Back to announcement
20250724_BUKK_Informasi Transaksi Afiliasi_31917264_lamp2.pdf
Asset transaction Needs review BUKKSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 85
Page 1
PENDAPAT KEWAJARAN ATAS PINJAMAN
DARI PT BUKAKA TEKNIK UTAMA Tbk
KEPADA PT KERINCI MERANGIN HIDRO
Kantor Pusat :
Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312
Email : kjpp.ydr2@gmail.com
Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
Telp : 0822-2501-2708
Email : satrio.kjppydr@gmail.com
Page 2
Kantor Pusat :
Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312
Y DR
Email : kjpp.ydr2@gmail.com
Penilaian Properti & Bisnis
Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
Nomor Izin : 2.16.0138
Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
Wilayah Kerja Seluruh Indonesia Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
Telp : 0822-2501-2708
Email : satrio.kjppydr@gmail.com
No. Laporan: 00324/2.0138-00/BS/03/0423/1/VII/2025 Jakarta, 22 Juli 2025
Kepada Yth.
Direksi
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
Jl. Raya Narogong-Bekasi Km 19,5 RT 003 RW 002,
Kel. Limusnunggal, Kec. Cileungsi
Kab. Bogor, Provinsi Jawa Barat, 16820
Perihal : Laporan Pendapat Kewajaran Pemberian Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk
kepada PT Kerinci Merangin Hidro.
Dengan hormat,
Memenuhi permintaan manajemen PT Bukaka Teknik Utama Tbk (“BUKK atau Perseroan”) sebagaimana yang
kami terima, bahwa manajemen BUKK telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik Yufrizal, Deny Kamal dan
Rekan (“YDR”) dengan Penawaran Jasa KJPP YDR Nomor: 01/YDR-B/PNR-BV/VII/2025 tanggal 1 Juli 2025
yang telah disetujui dan ditandatangani oleh BUKK, untuk memberikan Pendapat Kewajaran Rencana Pemberian
Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) kepada PT Kerinci Merangin Hidro (KMH).
Pada 16 Juli 2025, perseroan telah membuat perjanjian hutang piutang dimana Perseroan setuju dan
bersedia memberikan Pinjaman kepada KMH dengan jumlah total maksimal sebesar Rp700.000.000.000
(tujuh ratus miliar), untuk selanjutnya disebut "Transaksi Perseroan".
Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, hubungan kepemilikan saham, PT Bukaka Teknik Utama
Tbk adalah pemegang saham tidak langsung melalui entitas anak Perusahaan PT Bukaka Mega Investama (PT
BMI) dimana Perusahaan memiliki 99,89% kepemilikan di PT BMI dan PT BMI memiliki 48,92% kepemilikan di
PT Kerinci Merangin Hidro. Dengan demikian antara PT Bukaka Teknik Utama Tbk dan PT Kerinci Merangin
Hidro terdapat hubungan afiliasi. Selanjutnya Suhaelli Kalla merupakan Presiden Komisaris di Perseroan dan
Komisaris di KMH, Abdullah Afifuddin Suhaeli merupakan Direktur di Perseroan dan di KMH, Teguh Wicaksana
Sari merupakan Direktur di Perseroan dan di KMH.
Dengan demikian rencana transaksi Perseroan termasuk Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud termasuk
kategori Transaksi Afiliasi berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/ POJK.04/ 2020 tanggal
1 Juli 2020, tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan ("POJK 42/2020").
KJPP YDR adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang memiliki izin berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan
Republik Indonesia Nomor: 921/KM.1/2016 dengan nomor izin usaha 2.16.0138 tertanggal 2 September
2016.dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
1. LATAR BELAKANG PENUGASAN
PT Bukaka Teknik Utama Tbk merupakan sebuah perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (public
company) yang didirikan di Indonesia. Bidang usaha Perseroan meliputi bidang rekayasa, pengadaan dan
konstruksi. PT Bukaka Teknik Utama Tbk berdomisili di Cileungsi - Bogor dengan kantor di Jl. Raya Narogong
Bekasi Km. 19.5 RT 003 RW 002, Kel. Limusnunggal, Kec. Cileungsi, Kab. Bogor, Provinsi Jawa Barat, 16820
dengan nomor telepon (021) 8232323, nomor faksimili (021) 8231150, alamat email: legal@bukaka.com, dan
Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 3
Kantor Pusat :
Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312
Y DR
Email : kjpp.ydr2@gmail.com
Penilaian Properti & Bisnis
Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
Nomor Izin : 2.16.0138
Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
Wilayah Kerja Seluruh Indonesia Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
Telp : 0822-2501-2708
Email : satrio.kjppydr@gmail.com
alamat website https://www.bukaka.com.
KMH merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pembangkit listrik. Saat ini listrik merupakan salah satu
kebutuhan yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Listrik dibutuhkan tidak hanya untuk penerangan,
melainkan juga untuk melakukan aktifitas kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan kegiatan sosial dan
ekonomi masyarakat. Dengan ditandatanganinya Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik / Power Purchase
Agreement (PPA) antara PT PLN (persero) dengan PT Kerinci Merangin Hidro tanggal 15 November 2018, KMH
telah membangun suatu Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berkapasitas 4 x 87,5 MW dengan nama PLTA
Merangin yang berlokasi di Desa Bedeng V Kecamatan Batang Merangin Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi.
Proyek pembangunan PLTA Merangin 350 MW telah masuk pada Project I PP PLN dalam RUPTL PT PLN
(Persero) tahun 2018-2027. Dengan 4 (Empat) unit pembangkit maka gedung sentral pembangkit (Power House)
juga akan terdiri dari 15 unit Tower Transmisi dengan lokasi yang berbeda.
Pada 16 Juli 2025, perseroan telah membuat perjanjian hutang piutang dimana Perseroan setuju dan
bersedia memberikan Pinjaman kepada KMH dengan jumlah total maksimal sebesar Rp700.000.000.000
(tujuh ratus miliar), untuk selanjutnya disebut "Transaksi Perseroan"
Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, hubungan kepemilikan saham, PT Bukaka Teknik Utama
Tbk adalah pemegang saham tidak langsung melalui entitas anak Perusahaan PT Bukaka Mega Investama (PT
BMI) dimana Perusahaan memiliki 99,89% kepemilikan di PT BMI dan PT BMI memiliki 48,92% kepemilikan di
PT Kerinci Merangin Hidro. Dengan demikian antara PT Bukaka Teknik Utama Tbk dan PT Kerinci Merangin
Hidro terdapat hubungan afiliasi. Selanjutnya Suhaelli Kalla merupakan Presiden Komisaris di Perseroan dan
Komisaris di KMH, Abdullah Afifuddin Suhaeli merupakan Direktur di Perseroan dan di KMH, Teguh Wicaksana
Sari merupakan Direktur di Perseroan dan di KMH.
Dengan demikian rencana transaksi Perseroan termasuk Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud termasuk
kategori Transaksi Afiliasi berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/ POJK.04/ 2020 tanggal
1 Juli 2020, tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan ("POJK 42/2020").
Sebagai perusahaan terbuka, Perseroan wajib menaati Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk
melaksanakan transaksi tersebut, terutama Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020.
Sehubungan dengan Rencana Transaksi tersebut, Perseroan telah menunjuk serta menggunakan pendapat dari
Kantor Jasa Penilai Publik Yufrizal Deny Kamal dan Rekan (“YDR”), selaku penilai independen yang
memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi tersebut.
2. IDENTITAS PEMBERI TUGAS DAN PENGGUNA LAPORAN
Nama Pemberi Tugas : PT Bukaka Teknik Utama Tbk Tbk
Bidang Usaha : Rekayasa, pengadaan dan konstruksi
Alamat : Jl. Raya Narogong Bekasi Km. 19.5 RT 003 RW 002,
Kel. Limusnunggal, Kec. Cileungsi Kab. Bogor,
Provinsi Jawa Barat, 16820
Telepon/Fax : 021-8232323/021-8231150
Email : legal@bukaka.com
Website : www.bukaka.com
Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 4
Kantor Pusat :
Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312
Y DR
Email : kjpp.ydr2@gmail.com
Penilaian Properti & Bisnis
Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
Nomor Izin : 2.16.0138
Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
Wilayah Kerja Seluruh Indonesia Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
Telp : 0822-2501-2708
Email : satrio.kjppydr@gmail.com
3. TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN
Tujuan Laporan Pendapat Kewajaran ini adalah untuk memberikan opini atas kewajaran transaksi
pemberian fasilitas pinjaman oleh Perseroan kepada KMH, sebagaimana didefinisikan dalam laporan ini
dalam rangka memenuhi ketentuan POJK 42/2020, tidak untuk perpajakan, perbankan serta tidak untuk
bentuk Transaksi Perseroan lainnya.
4. OBYEK ANALISIS PENDAPAT KEWAJARAN
Obyek analisis kewajaran adalah transaksi pemberian fasilitas pinjaman oleh Perseroan kepada KMH.
5. SIFAT TRANSAKSI PERSEROAN
Transaksi Afiliasi
Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, hubungan kepemilikan saham, PT Bukaka Teknik Utama
Tbk adalah pemegang saham tidak langsung melalui entitas anak Perusahaan PT Bukaka Mega Investama (PT
BMI) dimana Perusahaan memiliki 99,89% kepemilikan di PT BMI dan PT BMI memiliki 48,92% kepemilikan di
PT Kerinci Merangin Hidro. Dengan demikian antara PT Bukaka Teknik Utama Tbk dan PT Kerinci Merangin
Hidro terdapat hubungan afiliasi. Selanjutnya Suhaelli Kalla merupakan Presiden Komisaris di Perseroan dan
Komisaris di KMH, Abdullah Afifuddin Suhaeli merupakan Direktur di Perseroan dan di KMH, Teguh Wicaksana
Sari merupakan Direktur di Perseroan dan di KMH.
Dengan demikian rencana transaksi Perseroan termasuk Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud termasuk
kategori Transaksi Afiliasi berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/ POJK.04/ 2020 tanggal
1 Juli 2020, tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan ("POJK 42/2020").
Sebagai perusahaan terbuka, Perseroan wajib menaati Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk
melaksanakan transaksi tersebut, terutama Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020.
Berikut Struktur Kepemilikan KMH pada Perseroan dan Hubungan Afiliasi Pengurus Pihak-Pihak yang Bertransaksi.
Struktur Kepemilikan KMH
Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 5
Kantor Pusat :
Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312
Y DR
Email : kjpp.ydr2@gmail.com
Penilaian Properti & Bisnis
Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
Nomor Izin : 2.16.0138
Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
Wilayah Kerja Seluruh Indonesia Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
Telp : 0822-2501-2708
Email : satrio.kjppydr@gmail.com
Hubungan Afiliasi Pengurus Pihak-Pihak yang Bertransaksi
No. Nama Perseroan KMH
1 Suhaelli Kalla PK K
2 Abdullah Afifuddin Suhaeli D D
3 Teguh Wicaksana Sari D D
Keterangan:
PK : Presiden Komisaris
K : Komisaris
D : Direktur
Selanjutnya, berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Transaksi Perseroan bukan merupakan
transaksi yang mengandung benturan kepentingan sebagaimana didefinisikan dalam POJK 42/2020 dan
tidak termasuk Transaksi Material sebagaimana dimaksud dalam POJK 17/2020.
Untuk memenuhi ketentuan dalam POJK 42/2020, Perseroan telah menunjuk YDR sebagai Penilai
lndependen untuk memberikan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Perseroan sebagaimana diinformasikan di
atas bagi para pemegang saham Perseroan.
6. RUANG LINGKUP PENDAPAT KEWAJARAN
Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran akan didasarkan pada analisis atas kewajaran dari Transaksi
Perseroan untuk memenuhi ketentuan POJK 42/2020.
Ruang lingkup Pendapat Kewajaran antara lain indentifikasi masalah (indentifikasi batasan, maksud, dan
tujuan serta objek), pengumpulan data dan wawancara, analisis transaksi, analisis kewajaran transaksi,
penyusunan laporan.
7. ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
Asumsi
1. Laporan disusun dengan asumsi bahwa tidak terdapat perubahan atas kondisi persyaratan sejak tanggal
diterbitkannya Laporan.
2. Laporan disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan serta
peraturan-peraturan Pemerintah terkait dengan Rencana Transaksi yang akan dilakukan setelah tanggal
Laporan ini diterbitkan paling lambat 30 September 2025.
3. Laporan harus di pandang sebagai satu kesatuandan penggunaan sebagian dari analisis dan informasi tanpa
mempertimbangkan informasi dan analisis lainnya secara utuh sebagai satu kesatuan dapat menyebabkan
pandangan dan kesimpulan yang menyesatkan atas proses yang mendasari pendapat kewajaran.
4. KJPP YDR mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan Laporan ini sampai dengan tanggal terjadinya
seluruh transaksi dalam Rencana Transaksi, tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara
material terhadap asumsi- asumsi yang digunakan dalam penyusunan pendapat kewajaran. Kami tidak
bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan (update) pendapat kami
karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal Laporan.
5. Laporan ini bersifat non-disclaimer opinion, kami telah melakukan penelaahan atas dokumen- dokumen yang
digunakan dalam proses penyusunan pendapat kewajaran, data daninformasi yang diperoleh berasal baik
Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 6
Kantor Pusat :
Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312
Y DR
Email : kjpp.ydr2@gmail.com
Penilaian Properti & Bisnis
Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
Nomor Izin : 2.16.0138
Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
Wilayah Kerja Seluruh Indonesia Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
Telp : 0822-2501-2708
Email : satrio.kjppydr@gmail.com
dari Perseroan maupun dari sumber lain yang dapat dipercaya keakuratannya.
6. Laporan ini disusun dengan menggunakan proyeksi keuangan yang disiapkan oleh Perseroan dengan
mencerminkan kewajaran proyeksi dan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
7. Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan analisis kewajaran proyeksi keuangan yang telah disiapkan
Perseroan.
8. Kami bertanggung jawab atas opini yang dihasilkan dalam Laporan.
9. Laporan ini bersifat terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia yang dapat
mempengaruhi operasional Perseroan.
10. Kami telah memperoleh informasi atas status hukum objek pendapat kewajaran dari Perseroan.
Kondisi Pembatas
1. KJPP YDR tidak melakukan proses due diligence terhadap entitas atau pihak-pihak yang melaksanakan
Rencana Transaksi.
2. Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan keakuratan, kehandalan dan kelengkapan dari semua
informasi keuangan dan informasi lainnya yang diberikan kepada kami oleh Perseroan atau yang tersedia
secara umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap dan tidak menyesatkan.
3. Kami juga berpegang kepada surat pernyataan (representation letter) dari Perseroan atas penugasan kami
untuk mempersiapkan Laporan,bahwa Perseroan telah menyampaikan seluruh informasi penting dan relevan
berkenaan dengan Laporan dan sepanjang pengetahuan Perseroan tidak ada faktor material yang belum
diungkapkan dan dapat menyesatkan.
4. Laporan atas Rencana Transaksi ini dipersiapkan menggunakan data dan informasi sebagaimana
diungkapkan diatas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir
pendapat kami secara material. Oleh karenanya, kami tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan
atas Laporan kami dikarenakan adanya perubahan data dan informasi tersebut.
5. Jasa yang kami berikan kepada Perseroan dalamkaitannya dengan Rencana Transaksi ini hanya merupakan
pemberian pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi yang akan dilakukan dan bukan jasa audit,
akuntansi atau perpajakan. Kami tidak melakukan keabsahan Rencana Transaksi dari aspek hukum dan
implikasi aspek perpajakan dari transaksi tersebut.
6. Kami tidak melakukan audit ataupun uji tuntas secara mendetail atas penjelasan maupun data-data yang
diberikan oleh Perseroan, baik lisan maupun tulisan. Dengan demikian kami tidak dapat memberikan jaminan
atau bertanggung- jawab terhadap kebenaran dan kelengkapan dari informasi atau penjelasan tersebut.
7. Laporan ini disusun hanya dengan mempertimbangkan sudut pandang Perseroan dan tidak
mempertimbangkan sudut pandang stakeholders lain serta aspek-aspek lainnya.
8. Dengan ini kami menyatakan bahwa penugasan kami tidak termasuk menganalisis transaksi- transaksi diluar
Tujuan Penilaian yang mungkin tersedia bagi Perseroan serta pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut
terhadap Tujuan Penilaian, dan juga bukan merupakan analisis penggunaan yang paling mungkin dan optimal
dari Tujuan Penilaian.
9. Mengingat bahwa ada kemungkinan terjadinya perbedaan waktu dari tanggal Laporan ini dengan
pelaksanaan Rencana Transaksi, maka kesimpulan laporan yang diinformasikan dalam laporan ini, hanya
berlaku apabila tidak ada perubahan signifikan yang akan berdampak material terhadap kewajaran dari
Transaksi Perseroan. Perubahan tersebut termasuk perubahan baik secara internal pada masing-masing
perusahaan maupun secara eksternal meliputi: kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan
keuangan, serta peraturan Pemerintah Indonesia setelah tanggal pendapat kewajaran. Bila mana setelah
tanggal Laporan ini dikeluarkan terjadi perubahan tersebut di atas, maka Laporan atas Rencana Transaksi
ini mungkin berbeda.
Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 7
Kantor Pusat :
Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312
Y DR
Email : kjpp.ydr2@gmail.com
Penilaian Properti & Bisnis
Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
Nomor Izin : 2.16.0138
Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
Wilayah Kerja Seluruh Indonesia Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
Telp : 0822-2501-2708
Email : satrio.kjppydr@gmail.com
8. METODOLOGI PENGKAJIAN KEWAJARAN ATAS TRANSAKSI PERSEROAN
Dalam menilai kewajaran Transaksi Perseroan, kami menggunakan metodologi analisis sebagai berikut:
1) Analisis Transaksi Perseroan berupa identifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam Transaksi Perseroan,
analisis termin dan persyaratan dari perjanjian atas Transaksi Perseroan, analisis manfaat dan risiko
Transaksi Perseroan;
2) Analisis Kualitatif berupa analisis terhadap alasan dan latar belakang Transaksi Perseroan, riwayat
singkat Perseroan dan kegiatan usaha, analisis industri, analisis operasional dan prospek usaha
Perseroan, dan kerugian Transaksi Perseroan;
3) Analisis Kuantitatif berupa analisis kinerja historis, analisis proyeksi keuangan, analisis proforma laporan
keuangan, dan analisis inkremental;
4) Analisis atas faktor lain yang relevan, berupa analisis biaya dan pendapatan yang relevan, informasi non
keuangan yang relevan, prosedur pengambilan keputusan oleh Perseroan dan hal-hal material lain yang
dapat memberikan keyakinan bagi Penilai dalam memberikan opini kew ajaran;
5) Analisis Kewajaran Tingkat Suku Bunga
KESIMPULAN
Dengan mempertimbangkan analisis kewajaran atas Transaksi Perseroan yang dilakukan meliputi analisis
terhadap Transaksi Perseroan, analisis kualitatif dan analisis kuantitatif, analisis atas kewajaran harga
transaksi serta faktor lain yang relevan, maka, menurut pendapat YDR, Transaksi Perseroan adalah wajar.
PENUTUP
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Perseroan ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan
penggunaan sebagian analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis
dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan.
Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal Laporan Pendapat Kewajaran ini.
Demikian kesimpulan ini kami buat, dan kembali kami tegaskan bahwa kami tidak menarik keuntungan apapun
dari nilai yang disampaikan.
Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 8
Page 9
Page 10
Page 11
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI ............................................................................................................................................... i
DAFTAR TABEL ...................................................................................................................................... iii
DAFTAR GRAFIK .................................................................................................................................... iv
DAFTAR GAMBAR ................................................................................................................................... v
1. PENDAHULUAN ........................................................................................................................ 1
1.1. Latar Belakang Penugasan ......................................................................................................... 1
1.2. Nomor dan Tanggal Pendapat Kewajaran ................................................................................... 1
1.3. Status Penilai .............................................................................................................................. 2
1.4. Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan ........................................................................ 2
1.5. Tujuan Pendapat kewajaran ........................................................................................................ 2
1.6. Obyek Analisis Pendapat Kewajaran ........................................................................................... 2
1.7. Sifat Transaksi ............................................................................................................................ 2
1.8. Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran ........................................................................................... 3
1.9. Pedoman dan Standar Pendapat Kewajaran ............................................................................... 4
1.10. Tanggal pendapat Kewajaran ...................................................................................................... 4
1.11. Penggunaan Mata Uang.............................................................................................................. 4
1.12. lndependensi Penilai ................................................................................................................... 4
1.13. Pernyataan Penilai ...................................................................................................................... 4
1.14. Kejadian Setelah Tanggal Pendapat Kewajaran .......................................................................... 5
1.15. Sumber Data dan lnformasi ......................................................................................................... 5
1.16. Pernyataan Independensi Penilai ................................................................................................ 7
1.17. Asumsi-Asumsi dan Kondisi Pembatas........................................................................................ 7
1.18. Tingkat Kedalaman lnvestigasi .................................................................................................... 8
1.19. Persyaratan Atas Persetujuan Untuk Publikasi ............................................................................ 9
1.20. Prosedur yang digunakan Pemberi Tugas dalam Melakukan Transaksi ....................................... 9
1.21. Informasi Penting Lainnya diluar Hal-Hal yang telah diuraikan ..................................................... 9
2. TINJAUAN DAN ANALISIS TRANSAKSI PERSEROAN .......................................................... 10
2.1. Latar belakang Rencana Transaksi............................................................................................ 10
2.2. Identifikasi antar Pihak-Pihak yang Bertransaksi ........................................................................ 11
2.3. Hubungan Para Pihak yang Melakukan Transaksi ..................................................................... 14
2.4. Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati .............................................................................. 15
2.5. Sumber Dana Pembiayaan Pinjaman ........................................................................................ 18
2.6. Rencana Penggunaan Dana Pinjaman Oleh KMH ..................................................................... 21
2.7. Rencana Penarikan Dan Pembayaran Pokok Pinjaman ............................................................. 22
2.8. Sifat dan Besaran Transaksi...................................................................................................... 23
2.9. Unsur Transaksi Material ........................................................................................................... 24
2.10. Analisis Kewajaran Tingkat Suku Bunga .................................................................................... 25
2.11. Analisis Manfaat dan Risiko dari Transaksi yang Dilakukan ........................................................ 26
3. ANALISIS KUALITATIF ............................................................................................................ 27
3.1. Riwayat Singkat dan Kegiatan Usaha Perseroan ....................................................................... 27
3.2. Alasan dilakukan Transaksi ....................................................................................................... 28
3.3. Tinjauan Ekonomi Makro ........................................................................................................... 29
3.3.1. Perekonomian Global dan Domestik .......................................................................................... 29
3.3.2. Neraca Pembayaran Indonesia ................................................................................................. 32
3.3.3. Nilai Tukar Rupiah..................................................................................................................... 33
3.3.4. Inflasi ........................................................................................................................................ 34
3.3.5. Suku Bunga .............................................................................................................................. 34
3.4. Analisis Industri dan Bisnis ........................................................................................................ 39
3.5. Analisis Operasional dan Prospek Usaha Perseroan ................................................................. 44
3.6. Keuntungan Dan Kerugian Atas Transaksi Perseroan ............................................................... 45
3.7. Analisis Faktor Lain yang Relevan ............................................................................................. 45
3.8. Analisis Dampak Leverage Pada Keuangan Perseroan Dimasa Mendatang yang Dibandingkan
Dengan Industri yang Sejenis dan Sebanding............................................................................ 46
i
Page 12
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
3.9. Analisis Dampak Likuiditas Pada Keuangan Perseroan Dimasa yang Akan Datang Untuk
Memastikan Bahwa Pinjaman Dapat Dilunasi Pada Saat Jatuh Tempo...................................... 46
3.10. Analisis Dampak Keuangan Perseroan Jika Proyek yang Dibiayai Oleh Dana Hasil Transaksi
Pinjam Meminjam Dana dan/atau Penjaminan Tersebut Mengalami Kegagalan......................... 46
4. ANALISIS KUANTITATIF ......................................................................................................... 48
4.1. Analisis Kuantitatif Pada Perseroan ........................................................................................... 48
4.1.1. Analisis Keuangan Historis Perseroan ....................................................................................... 48
4.1.2. Analisis Terhadap Laporan Keuangan Konsolidasian Proforma Perseroan ................................ 53
4.1.3. Analisis Terhadap Proyeksi Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan Tanpa dan Dengan
Transaksi .................................................................................................................................. 56
4.1.4. Analisis Inkremental Keuangan ................................................................................................. 60
4.1.5. Analisis Dampak Leverage Keuangan Atas Transaksi ............................................................... 61
4.2. Analisis Kuantitatif Pada KMH ................................................................................................... 61
4.2.1. Analisis Kinerja Historis Keuangan KMH.................................................................................... 61
4.2.2. Analisis Proyeksi Laporan Keuangan KMH ................................................................................ 65
4.2.3. Analisis Kemampuan Pengembalian Pokok Pinjaman dan Pembayaran Bunga dari KMH .......... 68
5. KESIMPULAN .......................................................................................................................... 70
ii
Page 13
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
DAFTAR TABEL
Tabel 1 - 1 : Hubungan Afiliasi Pengurus Pihak-Pihak yang Bertransaksi ................................................... 3
Tabel 1 - 2 : Pihak yang Diwawancara ....................................................................................................... 7
Tabel 2 - 1 : Susunan Pemegang Saham Perseroan ................................................................................ 12
Tabel 2 - 2 : Susunan Pemegang Saham KMH ........................................................................................ 14
Tabel 2 - 3 : Hubungan Afiliasi Pengurus Pihak-Pihak yang Bertransaksi ................................................. 15
Tabel 2 - 4 : Rencana Penggunaan Dana Pinjaman oleh KMH ................................................................. 21
Tabel 2 - 5 : Rencana Penggunaan Dana Pinjaman oleh KMH (Lanjutan) ................................................ 21
Tabel 2 - 6 : Rencana Penarikan dan Pengembalian Dana Pinjaman Oleh KMH (dalam miliar rupiah) ...... 22
Tabel 2 - 7 : Hubungan Para Pihak Yang Akan Bertransaksi .................................................................... 24
Tabel 2 - 8 : Rencana Penarikan Dana Pinjaman oleh KMH (dalam Rupiah) ............................................ 24
Tabel 2 - 9 : Materialitas Rencana Transaksi Terhadap Ekuitas Perseroan Per 31 Mei 2025 .................... 25
Tabel 2 - 10 : Tingkat rata-rata suku bunga .............................................................................................. 25
Tabel 3- 1 : Pertumbuhan PDB Dunia ...................................................................................................... 29
Tabel 3- 2 : Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran ............................... 31
Tabel 3- 3 : Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha ........................ 31
Tabel 3- 4 : Neraca Pembayaran Indonesia............................................................................................. 32
Tabel 3- 5 : Produk Domestik Bruto (PDB) Sektor Konstruksi, Triwulan I/2023-III/2024 ............................. 40
Tabel 4 - 1 : Pergerakan Historis Laba/Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian Perseroan
(dalam ribuan rupiah) ............................................................................................................................... 48
Tabel 4 - 2 : Pergerakan Historis Jumlah Aset Konsolidasian Perseroan (dalam ribuan rupiah) ................ 49
Tabel 4 - 3 : Pergerakan Historis Total Liabilitas Konsolidasian dan Total Ekuitas Konsolidasian Perseroan
(dalam ribuan rupiah) ............................................................................................................................... 50
Tabel 4 - 4 : Pergerakan Historis Arus Kas Konsolidasian Perseroan (dalam ribuan rupiah) ..................... 51
Tabel 4 - 5 : Rasio Keuangan Historis Perseroan ..................................................................................... 52
Tabel 4 - 6 : Laporan Laba/Rugi Konsolidasian Proforma Perseroan (dalam ribuan rupiah) ...................... 53
Tabel 4 - 7 : Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Proforma Perseroan (dalam ribuan rupiah) ............ 54
Tabel 4 - 8 : Proyeksi Laporan Laba/Rugi Konsolidasian Perseroan Tanpa Transaksi (dalam ribu rupiah) 56
Tabel 4 - 9 : Proyeksi Laporan Laba/Rugi Konsolidasian Perseroan dengan Transaksi (dalam ribu rupiah)57
Tabel 4 - 10 : Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan Tanpa Transaksi (dalam ribuan
rupiah) ..................................................................................................................................................... 57
Tabel 4 - 11 : Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan dengan Transaksi (dalam miliar
rupiah) ..................................................................................................................................................... 58
Tabel 4 - 12 : Proyeksi Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan tanpa Transaksi (dalam ribuan rupiah)
................................................................................................................................................................ 59
Tabel 4 - 13 : Proyeksi Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan dengan Transaksi (dalam miliar rupiah)
................................................................................................................................................................ 60
Tabel 4 - 14 : Pergerakan Historis Laba/Rugi KMH (dalam rupiah)............................................................ 61
Tabel 4 - 15 : Pergerakan Historis Jumlah Aset KMH (dalam ribuan rupiah) ............................................. 62
Tabel 4 - 16 : Pergerakan Historis Jumlah Liabilitas dan Ekuitas KMH (dalam rupiah) .............................. 63
Tabel 4 - 17 : Pergerakan Historis Arus Kas KMH (dalam rupiah) ............................................................. 64
Tabel 4 - 18 : Rasio Keuangan Historis KMH............................................................................................ 65
Tabel 4 - 19 : Proyeksi Laporan Laba/Rugi KMH (dalam usd juta) ............................................................ 65
Tabel 4 - 20 : Proyeksi Laporan Posisi Keuangan KMH (dalam miliar rupiah) .......................................... 66
Tabel 4 - 21 : Proyeksi Laporan Arus Kas KMH (dalam usd juta) .............................................................. 67
Tabel 4 - 22 : Rencana Pengembalian Pokok dan Beban Bunga Kepada Pemegang Saham (dalam miliar
rupiah) ..................................................................................................................................................... 68
iii
Page 14
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
DAFTAR GRAFIK
Grafik 3- 1 : Indeks Ketidakpastian Global ................................................................................................ 29
Grafik 3- 2 : Inflasi Global......................................................................................................................... 30
Grafik 3- 3 : Yield UST 10Y dan JGB 10Y serta Indeks Saham AS ........................................................... 30
Grafik 3- 4 : Aliran Modal ke Negara Berkembang .................................................................................... 30
Grafik 3- 5 : Neraca Perdagangan ............................................................................................................ 32
Grafik 3- 6 : Aliran Modal Asing ................................................................................................................ 32
Grafik 3- 7 : Cadangan Devisa ................................................................................................................. 33
Grafik 3- 8 : Indeks Rupiah terhadap USD, Negara Maju kecuali AS, dan Negara Berkembang ................ 33
Grafik 3- 9 : Ekspektasi Inflasi .................................................................................................................. 34
Grafik 3- 10 : Inflasi IHK dan Komponen................................................................................................... 34
Grafik 3- 11 : Suku Bunga Kebijakan Bank Indonesia dan IndONIA .......................................................... 35
Grafik 3- 12 : Suku Bunga Perbankan ...................................................................................................... 35
Grafik 3- 13 : Perkembangan Kredit dan DPK .......................................................................................... 36
Grafik 3- 14 : Permodalan Industri Perbankan .......................................................................................... 36
Grafik 3- 15 : Perkembangan Rasio AL/DPK Perbankan .......................................................................... 37
Grafik 3- 16 : Rasio Kredit Bermasalah (NPL) .......................................................................................... 37
Grafik 3- 17 : Nilai Transaksi Digital Banking dan Nilai Transaksi Uang Elektronik .................................... 38
Grafik 3- 18 : Nilai dan Volume Transaksi QRIS ....................................................................................... 38
Grafik 3- 19 : Nilai Transaksi ATM/Debit dan Kartu Kredit ......................................................................... 38
Grafik 3- 20 : Uang yang Diedarkan ......................................................................................................... 38
Grafik 3- 21 : PDB Konstruksi di Indonesia Tahun 2022-2024 .................................................................. 40
iv
Page 15
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1- 1 : Struktur Kepemilikan KMH ................................................................................................... 3
Gambar 2- 1 : Struktur Kepemilikan KMH ................................................................................................ 15
Gambar 3- 1 : Pertumbuhan Ekonomi Regional Triwulan I – 2025 ............................................................ 31
Gambar 3- 2 : Distribusi Persentase Produk Domestik Bruto Atas dasar Harga berlaku Menurut Lapangan
Usaha, Triwulan III-2024 .......................................................................................................................... 39
v
Page 16
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
1. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Penugasan
PT Bukaka Teknik Utama Tbk merupakan sebuah perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (public
company) yang didirikan di Indonesia. Bidang usaha Perseroan meliputi bidang rekayasa, pengadaan dan
konstruksi. PT Bukaka Teknik Utama Tbk berdomisili di Cileungsi - Bogor dengan kantor di Jl. Raya
Narogong Bekasi Km. 19.5 RT 003 RW 002, Kel. Limusnunggal, Kec. Cileungsi, Kab. Bogor, Provinsi Jawa
Barat, 16820 dengan nomor telepon (021) 8232323, nomor faksimili (021) 8231150, alamat email:
legal@bukaka.com, dan alamat website https://www.bukaka.com.
KMH merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pembangkit listrik. Saat ini listrik merupakan salah
satu kebutuhan yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Listrik dibutuhkan tidak hanya untuk
penerangan, melainkan juga untuk melakukan aktifitas kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan
kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat. Dengan ditandatanganinya Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik /
Power Purchase Agreement (PPA) antara PT PLN (persero) dengan PT Kerinci Merangin Hidro tanggal 15
November 2018, KMH telah membangun suatu Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berkapasitas 4 x 87,5
MW dengan nama PLTA Merangin yang berlokasi di Desa Bedeng V Kecamatan Batang Merangin
Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Proyek pembangunan PLTA Merangin 350 MW telah masuk pada
Project I PP PLN dalam RUPTL PT PLN (Persero) tahun 2018-2027. Dengan 4 (Empat) unit pembangkit
maka gedung sentral pembangkit (Power House) juga akan terdiri dari 15 unit Tower Transmisi dengan
lokasi yang berbeda.
Perseroan akan memberikan fasilitas pinjaman dana dengan plafon sebesar Rp700 miliar kepada
KMH, untuk selanjutnya disebut "Transaksi Perseroan"
Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, hubungan kepemilikan saham, PT Bukaka Teknik
Utama Tbk adalah pemegang saham tidak langsung melalui entitas anak Perusahaan PT Bukaka
Mega Investama (PT BMI) dimana Perusahaan memiliki 99,89% kepemilikan di PT BMI dan PT BMI
memiliki 48,92% kepemilikan di PT Kerinci Merangin Hidro. Dengan demikian antara PT Bukaka Teknik
Utama Tbk dan PT Kerinci Merangin Hidro terdapat hubungan afiliasi. Selanjutnya Suhaelli Kalla
merupakan Presiden Komisaris di Perseroan dan Komisaris di KMH, Abdullah Afifuddin Suhaeli
merupakan Direktur di Perseroan dan di KMH, Teguh Wicaksana Sari merupakan Direktur di
Perseroan dan di KMH.
Dengan demikian rencana transaksi Perseroan termasuk Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud
termasuk kategori Transaksi Afiliasi berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/
POJK.04/ 2020 tanggal 1 Juli 2020, tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan ("POJK
42/2020").
Sebagai perusahaan terbuka, Perseroan wajib menaati Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
untuk melaksanakan transaksi tersebut, terutama Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020.
Sehubungan dengan Rencana Transaksi tersebut, Perseroan telah menunjuk serta menggunakan
pendapat dari Kantor Jasa Penilai Publik Yufrizal Deny Kamal dan Rekan (“YDR”), selaku penilai
independen yang memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi tersebut.
1.2. Nomor dan Tanggal Pendapat Kewajaran
KJPP YDR telah menyusun laporan Pendapat Kewajaran atas transaksi pemberian pinjaman oleh
Perseroan kepada KMH dengan Laporan Nomor: 00324/2.0138-00/BS/03/0423/1/VII/2025 Tanggal 22 Juli
1
Page 17
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
2025 (“Laporan”).
1.3. Status Penilai
KJPP YDR adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang telah terdaftar di Kementerian Keuangan Republik
Indonesia berdasarkan surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor. 921/KM.1/2016
tanggal 2 September 2016 dengan Nomor Izin. 2.16.0138.
Penilai Publik yang menandatangani laporan penilaian ini merupakan Penilai Publik dengan klasifikasi izin
Penilaian Bisnis bersertifikat MAPPI dan sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan perizinan
sebagai berikut:
Nama : Ir. Mahrani, M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
No. Izin Penilai Publik : B-1.15.00423
No. MAPPI : 98-S-01056
No. STTD OJK (Pasar Modal) : STTD.PB-40/PJ-1/PM.02/2023
No. STTD OJK (IKNB) : 342/PD.021/STTD-P/2025
1.4. Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Nama Pemberi Tugas : PT Bukaka Teknik Utama Tbk Tbk
Bidang Usaha : Rekayasa, pengadaan dan konstruksi
Alamat : Jl. Raya Narogong Bekasi Km. 19.5 RT 003 RW 002,
Kel. Limusnunggal, Kec. Cileungsi Kab. Bogor,
Provinsi Jawa Barat, 16820
Telepon/Fax : 021-8232323/021-8231150
Email : legal@bukaka.com
Website : www.bukaka.com
1.5. Tujuan Pendapat kewajaran
Tujuan Laporan Pendapat Kewajaran ini adalah untuk memberikan opini atas kewajaran transaksi
pemberian fasilitas pinjaman oleh BUKK kepada KMH, sebagaimana didefinisikan dalam laporan ini
dalam rangka memenuhi ketentuan POJK 42/2020, tidak untuk perpajakan, perbankan serta tidak
untuk bentuk Transaksi Perseroan lainnya.
1.6. Obyek Analisis Pendapat Kewajaran
Obyek analisis kewajaran adalah transaksi pemberian fasilitas pinjaman term loan oleh BUKK kepada
KMH.
1.7. Sifat Transaksi
Transaksi Afiliasi
Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, hubungan kepemilikan saham, PT Bukaka Teknik
Utama Tbk adalah pemegang saham tidak langsung melalui entitas anak Perusahaan PT Bukaka Mega
Investama (PT BMI) dimana Perusahaan memiliki 99,89% kepemilikan di PT BMI dan PT BMI memiliki
48,92% kepemilikan di PT Kerinci Merangin Hidro. Dengan demikian antara PT Bukaka Teknik Utama Tbk
dan PT Kerinci Merangin Hidro terdapat hubungan afiliasi. Selanjutnya Suhaelli Kalla merupakan Presiden
2
Page 18
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
Komisaris di Perseroan dan Komisaris di KMH, Abdullah Afifuddin Suhaeli merupakan Direktur di
Perseroan dan di KMH, Teguh Wicaksana Sari merupakan Direktur di Perseroan dan di KMH.
Dengan demikian rencana transaksi Perseroan termasuk Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud
termasuk kategori Transaksi Afiliasi berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/ POJK.04/
2020 tanggal 1 Juli 2020, tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan ("POJK 42/2020").
Gambar 1- 1 : Struktur Kepemilikan KMH
Tabel 1 - 1 : Hubungan Afiliasi Pengurus Pihak-Pihak yang Bertransaksi
No. Nama Perseroan KMH
1 Suhaelli Kalla PK K
2 Abdullah Afifuddin Suhaeli D D
3 Teguh Wicaksana Sari D D
Keterangan:
PK : Presiden Komisaris
K : Komisaris
D : Direktur
Selanjutnya, berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Transaksi Perseroan bukan
merupakan transaksi yang mengandung benturan kepentingan sebagaimana didefinisikan dalam
POJK 42/2020 dan tidak termasuk Transaksi Material sebagaimana dimaksud dalam POJK 17/2020.
Untuk memenuhi ketentuan dalam POJK 42/2020, Perseroan telah menunjuk YDR sebagai Penilai
lndependen untuk memberikan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Perseroan sebagaimana
diinformasikan di atas bagi para pemegang saham Perseroan
1.8. Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran
Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran akan didasarkan pada analisis atas kewajaran dari Transaksi
Perseroan untuk memenuhi ketentuan POJK 42/2020.
Ruang lingkup Laporan yang dilakukan KJPP YDR adalah:
3
Page 19
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
1. Melakukan identifikasi batasan, maksud, dan tujuan serta objek pendapat kewajaran.
2. Melakukan analisis transaksi dan analisis kewajaran transaksi.
3. Memberikan opini atas kewajaran dari RencanaTransaksi, dan
4. Menyusun laporan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi.
1.9. Pedoman dan Standar Pendapat Kewajaran
Laporan Pendapat Kewajaran ini disusun sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia {SPI) Edisi VII
tahun 2018 dengan Edisi Revisi pada SPI 300, SPI 310, SPI 320, dan SPI 330 yang ditetapkan pada 1
Maret 2020 dan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) seperti yang ditetapkan oleh Masyarakat Profesi
Penilai Indonesia (MAPPI), POJK 42/2020, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/ POJK.04/
2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal ("POJK 35") serta Surat
Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian
Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal ("SEOJK 17").
1.10. Tanggal pendapat Kewajaran
Analisis pendapat kewajaran dilakukan per tanggal 31 Maret 2025, parameter dan laporan keuangan yang
digunakan dalam analisis didasarkan pada data per tanggal 31 Maret 2025.
1.11. Penggunaan Mata Uang
Dalam analisis pendapat kewajaran ini, mata uang yang digunakan adalah mata uang Rupiah.
1.12. lndependensi Penilai
Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini kami telah bertindak secara independen
tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan KMH, ataupun pihak-pihak yang
terafiliasi dengan perusahaan tersebut. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan
pribadi berkaitan dengan penugasan ini.
Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pada
pihak manapun. lmbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhioleh opini atas
kewajaran Transaksi Perseroan yang dihasilkan dari proses analisis kewajaran ini dan kami hanya
menerima imbalan sesuai yang tercantum pada Penawaran Jasa Nomor: 01/YDR-B/PNR-
BV/VII/2025 tanggal 1 Juli 2025. Adapun biaya jasa tersebut telah memperhatikan ketentuan yang diatur
oleh lkatan Kantor Jasa Penilai (IKJPP) dan Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI)
1.13. Pernyataan Penilai
• Laporan kami disusun berdasarkan permintaan dari Perseroan yang dipakai untuk membantu
Perseroan dalam memberikan opini kewajaran mengenai transaksi yang memerlukan pendapat
dari pihak independen. Laporan pendapat kewajaran untuk kepentingan Perseroan dalam rangka
pelaksanaan Rencana Transaksi dan tidak untuk kepentingan lainnya.
• Perseroan telah membebaskan KJPP YDR dari setiap klaim yang dapat dan akan timbul dari
kesalahan ataupun kekurangan dalam bahan atau informasi yang disediakan Perseroan kepada
KJPP YDR.
• Kami ingin menekankan bahwa hasil analisis dan penelaahan kami secara khusus hanya terbatas
pada aspek nilai Rencana Transaksi (sebagaimana didefinisikan dibawah) diluar dari aspek
4
Page 20
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
perpajakan dan hukum karena hal tersebut berada diluar lingkup penugasan kami.
• Perseroan menyatakan bahwa seluruh informasi material yang menyangkut Rencana Transaksi
telah diungkapkan seluruhnya kepada KJPP YDR dan tidak ada pengurangan atas Fakta- fakta
yang penting.
1.14. Kejadian Setelah Tanggal Pendapat Kewajaran
Dari tanggal analisis pendapat kewajaran, yaitu tanggal 31 Maret 2025, sampai dengan tanggal
Transaksi Perseroan, tidak terdapat kejadian penting yang dapat mempengaruhi opini kewajaran.
Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan pendapat kewajaran ini
1.15. Sumber Data dan lnformasi
Sebagai Penilai lndependen dalam mempersiapkan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Perseroan,
kami telah menelaah, mengacu dan mempertimbangkan atas data dan dokumen yang disampaikan
oleh manajemen Perseroan atas hal-hal sebagai berikut:
• Laporan keuangan PT Bukaka Teknik Utama Tbk Dan Entitas Anak (“Grup”) Limited Review Nomor:
No.004/RW-RA/LAP-NA/2025 dikeluarkan tanggal 18 Juli 2025, oleh Akuntan Pubik Rahman Akbar,
CPA dari Kantor Akuntan Pubik (“KAP”) Rama Wendra (McMillan Woods).
• Laporan keuangan PT Bukaka Teknik Utama Tbk Dan Entitas Anak (“Grup”) Nomor:
00036/3.0360/AU.1/03/1806-3/1/III/2025 dikeluarkan tanggal 25 Maret 2025, yang telah diaudit per 31
Desember 2024 oleh Akuntan Pubik Rahman Akbar, CPA dari Kantor Akuntan Pubik (“KAP”) Rama
Wendra (McMillan Woods) dengan opini wajar dalam semua hal yang material;
• Laporan keuangan PT Bukaka Teknik Utama Tbk Nomor: 00044/3.0360/AU.1/03/1806-2/1/IV/2024
dikeluarkan tanggal 4 April 2024, yang telah diaudit per 31 Desember 2023 oleh Akuntan Pubik
Rahman Akbar, CPA dari Kantor Akuntan Pubik (“KAP”) Rama Wendra (McMillan Woods) dengan
opini wajar dalam semua hal yang material;
• Laporan keuangan PT Bukaka Teknik Utama Tbk Nomor: 00025/3.0360/AU.1/03/1806-1/1/III/2023
dikeluarkan tanggal 21 Maret 2023, yang telah diaudit per 31 Desember 2022 oleh Akuntan
PubikRahman Akbar, CPA dari Kantor Akuntan Pubik (“KAP”) Rama Wendra (McMillan Woods)
dengan opini wajar dalam semua hal yang material;
• Laporan keuangan PT Bukaka Teknik Utama Tbk Nomor: 00007/2.0900/AU.1/03/0199-1/1/III/2022
dikeluarkan tanggal 28 Maret 2022, yang telah diaudit per 31 Desember 2021 oleh Kantor Akuntan
Publik (“KAP”) Suganda Akna Suhri & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material;
• Laporan keuangan PT Bukaka Teknik Utama Tbk Nomor: 00022/3.0360/AU.1/03/0202-2/1/III/2021
dikeluarkan tanggal 9 Maret 2021, yang telah diaudit per 31 Desember 2020 oleh Akuntan Pubik
(“KAP”) Rahman Akbar, CPA dari Kantor Akuntan Pubik Rama Wendra (McMillan Woods) dengan
opini wajar dalam semua hal yang material;
• Proyeksi Keuangan Konsolidasian Perseroan tanpa dan dengan Transaksi Perseroan untuk tahun
2025 - 2031, yang disiapkan oleh manajemen Perseroan. YDR telah melakukan reviu atas proyeksi
keuangan tersebut untuk memperoleh keyakinan atas kewajaran proyeksi keuangan;
• Laporan Keuangan Konsolidasian Proforma Perseroan per 31 Maret 2025, yang telah disiapkan oleh
manajemen Perseroan.
• Laporan keuangan PT Kerinci Merangin Hidro Nomor: 00311/2.0999/AU.1/02/1482-2/1/VII/2025
dikeluarkan tanggal 17 Juli 2025, yang telah diaudit per 31 Maret 2025 oleh Akuntan Pubik Yansyafrin,
5
Page 21
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
CA, CMA, CPA, CFI dari Kantor Akuntan Pubik (“KAP”) Djoko, Sidik & Indra (Antena) dengan opini
wajar dalam semua hal yang material;
• Laporan keuangan PT Kerinci Merangin Hidro Nomor: 00064/2.0999/AU.1/02/1482-1/1/III/2025
dikeluarkan tanggal 12 Maret 2025, yang telah diaudit per 31 Desember 2024 oleh Akuntan Pubik
Yansyafrin, CA, CMA, CPA, CFI dari Kantor Akuntan Pubik (“KAP”) Djoko, Sidik & Indra (Antena)
dengan opini wajar dalam semua hal yang material;
• Laporan keuangan PT Kerinci Merangin Hidro Nomor: 000241/2.0459/AU.1/02/1492-2/1/III/2024
dikeluarkan tanggal 13 Maret 2024, yang telah diaudit per 31 Desember 2023 oleh Akuntan Pubik
Rahmat Sukendar, SE., Ak., CA., CPA., CPI. dari Kantor Akuntan Pubik (“KAP”) Heliantoro dan Rekan
(Parker Russel International) dengan opini wajar dalam semua hal yang material;
• Laporan keuangan PT Kerinci Merangin Hidro Nomor: 000131/2.0459/AU.1/02/1493-1/1/III/2023
dikeluarkan tanggal 1 Maret 2023, yang telah diaudit per 31 Desember 2022 oleh Akuntan Pubik
Rahmat Sukendar, SE., Ak., CA., CPA., CPI. dari Kantor Akuntan Pubik (“KAP”) Heliantoro dan Rekan
(Parker Russel International) dengan opini wajar dalam semua hal yang material;
• Laporan keuangan PT Kerinci Merangin Hidro Nomor: 00029/2.0360/AU.1/02/0202-1/1/III/2022
dikeluarkan tanggal 11 Maret 2022, yang telah diaudit per 31 Desember 2021 oleh Akuntan Pubik
Rahmat Sukendar, SE., Ak., CA., CPA., CPI. dari Kantor Akuntan Pubik (“KAP”) Acep Kusmayadi, Ak.,
CA., CPA dari Kantor Akuntan Pubik (“KAP”) Rama Wendra (McMillan Woods) dengan opini wajar
dalam semua hal yang material;
• Proyeksi Keuangan KMH tanpa dan dengan Pinjaman untuk tahun 2025 - 2035, yang disiapkan oleh
manajemen Perseroan. YDR telah melakukan reviu atas proyeksi keuangan tersebut untuk
memperoleh keyakinan atas kewajaran proyeksi keuangan;
• Dokumen perjanjian Pinjam Meminjam antara BUKK dan KMH yang telah disediakan oleh manajemen
Perseroan sebagai berikut:
- Minute of Meeting antara PT Bukaka Teknik Utama Tbk dan PT Kerinci Merangin Hidro tanggal 28
Mei 2025.
- Surat KMH No. 193/KMH/PK-Pinjaman/VI/2025 tanggal 10 Juni 2025.
- Surat BUKK No. 018A/BTU-LGL/VI/2025 tanggal 12 Juni 2025.
- Surat BUKK No. 026A/BTU-LGL/VII/2025 tanggal 10 Juli 2025.
- Surat Penawaran Pemberian Kredit (SPPK) an. PT Bukaka Teknik Utama Tbk dari Bank Mandiri
No. CMB.CM6/MNE 275/SPPK/2025 tanggal 9 Juli 2025.
- Perjanjian Hutang Piutang antara PT Bukaka Teknik Utama Tbk dan PT Kerinci Merangin Hidro
No. 031/ BTU-LGL/VII/2025 tanggal 16 Juli 2025.
• Legalitas Perseroan;
• Data-data yang diperoleh dari S&P Capital IQ dan Damodaran;
• Data-data ekonomi yang bersifat makro ataupun mikro yang diperoleh dari instansi terkait seperti Bank
Indonesia;
• Wawancara dan diskusi dengan manajemen Perseroan sehubungan dengan penugasan Pendapat
Kewajaran atas transaksi Pinjam meminjam;
• Data-data lain sebagai pendukung.
Atas data yang telah disampaikan tersebut, kami telah menerima Representation Letter dari
manajemen Perseroan No. 033/BTU-LGL/VII/2025 tertanggal 17 Juli 2025 sehubungan dengan
penugasan Pendapat Kewajaran;
Dari hasil wawancara dan diskusi dengan manajemen Perseroan serta penelaahan terkait data atau
informasi yang diterima, kami tidak menemui datau atau informasi yang tidak jelas dan tidak dapat
diverifikasi kepada pihak manajemen Perseroan atau pihak terkait lainnya. Berikut adalah pihak yang
diwawancarai
6
Page 22
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
Tabel 1 - 2 : Pihak yang Diwawancara
Nama Jabatan Perusahaan
Irsal Kamarudin Dirut BUKK
M Rizky Eka Yudhanto Legal BUKK
Asjhari Cahyadi Legal BUKK
Iwan Keuangan BUKK
Uyung Keuangan BUKK
Teguh Wicaksana Sari Direktur KMH
M Yusuf GM Finance KMH
Yaya Finance KMH
Tio Accounting KMH
Rimba Legal KMH
Sehubungan dengan penugasan Pendapat Kewajaran. Kami juga menggunakan berbagai sumber
informasi baik berdasarkan media cetak dan elektronik, seperti Bank Indonesia, dan Bursa Efek
Indonesia serta hasil analisis lain yang kami anggap relevan dengan penugasan pendapat kewajaran.
1.16. Pernyataan Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini kami bertindak secara independen tanpa adanya
benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan KMH ataupun pihak-pihak yang terafiliasi
dengan Perseroan dan KMH. KJPP YDR juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan lain terkait
dengan penugasan ini selain fee penugasan yang kami terima. Laporan penilaian ini tidak ditujukan untuk
memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan jasa yang kami terima sama sekali tidak
dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan.
1.17. Asumsi-Asumsi dan Kondisi Pembatas
Asumsi
1. Laporan disusun dengan asumsi bahwa tidak terdapat perubahan atas kondisi persyaratan sejak
tanggal diterbitkannya Laporan.
2. Laporan disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan
serta peraturan-peraturan Pemerintah terkait dengan Rencana Transaksi yang akan dilakukan setelah
tanggal Laporan ini diterbitkan paling lambat 30 September 2025.
3. Laporan harus di pandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian dari analisis dan informasi
tanpa mempertimbangkan informasi dan analisis lainnya secara utuh sebagai satu kesatuan dapat
menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang menyesatkan atas proses yang mendasari pendapat
kewajaran.
4. KJPP YDR mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan Laporan ini sampai dengan tanggal
terjadinya seluruh transaksi dalam Rencana Transaksi, tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi- asumsi yang digunakan dalam penyusunan pendapat
kewajaran. Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi,
memutakhirkan (update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta peristiwa-
peristiwa yang terjadi setelah tanggal Laporan.
5. Laporan ini bersifat non-disclaimer opinion, kami telah melakukan penelaahan atas dokumen- dokumen
yang digunakan dalam proses penyusunan pendapat kewajaran, data dan informasi yang diperoleh
berasal baik dari Perseroan maupun dari sumber lain yang dapat dipercaya keakuratannya.
6. Laporan ini disusun dengan menggunakan proyeksi keuangan yang disiapkan oleh Perseroan dengan
mencerminkan kewajaran proyeksi dan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
7. Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan analisis kewajaran proyeksi keuangan yang telah disiapkan
7
Page 23
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
Perseroan.
8. Kami bertanggung jawab atas opini yang dihasilkan dalam Laporan.
9. Laporan ini bersifat terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia yang dapat
mempengaruhi operasional Perseroan.
10. Kami telah memperoleh informasi atas status hukum objek pendapat kewajaran dari Perseroan.
Kondisi Pembatas
1. KJPP YDR tidak melakukan proses due diligence terhadap entitas atau pihak-pihak yang
melaksanakan Rencana Transaksi.
2. Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan keakuratan, kehandalan dan kelengkapan dari
semua informasi keuangan dan informasi lainnya yang diberikan kepada kami oleh Perseroan atau
yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap dan tidak menyesatkan.
3. Kami juga berpegang kepada surat pernyataan (representation letter) dari Perseroan atas penugasan
kami untuk mempersiapkan Laporan, bahwa Perseroan telah menyampaikan seluruh informasi
penting dan relevan berkenaan dengan Laporan dan sepanjang pengetahuan Perseroan tidak ada
faktor material yang belum diungkapkan dan dapat menyesatkan.
4. Laporan atas Rencana Transaksi ini dipersiapkan menggunakan data dan informasi sebagaimana
diungkapkan diatas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat mempengaruhi hasil
akhir pendapat kami secara material. Oleh karenanya, kami tidak bertanggung jawab atas perubahan
kesimpulan atas Laporan kami dikarenakan adanya perubahan data dan informasi tersebut.
5. Jasa yang kami berikan kepada Perseroan dalam kaitannya dengan Rencana Transaksi ini hanya
merupakan pemberian pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi yang akan dilakukan dan bukan
jasa audit, akuntansi atau perpajakan. Kami tidak melakukan keabsahan Rencana Transaksi dari
aspek hukum dan implikasi aspek perpajakan dari transaksi tersebut.
6. Kami tidak melakukan audit ataupun uji tuntas secara mendetail atas penjelasan maupun data- data
yang diberikan oleh Perseroan, baik lisan maupun tulisan. Dengan demikian kami tidak dapat
memberikan jaminan atau bertanggung- jawab terhadap kebenaran dan kelengkapan dari informasi
atau penjelasan tersebut.
7. Laporan ini disusun hanya dengan mempertimbangkan sudut pandang Perseroan dan tidak
mempertimbangkan sudut pandang stakeholders lain serta aspek-aspek lainnya.
8. Dengan ini kami menyatakan bahwa penugasan kami tidak termasuk menganalisis transaksi- transaksi
diluar Tujuan Penugasan yang mungkin tersedia bagi Perseroan serta pengaruh dari transaksi-
transaksi tersebut terhadap Tujuan Penugasan, dan juga bukan merupakan analisis penggunaan yang
paling mungkin dan optimal dari Tujuan Penugasan.
9. Mengingat bahwa ada kemungkinan terjadinya perbedaan waktu dari tanggal Laporan ini dengan
pelaksanaan Rencana Transaksi, maka kesimpulan laporan yang diinformasikan dalam laporan ini,
hanya berlaku apabila tidak ada perubahan signifikan yang akan berdampak material terhadap
kewajaran dari Transaksi Perseroan. Perubahan tersebut termasuk perubahan baik secara internal
pada masing- masing perusahaan maupun secara eksternal meliputi: kondisi pasar dan
perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan Pemerintah Indonesia setelah
tanggal pendapat kewajaran. Bila mana setelah tanggal Laporan ini dikeluarkan terjadi perubahan
tersebut di atas, maka Laporan atas Rencana Transaksi ini mungkin berbeda.
1.18. Tingkat Kedalaman lnvestigasi
1. Dalam melakukan penugasan, tidak ada batas atau pembatasan dalam melakukan penelaahan,
perhitungan dan analisis.
8
Page 24
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
2. Kami telah melakukan reviu terhadap Perseroan sehubungan dengan Rencana Transaksi yang akan
dilakukan. Kami tidak bertanggung jawab atas akurasi dan kebenaran dari semua data yang
disampaikan termasuk proyeksi keuangan, kesalahan penerapan asumsi atau perhitungan matematis,
selain itu kami juga tidak bertanggung jawab atas pencapaiannya serta proyeksi keuangan diluar
Transaksi Perseroan.
3. KJPP YDR telah melakukan wawancara dan diskusi melalui offline dan video conference dengan
manajemen Perseroan ataupun perwakilannya.
1.19. Persyaratan Atas Persetujuan Untuk Publikasi
Laporan Pendapat Kewajaran bersifat terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan.
1.20. Prosedur yang digunakan Pemberi Tugas dalam Melakukan Transaksi
Prosedur yang digunakan Perseroan dalam melakukan transaksi adalah:
1. KMH telah menandatangani PPA (Power Purchase Agreement) dengan PT PLN (Persero) untuk
Pembangunan PLTA 350 MW (Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik) No. 1452 PJ/DAN. 02.04/DIR/2018
tanggal 15 November 2018.
2. Berdasarkan Penyampaian Completion Report Proyek PLTA Kerinci Merangin Hidro 350 MW yang
dilakukan oleh PT Surveyor Indonesia No.: SRT-081/SIJAK-VI/MNH/2025 dan No. Lap.: 047.CR/PM-
VF/SIJAK/VI/2025 tentang perkembangan proyek yang meliputi pengawasan verifikasi progress fisik
serta verifikasi biaya terhadap pekerjaan Pembangunan Proyek PLTA Kerinci Merangin 350 MW.
3. Berdasarkan Penyampaian Completion Report oleh PT Surveyor Indonesia, Commercial Operational
Date (COD) ditetapkan 84 (Delapan Puluh Empat) bulan setelah tanggal efektif PPA. Dan penetetapan
tanggal efektif adalah dengan terenuhinya kondisi-kondisi seperti yang tercantum pada Dokumen
Perjanjian Jual Beli Listrik/Power Purchase Agreement (PPA) Pasal 3 dan Appendix C, disepakati
tanggal tanggal Efektif PPA adalah 15 November 2018. Sehingga dengan demikian maka Commersial
Operational Date (COD) adalah pada 15 November 2025.
4. Surat Penawaran Pemberian Kredit (SPPK) an. PT Bukaka Teknik Utama Tbk dari Bank Mandiri No.
CMB.CM6/MNE 275/SPPK/2025 tanggal 9 Juli 2025.
5. Perjanjian Hutang Piutang antara PT Bukaka Teknik Utama Tbk dan PT Kerinci Merangin Hidro No.
031/ BTU-LGL/VII/2025 tanggal 16 Juli 2025.
6. Perseroan telah menunjuk KJPP YDR untuk melakukan analisis pendapat kewajaran atas Rencana
Transaksi sebagaimana dituangkan dalam Laporan Nomor. 00324/2.0138-00/BS/03/0423/1/VII/2025
tanggal 22 Juli 2025.
1.21. Informasi Penting Lainnya diluar Hal-Hal yang telah diuraikan
Keseluruhan analisa yang dilakukan, baik kesimpulan opini atas kewajaran transaksi, maupun
pendekatan dan metodologi yang digunakan, prosedur yang dilakukan, data dan asumsi yang
digunakan serta berbagai pertimbangan professional lainnya yang diaplikasikan dalam penugasan ini
telah dipaparkan dan dijelaskan kepada Perseroan.
Perseroan telah diberikan kesempatan untuk meminta penjelasan dan mereviu agar mendapat
pemahaman yang menyeluruh dan telah menerima semua data dan informasi yang diperlukan untuk
memeriksa kembali keakuratan dan kelengkapan infromasi serta asumsi- asimsi yang digunakan di
dalam Laporan ini.
9
Page 25
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
2. TINJAUAN DAN ANALISIS TRANSAKSI PERSEROAN
2.1. Latar belakang Rencana Transaksi
KMH merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pembangkit listrik. Saat ini listrik merupakan salah
satu kebutuhan yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Listrik dibutuhkan tidak hanya untuk
penerangan, melainkan juga untuk melakukan aktifitas kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan
kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat. Dengan ditandatanganinya Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik /
Power Purchase Agreement (PPA) antara PT PLN (persero) dengan PT Kerinci Merangin Hidro tanggal
15 November 2018, KMH telah membangun suatu Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berkapasitas 4
x 87,5 MW dengan nama PLTA Merangin yang berlokasi di Desa Bedeng V Kecamatan Batang Merangin
Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi.
Proyek pembangunan PLTA Merangin 350 MW telah masuk pada Project I PP PLN dalam RUPTL PT
PLN (Persero) tahun 2018-2027. Dengan 4 (Empat) unit pembangkit maka gedung sentral pembangkit
(Power House) juga akan terdiri dari 15 unit Tower Transmisi dengan lokasi yang berbeda. Pembangkit
Listrik Tenaga Air (PLTA) dengan kapasitas sebesar 4 x 87,5 MW (350 MW) di PLTA Kerinci Merangin
memanfaatkan aliran air dari sungai Merangin dan sungai Imat yang berhulu ke Danau Kerinci sebagai
sumber energi pembangkit listrik
Berdasarkan laporan progres pekerjaan dari PT Surveyor Indonesia (Persero) No.
030/SIJAKIV/MHN/2025 tanggal 22 April 2025, progres pekerjaan pembangunan PLTA Kerinci Merangin
4 x 87,5 MW MW (350 MW) sampai dengan 31 Maret 2025 (menggunakan laporan progres sampai
dengan cut off 31 Maret 2025) telah mencapai 100%.
Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dengan kapasitas 350 MW ini telah menyelesaikan tahap
konstruksi, namun belum mencapai Commercial Operation Date (COD). Untuk menunjang kelangsungan
operasional hingga mencapai COD, KMH memerlukan dana dimana dana tersebut akan dipinjamkan oleh
Perseroan.
Perseroan berencana untuk melakukan penambahan Utang Bank PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
sebesar Rp700.000.000.000 (tujuh ratus miliar) berdasarkan surat permohonan BTU
No.1278/KEU/BTU/VI/2025 tanggal 3 Juni 2025 dan Surat No.0699/ACC/BTU/III/2025 tanggal 25 Maret
2025 dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk telah menyetujui Permohonan Perusahaan berdasarkan SPPK
No. CMB.CM6/MNE.275/SPPK/2025 tanggal 9 Juli 2025, atas Pinjaman Bank dari PT Bank Mandiri
(Persero) Tbk akan digunakan Perusahaan untuk diberikan ke PT KMH sebagai modal kerja entitas
asosiasi.
Atas penambahan pinjaman dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebesar Rp700.000.000.000 akan
digunakan oleh Perusahaan untuk dipinjamkan kepada PT KMH dimana PT KMH membutuhkan modal
kerja dalam rangka pengoperasian PLTA Kerinci Merangin dengan kapasitas sebesar 4 x 87,5 MW.
Modal kerja tersebut guna mendukung operasional PT KMH sampai dengan penetapan COD (Comercial
Operating Dated).
COD (Commercial Operation Date) adalah tanggal di mana unit pembangkit listrik secara resmi
dinyatakan telah menyelesaikan seluruh tahapan konstruksi, pengujian, dan pengoperasian awal
(commissioning), serta telah memenuhi seluruh persyaratan teknis dan administratif sesuai ketentuan
dalam Perjanjian Jual Beli Listrik (Power Purchase Agreement / PPA) antara PT PLN (Persero) dan PT
KMH, sehingga mulai beroperasi secara komersial dan berhak menerima pembayaran atas energi listrik
yang disalurkan kepada PLN.
10
Page 26
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
2.2. Identifikasi antar Pihak-Pihak yang Bertransaksi
Berdasarkan penjelasan manajemen, berikut adalah keterangan pihak-pihak yang terkait dalam
Transaksi Perseroan yang memiliki hubungan afiliasi yaitu Perseroan sebagai pemegang saham,
dan KMH sebagai penerima pinjaman.
1. PT Bukaka Teknik Utama Tbk Tbk
a) Riwayat Singkat
PT Bukaka Teknik Utama Tbk Tbk (“BUKK atau Perseroan”) didirikan sesuai dengan Undang-Undang
Penanaman Modal Dalam Negeri No.6 tahun 1968 Undang-Undang No.12 tahun 1970 berdasarkan Akta
No.149 tanggal 25 Oktober 1978 oleh Notaris Haji Bebasa Daeng Lalo, S.H. Akta pendirian ini telah
disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No.Y.A 5/242/7 tanggal 21
Mei 1979 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.33 Tambahan No.251 tanggal 22
April 1980. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, dengan menyesuaikan
UU PT tahun 2007 dengan Akta No.16 tanggal 5 November 2008 oleh Notaris Masnah Sari S.H., dan telah
mendapat pengesahan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat
Keputusan No.AHU-06525.AH.01.02 Tahun 2009.
Pada tahun 2010, Anggaran Dasar Perusahaan diubah sehubungan peningkatan modal dasar dari
Rp200.000.000 menjadi sebesar Rp2.000.000.000 dan modal ditempatkan dan disetor penuh ditingkatkan
dari Rp70.306.000 menjadi Rp1.320.226.000 melalui konversi utang Perusahaan kepada kreditor sebanyak
2.499.840 saham baru Hak Tanpa Memesan Efek Terlebih Dahulu (HTMETD). Persetujuan atas
penambahan modal tanpa HTMETD dan peningkatan modal ini telah diaktakan dengan Akta No.7 tanggal
3 Desember 2010 dari Sripati Marliza, S.H., Notaris di Jakarta. Perubahan ini telah disahkan oleh Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No.AHU 60234.AH.01.02
Tahun 2010 tanggal 27 Desember 2010.
Tahun 2011, Anggaran Dasar Perusahaan diubah kembali sehubungan dengan penurunan modal dasar,
modal ditempatkan dan disetor penuh serta nilai nominal saham. Modal dasar yang awalnya
Rp2.000.000.000 diturunkan menjadi Rp1.352.000.000 terbagi atas 4.000.000.000 (angka penuh) saham.
Modal ditempatkan dan disetor diturunkan dari semula sebesar Rp1.320.226.000 menjadi Rp892.472.776.
Akta Perubahan terakhir berdasarkan Akta Petikan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan
PT Bukaka Teknik Utama Tbk Tbk No.9 tanggal 12 Juni 2024 oleh Notaris Egi Anggiawati Padli, S.H., M.Kn.,
Notaris di Kabupaten Bogor tentang penetapan susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan dan
telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan
Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan No.AHU-AH.01.09-0217127 Tahun 2024
tanggal 24 Juni 2024.
b) Ruang Lingkup Kegiatan Usaha
Sesuai Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, PT Bukaka Teknik Utama Tbk Tbk
menjalankan kegiatan usaha utama dalam bidang rekayasa teknik (engineering), pengadaan
(procurement), dan konstruksi (EPC), yang difokuskan pada penyediaan produk serta layanan untuk
pembangunan infrastruktur strategis nasional dan internasional. Produk-produk utama yang dikembangkan
Perseroan meliputi menara transmisi, jembatan rangka baja, garbarata (boarding bridge), kendaraan
khusus, serta sistem peralatan transportasi. Selain itu, Bukaka juga memiliki kapabilitas dalam
11
Page 27
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
pembangunan pembangkit listrik tenaga mini hidro, peralatan untuk sektor minyak dan gas, serta
penyediaan layanan galvanisasi logam yang mendukung ketahanan dan keawetan struktur baja.
Kegiatan usaha Perseroan tidak hanya mencakup produksi manufaktur, tetapi juga layanan instalasi dan
pemeliharaan, yang memungkinkan Perseroan berperan secara menyeluruh dalam siklus proyek
konstruksi. Dalam sektor energi, Perseroan melalui entitas anak dan entitas asosiasinya turut
mengembangkan dan mengoperasikan proyek-proyek pembangkit listrik, seperti PLTM (Pembangkit Listrik
Tenaga Minihidro), serta investasi dalam sektor pertambangan dan pengolahan mineral. Dengan struktur
usaha terintegrasi ini, Bukaka mampu mendukung kebutuhan proyek nasional yang menuntut efisiensi,
kualitas tinggi, serta waktu pelaksanaan yang tepat.
Selain kegiatan utama, Bukaka juga memiliki sejumlah kegiatan usaha penunjang yang memperkuat rantai
bisnisnya. Kegiatan tersebut antara lain meliputi jasa penyewaan alat berat, penyediaan solusi logistik untuk
proyek konstruksi, serta ekspansi usaha ke pasar internasional melalui ekspor produk teknik ke negara
mitra strategis, seperti India dan kawasan Timur Tengah. Dengan cakupan usaha yang luas dan
terdiversifikasi, Perseroan menempatkan diri sebagai mitra strategis pemerintah dan swasta dalam
mendukung percepatan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi.
c) Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham
Struktur permodalan dan pemegang saham Perseroan berdasarkan Laporan Keuangan Interim Perseroan
per 31 Maret 2025 adalah sebagai berikut:
Tabel 2 - 1 : Susunan Pemegang Saham Perseroan
Jumlah Modal
Pemegang Saham Jumlah Saham Persentase
Disetor
Suhaeli Kalla (Presiden Komisaris) 800.651.790 30,32% 270.620.305.020
Solihin Jusuf Kalla (Komisaris) 789.812.604 29,91% 266.956.660.152
Ir. Achmad Kalla 674.951.762 25,56% 228.133.695.556
Irsal Kamarudin (Presiden Direktur) 9.199.100 0,35% 3.109.295.800
Masyarakat 365.836.744 13,86% 123.652.819.472
Jumlah 2.640.452.000 100,00% 892.472.776.000
Sumber: Laporan Keuangan Interim Perseroan Per 31 Maret 2025
d) Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan berdasarkan Laporan Keuangan Audit Desember 2024
dan Laporan Keuangan Interim Perseroan per 31 Maret 2025 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Suhaeli Kalla
Komisaris : Solihin Jusuf Kalla
Komisaris Independen : Letjen (Purn) Sumarsono, S.H.
Dewan Direksi
Direktur Utama : Irsal Kamarudin
Direktur : Abdullah Afifuddin Suhaeli
Direktur : Teguh Wicaksana Sari
12
Page 28
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
2. KMH
a) Riwayat Singkat
PT Kerinci Merangin Hidro ("Perusahaan") didirikan berdasarkan Akta No. 02 tanggal 28 Maret 2012 yang
dibuat di hadapan Notaris Andy Azis, S.H. Akta pendirian Perusahaan telah mendapat pengesahan dari
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-04726.AH.01.01Tahun 2013 tanggal
07 Februari 2013.
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham PT Kerinci Merangin Hidro yang dituangkan
dalam Akta No. 14 tanggal 30 Juni 2020 yang dibuat dihadapan Notaris Andy Azis, S.H., tentang
persetujuan peningkatan modal dasar, modal ditempatkan dan modal disetor, dan telah mendapatkan
persetujuan perubahan anggaran dasar dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan surat
keputusan Nomor AHU-0048944.AH.01.02 Tahun 2020 tertanggal 17 Juli 2020.
Akta Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan
Pemegang Saham yang dituangkan dalam Akta No. 14 tanggal 23 Desember 2024 yang dibuat di hadapan
Notaris Didiek Harianto, S.H., M.Kn., tentang persetujuan perubahan modal dasar, modal ditempatkan dan
modal disetor, dan persetujuan perubahan susunan pemegang saham Perusahaan. Akta perubahan
tersebut telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan surat
keputusan Nomor AHU-AH.01.03.0226326 Tahun 2024 tertanggal 23 Desember 2024.
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham yang dituangkan dalam Akta No. 03 tanggal
17 November 2022 yang dibuat di hadapan Notaris Didiek Harianto, S.H., M.Kn. tentang Persetujuan
Peningkatan Modal Ditempatkan dan Modal Disetor, Persetujuan Kompensasi Hutang Perseroan Kepada
Pemegang Saham Yang Mempunyai Hak Tagih Menjadi Saham, Persetujuan Perubahan Jumlah
Kepemilikan Saham para Pemegang Saham Perseroan, Persetujuan Perubahan Pengurus Perseroan, dan
Persetujuan Pemberian Kuasa. Akta perubahan tersebut telah mendapatkan pengesahan dari Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan surat keputusan Nomor AHU-AH.01.09-0077374 Tahun 2022
tertanggal 17 November 2022 dan Nomor AHU-AH.01.03-0314656 Tahun 2022 tertanggal 18 November
2022.
Perseroan memiliki kontrak pembelian tenaga listrik / Power Purchase Agreement (PPA) berdasarkan Surat
dari PLN No. 1711/DAN.01.01/DIRUT/2018 perihal penunjukan Pembelian Tenaga Listrik PLTA Merangin
(350 MW) tanggal 8 Juni 2018 yang berlaku selama 30 tahun dari tahun Perseroan beroperasi komersial.
b) Maksud dan Tujuan Serta Kegiatan Usaha
Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasarnya, maksud dan tujuan Perseroan adalah menjalankan usaha
Industri Pembangkitan Tenaga Listrik dan Transmisi Tenaga Listrik. Perseroan berkedudukan di Jl. Raya
Narogong-Bekasi Km 19,5 Rt 003/002 Desa Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor.
Pada tanggal 9 April 2013, Perseroan telah memperoleh Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) menengah
surat No. 11072-04/PM /1.824.271. Perseroan belum memulai aktivitas usaha komersilnya hingga 31 Maret
2025 dan masih dalam proses Pembangunan.
c) Struktur Permodalan dan Pemegang Saham
Struktur permodalan dan pemegang saham KMH berdasarkan Laporan Keuangan Audit per 31 Maret
2025 dan per Desember 2024 adalah sebagai berikut:
13
Page 29
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
Tabel 2 - 2 : Susunan Pemegang Saham KMH
Jumlah Jumlah Modal
Pemegang Saham Persentase
Saham Disetor
PT Bone Kapital Investindo) 1.359.500 48,72% 1.359.500.000.000
PT Bukaka Mega Investama 1.365.000 48,92% 1.365.000.000.000
PT Kalla Bakti Negeri 66.000 2,37% 66.000.000.000
Jumlah 2.790.500 100,00% 2.790.500.000.000
Sumber: Laporan Keuangan Audit KMH Per 31 Maret 2025
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham yang dituangkan dalam Akta No. 14 tanggal
23 Desember 2024 yang dibuat di hadapan Notaris Didiek Harianto, S.H., M.Kn., mengenai peningkatan
modal ditempatkan dan modal disetor perseroan, serta persetujuan perubahan jumlah kepemilikan saham
para pemegang saham, modal disetor dan ditempatkan yang semula Rp1.960.500.000.000 atau 1.960.500
lembar saham dengan nominal saham Rp.1.000.000.,-, menjadi Rp2.790.500.000.000 atau 2.790.500
lembar saham dengan nilai nominal saham Rp.1.000.000.
d) Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
yang dinyatakan dalam Akta Notaris Didiek Harianto, S.H., M.Kn No. 03 Tanggal 17 November 2022 adalah
sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Tn. Drs. Suhaeli Kalla
Komisaris : Ny. Dra. Hj. Fatimah Kalla
Dewan Direksi
Direktur Utama : Tn. Ir. Achmad Kalla
Direktur : Tn. Teguh Wicaksana Sari
Direktur : Tn. Abdullah Afifuddin Suhaeli
Direktur : Tn. Solihin Jusuf Kalla
Direktur : Tn. Ir. Alimuddin
2.3. Hubungan Para Pihak yang Melakukan Transaksi
Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, hubungan kepemilikan saham, PT Bukaka Teknik
Utama Tbk adalah pemegang saham tidak langsung melalui entitas anak Perusahaan PT Bukaka Mega
Investama (PT BMI) dimana Perusahaan memiliki 99,89% kepemilikan di PT BMI dan PT BMI memiliki
48,92% kepemilikan di PT Kerinci Merangin Hidro. Dengan demikian antara PT Bukaka Teknik Utama
Tbk dan PT Kerinci Merangin Hidro terdapat hubungan afiliasi. Selanjutnya Suhaelli Kalla merupakan
Presiden Komisaris di Perseroan dan Komisaris di KMH, Abdullah Afifuddin Suhaeli merupakan Direktur
di Perseroan dan di KMH, Teguh Wicaksana Sari merupakan Direktur di Perseroan dan di KMH.
Dengan demikian rencana transaksi Perseroan termasuk Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud
termasuk kategori Transaksi Afiliasi berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/
POJK.04/ 2020 tanggal 1 Juli 2020, tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan ("POJK
42/2020").
14
Page 30
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
Gambar 2- 1 : Struktur Kepemilikan KMH
Tabel 2 - 3 : Hubungan Afiliasi Pengurus Pihak-Pihak yang Bertransaksi
No. Nama Perseroan KMH
1 Suhaelli Kalla PK K
2 Abdullah Afifuddin Suhaeli D D
3 Teguh Wicaksana Sari D D
Keterangan:
PK : Presiden Komisaris
K : Komisaris
D : Direktur
Dari tabel diatas terlihat bahwa Rencana Transaksi yang akan dilakukan oleh Perseroan dan KMH adalah
Transaksi Afiliasi.
2.4. Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati
Analisis perjanjian dan persyaratan atas Rencana Transaksi dilakukan terhadap Perjanjian Hutang Piutang
antara PT Bukaka Teknik Utama Tbk dan PT Kerinci Merangin Hidro No. 031/BTU-LGL/VII/2025 yang telah
disampaikan oleh Perseroan, adalah sebagai berikut:
a. Para Pihak
Pemberi pinjaman : PT Bukaka Teknik Utama. Tbk
Peminjam : PT Kerinci Merangin Hidro
b. Pinjaman
1. BUKK menyetujui dan bersedia untuk memberikan Pinjaman kepada KMH dengan jumlah total
maksimal Rp700.000.000.000 (tujuh ratus miliar Rupiah) serta KMH setuju dan sepakat untuk
menerima Pinjaman yang diberikan oleh BUKK serta mengambalikan pinjaman kepada BUKK.
2. Penarikan Pinjaman yang diberikan oleh BUKK kepada KMH dilakukan secara bertahap sesuai
dengan kebutuhan operasional KMH berdasarkan RAB yang akan disetujui Bersama.
3. Dana Pinjaman merupakan bagian dari kredit Term loan yang diperoleh BUKK dari Bank Mandiri.
Dengan demikian BUKK dan KMH sepakat bahwa ketentuan dalam Perjanjian antara BUKK dan
15
Page 31
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
KMH akan menyesuaikan apabila terdapat perubahan ketentuan yang terkait dalam perjanjian
Term Loan antara BUKK dan Bank Mandiri.
4. Segala biaya yang timbul atas fasilitas BUKK dan PT Bank Mandiri merupakan kewajiban KMH.
KMH memahami dan menyetujui bahwa pemberian pinjaman ini dilakukan dalam rangka
mendukung kebutuhan KMH sebagai Perusahaan afiliasi dari BUKK, Dimana BUKK adalah
pemegang saham pengendali tidak langsung dari KMH.
c. Jangka Waktu
1. Jangka Waktu Perjanjian adalah waktu berlaku Perjanjian yang mulai berlaku secara efektif 72
(tujuh puluh dua) bulan sejak penandatanganan Perjanjian;
2. termasuk Jangka Waktu Periode Penarikan selama 9 (sembilan) bulan dan Grace Periode selama
12 (dua belas) bulan dengan ketentuan Availability Period dan Grace Period sebagai berikut:
A. Availability Period selama 9 (Sembilan) bulan sejak penandatanganan Perjanjian atau sampai
dengan 28 Februari 2026 (mana yang lebih dahulu).
B. Grace Period selama 12 (dua belas) bulan sejak penandatanganan Perjanjian atau 5 (lima)
bulan sejak COD (mana yang lebih dahulu terjadi);
3. Jangka Waktu Pengambalian adalah jangka waktu dimana KMH harus mengembalikan Pinjaman
kepada BUKK, Pengembalian pokok Pinjaman yang terhutang dibayarkan oleh KMH kepada
BUKK dalam jangka waktu 60 (enam puluh) bulan terhitung sejak masa Grace Period berakhir.
d. Rekening-Rekening Terkait dan Tata Cara Penarikan Pinjaman
1. Para Pihak sepakat bahwa pelaksanaan penarikan dan pengembalian Pinjaman dilakukan melalui
rekening-rekening sebagai berikut:
A. Rekening Pinjaman Term loan atas nama BUKK, merupakan rekening yang dikelola oleh
Bank Mandiri, digunakan untuk menerima fasilitas Term loan.
B. Rekening Escrow atas nama BUKK, merupakan rekening escrow yang dikelola oleh Bank
Mandiri, digunakan untuk menyalurkan hasil penarikan, serta pembayaran kembali hutang
piutang dengan BUKK.
C. Rekening Escrow atas nama KMH, merupakan rekening escrow yang dikelola oleh Bank
Mandiri, digunakan untuk menyalurkan dana pemberian hutang dari BUKK.
D. Rekening Operasional KMH, digunakan untuk keperluan transaksi operasional KMH.
2. Urutan dan mekanisme penggunaan dana hasil penarikan Pinjaman Term loan atas nama
BUKK dilakukan sebagai berikut:
A. Dana hasil penarikan pinjaman Term loan dikreditkan terlebih dahulu ke Rekening Escrow
atas nama BUKK yang dikelola oleh Bank Mandiri, dan selanjutnya dipindahbukukan ke
Rekening Escrow PT Kerinci Merangin Hidro yang dikelola oleh Bank Mandiri atau ke
Rekening Operasional PT Kerinci Merangin Hidro secara bertahap sesuai kebutuhan
KMH.
B. Proses pindahbuku pertama dari Rekening Escrow atas nama PT Bukaka Teknik Utama
Tbk ke Rekening Escrow atas nama PT Kerinci Merangin Hidro akan terlaksana setelah
BUKK mendapatkan hasil penilain kewajaran dari Kantor Jasa Penilai Publik dan akan
dituangkan dalam bentuk kesepakatan dan/atau bentuk dokumen lain yang disepakati
oleh Para Pihak dikemudian hari yang menjadi satu rangkaian dan tidak terpisahkan dari
Perjanjian.
C. Khusus untuk kebutuhan operasional bulan Juni 2025 dan bulan Juli 2025 dapat dilakukan
reimbursement dengan menyerahkan underlying berupa invoice dan rincian tagihan
disertai bukti bayar dengan tanggal yang masih berada di bulan Juni dan Juli 2025.
3. Setiap kali melakukan penarikan Pinjaman, KMH wajib menyampaikan dokumen-dokumen berikut
kepada BUKK sebagai berikut:
A. Untuk penarikan pertama:
1) Rencana Anggaran Biaya (RAB)
2) Surat Permohonan Penarikan Dana;
16
Page 32
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
3) Jadwal penggunaan dana;
B. Untuk penarikan berikutnya:
1) Laporan realisasi penggunaan dana sebelumnya;
2) Bukti pembayaran sesuai penarikan sebelumnya (invoice, kuitansi, dll)
3) Surat Permohonan PenarikanPenarikan Dana terbaru.
C. Penarikan hanya dapat dilakukan apabila seluruh dokumen telah lengkap dan disetujui
oleh BUKK dan/atau Bank Mandiri
4. Seluruh pembayaran outgoing dari rekening operasional (baik payroll maupun lainnya): wajib
dilakukan melalui Bank Mandiri dan seluruh bukti bayar akan dievaluasi BUKK.
e. Ketentuan Jadwal Dan Mekanisme Pengembalian Pinjaman.
1. Grace Period dan Awal Pengembalian
Masa Grace Period berlaku selama 5 (lima) bulan terhitung sejak tanggal Commercial Operation
Date (COD). Selama masa Grace Period tersebut, KMH tidak diwajibkan melakukan pembayaran
pokok pinjaman, namun bunga tetap diperhitungkan dan wajib dibayarkan pada tanggal jatuh
tempo pertama setelah Grace Period berakhir.
2. Jadwal Pembayaran:
A. Pembayaran Pokok dan Bunga: dilakukan setiap bulan paling lambat tanggal 25 (dua
lima).
B. Jika tanggal pembayaran jatuh pada hari libur nasional, maka pembayaran dilakukan
pada hari kerja sebelumnya.
3. Rincian besaran pokok hutang Pinjaman dan bunga yang wajib dibayarkan oleh KMH untuk setiap
periode pembayaran tercantum secara lengkap dalam Lampiran II Perjanjian;
4. Apabila terdapat perbedaan antara Lampiran II dan ketentuan umum dalam Pasal ini, maka yang
berlaku adalah data dalam Lampiran II, kecuali disepakati lain oleh Para Pihak secara tertulis;
5. Mekanisme Pembayaran pengembalian akan dilakukan oleh KMH ke rekening BUKK yang
dikelola oleh Bank Mandiri dengan jadwal pengembalian;
6. Pelunasan Dipercepat (Early Repayment) akan dilakukan dikemudian hari apabila terdapat
repackaging dari kreditur sindikasi.
f. Suku Bunga dan Ketentuan Pembayaran Bunga
1. Pinjaman sebagaimana diatur dalam Perjanjian ini dikenakan bunga sebesar 8% (delapan persen)
per annum, dihitung berdasarkan saldo Pinjaman terutang (outstanding principal balance) pada
setiap akhir bulan;
2. Pembayaran bunga dilakukan oleh KMH setiap tanggal 25 (dua puluh lima) setiap bulan;
3. Selama masa Grace Period, bunga tetap diperhitungkan, namun pembayarannya ditangguhkan
dan wajib dibayarkan secara penuh pada tanggal pembayaran bunga pertama setelah Grace
Period berakhir.
g. Hak dan Kewajiban
1. Selama jangka waktu Perjanjian ini, BUKK mempunyai Hak dan kewajiban untuk:
A. BUKK berkewajiban untuk memberikan Sejumah uang Pinjaman kepada KMH sesuai yang
telah diperjanjikan;
B. BUKK berhak atas pengembalian seluruh uang Pinjaman dari KMH sesuai dengan jangka
waktu yang telah diperjanjikan;
C. BUKK berkewajiban untuk menjaga kerahasiaan pada setiap data, informasi dan dokumen
yang berkaitan dengan perjanjian dari Pihak selain dari pada Para Pihak
2. Selama jangka waktu Perjanjian ini, KMH mempunyai Hak dan Kewajiban untuk:
A. KMH berhak atas sejumlah uang Pinjaman;
17
Page 33
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
B. KMH berkewajiban untuk mengembalikan Pinjaman kepada BUKK dengan jangka waktu yang
telah diperjanjikan;
C. KMH berkewajiban membayar segala beban bunga sesuai yang diperjanjikan;
D. KMH berkewajiban untuk menjaga kerahasiaan pada setiap data, informasi dan dokumen yang
berkaitan dengan perjanjian ini dari Pihak selain dari pada Para Pihak.
h. Kejadian Wanprestasi
1. KMH gagal untuk mengembalikan Fasilitas Pinjaman yang diberikan oleh BUKK;
2. KMH gagal untuk melaksanakan atau melanggar suatu ketentuan dalam Perjanjian ini.
i. Kerahasiaan
1. Bahwa setiap data, dokumen dan informasi yang berkaitan dengan perjanjian adalah bersifat
rahasia, oleh karena itu BUKK dan KMH setuju untuk menjaga semua informasi dan data yang
berkaitan dalam perjanjian;
2. Bahwa BUKK dan KMH sepakat tidak akan menyebarkan setiap Informasi dan Data yang berkaitan
dengan perjanjian ini kepada Pihak lain selain dari Para Pihak, kecuali yang dipersyaratkan oleh
Hukum yang berlaku di Republik Indonesia.
j. Hukum yang Berlaku
Perjanjian tunduk dan ditafsirkan menurut Hukum dan/atau Peraturan-Peraturan yang berlaku di
Republik Indonesia
k. Penyelesaian Perselisihan
1. Apabila dalam Perjanjian timbul perbedaan pendapat atau perselisihan maka BUKK dan KMH
sepakat menyelesaikannya terlebih dahulu secara musyawarah untuk mencapai mufakat.
2. Bilamana dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari musyawarah tersebut,dan tidak menghasilkan
kata sepakat, maka BUKK dan KMH sepakat untuk menyerahkan semua sengketa yang timbul
dari Perjanjian kepada Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) untuk diselesaikan pada tingkat
pertama dan terakhir menurut peraturan dan prosedur BANI. Selama perselisihan dalam proses
penyelesaian BANI, maka BUKK dan KMH tetap melaksanakan kewajiban-kewajibannya menurut
Perjanjian ini.
2.5. Sumber Dana Pembiayaan Pinjaman
Berdasarkan Perjanjian Hutang Piutang antara PT Bukaka Teknik Utama Tbk dan PT Kerinci Merangin
Hidro No. 031/BTU-LGL/VII/2025 yang telah disampaikan oleh Perseroan pada pasal 2 ayat 3 tentang
pinjaman bahwa dana pinjaman merupakan bagian dari kredit Term loan yang diperoleh BUKK dari Bank
Mandiri. Dengan demikian BUKK dan KMH sepakat bahwa ketentuan dalam Perjanjian antara BUKK dan
KMH akan menyesuaikan apabila terdapat perubahan ketentuan yang terkait dalam perjanjian Term Loan
antara BUKK dan Bank Mandiri.
Selanjutnya berdasarkan surat Penawaran Pemberian Kredit (SPPK) an. PT Bukaka Teknik Utama Tbk
dari Bank Mandiri No. CMB.CM6/MNE 275/SPPK/2025 tanggal 9 Juli 2025 bahwa ketentuan Pemberian
Fasilitas Kredit adalah sebagai berikut:
Pemberian Fasilitas Kredit Term Loan Baru
1. Limit kredit : Maksimal sebesar Rp. 700,000,000,000.00 (tujuh ratus miliar rupiah)
2. Jenis Kredit : Term Loan
3. Sifat Kredit : Non Revolving, committed, advised
4. Tujuan penggunaan : Pembiayaan cash flow gap perusahaan dalam rangka corporate action
18
Page 34
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
untuk pengembangan group usaha
5. Jangka Waktu
a. Jangka Waktu : 72 (tujuh puluh dua) bulan sejak penandatanganan perjanjian kredit
Fasilitas termasuk availability period selama 9 (sembilan) bulan dan grace
period selama 12 (dua belas) bulan
b. Availability Period : 9 (sembilan) bulan sejak penandatanganan perjanjian kredit atau s.d
28 Februari 2026 (mana yang lebih dahulu)
c. Grace Period : 12 (dua belas) bulan sejak penandatanganan perjanjian kredit atau 5
(lima) bulan setelah Commercial Operating Date (COD) PLTA milik PT
Kerinci Merangin Hidro yang dinyatakan oleh PT PLN (Persero) (mana
yang lebih dahulu)
6. Mekanisme : a. Pencairan Fasilitas Term Loan dapat dilakukan secara bertahap
Penarikan Kredit dengan cara pemindahbukuan ke rekening escrow atas nama PT
Bukaka Teknik Utama Tbk yang kemudian akan dipindahbukukan
ke rekening PT Kerinci Merangin Hidro dengan maksimal
penarikan sesuai dengan Kebutuhan Biaya Operasional PT
Kerinci Merangin Hidro yang dituangkan dalam Rencana Anggara
Biaya (RAB) sebagai bagian Perjanjian Hutang Piutang antara PT
Bukaka Teknik Utama Tbk dan PT Kerinci Merangin Hidro
b. Maksimal penarikan kredit adalah sebesar nominal Perjanjian
hutang-piutang antara PT Bukaka Teknik Utama Tbk dan PT
Kerinci Merangin Hidro terkait hutang yang akan diberikan PT
Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Bukaka Teknik Utama Tbk
dengan maksimal nilai penarikan sebesar limit kredit atau
nominal yang tercantum dalam perjanjian hutang-piutang (mana
yang lebih kecil). Perjanjian hutang-piutang tersebut wajib
mencantumkan informasi minimal:
1) Nominal hutang-piutang
2) Jangka Waktu Perjanjian: tidak lebih pendek dari jangka
waktu fasilitas Term Loan
3) Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang mencerminkan
kebutuhan biaya operasional PT Kerinci Merangin Hidro
4) Skedul pengembalian hutang-piutang dengan nominal
pengembalian minimal sebesar sama dengan angsuran
kredit PT Bukaka Teknik Utama Tbk di Bank Mandiri
5) Skema Cash Waterfall atas pemberian hutang-piutang
c. Apabila terdapat kelebihan nilai RAB yang dituangkan dalam
perjanjian hutang-piutang merupakan kewajiban dari PT Bukaka
Teknik Utama Tbk sesuai dengan perjanjian tersebut.
d. Mekanisme Penarikan Kredit sesuai yang diatur dalam Ketentuan
II Ketentuan Cash Waterfall Penarikan Kredit
7. Suku bunga : 8.00% p.a. dibayar efektif setiap bulan pada tanggal 23 dan dapat
berubah sewaktu-waktu, perubahan tersebut mengikat BTU dan
Penjamin cukup dengan cara pemberitahuan secara tertulis kepada
BTU.
8. Provisi : 0.40% dari limit kredit, dibayar sekaligus paling lambat pada saat
penandatanganan Perjanjian Kredit
9. Structuring Fee : 0.10% dari limit kredit, dibayar sekaligus paling lambat pada saat
19
Page 35
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
penandatanganan Perjanjian Kredit
10. Biaya Administrasi : Rp250,000,000, dibayar paling lambat pada saat penandatanganan
Perjanjian Kredit
11. Denda : 2.00% p.a di atas suku bunga kredit yang diberlakukan atas setiap
keterlambatan pemenuhan kewajiban pokok & bunga.
12. Pelunasan kredit
a. Pelunasan : 1) Apabila fasilitas kredit ditake over bank/lembaga keuangan lain,
dipercepat Perusahaan akan dikenakan penalti sebesar 10% dari baki debet
yang dilunasi.
2) Apabila pelunasan dipercepat bersumber dari cash flow
operasional perusanaan dan/atau group usaha dan/atau hasil
repackaging (pembiayaan kembali) fasilitas kredit PT Kerinci
Merangin Hidro, Perusahaan tidak dikenakan penalti.
b. Angsuran Kredit : Dibayarkan secara prorata selama 60 (enam puluh) bulan sejak
habisnya masa grace period.
Keterangan:
1) Besarnya skala angsuran terakhir bersifat fleksibel dan
proporsional terhadap besarnya jumlah fasilitas Kredit Term Loan
yang dicairkan. Perubahan angsuran mengikat Perusahaan dan
penjamin cukup dengan pemberitahuan tertulis kepada
perusahaan.
2) Mekanisme Pembayaran Kembali sesuai yang diatur dalam
Ketentuan III Ketentuan Cash Waterfall Pembayaran Kembali
Khusus Fasilitas Kredit Term Loan
13. Agunan : a. Terkait dengan Ketentuan Agunan.
b. Cross Collateral dan cross default dengan seluruh fasilitas kredit.
14. Asuransi Agunan Selama kredit belum lunas, terhadap barang jaminan yang dapat
Kredit : diasuransikan harus diasuransikan kepada perusahaan asuransi
rekanan Bank Mandiri sesuai klasifikasi dengan syarat Banker’s
Clause Bank Mandiri dan klausula tambahan RSMD (Riot, Strike,
Malicious and Damage).
Nilai pertanggungan sebesar nilai wajar barang jaminan dan biaya
penutupan asuransi menjadi beban Perusahaan.
15. Mandatory : a. Jika penggunaan dana yang telah dicairkan belum dapat
Prepayment dipertanggungjawabkan bukti penggunaannya maksimal 30 hari
sejak fasilitas kredit dicairkan, maka debitur wajib mengembalikan
selisih dana hasil penarikan yang tidak memiliki bukti penggunaan
dhi. bukti bayar operasional.
b. Jika Perusahaan dinyatakan dalam kondisi cidera janji, maka sisa
outstanding fasilitas kredit Perusahaan akan menjadi default dan
harus segera diselesaikan.
c. Apabila terdapat pembayaran hutang dari KMH ke BTU yang
nilainya melebihi skedul angsuran yang telah ditetapkan dalam
perjanjian hutang-piutang antara KMH dan BTU, selisih lebih
tersebut wajib digunakan untuk pelunasan dipercepat dari
angsuran yang terakhir.
d. Apabila KMH melakukan corporate action termasuk namun tidak
terbatas pada IPO dan/atau pembiayan kembali fasilitas kredit
KMH sehingga terdapat kelebihan (excess) pembiayaan,
20
Page 36
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
kelebihan tersebut seluruhnya wajib digunakan untuk pelunasan
sebagian atau seluruhnya kepada BTU yang akan digunakan
untuk pelunasan sebagian atau seluruhnya fasilitas BTU di Bank
Mandiri.
2.6. Rencana Penggunaan Dana Pinjaman Oleh KMH
KMH akan menggunakan keseluruhan dana pinjaman dari BUKK adalah untuk rencana kebutuhan dana
operasional sebelum mencapai COD. Berdasarkan Perjanjian Hutang Piutang antara PT Bukaka Teknik
Utama Tbk dan PT Kerinci Merangin Hidro No. 031/BTU-LGL/VII/2025 yang telah disampaikan oleh
Perseroan, rencana kebutuhan kebutuhan biaya operasional pusat dan site periode Juni 2025 s/d Februari
2026 dengan kurs 17.000 rupiah per 1 USD adalah sebagai berikut:
Tabel 2 - 4 : Rencana Penggunaan Dana Pinjaman oleh KMH
2025
KETERANGAN Jun Jul Aug Sep Okt
IDR IDR IDR IDR IDR
A. OPERASIONAL PUSAT DAN
SITE
GAJI 6.000.000.000 6.000.000.000 6.000.000.000 6.000.000.000 6.000.000.000
BPJS KESEHATAN 221.918.186 221.918.186 221.918.186 221.918.186 221.918.186
BPJS KETENAGAKERJAAN 477.795.176 477.795.176 477.795.176 477.795.176 477.795.176
ADMINISTRASI UMUM 1.500.000.000 1.500.000.000 1.500.000.000 1.500.000.000 1.500.000.000
BIAYA PEMELIHARAAN 2.625.000.000 2.625.000.000 2.625.000.000 2.625.000.000 2.625.000.000
ASURANSI 1.100.000.000 1.100.000.000 1.100.000.000 1.100.000.000 1.100.000.000
BIAYA OPERASIONAL LAINNYA 2.000.000.000 2.000.000.000 2.000.000.000 2.000.000.000 2.000.000.000
TOTAL 13.924.713.362 13.924.713.362 13.924.713.362 13.924.713.362 13.924.713.362
$ $ $ $ $
Equivalent Kurs Rp.16.500
843.922 843.922 843.922 843.922 843.922
B. KEWAJIBAN BUNGA IDC $ 3.674.864 $ 3.556.320 $ 3.674.864 $ 3.674.864 $ 3.556.320
Equivalent IDR 62.472.690.769 60.457.442.679 62.472.690.769 62.472.690.769 60.457.442.679
TOTAL-IDR 76.397.404.131 74.382.156.041 76.397.404.131 76.397.404.131 74.382.156.041
TOTAL-USD $ 4.518.786 $ 4.400.242 $ 4.518.786 $ 4.518.786 $ 4.400.242
Tabel 2 - 5 : Rencana Penggunaan Dana Pinjaman oleh KMH (Lanjutan)
2025 2026
TOTAL
KETERANGAN Nov Des Jan Feb
IDR IDR IDR IDR IDR
A. OPERASIONAL PUSAT DAN
SITE
GAJI 6.000.000.000 6.000.000.000 6.000.000.000 6.000.000.000 54.000.000.000
BPJS KESEHATAN 221.918.186 221.918.186 221.918.186 221.918.186 1.997.263.674
BPJS KETENAGAKERJAAN 477.795.176 477.795.176 477.795.176 477.795.176 4.300.156.584
ADMINISTRASI UMUM 1.500.000.000 1.500.000.000 1.500.000.000 1.500.000.000 13.500.000.000
BIAYA PEMELIHARAAN 2.625.000.000 2.625.000.000 2.625.000.000 2.625.000.000 23.625.000.000
ASURANSI 1.100.000.000 1.100.000.000 1.100.000.000 1.100.000.000 9.900.000.000
BIAYA OPERASIONAL LAINNYA 2.000.000.000 2.000.000.000 2.000.000.000 2.000.000.000 18.000.000.000
TOTAL 13.924.713.362 13.924.713.362 13.924.713.362 13.924.713.362 125.322.420.258
$ $ $ $ $
Equivalent Kurs Rp.16.500
843.922 843.922 843.922 843.922 7.595.298
B. KEWAJIBAN BUNGA IDC $ 3.674.864 $ 3.999.118 $ 3.999.118 $ 3.999.118 $ 33.809.451
Equivalent IDR 62.472.690.769 67.985.007.803 67.985.007.803 67.985.007.803 574.760.671.843
TOTAL-IDR 76.397.404.131 81.909.721.165 81.909.721.165 81.909.721.165 700.083.092.101
21
Page 37
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
2025 2026
TOTAL
KETERANGAN Nov Des Jan Feb
IDR IDR IDR IDR IDR
TOTAL-USD $ 4.518.786 $ 4.843.040 $ 4.843.040 $ 4.843.040 $ 41.404.749
Sumber: Perseroan
2.7. Rencana Penarikan Dan Pembayaran Pokok Pinjaman
Berikut adalah rencana penarikan dan pembayaran pokok pinjaman:
Tabel 2 - 6 : Rencana Penarikan dan Pengembalian Dana Pinjaman Oleh KMH (dalam miliar rupiah)
Angsuran
No. Bulan Tahun Penarikan Bunga (8%) Outstand Pokok- Bunga
Pokok
1 Jun - -
2 Jul 200,00 - 1,33 200,00
3 Aug 100,00 - 2,00 300,00
4 Sep 2025 100,00 - 2,67 400,00
5 Okt 100,00 - 3,33 500,00
6 Nov 100,00 - 4,00 600,00
7 Des 100,00 - 4,67 700,00
8 Jan - 4,67 700,00
9 Feb - 4,67 700,00
10 Mar - 4,67 700,00
11 Apr - 4,67 700,00
12 May 9,53 4,67 690,47 14,19
13 Jun 9,59 4,60 680,88 14,19
2026
14 Jul 9,65 4,54 671,23 14,19
15 Aug 9,72 4,47 661,51 14,19
16 Sep 9,78 4,41 651,73 14,19
17 Okt 9,85 4,34 641,88 14,19
18 Nov 9,91 4,28 631,96 14,19
19 Des 9,98 4,21 621,98 14,19
20 Jan 10,05 4,15 611,94 14,19
21 Feb 10,11 4,08 601,82 14,19
22 Mar 10,18 4,01 591,64 14,19
23 Apr 10,25 3,94 581,39 14,19
24 May 10,32 3,88 571,07 14,19
25 Jun 10,39 3,81 560,69 14,19
2027
26 Jul 10,46 3,74 550,23 14,19
27 Aug 10,53 3,67 539,71 14,19
28 Sep 10,60 3,60 529,11 14,19
29 Okt 10,67 3,53 518,45 14,19
30 Nov 10,74 3,46 507,71 14,19
31 Des 10,81 3,38 496,90 14,19
32 Jan 10,88 3,31 486,02 14,19
33 Feb 10,95 3,24 475,07 14,19
34 Mar 11,03 3,17 464,04 14,19
35 Apr 11,10 3,09 452,94 14,19
35 May 2028 11,17 3,02 441,77 14,19
37 Jun 11,25 2,95 430,52 14,19
38 Jul 1132 2,87 419,19 14,19
39 Aug 11,40 2,79 407,79 14,19
40 Sep 11,47 2,72 396,32 14,19
22
Page 38
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
Angsuran
No. Bulan Tahun Penarikan Bunga (8%) Outstand Pokok- Bunga
Pokok
41 Okt 1135 2,64 384,77 14,19
42 Nov 11,63 2,57 373,14 14,19
43 Des 11,71 2,49 361,43 14,19
44 Jan 11,78 2,41 349,65 14,19
45 Feb 11,86 2,33 337,79 14,19
46 Mar 11,94 2,25 325,85 14,19
47 Apr 12,02 2,1' 313,83 14,19
48 May 12,10 2,09 301,72 14,19
49 Jun 12,18 2,01 289,54 14,19
2029
50 Jul 12,26 1,93 277,28 14,19
51 Aug 12,34 1,85 264,93 14,19
52 Sep 12,43 1,77 252,51 14,19
53 Okt 12,51 1,68 240,00 14,19
54 Nov 12,59 1,60 227,40 14,19
55 Des 12,68 1,52 214,73 14,19
56 Jan 12,76 1,43 201,96 14,19
57 Feb 12,85 1,35 189,12 14,19
58 Mar 12,93 1,26 176,18 14,19
59 Apr 13,02 1,17 163,17 14,19
_60 May 13,11 1,09 150,06 14,19
61 Jun 13,19 1,00 136,87 14,19
2030
62 Jul 13,28 0,91 123,59 14,19
63 Aug 13,37 0,82 110,22 14,19
64 Sep 13,46 0,73 96,76 14,19
65 Okt 13,55 0,65 83,21 14,19
66 Nov 13,64 0,55 69,57 14,19
67 Des 13,73 0,46 55,84 14,19
68 Jan 13,82 0,37 42,02 14,19
69 Feb 13,91 0,28 28,11 14,19
2031
70 Mar 14,01 0,19 14,10 14,19
71 Apr 14,10 0,09 14,19
TOTAL 700,00 700,00 186,10 851,40
Sumber: Perseroan
Dari table diatas terlihat bahwa penarikan pinjaman dilakukan ditahun 2025 dengan total mencapai Rp700
miliar. Dan berdasarkan proyeksi KMH, pembayaran pokok pinjaman dapat mulai dilakukan secara
bertahap di bulan Mei tahun 2026 dan lunas dibulan April tahun 2031.
2.8. Sifat dan Besaran Transaksi
Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, hubungan kepemilikan saham, PT Bukaka Teknik
Utama Tbk adalah pemegang saham tidak langsung melalui entitas anak Perusahaan PT Bukaka Mega
Investama (PT BMI) dimana Perusahaan memiliki 99,89% kepemilikan di PT BMI dan PT BMI memiliki
48,92% kepemilikan di PT Kerinci Merangin Hidro. Dengan demikian antara PT Bukaka Teknik Utama
Tbk dan PT Kerinci Merangin Hidro terdapat hubungan afiliasi. Selanjutnya Suhaelli Kalla merupakan
Presiden Komisaris di Perseroan dan Komisaris di KMH, Abdullah Afifuddin Suhaeli merupakan Direktur
di Perseroan dan di KMH, Teguh Wicaksana Sari merupakan Direktur di Perseroan dan di KMH.
Dengan demikian rencana transaksi Perseroan termasuk Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud
termasuk kategori Transaksi Afiliasi berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/
23
Page 39
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
POJK.04/ 2020 tanggal 1 Juli 2020, tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan ("POJK
42/2020").
Gambar 2 - 1 : Struktur Kepemilikan KMH
Tabel 2 - 7 : Hubungan Para Pihak Yang Akan Bertransaksi
No. Nama Perseroan KMH
1 Suhaelli Kalla PK K
2 Abdullah Afifuddin Suhaeli D D
3 Teguh Wicaksana Sari D D
Keterangan:
PK : Presiden Komisaris
K : Komisaris
D : Direktur
Selanjutnya, berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Transaksi Perseroan bukan merupakan
transaksi yang mengandung benturan kepentingan sebagaimana didefinisikan dalam POJK 42/2020 dan
tidak termasuk Transaksi Material sebagaimana dimaksud dalam POJK 17/2020.
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan maka Rencana Transaksi adalah transaksi afiliasi dengan nilai
total pinjaman sebesar Rp700 miliar, yang direncanakan dibulan Juli sebesar Rp200 miliar, dibulan
Agustus, September, Oktober, November dan Desember masing-masing sebesar Rp100 miliar.
Tabel 2 - 8 : Rencana Penarikan Dana Pinjaman oleh KMH (dalam Rupiah)
No. Bulan Tahun Jumlah Penarikan
1 Juni
2 Juli 200.000.000.000
3 Augustus 100. 000.000.000
4 September 2025 100. 000.000.000
5 Oktober 100. 000.000.000
6 November 100. 000.000.000
7 Desember 100. 000.000.000
2.9. Unsur Transaksi Material
Perseroan adalah perusahaan publik yang menjadi pemegang saham KMH secara tidak langsung.
24
Page 40
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasi limited review Perseroan per 31 Mei 2025, ekuitas Perseroan
dilaporkan sebesar Rp5.250.179.471 ribu, dengan demikian maka rasio nilai RencanaTransaksi yang
menjadi porsi Perseroan berbanding ekuitas adalah sebesar 13,33% sebagai berikut:
Tabel 2 - 9 : Materialitas Rencana Transaksi Terhadap Ekuitas Perseroan Per 31 Mei 2025
Laporan Keuangan Limited Review
Nilai Rencana Transaksi
Uraian Perseroan pertanggal 31 Mei 2025 Persentase
(dalam ribuan rupiah)
(dalam ribuan rupiah)
Ekuitas 5.250.179.471 700.000.000 13,33
Sumber: Data Olahan
Sesuai dengan POJK 17/2020 pasal 3 butir 1, maka nilai transaksi tidak masuk dalam kategori unsur
transaksi material karena tidak mencapai 20% dari total ekuitas Perseroan.
2.10. Analisis Kewajaran Tingkat Suku Bunga
Analisis kewajaran terhadap harga Transaksi Perseroan dilakukan dengan membandingkan Tingkat
Suku Bunga Transaksi Perseroan berdasarkan Perjanjian Pemberian Pinjaman Fasilitas Term Loan
antara BUKK dan KMH dengan rata-rata tingkat suku bunga kredit modal kerja yang tersedia di pasar
dalam 3 (tiga) tahun terakhir, yang dijadikan sebagai acuan kisaran nilai.
A. Tingkat Suku Bunga atas Transaksi Perseroan
Berdasarkan Perjanjian Pemberian Pinjaman Fasilitas Term Loan antara BUKK dan KMH tanggal
16 Juli 2025, tingkat Suku Bunga atas Transaksi Perseroan adalah 8,00% per tahun diatas suku
bunga acuan Bank Indonesia {Bl 7-Day Repo Rate) bulanan pada bulan berjalan, Rata-rata Tingkat
Suku Bunga Kredit Modal Kerja yang tersedia di pasar.
Berdasarkan data yang diperoleh dari Bank Indonesia, rata-rata tingkat suku bunga berdasarkan
kelompok bank dalam 3 tahun terakhir (2022-2024) dan rata-rata Januari - Maret 2025 untuk
kredit modal kerja berkisar minimum 6,48% maksimum 9,14% dengan median sebesar 8,76%.
Tabel 2 - 10 : Tingkat rata-rata suku bunga
2025
Kelompok Bank 2022 2023 2024 Rata-rata
(Jan-Mar)
Bank Persero 8,26% 8,87% 8,86% 8,77% 8,69%
Bank Pemerintah Daerah 9,08% 9,42% 9,24% 8,81% 9,14%
Bank Swasta Nasional 9,09% 9,18% 9,18% 8,62% 9,02%
Bank Asing dan Bank Campuran 5,84% 6,93% 6,93% 6,69% 6,60%
Bank Umum 8,53% 8,93% 8,93% 8,65% 8,76%
Rata-rata 8,71%
Minimum 6,48%
Median 8,76%
Maksimum 9,14%
Rata - Rata Tingkat Suku Bunga
Bl 7-day (Reverse) Repo Rate 4,00% 5,81% 6,10% 5,75% 3,92%
("Bl7DRR")
Spread Tingkat Suku Bunga
Minimum 4,00%
Median 5,78%
Maksimum 6,10%
Sumber: Indonesia Financial & Economic Statistics (SEKI) Bank Indonesia
Dengan membandingkan rata-rata tingkat suku bunga berdasarkan kelompok bank dalam 3 tahun
25
Page 41
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
terakhir dan dengan rata-rata tingkat suku bunga Bl7DRR dalam 3 tahun terakhir, maka spread
tingkat suku bunga dalam Perjanjian Pemberian Pinjaman Fasilitas Term Loan antara BUKK dan
KMH sebesar 8,00% per tahun adalah wajar karena spread tingkat suku bunga sebesar 8,00%
berada dalam kisaran spread tingkat suku bunga sebesar minimum 4,00% dan maksimum 6,10%
dengan median sebesar 5,78%.
2.11. Analisis Manfaat dan Risiko dari Transaksi yang Dilakukan
Manfaat yang diharapkan bagi Perseroan dari Rencana Transaksi yang dilakukan:
1. Mendukung stabilitas afiliasi Perseroan.
2. Sinergi dalam grup Perseroan dalam meningkatkan efisiensi operasional dan memaksimalkan
penggunaan sumber daya finansial.
Risiko yang mungkin dihadapi oleh Perseroan dari transaksi yang dilakukan:
1. Risiko tidak tercapainya pendapatan KMH, sehingga membuat arus kas tidak stabil dan sulit untuk
melakukan pembayaran hutang dan bunga.
2. Tidak tercapainya sinergi dalam grup Perseroan.
26
Page 42
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
3. ANALISIS KUALITATIF
3.1. Riwayat Singkat dan Kegiatan Usaha Perseroan
PT Bukaka Teknik Utama Tbk Tbk (“BUKAKA atau Perusahaan atau Perseroan”) didirikan sesuai dengan
Undang-Undang Penanaman Modal Dalam Negeri No.6 tahun 1968 Undang-Undang No.12 tahun 1970
berdasarkan Akta No.149 tanggal 25 Oktober 1978 oleh Notaris Haji Bebasa Daeng Lalo, S.H. Akta pendirian ini
telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No.Y.A 5/242/7 tanggal 21
Mei 1979 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.33 Tambahan No.251 tanggal 22 April
1980.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, dengan menyesuaikan UU PT tahun 2007
dengan Akta No.16 tanggal 5 November 2008 oleh Notaris Masnah Sari S.H., dan telah mendapat pengesahan
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No.AHU-06525.AH.01.02
Tahun 2009.
Pada tahun 2010, Anggaran Dasar Perusahaan diubah sehubungan peningkatan modal dasar dari Rp200.000.000
menjadi sebesar Rp2.000.000.000 dan modal ditempatkan dan disetor penuh ditingkatkan dari Rp70.306.000
menjadi Rp1.320.226.000 melalui konversi utang Perusahaan kepada kreditor, sebanyak 2.499.840 saham baru
Hak Tanpa Memesan Efek Terlebih Dahulu (HTMETD). Persetujuan atas penambahan modal tanpa HTMETD dan
peningkatan modal ini telah diaktakan dengan Akta No.7 tanggal 3 Desember 2010 dari Sripati Marliza, S.H.,
Notaris di Jakarta. Perubahan ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
dalam Surat Keputusan No.AHU 60234.AH.01.02 Tahun 2010 tanggal 27 Desember 2010.
Tahun 2011, Anggaran Dasar Perusahaan diubah kembali sehubungan dengan penurunan modal dasar, modal
ditempatkan dan disetor penuh serta nilai nominal saham. Modal dasar yang awalnya Rp2.000.000.000 diturunkan
menjadi Rp1.352.000.000 terbagi atas 4.000.000.000 (angka penuh) saham. Modal ditempatkan dan disetor
diturunkan dari semula sebesar Rp1.320.226.000 menjadi Rp892.472.776.
Akta Perubahan terakhir berdasarkan Akta Petikan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT
Bukaka Teknik Utama Tbk Tbk No.9 tanggal 12 Juni 2024 oleh Notaris Egi Anggiawati Padli, S.H., M.Kn., Notaris
di Kabupaten Bogor tentang penetapan susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan dan telah mendapat
persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Penerimaan
Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan No.AHU-AH.01.09-0217127 Tahun 2024 tanggal 24 Juni 2024.
Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan yang tercantum dalam Akta Pendirian disebutkan maksud dan
tujuan perseroan adalah menjalankan bidang usaha:
a. Konstruksi
b. Pertambangan dan Penggalian
c. Industri Pengolahan
d. Pengangkutan dan Pergudangan
e. Perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor
f. Aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan
g. Real estate, dan
h. Pertanian, kehutanan dan perikanan
PT Bukaka Teknik Utama Tbk Tbk (Perseroan) didirikan pada tahun 1978 sebagai bengkel perakitan kendaraan
pemadam kebakaran, dan sejak itu berkembang menjadi perusahaan rekayasa teknik berskala nasional yang
mengkhususkan diri pada penyediaan produk dan jasa sektor infrastruktur. Dengan pengalaman lebih dari empat
dekade, Perseroan terus memperkuat fondasi bisnisnya melalui ekspansi ke berbagai lini, termasuk energi,
27
Page 43
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
transportasi, dan komunikasi. Perseroan juga terlibat dalam berbagai proyek strategis nasional dan internasional,
menunjukkan kemampuannya dalam menghadirkan solusi teknik berkualitas tinggi secara konsisten.
Secara spesifik, produk dan jasa utama yang dihasilkan oleh Perseroan meliputi menara baja (steel tower),
jembatan baja (steel bridge), pembangkit listrik (power generation), garbarata (boarding bridge), struktur baja (steel
structure), peralatan konstruksi jalan, kendaraan khusus (special purpose vehicles), galvanisasi baja, pemeliharaan
fasilitas lepas pantai, peralatan migas (oil & gas equipment), dan pembangkit listrik tenaga air.
PT Bukaka Teknik Utama Tbk Tbk menetapkan visi perusahaan untuk menjadi perusahaan Indonesia terkemuka
yang bergerak di bidang engineering, procurement, construction, energy, dan investment di tingkat global. Visi ini
mencerminkan komitmen jangka panjang Perseroan dalam menjadikan dirinya sebagai pelaku utama industri
infrastruktur nasional dengan daya saing internasional. Visi tersebut juga menunjukkan ambisi Perseroan untuk
tidak hanya menguasai pasar domestik, tetapi juga memperluas jangkauan dan reputasi di kancah global melalui
keunggulan teknis dan inovasi berkelanjutan.
Dalam rangka mewujudkan visi tersebut, Perseroan merumuskan misi strategis yang terdiri dari beberapa pilar
utama. Pertama, merekrut sumber daya manusia yang kompeten dan profesional guna mendorong keunggulan
operasional. Kedua, memberikan kepuasan dan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan. Ketiga,
menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik dalam seluruh aspek kegiatan usaha. Terakhir, Perseroan
berkomitmen menjadi entitas yang kompetitif, modern, inovatif, dan peduli terhadap lingkungan. Seluruh misi
tersebut menjadi pedoman strategis dalam mendukung pertumbuhan usaha yang berkelanjutan dan bertanggung
jawab di tengah dinamika industri konstruksi dan manufaktur nasional.
Pada tahun 2024, Perseroan mengusung tema “Leveraging Solid Foundation, Capturing Opportunities” sebagai
pijakan dalam menjawab dinamika industri manufaktur yang semakin kompetitif. Fokus strategi diarahkan pada
penguatan basis operasional, inovasi teknologi, dan kolaborasi yang sinergis dengan pemangku kepentingan.
Salah satu pencapaian penting adalah keberhasilan ekspor 215 unit SRP Surface ke Oil & Natural Gas Corporation
(ONGC) India, yang tidak hanya mendongkrak pendapatan tetapi juga memperluas jangkauan pasar global. Selain
itu, pembangunan fasilitas workshop Bukaka International LLC di Oman menandai langkah strategis Perseroan
dalam memasuki pasar peralatan oil and gas di Timur Tengah.
Secara finansial, Perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp521,44 miliar pada tahun 2024, melebihi target yang
ditetapkan dalam RKAP. Total aset tumbuh menjadi Rp9,15 triliun, dengan peningkatan investasi signifikan pada
entitas asosiasi seperti PT Kerinci Merangin Hidro dan PT Bumi Mineral Sulawesi. Kendati menghadapi tantangan
eksternal seperti fluktuasi harga baja dan nilai tukar, Perseroan menunjukkan resiliensi dengan mengoptimalkan
efisiensi operasional dan menjaga kualitas proyek. Dengan prospek infrastruktur nasional yang masih sangat
terbuka dan komitmen terhadap tata kelola yang baik, Perseroan berada pada posisi yang solid untuk melanjutkan
pertumbuhan berkelanjutan di tahun-tahun mendatang
3.2. Alasan dilakukan Transaksi
KMH saat ini sedang mengerjakan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Merangin 350 MW dan telah
menyelesaikan tahap konstruksi, namun belum mencapai Commercial Opertation Date (COD). Untuk menunjang
kelangsungan operasional hingga mencapai COD, KMH memohon dukungan pembiayaan dari BUKK.
KMH sudah membukukan laba bersih mulai tahun 2026, namun berdasarkan proyeksi keuangan yang
disampaikan, hingga tahun 2031, KMH harus tetap menjaga kestabilan arus kas, dan terlihat pada proyeksi bahwa
arus kas KMH masih berfluktuatif hingga tahun 2031 disebabkan oleh pembayaran pokok dan bunga pinjaman
yang dijadwalkan mulai dilakukan di bulan Mei tahun 2026 dan diproyeksikan keseluruhan pinjaman dapat dilunasi
di tahun 2031. KMH diharapkan dapat membagikan dividen pada tahun 2032 setelah melunasi semua pinjaman.
28
Page 44
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
3.3. Tinjauan Ekonomi Makro
3.3.1. Perekonomian Global dan Domestik
Ketidakpastian perekonomian global makin tinggi didorong kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS).
Pengumuman kebijakan tarif resiprokal AS awal April 2025, serta langkah retaliasi oleh Tiongkok dan kemungkinan
dari sejumlah negara lain meningkatkan fragmentasi ekonomi global dan menurunnya volume perdagangan dunia.
Akibatnya, pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun 2025 diprakirakan akan menurun dari 3,2% menjadi 2,9%
dengan penurunan terbesar terjadi di AS dan Tiongkok sejalan dengan dampak perang tarif kedua negara tersebut.
Pertumbuhan ekonomi di negara maju dan negara berkembang lainnya juga diprakirakan akan melambat,
dipengaruhi dampak langsung dari penurunan ekspor ke AS dan dampak tidak langsung dari penurunan volume
perdagangan dengan negara-negara lain.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga triwulan I 2025 masih terjaga di tengah peningkatan ketidakpastian
global. Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap baik sehingga mampu mendukung ketahanan eksternal. Nilai
tukar Rupiah tetap terkendali didukung kebijakan stabilisasi Bank Indonesia di tengah ketidakpastian pasar
keuangan global yang meningkat. lnflasi lndeks Harga Konsumen (IHK) pada Maret 2025 tetap rendah dan
mendukung stabilitas perekonomian. Penguatan respons kebijakan moneter terus dilakukan, termasuk optimalisasi
strategi operasi moneter pro-market dalam rangka stabilitas nilai tukar Rupiah dan pencapaian sasaran inflasi.
Transmisi kebijakan moneter tetap baik di tengah kenaikan risiko dari dinamika global. Kredit perbankan tetap
tumbuh positif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. Bank Indonesia terus mendorong implementasi
penguatan Kebijakan lnsentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) untuk mendukung pertumbuhan kredit perbankan.
Ketahanan perbankan tetap kuat mendukung stabilitas sistem keuangan. Kinerja transaksi ekonomi dan keuangan
digital pada triwulan I 2025 tetap tumbuh didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal.
Stabilitas sistem pembayaran tetap terjaga, ditopang oleh infrastruktur yang stabil dan struktur industri yang sehat.
Tabel 3- 1 : Pertumbuhan PDB Dunia
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan I-2025
Grafik 3- 1 : Indeks Ketidakpastian Global
29
Page 45
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan I-2025
Perang tarif dan dampak negatifnya terhadap penurunan pertumbuhan AS, Tiongkok, dan ekonomi dunia memicu
peningkatan ketidakpastian pasar keuangan global serta mendorong perilaku risk aversion pemilik modal. Yield
US Treasury menurun dan indeks mata uang dolar AS terhadap berbagai mata uang dunia (DXY) melemah, di
tengah peningkatan ekspektasi penurunan Fed Funds Rate (FFR). Aliran modal dunia bergeser dari AS ke negara
dan aset yang dianggap aman (safe haven asset), terutama ke aset keuangan di Eropa dan Jepang serta
komoditas emas. Sementara itu, aliran keluar modal global dari negara berkembang masih berlanjut sehingga
memberikan tekanan terhadap pelemahan mata uangnya. Memburuknya kondisi global tersebut memerlukan
penguatan respons dan koordinasi kebijakan untuk menjaga ketahanan eksternal, mengendalikan stabilitas, dan
mendorong pertumbuhan ekonomi di dalam negeri.
Grafik 3- 2 : Inflasi Global
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan I-2025
Grafik 3- 3 : Yield UST 10Y dan JGB 10Y serta Indeks Saham AS
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan I-2025
Grafik 3- 4 : Aliran Modal ke Negara Berkembang
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan I-2025
Pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh baik dengan kecenderungan lebih rendah dari prakiraan sebelumnya.
Pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2024 sedikit di bawah prakiraan dipengaruhi oleh lebih rendahnya permintaan
domestik, baik konsumsi maupun investasi. Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi 2024 diprakirakan sedikit
30
Page 46
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
di bawah titik tengah kisaran 4,7–5,5%. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi diperkirakan juga cenderung lebih
rendah dari prakiraan sebelumnya 4,8–5,6%.
Ekspor diprakirakan lebih rendah sehubungan dengan melambatnya permintaan negara-negara mitra dagang
utama, kecuali AS. Konsumsi rumah tangga juga masih lemah, khususnya golongan menengah ke bawah
sehubungan dengan belum kuatnya ekspektasi penghasilan dan ketersediaan lapangan kerja. Pada saat yang
sama, dorongan investasi swasta juga belum kuat karena masih lebih besarnya kapasitas produksi dalam
memenuhi permintaan, baik domestik maupun ekspor.
Dalam kaitan ini, Bank Indonesia terus memperkuat bauran kebijakan moneter dan makroprudensial untuk
menjaga stabilitas dan turut mendorong pertumbuhan ekonomi, didukung dengan percepatan digitalisasi sistem
pembayaran. Bank Indonesia terus mempererat sinergi dengan kebijakan stimulus fiskal Pemerintah Pusat dan
Daerah, termasuk dukungan penuh terhadap implementasi berbagai program Pemerintah dalam Asta Cita.
Tabel 3- 2 : Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan I-2025
Tabel 3- 3 : Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan I-2025
Gambar 3- 1 : Pertumbuhan Ekonomi Regional Triwulan I – 2025
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan I-2025
31
Page 47
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
3.3.2. Neraca Pembayaran Indonesia
Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap baik sehingga mampu mendukung ketahanan eksternal. Surplus neraca
perdagangan berlanjut pada Maret 2025 sebesar 4,3 miliar dolar AS, meningkat dibandingkan dengan surplus
bulan sebelumnya sebesar 3,1 miliar dolar AS. Aliran masuk modal asing keinstrumen keuangan domestik dalam
bentuk investasi portofolio sejak awal tahun 2025 hingga akhir Maret 2025 mencatat net inflows 1,6 miliar dolar
AS. Pada April 2025 (hingga 21 April 2025), investasi portofolio mencatat net outflows 2,8 miliar dolar AS akibat
kuatnya dampak ketidakpastian global pasca pengumuman tarif resiprokal AS.
Tabel 3- 4 : Neraca Pembayaran Indonesia
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan I-2025
Grafik 3- 5 : Neraca Perdagangan
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan I-2025
Grafik 3- 6 : Aliran Modal Asing
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan I-2025
Perkembangan terkini menunjukkan tekanan outflows mulai berkurang terutama pada Surat Berharga Negara
(SBN), sejalan tetap baiknya prospek perekonomian Indonesia, termasuk ketahanan eksternal yang terjaga baik.
Posisi cadangan devisa pada akhir Maret 2025 tercatat tinggi sebesar 157, 1 miliar dolar AS, setara dengan
pembiayaan 6,7 bulan impor atau 6,5 buIan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di
atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Bank Indonesia memprakirakan NPI 2025 tetap baik
ditopang defisit transaksi berjalan yang rendah dalam kisaran defisit 0,5% sampai dengan 1,3% dari PDB dan
surplus transaksi modal dan finansial yang berlanjut, di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.
32
Page 48
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
Grafik 3- 7 : Cadangan Devisa
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan I-2025
3.3.3. Nilai Tukar Rupiah
Nilai tukar Rupiah tetap terkendali didukung kebijakan stabilisasi Bank Indonesia di tengah ketidakpastian pasar
keuangan global yang meningkat. Nilai tukar Rupiah pada 27 Maret 2025 tercatat Rp16. 560 per dolar AS a tau
menguat 0,12% (ptp) dibandingkan dengan level akhir Februari 2025. Namun demikian, tekanan kuat terhadap
nilai tukar Rupiah terjadi di pasar off-shore (Non Deliverable Forward/NDF) pada saat libur panjang pasar domestik
dalam rangka ldul fitri 1446 H, akibat kebijakan tarif resiprokal AS. Bank Indonesia pada 7 April 2025 melakukan
intervensi di pasar off-shore NDF secara berkesinambungan di pasar Asia, Eropa, dan New York guna stabilisasi
nilai tukar Rupiah dari tingginya tekanan global.
Respons kebijakan ini memberikan hasil positif, tecermin dari perkembangan Rupiah yang terkendali dan menguat
menjadi Rp16.855 per dolar AS pada 22 April 2025, dibandingkan dengan level Rp16.865 per dolar AS pada hari
pertama pembukaan pasar domestik pasca libur tanggal 8 April 2025. Pergerakan Rupiah masih sejalan dengan
perkembangan mata uang regional dan berada dalam kisaran yang sesuai dengan fundamental ekonomi domestik
dalam menjaga stabilitas perekonomian. Ke depan, nilai tukar Rupiah diprakirakan stabil didukung komitmen Bank
Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, imbal hasil yang menarik, inflasi yang rendah, dan prospek
pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap baik. Bank Indonesia terus memperkuat respons kebijakan stabilisasi,
termasuk intervensi terukur di pasar off-shore NDF dan strategi triple intervention pada transaksi spot, DNDF, dan
SBN di pasar sekunder. Seluruh instrumen moneter juga terus dioptimalkan, termasuk penguatan strategi operasi
moneter pro-market melalui optimalisasi instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), Sekuritas Valas Bank
Indonesia (SVBI), dan Sukuk Valas Bank Indonesia (SUVBI), untuk memperkuat efektivitas kebijakan dalam
menarik aliran masuk investasi portofolio asing dan mendukung stabilitas nilai tukar Rupiah.
Grafik 3- 8 : Indeks Rupiah terhadap USD, Negara Maju kecuali AS, dan Negara Berkembang
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan I-2025
33
Page 49
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
3.3.4. Inflasi
Inflasi lndeks Harga Konsumen (IHK) pada Maret 2025 tetap rendah dan mendukung stabilitas perekonomian. IHK
pada Maret 2025 mengalami inflasi sebesar 1,03% (y0y), dengan inflasi inti tetap terkendali sebesar 2,48% (yo),
sejalan dengan konsistensi suku bunga kebijakan Bl (Bl-Rate) untuk mengarahkan ekspektasi inflasi. lnflasi
kelompok volatile food (VF) tercatat sebesar 0,37% (yoy) didukung oleh kecukupan pasokan komoditas pangan
utama dan eratnya sinergi pengendalian inflasi oleh Tim Pengendalian lnflasi Pusat/Daerah (TPIP/TPID) melalui
Gerakan Nasional Pengendalian lnflasi Pangan (GNPIP). Sementara itu, kelompok administered prices tercatat
deflasi sebesar 3,16% (y0y), tidak sedalam deflasi bulan sebelumnya sebesar 9,02% (yoy), terutama dipengaruhi
oleh berakhirnya implementasi kebijakan diskon tarif listrik untuk rumah tangga dengan daya terpasang listrik <
2.200 VA. Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi terkendali dalam sasaran 2,5±1% pada 2025 dan 2026.
lnflasi inti diprakirakan terjaga seiring ekspektasi inflasi yang terjangkar dalam sasaran, kapasitas ekonomi yang
memadai, imported inflation yang terkendali, dan dampak positif dari digitalisasi. lnflasi VF diprakirakan terkendali
didukung oleh sinergi pengendalian inflasi Bank Indonesia dengan Pemerintah Pusat dan Daerah.
Grafik 3- 9 : Ekspektasi Inflasi
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan I-2025
Grafik 3- 10 : Inflasi IHK dan Komponen
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan I-2025
3.3.5. Suku Bunga
Hingga 21 April 2025, total posisi instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI masing-masing tercatat sebesar Rp881,86
triliun, 1,40 miliar dolar AS, dan 277 juta dolar AS. Kepemilikan nonresiden dalam SRBI per tanggal 21 April 2025
mencapai Rp209,90 triliun (23,80% dari total outstanding). lmplementasi dealer utama (primary dealer) sejak Mei
2024 juga makin meningkatkan transaksi SRBI di pasar sekunder dan repurchase agreement(repo) antar pelaku
pasar, sehingga memperkuat efektivitasinstrumen moneter dalam stabilisasi nilai tukar Rupiah dan pengendalian
inflasi. Bank Indonesia juga melakukan pembelian SBN dari pasar sekunder untuk memperkuat operasi moneter
yang mencerminkan sinergi erat antara kebijakan moneter dengan kebijakan fiskal Pemerintah.
34
Page 50
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
Transmisi kebijakan moneter melalui jalur suku bunga berjalan baik dalam upaya turut mendukung pertumbuhan
ekonomi. Suku bunga pasar uang (IndONIA) bergerak di sekitar BI-Rate, yaitu 5,77% pada 21 April 2025 dari
semula sebesar 6,03% pada awal Januari 2025. Suku bunga SRBI untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan tanggal 16
April 2025 juga menurun, namun tetap menarik untuk aliran masuk modal asing, yakni dari masing-masing 7,16%,
7,20%, dan 7,27% pada awal Januari 2025 menjadi 6,59%, 6,61%, dan 6,64% per 16 April 2025. lmbal hasil SBN
juga tetap menarik, meskipun untuk tenor 2 tahun menurun dari 6,96% menjadi 6,54%, sementara untuk tenor 10
tahun menurun dari 6,98% menjadi 6,94%. Adapun suku bunga perbankan tercatat rendah ditopang oleh
kecukupan likuiditas perbankan sejalan dengan implementasi penguatan KLM serta publikasi transparansi Suku
Bunga Dasar Kredit (SBDK). Likuiditas yang cukup tersebut mampu meningkatkan efisiensi pembentukan suku
bunga perbankan sehingga mendukung penyaluran kredit perbankan. Pada Maret 2025, suku bunga deposito 1
bulan dan suku bunga kredit tercatat masing-masing sebesar 4,77% dan 9,20%, relatif stabil dibandingkan dengan
level pada bulan sebelumnya.
Grafik 3- 11 : Suku Bunga Kebijakan Bank Indonesia dan IndONIA
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan I-2025
Grafik 3- 12 : Suku Bunga Perbankan
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan I-2025
Peran kredit/pembiayaan pada Triwulan I 2025 tetap kuat dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan
kredit pada Maret 2025 tercatat sebesar 9,16% (yoy), lebih rendah dari 10,30% (yoy) pada buIan Februari 2025.
Pertumbuhan kredit investasi masih relatif tinggi, yaitu 13,36% (yoy), sementara pertumbuhan kredit konsumsi dan
kredit modal kerja masing-masing tercatat sebesar 9,32% (yoy) dan 6,51% (yoy). Dari sisi penawaran, minat
penyaluran kredit (lending standard) dan kondisi likuiditas masih memadai, meskipun sejumlah bank mulai
menghadapi kendala dalam meningkatkan pendanaan baik Dana Pihak Ketiga (DPK) maupun sumber lainnya
untuk penyaluran kredit. Dari sisi permintaan, kontribusi pertumbuhan kredit terutama didukung pada sektor
industri, pertambangan, dan jasa sosial, sementara kontribusi pertumbuhan kredit pada sektor konstruksi dan
perdagangan masih terbatas. Pembiayaan syariah tumbuh sebesar 9,18% (yoy), sementara kredit UMKM tumbuh
sebesar 1,95% (yoy). Ke depan, berbagai risiko ketidakpastian global dan dampaknya terhadap perekonomian
domestik perlu menjadi perhatian karena dapat memengaruhi prospek permintaan kredit dan preferensi
35
Page 51
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
penempatan aset likuid perbankan. Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan kredit perbankan akan menuju
ke batas bawah kisaran 11-13% pada 2025. Sehubungan dengan itu, Bank Indonesia akan terus memperkuat
kebijakan makroprudensial yang akomodatif, termasuk mengoptimalkan KLM, dan memperkuat implementasi
ketentuan Rasia Pendanaan Luar Negeri (RPLN) untuk mendoro ng pendanaan perbankan bagi manajemen
likuiditas dan penyaluran kredit ke sektor riil. Bank Indonesia juga akan terus mempererat koordinasi dengan KSSK
untuk mendorong pertumbuhan kredit dalam mendukung pembiayaan ekonomi.
Grafik 3- 13 : Perkembangan Kredit dan DPK
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan I-2025
Bank Indonesia terus memperkuat efektivitas implementasi KLM. Mulai 1 April 2025, KLM ditingkatkan dari paling
besar 4% menjadi sampai dengan 5% dari DPK. Hingga minggu kedua April 2025, Bank Indonesia telah
memberikan insentif KLM sebesar Rp370,6 triliun, meningkat sebesar Rp78,3 triliun dari minggu keempat Maret
2025 sebesar Rp292,3 triliun. Khusus sektor perumahan, insentif KLM meningkat sebesar Rp84,0 triliun dari
minggu keempat Maret 2025 seiring dengan implementasi penguatan KLM pada 1 April 2025. lnsentif KLM
diberikan masing-masing kepada kelompok bank BUMN sebesar Rp161,7 triliun, BUSN sebesar Rp167,4 triliun,
BPD sebesar Rp35,7 triliun, dan KCBA sebesar Rp5,8 triliun. Secara sektoral, insentif tersebut disalurkan kepada
sektor-sektor prioritas yakni pertanian, real estate, perumahan rakyat, konstruksi, perdagangan dan manufaktur,
transportasi, pergudangan, pariwisata dan ekonomi kreatif, serta UMKM, Ultra Mikro, dan hijau. Ke depan, Bank
Indonesia akan terus mendorong penyaluran kredit/pembiayaan perbankan dan memperkuat sinergi dengan
Pemerintah, otoritas keuangan, Kementerian/Lembaga, perbankan, dan pelaku usaha.
Ketahanan sistem keuangan terjaga baik. Likuiditas perbankan tetap memadai, tecermin dari rasio Alat Likuid
terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) pada Maret 2025 yang tinggi sebesar 26,22%. Dari sisi permodalan, rasio
kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan pada Februari 2025 tercatat tinggi sebesar 26,95%.
Grafik 3- 14 : Permodalan Industri Perbankan
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan I-2025
36
Page 52
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
Grafik 3- 15 : Perkembangan Rasio AL/DPK Perbankan
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan I-2025
Sementara itu, risiko kredit tetap terkendali, tecermin dari rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL)
perbankan yang rendah, sebesar 2,22% (bruto) dan 0,81 % (neto) pada Februari 2025. Hasil stress-test Bank
Indonesia menunjukkan ketahanan perbankan yang tetap kuat dalam menghadapi berbagai risiko, serta ditopang
oleh kemampuan membayar dan profitabilitas korporasi yang terjaga.
Grafik 3- 16 : Rasio Kredit Bermasalah (NPL)
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan I-2025
Kinerja transaksi ekonomi dankeuangan digital pada tnwulan I 2025 tetap tumbuh didukung oleh sistem
pembayaran yang aman, lancar, dan andal. Dari sisi transaksi, pembayaran digital pada triwulan I 2025 mencapai
10,76 miliar transaksi atau tumbuh 33,50% (yoy) didukung peningkatan seluruh komponen. Volume transaksi
aplikasi mobile dan internetterus tumbuh masing-masing sebesar 34,51 % (yoy) dan 18,89% (yoy). Demikian pula,
volume transaksi pembayaran digital melalui QRIS tetap tumbuh tinggi sebesar 169, 15% (yoy) didukung
peningkatan jumlah pengguna dan merchant.
Dari sisi infrastruktur, volume transaksi ritel yang diproses melalui Bl-FAST mencapain 1,07 miliar transaksi atau
tumbuh 57,68% (yoy), dengan nilai mencapai Rp2.741,81 triliun. Volume transaksi nilai besar yang diproses melalui
BI-RTGS tumbuh sebesar 0,69% (yoy) menjadi 2,47 juta transaksi dengan nilai Rp46.281,21 triliun. Sementara
dari sisi pengelolaan uang Rupiah, Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) tumbuh 15,51 % (yoy) menjadi Rp1.240,12
triliun pada triwulan 1 2025.
37
Page 53
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
Grafik 3- 17 : Nilai Transaksi Digital Banking dan Nilai Transaksi Uang Elektronik
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan I-2025
Grafik 3- 18 : Nilai dan Volume Transaksi QRIS
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan I-2025
Grafik 3- 19 : Nilai Transaksi ATM/Debit dan Kartu Kredit
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan I-2025
Grafik 3- 20 : Uang yang Diedarkan
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan I-2025
38
Page 54
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
Stabilitas sistem pembayaran tetap terjaga, ditopang oleh infrastruktur yang stabil dan struktur industri yang sehat.
Dari sisi infrastruktur, stabilitas sistem pembayaran tecermin pada penyelenggaraan Sistem Pembayaran Bank
Indonesia (SPBI) yang lancar dan andal serta kecukupan pasokan uang dalam jumlah dan kualitas yang memadai
pada triwulan I 2025, termasuk selama periode RAFI 2025. Dari sisi struktur industri interkoneksi antarpelaku dalam
sistem pembayaran terus menguat diikuti oleh ekosistem Ekonomi Keuangan Digital (EKD) yang meluas. Transaksi
pembayaran berbasis Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP) juga meningkat sejalan dengan perluasan
tingkat adopsi. Ke depan, Bank Indonesia akan terus memastikan ketersediaan, keandalan, dan keamanan SPBI
serta sistem pembayaran industri. Bank Indonesia terus menjaga ketersediaan uang Rupiah dalam jumlah yang
cukup dengan kualitas yang layak edar di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), termasuk
daerah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T).
3.4. Analisis Industri dan Bisnis
Perkembangan Industri Konstruksi
Pembangunan infrastruktur merupakan mobil penggerak pembangunan nasional. Keberadaan infrastruktur yang
memadai akan berkontribusi pada kelancaran produksi maupun distribusi barang dan jasa yang dapat
meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara dan meningkatkan pemerataan ekonomi di berbagai wilayah.
Pembangunan infrastruktur merupakan bagian integral dari pembangunan kelembagaan dan perekonomian yang
bertumpu pada peningkatan produktivitas. Saat ini, pemerintah berfokus pada meningkatkan investasi, baik
investasi dalam negeri maupun luar negeri guna menaikkan ekspansi ekonomi Indonesia. Khususnya investasi di
bidang infrastruktur dalam rangka peningkatan konektivitas di seluruh Indonesia.
Pembangunan infrastruktur di Indonesia menjadi salah satu faktor meningkatnya peran sektor konstruksi terhadap
perekonomian Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari besarnya kontribusi sektor konstruksi terhadap Produk Domestik
Bruto (PDB) sebesar 10,06% pada triwulan III/2024. Peran sektor konstruksi berkaitan erat dengan penyerapan
tenaga kerja, penanaman modal, jumlah proyek infrastruktur dan bangunan, hubungan timbal balik dengan sektor-
sektor pendukung, bahkan menjadi fasilitator dalam pergerakan dan pertumbuhan barang dan jasa. Pemerataan
pembangunan untuk semua sektor juga didukung oleh sektor konstruksi antara lain ketahanan pangan di tiap
daerah, pemenuhan kebutuhan listrik dan energi nasional, peningkatan sarana pendidikan dan kesehatan, akses
jalan yang memadai untuk pengangkutan barang dan jasa, dan peningkatan daya tarik pariwisata.
Gambar 3- 2 : Distribusi Persentase Produk Domestik Bruto Atas dasar Harga berlaku Menurut Lapangan Usaha,
Triwulan III-2024
Sumber: Badan Pusat Statistik (Konstrusi dalam Angka-2024)
39
Page 55
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
PDB dari Konstruksi di Indonesia meningkat menjadi 333.596,80 Miliar IDR pada kuartal keempat tahun 2024 dari
320.166,50 Miliar IDR pada kuartal ketiga tahun 2024. PDB dari Konstruksi di Indonesia rata-rata sebesar
238.814,76 Miliar IDR dari tahun 2010 hingga 2024, mencapai puncak tertinggi sebesar 333.596,80 Miliar IDR
pada kuartal keempat tahun 2024 dan terendah sebesar 149.919,00 Miliar IDR pada kuartal pertama tahun 2010.
Grafik 3- 21 : PDB Konstruksi di Indonesia Tahun 2022-2024
Sumber : https://id.tradingeconomics.com
Tabel 3- 5 : Produk Domestik Bruto (PDB) Sektor Konstruksi, Triwulan I/2023-III/2024
Sumber: Badan Pusat Statistik (Konstrusi dalam Angka-2024)
Hingga semester pertama 2024, industri jasa konstruksi di Indonesia terus menunjukkan perkembangan yang
positif. Adalah dukungan dari pemerintah, serta meningkatnya daya saing nasional yang berada di peringkat 27,
naik tujuh peringkat dari tahun 2023 yaitu tiga besar di kawasan Asia Tenggara setelah Singapura dan Thailand,
dan berbagai proyek infrastruktur besar telah menjadi pendorong utama pertumbuhan sektor ini. Merujuk data
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), nilai bisnis konstruksi di Indonesia mencapai
Rp423,4 triliun atau 12,73 persen dari Rp3.325,1 triliun total anggaran belanja negara tahun 2024. Angka tersebut
mencakup berbagai proyek infrastruktur, mulai dari pembangunan jalan tol, jembatan, pelabuhan, bandara, hingga
fasilitas umum lainnya. Adapun beberapa proyek besar yang menonjol di semester pertama tahun 2024, antara
lain pembangunan tol Trans-Sumatera, pengembangan Pelabuhan Patimban, serta Proyek Ibu Kota Negara (IKN)
Nusantara.
40
Page 56
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
Sektor konstruksi di Indonesia telah menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi negara ini. Selain
memberikan kontribusi signifikan terhadap PDB, industri ini juga menciptakan lapangan kerja bagi ribuan tenaga ahli
konstruksi di seluruh nusantara. Sebagai negara berkembang dengan populasi besar, Indonesia memiliki potensi besar
dalam pengembangan infrastruktur dan properti.
Beberapa faktor kunci yang mendorong pertumbuhan industri konstruksi di Indonesia antara lain:
• Pembangunan Infrastruktur Indonesia terus berinvestasi dalam proyek-proyek infrastruktur besar seperti jalan tol,
bandara, pelabuhan, dan jalur kereta api. Inisiatif pemerintah ini membuka peluang signifikan bagi perusahaan
konsultan dan kontraktor konstruksi.
• Pertumbuhan Ekonomi Dengan prediksi pertumbuhan ekonomi yang stabil di atas 5% per tahun, permintaan akan
properti komersial dan residensial diperkirakan akan terus meningkat. Hal ini menciptakan peluang bagi
pengembangan gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, rumah sakit, dan proyek-proyek konstruksi lainnya.
• Peningkatan Investasi Investasi asing dan domestik yang terus mengalir ke Indonesia turut mendorong
pembangunan berbagai fasilitas baru, menciptakan proyek-proyek potensial bagi industri konstruksi.
• Kebijakan Pemerintah yang Mendukung Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk
mempermudah proses bisnis di sektor konstruksi, termasuk penyederhanaan perizinan dan prosedur
pembangunan.
• Inovasi Teknologi Adopsi teknologi baru seperti Building Information Modeling (BIM), konstruksi modular, dan
bangunan hijau membuka peluang baru dan meningkatkan efisiensi dalam industri ini.
Perkembangan Industri Pembangkit Listrik Tenaga Air
Sebagai negara yang kaya akan sumber daya alam, Indonesia juga kaya akan sumber energi terbarukan. Salah satu
sumber energi terbarukan yang memiliki prospek besar untuk dikembangkan adalah Pembangkit Listrik Tenaga Air
(PLTA) baik berskala kecil, menengah maupun besar. Dengan ribuan sungai yang mengalir di seluruh kepulauan, PLTA
bisa menjadi solusi yang menjanjikan untuk memenuhi kebutuhan energi bersih seluruh masyarakat Indonesia hingga
ke wilayah pelosok sekaligus mendukung transisi energi nasional menuju keberlanjutan.
Potensi energi terbarukan di Indonesia mencapai 3.686 gigawatt (GW), dengan energi air menyumbang sekitar 95 GW
dari total tersebut. Namun, hingga saat ini, pemanfaatannya masih terbatas. Menurut data Kementerian Energi dan
Sumber Daya Mineral (ESDM) kapasitas terpasang PLTA di Indonesia baru mencapai sekitar 6,7 GW, atau hanya
sekitar 9% dari total potensi yang ada. Data ini menunjukkan bahwa peluang pengembangan energi air masih terbuka
sangat lebar.
Potensi energi terbarukan air tersebar di berbagai wilayah Indonesia, terutama di daerah yang memiliki aliran sungai
besar seperti Sumatra, Kalimantan, dan Papua. Contohnya, Sungai Asahan di Sumatra Utara, yang menjadi sumber
energi utama bagi PLTA Sigura-gura, salah satu pembangkit listrik tenaga air terbesar di Indonesia. Ataupun PLTA
Kayan Cascade yang memanfaatkan air Sungai Kayan. PLTA yang masih dalam proses pembangunan di Kabupaten
Bulungan, Kalimantan Utara ini diperkirakan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.
Sebagai negara kepulauan yang memiliki banyak sungai besar, pengembangan PLTA merupakan pilihan yang
tepat bagi Indonesia dalam memenuhi kebutuhan listrik bagi masyarakatnya. Pembangunan pembangkit listrik
dengan memanfaatkan energi air bukanlah hal yang baru untukIndonesia. Dilansir dari Kompaspedia, PLTA
merupakan pembangkit listrik tertua di Indonesia yang ditandai dengan pembangunan PLTA Plengan dan PLTA
Lamajan pada 1918–1924. Pembangkit listrik di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung ini memanfaatkan
aliran air Sungai Cisangkuy. Kedua pembangkit ini difungsikan untuk memenuhi kebutuhan perkebunan, pabrik
teh, dan untuk pasokan listrik interkoneksi Jawa-Bali. Sampai dengan 2023, PLTA, termasuk pembangkit listrik
tenaga minihidro (PLTM) dan pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) yang merupakan versi kecil dari PLTA,
milik Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah mencapai 253 pembangkit aktif.
41
Page 57
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
Meskipun memiliki potensi besar, pengembangan PLTA di Indonesia menghadapi sejumlah tantangan. Salah satu
tantangan utama adalah investasi awal yang tinggi. Pembangunan PLTA memerlukan biaya besar untuk
infrastruktur seperti bendungan, turbin, dan jaringan distribusi. Kendala dalam jaringan distribusi disebabkan
sumber energi listrik berada di wilayah terpencil yang jauh dari wilayah yang membutuhkan listrik. Namun, biaya
infrastruktur awal yang besar ini seharusnya dikaitkan dengan daya pakai PLTA yang bisa mencapai 50–100 tahun
serta relatif mudah pemeliharaannya. Selain itu, proses perizinan yang rumit dan memakan waktu sering menjadi
hambatan dalam merealisasikan proyek PLTA. Beberapa perizinan itu, dilansir dari Katadata, meliputi izin
sertifikasi dan konstruksi bendungan, izin pengisian awal waduk, izin Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan
(PPKH) dari gubernur, serta pemanfaatan air di kawasan konservasi.
Dari aspek lingkungan, pembangunan PLTA berskala besar sering kali menimbulkan dampak ekologis, seperti
perubahan ekosistem sungai, relokasi penduduk, dan hilangnya habitat hewan. Tantanganlainnya adalah
perubahan iklim yang memengaruhi pola curah hujan dan ketersediaan air, yang dapat mengurangi keandalan
pasokan air untuk PLTA. Untuk mengatasi kendala ini, diperlukan perencanaan yang matang, termasuk penerapan
teknologi adaptif seperti bendungan pintar, sistem monitoring aliran air sungai berbasis internet of things,
dan sistem monitoring pintu air bendungan berbasis situs web.
Dengan strategi pengembangan yang tepat, PLTA dapat menjadi tulang punggung ketahanan energi nasional dan
transisi energi nasional menuju sumber energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. PLTA membuka jalan bagi
Indonesia untuk memenuhi kebutuhan listrik nasional sekaligus mencapai target emisi nol bersih (NZE) pada 2060
atau lebih cepat dan Target Pembangunan Berkelanjutan (SDG) poin 7, yaitu energi bersih dan terjangkau. Agar
tujuan itu tercapai, diperlukan dukungan investasi, kebijakan yang proaktif, serta sinergi antara pemerintah, sektor
swasta, dan masyarakat. Dengan demikian, PLTA tidak hanya menjadi sumber energi, tetapi juga pendorong
pembangunan ekonomi dan perlindungan lingkungan.
Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya menjadi salah satu sumber
energi terbarukan yang paling diandalkan dan banyak digunakan di seluruh dunia. Berikut adalah penjelasan rinci
tentang keunggulan-keunggulan utama PLTA:
• Energi Terbarukan dan Berkelanjutan. PLTA memanfaatkan siklus air alami, yang terus-menerus diperbarui
oleh sinar matahari dan gravitasi. Selama siklus hidrologi tetap berjalan, PLTA dapat terus menghasilkan
listrik tanpa menghabiskan sumber daya.
• Ramah Lingkungan. Operasi PLTA tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca atau polutan udara lainnya.
Dibandingkan dengan pembangkit listrik berbahan bakar fosil, PLTA memiliki jejak karbon yang jauh lebih
rendah.
• PLTA memiliki efisiensi konversi energi yang tinggi, mencapai 90% pada beberapa instalasi modern. Ini jauh
lebih tinggi dibandingkan dengan banyak bentuk pembangkit listrik lainnya.
• Fleksibilitas Operasional. PLTA dapat dengan cepat menyesuaikan output listriknya untuk memenuhi fluktuasi
permintaan. Kemampuan ini membuatnya ideal untuk memenuhi beban puncak dan menyeimbangkan
jaringan listrik.
• Umur Operasional Panjang. Infrastruktur PLTA, terutama bendungan dan reservoir, dapat bertahan hingga
50-100 tahun atau lebih dengan perawatan yang tepat. Ini memberikan stabilitas jangka panjang dalam
pasokan energi.
• Biaya Operasional Rendah. Setelah pembangunan awal, biaya operasional PLTA relatif rendah.Tidak ada
biaya bahan bakar, dan biaya pemeliharaan umumnya lebih rendah dibandingkan jenis pembangkit listrik
lainnya.
42
Page 58
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
• Manfaat Tambahan. Reservoir PLTA sering berfungsi ganda, menyediakan sumber air untuk irigasi,
pengendalian banjir, dan rekreasi. Beberapa PLTA juga mendukung perikanan dan pariwisata, memberikan
manfaat ekonomi tambahan bagi masyarakat sekitar.
• Keamanan Energi. PLTA mengurangi ketergantungan pada bahan bakar impor, meningkatkan keamanan
energi nasional. Sumber energi lokal ini dapat memberikan stabilitas harga energi jangka panjang.
• Teknologi Matang. Teknologi PLTA telah berkembang selama lebih dari satu abad, menjadikannya sangat
andal dan teruji. Inovasi terus meningkatkan efisiensi dan mengurangi dampak lingkungan.
• Skalabilitas. PLTA dapat dibangun dalam berbagai skala, dari mikrohidro untuk desa terpencil hingga mega-
proyek untuk memenuhi kebutuhan listrik nasional.
Meskipun PLTA memiliki banyak keunggulan, penting juga untuk mempertimbangkan beberapa tantangan dan
potensi dampak negatifnya. Ini termasuk biaya awal yang tinggi untuk pembangunan, potensi dampak ekologis
pada ekosistem sungai, dan kemungkinan pemindahan penduduk untuk proyek-proyek berskala besar. Namun,
dengan perencanaan yang cermat dan implementasi praktik terbaik, banyak dari tantangan ini dapat dimitigasi atau
diminimalkan.
Di Indonesia, dengan kondisi geografis yang mendukung dan sumber daya air yang melimpah, PLTA memiliki
potensi besar untuk berkontribusi signifikan terhadap bauran energi nasionalPengembangan PLTA sejalan dengan
upaya pemerintah untuk meningkatkan porsi energi terbarukan dalam bauran energi nasional dan mengurangi
ketergantungan pada bahan bakar fosil. Keunggulan-keunggulan PLTA ini membuatnya menjadi pilihan menarik
dalam strategi transisi energi global menuju sumber energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. Dengan terus
berkembangnya teknologi dan praktik manajemen yang lebih baik, PLTA diharapkan akan terus memainkan peran
penting dalam penyediaan energi bersih di masa depan.
Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) telah lama menjadi sumber energi terbarukan yang penting, dan prospeknya
di masa depan tetap menjanjikan meskipun menghadapi berbagai tantangan. Berikut adalah analisis komprehensif
tentang prospek PLTA di masa depan:
• Peran dalam Transisi Energi Global. PLTA akan terus menjadi komponen kunci dalam transisi menuju energi
bersih dan terbarukan. Kemampuannya untuk menyediakan energi baseload dan fleksibilitas operasional
menjadikannya pelengkap ideal untuk sumber energi terbarukan intermiten seperti angin dan surya. PLTA
berperan penting dalam mencapai target pengurangan emisi karbon global.
• Inovasi Teknologi. Pengembangan turbin yang lebih efisien dan ramah lingkungan akan meningkatkan kinerja
PLTA. Teknologi digitalisasi dan IoT akan mengoptimalkan operasi dan pemeliharaan PLTA. Integrasi dengan
sistem penyimpanan energi akan meningkatkan fleksibilitas PLTA.
• Ekspansi ke Daerah Baru. Negara-negara berkembang dengan potensi hidro elektrik yang belum dimanfaatkan
akan menjadi fokus pengembangan PLTA baru. Teknologi low-head dan in-stream akan memungkinkan
pemanfaatan sumber daya air yang sebelumnya dianggap tidak layak.
• Peningkatan Efisiensi PLTA Existing. Modernisasi dan upgrade PLTA yang sudah ada akan menjadi tren utama
untuk meningkatkan efisiensi dan kapasitas. Penerapan teknologi baru pada instalasi lama akan
memperpanjang umur operasional dan meningkatkan kinerja.
• Fokus pada Keberlanjutan. Desain PLTA akan semakin mempertimbangkan aspek ekologi dan sosial.
• Pengembangan PLTA akan lebih terintegrasi dengan manajemen daerah aliran sungai yang berkelanjutan.
• Sertifikasi keberlanjutan untuk proyek PLTA akan menjadi standar industri. Peran dalam Smart Grid
• PLTA akan menjadi komponen penting dalam pengembangan smart grid. Kemampuan PLTA untuk
menyeimbangkan beban dan menyediakan layanan ancillary akan semakin dihargai.
43
Page 59
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
• Pengembangan Pumped Storage. Teknologi pumped storage akan semakin penting sebagai solusi
penyimpanan energi skala besar. Inovasi dalam desain pumped storage akan memungkinkan pengembangan
di lokasi yang sebelumnya dianggap tidak cocok.
• Tantangan Perubahan Iklim. Perubahan pola curah hujan akibat perubahan iklim akan mempengaruhi
perencanaan dan operasi PLTA. Adaptasi terhadap perubahan iklim akan menjadi fokus utama dalam desain
dan manajemen PLTA.
• Peningkatan Investasi. Investasi dalam PLTA diperkirakan akan meningkat seiring dengan fokus global pada
energi bersih. Skema pembiayaan inovatif akan dikembangkan untuk mendukung proyek PLTA, terutama di
negara berkembang.
• Pengembangan Sumber Daya Manusia.Kebutuhan akan tenaga kerja terampil dalam teknologi PLTA modern
akan meningkat. Program pendidikan dan pelatihan khusus akan dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan
industri PLTA.
3.5. Analisis Operasional dan Prospek Usaha Perseroan
Perseroan menjalankan kegiatan usaha utama dalam bidang rekayasa teknik (engineering), pengadaan
(procurement), dan konstruksi (EPC), yang difokuskan pada penyediaan produk serta layanan untuk pembangunan
infrastruktur strategis nasional dan internasional. Produk-produk utama yang dikembangkan Perseroan meliputi
menara transmisi, jembatan rangka baja, garbarata (boarding bridge), kendaraan khusus, serta sistem peralatan
transportasi. Selain itu, Bukaka juga memiliki kapabilitas dalam pembangunan pembangkit listrik tenaga mini hidro,
peralatan untuk sektor minyak dan gas, serta penyediaan layanan galvanisasi logam yang mendukung ketahanan
dan keawetan struktur baja.
Pada tahun 2024, dari kegiatan bisnis yang dijalankan, Perseroan menetapkan target penjualan sebesar Rp4,83
triliun dan laba bersih Rp507,98 miliar. Untuk mendukung pencapaian target tersebut, Perseroan menetapkan
anggaran belanja modal sebesar Rp480 miliar yang akan dipergunakan untuk pembelian aset tetap untuk proyek
baru maupun proyek existing serta proyek tambahan di tahun 2024. Keseluruhan belanja modal Perseroan berasal
dari pendanaan internal Perusahaan.
Pada tahun 2024, Perseroan berhasil mengekspor 215 unit SRP Surface ke Oil & Natural Gas Corporation (ONGC)
India dalam periode Maret – Juli 2024. Proyek ini berkontribusi signifikan terhadap pendapatan Perusahaan serta
memperkuat posisi Perseroan di pasar internasional. Keberhasilan ini mencerminkan komitmen Perusahaan dalam
menyediakan produk berkualitas tinggi dengan ketepatan waktu pengiriman, sekaligus mendukung strategi
ekspansi global untuk pertumbuhan berkelanjutan. Selain meningkatkan nilai bisnis, ekspor ini juga memperkuat
hubungan jangka panjang dengan pelanggan strategis serta membuka peluang baru bagi Perseroan dalam
proyekproyek migas di India dan wilayah lainnya.
Di tahun 2024, Perseroan mendorong ekspansi bisnis oil and gas equipment di Oman untuk memperluas jangkauan
pasar, khususnya di Timur Tengah. Perseroan juga memperkuat kemitraan dengan para pemangku kepentingan
dari sektor publik dan swasta untuk memperluas jaringan proyek strategis. Dengan terus menyesuaikan diri
terhadap perubahan pasar dan kebutuhan klien, Perseroan percaya bahwa langkah-langkah ini akan terus
mempertahankan daya saing yang lebih kuat di tahun-tahun yang akan datang Dengan alokasi belanja modal
(Capex) sebesar Rp480 miliar yang dialokasikan untuk pembelian aset tetap, pengembangan proyek baru maupun
proyek yang sudah berjalan, serta proyek tambahan di tahun 2024, Perseroan menetapkan target pendapatan
sebesar Rp4,83 triliun dan laba bersih sebesar Rp507,98 miliar.
Berkat implementasi strategi yang tepat dan disiplin dalam operasional, hingga tanggal 31 Desember 2024
44
Page 60
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
Perseroan berhasil membukukan penjualan sebesar Rp3,65 triliun dan laba bersih sebesar Rp521,44 miliar.
Capaian ini mencerminkan realisasi masingmasing sebesar 75,47% terhadap target pendapatan dan 102,65%
terhadap target laba bersih yang telah ditetapkan.
Pada akhir tahun 2024, total aset Perseroan tercatat sebesar Rp9,15 triliun, atau 7,14% lebih tinggi dari target yang
ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2024 sebesar Rp8,54 triliun. Peningkatan ini
terutama didorong oleh bertambahnya nilai investasi pada entitas asosiasi, yang tumbuh sebesar 20,15% atau
senilai Rp651,8 miliar dibandingkan dengan tahun 2023. Laba tahun berjalan pada 2024 mencapai Rp521,44
miliar, atau 102,65% lebih tinggi dibandingkan dengan proyeksi dalam Rencana Bisnis Perseroan sebesar
Rp507,98 miliar.
Perseroan mampu membukukan pendapatan usaha sebesar Rp3.646,41 miliar, menurun 28,90% atau berkurang
sebesar Rp1.484,92 miliar terhadap pendapatan tahun 2023, yang sebesar Rp5.128,34 miliar. Hal ini terutama
disebabkan oleh adanya penurunan kontrak yang diperoleh Perusahaan selama tahun 2024 terutama untuk proyek
konstruksi.
Meski demikian, laba tersebut mengalami penurunan sebesar 26,66% dibandingkan laba tahun 2023 yang sebesar
Rp711,02 miliar. Penurunan ini antara lain disebabkan oleh meningkatnya beban umum dan administrasi sebesar
Rp122,16 miliar atau tumbuh 59,56% dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada tahun 2024, PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) kembali menambah investasi dalam bentuk setoran modal
pada entitas asosiasi, yakni sebesar Rp400 miliar untuk PT Kerinci Merangin Hidro dan Rp90 miliar untuk PT Bumi
Mineral Sulawesi. Transaksi ini merupakan bagian dari langkah investasi bertahap yang dilakukan Perseroan pada
kedua entitas tersebut. Realisasi investasi strategis ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap
pertumbuhan laba Perseroan di masa mendatang serta meningkatkan nilai tambah bagi para pemegang saham.
3.6. Keuntungan Dan Kerugian Atas Transaksi Perseroan
Keuntungan yang diharapkan Perseroan adalah Perseroan dapat memberikan pinjaman yang bersifat lebih cepat
dan flexible kepada KMH yang memungkinkan KMH untuk dapat segera ekspansi mengembangkan kegiatan
usahanya.
Kerugian dari transaksi Perseroan adalah biaya-biaya yang timbul dalam proses Transaksi diantaranya Biaya
Konsultan Penunjang dan Jasa Profesional.
3.7. Analisis Faktor Lain yang Relevan
• Analisis Biaya Relevan
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari Perseroan, tidak terdapat pengaruh pada biaya dari kegiatan
usaha utama Perseroan, selain yang telah diungkapkan dalam Laporan.
• Analisis Pendapatan Relevan
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari Perseroan, tidak terdapat pengaruh pada pendapatan dari
kegiatan usaha utama Perseroan, selain yang telah diungkapkan dalam Laporan.
• Analisis Informasi non keuangan yang relevan.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh d a r i Perseroan, tidak terdapat faktor-faktor lain yang relevan dan
material yang timbul dari RencanaTransaksi, selain yang telah diungkapkan dalam Laporan.
• Prosedur pengambilan keputusan oleh Perseroan dalam menentukan Rencana Transaksi dan nilai transaksi
45
Page 61
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
dengan memperhatikan alternatif lain.
Berdasarkan informasi Perseroan, proses pengambilan keputusan atas Rencana Transaksi Perseroan
dilakukan setelah melalui proses dan sesuai prosedur internal Perseroan.
• Hal-hal material lainnya yang dapat memberikan keyakinan bagi Penilai Usaha dalam memberikan opini
kewajaran transaksi.
Perseroan telah memberikan penjelasan untuk memberikan keyakinan yang memadai kepada kami bahwa
tidak terdapat hal material lainnya yang dapat menyebabkan perubahan opini pendapat kewajaran
3.8. Analisis Dampak Leverage Pada Keuangan Perseroan Dimasa Mendatang yang Dibandingkan
Dengan Industri yang Sejenis dan Sebanding
Berdasarkan analisis kami, tidak terdapat dampak leverage pada keuangan Perseroan dimasa yang akan datang.
Laporan tahunan manjemen menegaskan bahwa Perseroan merupakan salah satu pemain utama di industri
manufaktur konstruksi dan Perseroan juga mendorong ekspansi bisnis oil and gas equipment di Oman untuk
memperluas jangkauan pasar, khususnya di Timur Tengah. Perseroan juga memperkuat kemitraan dengan para
pemangku kepentingan dari sektor publik dan swasta untuk memperluas jaringan proyek strategis. Dengan terus
menyesuaikan diri terhadap perubahan pasar dan kebutuhan klien, Perseroan percaya bahwa langkah-langkah ini
akan terus mempertahankan daya saing yang lebih kuat di tahun-tahun yang akan datang.
3.9. Analisis Dampak Likuiditas Pada Keuangan Perseroan Dimasa yang Akan Datang Untuk Memastikan
Bahwa Pinjaman Dapat Dilunasi Pada Saat Jatuh Tempo
Berdasarkan analisis kami, tidak terdapat dampak likuiditas yang merugikan pada keuangan Perseroan dimasa
yang akan datang dari transaksi pemberian pinjaman yang dilakukan, karena sumber dana dari pemberian
pinjaman adalah berasal dari Bank Mandiri dan tidak berasal dari kas internal Perseroan.
3.10. Analisis Dampak Keuangan Perseroan Jika Proyek yang Dibiayai Oleh Dana Hasil Transaksi Pinjam
Meminjam Dana dan/atau Penjaminan Tersebut Mengalami Kegagalan
KMH sebagai kreditur merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pembangkit listrik. Saat ini listrik merupakan
salah satu kebutuhan yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Listrik dibutuhkan tidak hanya untuk
penerangan, melainkan juga untuk melakukan aktifitas kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan kegiatan
sosial dan ekonomi masyarakat. Dengan ditandatanganinya Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik / Power Purchase
Agreement (PPA) antara PT PLN (persero) dengan PT Kerinci Merangin Hidro tanggal 15 November 2018, KMH
telah membangun suatu Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berkapasitas 4 x 87,5 MW dengan nama PLTA
Merangin yang berlokasi di Desa Bedeng V Kecamatan Batang Merangin Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi.
Proyek pembangunan PLTA Merangin 350 MW telah masuk pada Project I PP PLN dalam RUPTL PT PLN
(Persero) tahun 2018-2027. Dengan 4 (Empat) unit pembangkit maka gedung sentral pembangkit (Power House)
juga akan terdiri dari 15 unit Tower Transmisi dengan lokasi yang berbeda.
KMH saat ini sedang mengerjakan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Merangin 350 MW dan telah
menyelesaikan tahap konstruksi, namun belum mencapai Commercial Opertation Date (COD). Untuk menunjang
kelangsungan operasional hingga mencapai COD, tanggal COD tersebut adalah di mana unit pembangkit listrik
secara resmi dinyatakan telah menyelesaikan seluruh tahapan konstruksi, pengujian, dan pengoperasian awal
(commissioning), serta telah memenuhi seluruh persyaratan teknis dan administratif sesuai ketentuan dalam
Perjanjian Jual Beli Listrik (Power Purchase Agreement / PPA) antara PT PLN (Persero) dan PT Kerinci Merangin
46
Page 62
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
Hidro, sehingga mulai beroperasi secara komersial dan berhak menerima pembayaran atas energi listrik yang
disalurkan kepada PLN.
Berdasarkan informasi yang kami terima, jika Rencana Transaksi yaitu pinjaman dari pemegang saham gagal atau
tidak diperoleh maka KMH akan tetap berusaha untuk mencari pendanaan dengan cara melakukan pinjaman
kepada pihak lain dalam membiayai cash flow gap sebelum COD. Pemberian pinjaman dari pemegang saham
diharapkan dapat mempercepat pengembangan usaha KMH.
47
Page 63
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
4. ANALISIS KUANTITATIF
4.1. Analisis Kuantitatif Pada Perseroan
4.1.1. Analisis Keuangan Historis Perseroan
1. Analisis Kinerja Keuangan Historis Perseroan
Tabel 4 - 1 : Pergerakan Historis Laba/Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian Perseroan
(dalam ribuan rupiah)
HISTORIS
KETERANGAN 2020 2021 2022 2023 2024 Maret 2025
Audited Audited Audited Audited Audited Reviewed
Pendapatan 3.981.900.673 3.858.936.726 4.146.850.937 5.128.345.025 3.646.418.392 678.864.360
Beban 3.247.781.406 3.127.359.658 3.458.639.887 4.163.595.379 2.779.758.670 433.538.652
Laba Kotor 734.119.267 731.577.068 688.211.050 964.749.646 866.659.722 245.325.708
Beban Administrasi dan Umum
Beban penjualan (6.571.612) (9.526.465) (12.658.583) (16.432.239) -16.562.783 (3.996.635)
Beban urum dan administrasi (136.977.891) (136.741.887) (134.091.902) (205.124.344) -327.288.689 (56.425.032)
Beban keuangan (104.664.330) (115.563.376) (62.810.501) (68.425.496) -83.170.620 (12.925.157)
Bagian laba/(rugi) perusahaan asosiasi 48.297.702 73.063.825 54.556.870 209.549.884 198.826.830 21.734.456
Pendapatan (beban) lainnya (1.519.854) 24.338.447 26.750.968 (45.907.631) -9.892.832 2.900.561
Total Beban Administrasi dan Umum (201.435.985) (164.429.456) (128.253.148) (126.339.826) (238.088.094) (48.711.807)
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 532.683.282 567.147.612 559.957.902 838.409.820 628.571.628 196.613.901
Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan (108.968.450) (85.053.430) (97.679.914) (127.389.304) (107.127.018) (15.184.338)
LABA TAHUN BERJALAN 423.714.832 482.094.182 462.277.988 711.020.516 521.444.610 181.429.563
PENGHASILAN (RUGI) KOMPREHENSIF
LAIN
Pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi:
Keuntungar/(kerugian) aktuarial (14.838.883) (5.386.502) 11.576.259 (321.562) 57.181.693 -
Bagian penghasilan komprehensif lain
entitas asosiasi (1.341.227) 87.337 1.217.015 (3.973.582) 585.140 157
Pajak penghasilan terkait 3.259.694 1.185.031 -2546777 70.743 -12.579.973 -
PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN (12.920.416) (4.114.134) 10.246.497 (4.224.401) 45.186.860 157
LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN 410.794.416 477.980.048 472.524.485 706.796.115 566.631.470 181.429.720
Pendapatan
Pada tahun 2020 jumlah pendapatan Perseroan secara konsolidasai tercatat sebesar Rp3,98 triliun. Pada tahun
2021 jumlah pendapatan Perseroan penurunan sebesar 3,09% menjadi Rp3,85 triliun. pada tahun 2022 jumlah
pendapatan Perseroan meningkat sebesar 7,46%menjadi Rp4,14 triliun. Pada tahun 2023 mengalami peningkatan
sebesar 23,67% menjadi Rp5,12 triliun. Pada tahun 2024 mengalami penurunan sebesar 28,90% menjadi Rp3,64
triliun. Dan jumlah pendapatan perseroan secara konsolidasi sampai dengan 31 Maret 2025 tercatat sebesar
Rp678,86 miliar.
Laba/Rugi Sebelum Pajak Penghasilan
Pada tahun 2020 Perseroan mencatat laba/rugi sebelum pajak penghasilan sebesar Rp532,68 miliar. Pada tahun
2021 Perseroan mencatat laba/rugi sebelum pajak penghasilan meningkat sebesar 6,47% atau Rp567,14 miliar.
Pada tahun 2022 Perseroan mencatat laba/rugi sebelum pajak penghasilan menurun sebesar 1,27% atau
Rp 559,95 miliar. Pada tahun 2023, Perseroan mencatat laba/rugi sebelum pajak penghasilan meningkat sebesar
49.73% atau Rp838,40 miliar dan pada tahun 2024 Perseroan mencatat laba/rugi sebelum pajak penghasilan
menurun sebesar 25.03% atau Rp628,57 miliar dan per 31 Maret 2025 laba/rugi sebelum pajak penghasilan
tercatat sebesar Rp196,61 miliar.
Laba/Rugi Tahun Berjalan
Pada tahun 2020 Perseroan mencatat laba/rugi tahun berjalan sebesar Rp423,71 miliar. Pada tahun 2021
Perseroan mencatat laba/rugi tahun berjalan meningkat sebesar 13,78% atau Rp482,09 miliar. Pada tahun 2022
48
Page 64
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
Perseroan mencatat laba/rugi tahun berjalan menurun sebesar 4,11% atau Rp 462,27 miliar. Pada tahun 2023,
Perseroan mencatat laba/rugi tahun berjalan meningkat sebesar 53.81% atau Rp711,02 miliar dan pada tahun
2024 Perseroan mencatat laba/rugi tahun berjalan menurun sebesar 26.66% atau Rp521,44 miliar dan per 31
Maret 2025 laba/rugi tahun berjalan tercatat sebesar Rp181,43 miliar.
Laba/Rugi Komprehensif Tahun Berjalan
Pada tahun 2020 Perseroan mencatat laba/rugi komprehensif tahun berjalan sebesar Rp410,79 miliar. Pada tahun
2021 Perseroan mencatat laba/rugi komprehensif tahun berjalan meningkat sebesar 16,36% atau Rp477,98 miliar.
Pada tahun 2022 Perseroan mencatat laba/rugi komprehensif tahun berjalan menurun sebesar 1,14% atau
Rp 472,52 miliar. Pada tahun 2023 Perseroan mencatat laba/rugi komprehensif tahun berjalan meningkat sebesar
49.58% atau Rp706,79 miliar dan pada tahun 2024 Perseroan mencatat laba/rugi komprehensif tahun berjalan
menurun sebesar 79.83% atau Rp566,47 miliar dan per 31 Maret 2025 laba/rugi komprehensif tahun berjalan
tercatat smenurun sebesar 70,50% atau sebesar Rp181,43 miliar.
Tabel 4 - 2 : Pergerakan Historis Jumlah Aset Konsolidasian Perseroan (dalam ribuan rupiah)
HISTORIS
KETERANGAN 2020 2021 2022 2023 2024 Maret 2025
Audited Audited Audited Audited Audited Reviewed
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 731.931.545 586.852.180 513.535.195 504.103.549 228.259.945 512.484.239
Deposito yang dibatasi penggunaannya 2.308.586 2.287.495 2.267.757 11.642.757 163.468.104 100.642.796
Piutang usaha
Pihak ketiga - setelah dikurangi cadangan
219.247.945 276.108.931 324.470.379 289.180.341 321.742.783 289.711.517
penurunan nilai
Pihak berelasi 302.328.641 94.818.317 47.331.642 10.509.520 136.502.251 304.048.507
Piutang retensi 27.408.009 24.034.600 23.545.775 4.715.812 12.207.826 15.365.063
Tagihan bruto pemberi kerja atas kontrak
28.351.503 22.643.784 5.534.087 - 394.191.342 365.395.709
konstruksi
Piutang lain-lain 2.837.099 1.607.918 1.224.166 1.073.047 2.516.418 3.245.090
Persediaan - setelah dikurangi
cadangan penurunan nilai 662.144.648 670.012.584 763.491.414 585.804.951 648.774.279 599.543.704
Uang muka dan beban dibayar dimuka 312.098.658 401.117.641 453.468.598 273.252.776 258.105.739 340.610.333
Pajak dibayar dimuka 61.096.796 36.556.416 117.267.234 259.994.664 208.634.635 76.101.592
Jumlah Aset Lancar 2.349.753.430 2.116.039.866 2.252.136.247 1.940.277.417 2.374.403.322 2.607.148.550
Aset Tidak Lancar
Uang muka 64.097.794 209.415.597 137.317.782 371.603.837 255.465.546 289.050.195
Piutang pihak yang berelasi - bersih 1.806.250 1.806.250 1.750.000 1.750.000 3.160.998 3.934.949
Pinjaman direksi dan karyawan 2.108.123 2.445.399 2.379.973 2.689.625 1.443.237 1.396.907
Aset keuangan dari kontrak konsesi - - 618.795.386 1.895.575.256 1.516.516.128 1.520.039.887
Investasi pada perusahaan asosiasi 1.513.038.220 1.904.989.382 2.294.611.267 3.234.439.569 3.886.238.102 3.907.972.715
Aset pajak tangguhan 37.204.594 51.115.037 49.124.351 60.087.828 44.544.656 45.415.331
Aset tetap • setelah dikurangi akumulasi
993.710.458 932.264.018 894.660.626 865.867.718 1.061.710.918 1.046.702.623
penyusutan
Goodwill - 1.232.277 1.232.277 1.232.277 -
Aset lain-lain 14.502.724 7.162.516 7.356.358 6.165.003 9.175.823 8.929.408
Jumlah Aset Tidak Lancar 2.626.468.163 3.110.430.476 4.007.228.020 6.439.411.113 6.778.255.408 6.823.442.015
JUMLAH ASET 4.976.221.593 5.226.470.342 6.259.364.267 8.379.688.530 9.152.658.730 9.430.590.565
Jumlah Aset
Pada tahun 2020 sampai dengan 31 Maret 2025 jumlah aset PT Bukaka Teknik Utama mengalamai peningkatan.
Pada tahun 2020 jumlah aset perseroan secara konsolidasi tercatat sebesar Rp4,97 triliun dan pada tahun 2021
jumlah aset perseroan naik sebesar 5,03% menjadi Rp5,22 triliun. Pada tahun 2022 jumlah aset perseroan kembali
meningkat sebesar 19,76% menjadi Rp6,25 triliun. Tahun 2023 jumlah aset perseroan meningkat sebesar 33,87%
menjadi Rp8,37 triliun dikarenakan ada peningkatan pada aset tetap dan goodwill dan aset tak berwujud lainnya.
Pada tahun 2024 jumlah aset perseroan meningkat sebesar 9,22% menjadi Rp9,15 triliun. Jumlah aset perseroan
per 31 Maret 2025 tercatat sebesar Rp9,43 triliun.
Secara keseluruhan dari tahun 2020 sampai dengan 31 Maret 2025 komponen utama aset Perseroan terdiri dari
49
Page 65
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
aset tidak lancar adalah aset tetap. Sedangkan aset lancar didominasi oleh kas dan setara kas dan persediaan.
Tabel 4 - 3 : Pergerakan Historis Total Liabilitas Konsolidasian dan Total Ekuitas Konsolidasian Perseroan
(dalam ribuan rupiah)
HISTORIS
KETERANGAN 2020 2021 2022 2023 2024 Maret 2025
Audited Audited Audited Audited Audited Reviewed
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang bank dan lembaga keuangan
807.746.557 633.013.147 758.977.474 634.065.764 465.675.240 403.755.219
lainnya
Utang usaha 466.208.607 460.580.521 449.562.020 441.793.964 573.867.225 473.469.941
Utang lancar lainnya 6.173.172 6.610.563 2.659.721 3.126.140 5.374.541 1.794.752
Utang pajak 25.777.161 30.411.459 36.713.754 46.899.534 54.572.113 58.553.608
Uang muka pelanggan 98.148.998 284.163.469 127.535.354 144.489.235 111.770.378 111.268.810
Beban masih harus dibayar 551.803.206 329.764.289 374.104.912 562.261.149 610.424.341 597.577.964
Utang yang jatuh tempo dalam satu
tahun:
Utang lain-lain 9.595.155 - - - - -
Utang pihak yang berelasi - - - - 219.456.000 164.842.000
Pinjaman bank - - - 87.514.212 18.227.019 18.227.019
Utang sewa pembiayaan 14.252.229 19.540.894 12.039.494 12.849.449 10.208.022 9.819.470
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 1.979.705.085 1.764.084.342 1.761.592.729 1.932.999.447 2.069.574.879 1.839.308.783
Liabilirtas Jangka Panjang
Utang pihak yang berelasi 2.577.085 2.824.911 2.692.990 160.388.523 258.989.490 258.694.289
Utang jangka panjang- setelat dikurangi
bagian yang jatut tempo kurang dai satu
tahun:
Utang lain-lain 11.993.945 3.218.519 10.942.612 9.465.173 9.702.228 13.811.809
Pinjaman bank - - 538.155.285 1.648.865.993 1.715.300.210 2.039.050.210
Utang sewa pembiayaan 16.517.266 12.974.504 5.805.342 13.751.321 3.701.379 1.657.808
Liabilirtas imbalan kerja karyawan 124.306.158 124.748.043 112.074.324 80.090.964 10.035.618 10.624.509
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 155.394.454 143.765.977 669.670.553 1.912.561.974 1.997.728.925 2.323.838.625
Jumlah Liabilitas 2.135.099.539 1.907.850.319 2.431.263.282 3.845.561.421 4.067.303.804 4.163.147.408
Ekuitas
Modal saham 892.472.776 892.472.776 892.472.776 892.472.776 892.472.776 892.472.776
Agio saham 689.146 689.146 689.146 689.146 689.146 689.146
Transaksi dengan kepentingan non
165.010 165.010 165.010 165.010 165.010 165.010
pengendali
Tambahan modal disetor lainnya 1.347.763 1.347.763 40.196.097 40.196.097 40.095.547 40.095.547
Komponen lainnya dari ekuitas - (14.552) 543.591 844.874 1.358.384 1.242.943
Pendapatan komprehensif lainnya (54.648.520) (58.762.654) (48.516.159) (52.740.067) (7.555.039) (7.554.882)
Saldo laba 1.991.174.611 2.467.345.077 2.917.846.364 3.608.684.003 4.120.546.018 4.298.738.437
Belum ditentukan penggunaannya
Ditentukan penggunaannya
Jumlah Saldo Laba 2.831.200.786 3.303.242.566 3.803.396.825 4.490.311.839 5.047.771.842 5.225.848.977
Kepentingan non pengendali 9.921.268 15.377.457 24.704.160 43.815.270 37.583.084 41.594.180
Jumlah Ekuitas 2.841.122.054 3.318.620.023 3.828.100.985 4.534.127.109 5.085.354.926 5.267.443.157
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 4.976.221.593 5.226.470.342 6.259.364.267 8.379.688.530 9.152.658.730 9.430.590.565
Jumlah Liabilitas
Pada tahun 2020 jumlah liabilitas Perseroan secara konsolidasian tercatat sebesar Rp2,13 triliun. Pada tahun 2021
menurun sebesar 10,64% menjadi Rp1,90 triliun. Pada tahun 2022 jumlah liabilitas Perseroan meningkat sebesar
27,43% menjadi Rp2,43 triliun. Pada tahun 2023 jumlah liabilitas perseroan kembali meningkat sebesar 58,17%
50
Page 66
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
menjadi Rp3,84 triliun, pada tahun 2024 jumlah liabilitas perseroan naik sebesar 5,77% menjadi Rp4,06 triliun.
Jumlah liabilitas perseroan per 31 Maret 2025 tercatat sebesar Rp4,16 triliun.
Jumlah Ekuitas
Pada tahun 2020 jumlah ekuitas Perseroan secara konsolidasi tercatat sebesar Rp2,84 triliun, pada tahun 2021
jumlah ekuitas Perseroan turun sebesar 16,81% menjadi Rp3,31 triliun, tahun 2022 jumlah ekuitas Perseroan turun
sebesar 15,35% menjadi Rp3,82 triliun dan pada tahun 2023 jumlah ekuitas perseroan meningkat sebesar 18,44%
menjadi sebesar Rp4,53 triliun yang utamanya karena adanya tambahan setoran modal, tahun 2024 naik kembali
sebesar 12,16% menjadi Rp5,08 triliun. Jumlah ekuitas perseroan secara konsolidasi per 31 Maret 2025 tercatat
sebesar Rp5,26 triliun.
2. Analisis Arus Kas Historis Perseroan
Tabel 4 - 4 : Pergerakan Historis Arus Kas Konsolidasian Perseroan (dalam ribuan rupiah)
HISTORIS
KETERANGAN 2020 2021 2022 2023 2024 Maret 2025
Audited Audited Audited Audited Audited Reviewed
Arus Kas dari Aktivitas Operasi:
Penerimaan kas dari pelanggan 3.980.247.298 4.204.868.092 4.002.122.324 5.164.923.368 3.430.793.142 533.789.186
Pembayaran kas kepada pemasok dan
(2.492.092.873) (3.005.919.533) (3.060.843.848) (3.168.178.219) (2.211.478.538) (484.665.502)
lain-lain
Pembayaran kas untuk beban usaha
Pembayaran kas untuk karyawan dan
(486.846.572) (448.091.228) (525.786.345) (599.923.902) (594.741.090) (97.887.019)
operasi
Kas yang dihasilkan dari operasi 1.001.307.853 750.857.331 415.492.131 1.396.821.247 624.573.514 (48.763.335)
Penerimaan Restitusi Pajak 118.125.434
Pembayaran untuk Pajak (165.932.246) (69.789.195) (170.097.752) (270.894.431) (29.617.559) (5.025.753)
Pembayaran untuk Beban keuangan (104.664.331) (115.563.376) (62.810.501) (65.681.602) (195.021.017) (12.925.157)
Penerimaan/(pembayaran) kegiatan
842.093 23.966.857 23.116.938 36.398.518 (45.794.111) 975.806
usaha lainnya
Arus kas bersih diperoleh dari Aktivitas
731.553.369 589.471.617 205.700.816 1.096.643.732 354.140.827 52.386.995
Operasi
Arus Kas dari Aktivitas Investasi:
Uang muka pemnbelian aset tetap (7.272.765) (4.682.197) (656.130) (4.534.194) (8.106.828) (315.000)
Perolehan aset tetap (53.315.327) (48.425.618) (81.402.134) (56.112.438) (313.195.366) (7.010.712)
Penerimaan dividen - 132.500.000 - - 64.980.000 -
Uang muka penyertaan saham entitas
- (150.000.000) (78.000.000) (310.000.000) (186.980.000) (33.000.000)
asosiasi
Penyertaan saham entitas asosiasi (408.862.000) (451.300.000) (145.000.000) (656.252.000) (182.375.000) -
Penambahan aset keuangan dari kontrak
- - (618.795.386) (1.276.779.870) -
konsesi
Hasil penjualan aset tetap 160.545 655.000 82.523 - 21.046.830 -
Pengurangan aset lain-lain 1.086.333 5.129.845 (1.032.310) 269.845 (4.693.626) 246.415
Arus kas bersih dipergunakan untuk
(468.203.214) (516.122.970) (924.803.437) (2.303.408.657) (609.323.990) (40.079.297)
Aktivitas Investasi
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan.:
Penerimaan kas dari pinjaman bank 2.197.291.592 1.264.168.635 1.063.103.303 1.962.808.361 1.161.144.067 542.704.455
Pembaryaran pinjaman bank (2.117.963.278) (1.438.902.045) (398.983.691) (889.495.151) (1.131.158.586) (335.488.476)
Penerimaan (pembayaran) pihak berelasi 1.360.778 74.967.035 56.250 150.791.639 115.416.988 -
Pembayaran kepada pihak berelasi - (74.719.208) (131.922) - - (1.069.152)
Pembaaryan pinjaman lain-lain (8.227.324) (17.933.191) 3.773.250 (1.477.440) 237.055 4.109.581
Pembayaran sewa pembiayaan (26.095.082) (26.040.216) (29.005.895) (14.780.318) (12.954.447) (2.432.123)
Arus kas bersih diperoleh dari
(dipergunakan untuk) Aktivitas 46.366.686 (218.458.990) 638.811.295 1.207.847.091 132.685.077 207.824.285
Pendanaan
Kenaikan bersih kas dan setara kas 309.716.841 (145.110.343) (80.291.326) 1.082.166 (122.498.086) 220.131.983
Rekening bank dibatasi penggunaanya 88.239 21.091 19.738 (9.375.000) (153.518.509) 62.825.308
Dampak perubahan nilai tukar (85.584) 9.887 6.954.603 (1.138.812) 172.991 1.267.003
Kas dan setara kas pada awal tahun 422.212.049 731.931.545 586.852.180 513.535.195 504.103.549 228.259.945
Kas dan setara kas akhir tahun 731.931.545 586.852.180 513.535.195 504.103.549 228.259.945 512.484.239
51
Page 67
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
Aktivitas Operasi
Arus kas Perseroan Konsolidasi dari aktivitas operasi tahun 2020 tercatat sebesar Rp731,55 miliar, tahun 2021
tercatat sebesar Rp589,47 miliar, tahun 2022 tercatat sebesar Rp205,70 miliar, tahun 2023 tercatat sebesar
Rp1.096,64 miliar, tahun 2024 tercatat sebesar Rp354,14 miliar, dan sampai dengan 31 Maret 2025 arus kas
Perseroan Konsolidasi dari aktivitas operasi tercatat sebesar Rp52,38 miliar.
Aktivitas Investasi
Arus kas Perseroan Konsolidasi dari aktivitas investasi tahun 2020 tercatat sebesar -Rp468,20 miliar,tahun 2021
tercatat sebesar -Rp516,12 miliar, tahun 2022 tercatat sebesar -Rp924,80 miliar, tahun 2023 tercatat sebesar
-Rp2.303,40 miliar, tahun 2024 tercatat sebesar -Rp609,32 miliar, dan sampai dengan 31 Maret 2025 arus kas
Perseroan Konsolidasi dari aktivitas investasi tercatat sebesar -Rp40,08 miliar.
Aktivitas Pendanaan
Arus kas Perseroan Konsolidasi dari aktivitas pendanaan tahun 2020 tercatat sebesar Rp46,36 miliar, tahun 2021
tercatat sebesar -Rp218,45 miliar, tahun 2022 tercatat sebesar Rp638,81 miliar, tahun 2023 tercatat sebesar
Rp1.207,84 miliar, tahun 2024 tercatat sebesar Rp132,68 miliar, dan sampai dengan 31 Maret 2025 arus kas
Perseroan Konsolidasi dari aktivitas pendanaan tercatat sebesar Rp207,82 miliar.
3. Analisis Historis Rasio Keuangan Perseroan
Tabel 4 - 5 : Rasio Keuangan Historis Perseroan
2020 2021 2022 2023 2024 2025
Keterangan
31 Des 31 Des 31 Des 31 Des 31 Des 31 Maret
Rasio Likuiditas
Rasio Kas 37,0% 33,3% 29,2% 26,1% 11,0% 27,9%
Rasio Lancar 118,7% 120,0% 127,8% 100,4% 114,7% 141,8%
Rasio Cepat 85,2% 82,0% 84,5% 70,1% 83,4% 109,2%
Rasio Solvabilitas
Net Debt to Equity Ratio 0,8X 0,6X 0,6X 0,8X 0,8X 0,8X
Rasio Profitabilitas
Margin Laba Usaha 18,4% 19,0% 16,6% 18,8% 23,8% 36,1%
Margin Laba Bersih 10,3% 12,4% 11,4% 13,8% 15,5% 26,7%
ROA (2025 disetahunkan) 8,3% 9,1% 7,5% 8,4% 6,2% 1,9%
ROE (2025 disetahunkan) 140,2% 116,3% 108,3% 113,1% 71,7% 12,9%
Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk membayar seluruh kewajiban- kewajibannya
yang akan jatuh tempo. Likuiditas Perseroan diukur dengan menggunakan rasio kas, rasio lancar dan rasio cepat.
Rasio kas, rasio lancar dan rasio cepat Perseroan secara konsolidasian per 31 Desember 2024 sebesar 11,0%,
114,7% dan 83,4% dan 31 Mei 2025 masing- masing sebesar 27,9%, 141,8% dan 109,2%.
Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas menunjukkan sejauh mana perusahaan menggunakan utang untuk membiayai operasinya.
52
Page 68
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
Solvabilitas Perseroan diukur dengan menggunakan rasio utang bersih terhadap ekuitas atau Net Debt to Equity
Ratio (Net-DER)
Net-DER Perseroan 31 Desember 2024 dan 31 Mei 2025 masing- masing sebesar 0,8X.
Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan dalam mengelola aset-asetnya dengan tujuan
akhir mengoptimalkan pengembalian yang dapat diperoleh para penyedia modal. Profitabilitas Perseroan diukur
dengan rasio imbal hasil aset atau Return on Assets (ROA) dan rasio imbal hasil ekuitas atau Return on Equity
(ROE)
ROA dan ROE Perseroan secara konsolidasian 31 Desember 2024 masing-masing sebesar 6,2% dan 71,71%
dan per 31 Mei 2025 masing-masing sebesar 1,9% dan12,9%.
Rasio profit margin merupakan rasio profitabilitas untuk mengetahui nilai perbandingan antara total penjualan
perusahaan terhadap laba operasi atau laba bersihnya. Profit margin diukur dengan rasio margin laba usaha atau
operating profit margin (OPM) dan margin laba bersih atau net profit margin (NPM).
OPM dan NPM Perseroan secara konsolidasi per 31 Mei 2025 masing-masing sebesar 36,1% dan 26,7%.
4.1.2. Analisis Terhadap Laporan Keuangan Konsolidasian Proforma Perseroan
Berikut Laporan Keuangan Proforma Konsolidasian Perseroan per tanggal 31 Mei 2025, yang telah disiapkan oleh
Perseroan.
Tabel 4 - 6 : Laporan Laba/Rugi Konsolidasian Proforma Perseroan (dalam ribuan rupiah)
Laporan Limited Penyesuaian Proforma Limited Review Proforma
KETERANGAN Review atas Perolehan Utang Perolehan Utang Bank Ke
Per 31 Maret 2025 Bank ke Pihak Berelasi Pihak Berelasi
Pendapatan Dari Kontrak Konstruksi dan Non Konstruksi 678.864.360 678.864.360
Beban Kontrak Konstruksi dan Non Konstruksi 433.538.652 433.538.652
Laba Kotor 245.325.708 245.325.708
Beban penjualan -3.996.635 -3.996.635
Beban umum dan administrasi -56.425.032 -56.425.032
Beban keuangan -12.925.157 -12.925.157
Bagian laba/(rugi) perusahaan asosiasi 21.734.456 21.734.456
Pendapatan (beban) lainnya 2.900.561 2.900.561
Pendapatan bunga 0 0
Pendapatan lainnya 0 0
Administrasi dan provisi bank 0 0
Keuntungan (kerugian) Penj. Barang Bekas 0 0
Keuntungan (kerugian) selisih kurs 0 0
Total Beban Administrasi dan Umum -48.711.807 -48.711.807
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 196.613.901 196.613.901
Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan -15.184.338 -15.184.338
LABA TAHUN BERJALAN 181.429.563 181.429.563
PENGHASILAN (RUGI) KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi:
Keuntungar/(kerugian) aktuarial 0 0
Bagian penghasilan komprehensif lain
entitas asosiasi 157 157
Pajak penghasilan terkait 0 0
53
Page 69
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
Laporan Limited Penyesuaian Proforma Limited Review Proforma
KETERANGAN Review atas Perolehan Utang Perolehan Utang Bank Ke
Per 31 Maret 2025 Bank ke Pihak Berelasi Pihak Berelasi
PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN 157 157
LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN 181.429.720 181.429.720
Pendapatan 678.864.360 678.864.360
Beban 433.538.652 433.538.652
Laba Kotor 245.325.708 245.325.708
Beban Administrasi dan Umum
Beban penjualan -3.996.635 -3.996.635
Beban umum dan administrasi -56.425.032 -56.425.032
Beban keuangan -12.925.157 -12.925.157
Bagian laba/(rugi) perusahaan asosiasi 21.734.456 21.734.456
Pendapatan (beban) lainnya 2.900.561 2.900.561
Pendapatan bunga 0 0
Pendapatan lainnya 0 0
Administrasi dan provisi bank 0 0
Keuntungan (kerugian) Penj. Barang Bekas 0 0
Keuntungan (kerugian) selisih kurs 0 0
Total Beban Administrasi dan Umum -48.711.807 -48.711.807
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 196.613.901 196.613.901
Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan -15.184.338 -15.184.338
LABA TAHUN BERJALAN 181.429.563 181.429.563
PENGHASILAN (RUGI) KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi:
Keuntungar/(kerugian) aktuarial 0 0
Bagian penghasilan komprehensif lain
entitas asosiasi 157 157
Pajak penghasilan terkait 0 0
PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN 157 157
LABA KOMPREHENSIF PERIODE BERJALAN 181.429.720 181.429.720
Sumber: Laporan Limited Review Auditor Independen
Proforma Laporan Laba/Rugi Konsolidasian Perseroan
Berdasarkan laporan Limited review laba/rugi proforma konsolidasian Perseroan, transaksi ini tidak berdampak pada
pendapatan maupun laba/rugi Perseroan.
Tabel 4 - 7 : Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Proforma Perseroan (dalam ribuan rupiah)
Laporan Limited Review Penyesuaian Proforma Limited Review Proforma
KETERANGAN Per 31 Maret 2025 atas Perolehan Utang Perolehan Utang Bank Ke
Bank ke Pihak Berelasi Pihak Berelasi
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 512.484.239 512.484.239
Deposito yang dibatasi penggunaannya 100.642.796 100.642.796
Piutang usaha Pihak ketiga - setelah dikurangi
289.711.517 289.711.517
cadangan penurunan nilai
Piutang usaha Pihak berelasi 304.048.507 304.048.507
Piutang retensi 15.365.063 15.365.063
Tagihan bruto pemberi kerja atas kontrak
365.395.709 365.395.709
konstruksi
Piutang lain-lain 3.245.090 3.245.090
Persediaan - setelah dikurangi cadangan 599.543.704 599.543.704
penurunan nilai
Uang muka dan beban dibayar dimuka 340.610.333 340.610.333
Pajak dibayar dimuka 76.101.592 76.101.592
54
Page 70
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
Laporan Limited Review Penyesuaian Proforma Limited Review Proforma
KETERANGAN Per 31 Maret 2025 atas Perolehan Utang Perolehan Utang Bank Ke
Bank ke Pihak Berelasi Pihak Berelasi
Jumlah Aset Lancar 2.607.148.550 2.607.148.550
Aset Tidak Lancar
Uang muka 289.050.195 289.050.195
Piutang pihak yang berelasi - bersih 3.934.949 700.000.000 703.934.949
Pinjaman direksi dan karyawan 1.396.907 1.396.907
Aset keuangan dari kontrak konsesi 1.520.039.887 1.520.039.887
Investasi pada perusahaan asosiasi 3.907.972.715 3.907.972.715
Aset pajak tangguhan 44.892.254 44.892.254
Aset tetap setelah dikurangi akumulasi penyusutan 1.046.702.623 1.046.702.623
Goodwill 0 0
Aset lain-lain 8.929.408 8.929.408
Jumlah Aset Tidak Lancar 6.822.918.938 7.522.918.938
JUMLAH ASET 9.430.067.488 10.130.067.488
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang bank dan lembaga keuangan lainnya 403.755.219 403.755.219
Utang usaha 473.469.941 473.469.941
Utang lancar lainnya 1.794.752 1.794.752
Utang pajak 58.030.531 58.030.531
Uang muka pelanggan 111.268.810 111.268.810
Beban masih harus dibayar 597.577.964 597.577.964
Utang yang jatuh tempo dalam satu tahun: 0
Utang lain-lain 0 0
Utang pihak yang berelasi 164.842.000 164.842.000
Pinjaman bank 18.227.019 18.227.019
Utang sewa pembiayaan 9.819.470 9.819.470
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 1.838.785.706 1.838.785.706
Liabilitas Jangka Panjang
Utang pihak yang berelasi 258.694.289 258.694.289
Utang jangka panjang- setelat dikurangi bagian yang 0
jatut tempo kurang dai satu tahun:
Utang lain-lain 13.811.809 13.811.809
Pinjaman bank 2.039.050.210 700.000.000 2.739.050.210
Utang sewa pembiayaan 1.657.808 1.657.808
Liabilitas imbalan kerja karyawan 10.624.509 10.624.509
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 2.323.838.625 3.023.838.625
Jumlah Liabilitas 4.162.624.331 4.862.624.331
Ekuitas
Modal saham 892.472.776 892.472.776
Agio saham 689.146 689.146
Transaksi dengan kepentingan non pengendali 165.010 165.010
Tambahan modal disetor lainnya 40.095.547 40.095.547
Komponen lainnya dari ekuitas 1.242.943 1.242.943
Pendapatan komprehensif lainnya -7.554.882 -7.554.882
Saldo laba 4.298.738.437 4.298.738.437
Belum ditentukan penggunaannya
Ditentukan penggunaannya
Jumlah Saldo Laba 5.225.848.977 5.225.848.977
Kepentingan non pengendali 41.594.180 41.594.180
Jumlah Ekuitas 5.267.443.157 5.267.443.157
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 9.430.067.488 10.130.067.488
Sumber: Laporan Limited Review Auditor Independen
Proforma Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan
Berdasarkan laporan posisi keuangan proforma konsolidasian Perseroan, dampak langsung dari pelaksanaan
Rencana Transaksi akan berdampak pada peningkatan Aset tidak lancar Perseroan pada akun Piutang usaha
Pihak Berelasi-Bersih. Peningkatan Piutang usaha Pihak Berelasi - Bersih Perseroan ini disebabkan oleh pinjaman
modal kerja untuk kebutuhan operasional KMH sebelum Commercial Operation Date (COD) sebesar Rp700 miliar
yang merupakan fasilitas kredit term loan dari Bank Mandiri yang penyalurannya melalui rekening escrow atas
nama BUKK ke rekening escrow KMH. Dimana rekening tersebut dikelola oleh Bank Mandiri.
55
Page 71
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
Selanjutnya berdasarkan proforma, pada sisi liabilitas jangka panjang terjadi peningkatan pada akun pinjaman
bank sebesar Rp700 miliar.
4.1.3. Analisis Terhadap Proyeksi Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan Tanpa dan Dengan
Transaksi
Proyeksi Laporan Laba/Rugi Konsolidasian Perseroan Tanpa Transaksi
Tabel 4 - 8 : Proyeksi Laporan Laba/Rugi Konsolidasian Perseroan Tanpa Transaksi (dalam ribu rupiah)
Periode Proyeksi – Dengan Transaksi
Keterangan
2025 (9 bulan) 2026 2027 2028 2029 2030 2031
Pendapatan Dari Kontrak
3.117.057.186 3.951.554.329 4.113.568.057 4.282.224.347 4.457.795.546 4.640.565.163 4.830.828.335
Konstruksi dan Non Konstruksi
Beban Kontrak Konstruksi dan
2.515.029.259 3.188.351.757 3.319.074.179 3.455.156.220 3.596.817.625 3.744.287.148 3.897.802.921
Non Konstruksi
Laba Kotor 602.027.927 763.202.573 794.493.878 827.068.127 860.977.920 896.278.015 933.025.414
Beban Administrasi dan Umum
Beban penjualan -9.300.070 -11.789.881 -12.273.266 -12.776.470 -13.300.305 -13.845.617 -14.413.288
Beban umum dan administrasi -278.194.924 -342.115.443 -334.452.057 -326.960.331 -319.636.419 -312.476.563 -305.477.088
Beban keuangan -67.035.419 -84.982.111 -88.466.378 -92.093.499 -95.869.333 -99.799.976 -103.891.775
Bagian laba/(rugi) perusahaan
148.664.492 188.464.882 196.191.943 204.235.812 212.609.480 221.326.469 230.400.854
asosiasi
Pendapatan (beban) lainnya 443.547 562.294 585.348 609.347 634.330 660.338 687.412
Pendapatan bunga 0 0 0 0 0 0 0
Pendapatan lainnya 0 0 0 0 0 0 0
Administrasi dan provisi bank 0 0 0 0 0 0 0
Keuntungan (kerugian) Penj.
0 0 0 0 0 0 0
Barang Bekas
Keuntungan (kerugian) selisih
0 0 0 0 0 0 0
kurs
Total Beban Administrasi dan
-205.422.374 -249.860.258 -238.414.410 -226.985.140 -215.562.246 -204.135.349 -192.693.884
Umum
LABA SEBELUM PAJAK
396.605.554 513.342.314 556.079.468 600.082.987 645.415.674 692.142.666 740.331.529
PENGHASILAN
Manfaat (Beban) Pajak
-10.088.115 -13.057.448 -14.144.517 -15.263.796 -16.416.885 -17.605.440 -18.831.178
Penghasilan
LABA TAHUN BERJALAN
386.517.438 500.284.866 541.934.952 584.819.190 628.998.789 674.537.226 721.500.351
PENGHASILAN (RUGI)
KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang tidak akan
direklasifikasi ke laba rugi:
Keuntungar/(kerugian) aktuarial
0 0 0 0 0 0 0
Bagian penghasilan komprehensif
lain
entitas asosiasi 0 0 0 0 0 0 0
Pajak penghasilan terkait 0 0 0 0 0 0 0
PENDAPATAN
0 0 0 0 0 0 0
KOMPREHENSIF LAIN
LABA KOMPREHENSIF TAHUN
386.517.438 500.284.866 541.934.952 584.819.190 628.998.789 674.537.226 721.500.351
BERJALAN
Sumber: Perseroan
56
Page 72
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
Proyeksi Laporan Laba/Rugi Konsolidasian Perseroan Setelah Transaksi
Tabel 4 - 9 : Proyeksi Laporan Laba/Rugi Konsolidasian Perseroan dengan Transaksi (dalam ribu rupiah)
Periode Proyeksi – Dengan Transaksi
Keterangan
2025 (9 bulan) 2026 2027 2028 2029 2030 2031
Pendapatan Dari Kontrak
3.117.057.186 3.951.554.329 4.113.568.057 4.282.224.347 4.457.795.546 4.640.565.163 4.830.828.335
Konstruksi dan Non Konstruksi
Beban Kontrak Konstruksi dan
2.515.029.259 3.188.351.757 3.319.074.179 3.455.156.220 3.596.817.625 3.744.287.148 3.897.802.921
Non Konstruksi
Laba Kotor 602.027.927 763.202.573 794.493.878 827.068.127 860.977.920 896.278.015 933.025.414
Beban Administrasi dan Umum
Beban penjualan -9.300.070 -11.789.881 -12.273.266 -12.776.470 -13.300.305 -13.845.617 -14.413.288
Beban umum dan administrasi -278.194.924 -342.115.443 -334.452.057 -326.960.331 -319.636.419 -312.476.563 -305.477.088
Beban keuangan -67.035.419 -84.982.111 -88.466.378 -92.093.499 -95.869.333 -99.799.976 -103.891.775
Bagian laba/(rugi) perusahaan
148.664.492 188.464.882 196.191.943 204.235.812 212.609.480 221.326.469 230.400.854
asosiasi
Pendapatan (beban) lainnya 443.547 562.294 585.348 609.347 634.330 660.338 687.412
Pendapatan bunga 0 0 0 0 0 0 0
Pendapatan lainnya 0 0 0 0 0 0 0
Administrasi dan provisi bank 0 0 0 0 0 0 0
Keuntungan (kerugian) Penj.
0 0 0 0 0 0 0
Barang Bekas
Keuntungan (kerugian) selisih
0 0 0 0 0 0 0
kurs
Total Beban Administrasi dan
-205.422.374 -249.860.258 -238.414.410 -226.985.140 -215.562.246 -204.135.349 -192.693.884
Umum
LABA SEBELUM PAJAK
396.605.554 513.342.314 556.079.468 600.082.987 645.415.674 692.142.666 740.331.529
PENGHASILAN
Manfaat (Beban) Pajak
-10.088.115 -13.057.448 -14.144.517 -15.263.796 -16.416.885 -17.605.440 -18.831.178
Penghasilan
LABA TAHUN BERJALAN
386.517.438 500.284.866 541.934.952 584.819.190 628.998.789 674.537.226 721.500.351
PENGHASILAN (RUGI)
KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang tidak akan
direklasifikasi ke laba rugi:
Keuntungar/(kerugian) aktuarial
0 0 0 0 0 0 0
Bagian penghasilan komprehensif
lain
entitas asosiasi 0 0 0 0 0 0 0
Pajak penghasilan terkait 0 0 0 0 0 0 0
PENDAPATAN
0 0 0 0 0 0 0
KOMPREHENSIF LAIN
LABA KOMPREHENSIF TAHUN
386.517.438 500.284.866 541.934.952 584.819.190 628.998.789 674.537.226 721.500.351
BERJALAN
Sumber: Perseroan
Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan Tanpa Transaksi
Tabel 4 - 10 : Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan Tanpa Transaksi (dalam ribuan rupiah)
Periode Proyeksi – Tanpa Transaksi
Keterangan
2025 (9 bulan) 2026 2027 2028 2029 2030 2031
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 150.149.360 731.075.138 1.274.048.212 1.951.032.427 2.664.557.201 3.419.388.994 4.218.109.371
Deposito yang dibatasi penggunaannya 100.642.796 100.642.796 100.642.796 100.642.796 100.642.796 100.642.796 100.642.796
Piutang usaha Pihak ketiga - setelah dikurangi cadangan 405.061.696 385.128.472 400.918.740 417.356.408 434.468.021 452.281.210 470.824.739
penurunan nilai
Piutang usaha Pihak berelasi 465.353.925 442.453.701 460.594.303 479.478.669 499.137.295 519.601.924 540.905.603
Piutang retensi 19.890.465 18.911.649 19.687.027 20.494.195 21.334.457 22.209.169 23.119.745
Tagihan bruto pemberi kerja atas kontrak konstruksi 504.267.307 479.452.142 499.109.680 519.573.177 540.875.677 563.051.580 586.136.694
Piutang lain-lain 2.437.376 2.317.432 2.412.447 2.511.357 2.614.323 2.721.510 2.833.092
Persediaan - setelah dikurangi cadangan penurunan nilai 941.131.876 894.818.458 931.506.015 969.697.761 1.009.455.370 1.050.843.040 1.093.927.604
Uang muka dan beban dibayar dimuka 374.862.161 356.415.068 371.028.085 386.240.237 402.076.086 418.561.206 435.722.215
Pajak dibayar dimuka 76.101.592 76.101.592 76.101.592 76.101.592 76.101.592 76.101.592 76.101.592
Jumlah Aset Lancar 3.039.898.554 3.487.316.448 4.136.048.896 4.923.128.619 5.751.262.816 6.625.403.020 7.548.323.452
Aset Tidak Lancar
Uang muka 244.131.405 232.117.616 241.634.438 251.541.450 261.854.650 272.590.691 283.766.909
57
Page 73
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
Piutang pihak yang berelasi - bersih 2.771.342 2.634.964 2.742.997 2.855.460 2.972.534 3.094.408 3.221.278
Pinjaman direksi dan karyawan 1.396.907 1.396.907 1.396.907 1.396.907 1.396.907 1.396.907 1.396.907
Aset keuangan dari kontrak konsesi 1.469.496.139 1.397.204.276 1.324.912.413 1.252.620.550 1.180.328.687 1.108.036.824 1.035.744.961
Investasi pada perusahaan asosiasi 3.907.972.715 3.907.972.715 3.907.972.715 3.907.972.715 3.907.972.715 3.907.972.715 3.907.972.715
Aset pajak tangguhan 44.892.254 44.892.254 44.892.254 44.892.254 44.892.254 44.892.254 44.892.254
Aset tetap • setelah dikurangi akumulasi penyusutan 979.738.312 890.460.858 801.389.462 712.318.066 628.048.583 545.057.067 462.065.551
Goodwill 0 0 0 0 0 0 0
Aset lain-lain 9.890.843 9.404.112 9.789.680 10.191.057 10.608.890 11.043.855 11.496.653
Jumlah Aset Tidak Lancar 6.660.289.918 6.486.083.701 6.334.730.867 6.183.788.459 6.038.075.220 5.894.084.720 5.750.557.228
JUMLAH ASET 9.700.188.472 9.973.400.149 10.470.779.762 11.106.917.078 11.789.338.036 12.519.487.740 13.298.880.681
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang bank dan lembaga keuangan lainnya 403.755.219 403.755.219 403.755.219 403.755.219 403.755.219 403.755.219 403.755.219
Utang usaha 528.329.742 502.330.456 522.926.005 544.365.971 566.684.976 589.919.060 614.105.742
Utang lancar lainnya 4.605.755 4.379.104 4.558.647 4.745.552 4.940.120 5.142.664 5.353.514
Utang pajak 58.030.531 58.030.531 58.030.531 58.030.531 58.030.531 58.030.531 58.030.531
Uang muka pelanggan 158.515.593 150.714.987 156.894.301 163.326.967 170.023.373 176.994.331 184.251.099
Beban masih harus dibayar 562.008.051 534.351.444 556.259.853 579.066.507 602.808.234 627.523.372 653.251.830
Utang yang jatuh tempo dalam satu tahun:
Utang lain-lain 0 0 0 0 0 0 0
Utang pihak yang berelasi 164.842.000 93.852.289 0 0 0 0 0
Pinjaman bank 0 0 0 0 0 0 0
Utang sewa pembiayaan 9.819.470 9.819.470 9.819.470 9.819.470 9.819.470 9.819.470 9.819.470
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 1.889.906.360 1.757.233.500 1.712.244.027 1.763.110.218 1.816.061.923 1.871.184.648 1.928.567.404
Liabilitas Jangka Panjang
Utang pihak yang berelasi 93.852.289 0 0 0 0 0 0
Utang jangka panjang- setelat dikurangi bagian yang jatuh
tempo kurang dai satu tahun:
Utang lain-lain 11.136.701 10.588.660 11.022.795 11.474.730 11.945.194 12.434.947 12.944.780
Pinjaman bank 2.039.050.210 2.039.050.210 2.039.050.210 2.039.050.210 2.039.050.210 2.039.050.210 2.039.050.210
Utang sewa pembiayaan 1.657.808 1.657.808 1.657.808 1.657.808 1.657.808 1.657.808 1.657.808
Liabilitas imbalan kerja karyawan 10.624.509 10.624.509 10.624.509 10.624.509 10.624.509 10.624.509 10.624.509
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 2.156.321.517 2.061.921.187 2.062.355.322 2.062.807.257 2.063.277.721 2.063.767.474 2.064.277.307
Jumlah Liabilitas 4.046.227.877 3.819.154.688 3.774.599.349 3.825.917.475 3.879.339.644 3.934.952.122 3.992.844.711
Ekuitas
Modal saham 892.472.776 892.472.776 892.472.776 892.472.776 892.472.776 892.472.776 892.472.776
Agio saham 689.146 689.146 689.146 689.146 689.146 689.146 689.146
Transaksi dengan kepentingan non pengendali 165.010 165.010 165.010 165.010 165.010 165.010 165.010
Tambahan modal disetor lainnya 40.095.547 40.095.547 40.095.547 40.095.547 40.095.547 40.095.547 40.095.547
Komponen lainnya dari ekuitas 1.242.943 1.242.943 1.242.943 1.242.943 1.242.943 1.242.943 1.242.943
Pendapatan komprehensif lainnya -7.554.882 -7.554.882 -7.554.882 -7.554.882 -7.554.882 -7.554.882 -7.554.882
Saldo laba 4.685.255.875 5.185.540.741 5.727.475.693 6.312.294.883 6.941.293.672 7.615.830.899 8.337.331.250
Belum ditentukan penggunaannya
Ditentukan penggunaannya
Jumlah Saldo Laba 5.612.366.415 6.112.651.281 6.654.586.233 7.239.405.423 7.868.404.212 8.542.941.439 9.264.441.790
Kepentingan non pengendali 41.594.180 41.594.180 41.594.180 41.594.180 41.594.180 41.594.180 41.594.180
Jumlah Ekuitas 5.653.960.595 6.154.245.461 6.696.180.413 7.280.999.603 7.909.998.392 8.584.535.619 9.306.035.970
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 9.700.188.472 9.973.400.149 10.470.779.762 11.106.917.078 11.789.338.036 12.519.487.740 13.298.880.681
Sumber: Perseroan
Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan Dengan Transaksi
Tabel 4 - 11 : Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan dengan Transaksi (dalam miliar rupiah)
Periode Proyeksi – Dengan Transaksi
Keterangan
2025 (9 bulan) 2026 2027 2028 2029 2030 2031
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 150.149.360 731.075.138 1.274.048.212 1.951.032.427 2.664.557.201 3.419.388.994 4.218.109.371
Deposito yang dibatasi penggunaannya 100.642.796 100.642.796 100.642.796 100.642.796 100.642.796 100.642.796 100.642.796
Piutang usaha Pihak ketiga - setelah dikurangi cadangan 405.061.696 385.128.472 400.918.740 417.356.408 434.468.021 452.281.210 470.824.739
penurunan nilai
Piutang usaha Pihak berelasi 465.353.925 442.453.701 460.594.303 479.478.669 499.137.295 519.601.924 540.905.603
Piutang retensi 19.890.465 18.911.649 19.687.027 20.494.195 21.334.457 22.209.169 23.119.745
Tagihan bruto pemberi kerja atas kontrak konstruksi 504.267.307 479.452.142 499.109.680 519.573.177 540.875.677 563.051.580 586.136.694
Piutang lain-lain 2.437.376 2.317.432 2.412.447 2.511.357 2.614.323 2.721.510 2.833.092
Persediaan - setelah dikurangi cadangan penurunan nilai 941.131.876 894.818.458 931.506.015 969.697.761 1.009.455.370 1.050.843.040 1.093.927.604
Uang muka dan beban dibayar dimuka 374.862.161 356.415.068 371.028.085 386.240.237 402.076.086 418.561.206 435.722.215
Pajak dibayar dimuka 76.101.592 76.101.592 76.101.592 76.101.592 76.101.592 76.101.592 76.101.592
Jumlah Aset Lancar 3.039.898.554 3.487.316.448 4.136.048.896 4.923.128.619 5.751.262.816 6.625.403.020 7.548.323.452
Aset Tidak Lancar
Uang muka 244.131.405 232.117.616 241.634.438 251.541.450 261.854.650 272.590.691 283.766.909
Piutang pihak yang berelasi - bersih 702.771.342 624.634.964 499.642.997 364.255.460 217.672.534 58.894.408 3.221.278
Pinjaman direksi dan karyawan 1.396.907 1.396.907 1.396.907 1.396.907 1.396.907 1.396.907 1.396.907
Aset keuangan dari kontrak konsesi 1.469.496.139 1.397.204.276 1.324.912.413 1.252.620.550 1.180.328.687 1.108.036.824 1.035.744.961
Investasi pada perusahaan asosiasi 3.907.972.715 3.907.972.715 3.907.972.715 3.907.972.715 3.907.972.715 3.907.972.715 3.907.972.715
Aset pajak tangguhan 44.892.254 44.892.254 44.892.254 44.892.254 44.892.254 44.892.254 44.892.254
Aset tetap • setelah dikurangi akumulasi penyusutan 979.738.312 890.460.858 801.389.462 712.318.066 628.048.583 545.057.067 462.065.551
Goodwill 0 0 0 0 0 0 0
Aset lain-lain 9.890.843 9.404.112 9.789.680 10.191.057 10.608.890 11.043.855 11.496.653
Jumlah Aset Tidak Lancar 7.360.289.918 7.108.083.701 6.831.630.867 6.545.188.459 6.252.775.220 5.949.884.720 5.750.557.228
JUMLAH ASET 10.400.188.472 10.595.400.149 10.967.679.762 11.468.317.078 12.004.038.036 12.575.287.740 13.298.880.681
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang bank dan lembaga keuangan lainnya 403.755.219 403.755.219 403.755.219 403.755.219 403.755.219 403.755.219 403.755.219
Utang usaha 528.329.742 502.330.456 522.926.005 544.365.971 566.684.976 589.919.060 614.105.742
Utang lancar lainnya 4.605.755 4.379.104 4.558.647 4.745.552 4.940.120 5.142.664 5.353.514
58
Page 74
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
Periode Proyeksi – Dengan Transaksi
Keterangan
2025 (9 bulan) 2026 2027 2028 2029 2030 2031
Utang pajak 58.030.531 58.030.531 58.030.531 58.030.531 58.030.531 58.030.531 58.030.531
Uang muka pelanggan 158.515.593 150.714.987 156.894.301 163.326.967 170.023.373 176.994.331 184.251.099
Beban masih harus dibayar 562.008.051 534.351.444 556.259.853 579.066.507 602.808.234 627.523.372 653.251.830
Utang yang jatuh tempo dalam satu tahun:
Utang lain-lain 0 0 0 0 0 0 0
Utang pihak yang berelasi 164.842.000 93.852.289 0 0 0 0 0
Pinjaman bank 0 0 0 0 0 0 0
Utang sewa pembiayaan 9.819.470 9.819.470 9.819.470 9.819.470 9.819.470 9.819.470 9.819.470
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 1.889.906.360 1.757.233.500 1.712.244.027 1.763.110.218 1.816.061.923 1.871.184.648 1.928.567.404
Liabilitas Jangka Panjang
Utang pihak yang berelasi 93.852.289 0 0 0 0 0 0
Utang jangka panjang- setelat dikurangi bagian yang jatuh
tempo kurang dai satu tahun:
Utang lain-lain 11.136.701 10.588.660 11.022.795 11.474.730 11.945.194 12.434.947 12.944.780
Pinjaman bank 2.739.050.210 2.661.050.210 2.535.950.210 2.400.450.210 2.253.750.210 2.094.850.210 2.039.050.210
Utang sewa pembiayaan 1.657.808 1.657.808 1.657.808 1.657.808 1.657.808 1.657.808 1.657.808
Liabilitas imbalan kerja karyawan 10.624.509 10.624.509 10.624.509 10.624.509 10.624.509 10.624.509 10.624.509
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 2.856.321.517 2.683.921.187 2.559.255.322 2.424.207.257 2.277.977.721 2.119.567.474 2.064.277.307
Jumlah Liabilitas 4.746.227.877 4.441.154.688 4.271.499.349 4.187.317.475 4.094.039.644 3.990.752.122 3.992.844.711
Ekuitas
Modal saham 892.472.776 892.472.776 892.472.776 892.472.776 892.472.776 892.472.776 892.472.776
Agio saham 689.146 689.146 689.146 689.146 689.146 689.146 689.146
Transaksi dengan kepentingan non pengendali 165.010 165.010 165.010 165.010 165.010 165.010 165.010
Tambahan modal disetor lainnya 40.095.547 40.095.547 40.095.547 40.095.547 40.095.547 40.095.547 40.095.547
Komponen lainnya dari ekuitas 1.242.943 1.242.943 1.242.943 1.242.943 1.242.943 1.242.943 1.242.943
Pendapatan komprehensif lainnya -7.554.882 -7.554.882 -7.554.882 -7.554.882 -7.554.882 -7.554.882 -7.554.882
Saldo laba 4.685.255.875 5.185.540.741 5.727.475.693 6.312.294.883 6.941.293.672 7.615.830.899 8.337.331.250
Belum ditentukan penggunaannya
Ditentukan penggunaannya
Jumlah Saldo Laba 5.612.366.415 6.112.651.281 6.654.586.233 7.239.405.423 7.868.404.212 8.542.941.439 9.264.441.790
Kepentingan non pengendali 41.594.180 41.594.180 41.594.180 41.594.180 41.594.180 41.594.180 41.594.180
Jumlah Ekuitas 5.653.960.595 6.154.245.461 6.696.180.413 7.280.999.603 7.909.998.392 8.584.535.619 9.306.035.970
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 10.400.188.472 10.595.400.149 10.967.679.762 11.468.317.078 12.004.038.036 12.575.287.740 13.298.880.681
Sumber: Perseroan
Proyeksi Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan Tanpa Transaksi
Tabel 4 - 12 : Proyeksi Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan tanpa Transaksi (dalam ribuan rupiah)
Periode Proyeksi – Tanpa Transaksi
Keterangan
2025 (9 bulan) 2026 2027 2028 2029 2030 2031
Arus Kas dari Aktivitas Operasi:
Laba Komprehensif tahun Berjalan 386.517.438 500.284.866 541.934.952 584.819.190 628.998.789 674.537.226 721.500.351
Depresiasi 66.964.311 89.277.454 89.071.396 89.071.396 84.269.483 82.991.516 82.991.516
Perubahan Modal Kerja -848.133.357 -80.928.405 -160.325.136 -69.198.234 -72.035.362 -74.988.812 -78.063.353
Arus kas bersih diperoleh dari Aktivitas Operasi -394.651.608 508.633.915 470.681.211 604.692.352 641.232.910 682.539.931 726.428.514
Arus Kas dari Aktivitas Investasi:
Aset keuangan dari kontrak konsesi 50.543.748 72.291.863 72.291.863 72.291.863 72.291.863 72.291.863 72.291.863
Investasi pada perusahaan asosiasi 0 0 0 0 0 0 0
Aset tetap • setelah dikurangi akumulasi penyusutan 0 0 0 0 0 0 0
Goodwill 0 0 0 0 0 0 0
Arus kas bersih dipergunakan untuk Aktivitas Investasi 50.543.748 72.291.863 72.291.863 72.291.863 72.291.863 72.291.863 72.291.863
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan.:
Utang bank dan lembaga keuangan lainnya 0 0 0 0 0 0 0
Pinjaman bank -18.227.019 0 0 0 0 0 0
Utang sewa pembiayaan 0 0 0 0 0 0 0
Pinjaman bank 0 0 0 0 0 0 0
Utang sewa pembiayaan 0 0 0 0 0 0 0
Modal saham 0 0 0 0 0 0 0
Agio saham 0 0 0 0 0 0 0
Transaksi dengan kepentingan non pengendali 0 0 0 0 0 0 0
Tambahan modal disetor lainnya 0 0 0 0 0 0 0
Komponen lainnya dari ekuitas 0 0 0 0 0 0 0
Pendapatan komprehensif lainnya 0 0 0 0 0 0 0
Penyesuaian Saldo Laba 0 0 0 0 0 0 0
Kepentingan non pengendali 0 0 0 0 0 0 0
Arus kas bersih diperoleh dari (dipergunakan untuk) -18.227.019 0 0 0 0 0 0
Aktivitas Pendanaan
Kenaikan bersih kas dan setara kas -362.334.879 580.925.778 542.973.074 676.984.215 713.524.773 754.831.794 798.720.377
Kas dan setara kas pada awal tahun 512.484.239 150.149.360 731.075.138 1.274.048.212 1.951.032.427 2.664.557.201 3.419.388.994
Kas dan setara kas akhir tahun 150.149.360 731.075.138 1.274.048.212 1.951.032.427 2.664.557.201 3.419.388.994 4.218.109.371
Sumber: Perseroan
59
Page 75
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
Proyeksi Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan Dengan Transaksi
Tabel 4 - 13 : Proyeksi Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan dengan Transaksi (dalam miliar rupiah)
Periode Proyeksi – Dengan Transaksi
Keterangan
2025 (9 bulan) 2026 2027 2028 2029 2030 2031
Arus Kas dari Aktivitas Operasi:
Laba Komprehensif tahun Berjalan 386.517.438 500.284.866 541.934.952 584.819.190 628.998.789 674.537.226 721.500.351
Depresiasi 66.964.311 89.277.454 89.071.396 89.071.396 84.269.483 82.991.516 82.991.516
Perubahan Modal Kerja -1.548.133.357 -2.928.405 -35.225.136 66.301.766 74.664.638 83.911.188 -22.263.353
Arus kas bersih diperoleh dari Aktivitas Operasi -1.094.651.608 586.633.915 595.781.211 740.192.352 787.932.910 841.439.931 782.228.514
Arus Kas dari Aktivitas Investasi:
Aset keuangan dari kontrak konsesi 50.543.748 72.291.863 72.291.863 72.291.863 72.291.863 72.291.863 72.291.863
Investasi pada perusahaan asosiasi 0 0 0 0 0 0 0
Aset tetap • setelah dikurangi akumulasi penyusutan 0 0 0 0 0 0 0
Goodwill 0 0 0 0 0 0 0
Arus kas bersih dipergunakan untuk Aktivitas Investasi 50.543.748 72.291.863 72.291.863 72.291.863 72.291.863 72.291.863 72.291.863
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan.:
Utang bank dan lembaga keuangan lainnya 0 0 0 0 0 0 0
Pinjaman bank -18.227.019 0 0 0 0 0 0
Utang sewa pembiayaan 0 0 0 0 0 0 0
Pinjaman bank 700.000.000 -78.000.000 -125.100.000 -135.500.000 -146.700.000 -158.900.000 -55.800.000
Utang sewa pembiayaan 0 0 0 0 0 0 0
Modal saham 0 0 0 0 0 0 0
Agio saham 0 0 0 0 0 0 0
Transaksi dengan kepentingan non pengendali 0 0 0 0 0 0 0
Tambahan modal disetor lainnya 0 0 0 0 0 0 0
Komponen lainnya dari ekuitas 0 0 0 0 0 0 0
Pendapatan komprehensif lainnya 0 0 0 0 0 0 0
Penyesuaian Saldo Laba 0 0 0 0 0 0 0
Kepentingan non pengendali 0 0 0 0 0 0 0
Arus kas bersih diperoleh dari (dipergunakan untuk) 681.772.981 -78.000.000 -125.100.000 -135.500.000 -146.700.000 -158.900.000 -55.800.000
Aktivitas Pendanaan
Kenaikan bersih kas dan setara kas -362.334.879 580.925.778 542.973.074 676.984.215 713.524.773 754.831.794 798.720.377
Kas dan setara kas pada awal tahun 512.484.239 150.149.360 731.075.138 1.274.048.212 1.951.032.427 2.664.557.201 3.419.388.994
Kas dan setara kas akhir tahun 150.149.360 731.075.138 1.274.048.212 1.951.032.427 2.664.557.201 3.419.388.994 4.218.109.371
Sumber: Perseroan
4.1.4. Analisis Inkremental Keuangan
Analisis Inkremental keuangan atas Transaksi Perseroan dilakukan untuk mengukur perubahan dari Transaksi
Perseroan dengan membandingkan proyeksi tanpa dan dengan Transaksi Perseroan untuk periode 2025 (9 bulan)
sampai dengan 2031.
Inkremental Pada Proyeksi Laporan Laba/Rugi
Berdasarkan perbandingan proyeksi laporan laba/rugi tanpa dan dengan transaki terlihat bahwa Rencana
Transaksi yang akan dilakukan tidak berdampak pada kegiatan usaha utama Perseroan sehingga tidak ada
dampak pada pendapatan yang berasal dari kegiatan utama begitu juga dari sisi biayanya.
Inkremental Pada Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
Pemberian pinjaman ini tidak berdampak pada kas keluar Perseroan karena sumber dana dari pemberian pinjaman
tidak berasal kas internal, tapi sepenuhnya berasal dari Bank Mandiri, sehingga pemberian pinjaman ini tidak
memberikan tekanan pada likuiditas keuangan Perseroan. Dampak yang relevan pada proyeksi posisi keuangan
yang terdampak langsung dari pemberian pinjaman ini adalah pada sisi Aset Tidak Lanca terdapat peningkatan
pada akun Piutang Usaha Pihak Berelasi - Bersih dan dari sisi Liabilitas Jangka Panjang terjadi peningkatan pada
akun Pinjaman bank. Peningkatan pada akun piutang usaha pihak berelasi - bersih dan pinjaman bank pada tahun
2025 setelah terjadinya transaksi adalah Rp700 miliar yang mana akan tereliminasi setelah KMH melakukan
pembayaran pokok pinjaman kepada Bank Mandiri melalui rekening escrow KMH yang penyalurannya melalui
rekening escrow atas nama BUKK dan selanjutnya diteruskan ke Bank Mandiri. Dimana sesuai rencana
pembayaran hutang KMH, pinjaman tersebut akan dilunasi pada tahun 2031.
60
Page 76
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
Inkremental Pada Proyeksi Laporan Arus Kas
Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya diatas, tidak ada dampak yang terjadi pada arus kas keluar pada
saat pemberian pinjaman dilakukan karena sumber dana dari pemberian pinjaman tidak berasal dari kas internal
Perseroan ataupun dari pinjaman yang dilakukan oleh Perseroan tapi sepenuhnya berasal dari Bank Mandiri yang
sebagiannya diakui sebagai porsi pinjaman dari Perseroan. Dampak inkremental yang terjadi dari transaksi
pemberian pinjaman ini tidak berdampak pada arus kas perusahaan, dimana arus kas masuk dari Bank mandiri
melalui rekening escrow BUKK akan langsung dipindahbukukan ke rekening escrow KMH, sehingga tidak ada
dampak kas pada Perseroan.
4.1.5. Analisis Dampak Leverage Keuangan Atas Transaksi
Perseroan tidak memiliki dampak leverage secara langsung dalam transaksi ini. Hal ini dikarenakan dana pinjaman
bersumber dari fasilitas kredit Term Loan dari Bank Mandiri. Transaksi pinjaman ini meningkatkan Debt to Equity
Perusahaan yang sebelumnya adalah 0,8X menjadi 0,9X. Berdasarkan rasio Debt to Equity Perseroan yang
menjadi 0,9X menunjukkan bahwa Perseroan tetap konservatif dalam melakukan pembiayaan dimana komposisi
ekuitas tetap lebih tinggi dibanding total kewajiban Perseroan.
4.2. Analisis Kuantitatif Pada KMH
4.2.1. Analisis Kinerja Historis Keuangan KMH
1. Analisis Kinerja Keuangan Historis KMH
Tabel 4 - 14 : Pergerakan Historis Laba/Rugi KMH (dalam rupiah)
Periode Aktual
KETERANGAN 2020 2021 2022 2023 2024 31 Maret 2025
Audited Audited Audited Audited Audited Audited
Pendapatan Usaha 0 0 0 0 0 0
Beban Pokok Usaha 0 0 0 0 0 0
Laba Kotor 0 0 0 0 0 0
Beban Usaha
Beban Umum dan Administrasi -29.368.166.690 -20.117.363.145 -24.717.635.185 -29.774.601.867 -42.032.190.364 -19.658.035.706
Jumlah Beban Usaha -29.368.166.690 -20.117.363.145 -24.717.635.185 -29.774.601.867 -42.032.190.364 -19.658.035.706
RUGI USAHA -29.368.166.690 -20.117.363.145 -24.717.635.185 -29.774.601.867 -42.032.190.364 -19.658.035.706
PENDAPATAN/(BEBAN) LAIN - LAIN
Pendapatan Bunga dan Jasa Giro 3.538.775.694 480.395.200 342.541.420 384.097.871 2.934.974.141 2.832.532.241
Laba/(Rugi) Selisih Kurs - Bersih 5.276.022.205 2.380.361.824 4.425.172.407 -8.606.158.012 17.431.081.925 5.718.974.377
Beban Administrasi dan Provisi Bank -110.965.210 -242.866.180 -231.516.329 -132.457.177 -109.973.140 -19.072.534
Pajak Jasa Giro -22.034.142 -65.232.908 -58.095.436 -59.798.491 -117.352.950 -35.881.869
Pendapatan (Beban) Lainnya 9.822.654 -20.780.095 401.410.634 -262.827.301 19.310.872 -1.752.964
Jumlah Pendapatan/ (Beban)
8.691.621.201 2.531.877.841 4.879.512.696 -8.677.143.110 20.158.040.848 8.494.799.251
Lainnya
RUGI SEBELUM PAJAK -20.676.545.489 -17.585.485.304 -19.838.122.489 -38.451.744.977 -21.874.149.516 -11.163.236.455
MANFAAT (BEBAN) PAJAK
PENGHASILAN
- Pajak Kini 0 0 0 0 0 0
- Pajak Tangguhan 65.415.039 1.173.248.390 197.705.949 125.696.813 18.541.754 760.385.521
Jumlah Manfaat (Beban) Pajak
65.415.039 1.173.248.390 197.705.949 125.696.813 18.541.754 760.385.521
Penghasilan
RUGI PERIODE BERJALAN -20.611.130.450 -16.412.236.914 -19.640.416.540 -38.326.048.164 -21.855.607.762 -10.402.850.934
PENDAPATAN (BEBAN)
KOMPREHENSIF LAIN
- Pengukuran Kembali Imbalan
14.788.063 -818.109.446 4.672.518.573 435.439.636 133.616.156
Pasca Kerja
61
Page 77
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
- Dampak Pajak Tangguhan -3.253.374 179.984.078 -1.027.954.086 -95.796.720 -29.395.554
Jumlah Pendapatan (Beban)
11.534.689 -638.125.368 3.644.564.487 339.642.916 104.220.602 0
Komprehensif Lain
RUGI KOMPREHENSIF PERIODE
-20.599.595.761 -17.050.362.282 -15.995.852.053 -37.986.405.248 -21.751.387.160 -10.402.850.934
BERJALAN
Sumber: KMH dari Perseroan
Pendapatan
Pada Tahun 2020, 2021, 2022, 2023 dan 2024 dan 2025 PT Kerinci Merangin Hidro belum memiliki pendapatan.
Laba/Rugi Sebelum Pajak Penghasilan
Tahun 2020 laba/rugi sebelum pajak penghasilan PT Kerinci Merangin Hidro tercatat rugi sebesar Rp20,67 miliar.
Pada tahun 2021 tercatat rugi sebesar Rp17,58 miliar. Pada tahun 2022 tercatat rugi sebesar Rp19,83 miliar. Pada
tahun 2023 tercatat rugi sebesar Rp38,45 miliar dan pada tahun 2024 tercatat rugi sebesar Rp21,87 miliar. Pada
31 Maret 2025 tercatat rugi sebesar Rp11,16 miliar.
Laba/Rugi Tahun Berjalan
Tahun 2020 laba/rugi tahun berjalan PT Kerinci Merangin Hidro tercatat rugi sebesar Rp20,61 miliar. Pada tahun
2021 tercatat rugi sebesar Rp16,41 miliar. Pada tahun 2022 tercatat rugi sebesar Rp19,64 miliar. Pada tahun 2023
tercatat rugi sebesar Rp38,32 miliar dan pada tahun 2024 tercatat rugi sebesar Rp21,85 miliar. Pada 31 Maret
2025 tercatat rugi sebesar Rp10,40 miliar.
Laba/Rugi Komprehensif Tahun Berjalan
Tahun 2020 laba/rugi komprehensif periode berjalan KMH tercatat rugi sebesar Rp20,59 miliar. Pada tahun 2021
KMH mencatat rugi sebesar Rp17,05 miliar. Pada tahun 2022 KMH mencatatkan kembali rugi sebesar Rp15,99
miliar. Pada tahun 2023 KMH mencatatkan rugi menjadi Rp37,98 miliar, dan sampai dengan tahun 2024 KMH
mencatatkan rugi sebesar Rp21,75 miliar. Pada 31 Maret 2025 tercatat rugi sebesar Rp10,40 miliar.
Tabel 4 - 15 : Pergerakan Historis Jumlah Aset KMH (dalam ribuan rupiah)
Periode Aktual
KETERANGAN 2020 2021 2022 2023 2024 Maret 2025
Audited Audited Audited Audited Audited Audited
Aset
Aset Lancar:
Kas dan Setara Kas 143.952.647 72.481.507 105.728.093 98.020.744 190.644.380 321.777.736
Piutang Lainnya – Pihak
Berelasi 970.128 1.404.475 1.184.800 987.299 4.838.674 4.257.965
Pihak Ketiga 0 0 0 0 0 881.817
Pajak Dibayar Dimuka 0 0 0 0 24.971.724 26.268.738
Uang Muka 75.899.467 26.661.147 231.764.376 245.707.928 15.712.524 11.903.437
Total Aset Lancar 220.822.243 100.547.131 338.677.269 344.715.972 236.167.303 365.089.696
Aktiva Tidak Lancar:
Aset Pajak Tangguhan 329.043 1.682.276 852.028 881.928 871.074 1.631.459
Aset Tetap - Setelah
Dikurangi
Akumulasi Penyusutan 381.540.615 455.548.478 415.199.753 283.573.404 277.697.222 282.833.620
Aset Hak Guna 0 0 28.787.630 20.909.609 13.031.588 11.062.082
Aset Pembangkit Listrik
Tenaga Air 2.389.179.229 4.092.723.017 6.645.163.487 9.851.273.695 13.203.518.142 14.004.532.058
Total Aktiva Tetap 2.771.048.888 4.549.953.771 7.090.002.899 10.156.638.637 13.495.118.026 14.300.059.221
JUMLAH ASET 2.991.871.132 4.650.500.902 7.428.680.169 10.501.354.610 13.731.285.330 14.665.148.917
Sumber/ Source: KMH dari Perseroan
Jumlah Aset
Pada tahun 2020 jumlah aset PT Kerinci Merangin Hidro tercatat sebesar Rp2,99 triliun. Pada tahun 2021 jumlah
aset naik sebesar 55,44% menjadi Rp4,65 triliun. Pada tahun 2022 jumlah aset KMH kembali meningkat sebesar
59,74% menjadi Rp7,42 triliun. Tahun 2023 jumlah aset meningkat sebesar 41,36% menjadi Rp10,50 triliun. Pada
tahun 2024 jumlah aset meningkat sebesar 30,76% menjadi Rp13,73 triliun. Pada 31 Maret 2025 jumlah aset
62
Page 78
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
meningkat menjadi Rp14,66 triliun.
Secara keseluruhan dari tahun 2020 sampai dengan 31 Mei 2025 komponen utama jumlah aset KMH terdiri dari
aset tidak lancar yang didominasi oleh oleh Aset Pembangkit Listrik Tenaga Air. Sedangkan aset lancar didominasi
oleh kas dan setara kas.
Tabel 4 - 16 : Pergerakan Historis Jumlah Liabilitas dan Ekuitas KMH (dalam rupiah)
Periode Aktual
KETERANGAN 2020 2021 2022 2023 2024 Maret 2025
Audited Audited Audited Audited Audited Audited
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang Usaha 341.477.409.649 266.706.969.345 98.847.198.048 178.997.499.542 115.869.198.995 158.779.650.794
Utang Kepada Lembaga Keuangan
Lainnya yang Jatuh Tempo Dalam 17.698.776.963 9.851.918.663 0 0 0
Satu Tahun
Utang Pajak 307.537.414 8.788.692.568 8.116.537.328 4.137.952.353 3.891.609.755 9.118.974.800
Biaya Yang Masih Harus Dibayar 1.608.681.133 3.363.870.119 4.572.548.133 4.481.895.195 299.082.253 353.301.730
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 361.092.405.159 288.711.450.695 111.536.283.509 187.617.347.090 120.059.891.003 168.251.927.324
Liabilitas Jangka Panjang
Utang Bank 1.804.416.582.920 3.056.279.257.547 0 0 0 0
Utang Kepada Lembaga Keuangan
9.848.464.348 0 0 0 0 0
Lainnya Jangka Panjang
Utang Sindikasi 0 0 5.479.449.497.073 7.859.593.590.879 10.702.627.715.108 11.273.895.899.211
Utang Kepada Pihak Berelasi 724.733.467 724.733.467 253.410.064.566 597.174.725.523 122.440.199.705 443.618.936.140
Liabilitas Imbalan Pasca Kerja 1.857.609.104 7.904.486.342 4.899.201.914 5.070.229.094 4.010.194.583 7.637.675.069
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 1.816.847.389.839 3.064.908.477.356 5.737.758.763.553 8.461.838.545.496 10.829.078.109.396 11.725.152.510.420
Jumlah LIABILITAS 2.177.939.794.998 3.353.619.928.051 5.849.295.047.062 8.649.455.892.586 10.949.138.000.399 11.893.404.437.744
53,98% 74,42% 47,87% 26,59%
EKUITAS
Modal Saham - Nilai Nominal Rp.
851.500.000.000 1.351.500.000.000 1.650.000.000.000 1.960.500.000.000 2.790.500.000.000 2.790.500.000.000
1.000.000,- Per Saham
Saldo Laba -37.612.157.972 -54.024.394.886 0 0 122.000.000.000 122.000.000.000
Akumulasi Kerugian 0 0 -73.664.811.427 -111.990.859.591 -133.846.467.353 -144.249.318.287
Pendapatan Komprehensif Lain 43.495.144 -594.630.224 3.049.934.263 3.389.577.179 3.493.797.781 3.493.797.781
Jumlah Ekuitas 813.931.337.172 1.296.880.974.890 1.579.385.122.836 1.851.898.717.588 2.782.147.330.428 2.771.744.479.494
59,34% 21,78% 17,25% 50,23% -0,37%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 2.991.871.132.170 4.650.500.902.941 7.428.680.169.898 10.501.354.610.174 13.731.285.330.827 14.665.148.917.238
Sumber: KMH dari Perseroan
Jumlah Liabilitas
Pada tahun 2020 jumlah liabilitas PT Kerinci Merangin Hidro tercatat sebesar Rp2,17 triliun. Pada tahun 2021
meningkat sebesar 53,98% menjadi Rp3,35 triliun. Pada tahun 2022 jumlah liabilitas KMH meningkat sebesar
74,42% menjadi Rp5,84 triliun. Pada tahun 2023 jumlah liabilitas KMH kembali meningkat sebesar 47,87% menjadi
Rp8,64 triliun, pada tahun 2024 jumlah liabilitas KMH naik sebesar 26,59% menjadiRp10,94 triliun. Pada 31 Mei
tahun 2025 jumlah liabilitas KMH kembali menjadi Rp11,89 triliun.
Secara keseluruhan dari tahun 2020 sampai dengan 31 Maret 2025 komponen utama liabilitas KMH terdiri dari
liabilitas jangka panjang yang didominasi oleh utang. Sedangkan liabilitas jangka pendek didominasi oleh utang
usaha.
Jumlah Ekuitas
Pada tahun 2020 jumlah ekuitas KMH tercatat sebesar Rp813,9 miliar, pada tahun 2021 jumlah ekuitas Perseroan
naik sebesar 59,34% menjadi Rp1,29 triliun, tahun 2022 jumlah ekuitas Perseroan naik sebesar 21,78% menjadi
Rp1,57 triliun dan pada tahun 2023 jumlah ekuitas KMH meningkat sebesar 17,25% menjadi sebesar Rp1,85 triliun
dan pada tahun 2024 jumlah ekuitas KMH juga meningkat sebesar 50,23% menjadi sebesar Rp2,78 triliun. Pada
31 Mei 2025 jumlah ekuitas KMH tercatat sebesar Rp2,77 triliun.
63
Page 79
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
2. Analisis Arus Kas Historis KMH
Tabel 4 - 17 : Pergerakan Historis Arus Kas KMH (dalam rupiah)
Periode Aktual
KETERANGAN
2020 2021 2022 2023 2024 31 Maret 2025
Arus Kas Dari Aktifitas Operasi
Pembayaran Kas Kepada Pemasok -161.721.257.349 0 0 0
Pembayaran Untuk Beban Usaha 0 672.900.318 -19.254.336.664 -28.273.889.708 -34.033.729.785 -12.970.867.628
Penerimaan/(Pembayaran) Kegiatan
Usaha Lainnya 3.143.273.996 -282.830.712 459.090.345 581.597.872 2.628.003.267 7.813.007.914
Jumlah Arus Kas Bersih Digunakan
Untuk Aktivitas Operasi -158.577.983.353 390.069.606 -18.795.246.319 -27.692.291.836 -31.405.726.518 -5.157.859.714
Arus Kas Dari Aktifitas Investasi
Uang Muka Pembelian -121.100.815.868 30.938.482.845 -215.019.182.192 -13.943.551.850 293.790.337.629 3.809.086.448
Perolehan Aset Tetap -9.875.824.742 -69.514.332.683 -2.840.501.846 -972.129.511 -289.225.849 -6.283.287.744
Perolehan Aset Pembangkit Tenaga Air -1.223.865.433.692 -1.769.833.073.087 -2.226.850.097.174 -2.594.860.827.192 -3.468.504.259.729 -802.310.929.884
Jumlah Arus Kas Bersih Digunakan
Untuk Aktivitas Investasi -1.354.842.074.302 -1.808.408.922.925 -2.444.709.781.212 -2.609.776.508.553 -3.175.003.147.949 -804.785.131.180
Arus Kas Dari Aktifitas Pendanaan
Penerimaan Utang Sindikasi 1.386.406.474.482 1.251.862.674.627 1.929.678.359.172 1.984.102.948.308 2.843.034.124.229 571.268.184.103
Penerimaan Pihak Berelasi 50.287.000.000 0 274.000.000.000 343.764.660.957 -478.570.531.474 364.089.188.234
Pembayaran Sewa Pembiayaan -15.778.443.904 -17.695.322.648 -9.851.918.663 0 0 0
Setoran Modal 205.870.000.000 500.000.000.000 298.500.000.000 310.500.000.000 952.000.000.000 0
Jumlah Arus Kas Bersih Digunakan
Untuk Aktivitas Pendanaan 1.626.785.030.578 1.734.167.351.979 2.492.326.440.509 2.638.367.609.265 3.316.463.592.755 935.357.372.337
Kenaikan (Penurunan) Bersih Kas
dan Setara Kas 113.904.972.923 -73.851.501.342 28.821.412.978 898.808.876 110.054.718.288 125.414.381.443
Saldo Kas Dan Setara Kas Awal
Periode 24.771.652.235 143.952.647.363 72.481.507.845 105.728.093.230 98.020.744.094 190.644.380.457
Pengaruh Selisih Kurs 5.276.022.205 2.380.361.824 4.425.172.407 -8.606.158.012 -17.431.081.925 5.718.974.377
Saldo Kas Dan Setara Kas Akhir
Periode 143.952.647.363 72.481.507.845 105.728.093.230 98.020.744.094 190.644.380.457 321.777.736.277
Sumber: KMH dari Perseroan
Aktivitas Operasi
Arus kas KMH dari aktivitas operasi tahun 2020 tercatat sebesar -Rp158,57 miliar, tahun 2021 tercatat sebesar
Rp390,06 juta, tahun 2022 tercatat sebesar -Rp18,79 miliar, dan pada tahun 2023 tercatat sebesar -Rp27,69 miliar,
pada tahun 2024 tercatat -Rp31,40 miliar. Pada 31 Mei 2025 tercatat sebesar -Rp5,16 miliar.
Aktivitas Investasi
Arus kas KMH dari aktivitas investasi tahun 2020 tercatat sebesar -Rp1,35 triliun,tahun 2021 tercatat sebesar -
Rp1,80 triliun, tahun 2022 tercatat sebesar -Rp2,44 triliun, tahun 2023 tercatat sebesar -Rp2,60 triliun, dan pada
tahun 2024 tercatat sebesar -Rp3,17 triliun. Pada 31 Mei 2025 tercatat sebesar -Rp804 miliar.
Aktivitas Pendanaan
Arus kas KMH dari aktivitas pendanaan tahun 2020 tercatat sebesar Rp1,62 triliun, tahun 2021 tercatat sebesar
Rp1,73 triliun, tahun 2022 tercatat sebesar Rp2,49 triliun, tahun 2023 tercatat sebesar Rp2,63 triliun, dan pada
tahun 2024 tercatat sebesar Rp3,31 triliun. Pada 31 Mei 2025 tercatat sebesar Rp935,36 miliar.
64
Page 80
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
3. Analisis Rasio Keuangan Historis KMH
Tabel 4 - 18 : Rasio Keuangan Historis KMH
2020 2021 2022 2023 2024 2025
Keterangan
31 Des 31 Des 31 Des 31 Des 31 Des 31 Maret
Rasio Likuiditas
Rasio Kas 6,6% 2,2% 1,8% 1,1% 1,7% 2,7%
Rasio Lancar 61,2% 34,8% 303,6% 183,7% 196,7% 217,0%
Rasio Cepat 61,2% 34,8% 303,6% 183,7% 196,7% 217,0%
Rasio Solvabilitas
Net Debt to Equity Ratio 0,8X 0,6 X 0,6 X 0,8X 0,8X 0,8X
Rasio Profitabilitas
Margin Laba Usaha - - - - - -
Margin Laba Bersih - - - - - -
ROA (2025 disetahunkan) -0,7% -0,4% -0,2% -0,4% -0,2% -0,1%
ROE (2025 disetahunkan) -2,5% -1,3% -1,0% -2,1% -0,8% -0,4%
Sumber: KMH dari Perseroan
Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk membayar seluruh kewajiban- kewajibannya
yang akan jatuh tempo. Likuiditas KMH diukur dengan menggunakan rasio kas, rasio lancar dan rasio cepat.
Rasio kas, rasio lancar dan rasio cepat KMH per 31 Mei 2025 masing-masing sebesar 2,7%, 217% dan 217%.
Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas menunjukkan sejauh mana perusahaan menggunakan utang untuk membiayai operasinya.
Solvabilitas KMH diukur dengan menggunakan rasio utang terhadap ekuitas atau Debt to Equity Ratio (DER).
DER KMH per 31 Mei 2025 sebesar 0,8 x.
Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan dalam mengelola aset-asetnya dengan tujuan
akhir mengoptimalkan pengembalian yangdapat diperoleh para penyedia modal. Profitabilitas KMH diukur dengan
rasio imbal hasil aset atau Return on Assets (ROA) dan rasio imbal hasil ekuitas atau Return on Equity (ROE).
4.2.2. Analisis Proyeksi Laporan Keuangan KMH
Proyeksi Laporan Laba/Rugi KMH
Tabel 4 - 19 : Proyeksi Laporan Laba/Rugi KMH (dalam usd juta)
Proyeksi
Keterangan
2025 (9 bulan) 2026 2027 2028 2029 2030 2031
PENDAPATAN 262,52 2.122,97 2.130,30 2.137,68 2.145,12 2.152,62 2.160,18
BEBAN LANGSUNG :
Beban Ops & Maintenance Langsung 110,45 157,78 165,67 173,96 182,65 191,79 201,37
Penyusutan 105,22 631,32 631,32 631,32 631,32 631,32 631,32
TOTAL BEBAN LANGSUNG 215,67 789,10 796,99 805,28 813,97 823,11 832,70
LABA (RUGI) KOTOR 46,85 1.333,87 1.333,31 1.332,41 1.331,15 1.329,51 1.327,49
BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
65
Page 81
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
Proyeksi
Keterangan
2025 (9 bulan) 2026 2027 2028 2029 2030 2031
Admin Expenses & Ops 80,71 84,96 89,21 93,67 98,35 103,27 108,43
Penyusutan 9,26 14,04 14,04 14,04 14,04 14,04 14,04
TOTAL BEBAN UMUM DAN
ADMINISTRASI 89,97 99,00 103,25 107,71 112,40 117,31 122,48
LABA (RUGI) KOTOR USAHA -43,12 1.234,86 1.230,06 1.224,70 1.218,75 1.212,20 1.205,01
PENDAPATAN & BEBAN LAIN-LAIN :
PENDAPATAN LAIN-LAIN
Jasa Giro 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
Laba (Rugi) Kurs -26,61 -34,10 -32,40 -29,60 -26,40 -23,30 -19,90
Lainnya
TOTAL PENDAPATAN LAIN-LAIN -26,61 -34,10 -32,40 -29,60 -26,40 -23,30 -19,90
BEBAN LAIN-LAIN
Bunga Bank Sindikasi 0,00 697,60 646,50 587,60 524,40 456,60 383,90
Bunga Afiliasi 14,70 54,20 45,20 34,90 23,60 11,40 0,90
Lainnya 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
Selisih Kurs 2,49 7,79 9,55 9,55 9,55 9,55 9,55
TOTAL BEBAN LAIN-LAIN 17,19 759,59 701,25 632,05 557,55 477,55 394,35
TOTAL PENDAPATAN DAN BEBAN
LAIN-LAIN -43,80 -793,69 -733,65 -661,65 -583,95 -500,85 -414,25
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK -86,91 441,17 496,41 563,05 634,80 711,35 790,76
PAJAK PENGHASILAN BADAN 0,00 97,06 109,21 123,87 139,66 156,50 173,97
LABA (RUGI) SETELAH PAJAK -86,91 344,11 387,20 439,18 495,15 554,85 616,79
Sumber: KMH dari Perseroan (diolah)
Pendapatan
Pendapatan KMH di tahun 2025 diproyeksikan mencapai 262,5juta usd dan terus meningkat menjadi 2.160,18juta
usd di tahun 2031 atau secara total tumbuh 722,86% atau tumbuh secara CAGR sebesar 42,09%
Laba/Rugi Setelah Pajak
Laba/Rugi Setelah Pajak KMH tahun 2025 diproyeksikan rugi sebesar 86,91juta usd dan KMH sudah membukukan
laba di tahun 2026 sebesar 344,11juta usd dan diproyeksikan terus tumbuh hingga tahun 2031 dimana KMH
membukukan laba sebesar 616,79juta usd.
Proyeksi Laporan Posisi Keuangan KMH
Tabel 4 - 20 : Proyeksi Laporan Posisi Keuangan KMH (dalam miliar rupiah)
Proyeksi
Keterangan
2025 (9 bulan) 2026 2027 2028 2029 2030 2031
ASET
ASET LANCAR :
Kas dan Setara Kas 237,2 770,1 778,0 763,5 723,8 656,9 674,8
Piutang Usaha 262,5 176,9 177,5 178,1 178,8 179,4 180,0
Piutang Lain-Lain 5,2 5,2 5,2 5,2 5,2 5,2 5,2
Uang Muka - - - - - - -
Total Aset Lancar 504,9 952,2 960,7 946,8 907,7 841,5 860,0
ASET TIDAK LANCAR :
Aset Tetap PLTA-Nilai Buku 14.345,5 13.714,1 13.082,8 12.451,5 11.820,2 11.188,9 10.557,5
Aset Tetap Lainnya Nilai Buku 285,5 271,5 257,5 243,4 229,4 215,3 201,3
Total Aset Tidak Lancar 14.631,0 13.985,6 13.340,3 12.694,9 12.049,5 11.404,2 10.758,8
TOTAL ASET 15.135,9 14.937,8 14.301,0 13.641,7 12.957,3 12.245,6 11.618,8
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS :
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang Usaha - - - - - - -
Biaya Yang Masih Harus Dibayar - 97,1 109,2 123,9 139,7 156,5 174,0
Total liabilitas Jangka Pendek - 97,1 109,2 123,9 139,7 156,5 174,0
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang Bank Sindikasi 11.300,5 10.739,3 9.828,2 8.850,6 7.801,9 6.677,5 5.472,2
Utang Berelasi-SM - - - - - - -
Utang Berelasi-RPC 700,0 622,0 496,9 361,4 214,7 55,8 -
Imbalan Pasca Kerja 4,0 4,0 4,0 4,0 4,0 4,0 4,0
Total liabilitas Jangka Panjang 12.004,5 11.365,3 10.329,1 9.216,0 8.020,6 6.737,3 5.476,2
Total liabilitas 12.004,5 11.462,4 10.438,3 9.339,9 8.160,3 6.893,8 5.650,2
EKUITAS :
Modal Disetor 2.790,5 2.790,5 2.790,5 2.790,5 2.790,5 2.790,5 2.790,5
Tambahan Modal Disetor 565,6 565,6 565,6 565,6 565,6 565,6 565,6
66
Page 82
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
Proyeksi
Keterangan
2025 (9 bulan) 2026 2027 2028 2029 2030 2031
Laba (Rugi) Ditahan (137,9) (224,8) 119,3 506,5 945,7 1.440,9 1.995,7
Laba (Rugi) Berjalan (86,9) 344,1 387,2 439,2 495,1 554,9 616,8
Penghasilan Komprehensif Lain - - - - - - -
Total Ekuitas 3.131,4 3.475,5 3.862,7 4.301,8 4.797,0 5.351,8 5.968,6
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 15.135,9 14.937,8 14.301,0 13.641,7 12.957,3 12.245,6 11.618,8
Sumber: KMH dari Perseroan (diolah)
Jumlah Aset
Jumlah Aset KMH di tahun 2025 diproyeksikan mencapai Rp15,139 triliun dan mengalami penurunan menjadi
Rp11,618 triliun di tahun 2031. Penurunan ini dikarenakan depresiasi dan amortisasi atas aset tetap dan serta
karena ada pembayaran pokok pinjaman baik pinjaman kepada bank maupun pinjaman kepada pemegang saham.
Jumlah Liabilitas
Jumlah liabilitas KMH di tahun 2024 diproyeksikan sebesar Rp12,004 triliun dan terus turun menjadi Rp5,650 triliun
di tahun 2031. Penurunan ini dikarenakan adanya pembayaran utang bunga dan pokok atas pinjaman yang
diterima baik dari pinjaman bank maupun pinjaman kepada pemegang saham.
Jumlah Ekuitas
Jumlah ekuitas KMH di tahun 2025 diproyeksikan sebesar Rp3,131 triliun dan menjadi Rp11,618 triliun di tahun
2031. Ekuitas perusahaan terus meningkat seiring dengan peningkatan Laba (Rugi) ditahan KMH, dimana pada
tahun Laba (Rugi) ditahan perusahaan sudah membukukan nilai positif di tahun 2027 sebesar Rp119,3 miliar.
Proyeksi Laporan Arus Kas KMH
Tabel 4 - 21 : Proyeksi Laporan Arus Kas KMH (dalam usd juta)
Proyeksi
Keterangan
2025 (9 bulan) 2026 2027 2028 2029 2030 2031
I. CASH IN OPERASIONAL
PENDAPATAN 262,52 2.122,97 2.130,30 2.137,68 2.145,12 2.152,62 2.160,18
PIUTANG USAHA :
Awal 0,00 262,52 176,91 177,52 178,14 178,76 179,39
Akhir -262,52 -176,91 -177,52 -178,14 -178,76 -179,39 -180,02
TOTAL CASH IN-OPERASIONAL 0,00 2.208,58 2.129,69 2.137,07 2.144,50 2.152,00 2.159,55
II. CASH IN NON-OPERASIONAL
Dana Pemegang Saham 0,00 0,00
Dana Afiliasi 700,00 0,00
TOTAL CASH IN NON-OPERASIONAL 700,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
TOTAL CASH IN 700,00 2.208,58 2.129,69 2.137,07 2.144,50 2.152,00 2.159,55
II. CASH OUT
Utang Usaha 164,23 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
Beban Ops & Maintenance Langsung 110,45 157,78 165,67 173,96 182,65 191,79 201,37
Admin Expenses & Ops 80,71 84,96 89,21 93,67 98,35 103,27 108,43
Pembayaran Pokok Sindikasi 0,00 595,30 943,50 1.007,20 1.075,10 1.147,70 1.225,20
Pembayaran Bunga Sindikasi 412,00 697,60 646,50 587,60 524,40 456,60 383,90
Pembayaran Pokok Afiliasi 0,00 78,00 125,10 135,50 146,70 158,90 55,80
Pembayaran Bunga Afiliasi 14,70 54,20 45,20 34,90 23,60 11,40 0,90
Selisih Kurs 2,49 7,79 9,55 9,55 9,55 9,55 9,55
Pajak Penghasilan Badan 0,00 97,06 109,21 123,87 139,66 156,50
TOTAL CASH OUT 784,58 1.675,63 2.121,79 2.151,58 2.184,22 2.218,86 2.141,66
NET CASH FLOW -84,58 532,94 7,90 -14,51 -39,72 -66,87 17,90
ACCUMULATED 237,19 770,13 778,03 763,52 723,80 656,93 674,83
Sumber: KMH dari Perseroan
Saldo Kas di tahun 2025 tercatat 237,19 juta usd dan tumbuh menjadi 674,83 juta usd di tahun 2031. Dalam periode
proyeksi 2025 sampai dengan 2031 saldo kas relatif berfluktuasi karena pembayaran pokok pinjaman dan beban
bunga.
67
Page 83
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
4.2.3. Analisis Kemampuan Pengembalian Pokok Pinjaman dan Pembayaran Bunga dari KMH
Berikut adalah tabel rencana pengembalian pokok dan pembayaran bunga atas pinjaman yang diterima.
Tabel 4 - 22 : Rencana Pengembalian Pokok dan Beban Bunga Kepada Pemegang Saham (dalam miliar rupiah)
Angsuran
No. Bulan Tahun Penarikan Bunga (8%) Outstand Pokok- Bunga
Pokok
1 Jun - - - -
2 Jul 200,00 - 1,33 200,00
3 Aug 100,00 - 2,00 300,00
4 Sep 2025 100,00 - 2,67 400,00
5 Okt 100,00 - 3,33 500,00
6 Nov 100,00 - 4,00 600,00
7 Des 100,00 - 4,67 700,00
8 Jan - 4,67 700,00
9 Feb - 4,67 700,00
10 Mar - 4,67 700,00
11 Apr - 4,67 700,00
12 May 9,53 4,67 690,47 14,19
13 Jun 9,59 4,60 680,88 14,19
2026
14 Jul 9,65 4,54 671,23 14,19
15 Aug 9,72 4,47 661,51 14,19
16 Sep 9,78 4,41 651,73 14,19
17 Okt 9,85 4,34 641,88 14,19
18 Nov 9,91 4,28 631,96 14,19
19 Des 9,98 4,21 621,98 14,19
20 Jan 10,05 4,15 611,94 14,19
21 Feb 10,11 4,08 601,82 14,19
22 Mar 10,18 4,01 591,64 14,19
23 Apr 10,25 3,94 581,39 14,19
24 May 10,32 3,88 571,07 14,19
25 Jun 10,39 3,81 560,69 14,19
2027
26 Jul 10,46 3,74 550,23 14,19
27 Aug 10,53 3,67 539,71 14,19
28 Sep 10,60 3,60 529,11 14,19
29 Okt 10,67 3,53 518,45 14,19
30 Nov 10,74 3,46 507,71 14,19
31 Des 10,81 3,38 496,90 14,19
32 Jan 10,88 3,31 486,02 14,19
33 Feb 10,95 3,24 475,07 14,19
34 Mar 11,03 3,17 464,04 14,19
35 Apr 11,10 3,09 452,94 14,19
35 May 11,17 3,02 441,77 14,19
37 Jun 11,25 2,95 430,52 14,19
2028
38 Jul 1132 2,87 419,19 14,19
39 Aug 11,40 2,79 407,79 14,19
40 Sep 11,47 2,72 396,32 14,19
41 Okt 1135 2,64 384,77 14,19
42 Nov 11,63 2,57 373,14 14,19
43 Des 11,71 2,49 361,43 14,19
44 Jan 11,78 2,41 349,65 14,19
45 Feb 2029 11,86 2,33 337,79 14,19
46 Mar 11,94 2,25 325,85 14,19
68
Page 84
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
Angsuran
No. Bulan Tahun Penarikan Bunga (8%) Outstand Pokok- Bunga
Pokok
47 Apr 12,02 2,1' 313,83 14,19
48 May 12,10 2,09 301,72 14,19
49 Jun 12,18 2,01 289,54 14,19
50 Jul 12,26 1,93 277,28 14,19
51 Aug 12,34 1,85 264,93 14,19
52 Sep 12,43 1,77 252,51 14,19
53 Okt 12,51 1,68 240,00 14,19
54 Nov 12,59 1,60 227,40 14,19
55 Des 12,68 1,52 214,73 14,19
56 Jan 12,76 1,43 201,96 14,19
57 Feb 12,85 1,35 189,12 14,19
58 Mar 12,93 1,26 176,18 14,19
59 Apr 13,02 1,17 163,17 14,19
_60 May 13,11 1,09 150,06 14,19
61 Jun 13,19 1,00 136,87 14,19
2030
62 Jul 13,28 0,91 123,59 14,19
63 Aug 13,37 0,82 110,22 14,19
64 Sep 13,46 0,73 96,76 14,19
65 Okt 13,55 0,65 83,21 14,19
66 Nov 13,64 0,55 69,57 14,19
67 Des 13,73 0,46 55,84 14,19
68 Jan 13,82 0,37 42,02 14,19
69 Feb 13,91 0,28 28,11 14,19
2031
70 Mar 14,01 0,19 14,10 14,19
71 Apr 14,10 0,09 14,19
TOTAL 700,00 700,00 186,10 851,40
Sumber: KMH dari Perseroan, diolah
Beban bunga secara keseluruhan yang timbul dari pinjaman kepada pemegang saham adalah sebesar Rp186,10
miliar dengan tingkat suku bunga 8,00% p.a.
Pembayaran pokok pinjaman direncanakan mulai tahun 2026 sebesar Rp58,8 miliar.Keseluruhan pinjaman kepada
pemegang saham dapat dilunasi KMH ditahun 2031.
Rencana pembayaran bunga KMH, dimana KMH mulai melalukan penarikan pinjaman pada bulan juli 2025
sebesar Rp200 miliar dan dengan masa grace period selama 10 bulan sehingga KMH mulai melakukan
pembayaran bunga pada bulan juli 2025 sebesar Rp 1,33miliar. Rencana KMH dalam melakukan penarikan
pinjaman sebesar Rp700 miliar akan dilakukan dari bulan Juli hingga Desember 2025, dimana berdasarkan
proyeksi bahwa KMH sudah mulai beroperasi pada 15 November 2025 sesuai dengan tanggal COD. Tanggal
COD tersebut adalah di mana unit pembangkit listrik secara resmi dinyatakan telah menyelesaikan seluruh
tahapan konstruksi, pengujian, dan pengoperasian awal (commissioning), serta telah memenuhi seluruh
persyaratan teknis dan administratif sesuai ketentuan dalam Perjanjian Jual Beli Listrik (Power Purchase
Agreement / PPA) antara PT PLN (Persero) dan PT Kerinci Merangin Hidro, sehingga mulai beroperasi secara
komersial dan berhak menerima pembayaran atas energi listrik yang disalurkan kepada PLN.
69
Page 85
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
5. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil kajian dan analisis yang telah dilakukan terhadap seluruh aspek yang terkait dalam rangka
menentukan keseluruhan dampak dari Rencana Transaksi yang akan dilakukan sesuai dengan pendekatan dan
metodologi yang digunakan baik secara analisis kualitatif, analisis kuantitatif, analisis terhadap Rencana Transaksi
danfaktor-faktor lain yang relevan, maka KJPP YDR sebagai penilai independen berpendapat bahwa Rencana
Transaksi yang akan dilakukan yaitu berupa pemberian pinjaman kepada KMH dari Perseroan dengan nilai total
sebanyak banyaknya mencapai Rp700.000.000.000 dengan tingkat suku bunga sebesar 8,00% per tahun adalah
wajar.
Demikian kesimpulan ini kami buat, dan kembali kami tegaskan bahwa kami tidak menarik keuntungan apapun
darinilai yang disampaikan.
70
Names mentioned 110 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT KERINCI MERANGIN HIDRO Kantor Pusat
p.1
unresolved
person
KH. Guru Amin Km.
p.1 ×7
unresolved
org
KJPP YUFRIZAL
p.2 ×81
unresolved
org
DENY KAMAL dan REKAN
p.2 ×7
unresolved
org
PT Kerinci Merangin Hidro.
p.2 ×95
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Yufrizal
p.2
unresolved
org
KJPP YDR
· Penilai
p.2 ×17
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.2 ×2
unresolved
org
PT PLN
p.3 ×13
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Yufrizal Deny Kamal dan Rekan
p.3 ×2
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Yufrizal Deny Kamal
p.3 ×2
unresolved
person
Abdullah Afifuddin Suhaeli
p.5 ×4
unresolved
person
Teguh Wicaksana Sari
· Direktur
p.5 ×19
unresolved
org
PT Kerinci Merangin Hidro DAFTAR ISI DAFTAR ISI
p.11
unresolved
org
PT Kerinci Merangin Hidro DAFTAR TABEL Tabel
p.13
unresolved
org
PT Kerinci Merangin Hidro DAFTAR GRAFIK Grafik
p.14
unresolved
org
Bank Indonesia
p.14 ×32
unresolved
org
PT Kerinci Merangin Hidro DAFTAR GAMBAR Gambar
p.15
unresolved
org
Kementerian Keuangan Republik Indonesia
p.17
unresolved
person
Ir. Mahrani
p.17 ×2
unresolved
—
MAPPI
p.17
unresolved
—
STTD
p.17
unresolved
—
STTD OJK (IKNB)
p.17
unresolved
—
Telepon/Fax
p.17
unresolved
—
IKJPP
· Penilai
p.19
unresolved
person
Akuntan Pubik Rahman Akbar
p.20 ×4
unresolved
person
Akuntan PubikRahman Akbar
p.20
unresolved
org
Suganda Akna Suhri & Rekan
p.20
unresolved
org
PT Kerinci Merangin Hidro CA
p.21
unresolved
person
CMA
p.21 ×2
unresolved
person
Akuntan Pubik Yansyafrin
p.21
unresolved
person
Akuntan Pubik Rahmat Sukendar
p.21 ×6
unresolved
org
Heliantoro dan Rekan
p.21 ×2
unresolved
person
Acep Kusmayadi
p.21
unresolved
org
Bank Mandiri No. CMB.
p.21 ×3
unresolved
org
PT Kerinci Merangin Hidro Tabel
p.22 ×2
unresolved
—
M Rizky Eka Yudhanto
· Legal
p.22
unresolved
—
Asjhari Cahyadi
· Legal
p.22
unresolved
—
Uyung
· Keuangan
p.22
unresolved
person
KMH
· Direktur
p.22 ×5
unresolved
—
M Yusuf
· GM Finance
p.22
unresolved
—
Yaya
· Finance
p.22
unresolved
—
Tio
· Accounting
p.22
unresolved
—
Rimba
· Legal
p.22
unresolved
org
PT Surveyor Indonesia
p.24 ×3
unresolved
person
Haji Bebasa Daeng Lalo
p.26 ×2
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.26 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.26 ×6
unresolved
person
Sripati Marliza
p.26 ×2
unresolved
person
Egi Anggiawati Padli
· Notaris
p.26 ×3
unresolved
person
Andy Azis
p.28 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-
p.28
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
p.28 ×3
unresolved
org
PT Bone Kapital Investindo
p.29
unresolved
org
PT Kalla Bakti Negeri
p.29
unresolved
person
Akta Notaris Didiek Harianto
p.29 ×4
unresolved
person
Dra. Hj. Fatimah Kalla
p.29
unresolved
person
Ir. Alimuddin
p.29
unresolved
org
PT Kerinci Merangin Hidro Gambar
p.30
unresolved
org
PT Kerinci Merangin Hidro KMH
p.31
unresolved
org
PT Kerinci Merangin Hidro B. KMH
p.33
unresolved
org
Arbitrase Nasional Indonesia
p.33
unresolved
org
Bank Mandiri. Selanjutnya
p.33
unresolved
org
PT Kerinci Merangin Hidro Angsuran
p.38 ×2
unresolved
org
Bank Campuran
p.40
unresolved
org
Natural Gas Corporation
p.43 ×2
unresolved
org
Bukaka International LLC
p.43
unresolved
org
PT Bumi Mineral Sulawesi. Kendati
p.43
unresolved
org
PT Kerinci Merangin Hidro Sumber
p.45
unresolved
org
PT Kerinci Merangin Hidro Grafik
p.48 ×3
unresolved
org
PT Kerinci Merangin Hidro Transmisi
p.50
unresolved
org
PT Kerinci Merangin Hidro Stabilitas
p.54
unresolved
org
Pusat Statistik
p.54 ×2
unresolved
org
PT Kerinci Merangin Hidro PDB
p.55
unresolved
org
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
p.55
unresolved
org
PT Kerinci Merangin Hidro Sektor
p.56
unresolved
org
Kementerian Energi
p.56
unresolved
org
PT Kerinci Merangin Hidro Meskipun
p.57
unresolved
org
PT Bumi Mineral Sulawesi. Transaksi
p.60
unresolved
org
PT Kerinci Merangin
p.61
unresolved
org
PT Kerinci Merangin Hidro Hidro
p.62
unresolved
org
PT Kerinci Merangin Hidro Aktivitas Operasi Arus
p.67
unresolved
org
PT Kerinci Merangin Hidro Solvabilitas
p.68
unresolved
org
Bank Ke Per
p.68 ×2
unresolved
org
Bank Ke Bank
p.69 ×2
unresolved
org
PT Kerinci Merangin Hidro Selanjutnya
p.71
unresolved
org
PT Kerinci Merangin Hidro Proyeksi
p.72 ×4
unresolved
org
PT Kerinci Merangin Hidro Piutang
p.73
unresolved
org
PT Kerinci Merangin Hidro Periode Proyeksi
p.74
unresolved
org
Bank Mandiri. Dimana
p.75
unresolved
org
PT Kerinci Merangin Hidro Inkremental Pada Proyeksi
p.76
unresolved
org
Bank Mandiri. Transaksi
p.76
unresolved
org
Bank Sindikasi
p.81 ×2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.182
9535 ms
12 Sep 2026 22:37
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'AFFILIATED',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': '38'}