Skip to content
Back to announcement

20260716_MKNT_Keterbukaan Informasi terkait Aksi Korporasi_32112837_lamp1.pdf

Other Text extracted MKNT

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 69

Page 1
         Laporan Penilaian Ekuitas
                Nomor File:
    00028/2.0013-06/BS/05/0038/0/VII/2026

         Penilaian 100,00% Ekuitas
     PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk
              dan Entitas Anak




AXA Tower Lantai 42 Suite 02, 03, dan 05, Jalan
  Prof.Dr. Satrio Kavling 18, Karet Kuningan,
           Setiabudi, Jakarta Selatan.
Page 2
Bogor, 16 Juli 2026

Nomor File    : 00028/2.0013-06/BS/05/0038/0/VII/2026.
Perihal       : Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi
                Nusantara Tbk dan Entitas Anak.

Kepada Yth,
PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk.
AXA Tower Lantai 42 Suite 02, 03, dan 05, Jalan Prof. Dr. Satrio
Kavling 18, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Dengan Hormat,

Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Sih Wiryadi dan Rekan (SIH) telah
melaksanakan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara
Tbk dan Entitas Anak yang selanjutnya dalam laporan ini disebut (MKNT),
berdasarkan persetujuan atas Surat Penawaran Pr.BV.043/SIH-BGR/MKNT
/V/26, tanggal 26 Mei 2026, untuk memberikan pendapat sebagai penilai
independen, tentang Penilaian Nilai Pasar 100,00% Ekuitas MKNT yang
dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan atau ekuivalennya pada tanggal
31 Maret 2026.

KJPP SIH resmi didirikan berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor
141/KM.1/2009, tanggal 10 Februari 2009, dengan Nomor Izin Kantor Penilai
2.09.0013, dan terdaftar sebagai Kantor Jasa Profesi Penunjang Pasar Modal
di Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam dan
LK) yang sekarang bernama Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sedangkan Penilai Bisnis yang bertanggung jawab atas laporan ini resmi
memiliki perizinan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik
Indonesia Nomor 840/KM.1.2008, tanggal 10 Desember 2008, dengan Nomor
Izin Penilai Publik B-1.08.00038, dan Surat Tanda Terdaftar Profesi
Penunjang Pasar Modal dari Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Nomor
062/NB.122/STTD-P/2017, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor
STTD.PB-43/ PJ-1/PM.02/2023.

Gambaran tentang nilai pasar dari ekuitas MKNT akan digunakan sebagai
referensi dan pertimbangan oleh pihak manajemen MKNT atas rencana
dalam rangka kepentingan transaksi jual beli, dan kepentingan ke Pasar
Modal.
Page 3
Tujuan dari penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat
independen tentang Penilaian dari 100,00% Ekuitas MKNT yang dinyatakan
dalam mata uang Rupiah dan atau ekuivalennya pada tanggal 31 Maret 2026.

Premis penilaian adalah sebuah perusahaan yang “going concern” yaitu
dengan asumsi bahwa MKNT akan melanjutkan kegiatan usahanya pada
masa mendatang dan tidak terdapat niat maupun keharusan untuk
melakukan likuidasi atau menghentikan sebagian besar kegiatan
operasionalnya. Premis ini didasarkan pada masih berlangsungnya kegiatan
usaha MKNT di bidang jasa teknologi informasi, telekomunikasi, dan solusi
digital, keberadaan pelanggan dan mitra usaha yang berkelanjutan, serta
tersedianya sumber daya dan aset operasional yang mendukung kegiatan
perusahaan.

Nilai Pasar didefinisikan sebagai estimasi sejumlah uang dapat di peroleh
atau dibayar untuk penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal
penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang
berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya
dilakukan secara layak, dimana kedua pihak masing-masing bertindak atas
dasar pemahaman yang dimilikinya. Kehati-hatian dan tanpa paksaan. (SPI
101 - Butir 301).

Independensi Penilai

Dalam mempersiapkan laporan penilaian ini kami telah bertindak secara
independen, kami tidak mempunyai kepentingan finansial atau apapun, baik
sekarang maupun dimasa mendatang atas penilaian saham ini, dan fee dari
penilaian ini tidak tergantung atas nilai ekuitas yang terdapat dalam laporan
ini.

Pendekatan dan Metodologi

Dalam penilaian ini, pendekatan yang diaplikasikan adalah Pendekatan Aset
(Asset Based Approach) dengan aplikasi Adjusted Book Value (ABV)
Method dan Pendekatan Pasar (Market Approach) dengan aplikasi
Guideline Publicly Traded Company (GPTC) Method. Pendekatan ini
dipilih dengan pertimbangan bahwa nilai ekuitas perusahaan dapat diestimasi
secara memadai berdasarkan nilai pasar aset setelah dikurangi dengan nilai
pasar liabilitas pada tanggal penilaian. Dalam penerapannya, nilai buku
seluruh aset dan liabilitas perusahaan akan ditelaah dan disesuaikan untuk
mencerminkan nilai pasar atau nilai ekonomisnya, termasuk dengan
mempertimbangkan kualitas dan kolektibilitas aset, aset dan liabilitas yang
belum tercatat, aset nonoperasional, liabilitas kontinjensi, serta dampak
perpajakan yang relevan.
Page 4
 b. Non Current Liabilities
    Bagian Yang Jatuh Tempo Dalam 1 Tahun
    ▪ Utang Bank                                                        -                     -                  -
    ▪ Liabilitas Sew a                                                  -                     -                  -
    ▪ Liabilitas Pajak Tangguhan                                        -                     -                  -
    ▪ Liabilitas Imbalan Karyaw an                                789.752                     -            789.752
Sumber
    Total NonInformasi
                Current Liabilities                               789.752                     -            789.752
Penilaian saham dilakukan berdasarkan atas data dan informasi yang
diterima
  c. Equity dari pihak manajemen serta hasil wawancara dengan pihak-pihak
terkait.
     ▪ Modal Saham                                            110.000.000             -    110.000.000
Tanggal   Penilaian
   ▪ Tambahan Modal Disetordan Masa Berlaku Laporan
                                               32.993.656                             -     32.993.656
    ▪ Keuntungan
Tanggal            Belumpenilaian
             efektif      Direalisasi Atasadalah
                                           Kenaikan Inper
                                                      ves Saham
                                                           tanggal 31 -Maret 2026, - dimana batas    -
tersebut
    ▪ Saldo diambil
             Laba Telah Diatas
                          tentukandasar     pertimbangan kepentingan
                                     Penggunaannya                1.500.000   dan tujuan
                                                                                      -    penilaian.
                                                                                             1.500.000
Berdasarkan Salinan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
    ▪ Sald35/POJK.04/2020,
Nomor      o Laba Belum Ditentukan Penggunaannya
                                          tanggal 25 Mei (153.516.121)                -
                                                                2020, laporan ini berlaku (153.516.121)
                                                                                            selama 6
    ▪ Kepentibulan
(enam)        ngan Nonsejak
                        Pengendaltanggal
                                   i             penilaian, dan akan      - berakhir - pada tanggal  -
30 September 2026.
    ▪ Adjustment                                                          -    (433.303)      (433.303)
    Total Equity
Indikasi     Nilai Ekuitas                                       (9.022.465)   (433.303)    (9.455.768)
Penilaian ekuitas MKNT berdasarkan Pendekatan Aset (Asset Based
Approach)       dengan
 TOTAL LIABILITIES & EQUITYaplikasi Adjusted Book  Value (ABV)
                                               826.085.786      Method,825.652.483
                                                             (433.303)   dengan
Cut Off Date yang digunakan adalah laporan keuangan unaudited per
31 Maret 2026 yaitu sebagai berikut.
                                                                        -                     -                   -
 Indikasi Nilai Ekuitas                                           100,00%                Rp.000          (9.455.768)
  - DLOM                                                            0,00%                Rp.000                   -
 Equity Market Value                                                                     Rp.000          (9.455.768)

Penilaian ekuitas MKNT berdasarkan Pendekatan Pasar (Market Approach)
dengan aplikasi Guideline Publicly Traded Company (GPTC) Method,
dengan Cut Off Date yang digunakan adalah laporan keuangan unaudited per
31 Maret 2026 yaitu sebagai berikut.

                          Com par is on Com pany Nam e                                                   P/BV



  1 Yelooo Integra Datanet Tbk.                                                      x                          0,61
  2 Erajaya Sw asembada Tbk.                                                         x                          0,59
  3 Aspirasi Hidup Indonesia Tbk.                                                    x                          0,98
  4 Distribusi Voucher Nusantara Tbk.                                                x                          0,26
  5 Mitra Adiperkasa Tbk.                                                            x                          1,16
  6 M Cash Integrasi Tbk.                                                            x                          0,32
  7 Midi Utama Indonesia Tbk                                                         x                          2,22
  8 NFC Indonesia Tbk.                                                               x                          1,62
 Sumber: idx.co.id 31 Maret 2026
     Aver a ge                                                                                    x             0,97
     M edi a n                                                                                    x             0,80

                                                                                                      BV Of Equity
                                                                      PT M KNT                          (9.022.465)
                                                                     M ULTIPLE                          (8.751.791)
                                                                          BOBOT          100,00%           100,00%
                                                             Nilai Te r tim bang          Rp.000        (8.751.791)
                                                                    Cash & Bank           Rp.000                   -
                                                           Interest Bearing Debt          Rp.000                   -
                                                         Indik as i Nilai Ek uitas       100,00%        (8.751.791)
                                                                    Premi Control         30,00%         2.625.537
                                                    Indicative Equity Value               Rp.000        (6.126.254)
                                                                        DLOM               0,00%                 -
                                                      Equity M ar k e t Value             Rp.000        (6.126.254)
Page 5
Untuk mendapatkan nilai yang mewakili kedua indikasi nilai ekuitas diatas,
dilakukan rekonsiliasi dengan terlebih dahulu dilakukan pembobotan terhadap
kedua metode tersebut. Oleh karena itu, dalam penilaian ini pembobotan
yang diberikan untuk masing masing metode adalah 50,00% untuk Adjusted
Book Value (ABV) Method dan 50,00% untuk Guideline Publicly Traded
Company (GPTC) Method.

                                                     Equity Market        Market Value
            M ethod                                      Value     Weight  Weighted
                                                       ( Rp.000 )          ( Rp.000 )

 1 Adjusted Book Value (ABV) Method                     (9.455.768) 50,00%   (4.727.884)
 2 Guideline Publicly Traded Company (GPTC) Method      (6.126.254) 50,00%   (3.063.127)
Equity Market Value                                                          (7.791.011)



Berdasarkan hasil penilaian yang telah dilakukan, termasuk kajian terhadap
faktor-faktor relevan lainnya yang berpengaruh, kami berpendapat bahwa
Nilai Pasar 100,00% Ekuitas MKNT pada tanggal 31 Maret 2026 adalah
sebesar:
                                Rp-7.791.011.000,-
(Minus Tujuh Miliar Tujuh Ratus Sembilan Puluh Satu Juta Sebelas Ribu
                               Rupiah)
 Sesuai Standar Penilaian Indonesia (SPI) 101 – Butir 6.12 adalah Nilai
 Negatif dalam Penilaian Bisnis dilaporkan sebagai “Nol” atau “Tidak
                              Bernilai“.

Hasil dari penilaian ini merupakan Nilai Pasar 100,00% Ekuitas MKNT, sesuai
dengan persetujuan atas Surat Penawaran Pr.BV.043/SIH-BGR/MKNT
/V/26, tanggal 26 Mei 2026. Laporan ini disampaikan sebagai bahan
pemikiran namun tidak mengikat dan tidak dapat dijadikan dasar penentu
suatu keputusan yang berakibat hukum baik pidana maupun perdata, karena
laporan ini semata-mata dibuat berdasarkan keahlian yang kami miliki dan
data-data yang diberikan oleh Pemberi Tugas kepada kami adalah benar,
tidak palsu atau misleading dan tidak ada informasi yang ditutupi yang dapat
mempengaruhi nilai pasar secara signifikan, kecuali apabila terjadi kesalahan
atas penggunaan data tersebut yang disebabkan oleh ketersengajaan kami
dan oleh karenanya jika dikemudian hari diperoleh atau ditemukan data-data
baru yang menurut pendapat kami diperlukan perbaikan atas laporan ini,
maka pada kesempatan pertama kami akan melakukan perbaikan atas
laporan ini tanpa memperoleh izin dari Pemberi Tugas.
Page 6

          
Page 7

          
Page 8

          
Page 9
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
                                                           DAFTAR ISI
SERTIFIKAT
PERNYATAAN PENILAI
RINGKASAN EKSEKUTIF

1.    PENDAHULUAN ................................................................................................................. 3
1.1. Identifikasi Status Penilai ..................................................................................................... 3
1.2. Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan................................................................ 3
1.3. Maksud dan Tujuan ............................................................................................................. 4
1.4. Identifikasi Obyek Penilaian ................................................................................................. 4
1.5. Identifikasi Bentuk Kepemilikan ........................................................................................... 5
1.6. Premis Nilai Dan Dasar Nilai Yang Digunakan .................................................................... 5
1.7. Tanggal Penilaian ................................................................................................................ 6
1.8. Jenis Mata Uang Yang Digunakan ...................................................................................... 6
1.9. Tingkat Kedalaman Investigasi ............................................................................................ 6
1.10. Sifat dan Sumber Informasi Yang Dapat Diandalkan ........................................................... 6
1.11. Asumsi dan Asumsi Khusus ................................................................................................ 7
1.12. Pendekatan Penilaian dan Alasan Penggunaannya ............................................................ 8
1.13. Kesimpulan Penilaian ........................................................................................................ 10
1.14. Persyaratan Atas Persetujuan Untuk Publikasi.................................................................. 11
1.15. Konfirmasi Bahwa Penilaian Dilakukan Berdasarkan SPI ................................................. 11
1.16. Kondisi Dan Syarat Pembatas ........................................................................................... 11
1.17. Definisi dan Istilah Yang Digunakan Dalam Penilaian ....................................................... 13
1.18. Tingkat Likuiditas Pasar Obyek Penilaian (Marketability) .................................................. 15
1.19. Penjelasan Mengenai Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian.................................. 15
1.20. Tambahan Informasi Lain di Luar Hal-Hal yang Telah Diuraikan....................................... 16

2.   DATA DAN INFORMASI ................................................................................................... 17
2.1. Hasil Pelaksanaan Inspeksi ............................................................................................... 17
2.2. Hasil Pemeriksaan Atas Dokumen Hukum Yang Relevan Dengan Obyek Penilaian ........ 18
2.3. Pihak-Pihak Yang Telah Diwawancarai dan Hubungannya Dengan Obyek Penilaian ...... 20
2.4. Informasi Keuangan........................................................................................................... 20
2.5. Informasi Perpajakan ......................................................................................................... 20
2.6. Tinjauan Ekonomi Mikro dan Makro Indonesia .................................................................. 20
2.6.1 Kajian Ekonomi Mikro Indonesia ..................................................................................... 20
2.6.2 Kajian Ekonomi Makro Indonesia .................................................................................... 22
2.6.3 Laju Inflasi ....................................................................................................................... 23
2.6.4 Perkembangan Nilai Tukar Rupiah ................................................................................. 23
2.6.5 Neraca Pembayaran Indonesia ....................................................................................... 24
2.6.6 Respons Kebijakan Bank Indonesia................................................................................ 25
2.7. Perkembangan Industri Distribusi Produk Telekomunikasi di Indonesia ............................ 27
2.7.1 Tantangan Industri Distribusi Produk Telekomunikasi di Indonesia ................................ 29
2.8. Prospek Usaha .................................................................................................................. 32

                                                                                                                                           1
Page 10
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
2.9. Aspek Teknis ..................................................................................................................... 33
2.9.1 Lokasi Kantor .................................................................................................................. 33
2.9.2 Jasa Yang Disediakan .................................................................................................... 33
2.10. Pesaing Usaha .................................................................................................................. 34
2.11. Informasi Non Keuangan yang Relevan Mengenai Obyek Penilaian ................................. 34
2.11.1 Pendirian ......................................................................................................................... 34
2.11.2 Manajemen Perusahaan ................................................................................................. 34
2.11.3 Kegiatan Usaha MKNT ................................................................................................... 37
2.12. Perjanjian Penting MKNT .................................................................................................. 37
2.13. Pasar Geografis ................................................................................................................. 38
2.14. Strategi Pemasaran ........................................................................................................... 38
2.15. Risiko Usaha & SWOT Analysis ........................................................................................ 39

3.       PENYESUAIAN TERHADAP LAPORAN KEUANGAN .................................................... 42

4.       ANALISIS ATAS LAPORAN KEUANGAN DAN INFORMASI KEUANGAN LAINNYA ... 43
4.1      Analisis Kinerja Keuangan ................................................................................................. 43
4.2      Informasi Keuangan Prospektif .......................................................................................... 46
4.3      Informasi Kompensasi Bagi Pemegang Saham................................................................. 46
4.4      Informasi Mengenai Asuransi yang Ditanggung oleh Perusahaan Untuk Karyawan Kunc 46
4.5      Analisis dan Pembahasan Manajemen .............................................................................. 46

5        ASET NON OPERASIONAL DAN LIABILITAS NON OPERASIONAL............................ 48

6    ANALISIS ATAS LAPORAN KEUANGAN DAN INFORMASI KEUANGAN LAINNYA
     PENENTUAN INDIKASI NILAI ......................................................................................... 49
6.1 Perhitungan Nilai Ekuitas ................................................................................................... 49
6.1.1 Indikasi Nilai Ekuitas – PT Digifast Kreasi Indonesia (PT DKI) ...................................... 49
6.1.2 Indikasi Nilai Ekuitas – PT Mitra Bintang Sejahtera Trading (PT MBST)....................... 51
6.1.3 Indikasi Nilai Ekuitas – MKNT ........................................................................................ 56

7        KLASIFIKASI PENILAI PUBLIK ....................................................................................... 61




                                                                                                                                           2
Page 11
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
1.     PENDAHULUAN
1.1.   Identifikasi Status Penilai
       Penilai Publik yang bertanda tangan dalam laporan ini bertindak dalam
       kapasitasnya sebagai Pimpinan Cabang dalam Kantor Jasa Penilai
       Publik (KJPP) Sih Wiryadi dan Rekan (SIH) dengan klasifikasi sebagai
       berikut:
       Nama Penilai            : Herly Lestari Harbi, S.E., M.Ec. Dev., MAPPI (Cert.)
       Klasifikasi Izin        : Penilai Bisnis
       No. MAPPI               : 01-S-01443
       No. Izin Penilai Publik : B-1.08.00038
       No. Register Penilai    : RMK-2017.00034
       No. STTD OJK            : STTD.PB-43/PJ-1/PM.02/2023
       No. STTD IKNB           : 062/NB.122/STTD-P/2017

       Dalam Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara
       Tbk dan Entitas Anak selanjutnya dalam laporan ini disebut (MKNT),
       Penilai Publik tersebut diatas menyatakan:
       • Penilai Publik dalam posisi untuk memberikan penilaian obyektif dan
         tidak memihak, yang dapat diartikan bahwa Penilai bersikap
         Independensi.
       • Penilai Publik tidak mempunyai atau mempunyai potensi benturan
         kepentingan dengan subyek dan/atau obyek penilaian.
       • Penilai Publik memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian.


1.2.   Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
       Dalam Penilaian 100,00% Ekuitas MKNT, Pemberi Tugas dan pengguna
       laporan, yaitu:

       Nama Perusahaan            : PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk.
       Alamat                     : AXA Tower Lantai 42 Suite 02, 03, dan
                                    05, Jalan Prof. Dr. Satrio Kavling 18, Karet
                                    Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan.
       Telepon                    : 021-65303450.


                                                                              3
Page 12
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
       Email                      : mitrakomunikasin@gmail.com.
       Persetujuan Pekerjaan      : Surat Penawaran Pr.BV.043/SIH-
                                    BGR/MKNT/V/26, tanggal
                                    26 Mei 2026.
       Tujuan                     : Untuk kepentingan transaksi jual beli, dan
                                    kepentingan ke Pasar Modal.


1.3.   Maksud dan Tujuan
       Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang Nilai
       Pasar 100,00% Ekuitas MKNT, yang akan digunakan dalam rangka
       kepentingan transaksi jual beli, dan kepentingan ke Pasar Modal.

       Tujuan dari penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat
       independen tentang Penilaian 100,00% Ekuitas MKNT yang dinyatakan
       dalam mata uang Rupiah atau ekuivalennya pada 31 Maret 2026.

       Penilaian ini kami laksanakan dengan mengacu kepada Kode Etik
       Penilai Indonesia (KEPI) dan Standar Penilaian Indonesia (SPI) -
       Edisi VII tahun 2018, serta Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
       Penilaian Usaha yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
       dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Salinan Peraturan
       Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 35/POJK.04/2020,
       tanggal 25 Mei 2020, dan Salinan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan
       Republik Indonesia Nomor 17/SEOJK.04/2020, tanggal 9 Agustus 2020.


1.4.   Identifikasi Obyek Penilaian
       Obyek penilaian dalam penugasan ini adalah Penilaian 100,00% Ekuitas
       MKNT, dalam rangka kepentingan transaksi jual beli, dan kepentingan
       ke Pasar Modal.




                                                                              4
Page 13
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
1.5.   Identifikasi Bentuk Kepemilikan
       Struktur modal MKNT berdasarkan Laporan Keuangan Unaudited per
       31 Maret 2026 adalah sebagai berikut:

       Tabel 1. Susunan Pemegang Saham MKNT
                                             Jumlah Lembar
         No       Nama Pemegang Saham                            Nilai Saham         Komposisi
                                                 Saham
         1    PT Monjess Investama             1.244.823.662   Rp 24.896.473.240,-     22,63%
         2    PT Sun International Capital       343.750.300   Rp 6.875.006.000,-       6,25%
         3    KPD Simas Equity Fund 2            275.587.200   Rp 5.511.744.000,-       5,01%
              Masyarakat (masing-masing di
         4
              bawah 5%)                        3.635.838.838   Rp 72.716.776.760,-     66,11%
                          Total                5.500.000.000   Rp110.000.000.000,-    100,00%
       Sumber: Laporan Keuangan Unaudited per 31 Maret 2026


1.6.   Premis Nilai Dan Dasar Nilai Yang Digunakan
       Objek penilaian adalah Penilaian 100,00% Ekuitas MKNT pada tanggal
       penilaian. Dengan mempertimbangkan tujuan penilaian serta asumsi
       transaksi antara pihak-pihak yang independen, memiliki pengetahuan
       yang memadai, bertindak secara hati-hati, dan tanpa paksaan, dasar nilai
       yang digunakan adalah Nilai Pasar. Nilai Pasar (Market Value) adalah
       estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh atau dibayar untuk
       penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal penilaian, antara
       pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat menjual,
       dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan
       secara layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar
       pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian dan tanpa paksaan. (SPI 101
       butir 3.1) dan (POJK Nomor 35/POJK.04/2020.

       Premis nilai yang digunakan adalah going concern, yaitu dengan asumsi
       bahwa MKNT akan melanjutkan kegiatan usahanya pada masa
       mendatang dan tidak terdapat niat maupun keharusan untuk melakukan
       likuidasi atau menghentikan sebagian besar kegiatan operasionalnya.
       Premis ini didasarkan pada masih berlangsungnya kegiatan usaha
       MKNT di bidang jasa teknologi informasi, telekomunikasi, dan solusi
       digital, keberadaan pelanggan dan mitra usaha yang berkelanjutan, serta
       tersedianya sumber daya dan aset operasional yang mendukung
       kegiatan perusahaan.




                                                                                            5
Page 14
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
1.7.    Tanggal Penilaian
        Tanggal efektif penilaian adalah per tanggal 31 Maret 2026, dimana
        batas tersebut diambil atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan
        penilaian. Berdasarkan Salinan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
        Republik Indonesia Nomor 35/POJK.04/2020, tanggal 25 Mei 2020,
        laporan ini berlaku selama 6 (enam) bulan sejak tanggal penilaian, dan
        akan berakhir pada tanggal 30 September 2026.


1.8.    Jenis Mata Uang Yang Digunakan
        Jenis mata uang yang digunakan dalam penugasan ini adalah mata uang
        Rupiah.


1.9.    Tingkat Kedalaman Investigasi
        Dalam Penilaian 100,00% Ekuitas MKNT, Penilai Publik telah melakukan
        investigasi untuk mendapatkan keyakinan bahwa apa yang sedang
        dilakukan penilaian sesuai dengan yang ada. Obyek penilaian MKNT
        yang berlokasi di AXA Tower Lantai 42 Suite 02, 03, dan 05, Jalan
        Prof.Dr. Satrio Kavling 18, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan.

        Penilai Publik juga melakukan wawancara kepada pihak manajemen
        MKNT dan pihak-pihak lain yang terkait. Selain itu, Penilai Publik juga
        telah melakukan konfirmasi kepada Pemberi Tugas bahwa objek
        penilaian tidak sedang atau telah dinilai oleh Penilai Publik lain untuk
        maksud, tujuan, penggunaan laporan dan tanggal penilaian yang sama
        atau berdekatan (dalam jangka waktu tidak lebih dari dua bulan).


1.10.   Sifat dan Sumber Informasi Yang Dapat Diandalkan
        Penilaian ini didasarkan pada analisis dan perhitungan atas saham yang
        dinilai sesuai dengan data dan informasi yang diperoleh, yaitu:
        Data Internal
        • Laporan Keuangan Audited Stand Alone MKNT per tanggal
          31 Desember 2021 sampai 31 Desember 2025.
        • Laporan Keuangan Audited Anak Perusahaan                 per   tanggal
          31 Desember 2021 sampai 31 Desember 2025.



                                                                               6
Page 15
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
       • Laporan Keuangan Unaudited Stand Alone MKNT per tanggal
          31 Maret 2026.
        • Laporan Keuangan Unaudited Anak Perusahaan per tanggal
          31 Maret 2026.
        • Copy Akta Pendirian, Akta Perubahan, dan Perizinan-perizinan seperti
          Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Tanda Daftar Perseroan
          (TDP), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan perizinan lainnya.
        • Company Profile MKNT.
        • Kontrak-kontrak perjanjian kerja sama.
        • Data-data lain yang di peroleh melalui wawancara atau interview
          dengan berbagai pihak terutama dengan pihak manajemen.

        Data Eksternal (Makro dan Mikro)
        • Salinan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor
          35/POJK.04/2020, tanggal 25 Mei 2020, tentang Penilaian Dan
          Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
        • Salinan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
          Nomor 17/SEOJK.04/2020, tanggal 9 Agustus 2020, tentang
          Pedoman Penilaian Dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis Di Pasar
          Modal.
        • Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) & Standar Penilaian Indonesia
          (SPI) - Edisi VII tahun 2018.
        • Laporan Kebijakan Moneter Triwulan I tahun 2026, dari Bank
          Indonesia.
        • Berbagai sumber informasi baik media cetak, elektronik dan hasil
          analisis lain yang kami anggap relevan.


1.11.   Asumsi dan Asumsi Khusus
        Berdasarkan Salinan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik
        Indonesia Nomor 35/POJK.04/2020, tanggal 25 Mei 2020, dan Surat
        Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor
        17/SEOJK.04/2020, tanggal 9 Agustus 2020, Asumsi adalah sesuatu
        yang dianggap akan terjadi termasuk fakta, syarat, atau keadaan yang
        mungkin dapat mempengaruhi objek penilaian atau pendekatan
        penilaian dan kewajarannya telah dianalisis oleh Penilai Bisnis sebagai
        bagian dari proses Penilaian (Bab I - Pasal I, Poin 15). Dan berdasarkan
        Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) & Standar Penilaian Indonesia (SPI)
                                                                               7
Page 16
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
       - Edisi VII tahun 2018, Asumsi Khusus adalah asumsi yang dibuat
       dengan mempertimbangkan fakta yang berbeda dengan yang
       sebenarnya pada tanggal penilaian. Asumsi khusus sering digunakan
       untuk menggambarkan efek pada situasi tertentu yang dapat
       mempengaruhi nilai. (Konsep dan Prinsip Umum Penilaian – poin
       12.4).

        Dalam penugasan ini, Penilai Publik berasumsi bahwa asumsi yang
        Penilai Publik gunakan adalah wajar dan relevan untuk diterima sebagai
        fakta walaupun tanpa melakukan penyelidikan tertentu.

        Penilai Publik berasumsi bahwa kondisi sosial, ekonomi, lingkungan dan
        Pemerintahan selama melaksanakan penilaian tidak mengalami
        perubahan. Secara khusus Penilai Publik juga berasumsi bahwa semua
        informasi yang dipublikasikan, data riset dan data dari Pemerintah
        semuanya dapat dipercaya.


1.12.   Pendekatan Penilaian dan Alasan Penggunaannya
        Dalam melakukan penilaian saham, ada beberapa pendekatan yang
        dapat diaplikasikan, namun sangat tergantung pada kondisi internal dan
        eksternal atau makro secara umum. Beberapa pendekatan dan metode
        yang kami pergunakan meliputi:

        a. Pendekatan Pasar (Market Approach) (SPI 330 – 5.23)

        Pendekatan pasar menghasilkan indikasi nilai dengan cara
        membandingkan aset yang dinilai dengan aset yang identik atau
        sebanding dan adanya informasi harga transaksi atau penawaran.

        Dalam pendekatan pasar, langkah pertama adalah mempertimbangkan
        harga yang baru terjadi di pasar dari transaksi aset yang identik atau
        sebanding. Jika transaksi terakhir yang telah terjadi hanya sedikit, dapat
        dipertimbangkan dengan menggunakan harga yang ditawarkan (untuk
        dijual) atau yang terdaftar (listed) dari aset yang identik atau sebanding,
        relevansinya dengan informasi ini perlu dilakukan penyesuaian atas
        informasi harga transaksi atau penawaran apabila terdapat perbedaan
        dengan transaksi yang sebenarnya, sesuai dengan dasar nilai dan
        asumsi yang akan digunakan dalam penilaian. Perbedaan dapat juga
        meliputi karakteristik hukum, ekonomi atau fisik aset yang ditransaksikan
        dan yang dinilai. (SPI - Edisi VII tahun 2018).




                                                                                 8
Page 17
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
       Ada 4 (empat) metode yang populer dalam pendekatan pasar yaitu:
       1. Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek (Guideline
          Publicly Traded Company Method). (SPI 330 – 5.23.d).
       2. Metode Pembanding Perusahaan Tertutup (Guideline Transaction
          Method atau Direct Market Data Method). (SPI 330 – 5.23.e).
       3. Metode Pembanding Perusahaan Merger dan Akuisisi (Guideline
          Merged and Acquired Company Method). (SPI 330 – 5.23.f).
       4. Metode Transaksi Sebelumnya (Prior Transaction Method). (SPI 330
          – 5.23.g).

       b. Pendekatan Pendapatan (Income Approach) (SPI 330 – 5.25)

       Pendekatan pendapatan menghasilkan indikasi nilai dengan mengubah
       arus kas di masa yang akan datang menjadi nilai kini.

       Pendekatan ini mempertimbangkan pendapatan yang akan dihasilkan
       aset selama masa manfaatnya dan menghitung nilai melalui proses
       kapitalisasi. Kapitalisasi merupakan konversi pendapatan menjadi
       sejumlah modal dengan mengunakan tingkat diskonto yang sesuai. Arus
       kas dapat diperoleh dari pendapatan suatu kontrak atau beberapa
       kontrak atau bukan dari kontrak, misalnya keuntungan yang diantisipasi
       akan diperoleh dari penggunaan atau kepemilikan atas suatu aset.
       (SPI - Edisi VII tahun 2018).

       Ada 2 (dua) metode yang umum dalam pendekatan pendapatan
       (SPI 330 – 5.25.c), yaitu:
       1. Metode Diskonto Arus Kas (Discounted Cash Flow Method).
       2. Metode Kapitalisasi Pendapatan (Capitalization of Income Method).

       c. Pendekatan Aset (Asset Based Approach) (SPI 330 – 5.32)

       Pendekatan aset menghasilkan indikasi nilai dengan menggunakan
       prinsip ekonomi, dimana pembeli tidak akan membayar suatu aset lebih
       daripada biaya untuk memperoleh aset dengan kegunaan yang sama
       atau setara, pada saat pembelian atau konstruksi.

       Pendekatan ini berdasarkan prinsip harga yang akan dibayar pembeli di
       pasar untuk aset yang dinilai, tidak lebih dari biaya untuk membeli atau
       membangun untuk aset yang setara, kecuali ada faktor waktu yang tidak
       wajar, ketidaknyamanan, risiko atau faktor lainnya. Umumnya aset yang
       dinilai kurang menarik dikarenakan faktor usia atau sudah usang,
       dibandingkan aset alternatif yang baru dibeli atau dibangun. Untuk hal

                                                                              9
Page 18
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
       ini, diperlukan penyesuaian karena adanya perbedaan biaya dengan
       aset alternatif, tergantung pada dasar nilai yang diperlukan. (SPI - Edisi
       VII tahun 2018).

        Ada 2 (dua) metode yang umum dalam pendekatan aset (SPI 330 –
        5.32.h), yaitu:
        1. Metode Penyesuaian Aktiva Bersih (PAB) - Adjusted Net Asset
           Method (ANAM), Adjusted Book Value Method (ABVM), Net Asset
           Valuation Method (NAVM) dan Assets Accumulation Method (AAM).
        2. Metode Kelebihan Pendapatan - Excess Earning Method (EEM).

        Metode dan Pendekatan yang akan digunakan disesuaikan dengan
        kondisi dan situasi yang ada berkenaan dengan ketersediaan data dan
        informasi yang diperlukan serta tujuan dari dilakukannya penilaian.

        Dalam penilaian ini, pendekatan yang diaplikasikan adalah Pendekatan
        Aset (Asset Based Approach) dengan aplikasi Adjusted Book Value
        (ABV) Method dan Pendekatan Pasar (Market Approach) dengan
        aplikasi Guideline Publicly Traded Company (GPTC) Method.
        Pendekatan ini dipilih dengan pertimbangan bahwa nilai ekuitas
        perusahaan dapat diestimasi secara memadai berdasarkan nilai pasar
        aset setelah dikurangi dengan nilai pasar liabilitas pada tanggal
        penilaian. Dalam penerapannya, nilai buku seluruh aset dan liabilitas
        perusahaan akan ditelaah dan disesuaikan untuk mencerminkan nilai
        pasar atau nilai ekonomisnya, termasuk dengan mempertimbangkan
        kualitas dan kolektibilitas aset, aset dan liabilitas yang belum tercatat,
        aset nonoperasional, liabilitas kontinjensi, serta dampak perpajakan
        yang relevan.

        Penilai Publik wajib memilih dan menerapkan Pendekatan Penilaian,
        Metode Penilaian, dan Prosedur Penilaian, yang sesuai dengan definisi
        Nilai yang dicari dan karakteristik Penilaian. (Nomor 35/POJK.04/2020,
        Bab VII, Pasal 28.1.b).


1.13.   Kesimpulan Penilaian
        Kesimpulan penilaian di dalam laporan ini dinyatakan dalam jumlah
        nominal dan disebutkan dalam jumlah terbilang secara konsisten.
        (SPI 105 – 5.1.d).




                                                                                10
Page 19
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
1.14.   Persyaratan Atas Persetujuan Untuk Publikasi
        Hasil penilaian ini hanya ditujukan kepada Pemberi Tugas sesuai dengan
        tujuan yang telah disetujui. Untuk penggunaan maupun publikasi kepada
        pihak selain Pemberi Tugas, maka harus mendapatkan persetujuan
        tertulis dari KJPP SIH.


1.15.   Konfirmasi Bahwa Penilaian Dilakukan Berdasarkan SPI
        Dalam penyusunan laporan Penilaian 100,00% Ekuitas MKNT, Penilai
        Publik melakukan berdasarkan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) dan
        Standar Penilaian Indonesia (SPI) - Edisi VII tahun 2018, serta
        Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020, tanggal
        25 Mei 2020, dan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor
        17/SEOJK.04/2020, tanggal 9 Agustus 2020.


1.16.   Kondisi Dan Syarat Pembatas
        1. KJPP SIH maupun anggota atau karyawan tidak bertanggung jawab
           kepada pihak manapun, selain kepada MKNT, termasuk dalam hal
           kesalahan ataupun kekurangan yang timbul sehubungan dengan
           kurangnya informasi serta data yang diberikan Pemberi Tugas
           kepada Penilai.
        2. Bahwa semua dokumen, pernyataan-pernyataan dan keterangan-
           keterangan yang diberikan oleh Pemberi Tugas atau pihak ketiga
           kepada kami untuk tujuan penilaian saham ini adalah benar, akurat,
           lengkap dan sesuai dengan keadaan sebenarnya, serta tidak
           mengalami perubahan sampai dengan tanggal diberikannya
           penilaian saham ini.
        3. Kami tidak mempunyai kepentingan terhadap aset, kepemilikan atau
           kepentingan bisnis yang menjadi subyek dari penilaian ini, baik untuk
           saat ini maupun dimasa mendatang.
        4. Laporan penilaian saham yang dihasilkan oleh KJPP SIH bersifat
           non disclaimer opinion.
        5. Data-data dan informasi yang diperoleh KJPP SIH berasal dari
           sumber yang dapat dipercaya keakuratannya.
        6. KJPP SIH menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan
           yang mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh
           manajemen dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).


                                                                              11
Page 20
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
       7. Penilai Publik berasumsi bahwa asumsi yang digunakan adalah
           wajar dan relevan untuk diterima sebagai fakta walaupun tanpa
           melakukan penyelidikan tertentu, dan dapat dipertanggung
           jawabkan dalam laporan penilaian bisnis.
       8. KJPP SIH bertanggung jawab atas laporan penilaian saham dan
          kesimpulan laporan penilaian saham.
       9. Informasi atas status hukum obyek penilaian dari Pemberi Tugas
          dianggap benar dan dapat dipercaya, KJPP SIH tidak bertanggung
          jawab jika ternyata informasi yang diberikan itu terbukti tidak sesuai
          dengan hal yang sesungguhnya.
       10. Kami tidak memiliki kepentingan pribadi atau kecenderungan untuk
           berpihak berkenaan dengan subyek dari laporan ini maupun pihak-
           pihak yang terlibat didalamnya.
       11. Biaya jasa penilaian atau fee yang kami terima dari penugasan
           penilaian ini tidak dikaitkan dengan nilai yang dilaporkan didasarkan
           pada hasil penilaian yang telah ditentukan sebelumnya.
       12. Berdasarkan pengetahuan dan keyakinan kami, pernyataan-
           pernyataan mengenai fakta dalam laporan ini yang menjadi dasar
           dari analisis, kesimpulan dan opini yang kami nyatakan adalah benar.
       13. Laporan penilaian ekuitas ini terbuka untuk publik, kecuali terdapat
           informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi
           operasional perusahaan.
       14. Penilai Publik bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan
           kewajaran proyeksi keuangan.
       15. Analisis, opini dan kesimpulan telah dibuat, dan laporan ini telah
           disusun sesuai dengan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) dan
           Standar Penilaian Indonesia (SPI) - Edisi VII tahun 2018.
       16. Apabila tidak ada persetujuan yang disepakati bersama sebelumnya,
           kami tidak diwajibkan untuk memberikan kesaksian kepada
           pengadilan ataupun badan Pemerintah lainnya sehubungan dengan
           saham yang dinilai.
       17. Semua tuntutan bilamana ada, telah diabaikan. Oleh karena saham
           yang dinilai sesuai dengan syarat pembatas poin kedua, dianggap
           berada dibawah hak milik yang sah.
       18. Tanda tangan pimpinan dan cap perusahaan yang resmi merupakan
           syarat mutlak sahnya Certificate of Appraisal ini dan Laporan
           Penilaian yang terlampir.


                                                                              12
Page 21
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
1.17.   Definisi dan Istilah Yang Digunakan Dalam Penilaian
        MAPPI            : Masyarakat Profesi Penilai Indonesia.

        KEPI 2018        : Kode Etik Penilai Indonesia 2018.

        SPI 2018         : Standar Penilaian Indonesia tahun 2018.

        KPUP 2018        : Konsep dan Prinsip Umum Penilaian tahun 2018.

        BAPEPAM          : Badan Pengawas Pasar Modal.

        IKNB             : Industri Keuangan Non Bank.

        LK               : Lembaga Keuangan.

        OJK              : Otoritas Jasa Keuangan.

        KJPP SIH         : Kantor Jasa Penilai Publik Sih Wiryadi dan Rekan.

        MKNT             : PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk.

        Objek Penilaian : Objek Penilaian dapat merupakan aset, liabilitas,
                          entitas, ekuitas, kepentingan dan/atau kerugian
                          ekonomis yang dinilai. (SPI 330 - 3.20).

        Tanggal          : Tanggal Penilaian adalah tanggal pada saat nilai,
        Penilaian          hasil penilaian, atau perhitungan manfaat ekonomi
        (Cut Off Date)     dinyatakan dan diberlakukan.
                           (SPI 103 - 5.3 - a.8, Salinan POJK Nomor
                           35/POJK.04/2020, Bab I, Pasal I - poin 9, dan
                           SEOJK Nomor 17/SEOJK.04/2020, Bab I – poin
                           8).

        Nilai Pasar      : Nilai Pasar didefinisikan sebagai estimasi sejumlah
                           uang dapat di peroleh atau dibayar untuk
                           penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal
                           penilaian, antara pembeli yang berminat membeli
                           dengan penjual yang berminat menjual, dalam
                           suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya
                           dilakukan secara layak, dimana kedua pihak
                           masing-masing bertindak atas dasar pemahaman
                           yang dimilikinya. Kehati-hatian dan tanpa paksaan.



                                                                             13
Page 22
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
                           (SPI 101 - 3.1, Salinan POJK Nomor
                           35/POJK.04/2020, Bab I, Pasal I - poin 14, dan
                           SEOJK Nomor 17/SEOJK.04/2020, Bab I – poin
                           14).

       Asumsi            : Asumsi adalah sesuatu yang dianggap akan terjadi
                           termasuk fakta, syarat atau keadaan yang mungkin
                           dapat mempengaruhi Objek Penilaian atau
                           Pendekatan Penilaian dan Kewajarannya telah
                           dianalisis oleh Penilai Publik sebagai bagian dari
                           proses penilaian.
                           (Salinan POJK Nomor 35/POJK.04/2020, Bab I,
                           Pasal I - poin 15, dan SEOJK Nomor
                           17/SEOJK.04/2020, Bab I – poin 15).

       Arus Kas          : Arus Kas Bersih (AKB) adalah jumlah kas yang:
       Bersih (AKB)
                        a. Tersedia setelah terpenuhinya kebutuhan kas
                           untuk kegiatan operasional.
                        b. Merupakan arus kas yang tersedia bagi penyedia
                           modal (utang dan ekuitas).
                        c. Telah     bebas    dari    kewajiban     untuk
                           mempertahankan operasi saat ini (current
                           operation) & untuk mengantisipasi pertumbuhan
                           perusahaan.
                           (SPI 330 - 3.1, Salinan POJK Nomor
                           35/POJK.04/2020, Bab I, Pasal I - poin 36, dan
                           SEOJK Nomor 17/SEOJK.04/2020, Bab I - poin
                           36).

       Diskon            : Diskon Likuiditas Pasar (Discount For Lack of
       Likuiditas          Marketability) adalah suatu jumlah atau persentase
       Pasar               tertentu yang merupakan pengurang dari nilai suatu
       (Discount For       ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya likuiditas
       Lack of             Obyek Penilaian.
       Marketability)
                           (SPI 330 - 3.7, Salinan POJK Nomor
                           35/POJK.04/2020, Bab I, Pasal I - poin 29, dan
                           SEOJK Nomor 17/SEOJK.04/2020, Bab I - poin
                           26).




                                                                             14
Page 23
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
       Diskon Tanpa      : Diskon Pengendalian (Discount For Lack of
       Pengendalian        Control) adalah suatu jumlah atau persentase
       (Discount For       tertentu yang merupakan pengurang dari nilai suatu
       Lack of             ekuitas sebagai cerminan dari tingkat pengendalian
       Control)            atas Obyek Penilaian.
                           (SPI 330 - 3.6, Salinan POJK Nomor
                           35/POJK.04/2020, Bab I, Pasal I - poin 28, dan
                           SEOJK Nomor 17/SEOJK.04/2020, Bab I - poin
                           25).

        Premi Kendali    : Premi Pengendalian (Premium for Control) adalah
        (Control           suatu jumlah atau persentase tertentu yang
        Premium)           merupakan penambahan dari nilai suatu ekuitas
                           sebagai cerminan dari tingkat pengendalian atas
                           Obyek Penilaian.
                           (SPI 330 - 3.23, Salinan POJK Nomor
                           35/POJK.04/2020, Bab I, Pasal I - poin 31, dan
                           SEOJK Nomor 17/SEOJK.04/2020, Bab I - poin
                           31).


1.18.   Tingkat Likuiditas Pasar Obyek Penilaian (Marketability)
        Mengingat MKNT bergerak di bidang teknologi informasi,
        telekomunikasi, dan solusi digital yang didukung oleh kebutuhan pasar
        yang terus berkembang seiring dengan peningkatan transformasi digital
        di berbagai sektor, serta didukung oleh kemampuan perusahaan dalam
        mengelola aset lancar, piutang usaha, dan sumber daya operasionalnya
        untuk memenuhi kewajiban jangka pendek, maka dapat dikatakan
        bahwa MKNT berada pada kondisi tingkat likuiditas yang memadai.
        Kondisi tersebut mencerminkan kemampuan perusahaan dalam
        menjaga kelancaran operasional dan memenuhi kewajiban finansialnya
        tepat waktu, sehingga mendukung keberlangsungan usaha secara
        berkelanjutan.


1.19.   Penjelasan Mengenai Kejadian Penting Setelah Tanggal
        Penilaian
        Berdasarkan dokumen dan informasi yang diterima Penilai, sejak tanggal
        penilaian 31 Maret 2026 sampai dengan tanggal laporan penilaian 16 Juli
        2026 terdapat kejadian penting setelah tanggal penilaian.



                                                                             15
Page 24
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
       Pada tanggal 29 Mei 2026, MKNT menandatangani Akta Perjanjian Jual
       Beli Saham PT Citra Baru Steel untuk pembelian sebanyak 49.999.999
       saham dengan harga transaksi sebesar Rp668.006.058.612,-, yang
       berdasarkan perjanjian dijadwalkan untuk dibayarkan pada tanggal
       30 Juni 2026. Pada tanggal yang sama, MKNT juga menandatangani
       Akta Perjanjian Jual Beli Saham PT Radja Udang Malingping untuk
       pembelian sebanyak 152.990 saham dengan harga transaksi sebesar
       Rp156.490.000.000,-, dengan pembayaran yang telah dilakukan
       sebesar Rp154.925.100.000,- dan sisa pembayaran sebesar
       Rp1.564.900.000,-.

        Sehubungan dengan transaksi tersebut, peralihan saham PT Citra Baru
        Steel telah diterima dan dicatat dalam Sistem Administrasi Badan Hukum
        Kementerian Hukum Republik Indonesia pada tanggal 10 Juni 2026
        berdasarkan Akta Notaris Nomor 29 tanggal 29 Mei 2026. Sementara itu,
        sisa kewajiban pembayaran atas pembelian saham PT Radja Udang
        Malingping sebesar Rp1.564.900.000,- telah diakui sebagai utang MKNT
        kepada PT Mazon Bumi Mining berdasarkan Perjanjian Hutang-Piutang
        tanggal 29 Mei 2026. Utang tersebut tidak dikenakan bunga sepanjang
        dilunasi paling lambat pada tanggal 31 Agustus 2026 dan dijamin dengan
        gadai sebanyak 1.530 saham PT Radja Udang Malingping yang dimiliki
        MKNT.

        Peristiwa-peristiwa tersebut terjadi setelah tanggal penilaian dan,
        berdasarkan dokumen yang tersedia, merupakan transaksi yang
        dilaksanakan setelah tanggal 31 Maret 2026. Oleh karena itu, dalam
        Penilaian 100,00% Ekuitas MKNT dengan Pendekatan Aset (Asset
        Based Approach) dengan aplikasi Adjusted Book Value (ABV)
        Method, transaksi pembelian saham, kewajiban pembayaran, utang,
        dan penjaminan saham tersebut tidak diperhitungkan dalam posisi aset
        dan liabilitas pada tanggal penilaian, kecuali sepanjang terdapat bukti
        bahwa transaksi tersebut berkaitan dengan kondisi atau kewajiban yang
        telah ada pada tanggal penilaian. Meskipun demikian, kejadian tersebut
        diungkapkan karena berpotensi memengaruhi komposisi aset dan
        liabilitas, likuiditas, serta profil usaha MKNT setelah tanggal penilaian.
        Dengan demikian, kesimpulan nilai dalam laporan ini tetap berlaku pada
        tanggal 31 Maret 2026 dan tidak dimaksudkan untuk mencerminkan nilai
        ekuitas MKNT pada tanggal 16 Juli 2026.


1.20.   Tambahan Informasi Lain di Luar Hal-Hal yang Telah Diuraikan
        Seluruh informasi material yang menyangkut penilaian saham telah
        diungkapkan seluruhnya kepada KJPP SIH dan tidak ada pengurangan
        atas fakta-fakta yang penting.
                                                                                16
Page 25
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
2.     DATA DAN INFORMASI
2.1.   Hasil Pelaksanaan Inspeksi
       Berikut ini hasil pelaksanaan inspeksi lokasi dilapangan:
       Nama Perusahaan                 :   PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk.
       Alamat                          :   AXA Tower Lantai 42 Suite 02, 03, dan 05,
                                           Jalan Prof. Dr. Satrio Kavling 18, Karet
                                           Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan.
       Telepon                         :   021-65303450.
       Tanggal Inspeksi                :   02 Juli 2026.
       Surveyor                        :   Mutiara Sri Lestari.
                                           Khevin Alkessa.




           Tampak Depan Bangunan Kantor              Tampak Ruang Masuk Kantor




                 Tampak Ruang Kantor                       Tampak Ruang Lobby




                                                                                 17
Page 26
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
2.2.   Hasil Pemeriksaan Atas Dokumen Hukum Yang Relevan Dengan
       Obyek Penilaian
       Dalam menjalankan kegiatan usahanya, MKNT telah memperoleh
       perizinan-perizinan yang diperlukan, antara lain:

       1. Akta Pendirian milik MKNT Nomor 27, tanggal 14 Juli 2008, yang
          dibuat Notaris Rose Takarina, S.H. Notaris di Jakarta, yang telah
          disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
          Indonesia.
       2. Akta Perubahan milik MKNT Nomor 324, tanggal 26 Februari 2015,
          yang dibuat Hasbullah Abdul Rasyid, S.H., M.Kn. Notaris di Jakarta
          Selatan, yang telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi
          Manusia Republik Indonesia.
       3. Akta Perubahan milik MKNT Nomor 179, tanggal 17 Juni 2015, yang
          dibuat Hasbullah Abdul Rasyid, S.H., M.Kn. Notaris di Jakarta Selatan,
          yang telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
          Republik Indonesia.
       4. Akta Perubahan milik MKNT Nomor 149, tanggal 21 Juni 2015, yang
          dibuat Hasbullah Abdul Rasyid, S.H., M.Kn. Notaris di Jakarta Selatan,
          yang telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
          Republik Indonesia.
       5. Akta Perubahan milik MKNT Nomor 311, tanggal 26 Juni 2015, yang
          dibuat Hasbullah Abdul Rasyid, S.H., M.Kn. Notaris di Jakarta Selatan,
          yang telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
          Republik Indonesia.
       6. Akta Perubahan milik MKNT Nomor 312, tanggal 26 Juni 2015, yang
          dibuat Hasbullah Abdul Rasyid, S.H., M.Kn. Notaris di Jakarta Selatan,
          yang telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
          Republik Indonesia.
       7. Akta Perubahan milik MKNT Nomor 141, tanggal 24 Juli 2015, yang
          dibuat Hasbullah Abdul Rasyid, S.H., M.Kn. Notaris di Jakarta Selatan,
          yang telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
          Republik Indonesia.
       8. Akta Perubahan milik MKNT Nomor 108, tanggal 13 November 2015,
          yang dibuat Hasbullah Abdul Rasyid, S.H., M.Kn. Notaris di Jakarta
          Selatan, yang telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi
          Manusia Republik Indonesia.



                                                                              18
Page 27
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
       9. Akta Perubahan milik MKNT Nomor 146, tanggal 31 Desember 2015,
          yang dibuat Hasbullah Abdul Rasyid, S.H., M.Kn. Notaris di Jakarta
          Selatan, yang telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi
          Manusia Republik Indonesia.
      10. Akta Perubahan milik MKNT Nomor 149, tanggal 21 Juni 2016, yang
          dibuat Hasbullah Abdul Rasyid, S.H., M.Kn. Notaris di Jakarta Selatan,
          yang telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
          Republik Indonesia.
      11. Akta Perubahan milik MKNT Nomor 179, tanggal 19 Juni 2017, yang
          dibuat Hasbullah Abdul Rasyid, S.H., M.Kn. Notaris di Jakarta Selatan,
          yang telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
          Republik Indonesia.
      12. Akta Perubahan milik MKNT Nomor 26, tanggal 25 Agustus 2021,
          yang dibuat Rahayu Ningsih, S.H. Notaris di Jakarta, yang telah
          disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
          Indonesia.
      13. Akta Perubahan milik MKNT Nomor 03, tanggal 19 Februari 2026,
          yang dibuat Rahayu Ningsih, S.H. Notaris di Jakarta, yang telah
          disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
          Indonesia.
      14. Akta Perubahan milik MKNT Nomor 01, tanggal 02 Maret 2026, yang
          dibuat Rahayu Ningsih, S.H. Notaris di Jakarta, yang telah disahkan
          oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
      15. Akta Perubahan milik MKNT Nomor 12, tanggal 30 April 2026, yang
          dibuat Rahayu Ningsih, S.H. Notaris di Jakarta, yang telah disahkan
          oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
      16. Akta Perubahan Terakhir milik MKNT Nomor 14, tanggal 14 Juli 2026,
          yang dibuat Rahayu Ningsih, S.H. Notaris di Jakarta, yang telah
          disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
          Indonesia.
      17. Nomor Induk Berusaha         (NIB)   milik   MKNT,   dengan    Nomor
          2607230377659.
      18. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) milik MKNT, dengan Nomor
          21.046.850.0-028.000.




                                                                              19
Page 28
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
2.3.     Pihak-Pihak Yang Telah Diwawancarai dan Hubungannya Dengan
         Obyek Penilaian
         Pihak-pihak yang telah diwawancarai adalah:
         1. Bapak Jefri Junaedi selaku Direktur Utama.


2.4.    Informasi Keuangan
        Hasil pertimbangan pada laporan keuangan yang disediakan MKNT,
        hasil pada status laporan keuangan memiliki opini keterangan sebagai
        berikut:

        Tabel 2. Informasi Keuangan MKNT
        Tahun    Status           Nama KAP                        Nama AP                  Opini
        2021     Audited     Gideon, Adi dan Rekan   Wiliam Suria Djaja Salim (AP. 1256)   Wajar
        2022     Audited     Gideon, Adi dan Rekan         Gideon Adi (AP. 0460)           Wajar
        2023     Audited     Gideon, Adi dan Rekan         Gideon Adi (AP. 0460)           Wajar
        2024     Audited     Gideon, Adi dan Rekan         Gideon Adi (AP. 0460)           Wajar
        2025     Audited     Gideon, Adi dan Rekan   Wiliam Suria Djaja Salim (AP. 1256)   Wajar
        2026    Unaudited              -                              -                      -
        Sumber: Manajemen MKNT


2.5.    Informasi Perpajakan
        Pada laporan keuangan unaudited posisi per tanggal 31 Maret 2026,
        MKNT memiliki Utang Pajak sebesar Rp549.583.000,-.


2.6.    Tinjauan Ekonomi Mikro dan Makro Indonesia
2.6.1   Kajian Ekonomi Mikro Indonesia
         Perang di Timur Tengah makin memperburuk kondisi dan prospek
         perekonomian global. Harga minyak dan komoditas dunia meningkat
         tinggi dan diikuti dengan disrupsi rantai pasok perdagangan antarnegara
         yang makin dalam. Imbal hasil (yield) United States (US) Treasury juga
         terus meningkat dipengaruhi dampak prakiraan defisit fiskal Amerika
         Serikat (AS) yang lebih besar. Aliran modal global terus bergeser ke
         safe-haven assets, terutama pasar uang Amerika Serikat (AS), sejalan
         dengan meningkatnya preferensi investor terhadap aset aman (flight to
         safety). Indeks dolar Amerika Serikat (AS) terhadap mata uang negara
         maju (DXY) terus menguat, sedangkan mata uang emerging markets
         makin tertekan. Memburuknya perekonomian dan pasar keuangan
                                                                                             20
Page 29
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
        global tersebut mengharuskan penguatan respons dan sinergi kebijakan
        fiskal dan moneter guna menjaga ketahanan eksternal, memperkuat
        stabilitas, dan mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.

        Di dalam negeri, pertumbuhan ekonomi Indonesia perlu terus didorong
        sehingga tetap baik di tengah memburuknya kondisi dan prospek
        ekonomi global. Berbagai indikator terkini menunjukkan pertumbuhan
        ekonomi triwulan I tahun 2026 meningkat ditopang oleh permintaan
        domestik. Konsumsi rumah tangga naik didukung keyakinan pelaku
        ekonomi dan kondisi Penghasilan yang terjaga serta kenaikan
        permintaan selama perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN)
        Idulfitri 1447 H. Belanja Pemerintah meningkat seiring pemberian
        Tunjangan Hari Raya (THR) dan kenaikan belanja sosial serta berbagai
        insentif lainnya, termasuk transfer ke daerah. Investasi, khususnya
        bangunan, juga tetap baik didorong terutama oleh akselerasi investasi
        terkait berbagai program prioritas Pemerintah.

        Kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) perlu terus diperkuat
        sehingga dapat memitigasi dampak berlanjutnya perang di Timur
        Tengah. Kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah terus diperkuat di tengah
        meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global. Inflasi Indeks
        Harga Konsumen (IHK) tetap terkendali. Kebijakan moneter Bank
        Indonesia terus diperkuat untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dan
        turut mendorong pertumbuhan ekonomi. Kebijakan Insentif Likuiditas
        Makroprudensial (KLM) terus dioptimalkan untuk mendorong
        peningkatan kredit atau pembiayaan perbankan ke sektor prioritas guna
        tetap mendukung pertumbuhan ekonomi. Transmisi pelonggaran
        kebijakan moneter terhadap penurunan suku bunga perbankan masih
        berlanjut.

          Gambar 1. Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Domestik dan Komponen
                                     Berdasarkan Lapangan Usaha




       Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan I Tahun 2026
                                                                                    21
Page 30
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
2.6.2   Kajian Ekonomi Makro Indonesia
        Ekonomi Indonesia triwulan I tahun 2026 terhadap triwulan I tahun 2025
        (y-on-y) tumbuh sebesar 5,61%. Pertumbuhan terjadi pada hampir
        seluruh lapangan usaha, kecuali pertambangan dan penggalian serta
        pengadaan listrik dan gas yang masing-masing terkontraksi sebesar
        2,14% dan 0,99%.

        Lapangan usaha yang tumbuh signifikan adalah penyediaan akomodasi
        dan makan minum sebesar 13,14%, diikuti oleh jasa lainnya sebesar
        9,91%, serta transportasi dan pergudangan sebesar 8,04%. Sementara
        itu, industri pengolahan yang memiliki peran dominan terhadap
        perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 5,04%.

         Gambar 2. Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I Tahun 2026 Terhadap Triwulan I Tahun
                                             2025 (Y-on-Y)




        Sumber: Berita Resmi Statistik, Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (Y-on-Y)
        (persen), Triwulan I Tahun 2025, Triwulan IV Tahun 2025, dan Triwulan I Tahun 2026

        Struktur Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia menurut lapangan
        usaha atas dasar harga berlaku pada triwulan I tahun 2026 tidak
        menunjukkan perubahan berarti. Perekonomian Indonesia masih
        didominasi oleh lapangan usaha industri pengolahan sebesar 19,07%,
        diikuti oleh perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda
        motor sebesar 13,28%, pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar
        12,6%, konstruksi sebesar 9,8%, serta pertambangan dan penggalian
        sebesar 8,69%.




                                                                                       22
Page 31
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
2.6.3   Laju Inflasi

        Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) tetap terkendali. Inflasi Indeks
        Harga Konsumen (IHK) pada Maret 2026 tercatat sebesar 3,48% (yoy),
        lebih rendah dibandingkan dengan realisasi pada bulan sebelumnya
        sebesar 4,76% (yoy).

        Inflasi inti menurun menjadi 2,52% (yoy) seiring tetap terjaganya
        ekspektasi inflasi sesuai dengan sasaran yang didukung konsistensi
        kebijakan moneter Bank Indonesia. Inflasi kelompok volatile food (VF)
        juga turun menjadi 4,24% (yoy) didukung oleh kecukupan pasokan
        komoditas pangan utama di tengah peningkatan permintaan pada
        periode perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447
        H.

        Inflasi kelompok administered prices (AP) menurun menjadi 6,08% (yoy)
        dari realisasi bulan sebelumnya sebesar 12,66% (yoy) seiring
        minimalnya kebijakan harga yang diatur Pemerintah serta berakhirnya
        faktor temporer base effect dari kebijakan diskon tarif listrik rumah tangga
        pada Januari dan Februari 2025.

                  Gambar 3. Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) dan Komponen




        Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan I Tahun 2026


2.6.4   Perkembangan Nilai Tukar Rupiah
        Nilai tukar rupiah diprakirakan akan stabil dengan kecenderungan
        menguat, didukung oleh imbal hasil yang menarik, inflasi yang rendah,
        dan tetap baiknya prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia. Bank
        Indonesia berkomitmen untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah,

                                                                                  23
Page 32
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
       termasuk melalui intervensi terukur di transaksi Non Deliverable Forward
       (NDF), Domestic Non Deliverable Forward (DNDF), dan pasar spot, serta
       memperkuat strategi operasi moneter pro market.


2.6.5   Neraca Pembayaran Indonesia
        Kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) perlu terus diperkuat
        sehingga dapat memitigasi dampak berlanjutnya perang di Timur
        Tengah. Neraca perdagangan pada Januari hingga Februari 2026
        mencatat surplus sebesar 2,2 miliar dolar Amerika Serikat (AS), terutama
        bersumber dari surplus neraca perdagangan nonmigas serta defisit
        neraca perdagangan migas yang menurun.

        Dari transaksi modal dan finansial, investasi portofolio asing pada
        Januari hingga Maret 2026 mencatat net outflows sebesar 1,7 miliar dolar
        Amerika Serikat (AS), terutama dipengaruhi oleh ketidakpastian pasar
        keuangan global yang dipicu perang di Timur Tengah. Pada awal triwulan
        II tahun 2026 (hingga 20 April 2026), aliran modal kembali mencatat net
        inflows sebesar 1,9 miliar dolar Amerika Serikat (AS), terutama ditopang
        oleh aliran masuk modal asing ke Sekuritas Rupiah Bank Indonesia
        (SRBI) dan Surat Berharga Negara (SBN) yang didorong oleh
        peningkatan imbal hasil di kedua instrumen.

        Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Maret 2026 tercatat
        sebesar 148,2 miliar dolar Amerika Serikat (AS), setara dengan
        pembiayaan 6,0 bulan impor atau 5,8 bulan impor dan pembayaran utang
        luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan
        internasional sekitar 3 bulan impor.

                            Gambar 4. Neraca Pembayaran Indonesia




        Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan I Tahun 2026

                                                                              24
Page 33
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
2.6.6   Respons Kebijakan Bank Indonesia
        Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 21 hingga 22 April
        2026 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75%, suku
        bunga Deposit Facility sebesar 3,75%, dan suku bunga Lending Facility
        sebesar 5,50%. Keputusan ini masih konsisten dengan upaya
        meningkatkan efektivitas strategi penyesuaian struktur suku bunga
        instrumen operasi moneter dalam memperkuat stabilisasi nilai tukar
        Rupiah dari dampak memburuknya kondisi perekonomian global akibat
        perang di Timur Tengah.

        Ke depan, Bank Indonesia siap menempuh penguatan lebih lanjut
        kebijakan moneter yang diperlukan untuk tetap mempertahankan
        stabilitas nilai tukar Rupiah dan menjaga inflasi tahun 2026 dan tahun
        2027 dalam sasaran 2,5±1%. Sementara itu, kebijakan makroprudensial
        terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui
        peningkatan kredit atau pembiayaan ke sektor riil dengan tetap
        mempertahankan stabilitas sistem keuangan.

        Kebijakan sistem pembayaran terus diarahkan untuk turut menopang
        kegiatan ekonomi melalui perluasan akseptasi pembayaran digital,
        penguatan struktur industri sistem pembayaran, serta peningkatan
        keandalan dan ketahanan infrastruktur sistem pembayaran.

        Arah bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem
        pembayaran dalam mempertahankan stabilitas dan turut mendorong
        pertumbuhan ekonomi berkelanjutan juga didukung dengan langkah-
        langkah kebijakan pendukung.

        1. Memperkuat efektivitas implementasi kebijakan moneter untuk
            mempertahankan stabilitas nilai tukar Rupiah dan menjaga inflasi
            tahun 2026 dan tahun 2027 dalam sasaran 2,5±1%, dengan:
            I.  Memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah melalui intervensi, baik
                transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar luar negeri
                maupun transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward
                (DNDF) di pasar domestik;
           II.  Memperkuat struktur suku bunga instrumen moneter pro market
                untuk tetap menarik aliran masuk investasi portofolio asing ke
                aset keuangan domestik dalam mendukung stabilisasi nilai tukar
                Rupiah; dan
          III. Menjaga pertumbuhan Uang Primer lebih dari 10% sesuai
                dengan ekspansi moneter untuk memastikan kecukupan
                likuiditas di pasar uang dan perbankan, termasuk melalui
                transaksi Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder
                secara terukur.
                                                                                25
Page 34
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
       2. Memperkuat efektivitas implementasi kebijakan makroprudensial
          akomodatif untuk mendorong pertumbuhan kredit atau pembiayaan
          dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi dan tetap menjaga
          stabilitas sistem keuangan, dengan:
           I. Mempertahankan: (i) Rasio Countercyclical Capital Buffer
                (CCyB) sebesar 0%; (ii) Rasio Intermediasi Makroprudensial
                (RIM) pada kisaran 84 hingga 94%; (iii) Rasio Pendanaan Luar
                Negeri (RPLN) maksimum 35% dari modal bank; (iv) Rasio
                Penyangga Likuiditas Makroprudensial (PLM) sebesar 4%
                dengan fleksibilitas repo sebesar 4%; dan (v) rasio Penyangga
                Likuiditas Makroprudensial (PLM) Syariah sebesar 2,5% dengan
                fleksibilitas repo sebesar 2,5%;
          II. Mempublikasikan asesmen transparansi Suku Bunga Dasar
                Kredit (SBDK) dengan pendalaman pada suku bunga kredit
                berdasarkan sektor prioritas yang menjadi cakupan Kebijakan
                Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) serta bersinergi
                dengan Pemerintah dan pemangku kepentingan lain guna
                mendorong kredit atau pembiayaan tinggi melalui Program
                Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI);
       3. Memperkuat implementasi langkah-langkah digitalisasi sistem
           pembayaran sesuai dengan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia
           (BSPI) tahun 2030 untuk mendukung akselerasi ekonomi-keuangan
           digital nasional melalui:
           I.   Peluncuran Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI): Hackathon
                dan Digdaya (Digital Talenta Berdaya dan Berkarya) serta Quick
                Response Code Indonesian Standard (QRIS) Antarnegara
                Indonesia–Tiongkok pada 30 April 2026;
          II.   Sinergi program Peningkatan Kapasitas dan Literasi Sinergi
                (KATALIS) Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah
                (P2DD) tahun 2026 dengan Pusat Inovasi Digital Indonesia
                (PIDI)-Hackathon-Digdaya melalui perluasan inovasi sistem
                pembayaran terkini untuk meningkatkan efisiensi transaksi
                Pemerintah Daerah (Pemda).
       4. Memperkuat implementasi langkah-langkah pendalaman pasar uang
          dan pasar valuta asing sesuai dengan Blueprint Pendalaman Pasar
          Uang (BPPU) tahun 2030 untuk mendukung stabilitas dan
          pembiayaan perekonomian nasional melalui:
          I.  Pengecualian atas larangan transaksi Non-Deliverable Forward
              (NDF) jual valuta asing terhadap Rupiah di pasar luar negeri bagi
              Dealer Utama Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing (PUVA)
              tertentu yang memenuhi persyaratan dari Bank Indonesia guna
              mendukung stabilitas nilai tukar Rupiah dan pendalaman pasar
              keuangan domestik;
                                                                             26
Page 35
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
          II.   Perluasan instrumen operasi moneter valuta asing dengan
                instrumen spot dan swap dalam valuta Offshore Chinese
                Renminbi (CNH) terhadap Rupiah untuk mendukung stabilisasi
                nilai tukar Rupiah dan perluasan transaksi perdagangan dan
                investasi menggunakan mata uang lokal (Local Currency
                Transactions, LCT).

       Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi kebijakan dengan
       Pemerintah, termasuk sinergi yang erat antara kebijakan moneter
       dengan kebijakan fiskal untuk memitigasi dampak ketidakpastian global
       akibat perang di Timur Tengah terhadap perekonomian domestik
       sehingga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga baik.

       Sinergi kebijakan dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK)
       juga dipererat untuk turut menjaga stabilitas sistem keuangan dan
       mendorong pembiayaan bagi program Asta Cita Pemerintah. Selain itu,
       Bank Indonesia juga memperkuat dan memperluas kerja sama
       internasional di area kebanksentralan, termasuk konektivitas sistem
       pembayaran dan transaksi menggunakan mata uang lokal, serta
       memfasilitasi penyelenggaraan promosi investasi dan perdagangan di
       sektor prioritas bekerja sama dengan instansi terkait.


2.7.   Perkembangan Industri Distribusi Produk Telekomunikasi di
       Indonesia
       Perkembangan Industri distribusi produk telekomunikasi di Indonesia
       menunjukkan perkembangan yang sangat dinamis hingga tahun 2025,
       sejalan dengan pertumbuhan ekonomi digital nasional, peningkatan
       penetrasi internet, serta percepatan adopsi teknologi komunikasi
       modern. Indonesia sebagai salah satu pasar telekomunikasi terbesar di
       Asia Tenggara memiliki basis pengguna telepon seluler yang sangat
       besar, sehingga menciptakan permintaan yang berkelanjutan terhadap
       berbagai produk telekomunikasi seperti smartphone, perangkat jaringan,
       kartu SIM, modem, perangkat Internet of Things (IoT), aksesoris
       telekomunikasi, hingga berbagai perangkat pendukung konektivitas
       digital.

       Perkembangan industri ini didorong oleh transformasi digital yang
       semakin masif pada sektor pemerintahan, pendidikan, kesehatan,
       perdagangan, dan jasa keuangan. Kebutuhan masyarakat terhadap
       konektivitas yang cepat dan stabil menyebabkan permintaan terhadap
       perangkat telekomunikasi terus meningkat. Selain itu, penetrasi jaringan
       4G yang telah menjangkau sebagian besar wilayah Indonesia serta
       ekspansi jaringan 5G yang semakin luas turut mendorong pertumbuhan
                                                                             27
Page 36
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
       pasar perangkat telekomunikasi yang kompatibel dengan teknologi
       terbaru. Pada tahun 2025, jumlah pengguna perangkat 5G di Indonesia
       terus meningkat seiring perluasan cakupan jaringan oleh operator
       telekomunikasi dan semakin banyaknya smartphone 5G yang tersedia
       pada segmen harga menengah.

       Dari sisi distribusi, pola pemasaran produk telekomunikasi mengalami
       perubahan yang signifikan. Sebelum era digital, distribusi didominasi
       oleh jaringan distributor tradisional, toko elektronik, dan gerai operator
       seluler. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, saluran distribusi
       berbasis digital berkembang pesat melalui marketplace, platform
       e-commerce, social commerce, dan omnichannel retail. Distributor tidak
       hanya berfungsi sebagai penyalur produk dari produsen ke pengecer,
       tetapi juga berperan sebagai penyedia layanan logistik, pengelola
       inventori, pemasaran digital, hingga layanan purna jual yang terintegrasi.
       Perubahan ini mendorong efisiensi rantai pasok sekaligus memperluas
       jangkauan pasar hingga ke daerah-daerah yang sebelumnya sulit
       dijangkau oleh jaringan distribusi konvensional.

       Pasar smartphone masih menjadi kontributor terbesar dalam industri
       distribusi produk telekomunikasi. Meskipun pengiriman smartphone
       nasional pada tahun 2025 mengalami perlambatan akibat kondisi
       ekonomi dan kehati-hatian konsumen dalam berbelanja, segmen
       smartphone 5G justru mencatat pertumbuhan yang signifikan. Pada
       tahun 2025, sekitar sepertiga dari total smartphone yang dikirim ke pasar
       Indonesia telah mendukung teknologi 5G, menunjukkan percepatan
       transisi konsumen menuju perangkat dengan spesifikasi yang lebih
       tinggi. Hal ini memberikan peluang bagi perusahaan distribusi untuk
       memperluas portofolio produk serta meningkatkan penjualan perangkat
       premium maupun menengah yang memiliki fitur konektivitas lebih baik.

       Selain smartphone, perkembangan infrastruktur telekomunikasi juga
       menjadi faktor utama yang mendorong pertumbuhan industri distribusi.
       Operator telekomunikasi terus melakukan investasi dalam pembangunan
       jaringan, baik melalui penambahan Base Transceiver Station (BTS) 4G
       maupun perluasan jaringan 5G di berbagai kota besar. Telkomsel,
       sebagai operator terbesar di Indonesia, mencatat peningkatan penetrasi
       perangkat 5G dan terus memperluas cakupan jaringan 5G sepanjang
       tahun 2025. Di sisi lain, operator lain seperti Indosat dan XL juga terus
       meningkatkan kualitas jaringan dan kapasitas layanan data untuk
       memenuhi kebutuhan pelanggan yang semakin tinggi. Peningkatan




                                                                               28
Page 37
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
       infrastruktur tersebut secara langsung mendorong permintaan terhadap
       perangkat telekomunikasi yang kompatibel dengan teknologi terbaru.

        Meskipun prospek industri cukup positif, terdapat beberapa tantangan
        yang perlu diperhatikan. Persaingan antar distributor semakin ketat
        karena banyaknya pemain yang menawarkan produk serupa dengan
        harga yang kompetitif. Selain itu, siklus hidup produk telekomunikasi
        yang relatif singkat mengharuskan distributor untuk mengelola
        persediaan secara efisien agar terhindar dari risiko penurunan nilai
        barang akibat perkembangan teknologi yang cepat. Fluktuasi nilai tukar
        rupiah, perubahan daya beli masyarakat, serta ketergantungan terhadap
        produk impor juga dapat memengaruhi margin usaha perusahaan
        distribusi.

        Di sisi lain, Pemerintah terus mendorong pengembangan ekosistem
        digital nasional melalui perluasan infrastruktur telekomunikasi dan
        penyediaan spektrum frekuensi baru untuk mendukung pengembangan
        jaringan 4G dan 5G yang lebih luas. Langkah ini diharapkan dapat
        mempercepat pemerataan akses digital hingga ke wilayah luar Jawa dan
        daerah terpencil, sehingga membuka peluang pasar baru bagi distributor
        produk telekomunikasi.

        Secara keseluruhan, industri distribusi produk telekomunikasi di
        Indonesia pada tahun 2025 masih memiliki prospek pertumbuhan yang
        menarik. Pertumbuhan pengguna internet, peningkatan adopsi
        perangkat 5G,      ekspansi infrastruktur telekomunikasi, serta
        berkembangnya ekonomi digital nasional menjadi faktor pendorong
        utama. Perusahaan distribusi yang mampu membangun jaringan
        pemasaran yang luas, memanfaatkan teknologi digital dalam
        pengelolaan rantai pasok, serta menyediakan produk yang sesuai
        dengan perkembangan teknologi akan memiliki peluang yang lebih besar
        untuk meningkatkan daya saing dan pertumbuhan bisnis di masa
        mendatang.


2.7.1   Tantangan Industri Distribusi Produk Telekomunikasi di Indonesia
        Meskipun industri distribusi produk telekomunikasi di Indonesia masih
        memiliki prospek pertumbuhan yang positif, pelaku usaha di sektor ini
        menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks pada tahun
        2025. Perkembangan teknologi yang sangat cepat, perubahan perilaku
        konsumen, persaingan yang ketat, serta kondisi ekonomi yang dinamis
        menuntut perusahaan distribusi untuk terus beradaptasi agar dapat



                                                                             29
Page 38
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
       mempertahankan daya saing dan keberlanjutan bisnis.

       Salah satu tantangan utama adalah meningkatnya persaingan antar
       distributor dan merek perangkat telekomunikasi. Pasar Indonesia saat ini
       dipenuhi oleh berbagai produsen smartphone dan perangkat
       telekomunikasi dari segmen premium hingga entry-level. Persaingan
       yang ketat menyebabkan distributor harus berlomba-lomba menawarkan
       harga yang kompetitif, program promosi yang menarik, serta layanan
       purna jual yang lebih baik. Selain itu, dominasi beberapa merek besar
       seperti Xiaomi, Samsung, OPPO, Vivo, dan Transsion Group membuat
       distributor harus mampu mengelola hubungan dengan berbagai prinsipal
       sekaligus menjaga efisiensi operasional.

       Tantangan berikutnya adalah perubahan daya beli dan perilaku
       konsumen. Pada tahun 2025, pasar smartphone Indonesia mengalami
       perlambatan akibat ketidakpastian ekonomi dan kehati-hatian
       masyarakat dalam melakukan pembelian produk elektronik. Konsumen
       menjadi lebih sensitif terhadap harga dan cenderung memilih perangkat
       dengan nilai guna yang tinggi dibandingkan hanya mempertimbangkan
       merek. Akibatnya, distributor harus menyesuaikan strategi pemasaran
       dan portofolio produknya agar sesuai dengan kebutuhan pasar yang
       semakin selektif.

       Selain itu, perkembangan teknologi yang sangat cepat juga menjadi
       tantangan yang signifikan. Siklus hidup produk telekomunikasi relatif
       pendek karena produsen terus meluncurkan model baru dengan fitur
       yang lebih canggih, seperti dukungan 5G, kecerdasan buatan (AI), layar
       beresolusi tinggi, dan peningkatan performa perangkat. Kondisi ini
       meningkatkan risiko persediaan usang (obsolete inventory) bagi
       distributor apabila produk yang tersedia tidak segera terserap pasar.
       Distributor dituntut untuk memiliki sistem manajemen inventori yang
       efisien agar dapat mengendalikan risiko penurunan nilai persediaan.

       Perkembangan saluran penjualan digital dan e-commerce juga
       memberikan tantangan tersendiri. Saat ini sebagian besar konsumen
       memperoleh informasi produk dan melakukan pembelian melalui
       marketplace atau platform e-commerce. Perubahan pola distribusi ini
       menyebabkan margin keuntungan distributor tradisional semakin
       tertekan karena konsumen dapat membandingkan harga secara
       langsung dan memilih penjual dengan harga terendah. Distributor harus
       berinvestasi pada teknologi digital, pengelolaan data pelanggan, dan
       strategi omnichannel agar tetap relevan dalam persaingan pasar.




                                                                             30
Page 39
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
       Tantangan lainnya adalah ketergantungan terhadap produk impor dan
       fluktuasi nilai tukar rupiah. Sebagian besar perangkat telekomunikasi
       yang dipasarkan di Indonesia masih bergantung pada komponen dan
       teknologi impor. Kenaikan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS),
       peningkatan biaya logistik global, serta perubahan kebijakan
       perdagangan internasional dapat meningkatkan biaya pengadaan
       barang dan menekan margin keuntungan distributor. Selain itu, pajak
       impor dan biaya distribusi yang meningkat turut memengaruhi harga jual
       produk di pasar domestik.

       Di sisi infrastruktur, implementasi teknologi 5G yang belum merata masih
       menjadi tantangan bagi pengembangan pasar perangkat telekomunikasi
       generasi terbaru. Meskipun adopsi smartphone 5G terus meningkat,
       cakupan jaringan 5G di Indonesia masih terkonsentrasi di wilayah
       tertentu dan belum sepenuhnya menjangkau seluruh daerah.
       Keterbatasan spektrum frekuensi, kebutuhan investasi yang besar, serta
       proses pengembangan infrastruktur yang bertahap menyebabkan
       pertumbuhan ekosistem 5G berlangsung lebih lambat dibandingkan
       beberapa negara lain di kawasan Asia. Kondisi ini dapat memengaruhi
       kecepatan adopsi perangkat telekomunikasi berbasis 5G oleh
       masyarakat.

       Selain faktor teknologi dan pasar, ketidakpastian regulasi juga menjadi
       perhatian bagi pelaku industri telekomunikasi. Perubahan kebijakan
       terkait spektrum frekuensi, regulasi perdagangan elektronik, aturan
       Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN), hingga kebijakan perpajakan
       dapat memengaruhi strategi distribusi dan investasi perusahaan. Oleh
       karena itu, distributor perlu memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi
       terhadap perubahan kebijakan Pemerintah agar dapat menjaga
       kelancaran operasional bisnis.

       Secara keseluruhan, tantangan industri distribusi produk telekomunikasi
       di Indonesia pada tahun 2025 meliputi ketatnya persaingan pasar,
       perubahan perilaku konsumen, percepatan inovasi teknologi, tekanan
       margin akibat digitalisasi distribusi, ketergantungan terhadap produk
       impor, perkembangan infrastruktur 5G yang belum merata, serta
       dinamika regulasi yang terus berkembang. Perusahaan distribusi yang
       mampu mengoptimalkan efisiensi rantai pasok, memperkuat
       transformasi digital, dan menyesuaikan strategi bisnis dengan
       perubahan pasar akan memiliki peluang yang lebih besar untuk
       mempertahankan pertumbuhan dan meningkatkan daya saing di masa
       mendatang.



                                                                             31
Page 40
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
2.8.   Prospek Usaha
       Prospek usaha MKNT pada dasarnya masih ditopang oleh pertumbuhan
       industri telekomunikasi dan ekonomi digital Indonesia yang terus
       berkembang. Sebagai perusahaan yang bergerak dalam distribusi
       produk telekomunikasi, termasuk smartphone, tablet, voucher prabayar,
       kartu SIM, dan perangkat jaringan, MKNT memiliki peluang untuk
       memanfaatkan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap
       perangkat komunikasi dan layanan data yang semakin tinggi.

       Perkembangan teknologi digital di Indonesia menjadi salah satu faktor
       utama yang mendukung prospek industri distribusi telekomunikasi.
       Pertumbuhan pengguna internet, perluasan jaringan 4G dan 5G,
       meningkatnya aktivitas e-commerce, serta transformasi digital di
       berbagai sektor ekonomi mendorong kebutuhan terhadap perangkat
       telekomunikasi yang lebih canggih dan konektivitas yang lebih baik.
       Kondisi tersebut menciptakan peluang bagi perusahaan distribusi untuk
       meningkatkan penjualan perangkat telekomunikasi dan memperluas
       jaringan pemasaran di berbagai wilayah Indonesia.

       Selain itu, Indonesia masih merupakan salah satu pasar smartphone
       terbesar di Asia Tenggara dengan jumlah penduduk yang besar dan
       tingkat penetrasi perangkat digital yang terus meningkat. Pergantian
       perangkat (replacement cycle) yang semakin cepat akibat perkembangan
       teknologi juga berpotensi meningkatkan permintaan terhadap
       smartphone dan perangkat pendukung lainnya. Sebagai distributor
       produk telekomunikasi, MKNT memiliki peluang untuk memperoleh
       manfaat dari tren tersebut apabila mampu memperkuat hubungan
       dengan prinsipal, memperluas saluran distribusi, serta menyesuaikan
       portofolio produk dengan kebutuhan pasar.

       Di sisi operasional, perkembangan kanal distribusi digital dan
       e-commerce juga membuka peluang baru bagi perusahaan. Saat ini
       distribusi produk telekomunikasi tidak lagi bergantung sepenuhnya pada
       toko fisik dan distributor tradisional, tetapi juga melalui platform digital dan
       marketplace. MKNT yang telah memiliki jaringan distribusi dan
       keterhubungan dengan pasar perdagangan online berpotensi
       memanfaatkan tren tersebut untuk memperluas jangkauan pasar serta
       meningkatkan efisiensi proses distribusi.

       Namun demikian, prospek usaha MKNT juga dipengaruhi oleh
       kemampuan perusahaan dalam melakukan restrukturisasi dan
       pemulihan kinerja bisnis. Dalam beberapa tahun terakhir, Perseroan
       menghadapi penurunan pendapatan yang signifikan dibandingkan
       periode sebelum tahun 2024 serta masih mencatatkan kerugian usaha.
                                                                                    32
Page 41
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
       Selain itu, auditor juga pernah menyampaikan adanya keraguan atas
       kemampuan perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan
       usahanya (going concern).

        Meskipun demikian, manajemen telah melakukan berbagai upaya untuk
        menghidupkan kembali kegiatan usaha, termasuk penyelesaian
        kewajiban pelaporan keuangan, restrukturisasi perusahaan, dan
        pencarian investor strategis guna mendukung pengembangan bisnis ke
        depan. Langkah-langkah tersebut menunjukkan komitmen perusahaan
        untuk memperbaiki kondisi operasional dan memanfaatkan peluang
        pertumbuhan yang tersedia di industri distribusi telekomunikasi.

        Secara keseluruhan, prospek usaha MKNT masih didukung oleh
        pertumbuhan ekonomi digital nasional, peningkatan kebutuhan
        perangkat telekomunikasi, ekspansi jaringan telekomunikasi, serta
        berkembangnya saluran distribusi berbasis digital. Namun, keberhasilan
        perusahaan dalam memanfaatkan peluang tersebut akan sangat
        bergantung pada keberhasilan proses restrukturisasi, penguatan modal
        kerja, peningkatan kinerja operasional, serta kemampuan manajemen
        dalam beradaptasi terhadap perubahan teknologi dan dinamika pasar
        yang semakin kompetitif.


2.9.    Aspek Teknis
2.9.1   Lokasi Kantor
        MKNT beroperasional di AXA Tower Lantai 42 Suite 02, 03, dan 05,
        Jalan Prof.Dr. Satrio Kavling 18, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta
        Selatan.


2.9.2   Jasa Yang Disediakan
        MKNT menyediakan jasa distribusi dan perdagangan produk
        telekomunikasi, meliputi smartphone, kartu SIM, voucher isi ulang,
        aksesoris telekomunikasi, serta perangkat pendukung lainnya.
        Perseroan juga memberikan layanan pengelolaan rantai pasok,
        pemasaran, dan distribusi produk kepada jaringan dealer, retailer, serta
        pelanggan di berbagai wilayah Indonesia. Selain itu, Perseroan
        memanfaatkan saluran penjualan digital dan e-commerce untuk
        memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan efisiensi distribusi
        produk.



                                                                              33
Page 42
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
2.10. Pesaing Usaha
       Pesaing yang dimiliki oleh MKNT adalah perusahaan-perusahaan
       lainnya yang bergerak di bidang sama yaitu bidang peralatan dan
       perlengkapan rumah tangga.

       1. PT Erajaya Swasembada Tbk.
       2. PT Omni Inovasi Indonesia Tbk.
       3. PT Metrodata Electronics Tbk.


2.11. Informasi Non Keuangan yang Relevan Mengenai Obyek Penilaian
2.11.1 Pendirian
        Akta Pendirian milik MKNT Nomor 27, tanggal 14 Juli 2008, yang dibuat
        Notaris Rose Takarina, S.H. Notaris di Jakarta, yang telah disahkan oleh
        Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.

        Akta Perubahan Terakhir milik MKNT Nomor 14, tanggal 14 Juli 2026,
        yang dibuat Rahayu Ningsih, S.H. Notaris di Jakarta, yang telah
        disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
        Indonesia.


2.11.2 Manajemen Perusahaan
       Susunan Dewan Komisaris dan Direksi MKNT berdasarkan dokumen
       yang kami dapatkan dari MKNT adalah sebagai berikut:

       Dewan Komisaris
       Komisaris Utama           : Irwan Raharja.
       Komisaris                 : Muhamad Zidane Alfarizi.

       Direksi
       Direktur Utama            : Jefri Junaedi.
       Direktur                  : Samuel Eben Heizer. T.

       a. Irwan Raharja – Komisaris Utama

       Warga Negara Indonesia dan saat ini berdomisili di Jakarta Barat. Beliau
       menyelesaikan pendidikan Sarjana Strata 1 (S1) Akuntansi di STIE
       Indonesia University Jakarta pada tahun 2009. Sebelumnya, beliau
       menyelesaikan pendidikan menengah di SMU Corpatarin Utama Jakarta
       Timur pada tahun 2003.
                                                                              34
Page 43
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
       Beliau memiliki pengalaman lebih dari 15 tahun di bidang akuntansi,
       perpajakan, dan keuangan. Karier profesionalnya dimulai sebagai
       Accounting & Finance Staff di PT Varia Beton Kencana pada periode
       November 2009 hingga April 2010. Selanjutnya, beliau bergabung
       dengan KKP Sinaraharja sebagai Tax Supervisor Assistant pada Mei
       2010 hingga Juli 2014, dengan tanggung jawab antara lain penyusunan
       laporan keuangan, pelaksanaan pemeriksaan pajak, analisis risiko klien,
       serta perhitungan pajak tangguhan dan pajak penghasilan badan.

       Pada Agustus 2014 hingga Februari 2020, beliau menjabat sebagai Tax
       & Accounting Manager Assistant di PT Active Decor, yang berfokus pada
       pengelolaan transaksi keuangan, pencatatan akuntansi, serta
       pengendalian dan verifikasi data keuangan perusahaan. Selanjutnya,
       beliau dipercaya menjabat sebagai Accounting & Tax Manager di
       PT Numbing Jaya pada periode Maret 2020 hingga Agustus 2022,
       dengan tanggung jawab mengelola anggaran, laporan keuangan,
       kepatuhan perpajakan, penyusunan SPT Tahunan Badan, serta
       koordinasi dengan auditor eksternal dalam penyelesaian audit
       perusahaan.

       Sejak September 2022 hingga saat ini, beliau menjabat sebagai
       Accounting & Tax Manager di PT Doa Bunda Sejati, dengan fokus pada
       pengelolaan fungsi akuntansi dan perpajakan perusahaan, pengawasan
       laporan keuangan, analisis transaksi keuangan, serta memastikan
       kepatuhan terhadap peraturan perpajakan yang berlaku.

       b. Muhamad Zidane Alfarizi – Komisaris

       Warga Negara Indonesia dan berdomisili di Bekasi. Beliau memperoleh
       gelar Diploma III (D3) Administrasi Publik dari Universitas Indonesia pada
       tahun 2022 dengan IPK 3,62. Beliau memiliki minat dan pengalaman
       dalam bidang administrasi, operasional, pengelolaan data, layanan
       pelanggan, serta proses kredit dan pembiayaan.

       Karier profesional beliau dimulai melalui program Learning Operation
       Support (Internship) di Lingkaran pada periode Oktober 2021 hingga
       April 2022. Dalam posisi tersebut, beliau bertanggung jawab mendukung
       pelaksanaan program pelatihan Pra Kerja, termasuk penjadwalan kelas,
       pemantauan kegiatan pembelajaran, distribusi sertifikat, pengelolaan
       administrasi peserta, serta penyusunan laporan pelaksanaan program.

       Selanjutnya, beliau bergabung dengan DKK Consulting sebagai Project
       Management Officer (Internship) pada Juli 2022 hingga November 2022.
       Pada posisi ini, beliau terlibat dalam pelaksanaan proyek operasional,
       mendukung manajer proyek dalam kegiatan riset, penjadwalan,
                                                                               35
Page 44
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
       koordinasi dengan klien, penyusunan laporan, serta pengelolaan
       berbagai kebutuhan administrasi proyek.

       Pada Maret 2023 hingga April 2023, beliau menjalani program Document
       Custody (Internship) di PT Bank Nationalnobu Tbk, dengan tanggung
       jawab mengelola dan mengarsipkan dokumen kredit, melakukan
       rekonsiliasi data antara kantor pusat dan kantor cabang, serta
       memastikan kelengkapan dan keteraturan dokumen pendukung proses
       pembiayaan.

       Beliau kemudian bergabung dengan Cakap sebagai Learning Operations
       pada Januari 2024 hingga Maret 2024. Dalam jabatan tersebut, beliau
       bertanggung     jawab    mengoordinasikan    pelaksanaan    program
       pembelajaran, mengelola data pada Learning Management System
       (LMS), menjadwalkan kelas webinar, serta menangani administrasi
       peserta dan instruktur untuk memastikan proses pembelajaran berjalan
       secara efektif.

       Sejak Mei 2024 hingga saat ini, beliau bekerja di PT Bank Central Asia
       Tbk (BCA) sebagai Credit Processing Officer (Contract) pada unit Dana
       Pensiun BCA (DPBCA). Dalam peran ini, beliau bertanggung jawab
       melakukan analisis awal proses kredit, memverifikasi dan memproses
       data nasabah, melakukan pemeriksaan Sistem Layanan Informasi
       Keuangan (SLIK), mengelola dokumentasi kredit, serta mendukung
       proses pengambilan keputusan kredit sesuai dengan ketentuan dan
       prosedur yang berlaku.

       Beliau memiliki kompetensi dalam bidang administrasi, pengelolaan
       dokumen, layanan pelanggan, operasional pembelajaran, pengolahan
       data, serta proses administrasi dan analisis kredit. Selain itu, beliau
       menguasai berbagai aplikasi pendukung pekerjaan seperti Microsoft
       Office, Google Workspace, dan Canva, serta memiliki kemampuan
       komunikasi, pemecahan masalah, analisis, riset, presentasi, dan kerja
       sama tim yang baik.

       c. Jefri Junaedi – Direktur Utama

       d. Samuel Eben Heizer. T. – Direktur




                                                                             36
Page 45
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
2.11.3 Kegiatan Usaha MKNT
       MKNT menjalankan kegiatan usaha utama di bidang distribusi dan
       perdagangan produk telekomunikasi. Perseroan berperan sebagai
       distributor yang menyalurkan berbagai produk telekomunikasi dari
       produsen atau prinsipal kepada jaringan dealer, retailer, gerai
       telekomunikasi, serta pelanggan di berbagai wilayah Indonesia.

       Produk yang didistribusikan oleh Perseroan meliputi telepon seluler
       (smartphone), kartu SIM, voucher isi ulang, aksesoris telekomunikasi,
       serta perangkat pendukung komunikasi dan teknologi informasi lainnya.
       Dalam menjalankan usahanya, Perseroan didukung oleh jaringan
       distribusi yang memungkinkan produk dapat dipasarkan secara luas dan
       menjangkau berbagai segmen konsumen.

       Selain kegiatan distribusi, Perseroan juga melakukan aktivitas
       perdagangan umum dan pemasaran produk telekomunikasi, termasuk
       pengelolaan hubungan dengan pemasok, dealer, dan pelanggan guna
       mendukung kelancaran proses penjualan. Seiring perkembangan
       teknologi digital, Perseroan turut memanfaatkan saluran penjualan
       berbasis digital dan e-commerce untuk memperluas jangkauan pasar
       serta meningkatkan efektivitas distribusi.

       Melalui kegiatan usaha tersebut, MKNT berupaya mendukung
       kebutuhan masyarakat terhadap perangkat dan layanan telekomunikasi
       yang terus berkembang seiring dengan pertumbuhan ekonomi digital dan
       peningkatan penggunaan teknologi komunikasi di Indonesia.


2.12. Perjanjian Penting MKNT
       MKNT dalam menjalankan usahanya memiliki perjanjian penting dengan
       beberapa perusahaan untuk keberlangsungan usahanya. Berikut
       beberapa perjanjian yang dimiliki:

       Tabel 3. Perjanjian Penting MKNT

        No                  Nama                                   Keterangan

         1   PT Headwell Bintang Energi Hijau   Pinjaman untuk kegiatan usaha tanpa bunga
       Sumber: Manajemen MKNT




                                                                                            37
Page 46
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
2.13. Pasar Geografis
       MKNT memiliki cakupan pasar geografis yang tersebar di berbagai
       wilayah Indonesia. Hingga saat ini, Perseroan didukung oleh jaringan
       distribusi yang terdiri atas 57 kantor cabang, 42.029 reseller, 42.116
       retailer, serta 31 gerai layanan, yang memungkinkan produk dan layanan
       Perseroan menjangkau konsumen secara luas di berbagai daerah.

       Wilayah pemasaran Perseroan meliputi Aceh, Sumatera Utara, Jambi,
       Sumatera Selatan, Jabodetabek, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah,
       Jawa Timur, Bali, dan Maluku. Sebagian besar wilayah tersebut
       merupakan pusat pertumbuhan ekonomi dan memiliki tingkat penetrasi
       telekomunikasi yang relatif tinggi, sehingga memberikan potensi pasar
       yang besar bagi Perseroan.

       Keberadaan jaringan distribusi yang tersebar di berbagai provinsi
       memungkinkan Perseroan untuk menjangkau pelanggan secara lebih
       efektif, menjaga ketersediaan produk di pasar, serta merespons
       kebutuhan konsumen dengan lebih cepat. Selain itu, cakupan wilayah
       yang luas memberikan peluang bagi Perseroan untuk meningkatkan
       pangsa pasar melalui pengembangan jaringan distribusi dan optimalisasi
       layanan di wilayah-wilayah yang memiliki pertumbuhan permintaan
       produk telekomunikasi yang tinggi.

       Dengan dukungan jaringan distribusi yang kuat dan tersebar di berbagai
       wilayah strategis Indonesia, Perseroan memiliki posisi yang cukup baik
       untuk memanfaatkan pertumbuhan sektor telekomunikasi dan ekonomi
       digital nasional pada masa mendatang.


2.14. Strategi Pemasaran
       MKNT menerapkan strategi pemasaran yang berfokus pada penguatan
       jaringan distribusi, perluasan jangkauan pasar, serta peningkatan
       hubungan dengan mitra usaha dan pelanggan. Dalam menjalankan
       kegiatan pemasarannya, Perseroan memanfaatkan jaringan distribusi
       yang luas yang terdiri atas kantor cabang, reseller, retailer, dan gerai
       layanan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia untuk memastikan
       ketersediaan produk dan memperluas penetrasi pasar.

       Perseroan juga menjalin kerja sama yang erat dengan produsen dan
       pemasok produk telekomunikasi guna memperoleh produk yang
       kompetitif dan sesuai dengan kebutuhan pasar. Selain itu, MKNT secara
       aktif mengembangkan hubungan jangka panjang dengan reseller dan
       retailer melalui program dukungan penjualan, promosi produk, serta
                                                                             38
Page 47
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
       peningkatan kualitas layanan kepada pelanggan.

       Seiring dengan perkembangan teknologi digital, Perseroan turut
       memanfaatkan platform digital dan perdagangan elektronik
       (e-commerce) sebagai sarana pemasaran untuk menjangkau konsumen
       yang lebih luas. Strategi ini memungkinkan Perseroan meningkatkan
       efektivitas pemasaran, memperluas akses pasar, serta menyesuaikan
       diri dengan perubahan perilaku konsumen yang semakin mengandalkan
       kanal digital dalam proses pembelian.

       Selain memperluas jangkauan pasar, Perseroan juga berupaya
       mempertahankan loyalitas pelanggan melalui penyediaan layanan yang
       responsif, ketersediaan produk yang memadai, serta pengelolaan
       distribusi yang efisien. Dengan kombinasi antara jaringan distribusi yang
       kuat, pemanfaatan teknologi digital, dan hubungan yang baik dengan
       mitra usaha, Perseroan berupaya memperkuat posisi kompetitifnya di
       industri distribusi produk telekomunikasi Indonesia.


2.15. Risiko Usaha & SWOT Analysis
       Sebagaimana halnya kegiatan usaha lainnya, bidang usaha yang
       dilakukan kelangsungan MKNT tidak terlepas dari risiko usaha yang
       disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain:

       1. Risiko Persaingan Usaha
       Industri distribusi produk telekomunikasi memiliki tingkat persaingan
       yang tinggi, baik dari distributor nasional maupun regional. Persaingan
       harga, jaringan distribusi, dan layanan kepada pelanggan dapat
       memengaruhi pangsa pasar dan profitabilitas Perseroan.

       2. Risiko Perubahan Teknologi
       Perkembangan teknologi telekomunikasi berlangsung sangat cepat,
       sehingga produk yang didistribusikan memiliki siklus hidup yang relatif
       pendek. Keterlambatan dalam mengikuti perkembangan teknologi dapat
       menyebabkan penurunan permintaan dan risiko persediaan usang
       (obsolete inventory).

       3. Risiko Ketergantungan terhadap Pemasok dan Prinsipal
       Ketersediaan produk yang dipasarkan Perseroan sangat bergantung
       pada hubungan dengan pemasok dan prinsipal. Gangguan pasokan,
       perubahan kebijakan pemasok, atau berakhirnya kerja sama dapat
       memengaruhi kelangsungan distribusi produk.

                                                                              39
Page 48
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
       4. Risiko Perubahan Daya Beli Konsumen
       Penurunan daya beli masyarakat akibat perlambatan ekonomi, inflasi,
       atau kondisi makroekonomi lainnya dapat berdampak pada penurunan
       permintaan produk telekomunikasi.

       5. Risiko Perubahan Regulasi
       Perubahan kebijakan Pemerintah terkait perdagangan, impor,
       telekomunikasi, perpajakan, maupun Tingkat Kandungan Dalam Negeri
       (TKDN) dapat memengaruhi kegiatan operasional dan biaya usaha
       Perseroan.

       6. Risiko Transformasi Digital
       Perkembangan e-commerce dan platform digital mengubah pola
       distribusi produk telekomunikasi. Perseroan perlu terus beradaptasi
       dengan perubahan tersebut agar tetap kompetitif di tengah pergeseran
       perilaku konsumen.


       Selain risiko usaha yang sudah disebutkan diatas, berikut adalah SWOT
       Analysis untuk industri tersebut yaitu:

       1. Strengths (Kekuatan)
           •   Memiliki jaringan distribusi yang luas dengan 57 kantor cabang,
               lebih dari 42 ribu reseller, dan lebih dari 42 ribu retailer yang
               tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
           •   Memiliki pengalaman dalam distribusi produk telekomunikasi dan
               jaringan pemasaran yang telah terbentuk.
           •   Cakupan wilayah distribusi yang menjangkau berbagai provinsi
               strategis di Indonesia.
           •   Didukung oleh hubungan bisnis dengan berbagai mitra usaha,
               dealer, dan retailer.
           •   Memiliki pemahaman yang baik terhadap karakteristik pasar
               telekomunikasi domestik.

       2. Weaknesses (Kelemahan)
           •   Ketergantungan terhadap produk dan pasokan dari prinsipal atau
               pemasok tertentu.
           •   Margin usaha yang relatif tipis akibat tingginya persaingan harga
               dalam industri distribusi.
           •   Kinerja keuangan Perseroan dalam beberapa tahun terakhir
               masih menghadapi tantangan sehingga memerlukan penguatan
               operasional dan permodalan.
                                                                              40
Page 49
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
          • Tingginya kebutuhan modal kerja untuk mendukung kegiatan
              distribusi dan pengelolaan persediaan.
          • Risiko persediaan usang akibat perkembangan teknologi yang
              cepat.

       3. Opportunities (Peluang)
           •   Pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang terus meningkat.
           •   Meningkatnya jumlah pengguna internet dan smartphone di
               Indonesia.
           •   Perluasan jaringan 4G dan pengembangan teknologi 5G yang
               mendorong permintaan perangkat telekomunikasi.
           •   Pertumbuhan penjualan melalui platform e-commerce dan kanal
               digital.
           •   Potensi ekspansi pasar ke wilayah dengan tingkat penetrasi
               telekomunikasi yang masih berkembang.

       4. Threats (Ancaman)
           •   Persaingan yang semakin ketat dari distributor besar maupun
               pemain baru di industri telekomunikasi.
           •   Perubahan teknologi yang cepat sehingga memperpendek siklus
               hidup produk.
           •   Fluktuasi nilai tukar rupiah yang dapat meningkatkan biaya
               pengadaan produk impor.
           •   Ketidakpastian kondisi ekonomi yang dapat menurunkan daya beli
               masyarakat.
           •   Perubahan regulasi Pemerintah yang dapat memengaruhi
               kegiatan distribusi dan perdagangan produk telekomunikasi.




                                                                             41
Page 50
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
3.     PENYESUAIAN TERHADAP LAPORAN KEUANGAN
       Terdapat penyesuaian terhadap laporan keuangan MKNT yang
       dilakukan terhadap pos dalam laba rugi, yaitu pos depresiasi dan
       amortisasi. Penyesuaian terhadap pos depresiasi dan amortisasi
       dilakukan untuk mendapat nilai Earning Before Interest, Taxes,
       Depreciation, and Amortization (EBITDA). Penyesuaian yang dilakukan
       tidak merubah nilai didalam laporan keuangan unaudited per tanggal
       31 Maret 2026, hanya mengeluarkan nilai depresiasi dan amortisasi dari
       pos biaya-biaya untuk kepentingan penilaian.




                                                                             42
Page 51
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
4.     ANALISIS ATAS LAPORAN KEUANGAN DAN INFORMASI
       KEUANGAN LAINNYA
4.1    Analisis Kinerja Keuangan
       Berikut merupakan tinjauan kinerja keuangan MKNT, berdasarkan
       laporan keuangan audited per tanggal 31 Desember 2021 sampai
       dengan 31 Desember 2025, dan laporan keuangan unaudited per
       31 Maret 2026 disajikan sebagai berikut:

       Tabel 4. Laporan Posisi Keuangan MKNT                                                                           Rp000,-
                  Keterangan             2021              2022            2023               2024              2025         31 Maret 2026
        Aset Lancar                    470.380.997       422.806.421     11.434.899          2.242.756         2.489.890           2.486.698
        Aset Tidak Lancar               19.761.333         9.726.561       1.477.387         1.458.416     823.602.574           823.599.089
        Total Aset                     490.142.330       432.532.982     12.912.286          3.701.172     826.092.464           826.085.786
        Kew ajiban Jangka Pendek       162.663.382       188.625.827       8.803.466     10.399.061        832.650.936           834.318.499
        Kew ajiban Jangka Panjang      305.925.976       278.115.546        653.188            774.614           789.752            789.752
        Ekuitas                         21.552.972       (34.208.391)      3.455.631         (7.472.504)       (7.348.224)        (9.022.465)
        Total Kew ajiban dan Ekuitas   490.142.330       432.532.982     12.912.286          3.701.172     826.092.464           826.085.786
       Sumber: Manajemen MKNT

       Tabel 5. Laporan Laba Rugi MKNT                                                                                 Rp000,-
                     Keterangan            2021               2022              2023              2024             2025         31 Maret 2026
        Sales                           2.016.805.522       2.044.320.576 1.595.288.686             237.876        3.688.738               -
        Cost of Goods Sold             (1.966.909.351)     (1.999.772.719) (1.555.623.079)         (210.038)      (7.522.117)              -
        Gross Profit                       49.896.172          44.547.857      39.665.606            27.838       (3.833.379)              -
        Operating Expenses                (83.418.416)        (79.245.333)    (67.606.192)       (3.956.057)      (4.410.223)     (1.427.296)
        EBITDA                            (33.522.245)        (34.697.477)    (27.940.586)       (3.928.219)      (8.243.602)     (1.427.296)
        Depreciation Expense               (6.931.380)         (6.233.470)     (1.876.002)          (38.485)         (35.875)        (33.485)
        Other Income / (Expenses)          10.091.241              43.898      57.695.140        (7.047.076)       6.707.509        (293.460)
        Profit Before Tax                 (30.362.384)        (40.887.049)     27.878.552       (11.013.780)      (1.571.967)     (1.754.241)
         Tax                               (4.313.634)         (3.352.035)     (2.591.125)           45.113           27.146               -
        Profit After Tax                  (34.676.019)        (44.239.084)     25.287.427       (10.968.668)      (1.544.821)     (1.754.241)

       Sumber: Manajemen MKNT

       Dari kedua tabel kinerja laporan keuangan di atas dapat dilihat dari sisi
       aktiva, selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember
       2025, terlihat bahwa unsur terbesar terdapat pada jumlah aset tidak
       lancar, yaitu memiliki rata-rata sebesar Rp171.205.254.000,-, dan per
       31 Maret 2026 adalah sebesar Rp823.599.089.000,-. Besarnya aset
       tidak lancar tersebut terutama dipengaruhi oleh adanya pos uang muka
       penyertaan saham pada tahun 2025 dan per 31 Maret 2026.


                                                                                                                                           43
Page 52
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
       Sedangkan dari sisi pasiva, selama periode 31 Desember 2021 sampai
       dengan 31 Desember 2025, terlihat bahwa unsur terbesar terdapat pada
       jumlah liabilitas jangka pendek, yaitu memiliki rata-rata sebesar
       Rp240.628.534.000,-, dan per 31 Maret 2026 adalah sebesar
       Rp834.318.499.000,-. Pada tanggal 31 Maret 2026, MKNT juga masih
       mencatat liabilitas jangka panjang sebesar Rp789.752.000,-, sementara
       ekuitas tercatat negatif sebesar Rp-9.022.465.000,-.

       Dilihat dari pendapatan MKNT selama periode 31 Desember 2021
       sampai dengan 31 Desember 2025, memiliki rata-rata sebesar
       Rp1.132.068.280.000,-, dan per 31 Maret 2026 adalah sebesar Rp0,-.

       Dari sisi laba rugi, selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan
       31 Desember 2025, MKNT mencatat rata-rata kerugian bersih sebesar
       Rp13.228.233.000,-. Kerugian tersebut terutama dipengaruhi oleh
       kerugian bersih pada tahun 2022, tahun 2024, dan tahun 2025, meskipun
       pada tahun 2023 sempat mencatat laba bersih. Per 31 Maret 2026,
       MKNT masih mencatat kerugian bersih sebesar Rp1.754.241.000,-.


        Rasio Keuangan

       Tinjauan rasio keuangan MKNT, laporan keuangan audited per tanggal
       31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025, dan laporan
       keuangan unaudited per 31 Maret 2026 disajikan sebagai berikut:

       Tabel 6. Kinerja Rasio Keuangan MKNT
                                                        31 December 31 December 31 December 31 December 31 December      31 Maret
                DES C RI P T I O N                          2021        2022        2023        2024        2025           2026
                                                           Audited     Audited     Audited     Audited     Audited      Unaudited

        I. LIQUIDITY RATIO
           Current Ratio                                    289,17%     224,15%     129,89%      21,57%        0,30%         0,00%
           Quick (Acid Test) Ratio                          157,50%     100,36%     129,89%       3,87%        0,30%         0,00%
           Working Capital To Total Asset Ratio              62,78%      54,14%      20,38%       0,00%        0,00%         0,00%

        II. LEVERAGE RATIO
            Total Debt To Equity Ratio            DER      2174,13%    -1364,41%    273,66%     -149,53%   -11342,07%     -9255,88%
            Total Debt To Total Asset Ratio       DAR        95,60%      107,91%     73,24%        0,00%        0,00%         0,00%

        III. ACTIVITY RATIO
             Total Asset Turnover Ratio             x           4,11        4,73      123,55        0,06         0,00          0,00
             Receivables Turnover                   x         200,91      365,46      210,27        3,16         1,48          0,00
             Collection Period                    Day              2           1           2         115          246             0
             Working Capital Turnover               x           6,55        8,73      606,24       -0,03        -0,00          0,00

        IV.FINANCIAL RATIO
           Gross Profit Margin                                2,47%       2,18%       2,49%       11,70%     -103,92%        0,00%
           Operating Profit Margin                           -1,66%      -1,70%      -1,75%    -1651,37%     -223,48%        0,00%
           Net Profit Margin                                 -1,72%      -2,16%       1,59%    -4611,09%      -41,88%        0,00%
           Return On Investment , ROI                        -7,07%     -10,23%     195,84%        0,00%        0,00%        0,00%
           Return On Equity, ROE                           -160,89%     129,32%     731,77%      146,79%       21,02%        0,00%




                                                                                                                                 44
Page 53
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
        Rasio Likuiditas, rasio ini untuk mengetahui sampai seberapa jauh
        MKNT dapat melunasi utang jangka pendeknya. Semakin besar rasio
        yang diperoleh, semakin lancar kemampuan pembayaran utang jangka
        pendeknya. Berdasarkan laporan keuangan periode 31 Desember 2021
        sampai dengan 31 Desember 2025, terutama pada current ratio
        menunjukkan rata-rata sebesar 133,02%, hal ini berarti setiap Rp1 utang
        lancar dijamin oleh aktiva lancar sebesar Rp1,33.

        Dan per 31 Maret 2026 adalah sebesar 0,00%, hal ini berarti setiap Rp1
        utang lancar hanya dijamin oleh aktiva lancar sebesar kurang lebih Rp0.
        Kondisi ini menunjukkan bahwa likuiditas MKNT berada dalam tekanan
        yang sangat signifikan, karena aset lancar per 31 Maret 2026 jauh lebih
        kecil dibandingkan liabilitas jangka pendek.

        Rasio Leverage, rasio ini bertujuan untuk mengukur seberapa besar
        kegiatan operasi MKNT dibiayai oleh modal pinjaman. Semakin kecil
        rasio ini, semakin baik kondisi struktur permodalan perusahaan. Dalam
        periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025, rata-
        rata Debt to Equity Ratio (DER) MKNT yaitu sebesar -2.081% dan Debt
        to Asset Ratio (DAR) sebesar 55,35%. Dan per 31 Maret 2026, Debt to
        Equity Ratio (DER) MKNT yaitu sebesar -9.255% dan Debt to Asset
        Ratio (DAR) sebesar 0,00%.

        Rasio Aktivitas, rasio ini bertujuan untuk mengukur sampai seberapa
        jauh aktivitas MKNT dalam menggunakan dana-dananya secara efektif
        dan efisien. Rata-rata asset turnover ratio selama periode 31 Desember
        2021 sampai dengan 31 Desember 2025 yaitu sebanyak 26,49 kali,
        dengan rata-rata working capital turnover yaitu sebanyak 124,30 kali.
        Namun demikian, rata-rata tersebut perlu dibaca secara terbatas karena
        dipengaruhi oleh perubahan signifikan pada total aset, modal kerja, dan
        pendapatan dalam periode historis. Dan per 31 Maret 2026, asset
        turnover ratio adalah sebanyak 0,00 kali dan working capital turnover
        juga sebesar 0,00 kali, sejalan dengan tidak adanya pendapatan yang
        tercatat pada periode tersebut.

        Rasio Keuangan, rasio ini bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh
        efektivitas manajemen dalam mengelola perusahaannya. Pada periode
        31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025, rata-rata Return
        on Investment (ROI) mencapai 35,71% dan rata-rata Return on Equity
        (ROE) mencapai 173,60%. Namun demikian, Return on Equity (ROE)
        tersebut perlu dibaca secara hati-hati karena dipengaruhi oleh posisi
        ekuitas negatif, sehingga angka Return on Equity (ROE) yang tampak
        positif tidak selalu mencerminkan kinerja profitabilitas yang sehat. Dan
        per 31 Maret 2026, Return on Investment (ROI) mencapai 0,00% dan
        Return on Equity (ROE) mencapai 0,00%.
                                                                              45
Page 54
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
4.2    Informasi Keuangan Prospektif
       Berdasarkan kondisi MKNT per Cut Off Date 31 Maret 2026 yang tidak
       memiliki pendapatan, maka kami tidak menyajikan proyeksi keuangan di
       masa yang akan datang.


4.3    Informasi Kompensasi Bagi Pemegang Saham
       Informasi mengenai kompensasi bagi pemegang saham PT Digifast
       Kreasi Indonesia (PT DKI), PT Mitra Bintang Sejahtera Trading
       (PT MBST), dan MKNT bersifat private and confidential.


4.4    Informasi Mengenai Asuransi yang Ditanggung oleh Perusahaan
       Untuk Karyawan Kunci
       Saat ini karyawan tetap MKNT belum mendapatkan fasilitas asuransi
       BPJS.


4.5    Analisis dan Pembahasan Manajemen
       a. Keuntungan dan kerugian atas kerja sama.
          Kerja sama dan hubungan usaha antara PT Digifast Kreasi Indonesia
          (PT DKI), PT Mitra Bintang Sejahtera Trading (PT MBST), dan MKNT
          dapat memberikan keuntungan berupa dukungan jaringan usaha,
          sinergi operasional, penguatan rantai pasok, serta potensi
          pemanfaatan aset dan distribusi usaha secara lebih terintegrasi.
          Namun demikian, kerja sama tersebut juga memiliki risiko berupa
          penurunan pendapatan historis pada sebagian entitas, tekanan
          likuiditas, ketergantungan terhadap saldo aset tertentu, serta potensi
          peningkatan beban dan kewajiban yang dapat mempengaruhi nilai
          ekuitas.

        b. Aset dan Liabilitas Di Luar Neraca (Kontijensi).
          Tidak memiliki aset dan liabilitas di luar neraca (kontijensi).




                                                                              46
Page 55
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
        c. Hasil Penjualan Produk atau Jasa Oleh Perusahaan Pada Periode
           Sebelumnya.

          Berikut ini pendapatan MKNT, berdasarkan laporan keuangan audited
          per tanggal 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025,
          dan laporan keuangan unaudited per 31 Maret 2026 disajikan sebagai
          berikut:

          Tabel 7.      Perkembangan Pendapatan                                             Rp000,-

                   Keterangan       2021           2022            2023        2024      2025        31 Maret 2026

           Sales                 2.016.805.522   2.044.320.576 1.595.288.686   237.876   3.688.738              -
          Sumber: Manajemen MKNT

       d. Perbandingan kinerja saat ini dengan kinerja historis pada Obyek
          Penilaian.

          Berdasarkan data perkembangan pendapatan MKNT mencatat
          pendapatan signifikan pada tahun 2022 dan tahun 2023, kemudian
          mengalami penurunan sangat besar pada tahun 2024 dan tahun 2025,
          serta tidak mencatat pendapatan per 31 Maret 2026.

       e. Perbandingan kinerja Obyek Penilaian dengan tren industri yang
          sesuai.

          Bila dibandingkan secara kualitatif dengan tren industri yang sesuai,
          kinerja objek penilaian menunjukkan kondisi yang beragam. MKNT
          menunjukkan penurunan atau tidak adanya pendapatan pada tanggal
          per Cut Off Date 31 Maret 2026.




                                                                                                                47
Page 56
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
5      ASET NON OPERASIONAL                     DAN     LIABILITAS       NON
       OPERASIONAL
       Berdasarkan laporan keuangan unaudited per tanggal 31 Maret 2026,
       tidak memiliki aset non operasional dan tidak memiliki liabilitas non
       operasional.




                                                                             48
Page 57
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
6       ANALISIS ATAS LAPORAN KEUANGAN DAN INFORMASI
        KEUANGAN LAINNYA PENENTUAN INDIKASI NILAI
6.1     Perhitungan Nilai Ekuitas
6.1.1   Indikasi Nilai Ekuitas – PT Digifast Kreasi Indonesia (PT DKI)
        Penilaian ekuitas PT Digifast Kreasi Indonesia (PT DKI) selaku Anak
        Perusahaan dari MKNT berdasarkan Pendekatan Aset (Asset Based
        Approach) dengan aplikasi Adjusted Book Value (ABV) Method,
        dengan Cut Off Date yang digunakan adalah laporan keuangan
        unaudited per 31 Maret 2026 yaitu sebagai berikut.
                                                       31 M are t
                               De s c r I p t I o n      2026           Adj ustment       Economi c Va l ue
                                                      Una udi ted

         ASSETS
          a. Curre nt As s e ts
             ▪ Kas dan Bank                                         -                 -                  -
             ▪ Piutang Usaha - Pihak Ketiga                         -                 -                  -
             ▪ Persediaan                                           -                 -                  -
             ▪ Biaya Dibayar Dimuka                                 -                 -                  -
             ▪ Uang Muka                                            -                 -                  -
             ▪ Pajak Dibayar Dimuka                                 -                 -                  -
             Total Curre nt As s e ts                               -                 -                  -

         b. Non Curre nt As s e ts
            ▪ Aset Pajak Tangguhan                                  -                 -                  -
            ▪ Aset Tetap                                            -                 -                  -
            ▪ Aset Hak Guna                                         -                 -                  -
            ▪ Aset Lainnya                                          -                 -                  -
            Total Non Curre nt As s e ts                            -                 -                  -

         TOTAL ASSETS                                               -                 -                  -

         LIABILITIES AND EQUITY
          a. Curre nt Liabilitie s
             ▪ Utang Bank Jangka Pendek                             -                 -                  -
             ▪ Utang Usaha - Pihak Ketiga                           -                 -                  -
             ▪ Utang Lain-lain                                      -                 -                  -
             ▪ Beban Akrual                                  90.000                   -             90.000
             ▪ Utang Pajak                                        -                   -                  -
             Bagian Yang Jatuh Tempo Dalam 1 Tahun                -                   -                  -
             ▪ Utang Bank                                         -                   -                  -
             ▪ Liabilitas Sew a                                   -                   -                  -
             ▪ Liabilitas Imbalan Karyaw an                       -                   -                  -
             Total Curre nt Liabilitie s                     90.000                   -             90.000

         b. Non Curre nt Liabilitie s
            Bagian Yang Jatuh Tempo Dalam 1 Tahun
            ▪ Utang Bank                                            -                 -                  -
            ▪ Liabilitas Sew a                                      -                 -                  -
            ▪ Liabilitas Imbalan Karyaw an                          -                 -                  -
            Total Non Curre nt Liabilitie s                         -                 -                  -

         c. Equity
            ▪ Modal Saham                                52.000.000                   -         52.000.000
            ▪ Def isit                                  (52.090.000)                  -        (52.090.000)
            ▪ Kepentingan Non Pengendali                          -                   -                  -
            ▪ Adjustment                                          -                   -                  -
            Total Equity                                    (90.000)                  -            (90.000)

         TOTAL LIABILITIES & EQUITY                                 -                 -                  -


                                                                  -                -                     -
         Indik as i Nilai Ek uitas                          100,00%           Rp.000               (90.000)
         Indik as i Nilai Ek uitas                           75,00%           Rp.000               (67.500)
          - DLOM                                              0,00%           Rp.000                     -
         Equity M ark e t Value                                               Rp.000               (67.500)

                                                                                                          49
Page 58
             Total Non Current Assets                             -              -              -

         TOTAL ASSETS                                             -              -              -

        LIABILITIES AND EQUITY
         a. Current Liabilities
            ▪ Utang Bank Jangka Pendek                    -          -           -
            ▪ Utang Usaha - Pihak Ketiga                  -          -           -
            ▪ Utang
Laporan Penilaian   Lain-lain                             -          -           -
                      100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak         ▪ Beban Akrual                      90.000         -      90.000
        Penjelasan
          ▪ Utang Pajak                               -         -           -
           Bagian Yang Jatuh Tempo Dalam 1 Tahun      -         -           -
        i. Beban Akrual PT Digifast Kreasi Indonesia (PT DKI) pada periode
            ▪ Utang Bank                              -         -           -
           31 Maret 2026 adalah sebesar Rp90.000.000,-, kami tidak melakukan
            ▪ Liabilitas Sew a                        -         -           -
           penyesuaian terhadap pos ini karena telah mencerminkan nilai
            ▪ Liabilitas
           ekonomisnya.  Imbalan Karyaw an            -         -           -
           Total Current Liabilities             90.000         -      90.000
        ii. Modal Saham PT Digifast Kreasi Indonesia (PT DKI) pada periode
           b. 31   MaretLiabilities
              Non Current      2026 adalah sebesar Rp52.000.000.000,-, kami tidak
              melakukan        penyesuaian terhadap pos ini karena telah mencerminkan
              Bagian Yang Jatuh Tempo Dalam 1 Tahun
              nilai ekonomisnya.
             ▪ Utang Bank                                         -              -              -
       iii. Defisit
             ▪ LiabilitasPT
                          Sew Digifast
                               a            Kreasi Indonesia (PT DKI)
                                                                   - pada periode
                                                                              -   31 Maret
                                                                                         -
            2026        adalah       sebesar
             ▪ Liabilitas Imbalan Karyaw an     Rp-52.090.000.000,-,
                                                                   - kami tidak
                                                                              - melakukan-
            penyesuaian              terhadap pos ini karena telah
            Total Non Current Liabilities                          -   mencerminkan
                                                                              -       nilai
                                                                                         -
            ekonomisnya.
       iv.c. Adjustment
             Equity
             Setelah     dilakukan penyesuaian, maka 52.000.000
              ▪ Modal Saham                                 terdapat selisih angka
                                                                                -      sebesar
                                                                                       52.000.000
             Rp0,-
              ▪ Defisit yang merupakan angka penambahan   (52.090.000) untuk ekuitas.
                                                                                -      Dengan
                                                                                      (52.090.000)
             demikian       jumlah    ekuitas
              ▪ Kepentingan Non Pengendali    menjadi sebesar    Rp-90.000.000.
                                                                    -           -               -
           ▪ Adjustment                             -      -            -
           Total Equity                       (90.000)     -      (90.000)
        Berdasarkan penilaian dengan menggunakan Pendekatan Aset (Asset
        Based Approach) dengan aplikasi Adjusted Book Value (ABV)
        Method,      maka
         TOTAL LIABILITIES     indikasi nilai ekuitas PT Digifast
                           & EQUITY                         -     Kreasi
                                                                      - Indonesia
                                                                               -
        (PT DKI) dapat disajikan sebagai berikut:
                                                                   -             -              -
         Indikasi Nilai Ekuitas                              100,00%        Rp.000        (90.000)
         Indikasi Nilai Ekuitas                               75,00%        Rp.000        (67.500)
          - DLOM                                               0,00%        Rp.000              -
         Equity Market Value                                                Rp.000        (67.500)

        Berdasarkan hasil penilaian yang telah dilakukan, termasuk kajian
        terhadap faktor-faktor relevan lainnya yang berpengaruh, kami
        berpendapat bahwa Nilai Pasar 75,00% Ekuitas PT Digifast Kreasi
        Indonesia (PT DKI) pada tanggal 31 Maret 2026 adalah sebesar:
                                           Rp-67.500.000,-
                 (Minus Enam Puluh Tujuh Juta Lima Ratus Ribu Rupiah)

         Sesuai Standar Penilaian Indonesia (SPI) 101 – Butir 6.12 adalah
        Nilai Negatif dalam Penilaian Bisnis dilaporkan sebagai “Nol” atau
                                 “Tidak Bernilai”.


                                                                                                50
Page 59
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
6.1.2   Indikasi Nilai Ekuitas –                     PT Mitra Bintang Sejahtera Trading
         (PT MBST)
        Penilaian ekuitas PT Mitra Bintang Sejahtera Trading (PT MBST)
        selaku Anak Perusahaan dari MKNT berdasarkan Pendekatan Aset
        (Asset Based Approach) dengan aplikasi Adjusted Book Value (ABV)
        Method, dengan Cut Off Date yang digunakan adalah laporan keuangan
        unaudited per 31 Maret 2026 yaitu sebagai berikut.
                                                             31 Maret
                            De s c r I p t I o n               2026          Adj ustment   Economi c Val ue
                                                            Unaudi ted

         ASSETS
          a. Current Assets
             ▪ Kas dan Bank                                       281.394              -            281.394
             ▪ Piutang Usaha                                      115.000              -            115.000
             ▪ Piutang Af iliasi                                  499.000              -            499.000
             ▪ Piutang Lain                                             -              -                  -
             ▪ Persediaan                                       7.514.328              -          7.514.328
             ▪ Biaya Dibayar Dimuka                                     -              -                  -
             ▪ Uang Muka                                                -              -                  -
             ▪ Pajak Dibayar Dimuka                                     -              -                  -
             Total Current Assets                               8.409.722              -          8.409.722

         b. Non Current Assets
            ▪ Aset Pajak Tangguhan                                 20.077              -             20.077
            ▪ Aset Tetap                                           11.141              -             11.141
            ▪ Aset Hak Guna                                             -              -                  -
            ▪ Aset Lainnya                                              -              -                  -
            Total Non Current Assets                               31.218              -             31.218

         TOTAL ASSETS                                           8.440.940              -          8.440.940

         LIABILITIES AND EQUITY
          a. Current Liabilities
             ▪ Utang Bank Jangka Pendek                                 -              -                  -
             ▪ Utang Af iliasi                                  5.627.376              -          5.627.376
             ▪ Utang Lain-lain                                     38.179              -             38.179
             ▪ Beban Akrual                                       159.355              -            159.355
             ▪ Utang Pajak                                        519.845              -            519.845
             Bagian Yang Jatuh Tempo Dalam 1 Tahun                      -              -                  -
             ▪ Utang Bank                                               -              -                  -
             ▪ Liabilitas Sew a                                         -              -                  -
             ▪ Liabilitas Imbalan Karyaw an                             -              -                  -
             Total Current Liabilities                          6.344.756              -          6.344.756

         b. Non Current Liabilities
            Bagian Yang Jatuh Tempo Dalam 1 Tahun
            ▪ Utang Bank                                                -              -                  -
            ▪ Liabilitas Sew a                                          -              -                  -
            ▪ Liabilitas Imbalan Karyaw an                         91.259              -             91.259
            Total Non Current Liabilities                          91.259              -             91.259

         c. Equity
            ▪ Modal Saham                                      10.500.000              -         10.500.000
            ▪ Def isit                                         (8.495.075)             -         (8.495.075)
            ▪ Kepentingan Non Pengendali                                -              -                  -
            ▪ Adjustment                                                -              -                  -
            Total Equity                                        2.004.925              -          2.004.925

         TOTAL LIABILITIES & EQUITY                             8.440.940              -          8.440.940


                                                                        0             -                   0
         Indikasi Nilai Ekuitas                                   100,00%        Rp.000           2.004.925
         Indikasi Nilai Ekuitas                                     4,75%        Rp.000              95.282
          - DLOC                                                   30,00%        Rp.000             (28.585)
         Equity Market Value                                                     Rp.000              66.697


                                                                                                           51
Page 60
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
       Penjelasan

        i. Kas dan Bank PT Mitra Bintang Sejahtera Trading (PT MBST) pada
           periode 31 Maret 2026 adalah sebesar Rp281.394.000,-, kami tidak
           melakukan penyesuaian terhadap pos ini karena telah mencerminkan
           nilai ekonomisnya.
       ii. Piutang Usaha PT Mitra Bintang Sejahtera Trading (PT MBST) pada
           periode 31 Maret 2026 adalah sebesar Rp115.000.000,-, kami tidak
           melakukan penyesuaian terhadap pos ini karena telah mencerminkan
           nilai ekonomisnya.
       iii. Piutang Afiliasi PT Mitra Bintang Sejahtera Trading (PT MBST) pada
            periode 31 Maret 2026 adalah sebesar Rp499.000.000,-, kami tidak
            melakukan penyesuaian terhadap pos ini karena telah mencerminkan
            nilai ekonomisnya.
      iv. Persediaan PT Mitra Bintang Sejahtera Trading (PT MBST) pada
          periode 31 Maret 2026 adalah sebesar Rp7.514.328.000,-, kami tidak
          melakukan penyesuaian terhadap pos ini karena telah mencerminkan
          nilai ekonomisnya.
       v. Aset Pajak Tangguhan PT Mitra Bintang Sejahtera Trading
          (PT MBST) pada periode 31 Maret 2026 adalah sebesar
          Rp20.077.000,-, kami tidak melakukan penyesuaian terhadap pos ini
          karena telah mencerminkan nilai ekonomisnya.
      vi. Aset Tetap PT Mitra Bintang Sejahtera Trading (PT MBST) pada
          periode 31 Maret 2026 adalah sebesar Rp11.141.000,-, kami tidak
          melakukan penyesuaian terhadap pos ini karena telah mencerminkan
          nilai ekonomisnya.
      vii. Utang Afiliasi PT Mitra Bintang Sejahtera Trading (PT MBST) pada
           periode 31 Maret 2026 adalah sebesar Rp5.627.376.000,-, kami tidak
           melakukan penyesuaian terhadap pos ini karena telah mencerminkan
           nilai ekonomisnya.
     viii. Utang Lain-lain PT Mitra Bintang Sejahtera Trading (PT MBST)
           pada periode 31 Maret 2026 adalah sebesar Rp38.179.000,-, kami
           tidak melakukan penyesuaian terhadap pos ini karena telah
           mencerminkan nilai ekonomisnya.
      ix. Beban Akrual PT Mitra Bintang Sejahtera Trading (PT MBST) pada
          periode 31 Maret 2026 adalah sebesar Rp159.355.000,-, kami tidak
          melakukan penyesuaian terhadap pos ini karena telah mencerminkan
          nilai ekonomisnya.



                                                                             52
Page 61
                                                       31 Maret
                            De s c r I p t I o n         2026          Adjustment   Economic Value
                                                      Unaudited

         ASSETS
          a. Current Assets
             ▪ Kas dan Bank                                 281.394             -           281.394
             ▪ Piutang Usaha                                115.000             -           115.000
             ▪ Piutang Afiliasi                             499.000             -           499.000
             ▪ Piutang Lain                                       -             -                 -
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
             ▪ Persediaan                                 7.514.328             -         7.514.328
Anak         ▪ Biaya Dibayar Dimuka                               -             -                 -
             ▪ Uang Muka                                          -             -                 -
       x. Utang Pajak PT Mitra Bintang Sejahtera Trading (PT MBST) pada
             ▪ Pajak Dibayar Dimuka                               -             -                 -
            periode 31 Maret 2026 adalah sebesar Rp519.845.000,-, kami tidak
             Total Current Assets                         8.409.722             -         8.409.722

         b. melakukan        penyesuaian terhadap pos ini karena telah mencerminkan
             Non Current Assets
            nilai ekonomisnya.
             ▪ Aset Pajak Tangguhan
             ▪ Aset Tetap
                                                           20.077
                                                           11.141
                                                                       -
                                                                       -
                                                                              20.077
                                                                              11.141
            ▪ Aset Hak Guna                                 -       -             -
       xi. Liabilitas
            ▪ Aset LainnyaImbalan Karyawan PT Mitra Bintang -  Sejahtera
                                                                    -    Trading  -
           (PT      MBST)
            Total Non           pada periode 31 Maret31.218
                      Current Assets                       2026 adalah
                                                                    -    sebesar
                                                                             31.218

           Rp91.259.000,-, kami tidak melakukan penyesuaian
         TOTAL ASSETS                               8.440.940
                                                                  terhadap
                                                                    -
                                                                           pos ini
                                                                          8.440.940
           karena telah mencerminkan nilai ekonomisnya.
         LIABILITIES AND EQUITY
      xii.a. Modal      Saham PT Mitra Bintang Sejahtera Trading (PT MBST) pada
              Current Liabilities
               ▪ Utang Bank Jangka Pendek                       -       -               -
             periode        31 Maret 2026 adalah sebesar
               ▪ Utang Afiliasi                             Rp10.500.000.000,-,
                                                        5.627.376       -           kami
                                                                                5.627.376
             tidak      melakukan penyesuaian terhadap
               ▪ Utang Lain-lain                                pos ini - karena 38.179
                                                           38.179                   telah
               ▪ Beban Akrual                             159.355       -         159.355
             mencerminkan
               ▪ Utang Pajak
                                     nilai ekonomisnya.   519.845       -         519.845
             Bagian Yang Jatuh Tempo Dalam 1 Tahun                -             -                 -
      xiii. Defisit     PT Mitra Bintang Sejahtera Trading (PT
             ▪ Utang Bank                                           - MBST)- pada periode -
            31    Maret
             ▪ Liabilitas Sew a 2026 adalah sebesar Rp-8.495.075.000,-,
                                                                    -         kami tidak  -
             ▪ Liabilitas Imbalan Karyaw an                         -      -              -
            melakukan           penyesuaian terhadap pos ini6.344.756
             Total Current Liabilities                        karena telah mencerminkan
                                                                           -      6.344.756
            nilai ekonomisnya.
         b. Non Current Liabilities
            Bagian Yang Jatuh Tempo Dalam 1 Tahun
      xiv. Adjustment
            ▪ Utang Bank                                           -         -             -
           Setelah        dilakukan penyesuaian, maka terdapat
            ▪ Liabilitas Sew                                       - selisih angka
                                                                             -      sebesar-
            ▪ Liabilitas Imbalan Karyaw an                    91.259         -        91.259
           Rp0,-       yang     merupakan
            Total Non Current Liabilities
                                                angka penambahan
                                                              91.259
                                                                    untuk  ekuitas.
                                                                             -
                                                                                    Dengan
                                                                                      91.259
           demikian jumlah ekuitas menjadi sebesar Rp2.004.925.000,-.
         c. Equity
            ▪ Modal Saham                                10.500.000             -        10.500.000
            ▪ Defisit                                    (8.495.075)            -        (8.495.075)
        Berdasarkan penilaian dengan menggunakan Pendekatan Aset (Asset
            ▪ Kepentingan Non Pengendali                          -             -                 -
            ▪ Adjustment                                          -             -                 -
        Based Approach) dengan aplikasi Adjusted Book Value (ABV)
            Total Equity                                  2.004.925             -         2.004.925
        Method, maka indikasi nilai ekuitas PT Mitra Bintang Sejahtera
         TOTAL LIABILITIES & EQUITY               8.440.940    - 8.440.940
        Trading    (PT MBST) dapat disajikan sebagai  berikut:
                                                                  0             -                 0
         Indikasi Nilai Ekuitas                             100,00%        Rp.000         2.004.925
         Indikasi Nilai Ekuitas                               4,75%        Rp.000            95.282
          - DLOC                                             30,00%        Rp.000           (28.585)
         Equity Market Value                                               Rp.000            66.697




                                                                                                  53
Page 62
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
       Penilaian ekuitas PT Mitra Bintang Sejahtera Trading (PT MBST)
       selaku Anak Perusahaan dari MKNT berdasarkan Pendekatan Pasar
       (Market Approach) dengan aplikasi Guideline Publicly Traded
       Company (GPTC) Method, dengan Cut Off Date yang digunakan adalah
       laporan keuangan unaudited per 31 Maret 2026 yaitu sebagai berikut.


                             Com parison Com pany Nam e                                             P/BV



          1 Yelooo Integra Datanet Tbk.                                            x                       0,61
          2 Erajaya Sw asembada Tbk.                                               x                       0,59
          3 Aspirasi Hidup Indonesia Tbk.                                          x                       0,98
          4 Distribusi Voucher Nusantara Tbk.                                      x                       0,26
          5 Mitra Adiperkasa Tbk.                                                  x                       1,16
          6 M Cash Integrasi Tbk.                                                  x                       0,32
          7 Midi Utama Indonesia Tbk                                               x                       2,22
          8 NFC Indonesia Tbk.                                                     x                       1,62
         Sumber: idx.co.id 31 Maret 2026
            Average                                                                         x              0,97
            M edian                                                                         x              0,80

                                                                                                 BV Of Equity
                                                                      PT MBST                       2.004.925
                                                                     MULTIPLE                       1.944.777
                                                                         BOBOT         100,00%        100,00%
                                                              Nilai Tertim bang         Rp.000      1.944.777
                                                                    Cash & Bank         Rp.000                -
                                                           Interest Bearing Debt        Rp.000                -
                                                          Indikasi Nilai Ekuitas       100,00%      1.944.777
                                                          Indikasi Nilai Ekuitas         4,75%         92.423
                                                                           DLOC         30,00%        (27.727)
                                                     Indicative Equity Value            Rp.000         64.696
                                                                       DLOM              0,00%              -
                                                       Equity Market Value              Rp.000         64.696




                                                                                                                  54
Page 63
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
       Untuk mendapatkan nilai yang mewakili kedua indikasi nilai ekuitas
       diatas, dilakukan rekonsiliasi dengan terlebih dahulu dilakukan
       pembobotan terhadap kedua metode tersebut. Oleh karena itu, dalam
       penilaian ini pembobotan yang diberikan untuk masing masing metode
       adalah 50,00% untuk Adjusted Book Value (ABV) Method dan 50,00%
       untuk Guideline Publicly Traded Company (GPTC) Method.

                                                        Equity Market        Market Value
                    M ethod                                 Value     Weight  Weighted
                                                          ( Rp.000 )          ( Rp.000 )

         1 Adjusted Book Value (ABV) Method                   66.697   50,00%      33.349
         2 Guideline Publicly Traded Company (GPTC) Method    64.696   50,00%      32.348
        Equity Market Value                                                        65.697



        Berdasarkan hasil penilaian yang telah dilakukan, termasuk kajian
        terhadap faktor-faktor relevan lainnya yang berpengaruh, kami
        berpendapat bahwa Nilai Pasar 4,75% Ekuitas PT Mitra Bintang
        Sejahtera Trading (PT MBST) pada tanggal 31 Maret 2026 adalah
        sebesar:
                                         Rp65.697.000,-
         (Enam Puluh Lima Juta Enam Ratus Sembilan Puluh Tujuh Ribu
                                  Rupiah)




                                                                                        55
Page 64
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
6.1.3   Indikasi Nilai Ekuitas – MKNT
        Penilaian ekuitas MKNT berdasarkan Pendekatan Aset (Asset Based
        Approach) dengan aplikasi Adjusted Book Value (ABV) Method,
        dengan Cut Off Date yang digunakan adalah laporan keuangan
        unaudited per 31 Maret 2026 yaitu sebagai berikut.
                                                                    31 Maret
                            De s c r I p t I o n                      2026           Adj ustment       Economi c Val ue
                                                                   Unaudi ted

         ASSETS
          a. Current Assets
             ▪ Kas dan Bank                                                 1.158                  -              1.158
             ▪ Piutang Usaha                                                    -                  -                  -
             ▪ Piutang Af iliasi                                                -                  -                  -
             ▪ Piutang Lain                                             2.485.540                  -          2.485.540
             ▪ Persediaan                                                       -                  -                  -
             ▪ Biaya Dibayar Dimuka                                             -                  -                  -
             ▪ Uang Muka                                                        -                  -                  -
             ▪ Pajak Dibayar Dimuka                                             -                  -                  -
             Total Current Assets                                       2.486.698                  -          2.486.698

         b. Non Current Assets
            ▪ Uang Muka Penyertaan Saham                             822.925.100                 -         822.925.100
            ▪ Investasi Saham                                            499.000          (433.303)             65.697
            ▪ Aset Pajak Tangguhan                                       173.745                 -             173.745
            ▪ Aset Tetap                                                   1.243                 -               1.243
            ▪ Aset Hak Guna                                                    -                 -                   -
            ▪ Aset Lainnya                                                     -                 -                   -
            Total Non Current Assets                                 823.599.089          (433.303)        823.165.785

         TOTAL ASSETS                                                826.085.786          (433.303)        825.652.483

         LIABILITIES AND EQUITY
          a. Current Liabilities
             ▪ Utang Bank Jangka Pendek                                        -                   -                 -
             ▪ Utang Usaha                                                     -                   -                 -
             ▪ Utang Lain-lain                                       829.392.649                   -       829.392.649
             ▪ Beban Akrual                                            4.376.268                   -         4.376.268
             ▪ Utang Pajak                                               549.583                   -           549.583
             Bagian Yang Jatuh Tempo Dalam 1 Tahun                             -                   -                 -
             ▪ Utang Bank                                                      -                   -                 -
             ▪ Liabilitas Sew a                                                -                   -                 -
             ▪ Liabilitas Imbalan Karyaw an                                    -                   -                 -
             Total Current Liabilities                               834.318.499                   -       834.318.499

         b. Non Current Liabilities
            Bagian Yang Jatuh Tempo Dalam 1 Tahun
            ▪ Utang Bank                                                       -                   -                 -
            ▪ Liabilitas Sew a                                                 -                   -                 -
            ▪ Liabilitas Pajak Tangguhan                                       -                   -                 -
            ▪ Liabilitas Imbalan Karyaw an                               789.752                   -           789.752
            Total Non Current Liabilities                                789.752                   -           789.752

         c. Equity
            ▪ Modal Saham                                             110.000.000                -          110.000.000
            ▪ Tambahan Modal Disetor                                   32.993.656                -           32.993.656
            ▪ Keuntungan Belum Direalisasi Atas Kenaikan Inves Saham            -                -                    -
            ▪ Saldo Laba Telah Ditentukan Penggunaannya                 1.500.000                -            1.500.000
            ▪ Saldo Laba Belum Ditentukan Penggunaannya              (153.516.121)               -         (153.516.121)
            ▪ Kepentingan Non Pengendali                                        -                -                    -
            ▪ Adjustment                                                        -         (433.303)            (433.303)
            Total Equity                                               (9.022.465)        (433.303)          (9.455.768)

         TOTAL LIABILITIES & EQUITY                                  826.085.786          (433.303)        825.652.483


                                                                                -               -                     -
         Indikasi Nilai Ekuitas                                           100,00%          Rp.000            (9.455.768)
          - DLOM                                                            0,00%          Rp.000                     -
         Equity Market Value                                                               Rp.000            (9.455.768)

                                                                                                                      56
Page 65
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
       Penjelasan

      i.   Kas dan Bank MKNT pada periode 31 Maret 2026 adalah sebesar
           Rp1.158.000,-, kami tidak melakukan penyesuaian terhadap pos ini
           karena telah mencerminkan nilai ekonomisnya.
       ii. Piutang Lain MKNT pada periode 31 Maret 2026 adalah sebesar
           Rp2.485.540.000,-, kami tidak melakukan penyesuaian terhadap pos
           ini karena telah mencerminkan nilai ekonomisnya.
       iii. Uang Muka Penyertaan Saham MKNT pada periode 31 Maret 2026
            adalah sebesar Rp822.925.100.000,-, kami tidak melakukan
            penyesuaian terhadap pos ini karena telah mencerminkan nilai
            ekonomisnya.
      iv. Investasi Saham MKNT pada periode 31 Maret 2026 adalah sebesar
          Rp499.000.000,-, nilai tersebut kami lakukan penyesuaian sebesar
          Rp433.303.000,-,     sehingga     nilai   ekonomisnya    menjadi
          Rp65.697.000,-.
       v. Aset Pajak Tangguhan MKNT pada periode 31 Maret 2026 adalah
          sebesar Rp173.745.000,-, kami tidak melakukan penyesuaian
          terhadap pos ini karena telah mencerminkan nilai ekonomisnya.
      vi. Aset Tetap MKNT pada periode 31 Maret 2026 adalah sebesar
          Rp1.243.000,-, kami tidak melakukan penyesuaian terhadap pos ini
          karena telah mencerminkan nilai ekonomisnya.
      vii. Utang Lain-lain MKNT pada periode 31 Maret 2026 adalah sebesar
           Rp829.392.649.000,-, kami tidak melakukan penyesuaian terhadap
           pos ini karena telah mencerminkan nilai ekonomisnya.

           Komponen terbesar merupakan utang kepada PT Headwell Bintang
           Energi Hijau sebesar Rp668.000.000.000,-, atau sekitar 80,54% dari
           total utang lain-lain.

           Berdasarkan Perjanjian Pinjaman tanggal 17 Desember 2025,
           pinjaman tersebut berjangka waktu enam bulan, tidak dikenakan
           bunga, dan jatuh tempo pada 30 Juni 2026. Perjanjian juga mengatur
           kemungkinan konversi pinjaman menjadi saham dengan persetujuan
           Rapat Umum Pemegang Saham dan pemenuhan ketentuan pasar
           modal. Sampai dengan tanggal penilaian, persyaratan konversi
           tersebut belum terpenuhi sehingga saldo pinjaman tetap diperlakukan
           sebagai kewajiban Perseroan.




                                                                             57
Page 66
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
          Dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2025 sebesar
          Rp828.967.852.900,-, saldo utang lain-lain meningkat sebesar
          Rp424.795.900,-. Berdasarkan penelaahan atas dokumen dan
          informasi yang tersedia, tidak terdapat indikasi perbedaan material
          antara nilai tercatat dan nilai penyelesaiannya. Oleh karena itu, Penilai
          tidak melakukan penyesuaian dan menggunakan nilai tercatat
          sebesar Rp829.392.648.800,- sebagai nilai utang lain-lain per
          31 Maret 2026.
      viii. Beban Akrual MKNT pada periode 31 Maret 2026 adalah sebesar
            Rp4.376.268.000,-, kami tidak melakukan penyesuaian terhadap pos
            ini karena telah mencerminkan nilai ekonomisnya.
       ix. Utang Pajak MKNT pada periode 31 Maret 2026 adalah sebesar
           Rp549.583.000,-, kami tidak melakukan penyesuaian terhadap pos ini
           karena telah mencerminkan nilai ekonomisnya.
       x. Liabilitas Imbalan Karyawan MKNT pada periode 31 Maret 2026
          adalah sebesar Rp789.752.000,-, kami tidak melakukan penyesuaian
          terhadap pos ini karena telah mencerminkan nilai ekonomisnya.
       xi. Modal Saham MKNT pada periode 31 Maret 2026 adalah sebesar
           Rp110.000.000.000,-, kami tidak melakukan penyesuaian terhadap
           pos ini karena telah mencerminkan nilai ekonomisnya.
      xii. Tambahan Modal Disetor MKNT pada periode 31 Maret 2026 adalah
           sebesar Rp32.993.656.000,-, kami tidak melakukan penyesuaian
           terhadap pos ini karena telah mencerminkan nilai ekonomisnya.
      xiii. Saldo Laba Telah Ditentukan Penggunaannya MKNT pada periode
            31 Maret 2026 adalah sebesar Rp1.500.000.000,-, kami tidak
            melakukan penyesuaian terhadap pos ini karena telah mencerminkan
            nilai ekonomisnya.
      xiv. Saldo Laba Belum Ditentukan Penggunaannya MKNT pada periode
           31 Maret 2026 adalah sebesar Rp-153.516.121.000,-, kami tidak
           melakukan penyesuaian terhadap pos ini karena telah mencerminkan
           nilai ekonomisnya.
      xv. Adjustment
          Setelah dilakukan penyesuaian, maka terdapat selisih angka sebesar
          Rp-433.303.000,-. Dengan demikian jumlah ekuitas menjadi sebesar
          Rp-9.455.768.000,-.




                                                                                 58
Page 67
          ▪ Modal Saham                                             110.000.000              -   110.000.000
          ▪ Tambahan Modal Disetor                                   32.993.656              -    32.993.656
          ▪ Keuntungan Belum Direalisasi Atas Kenaikan Inves Saham            -              -              -
          ▪ Saldo Laba Telah Ditentukan Penggunaannya                 1.500.000              -      1.500.000
          ▪ Saldo Laba Belum Ditentukan Penggunaannya              (153.516.121)             - (153.516.121)
          ▪ Kepentingan Non Pengendali                                        -              -              -
          ▪ Adjustment                                                        -       (433.303)      (433.303)
Laporan Penilaian
          Total Equity100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi            (9.022.465)Nusantara   Tbk dan(9.455.768)
                                                                                      (433.303)       Entitas
Anak
           Berdasarkan penilaian dengan menggunakan Pendekatan Aset (Asset
           Based      Approach)
            TOTAL LIABILITIES & EQUITY dengan aplikasi Adjusted
                                                       826.085.786 Book
                                                                     (433.303)Value    (ABV)
                                                                                  825.652.483
           Method, maka indikasi nilai ekuitas MKNT dapat disajikan sebagai
           berikut:
                                                                                -                   -                   -
            Indikasi Nilai Ekuitas                                        100,00%              Rp.000          (9.455.768)
             - DLOM                                                         0,00%              Rp.000                   -
            Equity Market Value                                                                Rp.000          (9.455.768)

           Penilaian ekuitas MKNT berdasarkan Pendekatan Pasar (Market
           Approach) dengan aplikasi Guideline Publicly Traded Company
           (GPTC) Method, dengan Cut Off Date yang digunakan adalah laporan
           keuangan unaudited per 31 Maret 2026 yaitu sebagai berikut.


                                     Com parison Com pany Nam e                                                P/BV



             1 Yelooo Integra Datanet Tbk.                                                 x                          0,61
             2 Erajaya Sw asembada Tbk.                                                    x                          0,59
             3 Aspirasi Hidup Indonesia Tbk.                                               x                          0,98
             4 Distribusi Voucher Nusantara Tbk.                                           x                          0,26
             5 Mitra Adiperkasa Tbk.                                                       x                          1,16
             6 M Cash Integrasi Tbk.                                                       x                          0,32
             7 Midi Utama Indonesia Tbk                                                    x                          2,22
             8 NFC Indonesia Tbk.                                                          x                          1,62
            Sumber: idx.co.id 31 Maret 2026
                Average                                                                                 x             0,97
                M edian                                                                                 x             0,80

                                                                                                            BV Of Equity
                                                                              PT MKNT                         (9.022.465)
                                                                             MULTIPLE                         (8.751.791)
                                                                                 BOBOT         100,00%           100,00%
                                                                      Nilai Tertim bang         Rp.000        (8.751.791)
                                                                            Cash & Bank         Rp.000                   -
                                                                   Interest Bearing Debt        Rp.000                   -
                                                                  Indikasi Nilai Ekuitas       100,00%        (8.751.791)
                                                                           Premi Control        30,00%         2.625.537
                                                             Indicative Equity Value            Rp.000        (6.126.254)
                                                                               DLOM              0,00%                 -
                                                               Equity Market Value              Rp.000        (6.126.254)




                                                                                                                         59
Page 68
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
       Untuk mendapatkan nilai yang mewakili kedua indikasi nilai ekuitas
       diatas, dilakukan rekonsiliasi dengan terlebih dahulu dilakukan
       pembobotan terhadap kedua metode tersebut. Oleh karena itu, dalam
       penilaian ini pembobotan yang diberikan untuk masing masing metode
       adalah 50,00% untuk Adjusted Book Value (ABV) Method dan 50,00%
       untuk Guideline Publicly Traded Company (GPTC) Method.

                                                             Equity Market        Market Value
                    M ethod                                      Value     Weight  Weighted
                                                               ( Rp.000 )          ( Rp.000 )

         1 Adjusted Book Value (ABV) Method                     (9.455.768) 50,00%   (4.727.884)
         2 Guideline Publicly Traded Company (GPTC) Method      (6.126.254) 50,00%   (3.063.127)
        Equity Market Value                                                          (7.791.011)



        Berdasarkan hasil penilaian yang telah dilakukan, termasuk kajian
        terhadap faktor-faktor relevan lainnya yang berpengaruh, kami
        berpendapat bahwa Nilai Pasar 100,00% Ekuitas MKNT pada tanggal
        31 Maret 2026 adalah sebesar:
                                        Rp-7.791.011.000,-
        (Minus Tujuh Miliar Tujuh Ratus Sembilan Puluh Satu Juta Sebelas
                                   Ribu Rupiah)
         Sesuai Standar Penilaian Indonesia (SPI) 101 – Butir 6.12 adalah
        Nilai Negatif dalam Penilaian Bisnis dilaporkan sebagai “Nol” atau
                                 “Tidak Bernilai“.




                                                                                               60
Page 69
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
7      KLASIFIKASI PENILAI PUBLIK
       Penilai Publik yang menandatangani laporan penilaian bisnis ini
       merupakan Penilai Bisnis bersertifikat Masyarakat Profesi Penilai
       Indonesia (MAPPI) dengan perizinan sebagai berikut:

       ▪   Klasifikasi             : Penilai Bisnis
       ▪   No. MAPPI               : 01-S-01443
       ▪   No. Izin Penilai Publik : B-1.08.00038
       ▪   No. Register Penilai : RMK-2017.00034
       ▪   No. STTD OJK            : STTD.PB-43/PJ-1/PM.02/2023
       ▪   No. STTD IKNB           : 062/NB.122/STTD-P/2017




                                                                             61

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.93 MB
Published16 Jul 2026
Pages69
Characters181,141
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 66 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Mitra Komunikasi Nusantara Tbk · Nama Perusahaan p.1 ×204
linked org Yelooo Integra Datanet Tbk. p.4 ×5
linked org Aspirasi Hidup Indonesia Tbk. p.4 ×5
linked org Mitra Adiperkasa Tbk. p.4 ×5
linked org M Cash Integrasi Tbk. p.4 ×5
linked org Midi Utama Indonesia Tbk p.4 ×5
linked org NFC Indonesia Tbk. p.4 ×5
linked org PT Monjess Investama p.13
linked org Sun International p.13
linked — KPD Simas Equity p.13
linked person Jefri Junaedi · Direktur Utama p.28 ×3
linked org Omni Inovasi Indonesia Tbk. p.42 ×2
linked org Metrodata Electronics Tbk. p.42 ×2
linked person Irwan Raharja. p.42 ×2
linked person Muhamad Zidane Alfarizi. p.42 ×2
linked org Bank Nationalnobu Tbk p.44 ×2
linked org Bank Central Asia Tbk p.44 ×2
linked org Dana Pensiun p.44
linked org PT Headwell Bintang Energi Hijau p.45 ×3
possible person Dr. Satrio p.1 ×6
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×6
possible — Sri Lestari. p.25
possible org Erajaya Swasembada Tbk. p.42 ×2
unresolved org Sih Wiryadi dan Rekan p.2 ×2
unresolved org KJPP SIH p.2 ×10
unresolved org Menteri Keuangan p.2
unresolved org Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan p.2
unresolved org Bapepam p.2 ×3
unresolved org Menteri Keuangan Republik Indonesia p.2
unresolved org Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia p.4 ×8
unresolved org PT M KNT p.4
unresolved org Bank Indonesia p.9 ×12
unresolved org PT Digifast Kreasi Indonesia p.10 ×8
unresolved org PT DKI p.10 ×10
unresolved org PT Mitra Bintang Sejahtera Trading p.10 ×19
unresolved org PT MBST p.10 ×20
unresolved person Herly Lestari Harbi p.11
unresolved person Dev. p.11
unresolved org PT Sun International Capital p.13
unresolved org Pengawas Pasar Modal. IKNB p.21
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Sih Wiryadi dan Rekan p.21
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Sih Wiryadi p.21
unresolved org PT Citra Baru Steel p.24 ×2
unresolved org PT Radja Udang Malingping p.24 ×3
unresolved org Kementerian Hukum Republik Indonesia p.24
unresolved org PT Mazon Bumi Mining p.24
unresolved person Rose Takarina p.26 ×2
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. p.26 ×17
unresolved person Hasbullah Abdul Rasyid p.26 ×10
unresolved person Rahayu Ningsih p.27 ×6
unresolved org Adi dan Rekan p.28 ×5
unresolved org Bank Indonesia. Inflasi p.31
unresolved person H. Inflasi p.31
unresolved org Bank Indonesia Rapat Dewan Gubernur p.33
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Akta Perubahan Terakhir p.42
unresolved org PT Varia Beton Kencana p.43
unresolved org PT Active Decor p.43
unresolved org PT Numbing Jaya p.43
unresolved org PT Doa Bunda Sejati p.43
unresolved org PT Digifast p.58
unresolved org PT Mitra Bintang p.61
unresolved org PT Mitra Bintang Sejahtera TOTAL LIABILITIES p.61
unresolved org Bank MKNT p.65
unresolved org Mitra Komunikasi | (9.022.465)Nusantara p.67
unresolved org PT MKNT p.67

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result