Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 107
Page 1
PT Sinar Mas Multifinance Dan Entitas Anak Laporan Keuangan Konsolidasian Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit), dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
Page 2
PT SINAR MAS MULTIFINANCE DAN ENTITAS ANAK
DAFTAR ISI
Halaman
Surat Pernyataan Direksi tentang Tanggung Jawab atas Laporan Keuangan
Konsolidasian PT Sinar Mas Multifinance dan Entitas Anak pada Tanggal 30 Juni 2026
(Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit), dan untuk Periode Enam Bulan yang
Berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN – Pada Tanggal Tanggal 30 Juni 2026
(Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit), dan untuk Periode Enam Bulan yang
Berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian 3
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 5
Laporan Arus Kas Konsolidasian 6
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian 7
Page 3
Page 4
PT SINAR MAS MULTIFINANCE DAN ENTITAS ANAK
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah,
kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 30 Juni 2026 31 Desember 2025
ASET
Kas dan Setara Kas - bersih 4 1.781.313 2.145.309
Investasi - bersih 5 978.886 904.029
Piutang Pembiayaan Multiguna - setelah dikurangi
cadangan kerugian penurunan nilai sebesar
Rp 44.353 dan Rp 48.640 pada tanggal
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 6 1.050.108 1.257.941
Piutang Pembiayaan Modal Kerja Skema
Anjak Piutang - setelah dikurangi
cadangan kerugian penurunan nilai sebesar
Rp 78.842 dan Rp 53.647 pada tanggal
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 7 668.820 699.349
Piutang Pembiayaan Investasi - setelah dikurangi
cadangan kerugian penurunan nilai sebesar
Rp 13.877 dan Rp 5.272 pada tanggal
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 8 732.935 391.661
Piutang Ijarah Multijasa - bersih 10 962 1.087
Piutang Pembiayaan Murabahah - bersih 11 9.915 9.021
Piutang Lain-lain - bersih 12 72.013 20.830
Aset Kontrak Reasuransi 13 706.452 1.107.520
Properti investasi - setelah dikurangi akumulasi
penyusutan sebesar Rp 53.745 dan Rp 51.723
pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 14 41.631 43.640
Aset Tetap - setelah dikurangi akumulasi
penyusutan sebesar Rp 747.630 dan Rp 735.090
pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 15 692.837 712.980
Aset untuk Disewakan - setelah dikurangi akumulasi
penyusutan sebesar 401 dan Rp 134
pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 16 1.865 2.132
Aset Ijarah Muntahiyah Bittamlik -
setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar
Rp 50.839 dan Rp 58.100 pada tanggal
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 17 42.185 48.424
Uang Muka 18 27.699 6.270
Agunan yang Diambil Alih - bersih 19 195.010 202.345
Aset Pajak Tangguhan 93.227 93.227
Aset Lain-lain - bersih 20 7.828 4.782
JUMLAH ASET 7.103.686 7.650.547
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
konsolidasian.
-1-
Page 5
PT SINAR MAS MULTIFINANCE DAN ENTITAS ANAK
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah,
kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 30 Juni 2026 31 Desember 2025
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas
Pinjaman yang Diterima 21 1.048.500 1.065.461
Liabilitas Kontrak Reasuransi 22 537.827 1.157.988
Liabilitas Kontrak Asuransi 23 133.791 619.242
Utang Obligasi 24 536.745 1.438.575
Utang Pemegang Saham 1.472.950 1.055.950
Utang Pajak 25 6.539 1.752
Beban Akrual 26 26.667 40.582
Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang 38 29.057 29.357
Imbal Jasa Penjaminan Ulang Ditangguhkan 34.677 18.857
Liabilitas Lain-lain 27 160.382 163.231
Jumlah Liabilitas 3.987.135 5.590.995
Ekuitas
Modal Saham - nilai nominal Rp 1.000.000
per saham (dalam Rupiah penuh)
Modal dasar - 3.000.000 saham
Modal ditempatkan dan disetor penuh -
1.550.000 saham 29 1.550.000 1.550.000
Tambahan Modal Disetor 29 77.495 77.495
Uang Muka Setoran Modal 400.000 400.000
Pinjaman Perpetual 400.000 400.000
Selisih Nilai Transaksi dengan
Kepentingan Nonpengendali 1c (927) (927)
Penghasilan Komprehensif Lain
Kenaikan (Penurunan) Nilai Wajar Investasi (33.575) (26.764)
Saldo Laba (Defisit)
Ditentukan penggunaannya 24.000 24.000
Belum ditentukan penggunaannya 2d (209.179) (928.767)
Jumlah Ekuitas yang Dapat Diatribusikan
kepada Pemilik Entitas Induk 2.207.814 1.495.037
Kepentingan Nonpengendali 908.737 564.515
Jumlah Ekuitas 3.116.551 2.059.552
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 7.103.686 7.650.547
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
konsolidasian.
-2-
Page 6
PT SINAR MAS MULTIFINANCE DAN ENTITAS ANAK
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Untuk Periode-periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah,
kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 30 Juni 2026 30 Juni 2025
PENDAPATAN
Bunga
Pembiayaan multiguna 30 162.562 224.467
Pembiayaan modal kerja skema anjak piutang 31 26.228 38.184
Pembiayaan investasi 66.371 3.593
Pendapatan jasa asuransi 3.324.524 3.161.632
Beban jasa asuransi (2.124.090) (2.773.618)
Pendapatan (beban) dari kontrak reasuransi yang dimiliki 32 (108.924) (39.620)
Hasil jasa asuransi bersih 1.091.510 348.394
Hasil investasi - bersih 9.257 30.139
Beban keuangan bersih dari kontrak asuransi 2.206 (41.718)
Beban keuangan bersih dari kontrak reasuransi 5.703 3.032
Administrasi 33 41.582 39.211
Asuransi 12.711 9.552
yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi 440 -
Keuntungan selisih kurs
mata uang asing - bersih 14.896 1.755
Ijarah multijasa 8.293 9.931
Marjin murabahah 738 1.064
Marjin Ijarah Muntahiyah Bittamlik 1.103 806
Sewa operasi 367 23
Lain-lain 34 72.058 110.317
Jumlah Pendapatan 1.516.025 778.750
BEBAN
Bunga 118.402 172.538
Gaji dan tunjangan 120.208 115.720
Kerugian penurunan nilai 105.216 112.837
Umum dan administrasi 36 59.729 60.992
Penyusutan 25.566 25.267
Lain-lain 37 19.977 32.508
Jumlah Beban 449.098 519.862
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK 1.066.927 258.888
BEBAN (MANFAAT) PAJAK 39
Kini - -
Tangguhan - -
- -
LABA (RUGI) BERSIH 1.066.927 258.888
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
konsolidasian.
-3-
Page 7
PT SINAR MAS MULTIFINANCE DAN ENTITAS ANAK
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Untuk Periode-periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah,
kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 30 Juni 2026 30 Juni 2025
PENGHASILAN (RUGI) KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi
Pengukuran kembali liabilitas
imbalan pasti - -
Pajak yang berhubungan dengan
pos yang tidak akan direklasifikasi
ke laba rugi - -
Jumlah - -
Pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi -
setelah dampak pajak tangguhan
Laba (rugi) yang belum direalisasi atas
perubahan nilai investasi jangka pendek
yang diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain 5 (9.928) -
Jumlah Penghasilan (Rugi) Komprehensif Lain (9.928) -
JUMLAH PENGHASILAN (RUGI) KOMPREHENSIF 1.056.999 258.888
JUMLAH LABA (RUGI) PERIODE BERJALAN
YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik entitas induk 719.588 158.256
Kepentingan nonpengendali 347.339 100.632
1.066.927 258.888
JUMLAH PENGHASILAN (RUGI) KOMPREHENSIF
YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik entitas induk 712.777 158.256
Kepentingan nonpengendali 344.222 100.632
1.056.999 258.888
Laba (Rugi) Bersih per Saham Dasar
(dalam Rupiah penuh) 40 464.250 102.101
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
konsolidasian.
-4-
Page 8
PT SINAR MAS MULTIFINANCE DAN ENTITAS ANAK
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian
Untuk Periode-periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Ekuitas yang dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk
Selisih Nilai Rugi Proforma dari Laba (Rugi) yang
Transaksi Transaksi Kombinasi Belum Direalisasi
dengan Bisnis Entitas atas Kenaikan Saldo Laba (Defisit)
Tambahan Uang Muka Pinjaman Kepentingan Sepengendali/ (Penurunan) Nilai Wajar Ditentukan Belum Ditentukan Jumlah Kepentingan Jumlah
Catatan Modal Saham Modal Disetor Setoran Modal/ Perpetual Nonpengendali Proforma Loss Investasi Penggunaannya Penggunaannya Ekuitas Nonpengendali Ekuitas
Saldo pada tanggal 1 Januari 2025 1.550.000 76.447 - 400.000 (927) 119.970 (26.638) 24.000 (1.282.417) 860.435 276.816 1.137.251
Uang Muka Setoran Modal - - - - - - - - - - - -
Laba (rugi) komprehensif
Laba (rugi) periode berjalan - - - - - - - - 158.256 158.256 100.632 258.888
Penghasilan (rugi) komprehensif lain
Rugi yang belum direalisasi atas perubahan nilai wajar
investasi yang diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain - - - - - - - - - - - -
Pengukuran kembali liabilitas
imbalan kerja jangka panjang 38,39 - - - - - - - - - - - -
Jumlah penghasilan komprehensif - - - - - - - - 158.256 158.256 100.632 258.888
Pembentukan cadangan umum 29 - - - - - - - - - - - -
Transaksi dengan pemilik
Dividen entitas anak yang menjadi bagian
kepentingan non pengendali - - - - - - - - - - - -
Saldo pada tanggal 30 Juni 2025 1.550.000 76.447 - 400.000 (927) 119.970 (26.638) 24.000 (1.124.161) 1.018.691 377.448 1.396.139
Saldo pada tanggal 1 Januari 2026 1.550.000 77.495 400.000 400.000 (927) - (26.764) 24.000 (928.767) 1.495.037 564.515 2.059.552
Laba (rugi) komprehensif
Laba (rugi) periode berjalan - - - - - - - - 719.588 719.588 347.339 1.066.927
Penghasilan (rugi) komprehensif lain
Rugi yang belum direalisasi atas perubahan nilai wajar
investasi yang diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain - - - - - - (6.811) - - (6.811) (3.117) (9.928)
Pengukuran kembali liabilitas
imbalan kerja jangka panjang - - - - - - - - - - - -
Jumlah penghasilan komprehensif - - - - - - (6.811) - 719.588 712.777 344.222 1.056.999
Pembentukan cadangan umum 29 - - - - - - - - - - - -
Transaksi dengan pemilik
Dividen entitas anak yang menjadi bagian
kepentingan non pengendali - - - - - - - - - - - -
Saldo pada tanggal 30 Juni 2026 1.550.000 77.495 400.000 400.000 (927) - (33.575) 24.000 (209.179) 2.207.814 908.737 3.116.551
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.
-5-
Page 9
PT SINAR MAS MULTIFINANCE DAN ENTITAS ANAK
Laporan Arus Kas Konsolidasian
Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
30 Juni 2026 30 Juni 2025
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari:
Pembiayaan multiguna 443.013 1.025.525
Pembiayaan modal kerja 223.435 615.179
Sewa pembiayaan 155.870 5.530
Penerimaan Premi 841.101 921.884
Pembiayaan syariah 25.784 31.887
Administrasi 41.582 39.211
Asuransi 12.711 9.552
Agunan yang diambil alih 7.335 -
Lain-lain 125.988 164.927
Jumlah penerimaan kas 1.876.819 2.813.695
Pengeluaran kas untuk:
Pembiayaan multiguna (153.445) (943.882)
Pembiayaan modal kerja (201.894) (584.409)
Sewa pembiayaan (439.026) (39.270)
Pembiayaan syariah (10.704) (20.092)
Pembayaran Klaim dan Beban Asuransi (130.806) (539.628)
Pembayaran Premi Reasuransi (78.399) (2.574)
Beban umum dan administrasi (67.925) (198.754)
Beban gaji dan tunjangan (114.959) (1.099)
Lain-lain (175.340) (282.586)
Jumlah pengeluaran kas (1.372.498) (2.612.294)
Kas Bersih diperoleh dari
Aktivitas Operasi 504.321 201.401
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Hasil penjualan aset tetap 404 1.489
Pendapatan deviden 2 3
Penerimaan hasil investasi 405.872 257.489
Perolehan aset tetap (524) (2.620)
Kas Bersih diperoleh dari
Aktivitas Investasi 405.754 256.361
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Perolehan pinjaman yang diterima 1.148.376 1.548.259
Pembayaran pinjaman yang diterima (1.296.760) (1.851.899)
Pelunasan utang obligasi (902.850) (807.500)
Penerimaan utang pemegang saham 900.000 1.000.000
Pembayaran utang pemegang saham (483.000) (30.000)
Kas Bersih digunakan untuk Aktivitas Pendanaan (634.234) (141.140)
KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS 275.841 316.622
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 1.505.472 643.452
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 1.781.313 960.074
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.
-6-
Page 10
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
1. Umum
a. Pendirian dan Informasi Umum
PT Sinar Mas Multifinance (selanjutnya disebut “Perusahaan”) didirikan dengan nama PT
Sinar Supra Leasing Company berdasarkan Akta No. 45 tanggal
7 September 1985, kemudian diubah dengan Akta No. 125 tanggal
13 Desember 1985, keduanya dibuat dihadapan Benny Kristianto, S.H., notaris di Jakarta,
dan telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat
Keputusan No. C2-8205.HT.01.01.Th.85 tanggal 21 Desember 1985 serta telah diumumkan
dalam Berita Negara Republik Indonesia tanggal 4 April 1989 No. 27, Tambahan No.
584/1989.
Pada tanggal 2 Februari 1996, pemegang saham Perusahaan mengadakan Rapat Umum
Pemegang Saham Luar Biasa untuk mengubah Anggaran Dasar, antara lain untuk mengubah
nama Perusahaan menjadi PT Sinar Mas Multifinance. Keputusan ini termaktub dalam Akta
No. 19 tanggal 2 Februari 1996 dan Akta No. 26 tanggal 7 Februari 1996 dari Veronica Lily
Dharma, S.H., notaris di Jakarta. Akta ini telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman
Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. C2-3110.HT.01.04.Th. 1996 tanggal 29
Februari 1996.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, dengan perubahan
terakhir berdasarkan Akta No. 336 tanggal 7 November 2023 dari Syofilawati, S.H., M.K.n,
notaris di Bekasi, tentang perubahan susunan pemegang saham Perusahaan. Perubahan
Anggaran Dasar ini telah dicatat oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-0138730. Tahun 2023 tanggal 8
November 2023.
Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, kegiatan utama Perusahaan adalah
menjalankan usaha di bidang pembiayaan investasi, pembiayaan modal kerja, pembiayaan
multiguna, pembiayaan syariah, kegiatan usaha pembiayaan lain berdasarkan persetujuan
OJK, sewa operasi atau kegiatan berbasis fee sepanjang tidak bertentangan dengan
peraturan perundang-undangan di sektor jasa keuangan.
Dalam melaksanakan kegiatan usahanya tersebut, Perusahaan telah memperoleh ijin dari
Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 441/KMK.017/1996 tertanggal 21 Juni 1996.
Perusahaan memulai kegiatan komersialnya pada tahun 1996.
Pada tanggal 6 November 2017, Grup secara resmi mengoperasikan Unit Usaha Syariah.
Grup telah memperoleh rekomendasi dari Dewan Syariah Nasional pada tanggal 30 Agustus
2017 berdasarkan surat No. U-515/DSN-MUI/VIII/2017.
Perusahaan dan entitas anak (selanjutnya disebut “Grup”) tergabung dalam kelompok usaha
(grup) Sinar Mas dengan entitas induk PT Sinar Mas Multiartha Tbk. Perusahaan dan entitas
anak berkedudukan di Jakarta. Kantor pusat Perusahaan beralamat di Jalan Lombok No. 71,
RT/RW 004/005, Kelurahan Gondangdia, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, DKI Jakarta.
Perusahaan memiliki 110 kantor cabang yang berlokasi di pulau Jawa dan Bali, Sumatera,
Belitung, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi dan Papua.
Pemegang saham akhir Perusahaan adalah Indra Widjaja.
-7-
Page 11
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
b. Penawaran Umum Efek Utang Perusahaan
1. Perusahaan memperoleh pernyataan efektif tanggal 26 Maret 1997 dari Ketua Badan
Pengawas Pasar Modal (Bapepam) (sekarang Otoritas Jasa Keuangan/OJK) untuk
melakukan penawaran umum Obligasi Sinar Mas Multifinance I Tahun 1997 dengan
Tingkat Bunga Tetap dengan jumlah nominal sebesar Rp500.000. Obligasi ini dicatat
pada PT Bursa Efek Surabaya. Jangka waktu obligasi ini adalah 5 (lima) tahun dengan
suku bunga tetap sebesar 15,65% per tahun.
Perusahaan telah melunasi Obligasi SMMF I Tahun 1997 pada tanggal
16 Agustus 2004.
2. Pada tanggal 28 Maret 2013, Perusahaan memperoleh Pernyataan Efektif dari Kepala
Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui suratnya No. S-
63/D.04/2013 untuk melaksanakan Penawaran Umum Obligasi Sinar Mas Multifinance II
Tahun 2013 Dengan Tingkat Bunga Tetap, dengan jumlah pokok Obligasi sebesar
Rp500.000 dan jangka waktu 5 (lima) tahun. Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat dan
ditawarkan dengan nilai 100% (seratus persen) dari jumlah pokok Obligasi. Bunga
Obligasi sebesar 10,75% per tahun.
Perusahaan telah melunasi Obligasi SMMF II Tahun 2013 pada tanggal
9 April 2018.
3. Pada tanggal 1 Desember 2016, Perusahaan memperoleh Pernyataan Efektif dari Kepala
Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui suratnya No. S-
713/D.04/2016 untuk melaksanakan Penawaran Umum Obligasi Sinar Mas Multifinance
III Tahun 2016 Dengan Tingkat Bunga Tetap, dengan jumlah pokok Obligasi sebesar Rp
500.000 dan jangka waktu 5 (lima) tahun. Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat dan
ditawarkan dengan nilai 100% (seratus persen) dari jumlah pokok Obligasi. Bunga
Obligasi sebesar 9,50% per tahun dan dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan. Obligasi ini
dijamin dengan piutang Perusahaan berupa piutang pembiayaan multiguna dan piutang
pembiayaan modal kerja.
Perusahaan telah melunasi Obligasi SMMF III Tahun 2016 pada tanggal 13 Desember
2021.
4. Pada tanggal 29 Juni 2018 Perusahaan memperoleh Pernyataan Efektif dari Kepala
Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui suratnya No. S-
95/D.04/2018 untuk melaksanakan Penawaran Umum Berkelanjutan I Obligasi Sinar Mas
Multifinance Tahun 2018 dengan jumlah pokok obligasi sebanyak-banyaknya
Rp2.000.000.
Obligasi Berkelanjutan I telah diterbitkan oleh Perusahaan adalah sebagai berikut:
a. Obligasi Berkelanjutan I Sinar Mas Multifinance Tahap I Tahun 2018 dengan jumlah
pokok Obligasi sebesar Rp 400.000.
b. Obligasi Berkelanjutan I Sinar Mas Multifinance Tahap II Tahun 2019 dengan jumlah
pokok Obligasi sebesar Rp 400.000.
c. Obligasi Berkelanjutan I Sinar Mas Multifinance Tahap III Tahun 2019 dengan jumlah
pokok Obligasi sebesar Rp 800.000.
d. Obligasi Berkelanjutan I Sinar Mas Multifinance Tahap IV Tahun 2020 dengan jumlah
pokok Obligasi sebesar Rp 400.000.
-8-
Page 12
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
5. Pada tanggal 13 Juli 2020 Perusahaan memperoleh Pernyataan Efektif dari Kepala
Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui suratnya
No. S-189/D.04/2020 untuk melaksanakan Penawaran Umum Berkelanjutan II Obligasi
Sinar Mas Multifinance Tahun 2020 dengan jumlah pokok obligasi sebanyak-banyaknya
Rp 2.000.000.
Obligasi Berkelanjutan II yang telah diterbitkan oleh Perusahaan adalah sebagai berikut:
a. Obligasi Berkelanjutan II Sinar Mas Multifinance Tahap I Tahun 2020 dengan jumlah
pokok Obligasi sebesar Rp 708.300.
b. Obligasi Berkelanjutan II Sinar Mas Multifinance Tahap II Tahun 2021 dengan jumlah
pokok Obligasi sebesar Rp 732.500.
c. Obligasi Berkelanjutan II Sinar Mas Multifinance Tahap III Tahun 2022 dengan jumlah
pokok Obligasi sebesar Rp 559.200.
6. Pada tanggal 31 Januari 2023 Perusahaan memperoleh Pernyataan Efektif dari Kepala
Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui suratnya
No. S-35/D.04/2023 untuk melaksanakan Penawaran Umum Berkelanjutan II Obligasi
Sinar Mas Multifinance Tahun 2023 dengan jumlah pokok obligasi sebanyak-banyaknya
Rp 2.000.000.
Obligasi Berkelanjutan II yang telah diterbitkan oleh Perusahaan adalah sebagai berikut:
a. Obligasi Berkelanjutan II Sinar Mas Multifinance Tahap I Tahun 2023 dengan jumlah
pokok Obligasi sebesar Rp 1.000.000.
b. Obligasi Berkelanjutan II Sinar Mas Multifinance Tahap II Tahun 2023 dengan jumlah
pokok Obligasi sebesar Rp 1.000.000.
c. Entitas Anak yang Dikonsolidasikan
PT Asuransi Simas Insurtech (ASI)
PT Asuransi Simas Insurtech (ASI) didirikan pada tanggal 13 Desember 2013 oleh PT Sinar
Mas Multiartha Tbk (SMMA) dan PT Asuransi Sinarmas (ASM), dengan persentase
kepemilikan masing-masing sebesar 1% dan 99%.
ASI telah memperoleh izin dari Menteri Keuangan Republik Indonesia untuk
menyelenggarakan usaha asuransi kerugian dan asuransi syariah secara online dan internet
e-commerce berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan No.
KEP-122/D.05/2014 tanggal 21 Oktober 2014.
Tahun 2017
Berdasarkan Akta Penyertaan Keputusan Para Pemegang Saham No. 21 tanggal 13 Oktober
2017 dari Dahlia, S.H., notaris di Jakarta, Perusahaan mengakuisisi 85.000 lembar saham
ASI dari ASM, dan membayar sejumlah Rp 85.000, mencerminkan kepemilikan sebesar
85,00% pengendalian atas ASI. Selain itu Perusahaan dan SMMA, melakukan penambahan
investasi pada ASI masing-masing sebesar Rp 42.500 dan Rp 7.500 secara proporsional
sehingga jumlah investasi Perusahaan menjadi sebesar Rp 127.500 dengan kepemilikan
85,00%.
Terkait dengan transaksi akuisisi Perusahaan yang dilakukan pada tanggal 13 Oktober 2017
atas ASI, dimana entitas tersebut diakuisisi dari ASM, maka Perusahaan mencatat transaksi
-9-
Page 13
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
tersebut menggunakan metode penyatuan kepemilikan (pooling of interest) sesuai dengan
ketentuan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 38 (Revisi 2012),
“Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali”, yang mensyaratkan penyajian retrospektif untuk
mencerminkan transaksi akuisisi dari entitas sepengendali, seolah-olah entitas anak tersebut
telah diakuisisi sejak awal periode yang disajikan.
Akuisisi ASI dilakukan pada nilai buku sehingga tidak terdapat selisih yang diakui sebagai
tambahan modal disetor.
Tahun 2018
Berdasarkan Akta Penyertaan Keputusan Para Pemegang Saham Luar Biasa No. 12 tanggal
22 November 2018 dari Syofilawati, S.H., notaris di Kota Bekasi, menyetujui perubahan nama
ASN menjadi ASI.
Berdasarkan Akta Penyertaan Keputusan Para Pemegang Saham No. 6 tanggal 17
September 2018 dari Syofilawati, S.H., notaris di Bekasi, Perusahaan, SMMA, dan PT
Sinartama Gunita melakukan penambahan investasi pada ASI masing-masing sebesar Rp
44.000, Rp 39.000 dan Rp 17.000, sehingga jumlah investasi Perusahaan menjadi sebesar
Rp 171.500 dengan kepemilikan 68,60%. Selisih transaksi yang timbul sebesar Rp 927
dibukukan pada akun “Selisih nilai transaksi dengan kepentingan nonpengendali” di bagian
ekuitas.
Tahun 2025
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Sirkuler Para Pemegang Saham Sebagai
Pengganti Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Penjamin Ulang Indonesia (PUI)
No. 901 tanggal 11 Juli 2025 dari Syofilawati, S.H., notaris di Kota Bekasi, para pemegang
saham PUI menyetujui hal-hal sebagai berikut:
1. Menyetujui jual beli saham dan pemindahan hak-hak atas saham sebanyak 40.000
lembar saham PUI dari PT Asuransi Sinar Mas (ASM), entitas sepengendali, dan
membayar sejumlah Rp 40.000.000.000, mencerminkan kepemilikan sebesar 20%
pengendalian atas PUI.
2. Menyetujui meningkatkan modal dasar Perusahaan dari Rp 500.000.000.000 terdiri
dari 500.000 lembar saham menjadi Rp 1.000.000.000.000 terdiri dari 1.000.000 lembar
saham atau kenaikan sebesar Rp 500.000.000.000 terdiri dari 500.000 lembar saham
dengan nilai nominal Rp 1.000.000 per lembar saham.
3. Menyetujui meningkatkan modal ditempatkan dan disetor dari Rp 200.000.000.000
terdiri dari 200.000 lembar saham menjadi Rp 500.000.000.000 terdiri dari 500.000
lembar saham atau kenaikan sebesar Rp300.000.000.000 terdiri dari 300.000 lembar
saham. Bagian Perusahaan atas kenaikan ini adalah sebesar Rp260.000.000.000
terdiri dari 260.000 lembar saham. Transaksi ini meningkatkan persentase kepemilikan
Perusahaan pada PUI dari 20% menjadi 60% dan Grup memperoleh pengendalian atas
PUI sehingga Grup mengkonsolidasikan laporan keuangan entitas anak tersebut sejak
Juli 2025. Perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum Republik Indonesia melalui
Surat Keputusannya No. AHU-0046459.AH.01.02.Tahun 2025 tanggal 16 Juli 2025.
Perusahaan dan ASM merupakan entitas dengan pemegang saham yang sama, maka
akuisisi dilakukan dengan metode penyatuan kepemilikan (pooling of interest method) sesuai
dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 338 (Revisi 2012), “Kombinasi
Bisnis Entitas Sepengendali”.
Laba PUI periode 2025 sebelum tanggal akuisisi, 31 Juli 2025 sebesar
Rp 2.598.562.874 disajikan dalam akun “Laba pra-akuisisi dari dampak transaksi kombinasi
bisnis entitas sepengendali” dalam laba rugi.
- 10 -
Page 14
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
PUI berlokasi di Plaza Sinarmas Lt. 5, Jln Fachrudin no 18 , Jakarta Pusat, 10250, bergerak
dalam jenis usaha Penjaminan Ulang dan belum beroperasi secara komersial. Pada tanggal
31 Desember 2025 jumlah aset PUI sebesar Rp 532.608.917.833.
Kepentingan nonpengendali dari PUI dianggap tidak material, sehingga, Grup tidak
menyajikan mengenai pengungkapan yang disyaratkan untuk kepentingan nonpengendali
yang material dalam laporan keuangan konsolidasian sesuai PSAK No. 112, “Pengungkapan
Kepentingan Dalam Entitas Lain”.
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, entitas anak yang dikonsolidasikan
termasuk persentase kepemilikan Perusahaan adalah sebagai berikut:
Persentas Kepemilikan
Tahun dan Hak Suara Jumlah Aset (sebelum eliminasi)
Operasi 30 Juni 31 Desember 30 Juni 31 Desember
Entitas Anak Domisili Jenis Usaha Komersial 2026 2025 2026 2025
Kepemilikan langsung
PT Asuransi Simas Insurtech Jakarta Asuransi 2013 68.60% 68.60% 3,208,791 3,200,270
Kepemilikan tidak langsung
Penjamin 2,025
PT Penjamin Ulang Indonesia Jakarta ulang 60% 60% 570,826 532,609
Informasi keuangan entitas anak yang dimiliki oleh kepentingan nonpengendali dalam jumlah
material pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Ekuitas Kepentingan
Entitas anak subsidiary Kepem ilikan Saldo Akum ulasi Bagian Laba
30 Juni 31 Desem ber 30 Juni 31 Dsem eber 30 Juni 31 Desember
2026 2025 2026 2025 2026 2025
PT Asuransi Simas Insurtech 31.40% 31.40% 768,813 421,475 347,338 171,166
Berikut adalah ringkasan informasi keuangan dari entitas anak. Jumlah-jumlah tersebut
sebelum dieliminasi dengan transaksi antar entitas dalam Grup.
2026 2025
Aset 3,208,791 3,200,270
Liabilitas 833,707 1,921,431
Ekuitas 2,375,084 1,278,838
- 11 -
Page 15
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Ringkasan laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain ASI, pada tanggal 30 Juni
2026 dan 31 Desember 2025 :
30 Juni 31 Desember
2026 2025
Pendapatan 1,120,320 531,627
Laba sebelum pajak 1,106,173 519,374
Laba (rugi) bersih 1,106,173 529,667
Penghasilan (rugi) komprehensif lain (9,928) 926
Jumlah penghasilan komprehensif 1,096,245 530,593
Teratribusikan pada kepentingan
non pengendali 4,395 4,395
d. Dewan Komisaris, Direksi, dan Karyawan
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, susunan pengurus Perusahaan terbaru
tercantum dalam Akta No. 2458 tanggal 30 Januari 2023 dan Akta No. 2100 tanggal 21
Oktober 2022, keduanya dari Syofilawati, S.H., M.K.n, notaris di Bekasi, adalah sebagai
berikut:
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
Dewan Komisaris:
Komisaris Utama : Indra Widjaja
Komisaris : Loa Johnny Mailoa
Komisaris Independen : Mulabasa Hutabarat
Eko Nugroho Tjahjadi
Direksi:
Direktur Utama : Rosalina Dhanudimuljo
Direktur Keuangan dan Akuntansi : Henry Ricardo Liasnawi
Direktur Kepatuhan : Ricky Faerus
Direktur Operasional : Irawan Susatya L.
Direktur Pemasaran : Robby Tricahyo Wibowo
Personel manajemen kunci terdiri dari Dewan Komisaris, Direksi, Kepala Divisi dan
Koordinator Wilayah.
Susunan Komite Nominasi dan Remunerasi Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2026 dan
31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
Ketua : Mulabasa Hutabarat
Anggota : Loa Johnny Mailoa
Dion Andrew Samsoeri
- 12 -
Page 16
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Susunan komite Pemantau Risiko Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember
2025, adalah sebagai berikut:
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
Ketua : Eko Nugroho Tjahjadi
Anggota : Yohannes MP Hutagalung
Susunan Komite Audit Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025,
adalah sebagai berikut:
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
Ketua : Mulabasa Hutabarat
Anggota : Eko Nugroho Tjahjadi
Yohannes MP Hutagalung
Dewan Pengawas Syariah pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 adalah Luqyan
Tamanni.
Jumlah karyawan Grup (tidak diaudit) 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 masing-masing
adalah 1.607 orang (termasuk 1.046 orang karyawan kontrak) dan 1.946 orang (termasuk
1.448 orang karyawan kontrak).
e. Penyelesaian Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian PT Sinar Mas Multifinance dan entitas anak untuk periode
enam bulan yang berakhir 30 Juni 2026 telah diselesaikan dan diotorisasi untuk terbit oleh
Direksi Perusahaan pada tanggal 27 Juli 2026. Direksi bertanggung jawab atas penyusunan
dan penyajian laporan keuangan konsolidasian tersebut.
2. Informasi Kebijakan Akuntansi Material
a. Dasar Penyusunan dan Pengukuran Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian disusun dan disajikan dengan menggunakan Standar
Akuntansi Keuangan di Indonesia, meliputi pernyataan dan interpretasi yang diterbitkan oleh
Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan Dewan Standar
Akuntansi Syariah IAI, dan Peraturan OJK No. VIII.G.7 tentang “Penyajian dan
Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik”.
Dasar pengukuran laporan keuangan konsolidasian ini adalah konsep biaya perolehan,
kecuali beberapa akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain, sebagaimana
diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut. Laporan keuangan
konsolidasian ini disusun dengan metode akrual, kecuali laporan arus kas.
Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dengan
mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.
Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian
untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2026 adalah konsisten dengan kebijakan
akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian untuk tahun
yang berakhir 31 Desember 2025.
- 13 -
Page 17
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
ASI, entitas anak yang bergerak di bidang asuransi belum menerapkan PSAK
No. 109 sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Mata uang yang digunakan dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan
konsolidasian adalah mata uang Rupiah (Rupiah) yang juga merupakan mata uang
fungsional Perusahaan da Entitas anak.
b. Prinsip Konsolidasi
Grup menerapkan PSAK No. 110, “Laporan Keuangan Konsolidasian”.
Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan entitas-entitas
(termasuk entitas terstruktur) yang dikendalikan oleh Perusahaan dan entitas anak (Grup).
Pengendalian diperoleh apabila Grup memiliki seluruh hal berikut ini:
kekuasaan atas investee;
eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee; dan
kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi
jumlah imbal hasil Grup.
Pengkonsolidasian entitas anak dimulai pada saat Grup memperoleh pengendalian atas
entitas anak dan berakhir pada saat Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak. Secara
khusus, penghasilan dan beban entitas anak yang diakuisisi atau dilepaskan selama tahun
berjalan termasuk dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian
sejak tanggal Grup memperoleh pengendalian sampai dengan tanggal Grup kehilangan
pengendalian atas entitas anak.
Seluruh aset dan liabilitas, ekuitas, penghasilan, beban dan arus kas dalam intra kelompok
usaha terkait dengan transaksi antar entitas dalam Grup dieliminasi secara penuh dalam
laporan keuangan konsolidasian.
Laba rugi dan setiap komponen penghasilan komprehensif lain diatribusikan kepada Pemilik
Entitas Induk dan kepentingan nonpengendali (KNP) meskipun hal tersebut mengakibatkan
KNP memiliki saldo defisit.
KNP disajikan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dan
dalam ekuitas pada laporan posisi keuangan konsolidasian, terpisah dari bagian yang dapat
diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk.
Transaksi dengan KNP yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian dicatat sebagai
transaksi ekuitas. Selisih antara nilai wajar imbalan yang dialihkan dengan bagian relatif atas
nilai tercatat aset bersih entitas anak yang diakuisisi dicatat di ekuitas. Keuntungan atau
kerugian dari pelepasan kepada KNP juga dicatat di ekuitas.
c. Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali
Grup menerapkan PSAK No. 338, “Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali”.
Transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali, berupa pengalihan bisnis yang dilakukan
dalam rangka reorganisasi entitas-entitas yang berada dalam suatu kelompok usaha yang
sama, bukan merupakan perubahan kepemilikan dalam arti substansi ekonomi, sehingga
transaksi tersebut diakui pada jumlah tercatat berdasarkan metode penyatuan kepemilikan.
- 14 -
Page 18
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Selisih antara jumlah imbalan yang dialihkan dan jumlah tercatat dari setiap kombinasi bisnis
entitas sepengendali disajikan dalam akun tambahan modal disetor pada bagian ekuitas
dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.
Entitas yang melepas bisnis, dalam pelepasan bisnis entitas sepengendali, mengakui selisih
antara imbalan yang diterima dan jumlah tercatat bisnis yang dilepas dalam akun tambahan
modal disetor pada bagian ekuitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.
d. Standar Akuntansi Keuangan Baru
Perubahan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)
Amandemen Standar yang Berlaku Efektif pada Tahun Berjalan
Amandemen standar akuntansi keuangan yang telah diterbitkan, yang berlaku efektif sejak
tanggal:
1 Januari 2024
- Amandemen PSAK No. 201: “Penyajian Laporan Keuangan” terkait Liabilitas Jangka
Panjang dengan Kovenan.
- Amandemen PSAK No. 116: “Sewa” terkait Liabilitas Sewa pada Transaksi Jual dan
Sewa-balik.
1 Januari 2025
- PSAK 117: “Kontrak Asuransi”
- Amandemen PSAK No. 117: “Kontrak Asuransi” terkait Penerapan Awal PSAK No. 117
dan PSAK No. 109 - Informasi Komparatif.
1 Januari 2026
- Amandemen PSAK No. 109: “Instrumen Keuangan”
- Amandemen PSAK No. 107: “Instrumen Keuangan – Pengungkapan”: Klasifikasi dan
Pengukuran Instrumen Keuangan.
1 Januari 2027
- PSAK No.413: “Penurunan Nilai”
- PSAK No. 118: “Penyajian dan Pengungkapan dalam Laporan Keuangan” yang
menggantikan PSAK No. 201.
Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian, Grup masih
mempelajari dampak yang mungkin timbul dari penerapan amandemen PSAK tersebut dan
dampak dari penerapan amandemen PSAK tersebut pada laporan keuangan konsolidasian
belum dapat ditentukan.
e. Penjabaran Mata Uang Asing
Grup menerapkan PSAK No. 221, “Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing”.
- 15 -
Page 19
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Mata Uang Fungsional dan Pelaporan
Akun-akun yang tercakup dalam laporan keuangan setiap entitas dalam Grup diukur
menggunakan mata uang dari lingkungan ekonomi utama dimana entitas beroperasi (mata
uang fungsional).
Transaksi dan Saldo
Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam mata uang fungsional menggunakan
kurs pada tanggal transaksi. Keuntungan atau kerugian selisih kurs yang timbul dari
penyelesaian transaksi dan dari penjabaran pada kurs akhir tahun atas aset dan liabilitas
moneter dalam mata uang asing diakui dalam laba rugi.
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, kurs konversi yakni kurs tengah Bank
Indonesia yaitu masing-masing sebesar Rp 17.856 dan Rp 16.782 per US$ 1.
f. Transaksi Pihak Berelasi
Orang atau entitas dikategorikan sebagai pihak berelasi Grup apabila memenuhi definisi
pihak berelasi berdasarkan PSAK No. 224 “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”.
Semua transaksi signifikan dengan pihak berelasi telah diungkapkan dalam laporan
keuangan konsolidasian.
g. Kas dan Setara Kas dan Deposito Berjangka
Kas dan Setara Kas
Kas terdiri dari kas dan bank. Setara kas adalah semua investasi yang bersifat jangka pendek
dan sangat likuid yang dapat segera dikonversikan menjadi kas dengan jatuh tempo dalam
waktu tiga (3) bulan atau kurang sejak tanggal penempatannya dan yang tidak dijaminkan
serta tidak dibatasi pencairannya.
Deposito Berjangka
Deposito berjangka yang jatuh temponya kurang dari tiga (3) bulan pada saat penempatan
namun dijaminkan, atau dibatasi pencairannya, dan deposito berjangka yang jatuh temponya
lebih dari tiga (3) bulan pada saat penempatan disajikan sebagai “Investasi jangka pendek”.
h. Instrumen Keuangan
Aset Keuangan
Aset keuangan diklasifikasikan sebagai aset keuangan diukur pada biaya perolehan
diamortisasi, aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif
lain, dan aset keuangan yang diukur nilai wajar melalui laba rugi, dengan menggunakan dua
dasar, yaitu:
Model bisnis Grup dalam mengelola aset keuangan; dan
Karakteristik arus kas kontraktual dari aset keuangan.
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, aset keuangan Grup terdiri dari aset
keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, aset keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain (FVTOCI), dan aset keuangan yang diukur
pada nilai wajar melalui laba rugi (FVTPL).
- 16 -
Page 20
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
1. Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi
Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut
terpenuhi:
a. Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset
keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual; dan
b. Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menghasilkan arus kas pada tanggal
tertentu yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.
Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi diukur pada jumlah yang diakui saat
pengakuan awal dikurangi pembayaran pokok, ditambah atau dikurangi dengan amortisasi
kumulatif menggunakan métode suku bunga efektif yang dihitung dari selisih antara nilai
awal dan nilai jatuh temponya, dan dikurangi dengan cadangan kerugian penurunan nilai.
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 kategori ini meliputi kas
dan setara kas, investasi (deposito berjangka dan obligasi), piutang pembiayaan
multiguna, piutang pembiayaan modal kerja, piutang sewa pembiayaan, piutang lain-lain,
dan aset lain-lain berupa simpanan jaminan.
2. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain jika kedua
kondisi berikut terpenuhi:
a. Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang tujuannya akan terpenuhi dengan
mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual aset keuangan; dan
b. Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menghasilkan arus kas pada tanggal
tertentu yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.
Aset keuangan berupa surat berharga utang yang diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain selanjutnya diukur pada nilai wajar dikurangi dengan
cadangan kerugian penurunan nilai, dengan keuntungan atau kerugian yang belum
direalisasi diakui dalam penghasilan komprehensif lain, sampai aset keuangan tersebut
dihentikan pengakuannya atau direklasifikasi, dimana pada saat itu akumulasi keuntungan
atau kerugian direklasifikasi ke laba rugi. Keuntungan atau kerugian penurunan nilai dan
selisih kurs dan bunga yang dihitung menggunakan metode suku bunga efektif diakui
dalam laba rugi.
Aset keuangan berupa instrumen ekuitas yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain selanjutnya diukur pada nilai wajar, dengan keuntungan atau kerugian
yang belum direalisasi diakui dalam penghasilan komprehensif lain. Saat aset keuangan
tersebut dihentikan pengakuannya atau direklasifikasi, akumulasi keuntungan atau
kerugian direklasifikasi ke saldo laba.
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, Grup mengklasifikasikan investasi
(saham dan obligasi) dalam katergori ini.
3. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi kecuali aset keuangan tersebut
diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain.
- 17 -
Page 21
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Derivatif juga diklasifikasikan sebagai diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, kecuali
derivatif yang ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai yang efektif.
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dicatat pada laporan posisi
keuangan konsolidasian pada nilai wajarnya. Perubahan nilai wajar langsung diakui dalam
laba rugi. Bunga yang diperoleh dicatat sebagai pendapatan bunga, sedangkan
pendapatan dividen dicatat sebagai bagian dari pendapatan lain-lain sesuai dengan
persyaratan dalam kontrak, atau pada saat hak untuk memperoleh pembayaran atas
dividen tersebut telah ditetapkan.
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, Grup mengklasifikasikan investasi
(saham, reksadana dan obligasi) dalam kategori ini.
Liabilitas Keuangan dan Instrumen Ekuitas
Liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas Grup diklasifikasikan berdasarkan substansi
perjanjian kontraktual serta definisi liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas. Kebijakan
akuntansi yang diterapkan atas instrumen keuangan tersebut diungkapkan berikut ini.
Instrumen Ekuitas
Instrumen ekuitas adalah setiap kontrak yang memberikan hak residual atas aset suatu
entitas setelah dikurangi dengan seluruh liabilitasnya. Instrumen ekuitas dicatat sejumlah
hasil yang diterima, setelah dikurangkan dengan biaya penerbitan langsung.
Liabilitas Keuangan
Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya
diamortisasi dan liabilitas keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi (FVTPL).
Grup menentukan klasifikasi liabilitas keuangan pada saat pengakuan awal.
Seluruh liabilitas keuangan diakui pada awalnya sebesar nilai wajar dan, dalam hal pinjaman
dan utang, termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dan
selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku
bunga efektif. Amortisasi suku bunga efektif disajikan sebagai bagian dari beban keuangan
dalam laba rugi.
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, Grup memiliki liabilitas keuangan dalam
kategori liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi.
Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi
Liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi diukur pada jumlah yang diakui saat
pengakuan awal dikurangi pembayaran pokok, ditambah atau dikurangi dengan amortisasi
kumulatif menggunakan metode suku bunga efektif yang dihitung dari selisih antara nilai awal
dan nilai jatuh temponya. Amortisasi suku bunga efektif disajikan sebagai bagian dari beban
keuangan dalam laba rugi.
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, Grup mengklasifikasikan pinjaman
diterima, utang obligasi, utang pemegang saham, beban akrual dan liabilitas lain-lain dalam
kategori ini.
- 18 -
Page 22
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Saling Hapus Instrumen Keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam
laporan posisi keuangan konsolidasian jika, dan hanya jika, Grup saat ini memiliki hak yang
berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut;
dan berniat untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan
menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.
Reklasifikasi Instrumen Keuangan
Sesuai dengan ketentuan PSAK No. 109, Instrumen Keuangan, Grup mereklasifikasi seluruh
aset keuangan dalam kategori yang terpengaruh, jika dan hanya jika, Grup mengubah model
bisnis untuk pengelolaan aset keuangan tersebut. Sedangkan, liabilitas keuangan tidak
direklasifikasi.
Penurunan Nilai Aset Keuangan
Pada setiap periode pelaporan, Grup menilai apakah risiko kredit dari instrumen keuangan
telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika melakukan penilaian, Grup
mengacu pada perubahan atas risiko gagal bayar yang terjadi sepanjang perkiraan usia
instrumen keuangan daripada perubahan atas jumlah kerugian kredit ekspektasian (“KKE”).
Dalam melakukan penilaian, Grup juga membandingkan antara risiko gagal bayar yang terjadi
atas instrumen keuangan pada saat periode pelaporan dengan risiko gagal bayar yang terjadi
atas instrumen keuangan pada saat pengakuan awal dan mempertimbangkan kewajaran
serta ketersediaan informasi, yang tersedia tanpa biaya atau usaha pada saat tanggal
pelaporan terkait dengan kejadian masa lalu, kondisi terkini dan perkiraan atas kondisi
ekonomi di masa depan, yang mengindikasikan kenaikan risiko kredit sejak pengakuan awal.
Jika pada tanggal pelaporan, risiko kredit atas instrumen keuangan tidak meningkat secara
signifikan sejak pengukuran awal, maka Grup akan mengukur cadangan kerugian untuk aset
keuangan tersebut sejumlah KKE 12 bulan. Jika risiko kredit atas aset keuangan meningkat
secara signifikan, maka pengukuran cadangan kerugian untuk aset keuangan tersebut
menggunakan KKE sepanjang umurnya (lifetime).
Grup menggunakan pendekatan umum dalam mengukur penurunan nilai (Tahap 1, Tahap 2
dan Tahap 3) dengan menentukan apakah terjadi peningkatan risiko kredit yang signifikan
atas aset keuangan sejak awal atau fasilitas tersebut gagal bayar pada tanggal pelaporan.
1. Tahap 1 – Kerugian kredit ekspektasian (“KKE”) 12 bulan
Tahap 1 mencakup aset keuangan yang tidak memiliki peningkatan signifikan atas risiko
kredit sejak pengakuan awal atau memiliki risiko kredit rendah pada tanggal pelaporan.
Untuk aset ini, KKE 12 bulan akan dihitung.
Aset keuangan yang dikategorikan sebagai Tahap 1 adalah aset keuangan yang telah
jatuh tempo 30 hari atau kurang.
2. Tahap 2 - Peningkatan risiko kredit yang signifikan
Tahap 2 mencakup aset keuangan yang mengalami peningkatan signifikan atas risiko
kredit, namun tidak memiliki bukti penurunan nilai yang obyektif. Untuk aset ini, KKE
lifetime dihitung.
Aset keuangan yang dianggap telah mengalami peningkatan risiko kredit yang signifikan
dan dikategorikan sebagai Tahap 2 adalah aset keuangan yang telah jatuh tempo lebih
- 19 -
Page 23
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
dari 31 hari tetapi kurang dari 90 hari. Aset keuangan yang telah mengajukan program
restrukturisasi, juga dianggap telah mengalami peningkatan risiko kredit yang signifikan
sehingga akan dikategorikan sebagai Tahap 2.
3. Tahap 3 - Eksposur yang mengalami penurunan nilai kredit atau gagal bayar
Tahap 3 mencakup aset keuangan yang memiliki bukti obyektif penurunan nilai pada
tanggal pelaporan. Tahap ini berisi debitur yang telah impaired (gagal bayar).
Aset keuangan yang dikategorikan sebagai Tahap 3 adalah aset keuangan yang telah
jatuh tempo lebih dari 90 hari.
Faktor utama dalam menentukan apakah aset keuangan memerlukan KKE
12 bulan (Tahap 1) atau KKE lifetime (Tahap 2) disebut dengan kriteria Peningkatan
Signifikan dalam Risiko Kredit (SICR). Penentuan kriteria peningkatan risiko kredit yang
signifikan (SICR) memerlukan pengkajian apakah telah terjadi peningkatan risiko kredit yang
signifikan pada tanggal pelaporan.
PSAK N o . 109 mensyaratkan penyertaan informasi tentang kejadian masa lalu, kondisi saat
ini, dan perkiraan kondisi ekonomi masa depan. Perkiraan perubahan dalam kerugian
kredit yang diharapkan harus mencerminkan, dan secara langsung konsisten dengan,
perubahan dalam data terkait yang diobservasi dari periode ke periode. Perhitungan KKE ini
membutuhkan estimasi forward-looking dari Probability of Default (PD), Loss Given Default
(LGD), dan Exposure at Default (EAD).
1. Probability of Default (“PD”)
Probabilitas yang timbul di suatu waktu dimana debitur mengalami gagal bayar,
dikalibrasikan sampai dengan periode 12 bulan dari tanggal laporan (Stage 1) atau
sepanjang umur (Stage 2 dan 3) dan digabungkan pada dampak asumsi ekonomi masa
depan yang memiliki risiko kredit. PD diestimasikan pada suatu titik waktu (point in time)
dimana hal ini berfluktuasi sejalan dengan siklus ekonomi.
2. Loss Given Default (“LGD”)
Kerugian yang diperkirakan akan timbul dari debitur yang mengalami gagal bayar dengan
menggabungkan dampak dari asumsi ekonomi masa depan yang relevan dimana hal ini
mewakili perbedaan antara arus kas kontraktual yang akan jatuh tempo dengan arus kas
yang diharapkan untuk diterima. Grup mengestimasikan LGD berdasarkan data historis
dari tingkat pemulihan dan memperhitungkan pemulihan yang berasal dari seluruh aset
yang dikelola oleh Grup dengan mempertimbangkan asumsi ekonomi masa depan.
3. Exposure of Default (“EAD”)
Perkiraan nilai eksposur laporan posisi keuangan konsolidasi pada saat gagal bayar
dengan mempertimbangkan bahwa perubahan ekspektasi yang diharapkan selama masa
eksposur. Hal ini menggabungkan dampak penarikan fasilitas yang hampir pasti terjadi
(committed), pembayaran pokok dan bunga, amortisasi dan pembayaran dipercepat,
bersama dengan dampak asumsi ekonomi masa depan.
- 20 -
Page 24
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Penghentian Pengakuan Aset dan Liabilitas Keuangan
1. Aset Keuangan
Aset keuangan (atau bagian dari aset keuangan atau kelompok aset keuangan serupa)
dihentikan pengakuannya jika:
a. Hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir;
b. Grup tetap mempertahankan hak untuk menerima arus kas dari aset keuangan
tersebut, namun juga menanggung liabilitas kontraktual untuk membayar arus kas yang
diterima tersebut kepada satu atau lebih pihak penerima melalui suatu kesepakatan;
atau
c. Grup telah mengalihkan hak kontraktual untuk menerima arus kas dari aset keuangan
dan (i) telah secara substansial mengalihkan seluruh risiko dan manfaat atas aset
keuangan, atau (ii) secara substansial tidak mengalihkan atau tidak memiliki seluruh
risiko dan manfaat atas aset keuangan, namun telah mengalihkan pengendalian atas
aset keuangan tersebut.
2. Liabilitas Keuangan
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya jika liabilitas keuangan tersebut dilepaskan,
dibatalkan, atau telah kadaluarsa.
i. Pengukuran Nilai Wajar
Pengukuran nilai wajar didasarkan pada asumsi bahwa transaksi untuk menjual aset atau
mengalihkan liabilitas akan terjadi:
di pasar utama untuk aset atau liabilitas tersebut atau;
jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau
liabilitas tersebut.
Grup harus memiliki akses ke pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan pada
tanggal pengukuran.
Nilai wajar aset atau liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku
pasar ketika menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku
pasar bertindak dalam kepentingan ekonomi terbaiknya.
Pengukuran nilai wajar aset non-keuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar
untuk menghasilkan manfaat ekonomik dengan menggunakan aset dalam penggunaan
tertinggi dan terbaiknya, atau dengan menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan
menggunakan aset tersebut dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya.
Ketika Grup menggunakan teknik penilaian, maka Grup memaksimalkan penggunaan input
yang dapat diobservasi yang relevan dan meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat
diobservasi.
Seluruh aset dan liabilitas yang mana nilai wajar aset atau liabilitas tersebut diukur atau
diungkapkan, dikategorikan dalam hirarki nilai wajar sebagai berikut:
Level 1 – harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas
yang identik;
- 21 -
Page 25
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Level 2 – teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan terhadap
pengukuran nilai wajar dapat diobservasi, baik secara langsung maupun tidak langsung;
Level 3 – teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan terhadap
pengukuran nilai wajar tidak dapat diobservasi.
Untuk aset dan liabilitas yang diukur pada nilai wajar secara berulang dalam laporan
keuangan konsolidasian, maka Grup menentukan apakah telah terjadi transfer di antara level
hirarki dengan menilai kembali pengkategorian level nilai wajar pada setiap akhir periode
pelaporan.
j. Investasi
Investasi selain Sukuk
Investasi yang dimiliki terdiri dari deposito berjangka, saham, unit reksadana dan obligasi.
Investasi diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba
rugi, pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, dan biaya perolehan
diamortisasi.
Sukuk
Sebelum pengakuan awal, Grup menentukan klasifikasi investasi pada sukuk sebagai diukur
pada biaya perolehan atau diukur pada nilai wajar.
Grup mengakui investasi pada sukuk sebesar biaya perolehan, dimana termasuk biaya
transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung untuk perolehan investasi pada sukuk.
Investasi sukuk yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi pada awalnya diakui sebesar
biaya perolehan, tidak termasuk biaya transaksi. Setelah pengakuan awal, selisih antara nilai
wajar dan jumlah tercatat diakui dalam laba rugi.
Investasi sukuk yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain pada
awalnya diakui sebesar biaya perolehan, termasuk biaya transaksi. Setelah pengakuan awal,
selisih antara biaya perolehan dan nilai nominal diamortisasi secara garis lurus selama jangka
waktu sukuk dan diakui dalam laba rugi. Keuntungan atau kerugian dari perubahan nilai wajar
diakui dalam penghasilan komprehensif lain. Ketika investasi sukuk dihentikan
pengakuannya, akumulasi keuntungan atau kerugian yang sebelumnya diakui dalam
penghasilan komprehensif lain direklasifikasi ke laba rugi sebagai penyesuaian reklasifikasi.
Rugi penurunan nilai diakui dalam laba rugi apabila jumlah terpulihkan lebih kecil daripada
jumlah tercatat, setelah memperhitungkan saldo dalam penghasilan komprehensif lain.
k. Pembiayaan Multiguna
Pembiayaan multiguna adalah kegiatan pembiayaan untuk pengadaan barang berdasarkan
kebutuhan konsumen dengan pembayaran secara angsuran.
Sehubungan dengan pembiayaan bersama dan penerusan kredit dengan pihak lain,
kewajiban Grup adalah melakukan penagihan dan administrasi dari piutang-piutang yang
dialihkan. Selisih antara suku bunga yang dibebankan Grup kepada nasabah dengan suku
bunga yang ditetapkan oleh investor merupakan pendapatan bagi Grup dan dikreditkan
langsung dalam akun “Pendapatan pembiayaan multiguna” pada laba rugi.
Apabila pembiayaan bersama dan penerusan kredit dilakukan secara with recourse, Grup
akan membukukan aset dan liabilitas dari transaksi tersebut. Namun apabila dilakukan secara
- 22 -
Page 26
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
without recourse, aset dari transaksi tersebut akan disajikan secara bersih di laporan posisi
keuangan konsolidasian.
Piutang dinyatakan tidak tertagih apabila debitur sudah tidak mampu membayar dan atau
sulit untuk ditagih, serta telah menunggak lebih dari 90 hari untuk pembiayaan motor dan 120
hari untuk pembiayaan mobil.
Grup melakukan penarikan jaminan atas kendaraan apabila setelah dikeluarkannya Surat
Peringatan (SP) sebanyak 2 kali dan konsumen tidak melakukan pembayaran. Ketika jaminan
kendaraan ditarik dari konsumen, piutang pembiayaan multiguna dihapuskan.
Ketika suatu piutang tidak tertagih, piutang tersebut dihapus buku dengan menjurnal balik
cadangan kerugian penurunan nilai. Piutang tersebut dapat dihapus buku setelah semua
prosedur yang diperlukan telah dilakukan dan jumlah kerugian telah ditentukan. Penerimaan
kembali atas piutang yang telah dihapusbukukan pada periode berjalan ataupun periode yang
telah lalu, dikreditkan pada akun cadangan kerugian penurunan nilai.
l. Pembiayaan Modal Kerja
Pembiayaan modal kerja adalah pembiayaan untuk pembiayaan modal usaha dengan jangka
waktu antara 1 sampai dengan 2 tahun.
Piutang pembiayaan modal kerja dihapusbukukan dengan mendebit cadangan kerugian
penurunan nilai pada saat manajemen berpendapat bahwa konsumen tersebut harus
dihapuskan karena secara operasional konsumen sudah tidak mampu membayar atau sulit
untuk ditagih.
m. Sewa Pembiayaan
Sewa pembiayaan adalah kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan barang oleh
perusahaan pembiayaan untuk digunakan debitur selama jangka waktu tertentu, yang
mengalihkan secara substansial manfaat dan risiko atas barang yang dibiayai.
Jumlah yang terutang dari lessee dalam sewa pembiayaan dicatat sebesar jumlah piutang
sewa pembiayaan. Piutang sewa pembiayaan terdiri dari jumlah piutang sewa ditambah nilai
residu yang dijamin (harga opsi) yang akan diterima pada akhir masa sewa, dikurangi
penghasilan pembiayaan tangguhan, simpanan jaminan, dan cadangan kerugian penurunan
nilai.
Selisih antara piutang sewa pembiayaan ditambah nilai residu yang dijamin dengan biaya
perolehan aset sewaan dicatat sebagai penghasilan pembiayaan tangguhan dan
dialokasikan sebagai pendapatan selama masa sewa berdasarkan suatu tingkat
pengembalian berkala yang tetap dari piutang sewa pembiayaan Grup tidak mengakui
pendapatan bunga dari piutang sewa pembiayaan yang telah menunggak pembayaran lebih
dari 90 hari. Pendapatan tersebut diakui pada saat pendapatan tersebut diterima.
Pada awal masa sewa, apabila aset sewaan memiliki nilai residu pada akhir periode sewa,
lessee diwajibkan untuk memberikan simpanan jaminan yang akan diperhitungkan dengan
nilai aset sewa pada akhir masa sewaan, bila hak opsi dilaksanakan lessee. Apabila hak opsi
tidak dilaksanakan, simpanan jaminan tersebut akan dikembalikan kepada lessee.
Apabila aset sewaan dijual kepada lessee sebelum masa sewa berakhir, maka perbedaan
harga jual dengan investasi neto pembiayaan dicatat sebagai keuntungan atau kerugian pada
saat terjadinya.
- 23 -
Page 27
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
n. Pembiayaan Syariah
Piutang Ijarah Multijasa
Ijarah multijasa adalah kegiatan pembiayaan untuk Pembiayaan Perjalanan Biaya Haji
(“PPIH”) dengan pembayaran secara angsuran.
Piutang Ijarah multijasa diukur sebesar nilai yang dapat direalisasikan, yakni saldo piutang
dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai.
Piutang Pembiayaan Murabahah
Murabahah adalah akad jual beli barang dengan harga jual sebesar biaya perolehan
ditambah keuntungan (marjin) yang disepakati dan penjual harus mengungkapan biaya
perolehan barang tersebut kepada pembeli.
Pada saat akad murabahah, piutang pembiayaan murabahah diakui sebesar biaya perolehan
ditambah marjin. Marjin murabahah diakui selama tahun akud berdasarkan pengakuan marjin
dari piutang pembiayaan murabahah.
Pembiayaan syariah dengan akad murabahah disajikan sebesar jumlah pembiayaan
dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai sesuai dengan PSAK No. 402 (Amandemen
2019).
Piutang Ijarah Muntahiyah Bittamlik (IMBT)
IMBT adalah Ijarah dengan wa’ad (janji) perpindahan kepemilikan aset yang diIjarahkan pada
saat tertentu. Dalam IMBT, perpindahan kepemilikan suatu aset yang di Ijarahkan dari pemilik
ke penyewa, dilakukan jika akad Ijarah telah berakhir atau diakhiri dan aset Ijarah telah
diserahkan kepada penyewa dengan membuat akad terpisah.
Aset IMBT dinyatakan sebesar harga perolehan dan dikurangi dengan akumulasi
penyusutan. Aset IMBT disusutkan berdasarkan pola konsumsi berdasarkan perjanjian IMBT.
Pendapatan Ijarah selama masa akad diakui pada saat manfaat atas aset telah diserahkan
kepada penyewa. Pendapatan Ijarah disajikan secara neto setelah dikurangi beban
penyusutan aset Ijarah.
Piutang pendapatan Ijarah diukur sebesar nilai yang dapat direalisasikan, yakni saldo piutang
dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai.
o. Biaya Dibayar Dimuka
Biaya dibayar dimuka diamortisasi selama masa manfaat masing-masing biaya dengan
menggunakan metode garis lurus.
p. Properti Investasi
Grup menerapkan PSAK No. 240, “Properti Investasi”.
Properti investasi, kecuali tanah, diukur sebesar biaya perolehan, termasuk biaya transaksi,
setelah dikurangi dengan akumulasi penyusutan dan kerugian penurunan nilai, jika ada.
Jumlah tercatat termasuk biaya penggantian untuk bagian tertentu dari properti investasi yang
telah ada pada saat beban terjadi, jika kriteria pengakuan terpenuhi, dan tidak termasuk biaya
- 24 -
Page 28
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
perawatan sehari-hari properti investasi. Properti investasi tanah tidak disusutkan dan
dinyatakan pada biaya perolehan.
Properti investasi dihentikan pengakuannya (dikeluarkan dari laporan posisi keuangan) pada
saat pelepasan atau ketika properti investasi tersebut tidak digunakan lagi secara permanen
dan tidak memiliki manfaat ekonomis di masa depan yang dapat diharapkan pada saat
pelepasannya. keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian atau pelepasan
properti investasi diakui dalam laba rugi dalam periode terjadinya penghentian atau
pelepasan tersebut.
Properti investasi berupa bangunan disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus
(straight line method) dengan persentase penyusutan sebesar 5% per tahun.
Transfer ke properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan,
yang ditunjukkan dengan berakhirnya pemakaian oleh pemilik, atau dimulainya sewa operasi
ke pihak lain. Transfer dari properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat
perubahan penggunaan, yang ditunjukkan dengan dimulainya penggunaan oleh pemilik atau
dimulainya pengembangan untuk dijual.
q. Aset Tetap
Grup menerapkan PSAK No. 216, “Aset Tetap”.
Aset tetap, kecuali tanah, dinyatakan berdasarkan biaya perolehan, tetapi tidak termasuk
biaya perawatan sehari-hari, dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan
nilai, jika ada. Tanah tidak disusutkan dan dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dikurangi
akumulasi rugi penurunan nilai, jika ada.
Biaya perolehan awal aset tetap meliputi harga perolehan, termasuk bea impor dan pajak
pembelian yang tidak boleh dikreditkan dan biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara
langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan sesuai dengan tujuan
penggunaan yang ditetapkan.
Beban-beban yang timbul setelah aset tetap digunakan, seperti beban perbaikan dan
pemeliharaan, dibebankan ke laba rugi pada saat terjadinya. Apabila beban-beban tersebut
menimbulkan peningkatan manfaat ekonomis di masa datang dari penggunaan aset tetap
tersebut yang dapat melebihi kinerja normalnya, maka beban-beban tersebut dikapitalisasi
sebagai tambahan biaya perolehan aset tetap. Penyusutan aset tetap kendaraan, peralatan
kantor dan perlengkapan kantor dihitung berdasarkan metode saldo menurun berganda,
sedangkan penyusutan bangunan dan prasarana dihitung berdasarkan garis lurus selama
masa manfaat aset tetap sebagai berikut:
Persentase Estimasi Umur
Penyusutan Manfaat
Bangunan 5% 20 tahun
Kendaraan 25% 8 tahun
Peralatan kantor 50% 4 tahun
Perlengkapan kantor 50% 4 tahun
Prasarana 50% - 100% 1-2 tahun
- 25 -
Page 29
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Nilai tercatat aset tetap ditelaah kembali dan dilakukan penurunan nilai apabila terdapat
peristiwa atau perubahan kondisi tertentu yang mengindikasikan nilai tercatat tersebut tidak
dapat dipulihkan sepenuhnya.
Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau tidak ada
manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya.
Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian pengakuan aset tetap diakui dalam
laba rugi pada tahun terjadinya penghentian pengakuan.
Nilai residu, umur manfaat, serta metode penyusutan dan amortisasi ditelaah setiap akhir
tahun dan dilakukan penyesuaian apabila hasil telaah berbeda dengan estimasi sebelumnya.
Aset tetap dalam Pembangunan
Aset tetap dalam pembangunan merupakan aset tetap dalam tahap konstruksi, yang
dinyatakan pada biaya perolehan dan tidak disusutkan. Akumulasi biaya akan
direklasifikasi ke akun aset tetap yang bersangkutan dan akan disusutkan pada saat
konstruksi selesai secara substansial dan aset tersebut telah siap digunakan sesuai
tujuannya.
r. Aset untuk Disewakan
Aset untuk disewakan yang terdiri dari kendaraan bermotor, dinyatakan berdasarkan
biaya perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi penurunan nilai,
jika ada. Aset untuk disewakan disusutkan dengan menggunakan metode dan estimasi
masa manfaat yang sama dengan aset tetap (Catatan 2r).
Pendapatan sewa diakui dan disajikan dalam akun “Pendapatan sewa operasi” pada laba
rugi berdasarkan berlalunya waktu sesuai dengan periode sewa.
Setiap pembayaran sewa pembiayaan dipisahkan antara bagian yang merupakan beban
keuangan dan bagian yang merupakan pelunasan kewajiban. Jumlah kewajiban sewa,
dikurangi beban keuangan disajikan sebagai liabilitas jangka panjang. Unsur bunga sebagai
biaya keuangan dibebankan dalam laba rugi setiap periode selama masa sewa sedemikian
rupa sehingga menghasilkan suatu tingkat suku bunga periodik yang konstan atas saldo
liabilitas. Aset tetap yang diperoleh melalui sewa pembiayaan disusutkan selama jangka
waktu yang lebih pendek antara periode masa sewa dan umur manfaatnya.
s. Transaksi Sewa
Grup menerapkan PSAK No. 116 yang mensyaratkan pengakuan liabilitas sewa
sehubungan dengan sewa yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai ‘sewa operasi’.
Sebagai Penyewa
Pada tanggal permulaan kontrak, Grup menilai apakah kontrak merupakan, atau
mengandung, sewa. Suatu kontrak merupakan atau mengandung sewa jika kontrak tersebut
memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan asset identifikasian selama suatu jangka
waktu untuk dipertukarkan dengan imbalan.
Untuk menilai apakah kontrak memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset
identifikasian, Grup harus menilai apakah:
- 26 -
Page 30
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
- Grup memiliki hak untuk mendapatkan secara subtansial seluruh manfaat ekonomi dari
penggunaan aset identifikasian; dan
- Grup memiliki hak untuk mengarahkan penggunaan asset identifikasian. Grup memiliki
hakini ketika Grup memiliki hak untuk pengambilan keputusan yang relevan tentang
bagaimana dan untuk tujuan apa asset digunakan telah ditentukan sebelumnya dan:
1. Grup memiliki hak untuk mengoperasikan aset;
2. Grup telah mendesain aset dengan cara menetapkan sebelumnya bagaimana
dan untuk tujuan apa aset akan digunakan selama periode penggunaan.
Pada tanggal awal dimulainya kontrak atau pada tanggal penilaian kembali atas kontrak yang
mengandung sebuah komponen sewa, Grup mengalokasikan imbalan dalam kontrak ke
masing-masing komponen sewa berdasarkan harga tersendiri relatif dari komponen sewa
dan harga tersendiri agregat dari komponen nonsewa.
Pada tanggal permulaan sewa, Grup mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa. Aset hak-
guna diukur pada biaya perolehan, dimana meliputi jumlah pengukuran awal liabilitas sewa
yang disesuaikan dengan pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal
permulaan.
Aset hak-guna kemudian disusutkan menggunakan metode garis lurus dari tanggal
permulaan hingga tanggal yang lebih awal antara akhir umur manfaat aset hak-guna atau
akhir masa sewa.
Liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar pada tanggal
permulaan, didiskontokan dengan menggunakan suku bunga implisit dalam sewa atau jika
suku bunga tersebut tidak dapat ditentukan, maka menggunakan suku bunga pinjaman
inkremental. Pada umumnya, Grup menggunakan suku bunga pinjaman inkremental sebagai
tingkat bunga diskonto.
Pembayaran sewa yang termasuk dalam pengukuran liabilitas sewa meliputi pembayaran
berikut ini:
- pembayaran tetap, termasuk pembayaran tetap secara substansi;
- pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau suku bunga yang pada
awalnya diukur dengan menggunakan indeks atau suku bunga pada tanggal permulaan;
- jumlah yang diperkirakan akan dibayarkan oleh penyewa dengan jaminan nilai residual;
- harga eksekusi opsi beli jika Grup cukup pasti untuk mengeksekusi opsi tersebut; dan
- penalti karena penghentian awal sewa kecuali jika Grup cukup pasti untuk tidak
menghentikan lebih awal.
Pembayaran sewa dialokasikan menjadi bagian pokok dan biaya keuangan. Biaya keuangan
dibebankan pada laba rugi selama periode sewa sehingga menghasilkan tingkat suku bunga
periodik yang konstan atas saldo liabilitas untuk setiap periode.
Sewa jangka-pendek
Grup memutuskan untuk tidak mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa untuk sewa
jangka-pendek yang memiliki masa sewa 12 bulan atau kurang. Grup mengakui pembayaran
sewa atas sewa tersebut sebagai beban dengan dasar garis lurus selama masa sewa.
- 27 -
Page 31
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Sebagai pesewa
Ketika Grup bertindak sebagai pesewa, Grup mengklasifikasi masing-masing sewanya baik
sewa operasi atau sewa pembiayaan.
Untuk mengklasifikasi masing-masing sewa, Grup membuat penilaian secara keseluruhan
atas apakah sewa mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait
dengan kepemilikan aset pendasar. Jika penilaian membuktikan hal tersebut, maka sewa
diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan; jika tidak maka, merupakan sewa operasi.
Sebagai bagian dari penilaian ini, Grup mempertimbangkan beberapa indikator seperti
apakah masa sewa adalah sebagian besar dari umur ekonomik aset pendasar.
t. Agunan yang Diambil Alih
Agunan yang diambil alih diperoleh dalam kaitannya dengan penyelesaian piutang, dicatat
berdasarkan nilai bersih yang dapat direalisasi pada saat pengambilalihan. Selisih lebih saldo
piutang diatas nilai bersih yang dapat direalisasi dari agunan yang diambil alih akan
dibebankan ke cadangan kerugian penurunan nilai piutang.
Nilai realisasi bersih adalah nilai wajar agunan yang diambil alih dikurangi biaya-biaya untuk
melikuidasi aset tersebut. Apabila terjadi selisih lebih nilai realisasi bersih diatas saldo
piutang, agunan yang diambil alih diakui maksimum sebesar saldo piutang.
Selisih antara nilai agunan yang telah diambil alih dan hasil penjualannya diakui sebagai
keuntungan atau kerugian pada saat penjualan agunan.
Beban-beban yang berkaitan dengan pemeliharaan dan renovasi agunan yang diambil alih
dibebankan ke laba rugi pada saat terjadinya.
Bila terjadi penurunan nilai yang bersifat permanen, maka nilai tercatat agunan yang diambil
alih dikurangi untuk mengakui penurunan tersebut dan kerugiannya dibebankan pada laba
rugi.
Manajemen melakukan evaluasi secara berkala atas nilai agunan yang diambil alih. Bila
terjadi penurunan nilai yang bersifat permanen, maka nilai tercatatnya dikurangi untuk
mengakui penurunan tersebut dan kerugiannya dibebankan pada laba rugi.
u. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
Grup menerapkan PSAK No. 236, “Penurunan Nilai Aset”.
Pada setiap akhir periode pelaporan tahunan, Grup menelaah apakah terdapat indikasi suatu
aset mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut atau pada saat uji tahunan
penurunan nilai aset perlu dilakukan, maka Grup membuat estimasi jumlah terpulihkan aset
tersebut.
Jika nilai tercatat aset lebih besar daripada nilai terpulihkannya, maka aset tersebut
dinyatakan mengalami penurunan nilai dan rugi penurunan nilai diakui dalam laba rugi. Dalam
menghitung nilai pakai, estimasi arus kas masa depan bersih didiskontokan ke
nilai kini dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang mencerminkan penilaian
pasar kini dari nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset.
Penelaahan dilakukan pada akhir setiap periode pelaporan tahunan untuk mengetahui
apakah terdapat indikasi bahwa rugi penurunan nilai aset yang telah diakui dalam periode
- 28 -
Page 32
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
sebelumnya mungkin tidak ada lagi atau mungkin telah menurun. Jika indikasi dimaksud
ditemukan, maka Grup mengestimasi jumlah terpulihkan aset tersebut. Kerugian penurunan
nilai yang diakui dalam periode sebelumnya akan dipulihkan apabila nilai tercatat aset tidak
melebihi jumlah terpulihkannya maupun nilai tercatat, neto setelah penyusutan, seandainya
tidak ada rugi penurunan nilai yang telah diakui untuk aset tersebut pada tahun-tahun
sebelumnya. Setelah pemulihan tersebut, penyusutan aset tersebut disesuaikan di periode
mendatang untuk mengalokasikan nilai tercatat aset yang direvisi, dikurangi nilai sisanya,
dengan dasar yang sistematis selama sisa umur manfaatnya.
v. Kontrak Asuransi
Suatu kontrak diklasifikasikan sebagai kontrak asuransi apabila kontrak tersebut menerima
risiko asuransi yang signifikan dari pihak lain (pemegang polis). Risiko asuransi dianggap
signifikan apabila kejadian yang diasuransikan dan bersifat tidak pasti dapat menyebabkan
Grup menanggung pembayaran tambahan yang substansial dalam skenario yang memiliki
substansi komersial.
Grup tidak menerima risiko asuransi dari Grup lain.
Selain itu, meskipun jumlah nominal pembayaran pertanggungan tetap, kontrak tetap dapat
dianggap mengalihkan risiko asuransi yang signifikan apabila waktu terjadinya kejadian yang
diasuransikan tidak pasti dan nilai kini dari pembayaran meningkat akibat pengaruh nilai
waktu dari uang.
Tingkat agregasi dan pengakuan kontrak asuransi
Kontrak asuransi digabungkan ke dalam kelompok untuk tujuan pengukuran. Kelompok
kontrak asuransi ditentukan dengan mengidentifikasi portofolio kontrak asuransi, masing-
masing terdiri dari kontrak yang memiliki risiko serupa dan dikelola bersama, dan membagi
setiap portofolio menjadi kelompok tahunan (berdasarkan tahun penerbitan) dan setiap
kelompok tahunan menjadi tiga kelompok berdasarkan profitabilitas kontrak:
- kontrak yang merugi pada pengakuan awal;
- kontrak yang, pada pengakuan awal, tidak memiliki kemungkinan signifikan untuk
menjadi merugi di kemudian hari; dan;
- kontrak lainnya dalam portfolio.
Kontrak asuransi
Grup mengakui kelompok kontrak Asuransi yang diterbitkannya dari yang paling awal di
antara yang berikut:
- awal periode pertanggungan dari kelompok kontrak;
- tanggal ketika pembayaran pertama dari pemegang polis dalam kelompok jatuh tempo
atau ketika pembayaran pertama diterima jika tidak ada tanggal jatuh tempo; dan
- untuk kelompok kontrak yang merugi, segera setelah fakta dan keadaan menunjukkan
bahwa kelompok tersebut merugi.
Pada saat kontrak diakui, kontrak tersebut ditambahkan ke dalam kelompok kontrak yang
sudah ada atau, jika kontrak tersebut tidak memenuhi syarat untuk dimasukkan ke dalam
kelompok yang ada, maka kontrak tersebut membentuk kelompok baru yang akan
ditambahkan kontrak-kontrak berikutnya. Kelompok kontrak ditetapkan pada saat pengakuan
awal dan komposisinya tidak direvisi setelah semua kontrak telah ditambahkan ke dalam
kelompok.
- 29 -
Page 33
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Kontrak reasuransi
Kelompok kontrak reasuransi dibentuk sedemikian rupa sehingga setiap kelompok terdiri dari
satu kontrak.
Beberapa kontrak reasuransi memberikan perlindungan atas kontrak dasar yang termasuk
dalam kelompok yang berbeda. Namun, Grup menyimpulkan bahwa bentuk hukum kontrak
reasuransi sebagai satu kontrak mencerminkan substansi hak dan kewajiban kontraktual
Grup, dengan mempertimbangkan bahwa perlindungan yang berbeda tersebut berakhir
bersamaan dan tidak dijual secara terpisah. Sebagai hasilnya, kontrak reasuransi tidak
dipisahkan menjadi beberapa komponen asuransi yang terkait dengan kelompok dasar yang
berbeda.
Suatu kelompok kontrak reasuransi diakui pada tanggal berikut:
- Kontrak reasuransi yang dimulai oleh Grup yang memberikan pertanggungan
proporsional: Tanggal saat kontrak asuransi dasar apa pun diakui pertama kali. Ini
berlaku untuk kontrak reasuransi quota share milik Grup.
- Kontrak reasuransi lainnya yang dimulai oleh Grup: Awal periode pertanggungan dari
kelompok kontrak reasuransi. Namun, jika Grup mengakui kelompok kontrak asuransi
dasar yang memberatkan pada tanggal yang lebih awal, dan kontrak reasuransi terkait
telah dimasuki sebelum tanggal tersebut, maka kelompok kontrak reasuransi diakui pada
tanggal yang lebih awal itu. Ini berlaku untuk kontrak reasuransi excess of loss dan stop
loss milik Grup.
- Kontrak reasuransi yang diperoleh: Tanggal perolehan.
Arus kas pemenuhan dalam batasan kontrak
Arus kas pemenuhan terdiri dari:
- Estimasi arus kas masa depan;
- Penyesuaian untuk mencerminkan nilai waktu uang dan risiko keuangan terkait arus kas
masa depan, sejauh risiko keuangan tersebut belum termasuk dalam estimasi arus kas
masa depan; dan
- Penyesuaian risiko untuk risiko nonkeuangan.
Seluruh arus kas masa depan dalam batasan kontrak dimasukkan ke dalam arus kas
pemenuhan dari kelompok kontrak asuransi dan kontrak reasuransi milikan.
Arus kas berada dalam batas kontrak asuransi (dan kontrak reasuransi milikan) jika berasal
dari hak dan kewajiban substantif yang ada, dimana Grup dapat memaksa pemegang polis
untuk membayar premi (atau diwajibkan membayar kepada reasuradur), atau memiliki
kewajiban substantif untuk memberikan jasa kepada pemegang polis (atau hak substantif
untuk menerima jasa dari reasuradur).
Untuk kontrak asuransi, kewajiban substantif untuk memberikan jasa berakhir ketika:
- Grup memiliki kemampuan praktis untuk menilai kembali risiko dan, sebagai hasilnya,
dapat menetapkan harga atau tingkat manfaat baru yang sepenuhnya mencerminkan
risiko tersebut; atau
- Grup memiliki kemampuan praktis untuk menilai kembali risiko portofolio yang berisi
kontrak tersebut dan dapat menetapkan harga atau tingkat manfaat yang sepenuhnya
mencerminkan risiko portofolio tersebut; dan penetapan harga premi untuk
pertanggungan hingga tanggal penilaian ulang tidak mempertimbangkan risiko yang
berkaitan dengan periode setelah tanggal penilaian ulang.
- 30 -
Page 34
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Untuk kontrak reasuransi milikan, hak substantif untuk menerima jasa berakhir ketika:
- reasuradur memiliki kemampuan praktis untuk menilai kembali risiko yang dialihkan
kepadanya dan dapat menetapkan harga atau tingkat manfaat baru yang sepenuhnya
mencerminkan risiko tersebut; atau
- reasuradur dapat menghentikan pertanggungan.
Batas kontrak dinilai ulang pada setiap tanggal pelaporan untuk mencerminkan perubahan
keadaan yang memengaruhi hak dan kewajiban substantif Grup, sehingga batas tersebut
dapat berubah seiring waktu.
Arus kas akuisisi asuransi kontrak asuransi
Arus kas akuisisi asuransi dialokasikan ke kelompok kontrak asuransi dengan menggunakan
metode yang sistematis dan rasional dan mempertimbangkan, dengan cara yang tidak
memihak, semua informasi yang wajar dan terdukung yang tersedia tanpa biaya atau usaha
yang tidak semestinya.
Jika arus kas akuisisi asuransi dapat diatribusikan secara langsung ke sekelompok kontrak,
maka arus kas tersebut dialokasikan ke grup tersebut dan ke grup yang akan mencakup
pembaruan kontrak tersebut.
Jika arus kas akuisisi asuransi dapat diatribusikan secara langsung ke suatu portofolio tetapi
tidak kepada sekelompok kontrak, maka arus kas tersebut dialokasikan ke dalam kelompok-
kelompok dalam portofolio tersebut dengan menggunakan metode yang sistematis dan
rasional.
Model pengukuran
General Measurement Model (GMM)
General Measurement Model (“GMM”) adalah model pengukuran standar yang terdiri dari arus
kas pemenuhan dan margin jasa kontraktual.
Arus kas pemenuhan mewakili nilai sekarang yang disesuaikan dengan risiko dari hak dan
kewajiban Grup kepada pemegang polis, yang mencakup estimasi arus kas yang diharapkan,
diskonto, dan penyesuaian risiko atas risiko nonkeuangan.
Margin jasa kontraktual mewakili laba yang belum diakui dari kontrak yang sedang berjalan
yang akan diakui oleh entitas saat memberikan jasa selama periode pertanggungan.
Variable Fee Approach
Variable Fee Approach (”VFA”) Adalah modifikasi wajib dari General Measurement Model
mengenai perlakuan terhadap margin jasa kontraktual untuk mengakomodasi kontrak
partisipasi langsung. Secara umum, model pengukuran ini digunakan untuk kontrak asuransi
unit-link.
Fitur partisipasi langsung diidentifikasi pada saat awal, dimana Grup memiliki kewajiban untuk
membayar pemegang polis jumlah yang setara dengan nilai wajar dari item dasar dikurangi
biaya variabel sebagai imbalan atas jasa investasi yang disediakan.
- 31 -
Page 35
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Premium Allocation Approach
Premium Allocation Approach (“PAA”) adalah pendekatan yang disederhanakan yang
diterapkan oleh Grup untuk kontrak asuransi dan kontrak reasuransi yang memiliki periode
tidak lebih dari 1 tahun.
Pengukuran liabilitas untuk klaim yang terjadi adalah identik di antara kedua model
pengukuran, kecuali untuk penentuan suku bunga tetap yang digunakan untuk diskonto.
Kontrak yang merugi
Kontrak diakui sebagai kontrak yang merugi jika diperkirakan akan menimbulkan kerugian
pada saat dimulainya kontrak. Kontrak-kontrak dikelompokan secara terpisah dan kerugian
yang diperkirakan terjadi akan diakui dalam laporan laba rugi.
Kelompok kontrak asuransi GMM dengan Contractual Service Margin (“CSM”) pada
pengakuan awal dapat menjadi merugi ketika peningkatan dalam arus kas pemenuhan yang
tidak bervariasi dengan item dasar menyebabkan penurunan bagian pemegang saham atas
item dasar yang melebihi jumlah tercatat CSM. Kelebihan tersebut membentuk kerugian yang
diakui segera dan liabilitas atas sisa masa pertanggungan kemudian dibagi menjadi
komponen kerugian dan liabilitas atas sisa masa pertanggungan (LRC) tanpa komponen
kerugian.
Penghentian pengakuan dan modifikasi kontrak
Grup menghentikan pengakuan kontrak asuransi ketika hak dan kewajiban terkait kontrak
tersebut berakhir (yaitu, dilunasi, dibatalkan, atau kadaluarsa), atau ketika kontrak dimodifikasi
sedemikian rupa sehingga mengakibatkan perubahan dalam model pengukuran, atau standar
yang berlaku untuk mengukur komponen dari kontrak tersebut.
Dalam hal terjadi modifikasi, Grup menghentikan pengakuan kontrak awal dan mengakui
kontrak yang telah dimodifikasi sebagai kontrak baru.
Untuk kontrak reasuransi milikan, Grup mengakui kelompok kontrak reasuransi dari tanggal
paling awal berikut:
a. awal periode pertanggungan dari kelompok kontrak reasuransi milikan. Namun, Grup
menunda pengakuan kelompok kontrak reasuransi yang memberikan pertanggungan
proporsional hingga tanggal saat kontrak asuransi yang mendasarinya diakui pertama
kali, jika tanggal tersebut terjadi setelah awal periode pertanggungan kelompok kontrak
reasuransi milikan; dan
b. tanggal saat Grup mengakui kelompok kontrak asuransi yang merugi, jika Grup telah
mengadakan kontrak reasuransi terkait dalam kelompok kontrak reasuransi milikan pada
atau sebelum tanggal tersebut.
Modifikasi dan penghentian pengakuan kontrak reasuransi milikan mengikuti prinsip yang
sama seperti kontrak asuransi. Jika terdapat perubahan substansial atau adendum terhadap
perjanjian asli, maka kontrak yang ada dihentikan pengakuannya dan kontrak baru diakui.
Tingkat diskonto
Perubahan tingkat diskonto harus mempertimbangkan waktu, mata uang, dan karakteristik
likuiditas dari arus kas dalam kontrak asuransi, yang mungkin berbeda dari aset yang
mendukung liabilitas tersebut.
- 32 -
Page 36
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Grup akan menggunakan pendekatan bottom-up untuk memperoleh tingkat diskonto arus kas.
Berdasarkan pendekatan ini, tingkat diskonto ditentukan sebagai risk-free yield disesuaikan
dengan perbedaan karakteristik likuiditas antara aset keuangan yang digunakan untuk
memperoleh risk-free yield dan arus kas liabilitas yang relevan (dikenal sebagai illiquidity
premium).
Presentasi
Portofolio kontrak asuransi yang merupakan aset dan yang menjadi liabilitas, disajikan secara
terpisah dalam laporan posisi keuangan. Aset atau liabilitas yang diakui untuk arus kas yang
timbul sebelum pengakuan kelompok kontrak terkait (termasuk aset untuk arus kas akuisisi
asuransi) termasuk dalam jumlah tercatat portofolio kontrak terkait.
Grup memisahkan jumlah yang diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
lain menjadi (a) hasil jasa asuransi, yang terdiri dari pendapatan asuransi dan beban jasa
asuransi; dan (b) pendapatan atau beban pembiayaan asuransi. Grup tidak memisahkan
perubahan penyesuaian risiko untuk risiko non-keuangan antara hasil jasa asuransi dan
pendapatan atau beban keuangan asuransi. Semua perubahan penyesuaian risiko untuk
risiko non-keuangan termasuk dalam hasil jasa asuransi.
Pendapatan jasa asuransi - kontrak asuransi yang diukur dengan GMM
CSM mencerminkan laba yang belum direalisasi dan tidak menghasilkan pendapatan maupun
beban pada saat pengakuan awal ketika kelompok kontrak tersebut menguntungkan. CSM
disesuaikan pada setiap periode pelaporan berikutnya untuk perubahan arus kas pemenuhan
yang terkait dengan jasa di masa depan. Untuk pengakuan awal kelompok kontrak yang
merugi dan ketika kelompok kontrak menjadi merugi setelahnya, kerugian diakui segera
sebagai beban jasa asuransi.
CSM akan diakui secara sistematis sebagai pendapatan atas layanan yang telah diberikan
selama periode cakupan yang diharapkan dari suatu kelompok kontrak, tanpa mempengaruhi
laba dari keseluruhan kontrak. Sedangkan, total estimasi kerugian yang mungkin timbul dari
kontrak yang memberatkan diakui di awal. CSM disesuaikan tergantung pada model
pengukuran kelompok kontrak asuransi.
Pendapatan asuransi mencerminkan imbalan yang diharapkan Grup untuk diperoleh sebagai
pertukaran atas pemberian pertanggungan dan layanan kontrak asuransi lainnya (tidak
termasuk komponen investasi). Beban jasa asuransi terdiri dari klaim yang terjadi dan beban
jasa asuransi lainnya yang terjadi (tidak termasuk komponen investasi), serta kerugian atas
kelompok kontrak yang merugi dan pembalikan atas kerugian tersebut.
Beban jasa asuransi
Beban jasa asuransi yang timbul dari kontrak asuransi diakui dalam laba rugi secara umum
pada saat terjadi. Beban ini mengecualikan pengembalian komponen investasi dan terutama
terdiri dari hal-hal berikut:
- klaim yang terjadi dan beban jasa asuransi lainnya;
- amortisasi arus kas akuisisi asuransi ;
- kerugian atas kontrak yang merugikan dan pembalikan atas kerugian tersebut; dan
- penyesuaian terhadap liabilitas atas klaim yang terjadi yang tidak timbul dari pengaruh
nilai waktu uang, Risiko keuangan, dan perubahan terkait.
- 33 -
Page 37
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Pendapatan/beban keuangan asuransi
Pendapatan atau beban keuangan asuransi mencakup perubahan dalam jumlah tercatat
kelompok kontrak asuransi dan kontrak reasuransi yang dimiliki yang timbul dari pengaruh
nilai waktu uang, risiko keuangan, dan perubahannya. Termasuk di dalamnya perubahan
pengukuran kelompok kontrak yang disebabkan oleh perubahan nilai item yang mendasarinya
(tidak termasuk penambahan dan penarikan).
Grup memilih untuk memisahkan pendapatan atau beban keuangan asuransi antara laba rugi
dan penghasilan komprehensif lain. Jumlah yang termasuk dalam laba rugi ditentukan oleh
alokasi sistematis dari total pendapatan atau beban keuangan asuransi yang diharapkan
selama jangka waktu kelompok kontrak.
Transisi
Pada 1 Januari 2025, Grup menerapkan pendekatan retrospektif yang dimodifikasi untuk
mengukur kelompok kontrak tahun terbit sebelum tahun 2025.
Tujuan dari pendekatan retrospektif yang dimodifikasi adalah untuk mencapai hasil yang
paling mendekati penerapan retrospektif dengan menggunakan informasi yang masuk akal
dan dapat didukung yang tersedia tanpa biaya atau usaha yang tidak semestinya. Grup
menerapkan setiap modifikasi berikut hanya sepanjang Grup tidak memiliki informasi yang
wajar dan terdukung untuk menerapkan PSAK No. 117 secara retrospektif.
w. Hasil Investasi
a. Hasil investasi dari deposito berjangka dan obligasi diakui atas dasar proporsi waktu dan
suku bunga yang berlaku.
b. Penghasilan dividen diakui bila hak pemegang saham untuk menerima pembayaran
ditetapkan.
c. Keuntungan atau kerugian kurs mata uang asing yang berkaitan dengan deposito
berjangka dicatat sebagai bagian dari hasil investasi.
d. Keuntungan atau kerugian dari penjualan saham diakui pada saat transaksinya.
x. Pinjaman yang Diterima, Utang Obligasi dan Utang Pemegang Saham
Pinjaman yang diterima, utang obligasi dan utang pemegang saham diklasifikasikan sebagai
liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode
suku bunga efektif. Biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan nilai
perolehan pinjaman yang diterima, utang obligasi, dan utang pemegang saham dikurangkan
dari jumlah pinjaman yang diterima, utang obligasi dan utang pemegang saham.
y. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Pendapatan bunga dan beban bunga diakui dalam laba rugi menggunakan metode suku
bunga efektif.
Biaya transaksi yang terjadi dan dapat diatribusikan secara langsung terhadap perolehan
atau penerbitan instrumen keuangan yang tidak diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
diamortisasi sepanjang umur instrumen keuangan menggunakan metode suku bunga efektif
dan dicatat sebagai bagian dari pendapatan bunga untuk biaya transaksi terkait aset
keuangan, dan sebagai bagian dari beban bunga untuk biaya transaksi terkait liabilitas
keuangan.
- 34 -
Page 38
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Pendapatan pembiayaan multiguna yang belum diakui merupakan perbedaan antara jumlah
angsuran yang akan diterima dan jumlah pokok dari pembiayaan. Pendapatan pembiayaan
multiguna yang belum diakui diamortisasi dan diakui sebagai pendapatan sesuai dengan
jangka waktu perjanjian dengan menggunakan tingkat pengembalian berkala yang efektif dari
piutang pembiayaan multiguna. Pelunasan sebelum masa pembiayaan multiguna berakhir
dianggap sebagai pembatalan perjanjian pembiayaan multiguna dan keuntungan atau
kerugian yang timbul diakui dalam laba rugi peroide berjalan. Grup tidak mengakui
pendapatan bunga dari piutang pembiayaan multiguna yang telah menunggak pembayaran
lebih dari 90 hari. Pendapatan bunga tersebut diakui pada saat pendapatan tersebut telah
diterima.
Pendapatan administrasi yang pertama kali terjadi sehubungan dengan transaksi
pembiayaan multiguna dan pembiayaan modal kerja diakui pada saat terjadinya.
Penghasilan dividen diakui bila hak pemegang saham untuk menerima pembayaran
ditetapkan.
Pendapatan dan beban lainnya diakui pada saat terjadinya atau sesuai dengan masa
manfaatnya (accrual basis).
z. Imbalan Kerja
Grup menerapkan PSAK No. 219, “Imbalan Kerja”.
Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek
Imbalan kerja jangka pendek diakui sebesar jumlah yang tak-terdiskonto sebagai liabilitas
pada laporan posisi keuangan konsolidasian setelah dikurangi dengan jumlah yang telah
dibayar dan sebagai beban dalam laba rugi.
Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang merupakan imbalan pasca-kerja manfaat pasti yang
dibentuk pendanaan khusus dan didasarkan pada masa kerja dan jumlah penghasilan
karyawan pada saat pensiun yang dihitung menggunakan metode Projected Unit Credit.
Pengukuran kembali liabilitas imbalan pasti langsung diakui dalam laporan posisi keuangan
konsolidasian dan penghasilan komprehensif lain pada periode terjadinya dan tidak akan
direklasifikasi ke laba rugi, namun menjadi bagian dari saldo laba. Biaya liabilitas imbalan
pasti lainnya terkait dengan program imbalan pasti diakui dalam laba rugi.
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang yang diakui dalam laporan posisi keuangan
konsolidasian mencerminkan nilai kini kewajiban imbalan pasti setelah dikurangi dengan nilai
wajar aset program. Aset (surplus) imbalan kerja jangka panjang yang timbul dari perhitungan
tersebut diakui sebesar nilai kini pengembalian kas serta pengurangan iuran masa depan dari
program tersebut.
aa. Pajak Penghasilan
Grup menerapkan PSAK No. 212, “Pajak Penghasilan”.
Pajak Kini
Pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam tahun yang bersangkutan yang
dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku.
- 35 -
Page 39
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Pajak Tangguhan
Pajak tangguhan diakui sebagai liabilitas jika terdapat perbedaan temporer kena pajak yang
timbul dari perbedaan antara dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas dengan jumlah
tercatatnya pada tanggal pelaporan.
Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan
rugi fiskal yang dapat dikompensasikan. Aset pajak tangguhan diakui dan direviu pada setiap
tanggal pelaporan atau diturunkan jumlah tercatatnya, sepanjang kemungkinan besar laba
kena pajak tersedia untuk pemanfaatan perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan
rugi fiskal yang dapat dikompensasikan.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan
berlaku ketika aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan, berdasarkan tarif pajak (atau
peraturan pajak) yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada tanggal
pelaporan.
Aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus jika dan hanya jika,
terdapat hak yang dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini
terhadap liabilitas pajak kini dan pajak tangguhan tersebut terkait dengan entitas kena pajak
yang sama dan dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama.
bb. Laba (Rugi) Per Saham Dasar
Grup menerapkan PSAK No. 233, “Laba Per Saham”.
Laba (rugi) per saham dasar dihitung dengan membagi laba (rugi) yang dapat diatribusikan
kepada Pemilik Entitas Induk dengan jumlah rata-rata tertimbang dari saham yang beredar
selama tahun bersangkutan.
cc. Segmen Operasi
Grup menerapkan PSAK No. 108, Segmen Operasi.
Segmen operasi disusun sesuai dengan kebijakan akuntansi yang dianut dalam penyusunan
dan penyajian laporan keuangan konsolidasian.
Segmen operasi diidentifikasi berdasarkan laporan internal komponen-komponen Grup yang
secara berkala dilaporkan kepada pengambil keputusan operasional dalam rangka alokasi
sumber daya ke dalam segmen dan penilaian kinerja Grup.
dd. Provisi
Provisi diakui jika Grup mempunyai kewajiban kini (hukum maupun konstruktif) sebagai akibat
peristiwa masa lalu, yang memungkinkan Grup harus menyelesaikan kewajiban tersebut dan
estimasi yang andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat.
Jumlah yang diakui sebagai provisi adalah hasil estimasi terbaik pengeluaran yang diperlukan
untuk menyelesaikan kewajiban kini pada tanggal pelaporan, dengan mempertimbangkan
risiko dan ketidakpastian terkait kewajiban tersebut.
- 36 -
Page 40
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
ee. Peristiwa Setelah Periode Pelaporan
Peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah periode pelaporan yang menyediakan tambahan
informasi mengenai posisi keuangan konsolidasian Grup pada tanggal laporan posisi
keuangan konsolidasian (peristiwa penyesuai), jika ada, telah tercermin dalam laporan
keuangan konsolidasian. Peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah periode pelaporan yang
tidak memerlukan penyesuaian (peristiwa non-penyesuai), apabila jumlahnya material, telah
diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasian.
3. Penggunaan Estimasi, Pertimbangan dan Asumsi Manajemen
Dalam penerapan kebijakan akuntansi Grup, seperti yang diungkapkan dalam Catatan 2 pada
laporan keuangan konsolidasian, manajemen harus membuat estimasi, pertimbangan, dan
asumsi atas nilai tercatat aset dan liabilitas yang tidak tersedia oleh sumber-sumber lain. Estimasi
dan asumsi tersebut, berdasarkan pengalaman historis dan faktor lain yang dipertimbangkan
relevan.
Manajemen berkeyakinan bahwa pengungkapan berikut telah mencakup ikhtisar estimasi,
pertimbangan dan asumsi signifikan yang dibuat oleh manajemen, yang berpengaruh terhadap
jumlah-jumlah yang dilaporkan serta pengungkapan dalam laporan keuangan konsolidasian.
Pertimbangan
Pertimbangan-pertimbangan berikut dibuat oleh manajemen dalam proses penerapan kebijakan
akuntansi Grup yang memiliki dampak yang paling signifikan terhadap jumlah-jumlah yang diakui
dalam laporan keuangan konsolidasian:
a. Klasifikasi Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
Grup menentukan klasifikasi aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas
keuangan dengan menilai apakah aset dan liabilitas tersebut memenuhi kriteria yang
ditetapkan dalam PSAK No. 109. Aset keuangan dan liabilitas keuangan dicatat sesuai
dengan kebijakan akuntansi Grup sebagaimana diungkapkan dalam Catatan 2.
b. Aset Keuangan yang Tidak Memiliki Kuotasi Harga di Pasar yang Aktif
Grup mengukur seluruh aset keuangan berupa investasi dalam instrumen ekuitas pada nilai
wajarnya. Akan tetapi, pada keadaan terbatas, biaya perolehan dapat merupakan estimasi
nilai wajar yang tepat. Hal tersebut dapat terjadi jika informasi yang terkini tidak tersedia untuk
mengukur nilai wajar, atau terdapat rentang kemungkinan yang cukup besar atas nilai wajar,
dimana biaya perolehan yang merupakan estimasi terbaik nilai wajar berada dalam rentang
tersebut.
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, manajemen Grup memutuskan untuk
mengukur investasi dalam saham pada Catatan 5 pada biaya perolehan, karena nilai wajar
yang dapat diandalkan tidak tersedia dan dampaknya tidak material terhadap laporan
keuangan konsolidasian.
c. Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Aset Keuangan
Pada setiap tanggal laporan posisi keuangan, Grup menilai apakah risiko kredit atas instrumen
keuangan telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika melakukan
penilaian tersebut, Grup mempertimbangkan perubahan risiko gagal bayar yang terjadi
selama umur instrumen keuangan. Dalam melakukan penilaian tersebut, Grup
- 37 -
Page 41
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
membandingkan risiko gagal bayar yang terjadi pada tanggal pelaporan dengan risiko gagal
bayar pada saat pengakuan awal, serta mempertimbangkan informasi, termasuk informasi
masa lalu, kondisi saat ini, dan informasi bersifat perkiraan masa depan (forward-looking),
yang wajar dan terdukung yang tersedia tanpa biaya atau upaya berlebihan.
Grup mengukur cadangan kerugian sepanjang umurnya, jika risiko kredit atas instrumen
keuangan tersebut telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal, jika tidak, maka
Grup mengukur cadangan kerugian untuk instrumen keuangan tersebut sejumlah kerugian
kredit ekspektasian 12 bulan. Suatu evaluasi yang bertujuan untuk mengidentifikasi jumlah
cadangan kerugian ekspektasian yang harus dibentuk, dilakukan secara berkala pada setiap
periode pelaporan. Oleh karena itu, saat dan besaran jumlah cadangan kerugian ekspektasian
yang tercatat pada setiap periode dapat berbeda tergantung pada pertimbangan atas
informasi yang tersedia atau berlaku pada saat itu.
Nilai tercatat aset keuangan Grup pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 adalah
sebagai berikut:
30 Juni 31 Desember
2026 2025
Kas dan setara kas - bersih 1,781,313 2,145,309
Investasi - bersih 978,886 904,029
Piutang pembiayaan multiguna - bersih 1,050,108 1,257,941
Piutang pembiayaan modal kerja - bersih 668,820 699,349
Piutang sewa pembiayaan - bersih 732,935 391,661
Piutang lain-lain - bersih 72,013 20,830
Aset lain-lain - simpanan jaminan 385 496
Jumlah 5,284,460 5,419,615
d. Sewa
Grup Sebagai Penyewa
Grup telah menandatangani sejumlah perjanjian sewa ruangan. Grup menentukan bahwa
sewa tersebut memenuhi kriteria pengakuan dan pengukuran aset hak-guna dan liabilitas
sewa sesuai dengan PSAK No. 116, Sewa.
Grup Sebagai Pesewa
Grup telah menandatangani sejumlah perjanjian sewa ruangan. Grup menentukan bahwa
sewa tersebut adalah sewa operasi karena Grup menanggung secara signifikan seluruh risiko
dan manfaat dari kepemilikan aset-aset tersebut.
e. Pajak Penghasilan
Pertimbangan yang signifikan dibutuhkan untuk menentukan jumlah pajak penghasilan.
Terdapat sejumlah transaksi dan perhitungan yang menimbulkan ketidakpastian penentuan
jumlah pajak penghasilan karena interpretasi atas peraturan pajak yang berbeda. Jika hasil
pemeriksaan pajak berbeda dengan jumlah yang sebelumnya telah dibukukan, maka selisih
tersebut akan berdampak terhadap aset dan liabilitas pajak kini dan tangguhan dalam periode
dimana hasil pemeriksaan tersebut terjadi.
- 38 -
Page 42
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
f. Penilaian dari liabilitas kontrak asuransi
Arus Kas Pemenuhan
Arus kas pemenuhan kontrak asuransi mewakili nilai kini dari estimasi arus kas keluar masa
depan, dikurangi nilai kini dari estimasi arus kas masuk masa depan, dan disesuaikan dengan
provisi untuk penyesuaian risiko terhadap risiko non keuangan.
Saat memperkirakan arus kas masa depan, Grup mempertimbangkan ekspektasi terkini
tentang peristiwa masa depan yang mungkin memengaruhi seluruh arus kas dalam batas
kontrak, seperti penerimaan premi, pembayaran kepada pemegang polis, arus kas akuisisi
asuransi, dan biaya lain yang terjadi.
Margin jasa kontraktual
CSM mewakili keuntungan yang belum diterima yang akan diakui Grup seiring dengan
pemberian jasa kontrak asuransi di masa depan. Pelepasan CSM untuk suatu kelompok
kontrak diakui sebagai pendapatan jasa asuransi dalam laporan laba rugi konsolidasian
berdasarkan jumlah unit pertanggungan yang diberikan selama periode tersebut. Unit
pertanggungan ditentukan oleh besarnya manfaat yang diberikan dalam suatu kontrak dan
durasi perlindungan yang diharapkan. Periode pertanggungan yang diharapkan ditentukan
berdasarkan kemungkinan terjadinya peristiwa yang diasuransikan sejauh mereka
mempengaruhi durasi yang diharapkan dari kontrak dalam kelompok tersebut. Menentukan
periode pertanggungan yang diharapkan memerlukan penilaian karena melibatkan perkiraan
tentang kejadian klaim dan pembatalan yang akan terjadi.
g. Transaksi dari PSAK No.104 ke PSAK No.117
Grup menerapkan PSAK No. 117 untuk periode laporan keuangan konsolidasian yang dimulai
pada 1 Januari 2024. Grup telah menentukan bahwa penerapan pendekatan retrospektif
penuh tidak praktis karena informasi historis tertentu tidak tersedia atau tidak dapat diperoleh
tanpa biaya atau upaya yang berlebihan sehingga memungkinkan penggunaannya dalam
pendekatan tersebut.
Oleh karena itu, Grup menerapkan pendekatan nilai retrospektif modifikasian. Grup
menggunakan pertimbangan dalam menentukan pendekatan transisi, menerapkan metode
transisi, dan mengukur dampak transisi pada tanggal transisi, yang akan memengaruhi jumlah
yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian pada tanggal transisi.
Estimasi dan Asumsi
Asumsi utama mengenai masa depan dan sumber utama lain dalam mengestimasi ketidakpastian
pada tanggal pelaporan yang mempunyai risiko signifikan yang dapat menyebabkan penyesuaian
material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas dalam periode berikutnya diungkapkan di bawah
ini. Grup mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia saat laporan keuangan
disusun. Kondisi yang ada dan asumsi mengenai perkembangan masa depan dapat berubah
karena perubahan situasi pasar yang berada di luar kendali Grup. Perubahan tersebut tercermin
dalam asumsi ketika keadaan tersebut terjadi:
- 39 -
Page 43
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
a. Nilai Wajar Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mensyaratkan pengukuran aset keuangan dan
liabilitas keuangan tertentu pada nilai wajarnya, dan penyajian ini mengharuskan penggunaan
estimasi. Komponen pengukuran nilai wajar yang signifikan ditentukan berdasarkan bukti-bukti
obyektif yang dapat diverifikasi (seperti nilai tukar, suku bunga), sedangkan saat dan besaran
perubahan nilai wajar dapat menjadi berbeda karena penggunaan metode penilaian yang
berbeda.
Nilai wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan diungkapkan pada Catatan 26.
b. Estimasi Masa Manfaat Properti Investasi, Aset Tetap, dan Aset untuk Disewakan
Masa manfaat dari properti investasi, aset tetap, dan aset untuk disewakan Grup diestimasi
berdasarkan jangka waktu aset tersebut diharapkan tersedia untuk digunakan. Estimasi
tersebut didasarkan pada penilaian kolektif berdasarkan bidang usaha yang sama, evaluasi
teknis internal dan pengalaman dengan aset sejenis. Estimasi masa manfaat aset ditelaah
secara berkala dan diperbarui jika estimasi berbeda dari perkiraan sebelumnya yang
disebabkan karena pemakaian, usang secara teknis atau komersial serta keterbatasan hak
atau pembatasan lainnya terhadap penggunaan aset. Dengan demikian, hasil operasi di masa
mendatang mungkin dapat terpengaruh secara signifikan oleh perubahan dalam jumlah dan
waktu terjadinya biaya karena perubahan yang disebabkan oleh faktor-faktor yang disebutkan
di atas. Penurunan estimasi masa manfaat ekonomis aset tetap akan menyebabkan kenaikan
beban penyusutan dan penurunan nilai tercatat properti investasi, aset tetap, aset untuk
disewakan.
Nilai tercatat properti investasi, aset tetap, dan aset untuk disewakan diungkapkan pada
Catatan 12, 13, dan 14.
c. Penilaian Liabilitas Kontrak Asuransi
Estimasi Arus Kas Masa Depan
Dalam mengestimasi arus kas masa depan, Grup memasukan, secara tidak bias, seluruh
informasi yang wajar dan dapat didukung yang tersedia pada tanggal pelaporan. Informasi
tersebut mencakup data historis internal dan eksternal mengenai klaim dan pengalaman
lainnya, yang diperbaharui untuk mencerminkan ekspektasi terkini atas peristiwa di masa
depan.
Estimasi arus kas masa depan mencerminkan pandangan Grup atas kondisi terkini pada
tanggal pelaporan. Sepanjang estimasi atas setiap variabel pasar yang relevan konsisten
dengan harga pasar yang dapat diobservasi.
Arus kas yang berada dalam batas kontrak adalah arus kas yang berhubungan secara
langsung dengan pemenuhan kontrak, termasuk arus kas yang jumlah atau waktu terjadinya
berada dalam diskresi Grup, yang mencakup pembayaran kepada pemegang polis, arus kas
akuisisi asuransi, serta biaya lain yang timbul dalam rangka pemenuhan kontrak.
Arus kas akuisisi asuransi dan biaya lainnya yang timbul dalam rangka pemenuhan kontrak
mencakup biaya langsung serta alokasi biaya overhead. Arus kas yang dapat diatribusikan
pada aktivitas akuisisi dan aktivitas pemenuhan lainnya dialokasikan ke kelompok kontrak
dengan menggunakan metode yang sistematis dan rasional serta diterapkan secara
konsisten.
- 40 -
Page 44
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Tingkat Diskonto
Grup menetapkan tingkat diskonto untuk mengukur arus kas masa depan kontrak asuransi,
yaitu tingkat diskonto yang mencerminkan nilai waktu dari uang, karakteristik arus kas liabilitas
kontrak asuransi, serta konsistensi dengan informasi pasar yang dapat diobservasi pada
tanggal pelaporan.
Grup mengadopsi pendekatan bottom-up, dimana tingkat diskonto didasarkan pada risk-free
yield curve dan penyesuaian untuk illiquidity premium. Untuk illiquidity premium, kategori
likuiditas rendah diberikan menggunakan system penilaian obyektif yang didasarkan pada
karateristik likuiditas rendah dari produk di setiap portfolio.
Penyesuaian Risiko untuk Risiko Non Keuangan
Penyesuaian risiko untuk risiko non keuangan ditentukan untuk mencerminkan kompensasi
yang dibutuhkan oleh Grup atas penanggungan risiko non keuangan dan tingkat aversi
risikonya.
Penyesuaian risiko ini mencerminkan dampak manfaat diversifikasi antar berbagai lini bisnis,
yang ditentukan dengan menggunakan teknik matriks korelasi. Penyesuaian risiko untuk risiko
non keuangan ditentukan dengan menggunakan teknik tingkat keyakinan (confidence level
technique). Dalam menentukan penyesuaian risiko untuk risiko non keuangan atas kontrak
reasuransi, Grup menerapkan pendekatan yang sama dengan yang digunakan untuk kontrak
asuransi yang mendasarinya atas arus kas yang dapat diatribusikan kepada reasuransi.
Tingkat keyakinan target yang digunakan adalah 75% untuk kontrak asuransi.
Amortisasi Marjin Jasa Kontraktual
CSM merupakan komponen dari aset atau liabilitas untuk kelompok kontrak asuransi yang
merepresentasikan laba yang belum diakui yang akan diakui oleh Grup seiring dengan
penyediaan jasa asuransi di masa depan. Sejumlah CSM untuk suatu kelompok kontrak
asuransi diakui dalam laba rugi sebagai pendapatan asuransi pada setiap periode untuk
mencerminkan jasa kontrak asuransi yang diberikan berdasarkan kelompok kontrak asuransi
tersebut pada periode bersangkutan.
Jumlah CSM yang diakui ditentukan melalui tahapan sebagai berikut:
a. Mengidentifikasi unitpertanggungan (coverage units) dalam kelompok kontrak
b. Mengalokasikan CSM pada akhir periode pelaporan (sebelum pengakuan jumlah apa
pun dalam laba rugi untuk mencerminkan jasa kontrak asuransi yang diberikan pada
periode tersebut) secara merata kepada setiap unit pertanggungan yang diberikan pada
periode berjalan dan yang diharapkan akan diberikan di masa depan; dan
c. Mengakui dalam laba rugi jumlah CSM yang dialokasikan kepada unit pertanggungan
yang diberikan pada periode berjalan.
Jumlah unit pertanggungan dalam suatu kelompok merupakan kuantitas jasa kontrak
asuransi yang diberikan oleh kontrak kontrak dalam kelompok
tersebut, yang ditentukan dengan mempertimbangkan kuantitas manfaat yang diberikan serta
periode pertanggungan yang diharapkan. Total unit pertanggungan dari setiap kelompok
kontrak asuransi dinilai kembali pada akhir setiap periode pelaporan untuk menyesuaikan
dengan penurunan sisa pertanggungan akibat klaim yang dibayar, ekspektasi lapse, serta
pembatalan kontrak yang terjadi dalam periode tersebut. Selanjutnya, unit pertanggungan
- 41 -
Page 45
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
tersebut dialokasikan berdasarkan rata-rata durasi tertimbang probabilitas dari setiap unit
pertanggungan yang diberikan pada periode berjalan dan yang diharapkan akan diberikan di
masa depan.
Untuk kontrak reasuransi yang dimiliki, amortisasi CSM dilakukan dengan cara yang serupa
dengan kontrak reasuransi yang diterbitkan dan mencerminkan pola yang diharapkan dari
penjaminan atas kontrak-kontrak yang mendasarinya, karena tingkat jasa yang diberikan
bergantung pada jumlah kontrak yang mendasari yang masih berlaku.
d. Imbalan Kerja Jangka Panjang
Penentuan liabilitas imbalan kerja jangka panjang dipengaruhi oleh asumsi tertentu yang
digunakan oleh aktuaris dalam menghitung jumlah tersebut. Asumsi-asumsi tersebut
dijelaskan dalam Catatan 38 dan mencakup, antara lain, tingkat kenaikan gaji, dan tingkat
diskonto yang ditentukan dengan mengacu pada imbal hasil pasar atas bunga obligasi
Pemerintah. Hasil aktual yang berbeda dengan asumsi Grup dibukukan pada penghasilan
komprehensif lain dan dengan demikian, berdampak pada jumlah penghasilan komprehensif
lain yang diakui dan liabilitas yang tercatat pada periode-periode mendatang. Grup
berkeyakinan bahwa asumsi-asumsi yang digunakan adalah tepat dan wajar, namun
demikian, perbedaan signifikan pada hasil aktual, atau perubahan signifikan dalam asumsi-
asumsi tersebut dapat berdampak signifikan pada jumlah liabilitas imbalan kerja jangka
panjang.
Nilai tercatat liabilitas imbalan kerja diungkapkan pada Catatan 37.
e. Aset Pajak Tangguhan
Aset pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer antara nilai tercatat aset dan
liabilitas pada laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak jika besar kemungkinan
bahwa jumlah laba kena pajak akan memadai untuk pemanfaatan perbedaan temporer yang
diakui. Estimasi manajemen yang siginifikan diperlukan untuk menentukan jumlah aset pajak
tangguhan yang diakui berdasarkan kemungkinan waktu realisasinya dan jumlah laba kena
pajak pada masa mendatang serta strategi perencanaan pajak masa depan. Aset pajak
tangguhan diungkapkan pada Catatan 38.
f. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
Penelaahan atas penurunan nilai dilakukan apabila terdapat indikasi penurunan nilai aset
tertentu. Penentuan nilai wajar aset membutuhkan estimasi arus kas yang diharapkan akan
dihasilkan dari pemakaian berkelanjutan dan pelepasan akhir atas aset tersebut. Perubahan
signifikan dalam asumsi-asumsi yang digunakan untuk menentukan nilai wajar dapat
berdampak signifikan pada nilai terpulihkan dan jumlah kerugian penurunan nilai yang terjadi
mungkin berdampak material pada hasil operasi Grup.
Nilai tercatat aset-aset non keuangan tersebut diungkapkan pada Catatan 12, 13
dan 14.
- 42 -
Page 46
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
4. Kas dan Setara Kas
30 Juni 31 Desember
2026 2025
Kas 174 644
Bank
Rupiah
Pihak berelasi
PT Bank Sinarmas Tbk 35,326 21,132
PT Bank Nano Syariah 7,692 4,022
Jumlah 43,018 25,154
Pihak ketiga
PT Bank Jago Tbk 915,218 454,781
PT Bank DBS Indonesia 178,567 45,417
PT Bank Super Bank One Satrio 133,523 148,741
PT Bank Sea Bank 114,839 66,896
PT Bank Central Asia Tbk 53,834 31,188
PT Bank CCB 46,007 500,102
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 25,937 56
PT Bank Neo Commerce Tbk 24,735 8,117
PT Bank Syariah Nasional 10,012 25,012
PT Bank Sampoerna 3,165 273
PT Bank Shinhan Indonesia 2,929 1,834
PT Bank Raya Indonesia Tbk 2,860 2,531
PT Bank Syariah Indonesia Tbk 1,032 261
PT Bank Capital Indonesia Tbk 513 365
PT Bank JTrust Indonesia Tbk 468 443
PT Bank Mega Syariah 431 80
PT Bank Maybank Indonesia Syariah 403 228
PT Bank Maybank Indonesia Tbk 307 269
PT Bank Jabar Banten Syariah 257 181
PT Bank Mayapada International Tbk 146 16
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 94 51
PT Bank Victoria International Tbk 92 85
PT Bank Mega Tbk 90 42
PT Bank Danamon Indonesia Tbk 65 279
PT Bank Pan Indonesia Tbk 64 65
PT Bank Amar Indonesia Tbk 17 15
PT Bank Ina Perdana Tbk 16 9
PT Bank Mandiri Persero Tbk 15 -
PT Bank Mandiri PerseroTbk - 82
Lainnya 14 17
Jumlah 1,515,650 1,287,436
Jumlah 1,558,668 1,312,590
- 43 -
Page 47
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
30 Juni 31 Desember
2026 2025
Jumlah 1,558,668 1,312,590
Dolar Amerika Serikat
Pihak berelasi
PT Bank Sinarmas Tbk 250 13
Jumlah - Bank 1,558,918 1,312,603
Deposito berjangka
Rupiah
Pihak berelasi
PT Bank Sinarmas Tbk 59,150 165,650
Pihak ketiga
PT Bank KB Indonesia Tbk 100,000 -
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa
Barat dan Banten Syariah 40,000 17,500
PT Bank Mandiri Persero Tbk 10,000 -
PT Bank Maybank Indonesia Tbk 8,000 192,480
PT Bank Jago Tbk - 200,000
PT Bank DBS Indonesia - 100,000
PT Bank Mega Tbk - 77,300
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk - 30,000
PT Bank Shinhan Indonesia - 20,000
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk - 15,940
PT Bank JTrust Indonesia Tbk - 9,725
PT Bank Sampoerna - 1,000
Jumlah 158,000 663,945
Dolar Amerika Serikat
Pihak berelasi
PT Bank Sinarmas Tbk 5,071 2,467
Jumlah 5,071 2,467
Jumlah deposito berjangka 222,221 832,062
Jumlah kas dan setara kas - bersih 1,781,313 2,145,309
Tidak dibentuk cadangan kerugian penurunan nilai pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember
2025 karena manajemen berpendapat bahwa seluruh kas dan setara kas dapat dipulihkan.
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, tidak terdapat saldo kas dan setara kas yang
tidak dapat digunakan oleh Grup.
- 44 -
Page 48
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
5. Investasi
30 Juni 31 Desember
2026 2025
Diukur pada biaya perolehan diamortisasi
Sukuk
Pihak berelasi - 100,000
Pihak ketiga 25,000 25,002
Jumlah 25,000 125,002
Obligasi
Rupiah
Pihak ketiga 71,591 81,732
Dolar Amerika Serikat (Catatan 40)
Pihak ketiga 178,560 167,820
Jumlah 250,151 249,552
Jumlah 275,151 374,554
Diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Unit Reksadana
Rupiah
Pihak ketiga 25,712 25,214
Sukuk
Pihak ketiga 200,584 101,845
Obligasi
Rupiah
Pihak ketiga 436,532 362,475
Dolar Amerika Serikat
Pihak ketiga 40,323 40,182
Jumlah 476,855 402,657
Jumlah 703,151 529,716
Diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain
Saham
Pihak berelasi 8 8
Pihak ketiga 4,041 5,044
Jumlah 4,049 5,052
Jumlah 982,351 909,322
Cadangan kerugian penurunan nilai (3,465) (5,293)
Jumlah - bersih 978,886 904,029
- 45 -
Page 49
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai adalah sebagai berikut:
30 Juni 31 Desember
2026 2025
Saldo awal 5,293 -
Penambahan (pemulihan) periode berjalan (1,828) 5,293
Saldo akhir 3,465 5,293
Sebagai perusahaan asuransi, ASI, entitas anak, diwajibkan untuk membentuk dana jaminan
dalam jumlah yang lebih besar antara 20% dari modal sendiri minimum dan hasil penjumlahan 1%
dari premi bruto dengan 0,25% dari premi reasuransi sebagaimana diatur dalam POJK
No. 71/POJK.05/2016 tentang Kesehatan Keuangan Perusahaan Asuransi dan Perusahaan
Reasuransi. Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, rincian dana jaminan yang dipersyaratkan
sebagai simpanan wajib ASI adalah sebagai berikut:
30 Juni 31 Desember
2026 2025
Diukur pada biaya perolehan diamortisasi
Sukuk
Pihak Ketiga 24,978 25,027
Obligasi
Pihak Ketiga 29,481 20,410
Jumlah 54,459 45,437
Diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Sukuk
Pihak Ketiga 38,588 6,000
Obligasi
Pihak Ketiga 4,197 4,498
Jumlah 42,785 10,498
Jumlah - bersih 97,244 55,935
ASI telah memenuhi ketentuan mengenai besarnya dana jaminan tersebut diatas pada tanggal
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025.
- 46 -
Page 50
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
6. Piutang Pembiayaan Multiguna
a. Terdiri dari:
30 Juni 31 Desember
2026 2025
Pihak berelasi
Piutang pembiayaan multiguna - bruto 475 522
Pihak ketiga
Piutang pembiayaan multiguna - bruto 2,552,392 3,145,677
Jumlah 2,552,867 3,146,199
Dikurangi:
Bagian yang dibiayai pihak lain (981,443) (1,265,712)
Jumlah piutang pembiayaan multiguna 1,571,424 1,880,487
Pendapatan pembiayaan multiguna yang
belum diakui - bruto (571,008) (691,478)
Dikurangi:
Bagian yang dibiayai pihak lain 94,045 117,572
Jumlah pendapatan pembiayaan multiguna
yang belum diakui (476,963) (573,906)
Jumlah 1,094,461 1,306,581
Cadangan kerugian penurunan nilai (44,353) (48,640)
Jumlah - bersih 1,050,108 1,257,941
b. Analisis atas perubahan dalam nilai tercatat bruto terkait piutang pembiayaan multiguna
adalah sebagai berikut:
30 Juni 2026
Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Jumlah
Nilai tercatat bruto awal 1,117,847 100,304 88,430 1,306,581
Transfer ke tahap 1 87,232 (60,176) (27,056) -
Transfer ke tahap 2 (5,096) 40,038 (34,942) -
Transfer ke tahap 3 (152) (89) 240 -
Aset baru 152,915 1,230 305 154,451
Perubahan neto (427,257) 6,442 138,805 (282,010)
Aset dihentikan pengakuannya
(selain karena penghapusbukuan) - - - -
Penghapusbukuan - - (84,560) (84,560)
Nilai tercatat bruto akhir 925,489 87,751 81,221 1,094,461
- 47 -
Page 51
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Desember 2025
Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Jumlah
Nilai tercatat bruto awal 1,374,564 112,458 92,211 1,579,233
Transfer ke tahap 1 116,624 (62,333) (54,291) -
Transfer ke tahap 2 (2,803) 11,778 (8,975) -
Transfer ke tahap 3 (104) (388) 492 -
Aset baru 493,342 19,349 19,000 531,691
Perubahan neto (863,776) 19,440 227,108 (617,228)
Aset dihentikan pengakuannya
(selain karena penghapusbukuan) - - - -
Penghapusbukuan - - (187,115) (187,115)
Nilai tercatat bruto akhir 1,117,847 100,304 88,430 1,306,581
c. Analisis atas perubahan dalam nilai cadangan atas kerugian kredit ekspektasian terkait
piutang pembiayaan multiguna adalah sebagai berikut:
30 Juni 2026
Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Jumlah
Saldo awal 17,531 8,911 22,198 48,640
Transfer ke tahap 1 12,346 (5,401) (6,945) -
Transfer ke tahap 2 (146) 9,219 (9,073) -
Transfer ke tahap 3 (3) (9) 12 -
Aset baru 2,100 115 79 2,294
Perubahan neto (16,476) (4,873) 99,329 77,979
Aset dihentikan pengakuannya
(selain karena penghapusbukuan) - - - -
Penghapusbukuan - - (84,560) (84,560)
Saldo akhir 15,352 7,962 21,039 44,353
31 Desember 2025
Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Jumlah
Saldo awal 21,258 9,854 23,118 54,230
Transfer ke tahap 1 20,157 (5,776) (14,381) -
Transfer ke tahap 2 (71) 2,453 (2,382) -
Transfer ke tahap 3 (3) (39) 42 -
Aset baru 1,493 1,889 5,067 8,449
Perubahan neto (25,303) 530 197,849 173,076
Aset dihentikan pengakuannya -
(selain karena penghapusbukuan) - - - -
Penghapusbukuan - - (187,115) (187,115)
Saldo akhir 17,531 8,911 22,198 48,640
Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai pada tanggal
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 memadai untuk menutup kerugian yang mungkin timbul
dari tidak tertagihnya piutang pembiayaan multiguna tersebut.
d. Suku bunga per tahun pembiayaan multiguna untuk tahun 2026 dan 2025 masing-masing
sebesar 6,34% - 21,72% dan 5,49% - 21,35%.
- 48 -
Page 52
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
e. Rincian pembiayaan multiguna menurut jenis objek pembiayaan:
30 Juni 31 Desember
2026 2025
Objek Pembiayaan
Mobil 1,567,482 1,876,038
Rumah 3,320 3,691
Lain-lain 622 758
Jumlah 1,571,424 1,880,487
f. Perusahaan memberikan pembiayaan untuk kendaraan dengan jangka waktu antara 1 (satu)
sampai dengan 5 (lima) tahun.
g. Berikut ini disajikan rincian piutang pembiayaan multiguna berdasarkan sisa umur sampai
dengan saat jatuh temponya sebagai berikut:
30 Juni 31 Desember
2026 2025
Tidak lebih atau sama dengan 1 tahun 696,561 823,825
Lebih dari 1 tahun sampai dengan 2 tahun 459,175 551,717
Lebih dari 2 tahun sampai dengan 3 tahun 263,064 327,507
Lebih dari 3 tahun sampai dengan 4 tahun 152,624 177,438
Jumlah 1,571,424 1,880,487
h. Piutang pembiayaan multiguna dijamin dengan Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB)
dari kendaraan bermotor yang dibiayai Perusahaan.
i. Piutang pembiayaan multiguna pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 digunakan
sebagai jaminan atas pinjaman yang diterima sebesar 45,27% dan 60,70% (Catatan 19) serta
utang obligasi sebesar 0.26% dan 6,08% (Catatan 21).
- 49 -
Page 53
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
7. Piutang Pembiayaan Modal Kerja
a. Terdiri dari:
30 Juni 31 Desember
2026 2025
Pihak berelasi
Skema anjak piutang 18,954 18,954
Pihak ketiga
Skema anjak piutang 662,526 668,030
Pembiayaan modal kerja 65,637 66,012
Modal Usaha 545 -
Jumlah 728,708 734,042
Jumlah 747,662 752,996
Cadangan kerugian penurunan nilai (78,842) (53,647)
Jumlah - bersih 668,820 699,349
Suku bunga per tahun
Rupiah 1,00% - 14,70% 1,00% - 14,00%
b. Analisis atas perubahan dalam nilai tercatat bruto terkait pembiayaan modal kerja adalah
sebagai berikut:
30 Juni 2026
Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Jumlah
Nilai tercatat bruto awal 752,996 - - 752,996
Transfer ke tahap 1 - - - -
Transfer ke tahap 2 - - - -
Transfer ke tahap 3 - - - -
Aset baru - - - -
Perubahan neto (5,334) - - (5,334)
Aset dihentikan pengakuannya
(selain karena penghapusbukuan) - - - -
Penghapusbukuan - - - -
Nilai tercatat bruto akhir 747,662 - - 747,662
- 50 -
Page 54
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Desember 2025
Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Jumlah
Nilai tercatat bruto awal 1,162,324 - - 1,162,324
Transfer ke tahap 1 - - - -
Transfer ke tahap 2 - - - -
Transfer ke tahap 3 - - - -
Aset baru - - - -
Perubahan neto (559,701) - - (559,701)
Aset dihentikan pengakuannya
(selain karena penghapusbukuan) - - - -
Penghapusbukuan 150,373 - - 150,373
Nilai tercatat bruto akhir 752,996 - - 752,996
c. Analisis atas perubahan dalam nilai cadangan atas kerugian kredit ekspektasian terkait
pembiayaan modal kerja adalah sebagai berikut:
30 Juni 2026
Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Jumlah
Saldo awal 53,647 - - 53,647
Transfer ke tahap 1 - - - -
Transfer ke tahap 2 - - - -
Transfer ke tahap 3 - - - -
Aset baru - - - -
Perubahan neto 25,195 - - 25,195
Aset dihentikan pengakuannya
(selain karena penghapusbukuan) - - - -
Penghapusbukuan - - - -
Saldo akhir 78,842 - - 78,842
31 Desember 2025
Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Jumlah
Saldo awal 155,421 - - 155,421
Transfer ke tahap 1 - - - -
Transfer ke tahap 2 - - - -
Transfer ke tahap 3 - - - -
Aset baru - - - -
Perubahan neto (252,147) - - (252,147)
Aset dihentikan pengakuannya -
(selain karena penghapusbukuan) - - - -
Penghapusbukuan 150,373 - - 150,373
Saldo akhir 53,647 - - 53,647
Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai pada tanggal
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 telah memadai untuk menutup kerugian yang mungkin
timbul dari tidak tertagihnya piutang pembiayaan modal kerja tersebut.
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, seluruh piutang pembiayaan modal kerja
dinilai secara individual penurunan nilainya.
- 51 -
Page 55
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
d. Piutang pembiayaan modal kerja Perusahaan jatuh tempo dalam waktu 1 (satu) sampai
dengan 5 (lima) tahun.
e. Berikut ini disajikan rincian piutang pembiayaan modal kerja berdasarkan jatuh tempo
perjanjiannya sebagai berikut:
30 Juni 31 Desember
2026 2025
Tidak lebih atau sama dengan 1 tahun 479,441 483,975
Lebih dari 1 tahun 268,221 269,021
Jumlah 747,662 752,996
f. Seluruh piutang pembiayaan modal kerja menggunakan syarat with recourse.
g. Piutang pembiayaan modal kerja pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
digunakan sebagai jaminan atas pinjaman yang diterima sebesar nihil dan 8,77% (Catatan 19)
serta utang obligasi sebesar 8,98% dan 71,58% (Catatan 21).
8. Piutang Sewa Pembiayaan
a. Terdiri dari:
30 Juni 31 Desember
2026 2025
Rupiah
Pihak ketiga 1,082,791 578,184
Pendapatan pembiayaan yang belum diakui (335,979) (181,251)
Jumlah 746,812 396,933
Cadangan kerugian penurunan nilai (13,877) (5,272)
Jumlah - bersih 732,935 391,661
Suku bunga per tahun
Rupiah 5.00% - 22,14% 6,51% - 21,58%
- 52 -
Page 56
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
b. Analisis atas perubahan dalam nilai tercatat bruto terkait piutang sewa pembiayaan adalah
sebagai berikut:
30 Juni 2026
Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Jumlah
Nilai tercatat bruto awal 394,847 1,840 246 396,933
Transfer ke tahap 1 19,053 (12,988) (6,065)
Transfer ke tahap 2 247 813 (1,060)
Transfer ke tahap 3 - - -
Aset baru 418,832 2,770 491 422,092
Perubahan neto (110,061) 23,598 14,255 (72,208)
Penghapusan - - (5) (5)
Nilai tercatat bruto akhir 722,917 16,033 7,861 746,812
31 Desember 2025
Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Jumlah
Nilai tercatat bruto awal 98,387 - - 98,387
Aset baru 390,577 1,745 392,322
Perubahan neto 4,157 95 258 4,510
Penghapusanbukuan (98,274) - (12) (98,286)
Nilai tercatat bruto akhir 394,847 1,840 246 396,933
c. Analisis atas perubahan dalam nilai cadangan atas kerugian kredit ekspektasian terkait
piutang sewa pembiayaan adalah sebagai berikut:
30 Juni 2026
Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Jumlah
Saldo awal 5,049 162 61 5,272
Transfer ke tahap 1 2,755 (1,193) (1,562) -
Transfer ke tahap 2 9 266 (275) -
Transfer ke tahap 3 - - - -
Aset baru 5,709 234 127 6,070
Perubahan neto (3,129) 1,989 3,680 2,540
Penghapusan - - (5) (5)
Saldo akhir 10,393 1,458 2,026 13,877
31 Desember 2025
Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Jumlah
Saldo awal 17,344 - - 17,344
Aset baru 5,049 162 - 5,211
Perubahan neto 80,930 - 73 81,003
Penghapusbukuan (98,274) - (12) (98,286)
Saldo akhir 5,049 162 61 5,272
Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai pada tanggal
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 telah memadai untuk menutup kerugian yang mungkin
timbul dari tidak tertagihnya piutang sewa pembiayaan tersebut.
- 53 -
Page 57
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
d. Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 piutang sewa pembiayaan berdasarkan
kolektibilitas adalah sebagai berikut:
30 Juni 31 Desember
2026 2025
Lancar 697,187 392,101
Dalam perhatian khusus 41,763 4,586
Kurang lancar 1,631 72
Diragukan 4,560 174
Macet 1,671 -
Jumlah 746,812 396,933
Cadangan kerugian penurunan nilai (13,877) (5,272)
Neto 732,935 391,661
e. Piutang sewa pembiayaan Perusahaan jatuh tempo dalam waktu 1 (satu) sampai dengan
4 (empat) tahun.
f. Berikut ini disajikan rincian piutang sewa pembiayaan berdasarkan jatuh tempo perjanjiannya
sebagai berikut:
30 Juni 31 Desember
2026 2025
Tidak lebih atau sama dengan 1 tahun 415,917 214,481
Lebih dari 1 tahun sampai dengan 2 tahun 351,162 183,744
Lebih dari 2 tahun 315,712 179,959
Jumlah 1,082,791 578,184
g. Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, piutang sewa pembiayaan yang
digunakan sebagai jaminan pinjaman yang diterima sebesar 50,17% dan 39,31% (Catatan 19)
serta utang obligasi sebesar nihil dan nihil (Catatan 21).
9. Piutang Ijarah Multijasa
Akun ini merupakan Piutang Pembiayaan Perjalanan Ibadah Haji (PPIH) dari pihak ketiga, dengan
rincian sebagai berikut:
30 Juni 31 Desember
2026 2025
Pihak ketiga
Piutang ijarah multijasa 7,154 7,140
Cadangan kerugian penurunan nilai (6,192) (6,053)
Jumlah 962 1,087
- 54 -
Page 58
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai adalah sebagai berikut:
30 Juni 31 Desember
2026 2025
Saldo awal 6,053 4,465
Penambahan (pemulihan) periode berjalan 139 1,588
Saldo akhir 6,192 6,053
Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai pada tanggal
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 atas piutang ijarah multijasa telah memadai.
10. Piutang Pembiayaan Murabahah
Akun ini merupakan Piutang Pembiayaan Murabahah dari pihak ketiga, dengan rincian sebagai
berikut:
30 Juni 31 Desember
2026 2025
Pihak ketiga
Piutang pembiayaan murabahah 11,880 10,751
Cadangan kerugian penurunan nilai (1,965) (1,730)
Jumlah 9,915 9,021
Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai adalah sebagai berikut:
30 Juni 31 Desember
2026 2025
Saldo awal 1,730 1,180
Penambahan periode berjalan 235 550
Saldo akhir 1,965 1,730
Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai pada tanggal
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 atas piutang pembiayaan murabahah telah memadai.
- 55 -
Page 59
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
11. Piutang Lain-lain
30 Juni 31 Desember
2026 2025
Pihak berelasi
Sewa Gedung 6,200 70
Piutang hipotik 1,027 1,315
Bunga - 1,572
Jumlah pihak berelasi 7,227 2,957
Pihak ketiga
Rupiah
Pengalihan Piutang 35,029 -
Bunga 19,719 8,088
Sewa 163 206
Lain-lain 22,918 22,679
77,829 30,973
Jumlah 85,056 33,930
Dolar Amerika Serikat (Catatan 41)
Pihak Ketiga
Bunga 4,552 4,450
Pihak Berelasi
Bunga 1 3
Jumlah 4,553 4,453
Jumlah 89,609 38,383
Cadangan kerugian penurunan nilai (17,596) (17,553)
Jumlah - bersih 72,013 20,830
Mutasi cadangan penurunan nilai atas piutang lain-lain adalah sebagai berikut:
30 Juni 31 Desember
2026 2025
Saldo awal 17,553 559
Penambahan periode berjalan 43 16,994
Pemulihan periode berjalan - -
Saldo akhir 17,596 17,553
Manajemen berpendapat bahwa cadangan kerugian penurunan nilai pada tanggal
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 atas piutang lain-lain telah memadai.
- 56 -
Page 60
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
12. Properti Investasi
1 Januari Perubahan selama periode 2026 30 Juni
2026 Penambahan Pengurangan Reklasifikasi 2026
Biaya perolehan:
Tanah 16,365 - - 16,365
Bangunan 78,998 13 - - 79,011
Jumlah 95,363 13 - - 95,376
Akumulasi penyusutan:
Bangunan 51,723 2,022 - - 53,745
Nilai Tercatat 43,640 41,631
1 Januari Perubahan selama tahun 2025 31 Desember
2025 Penambahan Pengurangan Reklasifikasi 2025
Biaya perolehan:
Tanah 16,365 - - - 16,365
Bangunan 78,844 154 - - 78,998
Jumlah 95,209 154 - - 95,363
Akumulasi penyusutan:
Bangunan 47,721 4,002 - - 51,723
Nilai Tercatat 47,488 43,640
Beban penyusutan properti investasi untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan
untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2025 masing-masing sebesar Rp 2.022 dan Rp 4.002,
disajikan sebagai bagian dari laba rugi.
Grup menandatangani beberapa perjanjian sewa dengan PT Bank Sinarmas Tbk, pihak berelasi,
atas properti investasi Grup.
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, properti investasi Perusahaan telah
diasuransikan pada PT Asuransi Sinar Mas, pihak berelasi.
Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat penurunan nilai atas properti investasi tersebut
pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025.
- 57 -
Page 61
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
13. Aset Tetap
1 Januari Perubahan selama tahun 2026 30 Juni
2026 Penambahan Pengurangan Reklasifikasi 2026
Biaya perolehan:
Pemilikan langsung
Tanah 420,792 - - - 420,792
Bangunan 730,914 66 - 21 731,001
Kendaraan 20,211 - (8,909) - 11,302
Peralatan kantor 240,323 1,398 (2,315) - 239,406
Perlengkapan kantor 29,792 63 (121) - 29,734
Prasarana 569 - (44) - 525
Aset dalam pembangunan 68 - - (21) 47
Aset hak-guna
Bangunan 5,401 2,259 - - 7,660
Jumlah 1,448,070 3,786 (11,389) - 1,440,467
Akumulasi penyusutan:
Bangunan 452,046 19,548 - - 471,594
Kendaraan 15,807 505 (7,626) - 8,686
Peralatan kantor 235,342 1,537 (2,295) - 234,584
Perlengkapan kantor 29,473 99 (120) - 29,452
Prasarana 184 22 - - 206
Aset hak-guna
Bangunan 2,238 1,566 (696) - 3,108
Jumlah 735,090 23,277 (10,737) - 747,630
Nilai Tercatat 712,980 692,837
1 Januari Perubahan selama tahun 2025 31 Desember
2025 Penambahan Pengurangan Reklasifikasi 2025
Biaya perolehan:
Pemilikan langsung
Tanah 420,792 - - - 420,792
Bangunan 730,556 1,880 (3,680) 2,158 730,914
Kendaraan 29,807 1,374 (10,970) - 20,211
Peralatan kantor 249,499 3,102 (12,278) - 240,323
Perlengkapan kantor 30,232 222 (662) - 29,792
Prasarana 815 273 (519) - 569
Aset dalam pembangunan 2,226 - - (2,158) 68
Aset hak-guna
Bangunan 6,329 2,148 (3,076) - 5,401
Jumlah 1,470,256 8,999 (31,185) - 1,448,070
Akumulasi penyusutan:
Bangunan 414,057 39,137 (1,148) - 452,046
Kendaraan 23,975 1,308 (9,476) - 15,807
Peralatan kantor 244,113 3,433 (12,204) - 235,342
Perlengkapan kantor 29,876 246 (649) - 29,473
Prasarana 430 714 (960) - 184
Aset hak-guna
Bangunan 1,861 2,725 (2,348) - 2,238
Jumlah 714,312 47,563 (26,785) - 735,090
Nilai Tercatat 755,944 712,980
- 58 -
Page 62
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Beban penyusutan aset tetap untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan untuk
tahun yang berakhir 31 Desember 2025 masing-masing sebesar Rp 23.277 dan Rp 47.563,
disajikan sebagai bagian dari laba rugi.
Selama periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2026, dan tahun yang berakhir
31 Desember 2025, Grup menjual aset tetap dengan rincian sebagai berikut:
30 Juni 31 Desember
2026 2025
Harga jual 4,343 7,644
Nilai tercatat (1,353) (1,593)
Keuntungan penjualan aset tetap 2,990 6,051
Pengurangan aset tetap selama periode 30 Juni 2026 dan tahun yang berakhir
31 Desember 2025 termasuk penghapusan aset tetap dengan nilai tercatat masing-masing
sebesar Rp 16 dan Rp 59, karena aset tetap tersebut sudah rusak ataupun tidak dimiliki secara
fisik oleh Grup. Kerugian atas penghapusbukuan tersebut dicatat dalam akun “Beban - lain-lain”
dalam laba rugi.
Aset dalam pembangunan merupakan gedung dan renovasi gedung dengan rincian sebagai
berikut:
30 Juni 2026
Nilai Kontrak
Pembangunan Pembayaran Jumlah Komitmen
Lokasi dan Renovasi Sementara Kontraktual
Sukabumi 51 47 4
31 Desember 2025
Nilai Kontrak
Pembangunan Pembayaran Jumlah Komitmen
Lokasi dan Renovasi Sementara Kontraktual
Bogor, Sukabumi, Nabire 170 68 102
Penyelesaian bangunan dalam pembangunan pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
adalah sebesar 20%-80% dan diperkirakan akan selesai pada tahun 2026 sampai 2027.
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, nilai wajar untuk tanah dan bangunan dan
properti investasi Grup masing-masing adalah sebesar Rp 2.351.022 dan Rp 2.351.022, yang
ditentukan berdasarkan estimasi manajemen.
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, jumlah tercatat bruto aset tetap yang telah
disusutkan penuh namun masih digunakan oleh Grup masing-masing sebesar Rp 283.202 dan Rp
289.218.
- 59 -
Page 63
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, tidak terdapat aset tetap yang dihentikan dari
penggunaan aktif dan tidak diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual.
Seluruh hak pemilikan atas tanah Grup dalam bentuk Hak Guna Bangunan (HGB) memiliki jangka
waktu berkisar antara 20 sampai dengan 30 tahun yang akan jatuh tempo antara tahun 2026 dan
2043. Manajemen berpendapat tidak terdapat masalah dengan perpanjangan hak atas tanah pada
saat jatuh tempo karena seluruh tanah diperoleh secara sah dan didukung dengan bukti
kepemilikan yang memadai.
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, properti investasi (Catatan 12), aset tetap,
dan aset untuk disewakan (Catatan 14) Perusahan telah diasuransikan pada PT Asuransi Sinar
Mas, pihak berelasi, terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya dengan jumlah pertanggungan
masing-masing sebesar Rp 426.188 dan Rp 426.188. Manajemen berpendapat bahwa nilai
pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas aset tetap terhadap
risiko-risiko yang dipertanggungkan.
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, 2,20% dan 4,32% atas aset tetap digunakan
sebagai jaminan atas pinjaman yang diterima (Catatan 19).
Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat penurunan nilai atas aset tersebut pada tanggal
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025.
14. Aset untuk Disewakan
1 Januari Perubahan selama periode 2026 30 Juni
2026 Penambahan Pengurangan Reklasifikasi 2026
Biaya perolehan:
Kendaraan 2,266 - - - 2,266
Akumulasi penyusutan:
Kendaraan (134) (267) - - (401)
Nilai Tercatat 2,132 1,865
1 Januari Perubahan selama tahun 2025 31 Desember
2025 Penambahan Pengurangan Reklasifikasi 2025
Biaya perolehan:
Kendaraan 1,233 2,266 - (1,233) 2,266
Akumulasi penyusutan:
Kendaraan (669) (181) - 716 (134)
Nilai Tercatat 564 2,132
Beban penyusutan aset untuk disewakan untuk periode enam bulan yang berakhir
30 Juni 2026 serta untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2025 masing-masing sebesar Rp 267
dan Rp 181, disajikan sebagai bagian dari laba rugi.
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, aset di atas disewakan kepada pihak ketiga.
- 60 -
Page 64
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, aset untuk disewakan telah diasuransikan
pada PT Asuransi Sinar Mas, pihak berelasi.
Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat penurunan nilai tercatat aset untuk disewakan
pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025.
15. Aset Ijarah Muntahiyah Bittamlik
Akun ini merupakan objek sewa dari transaksi ijarah dengan wa'ad (janji) perpindahaan
kepemilikan aset yang diijarahkan pada saat tertentu dengan rincian sebagai berikut:
1 Januari Perubahan selama periode 2026 30 Juni
2026 Penambahan Pengurangan 2026
Biaya perolehan: 106,524 7,272 (20,772) 93,024
Akumulasi penyusutan: (58,100) (11,294) 18,555 (50,839)
Nilai Tercatat 48,424 42,185
1 Januari Perubahan selama tahun 2025 31 Desember
2025 Penambahan Pengurangan 2025
Biaya perolehan: 120,545 24,778 (38,799) 106,524
Akumulasi penyusutan: (61,808) (28,597) 32,305 (58,100)
Nilai Tercatat 58,737 48,424
16. Uang Muka
30 Juni 31 Desember
2026 2025
Uang muka perolehan aset tetap
Pembelian peralatan kantor 1,368 585
Pembayaran ke kontraktor 455 -
Lain-lain 25,876 5,685
Jumlah 27,699 6,270
- 61 -
Page 65
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
17. Agunan yang Diambil Alih – Bersih
30 Juni 31 Desember
2026 2025
Tanah dan bangunan 191,666 191,670
Kendaraan 22,806 30,137
Jumlah 214,472 221,807
Cadangan kerugian penurunan nilai (19,462) (19,462)
Jumlah bersih 195,010 202,345
Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai adalah sebagai berikut:
30 Juni 31 Desember
2026 2025
Saldo awal 19,462 4,247
Penambahan periode berjalan - 15,215
Pemulihan periode berjalan - -
Saldo akhir 19,462 19,462
Manajemen berpendapat bahwa cadangan kerugian penurunan nilai atas agunan yang diambil
alih adalah cukup untuk menutup kerugian yang mungkin timbul akibat penurunan nilai agunan
yang diambil alih tersebut.
Kepemilikan Perusahaan atas agunan yang diambil alih didukung dengan Surat Peralihan Hak
kepada Perusahaan dan Surat Kuasa Menjual. Agunan yang diambil alih berupa rumah dan
apartemen tidak diasuransikan. Saat ini, Perusahaan sedang dalam proses untuk menjual agunan
yang diambil alih, antara lain dengan bekerjasama dengan agen pemasaran properti untuk
memasarkan agunan tersebut.
18. Aset Lain-lain
30 Juni 31 Desember
2026 2025
Persediaan barang untuk pembiayaan multiguna 50 126
Biaya dibayar dimuka
Asuransi 4,982 637
Sewa 453 574
Printing - 97
Lain-lain 6 116
Jumlah 5,441 1,424
Simpanan jaminan 1,549 1,725
Lain-lain 788 1,507
Jumlah - bersih 7,828 4,782
- 62 -
Page 66
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat penurunan nilai tercatat aset lain-lain pada tanggal
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025.
19. Pinjaman yang Diterima
30 Juni 31 Desember
2026 2025
Pihak berelasi
PT Bank Sinarmas Tbk 91,776 100,000
Pihak ketiga
PT Bank China Construction Bank
Indonesia Tbk 437,500 500,000
PT Bank Danamon Indonesia Tbk 100,000 100,000
PT Bank Capital Tbk 100,000 -
PT Bank Victoria International Tbk 83,858 44,004
PT Bank Mandiri Tbk 71,543 -
PT Bank Sahabat Sampoerna Tbk 57,905 123,446
PT Bank Mayapada International Tbk 50,000 -
PT Bank Ina Perdana Tbk 36,212 43,859
PT Bank Mega Tbk 21,528 129,861
PT Bank JTrust Indonesia Tbk - 13,566
PT Bank Amar Indonesia Tbk - 12,830
Jumlah 1,050,322 1,067,566
Biaya transaksi yang belum diamortisasi (1,822) (2,105)
Jumlah 1,048,500 1,065,461
Suku bunga per tahun 7,00% - 11,00% 7,00% - 11,00%
a. PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk
Fasilitas kredit yang diterima Perusahaan adalah sebagai berikut:
Pada tanggal 24 Desember 2025, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit dari PT Bank China
Construction Bank Indonesia Tbk. Installment Loan dengan jumlah fasilitas maksimum
sebesar Rp500.000. Fasilitas ini digunakan untuk modal kerja - pembiayaan piutang usaha.
Fasilitas ini memiliki availability period selama 6 bulan sejak tanggal perjanjian fasilitas, dan
jangka waktu pinjaman selama 4 tahun (48 bulan) sejak tanggal penarikan pertama.
Fasilitas ini dijamin dengan piutang pembiayaan multiguna milik PT Sinar Mas Multifinance
dengan nilai minimal 100% dari outstanding fasilitas kredit, dengan ketentuan bahwa piutang
yang dijaminkan merupakan piutang lancar atau memiliki Days Past Due (DPD) maksimum
90 hari serta jaminan perusahaan dari SMMA.
Pinjaman Perusahaan dari PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk mencakup
persyaratan yang membatasi hak Perusahaan tanpa Persetujuan tertulis dari PT Bank China
Construction Bank Indonesia Tbk, antara lain untuk memindahtangankan barang-barang yang
dipergunakan sebagai jaminan, mengubah anggaran dasar Perusahaan terutama tentang
perubahan usaha utama, struktur permodalan dan susunan pemegang saham utama,
- 63 -
Page 67
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
melakukan merger, akuisisi, konsolidasi ataupun reorganisasi dan mengikatkan diri sebagai
penjamin harta kekayaan perusahaan kepada pihak lain. Di samping pembatasan di atas,
Perusahaan diwajibkan untuk mempertahankan rasio keuangan sebagai berikut:
Rasio NPF dengan saldo tunggakan diatas 90 hari tidak melebihi 3% dari jumlah
pembiayaan yang disalurkan Perusahaan.
Gearing ratio maksimum sebesar 8 kali.
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, rasio-rasio tersebut adalah sebagai berikut
(tidak diaudit):
30 Juni 31 Desember
2026 2025
Gearing ratio 1,52x 1,78x
Saldo tunggakan
diatas 90 hari (NPF) maksimum 3% 2.69% 2.83%
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, Perusahaan telah memenuhi seluruh
kewajiban yang dipersyaratkan dalam perjanjian pinjaman.
b. PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Bank Danamon)
Perusahaan memperoleh fasilitas kredit dari PT Bank Nusantara Parahyangan Tbk yang pada
tahun 2019 telah bergabung dengan PT Bank Danamon Tbk, sebagai berikut:
1. Pada tanggal 15 Juni 2017, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit modal kerja, dengan
jumlah fasilitas maksimum sebesar Rp 100.000 dan bersifat revolving. Fasilitas ini memiliki
jangka waktu 12 bulan dan telah diperpanjang beberapa kali dengan jatuh tempo terakhir
sampai dengan 15 Juni 2026.
2. Pada tanggal 11 November 2021, Perusahaan memperoleh fasilitas Kredit Angsuran
Berjangka (KAB) untuk kredit modal kerja (khusus pembiayaan konsumen) dengan jumlah
maksimum fasilitas sebesar Rp 300.000. Fasilitas ini memiliki jangka waktu penarikan
maksimal 12 bulan sejak penandatanganan perjanjian kredit. Fasilitas ini
memiliki jatuh tempo hingga 11 November 2025. Fasilitas ini sudah selesai dan tidak
diperpanjang
Fasilitas ini dijamin dengan piutang pembiayaan multiguna (Catatan 6), aset tetap (Catatan
13) dan jaminan perusahaan dari SMMA (Catatan 41).
Pinjaman dari Bank Danamon mencakup hal-hal dan ketentuan yang tidak boleh dilakukan
Perusahaan, kecuali Perusahaan wajib memberitahukan secara tertulis kepada Bank
Danamon dalam waktu paling lambat 14 hari kerja setelah terjadinya salah satu kejadian
antara lain memperoleh kredit dari pihak ketiga, menjaminkan/menjual/ memindahtangankan
harta kekayaan selain yang terkait dengan usaha Perusahaan kepada pihak ketiga, menjual
saham-sahamnya kepada pihak ketiga, mengadakan deversifikasi usahanya atau mengubah
maksud dan tujuan Perusahaan, merger atau konsolidasi dengan perusahaan lain, mengubah
anggaran dasar, membayar dividen atau kewajiban lainnya kepada para pendiri Perusahaan,
dan memberikan jaminan perusahaan. Disamping itu, Perusahaan diwajibkan untuk
memelihara rasio keuangan sebagai berikut:
Rasio utang terhadap ekuitas maksimal 10 kali (1.000%);
- 64 -
Page 68
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
NPF tidak melebihi 5% untuk saldo tunggakan diatas 90 hari.
Borrowing (on+off)/NSA maksimum 100%.
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, rasio-rasio tersebut adalah sebagai
berikut (tidak diaudit):
30 Juni 31 Desember
2026 2025
Rasio utang terhadap ekuitas 224% 263%
NPF (saldo tunggakan diatas 90 hari) 2.69% 2.83%
Borrowing (on + off )/ NSA 112% 129%
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, Perusahaan telah memenuhi seluruh
kewajiban yang dipersyaratkan dalam perjanjian pinjaman, kecuali untuk pemenuhan rasio
borrowing (on+off) / NSA pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025.
Pada tanggal 2 April 2026, Perusahaan menerima surat pengampunan mengenai breach
covenant dari Bank Danamon atas financial covenant yang melebihi batas ketentuan.
c. PT Bank Capital Tbk (Bank Capital)
Perusahaan memperoleh fasilitas kredit Pinjaman Akseptasi Money Market (PA MM) dari PT
Bank Capital Tbk dengan jumlah maksimum fasilitas sebesar Rp200.000 dan bersifat
revolving. Batas waktu penarikan fasilitas ini adalah 12 bulan. Fasilitas ini telah dilakukan
perpanjangan beberapa kali. Perpanjangan terakhir dilakukan dengan perjanjian Adendum 1
No. 002/ADD/2025 tanggal 8 Januari 2025 dengan jatuh tempo 24 Januari 2026.
d. PT Bank Victoria International Tbk
Fasilitas kredit yang diterima Grup adalah sebagai berikut:
1. Pada tanggal 16 Mei 2025, Grup memperoleh fasilitas kredit modal kerja dalam bentuk
Demand Loan dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar Rp50.000 dan bersifat
revolving. Fasilitas ini memiliki jatuh tempo terakhir sampai dengan 16 Mei 2026.
2. Pada tanggal 16 Mei 2025, Grup memperoleh fasilitas kredit modal kerja dalam bentuk
Fixed Loan dari Bank Victoria International, dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar
Rp50.000 dan bersifat non-revolving. Fasilitas ini memiliki jangka waktu 48 bulan dan akan
jatuh tempo tanggal 23 Juni 2029.
Fasilitas ini dijamin dengan: piutang pembiayaan multiguna milik Perusahaan yang diikat
secara fidusia dan Corporate Guarantee (CG) dari PT Sinar Mas Multiartha Tbk.
Pinjaman Perusahaan dari Bank Victoria International mencakup persyaratan yang membatasi
hak Perusahaan tanpa persetujuan tertulis dari Bank Victoria International antara lain untuk
menggunakan fasilitas kredit selain dari tujuan yang disepakati dalam perjanjian kredit,
menerima pinjaman kredit baru dari bank lain atau pihak ketiga lainnya atau menerbitkan surat
berharga, memberikan pinjaman atau kredit kepada pihak yang memiliki hubungan afiliasi
ataupun pihak ketiga lainnya dimana jumlah dari semua pinjaman tersebut melebihi 25% (dua
puluh lima persen) dari total ekuitas perseroan, menjadi penjamin, mengubah anggaran dasar
Perusahaan, memindahtangankan barang-barang yang dipergunakan sebagai jaminan,
melakukan merger, Membagikan dividen lebih dari 20% dari laba bersih debitur,
- 65 -
Page 69
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
memperbolehkan pemegang saham untuk menarik modalnya dan menggadaikan saham
Perusahaan. Di samping pembatasan di atas, Perusahaan diwajibkan untuk mempertahankan
rasio keuangan sebagai berikut:
Rasio NPF dengan saldo tunggakan diatas 90 hari tidak melebihi 5% dari jumlah
pembiayaan yang disalurkan Perusahaan.
Gearing ratio maksimum sebesar 8 kali
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, rasio-rasio tersebut adalah sebagai
berikut (tidak diaudit):
30 Juni 31 Desember
2026 2025
Gearing ratio 1,52x 1,78x
Saldo tunggakan
diatas 90 hari (NPF) maksimum 5% 2.69% 2.83%
e. PT Bank Mandiri Tbk (Bank Mandiri)
Fasilitas Kredit yang diterima Perusahaan adalah sebagai berikut:
Pada tanggal 13 Maret 2026, Grup memperoleh fasilitas kredit modal kerja dalam bentuk
Fixed Loan (non-revolving) dari Bank Mandiri Tbk, dengan jumlah fasilitas maksimum masing-
masing sebesar Rp 100.000. Fasilitas ini memiliki jangka waktu 48 bulan.
Fasilitas ini dijamin dengan piutang pembiayaan multiguna (Catatan 6), Deposito (Catatan 4)
dan jaminan perusahaan dari SMMA.
Pinjaman Perusahaan dari Bank Mandiri, Tbk mencakup persyaratan yang membatasi hak
Perusahaan tanpa persetujuan tertulis dari Bank Mandiri, Tbk antara lain untuk mengadakan
merger, akuisisi, penyertaan baru, dalam perusahaan-perusahaan lain dan/atau membiayai
perusahaan-perusahaan lain (selain anak perusahaan). Mengubah permodalan yang
menyebabkan penurunan modal dasar, modal disetor dan/atau nilai nominal saham,
melakukan perubahan komposisi pemegang saham yang menyebabkan perubahan
pemegang saham pengendali, serta mengikatkan diri sebagai penjamin hutang atau
menjaminkan harta kekayaan untuk pihak lain, kecuali dalam rangka pendanaan untuk
mendukung kegiatan usaha perusahaan yang normal. Disamping itu, Perusahaan diwajibkan
untuk memelihara rasio keuangan sebagai berikut:
Gearing Ratio Maksimal 9x
Saldo tunggakan 90 hari (NPF) maksimum 3%
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, rasio-rasio tersebut adalah sebagai berikut
(tidak diaudit):
- 66 -
Page 70
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
30 Juni 31 Desember
2026 2025
Gearing ratio 1.52x -
Saldo tunggakan
diatas 90 hari (NPF) maksimum 3% 2.69% -
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, Perusahaan telah memenuhi seluruh
kewajiban yang dipersyaratkan dalam perjanjian pinjaman
f. PT Bank Sahabat Sampoerna Tbk (Bank Sampoerna)
Fasilitas kredit yang diterima Perusahaan adalah sebagai berikut:
1. Pada tanggal 18 Juni 2020, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit modal kerja dari Bank
Sampoerna, dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar Rp100.000 dan bersifat non -
revolving. Fasilitas ini digunakan untuk penyaluran pembiayaan kepada end user untuk
kendaraan roda empat. Fasilitas ini mempunyai jangka waktu pencairan 12 bulan dan akan
jatuh tempo tanggal 18 Juni 2026. Fasilitas ini diperpanjang pada 21 Mei 2025 dengan
nilai sebesar Rp 70.000 dengan bersifat non-revolving dengan jangka waktu 12 bulan.
2. Pada tanggal 18 Juni 2020, Perusahaan memperoleh fasilitas Kredit Pinjaman Rekening
Koran dari Bank Sampoerna, dengan jumlah fasilitas sebesar Rp150.000 yang digunakan
untuk untuk membiayaan modal kerja anjak piutang. Fasilitas ini telah diperpanjang
beberapa kali. Fasilitas ini akan jatuh tempo tanggal 18 Juni 2026.
3. Pada tanggal 25 Agustus 2022, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit modal kerja,
dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar Rp 150.000 dan bersifat revolving. Pada Juni
2023, fasilitas ini telah ditingkatkan menjadi Rp. 300.000. Fasilitas ini memiliki jangka
waktu 12 bulan dengan jatuh tempo terakhir sampai dengan 29 Agustus 2024. Fasilitas ini
tidak diperpanjang.
Fasilitas ini dijamin dengan piutang pembiayaan multiguna (Catatan 6), piutang sewa
pembiayaan (Catatan 8), serta jaminan perusahaan dari SMMA.
Pinjaman Perusahaan dari Bank Sampoerna mencakup persyaratan yang membatasi hak
Perusahaan tanpa persetujuan tertulis dari Bank Sampoerna antara lain untuk mengubah
status hukum Perusahaan, akuisisi, melikuidasi, meleburkan, mengeluarkan saham-saham
baru dan menjual saham-saham yang telah ada, memindahtangankan sebagian besar aset,
mengikatkan diri sebagai penjamin dengan nilai lebih besar dari 50% total aset, mengajukan
permohonan pailit atau permohonan penundaan pembayaran utang, mengakibatkan
terjadinya pengeluaran modal dengan nilai lebih besar dari 50% dari total aset, membuat
perjanjian yang bersifat material yang menguntukan anggota Direksi, Komisaris, atau
Pemegang Saham, laba bersih dalam kondisi surplus. Disamping itu, Perusahaan diwajibkan
untuk memelihara rasio keuangan sebagai berikut:
Gearing ratio maksimal 8x;
Saldo tunggakan 90 hari (NPF) maksimum 3% dan tunggakan diatas 30 hari maksimum
8%
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, rasio-rasio tersebut adalah sebagai berikut
(tidak diaudit):
- 67 -
Page 71
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
30 Juni 31 Desember
2026 2025
Gearing ratio 1,52x 1,78x
Saldo tunggakan
diatas 90 hari (NPF) maksimum 3% 2.69% 2.83%
diatas 30 hari maksimum 8% 6.56% 6.82%
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, Perusahaan telah memenuhi seluruh
kewajiban yang dipersyaratkan dalam perjanjian pinjaman.
g. PT Bank Mayapada International Tbk
Pada tanggal 21 Juni 2022, Perusahaan memperoleh Fasilitas Tetap On Demand (PTX-OD)
dari Bank Mayapada, dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar Rp50.000. Fasilitas ini
digunakan untuk tambahan modal usaha pembiayaan. Fasilitas ini mempunyai jangka waktu
pencairan maksimal 12 bulan dan akan jatuh tempo tanggal 23 Juni 2026.
Fasilitas ini dijamin dengan piutang pembiayaan multiguna (Catatan 6).
Pinjaman Perusahaan dari Bank Mayapada mencakup persyaratan yang membatasi hak
Perusahaan tanpa persetujuan tertulis dari Bank Mayapada antara lain untuk melakukan
merger, akuisisi dan penjualan/ pemindahtanganan/ melepaskan hak atas harta kekayaan
Perusahaan, melakukan perubahan terhadap susunan manajemen serta perubahan
kepemilikan saham, melakukan pembagian dividen tunai, mengikat diri sebagai penjamin/
penanggung terhadap pihak lain dan/atau menjamin harta kekayaan, memperoleh kredit
dalam bentuk apapun dari pihak lain, melakukan perluasan atau penyempitan usaha yang
dapat memengaruhi pengembalian jumlah utang, mengajukan permohonan kepailitan, serta
mengalihkan sebagian atau seluruh hak dan/atau kewajiban Perusahaan berdasarkan
perjanjian kredit kepada pihak lain. Disamping itu, Perusahaan diwajibkan untuk memelihara
rasio keuangan sebagai berikut:
Rasio utang terhadap ekuitas maksimal 7 kali;
Saldo tunggakan 90 hari (NPF) maksimum 3%;
Write Off + NPF / Total Piutang maksimum 5 kali
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, rasio-rasio tersebut adalah sebagai berikut
(tidak diaudit):
30 Juni 31 Desember
2026 2025
Gearing ratio 1,52x 1,78x
Saldo tunggakan
diatas 90 hari (NPF) maksimum 3% 2.69% 2.83%
Total modal terhadap total aset 33.96% 30.60%
Write Off NPF/Total Piutang 0,06x 0,08x
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, Perusahaan telah memenuhi seluruh
kewajiban yang dipersyaratkan dalam perjanjian pinjaman.
h. PT Bank Ina Perdana Tbk (Bank Ina Perdana)
Fasilitas kredit yang diterima Grup adalah sebagai berikut:
- 68 -
Page 72
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Pada tanggal 16 Juli 2025, Grup memperoleh fasilitas kredit modal kerja dalam bentuk Fixed
Loan (non-revolving) dari Bank INA Perdana Tbk, dengan jumlah fasilitas maksimum masing-
masing sebesar Rp 50.000. Fasilitas ini memiliki jangka waktu 36 bulan.
Fasilitas ini dijamin dengan Piutang pembiayaan kendaraan bermotor (non–electric vehicle)
milik Perusahaan dengan nilai minimal 110% dari total outstanding kredit, dengan kolektibilitas
lancar atau Days Past Due maksimal 10 hari dan tidak dijaminkan kepada pihak lain. Dan
Corporate Guarantee (CG) dari PT Sinar Mas Multiartha Tbk.
Pinjaman Grup dari Bank Ina Perdana mencakup persyaratan yang membatasi hak
Perusahaan tanpa persetujuan tertulis dari Bank Ina Perdana antara lain untuk melakukan
atau menyebabkan dilakukannya penarikan modal disetor, mengadakan perubahan struktur
modal, pemegang saham dan pengurus, mengadakan perubahan bidang usaha,memerikan
pinjaman kepada pihak lain termasuk pemegang saham, perusahaan anak dan afiliasinya
kecuali pinjaman kepada karyawan, pengusaha kecil dan koperasi, memperoleh pinjaman
baru, menggadaikan, menjaminkan, mengalihkan saham, mengikatkan diri sebagai penjamin
hutang, mengalihkan, menjual, melepaskan hak, menjaminkan, menghibahkan, menyewakan
dan meminjamkan jaminan kepada pihak lain. Di samping pembatasan di atas, Grup
diwajibkan untuk mempertahankan rasio keuangan sebagai berikut:
Rasio NPF dengan saldo tunggakan diatas 90 hari tidak melebihi 5% dari jumlah
pembiayaan yang disalurkan Grup;
Gearing ratio maksimum sebesar 7 kali;
Minimal Current ratio 100%;
Financing to Asset ratio minimal 40%
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, rasio-rasio tersebut adalah sebagai berikut
(tidak diaudit):
30 Juni 31 Desember
2026 2025
Gearing ratio 1,52x 1,78x
Saldo tunggakan
diatas 90 hari (NPF) maksimum 3% 2.69% 2.83%
Rasio Lancar 258% 305%
Financing to Asset Ratio 53.97% 45.57%
Pada tanggal 31 Desember 2025, Perusahaan telah memenuhi seluruh kewajiban yang
dipersyaratkan dalam perjanjian pinjaman.
i. PT Bank Mega Tbk (Bank Mega)
Fasilitas kredit yang diterima Perusahaan adalah sebagai berikut:
1. Pada tanggal 9 Maret 2017, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit modal kerja dalam
bentuk Demand Loan dari Bank Mega, dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar Rp
125.000 dan bersifat revolving. Fasilitas ini memiliki jangka waktu 12 bulan. Pada tahun
2018, fasilitas ini ditingkatkan menjadi Rp 526.000 dan pada tahun 2019, fasilitas ini
ditingkatkan lagi menjadi Rp 800.000. Pada tahun 2023, fasilitas ini diturunkan menjadi
Rp 200.000 dan jatuh tempo tanggal 9 Maret 2024. Fasilitas ini telah diperpanjang hingga
8 Maret 2028.
- 69 -
Page 73
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
2. Pada tanggal 29 Desember 2020, Perusahaan memperoleh fasilitas Pinjaman Tetap II
dengan jumlah maksimum fasilitas sebesar Rp 250.000. Fasilitas ini akan jatuh tempo
tanggal 29 Maret 2024. Pada 25 Februari 2024, fasilitas ini sudah dilunasi oleh
Perusahaan dan fasilitas telah berakhir.
3. Pada tanggal 9 Maret 2021, Perusahaan memperoleh fasilitas Pinjaman Tetap III dengan
jumlah maksimum fasilitas sebesar Rp 400.000. Fasilitas ini akan jatuh tempo tanggal 9
Desember 2024. Pada 01 April 2024, fasilitas ini sudah dilunasi oleh Perusahaan dan
fasilitas telah berakhir.
4. Pada tanggal 14 April 2022, Perusahaan memperoleh fasilitas Pinjaman Tetap IV dengan
jumlah maksimum fasilitas sebesar Rp 600.000. Fasilitas ini akan jatuh tempo tanggal 14
Januari 2026.
5. Pada tanggal 8 Maret 2024, Perusahaan memperoleh fasilitas Pinjaman Tetap V dengan
jumlah maksimum fasilitas sebesar Rp. 200.000. Fasilitas ini akan jatuh tempo maksimal
tanggal 8 Maret 2028.
Fasilitas ini dijamin dengan piutang pembiayaan multiguna (Catatan 6), serta jaminan
perusahaan dari SMMA.
Pinjaman Perusahaan dari Bank Mega mencakup persyaratan yang membatasi hak
Perusahaan tanpa persetujuan tertulis dari Bank Mega antara lain untuk melakukan atau
menyebabkan dilakukannya penarikan modal disetor, mengubah anggaran dasar
Perusahaan, melakukan perubahan bidang atau jenis kegiatan usahanya, mengajukan
permohonan kepailitan atau penundaan kewajiban pembayaran utang, memberikan pinjaman
kepada pihak lain, memperoleh pinjaman, mengikatkan diri sebagai penjamin utang,
menyebabkan beralihnya saham Perusahaan kepada pihak lain, mengalihkan aset kecuali
dalam rangka kegiatan usaha, melakukan pembayaran utang pemegang saham, dan
melakukan pembayaran dipercepat atas suatu utang atau pembayaran kewajiban lainnya
yang belum jatuh tempo. Di samping itu, Perusahaan diwajibkan untuk memelihara rasio
keuangan sebagai berikut:
Rasio lancar minimal 1 kali (100%);
Rasio utang terhadap ekuitas maksimal 10 kali (1.000%);
Rasio NPF dengan saldo tunggakan diatas 90 hari tidak melebihi 3% dari jumlah
pembiayaan yang disalurkan Perusahaan.
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, rasio-rasio tersebut adalah sebagai berikut
(tidak diaudit):
30 Juni 31 Desember
2026 2025
Rasio lancar 258% 305%
Rasio utang terhadap ekuitas 224% 263%
NPF (saldo tunggakan diatas 90 hari) 2.69% 2.83%
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, Perusahaan telah memenuhi seluruh
kewajiban yang dipersyaratkan dalam perjanjian pinjaman.
j. PT Bank JTrust Indonesia Tbk (Bank Jtrust)
- 70 -
Page 74
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Pada tanggal 5 Januari 2023, Perusahaan memperoleh fasilitas Kredit Eksekuting Multifinance
(KEM) dari PT Bank Jtrust Indonesia Tbk dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar
Rp100.000 dan bersifat non-revolving, uncommitted, dan advised. Fasilitas ini mempunyai
jangka waktu pencairan maksimal 36 bulan serta batas waktu penarikan 6 bulan dan akan
jatuh tempo pada tanggal 20 Juni 2028.
Fasilitas ini dijamin secara fidusia dengan piutang pembiayaan multiguna dan pembiayaan
modal kerja skema anjak piutang (Catatan 6 dan 7), deposito berjangka sebesar 10% yang
diikat secara gadai (unnotaril) serta jaminan dari Perusahaan.
Pinjaman Perusahaan dari Bank Jtrust mencakup persyaratan yang membatasi hak
Perusahaan tanpa persetujuan tertulis dari Bank Jtrust antara lain memindahtangankan
barang-barang yang dipergunakan sebagai jaminan, melakukan merger, meminjam dari atau
meminjamkan uang kepada pihak ketiga selain daripada yang timbul dalam usahanya menjadi
penjamin, mengubah anggaran dasar Perusahaan, bertindak sebagai penjamin terhadap
hutang pihak lain, mengubah sifat dan kegiatan usaha, capital expenditure dengan total
kumulatif nilai lebih besar dari 50% dari total asset, mengajukan PKPU, dan melakukan
perubahan pemegang saham pengendali.
Disamping pembatasan diatas, Perusahaan diwajibkan untuk mempertahankan Gearing rasio
maksimal 10 kali dan rasio Non Performing Financing (NPF) dengan saldo tunggakan diatas
90 hari tidak melebihi 5%.
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, rasio-rasio tersebut adalah sebagai berikut
(tidak diaudit):
30 Juni 31 Desember
2026 2025
Gearing ratio 1,52x 1,78x
Saldo tunggakan
diatas 90 hari (NPF) maksimum 5% 2.69% 2.83%
k. PT Bank Amar Indonesia Tbk (Bank Amar)
Fasilitas kredit yang diterima Perusahaan adalah sebagai berikut:
Pada tanggal 16 Februari 2024, Perusahaan memperoleh fasilitas Stand by Fixed Loan
Angsuran (SBFLA) dari PT Bank Indonesia Tbk dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar
Rp25.000. Fasilitas ini mempunyai jangka waktu 5 tahun.
Fasilitas ini dijamin dengan tanah dan bangunan serta CG dari Perusahaan.
Pinjaman Perusahaan dari Bank Amar mencakup persyaratan yang membatasi hak
Perusahaan tanpa persetujuan tertulis dari Bank Amar antara lain mengubah bentuk dan/atau
status hukum badan usaha debitur, mengakuisisi atau diakuisisi, melikuidasi, meleburkan,
membubarkan dan/atau melakukan hal lain untuk kepentingan krediturnya (selain Bank Amar)
termasuk mengeluarkan saham-saham baru dan/atau menjual saham-saham yang ada, hak
opsi, waran atau instrumen-instrumen sejenis lainnya, memindahtanganka sebagian besar
aset, mengajukan pailit atau permohonan penundaan pembayaran, pengeluaran modal
dengan nilai lebih besar dari 50% dari total aset. Di samping itu, Perusahaan diwajibkan untuk
memelihara rasio keuangan sebagai berikut:
Tunggakan diatas 90 hari (NPF) maksimum 5%;
- 71 -
Page 75
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Gearing ratio maksimum sebesar 8 kali;
Minimal Current ratio 100%
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, rasio-rasio tersebut adalah sebagai berikut
(tidak diaudit):
30 Juni 31 Desember
2026 2025
Gearing ratio 1,52x 1,78x
Saldo tunggakan
diatas 90 hari (NPF) maksimum 5% 2.69% 2.83%
Rasio Lancar 258% 305%
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, Perusahaan telah memenuhi seluruh
kewajiban yang dipersyaratkan dalam perjanjian pinjaman.
l. PT Bank Sinarmas Tbk (Bank Sinarmas)
Fasilitas kredit yang diterima Perusahaan adalah sebagai berikut:
1. Demand Loan - Revolving (Uncommitted) dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar
Rp45.000. Fasilitas ini akan jatuh tempo pada 22 April 2026.
2. Term Loan - non-revolving (Uncommitted) dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar
Rp55.000. jangka waktu fasilitas 36 bulan terhitung sejak pencairan fasilitas kredit
dilakukan.
Fasilitas ini dijamin dengan piutang pembiayaan multiguna (Catatan 6).
Pinjaman Perusahaan dari Bank Sinarmas mencakup persyaratan yang membatasi hak
Perusahaan tanpa persetujuan tertulis dari Bank Sinarmas antara lain untuk melakukan
merger, akuisisi dan penjualan/ pemindahtanganan/melepaskan hak atas harta kekayaan
Perusahaan, melakukan perubahan terhadap susunan manajemen serta perubahan
kepemilikan saham, melakukan pembagian dividen tunai, mengikat diri sebagai penjamin/
penanggung terhadap pihak lain dan/atau menjamin harta kekayaan, memperoleh kredit
dalam bentuk apapun dari pihak lain, melakukan perluasan atau penyempitan usaha yang
dapat memengaruhi pengembalian jumlah utang, mengajukan permohonan kepailitan, serta
mengalihkan sebagian atau seluruh hak dan/atau kewajiban Perusahaan berdasarkan
perjanjian kredit kepada pihak lain. Disamping itu, Perusahaan diwajibkan untuk memelihara
rasio keuangan sebagai berikut:
Rasio utang terhadap ekuitas maksimal 7 kali;
Current ratio lebih dari 1 kali;
Saldo tunggakan 90 hari (NPF) maksimum 3%
- 72 -
Page 76
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, rasio-rasio tersebut adalah sebagai berikut
(tidak diaudit):
30 Juni 31 Desember
2026 2025
Gearing ratio 1,52x 1,78x
Current ratio 258% 305%
Saldo tunggakan
diatas 90 hari (NPF) maksimum 3% 2.69% 2.83%
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, Perusahaan telah memenuhi seluruh
kewajiban yang dipersyaratkan dalam perjanjian pinjaman.
20. Kontrak Asuransi dan Reasuransi
a. Asumsi
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, asumsi-asumsi signifikan yang digunakan
dalam perhitungan liabilitas kontrak asuransi adalah tingkat klaim, lapse, inflasi, diskonto dan
asumsi biaya.
30 Juni 31 Desember
2026 2025
Metode aktuaria PAA & GMM PAA & GMM
Rasio klaim 4.12% - 223.13% 4.12% - 223.13%
Metode tingkat diskonto GMM: Locked in GMM: Locked in
Suku bunga tahunan 4.81% - 7.06% 4.81% - 7.06%
Tingkat diskonto saat ini (dengan
Illiquidity Premium ) 5% 5%
b. Portofolio Aset dan Kewajiban Kontrak Asuransi dan Reasuransi
Pada akhir periode berjalan dan periode sebelumnya, komposisi liabilitas (aset) kontrak
asuransi dan aset (liabilitas) kontrak reasuransi adalah sebagai berikut:
- 73 -
Page 77
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
30 Juni 2026
Aset Kontrak Liabilitas Kontrak Aset Kontrak Liabilitas Kontrak
Saldo Awal Asuransi Asuransi Bersih Reasuransi Reasuransi Bersih
Asuransi umum
Kebakaran - 1,596 (1,596) 355 9 346
Kendaraan Bermotor - 30,579 (30,579) - - -
Pengangkutan - - - - - -
Kredit - 95,998 (95,998) 706,093 537,818 168,275
Kecelakaan - 284 (284) 4 - 4
Rekayasa - 369 (369) - - -
Tanggung Gugat - 216 (216) - - -
Rangka Kapal - - - - - -
Kesehatan - 33 (33) - - -
Aneka - 4,716 (4,716) - - -
Jumlah - 133,791 (133,791) 706,452 537,827 168,625
30 Juni 2026
Aset Kontrak Aset Kontrak Reasuransi Liabilitas Kontrak Asuransi Liabilitas Kontrak
Asuransi Asset for Asset for Insurance Liability for Liability for Reasuransi
Remaining Coverage Acquisition Cash Flows Remaining Coverage Incurred Claims
Asuransi umum
Kebakaran - 353 3 1,390 207 9
Kendaraan Bermotor - - - 13,706 16,872 -
Pengangkutan - - - - - -
Kredit - (520) 706,613 17,585 78,413 537,818
Kecelakaan - 3 - 33 251 -
Rekayasa - - - 58 311 -
Tanggung Gugat - - - 148 68 -
Rangka Kapal - - - - - -
Kesehatan - - - 1 32 -
Aneka - - - 4,420 296 -
Jumlah - (164) 706,616 37,341 96,450 537,827
31 Desember 2025
Aset Kontrak Liabilitas Kontrak Aset Kontrak Liabilitas Kontrak
Saldo Awal Asuransi Asuransi Bersih Reasuransi Reasuransi Bersih
Asuransi umum
Kebakaran - 1,296 (1,296) 450 456 (6)
Kendaraan Bermotor - 35,287 (35,287) - - -
Pengangkutan - - - - - -
Kredit - 602,169 (602,169) 1,106,581 1,157,417 (50,836)
Kecelakaan - 144 (144) 9 - 9
Rekayasa - 660 (660) 373 78 295
Tanggung Gugat - 398 (398) 106 12 94
Rangka Kapal - - - - - -
Kesehatan - 38 (38) - - -
Aneka - (20,750) 20,750 1 25 (24)
Jumlah - 619,242 (619,242) 1,107,520 1,157,988 (50,468)
31 Desember 2025
Aset Kontrak Aset Kontrak Reasuransi Liabilitas Kontrak Asuransi Liabilitas Kontrak
Asuransi Asset for Asset for Insurance Liability for Liability for Reasuransi
Remaining Coverage Acquisition Cash Flows Remaining Coverage Incurred Claims
Asuransi umum
Kebakaran - 378 72 1,019 277 456
Kendaraan Bermotor - - - 10,381 24,905 -
Pengangkutan - - - - - -
Kredit - 33,273 1,073,307 562,010 40,159 1,157,417
Kecelakaan - 2 7 (33) 177 -
Rekayasa - - 373 108 552 78
Tanggung Gugat - - 106 272 126 12
Rangka Kapal - - - - - -
Kesehatan - - - 5 33 -
Aneka - - 1 (20,409) (340) 25
Jumlah - 33,653 1,073,866 553,353 65,889 1,157,988
- 74 -
Page 78
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
c. Perubahan Aset Kontrak Asuransi dan Liabilitas Kontrak Asuransi dengan Model
Pengukuran Umum
Rincian perubahan komponen cakupan sisa liabilitas kontrak asuransi bersih dan klaim yang
telah terjadi untuk setiap jenis asuransi selama periode berjalan dan periode sebelumnya
adalah sebagai berikut:
30 Juni 2026
Kewajiban untuk Klaim yang Telah Terjadi
Aset untuk Nilai Kini dari
Arus Kas Liabilitas Sisa Masa Pertanggungan Arus Kas Penyesuaian Risiko
Akuisisi Diluar Termasuk Masa Depan untuk Risiko
Asuransi Loss Component Loss Component yang Diperkirakan Non-keuangan Jumlah
Saldo Awal Aset - - - - - -
Saldo Awal Liabilitas - 567,908 - - - 567,908
Saldo Awal Bersih - (567,908) - - - (567,908)
Pendapatan Asuransi - 3,324,523 - - - 3,324,523
Beban Jasa Asuranai
Klaim yang Telah Terjadi dan - -
Biaya Layanan Asuransi Lainnya - 4,191,405 - - - 4,191,405
Arus Kas Akuisisi Asuransi - - - - - -
Beban Asuransi - 4,191,405 - - - 4,191,405
Hasil Jasa Asuransi - (866,882) - - - (866,882)
Pendapatan atau Beban Keuangan Asuransi
dari Kontrak Asuransi yang Diakui
dalam Laba Rugi - - - - - -
Jumlah Perubahan dalam Laporan Laba Rugi - -
Penerimaan Premi
(termasuk komponen investasi) - 71,363 - - - 71,363
Arus Kas Akuisisi Asuransi - (1,326,086) - - - (1,326,086)
Klaim dan Biaya Layanan Asuransi Lainnya
yang Dibayar (termasuk komponen investasi) - - - - 96,450 96,450
Total Arus Kas - 1,397,449 - - (96,450) 1,300,999
Saldo Bersih - (37,341) - - (96,450) (133,791)
Saldo Akhir Aset - - - - - -
Saldo Akhir Liabilittas - (37,341) - - (96,450) (133,791)
Saldo Akhir Bersih - 37,341 - - 96,450 133,791
31 Desember 2025
Kewajiban untuk Klaim yang Telah Terjadi
Aset untuk Nilai Kini dari
Arus Kas Liabilitas Sisa Masa Pertanggungan Arus Kas Penyesuaian Risiko
Akuisisi Diluar Termasuk Masa Depan untuk Risiko
Asuransi Loss Component Loss Component yang Diperkirakan Non-keuangan Jumlah
Saldo Awal Aset 399,277 - - - - 399,277
Saldo Awal Liabilitas - 179,105 6,084 126,733 5,537 317,459
Saldo Awal Bersih 399,277 (179,105) (6,084) (126,733) (5,537) 81,818
Pendapatan Asuransi - 8,182,807 - - - 8,182,807
Beban Jasa Asuranai
Klaim yang Telah Terjadi dan - -
Biaya Layanan Asuransi Lainnya - 6,419,229 - - - 6,419,229
Arus Kas Akuisisi Asuransi - - - - - -
Beban Asuransi - 6,419,229 - - - 6,419,229
Hasil Jasa Asuransi - 1,763,578 - - - 1,763,578
Pendapatan atau Beban Keuangan Asuransi
dari Kontrak Asuransi yang Diakui
dalam Laba Rugi - - - - - -
Jumlah Perubahan dalam Laporan Laba Rugi - -
Penerimaan Premi
(termasuk komponen investasi) - 5,370,559 - - - 5,370,559
Arus Kas Akuisisi Asuransi - 242,148 - 6,794,495 - 7,036,643
Klaim dan Biaya Layanan Asuransi Lainnya -
yang Dibayar (termasuk komponen investasi) - (1,226,863) - - - (1,226,863)
Total Arus Kas - 6,355,274 - (6,794,495) - (439,221)
Saldo Bersih 399,277 7,939,747 - (6,921,228) - 1,417,796
Saldo Akhir Aset 399,277 - - - - 399,277
Saldo Akhir Liabilittas - 7,939,747 - (6,921,228) - 1,018,519
Saldo Akhir Bersih 399,277 (7,939,747) - 6,921,228 - (619,242)
- 75 -
Page 79
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
d. Aset dan Kewajiban Kontrak Reasuransi (GMM)
Rekonsiliasi dari saldo awal ke saldo akhir aset bersih untuk sisa cakupan dan aset untuk
klaim yang terjadi yang dapat dipulihkan dari reasuransi.
Rincian perubahan komponen cakupan sisa liabilitas kontrak reasuransi bersih dan klaim
yang telah terjadi untuk setiap jenis asuransi selama periode berjalan dan periode
sebelumnya adalah sebagai berikut:
30 Juni 2026
Komponen cakupan yang tersisa Komponen klaim yang telah terjadi
Tidak termasuk Nilai sekarang
komponen Komponen dari arus kas Penyesuaian
pemulihan pemulihan masa depan risiko untuk
kerugian kerugian yang diperkirakan non-keuangan Jumlah
Saldo awal aset - - - - -
saldo awal liabilitas 45,714 - - - 45,714
Saldo awal bersih (45,714) - - - (45,714)
Perubahan dalam laporan laba rugi
Pemulihan atas Klaim yang Telah Terjadi
dan Lainnya yang Telah Terjadi (62,681) - - - (62,681)
Beban bersih dari kontrak reasuransi yang dimiliki (62,681) - - - (62,681)
Pendapatan atau beban keuangan dari kontrak
reasuransi yang diakui dalam laba rugi (14,487) - - - (14,487)
Total perubahan dalam laporan laba rugi (14,487) - - - (14,487)
Komponen investasi yang dikecualikan dari
beban layanan reasuransi
Pembayaran yang telah dibayar (674,998) - - - (674,998)
Total Arus Kas (674,998) - - - (674,998)
Saldo Akhir Bersih (752,166) - - - (752,166)
Saldo Akhir Aset - - - -
Saldo Akhir Liabilitas (706,452) - - - (706,452)
Saldo Akhir Bersih 706,452 - - - 706,452
31 Desember 2025
Komponen cakupan yang tersisa Komponen klaim yang telah terjadi
Tidak termasuk Nilai sekarang
komponen Komponen dari arus kas Penyesuaian
pemulihan pemulihan masa depan risiko untuk
kerugian kerugian yang diperkirakan non-keuangan Jumlah
Saldo awal aset - - - - -
saldo awal liabilitas 1,715 - - - 1,715
Saldo awal bersih (1,715) - - - (1,715)
Perubahan dalam laporan laba rugi
Pemulihan atas Klaim yang Telah Terjadi
dan Lainnya yang Telah Terjadi 187,962 - - - 187,962
Beban bersih dari kontrak reasuransi yang dimiliki 187,962 - - - 187,962
Pendapatan atau beban keuangan dari kontrak
reasuransi yang diakui dalam laba rugi 19,655 - - - 19,655
Total perubahan dalam laporan laba rugi 19,655 - - - 19,655
Komponen investasi yang dikecualikan dari
beban layanan reasuransi
Pembayaran yang telah dibayar (1,367,320) - - - (1,367,320)
Total Arus Kas (1,367,320) - - - (1,367,320)
Saldo Akhir Bersih (1,159,703) - - - (1,159,703)
Saldo Akhir Aset - - - -
Saldo Akhir Liabilitas (1,157,988) - - - (1,157,988)
Saldo Akhir Bersih 1,157,988 - - - 1,157,988
- 76 -
Page 80
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
e. Rekonsiliasi dari saldo awal ke saldo akhir aset bersih untuk kontrak reasuransi
yang dimiliki dianalisis berdasarkan komponen
30 Juni 2026
Nilai Tercatat Kontrak dengan Model Pengukuran Umum
Margin Jasa Kontraktual
Estimasi nilai Kontrak dibawah Nilai Tercatat
sekarang dari Penyesuaian Pendekatan Kontrak dibawah Kontrak Dengan
Arus Kas risiko untuk Retrospektif Pendekatan Kontrak Pendekatan Alokasi
Masa Depan risiko non-keuangan yang dimodifikasi Nilai Wajar lainnya Premi Total
Saldo Awal Aset - - - 3,945 - - 3,945
Pendapatan atau beban keuangan dari kontrak
reasuransi yang diakui dalam laba rugi - - - (399) - - (399)
Saldo Akhir Aset - - - 3,546 - - 3,546
31 Desember 2025
Nilai Tercatat Kontrak dengan Model Pengukuran Umum
Margin Jasa Kontraktual
Estimasi nilai Kontrak dibawah Nilai Tercatat
sekarang dari Penyesuaian Pendekatan Kontrak dibawah Kontrak Dengan
Arus Kas risiko untuk Retrospektif Pendekatan Kontrak Pendekatan Alokasi
Masa Depan risiko non-keuangan yang dimodifikasi Nilai Wajar lainnya Premi Total
Saldo Awal Aset - - - 7,404 - - 7,404
Pendapatan atau beban keuangan dari kontrak
reasuransi yang diakui dalam laba rugi - - - (3,459) - - (3,459)
Saldo Akhir Aset - - - 3,945 - - 3,945
f. Kontrak yang diakui pada awal tahun
Efek dari bisnis baru dari kontrak asuransi dan kontrak reasuransi yang tidak diukur di bawah
pendekatan alokasi premi selama periode berjalan dan periode sebelumnya adalah sebagai
berikut:
30 Juni 2026
Kontrak yang Diterbitkan Kontrak yang Diakuisisi
Kontrak yang Kontrak yang Kontrak yang Kontrak yang
Menguntungkan Merugi Menguntungkan Merugi Jumlah
Estimasi nilai sekarang dari
arus kas keluar di masa depan
arus kas akuisisi asuransi 142,086 - - - 142,086
Klaim dan biaya layanan asuransi
lainnya yang harus dibayar 3,373,233 - - - 3,373,233
Jumlah 3,515,319 - - - 3,515,319
Estimasi Nilai Sekarang dari arus
kas masuk di masa depan 3,097,956 - - - 3,097,956
Risk Adjustment for
non-financial risk 1,250 - - - 1,250
Margin Jasa Kontraktual 2,091 - - - 2,091
Jumlah 3,101,297 - - - 3,101,297
- 77 -
Page 81
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Desember 2025
Kontrak yang Diterbitkan Kontrak yang Diakuisisi
Kontrak yang Kontrak yang Kontrak yang Kontrak yang
Menguntungkan Merugi Menguntungkan Merugi Jumlah
Estimasi nilai sekarang dari
arus kas keluar di masa depan
arus kas akuisisi asuransi 125,587 - - - 125,587
Klaim dan biaya layanan asuransi
lainnya yang harus dibayar 45,588 - - - 45,588
Jumlah 171,175 - - - 171,175
Estimasi Nilai Sekarang dari arus
kas masuk di masa depan 7,789,657 - - - 7,789,657
Risk Adjustment for
non-financial risk (611) - - - (611)
Margin Jasa Kontraktual (4,994) - - - (4,994)
Jumlah 7,784,052 - - - 7,784,052
g. Rincian Liabilitas Kontrak Asuransi (Arus Kas Diskonto)
30 Juni 31 Desember
2026 2025
1 Tahun atau Kurang 119,965 2,020,903
> 1 Tahun - 2 Tahun 7,895 40,300
> 2 Tahun - 3 Tahun 2,103 19,540
> 3 Tahun - 4 Tahun 2,128 20,260
> 4 Tahun - 5 Tahun 749 10,208
> 5 Tahun - 10 Tahun 951 2,124
> 10 Tahun - 1
Jumlah 133,791 2,113,336
- 78 -
Page 82
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
h. Margin Jasa Kontraktual
Jumlah margin layanan kontraktual dari kontrak asuransi dan kontrak reasuransi yang tidak
diukur di bawah pendekatan alokasi premi diharapkan akan diakui sebagai laba atau rugi di
masa depan sebagai berikut:
30 Juni 2026
Kurang dari Lebih dari
1 tahun 1-2 Tahun 2-3 Tahun 3-4 Tahun 4-5 Tahun 5-10 Tahun 10 tahun/ Nilai Tercatat
Kontrak Asuransi
Asuransi umum
Kredit 3,396 87 23 27 13 - - 3,546
Kontrak Resuransi
Kredit - - - - - - - -
31 Desember 2025
Kurang dari Lebih dari
1 tahun 1-2 Tahun 2-3 Tahun 3-4 Tahun 4-5 Tahun 5-10 Tahun 10 tahun/ Nilai Tercatat
Kontrak Asuransi
Asuransi umum
Kredit 11,808 4,570 987 57 - - - 17,422
Kontrak Resuransi
Kredit 3,835 1,565 - - - - - 5,400
i. Rincian Pergerakan Margin Jasa Kontraktual
Rincian perubahan margin layanan kontraktual berdasarkan pendekatan transisi yang
diterapkan selama tahun berjalan dan tahun sebelumnya, serta komposisi pendapatan asuransi
dan biaya reasuransi adalah sebagai berikut:
Margin Jasa Kontraktual Asuransi
30 Juni 31 Desember
2026 2025
CSM Awal Periode (Bersih) 4,607 6,813
Kontrak Baru Periode Berjalan 144 61,577
Bunga Akresi (unwind) 350 3,790
Efek Perubahan Varians dan
Asumsi Ekonomi - 2,404
Amortisasi CSM (Release) (1,555) (57,162)
Efek Fluktuasi Mata Uang Asing
CSM Akhir Periode (Bersih) 3,546 17,422
- 79 -
Page 83
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Margin Jasa Kontraktual Reasuransi
30 Juni 31 Desember
2026 2025
CSM Awal Periode (Bersih) - 11,021
Kontrak Baru Periode Berjalan
Bunga Akresi (unwind) - 482
Efek Perubahan Varians dan - 1,113
Asumsi Ekonomi
Amortisasi CSM (Release) - (7,216)
Efek Fluktuasi Mata Uang Asing
CSM Akhir Periode (Bersih) - 5,400
j. Pendapatan Asuransi dan Beban Jasa
Analisis pendapatan asuransi yang diakui dalam tahun berjalan:
30 Juni 2026
Jumlah yang Berhubungan dengan Perubahan Kewajiban untuk Cakupan Sisa
Perubahan
Klaim yang Penyesuaian Risiko Lainnya
Diperkirakan untuk Risiko (Pembalikan
Terjadi Non-Finansial CSM diakui Kerugian pada Pemulihan Kontrak yang
Kontrak yang Tidak Biaya Layanan untuk Risiko untuk layanan Kontrak yang Arus Kas Diukur di bawah Pendapatan
Diukur di bawah PAA Asuransi Lainnya yang Kedaluwarsa yang diberikan Merugikan) Akuisisi Asuransi PAA Jumlah Asuransi
Kebakaran - - - - - 1,831 1,831
Kendaraan Bermotor 675 - - - - 16,155 16,830
Pengangkutan - - - - - 98 98
Kredit 79,679 1,250 2,091 - 2,620 3,092,802 3,178,442
Kecelakaan - - - - - 4,710 4,710
Tanggung Gugat - - - - - 2,079 2,079
Rangka Kapal - - - - - - -
Kesehatan - - - - - 8 8
Aneka - - - - - 120,526 120,526
Jumlah 80,354 1,250 2,091 - 2,620 3,238,209 3,324,524
31 Desember 2025
Jumlah yang Berhubungan dengan Perubahan Kewajiban untuk Cakupan Sisa
Perubahan
Klaim yang Penyesuaian Risiko Lainnya
Diperkirakan untuk Risiko (Pembalikan
Terjadi Non-Finansial CSM diakui Kerugian pada Pemulihan Kontrak yang
Kontrak yang Tidak Biaya Layanan untuk Risiko untuk layanan Kontrak yang Arus Kas Diukur di bawah Pendapatan
Diukur di bawah PAA Asuransi Lainnya yang Kedaluwarsa yang diberikan Merugikan) Akuisisi Asuransi PAA Jumlah Asuransi
Kebakaran - - - - - (3,497) (3,497)
Kendaraan Bermotor - - - - - (58,467) (58,467)
Pengangkutan - - - - - (243) (243)
Kredit (519,703) 8,944 54,494 - (10,632) (7,651,147) (8,118,044)
Kecelakaan - - - - - (1,116) (1,116)
Tanggung Gugat - - - - - (538) (538)
Rangka Kapal - - - - - (544) (544)
Kesehatan - - - - - (19) (19)
Aneka - - - - - (339) (339)
Jumlah (519,703) 8,944 54,494 - (10,632) (7,715,910) (8,182,807)
- 80 -
Page 84
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Analisis biaya jasa asuransi yang diakui dalam tahun berjalan:
30 Juni 2026
Perubahan yang
Perubahan yang terkait dengan
terkait dengan kerugian layanan
kerugian layanan masa depan
masa depan pada pada kelompok
Klaim yang kelompok kontrak kontrak yang
Terjadi dan yang merugi dan merugi dan Penurunan nilai
Kontrak yang Tidak Biaya Layanan pembalikan kerugian pembalikan dan pembalikan Beban
Diukur di bawah PAA Asuransi Lainnya tersebut kerugian tersebut Penyusutan Biaya akuisisi Penurunan nilai Jumlah Asuransi
Asuransi umum
Kredit (62,681) - - - - - (62,681)
31 Desember 2025
Perubahan yang
Perubahan yang terkait dengan
terkait dengan kerugian layanan
kerugian layanan masa depan
masa depan pada pada kelompok
Klaim yang kelompok kontrak kontrak yang
Terjadi dan yang merugi dan merugi dan Penurunan nilai
Kontrak yang Tidak Biaya Layanan pembalikan kerugian pembalikan dan pembalikan Beban
Diukur di bawah PAA Asuransi Lainnya tersebut kerugian tersebut Penyusutan Biaya akuisisi Penurunan nilai Jumlah Asuransi
Asuransi umum
Kredit 6,419,229 - - - - - 6,419,229
k. Pendapatan atau beban dari kontrak reasuransi
Rincian pendapatan reasuransi dan beban reasuransi untuk setiap jenis asuransi utama
selama periode berjalan dan periode sebelumnya adalah sebagai berikut:
30 Juni 2026
Kendaraan
Harta Benda Bermotor Pengangkutan Rekayasa Tanggung Gugat Kecelakaan Diri Kredit Kesehatan Aneka Jumlah
Kontrak yang diukur menggunakan
PAA (296) - - - - (12) (38,845) - (7,090) (46,243)
31 Desember 2025
Kendaraan
Harta Benda Bermotor Pengangkutan Rekayasa Tanggung Gugat Kecelakaan Diri Kredit Kesehatan Aneka Jumlah
Kontrak yang diukur menggunakan
PAA 3,497 58,467 243 544 538 1,116 1,262,247 19 339 1,327,010
- 81 -
Page 85
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
21. Utang Obligasi
30 Juni 31 Desember
2026 2025
Nilai nominal 539,450 1,442,300
Biaya transaksi yang belum diamortisasi (2,705) (3,725)
Jumlah 536,745 1,438,575
a. Pada tanggal 29 Juni 2018, Perusahaan memperoleh Pernyataan Efektif dari Kepala
Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui suratnya No. S-
95/D.04/2018 untuk melaksanakan Penawaran Umum Berkelanjutan I Obligasi Sinar Mas
Multifinance Tahun 2018 dengan jumlah pokok obligasi sebanyak-banyaknya
Rp 2.000.000. PT KB Bank Bukopin Tbk bertindak sebagai wali amanat.
Obligasi ini dijamin dengan piutang Perusahaan berupa piutang pembiayaan multiguna
(Catatan 6) dan piutang pembiayaan modal kerja (Catatan 7).
Penarikan Tahap I Tahun 2018 sebesar Rp 400.000 yang diterbitkan dalam 3 seri dengan
ketentuan sebagai berikut:
1. Obligasi Seri A sebesar Rp 100.000 pada tanggal 11 Juli 2018 dan jatuh tempo 21 Juli
2019 dengan tingkat bunga tetap sebesar 8% per tahun yang dibayarkan setiap 3 (tiga)
bulan. Obligasi Seri A ini telah dilunasi pada tanggal 21 Juli 2019.
2. Obligasi Seri B sebesar Rp 80.000 pada tanggal 11 Juli 2018 dan jatuh tempo 11 Juli
2021 dengan tingkat bunga tetap sebesar 9,75% per tahun yang dibayarkan setiap
3 (tiga) bulan. Obligasi Seri B ini telah dilunasi pada tanggal 9 Juli 2021.
3. Obligasi Seri C sebesar Rp 220.000 pada tanggal 11 Juli 2018 dan jatuh tempo 11 Juli
2023 dengan tingkat bunga tetap sebesar 10,25% per tahun yang dibayarkan setiap
3 (tiga) bulan. Obligasi Seri C ini telah dilunasi pada tanggal 10 Juli 2023.
Pada tanggal 5 Maret 2019, sesuai dengan Akta No. 16 dari Leolin Jayayanti, SH., M.Kn,
notaris di Jakarta, Perusahaan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Sinar Mas Multifinance
Tahap II Tahun 2019.
Penarikan Tahap II Tahun 2019 sebesar Rp 400.000 yang diterbitkan dalam 2 seri dengan
ketentuan sebagai berikut:
1. Obligasi Seri A sebesar Rp 265.000 pada tanggal 10 April 2019 dan jatuh tempo 20 April
2020 dengan tingkat bunga tetap sebesar 10% per tahun yang dibayarkan setiap
3 (tiga) bulan. Obligasi Seri A ini telah dilunasi pada tanggal 17 April 2020.
2. Obligasi Seri B sebesar Rp 135.000 pada tanggal 10 April 2019 dan jatuh tempo 10 April
2022 dengan tingkat bunga tetap sebesar 11% per tahun yang dibayarkan setiap
3 (tiga) bulan. Obligasi Seri B ini telah dilunasi pada tanggal 8 April 2022.
Pada tanggal 11 Juli 2019, sesuai dengan Akta No. 35 dari Leolin Jayayanti, SH., M.Kn,
notaris di Jakarta, Perusahaan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Sinar Mas Multifinance
Tahap III Tahun 2019.
- 82 -
Page 86
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Penarikan Tahap III Tahun 2019 sebesar Rp 800.000 yang diterbitkan dalam 2 seri dengan
ketentuan sebagai berikut:
1. Obligasi Seri A sebesar Rp 261.000 pada tanggal 2 Agustus 2019 dan jatuh tempo 12
Agustus 2020 dengan tingkat bunga tetap sebesar 10% per tahun yang dibayarkan
setiap 3 (tiga) bulan. Obligasi Seri A ini telah dilunasi pada tanggal 11 Agustus 2020.
2. Obligasi Seri B sebesar Rp 539.000 pada tanggal 2 Agustus 2019 dan jatuh tempo 2
Agustus 2022 dengan tingkat bunga tetap sebesar 11% per tahun yang dibayarkan
setiap 3 (tiga) bulan. Obligasi Seri B ini telah dilunasi pada tanggal 1 Agustus 2022.
Pada tanggal 13 Januari 2020, sesuai dengan Akta No. 13 dari Leolin Jayayanti, SH., M.Kn,
notaris di Jakarta, Perusahaan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Sinar Mas Multifinance
Tahap IV Tahun 2020.
Penarikan Tahap IV Tahun 2020 sebesar Rp 400.000 yang diterbitkan dalam 2 seri dengan
ketentuan sebagai berikut:
1. Obligasi Seri A sebesar Rp 150.000 pada tanggal 12 Februari 2020 dan jatuh tempo 22
Februari 2021 dengan tingkat bunga tetap sebesar 9,50% per tahun yang dibayarkan
setiap 3 (tiga) bulan. Obligasi Seri A ini telah dilunasi pada tanggal 19 Februari 2021.
2. Obligasi Seri B sebesar Rp 250.000 pada tanggal 12 Februari 2020 dan jatuh tempo 12
Februari 2023 dengan tingkat bunga tetap sebesar 10,50% per tahun yang dibayarkan
setiap 3 (tiga) bulan. Obligasi Seri B ini telah dilunasi pada tanggal 10 Februari 2023.
b. Pada tanggal 13 Juli 2020, Perusahaan memperoleh Pernyataan Efektif dari Kepala Eksekutif
Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui suratnya No. S-
189/D.04/2020 untuk melaksanakan Penawaran Umum Berkelanjutan II Obligasi Sinar Mas
Multifinance Tahun 2020 dengan jumlah pokok obligasi sebanyak-banyaknya
Rp 2.000.000. PT KB Bank Bukopin Tbk bertindak sebagai wali amanat.
Obligasi ini dijamin dengan piutang Perusahaan berupa piutang pembiayaan multiguna
(Catatan 6) dan piutang pembiayaan modal kerja (Catatan 7).
Penarikan Tahap I Tahun 2020 sebesar Rp 708.300 yang diterbitkan dalam 2 seri dengan
ketentuan sebagai berikut:
1. Obligasi Seri A sebesar Rp 207.300 pada tanggal 17 Juli 2020 dan jatuh tempo 27 Juli
2021 dengan tingkat bunga tetap sebesar 9,75% per tahun yang dibayarkan setiap 3 (tiga)
bulan. Obligasi Seri A ini telah dilunasi pada tanggal 26 Juli 2021.
2. Obligasi Seri B sebesar Rp 501.000 pada tanggal 17 Juli 2020 dan jatuh tempo 17 Juli
2025 dengan tingkat bunga tetap sebesar 11,50% per tahun yang dibayarkan setiap 3
(tiga) bulan. Obligasi Seri B ini telah dilunasi pada tanggal 16 Juli 2025.
Penarikan Tahap II Tahun 2021 sebesar Rp 732.500 yang diterbitkan dalam 3 seri dengan
ketentuan sebagai berikut:
1. Obligasi Seri A sebesar Rp 348.000 pada tanggal 11 Februari 2021 dan jatuh tempo 21
Februari 2022 dengan tingkat bunga tetap sebesar 9,75% per tahun yang dibayarkan
setiap 3 (tiga) bulan. Obligasi Seri A ini telah dilunasi pada tanggal
18 Februari 2022.
- 83 -
Page 87
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
2. Obligasi Seri B sebesar Rp 333.500 pada tanggal 11 Februari 2021 dan jatuh tempo 11
Februari 2024 dengan tingkat bunga tetap sebesar 10,50% per tahun yang dibayarkan
setiap 3 (tiga) bulan. Obilgasi Seri B ini telah dilunasi pada tanggal
7 Februari 2024.
3. Obligasi Seri C sebesar Rp 51.000 pada tanggal 11 Februari 2021 dan jatuh tempo 11
Februari 2026 dengan tingkat bunga tetap sebesar 11,50% per tahun yang dibayarkan
setiap 3 (tiga) bulan. Obligasi Seri C ini telah dilunasi pada tanggal 10 Februari 2026.
Penarikan Tahap III Tahun 2022 sebesar Rp 559.200 yang diterbitkan dalam 3 seri dengan
ketentuan sebagai berikut:
1. Obligasi Seri A sebesar Rp 317.700 pada tanggal 8 Februari 2022 dan jatuh tempo 18
Februari 2023 dengan tingkat bunga tetap sebesar 7,75% per tahun yang dibayarkan
setiap 3 (tiga) bulan. Obligasi Seri A ini telah dilunasi pada tanggal 17 Februari 2023.
2. Obligasi Seri B sebesar Rp 232.500 pada tanggal 8 Februari 2022 dan jatuh tempo 8
Februari 2025 dengan tingkat bunga tetap sebesar 9,00% per tahun yang dibayarkan
setiap 3 (tiga) bulan. Obligasi seri B ini telah dilunasi pada tanggal 7 Februari 2025.
3. Obligasi Seri C sebesar Rp 9.000 pada tanggal 8 Februari 2022 dan jatuh tempo 8
Februari 2027 dengan tingkat bunga tetap sebesar 10,50% per tahun yang dibayarkan
setiap 3 (tiga) bulan.
c. Pada tanggal 31 Januari 2023, Perusahaan memperoleh Pernyataan Efektif dari Kepala
Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui suratnya No. S-
35/D.04/2023 untuk melaksanakan Penawaran Umum Berkelanjutan III Obligasi Sinar Mas
Multifinance Tahun 2023 dengan jumlah pokok obligasi sebanyak-banyaknya
Rp 2.000.000. PT KB Bank Bukopin Tbk bertindak sebagai wali amanat.
Penarikan Tahap I Tahun 2023 sebesar Rp 1.000.000 yang diterbitkan dalam 3 seri dengan
ketentuan sebagai berikut:
1. Obligasi Seri A sebesar Rp 42.700 pada tanggal 7 Feb 2023 dan jatuh tempo 17 Feb 2024
dengan tingkat bunga tetap sebesar 7,50% per tahun yang dibayarkan setiap 3 (tiga)
bulan. Obilgasi Seri A ini telah dilunasi pada tanggal 16 Februari 2024.
2. Obligasi Seri B sebesar Rp 851.850 pada tanggal 7 Feb 2023 dan jatuh tempo 7 Feb 2026
dengan tingkat bunga tetap sebesar 10,25% per tahun yang dibayarkan setiap 3 (tiga)
bulan. Kemudian, Obligasi seri B ini telah dilunasi pada tanggal 6 Februari 2026.
3. Obligasi Seri C sebesar Rp 105.450 pada tanggal 7 Feb 2023 dan jatuh tempo 7 Feb 2028
dengan tingkat bunga tetap sebesar 10,75% per tahun yang dibayarkan setiap 3 (tiga)
bulan.
Penarikan Tahap II Tahun 2023 sebesar Rp 1.000.000 yang diterbitkan dalam 2 seri dengan
ketentuan sebagai berikut:
1. Obligasi Seri A sebesar Rp575.000 pada tanggal 11 Oktober 2023 dan jatuh tempo 11
Oktober 2026 dengan tingkat bunga tetap sebesar 10,00% per tahun yang dibayarkan
setiap 3 (tiga) bulan. Obligasi Seri A ini telah dilunasi pada tangga 24 Januari 2025.
- 84 -
Page 88
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
2. Obligasi Seri B sebesar Rp425.000 pada tanggal 11 Oktober 2023 dan jatuh tempo 11
Oktober 2028 dengan tingkat bunga tetap sebesar 10,50% per tahun yang dibayarkan
setiap 3 (tiga) bulan.
Obligasi dari Penarikan Tahap 1 dijamin dengan piutang Perusahaan berupa piutang pembiayaan
multiguna (Catatan 6) dan piutang pembiayaan modal kerja (Catatan 7). Sedangkan Obligasi dari
Penarikan Tahap 2 tidak menggunakan jaminan.
Seluruh obligasi Perusahaan dijual pada nilai nominal dan tercatat di Bursa Efek Indonesia. Dana
yang diperoleh dari utang obligasi Perusahaan digunakan untuk modal kerja, investasi dan
multiguna. Perusahaan tidak menyelenggarakan pencadangan dana untuk seluruh utang obligasi
Perusahaan. Seluruh utang obligasi Perusahaan dijamin dengan piutang pembiayaan. Namun jika
hasil pemeringkatan lebih rendah dari A- (single A minus), maka Perusahaan wajib menyisihkan
dana yang sama nilainya dengan bunga untuk satu periode (triwulan) yang ditempatkan dalam
bentuk deposito pada bank yang ditentukan oleh Wali Amanat dan Perusahaan paling lambat 14
(empat belas) Hari Kalender setelah keluarnya hasil pemeringkatan tersebut dan deposito tersebut
diblokir oleh Wali Amanat.
Berdasarkan surat PT Kredit Rating Indonesia No. RC-006/KRI-DIR/IV/2025 tanggal
23 April 2025, Obligasi Berkelanjutan II dan III Sinar Mas Multifinance dan Peringkat atas
Perusahaan memperoleh peringkat irA+ (Single A plus).
Utang obligasi Perusahaan mencakup persyaratan yang membatasi hak Perusahaan tanpa
persetujuan dari pemegang obligasi, antara lain melakukan penggabungan atau peleburan atau
pengambilalihan perusahaan lain, mengubah kegiatan usaha, melakukan pembayaran kepada
pemegang saham Perusahaan jika Perusahaan lalai dalam melakukan pembayaran jumlah
terutang, memberikan pinjaman kepada pihak berelasi atau pihak ketiga kecuali dilakukan
sebagaimana yang tercantum dalam Peraturan OJK No. 29/POJK.05/2014, mengalihkan/
menjaminkan harta Perusahaan, mengurangi modal dasar dan/atau modal ditempatkan/ disetor,
melakukan pengeluaran obligasi atau instrumen lain yang sejenis. Disamping itu, Perusahaan
diwajibkan untuk memelihara rasio keuangan sebagai berikut:
Rasio lancar minimal 1 kali Rasio lancar sama tetapi tidak kurang dari 1 kali (100%);
Rasio utang terhadap ekuitas maksimal 10 kali (1.000%);
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, rasio-rasio tersebut adalah sebagai berikut
(tidak diaudit):
30 Juni 31 Desember
2026 2025
Rasio lancar 258% 305%
Rasio utang terhadap ekuitas 224% 263%
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, Perusahaan telah memenuhi seluruh
kewajiban yang dipersyaratkan dalam perjanjian utang obligasi.
Perusahaan dapat membeli kembali atau menjual Obligasi baik seluruhnya maupun sebagian, di
pasar terbuka. Pembelian kembali dapat dilakukan setiap saat setelah 1 (satu) tahun setelah
Tanggal Penjatahan sebagaimana disebutkan dalam Prospektus.
- 85 -
Page 89
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
22. Utang Pajak
30 Juni 31 Desember
2026 2025
Pajak penghasilan:
Pasal 21 4,424 317
Pasal 23 1,557 748
Pasal 4 (2) 18 55
Pajak Pertambahan Nilai - Bersih 540 632
Jumlah 6,539 1,752
23. Imbal Jasa Penjamin Ulang Ditangguhkan
Akun ini merupakan imbal jasa penjaminan ulang yang sudah diterima dan sertifikat
penjaminannya sudah diterbitkan, tetapi belum diakui sebagai pendapatan imbal jasa penjaminan
karena pengakuannya mengikuti jangka waktu penjaminan kredit.
Saldo imbal jasa penjaminan ulang yang ditangguhkan pada 31 Desember 2025 sebesar Rp
18.857.
24. Beban Akrual
30 Juni 31 Desember
2026 2025
Bunga 13,553 27,593
Jasa profesional 3,940 2,870
Insentif dan komisi 1,753 2,254
BPJS 854 -
Komunikasi 22 600
Perbaikan dan pemeliharaan - 682
Lain-lain 6,545 6,583
Jumlah 26,667 40,582
25. Liabilitas Lain-lain
30 Juni 31 Desember
2026 2025
Titipan premi asuransi 116,669 117,080
Titipan nasabah 25,676 35,360
Liabilitas sewa 5,354 3,446
Pembayaran dari nasabah 2,269 1,946
Pendapatan diterima di muka 85 140
Utang retensi kontraktor 3 97
Lain-lain 10,326 5,162
Jumlah 160,382 163,231
- 86 -
Page 90
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
26. Pengukuran Nilai Wajar
Tabel berikut menyajikan pengukuran nilai wajar aset dan liabilitas tertentu Grup:
30 Juni 2026
Pengukuran nilai wajar menggunakan:
Input signifikan
Input signifikan yang tidak
Harga kuotasian yang dapat dapat
dalam pasar aktif diobservasi diobservasi
Nilai Tercatat (Level 1) (Level 2) (Level 3)
Aset yang nilai wajarnya disajikan:
Biaya perolehan diamortisasi
Investasi 275,151 275,151 - -
Piutang pembiayaan multiguna 1,050,108 - 1,050,108 -
Piutang pembiayaan modal kerja 668,820 - 668,820 -
Piutang sewa pembiayaan 732,935 - 732,935 -
Piutang lain-lain 72,013 - 72,013 -
Aset lain-lain - simpanan jaminan 385 - 385 -
Aset yang diukur pada nilai wajar:
Aset keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi
Investasi 699,686 699,686 - -
Aset keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain
Investasi 4,049 4,049 - -
Liabilitas yang nilai wajarnya disajikan:
Biaya perolehan diamortisasi
Pinjaman diterima 1,048,500 - 1,048,500 -
Utang obligasi 536,745 536,745 -
Utang pemegang saham 1,472,950 - 1,472,950 -
- 87 -
Page 91
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Desember 2025
Pengukuran nilai wajar menggunakan:
Input signifikan
Input signifikan yang tidak
Harga kuotasian yang dapat dapat
dalam pasar aktif diobservasi diobservasi
Nilai Tercatat (Level 1) (Level 2) (Level 3)
Aset yang nilai wajarnya disajikan:
Biaya perolehan diamortisasi
Investasi 374,554 374,554 - -
Piutang pembiayaan multiguna 1,257,941 - 1,257,941 -
Piutang pembiayaan modal kerja 699,349 - 699,349 -
Piutang sewa pembiayaan 391,661 - 391,661 -
Piutang lain-lain 20,830 - 20,830 -
Aset lain-lain - simpanan jaminan 496 - 496 -
Aset yang diukur pada nilai wajar:
Aset keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi
Investasi 524,423 524,423 - -
Aset keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain
Investasi 5,052 5,052 - -
Liabilitas yang nilai wajarnya disajikan:
Biaya perolehan diamortisasi
Pinjaman diterima 1,065,461 - 1,065,461 -
Utang obligasi 1,438,575 1,438,575 - -
Utang pemegang saham 1,055,950 - 1,055,950 -
Nilai wajar instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar aktif adalah berdasarkan kuotasi
harga pasar pada tanggal pelaporan. Pasar dianggap aktif apabila kuotasi harga tersedia sewaktu-
waktu dan dapat diperoleh secara rutin dari bursa, pedagang efek atau perantara efek, badan
penyedia jasa penentuan harga kelompok industri atau badan pengatur, dan harga tersebut
mencerminkan transaksi pasar yang aktual dan rutin dalam suatu transaksi yang wajar. Kuotasi
harga pasar yang digunakan untuk aset keuangan yang dimiliki oleh Grup adalah harga
penawaran (bid price) terkini. Instrumen keuangan seperti ini termasuk dalam hirarki Level 1. Nilai
wajar investasi pada unit reksadana, saham, obligasi dan utang obligasi diukur berdasarkan
kuotasi harga pasar terakhir yang dipublikasikan pada tanggal 30 Juni 2026 dan
31 Desember 2025.
Nilai wajar instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan di pasar aktif ditentukan menggunakan
teknik penilaian. Teknik penilaian ini memaksimalkan penggunaan data pasar yang dapat
diobservasi yang tersedia dan sesedikit mungkin mengandalkan estimasi spesifik yang dibuat oleh
entitas. Jika seluruh input signifikan yang dibutuhkan untuk menentukan nilai wajar dapat
diobservasi, maka instrumen tersebut termasuk dalam hirarki Level 2. Nilai wajar piutang
pembiayaan multiguna, piutang pembiayaan modal kerja, piutang sewa pembiayaan, piutang lain-
lain, setoran jaminan, pinjaman diterima dan utang pemegang saham diestimasi berdasarkan arus
kas yang didiskontokan menggunakan suku bunga pasar yang dapat diobservasi.
Jika satu atau lebih input signifikan tidak diambil dari data pasar yang dapat diobservasi, maka
instrumen tersebut termasuk dalam hirarki Level 3. Nilai wajar aset tetap tanah dan bangunan
(Level 3) ditentukan berdasarkan pendekatan pasar pembanding dengan penyesuaian yang
dianggap relevan oleh manajemen.
- 88 -
Page 92
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
27. Modal Saham, Tambahan Modal Disetor dan Saldo Laba
Modal Saham
Berdasarkan akta perubahan terakhir No. 336 tanggal 7 November 2023, susunan pemegang
saham menjadi sebagai berikut:
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
Lembar Persentase Jumlah Modal
Pemegang Saham Saham Kepemilikan Disetor
PT Sinar Mas Multiartha Tbk 1,549,999 99.9999% 1,549,999
PT Sinartama Gunita 1 0.0001% 1
Jumlah 1,550,000 100.0000% 1,550,000
Tambahan Modal Disetor
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Selisih antara aset dan liabilitas
Pengampunan pajak tahun 2016 76,447 76,447
Selisih nilai transaksi restrukturisasi
entitas sepengendali 1,048 1,048
Jumlah 77,495 77,495
Saldo Laba yang Ditentukan Penggunaannya
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, saldo laba yang ditentukan penggunaannya
untuk cadangan umum adalah masing-masing sebesar Rp 24.000 dan Rp 24.000.
Pinjaman Perpetual diklasifikasikan ekuitas
Perusahaan memperoleh pinjaman perpetual pada tahun 2024 sebesar Rp400.000. Pinjaman ini
dapat dikonversi, tidak dikenakan bunga dan tidak mempunyai batasan waktu karena opsi
pengembalian yaitu secara bertahap atau penuh, adalah berdasarkan diskresi pihak Perusahaan
untuk memenuhi ketentuan permodalan minimum yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Pinjaman perpetual diklasifikasikan sebagai ekuitas Pinjaman perpetual tidak mengakibatkan
Perusahaan memiliki kewajiban kontraktual untuk menyerahkan uang tunai atau aset keuangan
lainnya, atau menukar aset keuangan atau liabilitas keuangan dengan pemegang perpetual loan
dalam kondisi yang berpotensi tidak menguntungkan Perusahaan, diklasifikasikan sebagai
ekuitas. Distribusi yang timbul dari instrumen tersebut diakui dalam ekuitas karena tidak ada
kewajiban kontraktual untuk membayar distribusi pada instrumen ini.
- 89 -
Page 93
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Uang Muka Setoran Modal
Perusahaan memperoleh tambahan uang muka setoran modal pada tahun 2025 sebesar
Rp400.000 dari PT Sinar Mas Multiartha Tbk yang dijadikan sebagai penambah komponen Modal
Inti.
Manajemen Permodalan
Tujuan utama dari pengelolaan modal Grup adalah untuk memastikan bahwa Grup
mempertahankan rasio modal yang sehat dalam rangka mendukung bisnis dan memaksimalkan
nilai pemegang saham.
Grup mengelola struktur modal dan membuat penyesuaian terhadap struktur modal sehubungan
dengan perubahan kondisi ekonomi. Grup memantau modalnya dengan menggunakan analisa
gearing ratio (rasio utang berbunga terhadap modal). Utang berbunga adalah jumlah pinjaman
yang diterima, surat utang jangka menengah, utang obligasi, dan utang pemegang saham. Modal
adalah ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham, yang disajikan dalam laporan
posisi keuangan konsolidasian.
Rasio utang terhadap modal pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebagai
berikut:
30 Juni 31 Desember
2026 2025
Utang berbunga 3,058,195 3,559,986
Kas dan setara kas - bersih (1,781,313) (2,145,309)
Utang berbunga - bersih 1,276,882 1,414,677
Ekuitas 3,116,551 2,059,552
Rasio utang berbunga - bersih terhadap modal 40.97% 68.69%
Grup telah memenuhi ketentuan gearing ratio sebagaimana yang dipersyaratkan dalam POJK No.
35/POJK.05/2018 tanggal 27 Desember 2018 setinggi-tingginya 10 kali (1.000%).
28. Pendapatan Pembiayaan Multiguna
30 Juni 2026 30 Juni 2025
Pihak berelasi 7 8
Pihak ketiga 162,555 224,459
Jumlah 162,562 224,467
- 90 -
Page 94
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
29. Pendapatan Pembiayaan Modal Kerja
30 Juni 2026 30 Juni 2025
Pihak berelasi 95 95
Pihak ketiga 26,133 38,089
Jumlah 26,228 38,184
30. Hasil Jasa Asuransi
30 Juni 2026
Pendapatan
(Beban) dari
Pendapatan Beban Jasa Kontrak Reasuransi Hasil Jasa
Jasa Asuransi Asuransi Milikan Asuransi - Bersih
Asuransi umum
Asuransi Kredit 3,178,442 (2,012,877) (101,526) 1,064,039
Kebakaran 1,831 (148) (296) 1,387
Kecelakaan 4,710 (3,630) (12) 1,068
Kesehatan 8 32 - 40
Liabilitas -
komprehensif 2,079 (1,759) - 320
Pengangkutan 98 (66) - 32
Mesin - - - -
Rangka kapal - - - -
Kendaraan bermotor 16,830 4,107 - 20,937
Lain-lain 120,526 (109,749) (7,090) 3,687
Jumlah 3,324,524 (2,124,090) (108,924) 1,091,510
30 Juni 2025
Pendapatan
(Beban) dari
Pendapatan Beban Jasa Kontrak Reasuransi Hasil Jasa
Jasa Asuransi Asuransi Milikan Asuransi - Bersih
Asuransi umum
Asuransi Kredit 3,114,116 (2,715,635) (36,402) 362,079
Kebakaran 4,625 (633) (224) 3,768
Kecelakaan 1,495 (907) (22) 566
Kesehatan 10 46 - 56
Liabilitas -
komprehensif 506 (258) - 248
Pengangkutan 231 (60) (1) 170
Mesin - - - -
Rangka kapal - - - -
Kendaraan bermotor 37,708 (50,870) - (13,162)
Lain-lain 2,942 (5,301) (2,972) (5,331)
Jumlah 3,161,633 (2,773,618) (39,621) 348,394
- 91 -
Page 95
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31. Pendapatan Penjamin – Bersih
30 Juni 30 Juni
2026 2025
Pendapatan penjaminan ulang
Imbal jasa penjaminan ulang - -
Beban klaim
Penurunan cadangan klaim - -
Jumlah - -
32. Pendapatan dan Beban Keuangan dari Kontrak Asuransi dan Reasuransi
30 Juni 30 Juni
2026 2025
Beban keuangan bersih dari
kontrak asuransi
Bunga akresian (2,173) (41,482)
Dampak perubahan tingkat suku
bunga dan asumsi keuangan
lainnya 4,379 (236)
Jumlah beban keuangan bersih dari
kontrak asuransi 2,206 (41,718)
30 Juni 30 Juni
2025 2025
Pendapatan keuangan bersih dari
kontrak reasuransi
Bunga akresian 5,448 2,861
Lainnya 255 171
Jumlah pendapatan keuangan bersih
dari kontrak reasuransi 5,703 3,032
Disajikan sebagai:
Jumlah yang diakui dalam laba rugi 7,909 (38,686)
Jumlah yang diakui dalam
penghasilan komprehensif lain - -
7,909 (38,686)
33. Pendapatan Administrasi
30 Juni 2026 30 Juni 2025
Pembiayaan multiguna 12,622 37,207
Sewa pembiayaan 29,081 2,407
Pembiayaan modal kerja 12 -
Pembiayaan syariah (133) (403)
Jumlah 41,582 39,211
- 92 -
Page 96
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
34. Pendapatan Lain-lain
30 Juni 2026 30 Juni 2025
Pendapatan klaim 36,956 64,454
Pendapatan bunga 19,525 26,058
Kelebihan pembayaran dari nasabah 7,359 4,467
Sewa gedung 6,394 13,645
Denda dan pinalti keterlambatan pembayaran
nasabah 25 51
Pendapatan dividen 2 3
Lainnya 1,797 1,639
Jumlah 72,058 110,317
35. Beban Umum dan Administrasi
30 Juni 2026 30 Juni 2025
Asuransi 17,423 10,154
Jasa profesional 14,951 4,312
Jamuan dan perjalanan 4,950 14,530
Komunikasi 3,895 3,046
Listrik dan air 3,530 4,010
Sewa 2,725 3,592
Perbaikan dan pemeliharaan 2,177 8,080
Pemasaran dan iklan 2,080 389
Pelatihan dan pengembangan 1,689 2,245
Kendaraan 1,515 1,725
Perlengkapan kantor 1,341 3,174
Perangkat lunak 931 703
Surat kabar, majalah dan cetakan 892 1,023
Administrasi 555 622
Lain-lain 1,075 3,387
Jumlah 59,729 60,992
36. Beban Lain-lain
30 Juni 2026 30 Juni 2025
Kerugian penjualan agunan
yang diambil alih 16,977 27,620
Pajak-pajak 1,917 2,538
Lain-lain 1,083 2,350
Jumlah 19,977 32,508
- 93 -
Page 97
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
37. Dana Pensiun dan Imbalan Pasca-Kerja
Dana Pensiun
Sejak 29 Juni 2001, Grup menyelenggarakan program pensiun iuran pasti untuk seluruh karyawan
tetap yang memenuhi syarat. Manfaat tersebut akan dibayarkan pada saat karyawan pensiun,
mengalami cacat atau meninggal dunia.
Grup telah menunjuk Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Eka Life dalam mengelola
program dana pensiunnya yang pendiriannya telah disetujui oleh Menteri Keuangan Republik
Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. Kep-072/KM.17/2000 tanggal 17 Februari 2000.
Sejak tahun 2006, Grup tidak lagi melakukan pembayaran iuran pensiun sehubungan dengan
program pensiun di atas, dan sebagai gantinya, Grup hanya melakukan perhitungan imbalan
pasca-kerja sesuai dengan peraturan ketenagakerjaan yang berlaku.
Dana atas setoran yang telah dibayarkan Grup sebelumnya, masih dikelola oleh DPLK, dan baru
akan dicairkan pada saat karyawan Grup mencapai usia pensiun.
Imbalan Pasca-Kerja
Mulai tanggal 2 Februari 2021, Perusahaan melakukan perhitungan liabilitas imbalan kerja
berdasarkan Undang-Undang No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (“Undang-Undang Cipta
Kerja”) dan Peraturan Pemerintah No. 35 Tahun 2021 tentang Perjanjian Kerja Waktu Tertentu,
Alih Daya, Waktu Kerja dan Waktu Istirahat, dan Pemutusan Hubungan Kerja. Sebelum Peraturan
Pemerintah No. 35 Tahun 2021 diberlakukan, perhitungan liabilitas imbalan kerja didasarkan pada
Undang-Undang No. 13 Tahun 2003.
Presiden Republik Indonesia telah menetapkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang
No. 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja (Perppu Cipta Kerja 2/2022) pada tanggal
30 Desember 2022 yang merupakan pelaksanaan dari Putusan MK Nomor 91/PUU-XVIII/2020.
Dengan berlakunya Perppu ini, UU No. 11/2020 tentang Cipta Kerja dicabut dan dinyatakan tidak
berlaku.
Untuk pendanaan imbalan kerja jangka panjang tersebut, Grup menyelenggarakan program dana
pensiun manfaat pasti untuk seluruh karyawan tetap yang memenuhi syarat. Imbalan tersebut
akan dibayarkan pada saat karyawan pensiun, cacat tetap atau diberhentikan.
Grup telah menunjuk PT Asuransi Simas Jiwa untuk mengelola program pensiun tersebut melalui
Dana Pensiun Lembaga Keuangan Simas Jiwa, yang pendiriannya telah disahkan menurut
Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan No. KEP-61/NB.1/2018 tanggal 16
Oktober 2018 mengenai Pengesahan atas Peraturan Dana Pensiun dari Dana Pensiun Lembaga
Keuangan (DPLK) Simas Jiwa.
Perhitungan aktuaria pada tahun 2025 atas imbalan kerja jangka panjang dilakukan oleh KKA
Rinaldi & Zulhamdi, aktuaris independen.
Jumlah karyawan yang berhak atas imbalan kerja jangka panjang tersebut sebanyak 561
karyawan dan 498 karyawan, masing-masing pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025.
- 94 -
Page 98
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
38. Pajak Penghasilan
Beban (manfaat) pajak Grup terdiri dari:
30 Juni 2026 30 Juni 2025
Beban (penghasilan) pajak tangguhan
Perusahaan - -
Entitas anak - -
Jumlah - -
39. Laba (Rugi) Per Saham Dasar
30 Juni 2026 30 Juni 2025
Laba (rugi) bersih untuk perhitungan laba
per saham dasar 719,588 158,256
Jumlah rata-rata tertimbang saham biasa
untuk perhitungan laba (rugi) per
saham dasar (lembar saham) 1,550,000 1,550,000
Laba (rugi) bersih per saham dasar
(dalam Rupiah penuh) 464,250 102,101
40. Manajemen Risiko Keuangan
Pendahuluan dan Gambaran Umum
Grup memiliki eksposur terhadap risiko-risiko atas instrumen keuangan sebagai berikut:
a. Risiko Kredit
b. Risiko Pasar
c. Risiko Likuiditas
d. Risiko Asuransi
e. Risiko Operasional
Disamping itu, manajemen juga mengidentifikasi risiko-risiko lain seperti risiko reputasi, risiko
hukum, dan risiko kepatuhan yang dikelola sebagai bagian dari risiko operasional.
Catatan ini menyajikan informasi mengenai eksposur Grup terhadap setiap risiko di atas, serta
tujuan, kebijakan dan proses yang dilakukan oleh Grup dalam mengukur dan mengelola risiko.
Kerangka Manajemen Risiko
Manajemen menggunakan pendekatan pengelolaan risiko yang menyeluruh berdasarkan prinsip-
prinsip dan nilai-nilai yang positif, dimana meliputi strategi risiko yang terdefinisikan dengan baik,
dewan yang terstruktur, komite kerja yang bertanggung jawab, pengelolaan wewenang dan
jenjang pendelegasian yang terstruktur.
Komite manajemen risiko juga berkewajiban untuk menjaga arahan risiko yang disetujui oleh
Dewan Komisaris dan Direksi dengan tetap mengikuti pedoman yang ada. Perusahaan sebagai
- 95 -
Page 99
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
entitas anak dari PT Sinar Mas Multiartha Tbk menerapkan konsep berkesinambungan terkait
dengan penerapan manajemen risiko yang dilaksanakan oleh entitas induk.
Kemitraan antara Perusahaan dengan PT Sinar Mas Multiartha Tbk adalah hal yang penting,
dimana keduanya saling terkait dalam menghadapi segala kemungkinan risiko yang dapat muncul
seiring dengan pertumbuhan dan pengelolaan kinerja Grup.
Dalam menerapkan manajemen risiko, Grup menerapkan 4 pilar, yaitu pengawasan yang aktif dari
Direksi dan Dewan Komisaris, Kebijakan dan Penerapan Batasan, Pengendalian Sistem Informasi
Manajemen, dan Pengendalian Internal.
a. Risiko Kredit
Risiko kredit terkait dengan kemampuan nasabah untuk membayar kembali jumlah pokok
utang, bunga beserta liabilitas lainnya yang melekat kepada Grup. Risiko kredit dikelola
dengan menetapkan kebijakan dan prosedur yang meliputi pembentukan, penjaminan,
pemeliharaan dan penagihan kredit untuk memastikan bahwa profil risiko kredit masih berada
dalam kisaran yang dapat diterima. Kisaran tersebut berdasarkan batasan portofolio Grup
secara keseluruhan, dengan mempertimbangkan unsur kemampuan Grup, konsentrasi atau
kecenderungan-kecenderungan lainnya, kondisi ekonomi, kondisi pasar, efektivitas produk
serta perkiraan kerugian kredit.
Fungsi manajemen risiko kredit adalah untuk memastikan adanya pemisahan tugas dan
tanggung jawab antara personel yang berwenang memberikan kredit, batasan yang
ditentukan berdasarkan pertimbangan kebijakan dari direksi, pengalaman dan bukti historis,
karakteristik bisnis dan pengelolaan risiko yang terintegrasi untuk menilai setiap kredit yang
disalurkan secara terstruktur dan independen. Penelaahan dilakukan oleh Audit Internal.
Manajemen juga menerapkan panduan kebijakan dan prosedur mengenai penertiban
batasan dan pengetatan wewenang pihak-pihak yang bertugas menyetujui kredit-kredit yang
akan disalurkan.
Prioritas utama manajemen adalah mematuhi kebijakan dan peraturan dari Menteri
Keuangan, peraturan hukum dan peraturan lainnya yang relevan.
- 96 -
Page 100
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Berikut adalah ekposur maksimum laporan posisi keuangan konsolidasian yang terkait risiko
kredit pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025:
30 Juni 2026
Jumlah Bruto Jumlah Neto
Diukur pada biaya perolehan diamortisasi
Kas dan setara kas 1,781,313 1,781,313
Investasi 275,151 275,151
Piutang pembiayaan multiguna 1,094,461 1,050,108
Piutang pembiayaan modal kerja 747,662 668,820
Piutang sewa pembiayaan 746,812 732,935
Piutang lain-lain 89,609 72,013
Aset lain-lain - simpanan jaminan 385 385
Diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Investasi 703,151 699,686
Diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain
investasi 4,049 4,049
Jumlah 5,442,593 5,284,460
31 Desember 2025
Jumlah Bruto Jumlah Neto
Diukur pada biaya perolehan diamortisasi
Kas dan setara kas 2,145,309 2,145,309
Investasi 374,554 374,554
Piutang pembiayaan multiguna 1,306,581 1,257,941
Piutang pembiayaan modal kerja 752,996 699,349
Piutang sewa pembiayaan 396,933 391,661
Piutang lain-lain 38,383 20,830
Aset lain-lain - simpanan jaminan 496 496
Diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Investasi 529,716 524,423
Diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain
investasi 5,052 5,052
Jumlah 5,550,020 5,419,615
Kualitas kredit dari aset keuangan baik yang belum jatuh tempo atau tidak mengalami
penurunan nilai dapat dinilai dengan mengacu pada informasi historis mengenai tingkat gagal
bayar debitur pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025:
- 97 -
Page 101
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
30 Juni 2026
Belum jatuh
tempo atau tidak Mengalami
mengalami penurunan
penurunan nilai nilai Jumlah
Kas dan setara kas 1,781,313 - 1,781,313
Investasi
Diukur pada biaya
perolehan diamortisasi 275,151 - 275,151
Diukur pada nilai wajar
melalui laba rugi 699,686 - 699,686
Diukur pada nilai wajar
melalui penghasilan
komprehensif lain 4,049 - 4,049
Piutang pembiayaan multiguna 989,926 60,182 1,050,108
Piutang pembiayaan modal kerja 668,820 - 668,820
Piutang sewa pembiayaan 727,100 5,835 732,935
Piutang lain-lain 72,013 - 72,013
Aset lain-lain - simpanan jaminan 385 - 385
5,218,443 66,017 5,284,460
31 Desember 2025
Belum jatuh
tempo atau tidak Mengalami
mengalami penurunan
penurunan nilai nilai Jumlah
Kas dan setara kas 2,145,309 - 2,145,309
Investasi
Diukur pada biaya
perolehan diamortisasi 374,554 - 374,554
Diukur pada nilai wajar
melalui laba rugi 524,423 - 524,423
Diukur pada nilai wajar
melalui penghasilan
komprehensif lain 5,052 - 5,052
Piutang pembiayaan multiguna 1,191,709 66,232 1,257,941
Piutang pembiayaan modal kerja 699,349 - 699,349
Piutang sewa pembiayaan 391,476 185 391,661
Piutang lain-lain 20,830 - 20,830
Aset lain-lain - simpanan jaminan 496 - 496
5,353,198 66,417 5,419,615
b. Risiko Pasar
Risiko ini mengukur dan mengelola risiko yang berasal dari perubahan faktor-faktor pasar
terutama suku bunga dan nilai tukar.
- 98 -
Page 102
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Risiko Nilai Tukar
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, Grup mempunyai aset moneter dalam
mata uang Dolar Amerika Serikat sebagai berikut:
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Ekuivalen Ekuivalen
US$ Rupiah US$ Rupiah
Aset
Kas dan setara kas 298,021 5,321 147,786 2,480
Investasi 12,258,216 218,883 12,394,365 208,002
Piutang Lain-lain 254,971 4,553 265,315 4,453
Jumlah aset 228,757 214,935
Kurs mata uang asing yang digunakan oleh Grup pada tanggal laporan posisi keuangan
diungkapkan pada Catatan 2.
Sensitivitas Nilai Tukar
Tabel berikut menunjukkan sensitivitas atas perubahan yang wajar dari nilai tukar kas
dan setara kas Dolar Amerika Serikat terhadap Rupiah, dimana semua variabel lain
konstan, terhadap laba sebelum pajak untuk tahun-tahun yang berakhir 30 Juni 2026 dan
31 Desember 2025. Lima persen (5%) adalah tingkat sensitivitas yang digunakan pada
saat pelaporan mata uang asing kepada manajemen kunci secara internal dan
merupakan asumsi manajemen yang mungkin terjadi atas nilai tukar.
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Kenaikan Kenaikan
(penurunan) nilai Efek terhadap (penurunan) nilai Efek terhadap
tukar dalam rugi sebelum tukar dalam rugi sebelum
persentase pajak persentase pajak
Rupiah terhadap:
Dolar Amerika Serikat 5% 3,009 5% 10,747
(5%) (3,009) (5%) (10,747)
Risiko Suku Bunga
Risiko suku bunga adalah risiko bahwa nilai wajar atau arus kas masa datang atas instrumen
keuangan akan berfluktuasi karena perubahan suku bunga pasar. Kebijakan Grup mengatur
agar suku bunga pinjaman dari bank (cost of fund) yang menggunakan suku bunga dapat
menutup suku bunga yang dikenakan kepada konsumen. Manajemen juga melakukan
penelaahan berbagai suku bunga yang ditawarkan oleh kreditur untuk mendapatkan suku
bunga yang menguntungkan sebelum mengambil keputusan untuk melakukan perikatan
utang.
Tabel di bawah menyajikan instrumen keuangan yang terdampak risiko suku bunga:
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Rata-Rata Rata-Rata
Suku Bunga Jumlah Suku Bunga Jumlah
Mengambang Tercatat Mengambang Tercatat
% %
Liabilitas
Pinjaman yang diterima 7,00% - 11,00% 233,858 7% - 11,00% 156,834
- 99 -
Page 103
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Sensitivitas Suku Bunga
Analisa sensitivitas berikut ditentukan berdasarkan eksposur Grup berupa aset keuangan
dengan bunga (interest bearing) pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian,
dengan asumsi perubahan suku bunga terjadi pada awal tahun dan konstan sepanjang tahun
pelaporan, dalam hal variabel tersebut memiliki suku bunga mengambang.
Jika suku bunga meningkat atau menurun sebesar 50 basis poin sedangkan variabel lainnya
konstan, maka jumlah penghasilan komprehensif Grup untuk periode yang berakhir 30 Juni
2026 dan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2025 akan meningkat atau menurun
masing-masing sebesar Rp 5.252 dan Rp 5.338, yang terutama disebabkan oleh kenaikan
beban bunga.
Sesuai dengan kebijakan Grup, Direksi memonitor dan melakukan review atas sensitivitas
suku bunga Grup secara menyeluruh setiap bulan.
c. Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas adalah risiko kerugian yang timbul karena Grup tidak memiliki arus kas yang
cukup untuk memenuhi liabilitasnya.
Dalam pengelolaan risiko likuiditas, manajemen memantau dan menjaga jumlah kas dan
setara kas yang dianggap memadai untuk membiayai operasional Grup dan untuk mengatasi
dampak fluktuasi arus kas. Manajemen juga melakukan evaluasi berkala atas proyeksi arus
kas dan arus kas aktual, termasuk jadwal jatuh tempo utang, dan terus-menerus melakukan
penelaahan pasar keuangan untuk mendapatkan sumber pendanaan yang optimal.
Tabel di bawah menyajikan analisa nilai tercatat liabilitas keuangan Grup berdasarkan jangka
waktu yang tersisa sampai dengan tanggal jatuh tempo kontraktual. Jumlah yang diterapkan
dalam tabel merupakan arus kas kontraktual yang tidak didiskontokan (tidak termasuk beban
bunga pinjaman masa yang akan datang):
30 Juni 2026
Jatuh Tempo Jatuh Tempo Jatuh Tempo Jatuh Tempo Jatuh Tempo Jatuh Tempo
dalam Setelah Setelah Setelah Setelah Setelah Biaya
< 1 tahun 1 tahun 2 tahun 3 tahun 4 tahun 5 tahun Jumlah Transaksi Jumlah
Pinjaman yang diterima 342,385 54,519 146,332 507,086 - - 1,050,322 (1,822) 1,048,500
Utang obligasi 9,000 105,450 425,000 - - - 539,450 (2,705) 536,745
Utang pemegang saham 1,000 - 1,000 782,950 688,000 1,472,950 1,472,950
Beban akrual 26,667 - - - - 26,667 26,667
Liabilitas lain-lain 158,028 - - - - 158,028 158,028
Jumlah 537,080 159,969 572,332 1,290,036 688,000 - 3,247,417 (4,527) 3,242,890
31 Desember 2025
Jatuh Tempo Jatuh Tempo Jatuh Tempo Jatuh Tempo Jatuh Tempo Jatuh Tempo
dalam Setelah Setelah Setelah Setelah Setelah Biaya
< 1 tahun 1 tahun 2 tahun 3 tahun 4 tahun 5 tahun Jumlah Transaksi Jumlah
Pinjaman yang diterima 249,627 134,744 103,725 15,805 563,666 - 1,067,566 (2,105) 1,065,461
Utang obligasi 902,850 9,000 530,450 - - - 1,442,300 (3,725) 1,438,575
Utang pemegang saham - - 1,000 2,000 1,052,950 - 1,055,950 - 1,055,950
Beban akrual 40,582 - - - - - 40,582 - 40,582
Liabilitas lain-lain 161,145 - - - - - 161,145 - 161,145
Jumlah 1,354,204 143,744 635,175 17,805 1,616,616 - 3,767,543 (5,830) 3,761,714
- 100 -
Page 104
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
d. Risiko Asuransi
Risiko utama yang dihadapi Grup terkait dengan kontrak asuransi adalah perbedaan antara
jumlah klaim yang terjadi, manfaat yang dibayarkan dan waktu terjadinya klaim dengan yang
diprediksikan sebelumnya. Hal ini dipengaruhi oleh frekuensi, tingkat keparahan (severity)
dari klaim, manfaat actual yang dibayarkan, dan perkembangan dari klaim jangka panjang.
Oleh karena itu, tujuan Grup adalah untuk memastikan bahwa cadangan yang dibentuk cukup
untuk memenuhi semua liabilitas tersebut.
Eksposur risiko yang terkait dengan kontrak asuransi dapat dimitigasi dengan melakukan
diversifikasi portofolio kontrak asuransi dan area geografis. Keberagaman risiko diperbaiki
juga melalui pemilihan risiko dengan hati-hati dan implementasi dari pedoman underwriting
serta pengaturan program reasuransi.
Kontrak Asuransi
Dalam rangka manajemen risiko atas pertanggungan asuransi yang bernilai signifikan dan
mempunyai risiko khusus, Grup mengadakan kontrak reasuransi baik yang bersifat
proporsional maupun non-proporsional dengan beberapa perusahaan asuransi dan
reasuransi dalam negeri dan luar negeri. Program reasuransi untuk tahun 2024 dan 2023
adalah sebagai berikut:
1. Program Reasuransi Proporsional Treaty
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
Program treaty untuk setiap kerugian dan risiko
Jenis Pertanggungan Retensi Dalam Negeri Luar Negeri Jumlah
Kebakaran 12,000 3,000 - 15,000
Rekayasa 9,000 6,000 - 15,000
Kerugian 9,000 6,000 - 15,000
Pengangkutan 9,000 6,000 - 15,000
2. Program Reasuransi non Proporsional - Excess of Loss
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
Program excess of loss untuk setiap kerugian dan setiap risiko
Jenis Pertanggungan Retensi Dalam Negeri Luar Negeri Jumlah
Harta benda & rekayasa 9,500 100,000 - 109,500
Kendaraan bermotor 200 30,000 - 30,200
Umum 1,000 75,850 - 76,850
Kecelakaan diri 200 51,050 - 51,250
Grup tidak tergantung pada satu reasuradur ataupun satu kontrak reasuransi tertentu secara
signifikan.
Asumsi Utama
Asumsi utama yang menjadi dasar dalam perhitungan estimasi kewajiban klaim yaitu bahwa
pembentukan klaim masa depan Grup akan memiliki pola yang sama dengan pembentukan
klaim yang terjadi di masa lampau. Termasuk asumsi dari rata-rata beban klaim, beban
penanganan klaim, faktor inflasi klaim, dan jumlah klaim untuk setiap tahun kecelakaan.
Justifikasi kualitatif tambahan digunakan untuk memperkirakan tingkat di mana tren masa
- 101 -
Page 105
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
lampau tidak akan terulang lagi di masa depan, misalnya: kejadian khusus yang hanya terjadi
sekali, perubahan yang terjadi di pasar seperti sikap masyarakat terhadap klaim, kondisi
ekonomi maupun faktor internal seperti campuran portofolio, syarat dan ketentuan polis dan
prosedur penanganan klaim.
Justifikasi lebih lanjut digunakan untuk menghitung tingkat di mana faktor eksternal seperti
keputusan peradilan dan peraturan Pemerintah yang mempengaruhi estimasi besaran klaim.
Kondisi utama yang mempengaruhi keandalan dari asumsi yang digunakan adalah rasio
kerugian, perbedaan tingkat bunga, keterlambatan dalam penyelesaian dan perubahan nilai
tukar mata uang asing.
Sensitivitas
Liabilitas klaim sangat sensitif terhadap asumsi utama yang digunakan. Hingga saat ini
adalah hal yang tidak mungkin untuk dapat menentukan tingkat sensitivitas dari beberapa
asumsi seperti perubahan perundangan atau ketidakpastian dalam proses estimasi. Analisis
berikut dibuat untuk menunjukkan pengaruh terhadap laporan laba rugi komprehensif apabila
asumsi utama diubah dengan semua asumsi lain dianggap tetap. Korelasi antara asumsi-
asumsi yang ada dapat memberikan dampak yang signifikan dalam menentukan liabilitas
klaim. Dampak atas perubahan kenaikan (penurunan) rasio kerugian sebesar 5% terhadap
tahun berjalan adalah sebagai berikut:
31 Desember 2025
Pengaruh pada laba
Rasio kerugian + 5% (17,470,836,480)
Rasio kerugian - 5% (2,676,455,270)
Tabel Perkembangan Klaim
Tabel berikut memperlihatkan estimasi kumulatif klaim yang terjadi, termasuk klaim yang
dilaporkan dan IBNR untuk setiap kejadian pada tanggal posisi laporan keuangan:
Klaim dibayar
Tahun Perkembangan Tahun ke-
Kejadian 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Telah diterima
2015 911 1,971 1,762 1,767 1,767 1,767 1,767 1,772 1,772 1,772 1,772 1,772
2016 3,059 4,307 4,294 4,298 4,298 4,298 4,298 4,298 4,298 4,297 4,297
2017 5,073 7,027 7,340 7,339 7,339 7,339 7,339 7,339 7,338 7,338
2018 12,223 15,827 18,055 18,662 18,676 18,662 18,678 18,690 18,690
2019 1,098,642 1,111,061 1,114,628 1,115,012 1,115,188 1,115,226 1,115,217 1,115,217
2020 697,866 713,245 710,976 710,985 710,985 710,985 710,985
2021 137,717 135,246 134,432 134,418 134,481 134,481
2022 520,392 615,341 615,613 615,697 615,697
2023 1,541,701 1,572,794 1,548,437 1,548,437
2024 3,206,725 3,236,222 3,236,222
2025 6,115,142 6,115,142
- 102 -
Page 106
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Klaim terjadi
Tahun Perkembangan Tahun ke-
Kejadian 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Telah dilaporkan/
2015 2,357 2,202 2,181 1,994 1,991 1,991 1,991 1,801 1,787 1,788 1,788 1,788
2016 4,011 4,962 4,597 4,588 4,588 4,588 4,327 4,326 4,308 4,307 4,307
2017 6,401 7,565 7,813 7,811 7,810 7,481 7,456 7,390 7,389 7,389
2018 16,823 20,855 20,079 20,819 18,866 18,726 18,728 18,739 18,739
2019 1,238,094 1,122,296 1,122,505 1,117,591 1,115,635 1,115,456 1,115,443 1,115,443
2020 765,882 777,109 711,618 711,468 711,031 711,031 711,031
2021 148,955 136,851 135,849 134,705 134,765 134,765
2022 522,202 615,848 615,727 615,804 615,804
2023 1,545,213 1,573,187 1,548,726 1,548,726
2024 3,224,494 3,242,539 3,242,539
2025 7,650,255 7,650,255
Ringkasan
Tahun Kejadian Premi diterima
2015 7,624
2016 11,493
2017 13,904
2018 31,970
2019 1,296,859
2020 818,278
2021 220,818
2022 542,390
2023 1,980,335
2024 3,418,090
2025 8,169,612
e. Risiko Operasional
Risiko operasional adalah risiko kerugian yang langsung atau tidak langsung berhubungan
dengan ketidakmampuan internal atau kegagalan proses internal Grup yang umumnya
merujuk pada kesalahan manusia, teknologi, risiko hukum dan kasus penipuan.
Kerangka manajemen risiko operasional yang sistematis diterapkan untuk memastikan
semua risiko operasional terkendali dan terpantau secara komprehensif dan diterapkan
secara teratur dalam semua bidang utama Grup. Evaluasi yang berkelanjutan terhadap
efektivitas dan integritas diperlukan guna menunjang penyempurnaan setiap langkah
pengelolaan risiko operasional. Grup mengelola risiko operasional sesuai dengan ketentuan
yang berlaku dari Menteri Keuangan dan lembaga pengatur lainnya serta
membandingkannya dengan praktek-praktek usaha sejenis yang ada.
Perencanaan Kesinambungan Bisnis
Rencana kesinambungan bisnis yang spesifik telah dirumuskan dengan baik yang mencakup
kemungkinan kredit macet. Rencana berkesinambungan bisnis yang menyeluruh juga dibuat
untuk menunjukkan peran dan tanggung jawab setiap pihak, dimana bila terjadi peningkatan
risiko tertentu maka akan dikoordinasi oleh kantor pusat, mengingat Grup memiliki cabang
yang tersebar di seluruh Indonesia.
Pengelolaan Risiko
Penanganan risiko operasional dilakukan dengan cara identifikasi risiko, pengukuran risiko,
dan pengendalian risiko oleh manajemen. Ketiga hal tersebut merupakan satu kesatuan yang
tidak terpisahkan.
Semua posisi risiko telah dikelola oleh manajemen dengan prinsip kehati-hatian dan teratur.
Faktor-faktor eksternal dan kecenderungan pasar, sektor ekonomi dan bisnis secara
- 103 -
Page 107
PT SINAR MAS MULTIFINANCE
DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
Periode Enam Bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
keseluruhan juga dievaluasi. Selain itu, evaluasi bulanan yang komprehensif juga dilakukan
terhadap semua parameter risiko.
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, Perusahaan mempunyai 110 cabang
yang tersebar di pulau Sumatera, Belitung, Jawa, DKI Jakarta, Kalimantan, Sulawesi, Bali,
Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat dan Papua.
*******
- 104 -
Names mentioned 86 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Sinar Mas Multifinance Dan Entitas Anak
p.1 ×7
unresolved
org
PT SINAR MAS MULTIFINANCE DAN ENTITAS ANAK DAFTAR
p.2
unresolved
org
PT SINAR MAS MULTIFINANCE DAN ENTITAS ANAK Catatan
p.10 ×98
unresolved
org
PT Sinar
p.10
unresolved
person
Benny Kristianto
p.10
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.10 ×2
unresolved
person
Veronica Lily Dharma
p.10
unresolved
person
Syofilawati
p.10 ×5
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.10
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.10 ×3
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal
p.11
unresolved
org
Bapepam
p.11 ×2
unresolved
org
PT Bursa Efek Surabaya. Jangka
p.11
unresolved
org
PT Asuransi Simas Insurtech
p.12 ×4
unresolved
person
Dahlia
p.12
unresolved
org
PT Penjamin Ulang Indonesia
p.13 ×2
unresolved
org
PT Asuransi Sinar Mas
p.13 ×4
unresolved
org
Menteri Hukum Republik Indonesia
p.13
unresolved
org
Bank Indonesia
p.19 ×8
unresolved
org
PT Bank Nano Syariah
p.46
unresolved
org
PT Bank Super Bank One Satrio
p.46
unresolved
org
PT Bank Sea Bank
p.46
unresolved
org
PT Bank CCB
p.46
unresolved
org
PT Bank Sampoerna
p.46 ×7
unresolved
org
PT Bank Mega Syariah
p.46
unresolved
org
PT Bank Maybank Indonesia Syariah
p.46
unresolved
org
Bank Mayapada International Tbk
p.46 ×6
unresolved
org
PT Bank Mandiri PerseroTbk
p.46
unresolved
org
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat
p.47
unresolved
org
Bank Capital Tbk
p.66 ×6
unresolved
org
Bank Sahabat Sampoerna Tbk
p.66 ×4
unresolved
org
Bank Nusantara Parahyangan Tbk
p.67 ×2
unresolved
org
Bank Mayapada
p.71 ×3
unresolved
org
Bank Jtrust
p.73 ×3
unresolved
org
Bank Amar
p.74 ×4
unresolved
person
Leolin Jayayanti
p.85 ×3
unresolved
org
PT Kredit Rating Indonesia No. RC-
p.88
unresolved
org
Dana Pensiun Lembaga Keuangan
p.97 ×2
unresolved
org
PT Asuransi Simas Jiwa
p.97
unresolved
org
Dana Pensiun Lembaga Keuangan Simas Jiwa
p.97
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.99 ×2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.