Back to announcement
20250925_TOTL_Keterbukaan Informasi terkait Aksi Korporasi_31952566_lamp1.pdf
Asset transaction Needs review TOTLSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 106
Page 1 OCR 0.956
Laporan Studi Kelayakan Penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) Baru PT Total Bangun Persada Tbk
Page 2 OCR 0.802
IM L2| Bidang Jasa - Penilaian Proper (Pj dan Besris (B)
»j |N Wilayah Kerja : Indonesia
Kantor Jasa Penilai Publik
Banedictas Darmipuspita dan Rekam
81 saran Kantar dns Pentas Putik Na TECNN
KMK Na. B96/KM, 1/2012
Surat BAPEPAM Wo, S-615W/8L/2112
Jakarta, 24 September 2025
Kepada Yth
Direksi
PT Total Bangun Persada Tbk
Jalan Letjen S. Parman No.106
Kel Tomang, Kec. Grogol Petamburan
Jakarta Barat 11440
Hal: Laporan Studi Kelayakan Penambahan Klasifikasi Baku
Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) Baru
PT Total Bangun Persada Tbk
No. Laporan: 00319/2.0103-00/BS/03/0121/1/1X/2025
Dengan hormat
Sehubungan dengan penugasan yang diberikan oleh PT Total Bangun Persada
Tbk (“Perseroan”), suatu perseroan terbatas terbuka yang bergerak di bidang
konstruksi, yang beralamat di Jalan Letjen S. Parman No, 106, Kel, Tomang,
Kec. Grogol Petamburan, Jakarta Barat 11440, mengacu pada Proposal Ref,
No. BDR 25P-278/R1 tanggal 13 Agustus 2025, dari Kantor Jasa Penilai Publik
Benedictus Darmapuspita dan Rekan (“KJPP BDR" atau “Kami”) kepada
Perseroan, Kami telah menyusun Laporan Studi Kelayakan Penambahan
Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (“KBLI") baru dengan kode 42205
— Konstruksi Sentral Telekomunikasi, 42911 — Konstruksi Bangunan Prasarana
Sumber Daya Air, 42912 — Konstruksi Bangunan Pelabukan Bukan Perikanan,
42915 — Konstruksi Bangunan Sipil Minyak dan Gas Bumi, 42916 — Konstruksi
Bangunan Sipil Pertambangan, 42917 — Konstruksi Bangunan Sipil Panas
Bumi, 42918 — Konstruksi Bangunan Sipil Fasilitas Olah Raga, 42919 —
Konstruksi Bangunan Sipil Lainnya Ytdl, 42923 — Konstruksi Bangunan Sipil
Fasilitas Pengolahan Produk Kimia, Petrokimia, Farmasi, dan Industri Lainnya,
dan 42929 — Konstruksi Khusus Bangunan Sipil Lainnya Ytdl.
Maksud dari penyusunan Laporan Studi Kelayakan ini adalah untuk memberi
pernyataan bahwa penambahaan KBLI baru dengan kode 42206, 42911,
42912, 42915, 42916, 42917, 42918, 42919, 42923, dan 42929 oleh Perseroan
seperti dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.
17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha
("POJK 17/2020”) adalah layak atau tidak layak.
Pusat
(PE), Jl Misi Na, 38 Oeerg - Gambar jakarta 3
S2, ABI2GAK, 38YI1AG Fox « (02113
ank, E-tesil: infofiibdr.co.id
c
Surabaya : Bitang Jaes : Penisian Propsrt (PI, Teip, - (001) 102820, 87628
Bidang Jasa : Puriaan Proberf dan Bis
Tdp, : (021) 3ASESTT, 3615414, 351
Wabiito : wat
DANIKBNN, OSASAT HAN, Dera : mernbayaiber cod
NA0860, Esai | makassangodrcoidl
Lukohario : Odang Jasa : Perilaan Propers (MJ, Telp, (02
Denpasar : Disarg Jasa - Ban kakan Properti itun Bienis (PA), Taka G1 9K:
Page 3 OCR 0.939
Dalam Studi Kelayakan ini KJPP BDR mengacu pada (i) POJK No. 35/POJK,04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35/2020”), (ii) POJK No. 17/POJK.04/2020, (iii) Kode Etik Penilaian Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia (“SPI") Edisi VII — 2018 (SPI Edisi VII — 2018), dan (iv) SPI Edisi Revisi Tahun 2020, Latar belakang Penambahan KBLI Baru yaitu Industri konstruksi adalah sektor strategis dan vital bagi perekonomian Indonesia, yang perannya semakin kompleks seiring pesatnya modernisasi dan tuntutan pembangunan infrastruktur berskala besar seperti IKN. Perkembangan ini mendorong munculnya spesialisasi layanan konstruksi yang signifikan, termasuk pembangunan fasilitas teknologi tinggi seperti pusat data (data center), infrastruktur energi terbarukan, hingga layanan manajemen proyek yang sangat bergantung pada teknologi digital seperti BIM dan kecerdasan buatan (AI), KBLI yang berlaku saat Ini cenderung mengelompokkan kegiatan-kegiatan canggih dan terspesialisasi ini ke dalam kategori umum, sehingga tidak merefleksikan tingkat risiko, kompetensi teknis, dan kompleksitas perizinan yang sebenarnya dibutuhkan oleh sub-sektor baru ini. Perkembangan teknologi telah menjadi pendorong utama spesialisasi yang mendalam dalam industri konstruksi, Saat ini, praktik seperti Building Information Modeling (BIM), adopsi konstruksi modular/pracetak, dan fokus pada konstruksi hijau (Green Construction) telah mengubah fundamental pelaksanaan proyek. Jenis pekerjaan yang sangat terspesialisasi, seperti manajemen proyek berbasis Al atau jasa instalasi dan pemeliharaan untuk infrastruktur energi terbarukan skala besar, menuntut: kompetensi, standar keselamatan, dan regulasi yang berbeda secara signifikan dari konstruksi tradisional. KBLI yang ada saat ini, yang cenderung berbasis pada jenis material atau fungsi bangunan konvensional, gagal menangkap perbedaan mendasar ini. Akibatnya, pelaku usaha yang bergerak di bidang inovatif terpaksa menggunakan kode KBLI yang tidak relevan, yang pada gilirannya menghambat pengakuan kompetensi spesifik mereka dan mempersulit proses sertifikasi serta tender yang mensyaratkan klasifikasi usaha yang akurat dan terperinci. Oleh karena itu, penambahan KBLI baru merupakan kebutuhan mendesak untuk menanggapi dinamika pasar dan teknologi konstruksi global, Langkah ini bertujuan untuk memperjelas batasan kegiatan usaha, memungkinkan pengumpulan data statistik yang lebih akurat, dan memastikan bahwa kerangka perizinan dan regulasi (terutama terkait risiko) sejalan dengan praktik industri terbaik saat ini, Dengan mengakomodasi spesialisasi baru secara resmi, pemerintah dapat mendukung pertumbuhan sub-sektor konstruksi modem secara terstruktur, meningkatkan daya saing pelaku usaha, dan memperkuat basis infrastruktur nasional secara berkelanjutan,
Page 4 OCR 0.947
Hasil Analisis Hasil analisis atas aspek pasar, menunjukkan bahwa Industri konstruksi di Indonesia adalah sektor vital yang berkontribusi lebih dari 1044 PDB nasional, didorong oleh belanja pemerintah untuk proyek infrastruktur strategis seperti IKN dan jalan tol, serta investasi sektor swasta dan adopsi teknologi digital, pasar ini diproyeksikan tumbuh stabil dengan nilai mencapai USD 305,48 miliar pada 2025 dan CAGR 7,5096 hingga 2030. Meskipun prospeknya kuat, industri ini menghadapi tantangan signifikan berupa fiuktuasi harga material (semen, baja), kekurangan tenaga kerja terampil. dan dominasi BUMN dalam perolehan proyek, sehingga perusahaan swasta perlu fokus pada diversifikasi portofolio dan strategi kehati-hatian untuk menjaga stabilitas keuangan. Hasil analisis atas aspek teknis menunjukkan bahwa penambahan KBLI baru masih merupakan lini bisnis konstruksi yang merupakan kegiatan utama Perseroan. Secara proses bisnis, produk dan layanan yang diberikan tidak ada perbedaan jika ada penambahan KBLI baru. Sehingga Perseroan secara teknis mampu menjalankan penambahan KBLI baru. Hasil analisis atas aspek pola bisnis menunjukkan bahwa Perseroan memilki keunggulan kompetitif dalam kegiatan usaha di bidang konstruksi, kemampuan Perseroan dalam menciptakan nilai tambah dan dapat memitigasi risiko persaingan, sehingga Perseroan yakin bahwa kegiatan usaha ini akan berkelanjutan. Hasil analisis atas aspek rnodel manajemen menunjukkan bahwa Perseroan dapat menambahkan KBLI baru dengan tersedianya tenaga ahli dalam bidang konstruksi yang sudah memiliki sertifikasi keahlian, manajemen juga sudah dapat menjelaskan seluruh risiko dari bisnis atau kegiatan usaha di bidang konstruksi, serta manajemen juga selalu menerapkan etika dalam mengelola hak kekayaan intektual baik yang dimiliki oleh internal maupun ekstemal, Hasil analisis atas aspek keuangan Dari perhitungan NPV dengan menggunakan tingkat diskonto sebesar 11,73Y4 menunjukkan bahwa nilai NPV dengan proyeksi aliran kas bersih selama 5,5 tahun adalah sebesar Rp267.377.592.000,00. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa IRR adalah 313396 lebih besar daripada tingkat diskonto sebesar 11,73Y. Berdasarkan perhitungan Payback Period penambahan KBLI baru membutuhkan waktu 4 tahun untuk mengembalikan investasi. Berdasarkan perhitungan yang kami lakukan diketahui bahwa nilai PI dari investasi dan rencana pengembangan tersebut adalah 3,49.
Page 5 OCR 0.904
Kesimpulan Dengan demikian berdasarkan data-data dan hasil dari berbagai analisis di antaranya analisis atas aspek pasar, teknis, pola bisnis, model manajemen, dan aspek keuangan, kami berpendapat bahwa: Rencana Penambahan KBLI Baru kode 42206 — Konstruksi Sentral Telekomunikasi, 42911 - Konstruksi Bangunan Prasarana Sumber Daya Air, 42912 — Konstruksi Bangunan Pelabukan Bukan Perikanan, 42915 — Konstruksi Bangunan Sipil Minyak dan Gas Bumi, 42916 — Konstruksi Bangunan Sipil Pertambangan, 42917 — Konstruksi Bangunan Sipil Panas Bumi, 42918 — Konstruksi Bangunan Sipil Fasilitas Olah Raga, 42919 — Konstruksi Bangunan Sipil Lainnya Ytdl, 42923 — Konstruksi Bangunan Sipil Fasilitas Pengolahan Produk Kimia, Petrokimia, Farmasi, dan Industri Lainnya, dan 42929 — Konstruksi Khusus Bangunan Sipil Lainnya Ytdl layak untuk dilaksanakan. Surat Pengantar ini merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Laporan Studi Kelayakan yang disusun oleh KJPP BDR. Kami menyatakan dengan sesungguhnya bahwa dalam melaksanakan penugasan ini, kami bertindak sebagai pihak independen dan kami tidak mempunyai kepentingan apapun atas usaha perusahaan yang dianalisa maupun atas hasil studi yang telah dilaporkan. Kami tegaskan pula bahwa kami tidak menerima manfaat atau keuntungan apapun dari Studi Kelayakan yang kami laporkan, baik saat ini maupun di masa datang. Hormat kami, KJPP Benedictus Darmapuspita dan Rekan Pimpinan Rekan Ya aa Ir. Benedi upriyanto i C., MAI| Nomor Izin Penilai Publik: PB-1.09:00121 Klasifkasi Bidang Jasa : Penilaian Properti dan Bisnis (PB) MAPPI 194-5-00409 STTD OJK (Pasar Modal) : STTD.PPB-18/PJ-1/PM.02/2023 STTD OJK (IKNB) 1 050/NB.122/STTD-P/2017 No, Register RINK-2017.00108 Bai 1 era 161
Page 6 OCR 0.946
PERNYATAAN PENILAI Terhadap batas kemampuan dan keyakinan Kami sebagai Penilai Independen, Kami yang bertanda tangan di bawah ini menerangkan bahwa: 1. Pernyataan faktual yang dipresentasikan dalam Laporan Studi Kelayakan ini adalah benar sesuai dengan dengan pemahaman terbaik dari Penilai: 2. Penugasan Studi Kelayakan telah dilakukan terhadap Objek Studi Kelayakan dan Tanggal Studi Kelayakan: 3. Analisis dan kesimpulan hanya dibatasi oleh asumsi dan kondisi yang dilaporkan dalam Laporan Studi Kelayakan ini: 4. Nilai yang dihasilkan dalam Penugasan Studi Kelayakan telah disajikan sebagai dasar hasil kesimpulan: 5, Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan dalam laporan Studi Kelayakan ini: 5. Data ekonomi dan industri dalam Laporan Studi Kelayakan diperoleh dari berbagai sumber yang diyakini Penilai dapat dipertanggungjawabkan: 7. Penilai tidak mempunyai kepentingan terhadap objek Studi Kelayakan: 8. Imbalan jasa Penilai tidak berkaitan dengan hasil opini Studi Kelayakan yang dilaporkan: 9. Pada Studi Kelayakan ini, KJPP BDR senantiasa mengacu pada POJK No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, Kode Etik Penilaian Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia Edisi VII — 2018 (KEPI & SPI Edisi VII — 2018) dan SPI Edisi Revisi Tahun 2020. 10,Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan professional yang ditentukan dan/atau diselenggarakan oleh Asosiasi Profesi Penilai yang diakui Pemerintah: 11. Penilai memiliki pemahaman mengenai objek dari Studi Kelayakan yang dilakukan: 12. Penilai melakukan inspeksi atas objek dari Studi Kelayakan yang dianalisis: dan 13,Tidak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam laporan ini, telah menyediakan bantuan professional dalam menyiapkan Laporan Studi Kelayakan ini.
Page 7 OCR 0.858
No, Tanda Tangan Penanggung Jawab: Ir, Benedictus Supriyanto Darmapuspita, M.Sc., MAPPI (Cert) Nomor Izin Penilai Publik — : PB-1.09.00121 Klasifikasi Bidang Jasa : Penilaian Properti dan Bisnis (PB) MAPPI : 94.S-00409 STTD OJK (Pasar Modal) : STTD.PPB-13/PJ-/PM.02/2023 age STTD OJK (IKNB) : 050/NB.122/STTD-P/2017 No, Register : RMK-2017.00108 Timbul Nauli Nainggolan, S.E., MAPPI (Cert) Nomor Izin Penilai Publik : P-1.09.00123 Klasifikasi Bidang Jasa —: Penilaian Properti (P) ! MAPPI : 95-5-00561 Ca UA -STTD OJK (Pasar Modal) : STTD.PP-31/PJ-1/PM.02/2023 STTD OJK (IKNB) : 042/NB.122/STTD-P/2017 No. Register : RMK 2017.00116 3. | Penilai: Bimo Suryo Atmaji, S.E., M.Ec.Dev. MAPPI 1 18-T-08287 No. Register : RMK-2018.02350 4. | Asisten Penilai: Ama Himalatus Sholichah, S.Tr.£E. MAPPI 1 25-A-13452
Page 8 OCR 0.642
DAFTAR ISI SURAT PENGANTAR .. PERNYATAAN PENILAI... 23 DAFTAR LAMPIRAN .... BAB | PENDAHULUAN. 11 Status dan Kualifikasi Penilai 3 Te NAN baek ena eu Gwipaspas TA 1.3 Maksud dan Tujuan Laporan Studi Kelayakan.. 14 Pengguna Laporan Studi Kelayakan ebi 1.5 Objek Studi dan Kepemilikan....................... oo 12 18 Metodologi Studi Kelayakan.. 1.7 Tanggal Studi Kelayakan... 18 Independensi Penilai 1.9 ASUMELAGUNGAN. anna kris chant Nana LANREGN Serap kawamaskasak nenen NG 1.10 Kondisi Pembatas... 141 Data dan Informasi. 1.12 Tingkat Kedalaman InvestigASI .............iooooo.co.cooooooo.cocooo.oooo 18 AS Menle Mata Jang 2 sisa Es 18 1.14 Aturan dan Standar Penilaian yang Digunakan 1.15 Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi.. 5: BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN .............10..oo.oo. oo 21, PT Total Bangun Persada Tbk. 2.2 Struktur Permodalan... 19 2.3 Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan H 2 Datar KEUangan HO PAN BAB lil ANALISIS ASPEK PASAR. 31 Perekonomian Global aa K I2:. PEKONOMIAN DOMBEtIK A5 an innannausnunnnanB 3.3 Neraca Pembayaran... 34 Nilai Tukar Ruplah..
Page 9 OCR 0.741
3.5 Inftasi... savana 36 Likuiditas dan Suku Bana. 3.7 Analisis Industri Konstruksi .. 3.8 Prospek Industri Konstruksi Pabrik, Gudang, dan Bengkel 3.9 Prospek Industri Konstruksi lain-lain .. bata 310 Prospek Industri Konstruksi Sarana Komunitas dan Ska Kena 3A1 Prospek Industri Konstruksi Sarana Olahraga dan Rekreasi ..., asas 3.12 Prospek Industri Konstruksi Infrastruktur & Transportasi ........................ 313 Prospek Industri Konstruksi Jalan & Jembatan 3.14 Prospek Industri Konstruksi Pelabuhan & Pekerjaan Si 315 Prospek Industri Konstruksi Bendungan & Irigasi #5 3.16 Prospek Industri Konstruksi Bandara & Kereta Api................................ 42 317 Prospek Industri Konstruksi Pembangkit Listrik 3.18 Prospek Industri Konstruksi Pabrik K: &.19 Persaingan NISan ati nian Ai Ea 3.20 Strategi Pemasaran BAB IV ANALISIS ASPEK TEKNIS .. 4A Bisnis TOTAL... MP 42 Rencana Kasi Usaha Baru... Seek haram sense na 43 Aspek Teknis Terkait dengan Produk dan Layanan. 44 Proses BISNIS 4......ooooooooooooooooooooooooooo. BAB V ANALISIS ASPEK POLA BISNIS................i..... Peran 54 Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai TaMbah .......oooooooooo.oooooo 5.2 Keunggulan Kompetitif Karena Keunikan Pola Bisnis, 5.3 Kemampuan Pesaing Untuk Meniru Produk ................ 54 Analisis SWOT... . PN an AA AA PE NA AP SI BAB VI ANALISIS ASPEK MODEL MANAJEMEN .. Pa Lap ba 61 Kapasitas dan Kemampuan Manajemen Perusahaan sebelum adanya penambahan KBU eueuayosmamnaygyg bea 61 6.2 Kapasitas dan Kemampuan Manajemen Perusahaan setelah adanya penambahan KBLI.. : nara 3 6.3 Manajemen Risiko Penambahan KBLI Baru. ugpp 3 8
Page 10 OCR 0.609
6.4 Manajemen Kekayaan Intelektual ...........i.ioooooooooocoooooowo
BAB VII ANALISIS ASPEK KEUANGAN .
7A Asumsi Ekonomi Makro ....
7.2 Asumsi Proyeksi Keuangan .... nan
7.3 Net Present Value ("NPV?)..........o.vooocooooooocoo.oooooWooooo
74 Internal Rate of Retum (“IRR”).
75 Payback Petiod..............
7.6 Profitability Index (PI)
SK tni an TN Pa PA Ep Nan SANA OR OI AAN NN
BAB VIII KESIMPULAN DAN SARAN ..
BAL KOSIMpUIOn kena wa
IIS Ya pg
Lampiran Surat Representasi
Page 11 OCR 0.892
0D AO MA NN DAFTAR LAMPIRAN Laporan Posisi Keuangan Historis Laporan Laba Rugi Historis Laporan Posisi Keuangan Proyeksi Dengan Penambahan KBLI Baru Laporan Posisi Keuangan Proyeksi Tanpa Penambahan KBLI Baru Laporan Posisi Keuangan Incremental Laporan Laba Rugi Proyeksi Dengan Penambahan KBLI Laporan Laba Rugi Proyeksi Tanpa Penambahan KBLI Laporan Laba Rugi Proyeksi Incremental Daftar Tenaga Ahli Perusahaan 10
Page 12 OCR 0.927
14 1.2 BABI PENDAHULUAN Status dan Kualifikasi Penilai KJPP Benedictus Darmapuspita dan Rekan (selanjutnya disebut "KJPP BDR" atau “Kami") didirikan di Jakarta pada tahun 2008 mengacu pada Surat Keputusan Menteri Keuangan No.125/PMK.01/2008 tanggal 3 September 2008 tentang Jasa Penilai Publik dan telah memenuhi persyaratan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No.101/PMK.01/2014 tentang Penilai Publik, No.56/PMK.01/2017 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri No.101/PMK.01/2014 tentang Penilai Publik, dan No.228/PMK.01/2019 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Keuangan No.101/PMK.01/2014 tentang Penilai Publik. KJPP BDR yang berkedudukan di Jalan Musi No. 38, Jakarta Pusat merupakan Kantor Jasa Penilai Publik yang terdaftar sebagai Profesi Penunjang Pasar Modal berdasarkan surat No.S-8154/BL/2012 tanggal 29 Juni 2012 dan Keputusan Menteri Keuangan No.696/KM.1/2012 tentang Izin Usaha Kantor Jasa Penilai Publik dengan nomor izin: 2.12.0103 tanggal 18 Juni 2012, serta Penilaian Pertanahan berdasarkan Keputusan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional RI No.129/SK-600.PT.01.01/V/2020 tanggal 18 Mei 2020. Penanggung jawab dari Laporan Studi Kelayakan ini adalah Ir. Benedictus Supriyanto Darmapuspita, M.Sc., MAPPI (Cert) dengan nomor angoota MAPPI: 94-S-00409 dengan Nomor Izin Penilai Publik PB-1.09.00121, berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 144/KM.1/2009, tanggal 10 Februari 2009 dengan klasifikasi Bidang Jasa Penilai Properti dan Bisnis, dan memiliki kualifikasi Penilai sebagai Profesi Penunjang Pasar Modal dengan STTD.PPB-18/PJ-1/PM.02/2023, serta sebagai penilai di Industri Keuangan Non Bank (IKNB) dengan STTD OJK (IKNB) No.050/NB.122/STTD-P/2017, tanggal 7 April 2017. Pomberi Tugas Identitas pemberi tugas dalam penyusunan Laporan Studi Kelayakan ini adalah sebagai berikut: a. Nama : PT Total Bangun Persada Tbk b. NPWP 1 01.305.568.6-054.000 c. Bidang Usaha : Konstruksi d, Alamat Jalan Letjen S, Parman No. 106 Kel. Tomang, Kec, Grogol Petamburan Jakarta Barat 11440 e. Penanggung Jawab: Direksi PT Total Bangun Persada Tbk 1“
Page 13 OCR 0.936
1.3 14 1.5 1.6 Maksud dan Tujuan Laporan Studi Kelayakan Maksud dari penyusunan Laporan Studi Kelayakan ini adalah untuk memberi pernyataan bahwa penambahan KBLI dengan kode 42206, 42911, 42912, 42915, 42916, 42917, 42918, 42919, 42923, dan 42929 yang dilakukan oleh PT Total Bangun Persada Tbk (“Perseroan”) seperti dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha (“"POJK 17/2020”) adalah Layak atau Tidak Layak. Tujuan dari penyusunan Studi Kelayakan usaha ini akan digunakan oleh PT Total Bangun Persada Tbk dalam memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait dengan Peraturan Perusahaan Publik (Terbuka) tentang Keterbukaan Informasi (POJK 17/2020). Pengguna Laporan Studi Kelayakan Laporan Studi Kelayakan usaha sesuai dengan lingkup pekerjaan dalam penugasan ini akan digunakan oleh Perseroan dalam rangka memenuhi POJK 17/2020. Objek Studi dan Kepemilikan Pada Laporan Studi Kelayakan ini yang menjadi objek studi adalah Rencana Penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) oleh PT Total Bangun Persada Tbk, yaitu: KBLI 42206 — Konstruksi Sentral Telekomunikasi . KBLI 42911 — Konstruksi Bangunan Prasarana Sumber Daya Air . KBLI 42912 — Konstruksi Bangunan Pelabuhan Bukan Perikanan . KBLI 42915 — Konstruksi Bangunan Sipil Minyak dan Gas Bumi . KBLI 42916 — Konstruksi Bangunan Sipil Pertambangan KBLI 42917 — Konstruksi Bangunan Sipil Panas Bumi . KBLI 42918 — Konstruksi Bangunan Sipil Fasilitas Olahraga . KBLI 42919 — Konstruksi Bangunan Sipil Lainnya Ytdl KBLI 42923 — Konstruksi Bangunan Sipil Fasilitas Pengolahan Produk Kimia, Petrokimia, Farmasi, dan Industri Lainnya J- KBLI 42929 — Konstruksi Khusus Bangunan Sipil Lainnya Ytdl TIO TOT Bentuk kepemilikan atas objek studi kelayakan usaha tersebut di atas akan ditentukan sesuai dengan dokumen kepemilikan yang kami terima dari PT Total Bangun Persada Tbk dan selanjutnya akan dituangkan dalam laporan studi kelayakan usaha. Metodologi Studi Kelayakan Mengingat bahwa kondisi yang akan datang dipenuhi dengan ketidakpastian, maka diperlukan pertimbangan-pertimbangan tertentu di dalam memulai suatu bisnis, di mana dasar dari pertimbangan- 12
Page 14 OCR 0.954
pertimbangan tersebut dapat diperoleh melalui suatu studi terhadap berbagai aspek mengenai kelayakan suatu bisnis yang akan dijalankan, sehingga hasil studi tersebut dapat digunakan untuk memutuskan apakah sebaiknya proyek atau bisnis layak dikerjakan atau ditunda atau bahkan dibatalkan. Berikut ini aspek-aspek yang harus diteliti dalam suatu Laporan Studi Kelayakan sehubungan dengan rencana penambahan KBLI baru dengan kode 42206, 42911, 42912, 42915, 42916, 42917, 42918, 42919, 42923, dan 42929 oleh Perseroan yaitu: Cc, Aspek pasar Melakukan kajian atas kondisi pasar, seperti pangsa pasar, kesinambungan (sustainability), potensi pasar, sasaran dan potensi nilai pasar. Di samping itu juga melakukan analisis tentang pesaing usaha serta strategi pemasaran. Aspek teknis Melakukan kajian terhadap kapasitas dan target bisnis, serta memperhatikan ketersediaan dan kualitas sumber daya, pekerja, dan ahli profesional. Kajian teknis juga meliputi proses produksi secara umum. Aspek pola bisnis Melakukan analisis yang mencakup keunggulan kompetitif karena keunikan dari pola bisnis, kemampuan pesaing untuk meniru produk, dan kemampuan untuk menciptakan nilai. Aspek model manajemen Melakukan analisis yang meliputi ketersediaan tenaga kerja, manajemen kekayaan intelektual (intellectual property), manajemen risiko, kapasitas dan kemampuan manajemen. serta kesesuaian struktur organisasi dan manajemen. Aspek keuangan Sebagai muara dari keseluruhan aspek yang dikaji, maka aspek keuangan akan mengkaji meliputi rencana investasi, sumber pembiayaan, biaya operasional, proyeksi laporan keuangan, analisis titik impas (break even point analysis), analisis profitabilitas, serta analisis tingkat timbal balik. 13
Page 15 OCR 0.952
17 1.8 1.9 Tanggal Studi Kelayakan Tanggal pembuatan Laporan Studi Kelayakan di atas yaitu pada tanggal 30 Juni 2025. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penugasan serta dari data keuangan Perseroan yang kami terima yaitu Laporan Keuangan PT Total Bangun Persada Tbk per tanggal 30 Juni 2025. Independensi Penilai Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan, KJPP Benedictus Darmapuspita dan Rekan, bertindak secara independen tanpa adanya benturan kepentingan, keuntungan pribadi dan tidak terafiliasi dengan PT Total Bangun Persada Tbk. Laporan Studi Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh kesimpulan yang dihasilkan dari proses analisis studi kelayakan ini. Asumsi-Asumsi Penyusunan pendapat independen atas objek Studi Kelayakan mengasumsikan bahwa penugasan yang dilakukan telah didasarkan dengan Standar Penilaian Indonesia (SPI) serta tidak merugikan kepentingan-kepentingan pihak Perseroan dan para pemegang saham. Asumnsi-asumsi yang kami gunakan antara lain: 1. Laporan Studi Kelayakan ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan- peraturan pemerintah terkait yang berlaku pada tanggal penilaian ini diterbitkan. 2. Laporan Studi Kelayakan ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan informasi dan analisis lainnya secara utuh sebagai satu kesatuan dapat menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang menyesatkan atas proses yang mendasari penilaian. Penyusunan Studi Kelayakan ini merupakan suatu proses yang rumit dan mungkin tidak dapat dilakukan melalui analisis yang tidak lengkap. 3. Hasil Laporan Studi Kelayakan ini sangat dipengaruhi oleh ketersediaan data dan kebenaran data serta informasi pendukung yang diperoleh dari pihak manajemen. 4. Pada saat penyusunan Laporan Studi Kelayakan ini, Kami menggunakan beberapa asumsi, seperti terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan dan semua pihak lain yang menggunakan 14
Page 16 OCR 0.951
Laporan Studi Kelayakan ini, sesuai dengan yang diungkapkan oleh manajemen Perseroan atau pihak lain, baik selaku objek studi kelayakan maupun sebagai pemberi tugas, Kami juga mengasumsikan bahwa sampai dengan tanggal laporan Studi Kelayakan ini diterbitkan sampai dengan tanggal terjadinya rencana aksi korporasi, tidak terjadi perubahan apapun terhadap asumsi-asumsi, kondisi, serta peristiwa-peristiwa yang terjadi, selain daripada yang telah disampaikan kepada kami dalam periode sebelum tanggal laporan, yang berpengaruh secara material dalam penyusunan Studi Kelayakan ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali, melengkapi, serta memutakhirkan (update) pendapat Kami karena adanya perubahan asumsi, kondisi, serta peristiwa-peristiwa yang terjadi ataupun disampaikan setelah tanggal laporan. 1.10 Kondisi Pembatas Penyusunan Laporan Studi Kelayakan Ini tidak terlepas dari kondisi- kondisi yang membatasi pendapat Studi Kelayakan tersebut. Berikut adalah kondisi-kondisi pembatas tersebut. T: Saat melaksanakan analisis, Kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan, keandalan. dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan kepada Kami oleh Perseroan atau yang tersedia secara UMUM yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan, dan Kami tidak bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada Kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan. Studi kelayakan ini dipersiapkan menggunakan data dan informasi sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir pendapat Kami secara material. Oleh karenanya, Kami tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas Studi Kelayakan Kami dikarenakan adanya perubahan data dan informasi tersebut. Kami melakukan wawancara kepada manajamen Perseroan. Selain itu, Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari hasil Laporan Studi Kelayakan ini. Jasa-jasa yang Kami berikan kepada Perseroan dalam kaitan dengan penugasan ini hanya merupakan reviaw Studi Kelayakan atas nilai dari objek Studi Kelayakan yang ditugaskan kepada Kami dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. 15
Page 17 OCR 0.951
4. Pekerjaan Kami yang berkaitan dengan Studi Kelayakan ini tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, sesuai penelaahan atau audit atau pelaksanaan prosedur-prosedur atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian intemal, kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum. Selain itu, Kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak berada dalam posisi untuk mendapatkan dan menganalisis informasi apapun di luar dari yang telah disampaikan kepada Kami, yang mungkin tersedia untuk Perseroan, serta pengaruh dari informasi tersebut atas hasil studi kelayakan ini. 5. Tanggung jawab penilai sehubungan dengan Laporan Studi Kelayakan ini hanya kepada pemberi tugas. Penilai tidak mempunyai tanggung jawab terhadap pihak ketiga. Laporan studi kelayakan usaha akan kami susun berdasarkan permintaan dari Perseroan yang dipakai semata-mata untuk membantu Perseroan dalam memberikan gambaran mengenai kelayakan usaha atas penambahan Bidang Usaha atau Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KLBI) dengan kode 42206, 42911, 42912, 42915, 42916, 42917, 42918, 42919, 42923, dan 42929. Karena pihak lain mungkin bermaksud untuk menggunakan laporan studi kelayakan usaha yang akan kami terbitkan untuk tujuan lain, perlu ditegaskan bahwa laporan studi kelayakan usaha yang akan kami terbitkan tidak dapat dikutip, direfensikan atau perlihatkan ke pihak lain tanpa ijin tertulis dari KJPP Benedictus Darmapuspita dan Rekan terlebih dahulu kecuali diharuskan oleh pengadilan atau undang-undang yang berlaku. 8. Perseroan telah membebaskan KJPP BDR dari setiap klaim yang dapat dan akan timbul dari kesalahan ataupun kekurangan dalam bahan dan informasi yang disediakan Perseroan, anak Perseroan, perusahaan afiliasi, konsultan, atau pihak ketiga kepada KJPP BDR dalam penyusunan laporan ini. Laporan ini bersifat non-disclaimer opinion. 7. Pihak Manajemen Perseroan menyatakan bahwa seluruh informasi material yang menyangkut penugasan Studi Kelayakan telah diungkapkan seluruhnya kepada KJPP BDR dan tidak ada pengurangan atas fakta-fakta yang penting. 8. Laporan Studi Kelayakan ini tidak berlaku sah apabila tidak dicetak di atas kertas khusus berlogo dan/atau dengan cap huruf timbul KJPP BDR dan ditandatangani oleh rekan yang secara resmi ditunjuk. 141 Data dan Informasi Pada pelaksanaan penugasan Studi Kelayakan ini, Kami menggunakan beberapa sumber data dan informasi dari pemberi tugas dan objek Studi Kelayakan yang dapat dilihat sebagai berikut: 16
Page 18 OCR 0.780
e# Laporan Keuangan Audited PT Total Bangun Persada Tbk untuk periode 31 Desember 2019 — 31 Desember 2024 dan Laporan Limited Review periode 30 Juni 2025 dengan rincian sebagai berikut: Nomor dan Periode Kantor Akuntan Publik Laporan Keuangan Akuntan Publik No.00053/3.0193/AU.1/03 11255-M111112020 Hacori Sugiarto | Fenyindah | Wajar Tanpa 3 Adi & Rekan 2 Pengecualian ke: 31 Desember 2019 | Na. AR-ARNG No.00046/3.0192/AU.1/03 11285-2/1111/2021 Hadori Sugiarto "1 Indah | ajarTanga & Adi & Rekan Ne Pengecualian oriode: 31 Desember 2020 Nose Naba No.0001013.0193/AU. 1/03 Feny Indah 1285-3/1/1W/2022 Hadori Sugiarto Sary Wajar Tanpa Adi & Rekan Pengecualian Periode: No. AP.1285 31 Desember 2021 No.00022/3.018W/AU.1/03 10038-1/1/11/2023 Hadori Sugiarto | Yulianti Sugiatta | Wajar Tanpa Adi & Rekan Pengecualian Para No. AP.0036 31 Desember 2022 No.00018/3 CAWAU 1/03 3 10038-2/1/111/2024 Hadori Sugiarto | Yulianti Sugiarta | Wajar Tanpa Adi & Rekan Pengecualian 5 No. AP.0036 31 Dasamber2023 (No-0001218 Dr98yAU 103 TT 10038-3/112025 Hadori Sugiarto | Yulianti Sugiarta | Wajar Tanpa Adi & Rekan No. AP.0D36 Pengecualian Periode: 31 Desember 2024 « Laporan Limited Review periode 30 Juni 2025 dengan Laporan No. 00002/LR-TOTL/0036/03/1X/2025 Tanggal 17 September 2025 « Proyeksi Bisnis dari PT Total Bangun Persada Tbk dengan periode 2025 - 2030 List Aset Tetap dan Properti Investasi per 30 Juni 2025 Company Profile Perseroan Akta Pendirian Perseroan Akta Perubahan Anggaran Dasar Terakhir Nomor Induk Berusaha (NIB): 8120218182881 NPWP: 01.305.5868.6-054,000 Perizinan lainnya 17
Page 19 OCR 0.927
« Data Damodaran pada 1 Januari 2025 atas Eguily Risk Premium dan Rating-based Default Spread # Data-data riset ekuitas (eguity research) Refinitif Eikon untuk perusahaan-perusahaan pembanding per 31 Desember 2024 # Data, informasi serta dokumen pendukung lainnya dari pihak manajemen. Mengacu kepada Surat Representasi No 207/J.97/IX/2025 tanggal 22 September 2025 yang dikeluarkan PT Total Bangun Persada Tbk, dinyatakan bahwa seluruh data dan informasi yang diterima akurat, valid Gan sesuai dengan aslinya, dengan demikian Surat Representasi tersebut menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan dengan laporan Studi Kelayakan ini. 1.12 Tingkat Kedalaman Investigasi Kami telah melakukan inspeksi lapangan, wawancara dan diskusi pada tanggal 12 September 2025 dengan Perseroan selaku pemberi tugas. Hal ini dilakukan untuk mengumpulkan beberapa informasi dan dokumen- dokumen pendukung lainnya sehubungan dengan Studi Kelayakan yang ditugaskan kepada kami, 1,13 Jenis Mata Uang Jenis mata uang yang digunakan dalam Studi Kelayakan adalah mata uang Rupiah sesuai dengan mata uang yang digunakan pada Laporan Keuangan Perseroan. 1.14 Aturan dan Standar Penilaian yang Digunakan Pada studi kelayakan ini, KJPP BDR senantiasa mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, (POJK 3512020”), (ii) POJK 17/2020, lili) Kode Etik Penilaian Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia Edisi VII — 2018 (SPI Edisi VII — 2018), dan SPI Edisi Revisi Tahun 2020. 1.15 Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi Setiap publikasi terhadap keseluruhan atau sebagian dari laporan Studi Kelayakan ini harus mendapat persetujuan dan KJPP BOR 18
Page 20 OCR 0.932
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 21. PT Total Bangun Persada Tbk PT Total Bangun Persada Tbk (“Perseroan' atau “TOTAL") didirikan dengan nama PT Tjahja Rimba Kentjana tanggal 4 September 1970 berdasarkan Akta No. 3 dari Henk Limanow (Liem Toeng Kie), notaris di Jakarta. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. JA.5/38/18, tertanggal 27 Maret 1971 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 43, tanggal 8 Mei 1971, tambahan No. 244. Berdasarkan Akta No. 29, tanggal 24 Juli 1981 dari Hobropoerwanto, S.H., notaris di Jakarta, nama Entitas berubah dari PT Tjahja Rimba Kentjana menjadi PT Total Bangun Persada. Perubahan tersebut telah disetujui oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. Y.A.5/501/23, tanggal 4 November 1981, dan diumumkan dalam Lembaran Berita Negara No. 34, tanggal 27 April 1982, tambahan No. 499. Anggaran Dasar Entitas telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan Akta Notaris No, 11 dari Rini Yulianti, S.H., notaris di Jakarta tanggal 15 Juli 2020 mengenai perubahan anggaran dasar disesuaikan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No, 15/POJK.04/2020 dan No. 16/POJK.04/2020, tanggal 14 April 2020. Perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-0055814.AH.01.02.Tahun 2020, tanggal 12 Agustus 2020. Kegiatan utama Entitas adalah dalam bidang konstruksi dan kegiatan lain yang berkaitan dengan bidang usaha tersebut. Entitas berkedudukan di Jl. Letjen S. Parman Kavling 106, Tomang, Jakarta Barat. Entitas memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1970. PT Total Inti Persada merupakan entitas induk, di mana PT Anugerah Kencana Jaya, PT Jaga Bangun Persada Komajaya dan PT Bumi Permata Pratama merupakan pemilik manfaat utama, Pada tanggal 25 Juli 2006, seluruh saham Entitas telah tercatat pada Bursa Efek Indonesia, 2.2 Struktur Permodalan Berdasarkan susunan kepemilikan pemegang saham dalam Perseroan per 30 Juni 2025 dan pada saat Laporan Studi Kelayakan ini dibuat adalah sebagai berikut: Persentase Pemegang Saham Total Saham Jumlah Kepemilikan PT Total Inti Persada 1.926.650.000 56,504 | 192.665.000.000 Ir. Ojajang Tanuwidjaja, M.Sc 3.678.268.840 10,806 36.826.884.000 Pinarto Sutanto 62.232.500 1,834 6.223.250.000 19
Page 21 OCR 0.853
Persentase Pemegang Saham Total Saham Kepemilikan Jumlah Ir. Anton Lio Sudarto, M.M. 4.541.300 013, 454.130.000 Ir. Saleh Sendiko, M.M 5.283.800 0154 528.380.000 Ir. Moeijati Soetrsno “1750000 -— 005t/ — 175.000.000 Masyarakat 1.041.273.560 30,54W| 104.127.356.000 (Jumlah | 3.410.000.000 100,0044| 341.000.000.000 2.3 Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan Berdasarkan Akta Nomor 2 tanggal 2 Juni 2022 yang dibuat di hadapan Rini Yulianti, SH., Notaris di Jakarta yang telah mendapatkan Persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai dengan Surat — Nomor AHU-AH.01.03.0018681 Tahun 2022 tertanggal 6 Juni 2022 dan pada saat Laporan Studi Kelayakan ini dibuat susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan adalah sebagai berikut Tabel Susunan Komisaris Pewmaring misaris & Komisaris Ir. Reyno Stephanus Adhiputranto Komisaris Pinarto Sutanto | Komisaris Io liliana Komadjaja, MBA Komisaris Drs. Wibowo Komisaris Rudi Suryajaya Komajaya Komisaris Independen Drs. Rusdy Daryono Sumber Laporan Keuangan Unauditad 30 Juni 2025 Tabel Susunan Direksi Presiden Direktur Janti Komadjaja, MSc Direktur Ir. Moeljati Soetrisno - | Direktur Ir. Lio Sudarto, M.M. | Direktur Ir. Saleh Sendiko, M.M. | Direktur Ir. Rasyid Daulay, M.T. | Sumber Laporan Keuangan Unaudited 30 Juni 2025 Tabel Susunan Komite Audit Jabatan Nama | Ketua —— Drs. Rusdy Daryono Anggota Ertin Setiawati, S.E. Anggota Lioe Fei Ling, S.E., Ak.. CPA., CA. Sumber Laporan Keuangan Unaudited 30 Juni 2025 20
Page 22 OCR 0.877
24 Data Keuangan Historis ANALISIS LAPORAN LABA RUGI Analisis laporan laba rugi historis dimulai dengan analisis atas pendapatan, beban pokok pendapatan, laba bruto, rugi usaha, dan rugi tahun berjalan, baik berdasarkan porsi maupun pertumbuhannya. 2019 2020 Pendapatan 2.232 | 2.004 enak | 021) wal 120 | Laba Bruto 359| 269| 202 aa rr 176| 109g| 102 g2| 1738| 265 Sumber Laporan Keuangan Persaroan urtuk parade 2019 - 2023 Pendapatan dan Beban Pokok Pendapatan Pendapatan utama Perseroan bersumber dari Pendapatan jasa konstruksi selain itu terdapat pendapatan lain seperti pendapatan sewa properti, sewa pelataran, dan jasa manajemen. Pendapatan Perseroan mengalami pertumbuhan sebesar -10,229h, -21,9145, 30214, 1808, dan 13.7996 masing-masing pada tahun 2020, 2021, 2022, 2023, dan 2024, Rata-rata pertumbuhan Pendapatan Perseroan dari tahun 2020 sampai dengan tahun 2024 adalah sebesar 10,044. Dan rata-rata pertumbuhan beban pokok pendapatan sebesar 8,164. Pada 30 Juni 2025 PT Total Bangun Persada Tbk mencatatkan Pendapatan dan Beban Pokok Penjualan sebesar Rp1.530.979.826.000 dan Rp1.181.486.164.000,00. Laba Bruto, Laba Usaha dan Laba Tahun Berjalan Secara historis, Perseroan mencatatkan keuntungan di tingkat laba usaha dari tahun 2019 sampai tahun 2024. Laba usaha Perseroan mengalami pertumbuhan sebesar -28,7594, -32,974, 57,882, 34,3846 dan 71,174 masing- masing pada tahun 2020, 2021, 2022, 2023, dan 2024. Rata-rata pertumbuhan laba usaha Perseroan dari tahun 2020 sampai dengan tahun 2024 adalah sebesar 32,614. Pada 30 Juni 2025 PT Total Bangun Persada Tbk mencatatkan laba usaha sebesar Rp239.067 732.000,00 Pada tahun 2019 sampai tahun 2024, Perseroan juga masih mencatatkan keuntungan di tingkat laba tahun berjalan. Laba tahun berjalan Perseroan mengalami pertumbuhan sebesar -38,034, -6,6749, -9,79Y5, 88,344, dan 53,71» masing-masing pada tahun 2020, 2021, 2022, 2023, dan 2024. Rata- rata pertumbuhan laba tahun berjalan Perseroan dari tahun 2020 sampai dengan tahun 2024 adalah sebesar 31,40Y5. Pada 30 Juni 2025 PT Total 21
Page 23 OCR 0.783
Bangun Persada Tbk mencatatkan laba tahun berjalan sebesar Rp174,328.516.000,00. Grafik Pendapatan, Beban Pokok Pendapatan, Laba Bruto, Rugi Usaha, dan Rugi Tahun Berjalan (dalam miliaran Rupiah) PT Total Bangun Persada Tbk 2500 | 2000 | 1000 | —- - soo. | kh Pa — -- — — — us : | 209 200 2011 | 2022 | 2003 | 2014 | (-ektebangokorpentudan| 1273 | “1738 | 33 | 175 | 200 | 2220 || | -btatamruto & | am | 28 m | s || | an 17 4 .& 1as 11” 30 | | —- ii LA big yeni 4 | | —eetaT J2 176 NN SA PN Ma: oo T 13 | yes | ANALISIS LAPORAN POSISI KEUANGAN Analisis laporan posisi keuangan historis dimulai dengan menganalisis aset, liabiktas, dan ekuitas yang dimiliki oleh Perseroan, baik berdasarkan porsi maupun pertumbuhannya Aset Jumlah Aset PT Total Bangun Persada Tbk mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif sebesar -1,879h, -3,301, 4,7595, 4,544, dan 12,714 masing — masing untuk periode 2020, 2021, 2022, 2023. dan 2024 Rata — rata pertumbuhan jumlah aset PT TOTAL dari tahun 2020 hingga 2024 sebesar 3,3695. Hal ini menunjukkan bahwa aset PT TOTAL cenderung mengalami kenaikan dari tahun 2020 hingga 2024. Selain itu, jumlah aset PT TOTAL didominasi oleh aset lancar dengan rata rata porsi sebesar 80.46”: dari tahun 2019 hingga 2024, Pada 30 Juni 2025 PT TOTAL mencatatkan total aset sebesar Rp 3.303.661.197.000,00
Page 24 OCR 0.704
Grafik Pertumbuhan Aset Grafik Komposisi Aset (dalam miliaran Rupiah) (dalam miliaran Rupiah) PT Total Bangun Persada Tbk PT Total Bangun Persada Tbk a. 10 agen 1000 | —— ae. an: 110 2 Cl 100 Pe -pen 1100 2x L000 200 atas | 00 2x1 | 284 ana | za mamtana | za apa 2) 225 san Lana Inas | a00 ma mur | NG "Da Mi Ttastarca aa LS ! Sena ina Dag Gam Oma | 28 hee — Sumber Laporan Bea aan Sen anna ana Sa 5. Liabilitas dan Ekuitas Jumlah liabilitas PT TOTAL mengalami pertumbuhan sebesar -6,8495, 11,349, 8,2672, 19,28”5, 13,544 masing — masing pada pada tahun 2020, 2021,2022, 2023, dan 2024. Rata — rata pertumbuhan jumlah liabilitas PT TOTAL dari tahun 2020 hingga 2024 adalah sebesar 4,62”4, hal ini menunjukkan bahwa liabilitas PT TOTAL cenderung meningkat dari tahun 2020 hingga 2024. Liabilitas PT TOTAL didominasi oleh liabilitas jangka pendek dengan rata — rata porsi terhadap total liabilitas dan ekuitas sebesar 52,244 dari tahun 2019 hingga 2024, Pada 30 Juni 2025 PT TOTAL mencatatkan total liabilitas sebesar Rp2.196.456,339.000.00. Sementara, untuk jumlah ekuitas PT TOTAL mengalami pertumbuhan sebesar 5,8196, 81379, 0,665, -13,9496,11,2545 masing — masing pada tahun 2020, 2021, 2022, 2023, dan 2024. Rata — rata pertumbuhan jumlah ekuitas PT TOTAL dari tahun 2020 hingga 2024 adalah sebesar 2,38Y5. Ekuitas PT TOTAL cenderung mengalami kenaikan dari tahun 2020 hingga 2024. Pada 30 Juni 2025 PT TOTAL mencatatkan total ekuitas sebesar Rp1.107.204,858.000,00. Bila ditinjau secara keseluruhan, maka dapat disimpulkan bahwa struktur permodalan yang dimiliki PT TOTAL pada tanggal 30 Juni 2025 bersumber utama dari llabilitas atau dapat dikatakan struktur permodalan Perseroan didominasi oleh hutang. Grafik Komposisi Liabilitas Grafik Liabilitas dan Ekuitas (dalam miliaran Rupiah) (dalam miliaran Rupiah) PT Total Bangun Persada Tbk Nat — | 200 20 two si 100 1000 Li 20 am | ino Y 2002 | 202 | 1x25 | 30an | jams | mo | ami | oma | oma | a04 | # Uibita naga pentet uaat Dame | tas | yang (ama | Lane | Inn BRG AE AE UN RE misi uagarsaing 30 Usa Dam am Dam Tami mina | 1000 stan Laak | 1 Mama iiBi Sumber: Laporan Kewangan Persewan untuk perode 2039 - 2024 23
Page 25 OCR 0.900
ANALISIS RASIO KEUANGAN Melalui analisis rasio keuangan dapat diketahui indikasi tentang pertumbuhan historis, likuiditas, solvabilitas, dan kemampuan memperoleh laba (profitabilitas) atau mengalami kerugian (/oss). Berikut adalah beberapa rasio keuangan Perseroan dari tahun 2019 — 2024. RASIO LIKUIDITAS Rasio likuiditas mengukur kemampuan likuiditas jangka pendek Perseroan dengan melihat besarnya aset lancar terhadap liabilitas jangka pendek. Berikut adalah hasil perhitungan rasio likuiditas Perseroan yang terdiri dari rasio lancar, rasio cepat, dan rasio kas Keterangan LIKUIDITAS | Aset Lancar 2321| 2272| 2188| 2.302| 2432| 2.396 Liabilitas Jangka Pendek 1461| 1355| 1245| 1378| 1682| 1.936 RasioLancar | 1,59 1,68 1,76 1,67 1,45 1,24 Aset Lancar 2321| 2272| 2188| 2302| 2432| 2.396 Persediaan Co —1 Liabilitas Jangka Pendek 1461| 1355| 1.245 | 1378| 1.682 1.936) Rasio Cepat 1,59 1,68 176 | 167 145 124 Kas 812 S97| 748 833 | 644 898 Liabilitas Jangka Pendek 1461| 1.355| 1.245| 1378| 1.682| 1.936 Rasio Kas 0,42 0,44 0,60 0,60 0,38 0,46 Kotorangan: Ram disaykan dalam kali (x) Rasio lancar digunakan untuk mengungkapkan jaminan keamanan (margin of safety) Perseroan terhadap kreditor jangka pendek. Rasio cepat memiliki kegunaan dan cara perhitungan yang sama dengan rasio lancar, hanya saja rasio cepat tidak memperhitungkan persediaan dalam aset lancar Perseroan Rasio kas digunakan untuk melihat kemampuan Perseroan melunasi liabilitas jangka pendek hanya dengan menggunakan kas yang dimiliki Perseroan. Likuiditas perusahaan dapat dilihat dari hasil perhitungan rasio-rasio di atas. Rasio yang bernilai lebih dari 1 menunjukkan bahwa perusahaan dalam kondisi yang likuid, di mana perusahaan dapat melunasi liabilitas jangka pendeknya dengan menggunakan aset lancar ataupun kas dan setara kas yang dimilikinya. Bila ditinjau dari sisi likuiditas, kondisi PT TOTAL berada pada kondisi yang liguid dari rasio lancar dan rasio cepat pada tahun 2019 — 2024 bila dilihat dari rata-rata tahun historis. Secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa grup 24
Page 26 OCR 0.870
Perseroan tidak akan mengalami kesulitan dalam menyelesaikan liabilitas jangka pendek yang dimiliki. RASIO AKTIVITAS Rasio aktivitas digunakan untuk mengukur seberapa efisien penggunaan aset oleh Perseroan. Rasio ini juga melihat seberapa besar dana yang tertanam pada aset Perseroan. Berikut adalah hasil perhitungan rasio aktivitas Perseroan yang terdiri dari rasio perputaran piutang usaha, perputaran persediaan, dan perputaran utang usaha. Disajikan dalam miliaran Rupiah 2021 2022 2023 AKTIVITAS Kl Pendapatan 2.232 2004| 1565| 2.038 | 2.406 2.738 Piutang Usaha 637 838 665 865 782 367 Perputaran Piutang Usaha 104 153 155 119 119 49 Pendapatan 2.232 2004| 1.565| 2.038 | 2.406 2.738 Aset Kontrak 396 298 229 238 449 362 Perputaran | Aset Kontrak 25 2 54, 43 sad “8 Pendapatan 2.232 2004| 1565| 2.038 | 2.406 2.738 Piutang Retensi 356 285| 257 262 257 349 | Perputaran Piutang Retensi 58 52 60 47 39 47 Pendapatan 2.232 2.004| 1565| 2.038 | 2.406 2.738 | Utang Usaha 145 105 93 121 172 196 Perputaran Utang | Usaha 24 19 22 22 26 26 Pendapatan 2.232 2004| 1565| 2038| 2.406 2.738 | Liabilitas Kontrak 577 429 405 359 413 523 Perputaran Liabilitas Kontrak oa "| . “$$ (ba Pendapatan 1 2.232 2004| 1.565 | 2.038 | 2.408 2.738 Beban Masih Harus | Dibayar 637 714 663 800 989 1.097 | Perputaran Beban Masih Harus 104 130 155 143 150 146 dibayar Keterangan: Rasio disajikan dalam hari Rasio perputaran piutang usaha dihitung dengan membagi jumlah hari dalam setahun (365 hari) dengan hasil bagi antara pendapatan dengan piutang usaha. Untuk rasio perputaran persediaan dan utang usaha dihitung dengan membagi jumlah hari dalam setahun (365 hari) dengan hasil bagi antara beban pokok pendapatan dengan persediaan atau utang usaha. 25
Page 27 OCR 0.898
Tingkat aktivitas Perseroan dapat dilihat dari hasil perhitungan rasio-rasio di atas. Semakin besar rasio yang dihasilkan menunjukkan semakin lama perputaran piutang usaha, aset kontrak, piutang retensi, utang usaha, liabilitas kontrak maupun beban masih harus dibayar Perseroan. Semakin cepat aset dan utang berputar, menunjukkan bahwa perusahaan efisien dalam mengelola piutang, aset, utang, dan beban. Sehingga modal akan cepat kembali. RASIO SOLVABILITAS Rasio solvabilitas memberikan gambaran mengenai metode pembiayaan yang digunakan oleh Perseroan. Rasio ini juga digunakan untuk mengukur kemampuan Perseroan dalam memenuhi liabilitas jangka panjang Berikut hasil perhitungan rasio solvabilitas Perseroan yang terdiri dari rasio liabilitas terhadap aset dan rasio liabilitas terhadap ekuitas. Ke n 2019 2020 SOLVABILITAS 2 Liabilitas 1737| 1.621 1.438 1.556 1856| 2.108 Aset 2815| 2762| 2.671 2.798 2.925 3.296 | Liabilitas terhadap €1,70”o | 58,701 | 53,8290| 55,638 | 6347| 63,94Ya Aset Liabilitas 1737| 1621| 1488| 1556| TBse| 2103| Ekuitas 1078 1.141 1.233 1.242 1.068 1.189 Liabilitas | terhadap 161,101 142,154 | 116,56W | 125,364 | 173,762 | 177,34W Ekuitas | Keterangan : Rasio disajikan dalam persentase (96) Tingkat solvabilitas Perseroan dapat dilihat dari hasil perhitungan rasio-rasio di atas. Semakin besar rasio yang dihasilkan menunjukkan semakin besar penggunaan utang dalam pembiayaan Perseroan. Bila ditinjau dari solvabilitas ataupun leverage yang dimiliki oleh Perseroan, maka dapat dilihat, sepanjang tahun historis, struktur permodalan yang dimiliki oleh Perseroan didominasi oleh ekuitas dibandingkan utang, yang tentunya kecil kemungkinan ada risiko gagal bayar utang dan bunga yang ditanggung Perseroan. RASIO PROFITABILITAS Rasio profitabilitas mengukur kemampuan Perseroan dalam menghasilkan keuntungan (profit) pada tingkat pendapatan, aset, dan modal saham tertentu. Berikut adalah hasil perhitungan rasio profitabilitas Perseroan yang terdiri dari margin laba bruto, margin laba usaha, margin laba bersih, serta rasio pengembalian atas aset (ROA) dan rasio pengembalian atas ekuitas (ROE). 26
Page 28 OCR 0.706
Disajikan dalam miliaran Rupiah 2022 23 2024 Keterangan 2019 2020 PROFITABILITAS Laba Bruto 358) — ze9| 2021 262) 2388| 517 Pendapatan 2232) 2004| Ases| 2038) 2406| 2738 - T Marjin Laba | 45 ore | 434016 | 128506 | A2885 | 1001 | 189001 perega! il 427 85 135 181 310 Pendapatan 2.232 2.004 1-565 2.038 2.406 2.738 Margin Laba pena 8201| 63ex| sae! ee21| 7630 | 11,330 Laba/(Rugi) Tahun tsel 1080| 102 gal aral 206 | Berjalan Pendapatan 2.232 2.004 1.565 2.038 2.406 2.738 Marjinaba | 7 g70| sa3se| Gas6| 4500| nasw| s,701 Laba/(Rugi) Tahun el 1400| 502 gl a73) 265 Berjalan Aset 2815| 2762 Zo25| 3206 ketumon |! G2sa| asa | 8901| 8051 MLaba/Rugi) Tahun el to0| 402 gl 3l 265 Berjalan Ekuitas Toe Yagi| 4233) 1222) Soal 1185| Peng 163015| 9,5516| 8244| 7397| 161690 | 22,3394 Keterangan: rasio disajikan dalam persentase (Ye) Margin dan tingkat balikan Perseroan dapat dilihat dari hasil perhitungan rasio- rasio di atas, Margin yang bernilai positif menunjukkan bahwa Perseroan mencatatkan keuntungan pada tingkat laba. Semakin besar rasio yang dihasilkan menunjukkan semakin besar laba yang diperoleh Perseroan. Perseroan mencatatkan peningkatan laba tahun berjalan yang disebabkan oleh peningkatan pada akun pendapatan perseroan dari tahun 2019-2024. Hal serupa terjadi pada pada tinakat balikan Perseroan yang mendapat keuntungan di tingkat laba bersih pada tahun 2019 — 2024, sehingga tingkat balikan Perseroan pada tahun tersebut bernilai positif. 27
Page 29 OCR 0.945
BAB III ANALISIS ASPEK PASAR 3.1 Perekonomian Global Ketidakpastian perekonomian global sedikit mereda, meskipun tetap tinggi akibat dinamika negosiasi tarif resiprokal Amerika Serikat (AS) dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Berbagai indikator menunjukkan kebijakan tarif AS berdampak pada melambatnya ekonomi dunia. Pertumbuhan ekonomi di negara maju yakni AS, Eropa, dan Jepang dalam tren menurun di tengah ditempuhnya kebijakan fiskal ekspansif dan pelonggaran kebijakan moneter di negara tersebut, Ekonomi Tiongkok pun melambat akibat menurunnya ekspor terutama ke AS di tengah perlambatan permintaan domestiknya, sedangkan ekonomi India diprakirakan tumbuh baik terutama didorong oleh masih kuatnya investasi. Sementara itu, tekanan inflasi AS menurun sejalan dengan ekonomi yang melambat, meskipun terjadi kenaikan inflasi pada kelompok barang akibat kebijakan tarif, sehingga memperkuat ekspektasi terhadap arah penurunan Fed Funds Rate (FFR) ke depan Di pasar keuangan global, pergeseran aliran modal dari AS ke aset yang dianggap aman dan juga ke aset keuangan emerging marketsterus terjadi, Perkembangan ini mendorong berlanjutnya pelemahan indeks mata uang dolar AS terhadap mata uang negara maju (DXY) dan negara berkembang (ADXY). 3.2 Perekonomian Domestik Dari dalam negeri, pertumbuhan ekonomi Indonesia perlu terus didorong di tengah ketidakpastian global akibat kebijakan tarif AS dan ketegangan geopolitik. Kegiatan ekonomi triwulan Il 2025 menunjukkan kinerja ekspor nonmigas yang lebih baik dipengaruhi front loading ekspor ke AS sebagai respons antisipasi eksportir terhadap kebijakan tarif AS, Sementara itu, sumber pertumbuhan dari penmintaan domestik melalui konsumsi rumah tangga dan investasi perlu makin ditingkatkan. Dari sisi Pemerintah, kebijakan fiskal ditempuh untuk mempercepat belanja melalui pemberian gaji ke-13 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan subsidi transportasi, serta penebalan bantuan sosial kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Dari sisi Bank Indonesia, penurunan suku bunga dan pelonggaran likuiditas ditempuh melalui kebijakan moneter yang dibarengi peningkatan insentif likuiditas makroprudensial untuk mendorong kredit pembiayaan ke sektor-sektor prioritas. 3.3 Neraca Pembayaran Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap baik seiring dengan berlanjutnya aliran masuk modal asing ke investasi portofolio, sehingga mendukung ketahanan eksternal. Neraca perdagangan pada April 2025 mencatat surplus sebesar 0,2 miliar dolar AS, melanjutkan surplus pada Maret 2025 sebesar 4,3 miliar dolar AS. Kinerja positif ekspor ini diprakirakan akan terus berlanjut pada 28
Page 30 OCR 0.837
triwulan II 2025, terutama didukung oleh ekspor komoditas minyak kelapa sawit (CPO). mesin Iistrik, besi baja, dan kimia organik. Aliran masuk modal asing ke instrumen portofolio domestik terutama dalam bentuk SBN juga terus berlanjut sejalan dengan tetap baiknya prospek perekonomian Indonesia, tingginya imbal hasil instrumen keuangan Indonesia, dan meredanya ketidakpastian pasar keuangan global. Aliran masuk modal asing ke SBN pada triwulan Il 2025 (hingga 16 Juni 2025) mencatat net inflows sebesar 1,7 miliar dolar AS. Posisi Cadangan devisa pada akhir Mei 2025 tetap tinggi sebesar 152,5 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6.4 bulan impor atau 6,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Cadangan Devisa x 3 1 t | PELAN Tur PA TIA KEL SIN LET LI NI PE AN dat Da ba - Pi Sumber Bank Indonesia 29
Page 31 OCR 0.843
Neraca Perdagangan Ls 1 ana , 4 h Ta | Huda : . $ 4 PA RARE HA ENG ALE NE AN ET RO EN RPL IA an .. AL 220 yaa »s Sumber. Bank Indonesia 3.4Nilai Tukar Rupiah Nilai tukar Rupiah menguat didukung kebijakan stabilisasi Bank Indonesia serta berlanjutnya aliran masuk modal asing. Nilai tukar Rupiah pada Juni 2025 (hingga 30 Juni 2025) menguat sebesar 0,344 (ptp) dibandingkan dengan posisi akhir bulan sebelumnya. Perkembangan terkini hingga pertengahan Juli 2025 (hingga 15 Juli 2025) menunjukkan Rupiah tetap stabil di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Secara umum, perkembangan Rupiah relatif stabil bila dibandingkan dengan kelompok mata uang negara berkembang mitra dagang utama Indonesia dan terhadap kelompok mata uang negara maju di luar dolar AS, sehingga tetap mendukung daya saing ekspor Indonesia. Perkembangan nilai tukar ini didukung oleh konsistensi kebijakan stabilisasi Bank Indonesia dan berlanjutnya aliran masuk modal asing, terutama ke instrumen SBN, serta konversi valas ke Rupiah oleh eksportir pascapenerapan penguatan kebijakan Pemerintah terkait Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA). 39
Page 32 OCR 0.879
Indeks Rupiah Terhadap USD, Negara Maju Kecuali AS, dan Negara Berkembang 5 AAL AI HN DT Sumber. Bank Indonesia 3.5 Inflasi Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Mei 2025 tetap terjaga dan mendukung stabilitas perekonomian. IHK pada Mei 2025 mengalami inflasi sebesar 1,6046 (yoy). Inflasi inti tetap terkendali sebesar 2,4095 (yoy), sejalan dengan konsistensi suku bunga kebijakan BI (Bi-Rate) untuk mengarahkan ekspektasi Inflasi sesuai dengan sasarannya. Kelompok volatile food (VF) tercatat deflasi sebesar 1,174 (yoy) didukung oleh kecukupan pasokan komoditas pangan utama dan eratnya sinergi pengendalian inflasi oleh Tim Pengendalian Inflasi Pusat/Daerah (TPIP/TPID) melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP). Inflasi kelompok administered prices tercatat sebesar 1,364 (yoy), meningkat dari bulan sebelumnya sebesar 1,25 (yoy), terutama didorong oleh inflasi komoditas tarif air minum PDAM dan komoditas aneka rokok seiring berlanjutnya transmisi kenaikan cukai hasil tembakau. 3
Page 33 OCR 0.877
Volotile Food 135791135791135791135791113 57911135 2020 201 2022 2023 2024 2025 Sumbar Bank Indonesia 3.6 Likuiditas dan Suku Bunga Bank Indonesia terus memperkuat respons kebijakan moneter, termasuk dengan mengoptimalkan strategi operasi moneter pro-markef, sehingga transmisi kebijakan moneter melalui jalur suku bunga pasca penurunan Bl-Rate dapat berjalan makin baik. Di pasar uang, sejalan dengan penurunan BI-Rate pada Mei 2025 dan operasi moneter Bank Indonesia, suku bunga INDONIA turun menjadi 5,3495 pada 17 Juni 2025 dari sebelum pengumuman penurunan Bi-Rate pada Mei 2025 sebesar 5,7796. Suku bunga SRBI untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan tanggal 13 Juni 2025 juga menurun, yakni menjadi 6,2295: 6,266: dan 6,274 lebih rendah dibandingkan sebelum penurunan Bi-Rate pada Mei 2025, yaitu masing-masing sebesar 6,404, 64455, dan 6,4745. Imbal hasil SBN untuk tenor 2 tahun menurun dari 61695 menjadi 6,139, sementara untuk tenor 10 tahun menurun dari 6,8495 menjadi 6,7195, Suku bunga perbankan juga mulai menurun, meskipun masih secara terbatas. Suku bunga deposito 1 bulan tercatat sebesar 4,819o pada Mei 2025, sedikit menurun dari 4,334 pada April 2025. Suku bunga kredit tercatat sebesar 9,185 pada Mel 2025, juga sedikit menurun dari 9,194 pada April 2025. 32
Page 34 OCR 0.892
Suku Bunga Kebijakan Bank Indonesia dan PUAB O/N Swnber: Bank Indonesia Suku Bunga Kredit Perbankan Swnber: Bank Indonesia 33
Page 35 OCR 0.936
Pertumbuhan Uang Beredar 10.10 Sumber Bank indonesia 3.7 Analisis Industri Konstruksi Industri konstruksi di Indonesia adalah sektor yang sangat vital dan strategis bagi pertumbuhan ekonomi. Pendorong industri konstruksi ini sangat dipengaruhi oleh belanja pemerintah seperti proyek-proyek infrastruktur besar seperti jalan tol, bandara, pelabuhan, dan program strategis nasional (PSN) menjadi motor utama pertumbuhan. Di tambah lagi dengan sektor swasta yaitu dengan adanya pembangunan gedung komersial (perkantoran, pusat perbelanjaan, hotel), perumahan, dan fasilitas industri. Hal tersebut membuat industri konstruksi memiliki peran yang sangat dalam di perekonomian Indonesia. Industri konstruksi diperkirakan akan mengalami pertumbuhan yang stabil pada tahun 2025, khususnya di sektor bangunan, meskipun tantangan diprediksi terjadi di konstruksi sipil akibat keterbatasan anggaran. Menurut Cahyono Siswanto, National Reaseach Manager BCI Central, pasar proyek konstruksi di Indonesia diperkirakan akan tumbuh sebasar 5,485 pada tahun 2025 jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pernyatakan ini disampaikan dalam acara BCI Breakfast Briefing “Indonesia Contruction Market Outlook 2025". Kontribusi sektor konstruksi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sangat signifikan, mencapai lebih dari 1095 dari total PDB nasional, Lebih lanjut, sektor ini merupakan sumber tenaga kerja yang signifikan, mempekerjakan jutaan pekerja, baik secara langsung maupun tidak langsung, mulai dari buruh konstruksi hingga tenaga ahli di bidang teknik dan manajemen proyek 34
Page 36 OCR 0.932
Pertumbuhan ini mencerminkan optimisme terhadap sektor konstruksi nasional, didorong oleh sejumlah proyek strategis dan peningkatan investasi di sektor infrastruktur seperti pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN), pembangunan jalan tol, serta modernisasi pelabuhan dan bandara, diprediksi akan menjadi pendorong utama pertumbuhan sektor konstruksi. Lalu adanya adopsi teknologi digital seperti Building Information Modeling (BIM), penggunaan drone untuk pemantauan proyek, dan sistem manajemen proyek berbasis Al semakin meluas, membantu meningkatkan efisiensi dan kualitas dalam pelaksanaan proyek konstruksi. Proyeksi pasar pada industri konstruksi menunjukkan skenario pertumbuhan yang kuat. Beberapa lembaga riset memperkirakan nilai pasar konstruksi Indonesia meningkat signifikan pada tahun 2025 dengan CAGR positif selama beberapa tahun kedepan. Indonesia Contruction Market Dansa at Na Y 2 2031 Souwee , Mardar Intelgence Pasar Konstruksi Indonesia mencapai USD 305,48 miliar pada tahun 2025 dan diperkirakan akan mencapai USD 438,56 miliar pada tahun 2030, mencerminkan CAGR yang kuat sebesar 7,504 selama periode perkiraan. Meningkatnya pengeluaran publik untuk ibu kota baru Nusantara, koridor jalan tol Trans-Sumatera, dan ratusan skema jalan, pelabuhan, dan kereta api yang lebih kecil telah mengukuhkan infrastruktur sebagai mesin pertumbuhan utama sektor ini. Penanaman Modal Asing (PMA) di kawasan industri dan pusat data skala besar semakin meningkat berkat aturan kepemilikan asing penuh dan persetujuan jalur cepat. Meskipun demikian, industri ini menghadapi beberapa tantangan. Tantangan- tantangan ini termasuk pada fluktuasi harga bahan bangunan dan ketergantungan pada impor material tertentu berisiko meningkatkan biaya proyek yang tidak stabil, khususnya semen dan baja, serta kekurangan tenaga kerja terampil. Kedua faktor ini menggangau efisiensi dan jadwal penyelesaian proyek. Selain itu, dominasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi isu penting. Lebih dari 5046 proyek konstruksi diberikan kepada BUMN yang sudah mapan. Meskipun ini membantu perusahaan dalam negeri, dominasi ini bisa membatasi 35
Page 37 OCR 0.952
kesempatan bagi sektor swasta, yang pada akhirnya dapat menghambat inovasi dan persaingan di pasar PT Total Bangun Persada Tbk merupakan salah satu perusahaan swasta yang begerak di bidang konstruksi. Sepanjang tahun 2024 perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar 265 miliar. Dan untuk semester awal 2025, PT Total berhasil mencatatkan kinerja positif sebesar 174 miliar. Hal tersebut menunjukkan bahwa perusahaan tetap dapat bersaing dengan kontraktor BUMN. Perusahaan konstruksi dapat melakukan diversifikasi portofolio proyek dan mengutamakan strategi kehati hatian yaitu dengan menjaga arus kas positif, efisiensi biaya operasional, dan selektif memilih proyek sesuai dengan profil risiko dan stabilitas ekonomi, 3.8 Prospek Industri Konstruksi Pabrik, Gudang, dan Bengkel Dalam proyeksi tahun 2025, proyek pabrik diproyeksikan akan memimpin kategori industri, mempertahankan dominasinya sebagai subkategori paling signifikan. Nilai proyeknya diikuti oleh proyek pergudangan, yang memegang pangsa pasar terbesar kedua. Proyek Pabrik Nikel Vale Indonesia (Inco) - Pomalaa merupakan pengembangan smelter nikel terkemuka yang dimiliki oleh Vale Indonesia Tbk, Huayou Cobalt Co., Ltd, dan Ford Motor Company. Berlokasi di Pomalaa, proyek Ini dirancang untuk menghasilkan endapan sulfida campuran untuk baterai kendaraan listrik dengan perkiraan kapasitas 120 ton per tahun, meliputi area seluas 20 hektar, Konstruksi direncanakan akan dimulai pada kuartal keempat tahun 2025, dengan nilai proyek sebesar Rp7,5 triliun, menjadikannya salah satu proyek industri bernilai tertinggi di tahun 2025. Rencana Induk Pengembangan Industri Nasional (RIPIN) pemerintah Indonesia mengidentifikasi sektor-sektor prioritas seperti industri pembangkit listrik baterai listrik, sel surya, Industri pemurnian dan pengolahan logam, industri karet penghasil Karet Akrilonitril Butadiena (ABR) dan industri kemurgi. RIPIN 2025 berfokus pada produksi baterai, generator listrik, sel surya, tenaga nuklir, dan industri non-logam. Di antara proyek-proyek industri yang direncanakan untuk tahun 2025, Pabrik Alkali-Klor Alkali Chandra Asri (CA- EDC) menjadi yang terdepan. Pabrik soda kaustik dan etilen diklorida Ini, yang bernilai Rp4,5 triliun, akan memiliki kapasitas produksi masing-masing 400.000 dan 500.000 metrik ton per tahun. Konstruksi direncanakan pada kuartal kedua tahun 2025, dengan proyek saat ini dalam tahap desain dan dokumentasi. Proyek penting lainnya adalah Pabrik Sel Baterai LG Batang-HPAL (Fase 1), sebuah kolaborasi antara LG Energy Solution dan Indonesia Battery Corporation. Proyek seluas 18 hektar ini bernilai Rp1,72 triliun dan diperkirakan akan mulai dibangun pada kuartal pertama tahun 2025, yang saat ini masih dalam tahap desain. 36
Page 38 OCR 0.953
Pada tahun 2024 dan 2025, industri produksi bateral hulu dan hilir mendominasi lanskap industri, sejalan dengan prioritas RIPIN 3.9 Prospek Industri Konstruksi lain-lain Proyek lain-lain yang dominan pada kuartal pertama 2025 adalah Islamic Centre IKN, sebuah kompleks yang dirancang untuk pusat keviatan Islam, dengan luas bangunan total sekitar 220.000 meter persegi. Dengan nilai Rp1,1 triliun, proyek yang berlokasi di Kalimantan Timur ini saat ini masih dalam tahap konsep dan diperkirakan akan mulai dibangun pada kuartal pertama 2025. Proyek penting lainnya dalam kategori ini adalah Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara - Kompleks Peribadatan Basilika & Gereja & Plaza Kerukunan. Proyek ini mencakup sebuah basilika Katolik empat lantai dengan total luas lantai 11.998 meter persegi dan sebuah gereja tiga lantai seluas 5.970 meter persegi. Berlokasi di Kalimantan Timur, proyek ini bernilai Rp704,9 miliar dan dijadwalkan mulai dibangun pada kuartal pertama tahun 2025. Pada Triwulan II 2025, salah satu proyek unggulan adalah Pusat Budaya Alam Nusantara (PUSBATARA) - Hall Dunia Satu Keluarga, sebuah gedung serbaguna delapan lantai dengan luas bangunan sekitar 100.000 meter persegi, Proyek yang terletak di Daerah Khusus Ibukota Jakarta ini bernilai Rp800 miliar dan saat ini sedang dalam tahap konstruksi, dengan perkiraan tanggal mulai pembangunan pada Triwulan | 2025. 3.10 Prospek Industri Konstruksi Sarana Komunitas dan Budaya Pada tahun 2025, beberapa proyek komunitas dan budaya yang dominan memberikan kontribusi signifikan antara lain IKN Islamic Center, Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara - Kompleks Peribadatan - Basilica & Church & Plaza Kerukunan, Pusat Budaya Alam Nusantara (PUSBATARA) - Hall Dunia Satu Keluarga, Taman Budaya Kabupaten Sleman, dan Jogja Planning Gallery, Proyek Galeri Perencanaan Jogja meliputi pengembangan area gedung galeri dengan beberapa bangunan dua lantai, termasuk galeri filsafat, fasilitas umum, galeri temporer, bangunan urban Jogja, dan bangunan masa depan Jogja. Luas lahan total sekitar 12.500 meter persegi, dengan perkiraan nilai proyek sebesar Rp350 miliar. Berlokasi di Yogyakarta, proyek ini diperkirakan akan mulai dibangun pada kuartal kedua tahun 2025 dan saat ini sedang dalam tahap desain dan dokumentasi, Proyek Taman Budaya Kabupaten Sleman meliputi gedung pertunjukan dan mezzanine, kantor pengelola, perpustakaan, pusat jajanan, pendopo, dan amfiteater. Luas total bangunan sekitar 10.000 meter persegi, dengan nilai proyek Rp140 miliar. Berlokasi di Yogyakarta, proyek ini dijadwalkan mulai pada kuartal kedua tahun 2025 dan saat ini sedang dalam tahap desain dan dokumentasi. 37
Page 39 OCR 0.952
Pada tahun 2025, wilayah dengan perkiraan nilai proyek masyarakat dan budaya tertinggi adalah Kalimantan, Jawa Tengah & DIY, dan Jabodetabek, yang mencerminkan investasi signifikan di wilayah ini Proyek komunitas & budaya utama di Kalimantan meliputi Islamic Center IKN dan Kompleks Ibadah Nusantara Ibu Kota Negara (IKN) - Basilika & Gereja & Plaza Kerukunan, yang menampilkan peran Kalimantan sebagai pusat perkembangan nasional dan budaya. 341 Prospek Industri Konstruksi Sarana Olahraga dan Rekreasi Pada tahun 2025, proyek olahraga & rekreasi yang signifikan adalah Taman Hiburan Tanamori Labuan Bajo dan Gedung Baladiri Madani Kota Palu. Taman Hiburan Tanamori Labuan Bajo merupakan proyek pengembangan taman hiburan seluas 28 hektar, yang menampilkan berbagai atraksi seperti area permainan, kebun binatang, taman air, museum, pusat perbelanjaan, dan pusat jajanan, dengan nilai proyek sebesar Rp255 miliar. Terletak di Nusa Tenggara Timur, konstruksi proyek ini diperkirakan akan dimulai pada kuartal ketiga tahun 2025, dan saat ini masih dalam tahap konsep. Sementara itu, proyek Gedung Baladiri Madani Kota Palu meliputi renovasi gedung olahraga tiga lantai dengan luas total 48.000 meter persegi dan nilai proyek sebesar Rp360 miliar. Proyek yang berlokasi di Sulawesi Tengah ini diperkirakan akan mulai dibangun pada kuartal kedua tahun 2025 dan saat ini masih dalam tahap konsep. Beberapa kawasan kunci untuk proyek olahraga dan rekreasi pada tahun 2025 meliputi Jabodetabek, Jawa Barat, dan Kalimantan. Proyek-proyek penting antara lain BSD Theme Park (Fase 2) - Taman Rekreasi, BSD Theme Park (Fase 1) - Cimory Dairyland, dan Gelanggang Remaja Jakarta Barat (Paket 2023). BSD Theme Park (Fase 2) - Taman Rekreasi merupakan proyek pengembangan bertema taman air senilai Rp80 miliar, yang diperkirakan akan mulai dibangun pada kuartal keempat tahun 2025 dan saat ini masih dalam tahap konsep. BSD Theme Park (Fase 1) - Cimory Dairyland, yang berfokus pada kebun binatang dan kompleks peternakan dengan fasilitas umum, bemilai Rp50 miliar dan dijadwalkan mulai dibangun pada kuartal pertama tahun 2025, yang saat ini masih dalam tahap desain dan dokumentasi. Proyek Gelanggang Remaja Jakarta Barat dengan nilai proyek Rp99,09 miliar akan menampilkan tiga gedung olahraga dalam ruangan dan diharapkan mulai dibangun pada 01 2025, juga dalam tahap desain dan dokumentasi. Di Jawa Barat dan Kalimantan, estimasi nilai proyek untuk pengembangan olahraga dan rekreasi pada tahun 2025 masing-masing adalah Rp1,61 miliar dan Rp1.19 miliar. Proyek-proyek penting termasuk Taman Bertema MNC Lido City, Ibu Kota Nasional Nusantara (IKN) - Kebun Raya Nusantara (Fase 1A), dan Kawasan Wisata Sabangau Park Palangkaraya. MNC Lido City - Taman Bertema, pengembangan seluas 50 hektar dengan atraksi, museum, ruang ritel, dan pusat jajanan, memiliki nilai proyek sebesar Rp250 miliar dan diharapkan 38
Page 40 OCR 0.942
mulai dibangun pada O1 2025, saat ini dalam tahap desain dan dokumentasi. Kebun Raya Nusantara (Fase 1A), kebun raya seluas 120.000 meter persegi di Kalimantan Timur, bernilai Rp96 miliar, dengan konstruksi yang diantisipasi akan dimulai pada A3 2025 dan saat ini dalam tahap desain dan dokumentasi. Proyek Kawasan Wisata Sabangau Park Palangkaraya yang berlokasi di Kalimantan Tengah bernilai Rp95,52 miliar dan diharapkan mulai dibangun pada O1 2025, juga dalam tahap desain dan dokumentasi. 312 Prospek Industri Konstruksi Infrastruktur & Transportasi Jalan dan jembatan diperkirakan akan terus mendominasi pangsa pasar infrastruktur dan transportasi pada tahun 2025, diikuti oleh sektor pelabuhan & pekerjaan sipil, bendungan & irigasi, serta bandara dan kereta api. Sektor infrastruktur dan transportasi diperkirakan akan menunjukkan pertumbuhan pada A1 2025 tetapi menghadapi penurunan pada kuartal-kuartal berikutnya, dengan pemulihan diproyeksikan menjelang akhir tahun 2025. Peningkatan pada O1 2025 didorong oleh dimulainya beberapa proyek Infrastruktur dan transportasi, seperti Pembangunan Jalan Tol Bekasi - Cawang - Kampung Melayu: Seksi 28 Margahayu - Tambun (Paket 1), Bali Light Rail Transit (LRT): Bandara Internasional | Gusti Ngurah Rai - Pusat Parkir Kuta (Fase 1A), dan Pembangunan Jalan Tol Kamal - Teluk Naga - Rajeg: SS Kosambi - SS Teluk Naga (Seksi 2). Proyek Pembangunan Jalan Tol Bekasi - Cawang - Kampung Melayu: Seksi 2B Margahayu - Tambun (Paket 1) merupakan proyek jalan tol dengan perkerasan beton dan pelapisan aspal, membentang sekitar 3,7 kilometer dengan lebar 20 meter. Proyek ini bernilai Rp3.59 miliar dan diharapkan mulai dibangun pada 01 2025, saat ini dalam tahap desain & dokumentasi. Proyek Light Rail Transit (LRT) Bali: Bandara Internasional | Gusti Ngurah Rai - Pusat Parkir Kuta (Fase 1A) adalah jalur kereta api layang sepanjang 5,3 kilometer dengan nilai proyek Rp845,66 miliar, juga dijadwalkan mulai dibangun pada 01 2025, dan berada dalam tahap desain & dokumentasi, Proyek Pembangunan Jalan Tol Kamal - Teluk Naga - Rajeg: SS Kosambi - SS Teluk Naga (Seksi 2) adalah jalan tol sepanjang 3,7 kilometer dengan menggunakan struktur beton dan lapisan aspal, senilai Rp736,3 miliar, diharapkan mulai dibangun pada A1 2025, dan saat ini berada dalam tahap pra-konstruksi. Namun, penurunan nilai proyek infrastruktur dan transportasi berkontribusi pada penurunan anggaran belanja infrastruktur tahun 2025 yang ditetapkan sebesar Rp400,3 triliun, turun 5,2996 dari Rp422,7 triliun pada tahun 2024. Alokasi anggaran ini akan mencakup infrastruktur kesehatan, pendidikan, konektivitas, pangan, dan energi, serta proyek-proyek berkelanjutan untuk pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) yang baru, Dengan adanya penurunan anggaran tersebut, pemerintah akan memprioritaskan proyek-proyek infrastruktur secara selektif, dengan fokus pada konektivitas untuk pemerataan kesejahteraan. Di antara prioritas tersebut adalah pembangunan infrastruktur di IKN, termasuk jalan tol dan rel kereta api. Proyek-proyek penting antara lain Jalan Tol Balsam - KIPP IKN (Penajam Paser Utara), Pembangunan Jalan Tol Terendam Simpang 39
Page 41 OCR 0.951
Tempadung, dan Jalur Kereta Api & Stasiun IKN Nusantara. Proyek Pembangunan Jalan Tol Balsam - KIPP IKN (Penajam Paser Utara) mencakup jalan tol sepanjang 13,4 kilometer, termasuk terowongan bawah laut sepanjang 1 kilometer, dengan nilai proyek sebesar Rp9,3 triliun. Konstruksi dimulai pada Triwulan II 2024 di Kalimantan Timur. Proyek Jalur Kereta Api dan Stasiun IKN Nusantara, dengan nilai Rp117 miliar, mencakup pembangunan jalur kereta api sepanjang 83,93 kilometer dan 14 stasiun kereta api. Proyek ini diperkirakan akan mulai dibangun pada Triwulan | 2025 dan saat ini masih dalam tahap Konsep, Proyek infrastruktur dan transportasi diklasifikasikan ke dalam beberapa kategori, termasuk Jalan & Jembatan, Pelabuhan & Pekerjaan Sipil, Bendungan & Irigasi, dan Bandara & Kereta Api. 313 Prospek Industri Konstruksi Jalan & Jembatan Sektor infrastruktur jalan merupakan elemen sentral dari proyek strategis nasional Indonesia, dengan fokus khusus pada perluasan jaringan jalan tol, Sejumlah proyek jalan tol saat ini sedang berjalan atau direncanakan di berbagai wilayah utama, termasuk Jabodetabek, Trans Sumatera, akses Patimban, Yogyakarta, Semarang, Probolinggo, dan akses IKN Nusantara. Untuk memfasilitasi perkembangan ini, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sedang mengembangkan strategi yang berfokus pada perluasan pembiayaan infrastruktur melalui kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBUJ). Pendekatan ini bertujuan untuk menarik Investasi sektor swasta guna mempercepat pembangunan dan peningkatan infrastruktur jalan penting di seluruh negeri, memastikan pelaksanaan yang tepat waktu dan keberlanjutan proyek dalam jangka panjang. Pada tahun 2025, pemerintah mengalokasikan Rp32,31 triliun untuk infrastruktur jalan dan jembatan. Anggaran ini akan difokuskan pada pembangunan jalan baru, peningkatan kapasitas dan struktur, pembangunan dan duplikasi jembatan, penggantian jembatan, serta peningkatan konektivitas jalan tol. Pengembangan ini sejalan dengan visi jangka panjang Indonesia untuk memperkuat infrastruktur transportasi guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan aksesibilitas regional. Sektor jalan dan jembatan memainkan peran dominan dalam proyek infrastruktur dan transportasi Indonesia, mencakup sekitar 26,7245 dari total proyek jalan dan jembatan nasional pada tahun 2025. Proyek jalan dan jembatan akan dipusatkan terutama di Jabodetabek, Sumatera, dan Jawa Barat. Di Jabodetabek, proyek jalan dan jembatan meliputi Pembangunan Jalan Tol Layang Cikunir-Ulujami (JORR 2) dan Pembangunan Jaian Tol Jakarta-Cikampek 2 Selatan. Proyek JORR, yang bernilai Rp3,8 triliun, melibatkan pembangunan jalan tol layang sepanjang 6 kilometer dan sedang dikembangkan oleh konsorsium Marga Metro Nusantara, Adhi Karya, dan Acset Indonesia. Saat ini, proyek ini sedang dalam tahap kajian teknis. 40
Page 42 OCR 0.945
Pembangunan Jalan Tol Jakarta-Cikampek 2 Selatan dengan nilai Rp2,39 triliun 3.14 Prospek Industri Konstruksi Pelabuhan & Pekerjaan Sipil Terdapat variasi regional dan perluasan proyak yang menonjol yang mendorong aktivitas di area tertentu seperti Sumatera, Jabodetabek, serta Jawa Tengah & Yogyakarta. Di Sumatera, terdapat proyek-proyek berskala besar, seperti Pipa Gas Sei Mangkel-Dumai (senilai Rp3 triliun), yang diperkirakan akan mulai dibangun pada kuartal ketiga tahun 2025. Berlokasi di Riau dan saat ini masih dalam tahap konsep, proyek ini merupakan inisiatif infrastruktur gas yang vital. Proyek penting lainnya, yaitu Dermaga Teluk Kabung dari PT. Pertamina, senilai Rp250 miliar, akan dimulai pada kuartal kedua tahun 2025 di Sumatera Barat dan saat ini sedang dalam tahap pra-konstruksi. Jabodetabek memiliki proyek-proyek yang berkontribusi, termasuk Pembangunan Saluran Pembuangan Utama IPAL Zona 6 (JSDP Zona 6 Tahap 1 - Paket 2), jaringan perpipaan air limbah sepanjang 14.335 meter dengan nilai proyek Rp400 miliar, Konstruksi diperkirakan akan dimulai pada Triwulan | 2025. Selain itu, proyek Rel Kereta Api Tulung Bunyut - Baturaja - Dinding Penahan Tanah, senilai Rp46,462 miliar, merupakan proyek infrastruktur perkeretaapian sepanjang 92,22 kilometer yang akan dimulai pada Triwulan II 2025. Terakhir, proyek Politeknik Pelayaran Banten - Tanggul Pantai yang akan berfokus pada perlindungan abrasi pantai, senilai Rp30.983 miliar, dengan konstruksi dijadwalkan pada Triwulan III 2025. Di Jawa Tengah dan Yogyakarta, proyek-proyek utama meliputi Tanggul Pantai Congot, sebuah inisiatif perindungan pantai sepanjang kurang lebih 101 meter dengan nilai proyek Rp95 miliar, yang dijadwalkan mulai dibangun pada kuartal pertama tahun 2025. Sementara itu, proyek Pelabuhan Laut Cilacap, senilai Rp30 miliar, bertujuan untuk mengembangkan pelabuhan perikanan seluas 20 hektar beserta fasilitas pendukungnya, dengan konstruksi diperkirakan akan dimulai pada kuartal ketiga tahun 2025, Secara keseluruhan, dimulainya proyek infrastruktur yang signifikan di berbagai wilayah menyoroti fokus yang kuat pada pengembangan regional dan pekerjaan sipil khusus. 3.15 Prospek Industri Konstruksi Bendungan & Irigasi Proyek yang menonjol antara lain Bendungan Jragung (Paket IV), Bendungan Cek Kedunglanggar, Bendungan Wairoro, Bendungan Rongkong, dan Bendungan Muara Juli (KPBU). Bendungan Jragung (Paket IV), yang terletak di Jawa Tengah, adalah bendungan serbaguna dengan kapasitas penyimpanan sebesar 113 juta meter kubik, senilai Rp 250 miliar dan akan mulai dibangun pada O1 2025. Demikian pula, Bendungan Pengatur Kedunglanggar, juga di 41
Page 43 OCR 0.950
Jawa Tengah, adalah proyek serbaguna senilai Rp 75 miliar, yang dijadwalkan untuk O1 2025. Di Kalimantan Tengah, Bendungan Muara Juloi (KPBU), dengan kapasitas 47 juta meter kubik dan nilai proyek sebesar Rp 100 miliar, diantisipasi akan dimulai pada @2 2025. Bendungan Wairoro, senilai Rp 132,35 miliar dan terletak di Maluku Utara, dan Bendungan Rongkong, dengan nilai yang sama di Sulawesi Selatan, keduanya diharapkan akan dimulai pada 01 2025. Proyek-proyek ini sebagian besar berada dalam tahap Konsep atau Desain & Dokumentasi. Untuk irigasi, inisiatif utama mencakup Irigasi Bengawan Jero, Irigasi DI Pidekso, dan Pembangunan Kanal Tersier DI Sadawarna. Proyek Irigasi Bengawan Jero yang berlokasi di Jawa Timur memiliki jaringan seluas 82,3 juta meter persegi senilai Rp 70 miliar dengan konstruksi dijadwalkan pada @3 2025. Proyek Irigasi DI Pidekso di Jawa Tengah senilai Rp 60,1 miliar dijadwalkan pada A3 2025, sedangkan Pembangunan Kanal Tersier DI Sadawarna di Jawa Barat senilai Rp 100 miliar direncanakan akan dilaksanakan pada 03 2025. akan dimulai pada A2 2025. Ketiga proyek tersebut saat ini sedang dalam tahap Konsep. Selain itu, dua proyek perbaikan sungai besar direncanakan di Jawa Barat: Perbaikan Sungai & Tanggul Cimanuk di Indramayu (Paket 1) dan Paket 2. Paket pertama meliputi pembangunan dinding penahan tanah sepanjang 1,6 kilometer dan pengerukan sungai, senilai Rp308,4 miliar, sementara paket kedua, dengan Cakupan serupa sepanjang 0,8 kilometer, senilai Rp197,7 miliar. Kedua proyek ini diperkirakan akan dimulai pada kuartal kedua tahun 2025 dan saat ini sedang dalam tahap Desain & Dokumentasi. Kedua proyek ini secara kolektif menggarisbawahi pergeseran strategis menuju pembangunan yang terarah dan berdampak tinggi di sektor bendungan dan irigasi, yang menjawab kebutuhan spesifik daerah dan meningkatkan Infrastruktur pengelolaan air di seluruh Indonesia. Anggaran sumber daya air pada tahun 2025 ditetapkan sebesar Rp26,53 triliun dengan fokus pada pembangunan bendungan, rehabilitasi jaringan irigasi, dan penyediaan air baku di kawasan strategis. 316 Prospek Industri Konstruksi Bandara & Kereta Api Kementerian Perhubungan telah mengalokasikan Rp147 trillun untuk penyelesaian fasilitas sisi darat di Bandara Khusus VVIP IKN Nusantara Pembangunan terminal baru di Bandara Fatmawati Soekarno di Bengkulu akan dilanjutkan pada tahun 2025, di bawah pengelolaan Angkasa Pura. Proyek ini tidak hanya mencakup pembangunan terminal tetapi juga perbaikan atau relokasi menara kontrol yang saat ini berada di terminal utama. Beberapa proyek kereta api utama pada tahun 2025, seperti Mass Rapid Transit (MRT) Jalur Timur-Barat: Medan Satria - Tomang (Fase 1 - Tahap 1) dan Light Rail Transit (LRT) Bali: Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai - Pusat Parkir Kuta (Fase 1A). Proyek MRT Jalur Timur-Barat, senilai Rp4,48 triliun, merupakan pembangunan kereta api terpadu sepanjang 24,527 kilometer yang menampilkan 21 stasiun dan 9 stasiun bawah tanah. Berlokasi di Jakarta, proyek ini saat Ini berada dalam tahap konsep, dengan konstruksi diperkirakan akan dimulai pada kuartal kedua tahun 2025 dan ditargetkan selesai pada 42
Page 44 OCR 0.948
tahun 2030. Demikian pula, proyek LRT Bali, yang membentang sekitar 5.3 kilometer, merupakan jalur kereta api layang senilai Rp845,66 miliar, Berlokasi di Bali, proyek ini sedang dalam tahap desain dan dokumentasi, dan diperkirakan akan mulai dibangun pada kuartal pertama tahun 2025. Proyek-proyek penting di Jawa Barat antara lain pembangunan jalur kereta api Cipatat-Saksasaat via Padalarang, pembangunan jembatan, terowongan, dan jalur kereta api, serta pembangunan jalur kereta api Stasiun Pegaden Baru di Pelabuhan Patimban. Proyek Cipatat-Saksasaat meliputi jalur kereta api sepanjang 15 kilometer, dua jembatan sepanjang 100 meter, dan terowongan sepanjang 300 meter, dengan nilai estimasi Rp137,286 miliar. Konstruksi direncanakan dirnulai pada kuartal keempat tahun 2025, dan saat ini masih dalam tahap konsep. Proyek Stasiun Pegaden Baru-Pelabuhan Patimban, senilai Rp120 miliar, merupakan jalur kereta api sepanjang 41 kilometer yang menyediakan akses ke Pelabuhan Patimban. Proyek ini juga masih dalam tahap konsep, dengan konstruksi diperkirakan akan dimulai pada kuartal keempat tahun 2025, Di Bali dan Nusa Tenggara, proyek LRT Bali merupakan inisiatif transportasi yang dominan. Jalur kereta api layang ini membentang sekitar 5,3 kilometer dan diperkirakan bernilai Rp845,66 miliar. Proyek yang dirancang untuk meningkatkan konektivitas di sekitar Bandara Internasional | Gusti Ngurah Rai ini sedang dalam tahap desain dan dokumentasi, dan dijadwalkan mulai dibangun pada kuartal pertama tahun 2025. 3.17 Prospek Industri Konstruksi Pembangkit Listrik Pemerintah telah menguraikan beberapa inisiatif strategis untuk mencapai Net Zero Emissions pada tahun 2050, terutama dengan mengurangi emisi gas rumah kaca. Komponen utama dari rencana ini adalah pengembangan energi terbarukan, yang diharapkan dapat menggantikan bahan bakar fosil dalam jangka panjang. Melalui Peta Jalan Transisi Energi, pemerintah bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pembangkit listrik energi terbarukan (EBT) sebesar 5164, atau 21 gigawatt (GW), pada tahun 2030. PLN (Perusahaan Listrik Negara) juga akan memulai perdagangan karbon di 55 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTUS), dengan semua pembangkit listrik, termasuk PLTGU dan PLTG, diharapkan mematuhi mekanisme perdagangan karbon pada tahun 2025. Pemerintah berencana untuk mempercepat pengembangan pembangkit energi terbarukan skala besar, dengan fokus pada tenaga surya, tenaga air, dan tenaga angin, sambil menghapuskan investasi masa depan pada pembangkit listrik berbasis batu bara (PLTU). Pada tahun 2040, PLN memproyeksikan bahwa 754: pembangkit listriknya akan bergantung pada energi terbarukan dan 2545 pada gas. Selain itu, PLN tengah menerapkan co- firing di 48 PLTU, menggunakan biomassa sebagai pengganti batu bara, dan berencana memperluas inisiatif ini menjadi 52 PLTU pada tahun 2025. Indonesia memiliki potensi Energi Baru dan Terbarukan (EBT) yang signifikan, diperkirakan mencapai 3.687 GW, meliputi potensi surya sebesar 3.294 GW, 43
Page 45 OCR 0.940
potensi hidro sebesar 95 GW, potensi bioenergi sebesar 57 GW, potensi angin sebesar 155 GW, potensi panas bumi sebesar 23 GW, dan potensi gelombang laut sebesar 63 GW. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan bahwa Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki potensi panas bumi sebesar 1.341,5 megawatt ekuivalen (MWe), yang mencakup potensi sumber daya dan cadangan. Proyek-proyek utama di wilayah ini antara lain Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Wae Sano (30-45 MW, senilai Rp4 triliun) dan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Mataloko (40 MW, senilai Rp2,4 triliun). Indonesia awalnya menargetkan mencapai 234 energi terbarukan dalam bauran energinya pada tahun 2025. Namun, target ini mungkin direvisi turun menjadi 17-19”5 karena lambatnya pertumbuhan kapasitas energi terbarukan selama beberapa tahun terakhir. 3.18 Prospek Industri Konstruksi Pabrik Tahun ini, proyek-proyek pabrik sebagian besar berlokasi di Banten, Di Banten, nilai proyek-proyek pabrik diperkirakan mencapai Rp9,8 triliun. Pertumbuhan ini sebagian besar didorong oleh PT Chandra Asri Pacific, Tbk, yang berencana membangun tiga pabrik utama di wilayah tersebut, dengan kontribusi sebesar Rp8,3 triliun. Proyek-proyek utama tersebut meliputi Pabrik Chandra Asri Alkali - Chlor Alkali (CA-EDC) dan Pabrik Chandra Asri Petrochemical Complex II (CAP2) - High Density Polyethylene (HDPE). Pabrik yang terakhir merupakan fasilitas petrokimia dengan kapasitas produksi 450 kiloton per tahun, senilai Rp3 triliun, dan diperkirakan akan mulai dibangun pada kuartal ketiga 2025, yang saat ini masih dalam tahap pra-konstruksi. Di Indonesia Timur, proyek konstruksi penting meliputi Kawasan Industri Pupuk Fakfak Timur: Pabrik Amonia Pupuk Kaltim - Fakfak, Pabrik Urea Pupuk Kaltim - Fakfak, dan Pabrik Metanol Pupuk Kaltim - Fakfak. Pabrik amonia berkapasitas 2.500 metrik ton dengan nilai Rp1 triliun ini dijadwalkan mulai dibangun pada kuartal keempat 2025. Pabrik urea berkapasitas 3.500 metrik ton per hari dengan nilai yang sama dijadwalkan mulai dibangun pada kuartal kedua 2025, sementara pabrik metanol berkapasitas 3.000 metrik ton per hari dengan nilai proyek Rp1 triliun akan dimulai pada kuartal keempat 2025. Proyek-proyek ini masih dalam tahap konseptual. Di Jawa Tengah, beberapa kawasan industri siap memfasilitasi investor. Beberapa di antaranya adalah Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Kawasan Industri Kendal, Kawasan Industri Wijayakusuma di Kota Semarang, Aviara Industrial Park seluas 462 hektar, dan Jatengland Industrial Park Sayung di Demak seluas 300 hektar, Grand Batang City, yang saat ini sedang dalam tahap pengembangan kedua, mencakup total luas lahan 650 hektar. Proyek ini terus menarik minat perusahaan asing melalui perjanjian lahan industri, yang semakin memperkuat kapasitas Indonesia untuk menampung dan memperluas operasi pabrik. Sumber — Kompas.com (2024), “Tahun 2025, Pasar Konstruksi Bakal Tumbuh 54816”, Arkopay (2025), "Proyeksi Pertumbuhan Industri di 2025" 44
Page 46 OCR 0.935
Mnd Taufik Arifin ANZIIF (2024). "Big Opportunities In 2025: What Contruction Entrepreneurs Should Know?" Market Research Indonesia (2024). 'Opportunites & Risk in Indonesia Construction Market Outlcok 2025”. Mardar Intelligence (2024), “Indonesia Contruction Markei Size and Share". BCI Central (2025), “Indonesia Construction Market Outicok 2025" 319 Persaingan Usaha Jumlah perusahaan/usaha konstruksi di Indonesia yang terdapat dalam Kerangka Sampel (Sampling Frame) Survei Perusahaan/Usaha Konstruksi Tahun 2024 adalah sebesar 186.534 perusahaan, Berikut Peta Persebaran Perusahaan/Usaha Konstruksi di seluruh wilayah Indonesia Tahun 2024: Provinsi yang mempunyai jumlah perusahaan/usaha konstruksi kurang dari 5.000 perusahaan ada sebanyak 25 (dua puluh lima) provinsi, yaitu: Provinsi Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, DI. Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan. Sedangkan provinsi yang mempunyai jumlah perusahaan/usaha konstruksi antara 5.000 hingga 10.000 perusahaan ada sebanyak 8 (delapan) provinsi, yaitu: Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Banten, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur. Provinsi yang mempunyai jumlah perusahaan konstruksi antara 10.000 hingga 15.000 perusahaan ada sebanyak 3 (tiga) provinsi. yaitu: Provinsi DKI. Jakarta, Jawa Barat, dan Sulawesi Selatan. Sedangkan provinsi yang mempunyai perusahaan konstruksi lebih besar dari 15.000 perusahaan ada sebanyak 2 (dua) provinsi, yaitu: Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Provinsi yang mempunyai perusahaan konstruksi paling sedikit adalah Provinsi 45
Page 47 OCR 0.905
Gorontalo, yaitu hanya sebesar 653 perusahaan. Sedangkan provinsi yang mempunyai perusahaan konstruksi paling banyak adalah Provinsi Jawa Timur dengan jumlah perusahaan sebesar 23.319 penisahaan. Ditinjau dan Kualifikasi Usahanya, perusahaan konstruksi Indonesia mayoritas berkualifikasi Kecil yaitu sebesar 77,1596 dengan jumlah 143.914 perusahaan dan kualifikasi Menengah sebesar 12,024 dengan jumlah 22.414 perusahaan. Sedangkan yang paling sedikit adalah Perusahan Besar ada sebanyak 1.176 perusahaan, Berdasarkan analisis berdasarkan proforma laporan keuangan, kompetitor 2 dari TOTAL yaitu: PT Adhi Karya (Persero) Tbk PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk PT Nusa Raya Cipta Tbk PT Aoset Indonusa Tbk PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk PT Aesler Grup Internasional Tbk PT Paramita Bangun Sarana Tbk SONG KAKNA 3.20 Strategi Pemasaran Strategi pemasaran yang dilakukan TOTAL yaitu: 1. Menjadi yang terdepan di dalam bidang jasa konstruksi melalui strategi diferensiasi, bukan strategi harga rendah yang terimplementasi berdasarkan nilai-nilai sebagai berikut: - Pembangun yang berkualitas - Terpercaya dan dapat diandalkan - Berorientasi kepada pelanggan dan pengalaman pelanggan yang prima - Kinerja yang berstandar internasional - Kondisi kevangan yang sehat 2. Tek pada speasialisasi dan jasa yang meliputi: Spesialisasi a. Bangunan premium dan bangunan tinggi b. Bangunan pabrik industri - Jasa a. Konstruksi b. Manajemen proyek c. Rancang bangun
Page 48 OCR 0.948
BAB IV ANALISIS ASPEK TEKNIS 41 Bisnis TOTAL TOTAL melaksanakan bisnis dengan berfokus pada pelayanan di bidang konstruksi gedung sebagai kontraktor (contractor). 1. Kontraktor Utama TOTAL memiliki peran, tugas dan tanggung jawab sebagai kontraktor utama yang meliputi: Perencanaan & monitoring proyek secara menyeluruh, mulai dari awal pembangunan proyek hingga proyek selesai: - Manajemen lapangan: - Penerapan metode konstruksi yang optimal, - Perekrutan dan pengelolaan seluruh sub-kontraktor, dan Pemilihan dan pengadaan bahan bangunan. Selain itu, TOTAL juga mengerjakan proyek-proyek Joint Operation khususnya untuk proyek-proyek besar dan proyek-proyek berskala intemasional. 2. Kontraktor Rancang Bangun TOTAL melakukan pengembangan diferensiasi yang “dilaksanakan melalui inovasi dan aplikasi gagasan-gagasan baru dalam setiap proyek yang dijalankan, seperti metode rancang bangun. Metode ini memberikan manfaat penting dalam pengembangan proyek. Dalam metode rancang bangun, TOTAL berperan sebagai kontraktor utama serta bertanggung jawab dalam penyediaan tim desain secara terpadu sejak awal pelaksanaan proyek. Melalui metode tersebut, pelanggan tidak perlu berurusan dengan pihak lain karena semua pekerjaan telah ditangani oleh satu pihak saja sebagai koordinator, yakni TOTAL. Hal ini membawa dampak positif terhadap biaya yang dikeluarkan pelanggan, pengurangan risiko kenaikan biaya, serta kepastian bahwa proyek akan selesai dan diserahkan sesuai jadwal. TOTAL merancang dan membangun berbagai proyek dalam berbagai spesifikasi. Layanan rancang bangun ini meliputi: - Peran dan tanggung jawab sebagai main contractor seperti tercantum di atas, - Koordinasi tim desain internal dan konsultan pihak ketiga, antara lain arsitektur, struktur, M&E, dan - Pengawasan secara berkala aspek-aspek struktural, arsitektural, dan M&E saat konstruksi dilaksanakan. 47
Page 49 OCR 0.950
Karakteristik Usaha Karakteristik TOTAL sebagai perusahaan yang fokus pada bisnis jasa Sena gedung memiliki sifat spesifik yang ditandai oleh beberapa faktor: Pada umumnya, bisnis jasa konstruksi memang memiliki risiko yang cukup tinggi terhadap kenaikan material, BBM, dan nilai tukar rupiah. TOTAL mengantisipasi hal tersebut dengan melakukan pembelian "kontrak payung" untuk material penting setelah penandatanganan kontrak. Risiko kenaikan sudah bisa diperkecil sehingga proyek tidak terancam mengalami kerugian dan keterlambatan - Di tengah banyaknya pembangunan gedung-gedung bertingkat, banyak kendala yang dihadapi oleh kontraktor, terutama mengenai Sumber Daya Manusia (SDM), sub-kontraktor (subkon) dan mandor, Untuk itu, TOTAL mengadakan pelatihan terus-menerus, menjaga reputasi keuangan dengan pembayaran yang baik dan tepat waktu kepada para subkon dan mandor, sehingga mereka merasa nyaman dan dalam jangka panjang mereka menjadi mitra TOTAL yang setia, sehingga Perseroan dapat menjaga kualitas produk serta efisiensi biaya dan waktu Bisnis jasa konstruksi memang terasa kompetitif dengan sumber daya manusia yang terbatas. Akan tetapi, TOTAL bisa mengantisipasi hal ini tidak dengan persaingan harga termurah, tetapi dengan values dan guality lebih yang diberikan kepada pelanggan. Secara menyeluruh, proses jasa konstruksi dapat dilihat semua pihak, mulai dari fondasi sampai penyelesaian bangunan. Semua tim terlibat dapat melihat proses pembuatannya, baik dalam segi proses desain, pelaksanaan, pemecahan masalah, pembahasan mutu dan biaya, hingga antisipasi target waktu, Di sini dapat dilihat keterlibatan emosional antara TOTAL dengan pemilik proyek serta partisipan lainnya, karena kualitas dan hasil pekerjaan bukan hanya dinilai dari hasil akhir, tetapi dari proses pelaksanaan sehari-hari di proyek tersebut, yang melibatkan culture dan m- TOTAL yang bisa dirasakan seharihari di lapangan sehingga semua pihak merasa nyaman. Berikut merupakan beberapa proyek konstruksi yang sedang dilakukan oleh TOTAL: 1. ADR Tower, Jakarta 48
Page 50 OCR 0.931
2. Cimory Head Office, Jakarta 3. OPUS Park Apartment, Bogor 4. Bhumikala Alam Sutera, Tangerang 48
Page 51 OCR 0.667
5. Jakarta Gelora Marriot Hotel 6. Hotel Koenokoeni Semarang # KE » (Gi JEJAK ALE YAJUI TA 8. Hotel Artotel Magelang 50
Page 52 OCR 0.959
9. Hotel Padma Bandung 51
Page 53 OCR 0.924
12. Sekolah Cikal BSD 13, Data Center Bali 52
Page 54 OCR 0.899
15. Data Center, Deltamas Bekasi 16.PLTU SUMBAGSEL-1 4.2 Rencana Kegiatan Usaha Baru TOTAL rencana Penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) oleh PT Total Bangun Persada Tbk, yaitu: KBLI 42206 — Konstruksi Sentral Telekomunikasi KBLI 42911 — Konstruksi Bangunan Prasarana Sumber Daya Air KBLI 42912 — Konstruksi Bangunan Pelabuhan Bukan Perikanan KBL! 42915 — Konstruksi Bangunan Sipil Minyak dan Gas Bumi KBLI 42916 — Konstruksi Bangunan Sipil Pertambangan 00095 s3
Page 55 OCR 0.944
k KBLI 42917 — Konstruksi Bangunan Sipil Panas Bumi KBLI 42918 — Konstruksi Bangunan Sipil Fasilitas Olahraga KBLI 42919 — Konstruksi Bangunan Sipil Lainnya Ytdl KBLI 42923 — Konstruksi Bangunan Sipil Fasilitas Pengolahan Produk Kimia, Petrokimia, Farmasi, dan Industri Lainnya KBLI 42929 — Konstruksi Khusus Bangunan Sipil Lainnya Ytdl 4.3 Aspek Teknis Terkait dengan Produk dan Layanan Seiring berjalannya tahun 2025, Prospek konstruksi di Indonesia juga semakin mengalami perkembangan yang sejalan disektor yang menjadi tren di perekonomian Indonesia. Dalam konteks ini, TOTAL berencana untuk menambah kegiatan usaha baru dengan kode KBLI yang relevan guna untuk meningkatkan layanan dan daya saing di sektor konstruksi. KBLI 42206 — Konstruksi Sentral Telekomunikasi Penambahan KBLI ini bertujuan untuk memasuki pasar konstruksi sentral telekomunikasi dalam hal ini terkait bangunan data center yang menjadi sarana penyimpanan cloud yang tengah berkembang di era teknologi dan database. Perusahaan akan dapat menawarkan konstruksi yang sesuai standar spesifikasi data center. KBLI 42911 — Konstruksi Bangunan Prasarana Sumber Daya Air Penambahan KBLI ini bertujuan untuk memasuki pasar konstruksi bangunan prasarana sumber daya air dalam hal ini mendukung program pemerintah tentang pengelolaan air untuk mengalirkan air ke lahan pertanian baru untuk swasembada pangan. Dalam konteks ini perusahaan akan mendukung program tersebut dan menjadikan peluang lini bisnis yang baru. . KBLI 42912 — Konstruksi Bangunan Pelabuhan Bukan Perikanan Penambahan KBLI ini bertujuan untuk memasuki pasar konstruksi bangunan pelabuhan bukan perikanan yang merupakan lini bisnis yang pada dasarnya perusahaan sudah memiliki keahlian di bidang konstruksi air sehingga dapat menjadi peluang bisnis yang baru di sektor tersebut, KBLI 42915 — Konstruksi Bangunan Sipil Minyak dan Gas Bumi Penambahan KBLI ini bertujuan untuk memasuki pasar konstruksi Bangunan Sipil Minyak dan Gas Bumi memiliki tantangan dari segi risiko dan kualifikasi dalam pengerjaan proyek di sektor tersebut, sehingga perusahaan akan menjawab tantangan tersebut dengan menawarkan proyek yang berkualitas KBLI 42916 — Konstruksi Bangunan Sipil Pertambangan Penambahan KBLI ini bertujuan untuk memasuki pasar konstruksi bangunan Sipil Pertambangan memiliki tantangan dari segi risiko dan kualifikasi dalam pengerjaan proyek di sektor tersebut, sehingga 54
Page 56 OCR 0.944
perusahaan akan menjawab tantangan tersebut dengan menawarkan proyek yang berkualitas. KBLI 42917 — Konstruksi Bangunan Sipil Panas Bumi Penambahan KBLI ini bertujuan untuk memasuki pasar konstruksi bangunan sipil panas bumi memiliki tantangan dani segi risiko dan kualifikasi dalam pengerjaan proyek di sektor tersebut, sehingga perusahaan akan menjawab tantangan tersebut dengan menawarkan proyek yang berkualitas KBLI 42918 — Konstruksi Bangunan Sipil Fasilitas Olahraga Penambahan KBLI ini bertujuan untuk memasuki pasar konstruksi bangunan sipil fasilitas olahraga. Pemerintah sedang gencar melakukan revitalisasi sarana olahraga terutama stadion. Peluang tersebut menjadi bahan pertimbangan perusahaan untuk melakukan pengembangan lini bisnis di sektor tersebut. KBLI 42919 — Konstruksi Bangunan Sipil Lainnya Ytdl Penambahan KBLI ini bertujuan untuk memasuki pasar konstruksi bangunan sipil lainnya ytdl. Sektor yang belum tercakup dalam kelompok KBLI lain secara spesifik menjadi salah satu pilihan perusahaan dalam mengembangkan lini bisnis tersebut sehingga apabila ada proyek yang diperlukan maka perusahaan dapat segera melaksanakan proyek tersebut. KBLI 42923 — Konstruksi Bangunan Sipil Fasilitas Pengolahan Produk Kimia, Petrokimia, Farmasi, dan Industri Lainnya Penambahan KBLI ini bertujuan untuk memasuki pasar konstruksi bangunan sipil fasilitas pengolahan produk kimia, petrokimia, farmasi, dan industri lainnya. Semenjak pandemi covid yang melanda dunia mengakibatkan beberapa industri yang terdampak langsung yaitu industri farmasi dan bahan kimia dalam memproduksi obat, disinfektan, dll Sektor farmasi dan bahan kimia akhir ini mengalami perkembangan yang cukup pesat sehingga cenderung ekspansi. Perusahaan dapat menjawab tantangan tersebut dengan inovasi proyek dan proyek yang berkualitas. KBLI 42929 — Konstruksi Khusus Bangunan Sipil Lainnya Ytdl Penambahan KBLI ini bertujuan untuk memasuki pasar konstruksi khusus bangunan sipil lainnya ytdl. Sektor yang belum tercakup dalam kelompok KBLI lain secara spesifik menjadi salah satu pilihan perusahaan dalam mengembangkan lini bisnis tersebut sehingga apabila ada proyek yang diperlukan maka perusahaan dapat segera melaksanakan proyek tersebut, 55
Page 57 OCR 0.895
4.4 Proses Bisnis Berikut adalah bagan alur yang menggambarkan proses bisnis umum dalam sebuah perusahaan konstruksi. Proses ini terbagi menjadi empat fase utama: Fase Pra-Proyek, Fase Eksekusi Proyek, Fase Penutupan Proyek, dan Fase Pasca-Proyek. Fase 1: Pra-Proyek 1. Identifikasi Peluang/Penerimaan Penawaran: » Menerima undangan tender atau mencari peluang proyek baru » Menganalisis permintaan klien. 2, Penawaran & Estimasi Biaya: » Membaca dan memahami dokumen tender (gambar, spesifikasi, B00). & Melakukan survei lokasi (jika perlu). « Menghitung estimasi biaya (material, tenaga kerja. alat, subkontraktor). 3 Menyusun dokumen penawaran. 3. Negosiasi & Kontrak. 8 Melakukan negosiasi dengan klien, 0 Menandatangani kontrak (SPK - Surat Perjanjian Kerja), Fase 2: Eksekusi Proyek 1. Perencanaan Proyek: 9 Menunjuk manajer proyek dan tim. & Membuat jadwal proyek (kurva S, Gantt Chart). o Menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) final. 3 Mengurus perizinan dan dokumen legal. 3 Membuat rencana K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja). 2. Mobilisasi: « Mempersiapkan lokasi proyek. 9 Mendatangkan alat berat dan bahan konstruksi, 9 Merekrut tenaga kerja. 3. Pelaksanaan Konstruksi: a Pekerjaan Struktural: Pondasi, kolom, balok, pelat lantai. o Pekerjaan Arsitektur: Dinding, lantai, plafon, pintu, jendela. o Pekerjaan MEP (Mekanikal, Elektrikal, Plumbing): Pemasangan instalasi listrik, air, AC, dil, Kontrol Kualitas: Inspeksi dan pengujian setiap tahapan. Manajemen Proyek: Monitoring progres, biaya, dan jadwal. Fase 3: Penutupan Proyek 1. Penyelesaian & Inspeksi: o Penyelesaian seluruh pekerjaan sesuai spesifikasi kontrak. Inspeksi akhir oleh klien (Pemeriksaan PHO - Provisional Hand Oven. o Perbaikan jika ada pekerjaan yang tidak sesuai (masa punch list). 2. Serah Terima Proyek (PHO): 56
Page 58 OCR 0.905
9 Menyerahkan proyek secara fisik kepada klien, a Menerima berita acara serah terima. 3. Administrasi Keuangan: 9 Menyusun laporan akhir proyek. » Mengajukan tagihan terakhir kepada klien. Fase 4: Pasca-Proyek 1. Masa Pemeliharaan (Maintenance Period): « Memperbaiki kerusakan kecil atau cacat yang muncul setelah PHO o Periode ini biasanya berlangsung 3 hingga 6 bulan. 2, Serah Terima Akhir (FHO): 2 Inspeksi akhir setelah masa pemeliharaan selesai. o Penyerahan berita acara serah terima final kepada klien, o Pelepasan semua jaminan proyek. 3. Evaluasi Proyek: » Mengadakan rapat evaluasi untuk menganalisis keberhasilan, tantangan, dan pembelajaran dari proyek. « Mendokumentasikan semua data proyek untuk referensi di masa depan, Aktivitas Pendukung (Berlangsung di Setiap Fase) « Manajemen Keuangan: Pengelolaan anggaran, cash flow, dan pembayaran, Manajemen SDM: Pengelolaan tim dan tenaga kerja. Manajemen Kualitas: Pengendalian mutu pekerjaan. Manajemen K3: Penerapan standar keselamatan kerja. Komunikasi & Dokumentasi: Pelaporan rutin, rapat proyek, dan pengarsipan dokumen, 57
Page 59 OCR 0.955
BAB V ANALISIS ASPEK POLA BISNIS 54 Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai Tambah Dengan adanya penambahan Kode Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang baru, PT Total Bangun Persada Tbk (TOTAL) berkomitmen untuk memperluas kegiatan usahanya dalam sektor konstruksi. TOTAL memiliki kemampuan yang kuat untuk mengelola proyek konstruksi Sentral Telekomunikasi, Bangunan Prasarana Sumber Daya Air, Bangunan Pelabuhan Bukan Perikanan, Bangunan Sipil Minyak dan Gas Bumi, Bangunan Sipil Pertambangan, Bangunan Sipil Panas Bumi, Bangunan Sipil Fasilitas Olah Raga, Bangunan Sipil Lainnya Ytdl, Bangunan Sipil Fasilitas Pengolahan Produk Kimia, Petrokimia, Farmasi, dan Industri Lainnya, dan Konstruksi Khusus Bangunan Sipil Lainnya Ytdl. Dengan rencana penambahan kegiatan usaha Ini, TOTAL bertekad untuk mengambil bagian aktif dalam memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat. Melalui proyek-proyek ini, TOTAL akan menjawab kebutuhan masyarakat akan sarana telekomunikasi, sarana sumber daya air, pelabuhan, ketenagalistrikan, dan infrastruktur, yang mendukung pertumbuhan ekonomi. Dalam melakukan semua kegiatan ini, TOTAL akan tetap mengedepankan prinsip diferensiasi produk, kualitas, keamanan, ketepatan waktu, kepuasan konsumen dalam setiap proyek yang dikerjakan. Ini juga akan menjadi langkah strategis bagi TOTAL untuk memasuki segmen-segmen pasar baru yang selama ini belum terjamah, sehingga memperkuat posisinya sebagai salah satu kontraktor terkemuka di Indonesia. 5.2 Keunggulan Kompetitif Karena Keunikan Pola Bisnis Pada dasarnya TOTAL merupakan perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi yang di mana penambahan kegiatan usaha utama ini masih sejalan dengan bisnis TOTAL yang sedang berlangsung saat ini. Pengalaman jangka panjang di industri eksisting selama ini dapat memberikan keunggulan kompetitif bagi TOTAL dalam menjalankan kegiatan bisnis dalam penambahan kegiatan usaha utama ini, Beberapa langkah atau kebijakan yang dilakukan Perseroan dalam mengembangkannya, yakni: a. Keahlian TOTAL memusatkan perhatian pada konstruksi gedung, yang kemudian berlanjut pada gedung-gedung tinggi high end dan komersial dengan menyelaraskan strategi optimalisasi sumber daya manusia dan teknologi digital di bidang-bidang yang merupakan kompetensi TOTAL. Hingga saat Ini, keahlian TOTAL terbukti andal dalam mencapai diferensiasi yang 58
Page 60 OCR 0.950
unggul dalam berkompetisi secara efektif di berbagai proyek bergenasi di Indonesia. Standar Internasional TOTAL merupakan satu dari sedikit kontraktor Indonesia yang telah menerapkan standar intemasional dalam pembuatan gedung. Didukung dengan keahlian yang dimiliki, TOTAL telah mampu bersanding dengan kontraktor internasional di pasar dalam negeri. Keahlian dan keunggulan brio terletak pada beberapa faktor, meliputi: TOTAL memiliki catatan kerja atas layanan yang unggul terhadap pelanggan, baik sebelum, saat proses, dan setelah penyelesaian proyek yang direkam di dalam proyek-proyek berstandar internasional. - TOTAL dikenal konsisten dalam memenuhi ekspektasi kualitas dan keselamatan kerja dalam setiap kegiatan operasi, serta penyslesaian dan penyerahan proyek yang tepat waktu. Diversifikasi TOTAL telah memiliki anak perusahaan yang bergerak di bidang properti sebagai upaya diversifikasi usaha. TOTAL juga telah mendirikan PT Total Persada Indonesia (TPI). TPI bergerak dan difokuskan pada pelaksanaan proyek di bidang industri dan prasarana, kemampuan yang akan disediakan adalah manajemen proyek multi-disiplin. Inovasi TOTAL menerapkan diferensiasi melalui inovasi dan aplikasi ide-ide digital teknologi baru dalam konstruksi bangunan, misalnya penggunaan BIM (Building Information Modelling). Pendekatan yang telah diterapkan Perseroan membuktikan bahwa inovasi yang diterapkan memberikan manfaat yang signifikan bagi pengembangan proyek. 5.3 Kemampuan Pesaing Untuk Meniru Produk Industri konstruksi adalah sektor yang sangat kompetitif, dengan banyak perusahaan yang menawarkan berbagai layanan dan proyek di seluruh Indonesia, Secara umum, kompetitor memang dapat meniru sebagian aspek teknis dari produk atau layanan yang dimiliki TOTAL, karena praktik konstruksi memiliki standar industri yang serupa. Namun, keunggulan TOTAL sulit ditiru sepenuhnya dan memiliki diferensiasi kompetitif yang berkelanjutan karena terletak pada: a. b, Konsistensi pelaksanaan proyek yang menjadi budaya kerja. Customer service experience yang menekankan komunikasi transparan, solusi proaktif, dan komitmen terhadap kepuasan klien akan membangun hubungan jangka panjang yang baik dengan kllen. Reputasi & kepercayaan klien yang sudah terbentuk dari portofolio proyek yang berhasil dan sukses. 59
Page 61 OCR 0.920
d. Inovasi & adaptasi berkelanjutan dalam metode kerja dan teknologi di mana TOTAL mempunyai kemampuan berinovasi dan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi. 5.4 Analisis SWOT Analisis Faktor dari dalam perusahaan (internal) sebagai berikut: a. Strength (Kekuatan) Reputasi merek yang kuat, Tenaga kerja berpengalaman, Portofolio proyek yang beragam, Sistem manajemen bersertifikat ISO. b. Weakness (Kelemahan) # Ketergantungan pada proyek skala besar, e Risiko pasar. Analisis Faktor lingkungan (eksternal) sebagai berikut: a, Opportunities (Peluang) # Ekspansi ke konstruksi hijau, « Kemitraan publik-swasta, « Manajemen proyek digital. b. Threats (Ancaman) # Kenaikan biaya material, « Perubahan regulasi, « Persaingan dari perusahaan asing. 60
Page 62 OCR 0.904
BAB VI ANALISIS ASPEK MODEL MANAJEMEN 61 Kapasitas dan Kemampuan Manajemen Perusahaan sebelum adanya penambahan KBLI Untuk kelancaran dan keseimbangan dalam aktivitas Perusahaan, dibutuhkan sumber daya manusia dengan kemampuan dan pengalaman yang sesuai dengan bidang yang telah ditetapkan dalam struktur organisasi perusahaan. TOTAL telah memiliki sumber daya manusia berkualitas untuk manajemen Perusahaan dengan latar belakang pendidikan serta penuh dengan pengalaman di bidang masing-masing yang ditempatkan dalam posisi strategis Perusahaan, Latar pendidikan dan pengalaman personil tersebut telah membentuk profesionalisme mereka dalam kemampuan atau skill individu yang berperan penting dalam mengatur dan menjaga harmonisasi Perusahaan. Berikut adalah jajaran manajemen TOTAL saat ini : Tabel Susunan Komisaris Jabatan Nama Ami ka ra & Komisaris Ir. Reyno Stephanus Adhiputranto Komisaris Pinarto Sutanto Komisaris Liliana Komadjaja, MBA | Komisaris Drs. Wibowo Komisaris Rudi Suryajaya Komajaya Komisaris Independen Drs. Rusdy Daryono Sumber: Laporan Keuangan Limited Rewew 30 Juni 2025 Tabel Susunan Direksi Jabatan Nama Presiden Direktur Janti Komadjaja, MSc Direktur Ir. Moeljati Scetrisno | Direktur Ar Ho Sudarto, M.M. Direktur Ir. Saleh Sendiko, M.M Direktur Ir. Rasyid Daulay, M.T. Sumber: Laporan Keuangan Limited Review 30 Juni 2025 Tabel Susunan Komite Audit Ketua | Drs. Rusdy Daryono | | Anggota —...— Eftin Setiawati, S.E. '””| Anggota Lioe Fei Ling, S.E., Ak., CPA., CA Sumber Laporan Keuangan Limited Review 30 Juni 2025 81
Page 63 OCR 0.893
Dengan jumlah karyawan sebanyak 505 (Ilma ratus lima) orang, 72 (tujuh puluh dua) orang di antaranya memiliki Sertifikasi Kompentensi Kerja (SKK) (Lihat Lampiran XIII). Berikut adalah struktur organisasi Perusahaan sebelum adanya penambahan KBLI baru: STRUKTUR GROAMSA9 NDAMATA NON STRUETURE — an LN | 1 —3 — 0— 6.2 Kapasitas dan Kemampuan Manajemen Perusahaan Setelah Adanya Penambahan KBLI Dalam rencana penambahan KBLI baru ini diperlukan tenaga kerja yang berkompeten di bidangnya dalam kaitannya dengan penambahan KBLI baru. Saat Ini Perusahaan telah memiliki tenaga ahli yang dapat mendukung kegiatan KBLI Baru tersebut, di mana tenaga ahli tersebut berkompaten di bidangnya. Di mana sebelum adanya penambahan jumlah karyawan perusahaan sebanyak 505 (lima ratus lima) orang, 72 (tujuh puluh dua) orang diantaranya memiliki Sertifikasi Kompentensi Kerja (SKK) (Lihat Lampiran XIII) dan kompetensi dari tenaga ahli yang dimiliki masih dapat menjalankan kegiatan usaha baru, namun TOTAL berencana akan menambah karyawan baru yang memiliki kompetensi di bidangnya jika memang dibutuhkan menjalankan Penambahan KBLI Baru. 6.3 Manajemen Risiko Penambahan KBLI Baru Sebagai perusahaan terbuka, TOTAL menerapkan prinsip pengelolaan risiko terintegrasi di semua lini untuk mengeliminasi penyebab tidak tercapainya tujuan perusahaan. Adapun sasaran implementasi risk management dari perusahaan terkait Guality, Cost, Delivery, Safaty, Service, Morale (ACDSSM) adalah: 52
Page 64 OCR 0.950
. Guality - Peningkatan kualitas pekerjaan Manajemen TOTAL selalu mengingatkan mengenai pentingnya untuk meningkatkan kualitas pekerjaan. Peningkatan kualitas adalah hal yang signifikan harus diperhatikan sebab kualitas dapat berkaitan dengan kepuasan pelanggan dan reputasi perusahaan. Oleh sebab itu, TOTAL senantiasa memperhatikan dan berkomitmen mengeliminasi risiko menurunnya kualitas pekerjaan. . Cost - Efisiensi biaya Efisiensi terhadap biaya adalah salah satu hal yang signifikan sehingga TOTAL dapat meningkatkan daya saingnya. Adapun risiko inefisiensi biaya tersebut mencakup risiko peningkatan biaya produksi dan biaya operasional. Delivery - Penyerahan hasil pekerjaan secara tepat waktu Risiko terlambat mempunyai dampak signifikan terhadap banyak hal. Dengan meningkatkan produktivitas baik di internal perusahaan dan produktivitas dalam berkolaborasi dengan mitra kerja, maka diharapkan penyerahan hasil pekerjaan dapat tercapai sesuai dengan tepat waktu. Safety - Keselamatan, kesehatan kerja dan perlindungan terhadap lingkungan Keselamatan dan kesehatan kerja serta perlindungan terhadap lingkungan adalah hal penting bagi TOTAL. Oleh sebab itu perusahaan senantiasa memperhatikan dan berkomitmen untuk menciptakan kondisi kerja yang risikonya terkendali, baik melalui prosedur, alat pelindung kerja, alat pelindung diri maupun peningkatan dalam pengawasan terhadap keselamatan, kesehatan kerja dan perlindungan terhadap lingkungan. . Service - Kepuasan pelanggan yang prima TOTAL berkomitmen untuk meraih kepercayaan pelanggan dengan meningkatkan kemampuannya dalam menyelesaikan setiap pekerjaan yang dipercayakan oleh pelanggan, Risiko-risiko yang berpotensi mengurangi kepuasan pelanggan selalu dimitigasi dalam setiap tahapannya Morale - Noral tinggi dalam bekerja Moral yang tinggi personil-personil di dalam perusahaan mempunyai dampak yang positif pada perusahaan. Risiko luntur atau berkurangnya komitmen terhadap m-TOTAL berpotensi menurunkan moral dalam bekerja. 63
Page 65 OCR 0.941
Dalam identifikasi risiko dan peluang berdasarkan konteks dan isu serta pemangku kepentingan, Risk Management TOTAL menggunakan dua pendekatan yaitu: a. Top down Risk Analisis risiko yang berdasarkan sudut pandang dari Manajemen TOTAL yang mengacu kepada konteks isu dan pemangku kepentingan perusahaan di skala makro dan mikro, b. Boftomup Risk Analisis risiko yang berdasarkan sudut pandang pemilik proses yang mengacu kepada konteks, isu, dan pemangku kepentingan unit di skala mikro/operasional. Adapun identifikasi risiko pada konteks isu mengacu kepada 2 faktor yaitu: a Ekstemal merupakan konteks dan isu serta pemangku kepentingan yang berasal dari luar yang bisa mempenganuhi visi, misi, dan tujuan perusahaan. Sisi Eksternal ini terdiri dari beberapa faktor: Teknologi Teknologi yang berkembang bisa berdampak luas terhadap perusahaan, contohnya inovasi disruptif bisa berdampak positif atau negatif. Oleh sebab itu, TOTAL melakukan mitigasi dengan terus memperbaharui pengetahuan dan keterampilan dalam teknologi dengan mengembangkan sistem informasi yang memudahkan TOTAL dalam menjalankan proses bisnisnya secara transparan dan terintegrasi. Selain itu, penerapan Building Information Modelling (BIM) secara maksimal juga dilakukan guna memperlancar proses konstruksi sajak tahap perencanaan hingga serah terima. Hukum TOTAL berusaha dan senantiasa untuk mematuhi hukum dan peraturan yang berlaku di Indonesia dengan memenuhi! persyaratan yang ditetapkan oleh pemerintah, antara lain dalam hal perpajakan, lingkungan dan ketenagakerjaan. Persaingan Risiko persaingan bisa muncul karena kehadiran para pesaing dengan strategi yang berbeda beda. Dari sisi aspek persaingan bisnis dengan masuknya kontraktor asing dapat dimitigasi dengan salah satunya mengadakan joint operation sehingga kedua belah pihak bisa saling berkolaborasi dengan tujuan yang positif. Pasar Di masa pemulihan paska pandemi COVID-19, sektor konstruksi diprediksi akan mengalami kenaikan baik permintaan dari pelanggan 54
Page 66 OCR 0.939
lokal maupun pelanggan asing, di mana hal ini dapat berdampak positif maupun negatif ke TOTAL. Dengan bertambahnya jumlah permintaan, TOTAL berupaya mengendalikan risiko dan mengambil peluang semaksimal mungkin agar permintaan tersebut dapat terserap secara maksimal. Budaya Budaya setempat dan budaya asing saat berkolaborasi di mana TOTAL bekerja dapat mempengaruhi produktivitas pekerjaan dan tentunya TOTAL tetap menghargai budaya setempat tapi tidak mengurangi produktivitas pekerjaan. Oleh sebab itu TOTAL terus meng-update dan menganalisis budaya seternpat apabila melakukan proyek di daerah tersebut. Politik Penyelenggaraan pemilihan legislatif dan eksekutif akan mempengaruhi pasar yang sedikit banyak berdampak terhadap perusahaan. TOTAL berusaha agar pesta demokrasi tersebut tidak mempengaruhi kinerja perusahaan secara signifikan. Ekonemi Forex yang volatile menyebabkan perubahan terhadap harga barang material bangunan dan transportasi, oleh sebab itu TOTAL mengantsipasinya dengan salah satunya melakukan bulk purchasing Pelanggan Dengan berfokus kepada kebutuhan dan harapan pelanggan, TOTAL dapat mengidentifikasi peluang yang dapat diambil dan mengendalikan risiko yang ada, sehingga harapan pelanggan dapat terpenuhi. . Internal merupakan konteks dan isu serta pemangku kepentingan yang berasal dari dalam perusahaan yang bisa mempengaruhi visi, misi, dan tujuan Perusahaan. Sisi Intemal ini terdiri dari beberapa faktor: Visi dan Misi Perusahaan Visi dan misi perusahaan adalah salah satu fondasi bagi TOTAL untuk merencanakan dan mengeksekusi strategi bisnis. Dalam sisi diferensiasi perusahaan adanya risiko bahwa strategi perusahaan sudah tidak sesuai dengan kebutuhan pasar. Oleh sebab itu, TOTAL secara periodik meninjau kembali strategi bisnis, serta disosialisasikan kepada seluruh karyawan agar dapat dieksekusi guna tercapainya visi dan misi. Nilai dan Budaya Organisasi Nilai dan budaya organisasi mencakup karakter dan semangat manusia TOTAL Dalam hal bekerja sama dengan pihak ekstemal, terdapat risiko ketidaksesuaian karakter sehingga budaya manusia TOTAL harus ditelaah dan dipertajam. 65
Page 67 OCR 0.946
Kinerja Organisasi Komitmen dalam hal penerapan mutu, K3L, anti penyuapan sesuai standar perusahaan, komitmen dalam memenuhi pelayanan yang prima terhadap pelanggan, dan komitmen untuk melakukan inovasi terus menerus tentu memiliki beberapa risiko dan peluang, untuk itu analisis risiko dan peluang sangat dibutuhkan dalam kinerja perusahaan. Adanya ketidakefisienan dalam proyek dapat di atasi dengan meningkatkan produktivitas proyek dengan menyelaraskan workload, meninjau struktur organisasi proyek dan melihat produktivitas per jabatan. Kepemimpinan TOTAL menyadari sumber daya manusia tidak lepas dari adanya suksesi atau regenerasi. Hal tersebut menimbulkan risiko dan apakah visi misi perusahaan dapat dilaksanakan generasi berikutnya dengan baik atau berpeluang menjadi lebih baik, sehingga analisis risiko dan peluang dapat membantu dalam proses suksesi kepemimpinan di TOTAL. Sumber Daya Dalam menggunakan sumber daya, TOTAL menyadari akan terjadinya kelangkaan sumber daya, untuk itu TOTAL berusaha mengembangkan pemanfaatan sumber daya yang ada dan terus berinovasi menemukan sumber daya baru, ini tak lepas dari analisis nsiko dan peluang yang akan terjadi selama proses yang berkelanjutan tersebut. Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Lingkungan (K3L) Analisa risiko K3L menjadi prioritas TOTAL sehingga dampak negatif terhadap kesehatan dan keselamatan pekerja dan karyawan dapat dikurangi atau dihindari sekaligus dapat meindungi Lingkungan dari pencemaran atau kerusakan akibat aktivitas operasional perusahaan. 6.4 Manajemen Kekayaan Intelektual TOTAL senantiasa menjunjung tinggi kekayaan intelektual dengan menerapkan perilaku etika sebagai berikut: a. Perusahaan harus menghommati hak kekayaan intelektual pihak lain. b. Seluruh manusia TOTAL harus berpartisipasi secara aktif untuk melindungi hak atas kekayaan intelektual milik Perusahaan. Manusia TOTAL yang turut serta/bekerja dalam pengembangan suatu proses atau produk yang akan digunakan oleh Perusahaan, atau manusia TOTAL yang memiliki hak atas hasil karya tersebut, harus memperlakukan informasi yang terkait dengan proses atau produk tersebut sebagai milik Perusahaan baik selama masa kerja maupun setelah manusia TOTAL tidak bekerja lagi untuk Perusahaan Seluruh manusia TOTAL harus menginformasikan hasil karya yang dihasilkannya baik selama maupun di luar jam kerja, jika hasil karya tersebut terkait dengan bisnis atau operasi Perusahaan. Cc. 66
Page 68 OCR 0.693
BAB VII ANALISIS ASPEK KEUANGAN 7A Asumsi Ekonomi Makro Kami mengasumsikan bahwa keadaan perekonomian di Indonesia secara berangsur akan segera membaik, seperti yang tercermin dalam variabel- variabel yang diasumsikan sebagai berikut: # Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2025 mencapai 51295 (yoy), terutama didukung oleh konsumsi rumah tangga yang tumbuh cukup kuat. # Stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan pada triwulan II 2025 semakin baik, yang tercermin pada: - Infiasi nasional aktual per Juni 2025 sebesar 1.879 (yoy) Untuk asumsi inflasi yang digunakan dalam proyeksi arus kas dalam Studi Kelayakan mengacu pada Nota Keuangan Beserta Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 2025 sebesar 2,59-z1Y5 untuk proyeksi sampai akhir masa proyeksi, # Kondisi politik dan keamanan yang diharapkan lebih stabil. 7.2 Asumsi Proyeksi Keuangan 1) Proyeksi Laba Rugi Proyeksi Laba Rugi Dengan Penambahan KBLI Dalam Miliaran Rupiah) Ketarargas Dec25 | a08 | 2017 | 2025 | 2020 | 2050 Pendapatan 1 tas 3966 4.199 4810 4.581 5457 Beban Pokak Pendapatan 1212 289 3.325 DEs7 40 4435 | Laba Bruto 27| erel oo msl “s2 seal 1051 Baban umum dan admirisrasi 104) 205) aril ga) | 3s Labs (Rugi) Sebelum Bunga, Pajak, Depeosiasi dan Amortisesi (EBITOA) ata) asa soa| ssal st) cro Doprasiasi 24 18 KE AA 2) Pal Lata (Rugi) Sebelum Bunga danPajak (EBI7) |—”o1ea| oo a20) oo das| oo s34| oo se7| oo 048 Total Perrdapatan (Beban) lsirvlairi fun) (si (sj 3) Sa 3) Labs (Rugi) Sebelum Pajak Panghasian 18) sos) 4s7| soal sel ex Manfaat (beban) pajak penghesian 25) 467) tot) Pati Ng 1122 1138) Laba (Rugi) Tahus Berjalan | oam| sol 3g) gel anl “7 87
Page 69 OCR 0.516
2) Proyeksi Laba Rugi Tanpa Penambahan KBLI (Dalam Miliaran Rupiah) 2027 | 2028 | 2026 r rangan Dac-rs | 2078 2030 Fenganaman 15en) sio 3200| ssc0| a52) azas Beban Pokok Pandapaian 1.272 2514 2596 2.726 2881 2907 Laba Brute 287 508 605 638 687 Lal Beban umum dan administrasi 194 205 24 222 29 Da5 Laba (Rugi Sebelum Bunga, Pajak, Dopresissi dan Amartisasi EBITDA) s3) 3) ses| aral as) 455 Deprnsasi 24 . 1“ . 23 Pal (Laba (Rugi Sebelem Bunga dan Pajak (EBIT) v69 981 379 192 “1 434 Total Pendapatan (Beban) kirwbin (ur (3 122) (29) Kn Ry (Laba (Rugi) Sebelam Pajik Penghasilan 159 Ia 353 169 387 409 |Mantasc bebaam past erchasisn FE) MA (3 G8 181 151 12 |Laba (Rugi Tahun Berjalan t3| er) al 2| »2| 3 Proyeksi Posisi Keuangan Proyeksi Posisi Keuangan Dengan Penambahan KBLI . (Dalam Miliaran Rupiah) | 200 | Becas | 2001 2021 ET FI ASET Aset Luncar Kas dan Setara Kas tag 105 507 Bal 127 177 Iwestasi jangka perduk 2 302 282 382 3a2 38 Pidang Laata we 1161 335 15 1816 Peti (Piutang seteral « ctak ketiga - reda 8 Pai Ld ni sat etal | Ana Kontrak “0 229 909 aza 2 70 org muka mibkongaklor-pihak keciga 28 38 » - 38 3 Pisang Lainisin -pihak kotiga 0 19 19 1“ 10 10 Bira ditaya dimuka 8 8 5 8 5 s Pajak dibayar di muka il 1 4 1 1 4 Asa Sak Lara yang dri unik difusi - 2 ES PSI am 2 Aseitarrar kira 8 8 £ 2 £ 2 Jumtah kasi Lancar 2g 23m 2179 4125 “7e0 s5. (aset Tidak Lancar (rowitosi jangka panjang 2 22 P3 Pa 327 bar Daposite yang dibatasi perggusarnya 195 138 tas 18 1 1g (Prport imestasi 7a 3 72 n Ll t Aset Tetap 104 1a7 110 11 " 11 |Asettidak lancar lainnya 18 18 18 1g 48 12 Jumtah kaus Tistak Lancar 9 222 nze a24 an 2 | JUMLAH ASET dara 3799 30 2.001 5an2 2x2
Page 70 OCR 0.453
5 (Dalam Miliaran Rupiah) Kemrargan Decas | 102a 25 | 2» To na LIABR ITAS DAN EKUITAS LIKBILITAS Liabiitas Jangka Pardet Utang wara 26 iga 208 230 2 21 Lintiitas kortrak- pak keiga tra tas a73 Tag 314 29 Utang ban -tain kotga ' ' 1 1 4 4 20 P3 ga 20 “ 8 Batan rassh tanu dibayar sa 1na7 1ata asi 15g Lte Lebitor sewa - - - - - - Mang retensi jangka pargang yeng mihtempo dahan 3 3 28 38 2 E3 Linbiltms dientireai ataa #rbaln kara ' 1 4 4 4 1 SJertah Linbilites Jangka Perded 213 3043 2139 2480 2.7 2061 Uabdlitas Jangka Panjang (Utang retensi jangka parjang- dikurangi bagian yang jalur senipo dalan satu tahun 3g 32 32 z2 32 2 Jaminanswwa 4 4 4 4 4 4 Lhatiltas diestivesi aus iman kara 135 138 135 136 138 135 Jumlah Lintilites Jangka Panjang an 17 KEal Ara ara 111 JUMLAH LIRBEITAS 1214 2114 2901 272t 2563 12 (ekurras Modal satari sat zat ya EN 3 3at Tawbatan medaidisetsr 5. 5 5s 8 K3 : Bakso Lava Teen dhantucan penggreenrya 70 7a 7 7 7 E3 Bek startatanpergguraanya PI 119 raga sea £91e 2708 Komparen #kutas kala cg) te 4181 K6 ci) JUMLAH EMUITAB 4700 A00 Anp5 2207 hal ax0e JUMLAM LUWMBILITAS DAN EKUITAS Yana 2353 | 296 seoa ssta) tags Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Penambahan KBLI — Katirangan Dec 2028 2027 ASET |Asat Lancar Ka an Batara Kiss wa ira 2 ma tare 1a21 remas: prgka pandek z2 182 302 P1 s2 a0z Piutang Usata 8 1019 1042 1004 tag 1204 Piutang mtmrai - pihak bertiga « aeta PI 415 a28 450 “7 “st et Kontrak PT) #. “07 430 1 3at Uang maka subkorerakbr -pinak ketiga 36 (7 3 - 3 58 Piutang Lainiain -pitek kelga 1 1 ta 10 1 w Biaya Saya denda 3 5 5 3 s 8 Pakak dibayar di maka ' 1 t 4 1 1 hat lidat kar yarg dmiki arduk chan 3) 2 2 2 2 P1) (Awet kanan Wina 8 8 s a 5 5 lumleh Aset Lancar a56 2599 2966 x240 2014 ana0 Anni Tidat Lancar (merias jangka panjang 1 Ei 527 s2? s2 sat (Depostr yarg ditutasi penggunaannya w 155 1as 1 105 186 Properti metitasi 7a 7” n " @ er Tatap 104 107 ttg t1 11 1 isak manca lha 1 18 18 KE 18 19 ani Tidak Lancar 518 P1 a2a s4 a21 120 ASET na 2st 2700 ate Akot aan
Page 71 OCR 0.518
3) (Dalam Miliaran Rupiah) na 2020 200 Kera (toa | Ea LIAR TAE BAN MK UrTAS (LMBRTAS | Lisbittas Jangka Pendek tang usaha 226 153: 163 171 180 109 Ladittas korrak - pat batiga t72 598 526 ssi 873 3) Liang ben - kain - gitu kuwbga ' ' 1 4 1) ' Utang pajak P3 “ 6 a 90 ka Beton ransit haras dibayar 147 ia 1099 1001 1138 us Ur ita sewa - - - - - - Utang retenai jangka panjang yarg huh tempa (dalem satutahun 36 2 36 2 38 2 Liabitas Olesimasi Was satuan papa 1 1 ti Ki 4 1 Janlah Lisbiitas Jangka Peadek 1173 17 aa? 1h32 1023 217 Lubihan Jangka Panjang Utarg retensi jangka paryarg- dkurargi bagian yamg jatuh tempo dalam satu tahun 32 E 32 12 az 2 Jarrinan seag 4“ 4 4 4 4 4 Liabiltas des masi atas Irbadan brja ne GI 138. 135 138 138 135 Junlah Lablitas Jangka Panjang ELah Kai ara 171 an an Lumtad Lasutas 1140 use 2010 2104 2194 Raat EKUITAS Modal saham 31 341 Bat 34 3at 3 Tartanan most users 5 s 8 s s s Salin Laba Teweh dteraean penggunsannya. 7 7 70 70 1 m been daratan penggunaannya at tag 1312 Les 1902 22 Komparen ekuitas in Ka ca 1151 18) 19 tg) JUMLAH ENUITAS man0| tar az72| oo 2080 2281 2439 JUMLAH LIABILTAS DAN EKUITAS. yara ET arg0 Ate 4586 Agt Nilai Tambah (/ncremental) Proyeksi Laba Rugi Incremental Dalam Miliaran Rupiah) Keterangan Decas | 2020 | 2027 | 2028 | 2025 | 2030 Pendapatan - 425 mos| taso| tamah 11 Beban Pokok Pendapatan | 37 39 gs2| 1162| tt | Laba Bruto - . 17o| 217 21 Pn Beban umum danadminiatasi - ETI E3 re Eri 118 ILaha (Rugi Sebetam Bunga, Pajak, Depresiasi dan Amortisasi (FBITDA) - # "1 1 116 28 (Laba (Rugi) Sebelum Bunga dan Pajak (EBIT) - Bi 1“ 11 ira 218 (Total Pendapatan (Beban Isirdain “ @) E) Gi IL dal Laba Rugi Sebekam Pajak Penghasilan - - 104 18 1g 202 Manfaat (bebami palak serghatilan - (ee3) Pn en Mp Laba Mug) Tahun Berjaln - “ 3 104 130 70
Page 72 OCR 0.455
Proyeksi Posisi Keuangan Incremental (—— kewrangan Decas | 220 Ea asal (Oalam Milleran Rupiah) 201 2 |Asat Lancar Kias dar Setara Kas evestari jangka pandek Piutang Usata Phatang retensi - pihak katga -reto Aset Korirah Wang muka sukikartrektor- pehak kriya Pang Lan Iain- pak kebiga Biepu daya Brka (Perak bayar ct muka |Atet #dak lancar yang drrdiki untuk dita |Avet lercar Wmirnya Jurutah Aset Lancar . 8.2 ya 258 3s 23 374 467 7 192 234 253 Da oa CEK 8 E 134 188 208 8 s £ z 112 ras (aset Tulak Lancar Irestae: jangka parang ag IDegosp yang dibatas pengaanasa - (Pronmeti Investasi |set Tetap -. |Aset Sak lancar lainnya 2 Juratah Aset Tklak Lancar - - - & & - JUMLAH ASET : 192 or Bat 1120 aa - 2 ag - bl » . Te 18 188 ass 257 ag 150 280 a70 ai 053 Lrang Ketana jargka pangarg yang #tuhtampa. dalam saru taun . - - - - - Liatiktas Oisatevaai daa bai bera - - - - 2 5 dumilah Lia biltas Jargka Pendot - 180 “3 “7 Ter 02 Libiitas Jangka Panjang Ltang retensi jargka panjarg- diutang bagan yang jauh tempo dalare satu tenun - - - “ - - Lintiltas dmstimasi ata krbalarkarja - 2 2 4 z a entah Liatiiias Jangaa Panjang - 2 2 . e 8 JUMLAH LWMBILITAS - 160 483 .17 yes 12 lekumas | Modal sahara - - - - - - | Tambahan modal disetor - - 3 5 5 (Sawo Laba - - | Belum dtuntakan penggunanya - 42 t2a 227 aer 518 (Kmraporsen @hudta bait » . & A 3 L. Laman EKUITAS - 42 123 a21 287 215 lauman uwsutasoex 2rumas : gol —sar| size tane ta!
Page 73 OCR 0.886
4) Tingkat Diskonto Biaya Modal Untuk mengkonversi arus kas penyedia modal atau capita/ selama periode eksplisit menggunakan tingkat diskonto (discount rate) dari biaya kapital rata-rata tertimbang (weighted average cost of capilalNVACC), dengan perhitungan sebagai berikut: WACC — (We x Ke) # (Wd x Kdi1-—t)) Keterangan: -WACC : Welghted Average Cost of Capital - We 1 Persentase bobot dari cost of eguity - Ke 1 Tingkat pengembalian terhadap eguity - Wd 1 Persentase bobot dari cost of debt - Kd 1 Tingkat pengembalian perusahaan terhadap debt Biaya ekuitas Biaya Ekuitas (cost of eguity) (K.) sebesar 23,66” yang diperoleh dari perhitungan sebagai berikut: Kes RF (B (Rm—Rf))- RbDS - Rf 1 Risk Free - 8 : Unsystematic Risk - (Rm-Ri) : Risk Market Premium - RbDS : Rating-based Default Spread Keterangan: — Risk free rate (RP) adalah tingkat bunga bebas risiko. Risk free rate diperoleh dari website PT Penilai Harga Efek Indonesia/PHEI (d/h Indonesian Govemment Bond Yield Curve) per 30 Juni 2025 dengan tenor 30 tahun sebesar 7,037. — Beta (B), mengukur sensitivitas tingkat pendapatan dari suatu perusahaan terhadap pergerakan tingkat pendapatan pasar secara keseluruhan, Dalam melakukan perhitungan beta, digunakan indikasi beta dari perusahaan pembanding sebagai berikut: 2
Page 74 OCR 0.856
Perusahaan Pembanding Nama Perusahaan 4 Be (Le 1 Ga Karya (Persero) Tbk 251 450.083 0,56 Nusa Konstruksi B3 Enjiniring Tbk PT 0,63 23,77 0,53 Pembangunan 3 | Perumahan (Persero) 242 808,24Yc 0,33 Tbk PT Wijaya Karya Bangunan (4 IcedungTbkpr | 188 | 918346 | 107 | 5 | Nusa Raya Cipta Tbk PT 0,97 23,36 0,82 6 | Acset Indonusa Tbk PT 219 45 44 Ya 1,62 Aesler Grup Internasional Tbk PT 0,92 0,001 0,92 | Paramita Bangun Sarana 8 Tbk PT 1,29 1,081 | 1,28 — Levered Beta pada tabel di atas telah menggunakan adjusted beta, Levered Beta dari perusahaan pembanding kemudian di unlevered dengan menggunakan struktur modal dari masing- masing perusahaan kemudian dirata-rata. Rata-rata unlevered beta tersebut kemudian di re-levered dengan menggunakan struktur modal dari perusahaan pembanding yang mewakili pasar industri sebesar 251,169, dari hasil perhitungan tersabut didapat beta sebesar 26332. - Risk Market Premium (Rm-Rf) adalah selisih antara pengembalian pasar dan tingkat bunga bebas risiko. Risk Market Premium diperoleh dari data hasil penelitian Aswath Damodaran, dengan nilai sebesar 7,039. — Rating-based Default Spread menggambarkan kondisi ekonomi suatu negara, kondisi — politik — dan — creditworthiness. Creditworthiness merupakan ukuran seberapa besar kemungkinan suatu negara gagal memenuhi kewajiban utangnya. Rating-based Default Spread diperoleh dari data hasil penelitian Aswath Damodaran, dengan nilai sebesar 1,8795. Biaya Utang Biaya Utang (Ks| merupakan tingkat bunga utang yang harus dibayar oleh perusahaan setelah pajak, yaitu sebesar 6,995 yang diperoleh dari perhitungan sebagai berikut: 3
Page 75 OCR 0.801
Kazix (1) Suku Bunga Pinjaman (fi) sebesar 8.965 berdasarkan perkiraan bunga yang dapat disetujui oleh Bank pemberi kredit dan tarif pajak (t) sebesar 22”. Struktur Modal Pada perhitungan cost of capital. struktur modal yang dipakai adalah struktur modal yang merupakan hasil perhitungan menggunakan data Perusahaan yang sejenis dan sebanding, dan dihitung dengan menggunakan rumus: D/E Ratto Wa IE Ratio Hi We—-1-Wd Sehingga diperoleh porsi utang (Wd) sebesar 71,524 dan porsi ekuitas (We) sebesar 28,481. Tabel Biaya Modal Keterangan Informasi Indonesia Goverment Bond REK ee al RM | 70394 | Yiota, PHEI 30 Juni 2025 Eguity beta Beta Perusahaan xy) 18) 2,6332 Pembanding Eguity risk R premium (Rm-Rf 7,034 | Damodaran, 1 Juli 2025 Rating-based Default Spread (RbDS) | 18744 | Damodaran, 1 Juli 2025 Biaya Ekuitas Kej | Seek (RFr(Bx (Rm - RN) -RbDS mag g Interest Rate IDR Investment | Bunga pinjaman @ 2.084 | Loan State Banks, Jun 2025 Pajak penghasilan (GD) 22.00” | Marginal Tax Rate badan | (Biaya Utang — | (ijx(d 6,994 |Kdxti-t) | Porsi ekuitas eh 28.487 | efterd) | | Porsi Jaa dh 71,522 Pa | 7.3 Net Present Value (“NPV”) Metode NPV ini menghitung selisih antara nilai sekarang investasi dengan nilai sekarang dari keuntungan sesudah pajak (eaming after tax), Apabila NPV lebih besar dari nol atau menunjukkan angka yang positif, maka proyek investasi layak untuk dilaksanakan. Untuk menghitung nilai 7d
Page 76 OCR 0.939
74 75 7.6 sekarang perlu ditentukan terlebih dahulu tingkat diskonto yang digunakan. Dan perhitungan NPV dengan menggunakan tingkat diskonto sebesar 11,734 menunjukkan bahwa nilai NPV dengan proyeksi aliran kas bersih selama 5 tahun adalah sebesar Rp267.377.592.000,00. Hal ini menunjukan bahwa penambahan KBLI Baru layak untuk dilaksanakan. Internal Rate of Retum (“IRR”) Metode IRR ini menghitung tingkat bunga yang menyamakan nilai sekarang investasi dengan nilai sekarang dari keuntungan sesudah pajak (eaming after tax). Apabila tingkat bunga ini lebih besar daripada tingkat diskonto, maka investasi dikatakan menguntungkan, Hasil perhitungan menunjukkan bahwa IRR proyek adalah 31,334, lebih besar daripada tingkat diskonto sebesar 11,734. Payback Period Metode ini mengukur seberapa cepat investasi bisa kembali, dalam satuan waktu. Semakin singkat periode payback, maka proyek tersebut semakin menguntungkan. Berdasarkan perhitungan Payback Period penambahan KBLI Baru membutuhkan waktu 4 tahun untuk mengembalikan Investasi dan rencana biaya modal selama periode proyeksi yang dikeluarkan sebesar Rp121.141.895.000,00,-. Profitability Index (PI) Metode PI ini menghitung perbandingan antara nilai sekarang dari keuntungan sesudah pajak (earning after tax) di masa mendatang dengan nilai sekarang investasi. Bila PI lebih besar dari 1 maka proyek dikatakan menguntungkan, bila kurang dari 1 maka dikatakan tidak menguntungkan. Berdasarkan perhitungan yang kami lakukan diketahui bahwa nilai PI dari investasi dan rencana pengembangan tersebut adalah 3,49. Hal ini menunjukan bahwa rencana penambahan KBLI Baru tersebut adalah layak untuk dilaksanakan. 75
Page 77 OCR 0.788
7.7 Analisis Sensitivitas Analisis ini bertujuan untuk menguji kepekaan suatu proyek terhadap berbagai faktor yang dapat mempengaruhinya. Hasil sensitivitas menunjukkan bahwa kegiatan usaha untuk KBLI baru ini cukup sensitif terhadap penurunan incremental laba bersih, seperti terlihat pada tabel berikut: Perubahan Kondisi Uraian Kondisi Normal Ta an Tg Incremental Laba Barsih » menurun NPV 287.277 502 ROM0.012 Ma2A12 €7.Bat Bit IProftebilty Indeks. 3 264 1,80 os) IR 2, Pa Ia ea An) Hasil dari uji sensitivitas di atas terlihat variabel sensitivitas incremental laba bersih yang menurun hingga 60X menjadikan tidak layak dikarenakan hasil IRR Negatif dan Profitability Index menunjukkan hasil di bawah 1, dengan catatan variabel lain tetap (ceteris paribus).
Page 78 OCR 0.937
BAB VIII KESIMPULAN DAN SARAN 81 Kesimpulan Hasil analisis atas aspek pasar, menunjukkan bahwa industri konstruksi di Indonesia adalah sektor vital yang berkontribusi lebih dari 104 PDB nasional, didorong oleh belanja pemerintah untuk proyek infrastruktur strategis seperti IKN dan jalan tol, serta investasi sektor swasta dan adopsi teknologi digital: pasar ini diproyeksikan tumbuh stabil dengan nilai mencapai USD 305,48 miliar pada 2025 dan CAGR 7,50 hingga 2030. Meskipun prospeknya kuat, industri ini menghadapi tantangan signifikan berupa fluktuasi harga material (semen, baja), kekurangan tenaga kerja terampil, dan dominasi BUMN dalam perolehan proyek. sehingga perusahaan swasta perlu fokus pada diversifikasi portofolio dan strategi kehati-hatian untuk menjaga stabilitas keuangan. Hasil analisis atas aspek teknis menunjukkan bahwa penambahan KBLI baru yang masih merupakan lini bisnis konstruksi yang merupakan kegiatan utama Perseroan, Secara proses bisnis, produk dan layanan yang diberikan tidak ada perbedaan jika ada penambahan KBLI baru, Sehingga Perseroan secara teknis mampu menjalankan penambahan KBLI baru. Hasil analisis atas aspek pola bisnis menunjukkan bahwa Perseroan memilki keunggulan kompetitif dalam kegiatan usaha di bidang konstruksi, kemampuan Perseroan dalam menciptakan nilai tambah dan dapat memitigasi risiko persaingan, sehingga Perseroan yakin bahwa kegiatan usaha ini akan berkelanjutan. Hasil analisis atas aspek model manajemen menunjukkan bahwa Perseroan dapat menambahkan KBLI baru dengan tersedianya tenaga ahli dalam bidang konstruksi yang sudah memiliki sertifikasi keahlian, manajemen juga sudah dapat menjelaskan seluruh risiko dari bisnis atau kegiatan usaha di bidang konstruksi, serta manajemen juga selalu menerapkan etika dalam mengelola hak kekayaan intektual baik yang dimiliki oleh internal maupun eksternal Hasi analisis atas aspek keuangan Dari perhitungan NPV dengan menggunakan tingkat diskonto sebesar 11,73” menunjukkan bahwa nilai NPV dengan proyeksi aliran kas bersih selama 5,5 tahun adalah sebesar Rp267.377.592.000,00. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa IRR adalah 31,334 lebih besar daripada tingkat diskonto sebesar 11,734. Berdasarkan perhitungan Payback Period penambahan KBLI baru membutuhkan waktu 4 tahun untuk mengembalikan investasi. Berdasarkan perhitungan yang kami lakukan diketahui bahwa nilai PI dari investasi dan rencana pengembangan tersebut adalah 3,49. Dengan demikian berdasarkan data-data dan hasil dari berbagai analisis di antaranya analisis atas aspek pasar, teknis, pola bisnis, model manajemen, dan Kei
Page 79 OCR 0.936
aspek keuangan, kami berpendapat bahwa penambahan KBLI baru dengan kode 42206 — Konstruksi Sentral Telekomunikasi, 42911 - Konstruksi Bangunan Prasarana Sumber Daya Air, 42912 — Konstruksi Bangunan Pelabukan Bukan Perikanan, 42915 — Konstruksi Bangunan Sipil Minyak dan Gas Bumi, 42916 - Konstruksi Bangunan Sipil Pertambangan, 42917 — Konstruksi Bangunan Sipil Panas Bumi, 42918 — Konstruksi Bangunan Sipil Fasilitas Olah Raga, 42919 — Konstruksi Bangunan Sipil Lainnya Ytdl, 42923 — Konstruksi Bangunan Sipil Fasilitas Pengolahan Produk Kimia, Petrokimia, Farmasi, dan Industri Lainnya, dan 42929 — Konstruksi Khusus Bangunan Sipil Lainnya Ytdl untuk Perseroan dapat dilaksanakan dan layak. 8,2 Saran Berdasarkan kesimpulan di atas, Kami menyarankan pihak manajemen harus melakukan tindakan-tindakan yang diperlukan sehubungan dengan penambahan KBLI baru dangan kode dengan kode 42206 — Konstruksi Sentral Telekomunikasi, 42911 — Konstruksi Bangunan Prasarana Sumber Daya Air, 420912 — Konstruksi Bangunan Pelabukan Bukan Perikanan, 42915 — Konstruksi Bangunan Sipil Minyak dan Gas Bumi, 42916 — Konstruksi Bangunan Sipil Pertambangan, 42917 — Konstruksi Bangunan Sipil Panas Bumi, 42918 — Konstruksi Bangunan Sipil Fasilitas Olah Raga, 42919 — Konstruksi Bangunan Sipil Lainnya Yidl, 42923 — Konstruksi Bangunan Sipil Fasilitas Pengolahan Produk Kimia, Petrokimia, Farmasi, dan Industri Lainnya, dan 42929 — Konstruksi Khusus Bangunan Sipil Lainnya Ytdl sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, termasuk mengurus perizinan kepada Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal. Manajemen juga periu memepertimbangkan penambahan tenaga ahli apabila memperoleh proyek yang memiliki kualifikasi tenaga ahli tertentu dalam pelaksanaannya. 78
Page 80 OCR 0.964
LAMPIRAN SURAT REPRESENTASI
Page 81 OCR 0.819
PT TOTAL BANGUN PERSADA Tbk BANGUN PERSADA |" (reik Memorifia If, jalan | "al Selorarta Phntas KEB) 166209 Hias NYI 13 SEASN Srerapaga kewi'wow anita lou 10 mestetbendlp sim No, 207/U.97/1X/2025 Jakarta, 22 September 2025 Kepada Yth. KJPP BENEDICTUS DARMAPUSPITA DAN REKAN Jt. Musi No. 38 Jakarta Pusat 10150 Up... Yth. Ir. B.S D, M.Sc., MAPPI (Certj Hal : Surat Pernyataan atas penugasan Jasa Konsultansi Studi Kelayakan Usahs sesual dengan Kontrak Ref. No. BDR 26P — 278IRT tanggal 13 Agustus 2025 yang telah disetujul oleh PT Total Bangun Persada Tbk Dengan hormat, Merujuk pada perihal tersebut di atas, badkut adalah pernyataan dari PT Total Bangun Persada Tbk atas penugasan dimaksud untuk menunjang kepetiuan PT Total Bangun Persade Tbk dalarn rangka memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJKI terkait dalam Peraturan Perusahaan Pubilk (Terbuka) tantang Keterbukaan informasi. sebagai bartikut: 3. Kami menyadari tanggung jawab kami untuk menyediakan Informasi yang relevan, benar dan selangkap-lengkapnya, yang tersedia bagi kami termasuk pengungkapan fakta-fakta materia! yang dapat mempengaruhi analisis Ini. Untuk mempersiapkan penerbitan laporan jasa konsultansi anda, kami telah menyediakan data-data dan Informasi yang dibutuhkan sebagai berikut: 1) Laporan Keuangan PT Total Bangun Persada Tbk pericde 2019-2024 2) Laporan Keuangan Limited Review PT Total Bangun Persada Tbk parkde 30 Juni 2025 3) Proyeksi Bisnis 8 Tehun kedepan 4) Detail List Aset Tetap & Properti Investasi 5) Daftar Rincian Kompetitor 8) Company Profils Perusahaan T) Akta Pendirian 8) Akta Perubahan Anggaran Dasar 9) NIB 10)Perizinan lainnya 1)NPWP b. Bahwa seluruh informasi dan pernyataan baik secara lisan maupun tulisan sarta dokumen baik dalam bentuk ssi maupun fotokopi dan/atab salinan yang kami sampaikan kepada KJPP Benadictus Darmapuspite dan Rekan yang kemudian digunakan dalam analisis adalah benar-benar berasal dari PT Total Bangun Persada Tbk, lengkap dan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya ada tanggal konsultansi sampai dengan dikeluarkannya laporan konsultasi & Bahwa atas Isi dan la sesuatu yang terdapat dan/atau yang digunakan dalam penugasan konsultansi, kami PT Bangun Persada Tbk memberikan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya kepada KJPP Benedictus Darmapuspita dan Rekan tarrnasuk di dalamnya anggota rekan dan seluruh ste!! yang ada dari tuntutan kerugian harta, gugatan dan tanggung jawab (semuanya dalam bentuk apapun juga) baik secara sendiri-sendiri maupun Institusi yang timbul secara langsung maupun tidak langsang terhadap pihak manapun juga apabia hal itu diakibatkan oleh kesalahan penyampaian data dan Informasi apakah yang disampaikan secara verbsi davatau dalam bentuk asil, fotokopi, darvatau salinan dari kami. d. Bahwa data-data yang diberikan oleh PT Total Bangun Persada Tbk kepada KJPP Benedictus Darmapuspita dan Rekan, bersifet rahasia dan diperuntukkan hanya oleh dan antara pihak-pihak yang terkait dantstsu mempunyai kepentingan ci dalamnys berikut akan digunakan sebagaimana inya oleh KJPP Benedictus Darmapuapita dan Rekan sesuai dengan Kontrak Ref. No, BDR 25P - 278/Ri tanggal 13 Agustus 2025.
Page 82 OCR 0.544
(roTa1, PT TOTAL BANGUN PERSADA Tbk Ih kagand £, evan Exe 104, Jakasn 1 It). pekowasins Phase: KIP SG6GNGG Fan MIDI BEATONP Kerrasingas “18m korea smei Itantbatekrukap at Darrikian pernyataan ini kami buat dengan sebenarnya untuk kepentingan Konsultansi Studi Kalayakan Usaha yang dibuat oleh KJPP Benedictus Darmepuspita dan Rekan Hormat Karni PT TOTAL BANGUN PERSADA Tbk ' Br dkap aan PERSADA TP Rasyid Daulay Direktur
Page 83 OCR 0.947
LAMPIRAN Laporan Posisi Keuangan Historis
Page 84 OCR 0.191
Berteseore |esocaroere | srewanveez |eoveso1at | oeenesousz | esis zara Taev mn Gacasoeze |Lorsarooe |veswocer |Sgoigsey |rescracar | ceguiaoer UE ENI IOsy Wako) 2awuerai oocewasat Jiztorsi Jooerieei Jisesigar Jatare #huung ae0ue wepi tong| osiwoo |sossowaoi Jerceetet Jeseorari Jenrosgean |ongtawani danau yong) sun jeli eco jeng 1 asasi Lang aanorxcac jososaroe |orveikase Jaseeraan Jessagae unyapung CON) daya yong YEL 0601 SORYASEL vas esa AL Cor yiL 33 TES GOL 16 PEP EZE YG 1613006 IWOOOLA| Ooonesu leoooera Joroneesi joovoessi Jancoogews Jooo'oogoz, BAkapmbtoad ngogp Dur/ opsodag| soewasuas Irssergis Deseenetas Jesereken Peresaroos Jacorawani Bonfuad onfkef perisan RI MEP Long) Dowelyoact | ioooovoecr |eroorcewa |Teciewet | boreovama | Zoo wesnaza MENU YOGA UB) Srrcorg trisarat Jowus Ines 204 263 DPLK Suu senen 1201| awam |sersis L9SDE 4 . 3 3 eni sun papusp Lusi sesua yap) jeng) Lag a01 - - - 2 - anu Ip eAanip wetag| 088 Peng Oh R99 kos anei SEN YGE peoarr Gue sanuap sedagip sang) Ok 1606 usasocos oJuseeeri |oseoeog osezag Jeswican iya sud 5 z 5 z 3 SIgeeee IEENOUAI WE 2Bpsog yrapel « up) ueg Eurinid rahusBus LES GAS ES KE BB Hp CBU LL 1S DOL BPL 9 CAGE Enya You» OpAlapi aga en Guan zirsui beb Jeogangige Jontoeee Jereseus2 Jerzutere | oowetasa ajau - ebay tua : : oa Ke GA0AIe oral (ERA Ud MENU IS kagenecer ojenggsan | kKosewa jemvrar |odoccatc | Iomograa Gaeu - sBpng aeupd - ewean Butinigj Dezeirenz Jooworizre Jurcoresoa Jooosanoe Jesevosiae | tureoawan Ga - eLjan Wild kg ysazh Orraapra savenw2:z |ixesaena joscsgceia JO witil Ng Rul #uean buginus ceogse Lee o|segaceeze |amwescrec Jarseseec Jesorrococ | ocresasan papua fuel #seysanu LEG OAOE BLK LEG 100 EG7 EL 9 CO PrL Ca BOSAN PPL BS US COx 810 LN SN Peng pay L9SV| Tam ye C3 ag rela P3 Mean (Hviana Nynsid WY Iya) laSV SZ02 INNP O£ — 0Z02 WIIWISIO L£ JGOIMId XGL VOVSMId NNONYS 1VLOL Ld ATNO LN3UYId — SIMOLSIH NYONYNAM ISISOd NVMOJVI IN VEId NYA
Page 85 OCR 0.218
Cassiagrcore Jesocareere | sceroercez |esezsozarc Jocenowor | oovess toe Anya NO SvITIsA kmar) Lasawanzok | aetogggaka | KaWaOMASOL | Z0w BG A6” | GEAR BRSETA | GEM OM OP SVLINYI HWNIF) Ion: ngeh ioieirOkh JWogOoee) Azan yagah (Gee 'ser M6260ew 62) ag Suar wuoducy| | as0'asg' ade CAS H01 bat KEK OROONG | Me AE OTO 961 990 178 LOG O2W VOL Muumeun66uod UranyaNp Uya | Doo n01' D4. torang CN ON AL 000 000 D4. D00 00004 000 00004 @#uuspuntbiuad uzuncuawo yaa | #ge7 opes| Lanrata Girgzew SEO Gepozi Gerua GARUT P JA9ED BPOM URKNPUP | |aooroooire |noonnarwe Dcoworoswe |oceoomiwe Joooooo'ire” | ooo'ooove MAN MPA | Sw mnya| TeregargaLt |ocdgsa loka | ank aseogn | SSo ir GA 9909 LEP 4 Solar iag SELNGYN HAN) | BE0 99E bah EN Ke NE LAVBET Lbh OCT S00 BIT Be Ce Me el See KK UI r | acerbussee bag geo Mel TAB 20e SEL LER SPB 221 beroos'iek | coe'osizgl (ia Ungu sejr eeung sop SEMU LOG SI Gogroe'z CEBIEST LOW 1C0€ CETOLL 2 Lowerat "nasi micoacac oJaswasoze oIszsecowe oo Juswssan Joran Jose UR RE Lap Ode urut Di usGen Gucingn buefirad safe Suara Burjurg eyBuer sesagi Oawusoscot |Sisvaroens | covoowcani | oodasegar (Aron | Gen oet ati Mepnag Bea ten Unair sae yog 3 Ouvvus € DU LTE Woyo € vogruoa€ £ elang uengug saja seugsap SERA 19026 5 BERGLI AE TES OLBET Lot LO6 52 bau GOL ISSBL “ega odwen urued BurA Suofuod sxBuof munyau Busan - £ - 000091 pegang (Mas SRK Oissoygik |oroeorzeni |azeioesaa | sogoso'oss Jengagueag | gresta JEARYP SAK ABE LEOSG| 03 9520198 bp 660710 U4 Gek Gin 9 pra ara yee Guan Gas gel VSETSS B3 Koe oap OLkan6 Os8 2014 yo tgk - Um - wrn Suar asatercoe |anceoz2o |isozoreis Jioczreeoc Jusaruroap | meaoesaze (jan send una sa tegoersiZ |asgzgiosi |sonssizes Jiserogozi jargsiros 106 R9OSOL SENAR NPLAd Ceze 2061 ket Cp Ceri O6E KEL PALA YA eyesn Bumn) Yapuag r9Buer sekmuer SYAMYAI NG SWAUSUTI Seung ya0z cz0a 3z02 (OZ Re redunsag J (HYIdna Nynaid WYIVO) SVLINYI 8 SY4LNISYA Sz02 INN O£ — 0z0z MISWISIG L£ 3GOM3d MAL YAVS8Id NNONYS 1WLOL Ld ATNO LN3HPd — SIMOLSIH NYONYN3M ISISOd NVWOdVT UI NYId NYI
Page 86 OCR 0.946
LAMPIRAN Laporan Laba Rugi Historis
Page 87 OCR 0.223
Sisezcwz, |ozrsawsge | Lowoeozii | osesagie ceswtaloL | Ssi'ons'B0L NYIVTE3G NNHVL VOVA (0222081) (9g 1962) (sesus) (015 E2rU (vokerg) JUL - vepseLbuag yerg vegag Sisezer2L | Zos'oseioe | soguro'sai | sygryagreo GorsokcoL | Syeerghi 1a3 (nizerZ rah oONevszisew oo JUzkoess) Gorrosie) JersengZi Trs6 268 pi) mol (oszpeler) o(luzgoogiu) oevesorzoh Ileoweesesh NclrzezO 1eL sgg'gs) Buy Yoteg UsnsA| (cerrasa) Iborercos) Iicoveaszo) oIlesecewos) Ileoeucoep) Nesiesega) Ue|- uBj usgeg| 58021001 Iii LEW'9C 902 000115 1Gs 9ezez 20218 Gp 959 C08 22 Usag - EWeS2g BnjuBA YaAcij EgE) Lpl yel €b 900 1e2'04 sirzo0zg OSK BBL69 1447168119 6£4€pS 65 ureg - ure| umedepuad zeruayeet |gsoeewole |hiwzzzigi | opocogbel | oogezwon Ore Ot 121 ng3 goeega rageaag 1610818 SeB LT E9e'LLE”OL Isensurupe uep Luntun UzgOg vejenfuad yayod uzgeg Isekseudag zez19oeec o|veracasic |ergoswesi | tergigowk |secerace | coxcoxici vo1i83| nesszrotl |ecosgcoz |eeoeosi |zissomiar Janieeoeoi Jenweoxoce ISEJISIUNUpe Uep LUNLUN UBYAH IBuojsesedo P9 Ta9ycerert |Ji6serZis |coccrcece | seewcrcoc | 1owoci wc | cicergac 10109 EGET, Fe Serisii |sioeegocet |erwecasooc | sescirsiiT |seozelesel | meverceZi VETEJEPUSG YOWd UEUSH)| seeossoesi |aceserusis | sorosesowa | oeszesueoz Jesseserasi | gzo'g96 goo'z eyes UEpeoBpuad seo tong ycoc Ezoz ze0 koe Ozot eduysag 5202 INN O£ — 0z0z WIIWASIG L£ 3GOIMId (HVIdNU NYNSIS WVIVYO) MIL VAYSWId NNONYA IVLOL Ld ATNO LNIUYI — SIMOLSIH IONM VIVI NYWOdYI NE NYATA NYA
Page 88 OCR 0.955
LAMPIRAN Laporan Posisi Keuangan Proyeksi Dengan Penambahan KBLI Baru
Page 89 OCR 0.340
Ea 2893 8005 96EY ESL vzre 13SY HYIWNT oz6 1:6 Pz6 rz6 zz6 616 120ue1 yepik J0Sy yejun 6 6 6 5 8 BL Sfuure seouej Epi has tt ut aa Oo 408 pol dmaL Psp 19 69 ba ze C be sejsawul madolg 561 561 S6L Sel S6L sel Bfuueeundbuad seegip Suef onsodag 129 116 126 126 126 1z6 buelved exbuel sejsanu 18DUET MEPIL SY 5088 091p s80'p €Lre Lega sos'z Je9UET PSy Yelwnr 8 8 8 8 8 8 Bhuuiey Jesuep jas Ez 4 ke Le ka IKA jenlip sryun mnujp Buek isouey yapy jasy| k k L Lk L Lt En Ip sefegip veley g s 5 5 s $ eynwtp Jekegip Ee1g o ot ol Ol oi oL 26931 yeyid - uraj urey Suegnig 95 ss 9s 9s 9s 9s 2Bgey seuid - sopyeuoxgns Synu Suen £6L #eL 859 865 025 06 MEMMON 19SY) Lee v99 t09 613 Let get Oau - eligay yeid - sun! Suemid PIN 9g 69 SEE Lab 965 eyesn buenid z8 z3 zgE zee zee ce xapuad eybuel Iseysanu 244 PA lg 108 6gi 6r9 sexy ugas usp SBY JEDUET SY AaSY Deoz 507 Beo Izot 9zoz sz-seg vebuwany (Hian NYA va) LISY 0£0z MIIWISIO L£ — 5202 INNF 0£ 3GOIMId MAL VAVSMId NNONVYI IVLOL Ld Naya SM NYHYVEWYNId NYONJI NYONYNAM ISISOd NYMOdYT AL NYSIdAYT
Page 90 OCR 0.254
str9 tag 1009 get Core Pir SVLINA3 NYO SV LNIGVIT HVIWAI ST sz Ieat SegL GE Dn SVAINN3 HYIWAAIT an (3g keju Kery (CT Ter Us mapaS usuodkanY OoLa Gee a00 SAY erLi 1g @userunbbund Yew wan LAH a£ Oa “ » 04 0 BAL SEUN Las UAN BKD ASIA | ge Ope 8 P3 tj 5 s 5 J0amp PAW UKURG.L| Lee we PI ws JL We unyu (EPA SwLINMI ora keling pra sos nz Luid SWUTESYIT HYAW AT ta (et Ha uk bin et Durefieg 206ver semuaa Ueun Set Sel S£4 SEL set ken Bian mapan SEYP ESL SENIN r y , ” r ” 2mes usung) z8 2 z . ze (4 senyelnyua unyap ceruan unjof Kook! urBeg Busnyp Lunfued oxEuel sunan Burarn Burfurg ex Buur semmaer| s0 2era kd ocet Crot care papuag sebLer semjaKa ssi T T T T T T bang veera ena Mes yo SENIN oc oc .e (3 0 3 Uu fan un oehaag unesf Guea Cuekind exOusl una Dusun Si « 2 & x Maa SENAR 0st sasa iswi isi debt hua Jaksa muou usew ungag| 08 06 06 og 06 06 yeted Guy L 1 , , s V Ea eng um Ups Gen! Eli riB ore Eza 385 t19 nbaan Heud - awanang band gen Roz oea 6az z8 Bzz #uean Oven topusg 21Buer sesapany| syarwa SVLINNI NYA SY LIMAKIN| Oroz 114 go 02 9202 se-oag Ubi — (HvIdNg NYAVITIMW WVAIVO) SVLINYI 8? SVLMISYIN O£oz MIIWISIG L£ — $Z02 INNF 0£ 3GOWId MSL YAYS4Id NNONYS IYLOL Ld N4v3 INSM NYHYOWYNId NYON3G NVONVYNAV ISISOd NYAOdYT ANYSIdNYT
Page 91 OCR 0.954
LAMPIRAN Laporan Posisi Keuangan Proyeksi Tanpa Penambahan KBLI Baru
Page 92 OCR 0.305
H6p 999p poly 081 Lawe bang LASY HVIWAr 0z6 z6 vz6 z6 C6 616 JEDUBI EPL Y9Sy Yepung | et 6L 6L 6 et 6L Bhuung JeounI YPPI) JAS Pan HE HE Okt £0L bot dna pas 19 69 td z (3 ” peeysanu adala 561 981 565 SBL 98L s61 ehusesunbbuad jseregip buset onsodaa Pras 126 1zs 426 126 428 buefued ey6uel sasaug JEDUET NEPLL YOSY sory pe9e Ovze 99gz 6esz ses 4e9UE7 18SY Yejuing 8 g 8 ? 9 2 ehuues Jedue as, It4 Iz :z kz Lg IT4 tenlip mun pypilujp GueA seduej yepp as t L t L k L Ban Ip JEKEGIp Xefecl s $ (1 5 Ss s Snp sekegip eheg ol ot ol Oo Oo Ok s5yoy yayid « urey u1e3 Bugjnig gs sg 9G ti 95 95 sbinay weyid - sapxeguoNgns Banw bus LFS Sts 06 L9b €sb 0Gp MEMUON ISEW| 96b zLp Ost str Sir 9E£ ojsu - sbgay yeyid - isuayas Buegnig BozL 6plL #6501 Trol 0101 889 Eyesn Buspnid z8€ z8€ zat Tae z8 zee yapuad Exbuef ISEIS mu zzel s1 Ece 9rb 62l 6r9 SE BIFIAS VEP SEM ABJUET JOSY 43SV ozoz GzOz 3z0z 1201 9z0z sz-oag vebuwany (Hvidne NYAVITIW WTA) LISV O£0z HIAWISAG L£ - Sz0z INNF O£ 3GOR3d 431 VAVSUId NNONVYS 1Y.LOL Id NSYS I19M NVHYSWVN3d VdNYL NYVONVNAY ISISOd NY#OdYI IA NYId VI
Page 93 OCR 0.212
999 Ls kare Tere Tara prng ter Ta jazz (ciu Ta 01 1g Ll Teri ng ot ai Lead gu Teea te Cw kelaN 2001 He KeTuI Leg ae he tak bah hah Den Len Gi . czoz Ti . ...t Gel . 258 sa02 8. sekt 08 65 OR "gr “30 0g (55 tak 0egt 06 s5 26 Urut tes azz SVLINNA NYO SYLAISYIT HYVAIWNF) SVLINYI HVN| jay sepnnya veuoduwo| mekamsirun Bd WAP Mr #henweunbiluod uewynkp usa | CR OMS| KNGap Mp Ous LuyeGAE || WruRsepoy| Swana SVANGYIT HVAWNP)| Bunfueg exBurr senpaLN Yenung (eling umpegun see (ewaksekn Sen) Gma5 usu ungu yes wnep Oduaj umar Ovnd| ucstieg Buwnep -Duclued eybuof sunan Hurin| Busfurg cadiver sena Pa Mn Bbey uepogun seye seunisarg semar) turun, maa wrap) Oeduag ungat Cuek Duoicd eyOJel suaka Bumn #m68 BEKASI sefooep arum uan uegag| Yeed Gurin (gag geyid- Ury - uje Our Deng meenpri “MELU Cr BERISI susan Bitan wopuag "ebuer sem SWAG SVUNYKI WYO SVAWGVIA 0c0oz szag ubuwany Tag 9z0e (HvIaNg NYAVINI lw WvIva) SVLINYA 8 SVLIMISYIA Ogoz MIIWAISIO LE - S202 INNF 0£ 3GOMId XOL VAVSYId NNONVI TVLOL Ld NVS INSM NVHVSWNVNId VdNVL NYONVNAN ISISOd NY4OJVA IA NYSIdINVI
Page 94 OCR 0.939
LAMPIRAN Laporan Posisi Keuangan Incremental
Page 95 OCR 0.262
wa YsrL RPL 109 262 tsrL SKL 409 262 992 yet 049 56£ 602 z6 L9p 6sz 29 Psi Pc 6rl t€lL 39 ozL z9 £6c Isi c9 » Tasv Hvamar J09U6 WEpIL JOEY URILNg Ehuuje| Jeduej KEpN IOS dejay jas IS2SAMUI Wadolg @Auueeundhuad jseyegip Duei osodaa Buefued exEue isejsana JROUET MEPIL JOSY Je0UETJ2SY Uejung afusiey Jeouej jas tenhip anun pamuIp Bur JeDueg sepi IS Tin H rkegip Neleg @nup sekegip ehe1g bip end — una uje Guenia e5pan seyrd - sopteguoxgns eiNw Suen YENUOY JOS Oyau - bina yayid - Isuayai Guen|di eyesn Buenid: xopuod EySuel iejsanu say uas Lep SE JEDUET YOSY LISY coz Iz0oz gzoz gg Kebun (HVIaNA NVAVITIMN WVIYO) 1ISY oroz HMISWISIG L£ — 5202 INNF O£ JIGOIMId MAL VAVSUId NNONYS IVLOL Ld TYLNIWIWINI NYONVNAY ISISOd NYWOdYI WA NVEIdINYI
Page 96 OCR 0.220
Tri sra bni tgs az 919 6EG 196 ta 1 Pi zr 891 219 C9 182 58 ap sec £ £ SWLINAS NVO SVA GUI MVA EWLIN MI HYIWAF | um soyrya muak) Wuranbbued vewalp Lag: SAM esunibuad URAMLANIP UML sa01 ops) I0SSIp PPOK LAN GILA | wuBE (POM SuLINMI SVANNGWN HV MAAN) Busfuwa 016UOr SOE Kepunr| Lay vejeguu Teo (SSUNSOp SeUpeS "eng Ueupuur (get ps ureyep Odang re Bu vejbng Buernpp -Bumfued enAuer taayan Guan Bunfung ex beer sengon) young Cebuer SENGAN Urang) Adang vaping setpe Mena yaan Bea urut | dag upyai Guk Buwlad ena aras Dung) was SOE Jogi mey Use uensa xefod Guear) bian YOU — Ure- Ur Ovegn| “ego yap - pup Tag iner| susan Guein| wepuag Eibuer senja) SYANISON| SVUNAI NYO SAI uete aan Tane sent Terasa (AvIaNa NYSVITIW WYIYO) SVLINYI 8 SVLIISYIT Oroz MIAWASIG |€ - $202 INNF 0£ JGOMId MAL YAVSMAd NNONYS IVLOL Ld TYLNIWIYINI NYONYNAM ISISOd NYWOdYT XI NVSId NYI
Page 97 OCR 0.954
LAMPIRAN Laporan Laba Rugi Proyeksi Dengan Penambahan KBLI Baru
Page 98 OCR 0.386
Lip Lt Z6£ Ls€ 602 ec uejehog unyej (Idny) ea (sei) Tee) GL Tbo1j Lg) (se) vejisey6uod yefed (uegag) Ieejueyy Lg £s9 z0s Lsp 962 8sL uejjseyBuag vefeg wnjagas (|Bnw) egeT (ge) (pe) (ug) (g2) (sa) Uu) urej-utej (vegog) uejedepuag |ejOL 6r9 185 pes 986 ozt 891 (4193) Need uep e6ung wnjagas ((Gnw) ege1 le £c kd 8 SL vc Iseisaidag 019 019 pss yos 8cb ce (va.19a) 'sesuowy uep Isejsandag Syefeg "Bung wnjogos (1Bny) egey 19 Bz€ 962 lie 9ez 201 Iselnsluwpe uep Unun Uegag Leo | sec zs8 Sl #19 162 Ong egeT Gt £20b 169 SEE L6B'Z zee uejedepua4 x0yO4 UBg2N -9p'S l986'p OLS 001 S9, GOS L umedepuay ozoz 6zoz 8zoz Izoz gzoz | gz-oog uebuwydy (Hvidne NvavAm wvIva) 0202 HIAWISIG L£ — 9202 INNF O£ 3OOMId XL VOVSMId NNONVG IVLOL Ld NuVvB NAM NVHYSWYN3d NYON3G ISM3A OLI IONY VAVT NYMOdYI X NYEIdINYI
Page 99 OCR 0.950
LAMPIRAN Laporan Laba Rugi Proyeksi Tanpa Penambahan KBLI Baru
Page 100 OCR 0.351
6L£ z0€ 992 s1z 19z czh uejehag unyei (ibnu) eaei (o6) (sg) (ia) 182) (on) (C3) uejiseubuad yefed (uegag) peejue 60p 18 69£ es zpe 8S, uejiseyGuog yeleg wnjegos (1Gny) ege1 (92) (ra) (ea) (z2) C2) (era) urejurej (uegag) Umedepung (Bok tEt Lp z6£ s1£ car 89L (1193) xefeg vep e6ung wnjages (ibn) ege1 Lz cz Lz 8| 8L vc 'seisaideg 9st tt £Lb ce Lee €6L (va.19a) Isesntowy uep Isersaidag “yefeg 'ebung wnjagas (ibn) egej Gpz Cez zat ziz 502 vol IsEjsiumupe uep Wnun UEgag kol 199 sz9 509 983 L6z Org egeT 100 tagz Jaczz Tsesa (risa jai ueyedepuay Yoyod uegag sozc Jezse Jooece Jooxze Joo Jessi uejedepuag ozoz 6zoz 8zoz 1z0z seoz | sz-oog veburaja (HVIdNY NYSVIIIW WyTya) O£oz MIIWISIG L€ - $202 INNF 0£ 3IGOMId MAL VAVSMId NNONVA IVLOL Ld N4vA IISM NYHVSWYNId VdNVL ISMIAONd IONA VSVTI NY4OdYI IX NVEIdINYI
Page 101 OCR 0.947
LAMPIRAN Laporan Laba Rugi Proyeksi Incremental
Page 102 OCR 0.193
0£0z MISWISIG L£ —$S202 INNF 0£ 3GOMId ML VAVSMId NNONYI9 IVLOL Ld TWLNIWIMONI ISMBAONAd IONY YIVYI NYMOJVI IX NVSIdWVI ws ja 1 Juna Bes Lir IST jaan Ten pita BEOESE AI SES 9GL ALE So Seal Intra Urang SEN BAY ISA (SIN) ZEPS 0 U1S60 2890 Base'u LeeaO ceri stan sanej) sega" tt ega es atau IseraU KEL ah Lia Bli 3 Gr S5 az kg sa u Tenan Ker Sal Dug arora Jay aoyas Woo eag Eh (ser peazat “ig s0N (Tesoogg LT asi SIveU GsiisiZ o Jerssrsacr Ira ros Le) Lea - . £ - : pori ofumag AE P6 sana Z1 9618 A6 AD 8008087 kta Obengag Turan Keyearuad | Ooo panas Daw 106421 186 286 TOL soczaria acz #0nTy tngag unyes (nu) oge ui DE GyoLSEE DOg Pan Tandai vera LB9AG| Pem per Tag Bgn Trsrereri oO|soraceyoe oo |eosz2sts sate Leg ouag (ina) Be Bir CAOLL 250 084 Osere 9900129 Teoaat weiuenay Ung tic'usgpiz KOKO) megzscuwi | eroessus 106 PENS aa “ £ . - tesjea.deg KUE KAM pIZ suzscosei oo OJesyasewi | esosogwon NOS YEKUS wauraa ber ea Oh Ore Ti1 96 EN pa Cre 31965 C0 ani ITA SU ILDA YPP WIN UIN ROG) 3 s 2 “ - Unagouad Lap uggnkod Legag| EL BIS OTC Paw Ka @owizraka | engruaooas @ regu baspadabadi awuoi Dare Dsteorzes oJepsscasza oo | isesurcee Leyangnag topa veaeg vse wan OrZ 008 Key Kor Ori 093 064 380 (00 CN0 GO UEERPUAd (HVIdNnY NynSIs WVIYA)
Page 103 OCR 0.960
LAMPIRAN Daftar Tenaga Ahli Perusahaan
Page 104 OCR 0.169
1 (al HADYNYA LO OBd Tw 1s owesii mewupagparuun ls va usnyesy Buepig Wen Inv Si NS WE (2 N3SYNGN LOIrOUd TTS Ueweuneg MnogSanysUoy Kews bus Uenueay Buepig BUY Iuy| SUEN NS Ez DSOYNGN LOarOud 1 Gauus orang SUny uakunA veer Debpa PLAN IA) EUE 1S sc Pb aarotd | TS ep nas Nu sUoy USUS Eva TRUESy Duepig EU (Mv) CW 1x5 Ed 4301430 3: SH LS murjneyy wnnyoy Aung) TewuISuoN €X CAPBA NY) BAPBA MAS & TSDUNN Loarotd Waris auakos og oudungg Tainganay C3 aan Iny CUCI NS 3 391430 ISH TTS Peng Moy Hy TSinnsuoy €y Puan Ing EU HNS Ed MADONYN WI ANAD SEM OmORBid UN SNIDUAION| ISYNSUOY EX BUSI IKA) SWEN NS se SO193HIO Iwa Yemeo psen) TENNasuoy EX CUARA In) CLEAN NS & BIOYNYA MOSIMOO LIS efelim uensyua| Aang Agueng Swey Ing) EUON YNS (Ed BOYNYN AINYUNSSY ALMYNY TS W opeugn sayang Teransuoy Tan US waleYaN Was IMV) ELIBIA NNS (id WS HIOYNGN ALS IS 22y UN TEAsuoY Tiri US UaTeaA Wanais (Av) CL NS BL YESYNAN LOATOEd TN 7 Oueyepik por NUN UELny Gee EUA seruan Buepig PLAN ILY EUEN TS a USONN LIarOud IS arena Eau SB UeRUAn ate Suepia Kuan Iny) KUBA 1x5 In BSSUNYA LOaroud Wars menes Sig ousukeg ju euny Ke We bUEw Leo SUspg Pon (Av Un YaS » UIOUNN WAANID Monas ameg| One MP1 PNY Buopig BUKAN Iv) CLC 18 si 3W S3INON3 3LIS TS ouefierns juny Dunpag usungusg jewnusuoy Pune Inv) Sue NAS Ca EN EN TS nooys Dunpan UsUnbusa EN SUoy Una IA UENI HNS & BAN USOVNYA 3LIS LS Terepi Ipa Tanpen veunbung Ing sUoy Eye IN EUENN NS & 3 SSIVNYN 3LIS IS oneriy Ben Bunp39 URundueA SU SUON EM IMv| WEI NAS u Y3OWNAN LOArONd “Vs pngueg pnues)| Bunpep ueunbueg Mual SUS (Mv) BUG NIS 3 BIAN YEN 1W 1S opepseg Tunpeg URunsueg Pujo CW Ip) EU Nas 6 WS YIIYNWA 3S (LS poguisig Duny| Bunpeg veunboeg uya ear IMv| Eun Tas 3 BIOKNYA WIAND H omeupay ApoeT SeweIpA| Tunpen vemneueg Mual wan (Av) San Tas z B3DYNAN Loaroud TN temuan po) Bunpog ueuneurg Uya ewe IUV| SUN Has El DIN Losroud TES aopaeyoi Aug Turea3 Tebusan Eun y Purn AS C M2YONYN ON MAINONI (US uemeuny BAing 3u3| Bunpso veunBusg mun ewe uv ewe PE t H3OANAN LOSrOEd I woju peLeyang| Bunpas usundueg Muna | ewe y| EUEn Ts £ BIONWA LOAOLd AVW LS vemejas ALAj Snunsnby| Tungs9 Uemnbueg Ur Win Ty BUSI YAS z BIOUNYI LIAT OUd TS Ty tepy Bungs9 usunBusg yua Ewe UV ELEIN WAS ' Deyeger Ines Buebowag veme/ley euen| SEuOS BUeN aTsanyipos Suar ON) MAL VAVSMId NNONVS IVLOL Ld ISMNYLSNOW INHY YOVNIL BVL4VO HIX NYSIdWNYT
Page 105 OCR 0.186
nx USDYNYN LOarOBd NW TES teen poor) Durpep Usunburg YUI BUSIN IL Yus fu) Y3SENWI ONISI3NONI (IS 'ewepa peS eELU| Danpes UsunBurg yui BUSA IL FUN NNS 65 Ov3H 1d30 IS bunga Oei Papa Ueanburg Kue Ewein IU ELET Yus Es PER ERI Tw IS Tergon ponpeg Ueuidueg Sujsuoy Eeekarey BUSIN Ny EU YxS z HSSYNA Loarond TS pngueg nues Tanngaoy EX En In EU kes Ea YIOYNYW LOAPOLd IWXS 'ofoms TEINASLON EX BUAPIN Iu SME NAS 58 YADYNYA LOArOud TA Ry IN u) Pangsbay EN EL Ny Ewe as vs HADYANYA OAT Ona Ave Dena TEMSOoy ES UE Ia EME Wis & HSSYNAN TDArOBd Yusaleng us) Tangsvoy EX EWeIn Moy) SWeN WS z HIOYNIN LOIr Otid BVWLS ONOPUEH VEMEWNG) ISAnASLOY EN PWI My PW) Nas pa USOYNAW LO3rOd Ts onelei aa TAMA SLOY EX EWEIn NUy) SWBM YNS 3 USOYNEN Loaroud TI geunag H Apng TSMNYSUOY EX EWAIN ILY S UE JAS Br H3OVNG LOAr Ona TM en an PNnatok AN PLAN Ie Yas EZ BSOUNAW LOATORd BVW LS vewenes Anaj snunandy MN pa GA) is zr U3OWNEN LOarOud TS Surya Tu era TamnyaLay £x own Iv ewe Sas Es 3 YIANGNA 3LIS TES Boedneurs voswogi| Bunpsg usundusg aruisuoy Paupp3a Span Iv POM Ns tg AW Y33NONI SIS TW TS muenejueg Yenog| Dinpso Tennbueg (msuoy Eyinea Span fav BApayi YAS Ca SW NIANONI SIS TS ame png euegj Oanpea Bs Un Tv) 5515 & H3AMON3 YO IS Uesusmoj ay oma emban maa uemeoy Duspg EIpE Ik Epeyi Ya & HOAMSNS AJLNYNO LS mela) Jokarang Anueng epom Ihv) BApey) MAS L7 MOASNSNS AJILNO LIS Buepeig UEH ifpy| snaemng Apueng ehpan ino BApeyi yas op U3ANAN3 YO IWIS venej nos| Soy U UaLsEueA Was Epen In) Bpeyi yaS Be K3SUNYYI 3ONYANSSY ALI 15 IPv Oaseig| ISiuyavoY nunyg Usudevap| Ulsi3IS INV) Ewe NAS 8 KESINGA SONYENSSY Al TONER P3 TEUNSooy Tw DESA Uaais IA BWSIn SAS z TSOVNYN OM HJANONI TS Sang Cpueo veyor Deingauoy tewas vane3y Durpig Span In SAPEN TS Es Ed YebyNwn Ldaroud TS Ope TEMU Roy Uskur Tes Dora PU Av Eun SS Es TANI HASAN LIAFOHA TPS pet Amir AJ Swuisooy UsusEuen vejueay Buang Sue Ry Ewean Ts 3 UAOYNGW LOIrOBd IW LS Wong SFusny Kelakuan UemeaN Due Sue are) EN NS 3 BASYNYW LOarOBd 1 U21 PEP SFUSUOy UebsEUBN TENEeY Buearg EWeM KV) PEN Yus B3 BADYNYW LIA Oud BYW'LS DyepusH us ISUNSUOy USWABUBY UEMESY Bueng SLem Mv) PUS Nas wu usjeger Femnes SeNyIMos BUeN Jesbun jsenyu as sruorj on) MSL VAVSUId NNONYG IVLOL Ld NYLAPNYT — ISMNGLSNOM NHV VOVN3L #VL4VO HIX NVSIdINYA
Page 106 OCR 0.238
(slah YiS NSOVNYN JUS JI LS Purn ewseyg upnA| Tunpsn usundueg mual eApeyy Ian NNS Tunpos usundueg wuna EAPENN Iin NYLNPNYT — ISMNSLSNOM NHV YOVNIL NVL3VO MIX NYSIdNYI pan zL VIS BAOYNGN 3LIS IW IS owesns ny Im Epen Yus 1 HIS HIANONI 3NIS TTW IS unogj Bunp29 usungueg mua Epen Ira) EPA yis O Say BIINONI SIS IS Sindo ewi Tp39 usundusg #urei CAPE jiny) BAP NNS 8 BIS UdaNONI 3S oo UWIS WuEps Eos UR eter Tunpe9 veuntueg suye 1 Epen Iv) BADAN Tas El BLS HAANONA ALIS LS bmplus thun (anne Tungsg urunbueg Mural BPGn (uv PB AAS 19 Gol vs YON alIS (LS Worker PAI WOFG| Tunes9 usunBueg Wune 1 SAPBA Iv) BPS NAS Ez) NIS HIANONI 3LS TS Upin ueuney Inpgy) Tanoe YEmbueg yup pem Inv| BApeyi 18 G9 VIS BIOVNYA ALIS TES Teuairyu ipa dasy| Kapeo Uembusa Wina Span Iv pai NS Cg YIS YAOVNY ALIS 1 Soon #jeIng, Bunpen ueunBueg punya ewe Wy| ewen ErE £9 BLS BIINONI JS WA venerryu Bunpeg usurBusg supel ELem Kv ELEIN NAS El BIOYNY LOarOud “IS ogomelg Hunps9 usurBueg yura FUN Av) NAS 1g uejeger Ios Buebowog vemekay cun) ISE1IIVOS CUUN jenbuj semua Suar ON MAL VAVSMId NNONVYS 1IVLOL Ld
Names mentioned 92 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Banedictas Darmipuspita
p.2
unresolved
org
BAPEPAM
p.2
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Benedictus Darmapuspita dan Rekan
p.2
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Benedictus Darmapuspita
p.2
unresolved
org
KJPP BDR
p.2 ×11
unresolved
org
KJPP Benedictus Darmapuspita dan Rekan
p.5 ×5
unresolved
org
KJPP Benedictus Darmapuspita
p.5 ×6
unresolved
person
Ir. Benedi
p.5
unresolved
person
Benedictus Supriyanto Darmapuspita
p.7 ×3
unresolved
person
Timbul Nauli Nainggolan
p.7
unresolved
person
Bimo Suryo Atmaji
p.7
unresolved
org
Kualifikasi Penilai KJPP Benedictus Darmapuspita dan Rekan
p.12
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.12 ×4
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.12
unresolved
org
Menteri
p.12
unresolved
org
Menteri Agraria dan Tata Ruang
p.12
unresolved
org
Pertanahan Nasional RI
p.12
unresolved
org
Adi & Rekan
p.18 ×2
unresolved
org
Hadori Sugiarto Sary Wajar Tanpa Adi & Rekan
p.18
unresolved
org
Wajar Tanpa Adi & Rekan
p.18 ×3
unresolved
org
PT Tjahja Rimba Kentjana
p.20 ×2
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.20 ×2
unresolved
person
Hobropoerwanto
p.20
unresolved
person
Rini Yulianti
· Notaris
p.20 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.20 ×2
unresolved
org
PT Anugerah Kencana Jaya
p.20
unresolved
org
PT Jaga Bangun Persada Komajaya
p.20
unresolved
org
PT Bumi Permata Pratama
p.20
unresolved
person
Ir. Ojajang Tanuwidjaja
p.20 ×2
unresolved
person
Kepemilikan Jumlah Ir. Anton Lio Sudarto
p.21 ×4
unresolved
person
Ir. Moeijati Soetrsno
p.21
unresolved
person
Ir. Reyno Stephanus Adhiputranto
p.21 ×2
unresolved
person
Komadjaja
p.21
unresolved
person
Drs. Rusdy Daryono Sumber
p.21 ×2
unresolved
person
Ir. Rasyid Daulay
p.21 ×2
unresolved
person
Drs. Rusdy Daryono Anggota Ertin Setiawati
· Ketua
p.21 ×3
unresolved
person
S.E. Anggota Lioe Fei Ling
p.21 ×3
unresolved
person
CPA.
p.21 ×2
unresolved
org
Bangun Persada Tbk
p.23 ×3
unresolved
org
Bank Indonesia
p.29 ×13
unresolved
org
Bank Indonesia Suku Bunga Kredit Perbankan Swnber
p.34
unresolved
org
Kota Nusantara
p.36
unresolved
org
Milik Negara
p.36
unresolved
org
Huayou Cobalt Co., Ltd
p.37
unresolved
org
Indonesia Battery Corporation
p.37
unresolved
org
Kota Nasional Nusantara
p.39
unresolved
org
Kementerian Pekerjaan Umum
p.41
unresolved
org
Kementerian Perhubungan
p.43
unresolved
org
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
p.45
unresolved
org
Aoset Indonusa Tbk
p.47 ×2
unresolved
org
Wijaya Karya Bangunan
p.47 ×3
unresolved
org
PT Total Persada Indonesia
p.60
unresolved
person
Adhiputranto Komisaris Pinarto Sutanto
p.62 ×4
unresolved
person
Ir. Moeljati Scetrisno
p.62
unresolved
person
Ar Ho Sudarto
p.62
unresolved
person
M.M. Direktur Ir. Saleh Sendiko
p.62 ×6
unresolved
person
Eftin Setiawati
p.62
unresolved
org
CA Sumber
p.62
unresolved
org
Ga Karya (Persero) Tbk
p.74
unresolved
org
Enjiniring Tbk
p.74
unresolved
org
Kementerian Investasi dan Hilirisasi
p.79
unresolved
org
Koordinasi Penanaman Modal. Manajemen
p.79
unresolved
org
KJPP BENEDICTUS DARMAPUSPITA DAN REKAN Jt. Musi
p.81
unresolved
org
Total Bangun Persade Tbk
p.81 ×2
unresolved
org
KJPP Benadictus Darmapuspite dan Rekan
p.81
unresolved
org
KJPP Benadictus Darmapuspite
p.81
unresolved
org
KJPP Benedictus Darmapuapita dan Rekan
p.81
unresolved
org
KJPP Benedictus Darmapuapita
p.81
unresolved
org
KJPP Benedictus Darmepuspita dan Rekan
p.82
unresolved
org
KJPP Benedictus Darmepuspita
p.82
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.091
5115 ms
13 Sep 2026 15:06
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}