar Rp12.470 miliar.

        Kenaikan Bersih Kas dan Setara Kas

        Kenaikan bersih kas dan setara kas Perseroan mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi
        setiap tahunnya sejalan dengan perubahan pada arus kas operasional, investasi, dan
        pendanaan.

        Pada tahun 2021 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar Rp12.706 miliar. Pada
        tahun 2022 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar Rp3.837 miliar. Pada tahun
        2023 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar negatif Rp 19.323 miliar. Pada tahun
        2024 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar Rp6.374 miliar. Serta pada periode
        31 Desember 2025 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar Rp1.228 miliar.

        Kas dan Setara Kas pada Akhir Tahun

        Berdasarkan laporan arus kas Perseroan periode 31 Desember 2021 hingga 30 Juni 2025,
        kas dan setara kas pada akhir tahun menunjukkan fluktuasi seiring perubahan aktivitas
        operasi, investasi, dan pendanaan.

        Pada tahun 2021 kas dan setara kas pada akhir tahun mengalami peningkatan sebesar
        sebesar Rp33.322 miliar. Pada tahun 2022 kas dan setara kas pada akhir tahun mengalami
        peningkatan sebesar Rp38.282 miliar. Pada tahun 2023 kas dan setara kas pada akhir tahun
        mengalami penurunan sebesar Rp18.597 miliar. Pada tahun 2024 kas dan setara kas pada
        akhir tahun mengalami peningkatan sebesar Rp25.093 miliar. Serta pada periode 31
        Desember 2025 kas dan setara kas pada akhir tahun mengalami kenaikan sebesar Rp 26.571
        miliar.

Halaman 66                                               00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 68
        • Analisis Common Size (Common Size Analysis)

             Common size statement merupakan salah satu metode analisis terhadap laporan keuangan
             Perusahaan untuk mengetahui persentase investasi pada masing-masing aset terhadap
             total asetnya, dan juga untuk mengetahui struktur permodalan serta komposisi biaya biaya
             atau beban terhadap total pendapatan. Berikut adalah hasil analisis laporan keuangan
             Perseroan dengan menggunakan metode common size statement analysis:

             Analisis Common Size Statement – Laporan Posisi Keuangan

             Tabel 33. Analisis Common Size Statement – Laporan Posisi Keuangan (%)
                 Laporan Posisi Keuangan          Des 2021       Des 2022    Des 2023    Des 2024   Des 2025
              Total Aset Lancar                     53,84%         56,19%      40,69%      41,29%     40,61%
              Total Aset Tidak Lancar               46,16%         43,81%      59,31%      58,71%     59,39%
              Total Aset                           100,00%        100,00%     100,00%     100,00%    100,00%
              Total Liabilitas Jangka Pendek        27,09%         29,92%      27,94%      26,73%     29,96%
              Total Liabilitas Jangka Panjang           9,11%       6,35%      17,50%      15,34%     11,98%
              Total Liabilitas                      36,19%         36,28%      45,44%      42,07%     41,94%
              Total Ekuitas                         63,81%         63,72%      54,56%      57,93%     58,06%
              Total Liabilitas dan Ekuitas         100,00%        100,00%     100,00%     100,00%    100,00%
             Sumber: Analisis KJPP FDI&R


             Mengacu pada laporan posisi keuangan Perseroan, berdasarkan analisis common size
             statement, selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan periode 31 Desember 2025,
             rata-rata proporsi aset lancar terhadap rata-rata total aset sebesar 46,52% lebih kecil
             dibandingkan dengan rata-rata proporsi aset tidak lancar terhadap rata-rata total aset
             sebesar 53,48%. Pada periode 31 Desember 2025 proporsi aset lancar terhadap total aset
             sebesar 40,61%, dan proporsi aset tidak lancar terhadap total aset sebesar 59,39%.

             Kemudian selama 31 Desember 2021 sampai dengan periode 31 Desember 2025, rata-
             rata proporsi liabilitas terhadap rata-rata total aset sebesar 40,39% lebih kecil
             dibandingkan dengan rata-rata proporsi ekuitas terhadap rata-rata total aset sebesar
             59,61%. Pada periode 31 Desember 2025 proporsi total liabilitas terhadap total aset
             sebesar 41,94%, dan proporsi ekuitas terhadap total aset sebesar 58,06%.

             Analisis Commonsize Statement – Laporan Laba Rugi

             Tabel 34. Analisis Common Size Statement – Laporan Laba Rugi (%)
                 Laporan Laba Rugi           Des 2021      Des 2022      Des 2023       Des 2024    Des 2025
              Pendapatan bersih               100,00%       100,00%         100,00%      100,00%     100,00%
              Laba bruto                        24,75%          28,12%       27,83%       25,17%      22,62%
              Laba sebelum pajak
                                                18,20%          23,82%       22,34%       19,26%      15,37%
              penghasilan
              Laba tahun berjalan               13,35%          18,60%       17,21%       14,97%      11,56%
              Laba bersih                       12,94%          16,99%       16,03%       14,53%      11,28%
             Sumber: Analisis KJPP FDI&R


             Berdasarkan analisis common size statement, rata-rata proporsi laba bruto terhadap rata-
             rata pendapatan bersih selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember


Halaman 67                                                         00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 69
             2025 adalah sebesar 25,70%, dan proporsi laba bruto terhadap pendapatan bersih pada
             periode 31 Desember 2025 adalah sebesar 22,62%.

             Rata-rata proporsi laba sebelum pajak penghasilan terhadap rata-rata pendapatan bersih
             selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 adalah sebesar
             19,80%, dan proporsi laba sebelum pajak penghasilan terhadap pendapatan bersih pada
             periode 31 Desember 2025 adalah sebesar 15,37%.

             Rata-rata proporsi laba tahun berjalan terhadap rata-rata pendapatan bersih selama
             periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 adalah sebesar 15,14%,
             dan proporsi laba tahun berjalan terhadap pendapatan bersih pada periode 31 Desember
             2025 adalah sebesar 11,56%.

             Rata-rata proporsi laba bersih terhadap rata-rata pendapatan bersih selama periode 31
             Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 adalah sebesar 14,35%, dan proporsi
             laba bersih terhadap pendapatan bersih pada periode 31 Desember 2025 adalah sebesar
             11,28%.

     Kinerja Historis DTN

     • Laporan Keuangan

        Data laporan keuangan yang digunakan dalam analisis ini adalah laporan keuangan audited
        DTN periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025.

        Laporan keuangan tersebut menjadi dasar dalam penilaian kinerja historis dan posisi
        keuangan perusahaan, meliputi Laporan Posisi Keuangan, Laporan Laba Rugi, serta Laporan
        Arus Kas pada masing-masing periode.

        Laporan Posisi Keuangan

        Tabel 35. Laporan Posisi Keuangan DTN Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
                                                                           (dalam juta Rupiah)
                                      Audit        Audit          Audit        Audit       Audit
                 Keterangan
                                      2021         2022          2023          2024        2025
         Aset Lancar
         Kas Dan Setara Kas          3.880.822    4.249.101     2.897.830     5.047.683   6.132.438
         Piutang Usaha                        -             -      64.085      105.498      93.183
         Piutang Lain-Lain            435.415       38.346         32.024       49.939      73.726
         Persediaan                   881.551     1.098.964     2.116.596     2.142.268   2.263.808
         Klaim Pengembalian Pph
                                              -     40.576         39.764      146.522      31.379
         Badan
         Klaim Pengembalian Ppn       185.393      223.271                -    313.348     330.852
         Uang Muka Dan Biaya
                                        54.936      69.878         69.778       95.102      85.905
         Dibayar Dimuka
         Jumlah Aset Lancar          5.438.117    5.720.136     5.220.077     7.900.360   9.011.291
         Aset Tidak Lancar
         Deposito Berjangka Yang
                                      342.472      376.871        385.870      409.945     541.069
         Dibatasi
         Persediaan (Tidak Lancar)    206.054      254.602         82.497       98.831     105.530




Halaman 68                                                 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 70
                                       Audit         Audit          Audit         Audit         Audit
                   Keterangan
                                       2021          2022           2023          2024          2025
         Uang Muka Dan Biaya
                                        33.803       250.752         11.735       184.859       400.269
         Dibayar Dimuka (Tl)
         Aset Tetap - Bersih          2.787.071     3.372.142      5.247.763     6.261.658     8.024.743
         Beban Eksplorasi Dan
         Pengembangan                 1.486.454     1.887.206      1.917.081     1.888.024     1.999.524
         Tangguhan
         Aset Tambang
                                      4.163.540     4.345.968      3.934.684     3.703.548     3.487.518
         Berproduksi
         Properti Pertambangan        6.755.788     6.553.007     11.684.453    11.057.007    10.419.229
         Klaim Pengembalian
                                       224.876       295.345        502.134       513.706       615.983
         Pajak (Tl)
         Aset Pajak Tangguhan              549           653         19.824        18.760       424.272
         Goodwill                     2.427.501     2.676.223      3.292.040     3.402.129     3.303.345
         Investasi Pada Entitas
                                               -              -    9.389.563     9.074.167     9.135.161
         Asosiasi
         Biaya Pengupasan / Aset
                                       361.859       417.786        447.120       461.909       499.007
         Tl Lainnya
         Jumlah Aset Tidak Lancar    18.789.967    20.430.555     36.914.764    37.074.543    38.955.650
         Jumlah Aset                 24.228.084    26.150.691     42.134.841    44.974.903    47.966.941
         Liabilitas Jangka Pendek
         Utang Usaha                    71.254       104.802         85.309       304.127       285.624
         Utang Lain-Lain               103.351       125.900        338.046       345.489       571.395
         Utang Pph Badan               326.979               47     582.124       259.989       394.472
         Utang Pajak Lain-Lain          19.651        23.354         86.104        17.754        26.208
         Beban Akrual                  660.645       869.253        872.374      1.070.874     2.239.761
         Pinjaman Dari Pemegang
                                       463.743       983.188       2.774.880     4.028.946     4.094.619
         Saham
         Liabilitas Imbalan Kerja
                                        50.657        50.096         65.087       101.632        87.668
         (Jp)
         Provisi Rehabilitasi &
                                               -              -             -      12.165        74.195
         Penutupan Tambang (Jp)
         Liabilitas Jangka Pendek
                                               -              -        1.633         6.846              -
         Lain-Lain
         Jumlah Liabilitas Jangka
                                      1.696.280     2.156.640      4.805.557     6.147.822     7.773.942
         Pendek
         Liabilitas Jangka Panjang
         Liabilitas Pajak
                                      1.984.057     2.107.666      3.092.419     2.935.880     2.353.002
         Tangguhan
         Instrumen Keuangan
                                               -              -             -             -    3.555.105
         Derivatif
         Liabilitas Imbalan Kerja
                                       180.306       175.255        214.435       233.804       260.629
         (Pj)
         Provisi Rehabilitasi &
                                       416.361       493.839        525.465       581.312       441.538
         Penutupan Tambang (Pj)
         Liabilitas Jangka Panjang
                                               -              -        5.081         9.912              -
         Lain-Lain
         Jumlah Liabilitas Jangka
                                      2.580.724     2.776.760      3.837.400     3.760.908     6.610.274
         Panjang
         Jumlah Liabilitas            4.277.004     4.933.400      8.642.957     9.908.730    14.384.216
         Ekuitas
         Modal Saham                 15.482.650    15.482.650     29.012.950    29.012.950    29.012.950
         Tambahan Modal Disetor        (82.022)      (82.022)       (82.022)      (82.022)      (82.022)
         Cadangan Lainnya               14.558      1.846.707      1.432.773     2.716.911     1.186.096
         Saldo Laba -
                                               -              -             -     257.196       257.196
         Dicadangkan


Halaman 69                                                   00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 71
                                     Audit         Audit          Audit       Audit        Audit
               Keterangan
                                     2021          2022          2023         2024         2025
         Saldo Laba - Belum
                                    3.585.139      2.905.581    1.648.590    1.703.895    1.976.598
         Dicadangkan
         Kepentingan
                                       950.755     1.064.375    1.479.593    1.457.243    1.231.907
         Nonpengendali
         Jumlah Ekuitas            19.951.080 21.217.291 33.491.884 35.066.173           33.582.725
         Jumlah Liabilitas Dan
                                   24.228.084 26.150.691 42.134.841 44.974.903           47.966.941
         Ekuitas
        Sumber: Laporan Keuangan Audit DTN Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025


        Aset Lancar

        Pertumbuhan aset lancar DTN selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
        Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
        13,46%. Pada tahun 2021 aset lancar tercatat sebesar Rp5.438.117 juta. Pada tahun 2022
        aset lancar mengalami peningkatan sebesar 5,19% secara year on year atau tercatat sebesar
        Rp5.720.136 juta. Pada tahun 2023 aset lancar mengalami penurunan sebesar 8,74% secara
        year on year atau tercatat sebesar Rp5.220.077 juta. Pada tahun 2024 aset lancar mengalami
        peningkatan sebesar 51,35% secara year on year atau tercatat sebesar Rp7.900.360 juta. Pada
        tahun 2025 aset lancar mengalami peningkatan sebesar 14,06% secara year on year atau
        tercatat sebesar Rp9.011.291 juta.

        Aset Tidak Lancar

        Pertumbuhan aset tidak lancar DTN selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
        Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
        19,99%. Pada tahun 2021 aset tidak lancar tercatat sebesar Rp18.789.967 juta. Pada tahun
        2022 aset tidak lancar mengalami peningkatan sebesar 8,73% secara year on year atau
        tercatat sebesar Rp20.430.555 juta. Pada tahun 2023 aset tidak lancar mengalami
        peningkatan sebesar 80,68% secara year on year atau tercatat sebesar Rp36.914.764 juta.
        Pada tahun 2024 aset tidak lancar mengalami penurunan sebesar 0,43% secara year on year
        atau tercatat sebesar Rp37.074.543 juta. Pada tahun 2025 aset tidak lancar mengalami
        peningkatan sebesar 5,07% secara year on year atau tercatat sebesar Rp38.955.650 juta.

        Jumlah Aset

        Pertumbuhan jumlah aset DTN selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
        Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
        18,62%. Pada tahun 2021 jumlah aset tercatat sebesar Rp24.228.084 juta. Pada tahun 2022
        jumlah aset mengalami peningkatan sebesar 7,94% secara year on year atau tercatat sebesar
        Rp26.150.691 juta. Pada tahun 2023 jumlah aset mengalami peningkatan sebesar 61,12%
        secara year on year atau tercatat sebesar Rp42.134.841 juta. Pada tahun 2024 jumlah aset
        mengalami peningkatan sebesar 6,74% secara year on year atau tercatat sebesar
        Rp44.974.903 juta. Pada tahun 2025 jumlah aset mengalami peningkatan sebesar 6,65%
        secara year on year atau tercatat sebesar Rp47.966.941 juta.

        Liabilitas Jangka Pendek

        Pertumbuhan liabilitas jangka pendek DTN selama periode 31 Desember 2021 sampai
        dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata
        CAGR sebesar 46,31%. Pada tahun 2021 liabilitas jangka pendek tercatat sebesar

Halaman 70                                                 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 72
        Rp1.696.280 juta. Pada tahun 2022 liabilitas jangka pendek mengalami peningkatan sebesar
        27,14% secara year on year atau tercatat sebesar Rp2.156.640 juta. Pada tahun 2023 liabilitas
        jangka pendek mengalami peningkatan sebesar 122,83% secara year on year atau tercatat
        sebesar Rp4.805.557 juta. Pada tahun 2024 liabilitas jangka pendek mengalami peningkatan
        sebesar 27,93% secara year on year atau tercatat sebesar Rp6.147.822 juta. Pada tahun 2025
        liabilitas jangka pendek mengalami peningkatan sebesar 26,45% secara year on year atau
        tercatat sebesar Rp7.773.942 juta.

        Liabilitas Jangka Panjang

        Pertumbuhan liabilitas jangka panjang DTN selama periode 31 Desember 2021 sampai
        dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata
        CAGR sebesar 26,51%. Pada tahun 2021 liabilitas jangka panjang tercatat sebesar
        Rp2.580.724 juta. Pada tahun 2022 liabilitas jangka panjang mengalami peningkatan sebesar
        7,60% secara year on year atau tercatat sebesar Rp2.776.760 juta. Pada tahun 2023 liabilitas
        jangka panjang mengalami peningkatan sebesar 38,20% secara year on year atau tercatat
        sebesar Rp3.837.400 juta. Pada tahun 2024 liabilitas jangka panjang mengalami penurunan
        sebesar 1,99%secara year on year atau tercatat sebesar Rp3.760.908 juta. Pada tahun 2025
        liabilitas jangka panjang mengalami peningkatan sebesar 75,76% secara year on year atau
        tercatat sebesar Rp6.610.274 juta.

        Jumlah Liabilitas

        Pertumbuhan jumlah liabilitas DTN selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
        Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
        35,42%. Pada tahun 2021 jumlah liabilitas tercatat sebesar Rp4.277.004 juta. Pada tahun
        2022 jumlah liabilitas mengalami penurunan sebesar 15,35% secara year on year atau tercatat
        sebesar Rp4.933.400 juta. Pada tahun 2023 jumlah liabilitas mengalami penurunan sebesar
        75,19% secara year on year atau tercatat sebesar Rp8.642.957 juta. Pada tahun 2024 jumlah
        liabilitas mengalami sebesar 14,65% secara year on year atau tercatat sebesar Rp9.908.730
        juta. Pada tahun 2025 jumlah liabilitas mengalami penurunan sebesar 45,17% secara year on
        year atau tercatat sebesar Rp14.384.216 juta.

        Jumlah Ekuitas

        Pertumbuhan jumlah ekuitas DTN selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
        Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
        13,90%. Pada tahun 2021 jumlah ekuitas tercatat sebesar Rp19.951.080 juta. Pada tahun
        2022 jumlah ekuitas mengalami peningkatan sebesar 6,35% secara year on year atau tercatat
        sebesar Rp21.217.291 juta. Pada tahun 2023 jumlah ekuitas mengalami peningkatan sebesar
        57,85% secara year on year atau tercatat sebesar Rp33.491.884 juta. Pada tahun 2024 jumlah
        ekuitas mengalami peningkatan sebesar 4,70% secara year on year atau tercatat sebesar
        Rp35.066.173 juta. Pada tahun 2025 jumlah ekuitas mengalami penurunan sebesar 4,23%
        secara year on year atau tercatat sebesar Rp33.582.725 juta.




Halaman 71                                              00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 73
        Laporan Laba Rugi

        Tabel 36. Laporan Laba Rugi DTN Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
                                                                          (dalam juta Rupiah)
                                      Audit          Audit           Audit          Audit         Audit
                Keterangan
                                      2021           2022            2023           2024          2025
         Total Penjualan
         Penjualan                  8.306.882      7.653.930       5.233.644      9.908.218    14.020.030
         Total Beban Pokok
         Penjualan
         Beban Pokok Penjualan     (4.128.479)    (4.320.583)     (3.377.537)    (6.518.320)   (8.160.296)
         Laba Bruto                 4.178.403      3.333.347       1.856.107      3.389.898     5.859.734
         Beban Operasional Dan
         Lain-Lain
         Beban Umum Dan
                                     (432.990)     (488.745)       (364.716)      (619.673)     (885.192)
         Administrasi
         Biaya Keuangan               (19.358)       (41.905)        (67.407)     (142.492)     (126.256)
         Pendapatan Bunga              37.574         36.126         137.458         74.576       128.861
         Beban Lain-Lain, Bersih     (169.717)     (202.429)       (454.653)      (651.497)    (1.393.262)
         Bagian Atas Rugi Bersih
                                              -               -              -    (315.741)     (283.996)
         Entitas Asosiasi
         Jumlah Beban
         Operasional Dan Lain-       (584.491)     (696.953)       (749.318)     (1.654.827)   (2.559.845)
         Lain
         Laba Sebelum Pajak
                                    3.593.912      2.636.394       1.106.789      1.735.071     3.299.889
         Penghasilan
         Pajak Penghasilan
         Beban Pajak Penghasilan     (964.867)     (696.365)       (310.487)      (617.113)    (1.146.047)
         Laba Tahun Berjalan        2.629.045      1.940.029         796.302      1.117.958     2.153.842
         Laba bersih                2.506.426      1.857.721     776.922     1.114.436          2.097.979
        Sumber: Laporan Keuangan Audit DTN Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025


        Penjualan

        Pertumbuhan penjualan DTN selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
        Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
        13,98%. Pada tahun 2021 penjualan tercatat sebesar Rp8.306.882 juta. Pada tahun 2022
        penjualan mengalami penurunan sebesar 7,86% secara year on year atau tercatat sebesar
        Rp7.653.930 juta. Pada tahun 2023 penjualan mengalami penurunan sebesar -31,62%
        secara year on year atau tercatat sebesar Rp5.233.644 juta. Pada tahun 2024 penjualan
        mengalami peningkatan sebesar 89,32% secara year on year atau tercatat sebesar
        Rp9.908.218 juta. Pada tahun 2025 penjualan mengalami peningkatan sebesar 41,50%
        secara year on year atau tercatat sebesar Rp14.020.030 juta.

        Laba Bruto

        Pertumbuhan laba bruto DTN selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
        Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
        8,82%. Pada tahun 2021 laba bruto tercatat sebesar Rp4.178.403 juta. Pada tahun 2022
        penjualan mengalami penurunan sebesar 20,22% secara year on year atau tercatat sebesar
        Rp3.333.347 juta. Pada tahun 2023 laba bruto mengalami penurunan sebesar 44,32% secara
        year on year atau tercatat sebesar Rp1.856.107 juta. Pada tahun 2024 laba bruto mengalami



Halaman 72                                                   00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 74
        peningkatan sebesar 82,63% secara year on year atau tercatat sebesar Rp3.389.898 juta. Pada
        tahun 2025 laba bruto mengalami peningkatan sebesar 72,86% secara year on year atau
        tercatat sebesar Rp5.859.734 juta.

        Laba Sebelum Pajak Penghasilan

        Pertumbuhan laba sebelum pajak penghasilan DTN selama periode 31 Desember 2021
        sampai dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-
        rata CAGR sebesar negatif 2,11%. Pada tahun 2021 laba sebelum pajak penghasilan tercatat
        sebesar Rp3.593.912 juta. Pada tahun 2022 laba sebelum pajak penghasilan mengalami
        penurunan sebesar 26,64% secara year on year atau tercatat sebesar Rp2.636.394 juta. Pada
        tahun 2023 laba sebelum pajak penghasilan mengalami penurunan sebesar 58,02% secara
        year on year atau tercatat sebesar Rp1.106.789 juta. Pada tahun 2024 laba sebelum pajak
        penghasilan mengalami peningkatan sebesar 56,77% secara year on year atau tercatat
        sebesar Rp1.735.071 juta. Pada tahun 2025 laba sebelum pajak penghasilan mengalami
        peningkatan sebesar 90,19% secara year on year atau tercatat sebesar Rp3.299.889 juta.

        Laba Tahun Berjalan

        Pertumbuhan laba tahun berjalan DTN selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan
        31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR
        sebesar negatif 4,86%. Pada tahun 2021 laba tahun berjalan tercatat sebesar Rp2.629.045
        juta. Pada tahun 2022 laba tahun berjalan mengalami penurunan sebesar 26,21% secara
        year on year atau tercatat sebesar Rp1.940.029 juta. Pada tahun 2023 laba tahun berjalan
        mengalami penurunan sebesar 58,95% secara year on year atau tercatat sebesar Rp796.302
        juta. Pada tahun 2024 laba tahun berjalan mengalami peningkatan sebesar 40,39% secara
        year on year atau tercatat sebesar Rp1.117.958 juta. Pada tahun 2025 laba tahun berjalan
        mengalami peningkatan sebesar 92,66% secara year on year atau tercatat sebesar
        Rp2.153.842 juta.

        Laba Bersih

        Pertumbuhan laba bersih DTN selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
        Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
        negatif 4,35%. Pada tahun 2021 laba bersih tercatat sebesar Rp2.506.426 juta. Pada tahun
        2022 laba bersih mengalami penurunan sebesar 25,88% secara year on year atau tercatat
        sebesar Rp1.857.721 juta. Pada Tahun 2023 laba bersih mengalami penurunan sebesar
        58,18% secara year on year atau tercatat sebesar Rp776.922 juta. Pada tahun 2024 laba
        bersih mengalami peningkatan sebesar 43,44% secara year on year atau tercatat sebesar
        Rp1.114.436 juta. Pada tahun 2025 laba bersih mengalami peningkatan sebesar 88,25%
        secara year on year atau tercatat sebesar Rp2.097.979 juta.




Halaman 73                                             00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 75
        Laporan Arus Kas

        Tabel 37. Laporan Arus Kas DTN Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
                                                                          (dalam juta Rupiah)
                                         Audit           Audit             Audit       Audit        Audit
                 Keterangan
                                     2021           2022          2023         2024                2025
         Arus Kas Bersih -
                                   4.716.073      3.284.589      1.563.792   3.224.743            6.256.546
         Aktivitas Operasi
         Arus Kas Bersih -
                                  (1.307.734) (1.076.772) (16.093.453) (1.380.497)               (3.187.329)
         Aktivitas Investasi
         Arus Kas Bersih -
                                  (1.177.077) (2.159.740)      13.206.981      126.795           (2.155.501)
         Aktivitas Pendanaan
         Kenaikan (Penurunan)
         Bersih Kas Dan Setara     2.231.262         48.077    (1.322.680)   1.971.041              913.716
         Kas
         Kas Dan Setara Kas Awal
                                   1.611.974      3.880.822      4.249.101   2.897.830            5.047.683
         Tahun
         Dampak Perubahan
         Selisih Kurs Terhadap         37.586       320.202        (28.591)    178.812              171.039
         Kas
         Kas Dan Setara Kas
                                   3.880.822      4.249.101      2.897.830   5.047.683            6.132.438
         Akhir Tahun
        Sumber: Laporan Keuangan Audit DTN Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025


        Berikut adalah macam-macam arus kas DTN berdasarkan data historis laporan keuangan
        DTN per 31 Desember 2025:

        ▪ Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasional DTN per 31 Desember 2025
          adalah sebesar Rp6.256.546 juta. Hal ini mengindikasikan bahwa kegiatan operasional
          DTN menghasilkan arus kas positif.
        ▪ Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi DTN per 31 Desember 2025
          adalah sebesar negatif Rp3.187.329 juta. Arus kas investasi bernilai negatif karena
          perusahaan melakukan investasi penambahan aset tetap.
        ▪ Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan DTN per 31 Desember 2025
          adalah sebesar Rp2.155.501 juta. Aktivitas pendanaan dicatatkan negatif karena terdapat
          pembayaran pinjaman dari pemegang saham, pembayaran dividen kepada pemilik entitas
          induk serta pembayaran dividen kepada kepentingan nonpengendali.

        • Analisis Common Size (Common Size Analysis)

             Common size statement merupakan salah satu metode analisis terhadap laporan keuangan
             Perusahaan untuk mengetahui persentase investasi pada masing-masing aset terhadap
             total asetnya, dan juga untuk mengetahui struktur permodalan serta komposisi biaya biaya
             atau beban terhadap total pendapatan. Berikut adalah hasil analisis laporan keuangan
             Perusahaan dengan menggunakan metode common size statement analysis:

             Analisis Common Size Statement – Laporan Posisi Keuangan

             Tabel 38. Analisis Common Size Statement – Laporan Posisi Keuangan (%)
                 Laporan Posisi Keuangan          2021            2022        2023      2024       2025
              Jumlah Aset Lancar                  22,45%          21,87%      12,39%    17,57%     18,79%
              Jumlah Aset Tidak Lancar            77,55%          78,13%      87,61%    82,43%     81,21%
              Jumlah Aset                        100,00%         100,00%     100,00%   100,00%    100,00%



Halaman 74                                                       00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 76
                 Laporan Posisi Keuangan       2021       2022       2023        2024       2025
              Jumlah Liabilitas Jangka
                                                7,00%      8,25%     11,41%      13,67%     16,21%
              Pendek
              Jumlah Liabilitas Jangka
                                               10,65%     10,62%       9,11%      8,36%     13,78%
              Panjang
              Jumlah Liabilitas                17,65%     18,87%     20,51%      22,03%     29,99%
              Jumlah Ekuitas                   82,35%     81,13%     79,49%      77,97%     70,01%
              Jumlah Liabilitas Dan Ekuitas   100,00%    100,00%    100,00%     100,00%    100,00%
             Sumber: Analisis KJPP FDI&R


             Mengacu pada laporan posisi keuangan DTN, berdasarkan analisis common size
             statement, selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan periode 31 Desember 2025,
             rata-rata proporsi aset lancar terhadap rata-rata total aset lebih kecil sebesar 18,61%
             dibandingkan dengan rata-rata proporsi aset tidak lancar terhadap rata-rata total aset
             sebesar 81,39%. Pada periode 31 Desember 2025 proporsi aset lancar terhadap total aset
             lebih kecil sebesar 18,79% dibandingkan dengan proporsi aset tidak lancar terhadap total
             aset sebesar 81,21%.

             Kemudian selama 31 Desember 2021 sampai dengan periode 31 Desember 2025, rata-
             rata proporsi liabilitas terhadap rata-rata total aset lebih kecil sebesar 21,81%
             dibandingkan dengan rata-rata proporsi ekuitas terhadap rata-rata total aset sebesar
             78,19%. Pada periode 31 Desember 2025 proporsi total liabilitas terhadap total aset lebih
             kecil sebesar 29,99% dibandingkan dengan proporsi ekuitas terhadap total aset sebesar
             70,01%.

             Analisis Commonsize Statement – Laporan Laba Rugi

             Tabel 39. Analisis Common Size Statement – Laporan Laba Rugi (%)
                    Laporan Laba Rugi         Des 2021   Des 2022   Des 2023    Des 2024   Des 2025
              Pendapatan bersih               100,00%    100,00%    100,00%     100,00%    100,00%
              Laba bruto                       50,30%     43,55%     35,46%      34,21%     41,80%
              Laba sebelum pajak
                                               43,26%     34,44%     21,15%      17,51%     23,54%
              penghasilan
              Laba tahun berjalan              31,65%     25,35%     15,22%      11,28%     15,36%
              Laba bersih                      30,17%     24,27%     14,84%      11,25%     14,96%
             Sumber: Analisis KJPP FDI&R


             Berdasarkan analisis common size statement, rata-rata proporsi laba bruto terhadap rata-
             rata pendapatan bersih selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember
             2025 adalah sebesar 41,06%, dan proporsi laba bruto terhadap pendapatan bersih pada
             periode 31 Desember 2025 adalah sebesar 41,80%.

             Rata-rata proporsi laba sebelum pajak penghasilan terhadap rata-rata pendapatan bersih
             selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 adalah sebesar
             27,98%, dan proporsi laba sebelum pajak penghasilan terhadap pendapatan bersih pada
             periode 31 Desember 2025 adalah sebesar 23,54%.

             Rata-rata proporsi laba tahun berjalan terhadap rata-rata pendapatan bersih selama
             periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 adalah sebesar 19,77%,
             dan proporsi laba tahun berjalan terhadap pendapatan bersih pada periode 31 Desember
             2025 adalah sebesar 15,36%.


Halaman 75                                                00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 77
             Rata-rata proporsi laba bersih terhadap rata-rata pendapatan bersih selama periode 31
             Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 adalah sebesar 19,10%, dan proporsi
             laba bersih terhadap pendapatan bersih pada periode 31 Desember 2025 adalah sebesar
             14,96%.

     Kinerja Historis PT Stargate Pacific Resources (“SPR”)

     • Laporan Keuangan

        Data laporan keuangan yang digunakan dalam analisis ini adalah laporan keuangan audited
        SPR periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025.

        Laporan keuangan tersebut menjadi dasar dalam penilaian kinerja historis dan posisi
        keuangan perusahaan, meliputi Laporan Posisi Keuangan, Laporan Laba Rugi, serta Laporan
        Arus Kas pada masing-masing periode.

        Laporan Posisi Keuangan

        Tabel 40. Laporan Posisi Keuangan SPR Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
                                                                            (dalam juta Rupiah)
                                         Audit         Audit         Audit        Audit        Audit
                  Keterangan
                                         2021          2022          2023         2024         2025
         Aset Lancar
         Kas Dan Setara Kas               27.419      124.740         21.571       56.286      107.933
         Piutang Usaha                    27.805        50.053        64.246      103.693        2.933
         Piutang Lain-Lain                   550              591        345       13.424       15.649
         Persediaan                       62.071        11.963        53.273      109.299      227.567
         Uang Muka                                -             -      3.583        2.923        4.672
         Beban Dibayar Di Muka               243              431            39           56    31.276
         Pajak Dibayar Di Muka                   19            45            43     2.447        3.204
         Estimasi Tagihan Pajak
                                                  -             -             -            -    27.785
         Penghasilan
         Aset Lancar Lain-Lain                   1            812            1        326              1
         Jumlah Aset Lancar              118.107      188.635        143.101      288.454      421.019
         Aset Tidak Lancar
         Deposito Yang Dibatasi
                                          13.035        14.007        14.686       15.549       94.845
         Penggunaannya
         Piutang Pihak Berelasi           46.626        92.420       121.977      127.072              -
         Aset Tetap                       37.138        39.354        62.806       84.367      158.147
         Pajak Dibayar Di Muka
                                                 30      1.257                -            -       179
         (Tidak Lancar)
         Estimasi Tagihan Pajak
                                           1.875         1.425        27.785       27.785              -
         Penghasilan (TL)
         Aset Pajak Tangguhan             13.095        12.209        19.138       30.164       22.684
         Aset Eksplorasi Dan
                                                  -      6.261         4.127       29.140       65.314
         Evaluasi
         Jumlah Aset Tidak Lancar        111.800      166.933        250.519      314.076      341.169
         Jumlah Aset                     229.907      355.568        393.620      602.531      762.187
         Liabilitas Jangka Pendek
         Utang Usaha                       4.157         6.298        32.407      127.921      135.941



Halaman 76                                                    00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 78
                                        Audit        Audit         Audit        Audit         Audit
                 Keterangan
                                        2021         2022         2023          2024          2025
         Utang Lain-Lain                    220              18            18     5.854        10.788
         Utang Pajak - Pph Badan          6.581       24.088         3.837       17.502        40.255
         Utang Pajak – Pajak
                                                -     14.964         2.935        6.352         6.818
         Lainnya
         Beban Akrual                    38.534       19.796       74.908        73.402     1.057.427
         Liabilitas Sewa (Jangka
                                                -             -      1.633        3.181         1.801
         Pendek)
         Liabilitas Imbalan
                                          1.905         1.479        3.674        1.057           582
         Pascakerja (JP)
         Provisi Reklamasi &
                                          2.734         4.126        3.035       12.165        29.546
         Penutupan Tambang (JP)
         Pinjaman Dari Pihak
                                        303.303      280.238      447.064       468.446       245.985
         Berelasi
         Jumlah Liabilitas Jangka
                                        357.433      351.006      569.510       715.881     1.529.144
         Pendek
         Liabilitas Jangka Panjang
         Liabilitas Sewa (Jangka
                                            152          156         5.081        2.104         1.723
         Panjang)
         Liabilitas Imbalan
                                            780         1.330        6.232        8.954        10.841
         Pascakerja (PJ)
         Provisi Reklamasi &
                                         14.865       13.195       14.283        18.858       105.127
         Penutupan Tambang (PJ)
         Jumlah Liabilitas Jangka
                                         15.797       14.681       25.596        29.916       117.692
         Panjang
         Jumlah Liabilitas              373.230      365.688      595.106       745.797     1.646.836
         Defisiensi Ekuitas
         Modal Saham                    220.103      220.103      220.103       220.103       220.103
         Tambahan Modal Disetor          24.001       28.323       28.323        28.323        28.323
         Akumulasi Kerugian            (387.423)    (258.500)    (448.282)    (389.749)    (1.130.760)
         Kepentingan Non-
                                              (4)          (45)     (1.630)      (1.943)       (2.314)
         Pengendali
         Jumlah Defisiensi Ekuitas     (143.323)      (10.120)   (201.487)    (143.266)     (884.649)
         Jumlah Liabilitas Dan
                                        229.907       355.568     393.620      602.531        762.187
         Defisiensi Ekuitas
        Sumber: Laporan Keuangan Audit SPR Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025


        Aset Lancar

        Pertumbuhan aset lancar SPR selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
        Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
        37,41%. Pada tahun 2021 aset lancar tercatat sebesar Rp118.107 juta. Pada tahun 2022 aset
        lancar mengalami peningkatan sebesar 59,71% secara year on year atau tercatat sebesar
        Rp188.635 juta. Pada Tahun 2023 aset lancar mengalami penurunan sebesar 24,14% secara
        year on year atau tercatat sebesar Rp143.101 juta. Pada tahun 2024 aset lancar mengalami
        peningkatan sebesar 101,57% secara year on year atau tercatat sebesar Rp288.454 juta. Pada
        tahun 2025 aset lancar mengalami peningkatan sebesar 45,96% secara year on year atau
        tercatat sebesar Rp421.019 juta.

        Aset Tidak Lancar

        Pertumbuhan aset tidak lancar SPR selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
        Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang meningkat dengan rata-rata CAGR sebesar
        32,17%. Pada tahun 2021 aset tidak lancar tercatat sebesar Rp111.800 juta. Pada tahun 2022

Halaman 77                                                00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 79
        aset tidak lancar mengalami peningkatan sebesar 49,31% secara year on year atau tercatat
        sebesar Rp166.933 juta. Pada Tahun 2023 aset tidak lancar mengalami peningkatan sebesar
        50,07% secara year on year atau tercatat sebesar Rp250.519 juta. Pada tahun 2024 aset tidak
        lancar mengalami peningkatan sebesar 25,37% secara year on year atau tercatat sebesar
        Rp314.076 juta. Pada tahun 2025 aset tidak lancar mengalami peningkatan sebesar 8,63%
        secara year on year atau tercatat sebesar Rp341.169 juta.

        Jumlah Aset

        Pertumbuhan jumlah aset SPR selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
        Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang meningkat dengan rata-rata CAGR sebesar
        34,94%. Pada tahun 2021 jumlah aset tercatat sebesar Rp229.907 juta. Pada tahun 2022
        jumlah aset mengalami peningkatan sebesar 54,66% secara year on year atau tercatat sebesar
        Rp355.568 juta. Pada Tahun 2023 jumlah aset mengalami peningkatan sebesar 10,70%
        secara year on year atau tercatat sebesar Rp393.620 juta. Pada tahun 2024 jumlah aset
        mengalami peningkatan sebesar 53,07% secara year on year atau tercatat sebesar Rp602.531
        juta. Pada tahun 2025 jumlah aset mengalami peningkatan sebesar 26,50% secara year on
        year atau tercatat sebesar Rp762.187 juta.

        Liabilitas Jangka Pendek

        Pertumbuhan liabilitas jangka pendek SPR selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan
        31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR
        sebesar 43,82%. Pada tahun 2021 liabilitas jangka pendek tercatat sebesar Rp357.433 juta.
        Pada tahun 2022 liabilitas jangka pendek mengalami penurunan sebesar 1,80% secara year
        on year atau tercatat sebesar Rp351.006 juta. Pada Tahun 2023 liabilitas jangka pendek
        mengalami peningkatan sebesar 62,25% secara year on year atau tercatat sebesar Rp569.510
        juta. Pada tahun 2024 liabilitas jangka pendek mengalami peningkatan sebesar 25,70%
        secara year on year atau tercatat sebesar Rp715.881 juta. Pada tahun 2025 liabilitas jangka
        pendek mengalami peningkatan sebesar 113,60% secara year on year atau tercatat sebesar
        Rp1.529.144 juta.

        Liabilitas Jangka Panjang

        Pertumbuhan liabilitas jangka panjang SPR selama periode 31 Desember 2021 sampai
        dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata
        CAGR sebesar 65,21%. Pada tahun 2021 liabilitas jangka panjang tercatat sebesar Rp15.797
        juta. Pada tahun 2022 liabilitas jangka panjang mengalami penurunan sebesar 7,06% secara
        year on year atau tercatat sebesar Rp14.681 juta. Pada Tahun 2023 liabilitas jangka panjang
        mengalami peningkatan sebesar 74,34% secara year on year atau tercatat sebesar Rp25.596
        juta. Pada tahun 2024 liabilitas jangka panjang mengalami peningkatan sebesar 16,88%
        secara year on year atau tercatat sebesar Rp29.916 juta. Pada tahun 2025 liabilitas jangka
        panjang mengalami peningkatan sebesar 293,41% secara year on year atau tercatat sebesar
        Rp117.692 juta.

        Jumlah Liabilitas

        Pertumbuhan jumlah liabilitas SPR selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
        Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
        44,93%. Pada tahun 2021 jumlah liabilitas tercatat sebesar Rp373.230 juta. Pada tahun 2022
        jumlah liabilitas mengalami penurunan sebesar 2,02% secara year on year atau tercatat

Halaman 78                                             00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 80
        sebesar Rp365.688 juta. Pada Tahun 2023 jumlah liabilitas mengalami peningkatan sebesar
        62,74% secara year on year atau tercatat sebesar Rp595.106 juta. Pada tahun 2024 jumlah
        liabilitas mengalami peningkatan sebesar 25,32% secara year on year atau tercatat sebesar
        Rp745.797 juta. Pada tahun 2025 jumlah liabilitas mengalami peningkatan sebesar 120,82%
        secara year on year atau tercatat sebesar Rp1.646.836 juta.

        Jumlah Defisiensi Ekuitas

        Pertumbuhan jumlah defisiensi ekuitas SPR selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan
        31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR
        sebesar 57,62%. Pada tahun 2021 jumlah defisiensi ekuitas tercatat sebesar negatif
        Rp143.323 juta. Pada tahun 2022 jumlah defisiensi ekuitas mengalami peningkatan sebesar
        92,94% secara year on year atau tercatat sebesar negatif Rp10.120 juta. Pada Tahun 2023
        jumlah defisiensi ekuitas mengalami penurunan sebesar 1891,00% secara year on year atau
        tercatat sebesar negatif Rp201.487 juta. Pada tahun 2024 jumlah defisiensi ekuitas mengalami
        peningkatan sebesar 28,90% secara year on year atau tercatat sebesar negatif Rp143.266
        juta. Pada tahun 2025 jumlah defisiensi ekuitas mengalami penurunan sebesar 517,49%
        secara year on year atau tercatat sebesar negatif Rp884.649 juta.

        Laporan Laba Rugi

        Tabel 41. Laporan Laba Rugi SPR Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
                                                                           (dalam juta Rupiah)
                                       Audit        Audit         Audit       Audit         Audit
                Keterangan
                                       2021        2022           2023        2024          2025
         Total Penjualan
         Penjualan                    157.194      473.372        334.555     975.803     1.285.997
         Total Beban Pokok
         Penjualan
         Beban Pokok Penjualan        (38.898)    (135.699)      (242.825)   (751.101)    (943.437)
         Laba Kotor                   118.295      337.673         91.729     224.702       342.560
         Beban Operasional Dan
         Lain-Lain
         Beban Penjualan, Umum
                                      (72.363)    (163.471)      (131.207)    (88.012)      (91.650)
         Dan Administrasi
         Penghasilan Keuangan              648          654           987       2.094         3.815
         Beban Keuangan                 (8.573)         (47)       (3.357)    (36.627)      (24.506)
         Kerugian Lainnya, Bersih     (10.852)       (7.808)     (154.010)    (22.564)    (892.693)
         Jumlah Beban Operasional
                                      (91.140)    (170.672)      (287.587)   (145.110)   (1.005.034)
         Dan Lain-Lain
         (Rugi)/Laba Sebelum Pajak
                                        27.155     167.000       (195.858)     79.592     (662.474)
         Penghasilan
         Pajak Penghasilan
         Beban Pajak Penghasilan      (12.918)     (37.291)         4.507     (21.289)      (79.588)
         (Rugi)/Laba Tahun Berjalan     14.237     129.709       (191.350)     58.302     (742.062)
         Laba Bersih                     14.264      129.750    (189.765)      58.616     (741.691)
        Sumber: Laporan Keuangan Audit SPR Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025


        Penjualan

        Pertumbuhan penjualan SPR selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember
        2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar 69,12%.


Halaman 79                                                  00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 81
        Pada tahun 2021 penjualan tercatat sebesar Rp157.194 juta. Pada tahun 2022 penjualan
        mengalami peningkatan sebesar 201,14% secara year on year atau tercatat sebesar
        Rp473.372 juta. Pada Tahun 2023 penjualan mengalami penurunan sebesar 29,33% secara
        year on year atau tercatat sebesar Rp334.555 juta. Pada tahun 2024 penjualan mengalami
        peningkatan sebesar 191,67% secara year on year atau tercatat sebesar Rp 975.803 juta. Pada
        tahun 2025 penjualan mengalami peningkatan sebesar 31,79% secara year on year atau
        tercatat sebesar Rp1.285.997 juta.

        Laba Bruto

        Pertumbuhan laba bruto SPR selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember
        2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar 30,45%.
        Pada tahun 2021 laba bruto tercatat sebesar Rp118.295 juta. Pada tahun 2022 laba bruto
        mengalami peningkatan sebesar 185,45% secara year on year atau tercatat sebesar
        Rp337.673 juta. Pada Tahun 2023 laba bruto mengalami penurunan sebesar -72,83% secara
        year on year atau tercatat sebesar Rp91.729 juta. Pada tahun 2024 laba bruto mengalami
        peningkatan sebesar 144,96% secara year on year atau tercatat sebesar Rp224.702 juta. Pada
        tahun 2025 laba bruto mengalami peningkatan sebesar 52,45% secara year on year atau
        tercatat sebesar Rp342.560 juta.

        Laba (Rugi) Sebelum Pajak Penghasilan

        Pertumbuhan laba sebelum pajak penghasilan SPR selama periode 31 Desember 2021 sampai
        dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata
        sebesar negatif 123,50%. Pada tahun 2021 laba sebelum pajak penghasilan tercatat sebesar
        Rp27.155 juta. Pada tahun 2022 laba sebelum pajak penghasilan mengalami peningkatan
        sebesar 514,99% secara year on year atau tercatat sebesar Rp167.000 juta. Pada Tahun 2023
        rugi sebelum pajak penghasilan mengalami penurunan sebesar 217,28% secara year on year
        atau tercatat sebesar Rp195.858 juta. Pada tahun 2024 laba sebelum pajak penghasilan
        mengalami peningkatan sebesar 140,64% secara year on year atau tercatat sebesar Rp79.592
        juta. Pada tahun 2025 rugi sebelum pajak penghasilan mengalami penurunan sebesar
        932,34% secara year on year atau tercatat sebesar Rp662.474 juta.

        Laba (Rugi) Tahun Berjalan

        Pertumbuhan laba tahun berjalan SPR selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
        Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata sebesar negatif
        169,68%. Pada tahun 2021 laba tahun berjalan tercatat sebesar Rp14.237 juta. Pada tahun
        2022 laba tahun berjalan mengalami peningkatan sebesar 811,10% secara year on year atau
        tercatat sebesar Rp129.709 juta. Pada Tahun 2023 rugi tahun berjalan mengalami penurunan
        sebesar 247,52% secara year on year atau tercatat sebesar Rp191.350 juta. Pada tahun 2024
        laba tahun berjalan mengalami peningkatan sebesar 130,47% secara year on year atau
        tercatat sebesar Rp58.302 juta. Pada tahun 2025 rugi tahun berjalan mengalami penurunan
        sebesar 1372,78% secara year on year atau tercatat sebesar Rp742.062 juta.

        Laba Bersih

        Pertumbuhan laba bersih SPR selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
        Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata sebesar negatif
        167,77%. Pada tahun 2021 laba bersih tercatat sebesar Rp14.264 juta. Pada tahun 2022 laba
        bersih mengalami peningkatan sebesar 809,63% secara year on year atau tercatat sebesar Rp

Halaman 80                                             00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 82
        129.750 juta. Pada Tahun 2023 laba bersih mengalami penurunan sebesar 246,25% secara
        yearon year atau tercatat sebesar negatif Rp189.765 juta. Pada tahun 2024 laba bersih
        mengalami peningkatan sebesar 130,89% secara year on year atau tercatat sebesar Rp58.616
        juta. Pada tahun 2025 laba bruto mengalami penurunan sebesar 1365,35% secara year on
        year atau tercatat sebesar negatif Rp741.691 juta.

        Laporan Arus Kas

        Tabel 42. Laporan Arus Kas SPR Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
                                                                           (dalam juta Rupiah)
                                         Audit        Audit       Audit        Audit        Audit
                  Keterangan
                                         2021         2022         2023        2024        2025
         Arus Kas Bersih - Aktivitas
                                           44.993     156.504    (218.024)     126.842     233.166
         Operasi
         Arus Kas Bersih - Aktivitas
                                         (20.610)     (59.183)     (52.962)    (59.355)     68.180
         Investasi
         Arus Kas Bersih - Aktivitas
                                           (1.193)          (0)   167.817      (32.773)   (249.699)
         Pendanaan
         Kenaikan (Penurunan) Bersih
                                          23.191       97.321    (103.169)      34.715      51.647
         Kas Dan Setara Kas
         Kas Dan Setara Kas Awal
                                            4.229       27.419    124.740        21.571     56.286
         Tahun
         Kas Dan Setara Kas Akhir
                                          27.419      124.740       21.571      56.286     107.933
         Tahun
        Sumber: Laporan Keuangan Audit SPR Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025


        Berikut adalah macam-macam arus kas SPR berdasarkan data historis laporan keuangan
        SPR per 31 Desember 2025:

        ▪ Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasional SPR per 31 Desember 2025
          adalah sebesar Rp233.166 juta. Hal ini mengindikasikan bahwa kegiatan operasional SPR
          menghasilkan arus kas positif.
        ▪ Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SPR per 31 Desember 2025 adalah
          sebesar Rp68.180 juta. Arus kas investasi bernilai positif karena terdapat penerimaan dari
          pinjaman ke pihak berelasi.
        ▪ Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan SPR per 31 Desember 2025 adalah
          sebesar negatif Rp249.699 juta. Aktivitas pendanaan dicatatkan negatif karena terdapat
          pembayaran pinjaman dari pihak berelasi.

        • Analisis Common Size (Common Size Analysis)

             Common size statement merupakan salah satu metode analisis terhadap laporan keuangan
             Perusahaan untuk mengetahui persentase investasi pada masing-masing aset terhadap
             total asetnya, dan juga untuk mengetahui struktur permodalan serta komposisi biaya biaya
             atau beban terhadap total pendapatan. Berikut adalah hasil analisis laporan keuangan
             Perusahaan dengan menggunakan metode common size statement analysis:




Halaman 81                                               00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 83
             Analisis Common Size Statement – Laporan Posisi Keuangan

             Tabel 43. Analisis Common Size Statement – Laporan Posisi Keuangan (%)
                 Laporan Posisi Keuangan        Des 2021   Des 2022   Des 2023   Des 2024   Des 2025
              Total Aset Lancar                  51,37%     53,05%     36,36%     47,87%     55,24%
              Total Aset Tidak Lancar            48,63%     46,95%     63,64%     52,13%     44,76%
              Total Aset                        100,00%    100,00%    100,00%    100,00%    100,00%
              Total Liabilitas Jangka Pendek    155,47%     98,72%    144,69%    118,81%    200,63%
              Total Liabilitas Jangka Panjang     6,87%      4,13%      6,50%      4,97%     15,44%
              Total Liabilitas                  162,34%    102,85%    151,19%    123,78%    216,07%
              Total Ekuitas                      -62,34%     -2,85%    -51,19%    -23,78%   -116,07%
              Total Liabilitas Dan Ekuitas      100,00%    100,00%    100,00%    100,00%    100,00%
             Sumber: Analisis KJPP FDI&R


             Mengacu pada laporan posisi keuangan SPR, berdasarkan analisis common size statement,
             selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan periode 31 Desember 2025, rata-rata
             proporsi aset lancar terhadap rata-rata total aset lebih kecil sebesar 48,78% dibandingkan
             dengan rata-rata proporsi aset tidak lancar terhadap rata-rata total aset sebesar 51,22%.
             Pada periode 31 Desember 2025 proporsi aset lancar terhadap total aset lebih besar
             sebesar 55,24% dibandingkan dengan proporsi aset tidak lancar terhadap total aset
             sebesar 44,76%.

             Kemudian selama 31 Desember 2021 sampai dengan periode 31 Desember 2025, rata-
             rata proporsi liabilitas terhadap rata-rata total aset lebih besar sebesar 151,24%
             dibandingkan dengan rata-rata proporsi defisiensi ekuitas terhadap rata-rata total aset
             sebesar negatif 51,24%. Pada periode 31 Desember 2025 proporsi total liabilitas terhadap
             total aset lebih besar sebesar 216,07% dibandingkan dengan proporsi ekuitas terhadap
             total aset sebesar negatif 116,07%.

             Analisis Commonsize Statement – Laporan Laba Rugi

             Tabel 44. Analisis Common Size Statement – Laporan Laba Rugi (%)
                     Laporan Laba Rugi          Des 2021   Des 2022   Des 2023   Des 2024   Des 2025
              Pendapatan Bersih                 100,00%    100,00%    100,00%    100,00%    100,00%
              Laba Bruto                         75,25%     71,33%     27,42%     23,03%     26,64%
              Laba Sebelum Pajak
                                                 17,27%     35,28%     -58,54%     8,16%     -51,51%
              Penghasilan
              Laba Tahun Berjalan                 9,06%     27,40%     -57,20%     5,97%     -57,70%
              Laba Bersih                         9,07%     27,41%     -56,72%     6,01%     -57,67%
             Sumber: Analisis KJPP FDI&R


             Berdasarkan analisis common size statement, rata-rata proporsi laba bruto terhadap rata-
             rata pendapatan bersih selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember
             2025 adalah sebesar 44,73%, dan proporsi laba bruto terhadap pendapatan bersih pada
             periode 31 Desember 2025 adalah sebesar 26,64%.

             Rata-rata proporsi laba sebelum pajak penghasilan terhadap rata-rata pendapatan bersih
             selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 adalah sebesar
             negatif 9,87, dan proporsi laba sebelum pajak penghasilan terhadap pendapatan bersih
             pada periode 31 Desember 2025 adalah sebesar negatif 51,51%.

Halaman 82                                                  00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 84
             Rata-rata proporsi laba tahun berjalan terhadap rata-rata pendapatan bersih selama
             periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 adalah sebesar negatif
             14,49%, dan proporsi laba tahun berjalan terhadap pendapatan bersih pada periode 31
             Desember 2025 adalah sebesar negatif 57,70%.

             Rata-rata proporsi laba bersih terhadap rata-rata pendapatan bersih selama periode 31
             Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 adalah sebesar negatif 14,38%, dan
             proporsi laba bersih terhadap pendapatan bersih pada periode 31 Desember 2025 adalah
             sebesar negatif 57,67%.

3.2.2 Penilaian Atas Proyeksi Keuangan

      Proyeksi keuangan perusahaan disusun dengan masa proyeksi sepanjang 4 tahun dari 2026
      sampai dengan 2029. Proyeksi sebelum Rencana Transaksi memberikan gambaran proyeksi
      kinerja Perseroan dengan asumsi business as it is. Selanjutnya proyeksi setelah Rencana Transaksi
      memberikan gambaran dampak adanya Rencana Transaksi terhadap kinerja keuangan
      Perseroan ke depan.

      Tabel 45. Proyeksi Keuangan (Posisi Keuangan) Perseroan Sebelum Rencana Transaksi
                                                                              (dalam juta Rupiah)
             Laporan Posisi Keuangan           2026           2027           2028           2029
       Aset Lancar
       Kas dan Setara Kas                    21.285.783     19.681.060     17.254.935     17.522.541
       Piutang Usaha                         21.837.619     22.492.748     23.167.530     23.862.556
       Persediaan                            15.003.286     15.453.385     15.916.986     16.394.496
       Uang Muka                              2.231.024      2.258.868      2.287.058      2.315.601
       Beban Dibayar Dimuka                            -              -              -              -
       Aset Lancar Lainnya                   11.579.832     10.474.817     10.283.532      9.698.979


       Aset Tidak Lancar
       Piutang Kepada Pemegang Saham          1.836.737      1.947.380      2.080.603      2.214.438
       Investasi pada Saham                  19.909.029     20.506.300     21.121.489     21.755.134
       Aset Tetap                            67.235.809     70.103.297     71.954.705     74.439.228
       Aset Tambang                                    -              -              -              -
       Aset Pajak Tangguhan                   5.340.499      5.420.345      5.492.229      5.569.705
       Biaya Eksplorasi dan pengembangan
                                              9.267.577      8.691.838      8.245.034      7.777.009
       Batu Bara
       Goodwill                               3.422.251      3.422.251      3.422.251      3.422.251
       Aset Tidak Lancar Lainnya              1.468.471      1.436.736      1.344.059      1.286.186


       Total Aset                           180.417.918    181.889.026    182.570.412    186.258.124


       Liabilitas Lancar
       Utang Usaha                           19.656.605     20.246.303     20.853.693     21.479.303
       Beban Akrual                           7.163.710      8.173.524      8.254.952      8.877.891
       Utang Pajak                            2.136.133      2.522.828      2.468.119      2.664.755
       Liabilitas Jangka Pendek Lainnya      15.991.407     14.973.776     16.860.849     17.386.816




Halaman 83                                                 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 85
             Laporan Posisi Keuangan            2026            2027            2028            2029
      Liabilitas Jangka Panjang
      Liabilitas Pajak Tangguhan               5.323.288       4.798.525       4.245.435       3.791.511
      Bagian Jangka Panjang utang Bank        24.105.468      20.389.020      13.783.387      10.488.094
      Liabilitas Imbalan Kerja                 6.655.989       6.787.349       6.927.071       7.066.726
      Liabilitas Jangka Panjang Lainnya          939.823         880.017         990.921       1.021.832


      Total Liabilitas                        81.972.423      78.771.343      74.384.428      72.776.927


      Ekuitas Diatribusikan kepada Pemilik    93.313.148      97.681.389     102.364.702     107.281.415
      Kepentingan Non Pengendali               5.132.348       5.436.294       5.821.283       6.199.782
      Total Ekuitas                           98.445.495     103.117.683     108.185.984     113.481.197


      Total Liabilitas dan Ekuitas           180.417.918     181.889.026     182.570.412     186.258.124
     Sumber: Proyeksi Keuangan Perseroan


     Proyeksi laporan posisi keuangan Perseroan sebelum transaksi didasarkan atas proyeksi kinerja
     keuangan dalam operasional bisnis Perseroan saat ini atau business as it is. Pada proyeksi posisi
     keuangan sebelum Rencana Transaksi, kas dan setara kas sepanjang masa proyeksi sejak 2026
     sampai 2029 mengalami penurunan sebesar CAGR 4,75%. Pada total aset sejak masa proyeksi
     2026 hingga 2029 mengalami kenaikan sebesar CAGR 0,80%. Pada pos total liabilitas sepanjang
     masa proyeksi 2026 hingga 2029, mengalami penurunan sebesar CAGR 2,93%. Pada total
     ekuitas, sepanjang masa proyeksi sejak 2026 sampai 2029, terdapat kenaikan sebesar CAGR
     3,62% yang didorong salah satunya oleh kenaikan laba ditahan dari proyeksi kinerja keuangan
     perusahaan.

     Tabel 46. Proyeksi Keuangan (Laba/Rugi) Perseroan Sebelum Rencana Transaksi
                                                                            (dalam juta Rupiah)
                   Laporan Laba Rugi            2026            2027            2028            2029
      Pendapatan                              106.471.434     109.665.577     112.955.544     116.344.211
      Harga Pokok Penjualan                   (86.925.981)    (89.533.761)    (92.219.773)    (94.986.367)
      Laba Kotor                               19.545.453      20.131.816      20.735.771      21.357.844
      Beban Operasi                            (8.575.296)     (8.832.555)     (9.097.531)     (9.370.457)
      Laba Operasi                             10.970.157      11.299.262      11.638.240      11.987.387
      Keuntungan (Kerugian) Valuta Asing          201.589                -               -               -
      Beban Bunga - Bersih                     (1.473.353)     (1.246.199)      (842.456)       (641.044)
      Penghasilan (Beban) Lain                 (1.205.650)     (1.169.480)     (1.134.396)     (1.100.364)
      Laba Sebelum Pajak                        8.492.743       8.883.582       9.661.388      10.245.979
      Pajak Penghasilan                        (2.353.766)     (1.954.388)     (2.125.505)     (2.254.115)
      Laba Setelah Pajak                        6.138.977       6.929.194       7.535.883       7.991.864
     Sumber: Proyeksi Keuangan Perseroan


     Proyeksi laba rugi Perseroan sebelum Rencana Transaksi menggambarkan kinerja business as it
     is selama masa proyeksi sampai 2029. Pendapatan selama masa proyeksi 2026 sampai dengan
     2029 mengalami kenaikan sebesar CAGR 2,24% akibat kenaikan proyeksi pendapatan
     Perseroan. Selanjutnya pertumbuhan proyeksi laba setelah pajak mengalami kenaikan sebesar
     CAGR 6,82% sepanjang masa proyeksi 2026 sampai dengan 2029 akibat kenaikan proyeksi
     kinerja dan efisiensi Perseroan.



Halaman 84                                                   00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 86
     Tabel 47. Proyeksi Keuangan (Posisi Keuangan) Perseroan Setelah Rencana Transaksi
                                                                              (dalam juta Rupiah)
             Laporan Posisi Keuangan            2026          2027          2028          2029
      Aset Lancar
      Kas dan Setara Kas                      20.418.783    18.814.060    16.387.935    16.655.541
      Piutang Usaha                           21.837.619    22.492.748    23.167.530    23.862.556
      Persediaan                              15.003.286    15.453.385    15.916.986    16.394.496
      Uang Muka                                2.231.024     2.258.868     2.287.058     2.315.601
      Beban Dibayar Dimuka                             -             -             -             -
      Aset Lancar Lainnya                     11.584.015    10.481.505    10.287.889     9.702.432


      Aset Tidak Lancar
      Piutang Kepada Pemegang Saham            1.836.737     1.947.380     2.080.603     2.214.438
      Investasi pada Saham                    19.909.029    20.506.300    21.121.489    21.755.134
      Aset Tetap                              67.235.809    70.103.297    71.954.705    74.439.228
      Aset Tambang                                     -             -             -             -
      Aset Pajak Tangguhan                     5.340.499     5.420.345     5.492.229     5.569.705
      Biaya Eksplorasi dan pengembangan
                                               9.267.577     8.691.838     8.245.034     7.777.009
      Batu Bara
      Goodwill                                 3.422.251     3.422.251     3.422.251     3.422.251
      Aset Tidak Lancar Lainnya                1.468.471     1.436.736     1.344.059     1.286.186


      Total Aset                             179.555.101   181.028.713   181.707.769   185.394.577


      Liabilitas Lancar
      Utang Usaha                             18.789.605    19.379.303    19.986.693    20.612.303
      Beban Akrual                             7.163.710     8.173.524     8.254.952     8.877.891
      Utang Pajak                              2.140.316     2.529.516     2.472.476     2.668.208
      Liabilitas Jangka Pendek Lainnya        15.991.407    14.973.776    16.860.849    17.386.816


      Liabilitas Jangka Panjang
      Liabilitas Pajak Tangguhan               5.323.288     4.798.525     4.245.435     3.791.511
      Bagian Jangka Panjang utang Bank        24.105.468    20.389.020    13.783.387    10.488.094
      Liabilitas Imbalan Kerja                 6.655.989     6.787.349     6.927.071     7.066.726
      Liabilitas Jangka Panjang Lainnya         939.823        880.017      990.921      1.021.832


      Total Liabilitas                        81.109.605    77.911.031    73.521.785    71.913.380


      Ekuitas Diatribusikan kepada Pemilik    93.315.323    97.687.041   102.372.620   107.291.129
      Kepentingan Non Pengendali               5.130.173     5.430.641     5.813.364     6.190.068
      Total Ekuitas                           98.445.495   103.117.683   108.185.984   113.481.197


      Total Liabilitas dan Ekuitas           179.555.101   181.028.713   181.707.769   185.394.577
     Sumber: Proyeksi Keuangan Perseroan

     Proyeksi laporan posisi keuangan Perseroan setelah transaksi didasarkan atas proyeksi kinerja
     keuangan dalam operasional bisnis perusahaan setelah dilakukannya Rencana Transaksi. Pada
     proyeksi posisi keuangan setelah Rencana Transaksi, kas dan setara kas sepanjang masa proyeksi
     sejak 2026 sampai 2029 mengalami penurunan sebesar CAGR 4,97%. Penurunan proyeksi kas

Halaman 85                                                 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 87
      dan setara kas sepanjang masa proyeksi diakibatkan dari pemberian pinjaman kepada SPR lewat
      DTN dan dilakukannya pembayaran denda administratif. Pada total aset sejak masa proyeksi
      2026 hingga 2029 mengalami kenaikan sebesar CAGR 0,80%. Pada pos total liabilitas sepanjang
      masa proyeksi 2026 hingga 2029, mengalami penurunan sebesar CAGR 2,96%. Pada total
      ekuitas, sepanjang masa proyeksi sejak 2026 sampai 2029, terdapat kenaikan sebesar CAGR
      3,62%.

      Tabel 48. Proyeksi Keuangan (Laba/Rugi) Perseroan Setelah Rencana Transaksi
                                                                               (dalam juta Rupiah)
                 Laporan Laba Rugi                 2026            2027            2028           2029
       Pendapatan                               106.471.434    109.665.577      112.955.544    116.344.211
       Harga Pokok Penjualan                    (86.925.981)   (89.533.761)     (92.219.773)   (94.986.367)
       Laba Kotor                                19.545.453      20.131.816      20.735.771     21.357.844
       Beban Operasi                             (8.575.296)     (8.832.555)     (9.097.531)    (9.370.457)
       Laba Operasi                              10.970.157      11.299.262      11.638.240     11.987.387
       Keuntungan (Kerugian) Valuta Asing           201.589                -               -                -
       Beban Bunga - Bersih                      (1.473.353)     (1.246.199)      (842.456)      (641.044)
       Penghasilan (Beban) Lain                  (1.203.475)     (1.166.003)     (1.132.130)    (1.098.568)
       Laba Sebelum Pajak                         8.494.918       8.887.060       9.663.654     10.247.775
       Pajak Penghasilan                         (2.353.766)     (1.954.388)     (2.125.505)    (2.254.115)
       Laba Setelah Pajak                         6.141.152       6.932.672       7.538.148      7.993.659
      Sumber: Proyeksi Keuangan Perseroan


      Proyeksi laba rugi Perseroan setelah Rencana Transaksi menggambarkan kinerja Perseroan
      setelah adanya Rencana Transaksi dengan masa proyeksi dari 2026 sampai 2029. Pendapatan
      selama masa proyeksi setelah Rencana Transaksi 2026 sampai dengan 2029 mengalami
      kenaikan sebesar CAGR 2,24% akibat kenaikan proyeksi pendapatan Perseroan. Selanjutnya
      pertumbuhan proyeksi laba setelah pajak mengalami kenaikan sebesar CAGR 6,81% sepanjang
      masa proyeksi 2026 sampai dengan 2029 dimana akibat kenaikan proyeksi kinerja dan efisiensi
      Perseroan.

3.2.3 Analisis Rasio Keuangan

      Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis) - Perseroan

      Analisis rasio keuangan atau Financial Ratio Analysis merupakan salah satu bentuk teknis analisis
      laporan keuangan yang digunakan untuk mengetahui hubungan dari pos pos tertentu dari
      laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi secara individu atau kombinasi antara keduanya.
      Berikut adalah tabel berbagai macam rasio keuangan yang digunakan dalam analisis rasio
      keuangan Perseroan.

      Tabel 49. Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis)
             Rasio Keuangan          Des 2021       Des 2022       Des 2023        Des 2024      Des 2025
       Rasio Profitabilitas (%)
       Gross Profit Margin             24,75%           28,12%         27,83%         25,17%        22,62%
       Operating Profit Margin         18,72%           23,57%         23,12%         20,22%        16,81%
       Net Profit Margin               12,94%           12,94%         12,94%         12,94%        12,94%
       Return On Assets                16,99%           16,99%         16,99%         16,99%        16,99%
       Return On Equity                16,03%           16,03%         16,03%         16,03%        16,03%



Halaman 86                                                     00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 88
             Rasio Keuangan        Des 2021    Des 2022       Des 2023    Des 2024    Des 2025
      Rasio Likuiditas (X)
      Current Ratio                    1,99X       1,88X          1,46X       1,54X       1,36X
      Quick Ratio                      1,68X       1,51X          1,06X       1,17X       1,04X
      Cash Ratio                       1,09X       0,91X          0,43X       0,55X       0,50X


      Rasio Solvabilitas (X)
      Debt to Equity Ratio             0,13X       0,03X          0,22X       0,21X       0,18X
      Debt to Assets Ratio             0,08X       0,02X          0,12X       0,12X       0,11X
     Sumber: Analisis KJPP FDI&R


     Rasio Profitabilitas

     Rasio profitabilitas mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari kegiatan
     operasionalnya. Rasio ini menunjukkan efisiensi manajemen dalam mengelola sumber daya
     perusahaan untuk memperoleh keuntungan. Rasio yang digunakan antara lain:

     1. Gross Profit Margin (GPM)

        Gross Profit Margin adalah rasio yang menggambarkan tingkat laba kotor terhadap penjualan
        bersih setelah dikurangi harga pokok penjualan atau rasi laba kotor atas penjualan
        perusahaan. Rata-rata rasio Gross Profit Margin Perseroan selama periode 31 Desember 2021
        hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 25,70%, dan pada periode 31 Desember 2025
        tercatat sebesar 22,62%.

     2. Operating Profit Margin (OPM)

        Operating Profit Margin adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan
        menghasilkan laba dari kegiatan operasional utama sebelum beban bunga dan pajak. Rata-
        rata rasio Operating Profit Margin Perseroan selama periode 31 Desember 2021 hingga 31
        Desember 2025 adalah sebesar 20,49%, dan pada periode 31 Desember 2025 tercatat
        sebesar 16,81%.

     3. Net Profit Margin (NPM)

        Net Profit Margin adalah rasio untuk mengukur besarnya laba bersih yang dihasilkan dari
        setiap satuan penjualan. Rata-rata rasio Net Profit Margin Perseroan selama periode 31
        Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 14,35%, dan pada periode 31
        Desember 2025 tercatat sebesar 11,28%.

     4. Return on Assets (ROA)

        Return on Assets adalah rasio yang menunjukkan kemampuan aset perusahaan dalam
        menghasilkan laba bersih. Rata-rata rasio Return on Assets Perseroan selama periode 31
        Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 11,47%, dan pada periode 31
        Desember 2025 tercatat sebesar 8,34%.




Halaman 87                                                00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 89
     5. Return on Equity (ROE)

        Return on Equity adalah rasio untuk mengukur tingkat pengembalian atas modal yang
        diinvestasikan oleh pemegang saham. Rata-rata rasio Return on Equity Perseroan selama
        periode 31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 19,31%, dan pada
        periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar 14,36%.

     Rasio Likuiditas

     Rasio likuiditas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka
     pendeknya dengan menggunakan aset lancar yang dimiliki. Rasio ini menilai tingkat keamanan
     keuangan perusahaan dalam menghadapi kewajiban lancar. Rasio yang digunakan antara lain:

     1. Current Ratio

        Current Ratio adalah rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar utang lancar
        menggunakan aset lancar. Rata-rata rasio aset lancar terhadap kewajiban lancar Perseroan
        selama periode 31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 1,64 kali dan
        pada periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar 1,36 kali.

     2. Quick Ratio

        Quick Ratio adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban
        lancar tanpa mengandalkan persediaan. Rata-rata rasio aset lancar tanpa persedian terhadap
        kewajiban lancar Perseroan selama periode 31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025
        adalah sebesar 1,29 kali dan pada periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar 1,04 kali.

     3. Cash Ratio

        Cash Ratio adalah rasio untuk mengukur tingkat kemampuan perusahaan melunasi kewajiban
        lancar hanya dengan kas dan setara kas. Rata-rata rasio kas dan setara kas dibandingkan
        kewajiban lancar Perseroan selama periode 31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025
        adalah sebesar 0,70 kali dan pada periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar 0,50 kali.

     Rasio Solvabilitas

     Rasio solvabilitas digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban
     jangka panjang serta menilai struktur pendanaan perusahaan. Rasio ini menunjukkan sejauh
     mana aset perusahaan dibiayai oleh utang dan ekuitas. Indikator yang digunakan antara lain:

     1. Debt to Equity Ratio (DER)

        Debt to Equity Ratio adalah rasio yang menunjukkan besarnya aset perusahaan yang dibiayai
        oleh utang. Rata-rata rasio total utang terhadap total aset Perseroan selama periode 31
        Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 0,15 kali dan pada periode 31
        Desember 2025 tercatat sebesar 0,18 kali.

     2. Debt to Assets Ratio (DAR)

        Debt to Assets Ratio adalah rasio yang menggambarkan proporsi antara total utang terhadap
        ekuitas perusahaan. Rata-rata rasio total utang terhadap total ekuitas Perseroan selama

Halaman 88                                             00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 90
        periode 31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 0,09 kali dan pada
        periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar 0,11 kali.

     Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis) - DTN

     Analisis rasio keuangan atau Financial Ratio Analysis merupakan salah satu bentuk teknis analisis
     laporan keuangan yang digunakan untuk mengetahui hubungan dari pos pos tertentu dari
     laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi secara individu atau kombinasi antara keduanya.
     Berikut adalah tabel berbagai macam rasio keuangan yang digunakan dalam analisis rasio
     keuangan perusahaan.

     Tabel 50. Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis)
              Rasio Keuangan          Des 2021     Des 2022     Des 2023     Des 2024     Des 2025
      Rasio Profitabilitas (%)
      Gross Profit Margin               50,30%       43,55%         35,46%     34,21%       41,80%
      Operating Profit Margin           45,09%       37,17%         28,50%     27,96%       35,48%
      Net Profit Margin                 30,17%       24,27%         14,84%     11,25%       14,96%
      Return On Assets                  10,35%         7,10%         1,83%       2,48%        4,37%
      Return On Equity                  12,56%         8,76%         2,32%       3,18%        6,25%


      Rasio Likuiditas (X)
      Current Ratio                       3,21X        2,65X         1,09X       1,29X        1,16X
      Quick Ratio                         2,69X        2,14X         0,65X       0,94X        0,87X
      Cash Ratio                          2,29X        1,97X         0,60X       0,82X        0,79X


      Rasio Solvabilitas (X)
      Debt to Equity Ratio                0,02X        0,05X         0,08X       0,11X        0,12X
      Debt to Assets Ratio                0,02X        0,04X         0,07X       0,09X        0,09X
     Sumber: Analisis KJPP FDI&R


     Rasio Profitabilitas

     Rasio profitabilitas mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari kegiatan
     operasionalnya. Rasio ini menunjukkan efisiensi manajemen dalam mengelola sumber daya
     perusahaan untuk memperoleh keuntungan. Rasio yang digunakan antara lain:

     1. Gross Profit Margin (GPM)

        Gross Profit Margin adalah rasio yang menggambarkan tingkat laba kotor terhadap penjualan
        bersih setelah dikurangi harga pokok penjualan atau rasi laba kotor atas penjualan
        perusahaan. Rata-rata rasio Gross Profit Margin DTN selama periode 31 Desember 2021
        hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 41,06%, dan pada periode 31 Desember 2025
        tercatat sebesar 41,80%.

     2. Operating Profit Margin (OPM)

        Operating Profit Margin adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan
        menghasilkan laba dari kegiatan operasional utama sebelum beban bunga dan pajak. Rata-
        rata rasio Operating Profit Margin DTN selama periode 31 Desember 2021 hingga 31



Halaman 89                                               00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 91
        Desember 2025 adalah sebesar 34,84%, dan pada periode 31 Desember 2025 tercatat
        sebesar 35,48%.

     3. Net Profit Margin (NPM)

        Net Profit Margin adalah rasio untuk mengukur besarnya laba bersih yang dihasilkan dari
        setiap satuan penjualan. Rata-rata rasio Net Profit Margin DTN selama periode 31 Desember
        2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 19,10%, dan pada periode 31 Desember
        2025 tercatat sebesar 14,96%.

     4. Return on Assets (ROA)

        Return on Assets adalah rasio yang menunjukkan kemampuan aset perusahaan dalam
        menghasilkan laba bersih. Rata-rata rasio Return on Assets DTN selama periode 31 Desember
        2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 5,23%, dan pada periode 31 Desember
        2025 tercatat sebesar 4,37%.

     5. Return on Equity (ROE)

        Return on Equity adalah rasio untuk mengukur tingkat pengembalian atas modal yang
        diinvestasikan oleh pemegang saham. Rata-rata rasio Return on Equity DTN selama periode
        31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 6,61%, dan pada periode 31
        Desember 2025 tercatat sebesar 6,25%.

     Rasio Likuiditas

     Rasio likuiditas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka
     pendeknya dengan menggunakan aset lancar yang dimiliki. Rasio ini menilai tingkat keamanan
     keuangan perusahaan dalam menghadapi kewajiban lancar. Rasio yang digunakan antara lain:

     1. Current Ratio

        Current Ratio adalah rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar utang lancar
        menggunakan aset lancar. Rata-rata rasio aset lancar terhadap kewajiban lancar DTN selama
        periode 31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 1,88 kali dan pada
        periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar 1,16 kali.

     2. Quick Ratio

        Quick Ratio adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban
        lancar tanpa mengandalkan persediaan. Rata-rata rasio aset lancar tanpa persedian terhadap
        kewajiban lancar DTN selama periode 31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah
        sebesar 1,46 kali dan pada periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar 0,87 kali.

     3. Cash Ratio

        Cash Ratio adalah rasio untuk mengukur tingkat kemampuan perusahaan melunasi kewajiban
        lancar hanya dengan kas dan setara kas. Rata-rata rasio kas dan setara kas dibandingkan
        kewajiban lancar DTN selama periode 31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah
        sebesar 1,29 kali dan pada periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar 0,79 kali.



Halaman 90                                             00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 92
     Rasio Solvabilitas

     Rasio solvabilitas digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban
     jangka panjang serta menilai struktur pendanaan perusahaan. Rasio ini menunjukkan sejauh
     mana aset perusahaan dibiayai oleh utang dan ekuitas. Indikator yang digunakan antara lain:

     1. Debt to Equity Ratio (DER)

        Debt to Equity Ratio adalah rasio yang menunjukkan besarnya aset perusahaan yang dibiayai
        oleh utang. Rata-rata rasio total utang terhadap total aset DTN selama periode 31 Desember
        2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 0,08 kali dan pada periode 31 Desember
        2025 tercatat sebesar 0,12 kali.

     2. Debt to Assets Ratio (DAR)

        Debt to Assets Ratio adalah rasio yang menggambarkan proporsi antara total utang terhadap
        ekuitas perusahaan. Rata-rata rasio total utang terhadap total ekuitas DTN selama periode 31
        Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 0,06 kali dan pada periode 31
        Desember 2025 tercatat sebesar 0,09 kali.

     Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis) - SPR

     Analisis rasio keuangan atau Financial Ratio Analysis merupakan salah satu bentuk teknis analisis
     laporan keuangan yang digunakan untuk mengetahui hubungan dari pos pos tertentu dari
     laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi secara individu atau kombinasi antara keduanya.
     Berikut adalah tabel berbagai macam rasio keuangan yang digunakan dalam analisis rasio
     keuangan perusahaan.

     Tabel 51. Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis)
              Rasio Keuangan          Des 2021     Des 2022     Des 2023      Des 2024    Des 2025
      Rasio Profitabilitas (%)
      Gross Profit Margin                75,25%       71,33%        27,42%      23,03%      26,64%
      Operating Profit Margin            29,22%       36,80%        -11,80%     14,01%      19,51%
      Net Profit Margin                   9,07%       27,41%        -56,72%      6,01%      -57,67%
      Return On Assets                    6,20%       36,49%        -48,21%      9,73%      -97,31%
      Return On Equity                   -9,95%   -1282,13%         94,18%     -40,91%      83,84%


      Rasio Likuiditas (X)
      Current Ratio                       0,33X        0,54X          0,25X      0,40X        0,28X
      Quick Ratio                         0,16X        0,50X          0,16X      0,25X        0,13X
      Cash Ratio                          0,08X        0,36X          0,04X      0,08X        0,07X


      Rasio Solvabilitas (X)
      Debt to Equity Ratio                1,32X        0,79X          1,15X      0,79X        0,33X
      Debt to Assets Ratio               -2,12X      -27,71X         -2,25X      -3,31X      -0,28X
     Sumber: Analisis KJPP FDI&R




Halaman 91                                               00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 93
     Rasio Profitabilitas

     Rasio profitabilitas mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari kegiatan
     operasionalnya. Rasio ini menunjukkan efisiensi manajemen dalam mengelola sumber daya
     perusahaan untuk memperoleh keuntungan. Rasio yang digunakan antara lain:

     1. Gross Profit Margin (GPM)

        Gross Profit Margin adalah rasio yang menggambarkan tingkat laba kotor terhadap penjualan
        bersih setelah dikurangi harga pokok penjualan atau rasi laba kotor atas penjualan
        perusahaan. Rata-rata rasio Gross Profit Margin SPR selama periode 31 Desember 2021
        hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 44,73%, dan pada periode 31 Desember 2025
        tercatat sebesar 26,64%.

     2. Operating Profit Margin (OPM)

        Operating Profit Margin adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan
        menghasilkan laba dari kegiatan operasional utama sebelum beban bunga dan pajak. Rata-
        rata rasio Operating Profit Margin SPR selama periode 31 Desember 2021 hingga 31
        Desember 2025 adalah sebesar 17,55%, dan pada periode 31 Desember 2025 tercatat
        sebesar 19,51%.

     3. Net Profit Margin (NPM)

        Net Profit Margin adalah rasio untuk mengukur besarnya laba bersih yang dihasilkan dari
        setiap satuan penjualan. Rata-rata rasio Net Profit Margin SPR selama periode 31 Desember
        2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar negatif 14,38%, dan pada periode 31
        Desember 2025 tercatat sebesar negatif 57,67%.

     4. Return on Assets (ROA)

        Return on Assets adalah rasio yang menunjukkan kemampuan aset perusahaan dalam
        menghasilkan laba bersih. Rata-rata rasio Return on Assets SPR selama periode 31 Desember
        2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar negatif 18,62%, dan pada periode 31
        Desember 2025 tercatat sebesar negatif 97,31%.

     5. Return on Equity (ROE)

        Return on Equity adalah rasio untuk mengukur tingkat pengembalian atas modal yang
        diinvestasikan oleh pemegang saham. Rata-rata rasio Return on Equity SPR selama periode 31
        Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar negatif 231,00%, dan pada
        periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar 83,84%.

     Rasio Likuiditas

     Rasio likuiditas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka
     pendeknya dengan menggunakan aset lancar yang dimiliki. Rasio ini menilai tingkat keamanan
     keuangan perusahaan dalam menghadapi kewajiban lancar. Rasio yang digunakan antara lain:




Halaman 92                                             00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 94
     1. Current Ratio

        Current Ratio adalah rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar utang lancar
        menggunakan aset lancar. Rata-rata rasio aset lancar terhadap kewajiban lancar SPR selama
        periode 31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 0,36 kali dan pada
        periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar 0,28 kali.

     2. Quick Ratio

        Quick Ratio adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban
        lancar tanpa mengandalkan persediaan. Rata-rata rasio aset lancar tanpa persedian terhadap
        kewajiban lancar SPR selama periode 31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah
        sebesar 0,24 kali dan pada periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar 0,13 kali.

     3. Cash Ratio

        Cash Ratio adalah rasio untuk mengukur tingkat kemampuan perusahaan melunasi kewajiban
        lancar hanya dengan kas dan setara kas. Rata-rata rasio kas dan setara kas dibandingkan
        kewajiban lancar SPR selama periode 31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah
        sebesar 0,12 kali dan pada periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar 0,07 kali.

     Rasio Solvabilitas

     Rasio solvabilitas digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban
     jangka panjang serta menilai struktur pendanaan perusahaan. Rasio ini menunjukkan sejauh
     mana aset perusahaan dibiayai oleh utang dan ekuitas. Indikator yang digunakan antara lain:

     1. Debt to Equity Ratio (DER)

        Debt to Equity Ratio adalah rasio yang menunjukkan besarnya aset perusahaan yang dibiayai
        oleh utang. Rata-rata rasio total utang terhadap total aset SPR selama periode 31 Desember
        2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 0,87 kali dan pada periode 31 Desember
        2025 tercatat sebesar 0,33 kali.

     2. Debt to Assets Ratio (DAR)

        Debt to Assets Ratio adalah rasio yang menggambarkan proporsi antara total utang terhadap
        ekuitas perusahaan. Rata-rata rasio total utang terhadap total ekuitas SPR selama periode 31
        Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar negatif 7,13 kali dan pada
        periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar negatif 0,28 kali.

3.2.4 Proforma Laporan Keuangan Sebelum & Setelah Rencana Transaksi

     Proforma Laporan Keuangan Sebelum & Setelah Rencana Transaksi dapat dilihat dari perubahan
     keuangan pada pos-pos yang terdampak. Pada Rencana Transaksi ini, dampak keuangan atas
     Rencana Transaksi disajikan pada tabel berikut:




Halaman 93                                              00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 95
     Tabel 52. Proforma Laporan Posisi Keuangan Perseroan Sebelum & Setelah Rencana Transaksi
                                                                             (dalam juta Rupiah)
                                                  Audited                              Proforma
             Laporan Posisi Keuangan
                                              31 Desember 2025   Penyesuaian       31 Desember 2025
      Aset
      Aset Lancar
      Kas dan Setara Kas                            26.570.772                 0         26.570.772
      Piutang Usaha
      Pihak Ketiga                                  18.559.795                           18.559.795
      Pihak Berelasi                                 1.357.868                            1.357.868
      Piutang Non Usaha
      Pihak Ketiga                                     492.811                              492.811
      Pihak Berelasi                                 1.203.084                 0          1.203.084
      Persediaan                                    16.729.809                           16.729.809
      Proyek dalam Pelaksanaan                          28.698                               28.698
      Pihak Ketiga
      Pihak Berelasi
      Pajak Dibayar Dimuka
      Pajak Penghasilan Badan                        1.653.543         7.953              1.661.496
      Pajak Lain-lain                                3.643.857                            3.643.857
      Uang Muka dan Biaya Dibayar Dimuka             1.543.309                            1.543.309
      Aset Lancar Lain-lain                            357.480                              357.480
      Total Aset Lancar                             72.141.026         7.953             72.148.979


      Aset Tidak Lancar
      Kas dan deposito berjangka yang
                                                       787.806                              787.806
      dibatasi penggunaannya
      Piutang usaha
      Pihak Ketiga                                     453.411                              453.411
      Pihak Berelasi                                    18.957                               18.957
      Piutang Non Usaha
      Pihak Ketiga                                      88.336                               88.336
      Pihak Berelasi                                 3.103.936                            3.103.936
      Persediaan                                       105.530                              105.530
      Pajak dibayar dimuka
      Pajak Penghasilan Badan                        1.446.559                            1.446.559
      Pajak Lain-lain                                1.650.429                            1.650.429
      Uang muka dan biaya dibayar dimuka               793.619                              793.619
      Investasi pada entitas asosiasi
      Investments in associates dan ventura         17.223.562                           17.223.562
      bersama
      Investasi jangka panjang                       3.175.766                            3.175.766
      Aset tetap                                    45.296.550                           45.296.550
      Properti pertambangan                         14.809.384                           14.809.384
      Properti investasi                               244.469                              244.469
      Beban eksplorasi dan pengembangan
                                                     2.768.518                            2.768.518
      tangguhan
      Aset tambang berproduksi                       3.958.340                            3.958.340
      Beban tangguhan                                1.169.123                            1.169.123



Halaman 94                                              00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 96
                                                 Audited                              Proforma
               Laporan Posisi Keuangan
                                             31 Desember 2025   Penyesuaian       31 Desember 2025
      Aset pajak tangguhan                          4.891.419                            4.891.419
      Goodwill                                      3.510.559                            3.510.559
      Total Aset Tidak Lancar                     105.496.273                 0        105.496.273
      Total Aset                                  177.637.299         7.953            177.645.252


      Liabilitas
      Liabilitas Jangka Pendek
      Utang usaha
      Pihak Ketiga                                 29.095.249                           29.095.249
      Pihak Berelasi                                  213.679                              213.679
      Utang non-usaha
      Pihak Ketiga                                  1.132.969                            1.132.969
      Pihak Berelasi                                   87.548                 0             87.548
      Utang pajak
      Pajak Penghasilan Badan                         825.803         7.953                833.756
      Pajak Lain-lain                                 584.846                              584.846
      Akrual                                        6.692.531                            6.692.531
      Uang muka pelanggan
      Pihak Ketiga                                    857.034                              857.034
      Pihak Berelasi                                   44.175                               44.175
      Pendapatan tangguhan                          1.021.152                            1.021.152
      Liabilitas imbalan kerja                      1.053.575                            1.053.575
      Pinjaman bank jangka pendek                     560.000                              560.000
      Bagian jangka pendek dari utang
      jangka panjang
      Pinjaman Bank                                 9.682.666                            9.682.666
      Liabilitas Sewa                                 801.430                              801.430
      Pinjaman Lain-lain                              560.318                              560.318
      Pinjaman bank jangka pendek dari
      Liabilitas Keuangan Jangka Panjang
      Lain-lain
      Total Liabilitas Jangka Pendek               53.212.975         7.953             53.220.928


      Liabilitas Jangka Panjang
      Liabilitas pajak tangguhan                    3.768.016                            3.768.016
      Provisi rehabilitasi, reklamasi, dan
                                                    1.154.627                            1.154.627
      penutupan tambang
      Liabilitas imbalan kerja                      5.497.626                            5.497.626
      Utang jangka panjang, setelah
      dikurangi bagian jangka pendek
      Pinjaman Bank                                 6.054.620                            6.054.620
      Liabilitas Sewa                                 976.309                              976.309
      Pinjaman Lain-lain                              281.698                              281.698
      Liabilitas keuangan jangka panjang
                                                    3.555.105                            3.555.105
      lain-lain
      Total Liabilitas Jangka Panjang              21.288.001                 0         21.288.001
      Total Liabilitas                             74.500.976         7.953             74.508.929




Halaman 95                                             00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 97
                                                     Audited                             Proforma
             Laporan Posisi Keuangan
                                                 31 Desember 2025    Penyesuaian     31 Desember 2025
      Ekuitas
      Ekuitas yang diatribusikan kepada
      entitas induk
      Modal Disetor                                       932.534                              932.534
      Tambahan Modal Disetor                            9.703.937                            9.703.937
      Saham Tresuri                                    -4.902.237                           -4.902.237
      Saldo Laba
      Dicadangkan                                         186.507                              186.507
      Belum Dicadangkan                                85.547.627           4.136           85.551.763
      Selisih kurs dari penjabaran Laporan
                                                        9.227.066                            9.227.066
      keuangan
      Cadangan lindung nilai                           (2.065.280)                          -2.065.280
      Cadangan penyesuaian nilai wajar aset
                                                           19.386                               19.386
      tetap
      Transaksi dengan Kepentingan
                                                         (875.920)                            -875.920
      Nonpengendali
      Total Ekuitas yang diatribusikan kepada
                                                       97.773.620                           97.777.756
      entitas induk
      Kepentingan Nonpengandali                         5.362.703          (4.136)           5.358.567
      Total Ekuitas                                   103.136.323                         103.136.323
      Total Liabilitas dan Ekuitas                  177.637.299                             177.645.252
     Sumber: Proforma Laporan Keuangan Perseroan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi - 31 Desember 2025


     Tabel 53. Proforma Laporan Laba Rugi Perseroan Sebelum & Setelah Rencana Transaksi
                                                                            (dalam juta Rupiah)
                                                     Audited                             Proforma
             Laporan Posisi Keuangan
                                                 31 Desember 2025    Penyesuaian     31 Desember 2025
      Pendapatan bersih                               131.300.810                         131.300.810
      Beban pokok pendapatan                         (101.597.306)                       (101.597.306)
      Laba bruto                                       29.703.504                           29.703.504
      Beban penjualan                                  (1.597.792)                          (1.597.792)
      Beban umum dan administrasi                      (6.040.414)                          (6.040.414)
      Beban lain-lain, bersih                            (256.226)                           (256.226)
      Penghasilan keuangan                              1.244.489                            1.244.489
      Biaya keuangan                                   (2.625.818)                          (2.625.818)
      Bagian atas laba bersih entitas asosiasi
                                                         (245.576)                           (245.576)
      dan ventura bersama
      Laba sebelum pajak penghasilan                   20.182.167                           20.182.167
      Beban pajak penghasilan                          (5.005.403)                          (5.005.403)
      Laba tahun berjalan                              15.176.764                           15.176.764


      Laba Setelah Pajak Yang Didistribusilan
      Kepada
      Pemilik Entitas Induk                            14.810.434           4.136           14.814.570
      Kepentingan Non-Pengendali                          366.330          (4.136)             362.194
      Total Laba Setelah Pajak                       15.176.764                              15.176.764
     Sumber: Proforma Laporan Keuangan Perseroan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi - 31 Desember 2025




Halaman 96                                                  00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 98
     Dampak dari Rencana Transaksi terhadap keuangan Perseroan diantaranya:
     • Terdapat penerimaan kas sebesar Rp900 miliar dari sisi SPR yang merupakan perusahaan
       terafiliasi dengan Perseroan dan kas keluar sebesar Rp900 miliar dari sisi DTN yang
       merupakan anak perusahaan Perseroan lewat penyertaan langsung dan tidak langsung, pada
       tingkat Perseroan, masing masing penerimaan kas dan kas keluar tersebut dieliminasi akibat
       konsolidasi grup entitas sehingga penerimaan kas dan kas keluar atas pinjaman tidak
       mengubah posisi kas dan setara kas Perseroan setelah Rencana Transaksi per tanggal
       pendapat kewajaran.
     • Terdapat beban bunga sebesar Rp53,0 miliar dan utang pajak pph 23 sebesar Rp7,95 miliar
       dari sisi SPR yang merupakan perusahaan terafiliasi dengan Perseroan dan pendapatan bunga
       sebesar Rp53,0 miliar serta pajak pph 23 dibayar dimuka sebesar Rp7,95 miliar akibat beban
       bunga yang timbul dari Rencana Transaksi. Pada tingkat Perseroan, masing masing beban
       bunga dan pendapatan bunga tersebut dieliminasi akibat konsolidasi grup entitas sehingga
       beban bunga dan pendapatan bunga atas pinjaman tidak mengubah posisi penghasilan
       keuangan dan beban keuangan Perseroan setelah Rencana Transaksi per tanggal pendapat
       kewajaran.
     • Terdapat manfaat pajak sebesar Rp11,66 miliar dari sisi SPR akibat adanya beban bunga
       sehingga mengurangi laba kena pajak SPR, dari sisi DTN terdapat beban pajak sebesar
       Rp11,66 miliar akibat pendapatan bunga sehingga meningkatkan laba kena pajak
       perusahaan. Pada tingkat Perseroan, masing masing manfaat pajak, dan beban pajak tersebut
       dieliminasi akibat konsolidasi grup entitas sehingga manfaat pajak dan beban pajak atas
       beban dan pendapatan bunga tidak mengubah posisi beban pajak dan manfaat pajak
       Perseroan setelah Rencana Transaksi per tanggal pendapat kewajaran.
     • Terdapat kenaikan laba yang didistribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp4,13
       miliar akibat distribusi 10% kepemilikan SPR pada pemegang saham lain terhadap beban
       bunga dan manfaat pajak setelah Rencana Transaksi.

     Secara garis besar, Rencana Transaksi tidak memberikan dampak signifikan terhadap laporan
     posisi keuangan dan laba rugi Perseroan per tanggal pendapat kewajaran sebelum dan setelah
     Rencana Transaksi. Perbedaan timbul pada pos manfaat pajak penghasilan dan utang pajak
     penghasilan akibat pph 23 pendapatan dan beban bunga. Selain itu perbedaan timbul akibat
     distribusi 10% kepemilikan SPR pada pemegang saham lain terhadap beban bunga dan manfaat
     pajak setelah Rencana Transaksi.

3.2.5 Analisis Kemampuan Bayar Sampai Saat Jatuh Tempo

     Analisis kemampuan bayar dapat dianalisis dari Kinerja Keuangan SPR. Historis laporan posisi
     keuangan dan laporan laba rugi ditampilkan sebagai berikut:

     Tabel 54. Analisis Kemampuan Bayar Sampai Jatuh Tempo – Rasio Keuangan SPR
                                                                          (dalam juta Rupiah)
              Rasio Keuangan          2021        2022        2023         2024        2025
      Rasio Profitabilitas (%)
      Gross Profit Margin             75,25%       71,33%      27,42%      23,03%       26,64%
      Operating Profit Margin         29,22%       36,80%     -11,80%      14,01%       19,51%
      Net Profit Margin                 9,07%      27,41%     -56,72%        6,01%     -57,67%
      Return on Assets                  6,20%      36,49%     -48,21%        9,73%     -97,31%
      Return on Equity                 -9,95%   -1282,13%      94,18%      -40,91%      83,84%




Halaman 97                                            00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 99
               Rasio Keuangan                  2021        2022      2023         2024         2025
       Rasio Likuiditas (X)
       Current Ratio                             0,33X      0,54X      0,25X        0,40X         0,28X
       Quick Ratio                               0,16X      0,50X      0,16X        0,25X         0,13X
       Cash Ratio                                0,08X      0,36X      0,04X        0,08X         0,07X


       Rasio Solvabilitas (X)
       Debt to Assets Ratio                      1,32X      0,79X      1,15X        0,79X         0,33X
      Debt to Equity Ratio                 -2,12X      -27,71X        -2,25X       -3,31X        -0,28X
     Sumber: Proyeksi Keuangan SPR Setelah Rencana Transaksi


     Berdasarkan historis kinerja keuangan sebagai dasar analisis kemampuan pelunasan pinjaman
     sampai dengan jatuh tempo, SPR menunjukkan kemampuan menghasilkan laba kotor dan laba
     operasi yang relatif baik. Hal tersebut tercermin dari rata-rata Gross Profit Margin sebesar 44,73%
     dan Operating Profit Margin sebesar 17,55% selama periode analisis. Namun demikian, SPR
     mencatat rata-rata Net Profit Margin sebesar negatif 14,38%, yang terutama dipengaruhi oleh
     pengakuan beban denda administratif. Sejalan dengan kondisi tersebut, rata-rata Return on Assets
     (ROA) sebesar negatif 18,62% dan Return on Equity (ROE) sebesar negatif 231,00% menunjukkan
     bahwa tingkat pengembalian atas aset dan ekuitas perusahaan masih tertekan akibat kerugian
     yang dibukukan.

     Dari sisi likuiditas, SPR memiliki rata-rata Current Ratio sebesar 0,36 kali, Quick Ratio sebesar
     0,24 kali, dan Cash Ratio sebesar 0,12 kali. Rasio tersebut menunjukkan bahwa kemampuan
     perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek masih relatif terbatas dan memerlukan
     pengelolaan modal kerja yang memadai untuk menjaga kelancaran operasional perusahaan.
     Sementara itu, dari sisi solvabilitas, SPR memiliki rata-rata Debt to Assets Ratio (DAR) sebesar 0,87
     kali dan DAR tahun 2025 sebesar 0,33 kali. Adapun Debt to Equity Ratio (DER) yang bernilai
     negatif mencerminkan kondisi ekuitas negatif yang dimiliki perusahaan pada periode analisis.
     Meskipun demikian, kerugian yang terjadi pada tahun 2025 sebagian besar disebabkan oleh
     pengakuan beban denda administratif yang bersifat non-operasional, sementara kegiatan
     operasional perusahaan tetap berjalan dan mampu menghasilkan arus kas usaha.

     Dengan mempertimbangkan kemampuan SPR dalam menghasilkan laba operasi dan arus kas
     dari kegiatan usaha, tujuan penggunaan pinjaman untuk mendukung modal kerja perusahaan,
     serta dukungan dari kelompok usaha Perseroan, maka SPR dinilai masih memiliki kemampuan
     yang memadai untuk memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga pinjaman sampai
     dengan jatuh tempo, dengan tetap memperhatikan risiko yang melekat pada kondisi likuiditas
     dan struktur permodalan perusahaan.

3.2.6 Analisis Cash Management Dan Financial Covenant

     Analisis cash management dari Rencana Transaksi dapat dianalisis dari sumber pendanaan
     pinjaman, besaran nilai Rencana Transaksi terhadap kas dan setara kas Perusahaan, dan rasio
     kas Perusahaan sebelum dan setelah Rencana Transaksi.

     Tabel 55. Analisis Cash Management Perseroan
                                                                                     (dalam juta Rupiah)
                                Analisis Cash Management                             31 Desember 2025
       Kas dan Setara Kas PT United Tractors Tbk                                            26.570.772
       Nilai Rencana Transaksi                                                                  900.000


Halaman 98                                                    00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 100
                            Analisis Cash Management                                31 Desember 2025
       Nilai Rencana Transaksi terhadap Kas                                                     3,39%
      Sumber: Analisis KJPP FDI&R


      Tabel 56.Analisis Financial Covenant Perseroan
       Analisis Kas                 Sebelum Transaksi    Setelah Transaksi            Selisih Perubahan
       Cash Ratio                             0,4993X               0,4993X                   0,0001X
      Sumber: Analisis KJPP FDI&R


      Selanjutnya, berdasarkan analisis financial covenant menggunakan proksi cash ratio, diperoleh
      bahwa cash ratio Perseroan sebelum Rencana Transaksi sebesar 0,4993 kali dan setelah Rencana
      Transaksi sebesar 0,4992 kali, atau hanya mengalami perubahan sebesar 0,0001 kali.
      Perubahan tersebut menunjukkan bahwa Rencana Transaksi tidak memberikan dampak material
      terhadap kemampuan likuiditas Perseroan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya.

      Tabel 57. Analisis Cash Management SPR
                                                                                    (dalam juta Rupiah)
                            Analisis Cash Management                                31 Desember 2025
       Kas dan Setara Kas SPR                                                                 107.933
       Nilai Rencana Transaksi                                                                900.000
       Nilai Rencana Transaksi terhadap Kas                                                   833,85%
      Sumber: Analisis KJPP FDI&R


      Dari sisi SPR, nilai maksimum Rencana Transaksi sebesar Rp900.000 juta lebih besar
      dibandingkan posisi kas dan setara kas SPR per 31 Desember 2025 sebesar Rp107.933 juta.
      Kondisi tersebut menunjukkan bahwa fasilitas pinjaman yang diberikan oleh DTN dapat menjadi
      sumber pendanaan yang signifikan dalam mendukung kebutuhan modal kerja dan kegiatan
      operasional SPR. Mengingat fasilitas pinjaman bersifat revolving, SPR memiliki fleksibilitas untuk
      melakukan penarikan dana secara bertahap sesuai kebutuhan operasional dan melakukan
      pelunasan serta penarikan kembali selama periode fasilitas pinjaman masih berlangsung.
      Dengan demikian, fasilitas pinjaman tersebut dapat membantu SPR dalam mengelola kebutuhan
      likuiditas dan arus kas operasional secara lebih efektif.

3.2.7 Analisis Yield Dibanding Instrumen Sejenis (Obligasi/Kredit Bank)

      Analisis yield dibanding instrument sejenis dilakukan dengan membandingkan yield dari Rencana
      Transaksi pinjam-meminjam antara DTN dan SPR dengan instrumen surat utang sejenis.

      Tabel 58. Yield Intercompany Loan DTN – SPR
       Yield SHL UT - SPR                                                                  Keterangan
       3M indONIA per 31 Desember 2025                                                          4,09%
       Margin                                                                                   1,80%
       Yield                                                                                    5,89%
      Sumber: Draf Intercompany Loan Agreement antara DTN dan SPR


      Berdasarkan draf perjanjian pinjaman antara DTN dan SPR, Tingkat suku bunga yang dikenakan
      atas pinjaman yang diberikan adalah sebesar 3M indONIA Dimana dalam analisis ini digunakan
      3M indONIA per tanggal pendapat kewajaran 31 Desember 2025 + 1,80% Margin per tahun.
      Merujuk pada besaran Term 3M indONIA per tanggal pendapat kewajaran sebesar 4,09%
      kemudian ditambah margin 1,80% maka suku bunga dari Rencana Transaksi berupa pinjaman


Halaman 99                                                00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 101
      yang diberikan DTN kepada SPR melalui Adalah sebesar 5,89%. DTN dan SPR merupakan entitas
      afiliasi dalam kelompok usaha Perseroan.

      Tabel 59. Analisis Yield Dibandingkan dengan Kredit Perbankan
                                                                      Private National   Commercial
       No        Bank Interest Rate (IDR) - SEKI BI    State Banks
                                                                           Banks           Banks
        1   Working Capital Loans                        8,12%            8,16%            8,08%
        2   Investment Loans                             8,44%            7,52%            8,06%
        3   Consumer Loans                               8,97%            11,99%          10,50%
      Sumber: SEKI BI - Desember 2025


      Kredit perbankan di Indonesia dengan denominasi Rupiah dapat digunakan sebagai acuan
      pembanding tingkat suku bunga instrumen sejenis. Berdasarkan data yang diperoleh dari Statistik
      Ekonomi dan Keuangan Indonesia (SEKI) Bank Indonesia per Desember 2025, tingkat suku bunga
      kredit modal kerja pada kelompok bank umum berada pada kisaran 8,08% sampai dengan
      8,16% per tahun. Sementara itu, yield yang diperoleh dari Rencana Transaksi pinjaman antara
      DTN dan SPR sebesar 5,89% per tahun. Dengan demikian, yield Rencana Transaksi berada di
      bawah kisaran tingkat suku bunga kredit modal kerja perbankan di Indonesia dalam denominasi
      Rupiah pada tanggal pendapat kewajaran. Kondisi tersebut didasari bahwa Rencana Transaksi
      merupakan pinjaman pemegang saham (shareholder loan) yang dilakukan antar pihak afiliasi
      dalam satu kelompok usaha dengan tujuan utama untuk mendukung kebutuhan modal kerja dan
      operasional SPR.

      Tabel 60. Analisis Yield Dibandingkan dengan Suku Bunga Simpanan
                                                                      Private National   Commercial
       No        Bank Interest Rate (IDR) - SEKI BI    State Banks
                                                                           Banks           Banks
        1   1 Month                                      3,83%            4,43%            4,26%
        2   3 Months                                     4,44%            4,88%            4,68%
        3   6 Months                                     4,14%            5,36%            4,73%
        4   12 Months                                    3,05%            5,13%            4,63%
        5   24 Months                                    2,87%            4,96%            4,55%


      Suku bunga simpanan perbankan di Indonesia dengan denominasi Rupiah dapat digunakan
      sebagai acuan perbandingan tingkat suku bunga instrumen sejenis. Pada data yang diperoleh,
      tingkat suku bunga simpanan bank di Indonesia dengan denominasi Rupiah untuk untuk jangka
      waktu tempo 1 bulan berada pada rentan 3,83% sampai 4,26%. Selanjutnya pada jangka waktu
      tempo 3 bulan berada pada rentan 4,44% sampai dengan 4,68%. Pada jangka waktu tempo 6
      bulan berada pada rentan 4,14% sampai dengan 4,73%. Dengan begitu, yield pada Rencana
      Transaksi pinjam meminjam antara Perseroan lewat DTN dan SPR sebesar 5,89% berada diatas
      rentan tingkat suku bunga simpanan perbankan Indonesia denominasi Rupiah per tanggal
      pendapat kewajaran.

3.2.8 Incremental Analysis (Nilai Tambah)

      Analisis nilai tambah dilakukan dengan membandingkan proyeksi keuangan sebelum Rencana
      Transaksi dan setelah Rencana Transaksi dilakukan. Nilai tambah timbul dari selisih positif bagi
      perusahaan setelah Rencana Transaksi dilakukan dibanding sebelum adanya Rencana Transaksi.




Halaman 100                                              00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 102
     Tabel 61. Incremental Analysis (Nilai Tambah) – Laporan Posisi Keuangan
                                                                                    (dalam juta Rupiah)
                      Keterangan               2026           2027           2028            2029
      Aset Lancar
      Kas dan Setara Kas                      (867.000)       (867.000)      (867.000)      (867.000)
      Piutang Usaha                                    -              -               -             -
      Persediaan                                       -              -               -             -
      Uang Muka                                        -              -               -             -
      Beban Dibayar Dimuka                             -              -               -             -
      Aset Lancar Lainnya                         4.183          6.688          4.357           3.453
      Aset Lancar                             (862.817)       (860.312)      (862.643)      (863.547)
      Aset Tidak Lancar
      Piutang Kepada Pemegang Saham                    -              -               -             -
      Investasi pada Saham                             -              -               -             -
      Aset Tetap                                       -              -               -             -
      Aset Tambang                                     -              -               -             -
      Aset Pajak Tangguhan                             -              -               -             -
      Biaya Eksplorasi dan pengembangan
                                                       -              -               -             -
      Batu Bara
      Goodwill                                         -              -               -             -
      Aset Tidak Lancar Lainnya                        -              -               -             -
      Aset Tidak Lancar                                -              -               -             -
      Total Aset                              (862.817)       (860.312)      (862.643)      (863.547)


      Liabilitas Lancar
      Utang Usaha                             (867.000)       (867.000)      (867.000)      (867.000)
      Beban Akrual                                     -              -               -             -
      Utang Pajak                                 4.183          6.688          4.357           3.453
      Liabilitas Jangka Pendek Lainnya                 -              -               -             -
      Liabilitas Lancar                       (862.817)       (860.312)      (862.643)      (863.547)


      Liabilitas Lancar Lainnya
      Liabilitas Pajak Tangguhan                       -              -               -             -
      Bagian Jangka Panjang utang Bank                 -              -               -             -
      Liabilitas Imbalan Kerja                         -              -               -             -
      Liabilitas Jangka Panjang Lainnya                -              -               -             -
      Liabilitas Jangka Panjang                        -              -               -             -
      Total Liabilitas                        (862.817)       (860.312)      (862.643)      (863.547)


      Ekuitas Diatribusikan kepada Pemilik        2.175          5.653          7.918           9.714
      Kepentingan Non Pengendali                 (2.175)        (5.653)        (7.918)        (9.714)
      Total Ekuitas                                    -              -               -             -
      Total Liabilitas dan Ekuitas            (862.817)       (860.312)      (862.643)      (863.547)
     Sumber: Analisis KJPP FDI&R


     Berdasarkan analisis inkremental atas laporan posisi keuangan Perseroan selama periode
     proyeksi tahun 2026–2029, Rencana Transaksi menghasilkan perubahan terutama pada pos aset
     lancar dan liabilitas lancar. Pada sisi aset lancar, terdapat penurunan kas dan setara kas sebesar

Halaman 101                                                00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 103
     Rp867.000 juta pada masing-masing tahun proyeksi yang mencerminkan penyaluran dana
     pinjaman kepada SPR. Namun demikian, penurunan tersebut diimbangi oleh peningkatan pada
     aset lancar lainnya masing-masing sebesar Rp4.183 juta pada tahun 2026, Rp6.688 juta pada
     tahun 2027, Rp4.357 juta pada tahun 2028, dan Rp3.453 juta pada tahun 2029, yang terutama
     berasal dari pencatatan pajak dibayar dimuka terkait pendapatan bunga atas pinjaman. Di sisi
     liabilitas, terdapat peningkatan pada pos utang pajak dalam jumlah yang sama sebagai
     konsekuensi dari kewajiban perpajakan yang timbul atas transaksi tersebut. Sementara itu, pada
     pos ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk terdapat peningkatan masing-masing
     sebesar Rp2.175 juta, Rp5.653 juta, Rp7.918 juta, dan Rp9.714 juta selama periode proyeksi
     yang mencerminkan akumulasi manfaat ekonomi yang diperoleh Perseroan dari Rencana
     Transaksi. Dengan demikian, meskipun Rencana Transaksi menyebabkan penurunan kas akibat
     penyaluran fasilitas pinjaman dan didorong oleh pembayaran denda administratif. transaksi
     tersebut menghasilkan nilai tambah berupa peningkatan ekuitas yang diatribusikan kepada
     pemilik entitas induk selama periode proyeksi.

     Tabel 62. Incremental Analysis (Nilai Tambah) – Laporan Laba Rugi
                                                                                   (dalam juta Rupiah)
                   Keterangan                 2026           2027           2028            2029
      Pendapatan                                      -              -               -             -
      Harga Pokok Penjualan                           -              -               -             -
      Laba Kotor                                      -              -               -             -
      Beban Operasi                                   -              -               -             -
      Laba Operasi                                    -              -               -             -
      Keuntungan (Kerugian) Valuta Asing              -              -               -             -
      Beban Bunga - Bersih                            -              -               -             -
      Penghasilan (Beban) Lain                   2.175          3.478          2.266           1.796
      Laba Sebelum Pajak                         2.175          3.478          2.266           1.796
      Pajak Penghasilan                               -              -               -             -
      Laba Setelah Pajak                         2.175          3.478          2.266           1.796
     Sumber: Analisis KJPP FDI&R


     Berdasarkan analisis incremental atas laporan laba rugi Perseroan selama periode proyeksi tahun
     2026–2029, Rencana Transaksi menghasilkan nilai tambah berupa peningkatan laba sebelum
     pajak dan laba setelah pajak yang didistribusikan kepada pemilik entitas induk akibat distribusi
     10% kepemilikan SPR pada pemegang saham lain terhadap beban bunga dan manfaat pajak
     setelah Rencana Transaksi masing-masing sebesar Rp2.175 juta pada tahun 2026, Rp3.478 juta
     pada tahun 2027, Rp2.266 juta pada tahun 2028, dan Rp1.796 juta pada tahun 2029. Nilai
     tambah tersebut tercermin pada pos penghasilan (beban) lain yang berasal dari dampak ekonomi
     Rencana Transaksi pada tingkat konsolidasian Perseroan. Tidak terdapat perubahan pada pos
     pendapatan, harga pokok penjualan, beban operasional, maupun beban bunga bersih selama
     periode proyeksi setelah Rencana Transaksi. Dengan demikian, Rencana Transaksi memberikan
     nilai tambah bagi Perseroan berupa peningkatan laba setelah pajak secara kumulatif sebesar
     Rp9.714 juta selama periode proyeksi tahun 2026–2029, yang selanjutnya berkontribusi terhadap
     peningkatan ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk.




Halaman 102                                               00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 104
3.3   Analisis Kelayakan Penggunaan Dana

3.3.1 Analisis Kelayakan Investasi

      Berdasarkan ketentuan dalam Rencana Transaksi, fasilitas pinjaman yang diberikan oleh DTN
      kepada SPR dikenakan tingkat suku bunga sebesar Compounded indONIA ditambah marjin
      sebesar 1,80% per tahun. Tingkat pengembalian tersebut dinilai dapat memberikan manfaat
      ekonomi bagi DTN dalam bentuk pendapatan bunga atas penempatan dana kepada entitas
      afiliasi. Berdasarkan laporan keuangan SPR, perusahaan membukukan rugi bersih dan ekuitas
      negatif pada tahun 2025, yang antara lain dipengaruhi oleh pembukuan penuh denda
      administratif pada tahun tersebut. Namun demikian, berdasarkan informasi yang diperoleh dari
      Manajemen Perseroan, SPR masih memiliki kemampuan menghasilkan arus kas operasional yang
      positif sehingga dapat mendukung kegiatan operasional perusahaan.

      Selain itu, Manajemen Perseroan berpendapat bahwa tingkat suku bunga yang dikenakan dalam
      Rencana Transaksi masih lebih tinggi dibandingkan tingkat bunga simpanan. Dengan
      mempertimbangkan manfaat ekonomi berupa pendapatan bunga bagi DTN, tujuan penggunaan
      dana untuk mendukung modal kerja dan operasional SPR, serta kemampuan SPR dalam
      menghasilkan arus kas operasional, maka Rencana Transaksi dinilai layak dari perspektif pinjam-
      meminjam dana bagi DTN selaku pemberi pinjaman, dengan tetap memperhatikan risiko kredit
      yang melekat pada kondisi keuangan SPR.

3.3.2 Analisis Kelayakan Pelunasan Utang

      Pada analisis kemampuan melunasi pinjaman saat jatuh tempo, perlu dipertimbangkan kondisi
      keuangan SPR yang pada tahun 2025 masih membukukan rugi bersih dan ekuitas negatif. Namun
      demikian, berdasarkan informasi yang diperoleh dari Manajemen Perseroan, rugi tahun berjalan
      SPR pada tahun 2025 terutama dipengaruhi oleh pengakuan beban denda administratif terkait
      penggunaan lahan tanpa izin, yang merupakan kontributor terbesar terhadap kerugian
      perusahaan pada periode tersebut. Terlepas dari kondisi tersebut, SPR tetap menjalankan kegiatan
      operasionalnya dan memiliki kemampuan menghasilkan arus kas dari kegiatan usaha yang
      dijalankan.

      Kemampuan SPR dalam memenuhi kewajiban pelunasan pinjaman kepada DTN pada saat jatuh
      tempo dapat didukung oleh beberapa sumber pendanaan, diantaranya:

      • Arus kas yang dihasilkan dari kegiatan operasional perusahaan;
      • Pengelolaan modal kerja dan arus kas yang berasal dari aktivitas usaha perusahaan;
      • Dukungan pendanaan dari pemegang saham dalam kelompok usaha apabila diperlukan
        sesuai dengan kebutuhan pendanaan perusahaan.

      Dengan mempertimbangkan bahwa kerugian yang dibukukan pada tahun 2025 sebagian besar
      dipengaruhi oleh beban denda administratif yang bersifat khusus dan bukan merupakan biaya
      operasional rutin perusahaan, serta mempertimbangkan kemampuan SPR dalam menjalankan
      kegiatan operasional dan menghasilkan arus kas usaha, maka kemampuan pelunasan pinjaman
      oleh SPR dinilai masih memadai. Oleh karena itu, Rencana Transaksi dinilai layak dari aspek
      kemampuan pelunasan utang dengan tetap memperhatikan risiko kredit yang melekat pada
      kondisi keuangan SPR.




Halaman 103                                              00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 105
3.3.3 Analisis Atas Faktor Lain Yang Relevan

      Berdasarkan hasil penelaahan terhadap dokumen dan informasi yang diberikan oleh Manajemen
      Perseroan, tidak terdapat faktor lain yang relevan yang dapat memengaruhi pelaksanaan maupun
      kewajaran atas Rencana Transaksi selain faktor-faktor yang telah dianalisis sebelumnya. Dengan
      demikian, tidak ada kondisi atau keadaan tambahan yang secara material berpotensi
      memengaruhi hasil analisis kewajaran atas Rencana Transaksi dimaksud.




Halaman 104                                             00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 106
                                                BAB IV
                                             KESIMPULAN



4.1   Analisis Objek Rencana Transaksi

      Besaran Dana dari Objek Rencana Transaksi

      Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Manajemen Perseroan serta mengacu pada
      rancangan ketentuan transaksi yang disampaikan kepada Penilai, diketahui bahwa rencana
      transaksi merupakan fasilitas pinjaman pemegang saham (shareholder loan) yang diberikan oleh
      DTN kepada SPR dengan nilai maksimum fasilitas sebesar Rp900.000.000.000 (sembilan ratus
      miliar rupiah).

      Dampak Keuangan atas Rencana Transaksi

      Berdasarkan analisis proforma laporan keuangan Perseroan sebelum dan setelah Rencana
      Transaksi, dapat disimpulkan bahwa Rencana Transaksi tidak memberikan dampak yang
      signifikan terhadap posisi keuangan maupun kinerja keuangan Perseroan secara konsolidasi. Hal
      ini disebabkan karena transaksi pinjaman dilakukan antar entitas dalam kelompok usaha
      Perseroan sehingga saldo pinjaman, pendapatan bunga, beban bunga, serta arus kas yang timbul
      dari transaksi tersebut dieliminasi dalam proses penyusunan laporan keuangan konsolidasian.
      Perbedaan yang muncul terutama berasal dari pengakuan Pajak Penghasilan Pasal 23 atas bunga
      pinjaman dan distribusi dampak laba kepada kepentingan nonpengendali pada SPR, yang
      mengakibatkan peningkatan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp4,13
      miliar. Dengan demikian, secara keseluruhan Rencana Transaksi tidak mengubah secara material
      kondisi keuangan, hasil usaha, maupun arus kas Perseroan setelah mempertimbangkan dampak
      konsolidasi.

      Pertimbangan Bisnis Manajemen atas Rencana Transaksi

      Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Manajemen Perseroan, rencana transaksi dilakukan
      sehubungan dengan kebutuhan dukungan modal kerja (working capital support) bagi SPR guna
      mendukung kegiatan operasional perusahaan dan menjaga keberlangsungan aktivitas usaha
      secara optimal. Fasilitas pinjaman pemegang saham yang diberikan oleh DTN diharapkan dapat
      memberikan fleksibilitas pendanaan bagi SPR dalam memenuhi kebutuhan operasional
      perusahaan secara tepat waktu, sehingga kegiatan usaha dan pengembangan operasional SPR
      dapat berjalan sesuai rencana Manajemen Perseroan.

4.2   Analisis Pengaruh atas Rencana Transaksi

      Berdasarkan analisis rasio likuiditas dan rasio solvabilitas sebelum dan setelah Rencana Transaksi,
      dapat disimpulkan bahwa Rencana Transaksi tidak memberikan pengaruh yang signifikan
      terhadap kondisi keuangan Perseroan. Rasio likuiditas yang terdiri atas Current Ratio, Quick Ratio,
      Dan Cash Ratio terdap perubahan yang tidak signifikan, yang menunjukkan bahwa kemampuan
      Perseroan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek tetap terjaga setelah pelaksanaan Rencana
      Transaksi. Demikian pula pada rasio solvabilitas, Debt to Assets Ratio, Debt to Equity Ratio, dan
      Times Interest Earned tidak mengalami perubahan yang material, sehingga kemampuan
      Perseroan dalam memenuhi kewajiban jangka panjang serta tingkat leverage Perseroan tetap
      berada pada kondisi yang relatif sama sebelum dan setelah Rencana Transaksi. Dengan
      demikian, Rencana Transaksi tidak mengubah fundamental keuangan Perseroan secara material

Halaman 105                                                00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 107
      dan masih dapat dilaksanakan tanpa mengganggu tingkat likuiditas maupun solvabilitas
      Perseroan.

4.3   Identifikasi Dan Hubungan Antara Pihak Dalam Hal Transaksi

      Berdasarkan hasil identifikasi hubungan para pihak dari struktur kepengurusan dan kepemilikan,
      pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi adalah Perseroan selaku pemegang saham mayoritas
      dari DTN (selaku pemberi pinjaman) dan SPR (selaku penerima pinjaman).

      Hasil identifikasi hubungan para pihak dari struktur kepengurusan memiliki hubungan afiliasi
      yaitu:
      • Iwan Hadiantoro selaku Direktur Perseroan juga menjabat sebagai Presiden Direktur DTN
          sekaligus menjabat sebagai Komisaris Utama SPR;
      • Vilihati Surya selaku Direktur Perseroan juga menjabat sebagai Komisaris di DTN;
      • Hendra Hutahean selaku Direktur Perseroan juga menjabat sebagai Komisaris di DTN dan
          PTAR;
      • Mauliady Sutio selaku Direktur DTN juga menjabat sebagai Direktur Utama SPR;
      • Ruli Tanio selaku Direktur DTN dan SPR

      Hasil identifikasi hubungan para pihak dari struktur kepemilikan memiliki hubungan afiliasi yaitu:
      • Perseroan memiliki 60% saham pada DTN, sehingga DTN merupakan entitas anak yang
        dikendalikan sepenuhnya oleh Perseroan;
      • DTN memiliki 70% saham pada SPR, sehingga SPR merupakan entitas anak yang dikendalikan
        sepenuhnya oleh DTN;
      • Mengingat SPR merupakan entitas anak yang dimiliki oleh DTN, maka DTN dan SPR tergolong
        sebagai pihak afiliasi secara langsung berdasarkan hubungan kepemilikan DTN pada SPR.

      Oleh karena itu, Rencana Transaksi ini memenuhi kriteria transaksi afiliasi menurut POJK
      42/2020.

      Selain itu, berdasarkan informasi Manajemen Perseroan yang mengacu pada Surat Pernyataan
      Perseroan No.LUT/109/9960/VI/2026 tanggal 25 Juni 2026 perihal informasi terkait benturan
      kepentingan atas transaksi afiliasi antara DTN pada SPR berupa transaksi pinjaman pemegang
      saham (shareholder loan), diketahui bahwa Rencana Transaksi tidak mengandung benturan
      kepentingan sebagaimana dimaksud dalam ketentuan pasar modal yang berlaku. Dengan
      demikian, pelaksanaan transaksi dilakukan berdasarkan pertimbangan bisnis yang wajar dan
      tidak mengutamakan kepentingan pihak tertentu di luar kepentingan Perseroan.

      Selanjutnya, berdasarkan nilai Rencana Transaksi sebesar Rp900.000.000.000 atau sekitar
      0,87% dari total ekuitas Perseroan per 31 Desember 2025 sebesar Rp103.136.323.000.000.
      Dengan demikian, Rencana Transaksi tidak memenuhi kriteria sebagai transaksi material
      sebagaimana diatur dalam POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan
      Perubahan Kegiatan Usaha.

4.4   Analisis Perjanjian Dan Persyaratan Yang Disepakati Oleh Pihak Dalam Rencana Transaksi

      Berdasarkan hasil penelaahan atas draf Perjanjian Pinjaman Antar Perusahaan (Intercompany
      Loan Agreement) antara DTN dan SPR, diketahui bahwa perjanjian telah memuat ketentuan pokok
      terkait fasilitas pinjaman berputar (revolving loan) dengan jumlah pokok maksimum sebesar
      Rp900.000.000.000 (sembilan ratus miliar Rupiah), dengan tingkat suku bunga berupa


Halaman 106                                               00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 108
      Compounded INDONIA ditambah marjin sebesar 1,80% per tahun. Selain itu, perjanjian juga
      mengatur mengenai jangka waktu pinjaman sampai dengan 31 Mei 2028, mekanisme penarikan
      dan pembayaran kembali pinjaman, hak dan kewajiban para pihak, serta ketentuan hukum
      lainnya yang lazim dalam transaksi pinjam-meminjam. Secara umum, ketentuan dalam perjanjian
      telah memberikan kejelasan mengenai pelaksanaan Rencana Transaksi dan dapat menjadi dasar
      hukum yang memadai bagi para pihak dalam melaksanakan transaksi tersebut.

4.5   Analisis Likuiditas Rencana Transaksi

      Berdasarkan hasil analisis rasio likuiditas sebelum dan setelah Rencana Transaksi, dapat
      disimpulkan bahwa Rencana Transaksi tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap
      tingkat likuiditas Perseroan. Hal ini tercermin dari perubahan yang sangat kecil pada current ratio,
      quick ratio, dan cash ratio setelah pelaksanaan Rencana Transaksi. Penurunan rasio likuiditas
      tersebut terutama disebabkan oleh adanya perubahan pada pos pajak dibayar dimuka berupa
      Pajak Penghasilan Badan pada aset lancar serta kenaikan utang pajak berupa Pajak Penghasilan
      Badan pada liabilitas jangka pendek. Dengan demikian, kemampuan Perseroan dalam
      memenuhi kewajiban jangka pendeknya tetap terjaga dan Rencana Transaksi tidak menimbulkan
      risiko likuiditas yang material bagi Perseroan.

4.6   Analisis Manfaat Dan Risiko Dari Rencana Transaksi

      Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, Rencana Transaksi diharapkan memberikan manfaat
      bagi DTN berupa tambahan pendapatan bunga atas fasilitas pinjaman yang diberikan kepada
      SPR serta memberikan dukungan pendanaan modal kerja yang fleksibel bagi SPR untuk
      mendukung kegiatan operasional perusahaan. Di sisi lain, Rencana Transaksi memiliki risiko
      berupa risiko kredit apabila SPR mengalami penurunan kemampuan dalam memenuhi kewajiban
      pembayaran pinjaman, risiko likuiditas bagi DTN akibat penyaluran dana dalam bentuk
      pinjaman, serta risiko perubahan tingkat suku bunga yang dapat mempengaruhi kondisi
      keuangan para pihak. Namun demikian, dengan mempertimbangkan tujuan penggunaan dana,
      struktur transaksi, serta hubungan afiliasi antar pihak, manfaat yang diperoleh dari Rencana
      Transaksi dinilai lebih besar dibandingkan risiko yang mungkin timbul, sehingga Rencana
      Transaksi dapat memberikan nilai tambah bagi para pihak yang terlibat.

4.7   Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi

      Berdasarkan analisis kualitatif yang telah dilakukan, Rencana Transaksi berupa pemberian
      fasilitas pinjaman pemegang saham oleh DTN kepada SPR memiliki latar belakang dan tujuan
      yang jelas, yaitu untuk mendukung kebutuhan modal kerja serta menjaga kelancaran kegiatan
      operasional SPR. Dari sisi manfaat, Rencana Transaksi berpotensi memberikan tambahan
      pendapatan bunga bagi DTN sekaligus mendukung keberlangsungan usaha SPR melalui
      penyediaan sumber pendanaan yang fleksibel. Dari sisi risiko, terdapat risiko kredit, risiko
      likuiditas, dan risiko kegagalan pelunasan pinjaman yang melekat pada kondisi keuangan SPR,
      terutama mengingat SPR masih membukukan rugi bersih dan ekuitas negatif pada tahun 2025.
      Namun demikian, kerugian tersebut sebagian besar dipengaruhi oleh pengenaan denda
      administratif kepada SPR, sementara SPR tetap menjalankan kegiatan operasionalnya dan
      menghasilkan pendapatan usaha.

      Selain itu, Rencana Transaksi tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap leverage
      maupun likuiditas Perseroan, dengan rasio leverage Perseroan tetap berada dalam kisaran
      perusahaan sejenis dan nilai transaksi hanya sebesar 3,39% dari kas dan setara kas Perseroan
      per tanggal pendapat kewajaran. Dengan mempertimbangkan manfaat yang diperoleh, tujuan

Halaman 107                                                 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 109
      penggunaan dana, kondisi operasional SPR, serta dampak yang tidak material terhadap kondisi
      keuangan Perseroan, maka secara kualitatif Rencana Transaksi dinilai dapat dilaksanakan dan
      mendukung kepentingan usaha dalam kelompok Perseroan.

4.8   Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi

      Berdasarkan analisis kuantitatif yang mencakup kinerja historis dan kondisi keuangan Perseroan,
      rasio keuangan, dampak proforma sebelum dan sesudah transaksi, kemampuan pelunasan
      pinjaman oleh SPR, pengelolaan kas dan likuiditas, perbandingan tingkat pengembalian dengan
      instrumen sejenis, serta incremental analysis, Rencana Transaksi menunjukkan dampak yang tidak
      material terhadap kondisi keuangan Perseroan secara konsolidasian. Perubahan rasio keuangan
      sebelum dan sesudah transaksi relatif tidak signifikan, kemampuan pelunasan pinjaman oleh SPR
      dinilai masih memadai dengan mempertimbangkan kemampuan operasional perusahaan dan
      sumber pendanaan yang tersedia, serta fasilitas pinjaman memberikan manfaat ekonomi bagi
      DTN berupa pendapatan bunga. Selain itu, analisis nilai tambah menunjukkan adanya
      peningkatan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk selama masa pinjaman.
      Dengan demikian, secara kuantitatif Rencana Transaksi dinilai masih berada dalam kapasitas
      keuangan Perseroan dan memberikan manfaat ekonomi bagi kelompok usaha.

4.9   Analisis Kelayakan Rencana Penggunaan Dana atas Rencana Transaksi

      Analisis Kelayakan Investasi

      Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, Rencana Transaksi dinilai layak dari aspek kelayakan
      investasi. Fasilitas pinjaman yang diberikan oleh DTN kepada SPR berpotensi memberikan
      manfaat ekonomi bagi DTN berupa pendapatan bunga atas penempatan dana kepada entitas
      afiliasi. Selain itu, penggunaan dana ditujukan untuk mendukung kebutuhan modal kerja dan
      kegiatan operasional SPR. Meskipun SPR masih membukukan rugi bersih dan ekuitas negatif pada
      tahun 2025, kondisi tersebut antara lain dipengaruhi oleh pembukuan denda administratif pada
      tahun tersebut, sementara SPR masih memiliki kemampuan menghasilkan arus kas operasional
      yang positif. Dengan mempertimbangkan manfaat ekonomi yang diperoleh DTN, tujuan
      penggunaan dana, serta kondisi operasional SPR, maka risiko atas pemberian pinjaman dinilai
      masih dapat dikelola dalam batas yang wajar.

      Analisis Kelayakan Pelunasan Utang

      Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, kemampuan pelunasan pinjaman oleh SPR dinilai
      masih memadai. Meskipun SPR membukukan rugi bersih dan ekuitas negatif pada tahun 2025,
      kondisi tersebut sebagian besar dipengaruhi oleh pengakuan beban denda administratif terkait
      penggunaan lahan tanpa izin yang merupakan kontributor terbesar terhadap kerugian
      perusahaan pada periode tersebut. Selain itu, SPR tetap menjalankan kegiatan operasionalnya
      dan memiliki kemampuan menghasilkan arus kas dari kegiatan usaha yang dijalankan. Dengan
      mempertimbangkan sumber pendanaan yang berasal dari arus kas operasional perusahaan,
      pengelolaan modal kerja, serta dukungan pendanaan dari pemegang saham dalam kelompok
      usaha apabila diperlukan, maka Rencana Transaksi dinilai layak dari aspek kemampuan
      pelunasan utang oleh SPR selaku penerima pinjaman.

      Analisis Atas Faktor Lain Yang Relevan

      Berdasarkan hasil penelaahan atas dokumen dan informasi yang diperoleh dari Manajemen
      Perseroan, tidak terdapat faktor lain yang relevan dan bersifat material yang dapat memengaruhi

Halaman 108                                              00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 110
     pelaksanaan maupun kewajaran Rencana Transaksi. Dengan demikian, analisis kewajaran telah
     mencakup seluruh faktor utama yang diperlukan dalam penilaian atas Rencana Transaksi.

4.10 Opini Kewajaran atas Rencana Transaksi

     Berdasarkan analisis yang telah kami lakukan terhadap informasi, data, serta asumsi-asumsi yang
     disampaikan oleh manajemen Perseroan, dan dengan mempertimbangkan kondisi serta faktor-
     faktor yang relevan, kami berpendapat bahwa Transaksi afiliasi antara DTN pada SPR berupa
     transaksi pinjaman pemegang saham atau shareholder loan adalah wajar.




Halaman 109                                             00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 111
                           ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS



  1. Laporan pendapat kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
  2. Penilai Bisnis telah melakukan penelahaan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam
      proses analisis pendapat kewajaran.
  3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya ke akuratannya.
  4. Penilai mengunakan proyeksi keuangan yang mencerminkan kewajaran proyeksi yang dibuat oleh
      manajemen dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
  5. Laporan pendapat kewajaran ini terbuka untuk publik.
  6. Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan pendapat kewajaran telah
      disusun sesuai dengan Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia Tahun 2018
      Edisi VII (KEPI-SPI Edisi VII Tahun 2018), Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
      35/POJK.04/2020 (POJK 35/2020), Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
      Nomor 17/SEOJK.04/2020 (SEOJK 17/2020) tentang Pedoman Penilaian serta Penyajian
      Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
  7. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran dan kesimpulan opini akhir.
  8. Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek pendapat kewajaran dari pemberi
      tugas.
  9. Semua sengketa dalam bentuk perkara pidana maupun perdata (baik di dalam maupun di luar
      pengadilan) yang berkaitan dengan objek pendapat kewajaran tidak menjadi tanggung jawab
      kami.
  10. Kami ingin menekankan bahwa hasil kajian, analisis, serta tanggung jawab kami secara khusus
      hanya terbatas pada aspek opini kewajaran atas objek pendapat kewajaran, diluar dari aspek
      perpajakan dan hukum karena hal tersebut berada diluar lingkup penugasan kami.
  11. Perubahan-perubahan yang dilakukan oleh pihak Pemerintah maupun swasta yang berkaitan
      dengan kondisi objek penilaian, dalam hal ini kondisi pasar dan sebagainya bukan menjadi
      tanggung jawab kami.
  12. Laporan pendapat kewajaran ini disajikan hanya untuk maksud dan tujuan seperti tertulis di
      dalam laporan dan tidak dapat digunakan untuk maksud dan tujuan lainnya dan kami tidak
      bertanggung jawab jika laporan ini digunakan untuk tujuan lain.
  13. Laporan pendapat kewajaran ini sebagai salah satu informasi untuk dijadikan dasar pemikiran
      dalam mengambil keputusan, akan tetapi tidak mengikat dan tidak dapat dijadikan sebagai dasar
      penentu suatu keputusan yang berakibat hukum, karena laporan pendapat kewajaran ini semata-
      mata dibuat berdasarkan kajian disiplin ilmu dan kemampuan yang kami miliki.
  14. Laporan pendapat kewajaran ini tidak berlaku dan tidak sah apabila tidak terdapat tanda tangan
      penilai berijin beserta stempel perusahaan (corporate seal) yang resmi dari KJPP Ferdinand,
      Danar, Ichsan & Rekan.
  15. Laporan pendapat kewajaran ini dibuat dan ditujukan hanya kepada pemberi tugas, sesuai
      dengan maksud dan tujuan yang diungkapkan dalam laporan pendapat kewajaran.




Halaman 110                                             00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 112
                                      PERNYATAAN PENILAI



 Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai Independen, kami yang bertanda
 tangan di bawah ini menerangkan bahwa :
 1. Pernyataan faktual yang dipresentasikan dalam laporan pendapat kewajaran adalah benar sesuai
     dengan pemahaman terbaik dari Penilai.
 2. Analisis dan kesimpulan hanya dibatasi oleh asumsi dan kondisi yang dilaporkan.
 3. Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang, maupun
     memiliki kepentingan pribadi atau keberpihakan kepada terhadap objek pendapat kewajaran.
 4. Imbalan Jasa pendapat kewajaran tidak berkaitan dengan hasil pendapat kewajaran yang
     dilaporkan.
 5. Pendapat kewajaran dilakukan dengan memenuhi ketentuan Standar Penilaian Indonesia (SPI),
     Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI), serta POJK Nomor 35 Tahun 2020 tentang Pedoman Penilaian
     dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
 6. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan professional yang ditentukan dan/atau
     diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah.
 7. Penilai memiliki pemahaman mengenai jenis usaha atau industri yang menjadi objek pendapat
     kewajaran.
 8. Penilai telah melakukan kunjungan kepada pihak manajemen perseroan.
 9. Tidak ada Penilai lainnya selain yang bertandatangan di bawah ini, yang telah terlibat dalam
     pelaksanaan inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini sebagaimana yang dinyatakan
     dalam laporan pendapat kewajaran ini.
 10. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan pendapat
     kewajaran.
 11. Kami bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran yang telah kami susun berdasarkan
     data yang telah diberikan kepada kami oleh Pemberi tugas dan kami anggap akurat serta
     lengkap. Kami tidak bertanggung jawab atas hasil laporan ini apabila data-data, dokumen dan
     informasi dari Pemberi Tugas yang diberikan kepada kami tidak sah/legal sehingga menjadi tidak
     lengkap atau menyesatkan.
 12. Penugasan pendapat kewajaran telah dilakukan terhadap objek pendapat kewajaran pada
     tanggal pendapat kewajaran (cut off date)
 13. Analisis dan kesimpulan yang dihasilkan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan
     pendapat kewajaran.
 14. Opini kewajaran yang dihasilkan dalam penugasan pendapat kewajaran profesional telah
     disajikan sebagai kesimpulan nilai.
 15. Penilai melakukan sesuai dengan lingkup penugasan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.
 16. Kesimpulan pendapat kewajaran telah sesuai dengan asumsi dan kondisi pembatas.
 17. Data ekonomi dan industri yang tercantum dalam laporan ini kami peroleh dari sumber yang
     telah terpublikasi dan diyakini kebenarannya.




Halaman 111                                             00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 113

          
Page 114
              LAMPIRAN-LAMPIRAN




Halaman 113                 00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 115
Halaman 114   00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 116
Halaman 115   00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 117
Halaman 116   00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 118
Halaman 117   00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 119
Halaman 118   00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 120
Halaman 119   00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 121
Halaman 120   00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 122
Halaman 121   00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 123
Halaman 122   00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 124
Halaman 123   00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 125
Halaman 124   00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 126
Halaman 125   00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 127
Halaman 126   00123/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 128

          

File

File Open PDF
Source IDX
Size7.66 MB
Published29 Jul 2026
Pages128
Characters394,805
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 107 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org United Tractors Tbk p.2 ×57
linked org PT Danusa Tambang Nusantara p.2 ×9
linked org PT Stargate Pasific Resources p.2 ×13
linked person Danar Wihandoyo p.11
linked person Frans Kesuma p.20 ×4
linked person Paulus Bambang Widjanarko · Komisaris Independen p.20 ×5
linked person Ignasius Jonan · Komisaris Independen p.20 ×7
linked person Bruce Malcolm Cox · Komisaris Independen p.20 ×5
linked person Gita Tiffani Boer · Komisaris p.20 ×6
linked person Djoko Pranoto Santoso · Komisaris p.20 ×5
linked person Lincoln Pan · Komisaris p.20 ×2
linked person Iwan Hadiantoro · Direktur p.20 ×12
linked person Idot Supriadi · Direktur p.20 ×6
linked person Ari Sutrisno · Direktur p.20 ×6
linked person Widjaja Kartika · Direktur p.20 ×6
linked person Vilihati Surya · Direktur p.20 ×11
linked person Hendra Hutahean · Direktur p.20 ×13
linked org Astra International Tbk p.20 ×20
linked person Djony Bunarto Tjondro p.28 ×2
linked person Benjamin Herrenden p.28 ×2
linked person Loudy Irwanto Ellias p.28 ×2
linked person Wanny Wijaya p.29 ×2
linked person Mario C. Surung Gultom p.29 ×2
linked org PT Pamapersada Nusantara p.30 ×4
linked org PT Agincourt Resources p.49 ×3
linked org PT Bina Pertiwi p.49
linked org PT Triatra Sinergia Pratama p.49
linked org PT Tuah Turangga Agung. p.51
linked org PT Alamtri Resources p.54
linked org Bayan Resources Tbk. p.54 ×8
linked org PT Dian Swastatika p.54
linked org PT Indo Tambangraya p.54
linked org Bukit Asam (Persero) Tbk p.54 ×7
linked org Dian Swastatika Sentosa Tbk p.54 ×6
linked org Golden Energy Mines Tbk p.54 ×7
linked org Indo Tambangraya Megah Tbk p.54 ×6
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×8
possible org Bank Persero p.8 ×3
possible person Budianto p.14 ×3
possible person Rudy · Komisaris p.21 ×3
possible person Andreas · Direktur p.21
possible — Jardine Cycle & Carriage p.27 ×4
possible person Franciscus Xaverius p.28 ×2
possible org Bursa Efek Indonesia p.54
possible org Alamtri Resources Indonesia Tbk p.54 ×6
unresolved org KJPP Ferdinand p.2 ×5
unresolved org Ichsan dan Rekan p.2 ×4
unresolved org KJPP FDI p.2 ×31
unresolved org Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia p.2 ×4
unresolved org Menteri Keuangan Republik Indonesia p.11 ×2
unresolved person Yudistira p.11
unresolved org Rintis & Rekan p.14 ×4
unresolved person Djojo Muljadi p.14 ×3
unresolved person H. Akta Pendirian p.14 ×2
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.14 ×3
unresolved person Jose Dima Satria · Notaris p.14 ×13
unresolved org Menteri Hukum Republik Indonesia p.14 ×8
unresolved org Wajar & Rekan p.15 ×5
unresolved org PT Danusa Tambang Nusantara Akta p.16
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.16 ×6
unresolved person Marianne Vincentia Hamdani p.16 ×4
unresolved org Opini Laporan Rianto & Rekan p.17
unresolved org Rianto & Rekan p.17 ×3
unresolved org Wajar Rintis & Rekan p.17 ×3
unresolved person Hasbullah Abdul Rasyid p.17 ×3
unresolved org PT Setia Suci Sejahtera p.17 ×3
unresolved person Mellyani Noor Shandra p.17 ×2
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia p.17
unresolved person Edison Jingga p.17
unresolved org Menteri Halaman p.17
unresolved person Vincent Sugeng Fajar p.18 ×2
unresolved — Rendih · Section Head p.18
unresolved — Sofi Christiana · Associate p.18
unresolved — Kevin Rosby · Section Head p.18
unresolved person Muhamad Ilham Gunawan · Associate p.18
unresolved — Devista Yoga · Associate p.18
unresolved — Derick · Associate p.18
unresolved org Kementerian Hukum Republik Indonesia Nomor AHU-AH. p.20
unresolved org Rintis p.20
unresolved org PT Inter Astra Motor Works p.27 ×2
unresolved org Carriage Ltd. p.27 ×4
unresolved org Jardine Matheson Holdings Ltd. p.27 ×2
unresolved — Loudy Irwanto Elli · Direktur p.28 ×2
unresolved org Kementerian p.29 ×2
unresolved org PT Setia Suci Sejahtera. Anggaran Dasar Perusahaan p.30
unresolved org PT Anugerah Surya Pasific Resources p.31
unresolved person Ir. Aris Tandiarrang Hubungan Pihak p.32
unresolved person Xaverius Laksana · Presiden Direktur p.33
unresolved person Ir. Aris p.33
unresolved — Mauliady Sutio · Direktur p.33 ×2
unresolved — Ruli Tanio · Direktur p.33 ×2
unresolved org PT Pamapersada Nusantara DTN p.34
unresolved org PT Danusa Tambang Nusantara ASPR p.34
unresolved org PT Anugerah Surya Pasific Resources SPR p.34
unresolved org Pusat Statistik p.40
unresolved org Bank Indonesia p.41 ×6
unresolved org Kementerian ESDM p.43 ×7
unresolved org Pte Ltd. p.49
unresolved org PT Kalimantan Prima Persada p.50
unresolved org PT Sumbawa p.51
unresolved org PT Stargate Pacific Resources p.51 ×2
unresolved org Indonesia Tbk p.54
unresolved org Sentosa Tbk p.54
unresolved org Megah Tbk p.54
unresolved org Klaim Pengembalian Ppn p.69
unresolved org Ichsan & Rekan p.111

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.182 8526 ms 12 Sep 2026 21:46
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'CONFLICT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': '20'}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result