Back to announcement
20260716_MKNT_Keterbukaan Informasi terkait Aksi Korporasi_32112837_lamp1.pdf
Other Text extracted MKNTSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 69
Page 1
Laporan Penilaian Ekuitas
Nomor File:
00028/2.0013-06/BS/05/0038/0/VII/2026
Penilaian 100,00% Ekuitas
PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk
dan Entitas Anak
AXA Tower Lantai 42 Suite 02, 03, dan 05, Jalan
Prof.Dr. Satrio Kavling 18, Karet Kuningan,
Setiabudi, Jakarta Selatan.
Page 2
Bogor, 16 Juli 2026
Nomor File : 00028/2.0013-06/BS/05/0038/0/VII/2026.
Perihal : Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi
Nusantara Tbk dan Entitas Anak.
Kepada Yth,
PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk.
AXA Tower Lantai 42 Suite 02, 03, dan 05, Jalan Prof. Dr. Satrio
Kavling 18, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan.
Dengan Hormat,
Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Sih Wiryadi dan Rekan (SIH) telah
melaksanakan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara
Tbk dan Entitas Anak yang selanjutnya dalam laporan ini disebut (MKNT),
berdasarkan persetujuan atas Surat Penawaran Pr.BV.043/SIH-BGR/MKNT
/V/26, tanggal 26 Mei 2026, untuk memberikan pendapat sebagai penilai
independen, tentang Penilaian Nilai Pasar 100,00% Ekuitas MKNT yang
dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan atau ekuivalennya pada tanggal
31 Maret 2026.
KJPP SIH resmi didirikan berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor
141/KM.1/2009, tanggal 10 Februari 2009, dengan Nomor Izin Kantor Penilai
2.09.0013, dan terdaftar sebagai Kantor Jasa Profesi Penunjang Pasar Modal
di Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam dan
LK) yang sekarang bernama Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Sedangkan Penilai Bisnis yang bertanggung jawab atas laporan ini resmi
memiliki perizinan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik
Indonesia Nomor 840/KM.1.2008, tanggal 10 Desember 2008, dengan Nomor
Izin Penilai Publik B-1.08.00038, dan Surat Tanda Terdaftar Profesi
Penunjang Pasar Modal dari Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Nomor
062/NB.122/STTD-P/2017, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor
STTD.PB-43/ PJ-1/PM.02/2023.
Gambaran tentang nilai pasar dari ekuitas MKNT akan digunakan sebagai
referensi dan pertimbangan oleh pihak manajemen MKNT atas rencana
dalam rangka kepentingan transaksi jual beli, dan kepentingan ke Pasar
Modal.
Page 3
Tujuan dari penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang Penilaian dari 100,00% Ekuitas MKNT yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan atau ekuivalennya pada tanggal 31 Maret 2026. Premis penilaian adalah sebuah perusahaan yang “going concern” yaitu dengan asumsi bahwa MKNT akan melanjutkan kegiatan usahanya pada masa mendatang dan tidak terdapat niat maupun keharusan untuk melakukan likuidasi atau menghentikan sebagian besar kegiatan operasionalnya. Premis ini didasarkan pada masih berlangsungnya kegiatan usaha MKNT di bidang jasa teknologi informasi, telekomunikasi, dan solusi digital, keberadaan pelanggan dan mitra usaha yang berkelanjutan, serta tersedianya sumber daya dan aset operasional yang mendukung kegiatan perusahaan. Nilai Pasar didefinisikan sebagai estimasi sejumlah uang dapat di peroleh atau dibayar untuk penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara layak, dimana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya. Kehati-hatian dan tanpa paksaan. (SPI 101 - Butir 301). Independensi Penilai Dalam mempersiapkan laporan penilaian ini kami telah bertindak secara independen, kami tidak mempunyai kepentingan finansial atau apapun, baik sekarang maupun dimasa mendatang atas penilaian saham ini, dan fee dari penilaian ini tidak tergantung atas nilai ekuitas yang terdapat dalam laporan ini. Pendekatan dan Metodologi Dalam penilaian ini, pendekatan yang diaplikasikan adalah Pendekatan Aset (Asset Based Approach) dengan aplikasi Adjusted Book Value (ABV) Method dan Pendekatan Pasar (Market Approach) dengan aplikasi Guideline Publicly Traded Company (GPTC) Method. Pendekatan ini dipilih dengan pertimbangan bahwa nilai ekuitas perusahaan dapat diestimasi secara memadai berdasarkan nilai pasar aset setelah dikurangi dengan nilai pasar liabilitas pada tanggal penilaian. Dalam penerapannya, nilai buku seluruh aset dan liabilitas perusahaan akan ditelaah dan disesuaikan untuk mencerminkan nilai pasar atau nilai ekonomisnya, termasuk dengan mempertimbangkan kualitas dan kolektibilitas aset, aset dan liabilitas yang belum tercatat, aset nonoperasional, liabilitas kontinjensi, serta dampak perpajakan yang relevan.
Page 4
b. Non Current Liabilities
Bagian Yang Jatuh Tempo Dalam 1 Tahun
▪ Utang Bank - - -
▪ Liabilitas Sew a - - -
▪ Liabilitas Pajak Tangguhan - - -
▪ Liabilitas Imbalan Karyaw an 789.752 - 789.752
Sumber
Total NonInformasi
Current Liabilities 789.752 - 789.752
Penilaian saham dilakukan berdasarkan atas data dan informasi yang
diterima
c. Equity dari pihak manajemen serta hasil wawancara dengan pihak-pihak
terkait.
▪ Modal Saham 110.000.000 - 110.000.000
Tanggal Penilaian
▪ Tambahan Modal Disetordan Masa Berlaku Laporan
32.993.656 - 32.993.656
▪ Keuntungan
Tanggal Belumpenilaian
efektif Direalisasi Atasadalah
Kenaikan Inper
ves Saham
tanggal 31 -Maret 2026, - dimana batas -
tersebut
▪ Saldo diambil
Laba Telah Diatas
tentukandasar pertimbangan kepentingan
Penggunaannya 1.500.000 dan tujuan
- penilaian.
1.500.000
Berdasarkan Salinan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
▪ Sald35/POJK.04/2020,
Nomor o Laba Belum Ditentukan Penggunaannya
tanggal 25 Mei (153.516.121) -
2020, laporan ini berlaku (153.516.121)
selama 6
▪ Kepentibulan
(enam) ngan Nonsejak
Pengendaltanggal
i penilaian, dan akan - berakhir - pada tanggal -
30 September 2026.
▪ Adjustment - (433.303) (433.303)
Total Equity
Indikasi Nilai Ekuitas (9.022.465) (433.303) (9.455.768)
Penilaian ekuitas MKNT berdasarkan Pendekatan Aset (Asset Based
Approach) dengan
TOTAL LIABILITIES & EQUITYaplikasi Adjusted Book Value (ABV)
826.085.786 Method,825.652.483
(433.303) dengan
Cut Off Date yang digunakan adalah laporan keuangan unaudited per
31 Maret 2026 yaitu sebagai berikut.
- - -
Indikasi Nilai Ekuitas 100,00% Rp.000 (9.455.768)
- DLOM 0,00% Rp.000 -
Equity Market Value Rp.000 (9.455.768)
Penilaian ekuitas MKNT berdasarkan Pendekatan Pasar (Market Approach)
dengan aplikasi Guideline Publicly Traded Company (GPTC) Method,
dengan Cut Off Date yang digunakan adalah laporan keuangan unaudited per
31 Maret 2026 yaitu sebagai berikut.
Com par is on Com pany Nam e P/BV
1 Yelooo Integra Datanet Tbk. x 0,61
2 Erajaya Sw asembada Tbk. x 0,59
3 Aspirasi Hidup Indonesia Tbk. x 0,98
4 Distribusi Voucher Nusantara Tbk. x 0,26
5 Mitra Adiperkasa Tbk. x 1,16
6 M Cash Integrasi Tbk. x 0,32
7 Midi Utama Indonesia Tbk x 2,22
8 NFC Indonesia Tbk. x 1,62
Sumber: idx.co.id 31 Maret 2026
Aver a ge x 0,97
M edi a n x 0,80
BV Of Equity
PT M KNT (9.022.465)
M ULTIPLE (8.751.791)
BOBOT 100,00% 100,00%
Nilai Te r tim bang Rp.000 (8.751.791)
Cash & Bank Rp.000 -
Interest Bearing Debt Rp.000 -
Indik as i Nilai Ek uitas 100,00% (8.751.791)
Premi Control 30,00% 2.625.537
Indicative Equity Value Rp.000 (6.126.254)
DLOM 0,00% -
Equity M ar k e t Value Rp.000 (6.126.254)
Page 5
Untuk mendapatkan nilai yang mewakili kedua indikasi nilai ekuitas diatas,
dilakukan rekonsiliasi dengan terlebih dahulu dilakukan pembobotan terhadap
kedua metode tersebut. Oleh karena itu, dalam penilaian ini pembobotan
yang diberikan untuk masing masing metode adalah 50,00% untuk Adjusted
Book Value (ABV) Method dan 50,00% untuk Guideline Publicly Traded
Company (GPTC) Method.
Equity Market Market Value
M ethod Value Weight Weighted
( Rp.000 ) ( Rp.000 )
1 Adjusted Book Value (ABV) Method (9.455.768) 50,00% (4.727.884)
2 Guideline Publicly Traded Company (GPTC) Method (6.126.254) 50,00% (3.063.127)
Equity Market Value (7.791.011)
Berdasarkan hasil penilaian yang telah dilakukan, termasuk kajian terhadap
faktor-faktor relevan lainnya yang berpengaruh, kami berpendapat bahwa
Nilai Pasar 100,00% Ekuitas MKNT pada tanggal 31 Maret 2026 adalah
sebesar:
Rp-7.791.011.000,-
(Minus Tujuh Miliar Tujuh Ratus Sembilan Puluh Satu Juta Sebelas Ribu
Rupiah)
Sesuai Standar Penilaian Indonesia (SPI) 101 – Butir 6.12 adalah Nilai
Negatif dalam Penilaian Bisnis dilaporkan sebagai “Nol” atau “Tidak
Bernilai“.
Hasil dari penilaian ini merupakan Nilai Pasar 100,00% Ekuitas MKNT, sesuai
dengan persetujuan atas Surat Penawaran Pr.BV.043/SIH-BGR/MKNT
/V/26, tanggal 26 Mei 2026. Laporan ini disampaikan sebagai bahan
pemikiran namun tidak mengikat dan tidak dapat dijadikan dasar penentu
suatu keputusan yang berakibat hukum baik pidana maupun perdata, karena
laporan ini semata-mata dibuat berdasarkan keahlian yang kami miliki dan
data-data yang diberikan oleh Pemberi Tugas kepada kami adalah benar,
tidak palsu atau misleading dan tidak ada informasi yang ditutupi yang dapat
mempengaruhi nilai pasar secara signifikan, kecuali apabila terjadi kesalahan
atas penggunaan data tersebut yang disebabkan oleh ketersengajaan kami
dan oleh karenanya jika dikemudian hari diperoleh atau ditemukan data-data
baru yang menurut pendapat kami diperlukan perbaikan atas laporan ini,
maka pada kesempatan pertama kami akan melakukan perbaikan atas
laporan ini tanpa memperoleh izin dari Pemberi Tugas.
Page 6
Page 7
Page 8
Page 9
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
DAFTAR ISI
SERTIFIKAT
PERNYATAAN PENILAI
RINGKASAN EKSEKUTIF
1. PENDAHULUAN ................................................................................................................. 3
1.1. Identifikasi Status Penilai ..................................................................................................... 3
1.2. Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan................................................................ 3
1.3. Maksud dan Tujuan ............................................................................................................. 4
1.4. Identifikasi Obyek Penilaian ................................................................................................. 4
1.5. Identifikasi Bentuk Kepemilikan ........................................................................................... 5
1.6. Premis Nilai Dan Dasar Nilai Yang Digunakan .................................................................... 5
1.7. Tanggal Penilaian ................................................................................................................ 6
1.8. Jenis Mata Uang Yang Digunakan ...................................................................................... 6
1.9. Tingkat Kedalaman Investigasi ............................................................................................ 6
1.10. Sifat dan Sumber Informasi Yang Dapat Diandalkan ........................................................... 6
1.11. Asumsi dan Asumsi Khusus ................................................................................................ 7
1.12. Pendekatan Penilaian dan Alasan Penggunaannya ............................................................ 8
1.13. Kesimpulan Penilaian ........................................................................................................ 10
1.14. Persyaratan Atas Persetujuan Untuk Publikasi.................................................................. 11
1.15. Konfirmasi Bahwa Penilaian Dilakukan Berdasarkan SPI ................................................. 11
1.16. Kondisi Dan Syarat Pembatas ........................................................................................... 11
1.17. Definisi dan Istilah Yang Digunakan Dalam Penilaian ....................................................... 13
1.18. Tingkat Likuiditas Pasar Obyek Penilaian (Marketability) .................................................. 15
1.19. Penjelasan Mengenai Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian.................................. 15
1.20. Tambahan Informasi Lain di Luar Hal-Hal yang Telah Diuraikan....................................... 16
2. DATA DAN INFORMASI ................................................................................................... 17
2.1. Hasil Pelaksanaan Inspeksi ............................................................................................... 17
2.2. Hasil Pemeriksaan Atas Dokumen Hukum Yang Relevan Dengan Obyek Penilaian ........ 18
2.3. Pihak-Pihak Yang Telah Diwawancarai dan Hubungannya Dengan Obyek Penilaian ...... 20
2.4. Informasi Keuangan........................................................................................................... 20
2.5. Informasi Perpajakan ......................................................................................................... 20
2.6. Tinjauan Ekonomi Mikro dan Makro Indonesia .................................................................. 20
2.6.1 Kajian Ekonomi Mikro Indonesia ..................................................................................... 20
2.6.2 Kajian Ekonomi Makro Indonesia .................................................................................... 22
2.6.3 Laju Inflasi ....................................................................................................................... 23
2.6.4 Perkembangan Nilai Tukar Rupiah ................................................................................. 23
2.6.5 Neraca Pembayaran Indonesia ....................................................................................... 24
2.6.6 Respons Kebijakan Bank Indonesia................................................................................ 25
2.7. Perkembangan Industri Distribusi Produk Telekomunikasi di Indonesia ............................ 27
2.7.1 Tantangan Industri Distribusi Produk Telekomunikasi di Indonesia ................................ 29
2.8. Prospek Usaha .................................................................................................................. 32
1
Page 10
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
2.9. Aspek Teknis ..................................................................................................................... 33
2.9.1 Lokasi Kantor .................................................................................................................. 33
2.9.2 Jasa Yang Disediakan .................................................................................................... 33
2.10. Pesaing Usaha .................................................................................................................. 34
2.11. Informasi Non Keuangan yang Relevan Mengenai Obyek Penilaian ................................. 34
2.11.1 Pendirian ......................................................................................................................... 34
2.11.2 Manajemen Perusahaan ................................................................................................. 34
2.11.3 Kegiatan Usaha MKNT ................................................................................................... 37
2.12. Perjanjian Penting MKNT .................................................................................................. 37
2.13. Pasar Geografis ................................................................................................................. 38
2.14. Strategi Pemasaran ........................................................................................................... 38
2.15. Risiko Usaha & SWOT Analysis ........................................................................................ 39
3. PENYESUAIAN TERHADAP LAPORAN KEUANGAN .................................................... 42
4. ANALISIS ATAS LAPORAN KEUANGAN DAN INFORMASI KEUANGAN LAINNYA ... 43
4.1 Analisis Kinerja Keuangan ................................................................................................. 43
4.2 Informasi Keuangan Prospektif .......................................................................................... 46
4.3 Informasi Kompensasi Bagi Pemegang Saham................................................................. 46
4.4 Informasi Mengenai Asuransi yang Ditanggung oleh Perusahaan Untuk Karyawan Kunc 46
4.5 Analisis dan Pembahasan Manajemen .............................................................................. 46
5 ASET NON OPERASIONAL DAN LIABILITAS NON OPERASIONAL............................ 48
6 ANALISIS ATAS LAPORAN KEUANGAN DAN INFORMASI KEUANGAN LAINNYA
PENENTUAN INDIKASI NILAI ......................................................................................... 49
6.1 Perhitungan Nilai Ekuitas ................................................................................................... 49
6.1.1 Indikasi Nilai Ekuitas – PT Digifast Kreasi Indonesia (PT DKI) ...................................... 49
6.1.2 Indikasi Nilai Ekuitas – PT Mitra Bintang Sejahtera Trading (PT MBST)....................... 51
6.1.3 Indikasi Nilai Ekuitas – MKNT ........................................................................................ 56
7 KLASIFIKASI PENILAI PUBLIK ....................................................................................... 61
2
Page 11
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
1. PENDAHULUAN
1.1. Identifikasi Status Penilai
Penilai Publik yang bertanda tangan dalam laporan ini bertindak dalam
kapasitasnya sebagai Pimpinan Cabang dalam Kantor Jasa Penilai
Publik (KJPP) Sih Wiryadi dan Rekan (SIH) dengan klasifikasi sebagai
berikut:
Nama Penilai : Herly Lestari Harbi, S.E., M.Ec. Dev., MAPPI (Cert.)
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
No. MAPPI : 01-S-01443
No. Izin Penilai Publik : B-1.08.00038
No. Register Penilai : RMK-2017.00034
No. STTD OJK : STTD.PB-43/PJ-1/PM.02/2023
No. STTD IKNB : 062/NB.122/STTD-P/2017
Dalam Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara
Tbk dan Entitas Anak selanjutnya dalam laporan ini disebut (MKNT),
Penilai Publik tersebut diatas menyatakan:
• Penilai Publik dalam posisi untuk memberikan penilaian obyektif dan
tidak memihak, yang dapat diartikan bahwa Penilai bersikap
Independensi.
• Penilai Publik tidak mempunyai atau mempunyai potensi benturan
kepentingan dengan subyek dan/atau obyek penilaian.
• Penilai Publik memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian.
1.2. Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Dalam Penilaian 100,00% Ekuitas MKNT, Pemberi Tugas dan pengguna
laporan, yaitu:
Nama Perusahaan : PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk.
Alamat : AXA Tower Lantai 42 Suite 02, 03, dan
05, Jalan Prof. Dr. Satrio Kavling 18, Karet
Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan.
Telepon : 021-65303450.
3
Page 12
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
Email : mitrakomunikasin@gmail.com.
Persetujuan Pekerjaan : Surat Penawaran Pr.BV.043/SIH-
BGR/MKNT/V/26, tanggal
26 Mei 2026.
Tujuan : Untuk kepentingan transaksi jual beli, dan
kepentingan ke Pasar Modal.
1.3. Maksud dan Tujuan
Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang Nilai
Pasar 100,00% Ekuitas MKNT, yang akan digunakan dalam rangka
kepentingan transaksi jual beli, dan kepentingan ke Pasar Modal.
Tujuan dari penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat
independen tentang Penilaian 100,00% Ekuitas MKNT yang dinyatakan
dalam mata uang Rupiah atau ekuivalennya pada 31 Maret 2026.
Penilaian ini kami laksanakan dengan mengacu kepada Kode Etik
Penilai Indonesia (KEPI) dan Standar Penilaian Indonesia (SPI) -
Edisi VII tahun 2018, serta Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Usaha yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Salinan Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 35/POJK.04/2020,
tanggal 25 Mei 2020, dan Salinan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan
Republik Indonesia Nomor 17/SEOJK.04/2020, tanggal 9 Agustus 2020.
1.4. Identifikasi Obyek Penilaian
Obyek penilaian dalam penugasan ini adalah Penilaian 100,00% Ekuitas
MKNT, dalam rangka kepentingan transaksi jual beli, dan kepentingan
ke Pasar Modal.
4
Page 13
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
1.5. Identifikasi Bentuk Kepemilikan
Struktur modal MKNT berdasarkan Laporan Keuangan Unaudited per
31 Maret 2026 adalah sebagai berikut:
Tabel 1. Susunan Pemegang Saham MKNT
Jumlah Lembar
No Nama Pemegang Saham Nilai Saham Komposisi
Saham
1 PT Monjess Investama 1.244.823.662 Rp 24.896.473.240,- 22,63%
2 PT Sun International Capital 343.750.300 Rp 6.875.006.000,- 6,25%
3 KPD Simas Equity Fund 2 275.587.200 Rp 5.511.744.000,- 5,01%
Masyarakat (masing-masing di
4
bawah 5%) 3.635.838.838 Rp 72.716.776.760,- 66,11%
Total 5.500.000.000 Rp110.000.000.000,- 100,00%
Sumber: Laporan Keuangan Unaudited per 31 Maret 2026
1.6. Premis Nilai Dan Dasar Nilai Yang Digunakan
Objek penilaian adalah Penilaian 100,00% Ekuitas MKNT pada tanggal
penilaian. Dengan mempertimbangkan tujuan penilaian serta asumsi
transaksi antara pihak-pihak yang independen, memiliki pengetahuan
yang memadai, bertindak secara hati-hati, dan tanpa paksaan, dasar nilai
yang digunakan adalah Nilai Pasar. Nilai Pasar (Market Value) adalah
estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh atau dibayar untuk
penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal penilaian, antara
pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat menjual,
dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan
secara layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar
pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian dan tanpa paksaan. (SPI 101
butir 3.1) dan (POJK Nomor 35/POJK.04/2020.
Premis nilai yang digunakan adalah going concern, yaitu dengan asumsi
bahwa MKNT akan melanjutkan kegiatan usahanya pada masa
mendatang dan tidak terdapat niat maupun keharusan untuk melakukan
likuidasi atau menghentikan sebagian besar kegiatan operasionalnya.
Premis ini didasarkan pada masih berlangsungnya kegiatan usaha
MKNT di bidang jasa teknologi informasi, telekomunikasi, dan solusi
digital, keberadaan pelanggan dan mitra usaha yang berkelanjutan, serta
tersedianya sumber daya dan aset operasional yang mendukung
kegiatan perusahaan.
5
Page 14
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
1.7. Tanggal Penilaian
Tanggal efektif penilaian adalah per tanggal 31 Maret 2026, dimana
batas tersebut diambil atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan
penilaian. Berdasarkan Salinan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
Republik Indonesia Nomor 35/POJK.04/2020, tanggal 25 Mei 2020,
laporan ini berlaku selama 6 (enam) bulan sejak tanggal penilaian, dan
akan berakhir pada tanggal 30 September 2026.
1.8. Jenis Mata Uang Yang Digunakan
Jenis mata uang yang digunakan dalam penugasan ini adalah mata uang
Rupiah.
1.9. Tingkat Kedalaman Investigasi
Dalam Penilaian 100,00% Ekuitas MKNT, Penilai Publik telah melakukan
investigasi untuk mendapatkan keyakinan bahwa apa yang sedang
dilakukan penilaian sesuai dengan yang ada. Obyek penilaian MKNT
yang berlokasi di AXA Tower Lantai 42 Suite 02, 03, dan 05, Jalan
Prof.Dr. Satrio Kavling 18, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan.
Penilai Publik juga melakukan wawancara kepada pihak manajemen
MKNT dan pihak-pihak lain yang terkait. Selain itu, Penilai Publik juga
telah melakukan konfirmasi kepada Pemberi Tugas bahwa objek
penilaian tidak sedang atau telah dinilai oleh Penilai Publik lain untuk
maksud, tujuan, penggunaan laporan dan tanggal penilaian yang sama
atau berdekatan (dalam jangka waktu tidak lebih dari dua bulan).
1.10. Sifat dan Sumber Informasi Yang Dapat Diandalkan
Penilaian ini didasarkan pada analisis dan perhitungan atas saham yang
dinilai sesuai dengan data dan informasi yang diperoleh, yaitu:
Data Internal
• Laporan Keuangan Audited Stand Alone MKNT per tanggal
31 Desember 2021 sampai 31 Desember 2025.
• Laporan Keuangan Audited Anak Perusahaan per tanggal
31 Desember 2021 sampai 31 Desember 2025.
6
Page 15
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
• Laporan Keuangan Unaudited Stand Alone MKNT per tanggal
31 Maret 2026.
• Laporan Keuangan Unaudited Anak Perusahaan per tanggal
31 Maret 2026.
• Copy Akta Pendirian, Akta Perubahan, dan Perizinan-perizinan seperti
Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Tanda Daftar Perseroan
(TDP), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan perizinan lainnya.
• Company Profile MKNT.
• Kontrak-kontrak perjanjian kerja sama.
• Data-data lain yang di peroleh melalui wawancara atau interview
dengan berbagai pihak terutama dengan pihak manajemen.
Data Eksternal (Makro dan Mikro)
• Salinan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor
35/POJK.04/2020, tanggal 25 Mei 2020, tentang Penilaian Dan
Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
• Salinan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
Nomor 17/SEOJK.04/2020, tanggal 9 Agustus 2020, tentang
Pedoman Penilaian Dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis Di Pasar
Modal.
• Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) & Standar Penilaian Indonesia
(SPI) - Edisi VII tahun 2018.
• Laporan Kebijakan Moneter Triwulan I tahun 2026, dari Bank
Indonesia.
• Berbagai sumber informasi baik media cetak, elektronik dan hasil
analisis lain yang kami anggap relevan.
1.11. Asumsi dan Asumsi Khusus
Berdasarkan Salinan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik
Indonesia Nomor 35/POJK.04/2020, tanggal 25 Mei 2020, dan Surat
Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor
17/SEOJK.04/2020, tanggal 9 Agustus 2020, Asumsi adalah sesuatu
yang dianggap akan terjadi termasuk fakta, syarat, atau keadaan yang
mungkin dapat mempengaruhi objek penilaian atau pendekatan
penilaian dan kewajarannya telah dianalisis oleh Penilai Bisnis sebagai
bagian dari proses Penilaian (Bab I - Pasal I, Poin 15). Dan berdasarkan
Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) & Standar Penilaian Indonesia (SPI)
7
Page 16
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
- Edisi VII tahun 2018, Asumsi Khusus adalah asumsi yang dibuat
dengan mempertimbangkan fakta yang berbeda dengan yang
sebenarnya pada tanggal penilaian. Asumsi khusus sering digunakan
untuk menggambarkan efek pada situasi tertentu yang dapat
mempengaruhi nilai. (Konsep dan Prinsip Umum Penilaian – poin
12.4).
Dalam penugasan ini, Penilai Publik berasumsi bahwa asumsi yang
Penilai Publik gunakan adalah wajar dan relevan untuk diterima sebagai
fakta walaupun tanpa melakukan penyelidikan tertentu.
Penilai Publik berasumsi bahwa kondisi sosial, ekonomi, lingkungan dan
Pemerintahan selama melaksanakan penilaian tidak mengalami
perubahan. Secara khusus Penilai Publik juga berasumsi bahwa semua
informasi yang dipublikasikan, data riset dan data dari Pemerintah
semuanya dapat dipercaya.
1.12. Pendekatan Penilaian dan Alasan Penggunaannya
Dalam melakukan penilaian saham, ada beberapa pendekatan yang
dapat diaplikasikan, namun sangat tergantung pada kondisi internal dan
eksternal atau makro secara umum. Beberapa pendekatan dan metode
yang kami pergunakan meliputi:
a. Pendekatan Pasar (Market Approach) (SPI 330 – 5.23)
Pendekatan pasar menghasilkan indikasi nilai dengan cara
membandingkan aset yang dinilai dengan aset yang identik atau
sebanding dan adanya informasi harga transaksi atau penawaran.
Dalam pendekatan pasar, langkah pertama adalah mempertimbangkan
harga yang baru terjadi di pasar dari transaksi aset yang identik atau
sebanding. Jika transaksi terakhir yang telah terjadi hanya sedikit, dapat
dipertimbangkan dengan menggunakan harga yang ditawarkan (untuk
dijual) atau yang terdaftar (listed) dari aset yang identik atau sebanding,
relevansinya dengan informasi ini perlu dilakukan penyesuaian atas
informasi harga transaksi atau penawaran apabila terdapat perbedaan
dengan transaksi yang sebenarnya, sesuai dengan dasar nilai dan
asumsi yang akan digunakan dalam penilaian. Perbedaan dapat juga
meliputi karakteristik hukum, ekonomi atau fisik aset yang ditransaksikan
dan yang dinilai. (SPI - Edisi VII tahun 2018).
8
Page 17
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
Ada 4 (empat) metode yang populer dalam pendekatan pasar yaitu:
1. Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek (Guideline
Publicly Traded Company Method). (SPI 330 – 5.23.d).
2. Metode Pembanding Perusahaan Tertutup (Guideline Transaction
Method atau Direct Market Data Method). (SPI 330 – 5.23.e).
3. Metode Pembanding Perusahaan Merger dan Akuisisi (Guideline
Merged and Acquired Company Method). (SPI 330 – 5.23.f).
4. Metode Transaksi Sebelumnya (Prior Transaction Method). (SPI 330
– 5.23.g).
b. Pendekatan Pendapatan (Income Approach) (SPI 330 – 5.25)
Pendekatan pendapatan menghasilkan indikasi nilai dengan mengubah
arus kas di masa yang akan datang menjadi nilai kini.
Pendekatan ini mempertimbangkan pendapatan yang akan dihasilkan
aset selama masa manfaatnya dan menghitung nilai melalui proses
kapitalisasi. Kapitalisasi merupakan konversi pendapatan menjadi
sejumlah modal dengan mengunakan tingkat diskonto yang sesuai. Arus
kas dapat diperoleh dari pendapatan suatu kontrak atau beberapa
kontrak atau bukan dari kontrak, misalnya keuntungan yang diantisipasi
akan diperoleh dari penggunaan atau kepemilikan atas suatu aset.
(SPI - Edisi VII tahun 2018).
Ada 2 (dua) metode yang umum dalam pendekatan pendapatan
(SPI 330 – 5.25.c), yaitu:
1. Metode Diskonto Arus Kas (Discounted Cash Flow Method).
2. Metode Kapitalisasi Pendapatan (Capitalization of Income Method).
c. Pendekatan Aset (Asset Based Approach) (SPI 330 – 5.32)
Pendekatan aset menghasilkan indikasi nilai dengan menggunakan
prinsip ekonomi, dimana pembeli tidak akan membayar suatu aset lebih
daripada biaya untuk memperoleh aset dengan kegunaan yang sama
atau setara, pada saat pembelian atau konstruksi.
Pendekatan ini berdasarkan prinsip harga yang akan dibayar pembeli di
pasar untuk aset yang dinilai, tidak lebih dari biaya untuk membeli atau
membangun untuk aset yang setara, kecuali ada faktor waktu yang tidak
wajar, ketidaknyamanan, risiko atau faktor lainnya. Umumnya aset yang
dinilai kurang menarik dikarenakan faktor usia atau sudah usang,
dibandingkan aset alternatif yang baru dibeli atau dibangun. Untuk hal
9
Page 18
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
ini, diperlukan penyesuaian karena adanya perbedaan biaya dengan
aset alternatif, tergantung pada dasar nilai yang diperlukan. (SPI - Edisi
VII tahun 2018).
Ada 2 (dua) metode yang umum dalam pendekatan aset (SPI 330 –
5.32.h), yaitu:
1. Metode Penyesuaian Aktiva Bersih (PAB) - Adjusted Net Asset
Method (ANAM), Adjusted Book Value Method (ABVM), Net Asset
Valuation Method (NAVM) dan Assets Accumulation Method (AAM).
2. Metode Kelebihan Pendapatan - Excess Earning Method (EEM).
Metode dan Pendekatan yang akan digunakan disesuaikan dengan
kondisi dan situasi yang ada berkenaan dengan ketersediaan data dan
informasi yang diperlukan serta tujuan dari dilakukannya penilaian.
Dalam penilaian ini, pendekatan yang diaplikasikan adalah Pendekatan
Aset (Asset Based Approach) dengan aplikasi Adjusted Book Value
(ABV) Method dan Pendekatan Pasar (Market Approach) dengan
aplikasi Guideline Publicly Traded Company (GPTC) Method.
Pendekatan ini dipilih dengan pertimbangan bahwa nilai ekuitas
perusahaan dapat diestimasi secara memadai berdasarkan nilai pasar
aset setelah dikurangi dengan nilai pasar liabilitas pada tanggal
penilaian. Dalam penerapannya, nilai buku seluruh aset dan liabilitas
perusahaan akan ditelaah dan disesuaikan untuk mencerminkan nilai
pasar atau nilai ekonomisnya, termasuk dengan mempertimbangkan
kualitas dan kolektibilitas aset, aset dan liabilitas yang belum tercatat,
aset nonoperasional, liabilitas kontinjensi, serta dampak perpajakan
yang relevan.
Penilai Publik wajib memilih dan menerapkan Pendekatan Penilaian,
Metode Penilaian, dan Prosedur Penilaian, yang sesuai dengan definisi
Nilai yang dicari dan karakteristik Penilaian. (Nomor 35/POJK.04/2020,
Bab VII, Pasal 28.1.b).
1.13. Kesimpulan Penilaian
Kesimpulan penilaian di dalam laporan ini dinyatakan dalam jumlah
nominal dan disebutkan dalam jumlah terbilang secara konsisten.
(SPI 105 – 5.1.d).
10
Page 19
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
1.14. Persyaratan Atas Persetujuan Untuk Publikasi
Hasil penilaian ini hanya ditujukan kepada Pemberi Tugas sesuai dengan
tujuan yang telah disetujui. Untuk penggunaan maupun publikasi kepada
pihak selain Pemberi Tugas, maka harus mendapatkan persetujuan
tertulis dari KJPP SIH.
1.15. Konfirmasi Bahwa Penilaian Dilakukan Berdasarkan SPI
Dalam penyusunan laporan Penilaian 100,00% Ekuitas MKNT, Penilai
Publik melakukan berdasarkan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) dan
Standar Penilaian Indonesia (SPI) - Edisi VII tahun 2018, serta
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020, tanggal
25 Mei 2020, dan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor
17/SEOJK.04/2020, tanggal 9 Agustus 2020.
1.16. Kondisi Dan Syarat Pembatas
1. KJPP SIH maupun anggota atau karyawan tidak bertanggung jawab
kepada pihak manapun, selain kepada MKNT, termasuk dalam hal
kesalahan ataupun kekurangan yang timbul sehubungan dengan
kurangnya informasi serta data yang diberikan Pemberi Tugas
kepada Penilai.
2. Bahwa semua dokumen, pernyataan-pernyataan dan keterangan-
keterangan yang diberikan oleh Pemberi Tugas atau pihak ketiga
kepada kami untuk tujuan penilaian saham ini adalah benar, akurat,
lengkap dan sesuai dengan keadaan sebenarnya, serta tidak
mengalami perubahan sampai dengan tanggal diberikannya
penilaian saham ini.
3. Kami tidak mempunyai kepentingan terhadap aset, kepemilikan atau
kepentingan bisnis yang menjadi subyek dari penilaian ini, baik untuk
saat ini maupun dimasa mendatang.
4. Laporan penilaian saham yang dihasilkan oleh KJPP SIH bersifat
non disclaimer opinion.
5. Data-data dan informasi yang diperoleh KJPP SIH berasal dari
sumber yang dapat dipercaya keakuratannya.
6. KJPP SIH menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan
yang mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh
manajemen dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
11
Page 20
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
7. Penilai Publik berasumsi bahwa asumsi yang digunakan adalah
wajar dan relevan untuk diterima sebagai fakta walaupun tanpa
melakukan penyelidikan tertentu, dan dapat dipertanggung
jawabkan dalam laporan penilaian bisnis.
8. KJPP SIH bertanggung jawab atas laporan penilaian saham dan
kesimpulan laporan penilaian saham.
9. Informasi atas status hukum obyek penilaian dari Pemberi Tugas
dianggap benar dan dapat dipercaya, KJPP SIH tidak bertanggung
jawab jika ternyata informasi yang diberikan itu terbukti tidak sesuai
dengan hal yang sesungguhnya.
10. Kami tidak memiliki kepentingan pribadi atau kecenderungan untuk
berpihak berkenaan dengan subyek dari laporan ini maupun pihak-
pihak yang terlibat didalamnya.
11. Biaya jasa penilaian atau fee yang kami terima dari penugasan
penilaian ini tidak dikaitkan dengan nilai yang dilaporkan didasarkan
pada hasil penilaian yang telah ditentukan sebelumnya.
12. Berdasarkan pengetahuan dan keyakinan kami, pernyataan-
pernyataan mengenai fakta dalam laporan ini yang menjadi dasar
dari analisis, kesimpulan dan opini yang kami nyatakan adalah benar.
13. Laporan penilaian ekuitas ini terbuka untuk publik, kecuali terdapat
informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi
operasional perusahaan.
14. Penilai Publik bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan
kewajaran proyeksi keuangan.
15. Analisis, opini dan kesimpulan telah dibuat, dan laporan ini telah
disusun sesuai dengan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) dan
Standar Penilaian Indonesia (SPI) - Edisi VII tahun 2018.
16. Apabila tidak ada persetujuan yang disepakati bersama sebelumnya,
kami tidak diwajibkan untuk memberikan kesaksian kepada
pengadilan ataupun badan Pemerintah lainnya sehubungan dengan
saham yang dinilai.
17. Semua tuntutan bilamana ada, telah diabaikan. Oleh karena saham
yang dinilai sesuai dengan syarat pembatas poin kedua, dianggap
berada dibawah hak milik yang sah.
18. Tanda tangan pimpinan dan cap perusahaan yang resmi merupakan
syarat mutlak sahnya Certificate of Appraisal ini dan Laporan
Penilaian yang terlampir.
12
Page 21
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
1.17. Definisi dan Istilah Yang Digunakan Dalam Penilaian
MAPPI : Masyarakat Profesi Penilai Indonesia.
KEPI 2018 : Kode Etik Penilai Indonesia 2018.
SPI 2018 : Standar Penilaian Indonesia tahun 2018.
KPUP 2018 : Konsep dan Prinsip Umum Penilaian tahun 2018.
BAPEPAM : Badan Pengawas Pasar Modal.
IKNB : Industri Keuangan Non Bank.
LK : Lembaga Keuangan.
OJK : Otoritas Jasa Keuangan.
KJPP SIH : Kantor Jasa Penilai Publik Sih Wiryadi dan Rekan.
MKNT : PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk.
Objek Penilaian : Objek Penilaian dapat merupakan aset, liabilitas,
entitas, ekuitas, kepentingan dan/atau kerugian
ekonomis yang dinilai. (SPI 330 - 3.20).
Tanggal : Tanggal Penilaian adalah tanggal pada saat nilai,
Penilaian hasil penilaian, atau perhitungan manfaat ekonomi
(Cut Off Date) dinyatakan dan diberlakukan.
(SPI 103 - 5.3 - a.8, Salinan POJK Nomor
35/POJK.04/2020, Bab I, Pasal I - poin 9, dan
SEOJK Nomor 17/SEOJK.04/2020, Bab I – poin
8).
Nilai Pasar : Nilai Pasar didefinisikan sebagai estimasi sejumlah
uang dapat di peroleh atau dibayar untuk
penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal
penilaian, antara pembeli yang berminat membeli
dengan penjual yang berminat menjual, dalam
suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya
dilakukan secara layak, dimana kedua pihak
masing-masing bertindak atas dasar pemahaman
yang dimilikinya. Kehati-hatian dan tanpa paksaan.
13
Page 22
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
(SPI 101 - 3.1, Salinan POJK Nomor
35/POJK.04/2020, Bab I, Pasal I - poin 14, dan
SEOJK Nomor 17/SEOJK.04/2020, Bab I – poin
14).
Asumsi : Asumsi adalah sesuatu yang dianggap akan terjadi
termasuk fakta, syarat atau keadaan yang mungkin
dapat mempengaruhi Objek Penilaian atau
Pendekatan Penilaian dan Kewajarannya telah
dianalisis oleh Penilai Publik sebagai bagian dari
proses penilaian.
(Salinan POJK Nomor 35/POJK.04/2020, Bab I,
Pasal I - poin 15, dan SEOJK Nomor
17/SEOJK.04/2020, Bab I – poin 15).
Arus Kas : Arus Kas Bersih (AKB) adalah jumlah kas yang:
Bersih (AKB)
a. Tersedia setelah terpenuhinya kebutuhan kas
untuk kegiatan operasional.
b. Merupakan arus kas yang tersedia bagi penyedia
modal (utang dan ekuitas).
c. Telah bebas dari kewajiban untuk
mempertahankan operasi saat ini (current
operation) & untuk mengantisipasi pertumbuhan
perusahaan.
(SPI 330 - 3.1, Salinan POJK Nomor
35/POJK.04/2020, Bab I, Pasal I - poin 36, dan
SEOJK Nomor 17/SEOJK.04/2020, Bab I - poin
36).
Diskon : Diskon Likuiditas Pasar (Discount For Lack of
Likuiditas Marketability) adalah suatu jumlah atau persentase
Pasar tertentu yang merupakan pengurang dari nilai suatu
(Discount For ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya likuiditas
Lack of Obyek Penilaian.
Marketability)
(SPI 330 - 3.7, Salinan POJK Nomor
35/POJK.04/2020, Bab I, Pasal I - poin 29, dan
SEOJK Nomor 17/SEOJK.04/2020, Bab I - poin
26).
14
Page 23
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
Diskon Tanpa : Diskon Pengendalian (Discount For Lack of
Pengendalian Control) adalah suatu jumlah atau persentase
(Discount For tertentu yang merupakan pengurang dari nilai suatu
Lack of ekuitas sebagai cerminan dari tingkat pengendalian
Control) atas Obyek Penilaian.
(SPI 330 - 3.6, Salinan POJK Nomor
35/POJK.04/2020, Bab I, Pasal I - poin 28, dan
SEOJK Nomor 17/SEOJK.04/2020, Bab I - poin
25).
Premi Kendali : Premi Pengendalian (Premium for Control) adalah
(Control suatu jumlah atau persentase tertentu yang
Premium) merupakan penambahan dari nilai suatu ekuitas
sebagai cerminan dari tingkat pengendalian atas
Obyek Penilaian.
(SPI 330 - 3.23, Salinan POJK Nomor
35/POJK.04/2020, Bab I, Pasal I - poin 31, dan
SEOJK Nomor 17/SEOJK.04/2020, Bab I - poin
31).
1.18. Tingkat Likuiditas Pasar Obyek Penilaian (Marketability)
Mengingat MKNT bergerak di bidang teknologi informasi,
telekomunikasi, dan solusi digital yang didukung oleh kebutuhan pasar
yang terus berkembang seiring dengan peningkatan transformasi digital
di berbagai sektor, serta didukung oleh kemampuan perusahaan dalam
mengelola aset lancar, piutang usaha, dan sumber daya operasionalnya
untuk memenuhi kewajiban jangka pendek, maka dapat dikatakan
bahwa MKNT berada pada kondisi tingkat likuiditas yang memadai.
Kondisi tersebut mencerminkan kemampuan perusahaan dalam
menjaga kelancaran operasional dan memenuhi kewajiban finansialnya
tepat waktu, sehingga mendukung keberlangsungan usaha secara
berkelanjutan.
1.19. Penjelasan Mengenai Kejadian Penting Setelah Tanggal
Penilaian
Berdasarkan dokumen dan informasi yang diterima Penilai, sejak tanggal
penilaian 31 Maret 2026 sampai dengan tanggal laporan penilaian 16 Juli
2026 terdapat kejadian penting setelah tanggal penilaian.
15
Page 24
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
Pada tanggal 29 Mei 2026, MKNT menandatangani Akta Perjanjian Jual
Beli Saham PT Citra Baru Steel untuk pembelian sebanyak 49.999.999
saham dengan harga transaksi sebesar Rp668.006.058.612,-, yang
berdasarkan perjanjian dijadwalkan untuk dibayarkan pada tanggal
30 Juni 2026. Pada tanggal yang sama, MKNT juga menandatangani
Akta Perjanjian Jual Beli Saham PT Radja Udang Malingping untuk
pembelian sebanyak 152.990 saham dengan harga transaksi sebesar
Rp156.490.000.000,-, dengan pembayaran yang telah dilakukan
sebesar Rp154.925.100.000,- dan sisa pembayaran sebesar
Rp1.564.900.000,-.
Sehubungan dengan transaksi tersebut, peralihan saham PT Citra Baru
Steel telah diterima dan dicatat dalam Sistem Administrasi Badan Hukum
Kementerian Hukum Republik Indonesia pada tanggal 10 Juni 2026
berdasarkan Akta Notaris Nomor 29 tanggal 29 Mei 2026. Sementara itu,
sisa kewajiban pembayaran atas pembelian saham PT Radja Udang
Malingping sebesar Rp1.564.900.000,- telah diakui sebagai utang MKNT
kepada PT Mazon Bumi Mining berdasarkan Perjanjian Hutang-Piutang
tanggal 29 Mei 2026. Utang tersebut tidak dikenakan bunga sepanjang
dilunasi paling lambat pada tanggal 31 Agustus 2026 dan dijamin dengan
gadai sebanyak 1.530 saham PT Radja Udang Malingping yang dimiliki
MKNT.
Peristiwa-peristiwa tersebut terjadi setelah tanggal penilaian dan,
berdasarkan dokumen yang tersedia, merupakan transaksi yang
dilaksanakan setelah tanggal 31 Maret 2026. Oleh karena itu, dalam
Penilaian 100,00% Ekuitas MKNT dengan Pendekatan Aset (Asset
Based Approach) dengan aplikasi Adjusted Book Value (ABV)
Method, transaksi pembelian saham, kewajiban pembayaran, utang,
dan penjaminan saham tersebut tidak diperhitungkan dalam posisi aset
dan liabilitas pada tanggal penilaian, kecuali sepanjang terdapat bukti
bahwa transaksi tersebut berkaitan dengan kondisi atau kewajiban yang
telah ada pada tanggal penilaian. Meskipun demikian, kejadian tersebut
diungkapkan karena berpotensi memengaruhi komposisi aset dan
liabilitas, likuiditas, serta profil usaha MKNT setelah tanggal penilaian.
Dengan demikian, kesimpulan nilai dalam laporan ini tetap berlaku pada
tanggal 31 Maret 2026 dan tidak dimaksudkan untuk mencerminkan nilai
ekuitas MKNT pada tanggal 16 Juli 2026.
1.20. Tambahan Informasi Lain di Luar Hal-Hal yang Telah Diuraikan
Seluruh informasi material yang menyangkut penilaian saham telah
diungkapkan seluruhnya kepada KJPP SIH dan tidak ada pengurangan
atas fakta-fakta yang penting.
16
Page 25
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
2. DATA DAN INFORMASI
2.1. Hasil Pelaksanaan Inspeksi
Berikut ini hasil pelaksanaan inspeksi lokasi dilapangan:
Nama Perusahaan : PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk.
Alamat : AXA Tower Lantai 42 Suite 02, 03, dan 05,
Jalan Prof. Dr. Satrio Kavling 18, Karet
Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan.
Telepon : 021-65303450.
Tanggal Inspeksi : 02 Juli 2026.
Surveyor : Mutiara Sri Lestari.
Khevin Alkessa.
Tampak Depan Bangunan Kantor Tampak Ruang Masuk Kantor
Tampak Ruang Kantor Tampak Ruang Lobby
17
Page 26
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
2.2. Hasil Pemeriksaan Atas Dokumen Hukum Yang Relevan Dengan
Obyek Penilaian
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, MKNT telah memperoleh
perizinan-perizinan yang diperlukan, antara lain:
1. Akta Pendirian milik MKNT Nomor 27, tanggal 14 Juli 2008, yang
dibuat Notaris Rose Takarina, S.H. Notaris di Jakarta, yang telah
disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia.
2. Akta Perubahan milik MKNT Nomor 324, tanggal 26 Februari 2015,
yang dibuat Hasbullah Abdul Rasyid, S.H., M.Kn. Notaris di Jakarta
Selatan, yang telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia.
3. Akta Perubahan milik MKNT Nomor 179, tanggal 17 Juni 2015, yang
dibuat Hasbullah Abdul Rasyid, S.H., M.Kn. Notaris di Jakarta Selatan,
yang telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia.
4. Akta Perubahan milik MKNT Nomor 149, tanggal 21 Juni 2015, yang
dibuat Hasbullah Abdul Rasyid, S.H., M.Kn. Notaris di Jakarta Selatan,
yang telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia.
5. Akta Perubahan milik MKNT Nomor 311, tanggal 26 Juni 2015, yang
dibuat Hasbullah Abdul Rasyid, S.H., M.Kn. Notaris di Jakarta Selatan,
yang telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia.
6. Akta Perubahan milik MKNT Nomor 312, tanggal 26 Juni 2015, yang
dibuat Hasbullah Abdul Rasyid, S.H., M.Kn. Notaris di Jakarta Selatan,
yang telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia.
7. Akta Perubahan milik MKNT Nomor 141, tanggal 24 Juli 2015, yang
dibuat Hasbullah Abdul Rasyid, S.H., M.Kn. Notaris di Jakarta Selatan,
yang telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia.
8. Akta Perubahan milik MKNT Nomor 108, tanggal 13 November 2015,
yang dibuat Hasbullah Abdul Rasyid, S.H., M.Kn. Notaris di Jakarta
Selatan, yang telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia.
18
Page 27
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
9. Akta Perubahan milik MKNT Nomor 146, tanggal 31 Desember 2015,
yang dibuat Hasbullah Abdul Rasyid, S.H., M.Kn. Notaris di Jakarta
Selatan, yang telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia.
10. Akta Perubahan milik MKNT Nomor 149, tanggal 21 Juni 2016, yang
dibuat Hasbullah Abdul Rasyid, S.H., M.Kn. Notaris di Jakarta Selatan,
yang telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia.
11. Akta Perubahan milik MKNT Nomor 179, tanggal 19 Juni 2017, yang
dibuat Hasbullah Abdul Rasyid, S.H., M.Kn. Notaris di Jakarta Selatan,
yang telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia.
12. Akta Perubahan milik MKNT Nomor 26, tanggal 25 Agustus 2021,
yang dibuat Rahayu Ningsih, S.H. Notaris di Jakarta, yang telah
disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia.
13. Akta Perubahan milik MKNT Nomor 03, tanggal 19 Februari 2026,
yang dibuat Rahayu Ningsih, S.H. Notaris di Jakarta, yang telah
disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia.
14. Akta Perubahan milik MKNT Nomor 01, tanggal 02 Maret 2026, yang
dibuat Rahayu Ningsih, S.H. Notaris di Jakarta, yang telah disahkan
oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
15. Akta Perubahan milik MKNT Nomor 12, tanggal 30 April 2026, yang
dibuat Rahayu Ningsih, S.H. Notaris di Jakarta, yang telah disahkan
oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
16. Akta Perubahan Terakhir milik MKNT Nomor 14, tanggal 14 Juli 2026,
yang dibuat Rahayu Ningsih, S.H. Notaris di Jakarta, yang telah
disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia.
17. Nomor Induk Berusaha (NIB) milik MKNT, dengan Nomor
2607230377659.
18. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) milik MKNT, dengan Nomor
21.046.850.0-028.000.
19
Page 28
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
2.3. Pihak-Pihak Yang Telah Diwawancarai dan Hubungannya Dengan
Obyek Penilaian
Pihak-pihak yang telah diwawancarai adalah:
1. Bapak Jefri Junaedi selaku Direktur Utama.
2.4. Informasi Keuangan
Hasil pertimbangan pada laporan keuangan yang disediakan MKNT,
hasil pada status laporan keuangan memiliki opini keterangan sebagai
berikut:
Tabel 2. Informasi Keuangan MKNT
Tahun Status Nama KAP Nama AP Opini
2021 Audited Gideon, Adi dan Rekan Wiliam Suria Djaja Salim (AP. 1256) Wajar
2022 Audited Gideon, Adi dan Rekan Gideon Adi (AP. 0460) Wajar
2023 Audited Gideon, Adi dan Rekan Gideon Adi (AP. 0460) Wajar
2024 Audited Gideon, Adi dan Rekan Gideon Adi (AP. 0460) Wajar
2025 Audited Gideon, Adi dan Rekan Wiliam Suria Djaja Salim (AP. 1256) Wajar
2026 Unaudited - - -
Sumber: Manajemen MKNT
2.5. Informasi Perpajakan
Pada laporan keuangan unaudited posisi per tanggal 31 Maret 2026,
MKNT memiliki Utang Pajak sebesar Rp549.583.000,-.
2.6. Tinjauan Ekonomi Mikro dan Makro Indonesia
2.6.1 Kajian Ekonomi Mikro Indonesia
Perang di Timur Tengah makin memperburuk kondisi dan prospek
perekonomian global. Harga minyak dan komoditas dunia meningkat
tinggi dan diikuti dengan disrupsi rantai pasok perdagangan antarnegara
yang makin dalam. Imbal hasil (yield) United States (US) Treasury juga
terus meningkat dipengaruhi dampak prakiraan defisit fiskal Amerika
Serikat (AS) yang lebih besar. Aliran modal global terus bergeser ke
safe-haven assets, terutama pasar uang Amerika Serikat (AS), sejalan
dengan meningkatnya preferensi investor terhadap aset aman (flight to
safety). Indeks dolar Amerika Serikat (AS) terhadap mata uang negara
maju (DXY) terus menguat, sedangkan mata uang emerging markets
makin tertekan. Memburuknya perekonomian dan pasar keuangan
20
Page 29
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
global tersebut mengharuskan penguatan respons dan sinergi kebijakan
fiskal dan moneter guna menjaga ketahanan eksternal, memperkuat
stabilitas, dan mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.
Di dalam negeri, pertumbuhan ekonomi Indonesia perlu terus didorong
sehingga tetap baik di tengah memburuknya kondisi dan prospek
ekonomi global. Berbagai indikator terkini menunjukkan pertumbuhan
ekonomi triwulan I tahun 2026 meningkat ditopang oleh permintaan
domestik. Konsumsi rumah tangga naik didukung keyakinan pelaku
ekonomi dan kondisi Penghasilan yang terjaga serta kenaikan
permintaan selama perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN)
Idulfitri 1447 H. Belanja Pemerintah meningkat seiring pemberian
Tunjangan Hari Raya (THR) dan kenaikan belanja sosial serta berbagai
insentif lainnya, termasuk transfer ke daerah. Investasi, khususnya
bangunan, juga tetap baik didorong terutama oleh akselerasi investasi
terkait berbagai program prioritas Pemerintah.
Kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) perlu terus diperkuat
sehingga dapat memitigasi dampak berlanjutnya perang di Timur
Tengah. Kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah terus diperkuat di tengah
meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global. Inflasi Indeks
Harga Konsumen (IHK) tetap terkendali. Kebijakan moneter Bank
Indonesia terus diperkuat untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dan
turut mendorong pertumbuhan ekonomi. Kebijakan Insentif Likuiditas
Makroprudensial (KLM) terus dioptimalkan untuk mendorong
peningkatan kredit atau pembiayaan perbankan ke sektor prioritas guna
tetap mendukung pertumbuhan ekonomi. Transmisi pelonggaran
kebijakan moneter terhadap penurunan suku bunga perbankan masih
berlanjut.
Gambar 1. Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Domestik dan Komponen
Berdasarkan Lapangan Usaha
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan I Tahun 2026
21
Page 30
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
2.6.2 Kajian Ekonomi Makro Indonesia
Ekonomi Indonesia triwulan I tahun 2026 terhadap triwulan I tahun 2025
(y-on-y) tumbuh sebesar 5,61%. Pertumbuhan terjadi pada hampir
seluruh lapangan usaha, kecuali pertambangan dan penggalian serta
pengadaan listrik dan gas yang masing-masing terkontraksi sebesar
2,14% dan 0,99%.
Lapangan usaha yang tumbuh signifikan adalah penyediaan akomodasi
dan makan minum sebesar 13,14%, diikuti oleh jasa lainnya sebesar
9,91%, serta transportasi dan pergudangan sebesar 8,04%. Sementara
itu, industri pengolahan yang memiliki peran dominan terhadap
perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 5,04%.
Gambar 2. Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I Tahun 2026 Terhadap Triwulan I Tahun
2025 (Y-on-Y)
Sumber: Berita Resmi Statistik, Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (Y-on-Y)
(persen), Triwulan I Tahun 2025, Triwulan IV Tahun 2025, dan Triwulan I Tahun 2026
Struktur Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia menurut lapangan
usaha atas dasar harga berlaku pada triwulan I tahun 2026 tidak
menunjukkan perubahan berarti. Perekonomian Indonesia masih
didominasi oleh lapangan usaha industri pengolahan sebesar 19,07%,
diikuti oleh perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda
motor sebesar 13,28%, pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar
12,6%, konstruksi sebesar 9,8%, serta pertambangan dan penggalian
sebesar 8,69%.
22
Page 31
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
2.6.3 Laju Inflasi
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) tetap terkendali. Inflasi Indeks
Harga Konsumen (IHK) pada Maret 2026 tercatat sebesar 3,48% (yoy),
lebih rendah dibandingkan dengan realisasi pada bulan sebelumnya
sebesar 4,76% (yoy).
Inflasi inti menurun menjadi 2,52% (yoy) seiring tetap terjaganya
ekspektasi inflasi sesuai dengan sasaran yang didukung konsistensi
kebijakan moneter Bank Indonesia. Inflasi kelompok volatile food (VF)
juga turun menjadi 4,24% (yoy) didukung oleh kecukupan pasokan
komoditas pangan utama di tengah peningkatan permintaan pada
periode perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447
H.
Inflasi kelompok administered prices (AP) menurun menjadi 6,08% (yoy)
dari realisasi bulan sebelumnya sebesar 12,66% (yoy) seiring
minimalnya kebijakan harga yang diatur Pemerintah serta berakhirnya
faktor temporer base effect dari kebijakan diskon tarif listrik rumah tangga
pada Januari dan Februari 2025.
Gambar 3. Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) dan Komponen
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan I Tahun 2026
2.6.4 Perkembangan Nilai Tukar Rupiah
Nilai tukar rupiah diprakirakan akan stabil dengan kecenderungan
menguat, didukung oleh imbal hasil yang menarik, inflasi yang rendah,
dan tetap baiknya prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia. Bank
Indonesia berkomitmen untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah,
23
Page 32
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
termasuk melalui intervensi terukur di transaksi Non Deliverable Forward
(NDF), Domestic Non Deliverable Forward (DNDF), dan pasar spot, serta
memperkuat strategi operasi moneter pro market.
2.6.5 Neraca Pembayaran Indonesia
Kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) perlu terus diperkuat
sehingga dapat memitigasi dampak berlanjutnya perang di Timur
Tengah. Neraca perdagangan pada Januari hingga Februari 2026
mencatat surplus sebesar 2,2 miliar dolar Amerika Serikat (AS), terutama
bersumber dari surplus neraca perdagangan nonmigas serta defisit
neraca perdagangan migas yang menurun.
Dari transaksi modal dan finansial, investasi portofolio asing pada
Januari hingga Maret 2026 mencatat net outflows sebesar 1,7 miliar dolar
Amerika Serikat (AS), terutama dipengaruhi oleh ketidakpastian pasar
keuangan global yang dipicu perang di Timur Tengah. Pada awal triwulan
II tahun 2026 (hingga 20 April 2026), aliran modal kembali mencatat net
inflows sebesar 1,9 miliar dolar Amerika Serikat (AS), terutama ditopang
oleh aliran masuk modal asing ke Sekuritas Rupiah Bank Indonesia
(SRBI) dan Surat Berharga Negara (SBN) yang didorong oleh
peningkatan imbal hasil di kedua instrumen.
Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Maret 2026 tercatat
sebesar 148,2 miliar dolar Amerika Serikat (AS), setara dengan
pembiayaan 6,0 bulan impor atau 5,8 bulan impor dan pembayaran utang
luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan
internasional sekitar 3 bulan impor.
Gambar 4. Neraca Pembayaran Indonesia
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan I Tahun 2026
24
Page 33
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
2.6.6 Respons Kebijakan Bank Indonesia
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 21 hingga 22 April
2026 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75%, suku
bunga Deposit Facility sebesar 3,75%, dan suku bunga Lending Facility
sebesar 5,50%. Keputusan ini masih konsisten dengan upaya
meningkatkan efektivitas strategi penyesuaian struktur suku bunga
instrumen operasi moneter dalam memperkuat stabilisasi nilai tukar
Rupiah dari dampak memburuknya kondisi perekonomian global akibat
perang di Timur Tengah.
Ke depan, Bank Indonesia siap menempuh penguatan lebih lanjut
kebijakan moneter yang diperlukan untuk tetap mempertahankan
stabilitas nilai tukar Rupiah dan menjaga inflasi tahun 2026 dan tahun
2027 dalam sasaran 2,5±1%. Sementara itu, kebijakan makroprudensial
terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui
peningkatan kredit atau pembiayaan ke sektor riil dengan tetap
mempertahankan stabilitas sistem keuangan.
Kebijakan sistem pembayaran terus diarahkan untuk turut menopang
kegiatan ekonomi melalui perluasan akseptasi pembayaran digital,
penguatan struktur industri sistem pembayaran, serta peningkatan
keandalan dan ketahanan infrastruktur sistem pembayaran.
Arah bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem
pembayaran dalam mempertahankan stabilitas dan turut mendorong
pertumbuhan ekonomi berkelanjutan juga didukung dengan langkah-
langkah kebijakan pendukung.
1. Memperkuat efektivitas implementasi kebijakan moneter untuk
mempertahankan stabilitas nilai tukar Rupiah dan menjaga inflasi
tahun 2026 dan tahun 2027 dalam sasaran 2,5±1%, dengan:
I. Memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah melalui intervensi, baik
transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar luar negeri
maupun transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward
(DNDF) di pasar domestik;
II. Memperkuat struktur suku bunga instrumen moneter pro market
untuk tetap menarik aliran masuk investasi portofolio asing ke
aset keuangan domestik dalam mendukung stabilisasi nilai tukar
Rupiah; dan
III. Menjaga pertumbuhan Uang Primer lebih dari 10% sesuai
dengan ekspansi moneter untuk memastikan kecukupan
likuiditas di pasar uang dan perbankan, termasuk melalui
transaksi Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder
secara terukur.
25
Page 34
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
2. Memperkuat efektivitas implementasi kebijakan makroprudensial
akomodatif untuk mendorong pertumbuhan kredit atau pembiayaan
dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi dan tetap menjaga
stabilitas sistem keuangan, dengan:
I. Mempertahankan: (i) Rasio Countercyclical Capital Buffer
(CCyB) sebesar 0%; (ii) Rasio Intermediasi Makroprudensial
(RIM) pada kisaran 84 hingga 94%; (iii) Rasio Pendanaan Luar
Negeri (RPLN) maksimum 35% dari modal bank; (iv) Rasio
Penyangga Likuiditas Makroprudensial (PLM) sebesar 4%
dengan fleksibilitas repo sebesar 4%; dan (v) rasio Penyangga
Likuiditas Makroprudensial (PLM) Syariah sebesar 2,5% dengan
fleksibilitas repo sebesar 2,5%;
II. Mempublikasikan asesmen transparansi Suku Bunga Dasar
Kredit (SBDK) dengan pendalaman pada suku bunga kredit
berdasarkan sektor prioritas yang menjadi cakupan Kebijakan
Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) serta bersinergi
dengan Pemerintah dan pemangku kepentingan lain guna
mendorong kredit atau pembiayaan tinggi melalui Program
Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI);
3. Memperkuat implementasi langkah-langkah digitalisasi sistem
pembayaran sesuai dengan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia
(BSPI) tahun 2030 untuk mendukung akselerasi ekonomi-keuangan
digital nasional melalui:
I. Peluncuran Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI): Hackathon
dan Digdaya (Digital Talenta Berdaya dan Berkarya) serta Quick
Response Code Indonesian Standard (QRIS) Antarnegara
Indonesia–Tiongkok pada 30 April 2026;
II. Sinergi program Peningkatan Kapasitas dan Literasi Sinergi
(KATALIS) Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah
(P2DD) tahun 2026 dengan Pusat Inovasi Digital Indonesia
(PIDI)-Hackathon-Digdaya melalui perluasan inovasi sistem
pembayaran terkini untuk meningkatkan efisiensi transaksi
Pemerintah Daerah (Pemda).
4. Memperkuat implementasi langkah-langkah pendalaman pasar uang
dan pasar valuta asing sesuai dengan Blueprint Pendalaman Pasar
Uang (BPPU) tahun 2030 untuk mendukung stabilitas dan
pembiayaan perekonomian nasional melalui:
I. Pengecualian atas larangan transaksi Non-Deliverable Forward
(NDF) jual valuta asing terhadap Rupiah di pasar luar negeri bagi
Dealer Utama Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing (PUVA)
tertentu yang memenuhi persyaratan dari Bank Indonesia guna
mendukung stabilitas nilai tukar Rupiah dan pendalaman pasar
keuangan domestik;
26
Page 35
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
II. Perluasan instrumen operasi moneter valuta asing dengan
instrumen spot dan swap dalam valuta Offshore Chinese
Renminbi (CNH) terhadap Rupiah untuk mendukung stabilisasi
nilai tukar Rupiah dan perluasan transaksi perdagangan dan
investasi menggunakan mata uang lokal (Local Currency
Transactions, LCT).
Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi kebijakan dengan
Pemerintah, termasuk sinergi yang erat antara kebijakan moneter
dengan kebijakan fiskal untuk memitigasi dampak ketidakpastian global
akibat perang di Timur Tengah terhadap perekonomian domestik
sehingga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga baik.
Sinergi kebijakan dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK)
juga dipererat untuk turut menjaga stabilitas sistem keuangan dan
mendorong pembiayaan bagi program Asta Cita Pemerintah. Selain itu,
Bank Indonesia juga memperkuat dan memperluas kerja sama
internasional di area kebanksentralan, termasuk konektivitas sistem
pembayaran dan transaksi menggunakan mata uang lokal, serta
memfasilitasi penyelenggaraan promosi investasi dan perdagangan di
sektor prioritas bekerja sama dengan instansi terkait.
2.7. Perkembangan Industri Distribusi Produk Telekomunikasi di
Indonesia
Perkembangan Industri distribusi produk telekomunikasi di Indonesia
menunjukkan perkembangan yang sangat dinamis hingga tahun 2025,
sejalan dengan pertumbuhan ekonomi digital nasional, peningkatan
penetrasi internet, serta percepatan adopsi teknologi komunikasi
modern. Indonesia sebagai salah satu pasar telekomunikasi terbesar di
Asia Tenggara memiliki basis pengguna telepon seluler yang sangat
besar, sehingga menciptakan permintaan yang berkelanjutan terhadap
berbagai produk telekomunikasi seperti smartphone, perangkat jaringan,
kartu SIM, modem, perangkat Internet of Things (IoT), aksesoris
telekomunikasi, hingga berbagai perangkat pendukung konektivitas
digital.
Perkembangan industri ini didorong oleh transformasi digital yang
semakin masif pada sektor pemerintahan, pendidikan, kesehatan,
perdagangan, dan jasa keuangan. Kebutuhan masyarakat terhadap
konektivitas yang cepat dan stabil menyebabkan permintaan terhadap
perangkat telekomunikasi terus meningkat. Selain itu, penetrasi jaringan
4G yang telah menjangkau sebagian besar wilayah Indonesia serta
ekspansi jaringan 5G yang semakin luas turut mendorong pertumbuhan
27
Page 36
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
pasar perangkat telekomunikasi yang kompatibel dengan teknologi
terbaru. Pada tahun 2025, jumlah pengguna perangkat 5G di Indonesia
terus meningkat seiring perluasan cakupan jaringan oleh operator
telekomunikasi dan semakin banyaknya smartphone 5G yang tersedia
pada segmen harga menengah.
Dari sisi distribusi, pola pemasaran produk telekomunikasi mengalami
perubahan yang signifikan. Sebelum era digital, distribusi didominasi
oleh jaringan distributor tradisional, toko elektronik, dan gerai operator
seluler. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, saluran distribusi
berbasis digital berkembang pesat melalui marketplace, platform
e-commerce, social commerce, dan omnichannel retail. Distributor tidak
hanya berfungsi sebagai penyalur produk dari produsen ke pengecer,
tetapi juga berperan sebagai penyedia layanan logistik, pengelola
inventori, pemasaran digital, hingga layanan purna jual yang terintegrasi.
Perubahan ini mendorong efisiensi rantai pasok sekaligus memperluas
jangkauan pasar hingga ke daerah-daerah yang sebelumnya sulit
dijangkau oleh jaringan distribusi konvensional.
Pasar smartphone masih menjadi kontributor terbesar dalam industri
distribusi produk telekomunikasi. Meskipun pengiriman smartphone
nasional pada tahun 2025 mengalami perlambatan akibat kondisi
ekonomi dan kehati-hatian konsumen dalam berbelanja, segmen
smartphone 5G justru mencatat pertumbuhan yang signifikan. Pada
tahun 2025, sekitar sepertiga dari total smartphone yang dikirim ke pasar
Indonesia telah mendukung teknologi 5G, menunjukkan percepatan
transisi konsumen menuju perangkat dengan spesifikasi yang lebih
tinggi. Hal ini memberikan peluang bagi perusahaan distribusi untuk
memperluas portofolio produk serta meningkatkan penjualan perangkat
premium maupun menengah yang memiliki fitur konektivitas lebih baik.
Selain smartphone, perkembangan infrastruktur telekomunikasi juga
menjadi faktor utama yang mendorong pertumbuhan industri distribusi.
Operator telekomunikasi terus melakukan investasi dalam pembangunan
jaringan, baik melalui penambahan Base Transceiver Station (BTS) 4G
maupun perluasan jaringan 5G di berbagai kota besar. Telkomsel,
sebagai operator terbesar di Indonesia, mencatat peningkatan penetrasi
perangkat 5G dan terus memperluas cakupan jaringan 5G sepanjang
tahun 2025. Di sisi lain, operator lain seperti Indosat dan XL juga terus
meningkatkan kualitas jaringan dan kapasitas layanan data untuk
memenuhi kebutuhan pelanggan yang semakin tinggi. Peningkatan
28
Page 37
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
infrastruktur tersebut secara langsung mendorong permintaan terhadap
perangkat telekomunikasi yang kompatibel dengan teknologi terbaru.
Meskipun prospek industri cukup positif, terdapat beberapa tantangan
yang perlu diperhatikan. Persaingan antar distributor semakin ketat
karena banyaknya pemain yang menawarkan produk serupa dengan
harga yang kompetitif. Selain itu, siklus hidup produk telekomunikasi
yang relatif singkat mengharuskan distributor untuk mengelola
persediaan secara efisien agar terhindar dari risiko penurunan nilai
barang akibat perkembangan teknologi yang cepat. Fluktuasi nilai tukar
rupiah, perubahan daya beli masyarakat, serta ketergantungan terhadap
produk impor juga dapat memengaruhi margin usaha perusahaan
distribusi.
Di sisi lain, Pemerintah terus mendorong pengembangan ekosistem
digital nasional melalui perluasan infrastruktur telekomunikasi dan
penyediaan spektrum frekuensi baru untuk mendukung pengembangan
jaringan 4G dan 5G yang lebih luas. Langkah ini diharapkan dapat
mempercepat pemerataan akses digital hingga ke wilayah luar Jawa dan
daerah terpencil, sehingga membuka peluang pasar baru bagi distributor
produk telekomunikasi.
Secara keseluruhan, industri distribusi produk telekomunikasi di
Indonesia pada tahun 2025 masih memiliki prospek pertumbuhan yang
menarik. Pertumbuhan pengguna internet, peningkatan adopsi
perangkat 5G, ekspansi infrastruktur telekomunikasi, serta
berkembangnya ekonomi digital nasional menjadi faktor pendorong
utama. Perusahaan distribusi yang mampu membangun jaringan
pemasaran yang luas, memanfaatkan teknologi digital dalam
pengelolaan rantai pasok, serta menyediakan produk yang sesuai
dengan perkembangan teknologi akan memiliki peluang yang lebih besar
untuk meningkatkan daya saing dan pertumbuhan bisnis di masa
mendatang.
2.7.1 Tantangan Industri Distribusi Produk Telekomunikasi di Indonesia
Meskipun industri distribusi produk telekomunikasi di Indonesia masih
memiliki prospek pertumbuhan yang positif, pelaku usaha di sektor ini
menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks pada tahun
2025. Perkembangan teknologi yang sangat cepat, perubahan perilaku
konsumen, persaingan yang ketat, serta kondisi ekonomi yang dinamis
menuntut perusahaan distribusi untuk terus beradaptasi agar dapat
29
Page 38
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
mempertahankan daya saing dan keberlanjutan bisnis.
Salah satu tantangan utama adalah meningkatnya persaingan antar
distributor dan merek perangkat telekomunikasi. Pasar Indonesia saat ini
dipenuhi oleh berbagai produsen smartphone dan perangkat
telekomunikasi dari segmen premium hingga entry-level. Persaingan
yang ketat menyebabkan distributor harus berlomba-lomba menawarkan
harga yang kompetitif, program promosi yang menarik, serta layanan
purna jual yang lebih baik. Selain itu, dominasi beberapa merek besar
seperti Xiaomi, Samsung, OPPO, Vivo, dan Transsion Group membuat
distributor harus mampu mengelola hubungan dengan berbagai prinsipal
sekaligus menjaga efisiensi operasional.
Tantangan berikutnya adalah perubahan daya beli dan perilaku
konsumen. Pada tahun 2025, pasar smartphone Indonesia mengalami
perlambatan akibat ketidakpastian ekonomi dan kehati-hatian
masyarakat dalam melakukan pembelian produk elektronik. Konsumen
menjadi lebih sensitif terhadap harga dan cenderung memilih perangkat
dengan nilai guna yang tinggi dibandingkan hanya mempertimbangkan
merek. Akibatnya, distributor harus menyesuaikan strategi pemasaran
dan portofolio produknya agar sesuai dengan kebutuhan pasar yang
semakin selektif.
Selain itu, perkembangan teknologi yang sangat cepat juga menjadi
tantangan yang signifikan. Siklus hidup produk telekomunikasi relatif
pendek karena produsen terus meluncurkan model baru dengan fitur
yang lebih canggih, seperti dukungan 5G, kecerdasan buatan (AI), layar
beresolusi tinggi, dan peningkatan performa perangkat. Kondisi ini
meningkatkan risiko persediaan usang (obsolete inventory) bagi
distributor apabila produk yang tersedia tidak segera terserap pasar.
Distributor dituntut untuk memiliki sistem manajemen inventori yang
efisien agar dapat mengendalikan risiko penurunan nilai persediaan.
Perkembangan saluran penjualan digital dan e-commerce juga
memberikan tantangan tersendiri. Saat ini sebagian besar konsumen
memperoleh informasi produk dan melakukan pembelian melalui
marketplace atau platform e-commerce. Perubahan pola distribusi ini
menyebabkan margin keuntungan distributor tradisional semakin
tertekan karena konsumen dapat membandingkan harga secara
langsung dan memilih penjual dengan harga terendah. Distributor harus
berinvestasi pada teknologi digital, pengelolaan data pelanggan, dan
strategi omnichannel agar tetap relevan dalam persaingan pasar.
30
Page 39
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
Tantangan lainnya adalah ketergantungan terhadap produk impor dan
fluktuasi nilai tukar rupiah. Sebagian besar perangkat telekomunikasi
yang dipasarkan di Indonesia masih bergantung pada komponen dan
teknologi impor. Kenaikan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS),
peningkatan biaya logistik global, serta perubahan kebijakan
perdagangan internasional dapat meningkatkan biaya pengadaan
barang dan menekan margin keuntungan distributor. Selain itu, pajak
impor dan biaya distribusi yang meningkat turut memengaruhi harga jual
produk di pasar domestik.
Di sisi infrastruktur, implementasi teknologi 5G yang belum merata masih
menjadi tantangan bagi pengembangan pasar perangkat telekomunikasi
generasi terbaru. Meskipun adopsi smartphone 5G terus meningkat,
cakupan jaringan 5G di Indonesia masih terkonsentrasi di wilayah
tertentu dan belum sepenuhnya menjangkau seluruh daerah.
Keterbatasan spektrum frekuensi, kebutuhan investasi yang besar, serta
proses pengembangan infrastruktur yang bertahap menyebabkan
pertumbuhan ekosistem 5G berlangsung lebih lambat dibandingkan
beberapa negara lain di kawasan Asia. Kondisi ini dapat memengaruhi
kecepatan adopsi perangkat telekomunikasi berbasis 5G oleh
masyarakat.
Selain faktor teknologi dan pasar, ketidakpastian regulasi juga menjadi
perhatian bagi pelaku industri telekomunikasi. Perubahan kebijakan
terkait spektrum frekuensi, regulasi perdagangan elektronik, aturan
Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN), hingga kebijakan perpajakan
dapat memengaruhi strategi distribusi dan investasi perusahaan. Oleh
karena itu, distributor perlu memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi
terhadap perubahan kebijakan Pemerintah agar dapat menjaga
kelancaran operasional bisnis.
Secara keseluruhan, tantangan industri distribusi produk telekomunikasi
di Indonesia pada tahun 2025 meliputi ketatnya persaingan pasar,
perubahan perilaku konsumen, percepatan inovasi teknologi, tekanan
margin akibat digitalisasi distribusi, ketergantungan terhadap produk
impor, perkembangan infrastruktur 5G yang belum merata, serta
dinamika regulasi yang terus berkembang. Perusahaan distribusi yang
mampu mengoptimalkan efisiensi rantai pasok, memperkuat
transformasi digital, dan menyesuaikan strategi bisnis dengan
perubahan pasar akan memiliki peluang yang lebih besar untuk
mempertahankan pertumbuhan dan meningkatkan daya saing di masa
mendatang.
31
Page 40
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
2.8. Prospek Usaha
Prospek usaha MKNT pada dasarnya masih ditopang oleh pertumbuhan
industri telekomunikasi dan ekonomi digital Indonesia yang terus
berkembang. Sebagai perusahaan yang bergerak dalam distribusi
produk telekomunikasi, termasuk smartphone, tablet, voucher prabayar,
kartu SIM, dan perangkat jaringan, MKNT memiliki peluang untuk
memanfaatkan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap
perangkat komunikasi dan layanan data yang semakin tinggi.
Perkembangan teknologi digital di Indonesia menjadi salah satu faktor
utama yang mendukung prospek industri distribusi telekomunikasi.
Pertumbuhan pengguna internet, perluasan jaringan 4G dan 5G,
meningkatnya aktivitas e-commerce, serta transformasi digital di
berbagai sektor ekonomi mendorong kebutuhan terhadap perangkat
telekomunikasi yang lebih canggih dan konektivitas yang lebih baik.
Kondisi tersebut menciptakan peluang bagi perusahaan distribusi untuk
meningkatkan penjualan perangkat telekomunikasi dan memperluas
jaringan pemasaran di berbagai wilayah Indonesia.
Selain itu, Indonesia masih merupakan salah satu pasar smartphone
terbesar di Asia Tenggara dengan jumlah penduduk yang besar dan
tingkat penetrasi perangkat digital yang terus meningkat. Pergantian
perangkat (replacement cycle) yang semakin cepat akibat perkembangan
teknologi juga berpotensi meningkatkan permintaan terhadap
smartphone dan perangkat pendukung lainnya. Sebagai distributor
produk telekomunikasi, MKNT memiliki peluang untuk memperoleh
manfaat dari tren tersebut apabila mampu memperkuat hubungan
dengan prinsipal, memperluas saluran distribusi, serta menyesuaikan
portofolio produk dengan kebutuhan pasar.
Di sisi operasional, perkembangan kanal distribusi digital dan
e-commerce juga membuka peluang baru bagi perusahaan. Saat ini
distribusi produk telekomunikasi tidak lagi bergantung sepenuhnya pada
toko fisik dan distributor tradisional, tetapi juga melalui platform digital dan
marketplace. MKNT yang telah memiliki jaringan distribusi dan
keterhubungan dengan pasar perdagangan online berpotensi
memanfaatkan tren tersebut untuk memperluas jangkauan pasar serta
meningkatkan efisiensi proses distribusi.
Namun demikian, prospek usaha MKNT juga dipengaruhi oleh
kemampuan perusahaan dalam melakukan restrukturisasi dan
pemulihan kinerja bisnis. Dalam beberapa tahun terakhir, Perseroan
menghadapi penurunan pendapatan yang signifikan dibandingkan
periode sebelum tahun 2024 serta masih mencatatkan kerugian usaha.
32
Page 41
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
Selain itu, auditor juga pernah menyampaikan adanya keraguan atas
kemampuan perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan
usahanya (going concern).
Meskipun demikian, manajemen telah melakukan berbagai upaya untuk
menghidupkan kembali kegiatan usaha, termasuk penyelesaian
kewajiban pelaporan keuangan, restrukturisasi perusahaan, dan
pencarian investor strategis guna mendukung pengembangan bisnis ke
depan. Langkah-langkah tersebut menunjukkan komitmen perusahaan
untuk memperbaiki kondisi operasional dan memanfaatkan peluang
pertumbuhan yang tersedia di industri distribusi telekomunikasi.
Secara keseluruhan, prospek usaha MKNT masih didukung oleh
pertumbuhan ekonomi digital nasional, peningkatan kebutuhan
perangkat telekomunikasi, ekspansi jaringan telekomunikasi, serta
berkembangnya saluran distribusi berbasis digital. Namun, keberhasilan
perusahaan dalam memanfaatkan peluang tersebut akan sangat
bergantung pada keberhasilan proses restrukturisasi, penguatan modal
kerja, peningkatan kinerja operasional, serta kemampuan manajemen
dalam beradaptasi terhadap perubahan teknologi dan dinamika pasar
yang semakin kompetitif.
2.9. Aspek Teknis
2.9.1 Lokasi Kantor
MKNT beroperasional di AXA Tower Lantai 42 Suite 02, 03, dan 05,
Jalan Prof.Dr. Satrio Kavling 18, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta
Selatan.
2.9.2 Jasa Yang Disediakan
MKNT menyediakan jasa distribusi dan perdagangan produk
telekomunikasi, meliputi smartphone, kartu SIM, voucher isi ulang,
aksesoris telekomunikasi, serta perangkat pendukung lainnya.
Perseroan juga memberikan layanan pengelolaan rantai pasok,
pemasaran, dan distribusi produk kepada jaringan dealer, retailer, serta
pelanggan di berbagai wilayah Indonesia. Selain itu, Perseroan
memanfaatkan saluran penjualan digital dan e-commerce untuk
memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan efisiensi distribusi
produk.
33
Page 42
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
2.10. Pesaing Usaha
Pesaing yang dimiliki oleh MKNT adalah perusahaan-perusahaan
lainnya yang bergerak di bidang sama yaitu bidang peralatan dan
perlengkapan rumah tangga.
1. PT Erajaya Swasembada Tbk.
2. PT Omni Inovasi Indonesia Tbk.
3. PT Metrodata Electronics Tbk.
2.11. Informasi Non Keuangan yang Relevan Mengenai Obyek Penilaian
2.11.1 Pendirian
Akta Pendirian milik MKNT Nomor 27, tanggal 14 Juli 2008, yang dibuat
Notaris Rose Takarina, S.H. Notaris di Jakarta, yang telah disahkan oleh
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
Akta Perubahan Terakhir milik MKNT Nomor 14, tanggal 14 Juli 2026,
yang dibuat Rahayu Ningsih, S.H. Notaris di Jakarta, yang telah
disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia.
2.11.2 Manajemen Perusahaan
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi MKNT berdasarkan dokumen
yang kami dapatkan dari MKNT adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Irwan Raharja.
Komisaris : Muhamad Zidane Alfarizi.
Direksi
Direktur Utama : Jefri Junaedi.
Direktur : Samuel Eben Heizer. T.
a. Irwan Raharja – Komisaris Utama
Warga Negara Indonesia dan saat ini berdomisili di Jakarta Barat. Beliau
menyelesaikan pendidikan Sarjana Strata 1 (S1) Akuntansi di STIE
Indonesia University Jakarta pada tahun 2009. Sebelumnya, beliau
menyelesaikan pendidikan menengah di SMU Corpatarin Utama Jakarta
Timur pada tahun 2003.
34
Page 43
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
Beliau memiliki pengalaman lebih dari 15 tahun di bidang akuntansi,
perpajakan, dan keuangan. Karier profesionalnya dimulai sebagai
Accounting & Finance Staff di PT Varia Beton Kencana pada periode
November 2009 hingga April 2010. Selanjutnya, beliau bergabung
dengan KKP Sinaraharja sebagai Tax Supervisor Assistant pada Mei
2010 hingga Juli 2014, dengan tanggung jawab antara lain penyusunan
laporan keuangan, pelaksanaan pemeriksaan pajak, analisis risiko klien,
serta perhitungan pajak tangguhan dan pajak penghasilan badan.
Pada Agustus 2014 hingga Februari 2020, beliau menjabat sebagai Tax
& Accounting Manager Assistant di PT Active Decor, yang berfokus pada
pengelolaan transaksi keuangan, pencatatan akuntansi, serta
pengendalian dan verifikasi data keuangan perusahaan. Selanjutnya,
beliau dipercaya menjabat sebagai Accounting & Tax Manager di
PT Numbing Jaya pada periode Maret 2020 hingga Agustus 2022,
dengan tanggung jawab mengelola anggaran, laporan keuangan,
kepatuhan perpajakan, penyusunan SPT Tahunan Badan, serta
koordinasi dengan auditor eksternal dalam penyelesaian audit
perusahaan.
Sejak September 2022 hingga saat ini, beliau menjabat sebagai
Accounting & Tax Manager di PT Doa Bunda Sejati, dengan fokus pada
pengelolaan fungsi akuntansi dan perpajakan perusahaan, pengawasan
laporan keuangan, analisis transaksi keuangan, serta memastikan
kepatuhan terhadap peraturan perpajakan yang berlaku.
b. Muhamad Zidane Alfarizi – Komisaris
Warga Negara Indonesia dan berdomisili di Bekasi. Beliau memperoleh
gelar Diploma III (D3) Administrasi Publik dari Universitas Indonesia pada
tahun 2022 dengan IPK 3,62. Beliau memiliki minat dan pengalaman
dalam bidang administrasi, operasional, pengelolaan data, layanan
pelanggan, serta proses kredit dan pembiayaan.
Karier profesional beliau dimulai melalui program Learning Operation
Support (Internship) di Lingkaran pada periode Oktober 2021 hingga
April 2022. Dalam posisi tersebut, beliau bertanggung jawab mendukung
pelaksanaan program pelatihan Pra Kerja, termasuk penjadwalan kelas,
pemantauan kegiatan pembelajaran, distribusi sertifikat, pengelolaan
administrasi peserta, serta penyusunan laporan pelaksanaan program.
Selanjutnya, beliau bergabung dengan DKK Consulting sebagai Project
Management Officer (Internship) pada Juli 2022 hingga November 2022.
Pada posisi ini, beliau terlibat dalam pelaksanaan proyek operasional,
mendukung manajer proyek dalam kegiatan riset, penjadwalan,
35
Page 44
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
koordinasi dengan klien, penyusunan laporan, serta pengelolaan
berbagai kebutuhan administrasi proyek.
Pada Maret 2023 hingga April 2023, beliau menjalani program Document
Custody (Internship) di PT Bank Nationalnobu Tbk, dengan tanggung
jawab mengelola dan mengarsipkan dokumen kredit, melakukan
rekonsiliasi data antara kantor pusat dan kantor cabang, serta
memastikan kelengkapan dan keteraturan dokumen pendukung proses
pembiayaan.
Beliau kemudian bergabung dengan Cakap sebagai Learning Operations
pada Januari 2024 hingga Maret 2024. Dalam jabatan tersebut, beliau
bertanggung jawab mengoordinasikan pelaksanaan program
pembelajaran, mengelola data pada Learning Management System
(LMS), menjadwalkan kelas webinar, serta menangani administrasi
peserta dan instruktur untuk memastikan proses pembelajaran berjalan
secara efektif.
Sejak Mei 2024 hingga saat ini, beliau bekerja di PT Bank Central Asia
Tbk (BCA) sebagai Credit Processing Officer (Contract) pada unit Dana
Pensiun BCA (DPBCA). Dalam peran ini, beliau bertanggung jawab
melakukan analisis awal proses kredit, memverifikasi dan memproses
data nasabah, melakukan pemeriksaan Sistem Layanan Informasi
Keuangan (SLIK), mengelola dokumentasi kredit, serta mendukung
proses pengambilan keputusan kredit sesuai dengan ketentuan dan
prosedur yang berlaku.
Beliau memiliki kompetensi dalam bidang administrasi, pengelolaan
dokumen, layanan pelanggan, operasional pembelajaran, pengolahan
data, serta proses administrasi dan analisis kredit. Selain itu, beliau
menguasai berbagai aplikasi pendukung pekerjaan seperti Microsoft
Office, Google Workspace, dan Canva, serta memiliki kemampuan
komunikasi, pemecahan masalah, analisis, riset, presentasi, dan kerja
sama tim yang baik.
c. Jefri Junaedi – Direktur Utama
d. Samuel Eben Heizer. T. – Direktur
36
Page 45
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
2.11.3 Kegiatan Usaha MKNT
MKNT menjalankan kegiatan usaha utama di bidang distribusi dan
perdagangan produk telekomunikasi. Perseroan berperan sebagai
distributor yang menyalurkan berbagai produk telekomunikasi dari
produsen atau prinsipal kepada jaringan dealer, retailer, gerai
telekomunikasi, serta pelanggan di berbagai wilayah Indonesia.
Produk yang didistribusikan oleh Perseroan meliputi telepon seluler
(smartphone), kartu SIM, voucher isi ulang, aksesoris telekomunikasi,
serta perangkat pendukung komunikasi dan teknologi informasi lainnya.
Dalam menjalankan usahanya, Perseroan didukung oleh jaringan
distribusi yang memungkinkan produk dapat dipasarkan secara luas dan
menjangkau berbagai segmen konsumen.
Selain kegiatan distribusi, Perseroan juga melakukan aktivitas
perdagangan umum dan pemasaran produk telekomunikasi, termasuk
pengelolaan hubungan dengan pemasok, dealer, dan pelanggan guna
mendukung kelancaran proses penjualan. Seiring perkembangan
teknologi digital, Perseroan turut memanfaatkan saluran penjualan
berbasis digital dan e-commerce untuk memperluas jangkauan pasar
serta meningkatkan efektivitas distribusi.
Melalui kegiatan usaha tersebut, MKNT berupaya mendukung
kebutuhan masyarakat terhadap perangkat dan layanan telekomunikasi
yang terus berkembang seiring dengan pertumbuhan ekonomi digital dan
peningkatan penggunaan teknologi komunikasi di Indonesia.
2.12. Perjanjian Penting MKNT
MKNT dalam menjalankan usahanya memiliki perjanjian penting dengan
beberapa perusahaan untuk keberlangsungan usahanya. Berikut
beberapa perjanjian yang dimiliki:
Tabel 3. Perjanjian Penting MKNT
No Nama Keterangan
1 PT Headwell Bintang Energi Hijau Pinjaman untuk kegiatan usaha tanpa bunga
Sumber: Manajemen MKNT
37
Page 46
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
2.13. Pasar Geografis
MKNT memiliki cakupan pasar geografis yang tersebar di berbagai
wilayah Indonesia. Hingga saat ini, Perseroan didukung oleh jaringan
distribusi yang terdiri atas 57 kantor cabang, 42.029 reseller, 42.116
retailer, serta 31 gerai layanan, yang memungkinkan produk dan layanan
Perseroan menjangkau konsumen secara luas di berbagai daerah.
Wilayah pemasaran Perseroan meliputi Aceh, Sumatera Utara, Jambi,
Sumatera Selatan, Jabodetabek, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah,
Jawa Timur, Bali, dan Maluku. Sebagian besar wilayah tersebut
merupakan pusat pertumbuhan ekonomi dan memiliki tingkat penetrasi
telekomunikasi yang relatif tinggi, sehingga memberikan potensi pasar
yang besar bagi Perseroan.
Keberadaan jaringan distribusi yang tersebar di berbagai provinsi
memungkinkan Perseroan untuk menjangkau pelanggan secara lebih
efektif, menjaga ketersediaan produk di pasar, serta merespons
kebutuhan konsumen dengan lebih cepat. Selain itu, cakupan wilayah
yang luas memberikan peluang bagi Perseroan untuk meningkatkan
pangsa pasar melalui pengembangan jaringan distribusi dan optimalisasi
layanan di wilayah-wilayah yang memiliki pertumbuhan permintaan
produk telekomunikasi yang tinggi.
Dengan dukungan jaringan distribusi yang kuat dan tersebar di berbagai
wilayah strategis Indonesia, Perseroan memiliki posisi yang cukup baik
untuk memanfaatkan pertumbuhan sektor telekomunikasi dan ekonomi
digital nasional pada masa mendatang.
2.14. Strategi Pemasaran
MKNT menerapkan strategi pemasaran yang berfokus pada penguatan
jaringan distribusi, perluasan jangkauan pasar, serta peningkatan
hubungan dengan mitra usaha dan pelanggan. Dalam menjalankan
kegiatan pemasarannya, Perseroan memanfaatkan jaringan distribusi
yang luas yang terdiri atas kantor cabang, reseller, retailer, dan gerai
layanan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia untuk memastikan
ketersediaan produk dan memperluas penetrasi pasar.
Perseroan juga menjalin kerja sama yang erat dengan produsen dan
pemasok produk telekomunikasi guna memperoleh produk yang
kompetitif dan sesuai dengan kebutuhan pasar. Selain itu, MKNT secara
aktif mengembangkan hubungan jangka panjang dengan reseller dan
retailer melalui program dukungan penjualan, promosi produk, serta
38
Page 47
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
peningkatan kualitas layanan kepada pelanggan.
Seiring dengan perkembangan teknologi digital, Perseroan turut
memanfaatkan platform digital dan perdagangan elektronik
(e-commerce) sebagai sarana pemasaran untuk menjangkau konsumen
yang lebih luas. Strategi ini memungkinkan Perseroan meningkatkan
efektivitas pemasaran, memperluas akses pasar, serta menyesuaikan
diri dengan perubahan perilaku konsumen yang semakin mengandalkan
kanal digital dalam proses pembelian.
Selain memperluas jangkauan pasar, Perseroan juga berupaya
mempertahankan loyalitas pelanggan melalui penyediaan layanan yang
responsif, ketersediaan produk yang memadai, serta pengelolaan
distribusi yang efisien. Dengan kombinasi antara jaringan distribusi yang
kuat, pemanfaatan teknologi digital, dan hubungan yang baik dengan
mitra usaha, Perseroan berupaya memperkuat posisi kompetitifnya di
industri distribusi produk telekomunikasi Indonesia.
2.15. Risiko Usaha & SWOT Analysis
Sebagaimana halnya kegiatan usaha lainnya, bidang usaha yang
dilakukan kelangsungan MKNT tidak terlepas dari risiko usaha yang
disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain:
1. Risiko Persaingan Usaha
Industri distribusi produk telekomunikasi memiliki tingkat persaingan
yang tinggi, baik dari distributor nasional maupun regional. Persaingan
harga, jaringan distribusi, dan layanan kepada pelanggan dapat
memengaruhi pangsa pasar dan profitabilitas Perseroan.
2. Risiko Perubahan Teknologi
Perkembangan teknologi telekomunikasi berlangsung sangat cepat,
sehingga produk yang didistribusikan memiliki siklus hidup yang relatif
pendek. Keterlambatan dalam mengikuti perkembangan teknologi dapat
menyebabkan penurunan permintaan dan risiko persediaan usang
(obsolete inventory).
3. Risiko Ketergantungan terhadap Pemasok dan Prinsipal
Ketersediaan produk yang dipasarkan Perseroan sangat bergantung
pada hubungan dengan pemasok dan prinsipal. Gangguan pasokan,
perubahan kebijakan pemasok, atau berakhirnya kerja sama dapat
memengaruhi kelangsungan distribusi produk.
39
Page 48
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
4. Risiko Perubahan Daya Beli Konsumen
Penurunan daya beli masyarakat akibat perlambatan ekonomi, inflasi,
atau kondisi makroekonomi lainnya dapat berdampak pada penurunan
permintaan produk telekomunikasi.
5. Risiko Perubahan Regulasi
Perubahan kebijakan Pemerintah terkait perdagangan, impor,
telekomunikasi, perpajakan, maupun Tingkat Kandungan Dalam Negeri
(TKDN) dapat memengaruhi kegiatan operasional dan biaya usaha
Perseroan.
6. Risiko Transformasi Digital
Perkembangan e-commerce dan platform digital mengubah pola
distribusi produk telekomunikasi. Perseroan perlu terus beradaptasi
dengan perubahan tersebut agar tetap kompetitif di tengah pergeseran
perilaku konsumen.
Selain risiko usaha yang sudah disebutkan diatas, berikut adalah SWOT
Analysis untuk industri tersebut yaitu:
1. Strengths (Kekuatan)
• Memiliki jaringan distribusi yang luas dengan 57 kantor cabang,
lebih dari 42 ribu reseller, dan lebih dari 42 ribu retailer yang
tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
• Memiliki pengalaman dalam distribusi produk telekomunikasi dan
jaringan pemasaran yang telah terbentuk.
• Cakupan wilayah distribusi yang menjangkau berbagai provinsi
strategis di Indonesia.
• Didukung oleh hubungan bisnis dengan berbagai mitra usaha,
dealer, dan retailer.
• Memiliki pemahaman yang baik terhadap karakteristik pasar
telekomunikasi domestik.
2. Weaknesses (Kelemahan)
• Ketergantungan terhadap produk dan pasokan dari prinsipal atau
pemasok tertentu.
• Margin usaha yang relatif tipis akibat tingginya persaingan harga
dalam industri distribusi.
• Kinerja keuangan Perseroan dalam beberapa tahun terakhir
masih menghadapi tantangan sehingga memerlukan penguatan
operasional dan permodalan.
40
Page 49
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
• Tingginya kebutuhan modal kerja untuk mendukung kegiatan
distribusi dan pengelolaan persediaan.
• Risiko persediaan usang akibat perkembangan teknologi yang
cepat.
3. Opportunities (Peluang)
• Pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang terus meningkat.
• Meningkatnya jumlah pengguna internet dan smartphone di
Indonesia.
• Perluasan jaringan 4G dan pengembangan teknologi 5G yang
mendorong permintaan perangkat telekomunikasi.
• Pertumbuhan penjualan melalui platform e-commerce dan kanal
digital.
• Potensi ekspansi pasar ke wilayah dengan tingkat penetrasi
telekomunikasi yang masih berkembang.
4. Threats (Ancaman)
• Persaingan yang semakin ketat dari distributor besar maupun
pemain baru di industri telekomunikasi.
• Perubahan teknologi yang cepat sehingga memperpendek siklus
hidup produk.
• Fluktuasi nilai tukar rupiah yang dapat meningkatkan biaya
pengadaan produk impor.
• Ketidakpastian kondisi ekonomi yang dapat menurunkan daya beli
masyarakat.
• Perubahan regulasi Pemerintah yang dapat memengaruhi
kegiatan distribusi dan perdagangan produk telekomunikasi.
41
Page 50
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
3. PENYESUAIAN TERHADAP LAPORAN KEUANGAN
Terdapat penyesuaian terhadap laporan keuangan MKNT yang
dilakukan terhadap pos dalam laba rugi, yaitu pos depresiasi dan
amortisasi. Penyesuaian terhadap pos depresiasi dan amortisasi
dilakukan untuk mendapat nilai Earning Before Interest, Taxes,
Depreciation, and Amortization (EBITDA). Penyesuaian yang dilakukan
tidak merubah nilai didalam laporan keuangan unaudited per tanggal
31 Maret 2026, hanya mengeluarkan nilai depresiasi dan amortisasi dari
pos biaya-biaya untuk kepentingan penilaian.
42
Page 51
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
4. ANALISIS ATAS LAPORAN KEUANGAN DAN INFORMASI
KEUANGAN LAINNYA
4.1 Analisis Kinerja Keuangan
Berikut merupakan tinjauan kinerja keuangan MKNT, berdasarkan
laporan keuangan audited per tanggal 31 Desember 2021 sampai
dengan 31 Desember 2025, dan laporan keuangan unaudited per
31 Maret 2026 disajikan sebagai berikut:
Tabel 4. Laporan Posisi Keuangan MKNT Rp000,-
Keterangan 2021 2022 2023 2024 2025 31 Maret 2026
Aset Lancar 470.380.997 422.806.421 11.434.899 2.242.756 2.489.890 2.486.698
Aset Tidak Lancar 19.761.333 9.726.561 1.477.387 1.458.416 823.602.574 823.599.089
Total Aset 490.142.330 432.532.982 12.912.286 3.701.172 826.092.464 826.085.786
Kew ajiban Jangka Pendek 162.663.382 188.625.827 8.803.466 10.399.061 832.650.936 834.318.499
Kew ajiban Jangka Panjang 305.925.976 278.115.546 653.188 774.614 789.752 789.752
Ekuitas 21.552.972 (34.208.391) 3.455.631 (7.472.504) (7.348.224) (9.022.465)
Total Kew ajiban dan Ekuitas 490.142.330 432.532.982 12.912.286 3.701.172 826.092.464 826.085.786
Sumber: Manajemen MKNT
Tabel 5. Laporan Laba Rugi MKNT Rp000,-
Keterangan 2021 2022 2023 2024 2025 31 Maret 2026
Sales 2.016.805.522 2.044.320.576 1.595.288.686 237.876 3.688.738 -
Cost of Goods Sold (1.966.909.351) (1.999.772.719) (1.555.623.079) (210.038) (7.522.117) -
Gross Profit 49.896.172 44.547.857 39.665.606 27.838 (3.833.379) -
Operating Expenses (83.418.416) (79.245.333) (67.606.192) (3.956.057) (4.410.223) (1.427.296)
EBITDA (33.522.245) (34.697.477) (27.940.586) (3.928.219) (8.243.602) (1.427.296)
Depreciation Expense (6.931.380) (6.233.470) (1.876.002) (38.485) (35.875) (33.485)
Other Income / (Expenses) 10.091.241 43.898 57.695.140 (7.047.076) 6.707.509 (293.460)
Profit Before Tax (30.362.384) (40.887.049) 27.878.552 (11.013.780) (1.571.967) (1.754.241)
Tax (4.313.634) (3.352.035) (2.591.125) 45.113 27.146 -
Profit After Tax (34.676.019) (44.239.084) 25.287.427 (10.968.668) (1.544.821) (1.754.241)
Sumber: Manajemen MKNT
Dari kedua tabel kinerja laporan keuangan di atas dapat dilihat dari sisi
aktiva, selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember
2025, terlihat bahwa unsur terbesar terdapat pada jumlah aset tidak
lancar, yaitu memiliki rata-rata sebesar Rp171.205.254.000,-, dan per
31 Maret 2026 adalah sebesar Rp823.599.089.000,-. Besarnya aset
tidak lancar tersebut terutama dipengaruhi oleh adanya pos uang muka
penyertaan saham pada tahun 2025 dan per 31 Maret 2026.
43
Page 52
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
Sedangkan dari sisi pasiva, selama periode 31 Desember 2021 sampai
dengan 31 Desember 2025, terlihat bahwa unsur terbesar terdapat pada
jumlah liabilitas jangka pendek, yaitu memiliki rata-rata sebesar
Rp240.628.534.000,-, dan per 31 Maret 2026 adalah sebesar
Rp834.318.499.000,-. Pada tanggal 31 Maret 2026, MKNT juga masih
mencatat liabilitas jangka panjang sebesar Rp789.752.000,-, sementara
ekuitas tercatat negatif sebesar Rp-9.022.465.000,-.
Dilihat dari pendapatan MKNT selama periode 31 Desember 2021
sampai dengan 31 Desember 2025, memiliki rata-rata sebesar
Rp1.132.068.280.000,-, dan per 31 Maret 2026 adalah sebesar Rp0,-.
Dari sisi laba rugi, selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan
31 Desember 2025, MKNT mencatat rata-rata kerugian bersih sebesar
Rp13.228.233.000,-. Kerugian tersebut terutama dipengaruhi oleh
kerugian bersih pada tahun 2022, tahun 2024, dan tahun 2025, meskipun
pada tahun 2023 sempat mencatat laba bersih. Per 31 Maret 2026,
MKNT masih mencatat kerugian bersih sebesar Rp1.754.241.000,-.
Rasio Keuangan
Tinjauan rasio keuangan MKNT, laporan keuangan audited per tanggal
31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025, dan laporan
keuangan unaudited per 31 Maret 2026 disajikan sebagai berikut:
Tabel 6. Kinerja Rasio Keuangan MKNT
31 December 31 December 31 December 31 December 31 December 31 Maret
DES C RI P T I O N 2021 2022 2023 2024 2025 2026
Audited Audited Audited Audited Audited Unaudited
I. LIQUIDITY RATIO
Current Ratio 289,17% 224,15% 129,89% 21,57% 0,30% 0,00%
Quick (Acid Test) Ratio 157,50% 100,36% 129,89% 3,87% 0,30% 0,00%
Working Capital To Total Asset Ratio 62,78% 54,14% 20,38% 0,00% 0,00% 0,00%
II. LEVERAGE RATIO
Total Debt To Equity Ratio DER 2174,13% -1364,41% 273,66% -149,53% -11342,07% -9255,88%
Total Debt To Total Asset Ratio DAR 95,60% 107,91% 73,24% 0,00% 0,00% 0,00%
III. ACTIVITY RATIO
Total Asset Turnover Ratio x 4,11 4,73 123,55 0,06 0,00 0,00
Receivables Turnover x 200,91 365,46 210,27 3,16 1,48 0,00
Collection Period Day 2 1 2 115 246 0
Working Capital Turnover x 6,55 8,73 606,24 -0,03 -0,00 0,00
IV.FINANCIAL RATIO
Gross Profit Margin 2,47% 2,18% 2,49% 11,70% -103,92% 0,00%
Operating Profit Margin -1,66% -1,70% -1,75% -1651,37% -223,48% 0,00%
Net Profit Margin -1,72% -2,16% 1,59% -4611,09% -41,88% 0,00%
Return On Investment , ROI -7,07% -10,23% 195,84% 0,00% 0,00% 0,00%
Return On Equity, ROE -160,89% 129,32% 731,77% 146,79% 21,02% 0,00%
44
Page 53
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
Rasio Likuiditas, rasio ini untuk mengetahui sampai seberapa jauh
MKNT dapat melunasi utang jangka pendeknya. Semakin besar rasio
yang diperoleh, semakin lancar kemampuan pembayaran utang jangka
pendeknya. Berdasarkan laporan keuangan periode 31 Desember 2021
sampai dengan 31 Desember 2025, terutama pada current ratio
menunjukkan rata-rata sebesar 133,02%, hal ini berarti setiap Rp1 utang
lancar dijamin oleh aktiva lancar sebesar Rp1,33.
Dan per 31 Maret 2026 adalah sebesar 0,00%, hal ini berarti setiap Rp1
utang lancar hanya dijamin oleh aktiva lancar sebesar kurang lebih Rp0.
Kondisi ini menunjukkan bahwa likuiditas MKNT berada dalam tekanan
yang sangat signifikan, karena aset lancar per 31 Maret 2026 jauh lebih
kecil dibandingkan liabilitas jangka pendek.
Rasio Leverage, rasio ini bertujuan untuk mengukur seberapa besar
kegiatan operasi MKNT dibiayai oleh modal pinjaman. Semakin kecil
rasio ini, semakin baik kondisi struktur permodalan perusahaan. Dalam
periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025, rata-
rata Debt to Equity Ratio (DER) MKNT yaitu sebesar -2.081% dan Debt
to Asset Ratio (DAR) sebesar 55,35%. Dan per 31 Maret 2026, Debt to
Equity Ratio (DER) MKNT yaitu sebesar -9.255% dan Debt to Asset
Ratio (DAR) sebesar 0,00%.
Rasio Aktivitas, rasio ini bertujuan untuk mengukur sampai seberapa
jauh aktivitas MKNT dalam menggunakan dana-dananya secara efektif
dan efisien. Rata-rata asset turnover ratio selama periode 31 Desember
2021 sampai dengan 31 Desember 2025 yaitu sebanyak 26,49 kali,
dengan rata-rata working capital turnover yaitu sebanyak 124,30 kali.
Namun demikian, rata-rata tersebut perlu dibaca secara terbatas karena
dipengaruhi oleh perubahan signifikan pada total aset, modal kerja, dan
pendapatan dalam periode historis. Dan per 31 Maret 2026, asset
turnover ratio adalah sebanyak 0,00 kali dan working capital turnover
juga sebesar 0,00 kali, sejalan dengan tidak adanya pendapatan yang
tercatat pada periode tersebut.
Rasio Keuangan, rasio ini bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh
efektivitas manajemen dalam mengelola perusahaannya. Pada periode
31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025, rata-rata Return
on Investment (ROI) mencapai 35,71% dan rata-rata Return on Equity
(ROE) mencapai 173,60%. Namun demikian, Return on Equity (ROE)
tersebut perlu dibaca secara hati-hati karena dipengaruhi oleh posisi
ekuitas negatif, sehingga angka Return on Equity (ROE) yang tampak
positif tidak selalu mencerminkan kinerja profitabilitas yang sehat. Dan
per 31 Maret 2026, Return on Investment (ROI) mencapai 0,00% dan
Return on Equity (ROE) mencapai 0,00%.
45
Page 54
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
4.2 Informasi Keuangan Prospektif
Berdasarkan kondisi MKNT per Cut Off Date 31 Maret 2026 yang tidak
memiliki pendapatan, maka kami tidak menyajikan proyeksi keuangan di
masa yang akan datang.
4.3 Informasi Kompensasi Bagi Pemegang Saham
Informasi mengenai kompensasi bagi pemegang saham PT Digifast
Kreasi Indonesia (PT DKI), PT Mitra Bintang Sejahtera Trading
(PT MBST), dan MKNT bersifat private and confidential.
4.4 Informasi Mengenai Asuransi yang Ditanggung oleh Perusahaan
Untuk Karyawan Kunci
Saat ini karyawan tetap MKNT belum mendapatkan fasilitas asuransi
BPJS.
4.5 Analisis dan Pembahasan Manajemen
a. Keuntungan dan kerugian atas kerja sama.
Kerja sama dan hubungan usaha antara PT Digifast Kreasi Indonesia
(PT DKI), PT Mitra Bintang Sejahtera Trading (PT MBST), dan MKNT
dapat memberikan keuntungan berupa dukungan jaringan usaha,
sinergi operasional, penguatan rantai pasok, serta potensi
pemanfaatan aset dan distribusi usaha secara lebih terintegrasi.
Namun demikian, kerja sama tersebut juga memiliki risiko berupa
penurunan pendapatan historis pada sebagian entitas, tekanan
likuiditas, ketergantungan terhadap saldo aset tertentu, serta potensi
peningkatan beban dan kewajiban yang dapat mempengaruhi nilai
ekuitas.
b. Aset dan Liabilitas Di Luar Neraca (Kontijensi).
Tidak memiliki aset dan liabilitas di luar neraca (kontijensi).
46
Page 55
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
c. Hasil Penjualan Produk atau Jasa Oleh Perusahaan Pada Periode
Sebelumnya.
Berikut ini pendapatan MKNT, berdasarkan laporan keuangan audited
per tanggal 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025,
dan laporan keuangan unaudited per 31 Maret 2026 disajikan sebagai
berikut:
Tabel 7. Perkembangan Pendapatan Rp000,-
Keterangan 2021 2022 2023 2024 2025 31 Maret 2026
Sales 2.016.805.522 2.044.320.576 1.595.288.686 237.876 3.688.738 -
Sumber: Manajemen MKNT
d. Perbandingan kinerja saat ini dengan kinerja historis pada Obyek
Penilaian.
Berdasarkan data perkembangan pendapatan MKNT mencatat
pendapatan signifikan pada tahun 2022 dan tahun 2023, kemudian
mengalami penurunan sangat besar pada tahun 2024 dan tahun 2025,
serta tidak mencatat pendapatan per 31 Maret 2026.
e. Perbandingan kinerja Obyek Penilaian dengan tren industri yang
sesuai.
Bila dibandingkan secara kualitatif dengan tren industri yang sesuai,
kinerja objek penilaian menunjukkan kondisi yang beragam. MKNT
menunjukkan penurunan atau tidak adanya pendapatan pada tanggal
per Cut Off Date 31 Maret 2026.
47
Page 56
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
5 ASET NON OPERASIONAL DAN LIABILITAS NON
OPERASIONAL
Berdasarkan laporan keuangan unaudited per tanggal 31 Maret 2026,
tidak memiliki aset non operasional dan tidak memiliki liabilitas non
operasional.
48
Page 57
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
6 ANALISIS ATAS LAPORAN KEUANGAN DAN INFORMASI
KEUANGAN LAINNYA PENENTUAN INDIKASI NILAI
6.1 Perhitungan Nilai Ekuitas
6.1.1 Indikasi Nilai Ekuitas – PT Digifast Kreasi Indonesia (PT DKI)
Penilaian ekuitas PT Digifast Kreasi Indonesia (PT DKI) selaku Anak
Perusahaan dari MKNT berdasarkan Pendekatan Aset (Asset Based
Approach) dengan aplikasi Adjusted Book Value (ABV) Method,
dengan Cut Off Date yang digunakan adalah laporan keuangan
unaudited per 31 Maret 2026 yaitu sebagai berikut.
31 M are t
De s c r I p t I o n 2026 Adj ustment Economi c Va l ue
Una udi ted
ASSETS
a. Curre nt As s e ts
▪ Kas dan Bank - - -
▪ Piutang Usaha - Pihak Ketiga - - -
▪ Persediaan - - -
▪ Biaya Dibayar Dimuka - - -
▪ Uang Muka - - -
▪ Pajak Dibayar Dimuka - - -
Total Curre nt As s e ts - - -
b. Non Curre nt As s e ts
▪ Aset Pajak Tangguhan - - -
▪ Aset Tetap - - -
▪ Aset Hak Guna - - -
▪ Aset Lainnya - - -
Total Non Curre nt As s e ts - - -
TOTAL ASSETS - - -
LIABILITIES AND EQUITY
a. Curre nt Liabilitie s
▪ Utang Bank Jangka Pendek - - -
▪ Utang Usaha - Pihak Ketiga - - -
▪ Utang Lain-lain - - -
▪ Beban Akrual 90.000 - 90.000
▪ Utang Pajak - - -
Bagian Yang Jatuh Tempo Dalam 1 Tahun - - -
▪ Utang Bank - - -
▪ Liabilitas Sew a - - -
▪ Liabilitas Imbalan Karyaw an - - -
Total Curre nt Liabilitie s 90.000 - 90.000
b. Non Curre nt Liabilitie s
Bagian Yang Jatuh Tempo Dalam 1 Tahun
▪ Utang Bank - - -
▪ Liabilitas Sew a - - -
▪ Liabilitas Imbalan Karyaw an - - -
Total Non Curre nt Liabilitie s - - -
c. Equity
▪ Modal Saham 52.000.000 - 52.000.000
▪ Def isit (52.090.000) - (52.090.000)
▪ Kepentingan Non Pengendali - - -
▪ Adjustment - - -
Total Equity (90.000) - (90.000)
TOTAL LIABILITIES & EQUITY - - -
- - -
Indik as i Nilai Ek uitas 100,00% Rp.000 (90.000)
Indik as i Nilai Ek uitas 75,00% Rp.000 (67.500)
- DLOM 0,00% Rp.000 -
Equity M ark e t Value Rp.000 (67.500)
49
Page 58
Total Non Current Assets - - -
TOTAL ASSETS - - -
LIABILITIES AND EQUITY
a. Current Liabilities
▪ Utang Bank Jangka Pendek - - -
▪ Utang Usaha - Pihak Ketiga - - -
▪ Utang
Laporan Penilaian Lain-lain - - -
100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak ▪ Beban Akrual 90.000 - 90.000
Penjelasan
▪ Utang Pajak - - -
Bagian Yang Jatuh Tempo Dalam 1 Tahun - - -
i. Beban Akrual PT Digifast Kreasi Indonesia (PT DKI) pada periode
▪ Utang Bank - - -
31 Maret 2026 adalah sebesar Rp90.000.000,-, kami tidak melakukan
▪ Liabilitas Sew a - - -
penyesuaian terhadap pos ini karena telah mencerminkan nilai
▪ Liabilitas
ekonomisnya. Imbalan Karyaw an - - -
Total Current Liabilities 90.000 - 90.000
ii. Modal Saham PT Digifast Kreasi Indonesia (PT DKI) pada periode
b. 31 MaretLiabilities
Non Current 2026 adalah sebesar Rp52.000.000.000,-, kami tidak
melakukan penyesuaian terhadap pos ini karena telah mencerminkan
Bagian Yang Jatuh Tempo Dalam 1 Tahun
nilai ekonomisnya.
▪ Utang Bank - - -
iii. Defisit
▪ LiabilitasPT
Sew Digifast
a Kreasi Indonesia (PT DKI)
- pada periode
- 31 Maret
-
2026 adalah sebesar
▪ Liabilitas Imbalan Karyaw an Rp-52.090.000.000,-,
- kami tidak
- melakukan-
penyesuaian terhadap pos ini karena telah
Total Non Current Liabilities - mencerminkan
- nilai
-
ekonomisnya.
iv.c. Adjustment
Equity
Setelah dilakukan penyesuaian, maka 52.000.000
▪ Modal Saham terdapat selisih angka
- sebesar
52.000.000
Rp0,-
▪ Defisit yang merupakan angka penambahan (52.090.000) untuk ekuitas.
- Dengan
(52.090.000)
demikian jumlah ekuitas
▪ Kepentingan Non Pengendali menjadi sebesar Rp-90.000.000.
- - -
▪ Adjustment - - -
Total Equity (90.000) - (90.000)
Berdasarkan penilaian dengan menggunakan Pendekatan Aset (Asset
Based Approach) dengan aplikasi Adjusted Book Value (ABV)
Method, maka
TOTAL LIABILITIES indikasi nilai ekuitas PT Digifast
& EQUITY - Kreasi
- Indonesia
-
(PT DKI) dapat disajikan sebagai berikut:
- - -
Indikasi Nilai Ekuitas 100,00% Rp.000 (90.000)
Indikasi Nilai Ekuitas 75,00% Rp.000 (67.500)
- DLOM 0,00% Rp.000 -
Equity Market Value Rp.000 (67.500)
Berdasarkan hasil penilaian yang telah dilakukan, termasuk kajian
terhadap faktor-faktor relevan lainnya yang berpengaruh, kami
berpendapat bahwa Nilai Pasar 75,00% Ekuitas PT Digifast Kreasi
Indonesia (PT DKI) pada tanggal 31 Maret 2026 adalah sebesar:
Rp-67.500.000,-
(Minus Enam Puluh Tujuh Juta Lima Ratus Ribu Rupiah)
Sesuai Standar Penilaian Indonesia (SPI) 101 – Butir 6.12 adalah
Nilai Negatif dalam Penilaian Bisnis dilaporkan sebagai “Nol” atau
“Tidak Bernilai”.
50
Page 59
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
6.1.2 Indikasi Nilai Ekuitas – PT Mitra Bintang Sejahtera Trading
(PT MBST)
Penilaian ekuitas PT Mitra Bintang Sejahtera Trading (PT MBST)
selaku Anak Perusahaan dari MKNT berdasarkan Pendekatan Aset
(Asset Based Approach) dengan aplikasi Adjusted Book Value (ABV)
Method, dengan Cut Off Date yang digunakan adalah laporan keuangan
unaudited per 31 Maret 2026 yaitu sebagai berikut.
31 Maret
De s c r I p t I o n 2026 Adj ustment Economi c Val ue
Unaudi ted
ASSETS
a. Current Assets
▪ Kas dan Bank 281.394 - 281.394
▪ Piutang Usaha 115.000 - 115.000
▪ Piutang Af iliasi 499.000 - 499.000
▪ Piutang Lain - - -
▪ Persediaan 7.514.328 - 7.514.328
▪ Biaya Dibayar Dimuka - - -
▪ Uang Muka - - -
▪ Pajak Dibayar Dimuka - - -
Total Current Assets 8.409.722 - 8.409.722
b. Non Current Assets
▪ Aset Pajak Tangguhan 20.077 - 20.077
▪ Aset Tetap 11.141 - 11.141
▪ Aset Hak Guna - - -
▪ Aset Lainnya - - -
Total Non Current Assets 31.218 - 31.218
TOTAL ASSETS 8.440.940 - 8.440.940
LIABILITIES AND EQUITY
a. Current Liabilities
▪ Utang Bank Jangka Pendek - - -
▪ Utang Af iliasi 5.627.376 - 5.627.376
▪ Utang Lain-lain 38.179 - 38.179
▪ Beban Akrual 159.355 - 159.355
▪ Utang Pajak 519.845 - 519.845
Bagian Yang Jatuh Tempo Dalam 1 Tahun - - -
▪ Utang Bank - - -
▪ Liabilitas Sew a - - -
▪ Liabilitas Imbalan Karyaw an - - -
Total Current Liabilities 6.344.756 - 6.344.756
b. Non Current Liabilities
Bagian Yang Jatuh Tempo Dalam 1 Tahun
▪ Utang Bank - - -
▪ Liabilitas Sew a - - -
▪ Liabilitas Imbalan Karyaw an 91.259 - 91.259
Total Non Current Liabilities 91.259 - 91.259
c. Equity
▪ Modal Saham 10.500.000 - 10.500.000
▪ Def isit (8.495.075) - (8.495.075)
▪ Kepentingan Non Pengendali - - -
▪ Adjustment - - -
Total Equity 2.004.925 - 2.004.925
TOTAL LIABILITIES & EQUITY 8.440.940 - 8.440.940
0 - 0
Indikasi Nilai Ekuitas 100,00% Rp.000 2.004.925
Indikasi Nilai Ekuitas 4,75% Rp.000 95.282
- DLOC 30,00% Rp.000 (28.585)
Equity Market Value Rp.000 66.697
51
Page 60
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
Penjelasan
i. Kas dan Bank PT Mitra Bintang Sejahtera Trading (PT MBST) pada
periode 31 Maret 2026 adalah sebesar Rp281.394.000,-, kami tidak
melakukan penyesuaian terhadap pos ini karena telah mencerminkan
nilai ekonomisnya.
ii. Piutang Usaha PT Mitra Bintang Sejahtera Trading (PT MBST) pada
periode 31 Maret 2026 adalah sebesar Rp115.000.000,-, kami tidak
melakukan penyesuaian terhadap pos ini karena telah mencerminkan
nilai ekonomisnya.
iii. Piutang Afiliasi PT Mitra Bintang Sejahtera Trading (PT MBST) pada
periode 31 Maret 2026 adalah sebesar Rp499.000.000,-, kami tidak
melakukan penyesuaian terhadap pos ini karena telah mencerminkan
nilai ekonomisnya.
iv. Persediaan PT Mitra Bintang Sejahtera Trading (PT MBST) pada
periode 31 Maret 2026 adalah sebesar Rp7.514.328.000,-, kami tidak
melakukan penyesuaian terhadap pos ini karena telah mencerminkan
nilai ekonomisnya.
v. Aset Pajak Tangguhan PT Mitra Bintang Sejahtera Trading
(PT MBST) pada periode 31 Maret 2026 adalah sebesar
Rp20.077.000,-, kami tidak melakukan penyesuaian terhadap pos ini
karena telah mencerminkan nilai ekonomisnya.
vi. Aset Tetap PT Mitra Bintang Sejahtera Trading (PT MBST) pada
periode 31 Maret 2026 adalah sebesar Rp11.141.000,-, kami tidak
melakukan penyesuaian terhadap pos ini karena telah mencerminkan
nilai ekonomisnya.
vii. Utang Afiliasi PT Mitra Bintang Sejahtera Trading (PT MBST) pada
periode 31 Maret 2026 adalah sebesar Rp5.627.376.000,-, kami tidak
melakukan penyesuaian terhadap pos ini karena telah mencerminkan
nilai ekonomisnya.
viii. Utang Lain-lain PT Mitra Bintang Sejahtera Trading (PT MBST)
pada periode 31 Maret 2026 adalah sebesar Rp38.179.000,-, kami
tidak melakukan penyesuaian terhadap pos ini karena telah
mencerminkan nilai ekonomisnya.
ix. Beban Akrual PT Mitra Bintang Sejahtera Trading (PT MBST) pada
periode 31 Maret 2026 adalah sebesar Rp159.355.000,-, kami tidak
melakukan penyesuaian terhadap pos ini karena telah mencerminkan
nilai ekonomisnya.
52
Page 61
31 Maret
De s c r I p t I o n 2026 Adjustment Economic Value
Unaudited
ASSETS
a. Current Assets
▪ Kas dan Bank 281.394 - 281.394
▪ Piutang Usaha 115.000 - 115.000
▪ Piutang Afiliasi 499.000 - 499.000
▪ Piutang Lain - - -
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
▪ Persediaan 7.514.328 - 7.514.328
Anak ▪ Biaya Dibayar Dimuka - - -
▪ Uang Muka - - -
x. Utang Pajak PT Mitra Bintang Sejahtera Trading (PT MBST) pada
▪ Pajak Dibayar Dimuka - - -
periode 31 Maret 2026 adalah sebesar Rp519.845.000,-, kami tidak
Total Current Assets 8.409.722 - 8.409.722
b. melakukan penyesuaian terhadap pos ini karena telah mencerminkan
Non Current Assets
nilai ekonomisnya.
▪ Aset Pajak Tangguhan
▪ Aset Tetap
20.077
11.141
-
-
20.077
11.141
▪ Aset Hak Guna - - -
xi. Liabilitas
▪ Aset LainnyaImbalan Karyawan PT Mitra Bintang - Sejahtera
- Trading -
(PT MBST)
Total Non pada periode 31 Maret31.218
Current Assets 2026 adalah
- sebesar
31.218
Rp91.259.000,-, kami tidak melakukan penyesuaian
TOTAL ASSETS 8.440.940
terhadap
-
pos ini
8.440.940
karena telah mencerminkan nilai ekonomisnya.
LIABILITIES AND EQUITY
xii.a. Modal Saham PT Mitra Bintang Sejahtera Trading (PT MBST) pada
Current Liabilities
▪ Utang Bank Jangka Pendek - - -
periode 31 Maret 2026 adalah sebesar
▪ Utang Afiliasi Rp10.500.000.000,-,
5.627.376 - kami
5.627.376
tidak melakukan penyesuaian terhadap
▪ Utang Lain-lain pos ini - karena 38.179
38.179 telah
▪ Beban Akrual 159.355 - 159.355
mencerminkan
▪ Utang Pajak
nilai ekonomisnya. 519.845 - 519.845
Bagian Yang Jatuh Tempo Dalam 1 Tahun - - -
xiii. Defisit PT Mitra Bintang Sejahtera Trading (PT
▪ Utang Bank - MBST)- pada periode -
31 Maret
▪ Liabilitas Sew a 2026 adalah sebesar Rp-8.495.075.000,-,
- kami tidak -
▪ Liabilitas Imbalan Karyaw an - - -
melakukan penyesuaian terhadap pos ini6.344.756
Total Current Liabilities karena telah mencerminkan
- 6.344.756
nilai ekonomisnya.
b. Non Current Liabilities
Bagian Yang Jatuh Tempo Dalam 1 Tahun
xiv. Adjustment
▪ Utang Bank - - -
Setelah dilakukan penyesuaian, maka terdapat
▪ Liabilitas Sew - selisih angka
- sebesar-
▪ Liabilitas Imbalan Karyaw an 91.259 - 91.259
Rp0,- yang merupakan
Total Non Current Liabilities
angka penambahan
91.259
untuk ekuitas.
-
Dengan
91.259
demikian jumlah ekuitas menjadi sebesar Rp2.004.925.000,-.
c. Equity
▪ Modal Saham 10.500.000 - 10.500.000
▪ Defisit (8.495.075) - (8.495.075)
Berdasarkan penilaian dengan menggunakan Pendekatan Aset (Asset
▪ Kepentingan Non Pengendali - - -
▪ Adjustment - - -
Based Approach) dengan aplikasi Adjusted Book Value (ABV)
Total Equity 2.004.925 - 2.004.925
Method, maka indikasi nilai ekuitas PT Mitra Bintang Sejahtera
TOTAL LIABILITIES & EQUITY 8.440.940 - 8.440.940
Trading (PT MBST) dapat disajikan sebagai berikut:
0 - 0
Indikasi Nilai Ekuitas 100,00% Rp.000 2.004.925
Indikasi Nilai Ekuitas 4,75% Rp.000 95.282
- DLOC 30,00% Rp.000 (28.585)
Equity Market Value Rp.000 66.697
53
Page 62
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
Penilaian ekuitas PT Mitra Bintang Sejahtera Trading (PT MBST)
selaku Anak Perusahaan dari MKNT berdasarkan Pendekatan Pasar
(Market Approach) dengan aplikasi Guideline Publicly Traded
Company (GPTC) Method, dengan Cut Off Date yang digunakan adalah
laporan keuangan unaudited per 31 Maret 2026 yaitu sebagai berikut.
Com parison Com pany Nam e P/BV
1 Yelooo Integra Datanet Tbk. x 0,61
2 Erajaya Sw asembada Tbk. x 0,59
3 Aspirasi Hidup Indonesia Tbk. x 0,98
4 Distribusi Voucher Nusantara Tbk. x 0,26
5 Mitra Adiperkasa Tbk. x 1,16
6 M Cash Integrasi Tbk. x 0,32
7 Midi Utama Indonesia Tbk x 2,22
8 NFC Indonesia Tbk. x 1,62
Sumber: idx.co.id 31 Maret 2026
Average x 0,97
M edian x 0,80
BV Of Equity
PT MBST 2.004.925
MULTIPLE 1.944.777
BOBOT 100,00% 100,00%
Nilai Tertim bang Rp.000 1.944.777
Cash & Bank Rp.000 -
Interest Bearing Debt Rp.000 -
Indikasi Nilai Ekuitas 100,00% 1.944.777
Indikasi Nilai Ekuitas 4,75% 92.423
DLOC 30,00% (27.727)
Indicative Equity Value Rp.000 64.696
DLOM 0,00% -
Equity Market Value Rp.000 64.696
54
Page 63
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
Untuk mendapatkan nilai yang mewakili kedua indikasi nilai ekuitas
diatas, dilakukan rekonsiliasi dengan terlebih dahulu dilakukan
pembobotan terhadap kedua metode tersebut. Oleh karena itu, dalam
penilaian ini pembobotan yang diberikan untuk masing masing metode
adalah 50,00% untuk Adjusted Book Value (ABV) Method dan 50,00%
untuk Guideline Publicly Traded Company (GPTC) Method.
Equity Market Market Value
M ethod Value Weight Weighted
( Rp.000 ) ( Rp.000 )
1 Adjusted Book Value (ABV) Method 66.697 50,00% 33.349
2 Guideline Publicly Traded Company (GPTC) Method 64.696 50,00% 32.348
Equity Market Value 65.697
Berdasarkan hasil penilaian yang telah dilakukan, termasuk kajian
terhadap faktor-faktor relevan lainnya yang berpengaruh, kami
berpendapat bahwa Nilai Pasar 4,75% Ekuitas PT Mitra Bintang
Sejahtera Trading (PT MBST) pada tanggal 31 Maret 2026 adalah
sebesar:
Rp65.697.000,-
(Enam Puluh Lima Juta Enam Ratus Sembilan Puluh Tujuh Ribu
Rupiah)
55
Page 64
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
6.1.3 Indikasi Nilai Ekuitas – MKNT
Penilaian ekuitas MKNT berdasarkan Pendekatan Aset (Asset Based
Approach) dengan aplikasi Adjusted Book Value (ABV) Method,
dengan Cut Off Date yang digunakan adalah laporan keuangan
unaudited per 31 Maret 2026 yaitu sebagai berikut.
31 Maret
De s c r I p t I o n 2026 Adj ustment Economi c Val ue
Unaudi ted
ASSETS
a. Current Assets
▪ Kas dan Bank 1.158 - 1.158
▪ Piutang Usaha - - -
▪ Piutang Af iliasi - - -
▪ Piutang Lain 2.485.540 - 2.485.540
▪ Persediaan - - -
▪ Biaya Dibayar Dimuka - - -
▪ Uang Muka - - -
▪ Pajak Dibayar Dimuka - - -
Total Current Assets 2.486.698 - 2.486.698
b. Non Current Assets
▪ Uang Muka Penyertaan Saham 822.925.100 - 822.925.100
▪ Investasi Saham 499.000 (433.303) 65.697
▪ Aset Pajak Tangguhan 173.745 - 173.745
▪ Aset Tetap 1.243 - 1.243
▪ Aset Hak Guna - - -
▪ Aset Lainnya - - -
Total Non Current Assets 823.599.089 (433.303) 823.165.785
TOTAL ASSETS 826.085.786 (433.303) 825.652.483
LIABILITIES AND EQUITY
a. Current Liabilities
▪ Utang Bank Jangka Pendek - - -
▪ Utang Usaha - - -
▪ Utang Lain-lain 829.392.649 - 829.392.649
▪ Beban Akrual 4.376.268 - 4.376.268
▪ Utang Pajak 549.583 - 549.583
Bagian Yang Jatuh Tempo Dalam 1 Tahun - - -
▪ Utang Bank - - -
▪ Liabilitas Sew a - - -
▪ Liabilitas Imbalan Karyaw an - - -
Total Current Liabilities 834.318.499 - 834.318.499
b. Non Current Liabilities
Bagian Yang Jatuh Tempo Dalam 1 Tahun
▪ Utang Bank - - -
▪ Liabilitas Sew a - - -
▪ Liabilitas Pajak Tangguhan - - -
▪ Liabilitas Imbalan Karyaw an 789.752 - 789.752
Total Non Current Liabilities 789.752 - 789.752
c. Equity
▪ Modal Saham 110.000.000 - 110.000.000
▪ Tambahan Modal Disetor 32.993.656 - 32.993.656
▪ Keuntungan Belum Direalisasi Atas Kenaikan Inves Saham - - -
▪ Saldo Laba Telah Ditentukan Penggunaannya 1.500.000 - 1.500.000
▪ Saldo Laba Belum Ditentukan Penggunaannya (153.516.121) - (153.516.121)
▪ Kepentingan Non Pengendali - - -
▪ Adjustment - (433.303) (433.303)
Total Equity (9.022.465) (433.303) (9.455.768)
TOTAL LIABILITIES & EQUITY 826.085.786 (433.303) 825.652.483
- - -
Indikasi Nilai Ekuitas 100,00% Rp.000 (9.455.768)
- DLOM 0,00% Rp.000 -
Equity Market Value Rp.000 (9.455.768)
56
Page 65
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
Penjelasan
i. Kas dan Bank MKNT pada periode 31 Maret 2026 adalah sebesar
Rp1.158.000,-, kami tidak melakukan penyesuaian terhadap pos ini
karena telah mencerminkan nilai ekonomisnya.
ii. Piutang Lain MKNT pada periode 31 Maret 2026 adalah sebesar
Rp2.485.540.000,-, kami tidak melakukan penyesuaian terhadap pos
ini karena telah mencerminkan nilai ekonomisnya.
iii. Uang Muka Penyertaan Saham MKNT pada periode 31 Maret 2026
adalah sebesar Rp822.925.100.000,-, kami tidak melakukan
penyesuaian terhadap pos ini karena telah mencerminkan nilai
ekonomisnya.
iv. Investasi Saham MKNT pada periode 31 Maret 2026 adalah sebesar
Rp499.000.000,-, nilai tersebut kami lakukan penyesuaian sebesar
Rp433.303.000,-, sehingga nilai ekonomisnya menjadi
Rp65.697.000,-.
v. Aset Pajak Tangguhan MKNT pada periode 31 Maret 2026 adalah
sebesar Rp173.745.000,-, kami tidak melakukan penyesuaian
terhadap pos ini karena telah mencerminkan nilai ekonomisnya.
vi. Aset Tetap MKNT pada periode 31 Maret 2026 adalah sebesar
Rp1.243.000,-, kami tidak melakukan penyesuaian terhadap pos ini
karena telah mencerminkan nilai ekonomisnya.
vii. Utang Lain-lain MKNT pada periode 31 Maret 2026 adalah sebesar
Rp829.392.649.000,-, kami tidak melakukan penyesuaian terhadap
pos ini karena telah mencerminkan nilai ekonomisnya.
Komponen terbesar merupakan utang kepada PT Headwell Bintang
Energi Hijau sebesar Rp668.000.000.000,-, atau sekitar 80,54% dari
total utang lain-lain.
Berdasarkan Perjanjian Pinjaman tanggal 17 Desember 2025,
pinjaman tersebut berjangka waktu enam bulan, tidak dikenakan
bunga, dan jatuh tempo pada 30 Juni 2026. Perjanjian juga mengatur
kemungkinan konversi pinjaman menjadi saham dengan persetujuan
Rapat Umum Pemegang Saham dan pemenuhan ketentuan pasar
modal. Sampai dengan tanggal penilaian, persyaratan konversi
tersebut belum terpenuhi sehingga saldo pinjaman tetap diperlakukan
sebagai kewajiban Perseroan.
57
Page 66
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
Dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2025 sebesar
Rp828.967.852.900,-, saldo utang lain-lain meningkat sebesar
Rp424.795.900,-. Berdasarkan penelaahan atas dokumen dan
informasi yang tersedia, tidak terdapat indikasi perbedaan material
antara nilai tercatat dan nilai penyelesaiannya. Oleh karena itu, Penilai
tidak melakukan penyesuaian dan menggunakan nilai tercatat
sebesar Rp829.392.648.800,- sebagai nilai utang lain-lain per
31 Maret 2026.
viii. Beban Akrual MKNT pada periode 31 Maret 2026 adalah sebesar
Rp4.376.268.000,-, kami tidak melakukan penyesuaian terhadap pos
ini karena telah mencerminkan nilai ekonomisnya.
ix. Utang Pajak MKNT pada periode 31 Maret 2026 adalah sebesar
Rp549.583.000,-, kami tidak melakukan penyesuaian terhadap pos ini
karena telah mencerminkan nilai ekonomisnya.
x. Liabilitas Imbalan Karyawan MKNT pada periode 31 Maret 2026
adalah sebesar Rp789.752.000,-, kami tidak melakukan penyesuaian
terhadap pos ini karena telah mencerminkan nilai ekonomisnya.
xi. Modal Saham MKNT pada periode 31 Maret 2026 adalah sebesar
Rp110.000.000.000,-, kami tidak melakukan penyesuaian terhadap
pos ini karena telah mencerminkan nilai ekonomisnya.
xii. Tambahan Modal Disetor MKNT pada periode 31 Maret 2026 adalah
sebesar Rp32.993.656.000,-, kami tidak melakukan penyesuaian
terhadap pos ini karena telah mencerminkan nilai ekonomisnya.
xiii. Saldo Laba Telah Ditentukan Penggunaannya MKNT pada periode
31 Maret 2026 adalah sebesar Rp1.500.000.000,-, kami tidak
melakukan penyesuaian terhadap pos ini karena telah mencerminkan
nilai ekonomisnya.
xiv. Saldo Laba Belum Ditentukan Penggunaannya MKNT pada periode
31 Maret 2026 adalah sebesar Rp-153.516.121.000,-, kami tidak
melakukan penyesuaian terhadap pos ini karena telah mencerminkan
nilai ekonomisnya.
xv. Adjustment
Setelah dilakukan penyesuaian, maka terdapat selisih angka sebesar
Rp-433.303.000,-. Dengan demikian jumlah ekuitas menjadi sebesar
Rp-9.455.768.000,-.
58
Page 67
▪ Modal Saham 110.000.000 - 110.000.000
▪ Tambahan Modal Disetor 32.993.656 - 32.993.656
▪ Keuntungan Belum Direalisasi Atas Kenaikan Inves Saham - - -
▪ Saldo Laba Telah Ditentukan Penggunaannya 1.500.000 - 1.500.000
▪ Saldo Laba Belum Ditentukan Penggunaannya (153.516.121) - (153.516.121)
▪ Kepentingan Non Pengendali - - -
▪ Adjustment - (433.303) (433.303)
Laporan Penilaian
Total Equity100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi (9.022.465)Nusantara Tbk dan(9.455.768)
(433.303) Entitas
Anak
Berdasarkan penilaian dengan menggunakan Pendekatan Aset (Asset
Based Approach)
TOTAL LIABILITIES & EQUITY dengan aplikasi Adjusted
826.085.786 Book
(433.303)Value (ABV)
825.652.483
Method, maka indikasi nilai ekuitas MKNT dapat disajikan sebagai
berikut:
- - -
Indikasi Nilai Ekuitas 100,00% Rp.000 (9.455.768)
- DLOM 0,00% Rp.000 -
Equity Market Value Rp.000 (9.455.768)
Penilaian ekuitas MKNT berdasarkan Pendekatan Pasar (Market
Approach) dengan aplikasi Guideline Publicly Traded Company
(GPTC) Method, dengan Cut Off Date yang digunakan adalah laporan
keuangan unaudited per 31 Maret 2026 yaitu sebagai berikut.
Com parison Com pany Nam e P/BV
1 Yelooo Integra Datanet Tbk. x 0,61
2 Erajaya Sw asembada Tbk. x 0,59
3 Aspirasi Hidup Indonesia Tbk. x 0,98
4 Distribusi Voucher Nusantara Tbk. x 0,26
5 Mitra Adiperkasa Tbk. x 1,16
6 M Cash Integrasi Tbk. x 0,32
7 Midi Utama Indonesia Tbk x 2,22
8 NFC Indonesia Tbk. x 1,62
Sumber: idx.co.id 31 Maret 2026
Average x 0,97
M edian x 0,80
BV Of Equity
PT MKNT (9.022.465)
MULTIPLE (8.751.791)
BOBOT 100,00% 100,00%
Nilai Tertim bang Rp.000 (8.751.791)
Cash & Bank Rp.000 -
Interest Bearing Debt Rp.000 -
Indikasi Nilai Ekuitas 100,00% (8.751.791)
Premi Control 30,00% 2.625.537
Indicative Equity Value Rp.000 (6.126.254)
DLOM 0,00% -
Equity Market Value Rp.000 (6.126.254)
59
Page 68
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
Untuk mendapatkan nilai yang mewakili kedua indikasi nilai ekuitas
diatas, dilakukan rekonsiliasi dengan terlebih dahulu dilakukan
pembobotan terhadap kedua metode tersebut. Oleh karena itu, dalam
penilaian ini pembobotan yang diberikan untuk masing masing metode
adalah 50,00% untuk Adjusted Book Value (ABV) Method dan 50,00%
untuk Guideline Publicly Traded Company (GPTC) Method.
Equity Market Market Value
M ethod Value Weight Weighted
( Rp.000 ) ( Rp.000 )
1 Adjusted Book Value (ABV) Method (9.455.768) 50,00% (4.727.884)
2 Guideline Publicly Traded Company (GPTC) Method (6.126.254) 50,00% (3.063.127)
Equity Market Value (7.791.011)
Berdasarkan hasil penilaian yang telah dilakukan, termasuk kajian
terhadap faktor-faktor relevan lainnya yang berpengaruh, kami
berpendapat bahwa Nilai Pasar 100,00% Ekuitas MKNT pada tanggal
31 Maret 2026 adalah sebesar:
Rp-7.791.011.000,-
(Minus Tujuh Miliar Tujuh Ratus Sembilan Puluh Satu Juta Sebelas
Ribu Rupiah)
Sesuai Standar Penilaian Indonesia (SPI) 101 – Butir 6.12 adalah
Nilai Negatif dalam Penilaian Bisnis dilaporkan sebagai “Nol” atau
“Tidak Bernilai“.
60
Page 69
Laporan Penilaian 100,00% Ekuitas PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dan Entitas
Anak
7 KLASIFIKASI PENILAI PUBLIK
Penilai Publik yang menandatangani laporan penilaian bisnis ini
merupakan Penilai Bisnis bersertifikat Masyarakat Profesi Penilai
Indonesia (MAPPI) dengan perizinan sebagai berikut:
▪ Klasifikasi : Penilai Bisnis
▪ No. MAPPI : 01-S-01443
▪ No. Izin Penilai Publik : B-1.08.00038
▪ No. Register Penilai : RMK-2017.00034
▪ No. STTD OJK : STTD.PB-43/PJ-1/PM.02/2023
▪ No. STTD IKNB : 062/NB.122/STTD-P/2017
61
Names mentioned 66 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Sih Wiryadi dan Rekan
p.2 ×2
unresolved
org
KJPP SIH
p.2 ×10
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.2
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
p.2
unresolved
org
Bapepam
p.2 ×3
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.2
unresolved
org
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
p.4 ×8
unresolved
org
PT M KNT
p.4
unresolved
org
Bank Indonesia
p.9 ×12
unresolved
org
PT Digifast Kreasi Indonesia
p.10 ×8
unresolved
org
PT DKI
p.10 ×10
unresolved
org
PT Mitra Bintang Sejahtera Trading
p.10 ×19
unresolved
org
PT MBST
p.10 ×20
unresolved
person
Herly Lestari Harbi
p.11
unresolved
person
Dev.
p.11
unresolved
org
PT Sun International Capital
p.13
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal. IKNB
p.21
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Sih Wiryadi dan Rekan
p.21
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Sih Wiryadi
p.21
unresolved
org
PT Citra Baru Steel
p.24 ×2
unresolved
org
PT Radja Udang Malingping
p.24 ×3
unresolved
org
Kementerian Hukum Republik Indonesia
p.24
unresolved
org
PT Mazon Bumi Mining
p.24
unresolved
person
Rose Takarina
p.26 ×2
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
p.26 ×17
unresolved
person
Hasbullah Abdul Rasyid
p.26 ×10
unresolved
person
Rahayu Ningsih
p.27 ×6
unresolved
org
Adi dan Rekan
p.28 ×5
unresolved
org
Bank Indonesia. Inflasi
p.31
unresolved
person
H. Inflasi
p.31
unresolved
org
Bank Indonesia Rapat Dewan Gubernur
p.33
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Akta Perubahan Terakhir
p.42
unresolved
org
PT Varia Beton Kencana
p.43
unresolved
org
PT Active Decor
p.43
unresolved
org
PT Numbing Jaya
p.43
unresolved
org
PT Doa Bunda Sejati
p.43
unresolved
org
PT Digifast
p.58
unresolved
org
PT Mitra Bintang
p.61
unresolved
org
PT Mitra Bintang Sejahtera TOTAL LIABILITIES
p.61
unresolved
org
Bank MKNT
p.65
unresolved
org
Mitra Komunikasi | (9.022.465)Nusantara
p.67
unresolved
org
PT MKNT
p.67
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.