Skip to content
Back to announcement

20250704_BAFI_Pengumuman Jatuh Tempo Obligasi dan Sukuk_31911631_lamp1.pdf

Other Text extracted BAFI

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 339

Page 1
                                                                                                                                                        Jadwal
PENAWARAN UMUM OBLIGASI BERKELANJUTAN II BUSSAN AUTO FINANCE TAHAP I TAHUN 2022


                                                                                  Tanggal Efektif                                                                                             :                           24 Juni 2022
                                                                                  Masa Penawaran Umum                                                                                         :                      28 – 30 Juni 2022
                                                                                  Tanggal Penjatahan                                                                                          :                             1 Juli 2022
                                                                                  Tanggal Distribusi Secara Elektronik (“Tanggal Emisi”)                                                      :                             5 Juli 2022
                                                                                  Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan                                                                         :                             5 Juli 2022
                                                                                   PROSPEKTUS INI PENTING DAN PERLU MENDAPAT PERHATIAN SEGERA. APABILA TERDAPAT KERAGUAN PADA TINDAKAN YANG AKAN
                                                                                   DIAMBIL, SEBAIKNYA BERKONSULTASI DENGAN PIHAK YANG KOMPETEN.
                                                                                   OTORITAS JASA KEUANGAN (“OJK”) TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA
                                                                                   MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN ISI PROSPEKTUS INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL-HAL
                                                                                   TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM.
                                                                                   PT BUSSAN AUTO FINANCE (“PERSEROAN”) DAN PENJAMIN PELAKSANA EMISI OBLIGASI BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS
                                                                                   KEBENARAN SEMUA INFORMASI, FAKTA, DATA ATAU LAPORAN DAN KEJUJURAN PENDAPAT YANG TERCANTUM DALAM PROSPEKTUS INI.




                                                                                                                               PT BUSSAN AUTO FINANCE
                                                                                                                                                     Kegiatan Usaha Utama:
                                                                                                                                                 Pembiayaan Barang dan/atau Jasa
                                                                                                                                          Berkedudukan di Jakarta Selatan, Indonesia
                                                                                                                                                           Kantor Pusat:
                                                                                                                                                            BAF Plaza
                                                                                                                          Jl. Raya Tanjung Barat No 121, Jagakarsa, Jakarta Selatan 12530, Indonesia
                                                                                                                          Tel.: (021) 2939 6000; Faks.: (021) 2939 6100; Email: baf.sekretariat@baf.id
                                                                                                                                                            www.baf.id
                                                                                                                                               Jaringan Pemasaran dan Pelayanan:
                                                                                                  Per 31 Maret 2022, Perseroan mengoperasikan 167 kantor cabang dan 84 griya yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatra,
                                                                                                                                      Sulawesi, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara dan Papua
                                                                                                                                             PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN
                                                                                   OBLIGASI BERKELANJUTAN II BUSSAN AUTO FINANCE DENGAN TARGET DANA YANG AKAN DIHIMPUN SEBESAR RP3.000.000.000.000
                                                                                                                                  (TIGA TRILIUN RUPIAH) (“OBLIGASI BERKELANJUTAN II”)
                                                                                                          Dalam rangka Penawaran Umum Berkelanjutan tersebut, Perseroan akan menerbitkan dan menawarakan:
                                                                                                                      OBLIGASI BERKELANJUTAN II BUSSAN AUTO FINANCE TAHAP I TAHUN 2022
                                                                                                    DENGAN JUMLAH POKOK OBLIGASI SEBESAR RP100.000.000.000 (SERATUS MILIAR RUPIAH) (“OBLIGASI”)
                                                                                  Obligasi ini tediri dari 2 (dua) seri, yaitu Obligasi Seri A dan Seri B yang masing-masing ditawarkan sebesar 100% (seratus persen) dari jumlah Pokok
                                                                                  Obligasi. Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat kecuali Sertifikat Jumbo yang diterbitkan atas nama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (”KSEI”).
                                                                                  Obligasi ini dijamin secara kesanggupan penuh (full commitment) dengan jumlah pokok sebesar Rp100.000.000.000 (seratus miliar Rupiah) yang
                                                                                  memberikan pilihan bagi masyarakat untuk memilih Seri Obligasi yang dikehendaki sebagai berikut:
                                                                                  Seri A : Jumlah Pokok Obligasi Seri A sebesar Rp88.500.000.000 (delapan puluh delapan miliar lima ratus juta Rupiah) dengan tingkat bunga tetap
                                                                                             sebesar 4,10% (empat koma satu nol persen) per tahun dengan jangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) Hari Kalender sejak Tanggal Emisi.
                                                                                  Seri B : Jumlah Pokok Obligasi Seri B sebesar Rp11.500.000.000 (sebelas miliar lima ratus juta Rupiah) dengan tingkat bunga tetap sebesar 7,00%
                                                                                             (tujuh koma nol nol persen) per tahun dengan jangka waktu 3 (tiga) tahun sejak Tanggal Emisi.
                                                                                  Bunga Obligasi dibayarkan setiap triwulan, dimana Bunga Obligasi pertama akan dibayarkan pada tanggal 5 Oktober 2022, sedangkan Bunga Obligasi
                                                                                  terakhir sekaligus dengan pelunasan Obligasi akan dibayarkan pada tanggal 15 Juli 2023 untuk Obligasi Seri A dan tanggal 5 Juli 2025 untuk Obligasi
                                                                                  Seri B.
                                                                                                               Obligasi Berkelanjutan II Tahap II dan/atau tahap selanjutnya (jika ada) akan ditentukan kemudian.
                                                                                                                              PENTING UNTUK DIPERHATIKAN
                                                                                   OBLIGASI INI TIDAK DIJAMIN DENGAN JAMINAN KHUSUS, TETAPI DIJAMIN DENGAN SELURUH HARTA KEKAYAAN PERSEROAN BAIK
                                                                                   BARANG BERGERAK MAUPUN BENDA TIDAK BERGERAK, BAIK YANG TELAH ADA MAUPUN YANG AKAN ADA DI KEMUDIAN HARI MENJADI
                                                                                   JAMINAN BAGI PEMEGANG OBLIGASI INI SESUAI DENGAN KETENTUAN DALAM PASAL 1131 DAN 1132 KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM
                                                                                   PERDATAAN. HAK PEMEGANG OBLIGASI ADALAH PARIPASSU TANPA HAK PREFEREN DENGAN HAK-HAK KREDITUR PERSEROAN YANG
                                                                                   DIJAMIN SECARA KHUSUS DENGAN KEKAYAAN PERSEROAN BAIK YANG TELAH ADA MAUPUN YANG AKAN ADA DI KEMUDIAN HARI.
                                                                                     KETERANGAN LEBIH LANJUT MENGENAI OBLIGASI DAPAT DILIHAT PADA BAB I PROSPEKTUS INI MENGENAI PENAWARAN UMUM.
                                                                                   PERSEROAN DAPAT MELAKUKAN PEMBELIAN KEMBALI (BUY BACK) UNTUK SEBAGIAN ATAU SELURUH OBLIGASI DITUJUKAN SEBAGAI
                                                                                   PEMBAYARAN KEMBALI OBLIGASI ATAU DISIMPAN UNTUK KEMUDIAN DIJUAL KEMBALI DENGAN HARGA PASAR. PEMBELIAN KEMBALI
                                                                                   (BUY BACK) OBLIGASI BARU DAPAT DILAKUKAN 1 (SATU) TAHUN SETELAH TANGGAL PENJATAHAN. PEMBELIAN KEMBALI (BUY BACK)
                                                                                   OBLIGASI TIDAK DAPAT DILAKUKAN APABILA HAL TERSEBUT MENGAKIBATKAN PERSEROAN TIDAK DAPAT MEMATUHI KETENTUAN-
                                                                                   KETENTUAN DALAM PERJANJIAN PERWALIAMANATAN OBLIGASI.
                                                                                                 KETERANGAN LEBIH LANJUT MENGENAI PEMBELIAN KEMBALI OBLIGASI DAPAT DILIHAT PADA BAB I
                                                                                                                      PROSPEKTUS INI MENGENAI PENAWAWARAN UMUM.
                                                                                   RISIKO UTAMA YANG DIHADAPI PERSEROAN ADALAH RISIKO PEMBIAYAAN. KETIDAKMAMPUAN KONSUMEN/DEBITUR UNTUK MEMBAYAR
                                                                                   KEMBALI FASILITAS PEMBIAYAAN YANG DIBERIKAN, BAIK POKOK PINJAMAN MAUPUN BUNGANYA SEHINGGA MENYEBABKAN TIDAK
                                                                                   TERTAGIHNYA PIUTANG PEMBIAYAAN KEPADA KONSUMEN DAPAT MENURUNKAN PENDAPATAN DAN KINERJA PERSEROAN.
                                                                                          KETERANGAN LEBIH LANJUT MENGENAI RISIKO USAHA DAN RISIKO UMUM PERSEROAN DAPAT DILIHAT PADA BAB VI
                                                                                                                        PROSPEKTUS INI MENGENAI FAKTOR RISIKO.
                                                                                   INVESTOR PEMBELI OBLIGASI MEMILIKI RISIKO ATAS TIDAK LIKUIDNYA OBLIGASI YANG DITAWARKAN DALAM PENAWARAN UMUM INI
                                                                                   YANG ANTARA LAIN DISEBABKAN TUJUAN PEMBELIAN OBLIGASI SEBAGAI INVESTASI JANGKA PANJANG.
                                                                                   PERSEROAN HANYA MENERBITKAN SERTIFIKAT JUMBO OBLIGASI YANG DIDAFTARKAN ATAS NAMA PT KUSTODIAN SENTRAL EFEK
                                                                                   INDONESIA (“KSEI”) DAN AKAN DIDISTRIBUSIKAN DALAM BENTUK ELEKTRONIK YANG DIADMINISTRASIKAN DALAM PENITIPAN
                                                                                   KOLEKTIF DI KSEI.
                                                                                   DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM INI, PERSEROAN TELAH MEMPEROLEH HASIL PEMERINGKATAN ATAS OBLIGASI DARI PT FITCH
                                                                                   RATINGS INDONESIA (“FITCH”) DENGAN PERINGKAT:
                                                                                                                                    AAA(idn) (Triple A)
                                                                                                   KETERANGAN LEBIH LANJUT MENGENAI HASIL PEMERINGKATAN DAPAT DILIHAT PADA BAB I
                                                                                                                       PROSPEKTUS INI MENGENAI PENAWARAN UMUM.
                                                                                                                 OBLIGASI INI AKAN DICATATKAN PADA PT BURSA EFEK INDONESIA (”BEI”).
                                                                                                   Penjamin Pelaksana Emisi dan Penjamin Emisi Obligasi yang namanya tercantum di bawah ini menjamin dengan
                                                                                                              kesanggupan penuh (full commitment) terhadap Penawaran Umum Obligasi Perseroan.
                                                                                                                       PENJAMIN PELAKSANA EMISI DAN PENJAMIN EMISI OBLIGASI

                                                                                                                                             PT Indo Premier Sekuritas
                                                                                                                                             WALI AMANAT OBLIGASI
                                                                                                                                           PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
                                                                                                                          Prospektus ini diterbitkan di Jakarta pada tanggal 28 Juni 2022.
Page 2
Perseroan telah menyampaikan Pernyataan Pendaftaran dalam rangka Penawaran Umum Berkelanjutan
Obligasi Berkelanjutan II kepada OJK dengan Surat No. BAF/121/CP/IV/2022 tanggal 7 April 2022, sesuai
dengan persyaratan yang ditetapkan dalam Undang-Undang No. 8 Tahun 1995 tanggal 10 November 1995
tentang Pasar Modal, Lembaran Negara Republik Indonesia No. 64 Tahun 1995, Tambahan No. 3608 beserta
peraturan-peraturan pelaksanaannya (selanjutnya disebut “UUPM” atau “Undang-Undang Pasar Modal”).

Perseroan merencanakan untuk mencatatkan Obligasi pada BEI sesuai dengan Persetujuan Prinsip
Pencatatan Efek Bersifat Utang dengan Surat No. S-03390/BEI.PPI/04-2022 tanggal 21 April 2022.
Apabila Perseroan tidak memenuhi persyaratan pencatatan yang ditetapkan oleh BEI, maka Penawaran
Umum Obligasi batal demi hukum dan uang pemesanan yang telah diterima akan dikembalikan kepada
para pemesan sesuai ketentuan-ketentuan dalam Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi dan Peraturan
No. IX.A.2, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. KEP-122/BL/2009 tanggal 29 Mei 2009
tentang Tata Cara Pendaftaran Dalam Rangka Penawaran Umum (“Peraturan No. IX.A.2”).

Sehubungan dengan pemenuhan persyaratan Peraturan OJK No. 35/POJK.05/2018 tanggal 28 Desember
2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan (“POJK No. 35/2018”), Perseroan telah
melaporkan rencana penerbitan Obligasi Berkelanjutan II kepada OJK melalui Surat No. BAF/259/CP/
XII/2021 tanggal 13 Desember 2021 perihal Pelaporan Rencana Penerbitan Efek melalui Penawaran
Umum PT Bussan Auto Finance. OJK selanjutnya telah melakukan pencatatan atas rencana Perseroan
tersebut melalui Surat No. S-86/NB.221/2022 tanggal 11 Januari 2022 perihal Surat Pencatatan Rencana
Penerbitan Efek Berupa Obligasi dan/atau Sukuk Melalui Penawaran Umum Berkelanjutan II PT Bussan
Auto Finance.

Semua Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal dalam rangka Penawaran Umum Obligasi ini
bertanggung jawab sepenuhnya atas data yang disajikan sesuai dengan fungsi dan kedudukan mereka,
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di sektor pasar modal, kode etik, norma
serta standar profesi masing-masing.Sehubungan dengan Penawaran Umum Obligasi ini, setiap pihak
terafiliasi dilarang memberikan keterangan atau pernyataan mengenai data yang tidak diungkapkan dalam
Prospektus ini tanpa persetujuan tertulis dari Perseroan dan Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi.

Penjamin Pelaksana Emisi dan Penjamin Emisi Obligasi serta Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal
dalam Penawaran Umum Obligasi ini tidak memiliki hubungan Afiliasi dengan Perseroan, sebagaimana
didefinisikan dalam UUPM. Penjelasan lebih lanjut mengenai hubungan Afiliasi dapat dilihat pada Bab X
dan Bab XI dalam Prospektus ini.

 PENAWARAN UMUM OBLIGASI INI TIDAK DIDAFTARKAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG/
 PERATURAN SELAIN YANG BERLAKU DI REPUBLIK INDONESIA. BARANG SIAPA DI LUAR
 WILAYAH INDONESIA MENERIMA PROSPEKTUS INI, MAKA PROSPEKTUS INI TIDAK DIMAKSUDKAN
 SEBAGAI DOKUMEN PENAWARAN UNTUK MEMBELI OBLIGASI, KECUALI BILA PENAWARAN DAN
 PEMBELIAN TERSEBUT TIDAK BERTENTANGAN, ATAU BUKAN MERUPAKAN PELANGGARAN
 TERHADAP PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN SERTA KETENTUAN BURSA EFEK YANG
 BERLAKU DI NEGARA ATAU YURISDIKSI DI LUAR REPUBLIK INDONESIA TERSEBUT.

 PERSEROAN MENYATAKAN BAHWA SELURUH INFORMASI ATAU FAKTA MATERIAL TELAH
 DIUNGKAPKAN DAN INFORMASI ATAU FAKTA MATERIAL TERSEBUT TIDAK MENYESATKAN.

 PERSEROAN WAJIB MENYAMPAIKAN PERINGKAT TAHUNAN ATAS OBLIGASI KEPADA OJK PALING
 LAMBAT 10 (SEPULUH) HARI KERJA SETELAH BERAKHIRNYA MASA BERLAKU PERINGKAT
 TERAKHIR SAMPAI DENGAN PERSEROAN TELAH MENYELESAIKAN SELURUH KEWAJIBAN YANG
 TERKAIT DENGAN OBLIGASI YANG DITERBITKAN, SEBAGAIMANA DIATUR DALAM PERATURAN
 OJK NO. 49/POJK.04/2020 TANGGAL 11 DESEMBER 2020 TENTANG PEMERINGKATAN EFEK
 BERSIFAT UTANG DAN/ATAU SUKUK (“POJK NO. 49/2020”).
Page 3
DAFTAR ISI


DAFTAR ISI. . ............................................................................................................................................... i
DEFINISI DAN SINGKATAN . . ...................................................................................................................... iv
SINGKATAN NAMA PERUSAHAAN............................................................................................................xiv
RINGKASAN.. ........................................................................................................................................... xv
      1.     KEGIATAN USAHA DAN PROSPEK USAHA PERSEROAN............................................................ xv
      2.     STRUKTUR PERMODALAN DAN SUSUNAN PEMEGANG SAHAM...............................................xvii
      3.     KETERANGAN TENTANG PENAWARAN UMUM. . ....................................................................... xviii
      4.     KETERANGAN TENTANG EFEK BERSIFAT UTANG YANG BELUM DILUNASI...............................xix
      5.     RENCANA PENGGUNAAN DANA HASIL PENAWARAN UMUM OBLIGASI..................................... xx
      6.     IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING. . ..................................................................................... xx
      7.     KETERANGAN TENTANG PERUSAHAAN ANAK.........................................................................xxii
      8.     FAKTOR RISIKO.......................................................................................................................xxii
I.    PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN. . ............................................................................................. 1
      1.     PENAWARAN UMUM OBLIGASI. . .................................................................................................. 1
      2.     KETERANGAN MENGENAI HASIL PEMERINGKATAN OBLIGASI.................................................. 14
      3.     PEMENUHAN KRITERIA PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN................................................ 15
      4.     KETERANGAN TENTANG PERSEROAN...................................................................................... 16
      5.     KETERANGAN TENTANG WALI AMANAT.................................................................................... 16
II.   PENGGUNAAN DANA YANG DIPEROLEH DARI HASIL PENAWARAN UMUM....................................... 18
III. PERNYATAAN UTANG....................................................................................................................... 19
      1.     URAIAN KOMPONEN LIABILITAS............................................................................................... 19
      2.     KOMITMEN DAN KONTIJENSI.................................................................................................... 31
      3.     PERUBAHAN LIABILITAS SETELAH 31 DESEMBER 2021 SAMPAI DENGAN
		           TANGGAL PROSPEKTUS INI DITERBITKAN............................................................................... 31
      4.     KEWAJIBAN KEUANGAN PERSEROAN YANG AKAN JATUH TEMPO
		           DALAM JANGKA WAKTU 3 (TIGA) BULAN KE DEPAN................................................................. 32
IV. IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING.............................................................................................. 33
      1.     LAPORAN POSISI KEUANGAN................................................................................................... 33
      2.     LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN............................................. 34
      3.     RASIO-RASIO PENTING.. ........................................................................................................... 34
V.    ANALISIS DAN PEMBAHASAN OLEH MANAJEMEN. . .......................................................................... 36
      1.     UMUM....................................................................................................................................... 36
      2.     FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KONDISI KEUANGAN DAN
		           HASIL OPERASIONAL PERSEROAN. . ......................................................................................... 38
      3.     KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING DAN PERUBAHAN KEBIJAKAN AKUNTANSI.......................... 41
      4.     ANALISIS LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN.. ............................................ 43
      5.     PENDAPATAN BERDASARKAN SEGMEN OPERASI.. ................................................................... 46
      6.     HASIL KEGIATAN USAHA........................................................................................................... 47
      7.     ASET, LIABILITAS DAN EKUITAS. . .............................................................................................. 48
      8.     LIKUIDITAS DAN SUMBER PENDANAAN.................................................................................... 50




                                                                               i
Page 4
      9.    KUALITAS PIUTANG.. ................................................................................................................. 51
      10. BELANJA MODAL. . ..................................................................................................................... 53
      11. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM MATA UANG ASING.. .................................................. 53
      12. RISIKO SUKU BUNGA ACUAN PINJAMAN . . ................................................................................. 54
      13. JUMLAH PINJAMAN YANG MASIH TERUTANG.. .......................................................................... 54
VI. FAKTOR RISIKO............................................................................................................................... 55
VII. KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN . . .................................. 62
VIII. KETERANGAN TENTANG PERSEROAN, KEGIATAN USAHA, SERTA KECENDERUNGAN DAN
      PROSPEK USAHA............................................................................................................................. 63
      A.    KETERANGAN TENTANG PERSEROAN...................................................................................... 63
		1.               RIWAYAT SINGKAT PERSEROAN........................................................................................ 63
		2.               PERKEMBANGAN KEPEMILIKAN SAHAM PERSEROAN. . ..................................................... 64
		3.               DOKUMEN PERIZINAN PERSEROAN.................................................................................. 66
		4.               PERJANJIAN-PERJANJIAN PENTING DENGAN PIHAK KETIGA. . .......................................... 67
		5.               ASET TETAP PENTING YANG DIMILIKI DAN/ATAU DIKUASAI OLEH PERSEROAN.. .............. 93
		6.               STRUKTUR KEPEMILIKAN SAHAM KELOMPOK USAHA PERSEROAN.. ................................ 94
		7.               KETERANGAN MENGENAI PEMEGANG SAHAM PENGENDALI DAN
			PEMEGANG SAHAM UTAMA............................................................................................... 95
		8.               PENGURUSAN DAN PENGAWASAN ................................................................................... 98
		9.               TATA KELOLA PERUSAHAAN (GOOD CORPORATE GOVERNANCE ATAU GCG)................. 106
		10. SUMBER DAYA MANUSIA. . ................................................................................................ 139
		11. PERKARA-PERKARA YANG DIHADAPI PERSEROAN, DIREKSI DAN
			DEWAN KOMISARIS PERSEROAN.................................................................................... 142
      B.    KEGIATAN USAHA SERTA KECENDERUNGAN DAN PROSPEK USAHA PERSEROAN................ 142
		1.               UMUM.............................................................................................................................. 142
		2.               SEJARAH PERSEROAN.................................................................................................... 144
		3.               VISI, MISI DAN NILAI PERSEROAN. . ................................................................................. 145
		4.               STRATEGI USAHA............................................................................................................ 145
		5.               KEGIATAN USAHA............................................................................................................ 148
		6.               PROSES OPERASIONAL. . ................................................................................................. 154
		7.               PELANGGAN.................................................................................................................... 156
		8.               PEMASARAN.................................................................................................................... 157
		9.               JARINGAN PEMASARAN DAN PELAYANAN....................................................................... 158
		10. PERSAINGAN................................................................................................................... 159
		11. TEKNOLOGI INFORMASI.................................................................................................. 160
		12. PENGEMBANGAN PRODUK DAN LAYANAN . . ..................................................................... 162
		13. PROSPEK USAHA. . ........................................................................................................... 163
		14. HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL......................................................................................... 165
		15. TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK YANG TERAFILIASI................................................... 166
		16. KETERGANTUNGAN PERSEROAN. . .................................................................................. 166
		17. PENGHARGAAN DAN PENGAKUAN.................................................................................. 166
IX. PERPAJAKAN................................................................................................................................. 168
      1.    PERPAJAKAN UNTUK PEMEGANG OBLIGASI.......................................................................... 168
      2.    PEMENUHAN PERPAJAKAN OLEH PERSEROAN. . .................................................................... 168



                                                                           ii
Page 5
X.   PENJAMINAN EMISI OBLIGASI....................................................................................................... 169
XI. LEMBAGA DAN PROFESI PENUNJANG PASAR MODAL................................................................... 170
XII. KETERANGAN TENTANG WALI AMANAT OBLIGASI......................................................................... 172
     1.    UMUM..................................................................................................................................... 172
     2.    STRUKTUR PERMODALAN DAN SUSUNAN PEMEGANG SAHAM.............................................. 172
     3.    PENGURUSAN DAN PENGAWASAN......................................................................................... 173
     4.    KEGIATAN UTAMA................................................................................................................... 174
     5.    KANTOR CABANG................................................................................................................... 176
     6.    TUGAS POKOK WALI AMANAT................................................................................................. 176
     7.    PENUNJUKAN, PENGGANTIAN DAN BERAKHIRNYA TUGAS WALI AMANAT. . ............................ 176
     8.    IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING. . ................................................................................... 177
     9.    ALAMAT WALI AMANAT. . .......................................................................................................... 179
XIII. TATA CARA PEMESANAN OBLIGASI. . .............................................................................................. 180
     1.    PEMESAN YANG BERHAK.. ...................................................................................................... 180
     2.    PEMESANAN PEMBELIAN OBLIGASI....................................................................................... 180
     3.    JUMLAH MINIMUM PEMESANAN. . ............................................................................................ 180
     4.    MASA PENAWARAN UMUM...................................................................................................... 180
     5.    PENDAFTARAN OBLIGASI KE DALAM PENITIPAN KOLEKTIF................................................... 180
     6.    TEMPAT PENGAJUAN PEMESANAN PEMBELIAN OBLIGASI..................................................... 181
     7.    BUKTI TANDA TERIMA PEMESANAN OBLIGASI. . ...................................................................... 181
     8.    PENJATAHAN OBLIGASI.......................................................................................................... 182
     9.    PEMBAYARAN PEMESANAN PEMBELIAN OBLIGASI.. ............................................................... 182
     10. DISTRIBUSI OBLIGASI SECARA ELEKTRONIK......................................................................... 182
     11. PENUNDAAN ATAU PEMBATALAN PENAWARAN UMUM . . .......................................................... 183
     12. TATA CARA PENGEMBALIAN UANG PEMESANAN.................................................................... 184
XIV. PENYEBARLUASAN PROSPEKTUS DAN FORMULIR PEMESANAN PEMBELIAN OBLIGASI.. ............. 185
XV. PENDAPAT DARI SEGI HUKUM....................................................................................................... 187
XVI. LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAN LAPORAN KEUANGAN PERSEROAN................................. 209




                                                                         iii
Page 6
DEFINISI DAN SINGKATAN

Afiliasi                   :   berarti afiliasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat (1) Undang-
                               Undang Pasar Modal, yaitu:
                               a. hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai
                                   derajat kedua, baik secara horizontal maupun vertikal;
                               b. hubungan antara pihak dengan pegawai, Direktur atau Komisaris
                                   dari pihak tersebut;
                               c. hubungan antara 2 (dua) perusahaan dimana terdapat satu atau
                                   lebih anggota Direksi atau Dewan Komisaris yang sama;
                               d. hubungan antara perusahaan dengan pihak, baik langsung
                                   maupun tidak langsung yang mengendalikan atau dikendalikan
                                   oleh perusahaan tersebut;
                               e. hubungan antara 2 (dua) perusahaan yang dikendalikan baik
                                   langsung maupun tidak langsung, oleh pihak yang sama; atau
                               f. hubungan antara perusahaan dan pemegang saham utama.

Agen Pembayaran            :   berarti KSEI, berkedudukan di Jakarta Selatan, yang membuat
                               Perjanjian Agen Pembayaran Obligasi dengan Perseroan, yang
                               berkewajiban membantu melaksanakan pembayaran Bunga Obligasi,
                               pelunasan Pokok Obligasi serta Denda (jika ada) kepada Pemegang
                               Obligasi atas nama Perseroan sebagaimana tertuang dalam Perjanjian
                               Agen Pembayaran Obligasi.

Akuntan Publik             :   berarti Kantor Akuntan Publik Imelda & Rekan (a member of Deloitte
                               Asia Pacific Network and of the Deloitte Network), yang melaksanakan
                               audit atas laporan keuangan Perseroan dalam rangka Penawaran
                               Umum Obligasi.

Bank Kustodian             :   berarti bank umum yang telah memperoleh persetujuan dari OJK untuk
                               melakukan kegiatan usaha sebagai Kustodian sebagaimana dimaksud
                               dalam Undang-Undang Pasar Modal.

Bunga Obligasi             :   berarti bunga Obligasi yang harus dibayar oleh Perseroan kepada
                               Pemegang Obligasi, kecuali Obligasi yang dimiliki Perseroan.

BEI atau Bursa Efek        :   berarti pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem dan/
                               atau sarana untuk mempertemukan penawaran jual dan beli Efek pihak-
                               pihak lain dengan tujuan memperdagangkan Efek di antara mereka,
                               yang dalam hal ini adalah PT Bursa Efek Indonesia, berkedudukan
                               di Jakarta Selatan.

Daftar Pemegang Rekening   :   berarti daftar yang dikeluarkan oleh KSEI yang memuat keterangan
                               tentang kepemilikan Obligasi oleh seluruh Pemegang Obligasi melalui
                               Pemegang Rekening di KSEI yang memuat keterangan antara lain:
                               nama, jumlah kepemilikan Obligasi, status pajak dan kewarganegaraan
                               Pemegang Obligasi berdasarkan data-data yang diberikan oleh
                               Pemegang Rekening kepada KSEI.




                                           iv
Page 7
Denda                          :   berarti sejumlah dana yang wajib dibayar akibat adanya keterlambatan
                                   kewajiban pembayaran Bunga Obligasi dan/atau pelunasan Pokok
                                   Obligasi yaitu sebesar 1% (satu persen) per tahun di atas tingkat Bunga
                                   Obligasi dari jumlah dana yang terlambat dibayar, yang dihitung secara
                                   harian, sejak hari keterlambatan sampai dengan dibayar lunas suatu
                                   kewajiban yang harus dibayar berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan
                                   Obligasi, dengan ketentuan 1 (satu) tahun adalah 360 (tiga ratus enam
                                   puluh) Hari Kalender dan 1 (satu) bulan adalah 30 (tiga puluh) Hari
                                   Kalender.

Efek                           :   berarti surat berharga yaitu surat pengakuan utang, surat berharga
                                   komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, unit penyertaan kontrak
                                   investasi kolektif, kontrak berjangka atas Efek, dan setiap derivatif Efek.

Emisi                          :   berarti penerbitan Obligasi oleh Perseroan untuk ditawarkan dan dijual
                                   kepada Masyarakat melalui Penawaran Umum.

Formulir Pemesanan Pembelian   :   berarti formulir asli yang harus diisi dalam rangkap 5 (lima), yang
Obligasi atau FPPO                 ditandatangani dan diajukan oleh calon pembeli kepada Penjamin
                                   Emisi Efek Obligasi.

Go Live                        :   berarti satu proses yang dilakukan untuk pengakuan persetujuan
                                   aplikasi kredit secara sistem, dimana setelah dilakukannya proses
                                   ini akan mengeluarkan registrasi konsumen berupa nomor perjanjian
                                   kontrak sebagai pengakuan sah telah menjadi konsumen Perseroan
                                   dan juga perhitungan total jumlah pencairan ke mitra Perseroan.

Hari Bursa                     :   berarti hari-hari dimana Bursa Efek melakukan aktivitas transaksi
                                   perdagangan Efek menurut peraturan perundang-undangan Republik
                                   Indonesia yang berlaku dan ketentuan-ketentuan Bursa Efek tersebut.

Hari Kalender                  :   berarti setiap hari dalam 1 (satu) tahun sesuai dengan kalender
                                   Gregorius tanpa kecuali, termasuk hari Sabtu, Minggu dan hari libur
                                   nasional yang sewaktu-waktu ditetapkan oleh Pemerintah dan Hari
                                   Kerja biasa yang karena suatu keadaan tertentu ditetapkan oleh
                                   Pemerintah sebagai bukan Hari Kerja biasa.

Hari Kerja                     :   berarti hari Senin sampai dengan hari Jumat, kecuali hari libur nasional
                                   yang ditetapkan oleh Pemerintah atau Hari Kerja biasa yang karena
                                   suatu keadaan tertentu ditetapkan oleh Pemerintah sebagai bukan
                                   Hari Kerja biasa.

IAPI                           :   berarti singkatan dari Institut Akuntan Publik Indonesia.

Jumlah Terutang                :   berarti jumlah uang yang harus dibayar oleh Perseroan kepada
                                   Pemegang Obligasi berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan, serta
                                   perjanjian-perjanjian lainnya yang berhubungan dengan Emisi ini,
                                   termasuk tetapi tidak terbatas pada Pokok Obligasi, Bunga Obligasi
                                   dan Denda (jika ada) yang terutang dari waktu ke waktu.

Konfirmasi Tertulis            :   berarti konfirmasi tertulis dan/atau laporan saldo Obligasi dalam
                                   Rekening Efek yang diterbitkan oleh KSEI, atau Pemegang Rekening
                                   berdasarkan perjanjian pembukaan Rekening Efek dengan Pemegang
                                   Obligasi dan konfirmasi tersebut menjadi dasar bagi Pemegang Obligasi
                                   untuk mendapatkan pembayaran Bunga Obligasi, pelunasan Pokok
                                   Obligasi dan hak-hak lain yang berkaitan dengan Obligasi.




                                                 v
Page 8
Konfirmasi Tertulis Untuk   :   berarti surat konfirmasi kepemilikan Obligasi yang diterbitkan oleh
RUPO atau KTUR                  KSEI kepada Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening, khusus
                                untuk menghadiri RUPO atau meminta diselenggarakan RUPO, dengan
                                memperhatikan ketentuan-ketentuan KSEI.

Konsultan Hukum             :   berarti Thamrin & Rekan yang melakukan pemeriksaan dari segi hukum
                                atas fakta yang ada mengenai Perseroan serta keterangan lain yang
                                berkaitan dalam rangka Penawaran Umum Obligasi.

KSEI                        :   berarti PT Kustodian Sentral Efek Indonesia, berkedudukan di Jakarta
                                Selatan, yang menjalankan kegiatan usaha sebagai Lembaga
                                Penyimpanan dan Penyelesaian sebagaimana didefinisikan dalam
                                Undang-Undang Pasar Modal yang dalam Emisi ini bertugas sebagai
                                Agen Pembayaran berdasarkan Perjanjian Agen Pembayaran Obligasi
                                dan mengadministrasikan Obligasi masing-masing berdasarkan
                                Perjanjian Pendaftaran Obligasi di KSEI.

Kustodian                   :   berarti pihak yang memberi jasa penitipan Obligasi dan harta yang
                                berkaitan dengan Obligasi serta jasa lainnya termasuk menerima bunga,
                                dan hak-hak lain, menyelesaikan transaksi Efek dan mewakili Pemegang
                                Rekening yang menjadi nasabahnya sesuai dengan ketentuan Undang-
                                Undang Pasar Modal, yang meliputi KSEI, Perusahaan Efek dan Bank
                                Kustodian.

Manajer Penjatahan          :   berarti pihak yang bertanggung jawab atas penjatahan Obligasi menurut
                                syarat-syarat yang ditetapkan dalam Peraturan No. IX.A.7, yaitu PT Indo
                                Premier Sekuritas.

Masa Penawaran Umum         :   berarti jangka waktu bagi Masyarakat untuk dapat mengajukan
                                pemesanan Obligasi sebagaimana diatur dalam Prospektus dan
                                Formulir Pemesanan Pembelian Obligasi (“FPPO”), yaitu 3 (tiga) Hari
                                Kerja. Dalam hal terjadi penghentian perdagangan Efek di Bursa Efek
                                selama paling kurang 1 (satu) Hari Bursa dalam Masa Penawaran
                                Umum, maka Perseroan dapat melakukan perpanjangan Masa
                                Penawaran Umum untuk periode yang sama dengan masa penghentian
                                perdagangan Efek dimaksud.

Masyarakat                  :   berarti perorangan dan/atau badan, baik Warga Negara Indonesia/
                                Badan Indonesia maupun Warga Negara Asing/Badan Asing, baik
                                yang bertempat tinggal/ berkedudukan di Indonesia maupun bertempat
                                tinggal/berkedudukan di luar wilayah Indonesia.

Menkumham                   :   berarti singkatan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
                                Indonesia, dahulu bernama Menteri Kehakiman Republik Indonesia,
                                Menteri Hukum dan Perundang-undangan Republik Indonesia dan/
                                atau nama lainnya.

Notaris                     :   berarti Kantor Notaris Fathiah Helmi, S.H., yang membuat perjanjian-
                                perjanjian dalam rangka Penawaran Umum Obligasi.




                                             vi
Page 9
Obligasi                 :   berarti surat berharga bersifat utang, dengan nama Obligasi
                             Berkelanjutan II Bussan Auto Finance Tahap I Tahun 2022, yang
                             dibuktikan dengan Sertifikat Jumbo Obligasi, yang dikeluarkan oleh
                             Perseroan kepada Pemegang Obligasi melalui Penawaran Umum, yang
                             merupakan penerbitan Obligasi Berkelanjutan II Tahap I dari rangkaian
                             Penawaran Umum Berkelanjutan, dalam jumlah Pokok Obligasi sebesar
                             Rp100.000.000.000 (seratus miliar Rupiah), yang terdiri dari:

                             Seri A : Jumlah Pokok Obligasi Seri A sebesar Rp88.500.000.000
                                      (delapan puluh delapan miliar lima ratus juta Rupiah) dengan
                                      tingkat bunga tetap sebesar 4,10% (empat koma satu nol
                                      persen) per tahun dengan jangka waktu 370 (tiga ratus tujuh
                                      puluh) Hari Kalender sejak Tanggal Emisi.
                             Seri B : Jumlah Pokok Obligasi Seri B sebesar Rp11.500.000.000
                                      (sebelas miliar lima ratus juta Rupiah) dengan tingkat bunga
                                      tetap sebesar 7,00% (tujuh koma nol nol persen) per tahun
                                      dengan jangka waktu 3 (tiga) tahun sejak Tanggal Emisi.

                             Jumlah Pokok Obligasi tersebut dapat berkurang sehubungan dengan
                             pelunasan Pokok Obligasi dan/atau pelaksanaan pembelian kembali
                             sebagai pelunasan Obligasi sebagaimana dibuktikan dengan Sertifikat
                             Jumbo Obligasi, dengan memperhatikan ketentuan dalam Pasal 5
                             Perjanjian Perwaliamanatan mengenai Syarat-Syarat Obligasi.

Otoritas Jasa Keuangan   :   berarti lembaga yang independen dan bebas dari campur tangan
atau OJK                     pihak lain, yang mempunyai fungsi, tugas, dan wewenang pengaturan,
                             pengawasan, pemeriksaan dan penyidikan sebagaimana dimaksud
                             dalam Undang-Undang No. 21 tahun 2011 tanggal 22 November 2011
                             tentang Otoritas Jasa Keuangan (UU OJK).

Pemegang Obligasi        :   berarti Masyarakat yang memiliki manfaat atas sebagian atau seluruh
                             Obligasi yang disimpan dan diadministrasikan dalam :

                             a.   Rekening Efek pada KSEI; atau
                             b.   Rekening Efek pada KSEI melalui Pemegang Rekening.

Pemegang Rekening        :   berarti pihak yang namanya tercatat sebagai pemilik Rekening Efek
                             di KSEI yang meliputi Bank Kustodian dan/atau Perusahaan Efek dan/
                             atau pihak lain disetujui oleh KSEI dengan memperhatikan peraturan
                             perundang-undangan di bidang Pasar Modal.

Pemeringkat              :   berarti PT Fitch Ratings Indonesia Perusahaan pemeringkat lain yang
                             terdaftar di OJK dan disetujui sebagai penggantinya oleh Wali Amanat
                             Obligasi.

Pemerintah               :   berarti Pemerintah Negara Republik Indonesia.

Penawaran Awal           :   berarti ajakan baik secara langsung maupun tidak langsung dengan
                             menggunakan Prospektus Awal yang bertujuan untuk mengetahui minat
                             calon pembeli atas Obligasi yang akan ditawarkan dan/atau struktur
                             Obligasi termasuk perkiraan denda sesuai dengan POJK No. 23/2017
                             dan dengan memperhatikan Peraturan No. IX.A.2.




                                         vii
Page 10
Penawaran Umum                 :   berarti kegiatan penawaran Obligasi, yang merupakan penawaran
                                   umum Obligasi Berkelanjutan II Bussan Auto Finance Tahap I Tahun
                                   2022, yang dilakukan oleh Perseroan untuk menjual Obligasi kepada
                                   Masyarakat untuk dapat mengajukan pemesanan Obligasi berdasarkan
                                   tata cara yang diatur dalam Undang-Undang Pasar Modal dan peraturan
                                   pelaksananya, dengan jangka waktu 3 (tiga) Hari Kerja.

Penawaran Umum Berkelanjutan   :   berarti kegiatan penawaran umum atas obligasi yang dilakukan
                                   secara bertahap oleh Perseroan, yang merupakan Penawaran Umum
                                   Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan II.

Pengakuan Utang                :   berarti pengakuan utang Perseroan sehubungan dengan Obligasi,
                                   sebagaimana tercantum dalam Akta Pengakuan Utang Obligasi
                                   Berkelanjutan II Bussan Auto Finance Tahun 2022 No. 10 tertanggal
                                   6 April 2022, yang dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris
                                   di Jakarta, Akta Perubahan I Pengakuan Utang Obligasi Berkelanjutan II
                                   Bussan Auto Finance Tahap I Tahun 2022 No. 43 tanggal 27 April
                                   2022, yang dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta,
                                   Akta Perubahan II Pengakuan Utang Obligasi Berkelanjutan II Bussan
                                   Auto Finance Tahap I Tahun 2022 No. 12 tanggal 23 Mei 2022, yang
                                   dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta, dan Akta
                                   Perubahan III Pengakuan Utang Obligasi Berkelanjutan II Bussan Auto
                                   Finance Tahap I Tahun 2022 No. 57 tanggal 20 Juni 2022 yang dibuat
                                   di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta.

Penitipan Kolektif             :   berarti jasa penitipan atas Efek yang dimiliki bersama oleh lebih dari
                                   satu pihak yang kepentingannya diwakili oleh Kustodian, sebagaimana
                                   dimaksud dalam Undang-Undang Pasar Modal.

Penjamin Emisi Obligasi        :   berarti pihak yang membuat perjanjian dengan Perseroan untuk
                                   melakukan Penawaran Umum ini bagi kepentingan Perseroan, dengan
                                   kewajiban untuk membeli sisa Obligasi yang tidak terjual, yang ditunjuk
                                   oleh Perseroan berdasarakan Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi,
                                   yang dalam hal ini adalah PT Indo Premier Sekuritas, sesuai dengan
                                   syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan dalam Perjanjian Penjaminan
                                   Emisi Obligasi.

Penjamin Pelaksana Emisi       :   berarti pihak yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan dan
Obligasi                           penatalaksanaan Penawaran Umum Obligasi sesuai ketentuan Undang-
                                   Undang Pasar Modal, yang dalam hal ini adalah PT Indo Premier
                                   Sekuritas, sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan dalam
                                   Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi.

Peraturan No. IX.A.1           :   berarti Peraturan No. IX.A.1, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan
                                   LK No. Kep-690/BL/2011 tanggal 30 Desember 2011 tentang Ketentuan
                                   Umum Pengajuan Pernyataan Pendaftaran.

Peraturan No. IX.A.2           :   berarti Peraturan No. IX.A.2, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam
                                   dan LK No. Kep-122/BL/2009 tanggal 29 Mei 2009 tentang Tata Cara
                                   Pendaftaran Dalam Rangka Penawaran Umum.

Peraturan No. IX.A.7           :   berarti Peraturan No. IX.A.7, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam
                                   dan LK No. Kep-691/BL/2011 tanggal 30 Desember 2011 tentang
                                   Pemesanan dan Penjatahan Efek Dalam Penawaran Umum.




                                                viii
Page 11
Perjanjian Agen Pembayaran        :   berarti perjanjian antara Perseroan dan KSEI perihal pelaksanaan
Obligasi                              pembayaran Bunga Obligasi, pelunasan Pokok Obligasi serta
                                      pembayaran Denda (jika ada) sebagaimana tercantum dalam Akta
                                      Perjanjian Agen Pembayaran Obligasi Berkelanjutan II Bussan Auto
                                      Finance Tahap I Tahun 2022 No. 12 tanggal 6 April 2022, yang dibuat
                                      di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta.

Perjanjian Pendaftaran Obligasi   :   berarti perjanjian yang dibuat antara Perseroan dan KSEI perihal
di KSEI                               Pendaftaran Efek Bersifat Utang di KSEI No. SP-053/OBL/KSEI/0322
                                      tanggal 6 April 2022, yang dibuat di bawah tangan bermeterai cukup.

Perjanjian Penjaminan Emisi       :   berarti perjanjian antara Perseroan dengan Penjamin Emisi Obligasi
Obligasi                              sebagaimana tercantum dalam Akta Perjanjian Penjaminan Emisi
                                      Efek Obligasi Berkelanjutan II Bussan Auto Finance Tahap I Tahun
                                      2022 No. 11 tanggal 6 April 2022, yang dibuat di hadapan Fathiah
                                      Helmi, S.H., Notaris di Jakarta, Akta Perubahan I Perjanjian Penjaminan
                                      Emisi Efek Obligasi Berkelanjutan II Bussan Auto Finance Tahap I
                                      Tahun 2022 No. 44 tanggal 27 April 2022, yang dibuat di hadapan
                                      Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta, Akta Perubahan II Perjanjian
                                      Penjaminan Emisi Efek Obligasi Berkelanjutan II Bussan Auto Finance
                                      Tahap I Tahun 2022 No. 13 tanggal 23 Mei 2022, yang dibuat di hadapan
                                      Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta, dan Akta Perubahan III
                                      Perjanjian Penjaminan Emisi Efek Obligasi Berkelanjutan II Bussan
                                      Auto Finance Tahap I Tahun 2022 No. 58 tanggal 20 Juni 2022 yang
                                      dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta.

Perjanjian Perwaliamanatan        :   berarti perjanjian antara Perseroan dan Wali Amanat Obligasi
Obligasi                              sebagaimana tercantum dalam Akta Perjanjian Perwaliamanatan
                                      Obligasi Berkelanjutan II Bussan Auto Finance Tahap I Tahun 2022
                                      No. 9 tanggal 6 April 2022, yang dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H.,
                                      Notaris di Jakarta, Akta Perubahan I Perjanjian Perwaliamanatan
                                      Obligasi Berkelanjutan II Bussan Auto Finance Tahap I Tahun
                                      2022 No.42 tanggal 27 April 2022, yang dibuat di hadapan Fathiah
                                      Helmi, S.H., Notaris di Jakarta, Akta Perubahan II Perjanjian
                                      Perwaliamanatan Obligasi Berkelanjutan II Bussan Auto Finance
                                      Tahap I Tahun 2022 No. 11 tanggal 23 Mei 2022, yang dibuat di hadapan
                                      Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta, dan Akta Perubahan III
                                      Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Berkelanjutan II Bussan Auto
                                      Finance Tahap I Tahun 2022 No. 56 tanggal 20 Juni 2022, yang dibuat
                                      di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta berikut perubahan-
                                      perubahannya dan/atau penambahan-penambahannya dan/atau
                                      pembaharuan-pembaharuannya yang sah yang dibuat oleh pihak-pihak
                                      yang bersangkutan di kemudian hari.

Pernyataan Pendaftaran            :   berarti dokumen yang wajib disampaikan kepada OJK oleh Perseroan
                                      dalam rangka Penawaran Umum Berkelanjutan dengan memperhatikan
                                      POJK No. 7/2017, Peraturan No. IX.A.1 dan POJK No. 36/2014.




                                                   ix
Page 12
Pernyataan Pendaftaran Menjadi   :   berarti terpenuhinya seluruh persyaratan Pernyataan Pendaftaran
Efektif                              sesuai dengan ketentuan angka 4.a Peraturan No. IX.A.2, yaitu:
                                     Pernyataan Pendaftaran dapat menjadi efektif dengan memperhatikan
                                     ketentuan sebagai berikut:

                                     a.   atas dasar lewatnya waktu, yakni:
                                          i) 45 (empat puluh lima) Hari Kalender sejak tanggal Pernyataan
                                               Pendaftaran diterima OJK secara lengkap, yaitu telah
                                               mencakup kriteria yang ditetapkan dalam peraturan yang
                                               terkait dengan Pernyataan Pendaftaran dalam rangka
                                               Penawaran Umum dan peraturan yang terkait dengan
                                               Penawaran Umum; atau
                                          ii) 45 (empat puluh lima) Hari Kalender sejak tanggal perubahan
                                               terakhir yang disampaikan Perseroan atau yang diminta OJK
                                               dipenuhi; atau

                                     b.   atas dasar pernyataan efektif dari OJK bahwa tidak ada lagi
                                          perubahan dan/atau tambahan informasi lebih lanjut yang
                                          diperlukan.

Pernyataan Penawaran Umum        :   berarti Pernyataan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi
Berkelanjutan                        Berkelanjutan II Bussan Auto Finance No. 8 tanggal 6 April 2022,
                                     yang dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta, Akta
                                     Perubahan I Pernyataan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi
                                     Berkelanjutan II Bussan Auto Finance No. 41 tanggal 27 April 2022,
                                     yang dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta, Akta
                                     Perubahan II Pernyataan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi
                                     Berkelanjutan II Bussan Auto Finance No. 10 tanggal 23 Mei 2022, yang
                                     dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta, dan Akta
                                     Perubahan III Pernyataan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi
                                     Berkelanjutan II Bussan Auto Finance No. 55 tanggal 20 Juni 2022,
                                     yang dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta.

Perseroan                        :   berarti pihak yang melakukan Emisi, yang dalam hal ini PT Bussan
                                     Auto Finance, berkedudukan di Jakarta Selatan.

Perusahaan Efek                  :   berarti pihak yang melakukan kegiatan usaha sebagai Penjamin
                                     Emisi Efek, Perantara Pedagang Efek, dan/atau Manajer Investasi
                                     sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Pasar Modal.

Piutang                          :   berarti piutang Perseroan berupa pembiayaan konsumen kendaraan
                                     bermotor.

Piutang Lancar                   :   berarti Piutang selain Piutang Tidak Lancar.

Piutang Tidak Lancar             :   berarti Piutang yang telah jatuh tempo atau salah satu angsurannya
                                     tidak dilunasi dalam waktu lebih dari 90 (sembilan puluh) Hari Kalender
                                     sejak tanggal jatuh tempo.

POJK No. 7/2017                  :   berarti Peraturan OJK No. 7/POJK.04/2017 tanggal 14 Maret 2017
                                     tentang Dokumen Pernyataan Pendaftaran Dalam Rangka Penawaran
                                     Umum Efek Bersifat Ekuitas, Efek Bersifat Utang, dan/atau Sukuk.

POJK No. 9/2017                  :   berarti Peraturan OJK No. 9/POJK.04/2017 tanggal 14 Maret 2017
                                     tentang Bentuk dan Isi Prospektus dan Prospektus Ringkas Dalam
                                     Rangka Penawaran Umum Efek Bersifat Utang.




                                                  x
Page 13
POJK No. 20/2020   :   berarti Peraturan OJK No. 20/POJK.04/2020 tanggal 22 April 2020
                       tentang Kontrak Perwaliamanatan Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk.

POJK No. 23/2017   :   berarti Peraturan OJK No. 23/POJK.04/2017 tanggal 21 Juni 2017
                       tentang Prospektus Awal dan Info Memo.

POJK No. 30/2015   :   berarti Peraturan OJK No. 30/POJK.04/2015 tanggal 22 Desember 2015
                       tentang Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum.

POJK No. 33/2014   :   berarti Peraturan OJK No. 33/POJK.04/2014 tanggal 8 Desember 2014
                       tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik.

POJK No. 34/2014   :   berarti Peraturan OJK No. 34/POJK.04/2014 tanggal 8 Desember 2014
                       tentang Komite Nominasi dan Remunerasi Emiten atau Perusahaan
                       Publik.

POJK No. 35/2014   :   berarti Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2014 tanggal 8 Desember 2014
                       tentang Sekretaris Perusahaan Emiten atau Perusahaan Publik.

POJK No. 35/2018   :   berarti Peraturan OJK No. 35/POJK.05/2018 tanggal 28 Desember 2018
                       tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan.

POJK No. 36/2014   :   berarti Peraturan OJK No. 36/POJK.04/2014 tanggal 8 Desember
                       2014 tentang Penawaran Umum Berkelanjutan Efek Bersifat Utang
                       dan/atau Sukuk.

POJK No. 49/2020   :   berarti Peraturan OJK No. 49/POJK.04/2020 tanggal 11 Desember 2020
                       tentang Pemeringkatan Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk.

POJK No. 55/2015   :   berarti Peraturan OJK No. 55/POJK.04/2015 tanggal 23 Desember 2015
                       tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit.

POJK No. 56/2015   :   berarti Peraturan OJK No. 56/POJK.04/2015 tanggal 23 Desember
                       2015 tentang Pembentukan dan Pedoman Penyusunan Piagam Unit
                       Audit Internal.

Pokok Obligasi     :   berarti jumlah pokok pinjaman Perseroan kepada Pemegang Obligasi,
                       yang ditawarkan dan diterbitkan Perseroan melalui Penawaran Umum
                       yang merupakan rangkaian dari Penawaran Umum Berkelanjutan,
                       berdasarkan Obligasi yang terutang dari waktu ke waktu bernilai
                       nominal sebesar Rp100.000.000.000 (seratus miliar Rupiah), yang
                       terdiri dari:

                       Seri A : Jumlah Pokok Obligasi Seri A sebesar Rp88.500.000.000
                                (delapan puluh delapan miliar lima ratus juta Rupiah) dengan
                                tingkat bunga tetap sebesar 4,10% (empat koma satu nol
                                persen) per tahun dengan jangka waktu 370 (tiga ratus tujuh
                                puluh) Hari Kalender sejak Tanggal Emisi.
                       Seri B : Jumlah Pokok Obligasi Seri B sebesar Rp11.500.000.000
                                (sebelas miliar lima ratus juta Rupiah) dengan tingkat bunga
                                tetap sebesar 7,00% (tujuh koma nol nol persen) per tahun
                                dengan jangka waktu 3 (tiga) tahun sejak Tanggal Emisi.

                       Jumlah Pokok Obligasi tersebut dapat berkurang sehubungan
                       pelunasan Pokok Obligasi dan/atau pelaksanaan pembelian kembali
                       sebagai pelunasan Obligasi sebagaimana dibuktikan dengan Sertifikat
                       Jumbo Obligasi, sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 5 Perjanjian
                       Perwaliamanatan mengenai Syarat-Syarat Obligasi.




                                    xi
Page 14
Prospektus                  :   berarti setiap informasi tertulis sehubungan dengan Penawaran Umum
                                dengan tujuan agar pihak lain membeli Obligasi, yang wajib disusun
                                sesuai dengan ketentuan sebagaimana diatur dalam POJK No. 36/2014
                                dan POJK No.9/2017.

Prospektus Awal             :   berarti dokumen tertulis yang memuat seluruh informasi dalam
                                Prospektus yang disampaikan kepada OJK sebagai bagian dari
                                Pernyataan Pendaftaran, kecuali informasi mengenai nilai nominal,
                                jumlah dan harga penawaran Obligasi, penjaminan Emisi Obligasi,
                                tingkat suku bunga Obligasi, atau hal lain yang berhubungan dengan
                                persyaratan penawaran yang belum dapat ditentukan.

Prospektus Ringkas          :   berarti ringkasan dari isi Prospektus Awal, yang wajib disusun sesuai
                                dengan ketentuan sebagaimana diatur dalam POJK No. 9/2017.

Rekening Efek               :   berarti rekening yang memuat catatan posisi Obligasi dan/atau dana
                                milik Pemegang Obligasi yang diadministrasikan oleh KSEI, Bank
                                Kustodian atau Perusahaan Efek berdasarkan perjanjian pembukaan
                                rekening efek yang ditandatangani dengan Pemegang Obligasi.

RUPO                        :   berarti singkatan dari Rapat Umum Pemegang Obligasi sebagaimana
                                diatur dalam Pasal 10 Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi mengenai
                                RUPO.

RUPS                        :   berarti singkatan dari Rapat Umum Pemegang Saham yang
                                diselenggarakan sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan.

Saldo Piutang Pembiayaan    :   berarti total tagihan dikurangi dengan (a) pendapatan bunga yang belum
                                diakui; dan (b) pendapatan dan biaya lainnya sehubungan transaksi
                                pembiayaan yang diamortisasi.

Satuan Pemindahbukuan       :   berarti satuan jumlah Obligasi yang dapat dipindahbukukan dari satu
                                Rekening Efek ke Rekening Efek lainnya, sebagaimana ditentukan
                                dalam Pasal 5 Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi mengenai Syarat-
                                Syarat Obligasi.

Sertifikat Jumbo Obligasi   :   berarti bukti penerbitan Obligasi yang disimpan dalam Penitipan Kolektif
                                di KSEI yang diterbitkan oleh Perseroan atas nama atau tercatat atas
                                nama KSEI untuk kepentingan Pemegang Obligasi melalui Pemegang
                                Rekening.

Tanggal Distribusi          :   berarti tanggal penyerahan Sertifikat Jumbo Obligasi hasil Penawaran
                                Umum kepada KSEI yang merupakan tanggal distribusi Obligasi yang
                                dilakukan secara elektronik paling lambat 2 (dua) Hari Kerja terhitung
                                setelah Tanggal Penjatahan kepada Pemegang Obligasi.

Tanggal Emisi               :   berarti tanggal pembayaran hasil Emisi Obligasi dari Penjamin
                                Pelaksana Emisi Obligasi kepada Perseroan, yang merupakan tanggal
                                penerbitan Obligasi.

Tanggal Pelunasan Pokok     :   berarti tanggal dimana jumlah Pokok Obligasi menjadi jatuh tempo
Obligasi                        dan wajib dibayar kepada Pemegang Obligasi sebagaimana ditetapkan
                                dalam Daftar Pemegang Rekening, melalui Agen Pembayaran, dengan
                                memperhatikan ketentuan dalam Pasal 5 Perjanjian Perwaliamanatan
                                mengenai Syarat-Syarat Obligasi.

Tanggal Pembayaran          :   berarti tanggal pembayaran seluruh nilai Pokok Obligasi kepada
                                Perseroan oleh Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi (in good funds),
                                yang merupakan tanggal yang sama dengan Tanggal Emisi.




                                             xii
Page 15
Tanggal Pembayaran Bunga     :   berarti tanggal-tanggal saat Bunga Obligasi menjadi jatuh tempo dan
Obligasi                         wajib dibayar kepada Pemegang Obligasi yang namanya tercantum
                                 dalam Daftar Pemegang Rekening melalui Agen Pembayaran
                                 dan dengan memperhatikan ketentuan dalam Pasal 5 Perjanjian
                                 Perwaliamanatan mengenai Syarat-Syarat Obligasi.

Tanggal Penjatahan           :   berarti tanggal dilakukannya penjatahan Obligasi dalam hal jumlah
                                 permintaan Obligasi selama Masa Penawaran Umum melebihi jumlah
                                 Obligasi yang ditawarkan, sesuai dengan Peraturan No. IX.A.7, yang
                                 wajib diselesaikan paling lambat 1 (satu) Hari Kerja setelah berakhirnya
                                 Masa Penawaran Umum.

Tingkat Kesehatan Keuangan   :   berarti hasil penilaian kondisi permodalan, kualitas piutang pembiayaan,
                                 likuiditas dan kinerja Perseroan.

Undang-Undang Pasar Modal    :   berarti Undang-Undang Republik Indonesia No. 8 Tahun 1995 tanggal
atau UUPM                        10 September 1995 tentang Pasar Modal.

UUPT                         :   berarti Undang-Undang Republik Indonesia No. 40 Tahun 2007 tanggal
                                 16 Agustus 2007 tentang Perseroan Terbatas, Lembaran Negara
                                 Republik Indonesia No. 106 Tahun 2007, Tambahan No. 4756.

Wali Amanat Obligasi         :   berarti pihak yang mewakili kepentingan Pemegang Obligasi
                                 sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Pasar Modal yang
                                 dalam hal ini adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (“Bank Mandiri”),
                                 berkedudukan di Jakarta Selatan, berdasarkan Pasal 3 Perjanjian
                                 Perwaliamanatan Obligasi mengenai Penunjukan, Tugas, Hak dan
                                 Kewajiban serta Berhentinya Wali Amanat.




                                              xiii
Page 16
SINGKATAN NAMA PERUSAHAAN

ANZ                :   singkatan dari PT Bank ANZ Indonesia.

BCA                :   singkatan dari PT Bank Central Asia Tbk.

BCA Syariah        :   singkatan dari PT Bank BCA Syariah.

BTPN               :   singkatan dari PT Bank BTPN Tbk (d/h PT Bank Sumitomo Mitsui
                       Indonesia).

BOA Jakarta        :   singkatan dari Bank of America, N.A., cabang Jakarta.

BOA Tokyo          :   singkatan dari Bank of America, N.A., cabang Tokyo.

CIMB Niaga         :   singkatan dari PT Bank CIMB Niaga Tbk.

Citibank           :   singkatan dari Citibank, N.A., cabang Jakarta.

Deutsche Bank      :   singkatan dari Deutsche Bank AG, cabang Jakarta.

HSBC               :   singkatan dari PT Bank HSBC Indonesia.

Mizuho             :   Singkatan dari PT Bank Mizuho Indonesia.

MUFG               :   singkatan dari MUFG Bank, Ltd. Cabang Jakarta (d/h The Bank of
                       Tokyo-Mitsubishi UFJ, Ltd. (BTMU), cabang Jakarta).

SCB                :   singkatan dari Standard Chartered Bank, cabang Jakarta.

SMTB               :   singkatan dari Sumitomo Mitsui Trust Bank, Ltd., cabang Singapura.

Victoria           :   singkatan dari PT Bank Victoria International Tbk.

Victoria Syariah   :   singkatan dari PT Bank Victoria Syariah.




                                   xiv
Page 17
RINGKASAN


Ringkasan di bawah ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dan harus dibaca dalam kaitannya dengan
keterangan yang lebih rinci dan laporan keuangan serta catatan-catatan atas laporan keuangan yang tercantum
di dalam Prospektus ini. Ringkasan ini dibuat atas dasar fakta-fakta dan pertimbangan-pertimbangan yang paling
penting bagi Perseroan. Semua informasi keuangan Perseroan disusun dalam mata uang Rupiah dan telah sesuai
dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.


1.		     KEGIATAN USAHA DAN PROSPEK USAHA PERSEROAN

Perseroan merupakan satu-satunya perusahaan yang berfokus pada pembiayaan sepeda motor baru merek Yamaha
di Indonesia dengan pangsa pasar sebesar 23,7% berdasarkan penjualan motor baru Yamaha 31 Desember 2021
(sumber: BAF, Desember 2021). Perseroan didirikan pada tahun 1995 dengan nama PT Pembiayaan Getraco
Indonesia sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang pembiayaan dan menjadi perusahaan joint venture
antara PT Danamon Sanggrahan, Mitsui dan Yamaha pada tahun 1997 yang berfokus pada pembiayaan sepeda
motor baru Yamaha. Nama Perseroan selanjutnya beberapa kali mengalami perubahan dan terakhir pada tahun
1998 menjadi PT Bussan Auto Finance ketika Mitsui & Co., Ltd. menjadi pemegang saham utama dengan
kepemilikan sebesar 75%. Kegiatan usaha Perseroan terus berkembang dan saat ini Perseroan telah beroperasi
di 251 lokasi di seluruh Indonesia, yang terdiri dari 167 kantor cabang dan 84 griya yang didukung oleh 4.350
karyawan. Perseroan juga telah memperluas jaringan pelayanannya dengan menambah titik-titik pembayaran
angsuran melalui kerja sama dengan pihak ketiga yang meliputi jaringan layanan perbankan, gerai ritel dan platform
pembayaran elektronik. Selain itu, Perseroan telah memperluas ragam produknya hingga meliputi pembiayaan
motor bekas untuk berbagai merek, Dana Syariah, pembiayaan multiproduk dan pembiayaan mesin pertanian,
dan yang terakhir pembiayaan mobil. Pembiayaan juga ditawarkan dalam skema konvensional maupun skema
syariah. Hal ini sejalan dengan strategi Perseroan untuk terus meningkatkan aset Perseroan dengan melakukan
diversifikasi portofolio. Pemesanan untuk pembiayaan sepeda motor baru merek Yamaha memberikan kontribusi
sebesar 65,5% dan 62,1%, dari total pemesanan Perseroan masing-masing pada tahun 2020 dan 2021.

Perseroan bergerak di bidang usaha yang mengandalkan pengeluaran konsumen dalam industri otomotif dan
sebagai akibatnya Perseroan sangat bergantung pada kondisi industri otomotif dan keseluruhan perekonomian
Indonesia. Pemulihan ekonomi dunia pada 2022 diproyeksi tidak akan semulus yang diharapkan dikarenakan
ancaman inflasi dan kesenjangan pertumbuhan ekonomi yang semakin menggerus negara-negara miskin
dunia. Pertumbuhan ekonomi global tahun 2022 diprediksi tetap berada di atas rata-rata meski kemungkinan
lebih rendah dibanding tahun 2021. Konsensus pasar mengestimasi, pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2022
akan berada di atas 4% dan pada 2023 lebih dari 3,5%. Perlambatan pada tahun ini terjadi karena pada tahun
2021, pertumbuhan ekonomi global sudah naik pesat akibat penurunan yang cukup dalam pada 2020. Sebelum
pandemi Covid-19 melanda, pertumbuhan ekonomi global tercatat masih berada di atas 3,5%. Pemulihan
ekonomi global akan berlanjut pada tahun ini. Hal tersebut didukung oleh perusahaan-perusahaan dunia yang
kembali menggelontorkan belanja modal setelah mengeremnya selama dua tahun terakhir. Belanja modal tersebut
akan memulihkan kapasitas produksi yang sebelumnya tidak terutilisasi dengan baik. Pertumbuhan belanja
modal perusahaan-perusahaan dunia tahun 2022 bahkan berada di atas pertumbuhan ekonomi global. Faktor
pendorong lainnya berasal dari pemulihan aktivitas manufaktur dan rantai pasokan dunia yang akan kembali
meningkatkan inventori di Amerika Serikat (AS) dan berbagai belahan dunia. Kondisi ini dinilai dapat memacu
aktivitas ekonomi tambahan. Perekonomian dunia juga akan mendapat dorongan dari sektor jasa yang belum
pulih secara signifikan. Pada tahun 2022, sektor jasa diprediksi akan kembali ke lintasan semula sehingga akan
menjadi bonus dorongan terhadap pertumbuhan ekonomi. Yang tak kalah penting, inflasi global pada 2022
diprediksi akan melandai seiring dengan harga komoditas yang mulai mengalami stabilisasi. Di sisi lain, ada
sejumlah risiko yang akan membayangi aktivitas perekonomian global pada 2022. Risiko yang paling besar berasal
dari kebijakan pengetatan moneter oleh bank sentral AS The Fed dengan menaikkan suku bunga acuan dan
mengurangi pembelian obligasi (tapering). The Fed mengasumsikan kenaikan suku bunga bisa terjadi 2 - 3 kali
di tahun 2022. Risiko lainnya masih terkait dengan perkembangan Covid-19 yang dikhawatirkan masih akan




                                                        xv
Page 18
menyebar luas dan memunculkan varian baru. Pelaku pasar juga masih mencermati perkembangan vaksinasi
sebagai salah satu langkah untuk menyudahi pandemi Covid-19. Risiko selanjutnya berasal dari ketegangan
geopolitik antara AS-China serta AS-Rusia yang kembali mulai terlihat walaupun belum menjadi ancaman yang
signifikan, tetapi perlu diwaspadai sebab bisa saja jadi pengaruh secara sentimen atau confident investor global.

Bank Indonesia (BI) memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2022 akan mencapai 4,7% - 5,5%,
dari 3,2% - 4,0% pada tahun 2021, didorong oleh berlanjutnya perbaikan ekonomi global yang berdampak pada
kinerja ekspor yang tetap kuat, serta meningkatnya permintaan domestik dari kenaikan konsumsi dan investasi.
Hal ini didukung vaksinasi, pembukaan sektor ekonomi, dan stimulus kebijakan. Sinergi kebijakan yang erat dan
kinerja perekonomian tahun 2021 menjadi modal untuk semakin bangkit dan optimis akan pemulihan ekonomi
Indonesia yang lebih baik pada tahun 2022. Penguatan sinergi dan inovasi ditujukan untuk menciptakan imunitas
masal dari pandemi Covid-19 dan pembukaan kembali sektor ekonomi prioritas, mendorong pemulihan ekonomi
dalam jangka pendek melalui kebijakan peningkatan permintaan, serta memperkuat pertumbuhan yang lebih tinggi
dalam jangka menengah melalui kebijakan reformasi struktural. Respons bauran kebijakan BI yang bersinergi
dengan kebijakan ekonomi nasional akan terus mengawal perekonomian pada tahun 2022. Inflasi rendah dan
terkendali pada sasaran 3±1% pada tahun 2022, didukung oleh kenaikan kapasitas produksi nasional melalui
peningkatan efisiensi dan produktivitas dalam memenuhi kenaikan permintaan agregat di dalam perekonomian.
Defisit transaksi berjalan rendah, pada kisaran 1,1% - 1,9% pada 2022. Stabilitas sistem keuangan terjaga,
kecukupan modal tinggi, dan likuiditas melimpah.

Pertumbuhan industri otomotif baik pasar domestik dan ekspor nyatanya berperan menjadi lokomotif ekonomi
nasional. Berbagai kebijakan dan regulasi yang digulirkan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perindustrian
terbukti dapat menjadi stimulus aktif peningkatan penjualan kendaraan dalam negeri dan performa ekspor yang
positif. Kehadiran insentif PPnBM (“Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah”) mendorong
konsumsi domestik sepanjang Januari sampai November 2021 mencapai 761 ribu unit atau berangsur pulih
sebesar 81% dibanding periode sebelumnya di masa pandemi 2019. Kepercayaan konsumen global terhadap
produk otomotif nasional juga ditunjukkan dengan pencapaian ekspor Indonesia. Merujuk data kinerja ekspor
sepanjang Januari sampai November 2021 dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO),
ekspor kendaraan utuh dari Indonesia mencapai angka 267 ribu unit atau pulih sekitar 87% dari periode yang
sama di tahun 2019. Kinerja industri otomotif Indonesia menjadi sektor industri andalan yang berperan sebagai
penopang dan lokomotif kebangkitan ekonomi nasional. Industri yang berkontribusi bagi 1,5 juta lapangan kerja
dari hulu hingga hilir ini telah menyumbangkan 4% dari Penerimaan Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Tren
positif ekspor T-brand tidak dapat tercapai tanpa dukungan Pemerintah Indonesia melalui berbagai stimulus
dan kebijakan pendorong ekspor otomotif nasional. Hingga akhir Desember 2021, penjualan sepeda motor
domestik mencapai 5.057.516 unit atau melonjak sebesar 38,16% (YoY) dibanding penjualan di 2020 yang
mencapai hanya 3.660.616 unit. Peningkatan keyakinan konsumen dan daya beli masyarakat merupakan katalis
positif yang mendorong kenaikan penjualan mobil dan motor. Total piutang pembiayaan perusahaan multifinance
hingga Desember 2021 turun 1,52% menjadi Rp364,2 triliun dari Rp359,7 triliun di Desember 2020. Pembiayaan
multiguna masih merupakan segmen terbesar dari total piutang pembiayaan yang memberi kontribusi terhadap
total piutang pembiayaan sebesar 56,8%, pembiayaan investasi memberikan kontribusi sebesar 31,4%, dan
pembiayaan modal kerja dengan kontribusi sebesar 7,9%.

Pendapatan Perseroan mencapai Rp3.899 miliar untuk tahun berakhir pada tanggal 31 Desember 2021,
hal ini mulai mengalami peningkatan dari sebelumnya Rp3.407 miliar untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2020. Laba (rugi) bersih dan marjin laba bersih Perseroan juga mengalami peningkatan dari
sebelumnya mengalami rugi Rp282,5 miliar untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan
mencetak laba sebesar Rp473,7 miliar. Rasio NPF Perseroan terjaga pada tingkat 0,4% dan 0,6% masing-masing
pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020.

Prospek Usaha

Secara keseluruhan momentum pemulihan ekonomi diperkirakan akan berlanjut di tahun 2022, antara lain didukung
berbagai langkah pengendalian pandemi COVID-19 dan penguatan reformasi struktural. International Monetary
Fund (IMF) memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2022 menjadi 5,9%, Asian Development Bank
(ADB) 4,8%, sementara World bank 3,7%. Berdasarkan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
(RAPBN) 2022 Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural yang diterbitkan oleh Kementerian Keuangan,
kinerja pertumbuhan ekonomi 2022 diproyeksi tumbuh di 5,0 – 5,5%.



                                                       xvi
Page 19
Penyebaran varian baru COVID-19 tetap menjadi faktor utama risiko yang perlu terus diantisipasi di tahun 2022.
Perkembangan kasus COVID-19 di dunia, baik dari kasus positif dan kasus kematian varian COVID-19 Omicron
mulai menunjukkan peningkatan. Berdasarkan laporan dari Satgas Penanganan COVID-19, jumlah kasus
COVID-19 varian Omicron di Indonesia mengalami peningkatan dengan jumlah kasus harian per 16 Februari 2022
mencapai lebih dari 60 ribu kasus positif. Oleh karena itu, Pemerintah kembali memberikan alarm untuk waspada
dan berhati-hati. Pemerintah Indonesia memperkirakan puncak gelombang kenaikan kasus Omicron di Indonesia
akan terjadi pada pertengahan Februari hingga awal Maret 2022. Hal ini merupakan dampak dari kenaikan
kasus Omicron yang terjadi di seluruh dunia. Namun demikian, kami tetap optimis bahwa perekonomian akan
tetap terjaga dan tetap dapat tumbuh, apalagi pemerintah telah mencanangkan vaksin booster bagi masyarakat,
kebijakan dalam mendisplinkan masyarakat dengan penerapan protokol kesehatan.

Dengan memperhatikan kondisi perekonomian di tahun 2021, proyeksi atas pemulihan ekonomi yang berlanjut
di tahun 2022, serta perkembangan kinerja dan pencapaian Perseroan di tahun 2021, Perseroan telah menyiapkan
berbagai rencana dan langkah-langkah strategis yang akan ditempuh di tahun 2022 dan beberapa tahun ke depan.
Rencana dan langkah-langkah strategis ini akan menjadi acuan dalam mencapai pertumbuhan yang terarah dan
berkelanjutan.

Perseroan melihat bahwa industri pembiayaan multiguna di Indonesia memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
Pembiayaan multiguna merujuk pada pembiayaan untuk pengadaan barang dan/atau jasa yang diperlukan oleh
debitur untuk pemakaian/konsumsi dan bukan untuk keperluan usaha (aktivitas produktif) dalam jangka waktu
yang diperjanjikan, yang mencakup pembelian sepeda motor, mobil, barang konsumer, dan lain-lain. Menurut
data Statistik Lembaga Pembiayaan Indonesia periode Desember 2021 yang diterbitkan oleh OJK, pembiayaan
multiguna merupakan segmen terbesar dari industri pembiayaan, yang memberi kontribusi sebesar 56,8% dengan
piutang mencapai Rp205,9 triliun per 31 Desember 2021. Segmen ini mengalami penurunan piutang sebesar
7,0% dari posisi piutang per 31 Desember 2020 sebesar Rp222,4 triliun. Rasio NPF perusahaan pembiayaan
di Indonesia mengalami perbaikan dari 4,0% per 31 Desember 2020 menjadi 3,5% per 31 Desember 2021.


2.		         STRUKTUR PERMODALAN DAN SUSUNAN PEMEGANG SAHAM

Dalam kurun waktu 2 (dua) tahun terakhir sampai dengan Prospektus ini diterbitkan, tidak terdapat perubahan
struktur permodalan Perseroan, namun terdapat perubahan susunan pemegang saham Perseroan, yakni dengan
adanya penjualan dan pemindahan saham dari PT Mitsui Indonesia sebanyak 41.250 saham dan Mitsui & Co.,
Ltd. sebanyak 11.786 saham (seluruhnya berjumlah 53.036 saham) kepada PT Sinergi Autoindo Abadi, yang
dituangkan dalam Perjanjian Pengalihan Hak Atas Saham tanggal 13 November 2019, dibuat di bawah tangan,
yang telah disetujui oleh para pemegang saham Perseroan berdasarkan Keputusan Para Pemegang Saham
Sebagai Pengganti RUPS Luar Biasa tanggal 12 November 2019, sebagaimana termaktub dalam Akta Pernyataan
Keputusan Sirkuler Para Pemegang Saham Sebagai Pengganti Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa
PT Bussan Auto Finance No. 16 tanggal 15 November 2019, dibuat di hadapan Marina Soewana, S.H., Notaris
di Jakarta Pusat, yang telah: (i) diberitahukan dan diterima serta dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan
Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana ternyata dari Surat
Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan No. AHU-AH.01.03-0361093 tanggal 18 November 2019;
dan (ii) didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU-0221393. AH.01.11.Tahun 2019 pada tanggal 18 November
2019 (“Akta No. 16/2019”), sehingga struktur permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan menjadi
sebagai berikut:

                                                                    Nilai Nominal Rp1.000.000 per saham
Keterangan
                                                               Jumlah Saham        Jumlah Nominal (Rp)    (%)
Modal Dasar                                                          353.571           353.571.000.000
  Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
  Mitsui & Co., Ltd.                                                 229.821           229.821.000.000          65,0
  Yamaha Motor Co., Ltd.                                              62.464            62.464.000.000          17,7
  PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing                              8.250             8.250.000.000           2,3
  PT Sinergi Autoindo Abadi                                           53.036            53.036.000.000          15,0
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh                           353.571           353.571.000.000      100,0
Saham Dalam Portepel                                                       -                          -




                                                     xvii
Page 20
3.		      KETERANGAN TENTANG PENAWARAN UMUM

Berikut merupakan ringkasan struktur Obligasi yang ditawarkan:

Nama Obligasi Berkelanjutan         :   Obligasi Berkelanjutan II Bussan Auto Finance.

Target Dana                         :   Sebesar Rp3.000.000.000.000 (tiga triliun Rupiah).

Nama Obligasi                       :   Obligasi Berkelanjutan II Bussan Auto Finance Tahap I Tahun 2022.

Jenis Obligasi                      :   Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat, kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi
                                        yang diterbitkan untuk didaftarkan atas nama KSEI sebagai bukti utang
                                        untuk kepentingan Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening.

Jumlah Pokok Obligasi               :   Obligasi ini dijamin secara kesanggupan penuh (full commitment)
                                        dengan jumlah pokok sebesar Rp100.000.000.000 (seratus miliar
                                        Rupiah) yang memberikan pilihan bagi masyarakat untuk memilih Seri
                                        Obligasi yang dikehendaki sebagai berikut:

                                        Seri A : Jumlah Pokok Obligasi Seri A sebesar Rp88.500.000.000
                                                 (delapan puluh delapan miliar lima ratus Rupiah) dengan
                                                 tingkat bunga tetap sebesar 4,10% (empat koma satu nol
                                                 persen) per tahun dengan jangka waktu 370 (tiga ratus tujuh
                                                 puluh) Hari Kalender sejak Tanggal Emisi.
                                        Seri B : Jumlah Pokok Obligasi Seri B sebesar Rp11.500.000.000
                                                 (sebelas miliar lima ratus juta Rupiah) dengan tingkat bunga
                                                 tetap sebesar 7,00% (tujuh koma nol nol persen) per tahun
                                                 dengan jangka waktu 3 (tiga) tahun sejak Tanggal Emisi.

Jangka Waktu                        :   -    Seri A dengan jangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) Hari
                                             Kalender; dan
                                        -    Seri B dengan jangka waktu 3 (tiga) tahun.

Tingkat Bunga Obligasi              :   -    Seri A sebesar 4,10% (empat koma satu nol persen) per tahun;
                                             dan
                                        -    Seri B sebesar 7,00% (tujuh koma nol nol persen) per tahun.

                                        Bunga Obligasi dibayarkan setiap triwulan, dimana Bunga Obligasi
                                        pertama akan dibayarkan pada tanggal 5 Oktober 2022, sedangkan
                                        Bunga Obligasi terakhir sekaligus dengan pelunasan Obligasi akan
                                        dibayarkan pada tanggal 15 Juli 2023 untuk Obligasi Seri A dan tanggal
                                        5 Juli 2025 untuk Obligasi Seri B.

Harga Penawaran                     :   100% dari nilai Pokok Obligasi.

Satuan Perdagangan                  :   Rp5.000.000 (lima juta Rupiah) dan/atau kelipatannya.

Satuan Pemindahbukuan               :   Rp1 (satu Rupiah) dan/atau kelipatannya.

Jaminan                             :   Obligasi ini tidak dijamin dengan jaminan khusus, tetapi dijamin dengan
                                        seluruh harta kekayaan Perseroan baik barang bergerak maupun
                                        benda tidak bergerak, baik yang telah ada maupun yang akan ada
                                        di kemudian hari menjadi jaminan bagi pemegang Obligasi ini sesuai
                                        dengan ketentuan dalam pasal 1131 dan 1132 Kitab Undang-undang
                                        Hukum Perdataan.




                                                    xviii
Page 21
Hak senioritas                               :   Hak pemegang Obligasi adalah pari passu tanpa hak preferen dengan
                                                 hak-hak kreditur Perseroan lainnya baik yang ada sekarang maupun
                                                 di kemudian hari, kecuali hak-hak kreditur Perseroan yang dijamin
                                                 secara khusus dengan kekayaan Perseroan baik yang telah ada maupun
                                                 yang akan ada di kemudian hari.

Penyisihan Dana (Sinking Fund)               :   Perseroan tidak menyelenggarakan penyisihan dana pelunasan
                                                 Obligasi ini dengan pertimbangan untuk mengoptimalkan penggunaan
                                                 dana hasil Emisi Obligasi sesuai dengan tujuan rencana penggunaan
                                                 dana hasil Emisi Obligasi.

Pembelian Kembali (Buy Back)                 :   Perseroan dapat melakukan pembelian kembali (buy back) untuk
                                                 sebagian atau seluruh Obligasi ditujukan sebagai pembayaran kembali
                                                 Obligasi atau disimpan untuk kemudian dijual kembali dengan harga
                                                 pasar. Pembelian kembali (buy back) Obligasi baru dapat dilakukan
                                                 1 (satu) tahun setelah Tanggal Penjatahan. Pembelian kembali (buy
                                                 back) Obligasi tidak dapat dilakukan apabila hal tersebut mengakibatkan
                                                 Perseroan tidak dapat mematuhi ketentuan-ketentuan dalam Perjanjian
                                                 Perwaliamanatan.

Pembatasan dan Kewajiban                     :   Sebelum dilunasinya semua Jumlah Terutang atau pengeluaran
Perseroan                                        lain yang menjadi tanggung jawab Perseroan sehubungan dengan
                                                 penerbitan Obligasi, Perseroan berjanji dan mengikatkan diri terhadap
                                                 pembatasan-pembatasan dan kewajiban-kewajiban, antara lain untuk
                                                 memastikan keadaan keuangan Perseroan berada dalam rasio jumlah
                                                 pinjaman terhadap ekuitas tidak melebihi rasio 10 : 1 (sepuluh berbanding
                                                 satu) dengan tetap memperhatikan pembatasan sebagaimana diatur
                                                 dalam Pasal 26 POJK No. 29/POJK.05/2014 tanggal 19 November
                                                 2014 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan atau
                                                 perubahan-perubahannya.

Hasil Pemeringkatan                          :   AAA (idn) (Triple A) dari Fitch.

Untuk keterangan lebih lanjut dapat dilihat pada Bab I Prospektus ini mengenai Penawaran Umum.


4.		       KETERANGAN TENTANG EFEK BERSIFAT UTANG YANG BELUM DILUNASI

Sampai dengan tanggal Prospektus ini diterbitkan, Efek bersifat utang yang belum dilunasi oleh Perseroan
adalah sebagai berikut:

                                     Jumlah Pokok      Bunga Tetap
Keterangan                         (dalam Rp jutaan)   Tahunan (%)       Jangka Waktu      Jatuh Tempo          Peringkat
Obligasi III Seri B                        1.200.000           8,20%        3 tahun      8 November 2022    idAAA dari Pefindo
Obligasi Berkelanjutan I Tahap I             100.000           8,25%        3 tahun       4 Agustus 2023    AAA(idn) dari Fitch
Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I
  Tahap I                                     15.000            8,25%        3 tahun      4 Agustus 2023    AAA(idn) dari Fitch
Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I
  Tahap II
      Seri B                                 112.000            7,25%        3 tahun     22 Oktober 2023    AAA(idn) dari Fitch
Obligasi Berkelanjutan I Tahap II
  Seri B                                     725.000            6,90%        3 tahun       27 April 2024    AAA(idn) dari Fitch
Obligasi Berkelanjutan I Tahap III
  Seri A                                     150.000            3,75% 367 Hari Kalender   5 Oktober 2022    AAA(idn) dari Fitch
  Seri B                                     625.000            5,75%      3 tahun      28 September 2024   AAA(idn) dari Fitch
Obligasi Berkelanjutan I Tahap IV            500.000            5,75%      3 tahun      15 Desember 2024    AAA(idn) dari Fitch
Obligasi Berkelanjutan I Tahap V             775.000            5,90%      3 tahun        17 Maret 2025     AAA(idn) dari Fitch
Total                                     4.202.000




                                                               xix
Page 22
5.		       RENCANA PENGGUNAAN DANA HASIL PENAWARAN UMUM OBLIGASI

Dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Obligasi ini, setelah dikurangi dengan biaya-biaya Emisi,
seluruhnya akan digunakan Perseroan untuk menunjang kegiatan pembiayaan konsumen Perseroan sebagaimana
yang ditentukan oleh izin yang dimiliki Perseroan.

Untuk keterangan lebih lanjut dapat dilihat pada Bab II Prospektus ini mengenai Rencana Penggunaan Dana
Hasil Penawaran Umum Obligasi.


6.		       IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING

Berikut ini adalah informasi keuangan Perseroan yang berasal dari Laporan Keuangan Perseroan untuk tanggal
dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020.

Laporan keuangan Perseroan pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020 serta untuk tahun-tahun yang berakhir
pada tanggal tersebut telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Imelda & Rekan (a member of Deloitte Asia Pacific
Network and of the Deloitte Network), berdasarkan standar audit yang ditetapkan oleh IAPI, yang ditandatangani
Bayu M Dayat (Izin Akuntan Publik No. AP. 1626), yang dalam laporannya tanggal 25 Mei 2022 menyatakan opini
tanpa modifikasian dengan paragraf hal lain.

Adapun untuk Laporan Keuangan Perseroan tanggal dan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2021
dan 2020, Informasi berikut harus dibaca berkaitan dan secara keseluruhan mengacu pada laporan keuangan
Perseroan yang telah diaudit beserta catatan atas laporan keuangan yang dilampirkan di dalam Prospektus ini
pada Bab XVI mengenai Laporan Keuangan.

Laporan Posisi Keuangan

                                                                                              (dalam jutaan Rupiah)
                                                                        31 Desember 2021      31 Desember 2020
ASET
Kas dan bank                                                                        173.091                687.434
Piutang pembiayaan – bersih                                                      11.003.509             10.081.984
Piutang derivatif                                                                    23.271                  2.122
Piutang lain-lain bersih                                                             70.033                 80.387
Uang muka                                                                            32.858                 27.804
Biaya dibayar dimuka                                                                 33.247                 29.343
Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan                                 327.190                340.568
Aset tak berwujud – setelah dikurangi akumulasi amortisasi                           77.796                 43.142
Aset pajak tangguhan – bersih                                                       207.683                215.809
Aset hak-guna                                                                        33.077                 43.556
Aset lainnya                                                                          2.781                  8.069
JUMLAH ASET                                                                      11.984.536             11.560.218
LIABILITAS DAN EKUITAS
Pinjaman bank                                                                     5.227.089              6.915.457
Utang derivatif                                                                      13.845                 86.404
Utang pajak                                                                          50.715                  5.735
Utang lain-lain                                                                     189.811                184.054
Beban yang masih harus dibayar                                                      355.867                348.018
Utang obligasi                                                                    3.918.220              2.293.455
Liabilitas sewa                                                                      10.176                 14.088
Liabilitas imbalan pasca kerja                                                      154.004                185.306
Jumlah liabilitas                                                                 9.919.727             10.032.517




                                                             xx
Page 23
                                                                                                                      (dalam jutaan Rupiah)
                                                                                                31 Desember 2021      31 Desember 2020
Modal saham                                                                                                 353.571               353.571
Tambahan modal disetor                                                                                      235.858               235.858
Penghasilan komprehensif lain                                                                              (15.090)              (78.471)
Saldo laba
Ditentukan penggunaanya                                                                                      71.400                 71.400
Tidak ditentukan penggunaannya                                                                            1.419.070                945.343
Jumlah ekuitas                                                                                            2.064.809              1.527.701
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                                                            11.984.536             11.560.218


Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain

                                                                                                                      (dalam jutaan Rupiah)
                                                                                                31 Desember 2021      31 Desember 2020
PENDAPATAN
  Pendapatan pembiayaan                                                                                   3.833.886              3.332.658
  Pendapatan bunga                                                                                            7.721                 18.162
  Pendapatan lain-lain                                                                                       58.269                 57.157
  Jumlah pendapatan                                                                                       3.899.876              3.407.977
BEBAN
  Gaji dan tunjangan                                                                                        541.424                600.682
  Penyisihan kerugian kredit                                                                              1.368.868              1.686.048
  Bunga dan beban pembiayaan                                                                                583.471                775.225
  Beban umum dan administrasi                                                                               728.786                632.474
  Beban pengaturan pinjaman dan jaminan ke pihak berelasi                                                    29.800                 38.228
  Beban pemasaran                                                                                            33.002                 16.735
  Jumlah beban                                                                                            3.285.351              3.749.392
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK                                                                                   614.525              (341.415)
MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN                                                                         (140.798)                 58.843
LABA (RUGI) BERSIH TAHUN BERJALAN                                                                           473.727              (282.572)
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Pos-pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi:
  Pengukuran kembali atas liabilitas imbalan pasca kerja, setelah pajak                                      12.680                 (4.128)
Pos-pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi:
  Laba yang belum terealisasi atas nilai wajar kontrak lindung nilai derivatif, setelah pajak                50.701                  1.222
Jumlah penghasilan komprehensif lain tahun berjalan - setelah pajak                                          63.381                (2.906)
JUMLAH PENGHASILAN (RUGI) KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN                                                       537.108              (285.477)
Laba (rugi) per saham (dalam Rupiah penuh)                                                                1.339.837              (799.194)


Rasio-Rasio Penting

                                                                                                  31 Desember 2021      31 Desember 2020
Rasio pertumbuhan
Jumlah pendapatan                                                                                             14,4%                 (3,8%)
Jumlah beban                                                                                                (12,4%)                  19,2%
Laba sebelum pajak                                                                                          280,0%                (185,5%)
Laba bersih tahun berjalan                                                                                  267,6%                (196,0%)
Jumlah penghasilan komprehensif tahun berjalan                                                              288,1%                (226,5%)
EBITDA                                                                                                      145,5%                 (55,4%)
Jumlah aset                                                                                                    3,7%                 (8,6%)
Jumlah liabilitas                                                                                            (1,1%)                 (6,7%)
Jumlah ekuitas                                                                                                35,2%                (19,0%)
Rasio permodalan
Modal disesuaikan/aset yang disesuaikan (1)                                                                  17,2%                   13,2%
Kualitas piutang pembiayaan
Non performing financing (1)                                                                                  0,6%                    0,4%




                                                                        xxi
Page 24
                                                                                       31 Desember 2021         31 Desember 2020
Rasio rentabilitas
Laba bersih tahun berjalan / jumlah aset                                                            4,0%                     (2,4%)
Laba bersih tahun berjalan / jumlah ekuitas                                                        22,9%                   (18,5%)
Laba bersih tahun berjalan / jumlah pendapatan                                                     12,1%                     (8,3%)
Return on assets (1)                                                                                4,0%                     (2,4%)
Return on equity (1)                                                                               29,8%                   (22,3%)
Beban operasional / pendapatan operasional (1)                                                     85,7%                    112,5%
Net interest margin (1)                                                                            35,4%                     33,8%
Rasio likuiditas
Current ratio (1)                                                                                 206,9%                   151,8%
Cash ratio (1)                                                                                      3,0%                     9,1%
Interest coverage ratio                                                                           220,6%                    67,6%
Debt service coverage ratio                                                                        25,9%                     8,1%
Rasio solvabilitas
Gearing ratio atau debt to equity ratio (2)                                                           4,4x                     6,0x
Jumlah liabilitas / jumlah ekuitas                                                                    4,8x                     6,6x
Jumlah liabilitas / jumlah                                                                            0,8x                     0,9x
Jumlah pendapatan / jumlah ekuitas                                                                    1,9x                     2,2x
Catatan:
(1) Perhitungan dilakukan sesuai dengan Surat Edaran OJK No.11/SEOJK.05/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang Tingkat Kesehatan Keuangan
      Perusahaan Pembiayaan dan Perusahaan Pembiayaan Syariah.
(2) Perhitungan dilakukan sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan No. 84/PMK.012/2006 tanggal 29 September 2006 tentang
      Perusahaan Pembiayaan, dengan gearing ratio ditetapkan setinggi-tingginya sebesar 10 kali.

Untuk keterangan lebih lanjut dapat dilihat pada Bab IV Prospektus ini mengenai Ikhtisar Data keuangan Penting.


7.		       KETERANGAN TENTANG PERUSAHAAN ANAK

Pada tanggal Prospektus ini diterbitkan, Perseroan tidak memiliki Perusahaan Anak baik secara langsung
maupun tidak langsung.


8.		       FAKTOR RISIKO

Berikut adalah faktor risiko usaha dan risiko umum yang disusun berdasarkan bobot risiko yang dihadapi Perseroan
dalam menjalankan kegiatan usahanya yang dapat mempengaruhi kinerja maupun harga Obligasi baik secara
langsung maupun tidak langsung:

•    Risiko utama yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap kelangsungan usaha Perseroan
     -    Risiko pembiayaan adalah risiko yang muncul akibat ketidakmampuan konsumen/debitur untuk
          membayar kembali fasilitas pembiayaan yang diberikan, baik pokok pinjaman maupun bunganya
          sehingga menyebabkan tidak tertagihnya piutang pembiayaan kepada konsumen yang menurunkan
          pendapatan dan kinerja Perseroan.

•    Risiko usaha yang bersifat material baik secara langsung maupun tidak langsung yang dapat mempengaruhi
     hasil
     -     Risiko dukungan dana, Perseroan umumnya bergantung pada pinjaman bank selain kas yang diperoleh
           dari kegiatan operasi untuk menjalankan kegiatan usaha dan memenuhi kebutuhan pendanaan di masa
           depan yang diperkirakan akan meningkat seiring dengan pertumbuhan kegiatan usaha Perseroan.
     -     Risiko operasional merupakan risiko yang dihadapi Perseroan sehubungan dengan sistem operasional
           dan prosedur maupun kontrol yang tidak menunjang perkembangan kebutuhan perusahaan pembiayaan,
           kekurangan dan/atau kegagalan proses internal, kesalahan manusia, kegagalan sistem yang berdampak
           pada operasional Perseroan.
     -     Risiko aset dan liabilitas merupakan risiko yang muncul sebagai akibat kegagalan pengelolaan aset
           dan liabilitas Perseroan.




                                                               xxii
Page 25
    -    Risiko tata kelola merupakan risiko yang muncul karena adanya potensi kegagalan dalam pelaksanaan
         tata kelola yang baik (good governance), ketidaktepatan gaya manajemen, lingkungan pengendalian,
         dan prilaku dari setiap pihak yang terlibat langsung atau tidak langsung dalam operasional Perseroan.
    -    Risiko strategi merupakan risiko yang muncul akibat kegagalan penetapan strategi yang tepat dalam
         rangka pencapaian dan target utama Perseroan.
    -    Risiko kepengurusan adalah risiko yang muncul sebagai akibat kegagalan Perseroan dalam memelihara
         komposisi terbaik pengurusnya, yaitu Direksi dan Dewan Komisaris, atau yang setara, yang memiliki
         kompetensi dan integritas yang tinggi. Kesuksesan Perseroan saat ini sangat tergantung pada
         kepemimpinan tim manajemen senior.
    -    Risiko reputasi merupakan risiko akibat menurunnya tingkat kepercayaan pemangku kepentingan yang
         bersumber dari persepsi negatif terhadap Perseroan.
    -    Risiko persaingan merupakan risiko yang timbul dari kompetisi yang semakin ketat sejalan dengan
         perkembangan kegiatan usaha Perseroan dan pertumbuhan perekonomian di Indonesia.
    -    Risiko tingkat suku bunga merupakan risiko yang timbul dari perubahan tingkat suku bunga yang dapat
         berdampak pada margin bunga bersih Perseroan.

•   Risiko Umum
    -    Perubahan ekonomi regional maupun global dapat menimbulkan dampak merugikan yang material
         terhadap ekonomi Indonesia dan kegiatan usaha Perseroan.
    -    Depresiasi nilai tukar Rupiah dapat membawa dampak negatif terhadap kinerja operasional dan kondisi
         keuangan Perseroan.
    -    Bisnis Perseroan tunduk pada berbagai peraturan dan perubahan undang-undang dan peraturan
         saat ini atau di masa depan dapat membatasi kemampuan Perseroan mengoperasikan bisnis Perseroan
         sebagaimana yang dilakukan sekarang.
    -    Dari waktu ke waktu, Perseroan mungkin terlibat dalam perselisihan hukum dan litigasi lain sehubungan
         dengan kegiatan usahanya.

•   Risiko bagi Investor
    -    Risiko tidak likuidnya Obligasi yang ditawarkan dalam Penawaran Umum ini yang antara lain disebabkan
         karena tujuan pembelian Obligasi sebagai investasi jangka panjang.
    -    Risiko gagal bayar disebabkan kegagalan dari Perseroan untuk melakukan pembayaran Bunga Obligasi
         serta pembayaran Pokok Obligasi pada waktu yang telah ditetapkan atau kegagalan Perseroan untuk
         memenuhi ketentuan lain yang ditetapkan dalam Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi yang merupakan
         dampak dari memburuknya kinerja dan perkembangan usaha Perseroan.

Untuk keterangan lebih lanjut dapat dilihat pada Bab VI Prospektus ini mengenai Faktor Risiko.




                                                     xxiii
Page 26
Halaman ini sengaja dikosongkan




              xxiv
Page 27
I.		     PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN


1.		     PENAWARAN UMUM OBLIGASI

1.1.		   Nama Obligasi

         Obligasi Berkelanjutan II Bussan Auto Finance Tahap I Tahun 2022.

1.2.		   Jenis Obligasi

         Obligasi diterbitkan tanpa warkat kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi yang diterbitkan oleh Perseroan
         untuk didaftarkan atas nama KSEI berdasarkan Perjanjian Pendaftaran Obligasi di KSEI sebagai bukti
         utang untuk kepentingan Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening. Bukti kepemilikan Obligasi
         bagi Pemegang Obligasi adalah Konfirmasi Tertulis yang diterbitkan oleh Pemegang Rekening dan
         diadministrasikan oleh KSEI berdasarkan Perjanjian Pembukaan Rekening Efek yang ditandatangani
         Pemegang Obligasi dan Pemegang Rekening.

1.3.		   Harga Penawaran

         Obligasi ini ditawarkan dengan nilai 100% (seratus persen) dari jumlah Pokok Obligasi.

1.4.		   Jumlah Pokok Obligasi, Bunga Obligasi dan Jatuh Tempo Obligasi

         Obligasi ini dijamin secara kesanggupan penuh (full commitment) dengan jumlah pokok sebesar
         Rp100.000.000.000 (seratus miliar Rupiah) yang memberikan pilihan bagi masyarakat untuk memilih
         Seri Obligasi yang dikehendaki sebagai berikut:

         Seri A    :   Jumlah Pokok Obligasi Seri A sebesar Rp88.500.000.000 (delapan puluh delapan miliar
                       lima ratus juta Rupiah) dengan tingkat bunga tetap sebesar 4,10% (empat koma satu nol
                       persen) per tahun dengan jangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) Hari Kalender sejak
                       Tanggal Emisi.
         Seri B    :   Jumlah Pokok Obligasi Seri B sebesar Rp11.500.000.000 (sebelas miliar lima ratus juta
                       Rupiah) dengan tingkat bunga tetap sebesar 7,00% (tujuh koma nol nol persen) per tahun
                       dengan jangka waktu 3 (tiga) tahun sejak Tanggal Emisi.

         Bunga Obligasi dibayarkan setiap triwulan, dimana Bunga Obligasi pertama akan dibayarkan pada
         tanggal 5 Oktober 2022, sedangkan Bunga Obligasi terakhir sekaligus dengan pelunasan Obligasi akan
         dibayarkan pada tanggal 15 Juli 2023 untuk Obligasi Seri A dan tanggal 5 Juli 2025 untuk Obligasi Seri B.

         Jumlah Pokok Obligasi dapat berkurang sehubungan dengan pelunasan Pokok Obligasi dan/atau
         pelaksanaan pembelian kembali sebagai pelunasan Obligasi sebagaimana dibuktikan dengan Sertifikat
         Jumbo Obligasi dengan memperhatikan ketentuan dalam Pasal 5 Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi
         mengenai Syarat-Syarat Obligasi.

         Jumlah yang wajib dibayarkan oleh Perseroan pada Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi adalah dengan
         harga yang sama dengan jumlah Pokok Obligasi yang tertulis pada Konfirmasi Tertulis yang dimiliki
         oleh Pemegang Obligasi pada Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi.

         Bunga Obligasi dibayarkan setiap triwulan terhitung sejak Tanggal Emisi sesuai dengan tanggal
         pembayaran masing-masing Bunga Obligasi. Dalam hal Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi jatuh
         pada hari yang bukan Hari Bursa, maka Bunga Obligasi dibayar pada Hari Bursa sesudahnya tanpa
         dikenakan Denda.




                                                       1
Page 28
         Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi dan Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi adalah sebagai berikut:

                   Bunga ke-                        Seri A                                Seri B
                      1                                      5 Oktober 2022                        5 Oktober 2022
                      2                                      5 Januari 2023                        5 Januari 2023
                      3                                         5 April 2023                           5 April 2023
                       4                                        15 Juli 2023                            5 Juli 2023
                       5                                                                           5 Oktober 2023
                       6                                                                            5 Januari 2024
                       7                                                                               5 April 2024
                       8                                                                                5 Juli 2024
                       9                                                                           5 Oktober 2024
                      10                                                                           5 Januari 2025
                      11                                                                               5 April 2025
                      12                                                                                5 Juli 2025

1.5.		   Perhitungan Bunga Obligasi

         Tingkat Bunga Obligasi merupakan persentase per tahun dari nilai nominal yang dihitung berdasarkan
         jumlah hari yang lewat dengan perhitungan 1 (satu) tahun adalah 360 (tiga ratus enam puluh) Hari
         Kalender dan 1 (satu) bulan adalah 30 (tiga puluh) Hari Kalender.

1.6.		   Tata Cara Pembayaran Bunga Obligasi

         i.     Pemegang Obligasi yang berhak atas Bunga Obligasi adalah Pemegang Obligasi yang namanya
                tercatat dalam Daftar Pemegang Rekening pada 4 (empat) Hari Kerja sebelum Tanggal Pembayaran
                Bunga Obligasi kecuali ditentukan lain oleh KSEI sesuai dengan ketentuan KSEI yang berlaku.
                Dengan demikian jika terjadi transaksi Obligasi dalam waktu 4 (empat) Hari Kerja sebelum Tanggal
                Pembayaran Bunga Obligasi, pembeli Obligasi yang menerima pengalihan Obligasi tersebut tidak
                berhak atas Bunga Obligasi pada periode Bunga Obligasi yang bersangkutan, kecuali ditentukan
                lain oleh KSEI sesuai dengan ketentuan KSEI yang berlaku;

         ii.    Bunga Obligasi akan dibayarkan oleh Perseroan melalui KSEI selaku Agen Pembayaran kepada
                Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening pada Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi yang
                bersangkutan berdasarkan Daftar Pemegang Rekening;

         iii.   Pembayaran Bunga Obligasi kepada Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening dilakukan
                oleh Agen Pembayaran untuk dan atas nama Perseroan berdasarkan Perjanjian Agen Pembayaran
                Obligasi;

         iv.    Pembayaran Bunga Obligasi yang terutang, yang dilakukan oleh Perseroan kepada Pemegang
                Obligasi melalui Agen Pembayaran, dianggap pembayaran lunas oleh Perseroan, setelah dana
                tersebut diterima oleh Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening pada KSEI, dengan
                memperhatikan Perjanjian Agen Pembayaran Obligasi, dengan demikian Perseroan dibebaskan
                dari kewajiban untuk melakukan pembayaran Bunga Obligasi yang bersangkutan.

1.7.		   Tata Cara Pembayaran Pokok Obligasi

         i.     Obligasi harus dilunasi pada Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi;

         ii.    Pembayaran Pokok Obligasi kepada Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening dilakukan
                oleh Agen Pembayaran untuk dan atas nama Perseroan berdasarkan Perjanjian Agen Pembayaran
                Obligasi;




                                                        2
Page 29
         iii.   Pembayaran Pokok Obligasi yang terutang, yang dilakukan oleh Perseroan kepada Pemegang
                Obligasi melalui Agen Pembayaran, dianggap pembayaran lunas oleh Perseroan, setelah dana
                tersebut diterima oleh Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening pada KSEI, dengan
                memperhatikan Perjanjian Agen Pembayaran Obligasi, dengan demikian Perseroan dibebaskan
                dari kewajiban untuk melakukan pembayaran Pokok Obligasi yang bersangkutan.

1.8.		   Satuan Pemindahbukuan Obligasi

         Satuan pemindahbukuan Obligasi adalah senilai Rp 1 (satu Rupiah) dan/atau kelipatannya.

1.9.		   Satuan Perdagangan Obligasi

         Perdagangan Obligasi dilakukan di Bursa Efek dengan syarat-syarat dan ketentuan sebagaimana
         ditentukan dalam peraturan Bursa Efek. Satuan perdagangan Obligasi di Bursa Efek dilakukan dengan
         nilai sebesar Rp5.000.000 (lima juta Rupiah) dan/atau kelipatannya atau sesuai dengan syarat-syarat
         dan ketentuan-ketentuan sebagaimana ditentukan dalam peraturan BEI.

1.10.    Pembelian Kembali Obligasi

         Dalam hal Perseroan melakukan pembelian kembali Obligasi maka berlaku ketentuan sebagai berikut:

         i.     Pembelian kembali Obligasi ditujukan sebagai pelunasan atau disimpan untuk kemudian dijual
                kembali dengan harga pasar;

         ii.    Pelaksanaan pembelian kembali Obligasi dilakukan melalui Bursa Efek atau di luar Bursa Efek;

         iii.   Pembelian kembali Obligasi baru dapat dilakukan 1 (satu) tahun setelah Tanggal Penjatahan;

         iv.    Pembelian kembali Obligasi tidak dapat dilakukan apabila hal tersebut mengakibatkan Perseroan
                tidak dapat memenuhi ketentuan-ketentuan di dalam Perjanjian Perwaliamanatan;

         v.     Pembelian kembali Obligasi tidak dapat dilakukan apabila Perseroan melakukan kelalaian
                (wanprestasi) sebagaimana dimaksud Perjanjian Perwaliamanatan;

         vi.    Pembelian kembali Obligasi hanya dapat dilakukan oleh Perseroan dari pihak yang tidak ter-Afiliasi
                kecuali hubungan Afiliasi tersebut terjadi karena kepemilikan atau penyertaan modal Pemerintah;

         vii. Rencana pembelian kembali Obligasi wajib dilaporkan kepada OJK oleh Perseroan paling lambat
              2 (dua) Hari Kerja sebelum pengumuman rencana pembelian kembali Obligasi tersebut di surat
              kabar;

         viii. Pembelian kembali Obligasi, dapat dilakukan setelah pengumuman rencana pembelian kembali
               Obligasi.

         ix.    Rencana pembelian kembali Obligasi sebagaimana dimaksud dalam butir vii di atas dan
                pengumuman sebagaimana dimaksud dalam butir viii di atas, paling sedikit memuat informasi
                tentang:
                1) periode penawaran pembelian kembali;
                2) jumlah dana maksimal yang akan digunakan untuk pembelian kembali;
                3) kisaran jumlah Obligasi yang akan dibeli kembali;
                4) harga atau kisaran harga yang ditawarkan untuk pembelian kembali Obligasi;
                5) tata cara penyelesaian transaksi;
                6) persyaratan bagi Pemegang Obligasi yang mengajukan penawaran jual;
                7) tata cara penyampaian penawaran jual oleh Pemegang Obligasi;
                8) tata cara pembelian kembali Obligasi; dan
                9) hubungan Afiliasi antara Perseroan dan Pemegang Obligasi;




                                                         3
Page 30
        x.    Perseroan wajib melakukan penjatahan secara proporsional sebanding dengan partisipasi setiap
              Pemegang Obligasi yang melakukan penjualan Obligasi apabila jumlah Obligasi yang ditawarkan
              untuk dijual oleh Pemegang Obligasi, melebihi jumlah Obligasi yang dapat dibeli kembali;

        xi.   Perseroan wajib menjaga kerahasiaan atas semua informasi mengenai penawaran jual yang telah
              disampaikan oleh Pemegang Obligasi;

        xii. Perseroan dapat melaksanakan pembelian kembali Obligasi tanpa melakukan pengumuman
             sebagaimana dimaksud dalam butir ix di atas dengan ketentuan:
             1) jumlah pembelian kembali tidak lebih dari 5% (lima persen) dari jumlah Obligasi untuk masing-
                 masing jenis Obligasi yang beredar (outstanding) dalam periode 1 (satu) tahun setelah Tanggal
                 Penjatahan;
             2) Obligasi yang dibeli kembali tersebut bukan Obligasi yang dimiliki oleh Afiliasi Perseroan;
                 dan
             3) Obligasi yang dibeli kembali hanya untuk disimpan yang kemudian hari dapat dijual kembali;
                 dan wajib dilaporkan kepada OJK paling lambat akhir Hari Kerja ke-2 (kedua) setelah terjadinya
                 pembelian kembali Obligasi;

        xiii. Perseroan wajib melaporkan kepada OJK, dan Wali Amanat Obligasi serta mengumumkan kepada
              publik dalam waktu paling lambat 2 (dua) Hari Kerja setelah dilakukannya pembelian kembali
              Obligasi;

        xiv. Pembelian kembali Obligasi dilakukan dengan mendahulukan Obligasi yang tidak dijamin jika
             terdapat lebih dari satu Obligasi yang diterbitkan Perseroan;

        xv. Pembelian kembali wajib dilakukan dengan mempertimbangkan aspek kepentingan ekonomis
            Perseroan atas pembelian kembali tersebut jika tedapat lebih dari satu Obligasi yang tidak dijamin;

        xvi. Pembelian kembali wajib mempertimbangkan aspek kepentingan ekonomis Perseroan atas
             pembelian kembali Obligasi jika terdapat jaminan atas seluruh Obligasi;

        xvii. Pembelian kembali Obligasi oleh Perseroan mengakibatkan:
              1) hapusnya segala hak yang melekat pada Obligasi yang dibeli kembali, hak menghadiri RUPO,
                 hak suara, dan hak memperoleh Bunga Obligasi serta manfaat lain dari Obligasi yang dibeli
                 kembali jika dimaksudkan untuk pelunasan; atau
              2) pemberhentian sementara segala hak yang melekat pada Obligasi yang dibeli kembali, hak
                 menghadiri RUPO, hak suara, dan hak memperoleh Bunga Obligasi serta manfaat lain dari
                 Obligasi yang dibeli kembali, jika dimaksudkan untuk disimpan untuk dijual kembali.

1.11.   Jaminan

        Obligasi ini tidak dijamin dengan jaminan khusus, tetapi dijamin dengan seluruh harta kekayaan
        Perseroan baik barang bergerak maupun benda tidak bergerak, baik yang telah ada maupun yang akan
        ada di kemudian hari menjadi jaminan bagi pemegang Obligasi ini sesuai dengan ketentuan dalam
        pasal 1131 dan 1132 Kitab Undang-undang Hukum Perdataan.

1.12.   Hak Senioritas

        Pemegang Obligasi tidak mempunyai hak untuk didahulukan dan hak Pemegang Obligasi adalah
        paripassu tanpa hak preferen dengan hak-hak kreditur Perseroan lainnya, baik yang ada sekarang
        maupun yang akan ada dikemudian hari, kecuali hak-hak kreditur Perseroan yang dijamin secara khusus
        dengan kekayaan Perseroan baik yang telah ada maupun yang akan ada, sebagaimana ditentukan
        dalam pasal 11 Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi.




                                                      4
Page 31
1.13.   Penyisihan Dana Pelunasan Obligasi (sinking fund)

        Perseroan tidak menyelenggarakan penyisihan dana pelunasan Obligasi ini dengan pertimbangan untuk
        mengoptimalkan penggunaan dana hasil Emisi Obligasi sesuai dengan tujuan rencana penggunaan
        dana hasil Emisi Obligasi, sebagaimana diungkapkan pada Bab II Prospektus ini.

1.14.   Pembatasan dan Kewajiban-Kewajiban Perseroan

        Sebelum dilunasinya semua Jumlah Terutang atau pengeluaran lain yang menjadi tanggung jawab
        Perseroan sehubungan dengan penerbitan Obligasi, Perseroan berjanji dan mengikat diri bahwa:

        i.    Pembatasan keuangan dan pembatasan-pembatasan lain terhadap Perseroan (debt covenants)
              adalah sebagai berikut:

              Perseroan, tanpa persetujuan tertulis dari Wali Amanat Obligasi tidak akan melakukan hal-hal
              sebagai berikut:
              1) melakukan pembagian dividen pada tahun buku Perseroan selama Perseroan lalai dalam
                  melakukan pembayaran Jumlah Terutang atau Perseroan tidak melakukan pembayaran Jumlah
                  Terutang berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi dan Pengakuan Utang, kecuali
                  apabila Perseroan melakukan penawaran umum saham;
              2) memberikan pinjaman atau kredit kepada Afiliasi, kecuali a) utang yang telah ada sebelum
                  Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi ditandatangani; dan b) pinjaman dalam rangka
                  menjalankan kegiatan usaha Perseroan;
              3) menjual, mentransfer atau mengalihkan melalui suatu transaksi atau beberapa transaksi baik
                  yang berhubungan maupun yang tidak berhubungan dan baik pada satu waktu atau dalam
                  suatu jangka waktu mengenai seluruh atau sebagian dari harta kekayaannya, baik satu persatu
                  ataupun jumlah total dari pengalihan sebesar 30% (tiga puluh persen) atau lebih dari total
                  aset Perseroan, kecuali untuk kegiatan usaha Perseroan sehari-hari;
              4) melakukan penggabungan, konsolidasi dan peleburan dengan perusahaan lain kecuali
                  sepanjang dilakukan pada bidang usaha yang sama dan tidak mempunyai dampak negatif
                  terhadap jalannya usaha Perseroan serta tidak mempengaruhi kemampuan Perseroan dalam
                  melakukan pembayaran Pokok Obligasi dan/atau Bunga Obligasi;
              5) melakukan peminjaman utang baru yang memiliki kedudukan lebih tinggi dari kedudukan
                  utang yang timbul berdasarkan Obligasi, kecuali tujuan penggunaan dana utang baru tersebut
                  untuk kegiatan usaha sehari-hari Perseroan;
              6) menjaminkan dan/atau membebani dengan cara apapun aktiva termasuk pendapatan
                  Perseroan, baik yang sekarang ada maupun yang akan diperoleh di masa yang akan
                  datang, kecuali jaminan yang diberikan dalam rangka memperoleh utang baru yang tujuan
                  penggunaan dananya untuk kegiatan usaha sehari-hari Perseroan, dan dengan tetap
                  memperhatikan batasan rasio pendanaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 6.3.4 Perjanjian
                  Perwaliamanatan Obligasi;
              7) mengubah bidang usaha utama Perseroan;
              8) mengurangi modal dasar serta modal ditempatkan dan disetor Perseroan, kecuali dalam rangka
                  pelaksanaan keputusan pengadilan atau peraturan perundang-undangan, atau berdasarkan
                  perintah dari Pemerintah Republik Indonesia atau otoritas pemerintahan yang berwenang;
              9) mengeluarkan surat utang baru atau instrument utang lain yang -sejenis dan/atau utang
                  bank yang mempunyai tingkatan (ranking) lebih tinggi dari Obligasi dan pembayarannya
                  di dahulukan.

        ii.   Pemberian persetujuan tertulis sebagaimana dimaksud dalam butir i di atas akan diberikan oleh
              Wali Amanat Obligasi dengan ketentuan sebagai berikut:
              1) permohonan persetujuan tersebut tidak akan ditolak tanpa alasan yang jelas dan wajar;
              2) Wali Amanat Obligasi wajib memberikan persetujuan, penolakan atau meminta tambahan data/
                   dokumen pendukung lainnya dalam waktu 14 (empat belas) Hari Kerja setelah permohonan
                   persetujuan tersebut dan dokumen pendukungnya diterima secara lengkap oleh Wali Amanat




                                                     5
Page 32
            Obligasi, dan jika dalam waktu 14 (empat belas) Hari Kerja tersebut Perseroan tidak menerima
            persetujuan, penolakan atau permintaan tambahan data/dokumen pendukung lainnya dari
            Wali Amanat Obligasi maka Wali Amanat Obligasi dianggap telah memberikan persetujuannya;
            dan
       3)   jika Wali Amanat Obligasi meminta tambahan data/dokumen pendukung lainnya, maka
            persetujuan atau penolakan wajib diberikan oleh Wali Amanat Obligasi dalam waktu
            10 (sepuluh) Hari Kerja setelah data/dokumen pendukung lainnya tersebut diterima secara
            lengkap oleh Wali Amanat Obligasi dan jika dalam waktu 10 (sepuluh) Hari Kerja tersebut
            Perseroan tidak menerima persetujuan atau penolakan dari Wali Amanat Obligasi maka Wali
            Amanat Obligasi dianggap telah memberikan persetujuan.

iii.   Perseroan berkewajiban untuk :
       1) menyetorkan dana (in good funds) yang diperlukan untuk pelunasan Pokok Obligasi dan/
           atau pembayaran Bunga Obligasi yang jatuh tempo kepada Agen Pembayaran paling lambat
           1 (satu) Hari Kerja sebelum Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi dan/atau Tanggal Pelunasan
           Pokok Obligasi dan menyerahkan kepada Wali Amanat Obligasi fotokopi bukti penyetoran
           dana tersebut pada hari yang sama. Apabila lewat jatuh tempo Tanggal Pelunasan Pokok
           Obligasi dan/atau Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi, Perseroan harus membayar Denda.
           Denda yang dibayarkan oleh Perseroan yang merupakan hak Pemegang Obligasi akan
           dibayarkan kepada Pemegang Obligasi secara proporsional berdasarkan besarnya Obligasi
           yang dimilikinya sesuai dengan ketentuan Perjanjian Agen Pembayaran;
       2) memperoleh, mematuhi segala ketentuan dan melakukan hal-hal yang diperlukan untuk
           menjaga tetap berlakunya segala kuasa, izin, dan persetujuan (baik dari pemerintah
           maupun lainnya) dan dengan segera memberikan laporan dan masukan dan melakukan
           hal-hal yang diwajibkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik
           Indonesia sehingga Perseroan dapat secara sah menjalankan kewajibannya berdasarkan
           Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi dan perjanjian-perjanjian lainnya yang berkaitan dengan
           Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi, dalam mana Perseroan menjadi salah satu pihaknya
           atau memastikan keabsahan, keberlakuan, dapat dilaksanakannya setiap berdasarkan
           Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi dan perjanjian-perjanjian lainnya yang berkaitan dengan
           Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi di Republik Indonesia termasuk namun tidak terbatas
           pada Peraturan OJK Nomor: 35;
       3) memastikan pada setiap saat keadaan keuangan Perseroan yang tercantum dalam laporan
           keuangan tahunan Perseroan terakhir yang telah diaudit atau laporan keuangan semesteran
           yang terakhir, diserahkan kepada Wali Amanat Obligasi berdasarkan ketentuan pasal 6.3.8
           Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi, harus mencerminkan rasio jumlah pinjaman (termasuk
           pinjaman dari lembaga pemerintah, bank, industri keuangan non bank, lembaga, dan/atau
           badan usaha lain, pinjaman subordinasi) terhadap ekuitas tidak melebihi rasio 10:1 (sepuluh
           berbanding satu), mempertahankan tingkat kesehatan keuangan dengan kondisi minimum
           sehat, dan memiliki tingkat risiko minimum sedang rendah (sesuai Pasal 72 Peraturan OJK
           Nomor: 35, berikut perubahannya);
       4) mempertahankan rasio pendanaan yaitu utang yang berjaminan aset dengan total pinjaman
           maksimum sebesar 30% (tiga puluh persen) mematuhi ketentuan-ketentuan dalam Perjanjian
           Perwaliamanatan Obligasi;
       5) memelihara asuransi-asuransi yang sudah berjalan dan berhubungan dengan kegiatan usaha
           dan harta kekayaan Perseroan pada perusahaan asuransi yang bereputasi terhadap segala
           resiko yang biasa dihadapi oleh perusahan-perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha
           yang sama dengan Perseroan;
       6) segera memberikan kepada Wali Amanat Obligasi secara tertulis keterangan yang sewaktu-
           waktu diminta oleh Wali Amanat Obligasi dengan wajar mengenai operasi, keadaan keuangan,
           aktiva Perseroan;
       7) mengizinkan Wali Amanat Obligasi dan atau orang yang diberikan kuasa oleh Wali Amanat
           Obligasi (termasuk tetapi tidak terbatas, auditor atau akuntan yang ditunjuk untuk maksud
           tersebut) dari waktu ke waktu memiliki akses dan memeriksa buku-buku, memberikan
           tanggapan atas segala pertanyaan atau informasi yang diminta oleh wakilnya tersebut dan




                                               6
Page 33
    mendiskusikan dengan orang tersebut dengan itikad baik atas segala aspek dari pembukuan
    Perseroan yang terkait dengan penerbitan Obligasi sepanjang tidak bertentangan dengan
    peraturan-peraturan yang berlaku dengan ketentuan Wali Amanat Obligasi memberitahukan
    secara tertulis dengan alasan yang jelas maksudnya tersebut kepada Perseroan 3 (tiga) Hari
    Kerja sebelumnya dengan biaya- biaya yang disetujui terlebih dahulu oleh Perseroan;
8) menyerahkan laporan-laporan yang diminta oleh OJK kepada Wali Amanat Obligasi dan
    persetujuan-persetujuan atas penerbitan dan penawaran Obligasi sesuai dengan anggaran
    dasar Perseroan, dan untuk membuat dan mengimplementasikan setiap perjanjian yang
    berhubungan dengan hal tersebut, termasuk tetapi tidak terbatas penyerahan atas:
    a) laporan keuangan tahunan Perseroan yang telah diaudit oleh akuntan publik yang
         terdaftar di OJK dalam waktu bersamaan pada saat dilaporkannya laporan keuangan
         tahunan Perseroan tersebut kepada OJK, dengan memperhatikan peraturan Pasar Modal.
    b) laporan-laporan keuangan tengah tahunan Perseroan yang telah disahkan oleh Direksi
         Perseroan, dalam waktu bersamaan pada saat dilaporkannya laporan keuangan tengah
         tahunan Perseroan tersebut kepada OJK, dengan memperhatikan peraturan Pasar Modal.
    c) Selain laporan yang diserahkan sebagaimana tersebut di atas, Perseroan juga
         berkewajibkan menyerahkan laporan keuangan triwulanan Perseroan yang telah
         diserahkan Direksi Perseroan selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) Hari Kalender setelah
         periode laporan berakhir.
9) memelihara sistem akuntansi, pembukuan dan pengawasan biaya sesuai dengan prinsip-
    prinsip akuntansi, dan mengesampingkan hal-hal dalam pembukuannya yang menurut prinsip-
    prinsip akuntansi yang diterapkan di Indonesia;
10) mengusahakan agar harta kekayaan yang digunakan dalam menjalankan kegiatan usahanya
    berada dalam keadaan baik, memperbaikinya dan melakukan hal-hal yang diperlukan untuk
    menjalankan kegiatan usaha Perseroan;
11) segera memberitahu Wali Amanat Obligasi atas:
    a) setiap perubahan anggaran dasar, susunan Direksi dan Komisaris, susunan pemegang
         saham Perseroan dan pembagian dividen;
    b) perkara pidana, perdata, tata usaha negara dan arbitrase yang dihadapi Perseroan yang
         secara material mempengaruhi kemampuan Perseroan dalam menjalankan dan mematuhi
         segala kewajibannya berdasarkan Pasal 6 Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi mengenai
         Pembatasan-Pembatasan dan Kewajiban-Kewajiban Perseroan dan perjanjian-perjanjian
         lainnya yang berkaitan dengan Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi;
    c) terjadinya salah satu dari peristiwa kelalaian sebagaimana disebutkan dalam Pasal 9
         Perjanjian Perwaliamanatan Obligais mengenai Kelalaian Perseroan, dengan segera dan
         melalui permintaan tertulis dari Wali Amanat Obligasi, menyerahkan pada Wali Amanat
         Obligasi suatu pernyataan yang ditandatangani oleh seseorang yang dapat diterima oleh
         Wali Amanat Obligasi untuk maksud tersebut, yang mengkonfirmasikan bahwa kecuali
         sebelumnya telah diberitahukan kepada Wali Amanat Obligasi atau diberitahukan pada
         saat konfirmasi bahwa peristiwa kelalaian tersebut tidak terjadi, atau apabila terjadi
         peristiwa kelalaian, memberikan gambaran lengkap atas kejadian tersebut dan tindakan
         atau langkah-langkah yang diambil (atau diusulkan untuk diambil) oleh Perseroan untuk
         memperbaiki kejadian tersebut;
    d) setiap kejadian lainnya yang menurut pendapat Perseroan dapat mempunyai pengaruh
         negatif yang material atas jalannya usaha atau operasi atau keadaan keuangan
         Perseroan;
12) melakukan atau memelihara seluruh tindakan-tindakannya dari waktu ke waktu atas permintaan
    dari Wali Amanat Obligasi dan melaksanakan atau memelihara pelaksanaan dari seluruh
    dokumen-dokumen berdasarkan pendapat yang wajar dari Wali Amanat Obligasi diperlukan
    atau, untuk menjalankan Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi ini atau memberikan jaminan
    yang penuh atas hak, kekuasaan dan perbaikan yang diberikan kepada Wali Amanat Obligasi
    berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi dan perjanjian-perjanjian lainnya yang
    berkaitan dengan Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi;
13) menerbitkan dan menyerahkan Sertifikat Jumbo Obligasi kepada KSEI untuk kepentingan
    Pemegang Obligasi termasuk pembaharuannya (apabila ada) dan menyampaikan fotokopi
    Sertifikat Jumbo Obligasi kepada Wali Amanat Obligasi;




                                       7
Page 34
              14) melakukan pemeringkatan atas Obligasi sesuai dengan Peraturan OJK No. 49, berikut
                  perubahannya dan/atau pengaturan lainnya yang wajib dipatuhi oleh Perseroan sehubungan
                  dengan pemeringkatan dan menyampaikan fotokopi hasil pemeringkatan Obligasi tersebut
                  kepada Wali Amanat Obligasi selambat-lambatnya 1 (satu) Hari Kerja setelah hasil
                  pemeringkatan tersebut diperoleh Perseroan;
              15) memberitahukan secara tertulis terlebih dahulu kepada Wali Amanat selambat-lambatnya
                  7 (tujuh) Hari Kerja sebelum ditandatanganinya dokumen-dokumen berkaitan dengan:
                  a. peminjaman utang baru yang memiliki kedudukan lebih tinggi dari Obligasi yang digunakan
                       untuk kegiatan usaha sehari-hari Perseroan; dan/atau
                  b. penjamin dan/atau pembebanan aktiva Perseroan yang diberikan dalam rangka kegiatan
                       usaha sehari-hari Perseroan.
              16) menjalankan usaha dengan sebaik-baiknya sesuai dengan peraturan perundang-undagan
                  yang berlaku di Negara Republik Indonesia.

1.14.   Kelalaian Perseroan

        i.    Kondisi-kondisi yang dapat menyebabkan Perseroan dinyatakan lalai apabila terjadi salah satu
              atau lebih dari kejadian-kejadian atau hal-hal-tersebut di bawah ini:
              1) Perseroan tidak melaksanakan atau tidak mentaati ketentuan dalam kewajiban pembayaran
                   Pokok Obligasi pada Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi dan/atau Bunga Obligasi pada Tanggal
                   Pembayaran Bunga Obligasi; atau
              2) Perseroan tidak melaksanakan atau tidak menaati ketentuan dalam Perjanjian Perwaliamanatan
                   Obligasi (selain Pasal 9.1.a); atau
              3) Fakta mengenai jaminan, keadaan, atau status Perseroan serta pengelolaannya tidak sesuai
                   dengan informasi dan keterangan yang diberikan oleh Perseroan; atau
              4) apabila Perseroan dinyatakan lalai sehubungan dengan suatu perjanjian utang oleh salah
                   satu atau lebih krediturnya (cross default) dalam jumlah utang melebihi 25% (dua puluh
                   lima persen) dari ekuitas Perseroan, baik yang telah ada sekarang maupun yang akan ada
                   di kemudian hari yang berakibat jumlah yang terutang oleh Perseroan berdasarkan perjanjian
                   utang tersebut seluruhnya menjadi dapat segera ditagih oleh pihak yang mempunyai tagihan
                   dan/atau kreditur yang bersangkutan sebelum waktunya untuk membayar kembali (akselerasi
                   pembayaran kembali); atau

        ii.   Ketentuan mengenai pernyataan default, yaitu:

              Dalam hal terjadi kondisi-kondisi kelalaian sebagaimana dimaksud dalam:
              1) huruf i angka 1) di atas dan keadaan atau kejadian tersebut berlangsung terus menerus
                  paling lama 14 (empat belas) Hari Kerja, setelah diterimanya teguran tertulis dari Wali Amanat
                  Obligasi sesuai dengan kondisi kelalaian yang dilakukan, tanpa diperbaiki/dihilangkan keadaan
                  tersebut atau tanpa adanya upaya perbaikan untuk menghilangkan keadaan tersebut, yang
                  dapat disetujui dan diterima oleh Wali Amanat Obligasi; atau
              2) huruf i angka 2) di atas dan keadaan atau kejadian tersebut berlangsung terus menerus
                  paling lama 60 (enam puluh) Hari Kerja, setelah diterimanya teguran tertulis dari Wali Amanat
                  Obligasi sesuai dengan kondisi kelalaian yang dilakukan, tanpa diperbaiki/dihilangkan keadaan
                  tersebut atau tanpa adanya upaya perbaikan untuk menghilangkan keadaan tersebut, yang
                  dapat disetujui dan diterima oleh Wali Amanat Obligasi;
              3) huruf i angka 3), dan 4) di atas dan keadaan atau kejadian tersebut berlangsung terus menerus
                  dalam waktu yang ditentukan oleh Wali Amanat Obligasi dengan memperhatikan kewajaran
                  yang berlaku umum, sebagaimana tercantum dalam teguran tertulis Wali Amanat Obligasi,
                  paling lama 90 (sembilan puluh) Hari Kalender setelah diterimanya teguran tertulis dari Wali
                  Amanat Obligasi tanpa diperbaiki/dihilangkan keadaan tersebut atau tanpa adanya upaya
                  perbaikan untuk menghilangkan keadaan tersebut, yang dapat disetujui dan diterima oleh
                  Wali Amanat Obligasi;
              maka Wali Amanat Obligasi berkewajiban untuk memberitahukan kejadian atau peristiwa itu
              kepada Pemegang Obligasi dengan cara memuat pengumuman melalui 1 (satu) surat kabar harian
              berbahasa Indonesia yang berperedaran nasional.




                                                       8
Page 35
               Wali Amanat Obligasi atas pertimbangannya sendiri berhak memanggil RUPO menurut tata cara
               yang ditentukan dalam Pasal 10 Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi mengenai RUPO. Dalam
               RUPO tersebut, Wali Amanat Obligasi akan meminta Perseroan untuk memberikan penjelasan
               sehubungan dengan kelalaiannya tersebut.

               Apabila RUPO tidak dapat menerima penjelasan dan alasan Perseroan maka akan dilaksanakan
               RUPO berikutnya untuk membahas langkah-langkah yang harus diambil terhadap Perseroan
               sehubungan dengan Obligasi.

               Jika RUPO berikutnya memutuskan agar Wali Amanat Obligasi melakukan penagihan kepada
               Perseroan, maka Obligasi sesuai dengan keputusan RUPO menjadi jatuh tempo dan dapat dituntut
               pembayarannya dengan segera dan sekaligus.

               Wali Amanat Obligasi dalam waktu yang ditentukan dalam keputusan RUPO itu harus melakukan
               penagihan kepada Perseroan.

               Perseroan berkewajiban melakukan pembayaran dalam waktu yang ditentukan dalam tagihan
               yang bersangkutan.

        iii.   Apabila:
               1) Perseroan dicabut izin usahanya oleh OJK atau instansi lain yang berwenang sesuai dengan
                    perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia; atau
               2) Perseroan dibubarkan atau membubarkan diri melalui keputusan RUPS atau terdapat
                    keputusan pailit yang telah memiliki kekuatan hukum tetap (in kracht); atau
               3) Perseroan diberikan penundaan kewajiban pembayaran utang (moratorium) oleh badan
                    peradilan yang berwenang; atau
               4) pengadilan atau instansi Pemerintah yang berwenang telah menyita atau mengambil alih
                    dengan cara apapun juga semua atau sebagian besar harta kekayaan Perseroan atau telah
                    mengambil tindakan yang menghalangi Perseroan untuk menjalankan sebagian besar atau
                    seluruh usahanya sehingga mempengaruhi secara material kemampuan Perseroan untuk
                    memenuhi kewajiban-kewajibannya dalam dan Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi mengenai
                    Pembatasan-Pembatasan dan Kewajiban-Kewajiban Perseroan; atau
               5) Perseroan berdasarkan perintah pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap
                    (in kracht) diharuskan membayar sejumlah dana kepada pihak ketiga yang apabila dibayarkan
                    akan mempengaruhi secara material terhadap kemampuan Perseroan untuk memenuhi
                    kewajiban-kewajibannya yang ditentukan dalam Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi.
               maka Wali Amanat Obligasi berhak tanpa memanggil RUPO bertindak mewakili kepentingan
               Pemegang Obligasi dan mengambil keputusan yang dianggap menguntungkan bagi Pemegang
               Obligasi dan untuk itu Wali Amanat Obligasi dibebaskan dari segala tindakan dan tuntutan oleh
               Pemegang Obligasi. Dalam hal ini Obligasi menjadi jatuh tempo dengan sendirinya.

1.15.   RUPO

        Untuk penyelenggaraan RUPO, kuorum yang disyaratkan, hak suara dan pengambilan keputusan
        berlaku ketentuan-ketentuan di bawah ini, tanpa mengurangi peraturan Pasar Modal dan peraturan
        perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia serta peraturan Bursa Efek.

        i.     RUPO diadakan untuk tujuan antara lain:
               1) mengambil keputusan sehubungan dengan usulan Perseroan atau Pemegang Obligasi
                  mengenai perubahan jangka waktu Obligasi, Pokok Obligasi, suku Bunga Obligasi, perubahan
                  tata cara atau periode pembayaran Bunga Obligasi, Jaminan atau penyisihan dana pelunasan
                  (sinking fund) (jika ada), dan ketentuan lain dalam Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi dan
                  dengan memperhatikan Peraturan POJK No. 20/2020.
               2) menyampaikan pemberitahuan kepada Perseroan dan/atau Wali Amanat Obligasi, memberikan
                  pengarahan kepada Wali Amanat Obliasi, dan/atau menyetujui suatu kelonggaran waktu atas
                  suatu kelalaian berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi serta akibatnya, atau untuk
                  mengambil tindakan lain sehubungan dengan kelalaian.



                                                      9
Page 36
       3)   memberhentikan Wali Amanat Obligasi dan menunjuk pengganti Wali Amanat Obligasi menurut
            ketentuan Pasal 3 Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi.
       4)   mengambil tindakan yang dikuasakan oleh atau atas nama Pemegang Obligasi termasuk dalam
            penentuan potensi kelalaian yang dapat menyebabkan terjadinya kelalaian sebagaimana
            dimaksud dalam Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi dan dalam Peraturan POJK No. 20/2020.
       5)   mengambil tindakan lain yang tidak diusulkan Wali Amanat Obligasi yang tidak dikuasakan
            atau tidak termuat dalam Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi atau berdasarkan ketentuan
            perundang-undangan.

ii.    RUPO dapat diselenggarakan atas permintaan:
       1) Pemegang Obligasi baik sendiri maupun secara bersama-sama yang mewakili paling sedikit
          lebih dari 20% (dua puluh persen) dari jumlah Obligasi yang belum dilunasi (tidak termasuk
          Obligasi yang dimiliki oleh Perseroan dan/atau Afiliasi Perseroan);
       2) Perseroan;
       3) Wali Amanat Obligasi; atau
       4) OJK.

iii.   Permintaan sebagaimana dimaksud dalam butir ii) angka 1), angka 2), dan angka 4) wajib
       disampaikan secara tertulis kepada Wali Amanat Obligasi dengan melampirkan asli KTUR.
       Permintaan tertulis dimaksud harus memuat acara yang diminta, dengan ketentuan sejak
       diterbitkannya KTUR tersebut, Obligasi yang dimiliki oleh Pemegang Obligasi yang mengajukan
       permintaan tertulis kepada Wali Amanat akan dibekukan oleh KSEI sejumlah Obligasi yang
       tercantum dalam KTUR tersebut, Pencabutan pembekuan oleh KSEI tersebut hanya dapat dilakukan
       setelah mendapat persetujuan secara tertulis dari Wali Amanat Obligasi dan paling lambat 30 (tiga
       puluh) Hari Kalender setelah tanggal diterimanya surat permintaan tersebut, Wali Amanat Obligasi
       wajib melakukan panggilan untuk RUPO.

iv.    Dalam hal Wali Amanat Obligasi menolak permohonan Pemegang Obligasi atau Perseroan untuk
       mengadakan RUPO, maka Wali Amanat Obligasi wajib memberitahukan secara tertulis alasan
       penolakan tersebut kepada pemohon dengan tembusan kepada OJK, paling lambat 14 (empat
       belas) Hari Kalender setelah diterimanya surat permohonan.

v.     Pengumuman, pemanggilan, dan waktu penyelenggaraan RUPO
       1) pengumuman RUPO wajib dilakukan melalui 1 (satu) surat kabar harian berbahasa Indonesia
           yang berperedaran nasional, dalam jangka waktu paling lambat 14 (empat belas) Hari Kalender
           sebelum pemanggilan;
       2) pemanggilan RUPO dilakukan paling lambat 14 (empat belas) Hari Kalender sebelum RUPO,
           melalui paling sedikit 1 (satu) surat kabar harian berbahasa Indonesia yang berperedaran
           nasional;
       3) pemanggilan untuk RUPO kedua atau ketiga dilakukan paling lambat 7 (tujuh) Hari Kalender
           sebelum RUPO kedua atau ketiga dilakukan dan disertai informasi bahwa RUPO sebelumnya
           telah diselenggarakan tetapi tidak mencapai kuorum;
       4) panggilan harus dengan tegas memuat rencana RUPO dan mengungkapkan informasi paling
           sedikit:
           a) tanggal, tempat, dan waktu penyelenggaraan RUPO;
           b) agenda RUPO;
           c) pihak yang mengajukan usulan RUPO;
           d) Pemegang Obligasi yang berhak hadir dan memiliki hak suara dalam RUPO; dan
           e) kuorum yang diperlukan untuk penyelenggaraan dan pengambilan keputusan RUPO.
       5) RUPO kedua atau ketiga diselenggarakan paling cepat 14 (empat belas) Hari Kalender dan
           paling lambat 21 (dua puluh satu) Hari Kalender dari RUPO sebelumnya.

vi.    Tata cara RUPO;
       1) Pemegang Obligasi, baik sendiri maupun diwakili berdasarkan surat kuasa berhak menghadiri
            RUPO dan menggunakan hak suaranya sesuai dengan jumlah Obligasi yang dimilikinya.
       2) Obligasi yang dimiliki oleh Perseroan dan/atau Afiliasi-nya tidak memiliki hak suara dan tidak
            diperhitungkan dalam kourom kehadiran, kecuali Afiliasi tersebut terjadi karena kepemilikan
            atau penyertaan modal Pemerintah.


                                               10
Page 37
    3)   Sebelum pelaksanaan RUPO, Perseroan berkewajiban untuk menyerahkan daftar pemegang
         Obligasi yang merupakan Afiliasi-nya kepada Wali Amanat.
    4)   RUPO dapat diselenggarakan di tempat Perseroan atau tempat lain yang disepakati antara
         Perseroan dan Wali Amanat.
    5)   RUPO dipimpin oleh Wali Amanat.
    6)   Wali Amanat wajib mempersiapkan acara RUPO termasuk materi RUPO dan menunjuk notaris
         untuk membuat berita acara RUPO.
    7)   Dalam hal penggantian Wali Amanat diminta oleh Perseroan atau Pemegang Obligasi, RUPO
         dipimpin oleh Perseroan atau wakil Pemegang Obligasi yang meminta diadakannya RUPO
         tersebut.
    8)   Perseroan atau Pemegang Obligasi yang meminta diadakannya RUPO tersebut sebagaimana
         dimaksud pada butir 7 diwajibkan untuk mempersiapkan acara RUPO dan materi RUPO.
    9)   Sebelum pelaksaan RUPO:
         −    Perseroan berkewajiban untuk membuat surat pernyataan yang menyatakan jumlah
              Obligasi yang dimiliki oleh Perseroan dan Afiliasinya;
         −    Pemegang Obligasi atau kuasa Pemegang Obligasi yang hadir dalam RUPO berkewajiban
              untuk membuat surat pernyataan yang menyatakan mengenai apakah Pemegang Obligasi
              memiliki atau tidak memiliki hubungan Afiliasi dengan Perseroan.

vii. Kourom dan pengambillan keputusan dengan ketentuan sebagai berikut:
     1) dalam hal RUPO bertujuan untuk memutuskan mengenai perubahan Perjanjian Perwaliamanatan
         Obligasi sebagaimana dimaksud dalam butir i di atas diatur sebagai berikut:
         a) apabila RUPO dimintakan oleh Perseroan maka wajib diselenggarakan dengan ketentuan
              sebagai berikut:
              (i) dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili paling sedikit 3/4 (tiga per empat)
                    bagian dari jumlah Obligasi yang masih belum dilunasi dan berhak mengambil
                    keputusan yang sah dan mengikat apabila disetujui paling sedikit 3/4 (tiga per
                    empat) bagian dari jumlah Obligasi yang hadir dalam RUPO;
              (ii) dalam hal kuorum kehadiran sebagaimana dimaksud dalam butir (i) tidak tercapai,
                    maka wajib diadakan RUPO yang kedua;
              (iii) RUPO kedua dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau
                    diwakili paling sedikit 3/4 (tiga per empat) bagian dari jumlah Obligasi yang masih
                    belum dilunasi dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila
                    disetujui paling sedikit 3/4 (tiga per empat) bagian dari jumlah Obligasi yang hadir
                    dalam RUPO;
              (iv) dalam hal kuorum kehadiran sebagaimana dimaksud dalam butir (iii) tidak tercapai,
                    maka wajib diadakan RUPO yang ketiga;
              (v) RUPO ketiga dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau
                    diwakili paling sedikit 3/4 (tiga per empat) bagian dari jumlah Obligasi yang masih
                    belum dilunasi dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila
                    disetujui paling sedikit 1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah Obligasi yang hadir
                    dalam RUPO.
     2) Apabila RUPO dimintakan oleh Pemegang Obligasi atau Wali Amanat Obligasi maka wajib
         diselenggarakan dengan ketentuan sebagai berikut:
         a) dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili paling sedikit 2/3 (dua per tiga) bagian
              dari jumlah Obligasi yang masih belum dilunasi dan berhak mengambil keputusan yang
              sah dan mengikat apabila disetujui paling sedikit 1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah
              Obligasi yang hadir dalam RUPO;
         b) dalam hal kuorum kehadiran sebagaimana dimaksud dalam huruf a) tidak tercapai, maka
              wajib diadakan RUPO yang kedua;
         c) RUPO kedua dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili
              paling sedikit 2/3 (dua per tiga) bagian dari jumlah Obligasi yang masih belum dilunasi
              dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila disetujui paling sedikit
              1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah Obligasi yang hadir dalam RUPO;
         d) dalam hal kuorum kehadiran sebagaimana dimaksud dalam huruf c) tidak tercapai, maka
              wajib diadakan RUPO yang ketiga;




                                              11
Page 38
           e)   RUPO ketiga dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili
                paling sedikit 2/3 (dua per tiga) bagian dari jumlah Obligasi yang masih belum dilunasi
                dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila disetujui paling sedikit
                1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah Obligasi yang hadir dalam RUPO.
      3)   apabila RUPO dimintakan oleh OJK maka wajib diselenggarakan dengan ketentuan sebagai
           berikut:
           a) dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili paling sedikit 1/2 (satu per dua) bagian
                dari jumlah Obligasi yang masih belum dilunasi dan berhak mengambil keputusan yang
                sah dan mengikat apabila disetujui paling sedikit 1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah
                Obligasi yang hadir dalam RUPO;
           b) dalam hal kuorum kehadiran sebagaimana dimaksud dalam huruf a) tidak tercapai, maka
                wajib diadakan RUPO yang kedua;
           c) RUPO kedua dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili
                paling sedikit 1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah Obligasi yang masih belum dilunasi
                dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila disetujui paling sedikit
                1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah Obligasi yang hadir dalam RUPO;
           d) dalam hal kuorum kehadiran sebagaimana dimaksud dalam huruf c) tidak tercapai, maka
                wajib diadakan RUPO yang ketiga;
           e) RUPO ketiga dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili
                paling sedikit 1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah Obligasi yang masih belum dilunasi
                dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila disetujui paling sedikit
                1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah Obligasi yang hadir dalam RUPO.
      4)   RUPO yang diadakan untuk tujuan selain perubahan Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi,
           dapat diselenggarakan dengan ketentuan sebagai berikut:
           a) dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili paling sedikit 3/4 (tiga per empat) bagian
                dari jumlah Obligasi yang masih belum dilunasi dan berhak mengambil keputusan yang
                sah dan mengikat apabila disetujui paling sedikit 3/4 (tiga per empat) bagian dari jumlah
                Obligasi yang hadir dalam RUPO;
           b) dalam hal kuorum kehadiran sebagaimana dimaksud dalam huruf a) tidak tercapai, maka
                wajib diadakan RUPO kedua;
           c) RUPO kedua dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili
                paling sedikit 3/4 (tiga per empat) bagian dari jumlah Obligasi yang masih belum dilunasi
                dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila disetujui paling sedikit
                3/4 (tiga per empat) bagian dari jumlah Obligasi yang hadir dalam RUPO;
           d) dalam hal kuorum kehadiran sebagaimana dimaksud dalam huruf c) tidak tercapai, maka
                wajib diadakan RUPO yang ketiga;
           e) RUPO ketiga dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili
                paling sedikit 3/4 (tiga per empat) bagian dari jumlah Obligasi yang masih belum dilunasi
                dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat berdasarkan keputusan suara
                terbanyak;
           f) Dalam hal kourom kehadiran sebagaimana dimaksud dalam huruf e) tidak tercapai, maka
                dapat diadakan RUPO yang keempat;
           g) RUPO keempat dapat dilangsukan apabila dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau
                diwakili yang masih belum dilunasi dan berhak mengambil keputusan yang sah dan
                mengikat dalam kourom kehadiran dan kourom keputusan yang ditetapkan olej OJK
                ataer permohonan Wali Amanat; dan
           h) Pengumuman, pemanggilan, dan waktu penyelenggaraan RUPO keempat wajib memenuhi
                ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat 5 Perjanjian Perwaliamantaan
                Obligasi.

viii. Biaya-biaya penyelenggaraan RUPO menjadi beban Perseroan dan wajib dibayarkan kepada Wali
      Amanat Obligasi paling lambat 7 (tujuh) Hari Kerja setelah permintaan biaya tersebut diterima
      Perseroan dari Wali Amanat Obligasi;

ix.   Penyelenggaraan RUPO wajib dibuatkan berita acara secara notariil oleh notaris yang terdaftar
      di OJK;




                                              12
Page 39
        x.    Perseroan, Wali Amanat Obligasi, dan Pemegang Obligasi wajib memenuhi keputusan yang diambil
              dalam RUPO;

        xi.   Keputusan RUPO mengikat bagi semua Pemegang Obligasi, Perseroan dan Wali Amanat Obligasi,
              karenanya Perseroan, Wali Amanat Obligasi, dan Pemegang Obligasi wajib memenuhi keputusan-
              keputusan-keputusan yang diambil dalam RUPO. Keputusan RUPO mengenai perubahan Perjanjian
              Perwaliamanatan Obligasi dan/atau perjanjian-perjanjian lain sehubungan dengan Obligasi, baru
              berlaku efektif sejak tanggal ditandatanganinya perubahan Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi
              dan/atau perjanjian-perjanjian lainnya sehubungan dengan Obligasi;

        xii. Wali Amanat Obligasi wajib mengumumkan hasil RUPO dalam 1 (satu) surat kabar harian berbahasa
             Indonesia yang berperedaran nasional, biaya-biaya yang dikeluarkan untuk pengumuman hasil
             RUPO tersebut wajib ditanggung oleh Perseroan;

        xiii. Apabila RUPO yang diselenggarakan memutuskan untuk mengadakan perubahan atas Perjanjian
              Perwaliamanatan Obligasi dan/atau perjanjian lainnya antara lain sehubungan dengan perubahan
              nilai Pokok Obligasi, perubahan tingkat Bunga Obligasi, perubahan tata cara pembayaran Bunga
              Obligasi, dan perubahan jangka waktu Obligasi dan Perseroan menolak untuk menandatangani
              perubahan Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi dan/atau perjanjian lainnya sehubungan dengan
              hal tersebut maka dalam waktu selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) Hari Kalender sejak keputusan
              RUPO atau tanggal lain yang diputuskan RUPO (jika RUPO memutuskan suatu tanggal tertentu
              untuk penandatanganan perubahan Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi dan/atau perjanjian
              lainnya tersebut) maka Wali Amanat Obligasi berhak langsung untuk melakukan penagihan Jumlah
              Terutang kepada Perseroan tanpa terlebih dahulu menyelenggarakan RUPO;

        xiv. Peraturan-peraturan lebih lanjut mengenai penyelenggaraan serta tata cara dalam RUPO dapat
             dibuat dan bila perlu kemudian disempurnakan atau diubah oleh Perseroan dan Wali Amanat
             dengan mengindahkan peraturan Pasar Modal dan peraturan perundang-undangan yang berlaku
             di Negara Republik Indonesia serta peraturan Bursa Efek;

        xv. Apabila ketentuan-ketentuan mengenai RUPO ditentukan lain oleh peraturan perundang-undangan
            di bidang Pasar Modal, maka peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal tersebut yang
            berlaku.

        xvi. Penyedia e-RUPS sebagaimana dimaksud dalam Peraturan OJK Nomor: 16/POJK.04/2020
             (“Peraturan OJK Nomor 16”) tentang Pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan
             Terbuka Secara Elektronik yang ditetapkan pada tanggal 20 April 2020 dan diundangkan pada
             tanggal 21 April 2020, dapat menyediakan dan mengelola penyelenggaraan rapat lain selain
             Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka.Selain RUPO sebagaimana dimaksud
             dalam Peraturan POJK No. 20/2020, Perseroan dapat melaksanakan RUPO secara elektonik
             menggunakan e-RUPO yang disediakan oleh penyedia e-RUPO sebagaimana dimaksud dalam
             penjelasan Pasal 5 Peraturan OJK Nomor 16.

1.16.   Hak-hak Pemegang Obligasi

        i.    Menerima pelunasan Pokok Obligasi dan/atau pembayaran Bunga Obligasi dari Perseroan yang
              dibayarkan melalui KSEI sebagai Agen Pembayaran pada Tanggal Pembayaran Pokok Obligasi
              dan/atau Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi yang bersangkutan. Jumlah yang wajib dibayarkan
              oleh Perseroan pada Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi adalah dengan harga yang sama dengan
              jumlah Pokok Obligasi yang tertulis pada Konfirmasi Tertulis yang dimiliki oleh Pemegang Obligasi
              pada Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi.

        ii.   Pemegang Obligasi yang berhak atas Bunga Obligasi adalah Pemegang Obligasi yang namanya
              tercatat dalam Daftar Pemegang Rekening pada 4 (empat) Hari Bursa sebelum Tanggal Pembayaran
              Bunga Obligasi kecuali ditentukan lain oleh KSEI sesuai dengan ketentuan KSEI yang berlaku.




                                                      13
Page 40
            iii.   Apabila lewat tanggal jatuh tempo Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi atau Tanggal Pelunasan
                   Pokok Obligasi, Perseroan belum menyetorkan sejumlah uang jatuh tempo kepada Agen
                   Pembayaran selambat-lambatnya 1 (satu) Hari Bursa (in good funds) sebelum Tanggal Pembayaran
                   Bunga Obligasi dan Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi ke rekening KSEI, maka Perseroan harus
                   membayar Denda atas kelalaian tersebut sebesar 1% (satu persen) per tahun di atas tingkat
                   Bunga Obligasi dari jumlah dana yang terlambat dibayar, yang dihitung secara harian, sejak hari
                   keterlambatan sampai dengan dibayar lunas suatu kewajiban yang harus dibayar berdasarkan
                   Pasal 6 Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi mengenai Pembatasan-Pembatasan dan Kewajiban-
                   Kewajiban Perseroan, dengan ketentuan 1 (satu) tahun adalah 360 (tiga ratus enam puluh) Hari
                   Kalender dan 1 (satu) bulan adalah 30 (tiga puluh) Hari Kalender. Denda yang dibayar oleh
                   Perseroan yang merupakan hak Pemegang Obligasi akan dibayar kepada Pemegang Obligasi
                   secara proporsional sesuai dengan besarnya Obligasi yang dimilikinya.

            iv.    Pemegang Obligasi baik sendiri maupun secara bersama-sama yang mewakili paling sedikit lebih
                   dari 20% (dua puluh perseratus) dari jumlah Obligasi yang belum dilunasi tidak termasuk Obligasi
                   yang dimiliki oleh Perseroan dan/atau Afiliasinya kecuali hubungan Afiliasi tersebut terjadi karena
                   kepemilikan atau penyertaan modal Pemerintah, dapat mengajukan permintaan tertulis kepada Wali
                   Amanat Obligasi untuk diselenggarakan RUPO. Permintaan tersebut wajib disampaikan secara
                   tertulis kepada Wali Amanat Obligasi dan paling lambat 30 (tiga puluh) Hari Kalender setelah
                   tanggal diterimanya surat permintaan tersebut Wali Amanat Obligasi wajib melakukan panggilan
                   untuk RUPO.

            v.     Setiap Obligasi sebesar Rp1 (satu Rupiah) berhak mengeluarkan 1 (satu) suara dalam RUPO,
                   dengan demikian setiap Pemegang Obligasi dalam RUPO mempunyai hak untuk mengeluarkan
                   suara sejumlah Obligasi yang dimilikinya.


2.		        KETERANGAN MENGENAI HASIL PEMERINGKATAN OBLIGASI

2.1.		      Hasil Pemeringkatan

Sesuai dengan POJK No. 7/2017 dan POJK No. 49/2020, dalam rangka penerbitan Obligasi ini, Perseroan telah
memperoleh hasil pemeringkatan dari Fitch sesuai dengan Surat No. 063/DIR/RATLTR/IV/2022 tanggal 1 April
2022 perihal peringkat PT Bussan Auto Finance, dengan peringkat:

                                                         AAA (idn)
                                                        (Triple A)

Perseroan dengan tegas menyatakan tidak memiliki hubungan Afiliasi dengan Fitch, sebagaimana definisi
hubungan Afiliasi dalam ketentuan Pasal 1 ayat (1) UUPM.

Perseroan akan melakukan pemeringkatan setiap 1 (satu) tahun sekali selama kewajiban atas Obligasi tersebut
belum lunas, sebagaimana diatur dalam POJK No. 49/2020.

2.2.		      Skala Pemeringkatan Efek Bersifat Utang Jangka Panjang

Tabel di bawah ini menunjukkan kategori peringkat yang berlaku untuk memberikan gambaran tentang posisi
peringkat Obligasi:

AAA (idn)                                  :   Peringkat nasional “AAA” menandakan kualitas tertinggi yang diberikan
                                               pada skala peringkat nasional untuk negara tersebut. Peringkat ini
                                               diberikan kepada kualitas kredit terbaik dibanding perusahaan-perusahaan
                                               atau surat-suarat utang lainnya di negara yang sama dan biasanya akan
                                               diberikan kepada semua kewajiban keuangan yang dikeluarkan atau
                                               dijamin oleh pemerintah.




                                                            14
Page 41
AA (idn)                            :   Peringkat nasional “AA” menandakan suatu kualitas kredit yang sangat
                                        kuat dibandingkan perusahaan-perusahaan atau surat-surat utang
                                        lainnya di negar yang sama. Risiko kredit yang tidak dapat dipisahkan
                                        di dalam kewajiban-kewajiban keuangan ini hanya berbeda sedikit
                                        dari perusahaan-perusahaan atau surat-surat utang yang mendapat
                                        peringkat tertinggi di suatu negara.
A (idn)                             :   Peringkat nasional “A” menandakan suatu kualitas kredit yang kuat
                                        dibandingkan perusahaan-perusahaan atau surat-surat utang lainnya
                                        di negara yang sama. Namun, perubahan-perubahan dalam keadaan
                                        atau kondisi-kondisi ekonomi dapat mempengaruhi kapasitas untuk
                                        pembayaran kembali kewajiban-kewajiban keuangan secara tepat
                                        waktu akan lebih besar dibandingkan kewajiban-kewajiban keuangan
                                        yang mendapat kategori peringkat lebih tinggi.
BBB (idn)                           :   Peringkat nasional “BBB” menandakan suatu kualitas kredit yang dinilai
                                        cukup dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan atau surat-surat
                                        utang lainnya di negara yang sama. Namun, perubahan-perubahan
                                        dalam keadaan atau kondisi-kondisi ekonomi dapat mempengaruhi
                                        kapasitas untuk pembayaran kembali kewajiban-kewajiban keuangan
                                        secara tepat waktu akan lebih tinggi dibandingkan kewajiban-kewajiban
                                        keuangan yang mendapat kategori peringkat lebih tinggi.
BB (idn)                            :   Peringkat nasional “BB” menandakan suatu kualitas kredit yang dinilai
                                        cukup lemah dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan atau surat-
                                        surat utang lainnya di negara yang sama. Dalam konteks suatu negara,
                                        pembayaran dari kewajiban-kewajiban keuangan ini tidak pasti dan
                                        kapasitas untuk pembayaran kembali secara tepat waktu akan lebih
                                        rentan terhadap perubahan kondisi ekonomi yang tidak menguntungkan.
B (idn)                             :   Peringkat nasional “B” menandakan suatu kualitas kredit yang secara
                                        signifikan lebih lemah dibandingkan perusahaan-perusahaan atau
                                        surat-surat utang lain pada negara yang sama. Kewajiban-kewajiban
                                        keuangan saat ini dapat dipenuhi meskipun dengan marjin keamanan
                                        yang terbatas, dan kapasitas untuk menjalankan pembayaran secara
                                        tepat waktu bergantung pada kondisi usaha dan perekonomian yang
                                        menguntungkan dan berkelanjutan.
CCC (idn), CC (idn), C (idn)        :   Kategori-kategori peringkat nasional ini menandakan suatu kualitas
                                        kredit yang sangat lemah dibandingkan perusahaan-perusahaan
                                        atau surat-surat utang lain pada negara yang sama. Kapasitas untuk
                                        memenuhi kewajiban-kewajiban keuangan bergantung sepenuhnya
                                        pada perkembangan usaha dan ekonomi yang menguntungkan.
DDD (idn), DD (idn), D (idn)        :   Kategori-kategori peringkat nasional ini diberikan kepada perusahaan
                                        atau kewajiban-kewajiban keuangan yang saat ini dalam keadaan
                                        gagal bayar.

Sebagai tambahan, tanda Tambah (+) atau Kurang (-) dapat dicantumkan dengan peringkat mulai dari “AA”
hingga “CCC”. Tanda Tambah (+) menunjukan bahwa semua kategori peringkat lebih mendekati kategori peringkat
di atasnya. Tanda Kurang (-) menunjukkan suatu kategori peringkat tetap lebih baik dari kategori peringkat
di bawahnya, walaupun semakin mendekati.


3.		         PEMENUHAN KRITERIA PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN

Sehubungan dengan ketentuan Peraturan OJK No. 36/POJK.04/2014 tanggal 8 Desember 2014 tentang Penawaran
Umum Berkelanjutan Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk (“POJK No. 36/2014”), Perseroan telah memenuhi
ketentuan sebagaimana dipersyaratkan, yaitu sebagai berikut:




                                                    15
Page 42
i.     Telah menjadi emiten atau perusahaan publik paling singkat 2 (dua) tahun;

ii.    Tidak pernah mengalami Gagal Bayar selama 2 (dua) tahun terakhir sebelum penyampaian pernyataan
       pendaftaran dalam rangka penawaran umum berkelanjutan, dimana hal ini telah dipenuhi oleh Perseroan
       dengan Surat Pernyataan dari Perseroan tanggal 4 April 2022 dan Laporan Auditor Independen atas Surat
       Pernyataan Tidak Pernah Gagal Bayar dari Kantor Akuntan Publik Imelda & Rekan tanggal 6 April 2022
       dengan No. SR122 0009 BAF BD, keduanya menyatakan bahwa Perseroan tidak pernah mengalami Gagal
       Bayar (i) selama 2 (dua) tahun terakhir sebelum penyampaian Pernyataan Pendaftaran dalam rangka
       Penawaran Umum Berkelanjutan; dan (ii) sejak 2 (dua) tahun terakhir sebelum melunasi Efek yang bersifat
       utang sampai dengan tanggal Pernyataan Pendaftaran dalam rangka Penawaran Umum Berkelanjutan;

iii.   Obligasi Berkelanjutan II memiliki hasil pemeringkatan AAA (Triple A) yang termasuk dalam kategori 4 (empat)
       peringkat teratas yang merupakan urutan 4 (empat) peringkat terbaik dan masuk dalam kategori peringkat
       layak investasi berdasarkan standar yang dimiliki oleh perusahaan pemeringkat Efek.

Penawaran Umum Obligasi dan tahap-tahap selanjutnya (jika ada) akan mengikuti ketentuan sebagaimana
dimaksud dalam POJK No. 36/2014.


4.		        KETERANGAN TENTANG PERSEROAN

Penerbit                   :   PT Bussan Auto Finance
Kegiatan usaha utama       :   Pembiayaan barang dan/atau jasa
Kantor pusat               :   Jl. Raya Tanjung Barat No 121, Jagakarsa,
                               Jakarta Selatan 12530, Indonesia
Tel.                       :   (021) 2939 6000
Faks.                      :   (021) 2939 6100
Email                      :   baf.sekretariat@baf.id
Situs web                  :   www.baf.id

Keterangan lebih lanjut dapat dilihat pada Bab VIII Prospektus ini mengenai Keterangan tentang Perseroan,
Kegiatan Usaha, serta Kecenderungan dan Prospek Usaha.


5.		        KETERANGAN TENTANG WALI AMANAT

Dalam rangka Penawaran Umum Obligasi, Perseroan dan Bank Mandiri selaku Wali Amanat Obligasi telah
menandatangani Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi. Berikut keterangan singkat mengenai Wali Amanat Obligasi:

Wali Amanat     :              PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Alamat          :              Plaza Mandiri, lantai 22
		                             Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 36-38, Jakarta 12910
Tel.            :              (021) 526 8216, 524 5161
Faks.           :              (021) 526 8201
Untuk Perhatian :              International Banking & Financial Institutions Group Capital Market Services
                               Department

Berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan, penunjukan, penggantian dan berakhirnya tugas Wali Amanat Obligasi
diatur dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut:

i.     Penunjukan Wali Amanat Obligasi untuk pertama kalinya dilakukan oleh Perseroan sebagaimana tersebut
       dalam Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi;




                                                         16
Page 43
ii.    Penggantian Wali Amanat Obligasi dilakukan bilamana terjadi salah satu dari sebab-sebab sebagai berikut:

       1)  izin usaha bank umum sebagai Wali Amanat Obligasi dicabut;
       2)  pencabutan atau pembekuan kegiatan usaha Wali Amanat Obligasi di Pasar Modal;
       3)  Wali Amanat Obligasi dibubarkan oleh suatu badan peradilan atau oleh suatu badan resmi lainnya atau
           dianggap telah bubar berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik
           Indonesia;
       4) Wali Amanat Obligasi dinyatakan pailit oleh badan peradilan yang berwenang dan telah mempunyai
           kekuatan hukum tetap atau dibekukan operasinya dan/atau kegiatan usahanya oleh pihak yang
           berwenang;
       5) Wali Amanat Obligasi tidak dapat melaksanakan kewajibannya berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan
           Obligasi dan/atau keputusan RUPO dan/atau peraturan perundang-undangan yang berlaku di bidang
           Pasar Modal;
       6) Wali Amanat Obligasi melanggar ketentuan Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi dan/atau peraturan
           perundang-undangan di bidang Pasar Modal;
       7) atas permintaan para Pemegang Obligasi;
       8) timbulnya hubungan Afiliasi antara Wali Amanat Obligasi dengan Perseroan setelah penunjukan Wali
           Amanat Obligasi, kecuali hubungan Afiliasi tersebut terjadi karena kepemilikan atau penyertaan modal
           Pemerintah;
       9) timbulnya hubungan kredit yang melampaui jumlah sebagaimana diatur dalam POJK No. 20/2020; atau
       10) atas permintaan Wali Amanat Obligasi, dalam hal Wali Amanat Obligasi mengundurkan diri atau
           Perseroan tidak membayar imbalan jasa Wali Amanat Obligasi.

iii.   Berakhirnya tugas, kewajiban dan tanggung jawab Wali Amanat Obligasi adalah pada saat:
       1) Obligasi telah dibayar kembali baik Pokok Obligasi dan/atau Bunga Obligasi termasuk Denda (jika
           ada) dan Wali Amanat Obligasi telah menerima laporan pemenuhan kewajiban Perseroan dari Agen
           Pembayaran;
       2) tanggal tertentu yang telah disepakati dalam Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi setelah Tanggal
           Pembayaran Pokok Obligasi;
       3) setelah diangkatnya wali amanat Obligasi baru.

Keterangan lebih lanjut dapat dilihat pada Bab XII Prospektus ini mengenai Keterangan tentang Wali Amanat
Obligasi.




                                                       17
Page 44
II.		 PENGGUNAAN DANA YANG DIPEROLEH DARI HASIL
		PENAWARAN UMUM


Dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Obligasi ini, setelah dikurangi dengan biaya-biaya Emisi,
seluruhnya akan digunakan sebagai modal kerja pembiayaan konsumen Perseroan sebagaimana yang ditentukan
oleh izin yang dimiliki Perseroan.

Pelaksanaan penggunaan dana hasil Penawaran Umum Obligasi ini akan mengikuti ketentuan pasar modal yang
berlaku di Indonesia.

Apabila Perseroan bermaksud untuk melakukan perubahan penggunaan dana hasil Penawaran Umum Obligasi,
maka Perseroan wajib menyampaikan rencana dan alasan perubahaan penggunaan dana hasil Penawaran Umum
Obligasi kepada OJK paling lambat 14 (empat belas) hari sebelum penyelenggaraan RUPO dan memperoleh
persetujuan dari RUPO, sesuai dengan Peraturan OJK No. 30/POJK.04/2015 tanggal 16 Desember 2015 tentang
Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum (“POJK No. 30/2015”).

Perseroan wajib melaporkan realisasi penggunaan dana secara berkala setiap 6 (enam) bulan dengan tanggal
laporan 30 Juni dan 31 Desember kepada Wali Amanat Obligasi dengan tembusan kepada OJK sesuai
dengan POJK No. 30/2015. Realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum Obligasi tersebut wajib pula
dipertanggungjawabkan pada Rapat Umum Pemegang Saham (“RUPS”) Tahunan dan/atau disampaikan kepada
Wali Amanat Obligasi sampai dengan seluruh dana hasil Penawaran Umum Obligasi telah direalisasikan.

Dalam hal terdapat dana hasil Penawaran Umum Obligasi yang belum direalisasikan, Perseroan akan menempatkan
dana tersebut sementara dalam instrumen keuangan yang aman dan likuid sesuai dengan Peraturan OJK No.20/
POJK.04/2020.

Perseroan telah melakukan laporan realisasi penggunaan dana untuk hasil dana Penawaran Umum Obligasi
Berkelanjutan I Tahap III & IV yang telah dilakukan Perseroan, setelah dikurangi dengan seluruh biaya yang
terkait, telah seluruhnya dipergunakan oleh Perseroan sesuai dengan tujuan penggunaan dana penawaran
umum tersebut, dan laporan realisasi penggunaan dana telah dilaporkan oleh Perseroan sesuai dengan POJK
No. 30/2015 dengan Surat No. BAF/008/CP/I/2022 tanggal 12 Januari 2021 perihal Laporan Realisasi Penggunaan
Dana Hasil Penawanan Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan I Tahap III & IV Periode Desember 2021
PT Bussan Auto Finance (“Perseroan”).

Sesuai dengan POJK No. 9/2017, total perkiraan biaya yang dikeluarkan oleh Perseroan adalah 2,6198% (dua
koma enam satu sembilan delapan persen) dari nilai Emisi yang meliputi:

•   Biaya jasa untuk Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi dan Penjamin Emisi Obligasi sekitar 0,1700%, yang
    terdiri dari biaya jasa penyelenggaraan sekitar 0,1450%; biaya jasa penjaminan sekitar 0,0125% dan biaya
    jasa penjualan sekitar 0,0125%;

•   Biaya jasa Profesi Penunjang Pasar Modal sekitar 1,1688%, yang terdiri dari biaya jasa Akuntan Publik
    sekitar 0,7000%; biaya jasa Konsultan Hukum sekitar 0,0750%, dan biaya jasa Notaris sekitar 0,3938%;

•   Biaya jasa Lembaga Penunjang Pasar Modal sekitar 0,2500%, yang terdiri dari biaya jasa Wali Amanat
    sekitar 0,1000%; dan biaya Perusahaan Pemeringkat Efek sekitar 0,1500%;

•   Biaya lain-lain, termasuk biaya pendaftaran atas Pernyataan Pendaftaran di OJK, biaya pencatatan pada BEI,
    biaya-biaya untuk KSEI, biaya penyelenggaraan Penawaran Awal dan Penawaran Umum, biaya pencetakan
    Prospektus Awal dan Prospektus, formulir, dan biaya iklan koran, sekitar 1,0310%.




                                                     18
Page 45
III.		     PERNYATAAN UTANG


Tabel di bawah ini menyajikan posisi liabilitas Perseroan pada tanggal 31 Desember 2021 bersumber dari laporan
keuangan Perseroan untuk tahun berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 yang tercantum dalam Prospektus ini.

Laporan keuangan Perseroan untuk tahun berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 telah diaudit oleh Kantor
Akuntan Publik Imelda & Rekan (a member of Deloitte Asia Pacific Network and of the Deloitte Network),
berdasarkan standar audit yang ditetapkan oleh IAPI, yang ditandatangani Bayu M Dayat (Izin Akuntan Publik
No. AP. 1626), yang dalam laporannya tanggal 25 Mei 2022 menyatakan opini tanpa modifikasian dengan
paragraf hal lain.

Pada tanggal 31 Desember 2021, Perseroan mempunyai saldo liabilitas sebesar Rp9.919.727 juta, dengan
rincian sebagai berikut:

                                                                                            (dalam jutaan Rupiah)
                                                                                                 Jumlah
Pinjaman bank                                                                                         5.227.089
Utang derivatif                                                                                          13.845
Utang pajak                                                                                              50.715
Utang lain-lain                                                                                         189.811
Biaya yang masih harus dibayar                                                                          355.867
Utang obligasi                                                                                        3.918.220
Liabilitas sewa                                                                                          10.176
Liabilitas Imbalan pasca kerja                                                                          154.004
Jumlah liabilitas                                                                                     9.919.727



1.		       URAIAN KOMPONEN LIABILITAS

Pinjaman Bank

Pada tanggal 31 Desember 2021, Perseroan mempunyai saldo pinjaman bank dari pihak ketiga sebesar
Rp5.227.089 juta, yang terdiri dari pinjaman jangka panjang dan pinjaman jangka pendek masing-masing sebesar
Rp2.116.620 juta dan Rp3.110.469 juta, dengan rincian sebagai berikut:

a.   Berdasarkan kreditur

                                                                                            (dalam jutaan Rupiah)
                                                                                                 Jumlah
Pinjaman Jangka Panjang
Bank of America, N.A., Cabang Tokyo                                                                      642.105
PT Bank ANZ Indonesia                                                                                    625.000
Citibank, N.A., Cabang Jakarta                                                                           500.000
PT Bank BTPN Tbk.                                                                                        299.573
Sumitomo Mitsui Trust                                                                                     49.942
Jumlah pinjaman jangka panjang                                                                         2.116.620
Pinjaman Jangka Pendek
Deutsche Bank AG, Cabang Jakarta                                                                         790.000
MUFG Bank Ltd., Cabang Jakarta                                                                           675.000
Citibank, N.A., Cabang Jakarta                                                                           379.200
PT Bank BTPN Tbk.                                                                                        323.148
Bank Standard Chartered Indonesia                                                                        300.000
PT Bank Mizuho Indonesia                                                                                 233.121
PT Bank Victoria International Tbk                                                                       210.000
Bank of America. N.A., Cabang Jakarta                                                                    200.000
Jumlah pinjaman jangka pendek                                                                          3.110.469
Jumlah liabilitas                                                                                      5.227.089




                                                     19
Page 46
b.   Berdasarkan mata uang

                                                                                                           (dalam jutaan Rupiah)
                                                                                                                Jumlah
Pinjaman Jangka Panjang
Dolar Amerika Serikat                                                                                                   991.620
Rupiah                                                                                                                1.125.000
Jumlah                                                                                                                2.116.620
Pinjaman Jangka Pendek
Dolar Amerika Serikat                                                                                                   605.469
Rupiah                                                                                                                2.505.000
Jumlah                                                                                                                3.110.469
Jumlah pinjaman                                                                                                       5.227.089

Fasilitas pinjaman dalam mata uang Dolar Amerika Serikat mempunyai tingkat bunga 0,58%-2,63% per tahun
sedangkan fasilitas pinjaman dalam mata uang Rupiah mempunyai tingkat bunga 3,30%-7,00% per tahun. Rata-
rata tertimbang suku bunga efektif pinjaman untuk 31 Desember 2021 adalah 4,38%.

Beberapa fasilitas pinjaman di atas dijamin dengan standby letters of credit dan letters of guarantee dari
perusahaan induk, Mitsui & Co., Ltd., Jepang. Tidak terdapat aset yang dijaminkan untuk seluruh fasilitas
pinjaman ini. Perseroan melakukan lindung nilai atas pinjaman untuk mengelola risiko pasar terkait dengan nilai
tukar mata uang asing dengan menggunakan kontrak cross currency swap.

Ringkasan fasilitas pinjaman bank Perseroan adalah sebagai berikut:

                                                         Batas kredit
                                                        (dalam ribuan                                          Tanggal jatuh
        Bank                Fasilitas        Basis     mata uang asli)               Bunga                        tempo
MUFG Bank Ltd.,Cabang Fasilitas modal      Guarantee   Rp2.200.000.000 Biaya Pendanaan + margin yang          31 Desember 2022
Jakarta               kerja                                            berlaku untuk pinjaman dalam
                                                                       Dolar Amerika Serikat dan Rupiah

MUFG Bank Ltd.,Cabang Fasilitas modal        Clean     Rp1.000.000.000 Biaya Pendanaan + margin yang          31 Desember 2022
Jakarta               kerja                                            berlaku untuk pinjaman dalam
                                                                       Dolar Amerika Serikat dan Rupiah

PT Bank Mizuho           Fasilitas modal   Guarantee   Rp1.500.000.000 Biaya pendanaan + 0,3% untuk           31 Desember 2022
Indonesia                kerja                                         penarikan Menggunakan mata
                                                                       uang Rupiah dan Dolar Amerika
                                                                       Serikat

PT Bank Mizuho           Fasilitas modal     Clean     Rp520.000.000    Biaya pendanaan + 0,6% untuk          31 Desember 2022
Indonesia                kerja                                          penarikan Menggunakan mata
                                                                        uang Rupiah dan Dolar Amerika
                                                                        Serikat

PT Bank BTPN Tbk.        Fasilitas modal   Guarantee   Rp750.000.000    Biaya Pendanaan + 0,375%              30 Desember 2022
                         kerja

PT Bank BTPN Tbk.        Fasilitas modal   Guarantee   Rp1.075.000.000 Biaya Pendanaan + 0,375%               30 Desember 2022
                         kerja

PT Bank BTPN Tbk.        Fasilitas modal     Clean     Rp1.000.000.000 Biaya Pendanaan + 0,75%                30 Desember 2022
                         kerja

Citibank, N.A., Cabang   Fasilitas modal   Guarantee   Rp1.850.000.000 Sesuai dengan tingkat bunga yang       10 Desember 2022
Jakarta                  kerja                                         diberitahukan oleh bank

Citibank, N.A.,Cabang    Cerukan           Guarantee    Rp50.000.000    Sesuai dengan tingkat bunga yang       1 November 2022
Jakarta                                                                 diberitahukan oleh bank

                                             Clean      Rp38.000.000    Biaya Pendanaan + 0,75%                 31 Januari 2022




                                                            20
Page 47
                                                       Batas kredit
                                                      (dalam ribuan                                        Tanggal jatuh
          Bank                Fasilitas     Basis     mata uang asli)               Bunga                     tempo
Sumitomo Mitsui Trust   Fasilitas modal   Guarantee     US$20.000     Biaya pendanaan + 0,55%             30 Desember 2022
Bank Ltd., Cabang       kerja                                         untuk pinjaman dalam Dolar
Singapura                                                             Amerika Serikat dengan tenor
                                                                      sampai dengan 1 tahun dan
                                                                      Biaya Pendanaan + 0,75% untuk
                                                                      pinjaman dalam Dolar Amerika
                                                                      Serikat dengan tenor lebih dari
                                                                      1 tahun sampai dengan 2 tahun.
                                                                      Untuk Pinjaman dalam Rupiah
                                                                      untuk seluruh jangka waktu bunga
                                                                      yang berlaku adalah suku bunga
                                                                      per tahun sebagaimana disetujui
                                                                      Bersama oleh Debitur dan Bank

Sumitomo Mitsui Trust   Fasilitas modal     Clean       US$8.600       Biaya pendanaan + 0,70%            31 Desember 2021
Bank Ltd., Cabang       kerja                                          untuk pinjaman dalam Dolar
Singapura                                                              Amerika Serikat dengan tenor
                                                                       sampai dengan 1 tahun dan
                                                                       Biaya Pendanaan + 0,90% untuk
                                                                       pinjaman dalam Dolar Amerika
                                                                       Serikat dengan tenor lebih dari
                                                                       1 tahun sampai dengan 2 tahun.
                                                                       Untuk Pinjaman dalam Rupiah
                                                                       untuk seluruh jangka waktu bunga
                                                                       yang berlaku adalah suku bunga
                                                                       per tahun sebagaimana disetujui
                                                                       Bersama oleh Debitur dan Bank

Bank of America N.A.,   Fasilitas modal     Clean      US$ 52.000      Biaya Pendanaan + 0,5% untuk        1 November 2022
Cabang Jakarta          kerja                             atau         penarikan Menggunakan mata
                                                      Rp624.000.000    uang Rupiah dan LIBOR + 0,5%
                                                                       untuk penarikan menggunakan
                                                                       mata uang Dolar Amerika Serikat

PT Bank ANZ Indonesia   Fasilitas modal   Guarantee   Rp500.000.000    Disetujui oleh Bank dan            31 Desember 2022
                        kerja                                          Perusahaan

PT Bank ANZ Indonesia   Fasilitas modal     Clean     Rp 500.000.000   Disetujui oleh Bank dan            31 Desember 2022
                        kerja                                          Perusahaan

PT Bank HSBC            Fasilitas modal     Clean      US$10.000       Biaya pendanaan + 1.75% untuk           30 Juni 2022
Indonesia               kerja                             Atau         penarikan dalam Dolar Amerika
                                                      Rp150.000.000    Serikat dan Rupiah

PT Bank HSBC            Fasilitas modal   Guarantee    US$20.000       Biaya pendanaan + 1.5% untuk            30 Juni 2022
Indonesia               kerja                             atau         penarikan dalam Dolar Amerika
                                                      Rp300.000.000    Serikat dan biaya pendanaan
                                                                       +1,75% untuk penarikan dalam
                                                                       Rupiah

PT Bank HSBC            Cerukan           Guarantee    Rp20.000.000    Bunga pinjaman dari bank - 2%           30 Juni 2022
Indonesia

Deutsche Bank AG        Fasilitas modal   Guarantee     US$55.000      Biaya pendanaan + 0.7%              31 Oktober 2022
Cabang Jakarta          kerja

Deutsche Bank AG        Fasilitas modal     Clean       US$20.000      Bunga akan dikenakan pada rate      31 Oktober 2022
Cabang Jakarta          kerja                                          yang dapat ditentukan oleh bank
                                                                       dari waktu ke waktu

PT Bank Central         Fasilitas modal   Guarantee   Rp300.000.000    Berdasarkan negosisasi sebelum       21 Januari 2022
Asia Tbk                kerja                                          tanggal penarikan

                        Cerukan           Guarantee   Rp.30.000.000




                                                           21
Page 48
                                                        Batas kredit
                                                       (dalam ribuan                                       Tanggal jatuh
          Bank                 Fasilitas    Basis      mata uang asli)              Bunga                     tempo
PT Bank Victoria         Fasilitas modal    Clean      Rp250.000.000 Suku bunga pasar dan                       24 Mei 2022
Internasional, Tbk       kerja                                         berdasarkan negosiasi pada saat
                                                                       penarikan

                         Fasilitas modal     Clean     Rp.100.000.000   Suku bunga pasar dan                   24 Mei 2022
                         kerja                                          berdasarkan negosiasi pada saat
                                                                        penarikan

Bank Standard            Fasilitas modal   Guarantee   Rp350.000.000    Berdasarkan perjanjian pada        31 Agustus 2022
Chartered Indonesia      kerja                                          tanggal penarikan

PT Bank Victoria Syariah Fasilitas modal     Clean      Rp40.000.000    Suku bunga pasar dan               31 Agustus 2022
                         kerja                                          berdasarkan negosiasi pada saat
                                                                        penarikan

Bank of America, N.A.,   Fasilitas modal     Clean       US$45.000      LIBOR + 0.9%                      31 Desember 2021
cabang Tokyo             kerja

PT Bank CIMB             Fasilitas modal     Clean     Rp200.000.000    Suku bunga pasar dan               18 Februari 2022
Niaga Tbk                kerja                                          berdasarkan negosiasi pada saat
                                                                        penarikan

PT Bank BCA Syariah      Fasilitas modal     Clean     Rp100.000.000    Suku Bunga ditentukan sesuai           21 Mei 2022
                         kerja                                          Expected Financing Return Bank


Utang bank digunakan oleh Perseroan untuk modal kerja Perseroan.

Selama pinjaman belum dilunasi, Perseroan diharuskan untuk menjaga porsi kepemilikan saham oleh Mitsui & Co.,
Ltd., baik secara langsung maupun tidak langsung, sekurang-kurangnya 51% dari total modal disetor, dilarang
mengadakan transaksi untuk menjual, menyewakan, mengalihkan atau melepas asetnya yang diperkirakan
memiliki dampak yang merugikan secara material, kecuali dalam rangka kegiatan usaha normal Perseroan dan
mempertahankan rasio-rasio keuangan tertentu.

Utang bank memiliki suku bunga tetap maupun variabel, sehingga Perusahaan terpapar risiko suku bunga atas
nilai wajar (fair value interest rate risk) dan risiko suku bunga atas arus kas (cash flow interest rate risk).

Perseroan telah mematuhi semua persyaratan yang disebutkan dalam perjanjian pinjaman.

Utang derivatif

Pada tanggal 31 Desember 2021, Perseroan mempunyai saldo utang derivatif sebesar Rp13.845 juta, yang
timbul dari instrumen derivatif cross currency swap untuk mengurangi risiko arus kas terkait dengan nilai tukar
mata uang asing dan tingkat suku bunga dalam menjalankan kegiatan usaha Perseroan.

Rincian cross currency swap adalah sebagai berikut:

                                                                             31 Desember 2021
Bank-bank yang menjadi lawan transaksi       Sumitomo Mitsui Trust Bank, Cabang Singapura
                                             PT Bank BTPN Tbk, Jakarta.
                                             PT Bank Mizuho Indonesia, Jakarta
                                             Bank of America N.A., Tokyo.
                                             Citibank, N.A., Cabang Jakarta.
Jatuh tempo                                  Berbagai tanggal sampai dengan November 2023
Kurs forward CCS USD                         Rp13.610 - Rp14.150




                                                            22
Page 49
Tabel di bawah ini merinci jumlah pokok nosional dan waktu yang tersisa dari kontrak cross currency swap dan
saldo nilai wajar atas kontrak derivatif yang beredar pada 31 Desember 2021:

                                                Tingkat suku bunga
                                               tetap menurut kontrak   Nilai pokok nosional        Nilai wajar
                                                                              Rp ‘000               Rp ‘000
Satu tahun                                          6,8%-7,0%                     580.000.000              22.869.132
Dua tahun                                           5,3%-6,0%                     994.765.500            (13.443.954)
Jumlah                                                                          1.574.765.500               9.425.178


Utang pajak

Pada tanggal 31 Desember 2021, Perseroan mempunyai saldo utang pajak sebesar Rp50.715 juta, dengan
rincian sebagai berikut:

                                                                                                (dalam jutaan Rupiah)
                                                                                                     Jumlah
Pajak penghasilan
   Pasal 21                                                                                                     3.242
   Pasal 23                                                                                                     1.457
   Pasal 4 ayat 2                                                                                                 210
   Pasal 25                                                                                                    17.572
   Pasal 29                                                                                                    26.610
Pajak pertambahan nilai – bersih                                                                                1.624
Jumlah                                                                                                         50.715


Utang lain-lain

Pada tanggal 31 Desember 2021, Perseroan mempunyai saldo utang lain-lain sebesar Rp189.811 juta, dengan
rincian sebagai berikut:

                                                                                                (dalam jutaan Rupiah)
                                                                                                     Jumlah
Utang kepada dealer                                                                                           139.218
Utang asuransi                                                                                                 34.413
Titipan konsumen                                                                                               15.362
Lain-lain                                                                                                         818
Jumlah                                                                                                        189.811

Utang kepada dealer merupakan utang kepada dealer kendaraan bermotor (pihak ketiga) sehubungan dengan
kegiatan pembiayaan yang tidak dikenakan bunga dan tidak memiliki jangka waktu pembayaran yang tertulis
yang biasanya dibayarkan dalam waktu 2 (dua) sampai 3 (tiga) hari.

Biaya yang masih harus dibayar

Pada tanggal 31 Desember 2021, Perseroan mempunyai saldo biaya yang masih harus dibayar sebesar Rp355.867
juta, dengan rincian sebagai berikut:

                                                                                                (dalam jutaan Rupiah)
                                                                                                     Jumlah
Utang bunga pinjaman                                                                                          105.287
Bonus                                                                                                          49.666
Komisi                                                                                                         33.005
Utang bunga obligasi                                                                                           32.336
Hiburan                                                                                                        32.094
Jasa profesional                                                                                               31.007
Perangkat lunak                                                                                                11.164
Klaim asuransi untuk pelanggan                                                                                 10.033




                                                     23
Page 50
                                                                                           (dalam jutaan Rupiah)
                                                                                                Jumlah
Pengaturan pinjaman dan penjamin                                                                           4.406
Dana sosial perusahaan                                                                                     3.376
Komunikasi dan internet                                                                                    3.572
Perbaikan dan pemeliharaan                                                                                   850
Jaminan fidusia                                                                                              146
Lain-lain                                                                                                 38.922
Jumlah                                                                                                   355.867


Utang Obligasi

Pada tanggal 31 Desember 2021, Perseroan mempunyai saldo utang obligasi sebesar Rp3.918.220 juta, dengan
rincian sebagai berikut:

                                                                                           (dalam jutaan Rupiah)
                                                                                                Jumlah
Obligasi III Bussan Auto Finance Tahun 2019
   Seri B                                                                                             1.200.000
Obligasi Berkelanjutan I Bussan Auto Finance Tahap I Tahun 2020                                         100.000
Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Bussan Auto Finance Tahun 2020
   Tahap I                                                                                                15.000
   Tahap II
      Seri A                                                                                                   -
      Seri B                                                                                             112.000
Obligasi Berkelanjutan I Bussan Auto Finance Tahap II Tahun 2021
   Seri A                                                                                                500.000
   Seri B                                                                                                725.000
Obligasi Berkelanjutan I Bussan Auto Finance Tahap III Tahun 2021
   Seri A                                                                                                150.000
   Seri B                                                                                                625.000
Obligasi Berkelanjutan I Bussan Auto Finance Tahap IV Tahun 2021                                         500.000
Jumlah                                                                                                 3.927.000
Biaya perolehan pinjaman yang belum diamortisasi                                                          (8.780)
Bersih                                                                                                 3.918.220
Dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun                                                   (1.850.000)
                                                                                                       2.068.220


Obligasi III Bussan Auto Finance Tahun 2019

Pada November 2019, Perseroan melakukan penawaran umum obligasi bernama “Obligasi III Bussan Auto
Finance Tahun 2019”. Biaya transaksi yang terkait dengan penerbitan obligasi ini adalah sebesar Rp6.205 juta.
Seluruh dana yang diperoleh akan digunakan untuk modal kerja Perseroan. Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat
dan ditawarkan sebesar nilai pokoknya, dalam 2 (dua) seri, yaitu:

             Seri                            Pokok                  Jangka Waktu             Bunga
              A                         300.000.000.000                 370 hari             6,95%
              B                        1.200.000.000.000             3 (tiga) tahun          8,20%

Pembayaran obligasi dilakukan secara penuh saat jatuh tempo. Bunga obligasi terutang setiap 3 (tiga) bulan
mulai dari 8 Februari 2020 sampai dengan 18 November 2020 untuk obligasi seri A dan 8 Februari 2020 sampai
dengan 8 November 2022 untuk obligasi seri B. Pembelian kembali obligasi dapat dilakukan setelah 1 (satu)
tahun dari tanggal penjatahan berdasarkan harga pasar.

Bank Mandiri bertindak sebagai wali amanat. Pada saat diterbitkan, obligasi tersebut mendapatkan idAA dari
PT Pemeringkat Efek Indonesia dan tercatat pada BEI pada 11 November 2019. Obligasi ini dijamin dengan
piutang performing Perseroan sebesar 50% (lima puluh persen) dari nilai pokok obligasi.




                                                               24
Page 51
Pembatasan-pembatasan penting yang diatur dalam perjanjian adalah:

i.     Tanpa persetujuan tertulis dari wali amanat, Perseroan dilarang melakukan pembayaran dividen pada tahun
       buku dimana Perseroan lalai dalam melakukan pembayaran bunga atau pokok yang terutang;

ii.    Tanpa persetujuan tertulis dari wali amanat, Perseroan dilarang memberikan pinjaman atau kredit kepada
       afiliasi dengan nilai pinjaman melebihi 20% (dua puluh persen) dari ekuitas Perseroan, kecuali atas pinjaman
       yang telah ada sebelum perjanjian dengan wali amanat dan pinjaman dalam rangka kegiatan operasional
       Perseroan;

iii.   Tanpa persetujuan tertulis dari wali amanat, Perseroan dilarang menjual, mentransfer atau mengalihkan
       seluruh atau sebagian dari harta kekayaannya, baik satu persatu ataupun jumlah pengalihan sebesar
       30% (tiga puluh persen) atau lebih dari total aset Perseroan, kecuali dalam rangka kegiatan operasional
       Perseroan;

iv.    Tanpa persetujuan tertulis dari wali amanat, Perseroan dilarang melakukan penggabungan, konsolidasi, dan
       peleburan dengan perusahaan lain kecuali sepanjang yang dilakukan pada bidang usaha yang sama dan
       tidak mempunyai dampak negatif terhadap jalannya usaha Perseroan serta tidak mempengaruhi kemampuan
       Perseroan dalam melakukan pembayaran pokok obligasi dan/atau bunga obligasi.

Perseroan telah mematuhi semua persyaratan yang disebutkan dalam perjanjian.

Pada tanggal 18 November 2020, Perseroan telah melakukan pelunasan atas seluruh pokok pinjaman utang
Obligasi III Bussan Auto Finance Seri A tahun 2019.

Obligasi Berkelanjutan I Bussan Auto Finance Tahap I tahun 2020

Pada Juli 2020, Perseroan melakukan penawaran umum obligasi bernama “Obligasi Berkelanjutan I Bussan
Auto Finance Tahap I Tahun 2020”. Biaya transaksi yang terkait dengan penerbitan obligasi ini adalah sebesar
Rp 2.524 juta, biaya tersebut termasuk biaya penerbitan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap I. Seluruh
dana yang diperoleh akan digunakan untuk modal kerja Perseroan. Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat dan
ditawarkan sebesar nilai pokoknya sebagai berikut:

                  Pokok                             Jangka Waktu                             Bunga
             100.000.000.000                           3 tahun                               8,25%

Pembayaran obligasi dilakukan secara penuh (bullet payment) saat jatuh tempo. Bunga obligasi terutang setiap
tiga bulan mulai dari 4 November 2020 sampai dengan 4 Agustus 2023. Pembelian obligasi dapat dilakukan
setelah satu tahun dari tanggal penjatahan berdasarkan harga pasar.

Bank Mandiri bertindak sebagai wali amanat. Pada saat diterbitkan, obligasi tersebut mendapatkan AAA (idn)
dari Fitch dan tercatat pada Bursa Efek Indonesia pada 5 Agustus 2020. Obligasi ini dijamin dengan piutang
performing Perseroan sebesar 50% (lima puluh persen) dari nilai pokok obligasi.

Pembatasan-pembatasan penting yang diatur dalam perjanjian adalah:

i.     Tanpa persetujuan tertulis dari wali amanat, Perseroan dilarang melakukan pembayaran dividen pada tahun
       buku dimana Perseroan lalai dalam melakukan pembayaran bunga atau pokok yang terutang;

ii.    Tanpa persetujuan tertulis dari wali amanat, Perseroan dilarang memberikan pinjaman atau kredit kepada
       afiliasi, kecuali atas pinjaman yang telah ada sebelum perjanjian dengan wali amanat dan pinjaman dalam
       rangka kegiatan operasional Perseroan;

iii.   Tanpa persetujuan tertulis dari wali amanat, Perseroan dilarang menjual, mentransfer atau mengalihkan
       seluruh atau sebagian dari harta kekayaannya, baik satu persatu ataupun jumlah pengalihan sebesar
       30% (tiga puluh persen) atau lebih dari total aset Perseroan, kecuali dalam rangka kegiatan operasional
       Perseroan;



                                                         25
Page 52
iv.    Tanpa persetujuan tertulis dari wali amanat, Perseroan dilarang melakukan penggabungan, konsolidasi, dan
       peleburan dengan perusahaan lain kecuali sepanjang yang dilakukan pada bidang usaha yang sama dan
       tidak mempunyai dampak negatif terhadap jalannya usaha Perseroan serta tidak mempengaruhi kemampuan
       Perseroan dalam melakukan pembayaran pokok obligasi dan/atau bunga obligasi.

Perseroan telah mematuhi semua persyaratan yang disebutkan dalam perjanjian.

Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Bussan Auto Finance Tahap I tahun 2020

Pada Juli 2020, Perseroan melakukan penawaran umum sukuk bernama “Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I
Bussan Auto Finance Tahap I Tahun 2020”. Biaya transaksi yang terkait dengan penerbitan sukuk mudharabah ini
adalah sebesar Rp2.524 juta, biaya tersebut termasuk biaya penerbitan Obligasi Berkelanjutan I Tahap I. Seluruh
dana yang diperoleh akan digunakan untuk modal kerja Perseroan. Sukuk mudharabah ini diterbitkan tanpa
warkat dan ditawarkan sebesar nilai pokoknya sebagai berikut:

                 Pokok                            Jangka Waktu                            Bunga
             15.000.000.000                          3 tahun                              8,25%

Pembayaran dana sukuk mudharabah dilakukan secara penuh (bullet payment) saat jatuh tempo. Pendapatan
bagi hasil dibayarkan setiap tiga bulan mulai dari 4 November 2020 sampai dengan 4 Agustus 2023. Pembelian
sukuk mudharabah dapat dilakukan setelah satu tahun dari tanggal penjatahan berdasarkan harga pasar.

Bank Mandiri bertindak sebagai wali amanat. Pada saat diterbitkan, sukuk tersebut mendapatkan AAA (idn) dari
Fitch dan tercatat pada Bursa Efek Indonesia pada 5 Agustus 2020. Sukuk ini dijamin dengan piutang performing
Perseroan sebesar 50% (lima puluh persen) dari nilai pokok sukuk.

Pembatasan-pembatasan penting yang diatur dalam perjanjian adalah:

i.     Tanpa persetujuan tertulis dari wali amanat, Perseroan dilarang melakukan pembayaran dividen pada tahun
       buku dimana Perseroan lalai dalam melakukan pembayaran bunga atau pokok yang terutang;

ii.    Tanpa persetujuan tertulis dari wali amanat, Perseroan dilarang memberikan pinjaman atau kredit kepada
       afiliasi, kecuali atas pinjaman yang telah ada sebelum perjanjian dengan wali amanat dan pinjaman dalam
       rangka kegiatan operasional Perseroan;

iii.   Tanpa persetujuan tertulis dari wali amanat, Perseroan dilarang menjual, mentransfer atau mengalihkan
       seluruh atau sebagian dari harta kekayaannya, baik satu persatu ataupun jumlah pengalihan sebesar
       30% (tiga puluh persen) atau lebih dari total aset Perseroan, kecuali dalam rangka kegiatan operasional
       Perseroan;

iv.    Tanpa persetujuan tertulis dari wali amanat, Perseroan dilarang melakukan penggabungan, konsolidasi, dan
       peleburan dengan perusahaan lain kecuali sepanjang yang dilakukan pada bidang usaha yang sama dan
       tidak mempunyai dampak negatif terhadap jalannya usaha Perseroan serta tidak mempengaruhi kemampuan
       Perseroan dalam melakukan pembayaran dana sukuk mudharabah dan/atau pembayaran pendapatan bagi
       hasil.

Perseroan telah mematuhi semua persyaratan yang disebutkan dalam perjanjian.

Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Bussan Auto Finance Tahap II tahun 2020

Pada Oktober 2020, Perseroan melakukan penawaran umum sukuk bernama “Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I
Bussan Auto Finance Tahap II Tahun 2020”. Biaya transaksi yang terkait dengan penerbitan sukuk mudharabah ini
adalah sebesar Rp1.361 juta. Seluruh dana yang diperoleh akan digunakan untuk modal kerja Perseroan. Sukuk
mudharabah ini diterbitkan tanpa warkat dan ditawarkan sebesar nilai pokoknya, dalam 2 seri, yaitu:




                                                       26
Page 53
             Seri                        Pokok                   Jangka Waktu                    Bunga
              A                     373.000.000.000                  367 hari                    5,75%
              B                     112.000.000.000               3 (tiga) tahun                 7,25%

Pembayaran dana sukuk mudharabah dilakukan secara penuh (bullet payment) saat jatuh tempo. Pendapatan
bagi hasil terutang setiap tiga bulan mulai dari 22 Januari 2021 sampai dengan 29 Oktober 2021 untuk Sukuk
Mudhrabah Seri A dan tanggal 22 Oktober 2023 untuk Sukuk Mudharabah Seri B. Pembelian sukuk mudharabah
dapat dilakukan setelah satu tahun dari tanggal penjatahan berdasarkan harga pasar.

Bank Mandiri bertindak sebagai wali amanat. Pada saat diterbitkan, sukuk tersebut mendapatkan AAA (idn) dari
Fitch dan tercatat pada Bursa Efek Indonesia pada 23 Oktober 2020. Sukuk ini dijamin dengan piutang performing
Perusahaan sebesar 50% (lima puluh persen) dari nilai pokok sukuk.

Pembatasan-pembatasan penting yang diatur dalam perjanjian adalah:

i.     Tanpa persetujuan tertulis dari wali amanat, Perseroan dilarang melakukan pembayaran dividen pada tahun
       buku dimana Perseroan lalai dalam melakukan pembayaran bunga atau pokok yang terutang;

ii.    Tanpa persetujuan tertulis dari wali amanat, Perseroan dilarang memberikan pinjaman atau kredit kepada
       afiliasi, kecuali atas pinjaman yang telah ada sebelum perjanjian dengan wali amanat dan pinjaman dalam
       rangka kegiatan operasional Perseroan;

iii.   Tanpa persetujuan tertulis dari wali amanat, Perseroan dilarang menjual, mentransfer atau mengalihkan
       seluruh atau sebagian dari harta kekayaannya, baik satu persatu ataupun jumlah pengalihan sebesar
       30% (tiga puluh persen) atau lebih dari total aset Perseroan, kecuali dalam rangka kegiatan operasional
       Perseroan;

iv.    Tanpa persetujuan tertulis dari wali amanat, Perseroan dilarang melakukan penggabungan, konsolidasi, dan
       peleburan dengan perusahaan lain kecuali sepanjang yang dilakukan pada bidang usaha yang sama dan
       tidak mempunyai dampak negatif terhadap jalannya usaha Perseroan serta tidak mempengaruhi kemampuan
       Perseroan dalam melakukan pembayaran dana sukuk mudharabah dan/atau pembayaran pendapatan bagi
       hasil.

Perseroan telah mematuhi semua persyaratan yang disebutkan dalam perjanjian.

Pada tanggal 29 Oktober 2021, Perseroan telah melakukan pelunasan atas seluruh pokok pinjaman Sukuk
Mudharabah Berkelanjutan I Bussan Auto Finance Tahap II Seri A tahun 2020 sebesar Rp373.000 juta.

Obligasi Berkelanjutan I Bussan Auto Finance tahap II tahun 2021

Pada April 2021, Perseroan melakukan penawaran umum obligasi bernama “Obligasi Berkelanjutan I Bussan
Auto Finance Tahap II Tahun 2021”. Biaya transaksi yang terkait dengan penerbitan obligasi ini adalah sebesar
Rp3.517 juta. Seluruh dana yang diperoleh akan digunakan untuk modal kerja Perseroan. Obligasi ini diterbitkan
tanpa warkat dan ditawarkan sebesar nilai pokoknya, dalam 2 seri, yaitu:

             Seri                        Pokok                   Jangka Waktu                    Bunga
              A                     500.000.000.000                  370 hari                    4,90%
              B                     725.000.000.000               3 (tiga) tahun                 6,90%

Pembayaran obligasi dilakukan secara penuh (bullet payment) saat jatuh tempo. Bunga obligasi terutang setiap
tiga bulan mulai dari 27 Juli 2021 sampai dengan 7 Mei 2022 untuk obligasi Seri A dan 27 Juli 2021 sampai
27 April 2024 untuk obligasi Seri B. Pembelian obligasi dapat dilakukan setelah satu tahun dari tanggal penjatahan
berdasarkan harga pasar.




                                                       27
Page 54
Bank Mandiri bertindak sebagai wali amanat. Pada saat diterbitkan, obligasi tersebut mendapatkan AAA (idn) dari
Fitch dan tercatat pada Bursa Efek Indonesia pada 28 April 2021. Obligasi ini dijamin dengan piutang performing
Perseroan sebesar 50% (lima puluh persen) dari nilai pokok obligasi.

Pembatasan-pembatasan penting yang diatur dalam perjanjian adalah:

i.     Tanpa persetujuan tertulis dari wali amanat, Perseroan dilarang melakukan pembayaran dividen pada tahun
       buku dimana Perseroan lalai dalam melakukan pembayaran bunga atau pokok yang terutang;

ii.    Tanpa persetujuan tertulis dari wali amanat, Perseroan dilarang memberikan pinjaman atau kredit kepada
       afiliasi, kecuali atas pinjaman yang telah ada sebelum perjanjian dengan wali amanat dan pinjaman dalam
       rangka kegiatan operasional Perseroan;

iii.   Tanpa persetujuan tertulis dari wali amanat, Perseroan dilarang menjual, mentransfer atau mengalihkan
       seluruh atau sebagian dari harta kekayaannya, baik satu persatu ataupun jumlah pengalihan sebesar
       30% (tiga puluh persen) atau lebih dari total aset Perseroan, kecuali dalam rangka kegiatan operasional
       Perseroan;

iv.    Tanpa persetujuan tertulis dari wali amanat, Perseroan dilarang melakukan penggabungan, konsolidasi, dan
       peleburan dengan perusahaan lain kecuali sepanjang yang dilakukan pada bidang usaha yang sama dan
       tidak mempunyai dampak negatif terhadap jalannya usaha Perseroan serta tidak mempengaruhi kemampuan
       Perseroan dalam melakukan pembayaran pokok obligasi dan/atau bunga obligasi.

Perseroan telah mematuhi semua persyaratan yang disebutkan dalam perjanjian.

Obligasi Berkelanjutan I Bussan Auto Finance tahap III tahun 2021

Pada September 2021, Perseroan melakukan penawaran umum obligasi bernama “Obligasi Berkelanjutan I
Bussan Auto Finance Tahap III Tahun 2021”. Biaya transaksi yang terkait dengan penerbitan obligasi ini adalah
sebesar Rp 1.815 juta. Seluruh dana yang diperoleh akan digunakan untuk modal kerja Perseroan. Obligasi ini
diterbitkan tanpa warkat dan ditawarkan sebesar nilai pokoknya, dalam 2 seri, yaitu:

             Seri                        Pokok                  Jangka Waktu                   Bunga
              A                     150.000.000.000                 367 hari                   3,75%
              B                     625.000.000.000              3 (tiga) tahun                5,75%

Pembayaran obligasi dilakukan secara penuh (bullet payment) saat jatuh tempo. Bunga obligasi terutang
setiap tiga bulan mulai 28 Desember 2021 sampai dengan 5 Oktober 2022 untuk obligasi Seri A dan tanggal
28 September 2024 untuk obligasi Seri B. Pembelian obligasi dapat dilakukan setelah satu tahun dari tanggal
penjatahan berdasarkan harga pasar.

Bank Mandiri bertindak sebagai wali amanat. Pada saat diterbitkan, obligasi tersebut mendapatkan AAA (idn) dari
Fitch dan tercatat pada Bursa Efek Indonesia pada 29 September 2021. Obligasi ini dijamin dengan piutang
performing Perusahaan sebesar 50% (lima puluh persen) dari nilai pokok obligasi.

Pembatasan-pembatasan penting yang diatur dalam perjanjian adalah:

i.     Tanpa persetujuan tertulis dari wali amanat, Perseroan dilarang melakukan pembayaran dividen pada tahun
       buku dimana Perseroan lalai dalam melakukan pembayaran bunga atau pokok yang terutang;

ii.    Tanpa persetujuan tertulis dari wali amanat, Perseroan dilarang memberikan pinjaman atau kredit kepada
       afiliasi, kecuali atas pinjaman yang telah ada sebelum perjanjian dengan wali amanat dan pinjaman dalam
       rangka kegiatan operasional Perseroan;




                                                       28
Page 55
iii.   Tanpa persetujuan tertulis dari wali amanat, Perseroan dilarang menjual, mentransfer atau mengalihkan
       seluruh atau sebagian dari harta kekayaannya, baik satu persatu ataupun jumlah pengalihan sebesar
       30% (tiga puluh persen) atau lebih dari total aset Perseroan, kecuali dalam rangka kegiatan operasional
       Perseroan;

iv.    Tanpa persetujuan tertulis dari wali amanat, Perseroan dilarang melakukan penggabungan, konsolidasi, dan
       peleburan dengan perusahaan lain kecuali sepanjang yang dilakukan pada bidang usaha yang sama dan
       tidak mempunyai dampak negatif terhadap jalannya usaha Perseroan serta tidak mempengaruhi kemampuan
       Perseroan dalam melakukan pembayaran pokok obligasi dan/atau bunga obligasi.

Perseroan telah mematuhi semua persyaratan yang disebutkan dalam perjanjian.

Obligasi Berkelanjutan I Bussan Auto Finance tahap IV tahun 2021

Pada Desember 2021, Perseroan melakukan penawaran umum sukuk bernama “Obligasi Berkelanjutan I Bussan
Auto Finance Tahap IV Tahun 2021”. Biaya transaksi yang terkait dengan penerbitan obligasi ini adalah sebesar
Rp 1.748 juta. Seluruh dana yang diperoleh akan digunakan untuk modal kerja Perseroan. Obligasi ini diterbitkan
tanpa warkat dan ditawarkan sebesar nilai pokoknya, sebagai berikut:

                  Pokok                           Jangka Waktu                            Bunga
             500.000.000.000                         3 tahun                              5,75%

Pembayaran obligasi dilakukan secara penuh (bullet payment) saat jatuh tempo. Bunga obligasi terutang setiap
tiga bulan mulai 15 Maret 2022 sampai dengan 15 Desember 2024. Pembelian obligasi dapat dilakukan setelah
satu tahun dari tanggal penjatahan berdasarkan harga pasar.

Bank Mandiri bertindak sebagai wali amanat. Pada saat diterbitkan, obligasi tersebut mendapatkan AAA (idn) dari
Fitch dan tercatat pada Bursa Efek Indonesia pada 16 Desember 2021. Obligasi ini dijamin dengan piutang
performing Perusahaan sebesar 50% (lima puluh persen) dari nilai pokok obligasi.

Pembatasan-pembatasan penting yang diatur dalam perjanjian adalah:

i.     Tanpa persetujuan tertulis dari wali amanat, Perseroan dilarang melakukan pembayaran dividen pada tahun
       buku dimana Perseroan lalai dalam melakukan pembayaran bunga atau pokok yang terutang;

ii.    Tanpa persetujuan tertulis dari wali amanat, Perseroan dilarang memberikan pinjaman atau kredit kepada
       afiliasi, kecuali atas pinjaman yang telah ada sebelum perjanjian dengan wali amanat dan pinjaman dalam
       rangka kegiatan operasional Perseroan;

iii.   Tanpa persetujuan tertulis dari wali amanat, Perseroan dilarang menjual, mentransfer atau mengalihkan
       seluruh atau sebagian dari harta kekayaannya, baik satu persatu ataupun jumlah pengalihan sebesar
       30% (tiga puluh persen) atau lebih dari total aset Perseroan, kecuali dalam rangka kegiatan operasional
       Perseroan;

iv.    Tanpa persetujuan tertulis dari wali amanat, Perseroan dilarang melakukan penggabungan, konsolidasi, dan
       peleburan dengan perusahaan lain kecuali sepanjang yang dilakukan pada bidang usaha yang sama dan
       tidak mempunyai dampak negatif terhadap jalannya usaha Perseroan serta tidak mempengaruhi kemampuan
       Perseroan dalam melakukan pembayaran pokok obligasi dan/atau bunga obligasi.

Perseroan telah mematuhi semua persyaratan yang disebutkan dalam perjanjian.




                                                       29
Page 56
Liabilitas sewa

Pada tanggal 31 Desember 2021, Perseroan mempunyai saldo liabilitas sewa sebesar Rp10.176 juta, dengan
rincian sebagai berikut:

a.   Analisis jatuh tempo

                                                                                             (dalam jutaan Rupiah)
                                                                                                  Jumlah
Tahun 1                                                                                                       4.414
Tahun 2                                                                                                       3.102
Tahun 3                                                                                                       2.660
                                                                                                            10.176
Bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun                                                                    (4.414)
Liabilitas sewa jangka panjang                                                                                5.762


b.   Rincian liabilitas sewa berdasarkan pesewa:

                                                                                             (dalam jutaan Rupiah)
                                                                                                  Jumlah
EJT Lembong                                                                                                  7.598
DRS Saiful Rizal Siregar                                                                                       381
PT Clairmond Astro Makassar                                                                                    202
Lain-lain                                                                                                    1.995
Jumlah                                                                                                      10.176


Perseroan tidak menghadapi risiko likuiditas yang signifikan sehubungan dengan liabilitas sewa. Liabilitas sewa
diawasi oleh fungsi treasury Perseroan.

Rata-rata tertimbang suku bunga pinjaman inkremental penyewa yang diterapkan pada liabilitas sewa yang diakui
dalam laporan posisi keuangan pada 31 Desember 2021 adalah 5,9648%.

Liabilitas imbalan pasca kerja

Pada tanggal 31 Desember 2021, Perseroan mempunyai saldo liabilitas imbalan pasca kerja sebesar Rp154.004
juta, dengan rincian sebagai berikut:

                                                                                             (dalam jutaan Rupiah)
                                                                                                  Jumlah
Nilai kini kewajiban – awal                                                                                185.306
Biaya jasa kini                                                                                              19.068
Biaya jasa lalu                                                                                            (32.936)
(Keuntungan) kerugian atas penyelesaian                                                                      12.062
Beban bunga                                                                                                  12.279
Kerugian aktuarial                                                                                         (16.257)
Pembayaran manfaat                                                                                         (25.518)
Nilai kini kewajiban – akhir                                                                               154.004


Perseroan menyelenggarakan imbalan pasca kerja untuk 4.017 karyawan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2021 sesuai dengan Undang-Undang Cipta Kerja No. 11/2020 dan PP No. 35/2021 pada
31 Desember 2021 dan sesuai dengan Undang Undang Ketenagakerjaan No. 13/2003 pada 31 Desember 2020.

Program imbalan pasca kerja membuat Perseroan terekspos terhadap risiko aktuarial seperti risiko tingkat bunga
dan risiko gaji.

Perseroan mengakui provisi kewajiban imbalan pasca kerja sesuai dengan laporan aktuaria dari aktuaris
independen I Gde Eka Sarmaja dengan tanggal laporan 17 Januari 2022 untuk tahun yang berakhir 31 Desember
2021. Asumsi utama yang digunakan dalam menentukan penilaian aktuarial adalah sebagai berikut:



                                                      30
Page 57
                                                                           31 Desember 2021
Tingkat diskon per tahun              :   7,00%
Tingkat kenaikan gaji per tahun       :   6,5% untuk tingkat 2 ke atas dan 6% untuk tingkat 1
Tingkat kematian                      :   TMI 2019
Tingkat cacat                         :   10% dari TMI 2019
Tingkat pengunduran diri              :   2% untuk karyawan dengan usia sampai 22 tahun,
                                          10% untuk karyawan dengan usia 23 tahun, menurun linier ke 2% pada usia 45 tahun dan
                                          2% pada usia 46 sampai dengan 54 tahun
Umur pensiun normal                   :   55 tahun

Asumsi aktuarial yang signifikan untuk penentuan kewajiban imbalan pasti adalah tingkat diskonto dan kenaikan
gaji yang diharapkan. Sensitivitas analisis di bawah ini ditentukan berdasarkan masing-masing perubahan asumsi
yang mungkin terjadi pada akhir periode pelaporan, dengan semua asumsi lain konstan.

Jika tingkat diskonto lebih tinggi (lebih rendah) 0,5%, kewajiban imbalan pasti akan berkurang sebesar Rp14.698
juta (meningkat sebesar Rp16.975 juta). Jika tingkat pertumbuhan gaji lebih tinggi (lebih rendah) 0,5%, kewajiban
imbalan pasti akan meningkat sebesar Rp16.936 juta (berkurang sebesar Rp14.927 juta). Analisis sensitivitas ini
mungkin tidak mewakili perubahan yang sebenarnya dalam kewajiban imbalan pasti mengingat bahwa perubahan
asumsi terjadinya tidak terisolasi satu sama lain karena beberapa asumsi tersebut mungkin berkorelasi.
Selanjutnya, dalam menyajikan analisis sensitivitas di atas, nilai kini kewajiban imbalan pasti dihitung dengan
menggunakan metode projected unit credit pada akhir periode pelaporan, yang sama dengan yang diterapkan
dalam menghitung liabilitas manfaat pasti yang diakui dalam laporan posisi keuangan.

Durasi rata-rata dari kewajiban imbalan pada tanggal 31 Desember 2021 adalah 10,96 tahun.

Tidak ada perubahan dalam metode dan asumsi yang digunakan dalam penyusunan analisis sensitivitas dari
tahun sebelumnya.


2.		       KOMITMEN DAN KONTIJENSI

Pada tanggal 31 Desember 2021, Perseroan tidak memiliki komitmen dan kontinjensi.


3.		       PERUBAHAN LIABILITAS SETELAH 31 DESEMBER 2021 SAMPAI DENGAN TANGGAL PROSPEKTUS
           INI DITERBITKAN

Penambahan Utang Baru

Sejak tanggal 31 Desember 2021 hingga tanggal Prospektus ini diterbitkan, terdapat pencairan pinjaman jangka
pendek sebesar Rp4.020.000 juta dengan suku bunga rata-rata tertimbang sebesar 3,8% dan pencairan pinjaman
jangka panjang sebesar Rp1.049.780 juta dengan suku bunga rata-rata tertimbang sebesar 6,4%, dengan tanggal
jatuh tempo paling dekat pada 4 Juli 2022 dan paling lama pada tanggal 24 Mei 2024.

Penerbitan Obligasi

Pada tanggal 17 Maret 2022, Perseroan telah menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Bussan Auto Finance Tahap V
Tahun 2022, Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat dan ditawarkan sebesar nilai pokoknya, yaitu:

                   Pokok                           Jangka Waktu                                     Bunga
              775.000.000.000                         3 tahun                                       5,90%

Pembayaran obligasi dilakukan secara penuh saat jatuh tempo. Bunga obligasi terutang setiap 3 (tiga) bulan
mulai dari 17 Maret 2022 sampai dengan 17 Maret 2025.




                                                         31
Page 58
Pembayaran pinjaman

Sejak tanggal 31 Desember 2021 hingga tanggal Prospektus ini diterbitkan, Perseroan telah melunasi fasilitas
pinjaman sebesar Rp4.610.138 juta dan pembayaran Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Seri A sebesar Rp500.000
juta.


4.		     KEWAJIBAN KEUANGAN PERSEROAN YANG AKAN JATUH TEMPO DALAM JANGKA WAKTU
         3 (TIGA) BULAN KE DEPAN

Utang yang akan jatuh tempo dalam 3 (tiga) bulan sejak diterbitkannya Prospektus ini adalah sebesar Rp625.000
juta, yang terdiri dari pinjaman bank. Utang-utang ini akan dibayar dengan dana yang diperoleh dari hasil
operasional Perseroan.

 SELURUH LIABILITAS PERSEROAN PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2021 TELAH DIUNGKAPKAN DALAM
 PROSPEKTUS. SAMPAI DENGAN TANGGAL DITERBITKANNYA PROSPEKTUS, TIDAK ADA LIABILITAS
 PERSEROAN YANG TELAH JATUH TEMPO YANG BELUM DILUNASI.

 KECUALI SEBAGAIMANA DINYATAKAN DALAM KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL LAPORAN
 AUDITOR INDEPENDEN, SEJAK TANGGAL 31 DESEMBER 2021 SAMPAI DENGAN TANGGAL LAPORAN
 AKUNTAN PUBLIK DAN SETELAH TANGGAL LAPORAN AKUNTAN PUBLIK SAMPAI DENGAN TANGGAL
 EFEKTIFNYA PERNYATAAN PENDAFTARAN, PERSEROAN TIDAK MEMILIKI KEWAJIBAN-KEWAJIBAN
 DAN IKATAN-IKATAN LAIN YANG JUMLAHNYA MATERIAL SELAIN YANG TELAH DINYATAKAN DI ATAS
 DAN YANG TELAH DIUNGKAPKAN DALAM LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAN LAPORAN KEUANGAN
 PERSEROAN.

 PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2021, TIDAK ADA PELANGGARAN ATAS PERSYARATAN DALAM
 PERJANJIAN KREDIT YANG DILAKUKAN OLEH PERSEROAN YANG BERDAMPAK MATERIAL TERHADAP
 KELANGSUNGAN USAHA PERSEROAN.

 SETELAH TANGGAL LAPORAN AKUNTAN PUBLIK SAMPAI DENGAN TANGGAL EFEKTIFNYA PERNYATAAN
 PENDAFTARAN, TIDAK ADA KEADAAN LALAI ATAS PEMBAYARAN POKOK DAN/ATAU BUNGA PINJAMAN.

 DENGAN ADANYA PENGELOLAAN YANG SISTEMATIS ATAS ASET DAN LIABILITASNYA SERTA HARAPAN
 PENINGKATAN HASIL OPERASI DI MASA MENDATANG, MANAJEMEN PERSEROAN MENYATAKAN
 KESANGGUPAN UNTUK DAPAT MENYELESAIKAN SELURUH LIABILITASNYA SESUAI DENGAN
 PERSYARATAN SEBAGAIMANA MESTINYA.




                                                     32
Page 59
IV.		      IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING


Berikut ini adalah informasi keuangan Perseroan yang berasal dari Laporan Keuangan Perseroan untuk tanggal
dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020.

Laporan keuangan Perseroan pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020 serta untuk tahun-tahun yang berakhir
pada tanggal tersebut telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Imelda & Rekan (a member of Deloitte Asia Pacific
Network and of the Deloitte Network), berdasarkan standar audit yang ditetapkan oleh IAPI, yang ditandatangani
Bayu M Dayat (Izin Akuntan Publik No. AP. 1626), yang dalam laporannya tanggal 25 Mei 2022 menyatakan opini
tanpa modifikasian dengan paragraf hal lain.

Adapun untuk Laporan Keuangan Perseroan tanggal dan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2021
dan 2020, Informasi berikut harus dibaca berkaitan dan secara keseluruhan mengacu pada laporan keuangan
Perseroan yang telah diaudit beserta catatan atas laporan keuangan yang dilampirkan di dalam Prospektus ini
pada Bab XVI mengenai Laporan Keuangan.


1.		       LAPORAN POSISI KEUANGAN

                                                                                               (dalam jutaan Rupiah)
                                                                        31 Desember 2021       31 Desember 2020
ASET
Kas dan bank                                                                        173.091                 687.434
Piutang pembiayaan - bersih                                                      11.003.509              10.081.984
Piutang derivatif                                                                    23.271                   2.122
Piutang lain-lain - bersih                                                           70.033                  80.387
Uang muka                                                                            32.858                  27.804
Biaya dibayar dimuka                                                                 33.247                  29.343
Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan                                 327.190                 340.568
Aset tak berwujud - setelah dikurangi akumulasi amortisasi                           77.796                  43.142
Aset pajak tangguhan - bersih                                                       207.683                 215.809
Aset hak-guna                                                                        33.077                  43.556
Aset lainnya                                                                          2.781                   8.069
JUMLAH ASET                                                                      11.984.536              11.560.218
LIABILITAS DAN EKUITAS
Pinjaman bank                                                                     5.227.089               6.915.457
Utang derivatif                                                                       13.845                  86.404
Utang pajak                                                                           50.715                   5.735
Utang lain-lain                                                                      189.811                184.054
Beban yang masih harus dibayar                                                      355.867                 348.018
Utang obligasi                                                                    3.918.220               2.293.455
Liabilitas sewa                                                                       10.176                  14.088
Liabilitas imbalan pasca kerja                                                      154.004                 185.306
Jumlah liabilitas                                                                 9.919.727              10.032.517
Modal saham                                                                         353.571                 353.571
Tambahan modal disetor                                                              235.858                 235.858
Penghasilan komprehensif lain                                                       (15.090)                (78.471)
Saldo laba
Ditentukan penggunaanya                                                              71.400                  71.400
Tidak ditentukan penggunaannya                                                    1.419.070                 945.343
Jumlah ekuitas                                                                    2.064.809               1.527.701
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                                    11.984.536              11.560.218




                                                             33
Page 60
2.		         LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN

                                                                                                                      (dalam jutaan Rupiah)
                                                                                                31 Desember 2021      31 Desember 2020
PENDAPATAN
  Pendapatan pembiayaan                                                                                   3.833.886              3.332.658
  Pendapatan bunga                                                                                            7.721                 18.162
  Pendapatan lain-lain                                                                                       58.269                 57.157
  Jumlah pendapatan                                                                                       3.899.876              3.407.977
BEBAN
  Gaji dan tunjangan                                                                                        541.424                600.682
  Penyisihan kerugian kredit                                                                              1.368.868              1.686.048
  Bunga dan beban pembiayaan                                                                                583.471                775.225
  Beban umum dan administrasi                                                                               728.786                632.474
  Beban pengaturan pinjaman dan jaminan ke pihak berelasi                                                    29.800                 38.228
  Beban pemasaran                                                                                            33.002                 16.735
  Jumlah beban                                                                                            3.285.351              3.749.392
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK                                                                                   614.525              (341.415)
MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN                                                                         (140.798)                 58.843
LABA (RUGI) BERSIH TAHUN BERJALAN                                                                           473.727              (282.572)
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Pos-pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi:
  Pengukuran kembali atas liabilitas imbalan pasca kerja, setelah pajak                                     12.680                  (4.128)
Pos-pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi:
  Laba yang belum terealisasi atas nilai wajar kontrak lindung nilai derivatif, setelah pajak                50.701                  1.222
Jumlah penghasilan komprehensif lain tahun berjalan - setelah pajak                                          63.381                (2.906)
JUMLAH PENGHASILAN (RUGI) KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN                                                       537.108              (285.477)
Laba (rugi) per saham (dalam Rupiah penuh)                                                                1.339.837              (799.194)



3.		         RASIO-RASIO PENTING

                                                                                                31 Desember 2021      31 Desember 2020
Rasio pertumbuhan
Jumlah pendapatan                                                                                             14,4%                 (3,8%)
Jumlah beban                                                                                                (12,4%)                  19,2%
Laba sebelum pajak                                                                                          280,0%                (185,5%)
Laba bersih tahun berjalan                                                                                  267,6%                (196,0%)
Jumlah penghasilan komprehensif tahun berjalan                                                              288,1%                (226,5%)
EBITDA                                                                                                      145,5%                 (55,4%)
Jumlah aset                                                                                                    3,7%                 (8,6%)
Jumlah liabilitas                                                                                            (1,1%)                 (6,7%)
Jumlah ekuitas                                                                                                35,2%                (19,0%)
Rasio permodalan
Modal disesuaikan/aset yang disesuaikan (1)                                                                  17,2%                   13,2%
Kualitas piutang pembiayaan
Non performing financing (1)                                                                                  0,6%                    0,4%
Rasio rentabilitas
Laba bersih tahun berjalan / jumlah aset                                                                      4,0%                   (2,4%)
Laba bersih tahun berjalan / jumlah ekuitas                                                                  22,9%                 (18,5%)
Laba bersih tahun berjalan / jumlah pendapatan                                                               12,1%                   (8,3%)
Return on assets (1)                                                                                          4,0%                   (2,4%)
Return on equity (1)                                                                                         29,8%                 (22,3%)
Beban operasional / pendapatan operasional (1)                                                               85,7%                  112,5%
Net interest margin (1)                                                                                      35,4%                   33,8%




                                                                         34
Page 61
                                                                                    31 Desember 2021         31 Desember 2020
Rasio likuiditas
Current ratio (1)                                                                                 206,9%                   151,8%
Cash ratio (1)                                                                                     3,03%                     9,1%
Interest coverage ratio                                                                           220,6%                    67,6%
Debt service coverage ratio                                                                        25,9%                     8,1%
Rasio solvabilitas
Gearing ratio atau debt to equity ratio (2)                                                           4,4x                     6,0x
Jumlah liabilitas / jumlah ekuitas                                                                    4,8x                     6,6x
Jumlah liabilitas / jumlah aset                                                                       0,8x                     0,9x
Jumlah pendapatan / jumlah ekuitas                                                                    1,9x                     2,2x
Catatan:
(1) Perhitungan dilakukan sesuai dengan Surat Edaran OJK No.11/SEOJK.05/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang Tingkat Kesehatan Keuangan
      Perusahaan Pembiayaan dan Perusahaan Pembiayaan Syariah.
(2) Perhitungan dilakukan sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan No. 84/PMK.012/2006 tanggal 29 September 2006 tentang
      Perusahaan Pembiayaan, dengan gearing ratio ditetapkan setinggi-tingginya sebesar 10 kali.

Berdasarkan ketentuan dalam beberapa perjanjian kredit, Perseroan wajib memelihara gearing ratio atau
debt to equity ratio setinggi-tingginya sebesar 10,0x dan tidak akan merubah komposisi pemegang sahamnya
yang dapat mengakibatkan Mitsui & Co., Ltd. berkurang dari 51% (lima puluh satu persen). Sampai dengan
tanggal Prospektus ini diterbitkan, Perseroan telah memenuhi seluruh ketentuan tersebut.




                                                                35
Page 62
V.		     ANALISIS DAN PEMBAHASAN OLEH MANAJEMEN


Analisis dan pembahasan yang disajikan dalam bab ini harus dibaca bersama-sama dengan “Ikhtisar Data
Keuangan Penting” dan laporan keuangan Perseroan beserta catatan atas laporan keuangan yang tercantum
dalam Prospektus ini.

Informasi keuangan yang disajikan di bawah ini bersumber dari laporan keuangan Perseroan untuk tahun berakhir
pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020 yang tercantum dalam Prospektus.

Laporan keuangan Perseroan pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020 serta untuk tahun-tahun yang berakhir
pada tanggal tersebut telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Imelda & Rekan (a member of Deloitte Asia Pacific
Network and of the Deloitte Network), berdasarkan standar audit yang ditetapkan oleh IAPI, yang ditandatangani
Bayu M Dayat (Izin Akuntan Publik No. AP. 1626), yang dalam laporannya tanggal 25 Mei 2022 menyatakan opini
tanpa modifikasian dengan paragraf hal lain.

Pembahasan dalam bab ini dapat mengandung pernyataan yang menggambarkan keadaan di masa mendatang
(forward looking statement) dan merefleksikan pandangan Perseroan saat ini berkenaan dengan peristiwa dan
kinerja keuangan di masa mendatang yang hasil aktualnya dapat berbeda secara material sebagai akibat dari
faktor-faktor yang telah diuraikan pada Bab VI mengenai Faktor Risiko.


1.		 UMUM

Perseroan merupakan satu-satunya perusahaan yang berfokus pada pembiayaan sepeda motor baru merek Yamaha
di Indonesia dengan pangsa pasar sebesar 23,7% berdasarkan penjualan motor baru Yamaha 31 Desember 2021
(sumber: BAF, Desember 2021). Perseroan didirikan pada tahun 1995 dengan nama PT Pembiayaan Getraco
Indonesia sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang pembiayaan dan menjadi perusahaan joint venture
antara PT Danamon Sanggrahan, Mitsui dan Yamaha pada tahun 1997 yang berfokus pada pembiayaan sepeda
motor baru Yamaha. Nama Perseroan selanjutnya beberapa kali mengalami perubahan dan terakhir pada tahun
1998 menjadi PT Bussan Auto Finance ketika Mitsui & Co., Ltd. menjadi pemegang saham utama dengan
kepemilikan sebesar 75%. Kegiatan usaha Perseroan terus berkembang dan saat ini Perseroan telah beroperasi
di 251 lokasi di seluruh Indonesia, yang terdiri dari 167 kantor cabang dan 84 griya yang didukung oleh 4.350
karyawan. Perseroan juga telah memperluas jaringan pelayanannya dengan menambah titik-titik pembayaran
angsuran melalui kerja sama dengan pihak ketiga yang meliputi jaringan layanan perbankan, gerai ritel dan platform
pembayaran elektronik. Selain itu, Perseroan telah memperluas ragam produknya hingga meliputi pembiayaan
motor bekas untuk berbagai merek, Dana Syariah, pembiayaan multiproduk dan pembiayaan mesin pertanian,
dan yang terakhir pembiayaan mobil. Pembiayaan juga ditawarkan dalam skema konvensional maupun skema
syariah. Hal ini sejalan dengan strategi Perseroan untuk terus meningkatkan aset Perseroan dengan melakukan
diversifikasi portofolio. Pemesanan untuk pembiayaan sepeda motor baru merek Yamaha memberikan kontribusi
sebesar 65,5% dan 62,1%, dari total pemesanan Perseroan masing-masing pada tahun 2020 dan 2021.

Perseroan bergerak di bidang usaha yang mengandalkan pengeluaran konsumen dalam industri otomotif dan
sebagai akibatnya Perseroan sangat bergantung pada kondisi industri otomotif dan keseluruhan perekonomian
Indonesia. Pemulihan ekonomi dunia pada 2022 diproyeksi tidak akan semulus yang diharapkan dikarenakan
ancaman inflasi dan kesenjangan pertumbuhan ekonomi yang semakin menggerus negara-negara miskin
dunia. Pertumbuhan ekonomi global tahun 2022 diprediksi tetap berada di atas rata-rata meski kemungkinan
lebih rendah dibanding tahun 2021. Konsensus pasar mengestimasi, pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2022
akan berada di atas 4% dan pada 2023 lebih dari 3,5%. Perlambatan pada tahun ini terjadi karena pada tahun
2021, pertumbuhan ekonomi global sudah naik pesat akibat penurunan yang cukup dalam pada 2020. Sebelum
pandemi Covid-19 melanda, pertumbuhan ekonomi global tercatat masih berada di atas 3,5%. Pemulihan
ekonomi global akan berlanjut pada tahun ini. Hal tersebut didukung oleh perusahaan-perusahaan dunia yang
kembali menggelontorkan belanja modal setelah mengeremnya selama dua tahun terakhir. Belanja modal tersebut
akan memulihkan kapasitas produksi yang sebelumnya tidak terutilisasi dengan baik. Pertumbuhan belanja
modal perusahaan-perusahaan dunia tahun 2022 bahkan berada di atas pertumbuhan ekonomi global. Faktor
pendorong lainnya berasal dari pemulihan aktivitas manufaktur dan rantai pasokan dunia yang akan kembali



                                                       36
Page 63
meningkatkan inventori di Amerika Serikat (AS) dan berbagai belahan dunia. Kondisi ini dinilai dapat memacu
aktivitas ekonomi tambahan. Perekonomian dunia juga akan mendapat dorongan dari sektor jasa yang belum
pulih secara signifikan. Pada tahun 2022, sektor jasa diprediksi akan kembali ke lintasan semula sehingga akan
menjadi bonus dorongan terhadap pertumbuhan ekonomi. Yang tak kalah penting, inflasi global pada 2022
diprediksi akan melandai seiring dengan harga komoditas yang mulai mengalami stabilisasi. Di sisi lain, ada
sejumlah risiko yang akan membayangi aktivitas perekonomian global pada 2022. Risiko yang paling besar berasal
dari kebijakan pengetatan moneter oleh bank sentral AS The Fed dengan menaikkan suku bunga acuan dan
mengurangi pembelian obligasi (tapering). The Fed mengasumsikan kenaikan suku bunga bisa terjadi 2 - 3 kali
di tahun 2022. Risiko lainnya masih terkait dengan perkembangan Covid-19 yang dikhawatirkan masih akan
menyebar luas dan memunculkan varian baru. Pelaku pasar juga masih mencermati perkembangan vaksinasi
sebagai salah satu langkah untuk menyudahi pandemi Covid-19. Risiko selanjutnya berasal dari ketegangan
geopolitik antara AS-China serta AS-Rusia yang kembali mulai terlihat walaupun belum menjadi ancaman yang
signifikan, tetapi perlu diwaspadai sebab bisa saja jadi pengaruh secara sentimen atau confident investor global.

Bank Indonesia (BI) memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2022 akan mencapai 4,7% - 5,5%,
dari 3,2% - 4,0% pada tahun 2021, didorong oleh berlanjutnya perbaikan ekonomi global yang berdampak pada
kinerja ekspor yang tetap kuat, serta meningkatnya permintaan domestik dari kenaikan konsumsi dan investasi.
Hal ini didukung vaksinasi, pembukaan sektor ekonomi, dan stimulus kebijakan. Sinergi kebijakan yang erat dan
kinerja perekonomian tahun 2021 menjadi modal untuk semakin bangkit dan optimis akan pemulihan ekonomi
Indonesia yang lebih baik pada tahun 2022. Penguatan sinergi dan inovasi ditujukan untuk menciptakan imunitas
masal dari pandemi Covid-19 dan pembukaan kembali sektor ekonomi prioritas, mendorong pemulihan ekonomi
dalam jangka pendek melalui kebijakan peningkatan permintaan, serta memperkuat pertumbuhan yang lebih tinggi
dalam jangka menengah melalui kebijakan reformasi struktural. Respons bauran kebijakan BI yang bersinergi
dengan kebijakan ekonomi nasional akan terus mengawal perekonomian pada tahun 2022. Inflasi rendah dan
terkendali pada sasaran 3±1% pada tahun 2022, didukung oleh kenaikan kapasitas produksi nasional melalui
peningkatan efisiensi dan produktivitas dalam memenuhi kenaikan permintaan agregat di dalam perekonomian.
Defisit transaksi berjalan rendah, pada kisaran 1,1% - 1,9% pada 2022. Stabilitas sistem keuangan terjaga,
kecukupan modal tinggi, dan likuiditas melimpah.

Pertumbuhan industri otomotif baik pasar domestik dan ekspor nyatanya berperan menjadi lokomotif ekonomi
nasional. Berbagai kebijakan dan regulasi yang digulirkan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perindustrian
terbukti dapat menjadi stimulus aktif peningkatan penjualan kendaraan dalam negeri dan performa ekspor yang
positif. Kehadiran insentif PPnBM (“Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah”) mendorong
konsumsi domestik sepanjang Januari sampai November 2021 mencapai 761 ribu unit atau berangsur pulih
sebesar 81% dibanding periode sebelumnya di masa pandemi 2019. Kepercayaan konsumen global terhadap
produk otomotif nasional juga ditunjukkan dengan pencapaian ekspor Indonesia. Merujuk data kinerja ekspor
sepanjang Januari sampai November 2021 dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO),
ekspor kendaraan utuh dari Indonesia mencapai angka 267 ribu unit atau pulih sekitar 87% dari periode yang
sama di tahun 2019. Kinerja industri otomotif Indonesia menjadi sektor industri andalan yang berperan sebagai
penopang dan lokomotif kebangkitan ekonomi nasional. Industri yang berkontribusi bagi 1,5 juta lapangan kerja
dari hulu hingga hilir ini telah menyumbangkan 4% dari Penerimaan Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Tren
positif ekspor T-brand tidak dapat tercapai tanpa dukungan Pemerintah Indonesia melalui berbagai stimulus
dan kebijakan pendorong ekspor otomotif nasional. Hingga akhir Desember 2021, penjualan sepeda motor
domestik mencapai 5.057.516 unit atau melonjak sebesar 38,16% (YoY) dibanding penjualan di 2020 yang
mencapai hanya 3.660.616 unit. Peningkatan keyakinan konsumen dan daya beli masyarakat merupakan katalis
positif yang mendorong kenaikan penjualan mobil dan motor. Total piutang pembiayaan perusahaan multifinance
hingga Desember 2021 turun 1,52% menjadi Rp364,2 triliun dari Rp359,7 triliun di Desember 2020. Pembiayaan
multiguna masih merupakan segmen terbesar dari total piutang pembiayaan yang memberi kontribusi terhadap
total piutang pembiayaan sebesar 56,8%, pembiayaan investasi memberikan kontribusi sebesar 31,4%, dan
pembiayaan modal kerja dengan kontribusi sebesar 7,9%.

Pendapatan Perseroan mencapai Rp3.899 miliar untuk tahun berakhir pada tanggal 31 Desember 2021,
hal ini mulai mengalami peningkatan dari sebelumnya Rp3.407 miliar untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2020. Laba (rugi) bersih dan marjin laba bersih Perseroan juga mengalami peningkatan dari
sebelumnya mengalami rugi Rp282,5 miliar untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan
mencetak laba sebesar Rp473,7 miliar. Rasio NPF Perseroan terjaga pada tingkat 0,4% dan 0,6% masing-masing
pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020.



                                                       37
Page 64
2.		     FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KONDISI KEUANGAN DAN HASIL
         OPERASIONAL PERSEROAN

Kondisi keuangan dan hasil operasional Perseroan telah dan akan terus dipengaruhi oleh beberapa faktor
penting, sebagai berikut:

Kondisi perekonomian dan industri sepeda motor

Perseroan bergerak di bidang usaha yang mengandalkan pengeluaran konsumen dalam industri otomotif dan
sebagai akibatnya Perseroan sangat bergantung pada kondisi industri otomotif dan keseluruhan perekonomian
Indonesia.

Pemulihan ekonomi dunia pada 2022 diproyeksi tidak akan semulus yang diharapkan dikarenakan ancaman inflasi
dan kesenjangan pertumbuhan ekonomi yang semakin menggerus negara-negara miskin dunia. Pertumbuhan
ekonomi global tahun 2022 diprediksi tetap berada di atas rata-rata meski kemungkinan lebih rendah dibanding
tahun 2021. Konsensus pasar mengestimasi, pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2022 akan berada di atas 4% dan
pada 2023 lebih dari 3,5%. Perlambatan pada tahun ini terjadi karena pada tahun 2021, pertumbuhan ekonomi
global sudah naik pesat akibat penurunan yang cukup dalam pada 2020. Sebelum pandemi Covid-19 melanda,
pertumbuhan ekonomi global tercatat masih berada di atas 3,5%. Pemulihan ekonomi global akan berlanjut pada
tahun ini. Hal tersebut didukung oleh perusahaan-perusahaan dunia yang kembali menggelontorkan belanja modal
setelah mengeremnya selama dua tahun terakhir. Belanja modal tersebut akan memulihkan kapasitas produksi
yang sebelumnya tidak terutilisasi dengan baik. Pertumbuhan belanja modal perusahaan-perusahaan dunia tahun
2022 bahkan berada di atas pertumbuhan ekonomi global. Faktor pendorong lainnya berasal dari pemulihan
aktivitas manufaktur dan rantai pasokan dunia yang akan kembali meningkatkan inventori di Amerika Serikat (AS)
dan berbagai belahan dunia. Kondisi ini dinilai dapat memacu aktivitas ekonomi tambahan. Perekonomian dunia
juga akan mendapat dorongan dari sektor jasa yang belum pulih secara signifikan. Pada tahun 2022, sektor
jasa diprediksi akan kembali ke lintasan semula sehingga akan menjadi bonus dorongan terhadap pertumbuhan
ekonomi. Yang tak kalah penting, inflasi global pada 2022 diprediksi akan melandai seiring dengan harga
komoditas yang mulai mengalami stabilisasi. Di sisi lain, ada sejumlah risiko yang akan membayangi aktivitas
perekonomian global pada 2022. Risiko yang paling besar berasal dari kebijakan pengetatan moneter oleh bank
sentral AS The Fed dengan menaikkan suku bunga acuan dan mengurangi pembelian obligasi (tapering). The Fed
mengasumsikan kenaikan suku bunga bisa terjadi 2-3 kali di tahun 2022. Risiko lainnya masih terkait dengan
perkembangan Covid-19 yang dikhawatirkan masih akan menyebar luas dan memunculkan varian baru. Pelaku
pasar juga masih mencermati perkembangan vaksinasi sebagai salah satu langkah untuk menyudahi pandemi
Covid-19. Risiko selanjutnya berasal dari ketegangan geopolitik antara AS-China serta AS-Rusia yang kembali
mulai terlihat walaupun belum menjadi ancaman yang signifikan, tetapi perlu diwaspadai sebab bisa saja jadi
pengaruh secara sentimen atau confident investor global.

Bank Indonesia (BI) memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2022 akan mencapai 4,7% - 5,5%,
dari 3,2% - 4,0% pada tahun 2021, didorong oleh berlanjutnya perbaikan ekonomi global yang berdampak pada
kinerja ekspor yang tetap kuat, serta meningkatnya permintaan domestik dari kenaikan konsumsi dan investasi.
Hal ini didukung vaksinasi, pembukaan sektor ekonomi, dan stimulus kebijakan. Sinergi kebijakan yang erat dan
kinerja perekonomian tahun 2021 menjadi modal untuk semakin bangkit dan optimis akan pemulihan ekonomi
Indonesia yang lebih baik pada tahun 2022. Penguatan sinergi dan inovasi ditujukan untuk menciptakan imunitas
masal dari pandemi Covid-19 dan pembukaan kembali sektor ekonomi prioritas, mendorong pemulihan ekonomi
dalam jangka pendek melalui kebijakan peningkatan permintaan, serta memperkuat pertumbuhan yang lebih tinggi
dalam jangka menengah melalui kebijakan reformasi struktural. Respons bauran kebijakan BI yang bersinergi
dengan kebijakan ekonomi nasional akan terus mengawal perekonomian pada tahun 2022. Inflasi rendah dan
terkendali pada sasaran 3±1% pada tahun 2022, didukung oleh kenaikan kapasitas produksi nasional melalui
peningkatan efisiensi dan produktivitas dalam memenuhi kenaikan permintaan agregat di dalam perekonomian.
Defisit transaksi berjalan rendah, pada kisaran 1,1% - 1,9% pada 2022. Stabilitas sistem keuangan terjaga,
kecukupan modal tinggi, dan likuiditas melimpah. Hingga akhir Desember 2021, penjualan sepeda motor domestik
mencapai 5.057.516 ribu unit atau melonjak sebesar 38,16% (YoY) dibanding penjualan di 2020 yang mencapai
hanya 3.660.616 ribu unit. Peningkatan keyakinan konsumen dan daya beli masyarakat merupakan katalis positif
yang mendorong kenaikan penjualan mobil dan motor. Total piutang pembiayaan perusahaan multifinance hingga




                                                     38
Page 65
Desember 2021 turun 1,52% menjadi Rp364,2 triliun dari Rp359,7 triliun di Desember tahun 2020. Pembiayaan
multiguna masih merupakan segmen terbesar dari total piutang pembiayaan yang memberi kontribusi terhadap
total piutang pembiayaan sebesar 56,8%, pembiayaan investasi memberikan kontribusi sebesar 31,4%, dan
pembiayaan modal kerja dengan kontribusi sebesar 7,9%.

Tingkat suku bunga dan biaya pendanaan

Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan bergantung pada pendanaan dari bank, baik dalam mata
uang Rupiah maupun Dolar Amerika Serikat, untuk mendanai kegiatan usaha. Beban bunga mewakili 18,8% dan
25,4% dari pendapatan Perseroan masing-masing untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2021 dan
31 Desember 2020. Seluruh utang bank Perseroan memiliki bunga mengambang, dan sejalan dengan kenaikan
saldo utang bank dari fasilitas yang ada saat ini maupun fasilitas baru di masa yang akan datang, hal tersebut
dapat menyebabkan penambahan beban bunga serta mengalami fluktuasi seiring dengan perubahan tingkat
suku bunga. Untuk mengelola risiko fluktuasi tingkat suku bunga, Perseroan dari waktu ke waktu melakukan
lindung nilai melalui cross currency swap. Selain itu, kesulitan dalam memperoleh pendanaan dengan syarat
dan ketentuan komersial yang menguntungkan dan/atau meningkatkan biaya pendanaan dengan utang, akan
membatasi kemampuan Perseroan untuk mengembangkan kegiatan usaha.

Pendapatan utama Perseroan diperoleh dari selisih antara tingkat bunga yang dapat dibebankan kepada konsumen
untuk produk pembiayaan dengan beban pendanaan. Marjin bunga bersih Perseroan sangat dipengaruhi oleh
imbal hasil yang dapat diperoleh Perseroan untuk pinjamannya, pergerakan suku bunga, khususnya suku bunga
Bank Indonesia dan LIBOR, serta kondisi persaingan usaha. Hingga Desember 2021, suku bunga kebijakan
BI-7 Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) diturunkan sebanyak 25bps menjadi 3,50%, yang merupakan suku
bunga terendah sepanjang sejarah. Sebagai akibatnya, pendapatan Perseroan mengalami kerugian. Perseroan
menilai bahwa kondisi pandemi COVID-19 belum akan reda dalam waktu singkat dan diperkirakan dampaknya
masih akan terus berlanjut terhadap tingkat kolektibilitas Perseroan di tahun depan. Untuk mengantisipasi hal
tersebut, Perseroan mengambil langkah dengan melakukan kebijakan early write-off dan pencadangan 100%
untuk akun-akun yang dilakukan restrukturisasi.

Dampak dari penurunan nilai tukar Rupiah

Sebagian pinjaman Perseroan dilakukan dalam Dolar Amerika Serikat. Per 31 Desember 2021, saldo pinjaman
jangka panjang Perseroan dalam Dolar Amerika Serikat tercatat sebesar Rp2,5 miliar. Perseroan mengambil
pinjaman dalam mata uang selain Rupiah dengan pertimbangan bunga yang lebih kompetitif. Dengan demikian,
Perseroan terekspos pengaruh fluktuasi nilai tukar mata uang asing. Pelemahan nilai tukar mata uang Rupiah
terhadap Dolar Amerika Serikat yang signifikan akan meningkatkan beban bunga Perseroan. Nilai tukar Rupiah
terhadap Dolar Amerika Serikat mengalami pelemahan dari Rp14.373 pada tanggal 31 Desember 2020 menjadi
Rp14.568 pada 31 Desember 2021. Untuk mengelola risiko mata uang asing, Perseroan dari waktu ke waktu
telah melakukan lindung nilai atas seluruh posisi nilai tukar untuk memitigasi segala risiko dari fluktuasi mata
uang asing terhadap Rupiah.

Pengenalan produk dan layanan baru

Salah satu strategi Perseroan yang telah dilaksanakan saat ini dan akan terus dilaksanakan adalah untuk
terus meningkatkan aset pembiayaan dengan melakukan diversifikasi portofolio pembiayaan baik untuk motor
Yamaha maupun produk-produk lainnya. Kemampuan Perseroan untuk mengembangkan berbagai produk dan
layanan baru akan memiliki dampak yang siginifikan terhadap hasil usaha dan daya saing Perseroan di industri
pembiayaan. Sebagai contoh, Perseroan merupakan salah satu perusahaan pembiayaan pertama di Indonesia
yang menawarkan produk pembiayaan berbasis syariah berlisensi OJK untuk kendaraan roda dua. Produk ini,
dikenal dengan Dana Syariah, diperkenalkan pada tahun 2016 dan telah mendapatkan penerimaan yang baik
sehingga Dana Syariah saat ini telah menjadi salah satu produk pembiayaan andalan Perseroan. Perseroan juga
telah melakukan ekspansi pelayanan dengan membuka griya BAF Dana Syariah yang merupakan titik pelayanan
Perseroan khusus untuk produk Dana Syariah mulai April 2019. Griya BAF Dana Syariah dibuka di lokasi-lokasi
yang potensial sehingga mudah dijangkau oleh masyarakat. Pada bulan September 2017, Perseroan kembali
mengenalkan produk baru dengan menawarkan pembiayaan mobil yang saat ini telah menjangkau wilayah




                                                      39
Page 66
Jakarta, Tangerang, Bekasi, Surabaya dan Semarang. Pengembangan dan pemasaran produk dan layanan baru
membutuhkan waktu yang cukup lama dan biaya yang cukup besar sehingga dapat berdampak signifikan apabila
penerimaan atas produk dan layanan baru tidak sesuai dengan ekspektasi. Dalam mengembangkan produk dan
layanan baru, Perseroan selalu mempertimbangkan perubahan kondisi pasar, preferensi konsumen dan potensi
pasar. Perseroan berkeyakinan bahwa Perseroan telah berhasil membangun kesadaran konsumen akan merek
Perseroan yang diasosiasikan dengan citra kualitas layanan dan kemudahan untuk mendukung pemasaran
produk dan layanan baru Perseroan.

Selain itu, sebagai satu-satunya perusahaan yang berfokus pada pembiayaan sepeda motor baru merek Yamaha,
Perseroan bergantung pada produk dan layanan yang dikembangkan oleh Yamaha untuk menghadapi persaingan
di industri sepeda motor di Indonesia. Pemesanan sepeda motor baru merek Yamaha secara historis memberikan
kontribusi lebih dari 80% dari seluruh pemesanan sepeda motor Perseroan. Ketidakmampuan Yamaha untuk
mengembangkan produk dan/atau layanan baru sesuai dengan preferensi pasar dapat dapat berdampak negatif
terhadap kegiatan usaha, hasil operasi, kondisi keuangan dan prospek Perseroan.

Musiman

Kegiatan penyaluran pembiayaan Perseroan secara umum mengalami fluktuasi musiman pada saat menjelang
perayaan Lebaran karena meningkatnya kebutuhan belanja masyarakat. Konsumen cenderung menjadi lebih
konsumtif dalam masa tersebut, termasuk meningkatnya permintaan untuk keperluan rumah tangga, barang-barang
elektronik, kendaraan bermotor dan bahkan kebutuhan uang tunai. Sebagai akibatnya, kebutuhan pendanaan
Perseroan untuk memenuhi permintaan fasilitas pembiayaan dalam periode tersebut turut meningkat. Di sisi
lain, kegiatan penagihan mengalami penurunan pada saat bulan Ramadan, hari libur Lebaran dan libur anak
sekolah. Hal ini dikarenakan konsumen Perseroan dalam periode tersebut memiliki banyak kebutuhan dengan
skala prioritas yang lebih tinggi. Kegiatan penagihan biasanya akan pulih pada periode berikutnya. Perseroan
memperkirakan pola musiman tersebut akan terus berlanjut di masa yang akan datang dan mempengaruhi
kegiatan usaha Perseroan.

Perubahan peraturan

Kegiatan usaha Perseroan tunduk pada peraturan pemerintah yang mengatur mengenai pembiayaan konsumen
dan industri otomotif khususnya sepeda motor. Dalam industri pembiayaan konsumen, OJK bagian pengawas
perasuransian, dana pensiun, lembaga pembiayaan dan lembaga jasa keuangan lainnya dari waktu ke waktu
mengeluarkan peraturan-peraturan baru sebagai langkah-langkah antisipatif memperkuat industri pembiayaan
dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian. Salah satu peraturan yang diterbitkan oleh OJK di penghujung
tahun 2018 untuk industri pembiayaan yang mempengaruhi bisnis Perseroan adalah POJK No. 35/2018. Dengan
penerbitan peraturan ini, berbagai hal yang perlu dilakukan penyesuaian antara lain merubah anggaran dasar
terkait dengan kegiatan usaha Perseroan, menyesuaikan isi perjanjian pembiayaan, menyesuaikan ketentuan
batasan insentif kepada pihak ketiga, menginformasikan suku bunga dan anjuran membaca isi perjanjian
ke kantor pusat, kantor cabang, kantor selain kantor cabang dan website, menyesuaikan beberapa hal terkait
dengan proses penagihan dan eksekusi jaminan, serta menyesuaikan hal-hal terkait dengan pengendalian fraud
dan strategi anti fraud.

Peraturan tersebut juga mengatur mengenai besaran uang muka pembiayaan kendaraan bermotor. Berdasarkan
POJK No. 35/2018, perusahaan pembiayaan yang memiliki tingkat kesehatan keuangan dengan kondisi minimum
sehat dan mempunyai nilai rasio NPF neto untuk pembiayaan kendaraan bermotor lebih rendah atau sama
dengan 1% (satu persen) dapat menerapkan ketentuan besaran uang muka pembiayaan kendaraan bermotor
kepada debitur (i) paling rendah 0% dari harga jual kendaraan bagi kendaraan bermotor roda dua atau tiga;
(ii) paling rendah 0% dari harga jual kendaraan bagi kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang digunakan
untuk pembiayaan investasi; dan (iii) paling rendah 0% dari harga jual kendaraan bagi kendaraan bermotor roda
empat atau lebih yang digunakan untuk pembiayaan multiguna. Besaran uang muka akan meningkat seiring
dengan penurunan tingkat kesehatan keuangan dan kenaikan rasio NPF neto. Perseroan saat ini memiliki tingkat
kesehatan keuangan dengan kondisi sangat sehat dan rasio NPF neto di bawah 1% sehingga Perseroan dapat
menawarkan produk pembiayaan untuk pembelian kendaraan bermotor roda dua dan empat dengan besaran
uang muka 0% dari harga jual kendaraan.




                                                     40
Page 67
Dalam industri sepeda motor, kegiatan usaha Perseroan senantiasa dipengaruhi oleh kebijakan-kebijakan yang
berdampak terhadap daya beli masyarakat. Sebagai contoh, kenaikan biaya administrasi Surat Tanda Nomor
Kendaraan, Buku Pemilik Kendaraan Bermotor, mutasi dan Tanda Motor Kendaraan Bermotor sesuai Peraturan
Pemerintah No. 60 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif atas Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku Pada
Kepolisian Negara Republik Indonesia, berlaku efektif sejak bulan Januari 2017, diperkirakan akan berdampak
langsung pada pasar otomotif di Indonesia khususnya sepeda motor. Kenaikan ini dapat berdampak pada harga
jual sepeda motor yang akan mempengaruhi pertumbuhan penjualan sepeda motor di Indonesia.

Pada tahun 2020, seiring dengan perkembangan penyebaran coronavirus disease 2019 (COVID-19) yang
secara global telah berdampak secara langsung ataupun tidak langsung kepada konsumen termasuk terhadap
kinerja dan kapasitas operasional Lembaga Jasa Keuangan Non-bank (“LJKNB”), OJK mengeluarkan peraturan
POJK No. 14/POJK.05/2020 tentang Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran COVID-19 Bagi LJKNB.
Peraturan tersebut mengatur berbagai jenis kebijakan countercyclical termasuk kebijakan dimana LJKNB dapat
melakukan restrukturisasi pembiayaan terhadap debitur yang terkena dampak penyebaran COVID-19. Perseroan
telah menerapkan kebijakan kepada konsumen yang terdampak. Adapun jenis restrukturisasi (keringanan) yang
Perseroan tawarkan kepada konsumen antara lain perubahan tanggal jatuh tempo atau penurunan nilai angsuran,
perpanjangan tenor (jangka waktu), dan penundaan sebagian angsuran (pokok dan bunga). Pengajuan permohonan
restrukturisasi (keringanan) dapat dilakukan oleh konsumen Perseroan yang terkena dampak penyebaran
COVID-19 dengan persyaratan tertentu. Informasi ini bisa diperoleh konsumen melalui situs web Perseroan.


3.		     KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING DAN PERUBAHAN KEBIJAKAN AKUNTANSI

Perseroan menyusun laporan keuangan Perseroan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
Kebijakan akuntansi penting dijelaskan secara rinci dalam catatan atas laporan keuangan yang terlampir dalam
Prospektus ini. Dalam penyusunan laporan keuangan, manajemen Perseroan diharuskan untuk memberikan
estimasi dan penilaian berdasarkan kebijakan akuntansi penting, yang dapat mempengaruhi nilai yang dicatatkan
sebagai pendapatan, beban dan liabilitas dan keterbukaan dari aset dan liabilitas kontinjensi di dalam laporan
keuangan tersebut. Hasil aktual dapat berbeda dibandingkan estimasi yang dilakukan. Berikut adalah perubahan
kebijakan akuntansi yang diyakini sangat signifikan dijelaskan di bawah ini.

Perubahan kebijakan akuntansi dalam jangka waktu 2 (dua) tahun terakhir

Liabilitas Keuangan

Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai FVTPL atau pada biaya perolehan diamortisasi. Namun, liabilitas
keuangan yang timbul ketika pengalihan aset keuangan tidak memenuhi syarat untuk penghentian pengakuan
atau ketika pendekatan keterlibatan berkelanjutan diterapkan, kontrak jaminan keuangan yang diterbitkan oleh
Perseroan, dan komitmen yang diterbitkan oleh Perseroan untuk memberikan pinjaman dengan tingkat bunga
di bawah pasar diukur sesuai dengan kebijakan akuntansi spesifik yang diungkapkan di bawah ini.

Liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi

Liabilitas keuangan yang bukan merupakan 1) imbalan kontinjen dari pihak pengakuisisi dalam kombinasi bisnis,
2) dimiliki untuk diperdagangkan, atau 3) ditetapkan sebagai FVTPL, selanjutnya diukur pada biaya perolehan
diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif.

Penghentian pengakuan liabilitas keuangan

Perseroan menghentikan pengakuan liabilitas keuangan, jika dan hanya jika, liabilitas Perseroan telah dilepaskan,
dibatalkan atau kadaluarsa. Selisih antara jumlah tercatat liabilitas keuangan yang dihentikan pengakuannya
dan imbalan yang dibayarkan dan utang diakui dalam laba rugi.

Setelah 1 Januari 2020, ketika Perseroan bertukar dengan pemberi pinjaman, satu instrumen utang menjadi
instrumen lain dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, pertukaran tersebut dicatat sebagai
penghapusan liabilitas keuangan orisinal dan pengakuan liabilitas keuangan baru. Demikian pula, Perseroan
memperhitungkan modifikasi substansial dari ketentuan liabilitas yang ada atau bagian dari liabilitas tersebut



                                                       41
Page 68
sebagai pelepasan liabilitas keuangan orisinal dan pengakuan liabilitas baru. Diasumsikan bahwa persyaratannya
berbeda secara substansial jika nilai kini arus kas yang didiskonto berdasarkan persyaratan yang baru, termasuk
setiap fee (imbalan) yang dibayarkan setelah dikurangi setiap fee (imbalan) yang diterima dan didiskonto
menggunakan suku bunga efektif orisinal, berbeda sedikitnya 10% dari nilai kini sisa arus kas yang didiskonto
yang berasal dari liabilitas keuangan orisinal. Jika modifikasi tidak substansial, maka perbedaan antara: (1) jumlah
tercatat liabilitas sebelum modifikasi; dan (2) nilai kini dari arus kas setelah modifikasi, diakui dalam laba rugi
sebagai keuntungan atau kerugian modifikasi dalam keuntungan dan kerugian lainnya.

Sewa

Sebelum 1 Januari 2020

Sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan jika sewa tersebut mengalihkan secara substantial seluruh
risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. Sewa lainnya, yang tidak memenuhi kriteria tersebut,
diklasifikasikan sebagai sewa operasi.

Setelah 1 Januari 2020

Perusahaan sebagai penyewa

Perseroan menilai apakah sebuah kontrak mengandung sewa, pada tanggal insepsi kontrak. Perseroan mengakui
aset hak-guna dan liabilitas sewa terkait sehubungan dengan seluruh kesepakatan sewa di mana Perseroan
merupakan penyewa, kecuali untuk sewa jangka-pendek (yang didefinisikan sebagai sewa yang memiliki masa
sewa 12 bulan atau kurang) dan sewa aset bernilai-rendah. Untuk sewa- sewa tersebut, Perseroan mengakui
pembayaran sewa sebagai beban operasi secara garis lurus selama masa sewa kecuali dasar sistematis lainnya
lebih merepresentasikan pola konsumsi manfaat penyewa dari aset sewa. Liabilitas sewa awalnya diukur pada
nilai kini pembayaran sewa masa depan yang belum dibayarkan pada tanggal permulaan, yang didiskontokan
menggunakan suku bunga implisit dalam sewa. Jika suku bunga ini tidak dapat ditentukan, Perseroan
menggunakan suku bunga pinjaman inkremental. Pembayaran sewa yang diperhitungkan dalam pengukuran
liabilitas sewa terdiri atas:
•     Pembayaran tetap (termasuk pembayaran tetap secara-substansi), dikurangai insentif sewa;
•     Pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau suku bunga yang pada awalnya diukur dengan
      menggunakan indeks atau suku bunga pada tanggal permulaan;
•     jumlah yang diperkirakan akan dibayarkan oleh penyewa dalam jaminan nilai residual;
•     harga eksekusi opsi beli jika penyewa cukup pasti untuk mengeksekusi opsi tersebut; dan
•     pembayaran penalti karena penghentian sewa, jika masa sewa merefleksikan penyewa mengeksekusi opsi
      untuk menghentikan sewa.

Pembayaran sewa merepresentasikan pembayaran tetap. Perseroan tidak memiliki pembayaran sewa variabel
yang bergantung pada indeks atau suku bunga. Liabilitas sewa disajikan sebagai pos terpisah dalam laporan
posisi keuangan. Liabilitas sewa selanjutnya diukur dengan meningkatkan jumlah tercatat untuk merefleksikan
bunga atas liabilitas sewa (menggunakan metode suku bunga efektif) dan dengan mengurangi jumlah tercatat
untuk merefleksikan sewa yang telah dibayar. Perseroan mengukur kembali liabilitas sewa (dan melakukan
penyesuaian terkait terhadap
aset hak-guna) jika:
•    terdapat perubahan dalam masa sewa atau perubahan dalam penilaian atas eksekusi opsi pembelian,
     di mana liabilitas sewa diukur dengan mendiskontokan pembayaran sewa revisian menggunakan tingkat
     diskonto revisian.
•    terdapat perubahan sewa masa depan sebagai akibat dari perubahan indeks atau perubahan perkiraan
     pembayaran berdasarkan nilai residual jaminan di mana liabilitas sewa diukur kembali dengan mendiskontokan
     pembayaran sewa revisian menggunakan tingkat diskonto awal (kecuali jika pembayaran sewa berubah
     karena perubahan suku bunga mengambang, di mana tingkat diskonto revisian digunakan).
•    kontrak sewa dimodifikasi dan modifikasi sewa tidak dicatat sebagai sewa terpisah, di mana liabilitas sewa
     diukur dengan mendiskontokan pembayaran sewa revisian menggunakan tingkat diskonto revisian.




                                                        42
Page 69
Aset hak-guna terdiri dari pengukuran awal atas liabilitas sewa, pembayaran sewa yang dilakukan pada saat atau
sebelum permulaan sewa dan biaya langsung awal. Aset hak-guna selanjutnya diukur sebesar biaya dikurangi
akumulasi penyusutan dan kerugian penurunan nilai.

Jika Perseroan dibebankan kewajiban atas biaya membongkar dan memindahkan aset sewa, merestorasi tempat
di mana aset berada atau merestorasi aset pendasar ke kondisi yang disyaratkan oleh syarat dan ketentuan
sewa, provisi diakui dan diukur sesuai PSAK 57. Biaya tersebut diperhitungkan dalam aset hak-guna terkait,
kecuali jika biaya tersebut terjadi untuk memproduksi persediaan.

Aset hak-guna disusutkan selama periode yang lebih singkat antara masa sewa dan masa manfaat aset pendasar.
Jika sewa mengalihkan kepemilikan aset pendasar atau jika biaya perolehan aset hak-guna merefleksikan
Perseroan akan mengeksekusi opsi beli, aset hak-guna disusutkan selama masa manfaat aset pendasar.
Penyusutan dmulai pada tanggal permulaan sewa. Aset hak-guna disajikan sebagai pos terpisah di laporan posisi
keuangan. Perseroan menerapkan PSAK 48 untuk menentukan apakah aset hak-guna mengalami penurunan
nilai dan mencatat kerugian penurunan nilai yang teridentifikasi sebagaimana dijelaskan dalam kebijakan ‘Aset
tetap’ penurunan nilai.


4.		       ANALISIS LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN

Tabel berikut ini menyajikan informasi mengenai hasil operasi Perseroan, termasuk perincian dan persentase dari
tiap komponen pendapatan dan beban terhadap jumlah pendapatan untuk masing-masing periode di bawah ini:

                                                                                                           (dalam jutaan Rupiah)
                                                                      Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
                                                                         2021                               2020
                                                                Rp                 %                Rp                 %
PENDAPATAN
  Pendapatan pembiayaan                                             3.833.886        98,3%           3.332.658           97,8%
  Pendapatan bunga                                                      7.721         0,2%              18.162            0,5%
  Pendapatan lain-lain                                                 58.269         1,5%              57.157            1,7%
  Jumlah pendapatan                                                 3.899.876       100,0%           3.407.977          100,0%
BEBAN
  Gaji dan tunjangan                                                  541.424          13,9%           600.682            17,6%
  Penyisihan kerugian kredit                                        1.368.868          35,1%         1.686.048            49,5%
  Bunga dan beban pembiayaan                                          583.471          15,0%           775.225            22,7%
  Beban umum dan administrasi                                         728.786          18,7%           632.474            18,6%
  Beban pengaturan pinjaman dan jaminan ke pihak berelasi              29.800            0,8%           38.228             1,1%
  Beban pemasaran                                                      33.002            0,8%           16.735             0,5%
  Jumlah beban                                                      3.285.351          84,2%         3.749.392           110,0%
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK                                             614.525          15,8%         (341.415)          (10,0%)
MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN                                   (140.798)          (3,6%)           58.843             1,7%
LABA (RUGI) BERSIH TAHUN BERJALAN                                     473.727          12,1%         (282.572)            -8,3%
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
  Pos-pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi
     Pengukuran kembali atas liabilitas imbalan pasca kerja,
        setelah pajak                                                 12,680            0,3%             (4.128)           (0,1%)
  Pos-pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi
     Laba yang belum terealisasi atas nilai wajar kontrak
        lindung nilai derivatif, setelah pajak                        50.701            1,3%              1.222             0,0%
Jumlah penghasilan komprehensif lain tahun berjalan -
  setelah pajak                                                       63.381            1,6%             (2.906)           (0,1%)
JUMLAH PENGHASILAN (RUGI) KOMPREHENSIF TAHUN
  BERJALAN                                                           537.108           13,8%         (285.477)             (8,4%)




                                                               43
Page 70
Pendapatan

Tabel di bawah ini menyajikan informasi mengenai komponen dari pendapatan serta persentase komponen
tersebut terhadap jumlah pendapatan untuk masing-masing periode di bawah ini:

                                                                                                  (dalam jutaan Rupiah)
                                                              Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
                                                                 2021                              2020
                                                        Rp                 %                Rp                %
Pendapatan pembiayaan
  Pendapatan bunga dari aktivitas pembiayaan                3.232.218        82,9%           3.052.802          89,6%
  Pendapatan bunga atas keterlambatan pembayaran              166.351         4,3%             173.012           5,1%
  Penerimaan kembali piutang yang telah dihapuskan             94.061         2,4%              33.238           1,0%
  Denda atas penghentian kontrak dipercepat                    25.171         0,6%              17.518           0,5%
  Lain-lain                                                   316.085         8,1%              56.088           1,6%
                                                            3.833.886        98,3%           3.332.658          97,8%
Pendapatan bunga                                                7.721         0,2%              18.162           0,5%
Pendapatan lain-lain                                           58.269         1,5%              57.157           1,7%
Jumlah                                                      3.899.876       100,0%           3.407.977         100,0%


•    Pendapatan pembiayaan. Pendapatan pembiayaan adalah pendapatan yang berasal dari kegiatan
     pembiayaan, yang terdiri dari:

     -     Pendapatan bunga dari aktivitas pembiayaan. Pendapatan bunga dari aktivitas pembiayaan terdiri dari
           bunga yang diperoleh dari pembiayaan motor baru dan bekas, pembiayaan multiproduk dan pembiayaan
           mesin pertanian, marjin dari Dana Syariah yang telah dikurangi dengan amortisasi biaya transaksi
           dan pembiayaan mobil. Dana Syariah merupakan produk pembiayaan sepeda motor berbasis syariah.
           Secara substansi, transaksi Dana Syariah merupakan transaksi pembiayaan.

     -     Pendapatan bunga atas keterlambatan pembayaran. Pendapatan bunga atas keterlambatan pembayaran
           terutama berasal dari bunga yang dikenakan Perseroan kepada konsumen atas keterlambatan
           pembayaran angsuran motor baru dan bekas, multiproduk, mesin pertanian dan mobil. Keterlambatan
           dihitung sejak hari pertama keterlambatan sampai dengan pembayaran dilakukan. Perseroan
           mencatatkan pendapatan bunga atas keterlambatan pembayaran saat pembayaran diterima (basis kas).

     -     Penerimaan kembali piutang yang telah dihapuskan. Penerimaan kembali piutang yang telah dihapuskan
           adalah piutang yang telah dihapusbukukan tetapi berhasil ditagih. Perseroan mencatatkan penerimaan
           kembali piutang yang telah dihapuskan saat pembayaran diterima (basis kas).

     -     Denda atas penghentian kontrak dipercepat. Denda atas penghentian kontrak dipercepat yaitu biaya
           yang dikenakan oleh Perseroan kepada konsumen yang meminta percepatan pelunasan, dihitung
           dalam persentase tertentu terhadap sisa pokok piutang konsumen tersebut dan dicatatkan sebagai
           pendapatan Perseroan saat pembayaran penghentian kontrak dipercepat diterima (basis kas).

     -     Lain-lain. Lain-lain adalah biaya yang timbul dari kegiatan penagihan, pengecekan dan lainnya terkait
           pembiayaan dan dicatatkan sebagai pendapatan Perseroan.

•    Pendapatan bunga. Pendapatan bunga terutama terdiri dari pendapatan bunga dari saldo bank.

•    Pendapatan lain-lain. Pendapatan lain-lain terutama terdiri dari pendapatan bunga dari pinjaman karyawan,
     penggantian dari aktivitas promosi pembiayaan, penjualan aset tetap dan lainnya.

Gaji dan tunjangan

Gaji dan tunjangan adalah gaji, tunjangan, dan insentif yang dibayarkan kepada karyawan Perseroan, baik
karyawan tetap maupun karyawan kontrak. Beban imbalan kerja untuk karyawan juga termasuk dalam beban
gaji dan tunjangan.




                                                       44
Page 71
Kerugian dari penyisihan piutang

Kerugian penurunan nilai piutang merupakan biaya yang timbul dari pembentukan cadangan kerugian kredit
yang dianalisa oleh Perseroan setiap akhir bulan berdasarkan perhitungan rasio yang dilakukan di akhir tahun.

Bunga dan beban pembiayaan

Tabel di bawah ini menyajikan informasi mengenai komponen dari bunga dan beban pembiayaan serta persentase
komponen tersebut terhadap jumlah bunga dan beban pembiayaan untuk masing-masing periode di bawah ini:

                                                                                                    (dalam jutaan Rupiah)
                                                              Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
                                                                 2021                               2020
                                                         Rp                %                Rp                  %
Beban bunga pinjaman                                          372.641        63,9%               586.106          75,6%
Beban bunga obligasi                                          210.830        36,1%               188.973          24,4%
Beban pembiayaan                                                    -         0,0%                   146           0,0%
Jumlah                                                        583.471       100,0%               775.225         100,0%


Beban bunga pinjaman dan beban pembiayaan merupakan beban bunga yang timbul dari fasilitas pinjaman bank
termasuk biaya terkait lainnya dan beban bunga obligasi merupakan beban bunga yang timbul dari penerbitan
obligasi, termasuk biaya terkait lainnya, keduanya digunakan oleh Perseroan sebagai modal kerja kegiatan
pembiayaan.

Beban umum dan administrasi

Tabel di bawah ini menyajikan informasi mengenai komponen dari beban umum dan administrasi serta persentase
komponen tersebut terhadap jumlah beban umum dan administrasi untuk masing-masing periode di bawah ini:

                                                                                                    (dalam jutaan Rupiah)
                                                              Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
                                                                 2021                               2020
                                                         Rp                %                Rp                  %
Jasa profesional                                              302.364          41,5%             255.728            40,4%
Penyusutan dan amortisasi                                      88.881          12,2%              90.375            14,3%
Beban kantor                                                   80.308          11,0%              52.856             8,4%
Komisi dan penagihan                                           65.729           9,0%              36.257             5,7%
Komputer                                                       52.908           7,3%              48.488             7,7%
Komunikasi                                                     38.644           5,3%              42.006             6,6%
Perjalanan dinas                                               36.876           5,1%              12.695             2,0%
Perizinan, asuransi, pemeliharaan dan perbaikan dan
   bensin yang berkaitan dengan kendaraan                      13.050         1,8%                15.982           2,5%
Beban administrasi bank                                        11.260         1,5%                10.322           1,6%
Materai                                                        10.849         1,5%                 5.248           0,8%
Biaya kantor lainnya                                            6.384         0,9%                 4.747           0,8%
Sewa kantor                                                     6.020         0,8%                13.670           2,2%
Pelatihan                                                       3.894         0,5%                 2.063           0,3%
Beban penyelasaian kontrak                                          -         0,0%                31.003           4,9%
Lain-lain                                                      11.619         1,6%                11.034           1,7%
Jumlah                                                        728.786       100,0%               632.474         100,0%


Beban umum dan administrasi Perseroan terutama terdiri dari jasa profesional untuk audit laporan keuangan,
sistem teknologi informasi, tenaga kerja outsourcing, jasa legal, pajak dan lainnya, sewa kantor pusat dan kantor-
kantor cabang, perjalanan dinas untuk manajemen dan karyawan Perseroan, beban kantor pusat dan kantor-
kantor cabang yang terkait langsung dengan operasional Perseroan, komputer, komunikasi untuk manajemen
dan karyawan, penyusutan dan amortisasi yang sebagian besar merupakan penyusutan perangkat kantor dan
perabot dan amortisasi perangkat lunak komputer, komisi dan penagihan untuk pihak ketiga, perizinan, asuransi,
pemeliharaan dan perbaikan dan bensin yang berkaitan dengan kendaraan, dan biaya administrasi bank.



                                                       45
Page 72
Beban pengaturan pinjaman dan jaminan ke pihak berelasi

Beban pengaturan pinjaman dan jaminan merupakan kompensasi yang dibayarkan Perseroan kepada
Mitsui & Co., Ltd. untuk bantuan dan dukungan yang diberikan, antara lain mencakup dukungan dan bantuan
untuk mengembangkan dan mempromosikan bisnis baru dan untuk memperkuat hubungan dengan pelanggan,
termasuk bank.

Beban pemasaran

Beban pemasaran merupakan biaya untuk promosi dan kegiatan pemasaran lainnya seperti pameran, kegiatan
promosi bersama dan lainnya.

Beban pajak penghasilan

Beban pajak penghasilan merupakan jumlah pajak yang terutang dan beban pajak tangguhan. Perseroan sebagai
Perseroan pembiayaan dikenakan tarif pajak penghasilan 22%.

Penghasilan komprehensif lain

Penghasilan komprehensif lain terdiri dari pengukuran kembali atas liabilitas imbalan pasca kerja dan laba yang
belum terealisasi atas nilai wajar kontrak lindung nilai derivatif.


5.		      PENDAPATAN BERDASARKAN SEGMEN OPERASI

Tabel berikut ini menyajikan rincian pendapatan Perseroan berdasarkan segmen operasi untuk masing-masing
periode di bawah ini:

                                                                                                 (dalam jutaan Rupiah)
                                                             Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
                                                                2021                              2020
                                                       Rp                 %                Rp                %
Pendapatan pembiayaan sepeda motor                      2.785.378             71,4%         3.130.858            91,9%
Pendapatan pembiayaan lainnya                           1.048.508             26,9%           201.800             5,9%
Pendapatan tidak dapat dialokasikan
  Bunga                                                        7.721         0,2%              18.162           0,5%
  Lain-lain                                                   58.269         1,5%              57.157           1,7%
Jumlah                                                     3.899.876       100,0%           3.407.977         100,0%

Pendapatan pembiayaan sepeda motor merupakan bunga yang diperoleh dari pembiayaan motor baru dan
bekas. Pendapatan Perseroan dari pembiayaan sepeda motor secara historis memberikan kontribusi paling besar
mencapai lebih dari 70%. Pendapatan pembiayaan sepeda motor Perseroan mengalami penurunan sebesar
11,0% dari Rp3.130.857 juta pada tahun 2020 menjadi Rp2.785.378 juta pada tahun 2021. Penurunan tersebut
terutama disebabkan oleh penyajian pendapatan pembiayaan Syana sepeda motor ke pendapatan pembiayaan
lainnya. Hal ini dikarenakan Perseroan telah memulai pembiayaan Syana atas mobil di tahun 2021.

Pendapatan pembiayaan lainnya merupakan bunga yang diperoleh dari aktivitas pembiayaan multiproduk,
pembiayaan mesin pertanian, pembiayaan mobil dan pendapatan marjin dari Dana Syariah yang telah dikurangi
dengan amortisasi biaya transaksi. Perseroan menawarkan pembiayaan selain pembiayaan sepeda motor dalam
rangka mendiversifikasi portofolio aset Perseroan. Pendapatan dari pembiayaan lainnya Perseroan mengalami
kenaikan sebesar 419,6% dari Rp201.800 juta pada tahun 2020 menjadi Rp1.048.508 juta pada tahun 2021.
Kenaikan tersebut terutama dikarenakan kenaikan new booking.




                                                      46
Page 73
6.		     HASIL KEGIATAN USAHA

Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2020

Pendapatan. Pendapatan Perseroan mengalami kenaikan sebesar 14,4% menjadi Rp3.899.876 juta pada tahun
2021 dari Rp3.407.977 juta pada tahun 2020. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh naiknya pendapatan bunga
dari aktivitas pembiayaan.

•   Pendapatan bunga dari aktivitas pembiayaan. Pendapatan bunga dari aktivitas pembiayaan mengalami
    kenaikan sebesar 5,9% menjadi Rp3.232.218 juta pada tahun 2021 dari sebelumnya Rp3.052.802 juta
    pada tahun 2020. Peningkatan ini terutama dikarenakan kenaikan nilai pemesanan lini bisnis pembiayaan
    Perseroan pada tahun 2021 sebesar 34,2% menjadi Rp9.567.444 juta, dengan pemesanan pembiayaan
    sepeda motor baru dan dana Syariah baik dalam jumlah unit maupun nilai pemesanan rata-rata per unit.

•   Pendapatan bunga atas keterlambatan pembayaran. Pendapatan bunga atas keterlambatan pembayaran
    mengalami penurunan sebesar 3,8% menjadi Rp166.351 juta pada tahun 2021 dari sebelumnya Rp173.012
    juta pada tahun 2020, sejalan dengan kenaikan komposisi piutang yang terlambat dibayar. Penurunan ini
    terutama disebabkan oleh kualitas piutang yang membaik dengan rasio NPF Perseroan masih di bawah 1%
    sesuai target Perseroan dalam rencana bisnis Perseroan.

•   Penerimaan kembali piutang yang telah dihapuskan. Penerimaan kembali piutang yang telah dihapuskan
    mengalami kenaikan sebesar 183,0% menjadi Rp94.061 juta pada tahun 2021 dari sebelumnya Rp33.238
    juta pada tahun 2020. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh lebih banyaknya piutang yang dapat ditagih
    piutang yang dapat ditagih oleh Perseroan sejalan dengan penerapan strategi tele-collection dan field-
    collection yang memastikan portofolio Perseroan terjaga dengan baik.

•   Denda atas penghentian kontrak dipercepat. Denda atas penghentian kontrak dipercepat mengalami kenaikan
    sebesar 43,7% menjadi Rp25.171 juta pada tahun 2021 dari sebelumnya Rp17.518 juta pada tahun 2020.
    Kenaikan ini terutama disebabkan oleh bertambahnya konsumen yang meminta percepatan pelunasan.

•   Lain-lain. Pendapatan lain-lain mengalami kenaikan sebesar 463,6% menjadi Rp316.085 juta pada tahun
    2021 dari sebelumnya Rp56.088 juta pada tahun 2020. Kenaikan ini sejalan dengan dengan kenaikan jumlah
    pemesanan.

Gaji dan tunjangan. Gaji dan tunjangan mengalami penurunan sebesar 9,9% menjadi Rp541.424 juta pada tahun
2021 dari sebelumnya Rp600.682 juta pada tahun 2020. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penyesuaian
undang-undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 Cipta Kerja serta penurunan waktu kerja lembur sesuai dengan
anjuran pemerintah untuk bekerja dari rumah.

Penyisihan kerugian kredit. Penyisihan kerugian kredit mengalami penurunan sebesar 18,8% menjadi Rp1.368.868
juta pada tahun 2021 dari sebelumnya Rp1.686.048 juta pada tahun 2020. Penurunan ini terutama disebabkan
oleh semakin membaiknya kualitas pembiayaan konsumen.

Bunga dan beban pembiayaan. Bunga dan beban pembiayaan mengalami penurunan sebesar 24,7% menjadi
Rp583.471 juta pada tahun 2021 dari sebelumnya Rp775.225 juta pada tahun 2020. Penurunan ini terutama
disebabkan oleh penurunan pinjaman bank.

Beban umum dan administrasi. Beban umum dan administrasi mengalami kenaikan sebesar 15,2% menjadi
Rp728.786 juta pada tahun 2021 dari sebelumnya Rp632.474 juta pada tahun 2020. Kenaikan tersebut terutama
disebabkan oleh kenaikan beban jasa profesional, kantor, komisi dan penagian dan perjalanan dinas. Beban jasa
profesional meningkat sebesar 18,2% menjadi Rp302.364 juta pada tahun 2021 dari sebelumnya Rp255.728 juta
pada tahun 2020, sehubungan dengan perubahan sistem teknologi informasi. Beban kantor meningkat sebesar
51,9% menjadi Rp80.308 juta pada tahun 2021 dari sebelumnya Rp52.856 juta pada tahun 2020 terutama




                                                     47
Page 74
disebabkan oleh kenaikan jumlah outstanding. Beban komisi dan penagihan meningkat sebesar 81,3% menjadi
Rp65.729 juta pada tahun 2021 dari sebelumnya Rp36.257 juta pada tahun 2020 yang disebabkan oleh peningkatan
biaya pihak ketiga. Perjalanan dinas meningkat sebesar 190,5% menjadi Rp36.876 miliar pada tahun 2021 dari
sebelumnya Rp12.695 juta pada tahun 2020 yang disebabkan oleh kenaikan jumlah new booking.

Beban pengaturan pinjaman dan jaminan. Beban pengaturan pinjaman dan jaminan mengalami penurunan sebesar
22,0% menjadi Rp29.800 juta pada tahun 2021 dari sebelumnya Rp38.228 juta pada tahun 2020. Penurunan
tersebut dikarenakan penurunan pinjaman bank.

Beban pemasaran. Beban pemasaran mengalami kenaikan sebesar 97,2% menjadi Rp33.002 juta pada tahun
2021 dari sebelumnya Rp16.267 juta pada tahun 2020. Kenaikan tersebut dikarenakan meningkatnya secara
perlahan aktivitas promosi dan kegiatan pemasaran seiring dengan telah menurunnya level penerapan PPKM
(Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) di seluruh wilayah.

Laba (rugi) sebelum pajak. Sebagai akibat dari hal-hal yang telah dijelaskan di atas, Perseroan mencatatkan
laba sebelum pajak sebesar Rp614.525 juta pada tahun 2021 dari sebelumnya rugi sebelum pajak Rp341.416
juta pada tahun 2020. Rasio laba sebelum pajak terhadap pendapatan Perseroan meningkat dari minus 10,0%
pada tahun 2020 menjadi 15,8% pada tahun 2021.

Manfaat (beban) pajak penghasilan. Perseroan mencatatkan beban pajak penghasilan sebesar Rp140.798 juta
pada tahun 2021 dari sebelumnya manfaat pajak penghasilan Rp58.843 juta pada tahun 2020. Kenaikan ini
sejalan dengan meningkatnya laba sebelum pajak.

Laba (rugi) bersih tahun berjalan. Sebagai akibat dari hal-hal yang telah dijelaskan di atas, Perseroan mencatatkan
laba bersih tahun berjalan sebesar Rp473.727 juta pada tahun 2021 dari sebelumnya rugi bersih tahun berjalan
Rp283.573 juta pada tahun 2020.

Penghasilan komprehensif lain tahun berjalan. Perseroan mencatatkan penghasilan komprehensif lain tahun
berjalan sebesar Rp63,381 juta pada tahun 2021 dari sebelumnya rugi Rp2.906 juta pada tahun 2020. Kenaikan
tersebut disebabkan oleh kenaikan laba yang belum terealisasi atas nilai wajar kontrak lindung nilai derivatif
dan pengukuran kembali atas liabilitas imbalan pasca kerja.

Jumlah penghasilan (rugi) komprehensif tahun berjalan. Sebagai akibat dari hal-hal yang telah dijelaskan di atas,
Perseroan mencatatkan jumlah penghasilan komprehensif tahun berjalan sebesar Rp537.108 juta pada tahun
2021 dari sebelumnya rugi komprehensif tahun berjalan Rp285.479 juta pada tahun 2020.


7.		       ASET, LIABILITAS DAN EKUITAS

Aset

Tabel berikut ini menjelaskan rincian aset Perseroan per tanggal 31 Desember 2021 dan 2020:

                                                                                                (dalam jutaan Rupiah)
                                                                            31 Desember 2021      31 Desember 2020
Kas dan bank                                                                          173.091               687.434
Piutang pembiayaan – bersih                                                        11.003.509            10.081.984
Piutang derivatif                                                                      23.271                 2.122
Piutang lain-lain – bersih                                                             70.033                80.387
Uang muka                                                                              32.858                27.804
Biaya dibayar dimuka                                                                   33.247                29.343
Aset tetap – setelah dikurangi akumulasi penyusutan                                   327.190               340.568
Aset tak berwujud – setelah dikurangi akumulasi amortisasi                             77.796                43.142
Aset pajak tangguhan – bersih                                                         207.683               215.809
Aset hak-guna                                                                          33.077                43.556
Aset lainnya                                                                            2.781                 8.069
Jumlah                                                                             11.984.536            11.560.218




                                                             48
Page 75
Posisi tanggal 31 Desember 2021 dibandingkan dengan 31 Desember 2020

Jumlah aset Perseroan mengalami peningkatan sebesar 3,7% menjadi Rp11.984.536 juta per 31 Desember
2021 dari sebelumnya Rp11.560.218 juta per 31 Desember 2020, terutama disebabkan oleh kenaikan total
piutang pembiayaan – bersih sebesar 9,1% menjadi Rp11.003.509 juta per 31 Desember 2021 dari sebelumnya
Rp10.081.984 juta per 31 Desember 2020, sejalan dengan peningkatan jumlah kontrak pembiayaan baru. Aset
tak berwujud setelah dikurangi akumulasi amortisasi mengalami kenaikan sebesar 80,3% menjadi Rp77.796
juta per 31 Desember 2021 dari sebelumnya Rp43.142 juta per 31 Desember 2020 terutama dikarenakan
kenaikan project selama 2021. Piutang derivatif mengalami kenaikan sebesar 996,7% menjadi Rp23.271 juta
per 31 Desember 2021 dari sebelumnya Rp2.122 juta per 31 Desember 2020 terutama dikarenakan nilai tukar
US Dollar atas Rupiah yang lebih tinggi, dibandingkan rata-rata nilai tukar kontrak derivatif yang belum jatuh
tempo pada 31 Desember 2021. Kenaikan tersebut sebagian di-offset dengan penurunan saldo kas dan bank
sejalan dengan penurunan saldo kas di bank.

Liabilitas

Tabel berikut ini menjelaskan rincian liabilitas Perseroan per tanggal 31 Desember 2021 dan 2020:

                                                                                             (dalam jutaan Rupiah)
                                                                       31 Desember 2021      31 Desember 2020
Pinjaman bank                                                                    5.227.089             6.915.457
Utang derivatif                                                                     13.845                86.404
Utang pajak                                                                         50.715                 5.735
Utang lain-lain                                                                    189.811               184.054
Beban akrual                                                                       355.867               348.018
Utang obligasi                                                                   3.918.220             2.293.455
Liabilitas sewa                                                                     10.176                14.088
Liabilitas imbalan pasca kerja                                                     154.004               185.306
Jumlah                                                                           9.919.727            10.032.517


Posisi tanggal 31 Desember 2021 dibandingkan dengan 31 Desember 2020

Jumlah liabilitas Perseroan mengalami penurunan sebesar 1,1% menjadi Rp9.919.727 juta per 31 Desember
2021 dari sebelumnya Rp10.032.517 juta per 31 Desember 2020. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh
penurunan saldo pinjaman bank Perseroan yang seluruhnya digunakan untuk membiayai kebutuhan modal kerja
Perseroan. Utang derivatif Perseroan juga menurun sebesar 84,0% menjadi Rp13.845 juta per 31 Desember
2021 dari sebelumnya Rp86.404 juta per 31 Desember 2020 seiring dengan pelemahan nilai tukar mata uang
Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat dari Rp14.105 pada tanggal 31 Desember 2020 menjadi Rp14.269 pada
tanggal 31 Desember 2021 dan telah berakhirnya kontrak-kontrak derivatif dengan posisi liabilities pada tanggal
31 Desember 2020 di tahun 2021. Di sisi lain, utang obligasi mengalami kenaikan sebesar 70,8% menjadi
Rp3.918.220 juta per tanggal 31 Desember 2021 dari sebelumnya Rp2.293.455 juta per tanggal 31 Desember
2020 seiring dengan adanya penambahan penerbitan obligasi.

Ekuitas

Tabel berikut ini menjelaskan rincian ekuitas Perseroan per tanggal 31 Desember 2021 dan 2020:

                                                                                             (dalam jutaan Rupiah)
                                                                       31 Desember 2021      31 Desember 2020
Modal saham                                                                        353.571               353.571
Tambahan modal disetor                                                             235.858               235.858
Pendapatan komprehensif lainnya                                                   (15.090)              (78.471)
Saldo laba
   Ditentukan penggunaannya                                                         71.400                 71.400
   Tidak ditentukan penggunaannya                                                1.419.070                945.343
Jumlah                                                                           2.064.809              1.527.701




                                                      49
Page 76
Posisi tanggal 31 Desember 2021 dibandingkan dengan 31 Desember 2020

Ekuitas Perseroan mengalami peningkatan sebesar 35,2% menjadi Rp2.065 miliar per 31 Desember 2021 dari
sebelumnya Rp1.527.700 juta per 31 Desember 2020. Kenaikan tersebut terutama disebabkan oleh laba setelah
pajak Perseroan di tahun 2021. Pendapatan komprehensif lainnya Perseroan turun menjadi minus Rp15.090
juta per 31 Desember 2021 dari sebelumnya minus Rp78.471 juta per 31 Desember 2020 sehubungan dengan
penurunan liabilitas imbalan pasca kerja hasil pengukuran kembali dan rugi yang belum terealisasi atas nilai
wajar kontrak lindung nilai derivatif.

Berdasarkan RUPS Tahunan pada tanggal 1 Desember 2020, pemegang saham menyetujui penggunaan laba
yang diperoleh dalam tahun buku 2020 untuk dibagikan sebagai dividen tunai sebesar Rp73.568 juta atau setara
dengan Rp208,7 per lembar saham. Dividen tersebut telah dibayarkan pada tanggal 8 Desember 2020.


8.		        LIKUIDITAS DAN SUMBER PENDANAAN

Sumber likuiditas utama Perseroan adalah fasilitas pinjaman bank yang hanya digunakan Perseroan untuk
kegiatan pembiayaan barang maupun jasa. Pada tanggal 31 Desember 2021, sumber likuiditas material Perseroan
yang belum digunakan tercatat sebesar Rp10.167.513 juta. Penerbitan Obligasi akan turut menambah sumber
likuiditas Perseroan untuk kegiatan pembiayaan. Kebutuhan pendanaan untuk kegiatan pembiayaan secara
historis cenderung meningkat menjelang hari raya Lebaran, dan Perseroan berkeyakinan memiliki sumber
pendanaan yang cukup untuk mengantisipasi lonjakan permintaan tersebut. Perseroan mendanai belanja modal
maupun modal kerja di luar kegiatan pembiayaan dengan menggunakan kas dari kegiatan operasional. Jika kas
dari kegiatan operasional Perseroan tidak mencukupi, Perseroan berencana untuk mendapatkan modal kerja
tambahan yang diperlukan dengan menggunakan jalur penerbitan obligasi, perbankan, atau lembaga keuangan
lainnya guna memenuhi kebutuhan tersebut.

Perseroan berkeyakinan bahwa dengan memperhitungkan kas yang diharapkan akan dihasilkan dari kegiatan
operasi dan sumber keuangan yang saat ini tersedia untuk Perseroan, Perseroan memiliki likuiditas yang cukup
untuk memenuhi kebutuhan modal kerja, kewajiban pembayaran utang dan kebutuhan akan kas lainnya untuk
saat ini dan 12 bulan setelah tanggal Prospektus ini diterbitkan.

Arus kas

Tabel berikut ini menyajikan ringkasan arus kas Perseroan untuk masing-masing periode di bawah ini:

                                                                                                   (dalam jutaan Rupiah)
                                                                        Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
                                                                                2021                     2020
Kas bersih digunakan untuk aktivitas operasi                                             311.036               1.903.210
Kas bersih digunakan untuk aktivitas investasi                                          (88.959)                (59.900)
Kas bersih diperoleh dari aktivitas pendanaan                                          (736.420)             (1.458.662)
Kenaikan (penurunan) bersih kas dan bank                                               (514.342)                 384.648
Kas dan bank awal periode                                                                687.434                 302.785
Kas dan bank akhir periode                                                               173.091                 687.434


Arus kas dari aktivitas operasi

Arus kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi terdiri dari kas yang diterima dari transaksi pembiayaan dan bunga
atas keterlambatan, pelunasan dipercepat dan aktivitas operasi lainnya, dan arus kas keluar terutama digunakan
untuk transaksi pembiayaan, pembayaran gaji dan tunjangan, dan pembayaran beban umum, administrasi dan
pemasaran.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasional sebesar Rp311.036 juta pada tahun 2021 terdiri dari
penerimaan kas dari transaksi pembiayaan sebesar Rp10.898.182 juta, bunga atas keterlambatan, pelunasan
dipercepat dan aktivitas operasi lainnya sebesar Rp677.292 juta. Perseroan menggunakan kas tersebut untuk
pembayaran transaksi pembiayaan sebesar Rp9.987.406 juta, pembayaran gaji dan tunjangan sebesar Rp503.097




                                                        50
Page 77
juta, biaya pengaturan pinjaman dan jaminan ke pihak berelasi sebesar Rp31.316 juta, pembayaran imbalan
pasca kerja sebesar Rp25.518 juta, pembayaran pajak penghasilan badan Rp124.717 juta, pembayaran beban
bunga liabilitas sewa sebesar Rp938 juta dan pembayaran beban umum, administrasi dan pemasaran sebesar
Rp591.446 juta.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasional sebesar Rp1.903.210 juta pada tahun 2020 terdiri dari
penerimaan kas dari transaksi pembiayaan sebesar Rp10.335.071 juta, bunga atas keterlambatan, pelunasan
dipercepat dan aktivitas operasi lainnya sebesar Rp358.270 juta. Perseroan menggunakan kas tersebut untuk
pembayaran transaksi pembiayaan sebesar Rp7.479.522 juta, pembayaran gaji dan tunjangan sebesar Rp572.416
juta, biaya pengaturan pinjaman dan jaminan ke pihak berelasi sebesar Rp41.661 juta, pembayaran imbalan
pasca kerja sebesar Rp9.488 juta, pembayaran pajak penghasilan badan Rp47.901 juta, pembayaran beban
bunga liabilitas sewa sebesar Rp782 juta dan pembayaran beban umum, administrasi dan pemasaran sebesar
Rp638.359 juta.

Arus kas dari aktivitas investasi

Arus kas yang digunakan untuk aktivitas investasi terutama terdiri dari pembelian aset tetap berupa prasarana
gedung yang disewa, perangkat kantor dan perabot dan kendaraan, dan Aset tak berwujud.

Kas bersih yang digunakan Perseroan untuk aktivitas investasi meningkat sebesar 48,5% menjadi Rp88.959
juta pada tahun 2021 dari sebelumnya Rp59.900 juta pada tahun 2020. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
penambahan aset tetap dan aset tak berwujud berupa perangkat lunak komputer seiring dengan kenaikan inisiatif
terkait IT.

Arus kas dari aktivitas pendanaan

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan sebesar Rp736.420 juta pada tahun 2021 terdiri
dari pembayaran pinjaman bank sebesar Rp9.641.840 juta, pembayaran bunga dan beban keuangan sebesar
Rp622.686 juta, pembayaran utang obligasi II seri B tahun 2018 sebesar Rp500.000 juta, pembayaran utang
obligasi tahap II seri A tahun 2020 sebesar Rp373.000 juta, pembayaran pokok liabilitas sewa sebesar Rp16.253
juta dan pembayaran biaya penerbitan Obigasi sebesar Rp7.406 juta. Perseroan juga melakukan penarikan
pinjaman bank sebesar Rp7.924.766 juta dalam periode tersebut dan menerbitkan Obligasi sebesar Rp2.500.000
juta untuk mendanai transaksi pembiayaan.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan sebesar Rp1.458.662 juta pada tahun 2020 terdiri
dari pembayaran pinjaman bank sebesar Rp5.646.840 juta, pembayaran bunga dan beban keuangan sebesar
Rp743.908 juta, pembayaran utang Obligasi I tahun 2017 sebesar Rp350.000 juta, pembayaran utang obligasi III
seri A tahun 2019 sebesar Rp300.000 juta, pembayaran dividen sebesar Rp73.568 juta, pembayaran pokok
liabilitas sewa sebesar 24.460 juta dan pembayaran biaya penerbitan Obigasi sebesar Rp3.885 juta. Perseroan
juga melakukan penarikan pinjaman bank sebesar Rp5.083.000 juta dalam periode tersebut dan menerbitkan
Obligasi sebesar Rp600.000 juta untuk mendanai transaksi pembiayaan.

Aktivitas operasi, investasi dan pendanaan yang telah dijelaskan di atas mengakibatkan kas dan bank Perseroan
mengalami penurunan menjadi Rp173.091 juta pada 31 Desember 2021 dari sebelumnya Rp687.434 juta pada
31 Desember 2020.


9.		      KUALITAS PIUTANG

Dilihat dari tingkat kolektibilitas fasilitas pembiayaan yang diberikan, Perseroan mengklasifikasikan keterlambatan
pembayaran ke dalam 3 (tiga) kelompok, yaitu (i) tunggakan kurang dari 30 hari; (ii) tunggakan 31 sampai dengan
60 hari, (iii) tunggakan lebih dari 60 hari. Tabel berikut menyajikan perkembangan piutang pembiayaan Perseroan
berdasarkan umur piutang per 31 Desember 2021 dan 31 Desember 2020:




                                                        51
Page 78
                                                                                              (dalam jutaan Rupiah)
                                                        31 Desember 2021                31 Desember 2020
                                                        Rp                 %            Rp                 %
Lancar                                                  10.326.777             85,6%     9.355.396             85,8%
Telah jatuh tempo sebelum dikurangi penurunan nilai
   Kurang dari 30 hari                                      588.775           4,9%         721.117            6,6%
   31 sampai dengan 60 hari                                 517.244           4,3%         478.476            4,4%
   Lebih dari 60 hari                                       224.033           1,9%         147.636            1,4%
Mengalami penurunan nilai                                   413.318           3,4%         196.844            1,8%
Jumlah                                                  12.070.147         100,0%       10.899.468         100,0%
Cadangan kerugian penurunan nilai                       (1.066.638)         (8,8%)       (817.485)          (7,5%)
Jumlah - bersih                                          11.003.509         91,2%       10.081.984          92,5%


Piutang pembiayaan Perseroan meningkat dari Rp10.081.984 juta pada tanggal 31 Desember 2020 menjadi
Rp11.003.509 juta pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini seiring dengan jumlah transaksi pembiayaan
baru Perseroan yang terus bertumbuh.

Perseroan mengevaluasi kondisi piutang secara kolektif setiap bulan dengan menggunakan variabel-variabel
PD dan LGD untuk menghitung EAD bulanan. PDdan LGD dihitung berdasarkan hasil analisa data pinjaman
yang diberikan dan piutang yang dapat diobservasi antara 3 (tiga) sampai 5 (lima) tahun berdasarkan jenis
pembiayaan Perseroan. Penghapusan piutang tak tertagih akan dilakukan apabila piutang tak tertagih tersebut
telah berumur lebih dari 180 hari atau saat Perseroan menentukan bahwa piutang tersebut tidak dapat ditagih
lagi. Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2021, Perseroan telah melakukan penyisihan atas kerugian penurunan
nilai piutang pembiayaan masing-masing sebesar Rp817.485 juta dan Rp1.066.638 juta, yang masing-masing
mewakili sekitar 7,5% dan 8,8% dari seluruh piutang pembiayaan pada masing-masing tanggal. Peningkatan
saldo cadangan penurunan nilai piutang disebabkan oleh meningkatnya saldo piutang yang jatuh tempo di atas
90 hari. Manajemen berpendapat bahwa cadangan kerugian penurunan nilai tersebut telah memadai untuk
menutupi kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya piutang pembiayaan dan telah sesuai dengan standar
akuntansi keuangan yang berlaku di Indonesia.

Perseroan telah menerapkan kebijakan untuk mengurangi risiko kredit, termasuk mengambil jaminan sebagai
jaminan pelunasan pinjaman jika kewajiban kontraktual tidak terpenuhi. Jenis agunan yang diterima untuk
pinjaman pembiayaan untuk mengurangi risiko kredit meliputi sepeda motor, mesin pertanian, mobil dan peralatan
elektronik. Nilai agunan dinilai berdasarkan penilaian internal dan/atau eksternal. Estimasi nilai wajar jaminan
adalah sebagai berikut:

                                                                                              (dalam jutaan Rupiah)
                                                        31 Desember 2021                31 Desember 2020
                                                        Rp                 %            Rp                 %
Sepeda motor                                            10.378.867          80,4%        9.562.955          86,0%
Mobil                                                    2.349.029          18,2%        1.444.191          13,0%
Alat-alat elektronik                                       147.009           1,1%           73.299           0,7%
Mesin pertanian                                             31.796           0,2%           25.174           0,2%
Lain-lain                                                      654           0,0%           15.188           0,1%
Jumlah                                                  12.907.355         100,0%       11.120.807         100,0%

Persyaratan agunan bukanlah merupakan pengganti faktor kemampuan debitur dalam hal pembayaran kembali
kredit, dimana hal ini menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan pemberian kredit. Perseroan
mengevaluasi bahwa konsentrasi risiko terkait dengan piutang pembiayaan adalah rendah, pelanggan Perseroan
berada pada beberapa yuridikasi dan industri dan beroperasi di pasar yang independen.




                                                      52
Page 79
10.		      BELANJA MODAL

Secara historis, sebagian besar belanja modal Perseroan dialokasikan untuk pembelian perangkat kantor seperti
server, komputer dan peralatan komunikasi, dan perangkat lunak komputer yang seluruhnya dibiayai melalui kas
yang diperoleh dari aktivitas operasional. Tabel di bawah ini menyajikan belanja modal historis untuk periode-
periode sebagai berikut:

                                                                                                        (dalam jutaan Rupiah)
                                                                              Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
                                                                                       2021                    2020
Perangkat lunak komputer                                                                      61.956                    13.442
Perangkat kantor dan perabot                                                                  19.871                    12.990
Prasarana gedung                                                                               6.189                     8.900
Gedung                                                                                             -                     4.217
Kendaraan                                                                                          -                     1.566
Jumlah                                                                                        88.016                    41.115


Pada tanggal 31 Desember 2021, Perseroan mencatatkan saldo uang muka pembelian aset tetap dan perangkat
lunak komputer masing-masing sebesar Rp26.060 juta dan Rp61.956 juta.

Jumlah belanja modal Perseroan untuk tahun 2022 diperkirakan sebesar Rp164.730 juta yang sebagian besar
akan digunakan untuk pembelian perangkat lunak, komputer, prasarana gedung, perangkat kantor, dan perabot.
Pada bulan Maret 2022, belanja modal yang telah terealisasi mencapai sekitar 4,8%.

Per 30 Maret 2022, Perseroan telah melakukan komitmen pembelian barang modal sekitar 7,7% dari anggaran
belanja modal tahun 2022 berupa perangkat lunak komputer dan penggantian kendaraan operasional
Perseroan, dengan sejumlah pemasok, antara lain PT Optima Data International, PT Mitra Integrasi Informatika,
PT Mastersystem Infotama dan PT Rantisia Digital Perkasa. Seluruh belanja modal akan dilakukan dengan mata
uang Rupiah. Sumber dana yang akan digunakan untuk membiayai belanja modal adalah kas dari aktivitas
operasional. Untuk komitmen dengan para pemasok, terdapat ketentuan kompensasi standar apabila terjadi
keterlambatan pembayaran atas jasa para pemasok.


11.		      ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM MATA UANG ASING

Perseroan terekspos pengaruh fluktuasi nilai tukar mata uang asing karena transaksi yang didenominasi mata
uang asing, seperti pinjaman bank yang didenominasi dalam Dolar Amerika Serikat dan JPY Jepang. Tabel
di bawah ini meringkas instrumen Perseroan yang didominasi dalam mata uang asing (tidak termasuk instrumen
keuangan yang digunakan untuk lindung nilai) pada tanggal 31 Desember 2021:

                                                                                                      Setara dengan Rupiah
                                                                  US$                  JPY           (dalam jutaan Rupiah) (1)
Kas dan bank                                                           17.218                 37.998                     250
Pinjaman bank                                                   (111.927.185)                      -             (1.597.089)
Jumlah                                                          (111.909.967)                 37.998             (1.596.839)
Catatan:
(1) Kurs yang digunakan oleh Perseroan pada tanggal 31 Desember 2021 adalah Rp14.269 per 1 US$ dan Rp123,9 per 1 JPY.


Pada tanggal 31 Desember 2021, jika nilai tukar Dolar Amerika Serikat terhadap Rupiah, dengan semua variabel
lainnya tetap konstan, mengalami penambahan (pengurangan) sebesar 1%, laba sebelum pajak Perseroan akan
berkurang sebesar Rp15.968 juta (meningkat sebesar Rp15.968 juta).

Untuk membantu mengelola risiko, Perseroan memiliki kebijakan untuk melindungi seluruh pinjaman dalam
valuta asing melalui kontrak cross currency swap untuk menghindari segala risiko dari fluktuasi mata uang asing
terhadap Rupiah Indonesia.




                                                             53
Page 80
12.		      RISIKO SUKU BUNGA ACUAN PINJAMAN

Perseroan terekspos pengaruh perubahan tingkat suku bunga karena Perseroan meminjam dana dengan tingkat
bunga mengambang. Berikut ini adalah tabel ilustrasi instrumen keuangan Perseroan yang dikenakan bunga
(tidak termasuk instrumen derivatif) pada tanggal 31 Desember 2021:

                                                                                                      (dalam jutaan Rupiah)
                                                      Tingkat Bunga
                                                       Mengambang          Tingkat Bunga Tetap             Jumlah
Aset keuangan
Bank                                                             156.558                         -                 156.558
Piutang pembiayaan - bersih                                            -                11.003.509              11.003.509


Liabilitas keuangan
Pinjaman bank                                                  1.597.089                3.630.000                5.227.089
Utang obligasi                                                         -                3.918.220                3.918.220

Pada tanggal 31 Desember 2021, jika suku bunga, dengan semua variabel lainnya tetap konstan, lebih tinggi
(lebih rendah) 50 basis poin, laba sebelum pajak Perseroan akan berkurang sebesar Rp7.984 juta (meningkat
sebesar Rp7.984 juta).

Perseroan mempraktekkan pengelolaan tingkat bunga (biaya pendanaan) atas pinjaman dalam mata uang Rupiah
dengan menggunakan tingkat bunga tetap untuk menutup tingkat bunga yang dibebankan kepada pelanggan. Untuk
fasilitas pendanaan berdasarkan tingkat bunga mengambang, Perseroan memiliki kebijakan untuk melakukan
lindung nilai melalui kontrak cross currency swap untuk menghindari instrumen derivatif fluktuasi tingkat bunga.


13.		      JUMLAH PINJAMAN YANG MASIH TERUTANG

Jumlah pinjaman yang masih terutang per 31 Desember 2021 tercatat sebesar Rp10.525 miliar dengan analisis
jatuh tempo pinjaman sebagai berikut:

                                                                                                      (dalam jutaan Rupiah)
                                                     Kurang dari      ≥ 6 bulan dan     ≥ 12 bulan dan
                                                       6 bulan         ≤ 12 bulan         ≤ 36 bulan          Jumlah
Pinjaman bank                                             2.317.156         1.021.153         2.206.797          5.545.106
Utang obligasi                                              631.103         1.466.844         2.287.664          4.385.611
Biaya yang masih harus dibayar                              355.867                 -                  -           355.867
Utang lain-lain                                             189.811                 -                  -           189.811
Utang derivatif                                                   -                 -            49.093             49.093
Jumlah                                                    3.493.938         2.487.997         4.543.554         10.525.488


Informasi lebih lanjut mengenai fasilitas pinjaman dari perbankan dan obligasi dapat dilihat pada Bab III Prospektus
ini mengenai Pernyataan Utang.




                                                        54
Page 81
VI.		    FAKTOR RISIKO


Investasi pada Obligasi Perseroan memiliki sejumlah risiko. Para calon investor harus memperhatikan informasi
yang ada di dalam penjelasan mengenai faktor risiko ini dengan seksama, khususnya informasi mengenai risiko-
risiko usaha berikut, sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada Obligasi Perseroan. Risiko-risiko yang belum
diketahui Perseroan atau yang dianggap tidak material juga dapat mempengaruhi kegiatan usaha, arus kas,
hasil operasi, kondisi keuangan atau prospek usaha Perseroan. Harga pasar atas Obligasi Perseroan dapat
turun dikarenakan salah satu risiko ini, dan calon investor dapat kehilangan sebagian atau seluruh investasinya.

Berikut adalah faktor risiko usaha dan risiko umum yang disusun berdasarkan bobot risiko yang dihadapi Perseroan
dalam menjalankan kegiatan usahanya yang dapat mempengaruhi kinerja maupun harga Obligasi baik secara
langsung maupun tidak langsung:


1.		     RISIKO UTAMA YANG MEMPUNYAI PENGARUH SIGNIFIKAN TERHADAP KELANGSUNGAN USAHA
         PERSEROAN

Risiko pembiayaan

Risiko pembiayaan adalah risiko yang muncul akibat ketidakmampuan konsumen/debitur untuk membayar kembali
fasilitas pembiayaan yang diberikan, baik pokok pinjaman maupun bunganya. Risiko Pembiayaan ini menyebabkan
tidak tertagihnya piutang pembiayaan kepada konsumen yang dapat berdampak langsung terhadap menurunkan
pendapatan dan kinerja Perseroan. Beberapa faktor yang mungkin menyebabkan naiknya Risiko Pembiayaan
adalah adanya gangguan pembayaran debitur kepada perseroan yang dapat terjadi karena komposisi portofolio
piutang pembiayaan dan tingkat konsentrasi yang tinggi, strategi penyaluran pembiayaan yang tidak memadai,
kualitas piutang pembiayaan yang rendah, ketidakcukupan pencadangan yang dilakukan oleh Perseroan, serta
faktor-faktor eksternal yang berada di luar kendali Perseroan seperti tingkat pertumbuhan ekonomi nasional dan
tingkat inflasi. Untuk mengurangi eksposur terhadap risiko ini, Perseroan umumnya memberlakukan agunan dalam
bentuk Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor (“BPKB”) untuk semua kendaraan yang dibiayai oleh Perseroan.
Jaminan dapat diambil alih sebagai jaminan pelunasan pinjaman jika kewajiban kontraktual tidak terpenuhi.
Namun demikian, pengambilalihan kendaraan bermotor yang merupakan jaminan dari konsumen/debitur mungkin
tidak dapat menutup seluruh kewajiban kontraktual karena nilai aset yang diambil alih tersebut dapat mengalami
penurunan nilai, sehingga menurunkan pendapatan Perseroan.

Perseroan berkeyakinan bahwa pandemik COVID-19 telah meningkatkan risiko pembiayaan Perseroan secara
signifikan, khususnya lini bisnis pembiayaan kendaraan sepeda motor sebagai dampak dari penurunan daya beli
sebagian besar masyarakat di Indonesia termasuk konsumen pembiayaan Perseroan. OJK telah mengeluarkan
peraturan POJK No. 14/POJK.05/2020 tentang Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran COVID-19 Bagi
LJKNB pada bulan April 2020 dalam rangka mendorong optimalisasi kinerja LJKNB seperti Perseroan dan
mendukung pertumbuhan ekonomi seiring dengan perkembangan penyebaran COVID-19 yang secara global telah
berdampak secara langsung ataupun tidak langsung kepada konsumen termasuk terhadap kinerja dan kapasitas
operasional LJKNB. Peraturan tersebut mengatur berbagai jenis kebijakan countercyclical termasuk kebijakan
dimana LJKNB dapat melakukan restrukturisasi pembiayaan terhadap debitur yang terkena dampak penyebaran
COVID-19. Di tahun 2020, Perseroan mendukung program Pemerintah tersebut dengan menawarkan kepada
konsumen yang berdampak beberapa opsi restrukturisasi (keringanan) antara lain perubahan tanggal jatuh tempo
atau penurunan nilai angsuran, perpanjangan tenor (jangka waktu), dan penundaan sebagian angsuran (pokok
dan bunga). Pengajuan permohonan restrukturisasi (keringanan) dapat dilakukan oleh konsumen Perseroan
yang terkena dampak penyebaran COVID-19 dengan persyaratan tertentu. Tidak ada jaminan bahwa langkah-
langkah restrukturisasi tersebut akan dapat meminimalisir risiko pembiayaan Perseroan dan besarnya dampak
dari pandemik COVID-19 terhadap sektor pembiayaan saat ini masih belum bisa diperkirakan. Di tahun 2021
sampai saat ini, tidak terdapat permohonan restrukturisasi kembali yang diterima dari konsumen. OJK kembali
mengeluarkan POJK Nomor 30/POJK.05/2021 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
Nomor 14/POJK.05/2020 tentang Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease 2019 bagi
Lembaga Jasa Keuangan Nonbank, di akhir tahun 2021.




                                                      55
Page 82
2.		     RISIKO USAHA YANG BERSIFAT MATERIAL BAIK SECARA LANGSUNG MAUPUN TIDAK LANGSUNG
         YANG DAPAT MEMPENGARUHI HASIL USAHA DAN KONDISI KEUANGAN PERSEROAN

Dalam menjalankan usahanya, Perseroan tidak terlepas dari risiko-risiko yang dapat mengancam kelangsungan
usaha Perseroan (going concern). Risiko kegiatan usaha Perseroan yang disusun berdasarkan bobot dampak
masing-masing risiko terhadap kinerja Perseroan, yaitu sebagai berikut:

Risiko dukungan dana

Risiko dukungan dana adalah risiko yang muncul akibat ketidakcukupan dana/modal yang ada pada Perseroan,
termasuk kurangnya akses tambahan dana/modal dalam menghadapi kerugian atau kebutuhan dana/modal yang
tidak terduga.

Perseroan umumnya bergantung pada pinjaman bank selain kas yang diperoleh dari kegiatan operasi untuk
menjalankan kegiatan usaha dan memenuhi kebutuhan pendanaan di masa depan yang diperkirakan akan
meningkat seiring dengan pertumbuhan kegiatan usaha Perseroan. Kemampuan Perseroan memperoleh
pendanaan bergantung pada banyak faktor yang beberapa di antaranya berada di luar kendali Perseroan. Sebagai
contoh, ketidakstabilan politik, penurunan ekonomi, kesulitan likuiditas di perbankan dan pasar keuangan,
kerusuhan sosial dan perubahan peraturan dapat mengakibatkan beban pinjaman Perseroan meningkat atau
membatasi kemampuan Perseroan untuk mendapatkan pendanaan. Tidak ada jaminan bahwa Perseroan akan
selalu mampu memperoleh pendanaan pada tingkat suku bunga dan syarat komersial lainnya yang wajar.
Ketidakmampuan Perseroan untuk mendapatkan pendanaan yang dibutuhkan dapat berdampak negatif terhadap
kegiatan usaha, hasil operasi, kondisi keuangan dan prospek Perseroan.

Selain itu, sebagian besar perjanjian pinjaman yang dimiliki Perseroan saat ini mensyaratkan pemberian jaminan
perusahaan (corporate guarantee) dari Grup Mitsui selama pinjaman belum dilunasi. Grup Mitsui, sebagai
pemegang saham pengendali Perseroan sejak tahun 1997, memiliki reputasi bisnis yang baik yang memiliki
peranan penting dalam pengembangan bisnis Perseroan, termasuk dalam hal penggalangan pendanaan. Namun
demikian, tidak ada jaminan bahwa Grup Mitsui akan terus mempertahankan kepemilikannya pada Perseroan.
Keluarnya Grup Mitsui sebagai pemegang saham pengendali Perseroan untuk selanjutnya digantikan dengan
pemegang saham baru atau berkurangnya kepemilikan Grup Mitsui pada Perseroan dapat mempengaruhi
kemampuan Perseroan untuk mendapatkan pendanaan pada tingkat suku bunga dan syarat komersial lainnya
yang kompetitif, dan hal tersebut dapat berdampak negatif terhadap kegiatan usaha, hasil operasi, kondisi
keuangan dan prospek Perseroan.

Sebagai akibat dari utang Perseroan yang bertambah besar seiring dengan perkembangan bisnis Perseroan,
Perseroan dapat menjadi lebih rentan terhadap kondisi ekonomi dan industri yang buruk, memiliki fleksibilitas
terbatas dalam merencanakan dan merespon perubahan dalam bisnis dan industri pembiayaan, memiliki
keunggulan kompetitif yang lebih rendah dibandingkan pesaing dengan tingkat utang yang lebih rendah, memiliki
kewajiban untuk mengalokasikan sebagian besar dari arus kas untuk membayar utang, serta menghadapkan
Perseroan pada pembatasan keuangan yang lebih ketat. Salah satu faktor tersebut dapat berdampak negatif
terhadap kegiatan usaha, hasil operasi, kondisi keuangan dan prospek Perseroan.

Risiko operasional

Risiko operasional adalah risiko akibat ketidakcukupan dan/atau tidak berfungsinya proses internal, kesalahan
manusia, kegagalan sistem, dan/atau adanya kejadian eksternal yang memengaruhi operasional Perseroan.
Perseroan telah memiliki standar operasional prosedur yang meliputi pemeriksaan kelengkapan data calon
konsumen dan melakukan kunjungan langsung ke kediaman/tempat kerja/ lokasi calon konsumen, dan analisis
yang mendalam dari abalis kredit untuk memastikan kualitas pembiayaan dan proses yang konsisten. Perseroan
juga telah mempekerjakan, melatih dan mempertahankan sumber daya manusia dalam jumlah yang cukup untuk
mendukung operasional Perseroan. Namun demikian, Perseroan tidak dapat menghilangkan risiko kesalahan
atau pelanggaran yang dilakukan oleh karyawan Perseroan. Standar operasional prosedur juga dapat gagal
mendeteksi kesalahan atau pelanggaran tersebut. Terjadinya salah satu kejadian tersebut dapat mengakibatkan
terganggunya kelancaran operasi Perseroan dan kualitas pelayanan (service level) kepada konsumen dan dealer
yang pada akhirnya akan menurunkan kinerja dan daya saing Perseroan hingga reputasi Perseroan.




                                                     56
Page 83
Perseroan menggunakan teknologi dan sistem informasi untuk menunjang kegiatan operasionalnya. Teknologi
dan sistem informasi digunakan dalam sejumlah area operasional Perseroan yang kritikal, termasuk pemasaran,
pengajuan aplikasi, proses persetujuan aplikasi, pencairan, pembayaran, penagihan sampai dengan customer
retention management. Meskipun Perseroan belum pernah mengalami kegagalan sistem di masa lalu, tidak ada
jaminan bahwa Perseroan tidak akan mengalami gangguan sistem di masa mendatang. Gangguan dapat terjadi
karena berbagai alasan seperti peningkatan penggunaan jaringan yang menambah beban kapasitas Perseroan,
kegagalan perangkat lunak dan perangkat keras utama, kehilangan koneksi jaringan yang tiba-tiba, kegagalan
teknologi dan listrik lainnya, virus komputer dan bencana alam. Lebih lanjut, gangguan terhadap sistem informasi
dapat mengakibatkan informasi pribadi konsumen hilang atau disalahgunakan oleh pihak yang tidak berwenang.
Perseroan secara rutin melakukan back up sebagai bagian dari rencana pemulihan bencana. Perseroan juga
dari waktu ke waktu memperbaharui teknologi dan sistem informasi untuk mengantisipasi perubahan yang
dibutuhkan oleh bisnis agar lebih efektif dan efisien serta meningkatkan daya saing Perseroan. Investasi dalam
sistem dan teknologi informasi membutuhkan biaya yang relatif besar dan dapat berdampak signifikan terhadap
kondisi keuangan Perseroan apabila tidak berhasil diintegrasikan ke dalam bisnis maupun infrastruktur teknologi
informasi yang telah ada. Terjadinya salah satu kejadian tersebut di atas dapat berdampak negatif terhadap
kegiatan usaha, hasil operasi, kondisi keuangan dan prospek Perseroan.

Fasilitas, peralatan dan aset pembiayaan Perseroan seluruhnya berada di Indonesia, yang merupakan salah
satu wilayah rentan terhadap aktivitas seismik yang dapat mengakibatkan gempa bumi dan tsunami, atau
gelombang tinggi. Kejadian seperti kebakaran, banjir, gempa bumi, tsunami dan kejadian lainnya yang sejenis
dapat menyebabkan cidera orang, kehilangan nyawa, kerusakan atau kehancuran atau kehilangan aset, atau
penangguhan operasi, yang dapat berdampak material dan merugikan terhadap kegiatan usaha dan prospek
Perseroan. Sebagai contoh, gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Lombok dan Palu pada bulan Agustus dan
Oktober 2018 telah menghambat operasional kantor cabang dan POS Perseroan serta mitra dealer Perseroan.
Kejadian tersebut juga mempengaruhi kemampuan konsumen Perseroan dalam melakukan pembayaran angsuran.
Perseroan menerapkan kebijaksanaan khusus bagi konsumen yang terkena bencana, seperti penjadwalan
ulang pembayaran angsuran, penyesuaian biaya administratif dan penyesuaian denda akibat keterlambatan
pembayaran angsuran. Perseroan akan melakukan pencadangan dan penghapusbukuan jika diperlukan. Perseroan
berkeyakinan dampak dari kedua bencana ini tidak signifikan terhadap rasio NPF Perseroan. Perseroan memiliki
asuransi untuk menutup risiko-risiko tersebut, namun demikian jumlah yang diperoleh dari asuransi mungkin
tidak cukup untuk menutupi penurunan pendapatan, peningkatan biaya atau kewajiban yang timbul dari kejadian
tersebut, atau klaim dapat ditolak atau dipermasalahkan.

Perseroan juga mempekerjakan sumber daya manusia dalam jumlah besar untuk melakukan kegiatan pemasaran,
penagihan dan operasional. Apabila sumber daya manusia tersebut tidak dikelola dengan baik, maka hal tersebut
dapat menurunkan kualitas operasi Perseroan terutama dalam hal survei atau verifikasi, penagihan (collection)
hingga penarikan kendaraan atas kredit yang bermasalah yang pada akhirnya dapat berdampak negatif terhadap
kegiatan usaha, hasil operasi, kondisi keuangan dan prospek Perseroan.

Risiko aset dan liabilitas

Risiko aset dan liabilitas adalah risiko yang muncul sebagai akibat kegagalan pengelolaan aset dan liabilitas
Perseroan. Ketidaksesuaian antara aset dan liabilitas untuk perusahaan pembiayaan dapat terjadi akibat
ketidaksesuaian antara jangka waktu pinjaman bank dengan fasilitas pembiayaan dan antara suku bunga
pinjaman dengan suku bunga pembiayaan. Sumber pendanaan utama Perseroan adalah pinjaman bank yang
umumnya memiliki jangka waktu 1 (satu) sampai dengan 3 (tiga) tahun dan tingkat bunga mengambang. Perseroan
selanjutnya menggunakan pinjaman bank tersebut untuk memberikan pembiayaan kepada konsumen yang
umumnya memiliki jangka waktu 1 (satu) sampai dengan 3 (tiga) tahun dan tingkat bunga tetap. Perseroan selalu
berusaha memastikan sumber dana dan fasilitas pembiayaan memiliki jangka waktu yang sama atau mirip dan
melakukan kontrak cross currecy swap untuk mencegah ketidaksesuaian antara aset dan liabilitas (aset-liablity
mismatch) yang dapat mengakibatkan masalah likuiditas. Tidak ada jaminan bahwa Perseroan akan selalu
dapat mengelola aset dan liabilitas secara efektif di masa mendatang. Lebih lanjut, apabila Perseroan tidak
menerima pembayaran tempat waktu dari konsumen dalam jumlah substansial, hal tersebut dapat mengakibatkan
Perseroan tidak memiliki sumber keuangan yang mencukupi untuk memenuhi liabilitasnya yang telah jatuh tempo
dan membatasi likuiditas Perseroan untuk menjalankan usahanya yang pada akhirnya dapat berdampak negatif
terhadap kegiatan usaha, hasil operasi, kondisi keuangan dan prospek Perseroan.




                                                      57
Page 84
Risiko tata kelola

Risiko tata kelola adalah risiko yang muncul karena adanya potensi kegagalan dalam pelaksanaan tata kelola
yang baik (good governance), ketidaktepatan gaya manajemen, lingkungan pengendalian, dan prilaku dari setiap
pihak yang terlibat langsung atau tidak langsung dalam operasional Perseroan. Dewan Komisaris dan Direksi
Perseroan berkeyakinan bahwa prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik merupakan hal mendasar untuk
mendapatkan dan mempertahankan kepercayaan dari para pemegang saham, karyawan, pelanggan, dealer,
kreditur, regulator dan pemangku kepentingan lainnya. Perseroan saat ini telah menerapkan pedoman tata kelola
perusahaan yang baik dengan berpedoman pada UUPT dan POJK No. 30/POJK.05/2014 tanggal 19 November
2014 tentang Tata Kelola Perusahaan Yang Baik Bagi Perusahaan Pembiayaan (“POJK No. 30/2014”) sebagaimana
disempurnakan dalam POJK Noomor 29/POJK.05/2020 tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan Nomor 30/POJK.05/2014 tentang Tata Kelola Perusahaan yang Baik bagi Perusahaan Pembiayaan
(“POJK No. 29/2020”) yang wajib dipatuhi oleh Dewan Komisaris, Direksi dan seluruh karyawan Perseroan
di bawah pengawasan aktif Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan. Namun demikian, tidak ada jaminan bahwa
pedoman tata kelola yang ada saat ini memadai atau telah dijalankan dengan baik oleh Dewan Komisaris, Direksi
dan seluruh karyawan Perseroan, serta pengawasan telah dijalankan secara efektif oleh Dewan Komisaris dan
Direksi Perseroan. Setiap kejadian yang timbul akibat dari risiko tata kelola dapat berdampak negatif terhadap
reputasi Perseroan, kegiatan usaha, hasil operasi, kondisi keuangan dan prospek Perseroan.

Risiko strategi

Risiko strategi adalah risiko akibat ketidaktepatan dalam pengambilan dan/atau pelaksanaan suatu keputusan
strategis serta kegagalan dalam mengantisipasi perubahan lingkungan bisnis.

Perseroan telah mencatatkan pertumbuhan yang substantial dalam dua tahun terakhir. Perseroan selalu mencoba
menjajaki peluang pertumbuhan pembiayaan di luar segmen pembiayaan sepeda motor Yamaha, seperti Dana
Syariah dan pembiayaan mobil, dalam rangka mendiversifikasi portofolio pembiayaan Perseroan. Tidak ada
jaminan bahwa Perseroan akan dapat melaksanakan strategi pertumbuhan secara sukses atau Perseroan dapat
menambah atau segmen usaha baru secara efektif. Apabila Perseroan mengembangkan segmen pembiayaan baru,
tidak ada jaminan bahwa Perseroan akan dapat bersaing secara efektif di segmen baru tersebut atau Perseroan
akan dapat mencapai pertumbuhan di segmen baru tersebut sesuai harapan. Strategi pertumbuhan Perseroan
juga dapat memakan waktu dan biaya yang signifikan. Setiap kejadian yang timbul karena hal-hal tersebut dapat
berdampak negatif terhadap kegiatan usaha, hasil operasi, kondisi keuangan dan prospek Perseroan.

Sebagai perusahaan yang berfokus pada pembiayaan sepeda motor baru merek Yamaha, Perseroan bergantung
pada strategi Yamaha untuk menghadapi persaingan di industri sepeda motor di Indonesia. Yamaha menerapkan
tiga pilar strategi, yaitu product management, brand management dan consumer and community management.
Dengan berpedoman pada strategi ini, Yamaha dituntut untuk terus melakukan inovasi produk dan/atau layanan
dalam rangka merespon kebutuhan pasar dan menciptakan pasar baru. Yamaha juga memiliki komitmen untuk terus
memperkuat brand awareness melalui partisipasinya dalam kejuaraan-kejuaraan nasional maupun internasional
untuk mendekatkan mereknya dengan konsumen. Sebagai contoh, pada tahun 2007, Yamaha meluncurkan
sepeda motor skutik matik Yamaha Mio untuk menjawab kebutuhan wanita akan sepeda motor yang nyaman
dengan desain yang menarik. Yamaha Mio memperoleh popularitas dalam waktu cepat karena dinilai sesuai
dikemudikan pada lalu lintas padat. Sejalan dengan kesuksesan Yamaha Mio dalam mengambil pangsa pasar
sepeda motor skutik matik di Indonesia, Perseroan berhasil mencapai aset pembiayaan di atas Rp10 triliun
pada tahun 2013. Pada bulan Februari 2015, Yamaha meluncurkan motor matik untuk segmen premium yang
telah menjadi salah satu dari lima motor terlaris sepanjang 2017. Kesuksesan motor matik di segmen ini turut
mendorong kenaikan nilai pemesanan Perseroan. Tidak ada jaminan bahwa penerapan strategi Yamaha akan
selalu sukses secara komersial. Selain itu, pesaing Yamaha dapat mengembangkan produk dan/atau layanan
baru lebih dahulu dibanding Yamaha. Produk dan/atau layanan baru tersebut mungkin lebih menarik dibandingkan
yang ditawarkan Yamaha. Jika Yamaha tidak dapat mengembangkan produk dan/atau layanan baru tersebut
pada waktu yang tepat untuk memenuhi permintaan pasar, atau jika permintaan untuk produk dan/atau layanan
baru tersebut tidak cukup, hal tersebut dapat berdampak negatif terhadap kegiatan usaha, hasil operasi, kondisi
keuangan dan prospek Perseroan.




                                                      58
Page 85
Risiko kepengurusan

Risiko kepengurusan adalah risiko yang muncul sebagai akibat kegagalan Perseroan dalam memelihara komposisi
terbaik pengurusnya, yaitu Direksi dan Dewan Komisaris, atau yang setara, yang memiliki kompetensi dan
integritas yang tinggi. Keberhasilan Perseroan saat ini sangat tergantung pada kepemimpinan tim manajemen
senior. Dengan demikian, kemampuan Perseroan untuk menarik dan mempertahankan personil kunci merupakan
faktor keunggulan kompeitif yang penting. Apabila Perseroan kehilangan salah satu personil kunci, Perseroan
mungkin tidak dapat menemukan pengganti yang sesuai tepat pada waktunya. Persaingan untuk mendapatkan
individual yang berkualitas dapat mengharuskan Perseroan menawarkan kompensasi atau tunjangan lain yang
lebih tinggi dalam rangka menarik dan mempertahankan mereka, dan sebagai akibatnya meningkatkan biaya
operasional, yang pada akhirnya berdampak material dan merugikan terhadap kondisi keuangan dan hasil
operasional Perseroan. Perseroan juga bergantung pada kemampuannya untuk menarik dan mempertahankan
manajemen senior agar dapat melanjutkan pertumbuhan dan kesuksesan kegiatan usaha Perseroan, dan
kegagalan untuk melakukan hal tersebut dapat berdampak negatif terhadap reputasi, kegiatan usaha, hasil
operasi, kondisi keuangan dan prospek Perseroan.

Risiko reputasi

Risiko reputasi adalah risiko akibat menurunnya tingkat kepercayaan pemangku kepentingan yang bersumber
dari persepsi negatif terhadap Perseroan. Sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa pembiayaan
konsumen, reputasi Perseroan merupakan suatu nilai dasar dan merupakan salah satu faktor penting yang
menentukan para pemangku kepentingan (stakeholder) khususnya para konsumen untuk mengarahkan
preferensinya menggunakan jasa pembiayaan yang ditawarkan oleh Perseroan.

Risiko persaingan

Sektor pembiayaan konsumen di Indonesia, khususnya pembiayaan kendaraan bermotor, telah mengalami
pertumbuhan yang cepat dan hal tersebut telah mengakibatkan semakin ketatnya persaingan di antara perusahaan-
perusahaan pembiayaan. Pemain pembiayaan kendaraan bermotor saat ini meliputi perusahaan pembiayaan
yang terafiliasi dengan produsen kendaraan bermotor, perusahaan pembiayaan independen dan bank. Sesuai
dengan data yang diperoleh dari Statistik Pembiayaan OJK periode Desember 2021, terdapat 161 perusahaan
pembiayaan yang menawarkan produk pembiayaan di Indonesia. Perseroan menghadapi persaingan terutama
dari segi penawaran produk, penetapan harga, biaya dan layanan pelanggan. Pesaing Perseroan juga mungkin
memiliki brand recognition, sumber finansial dan akses permodalan yang lebih baik dibandingkan Perseroan.
Perseroan memperkirakan bahwa kompetisi akan semakin ketat sejalan dengan perkembangan kegiatan
usaha Perseroan dan pertumbuhan perekonomian di Indonesia. Persaingan yang bertambah ketat juga dapat
mengharuskan Perseroan untuk menurunkan suku bunga pembiayaan agar dapat mempertahankan volume
pembiayaan baru. Apabila Perseroan tidak dapat bersaing secara efektif, maka hal tersebut dapat berdampak
negatif terhadap kegiatan usaha, hasil operasi, kondisi keuangan dan prospek Perseroan.

Risiko tingkat suku bunga

Margin bunga bersih Perseroan dapat meningkat atau turun sejalan dengan perubahan tingkat suku bunga
dikarenakan tingkat suku bunga yang dibebankan kepada konsumen berdasarkan perjanjian pembiayaan memiliki
tingkat suku bunga tetap, sehingga membatasi kemampuan Perseroan untuk meneruskan kenaikan suku bunga
kepada konsumen. Perseroan berkeyakinan bahwa posisi keuangan, likuiditas dan hasil usaha dapat terpengaruh
pada saat tingkat suku bunga meningkat dikarenakan penurunan tingkat permintaan konsumen. Perseroan
memantau kondisi suku bunga, menggunakan strategi lindung nilai untuk memitigasi fluktuasi nilai tukar mata
uang asing, suku bunga dan melakukan diversifikasi sumber pendanaan. Perseroan tidak dapat menjanjikan
bahwa strategi-strategi tersebut dapat memitigasi kenaikan suku bunga secara keseluruhan.




                                                     59
Page 86
3.		     RISIKO UMUM

Perseroan juga tidak lepas dari risiko eksternal yang berlaku umum terkait dengan sektor usaha yang dijalankan.
Risiko tersebut antara lain:

Perubahan ekonomi regional maupun global dapat menimbulkan dampak merugikan yang material terhadap
ekonomi Indonesia dan kegiatan usaha Perseroan

Penurunan perekonomian global yang signifikan dan berlanjut, termasuk perekonomian Indonesia, dapat
menimbulkan dampak merugikan yang material terhadap kegiatan pembiayaan Perseroan serta dapat menimbulkan
dampak merugikan yang material terhadap kegiatan usaha, kinerja operasional, kondisi keuangan dan prospek
Perseroan. Selain itu, rendahnya ketersediaan kredit secara umum serta rendahnya kepercayaan pada pasar
keuangan sehubungan dengan penurunan pasar dapat menimbulkan dampak merugikan yang material terhadap
akses Perseroan terhadap modal, yang mana dapat menimbulkan dampak merugikan yang material terhadap
kemampuan Perseroan untuk membiayai kebutuhan modal kerja, yang pada akhirnya dapat berdampak negatif
secara material bahkan merugikan bisnis, kondisi keuangan dan kinerja operasional Perseroan.

Depresiasi nilai tukar Rupiah dapat membawa dampak negatif terhadap kinerja operasional dan kondisi keuangan
Perseroan

Salah satu penyebab utama krisis ekonomi yang terjadi di pertengahan tahun 1997 adalah depresiasi dan
volatilitas nilai tukar Rupiah terhadap mata uang lain, seperti Dolar AS. Meskipun nilai tukar Rupiah mulai
stabil, mata uang Rupiah terus berfluktuasi secara signifikan. Pada tanggal 31 Desember 2020, kurs tengah
Bank Indonesia adalah Rp14.568 per Dolar Amerika Serikat. Seiring dengan dampak pandemi COVID-19, nilai
tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat kembali melemah menjadi Rp14.568 per Dolar Amerika Serikat per
31 Desember 2021. Tidak ada jaminan bahwa nilai Rupiah tidak akan mengalami depresiasi atau berfluktuasi
secara signifikan di masa mendatang.

Perseroan secara rutin memantau fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap mata uang asing, khususnya Dolar AS dan
JPY Jepang dan memiliki kebijakan untuk melindungi seluruh pinjaman dalam valuta asing dengan menggunakan
instrumen derivatif cross currency swap. Pada tanggal 31 Desember 2021, Perseroan mencatatkan pinjaman
dalam Dolar AS sebesar US$112 juta. Namun demikian, Perseroan tidak dapat menjamin bahwa strategi lindung
nilai tersebut dapat memitigasi dampak nilai tukar mata uang asing terhadap kondisi keuangan, hasil usaha atau
arus kas Perseroan.

Bisnis Perseroan tunduk pada berbagai peraturan dan perubahan undang-undang dan peraturan saat ini atau
di masa depan dapat membatasi kemampuan Perseroan mengoperasikan bisnis Perseroan sebagaimana yang
dilakukan sekarang

Bisnis Perseroan tunduk pada peraturan, pengawasan dan perizinan di bawha OJK untuk perusahaan
pembiayaan. Peraturan dan pengawasan untuk perusahaan pembiayaan meliputi antara lain perizinan sebagai
perusahaan pembiayaan, batas maksimum pemberian pembiayaan dan transparansi tingkat suku bunga dan
denda untuk berbagai pembiayaan, perjanjian pembiayaan, penagihan dan hak kreditur. Perseroan diwajibkan
untuk menyampaikan laporan secara berkala ke OJK dan sewaktu-waktu dapat diperiksa oleh OJK. Pemenuhan
terhadap peraturan dan undang-undang yang berlaku membutuhkan biaya yang mahal dan dapat berdampak pada
hasil usaha Perseroan. Perseroan juga mungkin diwajibkan untuk melakukan perubahan dan/atau penambahan
prosedur, sistem dan infrastruktur untuk memenuhi seluruh persyaratan. Meskipun Perseroan berkeyakinan telah
memenuhi seluruh peraturan dan undang-undang yang berlaku, kelalaian dalam mematuhi dapat mengakibatkan
sanksi, denda, pencabutan izin usaha dan merusak reputasi, merek dan hubungan dengan konsumen Perseroan.

Perubahan undang-undang, peraturan atau kebijakan termasuk intepretasi atau pelaksanaan undang-undang,
peraturan atau kebijakan dapat berdampak substansial terhadap Perseroan, termasuk membatasi jenis layanan
dan produk keuangan yang dapat ditawarkan oleh Perseroan, membatasi kemampuan Perseroan untuk melakukan
akuisisi dan meningkatkan kemampuan pihak ketiga untuk menawarkan layanan dan produk keuangan. Tidak




                                                      60
Page 87
ada jaminan bahwa undang-undang atau peraturan yang berlaku akan diubah atau ditafsirkan secara berbeda,
undang-undang atau peraturan baru tidak akan diadopsi, atau Perseroan tidak akan dibatasi oleh regulator untuk
meningkatkan tingkat suku bunga, di mana hal tersebut dapat berdampak material dan merugikan terhadap
kegiatan usaha, fleksibilitas operasional, kondisi keuangan dan hasil usaha Perseroan.

Dari waktu ke waktu, Perseroan mungkin terlibat dalam perselisihan hukum dan litigasi lain sehubungan dengan
kegiatan usahanya

Dari waktu ke waktu, Perseroan dapat terlibat pada suatu perselisihan yang dapat menimbulkan proses litigasi
atau tuntutan hukum lain sehubungan dengan kegiatan usahanya. Perseroan mungkin dapat diminta untuk
menjawab atau melakukan perlawanan atas tuntutan tersebut yang dapat mengalihkan asetnya dari tempat
usahanya. Tidak ada jaminan bahwa perlawanan Perseroan akan berhasil dan Perseroan dapat diminta untuk
membuat penyelesaian yang material. Hal ini dapat berdampak negatif secara material terhadap kondisi ekonomi,
arus kas, hasil operasional dan reputasi Perseroan.


4.		     RISIKO BAGI INVESTOR

Risiko yang dihadapi investor pembeli Obligasi adalah:

1.   Risiko tidak likuidnya Obligasi yang ditawarkan dalam Penawaran Umum ini yang antara lain disebabkan
     karena tujuan pembelian Obligasi sebagai investasi jangka panjang;

2.   Risiko gagal bayar disebabkan kegagalan dari Perseroan untuk melakukan pembayaran Bunga Obligasi serta
     pembayaran Pokok Obligasi pada waktu yang telah ditetapkan atau kegagalan Perseroan untuk memenuhi
     ketentuan lain yang ditetapkan dalam Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi yang merupakan dampak dari
     memburuknya kinerja dan perkembangan usaha Perseroan.

 MANAJEMEN PERSEROAN MENYATAKAN BAHWA SELURUH FAKTOR RISIKO USAHA DAN RISIKO UMUM
 DISUSUN BERDASARKAN BOBOT RISKO YANG DIHADAPI PERSEROAN.




                                                      61
Page 88
VII. KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL LAPORAN
		AUDITOR INDEPENDEN


Tidak ada kejadian penting yang material dan relevan yang perlu diungkapkan dalam Prospektus ini setelah
tanggal Laporan Auditor Independen pada tanggal hingga Pernyataan Pendaftaran ini dinyatakan efektif, untuk
laporan posisi keuangan Perseroan pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020 yang tercantum dalam Prospektus.




                                                    62
Page 89
VIII. KETERANGAN TENTANG PERSEROAN, KEGIATAN USAHA,
		 SERTA KECENDERUNGAN DAN PROSPEK USAHA


A.		         KETERANGAN TENTANG PERSEROAN


1.		         RIWAYAT SINGKAT PERSEROAN

Perseroan, berkedudukan di Jakarta Selatan, didirikan dengan nama PT Pembiayaan Getraco Indonesia
berdasarkan Akta Perseroan Terbatas PT Pembiayaan Getraco Indonesia No. 55 tanggal 18 Juli 1995, dibuat
di hadapan Sugiri Kadarisman, S.H., Notaris di Jakarta, dan telah: (i) mendapatkan pengesahan dari Menkumham
berdasarkan Surat Keputusan No. C2-10.337.HT.01.01.Th.95 tanggal 18 Agustus 1995; (ii) didaftarkan pada
tanggal 25 September 1995 dalam buku register untuk maksud itu berada di Kantor Kepaniteraan Pengadilan
Negeri Jakarta Pusat, di bawah No. 1475/1995; dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia (”BNRI”)
No. 138 tanggal 2 Januari 1996, Tambahan No.1 (”Akta Pendirian”).

Berdasarkan Akta Pendirian, struktur permodalan dan susunan pemegang saham serta komposisi kepemilikan
saham dalam Perseroan adalah sebagai berikut:

                                                                      Nilai Nominal Rp1.000.000 per saham
Keterangan
                                                                Jumlah Saham       Jumlah Nominal (Rp)      (%)
Modal Dasar                                                               15.000          15.000.000.000          -
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
  Merry Lidra                                                              6.000           6.000.000.000      80,00
  Indah Susanti                                                            1.500           1.500.000.000      20,00
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh                                 7.500           7.500.000.000    100,00
Jumlah Saham Dalam Portepel                                                7.500           7.500.000.000


Pada tahun 1997 dan 1998, Perseroan mengalami perubahan nama, sebagai termaktub dalam:
(i) Akta Berita Acara Rapat PT Danamon Mits Otomotif Finance No. 1 tanggal 2 Juni 1997, dibuat oleh
     Ny. Siti Pertiwi Henny Singgih, S.H., Notaris di Jakarta, dan telah mendapatkan persetujuan dari Menkumham
     berdasarkan Surat Keputusan No. C2-5710.HT.01.04.TH.97 tanggal 27 Juni 1997, dan diumumkan dalam
     BNRI No.730 tanggal 3 Februari 1998, Tambahan No. 10 (”Akta No. 1/1997”). Berdasarkan Akta No. 1/1997,
     Para Pemegang Saham telah menyetujui perubahan nama Perseroan dari semula PT Pembiayaan Getraco
     Indonesia menjadi PT Danamon Mits Otomotif Finance; dan
(ii) Akta Berita Acara Rapat PT Bussan Auto Finance No. 14 tanggal 14 Agustus 1998, dibuat oleh H. Parlindungan
     Lumban Tobing, S.H., Notaris di Jakarta, dan telah mendapatkan persetujuan dari Menkumham berdasarkan
     Surat Keputusan No. C2-13.516.HT.01.04.TH.98 tanggal 10 September 1998 dan diumumkan dalam BNRI
     No.7171 tanggal 15 Desember 1998, Tambahan No. 100 (“Akta No. 14/1998”). Berdasarkan Akta No. 14/1998,
     Para Pemegang Saham Perseroan telah menyetujui perubahan nama Perseroan dari semula PT Danamon
     Mits Otomotif Finance menjadi PT Bussan Auto Finance.

Pada tahun 1998, Mitsui & Co., Ltd. membeli seluruh kepemilikan PT Danamon Sanggrahan sehingga
mengakibatkan Mitsui & Co., Ltd. menjadi pemegang saham utama dan hal tersebut menjadi kejadian penting
yang mempengaruhi perkembangan usaha Perseroan.

Selanjutnya, anggaran dasar Perseroan mengalami beberapa kali perubahan dimana perubahan Anggaran Dasar
Perseroan yang terakhir adalah sebagaimana termaktub dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT Bussan
Auto Finance No. 27 tanggal 26 April 2022 dibuat di hadapan Marina Soewana, S.H., Notaris di Jakarta, dan
telah (i) diberitahukan dan diterima serta dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran
Dasar Perseroan No. AHU-AH.01.03-0236062 tanggal 11 Mei 2022; (ii) diberitahukan dan diterima serta dicatat
di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia




                                                      63
Page 90
berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan No. AHU-AH.01.09-0011620 tanggal
11 Mei 2022; dan (iii) didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU-0088470.AH.01.11.Tahun 2022 pada tanggal
11 Mei 2022 oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (”Akta No. 27/2022”), berdasarkan
mana Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan Tahun Buku 2022, pada tanggal 13 April
2022, telah menyetujui perubahan Anggaran Dasar Pasal 1 ayat 2, Pasal 9 ayat 2 sampai 6, Pasal 10 ayat 1,
Pasal 13 ayat 2 dan 8, Pasal 16 ayat 5, dan Pasal 21 ayat 2.

Berdasarkan Pasal 3 anggaran dasar Perseroan maksud dan tujuan Perseroan adalah melakukan kegiatan
pembiayaan untuk pengadaan barang dan/atau jasa.

Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut:
(i) pembiayaan investasi, adalah pembiayaan barang modal beserta jasa yang diperlukan untuk aktivitas usaha/
      investasi, rehabilitasi, modernisasi, ekspansi atau relokasi tempat usaha/investasi yang diberikan kepada
      debitur.
(ii) pembiayaan modal kerja, adalah pembiayaan untuk memenuhi kebutuhan pengeluaran-pengeluaran habis
      dalam satu siklus aktivitas usaha debitur.
(iii) pembiayaan multiguna adalah pembiayaan barang dan/jasa yang diperlukan oleh debitur untuk pemakaian/
      konsumsi dan bukan untuk keperluan usaha atau aktivitas produktif dalam jangka waktu yang diperjanjikan.
(iv) melaksanakan kegiatan pembiayaan syariah yang meliputi:
      −    pembiayaan jual beli adalah pembiayaan dalam bentuk penyediaan barang melalui transaksi jual beli
           sesuai dengan perjanjian pembiayaan syariah yang disepakati oleh para pihak;
      −    pembiayaan investasi adalah pembiayaan dalam bentuk penyediaan modal dengan jangka waktu tertentu
           untuk kegiatan usaha produktif dengan pembagian keuntungan sesuai dengan perjanjian pembiayaan
           syariah yang disepakati oleh para pihak;
      −    pembiayaan jasa, adalah pemberian/penyediaan jasa baik dalam bentuk pemberian mafaat atas suatu
           barang, pemberian pinjaman dan/atau pemberian pelayanan dengan dan/atau tanpa pembayaran imbal
           jasa (ujrah) sesuai dengan perjanjian pembiayaan syariah yang disepakati oleh para pihak;
(v) sewa operasi (operating lease) dan/atau kegiatan berbasis fee sepanjang tidak bertentangan dengan
      peraturan perundang-undangan di sektor jasa keuangan.
(vi) kegiatan usaha pembiayaan lain berdasarkan persetujuan OJK.


2.		     PERKEMBANGAN KEPEMILIKAN SAHAM PERSEROAN

Berikut adalah perkembangan struktur permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan selama 2 (dua)
tahun terakhir sebelum Perseroan menyampaikan Pernyataan Pendaftaran:

Tahun 2018

Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Sirkuler Para Pemegang Saham Sebagai Pengganti Rapat Umum
Pemegang Saham Luar Biasa PT Bussan Auto Finance No. 71 tanggal 29 Juni 2018, dibuat di hadapan Marina
Soewana, S.H., Notaris di Jakarta, dan telah: (i) diberitahukan dan diterima serta dicatat di dalam Sistem
Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat
Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan No. AHU-AH.01.03-0217826 tanggal 3 Juli 2018; dan
(ii) didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU-0084942.AH.01.11.Tahun 2018 pada tanggal 3 Juli 2018
oleh Menkumham, para pemegang saham telah menyetujui penjualan dan pemindahan saham yang dijual dari
PT Ciptadana Capital kepada Mitsui & Co Ltd sesuai dengan syarat dan ketentuan jual beli atas saham yang dijual
sebagaimana disepakati antara PT Ciptadana Capital dan Mitsui & Co Ltd, dengan memperhatikan ketentuan
hukum dan peraturan perundang undangan yang berlaku.

Susunan pemegang saham Perseroan setelah efektif penjualan dan pemindahan saham yang didjual, menjadi
sebagai berikut: (i) Mitsui & Co., Ltd., 241.607 (dua ratus empat puluh satu ribu enam ratus tujuh) saham
dengan nilai nominal Rp241.607.000.000,- (dua ratus empat puluh satu miliar enam ratus tujuh juta rupiah);
(ii) Yamaha Motor Co., Ltd., 62.464 (enam puluh ribu empat ratus enam puluh empat) saham dengan nilai nominal
Rp62.464.000.000,- (enam puluh dua miliar empat ratus enam puluh empat juta rupiah); (iii) PT Mitsui Indonesia,
41.250 (empat puluh satu ribu dua ratus lima puluh) saham dengan nilai nominal Rp.41.250.000.000,- (empat




                                                      64
Page 91
puluh satu miliar dua ratus lima puluh juta rupiah); (iv) PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (dahulu
PT Yamaha Motor Kencana Indonesia), 8.250 (delapan ribu dua ratus lima puluh) saham dengan nilai nominal
Rp8.250.000.000,- (delapan miliar dua ratus lima puluh juta rupiah).

Sehubungan dengan penjualan dan pemindahan saham yang dijual, masing-masing dari para pemegang saham
(kecuali PT Ciptadana Capital dan Mitsui & Co., Ltd.), dengan ini dan tanpa syarat mengesampingkan semua
dan setiap hak yang didahulukan (pre-emptive rights) atau hak-hak sejenis lainnya untuk mengambil bagian
dalam penjualan dan pemindahan atas saham yang dijual, yang timbul berdasarkan Anggaran Dasar Perseroan
dan perjanjian apapun yang dibuat antara para pemegang saham.

Sehingga struktur permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan menjadi sebagai berikut:

                                                                        Nilai Nominal Rp1.000.000 per saham
Keterangan
                                                                  Jumlah Saham       Jumlah Nominal (Rp)       (%)
Modal Dasar                                                               353.571          353.571.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
  Mitsui & Co., Ltd.                                                      241.607          241.607.000.000           68,3
  Yamaha Motor Co., Ltd.                                                   62.464           62.464.000.000           17,7
  PT Mitsui Indonesia                                                      41.250           41.250.000.000           11,7
  PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing                                   8.250            8.250.000.000            2,3
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh                                353.571          353.571.000.000       100,0
Saham Dalam Portepel                                                             -                         -


Penjualan dan Pemindahan Saham dari PT Ciptadana Capital sebesar 35.357 (tiga puluh lima ribu tiga ratus
lima puluh tujuh) saham kepada Mitsui & Co Ltd, telah dilaksanakan sebagaimana dinyatakan dalam Perjanjian
Jual Beli Saham Bersyarat, tanggal 26 Juni 2018, yang dibuat dan ditandatangani di bawah tangan

Tahun 2019

Dalam kurun waktu 2 (dua) tahun terakhir sampai dengan Prospektus ini diterbitkan, tidak terdapat perubahan
struktur permodalan Perseroan, namun terdapat perubahan susunan pemegang saham Perseroan, yakni
dengan adanya penjualan dan pemindahan saham dari PT Mitsui Indonesia sebanyak 41.250 saham dan
Mitsui & Co., Ltd. sebanyak 11.786 saham (seluruhnya berjumlah 53.036 saham) kepada PT Sinergi Autoindo
Abadi, yang dituangkan dalam Perjanjian Pengalihan Hak Atas Saham tanggal 13 November 2019, dibuat di bawah
tangan, yang telah disetujui oleh para pemegang saham Perseroan berdasarkan Keputusan Para Pemegang
Saham Sebagai Pengganti RUPS Luar Biasa tanggal 12 November 2019, sebagai-mana termaktub dalam Akta
Pernyataan Keputusan Sirkuler Para Pemegang Saham Sebagai Pengganti Rapat Umum Pemegang Saham Luar
Biasa PT Bussan Auto Finance No. 16 tanggal 15 November 2019, dibuat di hadapan Marina Soewana, S.H.,
Notaris di Jakarta Pusat, yang telah: (i) diberitahukan dan diterima serta dicatat di dalam Sistem Administrasi
Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana ternyata dari Surat
Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan No. AHU-AH.01.03-0361093 tanggal 18 November 2019;
dan (ii) didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU-0221393. AH.01.11.Tahun 2019 pada tanggal 18 November
2019 (“Akta No. 16/2019”), telah menyetujui penjualan dan pemindahan saham yang dijual dari Mitsui & Co Ltd
dan PT Mitsui Indonesia kepada PT Sinergi Autoindo Abadi sesuai dengan syarat dan ketentuan jual beli atas
saham yang dijual sebagaimana disepakati antara Mitsui & Co Ltd dan PT Mitsui Indonesia kepada PT Sinergi
Autoindo Abadi dengan memperhatikan ketentuan hukum dan peraturan perundang undangan yang berlaku.

Susunan pemegang saham Perseroan setelah efektif penjualan dan pemindahan saham yang dijual, menjadi
sebagai berikut: (i) Mitsui & Co., Ltd., 229.821 (dua ratus dua puluh sembilan ribu delapan ratus dua puluh satu)
saham dengan nilai nominal Rp229.821.000.000,- (dua ratus dua puluh sembilan miliar delapan ratus dua puluh
satu juta Rupiah); (ii) Yamaha Motor Co., Ltd., 62.464 (enam puluh ribu empat ratus enam puluh empat) saham
dengan nilai nominal Rp62.464.000.000,- (enam puluh dua miliar empat ratus enam puluh empat juta Rupiah);
(iii) PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (dahulu PT Yamaha Motor Kencana Indonesia), 8.250 (delapan
ribu dua ratus lima puluh) saham dengan nilai nominal Rp8.250.000.000,- (delapan miliar dua ratus lima puluh
juta rupiah); (iv) PT Sinergi Autoindo Abadi, 53.036 (lima puluh tiga ribu tiga puluh enam) saham dengan nilai
nominal Rp53.036.000.000,- (lima puluh tiga miliar tiga puluh enam juta Rupiah).




                                                       65
Page 92
Sehubungan dengan penjualan dan pemindahan saham yang dijual, masing-masing dari para pemegang saham
(kecuali Mitsui & Co., Ltd, dan PT Mitsui Indonesia), dengan ini dan tanpa syarat mengesampingkan semua dan
setiap hak yang didahulukan (pre-emptive rights) atau hak-hak sejenis lainnya untuk mengambil bagian dalam
penjualan dan pemindahan atas saham yang dijual, yang timbul berdasarkan Anggaran Dasar Perseroan dan
perjanjian apapun yang dibuat antara para pemegang saham serta pencatatan dalam daftar pemegang saham
Perseroan sebagai akibat pengalihan saham yang dijual oleh Direksi.

Sehingga susunan pemegang saham dan komposisi kepemilikan saham dalam Perseroan menjadi sebagai berikut:

                                                                               Nilai Nominal Rp1.000.000 per saham
Keterangan
                                                                        Jumlah Saham         Jumlah Nominal (Rp)        (%)
Modal Dasar                                                                       353.571          353.571.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
  Mitsui & Co., Ltd.                                                              229.821          229.821.000.000            65,0
  Yamaha Motor Co., Ltd.                                                           62.464           62.464.000.000            17,7
  PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing                                           8.250            8.250.000.000             2,3
  PT Sinergi Autoindo Abadi                                                        53.036           53.036.000.000            15,0
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh                                        353.571          353.571.000.000        100,0
Saham Dalam Portepel                                                                     -                         -


Dengan dilakukannya penjualan dan pemindahan saham kepada PT Sinergi Autoindo Abadi, Perseroan telah
memenuhi persyaratan batas maksimum kepemilikan asing di dalam Perseroan sebesar 85% sesuai ketentuan
dalam Pasal 10 Peraturan OJK No. 28/POJK.05/2014 tentang Perizinan Usaha dan Kelembagaan Perusahaan
Pembiayaan. OJK telah menerima laporan perubahan pemegang saham Perseroan berdasarkan Surat No.S-456/
NB.111/2020, tanggal 31 Januari 2020, perihal Laporan Perubahan Pemegang Saham PT Bussan Auto Finance.

Sampai dengan tanggal Prospektus ini diterbitkan, tidak ada perubahan pada kepemilikan saham Perseroan.


3.		         DOKUMEN PERIZINAN PERSEROAN

Pada tanggal Prospektus ini diterbitkan, kantor pusat Perseroan telah memiliki izin-izin penting antara lain :

 No                        Izin                                                  Keterangan
 1     Izin Usaha Dalam Bidang Usaha Lembaga   Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 526/KMK.017/1995
       Pembiayaan                              tanggal 17 November 1995 tentang Pemberian Izin Usaha Lembaga Pembiayaan
                                               kepada PT Pembiayaan Getraco Indonesia yang dikeluarkan dan ditandatangani oleh
                                               Menteri Keuangan Republik Indonesia dan berlaku selama Perseroan menjalankan
                                               kegiatan usaha
 2     Nomor Induk Berusaha (NIB)              No.9120406420242 yang telah terdaftar tanggal 4 April 2019, yang dikeluarkan oleh
                                               Lembaga Pengelola dan Penyelenggara Online Single Submission (OSS)
 3     Nomor Pokok Wajib Pajak                 No. 01.740.043.3-073.000 yang telah terdaftar tanggal 3 Agustus 1995, yang
                                               dikeluarkan dan ditandatangani oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal
                                               Pajak Jakarta Pusat
 4     Surat Keterangan Domisili Perusahaan    No. 4458/27.1/31.74.09.1005/-071.562/2019 tanggal 30 April 2019, yang dikeluarkan
                                               dan ditandatangani oleh Kepala Unit Pelaksana PTSP Kelurahan Tanjung Barat dan
                                               berlaku sampai dengan tanggal 30 April 2024.

Sehubungan dengan izin usaha yang wajib dimiliki oleh kantor cabang berupa izin pembukaan kantor cabang
untuk menjalankan kegiatan usaha pembiayaan, kantor cabang Perseroan seluruhnya telah mendapatkan izin
tersebut yang akan terus berlaku selama kantor-kantor tersebut menjalankan kegiatan usahanya. Kantor selain
kantor cabang tidak diwajibkan memiliki izin pembukaan kantor namun wajib dilaporkan ke OJK. Apabila kantor
cabang atau kantor selain kantor cabang tersebut ditutup, Perseroan akan mengembalikan izin pembukaan kantor
cabang tersebut atau melaporkan penutupan kantor selain kantor cabang ke OJK.




                                                            66
Page 93
4.		     PERJANJIAN-PERJANJIAN PENTING DENGAN PIHAK KETIGA

Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan mengadakan perjanjian-perjanjian penting dengan pihak
ketiga untuk mendukung kegiatan operasional Perseroan sebagai berikut:

4.1.		   Perjanjian kredit

     •   Perseroan mengadakan 2 (dua) perjanjian kredit dengan MUFG:

     -   Perjanjian Kredit No. 11-0697 LN tanggal 31 Desember 2011, selanjutnya mengalami perubahan terakhir
         berdasarkan Perubahan Atas Perjanjian Kredit No. 2021-0060395 L1 tanggal 31 Desember 2021, dibuat
         di bawah tangan, antara Perseroan dan MUFG (“PK MUFG”).

         Nilai perjanjian:
         MUFG setuju untuk memberikan fasilitas kredit sebesar Rp2.200.000 juta atau nilainya setara dalam
         mata uang Dolar Amerika Serikat dan/atau Yen Jepang untuk memenuhi kebutuhan modal kerja
         Perseroan. Fasilitas ini dikenakan suku bunga per tahun sebesar Ongkos Pendanaan untuk jangka
         waktu bunga yang bersangkutan ditambah dengan marjin yang berlaku untuk suatu pinjaman dalam
         mata uang Dolar Amerika Serikat atau pinjaman dalam mata uang Rupiah. JBA TIBOR untuk jangka
         waktu bunga yang bersangkutan ditambah dengan Marjin yang berlaku untuk suatu pinjaman dalam
         mata uang Yen Jepang.

         Jangka waktu ketersediaan
         31 Desember 2021 s/d 31 Desember 2022.

         Tanggal pembayaran kembali yang terakhir/jatuh tempo
         31 Desember 2026.

         Jaminan
         Dalam rangka menjamin pelaksanaan pembayaran kembali kepada MUFG atas fasilitas kredit/pinjaman
         yang telah diterima oleh Perseroan berdasarkan PK MUFG tersebut, Mitsui & Co., Ltd., sebagai penjamin
         telah membuat Surat Jaminan (Letter of Guarantee) tertanggal 23 Desember 2021.

         Pembatasan (negative covenant)
         Perseroan berjanji bahwa selama masih terdapat jumlah apapun yang tersedia atau belum dilunasi
         berdasarkan PK MUFG ini, Perseroan tidak akan bergabung atau melebur dengan pihak lainnya
         manapun, tanpa persetujuan tertulis dahulu dari MUFG.

         Saldo
         Pada tanggal 31 Mei 2022, saldo fasilitas ini tercatat Nihil.

     -   Perjanjian Kredit No. 20-0003-J LN tanggal 28 April 2020, dibuat di bawah tangan, selanjutnya,
         mengalami perubahan terakhir berdasarkan Perubahan Atas Perjanjian Kredit No. 2021-0060395 L2
         tanggal 31 Desember 2021, dibuat di bawah tangan, antara Perseroan dan MUFG (“PK MUFG 2”).

         Nilai perjanjian:
         MUFG memberikan fasilitas kredit tanpa komitmen (uncommited loan facility) kepada Perseroan sebesar
         Rp1.000.000 juta atau nilainya setara dalam mata uang Dollar Amerika Serikat dan/atau Yen Jepang
         dengan tujuan penggunaan fasilitas oleh Perseroan untuk modal kerja.

         Jangka waktu ketersediaan
         31 Desember 2021 s/d 31 Desember 2022.

         Tanggal pembayaran kembali yang terakhir/jatuh tempo
         31 Desember 2025.




                                                       67
Page 94
    Jaminan
    Fasilitas ini diberikan tanpa jaminan (clean basis).

    Pembatasan (negative covenant)
    Perseroan berjanji dan menyetujui bahwa selama masih terdapat jumlah berapapun yang tersedia atau
    belum dilunasi berdasarkan PK MUFG 2 ini, Perseroan tidak akan, tanpa persetujuan tertulis terlebih
    dahulu dari MUFG:
    (i) menjual, menyewakan, memindahkan atau dengan cara lain melepaskan, kecuali dalam rangka
          menjalankan kegiatan usahanya sehari-sehari, atau memberikan kepentingan jaminan apapun
          atas, salah satu dari aset-aset Perseroan;
    (ii) memberikan suatu pinjaman atau memperoleh suatu pinjaman dari pihak lainnya manapun, kecuali
          dalam rangka menjalankan kegiatan usahanya sehari-hari, atau melakukan investasi apapun atau
          meningkatkan partisipasi modal saat ini dalam pihak lainnya manapun, termasuk namun tidak
          terbatas pada anak perusahaan atau perusahaan afiliasinya;
    (iii) membayar lebih awal hutang lainnya manapun selain dari hutang berdasarkan perjanjian ini dan
          dalam rangka menjalankan kegiatan usahanya sehari-hari;
    (iv) memperoleh setiap aset dengan cara membeli menyewa atau dengan cara lainnya, kecuali dalam
          rangka menjalankan kegiatan usahanya sehari-hari;
    (v) bergabung atau melebur dengan pihak lainnya manapun
    (vi) mengubah susunan permodalan, pemegang sahamnya atau kepemilikan-kepemilikan saham
          mereka, dimana perubahan tersebut mengakibatkan (A) adanya perubahan dari Pemegang Saham
          Pengendali menjadi Pemegang Saham Bukan Pengendali; atau (B) setiap perubahan susunan
          pemegang saham dan/atau kepemilikan sahan dari Pemegang Saham Bukan Pengendali, atau
          mengubah Anggaran Dasarnya mengenai perubahan permodalan
          (untuk menghindari keragu-raguan, ketentuan (B) di atas hanya berlaku dalam hal Perseroan tidak
          memiliki Pemegang Saham Pengendali di dalam susunan pemegang saham dan/atau kepemilikan
          sahamnya); atau
    (vii) bertindak sebagai penjamin atau melakukan tindakan apapun yang memiliki dampak sejenis
          sehubungan dengan kewajiban-kewajiban pihak ketiga manapun.

    Saldo
    Pada tanggal 31 Mei 2022, saldo fasilitas ini tercatat sebesar Rp765.000 juta.

•   Perseroan mengadakan 2 (dua) perjanjian kredit dengan Bank Mizuho:

-   Credit Facility Agreement No. 031/MA/MZH/0507 tanggal 21 Mei 2007, yang telah mengalami beberapa
    kali perubahan dan terakhir berdasarkan Perubahan No. 1373/AMD/MZH/1221 tanggal 31 Desember
    2021, dibuat di bawah tangan (“PK BMI”).

    Berdasarkan PK BMI Bank Mizuho memberikan fasilitas kredit kepada Debitur sebesar Rp520.000 juta
    atau jumlah yang setara dalam USD dan/atau JPY pada nilai tukar yang berlaku pada Bank. Fasilitas
    ini dikenakan tingkat suku bunga: COF ditambah Margin per tahun, minimum, dibayar belakangan
    berlaku untuk setiap dana pinjaman yang dibuat dalam USD dan/atau JPY; dan (ii) COF ditambah
    Margin per tahun, minimum dibayar belakangan, berlaku untuk setiap dana pinjaman yang dibuat
    dalam IDR (Rupiah).

    Jatuh Tempo:
    31 Desember 2022.

    Tujuan Penggunaan Fasilitas Kredit
    Digunakan oleh Perseroan untuk modal kerja.

    Jaminan
    Fasilitas ini diberikan tanpa jaminan (clean basis).




                                                  68
Page 95
    Pembatasan (negative covenant)
    Perseroan dengan ini sepakat bahwa, sepanjang Perseroan memiliki kewajiban terhutang kepada Bank
    Mizuho berdasarkan atau sepanjang fasilitas kredit masih berlaku, tanpa memperoleh persetujuan
    tertulis terlebih dahulu dari Bank Mizuho, Perseroan tidak akan:
    (i) konsolidasi dan melakukan merger/bergabung dengan pihak lain, perusahaan lain, organisasi
           lain atau badan hukum lainnya atau mengizinkan pihak lain, perusahaan lain, organisasi lain atau
           badan hukum lainnya untuk merger dengan Perseroan atau mengambilalih seluruh atau sebagian
           besar aset-aset atau saham-saham dari pihak lain, perusahaan lain, organisasi lain atau badan
           hukum lainnya;
    (ii) mengizinkan saham-saham Perseroan untuk dijaminkan, dijual, dialihkan, dibebankan atau
           dilepaskan dalam kondisi penjaminan, penjualan, pengalihan, pembebanan atau pelepasan
           menyebabkan perubahan susunan pemegang saham mayoritas saat ini yaitu Mitsui & Co., Ltd.
           berkurang dari 51% (lima puluh satu persen) ;
    (iii) merubah struktur permodalan, kecuali untuk kepentingan peningkatan modal dasar termasuk
           modal disetor;
    (iv) pembelian saham-saham Perseroan;
    (v) merubah format atau status hukum Debitur;
    (vi) merubah komposisi pemegang sahamnya yang mana mengakibatkan Mitsui & Co., Ltd. berkurang
           dari 51% (lima puluh satu persen);
    (vii) membubarkan struktur perusahaan tempat beroperasi atau mengambil langkah dengan cara
           membangkrutkan, moratorium, keadaan dalam pengawasan kurator, pembubaran, likuidasi atau
           penutupan atau langkah yang serupa sehubungan dengan Perseroan; dan
    (viii) secara material merubah kegiatan usaha utama Perseroan.

    Saldo
    Pada tanggal 31 Mei 2022, saldo fasilitas ini tercatat sebesar Rp344.354 juta.

-   Perjanjian Perubahan dan Pernyataan Kembali No. 882/ARA/MZH/0620 tanggal 26 Juni 2020, dibuat
    di bawah tangan juncto Skedul No. 883/LN/MZH/0620 PINJAMAN BERULANG tanggal 26 Juni 2020,
    dibuat di bawah tangan, selanjutnya, mengalami perubahan, terakhir berdasarkan Perubahan No. 1371/
    AMD/MZH/1221 tanggal 31 Desember 2021, dibuat di bawah tangan juncto Perubahan No. 1372/AMD/
    MZH/1221 tanggal 31 Desember 2021, dibuat di bawah tangan, antara Perseroan dan Bank Mizuho
    (“PK BMI 2”).

    Berdasarkan PK BMI 2, Bank Mizuho memberikan fasilitas kredit kepada Perseroan:

    - Fasilitas Kredit          :   Bank memberikan fasilitas pinjaman berulang tanpa komitmen kepada
                                    Debitur dengan jumlah pokok maksimal sebesar Rp1.500.000 juta atau
                                    jumlah yang setara dalam USD dan/atau JPY pada nilai tukar yang
                                    berlaku pada Bank Mizuho. Fasilitas kredit ini akan digunakan oleh
                                    Debitur untuk mendanai modal kerja (“Fasilitas Pinjaman BMI 2”).

    - Suku Bunga                :   (i) COF ditambah Margin per tahun, minimum, dibayar belakangan,
                                    berlaku untuk setiap dana pinjaman yang dibuat dalam USD dan/
                                    atau JPY; dan (ii) COF ditambah Margin per tahun, minimum, dibayar
                                    belakangan, berlaku untuk setiap dana pinjaman yang dibuat dalam
                                    IDR (Rupiah).

    Jatuh Tempo:
    Fasilitas Pinjaman BMI 2 tersebut di atas jatuh tempo pada tanggal 31 Desember 2022 atau suatu
    tanggal lain yang lebih awal saat diakhirinya Fasilitas Pinjaman BMI 2 tersebut menurut syarat-syarat
    dan ketentuan-ketentuan PK BMI 2 ini.

    Jaminan:
    Dalam rangka menjamin pelaksanaan pembayaran kembali kepada Bank atas fasilitas kredit/pinjaman
    yang telah diterima oleh Debitur berdasarkan PK BMI 2 tersebut, Mitsui & Co., Ltd, sebagai penjamin
    telah membuat Letter of Guarantee tertanggal 23 Desember 2021.




                                                 69
Page 96
    Pembatasan (negative covenant):
    Perseroan dengan ini setuju bahwa selama Fasilitas Kredit BMI 2 ini dan selama Fasilitas Kredit BMI 2
    masih berlaku, Perseroan tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu sebelumnya dari Bank Mizuho
    tidak dapat:
    (i) melakukan konsolidasi (peleburan) atau merger (penggabungan) dengan orang, perusahaan,
           organisasi atau badan hukum manapun atau mengizinkan orang, perusahaan, organisasi atau
           badan hukum manapun melakukan merger dengan Perseroan atau mengakuisisi seluruh atau
           sebagian besar aset atau modal saham dari perorangan, perusahaan, organisasi atau badan
           hukum manapun;
    (ii) mengizinkan saham-saham yang ada pada Perseroan digadaikan, dijual, dialihkan, dijaminkan
           atau dibebankan dengan cara lainnya dengan kondisi bahwa penggadaian, penjualan, pengalihan,
           penjaminan atau pembebanan dengan cara lainnya tersebut menyebabkan perubahan pada
           komposisi kepemilikan saham mayoritas sekarang ini seperti Mitsui & Co., Ltd. Menjadi kurang
           dari 51% (lima puluh satu persen) ;
    (iii) mengubah struktur permodalannya, kecuali bila bertujuan menambah modal dasarnya termasuk
           modal disetornya;
    (iv) membeli saham milik Perseroan sendiri;
    (v) mengubah struktur atau status hukum Perseroan;
    (vi) mengubah struktur para pemegang sahamnya yang menyebabkan kepemilikan saham Mitsui & Co.,
           Ltd. Menjadi kurang dari 51% (lima puluh satu persen);
    (vii) membubarkan struktur perusahaan yang berlaku bagi Perseroan saat ini dalam menjalankan
           usahanya atau mengambil langkah apapun dengan tujuan menyebabkan kepailitan, dalam
           pengampuan, penundaaan kewajiban pembayaran utang (moratorium), pembubaran, likuidasi
           atau pemberesan atau langkah-langkah lain serupa berkenaan dengan Perseroan.
    (viii) Secara signifikan mengubah sifat usaha sebagaimana yang dijalankan per tanggal Perjanjian ini.

    Saldo
    Pada tanggal 31 Mei 2022, saldo fasilitas ini tercatat Nihil.

•   Perseroan mengadakan 3 (Tiga) perjanjian kredit dengan PT Bank Tabungan Pensiunan Negara Tbk.
    (“BTPN”):

-   Credit Agreement No. 627A/LB-UCA/APRIL/1999 tanggal 1 April 1999, yang telah mengalami beberapa
    kali perubahan dan terakhir berdasarkan Perpanjangan dan Perubahan Atas Perjanjian Kredit tanggal
    22 Desember 2021, dibuat di bawah tangan (“PK BTPN II”).

    Nilai perjanjian
    BTPN setuju menyediakan fasilitas kredit berupa Uncommitted Revolving Loan on Note sebesar
    Rp750.000 juta atau nilai yang setara dalam mata uang Dolar Amerika Serikat untuk memenuhi kebutuhan
    modal kerja Perseroan.Fasilitas ini dikenakan suku bunga per tahun sebesar biaya pendanaan + 0,375%.

    Jangka waktu
    Fasilitas ini tersedia untuk jangka waktu terhitung sejak tanggal 31 Desember 2021 sampai dengan
    tanggal 30 Desember 2022 (periode ketersediaan/penarikan). Fasilitas ini akan jatuh tempo 24 bulan
    setelah tanggal terakhir penarikan terakhir fasilitas.

    Jaminan
    Dalam rangka menjamin pelaksanaan pembayaran kembali kepada BTPN atas fasilitas kredit/pinjaman
    yang telah diterima oleh Perseroan berdasarkan PK BTPN II, Mitsui & Co.,Ltd., sebagai penjamin
    telah membuat Surat Jaminan (Letter of Guarantee) tertanggal 22 Desember 2021. Mitsui & Co. Ltd.,
    sebagai Penjamin. Pada tanggal 31 Mei 2022, Perseroan tidak memiliki outstanding atas fasilitas ini.




                                                  70
Page 97
    Pembatasan (negative covenant)
    Perseroan tidak diperbolehkan membuat atau mempunyai hutang apapun yang dijaminkan masing-
    masing asetnya, kecuali untuk:
    (i) setiap jaminan yang telah diungkapkan secara tertulis kepada BTPN sebelum tanggal Perjanjian,
         namun jumlah pokok yang dijaminkan oleh jaminan tersebut tidak dapat ditingkatkan tanpa
         persetujuan tertulis dari BTPN; dan
    (ii) setiap jaminan lain yang dibuat atau hutang lainnya yang belum memperoleh persetujuan tertulis
         dari BTPN.

    Saldo
    Pada tanggal 31 Mei 2022, saldo fasilitas ini tercatat Nihil.

-   Credit Agreement No. BSMI 0046 tanggal 7 Oktober 2003 juncto Perubahan Atas Perjanjian Kredit tanggal
    1 Maret 2011, yang telah mengalami beberapa kali perubahan dan terakhir Perubahan Keempat Atas
    Perjanjian Kredit tanggal 22 Desember 2021, dibuat di bawah tangan juncto Skedul No. 035 tanggal
    22 Desember 2021, dibuat di bawah tangan (“PK BTPN III”).

    Nilai perjanjian
    BTPN setuju menyediakan fasilitas kredit jangka pendek bersifat revolving dan uncommitted sebesar
    Rp1.000.000 juta atau nilai yang setara dalam mata uang Dolar Amerika Serikat untuk memenuhi
    kebutuhan modal kerja Perseroan. Fasilitas ini dikenakan suku bunga per tahun sebesar 0,75% ditambah
    biaya pendanaan (cost fund).

    Jangka waktu
    Fasilitas ini tersedia untuk jangka waktu terhitung sejak tanggal 31 Desember 2021 sampai dengan
    tanggal 30 Desember 2022 (periode ketersediaan/penarikan). Fasilitas ini akan jatuh tempo 24 bulan
    setelah tanggal terakhir penarikan terakhir fasilitas.

    Jaminan
    Fasilitas ini diberikan tanpa jaminan (clean basis).

    Pembatasan (negative covenant)
    a. Perseroan setuju, selama pinjaman atau adanya jumlah terutang, Perseroan tidak diperbolehkan
       tanpa persetujuan tertulis dari BTPN untuk:
       (i) membuat transaksi dengan pihak lain selain transaksi yang berdasarkan arm’s length, dan
             tanpa mengurangi pembatasan tersebut, tidak akan mengadakan transaksi dengan affiliasi
             berdasarkan ketentuan yang kurang sesuai kepada Perseroan dibandingkan dengan transaksi
             Perseroan yang arm’s length dengan pihak lainnya selain affiliasinya;
       (ii) mereorganisasi atau konsolidasi dengan atau merger dengan perusahaan lain dan tidak
             menyewakan, mengalihkan, memindahtangankan atau dengan cara lain menjual semua
             atau sebagian besar bagian dari asetnya, baik yang saat ini ada atau nantinya kecuali untuk
             penjualan piutangnya dalam kegiatan usahanya yang wajar, and tidak akan secara material
             merubah sifat kegiatan usahanya;
       (iii) mengadakan atau membuat tambahan utang dari pinjaman uang atau perpanjangan kredit
             (termasuk utang kontigensi atau lainnya) selain yang timbul dalam kegiatan usaha yang wajar,
             atau membuat pinjaman kepada pihak lain atau memberikan penjaminan kepada atau untuk
             kepentingan pihak lain;
    b. Perseroan setuju, selama pinjaman atau adanya jumlah terutang, Perseroan tidak diperbolehkan
       tanpa pemberitahuan tertulis dari BTPN untuk:
       membuat, mengadakan atau melakukan jaminan hak tanggungan atas benda tidak bergerak, atau
       mengagunkan asetnya atau menjual, menyewakan atau dengan cara lain menjual asetnya melalui
       1 transaksi atau beberapa yang berdiri sendiri atau transaksi yang terkait dengan lainnya selain
       berdasarkan arm’s length dan untuk kegiatan usaha yang wajar, kecuali untuk:
       (i) setiap jaminan yang diungkapkan secara tertulis kepada BTPN sebelum tanggal Perjanjian,
             tapi jumlah pokok yang dijaminkan oleh jaminan tersebut tidak dapat ditingkatkan tanpa
             persetujuan tertulis dari BTPN; dan
       (ii) setiap jaminan lain yang dibuat atau yang belum dipenuhi tanpa persetujuan tertulis dari
             BTPN.


                                                  71
Page 98
    Saldo
    Pada tanggal 31 Mei 2022, saldo fasilitas ini tercatat sebesar Rp313.285 juta.

-   Credit Agreement No. BSMI 0046 tanggal 7 Oktober 2003, yang telah mengalami beberapa kali
    perubahan dan terakhir berdasarkan Skedul No. 036 tanggal 22 Desember 2021, dibuat di bawah
    tangan (“PK BTPN IV”).

    Nilai perjanjian
    BTPN setuju menyediakan fasilitas kredit bersifat revolving dan uncommitted sebesar Rp1.075.000
    juta atau nilai yang setara dalam mata uang Dolar Amerika Serikat untuk memenuhi kebutuhan modal
    kerja Perseroan. Fasilitas ini dikenakan suku bunga per tahun sebesar biaya pendanaan (cost of fund)
    + 0,375%.

    Jangka waktu
    Fasilitas ini tersedia untuk jangka waktu terhitung sejak tanggal 31 Desember 2021 sampai dengan
    tanggal 30 Desember 2022 (periode ketersediaan/penarikan). Fasilitas ini akan jatuh tempo 24 bulan
    setelah tanggal terakhir penarikan terakhir fasilitas.

    Jaminan
    Dalam rangka menjamin pelaksanaan pembayaran kembali kepada BTPN atas fasilitas kredit/pinjaman
    yang telah diterima oleh Perseroan berdasarkan PK BTPN IV, Mitsui & Co.,Ltd., sebagai penjamin telah
    membuat Surat Jaminan (Letter of Guarantee) tertanggal 22 Desember 2021. Mitsui & Co. Ltd., sebagai
    Penjamin. Total jaminan outstanding atas Fasilitas tersebut per 31 Mei 2022 adalah Rp305.346.834.336,-
    (tiga ratus lima miliar tiga ratus empat puluh enam juta delapan ratus tiga puluh empat ribu tiga ratus
    tiga puluh enam Rupiah atau 2,55% dari total aset perseroan per 31 Desember 2021. Sehubungan
    dengan jaminan tersebut di atas, tidak ada dampak material pada perusahaan dan wajar.

    Pembatasan (negative covenant)
    a. Perseroan setuju, selama pinjaman atau adanya jumlah terutang, Perseroan tidak diperbolehkan
       tanpa persetujuan tertulis dari BTPN untuk:
       (i) membuat transaksi dengan pihak lain selain transaksi yang berdasarkan arm’s length, dan
             tanpa mengurangi pembatasan tersebut, tidak akan mengadakan transaksi dengan affiliasi
             berdasarkan ketentuan yang kurang sesuai kepada Perseroan dibandingkan dengan transaksi
             Perseroan yang arm’s length dengan pihak lainnya selain affiliasinya;
       (ii) mereorganisasi atau konsolidasi dengan atau merger dengan perusahaan lain dan tidak
             menyewakan, mengalihkan, memindahtangankan atau dengan cara lain menjual semua
             atau sebagian besar bagian dari asetnya, baik yang saat ini ada atau nantinya kecuali untuk
             penjualan piutangnya dalam kegiatan usahanya yang wajar, and tidak akan secara material
             merubah sifat kegiatan usahanya;
       (iii) mengadakan atau membuat tambahan utang dari pinjaman uang atau perpanjangan kredit
             (termasuk utang kontigensi atau lainnya) selain yang timbul dalam kegiatan usaha yang wajar,
             atau membuat pinjaman kepada pihak lain atau memberikan penjaminan kepada atau untuk
             kepentingan pihak lain;
    a. Perseroan setuju, selama pinjaman atau adanya jumlah terutang, Perseroan tidak diperbolehkan
       tanpa pemberitahuan tertulis dari BTPN untuk:
       membuat, mengadakan atau melakukan jaminan hak tanggungan atas benda tidak bergerak, atau
       mengagunkan asetnya atau menjual, menyewakan atau dengan cara lain menjual asetnya melalui
       1 transaksi atau beberapa yang berdiri sendiri atau transaksi yang terkait dengan lainnya selain
       berdasarkan arm’s length dan untuk kegiatan usaha yang wajar, kecuali untuk:
       (i) setiap jaminan yang diungkapkan secara tertulis kepada BTPN sebelum tanggal Perjanjian,
             tapi jumlah pokok yang dijaminkan oleh jaminan tersebut tidak dapat ditingkatkan tanpa
             persetujuan tertulis dari BTPN; dan
       (ii) setiap jaminan lain yang dibuat atau yang belum dipenuhi tanpa persetujuan tertulis dari
             BTPN.

    Saldo
    Pada tanggal 31 Mei 2022, saldo fasilitas ini tercatat sebesar Rp305.347 juta.



                                                 72
Page 99
•   Perseroan mengadakan 4 (empat) perjanjian kredit dengan Citibank, N.A., cabang Jakarta (“Citibank”)

-   Amendment to Revolving Credit Agreement (Onshore Rupiah) tanggal 27 Juli 2015, yang telah mengalami
    beberapa kali perubahan dan terakhir diubah berdasarkan Amendment to Revolving Credit Agreement
    (Onshore Rupiah) (Extend) tanggal 31 Januari 2022 (“PK Citibank Revolving”).

    Nilai perjanjian
    Citibank setuju menyediakan pinjaman dalam mata uang Rupiah atau Dolar Amerika Serikat atau
    kombinasi dari keduanya secara berulang (revolving) dengan jumlah sebesar Rp38.000 juta untuk
    memenuhi kebutuhan modal kerja Perseroan. Fasilitas ini dikenakan suku bunga per tahun sebesar
    biaya pendanaan + 0,75%.

    Jangka waktu
    Fasilitas ini memiliki jangka waktu sampai dengan 31 Januari 2023.

    Jaminan
    Fasilitas ini diberikan tanpa jaminan (clean basis).

    Pembatasan (negative covenant)
    Perseroan tidak akan menggabungkan atau meleburkan diri dengan perusahaan lain apapun atau
    mengambil alih sebagian besar aset atau modal saham dari perusahaan lain atau menjual, menyewakan,
    mengalihkan atau melepaskan dengan cara apapun setiap bagian yang signifikan dari harta kekayaan
    atau asetnya tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Citibank.

    Saldo
    Pada tanggal 31 Mei 2022, saldo fasilitas ini tercatat sebesar Rp38.000 juta.

-   Credit Agreement (Checking Account Rupiah and U.S. Dollar) (Uncommitted) tanggal 1 November
    2007, yang terakhir diubah berdasarkan Perubahan atas Perjanjian Kredit (Rekening Giro Rupiah
    dan Dollar A.S) Tanpa Komitmen (Perpanjangan) tanggal 1 November 2021 (“PK Citibank Overdraft”),
    antara Perseroan dan Citibank.

    Nilai perjanjian
    Citibank setuju memberikan kredit dimuka kepada Perseroan dalam saldo negatif di Checking Account
    (rekening giro) Perseroan untuk Rupiah atau Dolar Amerika Serikat yang ada di Citibank. Jumlah
    saldo negatif yang timbul dari Checking Account (rekening giro) Perseroan dan belum dibayarkan oleh
    Perseroan tidak lebih dari sejumlah (i) Checking Account dalam Rupiah sebesar Rp50.000 juta; dan
    (ii) Checking Account dalam Dolar Amerika Serikat sebesar US$3.718.000 dengan ketentuan bahwa
    jumlah keseluruhan dari saldo negatif dalam Checking Account Perseroan untuk Rupiah atau Dolar
    Amerika Serikat tidak lebih dari Rp50.000 juta. Perseroan wajib membayar bunga dari setiap jumlah
    saldo negatif yang terutang dan belum dibayarkan oleh Perseroan dengan suku bunga yang akan
    diberitahukan Citibank dari waktu ke waktu.

    Jangka waktu
    Jangka waktu fasilitas ini sampai dengan 1 November 2022.

    Jaminan
    Fasilitas ini diberikan tanpa jaminan (clean basis).

    Pembatasan (negative covenant)
    Fasilitas ini tidak mengatur pembatasan (negative covenant).

    Saldo
    Pada tanggal 31 Mei 2022, saldo fasilitas ini tercatat Nihil.

-   Amendment to Credit Agreement (Onshore US$/Rp) (Uncommitted) tanggal 22 Maret 2006, yang telah
    mengalami beberapa kali perubahan dan terakhir diubah berdasarkan Amendment to Credit Agreement
    (Onshore US$/Rp) (Uncommitted) (Extend) tanggal 10 Desember 2020 (“PK Citibank”).


                                                  73
Page 100
Nilai perjanjian
Citibank setuju menyediakan pinjaman dalam mata uang Rupiah atau Dolar Amerika Serikat atau
kombinasi dari keduanya dengan jumlah sebesar Rp1.850.000 juta untuk memenuhi kebutuhan modal
kerja Perseroan. Suku bunga untuk fasilitas ini akan ditentukan oleh Citibank dari waktu ke waktu.

Jangka waktu
Fasilitas ini tersedia selama 2 (satu) tahun, sampai dengan tanggal 10 Desember 2022.

Jaminan
Dalam rangka menjamin pelaksanaan pembayaran kembali kepada Citibank atas fasilitas kredit/pinjaman
yang telah diterima oleh Perseroan berdasarkan PK Citibank tersebut, Mitsui & Co., Ltd., sebagai
penjamin telah membuat Surat Jaminan (Letter of Guarantee) tertanggal 1 Januari 2022.

Pembatasan (negative covenant)
Perseroan berjanji kepada Citibank bahwa selama jangka waktu PK Citibank ini:
(i) Penggabungan Akuisisi Penjualan Aset. Perseroan tidak akan, tanpa persetujuan tertulis terlebih
      dahulu dari Citibank, menggabungkan atau meleburkan diri dengan atau mengambil alih seluruh
      atau sebagian besar aset atau modal saham dari perusahaan lain atau menjual, menyewakan,
      mengalihkan atau melepaskan dengan cara apaun setiap bagian yang signifikan dari harta kekayaan
      atau asetnya selain dalam kegiatan usahanya sehari-hari yang akan menyebabkan kepemilikan
      Perusahaan induk pada Perseroan menjadi kurang dari 51% Penggabungan, peleburan atau
      pengambilalihan dimana kepemilikan perusahaan induk sekurang-kurangnya 51% hanya akan
      diberitahukan kepada Citibank.
(ii) Penjaminan. Perseroan tidak akan, tanpa pemberitahuan tertulis terlebih dahulu dari Citibank,
      membebankan, mengikat atau membiarkan adanya hak tanggungan, surat kuasa untuk
      membebankan hak tanggungan, surat kuasa untuk menjual, pengalihan secara fidusia, pengalihan,
      hak gadai, penjaminan, pembebanan, hak jaminan atau pembebanan lainnya (“Penjamin”, atau
      secara kolektif, “Penjamin-penjamin”) atas atau sehubungan dengan, dan tidak dapat mengalihkan,
      memisahkan atau membiarkan timbulnya pengaturan preferen lainnya atas atau sehubungan
      dengan setiap harta kekayaan atau asetnya, kecuali: (i) Penjaminan untuk Pajak yang belum jatuh
      tempo atau sedang diajukan perlawanan dengan itikad baik (dan untuk mana pencadangan yang
      cukup telah dilakukan); (ii) Penjamin dalam taraf awal untuk pengangkutan, karyawan, Penjamin
      untuk mechanics dan materialmen atau Penjamin lain yang serupa untuk jumlah yang belum jatuh
      tempo atau sedang diajukan perlawanan dengan itikad baik (dan untuk mana pencadangan yang
      cukup telah dilakukan) yang ditimbulkan dalam kegiatan usaha sehari-hari; (iii) Penjamin yang
      timbul dari keputusan pengadilan atau putusan terhadap Debitur sehubungan dengan banding
      atau peninjauan kembali sedang dilaksanakan dengan mana telah diterbitkan suatu penundaan
      pelaksanaan keputusan yang menunggu proses banding atau peninjauan kembali; dan (iv) Penjamin
      untuk kepentingan Bank.
(iii) Transaksi Wajar. Perseroan tidak akan, tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Citibank,
      mengadakan transaksi apapun dengan pihak atau entitas manapun selain dalam rangka kegiatan
      usaha sehari-hari dengan dengan syarat komersial yang umum dan wajar, dan tidak akan
      mengadakan transaksi apapun dengan pihak atau entitas manapun yang akan menyebabkan
      Perseroan harus membayar lebih dari harga komersial umum yang wajar untuk setiap pembelian.
(iv) Utang Lainnya. Perseroan tidak akan, tanpa pemberitahuan tertulis terlebih dahulu kepada Citibank,
      menimbulkan atau membiarkan timbunya utang lain selain dari utang yang ditimbulkan dalam
      kegiatan usaha sehari-hari dan yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun atau memberikan pinjaman
      atau memberikan kredit kepada setiap pihak atau entitas dalam kegiatan usaha sehari-hari.
(v) Perubahan dalam Perusahaan. Tanpa pemberitahuan tertulis terlebih dahulu kepada Citibank,
      Perseroan tidak akan mengubah struktur permodalan atau mengubah atau mengizinkan Akta
      Perubahan dan Anggaran Dasar diubah, kecuali untuk meningkatkan modalnya dari laba ditahan
      atau pengambilan bagian atas saham baru dari pemegang saham yang ada, dan Perseroan harus
      memastikan bahwa tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari bank, tidak ada perubahan dalam
      kepemilikan yang akan menyebabkan kepemilikan Perusahaan Induk pada Perseroan menjadi
      kurang dari 51% dan tidak ada perubahan signifikan dalam manjemennya.




                                             74
Page 101
    Saldo
    Pada tanggal 31 Mei 2022, saldo fasilitas ini tercatat sebesar Rp500.000 juta.

-   Perjanjian Induk Fasilitas Kredit No. MCFA/000974/BAF/06042022 tanggal 7 April 2022, dibuat di bawah
    tangan (“PK Citibank Modal Kerja”).

    Nilai perjanjian
    Citibank setuju untuk memberikan fasilitas kredit secara bergulir kepada Perseroan sampai dengan
    jumlah total awal sebesar Rp400.000 juta atau nilai yang setara dalam Dollar AS pada nilai tukar yang
    berlaku pada Citibank. Suku bunga untuk fasilitas ini akan ditentukan oleh Citibank dari waktu ke waktu.

    Jangka waktu
    Fasilitas Kredit tersedia untuk suatu jangka waktu awal 1 (satu) tahun terhitung sejak tanggal 7 April
    2022. Jangka waktu ketersedian tersebut akan secara otomatis diperpanjang untuk jangka waktu
    1 (satu) tahun berikutnya secara terus menerus, kecuali jika Citibank atau Perseroan memberikan
    pemberitahuan kepada pihak lainnya sekurang-kurangnya 30 hari kalender sebelum akhir dari jangka
    waktu ketersediaan yang sedang berjalan saat itu mengenai maksudnya untuk tidak memperpanjang
    jangka waktu ketersediaan.

    Jaminan
    Fasilitas ini diberikan tanpa jaminan (clean basis).

    Pembatasan (negative covenant)
    Selama Fasilitas Kredit belum dilunasi, Perseroan tidak boleh melakukan hal-hal antara lain sebagai
    berikut:
    1. Perseroan maupun perusahaan induk atau anak-anak perusahaannya atau para direktur, pejabat
         atau karyawan mereka masing-masing atau atas pengetahuan Perseroan, afiliasi-afiliasi atau
         agen-agen Perseroan atau anak-anak perusahaan mereka, tidak akan, secara langsung atau tidak
         langsung, menggunakan dana termasuk Fasilitas-fasilitas atau meminjamkan, mengkontribusikan
         atau dengan cara lain menyediakan dana tersebut (i) untuk membiayai atau memfasilitasi kegiatan
         atau usaha apapun dari atau dengan suatu Pihak yang pada saat pembiayaan atau fasilitas tersebut,
         merupakan Pihak yang dikenakan sanksi; (ii) untuk membiayai atau memfasilitasi kegiatan atau
         usaha dari atau di Yurisdiksi yang dikenakan sanksi; (iii) dengan cara yang akan mengakibatkan
         pelanggaran oleh suatu Pihak terhadap sanksi, atau (iv) dengan melanggar undang-undnag yang
         berlaku, termasuk tapi tidak terbatas pada undang-undang anti korupsi;

    2.   Perseroan tidak akan:
         (i) mengadakan percampuran, pemisahan, penggabungan, peleburan atau rekonstruksi korporasi;
         (ii) mengambilalih suatu perusahaan, usaha atau aset;
         (iii) menjual, menyewakan, mentransfer atau dengan cara lain melepaskan seluruh atau suatu
               bagian yang substansial dari asetnya;

         Tanpa persetujuan tertulis sebelumnya dari Citibank.
         1. tidak ada perubahan pada (para) pemegang saham pengendalinya (sejak tanggal perjanjian
             ini) tanpa persetujuan tertulis sebelumnya dari Citibank;
         2. tidak akan melakukan transaksi dengan setiap pihak, kecuali berdasarkan ketentuan-ketentuan
             yang wajar (arm’s length) dan untuk harga komersial penuh.

    Saldo
    Pada tanggal 31 Mei 2022, saldo fasilitas ini tercatat sebesar Rp100.000 juta.

    Perseroan mengadakan 2 (dua) perjanjian kredit dengan Sumitomo Mitsui Trust Bank, Ltd., cabang
    Singapura (“SMTB”):

-   Agreement Uncommited Dual Currency Term Loan Facility US$20.000.000 No. LEGL-B/IDRTRNX/
    PTBAF-USD20M (IDR) (092021) tanggal 8 Oktober 2021 dibuat di bawah tangan, selanjutnya mengalami
    perubahan berdasarkan Suplemental Agreement tanggal 31 Desember 2021, dibuat di bawah tangan,
    antara Perseroan dan SMTB (“PK SMTB 1”).


                                                  75
Page 102
    Nilai perjanjian
    SMTB sepakat untuk memberikan fasilitas kredit kepada Perseroan sebesar US$20juta (“Fasilitas
    Kredit”) untuk membiayai modal kerja Perseroan. Fasilitas ini dikenakan suku bunga:Penarikan dalam
    Dollar AS (untuk suku bunga tetap/fixed rate dan suku bunga mengambang/ floating rate) : Margin
    0.55% + Cost of fund untuk tenor tidak lebih dari 1 tahun Margin 0.75% + Cost of fund untuk tenor lebih
    dari 1 tahun hingga dan termasuk 2 tahun. Untuk Penarikan dalam Rupiah Indonesia untuk seluruh
    jangka waktu, Bunga yang berlaku adalah suku bunga per tahun sebagaimana disetujui Bersama oleh
    Perseroan dan SMTB.

    Jangka Waktu
    Periode ketersediaan atas Fasilitas ini sampai dengan tanggal 30 Desember 2022 (periode ketersediaan/
    penarikan). Fasilitas ini memiliki jangka waktu/jatuh tempo pada tanggal 31 Desember 2024.

    Jaminan
    Dalam rangka menjamin pelaksanaan pembayaran kembali kepada SMTB atas fasilitas kredit/pinjaman
    yang telah diterima oleh Perseroan berdasarkan PK SMTB 1 tersebut, Mitsui & Co., Ltd., sebagai
    penjamin telah membuat Surat Jaminan (Letter of Guarantee) tertanggal 22 Desember 2021.

    Pembatasan (negative covenant)
    Perseroan berjanji bahwa selama masih terdapat jumlah apapun yang tersedia atau belum dilunasi
    berdasarkan PK SMTB 1 ini, Perseroan tidak akan : (i) menjual, mengalihkan atau melepaskan atau
    mengancam untuk menjual, mengalihkan atau melepaskan atas, suatu bagian yang penting dari aset-aset
    miliknya selain kegiatan usaha sehari-hari termasuk untuk aktifitas pendanaannya; dan (ii) merubah atau
    mengancam untuk merubah kegiatan usaha utamanya atau lingkup kegiatan usahanya, menghentikan
    atau mengancam untuk menghentikan suatu bagian dari operasi kegiatan usaha saat ini baik langsung
    maupun tidak langsung atau otoritas pemerintah manapun mengambil alih atau mengancam untuk
    mengambil alih seluruh atau sebagian dari aset-aset Perseroan dan akibat dari hal tersebut di atas,
    menurut pendapat SMTB, secara material dan mempengaruhi kondisi keuangan Perseroan atau
    kemampuannya untuk melaksanakan kewajiban-kewajiban berdasarkan Perjanjian ini.

    Saldo
    Pada tanggal 31 Mei 2022, saldo fasilitas ini tercatat sebesar Rp203.616 juta.

-   Agreement Uncommited Dual Currency Term Loan Facility US$8,600.000 No. LEGL-B/IDRTRNX/
    PTBAF-USD8,6M (IDR) (092021) tanggal 8 Oktober 2021 dibuat di bawah tangan (“PK SMTB 2”).

    Nilai perjanjian
    SMTB sepakat untuk memberikan fasilitas kredit kepada Perseroan sebesar US$8,600.000,- (“Fasilitas
    Kredit”) untuk membiayai modal kerja Perseroan. Fasilitas ini dikenakan suku bunga: Penarikan dalam
    Dollar AS (Untuk suku bunga tetap/fixed rate dan suku bunga mengambang/ floating rate) : Margin
    0.70% + Cost of fund untuk tenor tidak lebih dari 1 tahun Margin 0.90% + Cost of fund untuk tenor lebih
    dari 1 tahun hingga dan termasuk 2 tahun. Untuk Penarikan dalam Rupiah Indonesia untuk seluruh
    jangka waktu, Bunga yang berlaku adalah suku bunga per tahun sebagaimana disetujui Bersama oleh
    Debitur dan Bank.

    Jangka Waktu
    Fasilitas ini tersedia sejak tanggal 8 Oktober 2021 sampai dengan tanggal 31 Desember 2021 (periode
    ketersediaan/penarikan). Fasilitas ini memiliki jangka waktu/jatuh tempo pada tanggal 29 Desember
    2023.

    Jaminan
    Fasilitas ini diberikan tanpa jaminan khusus (clean basis).

    Pembatasan (negative covenant)
    Perseroan berjanji bahwa selama masih terdapat jumlah apapun yang tersedia atau belum dilunasi
    berdasarkan PK SMTB 2 ini, Perseroan tidak akan: (i) menjual, mengalihkan atau melepaskan atau
    mengancam untuk menjual, mengalihkan atau melepaskan atas, suatu bagian yang penting dari aset-aset



                                                 76
Page 103
    miliknya selain kegiatan usaha sehari-hari termasuk untuk aktifitas pendanaannya; dan (ii) merubah atau
    mengancam untuk merubah kegiatan usaha utamanya atau lingkup kegiatan usahanya, menghentikan
    atau mengancam untuk menghentikan suatu bagian dari operasi kegiatan usaha saat ini baik langsung
    maupun tidak langsung atau otoritas pemerintah manapun mengambil alih atau mengancam untuk
    mengambil alih seluruh atau sebagian dari aset-aset Perseroan dan akibat dari hal tersebut di atas,
    menurut pendapat SMTB, secara material dan mempengaruhi kondisi keuangan Perseroan atau
    kemampuannya untuk melaksanakan kewajiban-kewajiban berdasarkan Perjanjian ini.

    Saldo
    Pada tanggal 31 Mei 2022, saldo fasilitas ini tercatat sebesar Rp50.904 juta.

•   Perseroan mengadakan 2 (dua) perjanjian kredit dengan Bank of America N.A (“BOA”)

-   Surat BOA No. 01/34649/X/2016 tanggal 28 Oktober 2016 yang dikeluarkan dan ditandatangani oleh
    Vice President, Country Operation Office dan Director, Global Coporate and Investment Banking BOA
    cabang Jakarta yang telah disetujui oleh Perseroan dengan ditandatangani oleh Vice President Director
    Perseroan pada tanggal 1 November 2016 juncto Credit Agreement No. 34649-01/X/2016 tanggal
    28 October 2016, yang telah mengalami beberapa kali perubahan dan terakhir berdasarkan Surat
    BOA No. 34649-03/VI/2019 tanggal 3 Juni 2019 yang dikeluarkan dan ditandatangani oleh Managing
    Director, Country Manager dan Director, Global Coporate and Investment Banking BOA Jakarta, yang
    telah disetujui oleh Perseroan dengan ditandatangani oleh Vice President Director Perseroan (“PK BOA
    Jakarta”), antara Perseroan dan BOA cabang Jakarta.

    Nilai perjanjian
    BOA Jakarta memberikan fasilitas pinjaman sebesar US$52 juta atau setara sebesar Rp624.000 juta
    untuk membiayai kebutuhan modal kerja Perseroan. Fasilitas ini dikenakan suku bunga sebesar biaya
    pendanaan + 0,5% untuk penarikan dengan menggunakan mata uang Rupiah dan/atau LIBOR + 0,5%
    untuk penarikan menggunakan mata uang Dolar Amerika Serikat.

    Jangka waktu
    Fasilitas ini tersedia untuk jangka waktu sampai dengan tanggal 1 November 2022 dan akan otomatis
    diperpanjang 12 (dua belas) bulan kedepan hingga BOA Jakarta membatalkannya atau mengakhiri
    perjanjian ini.

    Jaminan
    Fasilitas ini diberikan tanpa jaminan (clean basis).

    Pembatasan (negative covenant)
    Berdasarkan Klausul di dalam PK BOA Jakarta mengenai Syarat dan Ketentuan serta Percepatan
    Pembayaran, selama fasilitas ini belum dilunasi Perseroan, Perseroan dibatasi oleh negative covenant,
    antara lain (i) Kecuali aset yang diperoleh dengan cara sewa beli dan pengaturan pembiayaan dengan
    lease, Debitur berjanji bahwa tidak akan dan menjamin bahwa anak perusahaan Debitur tidak akan,
    kecuali telah disetujui sebelumnya secara tertulis oleh Bank, untuk membuat atau mengijinkan
    dilakukannya gadai, pembebanan, agunan atau pembebanan lainnya atas seluruh atau sebagian dari
    perjanjian Debitur/anak perusahaan Debitur, aset, property atau pendapatan yang sekarang atau yang
    akan datang; (ii) nilai asset Perseroan kurang dari kewajibannya (dengan mempertimbangkan kewajiban
    kontinjen dan prospektif); (iii) pengambilalihan, penyitaan atau pelaksanaan yang mempengaruhi aset
    atau aset-aset Perseroan; dan (iv) Perseroan baik langsung maupun tidak langsung tidak lagi menjadi
    perusahaan anak Mitsui & Co., Ltd.

    Saldo
    Pada tanggal 31 Mei 2022, saldo fasilitas ini tercatat sebesar Rp624.000 juta.

-   US$45,000,000 Facility Agreement tanggal 14 Maret 2019, selanjutnya dirubah berdasarkan
    US$45,000,000 Facility Agreement tanggal 15 April 2021 dibuat di bawah tangan juncto Amendment
    Agreement No. 1 tanggal 28 Oktober 2021, dibuat di bawah tangan, antara Perseroan dan BOA cabang
    Tokyo (“PK BOA Tokyo”).



                                                  77
Page 104
    Nilai perjanjian
    BOA cabang Tokyo memberikan fasilitas pinjaman sebesar US$45 juta untuk membiayai usaha
    pembiayaan Perseroan di bidang otomotif (tidak terhadap akuisisi perusahaan, bisnis atau usaha) atau
    pembiayaan kembali atas utangnya yang dilakukan untuk hal yang serupa). Fasilitas ini dikenakan
    suku bunga LIBOR 6-bulan + 0,9%.

    Jangka waktu
    Periode ketersediaan atas fasilitas ini terhitung sejak tanggal 28 Oktober 2021 hingga dan termasuk
    tanggal 31 Desember 2021. Jatuh tempo atas fasilitas ini adalah 2 (dua) tahun setelah Periode
    ketersediaan.

    Jaminan
    Fasilitas ini diberikan tanpa jaminan (clean basis).

    Pembatasan (negative covenant)
    Selama kewajiban dalam fasilitas ini belum dilunasi, Perseroan dibatasi oleh negative covenant, antara
    lain:
    a. Perseroan akan segera memberitahu BOA cabang Tokyo secara tertulis jika pihaknya membebankan
          atau mengizinkan berlakunya jaminan apa pun atau atas aset-asetnya.
    b. Perseroan akan segera memberi tahu BOA cabang Tokyo secara tertulis apabila pihaknya:
          (i) menjual, memindahkan atau dengan cara lain melepaskan salah satu dari aset-asetnya dengan
                ketentuan-ketentuan yang mana aset-aset tersebut disewakan atau dapat disewakan kepada
                atau diambil alih kembali oleh Perseroan atau anggota lain mana pun dari grup;
          (ii) menjual, memindahkan atau dengan cara lain melepaskan salah satu piutang-piutangnya
                dengan ketentuan-ketentuan regres;
          (iii) mengadakan atau mengizinkan berlakunya pengaturan retensi alas hak apa pun;
          (iv) mengadakan atau mengizinkan berlakunya pengaturan apa pun yang mendasari uang atau
                manfaat dari suatu bank atau rekening lain untuk dapat digunakan, diperjumpautangkan atau
                dibuat menjadi tunduk pada suatu penggabungan rekening; atau
          (v) mengadakan atau mengizinkan berlakunya pengaturan preferensial lain apa pun yang memiliki
                suatu dampak yang serupa, dalam keadaan-keadaan yang mana pengaturan atau transaksi
                diadakan terutama sebagai suatu metode untuk meningkatkan atau menjamin pembayaran
                utang keuangan atau untuk membiayai pengambilalihan suatu aset.
          (vi) mengadakan peleburan, pemisahan, penggabungan, atau rekontruksi perusahaan tanpa
                persetujuan tertulis sebelumnya dari BOA cabang Tokyo, persetujuan tersebut harus diberikan
                atau ditolak oleh BOA cabang Tokyo dalam waktu 5 Hari Kerja sejak permintaan Perseroan.

    Saldo
    Pada tanggal 31 Mei 2022, saldo fasilitas ini tercatat sebesar Rp654.480 juta.

•   Perubahan dan Pernyataan Kembali Atas Perjanjian Fasilitas No. 403/FA/ANZ/AMD/XII/2019 tanggal
    30 Desember 2019, dibuat dibawah tangan, selanjutnya mengalami perubahan terakhir berdasarkan
    Perubahan Kedua Atas Perubahan dan Pernyataan Kembali Atas Perjanjian Fasilitas No. 799/FA/
    ANZ/AMD/XII/2021 tanggal 16 Desember 2021, dibuat di bawah tangan, antara Perseroan dan ANZ
    (“PK ANZ”).

    Nilai perjanjian
    ANZ setuju untuk menyediakan fasilitas kredit berulang 1 sebesar Rp500.000 juta dalam mata uang
    Rupiah atau Dolar Amerika Serikat dan fasilitas kredit berulang 2 sebesar Rp500.000 juta dalam mata
    uang Rupiah atau Dolar Amerika Serikat. Kedua fasilitas tersebut dapat digunakan untuk mendukung
    kebutuhan pembiayaan Perseroan. Suku bunga untuk fasilitas ini ditentukan sesuai suku bunga yang
    telah disetujui oleh para pihak.

    Jangka waktu
    Fasilitas kredit berulang 1 dan 2 berlaku dalam jangka waktu 2 (dua) tahun untuk penarikan dalam mata
    uang Rupiah dan US$. Masing-masing fasilitas tersebut jatuh tempo pada tanggal 31 Desember 2022.




                                                  78
Page 105
    Jaminan
    Dalam rangka menjamin pelaksanaan pembayaran kembali kepada ANZ atas Fasiitas RC 1 yang telah
    diterima oleh Perseroan berdasarkan PK ANZ tersebut, Mitsui & Co., Ltd, sebagai penjamin telah
    membuat Letter of Guarantee tertanggal 22 Desember 2021, sedangkan untuk Fasilitas RC 2 diberikan
    tanpa jaminan (clean base).

    Pembatasan (negative covenant)
    Berdasarkan Klausul di dalam PK ANZ mengenai Janji-Janji, selama fasilitas ini belum dilunasi,
    Perseroan dibatasi oleh negative covenant, antara lain (a) Pelepasan: ANZ/para penjamin (“Obligor”)
    tidak akan menandatangani suatu transaksi yang berkelanjutan (baik yang berhubungan atau tidak)
    dan baik sukarela atau tidak untuk menjual, menyewakan, mengalihkan atau lainnya melepaskan setiap
    aset, kecuali: (i) dibuat dalam kegiatan usaha normal dari badan usaha yang melepaskan; (ii) dengan
    ketentuan yang normal (arm’s length) aset dalam pertukaran untuk aset lain yang sebanding atau lebih
    baik dari segi jeni, nilai dan kualitas; (iii) atas aset yang telah usang atau obsolute pada ketentuan
    yang normal (arm’s length); (iv) untuk Obligor lain (b) Tidak Ada Re-Organisai: Obligor tidak akan,
    tanpa persetujuan tertulis ANZ, melakukan kegiatan investasi yang bersifat material, secara signifikan
    meningkatkan hutang keuangan, tidak juga menandatangani peleburan, penggabungan, pembagian,
    pengalihan saham apapun atau pengaturan lain yang serupa (c) Penggabungan: Obligor harus
    menjaga keberadaan korporasinya dan tidak akan masuk dalam setiap peleburan, spin-off (demerger),
    penggabungan atau rekontruksi korporasi (d) Tidak ada perubahan dalam kegiatan usaha: Obligor tidak
    akan membuat perubahan yang substansial atas sifat umum dan kegiatan usahanya dari yang telah
    dilakukan pada tanggal Perjanjian ini (e) Akuisisi: Obligor tidak akan membeli aset apapun sebagai
    kelangsungan usaha, saham atau usaha atau melakukan investasi (termasuk investasi apapun dalam
    bentuk usaha patunga, kemitraan).

    Saldo
    Pada tanggal 31 Mei 2022, saldo fasilitas ini tercatat sebesar Rp923.191 juta.

•   Perjanjian Pemberian Fasilitas Perbankan Korporasi/Corporate Facility Agreement No. JAK/
    131110/U/131209 tanggal 23 Desember 2013, dibuat dibawah tangan, juncto Perjanjian Pemberian
    Fasilitas Perbankan Korporasi No. JAK/180045/U/171215 tanggal 25 Januari 2018, yang telah
    mengalami beberapa kali perubahan dan terakhir berdasarkan Perubahan 2 Perjanjian Pemberian
    Fasilitas Perbankan Korporasi No. JAK/210044/U/200918 tanggal 18 Januari 2021, dibuat di bawah
    tangan, antara Perseroan dan PT Bank HSBC Indonesia (“PK HSBC”).

    Nilai perjanjian dan jangka waktu
    HSBC memberikan fasilitas pinjaman kepada Perseroan berupa :
    (i) Fasilitas Limit Gabungan (Combined Limit) sebesar Rp300.000 juta, yang terdiri dari:
          (a) Pinjaman Pinjaman Berulang Tidak Terikat I (Uncommitted Revolving Loan I) dalam mata
               uang Rupiah dan Dolar Amerika Serikat dengan limit sebesar Rp300.000 juta atau US$20
               juta. Fasilitas ini dikenakan suku bunga per tahun sebesar 1,75% di atas cost of fund rate
               untuk setiap penarikan dalam mata uang Rupiah dan 1,5% di atas cost of fund rate untuk
               setiap penarikan dalam mata uang Dolar Amerika Serikat. Fasilitas ini tersedia sampai dengan
               tanggal 30 Juni 2022. Jangka waktu dari setiap pinjaman adalah maksimum 1 (satu) tahun
               terhitung sejak tanggal pencairan dan setiap tranche harus minimum sebesar Rp500 juta.
               Sub limit atas fasilitas ini tidak dapat melebihi dari Rp300.000 juta.
          (b) Cerukan (Overdraft) dengan limit sebesar Rp20.000 juta. Suku bunga atas fasilitas ini akan
               dibebankan atas saldo harian sebesar 2% per tahun di bawah Best Lending Rate (bunga
               pinjaman terbaik) dari HSBC yang harus dibayarkan secara bulanan di setiap akhir bulan
               dengan mendebit rekening manapun dari Perseroan yang ada pada HSBC. Fasilitas ini
               tersedia sampai dengan tanggal 30 Juni 2022. Jangka waktu dari setiap pinjaman adalah
               maksimum 1 (satu) tahun terhitung sejak tanggal pencairan setiap tranche harus minimum
               sebesar Rp500 juta.
    (ii) Pinjaman Berulang Tidak Terikat II (Uncommitted Revolving Loan II) dalam mata uang Rupiah
          atau Dolar Amerika Serikat dengan limit sebesar Rp150.000 juta atau sebesar US$10.500.000.
          Fasilitas ini dikenakan suku bunga per tahun sebesar 1,75% di atas cost of fund rate untuk setiap
          penarikan dalam mata uang Rupiah dan 1,5% di atas cost of fund rate untuk setiap penarikan



                                                 79
Page 106
          dalam mata uang Dolar Amerika Serikat. Fasilitas ini tersedia sampai dengan tanggal 30 Juni 2022.
          Jangka waktu dari setiap pinjaman adalah maksimum 1 (satu) tahun sejak tanggal pencairan dan
          setiap tranche harus minimum sebesar Rp500 juta. Jumlah keseluruhan pinjaman dalam fasilitas ini
          tidak dapat lebih dari Rp150.000 juta; dan
    (iii) Fasilitas Treasury (Treasury Facility) dengan limit paparan terhadap resiko sebesar US$20.000.000,
          termasuk didalamnya pertukaran mata uang (cross currency swap) sebesar US$20.000.000.
          Fasilitas ini tersedia sampai dengan tanggal 30 Juni 2022, jangka waktu dari setiap pinjaman
          adalah maksimum 1 (satu) tahun.

    Tujuan penggunaan Fasilitas Limit Gabungan (Combined Limit) dan Fasilitas Pinjaman Berulang Tidak
    Terikat II (Uncommitted Revolving Loan II) adalah untuk membiayai kebutuhan modal kerja jangka
    pendek Perseroan sedangkan tujuan penggunaan Fasilitas Treasury (Treasury Facility) adalah untuk
    memfasilitasi kebutuhan Perseroan atas transaksi lindung nilai terhadap eksposur nilai tukar murni
    melalui tansaksi spot, forward dan swap.

    Jangka Waktu Perjanjian
    PK HSBC ini berlaku sampai dengan tanggal 30 Juni 2022 dan akan terus berlaku hingga HSBC secara
    tertulis membatalkan, menghentikan atau membebaskan Perseroan dari kewajibannya berdasarkan
    Perjanjian Fasilitas Kredit HSBC ini atau perjanjian lain yang berkaitan dengannya.

    Jaminan
    Dalam rangka menjamin pelaksanaan pembayaran kembali kepada Bank atas Fasilitas Gabungan yang
    telah diterima oleh Peminjam berdasarkan Perjanjian Fasilitas Kredit HSBC tersebut, Mitsui & Co.,
    Ltd sebagai penjamin telah membuat Letter of Guarantee tertanggal 22 Desember 2021. Selanjutnya,
    Fasilitas Pinjaman Berulang Tidak Terikat II (Uncommitted Revolving Loan II) dan Fasilitas Treasury
    (Treasury Facility) tidak ada jaminan (clean basis).

    Pembatasan (negative covenant)
    Berdasarkan Klausul di dalam PK SCB mengenai Kesepakatan Umum (Covenants), selama fasilitas
    ini belum dilunasi, Perseroan harus menyerahkan pemberitahuan tertulis kepada HSBC dalam waktu
    10 (sepuluh) Hari Kerja setelah keadaan yang disebut di bawah ini terjadi: (i) menyatakan atau
    melakukan pembayaran deviden atau membagikan modal atau kekayaan kepada pemegang saham
    dan/atau direksi dari Perseroan; (ii) membuat, menanggung atau mengizinkan adanya suatu jaminan
    atas benda tetap, gadai, hak tanggungan atau hak jaminan apapun atau properti, aset atau pendapatan
    dari Perseroan, baik yang saat ini atau yang akan didapat di kemudian hari; (iii) membuat, mengadakan
    atau menanggung suatu utang atau kewajiban (termasuk kewajiban sewa atau jaminan) kecuali untuk
    (a) utang yang timbul berdasarkan pada perjanjian ini; dan (b) utang dagang yang timbul dalam praktek
    bisnis sehari-hari; atau (iv) mengadakan suatu pinjaman atau memberikan kredit ke perusahaan atau
    orang lain siapapun juga kecuali untuk kredit yang diberikan secara independen dan lugas dalam
    praktek bisnis sehari-hari. Perseroan juga akan menjaga kepemilikan saham dari Mitsui & Co., Ltd.
    sebesar minimal 51% (lima puluh satu persen).

    Saldo
    Pada tanggal 31 Mei 2022, saldo fasilitas ini tercatat Nihil.

•   Surat Deutsche Bank tanggal 9 Desember 2011 perihal: Perjanjian Fasilitas yang dikeluarkan dan
    ditandatangani oleh Director Head, Corporate Banking Coverage Indonesia dan Vice President Corporate
    Banking Coverage Indonesia Deutsche Bank, serta telah disetujui/dikonfirmasi oleh Perseroan dengan
    turut ditandangani oleh Presiden Direktur Perseroan, yang telah mengalami beberapa kali perubahan dan
    terakhir berdasarkan Surat Deutsche Bank tanggal 7 September 2021, perihal: Perjanjian Fasilitas yang
    dikeluarkan dan ditandatangani oleh Head of Corporate Banking Coverage dan Head of Trade Finance
    and Lending Deutsche Bank serta telah disetujui/dikonfirmasi oleh Perseroan dengan turut ditandangani
    oleh Vice President Director Perseroan, antara Perseroan dan Deutsche Bank (“PK Deutsche Bank”).




                                                  80
Page 107
    Nilai perjanjian
    Berdasarkan PK Deutsche Bank, Deutsche Bank memberikan fasilitas kredit jangka pendek kepada
    Perseroan dengan keseluruhan jumlah pokok sebesar USD75 juta, yang terdiri dari:
    1. Fasilitas Jangka Pendek: USD55juta, untuk fasilitas ini diberikan jaminan, berupa Letter of
          Guarantee.
    2. Fasilitas Jangka Pendek: USD20juta, untuk fasilitas ini diberikan tanpa jaminan khusus (clean
          base facility).

    Selanjutnya, kecuali dinyatakan lain, penggunaan atas fasilitas-fasilitas kredit ini dapat dilakukan dalam
    mata uang Rupiah, Dolar Amerika Serikat, Yen Jepang dan/atau Euro manapun yang dapat dialihkan
    dan dikonversikan secara bebas ke mata uang tersebut. Suku Bunga atas fasilitas ini akan ditentukan
    kemudian oleh Deutsche Bank melalui surat pemberitahuan.

    Jangka waktu
    Fasilitas ini tersedia sampai dengan 31 Oktober 2022 (atau tanggal lain yang disepakati bersama
    oleh para pihak), kecuali diberitahukan sebaliknya oleh Deutsche Bank secara tertulis. PK Deutsche
    Bank akan otomatis diperpanjang untuk 12 bulan ke depan sejak tanggal berakhirnya tersebut dengan
    ketentuan bahwa berdasarkan perjanjian ini tidak akan berubah selama periode perpanjangan otomatis
    tersebut.

    Jaminan
    Dalam rangka menjamin pelaksanaan pembayaran kembali atas Fasilitas Jangka Pendek sebesar
    USD55juta yang telah diterima oleh Perseroan berdasarkan PK Deutsche Bank tersebut, Mitsui & Co.,
    Ltd., sebagai penjamin telah membuat Surat Jaminan (Letter of Guarantee) tertanggal 22 Desember
    2021.

    Pembatasan (negative covenant)
    Berdasarkan Klausul di dalam PK Deutsche Bank mengenai Janji-Janji, selama fasilitas ini belum
    dilunasi, Perseroan dibatasi oleh negative covenant, antara lain (i) memastikan agar Mitsui & Co., Ltd.
    akan selalu memegang dan memiliki secara langsung atau tidak langsung sedikinya 51% dari modal
    saham Perseroan; dan (ii) tidak menyebabkan atau memperbolehkan adanya pembebanan atau jaminan
    apapun atau jaminan atas aset Perseroan, kecuali untuk: (a) jaminan yang ada yang telah diungkapkan
    kepada Deutsche Bank secara tertulis sebelum tanggal PK Deutsche Bank ini; atau (b) jaminan yang
    dibuat dengan persetujuan Deutsche Bank secara tertulis sebelumnya (yang tidak boleh ditahan secara
    tidak wajar); atau (c) jaminan yang akan diberikan kepada Deutsche Bank pada saat yang sama atas
    dasar pari passu untuk menjamin fasilitas ini; atau (d) hak gadai apapun yang hanya timbul dengan
    diberlakukannya undang-undang yang menjamin kewajiban-kewajiban menyangkut pembayaran yang
    tidak melampaui jatuh tempo; atau (e) pembebanan atau jaminan yang dibuat atas aset-aset hanya
    untuk menjamin pembiayaan dari pembelian Perseroan dari aset-aset tersebut dan pengeluaran modal
    (capital expenditure) terkait manapun dari aset tersebut; atau (f) jaminan apapun yang Perseroan
    perlu berikan hanya berdasarkan perintah pengadilan hanya sebagai jaminan dan semata-mata untuk
    biaya hukum sehubungan dengan proses pengadilan dilakukan oleh atau terhadap Perseroan, dengan
    ketentuan bahwa Perseroan harus segera memberikan kepada Deutsche Bank pemberitahuan tertulis
    tentang persyaratan tersebut.

    Saldo
    Pada tanggal 31 Mei 2022, saldo fasilitas ini tercatat sebesar Rp775.000 juta.

•   Perseroan mengadakan 2 (dua) perjanjian kredit dengan BCA:

-   Perubahan dan Pernyataan Kembali Atas Perjanjian Kredit No. 275/Add-KCK/2015 tanggal 16 November
    2015, dibuat di bawah tangan, selanjutnya dirubah terakhir berdasarkan Perubahan Ketigabelas Atas
    Perjanjian Kredit No. 130/Add-KCK/2022 tanggal 1 April 2022, dibuat di bawah tangan, antara Perseroan
    dan BCA (“PK BCA”).




                                                  81
Page 108
    Nilai perjanjian
    BCA setuju untuk memberikan fasilitas kredit kepada Perseroan, yang terdiri dari (i) Fasilitas Kredit
    Lokal (Rekening Koran) dengan jumlah tidak melebihi Rp30.000 juta dengan suku bunga sebesar 9,5%
    per tahun yang dihitung dari utang yang timbul dari Fasilitas Kredit Lokal; dan (ii) Fasilitas Pinjaman
    Berjangka Money Market yang tidak bersifat mengikat (uncommitted) dengan jumlah pokok tidak melebihi
    Rp150.000 juta dengan suku bunga akan ditentukan sesuai kesepakatan kedua pihak. Kedua fasilitas
    akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja Perseroan.

    Jangka waktu
    Jangka waktu penarikan dan/atau penggunaan untuk Fasilitas Kredit Lokal dan Fasilitas Pinjaman
    Berjangka Money Market terhitung sejak tanggal 1 April 2022 dan berakhir pada tanggal 21 Oktober 2022.

    Jaminan
    Dalam rangka menjamin pelaksanaan pembayaran kembali kepada BCA atas fasilitas kredit/pinjaman
    yang telah diterima oleh Perseroan berdasarkan PK BCA tersebut, Mitsui & Co., Ltd., sebagai penjamin
    telah membuat Surat Jaminan (Letter of Guarantee) tertanggal 1 April 2022. Mitsui & Co., Ltd yang
    merupakan Pemegang Saham Perseroan/Pengendali Perseroan (“Penjamin”) menjamin maksimum
    sebesar Rp180.000.000.000,- (seratus delapan puluh miliar Rupiah). Selanjutnya, untuk memenuhi
    pemenuhan jaminan yang disyaratkan berdasarkan PK BCA, fasilitas tersebut telah diberikan jaminan
    oleh Penjamin yang merupakan Pemegang Saham Perseroan sebagai syarat kewajaran dalam
    penerimaan fasilitas kredit.

    Pembatasan (negative covenant)
    Selama Perseroan belum membayar lunas utang/pinjaman, Perseroan tidak diperkenankan untuk
    melakukan hal-hal berikut dibawah ini, tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari BCA:
    1. memberikan pinjaman kepada pihak ketiga, termasuk namun tidak terbatas pada perusahaan
        afiliasi Perseroan, selain pinjaman yang diberikan dalam menjalankan kegiatan usaha Perseroan.
    2. menjual atau mengalihkan aset:
        a. dalam kegiatan usaha sehari-hari, melebihi 51% (lima puluh persen) dari total aset;
        b. selain dalam hal kegiatan usaha sehari-hari untuk tujuan penjaminan;
        c. melakukan peleburan, penggabungan, pembubaran atau melakukan tindakan apapun yang
              menyebabkan porsi kepemilikan saham Mitsui & Co., Ltd. Menjadi kurang 51% (lima puluh
              satu persen);
        d. melakukan perubahan status badan hukum Perseroan sebagai perseroan terbatas yang
              memiliki ijin usaha dalam bidang jasa keuangan.

    Saldo
    Pada tanggal 31 Mei 2022, saldo fasilitas ini tercatat Nihil.

-   2121 Akta Perjanjian Kredit No. 13 tanggal 1 April 2022 dibuat di hadapan Stephanie Wilmarta, S.H.,
    Notaris di Jakarta (selanjutnya disebut “PK BCA 2”), antara Perseroan dan BCA (“PK BCA 2”).

    Jumlah dan Tujuan Fasilitas:
    BCA memberikan fasilitas-fasilitas kredit kepada Perseroan, sebagai berikut:

    Fasilitas Money Market Line (Uncommitted) (Clean Loan):
    Limit Kredit           :    Rp150.000 juta;
    Tujuan                 :    pinjaman jangka pendek sebagai dana talangan untuk kebutuhan
                                operasional Perseroan (bridging facility);
    Periode Ketersediaan :      sampai dengan 21 Oktober 2022;
    Suku Bunga             :    sesuai kesepakatan Para Pihak sebelum dilakukan penarikan fasilitas

    Pembatasan (negative covenant)
    Selama Debitur belum membayar lunas utang atau batas penarikan dan/atau penggunaan Fasilitas
    Kredit berakhir, Debitur tidak diperkenankan untuk melakukan hal-hal berikut di bawah ini, tanpa
    persetujuan tertulis terlebih dahulu dari BCA:




                                                  82
Page 109
    a.   meminjamkan uang, termasuk tetapi tidak terbatas kepada perusahaan afiliasinya, kecuali dalam
         rangka menjalankan usaha sehari-hari;
    b.   menjual atau mengalihkan asset Debitur:
         -   dalam kegiatan usaha sehari-hari, melebihi 51% dari total asset;
         -   selain dalam hal kegiatan usaha sehari-hari atau untuk tujuan penjaminan;
         -   selain dalam hal kegiatan usaha sehari-hari atau untuk tujuan penjaminan;
    c.   melakukan peleburan, penggabungan, pembubaran atau melakukan tindakan apapun yang
         menyebabkan porsi kepemilikan saham Mitsui & Co., Ltd menjadi kurang 51%;
    d.   melakukan investasi, penyertaan atau membuka usaha baru selain usaha yang telah ada;
    e.   menjual atau melepaskan harta tidak bergerak atau harta kekayaan utama dalam menjalankan
         usahanya, kecuali dalam rangka menjalankan usaha sehari-hari;
    f.   mengubah status kelembagaan Debitur sebagai perseroan terbatas yang memiliki kegiatan usaha
         dalam bidang jasa keuangan.

    Saldo
    Pada tanggal 31 Mei 2022, saldo fasilitas ini tercatat Nihil.

•   Perseroan mengadakan 2 (dua) perjanjian kredit dengan PT Bank Victoria International Tbk (Bank
    Victoria)

-   Akta Perjanjian Pemberian Fasilitas Money Market Antara PT Bank Victoria International Tbk dan
    PT Bussan Auto Finance No. 39 tanggal 19 Agustus 2016 dibuat di hadapan Indrasari Kresnadjaja, S.H.,
    M.Kn., Notaris di Jakarta, selanjutnya, mengalami perubahan terakhir berdasarkan Pengubahan VIII
    Terhadap Perjanjian Pemberian Fasilitas Money Market Antara PT Bank Victoria International Tbk dan
    PT Bussan Auto Finance No. 39 tanggal 20 Mei 2022, dibuat di bawah tangan, antara Perseroan dan
    Bank Victoria Bank Victoria (“ Perjanjian Money Market Victoria”).

    Nilai perjanjian
    Bank Victoria setuju memberikan Fasilitas Demand Loan Uncommited (Mekanisme transaksi seperti
    Money Market Line) kepada Debitur sesuai dengan persyaratan dan ketentuan dalam perjanjian ini
    sebesar Rp250.000 juta. Fasilitas ini akan digunakan Perseroan untuk modal kerja. Suku bunga atas
    fasilitas ini ditentukan berdasarkan suku bunga yang berlaku di pasar dan yang akan disepakati pada
    saat penarikan fasilitas pinjaman.

    Jatuh Tempo
    Jangka waktu atas fasilitas ini diberikan terhitung sejak tanggal 24 Mei 2022 dan wajib dibayar lunas
    oleh Perseroan kepada Bank pada tanggal 24 Mei 2023.

    Jaminan
    Fasilitas ini diberikan tanpa jaminan (clean basis).

    Pembatasan (negative covenant)
    Selama tidak mengganggu kemampuan bayarnya, Perseroan berkewajiban dan berjanji untuk tidak:
    (i) Menjual, menyewakan atau dengan secara apapun mengalihkan dan melepaskan hak Perseroan
    atas seluruh atau sebagian besar (substantial part) harta kekayaan (assets) milik Perseroan (kecuali
    untuk transaksi sehari-hari dari Debitur termasuk transaksi penerbitan Obligasi); (ii) Bertindak sebagai
    penjamin (guarantor atau memberikan ganti rugi atas hutang perusahaan afiliasi, subsidiary maupun
    perusahaan lainnya (kecuali dalam kegiatan usaha sehari-hari Debitur).

    Saldo
    Pada tanggal 31 Mei 2022, saldo fasilitas ini tercatat sebesar Rp40.000 juta.

-   Akta Perjanjian Pemberian Fasilitas Money Market Antara PT Bank Victora International Tbk dan
    PT Bussan Auto Finance No. 09 tanggal 21 Juni 2021 dibuat di hadapan Indrasari Kresnadjaja, S.H.,
    M.Kn., Notaris di Jakarta, selanjutnya, mengalami perubahan berdasarkan Pengubahan I Terhadap
    Perjanjian Pemberian Fasilitas Money Market Antara PT Bank Victoria International Tbk dan PT Bussan
    Auto Finance No. 09 tanggal 20 Mei 2022, dibuat di bawah tangan (“Perjanjian Money Market Victoria 2”).



                                                  83
Page 110
    Nilai perjanjian
    Bank Victoria setuju memberikan Fasilitas Demand Loan II Uncommited (Mekanisme transaksi seperti
    Money Market Line) kepada Debitur sesuai dengan persyaratan dan ketentuan dalam perjanjian ini
    sebesar Rp100.000 juta. Fasilitas ini akan digunakan Perseroan untuk modal kerja. Suku bunga atas
    fasilitas ini ditentukan berdasarkan suku bunga yang berlaku di pasar dan yang akan disepakati pada
    saat penarikan fasilitas pinjaman.

    Jatuh Tempo
    Jangka waktu atas fasilitas ini diberikan terhitung sejak tanggal 24 Mei 2022 dan wajib dibayar lunas
    oleh Debitur kepada Bank pada tanggal 24 Mei 2023.

    Jaminan
    Fasilitas ini diberikan tanpa jaminan (clean basis).

    Pembatasan (negative covenant)
    Berdasarkan Klausul di dalam Perjanjian Money Market Victoria 2 mengenai Kesanggupan Debitur
    (Kewajiban-Kewajiban Debitur), selama fasilitas ini belum dilunasi, Perseroan dibatasi oleh negative
    covenant, antara lain (i) wajib segera memberitahukan kepada Bank jika terjadi perubahan material
    dalam sifat dan luas lingkup usaha Debitur; dan (ii) wajib menjaga porsi kepemilikan saham oleh
    Mitsui & Co. Ltd pada Debitur, baik secara langsung maupun tidak langsung sekurang-kurangnya 51%
    (lima puluh satu persen) dari total modal disetor Debitur.

    Saldo
    Pada tanggal 31 Mei 2022, saldo fasilitas ini tercatat sebesar Rp80.000 juta.

•   Banking Facility Agreement tanggal 9 Agustus 2002, yang telah mengalami beberapa kali perubahan dan
    terakhir diubah berdasarkan Surat SCB No. JKT/FBA/5210 tanggal 15 Maret 2019, perihal: Amendment
    of Facility Letter yang dikeluarkan dan ditandatangani oleh Associate Director, Global Subsidiaries
    dan Senior Banker SCB serta telah disetujui oleh Perseroan dengan turut ditandatangani oleh Vice
    President Perseroan, antara SCB dan Perseroan (“PK SCB”).

    Nilai perjanjian
    SCB setuju memberikan fasilitas pinjaman revolving kepada Perseroan sebesar Rp350.000 juta yang
    tersedia dalam mata uang Rupiah atau Dolar Amerika Serikat untuk membiayai kebutuhan modal
    kerja Perseroan. Suku bunga untuk fasilitas ini akan ditentukan berdasarkan kesepakatan pada saat
    penarikan fasilitas pinjaman.

    Jangka waktu
    Jangka waktu ketersediaan atas fasilitas ini sampai dengan tanggal 31 Agustus 2022. Jangka waktu
    ketersediaan tersebut otomatis diperpanjang untuk 12 (dua belas) bulan ke depan sejak tanggal
    berakhirnya. Fasilitas ini akan jatuh tempo pada tanggal 31 Agustus 2022.

    Jaminan
    Dalam rangka menjamin pelaksanaan pembayaran kembali kepada SCB atas fasilitas kredit/pinjaman
    yang telah diterima oleh Perseroan berdasarkan PK SCB tersebut, Mitsui & Co., Ltd., sebagai penjamin
    telah membuat Surat Jaminan (Letter of Guarantee) tertanggal 22 Desember 2021.

    Pembatasan (negative covenant)
    Berdasarkan Klausul di dalam PK SCB mengenai Kewajiban-Kewajiban Perseroan, selama fasilitas ini
    belum dilunasi, Perseroan dibatasi oleh negative covenant, antara lain (i) Perseroan tidak akan (dan
    harus memastikan bahwa tidak ada anggota grup lainnya akan) memindahtangankan semua atau
    setiap bagian dari aset mereka atau melakukan setiap akuisisi atau investasi kecuali apabila dilakukan
    dalam pelaksanaan kegiatan perdagangan yang lazim dan terkait dengan suatu pemindahtanganan
    aset saja, atas aset yang ditukar dengan aset lain yang sejenis atau lebih tinggi jenis nilai lainnya; dan
    (ii) Perseroan tidak lagi dikendalikan oleh induk perusahaan (Mitsui & Co., Ltd.).

    Saldo:
    Pada tanggal 31 Mei 2022, saldo fasilitas ini tercatat Nihil.


                                                  84
Page 111
•   Perseroan mengadakan 2 (dua) perjanjian pembiayaan dengan PT Bank Victoria Syariah (“Bank Victoria
    Syariah”):

-   Akta Perjanjian Fasilitas Pembiayaan Rekening Koran Syariah Dengan Prinsip Musyarakah No. 18
    tanggal 19 Desember 2017, dibuat dihadapan Indrasari Kresnadjaja, S,H., M.Kn., Notaris di Jakarta,
    selanjutnya mengalami perubahan terakhir berdasarkan Akad Addendum No. 113/PERPANJANGAN/
    BVIS-KPO/X/2021 tanggal 7 Oktober 2021, dibuat di bawah tangan (“PK Rekening Koran Victoria
    Syariah”).

    Nilai perjanjian
    Bank Victoria Syariah setuju menyediakan fasilitas Modal Kerja Pembiayaan piutang usaha, sebesar
    Rp10.000 juta, bersifat revolving, yang merupakan 90,91 % (sembilan puluh koma sembilan puluh satu
    persen) dari total kebutuhan modal usaha menjadi porsi Bank Victoria, sedangkan porsi Perseroan
    adalah sebesar 9,9% (sembilan koma sembilan persen) dari modal usaha, penggunaan atas fasilitas
    Pembiayaan Al-Musyarakah dari Bank Victoria Syariah dilakukan secara bertahap sesuai dengan
    kebutuhan dan permintaan Perseroan, yang akan digunakan oleh Perseroan untuk membiayai usahanya.

    Jangka waktu
    Perjanjian ini berlaku terhitung sejak tanggal 31 Agustus 2021 sampai dengan tanggal 31 Agustus 2022.

    Nisbah Bagi Hasil
    Nisbah bagi hasil antara Bank Victoria Syariah dan Perseroan adalah masing-masing 61,19% dan
    38,81%.

    Jaminan
    Fasilitas ini diberikan tanpa jaminan (clean basis).

    Pembatasan (negative covenant)
    Selama Jangka Waktu, Perseroan wajib untuk memperoleh persetujuan tertulis sebelum dari Bank
    Victoria dalam hal terjadi atau dilakukan hal-hal sebagaimana diuraikan dibawah ini:
    (i) memberikan Pinjaman dan Melakukan Investasi, dalam hal:
          Memberikan pinjaman kepada pihak manapun termasuk kepada kelompok usahanya atau kepada
          pemegang saham kecuali dalam rangka kegiatan bisnis dan operasi usaha hari ini.
    (ii) Asuransi Syariah
          Membatalkan atau merubah ketentuan dari polis atau perjanjian asuransi yang menjadi kewajiban
          Perseroan berdasarkan Perjanjian ini.
    (iii) Perseroan tidak akan menjual, menjaminkan, membebankan atau mengalihkan hasil/pendapatan/
          penerimaan atas pengelolaan usaha kepada pihak lain.
          Mengalihkan Perseroan tidak boleh meminjamkan, menyumbangkan atau menghibahkan dana
          Fasilitas Pembiayaan tersebut kepada pihak lain.
    (iv) Penyalahgunaan
          Perseroan tidak boleh menggunakan modal dari Fasilitas Pembiayaan untuk proyek lain tanpa
          persetetujuan secara tertulis dari Bank Victoria terlebih dahulu.

    Saldo
    Pada tanggal 31 Mei 2022, saldo fasilitas ini tercatat Nihil.

-   Akta Akad Pembiayaan Modal Kerja Dengan Prinsip Musyarakah No. 19 tanggal 19 Desember 2017,
    dibuat dihadapan Indrasari Kresnadjaja, S,H., M.Kn., Notaris di Jakarta, selanjutnya mengalami
    perubahan terakhir berdasarkan Akad Perpanjangan Atas Pembiayaan Modal Kerja Dengan Prinsip
    Musyarakah No. 115/PERPANJANGAN/BVIS-KPO/X/2021 tanggal 7 Oktober 2021, dibuat di bawah
    tangan (“PK Modal Kerja Victoria Syariah”).

    Nilai perjanjian
    Bank Victoria Syariah berjanji dan dengan ini mengikatkan diri untuk menyediakan fasilitas Pembiayaan
    Modal Kerja (revolving) kepada Perseroan dengan prinsip Musyarakah sampai sebesar Rp30.000
    juta,yang merupakan 99,91% dari total kebutuhan modal usaha menjadi porsi Bank, sedangkan porsi



                                                  85
Page 112
    Perseroan sebesar 9,09% dari modal usaha, penggunaan atas fasilitas Pembiayaan Al Musyarakah dari
    Bank Victoria Syariah dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan dan permintaan Perseroan,
    yang akan digunakan oleh Perseroan untuk membiayai usaha.

    Jangka waktu
    Perjanjian ini berlaku terhitung sejak tanggal 31 Agustus 2021 sampai dengan 31 Agustus 2022.

    Nisbah Bagi Hasil
    Nisbah bagi hasil antara Bank Victoria Syariah dan Perseroan adalah masing-masing 61,19% dan
    38,81%.

    Jaminan
    Fasilitas ini diberikan tanpa jaminan (clean basis).

    Pembatasan (negative covenant)
    Sebelum semua pokok pembiayaan serta marjin dan biaya-biaya lainnya yang terhutang dilunasi,
    maka Perseroan berjanji dan mengikat diri untuk tidak melakukan hal-hal yang tercantum dibawah ini
    tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Bank Victoria: (i) Menggunakan fasilitas pembiayaan
    yang diterima selain dari tujuan dan keperluan yang telah disepakati sebelumnya sesuai dengan
    Akad Pembiayaan; (ii) Mengajukan permohonan kepailitan dan/atau penundaan pembayaran kepada
    pengadilan Niaga.

    Saldo
    Pada tanggal 31 Mei 2022, saldo fasilitas ini tercatat Nihil.

•   Akta Akad Pemberian Limit Fasilitas Pembiayaan (Line Facility) No. 12 tanggal 21 Mei 2021, dibuat
    di hadapan Edwar, S.H., Notaris di Jakarta, antara Perseroan (“Nasabah”) dan PT Bank BCA Syariah
    (“BCA Syariah”) (“Perjanjian Line Facility BCA Syariah”).

    Nilai perjanjian
    BCA Syariah bersedia untuk memberikan limit pembiayaan kepada Nasabah sampai sejumlah
    Rp100.000.000.000,00 (seratus miliar Rupiah) dengan bentuk revolving yang akan digunakan oleh
    Nasabah untuk modal kerja usaha Nasabah berupa pembiayaan modal kerja mudharabah dengan
    akad pembiayaan.

    Jangka Waktu
    1. Masa penarikan (availability period) atas fasilitas pembiayaan kepada Nasabah adalah 12 (dua
        belas) bulan terhitung sejak tanggal Akad Pembiayaan BCA dan akan berakhir pada tanggal 21 Mei
        2022.
    2. Jangka waktu fasilitas pembiayaan berdasarkan Akad Realisasi Pembiayaan, yaitu 12 bulan
        terhitung sejak tanggal ditandatanganinya Akad Pembiayaan atau tanggal lain yang disepakati
        Para Pihak.

    Jaminan
    Fasilitas ini diberikan tanpa jaminan (clean basis).

    Pembatasan (negative covenant)
    Dalam Perjanjian Line Facility BCA Syariah tidak terdapat ketentuan-ketentuan pembatasan (negative
    covenants) yang dapat: (a) menghalangi pelaksanaan Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan II
    Tahap I dan atau (b) membatasi dan merugikan kepentingan serta hak dari para pemegang Obligasi
    Berkelanjutan II Tahap I; dan karenanya Perseroan tidak berkewajiban untuk meminta persetujuan
    tertulis terlebih dahulu kepada BCA Syariah untuk melaksanakan Penawaran Umum Berkelanjutan
    Obligasi Berkelanjutan II Tahap I.

    Saldo
    Pada tanggal 31 Mei 2022, saldo fasilitas ini tercatat Nihil.




                                                  86
Page 113
4.2.		   Perjanjian pengadaan perangkat lunak dan perangkat keras

     •   Perjanjian Peningkatan Versi Piranti Lunak dan Jasa Implementasi Produk Aplikasi Confins dan Lite
         Dms No.279/AIT.BAF/CF/FSA.fx/08.16 tanggal 23 Agustus 2016 yang terakhir diubah berdasarkan
         Addendum Pertama Perjanjian Pemeliharaan Perangkat Lunak Perjanjian Pemeliharaan Perangkat Lunak
         No.0379A/AIT.BAF/CF/FSAKAS.ehw/0405.20 21 tanggal 5 Mei 2021antara PT Adicipta Inovasi Teknologi
         dengan Perseroan. Berdasarkan perjanjian ini, PT Adicipta Inovasi Teknologi akan menyediakan produk
         aplikasi Confin dan Lite DMS, melakukan perubahan dan/atau peningkatan filtur-filtur serta pembuatan
         program antar muka dan jasa implementasinya guna menunjang kebutuhan Perseroan. Perjanjian ini
         akan berakhir pada tanggal 2 Mei 2022. Perjanjian ini dapat diperpanjang secara otomatis sesuai
         dengan kesepakatan Para Pihak.

     •   Perjanjian Induk Penyediaan Infrastruktur No. MKID/MA/0283, tanggal 6 Juni 2017 antara PT Permata
         Cipta Rejeki dengan Perseroan. Berdasarkan perjanjian ini, PT Permata Cipta Rejeki akan menyediakan
         konten seluler melalui jaringan mobile. Jangka waktu perjanjian berlaku sejak tanggal efektif dan sah dan
         berlaku penuh kecuali jika diakhiri sesuai dengan ketentuan perjanjian. Sampai dengan Prospektus ini
         diterbitkan, perjanjian ini masih berlaku dan mengikat bagi Para Pihak.

     •   Perjanjian Kerja Sama Layanan Pengelolaan Router Di Cabang Antara PT Bussan Auto Finance Dengan
         PT Nusantara Compnet Integrator No. 001/LT/AGR/X/2021, tanggal 1 Oktober 2021, dibuat di bawah
         tangan antara PT Nusantara Compnet Integrator dengan Perseroan. Berdasarkan perjanjian ini,
         Perseroan memerlukan layanan pengelolaan router di cabang untuk menunjang kebutuhan usaha dari
         Perseroan, karenanya PT Nusantara Compnet Integrator bersedia untuk menyediakan jasa layanan
         pengelolaan router di cabang Perseroan guna menunjang kebutuhan Pihak Kedua. Perjanjian ini berlaku
         terhitung mulai tanggal 1 Oktober 2021 sampai dengan 30 September 2024.

     •   Perjanjian Pengadaan Lisensi Software Microsoft No. 004/MII/LSN/I/2017 tanggal 3 Januari 2017
         yang terakhir diubah berdasarkan Perjanjian Pengadaan Lisensi Software Microsoft EA No. 005/MII/
         LSN/I/2020 tanggal 6 Januari 2020 antara PT Mitra Integrasi Informatika dengan Perseroan. Berdasarkan
         perjanjian ini, Perseroan telah menunjuk PT Mitra Integrasi Informatika dalam rangka pengadaan lisensi
         software Microsoft beserta kelengkapannya. Perjanjian ini berlaku selama 3 (tiga) tahun sejak tanggal
         1 Januari 2020 sampai dengan tanggal 31 Desember 2022.

     •   Perjanjian Induk Layanan Antara PT Graha Teknologi Nusantara dengan PT Bussan Auto Finance
         No. 074/MSA/GTN-BAF/I/2022, tanggal 5 Januari 2022, dibuat di bawah tangan. Berdasarkan
         perjanjian ini, Perseroan telah menunjuk GTN untuk melaksanakan pekerjaan data center yang
         menyediakan jasa co-location, dan jasa pendukung lainnya dan layanan fasilitas yang disediakan GTN.
         Perjanjian ini berlaku selama 5 (lima) tahun, terhitung efektif sejak tanggal 2 Mei 2022 sampai 1 Mei
         2027 atau tanggal yang diatur dalam pemesanan jasa yang paling terakhir berlaku mengenai jangka
         waktu layanan data center, jangka waktu ini akan berlaku mana yang terakhir.

4.3.		   Perjanjian kerja sama pembayaran angsuran dan tagihan

     •   Perjanjian Kerja Sama tanggal 11 November 2004 antara PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
         (“BRI”) dengan Perseroan. Berdasarkan perjanjian ini, Perseroan dan BRI setuju untuk melakukan kerja
         sama yang mengatur mengenai penerimaan pembiayaan jasa pemberian kredit yang disediakan oleh
         Perseroan melalui fasilitas layanan BRI secara realtime online. Perseroan akan membayar sejumlah
         imbalan untuk jasa yang diberikan oleh BRI. Jangka waktu perjanjian ini berlaku selama 3 (tiga) tahun
         dan akan berakhir pada tanggal 11 November 2017 dan dapat diperpanjang kembali secara otomatis
         untuk jangka waktu yang sama. Perjanjian ini telah diperpanjang secara otomatis dan masih berlaku
         serta mengikat bagi Para Pihak pada tanggal Prospektus ini diterbitkan.

     •   Perjanjian Kerja Sama antara PT Bank Syariah Mandiri (“BSM”) dengan Perseroan dengan
         No. BSM :18/564-PKS/DIR tanggal 22 Agustus 2016 perihal Pemanfaatan Layanan Perbankan, terakhir
         diubah berdasarkan Adendum I Perjanjian Kerjasama Pemanfaatan Layanan Perbankan No. BSM:
         20/732 tanggal 28 Desember 2018, dibuat di bawah tangan. Berdasarkan perjanjian ini, Perseroan dan
         BSM setuju untuk melakukan kerja sama yang mengatur mengenai penggunaan layanan BSM dalam



                                                       87
Page 114
    penyaluran dana Perseroan yang bersumber dari pembiayaan nasabahnya. Perseroan akan membayar
    sejumlah imbalan untuk jasa yang diberikan oleh BSM. Perjanjian ini berlaku untuk jangka waktu 3 (tiga)
    tahun terhitung sejak tanggal perjanjian ini yaitu tanggal 21 Agustus 2018 sampai dengan tanggal
    21 Agustus 2021. Perjanjian ini akan diperpanjang secara otomatis untuk jangka waktu yang sama
    secara berturut-turut dan akan berlangsung demiklian seterusnya. Sampai dengan tanggal Prospektus
    ini diterbitkan, Perjanjian ini masih mengikat bagi Para Pihak.

•   Perjanjian Kerja Sama antara BCA dengan Perseroan dengan No. BCA : 0084/PKS/BCA/2005 tanggal
    20 Mei 2005 perihal Penerimaan Pembayaran Tagihan BAF. Berdasarkan perjanjian ini, Perseroan
    dan BCA setuju untuk melakukan kerja sama yang mengatur mengenai penerimaan pembayaran
    tagihan Perseroan melalui fasilitas layanan perbankan elektronik yang dimiliki oleh BCA untuk lebih
    meningkatkan pelayanan dan mempermudah para pelanggan Perseroan dalam melakukan pembayaran
    tagihan Perseroan. Perseroan akan membayar sejumlah imbalan untuk jasa yang diberikan oleh BCA.
    Jangka waktu perjanjian ini berlaku selama 1 (satu) tahun sejak ditandatangani, perjanjian ini dapat
    diperpanjang dengan sendirinya setiap kali untuk jangka waktu 1 (satu) tahun berikutnya. Perjanjian ini
    telah diperpanjang secara otomatis dan masih berlaku pada tanggal Prospektus ini diterbitkan.

•   Perjanjian Kerja Sama Pengelolaan Data Tagihan Secara Online antara PT Sarana Yukti Bandhana
    (“SYB”) dan Perseroan dengan No. SYB : SP.MLPO /03/VII/2004 tanggal 28 Juli 2004 yang terakhir
    diubah berdasarkan Amandemen III Kerja Sama Kerjasama Pengelolaan Data Tagihan Secara Online
    dengan No. SYB : SP.MLPO /59/III/2017 dan No. Perseroan : 01/BAF-SBY/II/2017 tanggal 22 Maret
    2017. Berdasarkan perjanjian ini, Perseroan dan SYB setuju untuk melakukan kerja sama yang mengatur
    mengenai pengelolaan tagihan Perseroan guna memberikan kemudahan bagi nasabah Perseroan
    untuk melakukan transaksi atas tagihan Perseroan melalui Collecting Agent (“CA”) dimana SYB akan
    menyediakan MLPO Host untuk mengkomunikasikan data antara Perseroan dan CA dan menyediakan
    Help Desk Services. Saat ini terdapat 4 (empat) mitra CA yang disetujui oleh Perseroan yaitu Uang
    Kita, Tektaya, Arindo dan Tokopedia. Perseroan akan membayar sejumlah imbalan untuk jasa yang
    diberikan oleh SYB. Jangka waktu perjanjian ini berlaku selama 2 (dua) tahun sejak ditandatangani
    Amandemen III ini sampai dengan tanggal 22 Maret 2019. Apabila para pihak dalam perjanjian ini tidak
    mengemukakan maksud mereka secara tertulis untuk mengakhiri perjanjian ini pada saat berakhirnya
    jangka waktu, maka perjanjian ini dengan sendirinya diperpanjang secara otomatis untuk jangka waktu
    2 (dua) tahun. Perjanjian ini telah diperpanjang secara otomatis dan masih berlaku pada tanggal
    Prospektus ini diterbitkan.

•   Perjanjian Kerjasama Antara PT Bussan Auto Finance dengan PT Pos Indonesia (Persero) tentang
    Penerimaan Pembiayaan Angsuran Kredit Secara Online: 009/BAF-POS/VII/2020 dan No. Pos Indonesia:
    PKS.128/DIR-4/0720 tanggal 16 Juli 2020. Berdasarkan perjanjian ini, Perseroan dan Pos Indonesia
    setuju untuk mengadakan kerja sama mengenai pembayaran angsuran kredit oleh pelanggan (konsumen)
    pada setiap kantor pos/agen pos baik yang dilakukan secara tunai maupun dengan sarana penerimaan
    pembayaran lain yang ditetapkan oleh Pos Indonesia. Perseroan akan membayar sejumlah imbalan
    untuk jasa yang diberikan oleh Pos Indonesia. Perjanjian ini berlaku 2 (dua) tahun terhitung sejak
    ditandatangani sampai dengan tanggal 15 Juli 2022 dan dapat diperpanjang atas persetujuan Para
    Pihak.

•   Perjanjian Kerja Sama Penerimaan Pembayaran Angsuran Secara Online antara PT Midi Utama Indonesia
    Tbk. (“MIDI”) dengan Perseroan dengan No. Perseroan: MUI-BAF/Payment Point/IX/2016/267 tanggal
    1 November 2016 yang terakhir diubah berdasarkan Addendum II Perjanjian Kerja Sama Penerimaan
    Pembayaran Angsuran Secara Online dengan No. MIDI: MIDI-BAF/BUSDEV/PAYMENTPOINT/ ADDII/
    VIII/2019/018 dan No. Perseroan: 032/BAF-MIDI/VIII/2019 tanggal 1 Agustus 2019. Berdasarkan
    perjanjian ini, Perseroan dan MIDI setuju untuk melakukan kerja sama yang mengatur mengenai
    penerimaan pembayaran angsuran konsumen yang akan dilakukan oleh konsumen Perseroan melalui
    gerai-gerai Alfamidi di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Alfamidi, Alfaexpress dan Lawson. Perseroan
    akan membayar sejumlah imbalan untuk jasa yang diberikan oleh MIDI. Perjanjian ini berlaku terhitung
    sejak tanggal Perjanjian ini ditandatangani oleh Para Pihak dan akan berakhir pada 30 November 2020
    dan apabila tidak terdapat kesepakatan lain dari Para Pihak maka Perjanjian akan diperpanjang secara
    otomatis untuk setiap tahunnya dan masih berlaku pada tanggal Prospektus ini diterbitkan.




                                                 88
Page 115
•   Perjanjian Kerja Sama Penerimaan Pembayaran Angsuran Secara Online antara PT Sumber Alfaria
    Trijaya Tbk (“SAT”) dengan Perseroan dengan No. SAT: SAT-BUSSAN/BUSDEV/ADD I/XI/2016/1098
    tanggal 1 November 2016 yang terakhir diubah berdasarkan Addendum II Perjanjian Kerja Sama
    Penerimaan Pembayaran Angsuran Secara Online dengan No. SAT: SAT-BAF/E-SERVICE/ADD II/
    VIII/2019/329 dan No. Perseroan: 029/BAF-SAT/VIII/2019 tanggal 1 Agustus 2019. Berdasarkan
    perjanjian ini, Perseroan dan SAT setuju dan sepakat untuk melakukan kerja sama penerimaan
    pembayaran angsuran konsumen yang akan dilakukan konsumen melalui gerai-gerai Alfamart di seluruh
    wilayah Indonesia. Perseroan akan membayar sejumlah imbalan untuk jasa yang diberikan oleh SAT.
    Jangka waktu perjanjian ini berlaku terhitung sejak tanggal perjanjian ini ditandatangani oleh para pihak
    dan akan berakhir pada tanggal 30 November 2020 dan dapat diperpanjang sesuai kesepakatan para
    pihak dengan mempertimbangkan hasil evaluasi berkala dalam masa kerja sama berjalan dan ketaatan
    terhadap pemenuhan kewajiban-kewajiban berdasarkan perjanjian ini. Sampai dengan Prospektus ini
    diterbitkan, perjanjian ini masih berlaku dan mengikat bagi Para Pihak.

•   Perjanjian Kerja Sama Penerimaan Pembayaran Angsuran Secara Online antara PT Sumber Indah
    Lestari (“SIL”) dengan Perseroan dengan No. SIL: SIL-BAF/EI/PAYMENT POINT/I/2014/001 tanggal
    24 Juni 2013 yang terakhir diubah berdasarkan Addendum III Perjanjian Kerja Sama Penerimaan
    Pembayaran Angsuran secara Online dengan No. SIL: SIL-BAF/BUSDEV/ADDIII/2019/063 tanggal
    1 Agustus 2019. Perseroan dan SIL setuju untuk untuk melakukan kerja sama penerimaan pembayaran
    angsuran konsumen yang akan dilakukan konsumen melalui gerai-gerai “DAN+DAN” di seluruh wilayah
    Indonesia. Perseroan akan membayar sejumlah imbalan untuk jasa yang diberikan oleh SIL. Perjanjian
    ini berakhir pada tanggal 30 November 2020 dan apabila tidak terdapat kesepakatan lain dari para
    pihak maka perjanjian akan diperpanjang secara otomatis untuk setiap tahunnya. dan masih berlaku
    pada tanggal Prospektus ini diterbitkan.

•   Perjanjian Kerja Sama Layanan Penerimaan Pembayaran Tagihan Secara Host To Host antara
    PT Bimasakti Multi Energi (“Bimasakti”) dengan Perseroan dengan No. Perseroan: SK-OPD/016/IX/2016
    dan No. Bimasakti: 015/BMS-01/BMS-01/X/2016 tanggal 9 September 2016. Perseroan dan Bimasakti
    setuju menerima penunjukan dari Perseroan untuk melaksanakan penerimaan pembayaran tagihan
    konsumen secara host to host melalui jaringan poin pembayaran Bimasakti. Jangka waktu perjanjian ini
    berlaku untuk jangka waktu 4 (empat) tahun, yang mulai efektif pada tanggal 26 September 2014 sampai
    dengan 26 September 2018, dan akan diperpanjang secara otomatis pada setiap tahunnya. Perjanjian ini
    telah diperpanjang secara otomatis dan masih berlaku pada tanggal Prospektus ini diterbitkan.

•   Perjanjian Kerja Sama Pembayaran Tagihan Pembiayaan antara PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
    (“BNI”) dengan Perseroan dengan No. BNI: 124/EBK/PKS/2018 dan No. Perseroan: 005/BAF-BNI/
    VII/2018 tanggal 16 Juli 2018. Perseroan dan BNI sepakat untuk melakukan kerja sama penerimaan
    pembayaran tagihan melalui beberapa fasilitas BNI e-channel yakni Mobile Banking, ATM, Internet
    Banking, SMS Banking dan Agen 46. Jangka waktu perjanjian ini berlaku untuk waktu 2 (dua) tahun
    terhitung sejak tanggal penandatanganan perjanjian ini dan diperpanjang secara otomatis dalam jangka
    waktu yang sama sepanjang tidak diakhiri oleh salah satu pihak atau dari para pihak. Sampai dengan
    Prospektus ini diterbitkan, perjanjian ini masih berlaku dan mengikat bagi Para Pihak.

•   Perjanjian Kerja Sama Penerimaan Pembayaran Tagihan Perseroan di Collecting Agent antara Perseroan
    dengan PT Klik Indomaret Sukses (“KIS”) dengan No. Perseroan: 012/BAF-KIS/IV/2019 dan No. KIS:
    059/CLG-MKT/IV/2019 tanggal 15 April 2019. Perseroan dengan ini menunjuk KIS dan KIS menerima
    penunjukan Perseroan untuk menyediakan layanan transaksi pembayaran tagihan Perseroan oleh
    konsumen di seluruh channel delivery collecting agent. Perjanjian ini berlaku untuk jangka waktu
    2 (dua) tahun, terhitung sejak tanggal 25 April 2019 sampai dengan tanggal 24 April 2021. Perjanjian ini
    diperpanjang secara otomatis untuk setiap 1 (satu) tahun berikutnya sepanjang tidak ada pemberitahuan
    dari salah satu Pihak untuk tidak diperpanjang. Sampai dengan Prospektus ini ditebitkan, perjanjian ini
    masih mengikat Para Pihak.

•   Perjanjian Penerimaan Pembayaran Secara Host to Host antara Perseroan dengan Bank Mandiri
    dengan No. Perseroan: 0044/BAF-Mandiri/III/2018 dan No. Bank Mandiri: BKJ.R04/PKS.574/2018
    tanggal 17 April 2018. Perseroan dan Bank Mandiri sepakat untuk melakukan kerja sama penerimaan
    pembayaran melalui layanan penerimaan pembayaran host to host. Perjanjian ini berlaku untuk 1 (satu)



                                                  89
Page 116
         tahun berikutnya secara terus-menerus, sepanjang tidak ada pemberitahuan kedua belah pihak untuk
         mengakhiri perjanjian ini. Perjanjian ini telah diperpanjang secara otomatis dan masih berlaku pada
         tanggal Prospektus ini diterbitkan.

4.4.		   Perjanjian kerja sama penutupan asuransi kredit, peralatan, mesin dan kendaraan bermotor

     •   Perjanjian Kerja Sama Penutupan Asuransi Kredit antara PT Asuransi Central Asia (“ACA”) dengan
         Perseroan dengan No. 003/DIR/JB/II/2017 tanggal 8 Februari 2017. Berdasarkan perjanjian ini,
         Perseroan dan ACA setuju untuk melakukan kerja sama yang mengatur mengenai penutupan
         produk asuransi kredit sewa pembiayaan dan asuransi kredit lainnya atas risiko debitur Perseroan
         di semua kantor cabang ACA di seluruh Indonesia. Jangka waktu perjanjian ini berlaku sejak tanggal
         ditandatanganinya perjanjian ini sampai dengan salah satu pihak menghendaki adanya pengakhiran
         hubungan hukum perjanjian ini. Perjanjian ini masih berlaku pada tanggal Prospektus ini diterbitkan.

     •   Perjanjian Kerja sama Penutupan Asuransi Mesin dan Peralatan Kontraktor antara ACA dan Perseroan
         dengan No. 119/DIR/TH/VIII/13 tanggal 26 Agustus 2013 yang terakhir diubah berdasarkan Addendum III
         Perjanjian Kerja Sama Penutupan Asuransi Mesin dan Peralatan Kontraktor No. 070/DIR/TH/V/17 tanggal
         12 Juni 2017. Berdasarkan perjanjian ini, Perseroan dan ACA setuju untuk melakukan kerja sama
         yang mengatur mengenai penutupan asuransi atas mesin dan peralatan pertanian untuk kepentingan
         debitur Perseroan dan Perseroan. Jangka waktu perjanjian ini berlaku sejak tanggal ditandatanganinya
         perjanjian dan akan berlaku terus kecuali ada pembatalan perjanjian dari para pihak. Perjanjian ini
         masih berlaku pada tanggal Prospektus ini diterbitkan.

     •   Perjanjian Kerja Sama Penutupan Kendaraan Bermotor Roda Dua antara ACA dan Perseroan dengan
         No. 063/DIR/TH/XI/11 tanggal 5 Desember 2011 yang terakhir diubah berdasarkan Addendum V
         Perjanjian Kerja Sama Penutupan Asuransi Kendaraan Bermotor Roda Dua No. 055/DIR/TH/IV/18
         tanggal 14 April 2018. Berdasarkan perjanjian ini, Perseroan dan ACA setuju untuk melakukan kerja
         sama yang mengatur mengenai penutupan asuransi terhadap kendaraan bermotor roda dua yang dibeli
         dari konsumen dengan menggunakan fasilitas pembiayaan yang diperoleh dari Perseroan. Jangka
         waktu perjanjian ini berlaku sejak tanggal ditandatanganinya perjanjian dan akan berlaku terus kecuali
         ada pembatalan perjanjian dari para pihak. Perjanjian ini masih berlaku pada tanggal Prospektus ini
         diterbitkan.

     •   Perjanjian Kerja Sama Penutupan Asuransi Kendaraan Bermotor Roda Dua antara ACA Unit Usaha
         Syariah dengan Perseroan dengan No. 012/SYA/MKT/VI/2016 tanggal 1 Juni 2016 yang terakhir diubah
         berdasarkan Addendum Kedua Perjanjian Kerja Sama Penutupan Asuransi Kendaraan Bermotor Roda
         Dua No. 086/SYA/MKT/XII/2018 tanggal 29 September 2017. Berdasarkan perjanjian ini, Perseroan dan
         ACA Unit Syariah setuju untuk melakukan kerja sama yang mengatur mengenai penutupan asuransi
         atas kendaraan bermotor roda dua untuk kepentingan debitur Perseroan sesuai dengan prinsip Syariah.
         Jangka waktu perjanjian ini berlaku sejak tanggal ditandatanganinya perjanjian dan akan terus berlaku
         kecuali diakhiri dan kesepakatan para pihak. Perjanjian ini masih berlaku pada tanggal Prospektus ini
         diterbitkan.

     •   Perjanjian Kerja Sama Penutupan Asuransi Movable Equipment Insurance antara ACA dan Perseroan
         dengan No. 046/DIR/TH/VII/14 tanggal 1 Mei 2014. Berdasarkan perjanjian ini, Perseroan dan ACA
         setuju untuk melakukan kerja sama yang mengatur mengenai penutupan asuransi terhadap mesin
         genset yang pembiayaannya berasal dari Perseroan. Jangka waktu perjanjian ini berlaku sejak tanggal
         ditandatanganinya perjanjian dan akan berlaku terus kecuali ada pembatalan perjanjian dari para pihak.
         Perjanjian ini masih berlaku pada tanggal Prospektus ini diterbitkan.

     •   Perjanjian Kerja Sama Penutupan Asuransi Mesin dan Peralatan Pertanian antara PT Lippo General
         Insurance Tbk. (“Asuransi Lippo”) dengan Perseroan dengan No. 021/LI-BAF/VII/2015 tanggal 7 Juli
         2015. Berdasarkan perjanjian ini, Perseroan dan Asuransi Lippo setuju untuk melakukan kerja sama
         yang mengatur mengenai penutupan asuransi mesin dan peralatan pertanian. Jangka waktu perjanjian ini
         berlaku sejak tanggal ditandatanganinya perjanjian dan akan berlaku terus berlaku kecuali diakhiri
         menurut kesepakatan para pihak. Perjanjian ini masih berlaku pada tanggal Prospektus ini diterbitkan.




                                                      90
Page 117
•   Perjanjian Kerja Sama Penutupan Asuransi Kendaraan Bermotor Roda Dua antara Asuransi Lippo dan
    Perseroan dengan No. 049/FI/LI-BAF/X/2016 tanggal 30 Juni 2016 yang terakhir diubah berdasarkan
    Addendum 5 Perjanjian Kerjasama Penutupan Asuransi Kendaraan Bermotor Roda Dua No. 017/
    ADD/LI-BAF/V/2019 tanggal 1 Maret 2019. Berdasarkan perjanjian ini, Perseroan dan Asuransi Lippo
    setuju untuk melakukan kerja sama yang mengatur mengenai penutupan asuransi kendaraan roda
    dua. Perjanjian ini berlaku untuk jangka waktu 2 (dua) tahun terhitung sejak tanggal 1 Maret 2019.
    Perjanjian ini masih berlaku sepanjang tidak ada permintaan pengakhiran dari Para Pihak. Perjanjian ini
    masih berlaku pada tanggal Prospektus ini diterbitkan.

•   Perjanjian Kerja Sama Penutupan Asuransi Kendaraan Bermotor Roda Empat (Auto Protection) antara
    Asuransi Lippo dan Perseroan dengan No. 015/FI/LI-BAF/V/2016 tanggal 20 Mei 2016. Berdasarkan
    perjanjian ini, Perseroan dan Asuransi Lippo setuju untuk melakukan kerja sama yang mengatur
    mengenai penutupan asuransi kendaraan bermotor (auto protection) atas agunan milik nasabah
    Perseroan yang mendapatkan fasilitas kredit/pembiayaan dari Perseroan. Jangka waktu perjanjian ini
    berlaku untuk jangka waktu tidak terbatas terhitung sejak tanggal ditandatanganinya perjanjian ini
    sampai dengan pengakhirannya sesuai dengan kesepakatan. Perjanjian ini masih berlaku pada tanggal
    Prospektus ini diterbitkan.

•   Perjanjian Kerja Sama Penutupan Asuransi Kredit antara Asuransi Lippo dan Perseroan dengan
    No. 009/FI/LI-BAF/II/2016 tanggal 1 Februari 2017 yang terakhir diubah berdasarkan Addendum I
    Perjanjian Kerja Sama Penutupan Asuransi Kredit No. 048/FI/LI-BAF/VII/2017 tanggal 17 Juli 2017.
    Berdasarkan perjanjian ini, Perseroan dan Asuransi Lippo setuju untuk melakukan kerja sama yang
    mengatur mengenai penutupan asuransi kredit sewa pembiayaan dan asuransi kredit lainnya atas
    risiko seluruh debitur Perseroan. Jangka waktu perjanjian ini berlaku sejak tanggal ditandatanganinya
    perjanjian oleh kedua pihak sampai dengan salah satu pihak menghendaki adanya pengakhiran
    hubungan hukum perjanjian ini.

•   Perjanjian Kerja Sama Penutupan Asuransi Kendaraan Bermotor Roda Empat antara PT Asuransi Sinar
    Mas (“Asuransi Simas”) dan Perseroan berdasarkan Addendum I Perjanjian Kerjasama Penutupan
    Asuransi Kendaraan Bermotor Roda Empat Antara PT Bussan Auto Finance Dengan PT Asuransi
    Sinar Mas No. 0132/PKS-LS/BAF-ASM/ 2013 tanggal 28 November 2016. Berdasarkan perjanjian ini,
    Perseroan dan Asuransi Sinar Mas setuju untuk melakukan kerja sama yang mengatur mengenai
    penutupan asuransi terhadap kendaraan bermotor roda empat yang dibeli oleh konsumen dengan
    fasilitas pembiayaan yang diperoleh dari Perseroan. Perjanjian ini berlaku untuk jangka waktu 3 (tiga)
    tahun terhitung sejak tanggal 1 Januari 2017 sampai dengan tanggal 31 Desember 2020. Perjanjian ini
    akan diperpanjang secara otomatis untuk jangka waktu yang sama tanpa pemberitahuan tertulis apapun.
    Perjanjian ini masih berlaku pada tanggal Prospektus ini diterbitkan.

•   Perjanjian Kerja Sama Penutupan Asuransi Kendaraan Bermotor Roda Dua antara Asuransi Simas dan
    Perseroan dengan No. 0417/PKS-LS/BAF-ASM/XII/2013 tanggal 9 Desember 2013 yang terakhir diubah
    berdasarkan Addendum 4 Perjanjian Kerja Sama Penutupan Asuransi Kendaraan Bermotor Roda Dua
    No. 0417/PKS-LS/BAF-ASM/XII/2013 tanggal 16 April 2018. Berdasarkan perjanjian ini, Perseroan dan
    Asuransi Sinar Mas setuju untuk melakukan kerja sama yang mengatur mengenai penutupan asuransi
    terhadap kendaraan bermotor roda dua yang dibeli oleh konsumen dengan fasilitas pembiayaan yang
    diperoleh dari Perseroan. Perjanjian ini berlaku untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun terhitung sejak
    tanggal 1 Januari 2017 sampai dengan tanggal 31 Desember 2019. PKS Roda Dua akan diperpanjang
    secara otomatis untuk jangka waktu yang sama tanpa pemberitahuan tertulis apapun. Sampai dengan
    Prospektus ini diterbitkan, perjanjian ini masih berlaku dan mengikat bagi Para Pihak.

•   Perjanjian Kerja Sama Penutupan Asuransi Kendaraan Bermotor Roda Dua antara Asuransi Simas dan
    Perseroan dengan No. 0150/PKS-ASM.SYR/2013 tanggal 27 Mei 2013 yang terakhir diubah berdasarkan
    Addendum 6 Perjanjian Kerjasama antara Perseroan dengan PT Asuransi Sinar Mas No. 0150/PKS-LS/
    BAF-ASM.SYR/V/2019 tanggal 4 November 2019. Berdasarkan perjanjian ini, Perseroan dan Asuransi
    Simas setuju untuk melakukan kerja sama yang mengatur mengenai penutupan asuransi terhadap
    kendaraan bermotor roda dua yang dibeli oleh konsumen dengan fasilitas pembiayaan yang diperoleh
    dari Perseroan. Perjanjian ini berlaku untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun terhitung sejak tanggal




                                                 91
Page 118
         1 Oktober 2020. Perjanjian ini akan diperpanjang secara otomatis dengan jangka waktu yang sama
         tanpa pemberitahuan tertulis apapun. Sampai dengan Prospektus ini diterbitkan, perjanjian ini masih
         berlaku dan mengikat bagi Para Pihak.

     •   Perjanjian Kerja Sama Penutupan Asuransi Kendaraan Bermotor Roda Empat antara PT Asuransi
         Reliance Indonesia (“Asuransi Reliance”) dengan Perseroan dengan No. 042/ARI-PKS/XI/2017 tanggal
         27 November 2017. Berdasarkan perjanjian ini, Perseroan dan PT Asuransi Reliance Indonesia setuju
         untuk melakukan pengelolaan asuransi kendaraan roda empat atau lebih dalam kondisi baru/bekas
         yang memperoleh fasilitas pinjaman dan/atau atau fasilitas pembiyaan dari Perseroan dan menjamin
         pelaksanaan setiap permintaan pengelolaan asuransinya. Perjanjian ini berlaku sejak tanggal
         27 November 2017 sampai dengan tanggal 26 November 2019. Perjanjian ini akan diperpanjang secara
         otomatis untuk jangka waktu yang sama tanpa pemberitahuan tertulis apapun. Perjanjian ini telah
         diperpanjang secara otomatis dan masih berlaku pada tanggal Prospektus ini diterbitkan.

     •   Perjanjian Kerja Sama Penutupan Asuransi Kendaraan Bermotor Roda Dua antara Asuransi Reliance
         dengan Perseroan dengan No. 131/LGL-ARI/PKS/VII/2018 tanggal 9 Juli 2018. Perseroan telah sepakat
         menunjuk Asuransi Reliance sebagai perusahaan asuransi yang berwenang melakukan pengelolaan
         asuransi kendaraan bermotor roda dua dalam kondisi baru maupun bekas milik debitur yang memperoleh
         fasilitas pinjaman dan/atau fasilitas pembiayaan dari Perseroan. Perjanjian ini mulai berlaku sejak
         tanggal 9 Juli 2018 sampai dengan tanggal 9 Juli 2020 dan akan diperpanjang secara otomatis untuk
         jangka waktu dan ketentuan yang sama, sepanjang tidak ada pemberitahuan secara tertulis dari
         masing-masing pihak untuk mengakhiri perjanjian ini.

     •   Perjanjian Kerja Sama Penutupan Asuransi Kendaraan Bermotor Roda Dua antara Asuransi Reliance
         Unit Usaha Syariah dengan Perseroan dengan No. 138/LGL-ARI/PKS/VII/2018 tanggal 9 Juli 2018.
         Perseroan dengan ini menunjuk Asuransi Reliance Unit Usaha Syariah sebagai pengelola dalam
         melaksanakan penutupan asuransi terhadap kendaraan bermotor roda dua yang diperoleh/dibeli oleh
         konsumen dengan menggunakan fasilitas pembiayaan yang diperoleh dari Perseroan. Perjanjian ini
         berlaku untuk jangka waktu 2 (dua) tahun sejak tangal ditandatanganinya perjanjian ini oleh para pihak
         sampai dengan tanggal 8 Juli 2020 dan akan diperpanjang secara otomatis untuk jangka waktu yang
         sama tanpa pemberitahuan tertulis apapun kecuali diakhiri menurut ketentuan pembatalan perjanjian
         sebagaimana diatur dalam perjanjian ini.

     •   Perjanjian Kerja Sama Asuransi antara PT Asuransi Bintang Tbk. (“Asuransi Bintang”) dengan Perseroan
         dengan No. 004/S.Perj-Mktg/Pdir/III/2019 tanggal 2 Mei 2019. Perseroan menunjuk Asuransi Bintang
         sebagai penyedia jasa asuransi rekanan Perseroan dalam kerja sama produk asuransi. Perjanjian ini
         berlaku untuk jangka waktu 2 (dua) tahun, terhitung sejak tanggal 2 Mei 2019 sampai dengan tanggal
         2 Mei 2021 dan akan diperpanjang otomatis untuk jangka waktu yang sama tanpa pemberitahuan
         tertulis apapun, kecuali diakhiri sebagaimana diatur dalam perjanjian ini.

     •   Perjanjian Kerja Sama Penutupan Asuransi Kerugian Kendaraan Bermotor Roda Dua antara PT Asuransi
         Tugu Pratama Indonesia Tbk. (“Asuransi Tugu”) dengan Perseroan dengan No. 217/PKS/ELG-ATPI/
         XI/2019 tanggal 7 Oktober 2019. Perseroan dengan ini menunjuk Asuransi Tugu sebagai penanggung
         untuk melaksanakan penutupan asuransi terhadap kendaraan bermotor roda dua yang dibeli oleh
         debitur dengan fasilitas pembiayaan yang diperoleh dari Perseroan. Perjanjian ini berlaku untuk jangka
         waktu 2 (dua) tahun, terhitung sejak tanggal 7 Oktober 2019 sampai dengan tanggal 7 Oktober 2021.
         Perjanjian ini akan diperpanjang secara otomatis oleh Para Pihak 1 (satu) tahun berikutnya dan demikian
         seterusnya. Sampai dengan Prospektus ini diterbitkan, perjanjian ini masih berlaku dan mengikat bagi
         Para Pihak.

4.5.		   Perjanjian sewa menyewa kantor

         Dalam menyelenggarakan kegiatan pembiayaan, Perseroan menyewa ruang dan bangunan dari pihak
         ketiga untuk kantor cabang-kantor cabang Perseroan yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia.
         Perjanjian sewa menyewa kantor cabang tersebut paling dekat dan/atau berakhir, yaitu pada tanggal
         29 Juni 2022, dan yang paling lama berlaku, yaitu pada tanggal 19 Mei 2025.




                                                      92
Page 119
         Selanjutnya, untuk Perjanjian Sewa Kantor Cabang yang akan berakhir dalam waktu dekat, yaitu pada
         awal bulan Mei tahun 2022, akan dilakukan perpanjangan oleh Perseroan setelah terdapat kesepakatan
         dengan masing-masing Pemberi Sewa.

4.6.		   Lainnya

     •   Perjanjian Keanggotaan antara PT Pefindo Biro Kredit (“PBK”) dengan Perseroan dengan No. No.2/PK/
         PBK/III/2016 tanggal 18 Februari 2016. Berdasarkan perjanjian ini, PBK sebagai pihak yang menghimpun
         data dan menghasilkan informasi perkreditan dan Perseroan sebagai anggota sebagai pihak yang
         menghimpun sumber data bagi PBK dan menggunakan informasi perkreditan dari PBK. Perjanjian ini
         berlaku sejak tanggal yang dicantumkan oleh para pihak di bagian awal perjanjian dan dapat diakhiri
         oleh suatu pihak sebagai akibat dari (i) terjadinya wanprestasi; (ii) Perseroan mengajukan permohonan
         pengakhiran keanggotaan; dan (iii) penghentian kegiatan usaha dan/atau pencabutan izin usaha PBK.
         Sampai dengan Prospektus ini diterbitkan, perjanjian ini masih mengikat bagi Para Pihak

     •   Perjanjian Kerja Sama Pengembangan Insurance System antara PT Enigma Cipta Humanika (“ECH”)
         dengan Perseroan dengan No. 003.01/PKS-MT1K2/I/2020 tanggal 11 Februari 2020. Berdasarkan
         perjanjian ini, Perseroan menunjuk ECH untuk pelaksanaan pekerjaan sebagaimana dimaksud lampiran I
         perjanjian ini. Perjanjian ini berlaku sejak tanggal 23 Oktober 2020 sampai dengan tanggal tanggal
         22 Oktober 2022.

     •   Perjanjian Penyediaan Jasa Vulnerability Assessment & Penetration Testing Bulk Mandaysantara
         PT Q2 Technologies (“Q2T”) dengan Perseroan dengan No. 0051/CO-SPM/Q2T/XII/2019 tanggal
         18 Desember 2019 juncto Pernyataan Kerja No. 0017/CO-TechDev/Q2/XI/2020 tanggal 11 Oktober
         2020 yang ditandatangani oleh Para Pihak. Berdasarkan perjanjian ini, Perseroan menunjuk Q2T untuk
         menyediakan jasa bagi Perseroan untuk melakukan Vulnerability Assesment&Penetration Testing pada
         Aplikasi (Web & Mobile) dan Infrastruktur milik Perseroan. Perjanjian ini berlaku sejak 1 Oktober 2020
         sampai dengan tanggal 30 September 2022.

     •   Perjanjian Berlangganan Jasa Cloud Serverantara PT Indonesian Cloud (“PT IC”) dengan Perseroan
         dengan No. 063/PKS/IC-BAF/X/2019 tanggal 25 Juli 2019, yang terakhir diubah berdasarkan Addendum II
         atas Perjanjian Berlangganan Jasa Cloud Server No. 013/AMD/IC-BAF/V/2021 tanggal 1 Juli 2021.
         Berdasarkan perjanjian ini, Perseroan menunjuk PT IC untuk memberikan layanan jasaberupa layanan
         cloud server yang terdiri dari koneksi internet, alamat IP dan layanan trafik internet sesuai dengan
         kebutuhan Perseroan. Perjanjian ini berlaku sesuai dengan jangka waktu berlangganan Layanan Jasa
         yang telah disepakati Para Pihak dalam Formulir Berlangganan Cloud Server yaitu sejak tanggal 25 Juli
         2021 sampai dengan tanggal 24 Juli 2022.

     •   Perjanjian Pekerjaan Jasa antara PT Trees Solutions (“Trees”) dengan Perseroan dengan No. 002/
         BAF/C/II/19 tanggal 29 Januari 2019 yang terakhir diubah berdasarkan Addendum Kesatu Perjanjian
         Pekerjaan Jasa No. 010/BAF/C/V/21 tanggal 7 Mei 2021. Berdasarkan perjanjian ini, Perseroan menunjuk
         Trees untuk melaksanakan pekerjaan jasa reimplementasi dan upgrading Oracle E-Business Suite.
         Perjanjian ini berlaku sejak tanggal 11 Juli 2021 sampai dengan 10 Juli 2022.


5.		     ASET TETAP PENTING YANG DIMILIKI DAN/ATAU DIKUASAI OLEH PERSEROAN

Pada tanggal Prospektus ini diterbitkan, Perseroan memiliki dan/atau menguasai aset tetap penting berupa
sebidang tanah seluas 4.827m2 di Jagakarsa, Jakarta Selatan dengan Hak Guna Bangunan (HGB) No. 2306
yang berlaku selama 30 tahun sampai dengan 14 Desember 2045. Perseroan menggunakan aset ini untuk kantor
pusat Perseroan. Per 31 Desember 2021 nilai aset tetap Perseroan sebesar Rp327.190 juta Rupiah.




                                                      93
Page 120
6.		       STRUKTUR KEPEMILIKAN SAHAM KELOMPOK USAHA PERSEROAN




                                                                                                                             94
Catatan:
(1) Daftar pemegang saham per 30 September 2021, diambil dari https://www.mitsui.com/jp/en/ir/information/basic/index.html
(2) Daftar pemegang saham per 30 Juni 2021, diambil dari https://global.yamaha-motor.com/ir/stock/stock-info
                                                                                                       94
Page 121
Perseroan termasuk dalam Mobility Business Unit I, salah satu dari unit bisnis utama Mitsui & Co., Ltd. Cakupan
wilayah layanan Mitsui & Co., Ltd. meliputi 63 negara dengan 131 kantor cabang, per 1 Agustus 2021 (Sumber:
Mitsui & Co.,Ltd. Company Brochure 2021).

Sehubungan dengan pengendali Perseroan sebagaimana didefinisikan pada Peraturan OJK No.9/POJK.04/2017
tanggal 14 Maret 2017 tentang Bentuk dan Isi Prospektus dan Prospektus Ringkas Dalam Rangka Penawaran
Umum Efek Bersifat Utang , pengendali Perseroan adalah Mitsui & Co., Ltd., sebagai pihak yang memiliki saham
lebih dari 50,0% dari seluruh saham yang telah disetor penuh dalam Perseroan. Berdasarkan kepemilikan
saham Perseroan tersebut, Mitsui & Co., Ltd., mempunyai kemampuan untuk menentukan dengan cara apapun
pengendalian dan/atau kebijaksanaan Perseroan. Selain Mitsui & Co., Ltd., Perseroan tidak mempunyai informasi
mengenai pihak lain yang mempunyai kemampuan untuk menentukan, baik langsung maupun tidak langsung,
dengan cara apapun pengelolaan dan/atau kebijaksanaan Perseroan.

Perseroan telah melakukan pemenuhan terhadap Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 13 tahun
2018 tentang Penerapan Prinsip Mengenai Pemilik Manfaat Dari Korporasi Dalam Rangka Pencegahan dan
Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dan Tindak Pidana Terorisme (“Perpres No. 13/2018”) dengan
telah disampaikannya informasi mengenai pemilik manfaat pada tanggal 16 Desember 2020 kepada Kementerian
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum, yang
dilakukan melalui Marina Soewana, S.H., Notaris di Jakarta Pusat (“Laporan Notaris”). Berdasarkan Laporan
Notaris tersebut dan Surat Perseroan No. BAF/219/CP/V/2022 tanggal 23 Mei 2022 ditujukan kepada TR&Co,
pemilik manfaat Perseroan adalah Bapak Shigeki Morimoto dalam kapasitasnya selaku General Manager di Retail
Finance Business in Mobility Business Unit I Mitsui & Co. Ltd. yang membawahi Perseroan.

Pengungkapan Bapak Shigeki Morimoto sebagai pemilik manfaat Perseroan adalah semata-mata dalam
kapasitasnya selaku General Manager di Retail Finance Business in Mobility Business Unit I Mitsui & Co. Ltd.,
dimana Mitsui & Co. Ltd. adalah pemegang 65% saham Perseroan yang mempunyai kewenangan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) butir d Perpres No. 13/2018, yakni kewenangan untuk mengangkat, menggantikan,
atau memberhentikan anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris Perseroan.

Sebagai orang perseorangan dalam kapasitasnya sebagai General Manager Mitsui & Co. Ltd tersebut, Bapak
Shigeki Morimoto dapat dianggap tidak memenuhi kriteria pemilik manfaat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4
Perpres No. 13/2018. Lebih lanjut, Perseroan tidak memiliki informasi dan tidak dapat mengidentifikasi orang
perseorangan (sebagai individu dalam kapasitas pribadi) yang memenuhi kriteria sebagai pemilik manfaat
Perseroan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 Perpres No. 13/2018.


7.		      KETERANGAN MENGENAI PEMEGANG SAHAM PENGENDALI DAN PEMEGANG SAHAM UTAMA

Berikut adalah keterangan singkat mengenai pemegang saham pengendali dan pemegang saham utama Perseroan,
yaitu Mitsui & Co., Ltd.:

a.   Pendirian

     Mitsui & Co., Ltd. adalah badan hukum yang didirikan pada tanggal 25 Juli 1947 (terdaftar di Jepang dengan
     nama Mitsui Bussan Kabushiki Kaisha) berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Jepang
     dan mempunyai tempat kedudukan di Chiyoda-ku, Tokyo, dengan alamat di 2 – 1, Otemachi 1-Chome,
     Chiyoda-ku, Tokyo, sebagaimana termaktub dalam Certified Copy of Register dan Articles of Incorporation of
     Mitsui & Co., Ltd tanggal 3 Juni 2020.

b.   Kegiatan usaha

     Kegiatan usaha Mitsui & Co., Ltd. meliputi :

     1)   Usaha perdagangan, jual beli, grosir, keagenan atau perantara (broker) tentang produk sebagai berikut:
          (a) bahan-bahan baku, barang jadi serta barang tambang logam besi dan non besi;
          (b) kapur, minyak bumi, gas alam, dan bahan bakar lainnya, serta produk dari bahan-bahan ini;




                                                       95
Page 122
    (c) berbagai jenis mesin dan perkakas (termasuk juga alat timbang dan instrumen medis), saran
         produksi, sarana telekomunikasi, sarana pencegah kerusakan lingkungan, dsb, kendaraan otomotif,
         kapal, pesawat luar angkasa, pesawat terbang, beserta komponennmya;
    (d) produk-produk kimiawi, garam, pupuk, gas tekanan tinggi, mesiu, obat-obatan farmasi (termasuk
         produk medis, produk medis untuk hewan, obat-obatan, petropika, produk-produk racun, produk
         perangsang) isotop, unsur kimiawi radiaktif, prosuk kosmetik, berikut bahan material produk ini;
    (e) bahan makanan, gula minyak lemak, bahan pupuk, dan bahan meterial produk, produk pakan
         ternak, produk hasil lautanj, produk olahan, minuman alkohol, an berbagai bahan makanan dan
         minuman;
    (f) produk kulit dan bahan materialnya;
    (g) produk tekstil dan bahan materialnya;
    (h) bahan material kayu, semen dan bahan bangunan lainnya dan produk berkaitan dengan bangunan
         tempat tinggal;
    (i) karet, pulp, kertas beserta produk dari bahan ini, tembakau dan barang kelontong;
    (j) air untuk industri dan air untuk di minum;
2) Pertambangan, pengembangan, usaha pengolahan atau usaha pembuangan dan daur ulang yang
    berkaitan dengan nomor-nomor diatas;
3) Usaha mendapatkan, perancangan, penjagaan, pemeliharaan, pemanfaatan penjualan atau usaha
    perantara berkaitan dengan hak kekayaan intelektual, ilmu pengetahuan, teknik, system, perangkat
    lunak dan lainnya;
4) Usaha pemrosesan dan penyajian informasi serta telekomunikasi eletronik, usaha penyiaran, usaha
    periklanan, usaha penerbitan, usaha percetakan, usaha penterjemah, usaha pembuatan dan penjualan
    produk audiovisual;
5) Usaha kehutanan, pembuatan bahan material usaha pengolahan kayu;
6) Usaha persewaan harta bergerak;
7) Usaha jual beli barang antik;
8) Usaha pengelolaan angkutan dan keagenan, usaha angkutan darat, laut, pelabuhan, muatan logistik,
    dan kepabean usaha keagenan, perkapalan, dan usaha pergudangan;
9) Usaha pengelolaan asuransi, kerugian kendaraan, jiwa dan reasuransi atas asuransi kerugian di luar
    negeri;
10) Usaha subkontraktor pekerjaan konstruksi, pendesainan gedungh dan pengawasan pekerjaan konstruksi;
11) Usaha membeli dan menjual properti atau menyewakannya atau memanfaatkan yang lainnya, usaha
    pengembangan atau perantara;
12) Usaha industri penyediaan dan pengembangan air panas;
13) Usaha jasa penelitian dan pengukuran di darat, laut dan udara;
14) Usaha jasa pengelolaan, jual beli dan broker surat-surat berharga (sekuritas) dan sejenisnya;
15) Usaha jasa peminjaman dana, penjaminan dan pertanggungan kewajiban, usaha jual beli hak piutang,
    usaha transaksi valuta dan usaha keuangan;
16) Usaha jasa pengelolaan sarana pengobatan medis, sarana pendidikan, sarana olah raga, dan rumah
    makan dan minum, usaha penginapan dan perjalanan;
17) Usaha jasa perancangan an pengorganisasian serta pelaksanaan berbagai macam acara pertemuan
    (event organization);
18) Usaha jasa pengerahan tenaga kerja, usaha bursa kerja berbayar, usaha pendidikan, pelatihan,
    pembinaan pengembangan pengadaptasian potensi tenaga kerja;
19) Usaha penjagaan dan pengelolaan properti;
20) Usaha jasa investasi, usaha pemasaran investasi komoditas, usaha jasa penasehat investasi, sekuritas,
    amanah (trush), usaha pemasaran benefit amanah, usaha pemasaran investasi amanah, usaha
    pengelolaan aset perusahaan investasi;
21) Usaha pembangkit tenaga listrik dan penyediaan serta jual beli listrik;
22) Usaha agen/perwakilan manajemen, administrasi pekerja, administrasi keuangan dan lainnya;
23) Usaha jual beli hak pembuangan gas, efek rumah kaca, usaha transaksi derivatif atau usaha
    pencegahannya;
24) Usaha perantara atau pengakses kartu kredit;
25) Usaha konsultasi yang berhubungan dengan nomor-nomor tersebut diatas;
26) Usaha lainnya yang berhubungan dengan nomor-nomor tersebut diatas.




                                                 96
Page 123
c.   Struktur permodalan dan susunan pemegang saham

     Struktur permodalan dan susunan pemegang saham Mitsui & Co., Ltd. per 31 Desember 2021 sebagai berikut:

     Modal dasar 		             :     2.500.000.000 (dua miliar lima ratus juta) saham
     Modal ditempatkan          :     1.642.355.644 (satu miliar enam ratus empat puluh dua juta tiga ratus lima
                                      puluh lima ribu enam ratus empat puluh empat) saham;
     Modal disetor		            :     1.642.355.644 (satu miliar enam ratus empat puluh dua juta tiga ratus
                                      lima puluh lima ribu enam ratus empat puluh empat) saham atau sebesar
                                      ¥ 342,383.728.984 (tiga ratus empat puluh dua miliar tiga ratus delapan puluh
                                      tiga juta tujuh ratus dua puluh delapan ribu sembilan ratus delapan puluh
                                      empat yen).

      No.                                Pemegang Saham                             Jumlah Saham          (%)
     1.   The Master Trust Bank of Japan, Ltd. (Trust account)                                250.753           15,39
     2.   BNYM AS AGT/CLTS NON TREATY JASDEC                                                   93.051            5,71
     3.   Custody Bank of Japan, Ltd. (Trust account)                                          90.995            5,58
     4.   Nippon Life Insurance Company                                                        35.070            2,15
     5.   Sumitomo Mitsui Banking Corporation                                                  25.667            1,57
     6.   STATE STREET BANK WEST CLIENT - TREATY 505234                                        24.466            1,50
     7.   Custody Bank of Japan, Ltd. (Trust account 7)                                        21.510            1,32
     8.   Lain Lain                                                                                             66,78
                                             Total                                                                100


d.   Susunan pengurusan dan pengawasan

     Berdasarkan Website Mitsui & Co., Ltd, per 1 Juli 2021 susunan anggota Direksi dan Dewan Auditor
     Mitsui & Co., Ltd. adalah sebagai berikut:

     Direksi
     President Direktur         :     Tatsuo Yasunaga
     Direktur                   :     Kenichi Hori
     Direktur                   :     Takakazu Uchida
     Direktur                   :     Hirotatsu Fujiwara
     Direktur                   :     Shinichiro Omachi
     Direktur                   :     Yoshio Kometani
     Direktur                   :     Miki Yoshikawa
     Direktur                   :     Motoaki Uno
     Direktur                   :     Yoshiaki Takemasu
     Direktur                   :     Izumi Kobayashi
     Direktur                   :     Jenifer Rogers
     Direktur                   :     Samuel Walsh
     Direktur                   :     Takeshi Uchiyamada
     Direktur                   :     Masako Egawa

     Komisaris
     Komisaris                  :     Makoto Suzuki
     Komisaris                  :     Kimiro Shiotani
     Komisaris                  :     Haruka Matsuyama
     Komisaris                  :     Hiroshi Ozu
     Komisaris                  :     Kimitaka Mori




                                                             97
Page 124
8.		      PENGURUSAN DAN PENGAWASAN

Pada tanggal Prospektus ini diterbitkan, susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan. Susunan
anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan terakhir adalah sebagaimana termaktub dalam Akta Pernyataan
Keputusan Sirkuler Para Pemegang Saham Sebagai Pengganti Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa
PT Bussan Auto Finance No. 04 tanggal 16 November 2020 dibuat di hadapan Marina Soewana, S.H., Notaris
di Jakarta, dan telah: (i) diberitahukan dan diterima serta dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan
Data Perseroan No. AHU-AH.01.03-0410853 tanggal 23 November 2020; dan (ii) didaftarkan dalam Daftar
Perseroan No. AHU-0196596.AH.01.11.Tahun 2020 pada tanggal 23 November 2020 oleh Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia (“Akta No. 04/2020”), juncto Akta Pernyataan Keputusan Sirkuler Rapat Umum
Pemegang Saham Tahunan PT Bussan Auto No. 41, tanggal 26 April 2021, dibuat di hadapan Marina Soewana,
S.H., Notaris di Jakarta (“Akta No. 41/2021”), juncto Akta Pernyataan Keputusan Sirkuler Rapat Umum Pemegang
Saham Tahunan PT Bussan Auto Finance No. 03 tanggal 9 Agustus 2021 dibuat di hadapan Marina Soewana,
S.H., Notaris di Jakarta, dan telah: (i) diberitahukan dan diterima serta dicatat di dalam Sistem Administrasi
Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Penerimaan
Pemberitahuan Data Perseroan No. AHU-AH.01.03-0437709 tanggal 16 Agustus 2021; dan (ii) didaftarkan dalam
Daftar Perseroan No. AHU-0139390.AH.01.11.Tahun 2021 pada tanggal 16 Agustus 2021 oleh Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (“Akta No.03/2021”), juncto Akta Pernyataan Keputusan Sirkuler
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Bussan Auto Finance No. 26 tanggal 28 Januari 2022 dibuat di
hadapan Marina Soewana, S.H., Notaris di Jakarta, dan telah: (i) diberitahukan dan diterima serta dicatat di dalam
Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan
Surat Penerimaan Pemberitahuan Data Perseroan No. AHU-AH.01.03-0079962 tanggal 04 Februari 2022 ;
dan (ii) didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU-0024791.AH.01.11.Tahun 2022 pada tanggal 04 Februari
2022 oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (“Akta No. 26/2022”) berdasarkan mana
Keputusan Sirkuler Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada tanggal 22 April 2021, menyetujui menegaskan
pengangkatan Yudono sebagai Direktur Perseroan dengan masa jabatan 3 (tiga) tahun dari tahun buku 2021,
masa jabatan mana akan berlaku efektif sejak tanggal yang bersangkutan lulus uji kemampuan dan kepatutan dari
OJK sampai dengan ditutupnya RUPS Tahunan Tahun Buku 2023, juncto Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT
Bussan Auto Finance No. 27 tanggal 26 April 2022 dibuat di hadapan Marina Soewana, S.H., Notaris di Jakarta,
dan telah (i) diberitahukan dan diterima serta dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan
Anggaran Dasar Perseroan No. AHU-AH.01.03-0236062 tanggal 11 Mei 2022; (ii) diberitahukan dan diterima
serta dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan PerubahanData Perseroan No. AHU-AH.01.09-0011620
tanggal 11 Mei 2022; dan (iii) didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU-0088470.AH.01.11.Tahun 2022 pada
tanggal 11 Mei 2022 oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (”Akta No. 27/2022”).

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan terakhir pada tanggal Prospektus ini diterbitkan adalah sebagai
berikut:

Dewan Komisaris
Presiden Komisaris              :     Tetsuya Daikoku
Komisaris                       :     Mikio Muramatsu*
Komisaris                       :     Jun Ikeda
Komisaris Independen            :     Dani Firmansjah
Komisaris Independen            :     Prabowo
Komisaris Independen            :     Nurdayadi
*)   masih dalam proses memperoleh hasil penilaian kemampuan dan kepatutan dari OJK.


Direksi
Presiden Direktur               :     Lynn Ramli
Wakil Presiden Direktur         :     Akira Sugai
Wakil Presiden Direktur         :     Koji Kato
Direktur                        :     Sigit Sembodo
Direktur                        :     A Lung Ng
Direktur                        :     Charles MP Gultom
Direktur                        :     Yudono


                                                             98
Page 125
Masa jabatan para anggota Direksi dan Dewan Komisaris Peseroan tersebut di atas adalah terhitung sejak
diselenggarakan RUPS Tahunan Perseroan pada tanggal 13 April 2022 sampai dengan ditutupnya RUPS Tahunan
untuk Tahun Buku 2024, kecuali untuk Bapak Tetsuya Daikoku (Presiden Komisaris) terhitung sejak tanggal
23 Mei 2022, yaitu tanggal diperolehnya hasil penilaian kemampuan dan kepatutan dari OJK dan Bapak Mikio
Muramatsu (Komisaris) akan dihitung setelah diperolehnya hasil penilaian kemampuan dan kepatutan dari OJK.
Penunjukkan dan pengangkatan seluruh anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan telah sesuai dengan
ketentuan-ketentuan sebagaimana diatur dalam POJK No. 33/2014.

Sedangkan masa jabatan anggota Direksi dan Dewan Komisaris berikut ini akan berakhir sampai dengan ditutupnya
RUPS Tahunan Tahun Buku 2022 yaitu: (i) Bapak Nurdayadi (Komisaris Independen) yang dihitung sejak tanggal
3 Agustus 2020; (ii) Bapak Charles MP Gultom (Direktur) yang dihitung sejak tanggal 6 Oktober 2020; dan
(iii) Bapak Jun Ikeda (Komisaris) yang dihitung sejak tanggal 10 November 2020, yaitu tanggal diperolehnya
hasil penilaian kemampuan dan kepatutan dari OJK. Selanjutnya, masa jabatan Bapak Yudono (Direktur) akan
berakhir sampai dengan ditutupnya RUPS Tahunan untuk Tahun Buku 2023 yang dihitung sejak tanggal 13 Juli
2021, yaitu tanggal diperolehnya hasil penilaian kemampuan dan kepatutan dari OJK.

Berikut adalah riwayat singkat dari masing-masing anggota Dewan Komisaris dan Direksi:

Dewan Komisaris

                       Tetsuya Daikoku
                       Presiden Komisaris

                       Warga Negara Jepang, 60 tahun. Menjabat sebagai Presiden Komisaris Perseroan
                       sejak tahun 2022 berdasarkan RUPS Tahunan Perseroan tanggal 13 April 2022 yang
                       ditegaskan dalam Akta No. 27/2022.

                       Meraih gelar Sarjana dari, Hitotsubashi University, fakultas Commerce dan Manajemen,
                       Tokyo, Jepang, pada tahun 1986.

                       Beliau telah berkarir di Mitsui & Co., Ltd. Sejak tahun 1997 dengan jabatan terakhir
                       sebagai Managing Officer & Chief Operating Officer. Beliau telah menduduki beberapa
                       jabatan di Jepang dan luar negeri, antara lain Direktur dan Chief Marketing Officer,
                       PT Bussan Auto Finance (1997-1999), General Manager, Motor Vehicles Department,
                       Mitsui & Co., (Thailand) Ltd. (1999-2022), General Manager, Third Business Department,
                       Mitsui & Co., Ltd. (2002-2003), Secondment to Corporate Planning Division, Yamaha
                       Motor Co., Ltd., Japan (2003-2005), General Manager Yamaha Department, Third Motor
                       Vehicles Division, Mitsui & Co., Ltd (2005-2007), Deputy General Manager, Corporate
                       Planning & Strategy Deparment, Mitsui & Co., Ltd (2007-2009), General Manager
                       Automotive Strategy Department, Motor Vehicles & Construction Machinery Business Unit,
                       Mitsui & Co., Ltd (2009-2012), Presiden Direktur, PT Bussan Auto Finance (2012-2014).
                       Pada saat yang bersamaan juga beliau pernah menjabat dalam 3 perusahaan secara
                       bersamaan yaitu sebagai General Manager Third Motor Vehicles Division, Integrated
                       Transportation System Business Unit Mitsui Co., Ltd, Presiden Komisaris PT Bussan
                       Auto Finance, dan Komisaris PT Yamaha Indonesia Motor Mfg (2014-2017). Beliau juga
                       pernah menjabat sebagai Operating Officer, Integrated Transportation System Business
                       Unit I, Mitsui & Co., Ltd (2017-2018), General Manager, Planning & Administrative
                       Division (Machinery & Infrastructure), Mitsui & Co., Ltd (2018-2019), dan terakhir beliau
                       menjabat sebagai Managing Officer & Chief Operating Officer of Mobility Business Unit I,
                       Mitsui & Co, Ltd (2019-2022).

                       Tidak ada hubungan Afiliasi dengan (i) anggota Komisaris lainnya; (ii) anggota Direksi;
                       dan (iii) pemegang saham utama dan/atau pengendali selain Mitsui & Co., Ltd.




                                                     99
Page 126
Mikio Muramatsu
Komisaris

Warga Negara Jepang, 53 tahun. Menjabat sebagai Komisaris Perseroan sejak tahun
2022 berdasarkan RUPS Tahunan Perseroan tanggal 13 April 2022 yang ditegaskan
dalam Akta No. 27/2022.

Meraih gelar Sarjana dari Tohoku University, Jepang, bidang Ekonomi, pada tahun 1993.

Beliau telah berkarir di Yamaha Motor Co., Ltd., Tokyo, Jepang sejak tahun 1993 dan
telah menduduki beberapa jabatan dengan jabatan terakhir sebagai Direktur, Corporate
Management di PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing dan Presiden Direktur
PT Yamaha Nuansa Indonesia hingga saat ini. Beliau pernah ditugaskan pada beberapa
perusahaan dalam Grup Yamaha antara lain Sales Branch Staff, Sendai dan Aomori
Branch, Yamaha Tohoku Co., Ltd., (1993-1995), Staff dan Supervisior, Finance and
Accounting Division, Yamaha Motor Co., Ltd., (1995-2005), Supervisor, Finance and
Accounting Divison, Yamaha Motor Corporation U.S.A (2005-2010), dan Manager, Finance
and Accounting Division, Group Leader of Consolidated Accounting and International
Tax Group,Yamaha Motor Co., Ltd., (2010-2017).

Tidak ada hubungan Afiliasi dengan (i) anggota Komisaris lainnya; (ii) anggota Direksi;
dan (iii) pemegang saham utama dan/atau pengendali selain Yamaha Motor Co., Ltd.



Jun Ikeda
Komisaris

Warga Negara Jepang, 52 tahun. Menjabat sebagai Komisaris Perseroan sejak tahun
2020 dan terakhir diangkat kembali pada RUPS Tahunan Perseroan tanggal 13 April
2022 yang ditegaskan dalam Akta No. 27/2022.

Meraih gelar Sarjana dari Rikkyo University, Jepang, bidang Literatur, pada tahun 1992.

Beliau telah berkarir di Mitsui & Co., Ltd., Tokyo, Jepang sejak tahun 2003 dan telah
menduduki beberapa jabatan dengan jabatan terakhir sebagai Direktur di PT Mistui
Indonesia hingga saat ini. Beliau pernah ditugaskan pada beberapa perusahaan dalam
Grup Mitsui antara lain Manager of Motor Vehicles Division Project Manager Lexus
Philippines Project Mitsui & Co., Ltd (2003-2007), Deputy Managing Director of Lexus
Sukhumvit Thailand (2008-2009), Deputy General Manager of Motor Vehicles Div.
Mitsu & Co., Ltd (2010-2012), Executive Director Daihatsu Malaysia Inc (2013-2016), dan
General Manager of Department of Motor Vehicles Division Mitsui & Co., Ltd (2016-2019).

Tidak ada hubungan Afiliasi dengan (i) anggota Komisaris lainnya; (ii) anggota Direksi;
dan (iii) pemegang saham utama dan/atau pengendali selain Mitsui & Co., Ltd.




                             100
Page 127
Dani Firmansjah
Komisaris Independen

Warga Negara Indonesia, 67 tahun. Menjabat sebagai Komisaris Independen Perseroan
sejak tahun 2016 dan terakhir diangkat kembali pada RUPS Tahunan Perseroan tanggal
13 April 2022 yang ditegaskan dalam Akta No. 27/2022.

Meraih gelar Master dari Asian Institute of Management Philippines, Filipina, bidang
manajemen pada tahun 1994.

Beliau memiliki lebih dari 30 tahun pengalaman di industri pembiayaan di Indonesia.
Beliau pernah menjabat sebagai Direktur PT BFI Finance Indonesia Tbk. (1985-1997),
CEO PT Saseka Gelora Finance (1997-2006), CEO PT IFS Capital Indonesia (2006-
2010), Komisaris PT Indosurya Inti Finance (2012), Komisaris Independen PT Maybank
Finance Indonesia (2012-2014) dan Presiden Komisaris dan Komisaris Independen
PT Intan Baruprana Finance Tbk. (2013-2017). Saat ini, beliau menjabat sebagai Presiden
Komisaris PT Aditama Finance, Komisaris Independen PT Smart Multi Finance dan
Komisaris Independen PT Buana Finance Tbk.

Tidak ada hubungan Afiliasi dengan (i) anggota Komisaris lainnya; (ii) anggota Direksi;
dan (iii) pemegang saham utama dan/atau pengendali.



Prabowo
Komisaris Independen

Warga Negara Indonesia, 60 tahun. Menjabat sebagai Komisaris Independen Perseroan
sejak tahun 2017 dan terakhir diangkat kembali pada RUPS Tahunan Perseroan tanggal
13 April 2022 yang ditegaskan dalam Akta No. 27/2022.

Meraih gelar Doktor dari Institut Pertanian Bogor, pada tahun 2012.

Beliau pernah menjabat sebagai Wakil Presiden PT Bank Internasional Indonesia Tbk.
(sekarang PT Bank Maybank Indonesia Tbk.) (2002-2004), Direktur dan Direktur Utama
PT BNI Multifinance (2004-2013) dan Presiden Direktur PT Buana Chandra Artha Pratama
(2013-2017). Saat ini, beliau menjabat sebagai Komisaris Independen dan Ketua Komite
Audit PT AEON Credit Service Indonesia. Beliau juga merupakan Ketua Komite Audit
Perseroan.

Tidak ada hubungan Afiliasi dengan (i) anggota Komisaris lainnya; (ii) anggota Direksi;
dan (iii) pemegang saham utama dan/atau pengendali.




                             101
Page 128
Nurdayadi
Komisaris Independen

Warga Negara Indonesia, 60 tahun. Menjabat sebagai Komisaris Independen Perseroan
sejak tahun 2020 dan terakhir diangkat kembali pada RUPS Tahunan Perseroan tanggal
13 April 2022 yang ditegaskan dalam Akta No. 27/2022.

Meraih gelar Master dari The University of Brimingham, Inggris, bidang Finance, pada
tahun 1989.

Beliau pernah menjabat sebagai Manager & Senior Manager PT Bank Merincorp (1994-
1997), Manager, General Manager dan Direktur PT Bussan Auto Finance (1997-2005),
Komisaris Independen PT Bussan Auto Finance (2008-2012), Komisaris Independen
dan Ketua Komite Audit PT Ades Waters Indonesia Tbk (sekarang PT Akasha Wira
International Tbk) (2007-2008), dan Komisaris Independen dan Ketua Komite Audit dan
Direktur PT Aeon Credit Service Indonesia (2016-2018).

Tidak ada hubungan Afiliasi dengan (i) anggota Komisaris lainnya; (ii) anggota Direksi;
dan (iii) pemegang saham utama dan/atau pengendali.




                             102
Page 129
Direksi

          Lynn Ramli
          Presiden Direktur

          Warga Negara Indonesia, 48 tahun. Menjabat sebagai Presiden Direktur Perseroan sejak
          tahun 2017 dan terakhir diangkat kembali pada RUPS Tahunan Perseroan tanggal 13
          April 2022 yang ditegaskan dalam Akta No. 27/2022.

          Meraih gelar Master of Business Administration dari University of San Francisco, Amerika
          Serikat, pada tahun 1994.

          Beliau telah memiliki lebih dari 20 tahun pengalaman di industri keuangan. Beliau
          bergabung dengan Perseroan pada tahun 2017 sebagai Wakil Presiden Direktur
          Perseroan. Sebelum bergabung dengan Perseroan, beliau pernah menduduki posisi
          sebagai Vice President Product Management PT Standard Chartered Bank (2003-2005),
          Senior Vice President Analytics Portfolio Management & Personal Loan PT Bank Danamon
          Indonesia Tbk. (2006-2008), beberapa posisi di PT Adira Quantum Multifinance sejak
          tahun 2008 dengan posisi terakhir sebagai Presiden Direktur (2009-2014), dan Executive
          Director PT Bank UOB Indonesia (2014-2017).

          Tidak ada hubungan Afiliasi dengan (i) anggota Direksi lainnya; (ii) anggota Komisaris;
          dan (iii) pemegang saham utama dan/atau pengendali.



          Akira Sugai
          Wakil Presiden Direktur

          Warga Negara Jepang, 52 tahun. Menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur Perseroan
          sejak tahun 2019 dan terakhir diangkat kembali pada RUPS Tahunan Perseroan tanggal
          13 April 2022 yang ditegaskan dalam Akta No. 27/2022. Beliau adalah Direktur yang
          mengarahkan dan mengawasi seluruh kegiatan corporate finance, corporate accounting
          dan business accounting.

          Meraih gelar Sarjana dari Universitas Kyoto, Jepang, bidang ekonomi pada tahun 1993.

          Beliau telah berkarir di Mitsui & Co. Ltd., Tokyo, Jepang sejak tahun 1999 dan telah
          menduduki beberapa jabatan dengan jabatan terakhir sebagai General Manager. Beliau
          telah ditugaskan pada beberapa perusahaan dalam Grup Mitsui antara lain General
          Manager untuk 4 departemen atau divisi merangkap sebagai Director London Process
          Centre Ltd. di Mitsui & Co Europe Plc. Business Process Control Dept., Johannesburg
          Branch Accounting Div., Paris Branch Finance & Accounting Dept, dan Mitsui & Co.
          Norway A.S – Accounting Dept. di London Process Centre., Ltd. (2009-2014), Senior
          Auditing Manager Internal Audit Division di Mitsui Co., Ltd. (2014-2016) dan General
          Manager IT & Communication Business FM Dept., Financial Management & Advisory
          Div. IV di Mitsui & Co., Ltd. (2016-2019).

          Tidak ada hubungan Afiliasi dengan (i) anggota Direksi lainnya; (ii) anggota Komisaris;
          dan (iii) pemegang saham utama dan/atau pengendali selain Mitsui & Co., Ltd.




                                        103
Page 130
Koji Kato
Wakil Presiden Direktur

Warga Negara Jepang, 50 tahun. Menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur Perseroan
sejak tahun 2022 berdasarkan RUPS Tahunan Perseroan tanggal 13 April 2022 yang
ditegaskan dalam Akta No. 27/2022. Beliau adalah Direktur yang mengarahkan dan
mengawasi seluruh kegiatan corporate planning & secretary, digital business, project
management office, Dana Syariah business, business intelligence & CRM analytics,
multiproduct & agri business, and car business.

Meraih gelar Sarjana dari Universitas Tokyo, Jepang, bidang teknik pada tahun 1997.

Beliau telah berkarir di Mitsui & Co. Ltd., Tokyo, Jepang sejak tahun 1997 dan telah
menduduki beberapa jabatan dengan jabatan terakhir sebagai General Manager. Beliau
telah ditugaskan pada beberapa perusahaan dalam Grup Mitsui antara lain Manager,
Mitsui Electronics Europe Gmbh (2003-2006), Manager, First Motor Vehicles Division
Mitsui & Co., Ltd (2008-2010), Vice President, Transystem Logistics International Pvt.
Ltd (2010-2013), Deputy General Manager, Third Motor Vehicles Division (2013-2016),
Dirketur, BAF (Thailand) Co., Ltd (2016-2017), Deputy Managing Director, BAF (Thailand)
Co., Ltd (2013-2019), General Manager Group Management Framework Department,
First Motor Vehicles Division (2019-2019), dan General Manager of Strategic Planning
Department Mobility Business Unit I (2020-saat ini).

Tidak ada hubungan Afiliasi dengan (i) anggota Direksi lainnya; (ii) anggota Komisaris;
dan (iii) pemegang saham utama dan/atau pengendali selain Mitsui & Co., Ltd.



Sigit Sembodo
Direktur

Warga Negara Indonesia, 57 tahun. Menjabat sebagai Direktur Perseroan sejak tahun
2004 dan terakhir diangkat kembali pada RUPS Tahunan Perseroan tanggal 13 April 2022
yang ditegaskan dalam Akta No. 27/2022. Beliau adalah Direktur yang mengarahkan
dan mengawasi seluruh kegiatan Perseroan pada Unit Usaha Syariah, Divisi Legal &
Litigasi, dan Divisi Manajemen Risiko dan Kepatuhan.

Meraih gelar Sarjana dari Universitas Indonesia, bidang akuntansi, pada tahun 1990
dan gelar Magister dari Universitas Indonesia, bidang manajemen, pada tahun 1992.

Beliau telah memiliki lebih dari 20 tahun pengalaman di industri pembiayaan di Indonesia.
Sebelum bergabung dengan Perseroan pada tahun 1998, beliau pernah menduduki
posisi sebagai General Manager Operasional PT Primus Financial Services (1995-
1997). Beberapa posisi yang pernah dipegang di Perseroan meliputi Senior Manager
Pemasaran (1998-2000) dan General Manager Pemasaran (2000-2003) sebelum diangkat
menjadi Direktur Perseroan pada tahun 2004. Beliau saat ini menjabat sebagai Komisaris
PT Sertifikasi Profesi Pembiayaan Indonesia yang bergerak dalam bidang sertifikasi
profesi dan Sekretaris Jenderal Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia.

Tidak ada hubungan Afiliasi dengan (i) anggota Direksi lainnya; (ii) anggota Komisaris;
dan (iii) pemegang saham utama dan/atau pengendali.




                              104
Page 131
A Lung Ng
Direktur

Warga Negara Indonesia, 50 tahun. Menjabat sebagai Direktur Perseroan sejak tahun
2008 dan terakhir diangkat kembali pada RUPS Tahunan Perseroan tanggal 13 April 2022
yang ditegaskan dalam Akta No. 27/2022. Beliau adalah Direktur yang mengarahkan
dan mengawasi seluruh kegiatan Perseroan pada Divisi Pemasaran dan Penjualan dan
Pemasaran Motor Bekas.

Meraih gelar Sarjana dari Universitas Tarumanagara, bidang manajemen, pada tahun
1995.

Beliau telah memiliki lebih dari 20 tahun pengalaman di industri pembiayaan di Indonesia.
Sebelum bergabung dengan Perseroan pada tahun 1997, beliau pernah bekerja sebagai
Surveyor PT Asuransi Buana Independent (1992-1993) dan Branch Manager PT Subentra
Finance (1994-1997). Beliau menempati posisi sebagai General Manager Pemasaran &
Operasional (1997-2008) sebelum diangkat menjadi Direktur Perseroan pada tahun 2008.

Tidak ada hubungan Afiliasi dengan (i) anggota Direksi lainnya; (ii) anggota Komisaris;
dan (iii) pemegang saham utama dan/atau pengendali.



Charles Gultom
Direktur

Warga Negara Indonesia, 47 tahun. Menjabat sebagai Direktur Perseroan sejak tahun
2020 dan terakhir diangkat kembali pada RUPS Tahunan Perseroan tanggal 13 April 2022
yang ditegaskan dalam Akta No. 27/2022. Beliau adalah Direktur yang mengarahkan
dan mengawasi Field Collection, Tele Collection, Operation Strategic & Development,
Operation Support dan Operation & Asset Management.

Meraih gelar Sarjana dari Universitas Trisakti, bidang ekonomi pada tahun 1997.

Beliau telah memiliki lebih dari 15 tahun pengalaman di industri keuangan. Beliau
bergabung dengan Perseroan pada bulan September 2017 sebagai Division Head Credit
Policy (September 2017-Mei 2018) dan Deputi Direktur (Juni 2018-Maret 2020) sebelum
diangkat menjadi Direktur Perseroan. Sebelum bergabung dengan Perseroan, beliau
menduduki beberapa jabatan antara lain sebagai Bankcard Risk Analytics & Credit Policy
Manager Citibank, N.A. (2003-2006), Credit Initiation & Maintenance AVP PT ANZ Panin
Bank (2006-2007), Risk MIS Analytics & Scoring Senior Division Head PT Adira Finance
(2007-2012), Collection Strategic Senior Vice President PT Bank Danamon Tbk. (2012-
2015), dan beberapa perusahaan asuransi (2015-2017).

Tidak ada hubungan Afiliasi dengan (i) anggota Direksi lainnya; (ii) anggota Komisaris;
dan (iii) pemegang saham utama dan/atau pengendali.




                              105
Page 132
                        Yudono
                        Direktur

                        Warga Negara Indonesia, 42 tahun. Direktur Perseroan sejak tahun 2021 dan terakhir
                        diangkat kembali pada RUPS Tahunan Perseroan tanggal 13 April 2022 yang ditegaskan
                        dalam Akta No. 27/2022. Beliau adalah Direktur yang mengarahkan dan mengawasi IT
                        operation, IT development, dan general service,

                        Meraih gelar Sarjana dari Universitas Bina Nusantara, bidang computer science pada
                        tahun 1999.

                        Beliau telah memiliki lebih dari 10 tahun pengalaman di industri keuangan. Beliau
                        bergabung dengan Perseroan pada bulan Juli 2019 sebagai Associate Director sebelum
                        diangkat menjadi Direktur Perseroan. Sebelum bergabung dengan Perseroan, beliau
                        menduduki berbagai jabatan antara lain AVP Head of IT Architect & Quality Management
                        PT Bank BTPN Tbk. (2009-2012), VP Head of Technology Architecture & Solution Design
                        (2012) di Commowealth Bank (2012), Senior Business Development di Microsoft (2012-
                        2017), Country Head Digital Bank PT Bank UOB Indonesia (2017-2018), dan EVP - Digital
                        Banking Group Head PT Bank Sinarmas Tbk. (2018-2019).

                        Tidak ada hubungan Afiliasi dengan (i) anggota Direksi lainnya; (ii) anggota Komisaris;
                        dan (iii) pemegang saham utama dan/atau pengendali.


9.		     TATA KELOLA PERUSAHAAN (GOOD CORPORATE GOVERNANCE ATAU GCG)

Tata kelola Perusahaan/Good Corporate Governance (“GCG”) merupakan mekanisme yang mengatur pengelolaan
perusahaan agar sesuai dengan harapan para pemangku kepentingan. Oleh karena itu, dalam rangka
meningkatkan daya saing perusahaan dalam menjawab tuntutan bisnis yang semakin dinamis dan kompetitif,
Perseroan senantiasa berupaya menerapkan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Perseroan meyakini
bahwa penerapan prinsip-prinsip GCG bukan sekedar sebagai pemenuhan terhadap peraturan, melainkan ikut
menentukan keberlangsungan Perseroan dalam jangka panjang. Perseroan juga bertekad terus menerapkan GCG
sebagai sebuah standar yang bertujuan untuk meningkatkan citra, efisiensi, dan efektivitas pengelolaan Perseroan
secara berkesinambungan. Perseroan menerapkan GCG dengan berpedoman pada UUPT, POJK No. 30/2014,
Peraturan OJK No. 33/POJK.04/2014 tanggal 8 Desember 2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten
atau Perusahaan Publik (”POJK No. 33/2014”), Peraturan OJK No. 34/POJK.04/2014 tanggal 8 Desember 2014
tentang Komite Nominasi dan Remunerasi Emiten atau Perusahaan Publik (“POJK No. 34/2014”), Peraturan
OJK No. 55/POJK.04/2015 tanggal 23 Desember 2015 tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja
Komite Audit (“POJK No. 55/2015”), Peraturan OJK No. 56/POJK.04/2015 tanggal 29 Desember 2015 tentang
Pembentukan dan Pedoman Penyusunan Piagam Satuan Kerja Internal Audit (“POJK No. 56/2015”), Peraturan
OJK No. 35/POJK.04/2014 tanggal 8 Desember 2014 tentang Sekretaris Perusahaan Emiten atau Perusahaan
Publik (“POJK No. 35/2014”) dan anggaran dasar Perseroan serta peraturan terkait lainnya.

Secara umum, prinsip GCG yang diterapkan oleh Perseroan tercermin dalam 5 (lima) aspek utama sebagai berikut:

•   Transparansi
    Perseroan berkomitmen untuk menyediakan dan memelihara informasi yang bersih, terbuka dan akurat
    untuk kepentingan pemegang saham dan pemangku kepentingan (stakeholders) lainnya. Namun demikian,
    penerapan aspek transparansi akan tetap memperhatikan pelindungan atas rahasia dan hak konsumen
    sesuai dengan peraturan yang belaku.

•   Akuntabilitas
    Fungsi, tugas dan kewenangan dari setiap organ di dalam Perseroan dilaksanakan berdasarkan prinsip
    akuntabilitas, sehingga kinerja Perseroan dapat berjalan secara transparan, efektif dan efisien.




                                                      106
Page 133
•    Pertanggungjawaban
     Perseroan menjalankan pengelolaan sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku serta
     melaksanakan mengabungkan aspek responsibilitas dengan regulasi dan hukum yang berlaku, serta
     melaksanakan tanggung jawab terhadap masyarakat dan lingkungan sehingga dapat menjaga kelangsungan
     usaha dalam jangka panjang.

•    Kemandirian
     Perseroan dikelola secara objekif tanpa benturan dan pengaruh/tekanan dari pihak manapun dalam hal
     pengambilan keputusan dan mempromosikan profesionalisme, independensi, objektivitas agar tidak saling
     mendominasi dan mudah terintervensi oleh pihak lain yang tidak sesuai dengan peratuan perundang
     undangan di bidang pembiayaan dan nilai-nilai etika serta standar, prinsip, dan praktik penyelenggaraan
     usaha pembiayaan yang sehat.

•    Kesetaraan dan Kewajaran
     Perseroan selalu memperhatikan kepentingan pemegang saham dan pemangku kepentingan (stakeholders)
     lainnya berdasarkan prinsip keadilan, keseimbangan dan kesetaraan.

Penerapan prinsip-prinsip GCG di atas secara konsisten diyakini akan meningkatkan kualitas pelaksanaan GCG
dengan target tercapainya tujuan dari penerapan GCG bagi Perseroan, yakni:

1.   Mengoptimalkan nilai Perseroan bagi pemangku kepentingan, khususnya debitur, kreditur dan/atau pemangku
     kepentingan lainnya;
2.   Meningkatkan pengelolaan Perseroan secara profesional, efektif dan efisien;
3.   Meningkatkan kepatuhan organ perusahaan dan Dewan Pengawas Syariah serta jajaran di bawahnya agar
     dalam membuat keputusan dan menjalankan tindakan dilandasi pada etika yang tinggi, kepatuhan terhadap
     peraturan perundang-undangan, dan kesadaran atas tanggung jawab sosial Perseroan terhadap pemangku
     kepentingan maupun kelestarian lingkungan;
4.   Mewujudkan budaya Perseroan yang lebih sehat, dapat diandalkan, amanah dan kompetitif;
5.   Meningkatkan kontribusi Perseroan dalam perekonomian nasional.

9.1.		   RUPS

RUPS merupakan organ tertinggi dalam struktur Perseroan. RUPS memiliki wewenang untuk menunjuk Dewan
Komisaris dan Dewan Pengawas Syariah yang akan mengawasi pelaksanaan tugas Direksi dalam mengelola
Perseroan. Pada tahun 2022, Perseroan akan menyelenggarakan RUPS tahunan untuk tahun buku 2021 pada
bulan April 2022.

9.2.		   Dewan Komisaris

Tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris secara umum adalah melakukan pengawasan atas kebijaksanaan
Direksi dalam menjalankan pengurusan Perseroan serta memberikan rekomendasi kepada Direksi dengan
mengindahkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, aturan-aturan internal dan kebijakan Perseroan.
Dalam menjalankan tugasnya, Dewan Komisaris dibantu oleh Komite Audit, serta Komite Nominasi dan
Remunerasi. Selama tahun 2019, Dewan Komisaris telah menjalankan fungsi pengawasan dan memberikan
rekomendasi meliputi antara lain memberikan persetujuan perubahan struktur organisasi Perseroan, perubahan
anggaran dasar Perseroan, pembaruan Piagam Internal Audit dan Piagam Komite Nominasi dan Remunerasi
serta rencana bisnis tahun 2020.

Sesuai pedoman dan tata tertib kerja Dewan Komisaris dan POJK No. 33/2014, sebagai bagian dari pelaksanaan
tugasnya, Dewan Komisaris wajib mengadakan rapat paling sedikit 1 (satu) kali dalam 2 (dua) bulan dan rapat
bersama Direksi paling sedikit 1 (satu) kali dalam 4 (empat) bulan. Rencana rapat tersebut dapat berubah jika
terdapat permintaan seorang atau lebih anggota Dewan Komisaris atau atas permintaan dari seorang atau lebih
anggota Direksi atau atas permintaan dari 1 (satu) pemegang saham atau lebih yang bersama-sama mewakili
sedikitnya 1/10 (satu per sepuluh) bagian dari jumlah saham dengan hak suara yang sah. Rapat dapat dihadiri
secara langsung maupun melalui media telekonferensi, video konferensi atau melalui media elektronik lainnya
yang memungkinkan semua peserta rapat saling melihat dan mendengar secara langsung serta berpartisipasi,
sesuai kesepakatan para peserta rapat.



                                                     107
Page 134
Selama tahun 2021, Perseroan telah mengadakan Rapat Dewan Komisaris sebanyak 6 (enam) kali dan rapat
bersama Direksi sebanyak 4 kali, dengan tingkat kehadiran sebagai berikut:

                                                   Rapat Dewan Komisaris                 Rapat Dewan Komisaris dan Direksi
Nama
                                         Jumlah Rapat (1)   Kehadiran (1)     %      Jumlah Rapat (1)   Kehadiran (1)    %
Tetsuya Daikoku (2)                            -                -             -            -                -            -
Mikio Muramatsu (3)                            -                -             -            -                -            -
Jun Ikeda                                      6                6            100           4                4           100
Dani Firmansjah                                6                6            100           4                4           100
Prabowo                                        6                6            100           4                4           100
Nurdayadi                                      6                6            100           4                4           100
Catatan:
(1)
      Jumlah rapat dan kehadiran dihitung sejak diangkat menjadi Komisaris berdasarkan RUPS
(2)
      Diangkat menjadi Presiden Komisaris Perseroan sejak April 2022
(3)
      Diangkat menjadi Komisaris Perseroan sejak April 2022


Penetapan besaran remunerasi anggota Dewan Komisaris didasarkan pada kinerja masing-masing anggota dengan
mempertimbangkan tugas dan tanggung jawab anggota Dewan Komisaris. Komite Nominasi dan Remunerasi
memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris dan disampaikan kepada RUPS untuk mendapatkan
persetujuan. Anggota Dewan Komisaris selain Komisaris Independen tidak menerima remunerasi dari Perseroan
karena mereka merupakan perwakilan dari para pemegang saham. Jumlah remunerasi yang dibayarkan untuk
Komisaris Independen Perseroan pada tahun 2021 dan 2020 masing-masing sebesar Rp1,8 miliar dan Rp1,4 miliar.

9.3.		      Direksi

Tugas dan tanggung jawab Direksi secara umum adalah menyusun visi, misi dan nilai-nilai Perseroan, menyusun
rencana bisnis jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang, serta pengelolaan Perseroan sehari-hari
untuk kepentingan dan dalam rangka mencapai tujuan Perseroan dengan memperhatikan ketentuan dalam
anggaran dasar, peraturan internal Perseroan, serta semua peraturan dan syariah yang berlaku terkait dengan
operasional Perseroan. Direksi wajib melaksanakan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan tugas dan tanggung
jawabnya. Direksi memiliki hak untuk mewakili Perseroan baik di dalam maupun di luar pengadilan sesuai dengan
ketentuan anggaran dasar Perseroan. Ruang lingkup tugas dan tanggung jawab masing-masing anggota Direksi
adalah sebagai berikut:

(i)    Presiden Direktur
       -   memimpin rapat umum untuk memastikan pelaksanaan tata tertib; keadilan dan kesempatan bagi semua
           Direktur untuk berkontribusi secara tepat; menyesuaikan alokasi waktu pembahasan, menentukan urutan
           agenda, mengarahkan diskusi ke arah keputusan bersama, menjelaskan dan menyimpulkan tindakan
           dan kebijakan;
       -   mengkoordinasikan pelaksanaan tugas antar anggota Direksi, melaksanakan pembinaan dan
           pengendalian terhadap seluruh kegiatan operasional dan pengelolaan Perseroan secara efektif dan
           efisien, dengan memperhatikan kesesuaian terhadap peraturan yang berlaku;
       -   mengkoordinasikan, mengendalikan dan mengevaluasi penerapan prinsip-prinsip GCG dan nilai nilai
           budaya Perseroan; dan
       -   berperan sebagai mitra bagi seluruh organ Perseroan dalam menyediakan, mengevaluasi, memelihara
           pegawai dalam upaya mencapai tujuan perusahaan;
       -   memastikan bahwa segala peraturan terkait pengelolaan sumber daya manusia sesuai dengan peraturan
           dan perundang-undangan yang berlaku; dan
       -   menetapkan langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan bahwa Perseroan telah memenuhi
           ketentuan aturan yang berlaku tarkait dengan Anti Pencucian Uang (APU) dan Pencegahan Pendanaan
           Terorisme (PPT) dan peraturan lain yang terkait.

(ii) Wakil Presiden Direktur I
     -   mengarahkan dan mengawasi seluruh kegiatan keuangan Perseroan, termasuk penyajian laporan
         keuangan sesuai dengan standar akuntansi keuangan serta peraturan yang ditetapkan;
     -   berperan sebagai mitra bagi seluruh organ Perseroan atas laporan dan analisa kinerja keuangan dan
         operasional Perseroan; dan




                                                                108
Page 135
    -    berperan untuk mengatur mekanisme bagaimana mengelola dan memastikan ketersediaan dana untuk
         mengelola akun piutang atau pengadaan dana dengan menggunakan instrumen keuangan konvensional
         atau menggunakan instrumen terstruktur.

(iii) Wakil Presiden Direktur II
      -   mengarahkan dan mengawasi seluruh kegiatan Corporate Planning & Secretary, Project Management
          Office, Business Intelligence & CRM, Analytic, Car Business & Direct Marketing.
      -   melakukan penetapan strategi yang lebih komprehensif sesuai dengan ruang lingkup divisi yang
          dipimpinnya dengan tujuan meningkatkan kinerja dan efisiensi;
      -   menyusun rencana anggaran tahunan untuk pembiayaan non-Yamaha;
      -   melakukan review atas kebijakan atau rencana bisnis Perseroan;
      -   melakukan analisa kebutuhan bisnis pada semua divisi untuk menentukan kebutuhan dan pengembangan
          teknologi informasi; dan
      -   melakukan perencanaan dan menetapkan kebijakan tata kelola teknologi informasi untuk mendukung
          pelaksanaan strategi Perseroan;

(iv) Direktur Penjualan dan Regional Center
     -    merumuskan strategi dan rencana binis kerja pemasaran untuk memastikan pencapaian target bisnis
          yang sudah ditetapkan;
     -    menyusun rencana anggaran tahunan untuk pembiayaan motor Yamaha maupun non-Yamaha;
     -    melakukan kontrol, Pengelolaan, dan pengawasan terhadap seluruh program penjualan; dan
     -    melakukan pengawasan atas regional center.

(v) Direktur Pengembangan Komunikasi Pemasaran dan Branding
    -    melakukan kontrol dan monitoring terhadap kegiatan pengembangan komunikasi pemasaran, termasuk
         menyusun strategi pengembangan program pemasaran dan rencana anggaran;
    -    merumuskan strategi branding yang tepat dan mengkomunikasikan bersama Wakil Direktur Pemasaran
         dan Penjualan untuk meningkatkan penjualan produk;
    -    mengelola dan memastikan peran media sosial untuk meningkatkan penjualan; dan
    -    membantu Direktur Penjualan dan regional center dalam membawahi regional center Jakarta, Bandung
         dan Semarang.

(vi) Direktur Operasional:
     -    merencanakan, melaksanakan dan mengawasi seluruh pelaksanaan operasional Perseroan, terutama
          strategi penagihan (collection);
     -    memastikan fungsi-fungsi dalam Perseroan berjalan dengan baik untuk mencapai tujuan yang telah
          ditetapkan; dan
     -    melakukan kontrol monitoring terhadap operasional cabang, sesuai dengan prosedur dan target yang
          telah ditetapkan, terutama di daerah penagihan (collection).

(vii) Direktur Legal, Litigasi, Manajemen Risiko & Kepatuhan
      -    merumuskan strategi guna mendorong terciptanya budaya kepatuhan;
      -    memastikan bahwa seluruh kebijakan, ketentuan, sistem, dan prosedur serta kegiatan usaha yang
           dilakukan oleh Perseroan sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku;
      -    memastikan cakupan pengawasan aktif dari Direksi telah memenuhi secara memadai.

(viii) Direktur Teknologi Informasi & Digital
       -    merencanakan, melaksanakan dan mengawasi seluruh operasional pelaksanaan di Direktorat Teknologi
            Informasi dan Digital Bisnis;
       -    menyusun dan mengelola rencana anggaran pengembangan teknologi Informasi; dan
       -    mengelola dan memastikan peran teknologi Informasi dan digitalisasi dalam mendukung operasional
            dan percepatan bisnis Perseroan.

Untuk meningkatkan kompetensi dalam mendukung pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya, anggota Direksi
Perseroan rutin mengikuti pelatihan dan seminar yang diselenggarakan oleh Asosiasi Perusahaan Pembiayaan
Indonesia (“APPI”), OJK maupun pihak ketiga lainnya yang kredibel. Berikut adalah beberapa seminar yang diikuti
oleh anggota Direksi Perseroan pada tahun 2021, antara lain Seminar Online Multifinance 2021 “Bertumbuh



                                                     109
Page 136
Ditengah Pandemi”, Seminar Online “Mengembangkan SDM dan Digitalisasi ditengah Pandemi”, Seminar Online
“Internasional Cross Industry Collaboration For Multifinance”, Seminar Online “Economic Outlook 2022”, dan
Seminar Online “Multifinance 2021 Bertumbuh Ditengah Pandemi”.

Sesuai POJK No. 33/2014 dan anggaran dasar Perseroan, Direksi wajib mengadakan rapat 1 (satu) kali dalam
sebulan, namun demikian Direksi mengadakan rapat 2 (dua) kali rapat atau lebih dalam sebulan pada minggu
kedua dan keempat di kantor pusat Perseroan. Rencana rapat tersebut dapat berubah bilamana dipandang perlu
oleh seorang atau lebih anggota Direksi atau atas permintaan dari 1 (satu) pemegang saham atau lebih yang
bersama-sama mewakili sedikitnya 1/10 (satu per sepuluh) bagian dari jumlah saham dengan hak suara yang
sah. Direksi juga akan mengadakan rapat gabungan dengan anggota Dewan Komisaris sebagaimana ditentukan
dalam POJK No. 33/2014.

Selama tahun 2021, Perseroan telah mengadakan Rapat Direksi sebanyak 39 (tiga puluh sembilan) kali dan
Rapat Dewan Komisaris dan Direksi sebanyak 4 (empat) kali dengan tingkat kehadiran sebagai berikut:

                                                        Rapat Direksi                    Rapat Dewan Komisaris dan Direksi
                 Nama
                                        Jumlah Rapat (1)   Kehadiran (1)      %      Jumlah Rapat (1)   Kehadiran (1)    %
Lynn Ramli                                   39                39            100           4                4           100
Akira Sugai                                  39                39            100           4                4           100
Koji Kato (2)                                 -                 -              -           -                -            -
Sigit Sembodo                                39                38             97           4                4           100
A Lung Ng                                    39                39            100           4                4           100
Ryohei Nakata                                39                34             87           4                4           100
Chales MP Gultom                             39                38             97           4                4           100
Yudono (3)                                   20                20            100           2                2           100
Catatan:
(1)
       Jumlah rapat dan kehadiran dihitung sejak diangkat menjadi Direktur berdasarkan RUPS
(2)
       Diangkat menjadi Wakil Presiden Direktur Perseroan sejak April 2022
(3)
       Diangkat menjadi Direktur Perseroan sejak April 2021


Penetapan besaran paket remunerasi anggota Direksi dari waktu ke waktu ditentukan oleh RUPS dan wewenang
tersebut dapat dilimpahkan kepada Dewan Komisaris. Jumlah remunerasi yang dibayarkan untuk Direksi Perseroan
pada tahun 2020 dan 2021 masing-masing sebesar Rp19,6 miliar dan Rp 22,2 miliar.

9.4.		     Dewan Pengawas Syariah

Perseroan telah membentuk Dewan Pengawas Syariah bersamaan dengan pembentukan Unit Usaha Syariah
pada tahun 2015. Perseroan telah menunjuk A. H. Azharuddin Lathief sebagai ketua dan Ahmad Ifham sebagai
anggota Dewan Pengawas Syariah. Dewan Pengawas Syariah tersebut akan menjabat terhitung sejak ditutupnya
RUPS Tahunan untuk tahun buku 2021 sampai dengan ditutupnya RUPS Tahunan untuk tahun buku 2023, dengan
tidak mengurangi hak RUPS untuk memberhentikan mereka sewaktu-waktu.

Azharuddin Lathief, Warga Negara Indonesia, 45 tahun. Meraih gelar sarjana dari Institut Agama Islam Negeri
(“IAIN”), Jakarta, bidang Syariah/peradilan agama, pada tahun 1998, gelar Magister dari IAIN, Jakarta, bidang
Syariah pada tahun 2000 dan gelar Magister dari Universitas Muhamadiyah, Jakarta, bidang hukum bisnis, pada
tahun 2008. Karirnya dimulai sebagai dosen di Universitas Islam Negeri, Jakarta, dan sampai saat ini menjabat
sebagai Ketua Dewan Pengawas Syariah PT Majoris Asset Manajemen dan PT Corfina Asset Management, dan
Dewan Pengawas Syariah PT Sompo Insurance Unit Usaha Syariah dan PT Bank BNI Syariah.

Ahmad Ifham, Warga Negara Indonesia, 45 tahun. Meraih gelar sarjana dari Universitas Gajah Mada (UGM),
Yogyakarta, bidang Psikologi, pada tahun 2002. Karirnya dimulai sebagai Konsultan di PT Karim Konsultan,
kemudian menjadi Sharia business Analyst diberbagai consultant, Wakil Kepala Cabang BNI Syariah, CEO dan
di Amara Sharia Consulting, dan hingga saat ini bekerja sebagai ketua Dewan Pengawas Syariah BPRS Harta
Insan Karimah (HIK) Cibitung.




                                                               110
Page 137
Dewan Pengawas Syariah sebagaimana tersebut di atas diangkat atas rekomendasi Dewan Syariah Nasional
Majelis Ulama Indonesia (“DSN-MUI”) dan telah diangkat secara sah sesuai dengan Anggaran Dasar dan
peraturan perundang-undangan yang berlaku, untuk masa jabatan terhitung sejak ditutupnya RUPS Tahunan
Perseroan Tahun Buku 2021 dan akan berakhir pada saat ditutupnya RUPS Tahunan Tahun Buku 2022, kecuali
untuk Bapak Ahmad Ifham (Anggota) yang terhitung sejak tanggal 3 Desember 2021, yaitu tanggal diperolehnya
hasil penilaian kemampuan dan kepatutan dari OJK, sampai dengan ditutupnya RUPS Tahunan Tahun Buku 2022.

Dewan Pengawas Syariah Perseroan tersebut di atas telah memenuhi ketentuan mengenai rangkap jabatan
sebagaimana diatur dalam POJK No. 30/2014 sebagaimana diubah dengan POJK No. 29/2020.

Tugas dan tanggung jawab Dewan Pengawas Syariah secara umum adalah memberikan nasihat dan saran kepada
Direksi, mengawasi aspek Syariah kegiatan operasional Unit Usaha Syariah Perseroan dan mewakili Perseroan
pada DSN-MUI. Selama tahun 2021, Dewan Pengawas Syariah telah melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya
dalam memberikan nasihat dan saran melalui pendapat dan persetujuan Dewan Pengawas Syariah antara lain
terkait dengan pengembangan usaha pembiayaan Syariah Perseroan, memberikan evaluasi terkait kesesuaian
pengembangan bisnis yang dilakukan dengan prinsip-prinsip usaha Syariah, seperti pengecekan pada materi
promo bisnis Syariah Perseroan. Dewan Pengawas Syariah juga melakukan evaluasi atas perjanjian Murabahah
dan Bai wal istijar, melakukan kajian ta’wid dan ta’zir, serta melakukan evalusi pengawasan Unit Usaha Syariah
yang disampaikan kepada OJK, serta memberikan persetujuan terhadap penggunaan Akad Mudharabah dengan
pihak ketiga dan hal ini berlaku seperti kerja sama investasi (Mudharabah) dengan pembagian nisbah yang
disepakati.

Sesuai dengan ketentuan internal Unit Usaha Syariah Perseroan, Dewan Pengawas Syariah wajib menyelenggarakan
rapat paling sedikit 8 (delapan) kali dalam 1 (satu) tahun yang wajib dihadiri oleh seluruh anggota Dewan
Pengawas Syariah. Selama tahun 2021, Dewan Pengawas Syariah telah telah mengadakan rapat bersama Unit
Usaha Syariah sebanyak 8 (delapan) kali dengan tingkat kehadiran 100%.

Bapak AH. Azharuddin Lathif telah memperoleh perpanjangan izin Ahli Syariah Pasar Modal dari OJK, melalui
Surat Keputusan Dewan Komisioner OJK No. KEP-13/PM.223/PJ-ASPM/2021 tanggal 18 Mei 2021; izin tersebut
berlaku selama 5 (lima) tahun terhitung sejak tanggal 19 Mei 2021. Sedangkan Bapak Ahmad Ifham belum
memiliki Izin Ahli Syariah Pasar Modal.

Selanjutnya, sesuai Peraturan OJK No. 5/POJK.04/21 tanggal 12 Maret 2021 tentang Ahli Syariah Pasar Modal,
tugas dan tanggung jawab Ahli Syariah Pasar Modal adalah memberikan nasihat dan/atau mengawasi pelaksanaan
penerapan Prinsip Syariah di Pasar Modal oleh pihak yang melakukan kegiatan syariah di Pasar Modal, dan/
atau memberikan pernyataan kesesuaian syariah atas produk atau jasa syariah di Pasar Modal, dimana untuk
Bapak Ahmad Ifham tidak dapat melakukan tindakan tersebut di atas karena belum memiliki Izin Ahli Syariah
Pasar Modal.

9.5.		   Sekretaris Perusahaan

Sesuai dengan POJK No. 35/2014 dan Surat Keputusan Direksi No. SK-006/BOC/BAF.XII/2020 tanggal
31 Desember 2020, Perseroan telah menunjuk Puji Arianti sebagai Sekretaris Perusahaan (Corporate Secretary),
efektif sejak tanggal 1 Januari 2021. Sekretaris Perusahaan bertanggung jawab langsung kepada Wakil Presiden
Direktur.

Sekretaris Perusahaan dapat dihubungi melalui telepon nomor (021) 2939 6000, faksimili nomor (021) 2939
6100 dan email baf.sekretariat@baf.id

Puji Arianti, Warga Negara Indonesia, 35 tahun. Meraih gelar Sarjana dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember
(ITS), bidang teknik kimia, pada tahun 2010. Beliau bergabung dengan Perseroan pada tahun 2015 sebagai
Department Head di Divisi Operation Planning & Development dan saat ini menjabat sebagai Operation Strategic &
Development Deputy Division Head. Sebelumnya pernah bekerja sebagai Credit Risk Support Department Head
PT Adira Quantum Multi Finance (2014-2015) dan Operation Excellence Deputy Department Head PT Adira
Quantum Multi Finance (2010-2013).




                                                     111
Page 138
Untuk meningkatkan kompetensinya, fungsi Sekretaris Perusahaan telah mengikuti berbagai seminar, sosialisasi
dan workshop yang diselenggarakan baik oleh OJK, PT Bursa Efek Indonesia maupun oleh asosiasi. Berikut
adalah beberapa seminar dan sosialisasi yang diikuti oleh fungsi Sekretaris Perusahaan, antara lain sosialisasi
peraturan di bidang Pengawasan Sektor IKNB, sosialisasi penerapan SNI ISO37001:2016 SMAP, sosialisasi
POJK Nomor 3/POJK.04/2021, webinar tantangan dan strategi penerapan restrukturiasi kredit dan pembiataan
selama pandemi COVID-19, dengar pendapat rancangan peraturan OJK tentang Perlindunan Konsumen di Sektor
Jasa Keuangan, dan virtual seminar LPPI: Sustainability Report.

Sekretaris Perusahaan mempunyai tugas dan tanggung jawab antara lain meliputi:

•    Melaksanakan kegiatan-kegiatan yang terkait dengan fungsi penatausahaan dan penyimpanan dokumen
     Perseroan, termasuk tetapi tidak terbatas pada Daftar Khusus, Daftar Pemegang Saham, serta Risalah
     Rapat Direksi maupun RUPS;
•    Melaksanakan kegiatan-kegiatan yang terkait dengan fungsi hubungan masyarakat (public relations) dan
     hubungan investor;
•    Kerja sama dengan fungsi yang menangani pelayanan hukum korporat;
•    Melakukan pembinaan dan pengendalian tata kelola perusahaan;
•    Menyiapkan laporan tahunan, laporan manajemen dan laporan statistik; dan
•    Dalam hubungan dengan RUPS dan Dewan Komisaris, Sekretaris Perusahaan berperan sebagai penghubung
     antara Direksi dengan organ tersebut.

9.6.		   Satuan Kerja Audit Internal

Sistem pengendalian internal diterapkan oleh Perseroan melalui Satuan Kerja Audit Internal yang telah dibentuk
sesuai dengan POJK No. 56/2015 dan Perseroan telah menunjuk Erdyan Lazuardy sebagai Kepala Satuan Kerja
Audit Internal berdasarkan Surat Keputusan Direksi dan Dewan Komisaris No. SK-003/BOC-BOD/BAF.VII/2019
tanggal 15 Juli 2019 perihal Perubahan Kepala Audit Internal, efektif per tanggal 1 Agustus 2019.

Erdyan Lazuardy, Warga Negara Indonesia, 48 tahun. Meraih gelar Sarjana dari Universitas Mercu Buana, bidang
akuntansi, pada tahun 1998 dan gelar Magister di bidang hukum bisnis dari Universitas Pancasila, Jakarta pada
tahun 2011. Beliau bergabung dengan Perseroan pada tahun 2019 sebagai Division Head Satuan Kerja Audit
Internal hingga saat ini. Beliau sebelumnya berkarir di PT Columbindo Perdana dengan posisi terakhir sebagai
Assistant Manager Departemen Teknologi Informasi (1999-2002), PT Adira Quantum Multifinance dengan posisi
terakhir sebagai Direktur (2002-2017), dan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk. dengan posisi terakhir sebagai
Head of Credit Development (2015-2019).

Perseroan juga telah menyusun suatu Piagam Satuan Kerja Internal Audit yang telah ditetapkan Direksi
berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 04/AM-AUD/VII/2019 tertanggal 2 Juli 2019. Tugas dan tanggung
jawab Satuan Kerja Audit Internal antara lain meliputi:

•    Menyusun dan melaksanakan rencana audit internal tahunan;
•    Menguji dan mengevaluasi pelaksanaan pengendalian internal dan sistem manajemen risiko sesuai dengan
     kebijakan Perseroan;
•    Melakukan pemeriksaan dan penilaian atas efisiensi dan efektivitas di bidang keuangan, akuntansi,
     operasional, sumber daya manusia, pemasaran, teknologi informasi dan kegiatan lainnya;
•    Memberikan saran perbaikan dan informasi yang objektif tentang kegiatan yang diperiksa pada semua
     tingkat manajemen;
•    Membuat laporan hasil audit dan menyampaikan laporan tersebut kepada Presiden Direktur dan Dewan
     Komisaris;
•    Memantau, menganalisis, dan melaporkan pelaksanaan tindak lanjut perbaikan yang telah disarankan;
•    Bekerja sama dengan Komite Audit;
•    Menyusun program untuk mengevaluasi mutu kegiatan audit internal yang dilakukan;
•    Melaksanakan tugas khusus dalam lingkup pengendalian internal yang ditugaskan oleh Presiden Direktur.




                                                      112
Page 139
Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Satuan Kerja Internal Audit selama tahun 2019 meliputi antara lain:
1. Memberikan masukan atas penyampaian laporan temuan dari Satuan Kerja Audit Internal, termasuk scope
    dan rencana audit di periode selanjutnya.
2. Membahas temuan-temuan atau kasus yang bersifat signifikan dan berpotensi risiko bagi Perseroan, serta
    memerlukan tindakan segera.
3. Melakukan penelaahan atas efektifitas pengendalian internal, pelaporan risiko dan pelaksanaan manajemen
    risiko dan kepatuhan terhadap peraturan perundang- undangan yang berlaku, termasuk salah satunya
    dengan melakukan pengkajian atas Risk Management Dashboard dan Compliance Dashboard.
4. Melakukan review dan pengawasan terhadap pelaporan keuangan, khususnya laporan keangan tahunan
    dan tengah tahunan yang dipublikasikan oleh Perseroan. Di tahun 2019, Komite Audit juga memberikan
    pandangan atas rencana penerapan PSAK 71 atau IFRS 9 mengenai Instrumen Keuangan.
5. Memberikan evaluasi atas kinerja auditor eksternal serta memberikan rekomendasi atas penunjukkan auditor
    eksternal dengan berbagai pertimbangan dalam rekomendasi sebagaimana yang ditentukan dalam peraturan
    meliputi independensi, ruang lingkup audit, imbalan jasa audit, keahlian dan pengalaman KAP dan tim audit
    dari KAP, metodologi, teknik, dan sarana audit yang digunakan KAP, manfaat fresh eye perspectives yang
    akan diperoleh melalui penggantian KAP dan tim audit dari KAP, dan aspek lainnya.
6. Membahas peraturan-peraturan OJK yang baru, serta peraturan terkait lainnya yang berdampak pada
    operasional perusahaan.

9.7.		    Komite di bawah Dewan Komisaris

Komite Audit

Sesuai dengan POJK No. 35/2014 dan Surat Keputusan Direksi No. SK-006/BOC/BAF.XII/2020 tanggal
31 Desember 2020, Perseroan telah menunjuk Puji Arianti sebagai Sekretaris Perusahaan (Corporate Secretary),
efektif sejak tanggal 1 Januari 2021. Sekretaris Perusahaan bertanggung jawab langsung kepada Wakil Presiden
Direktur.

Ketua                  :   Nurdayadi (merangkap sebagai Komisaris Independen Perseroan)

                           Uraian mengenai pengalaman kerja dapat dilihat pada bab ini subbab Pengurusan
                           dan Pengawasan.

Anggota                :   Heru Absoro

                           Warga Negara Indonesia, 67 tahun. Meraih gelar Sarjana dari Institut Tekhnologi
                           Bandung, bidang arsitektur, pada tahun 1983 dan meraih gelar Master dari Carnegie
                           Mellon University, Amerika Serikat, bidang finance, pada tahun 1988. Beliau pernah
                           menjabat sebagai Head of Risk Management Grup Adira (Adira Finance, Adira
                           Insurance dan Adira Quantum) (2007-2010), National Quality Assurance PT Bank
                           Danamon Indonesia Tbk. (2011-2012) dan Risk Advisor PT Adira Dinamika Multi
                           Finance Tbk. (2012-2015). Saat ini beliau menjabat sebagai Komisaris PT BPR
                           Danamasa Cimahi (1995- sekarang).

Anggota                :   Stepanus Ardhanova

                           Warga Negara Indonesia, 44 tahun. Meraih gelar Sarjana bidang Akuntansi dari
                           Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (2000), dan Magister bidang Strategi dan
                           Keuangan dari Universitas Indonesia, (2006). Beliau memiliki sertifikasi professional
                           sebagai CPA, CMA, CA dan CIFM dan berpengalaman di bidang akuntansi, keuangan
                           perusahaan dan strategi bisnis. Beliau pernah menduduki jabatan sebagai Corporate
                           Secretary & Head of Investor Relations di Intraco Penta Tbk (2017-2019); menduduki
                           posisi managerial di beberapa tempat antara lain Cipta Kridatama (ABM Investama),
                           Aero System (Garuda Indonesia) dan Bakrie Telecom, Tbk (2007-2016). Setelah
                           sebelumnya berkarir sebagai senior associate di Truscel Capital dan auditor
                           di PricewaterhouseCoopers (2001 – 2006).




                                                     113
Page 140
Susunan Komite Audit tersebut diangkat berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris PT Bussan Auto Finance
No. SK-003/BOC/BAF.XI/2020 tanggal 1 November 2020 juncto Surat Keputusan Dewan Komisaris PT Bussan
Auto Finance No. SK-001/BOC/BAF.IV/2022 tentang Perubahan Anggota Komite Audit Perseroan tanggal 13 April
2022, dengan masa jabatan terhitung sejak tanggal dikeluarkan masing-masing Surat Keputusan Dewan Komisaris
tersebut di atas, dan masa jabatan Bapak Nurdayadi akan berakhir pada saat ditutupnya RUPS Tahunan Tahun
Buku 2022, sedangkan masa jabatan Bapak Heru Absoro dan Bapak Stepanus Ardhanova akan berakhir pada
saat ditutupnya RUPS Tahunan Tahun Buku 2024.

Pembentukan Komite Audit Perseroan telah sesuai dengan Peraturan OJK No. 55/POJK.04/2015 tanggal
29 Desember 2015 tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit dan telah memenuhi
Peraturan OJK No. 29/2020.

Tugas, tanggung jawab dan kewajiban Komite Audit dijabarkan dalam Piagam Komite Audit yang merupakan
pedoman kerja bagi Komite Audit. Berdasarkan Piagam Komite Audit, Komite Audit memiliki tugas dan tanggung
jawab antara lain meliputi:

•   Memahami proses pelaporan keuangan dan sistem pengendalian internal perusahaan;
•   Mengundang Direktur yang dianggap sesuai dengan rapat Komite Audit untuk memberikan informasi yang
    diminta oleh Komite Audit;
•   Membuat laporan tahunan mengenai kegiatan Komite Audit, yang harus disertakan dalam laporan manajemen;
•   Anggota Komite Audit tidak bertindak sebagai akuntan profesional atau auditor, dan fungsinya tidak
    dimaksudkan untuk menduplikasi peran dan tanggung jawab Direksi, audit internal, dan audit eksternal.
    Komite Audit memberikan nasehat independen kepada Dewan Komisaris mengenai laporan (sebagaimana
    didefinisikan dalam piagam dan juga menasihati dan memberikan panduan kepada audit internal ​​dan audit
    eksternal berdasarkan informasi yang diterimanya;
•   Sehubungan dengan sistem pelaporan dan pengendalian internal:
    -    mengawasi proses persiapan dan integritas informasi keuangan yang terkait dengan Perusahaan
         dan memastikan kepatuhan terhadap persyaratan peraturan, definisi yang benar mengenai cakupan
         konsolidasi dan penerapan yang benar dari kriteria akuntansi;
    -    secara berkala mengkaji sistem pengendalian internal dan sistem manajemen risiko sehingga risiko
         utama, termasuk risiko fiskal, harus diidentifikasi, dikelola dan dilaporkan, dan diskusikan kelemahan
         yang signifikan dari sistem pengendalian internal yang terdeteksi selama dilakukan audit;
    -    mengawasi dan memastikan independensi dan efektifitas pelaksanaan audit internal, dengan akses
         terhadap audit;
    -    membentuk dan mengawasi sebuah mekanisme yang memungkinkan karyawan untuk melaporkan secara
         rahasia dan, jika sesuai, secara anonim, adanya ketidakberesan potensial yang signifikan, terutama
         yang berkaitan dengan keuangan dan akuntansi, yang mereka deteksi di dalam perusahaan;
    -    mempertimbangkan keefektifan sistem pengendalian internal perusahaan, termasuk keamanan dan
         pengendalian teknologi informasi;
    -    memahami ruang lingkup tinjauan auditor internal dan eksternal terhadap pengendalian internal atas
         pelaporan keuangan, dan mendapatkan laporan temuan dan rekomendasi yang signifikan, bersamaan
         dengan tanggapan manajemen;
•   Sehubungan dengan audit internal:
    -    meninjau rencana audit tahunan dan semua perubahan besar pada rencana. Meninjau kinerja aktivitas
         audit internal terhadap rencananya;
    -    meninjau kembali dengan direktur audit tentang anggaran audit internal, rencana sumber daya, kegiatan,
         dan struktur organisasi;
•   Sehubungan dengan audit eksternal:
    -    meninjau ruang lingkup dan pendekatan audit eksternal, termasuk koordinasi usaha audit dengan audit
         internal;
    -    meninjau dan melaksanakan rekomendasi akhir mengenai kinerja auditor eksternal;
    -    meninjau dan mengkonfirmasi independensi auditor eksternal dengan memperoleh pernyataan
         dari auditor mengenai hubungan antara auditor dan perusahaan, termasuk layanan non audit, dan
         mendiskusikan hubungan dengan auditor;




                                                     114
Page 141
•   Sehubungan dengan tanggung jawab pelaporan:
    -   melaporkan secara teratur kepada Dewan Komisaris mengenai kegiatan, permasalahan, dan
        rekomendasi lainnya;
    -   memberikan keterbukaan komunikasi antara audit internal, auditor eksternal, dan Direksi;
    -   melaporkan setiap tahun kepada para pemegang saham, menjelaskan komposisi komite, tanggung
        jawab dan bagaimana pelaksanaannya, dan informasi lainnya yang dipersyaratkan oleh peraturan,
        termasuk persetujuan layanan non-audit;
    -   mengkaji ulang laporan lain yang berkaitan dengan perusahaan yang terkait dengan tanggung jawab
        komite;
•   Sehubungan dengan tanggung jawab lainnya:
    -   melakukan kegiatan lain sehubungan dengan piagam ini sesuai permintaan Dewan Komisaris;
    -   meninjau dan menilai kecukupan Piagam Komite Audit setiap tahun, meminta persetujuan dewan untuk
        perubahan yang diajukan, dan memastikan pengungkapan yang sesuai sebagaimana diwajibkan oleh
        undang-undang atau peraturan;
    -   melakukan konfirmasi setiap tahun bahwa semua tanggung jawab yang diuraikan dalam piagam ini
        telah dilaksanakan;
    -   mengevaluasi kinerja panitia dan anggota individu secara reguler.

Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, Komite Audit akan berkoordinasi dengan Direksi dan Satuan
Kerja Internal Audit Perseroan.

Sesuai Piagam Komite Audit, sebagai bagian dari pelaksanaan tugasnya, Komite Audit wajib mengadakan rapat
paling sedikit 1 (satu) kali dalam 3 (tiga) bulan. Selama tahun 2021, Komite Audit telah mengadakan rapat
sebanyak 7 (tujuh) kali dengan tingkat kehadiran anggota Komite Audit 100%.

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Komite Audit selama tahun 2021 antara lain meliputi memberikan masukan
atas penyampaian laporan temuan dari Satuan Kerja Audit Internal, membahas temuan-temuan atau kasus yang
berisfat signifikan dan berpotensi menimbulkan risiko bagi Perseroan, melakukan reviu dan pengawasan terhadap
pelaporan keuangan, dan memberikan evaluasi dan rekomendasi atas kinerja auditor eksternal, melakukan
penelaahan terhadap aktivitas pelaksanaan manajemen risiko yang dilakukan oleh Direksi, serta membahas
peraturan-peraturan OJK yang baru, serta peraturan terkait lainnya yang berdampak pada operasi Perseroan.

Komite Nominasi dan Remunerasi

Sesuai dengan POJK No. 34/2014, Perseroan telah mengangkat Komite Nominasi dan Remunerasi sesuai dengan
SK-002/BOC/ BAF.VIII/2020 tanggal 26 Agustus 2020 juncto Surat Keputusan Dewan Komisaris PT Bussan Auto
Finance No. SK-002/BOC/ BAF.IV/2022 tentang Perubahan Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi Perseroan
tanggal 13 April 2022. Komite Nominasi Perseroan yang menjabat pada tanggal Prospektus ini diterbitkan adalah
sebagai berikut:

Ketua                  :   Dani Firmansjah (merangkap sebagai Komisaris Independen Perseroan dan anggota
                           Komite Pemanatau Risiko Perseroan)

                           Uraian mengenai pengalaman kerja dapat dilihat pada bab ini subbab Pengurusan
                           dan Pengawasan.

Anggota                :   Tetsuya Daikoku (merangkap sebagai Presiden Komisaris Perseroan)

                           Uraian mengenai pengalaman kerja dapat dilihat pada bab ini subbab Pengurusan
                           dan Pengawasan.




                                                     115
Page 142
Anggota                :   Samuel Manasseh

                           Warga Negara Indonesia, 59 tahun. Meraih gelar Sarjana dari Universitas Kansas,
                           Amerika Serikat, bidang civil engineering, pada tahun 1986 dan Master of Business
                           Administration dari Drury University, Missouri, Amerika Serikat, pada tahun 1988.

                           Beliau memiliki lebih dari 25 tahun pengalaman dalam pengelolaan sumber daya
                           manusia, program pengembangan, kepemimpinan strategis, pemecahan masalah &
                           pengambilan keputusan, manajemen risiko, keuangan, dan lain-lain. Beliau pernah
                           menjabat sebagai General Manager, Head of Finance Division dan Head of Corporate
                           Risk Management (concurrent) PT Astra Honda Motor (1995-2007), Senior General
                           Manager, Chief of Group Risk Management PT Astra International Tbk. (2007-2011),
                           Finance and Human Resources Director PT Toyota Astra Motor (2011-2015), Finance
                           Director PT Astra Sedaya Finance (2015-2018), dan saat ini aktif sebagai Coach to
                           New Managers di PT Toyota Astra Motor.

Anggota                :   Jimmy Iskandar

                           Warga Negara Indonesia, 48 tahun. Meraih gelar Sarjana dari Universitas Trisakti,
                           bidang akuntansi, pada tahun 1997.

                           Sebelum bergabung dengan Perseroan, beliau bekerja di PT Bank Danamon
                           Indonesia Tbk sebagai Human Resources Strategy, Planning and Analytics Head
                           (2008-2015), Performance and Reward Management Department Head di PT Bank
                           Mandiri Persero Tbk (2015- 2016), Human Capital Operation & Services Division Head
                           di Sinar Mas Land (2016-2018), dan terakhir sebagai HR Chief Operating Officer
                           di PT Bank DBS Indonesia. Beliau bergabung di Perseroan sejak Maret 2020 dan
                           sampai saat ini menjabat sebagai Associate Director membawahi Human Resources
                           Management, Learning & Development, dan General Service.

Susunan Komite Nominasi dan Remunerasi tersebut diangkat berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris
PT Bussan Auto Finance No. SK-002/BOC/ BAF.VIII/2020 tanggal 26 Agustus 2020 juncto Surat Keputusan Dewan
Komisaris PT Bussan Auto Finance No. SK-002/BOC/BAF.IV/2022 tentang Perubahan Anggota Komite Nominasi
dan Remunerasi Perseroan tanggal 13 April 2022, dengan masa jabatan terhitung sejak tanggal dikeluarkan
masing-masing Surat Keputusan Dewan Komisaris tersebut di atas, dan masa jabatan Bapak Jimmy Iskandar
akan berakhir pada saat ditutupnya RUPS Tahunan Tahun Buku 2022, sedangkan masa jabatan Bapak Dani
Firmansyah, Bapak Tetsuya Daikoku dan Bapak Samuel Manasseh akan berakhir pada saat ditutupnya RUPS
Tahunan Tahun Buku 2024.

Masa jabatan anggota Komite Nominasi dan Remunerasi adalah terhitung sejak tanggal keputusan Dewan
Komisaris sampai dengan berakhirnya masa jabatan anggota Dewan Komisaris sesuai dengan anggaran dasar
Perseroan atau sampai dengan jangka waktu lain yang ditetapkan berdasarkan keputusan Dewan Komisaris,
sepanjang tidak bertentangan dengan POJK maupun Peraturan Perundang-undangan yang terkait.

Tugas, tanggung jawab dan kewajiban Komite Nominasi dan Remunerasi dijabarkan dalam Piagam Komite
Nominasi dan Remunerasi yang merupakan pedoman kerja bagi Komite Nominasi dan Remunerasi. Berdasarkan
Piagam Komite Nominasi dan Remunerasi, tugas dan tanggung jawab untuk fungsi nominasi antara lain meliputi:

•   Memberikan usulan atas kebijakan untuk nominasi dan evaluasi Dewan Komisaris dan Direksi untuk
    disampaikan kepada Dewan Komisaris;
•   Membantu Dewan Komisaris untuk melakukan penilaian kinerja anggota Direksi dan/atau Komisaris
    berdasarkan tolok ukur yang telah disusun sebagai bahan evaluasi;
•   Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai kemampuan pengembangan program anggota
    Dewan Komisaris dan/atau Direksi;
•   Secara teratur meninjau struktur, ukuran dan komposisi (termasuk keahlian, pengetahuan, pengalaman
    dan keragaman) Dewan Komisaris dan Direksi, dan memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris
    mengenai perubahan apapun;




                                                    116
Page 143
•   Memberikan pertimbangan penuh untuk perencanaan suksesi bagi para Direktur, dengan mempertimbangkan
    tantangan dan peluang yang dihadapi Perseroan, dan keterampilan dan keahlian yang dibutuhkan di Direksi
    di masa depan;
•   Tetap melakukan pengkinian untuk mendapat informasi lengkap tentang isu strategis dan perubahan komersial
    yang mempengaruhi Perseroan dan pasar di mana Perseroan beroperasi;
•   Bertanggung jawab untuk mengidentifikasi dan mencalonkan dengan persetujuan Dewan Komisaris calon
    anggota untuk mengisi kekosongan jabatan saat dan kapan jabatan tersebut timbul;
•   Sebelum penunjukan dilakukan oleh Dewan Komisaris, melakukan evaluasi yang berimbang atas
    keterampilan, pengetahuan, pengalaman dan keragaman pada Dewan Komisaris dan Direksi, terkait hal ini
    Komite mempersiapkan deskripsi tentang fungsi dan kemampuan yang diperlukan untuk pengangkatan
    tertentu, dalam mengidentifikasi kandidat yang sesuai, Komite Nominasi harus atau dapat:
    -    menggunakan iklan terbuka atau jasa penasihat eksternal untuk memudahkan pencarian kandidat;
    -    mempertimbangkan kandidat dari berbagai latar belakang;
    -    mempertimbangkan calon yang sesuai dengan kriteria yang obyektif dan memperhatikan komposisi
         di dalam dewan, termasuk jenis kelamin, serta memperhatikan bahwa orang yang akan ditunjuk memiliki
         cukup waktu untuk menjalankan fungsinya di posisi tersebut;
•   Sebelum pengangkatan Komisaris dan Direktur, pejabat yang ditunjuk harus diminta untuk mengungkapkan
    bisnis lainnya yang dapat menimbulkan konflik kepentingan dan diminta untuk melaporkan bisnis masa
    depan yang dapat menimbulkan konflik kepentingan;
•   Meninjau hasil proses evaluasi kinerja Dewan Komisaris dan Direksi dengan mempertimbangkan komposisi
    Dewan Komisaris dan Direksi.

Komite juga bertugas untuk membuat rekomendasi kepada Dewan Komisaris terkait:

•   Merumuskan suksesi baik untuk Komisaris maupun Direktur dan khususnya untuk peran kunci Presiden
    Komisaris dan Presiden Direktur;
•   Calon yang tepat untuk peran Komisaris Independen;
•   Anggota Komite Audit dan Komite Nominasi, dan komite dewan lainnya yang sesuai, dengan berkonsultasi
    dengan ketua komite tersebut;
•   Penunjukan kembali setiap Komisaris pada akhir masa jabatan mereka yang ditentukan dengan memperhatikan
    kinerja dan kemampuan mereka untuk terus memberikan kontribusi kepada Dewan Komisaris berdasarkan
    pengetahuan, keterampilan dan pengalaman yang dibutuhkan;
•   Pemilihan ulang Direktur berdasarkan ketentuan yang terkait pemilihan ulang tahunan atau masa pensiun
    yang sesuai dengan ketentuan rotasi dalam anggaran dasar Perseroan, dengan memperhatikan kinerja dan
    kemampuan mereka untuk terus memberikan kontribusi kepada dewan terkait sesuai dengan pengetahuan,
    keterampilan dan pengalaman yang dibutuhkan dan juga kebutuhan untuk penyegaran komposisi Direksi
    (terutama dalam kaitannya dengan Direktur yang dipilih kembali untuk masa jabatan di luar 6 (enam) tahun).

Untuk fungsi remunerasi, adapun tugas dan tanggung jawab antara lain meliputi:

•   Bertanggung jawab untuk menetapkan kebijakan remunerasi untuk semua Direktur, termasuk hak pensiun dan
    pembayaran kompensasi. Tidak ada Direktur yang terlibat dalam keputusan apapun mengenai remunerasi
    yang bersangkutan;
•   Merekomendasikan dan memantau tingkat dan struktur remunerasi bagi anggota Dewan Komisaris;
•   Dalam menentukan kebijakan tersebut, pertimbangkan semua faktor yang dianggap perlu termasuk persyaratan
    hukum dan peraturan yang relevan, ketentuan dan rekomendasi kode etik dan panduan terkait. Tujuan dari
    kebijakan tersebut adalah untuk menarik, mempertahankan dan memotivasi manajemen eksekutif mengenai
    kualitas yang dibutuhkan untuk menjalankan perusahaan dengan baik, dengan memperhatikan pandangan
    pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya. Kebijakan remunerasi harus memperhatikan risiko
    Perseroan dan keselarasan dengan tujuan strategis jangka panjang Perseroan. Sebagian besar remunerasi
    harus disusun sedemikian rupa sehingga dapat selaras antara penghargaan dengan kinerja Perseroan dan
    individu dan dirancang untuk meningkatkan tujuan jangka panjang Perseroan;
•   Ketika menetapkan kebijakan remunerasi untuk Direksi, harus ditinjau dan diperhatikan kondisi gaji dan
    pekerjaan di Perseroan atau kelompok, terutama saat menentukan kenaikan gaji tahunan;
•   Meninjau kesesuaian dan relevansi kebijakan remunerasi yang sedang berjalan;
•   Dalam hal kebijakan yang disepakati dan dengan berkonsultasi dengan Presiden Komisaris dan/atau
    Presiden Direktur, jika sesuai, tentukan paket remunerasi individual masing-masing Direktur dan anggota
    Dewan Komisaris termasuk bonus, pembayaran insentif dan opsi saham atau lainnya;


                                                     117
Page 144
•   Untuk mendapatkan informasi terkini yang terpercaya tentang remunerasi di perusahaan lain dengan skala
    dan kerumitan yang sebanding. Untuk membantu memenuhi kewajibannya, panitia memiliki wewenang
    penuh untuk menunjuk konsultan remunerasi dan untuk melakukan pembayaran terhadap laporan, survei
    atau informasi yang dianggap perlu dengan anggaran Perseroan namun sesuai dengan batasan anggaran
    yang ditetapkan oleh Dewan Komisaris;
•   Bertanggung jawab untuk menetapkan kriteria seleksi, memilih, menunjuk dan menetapkan kerangka acuan
    untuk konsultan remunerasi yang memberi saran kepada panitia;
•   Menentukan kebijakan, ruang lingkup, dan pengaturan pensiun untuk setiap Direktur; dan
•   Memastikan bahwa persyaratan penghentian terhadap anggota Dewan Komisaris, dan pembayaran apa
    pun yang dilakukan, adil bagi individu, dan Perseroan, bahwa kegagalan tersebut tidak dihargai dan bahwa
    kewajiban untuk mengurangi kerugian diakui sepenuhnya.

Sesuai Piagam Komite Nominasi dan Remunerasi, sebagai bagian dari pelaksanaan tugasnya, Komite Nominasi
dan Remunerasi wajib mengadakan rapat paling sedikit 1 (satu) kali dalam 4 (empat) bulan. Rapat Komite
Nominasi dan Remunerasi hanya dapat diadakan bila dihadiri setidaknya oleh sebagian besar anggota. Selama
tahun 2021, Komite Nominasi dan Remunerasi telah mengadakan rapat sebanyak 5 (lima) kali dengan tingkat
kehadiran anggota Komite Nominasi dan Remunerasi 100%.

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Komite Nominasi dan Remunerasi selama tahun 2021 antara lain meliputi
melakukan evaluasi dan pengkajian atas nominasi calon anggota Direksi, melakukan diskusi terkait komposisi
Dewan Komisaris, Direksi dan Dewan Pengawas Syariah, melakukan diskusi terkait program pengembangan
Direksi yang selaras dengan perkembang terkini, melakukan diskusi terkait car ownership program untuk Direksi,
dan melakukan diskusi terkait rencana suksesi masing-masing Direksi, pembagian peran dan tanggung jawab
antar Direksi dan rencana kedepannya.

Komite Pemantau Risiko

Sesuai dengan POJK No. 29/POJK.05/2020, Perseroan telah membentuk Komite Pemantau Risiko sesuai dengan
Surat Keputusan Dewan Komisaris No.SK-004/BOC/BAF.XI/2020 pada tanggal 1 November 2020. Komposisi
anggota Komite Pemantau Risiko terakhir pada tanggal Prospektus ini diterbitkan adalah sebagai berikut:

Ketua                   :   Prabowo (merangkap sebagai Komisaris Independen Perseroan)

                            Uraian mengenai pengalaman kerja dapat dilihat pada bab ini subbab Pengurusan
                            dan Pengawasan.

Anggota                 :   Dani Firmansjah (merangkap sebagai Presiden Komisaris Perseroan dan Ketua
                            Komite Nominasi dan Remunerasi Perseroan)

                            Uraian mengenai pengalaman kerja dapat dilihat pada bab ini subbab Pengurusan
                            dan Pengawasan.

Anggota                 :   Heru Absoro (merangkap sebagai anggota Komite Audit Perseroan)

                            Uraian mengenai pengalaman kerja dapat dilihat pada bab ini subbab Tata Kelola
                            Perusahaan (Good Corporate Governance atau GCG)

Masa jabatan anggota Komite Pemantau Risiko adalah terhitung sejak tanggal keputusan Dewan Komisaris
sampai dengan berakhirnya masa jabatan anggota Dewan Komisaris sesuai dengan anggaran dasar Perseroan
atau sampai dengan jangka waktu lain yang ditetapkan berdasarkan keputusan Dewan Komisaris, sepanjang
tidak bertentangan dengan POJK maupun Peraturan Perundang-undangan yang terkait.

Tugas, tanggung jawab dan kewajiban Komite Pemantau Risiko dijabarkan dalam Piagam Komite Pemantau
Risiko yang merupakan pedoman kerja bagi Komite Pemantau Risiko. Berdasarkan Piagam Komite Pemantau
Risiko, tugas dan tanggung jawab untuk fungsi nominasi antara lain meliputi:
•    Melaksanakan evaluasi tentang kesesuaian antara kebijakan manajemen risiko dengan pelaksanaan kebijakan
     Perseroan;




                                                     118
Page 145
•    Melakukan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan tugas Komite Manajemen Risiko dan Satuan Kerja
     Manajemen Risiko; dan
•    Melaksanakan tugas dan tanggung jawab lain yang diberikan oleh Dewan Komisaris dari waktu ke waktu,
     khususnya terkait dengan pemantauan risiko.

Dalam lingkung tanggung jawabnya, memiliki wewenang antara lain:
•   Memperoleh akses atas dokumen, data, dan informasi Perseroan yang diperlukan sesuai dengan bidang
    tugasnya atas persetujuan Dewan Komisaris; dan
•   Memberikan pendapat dan rekomendasi kepadaDewan Komisaris dalam rangka penerapan risiko secara
    keseluruhan.

Sesuai Piagam Komite Pemantau Risiko, sebagai bagian dari pelaksanaan tugasnya. Selama tahun 2021, Komite
Nominasi dan Remunerasi Komite Pemantau Risiko telah mengadakan rapat sebanyak 5 (lima) kali dengan
tingkat kehadiran anggota Komite Pemantau Risiko 100%.

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Pemantau Risiko selama tahun 2021 antara lain meliputi melakukan
pembahasan dan evaluasi atas tingkat Kesehatan Perseroan, profil risiko Perusahaan per jenis-jenis risiko untuk
pembiayaan konvensional dan syariah, hasil pengawasan kepatuhan Perseroan terhadap ketentuan yang berlaku,
risk control self-assessment dan pelksanaan pilot project risk control self-assesment, penerapan manajemen
risiko berdasarkan SEOJK No. 7/SEOJK.05/2021 tentang Penerapan Manajemen Risiko bagi Perusahaan
Pembiayaan dan Perusahaan Pembiayaan Syariah, Penerapan Anti Pencucian Uang Pencegahan Pendanaan
Terorisme dan Pencegahan Pendanaan Proliferasi Senjata Pemusnah Massa, dan Legal dan litigasi dan serta
Penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 71 di Perseroan

9.8.		    Komite di bawah Direksi

Komite Tanggung Jawab Social (CSR)

Perseroan telah membentuk Komite Tanggung Jawab Sosial dengan susunan anggota Komite Tanggung Jawab
Sosial terakhir pada tanggal Prospektus ini diterbitkan sebagai berikut:

Ketua                   :   Ivan Sebastian

                            Warga Negara Indonesia, 41 tahun. Meraih gelar Sarjana dari Universitas Bina
                            Nusantara, bidang computer science, pada tahun 2003. Beliau bergabung dengan
                            Perseroan pada bulan Juli 2019 sebagai Associate Director yang membawahi Divisi
                            Marketing Development, dan Marketing Operation. Sebelumnya berkarir di Nusantara
                            Sakti Group dengan posisi terakhir sebagai Credit Marketing Manager Head Office
                            (2008-2010), PT Central Sentosa Finance (bagian dari Grup BCA) sebagai Credit and
                            Portfolio Analyst Division Head dan Marketing Affiliate Division Head (2010-2014)
                            dan PT Commerce Finance (bagian dari Grup New Armada) dengan posisi terakhir
                            sebagai Presiden Direktur (2014-2019).

Anggota                 :   A Lung Ng (merangkap sebagai Direktur Perseroan)

                            Uraian mengenai pengalaman kerja dapat dilihat pada bab ini subbab Pengurusan
                            dan Pengawasan.

Anggota                 :   Irna Vitasari

                            Warga Negara Indonesia, 39 Tahun. Meraih gelar Pasca Sarjana dari Universitas
                            Tarumanegara Jakarta pada tahun 2009 bidang Pendidikan Magister Manajemen.
                            Beliau memiliki pengalaman dan pernah bekerja sebagai Auditor - KAP Mulyamin
                            Sensi Suryanto (a member of Moore Stephens) tahun 2006-2008, - PT Mitra Pinasthika
                            Mustika Finance (2008-2012), Treasury Assistant Manager, - PT Adira Quantum
                            Multifinance (2012-2015), Finance Manager - PT Fortice Service Office (2015-2016),
                            Finance & Treasury Assistant Manager, - PT Bank Danamon Indonesia, Tbk (2016-
                            2020), Procurement Lead.



                                                      119
Page 146
Anggota                :   Puji Arianti (merangkap sebagai Sekretaris Perusahaan).

                           Uraian mengenai pengalaman kerja dapat dilihat pada bab ini subbab Sekretaris
                           Perusahaan.

Anggota                :   Pangestu Wibowo

                           Warga Negara Indonesia, 51 tahun. Meraih gelar Sarjana dari Universitas Katholik
                           Parahyangan Bandung, pada tahun 1994. Beliau memiliki pengalaman lebih dari
                           23 tahun di bidang keuangan/perbankan. Beliau bergabung dengan Perseroan sejak
                           bulan Desember 2017 sebagai Marketing Communication & Branding Division Head
                           hingga saat ini.

Anggota                :   Anglena Dhonna

                           Warga Negara Indonesia, 36 tahun. Meraih gelar Pasca Sarjana dari Sekolah Tinggi
                           Manajemen PPM pada tahun 2010 bidang Manajemen. Beliau memiliki pengalaman
                           dan pernah bekerja sebagai Management Researcher di Lembaga Riset PPM
                           di tahun (2010 – 2011), dan kemudian sebagai Organization Development Specialist
                           di Indofood CBP (2011 – 2013), Organization Development & Talent Management
                           di Lativi Mediakarya (tvOne) ditahun (2013 – 2015), serta sebagai Organization
                           Development Manager di PT Asuransi Cigna di tahun (2015 – 2020). Bergabung
                           dengan Perseroan sejak Januari 2021 sebagai HR Organization Development &
                           Employee Relation Head hingga saat ini.

Anggota                :   Putri Ayuningtyas

                           Warga Negara Indonesia, 36 tahun. Meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas
                           Trisakti Jakarta pada tahun 2007. Memiliki pengalaman dan pernah bekerja sebagai
                           Relationship Assistant di PT Bank Permata, Tbk (2007 –2009), Personal Financial
                           Consultant di PT Bank Permata, Tbk (2009 – 2010), Funding Officer di PT Bank
                           Mega, Tbk (2010 – 2011), Service Development Officer di Bank Artha Graha
                           Internasional, Tbk (2011 – 2012), Service Quality Officer di PT Bank Panin, Tbk
                           (2013 – 2015), dan Service Quality Manager di PT Bank Panin, Tbk (2015 – 2018).

Anggota                :   Josephine Novita

                           Warga Negara Indonesia, 45 Tahun. Meraih gelar Sarjana dari Universitas Sanata
                           Dharma Yogyakarta pada tahun 2001 bidang Pendidikan Akuntansi. Beliau memiliki
                           pengalaman dan pernah bekerja sebagai Management Trainee dengan penugasan
                           sebagai Training Analyst di Astra Credit Companies – PT Astra Sedaya Finance
                           (2002 – 2004), Fleet Sales Head DKI & Jabar di Astra Credit Companies – PT Astra
                           Sedaya Finance (2004 – 2008), Marketing Manager Non Dealer Sales di area Sumatera
                           dan lanjut area Jabodetabek di PT Adira Dinamika Multifinance, Tbk (2008 – 2012),
                           Head of Car & Motorcycle Product di PT Adira Dinamika Multifinance, Tbk (2012 –
                           2015), dan sebagai Mega Solusi Product Development Division Head di PT Mega
                           Central Finance (2015 – 2017).

Tugas dan tanggung jawab Komite Tanggung Jawab Sosial meliputi antara lain : (i) merumuskan dan
memperbaharui visi, strategi dan pelaksanaan program CSR bagi Perseroan; (ii) menetapkan prinsip-prinsip
yang mengatur kebijakan Perseroan dalam CSR; (iii) mengawasi pengembangan dan pelaksanaan sistem
serta prosedur untuk memastikan pencapaian tujuan CSR bagi Perseroan; (iv) memastikan transparansi yang
diperlukan dan keterbukaan yang tepat dalam perilaku bisnis Perseroan mencapai tujuan tanggung jawab sosial
dan lingkungan Perseroan; (v) mengawasi program Perseroan yang berkaitan dengan CSR dan memastikan
program tersebut terintegrasi dan diterapkan secara konsisten; dan (vi) melakukan review tahunan terhadap
pelaksanaan program CSR.




                                                    120
Page 147
Komite Tanggung Jawab Sosial wajib mengadakan rapat paling sedikit 1 (satu) kali dalam 3 (tiga) bulan. Selama
tahun 2021, Komite Tanggung Jawab Sosial Perusahaan telah melaksanakan beberapa kali rapat yang membahas
antara lain mengenai anggaran dan rencana kegiatan tanggung jawab sosial sepanjang tahun 2021.

Komite Manajemen Kelangsungan Usaha (Business Continuity Management atau BCM)

Perseroan telah membentuk Komite Manajemen Kelangsungan Usaha dengan susunan anggota Komite Manajemen
Kelangsungan Usaha terakhir pada tanggal Prospektus ini diterbitkan sebagai berikut:

Ketua                  :   Charles Gultom (merangkap sebagai Direktur Perseroan).

                           Uraian mengenai pengalaman kerja dapat dilihat pada bab ini subbab Pengurus dan
                           Pengawasan.

Anggota                :   A Lung Ng (merangkap sebagai Direktur Perseroan).

                           Uraian mengenai pengalaman kerja dapat dilihat pada bab ini subbab Pengurus dan
                           Pengawasan.

Anggota                :   Yudono (merangkap sebagai Direktur Perseroan).

                           Uraian mengenai pengalaman kerja dapat dilihat pada bab ini subbab Pengurus dan
                           Pengawasan.

Anggota                :   Denny Kurniawan

                           Warga Negara Indonesia, 38 tahun. Meraih gelar Sarjana dari Universitas Bina
                           Nusantara, bidang computer science, pada tahun 2005. Beliau bergabung dengan
                           Perseroan pada tahun 2019 sebagai Information Technology Operation Division
                           Head hingga saat ini. Beliau sebelumnya pernah bekerja sebagai Senior Manager
                           Teknologi Informasi PT Mitra Adiperkasa Tbk. (2016-2019).

Anggota                :   Dwi Adi Riyanto

                           Warga Negara Indonesia, 44 tahun. Meraih gelar sarjana dari Universitas Trisakti,
                           bidang ekonomi manajemen, pada tahun 2001. Beliau bergabung dengan Perseroan
                           pada tahun 2002 sebagai Collector, dan saat ini menjabat sebagai Collection Deputy
                           Division Head.

Anggota                :   Ollyvia Yanuar

                           Warga Negara Indonesia 37 tahun. Meraih gelar Master di bidang Psikologi dari
                           Universitas Tarumanegara pada tahun 2010. Beliau pernah bekerja sebagai People
                           and Culture Manager di PT Asuransi Parolamas (Insurance Australia Group), dan
                           saat ini menjabat sebagai Human Resources Management Division Head Perseoran.

Anggota                :   Lora Oktaviani

                           Warga Negara Indonesia, 36 tahun. Meraih gelar Magister Ilmu Hukum dari Universitas
                           Indonesia pada tahun 2008 dan gelar Sarjana Hukum dari Universitas Tarumanagara
                           pada tahun 2006. Beliau pernah bekerja sebagai Head of Legal & Corporate Secretary
                           di PT Lippo Cikarang Tbk, dan saat ini menjabat sebagai Legal & Litigation Head
                           di Perseroan.




                                                     121
Page 148
Anggota                 :   Wiwin Rendra

                            Warga Negara Indonesia, 48 tahun. Meraih gelar sarjana dari Universitas Muslim
                            Indonesia pada tahun 1997. Beliau pernah bekerja di PT Cipta Sarana Nusindo
                            degan jabatan terakhir sebagai Marketing Manager dan PT Kamadjaya Logistic
                            dengan jabatan terakhir District Manager, dan saat ini menjabat sebagai Regional
                            Centre Head Perseroan.

Anggota                 :   Tri Nardiyanti (merangkap sebagai anggota Komite Tanggung Jawab Sosial)

                            Uraian mengenai pengalaman kerja dapat dilihat pada bab ini subbab Komite di bawah
                            Direksi.

Anggota                 :   Arie Yulius

                            Warga Negara Indonesia, 44 tahun, berdomisili di Jakarta. Meraih gelar Sarjana
                            dari Universitas Trisakti bidang Akuntansi, pada tahun 1999. Beliau telah bergabung
                            dengan Perseroan selama lebih dari 10 tahun dan telah menduduki berbagai jabatan
                            antara lain National Branch Control Finance Department Head, Risk Management
                            Policy & Corporate Governance Risk Department Head, Area Credit Department Head,
                            Corporate Planning Department Head, Corporate Planning Deputy Division Head,
                            Corporate Planning Division Head sekaligus merangkap sebagai Corporate Secretary.
                            Beliau saat ini menjabat sebagai Credit Policy and Credit Operational Group Head.

Anggota                 :   Puji Arianti (merangkap sebagai Sekretaris Perusahaan dan anggota Komite Tanggung
                            Jawab Sosial (CSR)).

                            Uraian mengenai pengalaman kerja dapat dilihat pada bab ini subbab Sekretaris
                            Perusahaan.

Tugas dan tanggung jawab Komite Manajemen Kelangsungan Usaha meliputi antara lain : (i) mempersiapkan,
memelihara, dan memperbaharui kebijakan Manajemen Kelangsungan Usaha, rencana Manajemen Kelangsungan
Usaha, dan dokumen terkait lainnya agar sesuai dengan kondisi atau situasi terkini; (ii) memastikan dilakukannya
kegiatan sosialisasi, latihan dan tindakan yang diperlukan terkait dengan Manajemen Kelangsungan Usaha
termasuk pengelolaan gangguan usaha dan pemulihan bencana; dan (iii) mengembangkan fungsi atau tanggung
jawab Manajemen Kelangsungan Usaha sesuai dengan kebijakan yang berlaku.

Komite Manajemen Kelangsungan Usaha wajib mengadakan rapat paling sedikit 1 (satu) kali dalam 3 (tiga)
bulan. Selama tahun 2021, Komite Manajemen Kelangsungan Usaha telah melaksanakan beberapa kali rapat
yang membahas mengenai antisipasi bencana alam seperti banjir, gempa bumi, rencana pelaksanaan Annual
Disaster Recovery Drill, penyusunan draft pengkinian atas prosedur BCM, penyusunan konsep call tree dan
rencana sosialisasi di kantor pusat.

Komite Keselamatan & Kesehatan Kerja

Perseroan telah membentuk Komite Keselamatan & Kesehatan Kerja dengan susunan anggota Komite
Keselamatan & Kesehatan Kerja terakhir pada tanggal Prospektus ini diterbitkan sebagai berikut:

Ketua                   :   Yudono (merangkap sebagai Direktur Perseroan)

                            Uraian mengenai pengalaman kerja dapat dilihat pada bab ini subbab Pengurus dan
                            Pengawasan.

Anggota                 :   Jimmy Iskandar (merangkap sebagai Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi)

                            Uraian mengenai pengalaman kerja dapat dilihat pada bab ini subbab Komite dibawah
                            Dewan Komisaris




                                                      122
Page 149
Anggota   :   Irvan Praka

              Warga Negara Indonesia, 37 tahun. Meraih gelar Sarjana dari STAI Al-Azhary pada
              tahun 2006. Beliau telah bekerja di Perseroan selama 13 tahun dan telah menduduki
              beberapa jabatan dari mulai sebagai CMO, Chief CMO, Operation Branch Support,
              National Trainer, Deputy Department Head L&D dan saat ini menjabat sebagai
              Department Head L&D Services.

Anggota   :   Yudi Maulana

              Warga Negara Indonesia, 42 tahun. Meraih gelar D3 dari Politeknik Institut Teknologi
              Bandung, bidang teknik elektro, pada tahun 2001, dan gelar Sarjana dari Sekolah
              Tinggi Ilmu Ekonomi Yasmi Cirebon, bidang ekonomi manajemen, pada tahun 2012.
              Beliau bergabung dengan Perseroan pada tahun 2002 sebagai admin staff cabang
              Cirebon, dan selanjutnya telah menduduki beberapa jabatan sebagai Finance Head
              Cabang Cirebon, Branch Controller Cabang Bogor, Assistant Manager Branch Control
              Finance, Assistant Manager Operation Development, Assistant Manager Operation
              Area, Assistant Manager General Affair, National Manager General Affair dan saat ini
              menjabat sebagai Office Building Management Department Head.

Anggota   :   Donna Astuti

              Warga Negara Indonesia, 43 tahun. Meraih gelar Sarjana dari Universitas STIE
              Perbanas, bidang managemen perbankan, pada tahun 2001. Beliau bergabung
              dengan Perseroan sejak bulan Maret 2004 sebagai Admin Staff dan selanjutnya
              telah menduduki beberapa jabatan sebagai Admin Head, Branch Controller, Deputy
              Branch Manager, Branch Head, Department Head Finance Area 1, dan saat ini
              menjabat sebagai Admin Finance Area 1 Department Head. Sebelumnya pernah
              bekerja sebagai Desk Collection PT GE Finance Customer Care (2000-2002) dan
              Customer Care PT Internusa Data Digitalindo (2002-2004).

Anggota   :   Andarto

              Warga Negara Indonesia, 42 tahun. Meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas
              Gunadarma, pada tahun 2004. Beliau pernah bekerja sebagai Data analist di PT Nusa
              Surya Ciptadana. Beliau bergabung dengan Perseroan sejak tahun 2005 sebagai
              Admin Staff Headquarter, dan selanjutnya telah menduduki beberapa jabatan sebagai
              Branch Control Assistant Manager, Human Resources Services Deputy Department
              Head, IT Task Force 4G Deputy Dept Head, dan saat ini menjabat sebagai Operation
              Policy & Development Department Head.

Anggota   :   Randy Pilar

              Warga Negara Indonesia, 34 tahun. Meraih gelar Sarjana Desain dari Institut
              Teknologi Bandung pada tahun 2011. Beliau bergabung dengan Perseroan sejak
              bulan Desember 2018 sebagai Creative Strategy Department Head hingga saat ini.
              Sebelumnya pernah bekerja sebagai desainer di Honda R&D Southeast Asia Co.,Ltd
              (2011-2014) dan Styling Design & Development Department Head PT Pakoakuina
              (perusahaan anak PT Astra Otoparts Tbk.) (2014-2018).

Anggota   :   Andhika Adikusuma

              Warga Negara Indonesia, 38 tahun. Meraih gelar Sarjana dari Universitas ITENAS,
              Bandung, bidang arsitektur, pada tahun 2007. Beliau bergabung dengan Perseroan
              sejak bulan Juli 2016 sebagai General Service Office Building Management Deputy
              Department Head hingga saat ini. Sebelumnya pernah bekerja sebagai Junior Architect
              di PT Citra Esa Buana (2007-2009) dan Senior Architect & Engineering di PT Kreasi
              Handal Selaras (Grup Handal Selaras) (2009-2016).



                                        123
Page 150
Anggota   :   Andarto

              Warga Negara Indonesia, 40 tahun. Meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas
              Gunadarma, pada tahun 2004. Beliau pernah bekerja sebagai Data analist di PT Nusa
              Surya Ciptadana. Beliau bergabung dengan Perseroan sejak tahun 2005 sebagai
              Admin Staff Headquarter, dan selanjutnya telah menduduki beberapa jabatan sebagai
              Branch Control Assistant Manager, Human Resources Services Deputy Department
              Head, IT Task Force 4G Deputy Dept Head, dan saat ini menjabat sebagai Operation
              Policy & Development Department Head.

Anggota   :   Randy Pilar

              Warga Negara Indonesia, 32 tahun. Meraih gelar Sarjana Desain dari Institut
              Teknologi Bandung pada tahun 2011. Beliau bergabung dengan Perseroan sejak
              bulan Desember 2018 sebagai Creative Strategy Department Head hingga saat ini.
              Sebelumnya pernah bekerja sebagai desainer di Honda R&D Southeast Asia Co.,Ltd
              (2011-2014) dan Styling Design & Development Department Head PT Pakoakuina
              (perusahaan anak PT Astra Otoparts Tbk.) (2014-2018).

Anggota   :   Andhika Adikusuma

              Warga Negara Indonesia, 36 tahun. Meraih gelar Sarjana dari Universitas ITENAS,
              Bandung, bidang arsitektur, pada tahun 2007. Beliau bergabung dengan Perseroan
              sejak bulan Juli 2016 sebagai General Service Office Building Management Deputy
              Department Head hingga saat ini. Sebelumnya pernah bekerja sebagai Junior Architect
              di PT Citra Esa Buana (2007-2009) dan Senior Architect & Engineering di PT Kreasi
              Handal Selaras (Grup Handal Selaras) (2009-2016).

Anggota   :   Donna Panggabean

              Warga Negara Indonesia, 45 tahun. Meraih gelar Sarjana dari Universitas Methodist
              Indonesia, Medan, bidang ekonomi manajemen, pada tahun 2000. Beliau bergabung
              dengan Perseroan sejak tahun 2002 sebagai staf finance cabang Medan dan
              selanjutnya telah menduduki beberapa jabatan sebagai Chief Finance Cabang Medan,
              Finance Head Cabang Bangka dan Cabang Kisaran, Branch Head Cabang Jatibarang,
              Cabang Kebumen, Cabang Sukoharjo dan Cabang Bogor, Deputy Branch Manager
              Cabang Bogor, Assistant Manager Operation 1 Area 1, dan saat ini sebagai Human
              Resources Management Services Deputy Departement Head. Sebelumnya pernah
              bekerja sebagai Finance Advisor PT Sentra Arta Mas (2000-2001) dan Financial
              Consultant PT AXA Mandiri Life (2001).

Anggota   :   Minetta Roselani

              Warga Negara Indonesia, 35 tahun. Meraih gelar Sarjana dari Universitas Katolik
              Indonesia Atma Jaya, bidang psikologi, pada tahun 2010. Beliau bergabung dengan
              Perseroan sejak bulan Desember 2018 sebagai Human Resource Business Partner &
              Acquisition Specialist hingga saat ini. Sebelumnya pernah bekerja sebagai Senior
              Human Resource Business Partner Specialist PT Equity Life Indonesia (2015-2018).




                                        124
Page 151
Anggota                :   Yulius Ariyasatya

                           Warga Negara Indonesia, 35 tahun. Meraih gelar Sarjana dari Universitas Bina
                           Nusantara, bidang computer science, pada tahun 2008 dan Magister Manajemen
                           dari Universitas Bina Nusantara pada tahun 2014. Beliau bergabung dengan
                           Perseroan sejak bulan Juni 2019 sebagai Risk Management & Compliance Deputy
                           Division Head hingga saat ini. Sebelumnya pernah bekerja sebagai Loan Work Out
                           Assistant Manager PT Bank Permata Tbk. (2009-2012), Corporate and Commercial
                           Banking Policy and Portfolio dalam Divisi Manajemen Risiko PT. Bank UOB Indonesia
                           (2012-2013) dan Retail Credit Risk Management Department Head PT. Bank CTBC
                           Indonesia (2015-2019).

Anggota                :   Rachmat Basuki

                           Warga Negara Indonesia, 44 Tahun. Meraih gelar Magister Manajemen dari
                           Universitas Indonesia pada tahun 2008 dan Sarjana Teknik Arsitektur dari Universitas
                           Indonesia pada tahun 2001. Beliau memiliki pengalaman di beberapa bidang HR
                           termasuk sebagai Senior HR Relationship Manager, Learning Partner dan Junior
                           HR Relationship Manager di PT Bank DBS Indonesia. Sebelumnya beliau pernah
                           bekerja sebagai Senior Manager Rekrutment di bank Permata. Beliau juga pernah
                           bekerja di Consult Group Executive Search (headhunter) dengan posisi terakhirnya
                           sebagai Division Head untuk Financial Services Industry.

Anggota                :   Yudhi Gunawan

                           Warga Negara Indonesia, 45 tahun. Meraih gelar Sarjana dari Universitas Pancasila,
                           Jakarta, jurusan Akutansi pada tahun 1999. Beliau bergabung dengan Perseroan
                           sejak tahun 2000 sebagai staff Accounting, Ass. Manager accounting dan pernah
                           menjabat sebagai Ass. Manager Marketing, Manager Accounting, Manager Corporate
                           Planning, Manager General Affair dan saat ini sebagai Office Building Management
                           Department Head.

Anggota                :   Muh. Hasiruddin

                           Warga Negara Indonesia, 38 tahun. Meraih gelar Sarjana dari Universitas Hasanuddin
                           Makassar Fakultas Hukum pada tahun 2009. Beliau pernah bekerja di beberapa
                           Perseroan sebagai Human Resource Industrial Relations dan Legal sejak tahun 2010.
                           Beliau bekerja di Perseroan dari Juli 2021 dan saat ini menjabat sebagai Human
                           Resource Industrial Relations Department Head.

Anggota                :   Rias Andrika

                           Warga Negara Indonesia, 35 Tahun. Meraih gelar Sarjana dari Institut Teknologi
                           Bandung bidang Teknik Sipil. Beliau memiliki pengalaman bekerja di PT Toyota-Astra
                           Motor selama 10 tahun dengan penempatan terakhir sebagai Project Planning &
                           Kaizen Head. Beliau bergabung dengan Perseroan sejak bulan Maret 2021 dan
                           menduduki beberapa jabatan sebagai General Affairs Department Head dan saat ini
                           menjabat sebagai Corporate Planning Department Head.

Tugas dan tanggung jawab Komite Keselamatan & Kesehatan Kerja meliputi (i) pengumpulan dan proses data
keselamatan dan kesehatan kerja; (ii) membantu menunjukkan dan menjelaskan kepada karyawan perihal
faktor-faktor risiko dan/atau berbahaya yang dapat mempengaruhi efisiensi dan produktivitas kerja, penggunaan
peralatan/perlengkapan keselamatan kerja, cara-cara melakukan pekerjaan yang benar dan aman terhadap
keselamatan dan kesehatan kerja; (iii) mendukung manajemen Perseroan untuk mengevaluasi, membangun dan
mengimplementasikan, memonitor dan merekomendasikan tindakan perbaikan/korektif dan juga melaksanakan
administrasi terkait keselamatan dan kesehatan kerja; dan (iv) mendukung manajemen Perseroan untuk menyusun
kebijakan manajemen dan panduan untuk meningkatkan keselamatan kerja, kebersihan tempat kerja, kesehatan
kerja, ergonomi dan gizi karyawan.




                                                     125
Page 152
Komite Keselamatan & Kesehatan Kerja wajib mengadakan rapat paling sedikit 1 (satu) kali dalam 3 (tiga) bulan.
Selama tahun 2021, Komite Keselamatan dan Kesehatan Kerja telah melaksanakan beberapa kali rapat yang
membahas antara lain penyampaian usulan dan pembahasan program kerja sepanjang tahun 2021 yang meliputi
safety program, health program dan safety riding.

Komite Pengarah Teknologi Informasi

Perseroan telah membentuk Komite Pengarah Teknologi Informasi dengan susunan anggota Pengarah Teknologi
Informasi terakhir pada tanggal Prospektus ini diterbitkan sebagai berikut:

Ketua                   :   Lynn Ramli (merangkap sebagai Presiden Direktur Perseroan)

                            Uraian mengenai pengalaman kerja dapat dilihat pada bab ini subbab Pengurusan
                            dan Pengawasan.

Anggota                 :   Akira Sugai (merangkap sebagai Wakil Presiden Direktur Perseroan)

                            Uraian mengenai pengalaman kerja dapat dilihat pada bab ini subbab Pengurusan
                            dan Pengawasan.

Anggota                 :   Sigit Sembodo (merangkap sebagai Direktur Perseroan)

                            Uraian mengenai pengalaman kerja dapat dilihat pada bab ini subbab Pengurusan
                            dan Pengawasan.

Anggota                 :   Yudono (merangkap sebagai Direktur Perseroan)

                            Uraian mengenai pengalaman kerja dapat dilihat pada bab ini subbab Pengurusan
                            dan Pengawasan.

Anggota                 :   Yulius Ariyasatya (merangkap sebagai anggota Komite Keselamatan & Kesehatan
                            Kerja)

                            Uraian mengenai pengalaman kerja dapat dilihat pada bab ini subbab Komite di bawah
                            Direksi.

Anggota                 :   Denny Kurniawan

                            Warga Negara Indonesia, 38 tahun. Meraih gelar Sarjana dari Universitas Bina
                            Nusantara bidang Computer Science pada tahun 2005. Beliau pernah bekerja sebagai
                            IT Senior Manager di PT Mitra Adiperkasa Tbk., dan saat ini menjabat sebagai
                            IT Operation Division Head Perseoran.

Anggota                 :   Shirly Anjar Artha

                            Warga Negara Indonesia, 42 tahun. Meraih gelar Magister dari Universitas Budi Luhur,
                            bidang computer science, pada tahun 2010. Beliau bergabung dengan Perseroan
                            sejak bulan April 2018 sebagai IT Planning & Development Division Head hingga
                            saat ini. Sebelumnya pernah bekerja di PT Great Eastern Life Indonesia dengan
                            jabatan terakhir sebagai Head of IT Project Management and IT Management Office
                            (2004-2018).

Tugas dan tanggung jawab Komite Keselamatan & Kesehatan Kerja meliputi (i) pengumpulan dan proses data
keselamatan dan kesehatan kerja; (ii) membantu menunjukkan dan menjelaskan kepada karyawan perihal
faktor-faktor risiko dan/atau berbahaya yang dapat mempengaruhi efisiensi dan produktivitas kerja, penggunaan
peralatan/perlengkapan keselamatan kerja, cara-cara melakukan pekerjaan yang benar dan aman terhadap
keselamatan dan kesehatan kerja; (iii) mendukung manajemen Perseroan untuk mengevaluasi, membangun dan
mengimplementasikan, memonitor dan merekomendasikan tindakan perbaikan/korektif dan juga melaksanakan




                                                      126
Page 153
administrasi terkait keselamatan dan kesehatan kerja; dan (iv) mendukung manajemen Perseroan untuk menyusun
kebijakan manajemen dan panduan untuk meningkatkan keselamatan kerja, kebersihan tempat kerja, kesehatan
kerja, ergonomi dan gizi karyawan.

Komite Keselamatan & Kesehatan Kerja wajib mengadakan rapat paling sedikit 1 (satu) kali dalam 3 (tiga) bulan.
Selama tahun 2019, Komite Keselamatan dan Kesehatan Kerja telah melaksanakan beberapa kali rapat yang
membahas antara lain penyampaian dan penyusunan IT report terkait system availability, berbagai IT project
baik di sisi IT Development maupun IT Operations yang meliputi infrastruktur IT serta pengembangan aplikasi
dalam mendukung operasioal Perseroan.

9.9.		    Upaya Pengelolaan Risiko

Dalam pengelolaan risiko, Perseroan menerapkan manajemen risiko yang mencakup (i) pengawasan aktif direksi
dan, dewan komisaris; (i) kecukupan kebijakan, prosedur, dan penetapan limit risiko; (iii) kecukupan proses
identifikasi, pengukuran, pemantauan dan pengendalian risiko; (iv) sistem informasi manajemen risiko; dan
(v) sistem pengendalian internal yang menyeluruh. Berikut ini penerapan manajemen risiko dalam Perseroan:

1.   Risiko Pembiayaan

     a.   Pengawasan aktif Direksi dan Dewan Komisaris
          -   Direksi senantiasa melakukan Pengawasan aktif dalam memahami dan mengelola risiko pembiayaan
              yang melekat pada kegiatan usaha pembiayaan, dengan melakukan pengawasan atas setiap
              aktifitas bisnis melalui rapat dwi-mingguan dan bulanan dengan setiap divisi.
          -   Direksi dan Dewan Komisaris telah turut serta dalam menyusun/menetapkan serta melakukan
              review kebijakan dan pedoman penyaluran pembiayaan, termasuk manajemen risiko yang
              terinternalisasi dalam setiap kebijakan yang diambil, dengan melakukan rapat untuk membahas
              portfolio pembiayaan dengan mempertimbangkan aspek demografi, geografi dan hal yang sesuai
              dengan POJK.
          -   Direksi telah memastikan bahwa penerapan manajemen risiko dilakukan secara efektif pada
              pelaksanaan aktivitas penyediaan dana, antara lain dengan memantau perkembangan dan
              permasalahan dalam aktivitas bisnis Perseroan terkait risiko pembiayaan, termasuk penyelesaian
              pembiayaan bermasalah.
          -   Dewan Komisaris telah memastikan bahwa penerapan manajemen risiko untuk risiko kredit dilakukan
              secara efektif dan terintegrasi dengan penerapan manajemen risiko efektif pada pelaksanaan
              aktivitas penyaluran pembiayaan, antara lain memantau perkembangan dan permasalahan dalam
              aktivitas bisnis Perseroan terkait risiko kredit, termasuk penyelesaian pembiayaan bermasalah.
          -   Direksi dan Dewan Komisaris telah bertanggungjawab agar seluruh aktivitas penyaluran pembiayaan
              dilakukan sesuai dengan strategi dan kebijakan risiko kredit yang disetujui oleh Dewan Komisaris
              serta telah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
          -   Direksi dan Dewan Komisaris telah memastikan bahwa penerapan manajemen risiko dilakukan
              secara efektif pada pelaksanaan aktivitas penyaluran pembiayaan atau investasi, antara lain
              memantau perkembangan dan permasalahan dalam aktivitas penyaluran pembiayaan atau investasi
              Perseroan.
          -   Dewan Komisaris memantau penyaluran pembiayaan termasuk mengkaji ulang penyaluran
              pembiayaan dengan jumlah besar atau yang diberikan kepada pihak terkait telah sesuai dengan
              ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

     b.   Kecukupan kebijakan, prosedur, dan penetapan limit Risiko
          -   Strategi dan kebijakan penyaluran pembiayaan telah memadai dan didukung oleh penerapan;
              (i) SANDIA dan BAF PRO dan (ii) Credit Analyst yang tersentralisasi serta (iii) Standarisasi proses
              akuisisi berdasarkan standar parameter yang cukup obyektif dalam menilai kecukupan kelayakan
              calon konsumen.
          -    Perseroan telah memilki strategi dan kebijakan penanganan/penagihan konsumen secara memadai,
              termasuk didalamnya kebijakan untuk kantor cabang melakukan pemantauan dan pelaporan,
              seperti: (i) Laporan ringkasan tunggakan; (ii) Laporan penagihan harian; (iii) Laporan konsumen
              yang tidak bias dihubungi. Strategi dan kebijakan tersebut akan terus dievaluasi dan diperbarui.
          -   Perseroan telah memiliki prosedur untuk melakukan analisis, persetujuan, dan administrasi
              pembiayaan.


                                                       127
Page 154
     -   Perseroan telah menetapkan limit penyaluran pembiayaan secara keseluruhan untuk seluruh
         aktivitas bisnis Perseroan yang mengandung Risiko Pembiayaan, baik untuk pihak terkait maupun
         tidak terkait, serta untuk individu maupun kelompok debitur.
     -   Perseroan telah menerapkan toleransi risiko untuk Risiko Pembiayaan. Penetapan limit risiko
         pembiayaan telah didokumentasikan secara tertulis yang memudahkan penetapan jejak audit
         untuk kepentingan auditor internal maupun eksternal.

c.   Kecukupan proses identifikasi, pengukuran, pemantauan, dan pengendalian risiko
     -   Kerangka manajemen risiko pembiayaan yang dimiliki sudah memadai dimana telah dilakukan
         pemisahan antara tugas Marketing dengan tugas Credit Analyst serta didukung dengan
         diimplementasikannya Mobile Survey, Welcoming Call (untuk konsumen baru) dan Account
         Receivable Officer (ARO) monitoring untuk memantau dan mengevaluasi petugas lapangan
         secara berkala. Di tahun 2021, Perseroan juga mengembangkan Collection Managementt System
         (CMS) untuk melalukan pemantauan aktivitas penagihan (collection activity) dan data/informasi
         yang up-to-date, dengan mengintegrasikan antara Call Collection & Field Collection. Aplikasi ini
         merupakan perwujudan collection strategy di tahun 2021 dalam memaksimalkan pemantauan atas
         aktivitas penagihan di tengah kebutuhan kondisi saat ini dan tahun depan.
     -   Perseroan sudah memiliki pre-scoring yang memberikan rekomendasi untuk dilakukan analisis
         lebih lanjut oleh Credit Analyst.
     -   Proses Customer Due Diligence dilakukan kepada setiap konsumen baru (sebelum disetujui)
         dengan cara melakukan kunjungan ke rumah konsumen oleh surveyor dan wawancara melalui
         telepon oleh Credit Analyst.
     -   Proses Enhanced Due Diligence juga dilakukan kepada sebagian konsumen baru secara memadai
         dengan melakukan kunjungan secara random atau acak oleh Chief CMO untuk meminimalkan
         risiko pembiayaan.
     -   Tim APU PPT cabang juga melakukan proses due diligence kepada konsumen secara berkala
         serta melaporkan hasilnya kepada unit APU PPT Pusat.
     -   Kecukupan pencadangan sudah dipenuhi oleh Perseroan dengan melakukan analisis data historikal
         dan review secara berkala dan dibahas dalam rapat Direksi.
     -   Perseroan telah melakukan stress testing portofolio secara rutin untuk mendukung analisis Risiko
         Kredit akibat kegagalan pihak lawan (counterparty credit risk).

d.   Sistem informasi manajemen risiko
     -    Perseroan telah memiliki sistem Informasi Manajemen yang memadai dan tepat waktu untuk
          mengidentifikasi risiko pembiayaan seluruh debitur, seperti tableau.
     -    Analisis terhadap debitur yang dibuat oleh Divisi Credit meliputi profiling debitur, segmentasi
          debitur, analisis demografi dan geografi.
     -    Perseroan dalam menyaring calon debitur didukung oleh Credit Scoring oleh Biro Kredit Pefindo,
          Perseroan juga telah bekerja sama dengan sistem Dukcapil.
     -    Perseroan telah implementasi secara penuh Core System Consumer Financing and Leasing
          (ConFins-R2) generasi ke-4 yang memiliki kemampuan untuk mendukung perluasan bisnis
          ke berbagai macam produk usaha dengan cepat dan tepat.
     -    Sistem informasi yang dimiliki mampu mengakomodasi strategi mitigasi Risiko Pembiayaan melalui
          berbagai macam metode atau kebijakan, misalnya penetapan limit, lindung nilai, dan sekuritisasi
          aset.
     -    Sistem informasi manajemen risiko untuk risiko kredit mampu menyediakan data secara akurat,
          lengkap, informatif, tepat waktu, dan dapat diandalkan. data yang disediakan mencakup data
          mengenai jumlah seluruh eksposur pembiayaan peminjam individual dan pihak lawan transaksi
          (counterparty), eksposur country risk, pencadangan yang dibentuk terkait country risk serta
          portofolio pembiayaan dan laporan pengecualian limit risiko kredit yang dapat digunakan Direksi
          untuk mengidentifikasi adanya Risiko konsentrasi pembiayaan.
     -    Sistem informasi yang dimiliki mampu mengakomodasi strategi mitigasi risiko pembiayaan melalui
          berbagai macam metode atau kebijakan, misalnya penetapan limit, lindung nilai, sekuritisasi aset,
          asuransi, agunan, dan perjanjian on-balancesheet netting.




                                                 128
Page 155
     e.   Sistem pengendalian internal yang menyeluruh
          -    Penerapan 3 Jenjang Pertahanan (Three Lines of Defense) dalam struktur Perseroan yang terdiri
               dari Fungsi Bisnis, Fungsi Manajemen Risiko & Kepatuhan serta Fungsi Audit Internal;
          -    Divisi Credit yang terpisah dari marketing dan collection, dan melakukan review secara berkala
               terhadap risiko pembiayaan yang muncul dari portofolio dan eksposur piutang pembiayaan.
          -    Terdapat rapat koordinasi antar divisi yang terkait dengan penanganan risiko pembiayaan yang
               dilakukan secara berkala (mingguan).
          -    Audit internal atas proses Risiko Pembiayaan dilakukan secara periodik.

2.   Risiko Dukungan Dana

     a.   Pengawasan aktif Direksi dan Dewan Komisaris
          -   Perseroan memiliki Divisi Corporate Finance yang berfungsi sebagai satuan kerja dalam pengelolaan
              risiko dukungan dana yang memadai serta terkait dengan penerapan proses manajemen risiko
              dukungan dana di Perseroan.
          -   Direksi dan Dewan Komisaris telah memastikan bahwa manajemen risiko untuk risiko dukungan
              dana (permodalan) dilakukan secara terintegrasi dengan manajemen risiko lainnya yang dapat
              berdampak pada profil risiko dukungan dana (permodalan) Perseroan.
          -   Direksi memiliki pemahaman yang memadai mengenai Risiko yang melekat pada seluruh kegiatan
              bisnis dalam perusahaan dan mampu mengambil tindakan yang diperlukan sesuai dengan profil
              risiko dukungan dana (permodalan) Perseroan.
          -   Direksi telah memastikan bahwa Perusahaan memiliki kemampuan pendanaan yang cukup melalui
              serangkaian evaluasi secara berkala.
          -   Direksi telah memastikan bahwa Perseroan memiliki kemampuan pendanaan yang cukup sesuai
              dengan tingkat risiko perusahaan melalui evaluasi dan laporan dwi mingguan dan bulanan dari
              Divisi Corporate Finance.

     b.   Kecukupan kebijakan, prosedur, dan penetapan limit risiko
          -   Perseroan telah memiliki kecukupan yang memadai atas kebijakan, prosedur dan penetapan
              wewenang/tanggung jawab yang jelas untuk setiap satuan/unit kerja yang melaksanakan fungsi
              manajemen risiko untuk risiko dukungan dana (permodalan).
          -   Direksi melakukan pemantauan permodalan Perseroantermasuk tingkat kesehatan Keuangan
              sesuai dengan kebijakan dan pedoman Strategi Manajemen Risiko melalui laporan bulanan yang
              disampaikan oleh Divisi Corporate Finance.

     c.   Kecukupan proses identifikasi, pengukuran, pemantauan, dan pengendalian risiko
          -   Perseroan telah melakukan identifikasi dan analisis terhadap beberapa faktor yang dapat
              meningkatkan eksposur risiko dukungan dana (permodalan), seperti: (i) Jenis dan kompleksitas
              kegiatan usaha Perseroan, termasuk produk dan aktivitas baru; (ii) Jumlah (volume) dan materialitas
              kerugian-kerugian tak terduga perusahaan akibat produk dan beragam aktivitas yang dilakukan.
          -   Perseroan telah melakukan evaluasi secara berkala mengenai pencapaian rasio tingkat kesehatan
              keuangan Perseroan, serta memantau dan mengendalikan posisi permodalan.
          -   Perseroan telah melakukan evaluasi secara berkala mengenai pencapaian rasio tingkat kesehatan
              keuangan perusahaan, dimana pada tahun 2021 Capital Ratio Perseroan masih sesuai peraturan
              yang berlaku, serta tren pertumbuhan laba yang lebih baik dari tahun sebelumnya.

     d.   Sistem informasi manajemen risiko
          -    Pengembangan risk management dashboard di tahun 2021 juga mempermudah Perseroan untuk
               melakukan pemantauan dan evaluasi terkait risiko kecukupan modal. risk management dashboard
               ini disampaikan kepada Direksi dan Dewan Komisaris.
          -    Perseroan senantiasa memastikan bahwa system informasi manajemen yang dimiliki Perseroan
               cukup memadai dalam rangka mendukung proses perencanaan dan pengambilan keputusan terkait
               permodalan sebagaimana pelaporan yang dilakukan Divisi Corporate Finance kepada Direksi dan
               Dewan Komisaris.




                                                       129
Page 156
     e.   Sistem pengendalian intern yang menyeluruh
          Perseron telah memiliki mekanisme untuk memastikan tingkat responsif perusahaan terhadap risiko
          permodalan salah satunya dilakukan dengan evaluasi secara berkala setiap bulannya yang dilakukan
          oleh Divisi Corporate Finance

3.   Risiko Operasional

     a.   Pengawasan aktif Direksi dan Dewan Komisaris
          -   Direksi dan Dewan Komisaris telah memastikan bahwa penerapan manajemen risiko untuk risiko
              operasional dilakukan secara efektif dan terintegrasi dengan penerapan manajemen risiko untuk
              lainnya yang dapat berdampak pada profil risiko erusahaan secara keseluruhan.
          -   Direksi telah memastikan bahwa menetapkan kebijakan reward termasuk remunerasi dan
              punishment yang efektif yang terintegrasi dalam sistem penilaian kinerja dalam rangka mendukung
              pelaksanaan manajemen risiko yang optimal.
          -   Direksi telah menerapkan Whistleblowing System yang bertujuan untuk meningkatkan kepedulian
              dan penanganan yang tepat atas dugaan penyimpangan atau pelanggaran yang terjadi, baik oleh
              perorangan ataupun kelompok di lingkungan Perseroan.
          -   Direksi terus meningkatkan dan mengoptimalkan fungsi Anti Pencucian Uang dan Pencegahan
              P e n d a n a a n Te r o r i s m e ( A P U - P P T ) t e r m a s u k m e n i n g k a t k a n p e l a t i h a n A P U - P P T y a n g
              berkesinambungan.
          -   Direksi mengembangkan kebijakan reward dan punishment yang efektif dan terintegrasi dengan
              sistem penilaian kinerja dalam rangka mendukung pelaksanaan manajemen risiko yang optimal.
              Hal ini tercermin dengan adanya sistem insentif yang transparan dan dapat disesuaikan dengan
              tantangan operasional yang berbeda dari waktu ke waktu.
          -   Direksi melakukan pengawasan atas penggunaan jasa pihak ketiga (tenaga alih daya) sesuai
              ketentuan dan peraturan yang berlaku.

     b.   Kecukupan kebijakan, prosedur, dan penetapan limit risiko
          -   Perseroan telah memiliki Komite Business Continuity Management untuk memastikan tingkat
              kesiapan Perseroan yang tepat dan memadai, sehingga dapat menangkal gangguan terhadap
              aktivitas bisnis, dan juga untuk melindungi proses bisnis yang penting dari dampak kegagalan
              utama sistem informasi atau bencana.
          -   Perseroan juga memiliki Panitia Pedoman Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) yang rutin
              melakukan sosialisasi tentang keselamatan kerja melalui media komunikasi Perseroan. Komite ini
              diharapkan mampu membangun pemahaman bersama, kerja sama dan partisipasi efektif dalam
              hal penerapan kesehatan dan keselamatan kerja di lingkungan kerja Perseroan. Pada tahun 2020,
              Direksi juga telah membentuk Satuan Gugus Tugas Penanganan COVID-19 sebagai Tindakan
              mitigasi dan pemantauan terhadap seluruh kegiatan perusahaan untuk mendukung dan sejalan
              dengan program pemerintah dalam pencegahan dan pengendalian Pandemi COVID-19.
          -   Perseroan melakukan evaluasi dan proses pengkinian atas setiap prosedur dan kebijakan maupun
              petunjuk pelaksanaan operasional atau kegiatan usaha Perseroan.

     c.   Kecukupan proses identifikasi, pengukuran, pemantauan, dan pengendalian risiko
          -   Identifikasi, pengukuran, pemantauan dan pengendalian risiko operasional antara lain dilakukan
              oleh Perseroan melalui review terhadap aturan, kebijakan dan prosedur yang ada.
          -   Dalam hal pengendalian risiko operasional, Perseroan juga memiliki pengamanan proses teknologi
              informasi yang antara lain mencakup audit terhadap pengamanan sistem informasi dan prosedur
              back-up serta Data Recovery Center (DRC).
          -   Perseroan melakukan pertemuan secara berkala dalam hal pengendalian risiko operasional melalui
              Satuan Kerja Audit Internal serta dilakukan review oleh komite audit.
          -   Melakukan uji coba implementasi Risk Control Self Assessment (RCSA) untuk 8 (delapan) kantor
              jaringan di tahun 2021.




                                                                     130
Page 157
     d.   Sistem informasi manajemen risiko
          Perseroan telah memiliki sistem informasi manajemen yang dapat memberikan laporan secara lengkap
          dan akurat dalam rangka mendeteksi dan mengoreksi penyimpangan yang terjadi, melalui Preliminary
          Report of Compliance Case (PRCC) dimana sejak bulan Oktober 2019 telah berubah nama menjadi
          Preliminary Report of Fraud Case (PRFC) sehubungan dengan re-organisasi funsi dari Anti Fraud dan
          SMS hotline.dan SMS hotline.

     e.   Sistem pengendalian intern yang menyeluruh
          -    Perusahaan tetap melanjutkan penerapan pengendalian internal menurut Committee of Sponsoring
               Organization of the Treadway Commission (COSO) 5 (SOX4) yakni control environment, risk
               assessment, control activities, information and communication, dan monitoring. Untuk mendukung
               penguatan pengendalian internal kantor cabang, Perseroan telah menerapkan Branch Self
               Assessment.
          -    Pertemuan secara daring untuk Integrated Internal Control (IIC) meeting pada tahun 2021 yang
               melibatkan fungsi Bisnis, operasional, RMC hingga SKAI.

4.   Risiko Aset dan Liabilitas

     a.   Pengawasan Aktif Direksi dan Dewan Komisaris
          -   Pertumbuhan aset di tahun 2021 menjadi Rp 11,98 triliun terjaga dengan baik sumber
              pendanaannya, sehingga angka gearing ratio tetap terbilang rendah dan masih berada dalam
              lingkup yang dipersyaratkan regulasi untuk perusahaan pembiayaan
          -   Perseroan memiliki kebijakan untuk melindungi seluruh pinjaman dalam valuta asing melalui kontrak
              cross currency swap untuk menghindari segala risiko dari fluktuasi mata uang asing terhadap
              Rupiah Indonesia.
          -   Direksi telah menetapkan kebijakan dan prosedur mengenai Risiko Aset dan Liabilitas mencakup
              penyaluran pembiayaan baik harian, jangka menengah, maupun jangka panjang, tercermin dari
              rencana pendanaan yang dibuat oleh Divisi Finance dan disetujui oleh Direktur terkait;
          -   Direksi melaporkan secara berkala mengenai aset dan liabilitas Perseroan kepada Dewan Komisaris
              melalui rapat gabungan Dewan Komisaris.

     b.   Kecukupan kebijakan, prosedur, dan penetapan limit risiko
          -   Perseroan melakukan pencatatan dan evaluasi secara berkala terhadap aset dan liabilitas yang
              dimiliki.
          -   Direksi melakukan pemantauan terhadap aset dan liabilitas yang dimiliki, melakukan evaluasi secara
              berkala terhadap aset dan liabilitas, melakukan penilaian terhadap eksposur aset dan eksposur
              liabilitas yang mempunyai risiko suku bunga dan nilai tukar, melakukan pemetaan terhadap aset
              yang dimiliki untuk mengetahui aset yang lebih liquid/illiquid daripada liabilitas, dan melakukan
              pengkategorian terhadap konsumen.
          -   Perseroan telah menetapkan proyeksi atas aset dan liabilitas pada laporan rencana bisnis
              Perseroan.

     c.   Kecukupan proses identifikasi, pengukuran, pemantauan, dan pengendalian risiko
          -   Identifikasi, pengukuran, pemantauan dan pengendalian Risiko Aset dan Liabilitas antara lain
              dilakukan Identifikasi, pengukuran, pemantauan dan pengendalian risiko aset dan liabilitas antara
              lain dilakukan dengan mengembangkan Risk Monitoring Dashboard di tahun 2021 yang dapat
              digunakan untuk mengidentifikasi dan memantau aset dan liabilitas Perseroan.
          -   Direksi secara rutin melakukan analisa untuk mengetahui jumlah aset yang dimiliki dan jumlah
              liabilitas yang harus dipenuhi perseroan untuk menghindari ketidaksesuaian antara aset dan
              liabilitas.
          -   Perseroan juga melakukan pemantauan faktor-faktor makro ekonomi terkait yang dilakukan oleh
              divisi corporate finance.

     d.   Sistem informasi Manajemen Risiko
          Perseroan telah memiliki sistem informasi manajemen yang baik untuk dapat mendukung pelaporan
          atas isu-isu risiko pengelolaan aset dan liabilitas.




                                                      131
Page 158
     e.   Sistem Pengendalian Intern yang Menyeluruh
          Perseroan telah memiliki sistem pengendalian intern untuk Risiko Aset dan Liabilitas, melalui Asset
          Liabilities Management (ALM) dengan melakukan penjagaan terhadap maturity gap secara harian dan
          mingguan.

5.   Risiko Strategi

     a.   Pengawasan aktif Direksi dan Dewan Komisaris:
          -   Direksi dan Dewan Komisaris telah menyusun dan menyetujui strategi dan rencana bisnis Perseroan
              tahun 2021, kemudian disosialisasikan kepada pejabat dan/atau karyawan terkait melalui Senior
              Management Camp dan National Business Leaders Meeting yang dilaksanakan pada awal tahun
              2021 pada awal tahun 2021.
          -   Perseroan melakukan review terkait rencana dan realisasi program kerja masing-masing divisi
              melalui rapat bersama Presiden Direktur dan Direktur terkait.
          -   Dewan Komisaris melakukan evaluasi sebanyak 5 (lima) kali yang diselenggarakan dalam Rapat
              Gabungan Direksi dan Dewan Komisaris di tahun 2021.
          -   Dewan Komisaris melakukan evaluasi meeting sebanyak 6 (enam) kali rapat sepanjang tahun
              2021.
          -   Direksi senantiasa memantau kondisi internal dan perkembangan faktor/kondisi eksternal yang
              secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi strategi Perseroan melalui pertemuan
              mingguan dengan Kepala Divisi.

     b.   Kecukupan kebijakan, prosedur, dan penetapan limit risiko
          -   Perseroan menetapkan tingkat NPF di tahun 2021 di bawah 1% yang tertuang dalam rencana
              bisnis Perseroan.
          -   Perseroan menetapkan Key Perfomarnce Indicator (KPI) atas perusahaaan, divisi dan kantor
              cabang Perseroan setiap tahun.
          -   Perseroan senantiasa melakukan pengkinian kebijakan dan prosedur atas strategi Perseroan
              sesuai dengan kondisi pasar dan arah kebijakan strategi Perusahaan secara menyeluruh.
          -   Perseroan melakukan industry benchmarking yang bertujuan untuk mengevaluasi posisi kompetitif
              Perseroan di industri, termasuk mengukur kekuatan dan kelemahan Perseroan terkait posisi daya
              saing, posisi bisnis, kinerja keuangan, dan parameter lain.

     c.   Kecukupan proses identifikasi, pengukuran, pemantauan, dan pengendalian risiko
          Identifikasi, pengukuran, pemantauan dan pengendalian risiko strategi dilakukan oleh Perseroan melalui
          evaluasi yang rutin dilaksanakan oleh Direksi dan Kepala Divisi dengan berpedoman kepada KPI dan
          rencana bisnis yang telah ditetapkan.

     d.   Sistem informasi manajemen risiko
          -    Perseroan telah memiliki sistem informasi manajemen risiko yang digunakan untuk membantu
               pengawasan strategi Perseroan, sehingga data dan Informasi dapat tersedia dengan cepat dan
               dipergunakan untuk menganalisis risiko-risiko yang mungkin akan muncul. Salah satunya adalah
               sistem Tableau (Business Intelligence) yang dipergunakan oleh Perseroan dalam membantu dan
               mendukung proses perencanaan dan pengambilan keputusan strategis. Sistem Tableau juga
               dipergunakan oleh kantor cabang untuk memantau pencapaian atas KPI yang telah ditetapkan.
          -    Perseroan telah mengimplementasikan Lapora Profil Risiko sebagai salah satu sarana untuk
               melakukan pemantauan terhadap 8 (delapan) jenis risiko sebagaimana disebutkan dalam POJK
               No. 28/ POJK.05/2020 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan bagi Lembaga Jasa Keuangan Non
               Bank serta POJK No. 44/POJK.05/2020 tentang Penerapan Manajemen Risiko bagi Lembaga Jasa
               Keuangan Non Bank yang selanjutnya dipergunakan untuk penetapan penilaian Risiko Perseroan.
          -    Perseroan telah memastikan bahwa system informasi manajemen yang dimiliki telah memadai
               dalam rangka mendukung proses perencanaan dan pengambilan keputusan stratejik dan di-review
               secara berkala.

     e.   Sistem pengendalian internal yang menyeluruh
          -    Penerapan 3 Jenjang Pertahanan (Three lines of Defense) dalam struktur Perseroan yang terdiri
               dari Fungsi Bisnis, Fungsi Manajemen Risiko & Kepatuhan serta Fungsi Audit Internal;



                                                      132
Page 159
          -   Presiden Direktur yang membawahi langsung Satuan Kerja Audit Internal menetapkan rencana audit
              tahunan dan evaluasi hasil audit secara dwi-mingguan engan menitik beratkan pada kepatuhan
              terhadap prosedur dan ketentuan perusahaan serta tingkat efisiensi dan efektifitas operasional
              kantor cabang dan kantor pusat.
          -   Untuk mendukung penguatan pengendalian internal di kantor cabang, Perseroan telah menerapkan
              Branch Self Asessment (BSA) untuk pengukuran tehadap kualitas kegiatan pengendalian internal.
          -   Pertemuan secara daring untuk Integrated Internal Control (IIC) meeting pada tahun 2021 yang
              melibatkan fungsi Bisnis, operasional, RMC hingga SKAI;

6.   Risiko Kepengurusan

     a.   Pengawasan aktif Direksi dan Dewan Komisaris
          -   Pada tahun 2021, terdapat perubahan susunan Direksi dan DPS Perseroan. Dimana terdapat
              pengangkatan 1 (satu) orang Direktur serta pengangkatan 1 (satu) orang DPS. Seluruh Direksi
              dan Dewan Komisaris serta DPS Perseroan telah lulus fit and proper test yang dilaksanakan
              oleh OJK.
          -   Direksi Perseroan melakukan supervisi atas Direktorat masing-masing sesuai dengan bidang dan
              keahlian yang dimiliki.
          -   Dewan Komisaris dibantu oleh Komite Nominasi dan Remunerasi memastikan bahwa sistem
              nominasi dan remunerasi berjalan berdasarkan azas keadilan dan transparansi, dan meninjau
              kesesuaian dan relevansi kebijakan remunerasi yang sedang berjalan. Komite ini juga berperan
              memastikan komposisi terbaik anggota Direksi yang memiliki kompetensi dan integritas yang
              tinggi. Komite Nominasi dan Remunerasi telah melakukan rapat sebanyak 5 kali sepanjang tahun
              2021; Komite Audit telah melakukan rapat sebanyak 7 kali sepanjang 2021; dan Komite Pemantau
              Risiko telah melakukan rapat sebanyak 5 kali sepanjang 2021.

     b.   Kecukupan kebijakan, prosedur, dan penetapan limit risiko
          -   Perseroan telah menetapkan kebijakan, prosedur dan penetapan limit terkait risiko kepengurusan,
              sebagaimana tercantum dalam Perjanjian Tata Kelola yang ditandatangani oleh masing-masing
              Direktur.
          -   Perseroan telah menetapkan periode jabatan anggota Direksi dan Dewan Komisaris dalam
              anggaran dasar Perseroan. Direksi atas persetujuan Dewan Komisaris melakukan evaluasi terhadap
              kebijakan, prosedur dan penetapan limit, terhadap perubahan peraturan perundangundangan

     c.   Kecukupan proses identifikasi, pengukuran, pemantauan, dan pengendalian risiko
          -   Direksi dan Dewan Komisaris telah memenuhi syarat keberlanjutan sesuai peraturan untuk
              meningkatkan kompetensi.
          -   Perseroan telah memiliki mekanisme penetapan batas minimum kehadiran dalam setahun untuk
              anggota Direksi dan Dewan Komisaris.
          -   Perseroan melakukan pemantauan terhadap legalitas dokumentasi penunjukkan dan pemberhentian
              Direksi dan/atau Komisaris, termasuk memperhatikan jumlah dan komposisi Direksi dan Dewan
              Komisaris seusia dengan ketentuan peraturan yang berlaku

     d.   Sistem informasi manajemen risiko
          -    Perseroan telah memiliki database yang berisi mengenai profil Direksi/Dewan Komisaris secara
               lengkap.
          -    Perseroan mengembangkan Risk Management and Compliance Dashboard yang antara lain
               memantau komposisi anggota Direksi dan Dewan Komisaris agar sesuai dengan peraturan yang
               berlaku.

     e.   Sistem pengendalian internal yang menyeluruh
          Seluruh aktivitas Direksi dan Dewan Komisaris dilaporkan secara berkala dalam rapat Dewan Komisaris
          dan Rapat Umum Pemegang Saham.




                                                     133
Page 160
7.   Risiko Reputasi

     a.   Pengawasan Aktif Direksi dan Dewan Komisaris
          -   Direksi Perseroan telah memantau posisi Risiko reputasi seperti tingkat dan penyelesaian keluhan
              pelanggan hingga pemberitaan di media dalam laporan Risk Dashboard secara periodik. Direksi juga
              memberikan pengarahan dan tindak lanjut apabila terdapa hal-hal yang harus menjadi perhatian
              khusus terkait dengan pemantauan dan laporan atas faktor risiko reputasi ini.
          -   Pelaporan ini juga dilaporkan kepada Komisaris Independen melalui jalur pelaporan Risk Dashboard
              yang dipresentasikan kepada Komite Audit dan dihadiri oleh komisaris independent sebagai ketua
              komite Audit.
          -   Direksi juga dapat memberikan arahan secara ad-hoc apabila terjadi hal hal signifikan yang
              berdampak langsung kepada perseroan guna memitigasi risiko atas reputasi ini.

     b.   Kecukupan kebijakan, prosedur, dan penetapan limit risiko
          -   Perseroan telah memliki kebijakan prosedur terkait pengangan pengaduan atau keluhan konsumen.
              Penanganan pengaduan konsumen tersebut senantiasa berperdoman pada Peraturan OJK Nomor
              01/POJK.07/2013 tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan, Surat Edaran OJK
              Nomor 2/SEOJK.07/2014 tentang Pelayanan dan Penyelesaian Pengaduan Konsumen Pada Pelaku
              Usaha Jasa Keuangan serta ketentuan peraturan perundang-undangan lain yang relevan, termasuk
              POJK No. 18/POJK.7/2018 tentang Layanan Pengaduan Konsumen di Sektor Jasa Keuangan dan
              SEOJK No. 17/SEOJK.07/2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Layanan Pengaduan Konsumen
              di sektor Jasa Keuangan.
          -   Sejalan dengan penerapan manajemen Risiko terkait dengan regulasi OJK terbaru yakni POJK 28/
              POJK.05/2020 terkait dengan Penilaian Tingkat Kesehatan Perusahaan Lembaga Jasa Keuangan
              Non Bank, maka perseroan akan menyesuaikan kebijakan atas Risiko ini yang masuk kedalam
              faktor Risiko Reputasi.

     c.   Kecukupan proses identifikasi, pengukuran, pemantauan, dan pengendalian risiko
          -   Proses pengelolaan risiko reputasi telah diimplementasikan oleh Perseroan dengan kolaborasi
              antar divisi terkait. Proses pelaksanaan pengelolaan risiko reputasi ini dilakukan dengan kolaborasi
              kepada divisi terkait seperti Marketing Communication & Branding, BAF Care dan divisi terkait
              lainnya termasuk fungsi operasional di cabang.
          -   Khusus untuk pengaduan konsumen di Perseroan dihandle oleh BAF Care yang memiliki berbagai
              channel seperti BAF Care hotline, BAF Care e-mail, BAF Care SMS hotline. Selain itu, Perseroan
              juga menyediakan sarana melalui media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, BAF Mobile,
              Live Chat melalui Line dan Website BAF ataupun melalui kantor cabang Perseroan.
          -   Perseroan juga senantiasa melakukan pemantauan atas publikasi dan keterbukaan Informasi
              lainnya Perseroan di media ataupun di publik.

     d.   Sistem informasi Manajemen Risiko
          -    Untuk Risiko reputasi sendiri saat ini BAF telah memiliki sistem penanganan keluhan debitur yang
               diimplementasikan di BAF Care dan penangangan keluhan ini akan dilaporkan secara berkala
               kepada manajemen.
          -    Dengan kerja sama Divisi terkait, Perseroan juga senantiasa memantau pemberitaan-pemberitaan
               negatif terhadap Perseroan untuk kemudian ditinndalanjuti.

     e.   Sistem Pengendalian Internal yang Menyeluruh
          -    Pelaporan Risiko reputasi ini dilaporkan hingga ke Direksi dan komisaris melalui jalur pelaporan
               Komite Audit yang dihadiri oleh Komisaris Independen dalam pelaporan Risk Dashboard bagian
               seperti jumlah keluhan yang masuk, penanganan keluhan hingga adanya pemberitaan negatif
               (negative publicity) baik dari media cetak, elektronik dan media social yang mungkin berdampak
               kepada reputasi Perseroan.
          -    Perseroan juga secara berkala mensosialisasikan nilai-nilai perusahaan (Corporate Valuees) kepada
               karyawan untuk membangun awareness pentingnya repeutasi Perseroan yang juga terefleksi dari
               citra karyawan Perseroan.




                                                       134
Page 161
          -   Di tahun 2019, Perseroan kembali telah melakukan sosialisasi atas standar pelayanan yang telah
              ditetapkan untuk dijadikan pedoman setiap karyawan dan diimplementasikan, khususnya frontliners
              (Customer Service, Admin Staff dan Finance Staff) yang ada di kantor cabang Perseroan. Perseroan
              juga telah melakukan “Training Service Journey” untuk frontliners di wilayah Jabodetabek.
              Perseroan juga telah melakukan service monitoring dan service coaching secara berkala yang
              diharapkan dapat terus meningkatkan dan menjaga konsistensi standar layanan prima kepada
              konsumen.

8.   Risiko persaingan

     a.   Pengawasan Aktif Direksi dan Dewan Komisaris
          -   Perseroan memiliki pertemuan yang dihadiri oleh Direksi Perseroan atau disebut BOD Camp yang
              diselenggarakan setiap tahun untuk membahas mengenai evaluasi atas posisi Perseroan saat ini
              di industri dan/atau di kompetitor (peers) Perseroan, yang dikaji baik dari berbagai aspek dan
              parameter keuangan dan non-keuangan.
          -   Direksi juga senantiasa melakukan pemantauan atas posisi Perseroan dengan industri/kompetitor
              dalam Senior Management Meeting yang dihadiri oleh Kepala Divisi.
          -   Dewan Komisaris juga senantiasa melakukan pengawasan atas posisi Perseroan dibanding
              dengan kompetitor dan/atau industri dalam rapat gabungan Dewan Komisaris dan Direksi yang
              dilselenggarakan paling kurang 1 (satu) kali dalam 4 bulan, serta dalam Rapat Komite Audit melalui
              pemaparan Risk Dashboard.

     b.   Kecukupan kebijakan, prosedur, dan penetapan limit risiko
          Perseroan senantiasa melakukan industry benchmarking yang bertujuan untuk mengevaluasi posisi
          kompetitif Perseroan di industri, termasuk mengukur kekuatan dan kelemahan Perseroan terkait posisi
          daya saing, posisi bisnis, kinerja keuangan, dan parameter lain yang dibutuhkan.

     c.   Kecukupan proses identifikasi, pengukuran, pemantauan, dan pengendalian risiko
          Identifikasi, pengukuran, pemantauan dan pengendalian risiko persaingan dilakukan oleh Perseroan
          melalui evaluasi yang rutin/berkala dilaksanakan oleh Direksi dan Dewan Komisaris.

     d.   Sistem informasi Manajemen Risiko
          -    Perseroan senantiasa melakukan media monitoring atas aktivitas di industri Perseroan.
          -    Perseroan juga memiliki lembar kerja yang memonitor secara berkala posisi Perseroan di industri.
          -    Perseroan telah mengimplementasikan Lapora Profil Risiko sebagai salah satu sarana untuk
               melakukan pemantauan terhadap 8 (delapan) jenis risiko sebagaimana disebutkan dalam POJK
               No. 28/ POJK.05/2020 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan bagi Lembaga Jasa Keuangan Non
               Bank serta POJK No. 44/POJK.05/2020 tentang Penerapan Manajemen Risiko bagi Lembaga Jasa
               Keuangan Non Bank yang selanjutnya dipergunakan untuk penetapan penilaian Risiko Perseroan.
          -    Dengan kehadiran berbagai perusahaan financial technology (fintech) yang menawarkan layanan
               keuangan, Perseroan percaya bahwa salah satu upaya dalam menuju tujuan keberlanjutan adalah
               melalui peningkatan layanan dan upaya digitalisasi. Oleh karena itu, Perseroan terus berupaya
               melakukan inovasi dalam memberikan pelayanan berbasis teknologi yang reliable.

     e.   Sistem Pengendalian Intern yang Menyeluruh
          -    Pelaporan Risiko reputasi ini dilaporkan hingga ke Direksi dan Komisaris melalui jalur pelaporan
               komite audit yang dihadiri oleh Komisaris Independen dalam pelaporan risk dashboard.
          -    Melalui divisi corporate planning, Perseroan melakukan monitor secara berkala terkait posisi
               Perseroan di industri dan/atau pun di market yang kemudian dilaporkan kepada Direksi dan Dewan
               Komisaris Perseroan.

9.   Risiko tingkat suku bunga

     a.   Pengawasan aktif Direksi dan Dewan Komisaris
          -   Direksi dan dewan komisaris senantiasa melakukan pemantauan Risiko tingkat suku bunga melalui
              jalur pelaporan risk dashboard dengan parameter seperti average financing rate, average funding
              interest rate, BI 7 Days Reverse Repo Rate dan parameter yang terkait kuat yakni tingkat inflasi;



                                                      135
Page 162
          -   Divisi Corporate Finance juga senantiasa melaporkan kondisi / highlight tingkat suku bunga secara
              berkala kepada Direksi.

     b.   Kecukupan kebijakan, prosedur, dan penetapan limit risiko
          Sejalan dengan penerapan manajemen Risiko terkait dengan regulasi OJK terbaru yakni POJK 28/
          POJK.05/2020 terkait dengan penilaian tingkat kesehatan perusahaan lembaga jasa keuangan non
          bank, maka perseroan akan menyesuaikan kebijakan atas risiko ini yang masuk kedalam faktor risiko
          pasar dan risiko likuiditas.

     c.   Kecukupan proses identifikasi, pengukuran, pemantauan, dan pengendalian risiko
          -   Proses pengelolaan risiko dalam tingkat risiko suku bunga telah diimplementasikan oleh Perseroan
              dengan kolaborasi antar divisi terkait dan juga dilaporkan kepada Direksi dan komisaris melalui
              komite yang tersedia.
          -   Perseroan senantiasa melakukan proses benchmarking bahkan hingga indikasi rate harian yang
              akan diberlakukan untuk rate yang kompetitif yang dapat diperoleh perusahaan guna memastikan
              perseroan mendapatkan margin terbaik untuk mendukung strategi bisnis perseroan.
          -   Salah satu hal yang digunakan untuk melakukan pengendalian risiko suku bunga maka perseroan
              juga melakukan mitigasi lindung nilai (hedging) untuk menghadapi risiko fluktuasi suku bunga yang
              dapat berdampak signifikan kepada Perseroan.

     d.   Sistem informasi manajemen risiko
          -    Perseroan telah melakukan implementasi untuk pemantauan atas risiko suku bunga yaitu baik
               bunga funding dan juga bunga lending. Perseroan melakukan monitoring terhadap parameter ini
               misalnya seperti average financing rate dan average funding interest rate guna memonitor posisi
               margin rate yang akan diperoleh perseroan.
          -    Pelaporan ini dilaporkan secara berkala melalui result dari sistem informasi manajemen risiko
               yang tersedia seperti sistem pelaporan keuangan yang digunakan dalam internal perseroan.

     e.   Sistem pengendalian intern yang menyeluruh
          Tingkat risiko ini dipantau dan dilaporkan kepada Direksi dan Dewan komisaris melalui risk dashboard
          dan tindak lanjut yang dilakukan apabila mendapatkan arahan arahan yang harus dilakukan terkait
          dengan hasil pelaporan tersebut.

9.10.     Program Tanggung Jawab Sosial (Corporate Social Responsibility atau CSR)

Program CSR merupakan bentuk kepedulian yang dilaksanakan oleh Perseroan di kantor pusat maupun di kantor-
kantor cabang dengantujuan untuk lebih mendekatkan Perseroan dengan para stakeholder Perseroan termasuk
masyarakat di lingkungan tempat Perseroan melakukan kegiatan usaha. Perseroan juga selalu melibatkan
karyawannya dalam program CSR Perseroan agar dapat meningkatkan rasa kekerabatan dan kualitas komunikasi
antar karyawan. Rasa kepedulian yang ditimbulkan dalam program ini diharapkan dapat meningkatkan semangat
pelayanan konsumen di kalangan karyawan Perseroan. Selama tahun 2021, Perseroan telah melaksanakan
berbagai kegiatan yang berorientasi pada pengembangan sosial dan kemasyarakatan baik di bidang pendidikan
dan bidang sosial, sebagai berikut:

a.   Kegiatan BAF Caring For Children
     Dalam rangka menyambut 24 th BAF Anniversary, Perseroan mengadakan kegiatan sosial dengan tema
     “Sehat Bersama BAF” pada 17 September 2021 yang diselenggarakan di 24 (dua puluh empat) kota sebagai
     representasi wilayah operasional Perseroan di seluruh Indonesia dan bantuan tersebut diterima dengan total
     keseluruhan 2,460 anak-anak Indonesia. Kota-kota yang terpilih antara lain yaitu Bandung, Banjarmasin,
     Cikarang, Cirebon, Denpasar, Ende, Jakarta, Jayapura, Yogyakarta, Kendari, Makassar, Malang, Manado,
     Medan, Padang, Palembang, Palu, Pekanbaru, Samarinda, Semarang, Serang, Surabaya, Tasikmalaya dan
     Tegal. Bantuan yang diberikan dalam kegiatan ini diantaranya paket kesehatan (masker medis, vitamin dan
     hand sanitizer), makanan dan minuman bergizi.




                                                      136
Page 163
b.   BAF Berbagi di Bulan Ramadan
     Perseroan menyelenggarakan BAF Peduli di Bulan Ramadhan pada tanggal 23 April 2021 dengan tema “Puasa
     Berkah, Puasa Sehat”. Kegatan ini diselenggarakan di 18 (delapan belas) kota yang tersebar di Indonesia
     yaitu Banda Aceh, Bandung, Banjarmasin Bogor, Cirebon, Jakarta, Lombok, Makassar, Malang, Medan,
     Padang, Palembang, Palu, Semarang, Serang, Solo, Surabaya dan Tasikmalaya. Bantuan yang diberikan
     dalam kegiatan tersebut yaitu peralatan ibadah, paket sembako, peralatan belajar, sarana bermain anak-
     anak, makanan dan minuman bergizi.

c.   BAF Berbagi Year End
     Pada akhir tahun 2021, Perseroan menyelenggarakan kegiatan BAF Year End pada tanggal 17 Desember
     2021 dengan tema “Berbagi Kasih dan Ceria Bersama BAF”. Kegiatan tersebut diselenggarakan di 18 (delapan
     belas) kota yang tersebar di Indonesia di antaranya Medan, Bangka, Batam, Bandar Lampung, Jakarta,
     Bandung, Semarang, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Pontianak, Manado, Makassar, Kupang, Manokwari,
     Sampit, Gorontalo, dan Ambon. Bantuan yang diberikan dalam kegiatan tersebut yaitu peralatan sekolah,
     pemberian makanan dan minuman bergizi serta pemberian vitamin.

d.   BAF Lion Run – Charity Run
     Perseroan kembali menyelenggarakan BAF Lions Run 2021. Kegiatan lari sekaligus ajang donasi ini
     diselenggarkan secara virtual pada tanggal 5 Agustus 2021 hingga 22 Agustus 2021. Charity run bertema
     “VRUN for DIABETES” ini diikuti oleh 3.220 pelari diseluruh Indonesia secara virtual. Perseroan memberikan
     bantuan donasi untuk anakanak yang memiliki diabetes di Indoensia senilai Rp200 juta. Penyerahan donasi
     dilakukan oleh Presiden Direktur Perseroan – Lynn Ramli, Direktur Perseroan – Alung Ng dan Direktur –
     Sigit Sembodo kepada perwakilan Yayasan Lion Indonesia (YLI). Perseroan berharap bantuan ini dapat
     mendorong dan menumbuhkan semngat anak-anak Indonesia yang mengalami diabetes dan dapat menggugah
     kesadaran kita akan berbagi sesama.

e.   Orang Tua Asuh
     Perseroan menyadari bahwa tidak semua anak-anak Indonesia di daerah bisa mendapatkan kualitas
     pendidikan yang sama dengan anak-anak perkotaan. Oleh karena itu, Perseroan memiliki program Orang
     Tua Asuh yang diinisiasi sejak tahun 2020 yang bertujuan untuk memberikan donasi kepada anak-anak
     sekolah dasar. Di tahun 2021, pelaksanaan Orang Tuas Asuh menargetkan anak-anak sekolah dasar
     di Kalimantan Selatan. Program ini melibatkan partisipasi karyawan Perseroan untuk menjadi Orang Tua
     Asuh dalam membantu mewujudkan pendidikan yang layak untuk 683 (enam ratus delapan puluh tiga)
     anak-anak di Kalimantan Selatan yang tersebar di 7 Sekolah Dasar Negeri (SDN) yaitu SDN Baru, SDN
     Bulayak, SDN 4 Murung B, SDN 1 Alat, SDN 2 Alat, SDN Datar Ajab 2 dan SDN Hantakan. Penyaluran
     kegiatan donasi ini dilakukan sepanjang bulan September 2021.




                                                      137
Page 164
9.11.      Struktur Organisasi Perseroan
Struktur organisasi Perseroan pada tanggal Prospektus ini diterbitkan adalah sebagai berikut:




                                                                                                                                  138
*) Terdiri dari 6 (enam) kantor regional yaitu kantor regional wilayah Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Makasar dan Medan.
                                                                                                          138
Page 165
10.		      SUMBER DAYA MANUSIA

Perseroan menyadari pentingnya peranan sumber daya manusia dalam upaya untuk mencapai keberhasilan
usaha. Oleh karena itu, Perseroan memberikan kesempatan kepada karyawan untuk mengembangkan karirnya
dan mendapatkan pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia secara terencana dan berkesinambungan
melalui berbagai seminar dan pelatihan.

Dalam hal peningkatan produktivitas kerja, Perseroan selalu berusaha untuk menciptakan suasana kerja yang
baik dan memberikan kesempatan kepada karyawan untuk meningkatkan pengetahuan, wawasan, ketrampilan
serta kemampuan karyawan melalui berbagai seminar, pelatihan, lokakarya atau kursus-kursus tertentu bidang
tugasnya masing-masing, baik yang diadakan di dalam maupun di luar Perseroan serta mengadakan kegiatan-
kegiatan lain yang dapat diikuti oleh seluruh atau sebagian karyawan.

10.1.      Komposisi Karyawan

Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah karyawan Perseroan adalah 4.350 orang, dengan komposisi sebagai
berikut:

Komposisi karyawan berdasarkan status

                                                                    31 Desember 2020      31 Desember 2021
Karyawan tetap                                                                    4.556                 4.040
Karyawan kontrak                                                                    448                   310
Jumlah                                                                            5.004                 4.350


Komposisi karyawan tetap berdasarkan jenjang jabatan

                                                                    31 Desember 2020      31 Desember 2021
Executive Officer                                                                     3                     2
Division Head dan Deputy Division Head                                               44                    39
Department Head                                                                     121                   127
Deputy Departement Head                                                             316                   236
Supervisor                                                                          822                   728
Staf                                                                              3.250                 2.908
Jumlah                                                                            4.556                 4.040


Komposisi karyawan tetap berdasarkan jenjang pendidikan

                                                                    31 Desember 2020      31 Desember 2021
<D3                                                                                 724                   604
D3                                                                                  898                   792
S1 atau setara dengan S1 (D4)                                                     2.915                 2.617
S2                                                                                   19                    27
Jumlah                                                                            4.556                 4.040


Komposisi karyawan tetap berdasarkan jenjang usia

                                                                    31 Desember 2020      31 Desember 2021
<25 tahun                                                                           106                    28
26 - 35 tahun                                                                     1.961                 1.307
36 - 45 tahun                                                                     2.251                 2.343
46 - 55 tahun                                                                       238                   362
Jumlah                                                                            4.556                 4.040




                                                    139
Page 166
Komposisi karyawan berdasarkan fungsi

                                                                                         31 Desember 2020         31 Desember 2021
Direktur, Wakil Direktur dan Executive Senior Manager                                                       11                       10
Pemasaran                                                                                                1.437                    1.442
Operasional                                                                                                904                      384
Penagihan                                                                                                1.803                    1.577
Sumber daya manusia dan administrasi umum                                                                   85                       85
Keuangan dan akuntansi                                                                                     348                      445
Manajemen risiko                                                                                             7                       11
Audit internal                                                                                              25                       22
Legal                                                                                                        9                        9
Teknologi informasi                                                                                         50                       64
Satuan kerja lainnya                                                                                       325                      301
Jumlah                                                                                                   5.004                    4.350


Komposisi karyawan berdasarkan lokasi

                                                                                         31 Desember 2020         31 Desember 2021
Sumatera                                                                                                 789                      627
Jawa                                                                                                   3.215                    2.881
Sulawesi                                                                                                 454                      403
Kalimantan                                                                                               334                      284
Papua                                                                                                     49                       41
Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur                                                        146                       99
Maluku                                                                                                    17                       15
Jumlah                                                                                                 5.004                    4.350


Tenaga Kerja Asing

Pada tanggal Prospektus ini diterbitkan, Perseroan memiliki tenaga kerja asing dengan keterangan sebagai berikut:

    No        Nama            Jabatan        Warga Negara       No. RPTKA       Masa Berlaku     No. KITAS             Masa Berlaku
    1.      Akira Sugai     Wakil Presiden      Jepang          B.3/25919/    31 Desember 2022 2c21JE1149AV          3 Desember 2022
                               Direktur                      PK.04.00/X/2021
    2.    Toshihiko Emura    Credit Risk        Jepang         B.3/002240/     10 Januari 2023 2C11JE0512-W           14 Januari 2023
                             Management                       PK.04.01/I/2022
    3.       Koji Kato      Wakil Presiden      Jepang         B.3/051831/       10 Juni 2023   masih dalam                  -
                               Direktur                      PK.04.01/VI/2022                     proses*
*        E-KITAS atas nama Koji Kato, warga negara Jepang, yang saat ini masih dalam proses pengurusan, sebagaimana, dinyatakan dalam
         Berita Acara Persetujuan Hasil Penilaian Kelayakan tanggal 23 Mei 2022, yang dikeluarkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan RI,
         Direktorat Jenderal Pembinaan dan Perluasan Kesempatan Kerja. Selama KITAS tersebut dalam proses pengurusan, beliau tinggal
         di Jakarta dengan menggunakan Izin Tinggal Kunjungan Elektronik (Electronic Visit Stay Permit) 2B11JE2138-W yang berlaku sampai
         dengan tanggal 19 Juli 2022

Perseroan tidak memiliki tenaga kerja asing yang menduduki jabatan-jabatan tertentu yang dilarang diduduki
tenaga kerja asing kecuali sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik
Indonesia No. 40 Tahun 2012 tentang Jabatan-Jabatan Tertentu yang Dilarang Diduduki Tenaga Kerja Asing.

10.2.         Sarana dan Fasilitas Kesejahteraan Karyawan

Mengingat pentingnya peran karyawan bagi keberhasilan dan kemajuan usaha Perseroan, maka Perseroan terus
berupaya dalam meningkatkan kualitas dan kompetensi karyawan serta memacu produktivitas dan motivasi tiap
karyawan, antara lain dengan:

a.       Sistem remunerasi
         Penetapan gaji dan tunjangan lainnya dilakukan oleh Perseroan sesuai dengan peraturan yang berlaku
         dan dengan memperhatikan kesejahteraan karyawan. Pada prinsipnya, Perseroan menerapkan sistem
         remunerasi berdasarkan pencapaian hasil/kinerja karyawan. Selain Tunjangan Hari Raya (THR), Perseroan
         juga memberikan bonus tahunan kepada karyawan sesuai dengan perkembangan hasil usaha Perseroan



                                                                   140
Page 167
     dan kinerja karyawan. Dalam menilai kinerja karyawan, Perseroan menerapkan sistem penilaian berjenjang
     yang dimulai dari karyawan (self assessment) sampai ke 2 (dua) atasan berikutnya. Hal ini dilakukan agar
     dapat memastikan standar kontribusi kinerja karyawan sesuai dengan tujuan perseroan. Setiap bulan April,
     Perseroan melakukan penyesuaian gaji karyawan dengan mempertimbangkan tingkat inflasi ditambah
     dengan persentase tertentu terkait dengan peningkatan kompetensi karyawan dan berdasarkan kondisi
     atau kemampuan Perseroan.

b.   Tunjangan dan fasilitas
     Perseroan menyediakan sejumlah tunjangan dan fasilitas sebagai upaya untuk memenuhi kesejahteraan
     hidup para karyawannya, yang meliputi: BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan, asuransi kesehatan,
     asuransi jiwa, fasilitas mobil operasional dan fasilitas kepemilikan mobil, serta tunjangan lainnya yang
     meliputi tunjangan posisi, tunjangan penempatan, tunjangan komunikasi, tunjangan operasional untuk tenaga
     lapangan, tunjangan kemahalan (cost of living dan hardship allowances) bagi cabang tertentu.

c.   Imbalan pasca kerja
     Perseroan menyelengarakan imbalan pasti untuk karyawan sesuai dengan Undang-Undang No. 13 Tahun
     2003 tentang Ketenagakerjaan. Tidak terdapat pendanaan yang dibuat untuk program imbalan pasti ini.

d.   Peraturan Perusahaan
     Pada tahun 2021, Peraturan Perusahaan telah kembali dilakukan perubahan dan/atau penyesuaian dan telah
     mendapatkan pengesahan dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia No. TAR.16/PHIJSK-HKP/
     PP/IV/2021 perihal Pengesahan Perubahan Peraturan Perusahaan tertanggal 30 April 2021

10.3.    Pendidikan dan pelatihan

Perseroan memiliki kepedulian yang mendalam pada sumber daya manusia sebagai aset pendukung utama bagi
perusahaan dalam mencapai kinerja terbaik. Oleh karena itu, program pelatihan dan pendidikan menjadi bagian
terintegrasi dalam inisiatif untuk meningkatkan kualitas personil yang direkrut secara berkelanjutan.

Perseroan percaya bahwa untuk memiliki keunggulan yang kompetitif, sumber daya manusia yang dimiliki harus
berbekal keahlian dan kompetensi yang dibutuhkan oleh Perseroan, baik untuk mendukung strategi dan sasaran
bisnis saat ini maupun masa yang akan mendatang. Untuk itu, pengembangan kompetensi SDM di Perseroann
dilakukan menggunakan pendekatan yang dirancang dengan memperhatikan kebutuhan individu karyawan,
organisasi, dan sasaran bisnis dalam jangka pendek maupun jangka Panjang, dengan memperhatikan efektivitas,
efisiensi, dampak dan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.

Pengembangan SDM diarahkan pada pengembangan kompetensi karyawan untuk melakukan tugasnya secara
tepat dan penuh integritas dengan menerapkan program pelatihan berdasarkan kompetensi yang dibutuhkan
bagi karyawan di setiap tingkatan. Oleh karena itu, pelatihan internal dan pelatihan eksternal diberikan kepada
karyawan untuk mengembangkan kompetensi, seperti berpartisipasi dalam program sertifikasi dasar, khususnya
sertifikasi keahlian pembiayaan dan pengumpulan seperti yang dipersyaratkan oleh OJK. Program pelatihan
dan pendidikan juga disediakan untuk karyawan yang baru bergabung atau persyaratan untuk promosi karir,
khususnya untuk posisi - posisi business leader serta posisi strategis lainnya di Perseroan.

Beberapa jenis program training untuk karyawan yang telah dilakukan selama tahun 2019 antara lain sebagai
berikut:
•    Training Orientasi Karyawan Baru (Induction Program), yaitu untuk memberi pengetahuan dasar mengenai
     bisnis perusahaan, peraturan perusahaan, dan benefit karyawan.
•    Corporate Development Program (CDP), yaitu untuk menyiapkan pemimpin muda di masa depan yang
     mana sumber dayanya berasal dari fresh graduate ataupun yang telah memiliki pengalaman kerja selama
     1-2 tahun.
•    Leadership Sharing Program, yaitu program dimana kepala divisi memberikan materi tentang kepemimpinan
     terhadap staf yang dikemas dalam bentuk talk-show.
•    Sosial dan Komunitas Pengetahuan, yaitu untuk membangun kebiasaan dalam belajar dan berbagi
     pengetahuan dari sekelompok staf yang memiliki minat dan tujuan belajar yang sama.
•    Internal training dan exsternal training, yaitu untuk mengakomodir kebutuhan training khusus bagi karyawan
     tertentu.



                                                     141
Page 168
•   Training sertifikasi khususnya yang disyaratkan oleh OJK, yaitu untuk menstandarisasi pengetahuan dari
    para pemimpin bisnis dan tim penagihan agar bisa selaras dengan peraturan dan prosedur yang berlaku.

Secara garis besar, materi pendidikan dan pelatihan dibagi menjadi 2 (dua) bagian yang tidak terpisahkan yaitu:
•   Pelatihan hard skill, yaitu: pengetahuan dan keterampilan dasar mengenai pengetahuan bisnis, internal
    control, dan fungsi kerja untuk bidang pemasaran, penagihan, administrasi, dan keuangan.
•   Pelatihan soft skill, yaitu: pengetahuan dan keterampilan penunjang yang disesuaikan dengan kebutuhan
    dan jenjang karir setiap posisi, meliputi komunikasi secara efektif, manajemen diri (selfmanagement),
    supervisory skill, leadership skill, analytical thinking dan problem solving.

Pada tahun 2021, metode pembelajaran yang dilakukan masih menyesuaikan dengan protokol kesehatan dalam
pencegahan penularan COVID-19. Oleh karena itu, seluruh pelatihan dilakukan dengan metode virtual/online.
Proses adaptasi terhadap digitalisasi pelatihan ini masih terus berlangsung semenjak tahun lalu baik dari sisi
infrastruktur dan sumber daya manusianya.Perseroan juga memanfaatkan Learning Management System (LMS)
untuk memudahkan karyawan dalam mengakses materi dan melakukan self-learning.


11.		    PERKARA-PERKARA YANG DIHADAPI PERSEROAN, DIREKSI DAN DEWAN KOMISARIS PERSEROAN

Sampai dengan Prospektus ini diterbitkan, Perseroan tidak sedang menghadapi (i) suatu perkara perdata
maupun pidana yang berlangsung di hadapan Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung;
(ii) perselisihan yang diselesaikan melalui Badan Arbitrasi Nasional Indonesia; (iii) pengajuan Pailit atau
Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang melalui Pengadilan Niaga; (iv) perkara Perselisihan Hubungan Industrial
maupun perkara Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) melalui Pengadilan Hubungan Industrial; (v) sengketa tata
usaha negara melalui Pengadilan Tata Usaha Negara; (vi) sengketa atau perkara perpajakan pada Pengadilan
Pajak; (vii) sengketa di hadapan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen; (viii) sengketa persaingan usaha,
yang melibatkan Perseroan.

Perseroan juga tidak sedang terlibat sengketa atau perselisihan hukum di luar badan peradilan tersebut di atas,
baik secara perdata, pidana, tata usaha negara, kepailitan, arbitrase, perpajakan maupun perburuhan, termasuk
somasi dari pihak manapun, yang dapat mempengaruhi secara negatif jalannya kegiatan usaha Perseroan atau
kondisi keuangan Perseroan.

Anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan masing-masing tidak sedang terlibat sengketa atau perselisihan
hukum di badan peradilan, yaitu (a) Pengadilan Negeri (PN), Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung;
(b) perselisihan yang diselesaikan melalui Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI); (c) pengajuan Pailit atau
Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang melalui Pengadilan Niaga; (d) perkara Perselisihan Hubungan Industrial
maupun perkara Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) melalui Pengadilan Hubungan Industrial (PHI); (e) sengketa
tata usaha negara melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN); (f) sengketa atau perkara perpajakan pada
Pengadilan Pajak; (g) sengketa di hadapan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen; (h) sengketa persaingan
usaha.


B.		     KEGIATAN USAHA SERTA KECENDERUNGAN DAN PROSPEK USAHA PERSEROAN


1.		 UMUM

Perseroan merupakan satu-satunya perusahaan yang berfokus pada pembiayaan sepeda motor baru merek Yamaha
di Indonesia dengan pangsa pasar sebesar 23,7% berdasarkan penjualan motor baru Yamaha 31 Desember 2021
(sumber: BAF, Desember 2021). Perseroan didirikan pada tahun 1995 dengan nama PT Pembiayaan Getraco
Indonesia sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang pembiayaan dan menjadi perusahaan joint venture
antara PT Danamon Sanggrahan, Mitsui dan Yamaha pada tahun 1997 yang berfokus pada pembiayaan sepeda
motor baru Yamaha. Nama Perseroan selanjutnya beberapa kali mengalami perubahan dan terakhir pada tahun
1998 menjadi PT Bussan Auto Finance ketika Mitsui & Co., Ltd. menjadi pemegang saham utama dengan
kepemilikan sebesar 75%. Kegiatan usaha Perseroan terus berkembang dan saat ini Perseroan telah beroperasi
di 251 lokasi di seluruh Indonesia, yang terdiri dari 167 kantor cabang dan 84 griya yang didukung oleh 4.350



                                                      142
Page 169
karyawan. Perseroan juga telah memperluas jaringan pelayanannya dengan menambah titik-titik pembayaran
angsuran melalui kerja sama dengan pihak ketiga yang meliputi jaringan layanan perbankan, gerai ritel dan platform
pembayaran elektronik. Selain itu, Perseroan telah memperluas ragam produknya hingga meliputi pembiayaan
motor bekas untuk berbagai merek, Dana Syariah, pembiayaan multiproduk dan pembiayaan mesin pertanian,
dan yang terakhir pembiayaan mobil. Pembiayaan juga ditawarkan dalam skema konvensional maupun skema
syariah. Hal ini sejalan dengan strategi Perseroan untuk terus meningkatkan aset Perseroan dengan melakukan
diversifikasi portofolio. Pemesanan untuk pembiayaan sepeda motor baru merek Yamaha memberikan kontribusi
sebesar 65,5% dan 62,1%, dari total pemesanan Perseroan masing-masing pada tahun 2020 dan 2021.

Perseroan bergerak di bidang usaha yang mengandalkan pengeluaran konsumen dalam industri otomotif dan
sebagai akibatnya Perseroan sangat bergantung pada kondisi industri otomotif dan keseluruhan perekonomian
Indonesia. Pemulihan ekonomi dunia pada 2022 diproyeksi tidak akan semulus yang diharapkan dikarenakan
ancaman inflasi dan kesenjangan pertumbuhan ekonomi yang semakin menggerus negara-negara miskin
dunia. Pertumbuhan ekonomi global tahun 2022 diprediksi tetap berada di atas rata-rata meski kemungkinan
lebih rendah dibanding tahun 2021. Konsensus pasar mengestimasi, pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2022
akan berada di atas 4% dan pada 2023 lebih dari 3,5%. Perlambatan pada tahun ini terjadi karena pada tahun
2021, pertumbuhan ekonomi global sudah naik pesat akibat penurunan yang cukup dalam pada 2020. Sebelum
pandemi Covid-19 melanda, pertumbuhan ekonomi global tercatat masih berada di atas 3,5%. Pemulihan
ekonomi global akan berlanjut pada tahun ini. Hal tersebut didukung oleh perusahaan-perusahaan dunia yang
kembali menggelontorkan belanja modal setelah mengeremnya selama dua tahun terakhir. Belanja modal tersebut
akan memulihkan kapasitas produksi yang sebelumnya tidak terutilisasi dengan baik. Pertumbuhan belanja
modal perusahaan-perusahaan dunia tahun 2022 bahkan berada di atas pertumbuhan ekonomi global. Faktor
pendorong lainnya berasal dari pemulihan aktivitas manufaktur dan rantai pasokan dunia yang akan kembali
meningkatkan inventori di Amerika Serikat (AS) dan berbagai belahan dunia. Kondisi ini dinilai dapat memacu
aktivitas ekonomi tambahan. Perekonomian dunia juga akan mendapat dorongan dari sektor jasa yang belum
pulih secara signifikan. Pada tahun 2022, sektor jasa diprediksi akan kembali ke lintasan semula sehingga
akan menjadi bonus dorongan terhadap pertumbuhan ekonomi. Yang tak kalah penting, inflasi global pada
2022 diprediksi akan melandai seiring dengan harga komoditas yang mulai mengalami stabilisasi. Di sisi lain,
ada sejumlah risiko yang akan membayangi aktivitas perekonomian global pada 2022. Risiko yang paling besar
berasal dari kebijakan pengetatan moneter oleh bank sentral AS The Fed dengan menaikkan suku bunga acuan
dan mengurangi pembelian obligasi (tapering). The Fed mengasumsikan kenaikan suku bunga bisa terjadi 2-3 kali
di tahun 2022. Risiko lainnya masih terkait dengan perkembangan Covid-19 yang dikhawatirkan masih akan
menyebar luas dan memunculkan varian baru. Pelaku pasar juga masih mencermati perkembangan vaksinasi
sebagai salah satu langkah untuk menyudahi pandemi Covid-19. Risiko selanjutnya berasal dari ketegangan
geopolitik antara AS-China serta AS-Rusia yang kembali mulai terlihat walaupun belum menjadi ancaman yang
signifikan, tetapi perlu diwaspadai sebab bisa saja jadi pengaruh secara sentimen atau confident investor global.

Bank Indonesia (BI) memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2022 akan mencapai 4,7% - 5,5%,
dari 3,2% - 4,0% pada tahun 2021, didorong oleh berlanjutnya perbaikan ekonomi global yang berdampak pada
kinerja ekspor yang tetap kuat, serta meningkatnya permintaan domestik dari kenaikan konsumsi dan investasi.
Hal ini didukung vaksinasi, pembukaan sektor ekonomi, dan stimulus kebijakan. Sinergi kebijakan yang erat dan
kinerja perekonomian tahun 2021 menjadi modal untuk semakin bangkit dan optimis akan pemulihan ekonomi
Indonesia yang lebih baik pada tahun 2022. Penguatan sinergi dan inovasi ditujukan untuk menciptakan imunitas
masal dari pandemi Covid-19 dan pembukaan kembali sektor ekonomi prioritas, mendorong pemulihan ekonomi
dalam jangka pendek melalui kebijakan peningkatan permintaan, serta memperkuat pertumbuhan yang lebih tinggi
dalam jangka menengah melalui kebijakan reformasi struktural. Respons bauran kebijakan BI yang bersinergi
dengan kebijakan ekonomi nasional akan terus mengawal perekonomian pada tahun 2022. Inflasi rendah dan
terkendali pada sasaran 3±1% pada tahun 2022, didukung oleh kenaikan kapasitas produksi nasional melalui
peningkatan efisiensi dan produktivitas dalam memenuhi kenaikan permintaan agregat di dalam perekonomian.
Defisit transaksi berjalan rendah, pada kisaran 1,1% - 1,9% pada 2022. Stabilitas sistem keuangan terjaga,
kecukupan modal tinggi, dan likuiditas melimpah.

Pertumbuhan industri otomotif baik pasar domestik dan ekspor nyatanya berperan menjadi lokomotif ekonomi
nasional. Berbagai kebijakan dan regulasi yang digulirkan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perindustrian
terbukti dapat menjadi stimulus aktif peningkatan penjualan kendaraan dalam negeri dan performa ekspor yang
positif. Kehadiran insentif PPnBM (“Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah”) mendorong
konsumsi domestik sepanjang Januari sampai November 2021 mencapai 761 ribu unit atau berangsur pulih



                                                       143
Page 170
sebesar 81% dibanding periode sebelumnya di masa pandemi 2019. Kepercayaan konsumen global terhadap
produk otomotif nasional juga ditunjukkan dengan pencapaian ekspor Indonesia.Merujuk data kinerja ekspor
sepanjang Januari sampai November 2021 dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO),
ekspor kendaraan utuh dari Indonesia mencapai angka 267 ribu unit atau pulih sekitar 87% dari periode yang
sama di tahun 2019. Kinerja industri otomotif Indonesia menjadi sektor industri andalan yang berperan sebagai
penopang dan lokomotif kebangkitan ekonomi nasional. Industri yang berkontribusi bagi 1,5 juta lapangan kerja
dari hulu hingga hilir ini telah menyumbangkan 4 persen dari Penerimaan Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Tren
positif ekspor T-brand tidak dapat tercapai tanpa dukungan Pemerintah Indonesia melalui berbagai stimulus dan
kebijakan pendorong ekspor otomotif nasional. Hingga akhir Desember 2021, penjualan sepeda motor domestik
mencapai 5.057.516 unit atau melonjak sebesar 38,16% (YoY) dibanding penjualan di 2020 yang mencapai
hanya 3.660.616 unit. Peningkatan keyakinan konsumen dan daya beli masyarakat merupakan katalis positif
yang mendorong kenaikan penjualan mobil dan motor. Total piutang pembiayaan perusahaan multifinance
hingga Desember 2021 turun 1,52% menjadi Rp364,2 triliun dari Rp359,7 triliun di Desember 2020. Pembiayaan
multiguna masih merupakan segmen terbesar dari total piutang pembiayaan yang memberi kontribusi terhadap
total piutang pembiayaan sebesar 56,8%, pembiayaan investasi memberikan kontribusi sebesar 31,4%, dan
pembiayaan modal kerja dengan kontribusi sebesar 7,9%.

Pendapatan Perseroan mencapai Rp3.899 miliar untuk tahun berakhir pada tanggal 31 Desember 2021,
hal ini mulai mengalami peningkatan dari sebelumnya Rp3.407 miliar untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2020. Laba (rugi) bersih dan marjin laba bersih Perseroan juga mengalami peningkatan dari
sebelumnya mengalami rugi Rp282,5 miliar untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan
mencetak laba sebesar Rp473,7 miliar. Rasio NPF Perseroan terjaga pada tingkat 0,4% dan 0,6% masing-masing
pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020.


2.		     SEJARAH PERSEROAN

Perseroan didirikan pada tahun 1995 dengan nama PT Pembiayaan Getraco Indonesia sebagai perusahaan yang
bergerak dalam bidang pembiayaan dan menjadi perusahaan joint venture antara PT Danamon Sanggrahan,
Mitsui dan Yamaha pada tahun 1997 yang berfokus pada pembiayaan sepeda motor baru Yamaha. Nama
Perseroan selanjutnya berubah menjadi PT Danamon Mits Otomotif Finance. Pada tahun 1998, Mitsui & Co.,
Ltd. membeli seluruh kepemilikan PT Danamon Sanggrahan sehingga mengakibatkan Mitsui & Co., Ltd. menjadi
pemegang saham utama dan hal tersebut menjadi kejadian penting yang mempengaruhi perkembangan usaha
Perseroan. Mitsui & Co., Ltd., memiliki kepemilikan sebesar 75%, sedangkan sisanya dimiliki oleh PT Lenggara
Gunasejahtera (15%), Yamaha Co., Ltd., Jepang (7%) dan PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (3%). Sebagai
akibat dari akuisisi tersebut, nama Perseroan diubah menjadi PT Bussan Auto Finance dengan fokus bisnis tetap
sebagai perusahaan pembiayaan sepeda motor baru khusus merek Yamaha. Pada tahun 2004, seluruh saham
milik PT Lenggara Gunasejahtera dijual kepada PT Mitsui Indonesia.

Pada tahun 2013, Perseroan melakukan peningkatan modal melalui penerbitan saham baru yang seluruhnya
diambil bagian oleh PT Ciptadana Capital, salah satu perusahaan afiliasi dari Grup Lippo, dan Yamaha, sehingga
komposisi pemegang saham Perseroan menjadi Mitsui & Co., Ltd. sebesar 58,3%, PT Mitsui Indonesia sebesar
11,7%, Yamaha Co., Ltd. sebesar 17,7%, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing sebesar 2,3% dan
PT Ciptadana Capital sebesar 10%. Sebagai hasilnya, ekuitas Perseroan meningkat menjadi Rp350 miliar untuk
mendukung pertumbuhan kegiatan pembiayaan Perseroan lebih lanjut, khususnya kegiatan pembiayaan sepeda
motor Yamaha. Perseroan memandang bahwa penambahan kepemilikan Yamaha pada Perseroan menunjukkan
keyakinan Yamaha terhadap pasar motor di Indonesia dan bertambah besarnya komitmen Yamaha untuk terus
mengembangkan bisnis bersama Perseroan. Berdasarkan informasi dari pihak Yamaha, penjualan Yamaha
di Indonesia merupakan salah satu yang terbaik di dunia. Pada tahun 2018, Mitsui & Co., Ltd. menambah
kepemilikan sahamnya dengan mengakuisisi seluruh kepemilikan saham PT Ciptadana Capital, sehingga
kepemilikan efektif grup Mitsui dan grup Yamaha masing-masing menjadi 80,0% dan 20,0%. Pada akhir tahun
2019, Mitsui Grup melepas kepemilikan 15% sahamnya kepada PT. Sinergi Autoindo Abadi, sehingga komposisi
kepemilikan PT Bussan Auto Finance adalah Mitsui & Co., Ltd. sebesar 65,0%, Yamaha Motor Co., Ltd. sebesar
17,7%, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing sebesar 2,3% dan PT Sinergi Autoindo Abadi sebesar 15%.




                                                     144
Page 171
Dalam perjalanan bisnis selama kurang lebih 20 tahun, Perseroan merupakan sedikit dari perusahaan pembiayaan
yang berhasil melewati krisis keuangan di wilayah Asia pada tahun 1997 dan krisis keuangan global pada tahun
2008 dengan fundamental yang kuat. Perseroan bahkan melihat periode krisis sebagai peluang bisnis yang
dapat dimanfaatkan. Sebagai contoh, pada tahun 2008, ketika sebagian besar perusahaan pembiayaan berhenti
memberikan akses pembiayaan kepada konsumen karena hambatan sumber pendanaan yang terbatas, Perseroan
memiliki dukungan pendanaan yang kuat dari para kreditur di luar negeri sehingga kegiatan usaha Perseroan
dapat berlangsung secara normal. Perseroan menggunakan kesempatan tersebut untuk mengakuisisi konsumen-
konsumen pesaing. Perseroan berkeyakinan bahwa keberhasilannya tersebut tidak terlepas dari dukungan dan
komitmen para pemegang saham, baik dalam hal pengembangan pelanggan dan bisnis baru maupun hubungan
dengan kreditur.

Sebagai perusahaan pembiayaan yang berfokus pada motor merek Yamaha, kinerja Perseroan sangat bergantung
pada penjualan motor Yamaha. Oleh karena itu, strategi pemasaran Perseroan selalu diselaraskan dengan pihak
Yamaha. Perseroan berhasil mencapai aset pembiayaan di atas Rp10 triliun pada tahun 2013 sejalan dengan
kesuksesan Yamaha Mio dalam mengambil pangsa pasar sepeda motor skutik matik di Indonesia. Yamaha Mio
diluncurkan pada tahun 2007 awalnya ditargetkan untuk wanita namun memperoleh popularitas dalam waktu
cepat karena dinilai lebih sesuai dikemudikan pada lalu lintas padat. Penjualan Yamaha Mio menembus 1 juta
unit pada tahun 2009 dengan rata-rata volume pemesanan Perseroan pada tahun tersebut sebesar 70.000 unit
per bulan. Pada bulan Desember 2019, Perseroan berhasil mencapai aset pembiayaan di atas Rp12 triliun.

Sebagai salah satu strategi untuk mendiversifikasi sumber pendanaan Perseroan dalam memenuhi kebutuhan
modal kerja, Perseroan mulai menerbitkan obligasi pada tahun 2017 dan secara konsisten setiap tahun sejak
saat itu. Per 31 Desember 2021, Perseroan telah menerbitkan obligasi sebanyak 3 (tiga) kali dengan total nilai
penerbitan yang masih outstanding sebesar Rp4,2 triliun.


3.		     VISI, MISI DAN NILAI PERSEROAN

Visi Perseroan adalah untuk menjadi perusahaan pembiayaan terkemuka dan terpercaya bagi pelanggan, mitra
usaha dan masyarakat. Misi Perseroan adalah memberikan layanan solusi keuangan terbaik untuk meningkatkan
kesejahteraan hidup masyarakat. Untuk mencapai misi dan visinya tersebut, Komisaris, Direktur dan seluruh
karyawan Perseroan diharapkan melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pribadi yang memiliki
kejujuran, loyalitas, kedisiplinan, berpikiran terbuka dan menyukai tantangan. Mereka juga dituntut untuk selalu
melakukan pengembangan diri sendiri maupun mitra kerja dan membina komunikasi, koordinasi dan kerja sama
yang baik. Seluruh karyawan Perseroan pada akhirnya diharapkan menjadi pribadi yang berorientasi pada
pelanggan dan masyarakat. Untuk mempermudah karyawan Perseroan mengingat dan mengakplikasikannya
Perseroan menyederhanakan nilai-nilai tersebut kedalam tiga kata yaitu Visible, Reliable dan Accesible.


4.		     STRATEGI USAHA

Strategi usaha utama Perseroan meliputi:

Terus meningkatkan aset Perseroan dengan memperluas portofolio pembiayaan, dan mengakselerasi
penjualan di lini bisnis pembiayaan, dan saluran pemasaran

Perseroan bermaksud untuk terus meningkatkan aset pembiayaan dengan melakukan diversifikasi portofolio
pembiayaan di samping tetap fokus pada pembiayaan motor baru Yamaha. Perseroan secara konsisten telah dan
akan terus memperkenalkan produk-produk baru untuk melengkapi pilihan layanan yang ditawarkan. Sebagai
contoh, Perseroan menawarkan pembiayaan mesin pertanian pada tahun 2013, pembiayaan multiproduk pada
tahun 2014, Dana Syariah pada tahun 2016 dan pembiayaan untuk kendaraan roda empat pada tahun 2017.
Layanan-layanan ini telah berhasil meningkatkan nilai aset pembiayaan Perseroan sekaligus menurunkan
ketergantungan Perseroan terhadap pembiayaan sepeda motor. Kontribusi pemesanan untuk pembiayaan sepeda
motor terhadap total pemesanan terus mengalami perubahan dari 79,8% pada tahun 2019 menjadi 68,0% pada
tahun 2020 dan 65,1% pada tahun 2021. Hal ini menandakan bahwa aktifitas diversifikasi protofolio pembiayaan
telah sesuai dengan strategi Perseroan dimana optimalisasi kontribusi lini bisnis pembiayaan selain sepeda
motor didukung oleh penyaluran pembiayaaan yang berkualitas dan pengawasan internal serta manajemen
risiko yang memadai.


                                                      145
Page 172
Perseroan berencana untuk terus memperluas saluran pemasaran dengan menambah jejaring pelayanan baik
berupa kantor pelayanan, serta meningkatkan kerja sama dengan mitra strategis dan dealer untuk seluruh lini
bisnis pembiayaan, khususnya Dana Syariah, pembiayaan sepeda motor bekas dan pembiayaan mobil. Perseroan
senantiasa mencari peluang untuk membuka kantor pelayanan untuk memenuhi permintaan pembiayaan di wilayah-
wilayah dengan peluang pertumbuhan yang menarik. Sebagai upaya dalam meningatkan layanan, Perseroan akan
terus melanjutkan pengembangan jaringan layanan dengan mengoptimalkan network strategy untuk memperkuat
dan memperluas distribution channel Perseroan dengan tetap menjaga efisiensi. Per 31 Maret 2022, Perseroan
telah beroperasi di 251 lokasi di seluruh Indonesia, yang terdiri dari 167 kantor cabang dan 84 griya.

Memperkuat brand awareness Perseroan untuk menghadapi persaingan yang semakin kompetitif

Perseroan bermaksud untuk terus meningkatkan brand awareness untuk menghadapi persaingan yang semakin
kompetitif di industri pembiayaan melalui berbagai kegiatan promosi atau penjualan. Sejak tahun 2017, Perseroan
menyelenggarakan BAF Fair untuk meningkatkan interaksi langsung dengan masyarakat. BAF Fair merupakan
pameran yang diselenggarakan di berbagai kota di Indonesia dalam rangka memperkenalkan produk pembiayaan
Perseroan kepada masyarakat luas. Kegiatan BAF Fair saat ini telah berhasil diselenggarakan di berbagai kota-
kota besar di Indonesia antara lain Jakarta, Palu, Samarinda, Bandung, Semarang, Malang, Makassar, dan
Balikpapan. Di tahun 2021, Perseroan melakukan terobosan pengembangan strategi untuk lebih memperkuat brand
awareness Perseroan dengan cara meningkatkan penetrasi ke konsumen secara langsung dengan masyarakat
melalui berbagai program promosi atau penjualan. Kegiatan ini dikenal dengan nama BAF Expo dimana Perseroan
melakukan kegiatan seperti BAF Fair namun dalam skala yang lebih kecil dan tersebar di banyak wilayah yang
berlokasi di area umum dan ramai, sehingga masyarakat lebih dekat dan mudah mengakses bebagai informasi
yang ditawarkan oleh Perseroan. Perseroan akan melanjutkan aksi keuangan berkelanjutan antara lain melalui
BAF Eco Move, penyaluran pembiayaan produktif kepada UMKM, digitalisasi, serta green campaign activities
dan initiatives lain termasuk meningkatkan peran serta kontribusi kegiatan literasi dan inklusi keuangan kepada
komunitas perempuan dan UMKM, guna meningkatkan kontribusi terhadap Sustainable Development Goals
(SDGs).

Di tengah kondisi pandemi COVID-19 yang masih terjadi di tahun 2021, Perseroan memanfaatkan media online
untuk menunjang aktivitas pemasaran dan meningkatkan jangkauan kepada konsumen. Perseroan memanfaatkan
berbagai online platform seperti Live IG dengan melakukan talkshow pengenalan produk-produk unggulan dan
promo-promo yang sedang berlangsung di media sosial Perseroan. Perseron terus mendukung penuh kegiatan
yang juga dilakukan oleh dealer baik melalui Facebook, Instagram, dan platform media sosial online lainnya
dengan menawarkan program marketing yang menarik di setiap bulan.

Memperkuat kemitraan strategis baik dengan Yamaha dan dealer untuk meningkatkan aset Perseroan

Perseroan juga akan terus mempererat hubungan hubungannya dengan mitra strategis dan dealer yang telah
ada untuk meningkatkan cakupan layanan pembiayaan Perseroan. Khusus untuk Dana Syariah, Perseroan akan
menjalin kerja sama dengan institusi dan lembaga-lembaga seperti koperasi dan usaha mikro kecil dan menengah
Untuk memperluas saluran pemasaran, Perseroan akan terus mengembangkan usahanya secara digital melalui
kerja sama dengan mitra digital, khususnya kemitraan untuk pembiayaan mobil.

Perseroan akan mengakselerasi penjualan di lini bisnis pembiayaan sepeda motor Yamaha, serta mengoptimalkan
kontribusi lini bisnis pembiayaan non-Yamaha seperti Dana Syariah, pembiayaan mobil, pembiayaan elektronik
dan perlengkapan rumah tangga melalui peningkatan daya saing Perseroan untuk mendapatkan pembiayaan
baru yang berkualitas, serta meningkatkan kontribusi repeat order (RO) dari existing konsumen. Segmentasi
produk/pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan konsumen juga terus dilakukan untuk memperkuat portfolio
strategy sebagai one stop financial services dengan suguhan ragam produk pembiayaan untuk berbagai
kebutuhan, termasuk dengan adanya dua produk baru yaitu BAF PraDana dan BAF AdiDana. Seiring dengan
saluran pemasaran yang bertambah luas, pemesanan untuk pembiayaan mobil telah meningkat sebesar 46,0%
menjadi Rp1.367,5 miliar pada tahun 2021 dari sebelumnya Rp936,7 miliar juta pada tahun 2020.




                                                     146
Page 173
Memperkokoh fungsi inti Perseroan untuk meningkatkan efektivitas dan produktivitas operasional
Perseroan melalui pemanfaatan digital transformation

Perseroan terus melakukan transformasi digital untuk mengoptimalkan operasi bisnis dalam rangka meningkatkan
kualitas produk dan layanan kepada pelanggan dan daya saing Perseroan. Transformasi digital saat ini difokuskan
untuk menyederhanakan proses pengajuan aplikasi, persetujuan hingga pencairan untuk setiap lini bisnis
Perseroan. Sebagai contoh, proses persetujuan pembiayaan mobil saat ini dapat dilakukan dalam 8 jam dari
sebelumnya 1,5 hari dengan memanfaatkan teknologi digital Mobile Order. Penerapan e-survey (mobile survey),
sebuah aplikasi yang digunakan oleh surveyor untuk melakukan proses survei, dimulai dari pengumpulan data
dan verifikasi data konsumen, telah berhasil meningkat produktivitas surveyor Perseroan hingga sebesar 16%.
Perseroan juga memanfaatkan teknologi digital untuk memperkuat fungsi pemantauan dan pengawasan melalui
penerapan sistem mobile collection. Dengan proses yang lebih sederhana, Perseroan akan dapat meningkatkan
produktivitas dan efisiensi, termasuk mengurangi kebutuhan sumber daya manusia. Perseroan juga akan
semakin meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai pelatihan dan pengembangan karyawan
untuk memperkuat kompetensi dan produktivitas sumber daya manusia agar siap dalam memasuki era digital.
Selain itu juga Perseroan tengah mengembangkan Loan Originating Sytem terbaru untuk menstandarisasi dan
mengoptimalkan proses persetujuan kredit.

Di tengah percepatan bisnis dan kondisi pemulihan yang terjadi, sangat penting bagi Perseroan untuk tetap
memastikan internal control dan fraud control dilakukan secara memadai. Perseroan juga akan menjaga dan
memantau tingkat kesehatan Perseroan sesuai dengan risk acceptance demi kesinambungan Perseroan dalam
jangka panjang. Penerapan dan pengawasan manajemen risiko secara komprehensif juga akan dilakukan
dengan merancang dan mengimplementasikan Risk Control Self-Assessment (RCSA) untuk membantu Perseroan
mengelola risiko-risiko utama, serta penyesuaian atas penerapan manajemen risiko dalam penggunaan teknologi
informasi.

Memperkuat penerapan manajemen risiko secara komprehensif dan penguatan tata kelola termasuk
memastikan internal control dan fraud control agar tetap dilakukan secara memadai

Dalam rangka meningkatkan daya saing Perseroan dalam menjawab tuntutan bisnis yang semakin dinamis dan
kompetitif, Perseroan senantiasaberupaya menerapkan prinsip-prinsip tata kelola Perusahaan yang baik (good
corporate governance – GCG). Perseroan meyakini bahwa penerapan prinsip-prinsip GCG bukan sekedar sebagai
pemenuhan terhadap peraturan, melainkan ikut menentukan keberlangsungan Perseroan dalam jangka panjang.
Oleh karena itu, Perseroan bertekad untuk terus menerapkan GCG sebagai sebuah standar yang bertujuan
untuk meningkatkan citra, efisiensi, dan efektivitas pengelolaan Perseroan secara berkesinambungan, termasuk
di dalamnya penerapan manajemen risiko yang aktif.

Sebagai suatu bagian yang esensial dari aktivitas operasional dan proses pengambilan keputusan dalam upaya
pencapaian tujuan-tujuan bisnis, penerapan manajemen risiko dilakukan secara aktif dengan tujuan untuk
memaksimalkan nilai tambah bagi pemegang saham, mengelola modal secara komprehensif, serta memastikan
profitabilitas dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Perseroan berupaya memastikan semua risiko yang
terjadi dapat teridentifikasi, terpantau dan dapat dikendalikan sedini mungkin secara tepat. Dari sisi tata kelola,
Perseroan berkomitmen untuk terus mewujudkan transformasi jangka panjang tata kelola perusahaan yang
diharapkan dapat menghasilkan nilai yang berkelanjutan kepada pemegang saham dan semua pemangku
kepentingan.

Menerapkan tahap lanjutan rencana aksi keuangan berkelanjutan Perseroan

Perseroan dalam melakukan aktivitas bisnisnya tidak melibatkan kegiatan langsung yang dapat membahayakan
ataupun berpotensi merusak lingkungan hidup. Meskipun demikian, Perseroan menyadari bahwa sudah
semestinya perusahaan tidak hanya mengejar profit semata, tetapi juga menjangkau aspek sosial kemasyarakatan
dan lingkungan dimana kegiatan usaha Perseroan belangsung. Atas dasar tersebut, Perseroan senantiasa
melaksanakan kegiatan usaha dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan dan masyarakat.




                                                       147
Page 174
Implementasi Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan di Perseroan akan dilakukan dengan mempertimbangkan
sejumlah faktor baik faktor eksternal maupun faktor internal seperti kondisi keuangan, kapasitas teknis, dan
kapasitas organisasi. Sebagai perusahaan keuangan, Perseroan berkomitmen untuk terus melanjutkan perannya
dalam peningkatan literasi dan inklusi keuangan termasuk memperluas sasaran atau target edukasi Perseroan
yang pada akhirnya dapat memberikan kontribusi dalam peningkatan indeks literasi keuangan di Indonesia.
Perseroan berharap kondisi pandemi COVID-19 ini segera berakhir sehingga pemulihan ekonomi dapat mendukung
Perseroan dalam melaksanakan berbagai strategi dan rencana di tahun 2022.


5.		      KEGIATAN USAHA

Lini bisnis pembiayaan Perseroan dapat dikelompokkan menjadi pembiayaan dengan skema konvensional dan
skema syariah. Produk pembiayaan Perseroan untuk skema konvensional meliputi pembiayaan sepeda motor
baru dan motor bekas, pembiayaan mobil, pembiayaan mesin pertanian dan pembiayaan multiproduk. Produk
pembiayaan Perseroan dengan skema syariah meliputi pembiayaan sepeda motor baru dan motor bekas dan Dana
Syariah (pembiayaan berbasis syariah). Perseroan mulai melakukan pembiayaan dengan skema syariah sejak
tahun 2013. Produk-produk konvensional maupun syariah saat ini tersedia di seluruh kantor cabang Perseroan.

Berikut adalah perkembangan pemesanan berdasarkan lini bisnis pembiayaan untuk masing-masing periode
di bawah ini:

                                                                                              (dalam jutaan Rupiah)
                                                          Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
                                                            2020                               2021
                                                      Rp               %                Rp                %
Pembiayaan sepeda motor baru                           4.671.496         65,5%           5.942.242          62,1%
Dana Syariah                                           1.123.280         15,8%           1.581.332          16,5%
Pembiayaan mobil                                         936.754         13,1%           1.367.543          14,3%
Pembiayaan multiproduk                                   181.975          2,6%             366.944           3,8%
Pembiayaan sepeda motor bekas                            181.122          2,5%             285.517           3,0%
Pembiayaan mesin pertanian                                18.274          0,3%              23.157           0,2%
Pembiayaan lainnya                                        15.000          0,2%                 709           0,0%
Jumlah                                                 7.127.901        100,0%           9.567.444         100,0%


Berikut adalah perkembangan pemesanan berdasarkan skema pembiayaan untuk masing-masing periode
di bawah ini:

                                                                                              (dalam jutaan Rupiah)
                                                          Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
                                                            2020                               2021
                                                      Rp               %                Rp                %
Pembiayaan skema konvensional                          5.949.051         83,5%           7.939.885          83,0%
Pembiayaan skema syariah                               1.178.850         16,5%           1.627.559          17,0%
Jumlah                                                 7.127.901        100,0%           9.567.444         100,0%


Kegiatan penyaluran pembiayaan Perseroan secara umum mengalami fluktuasi musiman pada saat menjelang
perayaan Lebaran karena meningkatnya kebutuhan belanja masyarakat. Konsumen cenderung menjadi lebih
konsumtif dalam masa tersebut, termasuk meningkatnya permintaan untuk keperluan rumah tangga, barang-barang
elektronik, kendaraan bermotor dan bahkan kebutuhan uang tunai. Sebagai akibatnya, kebutuhan pendanaan
Perseroan untuk memenuhi permintaan fasilitas pembiayaan dalam periode tersebut turut meningkat. Di sisi
lain, kegiatan penagihan mengalami penurunan pada saat bulan Ramadan, hari libur Lebaran dan libur anak
sekolah. Hal ini dikarenakan konsumen Perseroan dalam periode tersebut memiliki banyak kebutuhan dengan
skala prioritas yang lebih tinggi. Kegiatan penagihan biasanya akan pulih pada periode berikutnya. Perseroan
memperkirakan pola musiman tersebut akan terus berlanjut di masa yang akan datang dan mempengaruhi
kegiatan usaha Perseroan.




                                                    148
Page 175
Pembiayaan roda dua

Fokus utama pembiayaan Perseroan adalah pembiayaan untuk pembelian sepeda motor baru merek Yamaha.
Nilai pembiayaan roda dua yang diberikan umumnya tidak melebihi dari 95% dari nilai pasar sepeda motor.
Pembiayaan diberikan dengan tingkat bunga pinjaman tetap untuk jangka waktu 12 sampai dengan 36 bulan
dengan pembayaran cicilan bulanan. Selama masa pembiayaan, Perseroan memegang kolateral berupa BPKB
dari motor yang dibiayai hingga saat pelunasan yang diikat dengan perjanjian fidusia. Konsumen wajib memiliki
asuransi total loss only selama masih memiliki saldo pinjaman. Perseroan memperoleh konsumen dari referral
dan rekomendasi yang diberikan oleh mitra dealer sepeda motor. Saat ini, pembiayaan motor baru Yamaha
masih menjadi kontributor terbesar yang mencapai 62,1% dari total penyaluran pembiayaan baru di tahun 2021.

Perseroan juga menyediakan pembiayaan untuk pembelian sepeda motor bekas dari semua merek Jepang.
Nilai pembiayaan motor bekas umumnya tidak melebihi 75% dari nilai taksiran pasar sepeda motor yang akan
dibeli, dicicil pada tingkat bunga tetap untuk jangka waktu 12 sampai dengan 36 bulan. Perseroan memegang
kolateral berupa BPKB dari motor yang dibiayai hingga saat pelunasan yang diikat dengan perjanjian fidusia,
selama masa pembiayaan.

Sejak tahun 2013, Perseroan menawarkan pembiayaan motor baru dan motor bekas dengan skema syariah
menggunakan akad murabahah. Penyelenggaraan usaha pembiayaan syariah tersebut dijalankan oleh Unit
Usaha Syariah Perseroan.

Seiring dengan membaiknya penjualan di sektor otomotif khususnya sepeda motor, penyaluran pembiayaan sepeda
motor Yamaha Perseroan tumbuh 27,2% (YoY) di akhir tahun 2021. Perseroan berhasil menyalurkan pembiayaan
baru motor Yamaha sebanyak 254.318 unit dengan nilai pembiayaan mencapai Rp5,9 triliun, dibanding tahun 2020
yang hanya mencapai Rp4,7 triliun. Pertumbuhan yang baik di tahun 2021 tidak terlepas dari berbagai strategi dan
inisiatif yang ditempuh oleh Perseroan sepanjang tahun. Penguatan kerja sama secara terus menerus dilakukan
antara Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (“YIMM”), Perseroan, dan berbagai dealer dengan memanfaatkan
sistem IT yang telah terintegrasi dan peningkatan akuisisi melalui sales channel alternatif. Hingga 31 Desember
2021, Perseroan telah menjalin kerja sama dan sinergi dengan 1.238 mitra dealer.

Tabel berikut menyajikan perkembangan pembiayaan roda dua Perseroan untuk masing-masing periode di bawah
ini:

Keterangan                                                              31 Desember 2020        31 Desember 2021
Rata-rata nilai pembiayaan (Rp juta)
  Pembiayaan sepeda motor baru                                                             22                      23
  Pembiayaan sepeda motor bekas                                                            14                      15
Rata-rata suku bunga efektif (% per tahun)
  Pembiayaan sepeda motor baru                                                        38,5                    38,2
  Pembiayaan sepeda motor bekas                                                       36,4                    37,0
Rata-rata jangka waktu pembiayaan (bulan)
  Pembiayaan sepeda motor baru                                                             28                      28
  Pembiayaan sepeda motor bekas                                                            28                      28
Jumlah pemesanan (unit)
  Pemesanan sepeda motor baru                                                      207,939                 254,318
  Pemesanan sepeda motor bekas                                                      12.901                  19.117
Rasio NPF (%)
  Pembiayaan sepeda motor baru                                                         0,5                     0,7
  Pembiayaan sepeda motor bekas                                                        0,4                     0,4

Tabel berikut ini menyajikan perkembangan pemesanan Perseroan untuk pembiayaan kendaraan bermotor baru
dan bekas untuk masing-masing periode di bawah ini:




                                                      149
Page 176
                                                                                                (dalam jutaan Rupiah)
                                                            Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
                                                              2020                               2021
                                                        Rp               %                Rp                %
Pembiayaan sepeda motor baru                             4.671.496            96,3         5.942.242             95,4
Pembiayaan sepeda motor bekas                              181.122             3,7           285.517              4,6
Jumlah                                                   4.852.618           100,0         6.227.759            100,0


Dana Syariah

Dana Syariah adalah salah satu produk pembiayaan jasa berbasis syariah untuk kendaraan roda dua berbagai
merek yang mulai diperkenalkan pada tahun 2016 dan saat ini telah tersedia di seluruh kantor cabang Perseroan.
Perseroan telah mendapatkan izin dari OJK dan DSN-MUI untuk skema pembiayaan dengan menggunakan akad
Bai’ wal Mudharabah Muntahiyah Bit Tamilk (IMBT) pada awal tahun 2016.

Produk ini pada awalnya merupakan solusi yang diberikan Perseroan untuk menjawab kebutuhan dana cepat
konsumen Perseroan dengan cara memanfaatkan kendaraan roda dua miliknya. Hal ini sejalan dengan strategi
Customer Retention Management Perseroan. Melihat respon yang baik terhadap produk ini, Perseroan saat ini
telah menawarkan Dana Syariah kepada masyarakat luas. Perseroan berkeyakinan bahwa Dana Syariah memiliki
potensi pertumbuhan yang besar dan dapat menjadi salah satu produk andalan Perseroan di masa mendatang
dikarenakan pembatasan pada pembiayaan konvensional.

Nilai pembiayaan jasa yang diberikan umumnya tidak melebihi dari 70% dari nilai pasar sepeda motor dilihat
dari kondisi motor konsumen saat pengajuan, profil konsumen, dan rekam jejak konsumen dalam melakukan
pembayaran dengan umur motor maksimal 10 tahun dari tahun produksi. Pembiayaan jasa diberikan untuk jangka
waktu maksimal 24 bulan dan imbalan jasa dibayarkan setiap bulan dengan nilai nominal tetap. Selama masa
pembiayaan jasa, Perseroan memegang BPKB hingga jangka waktu pembiayaan jasa berakhir. Konsumen wajib
memiliki asuransi total loss only selama masih memiliki saldo pinjaman. Konsumen yang dapat memperoleh fasilitas
Dana Syariah adalah individu yang mempunyai penghasilan. Metode pencairan dana saat ini dapat dilakukan
secara tunai di kantor cabang dan kantor pos, dan transfer ke rekening bank konsumen melalui rekening bank
syariah milik Perseroan.

Setelah mengalami pertumbuhan negatif ditahun 2020, pembiayaan Dana Syariah Perseroan mencatatkan
pertumbuhan 40,8% (YoY) di tahun 2021, dari Rp1,1 triliun di akhir tahun 2020 menjadi Rp1,6 triliun di akhir
tahun 2021. Secara unit juga tumbuh 28,2% dari 116 ribu unit di tahun 2020 menjadi 149 ribu unit di akhir 2021.
Hal tersebut tidak terlepas dari berbagai inisiatif dan strategi yang dilakukan sepanjang tahun 2021. Strategi
yang telah di terapkan di tahun 2020 terus dilanjutkan seperti program DASYAT (Dana Syariah Tercepat) khusus
untuk konsumen Perseroan yang baru lunas dengan kualitas baik untuk mendapat penawaran Dana Syariah
dengan proses yang sangat cepat yaitu 1 jam dari aplikasi masuk hingga pencairan.

Perseroan juga fokus melakukan maintenance Agen Xtra BAF. Untuk meningkatkan produktivitas dari Agen
Xtra BAF, Perseroan menerapkan mekanisme pengelolaan agen yang sistematis. Agar lebih efektif dalam
pengelolaannya, Agen Xtra BAF diklasifikasikan ke dalam beberapa kategori berdasarkan masa registrasi dan
konsistensi penjualannya. Cara pengelolaannya pun diterapkan berbeda – beda untuk setiap kategori, demikian
juga program reward dan campaign yang diberikan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kontribusi mereka
terhadap booking Perseroan. Untuk memberikan pelayanan yang lebih baik dan kemudahan bagi Agen Xtra
BAF, Perseroan telah meluncurkan Agency Management System (AMS) yaitu sistem yang diperuntukkan kepada
Agen Xtra BAF dengan berbagai kemudahan dalam melakukan aktivitas keagenan, antara lain: melakukan
selfregistration, mendaftarkan orang lain, melakukan penelusuran atas status aplikasi yang direferensikan
memantau secara langsung perolehan benefit atas penjualannya. Perseroan juga berupaya meningkatkan
produktifitas agen Xtra BAF yaitu dengan melakukan review dan adjustment pada skema benefit regular. Kehadiran
sistem AMS dan penyesuaian benefit diharapkan dapat memberikan nilai tambah kepada Agen Xtra BAF sehingga
dapat terus tetap produktif, serta dapat meningkatkan minat masyarakat untuk menjadi bagian dari Agen Xtra BAF.
Per 31 Desember 2021, jumlah Xtra BAF telah mencapai sekitar 32.660 orang yang tersebar di berbagai lokasi
di Indonesia. Jumlah tersebut secara signifikan meningkat 37,3% dibanding tahun 2020 yang mencapai 23.796




                                                      150
Page 177
Tabel berikut menyajikan perkembangan Dana Syariah untuk masing-masing periode di bawah ini:

Keterangan                                                               31 Desember 2020      31 Desember 2021
Rata-rata nilai pembiayaan jasa (Rp juta)                                                9,7                  10,5
Rata-rata jangka waktu pembiayaan jasa (bulan)                                            17                    17
Jumlah pemesanan (unit)                                                             116.204                149.001
Rasio NPF (%)                                                                            0,4                   0,4

Jumlah pemesanan untuk Dana Syariah terus meningkat setiap periode sejalan dengan keberhasilan strategi
Perseroan untuk melakukan perluasan jaringan serta memperkuat online dan offline branding activity melalui
berbagai kegiatan promosi atau penjualan seperti Gerakan Masuk Pasar (“Gempar”). Perseroan menyelenggarakan
Gempar di berbagai kota di Indonesia dengan membuka booth atau membagikan brosur kepada masyarakat
untuk semakin memperkenalkan produk Dana Syariah.

Pembiayaan multiproduk

Sejak tahun 2014, Perseroan turut membantu konsumen dalam pembiayaan multiproduk. Beberapa produk yang
dibiayai meliputi antara lain peralatan elektronik dan rumah tangga, telepon genggam, furnitur, serta peralatan
musik dan olahraga. Fasilitas pembiayaan saat ini tersedia di outlet modern seperti Hypermart, Hartono Elektronik,
Electronic City, Erafone, Giant, Lottemart dan berbagai outlet tradisional. Per 31 Desember 2021, pembiayaan
multiproduk sudah tersedia di 115 kantor cabang, 5 rekanan e-commerce, 710 outlet modern, dan 1.798 outlet
tradisional.

Pembiayaan dapat diberikan dengan atau tanpa uang muka dengan nilai maksimal pembiayaan Rp15 juta dan
angsuran pembayaran bulanan minimum sebesar Rp125.000. Besarnya nilai uang muka menentukan besarnya
cicilan. Jangka waktu pembiayaan umumnya 6 -18 bulan. Persetujuan kredit pembiayaan diproses maksimal 1 hari
dari sejak pengajuan oleh konsumen. Sampai saat ini, Perseroan masih unggul antara lain dalam persyaratan
dokumen pengajuan pembiayaan yang hanya membutuhkan Kartu Tanda Penduduk (KTP), serta pembayaran
pertama yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan perusahaan pembiayaan sejenis. Konsumen Perseroan
dengan rekam jejak yang baik dapat mengajukan limit kredit melalui aplikasi BAF Mobile sebelum bertransaksi
untuk mempercepat proses persetujuan pembiayaan. Konsumen selanjutnya dapat melakukan transaksi sebesar
limit kredit yang disetujui di mitra bisnis Perseroan dengan menggunakan BAF Mobile.

Setelah sempat terkoreksi di tahun 2020, produk pembiayaan elektronik, gadget, dan furnitur Perseroan
mencatatkan kenaikan signifikan penyaluran pembiayaan baru di tahun 2021 sebesar 101,6% (YoY), dari Rp181,9
miliar di tahun 2020 menjadi Rp366,9 miliar di akhir tahun 2021 atau mencapai 101.780 unit. Di tahun 2021,
lini bisnis pembiayaan pembiayaan elektronik, gadget, dan furnitur Perseroan terus fokus dalam menambah
channel akusisi dengan menggunakan aplikasi digital di toko-toko rekanan agar bisa menjangkau lebih banyak
konsumen dengan meniadakan ketergantungan terhadap kehadiran sales agent. Di lain sisi, pengembangan
sistem terkait channel akuisisi digital saat ini masih dalam proses pengembangan. Perseroan berharap setelah
pengembangan Application Programming Interface (API) selesai, maka dapat menambah kerja sama ke mitra-
mitra digital lain. Pengembangan sistem dengan menggunakan API akan terus dilakukan di tahun selanjutnya
untuk dapat memberikan kemudahan bagi konsumen untuk menjangkau Perseroan.

Tabel berikut menyajikan perkembangan pembiayaan multiproduk Perseroan untuk masing-masing periode
di bawah ini:

Keterangan                                                               31 Desember 2020      31 Desember 2021
Rata-rata nilai pembiayaan (Rp juta)                                                     3,4                   3,6
Rata-rata suku bunga efektif (% per tahun)                                              61,2                  60,4
Rata-rata jangka waktu pembiayaan (bulan)                                                 11                    11
Rasio NPF (%)                                                                            0,3                   1,5

Tabel berikut ini menyajikan perkembangan komposisi pemesanan Perseroan untuk pembiayaan multiproduk
untuk masing-masing periode di bawah ini:




                                                       151
Page 178
                                                                                                                       (dalam %)
Keterangan                                                                             31 Desember 2020      31 Desember 2021
Telepon gengam                                                                                        53,0                  53,1
Elektronik                                                                                            28,0                  26,4
Lain-lain (1)                                                                                         19,0                  20,5
Jumlah                                                                                               100,0                 100,0
Catatan:
(1) Lain-lain termasuk peralatan olah raga dan musik, komputer, furnitur dan lain-lain


Pembiayaan mesin pertanian

Sejak tahun 2013, Perseroan mulai memperluas segmen pembiayaannya ke pembiayaan mesin-mesin pertanian.
Perseroan merupakan perusahaan pertama di Indonesia yang menawarkan pembiayaan mesin pertanian besar
kepada masyarakat petani. Sejak September 2014, Perseroan membiayai 3 (tiga) jenis mesin pertanian yaitu
combine harvester, traktor dan rice transplanter 4 (empat) roda dari 2 (dua) merek terkemuka, yaitu KUBOTA
dan YANMAR. Produk saat ini ditawarkan oleh kantor-kantor cabang Perseroan di Sumatera, Jawa Tengah, Jawa
Timur, Nusa Tenggara dan Sulawesi. Target pemasaran untuk produk ini adalah petani-petani yang memiliki lahan
yang luas dan usaha penggilingan padi. Perseroan berencana untuk memperluas segmen bisnis dan konsumen
ke bisnis perkebunan dengan melakukan penyaluran pembiayaan ke perusahaan-perusahaan yang bergerak
dalam bidang perkebunan. Sehubungan dengan kualitas akuisisi konsumen pertanian yang semakin membaik,
akhir tahun 2019 Perseroan menandatangi kerjasama dengan mitra-mitra baru penyedia mesin-mesin pertanian,
perkebunan dan peternakan yaitu merek Jhon Dher dan New Holand. Sejalan dengan rencana pengembangan
pada ke 3 (tiga) sektor tersebut, Perseroan juga berencana membuka kerjasama dengan mitra baru penyedia
mesin merek Maxi Ferguson. Hal ini sebagai salah satu upaya Perseroan dalam meningkatkan pilihan produk
pembiayaan mesn pertanian kepada masyarakat.

Pembiayaan mesin pertanian menggunakan skema sewa pembiayaan untuk jangka waktu pembiayaan umumnya
25 bulan, 30 bulan atau 36 bulan dengan hak opsi kepemilikan di akhir masa sewa. Nilai pembiayaan umumnya
tidak melebihi dari 75% dari nilai pasar mesin dengan angsuran tetap yang dibayarkan secara bulanan. Pada
bulan Juni 2017, Perseroan menerapkan pola angsuran suka-suka sesuai dengan arus kas petani. Selama masa
pembiayaan, kepemilikan aset masih atas nama Perseroan dan akan dialihkan kepada konsumen di akhir periode
pembiayaan jika memilih opsi kepemilikan. Konsumen wajib memiliki asuransi all risk selama masih memiliki
saldo pinjaman. Kerusakan yang terjadi pada saat masa pembiayaan menjadi tanggung jawab konsumen. Untuk
mengurangi risiko pembiayaan, Perseroan memiliki strategi pemilihan konsumen sehingga risiko kredit dapat
terjaga dengan baik.

Selama pandemi COVID-19, sektor pertanian masih dapat meningkatkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto
(PDB) dimana peningkatan pertumbuhan tersebut turut mempengaruhi pencapaian bisnis pembiayaan mesin
pertanian. Sejalan dengan hal tersebut, lini bisnis pembiayaan mesin pertanian Perseroan mampu mencatatkan
pertumbuhan yang baik. Lini bisnis pembiayaan mesin pertanian Perseroan berhasil menyalurkan pembiayaan
baru sebesar Rp23,2 miliar di akhir tahun 2021 atau naik 26,7% dibanding periode yang sama tahun 2020
sebesar Rp18,3 miliar. Dari sisi unit, penyaluran pembiayaan baru juga mengalami kenaikan sebesar 38,6%,
dari 57 unit di tahun 2020 menjadi 79 unit di akhir tahun 2021. Pertumbuhan positif di tahun 2021 tersebut tidak
terlepas dari berbagai strategi yang terus dilanjutkan dan diimplementasikan dengan baik dan terarah. Akuisisi
dibidang perkebunan berbasis Business to Business (B2B) terus dilakukan dengan memperluas area operasional
ke daerah-daerah yang memiliki potensi tinggi di bidang perkebunan yang masih terdampak pandemi COVID-19.
Dengan skema pembiayaan irregular, konsumen bisa mengatur pola cashflow yang disesuaikan dengan skema
pembiayaannya.




                                                               152
Page 179
Tabel berikut menyajikan perkembangan pembiayaan mesin pertanian Perseroan untuk masing-masing periode
di bawah ini:

Keterangan                                                               31 Desember 2020      31 Desember 2021
Rata-rata nilai pembiayaan (Rp juta)                                                   328,5                 293,1
Rata-rata suku bunga efektif (% per tahun)                                              20,7                  20,8
Rata-rata jangka waktu pembiayaan (bulan)                                                 34                    34
Jumlah pemesanan (unit)                                                                   54                    79
Rasio NPF (%)                                                                            1,0                   0,7

Pembiayaan mobil

Pada bulan September 2017, Perseroan mulai menawarkan pembiayaan untuk kendaraan penumpang. Perseroan
memilih untuk fokus pada pembiayaan kendaraan penumpang dengan pertimbangan potensi pasar yang
menjanjikan, risiko pembiayaan yang lebih rendah dibandingkan segmen lain, dan karakteristik konsumen yang
hampir sama dengan pembiayaan sepeda motor.

Pembiayaan mobil saat ini difokuskan pada pembelian mobil penumpang baru untuk semua merek dan model mobil
Jepang. Nilai pembiayaan yang diberikan umumnya tidak melebihi dari 80% dari nilai pasar mobil. Pembiayaan
diberikan dengan tingkat bunga pinjaman tetap untuk jangka waktu maksimal sampai dengan 60 bulan dengan
pembayaran cicilan bulanan. Selama masa pembiayaan, Perseroan memegang kolateral berupa BPKB dari mobil
yang dibiayai hingga saat pelunasan yang diikat dengan perjanjian fidusia. Konsumen wajib memiliki asuransi total
loss only dan/atau all risks selama masih memiliki saldo pinjaman. Untuk meningkatkan pelayanan konsumen,
persetujuan pembiayaan diproses dalam waktu 8 jam dari sebelumnya 1,5 hari.

Lini bisnis pembiayaan mobil baru Perseroan mencatatkan kinerja positif. Jumlah penyaluran pembiayaan baru
mobil Perseroan mencapai Rp1,4 triliun di akhir tahun 2021, atau meningkat 46,0% (YoY) dibanding tahun
2020 yang hanya mencapai Rp936,7 miliar. Jumlah unit yang disalurkan juga meningkat dari 5.803 unit per
31 Desember 2020 menjadi 7.708 unit pada akhir tahun 2021. Pencapaian tersebut tidak terlepas dari berbagai
strategi dan inisiatif yang telah dilakukan sepanjang tahun 2021. Perluasan jaringan layanan pembiayaan
mobil terus dijalankan untuk meningkatkan volume penyaluran pembiayaan kepada masyarakat luas sekaligus
memperluas jangkauan (coverage area).

Pembiayaan mobil saat ini telah menjangkau 17 area di kota-kota besar antara lain Jakarta, Tangerang, Bekasi,
Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Medan, Palu, Pekanbaru, Batam, Denpasar, Palembang dan Makassar, Bogor,
Padang, Jambi dan Samarinda. Untuk mempercepat proses akuisisi, Perseroan telah membentuk tim operasional
terpisah untuk melakukan kegiatan pemasaran dan persetujuan kredit. Perseroan memperoleh konsumen dari
referral dan rekomendasi yang diberikan oleh mitra dealer mobil dan mitra e-commerce. Per 31 Desember 2021,
Perseroan telah menjalin kerja sama dan sinergi dengan dealer partnership berjumlah 636 dan digital partner
sebanyak 7 (tujuh) yaitu Mobilkamu, Moladin, Cermati, Carmudi, Blibli, Rajamobil, Oto.com.

Tabel berikut menyajikan perkembangan pembiayaan kendaraan roda empat Perseroan di bawah ini:

Keterangan                                                               31 Desember 2020      31 Desember 2021
Rata-rata nilai pembiayaan (Rp juta)                                                   161,4                 178,3
Rata-rata suku bunga efektif (% per tahun)                                              13,6                  13,7
Rata-rata jangka waktu pembiayaan (bulan)                                                 54                    55
Jumlah pemesanan (unit)                                                                5.803                 7,708
Rasio NPF (%)                                                                            0,1                   0,2




                                                      153
Page 180
6.		     PROSES OPERASIONAL

Proses persetujuan pembiayaan




Calon konsumen yang berminat untuk mendapatkan fasilitas kredit dari Perseroan diwajibkan untuk mengisi
“Formulir Aplikasi Pembiayaan” yang telah ditentukan dan melengkapi dokumen-dokumen yang dipersyaratkan.
Selanjutnya Credit Marketing Officer (CMO) Perseroan akan melakukan pemeriksaan kelengkapan data
calon konsumen dan melakukan kunjungan langsung ke kediaman/tempat kerja/lokasi calon konsumen yang
bersangkutan. Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk menilai kelayakan kredit calon konsumen dengan
mencermati kondisi lingkungan sekitar kediaman/tempat kerja/lokasi usaha calon konsumen dan melakukan
verifikasi atas data yang telah diterima. Data yang didapatkan dari calon konsumen berikut verifikasi hasil
kunjungan langsung tersebut kemudian diproses di Credit Center untuk dianalisis lebih lanjut oleh analis kredit
dan diverifikasi melalui telepon. Analis kredit juga akan melakukan pemeriksaan daftar hitam Bank Indonesia dan
pemeriksaan ke data SLIK untuk calon konsumen dan pasangannya. Analis kredit selanjutnya akan memberikan
rekomendasi berdasarkan hasil analisisnya kepada Credit Head yang akan memberikan persetujuan atau
penolakan terhadap rekomendasi tersebut sebelum persetujuan akhir oleh Kepala Cabang. Proses reviu dan
persetujuan dapat melibatkan Collection Department Head, Credit Department Head, Collection Deputy Division
Head/Division Head, Credit Deputy Division Head/Division Head, Credit Deputy Director/Director dan Presiden
Direktur sesuai dengan nilai pembiayaan yang diajukan. Paralel dengan proses persetujuan kredit yang dilakukan,
data calon konsumen dilakukan penginputan oleh Data Entry Center ke dalam core system Perseroan.

Setelah mendapatkan persetujuan kredit, maka Perseroan akan menerbitkan “Purchase Order (PO)” dan
berdasarkan PO tersebut maka dealer akan menyerahkan unit sepeda motor ke calon konsumen yang
bersangkutan. Setelah dilakukan pengiriman unit sepeda motor dan dealer menerbitkan “Delivery Order (DO)”,
dealer akan mengajukan tagihan ke Perseroan dan setelah melalui sejumlah proses internal di Perseroan,
Perseroan akan mencairkan dananya ke dealer.

Calon konsumen yang berminat untuk mendapatkan fasilitas kredit dari Perseroan diwajibkan untuk mengisi
“Formulir Aplikasi Pembiayaan” yang telah ditentukan dan melengkapi dokumen-dokumen yang dipersyaratkan.
Selanjutnya Credit Marketing Officer (CMO) Perseroan akan melakukan pemeriksaan kelengkapan data calon
konsumen dan melakukan kunjungan ke kediaman/tempat kerja/lokasi usaha calon konsumen yang bersangkutan.
Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk mencermati kondisi kediaman serta lingkungan sekitar kediaman/tempat
kerja/lokasi usaha calon konsumen dan melakukan verifikasi atas data yang telah diterima. Data yang diterima
oleh CMO akan diinput ke dalam sistem beserta hasil kunjungan yang kemudian akan dilanjutkan dengan proses
pemeriksaan terkait daftar hitam Bank Indonesia, Disdukcapil, SLIK, dsb untuk calon konsumen beserta pasangan



                                                     154
Page 181
yang dilakukan menggunakan sistem. Atas dasar pengajuan tersebut maka analis kredit akan melakukan verifikasi
melalui telepon ke calon konsumen. Setelah seluruh informasi diterima oleh analis kredit lalu akan diberikan
persetujuan atau penolakan terhadap pengajuan tersebut (sesuai strata kewenangan persetujuan kredit).

Setelah mendapatkan persetujuan kredit, maka Perseroan akan menerbitkan “Purchase Order (PO)” dan
berdasarkan PO tersebut maka dealer akan menyerahkan unit sepeda motor ke calon konsumen yang
bersangkutan. Setelah dilakukan pengiriman unit sepeda motor dan dealer menerbitkan “Delivery Order (DO)”,
dealer akan mengajukan tagihan ke Perseroan dan setelah melalui sejumlah proses internal di Perseroan,
Perseroan akan mencairkan dananya ke dealer.

Proses persetujuan Dana Syariah




Khusus untuk calon konsumen yang berminat untuk mendapatkan fasilitas Dana Syariah, calon konsumen dapat
mendatangi kantor cabang Perseroan yang telah memiliki izin syariah atau griya untuk mengisi “Formulir Aplikasi
Pembiayaan” yang telah ditentukan, melengkapi dokumen-dokumen yang dipersyaratkan, serta membawa motor
yang akan dibiayai. Untuk konsumen berulang, staf administrasi akan memeriksa profil dan rekam jejak konsumen.
CMO/Customer Retention Officer (CRO) kemudian akan melakukan proses taksasi (pengecekan atau penilaian
terhadap fisik motor milik konsumen untuk menentukan nilai taksiran harga jual unit). Hasil taksasi akan menjadi
dasar untuk memperoleh nilai pembiayaan yang dapat diberikan kepada konsumen.

Selanjutnya CMO/CRO Perseroan akan melakukanpemeriksaan kelengkapan data calon konsumen dan melakukan
kunjungan ke kediaman/tempat kerja/lokasi usaha calon konsumen yang bersangkutan apabila diperlukan sesuai
ketentuan Perseroan. Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk mencermati kondisi kediaman serta lingkungan
sekitar kediaman/tempat kerja/lokasi usaha calon konsumen dan melakukan verifikasi atas data yang telah
diterima. Data yang diterima oleh CMO/CRO akan diinput ke dalam sistem beserta hasil kunjungan (jika dilakukan)
yang kemudian akan dilanjutkan dengan proses pemeriksaan terkait daftar hitam Bank Indonesia, Disdukcapil,
SLIK, dsb untuk calon konsumen beserta pasangan yang dilakukan menggunakan sistem. Atas dasar pengajuan
tersebut maka Analis Kredit akan melakukan verifikasi melalui telepon ke calon konsumen untuk beberapa segmen
tertentus. Setelah seluruh informasi diterima oleh analisa kredit lalu akan diberikan persetujuan atau penolakan
terhadap pengajuan tersebut (sesuai strata kewenangan persetujuan kredit).

Setelah mendapatkan persetujuan kredit, maka CMO/CRO akan menghubungi konsumen untuk memberikan
informasi tentang hasil keputusan kredit. Apabila konsumen menerima syarat dan kondisi pembiayaan
jasa, konsumen akan mengisi form konfirmasi sebagai bukti persetujuan dan proses dilanjutkan dengan
penandatanganan perjanjian pembiayaan (akad), surat pernyataan dan kuasa serta kwitansi jual beli. Konsumen
juga akan menyerahkan BPKB motor untuk disimpan oleh Perseroan selama periode pembiayaan. Setelah
seluruh proses administrasi diselesaikan, konsumen akan menerima pencairan dana baik melalui tunai di kasir
kantor cabang, transfer ke rekening bank konsumen atau melalui mitra Perseroan yang ditunjuk. Perseroan
mentargetkan untuk memproses pengajuan sampai dengan dana diterima oleh konsumen kurang lebih dalam
waktu 1 (satu) Hari Kerja untuk konsumen baru dan proses dapat dipercepat untuk konsumen yang telah ada
di dalam database Perseroan.

Khusus untuk calon konsumen yang berminat untuk mendapatkan fasilitas Dana Syariah, calon konsumen dapat
mendatangi kantor cabang Perseroan yang telah memiliki izin syariah atau griya untuk mengisi “Formulir Aplikasi
Pembiayaan” yang telah ditentukan, melengkapi dokumen-dokumen yang dipersyaratkan, serta membawa
motor yang akan dibiayai. Untuk konsumen berulang, staf administrasi akan memeriksa profil dan rekam jejak
konsumen. CMO/ Customer Retention Officer (CRO) kemudian akan melakukan proses taksasi (pengecekan atau
penilaian terhadap fisik motor milik konsumen untuk menentukan nilai taksiran harga jual unit). Hasil taksasi
akan menjadi dasar untuk memperoleh nilai pembiayaan yang dapat diberikan kepada konsumen. Data-data



                                                      155
Page 182
yang didapatkan dari calon konsumen berikut hasil verifikasi dan taksasi tersebut kemudian diproses di credit
center untuk dianalisis lebih lanjut oleh analis kredit dan juga dilakukan verifikasi telepon beserta pengecekan
data ke SLIK dan paralel dengan proses Analisa kredit, data calon konsumen dilakukan penginputan oleh Data
Entry Center ke dalam core system Perseroan. Setelah mendapatkan persetujuan kredit, maka CMO/CROakan
menghubungi konsumen untuk memberikan informasi tentang hasil keputusan kredit. Apabila konsumen menerima
syarat dan kondisi pembiayaan jasa, konsumen akan mengisi form konfirmasi sebagai bukti persetujuan dan
proses dilanjutkan dengan penandatanganan perjanjian pembiayaan (akad), surat pernyataan dan kuasa serta
kwitansi jual beli. Konsumen juga akan menyerahkan BPKB motor untuk disimpan oleh Perseroan selama periode
pembiayaan. Setelah seluruh proses administrasi diselesaikan, konsumen akan menerima pencairan dana baik
melalui tunai di kasir kantor cabang , transfer ke rekening bank konsumen atau melalui mitra Perseroan yang
ditunjuk. Perseroan metargetkan untuk memproses pengajuan sampai dengan dana diterima oleh konsumen
kurang lebih dalam waktu 1 (satu) Hari Kerja untuk konsumen baru dan proses dapat dipercepat untuk konsumen
yang telah ada di dalam database Perseroan.

Proses penagihan piutang dan keterlambatan pembayaran

Aktivitas penerimaan pembayaran angsuran dari konsumen melalui beberapa metode sebagai berikut:
•    Tunai langsung ke kantor jaringan Perseroan;
•    Tunai melalui agen pembayaran yang memiliki kerjasama dengan Perseroan seperti BRI, BNI, BCA, Bank
     Mandiri dan Bank Papua, kantor-kantor dan agen-agen Pos Indonesia, gerai-gerai Alfamart, termasuk
     Alfamidi, Alfa Express, Indomaret, Ceriamart, dan gerai-gerai “DAN+DAN” di seluruh wilayah Indonesia.
     Pembayaran juga dapat dilakukan melalui platform LinkAja, Uang Kita, Tektaya, Arindo, Fastpay, Tokopedia,
     Shopee dan Bukalapak;
•    Tunai melalui petugas penagih Perseroan (kolektor).

Untuk memastikan agar pembayaran angsuran berjalan secara tepat waktu, Perseroan menghubungi konsumen
baik melalui telepon, layanan pesan singkat maupun kunjungan tenaga lapangan. Konsumen akan dihubungi
pertama kali oleh call center dalam 14 (empat belas) hari kerja setelah Go Live untuk memberikan pesan selamat
datang (welcome call), melakukan konfirmasi data-data konsumen seperti nomor telepon dan alamat tagihan
serta menjelaskan kembali mengenai tata cara pembayaran angsuran serta kewajiban konsumen lainnya. Untuk
konsumen yang tidak terhubungi, maka akan dikunjungi langsung oleh karyawan Perseroan untuk memastikan
keberadaan konsumen tersebut. Call center selanjutnya akan menghubungi konsumen melalui telepon (reminding
call) atau mengirim layanan pesan singkat secara rutin mulai dari 7 (tujuh) hari menjelang jatuh tempo untuk
mengingatkan konsumen tentang kewajibannya membayar angsuran secara tepat waktu. Setelah melewati batas
waktu tertentu konsumen belum juga menyelesaikan kewajibannya maka Perseroan akan mengirimkan surat
pemberitahuan, surat teguran dan surat konsumen. Dalam surat peringatan, Perseroan akan menginformasikan
kepada konsumen bahwa jaminan akan dieksekusi sesuai perjanjian pengikatan jaminan secara fidusia jika
pembayaran tidak diterima dalam waktu 32 hari setelah tanggal jatuh tempo. Karyawan Perseroan juga dapat
melakukan kunjungan langsung kepada konsumen yang gagal bayar tersebut untuk menagih saldo terutang.
Jika sampai pada batas waktu tertentu konsumen belum juga menyelesaikan kewajibannya Perseroan akan
melakukan tindakan penarikan unit. Per 31 Desember 2021, tingkat keterlambatan pembayaran kurang dari
30 hari, 31 sampai dengan 60 hari dan lebih dari 60 hari masing-masing adalah 4,9%, 4,3% dan 1,9% dari
jumlah piutang pembiayaan.


7.		 PELANGGAN

Target konsumen Perseroan adalah golongan masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah, baik yang
memiliki penghasilan tetap maupun wiraswasta. Umur konsumen Perseroan rata-rata antara 21 tahun sampai
35 tahun. Konsumen Perseroan sebagian besar adalah pembeli motor baru individu. Tabel berikut menyajikan
perkembangan pertumbuhan konsumen Perseroan untuk masing-masing periode di bawah ini:

Keterangan                                                              31 Desember 2020     31 Desember 2021
Konsumen ritel (perorangan)                                                        816.563               819.135
Konsumen institusi                                                                     415                   545




                                                      156
Page 183
Pertumbuhan konsumen ritel Perseroan, khususnya konsumen pembiayaan sepeda motor dan mobil, terus
mengalami kenaikan untuk setiap periode sejalan dengan pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat.
Berdasarkan data AISI, penjualan sepeda motor tumbuh sebesar 38,0% dari 3,7 juta unit di tahun 2020 menjadi
5,1 juta unit di tahun 2021. Angka ini didorong salah satunya dengan mulai membaiknya daya beli masyarakat
yang berdampak kepada penjualan pasa motor domestik. Penjualan motor Yamaha juga mengalami peningkatan
24,0% dari 810 ribu unit pada tahun 2020 menjadi 1,0 juta unit pada tahun 2021. Sementara itu penjualan mobil
mengalami penurunan. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), total
penjualan keseluruhan mobil selama 2021 naik sebesar 67,0% mencapai 887 ribu unit pada tahun 2021.


8.		 PEMASARAN

Kegiatan pemasaran berperan penting dalam mempertahankan posisi perusahaan di tengah persaingan. Untuk
mendukung kegiatan penjualan produk, Perseroan terus menjalankan berbagai strategi dan kegiatan pemasaran
secara konsisten untuk terus memperkuat brand image produk pembiayaan Perseroan sekaligus mempertahankan
dan meningkatkan kepercayaan konsumen.

Kegiatan pemasaran Perseroan dikembangkan dengan tujuan utama adalah untuk mendukung penjualan motor
Yamaha baik pembelian baru maupun pembelian berulang. Oleh karena itu, kegiatan pemasaran Perseroan
untuk pembiayaan motor Yamaha selalu diselaraskan dengan pihak Yamaha. Perencanaan kegiatan pemasaran
Perseroan terkait dengan penjualan motor Yamaha saat ini dilakukan oleh Divisi Perencanaan Marketing Yamaha
yang dipimpin oleh Direktur yang ditempatkan oleh pemegang saham, Yamaha.

Kegiatan promosi Perseroan sebagian besar dilakukan bersama dengan dealer-dealer motor Yamaha. Bentuk
promosi bersama yang dilakukan dengan dealer umumnya berupa pameran-pameran dan acara-acara gathering
bersama konsumen. Perseroan akan memasang banner promosi dan menyebarkan brosur di pameran dan acara-
acara yang melibatkan Perseroan. Apabila terdapat volume permintaan yang besar, Perseroan dapat menempatkan
tenaga penjualan atau Credit Marketing Officer (CMO) untuk menerima aplikasi di tempat. Perseroan juga
menyediakan brosur dan memasang banner promosi di lokasi dealer dan dapat menyediakan fasilitas pengajuan
aplikasi di tempat untuk mitra dealer yang berprestasi. Biaya kegiatan promosi dengan dealer menjadi tanggung
jawab bersama antara Perseroan dan dealer.

Perseroan merupakan mitra pilihan Yamaha dalam kegiatan promosinya. Beberapa kegiatan promosi yang telah
dilakukan dengan Yamaha antara lain Near Easy Quick (“NEQ”) dan pemasaran ke perusahaan-perusahaan.
NEQ merupakan strategi Yamaha untuk memperluas pemasaran ke area-area yang belum terjangkau dengan
menggandeng dealer dan perusahaan-perusahaan pembiayaan untuk mendirikan point-of-sales baru. Tujuan
dari NEQ adalah untuk memberikan kenyaman dan kemudahan bagi calon konsumen dalam membeli motor
Yamaha dengan mendekatkan jarak antara lokasi calon konsumen dengan poin penjualan dan menyediakan
proses pembelian yang mudah dan cepat. Per 31 Desember 2021, telah terdapat 1.217 NEQ di seluruh Indonesia.
Staf Perseroan dari kantor cabang terdekat akan datang ke NEQ jika terdapat permohonan pengajuan fasiltias
kredit. Perseroan juga merupakan mitra Yamaha dan dealer dalam melakukan pemasaran ke perusahaan-
perusahaan (fleet). Konsumen fleet akan ditawarkan motor dengan harga menarik yang dikemas dalam suatu
skema pembiayaan yang dibuat secara khusus sesuai dengan kondisi karyawan perusahaan tersebut.

Untuk semakin meningkatkan brand awareness, Perseroan mulai menyelenggarakan BAF Fair sejak tahun 2017.
BAF Fair merupakan pameran yang diselenggarakan di berbagai kota di Indonesia dalam rangka memperkenalkan
produk pembiayaan Perseroan kepada masyarakat luas. Kegiatan BAF Fair saat ini telah berhasil diselenggarakan
di berbagai kota-kota besar di Indonesia antara lain Jakarta, Palu, Samarinda, Bandung, Semarang, Malang,
Makassar, dan Balikpapan. Perseroan juga mengadakan Gempar untuk mempromosikan produk Dana Syariah.

Perseroan juga secara rutin membuat program-program menarik bagi konsumen yang disesuaikan dengan
tema pada setiap bulannya seperti program Valentine pada bulan Februari, Hari Kartini pada bulan April dan
tentunya pada saat bulan menjelang Lebaran. Kegiatan pemasaran lainnya dilakukan dengan berkomunikasi
kepada calon konsumen secara langsung dalam bentuk canvassing dan telesales maupun secara tidak langsung
melalui situs Perseroan, aplikasi BAF Mobile dan berbagai media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram,




                                                     157
Page 184
YouTube dan LINE @baf.indonesia. Situs, media sosial dan aplikasi Perseroan diperbaharui secara berkala
untuk memperkenalkan produk dan layanan terbaru Perseroan. Dalam melakukan kegiatan telesales, hanya
konsumen-konsumen dengan rekam jejak pembayaran yang baik (tunggakan di bawah 30 hari) akan dihubungi.
Perseroan saat ini memiliki database sekitar 7.000.000 konsumen.

Khusus untuk produk Dana Syariah, Perseroan melibatkan agen-agen perorangan, agen-agen korporasi, dan
mitra usaha Perseroan sebagai perantara untuk memperkenalkan dan memasarkan produknya. Agen eksternal
tersebut dikenal dengan agen dana Xtra BAF. Per 31 Desember 2021, agen dana Xtra BAF telah mencapai
lebih dari 32.660 orang yang tersebar di berbagai lokasi di Indonesia. Mereka dapat memberikan referensi atau
rekomendasi atas calon konsumen melalui BAF Mobile atau kepada staf di kantor cabang Perseroan untuk
selanjutnya diproses oleh tim akuisisi Perseroan. Komisi akan dibayarkan untuk setiap referensi yang berhasil
go live. Perseroan juga berkeyakinan bahwa promosi dari mulut (word of mouth) juga masih menjadi salah satu
strategi pemasaran efektif bagi produk Dana Syariah.

Di tahun 2021, untuk semakin meningkatkan produktivitas agen Xtra BAF, Perseroan telah meluncurkan
Agency Management System (AMS) yaitu sistem yang diperuntukkan kepada Agen Xtra BAF dengan berbagai
kemudahan dalam melakukan aktivitas keagenan, antara lain: melakukan self-registration, mendaftarkan orang
lain, melakukan penelusuran atas status aplikasi yang direferensikan, memantau secara langsung perolehan
benefit atas penjualannya. Ke depannya, Perseroan akan melanjutkan kegiatan-kegiatan untuk mengenalkan
produk Dana Syariah kepada konsumen Perseroan maupun calon konsumen, agen dan dealer.

Seluruh kegiatan pemasaran Perseroan didukung oleh divisi marketing communication & branding untuk menjaga
dan memastikan bahwa pesan-pesan yang disampaikan oleh berbagai saluran pemasaran konsisten, terarah
dan menekankan pada merek Perseroan.


9.		       JARINGAN PEMASARAN DAN PELAYANAN

Per 31 Maret 2022, Perseroan beroperasi melayani konsumen melalui jejaring kantor cabang dan griya yang
tersebar di 251 lokasi di Indonesia, terdiri dari 167 kantor cabang, dan 84 griya. Seluruh kantor cabang dan
griya disewa dari pihak ketiga. Pada tahun 2021, terdapat perubahan jumlah kantor jaringan dan griya antara
lain sebagai upaya meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan kepada konsumen Perseroan. Namun,
perubahan ini tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap kegiatan operasional Perseroan.

Tabel berikut menyajikan perkembangan jaringan pemasaran dan pelayanan Perseroan untuk masing-masing
periode di bawah ini:

Keterangan                                                               31 Desember 2021     31 Maret 2022
Kantor cabang                                                                           168                   167
Griya                                                                                   107                    84
Jumlah                                                                                  275                   251


Jaringan pemasaran dan pelayanan Perseroan dikelompokkan ke dalam 21 wilayah pemasaran, yaitu Bali,
Bangka, Madiun Kediri, Jabodetabekser, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan, Lampung,
Makassar, Manado Papua, Padang, Palembang, Palu, Pontianak, Sulawesi, dan Sumatera Utara & Riau. Tabel
berikut menyajikan rincian kantor cabang, dan griya Perseroan berdasarkan wilayah pemasaran per 31 Maret 2022:

 No.                    Wilayah Pemasaran           Kantor Cabang             Griya              Jumlah
1.     Bali                                                          2                    0                     2
2.     Bangka                                                        4                    1                     5
3.     Jabodetabekser                                               13                   15                    28
4.     Jambi                                                         3                    0                     3
5.     Jawa Barat                                                   15                   10                    25
6.     Jawa Tengah                                                  21                   10                    31
7.     Jawa Timur                                                   17                    9                    26
8.     Kalimantan                                                   17                    6                    23
9.     Lampung                                                       1                    1                     2
10.    Madiun Kediri                                                 5                    2                     7



                                                     158
Page 185
 No.                  Wilayah Pemasaran            Kantor Cabang            Griya               Jumlah
11.    Makassar                                                     10                 7                   17
12.    Manado                                                        9                 4                   13
13.    NTB                                                           3                 0                    3
14.    NTT                                                           4                 1                    5
15.    Padang                                                        7                 2                    9
16.    Palembang                                                     7                 3                   10
17.    Palu                                                          6                 2                    8
18.    Papua                                                         6                 0                    6
19.    Pontianak                                                     2                 1                    3
20.    Sumatera Utara & Riau                                        15                10                   25
       Jumlah                                                      167                84                  251


Perkembangan pasar, industri dan kemajuan teknologi saat ini menjadi pertimbangan bagi Perseroan untuk
menerapkan strategi baru, salah satunya dengan meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan konsumen
Perseroan. Oleh karena itu, Perseroan merasa perlu menyatukan pelayanan administrasi konsumen yang lebih
cepat dalam satu atap sehingga Perseroan cukup memiliki satu kantor yang dapat melayani konsumen dalam satu
area (sentralisasi). Di awal tahun 2020, Perseroan memperkenalkan kantor regional yang diresmikan pertama
kali untuk daerah Jakarta dengan menggabungkan 4 kantor cabang di area Jakarta. Kantor regional memiliki
standar pelayanan yang sama seperti Kantor Cabang area sebelumnya, yakni pembayaran & pelunasan angsuran,
pengambilan BPKB serta akses untuk mendapatkan pembiayaan baru untuk produk yang dimiliki Perseroan
saat ini, seperti pembiayaan sepeda motor baru Yamaha, pembiayaan Dana Syariah, pembiayaan mobil baru,
pembiayaan multiproduk, serta pembiayaan sepeda motor bekas. Perseroan berkeyakinan bahwa konsumen akan
mendapatkan fasilitas dengan tingkat kenyamanan yang lebih baik mengingat kantor regional BAF akan berada
di kota-kota besar di Indonesia. Hingga Maret 2022, Perseroan telah memiliki 6 kantor regional yang tersebar
di beberapa kota besar yakni Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Makassar, dan Medan.

Perseroan juga telah memperluas jaringan pelayanannya dengan menambah titik-titik pembayaran angsuran
melalui kerja sama dengan pihak ketiga. Pembayaran angsuran saat ini dapat dilakukan menggunakan fasilitas
dan jaringan layanan BRI, BNI, Bank Bukopin, BCA, Bank Mandiri dan Bank Papua, kantor-kantor dan agen-agen
Pos Indonesia, gerai-gerai Indomart dan/atau Ceriamart, gerai-gerai Alfamart, termasuk Alfamidi, Alfaexpress,
dan gerai-gerai “DAN+DAN” di seluruh wilayah Indonesia. Pembayaran juga dapat dilakukan melalui platform
Uang Kita, Tektaya, Arindo, Fastpay, Tokopedia dan Bukalapak.


10.		      PERSAINGAN

Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan menghadapi persaingan dari perusahaan pembiayaan
independen seperti Perseroan maupun perusahaan jasa pembiayaan yang terafiliasi dengan perbankan.
Berdasarkan Statistik Lembaga Pembiayaan Indonesia periode Desember 2021 yang diterbitkan oleh OJK, jumlah
perusahaan pembiayaan di Indonesia tercatat sebanyak 161 perusahaan per 31 Desember 2021 dan dari sisi
keuangan, total aset Perseroan pada tahun 2021 tercatat sebesar 2,77% terhadap aset industri pembiayaan,
sementara piutang pembiayaan Perseroan sebesar 3,02% terhadap piutang pembiayaan industri. Pangsa pasar ini
terbilang signifikan mengingat terdapat lebih dari 160 perusahaan pembiayaan yang aktif di Indonesia hingga
Desember 2021

Perseroan berkeyakinan bahwa Perseroan berada dalam posisi yang menguntungkan untuk bersaing dengan
perusahaan-perusahaan pembiayaan sepeda motor lainnya. Berbeda dengan perusahaan pembiayaan sepeda
motor lainnya, Perseroan merupakan satu-satunya perusahaan pembiayaan sepeda motor khusus Yamaha. Dengan
demikian, posisi Perseroan dalam industri pembiayaan bergantung pada posisi Yamaha di pasar sepeda motor.
Berdasarkan Data Yamaha Indonesia Motor MFG, Penjualan motor Yamaha di Indonesia mengalam peningkatan
sebesar 24% dari sebelumnya sebanyak 810 ribu unit menjadi 1,0 juta unit pada tahun 2021, sehingga Yamaha
meraih 21% pangsa pasar sepeda motor domestik di Indonesia. Di tahun 2021, pembiayaan sepeda motor Yamaha
masih menjadi kontributor terbesar dalam portofolio pembiayaan Perseroan dengan pangsa pasar (BAF Share)
terhadap penjualan motor Yamaha secara keseluruhan per 31 Desember 2021 mencapai 23,7%. BAF Share ini
dihitung dari total penjualan sepeda motor baru Yamaha oleh Perseroan terhadap total keseluruhan penjualan
sepeda motor baru Yamaha.




                                                     159
Page 186
Perseroan juga merupakan sedikit dari banyak perusahaan pembiayaan di Indonesia yang mengantongi izin OJK
untuk melakukan kegiatan pembiayaan berbasis syariah, dikenal dengan nama Dana Syariah.


11.		    TEKNOLOGI INFORMASI

Pengembangan teknologi informasi di Perseroan senantiasa dilakukan untuk memastikan penyediaan layanan
berkualitas berbasis teknologi informasi yang andal dan inovatif, dan menjadi faktor pendorong pengembangan
proses bisnis yang efisien dan efektif, serta selaras dengan tujuan jangka panjang Perseroan. Karenanya,
Perseroan terus menyempurnakan proses bisnis yang ada dengan memaksimalkan pemanfaatan teknologi
informasi dan mengembangkan layanan digital, sejalan dengan kebutuhan konsumen, serta perkembangan
industri keuangan khususnya pembiayaan di tanah air.

Optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi selain mendukung proses bisnis, juga diharapkan mampu
mengakselerasi pertumbuhan bisnis, serta mampu mengakomodir perubahan yang terjadi baik dalam jangka
pendek mapun jangka panjang melalui peningkatan keandalan, keamanan, dan kapabilitas internal teknologi
informasi di Perseroan. Perseroan memanfaatkan teknologi informasi dalam rangka meminimalisir risiko
operasional bisnis yang dihadapi serta menjadikan sistem manajemen risiko yang dimiliki Perseroan berjalan
dengan efektif. Oleh sebab itu, melalui fokus dan kebijakan strategis Perseroan di bidang teknologi informasi,
pengembangan teknologi yang terarah dan efektif yang disesuaikan dengan kebutuhan Perseroan dan kepentingan
konsumen diupayakan memberikan nilai lebih terhadap percepatan pertumbuhan bisnis Perseroan, serta
memperkuat posisi Perseroan sebagai perusahaan pembiayaan yang terkemuka di Indonesia.

Fokus dan Kebijakan Strategis Pengembangan Teknologi Informasi Tahun 2021

Di tahun 2021, Perseroan melanjutkan pengembangan berbagai aplikasi pendukung bisnis dalam mendukung
aktivitas bisnis dan operasional Perseroan, antara lain sebagai berikut:

•   Customer Relation Management (CRM). Di tahun 2021, sebagai upaya dalam mengoptimalkan pelayanan
    yang komprehensif kepada konsumen, Perseroan telah melakukan penggunaan CRM. Aplikasi ini diharapkan
    dapat memberikan gambaran lengkap tentang konsumen dan aktivitas nya (perilaku konsumen) yang akan
    menciptakan fokus sentris konsumen dalam membantu penyusunan strategi yang tepat, sehingga dapat
    digunakan oleh Perseroan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan bisnis sekaligus
    meningkatkan loyalitas konsumen.

•   Incentive Management System (IMS). Perseroan melakukan pengembangan secara bertahap atas Incentive
    Management System di tahun 2021. Pengembangan aplikasi ini dilakukan utuk mendukung perhitungan
    insentif di semua lini bisnis Perseroan yang diharapkan dapat memberdayakan tenaga penjualan untuk
    mencapai hasil yang semakin baik dan kompetitif, sehingga mampu mendorong peningkatan kontribusi
    pendapatan dan kinerja perusahaan secara keseluruhan.

•   Collection Management System (CMS). Dalam mendukung proses bisnis pada penagihan, Perseroan
    melakukan pengembangan CMS. Aplikasi ini merupakan perwujudan collection strategy dalam memaksimalkan
    pemantauan atas aktivitas penagihan di tengah kebutuhan kondisi saat ini dan tahun-tahun mendatang.
    Dengan adanya aplikasi ini, maka Perseroan dapat melalukan pemantauan aktivitas penagihan (collection
    activity) dan data/informasi yang up-to-date, dengan mengintegrasikan antara call collection & field collection.

•   Agency Management System (AMS). Perseroan juga melakukan implementasi sistem AMS yang digunakan
    untuk mendukung bisnis produk Dana Syariah, khususya agen Xtra BAF. Dengan sistem ini, maka agen
    Xtra BAF dapat melakukan self-registration, melakukan aktivitas keagenan, dan memantau kinerja nya,
    sehingga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas agen Xtra BAF.

Berbagai pengembangan teknologi Informasi juga dilakukan oleh Perseroan dalam mendukung unit pendukung
bisnis Perseroan. Untuk mendukung pertumbuhan dan ekspansi bisnis, Perseroan mengembangkan sistem joint
finance yang akan digunakan oleh Divisi Corporate Finance untuk menjajaki pembiayaan bersama. Pengembangan
sistem untuk mendukung penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) juga dilakukan untuk
mendukung Divisi Corporate Accounting, serta system e-procurement yang akan diimplementasikan di tahun



                                                       160
Page 187
2022 dalam mendukung Business Accounting & Procurement. Pengembangan sistem/aplikasi lain seperti Master
Data Management yang diperuntukkan dalam menciptakan dan menjaga konsistensi serta keakuratan data mulai
dilakukan sebagai langkah awal bagi Perseroan dalam menyambut era big data.

Adanya pengembangan produk baru di tahun 2021, yaitu BAF PraDana dan BAF AdiDana, diiringi dengan
pengembangan infrastruktur aplikasi dan sistem yang akan digunakan. Berbagai pengembangan atas aplikasi
pendukung yang telah diluncurkan di tahun 2020 seperti Loan Origination System (BAF Pro), Acquisition system
(SANDIA), Robotic Process Automation (RPA) juga terus dilakukan pemantauan dan enhancement dengan
mempertimbangkan kondisi yang dihadapi Perseroan, serta kebutuhan atas aplikasi pendukung tersebut. Sebagai
sarana/media komunikasi ke publik dan konsumen, BAF Mobile sebagai aplikasi yang diperuntukkan kepada
konsumen dalam mengajukan aplikasi pembiayaan, mengakses berbagai informasi pembiayaan, dan berbagai
kemudahan lainnya, terus dikembangkan untuk mengakomodir kebutuhan konsumen. Pengembangan yang
dilakukan antara lain pengembangan fitur yang terintegrasi dengan dengan kurir/shipment untuk pengambilan
BPKB, serta fitur tambahan berupa liveness chat yang digunakan untuk menerapkan system recognize “Know Your
Customer” yang terintegrasi dengan seluruh lini bisnis Perseroan. Perseroan juga melakukan penyempurnaan
website (website revamp) yang dilakukan dengan melakukan penggantian desain user interface (UI) dan user
experience (UX), serta melakukan enrichment terhadap fitur-fitur yang ada di website.

Sistem Teknologi Informasi dan Infrastruktur Perseroan

Secara keseluruhan, Perseroan telah bertransformasi ke arah digital dengan pengembangan sistem teknologi
informasi yang telah terintegrasi antara mitra usaha, pelanggan, kantor jaringan dan kantor pusat hingga real
time dan online. Sistem teknologi informasi yang terintegrasi termasuk didalamnya seluruh kegiatan operasional,
dimulai dari pemasaran, pengajuan aplikasi, proses persetujuan aplikasi, pencairan dana, pembayaran angsuran,
penagihan, sampai dengan pelayanan konsumen. Sistem teknologi Perseroan juga telah didukung jaringan
komunikasi yang reliable dan sistem redudancy sehingga komunikasi dapat terjaga dengan baik.

Teknologi informasi Perseroan juga didukung dengan perangkat keras dan perangkat lunak yang disediakan oleh
perusahaan teknologi informasi terkemuka. Sebagai bagian dari pengendalian kualitas dan kepatuhan, Perseroan
juga melakukan audit prosedur tahunan untuk memastikan prosedur operasional sudah berjalan sesuai dengan
arahan yang disetujui oleh Manajemen dengan mengacu pada audit J-SOX (Japanese version of Sarbanes-
Oxley). Seluruh data Perseroan juga di-back-up secara online melalui Disaster Recovery Center Topic (“DRC”)
yang berada pada lokasi yang berjauhan dari lokasi Data Center Perseroan, hal tersebut diperlukan apabila
terjadi permasalahan pada Data Center.

Di tahun 2021, Perseroan melanjutkan pengembangan dan penguatan infrastruktur dan ketahanan keamanan
teknologi informasi serta modernisasi hardware dan software guna mendukung unit bisnis. Perseroan juga
melakukan pengembangan Disaster Recovery (DR) storage yaitu peremajaan DR storage, sehingga dapat tetap
memberikan layanan backup data, aplikasi Perseroan baik aplikasi inti (core), maupun lainnya, secara berkala.

Perseroan juga fokus pada Cyber Security/Keamanan Siber dengan meningkatkan pengamanan pada seluruh
sistem serta infrastruktur. Perseroan memberikan tambahan level keamanan yang diwujudkan antara lain:
melalui pengamanan akses berupa aplikasi untuk mencegah serangan cyber atau Web Application Firewall;
integrasi layanan aplikasi dengan pihak eksternal yaitu API Security; dan pengamanan di aplikasi, dimana
Perseroan meningkatkan keamanan internal dalam proses pembuatan aplikasi sebelum dapat digunakan oleh
pengguna dengan Application Security yang akan melakukan pengecekan pada tahap konfigurasi aplikasi. Dalam
meningkatkan kualitas jaringan yang digunakan agar lebih baik dan efisien Perseroan melakukan Network Link
Enhancement yaitu peremajaan perangkat koneksi jaringan di seluruh kantor jaringan Perseroan.

Tata Kelola dan Pengembangan SDM Teknologi Informasi

Penerapan tata kelola teknologi informasi di Perseroan terus ditingkatkan dan dievaluasi secara berkala dari
sisi policy and procedure dengan memperhatikan mitigasi adanya risiko dan tantangan baru berdasarkan
perkembangan teknologi informasi. Implementasi tata kelola teknologi informasi di Perseroan dikelola melalui
peran Departement IT Risk, Security, and Governance dalam memberikan panduan keamanan, mengelola risiko
teknologi informasi dan tata kelola teknologi informasi dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan dalam
mencapai rencana bisnis Perseroan.



                                                     161
Page 188
Di tahun 2021, seiring dengan diterbitkannya POJK No. 4/POJK.05/2021 tentang Penerapan Manajemen
Risiko dalam Penggunaan Teknologi Informasi oleh Lembaga Jasa Keuangan Nonbank, dan SEOJK No. 22/
SEOJK.05/2021 tentang Penerapan Manajemen Risiko Dalam Penggunaan Teknologi Informasi oleh Lembaga
Jasa Keuangan Nonbank, Perseroan melakukan pengkajian POJK tersebut untuk memastikan Perseroan dapat
melakukan pemenuhan sesuai dengan batas waktu yang ditentukan.

Hingga saat ini, pengembangan TI Perseroan didukung oleh Divisi IT Development dan IT Operation.
IT Development berperan dalam pengembangan aplikasi dan IT Operation bertanggung jawab atas infrastruktur
dan layanan di lingkungan Perseroan. Untuk memastikan pengelolaan teknologi informasi semakin terarah,
Perseroan menempatkan seorang Direktur yang bertanggung jawab terkait pengelolaan teknologi informasi
di Perseroan. Perseroan juga memiliki Komite Pengarah Teknologi Informasi di yang dibentuk sejak tahun
2019. Komite Pengarah Teknologi Informasi tersebut bertanggung jawab atas pengawasan risiko teknologi dan
informasi, dan setiap risiko regulasi dan kepatuhan yang terkait dengan risiko teknologi dan informasi dalam
Perseroan. Komite ini juga berperan untuk mendukung dan mengawasi investasi di bidang TI, memastikan TI
selaras dengan arahan TI secara keseluruhan, rencana TI serta keputusan investasi modal jangka panjang,
memastikan kepatuhan terhadap strategi dan roadmap TI, serta meninjau, memprioritaskan dan mendukung
proyek TI di Perseroan.

Dalam mendukung percepatan proses digitalisasi, Perseroan juga telah memiliki Komite Digitalisasi yang dibentuk
di tahun 2020. Komite ini berperan untuk mempercepat proses pelaksanaan dan penerapan digitalisasi dalam
rangka mendukung aktivitas atau proses bisnis dalam meningkatkan daya saing Perseroan dan memaksimalkan
pelayanan Perseroan kepada masyarakat dan mitra kerja. Adapun informasi detil mengenai pelaksanana kerja
Komite Teknologi Informasi dan Komite Digitalisasi diungkapkan pada Komite di bawah Direksi.

Pengembangan SDM di teknologi informasi juga menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan perencanaan
dan pengelolaan TI di Perseroan. Perseroan terus meningkatkan kompetensi SDM di bidang teknologi informasi,
sehingga mampu berperan sebagai faktor keberhasilan dalam perencanaan dan Pengelolaan teknologi informasi
Perseroan, termasuk memberikan ide-ide inovasi yang sesuai dengan pengembangan digital di industri
pembiayaan. Hal ini didasari bahwa pertumbuhan bisnis saat ini melalui digitalisasi memerlukan inovasi dan
kreativitas dalam meredefinisi strategi bisnis dan kultur Perseroan. Untuk itu, Perseroan senantiasa menempatkan
teknologi Informasi sebagai kompetensi strategis dalam bisnis.

Di tahun 2021, Perseroan menyelenggarakan Technology Associate Program (TAP) untuk merekrut talenta
muda lulusan baru dari universitas yang diharapkan dapat bergabung di Perseroan untuk menjadi bagian dari
transformasi digital yang telah dilakukan selama ini. Perseroan juga terus melakukan pengembangan kualitas
SDM teknologi informasi dengan menitikberatkan kepada pelatihan dan pendidikan baik untuk meningkatkan
keterampilan yang sudah ada (up-skilling) maupun mempelajari keterampilan baru (re-skilling), sesuai dengan
pengembangan dan kebutuhan TI Perseroan.


12.		    PENGEMBANGAN PRODUK DAN LAYANAN

Kegiatan pengembangan produk dan layanan dilakukan oleh Perseroan dengan tujuan untuk mengembangkan
bisnis di luar pembiayaan motor baru Yamaha sejalan dengan strategi Perseroan untuk meningkatkan aset
pembiayaan melalui diversifikasi portofolio pembiayaan dan meningkatkan retensi konsumen. Beberapa produk
hasil pengembangan yang telah diterima dengan baik oleh pasar saat ini adalah pembiayaan multiguna untuk
pembelian barang-barang elektronik dan peralatan rumah tangga serta pembiayaan jasa secara syariah untuk
pendanaan berbagai keperluan pelanggan. Produk dan layanan yang dikembangkan senantiasa mengacu pada
peraturan-peraturan yang berlaku, antara lain Peraturan OJK No. 29/POJK.05/2014 tanggal 19 November 2014
tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan dan POJK No. 31/POJK.05/2014 tanggal 19 November
2014 tentang Penyelenggaraan Usaha Pembiayaan Syariah yang keduanya telah dicabut dan dinyatakan
tidak berlaku serta digantikan dengan POJK No. 35/2018 dan Peraturan OJK No. 10/POJK.05/2019 tanggal
26 Februari 2019 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan Syariah dan Unit Usaha Syariah
Perusahaan Pembiayaan. Sejak tahun 2016, kegiatan pengembangan produk dan layanan dilakukan oleh Divisi
Project Mangement Office. Di tahun 2021, Perseroan mengembangkan 2 (dua) produk pembiayaan baru yaitu
BAF PraDana dan BAF AdiDana yang akan mulai dipasarkan di tahun 2022. Dengan hadirnya kedua produk
tersebut, semakin melengkapi ragam pilihan produk layanan yang diberikan oleh Perseroan kepada konsumen



                                                      162
Page 189
13.		    PROSPEK USAHA

Secara keseluruhan momentum pemulihan ekonomi diperkirakan akan berlanjut di tahun 2022, antara lain didukung
berbagai langkah pengendalian pandemi COVID-19 dan penguatan reformasi struktural. International Monetary
Fund (IMF) memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2022 menjadi 5,9%, Asian Development Bank
(ADB) 4,8%, sementara World bank 3,7%. Berdasarkan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
(RAPBN) 2022 Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural yang diterbitkan oleh Kementerian Keuangan,
kinerja pertumbuhan ekonomi 2022 diproyeksi tumbuh di 5,0 - 5,5%.

Penyebaran varian baru COVID-19 tetap menjadi faktor utama risiko yang perlu terus diantisipasi di tahun 2022.
Perkembangan kasus COVID-19 di dunia, baik dari kasus positif dan kasus kematian varian COVID-19 Omicron
mulai menunjukkan peningkatan. Berdasarkan laporan dari Satgas Penanganan COVID-19, jumlah kasus
COVID-19 varian Omicron di Indonesia mengalami peningkatan dengan jumlah kasus harian per 16 Februari 2022
mencapai lebih dari 60 ribu kasus positif. Oleh karena itu, Pemerintah kembali memberikan alarm untuk waspada
dan berhati-hati. Pemerintah Indonesia memperkirakan puncak gelombang kenaikan kasus Omicron di Indonesia
akan terjadi pada pertengahan Februari hingga awal Maret 2022. Hal ini merupakan dampak dari kenaikan kasus
Omicron yang terjadi di seluruh dunia. Namun demikian, pemerintah tetap optimis bahwa perekonomian akan
tetap terjaga dan tetap dapat tumbuh, apalagi pemerintah telah mencanangkan vaksin booster bagi masyarakat,
kebijakan dalam mendisplinkan masyarakat dengan penerapan protokol kesehatan.

Dengan memperhatikan kondisi perekonomian di tahun 2021, proyeksi atas pemulihan ekonomi yang berlanjut
di tahun 2022, serta perkembangan kinerja dan pencapaian Perseroan di tahun 2021, Perseroan telah menyiapkan
berbagai rencana dan langkahlangkah strategis yang akan ditempuh di tahun 2022 dan beberapa tahun ke depan.
Rencana dan langkah-langkah strategis ini akan menjadi acuan dalam mencapai pertumbuhan yang terarah dan
berkelanjutan.

Perseroan melihat bahwa industri pembiayaan multiguna di Indonesia memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
Pembiayaan multiguna merujuk pada pembiayaan untuk pengadaan barang dan/atau jasa yang diperlukan oleh
debitur untuk pemakaian/konsumsi dan bukan untuk keperluan usaha (aktivitas produktif) dalam jangka waktu
yang diperjanjikan, yang mencakup pembelian sepeda motor, mobil, barang konsumer, dan lain-lain. Menurut
data Statistik Lembaga Pembiayaan Indonesia periode Desember 2021 yang diterbitkan oleh OJK, pembiayaan
multiguna merupakan segmen terbesar dari industri pembiayaan, yang memberi kontribusi sebesar 56,8% dengan
piutang mencapai Rp205,9 triliun per 31 Desember 2021. Segmen ini mengalami penurunan piutang sebesar
7,0% dari posisi piutang per 31 Desember 2020 sebesar Rp222,4 triliun. Rasio NPF perusahaan pembiayaan
di Indonesia mengalami perbaikan dari 4,0% per 31 Desember 2020 menjadi 3,5% per 31 Desember 2021.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh beberapa faktor, meliputi:

•   Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil. Bank Indonesia (BI) memprakirakan pertumbuhan ekonomi
    Indonesia pada tahun 2022 akan mencapai 4,7 - 5,5%, dari 3,2 - 4,0% pada tahun 2021, didorong oleh
    berlanjutnya perbaikan ekonomi global yang berdampak pada kinerja ekspor yang tetap kuat, serta
    meningkatnya permintaan domestik dari kenaikan konsumsi dan investasi. Hal ini didukung vaksinasi,
    pembukaan sektor ekonomi, dan stimulus kebijakan. Sinergi kebijakan yang erat dan kinerja perekonomian
    tahun 2021 menjadi modal untuk semakin bangkit dan optimis akan pemulihan ekonomi Indonesia yang
    lebih baik pada tahun 2022.

    Respons bauran kebijakan BI yang bersinergi dengan kebijakan ekonomi nasional akan terus mengawal
    perekonomian pada tahun 2022. Inflasi rendah dan terkendali pada sasaran 3±1% pada tahun 2022, didukung
    oleh kenaikan kapasitas produksi nasional melalui peningkatan efisiensi dan produktivitas dalam memenuhi
    kenaikan permintaan agregat di dalam perekonomian. Defisit transaksi berjalan rendah, pada kisaran
    1,1 - 1,9% pada 2022. Stabilitas sistem keuangan terjaga, kecukupan modal tinggi, dan likuiditas melimpah.
    Berdasarkan data dari AISI, hingga akhir Desember 2021, penjualan sepeda motor domestik mencapai
    5.057.516 ribu unit atau melonjak sebesar 38,16% (YoY) dibanding penjualan di 2020 yang mencapai hanya
    3.660.616 ribu unit. Peningkatan keyakinan konsumen dan daya beli masyarakat merupakan katalis positif
    yang mendorong kenaikan penjualan mobil dan motor. Menurut data Statistik Lembaga Pembiayaan Indonesia
    periode Desember 2021 yang diterbitkan oleh OJK, total piutang pembiayaan perusahaan multifinance
    hingga Desember 2021 turun 1,52% menjadi Rp364,2 triliun dari Rp359,7 triliun di Desember tahun 2020.



                                                     163
Page 190
    Pembiayaan multiguna masih merupakan segmen terbesar dari total piutang pembiayaan yang memberi
    kontribusi terhadap total piutang pembiayaan sebesar 56,8%, pembiayaan investasi memberikan kontribusi
    sebesar 31,4%, dan pembiayaan modal kerja dengan kontribusi sebesar 7,9%.

•   Inflasi yang tetap terkendali. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Desember 2021
    masih rendah dan berada di bawah kisaran sasaran 3,0±1%. Inflasi yang rendah pada tahun 2021 tersebut
    dipengaruhi oleh permintaan domestik yang belum kuat sebagai dampak pandemi Covid-19, pasokan
    yang memadai, dan sinergi kebijakan Bank Indonesia dan Pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah
    dalam menjaga kestabilan harga. Ke depan, Bank Indonesia tetap konsisten menjaga stabilitas harga dan
    memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, guna menjaga
    inflasi sesuai kisaran targetnya 3,0±1% pada 2022.

    Perkembangan Covid-19 memengaruhi inflasi pada tahun 2021. Inflasi 2021 yang rendah dipengaruhi
    inflasi inti yang tercatat sebesar 1,56% (yoy), sedikit menurun dibandingkan inflasi inti tahun sebelumnya.
    Rendahnya inflasi inti terutama dipengaruhi oleh belum kuatnya permintaan domestik seiring dengan
    kebijakan pembatasan mobilitas yang harus ditempuh untuk mencegah penyebaran Covid-19 di tengah
    pengaruh tekanan harga global ke domestik yang minimal. Di sisi lain, kebijakan Bank Indonesia tetap
    konsisten menjaga ekspektasi inflasi terjangkar sesuai sasaran dan stabilitas nilai tukar sesuai dengan
    fundamentalnya. Inflasi volatile food terkendali sebesar 3,20% (yoy), didukung ketersediaan pasokan
    dan kelancaran distribusi bahan pangan yang tetap terjaga serta sinergi kebijakan Bank Indonesia dan
    Pemerintah untuk menjaga stabilitas harga. Sementara itu, inflasi administered prices meningkat dari tahun
    lalu menjadi sebesar 1,79% (yoy), sejalan dengan peningkatan mobilitas masyarakat pascapelonggaran
    kebijakan pembatasan mobilitas.

•   Dampak dari timbulnya COVID-19. Pada awal tahun 2022 ini, IMF memangkas proyeksi pertumbuhan
    ekonomi global akan berada di kisaran 4,4%, atau lebih rendah 0,5% dari perkiraan pada Oktober 2021 lalu
    sebesar 4,9%. Penurunan perkiraan pertumbuhan pada tahun ini tidak lepas dari berkembangnya varian
    baru COVID-19, yaitu varian Omicron yang menyebabkan beberapa negara kembali menerapkan restriksi.
    Perkembangan ini menyebabkan ketidakpastian yang sangat tinggi dan menurunkan kinerja pasar keuangan
    global, menekan banyak mata uang dunia, serta memicu pembalikan modal kepada aset keuangan yang
    dianggap aman. Prospek pertumbuhan ekonomi dunia juga menurun akibat terganggunya rantai penawaran
    global, peningkatan harga komoditas yang menyebabkan peningkatan inflasi.

    Target pertumbuhan ekonomi domestik di tahun 2022 masih cukup moderat mengingat hingga saat ini kondisi
    perekonomian masih diliputi ketidakpastian akibat pandemi Virus Corona (COVID-19). Berdasarkan Rencana
    Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2022 Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural
    yang diterbitkan oleh Kementerian Keuangan, kinerja pertumbuhan ekonomi tahun 2022 diproyeksi tumbuh
    di 5,0 – 5,5%. Namun secara keseluruhan momentum pemulihan ekonomi diperkirakan akan terus berlanjut
    di tahun 2022, antara lain didukung berbagai langkah pengendalian pandemi COVID-19 dan penguatan
    reformasi struktural. Penyebaran varian baru tetap menjadi faktor utama risiko yang perlu terus diantisipasi.

    Atas hal tersebut, pengendalian pandemi merupakan kunci bagi pemulihan ekonomi yang berkelanjutan. Oleh
    karena itu, Perseroan meyakini bahwa pemerintah akan tetap fokus melindungi keselamatan masyarakat
    dalam menghadapi risiko COVID-19 yang masih penuh ketidakpastian. Strategi penanganan COVID-19
    yang adaptif tetap diperlukan dalam menghadapi pola kehidupan baru. Kendati COVID-19 masih tetap akan
    menjadi tantangan, namun kondisi perekonomian diyakini akan semakin membaik. Program vaksinasi yang
    telah berjalan dengan baik, termasuk vaksinasi booster yang saat ini terus digalakkan, mendorong penerapan
    protokol kesehatan, serta kebiasaan baru living with pandemic, akan membuat aktivitas masyarakat akan
    berangsur normal kembali. Namun, mutasi virus yang masih terus terjadi tetap harus menjadi perhatian
    utama.

•   Tingkat suku bunga yang stabil. Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan bergantung pada
    pendanaan dari bank, baik dalam mata uang Rupiah maupun Dolar Amerika Serikat, untuk mendanai kegiatan
    usaha. Beban bunga mewakili 18,8% dan 25,4% dari pendapatan Perseroan masing-masing untuk periode
    yang berakhir pada 31 Desember 2021 dan 31 Desember 2020. Seluruh utang bank Perseroan memiliki
    bunga mengambang, dan sejalan dengan kenaikan saldo utang bank dari fasilitas yang ada saat ini maupun
    fasilitas baru di masa yang akan datang, hal tersebut dapat menyebabkan penambahan beban bunga serta



                                                      164
Page 191
    mengalami fluktuasi seiring dengan perubahan tingkat suku bunga. Untuk mengelola risiko fluktuasi tingkat
    suku bunga, Perseroan dari waktu ke waktu melakukan lindung nilai melalui cross currency swap. Selain itu,
    kesulitan dalam memperoleh pendanaan dengan syarat dan ketentuan komersial yang menguntungkan
    dan/atau meningkatkan biaya pendanaan dengan utang, akan membatasi kemampuan Perseroan untuk
    mengembangkan kegiatan usaha.

    Pendapatan utama Perseroan diperoleh dari selisih antara tingkat bunga yang dapat dibebankan kepada
    konsumen untuk produk pembiayaan dengan beban pendanaan. Marjin bunga bersih Perseroan sangat
    dipengaruhi oleh imbal hasil yang dapat diperoleh Perseroan untuk pinjamannya, pergerakan suku bunga,
    khususnya suku bunga Bank Indonesia dan LIBOR, serta kondisi persaingan usaha. Hingga Desember
    2021, suku bunga kebijakan BI-7 Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) diturunkan sebanyak 25bps menjadi
    3,50%, yang merupakan suku bunga terendah sepanjang sejarah. Sebagai akibatnya, pendapatan Perseroan
    mengalami kerugian. Perseroan menilai bahwa kondisi pandemi COVID-19 belum akan reda dalam waktu
    singkat dan diperkirakan dampaknya masih akan terus berlanjut terhadap tingkat kolektibilitas Perseroan
    di tahun depan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Perseroan mengambil langkah dengan melakukan
    kebijakan early write-off dan pencadangan 100% untuk akun-akun yang dilakukan restrukturisasi.

•   Pembiayaan investasi multifiance terus tumbuh. Industri multifinance masih mengalami penurunan pada
    tahun 2021. Pertumbuhan yang terjadi di sektor otomotif nampaknya belum sepenuhnya berdampak
    terhadap kinerja piutang di industri pembiayaan. Menurut data Statistik Lembaga Pembiayaan Indonesia
    periode Desember 2021 yang diterbitkan oleh OJK, total piutang pembiayaan Perusahaan multiguna yang
    merupakan penyumbang terbesar (56,8%) terhadap total piutang pembiayaan multifinance hingga Desember
    2021 masih mengalami penurunan sebesar 1,5% (yoy) menjadi Rp364,2 triliun dari Rp369,8 triliun pada
    Desember 2020. Jika dilihat berdasarkan jenis kegiatan usaha, pembiayan multiguna menurun sebesar 7,0%
    (yoy), pembiayaan modal kerja tumbuh 17,5% (yoy), pembiayaan investasi tumbuh sebesar 3,0% (yoy), dan
    pembiayaan berdasarkan prinsip syariah secara akumulatif tumbuh sebesar 18,7%.

    Menurut GAIKINDO, pembiayaan kendaraan bermotor roda empat tumbuh 67,0% yang ditopang oleh
    pertumbuhan pembiayaan kendaraan roda empat baru, sementara untuk roda empat bekas tumbuh sekitar
    10,0-15,0%. Sedangkan untuk pembiayaan kendaraan roda dua baru dan bekas memberikan kontribusi
    pertumbuhan sebesar 38,05%. Kepercayaan pihak asing pada industri pembiayaan sejauh ini masih sangat
    positif terbukti dari sumber pinjaman luar negeri masih tumbuh positif. Beberapa perusahaan pembiayaan
    sedang dalam proses penjajakan dengan investor asing strategis.

•   Pasar sepeda motor Indonesia yang masih menjanjikan. Dibandingkan dengan negara-negara besar
    di kawasan Asia Tenggara, penjualan sepeda motor di Indonesia tercatat paling besar. Berdasarkan data
    Asean Autmotive Federation, penjualan sepeda motor di Indonesia selama tahun 2021 mencapai 8,6 juta
    unit, diikuti oleh Thailand dan Filipina masing-masing sebesar 1,6 juta unit dan 1,4 juta unit. Bahkan hingga
    Februari 2020 (YTD), penjualan sepeda motor di Indonesia telah tercatat sebesar 368 ribu unit, jumlah ini
    termasuk jumlah yang sangat besar dibandingkan dengan negara lain di Asia Tenggara. Meskipun volume
    penjualan yang besar, penetrasi motor di Indonesia masih tetap salah satu yang terendah dibandingkan
    dengan negara-negara tersebut. Berdasarkan Statistik Transportasi Darat tahun 2020 yang disusun oleh
    Badan Pusat Statistik, kepemilikan sepeda motor tercatat sebesar 115,0 juta dibandingkan dengan total
    populasi sekitar 273 juta penduduk. Kondisi infrastruktur di Indonesia yang belum memadai juga akan
    mengakibatkan sepeda motor masih sangat dibutuhkan di Indonesia.

    Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mencatat penjualan sepeda motor domestik di tahun 2021
    sebesar 5,1 juta unit atau naik 38% (yoy) dibandingkan dengan tahun 2020 sebesar 3,7 unit.


14.		    HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL

Pada tanggal Prospektus ini diterbitkan, Perseroan memiliki hak atas kekayaan intelektual berupa 1 (satu) hak
cipta dan 1 (satu) sertifikat merek, sebagaimana diuraikan di bawah ini:




                                                      165
Page 192
          Nomor, Tanggal Sertifikat/Surat                                  Kelas
    No      Pendaftaran Merek/Ciptaan              Jangka Waktu            Jasa                    Etiket
    1.             No. 028623               selama 50 (lima puluh) tahun     -     Hak Cipta untuk Jenis Ciptaan Program
               29 September 2005               sampai dengan tanggal                  Komputer dengan Judul Ciptaan
                                                 29 September 2055                       “BUSSAN AUTO FINAN –
                                                                                    INTEGRATED FINANCING SYSTEM”
                                                                                                 (BAF IFS)
    2.          No.IDM 000702874            selama 10 ( sepuluh) tahun      35                     Merek
                  9 Maret 2018                sampai dengan tanggal                                “BAF”
                                                  9 Maret 2028                              Bussan Auto Finance



15.		        TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK YANG TERAFILIASI

Dalam kegiatan usahanya, Perseroan melakukan transaksi dengan pihak yang memiliki hubungan Afiliasi, yaitu
Mitsui & Co., Ltd., sebagai salah satu pemegang saham utama Perseroan berdasarkan Service and Support
Agreement tanggal 1 April 2011, dibuat di bawah tangan yang terakhir diubah berdasarkan Amendement Agreement
tanggal 1 April 2012, dibuat di bawah tangan juncto Guarantee Service Agreement tanggal 30 September 2011
dibuat di bawah tangan, yang terakhir dirubah berdasarkan Amendement Agreement tanggal 1 Januari 2018, dibuat
di bawah tangan (“Perjanjan Afiliasi”), berdasarkan Perjanjian Afiliasi tersebut, Perseroan menerima dukungan
dan bantuan dari Mitsui & Co., Ltd., yang antara lain mencakup dukungan dan bantuan untuk mengembangkan
pelanggan dan mempromosikan bisnis baru dan untuk memperkuat hubungan dengan pelanggan, termasuk
bank. Sebagai kompensasi, Perseroan ditagih beban pengaturan pinjaman dan penjaminan sebesar Rp29.800
juta pada tahun 2021 dan Rp38.228 juta pada tahun 2020. Perjanjian Afiliasi tersebut, berlaku untuk jangka
waktu 1 (satu) tahun dan setelah itu akan secara otomatis diperbaharui dan diperpanjang untuk 1 (satu) tahun
berikutnya, Pada tanggal Prospektus ini diterbitkan, perjanjian ini masih berlaku dan mengikat bagi para pihak.


16.		        KETERGANTUNGAN PERSEROAN

Perseroan telah menandatangani perjanjian dengan Mitsui & Co., Ltd., pemegang saham pengendali Perseroan,
dimana Mitsui & Co., Ltd. memberikan dukungan kepada Perseroan dalam bentuk jaminan perusahaan untuk
sebagian besar fasilitas pinjaman yang diterima Perseroan dari perbankan dan dukungan manajemen dalam
bentuk corporate guarantee. Perseroan dan Mitsui & Co., Ltd. diperkirakan akan terus melakukan transaksi
sejenis di masa mendatang.

Perseroan sebagai perusahaan pembiayaan sepeda motor juga bergantung pada kinerja penjualan motor Yamaha.
Kemampuan pihak Yamaha untuk mengembangkan produk baru dan strategi pemasaran yang menarik dalam
rangka mempertahankan maupun meningkatkan pangsa pasar akan mempengaruhi pertumbuhan aset Perseroan.
Per 31 Desember 2021, sebesar 62,1% dari total pemesanan produk Perseroan berasal dari pembiayaan motor
merek Yamaha.


17.		        PENGHARGAAN DAN PENGAKUAN

Berikut adalah beberapa penghargaan yang diperoleh Perseroan sepanjang tahun 2021:

•        Penghargaan dari Warta Ekonomi dalam Indonesia Public Relation Award 2021 sebagai The Best Public
         Relation in Company Strategy on Brand Promotion Campaign Management Kategori Multifinance.
•        Penghargaan dari Iconomics Syariah Award 2021 untuk Kategori The Best Sharia Unit Multifinance
         berdasarkan penilaian tingkat kesehatan keuangan UUS di 2020.
•        Penghargaan dari Majalah Marketing dan Frontier Group sebagai Top Brand Award 2021 kepada Perseroan
         untuk Kategori 2 Wheels Automotive Leasing Company.
•        Penghargaan dari Top Digital PR Award 2021 dalam Kategori Leasing.
•        Penghargaan dari INFOBRAND.ID bersama TRAS N CO Indonesia sebagai Digital Popular Brand Award
         2021 untuk Kategori Leasing Mobil.
•        Penghargaan dari Iconomics Research and Consulting dalam Iconomics Multifinance Award 2021 sebagai
         Best-Performing Multifinance.
•        Penghargaan dari Iconomics kepada dalam Ibu Lynn Ramli sebagai Inspiring Women Award 2021.



                                                               166
Page 193
•     Penghargaan dari Warta Ekonomi Research and Consulting dalam Indonesia Digital Innovation Award
      2021 sebagai The Most Innovative Financial Services for The Development of Digital Financing Products &
      Services untuk Kategori Financial Services.
•     Penghargaan dari Warta Ekonomi,co.id Research and Consulting dalam Indonesia Sharia Finance Awards
      2021 sebagai The Outstanding Educational Assistance Program kategori Sharia Business Unit of Multifinance.
•     Penghargaan dari Majalah SWA kepada Ibu Rynn Ramli selaku Presiden Direktur sebagi Indonesia Business
      Women Of The Year 2021.
•     Penghargaan dari Warta Ekonomi.co.id Research and Consulting dalam Indonesia Financial Top Leader
      Award 2021 sebagai Best Leader for Business Resilience Through Business Innovation– Effectiveness of
      Digital Acceleration kepada Ibu Lynn Ramli.
•     Penghargaan dari INFOBRAND.ID dan TRAS N CO dalam Indonesia Digital Popular Brand Award 2021.
•     Penghargaan dari Majalah MARKETING dan Survey One dalam Digital Marketing Award 2021 sebagai
      2-Wheels Automotive Leasing Company.
•     Penghargaan dari Pinnacle Group International dalam The 13th Global CSR Awards TM 2021 sebagai
      Companies with Market Capitalization USD500 Million to 1 Billion.
•     Penghargaan dari SWA, MARS Digital Indonesia, dan Swanetwork dalam Indonesia Best Brand Award 2021
      sebagai Predikat Golden (peraih brand value tertinggi selama 3 tahun berturut-turut) untuk Kategori Kredit
      Kepemilikan Motor Yamaha.

    Manajemen Perseroan menyatakan bahwa tidak memiliki kecenderungan yang
    signifikan yang dapat mempengaruhi kegiatan usaha dan prospek keuangan Perseroan,
    selain faktor-faktor makroekonomi yang berada di luar kendali Perseroan. Setiap
    kecenderungan, ketidakpastian, permintaan, komitmen, atau peristiwa yang dapat
    diketahui mempengaruhi pendapatan usaha, pendapatan dari operasi berjalan,
    profitabilitas, likuiditas, atau sumber modal Perseroan telah diungkapkan pada
    Prospektus.

    MANAJEMEN PERSEROAN MENYATAKAN Sebagian besar kebutuhan modal kerja Perseroan
    digunakan untuk kegiatan usaha utama Perseroan yaitu pembiayaan dan seluruh
    risiko material yang timbul dari kegiatan usaha Perseroan telah diungkapkan dalam
    Prospektus.




                                                       167
Page 194
IX.        PERPAJAKAN


1.		       PERPAJAKAN UNTUK PEMEGANG OBLIGASI

Pajak Penghasilan atas Bunga Obligasi dari Obligasi yang diterima atau diperoleh Pemegang Obligasi
diperhitungkan dan diperlakukan sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku di Indonesia.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 91 Tahun 2021 tanggal 30 Agustus 2021 tentang
Pajak Penghasilan atas Penghasilan Berupa Bunga Obligasi, penghasilan yang Diterima atau Diperoleh Wajib
Pajak Dalam Negeri dan Bentuk Usaha Tetap (“BUT”), penghasilan yang diterima atau diperoleh bagi Wajib Pajak
berupa bunga dan diskonto Obligasi dikenakan pemotongan Pajak Penghasilan yang bersifat final sebesar 10%
(sepuluh persen) yaitu:

a.    Atas bunga dari Obligasi dengan kupon, sebesar jumlah bruto sesuai dengan masa kepemilikan Obligasi;

b.    Atas diskonto dari Obligasi dengan kupon, sebesar selisih lebih harga jual atau nilai nominal di atas harga
      perolehan Obligasi, tidak termasuk bunga berjalan; dan

c.    Diskonto dari Obligasi tanpa bunga, sebesar selisih Iebih harga jual atau nilai nominal di atas harga perolehan
      Obligasi.

Pemotongan Pajak Penghasilan yang bersifat final ini dilakukan oleh:

a.    Penerbit obligasi atau kustodian selaku agen pembayaran yang ditunjuk, atas bunga dan/atau diskonto
      yang diterima pemegang obligasi dengan kupon pada saat jatuh tempo bunga obligasi dan diskonto yang
      diterima pemegang obligasi tanpa bunga pada saat jatuh tempo obligasi; dan

b.    Perusahaan Efek, dealer atau bank, selaku pedagang perantara, atas bunga dan/atau diskonto yang diterima
      atau diperoleh penjual obligasi pada saat transaksi; dan/atau

c.    Perusahaan Efek, dealer, bank, dana pensiun dan reksadana, selaku pembeli obligasi langsung tanpa melalui
      perantara, atas bunga dan/atau diskonto obligasi yang diterima atau diperoleh penjual obligasi pada saat
      transaksi.

Pada tanggal 2 Februari 2021, dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 111 dan Pasal 185 huruf b Undang-
Undang No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, Pemerintah menetapkan dan memberlakukan Peraturan
Pemerintah Republik Indonesia No. 9 tahun 2021 tentang Perlakuan Perpajakan untuk Mendukung Kemudahan
Berusaha (“PP No. 9/2021”). Berdasarkan PP No. 9/2021, tarif pemotongan pajak atas penghasilan bunga obligasi
yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak luar negeri selain BUT dan Wajib Pajak luar negeri BUT adalah sebesar
10%. Bunga obligasi termasuk bunga obligasi dengan kupon, diskonto obligasi dengan kupon dan diskonto obligasi
tanpa bunga. Tarif pemotongan pajak berlaku setelah 6 (enam) bulan terhitung sejak berlakunya PP No. 9/2021.

 CALON PEMBELI OBLIGASI DALAM PENAWARAN UMUM INI DIHARAPKAN UNTUK BERKONSULTASI
 DENGAN KONSULTAN PAJAK MASING-MASING MENGENAI AKIBAT PERPAJAKAN YANG TIMBUL DARI
 PEMBELIAN, PEMILIKAN MAUPUN PENJUALAN ATAU PENGALIHAN DENGAN CARA LAIN ATAS OBLIGASI
 YANG DIBELI MELALUI PENAWARAN UMUM OBLIGASI INI.


2.		       PEMENUHAN PERPAJAKAN OLEH PERSEROAN

Sebagai Wajib Pajak, Perseroan memiliki kewajiban perpajakan untuk Pajak Penghasilan (PPh) dan Pajak
Pertambahan Nilai (PPN). Perseroan telah memenuhi kewajiban perpajakannya sesuai dengan ketentuan
perundang-undangan dan peraturan perpajakan yang berlaku.




                                                         168
Page 195
X. PENJAMINAN EMISI OBLIGASI


PENJAMINAN EMISI OBLIGASI

Berdasarkan persyaratan serta ketentuan yang tercantum dalam Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi dan,
Penjamin Pelaksana Emisi dan Penjamin Emisi Obligasi yang namanya tercantum dibawah ini, untuk dan atas
nama Perseroan, menyetujui untuk menawarkan Obligasi kepada Masyarakat dengan kesanggupan penuh
(full commitment) dan mengikatkan diri untuk membeli sisa Obligasi yang tidak habis terjual dengan harga
penawaran pada tanggal penutupan Masa Penawaran Umum sebesar bagian penjaminannya.

Susunan dan jumlah porsi penjaminan serta persentase dari penjaminan emisi dalam Penawaran Umum Obligasi ini
adalah sebagai berikut:

                                                                Porsi Penjaminan
No. Nama                               Seri A (Rp)          Seri B (Rp)            Total (Rp)         (%)
 1. PT Indo Premier Sekuritas            88.500.000.000       11.500.000.000        100.000.000.000         100%
       TOTAL                             88.500.000.000       11.500.000.000        100.000.000.000         100%


Selanjutnya Penjamin Pelaksana Emisi dan Penjamin Emisi Obligasi yang turut dalam Penawaran Umum
Obligasi ini telah sepakat untuk melaksanakan tugasnya masing-masing sesuai dengan Peraturan No. IX.A.7,
Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. Kep-691/BL/2011 tanggal 30 Desember 2011 tentang Pemesanan
dan Penjatahan Efek Dalam Penawaran Umum (“Peraturan No. IX.A.7”). Manajer Penjatahan dalam Penawaran
Umum Obligasi ini adalah PT Indo Premier Sekuritas.

Penjamin Pelaksana Emisi dan Penjamin Emisi Obligasi dalam Penawaran Umum Obligasi ini bukan merupakan
pihak yang memiliki hubungan Afiliasi dengan Perseroan sebagaimana definisi hubungan Afiliasi dalam UUPM.


1.		      PENENTUAN JUMLAH POKOK OBLIGASI DAN TINGKAT SUKU BUNGA OBLIGASI

Jumlah Pokok Obligasi dan tingkat suku Bunga Obligasi ditentukan berdasarkan hasil kesepakatan dan negosiasi
antara Perseroan dan Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi, dengan mempertimbangkan beberapa faktor dan
parameter, yaitu hasil Penawaran Awal (bookbuilding), kondisi pasar obligasi, benchmark terhadap obligasi
Pemerintah, dan risk premium (sesuai dengan peringkat Obligasi).




                                                      169
Page 196
XI.      LEMBAGA DAN PROFESI PENUNJANG PASAR MODAL


Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal yang berpartisipasi dalam rangka Penawaran Umum Obligasi ini
adalah sebagai berikut:

WALI AMANAT OBLIGASI

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Plaza Mandiri, lantai 22
Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 36-38
Jakarta 12910

STTD                     :    No. 17/STTD-WA/PM/1999 tanggal 27 Oktober 1999
Keanggotaan Asosiasi     :    Asosiasi Wali Amanat Indonesia No. AWAI/05/12/2008 tanggal 17 Desember 2008
Pedoman kerja            :    Ketentuan yang diatur dalam Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi, Undang-
                              Undang Pasar Modal, serta peraturan yang berkaitan dengan tugas Wali Amanat
Surat Penunjukan         :    Surat Penawaran No. TIB.IBF/CMS.788/022 tanggal 16 Maret 2022 yang telah
                              disetujui oleh Direktur Perseroan.

Ruang lingkup tugas Wali Amanat Obligasi adalah mewakili kepentingan Pemegang Obligasi baik di dalam maupun
di luar pengadilan mengenai pelaksanaan hak-hak Pemegang Obligasi sesuai dengan syarat-syarat Obligasi
dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi serta
peraturan perundang-undangan yang berlaku.

KONSULTAN HUKUM

Thamrin & Rekan
Menara Kuningan Lantai 9,
Jl. HR. Rasuna Said Blok X-7, Kav-5,
Jakarta Selatan 12940

STTD                     :    STTD.KH-107/PM.2/2018 atas nama Iswira Laksana, S.H., M.Si.
Keanggotaan Asosiasi     :    Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal No. 99012 atas nama Iswira Laksana,
                              S.H., M.Si
Pedoman kerja            :    Standar Profesi Konsultan Hukum Pasar Modal yang dikeluarkan oleh Himpunan
                              Konsultan Hukum Pasar Modal (HKHPM) berdasarkan Surat Keputusan HKHPM
                              No. Kep.02/HKHPM/VIII/2018, tanggal 8 Agustus 2018.
Surat Penunjukan         :    Surat Penawaran No. 040/LOF-BAF/TR/HN/III/2022 tanggal 4 Maret 2022 yang
                              telah disetujui oleh Direktur Perseroan.

Ruang lingkup tugas Konsultan Hukum adalah melakukan pemeriksaan dan penelitian dengan kemampuan
terbaik yang dimilikinya atas fakta dari segi hukum yang ada mengenai Perseroan dan keterangan lain yang
berhubungan dengan itu sebagaimana disampaikan oleh Perseroan. Hasil pemeriksaan dan penelitian mana telah
dimuat dalam Laporan Pemeriksaan dari Segi Hukum yang menjadi dasar dari Pendapat dari Segi Hukum yang
diberikan secara objektif dan mandiri serta guna meneliti informasi yang dimuat dalam Prospektus sepanjang
menyangkut segi hukum. Tugas dan fungsi Konsultan Hukum yang diuraikan di sini adalah sesuai dengan Standar
Profesi dan Peraturan Pasar Modal yang berlaku guna melaksanakan prinsip keterbukaan.




                                                    170
Page 197
AKUNTAN PUBLIK

Imelda & Rekan (a member of Deloitte Asia Pacific Network and of the Deloitte Network)
The Plaza Office Tower, lantai 32
Jl. M.H. Thamrin Kav. 28-30
Jakarta 10350

STTD                     :    STTD.AP-052/PM.223/2019 tanggal 20 November 2019 atas nama Bayu M. Dayat
Keanggotaan Asosiasi     :    IAPI No. 1626 atas nama Bayu M. Dayat
Pedoman kerja            :    Standar Profesional Akuntan Publik yang ditetapkan oleh IAPI
Surat Penunjukan         :    Surat Penawaran No. 037/IV/2022/GAR/BD tanggal 1 April 2022 yang telah
                              disetujui oleh Direktur Perseroan.

Ruang lingkup tugas Akuntan Publik adalah melakukan audit atas laporan keuangan Perseroan, berdasarkan
standar auditing yang ditetapkan oleh IAPI. Standar tersebut mengharuskan Akuntan Publik merencanakan dan
melaksanakan audit agar memperoleh keyakinan yang memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji
yang material. Akuntan Publik bertanggung jawab atas pendapat yang diberikan terhadap laporan keuangan
yang diaudit. Tugas Akuntan Publik meliputi pemeriksaan atas dasar pengujian, bukti bukti yang mendukung
jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan.

NOTARIS

Fathiah Helmi S.H.
Graha Irama, lantai 6, suite C
Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-1 Kav. 1&2
Jakarta 12950

STTD                     :    STTD.N-93/PM.22/2018 tanggal 9 April 2018 atas nama Fathiah Helmi S.H.
Keanggotaan Asosiasi     :    Ikatan Notaris Indonesia No. 011.003.027.260958 atas nama Fathiah Helmi S.H.
Pedoman kerja            :    Undang-Undang No. 30 tahun 2004 tentang Jabatan Notaris dan Kode Etik Ikatan
                              Notaris Indonesia
Surat Penunjukan         :    Surat Penawaran No. 01/Prop/PUBII-I/III/2022 tanggal 1 Maret 2022 yang telah
                              disetujui oleh Direktur Perseroan.

Ruang lingkup tugas Notaris adalah membuat akta-akta perjanjian sehubungan dengan Penawaran Umum
Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan II, sesuai dengan peraturan jabatan notaris dan kode etik notaris.

Perusahaan Pemeringkat Efek

PT Fitch Ratings Indonesia
DBS Bank Tower Lantai 24, suite 2403
Jl. Jl. Prof. Dr. Satrio Kav. 3-5
Kuningan, Jakarta Selatan
Jakarta 12940

Ruang lingkup Perusahaan Pemeringkat Efek adalah melakukan pemeringkatan atas Obligasi setelah secara
seksama mempertimbangkan seluruh data dan informasi yang relevan, akurat dan dapat dipercaya serta
melakukan kaji ulang secara berkala terhadap hasil pemeringkatan sepanjang disyaratkan oleh peraturan
perundang-undangan yang berlaku. Perusahaan Pemeringkat Efek juga wajib menyelesaikan kaji ulang terhadap
hasil pemeringkatan yang telah dipublikasikan dalam hal terdapat fakta material atau kejadian penting yang
dapat mempengaruhi hasil pemeringkatan yang telah dipublikasikan, paling lama 7 (tujuh) Hari Kerja sejak
diketahuinya fakta material atau kejadian penting dan mengeluarkan peringkat baru apabila terjadi perubahan
peringkat dari proses kaji ulang.

Para Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal yang terlibat dalam Penawaran Umum ini menyatakan tidak
ada hubungan Afiliasi dengan Perseroan sebagaimana definisi hubungan Afiliasi dalam UUPM. Perseroan juga
tidak memiliki hubungan kredit dengan Bank Mandiri selaku Wali Amanat Obligasi.



                                                    171
Page 198
XII.     KETERANGAN TENTANG WALI AMANAT OBLIGASI


Dalam rangka Penawaran Umum Obligasi ini, Bank Mandiri bertindak sebagai Wali Amanat Obligasi atau badan
yang diberi kepercayaan untuk mewakili kepentingan para Pemegang Obligasi sebagaimana ditetapkan dalam
UUPM. Bank Mandiri sebagai Wali Amanat Obligasi telah terdaftar di OJK dengan STTD No. 17/STTD-WA/
PM/1999 tanggal 27 Oktober 1999.

Sehubungan dengan penerbitan Obligasi ini, Bank Mandiri telah menandatangani Perjanjian Perwaliamanatan
Obligasi dengan Perseroan.

Bank Mandiri sebagai Wali Amanat Obligasi dengan tegas menyatakan, sejak penandatanganan Perjanjian
Perwaliamanatan Obligasi sampai dengan berakhirnya tugas Wali Amanat Obligasi, (i) tidak mempunyai hubungan
Afiliasi dengan Perseroan; (ii) tidak memiliki dan tidak akan memiliki hubungan kredit dengan Perseroan melebihi
25% dari jumlah obligasi yang diwaliamanati sesuai dengan Peraturan OJK No. 19/POJK.04/2020 tanggal 22 April
2020 tentang Bank Umum yang Melakukan Kegiatan Sebagai Wali Amanat (“POJK No. 19/2020”); (iii) tidak
merangkap dan tidak akan merangkap sebagai penanggung dan/atau pemberi agunan dan menjadi Wali Amanat
dalam penerbitan Obligasi dan/atau kewajiban Perseroan sesuai POJK No. 19/2020, sesuai dengan Surat
Pernyataan tertanggal 5 April 2022.

Bank Mandiri sebagai Wali Amanat Obligasi telah melakukan uji tuntas (due diligence) terhadap Perseroan
sebagaimana diatur dalam Peraturan POJK No. 20/2020 sesuai dengan Surat Pernyataan tertanggal 5 April 2022 .


1.		 UMUM

Bank Mandiri didirikan berdasarkan Akta Pendirian No. 10 tanggal 2 Oktober 1998 yang dibuat di hadapan
Sutjipto S.H., Notaris di Jakarta, dengan nama Perusahaan Perseroan (Persero) PT Bank Mandiri Tbk. atau
disingkat PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Akta tersebut telah memperoleh persetujuan dari Menkumham
berdasarkan Surat Keputusan No. C2-16561 HT.01.01.Th.98 tanggal 2 Oktober 1998 dan diumumkan dalam BNRI
No. 97 tanggal 4 Desember 1998, Tambahan No. 6859 Tahun 1998. Bank Mandiri didirikan melalui penggabungan
usaha PT Bank Bumi Daya (Persero), PT Bank Dagang Negara (Persero), PT Bank Ekspor Impor Indonesia
(Persero) dan PT Bank Pembangunan Indonesia (Persero).

Anggaran dasar Bank Mandiri telah mengalami beberapa kali perubahan dan terakhir diubah berdasarkan Akta
Pernyataan Keputusan RUPS Tahunan No. 21 tanggal 11 April 2018 yang dibuat di hadapan Ashoya Ratam, S.H.,
M.Kn., Notaris di Jakarta, sehubungan dengan Program Kementerian Badan Usaha Milik Negara (“BUMN”)
untuk melakukan standarisasi anggaran dasar BUMN terbuka. Perubahan tersebut telah diberitahukan kepada
Menkumham dalam Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan No. AHU-
AH.01.03-0172245 tanggal 30 April 2018, serta terdaftar pada Daftar Perseoran No. AHU-0061310.AH.01.11.
Tahun 2018 tanggal 30 April 2018.


2.		     STRUKTUR PERMODALAN DAN SUSUNAN PEMEGANG SAHAM

Berdasarkan keputusan rapat dewan komisaris yang dikeluarkan berdasarkan pelimpahan wewenang dari RUPS
Tahunan yang dimuat dalam Akta Perubahan Anggaran Dasar No 15 tanggal 25 Februari 2011, dibuat di hadapan
DR. A. Partomuan Pohan, S.H., LL.M., Notaris di Jakarta, serta berdasarkan Daftar Komposisi Pemilikan Saham
per 31 Desember 2019 yang dikeluarkan oleh PT Datindo Entrycom selaku Biro Administrasi Efek Bank Mandiri,
struktur permodalan dan susunan pemegang saham Bank Mandiri adalah sebagai berikut:




                                                      172
Page 199
                                                                        Nilai Nominal Rp250 per saham
Keterangan
                                                                Jumlah Saham       Jumlah Nominal (Rp)     (%)
Modal Dasar
- Saham Seri A Dwiwarna                                                        1                     250       0,0
- Saham Biasa Seri B                                              63.999.999.999      15.999.999.999.750     100,0
Total Modal Dasar                                                 64.000.000.000      16.000.000.000.000     100,0
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
- Saham Seri A Dwiwarna
  Negara Republik Indonesia                                                    1                    250           0,0
- Saham Biasa Seri B
  Negara Republik Indonesia                                       27.999.999.999       6.999.999.999.750         60,0
  Direksi dan Komisaris                                                9.261.758           2.315.439.500          0,0
  Publik (masing-masing di bawah 5%)                              18.657.404.908       4.664.351.227.000         40,0
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh                        46.666.666.666      11.666.666.666.500     100,0
Saham Dalam Portepel
- Saham Seri A Dwiwarna                                                        -                       -         -
- Saham Biasa Seri B                                               8.666.666.667       4.333.333.333.500     100,0
Jumlah Saham Dalam Portepel                                       17.333.333.334       4.333.333.333.500     100,0



3.		         PENGURUSAN DAN PENGAWASAN

Berdasarkan Akta No. 12 tanggal 24 Maret 2022 yang dibuat di hadapan Utiek Rochmuljati Abdurachman, SH,
MLI., M.Kn., Notaris di Jakarta, yang telah mendapatkan penerimaan pemberitahuan dari Menkumham sesuai
dengan suratnya No. AHU-AH.01.03-0205025 tanggal 28 Maret 2022, susunan Dewan Komisaris dan Direksi
Bank Mandiri adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris
Komisaris Utama/Komisaris Independen                              :     Muhamad Chatib Basri
Wakil Komisaris Utama/Independen                                  :     Andrinof A. Chaniago
Komisaris                                                         :     Muhammad Yusuf Ateh
Komisaris                                                         :     Rionald Silaban
Komisaris                                                         :     Nawal Nely
Komisaris                                                         :     Arif Budimanta
Komisaris                                                         :     Faried Utomo
Komisaris Independen                                              :     Boedi Armanto
Komisaris Independen                                              :     Muliadi Rahardja
Komisaris Independen                                              :     Loeke Larasati Agoestina

Direksi
Direktur Utama                                                    :     Darmawan Junaidi
Wakil Direktur Utama                                              :     Alexandra Askandar
Direktur Corporate Banking                                        :     Susana Indah Kris
Direktur Commercial Banking                                       :     Riduan
Direktur Treasury, International and Special Asset Management     :     Panji Irawan
Direktur Jaringan dan Retail Banking                              :     Aquarius Rudianto
Direktur Operation                                                :     Toni Eko Boysubari
Direktur Kepatuhan dan Sumber Daya Manusia                        :     Agus Dwi Handaya
Direktur Hubungan Kelembagaan                                     :     Rohan Hafas
Direktur Manajemen Risiko                                         :     Ahmad Siddik Badruddin
Direktur Information Technology                                   :     Timothy Utama
Direktur Keuangan dan Strategi                                    :     Sigit Prastowo




                                                   173
Page 200
4.		     KEGIATAN UTAMA

Berdasarkan Pasal 3 anggaran dasar Bank Mandiri, ruang lingkup kegiatan Bank Mandiri adalah melakukan
usaha di bidang perbankan sesuai dengan ketentuan dalam peraturan perundang-undangan. Untuk mencapai
maksud dan tujuan tersebut, Bank Mandiri dapat melaksanakan kegiatan usaha utama sebagai berikut:

•    Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa giro, deposito berjangka, sertifikat
     deposito, tabungan dan/atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu;
•    Memberikan kredit;
•    Menerbitkan surat pengakuan utang;
•    Membeli, menjual atau menjamin atas risiko sendiri maupun untuk kepentingan dan atas perintah nasabahnya:
     -    surat-surat wesel termasuk wesel yang diakseptasi oleh Bank Mandiri yang masa berlakunya tidak
          lebih lama dari kebiasaan dalam perdagangan surat-surat dimaksud;
     -    surat pengakuan utang dan kertas dagang lainnya yang masa berlakunya tidak lebih lama dari kebiasaan
          dalam perdagangan surat-surat dimaksud;
     -    kertas perbendaharaan negara dan surat jaminan pemerintah;
     -    Sertifikat Bank Indonesia (SBI);
     -    obligasi, surat dagang berjangka waktu sesuai dengan peraturan perundang-undangan;
     -    surat berharga lain yang berjangka waktu sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
•    Memindahkan uang, baik untuk kepentingan sendiri maupun untuk kepentingan nasabah;
•    Menempatkan dana pada, meminjam dana dari, atau meminjamkan dana kepada bank lain, baik dengan
     menggunakan surat, sarana telekomunikasi maupun dengan wesel unjuk, cek atau sarana lainnya;
•    Menerima pembayaran dari tagihan atas surat berharga dan melakukan perhitungan dengan atau antar
     pihak ketiga;
•    Menyediakan tempat untuk menyimpan barang dan surat berharga;
•    Melakukan kegiatan penitipan untuk kepentingan pihak lain berdasarkan suatu kontrak;
•    Melakukan penempatan dana dari nasabah kepada nasabah lainnya dalam bentuk surat berharga yang
     tidak tercatat di bursa efek;
•    Melakukan kegiatan anjak piutang. usaha kartu kredit dan kegiatan wali amanat;
•    Menyediakan pembiayaan dan/atau melakukan kegiatan lain berdasarkan Prinsip Syariah. sesuai dengan
     ketentuan yang ditetapkan oleh yang berwenang;
•    Melakukan kegiatan lain yang lazim dilakukan oleh bank sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan
     perundang-undangan.

Selain melakukan kegiatan usaha tersebut di atas, Bank Mandiri dapat juga melakukan melakukan kegiatan
usaha penunjang sebagai berikut:

•    Kegiatan dalam valuta asing dengan memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh yang berwenang;
•    Melakukan kegiatan penyertaan modal pada bank atau perusahaan lain di bidang keuangan, seperti sewa
     guna usaha, modal ventura, perusahaan efek, asuransi, serta lembaga kliring penyelesaian dan penyimpanan,
     dengan memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh yang berwenang;
•    Kegiatan penyertaan modal sementara untuk mengatasi akibat kegagalan kredit atau kegagalan pembiayaan
     berdasarkan Prinsip Syariah, dengan syarat harus menarik kembali penyertaannya, dengan memenuhi
     ketentuan yang ditetapkan oleh yang berwenang;
•    Bertindak sebagai pendiri dana pensiun dan pengurus dana pensiun sesuai dengan ketentuan dalam
     peraturan perundang-undangan dana pensiun;
•    Membeli agunan, baik semua maupun sebagian, melalui pelelangan atau dengan cara lain dalam hal debitur
     tidak memenuhi kewajibannya kepada Bank Mandiri, dengan ketentuan agunan yang dibeli tersebut wajib
     dicairkan secepatnya.

Dalam pengembangan Pasar Modal selama 3 (tiga) tahun terakhir (2017-2019), Bank Mandiri ikut berperan aktif,
antara lain bertindak sebagai:

1.   Wali amanat (trustee) dalam penerbitan obligasi sebagai berikut:

     •   Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (“Indonesia Eximbank”)
     •   PT Bank Bukopin Tbk.



                                                     174
Page 201
     •   PT Maybank Indonesia Finance
     •   PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero)
     •   PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)
     •   PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah
     •   PT Bank Panin Tbk.
     •   PT Bank Pembangunan Daerah Sulselbar
     •   PT Bank DKI
     •   PT PP Properti Tbk.
     •   PT Bank UOB Indonesia
     •   PT Oto Multiartha
     •   PT Bussan Auto Finance
     •   PT Bank Sumut
     •   PT Bank NTT
     •   PT Bank Maybank Indonesia
     •   PT Bank Lampung
     •   PT Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk
     •   PT Bank Commonwealth
     •   PT Ketrosden Triasmitra

2.   Agen pembayaran dividen saham perusahaan publik dan MTN:

     •   PT Belitang Panen Raya
     •   PT HK Realtindo
     •   PT LEN Industri (Persero)
     •   PT Wika Realty
     •   PT Radana Bhaskara Finance
     •   PT Semen Indonesia Tbk.
     •   PT Mitra Bisnis Keluarga Ventura

3.   Jasa receiving bank dalam penawaran umum saham perdana::

     •   PT Hartadinata Abadi Tbk.
     •   PT MAP Boga Adiperkasa Tbk.
     •   PT M Cash Integrasi Tbk.
     •   PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk.
     •   PT PP Presisi Tbk.
     •   PT Jasa Armada Indonesia Tbk.
     •   PT Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk
     •   PT Medikalola Hermina Tbk
     •   PT Asuransi Tugu Indonesia Tbk
     •   PT MNC Studios International Tbk
     •   PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk
     •   PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk
     •   PT NFC Indonesia Tbk
     •   PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk
     •   PT Bali Bintang Sejahtera Tbk
     •   PT Satyamitra Kemas Lestari Tbk
     •   PT MNC Visions Network Tbk
     •   PT Telefast Indonesia Tbk
     •   PT Digital Mediatama Maxima Tbk
     •   PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk

4.   Mengelola rekening penampungan (escrow agent) & agen penjaminan (security agent)

5.   Menyelenggarakan jasa penitipan efek-efek (custodian)




                                                   175
Page 202
5.		     KANTOR CABANG

Sejalan dengan perkembangan kegiatan usahanya, jaringan operasional Bank Mandiri terus meluas. Berdasarkan
data per 31 Desember 2021, Bank Mandiri telah memiliki jejaring kantor yang terdiri atas : 1 (satu) kantor pusat;
12 kantor wilayah dalam negeri, 2.602 kantor cabang dan kantor cabang pembantu yang tersebar di seluruh
Indonesia, 7 (tujuh) kantor cabang luar negeri yang berlokasi di Cayman Islands, Singapura, Hong Kong, Dili
Timor Leste, Shanghai (Republik Rakyat Tiongkok), Dili Timor Plaza dan Inggris dan 2 (dua) kantor remittance
di Hong Kong dan Malaysia.


6.		     TUGAS POKOK WALI AMANAT

Sesuai dengan Peraturan OJK No.19 /POJK.04/2020 dan kemudian ditegaskan lagi di dalam Perjanjian
Perwaliamanatan Obligasi, tugas pokok dan tanggung jawab Wali Amanat Obligasi adalah:

•    Mewakili kepentingan para Pemegang Obligasi, baik di dalam maupun di luar pengadilan sesuai dengan
     Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi dan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik
     Indonesia;
•    Mengikatkan diri untuk melaksanakan tugas pokok dan tanggung jawab sebagaimana dimaksud di atas
     sejak menandatangani Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi dengan Perseroan, tetapi perwakilan tersebut
     mulai berlaku efektif pada saat Obligasi telah dialokasikan kepada Pemegang Obligasi;
•    Melaksanakan tugas sebagai Wali Amanat Obligasi berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi dan
     dokumen lainnya yang berkaitan dengan Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi; dan
•    Memberikan semua keterangan atau informasi sehubungan dengan pelaksanaan tugas-tugas perwaliamanatan
     kepada OJK.


7.		     PENUNJUKAN, PENGGANTIAN DAN BERAKHIRNYA TUGAS WALI AMANAT

Berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi, penunjukan, penggantian dan berakhirnya tugas Wali Amanat
Obligasi dilakukan bilamana terjadi salah satu dari sebab-sebab sebagai berikut:

a)   Penunjukan Wali Amanat Obligasi untuk pertama kalinya dilakukan oleh Perseroan;

b)   Penggantian Wali Amanat Obligasi dilakukan karena sebab-sebab sebagai berikut:
     •   izin usaha bank umum sebagai Wali Amanat Obligasi dicabut;
     •   pencabutan atau pembekuan kegiatan usaha Wali Amanat Obligasi di Pasar Modal;
     •   Wali Amanat Obligasi dibubarkan oleh suatu badan peradilan atau oleh suatu badan resmi lainnya atau
         dianggap telah bubar berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik
         Indonesia;
     •   Wali Amanat Obligasi dinyatakan pailit oleh badan peradilan yang berwenang dan telah mempunyai
         kekuatan hukum tetap atau dibekukan operasinya dan/atau kegiatan usahanya oleh pihak yang
         berwenang;
     •   Wali Amanat Obligasi tidak dapat melaksanakan kewajibannya berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan
         Obligasi dan/atau keputusan RUPO dan/atau peraturan perundang-undangan yang berlaku di bidang
         Pasar Modal;
     •   Wali Amanat Obligasi melanggar ketentuan Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi dan/atau peraturan
         perundang-undangan di bidang Pasar Modal;
     •   atas permintaan para Pemegang Obligasi;
     •   timbulnya hubungan Afiliasi antara Wali Amanat Obligasi dengan Perseroan setelah penunjukan Wali
         Amanat Obligasi, kecuali hubungan Afiliasi tersebut terjadi karena kepemilikan atau penyertaan modal
         Pemerintah;
     •   timbulnya hubungan kredit yang melampaui jumlah sebagaimana diatur dalam POJK No. 20/2020; atau
     •   atas permintaan Wali Amanat Obligasi, dalam hal Wali Amanat Obligasi mengundurkan diri atau
         Perseroan tidak membayar imbalan jasa Wali Amanat Obligasi.




                                                      176
Page 203
c)    Berakhirnya tugas, kewajiban, dan tanggung jawab Wali Amanat Obligasi adalah pada saat:
      •   Obligasi telah dibayar kembali baik Pokok Obligasi, Bunga Obligasi termasuk Denda (jika ada) dan Wali
          Amanat Obligasi telah menerima laporan pemenuhan kewajiban Perseroan dari Agen Pembayaran;
      •   tanggal tertentu yang telah disepakati dalam Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi setelah Tanggal
          Pembayaran Pokok Obligasi;
      •   setelah diangkatnya wali amanat Obligasi baru.


8.		        IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING

Tabel berikut ini menggambarkan ikhtisar data keuangan Bank Mandiri yang angkanya diambil dari laporan posisi
keuangan konsolidasian Bank Mandiri dan Perusahaan Anak Bank Mandiri pada tanggal 31 Desember 2021 dan
2020, serta laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada
31 Desember 2021 dan 2020, yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis &
Rekan berdasarkan standar audit yang ditetapkan oleh IAPI, dengan opini tanpa modifikasian.

Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian

                                                                                              (dalam jutaan Rupiah)
                                                                                     31 Desember
                                                                             2020                   2021
ASET
Kas                                                                              26.225.089             23.948.485
Giro pada Bank Indonesia                                                         52.238.679             99.023.492
Giro pada bank lain - neto                                                       26.421.960             25.417.618
Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain – neto                              82.395.847             47.783.516
Efek-efek - neto                                                                 90.570.073             98.103.670
Obligasi Pemerintah                                                             178.743.845            289.054.774
Tagihan lainnya – transaksi perdagangan                                          28.308.088             27.817.547
Tagihan atas efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali                   55.094.456             27.317.000
Tagihan derivatif                                                                 2.578.947              1.669.838
Kredit                                                                          877.051.229            957.636.147
Piutang Pembiayaan Konsumen                                                      18.649.899             18.633.307
Investasi bersih dalam sewa pembiayaan                                            3.522.467              4.693.806
Tagihan akseptasi                                                                10.109.246             10.076.751
Penyertaan Saham                                                                  2.250.017              2.432.393
Biaya dibayar dimuka                                                              1.626.435              1.470.251
Pajak dibayar dimuka                                                              2.178.758              2.073.725
Aset Tetap                                                                       48.306.843             49.144.792
Aset Tidak berwujud                                                               4.545.439              5.111.759
Aset lain-lain                                                                   23.051.381             23.847.463
Aset Pajak Tangguhan                                                              8.095.869             10.354.794
JUMLAH ASET                                                                   1.541.964.567          1.725.611.128




                                                                 177
Page 204
                                                                                                               (dalam jutaan Rupiah)
                                                                                                     31 Desember
                                                                                             2020                    2021
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas Segera                                                                                4.286.333                  5.380.474
Giro dan giro wadiah                                                                           314.397.478                399.791.311
Tabungan dan tabungan wadiah                                                                   373.021.910                422.314.545
Deposito Berjangka                                                                             307.781.280                293.172.857
Simpanan dari Bank Lain                                                                          7.391.225                 12.800.392
Liabilitas kepada pemegang polis pada kontrak unit-link                                         27.850.536                 30.657.570
Liabilitas atas surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali                           1.330.068                  5.427.998
Liabilitas Derivatif                                                                             1.570.506                  1.018.751
Liabilitas Akseptasi                                                                            10.232.855                 10.273.444
Efek-efek yang diterbitkan                                                                      39.111.473                 45.138.342
Estimasi kerugian atas komitmen dan kontijensi                                                   3.475.979                  2.295.241
Beban yang masih harus dibayar                                                                   5.748.405                  6.526.489
Utang Pajak                                                                                      2.059.214                  2.862.716
Liabilitas Imbalan Kerja                                                                         8.319.149                 11.205.546
Provisi                                                                                            546.237                    413.876
Liabilitas lain-lain                                                                            26.321.079                 25.276.602
Pinjaman yang diterima                                                                          52.810.689                 51.398.940
Pinjaman subordinasi                                                                               650.966                    637.143
Total Liabilitas                                                                             1.186.905.382               1.326.592.237
Dana Syirkah Temporer                                                                          150.359.517                176.907.609
EKUITAS
Modal saham                                                                                     11.666.667                 11.666.667
Tambahan modal disetor/agio saham                                                               17.316.192                 17.316.192
Modal saham yang diperoleh dan dimiliki kembali (saham treasuri)                                 (150.895)                  (150.895)
Penyesuaian akibat penjabaran laporan keuangan dalam mata uang asing                             (116.031)                   (88.985)
Keuntungan (kerugian) dari perubahan nilai aset keuangan dalam Nilai wajar melalui
   pendapatan komprehensif lainnya                                                               4.430.511                  1.692.145
Kelompok tersedia untuk dijual                                                                            -                         -
Bagian efektif lindung nilai arus kas                                                              (15.319)                     (370)
Keuntungan revaluasi aset tetap                                                                 30.115.479                 30.140.345
Keuntungan (kerugian) aktuarial program imbalan pasti                                            1.040.657                  1.217.456
Penghasilan komprehensif lainnya                                                                     85.052                    85.052
Ekuitas merging entity                                                                           5.555.377                          -
Selisih transaksi dengan pihak nonpengendali                                                     (106.001)                  (106.001)
Saldo laba sudah ditentukan penggunaannya                                                        5.380.268                  5.380.268
Saldo laba belum ditentukan penggunaannya                                                      114.176.507                  5.380.268
Kepentingan non pengendali                                                                      15.321.204                137.207.666
Jumlah Ekuitas                                                                                 204.699.668                222.111.282
JUMLAH LIABILITAS, DANA SYIRKAH TEMPORER, DAN EKUITAS                                        1.541.964.567               1.725.611.128


Laporan Laba Rugi Dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian

                                                                                                 (dalam jutaan Rupiah)
                                                                                     Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
                                                                                             2020                    2021
Pendapatan bunga dan pendapatan syariah                                                          95.616.227              97.749.086
Beban bunga dan beban syariah                                                                  (33.095.422)            (24.686.592)
Pendapatan bunga dan syariah – neto                                                             62.520.805                 73.062.494
Pendapatan premi - neto                                                                          1.513.715                  1.787.933




                                                                     178
Page 205
Pendapatan bunga, syariah dan premi – neto                                                64.034.520     74.850.427
Pendapatan operasional lainnya                                                            28.594.397     29.028.020
Pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai                                           (23.355.311)   (20.428.352)
Pembentukan penyisihan estimasi kerugian atas komitmen dan kontijensi                    (1.223.263)      1.162.993
Pembentukan penyisihan lainnya                                                             (276.133)      (277.942)
(Kerugian)/keuntungan yang belum direalisasi dari (penurunan)/kenaikan nilai wajar
   efek-efek, obligasi pemerintah dan investasi pemegang polis pada kontrak unit-link         12.487          2.824
Keuntungan dari penjualan efek-efek dan obligasi pemerintah                                  999.026      3.242.400
Beban operasional lainnya                                                               (44.530.236)   (49.140.167)
Laba operasional                                                                         24.255.487     38.440.203
Pendapatan (beban) non operasional - neto                                                   136.918        (81.782)
Laba sebelum beban pajak dan kepentingan nonpengendali                                   24.392.405     38.358.421
Beban pajak – neto                                                                       (5.993.477)    (7.807.324)
Laba tahun berjalan                                                                      18.398.928     30.551.097



9.		       ALAMAT WALI AMANAT

                                               PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
                                                    Plaza Mandiri, Lantai 22
                                              Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 36-38
                                                          Jakarta 12190
                                                     www.bankmandiri.co.id
                                                 Tel.: (021) 5268216, 5245161
                                                      Faks.: (021) 5268201

                       Untuk perhatian : Vice President – Capital Market Services Department,
                                International Banking & Financial Institutions Group




                                                                  179
Page 206
XIII. TATA CARA PEMESANAN OBLIGASI


          PROSEDUR PEMESANAN PEMBELIAN OBLIGASI KHUSUS ANTISIPASI PENYEBARAN
                               VIRUS CORONA (COVID-19)

Sehubungan dengan anjuran pemerintah, baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta
untuk mengurangi interaksi sosial, menjaga jarak aman (social distancing) dan menghindari keramaian guna
meminimalisir penyebaran penularan virus Corona (Covid-19), maka Perseroan dan Penjamin Pelaksana Emisi
Obligasi membuat langkah-langkah antisipasi sehubungan dengan proses atau mekanisme pemesanan dan
pembelian Obligasi Perseroan selama Masa Penawaran Umum sebagai berikut:


1.		     PEMESAN YANG BERHAK

Perorangan Warga Negara Indonesia dan perorangan Warga Negara Asing dimanapun mereka bertempat tinggal,
serta badan usaha atau lembaga Indonesia ataupun asing dimanapun mereka berkedudukan yang berhak membeli
Obligasi sesuai dengan ketentuan-ketentuan yurisdiksi setempat.


2.		     PEMESANAN PEMBELIAN OBLIGASI

Pemesanan pembelian Obligasi dilakukan dengan menggunakan FPPO yang disiapkan untuk keperluan ini yang
dapat diperoleh dari Penjamin Emisi Obligasi sebagaimana tercantum pada Bab XIV dalam Prospektus ini, baik
dalam bentuk fisik (hardcopy) maupun bentuk elektronik (softcopy) melalui email. Setelah FPPO diisi dengan
lengkap dan ditandatangani oleh pemesan, scan FPPO tersebut wajib disampaikan kembali, baik dalam bentuk
fisik (hardcopy) maupun bentuk elektronik (softcopy) melalui email, kepada Penjamin Emisi Obligasi dimana
pemesan memperoleh Prospektus dan FPPO. Pemesanan wajib dilengkapi dengan tanda jati diri (KTP/paspor
bagi perorangan dan anggaran dasar dan perubahannya yang memuat susunan pengurus terakhir bagi badan
hukum). Pemesanan yang telah diajukan tidak dapat dibatalkan oleh pemesan. Pemesanan pembelian Obligasi
yang dilakukan menyimpang dari ketentuan-ketentuan tersebut di atas tidak dilayani.

Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi berhak untuk menerima atau menolak pemesanan pembelian Obligasi secara
keseluruhan atau sebagian dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku.


3.		     JUMLAH MINIMUM PEMESANAN

Pemesanan pembelian Obligasi harus dilakukan dalam jumlah sekurang-kurangnya satu satuan perdagangan
yaitu Rp5.000.000 (lima juta Rupiah) atau kelipatannya.


4.		     MASA PENAWARAN UMUM

Masa Penawaran Umum akan dimulai pada tanggal 28 Juni 2022 dan ditutup pada tanggal 30 Juni 2022 mulai
pukul 10.00 - 16.00 WIB setiap Hari Kerja.


5.		     PENDAFTARAN OBLIGASI KE DALAM PENITIPAN KOLEKTIF

Obligasi yang ditawarkan oleh Perseroan melalui Penawaran Umum ini telah didaftarkan kepada KSEI berdasarkan
Perjanjian Pendaftaran Obligasi di KSEI. Dengan didaftarkannya Obligasi tersebut di KSEI, maka atas Obligasi ini
berlaku ketentuan sebagai berikut:




                                                      180
Page 207
a.   Perseroan tidak menerbitkan Obligasi dalam bentuk warkat kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi yang diterbitkan
     untuk didaftarkan atas nama KSEI untuk kepentingan Pemegang Obligasi. Obligasi akan diadministrasikan
     secara elektronik dalam Penitipan Kolektif di KSEI. Selanjutnya Obligasi hasil Penawaran Umum akan
     dikreditkan ke dalam Rekening Efek selambat-lambatnya pada Tanggal Emisi;

b.   KSEI akan menerbitkan Konfirmasi Tertulis kepada Perusahaan Efek atau Bank Kustodian sebagai tanda
     bukti pencatatan Obligasi dalam Rekening Efek di KSEI. Konfirmasi Tertulis tersebut merupakan bukti
     kepemilikan yang sah atas Obligasi yang tercatat dalam Rekening Efek;

c.   Pengalihan kepemilikan Obligasi dilakukan dengan pemindahbukuan antar Rekening Efek di KSEI, yang
     selanjutnya akan dikonfirmasikan oleh KSEI kepada Pemegang Rekening;

d.   Pemegang Obligasi yang tercatat dalam Rekening Efek merupakan Pemegang Obligasi yang berhak atas
     pembayaran Bunga Obligasi, pelunasan Pokok Obligasi, memberikan suara dalam RUPO (kecuali Obligasi
     yang dimiliki Perseroan dan/atau Afiliasi), serta hak-hak lainnya yang melekat pada Obligasi;

e.   Pembayaran Bunga dan pelunasan jumlah Pokok Obligasi akan dibayarkan oleh KSEI selaku Agen
     Pembayaran atas nama Perseroan kepada Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening sesuai dengan
     jadwal pembayaran Bunga Obligasi maupun pelunasan Pokok Obligasi yang ditetapkan Perseroan masing-
     masing dalam Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi, Perjanjian Agen Pembayaran Obligasi. Perseroan
     melaksanakan pembayaran Bunga Obligasi dan pelunasan Pokok Obligasi berdasarkan data kepemilikan
     Obligasi yang disampaikan oleh KSEI kepada Perseroan. Pemegang Obligasi yang berhak atas Bunga
     Obligasi adalah Pemegang Obligasi yang memiliki Obligasi pada 4 (empat) Hari Bursa sebelum Tanggal
     Pembayaran Bunga Obligasi;

f.   Pemegang Obligasi yang menghadiri RUPO adalah Pemegang Obligasi yang namanya tercatat dalam
     Daftar Pemegang Rekening pada 3 (tiga) Hari Kerja sebelum tanggal penyelenggaraan RUPO, dan wajib
     memperlihatkan KTUR yang diterbitkan KSEI kepada Wali Amanat Obligasi;

g.   Seluruh Obligasi yang disimpan di KSEI dibekukan sehingga Obligasi tersebut tidak dapat dialihkan/
     dipindahbukukan sejak 3 (tiga) Hari Kerja sebelum tanggal penyelenggaraan RUPO sampai dengan tanggal
     berakhirnya RUPO yang dibuktikan dengan adanya pemberitahuan dari Wali Amanat Obligasi atau setelah
     memperoleh persetujuan dari Wali Amanat Obligasi, transaksi Obligasi yang penyelesaiannya jatuh pada
     tanggal-tanggal tersebut, ditunda penyelesaiannya sampai 1 (satu) Hari Kerja setelah tanggal pelaksanaan
     RUPO;

h.   Pihak-pihak yang hendak melakukan pemesanan pembelian Obligasi wajib membuka Rekening Efek
     di Perusahaan Efek atau Bank Kustodian yang telah menjadi Pemegang Rekening Efek di KSEI.


6.		     TEMPAT PENGAJUAN PEMESANAN PEMBELIAN OBLIGASI

Selama Masa Penawaran Umum, pemesan harus melakukan pemesanan pembelian Obligasi dengan mengajukan
FPPO selama jam kerja yang berlaku kepada Penjamin Emisi Obligasi sebagaimana dimuat pada Bab XIV dalam
Prospektus ini, melalui email.


7.		     BUKTI TANDA TERIMA PEMESANAN OBLIGASI

Penjamin Emisi Obligasi yang menerima pengajuan pemesanan pembelian Obligasi akan menyerahkan kembali
1 (satu) tembusan dari FPPO yang telah ditandatanganinya, dalam bentuk fisik (hardcopy) maupun bentuk
elektronik (softcopy) melalui email, sebagai bukti tanda terima pemesanan pembelian Obligasi. Bukti tanda terima
pemesanan pembelian Obligasi tersebut bukan merupakan jaminan dipenuhinya pesanan.




                                                      181
Page 208
8.		     PENJATAHAN OBLIGASI

Penjatahan akan dilakukan sesuai dengan Peraturan No. IX.A.7. Apabila jumlah keseluruhan Obligasi yang dipesan
melebihi jumlah Obligasi yang ditawarkan, maka penjatahan akan ditentukan oleh kebijaksanaan Penjamin Emisi
Obligasi sesuai dengan porsi penjaminannya masing-masing. Tanggal Penjatahan adalah 1 Juli 2022.

Setiap pihak dilarang baik langsung maupun tidak langsung untuk mengajukan lebih dari satu pemesanan
Obligasi untuk Penawaran Umum ini. Dalam hal terjadi kelebihan pemesanan Obligasi dan terbukti bahwa
pihak tertentu mengajukan pemesanan Obligasi melalui lebih dari satu formulir pemesanan untuk Penawaran
Umum ini, baik secara langsung maupun tidak langsung, maka untuk tujuan penjatahan Manajer Penjatahan
hanya dapat mengikutsertakan 1 (satu) formulir pemesanan Obligasi yang pertama kali diajukan oleh pemesan
yang bersangkutan.

Penjamin Emisi Obligasi wajib menyerahkan laporan hasil Penawaran Umum kepada OJK paling lambat 5 (lima)
Hari Kerja setelah Tanggal Penjatahan.

Manajer Penjatahan dalam rangka Penawaran Umum Obligasi, dalam hal ini PT Indo Premier Sekuritas, akan
menyampaikan laporan hasil pemeriksaan akuntan kepada OJK mengenai kewajaran dari pelaksanaan penjatahan
dengan berpedoman kepada Peraturan No.VIII.G.12, Lampiran Keputusan Ketua Bepapam No. Kep-17/PM/2004
tanggal 13 April 2003 tentang Pedoman Pemeriksaan oleh Akuntan atas Pemesanan dan Penjatahan Efek atau
Pembagian Saham Bonus dan Peraturan No. IX.A.7 paling lambat 30 (tiga puluh) hari setelah berakhirnya Masa
Penawaran Umum.


9.		     PEMBAYARAN PEMESANAN PEMBELIAN OBLIGASI

Pemesan dapat melaksanakan pembayaran yang dapat dilakukan secara tunai atau transfer yang ditujukan
kepada Penjamin Emisi Obligasi tempat mengajukan pemesanan. Dana tersebut harus sudah efektif pada
rekening Penjamin Emisi Obligasi selambat-lambatnya tanggal 4 Juli 2022 (in good funds) ditujukan pada
rekening di bawah ini:

                                          PT Bank Permata Tbk
                                        Cabang: Sudirman, Jakarta
                                          No. Rek: 4001763313
                                   Atas nama: PT Indo Premier Sekuritas

Selanjutnya Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi harus segera melaksanakan pembayaran kepada Perseroan
pada Tanggal Pembayaran, yaitu 5 Juli 2022, selambat-lambatnya pukul 13.00 WIB (in good funds).

Semua biaya yang berkaitan dengan proses pembayaran merupakan beban pemesan. Pemesanan akan dibatalkan
jika persyaratan tidak dipenuhi.


10.		    DISTRIBUSI OBLIGASI SECARA ELEKTRONIK

Distribusi Obligasi secara elektronik akan dilakukan pada Tanggal Emisi, yaitu 5 Juli 2022. Setelah menerima
pembayaran, Perseroan wajib menerbitkan Sertifikat Jumbo Obligasi kepada KSEI pada Tanggal Emisi dan
memberi instruksi kepada KSEI untuk mengkreditkan Obligasi ke dalam Rekening Efek atau Sub Rekening Efek
yang berhak sesuai data dalam rekapitulasi instruksi distribusi Obligasi yang akan disampaikan oleh Penjamin
Pelaksana Emisi Obligasi.

Dalam hal Perseroan terlambat menyerahkan Sertifikat Jumbo Obligasi dan memberi instruksi kepada KSEI untuk
mengkreditkan Obligasi pada Rekening Efek, maka Perseroan wajib membayar Denda kepada Pemegang Obligasi
yang dihitung secara harian (berdasarkan jumlah Hari Kalender yang telah lewat sampai dengan pelaksanaan
distribusi Obligasi yang seharusnya dikreditkan) dengan ketentuan 1 (satu) tahun adalah 360 (tiga ratus enam
puluh) Hari Kalender atau 1 (satu) bulan adalah 30 (tiga puluh) Hari Kalender.




                                                     182
Page 209
11.		      PENUNDAAN ATAU PEMBATALAN PENAWARAN UMUM

i.    Dalam jangka waktu sejak efektifnya Pernyataan Pendaftaran sampai dengan berakhirnya Masa Penawaran
      Umum, Perseroan dapat menunda Masa Penawaran Umum untuk masa paling lama 3 (tiga) bulan sejak
      efektifnya Pernyataan Pendaftaran atau membatalkan Penawaran Umum, dengan ketentuan:

      1)   terjadi suatu keadaan di luar kemampuan dan kekuasaan Perseroan yang meliputi:

           (i)   indeks harga saham gabungan di Bursa Efek turun melebihi 10% (sepuluh presen) selama 3 (tiga)
                 Hari Bursa berturut-turut;
           (ii) bencana alam, perang, huru-hara, kebakaran, pemogokan yang berpengaruh secara signifikan
                 terhadap kelangsungan usaha Perseroan; dan/atau
           (iii) peristiwa lain yang berpengaruh secara signifikan terhadap kelangsungan usaha Perseroan yang
                 ditetapkan oleh OJK berdasarkan Formulir No. IX.A.2-11 lampiran 11; dan

      2)   Perseroan wajib memenuhi ketentuan sebagai berikut:

           (i)   mengumumkan penundaan Masa Penawaran Umum atau pembatalan Penawaran Umum dalam
                 paling kurang 1 (satu) surat kabar harian berbahasa Indonesia yang mempunyai peredaran
                 nasional paling lambat 1 (satu) Hari Kerja setelah penundaan atau pembatalan tersebut. Disamping
                 kewajiban mengumumkan dalam surat kabar, Perseroan dapat juga mengumumkan informasi
                 tersebut dalam media massa lainnya;
           (ii) menyampaikan informasi penundaan Masa Penawaran Umum atau pembatalan Penawaran Umum
                 tersebut kepada OJK pada hari yang sama dengan pengumuman sebagaimana dimaksud dalam
                 angka (i);
           (iii) menyampaikan bukti pengumuman sebagaimana dimaksud dalam poin (i) kepada OJK paling
                 lambat 1 (satu) Hari Kerja setelah pengumuman dimaksud; dan
           (iv) Perseroan yang menunda Masa Penawaran Umum atau membatalkan Penawaran Umum yang
                 sedang dilakukan, dalam hal pesanan Obligasi telah dibayar maka Perseroan wajib mengembalikan
                 uang pemesanan Obligasi kepada pemesan paling lambat 2 (dua) Hari Kerja sejak keputusan
                 penundaan atau pembatalan tersebut.

ii.   Perseroan yang melakukan penundaan sebagaimana dimaksud dalam butir i, dan akan memulai kembali
      Masa Penawaran Umum berlaku ketentuan sebagai berikut:

      1)   dalam hal penundaan Masa Penawaran Umum disebabkan oleh kondisi sebagaimana dimaksud dalam
           butir i angka 1) poin (i), maka Perseroan wajib memulai kembali Masa Penawaran Umum paling lambat
           8 (delapan) Hari Kerja setelah indeks harga saham gabungan di Bursa Efek mengalami peningkatan
           paling sedikit 50% (lima puluh persen) dari total penurunan indeks harga saham gabungan yang menjadi
           dasar penundaan;

      2)   dalam hal indeks harga saham gabungan di Bursa Efek mengalami penurunan kembali sebagaimana
           dimaksud dalam butir i angka 1) poin (i), maka Perseroan dapat melakukan kembali penundaan Masa
           Penawaran Umum;

      3)   wajib menyampaikan kepada OJK informasi mengenai jadwal Penawaran Umum dan informasi tambahan
           lainnya, termasuk informasi peristiwa material yang terjadi setelah penundaan Masa Penawaran Umum
           (jika ada) dan mengumumkannya dalam paling kurang 1 (satu) surat kabar harian berbahasa Indonesia
           yang mempunyai peredaran nasional paling lambat 1 (satu) Hari Kerja sebelum dimulainya lagi Masa
           Penawaran Umum. Disamping kewajiban mengumumkan dalam surat kabar, Perseroan dapat juga
           mengumumkan dalam media massa lainnya; dan

      4)   wajib menyampaikan bukti pengumuman sebagaimana dimaksud dalam angka 3) kepada OJK paling
           lambat 1 (satu) Hari Kerja setelah pengumuman dimaksud.




                                                       183
Page 210
12.		    TATA CARA PENGEMBALIAN UANG PEMESANAN

Dengan memperhatikan ketentuan mengenai penjatahan, dalam hal suatu pemesanan Obligasi ditolak sebagian
atau seluruhnya karena adanya penjatahan, atau dalam hal terjadi pembatalan atau penundaan Penawaran Umum
maka uang pemesanan harus dikembalikan oleh Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi kepada para pemesan,
paling lambat 2 (dua) Hari Kerja sesudah Tanggal Penjatahan atau sejak keputusan pembatalan atau penundaan
Penawaran Umum. Pengembalian uang kepada pemesan dapat dilakukan dalam bentuk pemindahbukuan
ke rekening atas nama pemesan atau melalui instrumen pembayaran lainnya dalam bentuk cek atau bilyet giro
yang dapat diambil langsung oleh pemesan yang bersangkutan pada kantor Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi
atau Penjamin Emisi Obligasi dan dimana pemesan memperoleh Prospektus dan FPPO.

Dalam hal pencatatan Obligasi di Bursa Efek tidak dapat dilakukan dalam jangka waktu 1 (satu) Hari Kerja setelah
Tanggal Distribusi karena persyaratan pencatatan tidak terpenuhi, penawaran atas Obligasi batal demi hukum
dan pembayaran pesanan Obligasi wajib dikembalikan kepada para pemesan Obligasi oleh Perseroan melalui
KSEI paling lambat 2 (dua) Hari Kerja sejak batalnya Penawaran Umum.

Setiap pihak yang lalai dalam melakukan pengembalian uang pemesanan kepada pemesan Obligasi, sehingga
terjadi keterlambatan dalam pengembalian uang pemesanan tersebut, wajib membayar kepada para pemesan
Obligasi untuk tiap hari keterlambatan denda sebesar 1% (satu persen) per tahun di atas tingkat Bunga Obligasi
masing-masing seri Obligasi dari jumlah dana yang terlambat dibayar, dengan ketentuan 1 (satu) tahun adalah
360 (tiga ratus enam puluh) Hari Kalender dan 1 (satu) bulan adalah 30 (tiga puluh) Hari Kalender.

Apabila pengembalian atas pembayaran pemesanan telah dilakukan dengan cara transfer melalui rekening para
pemesan dalam waktu 2 (dua) Hari Kerja setelah Tanggal Penjatahan atau sejak keputusan pembatalan atau
penundaan Penawaran Umum Obligasi, maka Perseroan dan/atau Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi atau
Penjamin Emisi Obligasi tidak diwajibkan membayar bunga dan/atau denda kepada para pemesan Obligasi.




                                                      184
Page 211
XIV. PENYEBARLUASAN PROSPEKTUS DAN FORMULIR
		 PEMESANAN PEMBELIAN OBLIGASI


Prospektus dan FPPO dapat diperoleh selama Masa Penawaran Umum yaitu pada tanggal 28 Juni 2022 dan ditutup
pada tanggal 30 Juni 2022 mulai pukul 10.00 - 16.00 WIB setiap Hari Kerja, pada kantor Penjamin Pelaksana
Emisi Obligasi dan Penjamin Emisi Obligasi dan/atau melalui email, sebagai berikut:


                    PENJAMIN PELAKSANA EMISI DAN PENJAMIN EMISI OBLIGASI


                                       PT Indo Premier Sekuritas

                                 Gedung Pacific Century Place, Lantai 16
                                Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53 SCBD Lot 10
                                          Jakarta 12190, Indonesia
                                            Tel.: (021) 5088 7168
                                           Faks.: (021) 5088 7167
                                       Email: fixed.income@ipc.co.id
                                      Website: www.indopremier.com




                                                   185
Page 212
Halaman ini sengaja dikosongkan




              186
Page 213
XV.      PENDAPAT DARI SEGI HUKUM


Berikut ini adalah salinan pendapat dari segi hukum mengenai segala sesuatu yang berkaitan dengan Perseroan,
dalam rangka Penawaran Umum Obligasi, yang telah disusun oleh Konsultan Hukum Thamrin & Rekan.




                                                    187
Page 214
Halaman ini sengaja dikosongkan




              188
Page 215

          
Page 216
190
Page 217
191
Page 218
192
Page 219
193
Page 220
194
Page 221
195
Page 222
196
Page 223
197
Page 224
198
Page 225
199
Page 226
200
Page 227
201
Page 228
202
Page 229
203
Page 230
204
Page 231
205
Page 232
206
Page 233
207
Page 234
Halaman ini sengaja dikosongkan




              186
Page 235
XVI. LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAN LAPORAN
		KEUANGAN PERSEROAN


Laporan keuangan Perseroan pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020 serta untuk tahun-tahun yang berakhir
pada tanggal tersebut telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Imelda & Rekan (a member of Deloitte Asia Pacific
Network and of the Deloitte Network), berdasarkan standar audit yang ditetapkan oleh IAPI, yang ditandatangani
Bayu M Dayat (Izin Akuntan Publik No. AP. 1626), yang dalam laporannya tanggal 25 Mei 2022 menyatakan opini
tanpa modifikasian dengan paragraf hal lain.




                                                      209
Page 236
Halaman ini sengaja dikosongkan




              190
Page 237

          
Page 238
                                                                                                                                        Imelda & Rekan
                                                                                                                                        Registered Public Accountants
                                                                                                                                        License No. 308/KM.1/2019
                                                                                                                                        The Plaza Office Tower 32nd Floor
                                                                                                                                        Jl. M.H. Thamrin Kav 28-30
                                                                                                                                        Jakarta 10350
                                                                                                                                        Indonesia

                                                                                                                                        Tel: +62 21 5081 8000
                                                                                                                                        Fax: +62 21 2992 8200, 2992 8300
                                                                                                                                        Email: iddttl@deloitte.com
                                                                                                                                        www.deloitte.com/id
                        Laporan Auditor Independen                                                               Independent Auditor’s Report

   No. 00346/2.1265/AU.1/09/1626-2/1/V/2022                                                   No. 00346/2.1265/AU.1/09/1626-2/1/V/2022

   Pemegang Saham, Dewan Komisaris dan                                                        The Stockholders, Boards of Commissioners and
   Direksi                                                                                    Directors
   PT Bussan Auto Finance                                                                     PT Bussan Auto Finance

   Kami telah mengaudit laporan keuangan PT Bussan Auto                                       We have audited the accompanying financial
   Finance terlampir, yang terdiri dari laporan posisi                                        statements of PT Bussan Auto Finance, which comprise
   keuangan tanggal 31 Desember 2021 dan 2020 serta                                           the statements of financial position as of December 31,
   laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain,                                       2021 and 2020 and the statements of profit or loss and
   laporan perubahan ekuitas, dan laporan arus kas untuk                                      other comprehensive income, statements of changes in
   tahun yang berakhir pada pada tanggal – tanggal                                            equity, and statements of cash flows for the years then
   tersebut, dan suatu ikhtisar kebijakan akuntansi                                           ended, and a summary of significant accounting policies
   signifikan dan informasi penjelasan lainnya.                                               and other explanatory information.

   Tanggung Jawab Manajemen atas Laporan Keuangan                                             Management’s              Responsibility           for     the      Financial
                                                                                              Statements

   Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan                                            Management is responsible for the preparation and fair
   penyajian wajar laporan keuangan tersebut sesuai                                           presentation of these financial statements in
   dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, dan                                        accordance with Indonesian Financial Accounting
   atas pengendalian internal yang dianggap perlu oleh                                        Standards, and for such internal control as management
   manajemen untuk memungkinkan penyusunan laporan                                            determines is necessary to enable the preparation of
   keuangan yang bebas dari kesalahan penyajian material,                                     the financial statements that are free from material
   baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun                                                misstatement, whether due to fraud or error.
   kesalahan.

   Tanggung Jawab Auditor                                                                     Auditor’s Responsibility

   Tanggung jawab kami adalah untuk menyatakan suatu                                          Our responsibility is to express an opinion on these
   opini atas laporan keuangan tersebut berdasarkan audit                                     financial statements based on our audit. We conducted
   kami. Kami melaksanakan audit kami berdasarkan                                             our audit in accordance with Standards on Auditing
   Standar Audit yang ditetapkan oleh Institut Akuntan                                        established by the Indonesian Institute of Certified
   Publik Indonesia. Standar tersebut mengharuskan kami                                       Public Accountants. Those standards require that we
   untuk mematuhi ketentuan etika serta merencanakan                                          comply with ethical requirements and plan and perform
   dan melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan                                          the audit to obtain reasonable assurance about whether
   memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari                                         the financial statements are free from material
   kesalahan penyajian material.                                                              misstatement.




Imelda & Rekan
Deloitte refers to one or more of Deloitte Touche Tohmatsu Limited (“DTTL”), its global network of member firms, and their related entities (collectively, the
“Deloitte organization”). DTTL (also referred to as “Deloitte Global”) and each of its member firms and related entities are legally separate and independent
entities, which cannot obligate or bind each other in respect of third parties. DTTL and each DTTL member firm and related entity is liable only for its own acts and
omissions, and not those of each other. DTTL does not provide services to clients. Please see www.deloitte.com/about to learn more.

Deloitte Asia Pacific Limited is a company limited by guarantee and a member firm of DTTL. Members of Deloitte Asia Pacific Limited and their related entities,
each of which are separate and independent legal entities, provide services from more than 100 cities across the region, including Auckland, Bangkok, Beijing,
Hanoi, Hong Kong, Jakarta, Kuala Lumpur, Manila, Melbourne, Osaka, Seoul, Shanghai, Singapore, Sydney, Taipei and Tokyo.
Page 239
Imelda & Rekan
Suatu audit melibatkan pelaksanaan prosedur untuk          An audit involves performing procedures to obtain audit
memperoleh bukti audit tentang angka-angka dan             evidence about the amounts and disclosures in the
pengungkapan dalam laporan keuangan. Prosedur yang         financial statements. The procedures selected depend
dipilih bergantung pada pertimbangan auditor, termasuk     on the auditor’s judgment, including the assessment of
penilaian atas risiko kesalahan penyajian material dalam   the risks of material misstatement of the financial
laporan keuangan, baik yang disebabkan oleh kecurangan     statements, whether due to fraud or error. In making
maupun kesalahan. Dalam melakukan penilaian risiko         those risk assessments, the auditor considers internal
tersebut, auditor mempertimbangkan pengendalian            control relevant to the entity’s preparation and fair
internal yang relevan dengan penyusunan dan penyajian      presentation of the financial statements in order to
wajar laporan keuangan entitas untuk merancang             design audit procedures that are appropriate in the
prosedur audit yang tepat sesuai dengan kondisinya,        circumstances, but not for the purpose of expressing an
tetapi bukan untuk tujuan menyatakan opini atas            opinion on the effectiveness of the entity’s internal
keefektivitasan pengendalian internal entitas. Suatu       control. An audit also includes evaluating the
audit juga mencakup pengevaluasian atas ketepatan          appropriateness of accounting policies used and the
kebijakan akuntansi yang digunakan dan kewajaran           reasonableness of accounting estimates made by
estimasi akuntansi yang dibuat oleh manajemen, serta       management, as well as evaluating the overall
pengevaluasian atas penyajian laporan keuangan secara      presentation of the financial statements.
keseluruhan.

Kami yakin bahwa bukti audit yang telah kami peroleh       We believe that the audit evidence we have obtained is
adalah cukup dan tepat untuk menyediakan suatu basis       sufficient and appropriate to provide a basis for our
bagi opini audit kami.                                     audit opinion.

Opini                                                      Opinion

Menurut opini kami, laporan keuangan terlampir             In our opinion, the accompanying financial statements
menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang              present fairly, in all material respects, the financial
material, posisi keuangan PT Bussan Auto Finance           position of PT Bussan Auto Finance as of December 31,
tanggal 31 Desember 2021 dan 2020 serta kinerja            2021 and 2020 and its financial performance and its
keuangan dan arus kas untuk tahun – tahun yang berakhir    cash flows for the years then ended, in accordance with
pada tanggal tersebut, sesuai dengan Standar Akuntansi     Indonesian Financial Accounting Standards.
Keuangan di Indonesia.

Hal Lain                                                   Other Matters

Kami telah menerbitkan laporan auditor independen          We have previously issued our auditor’s report
No.      SR122     00116      BAF     BD      tanggal      No. SR122 00116 BAF BD dated April 27, 2022 on the
27 April 2022 atas laporan keuangan PT Bussan Auto         financial statements of PT Bussan Auto Finance for the
Finance untuk tahun yang berakhir pada tanggal             year ended December 31, 2021 and 2020, with
31 Desember 2021 dan 2020, dengan opini tanpa              unmodified opinion with Other Matters paragraph. In
modifikasian dengan paragraf Hal Lain. Sehubungan          connection with Public Offering of Shelf Registration
dengan penawaran umum Obligasi Berkelanjutan II            Bonds II year 2022, PT Bussan Auto Finance reissued the
Tahun 2022, PT Bussan Auto Finance menerbitkan             financial statements for the years ended December 31,
kembali laporan keuangan untuk tahun-tahun yang            2021 and 2020 to conform with prevailing capital
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020 agar       market regulations, as described in Note 38 to these
sesuai dengan peraturan pasar modal yang berlaku,          financial statements.
sebagaimana dijelaskan dalam Catatan 38 atas laporan
keuangan ini.




                                                     213
Page 240
Imelda & Rekan
Laporan ini disusun untuk disertakan dalam prospektus      This report has been prepared solely for inclusion in the
sehubungan dengan rencana Penawaran Umum Obligasi          prospectus in connection with the proposed Public
Berkelanjutan II tahun 2022 PT Bussan Auto Finance, dan    Offering of Shelf Registration Bonds II year 2022 of
tidak dimaksudkan dan tidak boleh digunakan untuk          PT Bussan Auto Finance, and is not intended to be and
tujuan lain.                                               should not be used for any other purposes.


                                              IMELDA & REKAN




                                                Bayu M Dayat
                          Izin Akuntan Publik/Public Accountant License No. AP.1626

                                         25 Mei 2022/May 25, 2022




                                                    214
Page 241
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                                                        PT BUSSAN AUTO FINANCE
LAPORAN POSISI KEUANGAN                                                                               STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION
DESEMBER 2021 DAN 2020                                                                                      DECEMBER 31, 2021 AND 2020


                                                            31 Desember/       31 Desember/
                                                 Catatan/   December 31,       December 31,
                                                  Notes         2021               2020
                                                               Rp '000            Rp '000

ASET                                                                                               ASSETS

Kas dan bank                                          5        173.091.330        687.433.639      Cash on hand and in banks
Piutang pembiayaan - bersih                           6     11.003.508.529     10.081.984.369      Financing receivables - net
Piutang derivatif                                    30         23.270.660          2.121.812      Derivative receivables
Piutang lain-lain - bersih                            7         70.033.091         80.387.220      Other accounts receivable - net
Uang muka                                             8         32.858.089         27.803.529      Advances
Biaya dibayar dimuka                                  9         33.247.088         29.343.207      Prepaid expenses
Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi                                                           Property and equipment - net of accumulated
  penyusutan sebesar Rp 242,822,002 ribu                                                             depreciation of Rp 242,822,002 thousand
  pada 31 Desember 2021 (31 Desember 2020:                                                           as of December 31, 2021 (December 31,
  Rp 206.037.996 ribu)                               10       327.189.524         340.568.026        2020: Rp 206,037,996 thousand)
Aset tak berwujud - setelah
  dikurangi akumulasi amortisasi                                                                   Intangible assets - net of accumulated
  sebesar Rp 81,271,200 ribu                                                                          amortization of Rp 81,271,200 thousand
  pada 31 Desember 2021 (31 Desember 2020:                                                            as of December 31, 2021 (December 31,
  Rp 54.385.993 ribu)                                11        77.796.270          43.141.536         2020: Rp 54,385,993 thousand)
Aset pajak tangguhan - bersih                        27       207.683.272         215.809.456      Deferred tax assets - net
Aset hak-guna                                        12        33.077.413          43.555.947      Right-of-use asset
Aset lainnya                                         13         2.781.140           8.069.323      Other assets

JUMLAH ASET                                                 11.984.536.406     11.560.218.064      TOTAL ASSETS

LIABILITAS DAN EKUITAS                                                                             LIABILITIES AND EQUITY

LIABILITAS                                                                                         LIABILITIES
Pinjaman bank                                      14        5.227.088.999      6.915.457.249      Bank loans
Utang derivatif                                    30           13.845.482         86.403.710      Derivative payables
Utang pajak                                        15           50.715.342          5.735.520      Taxes payable
Utang lain-lain                                    16          189.811.236        184.053.826      Other accounts payable
Biaya yang masih harus dibayar                    17,34        355.866.873        348.017.619      Accrued expenses
Utang obligasi                                     18        3.918.219.897      2.293.455.159      Bonds payable
Liabilitas sewa                                    19           10.175.802         14.088.269      Lease liabilities
Liabilitas imbalan pasca kerja                     20          154.003.800        185.306.008      Post-employment benefits obligation

Jumlah Liabilitas                                            9.919.727.431     10.032.517.360      Total Liabilities

EKUITAS                                                                                            EQUITY
Modal saham - Rp 1.000.000 per saham                                                               Capital stock - Rp 1,000,000 par value
  Diotorisasi, ditempatkan dan disetor penuh -                                                       Authorized, subscribed and paid-up -
    353.571 saham                                    21       353.571.000         353.571.000          353,571 shares
Tambahan modal disetor                               21       235.858.000         235.858.000      Additional paid-in capital
Penghasilan komprehensif lain                        28       (15.089.873)        (78.470.704)     Other comprehensive income
Saldo laba                                                                                         Retained earnings
  Ditentukan penggunaannya                           21         71.400.000         71.400.000        Appropriated
  Tidak ditentukan penggunaannya                             1.419.069.848        945.342.408        Unappropriated

Jumlah Ekuitas                                               2.064.808.975      1.527.700.704      Total Equity

JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                               11.984.536.406     11.560.218.064      TOTAL LIABILITIES AND EQUITY




Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan                           See accompanying notes to financial statements
bagian tidak terpisahkan dari laporan keuangan.                              which are an integral part of the financial statements.




                                                                    215
Page 242
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                                                PT BUSSAN AUTO FINANCE
LAPORAN LABA RUGI DAN                                                                       STATEMENTS OF PROFIT OR LOSS AND
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN                                                                   OTHER COMPREHENSIVE INCOME
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2021 DAN 2020                       FOR THE YEARS ENDED DECEMBER 31, 2021 AND 2020


                                             Catatan/
                                              Notes       2021                 2020
                                                         Rp '000              Rp '000

PENDAPATAN                                                                                     REVENUE:
 Pendapatan pembiayaan                          22      3.833.885.901       3.332.657.442       Financing income
 Pendapatan bunga                                           7.721.654          18.162.229       Interest income
 Pendapatan lain-lain                           23         58.268.856          57.157.383       Other income

Jumlah pendapatan                                       3.899.876.411       3.407.977.054      Total revenue

BEBAN                                                                                          EXPENSES:
 Gaji dan tunjangan                                       541.423.714         600.682.024       Salaries and allowances
 Penyisihan kerugian kredit                     6,7     1.368.868.016       1.686.047.725       Provision for credit losses
 Bunga dan beban pembiayaan                     24        583.471.443         775.225.356       Interest and financing charges
 Beban umum dan administrasi                    25        728.785.806         632.473.936       General and administrative expenses
 Beban pengaturan pinjaman dan jaminan                                                          Loan arrangement and guarantee fees
   ke pihak berelasi                            34        29.800.007           38.228.446          to a related party
 Beban pemasaran                                26        33.002.153           16.734.530       Marketing expenses

Jumlah beban                                            3.285.351.139       3.749.392.017      Total expenses

LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK                                614.525.272         (341.414.963)     PROFIT (LOSS) BEFORE TAX

MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN               27       (140.797.832)         58.843.313      INCOME TAX BENEFIT (EXPENSE)

LABA (RUGI) BERSIH TAHUN BERJALAN                        473.727.440         (282.571.650)     PROFIT (LOSS) FOR THE YEAR

PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN                                                                  OTHER COMPREHENSIVE INCOME
 Pos - pos yang tidak akan direklasifikasi                                                      Items that will not be reclassified
   ke laba rugi                                                                                    subsequently to profit or loss:
   Pengukuran kembali atas liabilitas                                                              Remeasurement of the post-employment
     imbalan pasca kerja, setelah pajak        20,27      12.680.186            (4.127.903)          benefits obligation, net of tax
 Pos - pos yang akan direklasifikasi                                                            Items that may be reclassified
   ke laba rugi                                                                                    subsequently to profit or loss:
   Laba yang belum terealisasi                                                                     Unrealized gain on fair value
     atas nilai wajar kontrak lindung                                                                of derivative financial instruments
     nilai derivatif, setelah pajak            27,30      50.700.645             1.222.148            hedging reserve, net of tax

Jumlah penghasilan komprehensif lain                                                           Total other comprehensive income
  tahun berjalan - setelah pajak                          63.380.831            (2.905.755)      for the year - net of tax

JUMLAH PENGHASILAN (RUGI) KOMPREHENSIF                                                         TOTAL COMPREHENSIVE INCOME (LOSS)
  TAHUN BERJALAN                                         537.108.271         (285.477.405)      FOR THE YEAR

LABA (RUGI) PER SAHAM                                                                          EARNINGS (LOSS) PER SHARE
  (dalam Rupiah penuh)                                                                            (in fully Rupiah amount)
  Dasar                                         29          1.339.837             (799.194)       Basic


Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan                       See accompanying notes to financial statements
bagian tidak terpisahkan dari laporan keuangan.                          which are an integral part of the financial statements.




                                                                216
Page 243
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                                                                                                                                       PT BUSSAN AUTO FINANCE
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS                                                                                                                                                           STATEMENTS OF CHANGES IN EQUITY
UNTUK TAHUN - TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2021 DAN 2020                                                                                                            FOR THE YEARS ENDED DECEMBER 31, 2021 AND 2020


                                                                              Tambahan       Penghasilan
                                                                                Modal        Komprehensif                  Saldo laba/
                                                              Modal saham      Disetor/          Lain/                 Retained earnings
                                                                Disetor/      Additional        Other            Ditentukan        Tidak ditentukan
                                                   Catatan/     Paid-up        paid-in      comprehensive      penggunaannya/ penggunaannya/          Jumlah Ekuitas/
                                                    Notes     capital stock    capital         income           Appropriated       Unappropriated       Total Equity
                                                                Rp '000        Rp '000         Rp '000             Rp '000             Rp '000            Rp '000

Saldo per 1 Januari 2020                                      353.571.000     235.858.000     (75.564.949)         71.400.000      1.301.482.738      1.886.746.789      Balance as of January 1, 2020

Rugi bersih tahun berjalan                                          -              -              -                   -             (282.571.650)       (282.571.650)    Loss for the year
Penghasilan komprehensif lain -                                                                                                                                          Other comprehensive income -
   Keuntungan belum direalisasi atas nilai wajar                                                                                                                            Unrealized gain on fair value of
      kontrak lindung nilai derivatif,                                                                                                                                          derivative financial instruments
      setelah pajak                                  28,30          -              -            1.222.148             -                   -                1.222.148            hedging reserve, net of tax
   Pengukuran kembali atas liabilitas imbalan                                                                                                                               Remeasurement of the post-employment benefits
      pasca kerja, setelah pajak                      20            -              -            (4.127.903)           -                   -               (4.127.903)           obligation, net of tax
Dividen                                               21            -              -               -                  -               (73.568.680)       (73.568.680)    Dividends

Saldo per 31 Desember 2020                                    353.571.000     235.858.000     (78.470.704)         71.400.000        945.342.408      1.527.700.704      Balance as of December 31, 2020

Laba bersih tahun berjalan                                          -              -              -                   -              473.727.440        473.727.440      Profit for the year
Penghasilan komprehensif lain -                                                                                                                                          Other comprehensive income -
   Keuntungan belum direalisasi atas nilai wajar                                                                                                                            Unrealized gain on fair value of
     kontrak lindung nilai derivatif,                                                                                                                                            derivative financial instruments
     setelah pajak                                   28,30          -              -           50.700.645             -                   -              50.700.645              hedging reserve, net of tax
   Pengukuran kembali atas liabilitas imbalan                                                                                                                               Remeasurement of the post-employment benefits
     pasca kerja, setelah pajak                       20            -              -           12.680.186             -                   -              12.680.186              obligation, net of tax

Saldo per 31 Desember 2021                                    353.571.000     235.858.000     (15.089.873)         71.400.000      1.419.069.848      2.064.808.975      Balance as of December 31, 2021



Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan                                                                                                                       See accompanying notes to financial statements
bagian tidak terpisahkan dari laporan keuangan.                                                                                                                          which are an integral part of the financial statements.




                                                                                                         217
Page 244
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                                                         PT BUSSAN AUTO FINANCE
LAPORAN ARUS KAS                                                                                            STATEMENTS OF CASH FLOWS
UNTUK TAHUN - TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2021 DAN 2020                              FOR THE YEARS ENDED DECEMBER 31, 2021 AND 2020


                                                 Catatan/
                                                  Notes        2021                 2020
                                                              Rp '000              Rp '000
                                                                                                    CASH FLOWS FROM OPERATING
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI                                                                       ACTIVITIES
Penerimaan kas dari:                                                                                Cash receipts from:
  Transaksi pembiayaan                                      10.898.181.534      10.335.071.149        Financing transactions
  Bunga atas keterlambatan, pelunasan                                                                 Interest income from late payment, early
    dipercepat dan aktivitas operasi lainnya                  677.292.220          358.269.205           termination and other operating activities
Pengeluaran kas untuk:                                                                              Cash payments for:
  Transaksi pembiayaan                                      (9.987.405.516)      (7.479.522.244)      Financing transactions
  Gaji dan tunjangan                                          (503.097.287)        (572.416.869)      Salaries and allowances
  Biaya pengaturan pinjaman dan jaminan                                                               Arrangement and guarantee fees
    ke pihak berelasi                                          (31.316.360)         (41.661.192)         to a related party
  Imbalan pasca kerja                                20        (25.517.601)          (9.488.019)      Post-employment benefits
  Pembayaran pajak penghasilan badan                          (124.717.208)         (47.900.987)      Payment of corporate tax expenses
  Beban bunga liabilitas sewa                                     (937.809)            (781.515)      Interest on lease liabilities
                                                                                                      General, administrative and marketing
  Beban umum, administrasi dan pemasaran                      (591.445.613)        (638.359.430)         expenses

Kas Bersih Diperoleh dari                                                                           Net Cash Provided by
  Aktivitas Operasi                                           311.036.360        1.903.210.098        Operating Activities

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI                                                                   CASH FLOWS FROM INVESTING ACTIVITIES
Hasil penjualan aset tetap                           10            506.366              391.490     Proceeds from sale of property and equipment
Penerimaan bunga                                                 7.721.654           18.162.229     Interest received
Pembayaran utang yang timbul dari                                                                   Payment of payable arising from acquisition of
  pembelian aset tetap                                          (2.667.744)         (19.523.166)       property and equipment
Pembayaran uang muka pembelian aset tetap                                                           Advance payment for acquisition of property and
  dan aset tak berwujud                              8         (32.858.089)         (27.803.529)       equipment and intangible assets
Penambahan aset tetap dan aset tak                                                                  Additions of property and equipment and
  berwujud                                                     (61.661.099)         (31.126.930)       intangible assets

Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi                 (88.958.912)         (59.899.906)    Net Cash Used in Investing Activities

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN                                                                   CASH FLOWS FROM FINANCING ACTIVITIES
Pembayaran bunga dan beban keuangan                           (622.686.185)        (743.907.818)    Interest and financing charges paid
Pembayaran dividen                                                     -            (73.568.680)    Payment of dividend
Pembayaran pokok liabilitas sewa                               (16.252.651)         (24.460.055)    Payment of principal on lease liabilities
Penerimaan dari pinjaman bank                                7.924.765.500        5.083.000.000     Proceeds from bank loans
Pembayaran pinjaman bank                                    (9.641.840.000)      (5.645.840.000)    Payment of bank loans
Penerimaan dari penerbitan obligasi                  18      2.500.000.000          600.000.000     Proceeds from issuance of bonds
Pembayaran biaya penerbitan obligasi                 18         (7.406.421)          (3.885.183)    Payment of bonds issuance costs
Pembayaran utang obligasi I tahun 2017                            -                (350.000.000)    Payment of bonds payable I year 2017
Pembayaran utang obligasi II Seri B tahun 2018                (500.000.000)            -            Payment of bonds payable II Series B year 2018
Pembayaran utang obligasi tahap II Seri A tahun 2020          (373.000.000)            -            Payment of bonds payable II Series A year 2020
Pembayaran utang obligasi III Seri A tahun 2019                   -                (300.000.000)    Payment of bonds payable III Series A year 2019

Kas Bersih Digunakan untuk                                                                          Net Cash Used in
  Aktivitas Pendanaan                                         (736.419.757)      (1.458.661.736)      Financing Activities

                                                                                                    NET INCREASE (DECREASE) IN CASH ON
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN BANK                      (514.342.309)        384.648.456       HAND AND IN BANKS

                                                                                                    CASH ON HAND AND IN BANKS
KAS DAN BANK AWAL TAHUN                                       687.433.639          302.785.183       AT BEGINNING OF YEAR

                                                                                                    CASH ON HAND AND IN BANKS
KAS DAN BANK AKHIR TAHUN                                      173.091.330          687.433.639         AT END OF YEAR



Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan                            See accompanying notes to financial statements
bagian tidak terpisahkan dari laporan keuangan.                               which are an integral part of the financial statements.




                                                                     218
Page 245
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                                        PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                          NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                                  FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020                                                                  DECEMBER 31, 2021 AND 2020

1.   UMUM                                                          1.   GENERAL

     a.   Pendirian dan Informasi Umum                                  a.   Establishment and General Information

          PT Bussan Auto Finance (Perusahaan) didirikan                      PT Bussan Auto Finance (the Company) was
          dengan nama PT Pembiayaan Getraco                                  originally established as PT Pembiayaan Getraco
          Indonesia berdasarkan akta No. 55 tanggal                          Indonesia based on notarial deed No. 55 dated
          18 Juli 1995 dari Sugiri Kadarisman, SH, notaris                   July 18, 1995 of Sugiri Kadarisman, SH, notary in
          di Jakarta. Akta Pendirian ini disahkan oleh                       Jakarta. The deed of establishment was approved
          Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam                         by Minister of Justice of the Republic of Indonesia
          Surat Keputusannya No. C2-10.337.HT.01.                            in decision letter No. C2-10.337.HT.01.01.Th95
          01.Th95 tanggal 18 Agustus 1995 serta                              dated August 18, 1995, and was published in The
          diumumkan dalam Berita Negara Republik                             Official Gazette No. 138 year 1996, Supplement
          Indonesia No. 138 Tahun 1996, Tambahan                             No. 1. The Company’s Articles of Association
          No. 1. Anggaran dasar Perusahaan telah                             have been amended several times, most recently
          mengalami perubahan, terakhir dengan Akta                          by notarial deed No. 16 dated November 15th,
          No. 16 tanggal 15 November 2019 dari Marina                        2019 of Marina Soewana, SH, notary in Jakarta,
          Soewana, SH, notaris di Jakarta, mengenai                          regarding changes in shareholder composition.
          perubahan komposisi pemegang saham. Akta                           This amendment was approved by the Minister of
          perubahan ini telah memperoleh persetujuan dari                    Law and Human Rights of the Republic of
          Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik                       Indonesia in decision letter No. AHU-AH.01.03-
          Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-                          0361093 Year 2019 dated November 18th, 2019.
          AH.01.03-0361093       Tahun     2019   tanggal
          18 November 2019.

          Kantor pusat Perusahaan berlokasi di BAF                           The Company’s head office is located in BAF
          Plaza, Jl. Raya Tanjung Barat No. 121 RT 14/                       Plaza, Jl. Raya Tanjung Barat No. 121
          RW 4, Jakarta 12530, Indonesia. Pada tanggal                       RT 14/RW 4, Jakarta 12530, Indonesia. As of
          31 Desember 2021, Perusahaan memiliki 168                          December 31, 2021, the Company has 168
          kantor cabang (31 Desember 2020: 177 kantor                        branch offices (December 31, 2020,: 177 branch
          cabang) yang tersebar di seluruh wilayah                           offices) spread throughout Indonesia.
          Indonesia.

          Sesuai dengan Pasal 3 anggaran dasar                               In accordance with article 3 of the Company’s
          Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan                      Articles of Association, the scope of its objectives
          terutama dalam aktivitas pembiayaan, untuk                         and purposes are mainly to engage in financing
          barang dan atau jasa. Aktivitas pembiayaan                         activities, for goods and/or services. The financing
          termasuk pembiayaan investasi, pembiayaan                          activities are covering investment financing,
          modal     kerja,  pembiayaan     multi  guna,                      working capital financing, multi purpose financing,
          pembiayaan syariah, sewa operasi dan aktivitas                     sharia financing, operating lease and other
          Pembiayaan lainnya berdasarkan persetujuan                         financing business activity based on approval
          Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ijin operasi                         from Financial Services Authority (OJK). The
          Perusahaan telah disetujui oleh Menteri                            Company’s operating license was obtained from
          Keuangan dengan Surat Keputusan No.                                the      Minister    of   Finance      by     decree
          526/KMK.017/1995 tanggal 17 November 1995.                         No. 526/KMK.017/1995 dated November 17,
          Saat ini, Perusahaan terutama bergerak dalam                       1995. Currently, the Company mainly engages in
          aktivitas pembiayaan nasabah kendaraan                             customer financing activities of two-wheeled
          bermotor roda dua. Pada tanggal 31 Desember                        motor vehicles. As of December 30, 2021, the
          2021, jumlah karyawan Perusahaan masing-                           Company had 4,350 employees (December 31,
          masing sebanyak 4.350 karyawan (31 Desember                        2020: 5,004 employees).
          2020: 5.004 karyawan).

          Mitsui & Co. Ltd., Jepang (MCJ) adalah                             Mitsui & Co. Ltd., Japan (MCJ) is the Company’s
          pemegang saham utama Perusahaan dan                                majority stockholder and ultimate parent
          entitas induk utama. Susunan pengurus                              company. The composition of the Company’s
          Perusahaan adalah sebagai berikut:                                 management is as follows:

                                                2021                         2020

          Presiden Komisaris       :   Jiro Yamada                 Jiro Yamada                    President Commissioner
          Komisaris                :   Minoru Morimoto             Minoru Morimoto                Commissioners
                                       Jun Ikeda                   Jun Ikeda

          Komisaris Independen     :   Dani Firmansjah             Dani Firmansjah                Independent Commissioners
                                       Prabowo                     Prabowo
                                       Nurdayadi                   Nurdayadi




                                                             219
Page 246
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                               PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                 NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                         FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                      DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

                                             2021                      2020

        Presiden Direktur        :   Lynn Ramli                Lynn Ramli                  President Director
        Wakil Presiden           :   Akira Sugai               Akira Sugai                 Vice President Directors
                                 :   Toshiyuki Kojima          Toshiyuki Kojima

        Direktur                 :   Sigit Sembodo             Sigit Sembodo               Directors
                                     Alung Ng                  Alung Ng
                                     Ryohei Nakata             Ryohei Nakata
                                     Charles MP Gultom         Charles MP Gultom
                                     Yudono                            -

        Manajemen Kunci Perusahaan           mencakup                  The Company’s Key Management covers all
        seluruh anggota Direksi.                                       members of Boards of Directors.

        Susunan komite audit adalah sebagai berikut:                   The member of the audit committee are as
                                                                       follows:

                                             2021                      2020

        Ketua                    :   Nurdayadi                 Nurdayadi                   Chairman
        Anggota                  :   Heru Absoro               Heru Absoro                 Members
                                     Vera Cokro                Vera Cokro

        Pembentukan Komite Audit Perusahaan telah                      The establishment of the Company's Audit
        sesuai dengan POJK No. 30/POJK.05/2014                         Committee is in accordance with POJK No.
        tentang Tata Kelola Perusahaan yang baik bagi                  30/POJK.05/2014      about  Good       Corporate
        Perusahaan      Pembiayaan.      POJK     No.                  Governance for Finance Company. POJK No.
        55/POJK.04/2015 tentang Pembentukan dan                        55/POJK.04/2015 about Establishment and
        Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit.                        Guidelines for the Work Implementation of the
        Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris                    Audit Committe. Based on decision letter of Board
        Perseroan No. SK- 003/BOC/BAF.XI/2020                          of Commissioner No. SK- 003/BOC/BAF.XI/2020
        tanggal    1    November      2020    tentang                  dated on November 1, 2020 about Appointment of
        Pengangkatan Anggota Komite Audit Perseroan,                   Members of the Company's Audit Committee, the
        Perusahaan menetapkan Perubahan Susunan                        Company agreed on the Changes in the Structure
        Anggota Komite Audit di tahun 2020.                            of Members of Audit Committee in year 2020.

        Dewan pengawas syariah Sebagai berikut:                        The sharia supervisory board are as follow:

                                             2021                      2020

        Ketua                    :   Ah. Azharuddin Lathif     Ah. Azharuddin Lathif       Chairman
        Anggota                  :   Ahmad Ifham                         -                 Members

   b.   Penawaran Umum         Obligasi   dan    Sukuk            b.   Public Offering of Bonds and Sukuk of the
        Perusahaan                                                     Company

        Pada tanggal 24 Juli 2020, Perusahaan                          On July 24, 2020, the Company obtained the
        memperoleh pernyataan efektif dari Kepala                      notice of effectivity from the Chairman of the
        Eksekutif Pengawas Pasar Modal atas nama                       Capital Market Supervisory Board on behalf of
        Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan                        Board of Commissioners of the financial service
        dengan suratnya No. S-200/D.04/2020 untuk                      authority in his letter No. S-200/D.04/2020 for
        melakukan penawaran umum berkelanjutan atas                    its     sustainable      public     offering of
        Rp 500.000.000.000 obligasi berkelanjutan I                    Rp 500,000,000,000 sustainable bonds I phase Iv
        tahap IV 2021 Perusahaan kepada masyarakat.                    2021. On December 16, 2021, sustainable bond I
        Pada tanggal 16 Desember 2021, obligasi                        phase IV were listed on the Indonesia stock
        berkelanjutan I tahap IV dicatatkan pada Bursa                 exchange.
        Efek Indonesia.




                                                         220
Page 247
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                       PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                         NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                 FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                              DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

       Pada tanggal 24 Juli 2020, Perusahaan                   On July 24, 2020, the Company obtained the
       memperoleh pernyataan efektif dari Kepala               notice of effectivity from the Chairman of the
       Eksekutif Pengawas Pasar Modal atas nama                Capital Market Supervisory Board on behalf of
       Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan                 Board of Commissioners of the financial service
       dengan suratnya No. S-200/D.04/2020 untuk               authority in his letter No. S-200/D.04/2020 for
       melakukan penawaran umum berkelanjutan atas             its     sustainable       public      offering   of
       Rp 775.000.000.000 obligasi berkelanjutan I             Rp 775,000,000,000 sustainable bonds I phase III
       tahap III 2021 Perusahaan kepada masyarakat.            2021. On September 29, 2021, sustainable bonds
       Pada tanggal 29 September 2021, obligasi                I phase III 2021 were listed on the Indonesia Stock
       berkelanjutan I tahap III 2021 dicatatkan pada          Exchange.
       Bursa Efek Indonesia.

       Pada tanggal 24 Juli 2020, Perusahaan                   On July 24, 2020, the Company obtained the
       memperoleh pernyataan efektif dari Kepala               notice of effectivity from the Chairman of the
       Eksekutif Pengawas Pasar Modal atas nama                Capital Market Supervisory Board on behalf of
       Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan                 Board of Commissioners of the financial service
       dengan suratnya No. S-200/D.04/2020 untuk               authority in his letter No. S-200/D.04/2020 for
       melakukan penawaran umum berkelanjutan atas             its     sustainable      public    offering   of
       Rp 1.225.000.000.000 obligasi berkelanjutan I           Rp 1,225,000,000,000 sustainable bonds I phase
       tahap II 2021 Perusahaan kepada masyarakat.             II 2021. On Apr 28, 2021, sustainable bonds I
       Pada tanggal 28 April 2021, obligasi                    phase II 2021 were listed on the Indonesia Stock
       berkelanjutan I tahap II 2021 dicatatkan pada           Exchange.
       Bursa Efek Indonesia.

       Pada tanggal 24 Juli 2020, Perusahaan                   On July 24, 2020, the Company obtained the
       memperoleh pernyataan efektif dari Kepala               notice of effectivity from the Chairman of the
       Eksekutif Pengawas Pasar Modal atas nama                Capital Market Supervisory Board on behalf of
       Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan                 Board of Commissioners of the financial service
       dengan suratnya No. S-200/D.04/2020 untuk               authority in his letter No. S-200/D.04/2020 for
       melakukan penawaran umum berkelanjutan atas             its     sustainable      public    offering    of
       Rp 100.000.000.000 obligasi berkelanjutan I dan         Rp 100,000,000,000 sustainable bonds I and
       Rp     15.000.000.000     sukuk   mudharabah            Rp      15,000,000,000      sustainable     sukuk
       berkelanjutan I Perusahaan kepada masyarakat.           mudharabah I. On August 5, 2020, sustainable
       Pada tanggal 5 Agustus 2020, obligasi                   bonds I phase 1 and sustainable sukuk
       berkelanjutan I tahap I dan sukuk mudharabah            mudharabah I phase I were listed on the
       berkelanjutan I tahap I dicatatkan pada Bursa           Indonesia Stock Exchange.
       Efek Indonesia.

       Pada tanggal 23 Oktober 2020, sukuk                     On October 23, 2020, sustainable sukuk
       mudharabah berkelanjutan I tahap II dicatatkan          mudharabah I phase II were listed on the
       pada Bursa Efek Indonesia dengan jumlah dana            Indonesia Stock Exchange amounting to
       Rp 485.000.000.000. Pada 29 Oktober 2021,               Rp 485,000,000,000. In October 29, 2021, the
       perusahaan telah melakukan pelunasan sebesar            Company has settled Rp 373,000,000,000 for
       Rp 373.000.000.000 atas sukuk mudharabah                sustainable sukuk mudharabah I phase II seri A.
       berkelanjutan I tahap II seri A.

       Pada tanggal 1 November 2019, Perusahaan                On November 1, 2019, the Company obtained the
       memperoleh pernyataan efektif dari kepala               notice of effectivity from the Chairman of the
       eksekutif pengawas pasar modal atas nama                Capital Market Supervisory Board on behalf of
       Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan                 Board of Commissioners of the financial service
       dengan suratnya No. S-161/D.04/2019 untuk               authority in his letter No. S-161/D.04/2019 for its
       melakukan       penawaran       umum      atas          public offering of Rp 1,500,000,000,000 bonds.
       Rp 1.500.000.000.000 obligasi Perusahaan                On November 11, 2019, these bonds were listed
       kepada masyarakat. Pada tanggal 11 November             on the Indonesia Stock Exchange. On November
       2019, obligasi tersebut dicatatkan pada Bursa           18, 2020, the Company settled the principal bond
       Efek Indonesia. Pada tanggal 18 November                III seri A of the year 2019 amounting to
       2020, perusahaan telah melunasi pokok                   Rp 300,000,000,000.
       pinjaman utang obligasi III seri A tahun 2019
       sebesar Rp 300.000.000.000.




                                                         221
Page 248
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                                   PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                     NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                             FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                          DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

        Pada tanggal 3 Mei 2018, Perusahaan                                On May 3, 2018, the Company obtained the notice
        memperoleh pernyataan efektif dari Kepala                          of effectivity from the Chairman of the Capital
        Eksekutif Pengawas Pasar Modal atas nama                           Market Supervisory Board on behalf of Board of
        Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan                            Commissioners of the Financial Service Authority
        dengan suratnya No. S-41/D.04/2018 untuk                           in his letter No. S-41/D.04/2018 for its public
        melakukan         penawaran      umum       atas                   offering     of   Rp 1,000,000,000,000   bonds.
        Rp 1.000.000.000.000 obligasi Perusahaan                           On May 16, 2018, these bonds were listed on the
        kepada masyarakat. Pada tanggal 16 Mei 2018                        Indonesia Stock Exchanges. On May 20, 2019,
        obligasi tersebut dicatatkan pada Bursa Efek                       the Company has settled the principal bond II seri
        Indonesia. Pada 20 Mei 2019, perusahaan telah                      A amounting to Rp 500,000,000,000 and on
        melakukan pelunasan obligasi II seri A sebesar                     May 17, 2021 the Company has settled the
        Rp 500.000.000.000 dan pada tanggal 17 Mei                         principal bond II seri B amounting to Rp
        2021, Perusahaan telah melakukan pelunasan                         500,000,000,000.
        obligasi II seri B sebesar Rp 500.000.000.000.

        Pada tanggal 26 Oktober 2017, Perusahaan                           On October 26, 2017, the Company obtained the
        memperoleh pernyataan efektif dari Kepala                          notice of effectivity from the Chairman of the
        Eksekutif Pengawas Pasar Modal atas nama                           Capital Market Supervisory Board on behalf of
        Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan                            Board of Commissioners of the Financial Service
        dengan suratnya No. S-433/D.04/2017 untuk                          Authority in his letter No. S-433/D.04/2017 for its
        melakukan      penawaran       umum      atas                      public offering of Rp 500,000,000,000 bonds I.
        Rp 500.000.000.000 obligasi I Perusahaan                           On November 6, 2017, these bonds were listed on
        kepada masyarakat. Pada tanggal 6 November                         the Jakarta Stock Exchanges. On November 8,
        2017 obligasi tersebut dicatatkan pada Bursa                       2018, the company has paid off bond I seri A
        Efek Jakarta. Pada 8 November 2018,                                amounting to Rp 150,000,000,000 and on
        Perusahaan telah melakukan pelunasan obligasi                      November 3, 2020, the Company has settled
        I seri A sebesar Rp 150.000.000.000 dan                            principal bond I seri B amounting to
        3 November 2020, perusahaan telah melakukan                        Rp 350,000,000,000.
        pelunasan obligasi I seri B sebesar
        Rp 350.000.000.000 atas obligasi I ini.

        Pada tanggal 31 Desember 2021 seluruh                              As of December 31, 2021, all of the Company's
        obligasi        Perusahaan             sejumlah                    outstanding      bonds      amounting       to
        Rp 3.927.000.000.000 (31 Desember 2020:                            Rp 3,927,000,000,000 (December 31, 2020:
        Rp 2.300.000.000.000) telah tercatat pada Bursa                    Rp 2,300,000,000,000) have been listed on the
        Efek Indonesia.                                                    Indonesia Stock Exchange.


2.   PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN                        2.   ADOPTION OF NEW AND REVISED STATEMENTS
     BARU DAN REVISI (PSAK) DAN INTERPRETASI                          OF FINANCIAL ACCOUNTING STANDARDS
     STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (ISAK)                                (PSAK) AND INTERPRETATIONS OF PSAK (ISAK)

     a. Standar,    Amendemen/Penyesuaian   dan                       a.   Standards, Amendments/Improvements and
        Interpretasi Standar yang Berlaku Efektif                          Interpretation to Standards Effective in the
        pada Tahun Berjalan                                                Current Year

        Dalam tahun berjalan, Perusahaan telah                             In the current year, the Company has applied new
        menerapkan standar dan sejumlah amendemen/                         standards and a number of amendments/
        penyesuaian/interpretasi PSAK yang relevan                         improvements to PSAK that are relevant to its
        dengan operasinya dan efektif untuk periode                        operations and effective for accounting period
        akuntansi yang dimulai pada atau setelah                           beginning on or after January 1, 2021. The
        1 Januari 2021. Penerapan atas PSAK                                adoption of these new/revised PSAKs does not
        baru/revisi tidak mengakibatkan perubahan atas                     result in changes to the Company’s accounting
        kebijakan akuntansi Perusahaan dan tidak                           policies and has no material effect on the amounts
        memiliki dampak material terhadap jumlah yang                      reported for the current or prior years, except as
        dilaporkan pada tahun berjalan atau tahun-tahun                    discussed below.
        sebelumnya, kecuali sebagaimana diungkapkan
        di bawah ini.




                                                           222
Page 249
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                           PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                             NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                     FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                  DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

       PSAK 73 (amendemen) Sewa: Konsesi Sewa                     PSAK 73 (amendment) Leases: Covid-19
       terkait Covid-19                                           related Rent Concessions.

       Pada Mei 2020, Dewan Standar Akuntasi                      In May 2020, the Financial Accounting Standards
       Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (“DSAK                   Board of the Indonesian Institute of Accountants
       IAI”) menerbitkan Amandemen PSAK 73 Sewa:                  (“DSAK IAI”) issued Amendment to PSAK 73
       Konsesi Sewa terkait Covid-19 (Amandemen                   Leases: Covid-19-Related Rent Concessions
       PSAK 73) yang memberikan cara praktis bagi                 (Amendment to PSAK 73) that provides practical
       penyewa atas akuntansi untuk konsesi sewa                  expedient to lessees in accounting for rent
       sebagai dampak langsung dari Covid-19, dengan              concessions occurring as a direct consequence of
       memperkenalkan cara praktis untuk PSAK 73.                 Covid-19, by introducing a practical expedient to
       Dalam cara praktis ini penyewa dapat memilih               PSAK 73. The practical expedient permits a
       untuk tidak menilai apakah konsesi sewa terkait            lessee to elect not to assess whether a Covid-19-
       Covid-19 merupakan suatu modifikasi sewa.                  related rent concession is a lease modification. A
       Penyewa yang mengambil pilihan ini mencatat                lessee that makes this election shall account for
       setiap perubahan dalam pembayaran sewa                     any change in lease payments resulting from the
       sebagai akibat dari konsesi sewa berkaitan                 Covid-19-related rent concession the same way it
       dengan Covid-19 tersebut dengan cara yang                  would account for the change applying PSAK 73
       sama ketika penyewa mencatat perubahan                     if the change were not a lease modification. The
       dengan menerapkan PSAK 73 jika perubahan                   amendment is effective for annual periods
       tersebut bukan merupakan modifikasi sewa.                  beginning on or after June 1, 2020, with early
       Amandemen ini efektif untuk periode tahunan                application permitted.
       yang dimulai pada atau setelah 1 Juni 2020,
       dengan penerapan dini diijinkan.

       Cara praktis ini berlaku hanya untuk konsesi               The practical expedient applies only to rent
       sewa yang terjadi sebagai dampak langsung dari             concessions occurring as a direct consequence of
       COVID-19 dan hanya berlaku jika seluruh kondisi            Covid-19 and only if all of the following conditions
       berikut terpenuhi:                                         are met:

       ·   Perubahan        pembayaran       sewa                 ·   The change in lease payments results in
           menyebabkan perubahan imbalan atas                         revised consideration for the lease that is
           sewa yang secara substansial sama, atau                    substantially the same as, or less than, the
           kurang dari, imbalan atas sewa sebelum                     consideration for the lease immediately
           perubahan;                                                 preceding the change;

       ·   Pengurangan pembayaran sewa hanya                      ·   Any reduction in lease payments affects only
           berdampak pada pembayaran yang semula                      payments originally due on or before June 30,
           jatuh tempo pada atau sebelum 30 Juni                      2021 (a rent concession would meet this
           2021 (suatu konsesi sewa akan memenuhi                     condition if it results in reduced lease
           syarat kondisi ini jika terdapat penurunan                 payments on or before June 30, 2021 and
           pembayaran sewa pada atau sebelum 30                       increased lease payments that extend
           Juni 2021 dan kenaikan pembayaran sewa                     beyond June 30, 2021); and
           setelah 30 Juni 2021); dan

       ·   Tidak ada perubahan secara substantif                  ·   There is no substantive change to other terms
           terhadap syarat dan ketentuan sewa                         and conditions of the lease.
           lainnya.

       Reformasi Acuan Suku Bunga - Tahap 2                       Interest Rate Benchmark Reform – Phase 2
       (Amendamen-amandemen atas PSAK 71                          (Amendments to        PSAK 71 Financial
       Instrumen Keuangan, PSAK 55 Instrumen                      Instruments, PSAK 55 Financial Instruments:
       Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran,                        Recognition and Measurement, PSAK 60
       PSAK      60    Instrumen    Keuangan:                     Financial Instruments: Disclosures, PSAK 62
       Pengungkapan, PSAK 62 Kontrak Asuransi,                    Insurance Contracts, and PSAK 73 Leases
       dan PSAK 73 Sewa)

       Pada tahun lalu, Perusahaan telah mengadopsi               In the prior year, the Company has adopted the
       amandemen Tahap 1 Reformasi Acuan Suku                     Phase 1 amendments Interest Rate Benchmark
       Bunga           -       amandemen             atas         Reform - Amendments to PSAK 71, PSAK 55 and
       PSAK 71, PSAK 55, dan PSAK 60. Amandemen                   PSAK 60. These amendments modify specific
       tersebut memodifikasi persyaratan akuntansi                hedge accounting requirements to allow hedge
       lindung nilai yang memperbolehkan akuntansi                accounting to continue for affected hedges during
       lindung nilai untuk dilanjutkan atas lindung nilai         the period of uncertainty before the hedged items
       yang terdampak selama periode ketidakpastian               or hedging instruments are amended as a result
       sebelum item lindung nilaian atau instrumen                of the interest rate benchmark reform.
       lindung nilai diubah sebagai akibat dari reformasi
       acuan suku bunga.




                                                            223
Page 250
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                               PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                 NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                         FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                      DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

       Pada tahun ini, Perusahaan telah mengadopsi                    In the current year, the Company has adopted the
       amandemen Tahap 2 Reformasi Acuan Suku                         Phase 2 amendments Interest Rate Benchmark
       Bunga - amandemen atas PSAK 71, PSAK 55,                       Reform - Amendments to PSAK71, PSAK 55,
       PSAK 60, PSAK 62, dan PSAK 73 yang                             PSAK 60, PSAK 62 and PSAK 73 which was
       diterbitkan pada Desember 2020.                                issued in December 2020.

       Tidak ada dampak signifikan terhadap laporan                   There is no significant impact to the Company’s
       keuangan Perusahaan sebagai akibat dari                        financial statements as a result of adoption of
       penerapan amandemen tersebut.                                  these amendments.

    b. Standar,    Amendemen/Penyesuaian   dan                   b.   Standards, Amendments/Improvements and
       Interpretasi Standar yang Berlaku Efektif                      Interpretations to Standards Issued not yet
       pada Tahun Berjalan                                            Adopted

       Pada tanggal persetujuan laporan keuangan,                     At the date of authorization of these financial
       standar,    interpretasi   dan     amandemen-                  statements, the following standard, interpretation
       amandemen atas PSAK yang relevan bagi                          and amendments to PSAK relevant to the
       Perusahaan, yang telah diterbitkan namun belum                 Company were issued but not effective, with early
       berlaku efektif, dengan penerapan dini diijinkan,              application permitted:
       adalah sebagai berikut:

       Efektif untuk periode yang dimulai pada atau                   Effective for periods beginning on or after
       setelah tanggal 1 Juni 2021                                    June 1, 2021

       ·   PSAK 73 (amendemen) Sewa: Konsesi Sewa                     ·   PSAK 73 (amendment) Leases:          Covid-19-
           terkait COVID-19 setelah 30 Juni 2021                          Related Rent Concessions beyond 30 June 2021

       Efektif untuk periode yang dimulai pada atau                   Effective for periods beginning on or after
       setelah tanggal 1 Januari 2022                                 January 1, 2022

       ·   PSAK 57 (amendemen) Provisi, Liabilitas                    ·   PSAK      57    (amendment)       Provisions,
           Kontinjensi dan Aset Kontinjensi tentang                       Contingent Liabilities and Contingent Assets:
           Kontrak Memberatkan - Biaya Memenuhi                           Onerous Contracts - Cost of Fulfilling the
           Kontrak                                                        Contracts

       Efektif untuk periode yang dimulai pada atau                   Effective for periods beginning on or after
       setelah tanggal 1 Januari 2023                                 January 1, 2023

       ·   PSAK 16 (amendemen) Aset Tetap: Hasil                      ·   PSAK 16 (amendment) Property, Plant and
           Sebelum Penggunaan yang Diintensikan                           Equipment: Proceeds before Intended Use

       ·   PSAK    25    (amendement)       Kebijakan                 ·   PSAK 25 (amendment) Accounting Policies,
           Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi,                       Changes in Accounting Estimates and Errors:
           dan Kesalahan: Definisi Estimasi Akuntansi                     Definition of Accounting Estimates

       ·   PSAK 1 (amendement) Penyajian Laporan                      ·   Amendments to PSAK 1 (amendment)
           Keuangan:  Pengungkapan     Kebijakan                          Presentation of Financial Statements:
           Akuntansi                                                      Disclosure of Accounting Policies

       Sampai dengan tanggal penerbitan laporan                       As of the issuance date of the financial
       keuangan, dampak dari penerapan standar,                       statements, the effects of adopting these
       amendemen dan interpretasi tersebut terhadap                   standards, amendments and interpretations on
       laporan keuangan tidak dapat diketahui atau                    the financial statements are not known nor
       diestimasi oleh manajemen.                                     reasonably estimable by management.




                                                           224
Page 251
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                                          PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                            NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                                    FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                                 DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

3.   IKHTISAR      KEBIJAKAN         AKUNTANSI        YANG             3.   SUMMARY         OF     SIGNIFICANT        ACCOUNTING
     PENTING                                                                POLICIES

     a.   Pernyataan Kepatuhan                                              a.   Statement of Compliance

          Laporan keuangan Perusahaan disusun sesuai                             The financial statements of the Company have
          dengan Standar Akuntansi Keuangan di                                   been prepared in accordance with Indonesian
          Indonesia, yang meliputi Pernyataan Standar                            Financial Accounting Standards, which include
          Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi                             Statement of Financial Accounting Standards
          Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang                                 (PSAK) and Interpretation of Financial Accounting
          diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi                               Standards (ISAK) issued by the Financial
          Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia dan                                  Accounting Standards Board of the Indonesian
          peraturan No. VIII.G.7 tentang Penyajian dan                           Institute of Accountants and regulation No.
          Pengungkapan Laporan Keuangan Perusahaan                               VIII.G.7 regarding the Presentation and
          Publik.                                                                Disclosures of Financial Statements of Listed
                                                                                 Entity.

     b.   Dasar Penyusunan                                                  b.   Basis of Preparation

          Dasar penyusunan laporan keuangan adalah                               The financial statements have been prepared on
          biaya historis, kecuali instrumen keuangan                             the historical cost basis except for certain financial
          tertentu yang diukur pada nilai wajar pada setiap                      instruments that are measured at fair values at the
          akhir periode pelaporan, yang dijelaskan dalam                         end of each reporting period, as explained in the
          kebijakan akuntansi di bawah ini.                                      accounting policies below.

          Biaya historis umumnya didasarkan pada nilai                           Historical cost is generally based on the fair value
          wajar dari imbalan yang diberikan dalam                                of the consideration given in exchange for goods
          pertukaran barang dan jasa.                                            and services.

          Nilai wajar adalah harga yang akan diterima                            Fair value is the price that would be received to
          untuk menjual suatu aset atau harga yang akan                          sell an asset or paid to transfer a liability in an
          dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam                       orderly transaction between market participants at
          suatu transaksi teratur antara pelaku pasar pada                       the measurement date, regardless of whether that
          tanggal pengukuran, terlepas dari apakah harga                         price is directly observable or estimated using
          tersebut dapat diamati secara langsung atau                            another valuation technique. In estimating the fair
          diestimasi menggunakan teknik penilaian lain.                          value of an asset or a liability, the Company takes
          Dalam mengestimasi nilai wajar dari suatu aset                         into account the characteristics of the asset or
          atau liabilitias, Perusahaan memperhitungkan                           liability if market participants would take those
          karakteristik aset atau liabilitas jika pelaku pasar                   characteristics into account when pricing the
          akan memperhitungkan karakteristik tersebut                            asset or liability at the measurement date. Fair
          ketika menentukan harga aset atau liabilitas                           value for measurement and/or disclosure
          pada tanggal pengukuran. Nilai wajar untuk                             purposes in these financial statements is
          tujuan pengukuran dan/atau pengungkapan                                determined on such a basis, except for share-
          pada laporan keuangan ditentukan atas dasar                            based payment transactions that are within the
          tersebut, kecuali untuk transaksi pembayaran                           scope of PSAK 53 Share-based Payment, leasing
          berbasis saham yang merupakan ruang lingkup                            transactions that are within the scope of PSAK 73,
          PSAK 53 Pembayaran Berbasis Saham,                                     and measurements that have some similarities to
          transaksi sewa yang merupakan ruang lingkup                            fair value but are not fair value, such as net
          PSAK 73, dan pengukuran yang memiliki                                  realizable value in PSAK 14 Inventories or value
          kemiripan dengan nilai wajar namun bukan                               in use in PSAK 48.
          merupakan nilai wajar, seperti nilai realisasi
          bersih dalam PSAK 14 Persediaan atau nilai
          pakai dalam PSAK 48.

          Laporan arus kas disusun dengan menggunakan                            The statements of cash flows are prepared using
          metode langsung dengan mengelompokkan arus                             the direct method with classifications of cash flows
          kas dalam aktivitas operasi, investasi dan                             into operating, investing and financing activities.
          pembiayaan.

          Direksi memiliki, pada saat persetujuan laporan                        The directors have, at the time of approving the
          keuangan, suatu ekspektasi yang memadai                                financial statements, a reasonable expectation
          bahwa Perusahaan memiliki sumber daya yang                             that the Company has adequate resources to
          cukup     untuk     melanjutkan     keberadaan                         continue in operational existence for the
          operasinya untuk di masa yang akan datang.                             foreseeable future. Thus, they continue to adopt
          Sehingga, mereka melanjutkan penerapan                                 the going concern basis of accounting in
          dasar akuntansi kelangsungan usaha dalam                               preparing the financial statements.
          penyusunan laporan keuangan.




                                                                 225
Page 252
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                                    PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                      NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                              FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                           DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

   c.   Transaksi Pihak-pihak Berelasi                               c.   Transactions with Related Parties

        Pihak-pihak berelasi adalah orang atau entitas                    A related party is a person or entity that is related
        yang     terkait  dengan     entitas  pelapor                     to the reporting entity (the Company):
        (Perusahaan):

        a.   Orang atau anggota keluarga dekatnya                         a.   A person or a close member of that person's
             mempunyai relasi dengan entitas pelapor                           family is related to the reporting entity if that
             jika orang tersebut:                                              person:

             i.     memiliki       pengendalian       atau                     i.     has control or joint control over the
                    pengendalian bersama atas entitas                                 reporting entity;
                    pelapor;
             ii.    memiliki pengaruh signifikan atas                          ii.    has significant influence over the
                    entitas pelapor; atau                                             reporting entity; or
             iii.   merupakan personil manajemen kunci                         iii.   is a member of the key management
                    entitas pelapor atau entitas induk dari                           personnel of the reporting entity or of a
                    entitas pelapor.                                                  parent of the reporting entity.

        b.   Suatu entitas berelasi dengan entitas                        b.   An entity is related to the reporting entity if
             pelapor jika memenuhi salah satu hal                              any of the following conditions applies:
             berikut:

             i.    Entitas dan entitas pelapor adalah                          i.     The entity and the reporting entity are
                   anggota dari kelompok usaha yang                                   members of the same group (which
                   sama (artinya entitas induk, entitas                               means that each parent, subsidiary and
                   anak, dan entitas anak berikutnya saling                           fellow subsidiary is related to the others).
                   berelasi dengan entitas lainnya).
             ii. Satu entitas adalah entitas asosiasi                          ii.    One entity is an associate or joint
                   atau ventura bersama dari entitas lain                             venture of the other entity (or an
                   (atau entitas asosiasi atau ventura                                associate or joint venture of a member of
                   bersama yang merupakan anggota                                     a group, of which the other entity is a
                   suatu kelompok usaha, yang mana                                    member).
                   entitas      lain     tersebut     adalah
                   anggotanya).
             iii. Kedua entitas tersebut adalah ventura                        iii.Both entities are joint ventures of the
                   bersama dari pihak ketiga yang sama.                            same third party.
             iv. Satu entitas adalah ventura bersama                           iv. One entity is a joint venture of a third
                   dari entitas ketiga dan entitas yang lain                       entity and the other entity is an associate
                   adalah entitas asosiasi dari entitas                            of the third entity.
                   ketiga.
             v. Entitas tersebut adalah suatu program                          v.     The entity is a post-employment benefit
                   imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja                            plan for the benefit of employees of
                   dari salah satu entitas pelapor atau                               either the reporting entity or an entity
                   entitas yang terkait dengan entitas                                related to the reporting entity. If the
                   pelapor. Jika entitas pelapor adalah                               reporting entity is itself such a plan, the
                   entitas     yang       menyelenggarakan                            sponsoring entities are also related to
                   program tersebut, maka entitas sponsor                             the reporting entity.
                   juga berelasi dengan entitas pelapor.
             vi. Entitas       yang     dikendalikan    atau                   vi. The entity is controlled or jointly
                   dikendalikan bersama oleh orang yang                            controlled by a person identified in (a).
                   diidentifikasi dalam huruf (a).
             vii. Orang yang diidentifikasi dalam huruf                        vii. A person identified in (a) (i) has
                   (a) (i) memiliki pengaruh signifikan atas                         significant influence over the entity or is
                   entitas atau merupakan personil                                   a member of the key management
                   manajemen kunci entitas (atau entitas                             personnel of the entity (or of a parent of
                   induk dari entitas).                                              the entity).
             viii. Entitas, atau anggota dari kelompok                         viii. The entity, or any member of a group of
                   yang mana entitas merupakan bagian                                which it is a part, provides key
                   dari kelompok tersebut, menyediakan                               management personnel services to the
                   jasa personil manajemen kunci kepada                              reporting entity or to the parent of the
                   entitas pelapor atau kepada entitas                               reporting entity.
                   induk dari entitas pelapor.

        Transaksi signifikan yang dilakukan dengan                        Significant transactions with related parties,
        pihak-pihak berelasi, baik dilakukan dengan                       whether or not made at similar terms and
        kondisi dan persyaratan yang sama dengan                          conditions as those done with third parties, are
        pihak ketiga maupun tidak, diungkapkan pada                       disclosed in the financial statements.
        laporan keuangan.




                                                               226
Page 253
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                                PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                  NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                          FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                       DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

   d.   Transaksi dan Saldo Dalam Mata Uang Asing                 d.   Foreign Currency Transactions and Balance

        Laporan keuangan Perusahaan diukur dan                         The financial statements of the Company are
        disajikan dalam mata uang dari lingkungan                      measured and presented in the currency of the
        ekonomi utama dimana entitas beroperasi (mata                  primary economic environment in which the entity
        uang fungsional).                                              operates (its functional currency).

        Dalam       penyusunan      laporan     keuangan               In preparing the financial statements of the
        Perusahaan, transaksi dalam mata uang selain                   Company, transactions in currencies other than
        mata uang fungsional entitas (mata uang asing)                 the entity’s functional currency (foreign
        diakui pada kurs yang berlaku pada tanggal                     currencies) are recognized at the rates of
        transaksi. Pada setiap akhir perode pelaporan,                 exchange prevailing at the dates of the
        pos moneter dalam valuta asing dijabarkan                      transactions. At the end of each reporting period,
        kembali pada kurs yang berlaku pada tanggal                    monetary items denominated in foreign currencies
        tersebut. Pos-pos non moneter yang diukur pada                 are retranslated at the rates prevailing at that date.
        nilai wajar dalam valuta asing dijabarkan kembali              Non-monetary items carried at fair value that are
        pada kurs yang berlaku pada tanggal ketika nilai               denominated      in foreign       currencies      are
        wajar ditentukan. Pos nonmoneter yang diukur                   retranslated at the rates prevailing at the date
        dalam biaya historis dalam valuta asing tidak                  when the fair value was determined. Non-
        dijabarkan kembali.                                            monetary items that are measured in terms of
                                                                       historical cost in a foreign currency are not
                                                                       retranslated.

        Selisih kurs atas pos moneter diakui dalam laba                Exchange differences on monetary items are
        rugi pada periode saat terjadinya kecuali untuk                recognized in profit or loss in the period in which
        selisih kurs atas transaksi yang ditetapkan untuk              they arise except for exchange differences on
        tujuan lindung nilai risiko valuta asing tertentu              transaction entered into in order to hedge certain
        (lihat Catatan 3.g dibawah ini untuk kebijakan                 foreign currency risks (see Note 3.g below for
        akuntansi lindung nilai).                                      hedge accounting policies).

   e.   Instrumen Keuangan                                        e.   Financial Instruments

        Aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui                   Financial assets and financial liabilities are
        pada laporan posisi keuangan pada saat                         recognized on the statement of financial position
        Perusahaan menjadi salah satu pihak dalam                      when the Company becomes a party to the
        ketentuan kontraktual instrumen tersebut.                      contractual provisions of the instrument.

        Aset keuangan dan liabilitas keuangan pada                     Financial assets and financial liabilities are initially
        awalnya diukur pada nilai wajar. Biaya transaksi               measured at fair value. Transaction costs that are
        yang terkait langsung dengan perolehan atau                    directly attributable to the acquisition or issue of
        penerbitan aset keuangan dan liabilitas                        financial assets and financial liabilities are added
        keuangan ditambahkan atau dikurangkan dari                     to or deducted from the fair value of the financial
        nilai wajar aset keuangan dan liabilitas                       assets and financial liabilities, as appropriate, on
        keuangan, jika diperlukan, pada pengakuan                      initial recognition. Transaction costs directly
        awal. Biaya transaksi yang dapat diatribusikan                 attributable to the acquisition of financial assets or
        secara langsung dengan perolehan aset                          financial liabilities at fair value through profit or
        keuangan dan liabilitas keuangan pada nilai                    loss are recognized immediately in profit or loss.
        wajar melalui laba rugi diakui langsung pada laba
        rugi.

        Aset keuangan                                                  Financial assets

        Semua pembelian atau penjualan reguler aset                    All regular way purchases or sales of financial
        keuangan diakui dan dihentikan pengakuannya                    assets are recognized and derecognized on a
        berdasarkan tanggal perdagangan. Pembelian                     trade date basis. Regular way purchases or sales
        atau penjualan reguler adalah pembelian atau                   are purchases or sales of financial assets that
        penjualan aset keuangan yang memerlukan                        require delivery of assets within the time frame
        penyerahan aset dalam jangka waktu yang                        established by regulation or convention in the
        ditetapkan oleh peraturan atau konvensi di                     marketplace.
        pasar.

        Semua aset keuangan yang diakui selanjutnya                    All recognized financial assets are measured
        diukur secara keseluruhan pada biaya perolehan                 subsequently in their entirety at either amortized
        yang diamortisasi atau nilai wajar, tergantung                 cost or fair value, depending on the classification
        pada klasifikasi aset keuangan tersebut.                       of the financial assets.




                                                            227
Page 254
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                            PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                              NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                      FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                   DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

       Klasifikasi aset keuangan                                   Classification of financial assets

       Instrumen utang yang memenuhi persyaratan                   Debt instruments that meet the following
       berikut selanjutnya diukur pada biaya perolehan             conditions are subsequently measured at
       diamortisasi:                                               amortized cost:

       ·   aset keuangan dikelola dalam model bisnis               ·   the financial asset is held within a business
           yang bertujuan untuk memiliki aset                          model whose objective is to hold financial
           keuangan dalam rangka mendapatkan arus                      assets in order to collect contractual cash
           kas kontraktual; dan                                        flows; and

       ·   persyaratan kontraktual dari aset keuangan              ·   The contractual terms of the financial asset
           menghasilkan arus kas pada tanggal                          give rise on specified dates to cash flows that
           tertentu yang semata dari pembayaran                        are solely payments of principal and interest
           pokok dan bunga (“SPPI”) dari jumlah pokok                  (“SPPI”) on the principal amount outstanding.
           terutang.

       Instrumen utang yang memenuhi persyaratan                   Debt instruments that meet the following
       berikut diukur selanjutnya pada nilai wajar melalui         conditions are measured subsequently at fair
       penghasilan komprehensif lain (FVTOCI):                     value through other comprehensive income
                                                                   (FVTOCI):

       ·   aset keuangan yang dimiliki dalam model                 ·    the financial asset is held within a business
           bisnis yang tujuannya dicapai dengan                         model whose objective is achieved by both
           mendapatkan baik arus kas kontraktual                        collecting contractual cash flows and selling
           maupun menjual aset keuangan; dan                            the financial assets; and

       ·   persyaratan kontraktual dari aset keuangan              ·    the contractual terms of the financial asset
           menghasilkan arus kas pada tanggal tertentu                  give rise on specified dates to cash flows that
           yang semata-mata dari pembayaran pokok                       are solely payments of principal and interest
           dan bunga dari jumlah pokok terutang.                        on the principal amount outstanding.

       Seluruh aset keuangan lain selanjutnya diukur               By default, all other financial assets are
       pada nilai wajar melalui laba rugi (“FVTPL”).               subsequently measured at fair value through
                                                                   profit or loss (“FVTPL”).

       Meskipun    telah  disebutkan  sebelumnya,                  Despite the foregoing, the Company may make
       Perusahaan dapat menetapkan pilihan tak                     the following irrevocable election/designation at
       terbatalkan pada saat pengakuan awal aset                   initial recognition of a financial asset:
       keuangan sebagai berikut:

       ·   menyajikan perubahan selanjutnya nilai                  ·    the Company may irrevocably elect to
           wajar investasi pada instrumen ekuitas                       present subsequent changes in fair value of
           dalam penghasilan komprehensif lain jika                     an equity investment in other comprehensive
           kriteria tertentu dipenuhi; dan                              income if certain criteria are met; and

       ·   menetapkan aset keuangan yang memenuhi                  ·    the Company may irrevocably designate a
           kriteria biaya perolehan diamortisasi atau                   debt investment that meets the amortized
           FVTOCI sebagai diukur pada FVTPL, jika                       cost or FVTOCI criteria as measured at
           penetapan      itu   mengeliminasi    atau                   FVTPL if doing so eliminates or significantly
           mengurangi secara signifikan inkonsistensi                   reduces an accounting mismatch.
           pengukuran dan pengakuan (accounting
           mismatch).

       Biaya perolehan diamortisasi dan metode suku                Amortized cost and effective interest method
       bunga efektif

       Metode suku bunga efektif adalah metode untuk               The effective interest method is a method of
       menghitung biaya perolehan diamortisasi dari                calculating the amortized cost of a debt
       instrumen    utang    dan      mengalokasikan               instrument and of allocating interest income over
       pendapatan bunga selama periode yang relevan.               the relevant period.




                                                             228
Page 255
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                           PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                             NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                     FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                  DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

       Untuk instrumen keuangan selain yang dibeli atau            For financial instruments other than purchased or
       yang berasal dari aset keuangan memburuk, suku              originated credit-impaired financial assets, the
       bunga efektif adalah tingkat suku bunga yang                effective interest rate is the rate that exactly
       secara     tepat     mendiskontokan       estimasi          discounts estimated future cash              receipts
       penerimaan kas masa depan (termasuk semua                   (including all fees and points paid or received that
       biaya dan poin yang dibayarkan atau diterima                form an integral part of the effective interest rate,
       merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari                transaction costs and          other premiums or
       suku bunga efektif, biaya transaksi dan premi atau          discounts) excluding expected credit losses,
       diskon lainnya) tidak termasuk kerugian kredit              through the expected life of the debt instrument,
       ekspektasian, melalui umur ekspektasian dari                or, where appropriate, a shorter period, to the
       instrumen utang, atau, jika sesuai, periode yang            gross carrying amount of the debt instrument on
       lebih pendek, ke jumlah tercatat bruto instrumen            initial recognition. For purchased or originated
       utang pada pengakuan awal. Untuk aset                       credit-impaired financial assets, a credit-adjusted
       keuangan yang dibeli atau yang berasal dari aset            effective interest rate is calculated by discounting
       keuangan memburuk, suku bunga efektif yang                  the estimated future cash           flows, including
       disesuaikan dengan risiko kredit dihitung dengan            expected credit losses, to the amortized cost of
       mendiskontokan estimasi arus kas masa depan,                the debt instrument on initial recognition.
       termasuk estimasi kerugian kredit, ke biaya
       perolehan diamortisasi instrumen utang pada
       pengakuan awal.

       Biaya perolehan diamortisasi dari aset keuangan             The amortized cost of a financial asset is the
       adalah nilai aset keuangan yang diukur pada saat            amount at which the financial asset is measured
       pengakuan awal dikurangi pembayaran pokok,                  at initial recognition minus the principal
       ditambah amortisasi kumulatif menggunakan                   repayments, plus the cumulative amortisation
       metode suku bunga efektif dari selisih antara nilai         using the effective interest method of any
       awal dan nilai jatuh temponya, disesuaikan                  difference between that initial amount and the
       dengan penyisihan kerugiannya. Di sisi lain,                maturity amount, adjusted for any loss allowance.
       jumlah tercatat bruto aset keuangan adalah biaya            The gross carrying amount of a financial asset is
       perolehan diamortisasi dari aset keuangan,                  the amortized cost of a financial asset before
       sebelum      disesuaikan dengan        penyisihan           adjusting for any loss allowance.
       kerugian.

       Bunga diakui dengan menggunakan metode suku                 Interest income is recognized using the effective
       bunga efektif untuk instrumen utang yang diukur             interest method for debt instruments measured
       selanjutnya pada biaya perolehan diamortisasi               subsequently at amortized cost and at FVTOCI.
       dan pada FVTOCI. Untuk instrumen keuangan                   For financial instruments other than purchased or
       lain, kecuali aset keuangan yang dibeli atau                originated credit-impaired financial assets,
       berasal dari aset keuangan memburuk,                        interest income is calculated by applying the
       pendapatan bunga dihitung dengan menerapkan                 effective interest rate to the gross carrying amount
       suku bunga efektif terhadap jumlah tercatat bruto           of a financial asset, except for financial assets that
       aset keuangan, kecuali aset keuangan yang                   have subsequently become credit-impaired. For
       kemudian mengalami penurunan nilai kredit.                  financial assets that have subsequently become
       Untuk aset keuangan yang berasal dari aset                  credit-impaired, interest income is recognized by
       keuangan memburuk, pendapatan bunga diakui                  applying the effective interest rate to the
       dengan menerapkan suku bunga efektif terhadap               amortized cost of the financial asset. If, in
       biaya perolehan diamortisasi dari aset keuangan             subsequent reporting periods, the credit risk on
       tersebut. Jika pada periode pelaporan keuangan              the credit-impaired financial instrument improves
       selanjutnya, risiko kredit aset keuangan tersebut           so that the financial asset is no longer credit-
       membaik sehingga aset keuangan tidak lagi                   impaired, interest income is recognized by
       mengalami penurunan nilai kredit, maka                      applying the effective interest rate to the gross
       pendapatan bunga diakui dengan menerapkan                   carrying amount of the financial asset.
       suku bunga efektif terhadap jumlah tercatat bruto
       aset keuangan.




                                                             229
Page 256
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                         PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                           NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                   FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

       Untuk aset keuangan yang dibeli atau berasal dari         For purchased or originated credit-impaired
       aset     keuangan      memburuk,     Perusahaan           financial assets, the Company recognizes interest
       mengakui      pendapatan      bunga      dengan           income by applying the credit-adjusted effective
       menerapkan suku bunga efektif yang disesuaikan            interest rate to the amortized cost of the financial
       dengan risiko kredit atas biaya perolehan                 asset from initial recognition. The calculation does
       diamortisasi dari aset keuangan sejak pengakuan           not revert to the gross basis even if the credit risk
       awal. Perhitungan tidak kembali ke basis bruto            of the financial asset subsequently improves so
       bahkan jika risiko kredit dari aset keuangan              that the financial asset is no longer
       selanjutnya membaik sehingga aset keuangan                credit-impaired.
       tidak lagi mengalami penurunan kredit.

       Pendapatan bunga diakui dalam laba rugi dan               Interest income is recognized in profit or loss and
       dimasukkan    dalam     pos     “Pendapatan               is included in the "Financing income" line item.
       pembiayaan”.

       Keuntungan dan kerugian kurs mata uang asing              Foreign exchange gains and losses

       Jumlah tercatat aset keuangan dalam mata uang             The carrying amount of financial assets that are
       asing ditentukan dalam mata uang tersebut dan             denominated in a foreign currency is determined
       dijabarkan dengan menggunakan kurs spot pada              in that foreign currency and translated at the spot
       setiap tanggal pelaporan. Secara spesifik untuk           rate at the end of each reporting period.
       aset keuangan diukur pada biaya perolehan                 Specifically for financial assets measured at
       diamortisasi yang bukan merupakan bagian dari             amortized cost that are not part of a designated
       hubungan lindung nilai ditetapkan, selisih kurs           hedging relationship, exchange differences are
       diakui dalam laba rugi.                                   recognized in profit or loss.

       Penurunan nilai aset keuangan                             Impairment of financial assets

       Perusahaan mengakui penyisihan kerugian atas              The Company recognizes a loss allowance for
       kerugian kredit ekspektasian (“ECL”) dari piutang         expected credit losses (“ECL”) on financing
       pembiayaan dan piutang lain-lain yang diukur              receivables and other accounts receivables that
       pada biaya perolehan diamortisasi. Nilai kerugian         are measured at amortized cost. The amount of
       kredit ekspektasian diperbarui pada tanggal               expected credit losses is updated at each
       pelaporan untuk mencerminkan perubahan risiko             reporting date to reflect changes in credit risk
       kredit sejak pengakuan awal masing-masing                 since initial recognition of the respective financial
       instrumen keuangan.                                       instrument.

       Perusahaan mengakui ECL sepanjang umur                    The Company recognizes lifetime ECL when
       ketika telah ada peningkatan risiko kredit yang           there has been a significant increase in credit risk
       signifikan sejak pengakuan awal. Jika,                    since initial recognition. If, on the other hand, the
       sebaliknya, risiko kredit pada instrumen                  credit risk on the financial instrument has not
       keuangan tidak meningkat secara signifikan sejak          increased significantly since initial recognition, the
       pengakuan     awal,    Perusahaan     mengukur            Company measures the loss allowance for that
       penyisihan kerugian untuk instrumen keuangan              financial instrument at an amount equal to 12-
       tersebut sejumlah ECL 12 bulan. Penilaian                 month ECL. The assessment of whether lifetime
       apakah ECL sepanjang umur harus diakui                    ECL should be recognized is based on significant
       didasarkan pada peningkatan signifikan dalam              increases in the likelihood or risk of a default
       kemungkinan terjadinya atau pada risiko gagal             occurring since initial recognition instead of on
       bayar sejak pengakuan awal dan bukan                      evidence of a financial asset being credit impaired
       didasarkan pada bukti aset keuangan yang                  at the reporting date or an actual default
       mengalami kerugian kredit pada tanggal                    occurring.
       pelaporan atau kejadian gagal bayar sebenarnya.

       Kerugian kredit ekspektasian sepanjang umur               Lifetime ECL represents the expected credit
       merupakan kerugian kredit ekspektasian yang               losses that will result from all possible default
       timbul dari seluruh kemungkinan peristiwa gagal           events over the expected life of a financial
       bayar selama perkiraan umur instrumen                     instrument. In contrast, 12-month ECL represents
       keuangan. Sebaliknya, ECL 12 bulan mewakili               the portion of lifetime ECL that is expected to
       porsi ECL sepanjang umur yang timbul dari                 result from default events on a financial
       peristiwa gagal bayar pada instrumen keuangan             instrument that are possible within 12 months
       yang mungkin terjadi dalam 12 bulan setelah               after the reporting date.
       tanggal pelaporan.




                                                           230
Page 257
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                            PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                              NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                      FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                   DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

       Peningkatan risiko kredit secara signifikan                 Significant increase in credit risk

       Dalam menilai apakah risiko kredit pada                     In assessing whether the credit risk on a financial
       instrumen keuangan telah meningkat secara                   instrument has increased significantly since initial
       signifikan sejak pengakuan awal, Perusahaan                 recognition, the Company compares the risk of a
       membandingkan risiko gagal bayar yang terjadi               default occurring on the financial instrument as at
       pada instrumen keuangan pada tanggal                        the reporting date with the risk of a default
       pelaporan dengan risiko gagal bayar yang terjadi            occurring on the financial instrument as at the
       pada instrumen keuangan pada tanggal                        date of initial recognition. In making this
       pengakuan awal. Dalam melakukan penilaian,                  assessment, the Company considers both
       Perusahaan mempertimbangkan baik informasi                  quantitative and qualitative information that is
       kuantitatif maupun kualitatif yang wajar dan                reasonable and supportable, including historical
       medukung, termasuk pengalaman historis dan                  experience and forward-looking information that is
       informasi bersifat perkiraan masa depan, yang               available without undue cost or effort. Forward-
       tersedia tanpa biaya atau upaya berlebihan.                 looking information considered includes the future
       Informasi masa depan yang dipertimbangkan                   prospects of the industries in which the
       mencakup prospek masa depan industri di mana                Company’s debtors operate, obtained from
       debitur Perusahaan beroperasi, yang diperoleh               economic expert reports, financial analysts,
       dari laporan ahli ekonomi, analis keuangan,                 governmental bodies, relevant think-tanks and
       badan pemerintah, lembaga terkait, dan                      other similar organizations, as well as
       organisasi serupa lainnya, serta pertimbangan               consideration of various external sources of
       berbagai sumber eksternal aktual dan prakiraan              actual and forecast economic information that
       informasi ekonomi yang terkait dengan operasi               relate to the Company’s core operations.
       inti Perusahaan.

       Secara khusus, informasi berikut diperhitungkan             In particular, the following information is taken into
       ketika menilai apakah risiko kredit telah meningkat         account when assessing whether credit risk has
       secara signifikan sejak pengakuan awal:                     increased significantly since initial recognition:

       ·   memburuknya kondisi usaha, keuangan atau                ·   existing or forecast adverse changes in
           ekonomi yang terjadi saat ini atau prakiraan                business, financial or economic conditions
           yang akan menyebabkan penurunan                             that are expected to cause a significant
           signifikan atas kemampuan peminjam untuk                    decrease in the debtor’s ability to meet its
           menyelesaikan kewajiban utangnya;                           debt obligations;
       ·   terdapat penurunan yang signifikan terhadap             ·   an actual or expected significant deterioration
           hasil operasi peminjam, baik secara aktual                  in the operating results of the debtor;
           atau yang diperkirakan akan terjadi;

       Terlepas dari hasil penilaian di atas, Perusahaan           Irrespective of the outcome of the above
       membuat praduga risiko kredit aset keuangan                 assessment, the Company presumes that the
       telah meningkat signifikan sejak pengakuan awal             credit risk on a financial asset has increased
       ketika pembayaran kontraktual tertunggak lebih              significantly since initial recognition when
       dari 30 hari, kecuali jika Perusahaan memiliki              contractual payments are more than 30 days past
       informasi yang wajar dan terdukung yang                     due, unless the Company has reasonable and
       menunjukkan hal sebaliknya.                                 supportable information that demonstrates
                                                                   otherwise.

       Meskipun demikian, Perusahaan mengasumsikan                 Despite the foregoing, the Company assumes that
       bahwa risiko kredit pada instrumen keuangan                 the credit risk on a financial instrument has not
       tidak meningkat secara signifikan sejak                     increased significantly since initial recognition if
       pengakuan awal jika instrumen keuangan                      the financial instrument is determined to have low
       tersebut ditetapkan memiliki risiko kredit yang             credit risk at the reporting date. A financial
       rendah pada tanggal pelaporan. Instrumen                    instrument is determined to have low credit risk if:
       keuangan bertekad memiliki risiko kredit rendah
       jika:

      1. instrumen keuangan memiliki risiko gagal                  1. the financial instrument has a low risk of
         bayar yang rendah;                                           default;

      2. debitur memiliki kapasitas yang kuat untuk                2. the debtor has a strong capacity to meet its
         memenuhi kewajiban arus kas kontraktualnya                   contractual cash flow obligations in the near
         dalam waktu dekat; dan                                       term; and

      3. memburuknya kondisi ekonomi dan bisnis                    3. adverse changes in economic and business
         dalam jangka panjang dapat, tetapi tidak                     conditions in the longer term may, but will not
         selalu, menurunkan kemampuan peminjam                        necessarily, reduce the ability of the borrower
         untuk memenuhi kewajiban arus kas                            to fulfil its contractual cash flow obligations.
         kontraktualnya.




                                                             231
Page 258
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                             PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                               NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                       FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                    DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

       Perusahaan menganggap aset keuangan                          The Company considers a financial asset to have
       memiliki risiko kredit rendah ketika aset memiliki           low credit risk when the asset has external credit
       peringkat kredit eksternal 'investment grade'                rating of ‘investment grade’ in accordance with the
       sesuai dengan definisi yang dipahami secara                  globally understood definition or if an external
       global atau jika peringkat eksternal tidak tersedia,         rating is not available, the asset has an internal
       aset tersebut memiliki peringkat internal                    rating of ‘performing’. Performing means that the
       'performing'. Performing berarti bahwa rekanan               counterparty has a strong financial position and
       memiliki posisi keuangan yang kuat dan tidak ada             there is no past due amounts.
       jumlah yang tertunggak.

       Perusahaan secara teratur memantau efektivitas               The      Company      regularly   monitors      the
       kriteria yang digunakan untuk mengidentifikasi               effectiveness of the criteria used to identify
       apakah telah terjadi peningkatan risiko kredit yang          whether there has been a significant increase in
       signifikan dan merevisinya jika perlu untuk                  credit risk and revises them as appropriate to
       memastikan bahwa kriteria tersebut mampu                     ensure that the criteria are capable of identifying
       mengidentifikasi peningkatan risiko kredit yang              significant increase in credit risk before the
       signifikan sebelum jumlahnya jatuh tempo.                    amount becomes past due.

       Definisi gagal bayar                                         Definition of default

       Perusahaan menganggap hal-hal berikut ini                    The Company considers the following as
       merupakan peristiwa gagal bayar untuk tujuan                 constituting an event of default for internal credit
       manajemen risiko kredit internal karena                      risk management purposes as historical
       pengalaman historis menunjukkan bahwa aset                   experience indicates that financial assets that
       keuangan yang memenuhi salah satu kriteria                   meet either of the following criteria are generally
       berikut umumnya tidak dapat dipulihkan:                      not recoverable:

       ·   ketika terdapat pelanggaran persyaratan                  ·   when there is a breach of financial covenants
           keuangan oleh debitur; atau                                  by the debtor; or.

       ·   Informasi yang dikembangkan secara internal              ·   Information developed internally or obtained
           atau diperoleh dari sumber eksternal                         from external sources indicates that the
           menunjukkan bahwa debitur kemungkinan                        debtor is unlikely to pay its creditors, including
           tidak akan membayar kreditornya, termasuk                    the Company, in full (without taking into
           Perusahaan,      secara   penuh     (tanpa                   account any collateral held by the Company).
           memperhitungkan jaminan yang dimiliki oleh
           Perusahaan).

       Terlepas dari analisis di atas, Perusahaan                   Irrespective of the above analysis, the Company
       menganggap bahwa gagal bayar telah terjadi                   considers that default has occurred when a
       ketika aset keuangan tertunggak lebih dari 90 hari           financial asset is more than 90 days past due
       kecuali jika Perusahaan memiliki informasi yang              unless the Company has reasonable and
       wajar dan terdukung untuk menunjukkan bahwa                  supportable information to demonstrate that a
       kriteria yang lebih panjang lebih tepat.                     more lagging default criterion is more appropriate.

       Aset keuangan memburuk                                       Credit-impaired financial assets

       Aset keuangan mengalami penurunan nilai kredit               A financial asset is credit-impaired when one or
       ketika satu atau lebih peristiwa yang memiliki               more events that have a detrimental impact on the
       dampak buruk pada estimasi arus kas masa                     estimated future cash flows of that financial asset
       depan dari aset keuangan tersebut telah terjadi.             have occurred. Evidence that a financial asset is
       Bukti bahwa aset keuangan mengalami                          credit-impaired includes observable data about
       penurunan nilai termasuk data yang dapat                     the following events:
       diobservasi tentang peristiwa berikut:

       ·   kesulitan keuangan signifikan yang dialami               ·   significant financial difficulty of the issuer or
           penerbit atau peminjam;                                      the borrower;

       ·   pelanggaran kontrak, seperti peristiwa gagal             ·   a breach of contract, such as a default or past
           bayar atau tunggakan;                                        due event;




                                                              232
Page 259
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                            PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                              NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                      FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                   DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

       ·   pihak pemberi pinjaman, untuk alasan                    ·   the lender(s) of the borrower, for economic or
           ekonomik atau kontraktual sehubungan                        contractual reasons relating to the borrower’s
           dengan kesulitan keuangan yang dialami                      financial difficulty, having granted to the
           pihak peminjam, telah memberikan konsesi                    borrower a concession(s) that the lender(s)
           pada pihak peminjam yang tidak mungkin                      would not otherwise consider;
           diberikan jika pihak peminjam tidak
           mengalami kesulitan tersebut;

       ·   terjadi kemungkinan bahwa pihak peminjam                ·   it is becoming probable that the borrower will
           akan dinyatakan pailit atau melakukan                       enter bankruptcy or other financial
           reorganisasi keuangan lainnya;                              reorganization;

       ·   hilangnya pasar aktif untuk aset keuangan itu           ·   the disappearance of an active market for that
           akibat kesulitan keuangan; atau                             financial asset because of financial
                                                                       difficulties; or

       ·   pembelian atau penerbitan aset keuangan                 ·   the purchase or origination of a financial
           dengan diskon sangat besar             yang                 asset at a deep discount that reflects the
           mencerminkan kerugian kredit yang terjadi.                  incurred credit losses.

       Kebijakan penghapusan                                       Write-off policy

       Perusahaan menghapuskan aset keuangan                       The Company writes off a financial asset when
       ketika ada informasi yang menunjukkan bahwa                 there is information indicating that the
       pihak lawan berada dalam kesulitan keuangan                 counterparty is in severe financial difficulty and
       yang buruk dan tidak ada prospek pemulihan                  there is no realistic prospect of recovery, e.g.
       yang realistis, contoh ketika pihak lawan dalam             when the counterparty has been placed under
       proses likuidasi atau telah memasuki proses                 liquidation or has entered into bankruptcy
       kebangkrutan,     atau    untuk    hal    piutang           proceedings, or in the case of financing
       pembiayaan, ketika jumlahnya sudah lebih dari               receivables, when the amounts are over 180 days
       180 hari tertunggak, mana yang terjadi lebih dulu.          past due, whichever occurs sooner. Financial
       Aset keuangan yang dihapuskan dapat                         assets written off may still be subject to
       menjadi subjek aktivitas paksaan dalam                      enforcement activities under the Company’s
       prosedur pemulihan Perusahaan, dengan                       recovery procedures, taking into account legal
       mempertimbangkan nasihat hukum yang sesuai.                 advice where appropriate. Any recoveries made
       Setiap pemulihan yang terjadi diakui dalam laba             are recognized in profit or loss.
       rugi.

       Pengukuran dan pengakuan atas kerugian kredit               Measurement and recognition of expected credit
       ekspektasian                                                losses

       Pengukuran kerugian kredit ekspektasian                     The measurement of expected credit losses is a
       merupakan fungsi dari probability of default, loss          function of the probability of default, loss given
       given default (yaitu besarnya kerugian jika terjadi         default (i.e. the magnitude of the loss if there is a
       gagal bayar) dan eksposur pada gagal bayar.                 default) and the exposure at default. The
       Penilaian probability of default dan loss given             assessment of the probability of default and loss
       default berdasarkan data           historis yang            given default is based on historical data adjusted
       disesuaikan dengan informasi masa depan                     by forward-looking information as described
       seperti dijelaskan di atas. Adapun eksposur atas            above. As for the exposure at default, for financial
       gagal bayar, untuk aset keuangan, diwakili oleh             assets, this is represented by the assets’ gross
       nilai tercatat bruto aset pada tanggal pelaporan;           carrying amount at the reporting date; for financial
       untuk kontrak jaminan keuangan, eksposur                    guarantee contracts, the exposure includes the
       mencakup jumlah yang ditarik pada tanggal                   amount drawn down as at the reporting date,
       pelaporan, ditambah dengan jumlah yang                      together with any additional amounts expected to
       diperkirakan akan ditarik di masa depan sebelum             be drawn down in the future by default date
       tanggal gagal bayar yang ditentukan berdasarkan             determined based on historical trend, the
       tren historis, pemahaman Perusahaan mengenai                Company’s understanding of the specific future
       kebutuhan pembiayaan masa depan yang                        financing needs of the debtors, and other relevant
       spesifik dari debiturnya, dan informasi perkiraan           forward-looking information.
       masa depan lainnya yang relevan.




                                                             233
Page 260
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                              PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                        FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                     DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

       Untuk     aset    keuangan,    kerugian    kredit             For financial assets, the expected credit loss is
       ekspektasian diestimasi sebagai selisih antara                estimated as the difference between all
       seluruh arus kas kontraktual yang jatuh tempo                 contractual cash flows that are due to the
       kepada Perusahaan sesuai dengan kontrak dan                   Company in accordance with the contract and all
       seluruh arus kas yang diekspektasi akan diterima              the cash flows that the Company expects to
       oleh Perusahaan, didiskontokan pada suku bunga                receive, discounted at the original effective
       efektif awal. Untuk piutang sewa, arus kas yang               interest rate. For a lease receivable, the cash
       digunakan untuk menentukan kerugian kredit                    flows used for determining the expected credit
       ekspektasian konsisten dengan arus kas yang                   losses is consistent with the cash flows used in
       digunakan dalam mengukur piutang sewa                         measuring the lease receivable in accordance
       berdasarkan PSAK 73.                                          with PSAK 73.

       Apabila kerugian kredit ekspektasian sepanjang                Where lifetime ECL is measured on a collective
       umur diukur secara kolektif untuk kasus dimana                basis to cater for cases where evidence of
       bukti kenaikan signifikan risiko kredit pada level            significant increases in credit risk at the individual
       instrumen invidual tidak tersedia, instrumen                  instrument level may not yet be available, the
       keuangan dikelompokkan dengan dasar sebagai                   financial instruments are grouped on the following
       berikut:                                                      basis:

       ·   Sifat instrumen keuangan (yaitu piutang lain-             ·   Nature of financial instruments (i.e. other
           lain, piutang sewa pembiayaan dan jumlah                      receivables, finance lease receivables and
           tagihan kepada pelanggan masing-masing                        amounts due from customers are each
           dinilai sebagai grup terpisah. Piutang pihak                  assessed as a separate group. Loans to
           berelasi yang dinilai untuk kerugian kredit                   related parties are assessed for expected
           ekspektasian atas dasar individual);                          credit losses on an individual basis);

       ·   Status jatuh tempo;                                       ·   Past-due status;

       ·   Sifat, besaran dan jenis industri debitur;                ·   Nature, size and industry of debtors;

       ·   Sifat  jaminan        untuk   piutang        sewa         ·   Nature of collaterals for finance lease
           pembiayaan; dan                                               receivables; and

       ·   Peringkat kredit eksternal jika tersedia.                 ·   External credit ratings where available.

       Pengelompokan ditelaah secara teratur oleh                    The grouping is regularly reviewed by
       manajemen untuk memastikan setiap kelompok                    management to ensure the constituents of each
       mempunyai karakteristik risiko yang sama.                     group continue to share similar credit risk
                                                                     characteristics.

       Jika Perusahaan telah mengukur cadangan                       If the Company has measured the loss allowance
       kerugian untuk instrumen keuangan sebesar ECL                 for a financial instrument at an amount equal to
       sepanjang umurnya pada periode pelaporan                      lifetime ECL in the previous reporting period, but
       sebelumnya, tetapi menentukan pada tanggal                    determines at the current reporting date that the
       pelaporan kini bahwa kondisi untuk ECL                        conditions for lifetime ECL are no longer met, the
       sepanjang umurnya tidak lagi terpenuhi,                       Company measures the loss allowance at an
       Perusahaan mengukur cadangan kerugian                         amount equal to 12-month ECL at the current
       sejumlah ECL 12 bulan pada tanggal pelaporan                  reporting date, except for assets for which the
       kini, kecuali untuk aset yang menggunakan                     simplified approach was used
       pendekatan yang disederhanakan.

       Perusahaan mengakui keuntungan atau kerugian                  The Company recognizes an impairment gain or
       penurunan nilai dalam laba rugi untuk semua                   loss in profit or loss for all financial instruments
       instrumen keuangan dengan penyesuaian terkait                 with a corresponding adjustment to their carrying
       ke jumlah tercatat melalui akun cadangan                      amount through a loss allowance account, except
       kerugian, kecuali untuk investasi pada instrumen              for investments in debt instruments that are
       utang yang diukur pada FVTOCI, dimana                         measured at FVTOCI, for which the loss
       penyisihan kerugian diakui dalam penghasilan                  allowance is recognized in other comprehensive
       komprehensif lain dan diakumulasi dalam                       income and accumulated in the investment
       cadangan revaluasi investasi, dan tidak                       revaluation reserve, and does not reduce the
       mengurangi nilai tercatat aset keuangan pada                  carrying amount of the financial asset in the
       laporan posisi keuangan.                                      statement of financial position.




                                                               234
Page 261
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                         PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                           NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                   FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

       Penghentian pengakuan aset keuangan                       Derecognition of financial assets

       Perusahaan menghentikan pengakuan aset                    The Company derecognizes a financial asset only
       keuangan jika dan hanya jika hak kontraktual atas         when the contractual rights to the cash flows from
       arus kas yang berasal dari aset keuangan                  the asset expire, or it transfers the financial asset
       berakhir, atau Perusahaan mentransfer aset                and substantially all the risks and rewards of
       keuangan dan secara substansial mentransfer               ownership of the asset to another entity. If the
       seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset          Company        neither transfers       nor    retains
       kepada entitas lain. Jika Perusahaan tidak                substantially all the risks and rewards of
       mentransfer serta tidak memiliki secara                   ownership and continues to control the
       substansial seluruh risiko dan manfaat                    transferred asset, the Company recognizes its
       kepemilikan serta masih mengendalikan asset               retained interest in the asset and an associated
       yang ditransfer, maka Perusahaan mengakui                 liability for amounts it may have to pay. If the
       keterlibatan berkelanjutan atas aset yang                 Company retains substantially all the risks and
       ditransfer dan liabilitas terkait sebesar jumlah          rewards of ownership of a transferred financial
       yang mungkin harus dibayar. Jika Perusahaan               asset, the Company continues to recognize the
       memiliki secara substansial seluruh risiko dan            financial asset and also recognizes a
       manfaat kepemilikan aset keuangan yang                    collateralized borrowing for the proceeds
       ditransfer, Perusahaan masih mengakui asset               received.
       keuangan dan juga mengakui pinjaman yang
       dijamin sebesar pinjaman yang diterima.

       Pada penghentian pengkuan aset keuangan yang              On derecognition of a financial asset measured at
       diukur pada biaya perolehan diamortisasi,                 amortized cost, the difference between the
       perbedaan antara nilai tercatat aset dan jumlah           asset’s carrying amount and the sum of the
       imbalan yang diterima dan piutang diakui dalam            consideration received and receivable is
       laba rugi. Selain itu, pada penghentian pengakuan         recognized in profit or loss. In addition, on
       investasi     dalam      instrumen   utang   yang         derecognition of an investment in a debt
       diklasifikasikan sebagai FVTOCI, keuntungan               instrument classified as at FVTOCI, the
       atau kerugian kumulatif yang sebelumnya                   cumulative gain or loss previously accumulated in
       diakumulasi dalam cadangan revaluasi investasi,           the investment revaluation reserve is reclassified
       direklasifikasi ke laba rugi. Sebaliknya, pada            to profit or loss. In contrast, on derecognition of an
       penghentian       pengakuan      investasi  dalam         investment in an equity instrument which the
       instrumen ekuitas yang telah dipilih Perusahaan           Company has elected on initial recognition to
       pada pengakuan awal untuk diukur di FVTOCI,               measure at FVTOCI, the cumulative gain or loss
       keuntungan atau kerugian kumulatif yang                   previously accumulated in the investment
       sebelumnya diakumulasi dalam cadangan                     revaluation reserve is not reclassified to profit or
       revaluasi investasi tidak direklasifikasi ke laba         loss, but is transferred to retained earnings.
       rugi, tetapi dipindahkan ke saldo laba.

       Liabilitas Keuangan dan Instrumen Ekuitas                 Financial Liabilities and Equity Instruments

       Klasifikasi sebagai liabilitias atau ekuitas              Classification as debt or equity

       Instrumen utang dan ekuitas yang diterbitkan oleh         Debt and equity instruments issued by the
       Perusahaan diklasifikasi sebagai liabilitas               Company are classified as financial liabilities or
       keuangan atau ekuitas sesuai dengan substansi             equity according to the substance of the
       perjanjian kontraktual dan definisi liabilitas            contractual arrangements entered into and the
       keuangan dan instrumen ekuitas.                           definitions of a financial liability and an equity
                                                                 instrument.

       Instrumen ekuitas                                         Equity instruments

       Instrumen ekuitas adalah setiap kontrak yang              An equity instrument is any contract that
       memberikan hak residual atas aset Perusahaan              evidences a residual interest in the assets of an
       setelah dikurangi dengan seluruh liabilitasnya.           entity after deducting all of its liabilities. Equity
       Instrumen ekuitas yang diterbitkan oleh                   instruments issued by the Company are recorded
       Perusahaan dicatat sebesar hasil penerimaan               at the proceeds received, net of direct issue costs.
       bersih setelah dikurangi biaya penerbitan
       langsung.




                                                           235
Page 262
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                             PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                               NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                       FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                    DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

       Liabilitas keuangan                                          Financial liabilities

       Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai                 Financial liabilities are classified as either financial
       FVTPL atau pada biaya perolehan diamortisasi.                liabilities “at FVTPL” or “at amortized cost”.

       Namun, liabilitas keuangan yang timbul ketika                However, financial liabilities that arise when a
       pengalihan aset keuangan tidak memenuhi syarat               transfer of a financial asset does not qualify for
       untuk penghentian pengakuan atau ketika                      derecognition or when the continuing involvement
       pendekatan        keterlibatan     berkelanjutan             approach applies, financial guarantee contracts
       diterapkan, kontrak jaminan keuangan yang                    issued by the Company, and commitments issued
       diterbitkan oleh Perusahaan, dan komitmen yang               by the Company to provide a loan at below-market
       diterbitkan oleh Perusahaan untuk memberikan                 interest rate are measured in accordance with the
       pinjaman dengan tingkat bunga di bawah pasar                 specific accounting policies set out below.
       diukur sesuai dengan kebijakan akuntansi spesifik
       yang diungkapkan di bawah ini.

       Liabilitas keuangan      pada    biaya   perolehan           Financial liabilities at amortized cost
       diamortisasi

       Liabilitas keuangan yang bukan merupakan                     Financial liabilities that are not 1) contingent
       1) imbalan kontinjen dari pihak pengakuisisi                 consideration of an acquirer in a business
       dalam kombinasi bisnis, 2) dimiliki untuk                    combination, 2) held-for-trading, or 3) designated
       diperdagangkan, atau 3) ditetapkan sebagai                   as at FVTPL, are subsequently measured at
       FVTPL, selanjutnya diukur pada biaya perolehan               amortized cost using the effective interest
       diamortisasi dengan menggunakan metode suku                  method.
       bunga efektif.

       Metode suku bunga efektif                                    Effective interest method

       Metode suku bunga efektif adalah metode yang                 The effective interest method is a method of
       digunakan untuk menghitung biaya perolehan                   calculating the amortized cost of a financial
       diamortisasi dari liabilitas keuangan dan metode             liability and of allocating interest expense over the
       untuk mengalokasikan biaya bunga selama                      relevant period. The effective interest rate is the
       periode yang relevan. Suku bunga efektif adalah              rate that exactly discounts estimated future cash
       suku bunga yang secara tepat mendiskontokan                  payments (including all fees and points paid or
       estimasi pembayaran kas masa depan (mencakup                 received that form an integral part of the effective
       seluruh komisi dan bentuk lain yang dibayarkan               interest rate, transaction costs and other
       dan diterima yang merupakan bagian yang tak                  premiums or discounts) through the expected life
       terpisahkan dari suku bunga efektif, biaya transaksi         of the financial liability, or (where appropriate) a
       dan premium dan diskonto lainnya) selama                     shorter period to the net carrying amount on initial
       perkiraan umur liabilitas keuangan, atau (jika lebih         recognition.
       tepat) digunakan periode yang lebih singkat untuk
       memperoleh nilai tercatat bersih pada saat
       pengakuan awal.

       Keuntungan dan kerugian kurs mata uang asing                 Foreign exchange gains and losses

       Untuk liabilitas keuangan dalam mata uang asing              For financial liabilities that are denominated in a
       dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi                 foreign currency and are measured at amortized
       pada setiap tanggal pelaporan, keuntungan atau               cost as at each reporting date, the foreign
       kerugian kurs mata uang asing ditentukan                     exchange gains and losses are determined based
       berdasarkan biaya perolehan diamortisasi dari                on the amortized cost of the instruments. These
       instrumen. Keuntungan atau kerugian kurs mata                foreign exchange gains and losses are
       uang asing diakui dalam laba rugi untuk liabilitas           recognized in profit or loss for financial liabilities
       keuangan yang tidak merupakan bagian dari                    that are not part of a designated hedging
       hubungan lindung nilai ditetapkan. Untuk yang                relationship. For those which are designated as a
       ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai untuk             hedging instrument for a hedge of foreign
       lindung nilai atas risiko mata uang asing,                   currency risk, foreign exchange gains and losses
       keuntungan dan kerugian selisih kurs diakui                  are recognized in other comprehensive income
       dalam penghasilan komprehensif lain dan                      and accumulated in a separate component of
       diakumulasikan dalam komponen ekuitas yang                   equity.
       terpisah.




                                                              236
Page 263
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                                    PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                      NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                              FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                           DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

        Nilai wajar liabilitas keuangan dalam mata uang                    The fair value of financial liabilities denominated
        asing ditentukan dalam mata uang asing tersebut                    in a foreign currency is determined in that foreign
        dan dijabarkan pada kurs yang berlaku pada akhir                   currency and translated at the spot rate at the end
        periode pelaporan. Untuk liabilitas keuangan yang                  of the reporting period. For financial liabilities that
        diukur pada FVTPL, komponen nilai tukar mata                       are measured as at FVTPL, the foreign exchange
        uang asing merupakan bagian dari keuntungan                        component forms part of the fair value gains or
        atau kerugian nilai wajar dan diakui dalam laba                    losses and is recognized in profit or loss for
        rugi untuk liabilitas keuangan yang tidak                          financial liabilities that are not part of a designated
        merupakan bagian dari hubungan lindung nilai                       hedging relationship.
        ditetapkan.

        Penghentian pengakuan liabilitas keuangan                          Derecognition of financial liabilities

        Perusahaan menghentikan pengakuan liabilitas                       The Company derecognizes financial liabilities
        keuangan, jika dan hanya jika, liabilitas                          when, and only when, the Company’s obligations
        Perusahaan telah dilepaskan, dibatalkan atau                       are discharged, cancelled or have expired. The
        kadaluarsa. Selisih antara jumlah tercatat liabilitas              difference between the carrying amount of the
        keuangan yang dihentikan pengakuannya dan                          financial     liability derecognized and the
        imbalan yang dibayarkan dan utang diakui dalam                     consideration paid and payable is recognized in
        laba rugi.                                                         profit or loss.

        Ketika Perusahaan bertukar dengan pemberi                          When the Company exchanges with the existing
        pinjaman, satu instrumen utang menjadi                             lender one debt instrument into another one with
        instrumen lain dengan persyaratan yang berbeda                     the substantially different terms, such exchange
        secara substansial, pertukaran tersebut dicatat                    is accounted for as an extinguishment of the
        sebagai penghapusan liabilitas keuangan orisinal                   original financial liability and the recognition of a
        dan pengakuan liabilitas keuangan baru.                            new financial liability. Similarly, the Company
        Demikian pula, Perusahaan memperhitungkan                          accounts for substantial modification of terms of
        modifikasi substansial dari ketentuan liabilitas                   an existing liability or part of it as an
        yang ada atau bagian dari liabilitas tersebut                      extinguishment of the original financial liability
        sebagai pelepasan liabilitas keuangan orisinal                     and the recognition of a new liability. It is assumed
        dan pengakuan liabilitas baru. Diasumsikan                         that the terms are substantially different if the
        bahwa       persyaratannya        berbeda     secara               discounted present value of the cash flows under
        substansial jika nilai kini arus kas yang didiskonto               the new terms, including any fees paid net of any
        berdasarkan persyaratan yang baru, termasuk                        fees received and discounted using the original
        setiap fee (imbalan) yang dibayarkan setelah                       effective rate is at least 10 per cent different from
        dikurangi setiap fee (imbalan) yang diterima dan                   the discounted present value of the remaining
        didiskonto menggunakan suku bunga efektif                          cash flows of the original financial liability. If the
        orisinal, berbeda sedikitnya 10% dari nilai kini sisa              modification is not substantial, the difference
        arus kas yang didiskonto yang berasal dari                         between: (1) the carrying amount of the liability
        liabilitas keuangan orisinal. Jika modifikasi tidak                before the modification; and (2) the present value
        substansial, maka perbedaan antara: (1) jumlah                     of the cash flows after modification is recognized
        tercatat liabilitas sebelum modifikasi; dan (2) nilai              in profit or loss as the modification gain or loss
        kini dari arus kas setelah modifikasi, diakui dalam                within other gains and losses.
        laba rugi sebagai keuntungan atau kerugian
        modifikasi dalam keuntungan dan kerugian
        lainnya.

   f.   Saling hapus antar Aset Keuangan dan                          f.   Netting of Financial Assets and Financial
        Liabilitas Keuangan                                                Liabilities

        Aset dan liabilitas keuangan Perusahaan saling                     Financial assets and liabilities are offset and the
        hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan                  net amount presented in the statements of
        posisi keuangan jika:                                              financial position when it:

        ·    memiliki hak yang dapat dipaksakan secara                     ·     has a legally enforceable right to set off the
             hukum untuk melakukan saling hapus atas                             recognized amounts; and
             jumlah yang telah diakui tersebut; dan
        ·    berintensi untuk menyelesaikan secara neto                    ·     intends either to settle on a net basis, or to
             atau untuk merealisasikan aset dan                                  realize the asset and settle the liability
             menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.                        simultaneously.




                                                                237
Page 264
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                                   PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                     NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                             FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                          DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

        Hak saling hapus harus ada pada saat ini dan                      A right to set-off must be available today rather
        tidak bersifat kontinjen atas terjadinya suatu                    than being contingent on a future event and must
        peristiwa di masa depan dan harus dieksekusi                      be exercizable by any of the counterparties, both
        oleh pihak lawan, baik dalam situasi bisnis normal                in the normal course of business and in the event
        dan dalam peristiwa gagal bayar, peristiwa                        of default, insolvency or bankruptcy.
        kepailitan atau kebangkrutan.

   g.   Instrumen Derivatif                                          g.   Derivative Instrument

        Perusahaan menggunakan instrumen keuangan                         The Company uses derivative financial
        derivatif untuk mengelola risiko suku bunga dan                   instruments to manage its exposure to interest
        nilai tukar mata uang asing.                                      rate and foreign exchange rate risk.

        Derivatif awalnya diakui pada nilai wajar pada                    Derivatives are initially recognized at fair value at
        tanggal kontrak dilakukan dan selanjutnya diukur                  the date the derivative contract are entered into
        kembali pada nilai wajar pada setiap akhir periode                and are subsequently remeasured to their fair
        pelaporan. Dampak keuntungan atau kerugian                        value at the end of each reporting date. The
        diakui segera di laba rugi kecuali jika derivatif                 resulting gain or loss is recognized in profit or loss
        ditetapkan dan efektif sebagai instrumen lindung                  immediately unless the derivative is designated
        nilai di mana saat pengakuan di laba rugi                         and effective as hedging instrument in which
        bergantung pada sifat dari hubungan lindung nilai.                event the timing of the recognition in profit or loss
                                                                          depends on the nature of the hedge relationship.

        Derivatif dengan nilai wajar positif diakui sebagai               A derivative with a positive fair value is recognized
        aset keuangan sedangkan derivatif dengan nilai                    as a financial asset whereas a derivative with a
        wajar negatif diakui sebagai liabilitas keuangan.                 negative fair value is recognized as a financial
        Derivatif tidak saling hapus dalam laporan                        liability. Derivatives are not offset in the financial
        keuangan kecuali Perusahaan memiliki hak yang                     statements unless the Company has both a
        memiliki kekuatan hukum dan intensi untuk saling                  legally enforceable right and intention to offset.
        hapus.

        Akuntansi lindung nilai                                           Hedge Accounting

        Perusahaan menetapkan instrumen lindung nilai                     The Company designates certain hedging
        tertentu, termasuk derivatif lindung nilai atas arus              instruments, which include derivatives cash flow
        kas.                                                              hedges.

        Pada saat dimulainya hubungan lindung nilai,                      At the inception of the hedge relationship, the
        Perusahaan mendokumentasi hubungan antara                         Company documents the relationship between
        instrumen lindung nilai dan item yang dilindung                   the hedging instrument and the hedged item,
        nilai, bersama dengan tujuan manajemen risiko                     along with its risk management objectives and its
        dan strategi pelaksanaan lindung nilai.                           strategy for undertaking various hedge
        Selanjutnya, pada saat dimulainya lindung nilai                   transactions. Furthermore, at the inception of the
        dan       secara      berkelanjutan,   Perusahaan                 hedge and on an ongoing basis, the Company
        mendokumentasikan apakah instrumen lindung                        documents whether the hedging instrument is
        nilai sangat efektif dalam rangka saling hapus                    highly effective in offsetting changes in cash flows
        perubahan dalam perubahan arus kas dari item                      of the hedged item attributable to the hedged risk.
        yang dilindung nilai yang dapat diatribusikan pada
        risiko lindung nilai.

        Catatan 30 menetapkan rincian dari nilai wajar                    Note 30 sets out details of the fair values of the
        instrumen derivatif yang digunakan untuk tujuan                   derivative instruments used for hedging purposes.
        lindung nilai.

        Lindung Nilai atas Arus Kas                                       Cash flow hedge

        Bagian efektif dari perubahan nilai wajar derivatif               The effective portion of changes in the fair value
        yang ditentukan dan memenuhi kualifikasi                          of derivatives that are designated and qualify as
        sebagai lindung nilai arus kas diakui pada                        cash flow hedges is recognized in other
        penghasilan komprehensif lain. Keuntungan atau                    comprehensive income. The gain or loss relating
        kerugian yang terkait dengan bagian yang tidak                    to the ineffective portion is recognized
        efektif langsung diakui dalam laba rugi, dan                      immediately in profit or loss, and is included in the
        termasuk dalam beban bunga dan pembiayaan.                        'interest and financing charges' line item.




                                                               238
Page 265
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                                  PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                    NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                            FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                         DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

        Jumlah yang sebelumnya diakui sebagai                            Amounts previously recognized in other
        penghasilan komprehensif lain dan terakumulasi                   comprehensive income and accumulated in
        dalam ekuitas direklasifikasi ke laba rugi pada                  equity are reclassified to profit or loss in the
        periode ketika item yang dilindung nilai diakui                  periods when the hedged item is recognized in
        dalam laba rugi, di pos yang sama dari laporan                   profit or loss, in the same line of the statements of
        laba rugi dan penghasilan komprehensif lain                      profit or loss and other comprehensive income as
        sebagai item lindung nilai yang diakui. Namun,                   the recognized hedged item. However, when the
        ketika suatu lindung nilai atas prakiraan transaksi              hedged forecast transaction results in the
        menimbulkan pengakuan aset non-keuangan                          recognition of a non-financial asset or a non-
        atau liabilitas non-keuangan, keuntungan dan                     financial liability, the gains and losses previously
        kerugian yang sebelumnya diakui sebagai                          recognized in other comprehensive income and
        penghasilan komprehensif lain dan terakumulasi                   accumulated in equity are transferred from equity
        di ekuitas dipindahkan dari ekuitas dan                          and included in the initial measurement of the cost
        dimasukkan dalam pengukuran awal biaya                           of the non-financial asset or non-financial liability.
        perolehan aset non-keuangan atau liabilitas non-
        keuangan.

        Perusahaan menghentikan akuntansi lindung nilai                  The Company discontinues hedge accounting
        hanya jika hubungan lindung nilai (atau bagian                   only when the hedging relationship (or a part
        darinya) tidak lagi memenuhi kriteria kualifikasi                thereof) ceases to meet the qualifying criteria
        (setelah penyeimbangan kembali, jika berlaku).                   (after rebalancing, if applicable). This includes
        Ini termasuk contoh ketika instrumen lindung nilai               instances when the hedging instrument expires or
        kadaluwarsa atau dijual, dihentikan atau                         is sold, terminated or exercised. The
        dilaksanakan.     Penghentian     diperhitungkan                 discontinuation is accounted for prospectively.
        secara prospektif. Keuntungan atau kerugian                      Any gain or loss recognized in other
        yang diakui dalam penghasilan komprehensif lain                  comprehensive income and accumulated in
        dan diakumulasi dalam ekuitas pada saat itu tetap                equity at that time remains in equity and is
        berada dalam ekuitas dan diakui pada saat                        recognized when the forecast transaction is
        prakiraan transaksi akhirnya diakui dalam laba                   ultimately recognized in profit or loss. When a
        rugi. Ketika prakiraan transaksi tidak lagi                      forecast transaction is no longer expected to
        diharapkan terjadi, keuntungan atau kerugian                     occur, the gain or loss accumulated in equity is
        yang diakumulasi dalam ekuitas segera diakui                     recognized immediately in profit or loss.
        dalam laba rugi.

   h.   Piutang Pembiayaan                                          h.   Financing Receivables

        Pembiayaan konsumen                                              Consumer financing

        Piutang pembiayaan disajikan dalam nilai bersih                  Financing receivables are presented net of
        setelah     dikurangi       bagian  pendapatan                   unearned financing income and allowance for
        pembiayaan yang belum diakui dan cadangan                        credit losses. (see Note 3e)
        kerugian kredit. (lihat Catatan 3e)

        Pembiayaan Murabahah                                             Murabahah financing

        Murabahah adalah akad jual beli barang dengan                    Murabahah is goods sell-buy contract with selling
        harga jual sebesar biaya perolehan ditambah                      price amounting to acquisition cost plus agreed
        keuntungan yang disepakati dan Perusahaan                        margin, and the Company must disclose the
        harus mengungkapkan biaya perolehan barang                       acquisition cost to consumer. When the
        tersebut kepada konsumen. Pada saat akad                         murabahah contract is signed, murabahah
        murabahah ditandatangani/disepakati, piutang                     financing receivables are recognized at
        pembiayaan murabahah diakui sebesar biaya                        acquisition cost plus agreed margin. Murabahah
        perolehan ditambah keuntungan (margin yang                       margin is recognized over the year of the contract
        disepakati). Keuntungan murabahah diakui                         based on margin of the murabahah financing
        selama tahun akad berdasarkan margin dari                        receivables. Substantially, murabahah contract is
        piutang     pembiayaan   murabahah.       Akad                   a financing transaction, so that margin recognition
        murabahah secara substansi merupakan suatu                       is based on standards which regulate financing
        pembiayaan, sehingga pengakuan margin                            transaction, as mentioned in Note 3e.
        dilakukan berdasarkan standar yang mengatur
        pembiayaan, seperti yang disebutkan di
        Catatan 3e.




                                                              239
Page 266
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                                        PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                          NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                                  FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                               DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

        Pembiayaan Ijarah Muntahiyah Bittamlik (IMBT)                          Ijarah Muntahiyah Bittamlik (IMBT) financing

        IMBT adalah transaksi pembiayaan kembali                               IMBT is refinancing transaction that used
        dengan menggunakan motor bekas sebagai                                 secondhand       motorcycle     as    collateral.
        jaminan. Secara substansi transaksi ini merupakan                      Substantially, this transaction is a financing
        suatu pembiayaan, sehingga perlakuan akuntansi                         transaction, hence the accounting treatment of
        atas transaksi ini dilakukan berdasarkan standar                       this transaction is based on standard which
        yang mengatur pembiayaan seperti disebutkan                            regulate financing transaction, as mentioned in
        dalam Catatan 3e.                                                      Note 3e.

        Piutang Pembiayaan dari Jaminan                                        Financing Receivable from Collateral

        Piutang pembiayaan dari jaminan dinyatakan                             Financing receivable from collateral are stated at
        sebesar nilai tercatat dikurangi cadangan                              carrying amount net allowance for impairment
        penurunan nilai. Beban yang berhubungan                                losses. Expenses related to the financing
        dengan piutang pembiayaan dari jaminan dan                             receivable from collateral assets and its
        pemeliharaannya akan dibebankan pada laba rugi                         maintenance are charged to profit or loss as
        pada saat terjadinya. Pada saat akhir periode,                         incurred. At the end of the period, financing
        piutang pembiayaan dari jaminan akan direviu                           receivable from collateral are reviewed for any
        apabila terdapat penurunan nilai. Pada saat                            impairment in amount. When the financing
        piutang pembiayaan dari jaminan diselesaikan                           receivable from collateral are settled by customer,
        oleh konsumen, nilai tercatatnya akan dikeluarkan                      their carrying amounts are removed from the
        dan keuntungan atau kerugian akan dikreditkan                          accounts and any resulting gains or losses are
        atau dibebankan pada laba rugi.                                        credited or charged to profit or loss.

   i.   Biaya Dibayar Dimuka                                              i.   Prepaid Expenses

        Biaya dibayar dimuka diamortisasi selama                               Prepaid expenses are amortized over their
        manfaat   masing-masing      biaya dengan                              beneficial periods using the straight-line method.
        menggunakan metode garis lurus.

   j.   Aset Tetap                                                        j.   Property and Equipment

        Aset tetap dicatat berdasarkan biaya perolehan,                        Property and equipment are stated at cost, less
        dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi                           accumulated depreciation and any accumulated
        kerugian penurunan nilai.                                              impairment losses.

        Penyusutan diakui dengan metode garis lurus                            Depreciation is recognized using straight line
        setelah    memperhitungkan    nilai   residu                           method so as to write-off the cost of assets less
        berdasarkan taksiran masa manfaat aset tetap                           residual values with estimated useful lives of the
        sebagai berikut:                                                       assets are as follows:

                                                            Tahun/Years

        Bangunan                                                   20             Building
        Prasarana gedung                                           4              Leasehold improvement
        Perangkat kantor dan perabotan                            4-8             Office furniture, fixture and equipment
        Kendaraan                                                 4-8             Vehicles

        Masa manfaat ekonomis, nilai residu dan metode                         The estimated useful lives, residual values and
        penyusutan dikaji ulang setiap akhir tahun dan                         depreciation method are reviewed at each year
        pengaruh dari setiap perubahan estimasi                                end, with the effect of any changes in estimate
        tersebut berlaku prospektif.                                           accounted for on a prospective basis.

        Tanah dinyatakan berdasarkan biaya perolehan                           Land is stated at cost and is not depreciated.
        dan tidak disusutkan.

        Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan                            The cost of maintenance and repairs is charged to
        pada laba rugi pada saat terjadinya. Biaya-biaya                       profit or loss as incurred. Other costs incurred
        lain yang terjadi selanjutnya yang timbul untuk                        subsequently to add to, replace part of, or service
        menambah, mengganti atau memperbaiki aset                              an item of property and equipment, are
        tetap dicatat sebagai biaya perolehan aset jika                        recognized as asset if, and only if, it is probable
        dan hanya jika besar kemungkinan manfaat                               that future economic benefits associated with the
        ekonomis di masa depan berkenaan dengan                                item will flow to the entity and the cost of the item
        aset tersebut akan mengalir ke entitas dan biaya                       can be measured reliably.
        perolehan aset dapat diukur secara andal.




                                                            240
Page 267
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                                  PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                    NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                            FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                         DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

        Aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat                     An item of property and equipment is
        pelepasan atau ketika tidak ada manfaat                          derecognized upon disposal or when no future
        ekonomik masa depan yang diharapkan timbul                       economic benefits are expected to arise from the
        dari penggunaan aset secara berkelanjutan.                       continued use of the asset. Any gain or loss
        Keuntungan atau kerugian yang timbul dari                        arising on the disposal or retirement of an item of
        pelepasan atau penghentian pengakuan suatu                       property and equipment is determined as the
        aset tetap ditentukan sebagai selisih antara hasil               difference between the sales proceeds and the
        penjualan dan nilai tercatat aset dan diakui dalam               carrying amount of the asset and is recognized in
        laba rugi.                                                       profit or loss.

        Properti dalam proses kontruksi (“aset dalam                     Properties in the course of construction
        penyelesaian”)      untuk    tujuan     produksi,                (“construction in progress”) for production, supply
        persediaan atau administrasi, atau tujuan yang                   or administrative purposes, or for purposes not yet
        belum ditentukan, dicatat sebesar harga                          determined, are carried at cost, less any
        perolehan, dikurangi kerugian penurunan nilai                    recognized impairment loss. Cost includes
        yang diakui. Biaya perolehan termasuk biaya                      professional fees and, for qualifying assets,
        profesional dan untuk aset kualifikasian, biaya                  borrowing costs capitalized in accordance with the
        pinjaman yang dikapitalisasi sesuai dengan                       Company’s accounting policy. Depreciation of
        kebijakan akuntansi Perusahaan. Penyusutan                       these assets, on the same basis as other property
        aset ini, dengan dasar yang sama seperti aset                    assets, commences when the assets are ready for
        properti lainnya, dimulai saat aset tersebut siap                their intended use.
        untuk digunakan sesuai dengan tujuannya.

   k.   Aset tak Berwujud                                           k.   Intangible Assets

        Aset tak berwujud Perusahaan adalah perangkat                    The Company’s intangible assets are computer
        lunak komputer, yang dicatat sebesar biaya                       software, which reported at cost less accumulated
        perolehan dikurangi akumulasi amortisasi dan                     amortization and accumulated impairment losses,
        akumulasi kerugian penurunan nilai, jika ada.                    if any.

        Pengeluaran selanjutnya atas perangkat lunak                     Subsequent expenditure on computer software
        komputer diakui sebagai aset jika, dan hanya                     assets are recognized as asset if, and only if, it is
        jika, kemungkinan besar manfaat ekonomi masa                     probable that future economic benefits associated
        depan yang terkait dengan item tersebut akan                     with the item will flow to the entity and the cost of
        mengalir ke entitas dan biaya tersebut dapat                     the item can be measured reliably. All other
        diukur secara andal. Semua pengeluaran lainnya                   expenditures are charged to profit or loss as
        dibebankan ke laba rugi pada saat terjadinya.                    incurred as incurred.

        Aset tak berwujud diamortisasi dengan dasar                      Intangible assets are amortized on a straight-line
        garis lurus selama estimasi umur manfaat 4                       basis over their estimated useful lives of 4 years.
        tahun.

        Estimasi umur manfaat dan metode amortisasi                      The estimated useful lives and amortization
        ditelaah pada setiap akhir periode pelaporan                     method are reviewed at the end of each annual
        tahunan, dengan dampak perubahan estimasi                        reporting period, with the effect of any changes in
        dicatat secara prospektif.                                       estimate being accounted for on a prospective
                                                                         basis.

        Suatu     aset     takberwujud         dihentikan                An intangible asset is derecognized on disposal,
        pengakuannya saat pelepasan, atau ketika tidak                   or when no future economic benefits are expected
        terdapat ekspektasi manfaat ekonomi masa                         from use or disposal. Gains or losses arising from
        depan dari penggunaan atau pelepasan.                            derecognition of an intangible asset, measured as
        Keuntungan atau kerugian yang timbul dari                        the difference between the net disposal proceeds
        penghentian pengakuan aset takberwujud,                          and the carrying amount of the asset, are
        diukur sebagai perbedaan antara hasil                            recognized in profit or loss when the asset is
        pelepasan bersih dan nilai tercatat aset, diakui di              derecognized.
        laba rugii ketika aset tersebut dihentikan
        pengakuannya.




                                                              241
Page 268
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                                PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                  NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                          FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                       DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

   l.   Penurunan Nilai Aset Non Keuangan                          l.   Impairment of Non-Financial Assets

        Pada     setiap  akhir   periode   pelaporan,                   At the end of each reporting date, the Company
        Perusahaan menelaah nilai tercatat aset non-                    reviews the carrying amount of non-financial
        keuangan untuk menentukan apakah terdapat                       assets to determine whether there is any
        indikasi bahwa aset tersebut telah mengalami                    indication that those assets have suffered an
        penurunan nilai.                                                impairment loss.

        Jika terdapat indikasi tersebut, jumlah                         If any such indication exists, the recoverable
        terpulihkan   dari     aset   diestimasi untuk                  amount of the asset is estimated in order to
        menentukan tingkat kerugian penurunan nilai                     determine the extent of the impairment loss (if
        (jika ada). Bila tidak memungkinkan untuk                       any). When it is not possible to estimate the
        mengestimasi jumlah terpulihkan atas suatu aset                 recoverable amount of an individual asset, the
        individual, Perusahaan mengestimasi jumlah                      Company estimates the recoverable amount of
        terpulihkan dari unit penghasil kas atas aset.                  the cash generating unit to which the asset
                                                                        belongs.

        Jumlah terpulihkan adalah nilai tertinggi antara                Recoverable amount is the higher of fair value
        nilai wajar dikurangi biaya pelepasan dan nilai                 less cost to sell and value in use. In assessing
        pakai. Dalam menilai nilai pakainya, estimasi                   value in use, the estimated future cash flows are
        arus kas masa depan didiskontokan ke nilai kini                 discounted to their present value using a pre-tax
        menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak                      discount rate that reflects current market
        yang menggambarkan penilaian pasar kini dari                    assessments of the time value of money and the
        nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset                  risks specific to the asset for which the estimates
        dengan estimasi arus kas masa depan belum                       of future cash flows have not been adjusted.
        disesuaikan.

        Jika nilai terpulihkan dari aset non-keuangan                   If the recoverable amount of a non-financial asset
        (unit penghasil kas) lebih kecil dari nilai                     (cash generating unit) is less than its carrying
        tercatatnya, nilai tercatat aset (unit penghasil                amount, the carrying amount of the asset (cash
        kas) tersebut diturunkan ke nilai terpulihkanya                 generating unit) is reduced to its recoverable
        dan kerugian dari penurunan nilai diakui segera                 amount and an impairment loss is recognized
        di laba rugi.                                                   immediately in profit or loss.

        Ketika penurunan nilai selanjutnya dibalik,                     When an impairment loss subsequently reverses,
        jumlah tercatat aset (atau unit penghasil kas)                  the carrying amount of the asset (or a cash-
        ditingkatkan ke estimasi yang direvisi dari jumlah              generating unit) is increased to the revised
        terpulihkannya, namun kenaikan jumlah tercatat                  estimate of its recoverable amount, but so that the
        tidak boleh melebihi jumlah tercatat ketika                     increased carrying amount does not exceed the
        kerugian penurunan nilai tidak diakui untuk aset                carrying amount that would have been determined
        (atau unit penghasil kas) pada tahun-tahun                      had no impairment loss been recognized for the
        sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan nilai                     asset (or cash-generating unit) in prior years.
        diakui segera dalam laba rugi.                                  A reversal of an impairment loss is recognized
                                                                        immediately in profit or loss.

        Kebijakan akuntansi untuk penurunan nilai aset                  Accounting policy for impairment of financial
        keuangan dijelaskan dalam Catatan 3e.                           assets is discussed in Note 3e.

   m. Obligasi yang Diterbitkan                                    m. Bonds Issued

        Obligasi yang diterbitkan diklasifikasikan dalam                Bonds issued are classified as financial liabilities
        kategori liabilitas keuangan diukur pada biaya                  at amortized costs.
        perolehan diamortisasi.

        Pengakuan, pengukuran awal, pengukuran                          Recognition, initial measurement, subsequent
        setelah pengakuan awal, penentuan nilai wajar                   measurement, fair value and derecognition of
        dan penghentian pengakuan surat berharga                        debt securities issued are discussed in Note 3e.
        utang yang diterbitkan mengacu pada
        Catatan 3e.




                                                             242
Page 269
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                                 PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                   NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                           FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                        DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

        Biaya emisi obligasi langsung dikurangkan dari                  Bonds issuance costs are directly deducted from
        hasil emisi dalam rangka menentukan hasil emisi                 the proceeds of the issuance to determine the net
        neto obligasi tersebut. Selisih antara hasil emisi              proceds of the bonds transaction. The difference
        neto dengan nilai nominal merupakan atribusi                    between the net proceeds and nominal value
        langsung biaya transaksi, diskonto atau premium                 represents directly attributable transaction costs,
        yang diamortisasi selama jangka waktu obligasi                  discount or premium which are being amortized
        dengan metode suku bunga efektif. Jika terjadi                  during the period using effective interest rate.
        pembelian kembali, selisih antara harga                         In case of early redemption, the difference
        pembelian kembali obligasi tersebut dengan                      between the redemption price and the carrying
        jumlah tercatat obligasi diakui sebagai                         amount of Bonds is recognized as profit or loss
        keuntungan atau kerugian pada tahun berjalan.                   during in the year.

   n.   Pengakuan Pendapatan dan Beban                             n.   Revenue and Expense Recognition

        Pengakuan pendapatan dan beban bunga diakui                     Interest revenue and expenses are recognized
        menggunakan metode suku bunga efektif,                          using effective interest method as described in
        seperti dijelaskan dalam Catatan 3e.                            Notes 3e.

        Pendapatan dan beban lainnya                                    Other income and expenses

        Pendapatan pembiayaan jasa administrasi yang                    Administrative financing fees income that are not
        tidak dapat diatribusikan secara langsung atas                  directly attributable to finance leases, consumer
        transaksi sewa pembiayaan dan pembiayaan                        financing and provision fees from finance lease
        konsumen serta pendapatan provisi dari sewa                     transactions are recorded as other income in profit
        pembiayaan dibukukan sebagai pendapatan                         or loss and recognized when incurred. Revenue
        lain-lain pada laba rugi dan diakui pada saat                   from late charges and early termination are
        terjadinya. Pendapatan denda keterlambatan                      recognized when received.
        dan penghentian kontrak diakui pada saat
        diterima.

        Beban lainnya diakui pada saat terjadinya.                      Other expenses are recognized when incurred.

   o.   Imbalan Pasca Kerja                                        o.   Post-employment Benefits

        Perusahaan memberikan imbalan pasca kerja                       The Company provides post-employment benefits
        imbalan pasti untuk karyawan sesuai dengan                      in accordance with Job Creation Law No. 11/2020
        Undang Undang Cipta Kerja No. 11/2020 dan PP                    and PP No. 35/2021. No funding has been made
        No. 35/2021. Tidak terdapat pendanaan yang                      for this defined benefit plan.
        dibuat untuk program imbalan pasti ini.

        Biaya penyediaan imbalan ditentukan dengan                      The cost of providing benefits is determined using
        menggunakan metode projected unit credit                        the projected unit credit method, with actuarial
        dengan penilaian aktuaria yang dilakukan pada                   valuations being carried out at the end of each
        setiap akhir periode pelaporan tahunan.                         annual reporting period. Remeasurement,
        Pengukuran kembali, terdiri dari keuntungan dan                 comprising actuarial gains and losses, is reflected
        kerugian aktuarial, yang tercermin langsung                     immediately in the statement of financial position
        dalam laporan posisi keuangan yang dibebankan                   with a charge or credit recognized in other
        atau     dikreditkan      dalam      penghasilan                comprehensive income in the period in which they
        komprehensif      lain     periode     terjadinya.              occur. Remeasurement recognized in other
        Pengukuran kembali diakui dalam penghasilan                     comprehensive income is reflected as a separate
        komprehensif lain tercermin sebagai pos terpisah                item under other comprehensive income in equity
        pada penghasilan komprehensif lain di ekuitas                   and will not be reclassified to profit or loss. Past
        dan tidak akan direklasifikasi ke laba rugi. Biaya              service cost is recognized in profit or loss in the
        jasa lalu diakui dalam laba rugi pada periode                   period of a plan amendment. Net interest is
        amandemen program. Bunga neto dihitung                          calculated by applying the discount rate at the
        dengan mengalikan tingkat diskonto pada awal                    beginning of the period to the net defined benefit
        periode imbalan pasti dengan liabilitas atau aset               liability. Defined benefit costs are categorized as
        imbalan pasti neto. Biaya imbalan pasti                         follows:
        dikategorikan sebagai berikut:

        ·   Biaya jasa (termasuk biaya jasa kini, biaya                 ·   Service cost (including current service cost,
            jasa lalu serta keuntungan dan kerugian                         past service cost, as well as gains and losses
            kurtailmen dan penyelesaian).                                   on curtailments and settlements).
        ·   Beban atau pendapatan bunga neto.                           ·   Net interest expense or income.
        ·   Pengukuran kembali.                                         ·   Remeasurement.




                                                             243
Page 270
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                                  PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                    NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                            FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                         DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

        Perusahaan menyajikan dua komponen pertama                       The Company presents the first two components
        dari biaya imbalan pasti di laba rugi. Keuntungan                of defined benefit costs in profit or loss.
        dan kerugian kurtailmen dicatat sebagai biaya                    Curtailment gains and losses are accounted for as
        jasa lalu.                                                       past service costs.

   p.   Provisi                                                     p.   Provisions

        Provisi diakui ketika Perusahaan memiliki                        Provisions are recognized when the Company
        kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun                       has a present obligation (legal or constructive) as
        bersifat konstruktif) sebagai akibat peristiwa                   a result of a past event, it is probable that the
        masa lalu, kemungkinan besar Perusahaan                          Company will be required to settle the obligation,
        diharuskan menyelesaikan kewajiban dan                           and a reliable estimate can be made of the
        estimasi yang andal mengenai jumlah kewajiban                    amount of the obligation.
        tersebut dapat dibuat.

        Jumlah yang diakui sebagai provisi adalah hasil                  The amount recognized as a provision is the best
        estimasi terbaik pengeluaran yang diperlukan                     estimate of the consideration required to settle the
        untuk menyelesaikan kewajiban kini pada akhir                    present obligation at the end of the reporting
        periode pelaporan, dengan mempertimbangkan                       period, taking into account the risks and
        risiko dan ketidakpastian yang meliputi                          uncertainties surrounding the obligation. Where a
        kewajibannya. Apabila suatu provisi diukur                       provision is measured using the cash flows
        menggunakan arus kas yang diperkirakan untuk                     estimated to settle the present obligation, its
        menyelesaikan kewajiban kini, maka nilai                         carrying amount is the present value of those cash
        tercatatnya adalah nilai kini dari arus kas.                     flows.

        Ketika beberapa atau seluruh manfaat ekonomi                     When some or all of the economic benefits
        untuk penyelesaian provisi yang diharapkan                       required to settle a provision are expected to be
        dapat dipulihkan dari pihak ketiga, piutang diakui               recovered from a third party, a receivable is
        sebagai aset apabila terdapat kepastian bahwa                    recognized as an asset if it is virtually certain that
        penggantian akan diterima dan jumlah piutang                     reimbursement will be received and the amount of
        dapat diukur secara andal.                                       the receivable can be measured reliably.

   q.   Biaya pinjaman                                              q.   Borrowing Costs

        Biaya pinjaman yang dapat diatribusikan secara                   Borrowing costs directly attributable to the
        langsung dengan perolehan, konstruksi atau                       acquisition, construction or production of
        pembuatan aset kualifikasian, yaitu aset yang                    qualifying assets, which are assets that
        membutuhkan waktu yang cukup lama agar siap                      necessarily take a substantial period of time to get
        untuk digunakan atau dijual, ditambahkan pada                    ready for their intended use or sale, are added to
        biaya perolehan aset tersebut, sampai dengan                     the cost of those assets, until such time as the
        saat aset secara substansial siap untuk                          assets are substantially ready for their intended
        digunakan atau dijual.                                           use or sale.

        Ketika pinjaman dengan suku bunga variabel                       To the extent that variable rate borrowings are
        digunakan untuk membiayai aset kualifikasian                     used to finance a qualifying asset and are hedged
        dan dilindung nilai dengan lindung nilai arus kas                in an effective cash flow hedge of interest rate risk,
        yang efektif dari risiko suku bunga, bagian efektif              the effective portion of the derivative is recognized
        dari derivatif tersebut diakui dalam penghasilan                 in other comprehensive income and reclassified to
        komprehensif lain dan direklasifikasi ke laba rugi               profit or loss when the qualifying asset impacts
        ketika aset kualifikasian berdampak pada laba                    profit or loss. To the extent that fixed rate
        rugi. Ketika suku bunga pinjaman tetap                           borrowings are used to finance a qualifying asset
        digunakan untuk membiayai aset kualifikasian                     and are hedged in an effective fair value hedge of
        dan nilai wajarnya dilindung nilai secara efektif                interest rate risk, the capitalized borrowing costs
        dari risiko suku bunga, biaya pinjaman yang                      reflect the hedged interest rate.
        dikapitalisasi mencerminkan tingkat bunga yang
        dilindung nilai.

        Penghasilan investasi diperoleh atas investasi                   Investment income earned on the temporary
        sementara dari pinjaman spesifik yang belum                      investment of specific borrowings pending their
        digunakan untuk pengeluaran aset kualifikasian                   expenditure on qualifying assets is deducted from
        dikurangi dari biaya pinjaman yang dikapitalisasi.               the borrowing costs eligible for capitalization. All
        Semua biaya pinjaman lainnya diakui dalam laba                   other borrowing costs are recognized in profit or
        rugi pada periode terjadinya.                                    loss in the period in which they are incurred.




                                                              244
Page 271
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                               PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                 NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                         FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                      DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

   r.   Pajak Penghasilan                                        r.   Income Tax

        Beban pajak penghasilan merupakan jumlah                      Income tax expense represents the sum of the tax
        pajak kini terutang dan pajak tangguhan.                      currently payable and deferred tax.

        Pajak kini terutang berdasarkan laba kena pajak               The tax currently payable is based on taxable
        untuk suatu tahun. Laba kena pajak berbeda dari               profit for the year. Taxable profit differs from net
        laba sebelum pajak seperti yang dilaporkan di                 profit as reported in profit or loss because it
        laba rugi karena tidak memperhitungkan                        excludes items of income or expense that are
        penghasilan atau beban yang dikenakan pajak                   taxable or deductible in other years and it further
        atau dikurangkan pada tahun berbeda dan tidak                 excludes items that are never taxable or
        memperhitungkan pos-pos yang tidak pernah                     deductible. The Company’s liability for current tax
        dikenakan pajak atau tidak dapat dikurangkan.                 is calculated using tax rates that have been
        Liabilitas Perusahaan untuk pajak kini dihitung               enacted or substantively enacted by the end of the
        berdasarkan tarif pajak yang telah berlaku pada               reporting period.
        akhir periode peiaporan.

        Provisi diakui untuk penentuan pajak yang tidak               A provision is recognized for those matters for
        pasti, tetapi kemungkinan besar            akan               which the tax determination is uncertain but it is
        mengangkibatkan arus keluar dana kepada                       considered probable that there will be a future
        otoritas pajak. Provisi diukur sebesar estimasi               outflow of funds to a tax authority. The provisions
        terbaik atas jumlah ekspektasian yang terutang.               are measured at the best estimate of the amount
        Penilaian berdasarkan pada pertimbangan                       expected to become payable. The assessment is
        professional pajak dalam Perusahaan yang                      based on the judgement of tax professionals
        didukung dengan pengalaman lalu atas aktivitas                within the Company’s supported by previous
        tersebut dan dalam kasus tertentu berdasarkan                 experience in respect of such activities and in
        saran pakar pajak independen.                                 certain cases based on specialist independent tax
                                                                      advice.

        Pajak tangguhan diakui atas perbedaan                         Deferred tax is recognized on temporary
        temporer antara jumlah tercatat aset dan                      differences between the carrying amounts of
        liabilitas dalam laporan keuangan dengan dasar                assets and liabilities in the financial statements
        pengenaan pajak yang digunakan dalam                          and the corresponding tax bases used in the
        perhitungan laba kena pajak. Liabilitas pajak                 computation of taxable profit. Deferred tax
        tangguhan umumnya diakui untuk seluruh                        liabilities are generally recognized for all taxable
        perbedaan temporer kena pajak. Aset pajak                     temporary differences. Deferred tax assets are
        tangguhan umumnya diakui untuk seluruh                        generally recognized for all deductible temporary
        perbedaan temporer yang dapat dikurangkan                     differences to the extent that is probable that
        sepanjang kemungkinan besar bahwa laba kena                   taxable profits will be available against which
        pajak akan tersedia sehingga perbedaan                        those deductible temporary differences can be
        temporer dapat dimanfaatkan. Aset dan liabilitas              utilized. Such deferred tax assets and liabilities
        pajak tangguhan tidak diakui jika perbedaan                   are not recognized if the temporary differences
        temporer timbul dari pengakuan awal (selain dari              arises from the initial recognition (other than in a
        kombinasi bisnis) dari aset dan liabilitas suatu              business combination) of assets and liabilities in a
        transaksi yang tidak mempengaruhi laba kena                   transaction that affects neither the taxable profit
        pajak atau laba akuntansi.                                    nor the accounting profit.

        Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur                    Deferred tax assets and liabilities are measured at
        dengan menggunakan tarif pajak yang                           the tax rates that are expected to apply in the
        diharapkan berlaku dalam periode ketika                       period in which the liability is settled or the asset
        liabilitas diselesaikan atau aset dipulihkan                  realized, based on the tax rates (and tax laws) that
        berdasarkan tarif pajak (dan peraturan pajak)                 have been enacted, or substantively enacted, by
        yang telah berlaku atau secara substantif telah               the end of the reporting period.
        berlaku pada akhir periode pelaporan.

        Pengukuran aset dan liabilitas pajak tangguhan                The measurement of deferred tax assets and
        mencerminkan konsekuensi pajak yang sesuai                    liabilities reflects the tax consequences that would
        dengan cara Perusahaan memperkirakan, pada                    follow from the manner in which the Company
        akhir periode pelaporan, untuk memulihkan atau                expects, at the end of the reporting period, to
        menyelesaikan jumlah tercatat aset dan                        recover or settle the carrying amount of its assets
        liabilitasnya.                                                and liabilities.




                                                           245
Page 272
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                                  PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                    NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                            FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                         DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

        Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah                    The carrying amount of deferred tax assets is
        ulang pada akhir periode pelaporan dan                           reviewed at the end of each reporting period and
        dikurangi jumlah tercatatnya jika kemungkinan                    reduced to the extent that it is no longer probable
        besar laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam                  that sufficient future taxable profits will be
        jumlah       yang         memadai         untuk                  available to allow all or part of the asset to be
        mengkompensasikan sebagian atau seluruh aset                     recovered.
        pajak tangguhan tersebut.

        Pajak kini dan pajak tangguhan diakui sebagai                    Current and deferred tax are recognized as an
        beban atau penghasilan dalam laba rugi periode                   expense or income in profit or loss, except when
        berjalan, kecuali untuk pajak penghasilan yang                   they relate to items that are recognized outside of
        timbul dari transaksi atau peristiwa yang diakui di              profit or loss (whether in other comprehensive
        luar laba rugi (baik dalam penghasilan                           income or directly in equity) in which case the tax
        komprehensif lain maupun secara langsung di                      is also recognized outside of profit or loss.
        ekuitas), dalam hal tersebut pajak juga diakui di
        luar laba rugi.

        Aset dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus                 Deferred tax assets and liabilities are offset when
        ketika entitas memiliki hak yang dapat                           there is legally enforceable right to set off current
        dipaksakan secara hukum untuk melakukan                          tax assets against current tax liabilities and when
        saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas                 they relate to income taxes levied by the same
        pajak kini dan ketika aset pajak tangguhan dan                   taxation authority on either the same taxable
        liabilitas pajak tangguhan terkait dengan pajak                  entity or different taxable entities when there is an
        penghasilan yang dikenakan oleh otoritas                         intention to settle its current tax assets and current
        perpajakan yang sama atas entitas kena pajak                     tax liabilities on a net basis or to realize the assets
        yang sama atau entitas kena pajak yang berbeda                   and settle the liabilities simultaneously, in each
        yang memiliki intensi untuk memulihkan aset dan                  future period in which significant amounts of
        liabilitas pajak kini dengan dasar neto, atau                    deferred tax liabilities or assets are expected to be
        merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas                 settled or recovered, or to realize the assets and
        secara bersamaan, pada setiap periode masa                       settle the liabilities simultaneously, in each future
        depan dimana jumlah signifikan atas aset atau                    period in which significant amounts of deferred tax
        liabilitas pajak tangguhan diharapkan untuk                      liabilities or assets are expected to be settled or
        diselesaikan atau dipulihkan.                                    recovered.

   s.   Sewa                                                        s.   Leases

        Perusahaan sebagai penyewa                                       The Company as lessee

        Perusahaan menilai apakah sebuah kontrak                         The Company assesses whether a contract is or
        mengandung sewa, pada tanggal insepsi                            contains a lease, at the inception of the contract.
        kontrak. Perusahaan mengakui aset hak-guna                       The Company recognizes a right-of-use asset and
        dan liabilitas sewa terkait sehubungan dengan                    a corresponding lease liability with respect to all
        seluruh kesepakatan sewa di mana Perusahaan                      lease arrangements in which it is the lessee,
        merupakan penyewa, kecuali untuk sewa                            except for short-term leases (defined as leases
        jangka-pendek (yang didefinisikan sebagai sewa                   with a lease term of 12 months or less) and leases
        yang memiliki masa sewa 12 bulan atau kurang)                    of low value assets. For these leases, the
        dan sewa aset bernilai-rendah. Untuk sewa-                       Company recognizes the lease payments as an
        sewa      tersebut,     Perusahaan    mengakui                   operating expense on a straight-line basis over
        pembayaran sewa sebagai beban operasi                            the term of the lease unless another systematic
        secara garis lurus selama masa sewa kecuali                      basis is more representative of the time pattern in
        dasar         sistematis      lainnya     lebih                  which economic benefits from the leased assets
        merepresentasikan pola konsumsi manfaat                          are consumed.
        penyewa dari aset sewa.

        Liabilitas sewa awalnya diukur pada nilai kini                   The lease liability is initially measured at the
        pembayaran sewa masa depan yang belum                            present value of the lease payments that are not
        dibayarkan pada tanggal permulaan, yang                          paid at the commencement date, discounted by
        didiskontokan menggunakan suku bunga implisit                    using the rate implicit in the lease. If this rate
        dalam sewa. Jika suku bunga ini tidak dapat                      cannot be readily determined, the Company uses
        ditentukan, Perusahaan menggunakan suku                          its incremental borrowing rate.
        bunga pinjaman inkremental.




                                                              246
Page 273
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                         PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                           NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                   FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

       Pembayaran sewa yang diperhitungkan dalam                Lease payments included in the measurement of
       pengukuran liabilitas sewa terdiri atas:                 the lease liability comprise:

       ·   Pembayaran tetap (termasuk pembayaran                ·   fixed lease payments (including in-substance
           tetap secara-substansi), dikurangai insentif             fixed payments), less any lease incentives;
           sewa;

       ·   Pembayaran      sewa    variabel   yang              ·   variable lease payments that depend on an
           bergantung pada indeks atau suku bunga                   index or rate, initially measured using the
           yang pada awalnya diukur dengan                          index or rate at the commencement date;
           menggunakan indeks atau suku bunga pada
           tanggal permulaan;

       ·   jumlah yang diperkirakan akan dibayarkan             ·   the amount expected to be payable by the
           oleh penyewa dalam jaminan nilai residual;               lessee under residual value guarantees;

       ·   harga eksekusi opsi beli jika penyewa cukup          ·   the exercise price of purchase options, if the
           pasti untuk mengeksekusi opsi tersebut; dan              lessee is reasonably certain to exercise the
                                                                    options; and

       ·   pembayaran penalti karena penghentian                ·   payments of penalties for terminating the
           sewa, jika masa sewa merefleksikan                       lease, if the lease term reflects the exercise
           penyewa    mengeksekusi   opsi untuk                     of an option to terminate the lease.
           menghentikan sewa.

       Pembayaran       sewa      merepresentasikan             Lease payments represent fixed lease payments.
       pembayaran tetap. Perusahaan tidak memiliki              The Company does not have any variable lease
       pembayaran sewa variabel yang bergantung                 payments that depend on an index or rate.
       pada indeks atau suku bunga.

       Liabilitas sewa disajikan sebagai pos terpisah           The lease liability is presented as a separate line
       dalam laporan posisi keuangan.                           in the statement of financial position.

       Liabilitas sewa selanjutnya diukur dengan                The lease liability is subsequently measured by
       meningkatkan     jumlah      tercatat  untuk             increasing the carrying amount to reflect the
       merefleksikan bunga atas liabilitas sewa                 interest on the lease liability (using the effective
       (menggunakan metode suku bunga efektif) dan              interest method) and by reducing the carrying
       dengan mengurangi jumlah tercatat untuk                  amount to reflect the lease payments made.
       merefleksikan sewa yang telah dibayar.

       Perusahaan mengukur kembali liabilitas sewa              The Company remeasures the lease liability (and
       (dan melakukan penyesuaian terkait terhadap              makes a corresponding adjustment to the related
       aset hak-guna) jika:                                     right-of-use assets) whenever:

       ·   terdapat perubahan dalam masa sewa atau              ·   the lease term has changed or there is a
           perubahan dalam penilaian atas eksekusi                  change in the assessment of the exercise of
           opsi pembelian, di mana liabilitas sewa                  a purchase option, in which case the lease
           diukur       dengan        mendiskontokan                liability is remeasured by discounting the
           pembayaran sewa revisian menggunakan                     revised lease payments using a revised
           tingkat diskonto revisian.                               discount rate.

       ·   terdapat perubahan sewa masa depan                   ·   the lease payments change due to changes
           sebagai akibat dari perubahan indeks atau                in an index or rate or a change in expected
           perubahan       perkiraan      pembayaran                payment under a guaranteed residual value,
           berdasarkan nilai residual jaminan di mana               in which cases the lease liability is
           liabilitas sewa diukur kembali dengan                    remeasured by discounting the revised lease
           mendiskontokan pembayaran sewa revisian                  payments using the initial discount rate
           menggunakan tingkat diskonto awal (kecuali               (unless the lease payments change is due to
           jika pembayaran sewa berubah karena                      a change in a floating interest rate, in which
           perubahan suku bunga mengambang, di                      case a revised discount rate is used).
           mana tingkat diskonto revisian digunakan).




                                                          247
Page 274
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                                 PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                   NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                           FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                        DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

        ·   kontrak sewa dimodifikasi dan modifikasi                    ·   a lease contract is modified and the lease
            sewa tidak dicatat sebagai sewa terpisah, di                    modification is not accounted for as a
            mana liabilitas sewa diukur dengan                              separate lease, in which case the lease
            mendiskontokan pembayaran sewa revisian                         liability is remeasured by discounting the
            menggunakan tingkat diskonto revisian.                          revised lease payments using a revised
                                                                            discount rate.

        Aset hak-guna terdiri dari pengukuran awal atas                 The right-of-use assets comprise the initial
        liabilitas sewa, pembayaran sewa yang                           measurements of the corresponding lease
        dilakukan pada saat atau sebelum permulaan                      liability, lease payments made at or before the
        sewa dan biaya langsung awal. Aset hak-guna                     commencement day and any initial direct costs.
        selanjutnya diukur sebesar biaya dikurangi                      They are subsequently measured at cost less
        akumulasi penyusutan dan kerugian penurunan                     accumulated depreciation and impairment losses.
        nilai.

        Jika Perusahaan dibebankan kewajiban atas                       Whenever the Company incurs an obligation for
        biaya membongkar dan memindahkan aset                           costs to dismantle and remove a leased asset,
        sewa, merestorasi tempat di mana aset berada                    restore the site on which it is located or restore the
        atau merestorasi aset pendasar ke kondisi yang                  underlying assets to the conditions required by the
        disyaratkan oleh syarat dan ketentuan sewa,                     terms and conditions of the lease, a provision is
        provisi diakui dan diukur sesuai PSAK 57. Biaya                 recognized and measured under PSAK 57. The
        tersebut diperhitungkan dalam aset hak-guna                     costs are included in the related right-of-use
        terkait, kecuali jika biaya tersebut terjadi untuk              asset, unless those costs are incurred to produce
        memproduksi persediaan.                                         inventories.

        Aset hak-guna disusutkan selama periode yang                    Right-of-use assets are depreciated over the
        lebih singkat antara masa sewa dan masa                         shorter period of lease term and useful life of the
        manfaat aset pendasar. Jika sewa mengalihkan                    underlying assets. If a lease transfers ownership
        kepemilikan aset pendasar atau jika biaya                       of the underlying assets or the cost of the right-of-
        perolehan    aset   hak-guna    merefleksikan                   use assets reflects that of the Company expects
        Perusahaan akan mengeksekusi opsi beli, aset                    to exercise a purchase option, the related right-of-
        hak-guna disusutkan selama masa manfaat aset                    use asset is depreciated over the useful life of the
        pendasar. Penyusutan dmulai pada tanggal                        underlying assets. The depreciation starts at the
        permulaan sewa.                                                 commencement date of the lease.

        Aset hak-guna disajikan sebagai pos terpisah di                 The right-of-use assets are presented as a
        laporan posisi keuangan.                                        separate line in the statement of financial position.

        Perusahaan menerapkan PSAK 48 untuk                             The Company applies PSAK 48 to determine
        menentukan apakah aset hak-guna mengalami                       whether a right-of-use asset is impaired and
        penurunan nilai dan mencatat kerugian                           accounts for any identified impairment loss as
        penurunan nilai yang teridentifikasi sebagaimana                described in the nonfinancial assets impairment
        dijelaskan dalam kebijakan asset nonkeuangan                    policy.
        penurunan nilai.

   t.   Segmen Operasi                                             t.   Segment Operations

        Segmen operasi diidentifikasi berdasarkan                       Operating segments are identified on the basis of
        laporan internal mengenai komponen dari                         internal reports about components of the
        Perusahaan yang secara regular direviu oleh                     Company that are regularly reviewed by the chief
        “pengambil keputusan operasional” dalam                         operating decision maker in order to allocate
        rangka mengalokasikan sumber daya dan                           resources to the segments and to assess their
        menilai kinerja segmen operasi.                                 performances.

        Segmen operasi adalah suatu komponen dari                       An operating segment is a component of an entity:
        entitas:

        ·   Yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang                   ·   That engages in business activities from
            mana memperoleh pendapatan dan                                  which it may earn revenue and incur expense
            menimbulkan beban (termasuk pendapatan                          (including revenue and expenses relating to
            dan beban terkait dengan transaksi dengan                       the transaction with other components of the
            komponen lain dari entitas yang sama);                          same entity);




                                                             248
Page 275
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                                       PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                         NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                                 FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                              DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

          ·   Yang hasil operasinya dikaji ulang secara                       ·   Whose operating results are reviewed
              reguler    oleh  pengambil      keputusan                           regulary by the entity’s chief operating
              operasional untuk membuat keputusan                                 decision maker to make decision about
              tentang sumber daya yang dialokasikan                               resources to be allocated to the segments
              pada segmen tersebut dan menilai                                    and assess its performance; and
              kinerjanya; dan

          ·   Dimana tersedia informasi keuangan yang                         ·   For which discrete financial information is
              dapat dipisahkan.                                                   available.

          Informasi yang digunakan oleh pengambil                             Information reported to the chief operating
          keputusan operasional dalam rangka alokasi                          decision maker for the purpose of resource
          sumber daya dan penilaian kinerja mereka                            allocation and assessment of their performance is
          terfokus pada kategori dari setiap produk.                          more specifically focused on the category of each
                                                                              product.

     u.   Laba per Saham                                                 u.   Earning per Share

          Laba per saham dasar dihitung dengan membagi                        Basic earnings per share is computed by dividing
          laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik                       net income attributable to the owners of the
          entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang                    Company by the weighted average number of
          saham yang beredar pada tahun yang                                  shares outstanding during the year.
          bersangkutan.

          Laba per saham dilusian dihitung dengan                             Diluted earnings per share is computed by
          membagi laba bersih yang diatribusikan kepada                       dividing net income attributable to the owners of
          pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata                       the Company by the weighted average number of
          tertimbang saham biasa yang telah disesuaikan                       shares outstanding as adjusted for the effects of
          dengan dampak dari semua efek berpotensi                            all dilutive potential ordinary shares.
          saham biasa yang dilutif.


4.   PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN                              4.   CRITICAL ACCOUNTING JUDGMENTS AND KEY
     SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI                                SOURCES OF ESTIMATION UNCERTAINTY

     Dalam penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan,                     In the application of the Company’s accounting
     yang dijelaskan dalam Catatan 3, manajemen                          policies, which are described in Note 3, the Company’s
     diwajibkan untuk membuat pertimbangan, estimasi                     managements are required to make judgments,
     dan asumsi tentang jumlah tercatat aset dan liabilitas              estimates and assumptions about the carrying
     yang tidak tersedia dari sumber lain. Estimasi dan                  amounts of assets and liabilities that are not readily
     asumsi terkait didasarkan pada pengalaman historis                  apparent from other sources. The estimates and
     dan faktor-faktor lain yang dianggap relevan. Hasil                 associated assumptions are based on historical
     aktualnya mungkin berbeda dari estimasi tersebut.                   experience and other factors that are considered to be
                                                                         relevant. Actual results may differ from these
                                                                         estimates.

     Estimasi dan asumsi yang mendasari ditelaah secara                  The estimates and underlying assumptions are
     berkelanjutan. Revisi estimasi akuntansi diakui dalam               reviewed on an ongoing basis. Revisions to
     periode dimana estimasi tersebut direvisi jika revisi               accounting estimates are recognized in the period
     hanya mempengaruhi periode tersebut, atau pada                      which the estimate is revised if the revision affects only
     periode revisi dan periode masa depan jika revisi                   that period, or in the period of the revision and future
     mempengaruhi periode saat ini dan masa depan.                       periods if the revision affects both current and future
                                                                         periods.

     Pertimbangan Kritis dalam Penerapan Kebijakan                       Critical Judgments        in   Applying     Accounting
     Akuntansi                                                           Policies

     Manajemen berpendapat bahwa setiap penerapan                        Management is of the opinion that any instances of
     pertimbangan tidak diharapkan memiliki pengaruh                     application of judgements are not expected to have a
     signifikan terhadap jumlah yang diakui dalam laporan                significant effect on the amounts recognized in the
     keuangan.                                                           financial statements.




                                                              249
Page 276
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                               PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                 NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                         FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                      DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

   Sumber Utama Ketidakpastian Estimasi                           Key Sources of Estimation Uncertainty

   Asumsi utama mengenai masa depan dan sumber                    The key assumptions concerning future and other key
   utama ketidakpastian estimasi lainnya pada akhir               sources of estimation uncertainty at the end of the
   periode pelaporan, yang memiliki risiko signifikan dan         reporting period, that have the significant risk of
   dapat mengakibatkan penyesuaian material terhadap              causing a material adjustment to the carrying amounts
   jumlah tercatat aset dan liabilitas dalam periode              of assets and liabilities within the next financial year
   pelaporan berikutnya, dijelaskan di bawah ini:                 are discussed below:

   Imbalan Pasca Kerja                                            Post-employment Benefits

   Penentuan dari liabilitas imbalan kerja karyawan               The determination of post-employment benefits
   bergantung pada asumsi manajemen yang                          obligation     is    dependent     on    management’s
   digunakan oleh aktuaris dalam perhitungannya.                  assumptions used by actuaries in calculating such
   Asumsi tersebut diantaranya adalah tingkat diskonto            amounts. Those assumptions include among others,
   dan kenaikan gaji. Hasil aktual yang dapat berbeda             discount rate and rate of salary increase. Actual results
   dengan       asumsi    Perusahaan     mempengaruhi             that differ from the Company’s assumptions, affect the
   pencatatan liabilitas dan beban pada periode                   recognized expense and recorded obligation in future
   mendatang. Meskipun diyakini bahwa asumsi                      periods. While it is believed that the Company’s
   Perusahaan wajar dan sesuai, perbedaan signifikan              assumptions are reasonable and appropriate,
   dalam hasil aktual atau perubahan signifikan dalam             significant differences in actual results or significant
   asumsi secara material dapat mempengaruhi                      changes in assumptions may materially affect the
   liabilitas imbalan pasca kerja Perusahaan.                     Company’s post-employment benefit obligations.

   Nilai tercatat atas imbalan pasca kerja disajikan pada         The carrying amount of post-employment benefits is
   Catatan 20.                                                    disclosed in Note 20.

   Perhitungan Cadangan Kerugian                                  Calculation of loss allowance

   Saat mengukur ECL, Perusahaan menggunakan                      When measuring ECL, the Company uses reasonable
   informasi masa depan yang wajar dan dapat                      and supportable forward-looking information, which is
   didukung, yang didasarkan pada asumsi untuk                    based on assumptions for the future movement of
   pergerakan masa depan dari berbagai pendorong                  different economic drivers and how these drivers will
   ekonomi dan bagaimana penggerak ini akan saling                affect each other.
   mempengaruhi.

   Loss given default adalah estimasi kerugian yang               Loss given default is an estimate of the loss arising on
   timbul karena gagal bayar. Perhitungan didasarkan              default. It is based on the difference between the
   pada perbedaan antara arus kas kontraktual terutang            contractual cash flows due and those that the lender
   dan yang diharapkan akan diterima, dengan                      would expect to receive, taking into account cash flows
   mempertimbangkan arus kas dari agunan dan                      from collateral and integral credit enhancements.
   peningkatan kredit integral.

   Probability of default merupakan input utama dalam             Probability of default constitutes a key input in
   mengukur ECL. Probability of default adalah                    measuring ECL. Probability of default is an estimate of
   perkiraan kemungkinan gagal bayar selama jangka                the likelihood of default over a given time horizon, the
   waktu tertentu, yang penghitungannya mencakup                  calculation of which includes historical data,
   data historis, asumsi, dan ekspektasi kondisi masa             assumptions and expectations of future conditions.
   depan.

   Jika tingkat ECL piutang pembiayaan 10% lebih tinggi           If the ECL rates on financing receivable had been 10%
   (lebih rendah) pada 31 Desember 2021, cadangan                 higher (lower) as of December 31, 2021, the loss
   kerugian piutang pembiayaan akan menjadi                       allowance on financing receivable would have been
   RP 106.663.823 ribu (31 Desember 2020:                         Rp 106,663,823 thousand (December 31, 2020:
   Rp 81.748.457 ribu) lebih tinggi (lebih rendah).               Rp 81,748,457 thousand) higher (lower).




                                                            250
Page 277
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                                         PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                           NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                                   FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                                DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

5.   KAS DAN BANK                                                     5.   CASH ON HAND AND IN BANKS

                                                 31 Desember/              31 Desember/
                                                 December 31,              December 31,
                                                     2021                      2020
                                                   Rp '000                    Rp '000

     Kas                                                                                         Cash on hand
       Rupiah                                        16.533.452                 33.111.918         Rupiah

     Bank - Pihak ketiga                                                                         Cash in banks - Third party
         Rupiah                                                                                      Rupiah
            PT Bank Central Asia, Tbk               102.041.793                118.027.158              PT Bank Central Asia, Tbk
            PT Bank Syariah Indonesia, Tbk           18.209.896                207.690.070              PT Bank Syariah Indonesia, Tbk
            PT Bank Negara Indonesia, Tbk            11.746.387                 17.325.686              PT Bank Negara Indonesia, Tbk
            Citibank                                 10.359.910                 46.615.972              Citibank
            PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk             7.253.798                  8.057.145              PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk
            PT Bank Mandiri, Tbk                      2.559.510                  3.251.556              PT Bank Mandiri, Tbk
            PT Bank Central Asia, Syariah             1.560.261                        -                PT Bank Central Asia, Syariah
            PT Bank Danamon Indonesia, Tbk            1.208.248                250.142.440              PT Bank Danamon Indonesia, Tbk
            PT Bank BTPN                                    -                    1.450.225              PT Bank BTPN
            Lainnya (masing-masing dibawah                                                              Others (each below
               satu milyar Rupiah)                     1.367.690                 1.072.761                 Rp 1 billion)

          Subjumlah                                 156.307.493                653.912.474            Subtotal
          Dolar Amerika Serikat                                                                       U.S Dollar
            PT Bank BTPN                                      -                    211.575              PT Bank BTPN
            Lainnya (masing-masing dibawah
               satu milyar Rupiah)                      245.677                    191.374              Others (each below Rp 1 billion)

          Subjumlah                                     245.677                    402.949            Subtotal

          Yen Jepang                                                                                  Japanese Yen
            PT Bank BTPN                                     4.708                      6.298           PT Bank BTPN

          Jumlah bank                               156.557.878                654.321.721            Total cash in banks
     Jumlah kas dan bank                            173.091.330                687.433.639       Total cash on hand and in banks


6.   PIUTANG PEMBIAYAAN - BERSIH                                      6.   FINANCING RECEIVABLES - NET

                                                 31 Desember/              31 Desember/
                                                 December 31,              December 31,
                                                     2021                      2020
                                                    Rp '000                   Rp '000
     Pihak ketiga                                                                                 Third parties
        Rupiah                                                                                       Rupiah
          Piutang pembiayaan                       15.567.394.813            14.081.812.490             Financing receivables
          Pendapatan pembiayaan
             yang belum diakui                     (3.497.248.045)            (3.182.343.549)          Unearned income

          Subjumlah                                12.070.146.768            10.899.468.941            Subtotal
          Cadangan kerugian kredit                 (1.066.638.239)             (817.484.572)           Allowance for credit losses

          Jumlah - Bersih                          11.003.508.529            10.081.984.369            Total - Net

     Tingkat bunga efektif rata-rata per tahun               34,29%                     31,78%    Average effective annual interest rate




                                                          251
Page 278
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                                PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                  NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                          FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                       DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

   Jumlah piutang pembiayaan (sebelum dikurangi                    Total financing receivables (before deducted with
   pendapatan pembiayaan yang belum diakui dan                     unearned income and allowance for credit losses)
   cadangan kerugian kredit) berdasarkan jenis                     based on type of product are as follows:
   produknya adalah sebagai berikut:
                                                31 Desember/          31 Desember/
                                                December 31,          December 31,
                                                    2021                  2020
                                                   Rp '000               Rp '000

    Sepeda motor                                  10.752.117.844        10.690.461.196        Motorcycle
    Lain-lain                                      4.815.276.969         3.391.351.294        Others

    Jumlah                                        15.567.394.813        14.081.812.490        Total

   Jumlah piutang pembiayaan bersih berdasarkan                    Total net financing receivables are as follows:
   kegiatan usaha adalah sebagai berikut:
                                               31 Desember/         31 Desember/
                                               December 31,         December 31,
                                                   2021                 2020
                                                  Rp '000              Rp '000

    Pembiayaan multi guna                        6.919.495.483        9.050.904.665      Multi purpose financing
    Pembiayaan investasi                         2.815.975.263           23.408.063      Investment financing
    Pembiayaan Modal kerja                             624.609            -              Working capital financing
    Pembiayaan murabahah                            51.341.099           34.862.951      Murabahah financing
    Pembiayaan IMBT                              1.216.068.175          957.765.630      IMBT financing
    Pembiayaan mudharabah                                3.900           15.043.060      Mudharabah financing

    Jumlah                                      11.003.508.529       10.081.984.369      Total

   Jumlah piutang pembiayaan (sebelum dikurangi                    Total lease installments (before deducted with
   cadangan kerugian kredit) sesuai dengan jatuh                   allowance for credit losses) based on maturity date are
   temponya adalah sebagai berikut:                                as follows:
                                              31 Desember/         31 Desember/
                                              December 31,         December 31,
                                                  2021                 2020
                                                 Rp '000              Rp '000
    Piutang pembiayaan                                                                Financing receivable
    Pihak ketiga                                                                      Third parties
      Sampai dengan satu tahun                  8.891.035.841        8.398.210.563       Within one year
      Lebih dari satu tahun sampai                                                       More than one year up to
         lima tahun                             6.676.358.972        5.683.601.927         five years

    Jumlah angsuran                            15.567.394.813       14.081.812.490    Total installments

    Pendapatan pembiayaan
      yang belum diakui                                                               Unearned lease income
        Pihak ketiga                                                                    Third parties
          Sampai dengan satu tahun              2.314.251.937        2.206.112.674        Within one year
          Lebih dari satu tahun sampai                                                    More than one year up to
             lima tahun                         1.182.996.108          976.230.875           five years
          Jumlah pendapatan sewa pembiayaan
             yang belum diakui                  3.497.248.045        3.182.343.549            Total unearned lease income

    Jumlah                                     12.070.146.768       10.899.468.941    Total

   Kisaran jangka waktu pembiayaan adalah 3 - 5 tahun              Financing agreements have term of 3 - 5 years with
   dengan mayoritas pembiayaan selama 3 tahun.                     majority tenor of within 3 years.
   Terdapat piutang pembiayaan (sebelum dikurangi                  There are some financing receivables (before
   pendapatan pembiayaan yang belum diakui dan                     deducted with unearned financing income and
   cadangan       kerugian    kredit)      sebesar                 allowance for credit losses) amounting to
   Rp 1.963.503.272 ribu pada 31 Desember 2021                     Rp 1,963,503,272 thousand as of December 31, 2021
   (31 Desember 2020 : Rp 1.150.001.126 ribu) yang                 (December 31, 2020: Rp Rp 1,150,001,126 thousand)
   digunakan sebagai jaminan atas utang obligasi                   which was used as collateral of bonds payable
   (Catatan 18).                                                   (Note 18).




                                                        252
Page 279
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                                                                  PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                                                    NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                                                            FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                                                         DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

   Piutang Pembiayaan - Berdasarkan Umur Piutang                                               Financing Receivable - Days Past Due

                                                                                             31 Desember 2021/December 31, 2021
                                                                                                    Jatuh tempo/Past due
                                                         Belum jatuh
                                                            tempo/              < 30 hari/        31 – 60 hari/         61 – 90 hari/         >90 hari/             Jumlah/
                                                         Not past due             days               days                  days                days                  Total
                                                            Rp '000              Rp '000            Rp '000                Rp '000            Rp '000                  Rp '000

   Tingkat kerugian kredit ekspektasian/
   Expected credit loss rate                                          4%                20%                    27%                38%                  83%

   Jumlah piutang pembiayaan (setelah
     dikurangi pendapatan pembiayaan
     yang belum diakui) pada saat gagal bayar/
   Total financing receivables (before deducting
     with unearned financing income and allowance
     for impairment losses) amount of default           10.326.777.374         588.775.066         517.243.725          224.032.818          413.317.785         12.070.146.768

   ECL 12 bulan/12-month ECL                               (384.744.789)      (116.945.207)            -                      -                  -                 (501.689.996)
   ECL sepanjang umur/Lifetime ECL                              -                  -              (137.257.548)          (84.478.701)       (343.211.994)          (564.948.243)

   Total/Jumlah                                                                                                                                                  11.003.508.529


                                                                                                31 Desember/December 31, 2020
                                                                                                     Jatuh tempo/Past due
                                                         Belum jatuh
                                                            tempo/              < 30 hari/        31 – 60 hari/         61 – 90 hari/         >90 hari/             Jumlah/
                                                         Not past due             days               days                  days                days                  Total
                                                            Rp '000              Rp '000            Rp '000                Rp '000            Rp '000                  Rp '000

   Tingkat kerugian kredit ekspektasian/
   Expected credit loss rate                                          4%                12%                    23%                48%                  78%

   Jumlah piutang pembiayaan (setelah
     dikurangi pendapatan pembiayaan
     yang belum diakui) pada saat gagal bayar/
   Total financing receivables (before deducting
     with unearned financing income and allowance
     for impairment losses) amount of default            9.355.396.153         721.116.927         478.475.743          147.636.125          196.843.993         10.899.468.941

   ECL 12 bulan/12-month ECL                               (393.814.808)        (87.142.553)           -                      -                  -                 (480.957.361)
   ECL sepanjang umur/Lifetime ECL                              -                   -             (112.245.665)          (71.569.658)       (152.711.888)          (336.527.211)

   Total/Jumlah                                                                                                                                                  10.081.984.369


   Mutasi cadangan kerugian kredit piutang pembiayaan                                          The changes in the allowance for credit losses of
   adalah sebagai berikut:                                                                     financing receivable are as follows:

                                                                  31 Desember 2021/December 31, 2021
                                                                                       ECL sepanjang
                                            ECL 12 bulan -          ECL sepanjang
                                               kredit tidak          umur - kredit      umur - Kredit
                                               memburuk/          tidak memburuk /       memburuk
                                             12-month ECL -         Lifetime ECL -     Lifetime ECL -                  Jumlah/
                                           Not credit impaired   Not credit impaired   Credit impaired                  Total
                                                 Rp '000                Rp '000            Rp '000                     Rp '000

   Saldo awal tahun                             480.957.361              183.815.323           152.711.888             817.484.572      Balance at beginning of year

   Perubahan cadangan kerugian                                                                                                          Change in loss allowance due to
     karena piutang pembiayaan setelah                                                                                                    financing receivable
     dikurangi piutang yang dihentikan                                                                                                    net of those derecognized
     pengakuannya karena penyelesaian            20.732.636                37.920.927         1.277.436.981           1.336.090.544       due to settlement
   Jumlah tak tertagih yang dihapuskan                  -                         -          (1.086.936.877)         (1.086.936.877)    Amounts written off as uncollectible

   Saldo akhir tahun                            501.689.997              221.736.250           343.211.992           1.066.638.239      Balance at end of year




                                                                              253
Page 280
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                                                                 PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                                                   NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                                                           FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                                                        DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

                                                                  31 Desember 2020/December 31, 2020
                                                                                       ECL sepanjang
                                            ECL 12 bulan -          ECL sepanjang
                                               kredit tidak          umur - kredit      umur - Kredit
                                               memburuk/          tidak memburuk /       memburuk
                                             12-month ECL -         Lifetime ECL -     Lifetime ECL -                 Jumlah/
                                           Not credit impaired   Not credit impaired   Credit impaired                 Total
                                                 Rp '000                Rp '000            Rp '000                    Rp '000

     Saldo awal tahun                           432.417.128            166.916.248            173.234.979             772.568.355   Balance at beginning of year

     Perubahan cadangan kerugian                                                                                                    Change in loss allowance due to
       karena piutang pembiayaan setelah                                                                                              financing receivable
       dikurangi piutang yang dihentikan                                                                                              net of those derecognized
       pengakuannya karena penyelesaian            48.540.233            16.899.075          1.413.365.170       1.478.804.478        due to settlement
     Jumlah tak tertagih yang dihapuskan                  -                     -           (1.433.888.261)     (1.433.888.261)     Amounts written off as uncollectible

     Saldo akhir tahun                          480.957.361            183.815.323            152.711.888             817.484.572   Balance at end of year


     Perusahaan memberikan restrukturisasi kepada                                             The Company provide restructuring to the customers
     customer yang terdampak pandemic Covid19                                                 who impacted by Covid19 pandemic based on
     berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan                                             Peraturan      Otoritas    Jasa     Keuangan     POJK
     POJK 14/POJK/05/2020 Kebijakan Countercyclical                                           14/POJK/05/2020 Kebijakan Countercyclical Dampak
     Dampak Penyebaran Corona Virus Disease 2019                                              Penyebaran Corona Virus Disease 2019 Bagi
     Bagi Lembaga Jasa Keuangan Non Bank yang                                                 Lembaga Jasa Keuangan Non Bank which has
     terakhir diubah dengan POJK 30 /POJK.05/2021.                                            updated with latest POJK 30 /POJK.05/2021. This
     Peraturan ini memberikan relaksasi pembayaran                                            regulation provide relaxation of installment payment to
     cicilan kepada customer tanpa menurunkan                                                 the customers without decreasing the customer's
     klasifikasi staging customer. Pada 31 Desember                                           staging classification. As of December 31, 2021, there
     2021, terdapat 8.591 customer (2020: 15.507                                              are 8,591 customers (2020: 15,507 customers )
     customer) yang mendapatkan program ini, tetapi                                           granted this program, but suspected will not be able to
     terindikasi tidak mampu membayar cicilan setelah                                         pay the installment after the program ended. For those
     program ini berakhir. Untuk customer tersebut,                                           customers, the Company has adjusted allowance for
     Perusahaan telah menyesuaikan cadangan kerugian                                          credit losses.
     kredit.


7.   PIUTANG LAIN-LAIN - BERSIH                                                        7.     OTHER ACCOUNTS RECEIVABLE - NET

                                                             31 Desember/             31 Desember/
                                                             December 31,             December 31,
                                                                 2021                     2020
                                                                Rp '000                  Rp '000
     Pihak berelasi                                                                                           Related parties
       Piutang direksi                                             4.416.080                  1.806.354         Directors receivables
     Pihak ketiga                                                                                             Third parties
       Piutang karyawan                                           25.269.774                 26.610.553         Employee receivables
       Piutang atas penagihan biaya promosi                        5.142.740                 19.563.222         Receivables of claimed promotion expenses
       Piutang pengembalian premi asuransi                         4.378.602                  5.772.914         Insurance premium refund receivables
       Lain-lain - bersih                                          5.034.824                  7.404.715         Others - net
        Piutang pembiayaan dari jaminan - bersih                                                                Financing receivable from collateral - net
          Piutang pembiayaan dari jaminan                         41.618.903                 38.137.342            Financing receivable from collateral
          Cadangan kerugian kredit                               (15.827.832)               (18.907.880)           Allowance for credit losses
        Jumlah bersih                                             25.791.071                 19.229.462         Total-net

     Jumlah                                                       70.033.091                 80.387.220       Total

     Piutang Karyawan                                                                         Employee Receivables

     Piutang karyawan merupakan pinjaman yang                                                 Employee receivables represents loan provided to
     diberikan kepada karyawan untuk kepemilikan                                              employees and directors for vehicle ownership. This
     kendaraan bermotor. Jangka waktu pinjaman                                                loan has varies tenure ranging from 3 - 5 years and
     bervariasi antara 3 - 5 tahun dan dikenakan bunga                                        bears fixed interest rate around 1% per annum.
     tetap sekitar 1% per tahun.




                                                                            254
Page 281
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                                PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                  NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                          FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                       DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

   Piutang Direksi                                                Directors Receivables

   Piutang direksi merupakan pinjaman yang diberikan              Directors receivables represents loan provided to
   kepada direksi untuk kepemilikan kendaraan                     directors for vehicle ownership. This loan has tenure
   bermotor. Jangka waktu pinjamannya adalah 3 tahun              for 3 years and bears fixed interest rate around 1% per
   dan dikenakan bunga tetap sekitar 1% per tahun.                annum.

   Piutang atas Penagihan Biaya Promosi                           Receivables of Claimed Promotion Expenses

   Piutang ini merupakan piutang atas penagihan biaya             This receivables represent receivable from marketing
   promosi yang dilakukan Perusahaan untuk                        activities done by the Company to insurance company.
   perusahaan asuransi. Piutang atas penagihan biaya              The receivables of claimed promotion expenses are
   promosi ini tidak dikenakan bunga dan akan                     not subject to interest and will be paid within one year.
   diselesaikan dalam jangka waktu satu tahun.

   Lain-lain                                                      Others

   Piutang lain-lain kepada pihak ketiga terutama                 Other receivable from third parties primarily represents
   merupakan piutang lain-lain yang berhubungan                   receivable from financing activities and receivables
   dengan kegiatan pembiayaan dan piutang atas biaya              from collection fee to customer. Management
   penagihan ke nasabah. Manajemen mengestimasi                   estimates the loss allowance on other accounts
   penyisihan kerugian atas piutang lain-lain pada                receivable at December 31, 2021 at an amount equal
   tanggal 31 Desember 2021 sebesar ECL sepanjang                 to lifetime ECL. Allowance for credit losses amounting
   umur.    Penyisihan kerugian      kredit    sebesar            to Rp 6,327,327 thousand (2020: Rp 2,033,863
   Rp 6.327.327 ribu (2020: Rp 2.033.863 ribu).                   thousand).

   Piutang pembiayaan dari jaminan                                Financing receivable from collateral

   Piutang pembiayaan jaminan merupakan piutang                   Financing receivable from collateral represents
   pembiayaan konsumen yang kendaraannya diambil                  financing receivable that vehicles have been
   alih untuk penyelesaian piutang nasabah.                       foreclosed to cover customer receivable.

   Piutang pembiayaan dari jaminan dijamin dengan                 Financing receivable from collateral are secured with
   agunan. Jika terjadi gagal bayar, Perusahaan berhak            collateral. In the event of default, the Company is
   untuk menjual aset tersebut, dan berhak atas setiap            entitled to sell the asset, and has rights to any
   hasil dari penjualan aset tersebut sampai jumlah total         proceeds from such a sale up to the total amount
   piutang dari nasabah.                                          receivable from the customer.

   Manajemen mengestimasi penyisihan kerugian atas                Management estimates the loss allowance on
   piutang pembiayaan dari jaminan pada tanggal                   financing receivable from collateral at December 31,
   31 Desember 2021 sebesar ECL sepanjang umur.                   2021 at an amount equal to lifetime ECL. Allowance
   Penyisihan kerugian kredit sebesar Rp 15.827.832               for credit losses amounting to Rp 15,827,832 thousand
   ribu (2020: Rp 18.907.880 ribu) memperhitungkan                (2020: Rp 18,907,880 thousand] considers the value
   nilai jaminan yang dimiliki atas piutang tersebut.             of collateral held over these receivables.

   Untuk tujuan penilaian penurunan nilai piutang lain-           For purpose of impairment assessment other accounts
   lain, kecuali piutang pembiayaan dari jaminan dan              receivable, except finance receivable from collateral
   lain-lain, dianggap memiliki risiko kredit yang rendah         and others are considered to have low credit risk and
   dan tidak ada peningkatan signifikan dalam risiko              there has been no significant increase in the risk of
   gagal bayar sejak pengakuan awal. Oleh karena itu,             default on the receivables since initial recognition.
   untuk tujuan penilaian penurunan nilai pinjaman ini,           Accordingly, for the purpose of impairment
   cadangan kerugian diukur sejumlah ECL 12 bulan,                assessment for these receivables, the loss allowance
   kecuali untuk piutang lain - lain, yang cadangan               is measured at an amount equal to 12-month ECL,
   kerugian penurunan nilai nya diukur sejumlah ECL               except for other accounts receivable, where the loss
   sepanjang umur.                                                allowance is measured at an amount equal to lifetime
                                                                  ECL.

   Dalam menentukan ECL, manajemen telah                          In determining the ECL, management has taken into
   memperhitungkan posisi keuangan pihak terkait,                 account the financial position of the relevant parties,
   disesuaikan dengan faktor-faktor spesifik dari pihak           adjusted for factors that are specific to the related
   terkait,   dalam    memperkirakan     kemungkinan              parties, in estimating the probability of default of the
   terjadinya gagal bayar pinjaman serta kerugian saat            other accounts receivable as well as the loss upon
   terjadinya gagal bayar. Manajemen menentukan                   default. Management determines the other accounts
   bahwa pinjaman kepada pihak terkait memiliki                   receivable from relevant parties are subject to
   kerugian kredit yang tidak material.                           immaterial credit loss.




                                                            255
Page 282
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                                     PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                       NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                               FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                            DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

     Tidak ada perubahan dalam teknik estimasi atau                     There has been no change in the estimation
     asumsi signifikan yang dibuat selama periode                       techniques or significant assumptions made during the
     pelaporan berjalan dalam penilaian cadangan                        current reporting period in assessing the loss
     kerugian piutang lain-lain.                                        allowance for other accounts receivable.

     Mutasi cadangan kerugian kredit piutang adalah                     The changes in the allowance for credit losses of
     sebagai berikut:                                                   receivable are as follows:

                                                31 Desember/            31 Desember/
                                                December 31,            December 31,
                                                    2021                    2020
                                                   Rp '000                 Rp '000

     Saldo awal tahun                                18.907.880               7.193.883    Balance at beginning of year
     Penyisihan tahun berjalan                       23.484.008             207.243.247    Allowance during the year
     Penghapusan                                    (26.564.056)           (195.529.250)   Write-offs

     Saldo akhir                                    15.827.832               18.907.880    Balance at end of year


8.   UANG MUKA                                                     8.   ADVANCES

                                                31 Desember/            31 Desember/
                                                December 31,            December 31,
                                                    2021                    2020
                                                   Rp '000                 Rp '000

                                                                                            Advance for purchase of property
     Uang muka pembelian aset tetap                  18.160.936                3.352.016      and equipment
     Uang muka pembelian perangkat lunak                                                    Advance for purchase of computer
       komputer                                      14.697.153               24.451.513      software

     Jumlah                                          32.858.089               27.803.529    Total

     Uang muka adalah pembayaran uang muka kepada                       Advance payments represents down payment to third
     pihak ketiga untuk pembelian aset tetap dan                        parties for purchase of property and equipment and
     perangkat lunak.                                                   computer software.

     Manajemen meyakini tidak ada penurunan nilai atas                  Management believes there is no allowance of
     uang muka.                                                         impairment losses of advances.


9.   BIAYA DIBAYAR DIMUKA                                          9.   PREPAID EXPENSES

                                               31 Desember/             31 Desember/
                                               December 31,             December 31,
                                                   2021                     2020
                                                  Rp '000                  Rp '000

     Pemeliharaan teknis perangkat lunak            17.241.476               14.690.378    Technical maintenance of software
     Sewa - pihak ketiga                             5.141.607                4.614.109    Rent - third parties
     Asuransi                                        7.031.607                7.433.909    Insurance
     Program pemasaran                               3.210.372                2.240.425    Marketing program
     Lainnya                                           622.026                  364.386    Others

     Jumlah                                         33.247.088               29.343.207    Total

     Seluruh biaya dibayar dimuka, kecuali biaya sewa,                  All prepaid expenses, except for rent, will mature within
     akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun. Pada                      one year. As of December 31, 2021, rent above one
     tanggal 31 Desember 2021, sewa diatas satu tahun                   year are considered as low value asset.
     merupakan sewa bernilai rendah.

     Akun biaya dibayar dimuka lainnya merupakan biaya                  Other prepaid expense represent expenses for house
     atas fasilitas sewa rumah dan apartemen untuk                      and apartment rental facilities for the Company’s
     direksi Perusahaan.                                                directors.




                                                         256
Page 283
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                                      PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                        NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                                FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                             DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

   Bagian dari biaya sewa dibayar dimuka menurut jatuh                   Portion of prepaid rent expenses based on the maturity
   temponya adalah sebagai berikut:                                      are as follows:

                                                 31 Desember/            31 Desember/
                                                 December 31,            December 31,
                                                     2021                    2020
                                                    Rp '000                 Rp '000

    Dalam waktu satu tahun                               4.014.257             4.162.569      Within one year
    Diatas satu tahun                                    1.127.350               451.540      Above one year

    Jumlah                                               5.141.607             4.614.109      Total


10. ASET TETAP                                                       10. PROPERTY AND EQUIPMENT

                              1 Januari/                                            31 Desember/
                              January 1,   Penambahan/ Pengurangan/ Reklasifikasi/ December 31,
                                2021        Additions   Deductions Reclassification     2021
                               Rp '000       Rp '000     Rp '000       Rp '000         Rp '000

   Biaya perolehan:                                                                                       At cost:
     Tanah                    88.679.845           -                 -            -         88.679.845      Land
     Gedung                  203.989.210           -                 -            -        203.989.210      Building
     Prasarana gedung         59.351.424     6.188.689               -       (544.655)      64.995.458      Leasehold improvement
     Perangkat kantor                                                                                       Office furniture, fixture
       dan perabot           189.557.432    19.870.838      1.688.413         544.655      208.284.512        and equipment
     Kendaraan                 5.028.111           -          965.610             -          4.062.501      Vehicles

   Jumlah                    546.606.022    26.059.527      2.654.023             -        570.011.526    Total

   Akumulasi penyusutan:                                                                                  Accumulated depreciation:
     Gedung                   16.149.363    10.209.866               -            -         26.359.229      Building
     Prasarana gedung         48.156.042     4.715.534               -        (64.908)      52.806.668      Leasehold improvement
     Perangkat kantor                                                                                       Office furniture, fixture
      dan perabot            138.782.824    23.562.140      1.535.480          64.908      160.874.392        and equipment
     Kendaraan                 2.949.767       689.723        857.777             -          2.781.713      Vehicles

   Jumlah                    206.037.996    39.177.263      2.393.257             -        242.822.002    Total

   Nilai tercatat bersih     340.568.026                                                   327.189.524    Net Carrying Amount

                              1 Januari/                                               31 Desember/
                              January 1,   Penambahan/    Pengurangan/ Reklasifikasi/  December 31,
                                2020        Additions      Deductions Reclassification     2020
                               Rp '000       Rp '000        Rp '000       Rp '000         Rp '000

    Biaya perolehan:                                                                                      At cost:
      Tanah                   88.679.845           -               -              -         88.679.845      Land
      Gedung                 199.772.180     4.217.030             -              -        203.989.210      Building
      Prasarana gedung        88.864.970     8.899.731      38.413.277            -         59.351.424      Leasehold improvement
      Perangkat kantor                                                                                      Office furniture, fixture
        dan perabot          330.685.225    12.989.719     154.117.512            -        189.557.432        and equipment
      Kendaraan                5.584.534     1.566.250       2.122.673            -          5.028.111      Vehicles

    Jumlah                   713.586.754    27.672.730     194.653.462            -        546.606.022    Total

    Akumulasi penyusutan:                                                                                 Accumulated depreciation:
      Gedung                   5.826.689    10.322.674             -              -          16.149.363     Building
      Prasarana gedung        82.488.374     3.829.958      38.162.290            -          48.156.042     Leasehold improvement
      Perangkat kantor                                                                                      Office furniture, fixture
       dan perabot           264.314.527    26.842.262     152.373.965            -        138.782.824        and equipment
      Kendaraan                4.352.427       609.232       2.011.892            -          2.949.767      Vehicles

    Jumlah                   356.982.017    41.604.126     192.548.147            -        206.037.996    Total

    Nilai tercatat bersih    356.604.737                                                   340.568.026    Net Carrying Amount


   Seluruh aset tetap Perusahaan digunakan untuk                         All of the Company’s property and equipment are used
   kegiatan operasional Perusahaan.                                      in the Company’s operational activity.




                                                           257
Page 284
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                                PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                  NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                          FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                       DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

   Penyusutan yang dibebankan pada laba rugi                       Depreciation charged to profit or loss amounted to
   sejumlah Rp 39.177.263 ribu pada 31 Desember                    Rp 39,177,263 thousand in December 31, 2021
   2021 (31 Desember 2020: Rp 41.604.126 ribu).                    (December 30,2020: Rp 41,604,126 thousand).

   Pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020, tidak                   As of December 31, 2021 and 2020, there is no
   terdapat aset tetap yang penggunaannya dihentikan               property equipment, whose use temporary suspended
   sementara atau yang dihentikan dari penggunaan                  or discontinued from active use.
   aktif.

   (Kerugian)/keuntungan penjualan aset tetap sebagai              (Loss)/gain on sale of property and equipment are as
   berikut:                                                        follows:

                                                31 Desember/       31 Desember/
                                                December 31,       December 31,
                                                    2021               2020
                                                   Rp '000            Rp '000

   Jumlah tercatat                                       260.766        2.105.315     Net carrying amount
   Harga jual                                            506.366          391.490     Selling price

   (Kerugian)/keuntungan penjualan aset tetap            245.600        (1.713.825)   (Loss)/gain on sale of property and equipment

   (Kerugian)/keuntungan atas penjualan aset tetap                 (Loss)/gain on sale of property and equipment is
   disajikan sebagai bagian dari pendapatan lain-lain              presented as part of other income in the statement of
   pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif             profit or loss and other comprehensive income.
   lain.

   Perusahaan memiliki sebidang tanah dengan luas                  The Company owns a parcel of land located in
   area 4.827 meter persegi dengan hak legal berupa                Jagakarsa, South Jakarta with total area of 4,827
   Hak Guna Bangunan (HGB) di Jagakarsa, Jakarta                   square meters with Building Use Right (Hak Guna
   Selatan yang berlaku selama 30 tahun sampai                     Bangunan or HGB) for a period of 30 years until 2045.
   dengan 2045. Perusahaan membangun gedung                        The Company builds a building office in this area, for
   kantor pada bidang tanah ini yang digunakan untuk               Company’s business activities. Management believes
   kegiatan     bisnis    Perusahaan.     Manajemen                that there will be no difficulty in the extension of the
   berkeyakinan bahwa tidak terdapat masalah untuk                 landrights since the land was acquired legally and
   memperpanjang hak atas tanah karena seluruh tanah               supported by sufficient evidence of ownership.
   dimiliki secara legal dan didukung dengan bukti
   kepemilikan yang memadai.

   Biaya perolehan aset tetap yang masih digunakan                 Cost of property and equipment with zero carrying
   yang nilai bukunya sudah habis adalah sebagai                   amount that were still in used by the Company are as
   berikut:                                                        follows:

                                                31 Desember/       31 Desember/
                                                December 31,       December 31,
                                                    2021               2020
                                                   Rp '000            Rp '000

    Prasarana gedung                                 50.107.835         41.549.027    Leasehold improvement
    Perangkat kantor dan perabotan                   60.875.810         50.107.834    Office furniture, fixture and equipment
    Kendaraan                                         1.543.050          1.985.460    Vehicles

    Jumlah                                          112.526.695         93.642.321    Total

   Pada tanggal 31 Desember 2021, aset tetap kecuali               As of December 31, 2021, property and equipment,
   tanah telah diasuransikan kepada PT Asuransi LGI                except       land,      were        insured       with
   dan MSIG terhadap risiko kebakaran, pencurian dan               PT Asuransi LGI and MSIG against fire, theft and other
   risiko lainnya dengan jumlah pertanggungan sebesar              possible risks for Rp 812,945,837 thousand
   Rp 812.945.837 ribu (31 Desember 2020: kepada                   (December 31, 2020: with MSIG, Lippo Insurance and
   MSIG, Lippo Insurance, dan ACA Rp 605.482.098                   ACA Rp 605,482,098 thousand ). Management
   ribu). Manajemen berpendapat bahwa nilai                        believes that the insurance coverage is adequate to
   pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi                     cover possible losses on the assets insured.
   kemungkinan       kerugian    atas    aset    yang
   dipertanggungkan.




                                                          258
Page 285
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                                             PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                               NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                                       FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                                    DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

11. ASET TAK BERWUJUD                                                    11. INTANGIBLE ASSETS

                             1 Januari/                                                 31 Desember/
                            January 1,        Penambahan/             Pengurangan/      December 31
                               2021            Additions               Deductions           2021
                              Rp '000           Rp '000                 Rp '000            Rp '000
    Biaya perolehan                                                                                      At cost
      Perangkat lunak        97.527.529            61.955.941             416.000         159.067.470      Computer software

    Akumulasi amortisasi                                                                                 Accumulated amortisation
      Kendaraan
      Perangkat lunak        54.385.993            26.885.207              -               81.271.200      Computer software

    Nilai tercatat bersih    43.141.536                                                    77.796.270    Net Carrying Amount

                             1 Januari/                                                 31 Desember/
                            January 1,        Penambahan/             Pengurangan/      December 31,
                               2020            Additions               Deductions           2020
                              Rp '000           Rp '000                 Rp '000            Rp '000
    Biaya perolehan                                                                                      At cost
      Perangkat lunak       193.416.854            13.441.789         109.331.114          97.527.529      Computer software

    Akumulasi amortisasi                                                                                 Accumulated amortisation
      Kendaraan
      Perangkat lunak       132.384.431            27.880.676         105.879.114          54.385.993      Computer software

    Nilai tercatat bersih    61.032.423                                                    43.141.536    Net Carrying Amount


12. ASET HAK-GUNA                                                        12. RIGHT-OF-USE ASSETS

   Perusahaan menyewa beberapa aset berupa                                      The Company leases several assets in the form of
   bangunan. Masa sewa rata-rata adalah 2 tahun.                                building. The average lease term is 2 years.

                             1 Januari/                                                   31 Desember/
                            January 1,        Penambahan/         Pengurangan/            December 31
                               2021            Additions           Deductions                 2021
                              Rp '000           Rp '000              Rp '000                 Rp '000

   Biaya perolehan:                                                                                           At cost:
     Bangunan                64.445.908            12.373.517               33.333             76.786.092       Building

   Akumulasi penyusutan:                                                                                      Accumulated depreciation:
     Bangunan                20.889.961            22.818.718              -                   43.708.679       Building

   Nilai tercatat bersih     43.555.947                                                        33.077.413     Net carrying amount

                                      1 Januari/                               31 Desember/
                                     January 1,         Penambahan/            December 31,
                                         2020            Additions                 2020
                                       Rp '000            Rp '000                 Rp '000

   Biaya perolehan:                                                                             At cost:
     Bangunan                         25.897.584          38.548.324             64.445.908       Building

   Akumulasi penyusutan:                                                                        Accumulated depreciation:
     Bangunan                             -               20.889.961             20.889.961       Building

   Nilai tercatat bersih              25.897.584                                 43.555.947     Net carrying amount

   Analisis jatuh tempo liabilitas sewa disajikan pada                          The maturity analysis of lease liabilities is presented in
   Catatan 19.                                                                  Note 19.




                                                                259
Page 286
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                                               PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                                 NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                                         FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                                      DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

   Jumlah yang diakui ke laba rugi yang timbul dari sewa                        Amounts recognized in profit or loss arising from
   adalah sebagai berikut:                                                      leases are as follows:

                                            31 Desember/          31 Desember/
                                            December 31           December 31
                                                2021                  2020
                                               Rp '000               Rp '000

   Beban penyusutan aset hak-guna            22.818.718                20.889.961      Depreciation expense on right-of-use assets

   Beban bunga atas liabilitas sewa             937.809                   781.515      Interest expense on lease liabilities

   Beban yang berkaitan dengan
     sewa jangka pendek                       2.633.143                 3.283.375      Expense relating to short-term leases

   Beban yang berkaitan dengan sewa aset
     bernilai rendah                             63.303                    69.143      Expense relating to leases of low-value assets

   Jumlah pengeluaran kas untuk sewa (termasuk sewa                             The total cash outflow for leases (including short-term
   jangka pendek dan sewa aset bernilai rendah)                                 leases and leases of low value assets) amounted to
   sebesar Rp 7.019 juta pada tahun 2021 (2020:                                 Rp 7,019 million in 2021 (2020: Rp 6,755 million).
   Rp 6.755 juta).


13. ASET LAINNYA                                                           13. OTHER ASSETS

   Aset lain-lain terdiri dari uang jaminan sewa gedung                         Other assets consist of security deposit for office
   kantor dan keanggotaan.                                                      building rental and membership.

   Pada tanggal 31 Desember 2020, aset lain-lain                                As of December 31, 2020, other assets include
   termasuk penyertaan pada wesel yang dapat                                    investment in convertible note.
   dikonversi.


14. PINJAMAN BANK                                                          14. BANK LOANS

                                              31 Desember/             31 Desember/
                                              December 31,             December 31,
                                                  2021                     2020
                                                 Rp '000                  Rp '000
   a). Berdasarkan kreditur                                                            a). By creditor
       Pinjaman Jangka Panjang                                                             Long Term Loans

      Pihak ketiga                                                                         Third parties
      Bank of America, N.A., Cabang Tokyo                                                  Bank of America, N.A., Tokyo Branch
        (2021: US$ 45.000.000)                  642.105.000                 -                (2021: US$ 45,000,000)
      PT Bank ANZ Indonesia                                                                PT Bank ANZ Indonesia
        (2021: Rp 625.000.000)                  625.000.000                 -                (2021: Rp 625,000,000)
      Citibank, N.A., Cabang Jakarta                                                       Citibank, N.A., Jakarta Branch
        Rp 500.000.000 ribu                                                                  Rp 500,000,000 thousand
        pada 2021 (2020: US$ 14.661.178                                                      in 2021 (2020: US$ 14,661,178
         dan Rp 90.000.000 ribu)                500.000.000              296.795.913         and Rp 90,000,000 thousand)
      PT Bank BTPN Tbk.                                                                    PT Bank BTPN Tbk.
        US$ 20.994.694 pada 2021                                                             US$ 20,994,694 in 2021
        (2020: US$ 22.646.861)                  299.573.293              319.433.983         (2020: US$ 22,646,861)
      Sumitomo Mitsui Trust                                                                Sumitomo Mitsui Trust
        (2021: US$ 3.500.000)                    49.941.500                 -                (2021: US$ 3.500.000)
      Deutsche Bank AG, Cabang Jakarta                                                     Deutsche Bank AG, Jakarta Branch
        (2020: Rp 590.000.000 ribu)                          -           590.000.000         (2020: Rp 590,000,000 thousand)
      Bank Mizuho Indonesia                                                                Bank Mizuho Indonesia
        (2020: US$ 5.124.450)                              -              72.280.381         (2020: US$ 5,124,450)
      Sub Jumlah                               2.116.619.793           1.278.510.277       Sub Total




                                                                 260
Page 287
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                                              PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                                NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                                        FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                                     DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

                                                 31 Desember/          31 Desember/
                                                 December 31,          December 31,
                                                     2021                  2020
                                                    Rp '000               Rp '000

      Pinjaman Jangka Pendek                                                              Short Term Loans
      Pihak ketiga                                                                        Third parties
      Deutsche Bank AG, Cabang Jakarta                                                    Deutsche Bank AG, Jakarta Branch
        Rp 790.000.000 ribu pada 2021                                                       Rp 790,000,000 thousand in 2021
        (2020: Rp 150.000.000 ribu)                790.000.000           150.000.000        (2020: Rp 150,000,000 thousand)
      MUFG Bank Ltd., Cabang Jakarta                                                      MUFG Bank Ltd., Jakarta Branch
        Rp 675.000.000 ribu pada 2021                                                       Rp 675,000,000 thousand in 2021
        (2020: US$ 85.098.173                                                               (2020: US$ 85,098,173
        dan Rp 250.000.000 ribu)                   675.000.000         1.450.309.725        and Rp 250,000,000 thousand)
      Citibank, N.A., Cabang Jakarta                                                      Citibank, N.A., Jakarta Branch
        US$ 14.661.177 dan Rp 170.000.000 ribu                                               US$ 14,661,177 and Rp 170,000,000 thousand
        (2020: Rp 218.000.000 ribu)                379.200.347           218.000.000        (2020: Rp 218,000,000 thousand)
      PT Bank BTPN Tbk.                                                                   PT Bank BTPN Tbk.
        US$ 22.646.861 pada 2021                                                            US$ 22,646,861 in 2021
        (2020: US$ 45.905.487                                                               (2020: US$ 45,905,487
        dan Rp 880.000.000 ribu)                   323.148.068         1.527.496.897        and Rp 880,000,000 thousand)
      Bank Standard Chartered Indonesia                                                   Bank Standard Chartered Indonesia
        (2021: Rp 300,000,000 ribu)                300.000.000               -              (2021: Rp 300,000,000 thousand)
      PT Bank Mizuho Indonesia                                                            PT Bank Mizuho Indonesia
        US$ 5.124.450 dan Rp 160.000.000 ribu                                               US$ 5,124,450 and Rp 160,000,000 thousand
        (2020: US$ 27.045.399                                                               (2020: US$ 27,045,399
        dan Rp 400.000.000 ribu)                   233.120.791           781.475.350        and Rp 400,000,000 thousand)
      PT Bank Victoria International Tbk                                                  PT Bank Victoria, International Tbk
        (2021: Rp 210.000.000 ribu)                210.000.000               -              (2021: Rp 210,000,000 thousand)
      Bank of America, N.A., Cabang Jakarta                                               Bank of America, N.A., Jakarta Branch
        Rp 200.000.000 ribu pada 2021                                                       Rp 200,000,000 thousand in 2021
        (2020: Rp 350.000.000 ribu)                200.000.000           350.000.000        (2020: Rp 350,000,000 thousand)
      The Norinchukin Bank, Cabang Singapura                                              The Norinchukin Bank, Cabang Singapura
        US$ 20.000.000 pada 2020                       -                 282.100.000        US$ 20,000,000 in 2020
      Bank of America, N.A., Cabang Tokyo                                                 Bank of America, N.A., Tokyo Branch
        Rp 200.000.000 ribu pada 2021                                                       Rp 200,000,000 thousand in 2021
        (2020: US$ 45.000.000)                         -                 634.725.000        (2020 :US$ 45,000,000)
      PT Bank ANZ Indonesia                                                               PT Bank ANZ Indonesia
        (2020 Rp 130.000.000 ribu)                     -                 130.000.000        (2020:Rp 130,000,000 thousand)
      Sumitomo Mitsui Trust Bank, Cabang                                                  Sumitomo Mitsui Trust Bank, Singapore
        Singapura (2020: US$ 8.000.000)                -                 112.840.000        Branch (2020: US$ 8,000,000)
      Jumlah                                     3.110.469.206         5.636.946.972      Total

      Jumlah pinjaman                            5.227.088.999         6.915.457.249      Total loans

   b). Berdasarkan mata uang                                                           b). By currency
       Pinjaman Jangka Panjang                                                             Long Term Loans

      Pihak ketiga                                                                        Third parties
      Dolar Amerika Serikat                        991.619.793           598.510.277      U.S. Dollar
      Rupiah                                     1.125.000.000           680.000.000      Rupiah

      Jumlah                                     2.116.619.793         1.278.510.277      Total

      Pinjaman Jangka Pendek                                                              Short Term Loans

      Pihak ketiga                                                                        Third parties
      Dolar Amerika Serikat                        605.469.206         3.258.946.972      U.S. Dollar
      Rupiah                                     2.505.000.000         2.378.000.000      Rupiah

      Jumlah                                     3.110.469.206         5.636.946.972      Total

      Jumlah pinjaman                            5.227.088.999         6.915.457.249      Total loans

   Tingkat bunga                                                                       Interest rates
       Dolar Amerika Serikat                     0.58% - 2.63%         0.68% - 3.98%       U.S. Dollar
       Rupiah                                    3.30% - 7.00%         4.60% - 7.00%       Rupiah




                                                                 261
Page 288
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                                                                                       PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                                                                         NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                                                                                 FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                                                                              DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

   Beberapa fasilitas pinjaman di atas dijamin dengan                                                             Several loans facility were guaranteed with standby
   standby letters of credit dan letters of guarantee dari                                                        letters of credit and letters of guarantee from its parent
   perusahaan induk, Mitsui & Co., Ltd., Jepang. Tidak                                                            company, Mitsui & Co., Ltd., Japan. There is no asset
   terdapat aset yang dijaminkan untuk seluruh fasilitas                                                          guaranteed pertain to these loan facilities. The
   pinjaman ini. Perusahaan melakukan lindung nilai                                                               Company hedged the loans to manage market risks
   atas pinjaman untuk mengelola risiko pasar terkait                                                             related to foreign currency exchange rates using cross
   dengan nilai tukar mata uang asing dengan                                                                      currency swaps contract (Note 30).
   menggunakan kontrak cross currency swap
   (Catatan 30).

   Ringkasan fasilitas pinjaman bank Perusahaan                                                                   A summary of the Company's bank loan facilities are
   adalah sebagai berikut:                                                                                        as follows:

                                                                                          Batas kredit
                                                                                        (dalam ribuan
                                                                                       mata uang asli)/
                                                                                          Credit limit
                      Bank/                            Fasilitas/      Basis/            (in thousand                                             Bunga/                                   Tanggal jatuh tempo/
                      Bank                              Facility       Base            original amount)                                          Interest                                      Due date

   MUFG Bank Ltd.,                         Fasilitas modal kerja/     Guarantee Rp     2.200.000.000,00    Biaya pendanaan + margin yang berlaku untuk pinjaman dalam Dolar               31 Desember 2022/
   Cabang Jakarta/Jakarta Branch           Working capital facility                                        Amerika Serikat dan Rupiah./Cost of Fund + applicable margin for loan          December 31, 2022
                                                                                                           in US$ and Rupiah currency

   MUFG Bank Ltd.,                         Fasilitas modal kerja/     Clean     Rp     1.000.000.000,00    Biaya pendanaan + margin yang berlaku untuk pinjaman dalam Dolar               31 Desember 2022/
   Cabang Jakarta/Jakarta Branch           Working capital facility                                        Amerika Serikat dan Rupiah./Cost of Fund + applicable margin for loan          December 31, 2022
                                                                                                           in US$ and Rupiah currency

   PT Bank Mizuho Indonesia                Fasilitas modal kerja/     Guarantee Rp     1.500.000.000,00    Biaya pendanaan + 0,3% untuk penarikan menggunakan mata uang                   31 Desember 2022/
                                           Working capital facility                                        Rupiah dan Dolar Amerika Serikat/Cost of Fund + 0.3% for drawdown              December 31, 2022
                                                                                                           using Rupiah and US$ currency

   PT Bank Mizuho Indonesia                Fasilitas modal kerja/       Clean   Rp       520.000.000,00    Biaya pendanaan + 0,6% untuk penarikan menggunakan mata uang                   31 Desember 2022/
                                           Working capital facility                                        Rupiah dan Dolar Amerika Serikat/Cost of Fund + 0.6% for drawdown              December 31, 2022
                                                                                                           using Rupiah and US$ currency

   PT Bank BTPN Tbk.                       Fasilitas modal kerja/     Guarantee Rp       750.000.000,00    Biaya Pendanaan + 0,375%/                                                      30 Desember 2022/
                                           Working capital facility                                        Cost of Fund + 0.375%                                                          December 30, 2022

   PT Bank BTPN Tbk.                       Fasilitas modal kerja/     Guarantee Rp     1.075.000.000,00    Biaya Pendanaan + 0,375%/                                                      30 Desember 2022/
                                           Working capital facility                                        Cost of Fund + 0.375%                                                          December 30, 2022

   PT Bank BTPN Tbk.                       Fasilitas modal kerja/       Clean   Rp     1.000.000.000,00    Biaya Pendanaan + 0,75%/                                                       30 Desember 2022/
                                           Working capital facility                                        Cost of Fund + 0.75%                                                           December 30, 2022

   Citibank, N.A., Cabang Jakarta/         Fasilitas modal kerja/     Guarantee Rp     1.850.000.000,00    Sesuai dengan tingkat bunga yang diberitahukan oleh bank/                      10 Desember 2022/
   Jakarta Branch                          Working capital facility                                        At the rates notified by the bank                                              December 10, 2022

   Citibank, N.A., Cabang Jakarta/         Cerukan/                   Guarantee Rp        50.000.000,00    Sesuai dengan tingkat bunga yang diberitahukan oleh bank/                      1 November 2022/
   Jakarta Branch                          Overdraft                                                       At the rates notified by the bank                                              November 1, 2022
                                                                       Clean    Rp        38.000.000,00    Biaya Pendanaan + 0,75%/                                                       31 Januari 2022/
                                                                                                           Cost of Fund + 0.75 %                                                          January 31, 2022

   Sumitomo Mitsui Trust Bank Ltd.,        Fasilitas modal kerja/     Guarantee US$           20.000,00    Biaya Pendanaan + 0,55% untuk pinjaman dalam Dolar Amerika Serikat             30 Desember 2022/
   Cabang Singapura/Singapore Branch       Working capital facility                                        dengan tenor sampai dengan 1 tahun dan Biaya Pendanaan + 0,75%                 December 30, 2022
                                                                                                           untuk pinjaman dalam Dolar Amerika Serikat dengan tenor lebih dari 1 tahun
                                                                                                           sampai dengan 2 tahun.
                                                                                                           Untuk pinjaman dalam Rupiah untuk seluruh jangka waktu bunga yang
                                                                                                           berlaku adalah suku bunga per tahun sebagaimana disetujui bersama
                                                                                                           oleh Debitur dan Bank/
                                                                                                           COF + 0.55% for USD loan with a tenure up to 1 year and COF + 0.75%
                                                                                                           for USD loan with a tenure over 1 year and up to 2 years
                                                                                                           For Loan IDR For All Interest Period applicable thereto shall be at the rate
                                                                                                           per annum as mutually agreed to by both the Borrower and the Bank

                                           Fasilitas modal kerja/       Clean   US$             8.600,00   Biaya Pendanaan + 0,70% untuk pinjaman dalam Dolar Amerika Serikat             31 Desember 2021/
                                                                                                           dengan tenor sampai dengan 1 tahun dan Biaya Pendanaan + 0,90% untuk           December 31, 2021
                                                                                                           pinjaman dalam Dolar Amerika Serikat dengan tenor lebih dari 1 tahun
                                           Working capital facility                                        sampai dengan 2 tahun.
                                                                                                           Untuk pinjaman dalam Rupiah untuk seluruh jangka waktu bunga yang
                                                                                                           berlaku adalah suku bunga per tahun sebagaimana disetujui bersama
                                                                                                           oleh Debitur dan Bank/
                                                                                                           COF + 0.70% for USD loan with a tenure up to 1 year and COF + 0.90%
                                                                                                           for USD loan with a tenure over 1 year and up to 2 years
                                                                                                           For Loan IDR For All Interest Period applicable thereto shall be at the rate
                                                                                                           per annum as mutually agreed to by both the Borrower and the Bank

   Bank of America N.A., Cabang Jakarta/   Fasilitas modal kerja/      Clean    US$   52.000 atau/ or      Biaya Pendanaan + 0,5% untuk penarikan menggunakan mata uang Rupiah            1 November 2022/
   Jakarta Branch                          Working capital facility             Rp          624.000.000    dan LIBOR + 0,5% untuk penarikan menggunakan mata uang                         November 1, 2022
                                                                                                           Dolar Amerika Serikat/
                                                                                                           Cost of Fund + 0.5% for drawdown using Rupiah currency




                                                                                            262
Page 289
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                                                                                      PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                                                                        NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                                                                                FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                                                                             DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

                                                                                         Batas kredit
                                                                                       (dalam ribuan
                                                                                      mata uang asli)/
                                                                                         Credit limit
                      Bank/                           Fasilitas/      Basis/            (in thousand                                             Bunga/                          Tanggal jatuh tempo/
                      Bank                             Facility       Base            original amount)                                          Interest                             Due date

   PT Bank ANZ Indonesia                  Fasilitas modal kerja/     Guarantee Rp          500.000.000    Disetujui oleh Bank dan Perusahaan/                                   31 Desember 2022/
                                          Working capital facility                                        To be mutually agreed by Bank and Company                             December 31, 2022

   PT Bank ANZ Indonesia                  Fasilitas modal kerja/      Clean    Rp          500.000.000    Disetujui oleh Bank dan Perusahaan/                                   31 Desember 2022/
                                          Working capital facility                                        To be mutually agreed by Bank and Company                             December 31, 2022

   PT Bank HSBC Indonesia                 Fasilitas modal kerja/       Clean   US$       10.000 atau/or   Biaya pendanaan + 1.75% untuk penarikan dalam Dolar Amerika Serikat   30 Juni 2022/
                                          Working capital facility             Rp         150.000.000     dan Rupiah/                                                           June 30, 2022
                                                                                                          Cost of Fund + 1.75% for drawdown using US$ and Rupiah currency

                                          Fasilitas modal kerja/     Guarantee US$   20.000 atau/or       Biaya pendanaan + 1.5% untuk penarikan dalam Dolar Amerika Serikat    30 Juni 2022/
                                          Working capital facility             Rp           300.000.000   dan biaya pendanaan + 1.75% untuk penarikan dalam Rupiah/             June 30, 2022
                                                                                                          Cost of Fund + 1.5% for drawdown using US$ currency
                                                                                                          and Cost of Fund + 1.75% for drawdown using Rupiah currency

                                          Cerukan/                   Guarantee Rp           20.000.000    Untuk fasilitas cerukan: bunga pinjaman dari bank - 2%/               30 Juni 2022/
                                          Overdraft                                                       For overdraft facility: bank's best lending rate - 2%                 June 30, 2022

   Deutsche Bank AG, Cabang Jakarta/      Fasilitas modal kerja/     Guarantee US$              55.000    Biaya pendanaan + 0.7%/                                               31 Oktober 2022/
   Jakarta Branch                         Working capital facility                                        Cost of Fund + 0.7%                                                   October 31, 2022
                                          Fasilitas modal kerja/      Clean    US$              20.000    Bunga akan dikenakan pada rate yang dapat ditentukan oleh bank        31 Oktober 2022/
                                          Working capital facility                                        dari waktu ke waktu/Interest shall be charged at a rate as may be     October 31, 2022
                                                                                                          determined by bank from time to time

   PT Bank Central Asia Tbk               Fasilitas modal kerja/     Guarantee Rp          300.000.000    Berdasarkan negosisasi sebelum tanggal penarikan/                     21 Januari 2022/
                                          Working capital facility                                        Based on the negotiation prior to the drawdown date                   January 21, 2022
                                          Cerukan/                   Guarantee Rp            30.000.000
                                          Overdraft

   PT Bank Victoria Internasional, Tbk,   Fasilitas modal kerja/       Clean   Rp          250.000.000    Suku bunga pasar dan berdasarkan negosiasi pada saat penarikan/       24 Mei 2022/
   Cabang Jakarta/Jakarta Branch          Working capital facility                                        At market rate and based on negotiation at drawdown                   May 24, 2022

                                          Fasilitas modal kerja/       Clean   Rp          100.000.000    Suku bunga pasar dan berdasarkan negosiasi pada saat penarikan/       24 Mei 2022/
                                          Working capital facility                                        At market rate and based on negotiation at drawdown                   May 24, 2022

   Bank Standard Chartered Indonesia,     Fasilitas modal kerja/     Guarantee Rp          350.000.000    Berdasarkan perjanjian pada tanggal penarikan/                        31 Agustus 2022/
   Cabang Jakarta/Jakarta Branch          Working capital facility                                        Based on agreement at the drawdown date                               August 31, 2022

   PT Bank Victoria Syariah               Fasilitas modal kerja/     Clean     Rp           40.000.000    Suku bunga pasar dan berdasarkan negosiasi pada saat penarikan/       31 Agustus 2022/
                                          Working capital facility                                        At market rate and based on negotiation at drawdown                   August 31, 2022

   Bank of America N.A., Cabang Tokyo/    Fasilitas modal kerja/     Clean     US$              45.000    LIBOR + 0.9%                                                          31 Desember 2021/
   Tokyo Branch                           Working capital facility                                                                                                              December 31, 2021

   PT Bank CIMB Niaga Tbk                 Fasilitas modal kerja/     Clean     Rp          200.000.000    Suku bunga pasar dan berdasarkan negosiasi pada saat penarikan/       18 Februari 2022/
                                          Working capital facility                                        At market rate and based on negotiation at drawdown                   February 18, 2022



   PT Bank BCA Syariah                    Fasilitas modal kerja/     Clean     Rp          100.000.000    Suku Bunga ditentukan sesuai Expected Financing Return Bank           21 Mei 2022/
                                          Working capital facility                                        The Interest rate is determined according to the Bank's Expected      May 21, 2022
                                                                                                          Financing Return


   Utang bank digunakan oleh Perusahaan untuk modal                                                              The Company’s bank loans are used for Company’s
   kerja Perusahaan.                                                                                             working capital.

   Selama pinjaman belum dilunasi, Perusahaan                                                                    During the period that the loan is still outstanding, the
   diharuskan untuk menjaga porsi kepemilikan saham                                                              Company is required to maintain stock ownership of
   oleh Mitsui & Co. Ltd., baik secara langsung maupun                                                           Mitsui & Co. Ltd., either direct or indirect at least 51%
   tidak langsung sekurang-kurangnya 51% dari total                                                              from total paid in capital, shall not enter into a
   modal disetor, dilarang mengadakan transaksi untuk                                                            transaction to sell, lease, transfer or otherwise dispose
   menjual, menyewakan, mengalihkan atau melepas                                                                 of any assets which might be expected to have a
   asetnya yang diperkirakan memiliki dampak yang                                                                material adverse effect unless in the general course of
   merugikan secara material, kecuali dalam rangka                                                               business of the Company and maintain certain
   kegiatan     usaha     normal     Perusahaan    dan                                                           financial ratios.
   mempertahankan rasio – rasio keuangan tertentu.

   Perusahaan telah mematuhi semua persyaratan yang                                                              The Company has complied with all covenants
   disebutkan dalam perjanjian pinjaman.                                                                         mentioned in loan agreements.

   Rata-rata tertimbang suku bunga efektif pinjaman                                                              Weighted average effective interest rate of loans in
   untuk 31 Desember 2021 adalah 4,38% (2020:                                                                    December 31,2021 is 4.38% (2020: 6.17%).
   6,17%).




                                                                                           263
Page 290
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                                          PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                            NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                                    FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                                 DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

   Utang bank memiliki suku bunga tetap maupun                               Bank loans are arranged at both fixed and floating
   variabel, sehingga Perusahaan terpapar risiko suku                        interest rates, thus, exposing the Company to fair
   bunga atas nilai wajar (fair value interest rate risk) dan                value interest rate risk and cash flow interest rate risk.
   risiko suku bunga atas arus kas (cash flow interest
   rate risk).

   Nilai tercatat pada biaya perolehan diamortisasi dari                     Carrying amount at amortized cost of the bank loans
   utang bank adalah sebagai berikut:                                        are as follows:

                                                         31 Desember/            31 Desember/
                                                         December 31,            December 31,
                                                             2021                    2020
                                                            Rp '000                 Rp '000

   Utang bank                                              5.227.088.999           6.915.457.249     Bank loan
   Bunga yang masih harus dibayar (Catatan 17)               105.286.768             150.056.712     Accrued interest (Note 17)

   Jumlah                                                  5.332.375.767           7.065.513.961     Total


15. UTANG PAJAK                                                          15. TAXES PAYABLE

                                                       31 Desember/            31 Desember/
                                                       December 31,            December 31,
                                                           2021                    2020
                                                          Rp '000                 Rp '000
    Pajak penghasilan                                                                              Income taxes
        Pasal 21                                                 3.241.669           2.427.814        Article 21
        Pasal 23                                                 1.456.634           1.066.986        Article 23
        Pasal 4 ayat 2                                             210.426             104.667        Article 4(2)
        Pasal 25                                                17.572.362                 -          Article 25
        Pasal 29 (Catatan 27)                                   26.609.782             778.699        Article 29 (Note 27)
    Pajak pertambahan nilai - bersih                             1.624.469           1.357.354     Value added tax - net

    Jumlah                                                      50.715.342           5.735.520     Total



16. UTANG LAIN-LAIN                                                      16. OTHER ACCOUNTS PAYABLE

                                                       31 Desember/            31 Desember/
                                                       December 31,            December 31,
                                                           2021                    2020
                                                          Rp '000                 Rp '000

    Utang kepada dealer                                    139.217.928            151.691.013      Dealer payables
    Utang asuransi                                          34.413.409             27.248.080      Insurance payables
    Titipan konsumen                                        15.362.024              5.088.748      Customers deposit
    Lain-lain                                                  817.875                 25.985      Others

    Jumlah                                                 189.811.236            184.053.826      Total

   Utang kepada dealer merupakan utang kepada                                Dealer payables represent payable to motor-vehicle
   dealer   kendaraan    bermotor     (pihak   ketiga)                       dealer (third parties) in connection with the financing
   sehubungan dengan kegiatan pembiayaan yang tidak                          activities which do not bear interest and has no
   dikenakan bunga dan tidak memiliki jangka waktu                           repayment terms, which usually pay within two and
   pembayaran yang tertulis, yang biasanya dibayarkan                        three days.
   dalam waktu dua sampai tiga hari.

   Utang lain-lain lainnya merupakan utang kepada                            Other payables represent payable to third parties in
   pihak ketiga sehubungan dengan biaya hiburan,                             connection with entertainment expenses, gift and
   pembelian hadiah dan uang jaminan dari pemasok.                           deposits from vendors.




                                                                 264
Page 291
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                           PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                             NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                     FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                  DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

17. BIAYA YANG MASIH HARUS DIBAYAR                         17. ACCRUED EXPENSES

                                         31 Desember/        31 Desember/
                                         December 31,        December 31,
                                             2021                2020
                                            Rp '000             Rp '000

    Utang bunga dari pinjaman bank                                            Interest from loans
        (Catatan 14)                        105.286.768         150.056.712      (Note 14)
    Bonus                                    49.666.231          20.542.899   Bonus
    Komisi                                   33.005.473          59.146.905   Commission
    Utang bunga obligasi                     32.336.345          26.781.143   Interest bonds
    Hiburan                                  32.093.875           9.656.715   Entertainment
    Jasa profesional                         31.007.384          13.420.369   Professional fee
    Perangkat lunak                          11.164.243          13.831.987   Software
    Klaim asuransi untuk pelanggan           10.033.305           5.377.083   Insurance claim to customers
    Pengaturan pinjaman dan penjaminan                                        Loan arrangement and guarantee fees
        (Catatan 34)                          4.405.812           5.922.165      (Note 34)
    Dana sosial Perusahaan                    3.376.300           5.651.629   Company's social fund
    Komunikasi dan internet                   3.572.092           1.816.049   Communication and internet
    Perbaikan dan pemeliharaan                  850.245           4.294.501   Repairs and maintenance
    Jaminan fidusia                             146.974           2.841.908   Fiducia
    Lain-lain                                38.921.826          28.677.554   Others

    Jumlah                                  355.866.873         348.017.619   Total


18. UTANG OBLIGASI                                         18. BONDS PAYABLE
                                         31 Desember/       31 Desember/
                                         December 31,       December 31,
                                             2021               2020
                                            Rp '000            Rp '000

   Obligasi II                                                                Bond II
   Seri B                                     -                500.000.000    Series B
   Obligasi III                                                               Bond III
   Seri B                                 1.200.000.000      1.200.000.000    Series B

   Obligasi Berkelanjutan I Tahap I         100.000.000        100.000.000    Bond Sustainable I Phase I

   Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I                                           Sukuk Mudharabah Sustainable I
      Tahap I                                15.000.000         15.000.000    Phase I
      Tahap II                                                                Phase II
         Seri A                                     -          373.000.000      Series A
         Seri B                             112.000.000        112.000.000      Series B
   Obligasi Berkelanjutan I Tahap II                                          Bond Sustainable I Phase II
   Seri A                                   500.000.000          -            Series A
   Seri B                                   725.000.000          -            Series B

   Obligasi Berkelanjutan I Tahap III                                         Bond Sustainable I Phase III
   Seri A                                   150.000.000          -            Series A
   Seri B                                   625.000.000          -            Series B

   Obligasi Berkelanjutan I Tahap IV        500.000.000          -            Bond Sustainable I Phase IV

   Jumlah                                 3.927.000.000      2.300.000.000    Total

   Biaya perolehan pinjaman yang
      belum diamortisasi                     (8.780.103)        (6.544.841)   Unamortized transaction costs
   Bersih                                 3.918.219.897      2.293.455.159    Net

   Dikurangi bagian yang jatuh tempo
      dalam satu tahun                   (1.850.000.000)      (873.000.000)   Less current maturity

   Bagian jangka panjang                  2.068.219.897      1.420.455.159    Long-term portion




                                                   265
Page 292
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                                PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                  NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                          FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                       DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

   Obligasi I Bussan Auto Finance tahun 2017                       Bond I Bussan Auto Finance year 2017

   Pada Oktober 2017, Perusahaan melakukan                         In October 2017, the Company made public bond
   penawaran umum obligasi bernama “Obligasi I                     offering named “Bond I Bussan Auto Finance year
   Bussan Auto Finance tahun 2017”. Biaya transaksi                2017”. Transactions cost in relation with bond
   yang terkait dengan penerbitan obligasi ini adalah              issuance amounted to Rp 3,625,040 thousand. All
   sebesar Rp 3.625.040 ribu. Seluruh dana yang                    fund obtained will be used for the Company’s working
   diperoleh akan digunakan untuk modal kerja                      capital. These bonds are issued without certificate and
   Perusahaan. Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat dan           offered at principal value, in 2 series, namely:
   ditawarkan sebesar nilai pokoknya, dalam 2 seri,
   yaitu:

                  Seri/Series     Pokok/Principal      Jangka waktu/Term      Bunga/Interest
                       A           150.000.000.000    370 hari/days              6,75%
                       B           350.000.000.000    3 tahun/years              7,75%

   Pembayaran obligasi dilakukan secara penuh (bullet              The bond principal is to be settled at bullet payment on
   payment) saat jatuh tempo. Bunga obligasi terutang              maturity. Interest is payable every three months
   setiap tiga bulan mulai dari 5 Februari 2018 sampai             starting on February 5, 2018 to November 8, 2018 for
   dengan 8 November 2018 untuk obligasi seri A dan                bonds series A and from February 5, 2018 to
   5 Februari 2018 sampai dengan 3 November 2020                   November 3, 2020 for bonds series B. Buy-back of
   untuk obligasi seri B. Pembelian kembali obligasi               bond can be made one year after allotment date at
   dapat dilakukan setelah satu tahun dari tanggal                 market price.
   penjatahan berdasarkan harga pasar.

   PT Bank Mandiri (Persero) Tbk bertindak sebagai wali            The trustee for the bonds is PT Bank Mandiri
   amanat. Pada saat diterbitkan, Obligasi tersebut                (Persero) Tbk. On the issuance date, the bond
   mendapatkan IdAA Pefindo rating dan tercatat pada               received Pefindo rating of IdAA, and listed in the
   Bursa Efek Indonesia pada 6 November 2017.                      Indonesian Stock Exchange on November 6, 2017.
   Obligasi ini dijamin dengan piutang performing                  This bond is secured by the Company’s performing
   Perusahaan sebesar 60% (enam puluh persen) dari                 receivables at 60% (sixty percent) from bond principal.
   nilai pokok obligasi.

   Pembatasan-pembatasan penting yang diatur dalam                 The major covenants include maintaining certain
   perjanjian adalah:                                              financial covenants as follow:

   1.   Tanpa persetujuan tertulis dari wali amanat,               1.   Without written approval from trustee, the
        Perusahaan dilarang melakukan pembayaran                        Company is not permitted to make dividend
        dividen pada tahun buku dimana Perusahaan                       payment in the fiscal year where the Company is
        lalai dalam melakukan pembayaran bunga atau                     absent to make payment on the interest and/or
        pokok yang terutang.                                            principal due.

   2.   Tanpa persetujuan wali amanat, Perusahaan                  2.   Without approval from trustee, the Company is not
        dilarang memberikan pinjaman kepada afiliasi                    permitted to give loan to its affiliates with loan
        dengan nilai pinjaman melebihi 20% (dua puluh                   nominal exceed 20% (twenty percent) from the
        persen) dari ekuitas Perusahaan, kecuali atas                   Company’s equity, except for outstanding loan
        pinjaman yang telah ada sebelum perjanjian                      exist before agreement with trustee and loan
        dengan wali amanat dan pinjaman dalam rangka                    relates with the Company’s normal operations.
        kegiatan operasional Perusahaan.

   Perusahaan telah mematuhi semua persyaratan yang                The Company has complied with all covenants
   disebutkan dalam perjanjian.                                    mentioned in the agreements.

   Pada tanggal 8 November 2018, Perusahaan telah                  On November 8, 2018, the Company has fully paid the
   melakukan pelunasan atas seluruh pokok pinjaman                 principal of Bond Payables I Serie A year 2017.
   utang Obligasi I seri A tahun 2017.

   Pada tanggal 3 November 2020, Perusahaan telah                  On November 3, 2020, the Company has fully paid the
   melakukan pelunasan atas seluruh pokok pinjaman                 principal of Bond Payables I Serie B year 2017.
   utang Obligasi I seri B tahun 2017.




                                                           266
Page 293
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                                 PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                   NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                           FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                        DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

   Obligasi II Bussan Auto Finance tahun 2018                      Bond II Bussan Auto Finance year 2018

   Pada Mei 2018, Perusahaan melakukan penawaran                   In May 2018, the Company held a bond offering called
   umum obligasi bernama "Obligasi II Bussan Auto                  "Bussan Auto Finance II Bonds in 2018". The
   Finance tahun 2018". Biaya transaksi yang terkait               transaction costs associated with the issuance of
   dengan penerbitan obligasi ini adalah sebesar                   these bonds are Rp 4,380,689 thousand. All funds
   Rp 4.380.689 ribu. Seluruh dana yang diperoleh akan             obtained will be used for the Company's working
   digunakan untuk modal kerja Perusahaan. Obligasi                capital. These bonds are issued scripless and are
   ini diterbitkan tanpa warkat dan ditawarkan sebesar             offered at their principal value, in 2 series, namely:
   nilai pokoknya, dalam 2 seri, yaitu :

                  Seri/Series     Pokok/Principal      Jangka waktu/Term      Bunga/Interest
                       A           500.000.000.000    370 hari/days              6,20%
                       B           500.000.000.000    3 tahun/years              7,90%

   Pembayaran obligasi dilakukan secara penuh (bullet              Bond payments are made in full (bullet payment) when
   payment) saat jatuh tempo. Bunga obligasi terutang              due. Bond interest is payable every three months from
   setiap tiga bulan mulai dari 15 Agustus 2018 sampai             August 15, 2018 to May 20, 2019 for series A and
   dengan 20 Mei 2019 untuk obligasi seri A dan                    bonds August 15, 2018 to May 15, 2021 for series B
   15 Agustus 2018 sampai 15 Mei 2021 untuk obligasi               bonds. Purchases of bonds can be made after one
   seri B. Pembelian obligasi dapat dilakukan setelah              year from the date of allotment based on market
   satu tahun dari tanggal penjatahan berdasarkan                  prices.
   harga pasar.

   PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. bertindak sebagai                PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. act as trustee. At the
   wali amanat. Pada saat diterbitkan, Obligasi tersebut           time of issuance, the Bond received the IdAA Pefindo
   mendapatkan IdAA Pefindo rating dan tercatat pada               rating and was listed on the Indonesia Stock Exchange
   Bursa Efek Indonesia pada 16 Mei 2018. Obligasi ini             on May 16, 2018. The bonds are guaranteed by the
   dijamin dengan piutang performing Perusahaan                    Company's performing receivables amounting to 50%
   sebesar 50% (lima puluh persen) dari nilai pokok                (fifty percent) of the principal value of the bonds.
   obligasi.

   Pembatasan-pembatasan penting yang diatur dalam                 Important restrictions stipulated in the agreement are:
   perjanjian adalah:

   1.   Tanpa persetujuan tertulis dari wali amanat,               1.   Without written approval from trustee, the
        Perusahaan dilarang melakukan pembayaran                        Company is not permitted to make dividend
        dividen pada tahun buku dimana Perusahaan                       payment in the fiscal year where the Company is
        lalai dalam melakukan pembayaran bunga atau                     absent to make payment on the interest and/or
        pokok yang terutang.                                            principal due.

   2.   Tanpa persetujuan tertulis dari wali amanat,               2.   Without the written consent of the trustee, the
        Perusahaan dilarang memberikan pinjaman atau                    Company is prohibited from providing loans or
        kredit kepada afiliasi dengan nilai pinjaman                    loans to affiliates with a loan value exceeding 20%
        melebihi 20% (dua puluh persen) dari ekuitas                    (twenty percent) of the Company's equity, except
        Perusahaan, kecuali atas pinjaman yang telah                    for loans that have existed before the agreement
        ada sebelum perjanjian dengan wali amanat dan                   with trustee and loans relates with the Company’s
        pinjaman dalam rangka kegiatan operasional                      normal operation.
        Perusahaan.

   3.   Tanpa persetujuan tertulis dari wali amanat,               3.   Without written approval from the trustee, the
        Perusahaan dilarang menjual, mentransfer atau                   Company is prohibited from selling, transferring all
        mengalihkan seluruh atau sebagian dari harta                    or part of its assets, either one by one or any
        kekayaannya, baik satu persatu ataupun jumlah                   transfer amounting to 30% (thirty percent) or more
        pengalihan sebesar 30% (tiga puluh persen) atau                 of the Company's total assets, except for the
        lebih dari total aset Perusahaan, kecuali dalam                 Company's operational activities .
        rangka kegiatan operasional Perusahaan.




                                                           267
Page 294
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                                  PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                    NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                            FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                         DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

   4.   Tanpa persetujuan tertulis dari wali amanat,                 4.   Without the written consent of the trustee, the
        Perusahaan dilarang melakukan penggabungan,                       Company is prohibited to merge, consolidated
        konsolidasi, dan peleburan dengan perusahaan                      and amalgamate with other companies except it is
        lain kecuali sepanjang yang dilakukan pada                        carried out in the same business and does not
        bidang usaha yang sama dan tidak mempunyai                        have a negative impact on the Company's
        dampak negatif terhadap jalannya usaha                            business and does not affect the Company's
        Perusahaan      serta   tidak  mempengaruhi                       ability to make principal payments and / or bond
        kemampuan Perusahaan dalam melakukan                              interest.
        pembayaran pokok obligasi dan/atau bunga
        obligasi.
   Perusahaan telah mematuhi semua persyaratan yang                  The Company has complied with all covenants
   disebutkan dalam perjanjian.                                      mentioned in the agreements.

   Pada tanggal 20 Mei 2019, Perusahaan telah                        On May 20, 2019, the Company has fully paid the
   melakukan pelunasan atas seluruh pokok pinjaman                   principal of Bond Payables II Serie A year 2018.
   utang Obligasi II Seri A tahun 2018.

   Pada tanggal 17 Mei 2021, Perusahaan telah                        On May 17, 2021, the Company has fully paid the
   melakukan pelunasan atas seluruh pokok pinjaman                   principal of Bond Payables II Serie B year 2018.
   utang Obligasi II Seri B tahun 2018.

   Obligasi III Bussan Auto Finance tahun 2019                       Bond III Bussan Auto Finance year 2019

   Pada November 2019, Perusahaan melakukan                          In November 2019, the Company held a bond offering
   penawaran umum obligasi bernama "Obligasi III                     called "Bussan Auto Finance III Bonds in 2019". The
   Bussan Auto Finance tahun 2019". Biaya transaksi                  transaction costs associated with the issuance of
   yang terkait dengan penerbitan obligasi ini adalah                these bonds are Rp 6,205,300 thousand. All funds
   sebesar Rp 6.205.300 ribu. Seluruh dana yang                      obtained will be used for the Company's working
   diperoleh akan digunakan untuk modal kerja                        capital. These bonds are issued scripless and are
   Perusahaan. Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat dan             offered at their principal value, in 2 series, namely:
   ditawarkan sebesar nilai pokoknya, dalam 2 seri,
   yaitu:

                      Seri/Series      Pokok/Principal       Jangka waktu/Term       Bunga/Interest
                           A            300.000.000.000     370 hari/days               6,95%
                           B          1.200.000.000.000     3 tahun/years               8,20%

   Pembayaran obligasi dilakukan secara penuh (bullet                Bond payments are made in full (bullet payment) when
   payment) saat jatuh tempo. Bunga obligasi terutang                due. Bond interest is payable every three months from
   setiap tiga bulan mulai dari 8 Februari 2020 sampai               February 8, 2020 to November 18, 2020 for series A
   dengan 18 November 2020 untuk obligasi seri A dan                 and bonds February 8, 2020 to November 8, 2022 for
   8 Februari 2020 sampai 8 November 2022 untuk                      series B bonds. Purchases of bonds can be made after
   obligasi seri B. Pembelian obligasi dapat dilakukan               one year from the date of allotment based on market
   setelah satu tahun dari tanggal penjatahan                        prices.
   berdasarkan harga pasar.

   PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Bertindak sebagai                  PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Act as trustee. At the
   wali amanat. Pada saat diterbitkan, Obligasi tersebut             time of issuance, the Bond received the IdAA Pefindo
   mendapatkan IdAA Pefindo rating dan tercatat pada                 rating and was listed on the Indonesia Stock Exchange
   Bursa Efek Indonesia pada 11 November 2019.                       on November 11, 2019. The bonds are guaranteed by
   Obligasi ini dijamin dengan piutang performing                    the Company's performing receivables amounting to
   Perusahaan sebesar 50% (lima puluh persen) dari                   50% (fifty percent) of the principal value of the bonds.
   nilai pokok obligasi.

   Pembatasan-pembatasan penting yang diatur dalam                   Important restrictions stipulated in the agreement are:
   perjanjian adalah:

   1.   Tanpa persetujuan tertulis dari wali amanat,                 1.   Without written approval from trustee, the
        Perusahaan dilarang melakukan pembayaran                          Company is not permitted to make dividend
        dividen pada tahun buku dimana Perusahaan                         payment in the fiscal year where the Company is
        lalai dalam melakukan pembayaran bunga atau                       absent to make payment on the interest and/or
        pokok yang terutang.                                              principal due.




                                                           268
Page 295
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                                PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                  NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                          FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                       DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

   2.   Tanpa persetujuan tertulis dari wali amanat,               2.   Without the written consent of the trustee, the
        Perusahaan dilarang memberikan pinjaman atau                    Company is prohibited from providing loans or
        kredit kepada afiliasi dengan nilai pinjaman                    loans to affiliates with a loan value exceeding 20%
        melebihi 20% (dua puluh persen) dari ekuitas                    (twenty percent) of the Company's equity, except
        Perusahaan, kecuali atas pinjaman yang telah                    for loans that have existed before the agreement
        ada sebelum perjanjian dengan wali amanat dan                   with trustee and loans relates with the Company’s
        pinjaman dalam rangka kegiatan operasional                      normal operation.
        Perusahaan.

   3.   Tanpa persetujuan tertulis dari wali amanat,               3.   Without written approval from the trustee, the
        Perusahaan dilarang menjual, mentransfer atau                   Company is prohibited from selling, transferring all
        mengalihkan seluruh atau sebagian dari harta                    or part of its assets, either one by one or any
        kekayaannya, baik satu persatu ataupun jumlah                   transfer amounting to 30% (thirty percent) or more
        pengalihan sebesar 30% (tiga puluh persen) atau                 of the Company's total assets, except for the
        lebih dari total aset Perusahaan, kecuali dalam                 Company's operational activities .
        rangka kegiatan operasional Perusahaan.

   4.   Tanpa persetujuan tertulis dari wali amanat,               4.   Without the written consent of the trustee, the
        Perusahaan dilarang melakukan penggabungan,                     Company is prohibited to merge, consolidated
        konsolidasi, dan peleburan dengan perusahaan                    and amalgamate with other companies except it is
        lain kecuali sepanjang yang dilakukan pada                      carried out in the same business and does not
        bidang usaha yang sama dan tidak mempunyai                      have a negative impact on the Company's
        dampak negatif terhadap jalannya usaha                          business and does not affect the Company's
        Perusahaan      serta   tidak  mempengaruhi                     ability to make principal payments and / or bond
        kemampuan Perusahaan dalam melakukan                            interest.
        pembayaran pokok obligasi dan/atau bunga
        obligasi.

   Perusahaan telah mematuhi semua persyaratan yang                The Company has complied with all covenants
   disebutkan dalam perjanjian.                                    mentioned in lthe an agreements.

   Pada tanggal 18 November 2020, Perusahaan telah                 On November 18, 2020, the Company has fully paid
   melakukan pelunasan atas seluruh pokok pinjaman                 the principal of Bond Payables III Serie A year 2019.
   utang Obligasi III Seri A tahun 2019.

   Obligasi Berkelanjutan I Bussan Auto Finance tahap I            Bond sustainable I Bussan Auto Finance Phase I year
   tahun 2020                                                      2020

   Pada Juli 2020, Perusahaan melakukan penawaran                  In July 2020, the Company held a bond offering called
   umum obligasi bernama "Obligasi Berkelanjutan I                 "Bond Sustainable I Bussan Auto Finance Phase I in
   Bussan Auto Finance Tahap I tahun 2020". Biaya                  2020". The transaction costs associated with the
   transaksi yang terkait dengan penerbitan obligasi ini           issuance of these bonds are Rp 2,523,833 thousand,
   adalah sebesar Rp 2.523.833 ribu, biaya tersebut                this transaction cost included the transaction cost with
   termasuk biaya penerbitan Sukuk Mudharabah                      the issuance of the Sukuk Mudharabah Sustainable I
   Berkelanjutan I Busan Auto Finance Tahap I tahun                Busan Auto Finance Phase I year 2020. All funds
   2020. Seluruh dana yang diperoleh akan digunakan                obtained will be used for the Company's working
   untuk modal kerja Perusahaan. Obligasi ini                      capital. These bonds are issued scripless and are
   diterbitkan tanpa warkat dan ditawarkan sebesar nilai           offered at their principal value as below:
   pokoknya sebagai berikut:

                                  Pokok/Principal      Jangka waktu/Term      Bunga/Interest
                                   100.000.000.000       3 tahun/years           8,25%

   Pembayaran obligasi dilakukan secara penuh (bullet              Bond payments are made in full (bullet payment) when
   payment) saat jatuh tempo. Bunga obligasi terutang              due. Bond interest is payable every three months from
   setiap tiga bulan mulai dari 4 November 2020 sampai             November 4, 2020 to August 4, 2023. Purchases of
   dengan 4 Agustus 2023. Pembelian obligasi dapat                 bonds can be made after one year from the date of
   dilakukan setelah satu tahun dari tanggal penjatahan            allotment based on market prices.
   berdasarkan harga pasar.




                                                           269
Page 296
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                                   PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                     NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                             FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                          DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

   PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Bertindak sebagai                   PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Act as trustee. At the
   wali amanat. Pada saat diterbitkan, Obligasi tersebut              time of issuance, the Bond received the AAA(idn) Fitch
   mendapatkan AAA(idn) Fitch rating dan tercatat pada                rating and was listed on the Indonesia Stock Exchange
   Bursa Efek Indonesia pada 5 Agustus 2020. Obligasi                 on August 5, 2020. The bonds are guaranteed by the
   ini dijamin dengan piutang performing Perusahaan                   Company's performing receivables amounting to 50%
   sebesar 50% (lima puluh persen) dari nilai pokok                   (fifty percent) of the principal value of the bonds.
   obligasi.

   Pembatasan-pembatasan penting yang diatur dalam                    Important restrictions stipulated in the agreement are:
   perjanjian adalah:

    1.   Tanpa persetujuan tertulis dari wali amanat,                 1.   Without written approval from trustee, the
         Perusahaan dilarang melakukan pembayaran                          Company is not permitted to make dividend
         dividen pada tahun buku dimana Perusahaan                         payment in the fiscal year where the Company is
         lalai dalam melakukan pembayaran bunga atau                       absent to make payment on the interest and/or
         pokok yang terutang.                                              principal due.

   2.    Tanpa persetujuan tertulis dari wali amanat,                 2.   Without the written consent of the trustee, the
         Perusahaan dilarang memberikan pinjaman atau                      Company is prohibited from providing loans or
         kredit kepada afiliasi, kecuali atas pinjaman yang                loans to affiliates, except for loans that have
         telah ada sebelum perjanjian dengan wali                          existed before the agreement with trustee and
         amanat dan pinjaman dalam rangka kegiatan                         loans relates with the Company’s normal
         operasional Perusahaan.                                           operation.

   3.    Tanpa persetujuan tertulis dari wali amanat,                 3.   Without written approval from the trustee, the
         Perusahaan dilarang menjual, mentransfer atau                     Company is prohibited from selling, transferring all
         mengalihkan seluruh atau sebagian dari harta                      or part of its assets, either one by one or any
         kekayaannya, baik satu persatu ataupun jumlah                     transfer amounting to 30% (thirty percent) or more
         pengalihan sebesar 30% (tiga puluh persen) atau                   of the Company's total assets, except for the
         lebih dari total aset Perusahaan, kecuali dalam                   Company's operational activities .
         rangka kegiatan operasional Perusahaan.

   4.    Tanpa persetujuan tertulis dari wali amanat,                 4.   Without the written consent of the trustee, the
         Perusahaan dilarang melakukan penggabungan,                       Company is prohibited to merge, consolidated
         konsolidasi, dan peleburan dengan perusahaan                      and amalgamate with other companies except it is
         lain kecuali sepanjang yang dilakukan pada                        carried out in the same business and does not
         bidang usaha yang sama dan tidak mempunyai                        have a negative impact on the Company's
         dampak negatif terhadap jalannya usaha                            business and does not affect the Company's
         Perusahaan      serta   tidak  mempengaruhi                       ability to make principal payments and / or bond
         kemampuan Perusahaan dalam melakukan                              interest.
         pembayaran pokok obligasi dan/atau bunga
         obligasi.

   Perusahaan telah mematuhi semua persyaratan yang                   The Company has complied with all covenants
   disebutkan dalam perjanjian.                                       mentioned in the agreements.

   Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Bussan Auto                       Sukuk Mudharabah Sustainable I Bussan Auto
   Finance tahap I tahun 2020                                         Finance Phase I year 2020

   Pada Juli 2020, Perusahaan melakukan penawaran                     In July 2020, the Company held a sukuk offering called
   umum sukuk bernama "Sukuk Mudharabah                               "Sukuk Mudharabah Sustainable I Bussan Auto
   Berkelanjutan I Bussan Auto Finance Tahap I tahun                  Finance Phase I in 2020". The transaction costs
   2020". Biaya transaksi yang terkait dengan                         associated with the issuance of these sukuk
   penerbitan sukuk mudharabah ini adalah sebesar                     mudharabah are Rp 2,523,833 thousand, this
   Rp 2.523.833 ribu, biaya tersebut termasuk biaya                   transaction cost included the transaction cost with the
   penerbitan Obligasi Berkelanjutan I Bussan Auto                    issuance of the Bond Sustainable I Busan Auto
   Finance Tahap I tahun 2020. Seluruh dana yang                      Finance Phase I year 2020. All funds obtained will be
   diperoleh akan digunakan untuk modal kerja                         used for the Company's working capital. These sukuk
   Perusahaan. Sukuk mudharabah ini diterbitkan tanpa                 mudharabah are issued scripless and are offered at
   warkat dan ditawarkan sebesar nilai pokoknya                       their principal value as below:
   sebagai berikut:

                                     Pokok/Principal      Jangka waktu/Term      Bunga/Interest
                                       15.000.000.000       3 tahun/years           8,25%




                                                              270
Page 297
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                                PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                  NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                          FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                       DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

   Pembayaran dana sukuk mudharabah dilakukan                      Fund sukuk Mudharabah payment are made in full
   secara penuh (bullet payment) saat jatuh tempo.                 (bullet payment) when due. Profit sharing income is
   Pendapatan bagi hasil dibayarkan setiap tiga bulan              payable every three months from November 4, 2020 to
   mulai dari 4 November 2020 sampai dengan                        August 4, 2023. Purchases of sukuk mudharabah can
   4 Agustus 2023. Pembelian sukuk mudharabah dapat                be made after one year from the date of allotment
   dilakukan setelah satu tahun dari tanggal penjatahan            based on market prices.
   berdasarkan harga pasar.

   PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Bertindak sebagai                PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Act as trustee. At the
   wali amanat. Pada saat diterbitkan, sukuk tersebut              time of issuance, the sukuk received the AAA(idn)
   mendapatkan AAA(idn) Fitch rating dan tercatat pada             Fitch rating and was listed on the Indonesia Stock
   Bursa Efek Indonesia pada 5 Agustus 2020. Sukuk ini             Exchange on August 5, 2020. The sukuk are
   dijamin dengan piutang performing Perusahaan                    guaranteed by the Company's performing receivables
   sebesar 50% (lima puluh persen) dari nilai pokok                amounting to 50% (fifty percent) of the principal value
   sukuk.                                                          of the sukuk.

   Pembatasan-pembatasan penting yang diatur dalam                 Important restrictions stipulated in the agreement are:
   perjanjian adalah:

   1.   Tanpa persetujuan tertulis dari wali amanat,               1.   Without written approval from the trustee, the
        Perusahaan dilarang melakukan pembagian                         Company is prohibited from dividend distribution
        dividen pada tahun buku dimana Perusahaan                       in the financial year where the Company negligent
        lalai dalam melakukan pembayaran bunga atau                     in making payments of interest or principal owed.
        pokok yang terutang.

   2.   Tanpa persetujuan tertulis dari wali amanat,               2.   Without the written consent of the trustee, the
        Perusahaan dilarang memberikan pinjaman atau                    Company is prohibited from providing loans or
        kredit kepada afiliasi, kecuali atas pinjaman yang              loans to affiliates, except for loans that have
        telah ada sebelum perjanjian dengan wali                        existed before the agreement with trustee and
        amanat dan pinjaman dalam rangka kegiatan                       loans relates with the Company’s normal
        operasional Perusahaan.                                         operations.

   3.   Tanpa persetujuan tertulis dari wali amanat,               3.   Without written approval from the trustee, the
        Perusahaan dilarang menjual, mentransfer atau                   Company is prohibited from selling, transferring all
        mengalihkan seluruh atau sebagian dari harta                    or part of its assets, either one by one or any
        kekayaannya, baik satu persatu ataupun jumlah                   transfer amounting to 30% (thirty percent) or more
        pengalihan sebesar 30% (tiga puluh persen) atau                 of the Company's total assets, except for the
        lebih dari total aset Perusahaan, kecuali dalam                 Company's operational activities .
        rangka kegiatan operasional Perusahaan.

   4.   Tanpa persetujuan tertulis dari wali amanat,               4.   Without the written consent of the trustee, the
        Perusahaan dilarang melakukan penggabungan,                     Company is prohibited to merge, consolidated
        konsolidasi, dan peleburan dengan perusahaan                    and amalgamate with other companies except it is
        lain kecuali sepanjang yang dilakukan pada                      carried out in the same business and does not
        bidang usaha yang sama dan tidak mempunyai                      have a negative impact on the Company's
        dampak negatif terhadap jalannya usaha                          business and does not affect the Company's
        Perusahaan      serta   tidak  mempengaruhi                     ability to make principal payments and / or bond
        kemampuan Perusahaan dalam melakukan                            interest.
        pembayaran pokok obligasi dan/atau bunga
        obligasi.

   Perusahaan telah mematuhi semua persyaratan yang                The Company has complied with all covenants
   disebutkan dalam perjanjian.                                    mentioned in the agreements.




                                                             271
Page 298
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                                  PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                    NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                            FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                         DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

   Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Bussan Auto                     Sukuk Sustainable I Bussan Auto Finance Phase II
   Finance tahap II tahun 2020                                      year 2020

   Pada Oktober 2020, Perusahaan melakukan                          In October 2020, the Company held a sukuk offering
   penawaran umum         sukuk     bernama    "Sukuk               called "Sukuk Mudharabah Sustainable I Bussan Auto
   Mudharabah Berkelanjutan I Bussan Auto Finance                   Finance Phase II in 2020". The transaction costs
   Tahap II tahun 2020". Biaya transaksi yang terkait               associated with the issuance of these sukuk
   dengan penerbitan sukuk mudharabah ini adalah                    mudharabah are Rp 1,361,350 thousand. All funds
   sebesar Rp 1.361.350 ribu. Seluruh dana yang                     obtained will be used for the Company's working
   diperoleh akan digunakan untuk modal kerja                       capital. These sukuk mudharabah are issued scripless
   Perusahaan. Sukuk mudharabah ini diterbitkan tanpa               and are offered at their principal value, in 2 series,
   warkat dan ditawarkan sebesar nilai pokoknya, dalam              namely:
   2 seri, yaitu:

               Seri/Series       Pokok/Principal         Jangka waktu/Term       Bunga/Interest
                    A             373.000.000.000           367 hari/days           5,75%
                    B             112.000.000.000           3 tahun/years           7,25%

   Pembayaran dana sukuk mudharabah dilakukan                       Fund sukuk mudharabah payments are made in full
   secara penuh (bullet payment) saat jatuh tempo.                  (bullet payment) when due. Profit sharing income is
   Pendapatan bagi hasil terutang setiap tiga bulan                 payable every three months from January 22, 2021 to
   mulai dari 22 Januari 2021 sampai dengan 29                      October 29, 2020 for series A sukuk mudharabah and
   Oktober 2021 untuk Sukuk Mudhrabah Seri A dan                    October 22, 2023 for series B sukuk mudharabah.
   tanggal 22 Oktober 2023 untuk Sukuk Mudharabah                   Purchases of sukuk mudharabah can be made after
   Seri B. Pembelian sukuk mudharabah dapat                         one year from the date of allotment based on market
   dilakukan setelah satu tahun dari tanggal penjatahan             prices.
   berdasarkan harga pasar.

   PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Bertindak sebagai                 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Act as trustee. At the
   wali amanat. Pada saat diterbitkan, sukuk tersebut               time of issuance, the sukuk received the AAA(idn)
   mendapatkan AAA(idn) Fitch rating dan tercatat pada              Fitch rating and was listed on the Indonesia Stock
   Bursa Efek Indonesia pada 23 Oktober 2020. Sukuk                 Exchange on October 23, 2020. The sukuk are
   ini dijamin dengan piutang performing Perusahaan                 guaranteed by the Company's performing receivables
   sebesar 50% (lima puluh persen) dari nilai pokok                 amounting to 50% (fifty percent) of the principal value
   sukuk.                                                           of the sukuk.

   Pembatasan-pembatasan penting yang diatur dalam                  Important restrictions stipulated in the agreement are:
   perjanjian adalah:

   1.   Tanpa persetujuan tertulis dari wali amanat,                1.   Without written approval from trustee, the
        Perusahaan dilarang melakukan pembayaran                         Company is not permitted to make dividend
        dividen pada tahun buku dimana Perusahaan                        payment in the fiscal year where the Company is
        lalai dalam melakukan pembayaran bunga atau                      absent to make payment on the interest and/or
        pokok yang terutang.                                             principal due.

   2.   Tanpa persetujuan tertulis dari wali amanat,                2.   Without the written consent of the trustee, the
        Perusahaan dilarang memberikan pinjaman atau                     Company is prohibited from providing loans or
        kredit kepada afiliasi, kecuali atas pinjaman yang               loans to affiliates, except for loans that have
        telah ada sebelum perjanjian dengan wali                         existed before the agreement with trustee and
        amanat dan pinjaman dalam rangka kegiatan                        loans relates with the Company’s normal
        operasional Perusahaan.                                          operations.

   3.   Tanpa persetujuan tertulis dari wali amanat,                3.   Without written approval from the trustee, the
        Perusahaan dilarang menjual, mentransfer atau                    Company is prohibited from selling, transferring all
        mengalihkan seluruh atau sebagian dari harta                     or part of its assets, either one by one or any
        kekayaannya, baik satu persatu ataupun jumlah                    transfer amounting to 30% (thirty percent) or more
        pengalihan sebesar 30% (tiga puluh persen) atau                  of the Company's total assets, except for the
        lebih dari total aset Perusahaan, kecuali dalam                  Company's operational activities .
        rangka kegiatan operasional Perusahaan.




                                                             272
Page 299
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                                 PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                   NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                           FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                        DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

   4.   Tanpa persetujuan tertulis dari wali amanat,               4.   Without the written consent of the trustee, the
        Perusahaan dilarang melakukan penggabungan,                     Company is prohibited to merge, consolidated
        konsolidasi, dan peleburan dengan perusahaan                    and amalgamate with other companies except it is
        lain kecuali sepanjang yang dilakukan pada                      carried out in the same business and does not
        bidang usaha yang sama dan tidak mempunyai                      have a negative impact on the Company's
        dampak negatif terhadap jalannya usaha                          business and does not affect the Company's
        Perusahaan      serta   tidak  mempengaruhi                     ability to make principal payments and / or bond
        kemampuan Perusahaan dalam melakukan                            interest.
        pembayaran pokok obligasi dan/atau bunga
        obligasi.

   Perusahaan telah mematuhi semua persyaratan yang                The Company has complied with all covenants
   disebutkan dalam perjanjian.                                    mentioned in agreements.

   Pada tanggal 29 Oktober 2021, Perusahaan telah                  On October 29, 2021, the Company has fully paid the
   melakukan pelunasan atas seluruh pokok pinjaman                 principal of Sukuk Mudharabah Sustainable I Bussan
   Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Bussan Auto                    Auto Finance Phase II Series A in 2020 amounting to
   Finance Tahap II Seri A tahun 2020 sebesar Rp                   Rp 373,000,000,000.
   373.000.000.000

   Obligasi Berkelanjutan I Bussan Auto Finance tahap              Bond sustainable I Bussan Auto Finance Phase II year
   II tahun 2021                                                   2021

   Pada April 2021, Perusahaan melakukan penawaran                 In May 2021, the Company held a bond offering called
   umum obligasi bernama "Obligasi Berkelanjutan I                 "Bond Sustainable I Bussan Auto Finance Phase II in
   Bussan Auto Finance Tahap II tahun 2021". Biaya                 2021". The transaction costs associated with the
   transaksi yang terkait dengan penerbitan obligasi ini           issuance of these bonds are Rp 3,516,733 thousand.
   adalah sebesar Rp 3.516.733 ribu. Seluruh dana                  All funds obtained will be used for the Company's
   yang diperoleh akan digunakan untuk modal kerja                 working capital. These sukuk mudharabah are issued
   Perusahaan. Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat dan           scripless and are offered at their principal value, in 2
   ditawarkan sebesar nilai nilai pokoknya, dalam 2 seri,          series, namely:
   yaitu:

                 Seri/Series      Pokok/Principal       Jangka waktu/Term      Bunga/Interest
                      A            500.000.000.000         370 hari/days          4,90%
                      B            725.000.000.000         3 tahun/years          6,90%

   Pembayaran obligasi dilakukan secara penuh (bullet              Bond payments are made in full (bullet payment) when
   payment) saat jatuh tempo. Bunga obligasi terutang              due. Bond interest is payable every three months from
   setiap tiga bulan mulai dari 27 Juli 2021 sampai                July 27, 2021 to May 07, 2022 for series A and bonds
   dengan 07 May 2022 untuk obligasi seri A dan                    July 27, 2021 to Apr 27, 2024 for series B bonds.
   27 Juli 2021 sampai 27 Apr 2024 untuk obligasi seri             Purchases of bonds can be made after one year from
   B. Pembelian obligasi dapat dilakukan setelah satu              the date of allotment based on market prices.
   tahun dari tanggal penjatahan berdasarkan harga
   pasar.

   PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Bertindak sebagai                PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Act as trustee. At the
   wali amanat. Pada saat diterbitkan, Obligasi tersebut           time of issuance, the Bond received the AAA(idn) Fitch
   mendapatkan AAA(idn) Fitch rating rating dan tercatat           rating and was listed on the Indonesia Stock Exchange
   pada Bursa Efek Indonesia pada 28 April 2021.                   on Apr 28, 2021. The bonds are guaranteed by the
   Obligasi ini dijamin dengan piutang performing                  Company's performing receivables amounting to 50%
   Perusahaan sebesar 50% (lima puluh persen) dari                 (fifty percent) of the principal value of the bonds.
   nilai pokok obligasi.

   Pembatasan-pembatasan penting yang diatur dalam                 Important restrictions stipulated in the agreement are:
   perjanjian adalah:

   1.   Tanpa persetujuan tertulis dari wali amanat,               1.   Without written approval from the trustee, the
        Perusahaan dilarang melakukan pembagian                         Company is prohibited from dividend distribution
        dividen pada tahun buku dimana Perusahaan                       in the financial year where the Company negligent
        lalai dalam melakukan pembayaran bunga atau                     in making payments of interest or principal owed.
        pokok yang terutang.




                                                            273
Page 300
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                                  PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                    NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                            FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                         DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

   2.   Tanpa persetujuan tertulis dari wali amanat,                2.   Without the written consent of the trustee, the
        Perusahaan dilarang memberikan pinjaman atau                     Company is prohibited from providing loans or
        kredit kepada afiliasi, kecuali atas pinjaman yang               loans to affiliates, except for loans that have
        telah ada sebelum perjanjian dengan wali                         existed before the agreement with trustee and
        amanat dan pinjaman dalam rangka kegiatan                        loans relates with the Company’s normal
        operasional Perusahaan.                                          operations.

   3.   Tanpa persetujuan tertulis dari wali amanat,                3.   Without written approval from the trustee, the
        Perusahaan dilarang menjual, mentransfer atau                    Company is prohibited from selling, transferring all
        mengalihkan seluruh atau sebagian dari harta                     or part of its assets, either one by one or any
        kekayaannya, baik satu persatu ataupun jumlah                    transfer amounting to 30% (thirty percent) or more
        pengalihan sebesar 30% (tiga puluh persen) atau                  of the Company's total assets, except for the
        lebih dari total aset Perusahaan, kecuali dalam                  Company's operational activities .
        rangka kegiatan operasional Perusahaan.

   4.   Tanpa persetujuan tertulis dari wali amanat,                4.   Without the written consent of the trustee, the
        Perusahaan dilarang melakukan penggabungan,                      Company is prohibited to merge, consolidated and
        konsolidasi, dan peleburan dengan perusahaan                     amalgamate with other companies except it is
        lain kecuali sepanjang yang dilakukan pada                       carried out in the same business and does not
        bidang usaha yang sama dan tidak mempunyai                       have a negative impact on the Company's
        dampak negatif terhadap jalannya usaha                           business and does not affect the Company's
        Perusahaan      serta   tidak  mempengaruhi                      ability to make principal payments and / or bond
        kemampuan Perusahaan dalam melakukan                             interest.
        pembayaran pokok obligasi dan/atau bunga
        obligasi.

   Perusahaan telah mematuhi semua persyaratan yang                 The Company has complied with all covenants
   disebutkan dalam perjanjian.                                     mentioned in agreements.

   Obligasi Berkelanjutan I Bussan Auto Finance tahap               Bond sustainable I Bussan Auto Finance Phase II year
   III tahun 2021                                                   2021

   Pada September 2021, Perusahaan melakukan                        In September 2021, the Company held a bond offering
   penawaran umum obligasi bernama "Obligasi                        called "Bond Sustainable I Bussan Auto Finance
   Berkelanjutan I Bussan Auto Finance Tahap III tahun              Phase III in 2021". The transaction costs associated
   2021". Biaya transaksi yang terkait dengan                       with the issuance of these bonds are Rp 1,815,537
   penerbitan obligasi ini adalah sebesar Rp 1.815.537              thousand. All funds obtained will be used for the
   ribu. Seluruh dana yang diperoleh akan digunakan                 Company's working capital. These sukuk mudharabah
   untuk modal kerja Perusahaan. Obligasi ini                       are issued scripless and are offered at their principal
   diterbitkan tanpa warkat dan ditawarkan sebesar nilai            value, in 2 series, namely:
   nilai pokoknya, dalam 2 seri, yaitu:

                 Seri/Series       Pokok/Principal       Jangka waktu/Term       Bunga/Interest
                      A             150.000.000.000         367 hari/days           3,75%
                      B             625.000.000.000         3 tahun/years           5,75%

   Pembayaran obligasi dilakukan secara penuh (bullet               Bond payments are made in full (bullet payment) when
   payment) saat jatuh tempo. Bunga obligasi terutang               due. Bond interest is payable every three months from
   setiap tiga bulan mulai dari 28 Desember 2021                    December 28, 2021 to October 05, 2022 for series A
   sampai dengan 05 Oktober 2022 untuk obligasi seri A              and bonds December 28, 2021 to September 28, 2024
   dan 28 Desember 2021 sampai 28 September 2024                    for series B bonds. Purchases of bonds can be made
   untuk obligasi seri B. Pembelian obligasi dapat                  after one year from the date of allotment based on
   dilakukan setelah satu tahun dari tanggal penjatahan             market prices.
   berdasarkan harga pasar.

   PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Bertindak sebagai                 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Act as trustee. At the
   wali amanat. Pada saat diterbitkan, Obligasi tersebut            time of issuance, the Bond received the AAA(idn) Fitch
   mendapatkan AAA(idn) Fitch rating rating dan tercatat            rating and was listed on the Indonesia Stock Exchange
   pada Bursa Efek Indonesia pada 29 September 2021.                on September 29, 2021. The bonds are guaranteed
   Obligasi ini dijamin dengan piutang performing                   by the Company's performing receivables amounting
   Perusahaan sebesar 50% (lima puluh persen) dari                  to 50% (fifty percent) of the principal value of the
   nilai pokok obligasi.                                            bonds.




                                                             274
Page 301
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                                   PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                     NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                             FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                          DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

   Pembatasan-pembatasan penting yang diatur dalam                   Important restrictions stipulated in the agreement are:
   perjanjian adalah:

   1.   Tanpa persetujuan tertulis dari wali amanat,                 1.   Without written approval from the trustee, the
        Perusahaan dilarang melakukan pembagian                           Company is prohibited from dividend distribution
        dividen pada tahun buku dimana Perusahaan                         in the financial year where the Company negligent
        lalai dalam melakukan pembayaran bunga atau                       in making payments of interest or principal owed.
        pokok yang terutang.

   2.   Tanpa persetujuan tertulis dari wali amanat,                 2.   Without the written consent of the trustee, the
        Perusahaan dilarang memberikan pinjaman atau                      Company is prohibited from providing loans or
        kredit kepada afiliasi, kecuali atas pinjaman yang                loans to affiliates, except for loans that have
        telah ada sebelum perjanjian dengan wali                          existed before the agreement with trustee and
        amanat dan pinjaman dalam rangka kegiatan                         loans relates with the Company’s normal
        operasional Perusahaan.                                           operations.

   4.   Tanpa persetujuan tertulis dari wali amanat,                 4.   Without written approval from the trustee, the
        Perusahaan dilarang menjual, mentransfer atau                     Company is prohibited from selling, transferring all
        mengalihkan seluruh atau sebagian dari harta                      or part of its assets, either one by one or any
        kekayaannya, baik satu persatu ataupun jumlah                     transfer amounting to 30% (thirty percent) or more
        pengalihan sebesar 30% (tiga puluh persen) atau                   of the Company's total assets, except for the
        lebih dari total aset Perusahaan, kecuali dalam                   Company's operational activities .
        rangka kegiatan operasional Perusahaan.

   5.   Tanpa persetujuan tertulis dari wali amanat,                 5.   Without the written consent of the trustee, the
        Perusahaan dilarang melakukan penggabungan,                       Company is prohibited to merge, consolidated and
        konsolidasi, dan peleburan dengan perusahaan                      amalgamate with other companies except it is
        lain kecuali sepanjang yang dilakukan pada                        carried out in the same business and does not
        bidang usaha yang sama dan tidak mempunyai                        have a negative impact on the Company's
        dampak negatif terhadap jalannya usaha                            business and does not affect the Company's
        Perusahaan      serta   tidak  mempengaruhi                       ability to make principal payments and / or bond
        kemampuan Perusahaan dalam melakukan                              interest.
        pembayaran pokok obligasi dan/atau bunga
        obligasi.

   Obligasi Berkelanjutan I Bussan Auto Finance tahap                Bond sustainable I Bussan Auto Finance Phase IV
   IV tahun 2021                                                     year 2021

   Pada Desember 2021, Perusahaan melakukan                          In December 2021, the Company held a bond offering
   penawaran umum obligasi bernama "Obligasi                         called "Bond Sustainable I Bussan Auto Finance
   Berkelanjutan I Bussan Auto Finance Tahap IV tahun                Phase IV in 2021". The transaction costs associated
   2021". Biaya transaksi yang terkait dengan penerbitan             with the issuance of these bonds are Rp 1,748,400
   obligasi ini adalah sebesar Rp 1.748.400 ribu.                    thousand. All funds obtained will be used for the
   Seluruh dana yang diperoleh akan digunakan untuk                  Company's working capital. These sukuk mudharabah
   modal kerja Perusahaan. Obligasi ini diterbitkan tanpa            are issued scripless and are offered at their principal
   warkat dan ditawarkan sebesar nilai nilai pokoknya,               value, as below:
   sebagai berikut:

                                    Pokok/Principal      Jangka waktu/Term      Bunga/Interest
                                     500.000.000.000       3 tahun/years           5,75%

   Pembayaran obligasi dilakukan secara penuh (bullet                Bond payments are made in full (bullet payment) when
   payment) saat jatuh tempo. Bunga obligasi terutang                due. Bond interest is payable every three months from
   setiap tiga bulan mulai dari 15 Maret 2022 sampai                 March 15, 2022 to December 15, 2024. Purchases of
   dengan 15 Desember 2024. Pembelian obligasi dapat                 bonds can be made after one year from the date of
   dilakukan setelah satu tahun dari tanggal penjatahan              allotment based on market prices.
   berdasarkan harga pasar.

   PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Bertindak sebagai                  PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Act as trustee. At the
   wali amanat. Pada saat diterbitkan, Obligasi tersebut             time of issuance, the Bond received the AAA(idn) Fitch
   mendapatkan AAA(idn) Fitch rating dan tercatat pada               rating and was listed on the Indonesia Stock Exchange
   Bursa Efek Indonesia pada 16 Desember 2021.                       on December 16, 2021. The bonds are guaranteed by
   Obligasi ini dijamin dengan piutang performing                    the Company's performing receivables amounting to
   Perusahaan sebesar 50% (lima puluh persen) dari                   50% (fifty percent) of the principal value of the bonds.
   nilai pokok obligasi.




                                                             275
Page 302
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                                                 PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                                   NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                                           FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                                        DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

   Pembatasan-pembatasan penting yang diatur dalam                            Pembatasan-pembatasan penting yang diatur dalam
   perjanjian adalah:                                                         perjanjian adalah:

   1. Tanpa persetujuan tertulis dari wali amanat,                            1.     Without written approval from the trustee, the
       Perusahaan dilarang melakukan pembagian                                       Company is prohibited from dividend distribution
       dividen pada tahun buku dimana Perusahaan                                     in the financial year where the Company
       lalai dalam melakukan pembayaran bunga atau                                   negligent in making payments of interest or
       pokok yang terutang.                                                          principal owed.

   2.    Tanpa persetujuan tertulis dari wali amanat,                         2.     Without the written consent of the trustee, the
         Perusahaan dilarang memberikan pinjaman atau                                Company is prohibited from providing loans or
         kredit kepada afiliasi, kecuali atas pinjaman yang                          loans to affiliates, except for loans that have
         telah ada sebelum perjanjian dengan wali                                    existed before the agreement with trustee and
         amanat dan pinjaman dalam rangka kegiatan                                   loans relates with the Company’s normal
         operasional Perusahaan.                                                     operations.

   3.    Tanpa persetujuan tertulis dari wali amanat,                         3.     Without written approval from the trustee, the
         Perusahaan dilarang menjual, mentransfer atau                               Company is prohibited from selling, transferring
         mengalihkan seluruh atau sebagian dari harta                                all or part of its assets, either one by one or any
         kekayaannya, baik satu persatu ataupun jumlah                               transfer amounting to 30% (thirty percent) or
         pengalihan sebesar 30% (tiga puluh persen) atau                             more of the Company's total assets, except for
         lebih dari total aset Perusahaan, kecuali dalam                             the Company's operational activities.
         rangka kegiatan operasional Perusahaan.

   4.    Tanpa persetujuan tertulis dari wali amanat,                         4.     Without the written consent of the trustee, the
         Perusahaan dilarang melakukan penggabungan,                                 Company is prohibited to merge, consolidated
         konsolidasi, dan peleburan dengan perusahaan                                and amalgamate with other companies except it
         lain kecuali sepanjang yang dilakukan pada                                  is carried out in the same business and does not
         bidang usaha yang sama dan tidak mempunyai                                  have a negative impact on the Company's
         dampak negatif terhadap jalannya usaha                                      business and does not affect the Company's
         Perusahaan      serta   tidak  mempengaruhi                                 ability to make principal payments and / or bond
         kemampuan Perusahaan dalam melakukan                                        interest.
         pembayaran pokok obligasi dan/atau bunga
         obligasi.

   Perusahaan telah mematuhi semua persyaratan yang                           The Company has complied with all covenants
   disebutkan dalam perjanjian.                                               mentioned in agreements.


19. LIABILITAS SEWA                                                       19. LEASE LIABILITES

                                                    31 Desember /         31 Desember /
                                                    December 31           December 31
                                                        2021                  2020
                                                       Rp '000               Rp '000

   a. Analisis jatuh tempo                                                                    a. Maturity analysis

        Tahun 1                                            4.414.251            4.762.770         Year 1
        Tahun 2                                            3.101.822            4.117.735         Year 2
        Tahun 3                                            2.659.729            2.603.882         Year 3
        Tahun 4                                           -                     2.603.882         Year 4
                                                         10.175.802            14.088.269
        Bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun         (4.414.251)           (4.762.770)        Current maturity
        Liabilitas sewa jangka panjang                     5.761.551            9.325.499         Non-current lease liabilities

   b. Rincian liabilitas sewa berdasarkan pesewa:                                             b. By lessor

        E J T Lembong                                     7.598.263             9.769.322         E J T Lembong
        DRS Saiful Rizal Siregar                            380.925               323.104         DRS Saiful Rizal Siregar
        PT. Clairmond Astro Makassar                        202.089               389.374         PT. Clairmond Astro Makassar
        Lain-lain                                         1.994.525             3.606.469         Others

        Jumlah                                           10.175.802            14.088.269         Total




                                                                    276
Page 303
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                                               PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                                 NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                                         FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                                      DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

   Perusahaan tidak menghadapi risiko likuiditas yang                            The Company does not face a significant liquidity risk
   signifikan sehubungan dengan liabilitas sewa.                                 with regard to its lease liabilities. Lease liabilities are
   Liabilitas sewa diawasi oleh fungsi treasury                                  monitored within the Company's treasury function.
   Perusahaan.

   Rata-rata tertimbang suku bunga pinjaman                                      The weighted average lessee’s incremental
   inkremental penyewa yang diterapkan pada liabilitas                           borrowing rate applied to the lease liabilities
   sewa yang diakui dalam laporan posisi keuangan                                recognised in the statement of financial position at
   pada 31 Desember 2021 adalah 5,9648% (2020:                                   December 31, 2021 is 5.9648% (2020: 7.9501%).
   7,9501%).


20. LIABILITAS IMBALAN PASCA KERJA                                         20. POST-EMPLOYMENT BENEFITS OBLIGATION

   Perusahaan menyelenggarakan imbalan pasca kerja                              The Company provides post-employment benefits to
   untuk 4.017 karyawan untuk tahun yang berakhir                               4,017 employees for the year ended December 31,
   31 Desember 2021 (31 Desember 2020: 4.579                                    2021 (December 31, 2020: 4,579 employees),
   karyawan) sesuai dengan Undang Undang Cipta                                  respectively in accordance with Job Creation Law
   Kerja No. 11/2020 dan PP No. 35/2021 pada                                    No. 11/2020 and PP No. 35/2021 at December 31,
   31 December 2021 dan sesuai dengan Undang                                    2021 and in accordance with Labor Law No. 13/2003
   Undang Ketenagakerjaan No. 13/2003 pada                                      at December 30, 2020.
   31 December 2020.

   Program imbalan pasca kerja membuat Perusahaan                               The post-employment benefits plan makes the
   terekspos terhadap risiko aktuarial seperti risiko                           Company exposed to actuarial risks such as interest
   tingkat bunga dan risiko gaji.                                               rate risk and salary risk.

   Risiko tingkat bunga                                                        Interest rate risk

   Penurunan suku bunga obligasi akan meningkatkan                              A decrease in the bond interest rate will increase the
   liabilitas program.                                                          plan liability.

   Risiko Gaji                                                                  Salary risk

   Nilai kini kewajiban imbalan pasti dihitung dengan                           The present value of the defined benefit plan liability is
   mengacu pada gaji masa depan peserta program.                                calculated by reference to the future salaries of plan
   Dengan demikian, kenaikan gaji peserta program                               participants. As such, an increase in the salary of the
   akan meningkatkan liabilitas program itu.                                    plan participants will increase the plan’s liability.

   Beban imbalan pasca kerja yang diakui di laporan                             The details of the post-employment benefit expense
   laba rugi dan penghasilan komprehensif lain adalah                           recognized in the statement of profit or loss and other
   sebagai berikut:                                                             comprehensive income are as follows:
                                                      31 Desember/         31 Desember/
                                                      December 31,         December 31,
                                                          2021                 2020
                                                         Rp '000              Rp '000

    Biaya jasa kini                                        19.067.666           17.071.167    Current service costs
    Biaya Jasa lalu                                       (32.935.840)           -            Past service cost
    (Keuntungan) / Kerugian atas penyelesaian              12.061.413            -            (Gain) / loss on settelment
    Beban bunga                                            12.278.803           12.272.961    Interest costs
    Komponen dari biaya imbalan pasca kerja                                                   Component of post-employment
        diakui dalam laba rugi                             10.472.042           29.344.128       benefit costs recognized in profit or loss
    Pengukuran kembali liabilitas imbalan                                                     Remeasurement on the post-employment
        pasca kerja                                                                              benefit obligation
        Kerugian aktuarial yang timbul dari                                                      Actuarial loss arising from
            perubahan asumsi keuangan                        473.848            18.895.950          financial assumption
        (Keuntungan) kerugian aktuarial yang timbul                                              Actuarial (gain) loss arising from
            dari penyesuaian atas pengalaman              (16.730.497)         (14.229.047)         experience adjustment

    Komponen beban imbalan pasca kerja yang                                                     Component of post-employment benefit cost
       diakui dalam penghasilan komprehensif lain         (16.256.649)           4.666.903        recognized in other comprehensive income

    Jumlah                                                 (5.784.607)          34.011.031    Total




                                                                     277
Page 304
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                                                      PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                                        NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                                                FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                                             DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

   Liabilitas imbalan pasca kerja yang diakui dalam                                    Post-employment benefits obligation recognized in the
   laporan posisi keuangan adalah sebagai berikut:                                     statements of financial position are as follows:
                                                               31 Desember/              31 Desember/
                                                               December 31,              December 31,
                                                                   2021                      2020
                                                                  Rp '000                   Rp '000

    Nilai kini kewajiban imbalan                                                                               Present value of post-employment
         pasca kerja                                                154.003.800               185.306.008        benefits obligation

   Mutasi nilai kini kewajiban imbalan pasca kerja                                     Movements in the present value of post-employment
   adalah sebagai berikut:                                                             benefits obligation are as follows:

                                                                31 Desember/              31 Desember/
                                                                December 31,              December 31,
                                                                    2021                      2020
                                                                   Rp '000                   Rp '000

   Nilai kini kewajiban - awal                                       185.306.008               160.782.996       Beginning present value of obligation
   Biaya jasa kini                                                    19.067.666                17.071.167       Current service costs
   Biaya Jasa lalu                                                   (32.935.840)                -               Past service cost
   (Keuntungan) / Kerugian atas penyelesaian                          12.061.413                 -               (Gain) / loss on settelment
   Beban bunga                                                        12.278.803                12.272.961       Interest costs
   Kerugian aktuarial                                                (16.256.649)                 4.666.903      Actuarial losses
   Pembayaran manfaat                                                (25.517.601)               (9.488.019)      Benefits paid

   Nilai kini kewajiban - akhir                                      154.003.800               185.306.008       Ending present value of obligation

   Perusahaan mengakui provisi kewajiban imbalan                                       The Company recognized provision of post-
   pasca kerja sesuai dengan laporan aktuaria dari                                     employment benefits obligations in accordance with
   aktuaris independen I Gde Eka Sarmaja dengan                                        actuary report issued by Independent actuary, I Gde
   tanggal laporan 17 Januari 2022 untuk tahun yang                                    Eka Sarmaja with report dated January 17, 2022 for
   berakhir 31 Desember 2021 (Willis Tower Watson                                      the year ending at December 31, 2021 (Willis Tower
   dengan tanggal laporan 20 Januari 2021 untuk tahun                                  Watson with report dated January 20, 2021 for the
   yang berakhir 31 Desember 2020). Asumsi utama                                       year ending at December 31, 2020). The actuarial
   yang digunakan dalam menentukan penilaian                                           valuation was carried out using the following key
   aktuarial adalah sebagai berikut:                                                   assumptions:
                                          31 Desember/December 30 ,2021            31 Desember/December 30 ,2020

    Tingkat diskonto per tahun        : 7,00%                                  6,75%                                    :   Discount rate per annum
    Tingkat kenaikan gaji per tahun   : 6.5% untuk tingkat 2 keatas dan        4.5% untuk tingkat 2 keatas dan          :   Salary increment rate per annum
                                        6% untuk tingkat 1/6.5% for grade 2    7% untuk tingkat 1/4.5% for grade 2
                                        above and 6% for grade 1               above and 7% for grade 1
    Tingkat kematian                  : TMI 2019                               TMI 2019                                 :   Mortality rate
    Tingkat cacat                     : 10% of TMI 2019                        10% of TMI 2019                          :   Disability rate
    Tingkat pengunduran diri          : 2% untuk usia sampai 22,               6% untuk karyawan dengan usia 20         :   Voluntary resignation
                                        10% pada usia 23, manurun linier ke 2% sampai 44 tahun, dan 2% untuk
                                        pada usia 45 dan 2% pada usia 46       karyawan dengan usia 45 sampai
                                        sampai 54 tahun/                       54 tahun/
                                        2% up to age 22, 10% at age 23,        6% for employee with age of 20 until 44,
                                        and decrease linearly to 2% at age 45  and 2% for employee with age of 45
                                        2% at age 46 until at age 54           until 54
    Umur pensiun normal               : 55 tahun/year                          55 tahun/year                            :   Normal retirement age

   Asumsi aktuarial yang signifikan untuk penentuan                                    Significant actuarial assumptions for the determination
   kewajiban imbalan pasti adalah tingkat diskonto dan                                 of the defined benefits obligation are discount rate and
   kenaikan gaji yang diharapkan. Sensitivitas analisis di                             expected salary increase. The sensitivity analyses
   bawah ini ditentukan berdasarkan masing-masing                                      below have been determined based on reasonably
   perubahan asumsi yang mungkin terjadi pada akhir                                    possible changes of the respective assumptions
   periode pelaporan, dengan semua asumsi lain                                         occurring at the end of the reporting period, while
   konstan.                                                                            holding all other assumptions constant.
   Jika tingkat diskonto lebih tinggi (lebih rendah) 0,5%,                             If the discount rate is 0.5% higher (lower), the defined
   kewajiban imbalan pasti akan berkurang sebesar                                      benefits obligation would decrease by Rp 14,697,949
   Rp      14.697.949     ribu     (meningkat     sebesar                              thousand (increase by Rp 16,974,958 thousand)
   Rp 16.974.958 ribu) (2020: tingkat diskonto lebih                                   (2020: discount rate is 1% higher (lower), the defined
   tinggi (lebih rendah) 1% kewajiban imbalan pasti                                    benefit obligations decrease by Rp 18,728,123
   berkurang sebesar Rp 18.728.123 ribu (meningkat                                     thousand (increase by Rp 21,758,543 thousand)).
   sebesar Rp 21.758.543 ribu)).




                                                                        278
Page 305
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                                         PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                           NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                                   FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                                DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

   Jika tingkat pertumbuhan gaji lebih tinggi (lebih                        If the expected salary growth increases (decreases) by
   rendah) 0,5%, kewajiban imbalan pasti akan                               0.5%, the defined benefit obligation would increase by
   meningkat sebesar Rp 16.935.597 ribu (berkurang                          Rp 16,935,597 thousand (decrease by Rp 14,926,514
   sebesar Rp 14.926.514 ribu) (2020: tingkat                               thousand) (2020: expected salary growth increase
   pertumbuhan gaji lebih tinggi (rendah) 1%, kewajiban                     (decrease) by 1%, the defined benefit obligation
   imbalan     pasti    akan      meningkat     sebesar                     increase by Rp 21,692,197 thousand (decrease by
   Rp     21.692.197     ribu     (berkurang    sebesar                     Rp 19,016,871 thousand)).
   Rp 19.016.871 ribu)).

   Analisis sensitivitas yang disajikan di atas mungkin                     The sensitivity analysis presented above may not be
   tidak mewakili perubahan yang sebenarnya dalam                           representative of the actual change in the defined
   kewajiban imbalan pasti mengingat bahwa                                  benefits obligation as it is unlikely that the change in
   perubahan asumsi terjadinya tidak terisolasi satu                        assumptions would occur in isolation of one another
   sama lain karena beberapa asumsi tersebut mungkin                        as some of the assumptions may be correlated.
   berkorelasi.

   Selanjutnya, dalam menyajikan analisis sensitivitas di                   Furthermore, in presenting the above sensitivity
   atas, nilai kini kewajiban imbalan pasti dihitung                        analysis, the present value of the defined benefits
   dengan menggunakan metode projected unit credit                          obligation has been calculated using the projected unit
   pada akhir periode pelaporan, yang sama dengan                           credit method at the end of the reporting period, which
   yang diterapkan dalam menghitung liabilitas manfaat                      is the same as that applied in calculating the defined
   pasti yang diakui dalam laporan posisi keuangan.                         benefits obligation recognized in the statement of
                                                                            financial position.

   Durasi rata-rata dari kewajiban imbalan pada tanggal                     The average duration of the benefits obligation at
   31 Desember 2021 adalah 10,96 tahun                                      December 31, 2021 is 10.96 years (December 31,
   (31 Desember 2020: 12,00 tahun).                                         2020: 12.00 years).

   Tidak ada perubahan dalam metode dan asumsi yang                         There was no change in the methods and assumptions
   digunakan dalam penyusunan analisis sensitivitas                         used in preparing the sensitivity analysis from prior
   dari tahun sebelumnya.                                                   years.


21. MODAL SAHAM                                                       21. CAPITAL STOCK

                                 31 Desember/December 31, 2021 dan/and 31 Desember/December 31, 2020
                                                                                       Jumlah
                                 Jumlah saham/      Persentase pemilikan/           modal disetor/
                                   Number of           Percentage of                Total paid-up
      Nama pemegang saham           shares              Ownership                      capital                     Name of stockholders
                                                             %                         Rp '000

    Mitsui & Co., Ltd., Jepang            229.821                   65,0                         229.821.000   Mitsui & Co., Ltd., Japan
    Yamaha Motor Co., Ltd.                 62.464                   17,7                          62.464.000   Yamaha Motor Co., Ltd.
    PT Sinergi Autoindo Abadi              53.036                   15,0                          53.036.000   PT Sinergi Autoindo Abadi
    PT Yamaha Indonesia Motor                                                                                  PT Yamaha Indonesia Motor
        Manufacturing                       8.250                    2,3                           8.250.000     Manufacturing

    Jumlah                                353.571                  100,0                         353.571.000   Total

   Berdasarkan rapat umum pemegang saham tanggal                             Based      on    shareholders     meeting     dated
   1 Desember 2020, pemegang saham menyetujui                                Desember 1, 2020, the shareholders approved to
   pembagian dividen 2019 sebesar 73.568.680 ribu                            distribute cash dividends for 2019 amounting to
   atau setara dengan Rp 208.07 per saham dimana                             Rp 73,568,680 thousand or equivalent with
   pembagian dividen kepada para pemegang saham                              Rp 208,07 per share where the distribution of the
   berdasarkan persentase kepemilikan saham. Dividen                         dividend to shareholders is based on the percentage
   tersebut telah dibayarkan tanggal 8 Desember 2020.                        of share ownership. This dividends were paid in
                                                                             Desember 8, 2020.




                                                             279
Page 306
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                                     PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                       NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                               FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                            DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

   Berdasarkan rapat umum pemegang saham tanggal                       Based on shareholders meeting dated December 27,
   27 Desember 2019, pemegang saham menyetujui                         2019, the shareholders approved to allocate certain
   alokasi sejumlah Rp 71.400.000 ribu dari saldo laba                 amount of Rp 71,400,000 thousand from
   yang tidak ditentukan penggunaannya menjadi                         unappropriated retained earnings to a statutory
   cadangan umum. Keputusan ini telah dicatat dalam                    reserve. This resolution has been recorded in notarial
   akta notaris No. 4 tanggal 8 Januari 2020 dari Marina               deed No. 4 dated January 8, 2020 of Marina
   Soewarna, SH, notaris di Jakarta.                                   Soewarna, SH, notary public in Jakarta

   Berdasarkan akta notaris No. 121 tanggal                            Based on notarial Deed No. 121 dated December 16,
   16 Desember 2013 dari Marina Soewana, SH, notaris                   2013 of Marina Soewana, SH, notary public in
   di Jakarta, pemegang saham setuju untuk                             Jakarta, the stockholders approved the issuance of
   menerbitkan 78.571 lembar saham dengan nilai                        78,571 shares at Rp 1,000,000 par value per share.
   nominal Rp 1.000.000 per lembar saham. Hasil dari                   The proceeds from the issuance of the shares
   penerbitan saham baru ini diterima oleh Perusahaan                  received by the Company on December 20, 2013
   pada tanggal 20 Desember 2013 sejumlah                              amounted to Rp 314,429,000 thousand. The
   Rp 314.429.000 ribu. Perbedaan antara nilai yang                    difference between the proceeds and the paid up
   diperoleh dengan nilai yang disetor sebesar                         capital amounting to Rp 235,858,000 thousand was
   Rp 235.858.000 ribu dicatat sebagai tambahan modal                  recognized as additional paid-in capital.
   disetor.


22. PENDAPATAN PEMBIAYAAN                                          22. FINANCING INCOME

                                                     2021                2020
                                                   Rp '000              Rp '000
    Pendapatan bunga dari aktivitas                                                     Interest income from financing
        pembiayaan                                 3.232.218.375        3.052.802.219      activities
    Pendapatan bunga atas keterlambatan                                                 Interest income from late
        pembayaran                                  166.351.041          173.011.631       payment
    Penerimaan kembali piutang yang                                                     Recovery of writen off
        telah dihapuskan                             94.060.627           33.237.665       receivable
    Denda atas penghentian kontrak                                                      Penalty on early termination
        dipercepat                                   25.170.783           17.517.731       of contracts
    Lain-lain                                       316.085.075           56.088.196    Others

    Jumlah                                         3.833.885.901        3.332.657.442   Total

   Amortisasi biaya transaksi yang diakui sebagai                      Amortization of transaction costs which were
   pengurang pendapatan bunga dari aktivitas                           recognized as a deduction of interest income from
   pembiayaan sejumlah Rp 284.940.730 ribu (31                         financing activities amounted to Rp 284,940,730
   Desember 2020: Rp 272.428.595 ribu).                                thousand (December 31,2020 Rp 272,428,595
                                                                       thousand).

   Pendapatan pembiayaan lain-lain terdiri          dari               Other financing income represents administrative
   pendapatan administrasi, pendapatan atas        jasa                income, income from processing motorcycle
   pengurusan surat motor, pendapatan atas         jasa                certificate, income from collection fees and income
   penagihan cicilan dan pendapatan atas           jasa                from online payment fees.
   pembayaran secara daring.


23. PENDAPATAN LAIN LAIN                                           23. OTHER INCOME

   Pendapatan lain lain merupakan pendapatan atas                     Other income represent fee from marketing activities
   jasa kegiatan pemasaran bersama perusahaan                         with insurance company.
   asuransi.




                                                            280
Page 307
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                                  PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                    NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                            FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                         DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

24. BUNGA DAN BEBAN PEMBIAYAAN                                 24. INTEREST AND FINANCING CHARGES
                                                2021                2020
                                               Rp '000             Rp '000

   Beban bunga pinjaman                         372.641.081         586.106.189     Interest expenses from loans
   Beban bunga obligasi                         210.830.362         188.972.899     Interest expense of bonds
   Beban pembiayaan                               -                     146.268     Financing charges

   Jumlah                                       583.471.443         775.225.356     Total


25. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI                                25. GENERAL AND ADMINISTRATIVE EXPENSES

                                                2021                2020
                                               Rp '000             Rp '000

   Jasa profesional                             302.364.443         255.728.473     Professional service fees
   Penyusutan dan amortisasi                     88.881.188          90.374.764     Depreciation and amortization
   Beban kantor                                  80.307.520          52.856.103     Office expenses
   Komisi dan penagihan                          65.728.586          36.257.106     Commissions and collections
   Komputer                                      52.908.491          48.488.028     Computer
   Komunikasi                                    38.643.908          42.005.792     Communication
   Perjalanan dinas                              36.875.886          12.695.441     Traveling
   Perijinan, asuransi, pemeliharaan dan                                            License, insurance, repairs and
       perbaikan dan bensin yang berkaitan                                             maintenance and gasoline related
       dengan kendaraan                          13.049.669          15.981.799        to vehicles
   Beban administrasi bank                       11.260.078          10.321.826     Bank administrative charges
   Materai                                       10.849.198           5.247.773     Stamp duties
   Biaya kantor lainnya                           6.383.811           4.746.587     Other office expenses
   Sewa kantor                                    6.020.541          13.670.339     Office rental
   Pelatihan                                      3.893.623           2.063.045     Training
   Beban penyelesaian kontrak                     -                  31.002.496     Deal termination expense
   Beban lain-lain                               11.618.864          11.034.364     Miscellaneous

   Jumlah                                       728.785.806         632.473.936     Total

   Beban umum dan administrasi lain-lain merupakan                Other general administrative expenses represent
   beban atas beban kantor lainnya dan biaya                      expense for other office expenses and Covid 19
   pengendalian Covid 19.                                         control costs.


26. BEBAN PEMASARAN                                            26. MARKETING EXPENSES

   Saldo dari akun ini merupakan biaya untuk promosi              This account represents expenses for promotion and
   dan kegiatan pemasaran lainnya.                                other marketing activities.


27. PAJAK PENGHASILAN                                          27. INCOME TAX

                                                2021                2020
                                               Rp '000             Rp '000

    Pajak kini                                  150.548.293           30.887.792    Current tax
    Pajak tangguhan                              (9.750.461)         (89.731.105)   Deferred tax

    Jumlah beban (manfaat) pajak penghasilan    140.797.832          (58.843.313)   Total income tax expense (benefit)




                                                         281
Page 308
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                                     PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                       NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                               FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                            DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

   Pajak kini                                                           Current tax

   Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum pajak                        A reconciliation between profit (loss) before tax per
   menurut laporan laba rugi dan penghasilan                            statements of profit or loss and other comprehensive
   komprehensif lain dengan laba kena pajak adalah                      income and accumulated fiscal losses is as follows:
   sebagai berikut:

                                                      2021                 2020
                                                     Rp '000              Rp '000
    Laba (rugi) sebelum pajak menurut laporan                                             Profit (loss) before tax per statements
       laba rugi dan penghasilan                                                            of profit or loss and other
       komprehensif lain                              614.525.272         (341.414.963)     comprehensive income

    Perbedaan temporer:                                                                   Temporary differences:
                                                                                            Allowance for impairment losses
        Cadangan kerugian kredit                      (29.358.410)         447.392.926         of receivables
        Imbalan pasca kerja                           (15.045.559)          29.189.915      Post-employment benefits
        Biaya yang masih harus dibayar                 89.551.397            2.654.412      Accrued expenses
        Perbedaan penyusutan                                                                Difference between commercial
            komersial dan fiskal                         (827.156)          (2.518.352)        and fiscal depreciation

    Jumlah                                             44.320.272          476.718.901      Total

    Beban (pendapatan) yang tidak dapat                                                   Non-deductible expense
       diperhitungkan menurut fiskal:                                                       (non-taxable income):
       Akomodasi                                       17.335.933           13.440.275      Accommodation
       Komunikasi                                       3.476.238            2.756.737      Communication
       Pendapatan bunga yang telah                                                          Interest income subjected
           dikenakan pajak final                       (7.721.654)         (18.162.229)        to final tax
       Lain-lain                                       12.374.357            7.060.333      Others

    Jumlah                                             25.464.874            5.095.116      Total

    Laba kena pajak                                   684.310.418          140.399.054    Taxable income

   Perhitungan beban dan utang pajak kini adalah                        Current tax expense and payable are computed as
   sebagai berikut:                                                     follows:

                                                 31 Desember /        31 Desember /
                                                December 31, 2021    December 31, 2020
                                                     Rp '000              Rp '000

    Beban pajak kini pada tarif pajak                                                     Current tax expense at
        efektif 22%                                   150.548.293           30.887.792      statutory tax rate of 22%
    Dikurangi pembayaran pajak dimuka                                                     Less prepaid taxes
        Pajak penghasilan                                                                   Income taxes
            Pasal 23                                    3.779.286            2.774.566         Article 23
            Pasal 25                                  120.159.225           27.334.527         Article 25
        Jumlah                                        123.938.511           30.109.093      Total

    Utang pajak kini (Catatan 15)                      26.609.782              778.699    Current tax payable (Note 15)

   Perhitungan Pajak Penghasilan (“PPh”) badan                          The Company’s corporate income tax (“CIT”)
   Perusahaan adalah suatu perhitungan sementara                        calculation is a preliminary estimate made for
   yang dibuat untuk tujuan akuntansi dan dapat                         accounting purposes and is subject to revision when
   berubah pada waktu Perusahaan menyampaikan                           the Company files its annual corporate income tax
   surat pemberitahuan tahunan pajak.                                   return.




                                                           282
Page 309
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                                                                                   PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                                                                     NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                                                                             FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                                                                          DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

   Pajak Tangguhan                                                                                               Deferred Tax
   Rincian dari aset pajak tangguhan Perusahaan                                                                  Details of the Company’s deferred tax assets - net are
   adalah sebagai berikut:                                                                                       as follows:
                                                                                                Dikreditkan
                                                                      Dikreditkan              (dibebankan)
                                                                  (dibebankan)                 ke penghasilan
                                                                  ke laba rugi /          komprehensif lain /
                                                                    Credited              Credited (charged)
                                        1 Januari/                    (charged)                   to other               31 Desember/
                                        January 1               to profit or loss            comprehensive               December 31
                                              2021                    for the year                income                       2021
                                            Rp '000                     Rp '000                   Rp '000                     Rp '000
                                                                                                                                                  Allowance for impairment
    Cadangan kerugian kredit            145.303.644                      (6.458.849)                  -                       138.844.795            losses of receivable
    Nilai wajar kontrak                                                                                                                           Fair value of derivative financial
      lindung nilai derivatif               17.137.813                                            (14.300.182)                  2.837.631            instrument hedging contract
    Imbalan pasca kerja                     40.194.172                   (3.310.023)               (3.576.463)                 33.307.686         Post-employment benefits
                                                                                                                                                  Depreciation of property
    Penyusutan aset tetap                      556.439                     (181.974)                  -                           374.465            and equipment
    Akrual                                  12.617.388                  19.701.307                    -                        32.318.695         Accrual

    Aset pajak tangguhan -
      bersih                            215.809.456                       9.750.461               (17.876.645)                207.683.272         Deferred tax assets - net

                                                                             Dikreditkan          Dampak perubahan tarif pajak/
                                                      Dikreditkan           (dibebankan)         Effect of the change in tax rates
                                                     (dibebankan)          ke penghasilan                            Dibebankan
                                                     ke laba rugi /      komprehensif lain /     Dibebankan        ke penghasilan
                                                     Credited           Credited (charged)      ke laba rugi/     komprehensif lain/
                                 1 Januari/          (charged)               to other            Charged to       Charged to other      31 Desember/
                                 January 1       to profit or loss       comprehensive          profit or loss     comprehensive        December 31
                                   2020             for the year              income             for the year          income              2020
                                  Rp '000              Rp '000                Rp '000              Rp '000             Rp '000             Rp '000
                                                                                                                                                            Allow ance for impairment
    Cadangan kerugian kredit      53.269.546            98.426.444                -                (6.392.346)            -                145.303.644        losses of receivable
    Nilai w ajar kontrak                                                                                                                                    Fair value of derivative financial
       lindung nilai derivatif    20.661.161                   -               (1.044.009)             -                (2.479.339)         17.137.813        instrument hedging contract
    Imbalan pasca kerja           40.195.750             6.421.780              1.026.719          (6.962.358)            (487.719)         40.194.172      Post-employment benef its
                                                                                                                                                            Depreciation of property
    Penyusutan aset tetap          1.261.904              (554.037)               -                  (151.428)            -                    556.439        and equipment
    Akrual                        13.674.338               583.971                -                (1.640.921)            -                 12.617.388      Accrual
    Aset pajak tangguhan -
     bersih                      129.062.699           104.878.158                (17.290)        (15.147.053)          (2.967.058)        215.809.456      Deferred tax assets - net


   Rekonsiliasi antara beban pajak dan hasil perkalian                                                           A reconciliation between the total tax expense and the
   laba akuntansi sebelum pajak dengan tarif pajak yang                                                          amounts computed by applying the effective tax rates
   berlaku adalah sebagai berikut:                                                                               to profit before tax is as follows:
                                                                                2021                              2020
                                                                               Rp '000                           Rp '000
    Laba (rugi) sebelum pajak pada laporan laba                                                                                         Profit (loss) before tax per statements of profit
        rugi dan penghasilan komprehensif lain                                   614.525.272                     (341.414.963)            or loss and other comprehensive income
    Pajak penghasilan dengan tarif pajak                                                                                                Tax expenses at effective tax rate
        efektif 22%                                                            (135.195.560)                       75.111.292             22%
    Pengaruh pajak atas (pendapatan) beban
       yang tidak dapat diperhitungkan                                                                                                  Tax effect of (nondeductible expense)
       menurut fiskal:                                                                                                                    nontaxable income:
       Penghasilan bunga yang telah
           dikenakan pajak final                                                    1.698.764                        3.995.690             Interest income subjected to final tax
       Komunikasi                                                                    (764.772)                        (606.482)            Communication
       Akomodasi                                                                   (3.813.905)                      (2.956.861)            Accomodation
       Lain-lain                                                                   (2.722.359)                      (1.553.273)            Others
    Dampak saldo pajak tangguhan karena                                                                                                 Effect on deferred tax balance due to
       perubahan tarif pajak penghasilan                                              -                           (15.147.053)             change in income tax rate

    Jumlah                                                                         (5.602.272)                    (16.267.979)            Total

    Jumlah manfaat (beban) pajak                                               (140.797.832)                       58.843.313           Total tax benefit (expenses)




                                                                                          283
Page 310
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                                    PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                      NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                              FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                           DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

   Perubahan tarif pajak                                               Changes in statutory tax rates

   Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang                        Government Regulation in Lieu of Law No. 1 Year
   Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan                       2020 on State Financial Policy and Stability of
   Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk                         Financial Systems for the Management of Coronavirus
   Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019                        Disease 2019 (COVID-19) and/or Counter the Threat
   (COVID-19) dan/atau dalam Rangka Menghadapi                         to National Economy and/or Stability of Financial
   Ancaman yang Membahayakan Perekonomian                              Systems (“Perppu No. 1/2020“) took effect on
   Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan                        March 31, 2020. Perppu 1/2020 reduced the income
   (“Perppu No. 1/2020“) mulai berlaku pada 31 Maret                   tax rates for domestic corporations and permanent
   2020. Perppu 1/2020 menyesuaikan tarif pajak                        establishments to 22% applicable for fiscal years 2020
   penghasilan badan dalam negeri dan bentuk usaha                     and 2021 and further reduction to 20% applicable for
   tetap menjadi 22% yang berlaku untuk Tahun Pajak                    fiscal year 2022 and thereafter.
   2020 dan 2021 dan 20% berlaku untuk Tahun Pajak
   2022 dan selanjutnya.

   Pada tanggal 29 Oktober 2021, Pemerintah                            On 29 October 2021, the Government stipulated Law
   menetapkan Undang-Undang No.7 Tahun 2021                            No. 7 year 2021 on the Harmonization of Tax
   tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (“UU                       Regulations (“HPP Bill”). One of the article in this HPP
   HPP”). Salah satu pasal dalam UU HPP ini adalah                     Bill is that the corporate income tax rate applicable in
   tarif pajak penghasilan badan yang berlaku ditahun                  2022 and so forth is 22%.
   2022 dan seterusnya adalah 22%.


28. PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN                                   28. OTHER COMPREHENSIVE INCOME

   Akun ini terdiri atas penghasilan komprehensif lain                 This account comprises of items of other
   yang diakumulasi dalam ekuitas. Rincian penghasilan                 comprehensive income that are accumulated in equity.
   komprehensif lain yang diakumulasi dalam ekuitas                    The details of other comprehensive income
   adalah sebagai berikut:                                             accumulated in equity are as follows:

                                                     2021                  2020
                                                    Rp '000               Rp '000

    Liabilitas imbalan pasti                          (5.029.183)           (17.709.369)   Defined benefits obligation
    Cadangan lindung nilai arus kas                  (10.060.690)           (60.761.335)   Cash flow hedging reserve

    Saldo akhir tahun                                (15.089.873)           (78.470.704)   Balance at end of year

   Cadangan lindung nilai arus kas merupakan bagian                    The cash flow hedging reserve represents the
   kumulatif keuntungan dan kerugian instrumen lindung                 cumulative portion of gains and losses on hedging
   nilai yang dianggap efektif dalam lindung nilai arus                instruments deemed effective in cash flow hedges.
   kas. Keuntungan atau kerugian kumulatif yang                        The cumulative deferred gain or loss on the hedging
   ditangguhkan      atas   instrumen    lindung   nilai               instrument is reclassified to profit or loss only when the
   direklasifikasi ke laba rugi hanya ketika transaksi                 hedged transaction affects the profit or loss.
   yang dilindungi nilai mempengaruhi laba rugi.

   Keuntungan dan kerugian yang direklasifikasi dari                   Gains and losses reclassified from equity into profit or
   ekuitas ke laba rugi selama tahun berjalan termasuk                 loss during the year are included in the following line
   dalam pos yang bersangkutan di laporan laba rugi                    items in the statements of profit or loss and other
   dan penghasilan komprehensif lain.                                  comprehensive income.




                                                           284
Page 311
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                                                   PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                                     NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                                             FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                                          DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

   Cadangan lindung nilai arus kas                                                Cash flow hedging reserve

                                                               2021                    2020
                                                             Rp '000                  Rp '000

   Saldo awal tahun                                            (60.761.335)             (61.983.483)     Balance at beginning of year
   Dampak perubahan tarif pajak penghasilan                      -                       (2.479.339)     Adjustment new tax rate
   Keuntungan (kerugian) atas lindung nilai arus kas              3.984.145             (16.655.497)     Gain (loss) recognised on cash flow hedges
   Pajak penghasilan terkait keuntungan (kerugian)
       yang diakui pada penghasilan                                                                      Income tax related to gain (loss) recognised
       komprehensif lain                                          (876.512)              3.664.209          in other comprehensive income
   Penyelesaian kontrak derivatif                               61.016.681              21.400.993       Settlement of derivative contract
   Pajak penghasilan terkait pelunasan                                                                   Income tax related to the settlement
       kontrak derivatif                                       (13.423.669)              (4.708.218)        of derivative contract

   Saldo akhir tahun                                           (10.060.690)             (60.761.335)     Balance at end of year

   Liabilitas imbalan pasti                                                       Defined benefits obligation

                                                               2021                    2020
                                                             Rp '000                 Rp '000

   Saldo awal tahun                                            (17.709.369)            (13.581.466)      Balance at beginning of year
   Dampak perubahan tarif pajak                                  -                        (487.719)      Adjustment new tax rate
   Keuntungan (kerugian) atas pengukuran                                                                 Gain (loss) recognised on remeasurement
       kembali liabilitas imbalan pasca kerja                   16.256.649              (4.666.903)         of post employment benefit obligation
   Pajak penghasilan terkait keuntungan                                                                  Income tax related to gain (loss)
       (kerugian) yang diakui pada                                                                          recognised in other comprehensive
       penghasilan komprehensif lain                            (3.576.463)                 1.026.719       income

   Saldo akhir tahun                                            (5.029.183)            (17.709.369)      Balance at end of year

   Liabilitas imbalan pasca kerja terdiri dari akumulasi                           The post-employment benefit obligation represents
   porsi keuntungan/kerugian aktuarial yang berasal                                the cumulative portion actuarial gain/loss from
   dari     imbalan    karyawan.      Porsi    akumulasi                           employee benefits. The cumulative portion of actuarial
   keuntungan/kerugian      aktuarial    dari    imbalan                           gain/loss from employee benefits will not be
   karyawan tidak akan direklasifikasi ke laba rugi.                               reclassified to the profit or loss.


29. LABA PER SAHAM                                                            29. EARNINGS PER SHARE

   Perhitungan laba (rugi) per saham dasar dilakukan                               The computation of basic earnings (loss) per shares is
   berdasarkan informasi di bawah ini:                                             based on the following information:

                                                            2021                   2020
                                                           Rp '000                Rp '000

   Laba bersih periode berjalan                                                                     Profit for the period

   Laba bersih untuk perhitungan laba                                                               Earnings for computation of basic
      per saham dasar                                       473.727.440            (282.571.650)      earnings per share


   Jumlah saham (dalam angka penuh)                    Lembar / Shares        Lembar / Shares       Number of shares (in full amount)

   Jumlah rata-rata tertimbang saham                                                                Weighted average number of ordinary
      biasa untuk perhitungan laba                                                                   shares for computation of basic
      per saham dasar                                           353.571                353.571       earnings per share




                                                                      285
Page 312
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                                               PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                                 NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                                         FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                                      DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

30. TRANKSAKSI DERIVATIF                                                    30. DERIVATIVE TRANSACTIONS

   Perusahaan menghadapi risiko arus kas terkait                                The Company is exposed to cash flows risks related to
   dengan nilai tukar mata uang asing dan tingkat suku                          foreign currency exchange rates and interest rates in
   bunga dalam menjalankan kegiatan bisnisnya.                                  the ordinary course of business.

   Untuk mengurangi risiko yang ada, Perusahaan                                 In order to reduce these risks, the Company uses
   menggunakan instrumen derivatif cross currency                               cross currency swaps to hedge the exposure of the
   swap untuk melindungi arus kas masa mendatang                                estimated future cash flows of bank loans.
   dari pinjaman bank.

   Saldo nilai wajar instrumen derivatif Perusahaan                             The fair values of the Company’s derivative
   adalah sebagai berikut:                                                      instruments that are outstanding are summarized
                                                                                below:
                                                       31 Desember/             31 Desember/
                                                       December 31,             December 31,
                                                           2021                     2020
                                                          Rp '000                  Rp '000

    Piutang derivatif                                         23.270.660                2.121.812    Derivative receivables
    Utang derivatif                                          (13.845.482)             (86.403.710)   Derivative payables

    Jumlah                                                     9.425.178              (84.281.898)   Total

   Cross currency swap ditetapkan sebagai lindung nilai                         The cross currency swaps were designated as
   arus kas yang efektif. Oleh karenanya, perubahan                             effective cash flow hedges. Hence, the changes in
   nilai wajar instrument derivatif tersebut dicatat pada                       their fair values were recognized in equity. The
   ekuitas. Estimasi nilai wajar dari instrumen derivatif                       estimated fair values of the derivative instruments are
   dihitung berdasarkan tingkat bunga pasar.                                    calculated based on market rates. Unrealized gain
   Keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi                                 (loss) - net of tax amounting to Rp 50,700,645
   setelah pajak sejumlah Rp 50.700.645 ribu (2020:                             thousand (2020: Rp 1,222,148 thousand) on fair value
   Rp 1.222.148 ribu) atas nilai wajar instrumen                                of the derivative financial instruments are recognized
   keuangan derivatif dicatat pada penghasilan                                  in other comprehensive income.
   komprehensif lain.

   Rincian Cross-Currency Swap adalah sebagai                                   The details of cross-currency swaps are as follows:
   berikut:

                                                   31 Desember / December 31, 2021                    31 Desember / December 31, 2020

   Bank-Bank yang menjadi lawan transaksi/
   Banker act as counterparties:             Sumitomo Mitsui Trust Bank, Singapore;            Sumitomo Mitsui Trust Bank, Singapore;
                                             PT Bank BTPN Tbk, Jakarta;                        PT Bank BTPN Tbk, Jakarta;
                                             PT Bank Mizuho Indonesia, Jakarta;                PT Bank Mizuho Indonesia, Jakarta;
                                             Bank of America N.A., Tokyo; dan/and              Bank of America N.A., Tokyo; dan/and
                                             Citibank, N.A., Cabang Jakarta.                   Citibank, N.A., Cabang Jakarta;
                                                                                               MUFG Bank Ltd., Jakarta;
                                                                                               The Norinchukin Bank, Singapore.

   Jatuh Tempo/Maturity                      Berbagai tanggal sampai dengan November 2023/ Berbagai tanggal sampai dengan Februari 2022/
                                             Various date up to November 2023              Various date up to February 2022

   Kurs forward/Forward rate
   CCS USD                                   Rp 13.610 - Rp 14.510                             Rp 13.610 - Rp 14.535




                                                                 286
Page 313
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                                            PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                              NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                                      FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                                   DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

   Tabel di bawah ini merinci jumlah pokok nosional dan                      The following tables detail the notional principal
   waktu yang tersisa dari kontrak cross currency swap                       amounts and remaining term of cross currency rate
   yang beredar pada akhir periode pelaporan.                                swap contracts outstanding at the end of the reporting
                                                                             periods.

                                               31 Desember/December 31, 2021
    Tingkat bunga fluktuatif yang diterima dalam   Tingkat suku bunga tetap
        US$/Floating rate received in US$                   menurut             Nilai pokok
    Tingkat bunga tetap yang dibayarkan dalam       kontrak/Contracted fixed nosional/Notional                            Nilai wajar/Fair
        Rupiah/ Fixed rate paid in Rupiah                 interest rate       principal value                                   value
                                                                                  Rp '000                                     Rp '000

   Satu tahun/One year                                           6,8% - 7%                          580.000.000                 22.869.132
   Dua tahun/Two years                                           5,3% - 6%                          994.765.500                (13.443.954)

   Jumlah/Total                                                                                   1.574.765.500                   9.425.178

                                                   31 Desember/December 31, 2020
    Tingkat bunga fluktuatif yang diterima dalam
         US$/Floating rate received in US$             Tingkat suku bunga tetap                Nilai pokok
    Tingkat bunga tetap yang dibayarkan dalam         menurut kontrak/Contracted            nos ional/Notional            Nilai wajar/Fair
         Rupiah/ Fixed rate paid in Rupiah                 fixed interest rate               principal value                   value
                                                                                                  Rp '000                     Rp '000

   Satu tahun/One year                                           4,8% - 9%                        3.283.840.000                (85.909.709)
   Dua tahun/Two years                                           6,8% - 7%                          580.000.000                  1.627.811

   Jum lah/Total                                                                                  3.863.840.000                (84.281.898)



31. PENGUNGKAPAN TAMBAHAN ATAS AKTIVITAS                              31. SUPPLEMENTAL DISCLOSURE ON NON CASH
    INVESTASI NON KAS                                                     INVESTING ACTIVITIES

                                                        2021                      2020
                                                       Rp '000                   Rp '000

    Aktivitas investasi nonkas:                                                                 Non-cash investing activities:
        Pemindahan dari uang muka ke                                                              Transfer of advances to property
             aset tetap                                   2.355.377                   522.208        and equipment
        Pemindahan dari uang muka                                                                 Transfer of advances to intangible
             ke aset tak berwujud                        23.998.992                10.529.893        assets



32. SEGMEN OPERASI                                                    32. OPERATING SEGMENT

    Perusahaan     melaporkan      segmen           operasi                  The Company reported operating segment into the
    berdasarkan kategori sebagai berikut:                                    following categories:

    ·    Pembiayaan sepeda motor                                             ·    Motor cycle financing

    ·    Pembiayaan lainnya                                                  ·    Other financing activities

    Pembagian aset segmen dicatat berdasarkan                                The distribution of segment asset presented is based
    piutang pembiayaan neto yang timbul dari kegiatan                        on net receivables arising from financing activities by
    pembiayaan berdasarkan masing-masing kategori di                         each category above.
    atas.

    Pembagian liabilitas segmen dicatat berdasarkan                          The distribution of segment liabilities presented is
    proporsi piutang pembiayaan berdasarkan kategori                         based on the proportion of finance receivables by
    segmen dengan saldo pinjaman bank dan utang                              category to the outstanding bank loans and payables
    kepada dealer.                                                           to dealers.




                                                              287
Page 314
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                                            PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                              NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                                      FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                                   DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

    Informasi mengenai segmen usaha Perusahaan                                 Information concerning the Company’s operating
    adalah sebagai berikut:                                                    segment are as follows:

    Informasi berdasarkan jenis pembiayaan:                                    Information based on type of financing:

                                                         31 Desember/December 31,2021
                                                                   Pembiayaan
                                              Pembiayaan              lainnya/
                                             sepeda motor/       Other financing      Jumlah/
                                           Motorcyle financing       activities        Total
                                                Rp '000               Rp '000         Rp '000
     Pendapatan pembiayaan                      2.785.377.867     1.048.508.034      3.833.885.901   Financing income
     Pendapatan tidak dapat dialokasikan                                                             Unallocated income
       Bunga                                                                            7.721.654      Interest
       Lain-lain                                                                       58.268.856      Others

     Jumlah pendapatan                                                               3.899.876.411   Total revenue

     ASET                                                                                            ASSETS
     Aset segmen                                7.455.844.164     3.574.053.075     11.029.897.239   Segment assets
     Aset tidak dapat dialokasikan                                                     954.639.167   Unallocated assets
     Jumlah Aset                                                                    11.984.536.406   Total Assets
     LIABILITAS                                                                                      LIABILITIES
     Liabilitas segmen                          6.299.894.515     2.984.632.309      9.284.526.824   Segment Liabilities
     Liabilitas tidak dapat dialokasikan                                               635.200.607   Unallocated liabilities
     Jumlah Liabilitas                                                               9.919.727.431   Total Liabilities

     Beban penyusutan dan amortisasi                                                   88.881.188    Depreciation expense and amortization

     Pengeluaran modal                                                                               Capital expenditures
       Aset tetap                                                                      26.059.527     Property and equipment
       Perangkat lunak komputer                                                        61.955.941     Computer software
     Jumlah pengeluaran modal                                                          88.015.468    Total capital expenditures

                                                        31 Desember/December 31, 2020
                                                                  Pembiayaan
                                              Pembiayaan             lainnya/
                                             sepeda motor/      Other financing       Jumlah/
                                           Motorcyle financing      activities         Total
                                                Rp '000              Rp '000          Rp '000
     Pendapatan pembiayaan                      3.130.857.983         201.799.459    3.332.657.442   Financing income
     Pendapatan tidak dapat dialokasikan                                                             Unallocated income
       Bunga                                                                            18.162.229      Interest
       Lain-lain                                                                        57.157.383      Others

     Jumlah pendapatan                                                               3.407.977.054   Total revenue

     ASET                                                                                            ASSETS
     Aset segmen                                8.548.403.977     1.533.580.392     10.081.984.369   Segment assets
     Aset tidak dapat dialokasikan                                                   1.478.233.695   Unallocated assets
     Jumlah Aset                                                                    11.560.218.064   Total Assets

     LIABILITAS                                                                                      LIABILITIES
     Liabilitas segmen                          7.808.041.721     1.400.759.687      9.208.801.408   Segment Liabilities
     Liabilitas tidak dapat dialokasikan                                               823.715.952   Unallocated liabilities
     Jumlah Liabilitas                                                              10.032.517.360   Total Liabilities

     Beban penyusutan dan amortisasi                                                    90.374.764   Depreciation expense and amortization

     Pengeluaran modal                                                                               Capital expenditures
       Aset tetap                                                                       27.672.730     Property and equipment
       Perangkat lunak komputer                                                         13.441.789     Computer sof tw are
     Jumlah pengeluaran modal                                                           41.114.519   Total capital expenditures


    Seluruh aset dan konsumen Perusahaan berada di                              All of the Company’s assets and customers are
    Indonesia.                                                                  located in Indonesia.




                                                                288
Page 315
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                                               PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                                 NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                                         FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                                      DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

33. INSTRUMEN KEUANGAN, MANAJEMEN RISIKO                                     33. FINANCIAL INSTRUMENTS, FINANCIAL RISK AND
    KEUANGAN DAN RISIKO MODAL                                                    CAPITAL RISK MANAGEMENT

   a.   Kategori dan kelas instrumen keuangan                                    a.   Categories         and        classes      of     financial
                                                                                      instruments

                                                             31 Desember/December 31, 2021
                                          Aset keuangan                      Liabilitas keuangan
                                            pada biaya       Derivatif yang      pada biaya
                                            perolehan       digunakan untuk       perolehan
                                           diamortisasi/      lindung nilai/    diamortisasi/
                                         Financial assets      Derivatives         Financial
                                           at amortized          used for        liabilities at       Jumlah/
                                               cost              hedging       amortized cost          Total
                                              Rp'000              Rp'000             Rp'000           Rp'000
        Aset Keuangan                                                                                                Financial Assets
        Bank                                156.557.878            -                  -               156.557.878    Cash in banks
        Piutang pembiayaan - bersih      11.003.508.529            -                  -            11.003.508.529    Financing receivables - net
        Piutang derivatif                       -               23.270.660            -                23.270.660    Derivative receivables
        Piutang lain-lain - bersih           70.033.091            -                  -                70.033.091    Other accounts receivable - net
        Uang jaminan                          2.232.787            -                  -                 2.232.787    Refundable deposit
        Jumlah Aset Keuangan             11.232.332.285         23.270.660            -            11.255.602.945    Total Financial Assets

        Liabilitas Keuangan                                                                                          Financial Liabilities
        Pinjaman bank                           -                  -            5.227.088.999       5.227.088.999    Bank loans
        Utang derivatif                         -               13.845.482            -                13.845.482    Derivative payables
        Utang lain-lain                         -                  -              189.811.236         189.811.236    Other accounts payable
        Biaya yang masih harus dibayar          -                  -              355.866.873         355.866.873    Accrued expenses
        Utang obligasi                          -                  -            3.918.219.897       3.918.219.897    Bonds payable
        Liabilitas sewa                         -                  -               10.175.802          10.175.802    Lease liabilities
        Jumlah Liabilitas Keuangan              -               13.845.482      9.701.162.807       9.715.008.289    Total Financial Liabilities

                                                             31 Desember/December 31, 2020
                                          Aset keuangan                      Liabilitas keuangan
                                            pada biaya       Derivatif yang      pada biaya
                                            perolehan       digunakan untuk       perolehan
                                           diamortisasi/      lindung nilai/    diamortisasi/
                                         Financial assets      Derivatives         Financial
                                           at amortized          used for        liabilities at       Jumlah/
                                               cost              hedging       amortized cost          Total
                                              Rp'000              Rp'000             Rp'000           Rp'000
        Aset Keuangan                                                                                                Financial Assets
        Bank                                654.321.721            -                  -               654.321.721    Cash in banks
        Piutang pembiayaan - bersih      10.081.984.369            -                  -            10.081.984.369    Financing receivables - net
        Piutang derivatif                       -                2.121.812            -                 2.121.812    Derivative receivables
        Piutang lain-lain - bersih           80.387.220            -                  -                80.387.220    Other accounts receivable - net
        Uang jaminan                          2.423.128            -                  -                 2.423.128    Refundable deposit
        Jumlah Aset Keuangan             10.819.116.438          2.121.812            -            10.821.238.250    Total Financial Assets

        Liabilitas Keuangan                                                                                          Financial Liabilities
        Pinjaman bank                           -                  -            6.915.457.249       6.915.457.249    Bank loans
        Utang derivatif                         -               86.403.710            -                86.403.710    Derivative payables
        Utang lain-lain                         -                  -              184.053.826         184.053.826    Other accounts payable
        Biaya yang masih harus dibayar          -                  -              348.017.619         348.017.619    Accrued expenses
        Utang obligasi                          -                  -            2.293.455.159       2.293.455.159    Bonds payable
        Liabilitas sewa                         -                  -               14.088.269          14.088.269    Lease liabilities
        Jumlah Liabilitas Keuangan              -               86.403.710      9.755.072.122       9.841.475.832    Total Financial Liabilities




                                                                  289
Page 316
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                                 PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                   NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                           FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                        DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

   b.   Manajemen risiko modal                                     b.   Capital risk management

        Perusahaan mengelola risiko modal untuk                         The Company manages capital risk to ensure that
        memastikan bahwa Perusahaan mampu untuk                         it will be able to continue as a going concern, in
        melanjutkan usahanya, selain itu untuk                          addition to maximizing the profits of the
        memaksimalkan keuntungan pemegang saham                         shareholders through the optimization of the
        melalui optimalisasi antara saldo utang dan                     balance of debt and equity. The Company strategy
        ekuitas. Strategi Perusahaan tidak berubah sejak                remains unchanged from 2020. The Company's
        2020. Struktur modal Perusahaan terdiri dari                    capital structure consists of bank loans (Note 14),
        pinjaman bank (Catatan 14), utang obligasi                      bonds payable (Note 18) and equity shareholders
        (Catatan 18) dan ekuitas pemegang saham yang                    consisting of capital stock (Note 21), additional
        terdiri dari modal ditempatkan (Catatan 21),                    paid-in capital (Note 21), other comprehensive
        tambahan modal disetor (Catatan 21),                            income (Note 28) and retained earnings.
        penghasilan komprehensif lain (Catatan 28) dan
        laba ditahan.

        Dewan Direksi Perusahaan secara berkala                         The Board of Directors of the Company
        melakukan penelaahan atas struktur permodalan                   periodically reviews the Company's capital
        Perusahaan. Sebagai bagian dari penelaahan                      structure. As part of this review, the Board of
        ini, Dewan Direksi mempertimbangkan biaya                       Directors considers the cost of capital and related
        permodalan dan risiko yang berhubungan.                         risk.

   c.   Tujuan dan kebijakan manajemen risiko                      c.   Financial risk management objectives and
        keuangan                                                        policies

        Tujuan utama dari seluruh kebijakan manajemen                   The main objective of the Company’s overall
        risiko keuangan Perusahaan adalah untuk                         financial risk management and policies is to
        memelihara dan melindungi Perusahaan melalui                    maintain and protect the Company through
        identifikasi, analisa dan pemantauan risiko yang                identifying, analyzing and monitoring the risks
        dapat timbul dari berbagai macam aktivitas yang                 faced by the Company, which might arise from its
        dilakukan oleh Perusahaan.                                      various activities.

        Tujuan dan kebijakan manajemen risiko                           The objectives and policies of financial risk
        keuangan dicapai melalui pembentukan dan                        management is actualized through the formation
        pengembangan pola pikir yang proaktif dan kuat                  and development of a strong and proactive risk
        terhadap risiko, penguatan Tata Kelola                          mindset,      strengthening     Good     Corporate
        Perusahaan       dan Pengendalian        Internal,              Governance and Internal Control, preserving the
        menumbuhkan nilai kepatuhan terhadap                            value of compliance with regulations, as well as
        peraturan, serta mendirikan struktur proses kerja               establishing structured and healthy working
        yang sehat. Pola pikir proaktif yang kuat                       processes. This strong and proactive risk mindset
        terhadap risiko dibentuk melalui pembentukan                    is created by building a strong awareness of risk
        kesadaran yang kuat atas risiko yang dimulai                    starting from the Board of Commissioners, and
        dari Dewan Komisaris, dan Dewan Direksi                         Board of Directors to all employees at all level in
        hingga ke seluruh pegawai pada semua                            the organizational hierarchy. Strengthened Good
        tingkatan organisasi. Penguatan Tata Kelola                     Corporate Governance and Internal Control is
        Perusahaan       dan    Pengendalian      Internal              implemented through training and establishment
        diterapkan melalui pelatihan dan pembuatan                      of management standards and procedures which
        standar dan prosedur oleh manajemen yang                        aim to develop a disciplined and constructive
        bertujuan untuk membangun sebuah lingkungan                     control environment, where all employees
        pengendalian yang konstruktif dan disiplin,                     understand their roles and obligations. The value
        dimana seluruh karyawan memahami peran dan                      of compliance to the existing and prevailing
        kewajiban mereka. Nilai kepatuhan terhadap                      regulations is cultivated and embedded into all
        peraturan yang sudah berlaku dibudidayakan                      employees of the Company, by applying
        dan     ditanamkan       dengan     menerapkan                  “Compliance Hotline” and “Operational Control
                                                                        Hotline (human resources, marketing, finance,
        “Compliance Hotline” dan “Operational Control
                                                                        administration, collection)”. Building strong and
        Hotline (sumber daya manusia, pemasaran,
                                                                        healthy processes as well as risk capabilities is
        keuangan, administrasi dan penagihan)”.
                                                                        performed with a continuous assessment of the
        Membangun proses kerja yang sehat dan kuat
                                                                        various activities involving risk handling such as
        serta memiliki kapabilitas untuk mengelola risiko               identification, measurement, monitoring, and risk
        dilakukan melalui evaluasi yang berkelanjutan                   control.
        melalui berbagai aktivitas penanganan risiko
        seperti identifikasi, pengukuran, pengawasan
        dan pengendalian risiko.




                                                             290
Page 317
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                                                         PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                                           NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                                                   FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                                                DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

       Risiko pasar                                                                           Market risk

       Risiko pasar ialah risiko atas fluktuasi nilai wajar                                      Market risk is the risk that the fair value of future
       dari arus kas masa mendatang dari instrumen                                               cash flows of a financial instrument will fluctuate
       keuangan disebabkan oleh perubahan dari                                                   because of changes in market prices.
       harga pasar.

       Risiko pasar terdiri dari empat tipe risiko,                                              Market risks comprise four types of risk, those are
       diantaranya adalah risiko tingkat bunga, risiko                                           interest rate risk, currency risk, commodity price
       mata uang asing, risiko harga komoditas dan                                               risk and other price risk, such as equity price risk.
       risko harga lain-lain, seperti risiko harga ekuitas.                                      Financial instruments affected by market risk
       Instrumen keuangan yang dipengaruhi oleh                                                  include bank loans, bonds payable and derivative
       risiko pasar termasuk pinjaman bank, utang                                                financial instruments.
       obligasi dan instrumen keuangan derivatif.

       Aktivitas Perusahaan terekspos terutama untuk                                             The Company’s activities expose it primarily to the
       risiko keuangan atas perubahan nilai tukar mata                                           financial risks of changes in foreign currency
       uang asing dan suku bunga. Perusahaan                                                     exchange rates and interest rates. The Company
       membuat kontrak instrumen keuangan derivatif                                              enters into derivative financial instruments
       untuk mengelola eksposur risiko mata uang                                                 contracts to manage its exposure to foreign
       asing dan risiko suku bunga, termasuk cross                                               currency risk and interest rate risk, including cross
       currency swap untuk melindungi keragaman                                                  currency swap to hedge variability of floating
       suku bunga mengambang yang timbul dari kurs                                               interest rate arising on the foreign currency
       mengambang atas pinjaman bank yang                                                        denominated bank loan.
       didenominasi dalam mata uang asing.

       i.   Manajemen risko mata uang asing                                                 i.       Foreign currency risk management

            Risiko mata uang asing adalah risiko atas                                                Foreign currency risk is the risk that the fair
            nilai wajar aset atau liabilitas keuangan akan                                           value of a financial asset or financial liability
            berfluktuasi karena perubahan nilai tukar                                                will fluctuate due to changes in foreign
            mata uang asing. Perusahaan terekspos                                                    exchange rates. The Company is exposed to
            pengaruh fluktuasi nilai tukar mata uang                                                 the effect of foreign currency exchange rate
            asing karena transaksi yang didenominasi                                                 fluctuation mainly because of foreign
            mata uang asing, seperti pinjaman bank                                                   currency denominated transactions, such as
            yang didenominasi dalam mata uang asing                                                  bank loans denominated in foreign currencies
            (Catatan 14). Perusahaan menghadapi                                                      (Note 14). The Company is mainly exposed to
            risiko atas Dolar Amerika Serikat (US$) dan                                              the United States Dollar (US$) and Japanese
            JPY Jepang (JPY). Untuk membantu                                                         JPY (JPY). To help manage the risk, the
            mengelola risiko, Perusahaan memiliki                                                    Company has a policy to hedge all loan in
            kebijakan     untuk      melindungi    seluruh                                           foreign currency to avoid any risk of foreign
            pinjaman dalam valuta asing untuk                                                        currency fluctuation against Indonesian
            menghindari segala risiko dari fluktuasi mata                                            Rupiah.
            uang asing terhadap Rupiah Indonesia.

            Tabel dibawah ini meringkas instrumen                                                    The table below summarizes the Company’s
            keuangan Perusahaan dengan denominasi                                                    foreign currency denominated financial
            dalam mata uang asing (tidak termasuk                                                    instruments (excluding financial instruments
            instrumen keuangan yang digunakan untuk                                                  used for hedging).
            lindung nilai).

                                    31 Desember/December 31, 2021                       31 Desember/December 31, 2020
                                                            Setara dengan                                        Setara dengan
                                                             IDR (Rp '000)/                                      IDR (Rp '000)/
                                                               Equivalent                                           Equivalent
                            US$ / USD        JPY / JPY       in IDR (Rp '000)   US$ / USD            JPY / JPY    in IDR (Rp '000)

            Kas dan bank         17.218           37.998             250.385         28.568              46.148           409.247    Cash on hand and in banks
            Pinjaman bank   (111.927.185)        -            (1.597.088.999)   (273.481.549)            -         (3.857.457.249)   Bank loans

                            (111.909.967)         37.998      (1.596.838.614)   (273.452.981)            46.148    (3.857.048.002)




                                                                        291
Page 318
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                                               PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                                 NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                                         FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                                      DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

            Kurs yang digunakan oleh Perusahaan                                            The conversion rates used by the Company
            adalah sebagai berikut:                                                        are as follows:

                                                      31 Desember/             31 Desember/
                                                      December 31,             December 31,
                                                          2021                     2020

            1 US$                                            14.269,00                  14.105,00       USD 1
            1 JPY Yen                                           123,89                     136,47       JPY 1

            Tabel     dibawah    ini   menggambarkan                                       The following table demonstrates the
            sensitivitas terhadap perubahan wajar nilai                                    sensitivity to a reasonably possible change in
            tukar Dolar Amerika Serikat terhadap Rp,                                       the US$ - Rp exchange rates, with all
            dengan semua variabel lainnya tetap                                            variables held constant, of the Company’s
            konstan, efek laba rugi sebelum pajak                                          profit or loss before tax.
            Perusahaan.

                                 31 Desember/December 31, 2021                31 Desember/December 31, 2020
                                                USD                                          USD
                                     Kenaikan                                     Kenaikan
                                   (Penurunan)/     Efek/Impact                 (Penurunan)/     Efek/Impact
                               Increase (Decrease)    Rp'000                Increase (Decrease)    Rp'000

                                          +1%             (15.968.386)              +5%                   (192.852.400)
                                          -1%              15.968.386               -5%                    192.852.400

      ii.   Manajemen risiko tingkat bunga                                        ii.      Interest rate risk management

            Risiko tingkat bunga adalah risiko nilai wajar                                 Interest rate risk is the risk that the fair value
            arus kas masa mendatang dari instrumen                                         or future cash flows of a financial instrument
            keuangan       yang    akan      berfluktuasi                                  will fluctuate because of changes in market
            disebabkan perubahan tingkat bunga pasar.                                      interest rate. The Company is exposed to
            Perusahaan terekspos pengaruh perubahan                                        change in interest rate due to its impact on
            tingkat suku bunga atas dampaknya                                              banks and borrowings that carry floating
            terhadap bank dan pinjaman dengan tingkat                                      interest rate.
            bunga mengambang.

            Berikut ini adalah tabel ilustrasi instrumen                                   The following tables illustrate the Company’s
            keuangan Perusahaan yang dikenakan                                             interest-bearing     financial     instruments
            bunga (tidak termasuk instrumen derivatif):                                    (excluding derivatives financial instruments):

                                                              31 Desember/December 31 , 2021
                                                Tingkat Bunga         Tingkat Bunga
                                                Mengambang/               Tetap/                    Jumlah/
                                                Floating Rate           Fixed Rate                   Total
                                                    Rp '000               Rp '000                   Rp '000

            Aset Keuangan                                                                                           Financial Assets:
            Bank                                    156.557.878               -                    156.557.878      Cash in banks
            Piutang pembiayaan - bersih               -                  11.003.508.529         11.003.508.529      Financing receivables - net

            Liabilitas Keuangan                                                                                     Financial Liability:
            Pinjaman bank                         1.597.088.999           3.630.000.000             5.227.088.999   Bank loans
            Utang obligasi                            -                   3.918.219.897             3.918.219.897   Bonds payable




                                                                  292
Page 319
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                                            PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                              NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                                      FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                                   DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

                                                       31 Desember/Decemb er 31, 2020
                                            Tingkat Bunga      Tingkat Bunga
                                            Mengambang/             Tetap/            Jumlah/
                                            Floating Rate        Fixed Rate            Total
                                               Rp '000             Rp '000            Rp '000

           Aset Keuangan                                                                                        Financial Assets:
           Bank                                 654.321.721                 -                  654.321.721      Cas h in banks
           Piutang pembiayaan - bersih             -                  10.081.984.369        10.081.984.369      Financing receivables - net

           Liabilitas Keuangan                                                                                  Financial Liability:
           Pinjaman bank                      3.857.457.249            3.058.000.000         6.915.457.249      Bank loans
           Utang obligas i                         -                   2.293.455.159         2.293.455.159      Bonds payable

          Perusahaan mempraktekkan pengelolaan                                           The Company’s practice is to manage its
          tingkat bunga (biaya pendanaan) atas                                           interest rate (cost of fund) on Indonesian
          pinjaman dalam mata uang Rupiah dengan                                         Rupiah denominated loans using fixed rate in
          menggunakan tingkat bunga tetap untuk                                          order to cover interest rate which is charged
          menutup tingkat bunga yang dibebankan                                          to customers. The Company has a policy to
          kepada pelanggan. Perusahaan memiliki                                          hedge through cross currency swap contracts
          kebijakan untuk melakukan lindung nilai                                        to change its cash flow exposure from IDR to
          melalui kontrak cross currency swap untuk                                      USD. Fair value of derivative resulting from
          mengubah eksposur arus kas dari IDR ke                                         cross currency swap contracts are:
          USD. Nilai wajar dari kontrak cross currency
          swap adalah:

                                                  31 Desember/              31 Desember/
                                                  December 31,              December 31,
                                                      2021                      2020
                                                      Rp '000                  Rp '000

          Piutang derivatif                             23.270.660                 2.121.812     Derivative receivables
          Utang derivatif                              (13.845.482)              (86.403.710)    Derivative payables

          Analisa sensitivitas pada bagian dibawah ini                                   The sensitivity analysis in the following
          berhubungan dengan posisi bank dan                                             sections relate to the position of cash in bank
          pinjaman bank pada tanggal 31 Desember                                         and bank loans as at December 31, 2021 and
          2021 dan 31 Desember 2020. Analisa                                             December 31, 2020. The sensitivity analysis
          sensitivitas   tersebut   disusun dengan                                       have been prepared by using assumption of
          menggunakan asumsi perubahan pada suku                                         a reasonable possible change in the interest
          bunga yang mungkin terjadi, dimana seluruh                                     rate with all other variables held constant of
          variabel lainnya dianggap tetap, atas jumlah                                   the total bank loans with cash in bank that
          pinjaman bank yang memiliki tingkat bunga                                      carry floating interest rate.
          mengambang dikurangi dengan bank.

                       31 Desember/December 31, 2021                              31 Desember/December 31, 2020
                                          Pengaruh laba                                              Pengaruh laba
                                    sebelum pajak penghasilan/                                 sebelum pajak penghasilan/
                                           Effect on profit                                                Effect on profit
           Perubahan basis poin/         before income tax              Perubahan basis poin/            before income tax
           Change in basis points             Rp ('000)                 Change in basis points                Rp ('000)

                      +50                             (7.984.193)                +50                                      (16.015.678)
                      -50                              7.984.193                 -50                                       16.015.678




                                                                293
Page 320
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                                PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                  NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                          FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                       DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

      iii.   Manajemen risiko kredit                                iii.   Credit risk management

             Risiko kredit                                                 Credit risk

             Risiko kredit adalah risiko dimana                            Credit risk is the risk that a customer or
             pelanggan lalai pada kewajiban kontraktual                    counterparty will default on its contractual
             yang mengakibatkan kerugian finansial                         obligations resulting in financial loss to the
             kepada Perusahaan. Kegiatan utama                             Company. The Company’s main income
             perusahaan       adalah       menghasilkan                    generating activity is lending to customers
             pendapatan dengan memberikan pinjaman                         and therefore credit risk is a principal risk.
             kepada pelanggan dan karena itu risiko                        Credit risk mainly arises from cash in banks,
             kredit merupakan risiko utama. Risiko kredit                  financing    receivables,    and      financing
             terutama timbul dari rekening bank, piutang                   receivables from collateral. The Company
             pembiayaan, dan piutang pembiayaan dari                       considers all elements of credit risk exposure
             jaminan. Perusahaan mempertimbangkan                          such as counterparty default risk, for risk
             semua elemen dari eksposur risiko kredit                      management purposes.
             seperti risiko gagal bayar dari pelanggan
             untuk tujuan manajemen risiko.

             Manajemen risiko kredit                                       Credit risk management

             Komite kredit Perusahaan bertanggung                          The Company’s credit committee is
             jawab untuk mengelola risiko kredit                           responsible for managing the Company’s
             Perusahaan dengan cara:                                       credit risk by:

             ·   Menetapkan           kerangka        kerja                ·   Establishing a robust control regarding
                 pengendalian yang kuat mengenai                               the authorisation structure for the
                 struktur otorisasi untuk persetujuan dan                      approval and renewal of credit facilities
                 perpanjangan fasilitas kredit.
             ·   Memastikan bahwa aplikasi telah                           ·   Ensuring that the application has been
                 melalui proses survei yang memadai                            through a proper survey process to
                 untuk mendapatkan informasi yang                              gather information needed for credit
                 dibutuhkan untuk analisis kredit                              analysis.
             ·   Membuat kebijakan kredit untuk                            ·   Creating credit policies to protect the
                 melindungi Perusahaan terhadap risiko                         Company against the identified risks
                 yang        teridentifikasi     termasuk                      including the requirements to obtain
                 persyaratan       untuk     mendapatkan                       collateral from borrowers, to perform
                 agunan       dari     peminjam,     untuk                     robust ongoing credit assessment of
                 melakukan           penilaian       kredit                    borrowers and to continually monitor
                 berkelanjutan yang kuat dari peminjam                         exposures against internal risk limits
                 dan untuk terus memantau eksposur
                 terhadap batas risiko internal.
             ·   Mengembangkan dan memelihara                              ·   Developing     and maintaining         the
                 proses Perusahaan untuk mengukur                              Company’s processes for measuring
                 ECL termasuk pemantauan risiko                                ECL including monitoring of credit risk,
                 kredit, penggabungan informasi masa                           incorporation    of     forward    looking
                 depan dan metode yang digunakan                               information and the method used to
                 untuk mengukur ECL.                                           measure ECL.
             ·   Memastikan        bahwa       Perusahaan                  ·   Ensuring that the Company’s has
                 memiliki kebijakan dan prosedur yang                          policies and procedures in place to
                 tepat     untuk       memelihara      dan                     appropriately maintain and validate
                 memvalidasi model yang digunakan                              models used to assess and measure
                 untuk menilai dan mengukur ECL.                               ECL.
             ·   Membentuk penilaian akuntansi risiko                      ·   Establishing a sound credit risk
                 kredit dan proses pengukuran yang                             accounting        assessment           and
                 memberikan dasar yang kuat untuk                              measurement process that provides it
                 sistem generik, alat dan data untuk                           with a strong basis for common systems,
                 menilai risiko kredit dan untuk                               tools and data to assess credit risk and
                 memperhitungkan ECL. Memberikan                               to account for ECL. Providing advice,
                 saran, panduan dan keterampilan                               guidance and specialist skills to business
                 spesialis untuk satuan bisnis untuk                           units to promote best practice throughout
                 mempromosikan praktik terbaik di                              the Company in the management of
                 seluruh Perusahaan dalam pengelolaan                          credit risk.
                 risiko kredit.




                                                              294
Page 321
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                                                   PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                                     NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                                             FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                                          DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

          Fungsi audit internal melakukan audit rutin                                          The internal audit function performs regular
          memastikan bahwa pengendalian dan                                                    audits making sure that the established
          prosedur yang ditetapkan dirancang dan                                               controls and procedures are adequately
          diimplementasikan secara memadai.                                                    designed and implemented.

          Tabel berikut berisi analisa umur atas aset                                          The table below shows the aging analysis of
          keuangan Perusahaan (sebelum cadangan                                                the Company’s financial assets (before any
          kerugian kredit):                                                                    allowance for credit losses):

                                                                 31 Desember/December 31, 2021
                                   Belum jatuh       Telah jatuh tempo tetapi tidak mengalami
                                 tempo dan tidak                  penurunan nilai/
                                   mengalami                 Past due but not impaired
                                 penurunan nilai/   Kurang dari      31 sampai       Lebih dari Mengalami
                                     Neither          30 hari/     dengan 60 hari/    60 hari/  penurunan
                                  Past Due nor      Less than          31 to         More than     nilai/      Jumlah/
                                    Impaired          30 days         60 days         60 days    Impaired       Total
                                     Rp' 000          Rp' 000         Rp' 000         Rp' 000     Rp' 000      Rp' 000

          Bank                       156.557.878            -              -             -             -       156.557.878   Cash in banks
          Piutang derivatif           23.270.660            -              -             -             -        23.270.660   Derivative receivables
          Piutang                                                                                                            Receivables
            Piutang pembiayaan     9.942.032.585     471.829.859 379.986.177 209.659.908 1.066.638.239 12.070.146.768         Financing receivables
            Piutang lain-lain         70.033.091          -           -           -          15.827.832     85.860.923        Other accounts receivable
          Uang jaminan                 2.232.787          -           -           -             -            2.232.787       Refundable deposit
          Jumlah                  10.194.127.001      471.829.859 379.986.177 209.659.908 1.082.466.071 12.338.069.016       Total


                                                                 31 Desember/December 31, 2020
                                   Belum jatuh       Telah jatuh tempo tetapi tidak mengalami
                                 tempo dan tidak                  penurunan nilai/
                                   mengalami                 Past due but not impaired
                                 penurunan nilai/   Kurang dari      31 sampai       Lebih dari Mengalami
                                     Neither          30 hari/     dengan 60 hari/    60 hari/  penurunan
                                  Past Due nor      Less than          31 to         More than     nilai/     Jumlah/
                                    Impaired          30 days         60 days         60 days    Impaired      Total
                                     Rp' 000          Rp' 000         Rp' 000         Rp' 000     Rp' 000     Rp' 000

         Bank                       654.321.721         -              -             -             -          654.321.721    Cash in banks
         Piutang derivatif            2.121.812         -              -             -             -            2.121.812    Derivative receivables
         Piutang                                                                                                             Receivables
           Piutang pembiayaan     8.961.581.345     633.974.374 366.230.078 120.198.573        817.484.572 10.899.468.942     Financing receivables
           Piutang lain-lain         80.387.220          -           -           -              18.907.880     99.295.100     Other accounts receivable
         Uang jaminan                 2.423.128          -           -           -                 -            2.423.128    Refundable deposit
         Jumlah                   9.700.835.226      633.974.374 366.230.078 120.198.573       836.392.452 11.657.630.703    Total


          Dampak pandemik COVID-19                                                             Effect of the COVID-19 pandemic

          Pandemi COVID-19 yang sudah terjadi di                                               COVID-19 pandemic has occurred in
          Indonesia untuk beberapa waktu dan telah                                             Indonesia for some times, impacting national
          mempengaruhi perekonomian nasional dan                                               economy and business in general as well as
          bisnis pada umumnya termasuk konsumen                                                the consumer of the Company.
          dari Perusahaan.

          Otoritas Jasa Keuangan telah mengeluarkan                                            Financial Service Authority (OJK) has issued
          POJK No. 30/POJK.05/2021 tentang                                                     POJK No. 30/POJK.05/2020 regarding
          Kebijakan      Countercyclical    Dampak                                             Countercyclical Policy on the Impact of
          Penyebaran Coronavirus Diseases 2019 bagi                                            Coronavirus Diseases 2019 for Non-Bank
          Lembaga Jasa Keuangan Non-Bank. Tujuan                                               Financial     Services      Institutions.   The
          dikeluarkannya peraturan ini adalah untuk                                            objectives of the issuance of the regulation is
          menjaga stabilitas system keuangan dan                                               to manage the stability of the financial system
          mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.                                              and support national economic growth.




                                                                     295
Page 322
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                      PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                        NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                             DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

          Dalam      kondisi     pandemi      COVID-19,          Under COVID-19 pandemic situation, the
          Perusahaan menghitung kerugian kredit                  Company calculate the expected credit loss
          ekspektasian berdasarkan kondisi masa                  based on the future condition and also the
          depan, dengan mempertimbangkan berbagai                available relevant information. Under normal
          informasi relevan yang tersedia. Dalam                 conditions, loan restructure would indicate a
          kondisi normal, restrukturisasi pinjaman akan          significant increase in credit risk. However, in
          mengindikasikan peningkatan risiko kredit              the current condition and in line with guidance
          yang signifikan. Namun, dalam kondisi saat             issued by the Indonesia Institute of
          ini dan sejalan dengan panduan yang                    Accountants, management have considered
          dikeluarkan oleh Ikatan Akuntansi Indonesia,           that such a restructure event may not
          manajemen telah mempertimbangkan bahwa                 automatically trigger a significant increase in
          peristiwa restrukturisasi mungkin tidak                credit risk as the borrowers would be
          secara otomatis memicu peningkatan risiko              expected to recover and fulfill their
          kredit yang signifikan jika konsumen dapat             contractual obligations after the end of the
          memulihkan dan memenuhi kewajiban                      restructuring or relaxation period.
          kontraktual mereka setelah akhir periode
          restrukturisasi atau relaksasi.

          Manajemen telah melakukan evaluasi                     Management has evaluated the impact of the
          dampak pandemik COVID-19 terhadap                      COVID-19 pandemic on calculating expected
          perhitungan kerugian kredit ekspektasian               credit loss by performing adjustment, such as
          dengan melakukan penyesuaian, antara lain              recorded expected credit losses as the most
          melakukan perhitungan kerugian kredit                  current condition for certain restructured
          ekspektasian sesuai dengan kondisi terkini             consumer impacted by COVID-19 and
          untuk konsumen restrukturisasi tertentu yang           ensured the expected credit loss recognized
          terdampak COVID-19 dan memastikan nilai                in the financial statements is stated fairly.
          kerugian kredit ekspektasian yang diakui
          dalam laporan keuangan dinyatakan secara
          wajar.

          Untuk memitigasi dampak terhadap bisnis                 To mitigate the impacts on the Company’s
          Perusahaan, Manajemen telah melakukan                   business, Management has been taking
          langkah-langkah sebagai berikut:                        actions as follow:
          ·   Memberikan restrukturisasi kredit bagi             ·    Provide credit restructuring to consumers
              konsumen yang terdampak COVID-19                        impacted by COVID-19 based on the
              berdasarkan pengajuan permohonan                        submission of the restructuring request to
              restrukturisasi kepada Perusahaan                       the Company.
          ·   Melakukan penyaluran kredit secara                 ·    Provide loans to consumers selectively
              selektif berdasarkan prinsip kehati-                    based on prudent principles.
              hatian.

         Peningkatan risiko kredit yang signifikan               Significant Increase in Credit Risks

         Perusahaan      memonitor      semua       aset         The Company monitors all financial assets
         keuangan yang tunduk pada persyaratan                   that are subject to impairment requirements
         penurunan nilai untuk menilai apakah ada                to assess whether there has been a
         peningkatan risiko kredit yang signifikan sejak         significant increase in credit risk since initial
         pengakuan awal. Jika ada peningkatan risiko             recognition. If there has been a significant
         kredit yang signifikan Perusahaan akan                  increase in credit risk the Company will
         mengukur cadangan kerugian sepanjang                    measure the loss allowance based on lifetime
         umur daripada ECL 12-bulan.                             rather than 12-month ECL.

         Perusahaan           mengembangkan          dan         The Company develop and maintain the
         memelihara penilaian risiko kredit untuk                Company’s credit risk grading to categorize
         mengkategorikan eksposur sesuai dengan                  exposures according to their degree of risk of
         tingkat risiko gagal bayar. Kerangka penilaian          default. The Company’s credit risk grading
         risiko kredit Perusahaan terdiri dari sub               framework comprises by sub-group, which
         kelompok yang ditentukan berdasarkan                    are determined based on number of
         jumlah cicilan yang telah jatuh tempo.                  installment overdue. The credit grading
         Informasi peringkat kredit didasarkan pada              information is based on a range of data that
         serangkaian data yang ditentukan sebagai                is determined to be predictive to risk of default
         prediktif terhadap risiko gagal bayar dan               and applying experienced credit judgement.
         menerapkan penilaian kredit berdasarkan                 The nature of the exposure and type of
         pengalaman. Sifat eksposur dan jenis                    borrower are taken into account in the
         peminjam dipertimbangkan dalam analisis.                analysis. Credit risk grades are defined using
         Tingkat       risiko    kredit    didefinisikan         qualitative and quantitative factors that are
         menggunakan faktor kualitatif dan kuantitatif           indicative of risk of defaults.
         yang menunjukkan risiko gagal bayar.




                                                           296
Page 323
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                      PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                        NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                             DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

         Perusahaan menggunakan jumlah cicilan                   The Company uses number of installment
         yang telah jatuh tempo sebagai input utama              overdue as a primary input into the
         ke dalam penentuan struktur jangka waktu PD             determination of the term structure of the PD
         untuk eksposur. Perusahaan mengumpulkan                 for exposures. The Company collects
         informasi kinerja dan standar tentang                   performance and default information about its
         eksposur risiko kredit yang dianalisis oleh             credit risk exposure analysed by jurisdiction
         yurisdiksi atau wilayah dan menurut jenis               or region and by type of product and borrower
         produk dan peminjam serta penilaian risiko              as well as by credit risk grading. The
         kredit. Informasi yang digunakan berasal dari           information used is both internal and external
         internal dan eksternal tergantung pada                  depending on the portfolio assessed.
         portofolio yang dinilai.

         Perusahaan menganggap bahwa risiko kredit               The Company presume that the credit risk on
         pada aset keuangan telah meningkat secara               a financial assets has increase significantly
         signifikan sejak pengakuan awal ketika                  since initial recognition when contractual
         pembayaran kontraktual tertunggak lebih dari            payments are more than 30 days, unless the
         30 hari, kecuali jika Perusahaan memiliki               Company has reasonable and supportable
         informasi yang wajar dan terdukung yang                 information that demonstrates otherwise. The
         menunjukkan        sebaliknya.     Perusahaan           Company uses forward-looking that is
         menggunakan informasi masa depan yang                   available without undue cost or effort in its
         tersedia tanpa biaya atau upaya berlebihan              assessment of significant increase of credit
         dalam penilaian peningkatan risiko kredit               risk by updating qualitative and quantitative
         yang signifikan dengan memperbarui                      economic information to update the credit
         informasi ekonomi kualitatif dan kuantitatif            grading. A deteriorate changes in the credit
         untuk     memperbarui       peringkat   kredit.         grading will consider as significant increase in
         Perubahan yang memburuk pada peringkat                  credit risk.
         kredit akan dianggap sebagai peningkatan
         risiko kredit yang signifikan.

         Pengukuran Kerugian Kredit Ekspektasian                 Measurement of Expected Credit Loss
         (ECL)                                                   (ECL)

         Input utama yang digunakan oleh Perusahaan              The key inputs used by the Company for
         untuk mengukur ECL adalah:                              measuring ECL are:

         ·   Probability of Default (PD)                         ·    Probability of Default (PD)
         ·   Loss given Default (LGD)                            ·    Loss given Default (LGD)
         ·   Exposure at Default (EAD)                           ·    Exposure at Default (EAD)

         Probability of Default                                  Probability of Default

         PD adalah perkiraan kemungkinan gagal                   PD is an estimate of the likelihood of default
         bayar pada horizon waktu tertentu.                      over a given time horizon. It is estimated as
         Diperkirakan pada suatu waktu tertentu dan              at a point in time and the calculation of PD is
         perhitungan PD dilakukan berdasarkan setiap             done based on each credit grading and
         peringkat kredit dan segmen. Estimasi ini               segment. The estimation is calculating based
         dihitung berdasarkan data historis gagal                on 12-month historical default event data of
         bayar selama 12 bulan untuk perhitungan PD              12-month for calculation 12-month PD and
         12 bulan dan data historis gagal bayar tiga             three years historical default event data for
         tahun untuk perhitungan PD sepanjang                    calculation lifetime PD.
         umurnya

         Loss Given Default (LGD)                                Loss Given Default

         LGD adalah estimasi kemungkinan kerugian                LGD is an estimate likely loss on the amount
         pada jumlah eksposur, yang umumnya                      of exposure, which is generally expressed as
         dinyatakan sebagai persentase dari EAD.                 a percentage of EAD. It is based on the
         LGD didasarkan pada perbedaan antara arus               difference between contractual cash flow due
         kas kontraktual yang jatuh tempo dan yang               and those that the lender would expect to
         diharapkan akan diterima oleh pemberi                   receive, taking into account cash flows from
         pinjaman, dengan memperhitungkan arus kas               any collateral.
         dari jaminan.




                                                           297
Page 324
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                    PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                      NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                              FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                           DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

         Exposure at Default (EAD)                             Exposure at Default

         EAD adalah jumlah eksposur Perusahaan                 EAD is the amount to which the Company
         dari peminjam pada saat gagal bayar.                  was exposed to the borrower at the time of
         Perusahaan menggunakan model EAD yang                 default. The Company uses EAD models that
         mencerminkan karakteristik portofolio.                reflect the characteristic of the portofolios.

         Penggabungan informasi masa depan                     Incorporation         of        forward-looking
                                                               information

         Perusahaan menggunakan informasi masa                 The      Company       uses    forward-looking
         depan yang tersedia tanpa biaya atau upaya            information that is available without undue
         berlebihan dalam penilaian peningkatan risiko         cost or effort in its assessment of significant
         kredit yang signifikan serta dalam pengukuran         increase of credit risk as well as in its
         ECL. Perusahaan melakukan probabilitas                measurement of ECL. The Company applies
         untuk skenario ramalan yang diidentifikasi.           probabilities to the forecast scenarios
         Perusahaan telah mengidentifikasi dan                 identified. The Company has identified and
         mendokumentasikan penentu utama risiko                documented key drivers of credit risk and
         kredit dan kerugian kredit untuk setiap               credit losses for each portfolio of financial
         portofolio instrumen keuangan dan, dengan             instruments and, using a statistical analysis of
         menggunakan analisis statistik data historis,         historical data, has estimated relationships
         telah memperkirakan hubungan antara                   between macro-economic variables and
         variabel makro-ekonomi dan risiko kredit dan          credit risk and credit losses. The Company
         kerugian kredit. Perusahaan tidak melakukan           has not made changes in the estimation
         perubahan pada teknik estimasi atau asumsi            techniques or significant assumptions made
         signifikan yang dilakukan selama periode              during the reporting period.
         pelaporan.

         Perusahaan memiliki prosedur pemantauan               The Company has monitoring procedures in
         untuk memastikan bahwa kriteria yang                  place to make sure that the criteria used to
         digunakan         untuk      mengidentifikasi         identify significant increases in credit are
         peningkatan kredit yang signifikan efektif,           effective, meaning that significant increase in
         yang berarti bahwa peningkatan risiko kredit          credit risk is identified before the exposure is
         yang signifikan diidentifikasi sebelum                defaulted or when the asset becomes 30 days
         eksposur gagal atau ketika aset menjadi               past due. The Company performs periodic
         30 hari jatuh tempo. Perusahaan melakukan             back-testing of its ratings to consider whether
         pengujian kembali pemeringkatan secara                the drivers of credit risk that led to default
         berkala untuk mempertimbangkan apakah                 were accurately reflected in the rating in a
         risiko kredit yang menyebabkan gagal bayar            timely manner.
         secara akurat tercermin dalam peringkat pada
         waktu yang tepat.

         Pengelompokan berdasarkan karakteristik               Grouping based             on    shared   risks
         risiko bersama                                        characteristics

         Ketika ECL diukur secara kolektif, instrumen          When ECL are measured on a collective
         keuangan      dikelompokkan     berdasarkan           basis, the financial instruments are grouped
         karakteristik risiko bersama, seperti jenis           on the basis of shared risk characteristics,
         instrumen, sifat pembiayaan, segmen atau              such as instrument type, nature of financing,
         jenis piutang pembiayaan, dan jumlah cicilan          segment or type of financing receivable, and
         yang telah jatuh tempo. Pengelompokan                 number of installment overdue. The Grouping
         ditinjau secara teratur untuk memastikan              are reviewed on a regular basis to ensure that
         bahwa masing-masing kelompok terdiri dari             each group is composed of homogeneous
         paparan yang homogen.                                 exposures.




                                                         298
Page 325
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                                                         PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                                           NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                                                   FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                                                DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

          Kerangka peringkat risiko kredit kini                                                      The Company’s current credit risk grading
          Perusahaan terdiri dari kategori berikut:                                                  framework   comprises    the     following
                                                                                                     categories:

              Kategori/                                                                                               Dasar pengakuan ECL/
              Category                                    Deskripsi/Description                                       Basis for recognizing ECL

          Lancar/                    Pihak lawan memiliki risiko gagal bayar yang rendah dan                          ECL 12 bulan/
          Performing                 tidak memiliki tunggakan./                                                       12-month ECL
                                     The counterparty has a low risk of default and does not
                                     have any past-due amounts.

          Dicadangkan/               Jumlah yang tertunggak > 30 hari atau telah ada                                  ECL sepanjang umur –
          Doubtful                   peningkatan risiko kredit yang signifikan sejak                                  kredit tidak memburuk/
                                     pengakuan awal./                                                                 Lifetime ECL – not
                                     Amount is >30 days past due or there has been a                                  credit-impaired
                                     significant increase in credit risk since initial recognition.

          Gagal bayar/               Jumlah yang tertunggak > 90 hari atau ada bukti yang                             ECL sepanjang umur – kredit
          In default                 mengindikasikan aset mengalami penurunan nilai kredit./                          memburuk/
                                     Amount is >90 days past due or there is evidence                                 Lifetime ECL – credit-impaired
                                     indicating the asset is credit-impaired.

          Penghapusan/               Ada bukti yang mengindikasikan bahwa debitur dalam                               Saldo dihapuskan/
          Write-off                  kesulitan keuangan yang buruk dan Perusahaan tidak                               Amount is written off
                                     memiliki prospek pemulihan yang realistis./
                                     There is evidence indicating that the debtor is in severe
                                     financial difficulty and the Company has no realistic
                                     prospect of recovery.
          Tabel di bawah merinci kualitas kredit aset                                                The tables below detail the credit quality of
          keuangan Perusahaan serta eksposur                                                         the Company’s financial assets as well as the
          maksimum Perusahaan terhadap risiko kredit                                                 Company’s maximum exposure to credit risk
          menurut peringkat peringkat risiko kredit:                                                 by credit risk rating grades:
                                                    Kerugian kredit ekspektasian         Peringkat
                                                 12 bulan atau sepanjang umurnya/      kredit internal/   Nilai tercatat/     Cadangan         Nilai tercatat
           31 Desember 2021/            Catatan/            12-month or               Internal credit       Carrying           kerugian/          bersih/
           December 31, 2021             Notes              lifetime ECL                  grading           amount          Loss allowance Net carrying amount
                                                                                     Kategori/Category       Rp '000            Rp '000           Rp '000

           Bank/                                  Kerugian kredit ekspektasian      Lancar/
            Cash in banks                  5      12 bulan/12-month ECL              Performing             156.557.878           -              156.557.878

           Piutang pembiayaan/                    Kerugian kredit ekspektasian      Lancar/
           Financing receivables           6      12 bulan/12-month ECL              Performing           10.326.777.374       384.744.789     9.942.032.585

                                                  Kerugian kredit ekspektasian       Dicadangkan/
                                                  sepanjang umurnya - tidak           Doubtful             1.330.051.610       338.681.457       991.370.153
                                                  mengalami penurunan nilai/
                                                  Lifetime ECL - not credit impaired

                                                  Kerugian kredit ekspektasian   Gagal bayar/
                                                  sepanjang umurnya - mengalami   Default                   413.317.785        343.211.994        70.105.791
                                                  penurunan nilai/
                                                  Lifetime ECL - credit impaired

           Piutang derivatif/                     Kerugian kredit ekspektasian    Lancar/                     23.270.660          -               23.270.660
            Derivative receivables        29      12 bulan/12-month ECL            Performing

           Piutang lain-lain/                     Kerugian kredit ekspektasian      Lancar/
            Other receivables              7      12 bulan/12-month ECL              Performing               44.242.020          -               44.242.020

                                                  Kerugian kredit ekspektasian
                                                  sepanjang umurnya - mengalami
                                                  penurunan nilai/               Gagal bayar/
                                                  Lifetime ECL - credit impaired  Default                     41.618.903       (15.827.832)       25.791.071

           Uang Jaminan/                          Kerugian kredit ekspektasian      Lancar/
            Refundable deposit                    12 bulan/12-month ECL              Performing                2.232.787           -               2.232.787
                                                  Jumlah/Total                                            12.338.069.017     1.050.810.408    11.255.602.945




                                                                        299
Page 326
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                                                         PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                                           NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                                                   FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                                                DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

                                                   Kerugian kredit ekspektasian          Peringkat
                                                 12 bulan atau sepanjang umurnya/      kredit internal/   Nilai tercatat/     Cadangan            Nilai tercatat
             31 Desem ber 2020/         Catatan/            12-m onth or              Internal credit       Carrying           kerugian/             bersih/
             Decemb er 31, 2020          Notes              lifetime ECL                  grading          amount (i)       Loss allowance    Net carrying amount
                                                                                     Kategori/Category       Rp '000            Rp '000             Rp '000

             Bank/                                Kerugian kredit ekspektasian      Lancar/
              Cash in b anks               5      12 bulan/12-m onth ECL             Perform ing             654.321.721          -                 654.321.721

             Piutang pembiayaan/                  Kerugian kredit ekspektasian      Lancar/
             Financing receivab les        6      12 bulan/12-m onth ECL             Perform ing          10.076.513.080       480.957.361        9.595.555.719

                                                  Kerugian kredit ekspektasian       Dicadangkan/
                                                  sepanjang umurnya - tidak           Doub tful              626.111.868       183.815.323          442.296.545
                                                  mengalami penurunan nilai/
                                                  Lifetime ECL - not credit impaired

                                                  Kerugian kredit ekspektasian    Gagal bayar/
                                                  sepanjang umurnya - mengalami    Default                   196.843.993       152.711.888           44.132.105
                                                  penurunan nilai/
                                                  Lifetime ECL - credit im paired

             Piutang derivatif/                   Kerugian kredit ekspektasian    Lancar/                       2.121.812         -                   2.121.812
              Derivative receivab les     29      12 bulan/12-m onth ECL           Perform ing

             Piutang lain-lain/                   Kerugian kredit ekspektasian      Lancar/
              Other receivab les           7      12 bulan/12-m onth ECL             Perform ing              61.157.758          -                  61.157.758

                                                  Kerugian kredit ekspektasian
                                                  sepanjang umurnya - mengalami
                                                  penurunan nilai/                Gagal bayar/
                                                  Lifetime ECL - credit im paired  Default                    38.137.342       (18.907.880)          19.229.462

             Uang Jam inan/                       Kerugian kredit ekspektasian      Lancar/
              Refundab le deposit                 12 bulan/12-m onth ECL             Perform ing               2.423.128          -                   2.423.128
                                                  Jum lah/Total                                           11.657.630.702       798.576.692       10.821.238.250



         ·      Eksposur maksimum terhadap risiko                                                    ·    Maximum exposure to credit risk
                kredit

                Risiko eksposur Perusahaan terhadap                                                       The Company’s exposure to credit risk
                risiko kredit terutama berasal dari piutang                                               mainly comes from the financing
                pembiayaan,          dimana      eksposur                                                 receivables, of which, the maximum
                maksimum terhadap risiko kredit sama                                                      exposure to credit risk equals to its
                dengan nilai tercatat setelah dikurangi                                                   carrying amount net of allowance,
                cadangan kredit, tanpa memperhitungkan                                                    without taking into account the value of
                nilai agunan yang diperoleh.                                                              collateral obtained.

         ·      Jaminan dan peningkatan kredit lainnya                                               ·    Collateral and other credit enhancement

                Jumlah dan jenis agunan yang                                                              The amount and type of collateral
                dibutuhkan tergantung pada penilaian                                                      required depends on an assessment of
                risiko kredit dari nasabah. Pedoman                                                       the credit risk of the counterparty.
                diterapkan mengenai tingkat penerimaan                                                    Guidelines are implemented regarding
                dan parameter penilaian.                                                                  the acceptability of types of collateral
                                                                                                          and valuation parameters.

                Umumnya, agunan diperlukan untuk                                                          Generally, collateral is required for all
                semua pembayaran kredit dan juga                                                          credit repayment and also as a form of
                sebagai bentuk mitigasi risiko kredit.                                                    credit risk mitigation. The primary source
                Sumber utama pembayaran kredit adalah                                                     of credit repayment is the funds
                dana yang dihasilkan dari operasi bisnis                                                  generated from business operations or
                atau pendapatan dari peminjam.                                                            income of the borrowers.

                Jaminan yang dapat diterima oleh                                                          Collateral acceptable by the Company
                Perusahaan dari debitur adalah Sertifikat                                                 from debtors is the Certificate of
                Kepemilikan ("BPKB") kendaraan yang                                                       Ownership (“BPKB”) of the vehicles
                dibiayai oleh Perusahaan.                                                                 financed by the Company.




                                                                        300
Page 327
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                                   PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                     NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                             FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                          DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

         ·   Jaminan                                                           ·         Collateral

             Perusahaan telah menerapkan kebijakan                                       The Company has implemented policies
             untuk mengurangi risiko kredit, termasuk                                    to mitigate credit risk, which include
             mengambil jaminan sebagai jaminan                                           taking collaterals as a guarantee for loan
             pelunasan pinjaman jika kewajiban                                           repayment if contractual obligations are
             kontraktual tidak terpenuhi. Jenis agunan                                   not met. The types of collateral accepted
             yang      diterima     untuk     pinjaman                                   for financing loans to mitigate credit risk
             pembiayaan untuk mengurangi risiko                                          include motorcycle, farm machinery, car
             kredit meliputi sepeda motor, mesin                                         and electronics devices. The fair value of
             pertanian, mobil dan peralatan elektronik.                                  collateral is assessed based on internal
             Nilai wajar agunan dinilai berdasarkan                                      and/or external appraisals.
             penilaian internal dan / atau eksternal.

                                                    Piutang pembiayaan/Financing receivables
                                                      31 Desember/           31 Desember/
                                                     December 31,           December 31,
                                                          2021                    2020
                                                         Rp'000                 Rp'000
             Eksposur kredit - bruto                      12.070.146.768      10.899.468.941          Credit exposure - gross
             Nilai jaminan berdasarkan                                                                Collateral value based
                penilaian Perusahaan                      12.907.355.728      11.120.806.976            on Company's assessment

             Jumlah eksposur kredit tanpa jaminan             -                      -                Total unsecured credit exposure

             Estimasi nilai wajar jaminan adalah                               The estimated fair value of collateral are as
             sebagai berikut:                                                  follows:

                                                          31 Desember/         31 Desember/
                                                          December31,          December31,
                                                              2021                 2020
                                                             Rp'000               Rp'000
             Jenis jaminan                                                                                Types of collateral
             Sepeda motor                                  10.378.867.247           9.562.955.229         Motorcyle
             Mobil                                          2.349.028.842           1.444.190.821         Car
             Alat-alat elektronik                             147.008.988              73.299.221         Electronics devices
             Mesin pertanian                                   31.796.372              25.174.205         Farmer machine
             Lain-lain                                            654.279              15.187.500         Others

             Total                                         12.907.355.728          11.120.806.976         Total

             Persyaratan      agunan      bukanlah                                       Collateral requirements are not a
             merupakan pengganti faktor kemampuan                                        substitute factor for the capability of the
             debitur dalam hal pembayaran kembali                                        debtor in respect of repayment of credit,
             kredit,  dimana    hal   ini  menjadi                                       where it is a primary consideration in any
             pertimbangan utama dalam setiap                                             decision to grant credit.
             keputusan pemberian kredit.

         ·   Konsentrasi risiko kredit                                         ·         Concentration of credit risk

             Risiko kredit terpusat timbul saat                                          Concentration of credit risk arises when
             sejumlah nasabah yang memiliki aktivitas                                    a number of customers is engaged in
             bisnis serupa atau beraktivitas dalam                                       similar business activities or activities
             suatu lokasi geografis yang sama, atau                                      within the same geographic region, or
             memiliki karekteristik yang serupa yang                                     when they have similar characteristics
             akan menyebabkan kemampuan untuk                                            that would cause their ability to meet
             memenuhi kewajiban kontraktualnya                                           contractual obligations to be similarly
             bersama-sama         dipengaruhi    oleh                                    affected by changes in economic or
             perubahan kondisi ekonomi atau yang                                         other conditions.
             lainnya.




                                                           301
Page 328
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                                                           PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                                             NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                                                     FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                                                  DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

                Perusahaan       mengevaluasi      bahwa                                                      The       Company      evaluates     the
                konsentrasi risiko terkait dengan piutang                                                     concentration of risk with respect to its
                pembiayaan adalah rendah, pelanggan                                                           financing receivables as low, as its
                Perusahaan berada pada beberapa                                                               customers are located in several
                yuridikasi dan industri dan beroperasi di                                                     jurisdictions and industries and operate
                pasar yang independen.                                                                        in largely independent markets.

      iv.   Manajemen risiko likuiditas                                                      iv.        Liquidity risk management

            Risiko likuiditas adalah risiko dimana                                                     Liquidity risk is the risk that the Company has
            Perusahaan tidak memiliki kapasitas yang                                                   insufficient capacity to fund increase in
            memadai untuk mendanai penambahan                                                          assets, or is unable to meet its payment
            aset atau memenuhi liabilitas mereka yang                                                  obligations as they fall due.
            telah jatuh tempo.

            Untuk     memitigasi    risiko   likuiditas,                                               To mitigate the liquidity risk, the Company
            Perusahaan     menggunakan       beberapa                                                  diversifies funding resources. Besides
            sumber pendanaan. Selain pembayaran dari                                                   customer’s installment collections, the
            cicilan      pelanggan,        Perusahaan                                                  Company generates funding resources from
            mendapatkan sumber dana dari pinjaman                                                      bank loans. The Company also leverages
            bank. Perusahaan juga memastikan sumber                                                    long-term funding resources for financing its
            dana dalam jangka panjang digunakan                                                        long-term receivables. Further, the Company
            untuk membiayai piutang jangka panjang.                                                    receives strong support from its Parent
            Selanjutnya, Perusahaan mendapatkan                                                        Company through Letter of Guarantee to
            dukungan yang kuat dari Induk Perusahaan                                                   secure most of the Company’s Funding.
            melalui Surat Jaminan untuk menjamin
            hampir seluruh Pembiayaan Perusahaan.

            Tabel berikut ini adalah ilustrasi jatuh tempo                                             The following tables illustrate the maturity
            aset dan liabilitas keuangan Perusahaan                                                    analysis of the Company’s financial assets
            berdasarkan pembayaran kontrak yang                                                        and liabilities based on contractual
            tidak didiskonto:                                                                          undiscounted payments:

                                                                        '31 Desember/December 31, 2021
                                             Kurang dari      ≥ 6 bulan dan      ≥ 12 bulan dan      Lebih dari
                                              6 bulan /        ≤ 12 bulan /        ≤ 36 bulan /     36 bulan /
                                             Less than       ≥ 6 months and     ≥ 12 months and     More than          Jumlah/
                                              6 months         ≤ 12 months        ≤ 36 months       36 months           Total
                                               Rp' 000            Rp' 000            Rp' 000          Rp' 000          Rp' 000

            Aset Keuangan                                                                                                            Financial Assets
            Bank                               156.557.878         -                   -                 -             156.557.878   Cash in banks
            Piutang pembiayaan - kotor       8.754.005.528    2.384.073.122      3.825.401.957       603.914.206    15.567.394.813   Financing receivables - gross
                                                                                                                                     Other accounts receivables -
            Piutang lain-lain - kotor          69.036.402         5.754.650          8.768.974          2.300.897      85.860.923       gross
            Piutang derivatif pada                                                                                                   Derivative receivables at net
              nilai bersih pelunasan           12.170.041           -                3.154.263           -             15.324.304       settlement amount
            Uang jaminan                        2.232.787           -                  -                 -              2.232.787    Refundable deposit

            Jumlah                           8.994.002.636    2.389.827.772      3.837.325.194       606.215.103    15.827.370.705   Total

            Liabilitas keuangan                                                                                                      Financial Liabilities
            Utang lain-lain                   189.811.235           -                  -                 -            189.811.235    Other accounts payable
            Biaya yang masih harus dibayar    355.866.873           -                  -                 -            355.866.873    Accrued expenses
            Utang derivatif pada                                                                                                     Derivative payables at net
               nilai bersih pelunasan             -                -                49.092.810           -              49.092.810      settlement amount
            Pinjaman bank                    2.317.156.463    1.021.152.515      2.206.797.300           -           5.545.106.278   Bank loans
            Utang obligasi                     631.103.056    1.466.844.375      2.287.663.750           -           4.385.611.181   Bonds payable

            Jumlah                           3.493.937.627    2.487.996.890      4.543.553.860           -          10.525.488.377   Total




                                                                         302
Page 329
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                                                               PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                                                 NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                                                         FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                                                      DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

                                                                       31 Desember/December 31, 2020
                                            Kurang dari      ≥ 6 bulan dan     ≥ 12 bulan dan     Lebih dari
                                              6 bulan /       ≤ 12 bulan /       ≤ 36 bulan /     36 bulan /
                                            Less than       ≥ 6 months and    ≥ 12 months and     More than                Jumlah/
                                             6 months         ≤ 12 months       ≤ 36 months       36 months                 Total
                                              Rp' 000            Rp' 000           Rp' 000         Rp' 000                 Rp' 000

           Aset Keuangan                                                                                                                   Financial Assets
           Bank                               654.321.721          -                     -                  -              654.321.721     Cash in banks
           Piutang pembiayaan - kotor       4.736.067.764    3.662.142.799         5.360.625.513        322.976.414     14.081.812.490     Financing receivables - gross
                                                                                                                                           Other accounts receivables -
           Piutang lain-lain - kotor          73.314.659           652.158           10.894.685          14.433.598         99.295.100        gross
           Piutang derivatif pada                                                                                                          Derivative receivables at net
             nilai bersih pelunasan              -                 -                 37.049.725            -                37.049.725        settlement amount
           Uang jaminan                        2.423.128           -                    -                  -                 2.423.128     Refundable deposit

           Jumlah                           5.466.127.272    3.662.794.957         5.408.569.923        337.410.012     14.874.902.164     Total

           Liabilitas keuangan                                                                                                             Financial Liabilities
           Utang lain-lain                   184.053.826           -                    -                  -               184.053.826     Other accounts payable
           Biaya yang masih harus dibayar    348.017.619           -                    -                  -               348.017.619     Accrued expenses
           Utang derivatif pada                                                                                                            Derivative payables at net
              nilai bersih pelunasan          157.850.580       39.676.899             9.576.515           -               207.103.994        settlement amount
           Pinjaman bank                    4.294.690.026    1.713.203.468         1.335.951.093           -             7.343.844.587     Bank loans
           Utang obligasi                     581.865.340      442.654.236         1.562.232.847           -             2.586.752.423     Bonds payable

           Jumlah                           5.566.477.391    2.195.534.603         2.907.760.455           -            10.669.772.449     Total


      v.   Nilai wajar instrumen keuangan                                                          v.      Fair value of financial instruments

           Kecuali disebutkan dalam tabel dibawah ini,                                                     Except as detailed in the following table,
           manajemen berpendapat bahwa nilai                                                               management considers that the carrying
           tercatat aset dan liabilitas keuangan yang                                                      amounts of financial assets and financial
           dicatat sebesar biaya perolehan diamortisasi                                                    liabilities recorded at amortized cost in the
           dalam laporan keuangan mendekati nilai                                                          financial statements approximate their fair
           wajarnya karena jatuh tempo dalam jangka                                                        values because of their short-term maturities
           pendek atau mempunyai tingkat suku bunga                                                        or they carry market rates of interest:
           pasar:

                                               31 Desember/December 31, 2021                31 Desember/December 31, 2020
                                               Nilai tercatat/  Nilai wajar/                Nilai tercatat/  Nilai wajar/
                                                 Carrying           Fair                      Carrying           Fair
                                                  amount           value                       amount           value
                                                  Rp '000                Rp '000               Rp '000                  Rp '000
           Aset Keuangan                                                                                                                 Financial Assets
           Pada biaya perolehan
              diamortisasi                                                                                                               At amortized cost
           Piutang pembiayaan - bersih       11.003.508.529        12.295.386.526           10.081.984.369        10.606.861.145         Financing receivables - net
           Piutang lain-lain - bersih            70.033.091            70.085.134               80.387.220            80.446.957         Other receivables - net

           Liabilitas Keuangan                                                                                                           Financial Liabilities
           Liabilitas keuangan pada biaya                                                                                                Financial liabilities at
              perolehan diamortisasi                                                                                                        amortized cost
           Pinjaman bank jangka panjang        2.116.619.793           2.076.693.370         1.278.510.277            1.230.458.320      Long term bank loans
           Utang obligasi                      2.068.219.897           2.112.029.899         1.420.455.159            1.450.543.905      Bonds payable

           Nilai wajar dari instrumen keuangan diatas                                                     The fair value for the above financial
           ditentukan dengan mendiskonto estimasi                                                         instruments, were determined by discounting
           arus kas, dengan menggunakan tingkat                                                           estimated cash flows using discount rates
           diskonto untuk instrumen keuangan dengan                                                       based on financial instrument with similar
           periode dan jatuh tempo yang serupa.                                                           terms and maturities.

           Hirarki Nilai Wajar                                                                            Fair Value Hierarchy

           Perusahaan menggunakan hirarki untuk                                                           The Company uses the following hierarchy for
           menentukan nilai wajar dari aset dan                                                           determining the fair value of financial assets
           kewajiban keuangan:                                                                            and financial liabilities:

           Level 1: harga kuotasi (tidak disesuaikan)                                                     Level 1: quoted (unadjusted) prices in active
           pada pasar aktif untuk aset dan liabilitas                                                     markets for identical assets or liabilities that
           yang identik, dimana entitas dapat                                                             the entity can access at the measurement
           mengakses pada tanggal pengukuran.                                                             date.




                                                                          303
Page 330
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                                           PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                             NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                                     FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                                  DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

           Level 2: teknik lainnya untuk seluruh                                       Level 2: other techniques for which all inputs
           informasi yang mempunyai pengaruh                                           which have a significant effect on the
           signifikan pada saat mencatat nilai wajar                                   recorded fair value are observable, either
           dapat di observasi baik secara langsung                                     directly or indirectly.
           ataupun tidak lansung.

           Level 3: teknik yang menggunakan informasi                                  Level 3: techniques which use inputs which
           yang mempunyai pengaruh yang signifikan                                     have a significant effect on the recorded fair
           pada saat mencatat nilai wajar yang tidak                                   value that are not based on observable
           didasarkan pada observasi data pasar.                                       market data.

           Tabel berikut ini merupakan hirarki nilai                                   The table below sets out the fair value
           wajar dari aset/liabilitas keuangan:                                        hierarchy of the financial assets/liabilities:

                                                        31 Desember/December 3 1, 2021
                                               Nilai wajar
                                               instrumen
                                             lindung nilai/        Biaya
                                               Fair value-       perolehan
                                                hedging         diamortisasi/        Jumlah/
                                             instruments       Amortised cost          Total
                                               Rp' 000              Rp' 000          Rp' 000
           Aset Keuangan                                                                            Financial Assets
           Tingkat 2:                                                                               Level 2:
             Piutang pembiayaan                                                                        Financing receivables
               - bersih                           -           12.295.386.526       12.295.386.526         - net
             Piutang derivatif                 23.270.660           -                  23.270.660      Derivative receivables

           Jumlah Aset Keuangan                23.270.660     12.295.386.526       12.318.657.186   Total Financial Assets


           Liabilitas Keuangan                                                                      Financial Liabilities
           Tingkat 1:                                                                               Level 1:
              Utang obligasi                      -                2.112.029.899    2.112.029.899      Bonds payable
           Tingkat 2:                                                                               Level 2:
              Pinjaman bank jangka panjang       -                 2.076.693.370    2.076.693.370      Long term bank loans
              Utang derivatif                  13.845.482              -               13.845.482      Derivative payables

           Jumlah Liabilitas Keuangan          13.845.482      4.188.723.269        4.202.568.751   Total Financial Liabilities

                                                        31 Desember/December 31, 2020
                                               Nilai wajar
                                               instrumen
                                             lindung nilai/        Biaya
                                               Fair value-       perolehan
                                                hedging         diamortisasi/       Jumlah/
                                             instruments       Amortised cost         Total
                                               Rp' 000               Rp' 000          Rp' 000
           Aset Keuangan                                                                             Financial Assets
           Tingkat 2:                                                                                Level 2:
             Piutang pembiayaan                                                                         Financing receivables
               - bersih                           -            10.606.861.145      10.606.861.145          - net
             Piutang derivatif                  37.049.725           -                 37.049.725       Derivative receivables

           Jumlah Aset Keuangan                 37.049.725     10.606.861.145      10.643.910.870    Total Financial Assets


           Liabilitas Keuangan                                                                       Financial Liabilities
           Tingkat 1:                                                                                Level 1:
              Utang obligasi                      -                1.450.543.905    1.450.543.905       Bonds payable
           Tingkat 2:                                                                                Level 2:
              Pinjaman bank jangka panjang        -                1.230.458.320    1.230.458.320       Long term bank loans
              Utang derivatif                  207.103.944             -              207.103.944       Derivative payables

           Jumlah Liabilitas Keuangan          207.103.944         2.681.002.225    2.888.106.169    Total Financial Liabilities


       Tidak ada transfer pada level aset keuangan dan                             There are no transfer at level of financial assets
       liabilitas keuangan.                                                        and financial liabilities.




                                                             304
Page 331
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                                 PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                   NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                           FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                        DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

34. SIFAT DAN TRANSAKSI PIHAK BERELASI                           34. NATURE     OF     RELATIONSHIP                  AND
                                                                     TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES

   Sifat Pihak Berelasi                                             Nature of Relationship

   Mitsui & Co. Ltd., Jepang (MCJ) adalah pemegang                  Mitsui & Co. Ltd., Japan (MCJ) is the Company’s
   saham utama Perusahaan dan entitas induk utama.                  majority stockholder and ultimate parent company.

   Transaksi-transaksi Pihak Berelasi                               Transactions with Related Parties

   a.   Perusahaan menerima dukungan dan bantuan                     a.   The Company receives support and assistance
        dari MCJ, yang antara lain mencakup dukungan                      from MCJ, which among other things, include
        dan bantuan untuk mengembangkan pelanggan                         the support and assistance to promote new
        dan mempromosikan bisnis baru dan untuk                           business and develop new customers and to
        memperkuat hubungan dengan pelanggan,                             strengthen the relationship with the customers,
        termasuk      bank.    Sebagai      kompensasi,                   including banks. As compensation, the
        Perusahaan ditagih beban pengaturan pinjaman                      Company was charged with arrangement and
        dan penjaminan sebesar Rp 29.800.007 ribu                         guarantee fees amounting to Rp 29,800,007
        (Desember 31,2020: Rp 38.228.446 ribu). Pada                      thousand (Desember 31, 2020: Rp 38,228,446
        tanggal pelaporan, kewajiban atas transaksi                       thousand). At reporting date, the liabilities for
        tersebut dicatat sebagai bagian dari biaya masih                  these transactions were presented as part of
        harus dibayar (Catatan 17).                                       accrued expenses (Note 17).

   b.   Perusahaan memberikan fasilitas pinjaman                     b.   The Company provides loan facilities to
        kepada direksi untuk kepemilikan kendaraan                        directors for vehicle ownership. This facilitites
        bermotor. Jangka waktu pinjaman bervariasi                        have varied tenure from 3-5 years and bears
        antara 3-5 tahun dan dikenakan bunga tetap                        fixed interest rate of around 1% per annum. The
        sekitar 1% per tahun. Saldo piutang bersih                        outstanding net receivables from directors
        kepada direksi 31 Desember 2021 sebesar                           December 31, 2021 amounting to Rp 4,416,080
        Rp 4.416.080 ribu (31 Desember 2020:                              thousand (December 31,2020: Rp 1,806,354
        Rp 1.806.354 ribu) dicatat sebagai bagian dari                    thousand) were recorded as part of other
        piutang lain-lain (Catatan 7).                                    accounts receivable (Note 7).

   c.   Remunerasi yang diberikan ke Direktur dan                    c.   Remunerations provided to Directors and
        Komisaris Rp 16.945.171 ribu tahun 2021 (2020:                    Commissioners amounting to 16,945,171
        Rp 15.063.214 ribu).                                              thousand in 2021    (2020: Rp 15,063,214
                                                                          thousand).


35. AUDIT PAJAK                                                  35. TAX AUDIT

   TAHUN FISKAL 2012                                                FISCAL YEAR 2012

   Pada tanggal 11 Desember 2017, Perusahaan                        On December 11, 2017, the Company received Nil Tax
   menerima Surat Ketetapan Pajak Nihil (SKPN) atas                 Assessment Letters (SKPN) as a result of tax audit for
   hasil pemeriksaan pajak tahun fiskal 2012. SKPN                  fiscal year 2012. The said SKPN also stated that the
   tersebut juga menyatakan bahwa rugi fiskal tahun                 fiscal loss from year 2012 is amounting to
   2012 adalah sebesar Rp 305.999.051 ribu lebih kecil              Rp 305,999,051 thousand, which is smaller than the
   dari yang dilaporkan pada tahun 2012, yaitu sebesar              fiscal loss reported in year 2012 amounting to
   Rp 592.913.834 ribu. Pada tanggal 7 Maret 2018,                  Rp 592,913,834 thousand. On March 7, 2018, the
   Perusahaan mengajukan keberatan ke Kantor Pajak                  Company submit objection to Tax Office against this
   atas keputusan ini. Pada tanggal 7 Februari 2019,                decision. On February 7, 2019, the Company receive
   Perusahaan menerima penolakan atas keputusan ini.                rejection from Tax Office regarding with this decision.
   Perusahaan telah mengajukan banding atas                         The Company filed an appeal against rejection from
   penolakan dari Kantor Pajak. Sampai dengan tanggal               Tax Office. As of the issuance date of the financial
   penerbitan laporan keuangan, Perusahaan masih                    statements, the Company is still waiting for the
   menunggu keputusan dari Pengadilan Pajak.                        decision from the Tax Court.




                                                           305
Page 332
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                               PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                 NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                         FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                      DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

   TAHUN FISKAL 2011                                              FISCAL YEAR 2011

   Pada tanggal 7 Maret 2016, Perusahaan menerima                 On March 7, 2016, the Company received several Tax
   beberapa Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar                    Underpayment Letters (SKPKB) from Tax Office. The
   (SKPKB) dari Kantor Pajak. SKPKB tersebut terkait              SKPKB pertain to Corporate Income Tax and Income
   dengan Pajak Penghasilan Badan dan Pajak                       Tax Article 23, amounting to Rp 34,369,974 thousand
   Penghasilan Pasal 23, masing-masing sebesar                    and Rp 104,451 thousand, respectively. In June 2016,
   Rp 34.369.974 ribu dan Rp 104.451 ribu.                        the Company submitted the corresponding objections
   Pada bulan Juni 2016, Perusahaan mengajukan                    for SKPKB relating to Corporate Income Tax and
   keberatan atas SKPKB yang berkaitan dengan Pajak               Income Tax Article 23. On May 31, 2017, the Company
   Penghasilan Badan dan Pajak Penghasilan                        has received decision letter from Directorate General
   Pasal 23. Pada 31 Mei 2017,     Perusahaan telah               of Taxation (DGT) stating, through its Decision Letter
   menerima keputusan dari Direktorat Jenderal                    No.    KEP-00262/KEB/WPJ.06/2017, that            DGT
   Pajak (DJP) yang menyatakan bahwa melalui                      accepted all of the Company’s objection on the SKPKB
   surat     No.KEP-00262/KEB/WPJ.06/2017,           DJP          of Income Tax Article 23 and through its decision letter
   mengabulkan seluruh keberatan atas SKPKB Pajak                 No. KEP-00265/KEB/WPJ.06/2017, DGT accepted
   Penghasilan    Pasal    23    dan    melalui     surat         some portion of the Company’s objection on SKPKB of
   No. KEP-00265/KEB/WPJ.06/2017, DJP mengabulkan                 Corporate Income Tax, stated that the underpayment
   sebagian keberatan Perusahaan atas SKPKB Pajak                 of Corporate Income Tax year 2011 is amounting to
   Penghasilan Badan, menyatakan jumlah kurang bayar              Rp 4,887,917 thousand. On August 24, 2017, the
   pajak badan tahun 2011 adalah Rp 4.887.917 ribu. Pada          Company submitted appeal to Tax Court against this
   tanggal 24 Agustus 2017, Perusahaan telah                      decision. On February 7, 2020, the Company received
   mengajukan banding atas keputusan DJP tersebut.                decision letter from Directorate General of Taxation
   Pada tanggal 7 Februari 2020, Perusahaan menerima              (DGT) stating through its Decision Letter No. PUT-
   keputusan dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP)                 115797.15/2011/PP/MXIVA, that DGT partially granted of
   yang menyatakan bahwa melalui surat No. PUT-                   the Company’s appeal on SKPKB of Corporate Income
   115797.15/2011/PP/MXIVA,       DJP      mengabulkan            Tax, stated that underpayment of Corporate Income Tax
   sebagian banding Perusahaan atas SKPKB Pajak                   year 2011 is amounting to Rp 717,057 thousand.
   Penghasilan Badan, menyatakan kurang bayar pajak               Following this decision, the Company has paid amounting
   badan tahun 2011 adalah Rp 717.057 ribu. Atas                  to Rp 717,057 thousand on February 7, 2020 and
   putusan ini, Perusahaan telah membayar sebesar                 recorded as expense in 2020.
   Rp 717.057 ribu pada tanggal 7 Februari 2020 dan
   dicatat sebagai beban di 2020.

   TAHUN FISKAL 2010                                              FISCAL YEAR 2010

   Pada tanggal 29 Januari 2015, Perusahaan                       On January 29, 2015, the Company received the tax
   menerima SKPKB Pajak Penghasilan Badan untuk                   underpayment letter pertains to Corporate Income Tax
   tahun fiskal 2010 dengan jumlah kurang bayar                   for fiscal year 2010 amounted to Rp 17,986,378
   sebesar Rp 17.986.378 ribu. Pada tanggal 15 April              thousand. On April 15, 2015, the Company submitted
   2015, Perusahaan mengajukan keberatan atas                     the corresponding objections for this SKPKB. On
   SKPKB tersebut. Pada tanggal 21 April 2016, Kantor             April 15, 2015, the Company submitted the
   Pajak telah mengeluarkan surat keputusan yang                  corresponding objections for this SKPKB. On April 21,
   menolak keberatan Perusahaan. Pada bulan Juli                  2016, the Tax Office has issued decision letter
   2016, Perusahaan mengajukan banding atas SKP                   rejecting the Company’s objection. On July 2016, the
   kurang bayar ini ke Pengadilan Pajak. Pada tanggal             Company appealed this tax underpayment letter to the
   7 Februari 2020, Perusahaan menerima keputusan                 Tax Court. On February 7, 2020, the Company
   dari    Direktorat  Jenderal Pajak (DJP)      yang             received decision letter from Directorate General of
   menyatakan bahwa melalui surat No. PUT-                        Taxation (DGT) stating through its Decision Letter
   105646.15/2010/PP/MXIVA,       DJP mengabulkan                 No. PUT-105646.15/2010/PP/MXIVA, that DGT partially
   sebagian banding Perusahaan atas SKPKB Pajak                   granted of the Company’s appeal on SKPKB of
   Penghasilan Badan, menyatakan kurang bayar pajak               Corporate Income Tax, stated that underpayment of
   badan tahun 2010 adalah Rp 130.390 ribu. Atas                  Corporate Income Tax year 2010 is amounting to
   putusan ini, Perusahaan telah membayar sebesar                 Rp 130,390 thousand. Following this decision, the
   Rp 130.390 ribu pada tanggal 7 Februari 2020 dan               Company has paid amounting to Rp 130,390 thousand
   dicatat sebagai beban di 2020.                                 on February 7, 2020 and recorded as expense in 2020..




                                                            306
Page 333
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                                        PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                          NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                                  FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                               DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

36. INFORMASI KEUANGAN TAMBAHAN - UNIT                                 36. SUPPLEMENTARY FINANCIAL INFORMATION –
    SYARIAH                                                                SHARIA UNIT

                                                  31 Desember/            31 Desember/
                                                  December 31,            December 31,
                                                      2021                    2020
                                                     Rp '000                 Rp '000

   Piutang pembiayaan murabahah                                                              Murabahah financing receivables
   Piutang pembiayaan murabahah - bruto                78.109.879             52.628.251     Murabahah financing receivables - gross
   Pendapatan pembiayaan murabahah
       yang belum diakui                              (20.613.285)            (16.798.568)   Unearned murabahah financing income
   Cadangan kerugian kredit                            (6.155.495)               (966.732)   Allowance for impairment losses

   Piutang pembiayaan murabahah - bersih               51.341.099             34.862.951     Murabahah financing receivables - net

   Utang kepada dealer                                  1.305.337               1.279.577    Dealer Payables

   PENDAPATAN                                                                                INCOME
   Pendapatan margin                                   17.333.620             35.564.212     Margin income

   Jumlah pendapatan operasional                       17.333.620             35.564.212     Total operating income


   Piutang pembiayaan IMBT                                                                   IMBT financing receivables
   Piutang pembiayaan IMBT - bruto                  1.622.791.097           1.362.574.761    IMBT financing receivables - gross
   Pendapatan pembiayaan IMBT
       yang belum diakui                             (342.972.401)           (288.051.035)   Unearned IMBT financing income
   Cadangan kerugian kredit                           (63.750.521)           (116.758.096)   Allowance for impairment losses

   Piutang pembiayaan IMBT - bersih                 1.216.068.175            957.765.630     IMBT financing receivables - net

   PENDAPATAN                                                                                INCOME
   Pendapatan margin                                  519.585.573            432.082.330     Margin income

   Jumlah pendapatan operasional                      519.585.573            432.082.330     Total operating income


   Piutang pembiayaan mudharabah                                                             Mudharabah financing receivables
   Piutang pembiayaan mudharabah - bruto                      5.508           15.225.000     Mudharabah financing receivables - gross
   Pendapatan pembiayaan mudharabah
       yang belum diakui                                       (144)               37.500    Unearned mudharabah financing income
   Cadangan kerugian kredit                                  (1.464)             (219.440)   Allowance for impairment losses

   Piutang pembiayaan mudharabah - bersih                     3.900           15.043.060     mudharabah financing receivables - net

   PENDAPATAN                                                                                INCOME
   Pendapatan margin                                         56.553             2.662.500    Margin income

   Jumlah pendapatan operasional                             56.553             2.662.500    Total operating income


37. REKONSILIASI LIABILITAS YANG TIMBUL DARI                           37. RECONCILIATION OF LIABILITIES ARISING FROM
    AKTIVITAS PEMBIAYAAN                                                   FINANCING ACTIVITIES

   Tabel di bawah ini menjelaskan perubahan dalam                         The table below details changes in the Company’s
   liabilitas Perusahaan yang timbul dari aktivitas                       liabilities arising from financing activities, including
   pembiayaan, termasuk perubahan yang timbul dari                        both cash and non-cash changes. Liabilities arising
   arus kas dan perubahan nonkas. Liabilitas yang                         from financing activities are those for which cash flows
   timbul dari aktivitas pembiayaan adalah liabilitas yang                were, or future cash flows will be, classified in the
   arus kas, atau arus kas masa depannya,                                 Company’s statement of cash flows as cash flows from
   diklasifikasikan dalam laporan arus kas Perusahaan                     financing activities.
   sebagai arus kas dari aktivitas pembiayaan.




                                                             307
Page 334
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                                                     PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                                       NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                                               FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                                            DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

                                          Arus kas         Lindung        Amortisasi biaya         Penambahan
                                        dari aktivitas       nilai       penerbitan obligasi/     aset hak-guna/
                                        pendanaan/        arus kas/        Amortization of          Addition to
                        1 Januari/       Financing        Cashflow         Bond issuance            right-of-use      31 Desember/
                     January 31, 2021    cash flows         hedge              costs                asset costs     December 31, 2021
                         Rp'000            Rp'000          Rp'000             Rp'000                   Rp'000            Rp'000
   Liabilitas sewa         14.088.269      (17.190.460)       -                   -                    13.277.993          10.175.802   Lease liabilities
   Pinjaman bank        6.915.457.249   (1.717.074.500)     28.706.250            -                     -               5.227.088.999   Bank loans
   Utang obligasi       2.293.455.159    1.619.593.579        -                   5.171.159             -               3.918.219.897   Bonds payable

   Jumlah               9.223.000.677     (114.671.381)     28.706.250            5.171.159            13.277.993       9.155.484.698   Total

                                          Arus kas         Lindung        Amortisasi biaya         Penambahan
                                        dari aktivitas       nilai       penerbitan obligasi/     aset hak-guna/
                                        pendanaan/        arus kas/        Amortization of          Addition to
                        1 Januari/       Financing        Cashflow         Bond issuance            right-of-use      31 Desember/
                     January 31, 2020    cash flows         hedge              costs                asset costs     December 31, 2020
                         Rp'000            Rp'000          Rp'000             Rp'000                   Rp'000            Rp'000
   Liabilitas sewa          -              (24.460.055)       -                   -                    38.548.324          14.088.269   Lease liabilities
   Pinjaman bank        7.393.157.588     (562.840.000)     85.139.661            -                     -               6.915.457.249   Bank loans
   Utang obligasi       2.342.598.979      (53.885.183)       -                   4.741.363             -               2.293.455.159   Bonds payable

   Jumlah               9.735.756.567     (641.185.238)     85.139.661            4.741.363            38.548.324       9.223.000.677   Total



38. PENERBITAN KEMBALI LAPORAN KEUANGAN                                   38. REISSUANCE OF FINANCIAL STATEMENTS

   Sehubungan dengan rencana Perusahaan untuk                                    In relation with the Company’s plan to conduct the
   melakukan Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan                               Public Offering of Shelf Registration Bonds II year
   II tahun 2022 PT Bussan Auto Finance, Perusahaan                              2022 of PT Bussan Auto Finance, the Company has
   telah menerbitkan kembali laporan keuangan untuk                              reissued these financial statements for the years
   tahun yang berakhir 31 Desember 2021 dan 2020                                 ended December 31, 2021 and 2020 to conform with
   untuk disesuaikan dengan peraturan pasar modal                                prevailing capital market regulation. The changes are
   yang berlaku. Perubahan tersebut adalah sebagai                               as follows:
   berikut:

   a.    Catatan 1, sehubungan dengan pengungkapan                               a.     Note 1, in relation with disclosure about Parent
         mengenai nama entitas induk dan entitas induk                                  and ultimate parent of the Company.
         terakhir Perusahaan.
   b.    Catatan 3k, sehubungan dengan kebijakan                                 b.     Note 3k, in relation with accounting policy for
         akuntansi untuk aset tak berwujud dan                                          intangible assets and updating the title of
         perubahan judul perangkat lunak komputer                                       computer software into intangible assets.
         menjadi aset tak berwujud.
   c.    Catatan 8, sehubungan dengan penambahan                                 c.     Note 8, in relation with the additional details of the
         keterangan pihak yang menerima uang muka                                       party receiving the advance and statement from
         dan pernyataan keyakinan manajamen tidak                                       management that no impairment value on the
         terdapat penurunan nilai                                                       advance
   d.    Catatan 9, sehubungan dengan penambahan                                 d.     Note 9, in relation with additional details of other
         keterangan pos lainnya pada biaya dibayar                                      prepaid expenses.
         dimuka.
   e.    Catatan 10, sehubungan dengan penambahan                                e.     Note 10, in relation to additional information on
         keterangan asuransi untuk aset tetap kecuali                                   insurance of property and equipment, except land
         tanah dan pengungkapan atas aset tetap yang                                    and disclosure on the property and equipment that
         tidak digunakan sementara dan dihentikan dari                                  temporarily discontinued and discontinued from
         penggunaan aktif                                                               active use.
   f.    Catatan 13, sehubungan dengan penambahan                                f.     Note 13, in relation with additional details of
         penjelasan     mengenai       uang   jaminan,                                  security deposit, membership and investment in
         keanggotaan dan investasi pada obligasi                                        convertible bonds.
         konversi.
   g.    Catatan 16, sehubungan dengan penambahan                                g.     Note 16, in relation with additional details of
         penjelasan mengenai lain-lain.                                                 others.
   h.    Catatan 22, sehubungan dengan penambahan                                h.     Note 22, in relation with additional details of other
         penjelasan mengenai pendapatan pembiayaan                                      financing income.
         lain-lain.




                                                                 308
Page 335
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                                   PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                     NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                             FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                          DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

   i. Catatan 23, sehubungan dengan penambahan                     i.   Note 23, in relation with additional notes to
      catatan atas laporan Keuangan atas pendapatan                     financial statements about other income.
      lain lain
   j. Catatan 24, sehubungan dengan beban umum                     j. Note 24, in relation with additional details of other
      dan administrasi lain-lain.                                     general and administrative expenses.
   k. Catatan 32, sehubungan dengan perubahan                      k. Note 32, in relation with changes on the title from
      judul dari Informasi Segmen Usaha Menjadi                       Business Segment Information to Operating
      Segmen Operasi.                                                 Segment.
   l. Catatan 39, sehubungan dengan peristiwa                      l. Note 39, in relation with events after reporting
      setelah periode pelaporan.                                      date.
   m. Catatan 1a, sehubungan dengan penambahan                     m. Note 1a, in relation with additional disclosure of
      "Manajemen Kunci perusahaan mencakup                            “The Company's Key Management covers all
      seluruh anggota Direksi”.                                       members of Board of Directors”.
   n. Catatan 3a, sehubungan dengan penambahan                     n. Note 3a, in relation with additional disclosure of
      pengungkapan kepatuhan terhadap peraturan                       compliance with         regulation No. VIII.G.7
      No.       VIII.G.7  tentang  Penyajian   dan                    regarding the Presentation and Disclosures
      Pengungkapan Laporan Keuangan Perusahaan                        of Financial Statements of Listed Entity.
      Publik.


39. PERISTIWA SETELAH PERIODE PELAPORAN                         39. EVENTS AFTER REPORTING DATE

   ·    Pada tanggal 2 Februari 2022, Perseroan                    ·    On February 2, 2022, the Company received the
        menerima surat pengunduran diri Ryohei Nakata                   resignation letter of Ryohei Nakata as Director of
        sebagai Direktur Perseroan. Pemegang saham                      the Company. The shareholders have approved
        telah menyetujui pengunduran diri Ryohei                        the resignation of Ryohei Nakata as Director of the
        Nakata sebagai Direktur Perseroan dan berlaku                   Company and is effective on February 18, 2022,
        efektif pada tanggal 18 Februari 2022,                          as stated in the Deed of Statement of Circular
        sebagaimana tertuang dalam Akta Pernyataan                      Decisions of the Shareholders in Lieu of the
        Keputusan Sirkuler Para Pemegang Saham                          Extraordinary General Meeting of Shareholders of
        Sebagai Pengganti Rapat Umum Pemegang                           PT Bussan Auto Finance No. 06 dated 22
        Saham Luar Biasa PT Bussan Auto Finance No.                     February 2022 drawn up before Marina Soewana,
        06 tanggal 22 Februari 2022 dibuat di hadapan                   S.H., Notary in Jakarta, registered in the
        Marina Soewana, S.H., Notaris di Jakarta,                       Company           Register       No.         AHU-
        didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU-                     0039075.AH.01.11.In 2022 on 24 February 2022
        0039075.AH.01.11.Tahun 2022 pada tanggal                        by the Minister of Law and Human Rights of the
        24 Februari 2022 oleh Menteri Hukum dan Hak                     Republic of Indonesia, the latest composition of
        Asasi Manusia Republik Indonesia, susunan                       the Company's Board of Directors and Board of
        anggota Direksi dan Dewan Komisaris                             Commissioners is as follows:
        Perseroan terakhir adalah sebagai berikut:

                                               2022                          2021

         Presiden Komisaris        :   Jiro Yamada*)             Jiro Yamada*)                  President Commissioner
         Komisaris                 :   Minoru Morimoto           Minoru Morimoto                Commissioners
                                       Jun Ikeda                 Jun Ikeda

         Komisaris Independen      :   Dani Firmansjah           Dani Firmansjah                Independent Commissioners
                                       Prabowo                   Prabowo
                                       Nurdayadi                 Nurdayadi

         Presiden Direktur         :   Lynn Ramli                Lynn Ramli                     President Director
         Wakil Presiden Direktur   :   Akira Sugai               Akira Sugai                    Vice President Director
                                       Toshiyuki Kojima          Toshiyuki Kojima

         Direktur                  :   Sigit Sembodo             Sigit Sembodo                  Directors
                                       Alung Ng                  Alung Ng
                                       -                         Ryohei Nakata
                                       Charles MP Gultom         Charles MP Gultom
                                       Yudono                    Yudono

        *) Efektif mengundurkan diri pada tanggal                       *)    Effectively resigned on April 13, 2022.
           13 April 2022.




                                                          309
Page 336
PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                                    PT BUSSAN AUTO FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                                      NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR                                                              FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2021 DAN 2020 - Lanjutan                                           DECEMBER 31, 2021 AND 2020 - Continued

   ·   Pada tanggal 24 Juli 2020, Perusahaan                           ·   On July 24, 2020, the Company obtained the
       memperoleh pernyataan efektif dari Kepala                           notice of effectivity from the Chairman of the
       Eksekutif Pengawas Pasar Modal atas nama                            Capital Market Supervisory Board on behalf of
       Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan                             Board of Commissioners of the Financial Service
       dengan suratnya No. S-200/D.04/2020 untuk                           Authority in his letter No. S-200/D.04/2020 for its
       melakukan penawaran umum berkelanjutan atas                         sustainable public offering of Rp 775,000,000,000
       Rp 775.000.000.000 obligasi berkelanjutan I                         sustainable bonds I phase V 2022 on March 18,
       tahap V 2022 Perusahaan kepada masyarakat                           2022. As of the authorization date of these
       pada tanggal 18 Maret 2022. Pada tanggal                            financial statements, sustainable bonds I phase V
       laporan Keuangan ini diterbitkan obligasi                           2022 has been listed on the Indonesia Stock
       berkelanjutan I tahap V 2022 telah dicatat di                       exchange.
       Bursa efek Indonesia.

   ·   Pada 14 April 2022, Perusahaan melakukan                        ·   On April 14, 2022, the Company held a general
       rapat umum pemegang saham dan memutuskan                            meeting of shareholders and decided on the
       hal-hal sebagai berikut:                                            following matters:

   ·   Pembagian           dividen              sebesar                ·   Dividend distribution of IDR 142,118,232,000.
       Rp 142.118.232.000.

   ·   Pengangkatan Direksi dan Komisaris, dengan                      ·   Appointment of Directors and Commissioners,
       susunan direksi dan komisaris adalah sebagai                        with the composition of directors and
       berikut:                                                            commissioners as follows:

       Presiden Komisaris             :         Tetsuya Daikoku               President Commissioner
       Komisaris                      :         Mikio Muramatsu               Commissioners
                                                   Jun Ikeda

       Komisaris Independen           :         Dani Firmansjah               Independent Commissioners
                                                   Prabowo
                                                  Nurdayadi

       Presiden Direktur              :            Lynn Ramli                 President Director
       Wakil Presiden Direktur        :            Akira Sugai                Vice President Director
                                                    Koji Kato

       Direktur                       :          Sigit Sembodo                Directors
                                                    Alung Ng
                                               Charles MP Gultom
                                                     Yudono


40. TANGGUNG    JAWAB   MANAJEMEN   DAN                             40. MANAGEMENT       RESPONSIBILITY                 AND
    PERSETUJUAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                   APPROVAL OF FINANCIAL STATEMENTS

   Penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan                     The preparation and fair presentation of the financial
   dari halaman 1 sampai dengan halaman 96                             statements on pages 1 to 96 were the responsibilities
   merupakan tanggung jawab manajemen, dan telah                       of the management, and were approved by the
   disetujui oleh Direktur untuk diterbitkan pada tanggal              Directors and authorized for issue on May 25, 2022.
   25 Mei 2022.


                                                            *****




                                                            310
Page 337
    PT BUSSAN AUTO FINANCE                                                                                 PT BUSSAN AUTO FINANCE
    INFORMASI KEUANGAN TAMBAHAN                                                               SUPPLEMENTARY FINANCIAL INFORMATION
    RASIO-RASIO KEUANGAN OTORITAS                                                                      FINANCIAL RATIO OF FINANCIAL
    JASA KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT)                                                                   SERVICES AUTHORITY (UNAUDITED)
    31 DESEMBER 2021 DAN 2020                                                                            DECEMBER 31, 2021 AND 2020

    INFORMASI KEUANGAN TAMBAHAN - RASIO - RASIO                                     SUPPLEMENTARY FINANCIAL INFORMATION -
    KEUANGAN OTORITAS JASA KEUANGAN                                                 FINANCIAL RATIO OF FINANCIAL SERVICES
                                                                                    AUTHORITY

    Berdasarkan POJK No. 35/POJK.05/2018 tanggal                                    Based on POJK No. 35/POJK.05/2018 dated
    31 Desember 2018 tentang Penyelenggaraan Usaha                                  December 31, 2018 regarding the Organisation of
    Perusahaan Pembiayaan, Perusahaan diharuskan untuk                              Financing Company Business, the Company is required to
    memenuhi sejumlah rasio keuangan tertentu. Rasio-rasio                          comply with several financial ratios. These ratios have been
    ini dibuat oleh Perusahaan berdasarkan formula                                  prepared by the Company based on the formula as
    sebagaimana ditentukan dalam peraturan OJK untuk                                prescribed in the said OJK regulation for regulatory
    tujuan kepatuhan terhadap peraturan.                                            compliance purposes.

    Berikut ini adalah rasio-rasio keuangan berdasarkan                             The following are the financial ratios based on OJK
    Peraturan OJK:                                                                  Regulations (OJK):

                                                                   31 Desember/        31 Desember/
                                                                   December 31         December 31
                                                                       2021                2020
                                                                   (Tidak diaudi/      (Tidak diaudi/
                                                                    Unaudited )         Unaudited )
                                                                         %                  %

     Rasio piutang pembiayaan bersih terhadap total aset             91,81%               87,2%             Net financing receivable to total assets ratio
     Rasio modal sendiri modal disetor                               350,31%             259,18%            Equity to paid capital ratio
     Rasio piutang pembiayaan bermasalah                              0,58%               0,40%             Non performing financing ratio
     Rasio saldo piutang pembiayaan neto terhadap total pinjaman     120,32%              109%              Net financing receivable to total Loan
     Rasio saldo piutang Pembiayaan Investasi dan                                                           Invesment financing and
      pembiayaan Modal Kerja dibandingkan dengan                                                               Working capital financing Receivable
      total saldo piutang pembiayaan                                  29,44%              1,53%                to total Financing Receivable ratio
     Rasio permodalan                                                 24,64%              18,3%             Capital ratio
     Rasio Gearing                                                     4,43                6,03             Gearing ratio




p




                                                                          311
Page 338
Halaman ini sengaja dikosongkan




              188
Page 339

          

File

File Open PDF
Source IDX
Size9.16 MB
Published4 Jul 2025
Pages339
Characters1,487,858
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 184 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org PT BUSSAN AUTO FINANCE p.1 ×100
linked org Bank Mandiri (Persero) Tbk. p.1 ×29
linked org Bank Central Asia Tbk. p.16 ×2
linked org Bank CIMB Niaga Tbk. p.16 ×2
linked org Bank HSBC Indonesia. p.16
linked org Bank Mizuho Indonesia. p.16 ×4
linked — Standard Chartered p.16 ×3
linked org Bank Victoria International Tbk. p.16 ×5
linked org Asian Development Bank p.18
linked org Sinergi Autoindo p.19 ×8
linked org Yamaha Motor Co., Ltd. p.19 ×22
linked org Yamaha Indonesia p.19 ×7
linked org PT Mastersystem Infotama p.79
linked — Sumitomo Mitsui Banking p.123
linked person Jun Ikeda p.124 ×4
linked person Dani Firmansjah p.124 ×6
linked person Lynn Ramli p.124 ×4
linked person Akira Sugai p.124 ×4
linked person Koji Kato p.124 ×3
linked person Sigit Sembodo p.124 ×4
linked person A Lung Ng p.124 ×4
linked org BFI Finance Indonesia Tbk. p.127 ×2
linked org Bank Maybank Indonesia Tbk. p.127 ×2
linked org Akasha Wira International Tbk p.128 ×2
linked org Bank Danamon Indonesia Tbk. p.129 ×10
linked org PT Bank UOB Indonesia p.129 ×3
linked org Bank Danamon Tbk. p.131 ×2
linked org Adira Dinamika Multi Finance Tbk. p.138 ×5
linked person Stepanus Ardhanova p.139 ×2
linked org Intraco Penta Tbk p.139
linked org ABM Investama p.139
linked org Garuda Indonesia p.139
linked org Bakrie Telecom p.139
linked org Astra International Tbk. p.142 ×2
linked org PT Astra Sedaya Finance p.142
linked org Sinar Mas p.142
linked org Bank DBS Indonesia. p.142
linked person Jimmy Iskandar p.142 ×3
linked person Samuel Manasseh p.142 ×2
linked org Mitra Pinasthika Mustika p.145
linked org Mitra Adiperkasa Tbk. p.152 ×2
possible org OTORITAS JASA KEUANGAN p.1 ×5
possible org PT BURSA EFEK INDONESIA p.1 ×9
possible org Negara Republik Indonesia p.2 ×11
possible org Bank BTPN Tbk p.16 ×16
possible org MUFG Bank p.16 ×6
possible org Pemerintah Republik Indonesia p.31
possible person Gatot Subroto p.42
possible org PT Bank Mizuho p.46 ×4
possible person Yudono · Direktur p.124
possible person Nurdayadi p.125 ×2
possible org Mitsui Co., Ltd. p.129
possible org Bank Sinarmas Tbk. p.132 ×2
unresolved org PT BUSSAN AUTO FINANCE Kegiatan Usaha Utama p.1
unresolved org PT Kustodian Sentral Efek Indonesia p.1 ×5
unresolved org PT FITCH RATINGS INDONESIA p.1
unresolved org PT Indo Premier Sekuritas WALI AMANAT OBLIGASI p.1
unresolved org Bapepam p.2 ×8
unresolved org PT Bussan Auto Finance. Semua Lembaga p.2
unresolved org | berarti Kantor Akuntan Publik Imelda & Rekan (a member of Deloitte · Akuntan Publik p.6
unresolved org Kantor Akuntan Publik Imelda & Rekan p.6 ×6
unresolved org Kantor Akuntan Publik Imelda p.6 ×5
unresolved org | berarti Thamrin & Rekan yang melakukan pemeriksaan dari segi · Konsultan Hukum p.8
unresolved org Thamrin & Rekan p.8
unresolved org PT Indo Premier Sekuritas. Masa Penawaran Umum p.8
unresolved org Indonesia p.8
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.8 ×6
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.8
unresolved org Menteri Hukum dan Perundang-undangan Republik Indonesia p.8
unresolved person Kantor Notaris Fathiah Helmi · Notaris p.8 ×34
unresolved org PT Fitch Ratings Indonesia Perusahaan p.9
unresolved org PT Indo Premier Sekuritas p.10 ×2
unresolved org PT Bank ANZ Indonesia. BCA p.16
unresolved org PT Bank BCA Syariah. BTPN p.16
unresolved org PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia p.16
unresolved org PT Bank HSBC Indonesia. Mizuho p.16
unresolved org PT Bank Mizuho Indonesia. MUFG p.16
unresolved org PT Bank Victoria Syariah. p.16
unresolved org PT Pembiayaan Getraco Indonesia p.17 ×6
unresolved org PT Danamon Sanggrahan p.17 ×3
unresolved org Bank Indonesia p.18 ×5
unresolved org Kementerian Perindustrian p.18 ×2
unresolved org Kementerian Keuangan p.18
unresolved org PT Mitsui Indonesia p.19 ×7
unresolved org PT Sinergi Autoindo Abadi p.19 ×8
unresolved person Marina Soewana · Notaris p.19 ×18
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.19 ×11
unresolved org PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing p.19 ×6
unresolved org Menteri Keuangan p.24 ×2
unresolved org PT Bussan Auto Finance Kegiatan p.42
unresolved org PT Bank ANZ Indonesia p.45 ×3
unresolved org Bank Standard Chartered Indonesia p.45
unresolved org Bank Sumitomo Mitsui Trust p.47
unresolved org PT Bank HSBC p.47 ×3
unresolved org PT Bank Central p.47
unresolved org Asia Tbk p.47
unresolved org PT Bank Victoria p.48
unresolved org Bank Standard p.48
unresolved org PT Bank Victoria Syariah Fasilitas p.48
unresolved org Niaga Tbk p.48
unresolved org PT Bank BCA Syariah p.48
unresolved org PT Pemeringkat Efek Indonesia p.50
unresolved person DRS Saiful Rizal Siregar p.56
unresolved org PT Clairmond Astro Makassar p.56
unresolved org PT Optima Data International p.79
unresolved org PT Mitra Integrasi Informatika p.79
unresolved org PT Rantisia Digital Perkasa. Seluruh p.79
unresolved person Sugiri Kadarisman · Notaris p.89
unresolved org PT Danamon Mits Otomotif Finance p.89 ×3
unresolved person Siti Pertiwi Henny Singgih · Notaris p.89
unresolved person H. Parlindungan Lumban Tobing · Notaris p.89 ×2
unresolved org Co Ltd p.90 ×11
unresolved org PT Yamaha Motor Kencana Indonesia p.91 ×2
unresolved org PT Bussan Auto Finance. Sampai p.92
unresolved org Menteri Keuangan Republik Indonesia p.92 ×2
unresolved org Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Pusat p.92
unresolved org Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum p.121
unresolved person Shigeki Morimoto p.121 ×3
unresolved org Master Trust Bank of Japan, Ltd. (Trust account) p.123
unresolved — BNYM AS AGT/CLTS NON TREATY JASDEC p.123
unresolved org Custody Bank of Japan, Ltd. (Trust account) p.123 ×2
unresolved org Nippon Life Insurance p.123
unresolved org Sumitomo Mitsui Banking Corporation p.123
unresolved org STATE STREET BANK WEST CLIENT - TREATY 505234 p.123
unresolved org PT Bussan Auto p.124
unresolved person Tetsuya Daikoku p.125 ×2
unresolved person Mikio Muramatsu p.125
unresolved person Charles MP Gultom p.125
unresolved org Integrated Transportation System Business Unit Mitsui Co., Ltd p.125
unresolved org PT Yamaha Indonesia Motor Mfg p.125
unresolved org PT Yamaha Nuansa Indonesia p.126
unresolved org Yamaha Tohoku Co., Ltd. p.126
unresolved org Yamaha Motor Corporation p.126
unresolved org PT Mistui Indonesia p.126
unresolved org Executive Director Daihatsu Malaysia Inc p.126
unresolved org PT Saseka Gelora Finance p.127
unresolved org PT IFS Capital Indonesia p.127
unresolved org PT Indosurya Inti Finance p.127
unresolved org Intan Baruprana Finance Tbk. p.127 ×2
unresolved org PT Aditama Finance p.127
unresolved org PT Smart Multi Finance p.127
unresolved org Buana Finance Tbk. p.127 ×2
unresolved org Bank Internasional Indonesia Tbk. p.127 ×2
unresolved org PT BNI Multifinance p.127
unresolved org PT Buana Chandra Artha Pratama p.127
unresolved org PT AEON Credit Service Indonesia. Beliau p.127
unresolved org PT Bank Merincorp p.128
unresolved org Ades Waters Indonesia Tbk p.128 ×2
unresolved org PT Aeon Credit Service Indonesia p.128
unresolved org PT Standard Chartered Bank p.129
unresolved org PT Adira Quantum Multifinance p.129 ×3
unresolved org London Process Centre Ltd. p.129
unresolved org Transystem Logistics International Pvt. Ltd p.130
unresolved org PT Primus Financial Services p.130
unresolved org PT Sertifikasi Profesi Pembiayaan Indonesia p.130
unresolved org PT Asuransi Buana Independent p.131
unresolved org PT Subentra Finance p.131
unresolved org PT ANZ Panin Bank p.131
unresolved org PT Adira Finance p.131
unresolved person H. Azharuddin Lathief p.136
unresolved org PT Corfina Asset Management p.136
unresolved org PT Sompo Insurance Unit Usaha Syariah p.136
unresolved org PT Bank BNI Syariah. Ahmad Ifham p.136
unresolved org PT Karim Konsultan p.136
unresolved person Ahmad Ifham p.137 ×3
unresolved person AH. Azharuddin Lathif p.137
unresolved — Puji Arianti · Sekretaris Perusahaan p.137 ×2
unresolved org PT Adira Quantum Multi Finance p.137 ×2
unresolved org PT Columbindo Perdana p.138
unresolved org Departemen Teknologi Informasi p.138
unresolved org PT BPR Danamasa Cimahi p.139
unresolved person CMA p.139
unresolved org PT Bussan Auto Finance No. SK- p.140 ×5
unresolved person Heru Absoro p.140
unresolved org PT Astra Honda Motor p.142
unresolved org PT Toyota Astra Motor p.142 ×2
unresolved org PT Bank DBS Indonesia. Beliau p.142
unresolved org PT Central Sentosa Finance p.145
unresolved org Mulyamin Sensi Suryanto p.145
unresolved org PT Mitra Pinasthika Mustika Finance p.145
unresolved org PT Fortice Service Office p.145
unresolved org PT Cipta Sarana Nusindo p.148
unresolved org PT Kamadjaya Logistic p.148
unresolved org PT Great Eastern Life Indonesia p.152

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result