Skip to content
Back to announcement

20250724_BUKK_Informasi Transaksi Afiliasi_31917264_lamp2.pdf

Asset transaction Needs review BUKK

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 85

Page 1
                                PENDAPAT KEWAJARAN ATAS PINJAMAN
                                  DARI PT BUKAKA TEKNIK UTAMA Tbk
                                 KEPADA PT KERINCI MERANGIN HIDRO




Kantor Pusat :
Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312
Email : kjpp.ydr2@gmail.com

Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
Telp : 0822-2501-2708
Email : satrio.kjppydr@gmail.com
Page 2
                                                                                  Kantor Pusat :
                                                                                  Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
                                                                                  Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
                               KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN                Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312


         Y DR
                                                                                  Email : kjpp.ydr2@gmail.com
                               Penilaian Properti & Bisnis
                                                                                  Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
                               Nomor Izin : 2.16.0138
                                                                                  Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
                               Wilayah Kerja Seluruh Indonesia                    Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
                                                                                  Telp : 0822-2501-2708
                                                                                  Email : satrio.kjppydr@gmail.com


     No. Laporan: 00324/2.0138-00/BS/03/0423/1/VII/2025                                              Jakarta, 22 Juli 2025

     Kepada Yth.

     Direksi
     PT Bukaka Teknik Utama Tbk
     Jl. Raya Narogong-Bekasi Km 19,5 RT 003 RW 002,
     Kel. Limusnunggal, Kec. Cileungsi
     Kab. Bogor, Provinsi Jawa Barat, 16820

      Perihal   : Laporan Pendapat Kewajaran Pemberian Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk
                  kepada PT Kerinci Merangin Hidro.

     Dengan hormat,

     Memenuhi permintaan manajemen PT Bukaka Teknik Utama Tbk (“BUKK atau Perseroan”) sebagaimana yang
     kami terima, bahwa manajemen BUKK telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik Yufrizal, Deny Kamal dan
     Rekan (“YDR”) dengan Penawaran Jasa KJPP YDR Nomor: 01/YDR-B/PNR-BV/VII/2025 tanggal 1 Juli 2025
     yang telah disetujui dan ditandatangani oleh BUKK, untuk memberikan Pendapat Kewajaran Rencana Pemberian
     Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) kepada PT Kerinci Merangin Hidro (KMH).

     Pada 16 Juli 2025, perseroan telah membuat perjanjian hutang piutang dimana Perseroan setuju dan
     bersedia memberikan Pinjaman kepada KMH dengan jumlah total maksimal sebesar Rp700.000.000.000
     (tujuh ratus miliar), untuk selanjutnya disebut "Transaksi Perseroan".

     Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, hubungan kepemilikan saham, PT Bukaka Teknik Utama
     Tbk adalah pemegang saham tidak langsung melalui entitas anak Perusahaan PT Bukaka Mega Investama (PT
     BMI) dimana Perusahaan memiliki 99,89% kepemilikan di PT BMI dan PT BMI memiliki 48,92% kepemilikan di
     PT Kerinci Merangin Hidro. Dengan demikian antara PT Bukaka Teknik Utama Tbk dan PT Kerinci Merangin
     Hidro terdapat hubungan afiliasi. Selanjutnya Suhaelli Kalla merupakan Presiden Komisaris di Perseroan dan
     Komisaris di KMH, Abdullah Afifuddin Suhaeli merupakan Direktur di Perseroan dan di KMH, Teguh Wicaksana
     Sari merupakan Direktur di Perseroan dan di KMH.

     Dengan demikian rencana transaksi Perseroan termasuk Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud termasuk
     kategori Transaksi Afiliasi berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/ POJK.04/ 2020 tanggal
     1 Juli 2020, tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan ("POJK 42/2020").

     KJPP YDR adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang memiliki izin berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan
     Republik Indonesia Nomor: 921/KM.1/2016 dengan nomor izin usaha 2.16.0138 tertanggal 2 September
     2016.dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

1.   LATAR BELAKANG PENUGASAN

     PT Bukaka Teknik Utama Tbk merupakan sebuah perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (public
     company) yang didirikan di Indonesia. Bidang usaha Perseroan meliputi bidang rekayasa, pengadaan dan
     konstruksi. PT Bukaka Teknik Utama Tbk berdomisili di Cileungsi - Bogor dengan kantor di Jl. Raya Narogong
     Bekasi Km. 19.5 RT 003 RW 002, Kel. Limusnunggal, Kec. Cileungsi, Kab. Bogor, Provinsi Jawa Barat, 16820
     dengan nomor telepon (021) 8232323, nomor faksimili (021) 8231150, alamat email: legal@bukaka.com, dan



                                        Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 3
                                                                                  Kantor Pusat :
                                                                                  Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
                                                                                  Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
                               KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN                Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312


         Y DR
                                                                                  Email : kjpp.ydr2@gmail.com
                               Penilaian Properti & Bisnis
                                                                                  Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
                               Nomor Izin : 2.16.0138
                                                                                  Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
                               Wilayah Kerja Seluruh Indonesia                    Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
                                                                                  Telp : 0822-2501-2708
                                                                                  Email : satrio.kjppydr@gmail.com


     alamat website https://www.bukaka.com.

     KMH merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pembangkit listrik. Saat ini listrik merupakan salah satu
     kebutuhan yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Listrik dibutuhkan tidak hanya untuk penerangan,
     melainkan juga untuk melakukan aktifitas kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan kegiatan sosial dan
     ekonomi masyarakat. Dengan ditandatanganinya Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik / Power Purchase
     Agreement (PPA) antara PT PLN (persero) dengan PT Kerinci Merangin Hidro tanggal 15 November 2018, KMH
     telah membangun suatu Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berkapasitas 4 x 87,5 MW dengan nama PLTA
     Merangin yang berlokasi di Desa Bedeng V Kecamatan Batang Merangin Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi.
     Proyek pembangunan PLTA Merangin 350 MW telah masuk pada Project I PP PLN dalam RUPTL PT PLN
     (Persero) tahun 2018-2027. Dengan 4 (Empat) unit pembangkit maka gedung sentral pembangkit (Power House)
     juga akan terdiri dari 15 unit Tower Transmisi dengan lokasi yang berbeda.

     Pada 16 Juli 2025, perseroan telah membuat perjanjian hutang piutang dimana Perseroan setuju dan
     bersedia memberikan Pinjaman kepada KMH dengan jumlah total maksimal sebesar Rp700.000.000.000
     (tujuh ratus miliar), untuk selanjutnya disebut "Transaksi Perseroan"

     Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, hubungan kepemilikan saham, PT Bukaka Teknik Utama
     Tbk adalah pemegang saham tidak langsung melalui entitas anak Perusahaan PT Bukaka Mega Investama (PT
     BMI) dimana Perusahaan memiliki 99,89% kepemilikan di PT BMI dan PT BMI memiliki 48,92% kepemilikan di
     PT Kerinci Merangin Hidro. Dengan demikian antara PT Bukaka Teknik Utama Tbk dan PT Kerinci Merangin
     Hidro terdapat hubungan afiliasi. Selanjutnya Suhaelli Kalla merupakan Presiden Komisaris di Perseroan dan
     Komisaris di KMH, Abdullah Afifuddin Suhaeli merupakan Direktur di Perseroan dan di KMH, Teguh Wicaksana
     Sari merupakan Direktur di Perseroan dan di KMH.

     Dengan demikian rencana transaksi Perseroan termasuk Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud termasuk
     kategori Transaksi Afiliasi berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/ POJK.04/ 2020 tanggal
     1 Juli 2020, tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan ("POJK 42/2020").

     Sebagai perusahaan terbuka, Perseroan wajib menaati Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk
     melaksanakan transaksi tersebut, terutama Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020.

     Sehubungan dengan Rencana Transaksi tersebut, Perseroan telah menunjuk serta menggunakan pendapat dari
     Kantor Jasa Penilai Publik Yufrizal Deny Kamal dan Rekan (“YDR”), selaku penilai independen yang
     memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi tersebut.

2.   IDENTITAS PEMBERI TUGAS DAN PENGGUNA LAPORAN

             Nama Pemberi Tugas                       :    PT Bukaka Teknik Utama Tbk Tbk
             Bidang Usaha                             :    Rekayasa, pengadaan dan konstruksi
             Alamat                                   :    Jl. Raya Narogong Bekasi Km. 19.5 RT 003 RW 002,
                                                           Kel. Limusnunggal, Kec. Cileungsi Kab. Bogor,
                                                           Provinsi Jawa Barat, 16820
             Telepon/Fax                              :    021-8232323/021-8231150
             Email                                    :    legal@bukaka.com
             Website                                  :    www.bukaka.com




                                        Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 4
                                                                                   Kantor Pusat :
                                                                                   Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
                                                                                   Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
                                KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN                Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312


         Y DR
                                                                                   Email : kjpp.ydr2@gmail.com
                                Penilaian Properti & Bisnis
                                                                                   Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
                                Nomor Izin : 2.16.0138
                                                                                   Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
                                Wilayah Kerja Seluruh Indonesia                    Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
                                                                                   Telp : 0822-2501-2708
                                                                                   Email : satrio.kjppydr@gmail.com


3.   TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN

     Tujuan Laporan Pendapat Kewajaran ini adalah untuk memberikan opini atas kewajaran transaksi
     pemberian fasilitas pinjaman oleh Perseroan kepada KMH, sebagaimana didefinisikan dalam laporan ini
     dalam rangka memenuhi ketentuan POJK 42/2020, tidak untuk perpajakan, perbankan serta tidak untuk
     bentuk Transaksi Perseroan lainnya.

4.   OBYEK ANALISIS PENDAPAT KEWAJARAN

     Obyek analisis kewajaran adalah transaksi pemberian fasilitas pinjaman oleh Perseroan kepada KMH.

5.   SIFAT TRANSAKSI PERSEROAN

     Transaksi Afiliasi

     Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, hubungan kepemilikan saham, PT Bukaka Teknik Utama
     Tbk adalah pemegang saham tidak langsung melalui entitas anak Perusahaan PT Bukaka Mega Investama (PT
     BMI) dimana Perusahaan memiliki 99,89% kepemilikan di PT BMI dan PT BMI memiliki 48,92% kepemilikan di
     PT Kerinci Merangin Hidro. Dengan demikian antara PT Bukaka Teknik Utama Tbk dan PT Kerinci Merangin
     Hidro terdapat hubungan afiliasi. Selanjutnya Suhaelli Kalla merupakan Presiden Komisaris di Perseroan dan
     Komisaris di KMH, Abdullah Afifuddin Suhaeli merupakan Direktur di Perseroan dan di KMH, Teguh Wicaksana
     Sari merupakan Direktur di Perseroan dan di KMH.

     Dengan demikian rencana transaksi Perseroan termasuk Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud termasuk
     kategori Transaksi Afiliasi berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/ POJK.04/ 2020 tanggal
     1 Juli 2020, tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan ("POJK 42/2020").

     Sebagai perusahaan terbuka, Perseroan wajib menaati Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk
     melaksanakan transaksi tersebut, terutama Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020.

     Berikut Struktur Kepemilikan KMH pada Perseroan dan Hubungan Afiliasi Pengurus Pihak-Pihak yang Bertransaksi.

                                                   Struktur Kepemilikan KMH




                                         Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 5
                                                                                        Kantor Pusat :
                                                                                        Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
                                                                                        Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
                                KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN                     Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312


         Y DR
                                                                                        Email : kjpp.ydr2@gmail.com
                                Penilaian Properti & Bisnis
                                                                                        Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
                                Nomor Izin : 2.16.0138
                                                                                        Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
                                Wilayah Kerja Seluruh Indonesia                         Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
                                                                                        Telp : 0822-2501-2708
                                                                                        Email : satrio.kjppydr@gmail.com


                                  Hubungan Afiliasi Pengurus Pihak-Pihak yang Bertransaksi
        No.                           Nama                                   Perseroan                              KMH
        1     Suhaelli Kalla                                                       PK                                  K
        2     Abdullah Afifuddin Suhaeli                                           D                                   D
        3     Teguh Wicaksana Sari                                                 D                                   D

     Keterangan:
              PK           :   Presiden Komisaris
              K            :   Komisaris
              D            :   Direktur

     Selanjutnya, berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Transaksi Perseroan bukan merupakan
     transaksi yang mengandung benturan kepentingan sebagaimana didefinisikan dalam POJK 42/2020 dan
     tidak termasuk Transaksi Material sebagaimana dimaksud dalam POJK 17/2020.

     Untuk memenuhi ketentuan dalam POJK 42/2020, Perseroan telah menunjuk YDR sebagai Penilai
     lndependen untuk memberikan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Perseroan sebagaimana diinformasikan di
     atas bagi para pemegang saham Perseroan.

6.   RUANG LINGKUP PENDAPAT KEWAJARAN

     Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran akan didasarkan pada analisis atas kewajaran dari Transaksi
     Perseroan untuk memenuhi ketentuan POJK 42/2020.

     Ruang lingkup Pendapat Kewajaran antara lain indentifikasi masalah (indentifikasi batasan, maksud, dan
     tujuan serta objek), pengumpulan data dan wawancara, analisis transaksi, analisis kewajaran transaksi,
     penyusunan laporan.

7.   ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS

     Asumsi
     1. Laporan disusun dengan asumsi bahwa tidak terdapat perubahan atas kondisi persyaratan sejak tanggal
        diterbitkannya Laporan.
     2. Laporan disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan serta
        peraturan-peraturan Pemerintah terkait dengan Rencana Transaksi yang akan dilakukan setelah tanggal
        Laporan ini diterbitkan paling lambat 30 September 2025.
     3. Laporan harus di pandang sebagai satu kesatuandan penggunaan sebagian dari analisis dan informasi tanpa
        mempertimbangkan informasi dan analisis lainnya secara utuh sebagai satu kesatuan dapat menyebabkan
        pandangan dan kesimpulan yang menyesatkan atas proses yang mendasari pendapat kewajaran.
     4. KJPP YDR mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan Laporan ini sampai dengan tanggal terjadinya
        seluruh transaksi dalam Rencana Transaksi, tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara
        material terhadap asumsi- asumsi yang digunakan dalam penyusunan pendapat kewajaran. Kami tidak
        bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan (update) pendapat kami
        karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal Laporan.
     5. Laporan ini bersifat non-disclaimer opinion, kami telah melakukan penelaahan atas dokumen- dokumen yang
        digunakan dalam proses penyusunan pendapat kewajaran, data daninformasi yang diperoleh berasal baik



                                         Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 6
                                                                             Kantor Pusat :
                                                                             Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
                                                                             Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
                          KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN                Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312


    Y DR
                                                                             Email : kjpp.ydr2@gmail.com
                          Penilaian Properti & Bisnis
                                                                             Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
                          Nomor Izin : 2.16.0138
                                                                             Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
                          Wilayah Kerja Seluruh Indonesia                    Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
                                                                             Telp : 0822-2501-2708
                                                                             Email : satrio.kjppydr@gmail.com


    dari Perseroan maupun dari sumber lain yang dapat dipercaya keakuratannya.
6. Laporan ini disusun dengan menggunakan proyeksi keuangan yang disiapkan oleh Perseroan dengan
    mencerminkan kewajaran proyeksi dan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
7. Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan analisis kewajaran proyeksi keuangan yang telah disiapkan
    Perseroan.
8. Kami bertanggung jawab atas opini yang dihasilkan dalam Laporan.
9. Laporan ini bersifat terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia yang dapat
    mempengaruhi operasional Perseroan.
10. Kami telah memperoleh informasi atas status hukum objek pendapat kewajaran dari Perseroan.

Kondisi Pembatas
1. KJPP YDR tidak melakukan proses due diligence terhadap entitas atau pihak-pihak yang melaksanakan
   Rencana Transaksi.
2. Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan keakuratan, kehandalan dan kelengkapan dari semua
   informasi keuangan dan informasi lainnya yang diberikan kepada kami oleh Perseroan atau yang tersedia
   secara umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap dan tidak menyesatkan.
3. Kami juga berpegang kepada surat pernyataan (representation letter) dari Perseroan atas penugasan kami
   untuk mempersiapkan Laporan,bahwa Perseroan telah menyampaikan seluruh informasi penting dan relevan
   berkenaan dengan Laporan dan sepanjang pengetahuan Perseroan tidak ada faktor material yang belum
   diungkapkan dan dapat menyesatkan.
4. Laporan atas Rencana Transaksi ini dipersiapkan menggunakan data dan informasi sebagaimana
   diungkapkan diatas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir
   pendapat kami secara material. Oleh karenanya, kami tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan
   atas Laporan kami dikarenakan adanya perubahan data dan informasi tersebut.
5. Jasa yang kami berikan kepada Perseroan dalamkaitannya dengan Rencana Transaksi ini hanya merupakan
   pemberian pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi yang akan dilakukan dan bukan jasa audit,
   akuntansi atau perpajakan. Kami tidak melakukan keabsahan Rencana Transaksi dari aspek hukum dan
   implikasi aspek perpajakan dari transaksi tersebut.
6. Kami tidak melakukan audit ataupun uji tuntas secara mendetail atas penjelasan maupun data-data yang
   diberikan oleh Perseroan, baik lisan maupun tulisan. Dengan demikian kami tidak dapat memberikan jaminan
   atau bertanggung- jawab terhadap kebenaran dan kelengkapan dari informasi atau penjelasan tersebut.
7. Laporan ini disusun hanya dengan mempertimbangkan sudut pandang Perseroan dan tidak
   mempertimbangkan sudut pandang stakeholders lain serta aspek-aspek lainnya.
8. Dengan ini kami menyatakan bahwa penugasan kami tidak termasuk menganalisis transaksi- transaksi diluar
   Tujuan Penilaian yang mungkin tersedia bagi Perseroan serta pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut
   terhadap Tujuan Penilaian, dan juga bukan merupakan analisis penggunaan yang paling mungkin dan optimal
   dari Tujuan Penilaian.
9. Mengingat bahwa ada kemungkinan terjadinya perbedaan waktu dari tanggal Laporan ini dengan
   pelaksanaan Rencana Transaksi, maka kesimpulan laporan yang diinformasikan dalam laporan ini, hanya
   berlaku apabila tidak ada perubahan signifikan yang akan berdampak material terhadap kewajaran dari
   Transaksi Perseroan. Perubahan tersebut termasuk perubahan baik secara internal pada masing-masing
   perusahaan maupun secara eksternal meliputi: kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan
   keuangan, serta peraturan Pemerintah Indonesia setelah tanggal pendapat kewajaran. Bila mana setelah
   tanggal Laporan ini dikeluarkan terjadi perubahan tersebut di atas, maka Laporan atas Rencana Transaksi
   ini mungkin berbeda.




                                   Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 7
                                                                                   Kantor Pusat :
                                                                                   Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
                                                                                   Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
                                KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN                Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312


         Y DR
                                                                                   Email : kjpp.ydr2@gmail.com
                                Penilaian Properti & Bisnis
                                                                                   Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
                                Nomor Izin : 2.16.0138
                                                                                   Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
                                Wilayah Kerja Seluruh Indonesia                    Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
                                                                                   Telp : 0822-2501-2708
                                                                                   Email : satrio.kjppydr@gmail.com


8.   METODOLOGI PENGKAJIAN KEWAJARAN ATAS TRANSAKSI PERSEROAN

     Dalam menilai kewajaran Transaksi Perseroan, kami menggunakan metodologi analisis sebagai berikut:
     1) Analisis Transaksi Perseroan berupa identifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam Transaksi Perseroan,
        analisis termin dan persyaratan dari perjanjian atas Transaksi Perseroan, analisis manfaat dan risiko
        Transaksi Perseroan;
     2) Analisis Kualitatif berupa analisis terhadap alasan dan latar belakang Transaksi Perseroan, riwayat
        singkat Perseroan dan kegiatan usaha, analisis industri, analisis operasional dan prospek usaha
        Perseroan, dan kerugian Transaksi Perseroan;
     3) Analisis Kuantitatif berupa analisis kinerja historis, analisis proyeksi keuangan, analisis proforma laporan
        keuangan, dan analisis inkremental;
     4) Analisis atas faktor lain yang relevan, berupa analisis biaya dan pendapatan yang relevan, informasi non
        keuangan yang relevan, prosedur pengambilan keputusan oleh Perseroan dan hal-hal material lain yang
        dapat memberikan keyakinan bagi Penilai dalam memberikan opini kew ajaran;
     5) Analisis Kewajaran Tingkat Suku Bunga

     KESIMPULAN

     Dengan mempertimbangkan analisis kewajaran atas Transaksi Perseroan yang dilakukan meliputi analisis
     terhadap Transaksi Perseroan, analisis kualitatif dan analisis kuantitatif, analisis atas kewajaran harga
     transaksi serta faktor lain yang relevan, maka, menurut pendapat YDR, Transaksi Perseroan adalah wajar.

     PENUTUP

     Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Perseroan ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan
     penggunaan sebagian analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis
     dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan.

     Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena
     peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal Laporan Pendapat Kewajaran ini.

     Demikian kesimpulan ini kami buat, dan kembali kami tegaskan bahwa kami tidak menarik keuntungan apapun
     dari nilai yang disampaikan.




                                         Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 8

          
Page 9

          
Page 10

          
Page 11
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
                                                                         DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ............................................................................................................................................... i
DAFTAR TABEL ...................................................................................................................................... iii
DAFTAR GRAFIK .................................................................................................................................... iv
DAFTAR GAMBAR ................................................................................................................................... v
1.     PENDAHULUAN ........................................................................................................................ 1
1.1.   Latar Belakang Penugasan ......................................................................................................... 1
1.2.   Nomor dan Tanggal Pendapat Kewajaran ................................................................................... 1
1.3.   Status Penilai .............................................................................................................................. 2
1.4.   Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan ........................................................................ 2
1.5.   Tujuan Pendapat kewajaran ........................................................................................................ 2
1.6.   Obyek Analisis Pendapat Kewajaran ........................................................................................... 2
1.7.   Sifat Transaksi ............................................................................................................................ 2
1.8.   Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran ........................................................................................... 3
1.9.   Pedoman dan Standar Pendapat Kewajaran ............................................................................... 4
1.10. Tanggal pendapat Kewajaran ...................................................................................................... 4
1.11. Penggunaan Mata Uang.............................................................................................................. 4
1.12. lndependensi Penilai ................................................................................................................... 4
1.13. Pernyataan Penilai ...................................................................................................................... 4
1.14. Kejadian Setelah Tanggal Pendapat Kewajaran .......................................................................... 5
1.15. Sumber Data dan lnformasi ......................................................................................................... 5
1.16. Pernyataan Independensi Penilai ................................................................................................ 7
1.17. Asumsi-Asumsi dan Kondisi Pembatas........................................................................................ 7
1.18. Tingkat Kedalaman lnvestigasi .................................................................................................... 8
1.19. Persyaratan Atas Persetujuan Untuk Publikasi ............................................................................ 9
1.20. Prosedur yang digunakan Pemberi Tugas dalam Melakukan Transaksi ....................................... 9
1.21. Informasi Penting Lainnya diluar Hal-Hal yang telah diuraikan ..................................................... 9
2.     TINJAUAN DAN ANALISIS TRANSAKSI PERSEROAN .......................................................... 10
2.1.   Latar belakang Rencana Transaksi............................................................................................ 10
2.2.   Identifikasi antar Pihak-Pihak yang Bertransaksi ........................................................................ 11
2.3.   Hubungan Para Pihak yang Melakukan Transaksi ..................................................................... 14
2.4.   Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati .............................................................................. 15
2.5.   Sumber Dana Pembiayaan Pinjaman ........................................................................................ 18
2.6.   Rencana Penggunaan Dana Pinjaman Oleh KMH ..................................................................... 21
2.7.   Rencana Penarikan Dan Pembayaran Pokok Pinjaman ............................................................. 22
2.8.   Sifat dan Besaran Transaksi...................................................................................................... 23
2.9.   Unsur Transaksi Material ........................................................................................................... 24
2.10. Analisis Kewajaran Tingkat Suku Bunga .................................................................................... 25
2.11. Analisis Manfaat dan Risiko dari Transaksi yang Dilakukan ........................................................ 26
3.     ANALISIS KUALITATIF ............................................................................................................ 27
3.1.   Riwayat Singkat dan Kegiatan Usaha Perseroan ....................................................................... 27
3.2.   Alasan dilakukan Transaksi ....................................................................................................... 28
3.3.   Tinjauan Ekonomi Makro ........................................................................................................... 29
3.3.1. Perekonomian Global dan Domestik .......................................................................................... 29
3.3.2. Neraca Pembayaran Indonesia ................................................................................................. 32
3.3.3. Nilai Tukar Rupiah..................................................................................................................... 33
3.3.4. Inflasi ........................................................................................................................................ 34
3.3.5. Suku Bunga .............................................................................................................................. 34
3.4.   Analisis Industri dan Bisnis ........................................................................................................ 39
3.5.   Analisis Operasional dan Prospek Usaha Perseroan ................................................................. 44
3.6.   Keuntungan Dan Kerugian Atas Transaksi Perseroan ............................................................... 45
3.7.   Analisis Faktor Lain yang Relevan ............................................................................................. 45
3.8.   Analisis Dampak Leverage Pada Keuangan Perseroan Dimasa Mendatang yang Dibandingkan
       Dengan Industri yang Sejenis dan Sebanding............................................................................ 46




                                                                                                                                                               i
Page 12
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
3.9.     Analisis Dampak Likuiditas Pada Keuangan Perseroan Dimasa yang Akan Datang Untuk
         Memastikan Bahwa Pinjaman Dapat Dilunasi Pada Saat Jatuh Tempo...................................... 46
3.10.    Analisis Dampak Keuangan Perseroan Jika Proyek yang Dibiayai Oleh Dana Hasil Transaksi
         Pinjam Meminjam Dana dan/atau Penjaminan Tersebut Mengalami Kegagalan......................... 46
4.       ANALISIS KUANTITATIF ......................................................................................................... 48
4.1.     Analisis Kuantitatif Pada Perseroan ........................................................................................... 48
4.1.1.   Analisis Keuangan Historis Perseroan ....................................................................................... 48
4.1.2.   Analisis Terhadap Laporan Keuangan Konsolidasian Proforma Perseroan ................................ 53
4.1.3.   Analisis Terhadap Proyeksi Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan Tanpa dan Dengan
         Transaksi .................................................................................................................................. 56
4.1.4.   Analisis Inkremental Keuangan ................................................................................................. 60
4.1.5.   Analisis Dampak Leverage Keuangan Atas Transaksi ............................................................... 61
4.2.     Analisis Kuantitatif Pada KMH ................................................................................................... 61
4.2.1.   Analisis Kinerja Historis Keuangan KMH.................................................................................... 61
4.2.2.   Analisis Proyeksi Laporan Keuangan KMH ................................................................................ 65
4.2.3.   Analisis Kemampuan Pengembalian Pokok Pinjaman dan Pembayaran Bunga dari KMH .......... 68
5.       KESIMPULAN .......................................................................................................................... 70




                                                                                                                                                           ii
Page 13
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
                                                                    DAFTAR TABEL

Tabel 1 - 1 : Hubungan Afiliasi Pengurus Pihak-Pihak yang Bertransaksi ................................................... 3
Tabel 1 - 2 : Pihak yang Diwawancara ....................................................................................................... 7
Tabel 2 - 1 : Susunan Pemegang Saham Perseroan ................................................................................ 12
Tabel 2 - 2 : Susunan Pemegang Saham KMH ........................................................................................ 14
Tabel 2 - 3 : Hubungan Afiliasi Pengurus Pihak-Pihak yang Bertransaksi ................................................. 15
Tabel 2 - 4 : Rencana Penggunaan Dana Pinjaman oleh KMH ................................................................. 21
Tabel 2 - 5 : Rencana Penggunaan Dana Pinjaman oleh KMH (Lanjutan) ................................................ 21
Tabel 2 - 6 : Rencana Penarikan dan Pengembalian Dana Pinjaman Oleh KMH (dalam miliar rupiah) ...... 22
Tabel 2 - 7 : Hubungan Para Pihak Yang Akan Bertransaksi .................................................................... 24
Tabel 2 - 8 : Rencana Penarikan Dana Pinjaman oleh KMH (dalam Rupiah) ............................................ 24
Tabel 2 - 9 : Materialitas Rencana Transaksi Terhadap Ekuitas Perseroan Per 31 Mei 2025 .................... 25
Tabel 2 - 10 : Tingkat rata-rata suku bunga .............................................................................................. 25
Tabel 3- 1 : Pertumbuhan PDB Dunia ...................................................................................................... 29
Tabel 3- 2 : Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran ............................... 31
Tabel 3- 3 : Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha ........................ 31
Tabel 3- 4 : Neraca Pembayaran Indonesia............................................................................................. 32
Tabel 3- 5 : Produk Domestik Bruto (PDB) Sektor Konstruksi, Triwulan I/2023-III/2024 ............................. 40
Tabel 4 - 1 : Pergerakan Historis Laba/Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian Perseroan
(dalam ribuan rupiah) ............................................................................................................................... 48
Tabel 4 - 2 : Pergerakan Historis Jumlah Aset Konsolidasian Perseroan (dalam ribuan rupiah) ................ 49
Tabel 4 - 3 : Pergerakan Historis Total Liabilitas Konsolidasian dan Total Ekuitas Konsolidasian Perseroan
(dalam ribuan rupiah) ............................................................................................................................... 50
Tabel 4 - 4 : Pergerakan Historis Arus Kas Konsolidasian Perseroan (dalam ribuan rupiah) ..................... 51
Tabel 4 - 5 : Rasio Keuangan Historis Perseroan ..................................................................................... 52
Tabel 4 - 6 : Laporan Laba/Rugi Konsolidasian Proforma Perseroan (dalam ribuan rupiah) ...................... 53
Tabel 4 - 7 : Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Proforma Perseroan (dalam ribuan rupiah) ............ 54
Tabel 4 - 8 : Proyeksi Laporan Laba/Rugi Konsolidasian Perseroan Tanpa Transaksi (dalam ribu rupiah) 56
Tabel 4 - 9 : Proyeksi Laporan Laba/Rugi Konsolidasian Perseroan dengan Transaksi (dalam ribu rupiah)57
Tabel 4 - 10 : Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan Tanpa Transaksi (dalam ribuan
rupiah) ..................................................................................................................................................... 57
Tabel 4 - 11 : Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan dengan Transaksi (dalam miliar
rupiah) ..................................................................................................................................................... 58
Tabel 4 - 12 : Proyeksi Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan tanpa Transaksi (dalam ribuan rupiah)
................................................................................................................................................................ 59
Tabel 4 - 13 : Proyeksi Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan dengan Transaksi (dalam miliar rupiah)
................................................................................................................................................................ 60
Tabel 4 - 14 : Pergerakan Historis Laba/Rugi KMH (dalam rupiah)............................................................ 61
Tabel 4 - 15 : Pergerakan Historis Jumlah Aset KMH (dalam ribuan rupiah) ............................................. 62
Tabel 4 - 16 : Pergerakan Historis Jumlah Liabilitas dan Ekuitas KMH (dalam rupiah) .............................. 63
Tabel 4 - 17 : Pergerakan Historis Arus Kas KMH (dalam rupiah) ............................................................. 64
Tabel 4 - 18 : Rasio Keuangan Historis KMH............................................................................................ 65
Tabel 4 - 19 : Proyeksi Laporan Laba/Rugi KMH (dalam usd juta) ............................................................ 65
Tabel 4 - 20 : Proyeksi Laporan Posisi Keuangan KMH (dalam miliar rupiah) .......................................... 66
Tabel 4 - 21 : Proyeksi Laporan Arus Kas KMH (dalam usd juta) .............................................................. 67
Tabel 4 - 22 : Rencana Pengembalian Pokok dan Beban Bunga Kepada Pemegang Saham (dalam miliar
rupiah) ..................................................................................................................................................... 68




                                                                                                                                                                      iii
Page 14
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
                                                               DAFTAR GRAFIK

Grafik 3- 1 : Indeks Ketidakpastian Global ................................................................................................ 29
Grafik 3- 2 : Inflasi Global......................................................................................................................... 30
Grafik 3- 3 : Yield UST 10Y dan JGB 10Y serta Indeks Saham AS ........................................................... 30
Grafik 3- 4 : Aliran Modal ke Negara Berkembang .................................................................................... 30
Grafik 3- 5 : Neraca Perdagangan ............................................................................................................ 32
Grafik 3- 6 : Aliran Modal Asing ................................................................................................................ 32
Grafik 3- 7 : Cadangan Devisa ................................................................................................................. 33
Grafik 3- 8 : Indeks Rupiah terhadap USD, Negara Maju kecuali AS, dan Negara Berkembang ................ 33
Grafik 3- 9 : Ekspektasi Inflasi .................................................................................................................. 34
Grafik 3- 10 : Inflasi IHK dan Komponen................................................................................................... 34
Grafik 3- 11 : Suku Bunga Kebijakan Bank Indonesia dan IndONIA .......................................................... 35
Grafik 3- 12 : Suku Bunga Perbankan ...................................................................................................... 35
Grafik 3- 13 : Perkembangan Kredit dan DPK .......................................................................................... 36
Grafik 3- 14 : Permodalan Industri Perbankan .......................................................................................... 36
Grafik 3- 15 : Perkembangan Rasio AL/DPK Perbankan .......................................................................... 37
Grafik 3- 16 : Rasio Kredit Bermasalah (NPL) .......................................................................................... 37
Grafik 3- 17 : Nilai Transaksi Digital Banking dan Nilai Transaksi Uang Elektronik .................................... 38
Grafik 3- 18 : Nilai dan Volume Transaksi QRIS ....................................................................................... 38
Grafik 3- 19 : Nilai Transaksi ATM/Debit dan Kartu Kredit ......................................................................... 38
Grafik 3- 20 : Uang yang Diedarkan ......................................................................................................... 38
Grafik 3- 21 : PDB Konstruksi di Indonesia Tahun 2022-2024 .................................................................. 40




                                                                                                                                                           iv
Page 15
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
                                                          DAFTAR GAMBAR

Gambar 1- 1 : Struktur Kepemilikan KMH ................................................................................................... 3
Gambar 2- 1 : Struktur Kepemilikan KMH ................................................................................................ 15
Gambar 3- 1 : Pertumbuhan Ekonomi Regional Triwulan I – 2025 ............................................................ 31
Gambar 3- 2 : Distribusi Persentase Produk Domestik Bruto Atas dasar Harga berlaku Menurut Lapangan
Usaha, Triwulan III-2024 .......................................................................................................................... 39




                                                                                                                                                         v
Page 16
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
1.     PENDAHULUAN

1.1.   Latar Belakang Penugasan

       PT Bukaka Teknik Utama Tbk merupakan sebuah perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (public
       company) yang didirikan di Indonesia. Bidang usaha Perseroan meliputi bidang rekayasa, pengadaan dan
       konstruksi. PT Bukaka Teknik Utama Tbk berdomisili di Cileungsi - Bogor dengan kantor di Jl. Raya
       Narogong Bekasi Km. 19.5 RT 003 RW 002, Kel. Limusnunggal, Kec. Cileungsi, Kab. Bogor, Provinsi Jawa
       Barat, 16820 dengan nomor telepon (021) 8232323, nomor faksimili (021) 8231150, alamat email:
       legal@bukaka.com, dan alamat website https://www.bukaka.com.

       KMH merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pembangkit listrik. Saat ini listrik merupakan salah
       satu kebutuhan yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Listrik dibutuhkan tidak hanya untuk
       penerangan, melainkan juga untuk melakukan aktifitas kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan
       kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat. Dengan ditandatanganinya Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik /
       Power Purchase Agreement (PPA) antara PT PLN (persero) dengan PT Kerinci Merangin Hidro tanggal 15
       November 2018, KMH telah membangun suatu Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berkapasitas 4 x 87,5
       MW dengan nama PLTA Merangin yang berlokasi di Desa Bedeng V Kecamatan Batang Merangin
       Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Proyek pembangunan PLTA Merangin 350 MW telah masuk pada
       Project I PP PLN dalam RUPTL PT PLN (Persero) tahun 2018-2027. Dengan 4 (Empat) unit pembangkit
       maka gedung sentral pembangkit (Power House) juga akan terdiri dari 15 unit Tower Transmisi dengan
       lokasi yang berbeda.

       Perseroan akan memberikan fasilitas pinjaman dana dengan plafon sebesar Rp700 miliar kepada
       KMH, untuk selanjutnya disebut "Transaksi Perseroan"

       Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, hubungan kepemilikan saham, PT Bukaka Teknik
       Utama Tbk adalah pemegang saham tidak langsung melalui entitas anak Perusahaan PT Bukaka
       Mega Investama (PT BMI) dimana Perusahaan memiliki 99,89% kepemilikan di PT BMI dan PT BMI
       memiliki 48,92% kepemilikan di PT Kerinci Merangin Hidro. Dengan demikian antara PT Bukaka Teknik
       Utama Tbk dan PT Kerinci Merangin Hidro terdapat hubungan afiliasi. Selanjutnya Suhaelli Kalla
       merupakan Presiden Komisaris di Perseroan dan Komisaris di KMH, Abdullah Afifuddin Suhaeli
       merupakan Direktur di Perseroan dan di KMH, Teguh Wicaksana Sari merupakan Direktur di
       Perseroan dan di KMH.

       Dengan demikian rencana transaksi Perseroan termasuk Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud
       termasuk kategori Transaksi Afiliasi berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/
       POJK.04/ 2020 tanggal 1 Juli 2020, tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan ("POJK
       42/2020").

       Sebagai perusahaan terbuka, Perseroan wajib menaati Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
       untuk melaksanakan transaksi tersebut, terutama Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020.

       Sehubungan dengan Rencana Transaksi tersebut, Perseroan telah menunjuk serta menggunakan
       pendapat dari Kantor Jasa Penilai Publik Yufrizal Deny Kamal dan Rekan (“YDR”), selaku penilai
       independen yang memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi tersebut.

1.2.   Nomor dan Tanggal Pendapat Kewajaran

       KJPP YDR telah menyusun laporan Pendapat Kewajaran atas transaksi pemberian pinjaman oleh
       Perseroan kepada KMH dengan Laporan Nomor: 00324/2.0138-00/BS/03/0423/1/VII/2025 Tanggal 22 Juli


                                                                                                            1
Page 17
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
       2025 (“Laporan”).

1.3.   Status Penilai

       KJPP YDR adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang telah terdaftar di Kementerian Keuangan Republik
       Indonesia berdasarkan surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor. 921/KM.1/2016
       tanggal 2 September 2016 dengan Nomor Izin. 2.16.0138.

       Penilai Publik yang menandatangani laporan penilaian ini merupakan Penilai Publik dengan klasifikasi izin
       Penilaian Bisnis bersertifikat MAPPI dan sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan perizinan
       sebagai berikut:

       Nama                            :   Ir. Mahrani, M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
       No. Izin Penilai Publik         :   B-1.15.00423
       No. MAPPI                       :   98-S-01056
       No. STTD OJK (Pasar Modal)      :   STTD.PB-40/PJ-1/PM.02/2023
       No. STTD OJK (IKNB)             :   342/PD.021/STTD-P/2025


1.4.   Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan

       Nama Pemberi Tugas                  :   PT Bukaka Teknik Utama Tbk Tbk
       Bidang Usaha                        :   Rekayasa, pengadaan dan konstruksi
       Alamat                              :   Jl. Raya Narogong Bekasi Km. 19.5 RT 003 RW 002,
                                               Kel. Limusnunggal, Kec. Cileungsi Kab. Bogor,
                                               Provinsi Jawa Barat, 16820
       Telepon/Fax                         :   021-8232323/021-8231150
       Email                               :   legal@bukaka.com
       Website                             :   www.bukaka.com

1.5.   Tujuan Pendapat kewajaran

       Tujuan Laporan Pendapat Kewajaran ini adalah untuk memberikan opini atas kewajaran transaksi
       pemberian fasilitas pinjaman oleh BUKK kepada KMH, sebagaimana didefinisikan dalam laporan ini
       dalam rangka memenuhi ketentuan POJK 42/2020, tidak untuk perpajakan, perbankan serta tidak
       untuk bentuk Transaksi Perseroan lainnya.

1.6.    Obyek Analisis Pendapat Kewajaran

       Obyek analisis kewajaran adalah transaksi pemberian fasilitas pinjaman term loan oleh BUKK kepada
       KMH.

1.7.   Sifat Transaksi

       Transaksi Afiliasi

       Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, hubungan kepemilikan saham, PT Bukaka Teknik
       Utama Tbk adalah pemegang saham tidak langsung melalui entitas anak Perusahaan PT Bukaka Mega
       Investama (PT BMI) dimana Perusahaan memiliki 99,89% kepemilikan di PT BMI dan PT BMI memiliki
       48,92% kepemilikan di PT Kerinci Merangin Hidro. Dengan demikian antara PT Bukaka Teknik Utama Tbk
       dan PT Kerinci Merangin Hidro terdapat hubungan afiliasi. Selanjutnya Suhaelli Kalla merupakan Presiden



                                                                                                               2
Page 18
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
       Komisaris di Perseroan dan Komisaris di KMH, Abdullah Afifuddin Suhaeli merupakan Direktur di
       Perseroan dan di KMH, Teguh Wicaksana Sari merupakan Direktur di Perseroan dan di KMH.

       Dengan demikian rencana transaksi Perseroan termasuk Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud
       termasuk kategori Transaksi Afiliasi berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/ POJK.04/
       2020 tanggal 1 Juli 2020, tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan ("POJK 42/2020").

                                         Gambar 1- 1 : Struktur Kepemilikan KMH




                          Tabel 1 - 1 : Hubungan Afiliasi Pengurus Pihak-Pihak yang Bertransaksi
            No.                    Nama                          Perseroan              KMH
            1     Suhaelli Kalla                                     PK                   K
            2     Abdullah Afifuddin Suhaeli                         D                    D
            3     Teguh Wicaksana Sari                               D                    D

       Keterangan:

         PK          :   Presiden Komisaris
         K           :   Komisaris
         D           :   Direktur

       Selanjutnya, berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Transaksi Perseroan bukan
       merupakan transaksi yang mengandung benturan kepentingan sebagaimana didefinisikan dalam
       POJK 42/2020 dan tidak termasuk Transaksi Material sebagaimana dimaksud dalam POJK 17/2020.

       Untuk memenuhi ketentuan dalam POJK 42/2020, Perseroan telah menunjuk YDR sebagai Penilai
       lndependen untuk memberikan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Perseroan sebagaimana
       diinformasikan di atas bagi para pemegang saham Perseroan

1.8.   Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran

       Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran akan didasarkan pada analisis atas kewajaran dari Transaksi
       Perseroan untuk memenuhi ketentuan POJK 42/2020.

       Ruang lingkup Laporan yang dilakukan KJPP YDR adalah:



                                                                                                          3
Page 19
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
       1.    Melakukan identifikasi batasan, maksud, dan tujuan serta objek pendapat kewajaran.
       2.    Melakukan analisis transaksi dan analisis kewajaran transaksi.
       3.    Memberikan opini atas kewajaran dari RencanaTransaksi, dan
       4.    Menyusun laporan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi.

1.9.   Pedoman dan Standar Pendapat Kewajaran

       Laporan Pendapat Kewajaran ini disusun sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia {SPI) Edisi VII
       tahun 2018 dengan Edisi Revisi pada SPI 300, SPI 310, SPI 320, dan SPI 330 yang ditetapkan pada 1
       Maret 2020 dan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) seperti yang ditetapkan oleh Masyarakat Profesi
       Penilai Indonesia (MAPPI), POJK 42/2020, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/ POJK.04/
       2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal ("POJK 35") serta Surat
       Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian
       Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal ("SEOJK 17").

1.10. Tanggal pendapat Kewajaran

       Analisis pendapat kewajaran dilakukan per tanggal 31 Maret 2025, parameter dan laporan keuangan yang
       digunakan dalam analisis didasarkan pada data per tanggal 31 Maret 2025.

1.11. Penggunaan Mata Uang

       Dalam analisis pendapat kewajaran ini, mata uang yang digunakan adalah mata uang Rupiah.

1.12. lndependensi Penilai

       Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini kami telah bertindak secara independen
       tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan KMH, ataupun pihak-pihak yang
       terafiliasi dengan perusahaan tersebut. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan
       pribadi berkaitan dengan penugasan ini.

       Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pada
       pihak manapun. lmbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhioleh opini atas
       kewajaran Transaksi Perseroan yang dihasilkan dari proses analisis kewajaran ini dan kami hanya
       menerima imbalan sesuai yang tercantum pada Penawaran Jasa Nomor: 01/YDR-B/PNR-
       BV/VII/2025 tanggal 1 Juli 2025. Adapun biaya jasa tersebut telah memperhatikan ketentuan yang diatur
       oleh lkatan Kantor Jasa Penilai (IKJPP) dan Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI)

1.13. Pernyataan Penilai

       • Laporan kami disusun berdasarkan permintaan dari Perseroan yang dipakai untuk membantu
         Perseroan dalam memberikan opini kewajaran mengenai transaksi yang memerlukan pendapat
         dari pihak independen. Laporan pendapat kewajaran untuk kepentingan Perseroan dalam rangka
         pelaksanaan Rencana Transaksi dan tidak untuk kepentingan lainnya.

       • Perseroan telah membebaskan KJPP YDR dari setiap klaim yang dapat dan akan timbul dari
         kesalahan ataupun kekurangan dalam bahan atau informasi yang disediakan Perseroan kepada
         KJPP YDR.

       • Kami ingin menekankan bahwa hasil analisis dan penelaahan kami secara khusus hanya terbatas
         pada aspek nilai Rencana Transaksi (sebagaimana didefinisikan dibawah) diluar dari aspek



                                                                                                           4
Page 20
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
          perpajakan dan hukum karena hal tersebut berada diluar lingkup penugasan kami.

      • Perseroan menyatakan bahwa seluruh informasi material yang menyangkut Rencana Transaksi
        telah diungkapkan seluruhnya kepada KJPP YDR dan tidak ada pengurangan atas Fakta- fakta
        yang penting.

1.14. Kejadian Setelah Tanggal Pendapat Kewajaran

      Dari tanggal analisis pendapat kewajaran, yaitu tanggal 31 Maret 2025, sampai dengan tanggal
      Transaksi Perseroan, tidak terdapat kejadian penting yang dapat mempengaruhi opini kewajaran.

      Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena
      peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan pendapat kewajaran ini

1.15. Sumber Data dan lnformasi

      Sebagai Penilai lndependen dalam mempersiapkan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Perseroan,
      kami telah menelaah, mengacu dan mempertimbangkan atas data dan dokumen yang disampaikan
      oleh manajemen Perseroan atas hal-hal sebagai berikut:

      •    Laporan keuangan PT Bukaka Teknik Utama Tbk Dan Entitas Anak (“Grup”) Limited Review Nomor:
           No.004/RW-RA/LAP-NA/2025 dikeluarkan tanggal 18 Juli 2025, oleh Akuntan Pubik Rahman Akbar,
           CPA dari Kantor Akuntan Pubik (“KAP”) Rama Wendra (McMillan Woods).
      •    Laporan keuangan PT Bukaka Teknik Utama Tbk Dan Entitas Anak (“Grup”) Nomor:
           00036/3.0360/AU.1/03/1806-3/1/III/2025 dikeluarkan tanggal 25 Maret 2025, yang telah diaudit per 31
           Desember 2024 oleh Akuntan Pubik Rahman Akbar, CPA dari Kantor Akuntan Pubik (“KAP”) Rama
           Wendra (McMillan Woods) dengan opini wajar dalam semua hal yang material;
      •    Laporan keuangan PT Bukaka Teknik Utama Tbk Nomor: 00044/3.0360/AU.1/03/1806-2/1/IV/2024
           dikeluarkan tanggal 4 April 2024, yang telah diaudit per 31 Desember 2023 oleh Akuntan Pubik
           Rahman Akbar, CPA dari Kantor Akuntan Pubik (“KAP”) Rama Wendra (McMillan Woods) dengan
           opini wajar dalam semua hal yang material;
      •    Laporan keuangan PT Bukaka Teknik Utama Tbk Nomor: 00025/3.0360/AU.1/03/1806-1/1/III/2023
           dikeluarkan tanggal 21 Maret 2023, yang telah diaudit per 31 Desember 2022 oleh Akuntan
           PubikRahman Akbar, CPA dari Kantor Akuntan Pubik (“KAP”) Rama Wendra (McMillan Woods)
           dengan opini wajar dalam semua hal yang material;
      •    Laporan keuangan PT Bukaka Teknik Utama Tbk Nomor: 00007/2.0900/AU.1/03/0199-1/1/III/2022
           dikeluarkan tanggal 28 Maret 2022, yang telah diaudit per 31 Desember 2021 oleh Kantor Akuntan
           Publik (“KAP”) Suganda Akna Suhri & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material;
      •    Laporan keuangan PT Bukaka Teknik Utama Tbk Nomor: 00022/3.0360/AU.1/03/0202-2/1/III/2021
           dikeluarkan tanggal 9 Maret 2021, yang telah diaudit per 31 Desember 2020 oleh Akuntan Pubik
           (“KAP”) Rahman Akbar, CPA dari Kantor Akuntan Pubik Rama Wendra (McMillan Woods) dengan
           opini wajar dalam semua hal yang material;
      •    Proyeksi Keuangan Konsolidasian Perseroan tanpa dan dengan Transaksi Perseroan untuk tahun
           2025 - 2031, yang disiapkan oleh manajemen Perseroan. YDR telah melakukan reviu atas proyeksi
           keuangan tersebut untuk memperoleh keyakinan atas kewajaran proyeksi keuangan;
      •    Laporan Keuangan Konsolidasian Proforma Perseroan per 31 Maret 2025, yang telah disiapkan oleh
           manajemen Perseroan.
      •    Laporan keuangan PT Kerinci Merangin Hidro Nomor: 00311/2.0999/AU.1/02/1482-2/1/VII/2025
           dikeluarkan tanggal 17 Juli 2025, yang telah diaudit per 31 Maret 2025 oleh Akuntan Pubik Yansyafrin,




                                                                                                               5
Page 21
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
           CA, CMA, CPA, CFI dari Kantor Akuntan Pubik (“KAP”) Djoko, Sidik & Indra (Antena) dengan opini
           wajar dalam semua hal yang material;
      •    Laporan keuangan PT Kerinci Merangin Hidro Nomor: 00064/2.0999/AU.1/02/1482-1/1/III/2025
           dikeluarkan tanggal 12 Maret 2025, yang telah diaudit per 31 Desember 2024 oleh Akuntan Pubik
           Yansyafrin, CA, CMA, CPA, CFI dari Kantor Akuntan Pubik (“KAP”) Djoko, Sidik & Indra (Antena)
           dengan opini wajar dalam semua hal yang material;
      •    Laporan keuangan PT Kerinci Merangin Hidro Nomor: 000241/2.0459/AU.1/02/1492-2/1/III/2024
           dikeluarkan tanggal 13 Maret 2024, yang telah diaudit per 31 Desember 2023 oleh Akuntan Pubik
           Rahmat Sukendar, SE., Ak., CA., CPA., CPI. dari Kantor Akuntan Pubik (“KAP”) Heliantoro dan Rekan
           (Parker Russel International) dengan opini wajar dalam semua hal yang material;
      •    Laporan keuangan PT Kerinci Merangin Hidro Nomor: 000131/2.0459/AU.1/02/1493-1/1/III/2023
           dikeluarkan tanggal 1 Maret 2023, yang telah diaudit per 31 Desember 2022 oleh Akuntan Pubik
           Rahmat Sukendar, SE., Ak., CA., CPA., CPI. dari Kantor Akuntan Pubik (“KAP”) Heliantoro dan Rekan
           (Parker Russel International) dengan opini wajar dalam semua hal yang material;
      •    Laporan keuangan PT Kerinci Merangin Hidro Nomor: 00029/2.0360/AU.1/02/0202-1/1/III/2022
           dikeluarkan tanggal 11 Maret 2022, yang telah diaudit per 31 Desember 2021 oleh Akuntan Pubik
           Rahmat Sukendar, SE., Ak., CA., CPA., CPI. dari Kantor Akuntan Pubik (“KAP”) Acep Kusmayadi, Ak.,
           CA., CPA dari Kantor Akuntan Pubik (“KAP”) Rama Wendra (McMillan Woods) dengan opini wajar
           dalam semua hal yang material;
      •    Proyeksi Keuangan KMH tanpa dan dengan Pinjaman untuk tahun 2025 - 2035, yang disiapkan oleh
           manajemen Perseroan. YDR telah melakukan reviu atas proyeksi keuangan tersebut untuk
           memperoleh keyakinan atas kewajaran proyeksi keuangan;
      •    Dokumen perjanjian Pinjam Meminjam antara BUKK dan KMH yang telah disediakan oleh manajemen
           Perseroan sebagai berikut:
          - Minute of Meeting antara PT Bukaka Teknik Utama Tbk dan PT Kerinci Merangin Hidro tanggal 28
              Mei 2025.
          - Surat KMH No. 193/KMH/PK-Pinjaman/VI/2025 tanggal 10 Juni 2025.
          - Surat BUKK No. 018A/BTU-LGL/VI/2025 tanggal 12 Juni 2025.
          - Surat BUKK No. 026A/BTU-LGL/VII/2025 tanggal 10 Juli 2025.
          - Surat Penawaran Pemberian Kredit (SPPK) an. PT Bukaka Teknik Utama Tbk dari Bank Mandiri
              No. CMB.CM6/MNE 275/SPPK/2025 tanggal 9 Juli 2025.
          - Perjanjian Hutang Piutang antara PT Bukaka Teknik Utama Tbk dan PT Kerinci Merangin Hidro
              No. 031/ BTU-LGL/VII/2025 tanggal 16 Juli 2025.
      •    Legalitas Perseroan;
      •    Data-data yang diperoleh dari S&P Capital IQ dan Damodaran;
      •    Data-data ekonomi yang bersifat makro ataupun mikro yang diperoleh dari instansi terkait seperti Bank
           Indonesia;
      •    Wawancara dan diskusi dengan manajemen Perseroan sehubungan dengan penugasan Pendapat
           Kewajaran atas transaksi Pinjam meminjam;
      •    Data-data lain sebagai pendukung.

      Atas data yang telah disampaikan tersebut, kami telah menerima Representation Letter dari
      manajemen Perseroan No. 033/BTU-LGL/VII/2025 tertanggal 17 Juli 2025 sehubungan dengan
      penugasan Pendapat Kewajaran;

      Dari hasil wawancara dan diskusi dengan manajemen Perseroan serta penelaahan terkait data atau
      informasi yang diterima, kami tidak menemui datau atau informasi yang tidak jelas dan tidak dapat
      diverifikasi kepada pihak manajemen Perseroan atau pihak terkait lainnya. Berikut adalah pihak yang
      diwawancarai



                                                                                                               6
Page 22
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
                                         Tabel 1 - 2 : Pihak yang Diwawancara
                    Nama                              Jabatan                          Perusahaan
        Irsal Kamarudin                   Dirut                                 BUKK
        M Rizky Eka Yudhanto              Legal                                 BUKK
        Asjhari Cahyadi                   Legal                                 BUKK
        Iwan                              Keuangan                              BUKK
        Uyung                             Keuangan                              BUKK
        Teguh Wicaksana Sari              Direktur                              KMH
        M Yusuf                           GM Finance                            KMH
        Yaya                              Finance                               KMH
        Tio                               Accounting                            KMH
        Rimba                             Legal                                 KMH

      Sehubungan dengan penugasan Pendapat Kewajaran. Kami juga menggunakan berbagai sumber
      informasi baik berdasarkan media cetak dan elektronik, seperti Bank Indonesia, dan Bursa Efek
      Indonesia serta hasil analisis lain yang kami anggap relevan dengan penugasan pendapat kewajaran.

1.16. Pernyataan Independensi Penilai

      Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini kami bertindak secara independen tanpa adanya
      benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan KMH ataupun pihak-pihak yang terafiliasi
      dengan Perseroan dan KMH. KJPP YDR juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan lain terkait
      dengan penugasan ini selain fee penugasan yang kami terima. Laporan penilaian ini tidak ditujukan untuk
      memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan jasa yang kami terima sama sekali tidak
      dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan.

1.17. Asumsi-Asumsi dan Kondisi Pembatas

      Asumsi

      1.   Laporan disusun dengan asumsi bahwa tidak terdapat perubahan atas kondisi persyaratan sejak
           tanggal diterbitkannya Laporan.
      2.   Laporan disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan
           serta peraturan-peraturan Pemerintah terkait dengan Rencana Transaksi yang akan dilakukan setelah
           tanggal Laporan ini diterbitkan paling lambat 30 September 2025.
      3.   Laporan harus di pandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian dari analisis dan informasi
           tanpa mempertimbangkan informasi dan analisis lainnya secara utuh sebagai satu kesatuan dapat
           menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang menyesatkan atas proses yang mendasari pendapat
           kewajaran.
      4.   KJPP YDR mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan Laporan ini sampai dengan tanggal
           terjadinya seluruh transaksi dalam Rencana Transaksi, tidak terjadi perubahan apapun yang
           berpengaruh secara material terhadap asumsi- asumsi yang digunakan dalam penyusunan pendapat
           kewajaran. Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi,
           memutakhirkan (update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta peristiwa-
           peristiwa yang terjadi setelah tanggal Laporan.
      5.   Laporan ini bersifat non-disclaimer opinion, kami telah melakukan penelaahan atas dokumen- dokumen
           yang digunakan dalam proses penyusunan pendapat kewajaran, data dan informasi yang diperoleh
           berasal baik dari Perseroan maupun dari sumber lain yang dapat dipercaya keakuratannya.
      6.   Laporan ini disusun dengan menggunakan proyeksi keuangan yang disiapkan oleh Perseroan dengan
           mencerminkan kewajaran proyeksi dan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
      7.   Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan analisis kewajaran proyeksi keuangan yang telah disiapkan


                                                                                                             7
Page 23
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
           Perseroan.
      8.  Kami bertanggung jawab atas opini yang dihasilkan dalam Laporan.
      9.  Laporan ini bersifat terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia yang dapat
          mempengaruhi operasional Perseroan.
      10. Kami telah memperoleh informasi atas status hukum objek pendapat kewajaran dari Perseroan.

      Kondisi Pembatas

      1.   KJPP YDR tidak melakukan proses due diligence            terhadap entitas atau pihak-pihak yang
           melaksanakan Rencana Transaksi.
      2.   Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan keakuratan, kehandalan dan kelengkapan dari
           semua informasi keuangan dan informasi lainnya yang diberikan kepada kami oleh Perseroan atau
           yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap dan tidak menyesatkan.
      3.   Kami juga berpegang kepada surat pernyataan (representation letter) dari Perseroan atas penugasan
           kami untuk mempersiapkan Laporan, bahwa Perseroan telah menyampaikan seluruh informasi
           penting dan relevan berkenaan dengan Laporan dan sepanjang pengetahuan Perseroan tidak ada
           faktor material yang belum diungkapkan dan dapat menyesatkan.
      4.   Laporan atas Rencana Transaksi ini dipersiapkan menggunakan data dan informasi sebagaimana
           diungkapkan diatas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat mempengaruhi hasil
           akhir pendapat kami secara material. Oleh karenanya, kami tidak bertanggung jawab atas perubahan
           kesimpulan atas Laporan kami dikarenakan adanya perubahan data dan informasi tersebut.
      5.   Jasa yang kami berikan kepada Perseroan dalam kaitannya dengan Rencana Transaksi ini hanya
           merupakan pemberian pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi yang akan dilakukan dan bukan
           jasa audit, akuntansi atau perpajakan. Kami tidak melakukan keabsahan Rencana Transaksi dari
           aspek hukum dan implikasi aspek perpajakan dari transaksi tersebut.
      6.   Kami tidak melakukan audit ataupun uji tuntas secara mendetail atas penjelasan maupun data- data
           yang diberikan oleh Perseroan, baik lisan maupun tulisan. Dengan demikian kami tidak dapat
           memberikan jaminan atau bertanggung- jawab terhadap kebenaran dan kelengkapan dari informasi
           atau penjelasan tersebut.
      7.   Laporan ini disusun hanya dengan mempertimbangkan sudut pandang Perseroan dan tidak
           mempertimbangkan sudut pandang stakeholders lain serta aspek-aspek lainnya.
      8.   Dengan ini kami menyatakan bahwa penugasan kami tidak termasuk menganalisis transaksi- transaksi
           diluar Tujuan Penugasan yang mungkin tersedia bagi Perseroan serta pengaruh dari transaksi-
           transaksi tersebut terhadap Tujuan Penugasan, dan juga bukan merupakan analisis penggunaan yang
           paling mungkin dan optimal dari Tujuan Penugasan.
      9.   Mengingat bahwa ada kemungkinan terjadinya perbedaan waktu dari tanggal Laporan ini dengan
           pelaksanaan Rencana Transaksi, maka kesimpulan laporan yang diinformasikan dalam laporan ini,
           hanya berlaku apabila tidak ada perubahan signifikan yang akan berdampak material terhadap
           kewajaran dari Transaksi Perseroan. Perubahan tersebut termasuk perubahan baik secara internal
           pada masing- masing perusahaan maupun secara eksternal meliputi: kondisi pasar dan
           perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan Pemerintah Indonesia setelah
           tanggal pendapat kewajaran. Bila mana setelah tanggal Laporan ini dikeluarkan terjadi perubahan
           tersebut di atas, maka Laporan atas Rencana Transaksi ini mungkin berbeda.

1.18. Tingkat Kedalaman lnvestigasi

        1. Dalam melakukan penugasan, tidak ada batas atau pembatasan dalam melakukan penelaahan,
           perhitungan dan analisis.



                                                                                                               8
Page 24
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
        2. Kami telah melakukan reviu terhadap Perseroan sehubungan dengan Rencana Transaksi yang akan
           dilakukan. Kami tidak bertanggung jawab atas akurasi dan kebenaran dari semua data yang
           disampaikan termasuk proyeksi keuangan, kesalahan penerapan asumsi atau perhitungan matematis,
           selain itu kami juga tidak bertanggung jawab atas pencapaiannya serta proyeksi keuangan diluar
           Transaksi Perseroan.
        3. KJPP YDR telah melakukan wawancara dan diskusi melalui offline dan video conference dengan
           manajemen Perseroan ataupun perwakilannya.

1.19. Persyaratan Atas Persetujuan Untuk Publikasi

      Laporan Pendapat Kewajaran bersifat terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat
      rahasia yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan.

1.20. Prosedur yang digunakan Pemberi Tugas dalam Melakukan Transaksi

      Prosedur yang digunakan Perseroan dalam melakukan transaksi adalah:
      1. KMH telah menandatangani PPA (Power Purchase Agreement) dengan PT PLN (Persero) untuk
           Pembangunan PLTA 350 MW (Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik) No. 1452 PJ/DAN. 02.04/DIR/2018
           tanggal 15 November 2018.
      2. Berdasarkan Penyampaian Completion Report Proyek PLTA Kerinci Merangin Hidro 350 MW yang
           dilakukan oleh PT Surveyor Indonesia No.: SRT-081/SIJAK-VI/MNH/2025 dan No. Lap.: 047.CR/PM-
           VF/SIJAK/VI/2025 tentang perkembangan proyek yang meliputi pengawasan verifikasi progress fisik
           serta verifikasi biaya terhadap pekerjaan Pembangunan Proyek PLTA Kerinci Merangin 350 MW.
      3. Berdasarkan Penyampaian Completion Report oleh PT Surveyor Indonesia, Commercial Operational
           Date (COD) ditetapkan 84 (Delapan Puluh Empat) bulan setelah tanggal efektif PPA. Dan penetetapan
           tanggal efektif adalah dengan terenuhinya kondisi-kondisi seperti yang tercantum pada Dokumen
           Perjanjian Jual Beli Listrik/Power Purchase Agreement (PPA) Pasal 3 dan Appendix C, disepakati
           tanggal tanggal Efektif PPA adalah 15 November 2018. Sehingga dengan demikian maka Commersial
           Operational Date (COD) adalah pada 15 November 2025.
      4. Surat Penawaran Pemberian Kredit (SPPK) an. PT Bukaka Teknik Utama Tbk dari Bank Mandiri No.
           CMB.CM6/MNE 275/SPPK/2025 tanggal 9 Juli 2025.
      5. Perjanjian Hutang Piutang antara PT Bukaka Teknik Utama Tbk dan PT Kerinci Merangin Hidro No.
           031/ BTU-LGL/VII/2025 tanggal 16 Juli 2025.
      6. Perseroan telah menunjuk KJPP YDR untuk melakukan analisis pendapat kewajaran atas Rencana
           Transaksi sebagaimana dituangkan dalam Laporan Nomor. 00324/2.0138-00/BS/03/0423/1/VII/2025
           tanggal 22 Juli 2025.

1.21. Informasi Penting Lainnya diluar Hal-Hal yang telah diuraikan

      Keseluruhan analisa yang dilakukan, baik kesimpulan opini atas kewajaran transaksi, maupun
      pendekatan dan metodologi yang digunakan, prosedur yang dilakukan, data dan asumsi yang
      digunakan serta berbagai pertimbangan professional lainnya yang diaplikasikan dalam penugasan ini
      telah dipaparkan dan dijelaskan kepada Perseroan.

      Perseroan telah diberikan kesempatan untuk meminta penjelasan dan mereviu agar mendapat
      pemahaman yang menyeluruh dan telah menerima semua data dan informasi yang diperlukan untuk
      memeriksa kembali keakuratan dan kelengkapan infromasi serta asumsi- asimsi yang digunakan di
      dalam Laporan ini.




                                                                                                           9
Page 25
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
2. TINJAUAN DAN ANALISIS TRANSAKSI PERSEROAN

2.1.    Latar belakang Rencana Transaksi

        KMH merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pembangkit listrik. Saat ini listrik merupakan salah
        satu kebutuhan yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Listrik dibutuhkan tidak hanya untuk
        penerangan, melainkan juga untuk melakukan aktifitas kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan
        kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat. Dengan ditandatanganinya Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik /
        Power Purchase Agreement (PPA) antara PT PLN (persero) dengan PT Kerinci Merangin Hidro tanggal
        15 November 2018, KMH telah membangun suatu Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berkapasitas 4
        x 87,5 MW dengan nama PLTA Merangin yang berlokasi di Desa Bedeng V Kecamatan Batang Merangin
        Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi.

        Proyek pembangunan PLTA Merangin 350 MW telah masuk pada Project I PP PLN dalam RUPTL PT
        PLN (Persero) tahun 2018-2027. Dengan 4 (Empat) unit pembangkit maka gedung sentral pembangkit
        (Power House) juga akan terdiri dari 15 unit Tower Transmisi dengan lokasi yang berbeda. Pembangkit
        Listrik Tenaga Air (PLTA) dengan kapasitas sebesar 4 x 87,5 MW (350 MW) di PLTA Kerinci Merangin
        memanfaatkan aliran air dari sungai Merangin dan sungai Imat yang berhulu ke Danau Kerinci sebagai
        sumber energi pembangkit listrik

        Berdasarkan laporan progres pekerjaan dari PT Surveyor Indonesia (Persero) No.
        030/SIJAKIV/MHN/2025 tanggal 22 April 2025, progres pekerjaan pembangunan PLTA Kerinci Merangin
        4 x 87,5 MW MW (350 MW) sampai dengan 31 Maret 2025 (menggunakan laporan progres sampai
        dengan cut off 31 Maret 2025) telah mencapai 100%.

        Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dengan kapasitas 350 MW ini telah menyelesaikan tahap
        konstruksi, namun belum mencapai Commercial Operation Date (COD). Untuk menunjang kelangsungan
        operasional hingga mencapai COD, KMH memerlukan dana dimana dana tersebut akan dipinjamkan oleh
        Perseroan.

        Perseroan berencana untuk melakukan penambahan Utang Bank PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
        sebesar Rp700.000.000.000 (tujuh ratus miliar) berdasarkan surat permohonan BTU
        No.1278/KEU/BTU/VI/2025 tanggal 3 Juni 2025 dan Surat No.0699/ACC/BTU/III/2025 tanggal 25 Maret
        2025 dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk telah menyetujui Permohonan Perusahaan berdasarkan SPPK
        No. CMB.CM6/MNE.275/SPPK/2025 tanggal 9 Juli 2025, atas Pinjaman Bank dari PT Bank Mandiri
        (Persero) Tbk akan digunakan Perusahaan untuk diberikan ke PT KMH sebagai modal kerja entitas
        asosiasi.

        Atas penambahan pinjaman dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebesar Rp700.000.000.000 akan
        digunakan oleh Perusahaan untuk dipinjamkan kepada PT KMH dimana PT KMH membutuhkan modal
        kerja dalam rangka pengoperasian PLTA Kerinci Merangin dengan kapasitas sebesar 4 x 87,5 MW.
        Modal kerja tersebut guna mendukung operasional PT KMH sampai dengan penetapan COD (Comercial
        Operating Dated).

        COD (Commercial Operation Date) adalah tanggal di mana unit pembangkit listrik secara resmi
        dinyatakan telah menyelesaikan seluruh tahapan konstruksi, pengujian, dan pengoperasian awal
        (commissioning), serta telah memenuhi seluruh persyaratan teknis dan administratif sesuai ketentuan
        dalam Perjanjian Jual Beli Listrik (Power Purchase Agreement / PPA) antara PT PLN (Persero) dan PT
        KMH, sehingga mulai beroperasi secara komersial dan berhak menerima pembayaran atas energi listrik
        yang disalurkan kepada PLN.


                                                                                                             10
Page 26
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
2.2.    Identifikasi antar Pihak-Pihak yang Bertransaksi

        Berdasarkan penjelasan manajemen, berikut adalah keterangan pihak-pihak yang terkait dalam
        Transaksi Perseroan yang memiliki hubungan afiliasi yaitu Perseroan sebagai pemegang saham,
        dan KMH sebagai penerima pinjaman.

1. PT Bukaka Teknik Utama Tbk Tbk

   a) Riwayat Singkat

       PT Bukaka Teknik Utama Tbk Tbk (“BUKK atau Perseroan”) didirikan sesuai dengan Undang-Undang
       Penanaman Modal Dalam Negeri No.6 tahun 1968 Undang-Undang No.12 tahun 1970 berdasarkan Akta
       No.149 tanggal 25 Oktober 1978 oleh Notaris Haji Bebasa Daeng Lalo, S.H. Akta pendirian ini telah
       disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No.Y.A 5/242/7 tanggal 21
       Mei 1979 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.33 Tambahan No.251 tanggal 22
       April 1980. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, dengan menyesuaikan
       UU PT tahun 2007 dengan Akta No.16 tanggal 5 November 2008 oleh Notaris Masnah Sari S.H., dan telah
       mendapat pengesahan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat
       Keputusan No.AHU-06525.AH.01.02 Tahun 2009.

       Pada tahun 2010, Anggaran Dasar Perusahaan diubah sehubungan peningkatan modal dasar dari
       Rp200.000.000 menjadi sebesar Rp2.000.000.000 dan modal ditempatkan dan disetor penuh ditingkatkan
       dari Rp70.306.000 menjadi Rp1.320.226.000 melalui konversi utang Perusahaan kepada kreditor sebanyak
       2.499.840 saham baru Hak Tanpa Memesan Efek Terlebih Dahulu (HTMETD). Persetujuan atas
       penambahan modal tanpa HTMETD dan peningkatan modal ini telah diaktakan dengan Akta No.7 tanggal
       3 Desember 2010 dari Sripati Marliza, S.H., Notaris di Jakarta. Perubahan ini telah disahkan oleh Menteri
       Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No.AHU 60234.AH.01.02
       Tahun 2010 tanggal 27 Desember 2010.

       Tahun 2011, Anggaran Dasar Perusahaan diubah kembali sehubungan dengan penurunan modal dasar,
       modal ditempatkan dan disetor penuh serta nilai nominal saham. Modal dasar yang awalnya
       Rp2.000.000.000 diturunkan menjadi Rp1.352.000.000 terbagi atas 4.000.000.000 (angka penuh) saham.
       Modal ditempatkan dan disetor diturunkan dari semula sebesar Rp1.320.226.000 menjadi Rp892.472.776.

       Akta Perubahan terakhir berdasarkan Akta Petikan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan
       PT Bukaka Teknik Utama Tbk Tbk No.9 tanggal 12 Juni 2024 oleh Notaris Egi Anggiawati Padli, S.H., M.Kn.,
       Notaris di Kabupaten Bogor tentang penetapan susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan dan
       telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan
       Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan No.AHU-AH.01.09-0217127 Tahun 2024
       tanggal 24 Juni 2024.


   b) Ruang Lingkup Kegiatan Usaha

       Sesuai Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, PT Bukaka Teknik Utama Tbk Tbk
       menjalankan kegiatan usaha utama dalam bidang rekayasa teknik (engineering), pengadaan
       (procurement), dan konstruksi (EPC), yang difokuskan pada penyediaan produk serta layanan untuk
       pembangunan infrastruktur strategis nasional dan internasional. Produk-produk utama yang dikembangkan
       Perseroan meliputi menara transmisi, jembatan rangka baja, garbarata (boarding bridge), kendaraan
       khusus, serta sistem peralatan transportasi. Selain itu, Bukaka juga memiliki kapabilitas dalam



                                                                                                               11
Page 27
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
      pembangunan pembangkit listrik tenaga mini hidro, peralatan untuk sektor minyak dan gas, serta
      penyediaan layanan galvanisasi logam yang mendukung ketahanan dan keawetan struktur baja.

      Kegiatan usaha Perseroan tidak hanya mencakup produksi manufaktur, tetapi juga layanan instalasi dan
      pemeliharaan, yang memungkinkan Perseroan berperan secara menyeluruh dalam siklus proyek
      konstruksi. Dalam sektor energi, Perseroan melalui entitas anak dan entitas asosiasinya turut
      mengembangkan dan mengoperasikan proyek-proyek pembangkit listrik, seperti PLTM (Pembangkit Listrik
      Tenaga Minihidro), serta investasi dalam sektor pertambangan dan pengolahan mineral. Dengan struktur
      usaha terintegrasi ini, Bukaka mampu mendukung kebutuhan proyek nasional yang menuntut efisiensi,
      kualitas tinggi, serta waktu pelaksanaan yang tepat.

      Selain kegiatan utama, Bukaka juga memiliki sejumlah kegiatan usaha penunjang yang memperkuat rantai
      bisnisnya. Kegiatan tersebut antara lain meliputi jasa penyewaan alat berat, penyediaan solusi logistik untuk
      proyek konstruksi, serta ekspansi usaha ke pasar internasional melalui ekspor produk teknik ke negara
      mitra strategis, seperti India dan kawasan Timur Tengah. Dengan cakupan usaha yang luas dan
      terdiversifikasi, Perseroan menempatkan diri sebagai mitra strategis pemerintah dan swasta dalam
      mendukung percepatan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi.

   c) Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham

      Struktur permodalan dan pemegang saham Perseroan berdasarkan Laporan Keuangan Interim Perseroan
      per 31 Maret 2025 adalah sebagai berikut:

                                    Tabel 2 - 1 : Susunan Pemegang Saham Perseroan
                                                                                              Jumlah Modal
                 Pemegang Saham                    Jumlah Saham         Persentase
                                                                                                 Disetor
      Suhaeli Kalla (Presiden Komisaris)                800.651.790            30,32%            270.620.305.020
      Solihin Jusuf Kalla (Komisaris)                   789.812.604            29,91%            266.956.660.152
      Ir. Achmad Kalla                                  674.951.762            25,56%            228.133.695.556
      Irsal Kamarudin (Presiden Direktur)                 9.199.100             0,35%              3.109.295.800
      Masyarakat                                        365.836.744            13,86%            123.652.819.472
                         Jumlah                       2.640.452.000           100,00%            892.472.776.000
      Sumber: Laporan Keuangan Interim Perseroan Per 31 Maret 2025

   d) Susunan Dewan Komisaris dan Direksi

      Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan berdasarkan Laporan Keuangan Audit Desember 2024
      dan Laporan Keuangan Interim Perseroan per 31 Maret 2025 adalah sebagai berikut:

      Dewan Komisaris
      Komisaris Utama                :    Suhaeli Kalla
      Komisaris                       :   Solihin Jusuf Kalla
      Komisaris Independen            :   Letjen (Purn) Sumarsono, S.H.

      Dewan Direksi
      Direktur Utama                 :    Irsal Kamarudin
      Direktur                        :   Abdullah Afifuddin Suhaeli
      Direktur                        :   Teguh Wicaksana Sari




                                                                                                                   12
Page 28
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
2. KMH

   a) Riwayat Singkat


        PT Kerinci Merangin Hidro ("Perusahaan") didirikan berdasarkan Akta No. 02 tanggal 28 Maret 2012 yang
        dibuat di hadapan Notaris Andy Azis, S.H. Akta pendirian Perusahaan telah mendapat pengesahan dari
        Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-04726.AH.01.01Tahun 2013 tanggal
        07 Februari 2013.

        Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham PT Kerinci Merangin Hidro yang dituangkan
        dalam Akta No. 14 tanggal 30 Juni 2020 yang dibuat dihadapan Notaris Andy Azis, S.H., tentang
        persetujuan peningkatan modal dasar, modal ditempatkan dan modal disetor, dan telah mendapatkan
        persetujuan perubahan anggaran dasar dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan surat
        keputusan Nomor AHU-0048944.AH.01.02 Tahun 2020 tertanggal 17 Juli 2020.

        Akta Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan
        Pemegang Saham yang dituangkan dalam Akta No. 14 tanggal 23 Desember 2024 yang dibuat di hadapan
        Notaris Didiek Harianto, S.H., M.Kn., tentang persetujuan perubahan modal dasar, modal ditempatkan dan
        modal disetor, dan persetujuan perubahan susunan pemegang saham Perusahaan. Akta perubahan
        tersebut telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan surat
        keputusan Nomor AHU-AH.01.03.0226326 Tahun 2024 tertanggal 23 Desember 2024.

        Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham yang dituangkan dalam Akta No. 03 tanggal
        17 November 2022 yang dibuat di hadapan Notaris Didiek Harianto, S.H., M.Kn. tentang Persetujuan
        Peningkatan Modal Ditempatkan dan Modal Disetor, Persetujuan Kompensasi Hutang Perseroan Kepada
        Pemegang Saham Yang Mempunyai Hak Tagih Menjadi Saham, Persetujuan Perubahan Jumlah
        Kepemilikan Saham para Pemegang Saham Perseroan, Persetujuan Perubahan Pengurus Perseroan, dan
        Persetujuan Pemberian Kuasa. Akta perubahan tersebut telah mendapatkan pengesahan dari Menteri
        Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan surat keputusan Nomor AHU-AH.01.09-0077374 Tahun 2022
        tertanggal 17 November 2022 dan Nomor AHU-AH.01.03-0314656 Tahun 2022 tertanggal 18 November
        2022.

        Perseroan memiliki kontrak pembelian tenaga listrik / Power Purchase Agreement (PPA) berdasarkan Surat
        dari PLN No. 1711/DAN.01.01/DIRUT/2018 perihal penunjukan Pembelian Tenaga Listrik PLTA Merangin
        (350 MW) tanggal 8 Juni 2018 yang berlaku selama 30 tahun dari tahun Perseroan beroperasi komersial.

   b) Maksud dan Tujuan Serta Kegiatan Usaha


        Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasarnya, maksud dan tujuan Perseroan adalah menjalankan usaha
        Industri Pembangkitan Tenaga Listrik dan Transmisi Tenaga Listrik. Perseroan berkedudukan di Jl. Raya
        Narogong-Bekasi Km 19,5 Rt 003/002 Desa Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor.

        Pada tanggal 9 April 2013, Perseroan telah memperoleh Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) menengah
        surat No. 11072-04/PM /1.824.271. Perseroan belum memulai aktivitas usaha komersilnya hingga 31 Maret
        2025 dan masih dalam proses Pembangunan.

   c)    Struktur Permodalan dan Pemegang Saham

        Struktur permodalan dan pemegang saham KMH berdasarkan Laporan Keuangan Audit per 31 Maret
        2025 dan per Desember 2024 adalah sebagai berikut:


                                                                                                             13
Page 29
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro

                                     Tabel 2 - 2 : Susunan Pemegang Saham KMH
                                                    Jumlah                             Jumlah Modal
                    Pemegang Saham                                  Persentase
                                                    Saham                                 Disetor
       PT Bone Kapital Investindo)                   1.359.500              48,72%      1.359.500.000.000
       PT Bukaka Mega Investama                      1.365.000              48,92%      1.365.000.000.000
       PT Kalla Bakti Negeri                            66.000               2,37%         66.000.000.000
                        Jumlah                        2.790.500             100,00%     2.790.500.000.000
       Sumber: Laporan Keuangan Audit KMH Per 31 Maret 2025

       Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham yang dituangkan dalam Akta No. 14 tanggal
       23 Desember 2024 yang dibuat di hadapan Notaris Didiek Harianto, S.H., M.Kn., mengenai peningkatan
       modal ditempatkan dan modal disetor perseroan, serta persetujuan perubahan jumlah kepemilikan saham
       para pemegang saham, modal disetor dan ditempatkan yang semula Rp1.960.500.000.000 atau 1.960.500
       lembar saham dengan nominal saham Rp.1.000.000.,-, menjadi Rp2.790.500.000.000 atau 2.790.500
       lembar saham dengan nilai nominal saham Rp.1.000.000.

   d) Susunan Dewan Komisaris dan Direksi

       Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
       yang dinyatakan dalam Akta Notaris Didiek Harianto, S.H., M.Kn No. 03 Tanggal 17 November 2022 adalah
       sebagai berikut:
       Dewan Komisaris
       Komisaris Utama               :     Tn. Drs. Suhaeli Kalla
       Komisaris                      :    Ny. Dra. Hj. Fatimah Kalla

       Dewan Direksi
       Direktur Utama                :     Tn. Ir. Achmad Kalla
       Direktur                       :    Tn. Teguh Wicaksana Sari
       Direktur                       :    Tn. Abdullah Afifuddin Suhaeli
       Direktur                       :    Tn. Solihin Jusuf Kalla
       Direktur                       :    Tn. Ir. Alimuddin

2.3.     Hubungan Para Pihak yang Melakukan Transaksi
        Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, hubungan kepemilikan saham, PT Bukaka Teknik
        Utama Tbk adalah pemegang saham tidak langsung melalui entitas anak Perusahaan PT Bukaka Mega
        Investama (PT BMI) dimana Perusahaan memiliki 99,89% kepemilikan di PT BMI dan PT BMI memiliki
        48,92% kepemilikan di PT Kerinci Merangin Hidro. Dengan demikian antara PT Bukaka Teknik Utama
        Tbk dan PT Kerinci Merangin Hidro terdapat hubungan afiliasi. Selanjutnya Suhaelli Kalla merupakan
        Presiden Komisaris di Perseroan dan Komisaris di KMH, Abdullah Afifuddin Suhaeli merupakan Direktur
        di Perseroan dan di KMH, Teguh Wicaksana Sari merupakan Direktur di Perseroan dan di KMH.

        Dengan demikian rencana transaksi Perseroan termasuk Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud
        termasuk kategori Transaksi Afiliasi berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/
        POJK.04/ 2020 tanggal 1 Juli 2020, tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan ("POJK
        42/2020").




                                                                                                            14
Page 30
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
                                         Gambar 2- 1 : Struktur Kepemilikan KMH




                           Tabel 2 - 3 : Hubungan Afiliasi Pengurus Pihak-Pihak yang Bertransaksi
            No.                        Nama                                Perseroan                KMH
            1     Suhaelli Kalla                                               PK                    K
            2     Abdullah Afifuddin Suhaeli                                   D                     D
            3     Teguh Wicaksana Sari                                         D                     D

        Keterangan:
         PK           :   Presiden Komisaris
         K            :   Komisaris
         D            :   Direktur

        Dari tabel diatas terlihat bahwa Rencana Transaksi yang akan dilakukan oleh Perseroan dan KMH adalah
        Transaksi Afiliasi.

2.4.    Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati

        Analisis perjanjian dan persyaratan atas Rencana Transaksi dilakukan terhadap Perjanjian Hutang Piutang
        antara PT Bukaka Teknik Utama Tbk dan PT Kerinci Merangin Hidro No. 031/BTU-LGL/VII/2025 yang telah
        disampaikan oleh Perseroan, adalah sebagai berikut:

       a. Para Pihak
          Pemberi pinjaman                        :   PT Bukaka Teknik Utama. Tbk
          Peminjam                                :   PT Kerinci Merangin Hidro

       b. Pinjaman
          1. BUKK menyetujui dan bersedia untuk memberikan Pinjaman kepada KMH dengan jumlah total
             maksimal Rp700.000.000.000 (tujuh ratus miliar Rupiah) serta KMH setuju dan sepakat untuk
             menerima Pinjaman yang diberikan oleh BUKK serta mengambalikan pinjaman kepada BUKK.
          2. Penarikan Pinjaman yang diberikan oleh BUKK kepada KMH dilakukan secara bertahap sesuai
             dengan kebutuhan operasional KMH berdasarkan RAB yang akan disetujui Bersama.
          3. Dana Pinjaman merupakan bagian dari kredit Term loan yang diperoleh BUKK dari Bank Mandiri.
             Dengan demikian BUKK dan KMH sepakat bahwa ketentuan dalam Perjanjian antara BUKK dan




                                                                                                              15
Page 31
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
              KMH akan menyesuaikan apabila terdapat perubahan ketentuan yang terkait dalam perjanjian
              Term Loan antara BUKK dan Bank Mandiri.
           4. Segala biaya yang timbul atas fasilitas BUKK dan PT Bank Mandiri merupakan kewajiban KMH.
              KMH memahami dan menyetujui bahwa pemberian pinjaman ini dilakukan dalam rangka
              mendukung kebutuhan KMH sebagai Perusahaan afiliasi dari BUKK, Dimana BUKK adalah
              pemegang saham pengendali tidak langsung dari KMH.

       c. Jangka Waktu
          1. Jangka Waktu Perjanjian adalah waktu berlaku Perjanjian yang mulai berlaku secara efektif 72
             (tujuh puluh dua) bulan sejak penandatanganan Perjanjian;
          2. termasuk Jangka Waktu Periode Penarikan selama 9 (sembilan) bulan dan Grace Periode selama
             12 (dua belas) bulan dengan ketentuan Availability Period dan Grace Period sebagai berikut:
             A. Availability Period selama 9 (Sembilan) bulan sejak penandatanganan Perjanjian atau sampai
                  dengan 28 Februari 2026 (mana yang lebih dahulu).
             B. Grace Period selama 12 (dua belas) bulan sejak penandatanganan Perjanjian atau 5 (lima)
                  bulan sejak COD (mana yang lebih dahulu terjadi);
          3. Jangka Waktu Pengambalian adalah jangka waktu dimana KMH harus mengembalikan Pinjaman
             kepada BUKK, Pengembalian pokok Pinjaman yang terhutang dibayarkan oleh KMH kepada
             BUKK dalam jangka waktu 60 (enam puluh) bulan terhitung sejak masa Grace Period berakhir.


       d. Rekening-Rekening Terkait dan Tata Cara Penarikan Pinjaman
          1. Para Pihak sepakat bahwa pelaksanaan penarikan dan pengembalian Pinjaman dilakukan melalui
             rekening-rekening sebagai berikut:
             A. Rekening Pinjaman Term loan atas nama BUKK, merupakan rekening yang dikelola oleh
                  Bank Mandiri, digunakan untuk menerima fasilitas Term loan.
             B. Rekening Escrow atas nama BUKK, merupakan rekening escrow yang dikelola oleh Bank
                  Mandiri, digunakan untuk menyalurkan hasil penarikan, serta pembayaran kembali hutang
                  piutang dengan BUKK.
             C. Rekening Escrow atas nama KMH, merupakan rekening escrow yang dikelola oleh Bank
                  Mandiri, digunakan untuk menyalurkan dana pemberian hutang dari BUKK.
             D. Rekening Operasional KMH, digunakan untuk keperluan transaksi operasional KMH.
          2. Urutan dan mekanisme penggunaan dana hasil penarikan Pinjaman Term loan atas nama
             BUKK dilakukan sebagai berikut:
                A. Dana hasil penarikan pinjaman Term loan dikreditkan terlebih dahulu ke Rekening Escrow
                      atas nama BUKK yang dikelola oleh Bank Mandiri, dan selanjutnya dipindahbukukan ke
                      Rekening Escrow PT Kerinci Merangin Hidro yang dikelola oleh Bank Mandiri atau ke
                      Rekening Operasional PT Kerinci Merangin Hidro secara bertahap sesuai kebutuhan
                      KMH.
                B. Proses pindahbuku pertama dari Rekening Escrow atas nama PT Bukaka Teknik Utama
                      Tbk ke Rekening Escrow atas nama PT Kerinci Merangin Hidro akan terlaksana setelah
                      BUKK mendapatkan hasil penilain kewajaran dari Kantor Jasa Penilai Publik dan akan
                      dituangkan dalam bentuk kesepakatan dan/atau bentuk dokumen lain yang disepakati
                      oleh Para Pihak dikemudian hari yang menjadi satu rangkaian dan tidak terpisahkan dari
                      Perjanjian.
                C. Khusus untuk kebutuhan operasional bulan Juni 2025 dan bulan Juli 2025 dapat dilakukan
                      reimbursement dengan menyerahkan underlying berupa invoice dan rincian tagihan
                      disertai bukti bayar dengan tanggal yang masih berada di bulan Juni dan Juli 2025.
          3. Setiap kali melakukan penarikan Pinjaman, KMH wajib menyampaikan dokumen-dokumen berikut
             kepada BUKK sebagai berikut:
                A. Untuk penarikan pertama:
                      1) Rencana Anggaran Biaya (RAB)
                      2) Surat Permohonan Penarikan Dana;


                                                                                                           16
Page 32
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
                       3) Jadwal penggunaan dana;
                  B.   Untuk penarikan berikutnya:
                       1) Laporan realisasi penggunaan dana sebelumnya;
                       2) Bukti pembayaran sesuai penarikan sebelumnya (invoice, kuitansi, dll)
                       3) Surat Permohonan PenarikanPenarikan Dana terbaru.
                  C.   Penarikan hanya dapat dilakukan apabila seluruh dokumen telah lengkap dan disetujui
                       oleh BUKK dan/atau Bank Mandiri

            4. Seluruh pembayaran outgoing dari rekening operasional (baik payroll maupun lainnya): wajib
               dilakukan melalui Bank Mandiri dan seluruh bukti bayar akan dievaluasi BUKK.

       e. Ketentuan Jadwal Dan Mekanisme Pengembalian Pinjaman.
          1. Grace Period dan Awal Pengembalian
             Masa Grace Period berlaku selama 5 (lima) bulan terhitung sejak tanggal Commercial Operation
             Date (COD). Selama masa Grace Period tersebut, KMH tidak diwajibkan melakukan pembayaran
             pokok pinjaman, namun bunga tetap diperhitungkan dan wajib dibayarkan pada tanggal jatuh
             tempo pertama setelah Grace Period berakhir.
          2. Jadwal Pembayaran:
                 A. Pembayaran Pokok dan Bunga: dilakukan setiap bulan paling lambat tanggal 25 (dua
                      lima).
                 B. Jika tanggal pembayaran jatuh pada hari libur nasional, maka pembayaran dilakukan
                      pada hari kerja sebelumnya.
          3. Rincian besaran pokok hutang Pinjaman dan bunga yang wajib dibayarkan oleh KMH untuk setiap
             periode pembayaran tercantum secara lengkap dalam Lampiran II Perjanjian;
          4. Apabila terdapat perbedaan antara Lampiran II dan ketentuan umum dalam Pasal ini, maka yang
             berlaku adalah data dalam Lampiran II, kecuali disepakati lain oleh Para Pihak secara tertulis;
          5. Mekanisme Pembayaran pengembalian akan dilakukan oleh KMH ke rekening BUKK yang
             dikelola oleh Bank Mandiri dengan jadwal pengembalian;
          6. Pelunasan Dipercepat (Early Repayment) akan dilakukan dikemudian hari apabila terdapat
             repackaging dari kreditur sindikasi.

       f.   Suku Bunga dan Ketentuan Pembayaran Bunga
            1. Pinjaman sebagaimana diatur dalam Perjanjian ini dikenakan bunga sebesar 8% (delapan persen)
               per annum, dihitung berdasarkan saldo Pinjaman terutang (outstanding principal balance) pada
               setiap akhir bulan;
            2. Pembayaran bunga dilakukan oleh KMH setiap tanggal 25 (dua puluh lima) setiap bulan;
            3. Selama masa Grace Period, bunga tetap diperhitungkan, namun pembayarannya ditangguhkan
               dan wajib dibayarkan secara penuh pada tanggal pembayaran bunga pertama setelah Grace
               Period berakhir.

       g. Hak dan Kewajiban
          1. Selama jangka waktu Perjanjian ini, BUKK mempunyai Hak dan kewajiban untuk:
             A. BUKK berkewajiban untuk memberikan Sejumah uang Pinjaman kepada KMH sesuai yang
                telah diperjanjikan;
             B. BUKK berhak atas pengembalian seluruh uang Pinjaman dari KMH sesuai dengan jangka
                waktu yang telah diperjanjikan;
             C. BUKK berkewajiban untuk menjaga kerahasiaan pada setiap data, informasi dan dokumen
                yang berkaitan dengan perjanjian dari Pihak selain dari pada Para Pihak
          2. Selama jangka waktu Perjanjian ini, KMH mempunyai Hak dan Kewajiban untuk:
             A. KMH berhak atas sejumlah uang Pinjaman;




                                                                                                           17
Page 33
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
                    B. KMH berkewajiban untuk mengembalikan Pinjaman kepada BUKK dengan jangka waktu yang
                       telah diperjanjikan;
                    C. KMH berkewajiban membayar segala beban bunga sesuai yang diperjanjikan;
                    D. KMH berkewajiban untuk menjaga kerahasiaan pada setiap data, informasi dan dokumen yang
                       berkaitan dengan perjanjian ini dari Pihak selain dari pada Para Pihak.

       h. Kejadian Wanprestasi
          1. KMH gagal untuk mengembalikan Fasilitas Pinjaman yang diberikan oleh BUKK;
          2. KMH gagal untuk melaksanakan atau melanggar suatu ketentuan dalam Perjanjian ini.

       i.        Kerahasiaan
                 1. Bahwa setiap data, dokumen dan informasi yang berkaitan dengan perjanjian adalah bersifat
                    rahasia, oleh karena itu BUKK dan KMH setuju untuk menjaga semua informasi dan data yang
                    berkaitan dalam perjanjian;
                 2. Bahwa BUKK dan KMH sepakat tidak akan menyebarkan setiap Informasi dan Data yang berkaitan
                    dengan perjanjian ini kepada Pihak lain selain dari Para Pihak, kecuali yang dipersyaratkan oleh
                    Hukum yang berlaku di Republik Indonesia.

       j.        Hukum yang Berlaku
                 Perjanjian tunduk dan ditafsirkan menurut Hukum dan/atau Peraturan-Peraturan yang berlaku di
                 Republik Indonesia

       k. Penyelesaian Perselisihan
          1. Apabila dalam Perjanjian timbul perbedaan pendapat atau perselisihan maka BUKK dan KMH
             sepakat menyelesaikannya terlebih dahulu secara musyawarah untuk mencapai mufakat.
          2. Bilamana dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari musyawarah tersebut,dan tidak menghasilkan
             kata sepakat, maka BUKK dan KMH sepakat untuk menyerahkan semua sengketa yang timbul
             dari Perjanjian kepada Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) untuk diselesaikan pada tingkat
             pertama dan terakhir menurut peraturan dan prosedur BANI. Selama perselisihan dalam proses
             penyelesaian BANI, maka BUKK dan KMH tetap melaksanakan kewajiban-kewajibannya menurut
             Perjanjian ini.
2.5.    Sumber Dana Pembiayaan Pinjaman

        Berdasarkan Perjanjian Hutang Piutang antara PT Bukaka Teknik Utama Tbk dan PT Kerinci Merangin
        Hidro No. 031/BTU-LGL/VII/2025 yang telah disampaikan oleh Perseroan pada pasal 2 ayat 3 tentang
        pinjaman bahwa dana pinjaman merupakan bagian dari kredit Term loan yang diperoleh BUKK dari Bank
        Mandiri. Dengan demikian BUKK dan KMH sepakat bahwa ketentuan dalam Perjanjian antara BUKK dan
        KMH akan menyesuaikan apabila terdapat perubahan ketentuan yang terkait dalam perjanjian Term Loan
        antara BUKK dan Bank Mandiri.


        Selanjutnya berdasarkan surat Penawaran Pemberian Kredit (SPPK) an. PT Bukaka Teknik Utama Tbk
        dari Bank Mandiri No. CMB.CM6/MNE 275/SPPK/2025 tanggal 9 Juli 2025 bahwa ketentuan Pemberian
        Fasilitas Kredit adalah sebagai berikut:

        Pemberian Fasilitas Kredit Term Loan Baru

            1.    Limit kredit           :    Maksimal sebesar Rp. 700,000,000,000.00 (tujuh ratus miliar rupiah)
            2.    Jenis Kredit           :    Term Loan
            3.    Sifat Kredit           :    Non Revolving, committed, advised
            4.    Tujuan penggunaan      :    Pembiayaan cash flow gap perusahaan dalam rangka corporate action


                                                                                                                    18
Page 34
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
                                            untuk pengembangan group usaha
          5. Jangka Waktu
             a. Jangka Waktu        :       72 (tujuh puluh dua) bulan sejak penandatanganan perjanjian kredit
                Fasilitas                   termasuk availability period selama 9 (sembilan) bulan dan grace
                                            period selama 12 (dua belas) bulan
             b. Availability Period :       9 (sembilan) bulan sejak penandatanganan perjanjian kredit atau s.d
                                            28 Februari 2026 (mana yang lebih dahulu)
             c. Grace Period        :       12 (dua belas) bulan sejak penandatanganan perjanjian kredit atau 5
                                            (lima) bulan setelah Commercial Operating Date (COD) PLTA milik PT
                                            Kerinci Merangin Hidro yang dinyatakan oleh PT PLN (Persero) (mana
                                            yang lebih dahulu)
          6. Mekanisme              :       a. Pencairan Fasilitas Term Loan dapat dilakukan secara bertahap
             Penarikan Kredit                    dengan cara pemindahbukuan ke rekening escrow atas nama PT
                                                 Bukaka Teknik Utama Tbk yang kemudian akan dipindahbukukan
                                                 ke rekening PT Kerinci Merangin Hidro dengan maksimal
                                                 penarikan sesuai dengan Kebutuhan Biaya Operasional PT
                                                 Kerinci Merangin Hidro yang dituangkan dalam Rencana Anggara
                                                 Biaya (RAB) sebagai bagian Perjanjian Hutang Piutang antara PT
                                                 Bukaka Teknik Utama Tbk dan PT Kerinci Merangin Hidro
                                            b. Maksimal penarikan kredit adalah sebesar nominal Perjanjian
                                                 hutang-piutang antara PT Bukaka Teknik Utama Tbk dan PT
                                                 Kerinci Merangin Hidro terkait hutang yang akan diberikan PT
                                                 Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Bukaka Teknik Utama Tbk
                                                 dengan maksimal nilai penarikan sebesar limit kredit atau
                                                 nominal yang tercantum dalam perjanjian hutang-piutang (mana
                                                 yang lebih kecil). Perjanjian hutang-piutang tersebut wajib
                                                 mencantumkan informasi minimal:

                                                1) Nominal hutang-piutang
                                                2) Jangka Waktu Perjanjian: tidak lebih pendek dari jangka
                                                     waktu fasilitas Term Loan
                                                3) Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang mencerminkan
                                                     kebutuhan biaya operasional PT Kerinci Merangin Hidro
                                                4) Skedul pengembalian hutang-piutang dengan nominal
                                                     pengembalian minimal sebesar sama dengan angsuran
                                                     kredit PT Bukaka Teknik Utama Tbk di Bank Mandiri
                                                5) Skema Cash Waterfall atas pemberian hutang-piutang
                                            c. Apabila terdapat kelebihan nilai RAB yang dituangkan dalam
                                                perjanjian hutang-piutang merupakan kewajiban dari PT Bukaka
                                                Teknik Utama Tbk sesuai dengan perjanjian tersebut.
                                            d. Mekanisme Penarikan Kredit sesuai yang diatur dalam Ketentuan
                                                II Ketentuan Cash Waterfall Penarikan Kredit
          7. Suku bunga                 :   8.00% p.a. dibayar efektif setiap bulan pada tanggal 23 dan dapat
                                            berubah sewaktu-waktu, perubahan tersebut mengikat BTU dan
                                            Penjamin cukup dengan cara pemberitahuan secara tertulis kepada
                                            BTU.
          8. Provisi                    :   0.40% dari limit kredit, dibayar sekaligus paling lambat pada saat
                                            penandatanganan Perjanjian Kredit
          9. Structuring Fee            :   0.10% dari limit kredit, dibayar sekaligus paling lambat pada saat



                                                                                                                  19
Page 35
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
                                         penandatanganan Perjanjian Kredit
          10. Biaya Administrasi     :   Rp250,000,000, dibayar paling lambat pada saat penandatanganan
                                         Perjanjian Kredit
          11. Denda                  :   2.00% p.a di atas suku bunga kredit yang diberlakukan atas setiap
                                         keterlambatan pemenuhan kewajiban pokok & bunga.
          12. Pelunasan kredit
             a. Pelunasan            :   1) Apabila fasilitas kredit ditake over bank/lembaga keuangan lain,
                dipercepat                    Perusahaan akan dikenakan penalti sebesar 10% dari baki debet
                                              yang dilunasi.
                                         2) Apabila pelunasan dipercepat bersumber dari cash flow
                                              operasional perusanaan dan/atau group usaha dan/atau hasil
                                              repackaging (pembiayaan kembali) fasilitas kredit PT Kerinci
                                              Merangin Hidro, Perusahaan tidak dikenakan penalti.
             b. Angsuran Kredit      :   Dibayarkan secara prorata selama 60 (enam puluh) bulan sejak
                                         habisnya masa grace period.
                                         Keterangan:
                                          1) Besarnya skala angsuran terakhir bersifat fleksibel dan
                                               proporsional terhadap besarnya jumlah fasilitas Kredit Term Loan
                                               yang dicairkan. Perubahan angsuran mengikat Perusahaan dan
                                               penjamin cukup dengan pemberitahuan tertulis kepada
                                               perusahaan.
                                          2) Mekanisme Pembayaran Kembali sesuai yang diatur dalam
                                               Ketentuan III Ketentuan Cash Waterfall Pembayaran Kembali
                                               Khusus Fasilitas Kredit Term Loan
          13. Agunan                 :   a. Terkait dengan Ketentuan Agunan.
                                         b. Cross Collateral dan cross default dengan seluruh fasilitas kredit.
          14. Asuransi Agunan            Selama kredit belum lunas, terhadap barang jaminan yang dapat
             Kredit                  :   diasuransikan harus diasuransikan kepada perusahaan asuransi
                                         rekanan Bank Mandiri sesuai klasifikasi dengan syarat Banker’s
                                         Clause Bank Mandiri dan klausula tambahan RSMD (Riot, Strike,
                                         Malicious and Damage).
                                         Nilai pertanggungan sebesar nilai wajar barang jaminan dan biaya
                                         penutupan asuransi menjadi beban Perusahaan.
          15. Mandatory              :   a. Jika penggunaan dana yang telah dicairkan belum dapat
             Prepayment                       dipertanggungjawabkan bukti penggunaannya maksimal 30 hari
                                              sejak fasilitas kredit dicairkan, maka debitur wajib mengembalikan
                                              selisih dana hasil penarikan yang tidak memiliki bukti penggunaan
                                              dhi. bukti bayar operasional.
                                         b. Jika Perusahaan dinyatakan dalam kondisi cidera janji, maka sisa
                                              outstanding fasilitas kredit Perusahaan akan menjadi default dan
                                              harus segera diselesaikan.
                                         c. Apabila terdapat pembayaran hutang dari KMH ke BTU yang
                                              nilainya melebihi skedul angsuran yang telah ditetapkan dalam
                                              perjanjian hutang-piutang antara KMH dan BTU, selisih lebih
                                              tersebut wajib digunakan untuk pelunasan dipercepat dari
                                              angsuran yang terakhir.
                                         d. Apabila KMH melakukan corporate action termasuk namun tidak
                                              terbatas pada IPO dan/atau pembiayan kembali fasilitas kredit
                                              KMH sehingga terdapat kelebihan (excess) pembiayaan,



                                                                                                                   20
Page 36
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
                                                           kelebihan tersebut seluruhnya wajib digunakan untuk pelunasan
                                                           sebagian atau seluruhnya kepada BTU yang akan digunakan
                                                           untuk pelunasan sebagian atau seluruhnya fasilitas BTU di Bank
                                                           Mandiri.

2.6.    Rencana Penggunaan Dana Pinjaman Oleh KMH

        KMH akan menggunakan keseluruhan dana pinjaman dari BUKK adalah untuk rencana kebutuhan dana
        operasional sebelum mencapai COD. Berdasarkan Perjanjian Hutang Piutang antara PT Bukaka Teknik
        Utama Tbk dan PT Kerinci Merangin Hidro No. 031/BTU-LGL/VII/2025 yang telah disampaikan oleh
        Perseroan, rencana kebutuhan kebutuhan biaya operasional pusat dan site periode Juni 2025 s/d Februari
        2026 dengan kurs 17.000 rupiah per 1 USD adalah sebagai berikut:

                                       Tabel 2 - 4 : Rencana Penggunaan Dana Pinjaman oleh KMH
                                                                                                 2025
                 KETERANGAN                          Jun                     Jul                 Aug                  Sep                   Okt
                                                     IDR                     IDR                  IDR                  IDR                  IDR
        A. OPERASIONAL PUSAT DAN
        SITE
        GAJI                                    6.000.000.000             6.000.000.000        6.000.000.000        6.000.000.000        6.000.000.000
        BPJS KESEHATAN                              221.918.186            221.918.186          221.918.186          221.918.186          221.918.186
        BPJS KETENAGAKERJAAN                        477.795.176            477.795.176          477.795.176          477.795.176          477.795.176
        ADMINISTRASI UMUM                       1.500.000.000             1.500.000.000        1.500.000.000        1.500.000.000        1.500.000.000
        BIAYA PEMELIHARAAN                      2.625.000.000             2.625.000.000        2.625.000.000        2.625.000.000        2.625.000.000
        ASURANSI                                1.100.000.000             1.100.000.000        1.100.000.000        1.100.000.000        1.100.000.000
        BIAYA OPERASIONAL LAINNYA               2.000.000.000             2.000.000.000        2.000.000.000        2.000.000.000        2.000.000.000
                    TOTAL                    13.924.713.362           13.924.713.362       13.924.713.362       13.924.713.362       13.924.713.362
                                                             $                       $                    $                    $                    $
           Equivalent Kurs Rp.16.500
                                                       843.922                 843.922              843.922              843.922              843.922
        B. KEWAJIBAN BUNGA IDC                  $      3.674.864      $        3.556.320   $        3.674.864   $        3.674.864   $        3.556.320

                 Equivalent IDR              62.472.690.769           60.457.442.679       62.472.690.769       62.472.690.769       60.457.442.679
                  TOTAL-IDR                  76.397.404.131           74.382.156.041       76.397.404.131       76.397.404.131       74.382.156.041
                  TOTAL-USD                 $          4.518.786      $        4.400.242   $        4.518.786   $        4.518.786   $        4.400.242


                                  Tabel 2 - 5 : Rencana Penggunaan Dana Pinjaman oleh KMH (Lanjutan)
                                                               2025                              2026
                                                                                                                                          TOTAL
                 KETERANGAN                          Nov                    Des                   Jan                  Feb
                                                     IDR                     IDR                  IDR                  IDR                  IDR
        A. OPERASIONAL PUSAT DAN
        SITE
        GAJI                                    6.000.000.000             6.000.000.000        6.000.000.000        6.000.000.000     54.000.000.000
        BPJS KESEHATAN                              221.918.186            221.918.186          221.918.186          221.918.186         1.997.263.674
        BPJS KETENAGAKERJAAN                        477.795.176            477.795.176          477.795.176          477.795.176         4.300.156.584
        ADMINISTRASI UMUM                       1.500.000.000             1.500.000.000        1.500.000.000        1.500.000.000     13.500.000.000
        BIAYA PEMELIHARAAN                      2.625.000.000             2.625.000.000        2.625.000.000        2.625.000.000     23.625.000.000
        ASURANSI                                1.100.000.000             1.100.000.000        1.100.000.000        1.100.000.000        9.900.000.000
        BIAYA OPERASIONAL LAINNYA               2.000.000.000             2.000.000.000        2.000.000.000        2.000.000.000     18.000.000.000
                    TOTAL                    13.924.713.362           13.924.713.362       13.924.713.362       13.924.713.362       125.322.420.258
                                                             $                       $                    $                    $                     $
           Equivalent Kurs Rp.16.500
                                                       843.922                 843.922              843.922              843.922             7.595.298
        B. KEWAJIBAN BUNGA IDC              $          3.674.864      $        3.999.118   $        3.999.118   $        3.999.118   $       33.809.451

        Equivalent IDR                       62.472.690.769           67.985.007.803       67.985.007.803       67.985.007.803       574.760.671.843
                  TOTAL-IDR                  76.397.404.131           81.909.721.165       81.909.721.165       81.909.721.165       700.083.092.101



                                                                                                                                                     21
Page 37
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
                                                   2025                        2026
                                                                                                                  TOTAL
               KETERANGAN                 Nov                 Des              Jan               Feb
                                          IDR                 IDR              IDR               IDR               IDR
                TOTAL-USD             $    4.518.786      $    4.843.040   $     4.843.040   $    4.843.040   $    41.404.749

       Sumber: Perseroan

2.7.     Rencana Penarikan Dan Pembayaran Pokok Pinjaman

         Berikut adalah rencana penarikan dan pembayaran pokok pinjaman:

             Tabel 2 - 6 : Rencana Penarikan dan Pengembalian Dana Pinjaman Oleh KMH (dalam miliar rupiah)
                                                     Angsuran
          No. Bulan        Tahun      Penarikan                   Bunga (8%)      Outstand      Pokok- Bunga
                                                      Pokok
           1    Jun                                                     -             -
           2    Jul                         200,00            -           1,33        200,00
           3    Aug                         100,00            -           2,00        300,00
           4    Sep         2025            100,00            -           2,67        400,00
           5    Okt                         100,00            -           3,33        500,00
           6    Nov                         100,00            -           4,00        600,00
           7    Des                         100,00            -           4,67        700,00
           8    Jan                                           -           4,67        700,00
           9    Feb                                           -           4,67        700,00
          10    Mar                                           -           4,67        700,00
          11    Apr                                           -           4,67        700,00
          12   May                                         9,53           4,67        690,47               14,19
          13    Jun                                        9,59           4,60        680,88               14,19
                            2026
          14    Jul                                        9,65           4,54        671,23               14,19
          15    Aug                                        9,72           4,47        661,51               14,19
          16    Sep                                        9,78           4,41        651,73               14,19
          17    Okt                                        9,85           4,34        641,88               14,19
          18    Nov                                        9,91           4,28        631,96               14,19
          19    Des                                        9,98           4,21        621,98               14,19
          20    Jan                                      10,05            4,15        611,94               14,19
          21    Feb                                      10,11            4,08        601,82               14,19
          22    Mar                                      10,18            4,01        591,64               14,19
          23    Apr                                      10,25            3,94        581,39               14,19
          24   May                                       10,32            3,88        571,07               14,19
          25    Jun                                      10,39            3,81        560,69               14,19
                            2027
          26    Jul                                      10,46            3,74        550,23               14,19
          27    Aug                                      10,53            3,67        539,71               14,19
          28    Sep                                      10,60            3,60        529,11               14,19
          29    Okt                                      10,67            3,53        518,45               14,19
          30    Nov                                      10,74            3,46        507,71               14,19
          31    Des                                      10,81            3,38        496,90               14,19
          32    Jan                                      10,88            3,31        486,02               14,19
          33    Feb                                      10,95            3,24        475,07               14,19
          34    Mar                                      11,03            3,17        464,04               14,19
          35    Apr                                      11,10            3,09        452,94               14,19
          35   May          2028                         11,17            3,02        441,77               14,19
          37    Jun                                      11,25            2,95        430,52               14,19
          38    Jul                                       1132            2,87        419,19               14,19
          39    Aug                                      11,40            2,79        407,79               14,19
          40    Sep                                      11,47            2,72        396,32               14,19


                                                                                                                          22
Page 38
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
                                                   Angsuran
          No.   Bulan    Tahun      Penarikan                   Bunga (8%)      Outstand     Pokok- Bunga
                                                    Pokok
          41    Okt                                     1135            2,64        384,77            14,19
          42    Nov                                    11,63            2,57        373,14            14,19
          43    Des                                    11,71            2,49        361,43            14,19
          44    Jan                                    11,78            2,41        349,65            14,19
          45    Feb                                    11,86            2,33        337,79            14,19
          46    Mar                                    11,94            2,25        325,85            14,19
          47    Apr                                    12,02             2,1'       313,83            14,19
          48    May                                    12,10            2,09        301,72            14,19
          49    Jun                                    12,18            2,01        289,54            14,19
                          2029
          50     Jul                                   12,26            1,93        277,28            14,19
          51    Aug                                    12,34            1,85        264,93            14,19
          52    Sep                                    12,43            1,77        252,51            14,19
          53    Okt                                    12,51            1,68        240,00            14,19
          54    Nov                                    12,59            1,60        227,40            14,19
          55    Des                                    12,68            1,52        214,73            14,19
          56    Jan                                    12,76            1,43        201,96            14,19
          57    Feb                                    12,85            1,35        189,12            14,19
          58    Mar                                    12,93            1,26        176,18            14,19
          59    Apr                                    13,02            1,17        163,17            14,19
          _60   May                                    13,11            1,09        150,06            14,19
          61    Jun                                    13,19            1,00        136,87            14,19
                          2030
          62     Jul                                   13,28            0,91        123,59            14,19
          63    Aug                                    13,37            0,82        110,22            14,19
          64    Sep                                    13,46            0,73         96,76            14,19
          65    Okt                                    13,55            0,65         83,21            14,19
          66    Nov                                    13,64            0,55         69,57            14,19
          67    Des                                    13,73            0,46         55,84            14,19
          68    Jan                                    13,82            0,37         42,02            14,19
          69    Feb                                    13,91            0,28         28,11            14,19
                          2031
          70    Mar                                    14,01            0,19         14,10            14,19
          71    Apr                                    14,10            0,09                          14,19
                 TOTAL                    700,00      700,00          186,10                         851,40
        Sumber: Perseroan

        Dari table diatas terlihat bahwa penarikan pinjaman dilakukan ditahun 2025 dengan total mencapai Rp700
        miliar. Dan berdasarkan proyeksi KMH, pembayaran pokok pinjaman dapat mulai dilakukan secara
        bertahap di bulan Mei tahun 2026 dan lunas dibulan April tahun 2031.

2.8.    Sifat dan Besaran Transaksi

        Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, hubungan kepemilikan saham, PT Bukaka Teknik
        Utama Tbk adalah pemegang saham tidak langsung melalui entitas anak Perusahaan PT Bukaka Mega
        Investama (PT BMI) dimana Perusahaan memiliki 99,89% kepemilikan di PT BMI dan PT BMI memiliki
        48,92% kepemilikan di PT Kerinci Merangin Hidro. Dengan demikian antara PT Bukaka Teknik Utama
        Tbk dan PT Kerinci Merangin Hidro terdapat hubungan afiliasi. Selanjutnya Suhaelli Kalla merupakan
        Presiden Komisaris di Perseroan dan Komisaris di KMH, Abdullah Afifuddin Suhaeli merupakan Direktur
        di Perseroan dan di KMH, Teguh Wicaksana Sari merupakan Direktur di Perseroan dan di KMH.

        Dengan demikian rencana transaksi Perseroan termasuk Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud
        termasuk kategori Transaksi Afiliasi berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/


                                                                                                              23
Page 39
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
        POJK.04/ 2020 tanggal 1 Juli 2020, tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan ("POJK
        42/2020").
                                          Gambar 2 - 1 : Struktur Kepemilikan KMH




                                  Tabel 2 - 7 : Hubungan Para Pihak Yang Akan Bertransaksi
          No.                           Nama                                 Perseroan                KMH
            1     Suhaelli Kalla                                                    PK                  K
            2     Abdullah Afifuddin Suhaeli                                        D                   D
            3     Teguh Wicaksana Sari                                              D                   D
        Keterangan:
         PK         :    Presiden Komisaris
         K          :    Komisaris
         D          :    Direktur


        Selanjutnya, berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Transaksi Perseroan bukan merupakan
        transaksi yang mengandung benturan kepentingan sebagaimana didefinisikan dalam POJK 42/2020 dan
        tidak termasuk Transaksi Material sebagaimana dimaksud dalam POJK 17/2020.

        Berdasarkan analisis yang telah dilakukan maka Rencana Transaksi adalah transaksi afiliasi dengan nilai
        total pinjaman sebesar Rp700 miliar, yang direncanakan dibulan Juli sebesar Rp200 miliar, dibulan
        Agustus, September, Oktober, November dan Desember masing-masing sebesar Rp100 miliar.

                         Tabel 2 - 8 : Rencana Penarikan Dana Pinjaman oleh KMH (dalam Rupiah)
          No.             Bulan                       Tahun                      Jumlah Penarikan
           1               Juni
           2               Juli                                                              200.000.000.000
           3             Augustus                                                            100. 000.000.000
           4            September                      2025                                  100. 000.000.000
           5             Oktober                                                             100. 000.000.000
           6            November                                                             100. 000.000.000
           7            Desember                                                             100. 000.000.000


2.9.    Unsur Transaksi Material

        Perseroan adalah perusahaan publik yang menjadi pemegang saham KMH secara tidak langsung.


                                                                                                                24
Page 40
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
        Berdasarkan laporan keuangan konsolidasi limited review Perseroan per 31 Mei 2025, ekuitas Perseroan
        dilaporkan sebesar Rp5.250.179.471 ribu, dengan demikian maka rasio nilai RencanaTransaksi yang
        menjadi porsi Perseroan berbanding ekuitas adalah sebesar 13,33% sebagai berikut:

                  Tabel 2 - 9 : Materialitas Rencana Transaksi Terhadap Ekuitas Perseroan Per 31 Mei 2025
                                Laporan Keuangan Limited Review
                                                                          Nilai Rencana Transaksi
             Uraian             Perseroan pertanggal 31 Mei 2025                                        Persentase
                                                                           (dalam ribuan rupiah)
                                       (dalam ribuan rupiah)
          Ekuitas                        5.250.179.471                           700.000.000               13,33
        Sumber: Data Olahan

        Sesuai dengan POJK 17/2020 pasal 3 butir 1, maka nilai transaksi tidak masuk dalam kategori unsur
        transaksi material karena tidak mencapai 20% dari total ekuitas Perseroan.

2.10.   Analisis Kewajaran Tingkat Suku Bunga

        Analisis kewajaran terhadap harga Transaksi Perseroan dilakukan dengan membandingkan Tingkat
        Suku Bunga Transaksi Perseroan berdasarkan Perjanjian Pemberian Pinjaman Fasilitas Term Loan
        antara BUKK dan KMH dengan rata-rata tingkat suku bunga kredit modal kerja yang tersedia di pasar
        dalam 3 (tiga) tahun terakhir, yang dijadikan sebagai acuan kisaran nilai.
        A. Tingkat Suku Bunga atas Transaksi Perseroan

           Berdasarkan Perjanjian Pemberian Pinjaman Fasilitas Term Loan antara BUKK dan KMH tanggal
           16 Juli 2025, tingkat Suku Bunga atas Transaksi Perseroan adalah 8,00% per tahun diatas suku
           bunga acuan Bank Indonesia {Bl 7-Day Repo Rate) bulanan pada bulan berjalan, Rata-rata Tingkat
           Suku Bunga Kredit Modal Kerja yang tersedia di pasar.

           Berdasarkan data yang diperoleh dari Bank Indonesia, rata-rata tingkat suku bunga berdasarkan
           kelompok bank dalam 3 tahun terakhir (2022-2024) dan rata-rata Januari - Maret 2025 untuk
           kredit modal kerja berkisar minimum 6,48% maksimum 9,14% dengan median sebesar 8,76%.
                                         Tabel 2 - 10 : Tingkat rata-rata suku bunga
                                                                                                 2025
                              Kelompok Bank              2022         2023          2024                    Rata-rata
                                                                                               (Jan-Mar)
             Bank Persero                                8,26%         8,87%           8,86%       8,77%       8,69%
             Bank Pemerintah Daerah                      9,08%         9,42%           9,24%       8,81%       9,14%
             Bank Swasta Nasional                        9,09%         9,18%           9,18%       8,62%       9,02%
             Bank Asing dan Bank Campuran                5,84%         6,93%           6,93%       6,69%       6,60%
             Bank Umum                                   8,53%         8,93%           8,93%       8,65%       8,76%
             Rata-rata                                                                                         8,71%
             Minimum                                                                                           6,48%
             Median                                                                                            8,76%
             Maksimum                                                                                          9,14%

             Rata - Rata Tingkat Suku Bunga
             Bl 7-day (Reverse) Repo Rate                4,00%         5,81%           6,10%      5,75%        3,92%
             ("Bl7DRR")

            Spread Tingkat Suku Bunga
            Minimum                                                                                            4,00%
            Median                                                                                             5,78%
            Maksimum                                                                                           6,10%
          Sumber: Indonesia Financial & Economic Statistics (SEKI) Bank Indonesia

          Dengan membandingkan rata-rata tingkat suku bunga berdasarkan kelompok bank dalam 3 tahun



                                                                                                                     25
Page 41
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
             terakhir dan dengan rata-rata tingkat suku bunga Bl7DRR dalam 3 tahun terakhir, maka spread
             tingkat suku bunga dalam Perjanjian Pemberian Pinjaman Fasilitas Term Loan antara BUKK dan
             KMH sebesar 8,00% per tahun adalah wajar karena spread tingkat suku bunga sebesar 8,00%
             berada dalam kisaran spread tingkat suku bunga sebesar minimum 4,00% dan maksimum 6,10%
             dengan median sebesar 5,78%.

2.11.   Analisis Manfaat dan Risiko dari Transaksi yang Dilakukan

        Manfaat yang diharapkan bagi Perseroan dari Rencana Transaksi yang dilakukan:
        1.     Mendukung stabilitas afiliasi Perseroan.
        2.     Sinergi dalam grup Perseroan dalam meningkatkan efisiensi operasional dan memaksimalkan
               penggunaan sumber daya finansial.

        Risiko yang mungkin dihadapi oleh Perseroan dari transaksi yang dilakukan:
        1.     Risiko tidak tercapainya pendapatan KMH, sehingga membuat arus kas tidak stabil dan sulit untuk
               melakukan pembayaran hutang dan bunga.
        2.     Tidak tercapainya sinergi dalam grup Perseroan.




                                                                                                             26
Page 42
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
3.        ANALISIS KUALITATIF

3.1.      Riwayat Singkat dan Kegiatan Usaha Perseroan

PT Bukaka Teknik Utama Tbk Tbk (“BUKAKA atau Perusahaan atau Perseroan”) didirikan sesuai dengan
Undang-Undang Penanaman Modal Dalam Negeri No.6 tahun 1968 Undang-Undang No.12 tahun 1970
berdasarkan Akta No.149 tanggal 25 Oktober 1978 oleh Notaris Haji Bebasa Daeng Lalo, S.H. Akta pendirian ini
telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No.Y.A 5/242/7 tanggal 21
Mei 1979 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.33 Tambahan No.251 tanggal 22 April
1980.

Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, dengan menyesuaikan UU PT tahun 2007
dengan Akta No.16 tanggal 5 November 2008 oleh Notaris Masnah Sari S.H., dan telah mendapat pengesahan
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No.AHU-06525.AH.01.02
Tahun 2009.

Pada tahun 2010, Anggaran Dasar Perusahaan diubah sehubungan peningkatan modal dasar dari Rp200.000.000
menjadi sebesar Rp2.000.000.000 dan modal ditempatkan dan disetor penuh ditingkatkan dari Rp70.306.000
menjadi Rp1.320.226.000 melalui konversi utang Perusahaan kepada kreditor, sebanyak 2.499.840 saham baru
Hak Tanpa Memesan Efek Terlebih Dahulu (HTMETD). Persetujuan atas penambahan modal tanpa HTMETD dan
peningkatan modal ini telah diaktakan dengan Akta No.7 tanggal 3 Desember 2010 dari Sripati Marliza, S.H.,
Notaris di Jakarta. Perubahan ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
dalam Surat Keputusan No.AHU 60234.AH.01.02 Tahun 2010 tanggal 27 Desember 2010.

Tahun 2011, Anggaran Dasar Perusahaan diubah kembali sehubungan dengan penurunan modal dasar, modal
ditempatkan dan disetor penuh serta nilai nominal saham. Modal dasar yang awalnya Rp2.000.000.000 diturunkan
menjadi Rp1.352.000.000 terbagi atas 4.000.000.000 (angka penuh) saham. Modal ditempatkan dan disetor
diturunkan dari semula sebesar Rp1.320.226.000 menjadi Rp892.472.776.

Akta Perubahan terakhir berdasarkan Akta Petikan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT
Bukaka Teknik Utama Tbk Tbk No.9 tanggal 12 Juni 2024 oleh Notaris Egi Anggiawati Padli, S.H., M.Kn., Notaris
di Kabupaten Bogor tentang penetapan susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan dan telah mendapat
persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Penerimaan
Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan No.AHU-AH.01.09-0217127 Tahun 2024 tanggal 24 Juni 2024.

Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan yang tercantum dalam Akta Pendirian disebutkan maksud dan
tujuan perseroan adalah menjalankan bidang usaha:

a.     Konstruksi
b.     Pertambangan dan Penggalian
c.     Industri Pengolahan
d.     Pengangkutan dan Pergudangan
e.     Perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor
f.     Aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan
g.     Real estate, dan
h.     Pertanian, kehutanan dan perikanan

PT Bukaka Teknik Utama Tbk Tbk (Perseroan) didirikan pada tahun 1978 sebagai bengkel perakitan kendaraan
pemadam kebakaran, dan sejak itu berkembang menjadi perusahaan rekayasa teknik berskala nasional yang
mengkhususkan diri pada penyediaan produk dan jasa sektor infrastruktur. Dengan pengalaman lebih dari empat
dekade, Perseroan terus memperkuat fondasi bisnisnya melalui ekspansi ke berbagai lini, termasuk energi,


                                                                                                            27
Page 43
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
transportasi, dan komunikasi. Perseroan juga terlibat dalam berbagai proyek strategis nasional dan internasional,
menunjukkan kemampuannya dalam menghadirkan solusi teknik berkualitas tinggi secara konsisten.

Secara spesifik, produk dan jasa utama yang dihasilkan oleh Perseroan meliputi menara baja (steel tower),
jembatan baja (steel bridge), pembangkit listrik (power generation), garbarata (boarding bridge), struktur baja (steel
structure), peralatan konstruksi jalan, kendaraan khusus (special purpose vehicles), galvanisasi baja, pemeliharaan
fasilitas lepas pantai, peralatan migas (oil & gas equipment), dan pembangkit listrik tenaga air.

PT Bukaka Teknik Utama Tbk Tbk menetapkan visi perusahaan untuk menjadi perusahaan Indonesia terkemuka
yang bergerak di bidang engineering, procurement, construction, energy, dan investment di tingkat global. Visi ini
mencerminkan komitmen jangka panjang Perseroan dalam menjadikan dirinya sebagai pelaku utama industri
infrastruktur nasional dengan daya saing internasional. Visi tersebut juga menunjukkan ambisi Perseroan untuk
tidak hanya menguasai pasar domestik, tetapi juga memperluas jangkauan dan reputasi di kancah global melalui
keunggulan teknis dan inovasi berkelanjutan.

Dalam rangka mewujudkan visi tersebut, Perseroan merumuskan misi strategis yang terdiri dari beberapa pilar
utama. Pertama, merekrut sumber daya manusia yang kompeten dan profesional guna mendorong keunggulan
operasional. Kedua, memberikan kepuasan dan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan. Ketiga,
menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik dalam seluruh aspek kegiatan usaha. Terakhir, Perseroan
berkomitmen menjadi entitas yang kompetitif, modern, inovatif, dan peduli terhadap lingkungan. Seluruh misi
tersebut menjadi pedoman strategis dalam mendukung pertumbuhan usaha yang berkelanjutan dan bertanggung
jawab di tengah dinamika industri konstruksi dan manufaktur nasional.

Pada tahun 2024, Perseroan mengusung tema “Leveraging Solid Foundation, Capturing Opportunities” sebagai
pijakan dalam menjawab dinamika industri manufaktur yang semakin kompetitif. Fokus strategi diarahkan pada
penguatan basis operasional, inovasi teknologi, dan kolaborasi yang sinergis dengan pemangku kepentingan.
Salah satu pencapaian penting adalah keberhasilan ekspor 215 unit SRP Surface ke Oil & Natural Gas Corporation
(ONGC) India, yang tidak hanya mendongkrak pendapatan tetapi juga memperluas jangkauan pasar global. Selain
itu, pembangunan fasilitas workshop Bukaka International LLC di Oman menandai langkah strategis Perseroan
dalam memasuki pasar peralatan oil and gas di Timur Tengah.

Secara finansial, Perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp521,44 miliar pada tahun 2024, melebihi target yang
ditetapkan dalam RKAP. Total aset tumbuh menjadi Rp9,15 triliun, dengan peningkatan investasi signifikan pada
entitas asosiasi seperti PT Kerinci Merangin Hidro dan PT Bumi Mineral Sulawesi. Kendati menghadapi tantangan
eksternal seperti fluktuasi harga baja dan nilai tukar, Perseroan menunjukkan resiliensi dengan mengoptimalkan
efisiensi operasional dan menjaga kualitas proyek. Dengan prospek infrastruktur nasional yang masih sangat
terbuka dan komitmen terhadap tata kelola yang baik, Perseroan berada pada posisi yang solid untuk melanjutkan
pertumbuhan berkelanjutan di tahun-tahun mendatang

3.2.     Alasan dilakukan Transaksi

KMH saat ini sedang mengerjakan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Merangin 350 MW dan telah
menyelesaikan tahap konstruksi, namun belum mencapai Commercial Opertation Date (COD). Untuk menunjang
kelangsungan operasional hingga mencapai COD, KMH memohon dukungan pembiayaan dari BUKK.

KMH sudah membukukan laba bersih mulai tahun 2026, namun berdasarkan proyeksi keuangan yang
disampaikan, hingga tahun 2031, KMH harus tetap menjaga kestabilan arus kas, dan terlihat pada proyeksi bahwa
arus kas KMH masih berfluktuatif hingga tahun 2031 disebabkan oleh pembayaran pokok dan bunga pinjaman
yang dijadwalkan mulai dilakukan di bulan Mei tahun 2026 dan diproyeksikan keseluruhan pinjaman dapat dilunasi
di tahun 2031. KMH diharapkan dapat membagikan dividen pada tahun 2032 setelah melunasi semua pinjaman.



                                                                                                                     28
Page 44
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
3.3.     Tinjauan Ekonomi Makro

3.3.1.   Perekonomian Global dan Domestik

Ketidakpastian perekonomian global makin tinggi didorong kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS).
Pengumuman kebijakan tarif resiprokal AS awal April 2025, serta langkah retaliasi oleh Tiongkok dan kemungkinan
dari sejumlah negara lain meningkatkan fragmentasi ekonomi global dan menurunnya volume perdagangan dunia.
Akibatnya, pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun 2025 diprakirakan akan menurun dari 3,2% menjadi 2,9%
dengan penurunan terbesar terjadi di AS dan Tiongkok sejalan dengan dampak perang tarif kedua negara tersebut.
Pertumbuhan ekonomi di negara maju dan negara berkembang lainnya juga diprakirakan akan melambat,
dipengaruhi dampak langsung dari penurunan ekspor ke AS dan dampak tidak langsung dari penurunan volume
perdagangan dengan negara-negara lain.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga triwulan I 2025 masih terjaga di tengah peningkatan ketidakpastian
global. Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap baik sehingga mampu mendukung ketahanan eksternal. Nilai
tukar Rupiah tetap terkendali didukung kebijakan stabilisasi Bank Indonesia di tengah ketidakpastian pasar
keuangan global yang meningkat. lnflasi lndeks Harga Konsumen (IHK) pada Maret 2025 tetap rendah dan
mendukung stabilitas perekonomian. Penguatan respons kebijakan moneter terus dilakukan, termasuk optimalisasi
strategi operasi moneter pro-market dalam rangka stabilitas nilai tukar Rupiah dan pencapaian sasaran inflasi.

Transmisi kebijakan moneter tetap baik di tengah kenaikan risiko dari dinamika global. Kredit perbankan tetap
tumbuh positif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. Bank Indonesia terus mendorong implementasi
penguatan Kebijakan lnsentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) untuk mendukung pertumbuhan kredit perbankan.
Ketahanan perbankan tetap kuat mendukung stabilitas sistem keuangan. Kinerja transaksi ekonomi dan keuangan
digital pada triwulan I 2025 tetap tumbuh didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal.
Stabilitas sistem pembayaran tetap terjaga, ditopang oleh infrastruktur yang stabil dan struktur industri yang sehat.

                                            Tabel 3- 1 : Pertumbuhan PDB Dunia




Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan I-2025

                                          Grafik 3- 1 : Indeks Ketidakpastian Global




                                                                                                                    29
Page 45
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan I-2025
Perang tarif dan dampak negatifnya terhadap penurunan pertumbuhan AS, Tiongkok, dan ekonomi dunia memicu
peningkatan ketidakpastian pasar keuangan global serta mendorong perilaku risk aversion pemilik modal. Yield
US Treasury menurun dan indeks mata uang dolar AS terhadap berbagai mata uang dunia (DXY) melemah, di
tengah peningkatan ekspektasi penurunan Fed Funds Rate (FFR). Aliran modal dunia bergeser dari AS ke negara
dan aset yang dianggap aman (safe haven asset), terutama ke aset keuangan di Eropa dan Jepang serta
komoditas emas. Sementara itu, aliran keluar modal global dari negara berkembang masih berlanjut sehingga
memberikan tekanan terhadap pelemahan mata uangnya. Memburuknya kondisi global tersebut memerlukan
penguatan respons dan koordinasi kebijakan untuk menjaga ketahanan eksternal, mengendalikan stabilitas, dan
mendorong pertumbuhan ekonomi di dalam negeri.

                                                    Grafik 3- 2 : Inflasi Global




Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan I-2025

                              Grafik 3- 3 : Yield UST 10Y dan JGB 10Y serta Indeks Saham AS




Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan I-2025

                                      Grafik 3- 4 : Aliran Modal ke Negara Berkembang




Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan I-2025

Pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh baik dengan kecenderungan lebih rendah dari prakiraan sebelumnya.
Pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2024 sedikit di bawah prakiraan dipengaruhi oleh lebih rendahnya permintaan
domestik, baik konsumsi maupun investasi. Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi 2024 diprakirakan sedikit


                                                                                                           30
Page 46
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
di bawah titik tengah kisaran 4,7–5,5%. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi diperkirakan juga cenderung lebih
rendah dari prakiraan sebelumnya 4,8–5,6%.

Ekspor diprakirakan lebih rendah sehubungan dengan melambatnya permintaan negara-negara mitra dagang
utama, kecuali AS. Konsumsi rumah tangga juga masih lemah, khususnya golongan menengah ke bawah
sehubungan dengan belum kuatnya ekspektasi penghasilan dan ketersediaan lapangan kerja. Pada saat yang
sama, dorongan investasi swasta juga belum kuat karena masih lebih besarnya kapasitas produksi dalam
memenuhi permintaan, baik domestik maupun ekspor.

Dalam kaitan ini, Bank Indonesia terus memperkuat bauran kebijakan moneter dan makroprudensial untuk
menjaga stabilitas dan turut mendorong pertumbuhan ekonomi, didukung dengan percepatan digitalisasi sistem
pembayaran. Bank Indonesia terus mempererat sinergi dengan kebijakan stimulus fiskal Pemerintah Pusat dan
Daerah, termasuk dukungan penuh terhadap implementasi berbagai program Pemerintah dalam Asta Cita.

                      Tabel 3- 2 : Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran




Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan I-2025

                    Tabel 3- 3 : Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha




Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan I-2025

                               Gambar 3- 1 : Pertumbuhan Ekonomi Regional Triwulan I – 2025




Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan I-2025


                                                                                                         31
Page 47
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
3.3.2.   Neraca Pembayaran Indonesia

Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap baik sehingga mampu mendukung ketahanan eksternal. Surplus neraca
perdagangan berlanjut pada Maret 2025 sebesar 4,3 miliar dolar AS, meningkat dibandingkan dengan surplus
bulan sebelumnya sebesar 3,1 miliar dolar AS. Aliran masuk modal asing keinstrumen keuangan domestik dalam
bentuk investasi portofolio sejak awal tahun 2025 hingga akhir Maret 2025 mencatat net inflows 1,6 miliar dolar
AS. Pada April 2025 (hingga 21 April 2025), investasi portofolio mencatat net outflows 2,8 miliar dolar AS akibat
kuatnya dampak ketidakpastian global pasca pengumuman tarif resiprokal AS.

                                        Tabel 3- 4 : Neraca Pembayaran Indonesia




Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan I-2025

                                             Grafik 3- 5 : Neraca Perdagangan




Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan I-2025

                                              Grafik 3- 6 : Aliran Modal Asing




Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan I-2025

Perkembangan terkini menunjukkan tekanan outflows mulai berkurang terutama pada Surat Berharga Negara
(SBN), sejalan tetap baiknya prospek perekonomian Indonesia, termasuk ketahanan eksternal yang terjaga baik.
Posisi cadangan devisa pada akhir Maret 2025 tercatat tinggi sebesar 157, 1 miliar dolar AS, setara dengan
pembiayaan 6,7 bulan impor atau 6,5 buIan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di
atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Bank Indonesia memprakirakan NPI 2025 tetap baik
ditopang defisit transaksi berjalan yang rendah dalam kisaran defisit 0,5% sampai dengan 1,3% dari PDB dan
surplus transaksi modal dan finansial yang berlanjut, di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.


                                                                                                                32
Page 48
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
                                               Grafik 3- 7 : Cadangan Devisa




Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan I-2025

3.3.3.   Nilai Tukar Rupiah

Nilai tukar Rupiah tetap terkendali didukung kebijakan stabilisasi Bank Indonesia di tengah ketidakpastian pasar
keuangan global yang meningkat. Nilai tukar Rupiah pada 27 Maret 2025 tercatat Rp16. 560 per dolar AS a tau
menguat 0,12% (ptp) dibandingkan dengan level akhir Februari 2025. Namun demikian, tekanan kuat terhadap
nilai tukar Rupiah terjadi di pasar off-shore (Non Deliverable Forward/NDF) pada saat libur panjang pasar domestik
dalam rangka ldul fitri 1446 H, akibat kebijakan tarif resiprokal AS. Bank Indonesia pada 7 April 2025 melakukan
intervensi di pasar off-shore NDF secara berkesinambungan di pasar Asia, Eropa, dan New York guna stabilisasi
nilai tukar Rupiah dari tingginya tekanan global.

Respons kebijakan ini memberikan hasil positif, tecermin dari perkembangan Rupiah yang terkendali dan menguat
menjadi Rp16.855 per dolar AS pada 22 April 2025, dibandingkan dengan level Rp16.865 per dolar AS pada hari
pertama pembukaan pasar domestik pasca libur tanggal 8 April 2025. Pergerakan Rupiah masih sejalan dengan
perkembangan mata uang regional dan berada dalam kisaran yang sesuai dengan fundamental ekonomi domestik
dalam menjaga stabilitas perekonomian. Ke depan, nilai tukar Rupiah diprakirakan stabil didukung komitmen Bank
Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, imbal hasil yang menarik, inflasi yang rendah, dan prospek
pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap baik. Bank Indonesia terus memperkuat respons kebijakan stabilisasi,
termasuk intervensi terukur di pasar off-shore NDF dan strategi triple intervention pada transaksi spot, DNDF, dan
SBN di pasar sekunder. Seluruh instrumen moneter juga terus dioptimalkan, termasuk penguatan strategi operasi
moneter pro-market melalui optimalisasi instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), Sekuritas Valas Bank
Indonesia (SVBI), dan Sukuk Valas Bank Indonesia (SUVBI), untuk memperkuat efektivitas kebijakan dalam
menarik aliran masuk investasi portofolio asing dan mendukung stabilitas nilai tukar Rupiah.

                 Grafik 3- 8 : Indeks Rupiah terhadap USD, Negara Maju kecuali AS, dan Negara Berkembang




Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan I-2025




                                                                                                                 33
Page 49
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
3.3.4.   Inflasi

Inflasi lndeks Harga Konsumen (IHK) pada Maret 2025 tetap rendah dan mendukung stabilitas perekonomian. IHK
pada Maret 2025 mengalami inflasi sebesar 1,03% (y0y), dengan inflasi inti tetap terkendali sebesar 2,48% (yo),
sejalan dengan konsistensi suku bunga kebijakan Bl (Bl-Rate) untuk mengarahkan ekspektasi inflasi. lnflasi
kelompok volatile food (VF) tercatat sebesar 0,37% (yoy) didukung oleh kecukupan pasokan komoditas pangan
utama dan eratnya sinergi pengendalian inflasi oleh Tim Pengendalian lnflasi Pusat/Daerah (TPIP/TPID) melalui
Gerakan Nasional Pengendalian lnflasi Pangan (GNPIP). Sementara itu, kelompok administered prices tercatat
deflasi sebesar 3,16% (y0y), tidak sedalam deflasi bulan sebelumnya sebesar 9,02% (yoy), terutama dipengaruhi
oleh berakhirnya implementasi kebijakan diskon tarif listrik untuk rumah tangga dengan daya terpasang listrik <
2.200 VA. Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi terkendali dalam sasaran 2,5±1% pada 2025 dan 2026.

lnflasi inti diprakirakan terjaga seiring ekspektasi inflasi yang terjangkar dalam sasaran, kapasitas ekonomi yang
memadai, imported inflation yang terkendali, dan dampak positif dari digitalisasi. lnflasi VF diprakirakan terkendali
didukung oleh sinergi pengendalian inflasi Bank Indonesia dengan Pemerintah Pusat dan Daerah.

                                                Grafik 3- 9 : Ekspektasi Inflasi




Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan I-2025

                                           Grafik 3- 10 : Inflasi IHK dan Komponen




Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan I-2025

3.3.5.   Suku Bunga

Hingga 21 April 2025, total posisi instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI masing-masing tercatat sebesar Rp881,86
triliun, 1,40 miliar dolar AS, dan 277 juta dolar AS. Kepemilikan nonresiden dalam SRBI per tanggal 21 April 2025
mencapai Rp209,90 triliun (23,80% dari total outstanding). lmplementasi dealer utama (primary dealer) sejak Mei
2024 juga makin meningkatkan transaksi SRBI di pasar sekunder dan repurchase agreement(repo) antar pelaku
pasar, sehingga memperkuat efektivitasinstrumen moneter dalam stabilisasi nilai tukar Rupiah dan pengendalian
inflasi. Bank Indonesia juga melakukan pembelian SBN dari pasar sekunder untuk memperkuat operasi moneter
yang mencerminkan sinergi erat antara kebijakan moneter dengan kebijakan fiskal Pemerintah.



                                                                                                                    34
Page 50
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro


Transmisi kebijakan moneter melalui jalur suku bunga berjalan baik dalam upaya turut mendukung pertumbuhan
ekonomi. Suku bunga pasar uang (IndONIA) bergerak di sekitar BI-Rate, yaitu 5,77% pada 21 April 2025 dari
semula sebesar 6,03% pada awal Januari 2025. Suku bunga SRBI untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan tanggal 16
April 2025 juga menurun, namun tetap menarik untuk aliran masuk modal asing, yakni dari masing-masing 7,16%,
7,20%, dan 7,27% pada awal Januari 2025 menjadi 6,59%, 6,61%, dan 6,64% per 16 April 2025. lmbal hasil SBN
juga tetap menarik, meskipun untuk tenor 2 tahun menurun dari 6,96% menjadi 6,54%, sementara untuk tenor 10
tahun menurun dari 6,98% menjadi 6,94%. Adapun suku bunga perbankan tercatat rendah ditopang oleh
kecukupan likuiditas perbankan sejalan dengan implementasi penguatan KLM serta publikasi transparansi Suku
Bunga Dasar Kredit (SBDK). Likuiditas yang cukup tersebut mampu meningkatkan efisiensi pembentukan suku
bunga perbankan sehingga mendukung penyaluran kredit perbankan. Pada Maret 2025, suku bunga deposito 1
bulan dan suku bunga kredit tercatat masing-masing sebesar 4,77% dan 9,20%, relatif stabil dibandingkan dengan
level pada bulan sebelumnya.

                              Grafik 3- 11 : Suku Bunga Kebijakan Bank Indonesia dan IndONIA




Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan I-2025

                                           Grafik 3- 12 : Suku Bunga Perbankan




Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan I-2025

Peran kredit/pembiayaan pada Triwulan I 2025 tetap kuat dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan
kredit pada Maret 2025 tercatat sebesar 9,16% (yoy), lebih rendah dari 10,30% (yoy) pada buIan Februari 2025.
Pertumbuhan kredit investasi masih relatif tinggi, yaitu 13,36% (yoy), sementara pertumbuhan kredit konsumsi dan
kredit modal kerja masing-masing tercatat sebesar 9,32% (yoy) dan 6,51% (yoy). Dari sisi penawaran, minat
penyaluran kredit (lending standard) dan kondisi likuiditas masih memadai, meskipun sejumlah bank mulai
menghadapi kendala dalam meningkatkan pendanaan baik Dana Pihak Ketiga (DPK) maupun sumber lainnya
untuk penyaluran kredit. Dari sisi permintaan, kontribusi pertumbuhan kredit terutama didukung pada sektor
industri, pertambangan, dan jasa sosial, sementara kontribusi pertumbuhan kredit pada sektor konstruksi dan
perdagangan masih terbatas. Pembiayaan syariah tumbuh sebesar 9,18% (yoy), sementara kredit UMKM tumbuh
sebesar 1,95% (yoy). Ke depan, berbagai risiko ketidakpastian global dan dampaknya terhadap perekonomian
domestik perlu menjadi perhatian karena dapat memengaruhi prospek permintaan kredit dan preferensi


                                                                                                               35
Page 51
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
penempatan aset likuid perbankan. Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan kredit perbankan akan menuju
ke batas bawah kisaran 11-13% pada 2025. Sehubungan dengan itu, Bank Indonesia akan terus memperkuat
kebijakan makroprudensial yang akomodatif, termasuk mengoptimalkan KLM, dan memperkuat implementasi
ketentuan Rasia Pendanaan Luar Negeri (RPLN) untuk mendoro ng pendanaan perbankan bagi manajemen
likuiditas dan penyaluran kredit ke sektor riil. Bank Indonesia juga akan terus mempererat koordinasi dengan KSSK
untuk mendorong pertumbuhan kredit dalam mendukung pembiayaan ekonomi.

                                        Grafik 3- 13 : Perkembangan Kredit dan DPK




Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan I-2025

Bank Indonesia terus memperkuat efektivitas implementasi KLM. Mulai 1 April 2025, KLM ditingkatkan dari paling
besar 4% menjadi sampai dengan 5% dari DPK. Hingga minggu kedua April 2025, Bank Indonesia telah
memberikan insentif KLM sebesar Rp370,6 triliun, meningkat sebesar Rp78,3 triliun dari minggu keempat Maret
2025 sebesar Rp292,3 triliun. Khusus sektor perumahan, insentif KLM meningkat sebesar Rp84,0 triliun dari
minggu keempat Maret 2025 seiring dengan implementasi penguatan KLM pada 1 April 2025. lnsentif KLM
diberikan masing-masing kepada kelompok bank BUMN sebesar Rp161,7 triliun, BUSN sebesar Rp167,4 triliun,
BPD sebesar Rp35,7 triliun, dan KCBA sebesar Rp5,8 triliun. Secara sektoral, insentif tersebut disalurkan kepada
sektor-sektor prioritas yakni pertanian, real estate, perumahan rakyat, konstruksi, perdagangan dan manufaktur,
transportasi, pergudangan, pariwisata dan ekonomi kreatif, serta UMKM, Ultra Mikro, dan hijau. Ke depan, Bank
Indonesia akan terus mendorong penyaluran kredit/pembiayaan perbankan dan memperkuat sinergi dengan
Pemerintah, otoritas keuangan, Kementerian/Lembaga, perbankan, dan pelaku usaha.

Ketahanan sistem keuangan terjaga baik. Likuiditas perbankan tetap memadai, tecermin dari rasio Alat Likuid
terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) pada Maret 2025 yang tinggi sebesar 26,22%. Dari sisi permodalan, rasio
kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan pada Februari 2025 tercatat tinggi sebesar 26,95%.

                                        Grafik 3- 14 : Permodalan Industri Perbankan




Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan I-2025




                                                                                                                36
Page 52
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro

                                   Grafik 3- 15 : Perkembangan Rasio AL/DPK Perbankan




Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan I-2025

Sementara itu, risiko kredit tetap terkendali, tecermin dari rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL)
perbankan yang rendah, sebesar 2,22% (bruto) dan 0,81 % (neto) pada Februari 2025. Hasil stress-test Bank
Indonesia menunjukkan ketahanan perbankan yang tetap kuat dalam menghadapi berbagai risiko, serta ditopang
oleh kemampuan membayar dan profitabilitas korporasi yang terjaga.

                                        Grafik 3- 16 : Rasio Kredit Bermasalah (NPL)




Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan I-2025

Kinerja transaksi ekonomi dankeuangan digital pada tnwulan I 2025 tetap tumbuh didukung oleh sistem
pembayaran yang aman, lancar, dan andal. Dari sisi transaksi, pembayaran digital pada triwulan I 2025 mencapai
10,76 miliar transaksi atau tumbuh 33,50% (yoy) didukung peningkatan seluruh komponen. Volume transaksi
aplikasi mobile dan internetterus tumbuh masing-masing sebesar 34,51 % (yoy) dan 18,89% (yoy). Demikian pula,
volume transaksi pembayaran digital melalui QRIS tetap tumbuh tinggi sebesar 169, 15% (yoy) didukung
peningkatan jumlah pengguna dan merchant.

Dari sisi infrastruktur, volume transaksi ritel yang diproses melalui Bl-FAST mencapain 1,07 miliar transaksi atau
tumbuh 57,68% (yoy), dengan nilai mencapai Rp2.741,81 triliun. Volume transaksi nilai besar yang diproses melalui
BI-RTGS tumbuh sebesar 0,69% (yoy) menjadi 2,47 juta transaksi dengan nilai Rp46.281,21 triliun. Sementara
dari sisi pengelolaan uang Rupiah, Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) tumbuh 15,51 % (yoy) menjadi Rp1.240,12
triliun pada triwulan 1 2025.




                                                                                                                 37
Page 53
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro

                        Grafik 3- 17 : Nilai Transaksi Digital Banking dan Nilai Transaksi Uang Elektronik




Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan I-2025

                                        Grafik 3- 18 : Nilai dan Volume Transaksi QRIS




Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan I-2025

                                    Grafik 3- 19 : Nilai Transaksi ATM/Debit dan Kartu Kredit




Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan I-2025

                                              Grafik 3- 20 : Uang yang Diedarkan




Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan I-2025




                                                                                                             38
Page 54
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
Stabilitas sistem pembayaran tetap terjaga, ditopang oleh infrastruktur yang stabil dan struktur industri yang sehat.
Dari sisi infrastruktur, stabilitas sistem pembayaran tecermin pada penyelenggaraan Sistem Pembayaran Bank
Indonesia (SPBI) yang lancar dan andal serta kecukupan pasokan uang dalam jumlah dan kualitas yang memadai
pada triwulan I 2025, termasuk selama periode RAFI 2025. Dari sisi struktur industri interkoneksi antarpelaku dalam
sistem pembayaran terus menguat diikuti oleh ekosistem Ekonomi Keuangan Digital (EKD) yang meluas. Transaksi
pembayaran berbasis Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP) juga meningkat sejalan dengan perluasan
tingkat adopsi. Ke depan, Bank Indonesia akan terus memastikan ketersediaan, keandalan, dan keamanan SPBI
serta sistem pembayaran industri. Bank Indonesia terus menjaga ketersediaan uang Rupiah dalam jumlah yang
cukup dengan kualitas yang layak edar di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), termasuk
daerah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T).

3.4.     Analisis Industri dan Bisnis

Perkembangan Industri Konstruksi

Pembangunan infrastruktur merupakan mobil penggerak pembangunan nasional. Keberadaan infrastruktur yang
memadai akan berkontribusi pada kelancaran produksi maupun distribusi barang dan jasa yang dapat
meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara dan meningkatkan pemerataan ekonomi di berbagai wilayah.
Pembangunan infrastruktur merupakan bagian integral dari pembangunan kelembagaan dan perekonomian yang
bertumpu pada peningkatan produktivitas. Saat ini, pemerintah berfokus pada meningkatkan investasi, baik
investasi dalam negeri maupun luar negeri guna menaikkan ekspansi ekonomi Indonesia. Khususnya investasi di
bidang infrastruktur dalam rangka peningkatan konektivitas di seluruh Indonesia.

Pembangunan infrastruktur di Indonesia menjadi salah satu faktor meningkatnya peran sektor konstruksi terhadap
perekonomian Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari besarnya kontribusi sektor konstruksi terhadap Produk Domestik
Bruto (PDB) sebesar 10,06% pada triwulan III/2024. Peran sektor konstruksi berkaitan erat dengan penyerapan
tenaga kerja, penanaman modal, jumlah proyek infrastruktur dan bangunan, hubungan timbal balik dengan sektor-
sektor pendukung, bahkan menjadi fasilitator dalam pergerakan dan pertumbuhan barang dan jasa. Pemerataan
pembangunan untuk semua sektor juga didukung oleh sektor konstruksi antara lain ketahanan pangan di tiap
daerah, pemenuhan kebutuhan listrik dan energi nasional, peningkatan sarana pendidikan dan kesehatan, akses
jalan yang memadai untuk pengangkutan barang dan jasa, dan peningkatan daya tarik pariwisata.

         Gambar 3- 2 : Distribusi Persentase Produk Domestik Bruto Atas dasar Harga berlaku Menurut Lapangan Usaha,
                                                       Triwulan III-2024




Sumber: Badan Pusat Statistik (Konstrusi dalam Angka-2024)




                                                                                                                      39
Page 55
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
PDB dari Konstruksi di Indonesia meningkat menjadi 333.596,80 Miliar IDR pada kuartal keempat tahun 2024 dari
320.166,50 Miliar IDR pada kuartal ketiga tahun 2024. PDB dari Konstruksi di Indonesia rata-rata sebesar
238.814,76 Miliar IDR dari tahun 2010 hingga 2024, mencapai puncak tertinggi sebesar 333.596,80 Miliar IDR
pada kuartal keempat tahun 2024 dan terendah sebesar 149.919,00 Miliar IDR pada kuartal pertama tahun 2010.

                                  Grafik 3- 21 : PDB Konstruksi di Indonesia Tahun 2022-2024




Sumber : https://id.tradingeconomics.com

                      Tabel 3- 5 : Produk Domestik Bruto (PDB) Sektor Konstruksi, Triwulan I/2023-III/2024




Sumber: Badan Pusat Statistik (Konstrusi dalam Angka-2024)

Hingga semester pertama 2024, industri jasa konstruksi di Indonesia terus menunjukkan perkembangan yang
positif. Adalah dukungan dari pemerintah, serta meningkatnya daya saing nasional yang berada di peringkat 27,
naik tujuh peringkat dari tahun 2023 yaitu tiga besar di kawasan Asia Tenggara setelah Singapura dan Thailand,
dan berbagai proyek infrastruktur besar telah menjadi pendorong utama pertumbuhan sektor ini. Merujuk data
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), nilai bisnis konstruksi di Indonesia mencapai
Rp423,4 triliun atau 12,73 persen dari Rp3.325,1 triliun total anggaran belanja negara tahun 2024. Angka tersebut
mencakup berbagai proyek infrastruktur, mulai dari pembangunan jalan tol, jembatan, pelabuhan, bandara, hingga
fasilitas umum lainnya. Adapun beberapa proyek besar yang menonjol di semester pertama tahun 2024, antara
lain pembangunan tol Trans-Sumatera, pengembangan Pelabuhan Patimban, serta Proyek Ibu Kota Negara (IKN)
Nusantara.


                                                                                                                40
Page 56
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
Sektor konstruksi di Indonesia telah menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi negara ini. Selain
memberikan kontribusi signifikan terhadap PDB, industri ini juga menciptakan lapangan kerja bagi ribuan tenaga ahli
konstruksi di seluruh nusantara. Sebagai negara berkembang dengan populasi besar, Indonesia memiliki potensi besar
dalam pengembangan infrastruktur dan properti.

Beberapa faktor kunci yang mendorong pertumbuhan industri konstruksi di Indonesia antara lain:
•    Pembangunan Infrastruktur Indonesia terus berinvestasi dalam proyek-proyek infrastruktur besar seperti jalan tol,
     bandara, pelabuhan, dan jalur kereta api. Inisiatif pemerintah ini membuka peluang signifikan bagi perusahaan
     konsultan dan kontraktor konstruksi.
•    Pertumbuhan Ekonomi Dengan prediksi pertumbuhan ekonomi yang stabil di atas 5% per tahun, permintaan akan
     properti komersial dan residensial diperkirakan akan terus meningkat. Hal ini menciptakan peluang bagi
     pengembangan gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, rumah sakit, dan proyek-proyek konstruksi lainnya.
•    Peningkatan Investasi Investasi asing dan domestik yang terus mengalir ke Indonesia turut mendorong
     pembangunan berbagai fasilitas baru, menciptakan proyek-proyek potensial bagi industri konstruksi.
•    Kebijakan Pemerintah yang Mendukung Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk
     mempermudah proses bisnis di sektor konstruksi, termasuk penyederhanaan perizinan dan prosedur
     pembangunan.
•    Inovasi Teknologi Adopsi teknologi baru seperti Building Information Modeling (BIM), konstruksi modular, dan
     bangunan hijau membuka peluang baru dan meningkatkan efisiensi dalam industri ini.


Perkembangan Industri Pembangkit Listrik Tenaga Air
Sebagai negara yang kaya akan sumber daya alam, Indonesia juga kaya akan sumber energi terbarukan. Salah satu
sumber energi terbarukan yang memiliki prospek besar untuk dikembangkan adalah Pembangkit Listrik Tenaga Air
(PLTA) baik berskala kecil, menengah maupun besar. Dengan ribuan sungai yang mengalir di seluruh kepulauan, PLTA
bisa menjadi solusi yang menjanjikan untuk memenuhi kebutuhan energi bersih seluruh masyarakat Indonesia hingga
ke wilayah pelosok sekaligus mendukung transisi energi nasional menuju keberlanjutan.
Potensi energi terbarukan di Indonesia mencapai 3.686 gigawatt (GW), dengan energi air menyumbang sekitar 95 GW
dari total tersebut. Namun, hingga saat ini, pemanfaatannya masih terbatas. Menurut data Kementerian Energi dan
Sumber Daya Mineral (ESDM) kapasitas terpasang PLTA di Indonesia baru mencapai sekitar 6,7 GW, atau hanya
sekitar 9% dari total potensi yang ada. Data ini menunjukkan bahwa peluang pengembangan energi air masih terbuka
sangat lebar.
Potensi energi terbarukan air tersebar di berbagai wilayah Indonesia, terutama di daerah yang memiliki aliran sungai
besar seperti Sumatra, Kalimantan, dan Papua. Contohnya, Sungai Asahan di Sumatra Utara, yang menjadi sumber
energi utama bagi PLTA Sigura-gura, salah satu pembangkit listrik tenaga air terbesar di Indonesia. Ataupun PLTA
Kayan Cascade yang memanfaatkan air Sungai Kayan. PLTA yang masih dalam proses pembangunan di Kabupaten
Bulungan, Kalimantan Utara ini diperkirakan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.
Sebagai negara kepulauan yang memiliki banyak sungai besar, pengembangan PLTA merupakan pilihan yang
tepat bagi Indonesia dalam memenuhi kebutuhan listrik bagi masyarakatnya. Pembangunan pembangkit listrik
dengan memanfaatkan energi air bukanlah hal yang baru untukIndonesia. Dilansir dari Kompaspedia, PLTA
merupakan pembangkit listrik tertua di Indonesia yang ditandai dengan pembangunan PLTA Plengan dan PLTA
Lamajan pada 1918–1924. Pembangkit listrik di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung ini memanfaatkan
aliran air Sungai Cisangkuy. Kedua pembangkit ini difungsikan untuk memenuhi kebutuhan perkebunan, pabrik
teh, dan untuk pasokan listrik interkoneksi Jawa-Bali. Sampai dengan 2023, PLTA, termasuk pembangkit listrik
tenaga minihidro (PLTM) dan pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) yang merupakan versi kecil dari PLTA,
milik Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah mencapai 253 pembangkit aktif.




                                                                                                                     41
Page 57
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
Meskipun memiliki potensi besar, pengembangan PLTA di Indonesia menghadapi sejumlah tantangan. Salah satu
tantangan utama adalah investasi awal yang tinggi. Pembangunan PLTA memerlukan biaya besar untuk
infrastruktur seperti bendungan, turbin, dan jaringan distribusi. Kendala dalam jaringan distribusi disebabkan
sumber energi listrik berada di wilayah terpencil yang jauh dari wilayah yang membutuhkan listrik. Namun, biaya
infrastruktur awal yang besar ini seharusnya dikaitkan dengan daya pakai PLTA yang bisa mencapai 50–100 tahun
serta relatif mudah pemeliharaannya. Selain itu, proses perizinan yang rumit dan memakan waktu sering menjadi
hambatan dalam merealisasikan proyek PLTA. Beberapa perizinan itu, dilansir dari Katadata, meliputi izin
sertifikasi dan konstruksi bendungan, izin pengisian awal waduk, izin Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan
(PPKH) dari gubernur, serta pemanfaatan air di kawasan konservasi.

Dari aspek lingkungan, pembangunan PLTA berskala besar sering kali menimbulkan dampak ekologis, seperti
perubahan ekosistem sungai, relokasi penduduk, dan hilangnya habitat hewan. Tantanganlainnya adalah
perubahan iklim yang memengaruhi pola curah hujan dan ketersediaan air, yang dapat mengurangi keandalan
pasokan air untuk PLTA. Untuk mengatasi kendala ini, diperlukan perencanaan yang matang, termasuk penerapan
teknologi adaptif seperti bendungan pintar, sistem monitoring aliran air sungai berbasis internet of things,
dan sistem monitoring pintu air bendungan berbasis situs web.

Dengan strategi pengembangan yang tepat, PLTA dapat menjadi tulang punggung ketahanan energi nasional dan
transisi energi nasional menuju sumber energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. PLTA membuka jalan bagi
Indonesia untuk memenuhi kebutuhan listrik nasional sekaligus mencapai target emisi nol bersih (NZE) pada 2060
atau lebih cepat dan Target Pembangunan Berkelanjutan (SDG) poin 7, yaitu energi bersih dan terjangkau. Agar
tujuan itu tercapai, diperlukan dukungan investasi, kebijakan yang proaktif, serta sinergi antara pemerintah, sektor
swasta, dan masyarakat. Dengan demikian, PLTA tidak hanya menjadi sumber energi, tetapi juga pendorong
pembangunan ekonomi dan perlindungan lingkungan.

Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya menjadi salah satu sumber
energi terbarukan yang paling diandalkan dan banyak digunakan di seluruh dunia. Berikut adalah penjelasan rinci
tentang keunggulan-keunggulan utama PLTA:
•    Energi Terbarukan dan Berkelanjutan. PLTA memanfaatkan siklus air alami, yang terus-menerus diperbarui
     oleh sinar matahari dan gravitasi. Selama siklus hidrologi tetap berjalan, PLTA dapat terus menghasilkan
     listrik tanpa menghabiskan sumber daya.
•    Ramah Lingkungan. Operasi PLTA tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca atau polutan udara lainnya.
     Dibandingkan dengan pembangkit listrik berbahan bakar fosil, PLTA memiliki jejak karbon yang jauh lebih
     rendah.
•    PLTA memiliki efisiensi konversi energi yang tinggi, mencapai 90% pada beberapa instalasi modern. Ini jauh
     lebih tinggi dibandingkan dengan banyak bentuk pembangkit listrik lainnya.
•    Fleksibilitas Operasional. PLTA dapat dengan cepat menyesuaikan output listriknya untuk memenuhi fluktuasi
     permintaan. Kemampuan ini membuatnya ideal untuk memenuhi beban puncak dan menyeimbangkan
     jaringan listrik.
•    Umur Operasional Panjang. Infrastruktur PLTA, terutama bendungan dan reservoir, dapat bertahan hingga
     50-100 tahun atau lebih dengan perawatan yang tepat. Ini memberikan stabilitas jangka panjang dalam
     pasokan energi.
•    Biaya Operasional Rendah. Setelah pembangunan awal, biaya operasional PLTA relatif rendah.Tidak ada
     biaya bahan bakar, dan biaya pemeliharaan umumnya lebih rendah dibandingkan jenis pembangkit listrik
     lainnya.




                                                                                                                   42
Page 58
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
•    Manfaat Tambahan. Reservoir PLTA sering berfungsi ganda, menyediakan sumber air untuk irigasi,
     pengendalian banjir, dan rekreasi. Beberapa PLTA juga mendukung perikanan dan pariwisata, memberikan
     manfaat ekonomi tambahan bagi masyarakat sekitar.
•    Keamanan Energi. PLTA mengurangi ketergantungan pada bahan bakar impor, meningkatkan keamanan
     energi nasional. Sumber energi lokal ini dapat memberikan stabilitas harga energi jangka panjang.
•    Teknologi Matang. Teknologi PLTA telah berkembang selama lebih dari satu abad, menjadikannya sangat
     andal dan teruji. Inovasi terus meningkatkan efisiensi dan mengurangi dampak lingkungan.
•    Skalabilitas. PLTA dapat dibangun dalam berbagai skala, dari mikrohidro untuk desa terpencil hingga mega-
     proyek untuk memenuhi kebutuhan listrik nasional.
Meskipun PLTA memiliki banyak keunggulan, penting juga untuk mempertimbangkan beberapa tantangan dan
potensi dampak negatifnya. Ini termasuk biaya awal yang tinggi untuk pembangunan, potensi dampak ekologis
pada ekosistem sungai, dan kemungkinan pemindahan penduduk untuk proyek-proyek berskala besar. Namun,
dengan perencanaan yang cermat dan implementasi praktik terbaik, banyak dari tantangan ini dapat dimitigasi atau
diminimalkan.
Di Indonesia, dengan kondisi geografis yang mendukung dan sumber daya air yang melimpah, PLTA memiliki
potensi besar untuk berkontribusi signifikan terhadap bauran energi nasionalPengembangan PLTA sejalan dengan
upaya pemerintah untuk meningkatkan porsi energi terbarukan dalam bauran energi nasional dan mengurangi
ketergantungan pada bahan bakar fosil. Keunggulan-keunggulan PLTA ini membuatnya menjadi pilihan menarik
dalam strategi transisi energi global menuju sumber energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. Dengan terus
berkembangnya teknologi dan praktik manajemen yang lebih baik, PLTA diharapkan akan terus memainkan peran
penting dalam penyediaan energi bersih di masa depan.

Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) telah lama menjadi sumber energi terbarukan yang penting, dan prospeknya
di masa depan tetap menjanjikan meskipun menghadapi berbagai tantangan. Berikut adalah analisis komprehensif
tentang prospek PLTA di masa depan:
• Peran dalam Transisi Energi Global. PLTA akan terus menjadi komponen kunci dalam transisi menuju energi
  bersih dan terbarukan. Kemampuannya untuk menyediakan energi baseload dan fleksibilitas operasional
  menjadikannya pelengkap ideal untuk sumber energi terbarukan intermiten seperti angin dan surya. PLTA
  berperan penting dalam mencapai target pengurangan emisi karbon global.
• Inovasi Teknologi. Pengembangan turbin yang lebih efisien dan ramah lingkungan akan meningkatkan kinerja
  PLTA. Teknologi digitalisasi dan IoT akan mengoptimalkan operasi dan pemeliharaan PLTA. Integrasi dengan
  sistem penyimpanan energi akan meningkatkan fleksibilitas PLTA.
• Ekspansi ke Daerah Baru. Negara-negara berkembang dengan potensi hidro elektrik yang belum dimanfaatkan
  akan menjadi fokus pengembangan PLTA baru. Teknologi low-head dan in-stream akan memungkinkan
  pemanfaatan sumber daya air yang sebelumnya dianggap tidak layak.
• Peningkatan Efisiensi PLTA Existing. Modernisasi dan upgrade PLTA yang sudah ada akan menjadi tren utama
  untuk meningkatkan efisiensi dan kapasitas. Penerapan teknologi baru pada instalasi lama akan
  memperpanjang umur operasional dan meningkatkan kinerja.
• Fokus pada Keberlanjutan. Desain PLTA akan semakin mempertimbangkan aspek ekologi dan sosial.
• Pengembangan PLTA akan lebih terintegrasi dengan manajemen daerah aliran sungai yang berkelanjutan.
• Sertifikasi keberlanjutan untuk proyek PLTA akan menjadi standar industri. Peran dalam Smart Grid
• PLTA akan menjadi komponen penting dalam pengembangan smart grid. Kemampuan PLTA untuk
  menyeimbangkan beban dan menyediakan layanan ancillary akan semakin dihargai.



                                                                                                               43
Page 59
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
• Pengembangan Pumped Storage. Teknologi pumped storage akan semakin penting sebagai solusi
  penyimpanan energi skala besar. Inovasi dalam desain pumped storage akan memungkinkan pengembangan
  di lokasi yang sebelumnya dianggap tidak cocok.
• Tantangan Perubahan Iklim. Perubahan pola curah hujan akibat perubahan iklim akan mempengaruhi
  perencanaan dan operasi PLTA. Adaptasi terhadap perubahan iklim akan menjadi fokus utama dalam desain
  dan manajemen PLTA.
• Peningkatan Investasi. Investasi dalam PLTA diperkirakan akan meningkat seiring dengan fokus global pada
  energi bersih. Skema pembiayaan inovatif akan dikembangkan untuk mendukung proyek PLTA, terutama di
  negara berkembang.
• Pengembangan Sumber Daya Manusia.Kebutuhan akan tenaga kerja terampil dalam teknologi PLTA modern
  akan meningkat. Program pendidikan dan pelatihan khusus akan dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan
  industri PLTA.


3.5.     Analisis Operasional dan Prospek Usaha Perseroan

Perseroan menjalankan kegiatan usaha utama dalam bidang rekayasa teknik (engineering), pengadaan
(procurement), dan konstruksi (EPC), yang difokuskan pada penyediaan produk serta layanan untuk pembangunan
infrastruktur strategis nasional dan internasional. Produk-produk utama yang dikembangkan Perseroan meliputi
menara transmisi, jembatan rangka baja, garbarata (boarding bridge), kendaraan khusus, serta sistem peralatan
transportasi. Selain itu, Bukaka juga memiliki kapabilitas dalam pembangunan pembangkit listrik tenaga mini hidro,
peralatan untuk sektor minyak dan gas, serta penyediaan layanan galvanisasi logam yang mendukung ketahanan
dan keawetan struktur baja.

Pada tahun 2024, dari kegiatan bisnis yang dijalankan, Perseroan menetapkan target penjualan sebesar Rp4,83
triliun dan laba bersih Rp507,98 miliar. Untuk mendukung pencapaian target tersebut, Perseroan menetapkan
anggaran belanja modal sebesar Rp480 miliar yang akan dipergunakan untuk pembelian aset tetap untuk proyek
baru maupun proyek existing serta proyek tambahan di tahun 2024. Keseluruhan belanja modal Perseroan berasal
dari pendanaan internal Perusahaan.

Pada tahun 2024, Perseroan berhasil mengekspor 215 unit SRP Surface ke Oil & Natural Gas Corporation (ONGC)
India dalam periode Maret – Juli 2024. Proyek ini berkontribusi signifikan terhadap pendapatan Perusahaan serta
memperkuat posisi Perseroan di pasar internasional. Keberhasilan ini mencerminkan komitmen Perusahaan dalam
menyediakan produk berkualitas tinggi dengan ketepatan waktu pengiriman, sekaligus mendukung strategi
ekspansi global untuk pertumbuhan berkelanjutan. Selain meningkatkan nilai bisnis, ekspor ini juga memperkuat
hubungan jangka panjang dengan pelanggan strategis serta membuka peluang baru bagi Perseroan dalam
proyekproyek migas di India dan wilayah lainnya.

Di tahun 2024, Perseroan mendorong ekspansi bisnis oil and gas equipment di Oman untuk memperluas jangkauan
pasar, khususnya di Timur Tengah. Perseroan juga memperkuat kemitraan dengan para pemangku kepentingan
dari sektor publik dan swasta untuk memperluas jaringan proyek strategis. Dengan terus menyesuaikan diri
terhadap perubahan pasar dan kebutuhan klien, Perseroan percaya bahwa langkah-langkah ini akan terus
mempertahankan daya saing yang lebih kuat di tahun-tahun yang akan datang Dengan alokasi belanja modal
(Capex) sebesar Rp480 miliar yang dialokasikan untuk pembelian aset tetap, pengembangan proyek baru maupun
proyek yang sudah berjalan, serta proyek tambahan di tahun 2024, Perseroan menetapkan target pendapatan
sebesar Rp4,83 triliun dan laba bersih sebesar Rp507,98 miliar.

Berkat implementasi strategi yang tepat dan disiplin dalam operasional, hingga tanggal 31 Desember 2024



                                                                                                                 44
Page 60
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
Perseroan berhasil membukukan penjualan sebesar Rp3,65 triliun dan laba bersih sebesar Rp521,44 miliar.
Capaian ini mencerminkan realisasi masingmasing sebesar 75,47% terhadap target pendapatan dan 102,65%
terhadap target laba bersih yang telah ditetapkan.

Pada akhir tahun 2024, total aset Perseroan tercatat sebesar Rp9,15 triliun, atau 7,14% lebih tinggi dari target yang
ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2024 sebesar Rp8,54 triliun. Peningkatan ini
terutama didorong oleh bertambahnya nilai investasi pada entitas asosiasi, yang tumbuh sebesar 20,15% atau
senilai Rp651,8 miliar dibandingkan dengan tahun 2023. Laba tahun berjalan pada 2024 mencapai Rp521,44
miliar, atau 102,65% lebih tinggi dibandingkan dengan proyeksi dalam Rencana Bisnis Perseroan sebesar
Rp507,98 miliar.

Perseroan mampu membukukan pendapatan usaha sebesar Rp3.646,41 miliar, menurun 28,90% atau berkurang
sebesar Rp1.484,92 miliar terhadap pendapatan tahun 2023, yang sebesar Rp5.128,34 miliar. Hal ini terutama
disebabkan oleh adanya penurunan kontrak yang diperoleh Perusahaan selama tahun 2024 terutama untuk proyek
konstruksi.

Meski demikian, laba tersebut mengalami penurunan sebesar 26,66% dibandingkan laba tahun 2023 yang sebesar
Rp711,02 miliar. Penurunan ini antara lain disebabkan oleh meningkatnya beban umum dan administrasi sebesar
Rp122,16 miliar atau tumbuh 59,56% dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada tahun 2024, PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) kembali menambah investasi dalam bentuk setoran modal
pada entitas asosiasi, yakni sebesar Rp400 miliar untuk PT Kerinci Merangin Hidro dan Rp90 miliar untuk PT Bumi
Mineral Sulawesi. Transaksi ini merupakan bagian dari langkah investasi bertahap yang dilakukan Perseroan pada
kedua entitas tersebut. Realisasi investasi strategis ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap
pertumbuhan laba Perseroan di masa mendatang serta meningkatkan nilai tambah bagi para pemegang saham.

3.6.     Keuntungan Dan Kerugian Atas Transaksi Perseroan

Keuntungan yang diharapkan Perseroan adalah Perseroan dapat memberikan pinjaman yang bersifat lebih cepat
dan flexible kepada KMH yang memungkinkan KMH untuk dapat segera ekspansi mengembangkan kegiatan
usahanya.
Kerugian dari transaksi Perseroan adalah biaya-biaya yang timbul dalam proses Transaksi diantaranya Biaya
Konsultan Penunjang dan Jasa Profesional.


3.7.     Analisis Faktor Lain yang Relevan

• Analisis Biaya Relevan
   Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari Perseroan, tidak terdapat pengaruh pada biaya dari kegiatan
   usaha utama Perseroan, selain yang telah diungkapkan dalam Laporan.
• Analisis Pendapatan Relevan
   Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari Perseroan, tidak terdapat pengaruh pada pendapatan dari
   kegiatan usaha utama Perseroan, selain yang telah diungkapkan dalam Laporan.
• Analisis Informasi non keuangan yang relevan.
   Berdasarkan keterangan yang diperoleh d a r i Perseroan, tidak terdapat faktor-faktor lain yang relevan dan
   material yang timbul dari RencanaTransaksi, selain yang telah diungkapkan dalam Laporan.
• Prosedur pengambilan keputusan oleh Perseroan dalam menentukan Rencana Transaksi dan nilai transaksi



                                                                                                                    45
Page 61
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
   dengan memperhatikan alternatif lain.
   Berdasarkan informasi Perseroan, proses pengambilan keputusan atas Rencana Transaksi Perseroan
   dilakukan setelah melalui proses dan sesuai prosedur internal Perseroan.
• Hal-hal material lainnya yang dapat memberikan keyakinan bagi Penilai Usaha dalam memberikan opini
  kewajaran transaksi.
   Perseroan telah memberikan penjelasan untuk memberikan keyakinan yang memadai kepada kami bahwa
   tidak terdapat hal material lainnya yang dapat menyebabkan perubahan opini pendapat kewajaran


3.8.   Analisis Dampak Leverage Pada Keuangan Perseroan Dimasa Mendatang yang Dibandingkan
       Dengan Industri yang Sejenis dan Sebanding

Berdasarkan analisis kami, tidak terdapat dampak leverage pada keuangan Perseroan dimasa yang akan datang.
Laporan tahunan manjemen menegaskan bahwa Perseroan merupakan salah satu pemain utama di industri
manufaktur konstruksi dan Perseroan juga mendorong ekspansi bisnis oil and gas equipment di Oman untuk
memperluas jangkauan pasar, khususnya di Timur Tengah. Perseroan juga memperkuat kemitraan dengan para
pemangku kepentingan dari sektor publik dan swasta untuk memperluas jaringan proyek strategis. Dengan terus
menyesuaikan diri terhadap perubahan pasar dan kebutuhan klien, Perseroan percaya bahwa langkah-langkah ini
akan terus mempertahankan daya saing yang lebih kuat di tahun-tahun yang akan datang.

3.9.   Analisis Dampak Likuiditas Pada Keuangan Perseroan Dimasa yang Akan Datang Untuk Memastikan
       Bahwa Pinjaman Dapat Dilunasi Pada Saat Jatuh Tempo

Berdasarkan analisis kami, tidak terdapat dampak likuiditas yang merugikan pada keuangan Perseroan dimasa
yang akan datang dari transaksi pemberian pinjaman yang dilakukan, karena sumber dana dari pemberian
pinjaman adalah berasal dari Bank Mandiri dan tidak berasal dari kas internal Perseroan.

3.10. Analisis Dampak Keuangan Perseroan Jika Proyek yang Dibiayai Oleh Dana Hasil Transaksi Pinjam
      Meminjam Dana dan/atau Penjaminan Tersebut Mengalami Kegagalan

KMH sebagai kreditur merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pembangkit listrik. Saat ini listrik merupakan
salah satu kebutuhan yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Listrik dibutuhkan tidak hanya untuk
penerangan, melainkan juga untuk melakukan aktifitas kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan kegiatan
sosial dan ekonomi masyarakat. Dengan ditandatanganinya Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik / Power Purchase
Agreement (PPA) antara PT PLN (persero) dengan PT Kerinci Merangin Hidro tanggal 15 November 2018, KMH
telah membangun suatu Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berkapasitas 4 x 87,5 MW dengan nama PLTA
Merangin yang berlokasi di Desa Bedeng V Kecamatan Batang Merangin Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi.

Proyek pembangunan PLTA Merangin 350 MW telah masuk pada Project I PP PLN dalam RUPTL PT PLN
(Persero) tahun 2018-2027. Dengan 4 (Empat) unit pembangkit maka gedung sentral pembangkit (Power House)
juga akan terdiri dari 15 unit Tower Transmisi dengan lokasi yang berbeda.

KMH saat ini sedang mengerjakan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Merangin 350 MW dan telah
menyelesaikan tahap konstruksi, namun belum mencapai Commercial Opertation Date (COD). Untuk menunjang
kelangsungan operasional hingga mencapai COD, tanggal COD tersebut adalah di mana unit pembangkit listrik
secara resmi dinyatakan telah menyelesaikan seluruh tahapan konstruksi, pengujian, dan pengoperasian awal
(commissioning), serta telah memenuhi seluruh persyaratan teknis dan administratif sesuai ketentuan dalam
Perjanjian Jual Beli Listrik (Power Purchase Agreement / PPA) antara PT PLN (Persero) dan PT Kerinci Merangin




                                                                                                              46
Page 62
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
Hidro, sehingga mulai beroperasi secara komersial dan berhak menerima pembayaran atas energi listrik yang
disalurkan kepada PLN.

Berdasarkan informasi yang kami terima, jika Rencana Transaksi yaitu pinjaman dari pemegang saham gagal atau
tidak diperoleh maka KMH akan tetap berusaha untuk mencari pendanaan dengan cara melakukan pinjaman
kepada pihak lain dalam membiayai cash flow gap sebelum COD. Pemberian pinjaman dari pemegang saham
diharapkan dapat mempercepat pengembangan usaha KMH.




                                                                                                           47
Page 63
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
4.         ANALISIS KUANTITATIF

4.1.       Analisis Kuantitatif Pada Perseroan

4.1.1.     Analisis Keuangan Historis Perseroan

1.         Analisis Kinerja Keuangan Historis Perseroan

                Tabel 4 - 1 : Pergerakan Historis Laba/Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian Perseroan
                                                          (dalam ribuan rupiah)
                                                                                               HISTORIS
                 KETERANGAN                              2020            2021            2022           2023             2024        Maret 2025
                                                        Audited         Audited         Audited        Audited          Audited      Reviewed
 Pendapatan                                          3.981.900.673   3.858.936.726   4.146.850.937 5.128.345.025     3.646.418.392   678.864.360
 Beban                                               3.247.781.406   3.127.359.658   3.458.639.887 4.163.595.379     2.779.758.670   433.538.652
 Laba Kotor                                            734.119.267     731.577.068     688.211.050    964.749.646      866.659.722   245.325.708
 Beban Administrasi dan Umum
      Beban penjualan                                  (6.571.612)     (9.526.465)    (12.658.583)    (16.432.239)     -16.562.783    (3.996.635)
      Beban urum dan administrasi                    (136.977.891)   (136.741.887)   (134.091.902)   (205.124.344)    -327.288.689   (56.425.032)
      Beban keuangan                                 (104.664.330)   (115.563.376)    (62.810.501)    (68.425.496)     -83.170.620   (12.925.157)
      Bagian laba/(rugi) perusahaan asosiasi            48.297.702      73.063.825      54.556.870     209.549.884     198.826.830     21.734.456
      Pendapatan (beban) lainnya                       (1.519.854)      24.338.447      26.750.968    (45.907.631)      -9.892.832      2.900.561
 Total Beban Administrasi dan Umum                   (201.435.985)   (164.429.456)   (128.253.148)   (126.339.826)   (238.088.094)   (48.711.807)
 LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN                        532.683.282    567.147.612     559.957.902      838.409.820     628.571.628   196.613.901
 Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan                   (108.968.450)    (85.053.430)    (97.679.914)   (127.389.304)   (107.127.018)   (15.184.338)
 LABA TAHUN BERJALAN                                   423.714.832    482.094.182     462.277.988      711.020.516     521.444.610   181.429.563
 PENGHASILAN (RUGI) KOMPREHENSIF
 LAIN
 Pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi:
      Keuntungar/(kerugian) aktuarial                 (14.838.883)     (5.386.502)     11.576.259        (321.562)     57.181.693               -
      Bagian penghasilan komprehensif lain
            entitas asosiasi                           (1.341.227)          87.337      1.217.015      (3.973.582)         585.140           157
      Pajak penghasilan terkait                          3.259.694       1.185.031      -2546777            70.743     -12.579.973             -
 PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN                         (12.920.416)     (4.114.134)     10.246.497      (4.224.401)      45.186.860           157
 LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN                     410.794.416     477.980.048     472.524.485     706.796.115     566.631.470    181.429.720



Pendapatan
Pada tahun 2020 jumlah pendapatan Perseroan secara konsolidasai tercatat sebesar Rp3,98 triliun. Pada tahun
2021 jumlah pendapatan Perseroan penurunan sebesar 3,09% menjadi Rp3,85 triliun. pada tahun 2022 jumlah
pendapatan Perseroan meningkat sebesar 7,46%menjadi Rp4,14 triliun. Pada tahun 2023 mengalami peningkatan
sebesar 23,67% menjadi Rp5,12 triliun. Pada tahun 2024 mengalami penurunan sebesar 28,90% menjadi Rp3,64
triliun. Dan jumlah pendapatan perseroan secara konsolidasi sampai dengan 31 Maret 2025 tercatat sebesar
Rp678,86 miliar.


Laba/Rugi Sebelum Pajak Penghasilan
Pada tahun 2020 Perseroan mencatat laba/rugi sebelum pajak penghasilan sebesar Rp532,68 miliar. Pada tahun
2021 Perseroan mencatat laba/rugi sebelum pajak penghasilan meningkat sebesar 6,47% atau Rp567,14 miliar.
Pada tahun 2022 Perseroan mencatat laba/rugi sebelum pajak penghasilan menurun sebesar 1,27% atau
Rp 559,95 miliar. Pada tahun 2023, Perseroan mencatat laba/rugi sebelum pajak penghasilan meningkat sebesar
49.73% atau Rp838,40 miliar dan pada tahun 2024 Perseroan mencatat laba/rugi sebelum pajak penghasilan
menurun sebesar 25.03% atau Rp628,57 miliar dan per 31 Maret 2025 laba/rugi sebelum pajak penghasilan
tercatat sebesar Rp196,61 miliar.


Laba/Rugi Tahun Berjalan
Pada tahun 2020 Perseroan mencatat laba/rugi tahun berjalan sebesar Rp423,71 miliar. Pada tahun 2021
Perseroan mencatat laba/rugi tahun berjalan meningkat sebesar 13,78% atau Rp482,09 miliar. Pada tahun 2022


                                                                                                                                              48
Page 64
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
Perseroan mencatat laba/rugi tahun berjalan menurun sebesar 4,11% atau Rp 462,27 miliar. Pada tahun 2023,
Perseroan mencatat laba/rugi tahun berjalan meningkat sebesar 53.81% atau Rp711,02 miliar dan pada tahun
2024 Perseroan mencatat laba/rugi tahun berjalan menurun sebesar 26.66% atau Rp521,44 miliar dan per 31
Maret 2025 laba/rugi tahun berjalan tercatat sebesar Rp181,43 miliar.


Laba/Rugi Komprehensif Tahun Berjalan
Pada tahun 2020 Perseroan mencatat laba/rugi komprehensif tahun berjalan sebesar Rp410,79 miliar. Pada tahun
2021 Perseroan mencatat laba/rugi komprehensif tahun berjalan meningkat sebesar 16,36% atau Rp477,98 miliar.
Pada tahun 2022 Perseroan mencatat laba/rugi komprehensif tahun berjalan menurun sebesar 1,14% atau
Rp 472,52 miliar. Pada tahun 2023 Perseroan mencatat laba/rugi komprehensif tahun berjalan meningkat sebesar
49.58% atau Rp706,79 miliar dan pada tahun 2024 Perseroan mencatat laba/rugi komprehensif tahun berjalan
menurun sebesar 79.83% atau Rp566,47 miliar dan per 31 Maret 2025 laba/rugi komprehensif tahun berjalan
tercatat smenurun sebesar 70,50% atau sebesar Rp181,43 miliar.

                      Tabel 4 - 2 : Pergerakan Historis Jumlah Aset Konsolidasian Perseroan (dalam ribuan rupiah)
                                                                                      HISTORIS
             KETERANGAN                         2020            2021            2022           2023             2024          Maret 2025
                                               Audited         Audited         Audited        Audited          Audited        Reviewed
 ASET
 Aset Lancar
 Kas dan setara kas                           731.931.545     586.852.180     513.535.195     504.103.549     228.259.945     512.484.239

 Deposito yang dibatasi penggunaannya           2.308.586       2.287.495       2.267.757      11.642.757     163.468.104     100.642.796

 Piutang usaha
 Pihak ketiga - setelah dikurangi cadangan
                                              219.247.945     276.108.931     324.470.379     289.180.341     321.742.783     289.711.517
 penurunan nilai
 Pihak berelasi                               302.328.641      94.818.317      47.331.642      10.509.520     136.502.251     304.048.507
 Piutang retensi                               27.408.009      24.034.600      23.545.775       4.715.812      12.207.826      15.365.063
 Tagihan bruto pemberi kerja atas kontrak
                                               28.351.503      22.643.784       5.534.087                -    394.191.342     365.395.709
 konstruksi
 Piutang lain-lain                              2.837.099       1.607.918       1.224.166       1.073.047       2.516.418       3.245.090
 Persediaan - setelah dikurangi
 cadangan penurunan nilai                      662.144.648     670.012.584     763.491.414     585.804.951     648.774.279     599.543.704
 Uang muka dan beban dibayar dimuka            312.098.658     401.117.641     453.468.598     273.252.776     258.105.739     340.610.333
 Pajak dibayar dimuka                           61.096.796      36.556.416     117.267.234     259.994.664     208.634.635      76.101.592
 Jumlah Aset Lancar                          2.349.753.430   2.116.039.866   2.252.136.247   1.940.277.417   2.374.403.322   2.607.148.550
 Aset Tidak Lancar
 Uang muka                                      64.097.794     209.415.597     137.317.782     371.603.837     255.465.546     289.050.195
 Piutang pihak yang berelasi - bersih            1.806.250       1.806.250       1.750.000       1.750.000       3.160.998       3.934.949
 Pinjaman direksi dan karyawan                   2.108.123       2.445.399       2.379.973       2.689.625       1.443.237       1.396.907
 Aset keuangan dari kontrak konsesi                      -               -     618.795.386   1.895.575.256   1.516.516.128   1.520.039.887
 Investasi pada perusahaan asosiasi          1.513.038.220   1.904.989.382   2.294.611.267   3.234.439.569   3.886.238.102   3.907.972.715
 Aset pajak tangguhan                           37.204.594      51.115.037      49.124.351      60.087.828      44.544.656      45.415.331
 Aset tetap • setelah dikurangi akumulasi
                                              993.710.458     932.264.018     894.660.626     865.867.718    1.061.710.918   1.046.702.623
 penyusutan
 Goodwill                                                -       1.232.277       1.232.277       1.232.277               -
 Aset lain-lain                                 14.502.724       7.162.516       7.356.358       6.165.003       9.175.823       8.929.408
 Jumlah Aset Tidak Lancar                    2.626.468.163   3.110.430.476   4.007.228.020   6.439.411.113   6.778.255.408   6.823.442.015
 JUMLAH ASET                                 4.976.221.593   5.226.470.342   6.259.364.267   8.379.688.530   9.152.658.730   9.430.590.565



Jumlah Aset
Pada tahun 2020 sampai dengan 31 Maret 2025 jumlah aset PT Bukaka Teknik Utama mengalamai peningkatan.
Pada tahun 2020 jumlah aset perseroan secara konsolidasi tercatat sebesar Rp4,97 triliun dan pada tahun 2021
jumlah aset perseroan naik sebesar 5,03% menjadi Rp5,22 triliun. Pada tahun 2022 jumlah aset perseroan kembali
meningkat sebesar 19,76% menjadi Rp6,25 triliun. Tahun 2023 jumlah aset perseroan meningkat sebesar 33,87%
menjadi Rp8,37 triliun dikarenakan ada peningkatan pada aset tetap dan goodwill dan aset tak berwujud lainnya.
Pada tahun 2024 jumlah aset perseroan meningkat sebesar 9,22% menjadi Rp9,15 triliun. Jumlah aset perseroan
per 31 Maret 2025 tercatat sebesar Rp9,43 triliun.
Secara keseluruhan dari tahun 2020 sampai dengan 31 Maret 2025 komponen utama aset Perseroan terdiri dari


                                                                                                                                             49
Page 65
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
aset tidak lancar adalah aset tetap. Sedangkan aset lancar didominasi oleh kas dan setara kas dan persediaan.

                Tabel 4 - 3 : Pergerakan Historis Total Liabilitas Konsolidasian dan Total Ekuitas Konsolidasian Perseroan
                                                           (dalam ribuan rupiah)
                                                                                        HISTORIS
                KETERANGAN                       2020            2021            2022              2023            2024         Maret 2025
                                               Audited         Audited         Audited          Audited          Audited        Reviewed


 LIABILITAS DAN EKUITAS
 Liabilitas Jangka Pendek
   Utang bank dan lembaga keuangan
                                              807.746.557     633.013.147     758.977.474      634.065.764      465.675.240     403.755.219
   lainnya
   Utang usaha                                466.208.607     460.580.521     449.562.020      441.793.964      573.867.225     473.469.941
   Utang lancar lainnya                         6.173.172       6.610.563       2.659.721          3.126.140      5.374.541       1.794.752
   Utang pajak                                 25.777.161      30.411.459      36.713.754       46.899.534       54.572.113      58.553.608
   Uang muka pelanggan                         98.148.998     284.163.469     127.535.354      144.489.235      111.770.378     111.268.810
   Beban masih harus dibayar                  551.803.206     329.764.289     374.104.912      562.261.149      610.424.341     597.577.964
   Utang yang jatuh tempo dalam satu
   tahun:
   Utang lain-lain                              9.595.155                -                -                -               -                 -
   Utang pihak yang berelasi                             -               -                -                -    219.456.000     164.842.000
   Pinjaman bank                                         -               -                -     87.514.212       18.227.019      18.227.019
   Utang sewa pembiayaan                       14.252.229      19.540.894      12.039.494       12.849.449       10.208.022       9.819.470
 Jumlah Liabilitas Jangka Pendek             1.979.705.085   1.764.084.342   1.761.592.729    1.932.999.447    2.069.574.879   1.839.308.783
 Liabilirtas Jangka Panjang
   Utang pihak yang berelasi                    2.577.085       2.824.911       2.692.990      160.388.523      258.989.490     258.694.289
   Utang jangka panjang- setelat dikurangi
   bagian yang jatut tempo kurang dai satu
   tahun:
   Utang lain-lain                             11.993.945       3.218.519      10.942.612          9.465.173      9.702.228      13.811.809
   Pinjaman bank                                         -               -    538.155.285     1.648.865.993    1.715.300.210   2.039.050.210
   Utang sewa pembiayaan                       16.517.266      12.974.504       5.805.342       13.751.321        3.701.379       1.657.808
   Liabilirtas imbalan kerja karyawan         124.306.158     124.748.043     112.074.324       80.090.964       10.035.618      10.624.509
 Jumlah Liabilitas Jangka Panjang             155.394.454     143.765.977     669.670.553     1.912.561.974    1.997.728.925   2.323.838.625
 Jumlah Liabilitas                           2.135.099.539   1.907.850.319   2.431.263.282    3.845.561.421    4.067.303.804   4.163.147.408
 Ekuitas
   Modal saham                                892.472.776     892.472.776     892.472.776      892.472.776      892.472.776     892.472.776
   Agio saham                                     689.146         689.146         689.146           689.146         689.146         689.146
   Transaksi dengan kepentingan non
                                                  165.010         165.010         165.010           165.010         165.010         165.010
   pengendali
   Tambahan modal disetor lainnya               1.347.763       1.347.763      40.196.097       40.196.097       40.095.547      40.095.547
   Komponen lainnya dari ekuitas                         -        (14.552)        543.591           844.874       1.358.384       1.242.943
   Pendapatan komprehensif lainnya            (54.648.520)    (58.762.654)    (48.516.159)     (52.740.067)      (7.555.039)     (7.554.882)
   Saldo laba                                1.991.174.611   2.467.345.077   2.917.846.364    3.608.684.003    4.120.546.018   4.298.738.437
   Belum ditentukan penggunaannya
   Ditentukan penggunaannya
 Jumlah Saldo Laba                           2.831.200.786   3.303.242.566   3.803.396.825    4.490.311.839    5.047.771.842   5.225.848.977
   Kepentingan non pengendali                   9.921.268      15.377.457      24.704.160       43.815.270       37.583.084      41.594.180
 Jumlah Ekuitas                              2.841.122.054   3.318.620.023   3.828.100.985    4.534.127.109    5.085.354.926   5.267.443.157
 JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS               4.976.221.593   5.226.470.342   6.259.364.267    8.379.688.530    9.152.658.730   9.430.590.565



Jumlah Liabilitas
Pada tahun 2020 jumlah liabilitas Perseroan secara konsolidasian tercatat sebesar Rp2,13 triliun. Pada tahun 2021
menurun sebesar 10,64% menjadi Rp1,90 triliun. Pada tahun 2022 jumlah liabilitas Perseroan meningkat sebesar
27,43% menjadi Rp2,43 triliun. Pada tahun 2023 jumlah liabilitas perseroan kembali meningkat sebesar 58,17%


                                                                                                                                           50
Page 66
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
menjadi Rp3,84 triliun, pada tahun 2024 jumlah liabilitas perseroan naik sebesar 5,77% menjadi Rp4,06 triliun.
Jumlah liabilitas perseroan per 31 Maret 2025 tercatat sebesar Rp4,16 triliun.


Jumlah Ekuitas
Pada tahun 2020 jumlah ekuitas Perseroan secara konsolidasi tercatat sebesar Rp2,84 triliun, pada tahun 2021
jumlah ekuitas Perseroan turun sebesar 16,81% menjadi Rp3,31 triliun, tahun 2022 jumlah ekuitas Perseroan turun
sebesar 15,35% menjadi Rp3,82 triliun dan pada tahun 2023 jumlah ekuitas perseroan meningkat sebesar 18,44%
menjadi sebesar Rp4,53 triliun yang utamanya karena adanya tambahan setoran modal, tahun 2024 naik kembali
sebesar 12,16% menjadi Rp5,08 triliun. Jumlah ekuitas perseroan secara konsolidasi per 31 Maret 2025 tercatat
sebesar Rp5,26 triliun.

2.        Analisis Arus Kas Historis Perseroan

                        Tabel 4 - 4 : Pergerakan Historis Arus Kas Konsolidasian Perseroan (dalam ribuan rupiah)
                                                                                     HISTORIS
              KETERANGAN                         2020               2021               2022              2023              2024            Maret 2025
                                                Audited            Audited            Audited           Audited           Audited          Reviewed
 Arus Kas dari Aktivitas Operasi:
   Penerimaan kas dari pelanggan              3.980.247.298      4.204.868.092      4.002.122.324     5.164.923.368     3.430.793.142      533.789.186
   Pembayaran kas kepada pemasok dan
                                             (2.492.092.873)    (3.005.919.533)    (3.060.843.848)   (3.168.178.219)   (2.211.478.538)    (484.665.502)
   lain-lain
   Pembayaran kas untuk beban usaha
   Pembayaran kas untuk karyawan dan
                                              (486.846.572)      (448.091.228)      (525.786.345)     (599.923.902)     (594.741.090)      (97.887.019)
   operasi
   Kas yang dihasilkan dari operasi           1.001.307.853        750.857.331        415.492.131     1.396.821.247       624.573.514      (48.763.335)
   Penerimaan Restitusi Pajak                                                                                                              118.125.434
      Pembayaran untuk Pajak                  (165.932.246)       (69.789.195)      (170.097.752)     (270.894.431)      (29.617.559)       (5.025.753)
      Pembayaran untuk Beban keuangan         (104.664.331)      (115.563.376)       (62.810.501)      (65.681.602)     (195.021.017)      (12.925.157)
   Penerimaan/(pembayaran) kegiatan
                                                    842.093         23.966.857         23.116.938        36.398.518       (45.794.111)         975.806
   usaha lainnya
 Arus kas bersih diperoleh dari Aktivitas
                                                731.553.369        589.471.617        205.700.816     1.096.643.732       354.140.827       52.386.995
 Operasi

 Arus Kas dari Aktivitas Investasi:
   Uang muka pemnbelian aset tetap               (7.272.765)        (4.682.197)         (656.130)       (4.534.194)       (8.106.828)         (315.000)
   Perolehan aset tetap                         (53.315.327)       (48.425.618)      (81.402.134)      (56.112.438)     (313.195.366)       (7.010.712)
   Penerimaan dividen                                      -       132.500.000                  -                 -        64.980.000                 -
   Uang muka penyertaan saham entitas
                                                            -    (150.000.000)       (78.000.000)     (310.000.000)     (186.980.000)      (33.000.000)
   asosiasi
   Penyertaan saham entitas asosiasi          (408.862.000)      (451.300.000)      (145.000.000)     (656.252.000)     (182.375.000)                   -
   Penambahan aset keuangan dari kontrak
                                                            -                  -    (618.795.386)    (1.276.779.870)                  -
   konsesi
   Hasil penjualan aset tetap                       160.545            655.000              82.523                -        21.046.830                -
   Pengurangan aset lain-lain                     1.086.333          5.129.845         (1.032.310)          269.845        (4.693.626)         246.415
 Arus kas bersih dipergunakan untuk
                                              (468.203.214)      (516.122.970)      (924.803.437)    (2.303.408.657)    (609.323.990)      (40.079.297)
 Aktivitas Investasi

 Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan.:
    Penerimaan kas dari pinjaman bank          2.197.291.592      1.264.168.635     1.063.103.303     1.962.808.361      1.161.144.067      542.704.455
    Pembaryaran pinjaman bank                (2.117.963.278)    (1.438.902.045)     (398.983.691)     (889.495.151)    (1.131.158.586)    (335.488.476)
    Penerimaan (pembayaran) pihak berelasi          1.360.778         74.967.035            56.250      150.791.639        115.416.988                 -
    Pembayaran kepada pihak berelasi                        -       (74.719.208)         (131.922)                 -                  -      (1.069.152)
    Pembaaryan pinjaman lain-lain                 (8.227.324)       (17.933.191)         3.773.250       (1.477.440)            237.055        4.109.581
    Pembayaran sewa pembiayaan                   (26.095.082)       (26.040.216)      (29.005.895)      (14.780.318)       (12.954.447)      (2.432.123)
 Arus kas bersih diperoleh dari
 (dipergunakan untuk) Aktivitas                  46.366.686      (218.458.990)        638.811.295     1.207.847.091       132.685.077      207.824.285
 Pendanaan
 Kenaikan bersih kas dan setara kas             309.716.841      (145.110.343)       (80.291.326)          1.082.166    (122.498.086)      220.131.983
 Rekening bank dibatasi penggunaanya                  88.239            21.091             19.738        (9.375.000)    (153.518.509)       62.825.308
 Dampak perubahan nilai tukar                       (85.584)             9.887          6.954.603        (1.138.812)          172.991        1.267.003
 Kas dan setara kas pada awal tahun             422.212.049        731.931.545       586.852.180        513.535.195       504.103.549      228.259.945
 Kas dan setara kas akhir tahun                 731.931.545        586.852.180       513.535.195        504.103.549       228.259.945      512.484.239




                                                                                                                                               51
Page 67
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
Aktivitas Operasi
Arus kas Perseroan Konsolidasi dari aktivitas operasi tahun 2020 tercatat sebesar Rp731,55 miliar, tahun 2021
tercatat sebesar Rp589,47 miliar, tahun 2022 tercatat sebesar Rp205,70 miliar, tahun 2023 tercatat sebesar
Rp1.096,64 miliar, tahun 2024 tercatat sebesar Rp354,14 miliar, dan sampai dengan 31 Maret 2025 arus kas
Perseroan Konsolidasi dari aktivitas operasi tercatat sebesar Rp52,38 miliar.


Aktivitas Investasi
Arus kas Perseroan Konsolidasi dari aktivitas investasi tahun 2020 tercatat sebesar -Rp468,20 miliar,tahun 2021
tercatat sebesar -Rp516,12 miliar, tahun 2022 tercatat sebesar -Rp924,80 miliar, tahun 2023 tercatat sebesar
-Rp2.303,40 miliar, tahun 2024 tercatat sebesar -Rp609,32 miliar, dan sampai dengan 31 Maret 2025 arus kas
Perseroan Konsolidasi dari aktivitas investasi tercatat sebesar -Rp40,08 miliar.


Aktivitas Pendanaan
Arus kas Perseroan Konsolidasi dari aktivitas pendanaan tahun 2020 tercatat sebesar Rp46,36 miliar, tahun 2021
tercatat sebesar -Rp218,45 miliar, tahun 2022 tercatat sebesar Rp638,81 miliar, tahun 2023 tercatat sebesar
Rp1.207,84 miliar, tahun 2024 tercatat sebesar Rp132,68 miliar, dan sampai dengan 31 Maret 2025 arus kas
Perseroan Konsolidasi dari aktivitas pendanaan tercatat sebesar Rp207,82 miliar.

3.       Analisis Historis Rasio Keuangan Perseroan

                                     Tabel 4 - 5 : Rasio Keuangan Historis Perseroan
                                       2020         2021          2022         2023      2024        2025
             Keterangan
                                      31 Des       31 Des        31 Des       31 Des    31 Des     31 Maret
 Rasio Likuiditas
 Rasio Kas                            37,0%        33,3%         29,2%         26,1%    11,0%        27,9%
 Rasio Lancar                         118,7%       120,0%       127,8%        100,4%    114,7%      141,8%
 Rasio Cepat                          85,2%        82,0%         84,5%         70,1%    83,4%       109,2%


 Rasio Solvabilitas
 Net Debt to Equity Ratio              0,8X         0,6X          0,6X          0,8X     0,8X        0,8X


 Rasio Profitabilitas
 Margin Laba Usaha                    18,4%        19,0%         16,6%         18,8%    23,8%        36,1%
 Margin Laba Bersih                   10,3%        12,4%         11,4%         13,8%    15,5%        26,7%
 ROA (2025 disetahunkan)               8,3%         9,1%          7,5%         8,4%      6,2%        1,9%
 ROE (2025 disetahunkan)              140,2%       116,3%       108,3%        113,1%    71,7%        12,9%


Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk membayar seluruh kewajiban- kewajibannya
yang akan jatuh tempo. Likuiditas Perseroan diukur dengan menggunakan rasio kas, rasio lancar dan rasio cepat.

Rasio kas, rasio lancar dan rasio cepat Perseroan secara konsolidasian per 31 Desember 2024 sebesar 11,0%,
114,7% dan 83,4% dan 31 Mei 2025 masing- masing sebesar 27,9%, 141,8% dan 109,2%.


Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas menunjukkan sejauh mana perusahaan menggunakan utang untuk membiayai operasinya.


                                                                                                              52
Page 68
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
Solvabilitas Perseroan diukur dengan menggunakan rasio utang bersih terhadap ekuitas atau Net Debt to Equity
Ratio (Net-DER)

Net-DER Perseroan 31 Desember 2024 dan 31 Mei 2025 masing- masing sebesar 0,8X.


Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan dalam mengelola aset-asetnya dengan tujuan
akhir mengoptimalkan pengembalian yang dapat diperoleh para penyedia modal. Profitabilitas Perseroan diukur
dengan rasio imbal hasil aset atau Return on Assets (ROA) dan rasio imbal hasil ekuitas atau Return on Equity
(ROE)

ROA dan ROE Perseroan secara konsolidasian 31 Desember 2024 masing-masing sebesar 6,2% dan 71,71%
dan per 31 Mei 2025 masing-masing sebesar 1,9% dan12,9%.

Rasio profit margin merupakan rasio profitabilitas untuk mengetahui nilai perbandingan antara total penjualan
perusahaan terhadap laba operasi atau laba bersihnya. Profit margin diukur dengan rasio margin laba usaha atau
operating profit margin (OPM) dan margin laba bersih atau net profit margin (NPM).

OPM dan NPM Perseroan secara konsolidasi per 31 Mei 2025 masing-masing sebesar 36,1% dan 26,7%.

4.1.2.     Analisis Terhadap Laporan Keuangan Konsolidasian Proforma Perseroan

Berikut Laporan Keuangan Proforma Konsolidasian Perseroan per tanggal 31 Mei 2025, yang telah disiapkan oleh
Perseroan.

                   Tabel 4 - 6 : Laporan Laba/Rugi Konsolidasian Proforma Perseroan (dalam ribuan rupiah)
                                                         Laporan Limited      Penyesuaian Proforma Limited Review Proforma
                       KETERANGAN                             Review          atas Perolehan Utang Perolehan Utang Bank Ke
                                                         Per 31 Maret 2025    Bank ke Pihak Berelasi    Pihak Berelasi

Pendapatan Dari Kontrak Konstruksi dan Non Konstruksi           678.864.360                                     678.864.360
Beban Kontrak Konstruksi dan Non Konstruksi                     433.538.652                                     433.538.652
Laba Kotor                                                      245.325.708                                     245.325.708

Beban penjualan                                                  -3.996.635                                      -3.996.635
Beban umum dan administrasi                                     -56.425.032                                     -56.425.032
Beban keuangan                                                  -12.925.157                                     -12.925.157
Bagian laba/(rugi) perusahaan asosiasi                           21.734.456                                      21.734.456
Pendapatan (beban) lainnya                                        2.900.561                                       2.900.561
Pendapatan bunga                                                          0                                               0
Pendapatan lainnya                                                        0                                               0
Administrasi dan provisi bank                                             0                                               0
Keuntungan (kerugian) Penj. Barang Bekas                                  0                                               0
Keuntungan (kerugian) selisih kurs                                        0                                               0
Total Beban Administrasi dan Umum                               -48.711.807                                     -48.711.807

LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN                                  196.613.901                                     196.613.901
Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan                               -15.184.338                                     -15.184.338
LABA TAHUN BERJALAN                                             181.429.563                                     181.429.563

PENGHASILAN (RUGI) KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi:
Keuntungar/(kerugian) aktuarial                                          0                                               0
Bagian penghasilan komprehensif lain
entitas asosiasi                                                       157                                             157
Pajak penghasilan terkait                                                0                                               0



                                                                                                                        53
Page 69
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
                                                          Laporan Limited        Penyesuaian Proforma Limited Review Proforma
                       KETERANGAN                              Review            atas Perolehan Utang Perolehan Utang Bank Ke
                                                          Per 31 Maret 2025      Bank ke Pihak Berelasi    Pihak Berelasi

PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN                                            157                                                  157

LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN                                181.429.720                                          181.429.720
Pendapatan                                                      678.864.360                                          678.864.360
Beban                                                           433.538.652                                          433.538.652
Laba Kotor                                                      245.325.708                                          245.325.708

Beban Administrasi dan Umum
Beban penjualan                                                   -3.996.635                                           -3.996.635
Beban umum dan administrasi                                      -56.425.032                                          -56.425.032
Beban keuangan                                                   -12.925.157                                          -12.925.157
Bagian laba/(rugi) perusahaan asosiasi                            21.734.456                                           21.734.456
Pendapatan (beban) lainnya                                         2.900.561                                            2.900.561
Pendapatan bunga                                                           0                                                    0
Pendapatan lainnya                                                         0                                                    0
Administrasi dan provisi bank                                              0                                                    0
Keuntungan (kerugian) Penj. Barang Bekas                                   0                                                    0
Keuntungan (kerugian) selisih kurs                                         0                                                    0
Total Beban Administrasi dan Umum                                -48.711.807                                          -48.711.807

LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN                                  196.613.901                                          196.613.901
Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan                               -15.184.338                                          -15.184.338
LABA TAHUN BERJALAN                                             181.429.563                                          181.429.563

PENGHASILAN (RUGI) KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi:
Keuntungar/(kerugian) aktuarial                                              0                                                    0
Bagian penghasilan komprehensif lain
entitas asosiasi                                                        157                                                  157
Pajak penghasilan terkait                                                 0                                                    0
PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN                                            157                                                  157
LABA KOMPREHENSIF PERIODE BERJALAN                              181.429.720                                          181.429.720
Sumber: Laporan Limited Review Auditor Independen

Proforma Laporan Laba/Rugi Konsolidasian Perseroan
Berdasarkan laporan Limited review laba/rugi proforma konsolidasian Perseroan, transaksi ini tidak berdampak pada
pendapatan maupun laba/rugi Perseroan.

                    Tabel 4 - 7 : Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Proforma Perseroan (dalam ribuan rupiah)
                                                    Laporan Limited Review       Penyesuaian Proforma     Limited Review Proforma
                    KETERANGAN                         Per 31 Maret 2025         atas Perolehan Utang     Perolehan Utang Bank Ke
                                                                                 Bank ke Pihak Berelasi        Pihak Berelasi

  ASET
  Aset Lancar
  Kas dan setara kas                                           512.484.239                                          512.484.239
  Deposito yang dibatasi penggunaannya                         100.642.796                                          100.642.796
  Piutang usaha Pihak ketiga - setelah dikurangi
                                                               289.711.517                                          289.711.517
  cadangan penurunan nilai
  Piutang usaha Pihak berelasi                                 304.048.507                                          304.048.507
  Piutang retensi                                               15.365.063                                           15.365.063
  Tagihan bruto pemberi kerja atas kontrak
                                                               365.395.709                                          365.395.709
  konstruksi
  Piutang lain-lain                                              3.245.090                                            3.245.090
  Persediaan - setelah dikurangi cadangan                      599.543.704                                          599.543.704
  penurunan nilai
  Uang muka dan beban dibayar dimuka                           340.610.333                                          340.610.333
  Pajak dibayar dimuka                                          76.101.592                                           76.101.592


                                                                                                                              54
Page 70
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
                                                       Laporan Limited Review    Penyesuaian Proforma     Limited Review Proforma
                  KETERANGAN                              Per 31 Maret 2025      atas Perolehan Utang     Perolehan Utang Bank Ke
                                                                                 Bank ke Pihak Berelasi        Pihak Berelasi

 Jumlah Aset Lancar                                              2.607.148.550                                     2.607.148.550
 Aset Tidak Lancar
 Uang muka                                                         289.050.195                                      289.050.195
 Piutang pihak yang berelasi - bersih                                3.934.949           700.000.000                703.934.949
 Pinjaman direksi dan karyawan                                       1.396.907                                        1.396.907
 Aset keuangan dari kontrak konsesi                              1.520.039.887                                    1.520.039.887
 Investasi pada perusahaan asosiasi                              3.907.972.715                                    3.907.972.715
 Aset pajak tangguhan                                               44.892.254                                       44.892.254
 Aset tetap setelah dikurangi akumulasi penyusutan               1.046.702.623                                    1.046.702.623
 Goodwill                                                                    0                                                0
 Aset lain-lain                                                      8.929.408                                        8.929.408
 Jumlah Aset Tidak Lancar                                        6.822.918.938                                    7.522.918.938
 JUMLAH ASET                                                     9.430.067.488                                   10.130.067.488
 LIABILITAS DAN EKUITAS
 Liabilitas Jangka Pendek
 Utang bank dan lembaga keuangan lainnya                          403.755.219                                        403.755.219
 Utang usaha                                                      473.469.941                                        473.469.941
 Utang lancar lainnya                                               1.794.752                                          1.794.752
 Utang pajak                                                       58.030.531                                         58.030.531
 Uang muka pelanggan                                              111.268.810                                        111.268.810
 Beban masih harus dibayar                                        597.577.964                                        597.577.964
 Utang yang jatuh tempo dalam satu tahun:                                                                                      0
 Utang lain-lain                                                             0                                                 0
 Utang pihak yang berelasi                                         164.842.000                                       164.842.000
 Pinjaman bank                                                      18.227.019                                        18.227.019
 Utang sewa pembiayaan                                               9.819.470                                         9.819.470
 Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                 1.838.785.706                                     1.838.785.706
 Liabilitas Jangka Panjang
 Utang pihak yang berelasi                                        258.694.289                                       258.694.289
 Utang jangka panjang- setelat dikurangi bagian yang                                                                          0
 jatut tempo kurang dai satu tahun:
 Utang lain-lain                                                    13.811.809                                        13.811.809
 Pinjaman bank                                                   2.039.050.210           700.000.000               2.739.050.210
 Utang sewa pembiayaan                                               1.657.808                                         1.657.808
 Liabilitas imbalan kerja karyawan                                  10.624.509                                        10.624.509
 Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                2.323.838.625                                     3.023.838.625
 Jumlah Liabilitas                                               4.162.624.331                                     4.862.624.331
 Ekuitas
 Modal saham                                                       892.472.776                                       892.472.776
 Agio saham                                                            689.146                                           689.146
 Transaksi dengan kepentingan non pengendali                           165.010                                           165.010
 Tambahan modal disetor lainnya                                     40.095.547                                        40.095.547
 Komponen lainnya dari ekuitas                                       1.242.943                                         1.242.943
 Pendapatan komprehensif lainnya                                    -7.554.882                                        -7.554.882
 Saldo laba                                                      4.298.738.437                                     4.298.738.437
 Belum ditentukan penggunaannya
 Ditentukan penggunaannya
 Jumlah Saldo Laba                                               5.225.848.977                                    5.225.848.977
 Kepentingan non pengendali                                         41.594.180                                       41.594.180
 Jumlah Ekuitas                                                  5.267.443.157                                    5.267.443.157
 JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                   9.430.067.488                                   10.130.067.488
Sumber: Laporan Limited Review Auditor Independen


Proforma Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan

Berdasarkan laporan posisi keuangan proforma konsolidasian Perseroan, dampak langsung dari pelaksanaan
Rencana Transaksi akan berdampak pada peningkatan Aset tidak lancar Perseroan pada akun Piutang usaha
Pihak Berelasi-Bersih. Peningkatan Piutang usaha Pihak Berelasi - Bersih Perseroan ini disebabkan oleh pinjaman
modal kerja untuk kebutuhan operasional KMH sebelum Commercial Operation Date (COD) sebesar Rp700 miliar
yang merupakan fasilitas kredit term loan dari Bank Mandiri yang penyalurannya melalui rekening escrow atas
nama BUKK ke rekening escrow KMH. Dimana rekening tersebut dikelola oleh Bank Mandiri.


                                                                                                                              55
Page 71
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
Selanjutnya berdasarkan proforma, pada sisi liabilitas jangka panjang terjadi peningkatan pada akun pinjaman
bank sebesar Rp700 miliar.

4.1.3. Analisis Terhadap Proyeksi Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan Tanpa dan Dengan
       Transaksi

Proyeksi Laporan Laba/Rugi Konsolidasian Perseroan Tanpa Transaksi

                 Tabel 4 - 8 : Proyeksi Laporan Laba/Rugi Konsolidasian Perseroan Tanpa Transaksi (dalam ribu rupiah)
                                                                   Periode Proyeksi – Dengan Transaksi
           Keterangan
                                  2025 (9 bulan)     2026           2027           2028           2029           2030           2031
Pendapatan Dari Kontrak
                                   3.117.057.186 3.951.554.329 4.113.568.057 4.282.224.347 4.457.795.546 4.640.565.163 4.830.828.335
Konstruksi dan Non Konstruksi
Beban Kontrak Konstruksi dan
                                   2.515.029.259 3.188.351.757 3.319.074.179 3.455.156.220 3.596.817.625 3.744.287.148 3.897.802.921
Non Konstruksi
Laba Kotor                           602.027.927   763.202.573    794.493.878    827.068.127    860.977.920    896.278.015    933.025.414

Beban Administrasi dan Umum
Beban penjualan                       -9.300.070    -11.789.881    -12.273.266    -12.776.470    -13.300.305    -13.845.617    -14.413.288
Beban umum dan administrasi         -278.194.924   -342.115.443   -334.452.057   -326.960.331   -319.636.419   -312.476.563   -305.477.088
Beban keuangan                       -67.035.419    -84.982.111    -88.466.378    -92.093.499    -95.869.333    -99.799.976   -103.891.775
Bagian laba/(rugi) perusahaan
                                     148.664.492   188.464.882    196.191.943    204.235.812    212.609.480    221.326.469    230.400.854
asosiasi
Pendapatan (beban) lainnya               443.547       562.294        585.348        609.347        634.330        660.338        687.412
Pendapatan bunga                               0             0              0              0              0              0              0
Pendapatan lainnya                             0             0              0              0              0              0              0
Administrasi dan provisi bank                  0             0              0              0              0              0              0
Keuntungan (kerugian) Penj.
                                               0             0              0              0              0              0              0
Barang Bekas
Keuntungan (kerugian) selisih
                                               0             0              0              0              0              0              0
kurs
Total Beban Administrasi dan
                                    -205.422.374   -249.860.258   -238.414.410   -226.985.140   -215.562.246   -204.135.349   -192.693.884
Umum

LABA SEBELUM PAJAK
                                     396.605.554   513.342.314    556.079.468    600.082.987    645.415.674    692.142.666    740.331.529
PENGHASILAN
Manfaat (Beban) Pajak
                                     -10.088.115    -13.057.448    -14.144.517    -15.263.796    -16.416.885    -17.605.440    -18.831.178
Penghasilan
LABA TAHUN BERJALAN
                                     386.517.438   500.284.866    541.934.952    584.819.190    628.998.789    674.537.226    721.500.351
PENGHASILAN (RUGI)
KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang tidak akan
direklasifikasi ke laba rugi:
Keuntungar/(kerugian) aktuarial
                                               0             0              0              0              0              0              0
Bagian penghasilan komprehensif
lain
entitas asosiasi                               0             0              0              0              0              0              0
Pajak penghasilan terkait                      0             0              0              0              0              0              0
PENDAPATAN
                                               0             0              0              0              0              0              0
KOMPREHENSIF LAIN

LABA KOMPREHENSIF TAHUN
                                     386.517.438   500.284.866    541.934.952    584.819.190    628.998.789    674.537.226    721.500.351
BERJALAN
Sumber: Perseroan




                                                                                                                                        56
Page 72
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
Proyeksi Laporan Laba/Rugi Konsolidasian Perseroan Setelah Transaksi

                  Tabel 4 - 9 : Proyeksi Laporan Laba/Rugi Konsolidasian Perseroan dengan Transaksi (dalam ribu rupiah)
                                                                                Periode Proyeksi – Dengan Transaksi
            Keterangan
                                        2025 (9 bulan)          2026             2027                2028             2029               2030                2031
Pendapatan Dari Kontrak
                                          3.117.057.186 3.951.554.329 4.113.568.057 4.282.224.347 4.457.795.546 4.640.565.163 4.830.828.335
Konstruksi dan Non Konstruksi
Beban Kontrak Konstruksi dan
                                          2.515.029.259 3.188.351.757 3.319.074.179 3.455.156.220 3.596.817.625 3.744.287.148 3.897.802.921
Non Konstruksi
Laba Kotor                                  602.027.927       763.202.573      794.493.878         827.068.127      860.977.920        896.278.015         933.025.414

Beban Administrasi dan Umum
Beban penjualan                              -9.300.070        -11.789.881      -12.273.266        -12.776.470       -13.300.305        -13.845.617         -14.413.288
Beban umum dan administrasi                -278.194.924       -342.115.443     -334.452.057       -326.960.331      -319.636.419       -312.476.563        -305.477.088
Beban keuangan                              -67.035.419        -84.982.111      -88.466.378        -92.093.499       -95.869.333        -99.799.976        -103.891.775
Bagian laba/(rugi) perusahaan
                                            148.664.492       188.464.882      196.191.943         204.235.812      212.609.480        221.326.469         230.400.854
asosiasi
Pendapatan (beban) lainnya                      443.547            562.294         585.348              609.347          634.330           660.338             687.412
Pendapatan bunga                                      0                  0               0                    0                0                 0                   0
Pendapatan lainnya                                    0                  0               0                    0                0                 0                   0
Administrasi dan provisi bank                         0                  0               0                    0                0                 0                   0
Keuntungan (kerugian) Penj.
                                                          0               0                  0                 0                0                      0              0
Barang Bekas
Keuntungan (kerugian) selisih
                                                          0               0                  0                 0                0                      0              0
kurs
Total Beban Administrasi dan
                                           -205.422.374       -249.860.258     -238.414.410       -226.985.140      -215.562.246       -204.135.349        -192.693.884
Umum

LABA SEBELUM PAJAK
                                            396.605.554       513.342.314      556.079.468         600.082.987      645.415.674        692.142.666         740.331.529
PENGHASILAN
Manfaat (Beban) Pajak
                                            -10.088.115        -13.057.448      -14.144.517         -15.263.796      -16.416.885        -17.605.440         -18.831.178
Penghasilan
LABA TAHUN BERJALAN
                                            386.517.438       500.284.866      541.934.952         584.819.190      628.998.789        674.537.226         721.500.351
PENGHASILAN (RUGI)
KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang tidak akan
direklasifikasi ke laba rugi:
Keuntungar/(kerugian) aktuarial
                                                          0               0                  0                 0                0                      0              0
Bagian penghasilan komprehensif
lain
entitas asosiasi                                          0               0                  0                 0                0                      0              0
Pajak penghasilan terkait                                 0               0                  0                 0                0                      0              0
PENDAPATAN
                                                          0               0                  0                 0                0                      0              0
KOMPREHENSIF LAIN

LABA KOMPREHENSIF TAHUN
                                            386.517.438       500.284.866      541.934.952         584.819.190      628.998.789        674.537.226         721.500.351
BERJALAN

Sumber: Perseroan


Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan Tanpa Transaksi

            Tabel 4 - 10 : Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan Tanpa Transaksi (dalam ribuan rupiah)
                                                                                                  Periode Proyeksi – Tanpa Transaksi
                        Keterangan
                                                              2025 (9 bulan)    2026              2027          2028           2029             2030          2031
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas                                               150.149.360   731.075.138 1.274.048.212 1.951.032.427 2.664.557.201 3.419.388.994 4.218.109.371
Deposito yang dibatasi penggunaannya                             100.642.796   100.642.796 100.642.796 100.642.796 100.642.796 100.642.796 100.642.796
Piutang usaha Pihak ketiga - setelah dikurangi cadangan          405.061.696   385.128.472 400.918.740 417.356.408 434.468.021 452.281.210 470.824.739
penurunan nilai
Piutang usaha Pihak berelasi                                     465.353.925   442.453.701 460.594.303 479.478.669 499.137.295 519.601.924 540.905.603
Piutang retensi                                                   19.890.465    18.911.649    19.687.027    20.494.195    21.334.457    22.209.169    23.119.745
Tagihan bruto pemberi kerja atas kontrak konstruksi              504.267.307   479.452.142 499.109.680 519.573.177 540.875.677 563.051.580 586.136.694
Piutang lain-lain                                                  2.437.376     2.317.432     2.412.447     2.511.357     2.614.323     2.721.510     2.833.092
Persediaan - setelah dikurangi cadangan penurunan nilai          941.131.876   894.818.458 931.506.015 969.697.761 1.009.455.370 1.050.843.040 1.093.927.604
Uang muka dan beban dibayar dimuka                               374.862.161   356.415.068 371.028.085 386.240.237 402.076.086 418.561.206 435.722.215
Pajak dibayar dimuka                                              76.101.592    76.101.592    76.101.592    76.101.592    76.101.592    76.101.592    76.101.592
Jumlah Aset Lancar                                             3.039.898.554 3.487.316.448 4.136.048.896 4.923.128.619 5.751.262.816 6.625.403.020 7.548.323.452
Aset Tidak Lancar
Uang muka                                                        244.131.405   232.117.616       241.634.438   251.541.450   261.854.650    272.590.691      283.766.909




                                                                                                                                                                      57
Page 73
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
Piutang pihak yang berelasi - bersih                             2.771.342       2.634.964      2.742.997      2.855.460      2.972.534      3.094.408      3.221.278
Pinjaman direksi dan karyawan                                    1.396.907       1.396.907      1.396.907      1.396.907      1.396.907      1.396.907      1.396.907
Aset keuangan dari kontrak konsesi                           1.469.496.139   1.397.204.276 1.324.912.413 1.252.620.550 1.180.328.687 1.108.036.824 1.035.744.961
Investasi pada perusahaan asosiasi                           3.907.972.715   3.907.972.715 3.907.972.715 3.907.972.715 3.907.972.715 3.907.972.715 3.907.972.715
Aset pajak tangguhan                                            44.892.254      44.892.254     44.892.254     44.892.254     44.892.254     44.892.254     44.892.254
Aset tetap • setelah dikurangi akumulasi penyusutan            979.738.312     890.460.858 801.389.462 712.318.066 628.048.583 545.057.067 462.065.551
Goodwill                                                                 0               0              0              0              0              0              0
Aset lain-lain                                                   9.890.843       9.404.112      9.789.680     10.191.057     10.608.890     11.043.855     11.496.653
Jumlah Aset Tidak Lancar                                     6.660.289.918   6.486.083.701 6.334.730.867 6.183.788.459 6.038.075.220 5.894.084.720 5.750.557.228
JUMLAH ASET                                                  9.700.188.472   9.973.400.149 10.470.779.762 11.106.917.078 11.789.338.036 12.519.487.740 13.298.880.681
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang bank dan lembaga keuangan lainnya                        403.755.219    403.755.219     403.755.219   403.755.219    403.755.219    403.755.219    403.755.219
Utang usaha                                                    528.329.742    502.330.456     522.926.005   544.365.971    566.684.976    589.919.060    614.105.742
Utang lancar lainnya                                             4.605.755      4.379.104       4.558.647     4.745.552      4.940.120      5.142.664      5.353.514
Utang pajak                                                     58.030.531     58.030.531      58.030.531    58.030.531     58.030.531     58.030.531     58.030.531
Uang muka pelanggan                                            158.515.593    150.714.987     156.894.301   163.326.967    170.023.373    176.994.331    184.251.099
Beban masih harus dibayar                                      562.008.051    534.351.444     556.259.853   579.066.507    602.808.234    627.523.372    653.251.830
Utang yang jatuh tempo dalam satu tahun:
Utang lain-lain                                                          0             0             0             0             0             0             0
Utang pihak yang berelasi                                      164.842.000    93.852.289             0             0             0             0             0
Pinjaman bank                                                            0             0             0             0             0             0             0
Utang sewa pembiayaan                                            9.819.470     9.819.470     9.819.470     9.819.470     9.819.470     9.819.470     9.819.470
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                              1.889.906.360 1.757.233.500 1.712.244.027 1.763.110.218 1.816.061.923 1.871.184.648 1.928.567.404
Liabilitas Jangka Panjang
Utang pihak yang berelasi                                       93.852.289               0              0              0              0             0              0
Utang jangka panjang- setelat dikurangi bagian yang jatuh
tempo kurang dai satu tahun:
Utang lain-lain                                                 11.136.701    10.588.660    11.022.795    11.474.730    11.945.194    12.434.947    12.944.780
Pinjaman bank                                                2.039.050.210 2.039.050.210 2.039.050.210 2.039.050.210 2.039.050.210 2.039.050.210 2.039.050.210
Utang sewa pembiayaan                                            1.657.808     1.657.808     1.657.808     1.657.808     1.657.808     1.657.808     1.657.808
Liabilitas imbalan kerja karyawan                               10.624.509    10.624.509    10.624.509    10.624.509    10.624.509    10.624.509    10.624.509
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                             2.156.321.517 2.061.921.187 2.062.355.322 2.062.807.257 2.063.277.721 2.063.767.474 2.064.277.307
Jumlah Liabilitas                                            4.046.227.877 3.819.154.688 3.774.599.349 3.825.917.475 3.879.339.644 3.934.952.122 3.992.844.711
Ekuitas
Modal saham                                                    892.472.776   892.472.776 892.472.776 892.472.776 892.472.776 892.472.776 892.472.776
Agio saham                                                         689.146       689.146       689.146       689.146       689.146       689.146       689.146
Transaksi dengan kepentingan non pengendali                        165.010       165.010       165.010       165.010       165.010       165.010       165.010
Tambahan modal disetor lainnya                                  40.095.547    40.095.547    40.095.547    40.095.547    40.095.547    40.095.547    40.095.547
Komponen lainnya dari ekuitas                                    1.242.943     1.242.943     1.242.943     1.242.943     1.242.943     1.242.943     1.242.943
Pendapatan komprehensif lainnya                                 -7.554.882    -7.554.882    -7.554.882    -7.554.882    -7.554.882    -7.554.882    -7.554.882
Saldo laba                                                   4.685.255.875 5.185.540.741 5.727.475.693 6.312.294.883 6.941.293.672 7.615.830.899 8.337.331.250
Belum ditentukan penggunaannya
Ditentukan penggunaannya
Jumlah Saldo Laba                                            5.612.366.415 6.112.651.281 6.654.586.233 7.239.405.423 7.868.404.212 8.542.941.439 9.264.441.790
Kepentingan non pengendali                                      41.594.180    41.594.180     41.594.180     41.594.180     41.594.180     41.594.180     41.594.180
Jumlah Ekuitas                                               5.653.960.595 6.154.245.461 6.696.180.413 7.280.999.603 7.909.998.392 8.584.535.619 9.306.035.970
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                9.700.188.472 9.973.400.149 10.470.779.762 11.106.917.078 11.789.338.036 12.519.487.740 13.298.880.681
Sumber: Perseroan

Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan Dengan Transaksi

            Tabel 4 - 11 : Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan dengan Transaksi (dalam miliar rupiah)
                                                                                              Periode Proyeksi – Dengan Transaksi
                         Keterangan
                                                            2025 (9 bulan)      2026           2027          2028           2029            2030           2031
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas                                             150.149.360    731.075.138 1.274.048.212 1.951.032.427 2.664.557.201 3.419.388.994 4.218.109.371
Deposito yang dibatasi penggunaannya                           100.642.796    100.642.796 100.642.796 100.642.796 100.642.796 100.642.796 100.642.796
Piutang usaha Pihak ketiga - setelah dikurangi cadangan        405.061.696    385.128.472 400.918.740 417.356.408 434.468.021 452.281.210 470.824.739
penurunan nilai
Piutang usaha Pihak berelasi                                   465.353.925   442.453.701 460.594.303 479.478.669 499.137.295 519.601.924 540.905.603
Piutang retensi                                                 19.890.465    18.911.649    19.687.027    20.494.195    21.334.457    22.209.169    23.119.745
Tagihan bruto pemberi kerja atas kontrak konstruksi            504.267.307   479.452.142 499.109.680 519.573.177 540.875.677 563.051.580 586.136.694
Piutang lain-lain                                                2.437.376     2.317.432     2.412.447     2.511.357     2.614.323     2.721.510     2.833.092
Persediaan - setelah dikurangi cadangan penurunan nilai        941.131.876   894.818.458 931.506.015 969.697.761 1.009.455.370 1.050.843.040 1.093.927.604
Uang muka dan beban dibayar dimuka                             374.862.161   356.415.068 371.028.085 386.240.237 402.076.086 418.561.206 435.722.215
Pajak dibayar dimuka                                            76.101.592    76.101.592    76.101.592    76.101.592    76.101.592    76.101.592    76.101.592
Jumlah Aset Lancar                                           3.039.898.554 3.487.316.448 4.136.048.896 4.923.128.619 5.751.262.816 6.625.403.020 7.548.323.452
Aset Tidak Lancar
Uang muka                                                      244.131.405    232.117.616 241.634.438 251.541.450 261.854.650 272.590.691 283.766.909
Piutang pihak yang berelasi - bersih                           702.771.342    624.634.964 499.642.997 364.255.460 217.672.534              58.894.408      3.221.278
Pinjaman direksi dan karyawan                                    1.396.907      1.396.907      1.396.907      1.396.907      1.396.907      1.396.907      1.396.907
Aset keuangan dari kontrak konsesi                           1.469.496.139 1.397.204.276 1.324.912.413 1.252.620.550 1.180.328.687 1.108.036.824 1.035.744.961
Investasi pada perusahaan asosiasi                           3.907.972.715 3.907.972.715 3.907.972.715 3.907.972.715 3.907.972.715 3.907.972.715 3.907.972.715
Aset pajak tangguhan                                            44.892.254     44.892.254     44.892.254     44.892.254     44.892.254     44.892.254     44.892.254
Aset tetap • setelah dikurangi akumulasi penyusutan            979.738.312    890.460.858 801.389.462 712.318.066 628.048.583 545.057.067 462.065.551
Goodwill                                                                 0              0              0              0              0              0              0
Aset lain-lain                                                   9.890.843      9.404.112      9.789.680     10.191.057     10.608.890     11.043.855     11.496.653
Jumlah Aset Tidak Lancar                                     7.360.289.918 7.108.083.701 6.831.630.867 6.545.188.459 6.252.775.220 5.949.884.720 5.750.557.228
JUMLAH ASET                                                 10.400.188.472 10.595.400.149 10.967.679.762 11.468.317.078 12.004.038.036 12.575.287.740 13.298.880.681
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang bank dan lembaga keuangan lainnya                        403.755.219    403.755.219     403.755.219   403.755.219    403.755.219    403.755.219    403.755.219
Utang usaha                                                    528.329.742    502.330.456     522.926.005   544.365.971    566.684.976    589.919.060    614.105.742
Utang lancar lainnya                                             4.605.755      4.379.104       4.558.647     4.745.552      4.940.120      5.142.664      5.353.514



                                                                                                                                                                   58
Page 74
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
                                                                                                  Periode Proyeksi – Dengan Transaksi
                         Keterangan
                                                            2025 (9 bulan)      2026               2027          2028           2029              2030              2031
Utang pajak                                                     58.030.531      58.030.531        58.030.531    58.030.531     58.030.531        58.030.531        58.030.531
Uang muka pelanggan                                            158.515.593     150.714.987       156.894.301 163.326.967 170.023.373            176.994.331       184.251.099
Beban masih harus dibayar                                      562.008.051     534.351.444       556.259.853 579.066.507 602.808.234            627.523.372       653.251.830
Utang yang jatuh tempo dalam satu tahun:
Utang lain-lain                                                          0             0             0             0             0             0             0
Utang pihak yang berelasi                                      164.842.000    93.852.289             0             0             0             0             0
Pinjaman bank                                                            0             0             0             0             0             0             0
Utang sewa pembiayaan                                            9.819.470     9.819.470     9.819.470     9.819.470     9.819.470     9.819.470     9.819.470
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                              1.889.906.360 1.757.233.500 1.712.244.027 1.763.110.218 1.816.061.923 1.871.184.648 1.928.567.404
Liabilitas Jangka Panjang
Utang pihak yang berelasi                                       93.852.289               0                 0             0              0                 0                0
Utang jangka panjang- setelat dikurangi bagian yang jatuh
tempo kurang dai satu tahun:
Utang lain-lain                                                 11.136.701    10.588.660    11.022.795    11.474.730    11.945.194    12.434.947    12.944.780
Pinjaman bank                                                2.739.050.210 2.661.050.210 2.535.950.210 2.400.450.210 2.253.750.210 2.094.850.210 2.039.050.210
Utang sewa pembiayaan                                            1.657.808     1.657.808     1.657.808     1.657.808     1.657.808     1.657.808     1.657.808
Liabilitas imbalan kerja karyawan                               10.624.509    10.624.509    10.624.509    10.624.509    10.624.509    10.624.509    10.624.509
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                             2.856.321.517 2.683.921.187 2.559.255.322 2.424.207.257 2.277.977.721 2.119.567.474 2.064.277.307
Jumlah Liabilitas                                            4.746.227.877 4.441.154.688 4.271.499.349 4.187.317.475 4.094.039.644 3.990.752.122 3.992.844.711
Ekuitas
Modal saham                                                    892.472.776   892.472.776 892.472.776 892.472.776 892.472.776 892.472.776 892.472.776
Agio saham                                                         689.146       689.146       689.146       689.146       689.146       689.146       689.146
Transaksi dengan kepentingan non pengendali                        165.010       165.010       165.010       165.010       165.010       165.010       165.010
Tambahan modal disetor lainnya                                  40.095.547    40.095.547    40.095.547    40.095.547    40.095.547    40.095.547    40.095.547
Komponen lainnya dari ekuitas                                    1.242.943     1.242.943     1.242.943     1.242.943     1.242.943     1.242.943     1.242.943
Pendapatan komprehensif lainnya                                 -7.554.882    -7.554.882    -7.554.882    -7.554.882    -7.554.882    -7.554.882    -7.554.882
Saldo laba                                                   4.685.255.875 5.185.540.741 5.727.475.693 6.312.294.883 6.941.293.672 7.615.830.899 8.337.331.250
Belum ditentukan penggunaannya
Ditentukan penggunaannya
Jumlah Saldo Laba                                            5.612.366.415 6.112.651.281 6.654.586.233 7.239.405.423 7.868.404.212 8.542.941.439 9.264.441.790
Kepentingan non pengendali                                      41.594.180     41.594.180     41.594.180     41.594.180     41.594.180     41.594.180     41.594.180
Jumlah Ekuitas                                               5.653.960.595 6.154.245.461 6.696.180.413 7.280.999.603 7.909.998.392 8.584.535.619 9.306.035.970
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                               10.400.188.472 10.595.400.149 10.967.679.762 11.468.317.078 12.004.038.036 12.575.287.740 13.298.880.681
Sumber: Perseroan

Proyeksi Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan Tanpa Transaksi

                  Tabel 4 - 12 : Proyeksi Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan tanpa Transaksi (dalam ribuan rupiah)
                                                                                                  Periode Proyeksi – Tanpa Transaksi
                         Keterangan
                                                            2025 (9 bulan)        2026                2027           2028        2029              2030             2031
Arus Kas dari Aktivitas Operasi:
Laba Komprehensif tahun Berjalan                                 386.517.438     500.284.866         541.934.952 584.819.190 628.998.789 674.537.226 721.500.351
Depresiasi                                                        66.964.311      89.277.454          89.071.396 89.071.396 84.269.483 82.991.516 82.991.516
Perubahan Modal Kerja                                           -848.133.357     -80.928.405        -160.325.136 -69.198.234 -72.035.362 -74.988.812 -78.063.353
Arus kas bersih diperoleh dari Aktivitas Operasi                -394.651.608     508.633.915         470.681.211 604.692.352 641.232.910 682.539.931 726.428.514

Arus Kas dari Aktivitas Investasi:
Aset keuangan dari kontrak konsesi                               50.543.748       72.291.863          72.291.863   72.291.863    72.291.863       72.291.863       72.291.863
Investasi pada perusahaan asosiasi                                        0                0                   0            0             0                0                0
Aset tetap • setelah dikurangi akumulasi penyusutan                       0                0                   0            0             0                0                0
Goodwill                                                                  0                0                   0            0             0                0                0
Arus kas bersih dipergunakan untuk Aktivitas Investasi           50.543.748       72.291.863          72.291.863   72.291.863    72.291.863       72.291.863       72.291.863

Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan.:
Utang bank dan lembaga keuangan lainnya                                    0                 0                 0             0              0                 0            0
Pinjaman bank                                                    -18.227.019                 0                 0             0              0                 0            0
Utang sewa pembiayaan                                                      0                 0                 0             0              0                 0            0
Pinjaman bank                                                              0                 0                 0             0              0                 0            0
Utang sewa pembiayaan                                                      0                 0                 0             0              0                 0            0
Modal saham                                                                0                 0                 0             0              0                 0            0
Agio saham                                                                 0                 0                 0             0              0                 0            0
Transaksi dengan kepentingan non pengendali                                0                 0                 0             0              0                 0            0
Tambahan modal disetor lainnya                                             0                 0                 0             0              0                 0            0
Komponen lainnya dari ekuitas                                              0                 0                 0             0              0                 0            0
Pendapatan komprehensif lainnya                                            0                 0                 0             0              0                 0            0
Penyesuaian Saldo Laba                                                     0                 0                 0             0              0                 0            0
Kepentingan non pengendali                                                 0                 0                 0             0              0                 0            0
Arus kas bersih diperoleh dari (dipergunakan untuk)              -18.227.019                 0                 0             0              0                 0            0
Aktivitas Pendanaan

Kenaikan bersih kas dan setara kas                              -362.334.879     580.925.778         542.973.074 676.984.215 713.524.773 754.831.794 798.720.377
Kas dan setara kas pada awal tahun                               512.484.239     150.149.360         731.075.138 1.274.048.212 1.951.032.427 2.664.557.201 3.419.388.994
Kas dan setara kas akhir tahun                                   150.149.360     731.075.138       1.274.048.212 1.951.032.427 2.664.557.201 3.419.388.994 4.218.109.371
Sumber: Perseroan




                                                                                                                                                                           59
Page 75
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
Proyeksi Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan Dengan Transaksi

                 Tabel 4 - 13 : Proyeksi Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan dengan Transaksi (dalam miliar rupiah)
                                                                                         Periode Proyeksi – Dengan Transaksi
                       Keterangan
                                                         2025 (9 bulan)    2026               2027           2028        2029           2030          2031
Arus Kas dari Aktivitas Operasi:
Laba Komprehensif tahun Berjalan                             386.517.438   500.284.866      541.934.952 584.819.190 628.998.789 674.537.226 721.500.351
Depresiasi                                                    66.964.311    89.277.454       89.071.396 89.071.396 84.269.483 82.991.516 82.991.516
Perubahan Modal Kerja                                     -1.548.133.357    -2.928.405      -35.225.136 66.301.766 74.664.638 83.911.188 -22.263.353
Arus kas bersih diperoleh dari Aktivitas Operasi          -1.094.651.608   586.633.915      595.781.211 740.192.352 787.932.910 841.439.931 782.228.514

Arus Kas dari Aktivitas Investasi:
Aset keuangan dari kontrak konsesi                            50.543.748    72.291.863        72.291.863   72.291.863    72.291.863    72.291.863    72.291.863
Investasi pada perusahaan asosiasi                                     0             0                 0            0             0             0             0
Aset tetap • setelah dikurangi akumulasi penyusutan                    0             0                 0            0             0             0             0
Goodwill                                                               0             0                 0            0             0             0             0
Arus kas bersih dipergunakan untuk Aktivitas Investasi        50.543.748    72.291.863        72.291.863   72.291.863    72.291.863    72.291.863    72.291.863

Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan.:
Utang bank dan lembaga keuangan lainnya                                0             0                 0            0            0            0           0
Pinjaman bank                                                -18.227.019             0                 0            0            0            0           0
Utang sewa pembiayaan                                                  0             0                 0            0            0            0           0
Pinjaman bank                                                700.000.000   -78.000.000      -125.100.000 -135.500.000 -146.700.000 -158.900.000 -55.800.000
Utang sewa pembiayaan                                                  0             0                 0            0            0            0           0
Modal saham                                                            0             0                 0            0            0            0           0
Agio saham                                                             0             0                 0            0            0            0           0
Transaksi dengan kepentingan non pengendali                            0             0                 0            0            0            0           0
Tambahan modal disetor lainnya                                         0             0                 0            0            0            0           0
Komponen lainnya dari ekuitas                                          0             0                 0            0            0            0           0
Pendapatan komprehensif lainnya                                        0             0                 0            0            0            0           0
Penyesuaian Saldo Laba                                                 0             0                 0            0            0            0           0
Kepentingan non pengendali                                             0             0                 0            0            0            0           0
Arus kas bersih diperoleh dari (dipergunakan untuk)          681.772.981   -78.000.000      -125.100.000 -135.500.000 -146.700.000 -158.900.000 -55.800.000
Aktivitas Pendanaan

Kenaikan bersih kas dan setara kas                          -362.334.879   580.925.778       542.973.074 676.984.215 713.524.773 754.831.794 798.720.377
Kas dan setara kas pada awal tahun                           512.484.239   150.149.360       731.075.138 1.274.048.212 1.951.032.427 2.664.557.201 3.419.388.994
Kas dan setara kas akhir tahun                               150.149.360   731.075.138     1.274.048.212 1.951.032.427 2.664.557.201 3.419.388.994 4.218.109.371
Sumber: Perseroan

4.1.4. Analisis Inkremental Keuangan

Analisis Inkremental keuangan atas Transaksi Perseroan dilakukan untuk mengukur perubahan dari Transaksi
Perseroan dengan membandingkan proyeksi tanpa dan dengan Transaksi Perseroan untuk periode 2025 (9 bulan)
sampai dengan 2031.

Inkremental Pada Proyeksi Laporan Laba/Rugi

Berdasarkan perbandingan proyeksi laporan laba/rugi tanpa dan dengan transaki terlihat bahwa Rencana
Transaksi yang akan dilakukan tidak berdampak pada kegiatan usaha utama Perseroan sehingga tidak ada
dampak pada pendapatan yang berasal dari kegiatan utama begitu juga dari sisi biayanya.

Inkremental Pada Proyeksi Laporan Posisi Keuangan

Pemberian pinjaman ini tidak berdampak pada kas keluar Perseroan karena sumber dana dari pemberian pinjaman
tidak berasal kas internal, tapi sepenuhnya berasal dari Bank Mandiri, sehingga pemberian pinjaman ini tidak
memberikan tekanan pada likuiditas keuangan Perseroan. Dampak yang relevan pada proyeksi posisi keuangan
yang terdampak langsung dari pemberian pinjaman ini adalah pada sisi Aset Tidak Lanca terdapat peningkatan
pada akun Piutang Usaha Pihak Berelasi - Bersih dan dari sisi Liabilitas Jangka Panjang terjadi peningkatan pada
akun Pinjaman bank. Peningkatan pada akun piutang usaha pihak berelasi - bersih dan pinjaman bank pada tahun
2025 setelah terjadinya transaksi adalah Rp700 miliar yang mana akan tereliminasi setelah KMH melakukan
pembayaran pokok pinjaman kepada Bank Mandiri melalui rekening escrow KMH yang penyalurannya melalui
rekening escrow atas nama BUKK dan selanjutnya diteruskan ke Bank Mandiri. Dimana sesuai rencana
pembayaran hutang KMH, pinjaman tersebut akan dilunasi pada tahun 2031.




                                                                                                                                                              60
Page 76
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
Inkremental Pada Proyeksi Laporan Arus Kas

Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya diatas, tidak ada dampak yang terjadi pada arus kas keluar pada
saat pemberian pinjaman dilakukan karena sumber dana dari pemberian pinjaman tidak berasal dari kas internal
Perseroan ataupun dari pinjaman yang dilakukan oleh Perseroan tapi sepenuhnya berasal dari Bank Mandiri yang
sebagiannya diakui sebagai porsi pinjaman dari Perseroan. Dampak inkremental yang terjadi dari transaksi
pemberian pinjaman ini tidak berdampak pada arus kas perusahaan, dimana arus kas masuk dari Bank mandiri
melalui rekening escrow BUKK akan langsung dipindahbukukan ke rekening escrow KMH, sehingga tidak ada
dampak kas pada Perseroan.

4.1.5. Analisis Dampak Leverage Keuangan Atas Transaksi

Perseroan tidak memiliki dampak leverage secara langsung dalam transaksi ini. Hal ini dikarenakan dana pinjaman
bersumber dari fasilitas kredit Term Loan dari Bank Mandiri. Transaksi pinjaman ini meningkatkan Debt to Equity
Perusahaan yang sebelumnya adalah 0,8X menjadi 0,9X. Berdasarkan rasio Debt to Equity Perseroan yang
menjadi 0,9X menunjukkan bahwa Perseroan tetap konservatif dalam melakukan pembiayaan dimana komposisi
ekuitas tetap lebih tinggi dibanding total kewajiban Perseroan.

4.2.        Analisis Kuantitatif Pada KMH

4.2.1.      Analisis Kinerja Historis Keuangan KMH

1.          Analisis Kinerja Keuangan Historis KMH

                                           Tabel 4 - 14 : Pergerakan Historis Laba/Rugi KMH (dalam rupiah)
                                                                                          Periode Aktual

              KETERANGAN                          2020              2021              2022              2023               2024          31 Maret 2025

                                                Audited           Audited           Audited           Audited            Audited           Audited

 Pendapatan Usaha                                          0                 0                 0                 0                  0                 0
 Beban Pokok Usaha                                         0                 0                 0                 0                  0                 0
 Laba Kotor                                                0                 0                 0                 0                  0                 0
 Beban Usaha
   Beban Umum dan Administrasi                -29.368.166.690   -20.117.363.145   -24.717.635.185   -29.774.601.867    -42.032.190.364   -19.658.035.706
   Jumlah Beban Usaha                         -29.368.166.690   -20.117.363.145   -24.717.635.185   -29.774.601.867    -42.032.190.364   -19.658.035.706

 RUGI USAHA                                   -29.368.166.690   -20.117.363.145   -24.717.635.185   -29.774.601.867    -42.032.190.364   -19.658.035.706

 PENDAPATAN/(BEBAN) LAIN - LAIN
   Pendapatan Bunga dan Jasa Giro             3.538.775.694      480.395.200       342.541.420        384.097.871      2.934.974.141     2.832.532.241
     Laba/(Rugi) Selisih Kurs - Bersih        5.276.022.205     2.380.361.824     4.425.172.407     -8.606.158.012    17.431.081.925     5.718.974.377
     Beban Administrasi dan Provisi Bank       -110.965.210      -242.866.180      -231.516.329      -132.457.177       -109.973.140       -19.072.534
     Pajak Jasa Giro                            -22.034.142       -65.232.908       -58.095.436       -59.798.491       -117.352.950       -35.881.869
     Pendapatan (Beban) Lainnya                   9.822.654       -20.780.095       401.410.634      -262.827.301         19.310.872        -1.752.964
     Jumlah Pendapatan/ (Beban)
                                              8.691.621.201     2.531.877.841     4.879.512.696     -8.677.143.110    20.158.040.848     8.494.799.251
     Lainnya
 RUGI SEBELUM PAJAK                           -20.676.545.489   -17.585.485.304   -19.838.122.489   -38.451.744.977    -21.874.149.516   -11.163.236.455
 MANFAAT (BEBAN) PAJAK
 PENGHASILAN
   - Pajak Kini                                           0                 0                0                  0                  0                 0
   - Pajak Tangguhan                             65.415.039     1.173.248.390      197.705.949        125.696.813         18.541.754       760.385.521
   Jumlah Manfaat (Beban) Pajak
                                                 65.415.039     1.173.248.390      197.705.949        125.696.813         18.541.754       760.385.521
   Penghasilan
 RUGI PERIODE BERJALAN                        -20.611.130.450   -16.412.236.914   -19.640.416.540   -38.326.048.164    -21.855.607.762   -10.402.850.934
 PENDAPATAN (BEBAN)
 KOMPREHENSIF LAIN
   - Pengukuran Kembali Imbalan
                                                 14.788.063      -818.109.446     4.672.518.573       435.439.636       133.616.156
 Pasca Kerja



                                                                                                                                                   61
Page 77
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
   - Dampak Pajak Tangguhan                     -3.253.374         179.984.078       -1.027.954.086        -95.796.720         -29.395.554
   Jumlah Pendapatan (Beban)
                                             11.534.689           -638.125.368       3.644.564.487         339.642.916         104.220.602                    0
 Komprehensif Lain
 RUGI KOMPREHENSIF PERIODE
                                          -20.599.595.761        -17.050.362.282     -15.995.852.053     -37.986.405.248     -21.751.387.160     -10.402.850.934
 BERJALAN
Sumber: KMH dari Perseroan
Pendapatan
Pada Tahun 2020, 2021, 2022, 2023 dan 2024 dan 2025 PT Kerinci Merangin Hidro belum memiliki pendapatan.
Laba/Rugi Sebelum Pajak Penghasilan
Tahun 2020 laba/rugi sebelum pajak penghasilan PT Kerinci Merangin Hidro tercatat rugi sebesar Rp20,67 miliar.
Pada tahun 2021 tercatat rugi sebesar Rp17,58 miliar. Pada tahun 2022 tercatat rugi sebesar Rp19,83 miliar. Pada
tahun 2023 tercatat rugi sebesar Rp38,45 miliar dan pada tahun 2024 tercatat rugi sebesar Rp21,87 miliar. Pada
31 Maret 2025 tercatat rugi sebesar Rp11,16 miliar.
Laba/Rugi Tahun Berjalan
Tahun 2020 laba/rugi tahun berjalan PT Kerinci Merangin Hidro tercatat rugi sebesar Rp20,61 miliar. Pada tahun
2021 tercatat rugi sebesar Rp16,41 miliar. Pada tahun 2022 tercatat rugi sebesar Rp19,64 miliar. Pada tahun 2023
tercatat rugi sebesar Rp38,32 miliar dan pada tahun 2024 tercatat rugi sebesar Rp21,85 miliar. Pada 31 Maret
2025 tercatat rugi sebesar Rp10,40 miliar.


Laba/Rugi Komprehensif Tahun Berjalan
Tahun 2020 laba/rugi komprehensif periode berjalan KMH tercatat rugi sebesar Rp20,59 miliar. Pada tahun 2021
KMH mencatat rugi sebesar Rp17,05 miliar. Pada tahun 2022 KMH mencatatkan kembali rugi sebesar Rp15,99
miliar. Pada tahun 2023 KMH mencatatkan rugi menjadi Rp37,98 miliar, dan sampai dengan tahun 2024 KMH
mencatatkan rugi sebesar Rp21,75 miliar. Pada 31 Maret 2025 tercatat rugi sebesar Rp10,40 miliar.

                                Tabel 4 - 15 : Pergerakan Historis Jumlah Aset KMH (dalam ribuan rupiah)
                                                                                   Periode Aktual
       KETERANGAN                  2020                  2021                  2022            2023                   2024               Maret 2025
                                  Audited               Audited               Audited         Audited                Audited              Audited
 Aset
   Aset Lancar:
      Kas dan Setara Kas         143.952.647                 72.481.507      105.728.093          98.020.744         190.644.380           321.777.736
      Piutang Lainnya – Pihak
      Berelasi                       970.128               1.404.475           1.184.800             987.299           4.838.674             4.257.965
      Pihak Ketiga                         0                       0                   0                   0                   0               881.817
      Pajak Dibayar Dimuka                 0                       0                   0                   0          24.971.724            26.268.738
      Uang Muka                   75.899.467              26.661.147         231.764.376         245.707.928          15.712.524            11.903.437
   Total Aset Lancar             220.822.243             100.547.131         338.677.269         344.715.972         236.167.303           365.089.696

   Aktiva Tidak Lancar:
     Aset Pajak Tangguhan            329.043                  1.682.276            852.028             881.928             871.074             1.631.459
     Aset Tetap - Setelah
     Dikurangi
     Akumulasi Penyusutan        381.540.615             455.548.478         415.199.753         283.573.404         277.697.222           282.833.620
     Aset Hak Guna                         0                       0          28.787.630          20.909.609          13.031.588            11.062.082
     Aset Pembangkit Listrik
     Tenaga Air                 2.389.179.229          4.092.723.017       6.645.163.487       9.851.273.695     13.203.518.142         14.004.532.058
   Total Aktiva Tetap           2.771.048.888          4.549.953.771       7.090.002.899      10.156.638.637     13.495.118.026         14.300.059.221

       JUMLAH ASET              2.991.871.132          4.650.500.902       7.428.680.169      10.501.354.610     13.731.285.330         14.665.148.917
Sumber/ Source: KMH dari Perseroan


Jumlah Aset
Pada tahun 2020 jumlah aset PT Kerinci Merangin Hidro tercatat sebesar Rp2,99 triliun. Pada tahun 2021 jumlah
aset naik sebesar 55,44% menjadi Rp4,65 triliun. Pada tahun 2022 jumlah aset KMH kembali meningkat sebesar
59,74% menjadi Rp7,42 triliun. Tahun 2023 jumlah aset meningkat sebesar 41,36% menjadi Rp10,50 triliun. Pada
tahun 2024 jumlah aset meningkat sebesar 30,76% menjadi Rp13,73 triliun. Pada 31 Maret 2025 jumlah aset


                                                                                                                                                           62
Page 78
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
meningkat menjadi Rp14,66 triliun.

Secara keseluruhan dari tahun 2020 sampai dengan 31 Mei 2025 komponen utama jumlah aset KMH terdiri dari
aset tidak lancar yang didominasi oleh oleh Aset Pembangkit Listrik Tenaga Air. Sedangkan aset lancar didominasi
oleh kas dan setara kas.

                               Tabel 4 - 16 : Pergerakan Historis Jumlah Liabilitas dan Ekuitas KMH (dalam rupiah)
                                                                                          Periode Aktual
           KETERANGAN                       2020                2021                2022              2023                   2024              Maret 2025
                                           Audited             Audited             Audited           Audited                Audited             Audited

 LIABILITAS DAN EKUITAS
 LIABILITAS
    Liabilitas Jangka Pendek
    Utang Usaha                         341.477.409.649     266.706.969.345      98.847.198.048      178.997.499.542      115.869.198.995      158.779.650.794
    Utang Kepada Lembaga Keuangan
    Lainnya yang Jatuh Tempo Dalam       17.698.776.963       9.851.918.663                   0                    0                    0
    Satu Tahun
   Utang Pajak                              307.537.414       8.788.692.568       8.116.537.328        4.137.952.353        3.891.609.755        9.118.974.800
   Biaya Yang Masih Harus Dibayar         1.608.681.133       3.363.870.119       4.572.548.133        4.481.895.195          299.082.253          353.301.730
 Jumlah Liabilitas Jangka Pendek        361.092.405.159     288.711.450.695     111.536.283.509      187.617.347.090      120.059.891.003      168.251.927.324

   Liabilitas Jangka Panjang
   Utang Bank                          1.804.416.582.920   3.056.279.257.547                  0                    0                    0                    0
   Utang Kepada Lembaga Keuangan
                                          9.848.464.348                   0                   0                    0                    0                    0
   Lainnya Jangka Panjang
   Utang Sindikasi                                     0                   0   5.479.449.497.073    7.859.593.590.879   10.702.627.715.108   11.273.895.899.211
   Utang Kepada Pihak Berelasi               724.733.467         724.733.467     253.410.064.566      597.174.725.523      122.440.199.705      443.618.936.140
   Liabilitas Imbalan Pasca Kerja          1.857.609.104       7.904.486.342       4.899.201.914        5.070.229.094        4.010.194.583        7.637.675.069
 Jumlah Liabilitas Jangka Panjang      1.816.847.389.839   3.064.908.477.356   5.737.758.763.553    8.461.838.545.496   10.829.078.109.396   11.725.152.510.420

 Jumlah LIABILITAS                     2.177.939.794.998   3.353.619.928.051   5.849.295.047.062    8.649.455.892.586   10.949.138.000.399   11.893.404.437.744
                                                                     53,98%              74,42%               47,87%               26,59%
    EKUITAS
    Modal Saham - Nilai Nominal Rp.
                                        851.500.000.000    1.351.500.000.000   1.650.000.000.000    1.960.500.000.000    2.790.500.000.000    2.790.500.000.000
    1.000.000,- Per Saham
    Saldo Laba                           -37.612.157.972     -54.024.394.886                   0                    0      122.000.000.000      122.000.000.000
    Akumulasi Kerugian                                 0                   0     -73.664.811.427     -111.990.859.591     -133.846.467.353     -144.249.318.287
    Pendapatan Komprehensif Lain              43.495.144        -594.630.224       3.049.934.263        3.389.577.179        3.493.797.781        3.493.797.781

 Jumlah Ekuitas                         813.931.337.172    1.296.880.974.890   1.579.385.122.836    1.851.898.717.588    2.782.147.330.428    2.771.744.479.494
                                                                     59,34%              21,78%               17,25%               50,23%                -0,37%
  JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS        2.991.871.132.170   4.650.500.902.941   7.428.680.169.898   10.501.354.610.174   13.731.285.330.827   14.665.148.917.238
Sumber: KMH dari Perseroan


Jumlah Liabilitas
Pada tahun 2020 jumlah liabilitas PT Kerinci Merangin Hidro tercatat sebesar Rp2,17 triliun. Pada tahun 2021
meningkat sebesar 53,98% menjadi Rp3,35 triliun. Pada tahun 2022 jumlah liabilitas KMH meningkat sebesar
74,42% menjadi Rp5,84 triliun. Pada tahun 2023 jumlah liabilitas KMH kembali meningkat sebesar 47,87% menjadi
Rp8,64 triliun, pada tahun 2024 jumlah liabilitas KMH naik sebesar 26,59% menjadiRp10,94 triliun. Pada 31 Mei
tahun 2025 jumlah liabilitas KMH kembali menjadi Rp11,89 triliun.

Secara keseluruhan dari tahun 2020 sampai dengan 31 Maret 2025 komponen utama liabilitas KMH terdiri dari
liabilitas jangka panjang yang didominasi oleh utang. Sedangkan liabilitas jangka pendek didominasi oleh utang
usaha.


Jumlah Ekuitas
Pada tahun 2020 jumlah ekuitas KMH tercatat sebesar Rp813,9 miliar, pada tahun 2021 jumlah ekuitas Perseroan
naik sebesar 59,34% menjadi Rp1,29 triliun, tahun 2022 jumlah ekuitas Perseroan naik sebesar 21,78% menjadi
Rp1,57 triliun dan pada tahun 2023 jumlah ekuitas KMH meningkat sebesar 17,25% menjadi sebesar Rp1,85 triliun
dan pada tahun 2024 jumlah ekuitas KMH juga meningkat sebesar 50,23% menjadi sebesar Rp2,78 triliun. Pada
31 Mei 2025 jumlah ekuitas KMH tercatat sebesar Rp2,77 triliun.


                                                                                                                                                       63
Page 79
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
2.         Analisis Arus Kas Historis KMH

                                           Tabel 4 - 17 : Pergerakan Historis Arus Kas KMH (dalam rupiah)
                                                                                           Periode Aktual
           KETERANGAN
                                              2020                2021                2022                2023                2024          31 Maret 2025

 Arus Kas Dari Aktifitas Operasi
 Pembayaran Kas Kepada Pemasok           -161.721.257.349                  0                    0                   0
 Pembayaran Untuk Beban Usaha                           0        672.900.318      -19.254.336.664     -28.273.889.708     -34.033.729.785    -12.970.867.628
 Penerimaan/(Pembayaran) Kegiatan
 Usaha Lainnya                              3.143.273.996       -282.830.712         459.090.345          581.597.872       2.628.003.267     7.813.007.914

 Jumlah Arus Kas Bersih Digunakan
 Untuk Aktivitas Operasi                 -158.577.983.353        390.069.606      -18.795.246.319     -27.692.291.836     -31.405.726.518     -5.157.859.714

 Arus Kas Dari Aktifitas Investasi
 Uang Muka Pembelian                      -121.100.815.868     30.938.482.845   -215.019.182.192       -13.943.551.850    293.790.337.629      3.809.086.448
 Perolehan Aset Tetap                       -9.875.824.742    -69.514.332.683     -2.840.501.846          -972.129.511       -289.225.849     -6.283.287.744
 Perolehan Aset Pembangkit Tenaga Air   -1.223.865.433.692 -1.769.833.073.087 -2.226.850.097.174    -2.594.860.827.192 -3.468.504.259.729   -802.310.929.884

 Jumlah Arus Kas Bersih Digunakan
 Untuk Aktivitas Investasi              -1.354.842.074.302 -1.808.408.922.925 -2.444.709.781.212    -2.609.776.508.553 -3.175.003.147.949   -804.785.131.180

 Arus Kas Dari Aktifitas Pendanaan
 Penerimaan Utang Sindikasi             1.386.406.474.482   1.251.862.674.627   1.929.678.359.172   1.984.102.948.308   2.843.034.124.229   571.268.184.103
 Penerimaan Pihak Berelasi                 50.287.000.000                   0     274.000.000.000     343.764.660.957    -478.570.531.474   364.089.188.234
 Pembayaran Sewa Pembiayaan               -15.778.443.904     -17.695.322.648      -9.851.918.663                   0                   0                 0
 Setoran Modal                            205.870.000.000     500.000.000.000     298.500.000.000     310.500.000.000     952.000.000.000                 0

 Jumlah Arus Kas Bersih Digunakan
 Untuk Aktivitas Pendanaan              1.626.785.030.578   1.734.167.351.979   2.492.326.440.509   2.638.367.609.265   3.316.463.592.755   935.357.372.337

 Kenaikan (Penurunan) Bersih Kas
 dan Setara Kas                           113.904.972.923     -73.851.501.342     28.821.412.978          898.808.876     110.054.718.288   125.414.381.443
 Saldo Kas Dan Setara Kas Awal
 Periode                                   24.771.652.235    143.952.647.363      72.481.507.845      105.728.093.230      98.020.744.094   190.644.380.457
 Pengaruh Selisih Kurs                      5.276.022.205      2.380.361.824       4.425.172.407       -8.606.158.012     -17.431.081.925     5.718.974.377
 Saldo Kas Dan Setara Kas Akhir
 Periode                                  143.952.647.363     72.481.507.845     105.728.093.230       98.020.744.094     190.644.380.457   321.777.736.277
Sumber: KMH dari Perseroan


Aktivitas Operasi
Arus kas KMH dari aktivitas operasi tahun 2020 tercatat sebesar -Rp158,57 miliar, tahun 2021 tercatat sebesar
Rp390,06 juta, tahun 2022 tercatat sebesar -Rp18,79 miliar, dan pada tahun 2023 tercatat sebesar -Rp27,69 miliar,
pada tahun 2024 tercatat -Rp31,40 miliar. Pada 31 Mei 2025 tercatat sebesar -Rp5,16 miliar.


Aktivitas Investasi
Arus kas KMH dari aktivitas investasi tahun 2020 tercatat sebesar -Rp1,35 triliun,tahun 2021 tercatat sebesar -
Rp1,80 triliun, tahun 2022 tercatat sebesar -Rp2,44 triliun, tahun 2023 tercatat sebesar -Rp2,60 triliun, dan pada
tahun 2024 tercatat sebesar -Rp3,17 triliun. Pada 31 Mei 2025 tercatat sebesar -Rp804 miliar.


Aktivitas Pendanaan
Arus kas KMH dari aktivitas pendanaan tahun 2020 tercatat sebesar Rp1,62 triliun, tahun 2021 tercatat sebesar
Rp1,73 triliun, tahun 2022 tercatat sebesar Rp2,49 triliun, tahun 2023 tercatat sebesar Rp2,63 triliun, dan pada
tahun 2024 tercatat sebesar Rp3,31 triliun. Pada 31 Mei 2025 tercatat sebesar Rp935,36 miliar.




                                                                                                                                                            64
Page 80
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
3.        Analisis Rasio Keuangan Historis KMH

                                              Tabel 4 - 18 : Rasio Keuangan Historis KMH
                                            2020           2021              2022                 2023            2024             2025
            Keterangan
                                           31 Des         31 Des            31 Des               31 Des          31 Des          31 Maret
 Rasio Likuiditas
 Rasio Kas                                  6,6%            2,2%             1,8%                 1,1%            1,7%                 2,7%
 Rasio Lancar                               61,2%          34,8%            303,6%               183,7%          196,7%           217,0%
 Rasio Cepat                                61,2%          34,8%            303,6%               183,7%          196,7%           217,0%

 Rasio Solvabilitas

 Net Debt to Equity Ratio                    0,8X           0,6 X            0,6 X                0,8X            0,8X                 0,8X

 Rasio Profitabilitas
 Margin Laba Usaha                             -                 -                -                 -                 -                 -
 Margin Laba Bersih                            -                 -                -                 -                 -                 -
 ROA (2025 disetahunkan)                    -0,7%           -0,4%            -0,2%               -0,4%            -0,2%            -0,1%

 ROE (2025 disetahunkan)                    -2,5%           -1,3%            -1,0%               -2,1%            -0,8%            -0,4%

Sumber: KMH dari Perseroan


Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk membayar seluruh kewajiban- kewajibannya
yang akan jatuh tempo. Likuiditas KMH diukur dengan menggunakan rasio kas, rasio lancar dan rasio cepat.
Rasio kas, rasio lancar dan rasio cepat KMH per 31 Mei 2025 masing-masing sebesar 2,7%, 217% dan 217%.


Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas menunjukkan sejauh mana perusahaan menggunakan utang untuk membiayai operasinya.
Solvabilitas KMH diukur dengan menggunakan rasio utang terhadap ekuitas atau Debt to Equity Ratio (DER).
DER KMH per 31 Mei 2025 sebesar 0,8 x.

Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan dalam mengelola aset-asetnya dengan tujuan
akhir mengoptimalkan pengembalian yangdapat diperoleh para penyedia modal. Profitabilitas KMH diukur dengan
rasio imbal hasil aset atau Return on Assets (ROA) dan rasio imbal hasil ekuitas atau Return on Equity (ROE).


4.2.2.    Analisis Proyeksi Laporan Keuangan KMH

Proyeksi Laporan Laba/Rugi KMH

                                   Tabel 4 - 19 : Proyeksi Laporan Laba/Rugi KMH (dalam usd juta)
                                                                                      Proyeksi
            Keterangan
                                   2025 (9 bulan)    2026            2027              2028              2029             2030              2031
PENDAPATAN                                  262,52    2.122,97         2.130,30          2.137,68          2.145,12         2.152,62         2.160,18
BEBAN LANGSUNG :
Beban Ops & Maintenance Langsung           110,45      157,78            165,67            173,96            182,65           191,79          201,37
Penyusutan                                 105,22      631,32            631,32            631,32            631,32           631,32          631,32
TOTAL BEBAN LANGSUNG                       215,67      789,10            796,99            805,28            813,97           823,11          832,70
LABA (RUGI) KOTOR                           46,85    1.333,87          1.333,31          1.332,41          1.331,15         1.329,51        1.327,49
BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI




                                                                                                                                                    65
Page 81
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
                                                                                                  Proyeksi
               Keterangan
                                           2025 (9 bulan)     2026             2027                   2028                2029               2030         2031
Admin Expenses & Ops                                 80,71       84,96                 89,21                 93,67               98,35          103,27      108,43
Penyusutan                                            9,26       14,04                 14,04                 14,04               14,04            14,04      14,04
TOTAL BEBAN UMUM DAN
ADMINISTRASI                                         89,97        99,00               103,25             107,71                112,40            117,31     122,48
LABA (RUGI) KOTOR USAHA                             -43,12     1.234,86             1.230,06           1.224,70              1.218,75          1.212,20   1.205,01
PENDAPATAN & BEBAN LAIN-LAIN :
PENDAPATAN LAIN-LAIN
Jasa Giro                                             0,00          0,00                0,00                 0,00                0,00              0,00       0,00
Laba (Rugi) Kurs                                    -26,61        -34,10              -32,40               -29,60              -26,40            -23,30     -19,90
Lainnya
TOTAL PENDAPATAN LAIN-LAIN                          -26,61        -34,10              -32,40               -29,60              -26,40            -23,30     -19,90
BEBAN LAIN-LAIN
Bunga Bank Sindikasi                                 0,00        697,60               646,50              587,60              524,40            456,60      383,90
Bunga Afiliasi                                      14,70         54,20                45,20               34,90               23,60             11,40        0,90
Lainnya                                              0,00          0,00                 0,00                0,00                0,00              0,00        0,00
Selisih Kurs                                         2,49          7,79                 9,55                9,55                9,55              9,55        9,55
TOTAL BEBAN LAIN-LAIN                               17,19        759,59               701,25              632,05              557,55            477,55      394,35
TOTAL PENDAPATAN DAN BEBAN
LAIN-LAIN                                           -43,80      -793,69              -733,65              -661,65             -583,95           -500,85    -414,25
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK                           -86,91       441,17               496,41               563,05              634,80            711,35     790,76
PAJAK PENGHASILAN BADAN                               0,00        97,06               109,21               123,87              139,66            156,50     173,97
LABA (RUGI) SETELAH PAJAK                           -86,91       344,11               387,20               439,18              495,15            554,85     616,79
Sumber: KMH dari Perseroan (diolah)

Pendapatan
Pendapatan KMH di tahun 2025 diproyeksikan mencapai 262,5juta usd dan terus meningkat menjadi 2.160,18juta
usd di tahun 2031 atau secara total tumbuh 722,86% atau tumbuh secara CAGR sebesar 42,09%

Laba/Rugi Setelah Pajak
Laba/Rugi Setelah Pajak KMH tahun 2025 diproyeksikan rugi sebesar 86,91juta usd dan KMH sudah membukukan
laba di tahun 2026 sebesar 344,11juta usd dan diproyeksikan terus tumbuh hingga tahun 2031 dimana KMH
membukukan laba sebesar 616,79juta usd.

Proyeksi Laporan Posisi Keuangan KMH

                                  Tabel 4 - 20 : Proyeksi Laporan Posisi Keuangan KMH (dalam miliar rupiah)
                                                                                                               Proyeksi
                        Keterangan
                                                        2025 (9 bulan)       2026              2027            2028              2029         2030        2031
ASET
ASET LANCAR :
Kas dan Setara Kas                                               237,2          770,1             778,0              763,5          723,8        656,9           674,8
Piutang Usaha                                                    262,5          176,9             177,5              178,1          178,8        179,4           180,0
Piutang Lain-Lain                                                  5,2            5,2               5,2                5,2            5,2          5,2             5,2
Uang Muka                                                            -              -                 -                  -              -            -               -
Total Aset Lancar                                                504,9          952,2             960,7              946,8          907,7        841,5           860,0
ASET TIDAK LANCAR :
Aset Tetap PLTA-Nilai Buku                                    14.345,5       13.714,1          13.082,8         12.451,5         11.820,2     11.188,9       10.557,5
Aset Tetap Lainnya Nilai Buku                                    285,5          271,5             257,5            243,4            229,4        215,3          201,3
Total Aset Tidak Lancar                                       14.631,0       13.985,6          13.340,3         12.694,9         12.049,5     11.404,2       10.758,8

TOTAL ASET                                                    15.135,9       14.937,8          14.301,0         13.641,7         12.957,3     12.245,6       11.618,8

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS :
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang Usaha                                                              -             -              -                  -              -            -               -
Biaya Yang Masih Harus Dibayar                                           -          97,1          109,2              123,9          139,7        156,5           174,0
Total liabilitas Jangka Pendek                                           -          97,1          109,2              123,9          139,7        156,5           174,0
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang Bank Sindikasi                                          11.300,5       10.739,3           9.828,2          8.850,6           7.801,9     6.677,5        5.472,2
Utang Berelasi-SM                                                    -              -                 -                -                 -           -              -
Utang Berelasi-RPC                                               700,0          622,0             496,9            361,4             214,7        55,8              -
Imbalan Pasca Kerja                                                4,0            4,0               4,0              4,0               4,0         4,0            4,0
Total liabilitas Jangka Panjang                               12.004,5       11.365,3          10.329,1          9.216,0           8.020,6     6.737,3        5.476,2
Total liabilitas                                              12.004,5       11.462,4          10.438,3          9.339,9           8.160,3     6.893,8        5.650,2
EKUITAS :
Modal Disetor                                                  2.790,5        2.790,5           2.790,5          2.790,5           2.790,5     2.790,5        2.790,5
Tambahan Modal Disetor                                           565,6          565,6             565,6            565,6             565,6       565,6          565,6




                                                                                                                                                                  66
Page 82
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
                                                                                                  Proyeksi
                       Keterangan
                                              2025 (9 bulan)      2026           2027             2028             2029            2030          2031
Laba (Rugi) Ditahan                                   (137,9)       (224,8)          119,3            506,5            945,7        1.440,9         1.995,7
Laba (Rugi) Berjalan                                   (86,9)         344,1          387,2            439,2            495,1          554,9           616,8
Penghasilan Komprehensif Lain                                -            -              -                 -               -              -               -
Total Ekuitas                                        3.131,4        3.475,5        3.862,7          4.301,8          4.797,0        5.351,8         5.968,6

TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                        15.135,9      14.937,8           14.301,0      13.641,7           12.957,3     12.245,6        11.618,8
Sumber: KMH dari Perseroan (diolah)

Jumlah Aset
Jumlah Aset KMH di tahun 2025 diproyeksikan mencapai Rp15,139 triliun dan mengalami penurunan menjadi
Rp11,618 triliun di tahun 2031. Penurunan ini dikarenakan depresiasi dan amortisasi atas aset tetap dan serta
karena ada pembayaran pokok pinjaman baik pinjaman kepada bank maupun pinjaman kepada pemegang saham.

Jumlah Liabilitas
Jumlah liabilitas KMH di tahun 2024 diproyeksikan sebesar Rp12,004 triliun dan terus turun menjadi Rp5,650 triliun
di tahun 2031. Penurunan ini dikarenakan adanya pembayaran utang bunga dan pokok atas pinjaman yang
diterima baik dari pinjaman bank maupun pinjaman kepada pemegang saham.

Jumlah Ekuitas
Jumlah ekuitas KMH di tahun 2025 diproyeksikan sebesar Rp3,131 triliun dan menjadi Rp11,618 triliun di tahun
2031. Ekuitas perusahaan terus meningkat seiring dengan peningkatan Laba (Rugi) ditahan KMH, dimana pada
tahun Laba (Rugi) ditahan perusahaan sudah membukukan nilai positif di tahun 2027 sebesar Rp119,3 miliar.

Proyeksi Laporan Arus Kas KMH

                                    Tabel 4 - 21 : Proyeksi Laporan Arus Kas KMH (dalam usd juta)
                                                                                                 Proyeksi
                       Keterangan
                                               2025 (9 bulan)         2026                2027              2028         2029         2030       2031
I. CASH IN OPERASIONAL
PENDAPATAN                                               262,52        2.122,97             2.130,30    2.137,68        2.145,12     2.152,62    2.160,18
PIUTANG USAHA :
Awal                                                       0,00          262,52               176,91      177,52          178,14       178,76      179,39
Akhir                                                   -262,52         -176,91              -177,52     -178,14         -178,76      -179,39     -180,02
TOTAL CASH IN-OPERASIONAL                                  0,00        2.208,58             2.129,69    2.137,07        2.144,50     2.152,00    2.159,55
II. CASH IN NON-OPERASIONAL
Dana Pemegang Saham                                        0,00               0,00
Dana Afiliasi                                            700,00               0,00
TOTAL CASH IN NON-OPERASIONAL                            700,00               0,00               0,00          0,00         0,00          0,00       0,00

TOTAL CASH IN                                            700,00        2.208,58             2.129,69    2.137,07        2.144,50     2.152,00    2.159,55

II. CASH OUT
Utang Usaha                                              164,23            0,00                 0,00        0,00            0,00         0,00        0,00
Beban Ops & Maintenance Langsung                         110,45          157,78               165,67      173,96          182,65       191,79      201,37
Admin Expenses & Ops                                      80,71           84,96                89,21       93,67           98,35       103,27      108,43
Pembayaran Pokok Sindikasi                                 0,00          595,30               943,50    1.007,20        1.075,10     1.147,70    1.225,20
Pembayaran Bunga Sindikasi                               412,00          697,60               646,50      587,60          524,40       456,60      383,90
Pembayaran Pokok Afiliasi                                  0,00           78,00               125,10      135,50          146,70       158,90       55,80
Pembayaran Bunga Afiliasi                                 14,70           54,20                45,20       34,90           23,60        11,40        0,90
Selisih Kurs                                               2,49            7,79                 9,55        9,55            9,55         9,55        9,55
Pajak Penghasilan Badan                                                    0,00                97,06      109,21          123,87       139,66      156,50
TOTAL CASH OUT                                           784,58        1.675,63             2.121,79    2.151,58        2.184,22     2.218,86    2.141,66
NET CASH FLOW                                            -84,58          532,94                 7,90      -14,51          -39,72       -66,87       17,90
ACCUMULATED                                              237,19          770,13               778,03      763,52          723,80       656,93      674,83
Sumber: KMH dari Perseroan

Saldo Kas di tahun 2025 tercatat 237,19 juta usd dan tumbuh menjadi 674,83 juta usd di tahun 2031. Dalam periode
proyeksi 2025 sampai dengan 2031 saldo kas relatif berfluktuasi karena pembayaran pokok pinjaman dan beban
bunga.




                                                                                                                                                        67
Page 83
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
4.2.3.   Analisis Kemampuan Pengembalian Pokok Pinjaman dan Pembayaran Bunga dari KMH

Berikut adalah tabel rencana pengembalian pokok dan pembayaran bunga atas pinjaman yang diterima.

          Tabel 4 - 22 : Rencana Pengembalian Pokok dan Beban Bunga Kepada Pemegang Saham (dalam miliar rupiah)
                                              Angsuran
 No.     Bulan Tahun           Penarikan                     Bunga (8%)      Outstand      Pokok- Bunga
                                                Pokok
   1      Jun                             -            -                -             -
   2       Jul                       200,00            -             1,33        200,00
   3      Aug                        100,00            -             2,00        300,00
   4      Sep       2025             100,00            -             2,67        400,00
   5      Okt                        100,00            -             3,33        500,00
   6      Nov                        100,00            -             4,00        600,00
   7      Des                        100,00            -             4,67        700,00
   8      Jan                                          -             4,67        700,00
   9      Feb                                          -             4,67        700,00
  10      Mar                                          -             4,67        700,00
  11      Apr                                          -             4,67        700,00
  12      May                                       9,53             4,67        690,47                 14,19
  13      Jun                                       9,59             4,60        680,88                 14,19
                    2026
  14       Jul                                      9,65             4,54        671,23                 14,19
  15      Aug                                       9,72             4,47        661,51                 14,19
  16      Sep                                       9,78             4,41        651,73                 14,19
  17      Okt                                       9,85             4,34        641,88                 14,19
  18      Nov                                       9,91             4,28        631,96                 14,19
  19      Des                                       9,98             4,21        621,98                 14,19
  20      Jan                                      10,05             4,15        611,94                 14,19
  21      Feb                                      10,11             4,08        601,82                 14,19
  22      Mar                                      10,18             4,01        591,64                 14,19
  23      Apr                                      10,25             3,94        581,39                 14,19
  24      May                                      10,32             3,88        571,07                 14,19
  25      Jun                                      10,39             3,81        560,69                 14,19
                    2027
  26       Jul                                     10,46             3,74        550,23                 14,19
  27      Aug                                      10,53             3,67        539,71                 14,19
  28      Sep                                      10,60             3,60        529,11                 14,19
  29      Okt                                      10,67             3,53        518,45                 14,19
  30      Nov                                      10,74             3,46        507,71                 14,19
  31      Des                                      10,81             3,38        496,90                 14,19
  32      Jan                                      10,88             3,31        486,02                 14,19
  33      Feb                                      10,95             3,24        475,07                 14,19
  34      Mar                                      11,03             3,17        464,04                 14,19
  35      Apr                                      11,10             3,09        452,94                 14,19
  35      May                                      11,17             3,02        441,77                 14,19
  37      Jun                                      11,25             2,95        430,52                 14,19
                    2028
  38       Jul                                      1132             2,87        419,19                 14,19
  39      Aug                                      11,40             2,79        407,79                 14,19
  40      Sep                                      11,47             2,72        396,32                 14,19
  41      Okt                                       1135             2,64        384,77                 14,19
  42      Nov                                      11,63             2,57        373,14                 14,19
  43      Des                                      11,71             2,49        361,43                 14,19
  44      Jan                                      11,78             2,41        349,65                 14,19
  45      Feb       2029                           11,86             2,33        337,79                 14,19
  46      Mar                                      11,94             2,25        325,85                 14,19


                                                                                                                  68
Page 84
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
                                            Angsuran
 No.    Bulan    Tahun      Penarikan                    Bunga (8%)      Outstand     Pokok- Bunga
                                             Pokok
 47      Apr                                    12,02             2,1'      313,83               14,19
 48      May                                    12,10            2,09       301,72               14,19
 49      Jun                                    12,18            2,01       289,54               14,19
 50       Jul                                   12,26            1,93       277,28               14,19
 51      Aug                                    12,34            1,85       264,93               14,19
 52      Sep                                    12,43            1,77       252,51               14,19
 53      Okt                                    12,51            1,68       240,00               14,19
 54      Nov                                    12,59            1,60       227,40               14,19
 55      Des                                    12,68            1,52       214,73               14,19
 56      Jan                                    12,76            1,43       201,96               14,19
 57      Feb                                    12,85            1,35       189,12               14,19
 58      Mar                                    12,93            1,26       176,18               14,19
 59      Apr                                    13,02            1,17       163,17               14,19
 _60     May                                    13,11            1,09       150,06               14,19
 61      Jun                                    13,19            1,00       136,87               14,19
                  2030
 62       Jul                                   13,28            0,91       123,59               14,19
 63      Aug                                    13,37            0,82       110,22               14,19
 64      Sep                                    13,46            0,73        96,76               14,19
 65      Okt                                    13,55            0,65        83,21               14,19
 66      Nov                                    13,64            0,55        69,57               14,19
 67      Des                                    13,73            0,46        55,84               14,19
 68      Jan                                    13,82            0,37        42,02               14,19
 69      Feb                                    13,91            0,28        28,11               14,19
                  2031
 70      Mar                                    14,01            0,19        14,10               14,19
 71      Apr                                    14,10            0,09                            14,19
         TOTAL                     700,00      700,00          186,10                           851,40
Sumber: KMH dari Perseroan, diolah

Beban bunga secara keseluruhan yang timbul dari pinjaman kepada pemegang saham adalah sebesar Rp186,10
miliar dengan tingkat suku bunga 8,00% p.a.

Pembayaran pokok pinjaman direncanakan mulai tahun 2026 sebesar Rp58,8 miliar.Keseluruhan pinjaman kepada
pemegang saham dapat dilunasi KMH ditahun 2031.

Rencana pembayaran bunga KMH, dimana KMH mulai melalukan penarikan pinjaman pada bulan juli 2025
sebesar Rp200 miliar dan dengan masa grace period selama 10 bulan sehingga KMH mulai melakukan
pembayaran bunga pada bulan juli 2025 sebesar Rp 1,33miliar. Rencana KMH dalam melakukan penarikan
pinjaman sebesar Rp700 miliar akan dilakukan dari bulan Juli hingga Desember 2025, dimana berdasarkan
proyeksi bahwa KMH sudah mulai beroperasi pada 15 November 2025 sesuai dengan tanggal COD. Tanggal
COD tersebut adalah di mana unit pembangkit listrik secara resmi dinyatakan telah menyelesaikan seluruh
tahapan konstruksi, pengujian, dan pengoperasian awal (commissioning), serta telah memenuhi seluruh
persyaratan teknis dan administratif sesuai ketentuan dalam Perjanjian Jual Beli Listrik (Power Purchase
Agreement / PPA) antara PT PLN (Persero) dan PT Kerinci Merangin Hidro, sehingga mulai beroperasi secara
komersial dan berhak menerima pembayaran atas energi listrik yang disalurkan kepada PLN.




                                                                                                         69
Page 85
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Pendapat Kewajaran atas Pinjaman dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk kepada PT Kerinci Merangin Hidro
5.       KESIMPULAN

Berdasarkan hasil kajian dan analisis yang telah dilakukan terhadap seluruh aspek yang terkait dalam rangka
menentukan keseluruhan dampak dari Rencana Transaksi yang akan dilakukan sesuai dengan pendekatan dan
metodologi yang digunakan baik secara analisis kualitatif, analisis kuantitatif, analisis terhadap Rencana Transaksi
danfaktor-faktor lain yang relevan, maka KJPP YDR sebagai penilai independen berpendapat bahwa Rencana
Transaksi yang akan dilakukan yaitu berupa pemberian pinjaman kepada KMH dari Perseroan dengan nilai total
sebanyak banyaknya mencapai Rp700.000.000.000 dengan tingkat suku bunga sebesar 8,00% per tahun adalah
wajar.


Demikian kesimpulan ini kami buat, dan kembali kami tegaskan bahwa kami tidak menarik keuntungan apapun
darinilai yang disampaikan.




                                                                                                                   70

File

File Open PDF
Source IDX
Size12.77 MB
Published24 Jul 2025
Pages85
Characters349,533
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 110 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org BUKAKA TEKNIK UTAMA Tbk p.1 ×400
linked org PT Bukaka Mega Investama p.2 ×15
linked org Negara Maju p.14 ×2
linked org Bank Mandiri p.21 ×61
linked person Irsal Kamarudin · Dirut p.22 ×3
linked org Suhaeli Kalla p.27 ×3
linked person Solihin Jusuf Kalla p.27 ×3
linked org Bumi Mineral Sulawesi. p.43 ×2
possible org PT BMI p.2 ×21
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×14
possible — Suhaelli Kalla p.5 ×4
possible — Iwan · Keuangan p.22
possible org Bursa Efek Indonesia p.22
possible org Negara Republik Indonesia p.26 ×2
possible person Ir. Achmad Kalla p.27 ×3
possible person Sumarsono p.27
possible org Bank Persero p.40
unresolved org PT KERINCI MERANGIN HIDRO Kantor Pusat p.1
unresolved person KH. Guru Amin Km. p.1 ×7
unresolved org KJPP YUFRIZAL p.2 ×81
unresolved org DENY KAMAL dan REKAN p.2 ×7
unresolved org PT Kerinci Merangin Hidro. p.2 ×95
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Yufrizal p.2
unresolved org KJPP YDR · Penilai p.2 ×17
unresolved org Menteri Keuangan Republik Indonesia p.2 ×2
unresolved org PT PLN p.3 ×13
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Yufrizal Deny Kamal dan Rekan p.3 ×2
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Yufrizal Deny Kamal p.3 ×2
unresolved person Abdullah Afifuddin Suhaeli p.5 ×4
unresolved person Teguh Wicaksana Sari · Direktur p.5 ×19
unresolved org PT Kerinci Merangin Hidro DAFTAR ISI DAFTAR ISI p.11
unresolved org PT Kerinci Merangin Hidro DAFTAR TABEL Tabel p.13
unresolved org PT Kerinci Merangin Hidro DAFTAR GRAFIK Grafik p.14
unresolved org Bank Indonesia p.14 ×32
unresolved org PT Kerinci Merangin Hidro DAFTAR GAMBAR Gambar p.15
unresolved org Kementerian Keuangan Republik Indonesia p.17
unresolved person Ir. Mahrani p.17 ×2
unresolved — MAPPI p.17
unresolved — STTD p.17
unresolved — STTD OJK (IKNB) p.17
unresolved — Telepon/Fax p.17
unresolved — IKJPP · Penilai p.19
unresolved person Akuntan Pubik Rahman Akbar p.20 ×4
unresolved person Akuntan PubikRahman Akbar p.20
unresolved org Suganda Akna Suhri & Rekan p.20
unresolved org PT Kerinci Merangin Hidro CA p.21
unresolved person CMA p.21 ×2
unresolved person Akuntan Pubik Yansyafrin p.21
unresolved person Akuntan Pubik Rahmat Sukendar p.21 ×6
unresolved org Heliantoro dan Rekan p.21 ×2
unresolved person Acep Kusmayadi p.21
unresolved org Bank Mandiri No. CMB. p.21 ×3
unresolved org PT Kerinci Merangin Hidro Tabel p.22 ×2
unresolved — M Rizky Eka Yudhanto · Legal p.22
unresolved — Asjhari Cahyadi · Legal p.22
unresolved — Uyung · Keuangan p.22
unresolved person KMH · Direktur p.22 ×5
unresolved — M Yusuf · GM Finance p.22
unresolved — Yaya · Finance p.22
unresolved — Tio · Accounting p.22
unresolved — Rimba · Legal p.22
unresolved org PT Surveyor Indonesia p.24 ×3
unresolved person Haji Bebasa Daeng Lalo p.26 ×2
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.26 ×2
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.26 ×6
unresolved person Sripati Marliza p.26 ×2
unresolved person Egi Anggiawati Padli · Notaris p.26 ×3
unresolved person Andy Azis p.28 ×2
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU- p.28
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia p.28 ×3
unresolved org PT Bone Kapital Investindo p.29
unresolved org PT Kalla Bakti Negeri p.29
unresolved person Akta Notaris Didiek Harianto p.29 ×4
unresolved person Dra. Hj. Fatimah Kalla p.29
unresolved person Ir. Alimuddin p.29
unresolved org PT Kerinci Merangin Hidro Gambar p.30
unresolved org PT Kerinci Merangin Hidro KMH p.31
unresolved org PT Kerinci Merangin Hidro B. KMH p.33
unresolved org Arbitrase Nasional Indonesia p.33
unresolved org Bank Mandiri. Selanjutnya p.33
unresolved org PT Kerinci Merangin Hidro Angsuran p.38 ×2
unresolved org Bank Campuran p.40
unresolved org Natural Gas Corporation p.43 ×2
unresolved org Bukaka International LLC p.43
unresolved org PT Bumi Mineral Sulawesi. Kendati p.43
unresolved org PT Kerinci Merangin Hidro Sumber p.45
unresolved org PT Kerinci Merangin Hidro Grafik p.48 ×3
unresolved org PT Kerinci Merangin Hidro Transmisi p.50
unresolved org PT Kerinci Merangin Hidro Stabilitas p.54
unresolved org Pusat Statistik p.54 ×2
unresolved org PT Kerinci Merangin Hidro PDB p.55
unresolved org Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat p.55
unresolved org PT Kerinci Merangin Hidro Sektor p.56
unresolved org Kementerian Energi p.56
unresolved org PT Kerinci Merangin Hidro Meskipun p.57
unresolved org PT Bumi Mineral Sulawesi. Transaksi p.60
unresolved org PT Kerinci Merangin p.61
unresolved org PT Kerinci Merangin Hidro Hidro p.62
unresolved org PT Kerinci Merangin Hidro Aktivitas Operasi Arus p.67
unresolved org PT Kerinci Merangin Hidro Solvabilitas p.68
unresolved org Bank Ke Per p.68 ×2
unresolved org Bank Ke Bank p.69 ×2
unresolved org PT Kerinci Merangin Hidro Selanjutnya p.71
unresolved org PT Kerinci Merangin Hidro Proyeksi p.72 ×4
unresolved org PT Kerinci Merangin Hidro Piutang p.73
unresolved org PT Kerinci Merangin Hidro Periode Proyeksi p.74
unresolved org Bank Mandiri. Dimana p.75
unresolved org PT Kerinci Merangin Hidro Inkremental Pada Proyeksi p.76
unresolved org Bank Mandiri. Transaksi p.76
unresolved org Bank Sindikasi p.81 ×2

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.182 9535 ms 12 Sep 2026 22:37
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'AFFILIATED',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': '38'}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result